Arti kata/frase "tumbuk lima" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/tumbuk-lima

Halaman ini menjelaskan kata atau frase tumbuk lima menurut KBBI Edisi III

tumbuk lima: nada lima dr slendro sama frekuensinya dng nada lima dr pelog pelengkapnya

Lebih lanjut mengenai tumbuk lima

tumbuk lima terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 884 kata terkait yakni sebagai berikut:

lima li.ma [num] (1) nama bagi lambang bilangan asli 5 (angka Arab) atau V (angka Romawi); (2) urutan yg menunjukkan tingkat sesudah yg ke-4 sebelum yg ke-6; (3) jumlah bilangan yg banyaknya 4 ditambah 1; jumlah bilangan yg banyaknya sama dng jari sebuah tangan manusia; (4) urutan langsung sesudah empat atau sebelum enam
tumbuk tum.buk [n] alat untuk melantak dsb supaya lumat hancur (spt antan, anak gobek); (2) v mengupas atau menghaluskan dng antan (bukan digiling): beras -- , ke.tum.buk.an n pasukan; rombongan; tumpuk: keluarga yg mempunyai 12 orang anak spt satu ~ pengawal raja saja [Jw n] persamaan frekuensi pd nada, senama antara slendro dan pelog pelengkapnya
limau besar limau berbuah besar dan berkulit tebal; Citrus maxima
limau betawi limau, berbuah bulat, bagian bawahnya rata, berkulit agak kasar berwarna hijau kekuning-kuningan, berasa masam atau manis; Citrus grandis
limau cina limau manis
limau hantu limau purut
limau kapas limau berbuah kecil; Citrus auratifolia
limau kursi limau kiah
limau manis limau, buahnya manis dapat dimakan langsung, berkulit agak kasar berwarna jingga kekuning-kuningan dan mudah dikupas; limau cina; Citrus nobilis
limau masak seulas limau masak se.u.las [ki] kepandaian seseorang yg melebihi kepandaian saudara-saudaranya yg lain
limau nipis limau, berbuah agak lonjong berkulit agak tebal, halus, dan berkilat, berasa masam, dapat dipakai sbg penyedap masakan, campuran obat tradisional, dan sbg minuman penyegar; Citrus aurantifolia
limau purut limau yg buahnya berkulit kasar berkerut-kerut, tidak untuk dimakan, tetapi dipakai sbg penyedap makanan, campuran obat tradisional, dan untuk berkeramas; Citrus hystrix
tumbuk lima nada lima dr slendro sama frekuensinya dng nada lima dr pelog pelengkapnya
lima waktu salat lima kali sehari semalam (Subuh, Lohor, Asar, Magrib, Isya)
limasan li.mas.an [v] berbentuk limas (tt atap)
limau li.mau [n] (1) tanaman berbuah bulat atau lonjong, berujung agak lancip, jika matang berwarna kuning, isinya berulas-ulas, umumnya tidak dimakan langsung, tetapi airnya dibuat minuman penyegar; Citrus limon; (2) buah limau
limau kesturi tanaman limau berbuah kecil bulat yg berkulit halus, tipis berkilat (dapat ditanam di kebun atau di dl pot); Citrus microcarpa
limau kiah tanaman limau, buahnya dapat dijadikan bahan perekat; Triphasia aurantiola
limau langir air yg dicampur kulit limau purut dan bunga-bungaan untuk berlimau (berkeramas)
tumbukan tum.buk.an [n] (1) tubrukan: pagi-pagi sudah ada ~ , maklumlah, semuanya ingin cepat sampai di tempat tujuan; (2) yg ditumbuk
liman li.man [ark n] gajah
limar li.mar [Jw n] kain sutra bercorak, biasa dipakai untuk sabuk dsb
limas li.mas [n] (1) takir yg dibuat dr upih pinang, daun pisang, dsb, yg dilipat berbentuk corong (bulat) untuk tempat air, gulai, dsb; (2) merunjung ke atas (tt bentuk atap bangunan, spt bentuk piramida); (3) benda ruang yg alasnya berbentuk segitiga (segi empat dsb) dan bidang sisinya berbentuk segitiga dng titik puncak yg berimpit
limau masak sebelah [pb] aturan (hukum dsb) yg tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dsb, tidak sama rata: spt -- masak seulas, pb (orang) yg menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dsb)
tumbuk tanak (hal) menumbuk dan menanak; (2) segala pekerjaan rumah tangga
akhir klimaks naskah cerita atau karangan yg bagian klimaksnya terdapat pd bagian penutup
aklimasi ak.li.masi ? aklimatisasi
anak kalimat bagian kalimat (klausa) yg tidak dapat berdiri sendiri sbg kalimat lengkap; klausa terikat
anggota kalimat kata atau kelompok kata yg menjadi bagian kalimat
angkatan empat puluh lima (45) ang.kat.an empat puluh lima (45) para pejuang kemerdekaan yg memelopori revolusi pd saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan pd tahun 1945; (2) Sas kelompok pengarang dan seniman yg muncul sekitar tahun 1945
atap limasan atap rumah berbentuk limas milik keluarga yg menganggap dirinya keturunan penduduk asli atau yg berasal dr lapisan masyarakat paling atas
batu delima permata yg warnanya merah muda spt warna buah delima merah
beras tumbuk beras yg dikupas kulitnya dng ditumbuk
berlima ber.li.ma [num] bersama-sama lima (tt orang dsb): rumah itu mereka diami ~
berlimau ber.li.mau [v] (1) mandi dng menyirami tubuh dan kepala dng air yg dicampur dng kulit limau purut; (2) berkeramas (dng air dicampur air limau)
bertumbukan ber.tum.buk.an [v] saling bertumbuk (dng)
bioklimatologi bi.o.kli.ma.to.lo.gi [n] cabang klimatologi yg mempelajari hubungan iklim dng makhluk hidup, terutama pengaruhnya thd kesehatan dan kegiatan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan
bioklimatologi manusia cabang bioklimatologi yg membicarakan pengaruh iklim thd manusia
bor tumbuk pengeboran yg menggunakan prinsip tumbukan batang bor dng mata bornya pd batuan
cincin delima cincin yg memakai batu delima (permata yg warnanya merah muda spt delima)
delima de.li.ma [n] (1) tumbuhan perdu dng cabang yg rendah dan berduri jarang, daunnya kecil-kecil agak kaku berwarna hijau berkilap, buahnya berkulit kekuning-kuningan sampai merah tua, dapat dimakan, kalau masak merekah; Punica granatum; (2) buah pohon delima; cempaka tanjung
delima katik pohon delima yg kecil (kerdil)
delima kuning pohon delima yg daging buahnya kuning
delima merah pohon delima yg daging buahnya merah
delima putih pohon delima yg bunga dan daging buahnya berwarna putih
ekoklimat eko.kli.mat [n] (1) iklim dl komunitas pertanaman; (2) iklim lingkungan seputar suatu individu makhluk; mikroklimat
gugus kalimat kumpulan kalimat yg saling berkaitan krn ciri-ciri kelas, peran, atau keutuhan; paragraf; -- konsonan Ling dua konsonan atau lebih yg berurutan dl satu suku kata, msl pr- dl prakata
induk kalimat [Ling] bagian kalimat (klausa) dr kalimat majemuk bertingkat yg sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat yg mempunyai potensi untuk menjadi kalimat
intrakalimat in.tra.ka.li.mat [a] di dl kalimat (tt kata atau ungkapan peng-hubung)
jagung tumbuk jagung yg ditumbuk kasar, dapat dijadikan bahan makanan dan pakan
jari lima nama binatang laut yg rupanya spt bintang berpenjuru lima
kain delima kain berwarna merah delima
kaki lima lantai diberi beratap sbg penghubung rumah dng rumah; (2) serambi muka (emper) toko di pinggir jalan (biasanya berukuran lima kaki, biasanya dipakai sbg tempat berjualan); (3) (lantai di) tepi jalan
kalimah syahadat kalimatusyahadat
kalimat aktif kalimat yg subjeknya melakukan perbuatan dl predikat verbalnya
kalimat berita kalimat yg isinya memberitakan atau menyatakan sesuatu: kalimat "Kemarin saya menonton film di Tamansari." disebut -- berita
kalimat bersusun kalimat majemuk bertingkat
kalimat dasar [Ling] kalimat inti yg hanya terdiri atas unsur-unsur wajib berdasarkan tipe verba predikatnya yg dihasilkan atau disusun dng kaidah-kaidah dasar
kalimat deklaratif [Ling] kalimat yg ditandai intonasi turun dan pd umumnya mengandung makna yg menyatakan atau memberitahukan sesuatu, dl ragam tulis, biasanya diberi tanda titik pd bagian akhirnya
kalimat dwitransitif [Ling] kalimat yg mempunyai objek dan pelengkap atau keterangan yg wajib
kalimat eliptis kalimat tidak lengkap yg terjadi krn pelesapan beberapa bagian klausa tunggal
kalimat inversi kalimat dng susunan predikat mendahului subjek; kalimat susun balik
kalimat kompleks kalimat majemuk bertingkat
kalimat lengkap kalimat yg mempunyai segala unsur yg paling sering dipakai dl suatu bahasa, spt kalimat yg mengandung subjek dan predikat
kalimat majemuk kalimat yg terjadi dr dua klausa atau lebih yg dipadukan menjadi satu
kalimat majemuk bertingkat [Ling] kalimat yg terjadi dr dua klausa atau lebih yg dipadukan menjadi satu, yg hubungan antarklausanya subordinatif; kalimat kompleks
kalimat majemuk setara kalimat yg terjadi dr dua klausa atau lebih yg hubungan antarklausanya koordinatif
kalimat menyimpang kalimat yg maknanya dianggap aneh atau tidak lazim oleh bahasawan
kalimat minor kalimat yg dipakai secara terbatas, dapat lengkap, dapat pula tidak lengkap, spt panggilan, judul, semboyan, pepatah, dan kalimat telegram
kalimat pasif kalimat yg subjeknya merupakan tujuan dr perbuatan dl predikat verbalnya
kalimat perintah kalimat yg mengandung intonasi dan makna perintah atau larangan
kalimat tanya kalimat yg mengandung intonasi dan makna pertanyaan
kalimat terbelah [Ling] kalimat yg terjadi krn proses tematisasi dng menempatkan salah satu konstituen ke sebelah kiri sehingga menjadi tema
kalimat tunggal kalimat yg hanya terdiri atas satu klausa
kalimatusyahadat ka.li.ma.tu.sya.ha.dat [n] pengakuan keislaman yg terdiri atas dua kalimat, yaitu asyhadu anla^ ila^ha illa l-la^h wa asyhadu anna Muhammadar rasu^lulla^h 'tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah'; kalimah syahadat
kelimantang ke.li.man.tang [Lihat {kalimantang}]
klimatolog kli.ma.to.log [n] ahli klimatologi
melimaui me.li.maui [v] (1) memandikan atau menyiram dng air yg dicampur dng kulit limau purut; (2) ki memburuk-burukkan; mengata-ngatai
menguraikan kalimat meng.u.rai.kan kalimat mencerai-ceraikan bagian kalimat (menurut jenis kata atau jabatan katanya)
menyentak tumbuk me.nyen.tak tumbuk meninju sekuat-kuatnya
merah delima merah spt warna buah delima merekah
metode kalimat metode dl mengajarkan membaca yg dimulai dng melatih anak didik mengenal kata-kata atau peribahasa dl kalimat
mikroklimat mik.ro.kli.mat [n] ekoklimat
minyak limau minyak bauan yg diperoleh dr kulit limau, digunakan sbg bahan pembau
pandawa (lima) pan.da.wa (lima) [Jw n] sebutan bagi kelima saudara keturunan Prabu Dewanata, Raja Negara Astina (dl cerita wayang: Yudistira, Werkudara, Arjuna, Nakula, dan Sadewa)
pedagang kaki lima pe.da.gang kaki lima pedagang yg berjualan di serambi muka (emper) toko atau di lantai tepi jalan
pengungkapan penghubung antarkalimat peng.ung.kap.an penghubung antarkalimat [Ling] kata atau ungkapan penghubung yg menghubungkan sebuah kalimat dng kalimat sebelumnya
pengungkapan penghubung intrakalimat peng.ung.kap.an penghubung intrakalimat [Ling] kata atau ungkapan penghubung antara unsur-unsur di dl kalimat;
perabung limas pe.ra.bung limas bubungan berbentuk limas
pokok kalimat yg menjadi dasar atau yg diuraikan dl kalimat
pola kalimat [Ling] (1) konsep sintaktis yg mencakupi konstruksi, spt indikatif, interogatif, imperatif; (2) pola spt nomina + verba + nomina untuk menggambarkan kalimat msl Adik membaca buku
sajak lima seuntai sajak yg terdiri atas lima larik dl satu bait; kuin
seperlima se.per.li.ma [num] satu bagian dr keseluruhan yg dibagi lima
sinonim kalimat persamaan pengertian antara dua kalimat atau lebih
stasiun klimatologi rujukan stasiun klimatologi yg mempunyai pengamatan yg homogen paling sedikit selama tiga tahun
stasiun klimatologi utama stasiun klimatologi yg melakukan pencatatan data setiap jam atau melakukan pengamatan sekurang-kurangnya tiga kali dl sehari sbg tambahan data yg diperoleh perekam
suku kalimat bagian kalimat, spt subjek, predikat, dan sebutan
tapak liman ta.pak li.man [n] (1) tumbuhan yg disebut juga tutup bumi, berdaun hijau tua berlekuk-lekuk, tepinya bergerigi, daun dan akarnya dapat digunakan sbg obat; Elephantopus scaber; (2) daun tapak liman; (3) akar tapak liman
tata kalimat pengetahuan tt kaidah penyusunan kalimat; sintaksis
tekanan kalimat te.kan.an kalimat tekanan pd kata yg dianggap terpenting dl kalimat; aksen
tertumbuk ter.tum.buk [v] (1) terlanggar; tertubruk; terbentur: pot bunga yg bagus itu pecah ~ sepeda motor yg lewat di depan rumahnya; (2) sudah ditumbuk; sudah dilumatkan, dsb: setelah ~ semua gabah yg di dl gudang itu, barulah lega hatiku; (3) tergocoh; terpukul; tertinju: muka orang yg melerai perkelahian itu ~ beberapa kali; (4) terjumpa (pd, dng); tersuntuk; sampai (pd); jatuh di; timbul (tembus; tersembul) di: ~ akal; ~ pandangan
walimat wa.li.mat [Lihat {walimah}]
warna delima warna merah muda spt biji delima
aklimatisasi ak.li.ma.ti.sa.si [n] (1) penyesuaian (diri) dng iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru; (2) Tan penyesuaian tumbuhan atau binatang pd iklim yg berlainan dr iklim tempat asal sbg akibat pemindahan
akta mengajar lima [Dik] kewenangan untuk mengajar di tingkat perguruan tinggi
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
angan lalu paham bertumbuk [pb] menurut pikiran (dugaan dsb) mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar pelaksanaannya (msl kekurangan alat atau syarat); angan-angan n (1) pikiran; ingatan: ~ nya ke mana-mana; (2) cita-cita: ~ nya menjadi dokter; (3) maksud; niat: sedikit pun tidak ada ~ ku menghinakan beliau; (4) gambaran dl ingatan; harapan sendiri dl ingatan; khayal: kesusastraan itu berisikan kehidupan nyata, bukan ~ belaka; (5) proses berpikir yg dipengaruhi oleh harapan-harapan thd kenyataan yg logis
angin tumbuk kurung angin membakat
antiklimaks an.ti.kli.maks [n] kemerosotan atau kemunduran mendadak sampai taraf yg tidak berarti dan amat mengecewakan, sangat berlawanan dng kemajuan atau kehebatan yg telah dicapai sebelumnya
atlas klimatologi atlas yg menggambarkan peta iklim (tt sifat bulanan dan tahunan unsur-unsur iklim pokok sebuah daerah)
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
bunga delima perhiasan dibuat dr emas atau perak yg mempunyai bunga
canting liman canting yg digunakan untuk membuat bujur sangkar kecil yg dibentuk dari empat buah titik dan sebuah titik di tengahnya
cencang putus tiang tumbuk [pb] putusan yg mengikat
delik limau manis delik bukit
delima burung bangas putih, delik air; Memecylon dichotomum
delima serikaya nangka belanda yg buahnya tidak berduri
disklimaks dis.kli.maks [n] komunitas stabil yg disebabkan oleh aktivitas manusia atau hewan ternaknya
ekoklimatologi eko.kli.ma.to.lo.gi [n] ilmu tt tumbuhan dan hewan dl kaitannya dng iklim sekitarnya
gelimang ge.li.mang , ber.ge.li.mang v (1) berlumuran lumpur dsb; (2) ki mengandung; penuh dng: langit ~ awan hitam spt kapas kena abu dapur
gelimantang ge.li.man.tang , meng.ge.li.man.tang v memancar: sinar pagi yg gilang-gemilang ~ dr sebelah timur
jeruk delima jeruk macan
jeruk limau jeruk sambal
kalimah ka.li.mah [n] perkataan; ucapan
kalimah taibah perkataan yg baik; ucapan yg terpuji
kalimantang ka.li.man.tang [n] (1) panji-panji putih panjang: sederet -- telah dikibarkan sbg tanda bahwa upacara akan segera dimulai; (2) cahaya yg tampak sbg jalur putih memanjang: biarlah kabur kilat -- , tetapi di hatiku terang-temerang [n] kelemayar
kalimat ka.li.mat [n] (1) kesatuan ujar yg mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan; (2) perkataan; (3) Ling satuan bahasa yg secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa
kalimat bebas [Ling] struktur sintaksis yg tidak memerlukan konteks tambahan untuk dapat dipahami maknanya
kalimatullah ka.li.ma.tul.lah [n] perkataan Tuhan; firman Allah
kalimayah ka.li.ma.yah [Jw n] kelemayar
kealiman ke.a.lim.an [n] (1) kepandaian (dl pengetahuan agama): ~ nyalah yg menyebabkan dia diangkat sbg khatib di masjid raya; (2) kesalehan: saya sangat terkesan oleh ~ orang itu
keikliman ke.ik.lim.an [n] segala sesuatu yg bertalian dng keadaan hawa (iklim): tugas Badan Meteorologi ialah meneliti, memantau ~ , dan membuat prakiraan cuaca
kezaliman ke.za.lim.an [n] kebengisan; kekejaman; ketidakadilan
klimaks kli.maks [n] (1) puncak dr suatu hal, kejadian, keadaan, dsb yg berkembang secara berangsur-angsur: peringatan Hari Sumpah Pemuda akan diakhiri dng suatu -- kegiatan pd akhir bulan Oktober; (2) Sas kejadian atau adegan yg paling menarik atau penting: -- pertunjukan sandiwara tiga babak itu sangat memukau penonton; (3) Dok saat keadaan memuncak atau keadaan paling gawat dl suatu proses perkembangan penyakit; (4) Bot tingkat terakhir pertumbuhan tanaman di suatu tempat apabila telah diadakan penyesuaian yg sempurna dng keadaan udara, jenis, serta struktur tanah sehingga tidak ada perubahan lebih lanjut yg dapat diusahakan; (5) tingkat dl perkembangan daerah urban setelah hubungan ekologi dl daerah itu mencapai keseimbangan
klimakterium kli.mak.te.ri.um [n] (1) masa kritis dl kehidupan manusia; (2) akhir masa produktif pd wanita, biasanya antara umur 45-50 tahun; (3) berkurangnya aktivitas kelamin (seksual) pd pria
klimatografi kli.ma.to.gra.fi [n Hidm] penggambaran berangka komponen iklim suatu wilayah dl bentuk peta, tabel, diagram, teks, dsb
klimatologi kli.ma.to.lo.gi [n Geo] ilmu tt sebab terjadi, ciri, dan pengaruh iklim thd bentuk fisik dan kehidupan di berbagai negeri yg berbeda; ilmu tt iklim
kolimasi ko.li.ma.si [n Fis] proses pengubahan berkas cahaya (sinar) yg berpencar menjadi berkas sejajar
kolone kelima kelompok yg diam-diam bekerja sama dng musuh
kulimat ku.li.mat [Mk n] , ber.ku.li.mat v berhemat (terutama tt makanan dsb)
masuk lima keluar sepuluh [pb] belanja yg dikeluarkan jauh lebih besar dp penghasilan (pendapatan)
mengadu buku jari (mengadu buku lima) [pb] bertinju; berkelahi
mengalimantang me.nga.li.man.tang [v] (1) bercahaya putih memanjang (tampak dl gelap): lampu mobil ~ dl gelap; (2) bermacam-macam warnanya atau warna cahayanya (sbg warna pelangi): ketika matahari akan tenggelam, tampak cahaya yg ~ di batas langit sebelah barat
menggelimangi meng.ge.li.mangi [v] mengotori: Ibu tidak mungkin ~ masa depanmu dng keterkutukan yg terus-menerus
merlimau mer.li.mau [n] tumbuhan yg kayunya biasa dijadikan tongkat krn mempunyai surih-surih yg bagus; Paramignia monophylla
mesin tumbuk mesin (peralatan berat) untuk meratakan dan mengeraskan jalan, tanah, dsb
misai bertaring bagai panglima [pb] rupa saja yg hebat dan garang, tetapi berhati penakut
muslimat mus.li.mat [n] perempuan muslim
oliman oli.man [ark n] awak kapal yg bertugas di bagian bahan bakar
paleoklimatologi pa.le.o.kli.ma.to.lo.gi [n] ilmu tt iklim masa lampau
pancalima pan.ca.li.ma [n] ramalan nasib melalui garis-garis pd jari
panglima pang.li.ma [n] (1) hulubalang; pemimpin pasukan; (2) pemimpin kesatuan tentara: -- daerah militer
panglima pangkalan syahbandar
panglima tertinggi pemimpin yg paling tinggi kedudukan dan kewenangannya dl angkatan bersenjata dan kepolisian
panglima TNI pemimpin angkatan bersenjata, meliputi angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara
pelimau pe.li.mau [ark n] bangunan kecil tempat mandi
penyubliman pe.nyub.lim.an [n] proses, cara, perbuatan menyublim
salat lima waktu salat wajib
selimang se.li.mang [n] ikan laut
sublimasi sub.li.ma.si [n] (1) perubahan ke arah satu tingkat lebih tinggi; (2) Psi usaha pengalihan hasrat yg bersifat primitif ke tingkah laku yg dapat diterima oleh norma masyarakat; (3) Kim perubahan langsung bentuk padat suatu zat menjadi uap tanpa melalui bentuk cair
sublimat sub.li.mat [n Kim] nama zat yg beracun untuk membunuh kuman dsb; HgCl2
taklimat tak.li.mat [n] perbuatan atau peristiwa pemberian arahan atau informasi yg tepat: -- itu disampaikan atas kehendak karyawan dan pimpinan perusahaan
tertumbuk akal ter.tum.buk akal tidak tahu apa yg harus dibuat
tertumbuk biduk dikelokkan ter.tum.buk biduk dikelokkan, ter.tum.buk kata dipikiri [pb] jangan putus asa
tertumbuk kata ter.tum.buk kata mendapat kesulitan (kesukaran)
tertumbuk pandangan ter.tum.buk pandangan terlihat
tertumbuk pikiran ter.tum.buk pikiran tidak tahu apa yg harus dikerjakan
walimah wa.li.mah [Ar n] perjamuan
walimah safar perjamuan untuk keberangkatan atau kepergian: -- safar akan diadakan sebelum ia berangkat naik haji
walimah urusy perjamuan untuk perkawinan; (2) akad nikah
walimana wa.li.ma.na [kl n] kendaraan dewa yg berupa burung besar
(pun lah) (...pun ...lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari -- malamlah; (5) untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda -- bertanya pula
ablasi ab.la.si [n] (1) hal terlepasnya sesuatu dr sesuatu; (2) Bio penghilangan dng jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh; (3) Geo pemindahan bahan yg telah lapuk dr batuan induknya oleh arus air; (4) Geo pengikisan oleh tiupan angin; (5) Hid penggabungan (sublimasi, peleburan, penguapan, dsb) yg memindahkan salju atau es dr permukaan gletser atau medan salju; kikisan
aboi [n] (1) sebutan bagi pembesar orang Cina; (2) kepala kampung orang Cina pd sebuah luak (msl di Kalimantan Barat)
aci-aci [n] umpama; andaikata [n Lay] kayu panjang untuk menggulung layar [n] -- kalimat pola kalimat
adipati adi.pa.ti [n] (1) gelar raja muda atau wakil raja (di Jawa dipunyai oleh Paku Alam dan Mangkunegara); (2) gelar kebangsawanan yg tinggi (msl di Kalimantan); (3) gelar bupati (sebelum zaman kemerdekaan)
adu [v] , ber.a.du v (1) berlanggaran; bertumbukan: di perempatan itu sudah beberapa kali mobil ~; (2) berlaga; bersabung: ayam ~; (3) (sedang) memperlagakan: ~ ayam; ~ layang-layang; (4) bertanding berebut menang (dl pertandingan, perlombaan, dsb): ~ lari; ~ kuat; ~ tenaga; (5) bersentuhan: terdengar bunyi gelas ~; (6)terbentur; terantuk (pd): kepalanya ~ dng tembok , ber.a.du lihat radu
adverbia ad.ver.bia [n Ling] kata yg memberikan keterangan pd verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat, msl sangat, lebih, tidak
ahli Taurat [Isl] penganut ajaran kitab Taurat pd zaman Nabi Musa a.s.; (2) Kris pengajar dan penafsir Kitab Perjanjian Lama, khususnya kelima kitab Musa (Taurat atau Pentateukh)
akan tetapi namun (ungkapan penghubung antarkalimat yg terdapat pd awal kalimat)
aksentuasi ak.sen.tu.a.si [n] (1) Ling pemberian tekanan suara pd suku kata atau kata; (2) pengutamaan; penitikberatan; penekanan: -- Rencana Pembangunan Lima Tahun adalah pd masalah pertanian; (3) Mus penempatan tekanan yg pas pd perangkat musik
akusatif aku.sa.tif [n Ling] kasus yg menunjukkan fungsi sbg objek langsung atau objek berpreposisi dl kalimat
alabio ala.bio [n Tern] itik yg berasal dr daerah Alabio (Kalimantan Selatan) dan unggul dl kemampuan bertelur: dng makanan yg cukup, itik -- menghasilkan 200-260 butir telur per tahun
alhasil al.ha.sil [p] kata penghubung antarkalimat untuk menandai kesimpulan; hasilnya: -- kita juga yg menderita
alimiat ali.mi.at [Ar n] (1) kesarjanaan; (2) kealiman; (3) zaman ketika manusia dl keadaan tahu atau mengerti
aliran kepercayaan alir.an kepercayaan paham yg mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tidak termasuk atau tidak berdasarkan ajaran salah satu dr kelima agama yg resmi (Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha)
alur [n] (1) lekuk memanjang (di tanah, kayu, sungai, bagian tubuh, dsb); (2) jalan (aturan, adat) yg benar; (3) Sas rangkaian peristiwa yg direka dan dijalin dng saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian; (4) Sas jalinan peristiwa dl karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat)
ambiguitas am.bi.gu.i.tas [n] (1) sifat atau hal yg bermakna dua; kemungkinan yg mempunyai dua pengertian; (2) ketidaktentuan; ke-tidakjelasan; (3) kemungkinan adanya makna atau penafsiran yg lebih dr satu atas suatu karya sastra; (4) Ling kemungkinan adanya makna lebih dr satu dl sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat; ketaksaan
ambu-ambu am.bu-am.bu [Mk n] kelapa sangrai yg ditumbuk halus sbg salah satu bahan bumbu gulai
anabasis ana.ba.sis [n Sas] bagian alur cerita yg menggambarkan penonjolan kejadian menuju klimaks
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anak pandak anak yg kelima
anakoluton ana.ko.lu.ton [n Ling] pemakaian kalimat yg sengaja menyimpang dr pola yg umum
anakronisme ana.kro.nis.me [n] (1) hal ketidakcocokan dng zaman tertentu; (2) penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yg tidak sesuai menurut waktu di dl karya sastra: dl kalimat "Hang Tuah melihat arloji titusnya, lalu menghidupkan pesawat televisinya" terdapat dua --
anakrus anak.rus [n Mus] nada atau sekelompok nada yg mendahului kalimat musik yg tidak mendapat tekanan
angkatan enam puluh enam (66) ang.kat.an enam puluh enam (66) [Pol] kelompok pemuda Indonesia yg bekerja sama dng ABRI menumbangkan Orde Lama dan menegakkan Orde Baru; ~ kelima ark angkatan bersenjata yg terdiri dr rakyat, di samping empat angkatan yg sudah ada, yaitu angkatan darat, laut, udara, dan kepolisian (dl paham komunisme): ~ kelima itu melibatkan pemuda, tani, dan wanita
anjat an.jat [n] tas berbentuk bundar, hasil kerajinan rotan suku Dayak di Kalimantan Timur
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
antuk an.tuk , ber.an.tuk v bersentuhan dng; berlanggaran dng; bertumbuk dng: kepalanya ~ dng tembok
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
aposiopesis apo.si.o.pe.sis [n Ling] penghentian pikiran yg belum lengkap secara tiba-tiba (dapat berupa penghentian kata atau frasa, pemutusan kalimat)
aposisi apo.si.si [n Ling] ungkapan yg berfungsi menambah atau menjelaskan ungkapan sebelumnya dl kalimat yg bersangkutan
arti ar.ti [n] (1) maksud yg terkandung (dl perkataan, kalimat); makna: apa -- isyarat itu?; (2) guna; faedah: apa -- nya bagi kamu menyakiti binatang itu
asam [n] pohon yg besar batangnya, daunnya kecil-kecil, buahnya berpolong-polong, dan masam rasanya; Tamarindus indica; (2) n (a) Kim zat yg dapat memberikan proton; (b) zat yg dapat membentuk ikatan kovalen dng menerima sepasangan elektron; (3) a masam spt rasa cuka (buah mangga muda dsb): -- benar limau ini; (4) a ki tidak cerah; cemberut; masam: mukanya -- saja sejak pagi; (5) n buah asam
asam sitrat [Kim] asam organik berbentuk hablur dan berwarna putih dng rasa masam (terdapat dl buah-buahan, spt limau, sitrun)
asindeton asin.de.ton [n Ling] penghilangan konjungsi dl frasa, klausa, atau kalimat, msl dia tidak datang, dia sakit
atap joglo atap rumah berbentuk limas terpancung yg biasanya terdapat di Jawa
ayat [n] (1) alamat atau tanda; (2) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian surah dl kitab suci Alquran; (3) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian pasal dl undang-undang [n] kenyataan yg benar; bukti
bab [n] (1) bagian isi buku, adakalanya dibagi atas: buku ini dibagi dl lima -- yang masing-masing terdiri atas beberapa subbab; (2) hal; masalah: -- itu tidak perlu dipersoalkan lagi [Ar n] pintu; gapura
babun ba.bun [n] kera genus Papio yg terdapat di Asia dan Afrika [n] alat musik jenis gendang (dr Kalimantan Selatan), biasanya dipakai untuk mengiringi pencak silat atau pertunjukan wayang
bacaan ba.ca.an [n] (1) (buku dsb) yg dibaca: buku -- untuk anak-anak; (2) cara membaca: -nya kurang lancar; (3) Ling penafsiran makna sebuah kalimat
bah [n] air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir [p] (1) kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; (2) Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !
bahasa aglutinatif tipe bahasa yg pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pd akar kata; -- akusatif tipe bahasa yg mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, msl bahasa Inggris yg mempunyai kalimat spt They kill him, kata him adalah bentuk akusatif dr kata he
bahkan bah.kan [p] kata penghubung bagian kalimat dng bagian yg lain atau kalimat dng kalimat untuk menyatakan penguatan; lebih-lebih; malahan: serangannya bukan berkurang, -- lebih gencar
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
bahwasanya bah.wa.sa.nya [p] kata penghubung yg digunakan untuk menguatkan isi atau uraian kata atau kalimat yg di depan; bahwa; sebenarnya
bajau ba.jau [n] (1) Antr kelompok sosial yg hidup di perahu, berdiam di perairan laut atau selat sekitar pantai timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores; (2) rakyat , mem.ba.jau v memukul
bakam ba.kam [n] batu permata (mirip dng batu delima)
baliu ba.liu [v Huk] memenggal kepala (di pedalaman Kalimantan)
balok not susunan lima garis lurus sejajar tempat menuliskan notasi musik; baris-baris titinada
bambu jalur bambu yg tingginya mencapai 7,5 m, berwarna hijau; merupakan bambu asli Malaysia dan Indonesia bagian barat (Jawa, Kalimantan, dan Sumatra); Schizostachyum longispiculatum
bambu toi bambu yg tingginya mencapai 10 m, bergaris tengah 6 cm, dinding buluhnya tipis, tumbuh liar di Filipina, Sulawesi, Maluku hingga Irian Jaya atau Papua Nugini; Schizostachyum lima
bangking bang.king [ark n] tempat yg bentuknya spt buah delima dibuat dr tembaga atau kayu berlak lihat bungkang-bangking
banyak ba.nyak [a] (1) besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; (2) num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; (3) adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih
baris ba.ris [n] (1) deret; leret; banjar; jajar: tiap petak ditanami sepuluh -- pohon ketela; (2) cak berbaris: anak-anak sedang belajar --; (3) garis lurus; coret; setrip: terangkanlah kata-kata yg diberi -- di bawahnya; (4) barisan; pasukan: -- Baret Merah; (5) deretan huruf pd tulisan atau cetakan: kalimat itu tertulis pd halaman 15 -- kelima dr atas; (6) tanda bunyi dl tulisan Arab (fatah, kasrah, damah) [n] tarian yg dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan kegagahan (kepahlawanan dsb), banyak jenisnya (dr Bali)
basa ba.sa [Lihat {bahasa}] [Mk p] kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian atas bagian kalimat yg di depan; bahasa; bahwa [n] kebun sagu milik bersama warga masyarakat hukum adat di Seram [n Kim] senyawa yg cenderung menyumbangkan sepasang elektron untuk digunakan bersama-sama dan cenderung menerima proton
basa-basi ba.sa-ba.si [n] (1) adat sopan santun; tata krama pergaulan: tidak tahu di --; hal itu dilakukan hanyalah sbg -- dl pergaulan ini; (2) ungkapan yg digunakan hanya untuk sopan santun dan tidak untuk menyampaikan informasi, msl kalimat "apa kabar?" yg diucapkan apabila kita bertemu dng kawan; (3) perihal menggunakan ungkapan semacam itu
basket bas.ket [n Olr] (1) permainan bola yg dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang, yg berusaha mengumpulkan angka dng memasukkan bola ke dl basket; (2) lingkaran berjaring yg dipasang pd ketinggian tiga meter pd papan sbg tempat memasukkan bola pd permainan bola basket
bayur ba.yur [n] pohon kayu yg tingginya mencapai 50 m dan berdiameter 1 m, daun bersirip tunggal, berbentuk bulat telur, dan berwarna cokelat merah karat pd permukaan bawah, bunganya berbentuk malai berwarna merah karat dan berbulu, buahnya spt tabung melancip pd ujungnya dan bersudut lima; Pterospermum
bekatul be.ka.tul [n] serbuk halus atau tepung yg diperoleh setelah padi ditumbuk dan kulit padi dipisahkan dr bulirnya; dedak lunak
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
belacan be.la.can [n] bumbu masakan yg terbuat dr udang atau ikan kecil-kecil yg ditumbuk halus, digunakan untuk sambal atau untuk menyedapkan makanan; terasi [n] kucing hutan
benang pancarona [kl] benang yg terpilin dr lima (atau tiga) warna
benefaktif be.ne.fak.tif [a Ling] bersangkutan dng perbuatan (verba) yg dilakukan untuk orang lain, msl verba dl kalimat Ibu membukakan Ayah pintu
bentok ben.tok [v] ke.ben.tok v cak tertumbuk; terlanggar (pd): hati-hati berjalan, nanti kepalamu -- tiang
bentrok ben.trok [v] (1) bercekcok; berselisih: krn kurang komunikasi, majikan sering -- dng buruh; (2) berlawanan; bertentangan: keterangan saksi A -- dng pengakuan terdakwa; (3) berlanggaran; bertumbukan: kemarin ada kapal -- di pelabuhan
bentuk ben.tuk [n] (1) lengkung; lentur: -- taji; -- kuku; -- busur; (2) bangun; gambaran: benarkah setan itu -- nya spt manusia?; (3) rupa; wujud: -- rumah adat Palembang hampir sama dng rumah adat di Jawa Tengah; (4) sistem; susunan (pemerintahan, perserikatan, dsb): -- pemerintahan negara itu adalah republik; (5) wujud yg ditampilkan (tampak): menolak penjajahan dl segala -- nya; (6) acuan atau susunan kalimat: -- tunggal; -- (kalimat) pasif; (7) kata penggolong bagi benda yg berkeluk (cincin, gelang, dsb): ia membeli dua -- cincin emas
bentuk turunan [Ling] (1) bentuk yg berasal dr bentuk asal setelah mengalami berbagai proses; (2) struktur sintaksis yg berasal dr kalimat inti setelah mengalami rangkaian transformasi; -- ulang Ling bentuk yg mengalami perulangan, spt sia-sia, laba-laba
bentur ben.tur , mem.ben.tur v melentur (spt dahan kayu yg sarat dng buah); melentuk , ber.ben.tur.an v bertumbukan; berlanggaran: kedua kendaraan yg -- itu mengalami kerusakan hebat; pendapat mereka tidak pernah cocok, selalu -
beranggota ber.ang.go.ta [v] mempunyai anggota: perkumpulan itu ~ lima puluh orang
beras kencur obat tradisional yg terbuat dr beras dan kencur ditumbuk halus (dapat diminum atau dioles) untuk obat pegal-pegal
beras utuh beras pecah kulit, beras tumbuk, atau beras giling yg berukuran sama atau berukuran tiga perempat bagian panjang butir yg tidak patah; beras kepala
berbucu ber.bu.cu [v] bersudut: kayu itu -- lima
bercekah ber.ce.kah [v] (1) merekah (tt buah-buahan): delima itu ~ sehingga tampak isinya yg merah; (2) pecah-pecah; berbelah-belah (tt kulit)
berdiplomasi ber.dip.lo.ma.si [v] (1) menyelenggarakan urusan perhubungan antara negara dan negara; (2) cak menggunakan pilihan kata dan kalimat yg tepat bagi keuntungan pihak yg bersangkutan (dl perundingan dsb)
bergolok ber.go.lok [v] memakai golok; mempunyai golok: bapak dan anak itu luka parah krn dibacok oleh lima perampok ~
berhantam ber.han.tam [v] bertinju; berkelahi; berlanggaran; bertumbukan
berjalan ber.ja.lan [v] (1) melangkahkan kaki bergerak maju: anak itu belum bisa ~ , meskipun umurnya sudah setahun lebih; (2) bergerak maju dr suatu titik (tempat) ke titik (tempat) lain: matahari itu seakan-akan ~ dr timur ke barat; (3) menggelinding atau berputar (tt sesuatu yg bundar spt roda); (4) bepergian: kalau hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya lebih dahulu; (5) berlangsung; dilangsungkan (tt perundingan, rapat, dsb): perundingan utara-selatan terus ~ meskipun ada perang dingin antara kedua belah pihak; (6) berlaku; ditaati (tt peraturan, undang-undang, hukum, dsb): tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima tahun
berjumlah ber.jum.lah [v] mempunyai jumlah; sebanyak: uang yg hilang ~ lima ratus ribu rupiah
berkisar ber.ki.sar [v] (1) berpusing, berputar (tt roda, baling-baling, dsb): roda ~; (2) berpindah; beralih; bergeser; bertukar; (3) mengenai; bertumpu pd: penjelasan tsb ~ pd instruksi gubernur tt penertiban pedagang kaki lima
berlaga ber.la.ga [v] (1) berkelahi (tt ayam, kambing, dsb); (2) berlanggaran; bertumbuk (tt ombak, perahu, dsb): gemuruh bunyi ombak ~; (3) bertanding dl olahraga: kedua kesebelasan itu akan ~ berebut tempat di semifinal
berlinyak ber.li.nyak [v] bertumbuk; berkelahi
bermakna ber.mak.na [v] berarti; mempunyai (mengandung) arti penting (dalam): kalimat itu -- rangkap
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
berpacangan ber.pa.cang.an [v] bertunangan: mereka sudah lima tahun ~ , tetapi belum juga menikah
berparap ber.pa.rap [v] berkelahi dng berpukul-pukulan (terutama dng paparan kelewang): bertumbuk ~
berpaspor ber.pas.por [v] memiliki (mempunyai) paspor: lima orang wisatawan asing ditangkap krn ~ palsu
bersabung ber.sa.bung [v] (1) berlaga; beradu: ayam -; (2) berlanggaran; bertumbuk: ombak -; kilat -; (3) mengamuk: topan -; (4) ki berjuang: -- melawan ketidakadilan
bersuluk ber.su.luk [v] mengasingkan diri; berkhalwat: lima tahun lamanya beliau -- dan mendalami ilmu tasawuf
bersusun ber.su.sun [v] (1) bertumpuk (tindih-menindih): bermacam barang dagangan -- rapi di tokonya; (2) berlapis-lapis; bersaf-saf: kue pengantinnya -; (3) bertingkat(-tingkat): kantor kami menempati gedung -- tiga; anaknya -- paku, anaknya turun tangga (dekat sekali jarak umurnya dan hampir sama besar tubuhnya); (4) teratur baik (berleret, berturut-turut): kalimat atau tulisan yg -- rapi selalu enak dibaca
bertandu ber.tan.du [v] naik tandu; diusung dng tandu: dng ~ , Panglima Besar Sudirman meneruskan perang gerilya
bertasyhid ber.tasy.hid [v] mengucapkan kalimat syahadat; menyatakan pengakuan iman (bersaksi dsb) dng mengucapkan kalimat syahadat
berturun ber.tu.run [v] memberikan uang sbg iuran, derma, sokongan, dsb: kita ~ lima ratus rupiah seorang
berucap ber.u.cap [v] berkata: penyair ini selalu berusaha ~ dng kalimat yg memikat hati pendengarnya
bhayangkara satu pangkat tamtama peringkat kelima dl kepolisian, satu tingkat di bawah bhayangkara kepala, satu tingkat di atas bhayangkara dua (tanda pangkatnya dua balok lurus mendatar berwarna merah ditempatkan di lengan baju)
biat bi.at [n] denda adat yg harus dibayarkan kpd keluarga yg meninggal krn kesalahan membunuh (di Kalimantan)
biji bi.ji [n] (1) isi buah (yg apabila ditanam dapat tumbuh): -- nangka; -- mangga; (2) butir buah yg kecil-kecil (spt butir padi dan jagung): -- kacang; -- kedelai; (3) kata penggolong bagi bermacam-macam benda sbg pengganti butir, buah, batang, dsb: ia makan mangga lima --; ia mempunyai lima -- mata pena [n] angka yg menunjukkan hasil belajar (kepandaian); nilai; ponten: -- enam untuk bahasa Indonesia
bodoh bo.doh [a] (1) tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb): anak ini -- benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; (2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah; (3) cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --
bola basket cabang olahraga yg berupa permainan antara dua regu yg masing-masing terdiri atas lima pemain dng memakai bola besar yg ringan, pengumpulan angka dilakukan dng memasukkan bola ke dl keranjang pihak lawan; basket
brigadir jenderal TNI pangkat perwira tinggi peringkat kelima dl angkatan darat, satu tingkat di bawah letnan jenderal TNI, satu tingkat di atas kolonel (tanda pangkatnya satu bintang emas yg ditempatkan di bahu baju)
bubuk bu.buk [n] binatang kecil yg berkulit keras, berupa kumbang yg suka makan kayu, balok, beras, dsb: tiang itu rusak dimakan -- [n] (1) serbuk dr barang yg lapuk; (2) barang yg ditumbuk menjadi tepung halus: -- kopi [ark] , mem.bu.buk v merebus
bukankah bu.kan.kah [pron] kata tanya untuk mengukuhkan kebenaran yg digunakan pd awal kalimat: -- engkau mahasiswa?
bulgur bul.gur [n] biji gandum jenis Tricum yg ditumbuk kasar dan dikeringkan (untuk bahan makanan)
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
cadangan ca.dang.an [n] (1) anjuran; usul: ~ balasan; (2) persediaan; serep: uang ~; hutan ~; (3) ark rancangan; rencana: ~ lima tahun; (4) penyisihan dana yg berasal dr kelebihan atau dr laba yg tidak dibagi-bagikan dsb
cakawari ca.ka.wa.ri [kl n] datuk yg kelima dr anak (anak, bapak, nenek, moyang, buyut, cakawari)
canggah cang.gah [n] (1) galah (tongkat dsb) yg ujungnya bercabang (untuk senjata, menggancu, dsb); (2) dahan yg bercabang dua [n] keturunan yg kelima (anak, cucu, cicit atau buyut, canggah atau piut); cucu dr cucu
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
catatan dividen ca.tat.an dividen [Ek] besarnya dividen yg dibayarkan selama lima tahun berturut-turut (termasuk tunggakan serta cara pembayarannya)
cekut ce.kut [v] , men.ce.kut v mengambil (memegang) dng kelima ujung jari yg dikatupkan; menjemput
celempong ce.lem.pong [n Mus] (1) alat musik perkusi yg terbuat dr logam, perunggu, atau besi, berbentuk bundar, terdapat di daerah Kuantan dan Riau; talempong; (2) alat musik tradisional terdiri atas lima sampai tujuh potong kayu sepanjang 5-7 cm dng lebar 6-8 cm, terdapat di daerah Tamiang, Aceh Timur
cempaka gondok tanaman perdu tingginya dapat mencapai lima meter, bunganya besar, berwarna kuning serta harum baunya, daunnya berbentuk lanset, berwarna hijau berkilat; Talauma candolli
cerdik cer.dik [a] (1) cepat mengerti (tt situasi dsb) dan pandai mencari pemecahannya dsb; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus -- pula; (2) banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yg -- , lima kali berhasil lolos dr penangkapan polisi
ceruh ce.ruh [a] terkupas atau tertumbuk bersih (tt padi dsb)
cilawagi ci.la.wa.gi [n] nenek dr moyang kita (jadi tingkat kelima dr kita, yaitu: orang tua, nenek, moyang, buyut, cilawagi)
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
citraan cit.ra.an [n Sas] cara membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu; kesan atau gambaran visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi
comot co.mot [a] kotor sekali (spt coreng-moreng, berlumur lumpur): rupanya spt beruk --; pakaian mereka -- setelah membersihkan mobil [v] men.co.mot v mengambil (memegang) atau mengaut dng kelima jari: ia ~ pisang goreng dng tangannya yg kotor
dalang jemblung [Sen n] kesenian tradisi lisan rakyat Banyumas yg menampilkan cerita Ramayana, Mahabarata, terdiri atas empat atau lima pemain pria dan satu wanita yg berperan ganda sbg pemusik mulut, penyanyi, pelaku, dan pencerita
dan [p] penghubung satuan bahasa (kata, frasa, klausa, dan kalimat) yg setara, yg termasuk tipe yg sama serta memiliki fungsi yg tidak berbeda: ayah -- ibu, bibi -- paman, serta para anak, cucu, -- kemenakan bersama-sama merayakan 50 tahun perkawinan nenek mereka [n Olr] kelas atau tingkatan (I, II, III, IV, dsb) untuk yudo, karate, kempo
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
darat da.rat [n] (1) bagian permukaan bumi yg padat; tanah yg tidak digenangi air (sbg lawan dr laut atau air): bukan main senangnya hati kami naik ke -- setelah lima hari terapung-apung di laut; (2) tanah atau bumi (sbg lawan dr angkasa): beberapa detik sebelum tiba di -- , payungnya baru mengembang; (3) tanah yg tinggi (sbg lawan dr tanah yg rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sbg lawan tanah persawahan dan rawa-rawa): b bagian terdiri atas rawa-rawa dan 1/3 bagian adalah tanah --; (4) daerah pedalaman (sbg lawan dr daerah pantai): ia bekerja di pelabuhan, padahal rumahnya jauh di --
cocok co.cok [n] (1) benda yg runcing tajam untuk menusuk sesuatu (spt penyemat, jarum); tusuk: -- sanggul; -- satai; (2) kata penggolong bilangan bagi barang yg dirangkaikan dng tusuk: satai lima --; se -- ikan [a] (1) sama benar; tidak berlainan: pendapatnya -- dng pendapatku; (2) sepadan; sesuai: dia bebas mencari pekerjaan yg -- dng kecakapannya; (3) betul; tepat: ramalannya --; arlojimu tidak --; (4) berpatutan (dng); berpadanan (dng): warna sepatu ini -- dng baju yg kaupakai; perkataannya -- dng perbuatannya; (5) senang (suka) dng; setuju di hati: kalau -- , boleh Tuan beli; (6) serasi; baik benar untuk: obat itu sudah diminumnya, tetapi tidak --; (7) setuju; sepakat; akur: ia minta berhenti sebab tidak -- dng atasannya; (8) kena benar; pas benar: kunci ini -- juga untuk lemariku; (9) seimbang; sepadan: hadiah itu sudah -- dng jasanya; (10) memenuhi (syarat dsb) untuk; baik (layak) untuk: tanah ini sangat -- untuk ditanami sayur-sayuran; rumah ini hanya -- untuk restoran
daya ilokusi [Ling] perbuatan yg dilakukan penutur dl mengujarkan kalimat
definisi de.fi.ni.si [n] (1) kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); (2) rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi
dempok dem.pok [v] , ber.dem.pok v bertumbuk (dng); berlanggaran (dng): dua buah perahu ~
derep de.rep [Jw v] menolong memotong padi dng imbalan kurang lebih seperlima dr hasil panen
determinasi de.ter.mi.na.si [n] (1) hal menentukan (menetapkan, memastikan): -- arti sebuah kata dilihat dr hubungannya dl kalimat secara keseluruhan; (2) ketetapan hati (dl mencapai maksud atau tujuan)
diplomatis dip.lo.ma.tis [a] bersifat sangat berhati-hati dl mengutarakan pendapat (dng menggunakan kata-kata atau kalimat yg samar-samar atau terselubung): anggota delegasi itu menjawab pertanyaan para wartawan dng kata-kata yg --
dislokasi dis.lo.ka.si [n] (1) perubahan atau pemindahan lokasi; (2) Dok perenggangan persendian pd patah tulang; (3) Geo pergeseran lapisan tanah krn gerakan tektonis; (4) Mil pemindahan atau penyebaran kesatuan militer dr suatu pangkalan atau pertahanan ke daerah lain; (5) Ling pemindahan unsur kalimat ke awal (sbg topik) atau ke akhir kalimat (sbg penegasan)
dong [p cak] kata yg dipakai di belakang kata atau kalimat untuk pemanis atau pelembut maksud: kalau bukan kamu, siapa -- yg harus membiayai adikmu?
drop [v cak] , me.nge.drop v (1) memberikan (dr pejabat, atasan, dsb kpd masyarakat, bawahan, dsb): gubernur telah ~ biaya sebesar 16 juta rupiah untuk pembangunan jembatan itu; (2) mengirimkan atau menempatkan: pemerintah akan ~ 500 orang guru dr Jawa untuk Kalimantan Tengah; pemerintah ~ 1.000 orang transmigran di Sulawesi Selatan; (3) menyediakan; memasarkan: Bulog akan ~ daging untuk keperluan Lebaran
dunia bebas negara-negara demokrasi; negara-negara nonkomunis; (2) ki tengah-tengah masyarakat; masyarakat luas: setelah lima tahun ia menjalani hukuman, kini ia kembali ke -- bebas
dustur dus.tur [Ar n] (1) undang-undang dasar suatu negara; (2) daftar nama tentara serta pangkat yg dijabatnya; (3) susunan kalimat bersajak berisi pujian kpd Nabi Muhammad saw.: acara pembukaan majelis taklim itu diawali dng pembacaan --
edit [v] meng.e.dit v (1) mempersiapkan naskah yg siap cetak atau siap terbit (dng memperhatikan terutama segi ejaan, diksi, dan struktur kalimat); menyunting: dia ~ naskah buku- buku yg akan diterbitkan; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun (film, pita rekaman) dng memotong dan memadukan kembali
editor bahasa penyunting naskah yg akan diterbitkan dng memperhatikan ejaan, diksi, dan struktur kalimat
ejaan eja.an [n] kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dsb) dl bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca
ekolabel eko.la.bel [n] sertifikat thd produk khusus untuk kriteria lingkungan: dl jangka waktu lima sampai sepuluh tahun mendatang, banyak negara yg mengimpor produk kayu akan mensyaratkan dimilikinya sertifikat -- tsb
elipsis elip.sis [n Ling] tanda berupa tiga titik yg diapit spasi (...), menggambarkan kalimat yg terputus-putus atau menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yg dihilangkan
eliptis elip.tis [a] (1) berbentuk bundar lonjong spt elips (garis perjalanan atau orbit planet, bentuk daun meja makan, dsb); (2) Ling bersifat atau bersangkutan dng elipsis: kalimat --
empat em.pat [num] (1) bilangan yg dilambangkan dengan angka 4 (Arab) atau IV (Romawi); (2) urutan ke-4 sesudah ke-3 dan sebelum ke-5: sekarang ia masih duduk di kelas -- , mudah-mudahan pd tahun depan ia naik ke kelas lima; (3) jumlah bilangan 3 ditambah 1
emping em.ping [n] (1) penganan yg dibuat dr padi yg belum masak benar atau dr biji-bijian (ditumbuk lalu disangrai); (2) penganan yg dibuat dr buah melinjo, biji-bijian, dsb ditumbuk, dibentuk bundar tipis-tipis, dikeringkan, dan digoreng spt kerupuk
emping berdadih emping (dr padi yg ditumbuk) dicampur dadih
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
epigraf epi.graf [n] (1) prasasti; (2) Sas kalimat atau bagian kalimat pd bagian awal karya sastra yg menggambarkan tema
etilena eti.le.na [n] gas tidak berwarna dng berasa manis, digunakan sbg pembius dan untuk mengeluarkan bau limau, serta dapat mematangkan buah; CH2==CH2
eufonium eu.fo.ni.um [n] alat tiup logam berukuran besar mempunyai tiga sampai lima buah katup, biasanya dipakai dl band militer
faktif fak.tif [n Ling] (1) verba yg mempunyai komplemen kalimat dan yg menyimpulkan kebenaran komplemen itu (msl tahu dl para sarjana tahu bahwa mereka masih belajar); (2) verba yg mempunyai dua komplemen, spt memilih, mengangkat
fakultas fa.kul.tas [n] bagian perguruan tinggi tempat mempelajari suatu bidang ilmu yg terdiri atas beberapa jurusan: ada lima -- di universitas ini
firn [n Geo] salju yg telah membutir dan padat krn berbagai proses pencairan dan pembekuan ulang serta sublimasi
fokus fo.kus [n] (1) Fis titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yg datang berada dl keadaan paralel dng sumbu cermin atau lensa itu; titik api: tempatkan objek itu dl -- kalau menginginkan hasil pemotretan yg bagus; (2) pusat: -- perhatian dunia internasional tertuju ke kejuaraan sepak bola dunia di Prancis; (3) Ling (a) unsur yg menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pd bagian itu; (b) ciri predikat verbal yg menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dng subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
frasa verbal frasa endosentris berinduk satu yg induknya verba dan modifikatornya berupa partikel modal; (2) bagian dr kalimat yg berupa verba dng atau tanpa objek dan/atau keterangan dl kaidah struktur frasa dan yg berfungsi sbg predikat
ganjil gan.jil [a] gasal; tidak genap: lima adalah bilangan yg -- [a] lain dp yg lain; tidak sebagaimana biasa; aneh; ajaib: bagi saya tidak ada yg -- , semuanya biasa saja; tingkah lakunya sangat --
gara-gara ga.ra-ga.ra [n] (1) peristiwa yg menggemparkan; kegemparan; kerusuhan; keributan: perkara itu akan dapat menimbulkan -- dl masyarakat; (2) sebab; lantaran (sesuatu yg menjadi penyebab): -- uang lima puluh rupiah, dia dihukum; (3)pertanda: banyaknya binatang buas turun dr gunung adalah -- gunung itu akan meletus
garis bawah ga.ris ba.wah [n] garis yg dibuat di bawah tulisan (huruf, kata, kalimat, dsb) untuk menyatakan bahwa kata (kalimat dsb) yg diberi garis itu penting
garis Garis Besar Haluan Negara pola umum pembangunan nasional yg ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat setiap lima tahun sekali; -- gawang Olr garis horizontal lapangan bola tempat tiang gawang dipancangkan: bola itu sudah melewati -- gawang sehingga terjadi tendangan gawang
gatra gat.ra [n Ling] lingkungan tertentu dl kalimat yg dapat ditempati oleh suatu unsur bahasa [n] (1) wujud; (2) sudut pandangan; aspek
gatra pangkal subjek kalimat
gatra sebutan predikat kalimat
gawatan ga.wat.an [n Sas] bagian alur yg mencakup rumitan, tikaian, serta menuju ke klimaks atau titik balik
gelomang ge.lo.mang ? gelimang
gelombang ge.lom.bang [n] (1) ombak besar yg bergulung-gulung (di laut); (2) ki aliran getaran suara yg bergerak dl eter (radio): radio amatir itu menyiarkan berita melalui -- 58; (3) ki kelompok; golongan (pasukan, pesawat terbang, dsb) yg bergerak maju beruntun-runtun: serangan yg pertama lima -- , tiap-tiap -- terdiri atas 50 buah pesawat terbang; (4) ki gerakan (pemogokan dsb) yg beruntun-runtun: -- pemogokan akan dilancarkan hari Sabtu
gelumang ge.lu.mang ? gelimang
generalisimo ge.ne.ra.li.si.mo [n] panglima perang yg juga menjadi kepala pemerintahan
generatif ge.ne.ra.tif [a Ling] bersifat menerangkan (tt tata bahasa) dng kaidah-kaidah yg merupakan pemerian struktur tt kalimat yg terdapat di dl sebuah bahasa
gerombol ge.rom.bol , ber.ge.rom.bol v berkumpul membentuk kelompok (pasukan dsb): penjahat-penjahat ~ sepuluh sampai lima belas orang
getuk ge.tuk [n] penganan dibuat dr ubi dsb yg direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) [n] ge.tak-ge.tuk n tiruan bunyi suara ketukan berulang-ulang secara teratur
girikan gi.rik.an [n ] alat pertanian (di Kalimantan Selatan)
goblok gob.lok [a] (1) bodoh sekali: -- engkau! masa lima ditambah lima saja tidak tahu; (2) Sd kas tuli
gocap go.cap [Cn num] lima puluh
golak go.lak [v] ber.go.lak v (1) menggelegak; mendidih berbual-bual: rebuslah kentang dan telur itu ke dl air panas yg ~ selama lima menit; (2) bergelora keras; tidak tenang (tt keadaan politik dsb); terjadi kerusuhan (huru-hara dsb): daerah yg ~ di benua itu makin meluas; (3) rusuh hati (gelisah): hatinya ~ mendengar berita bahwa lamarannya ditolak
gopek go.pek [Cn num] lima ratus
gotun go.tun [Cn num] lima
gravel gra.vel [n] (1) kerikil; (2) campuran pasir dan tumbukan batu merah (tt lapangan tenis)
gulung gu.lung [n] (1) benda yg berlembar-lembar atau berutas-utas yg dilipat menjadi berbentuk bulat; (2) kata penggolong untuk benda berlembar-lembar atau berutas yg dilipat menjadi bulat: tikar sebanyak lima --
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
guru lagu [Sas] bunyi sanjak akhir tertentu di setiap baris kalimat tembang macapat
hablun hab.lun [Ar n] (1) tali; (2) hubungan; -- minallah Isl hubungan antara manusia dan Allah; hubung-an vertikal manusia dng Allah: untuk menjaga -- minallah, umat Islam diwajibkan mendirikan salat lima waktu; -- minannas Isl hubungan sesama manusia; hubungan horizontal antara manusia dan manusia: dl rangka meme-lihara -- minannas perlu ditingkatkan persaudaraan
haji ha.ji [n] (1) rukun Islam kelima (kewajiban ibadah) yg harus dilakukan oleh orang Islam yg mampu dng mengunjungi Kakbah pd bulan Haji dan mengerjakan amalan haji, spt ihram, tawaf, sai, dan wukuf; (2) sebutan untuk orang yg sudah melakukan ziarah ke Mekah untuk menunaikan rukun Islam yg kelima: sekembalinya dr Tanah Suci ia menambahkan gelar -- di depan namanya
hal [n] (1) keadaan; peristiwa; kejadian (sesuatu yg terjadi): -- spt itu tidak boleh terjadi lagi; (2) perkara, urusan, soal; masalah: pemuda itu mengadukan -- nya kpd polisi; ia ahli dl -- koperasi; lima -- yg menjadi pokok pertikaian; (3) sebab: apa pula -- nya maka jadi begitu; (4) tentang; mengenai: ceramah -- keluarga berencana [n cak] besi tipis berlapis seng
halma hal.ma [n] permainan di atas papan atau karton bergambar bintang bersudut enam yg dimainkan oleh tiga orang, masing-masing memakai orang-orangan yg berlainan warnanya berjumlah lima belas buah yg kesemuanya harus dimasukkan ke dl kubu di seberang kubunya
hari ha.ri [n] (1) waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; (2) waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; (3) keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; (4) waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima --
hari takwim waktu selama 24 jam, dimulai dr pukul 00.00-24.00; (2) sepertiga ratus enam puluh lima bagian dr satu tahun matahari yg dinyatakan dl hari dng satu periode bumi mengelilingi matahari
hematite he.ma.ti.te [n Ark] batu merah (krn banyak mengandung zat besi) yg ditumbuk untuk ditaburkan di atas kuburan pd masa mesolitikum
hipersonik hi.per.so.nik [a] mempunyai kecepatan yg melebihi lima kali kecepatan rambat suara di udara di atas permukaan laut berkaitan dng frekuensi lebih besar dr 500 MHz
hipotaksis hi.po.tak.sis [n Ling] (1) hubungan gramatikal antara klausa utama dan klausa terikat; (2) penggabungan kalimat dng kalimat, klausa dng klausa, frasa dng frasa, atau kata dng kata, dng menggunakan kata penghubung
hitungan soal hi.tung.an soal soal berhitung bentuk kalimat atau cerita
holofrasis ho.lo.fra.sis [n Ling] kata dng makna yg mewakili makna seluruh kalimat
hujan musiman curahan air dr udara yg berlangsung secara berkala, msl tujuh bulan hujan dan lima bulan tidak, secara berganti-ganti
hukum DM [Ling] konstruksi bahasa Indonesia, baik dl kata majemuk maupun dl kalimat bahwa bagian yg menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yg diterangkan (D) (msl rumah Ali, rumah diterangkan (D) dan Ali menerangkan (M)
huruf awal huruf pertama dr kalimat pertama pd halaman baru, dan disusun dng huruf kapital yg bagus, biasanya terdapat pd buku-buku bacaan yg bermutu
huruf kapital huruf yg berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar dp huruf biasa), biasanya digunakan sbg huruf pertama dr kata pertama dl kalimat, huruf pertama nama diri dsb, spt A, B, H; huruf besar
huruf pertama huruf besar yg digunakan pd permulaan suatu kalimat
hutan kerangas tipe hutan hujan tropis yg umumnya terdapat di Kalimantan, yg setelah ditebang atau dibakar tidak dapat ditanami padi krn mempunyai tanah podsol dng pH 3-4 dan kandungan haranya rendah
ialah ia.lah [p] penghubung di antara dua penggal kalimat yg menegaskan perincian atau penjelasan atas penggal yg pertama itu: yg perlu dikerjakan sekarang -- membawa korban ke rumah sakit
ibadah wajib [Isl] ibadah yg diwajibkan, jika dikerjakan mendapat pahala tidak dikerjakan berdosa, spt salat lima waktu, puasa pd bulan Ramadan
idiom idi.om [n Ling] (1)konstruksi yg maknanya tidak sama dng gabungan makna unsurnya, msl kambing hitam dl kalimat dl peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa; (2) ark bahasa dan dialek yg khas menandai suatu bangsa, suku, kelompok, dll
iga selungkang tulang rusuk yg lima pasang (di bawah tulang rusuk yg tujuh); costae spuriae
ikatan ikat.an [n] (1) yg diikat; (2) cara mengikat; (3) berkas; gabungan: kayu ini ~ nya kecil-kecil; (4) susunan (hubungan) kata dsb; rangkaian; pertalian: arti kata hendaknya diterangkan dl ~ kalimat; (5) perserikatan; perkumpulan; (6) Kim lambang untuk menyatakan jumlah serta ikatan valensi atom dl rumus struktur
ikrab ik.rab [Ar n Ling] perubahan bentuk kata berkenaan dng perbedaan, posisi, waktu, persona, dan jumlah (dl kalimat) [n] sesuatu yg rapat benar; karib; akrab
ilmu gaya bahasa pengetahuan mengenai pemakaian kata dl kalimat khusus; stilistika
ilmu iklim pengetahuan tt keadaan cuaca (hawa, musim, dsb); klimatologi
ilmu nahu ilmu tt susunan dan bentuk kalimat; sintaksis
ilmu ukur ruang pengetahuan ukur-mengukur benda (spt kerucut, limas)
impak im.pak [n] (1) benturan; tumbukan; (2) pengaruh yg kuat; dampak
imperatif im.pe.ra.tif /impEratif/ (1) a bersifat memerintah atau memberi komando; mempunyai hak memberi komando; bersifat mengharuskan: hukum baru itu kelak harus berwibawa sbg kekuatan -- yg harus dihormati; (2) n Ling bentuk perintah untuk kalimat atau verba yg menyatakan larangan atau keharusan melaksanakan perbuatan: pergilah! bantulah!
ingkir ing.kir [n] hewan kecil nokturnal pemakan serangga, termasuk suku kera tanggung, bermata besar dan bulat, hidup di pohon, di ujung jari kaki ada pengisap sehingga mudah melekat di dahan-dahan, terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Filipina; Tarsius
interogatif in.te.ro.ga.tif [a] (1) menunjukkan atau mengandung pertanya-an: pandangan (air muka) --; (2) Ling bentuk verba atau tipe kalimat yg digunakan untuk mengungkapkan pertanyaan
interpolasi in.ter.po.la.si [n Sas] (1) penyisipan kata, kalimat, dsb dl buku atau naskah; (2) pengalihan pola (pikir, pandangan, dsb)
intonasi in.to.na.si [n] (1) Ling lagu kalimat; (2) Mus ketepatan penyajian tinggi rendah nada (dr seorang penyanyi)
inversi in.ver.si [n] (1) pembalikan posisi, arah, susunan, dsb; (2) Ling pembalikan susunan bagian kalimat yg berbeda dr susunan yg lazim (msl ia makan roti menjadi makan roti ia); (3) Dok keterbalikan posisi dsb (yg mestinya ada di dl menjadi di luar, yg mestinya di atas ada di bawah); sung-sang; (4) nafsu berahi thd kelamin sejenis; homoseksualisme
ira [Mk n] (1) petak pd buah durian atau limau; pangsa; (2) garis atau urat kayu; (3) urat besar pd daging (yg mudah diiris)
irama ira.ma [n] (1) gerakan berturut-turut secara teratur; turun naik lagu (bunyi dsb) yg beraturan; ritme; (2) Sas alunan yg ter-cipta oleh kalimat yg berimbang, selingan bangun kalimat, dan panjang pendek serta kemerduan bunyi (dl prosa); ritme; (3) Mus ukuran waktu atau tempo: -- lagu Bengawan Solo berlainan dng lagu Jali-Jali; (4) Sas alunan yg terjadi krn perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dl arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada (dl puisi)
isogram iso.gram [n Met] garis pd peta yg menghubungkan tempat yg mempunyai unsur meteorologi atau klimatologi yg sama
isra Mikraj [Isl] peristiwa perjalanan Nabi Muhammad saw. dr Masjidil haram ke Masjidilaksa, langsung ke Sidratul-muntaha pd malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu
itik alabio itik yg dikembangkan di daerah Alabio, Kalimantan Selatan, biasanya dipelihara dl lanting (rumah di atas rawa-rawa), mempunyai produksi telur yg tinggi
jagung titi makanan yg terbuat dr jagung yg ditumbuk
jalan ja.lan [n] tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dsb): mobil kami melewati -- yg sempit dan berbelok-belok; (2) n perlintasan (dr suatu tempat ke tempat lain): -- ke Bandung lewat Puncak selalu macet; (3) n yg dilalui atau dipakai untuk keluar masuk: -- masuk ke Tugu Monumen Nasional melalui lorong di bawah tanah; (4) n lintasan; orbit (tt benda di ruang angkasa): satelit itu berputar mengelilingi bumi melalui -- nya; (5) n gerak maju atau mundur (tt kendaraan): mobil itu sangat laju -- nya; (6) n putaran jarum: arloji itu kurang baik -- nya; (7) n perkembangan atau berlangsungnya (tt perundingan, rapat, cerita, dsb) dr awal sampai akhir: -- ceritanya kurang lancar; (8) n cara (akal, syarat, ikhtiar, dsb) untuk melakukan (mengerjakan, mencapai, mencari) sesuatu: rasanya tidak ada -- lain, kita harus segera mengambil keputusan; (9) n kesempatan (untuk mengerjakan sesuatu): tidak perlu khawatir, -- masih terbuka untuk Anda; (10) n lantaran; perantara (yg menjadi alat atau jalan penghubung): segala itu sudah ditakdirkan Tuhan, kejadian itu hanya sbg --; (11) v cak berjalan: kita tidak boleh -- di atas rumput taman; (12) v melangkahkan kaki: sekali -- , dua tiga maksud tercapai; (13) n kelangsungan hidup (tt organisasi, perkumpulan, dsb): dng begini, -- nya organisasi lebih susah; (14) a dapat dipahami; benar: kalimatnya sudah --
jam [n] (1) alat untuk mengukur waktu (spt arloji, lonceng dinding); (2) waktu yg lamanya 1/24 hari (dr sehari semalam); (3) saat tertentu, pd arloji jarumnya yg pendek menunjuk angka tertentu dan jarum panjang menunjuk angka 12 (pd lonceng disertai dng dentang suara bandul memukul logam atau bel); pukul: ia bangun -- lima pagi; (4) waktu; saat: -- berangkat kereta api senja ke Yogyakarta ialah pukul enam sore [Lihat {jem}]
jambulan jam.bu.lan [n Huk] hubungan kekerabatan krn adanya hubungan besan (pd suku Dayak di Kalimantan)
jampi jam.pi [n] kata-kata atau kalimat yg dibaca atau diucapkan, dapat mendatangkan daya gaib (untuk mengobati penyakit dsb); mantra
janggelan jang.gel.an [n] kalimat bersyarat
jeda je.da [n] (1) waktu berhenti (mengaso) sebentar; waktu beristirahat di antara dua kegiatan atau dua babak (spt dl olahraga dsb); (2) Ling hentian sebentar dl ujaran (sering terjadi di depan unsur kalimat yg mempunyai isi informasi yg tinggi atau kemungkinan yg rendah)
jegogan je.go.gan [Bl n] alat musik gender, berbilah besar sebanyak lima buah, bernada rendah, dimainkan dng sebuah pemukul yg berbentuk bulat dan bertangkai
jemputan jem.put.an [n] (1) undangan; ajakan; (2) Mk peminangan kpd orang laki-laki untuk dijadikan menantu: bangsawan itu telah menerima lima ~ dr dara-dara sekampungnya; (3) Mk uang atau barang yg akan diserahkan kpd pihak calon pengantin laki-laki; (4) (kendaraan) yg dipakai menjemput: mobil ~; (5) tindak menjemput: saya tidak perlu ~ oleh siapa pun
jemuas je.mu.as [a] kotor (bergelimang) oleh cairan dsb yg lekat-lekat (tt muka, tangan, dsb)
jenderal besar TNI pangkat perwira tinggi peringkat pertama dl angkatan darat, satu tingkat di atas jenderal TNI (tanda pangkatnya lima bintang emas yg ditempatkan di bahu baju)
jeruk je.ruk [n] (1) tumbuhan yg termasuk keluarga Citrus, pd ketiak daun terdapat duri, mempunyai berbagai jenis dan varietas; limau; Citrus ; (2) buah spt jeruk, isinya beberapa ulas, rasanya asam dan ada pula yg manis
jeruk macan jeruk bali yg isi buahnya berwarna merah; jeruk delima
jeruk sambal jeruk yg buahnya sangat kecil dng kulit tebal menggelembung berwarna hijau tua dan tidak mudah dikuliti, daunnya kenyal, biasa dipakai sbg pelengkap bumbu sambal; jeruk limau; Citrus ambluycarpa
jeruk sitrun jeruk yg buahnya berkulit keras berwarna kuning muda dan berbau enak, daging buahnya sangat asam; Citrus limannum
jicapgo ji.cap.go [Cn num] dua puluh lima
joglo jog.lo [n] gaya bangunan (terutama untuk tempat tinggal) khas Jawa, atapnya menyerupai trapesium, di bagian tengah menjulang ke atas berbentuk limas; serambi depan lebar dan ruang tengah tidak bersekat-sekat (biasanya dipergunakan sbg ruang tamu)
juak ju.ak [n] ju.ak-ju.ak n hamba laki-laki pengiring raja yg menjadi suruhan atau pembawa upacara tanda-tanda kebesaran: panglima itu membawa 1.000 orang ~ [v] ber.ju.ak v (1) berlomba (dengan); bersaing dengan; (2) berlawan; bertanding [Mk a] men.ju.ak a menganjur ke atas (tinggi) [v] ber.ju.ak v berjumpa dng tiba-tiba
jualan ju.al.an [n] barang-barang yg dijual; dagangan: pedagang kaki lima menjajakan ~ nya; (2) v berdagang; berjualan sesuatu: dilarang ~ di halte bus
kaba ka.ba [n] sastra tradisional Minangkabau yg berbentuk prosa berirama, kalimatnya sederhana dng 3-5 kata sehingga dapat diucapkan secara berirama atau didendangkan, tema ceritanya bermacam-macam, spt kepahlawanan, petualangan, pelipur lara, dan kisah cinta
kadensa ka.den.sa [n Ling] naik-turunnya nada, kelantangan atau tekanan pd akhir kalimat atau di depan jeda dl pola intonasi
kahan ka.han [n] kera dr Kalimantan, bertubuh besar dan berhidung sangat mancung
kaidah Behaghel kedua [Ling] prinsip bahwa unsur kalimat yg menjadi pokok pembicaraan cenderung untuk ditempatkan ke depan dan tekanannya dilemahkan dl intonasi atau dijadikan pronomina, sedangkan apa yg dibicarakan tt pokok itu cenderung untuk ditempatkan pd akhir kalimat dan ditonjolkan dl intonasi
kain tampan [Lp] kain yg biasanya bermotif lima kapal bersusun warna merah, pd tiga kapal terdapat motif manusia dan ikan, pd satu sisinya terdapat motif kecil dng warna merah, biru dan kuning, ada juga motif manusia, pd sisi lain bermotif geometris yg berwarna biru, digunakan pd upacara adat, dan dipakai di kalangan masyarakat yg lebih luas
kamus ekabahasa kamus yg memuat kosakata suatu bahasa yg disusun secara alfabetis dng penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dl kalimat dl bahasa yg sama; kamus yg disusun dng menggunakan (terdiri atas) satu bahasa
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kapal bendera kapal yg mengangkut pang lima armada atau komandan skuadar dan membawa benderanya; (2) yg terbaik, terbesar, atau yg terpenting dr suatu seri, jaringan, atau rangkaian
karang balita tempat berkumpul (berhimpun dsb) anak-anak di bawah usia lima tahun untuk mendapat layanan kesehatan dsb
kasturi kas.tu.ri [n] (1) pohon (di Kalimantan Selatan) yg tumbuh besar, rindang, bijinya mudah tumbuh, berbuah setiap tahun sekali (pd bulan Oktober-November), buahnya sebesar telur itik, rasanya lezat, manis, berwarna cokelat tua apabila masak; Tapeinochilus ananassae; (2) buah kasturi; (3) bunga kasturi
kata kunci kata atau ungkapan yg mewakili konsep atau gagasan yg menandai suatu zaman atau suatu kelompok; (2) kata atau ungkapan yg mewakili konsep yg telah disebutkan: -- kunci kalimat itu adalah "pembangunan"
kata morfemis [Ling] satuan terkecil yg mempunyai posisi tertentu dl kalimat
kata mubazir kata yg berlebihan dl kalimat, jika dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat
kata tanya [Ling] kata yg dipakai sbg penanda pertanyaan dl kalimat tanya
katafora ka.ta.fo.ra [n Ling] pengacuan pd sesuatu yg disebut di belakang, msl -nya pd kalimat dng gayanya yg khas, ia mulai bicara mengacu pd ia
kausatif kau.sa.tif [n Ling] bentuk verba yg menyatakan sebab atau menjadikan (msl dl kalimat para pekerja melebarkan jalan, kata melebarkan mengandung pengertian kausatif, artinya menjadikan lebar)
ke- [prefiks pembentuk nomina] (1) yg mempunyai sifat atau ciri: ketua; (2) yg dituju dng: kekasih; kehendak [prefiks pembentuk verba cak] (1) telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dng tidak sengaja atau dng tiba-tiba): ketabrak; kepergok; ketemu; (2) dapat atau sanggup: kebaca; keangkat [prefiks pembentuk numeralia] (1) tingkat atau urutan: ketiga; kelima; kesebelas; (2) kumpulan: kedua (buku); ketiga (orang)
kebengisan ke.be.ngis.an [n] sifat (perbuatan) bengis; kekejaman; kezaliman
kecapi ke.ca.pi [n] alat musik petik tradisional yg berdawai (bersenar) tiga, lima, enam dsb, tidak bergaris nada, dan dimainkan dng jari [n] (1) tumbuhan yg batangnya tumbuh tegak dan lurus, tingginya mencapai 25-30 m, berdaun majemuk dan beranak daun tiga, buahnya bulat, kulit buahnya tebal berwarna kuning kehijau-hijauan, daging buahnya berwarna putih lunak, masam, dan dapat dimakan; Sandoricum koecape; (2) buah kecapi
kecepatan ke.ce.pat.an [n] (1) waktu yg digunakan untuk menempuh jarak tertentu: bus itu lari dl ~ tinggi; pesawat itu terbang dng ~ 700 mil per jam; (2) cak terlampau cepat; terdahulu: arlojiku ~ lima menit
kecil ke.cil [a] (1) kurang besar (keadaannya dsb) dp yg biasa; tidak besar: kursi -- itu dirancang untuk anak-anak usia sekitar lima tahun; (2) muda; (3) sedikit: bagian harta warisanku sangat --; (4) sempit (tidak luas, tidak lebar, dsb): rumah -- itu dibangun untuk pegawai rendah; (5) tidak penting (tidak berharga dsb): saran baik yg disampaikan kepadanya itu dianggap --
kecolongan ke.co.long.an [v] (1) kecurian; kemalingan: ia ~ selembar uang lima ribuan; (2) terjadi di luar pengawasan dan pengamatan
kedangsa ke.dang.sa [n] limau yg selalu hijau warna kulit buahnya walaupun sudah masak, manis rasanya; Citrus Medica
kelasi kepala pangkat tamtama peringkat keempat dl angkatan laut, satu tingkat di bawah kopral dua, satu tingkat di atas kelasi satu (tanda pangkatnya tiga balok lurus mendatar berwarna biru yg ditempatkan di lengan baju) -- satu pangkat tamtama peringkat kelima dl angkatan laut, satu tingkat di bawah kelasi kepala, satu tingkat di atas kelasi dua (tanda pangkatnya dua balok lurus mendatar berwarna biru yg ditempatkan di lengan baju)
kelemantang ke.le.man.tang ? kalimantang
kelipat ke.li.pat [n] keliman, jahitan
kelotok ke.lo.tok [Jk v] me.nge.lo.tok v terlepas dr tempat melekat [n] ikan asin [n] (1) perahu bermotor (di daerah Kalimantan Selatan) untuk kendaraan sungai; (2) rakit bambu
kelugasan ke.lu.gas.an [n] (1) hal mengenai yg pokok (yg penting, yg perlu): pembicaraan dilakukan dng bertolak dr asas kehematan, ~ , dan keefisienan; (2) kesederhanaan; keluguan; kepolosan: ~ dl sikap dan dl berpakaian merupakan daya tarik tersendiri; (3) perihal tidak berbelit-belit (tt bahasa, kalimat): ~ setiap kalimat yg diutarakannya memudahkan pemahaman bagi yg mendengarkannya; (4) tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan
kembar kem.bar [a] (1) sama rupanya (keadaannya): anak-anak kucing itu berwarna -- , kelima-limanya belang tiga; (2) dilahirkan bersama-sama dr satu ibu (tt anak): anak -- biasanya berwajah mirip; (3) rangkap; dobel (tt nomor kendaraan, majalah, dsb)
kepercayaan ke.per.ca.ya.an [n] (1) anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yg dipercayai itu benar atau nyata: ~ kpd makhluk halus masih kuat sekali di lingkungan petani; (2) sesuatu yg dipercayai: bagi mereka hal itu bisa menghilangkan ~ rakyat kpd para pemimpinnya; (3) harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan, dsb): hal itu dapat menghilangkan ~ rakyat kpd pemimpinnya; (4) orang yg dipercaya (diserahi sesuatu dsb): pemimpin itu sedang berunding dng orang-orang ~ nya dr daerah; (5) sebutan bagi sistem religi di Indonesia yg tidak termasuk salah satu dr kelima agama yg resmi: tokoh itu adalah penganut aliran ~
kepik hijau kepik berbadan lebar spt perisai berbentuk segi lima, antena beruas lima, mengeluarkan bau busuk; Nezara viridula
kepintaran ke.pin.tar.an [n] (1) kepandaian; kecakapan: kelincahan dan ~ nya boleh diuji; (2) kecerdikan; (3) kemahiran: ~ nya membuat mainan anak-anak sudah terlihat sejak ia berumur lima belas tahun
kepungan ke.pung.an [n] (1) hasil mengepung: lima ekor rusa ~ pemburu itu, tertangkap; (2) hal (perbuatan dsb) mengepung: mereka berusaha melepaskan diri dr ~ musuh; (3) upacara makan bersama; selamatan
kerang mutiara kerang yg dapat mengandung mutiara setelah berumur lebih dr lima tahun
kering beku [Kim] kering yg dihasilkan melalui penyubliman (pd benda yg peka panas)
keris pendawa keris dng lima lekukan
keris sempana keris yg berkeluk tiga, lima, atau tujuh dan dipercaya dapat mendatangkan keselamatan kpd pemiliknya
kerja ker.ja [n] kegiatan melakukan sesuatu; yg dilakukan (diperbuat): -- nya makan dan minum saja; (2) n sesuatu yg dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian: selama lima tahun -- nya berdagang; (3) n perayaan yg berhubungan dng perkawinan, khitanan, dsb; pesta perjamuan: -- nikah akan dilaksanakan pd tanggal 10 Syawal; (4) n cak pekerjaan: menguli adalah -- yg memerlukan tenaga fisik; (5) v cak bekerja: hari ini ia tidak -- krn sakit
keroncong ke.ron.cong [n] (1) bunyi spt bunyi giring-giring; (2) ki tiruan bunyi perut yg lapar [n] (1) alat musik petik berupa gitar kecil berdawai empat atau lima; (2) irama (langgam) musik yg ciri khasnya terletak pd permainan alat musik keroncong, yaitu kendang, selo, dan gitar melodi yg dimainkan secara beruntun; (3) jenis orkes yg terdiri atas biola, seruling, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas [n] , ke.ron.cong.an n tumbuhan polong semacam orok-orok, dapat dibuat pupuk hijau; Crotalaria striata [n] bilik-bilik (bagian) bubu sebelah dalam
kerotot ke.ro.tot [a] berkerut-kerut, berlubang-lubang, atau beringgit-ringgit (spt kikir, limau purut)
kesewenang-wenangan ke.se.we.nang-we.nang.an [n] perbuatan sewenang-wenang; kelaliman dsb
kesomplok ke.som.plok [Jk v] (1) tersampuk; tertumbuk; terlanggar; (2) kehabisan uang (biaya)
kesturi kes.tu.ri [n] (1) Zool zat yg harum baunya, berasal dr musang kesturi; (2) tumbuhan yg mengeluarkan bau harum (spt bunga -- , kayu -- , limau -- ); (3) zat lembut spt pasta, diperoleh dr tanduk banteng atau kerbau [n] burung bayan kecil; serindit; Loriculus galgulus
ketaksaan ke.tak.sa.an [n] perihal taksa; kekaburan; keraguan (tt makna); ambiguitas: ~ kalimat dapat diatasi dng memperhatikan konteks
keterangan ke.te.rang.an [n] (1) uraian dsb untuk menerangkan sesuatu; penjelasan: sebelum pameran dibuka, ketua panitia memberikan ~ tt tujuan diadakannya pameran; (2) sesuatu yg menjadi petunjuk, spt bukti, tanda; segala sesuatu yg sudah diketahui atau yg menyebabkan tahu; segala alasan: saksi diminta memberikan ~ yg sejujur-jujurnya; (3) Ling kata atau kelompok kata yg menerangkan (menentukan) kata atau bagian kalimat yg lain: ~ tempat, ~ waktu
keterkutukan ke.ter.ku.tuk.an [n] perihal terkutuk: ibu tidak mungkin menggelimangi masa depanmu dng ~ terus-menerus
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kiar ki.ar [n] uap atau cairan yg dikeluarkan oleh kulit limau (jika kena mata sangat pedih)
kiasmus ki.as.mus [n Ling] pengulangan dan sekaligus pembalikan dua kata dl satu kalimat
klausa klau.sa [n Ling] satuan gramatikal yg berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat
klausa bebas klausa yg secara potensial dapat menjadi kalimat bebas; -- intransitif klausa yg predikat verbanya tidak disertai objek, msl gaji sudah datang
klausa terikat klausa yg tidak dapat berdiri sendiri sbg kalimat tunggal mandiri, menjadi bagian klausa lain atau bagian dr kalimat majemuk bertingkat; -- transitif klausa yg verbanya selalu disertai objek, msl mereka memilih perempuan
koherensi ko.he.ren.si [n] (1) tersusunnya uraian atau pandangan sehingga bagian-bagiannya berkaitan satu dng yg lain; (2) Sas keselarasan yg mendalam antara bentuk dan isi karya sastra; (3) Ling hubungan logis antara bagian karangan atau antara kalimat dl satu paragraf; (4) Kim daya tarik antara molekul untuk menghindarkan terpisahnya bagian apabila ada kekuatan dr luar
komisaris ko.mi.sa.ris [n] (1) orang yg ditunjuk oleh anggota (pemegang saham dsb) untuk melakukan suatu tugas, terutama menjadi anggota pengurus perkumpulan, perusahaan perseroan, dsb: sesudah memilih ketua, penulis, dan bendahara, lalu rapat itu memilih lima orang --; (2) pejabat pemerintah yg ditunjuk dan ditugasi sbg wakil pemerintah suatu negara menjadi anggota persatuan antarnegara; (3) Pol petugas partai politik pd tingkatan desa
konjungsi kon.jung.si [n] (1) Ling kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat; (2) Astron pertemuan atau papasan semu antara dua benda angkasa atau lebih dl derajat rasi yg sama; -- koordinatif Ling konjungsi yg menggabungkan kata atau klausa yg berstatus sama, msl dan, tetapi, atau
konjungsi subordinatif [Ling] konjungsi yg menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat atau menghubungkan bagian dr kalimat subordinatif
konstan kon.stan [n] tetap tidak berubah; terus-menerus: hasil produksi pabrik itu -- selama lima tahun terakhir ini [Lihat {konstanta}]
konstruksi kon.struk.si [n] (1) susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dsb): rumah itu kokoh krn -- nya beton bertulang; (2) Ling susunan dan hubungan kata dl kalimat atau kelompok kata: makna suatu kata ditentukan oleh -- dl kalimat atau kelompok kata
konstruksi koordinatif [Ling] konstruksi yg konstituennya mempunyai status yg sederajat, msl konstruksi yg terdiri atas dua kata, spt makanan dan minuman, atau kalimat yg terdiri atas klausa yg digabungkan dng dan, spt saya datang, saya melihat, dan saya menang; -- modifikatif Ling konstruksi gramatikal yg terdiri atas induk dan modifikator, msl majalah baru; bekerja keras; amat sangat
konteks kon.teks [n] (1) Ling bagian suatu uraian atau kalimat yg dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; (2) situasi yg ada hubungannya dng suatu kejadian: orang itu harus dilihat sbg manusia yg utuh dl -- kehidupan pribadi dan masyarakatnya
kopi ko.pi [n] (1) pohon yg banyak ditanam di Asia, Amerika Latin, dan Afrika, buahnya digoreng dan ditumbuk halus untuk dijadikan bahan pencampuran minuman; Coffea; (2) buah (biji) kopi; (3) serbuk kopi; (4) minuman yg bahannya serbuk kopi [n] (1) salinan sesuai dng asli yg diperoleh dng cara memfotokopi; (2) tindasan (surat dsb); tembusan; turunan; (3) naskah karangan yg akan dicetak; (4) eksemplar (tt buku cetakan); (5) positif atau negatif yg diperoleh dng penyinaran negatif atau positif; (6) salinan rol film, pita kaset, dsb
kopi bubuk kopi yg telah ditumbuk halus
kopulatif ko.pu.la.tif [a Ling] bersifat (berfungsi) menggabungkan kata atau kalimat yg setara
koreferensialitas ko.re.fe.ren.si.a.li.tas [n Ling] persamaan referen antara konstituen kalimat, msl antara ia dan nya dl Ia dng senang hati meminjamkan bukunya
koteks ko.teks [n Ling] kalimat yg mendahului dan/atau mengikuti sebuah kalimat dl wacana
kronogram kro.no.gram [n] kalimat, kata, atau tanda yg memperlihatkan (mengandung arti) tahun atau zaman: "candrasengkala" dan "suryasengkala" adalah jenis --; -- pd pintu candi itu membuktikan bahwa candi itu dibangun pd abad XII
kuau ku.au [n] burung yg berkaki panjang dan kuat, mengais dan membalik-balik tanah untuk mencari makanan yg berupa biji-bijian, keong, cacing, serangga, dsb, berbulu indah, bersarang di atas tanah dng dua atau tiga butir telurnya, tidur pd cabang pohon yg tidak begitu tinggi; Argusianus argus (termasuk burung yg dilindungi, hidup di Malaysia, Sumatra, Kalimantan)
kuin ku.in [n Sas] sajak lima seuntai
kuintet ku.in.tet [n] (1) komposisi musik yg terdiri atas lima instrumen atau lima suara; (2) kelompok atau regu (tt olahraga, musik, dsb) yg terdiri atas lima orang; (3) Sas puisi (sajak) yg setiap baitnya terdiri atas lima larik
kuintil ku.in.til [n Stat] nilai yg menandai batas interval dr sebaran frekuensi yg berderet dl lima bagian sebaran yg sama
kuintiliun ku.in.ti.li.un [n Mat] sepuluh pangkat tiga puluh (di Amerika Serikat: sepuluh pangkat lima belas)
kuintuplet ku.in.tu.plet [n] kembar lima; anggota himpunan lima benda
kujang ku.jang [n] senjata tajam dibuat dr besi, panjangnya 30 cm, lebar 5 cm, pd matanya terdapat satu sampai lima lubang (di Jawa Barat)
kuncah kun.cah [ark n] (1) berkas besar (padi, pandan, jerami, dsb); (2) satuan ukuran isi, beratnya 160 gantang (seperlima koyan)
kurang ku.rang [adv] (1) belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dsb): uangnya masih -- untuk membayar uang sekolah anaknya; (2) (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dsb yg) sedikit (satu, dua, dsb) lagi menjadi bilangan bulat: seribu -- sepuluh (990); pukul tujuh -- lima menit (pukul 06.55); (3) belum atau tidak sama dng yg seharusnya: masakan ini -- garam; adukan ini -- semen; (4) (dl perbandingan menyatakan) tidak lebih dr: peserta lomba deklamasi tahun ini -- dr tahun yg lalu; (5) tidak berapa; sedikit: mereka bekerja keras, tetapi penghasilannya --; (6) sesuatu yg tidak ada (yg menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dsb); cacat; cela: kami sekeluarga di sini sehat-sehat saja, tidak -- suatu apa
kurung siku tanda baca [...] yg mengapit keterangan dl kalimat penjelas yg sudah bertanda kurung
kutip ku.tip [v] me.ngu.tip v (1) memungut benda kecil-kecil satu demi satu: ~ uang yg berjatuhan di tanah; (2) mengambil perkataan atau kalimat dr buku dsb; memetik karangan dsb; menukil: untuk makalah itu ia ~ beberapa pasal yg penting dr kitab undang-undang; (3) mengumpulkan dr berbagai sumber: ~ derma; (4) menarik (memungut) biaya (ongkos, pajak, dsb)
kutipan ku.tip.an [n] (1) pungutan; petikan; nukilan; sitat; (2) Ling pengambilalihan satu kalimat atau lebih dr karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dl tulisan sendiri
kutuk sehari anak ayam yg baru menetas, baru dikeluarkan dr mesin tetas, umurnya di bawah lima hari
kuyang ku.yang [n] hantu perempuan yg menurut kepercayaan orang Kalimantan Timur, pd malam hari kepala dan isi perutnya dapat terbang, mengisap darah orang hamil atau orang yg baru melahirkan
lagi la.gi [adv] sedang (dl keadaan melakukan dsb); masih: jangan berisik, ayah -- tidur; (2) adv tambah sekian (atau sedemikian) pula: tunggu sebentar --; (3) adv kembali (berbuat dsb) spt semula; berulang spt semula; pula: kemarin sudah menonton, sekarang hendak menonton --; (4) p dan; serta; juga: anak itu pandai -- rajin; istrinya muda, cantik, -- kaya; (5) p partikel yg dipakai untuk menekankan kata atau kalimat yg mendahuluinya (mengandung makna; sama sekali, betul-betul, amat sangat, dsb): kekejaman tentara penjajah sungguh tak terkatakan --; penderitaan rakyat Kamboja sudah tidak tertahan --
lain dr itu di samping itu; selain itu (berfungsi sbg ungkapan penghubung antarkalimat)
laksamana besar TNI pangkat perwira tinggi peringkat pertama, satu tingkat di atas laksamana TNI (tanda pangkatnya lima bintang emas yg ditempatkan di bahu baju)
lalu lintas la.lu lin.tas [v] (berjalan) bolak-balik; hilir mudik: banyak kendaraan -- di jalan raya; (2) n perihal perjalanan di jalan dsb: pedagang-pedagang di tepi jalan sangat mengganggu --; (3) n perhubungan antara sebuah tempat dng tempat yang lain (dng jalan pelayaran, kereta api, dsb): -- di Kalimantan banyak dilakukan melalui sungai
lama la.ma [a] (1) panjang antaranya (tt waktu): sudah -- aku menunggu di sini; (2) panjangnya waktu (antara waktu): berapa jam -- nya; lima bulan -- nya; (3) kuno; sejak dahulu kala; dahulu telah ada: saya senang mempelajari kesusastraan --; (4) tua (tidak baru); usang: diberikannya baju-baju -- nya kpd fakir miskin
lambat lam.bat [a] (1) perlahan-lahan (geraknya, jalannya, dsb); tidak cepat: orang buta -- jalannya; (2) memerlukan waktu banyak: ia bekerja sangat --; biar -- asal selamat; (3) tidak tepat pd waktunya; ketinggalan: arlojiku -- lima menit; ia biasa pulang --
langgar lang.gar [v] ber.lang.gar.an v (1) bertubrukan; bertumbukan: kedua kapal itu rusak krn ~; (2) serang-menyerang: pasukan itu berperang ~; (3) bertentangan: tindakannya itu ~ dng ketentuan yg berlaku [n] masjid kecil tempat mengaji atau bersalat, tetapi tidak digunakan untuk salat Jumat; surau; musala
lanting lan.ting [v] me.lan.ting v (1) melempar; (2) terlempar jauh [v] ber.lan.ting v bergerak melonjak-lonjak; bergerak turun naik [Jw v] me.lan.ting v memegang dng tangan yg terulur: Ibu ~ cerek yg berisi air panas itu, kemudian diletakkannya di atas meja [n] rumah di atas rawa-rawa tempat memelihara itik (di Kalimantan Selatan)
lapis la.pis [n] (1) susun; bagian: -- tanah yg di bawah terdiri atas pasir; (2) saf; deretan; banjar: untuk pertahanan, pasukan terdiri atas lima --; (3) benda tipis digunakan untuk menyadur atau menyalut benda lain: -- hulu pisau (cincin, gelang, dsb) itu dibuat dr emas [v] bersayat (tt daging dsb); beriris-iris
laras la.ras [n] (1) (tinggi rendah) nada (suara, bunyi musik, dsb); tala: kecapi ini agak rendah -- nya; (2) kesesuaian; kesamaan: bentuk dan isi sajak itu menunjukkan -- [a] bulat panjang dan lurus (spt batang pohon, bambu) [n] (1) pembuluh senapan (bedil) tempat lewat peluru; (2) kata penggolong untuk senapan: mereka membawa lima -- senapan [n] (1) distrik di Minangkabau; (2) dasar pemerintahan menurut adat [ark v] gugur; luruh
layak la.yak [a] (1) wajar; pantas; patut: berikanlah mereka kehidupan yg --; (2) mulia; terhormat: krn jasanya, dia mendapat kedudukan yg --; -- huni pantas untuk dihuni atau ditempati: pemerintah sedang giat membangun rumah sederhana yg -- huni; -- kutip wajar untuk dikutip: setelah lima tahun berjalan, keuntungan perusahaan itu sudah -- kutip [n] ikan yg dibelah memanjang dr ekor ke kepala, lalu dikeringkan tanpa diberi garam
leluing le.lu.ing [n] (1) pohon kayu yg buahnya, jika dicampur dedak, baik untuk makanan itik petelur, dapat juga ditumbuk halus dicampur dng bawang merah, daun turi putih dan adas sbg obat kutil; Ficus hispida; (2) buah dr pohon leluing ? luing
lemon le.mon [n] (1) limau; (2) warna kuning muda
lepot le.pot /lEpot/, ber.le.pot.an v bergelimang (dng lumpur); berlumuran
leraian le.rai.an [n Sas] bagian struktur alur sesudah mencapai klimaks yg menunjukkan perkembangan lakuan ke arah penyelesaian
lesap le.sap [v] (1) hilang; lenyap; lucut: air itu -- diisap tanah; (2) menghilang secara berangsur-angsur (suara, gambar); (3) Ling hilang satu dr dua unsur atau bagian konstruksi yg koreferensial, spt subjek anak kalimat pd sebelum pergi, dia menulis surat
levitin le.vi.tin [n] protein persediaan lembaga telur, kurang lebih seperlima dr seluruhnya, dan sisanya adalah vitelin, kaya akan belerang dan mengandung setengah dr belerang dl persediaan lembaga
lian li.an [n Isl] sumpah seorang suami dng tuduhan bahwa istrinya berzina, sebaliknya istrinya juga bersumpah dng tuduhan bahwa suaminya bohong (masing-masing mengucapkannya empat kali, sedangkan yg kelima mereka berikrar bersedia mendapat laknat Allah jika berdusta) sehingga suami istri itu bercerai dan haram menikah kembali seumur hidup
liofilisasi li.o.fi.li.sa.si [n Kim] penyingkiran air dr dl contoh yg beku dng menghampakan air bersublimasi langsung dr es ke keadaan gas
luar lu.ar [n] (1) daerah, tempat, dsb yg tidak merupakan bagian dr sesuatu itu sendiri: ia berdiri di -- gedung; lima tahun ia tinggal di -- negeri; (2) bukan dr lingkungan (keluarga, negeri, daerah, dsb) sendiri; asing: meskipun ia orang -- , tetapi sudah spt keluarga sendiri; (3) bagian (sisi, permukaan, dsb) yg tidak di dalam: merk kecap itu tertempel di -- botol; obat -- , obat untuk mengobati bagian luar tubuh (kulit dsb)
lugas lu.gas [a] (1) mengenai yg pokok-pokok (yg perlu-perlu) saja: pembicaraannya selalu -- , tidak pernah menyimpang ke sana-sini; (2) bersifat spt apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana: cara berdandannya -- , tidak mencolok; (3) tidak berbelit-belit: kalimatnya -- , tidak berbunga-bunga; (4) tidak bersifat pribadi; objektif: masalah itu dapat diselesaikan secara --
lumur lu.mur , ber.lu.mur v bergelimang dng (lumpur, darah, minyak, dsb): jatuh ~ darah
lustrum lus.trum [n] masa lima tahun (tt perguruan tinggi); pancawarsa: usia 15 tahun disebut -- ke-3
macapat ma.ca.pat [n] bentuk puisi Jawa tradisional, setiap baitnya mempunyai baris kalimat (gatra) tertentu, setiap gatra mempunyai jumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pd bunyi sanjak akhir (guru lagu; guru suara tertentu), msl Dandanggula, Kinanti, Maskumambang; tembang cilik
mahal dibeli [pb] sesuatu yg sukar akan diperoleh; -- bicara tidak suka bicara; pendiam: ia memang murah senyum, tapi -- bicara; -- senyum jarang senyum: siapa yg mengatakan Panglima TNI -- senyum?
mahkamah Syariah badan peradilan agama untuk daerah di luar Jawa, Madura, dan Kalimantan Selatan
main bandar jenis tarian anak-anak (di Kalimantan)
makna luas [Ling] makna ujaran yg lebih luas dp makna pusatnya, msl makna sekolah dl kalimat ia bersekolah lagi di Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut) yg lebih luas dp makna 'gedung tempat belajar'
maksud mak.sud [n] (1) yg dikehendaki; tujuan: telah tercapai -- nya; (2) niat; kehendak: kami datang dng -- baik; (3) arti; makna (dr suatu perbuatan, perkataan, peristiwa, dsb): -- kalimat itu sudah jelas
makyong mak.yong [n] seni teater tradisional dr Pulau Bintan, Riau, yg dilakukan baik siang maupun malam selama kira-kira tiga jam, dng pelaku kurang lebih lima belas orang pria dan wanita yg semuanya memakai topeng dan canggai
maleo ma.leo [n] burung yg besarnya tidak lebih dr seekor ayam kampung, berwarna hitam, pd bagian dada warna bulunya putih bersih, paruhnya abu-abu, jambulnya berwarna kuning, panjang telurnya 10 cm dan lima kali lebih besar dp telur ayam; Macrocephalus maleo
mamanda ma.man.da [n] mamak (untuk takzim); paman [n] seni teater rakyat di Kalimantan Selatan dng tema cerita yg pd umumnya menggambarkan pertentangan antara penguasa yg kurang bijak dan warga masyarakat yg baik
mamat ma.mat [n] upacara adat di Kalimantan Tengah [Lihat {mamut}]
mampai mam.pai [n] pembakaran mayat pd waktu upacara pemakaman (di Kalimantan)
mampu verbal kemampuan potensial dl bidang bahasa yg dapat diukur melalui pengetahuan kosakata, melengkapi kalimat, hubungan kata, dan wacana
mandai man.dai [n] nama pohon [v] melamar gadis yg dilakukan sendiri oleh pemuda (di Kalimantan)
mandau man.dau [n] pedang (asal Kalimantan)
mandir man.dir lihat mondar-mandir [n] sebutan bagi hakim (di Kalimantan)
manggala mang.ga.la [n] (1) pengantar puji-pujian; (2) pengantar bagi seorang penulis dl permulaan atau akhir karangannya; (3) anak sulung; (4) pelindung (rohani); pemimpin; panglima; (5) penatar tingkat tinggi: Presiden telah membuka penataran calon -- tingkat nasional
marsekal besar TNI pangkat perwira tinggi peringkat pertama dl angkatan udara, satu tingkat di atas marsekal TNI, sepadan dng marsekal besar TNI dl angkatan udara atau laksamana besar TNI dl angkatan laut (tanda pangkatnya lima bintang emas yg ditempatkan di bahu baju)
masa anak-anak masa kehidupan antara dua tahun sampai pubertas; -- bakti masa menunaikan tugas; masa untuk mengabdi: dia terpilih kembali untuk -- bakti lima tahun
matan ma.tan [Mk n] mata kayu; teras (inti) kayu [n] (1) arti (maksud) kalimat; (2) naskah asli; teks (pidato dsb)
megap-megap me.gap-me.gap [Jw v] (1) bernapas tersendat-sendat; bernapas pendek-pendek sambil membuka mulut (spt orang yg akan tenggelam atau sehabis berlari): setelah lari lima kilometer ia tampak --; (2) ki dl keadaan sulit sekali (msl hampir mati; bangkrut; kekurangan): hidupnya -- krn gajinya kecil, lagi pula anaknya banyak
megatruh me.gat.ruh [n Sen] bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk melukiskan perasaan kecewa atau kesedihan yg mendalam, mempunyai bait lagu yg terdiri atas lima baris, baris pertama mempunyai dua belas suku kata yg berakhir bunyi n (12 n), kemudian berturut-turut 8 i, 8 i, dan 8 o
melainkan me.la.in.kan [v] memperbedakan: ibu yg baik tidak pernah ~ anak yg satu dr anak yg lain; (2) v mengasingkan; memisahkan dr yg lain: dia ~ tempat ayam yg baru menetas itu dr tempat induknya; (3) p hanya: ~ Allah yg wajib disembah; (4) p kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan bertentangan: bukan dia yg bersalah, ~ saya lihat lain
melukut me.lu.kut [n] ujung beras yg terlepas ketika ditumbuk; pecahan beras yg halus; menir: anak ayamnya diberi makan --
memadu me.ma.du [v] (1) melebur (emas); melebur dan mencampurkan menjadi satu (tt logam); mengaduk (meremas, mengocok, dsb) supaya bercampur (tt tepung dng mentega, semen dng pasir, dsb): ~ perak dng tembaga; ~ adonan tepung terigu dng telur; (2) menyatukan; menggabungkan (bunyi, perkataan, kalimat, dsb) menjadi satu; mengumpulkan (modal): memperhebat usaha ~ modal nasional; (3) menjadikan padu (padat, kukuh, teguh); mengikat menjadi satu: kedua remaja itu sudah ~ janji; (4) membandingkan (satu dng lain); menyesuaikan (untuk mengetahui cocok tidaknya); menyerasikan: seorang wanita harus dapat ~ kebaya dng kain dan selendang yg dipakainya
memahamkan me.ma.ham.kan [v] (1) mempelajari baik-baik supaya paham: seorang pengemudi harus ~ tanda-tanda lalu lintas; (2) mengartikan: kalimat dl undang-undang itu harus disusun sebaik-baiknya supaya orang jangan salah ~; (3) menanamkan pengertian: pemerintah ~ perlunya keluarga berencana bagi pasangan usia subur
memangku me.mang.ku [v] (1) menaruh sesuatu di atas paha antara pangkal paha dan lutut atau di atas lengan antara lengan atas dan siku dipatahkan (hampir spt memeluk); meriba: ia ~ anaknya yg sedang menangis; (2) memeluk (agama dsb); memendam (cita-cita dsb): rakyat Indonesia ~ berbagai agama (Islam, Kristen, Buddha, dsb); ~ cita-cita luhur; (4) menyelenggarakan atau mengelola (negara, pemerintahan, dsb): ~ negeri; (5) mewakili (sbg wali): lima tahun lamanya ia ~ Sultan yg masih kecil (belum dewasa) itu; (6) memegang suatu jabatan: ia ~ jabatan gubernur
membenamkan mem.be.nam.kan [v] (1) menyelamkan ke dl air atau lumpur; menenggelamkan: ia berusaha -- korbannya ke dl sungai; (2) ki memasukkan dalam-dalam: krn kedinginan, ia -- tangannya ke dl kantong mantelnya; (3) ki menghilangkan (membekukan, menyembunyikan, atau mendiamkan) perkara, urusan, dsb: mereka mencoba -- perkara korupsi di instansi itu; (4) ki memasukkan (menjebloskan) ke dl penjara dsb: yg berwajib telah -- penjahat itu ke dl penjara selama lima tahun; (5) ki menekan (kesedihan, kemarahan, dsb): ia berusaha -- kesedihannya dgn menyibukkan diri
membetulkan mem.be.tul.kan [v] (1) memperbaiki (kesalahan, kerusakan, dsb): tidak mudah -- kalimat ini; para pekerja -- jembatan yg rusak ; Pak Guru menyuruh kami -- kesalahan yg ada; (2) mengiakan (menyetujui); membenarkan: ia selalu -- apa yg dikatakan orang itu; (3) menunjukkan (mengarahkan) dng tepat: sebelum menembak, pasukan itu -- laras bedilnya; (4) meluruskan; melencangkan: pemimpin pasukan -- barisannya
membolak-balikkan mem.bo.lak-ba.lik.kan [v] (1) membalik-balikkan: kita tidak boleh -- urutan kata dl kalimat itu; (2) memutarbalikkan (perkataan dsb): akhirnya yg bengkok tetap bengkok juga meskipun dia berusaha -- masalahnya;
membunuh bayaran mem.bu.nuh bayaran pembunuh yg melakukan kegiatannya krn mendapat bayaran atau upah: -- bayaran itu dibekuk setelah lima tahun menjadi buronan
membutir mem.bu.tir [v] menjadi butir-butir: beras itu mulai -- setelah beberapa kali ditumbuk
memenggal me.meng.gal [v] (1) memotong; mengerat; (2) menetak (kepala); (3) membagi (kata, kalimat, berita, dsb)
memensiun me.men.si.un [v] memperhentikan dng memberi uang tunjangan bulanan: perusahaan itu baru saja ~ lima orang karyawannya
memeriksa me.me.rik.sa [v] (1) melihat dng teliti untuk mengetahui keadaan (baik tidaknya, salah benarnya, dsb): lama ia ~ karangan murid-muridnya; (2) menyelidiki untuk mengetahui sesuatu (untuk mempelajari, mencari pengetahuan, dsb); menelaah (suatu hal, peristiwa, dsb): ia dapat memastikan bahwa darah itu adalah darah manusia setelah ia ~ nya; (3) menanyai orang untuk mengetahui salah tidaknya dsb; mengusut (perkara); mempertimbangkan dan mengadili (perkara): lima orang polisi diberi tugas untuk ~ perkara itu; (4) mengontrol; mengawasi; mengamati: tamu agung itu turun dr pesawat terbang lalu ~ barisan kehormatan
memesan me.me.san [v] (1) memberi pesan (nasihat, petunjuk, dsb): saya ~ dia agar segera bercukur; (2) menyuruh (meminta) supaya dikirim (disediakan, dibuatkan) sesuatu: ia ~ kopi lima gelas
memotong me.mo.tong [v] (1) memutuskan dng barang tajam; mengerat; memenggal: ia ~ tali itu dng gunting; ia ~ tebu dng pisaunya yg tajam; (2) mengiris (tt roti, daging, dsb); (3) menyembelih: ~ ayam; ~ kambing; (4) menebang (tt kayu, pohon, dsb): ~ kayu di hutan; (5) memangkas (tt rambut): ~ rambut; (6) menggunting sesuai dng ukuran (tt bahan pakaian dsb); (7) menuai (tt padi dsb); (8) mengurangi (tt upah, gaji, pendapatan, dsb); (9) memendekkan (tt kata, kalimat, nama dsb); (10) memintas (tt jalan, perjalanan); (11) menyelang atau memenggal (tt perkataan orang dsb); (12) memepat (tt kuku): ia sedang ~ kuku
memotong-motong me.mo.tong-mo.tong [v] (1) mengerat-ngerat (tt sesuatu yg berupa batang); (2) memenggal-menggal (tt kalimat atau pengucapan kalimat); (3) mengucapkan sepotong-sepotong (tt perkataan)
memperbanyak mem.per.ba.nyak [v] (1) menjadikan lebih banyak: panitia telah -- kertas kerja; (2) menggandakan; mengalikan: -- tiga dng lima
mempertandingkan mem.per.tan.ding.kan [v] menghadapkan untuk bertanding: panitia pekan olahraga nasional akan ~ lima cabang olahraga
mempunyai mem.pu.nyai [v] memiliki; menaruh: perguruan itu ~ lima buah fakultas
menafsirkan me.naf.sir.kan [v] (1) menerangkan maksud ayat-ayat Alquran atau kitab suci lain; (2) menangkap maksud perkataan (kalimat dsb) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yg tersirat (dng mengutarakan pendapatnya sendiri); mengartikan: setiap ~ pasal itu menurut kepentingannya sendiri
menaikkelaskan me.na.ik.ke.las.kan [v] menjadikan naik kelas: setelah perundingan selama tiga jam, rapat guru sepakat ~ lima dr enam murid yg semula tidak naik kelas
menalkinkan me.nal.kin.kan [v] membisikkan (menyebutkan) kalimat syahadat dekat orang yg hendak meninggal atau (dl bentuk doa) untuk mayat yg baru dikuburkan: ada pendapat yg melarang ~ mayat yg baru dikuburkan
menara me.na.ra [n] (1) bangunan yg tinggi (spt di masjid, gereja); bagian bangunan yg dibuat jauh lebih tinggi dp bangunan induknya: -- masjid itu dapat dilihat dr jarak lima kilometer; (2) bangunan tinggi untuk mengawasi daerah sekitar atau yg menjadi petunjuk bagi kapal dsb yg sedang berlayar: untuk mengawasi hutan margasatwa itu didirikan -- pengawas
mencabang men.ca.bang [v] (1) memecah menjadi beberapa cabang: bank swasta di kota itu ~ di lima lokasi strategis; makhluk manusia mulai ~ dr makhluk manusia pertama; (2) tumbuh cabangnya; ada cabangnya
mencobakan men.co.ba.kan [v] (1) mengenakan sesuatu (baju, sepatu) pd orang lain untuk mengetahui pas tidaknya: ia ~ baju baru itu kpd adiknya; (2) menggunakan sesuatu untuk menguji (kepandaian dsb): kita perlu ~ soal ini kpd anak kelas lima
mendapat men.da.pat [v] (1) beroleh; memperoleh: juara pertama ~ medali emas; dl setahun perusahaan itu ~ laba lima puluh juta rupiah; (2) menerima: ia ~ kabar buruk kemarin; (3) menemukan; memperoleh: penjelajah hutan ~ harta karun dl gua; (4) mengalami; memperoleh: berkali-kali ia ~ kesulitan; (5) menerima; dikenai: ia ~ hukuman yg setimpal dng kesalahannya
mendirikan men.di.ri.kan [v] (1) memasang (meletakkan) berdiri; mene gakkan: ~ tiang listrik (telepon, bendera); (2) membuat atau membangun (rumah, pabrik, dsb): pemerintah ~ pasar darurat untuk menampung pedagang kaki lima; (3) mengadakan (perkumpulan, yayasan, koperasi, dsb): mereka berhasil ~ koperasi di kampungnya; (4) menjalankan; melaksanakan; mengerjakan (kewajiban dsb): sesudah ~ salat, ia membaca ayat-ayat suci Alquran
mendua men.dua [v] (1) menjadi dua kali dsb: jumlahnya telah ~ dng yg baru masuk ini; (2) berhaluan dua (tidak lurus, tidak hanya satu): pikirannya selalu ~ , tidak hanya satu yg dipikirkan; (3) samar-samar atau tidak jelas (krn bisa ditafsirkan lain): diplomat kerapkali menggunakan kalimat yg ~
menempati me.nem.pati [v] (1) bertempat di; menduduki; mendiami: yg berhak ~ rumah dinas adalah karyawan yg belum memiliki rumah; (2) memangku jabatan (pangkat, pekerjaan, dsb): lebih lima tahun ia ~ jabatan yg penting itu; (3) memberi tempat: dibawanya pundi-pundi besar untuk ~ uang emas itu
menertibkan me.ner.tib.kan [v] mengatur; merapikan dsb; menjadikan tertib: pemerintah daerah ~ pedagang kaki lima agar tidak berjualan di sembarang tempat
menerungku me.ne.rung.ku [v] (1) memenjarakan; menahan dl penjara: raja itu ~ panglima yg berkhianat dl penjara di bawah tanah; (2) ki menguasai
menetapkan me.ne.tap.kan [v] (1) menjadikan tetap; mempertahankan supaya tetap (lestari, tidak berubah, dsb): mereka hendak ~ apa yg sudah ada; (2) menentukan; memastikan: ~ lokasi proyek-proyek pembangunan tidaklah mudah; (3) mengambil keputusan; memutuskan: Pemerintah ~ untuk melebur semua perkumpulan kepanduan yg ada di Indonesia menjadi satu "Gerakan Pramuka"; hakim ~ tertuduh wajib membayar ganti rugi sebesar lima juta rupiah; (4) menunjuk (memilih, mengangkat) jadi ...: rapat anggota tidak ~ dia menjadi ketua koperasi; (5) meneguhkan; menguatkan: orang itu ~ janji yg sudah dikatakannya
mengabari me.nga.ba.ri [v] memberi kabar kpd: ia belum sempat ~ warga desa, kecuali istri dan lima anaknya
mengamanatkan meng.a.ma.nat.kan [v] memberikan amanat (kpd): Panglima TNI ~ kpd seluruh jajaran TNI agar selalu waspada thd kelompok yg berusaha mengacau keamanan dan ketertiban nasional
mengambil meng.am.bil [v] (1) memegang sesuatu lalu dibawa (diangkat, digunakan, disimpan, dsb); memungut: ia ~ buku dr lemari; (2) mengurangi: ~ empat dr sepuluh, bersisa enam; (3) memiliki; merebut: ia dipersalahkan ~ istri orang lain; (4) menjemput: ia ~ adiknya di sekolah; (5) menganggap sbg; memungut: ~ anak; (6) mengutip: ia ~ beberapa kalimat dr karangan itu; (7) memetik: Ibu sedang ~ bunga di kebun; (8) menerima; mempekerjakan: untuk sementara perusahaan itu tidak ~ pegawai baru; (9) menjalani: ia sedang ~ cuti tahunan; (10) membuat cedera (dl pertandingan sepak bola): pemain yg ~ lawannya itu diberi kartu kuning; (11) memberikan; mempertunjukkan: ia ~ contoh yg lain
mengepal me.nge.pal [v] (1) menggenggam sesuatu dng jari yg ditekan kuat-kuat; memegang dl kepalan: hampir lima menit dia ~ kue itu tanpa memakannya; (2) menekan-nekan nasi dsb hingga berbentuk kepalan: Ibu sedang ~ nasi untuk bekal Adik; (3) membentuk genggaman atau tinju (tt jari tangan dsb): dng kedua tangan ~ , dia maju ke depan
mengeraskan me.nge.ras.kan [v] (1) menjadikan keras: batu dan aspal dapat ~ permukaan jalan; (2) ki menyangatkan (tt arti kata): fungsi kata "pun" dl kalimat itu ialah ~ arti; (3) ki menguatkan: itulah yg ~ dugaanku; (4) ki menggiatkan; menegarkan: ~ hatinya; (5) ark memaksa: ~ dia untuk segera melunasi utangnya
menggelar meng.ge.lar [v] (1) menghamparkan; membentangkan (tikar dsb); (2) mengatur terhampar: pedagang-pedagang kaki lima itu ~ dagangannya di pinggir-pinggir jalan; (3) ki memperagakan; mempertontonkan; memperkenalkan (kpd umum)
menghamparkan meng.ham.par.kan [v] (1) membentangkan merata; menggelar: pedagang kaki lima ~ tikar di pinggir jalan; (2) ki menerangkan panjang lebar, memaparkan; membentangkan: ia ~ kesulitan yg dihadapinya di daerah terpencil itu
menghasilkan meng.ha.sil.kan [v] (1) mengeluarkan (mendatangkan, mengadakan) hasil: daerah ini banyak ~ karet; (2) membuat (mengadakan sesuatu): pabrik ini dapat ~ lima ratus ban mobil sehari; (3) mengakibatkan: perdebatan itu hanya ~ ketegangan saja; (4) menjadikan berhasil: ada faktor lain yg ~ segala usaha kita ini
mengkredit meng.kre.dit [v] meminjam uang, membeli barang, dsb yg dikembalikan atau dibayar secara angsuran: dia ~ rumah selama lima tahun
mengoperasikan meng.o.pe.ra.si.kan [v] (1) membedahkan; membedelkan (untuk menyembuhkan); (2) mengaryakan: pengusaha itu -- lima buah bus milik pribadinya
mengubah meng.u.bah [v] (1) menjadikan lain dr semula: timbul niatnya untuk ~ kebiasaan yg buruk itu; (2) menukar bentuk (warna, rupa, dsb): operasi telah ~ hidungnya yg pesek menjadi agak mancung;; (3) mengatur kembali: ~ susunan kalimat
mengunjukkan meng.un.juk.kan [v] (1) mengulurkan tangan ke atas (kpd): ketika ditanya hanya dua orang yg ~ tangan; (2) memberikan (dng tangan terulur); menyampaikan; mempersembahkan: demikian katanya seraya ~ uang lima ratus rupiah kpd orang itu; ~ surat permohonan; (3) menunjukkan; memperlihatkan: sekali-kali beliau tiada ~ kekerasan
menguraikan meng.u.rai.kan [v] (1) menjadikan berurai; membuka simpul dsb: ~ ikatan tali; (2) menceraikan (melepaskan) hubungan bagian-bagian (sendi-sendi, suku-suku, dsb) dr induknya (bagian yg lebih besar, pusat, dsb): ~ kalimat; (3) menerangkan (membentangkan) panjang lebar (tt pendapat, pikiran, dsb); menjelaskan dng gamblang (tt sesuatu yg belum jelas): dl laporan itu panitia ~ hasil evaluasi penataran yg lalu; (4) memaparkan dan menjelaskan sesuatu yg ringkas; (5) menjabarkan; menganalisis
mengurung me.ngu.rung [v] (1) memasukkan ke dl kurungan (penjara dsb); (2) membiarkan ada di dl rumah saja: pd masa remajanya ia lebih banyak ~ diri dl kamar belajar; (3) mengepung (musuh dsb) supaya jangan lolos: pasukan kita berhasil ~ pasukan musuh; (4) memberi bertanda kurung (pd angka dl hitungan atau pd kata dl kalimat)
menilik ketika me.ni.lik ketika meramal waktu (baik atau buruk) yg didasarkan atas perhitungan bilangan waktu (ketika empat, ketika lima, dsb), msl untuk melakukan kegiatan, spt pindah rumah, perkawinan
meninggal me.ning.gal [v hor] mati; berpulang: bapak telah ~ lima tahun yg lalu
menir me.nir [n] pecahan beras halus yg terjadi ketika ditumbuk; melukut: itik diberi makan -- bercampur bubuk ikan kering [n cak] tuan
menjalin men.ja.lin [v] (1) menyusun; merangkai (tt kata-kata atau kalimat): penyair itu mahir ~ kata-kata indah; (2) mengadakan; mewujudkan (tt hubungan persahabatan): negara kita ~ hubungan baik dng negara lain; (3) menganyam; mengepang (rambut, rotan, dsb): perajin itu sedang ~ pandan untuk dibuat tikar
menominasikan me.no.mi.na.si.kan [v] menjadikan nominasi: peserta kongres ~ lima calon untuk menjadi ketua umum
menumbukkan me.num.buk.kan [v] (1) menumbuk (melumatkan dsb) sesuatu untuk; menyuruh tumbuk (lumatkan dsb) kpd; (2) melanggarkan; menubrukkan; membenturkan: penjahat ~ mobilnya ke tiang listrik; (3) menggocohkan (tinju dsb): tiba-tiba pemuda itu ~ tinjunya ke muka kondektur bus
menunaikan me.nu.nai.kan [v] (1) membayar tunai; mengontan: ia tidak sanggup ~ nya sekarang sebab tidak cukup uangnya; (2) membayar (kaul, nadar); mengamalkan (perintah, ajaran, dsb); melakukan atau melaksanakan (tugas, ikrar, janji, dsb): ia ~ ajaran (perintah, pesan, dsb), mengamalkan ajaran (perintah, pesan, dsb); mereka ~ rukun Islam yg kelima, yaitu melaksanakan ibadah haji
menyelesaikan me.nye.le.sai.kan [v] (1) menyudahkan (menyiapkan) pekerjaan dsb; menyempurnakan (kalimat dsb): ia -- kalimat itu dng cepat; (2) menjadikan berakhir; menamatkan: krn suatu hal, ia tidak dapat -- pelajarannya di Eropa; (3) membereskan atau melunasi (utang dsb): ia dipanggil ke kantor bank untuk -- utang piutang almarhum ayahnya; (4) memutuskan atau membereskan (perkara, harga, dsb): terpaksa ia harus -- pembayaran tunggakan pajak itu; (5) mengatur (rambut) rapi-rapi atau mengurai supaya jangan kusut; menyisir; membenahi: -- rambut yg kusut; anak-anak -- tempat tidur masing-masing; (6) menguraikan suatu hal yg kusut; memecahkan (soal, masalah, dsb): ia dapat -- perkara yg sulit itu; (7) memperdamaikan (perselisihan, pertengkaran, dsb): mereka mencoba -- pertikaian kedua negara itu; (8) mengurus dan mengatur sesuatu hingga baik: walaupun sibuk bekerja, ia dapat -- rumah tangganya
menyelisihkan me.nye.li.sih.kan [v] (1) berlainan pendapat tt: mereka sedang -- arti kata "roh" dl kalimat itu; (2) mempertikaikan; memperbantahkan: kami -- kebenaran berita itu
menyemangati me.nye.ma.ngati [v] memberi semangat; memberi motivasi; menggiatkan; menggembirakan; membangkitkan kebenaran (kemauan): kehadiran panglima di medan perang itu -- seluruh pasukan
menyiasat me.nyi.a.sat [v] (1) memeriksa; menyelidiki; mengusut: baik kita teruskan -nya; ia -- siapa yg salah; (2) mengupas (suatu masalah dsb): untuk mengerti isi sajak, tidak perlu orang -- tiap-tiap susunan kata atau kalimat; (3) mengadakan muslihat (taktik); (4) menanyai (untuk mengetahui sesuatu): kalau aku susah, siapa akan -- [v] menyiksa; menganiaya; menghukum
menyinetronkan me.nyi.net.ron.kan [v] memfilmkan sandiwara atau drama yg dibuat khusus untuk ditayangkan di media elektronik spt televisi: dia telah -- "Aladin" dl lima seri
menyintuk me.nyin.tuk [v] menggosok badan (ketika mandi dsb): ia -- badannya dng limau
menyintukkan me.nyin.tuk.kan [v] menggosokkan ke badan: -- limau dan langir ke badannya
mereklamasikan me.re.kla.ma.si.kan [v] membuka tanah untuk digarap (msl menjadi persawahan): pemerintah telah ~ seluas 5,25 juta hektar tanah di daerah Sumatra dan Kalimantan
metafora me.ta.fo.ra [n Ling] pemakaian kata atau kelompok kata bukan dng arti yg sebenarnya, melainkan sbg lukisan yg berdasarkan persamaan atau perbandingan, msl tulang punggung dl kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
mikraj mik.raj [n Isl] perjalanan yg dilakukan Nabi Muhammad saw. dr Masjidilaksa ke Sidratulmuntaha pd malam hari yg intinya menerima perintah salat lima waktu
minyak neroli minyak bauan yg disuling dr bunga limau manis Citrus bigardia atau Citrus aurantium, digunakan dl wangi-wangian
modalitas mo.da.li.tas [n Ling] (1) klasifikasi pernyataan menurut hal menyungguhkan atau mengingkari kemungkinan atau keharusan; (2) cara pembicara menyatakan sikap thd suatu situasi dl suatu komunikasi antarpribadi; (3) makna kemungkinan, keharusan, kenyataan, dsb yg dinyatakan dl kalimat (dl bahasa Indonesia dinyatakan dng kata barangkali, harus, dsb)
morfem bebas morfem yg secara potensial dapat berdiri sendiri dl suatu bangun kalimat, msl saya, duduk, kursi; -- dasar morfem yg dapat diperluas dng dibubuhi afiks, msl juang dl berjuang; -- dasar terikat morfem dasar yg hanya dapat menjadi kata bila bergabung dng afiks atau dng morfem lain, msl juang, temu
moto mo.to [n] (1) kalimat, frasa, atau kata yg digunakan sbg semboyan, pedoman, atau prinsip spt "berani karena benar"; (2) kalimat, frasa, atau kata yg tertera di atas sesuatu yg menggambarkan sifat atau kegunaan benda itu
mud [n Isl] ukuran isi sama dng 5/6 liter: orang yg tua renta itu menggantikan kada puasa yg ditinggalkannya dng lima -- beras
mudah mu.dah [a] (1) tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dl mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang: soal ujian itu --; (2) lekas sekali (menjadi, menderita, dsb): anak kecil -- ketularan penyakit; isi pensil ini -- patah; (3) cak tidak teguh imannya (gampang terbujuk atau gampang diajak berzina dsb) , mu.dah-mu.dah.an adv (1) moga-moga; semoga; diharapkan supaya: -- Anda selamat sampai ke tempat tujuan; ia sudah berobat pd dokter ahli, -- dapat sembuh dr penyakitnya; (2) dng harapan supaya: ia belajar sungguh-sungguh -- dapat maju dl ujian akhir; (3) (pd akhir kalimat atau uraian) demikianlah hendaknya: dikabulkan Tuhanlah kiranya maksud kita ini --
nahu na.hu [n Ling] (1) tata bahasa (menyangkut tata kalimat dan tata bentuk); gramatika; (2) sintaksis
naik haji menunaikan ibadah haji, merupakan rukun Islam yg kelima; menjalankan ibadah haji
namun na.mun [p] kata penghubung antarkalimat untuk menandai perlawanan; tetapi
nas [n] (1) perkataan atau kalimat dr Alquran atau hadis yg dipakai sbg alasan atau dasar untuk memutuskan suatu masalah (sbg pegangan dl hukum syarak): saya dapat mengubah pendirian ini kalau saya diberi -- yg sahih; (2) teks
neto ne.to [a] bersih (tt gaji, pendapatan, timbangan, dsb): keuntungan -- lima ribu rupiah per hari
nominalisasi no.mi.na.li.sa.si [n Ling] (1) proses membentuk nomina dr kelas kata yg lain dng menggunakan afiks tertentu; (2) proses atau hasil membentuk satuan berkelas nominal dr kata, frasa, klausa, atau kalimat berkelas lain
nominatif no.mi.na.tif [n Ling] (1) kasus yg menandai nomina atau yg sejenisnya sbg pokok kalimat (subjek); (2) bentuk kata benda yg timbul sbg subjek; bagian kata benda dr suatu predikat atau sbg keterangan pd bagian kalimat
nomor no.mor [n] (1) angka sbg tanda atau lambang bilangan: benda yg jumlahnya lima ditulis dng -- 5; (2) angka yg menunjukkan kedudukan dl urutan, kumpulan, dsb: setiap majalah diberi -- urut; ia adalah orang terkaya -- dua di desa; (3) jenis lomba: untuk -- lari 100 m putra, Indonesia tidak mempunyai harapan menang
nomor kode nomor atau angka yg disamarkan dl kalimat atau puisi sbg kode untuk menentukan nomor undian yg akan menang
nonstandar non.stan.dar [a] tidak standar; tidak baku: kalimat yg -- sebaiknya tidak digunakan dl bahasa Indonesia ragam resmi
obat haus obat penawar dahaga; -- jerih 1 uang lelah; upah; persen: pekerjaan begitu berat, cuma diberi -- jerih lima ratus rupiah; (2) buah hati; yg dicintai; pelerai demam
objek ob.jek [n] (1) hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; (2) Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb: -- penelitian ini adalah tata kehidupan suku terasing di Riau; (3) Ling nomina yg melengkapi verba transitif dl klausa, msl teh manis dl kalimat Kiki minum teh manis; (4) hal atau benda yg menjadi sasaran usaha sambilan: berdagang kain menjadi salah satu -- orang- orang di kota itu; (5) Fis titik atau himpunan yg bertindak sbg sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa; -- afektif objek langsung yg dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dng objek efektif); msl buku dl mereka membaca buku, jalan dl anak-anak sedang menyeberang jalan
obralan ob.ral.an [n] barang yg dijual secara obral: saya membeli -- di kaki lima
oneng-oneng [n] keturunan yg kelima (anak piut)
optatif op.ta.tif [n Ling] kata-kata yg ada hubungannya dng penyusunan sebuah kalimat yg menyatakan harapan atau keinginan, spt kiranya, semoga
orang [n] (1) manusia (dl arti khusus); (2) manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut --; (3) dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng -- nya; (4) kata penggolong untuk manusia: lima -- nelayan; (5) anak buah (bawahan): mereka itu -- nya Pak Camat; (6) rakyat (dr suatu negara); warga negara: -- Pakistan; (7) manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia -- Bogor; suaminya -- Eropa; (8) suku bangsa; (9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak -- pun saya tolong; negeri -- , negeri lain (bukan negeri kita); (10) cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, -- belum gajian
orang utan kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus
ordinal or.di.nal [a Mat] menyatakan urutan bagi sebuah unsur dl suatu kumpulan; berturut; (bilangan) bertingkat: kelima, ketujuh, kesembilan, dsb adalah angka-angka --
oren [n cak] buah limau; air limau
oto [n] kendaraan (kereta) yg dijalankan dng motor; mobil; otomobil [n] kain penutup dada dan perut yg bertali ujungnya sbg pengikat pd leher dan perut (untuk anak di bawah usia lima tahun)
pacet pa.cet [n] binatang pengisap darah, sekerabat dng cacing tanah, berbadan langsing mengecil ke depan, berwarna cokelat kekuning-kuningan sampai kehitam-hitaman, panjangnya sampai 50 mm, pd kepala terdapat lima pasang mata dan sebuah alat sbg pengisap, di ujung belakang terdapat alat sbg pelekat, berjalan spt ulat jengkol, dapat memipihkan tubuh sampai sekecil benang; Haemadipsa teylandica
pakihang pa.ki.hang [n] botol kecil yg diisi dng minyak khusus yg dianggap dapat menimbulkan kekuatan gaib (di Kalimantan)
panca- pan.ca- [bentuk terikat] (1) lima (terutama dl kata majemuk spt pancaindra, Pancasila); (2) tangan (kelima jari)
pancabicara pan.ca.bi.ca.ra [kl n] (1) campuran lima macam bau-bauan (bunga dsb); (2) alat kerajaan zaman dahulu berbentuk lima jari dibuat dr emas (dipakai bila raja dinobatkan, dinikahkan, dsb)
pancabuta pan.ca.bu.ta [ark n] unsur yg lima macam (bumi, api, air, hawa, dan eter)
pancacita pan.ca.ci.ta [n] lima cita, yakni tercapainya kesehatan, keadilan, kepahlawanan, kemakmuran, dan kesejahteraan
pancadarma pan.ca.dar.ma [n] lima macam kewajiban, yaitu (1) menyembah Tuhan Yang Maha Esa, (2) berkarya untuk kesejahteraan bersama, (3) sopan santun, suka memberi dan menepati janji, (4) mawas diri atau pengendalian diri, dan (5) mandiri pribadi
pancaindra pan.ca.in.dra [n] alat perasa yg lima macam (yaitu penglihat, penghidu (pencium), pengecap (perasa lidah), perasa tubuh, dan pendengar
pancakembar pan.ca.kem.bar [n] kembar lima
pancalogam pan.ca.lo.gam [kl n] campuran lima macam (atau berbagai-bagai) logam atau batu
pancamarga pan.ca.mar.ga [n] lima jalan (untuk kepemimpinan)
Pancasila Pan.ca.si.la [n] dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yg terdiri atas lima sila, yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
pancausaha pan.ca.u.sa.ha [n Tan] yg berhubungan dng lima usaha pertanian, yaitu pemanfaatan pupuk, benih unggul, pestisida, irigasi, dan cara bercocok tanam yg baik
pancawara pan.ca.wa.ra [n] sistem hari dl kalender Jawa Kuno yg berjumlah lima; pasaran
pancawarna pan.ca.war.na [n] lima warna; (2) a bermacam-macam warna; berwarna-warni
pancawarsa pan.ca.war.sa [n] (peringatan) lima tahun; ulang tahun yg kelima
pangkon pang.kon [n] (1) Bl kayu berongga, bagian yg atas dipakai untuk menumpangkan (meletakkan) bilah-bilah logam gamelan, saron, dsb, berperan sbg pembentuk bunyi; (2) Jw Ling tanda penutup konsonan pd akhir kalimat
paralipsis pa.ra.lip.sis [n] alat untuk menyatakan bahwa pembicara tidak mengucapkan apa yg diucapkan dl kalimat itu
parataksis pa.ra.tak.sis [n Ling] (hubungan) konstruksi kalimat, klausa, atau frasa koordinatif yg tidak menggunakan kata penghubung (spt dan): besar kecil, tua muda
parentesis pa.ren.te.sis [n ] (1) Ling kata, frasa, atau kalimat penjelasan yg ditambahkan dl kalimat lain, biasanya dipisahkan dng diapit tanda koma, garis pemisah, atau tanda kurung dan berfungsi menjelaskan atau apositif; (2) tanda kurung
partikel tanya bentuk yg dipakai untuk menandai kalimat tanya (msl, kah, tah dl bahasa Indonesia)
pasak bumi tumbuhan hutan (di Kalimantan) yg akarnya dapat dijadikan obat penambah tenaga
pasaran pa.sar.an [n] daerah (lingkungan) tempat suatu barang dagangan diperjualbelikan: cengkih mulai mendapat ~ yg baik; (2) a resmi di pasar, msl tt harga: harga ~ Rp4.000,00 per kilogram; (3) a kurang baik mutunya (tt barang dagangan): arloji ~; barang-barang ~; (4) a dipakai dl komunikasi tidak resmi (tt bahasa yg kurang baik): bahasa Melayu ~; (5) jangka waktu yg lamanya lima hari: ~ Jawa ada lima, yaitu Legi, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon
pasif pa.sif [a] (1) bersifat menerima saja; tidak giat; tidak aktif: anggota perkumpulan itu -- saja; (2) Ek kurang atau lebih kecil dp pengeluaran (tt penerimaan, pemasukan uang, dsb): neraca pembayaran --; (3) Ling (jenis kalimat) yg menunjukkan bahwa subjek adalah tujuan dr perbuatan, msl ia dipukul; (4) dapat memahami bacaan, pembicaraan, dsb, tetapi tidak dapat mengemukakan kembali, baik lisan maupun tulis (tt penguasaan bahasa)
pedih pe.dih [a] berasa sakit, spt luka dicuci dng sublimat: lukanya terasa -- kena obat
pelaku pe.la.ku [n] (1) orang yg melakukan suatu perbuatan; (2) pemeran; pemain (sandiwara dsb); (3) yg melakukan suatu perbuatan, subjek (dl suatu kalimat dsb); yg merupakan pelaku utama dl perubahan situasi tertentu
pelari pe.la.ri [n] (1) orang yg lari; (2) peserta lomba lari [n] perahu layar tradisional yg mempunyai satu tiang layar utama, lima buah layar, tiga di ujung depan dan dua di tengah-tengah digunakan untuk mengangkut barang antarpulau (di daerah Bone dan Buton)
pelengkap pe.leng.kap [n] (1) yg dipakai untuk melengkapi apa yg kurang atau untuk melengkapkan: karangan ini merupakan ~ karangan yg telah lalu; (2) Ling unsur kalimat yg melengkapi predikat verbal
pelengkap pelaku pe.leng.kap pelaku [Ling] pelengkap dl kalimat pasif yg melakukan pekerjaan
pelog pe.log [n Mus] jenis tangga nada dl karawitan Jawa, Sunda, dan Bali yg memberi kesan tenang dan luhur (tiap oktaf terdiri atas lima, enam, atau tujuh nada yg jaraknya tidak sama)
pemadaman pe.ma.dam.an [n] proses, cara, perbuatan memadamkan: ~ api di kawasan yg terbakar itu berlangsung selama lima jam
pendulangan pen.du.lang.an [n] (1) proses, cara, perbuatan atau hal mendulang: rakyat mengusahakan penggalian dan ~ intan secara perseorangan di Kalimantan Selatan; (2) tempat orang mendulang
penertiban pe.ner.tib.an [n] proses, cara, perbuatan menertibkan: dl tindakan ~ pedagang kaki lima itu kios-kios di sepanjang jalan protokol dibongkar dan dipindahkan ke tempat usaha yg baru; dl ~ itu semua kendaraan umum diperiksa surat tanda kir kendaraan dan izin trayeknya
pengamukan peng.a.muk.an [n] proses, cara, perbuatan mengamuk: dl ~ itu dua orang meninggal dan lima orang luka parah
penghuluan peng.hu.lu.an [n] daerah hulu sungai; daerah pedalaman: ia bertugas di ~ Kalimantan Barat selama sepuluh tahun
pengubahan peng.u.bah.an [n] proses, cara, perbuatan mengubah: ~ susunan kalimat itu dilakukan berkali-kali
pengungkapan penghubung peng.ung.kap.an penghubung [Ling] kata atau ungkapan yg menghubungkan unsur-unsur di dl kalimat atau kalimat dng kalimat sebelumnya
penta- pen.ta- [bentuk terikat] lima; mengandung lima: pentagon
pentagin pen.ta.gin [n] bunga yg mempunyai lima putik
pentagon pen.ta.gon [n] bidang bersegi dan bersisi lima
pentagram pen.ta.gram [n] bintang bersudut lima
pentahedron pen.ta.hed.ron [n] bangun yg mempunyai lima bidang
pentameter pen.ta.me.ter [n Sas ] baris sajak yg terdiri atas lima matra [n] ukuran lima kaki
pentatonik pen.ta.to.nik [n Mus ] not musik yg terdiri atas lima nada (spt pd gamelan)
pentode pen.to.de [n El] tabung elektronik yg terdiri atas lima elektrode
pentosa pen.to.sa [n Kim] gula monosakarida dng lima atom karbon dl satu molekul
per [num] tiap-tiap: mobil ini dapat mencapai seratus lima puluh kilometer -- jam [p] demi (satu-satu): satu -- satu mereka masuk ke kelas [p] mulai; sejak: peraturan itu berlaku -- 1 April tahun ini [p] bagi (dl angka pecahan): dua -- lima; tiga -- empat [p] dng (memakai, menggunakan, dsb): dia menghubungi saudaranya -- telepon; Anda dapat mengirim uang -- wesel pos
perahan pe.rah.an [n] (1) hasil memerah: ~ limau; ~ kelapa; (2) air susu dr binatang ternak (sapi, kambing, dsb): bayinya diberi minum ~ , bukan susu ibunya; (3) yg diperah (diambil air susunya)
perang pandan upacara keagamaan di Bali, diadakan pd bulan kelima menurut kalender Bali, berupa perkelahian yg melibatkan puluhan pasang manusia yg bersenjatakan pandan berduri (batang dan daunnya) dan bertamengkan nyiru
perangkaian pe.rang.kai.an [n] (1) proses, cara, perbuatan merangkai; penghubungan; (2) kumpulan berbagai karangan, sajak, dsb; perentetan (peristiwa, kejadian, dsb); (3) penyusunan (kata, kalimat)
perbandingan per.ban.ding.an [n] (1) perbedaan (selisih) kesamaan: -- pasukan musuh dng pasukan kita adalah lima lawan dua; (2) persamaan; ibarat: -- bulan dng putri malam kurang tepat; (3) pedoman pertimbangan: pengalaman dapat dijadikan -- dl memecahkan masalah rumah tangga
perbatasan per.ba.tas.an [n] (1) batas; (2) daerah atau jalur pemisah antara unit-unit politik (negara); daerah dekat batas: daerah -- Indonesia di wilayah Kalimantan Barat meminta perhatian khusus
perbenturan per.ben.tur.an [n] perihal benturan; pertumbukan
pergam pulau pergam yg hidup di pulau kecil di kawasan Kepulauan Talaud (Sulawesi), Pulau Nanga di kawasan Kalimantan Utara dan Kepulauan Sulu, Filipina, panjang badannya mencapai 40 cm, tegap gemuk dengan kepala besar dan leher tebal, paruhnya kelabu kehitam-hitaman, Ducula pickeringi
pergi per.gi [v] (1) berjalan (bergerak) maju: ia -- ke kamar mandi; ia -- ke pasar; (2) meninggalkan (suatu tempat): ia sudah -- dr sini; (3) berangkat: setelah mengunci pintu rumah, dia -- ke tempat kerjanya; pukul lima pagi ia -- ke stasiun
peribahasa pe.ri.ba.ha.sa [n] (1) kelompok kata atau kalimat yg tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dl peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan); (2) ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku
permutasi per.mu.ta.si [n] (1) perbuatan atau proses mengubah letak urutan benda; perubahan urutan (angka-angka dsb); (2) Ling proses perubahan deret unsur-unsur kalimat
persegi per.se.gi [n] (1) segi empat sama sisi; bujur sangkar; (2) kuadrat: lima meter -- (5 m2) [v] bersegi; (2) n kuadrat: enam meter -(6 m2)
persis per.sis [a cak] (1) benar; secara pasti: saya tahu -- bahwa ketika itu di dl pesawat tidak ada bayi; (2) tepat: sekarang pukul lima --; (3) tepat betul (tt sasaran): bidikannya -- mengenai sasaran; (4) sama besar; serupa: wajah anak itu -- spt wajah ayahnya;
pertalian per.ta.li.an [n] (1) perhubungan; sangkut paut (kekeluargaan); perkariban: ~ kedua orang yg berbeda suku itu akhir-akhir ini semakin erat; (2) Ling hubungan antara unsur bahasa dl kesatuan yg utuh, msl pertalian antara kalimat dan kalimat dl wacana
pertuturan tak langsung per.tu.tur.an tak langsung [Ling] pertuturan dng menggunakan untuk maksud kalimat yg tidak umum pertuturan itu sendiri, msl permintaan yg disampaikan dng kalimat tanya
pesut pe.sut [n] ikan lumba-lumba air tawar yg banyak terdapat di Sungai Mahakam, Kalimantan; jenis lumba-lumba bermoncong pendek, dahi bulat, warna kelabu kebiru-biruan pd badan sebelah atas, pd badan bagian sebelah bawah berwarna lebih muda; Orcaella brevirostris
petak pe.tak [n] (1) bagian ruang yg bersekat; kotak: ruang perahu itu ada delapan --; (2) bilik kamar; kamar kecil: rumahnya disekat-sekat menjadi lima --; (3) piring (sebidang sawah yg dibatasi oleh pematang): sawahnya sepuluh --; (4) bedeng (persemaian yg akan ditanami): tanah ladang itu dijadikan beberapa -- [Jw n] (1) belang pd kepala; (2) belang putih pd dahi kuda: kuda -- , kuda yg berdahi belang putih [Jk n] -- kadal permainan anak-anak dng bilah bambu
petang pe.tang [n] waktu sesudah tengah hari (kira-kira dr pukul tiga sampai matahari terbenam); sore: pukul lima --; besok -- , (besok petangnya), petang sesudah hari ini [kl n] ke.pe.tang.an 1 n mata-mata; spion: beberapa orang ~ dan prajurit dibunuhnya; (2) a pandai mengenakan tipu muslihat; cerdik; licik: ada seorang prajurit terlalu amat ~ dan saktinya
petis pe.tis [n] makanan yg dibuat dr udang segar yg ditumbuk halus, direbus dng air abu merang dan dibumbui, berwarna hitam, kental, dan berbau tajam
pigmi pig.mi [n] suku bangsa di kawasan khatulistiwa Afrika, mempunyai tinggi badan di bawah lima kaki (1,5 m), terkenal sbg pembuat racun panah dan tembak yg sangat berbahaya
pilar pi.lar [n] (1) tiang penguat (dr batu, beton, dsb): sebuah monumen yg terdiri atas lima -- berdiri dng megahnya; (2) ki dasar (yg pokok); induk: partai itu disederhanakan menjadi tujuh organisasi --; (3) Kap tiang berbentuk silinder pejal atau berongga untuk menyangga balok geladak atau bagian konstruksi lain di kapal
pinjam pin.jam [v] me.min.jam v memakai barang (uang dsb) orang lain untuk waktu tertentu (kalau sudah sampai waktunya harus dikembalikan): ia ~ uang lima juta rupiah kpd bank; kami ~ majalah dr perpustakaan
pinjung pin.jung [n] cara membungkus dng daun pisang, biasa digunakan untuk membungkus bunga rampai, botok, penganan, dsb yg tidak basah, bentuknya spt limas
piramida pi.ra.mi.da [n] (1) bangunan dr batu yg berbentuk limas sbg tempat menyimpan mumi raja-raja Mesir dahulu; (2) bentuk atau bangun yg menyerupai segi tiga sama kaki yg sudutnya yg terbentuk oleh dua kaki itu berada di atas; limas
piramida terbalik bentuk atau bangun spt piramida yg puncaknya di bawah; (2) bentuk susunan naskah berita yg mendahulukan klimaks dan diikuti oleh bagian yg kurang penting sampai ke yg tidak penting
pis [n] (se)gulungan: hartawan itu menyerahkan sumbangan lima puluh -- kain seprei [v kp] pipis
piut pi.ut [n] generasi kelima (cucu dr cucu): urut-urutan ke bawah setelah anak adalah cucu, cicit, ~ , anggas
pleonasme ple.o.nas.me [n] pemakaian kata-kata yg lebih dp apa yg diperlukan, msl dl kalimat kita harus dan wajib saling menghormati
pokok po.kok [n] (1) segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- beringin; (2) batang kayu dr pangkal ke atas; pokok kayu: pd -- pohon karet itu terdapat banyak torehan; (3) uang yg dipakai sbg induk dl berniaga; modal: -- perusahaan itu lima juta; (4) harga pembelian: kain ini dijual di bawah harga --; (5) lantaran; sebab: itulah yg menjadi -- perselisihan; (6) asas; dasar; inti sari: -- pikiran; pd -- nya, dasarnya; (7) pusat (yg menjadi titik perhatian dsb); -- pembicaraannya ialah masalah remaja; (8) tergantung; terserah: jadi atau tidak, -- nya kpd tuan; (9) ki yg terutama; yg sangat penting: makanan --; pelaku --; perkara --; soal --; syarat --
pola po.la [n] (1) gambar yg dipakai untuk contoh batik; (2) corak batik atau tenun; ragi atau suri; (3) potongan kertas yg dipakai sbg contoh dl membuat baju dsb; model; (4) sistem; cara kerja: -- permainan; -- pemerintahan; (5) bentuk (struktur) yg tetap: -- kalimat: dl puisi, -- adalah bentuk sajak yg dinyatakan dng bunyi, gerak kata, atau arti
pola ilustratif pola organisasi karangan yg membuat pengertian suatu tesis atau kalimat pokok menjadi lebih jelas dng melalui pelbagai contoh, perbandingan, dan kontras
posisi sintaksis [Ling] posisi suatu unsur dl kalimat
positif po.si.tif [a] pasti; tegas; tentu: hal itu diketahuinya secara --; ia memberi jawaban yg --; ia mempunyai bukti -- akan keterlibatan orang itu; (2) a yakin: ia sangat -- akan kebenaran pendapatnya; (3) a bersifat nyata dan membangun: keadaannya menunjukkan perkembangan yg --; hasilnya sangat --; (4) a menunjukkan adanya penyakit, kondisi tertentu, dsb (tt hasil pemeriksaan): hasil tes menyatakan bahwa ia -- hamil; (5) a Fis lebih besar dp nol: bilangan --; (6) n potret yg sudah jadi (bukan klise atau film); (7) a Fis bermuatan listrik lebih tinggi dp yg lain (tt kutub), yg merupakan sumber arus listrik; (8) a tidak menyangkal (membantah, dsb); mengiakan (tt kalimat, pernyataan, ucapan, dsb): kalimat -- , kalimat yg tidak mengandung kata sangkalan (spt tidak, bukan)
prajurit satu pangkat tamtama peringkat kelima dl angkatan darat dan udara, satu tingkat di bawah prajurit kepala, satu tingkat di atas prajurit dua (tanda pangkatnya dua balok lurus mendatar berwarna merah yg ditempatkan di lengan baju)
predikat pre.di.kat [n] (1) Ling bagian kalimat yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara tt subjek; sebutan (dl kalimat); (2) nama, gelar kehormatan, dsb (yg dikenakan pd); (3) jenjang penilaian (dl ujian dsb) yg dinyatakan secara kualitatif: dia lulus dng -- sangat memuaskan
premis pre.mis [n] (1) apa yg dianggap benar sbg landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan; (2) asumsi; (3) kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika
pronominalisasi pro.no.mi.na.li.sa.si [n Ling] proses atau hasil pemakaian pronomina untuk menggantikan salah satu bagian kalimat
purut pu.rut [a] kasap berbintal-bintal (tt kulit):limau --
pusaka pu.sa.ka [n] (1) harta benda peninggalan orang yg telah meninggal; warisan: -- yg ditinggalkan kpd anaknya hanya berupa sawah lima petak; (2) barang yg diturunkan dr nenek moyang: keris --
ragung ra.gung [Mk] , te.ra.gung v tertumbuk; terbentur; terlanggar
rasio anak wanita jumlah anak wanita di bawah umur lima tahun (balita) per 1.000 wanita yg melahirkan
rata-rata ra.ta-ra.ta [a] (1) sama banyak di seluruh tempat: benih itu harus ditaburkan ~ di pesemaian; (2) disamakan saja tanpa memperhatikan perbedaan yg ada; pukul rata: duriannya memang ada yg besar dan ada yg amat kecil, tetapi ~ sedang dan manis rasanya; (3) hampir sama; berimbang jumlahnya: ~ pengeluarannya per bulan sama dng gajinya; (4) (angka, jumlah, dsb) diperoleh dr jumlah keseluruhan unsur dibagi banyaknya unsur: selama lima tahun ini pertambahan penduduk Indonesia ~ 2,5% setahun
redaksi re.dak.si [n] (1) badan (pd persuratkabaran) yg memilih dan menyusun tulisan yg akan dimasukkan ke dl surat kabar dsb): anggota -- majalah itu terdiri atas para ahli; (2) cara dan gaya menyusun kata dl kalimat: -- kalimat pengumuman itu kurang baik
redaksional re.dak.si.o.nal [a] mengenai cara dan gaya menyusun kata dl kalimat: selain berbagai perubahan -- , diadakan juga penambahan beberapa kalimat yg lebih dapat menjelaskan arti
referen re.fe.ren [n Ling] benda atau orang tertentu yg diacu oleh kata atau untaian kata dl kalimat atau konteks tertentu
rekrut rek.rut [n] (1) calon serdadu (dl tentara): sejak umur lima belas tahun ia sudah memasuki -- militer; (2) anggota baru
repetisi re.pe.ti.si [n] (1) ulangan (pelajaran); (2) latihan; (3) Sas gaya bahasa yg menggunakan kata kunci yg terdapat di awal kalimat untuk mencapai efek tertentu dl penyampaian makna ulangan (sandiwara dsb): -- perlu diadakan pd setiap menjelang pementasan
retardasi mental gangguan perkembangan inteligensi, disebabkan oleh gangguan sejak dl kandungan sampai masa perkembangan dini sekitar lima tahun
ringan ri.ngan [a] (1) dapat diangkat dng mudah; sedikit bobotnya; enteng: kayu ini --; (2) ki tidak membahayakan; tidak parah: lima orang luka --; (3) ki mudah dikerjakan: pekerjaan itu -- sekali; (4) ki sedikit (tidak besar) jumlahnya: pajaknya --; (5) ki sebentar (tidak lama): hukumannya -- , tidak berat
ritul ri.tul [v] , me.ri.tul v (1) mengadakan perubahan; merombak; (2) memecat atau memberhentikan dr jabatan dan mengganti dng pegawai lain: dl masa satu tahun pemimpin perusahaan itu telah ~ lima orang karyawannya
rombong rom.bong [n] (1) bakul besar yg bertutup, terutama yg dibuat dr daun mengkuang (untuk tempat padi); (2 a) kambut besar dr daun pandan tempat menyimpan padi atau beras; (b) kambut kecil dr daun pandan tempat menyimpan sirih dng alat-alatnya atau tempat menyimpan jahitan , me.rom.bong v (1) merupakan rombongan; bergabung menjadi rombongan; (2) bertumpuk-tumpuk banyak sekali (lebih dr penuh) [n] kereta dorong untuk berjualan pedagang kaki lima
rontok ron.tok [v] (1) jatuh atau gugur dl jumlah yg banyak (tt buah-buahan, daun-daunan): angin kencang dan kemarau panjang telah membuat daun pepohonan --; (2) luruh (tt bulu, rambut, dsb): rambutnya jadi -- setelah ia melahirkan anaknya yg kelima; (3) lepas; mengelupas (tt cat, bedak): cat tembok itu sudah --; (4) banyak tanggal (tt gigi): giginya -- akibat kecelakaan; (5) ki kalah: para pemain kita -- di semi final
rubung ru.bung [v] me.ru.bung v mengerumuni; mengelilingi: orang-orang ~ tukang jual obat di kaki lima
rujak ru.jak [n] makanan yg dibuat dr buah-buahan kadang-kadang disertai sayuran yg diiris (ditumbuk dsb), kemudian diberi bumbu yg terdiri atas asam, gula, cabai, dsb
rujak bebek rujak yg bahannya ditumbuk sampai lumat; rujak tumbuk
rukun Islam tiang utama dl agama Islam, mengikrarkan dua kalimat syahadat, mendirikan salat, berzakat, berpuasa, dan mengerjakan ibadah haji jika mampu
rumah panjang rumah tempat sundal; rumah pelacuran; (2) rumah kediaman suku Iban di Kalimantan, bentuknya panjang
rumah sakit ru.mah sa.kit [n] (1) gedung tempat merawat orang sakit; (2) gedung tempat menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yg meliputi berbagai masalah kesehatan; -- bersalin rumah sakit yg khusus melayani pemeriksaan ibu hamil, ibu yg akan melahirkan, dan kesehatan anak di bawah usia lima tahun: dl rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dibangunlah -- bersalin; -- jiwa rumah sakit yg khusus merawat orang yg sakit jiwa: orang gila zaman dahulu banyak yg dipasung, tetapi sekarang telah banyak yg dibawa ke -- jiwa
rumus ru.mus [n] (1) ringkasan (hukum, patokan, dsb dl ilmu kimia, matematika, dsb) yg dilambangkan oleh huruf, angka, atau tanda: -- kimia untuk air ialah H2O; (2) pernyataan atau simpulan tt asas, pendirian, ketetapan, dsb yg disebutkan dng kalimat yg ringkas dan tepat
rusa bawean rusa yg berasal dr Pulau Bawean, tubuhnya agak kecil, tingginya 0,6 m, warna permukaan tubuh berwarna cokelat cerah, punggung berwarna lebih tua, sisa permukaan tubuh berwarna putih, termasuk langka dan dilindungi oleh undang-undang; Axis kuhlii; -- sambar rusa yg tubuhnya gemuk, beratnya mencapai dua kuintal lebih, berangga pendek, badan berwarna kehitam-hitaman, terdapat di Sumatra dan Kalimantan Cervus nicolor
sajak tengah sajak yg disusun berdasarkan letak kata-kata dl larik-larik, dan yg bersajak adalah kata-kata yg terdapat di tengah-tengah kalimat
sakang sa.kang [n] roh jahat dl kepercayaan suku Dayak Sungkung di Kalimantan Barat
sakit tropis penyakit yg timbul dan berjangkit di daerah tropis: pd tahun 2010 pakar kesehatan meramalkan angka kematian akibat lima macam -- tropis akan meningkat dr dua juta menjadi lebih dr empat juta per tahun
sakrum sak.rum [n Anat] bagian tulang punggung yg terdiri atas lima ruas tulang yg menyatu, terletak di bawah deretan ruas tulang pinggang; tulang kelangkang
salat maktubah salat yg diwajibkan lima kali sehari semalam; salat lima waktu
salat wajib salat fardu yg dilaksanakan lima waktu dl sehari semalam, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya
salju tua salju yg telah membutir dan padat krn berbagai proses pencairan dan pembekuan ulang serta sublimasi
sambal sam.bal [n] makanan penyedap yg dibuat dr cabai, garam, dsb yg ditumbuk, dihaluskan, dsb, biasanya dimakan bersama nasi
sambal goang sambal yg dibuat dr cabai rawit dan garam, ditumbuk dl cobek, biasanya dimakan dng lalap
sambal kemiri sambal yg dibuat dr cabai dan kemiri yg dibakar atau digoreng kemudian ditumbuk dng bumbu lainnya
sampiran sam.pir.an [n] (1) gantungan; sampaian; (2)paruh pertama pd pantun, yaitu baris kesatu dan kedua berupa kalimat yg biasanya hanya merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan dng bunyi kata pd isi pantun (biasanya kalimat pd sampiran tidak ada hubungannya dng bagian isi)
sandera san.de.ra [n] (1) orang yg ditawan untuk dijadikan jaminan (tanggungan): lima orang pegawai kedutaan telah dijadikan -- oleh kaum teroris; (2) orang yg tergadai (bekerja di tempat orang untuk tanggungan utang)
sandi asma nama yg dirahasiakan dl kata-kata atau kalimat lagu; nama diri yg disamarkan dl karangan
sangan sa.ngan [n] alat yg terbuat dr tanah liat untuk menggoreng sesuatu tanpa minyak: semua bumbu digoreng dng -- , lalu ditumbuk halus
sangga sang.ga [n] sesuatu yg digunakan untuk menyangga (menopang dsb); penyangga; penopang [Jw n] ukuran banyaknya padi yg sama dng lima ikat: di lumbung masih terdapat -- padi [n] majelis biksu Buddha yg keanggotaannya dapat dr segala kasta, merupakan bagian dr tiga pokok keimanan dl agama Buddha [n] satuan terkecil dl pramuka
santiaji san.ti.a.ji [n] pemberian petunjuk atau pengarahan mengenai strategi kerja (terkadang disertai peragaan atau pelatihan); taklimat
sat kecil sat berukuran lima gantang
sebutan se.but.an [n] (1) sesuatu yg disebut atau disebutkan; panggilan; nama; gelar: ia disangka orang kaya, tetapi -nya saja kaya, sebenarnya tidak; buku itu dl -- berharga Rp10.000,00, sebenarnya hanya Rp9.000,00; (2) panggilan; nama; gelar: ia memperoleh -- "macan bola" krn ia pemain sepak bola yg ulung; (3) kutipan: dl karangan tercantum berpuluh-puluh -- dr berbagai-bagai kitab karangan orang-orang pandai; (4) lafal; ucapan: -- untuk huruf W adalah /wE/; (5) sesuatu yg selalu dipercakapkan orang; buah mulut; gamit-gamitan: ia menjadi -- banyak orang krn perbuatannya; (6) Ling bagian kalimat yg menceritakan atau memberi pernyataan tt pokok kalimat; predikat, msl "menangis" dl kalimat Adik menangis adalah sebutan
sederhana se.der.ha.na [a] (1) bersahaja; tidak berlebih-lebihan: hidupnya selalu --; (2) sedang (dl arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dsb): harga --; (3) tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dsb); tidak banyak pernik; lugas: ia menerangkan dng kalimat-kalimat yg --
sedikitnya se.di.kit.nya [adv] (1) sekurang-kurangnya; setidak-tidaknya; paling sedikit: -- lima keluarga kehilangan tempat tinggal krn peristiwa kebakaran itu; (2) meski sedikit, tetapi ...: walaupun hanya tamatan sekolah dasar, -- engkau telah berpendidikan juga; (3) jumlahnya sedikit: banyak --, banyaknya (jumlahnya, bilangannya)
seduit se.du.it [n] lima perenam (5/6) sen uang zaman Belanda
segi se.gi [n] (1) sisi (garis pd tepi bidang): -- tiga (empat, lima, dsb); (2) sanding (garis penjuru pd kubus, limas, dsb): tiang batu pualam delapan -- nya; (3) lajur atau pias pd kertas dsb (spt pd blangko wesel pos): -- ini tempat untuk menuliskan alamat pengirim; (4) faset (bidang kecil-kecil pd permukaan intan, berlian, dsb): segi-segi pd intan ini tidak sama luasnya; (5) aspek: jika dilihat dr -- ini, hasil rapat itu merugikan kita
segi empat (lima dsb) bidang yg bersisi empat (lima dsb)
segmen seg.men [n] (1) Mat tembereng; (2) Bot ulas (tt limau), pangsa (tt durian), dsb; (3) bagian; (4) Bio satuan rangkaian yg pd dasarnya mempunyai struktur yg sama; bagian ruas tubuh yg berbentuk cincin, spt ruas tubuh cacing tanah; (5) golongan; daerah; (6) Ling satuan bahasa yg diabstraksikan dr kesatuan wicara atau teks
sekam se.kam [n] kulit padi (sesudah padi ditumbuk)
sekedudukan se.ke.du.duk.an [v] sama tingkatan atau jabatannya: seorang panglima daerah dan seorang gubernur adalah ~
selapan se.la.pan [num] (1) Mk delapan; (2) Sd sembilan; (3) Jw tiga puluh lima hari
selawe se.la.we [num] dua puluh lima [num cak] dua puluh lima
selebriti se.le.bri.ti [n] orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis): lima wanita -- Amerika berlibur di Bali
semangat se.ma.ngat [n] (1) roh kehidupan yg menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan): seorang dukun di desanya dapat memanggil --; (2) seluruh kehidupan batin manusia: -- budak dan -- pengemis harus kita berantas sampai ke akar-akarnya; (3) isi dan maksud yg tersirat dl suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dsb): bertentangan dng -- perjanjian; (4) kekuatan (kegembiraan, gairah) batin: -- rakyat semakin berkobar setelah mendengar pidato itu; (5) perasaan hati: terpengaruh oleh -- kedaerahan; (6) nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb: hendaknya diusahakan supaya -- bekerja para pegawai negeri jangan luntur; jatuh -- , hilang keberanian; cabar hati; kecut hati
semantik se.man.tik [n Ling] (1) ilmu tt makna kata dan kalimat; pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata; (2) bagian struktur bahasa yg berhubungan dng makna ungkapan atau struktur makna suatu wicara
semantik kombinatoris [Ling] cabang semantik yg menyelidiki hubungan antara makna kalimat dan makna kata atau makna morfem yg membentuknya
semboyan sem.bo.yan [n] (1) tanda atau alamat untuk memberitahukan sesuatu (tt bunyi kentungan, nyala api, lambaian bendera, dsb): kentungan di balai desa itu dipukul sbg -- agar penduduk desa berkumpul; tembakan peluru berasap itu sbg -- serangan dimulai; (2) kata atau perkataan rahasia yg dipakai sbg alamat untuk mengetahui (mengenal) kawan sendiri: pd malam itu -- yg dipakai oleh pasukan kita "elang" dan "gagak"; (3) perkataan atau kalimat pendek yg dipakai sbg dasar tuntunan (pegangan hidup); inti sari suatu usaha dsb; slogan; moto: " Bhinneka Tunggal Ika" ialah -- Republik Indonesia;"sekali murah, tetap murah", itulah -- tokonya
sempurna sem.pur.na [a] (1) utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela): alam yg indah ini adalah ciptaan Tuhan yg sangat --; dng selesainya pekerjaan ini, -- sudahlah tugas Anda; (2) lengkap; komplet: ia lahir muda dan belum --; kalimat --; (3) selesai dng sebaik-baiknya; teratur dng sangat baiknya: segala perintah dilakukan dng --; (4) baik sekali; terbaik: saat yg -- untuk meminta maaf adalah pd hari Lebaran
senapati se.na.pa.ti [kl n] pemimpin tentara; panglima perang
sengir se.ngir [a] rasa (bau) sbg rasa (bau) kulit limau , me.nye.ngir v mengangkat hidung (menunjukkan ketidaksenangan dsb)
sepaling se.pa.ling [n] yg satu paling: kalimat ~ itu saya maklumi maknanya
seperempat jam se.per.em.pat jam lima belas menit
seperseratus se.per.se.ra.tus [num] (1) satu dibagi seratus (1/100); (2) persen: lima ~ , 5%, lima perseratus (5/100)
sersan satu pangkat bintara peringkat kelima dl ketentaraan, satu tingkat di bawah sersan kepala, dan satu tingkat di atas sersan dua (tanda pangkatnya dua bengkok kuning menyerupai huruf V yg ditempatkan di lengan baju)
sidratulmuntaha sid.ra.tul.mun.ta.ha [n Isl] tempat paling tinggi dan paling akhir di atas langit ketujuh yg dikunjungi Nabi Muhammad saw. ketika mikraj, di tempat itu Nabi melihat Malaikat Jibril dl bentuk yg asli dan menerima perintah salat lima waktu
sih [p cak] (1) kata penambah atau penegas dl kalimat tanya, menyatakan masih bimbang atau belum pasti benar; gerangan: siapa -- yg mengambilnya?; (2) memang; sebenarnya: bagus -- bagus, tetapi harganya selangit
simpel sim.pel [a cak] (1) mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit); sederhana: berikan contoh yg -- saja; (2) tunggal (tt kalimat yg terdiri atas satu subjek, predikat, dan atau tanpa objek): kalimat --
sin- (sim- [bentuk terikat] (1) dengan; bersama: sinklimal; (2) sama: sinonim
singkir sing.kir [v] me.nying.kir v (1) menyisih supaya tidak terbentur (tertabrak, tertumbuk, dsb) oleh orang (kendaraan dsb); mengelak: kalau tidak lekas-lekas -, dia pasti terserempet mobil itu; (2) menjauh dr (perbuatan jahat dsb); meninggalkan: kalau mau selamat, engkau harus -- dr jalan hidup yg sesat itu; (3) menyelamatkan diri (dr peperangan dsb); mengungsi: beratus-ratus rakyat -- ke luar kota; (4) mengedari sambil berjalan berjengkek-jengkek (spt ayam jantan mengedari betinanya): sbg ayam jantan -(kan) betinanya
sintaksis sin.tak.sis [n Ling] (1) pengaturan dan hubungan kata dng kata atau dng satuan lain yg lebih besar; (2) cabang linguistik tt susunan kalimat dan bagiannya; ilmu tata kalimat; (3) sub-sistem bahasa yg mencakup hal tsb
skors [v] men.skors v (1) memecat atau menghentikan untuk sementara waktu (dr jabatan, keanggotaan suatu perkumpulan, dsb): gubernur -- bawahannya selama satu bulan; (2) menunda atau menghentikan untuk sementara (rapat, sidang pengadilan, dsb): hakim ketua -- sidang selama lima menit
skripsi skrip.si [n] karangan ilmiah yg wajib ditulis oleh mahasiswa sbg bagian dr persyaratan akhir pendidikan akademisnya: ia menyusun -- selama hampir lima bulan
slof [n] kemasan rokok berisi 5, 10, atau 20 bungkus: ia mampu menghabiskan lima -- rokok dl sebulan
slogan slo.gan [n] (1) perkataan atau kalimat pendek yg menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu: negara ASEAN berpegang pd -- untuk tetap hidup berdampingan secara damai; (2) perkataan atau kalimat pendek yg menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dsb: usaha peningkatan kesejahteraan rakyat tetap merupakan -- yg selalu memikat
soal so.al [n] (1) apa yg menuntut jawaban dsb (pertanyaan dl hitungan dsb): sekalian -- tt keuangan supaya dikumpulkan, nanti akan dijawab satu per satu; ia tidak dapat mengerjakan -- nomor lima; (2) hal yg harus dipecahkan; masalah: -- banjir di Jakarta semakin mengkhawatirkan; (3) hal; perkara; urusan: pembicaraan kami melantur ke -- yg dikhawatirkannya
staf [n] (1) Adm sekelompok orang yg bekerja sama membantu seorang ketua dl mengelola sesuatu: -- redaksi majalah dinding di sekolah kami berjumlah lima orang; ia berkedudukan sbg -- pimpinan di kantor itu; (2) sekelompok perwira yg memimpin (mengatur dsb) tentara: ia adalah salah seorang kepala -- dl kesatuan angkatan laut; (3) bagian organisasi yg tidak mempunyai hak memberikan perintah, tetapi mem-punyai hak membantu pimpinan, memberikan nasihat, dsb
strata satu tingkat pendidikan yg memberikan gelar sarjana setelah empat sampai lima tahun masa pendidikan; S1
strata tiga tingkat pendidikan tertinggi di perguruan tinggi selama tiga sampai lima tahun setelah S2
struktur batin [Ling] struktur yg dianggap mendasari kalimat atau kelompok kata
struktur frase [Ling] pengaturan unsur kalimat untuk membentuk satuan yg lebih besar, msl frasa nominal ditambah frasa verbal untuk membentuk kalimat
struktur sintaksis [Ling] subsistem bahasa tempat unsur-unsur kalimat dan hubungannya secara horizon-tal yg dianalisis dl sintaksis
struktur tematis [Ling] aspek struktur kalimat yg menghubungkan kalimat itu dng konteksnya
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
subjek politik pemeran politik; -- psikologis topik suatu kalimat, msl orang itu dl kalimat orang itu rumahnya jauh
subordinasi sub.or.di.na.si [n] (1) kedudukan bawahan (terutama dl kemiliteran); (2) Ling penggabungan dua unsur gramatikal dng cara sedemikian rupa sehingga yg satu terikat kpd yg lain; hubungan antara klausa terikat dan klausa bebas dl sebuah kalimat
sukat su.kat [n] (1) takaran yg isinya empat gantang: beras lima --; (2) ukuran (panjang, luas, isi); sukatan [kl p] asalkan; kalau: adapun negeri Malaka itu -- binasa maka barulah puas hatiku
sundai sun.dai [Mk n] limau -- jeruk purut yg besar (dipakai untuk menggulai)
sunting sun.ting [n] hiasan (bunga dsb) yg dicocokkan di rambut atau di belakang telinga [v] me.nyun.ting v (1) menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dng memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat); mengedit: pekerjaan -- naskah yg betul-betul menjadi naskah yg siap untuk dicetak memerlukan keterampilan khusus; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dng cara memotong-motong dan memasang kembali
susunan su.sun.an [n] (1) sesuatu yg sudah diatur (disusun dsb) dng baik (tt organisasi, karang-mengarang, dsb): -- panitia penyambutan tamu; -- kalimat dl karangan itu cukup baik; (2) sesuatu yg sudah disusun (ditumpuk); tumpukan: -- buku itu belum diikat; (3) hasil menyusun
syahadatain sya.ha.da.ta.in [n] dua kalimat syahadat
tabrakan tab.rak.an [n] hasil bertabrakan; tumbukan; tubrukan (mobil dng sepeda motor dsb): dl ~ itu dua orang meninggal dan tiga orang luka parah
tafsiran taf.sir.an [n] penjelasan atau pendapat (tt suatu kata, kalimat, cerita, dsb); interpretasi; hasil menafsirkan
tageh ta.geh [n] ikan yg dapat dimakan sbg ikan segar atau ikan asin, hidup di muara sungai di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Maluku, rasanya enak; Macrones micriceps
tahan ta.han [a] (1) tetap keadaannya (kedudukannya dsb) meskipun mengalami berbagai-bagai hal; tidak lekas rusak (berubah, kalah, luntur, dsb): kayu spt ini tidak -- kena panas matahari; (2) kuat atau sanggup menderita (menanggung) sesuatu: petapa harus -- lapar dan -- menderita; (3) dapat menyabarkan (menguasai) diri; betah: ia tidak -- tinggal di asrama; (4) sanggup dan tidak lekas merasa jijik (kasihan dsb): dia tidak -- melihat mayat korban pembunuhan itu; saya tidak -- mendengar rintihan anak itu; (5) cukup (sampai atau hingga): sediaan air hanya -- untuk lima hari [v] me.na.han.kan v memasang jerat (bubu, belat, dsb)
tahlil tah.lil [n] (1) Isl pengucapan kalimat tauhid l? il?ha illallah 'tidak ada Tuhan selain Allah' secara berulang-ulang; (2) nyanyian pujian [n] pengesahan perkawinan antara suami dan istri yg telah menjatuhkan talak tiga kali dng perantaraan muhalil
tajuk berita kalimat pendek atau frasa yg ditempatkan secara mencolok pd sebuah berita dng menggunakan huruf yg menonjol; berita pokok; berita utama
takarir gambar ta.ka.rir gambar [Kom] keterangan yg biasanya terdiri atas satu atau beberapa kalimat yg menjelaskan isi dan maksud gambar
takir ta.kir [n] wadah atau tempat makanan dr daun pisang dsb yg disemat dng lidi pd kedua sisinya; limas
talbiah tal.bi.ah [n Isl] pengucapan kalimat Labbaika Allahumma labbaik 'aku menyerahkan diri kpd-Mu, ya Allah', diucapkan waktu memulai ihram haji dan/atau umrah
talkin tal.kin [n] hal membisikkan (menyebutkan) kalimat syahadat dekat orang yg hendak meninggal atau (dl bentuk doa) untuk mayat yg baru dikuburkan
tanda pisah tanda baca (-) yg membatasi penyisipan kata atau kalimat yg memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat
tanda tanya tanda baca (") yg terdapat pd akhir kalimat tanya; (2) sesuatu yg memerlukan jawaban atau yg kebenarannya masih diragukan
tanda titik tanda baca (.) yg dipakai antara lain pd akhir kalimat yg bukan pertanyaan atau seruan
tapak dara ta.pak da.ra [n] tanaman hias, bunganya di ujung batang atau cabang, berbentuk lingkaran lima helai mahkota, berwarna putih, merah muda, atau merah tua; Selaginella plana
tartir tar.tir [n] zat asam yg terdapat dl buah-buahan yg masam (limau dsb) [a cak] sedikit-sedikit: kalau membeli minyak tanah jangan -- , lebih baik sekaligus sekaleng
tasmik tas.mik [n Isl] seruan samiall?hu liman hamidah dl salat
tasyhid tasy.hid [n] hal mengucapkan kalimat syahadat; pengakuan iman (dng mengucapkan kalimat syahadat)
tatar ta.tar, ta.tar.an gramatikal [Ling] bagian telaah struktur bahasa yg berkaitan dng sistem kata, frasa, klausa, dan kalimat
Taurat Tau.rat [n] (1) kitab suci yg diturunkan Allah kpd Nabi Musa a.s.; (2) hukum Nabi Musa a.s. yg dianut oleh orang Yahudi; (3) kitab Perjanjian Lama, terutama Pentateuch (lima buah kitab yg diturunkan kpd Nabi Musa a.s.), yaitu: Kejadian (Genesis), Keluaran (Exodus), Imamat (Letviticus), Bilangan (Numeri), dan Ulangan (Deuteonomium)
taut ta.ut [v] ber.ta.ut 1 menutup (berkatup) kembali; menjadi rapat (tt sesuatu yg renggang, bercerai, luka, dsb): luka itu berangsur kering dan ~; (2) berpaut (pd, dng); jalin-menjalin: belukar kecil yg bertemu dan ~ daun dan rantingnya; (3)berpegangan (bergandengan, berjabatan) tangan; (4) tumbuh serta melekat menjadi satu berlekatan (pd, dng): kelopak bunga yg terdiri atas empat atau lima helai itu, ada yg bercerai-berai dan ada pula yg ~; (5) bertemu (spt sungai dng sungai, garis dng garis, dsb): air dan langit keduanya ~ pd satu titik pandang; (6) ki melekat kpd (dl arti ditujukan atau dipusatkan kpd); tertuju kpd; terpusat kpd: matanya ~ pd gadis itu; (7) ki berhubungan (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): pendidikan Pancasila ~ dng pendidikan moral [n] tali yg diberi berkail (untuk menangkap ikan): anak-anak membuat -- untuk memancing ikan
tawajuh ta.wa.juh [Ar v] ber.ta.wa.juh v menghadapkan diri dan membulatkan hati kpd Allah: dl sehari semalam umat Islam paling sedikit ~ sebanyak lima kali
tebung te.bung [n] alat musik (dr Kalimantan Barat), berupa genderang dng bingkai panjang dr bambu, selaput suaranya dr kulit, biasanya dimainkan bersama seruling dan rebab bambu berdawai tiga
teka teki te.ka te.ki [n] (1) soal yg berupa kalimat (cerita, gambar) yg dikemukakan secara samar-samar, biasanya untuk permainan atau untuk mengasah pikiran msl yg digantungkan di atas, yg menggantungkan di bawah, orang menaikkan layang-layang; tebakan; terkaan; (2) hal yg sulit dipecahkan (kurang terang, rahasia)
tekoran te.kor.an [Jk n] kelongsong kue yg dibuat dr daun pisang dsb; takir; limas
tel [n cak] bilangan (yg disebutkan berturut-turut): lima -- , satu, dua, tiga, empat, lima
tematisasi te.ma.ti.sa.si [n] proses pengaturan unsur, amanat sedemikian rupa sehingga penegasan atau penekanan terletak pd tempat yg wajar dl kalimat
tempoh tem.poh [v] (1) berhenti (tidak bekerja lagi dsb): tidak -- (tidak -- nya) tidak ada berhentinya; selalu: tidak -- lagi (dng tidak -- ), dng segera; (2) mengaso; beristirahat: boleh -- sebentar kalau lelah; (3) cak tidak masuk kerja (bersekolah dsb): ia acap kali minta -- kpd atasannya; anak itu ditegur wali kelasnya krn -- lima hari; (4) cak waktu -- (hari -- ) libur; vakansi: sekolah sedang --; waktu -- bulan Puasa yg baru lalu ini mereka ke Bandung; (5) bervakansi; berlibur: maksudnya hendak -- ke tempat dingin
temporal tem.po.ral [a] (1) berhubungan atau mengenai waktu: dinamakan relasi -- apabila dl bagian kalimat yg satu diberikan keterangan waktu; (2) berkenaan dng waktu-waktu tertentu
tenar te.nar [a] (1) sudah sangat diketahui orang banyak; ternama; masyhur: Einstein menjadi -- krn teori relativismenya; (2) gaduh; gempar; onar: keadaan di istana itu menjadi -- oleh sikap dan tindakan panglima yg menentang sang raja
tengah tiga ribu rupiah dua ribu lima ratus rupiah
tengkalak teng.ka.lak [n] lukah panjang berbentuk limas; bubu: setiap hari dipasangnya -- di lubuk sungai dekat rumahnya
tepung te.pung [n] (1) barang yg lumat-lumat (krn ditumbuk, digiling, dsb): -- beras; -- gandum; -- jagung; (2) serbuk yg lumat; bubukan
tepung tulang tulang yg digiling sampai menjadi tepung untuk bahan makanan ternak; (2) pupuk terbuat dr tulang yg ditumbuk setelah lemak gelatin dan bahan-bahan lain dikeluarkan dr tulang itu
terbentur ter.ben.tur [v] (1) terlanggar; tertumbuk: ia pingsan krn kepalanya -- tembok; (2) terjumpa sesuatu yg menghalangi atau menghambat: semua rencana usahanya gagal krn -- biaya produksi yg sangat tinggi
terdempok ter.dem.pok [v] tertumbuk (pd); terbentur (pd): ~ bahuku pd ambang pintu
terdiri ter.di.ri [v] (1) tiba-tiba berdiri: tahanan itu ~ hendak menyerang penjaganya; (2) telah berdiri; sudah didirikan: gedung itu ~ sejak tahun 1928; (3) terjadi: para penyandera itu ~ atas lima orang
tergarap ter.ga.rap [v] dapat atau sudah dikerjakan (tt pekerjaan): sawah yg lima hektar itu sudah ~ semuanya
terjalin ter.ja.lin [v] (1) terangkaikan (terkait) antara yg satu dan yg lain; (2) terangkai; tersusun (tt kata-kata atau kalimat): ~ kata-kata mesra; (3) teranyam; (4) terikat: ~ hubungan mesra antara dua remaja itu
terjaring ter.ja.ring [v] (1) kena jaring; (2) tertangkap secara tiba-tiba: lima pemuda pengedar obat terlarang ~ petugas ketika operasi kamtibmas dilancarkan
terpotong ter.po.tong [v] (1) terpenggal; kena potong; (2) sudah dipotong (dipenggal, diputus); (3) kena pengurangan (tt gaji, harga); (4) tidak sengaja sudah digunting (tt bahan pakaian); (5) kena tebang (tt pohon, kayu); (6) teriris (tt roti, daging, dsb); (7) terpendekkan (tt kata, kalimat, nama); (8) terselang (tt perkataan orang)
terputus-putus ter.pu.tus-pu.tus [adv] (1) terpenggal-penggal; terpotong-potong: ~ menjadi lima bagian; (2) sebentar-sebentar berhenti (tt aliran atau arus): arus listriknya tidak stabil, sering ~; (3) tersendat-sendat: suara isak tangisnya ~
tersampuk ter.sam.puk [v] terlanggar; tertumbuk; terbentur: kakinya -- batu sehingga terluka
tersisip ter.si.sip [v] (1) termasuk atau termuat di dalamnya; terselip; terselit; terkandung: di dl tanggapannya -- kritik dan saran kpd pemerintah; dl sebuah kalimat kadang-kadang -- sebuah kalimat lain; (2) sudah disisip(kan)
tertubruk ter.tub.ruk [v] terlanggar (kereta, mobil, dsb); tertumbuk
tetap te.tap [v] selalu berada (tinggal, berdiri, dsb) di tempatnya: orang tuanya -- tinggal di dusun; (2) a tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dsb): kalimat itu terbentuk menurut pola-pola -- dan tertentu; (3) v tidak berpindah-pindah; tidak beranjak: bertiup angin timur yg -- arahnya; (4) adv selalu demikian halnya (tt keadaan, perbuatan, dsb): sampai kini ia masih -- menjadi bupati; sekali merdeka -- merdeka; (5) adv tidak putus-putusnya; selalu; terus: matanya -- melihat pd satu tempat saja; biar bagaimanapun ia -- hendak mempertahankan haknya; (6) adv untuk selamanya (tidak untuk sementara): bangunan --; pegawai --; pembantu --; (7) a kekal selama-lamanya; lestari: di dunia ini tiada sesuatu pun yg --; mudah-mudahan persahabatan kita -- hingga akhir zaman; (8) a sudah pasti (tentu): tempat dan harinya sudah --; pajaknya sudah --; pekerjaannya tidak -- , tidak tentu [v] me.ne.tap v mengesat atau mengeringkan (sesuatu yg basah, spt tulisan tinta dsb) dng cara menekankan barang yg dapat mengisap (spt kertas kembang dan kain): ia ~ air matanya dng saputangan; ia segera ~ tinta pd tulisannya supaya cepat kering
tetapi te.ta.pi [p] kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yg bertentangan atau tidak selaras: orang itu kaya, -- kikir; rumah ini besar, -- sudah rusak; akan -- , penghubung antarkalimat atau antarparagraf untuk menyatakan hal yg bertentangan atau tidak selaras: akan -- , masalahnya tidak semudah itu
tetes te.tes [n] benda cair (air dsb) yg jatuh menitik krn berat; titik: beberapa -- air matanya menitik dr kedua kelopak matanya; takaran obat itu sekali minum lima -- [n] cairan sisa penghabluran gula; ceng: -- dapat dibuat alkohol
tiap ti.ap [a] (1) satu ...: -- anak menerima lima ribu rupiah; -- rumah dihuni oleh satu keluarga inti dng dua orang anak asuh; (2) saban: -- menit; -- tahun [n] (1) sekali makan atau minum (tt obat); dosis; (2) uang kunci (untuk menyewa rumah)
timbun tim.bun [n] tumpukan sesuatu; longgok (yg besar dan tinggi): dua -- kayu bakar; lima -- pasir; ditumpuknya padi itu menjadi tiga --
tingkalak ting.ka.lak [Mk n] bubu yg berbentuk limas panjang; lukah
tingkat ting.kat [n] (1) susunan yg berlapis-lapis atau berlenggek-lenggek spt lenggek rumah, tumpuan pd tangga (jenjang): rumah tiga --; tangga lima belas --; (2) tinggi rendah martabat (kedudukan, jabatan, kemajuan, peradaban, dsb); pangkat; derajat; taraf; kelas: duta besar sama -- nya dng menteri; pangkatnya lebih tinggi dua -- dp sersan, tidak memandang -- dan golongan; (3) batas waktu (masa); sempadan suatu peristiwa (proses, kejadian, dsb); babak(an); tahap: perundingan sudah sampai pd -- yg terakhir
titik ti.tik [n] noktah (pd huruf, tanda, tanda baca, dsb): setiap kalimat berita diakhiri dng tanda -- [n] (1) butiran kecil yg jatuh (tt air, embun, dsb); (2) jatuh menetes (tt air, embun, dsb)
titik koma tanda baca berupa titik dan koma (;) untuk menandai bagian kalimat yg sejenis dan setara, juga untuk memisahkan kalimat yg setara dl kalimat majemuk sbg pengganti kata penghubung
topikalisasi to.pi.ka.li.sa.si [n Ling] pengubahan salah satu unsur kalimat menjadi topik
transkripsi tran.skrip.si [n Ling] (1) pengalihan tuturan (yg berujud bunyi) ke dl bentuk tulisan; (2) penulisan kata, kalimat, atau teks dng menggunakan lambang-lambang bunyi
transmutasi trans.mu.ta.si [n] (1) pemindahan; (2) Ling penggunaan kata dl kalimat dng kategori yg berbeda tanpa mengubah bentuknya, spt kata untung dalam untung dia cepat datang dan dia bekerja tanpa memikirkan untung rugi; (3) El proses nuklir yg mengubah suatu inti menjadi inti unsur lain
truk peti kemas truk pengangkut barang dl kemasan besar berukuran berat, dng tonase di atas lima belas ton
tubruk tub.ruk [n] (1) lompatan hendak menerkam (menangkap dsb); (2) terpa; tumbuk: jangan kau -- pot itu
tubrukan tub.ruk.an [n] (1) hal atau peristiwa bertubrukan; tumbukan (mobil dsb); (2) cak bertubrukan; berlanggaran
tugas tu.gas [n] (1) yg wajib dikerjakan atau yg ditentukan untuk dilakukan; pekerjaan yg menjadi tanggung jawab seseorang; pekerjaan yg dibebankan: pegawai hendaklah menjalankan -- masing-masing dng baik; kerjakan -- Saudara baik-baik; (2) suruhan (perintah) untuk melakukan sesuatu: beliau diberi -- menyelidiki keadaan rakyat di pulau itu; surat -- , surat perintah; (3) Ling fungsi (jabatan): terangkan -- akhiran "-lah" pd kata "minumlah" dl kalimat itu; (4) Huk fungsi yg boleh tidak dikerjakan [Lihat {tukas}]
tulah tu.lah [n] kemalangan yg disebabkan oleh kutuk, krn perbuatan yg kurang baik thd orang tua (orang suci dsb), atau krn perbuatan melanggar larangan; walat: ia menerima -- krn perbuatannya yg tidak baik kpd orang tuanya [n cak] tambahan (gaji dsb): gaji lima ratus ribu dan ~ nya lima ribu rupiah
tulang kelangkang bagian tulang punggung yg terdiri atas lima ruas tulang yg menyatu, terletak di bawah deretan ruas tulang pinggang
tumbang tum.bang [v] (1) rebah (tt kayu besar yg terangkat akarnya dsb): pohon satu-satunya tempat bernaung -- krn hujan yg disertai angin kencang itu; (2) ki jatuh; runtuh (tt negara, kekuasaan, dsb): kekuasaan imperialis di Timur Tengah telah -- [Mk n] keladi (pisang, ubi) yg direbus, ditumbuk halus dan dicampur dng gula dan parutan kelapa
tumpuk tum.puk [n] longgok (timbunan sesuatu) yg tidak berapa banyak; susunan barang yg bertumpang-tindih: lima -- uang; (2) v menumpuk
tunggal tung.gal [num] satu-satunya: camat adalah penguasa -- di wilayahnya; agen --; anak --; (2) a bukan jamak (bukan majemuk); mufrad: kalimat --; (3) a utuh; bulat-bulat: ia selalu beramal dng -- hati; (4) v yg menjadi satu (tt kata majemuk): -- rasa; (5) n sebelah: berdiri berkaki -- , berdiri dng kaki sebelah
uang kecil uang yg nilainya kecil (dl bentuk uang kertas dan uang logam) spt uang ratusan, lima puluhan, dan dua puluh lima rupiah
uang kelip uang nikel berharga lima sen (uang pd zaman Hindia Belanda)
ucap [n] kata (bagian kalimat, kalimat, dsb) yg dilisankan; ujar: demikianlah -- nya
udang bulu udang air tawar, hidup pd 250-2000 m di atas permukaan laut, memiliki tanduk kepala yg sangat kuat, bergerigi 10-11 pd bagian atas dan 5 gerigi pd bagian bawah; Macrobrachium pilimanus
ujar [n] (1) perkataan yg diucapkan: begitu -- anak itu kpd teman-temannya; (2) kalimat atau bagian kalimat yg dilisankan
ujaran ujar.an [n] kalimat atau bagian kalimat yg dilisankan
ulas [n] (1) sarung (bantal, tilam, dsb); (2) kain sampul; (3) selubung; kulit (buah) [n] bagian buah-buahan (jeruk, durian, dsb) yg berbentuk ruang atau petak-petak (mudah dilepas atau dibuka dr bulatan buahnya); pangsa: mulut spt dua -- limau besar; bibirnya spt se -- limau [v] meng.u.las v memberkan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dsb); mempelajari (menyelidiki): banyak surat kabar ~ keterangan pemerintah tt tindakan keuangan [Mk n] sambungan [v] meng.u.las-u.las v mengusap-usap; mengelus-elus: begitulah ia berkata sambil ~ janggutnya
ulin [n] (1) pohon yg tinggi, kayunya berat, kuat dan sangat awet, dipakai untuk bangunan rumah (tiang listrik, telepon, dsb), banyak tumbuh di Sumatra, Malaysia, dan Kalimantan; kayu besi; Eusideroxylon zwageri; (2) kayu ulin
undang un.dang [v] meng.un.dang v memanggil supaya datang; mempersilakan hadir (dl rapat, perjamuan, dsb): mereka ~ kita makan malam; kami ~ Tuan menginap di rumah kami [n] , un.dang-un.dang n (1) ketentuan dan peraturan negara yg dibuat oleh pemerintah (menteri, badan eksekutif, dsb), disahkan oleh parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat, badan legislatif, dsb), ditandatangani oleh kepala negara (presiden, kepala pemerintah, raja), dan mempunyai kekuatan yg mengikat; (2) aturan yg dibuat oleh orang atau badan yg berkuasa: taat pd ~ partai; (3) hukum (dl arti patokan yg bersifat alamiah atau sesuai dng sifat-sifat alam): ~ untuk membangun kalimat dr tiap-tiap bahasa memang berlainan [ark n] penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan)
ungkaian ung.kai.an [n] (1) hasil mengungkai; (2) Sas peristiwa atau deret peristiwa yg terjadi sesudah klimaks di dl alur, sbg kesudahan dramatik dl karya sastra
urutan urut.an [n] (1) nomor urut: gilirannya jatuh pd ~ ketiga; (2) deretan; rentetan; hal berurut: ~ kata dl kalimat; (3) susunan: ~ nama pasien itu tidak menurut abjad; (4) Ling kumpulan unsur-unsur bahasa berstruktur yg secara teoretis terletak berderetan dl suatu hubungan formal
urutan kata urut.an kata [Ling] penempatan kata dl deretan tertentu menurut norma suatu bahasa, baik dl tingkat kalimat dan klausa, maupun dl tingkat frasa
urutan kata bebas urut.an kata bebas [Ling] urutan kata yg tidak dipakai untuk menandai hubungan gramatikal dan yg dapat diubah tanpa mengubah atau merusak makna kalimat, terutama terdapat dl bahasa inflektif yg strukturnya ditandai oleh morfem terikat
urutan kata tetap urut.an kata tetap [Ling] urutan kata yg dipakai untuk menyatakan hubungan gramatikal dan yg tidak dapat diubah tanpa mengubah atau merusak makna kalimat
verba komposit verba yg terdiri atas dua bagian yg dl struktur kalimat dipisahkan oleh objek dr verba itu
verba performatif verba dl kalimat dng kala kini dng "saya" sbg subjek dng atau tanpa "Anda" sbg objek taklangsung, yg secara langsung menyatakan pertuturan yg dibuat pembicara pd waktu mengujarkan kalimat
verba telis verba yg menggambarkan perbuatan yg tuntas, msl verba menebang pohon yg berbeda dng sedang menebang dl kalimat Mereka sedang menebang pohon yg merupakan verba jenis ini
waitankung wai.tan.kung [n] olahraga senam berasal dr Cina dng 12 jurus gerakan yg sederhana agar lima organ tubuh bagian dalam (paru-paru, jantung, ginjal, hati, dan limpa) selalu dl keadaan baik sekali
wajib wa.jib [v] (1) harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan): seorang muslim -- salat lima kali dl sehari semalam; (2) sudah semestinya; harus: kalau kita ingin berhasil dl usaha, kita -- berikhtiar
wakaf wa.kaf [n ] (1) tanah negara yg tidak dapat diserahkan kpd siapa pun dan digunakan untuk tujuan amal; (2) benda bergerak atau tidak bergerak yg disediakan untuk kepentingan umum (Islam) sbg pemberian yg ikhlas: tanah -- ini disediakan untuk madrasah atau masjid; (3) hadiah atau pemberian yg bersifat suci [Ar n] penghentian sebentar (waktu membaca kalimat dsb); jeda: kalau membaca Alquran perlu memperhatikan panjang, pendek, mad, -- , dsb
waktu wak.tu [n] seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung: tidak seorang pun tahu apa yg akan terjadi pd -- yg akan datang; (2) n lamanya (saat yg tertentu): pekerjaan itu harus selesai dl -- lima hari; (3) n saat yg tertentu untuk melakukan sesuatu: -- makan; (4) n kesempatan; tempo; peluang: sayang sekali -- yg baik untuk mencetak gol tidak dipergunakannya; (5) p ketika, saat: -- engkau datang, saya sedang mandi; (6) n hari (keadaan hari): -- terang bulan; (7) n saat yg ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia: -- Indonesia Barat
walmana wal.ma.na [Lihat {walimana}]
wilmana wil.ma.na [Lihat {walimana}]
windu win.du [n] jangka waktu yg lamanya delapan tahun; daur kecil: minggu depan orang tuaku akan merayakan perkawinannya yg genap lima --
witir wi.tir [a] ganjil spt bilangan satu, tiga, lima, dsb: salat --
yais ya.is [n] klimakterium
yaitu ya.i.tu [p] kata penghubung yg digunakan untuk memerinci keterangan kalimat; yakni: yg pergi tahun ini dua orang, -- dia dan saya
yang [p] kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yg berikut diutamakan atau dibedakan dr yg lain: orang -- baik hati; (2) p kata yg menyatakan bahwa bagian kalimat yg berikutnya menjelaskan kata yg di depan: dijumpainya seorang pengemis -- sedang berteduh di bawah pohon asam itu; (3) pron kata yg dipakai sbg kata pembeda: -- kaya sama -- kaya, -- miskin sama -- miskin; (4) kl p adapun; akan: -- hamba ini diperanakkan di Malaka juga; (5) p cak bahwa: saya pun percaya -- Adinda kasih juga akan Kakanda [ark n] yang-yang n dewa
zona zo.na [n] (1) salah satu dr lima bagian besar permukaan bumi yg dibatasi oleh garis khayal di sekeliling bumi, sejajar dng khatulistiwa (satu zona tropik, dua zona sedang, dan dua zona kutub); jalur iklim; (2) daerah yg ditandai dng kehidupan jenis binatang atau tumbuhan tertentu yg juga ditentukan oleh kondisi tertentu di sekitarnya; (3) daerah (dl kota) dng pembatasan khusus; kawasan: -- industri

Jika informasi mengenai "tumbuk lima" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas