Arti kata/frase "sedangkan bah kapal tak hanyut" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/sedangkan-bah-kapal-tak-hanyut

Halaman ini menjelaskan kata atau frase sedangkan bah kapal tak hanyut menurut KBBI Edisi III

sedangkan bah kapal tak hanyut: [pb] sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur

Lebih lanjut mengenai sedangkan bah kapal tak hanyut

sedangkan bah kapal tak hanyut terdiri dari 5 suku kata. Kata tersebut mempunyai 8413 kata terkait yakni sebagai berikut:

bah [n] air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir [p] (1) kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; (2) Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !
hanyut ha.nyut [v] (1) terbawa oleh arus (banjir, ombak, dsb); terbawa mengalir: beberapa rumah telah --; (2) habis; hilang; lenyap: -- harta bendanya; (3) ki terharu: -- hatinya menyaksikan keadaan para pengungsi itu; (4) ki terlalu asyik: ia sedang -- dl lamunannya; (5) ki pergi jauh-jauh; mengembara: lebih baik -- ke negeri orang dp hidup menanggung malu; (6) berhanyut
tak [adv] tidak: -- kenal maka -- sayang [n] tiruan bunyi tempurung diadu [n] jenis mesin (motor bakar) dilihat dari jumlah perputaran untuk setiap perubahan: dua -- , dua putaran untuk sekali pembakaran
kapal ka.pal [n] kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb) [n] kulit yg menebal dan mengeras; belulang (pd kaki, telapak tangan, dll)
sedangkan se.dang.kan [p] (1) kata penghubung untuk menandai perlawanan; meski ... (sekalipun); selagi ... (sekalipun): -- Tuan tidak sanggup mengerjakannya, apalagi saya; (2) padahal: bagaimana aku dapat menolongmu, -- aku sendiri kekurangan
sedangkan bah kapal tak hanyut [pb] sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur
bahasa semu bahasa kiasan yg menyiratkan makna tersembunyi yg digunakan dl teks kakawin untuk memperkatakan ulah sanggama
bahkan bah.kan [p] kata penghubung bagian kalimat dng bagian yg lain atau kalimat dng kalimat untuk menyatakan penguatan; lebih-lebih; malahan: serangannya bukan berkurang, -- lebih gencar
bahtera bah.te.ra [kl n] perahu; kapal
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
kapal penyapu ranjau kapal yg lambungnya dibuat dr kayu atau bahan lain yg antimagnet untuk memusnahkan ranjau di suatu perairan
kapal penyelamat kapal yg digunakan untuk menyelamatkan jiwa manusia dl musibah di laut, biasanya mempunyai stabilitas yg sangat baik dan kecepatan tinggi
takdir tak.dir [n] (1) ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; nasib: dng -- , akhirnya kutemukan anak yg hilang itu; (2) jika; seandainya: -- nya terjadi apa-apa dng diri abang kpd siapa kami akan beruntung; (3) kalau ... pun: -- pun harus menghadapi risiko yg berbahaya, akan diteruskan juga niatnya
takmurni tak.mur.ni, tak.mur.ni.an pewarna atom-atom yg didadahkan ke dl bahan induk agar dapat memberikan cahaya dng warna yg diinginkan
taksonomi tak.so.no.mi [n] (1) klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yg meliputi pengklasifikasian objek; (2) cabang biologi yg menelaah penamaan, perincian, dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan pembedaan sifatnya; (3) Ling klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis; urutan satuan fonologis atau gramatikal yg dimungkinkan dl satuan bahasa
takziah tak.zi.ah [n] (1) kunjungan (ucapan) untuk menyatakan turut berduka cita atau belasungkawa; (2) hal menghibur hati orang yg mendapat musibah; penghiburan
bahan acuan bahan rujukan
bahan bakar bahan atau barang yg dipakai untuk menimbulkan api (panas), spt minyak, batu bara
bahan bakar fosil bahan bakar yg terbentuk dr binatang atau tumbuhan yg hidup dan mati pd jutaan tahun yg lalu
bahan bakar jet bahan bakar yg sifatnya memenuhi syarat untuk digunakan oleh mesin pesawat jet dan turbin gas pesawat terbang
bahan baku bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu
bahan cerita bahan yg dapat disusun menjadi sebuah cerita, kisah, atau dongeng
bahan dasar bahan untuk diolah melalui proses produksi dan menjadi bagian produk; bahan baku; (2) Zool bahan tidak berbentuk dr jaringan ikat yg terdapat di antara sel yg berfungsi sbg semen
bahan diskusi bahan pembicaraan
bahan film bahan dr plastik atau bahan sejenis yg dilapisi dng emulsi fotografi dan dapat digunakan untuk proses pemotretan
bahan makanan bahan yg dapat dijadikan makanan, spt beras, terigu, jagung, dan ubi
bahan makanan ternak bahan yg dapat dimakan oleh ternak, spt rumput, limbah pertanian, kacang hijau, dan ikan teri; pakan ternak
bahan mentah bahan yg belum diolah dan dapat digunakan dl proses produksi; bahan baku; bahan dasar
bahan murni bahan yg memiliki identitas kimia yg tunggal dan struktur kimia yg sama dl semua keadaan
bahan organik bahan yg biasanya berasal dr tanaman atau binatang
bahan pakai bahan yg dipakai untuk sarana (kelengkapan) produksi (msl kertas dan tinta fotokopi bagi mesin fotokopi)
bahan pakaian bahan (kain, cita) untuk dibuat pakaian; bakal pakaian
bahan pandang dengar bahan bukan buku, spt piringan hitam, pita rekaman, transparan, atau film, yg pemanfaatannya memerlukan alat lain
bahan pegangan bahan yg dapat dipakai sbg tuntunan atau pedoman
bahan pelajaran bahan yg akan dipelajari oleh siswa
bahan peledak bahan yg dapat meledak atau menyebabkan meledak, spt mesiu; (2) Tek senyawa kimia yg dapat bereaksi dng cepat, yg menghasilkan sejumlah besar gas bertemperatur dan bertekanan tinggi
bahan peledak terizinkan bahan peledak yg diizinkan untuk digunakan dl tambang batu bara atau tempat lain yg banyak mengandung gas yg dapat meledak
bahan pelumas bahan yg digunakan untuk mengurangi gesekan antara permukaan yg bersentuhan; bahan untuk melumaskan atau membuat menjadi licin
bahan pembicaraan bahan yg akan dibicarakan; pokok masalah yg akan dibincangkan
bahan pemeriksaan bahan yg dapat dipakai untuk membantu dl melakukan pemeriksaan (spt barang-barang bukti)
bahan pemikiran bahan untuk dipikirkan atau dipertimbangkan
bahan pengajaran bahan untuk mengajar (bagi guru)
bahan pengering bahan yg digunakan untuk menyerap lembap, terutama dl desikator dan menara tempat melakukan penyerapan gas lembap
bahan pertimbangan bahan pemikiran
bahan tanpa lemak bahan kering dr air susu setelah diambil lemaknya
bahasa alamiah bahasa yg mencerminkan pemakaian yg lazim tanpa harus dipelajari terlebih dahulu; (2) bahasa dan dokumen yg diindeks; bahasa indeks; bahasa manusia
bahasa asing bahasa milik bangsa lain yg dikuasai, biasanya melalui pendidikan formal dan yg secara sosiokultural tidak dianggap sbg bahasa sendiri
bahasa baku bahasa standar
bahasa berfleksi bahasa fleksi (flektif)
bahasa buatan bahasa yg direka dng tujuan khusus untuk memperbaiki komunikasi internasional; (2) sistem kode berupa lambang abstrak, spt yg dipakai dl pemrograman komputer; (3) bahasa yg dibuat orang untuk pemakaian tertentu, msl bahasa Esperanto dan bahasa yg dipakai dl logika simbolis atau penggunaan komputer
bahasa flektif bahasa yg kata-katanya mengalami perubahan bentuk sehubungan dng perubahan jenis, subjek (pelaku), waktu, dsb
bahasa hantu bahasa (kata-kata) yg biasa digunakan oleh pawang
bahasa hidup bahasa yg masih dipakai oleh masyarakat bahasa
bahasa ibu bahasa pertama yg dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dng sesama anggota masyarakat bahasanya, spt keluarga dan masyarakat lingkungannya
bahasa inflektif bahasa yg menggunakan perubahan bentuk kata (dl bahasa fleksi) yg menunjukkan berbagai hubungan gramatikal (spt deklinasi nomina, pronomina, adjektiva, dan konjugasi verba)
bahasa isolatif bahasa analitis
bahasa Jawi bahasa Melayu Kuno, khususnya yg ditulis dng huruf Arab
bahasa jurnalistik bahasa pers
bahasa kacukan bahasa Melayu percakapan; bahasa Melayu pasar
bahasa kalangan bahasa (kata-kata) yg lazim dipakai dl lingkungan pekerjaan
bahasa kanak-kanak bahasa yg digunakan pd tahap permulaan pertumbuhan bahasa yg ciri-cirinya secara khas dapat dihubungkan dng kelompok kanak-kanak
bahasa kawat bahasa singkatan yg digunakan untuk pengiriman berita kawat menghemat biaya
bahasa kedua bahasa yg dikuasai oleh bahasawan bersama bahasa ibu pd masa awal hidupnya dan secara sosiokultural dianggap sbg bahasa sendiri
bahasa kentum bahasa Indo-Eropa yg tetap mempertahankan fonem velar Indo-Eropa Purba /k/; bahasa Latin adalah bahasa kentum
bahasa kerabat bahasa yg mempunyai hubungan genealogis dng bahasa lain
bahasa kuno bahasa klasik
bahasa laut bahasa orang laut (pelaut)
bahasa madya bahasa purba dr kelompok dl keluarga bahasa yg mempunyai satu bahasa purba bersama
bahasa mati bahasa yg tidak dipakai lagi dl pemakaian sehari-hari, hanya terdapat dl bentuk tertulis, msl bahasa Sanskerta atau bahasa Jawa Kuno
bahasa moyang bahasa yg menurunkan bahasa yg sekerabat, msl bahasa Latin merupakan rumpun bahasa dr bahasa Italia, Prancis, Portugis, Romania, dan Spanyol
bahasa nasional bahasa yg menjadi bahasa standar atau lingua franca di negara yg mempunyai banyak bahasa krn perkembangan sejarah, kesepakatan bangsa, atau ketetapan perundang-undangan
bahasa negara bahasa resmi negara
bahasa pasar bahasa yg dipakai sbg alat komunikasi dl perdagangan oleh orang yg memiliki bahasa ibu yg berbeda-beda; (2) bahasa perantara yg terbentuk dr berbagai bahasa yg intinya berasal dr satu bahasa tertentu
bahasa pengantar bahasa yg dipakai untuk berkomunikasi dl perundingan, pemberian pelajaran di sekolah, dsb
bahasa perantara bahasa yg dipakai untuk mengatasi ketidakpahaman dl interaksi sosial krn pesertanya menguasai dan memahami bahasa yg berbeda
bahasa persatuan bahasa yg digunakan dl masyarakat bahasa yg mempersatukan bangsa secara politis, kultural, dan ekonomi
bahasa remaja bahasa prokem
bahasa resmi bahasa yg digunakan dl komunikasi resmi, spt dl perundang-undangan dan surat-menyurat dinas; (2) bahasa yg diakui sbg sarana interaksi yg berhubungan dng pelaksanaan fungsi suatu jabatan
bahasa santai bahasa yg digunakan dl situasi yg bersifat pribadi dan suasana akrab
bahasa sasaran bahasa yg menjadi medium suatu amanat yg berasal dr bahasa sumber setelah melalui proses pengalihan; (2) bahasa yg digunakan untuk mendeskripsikan makna lema yg terdapat dl kamus
bahasa satem bahasa dr keluarga Indo-Eropa yg dl perkembangan historisnya mengubah fonem oklusif palatal menjadi frikatif palatal atau frikatif alveolar, msl bahasa Sanskerta
bahasa sehari-hari bahasa percakapan
bahasa sumber bahasa yg diterjemahkan ke dl bahasa yg lain; (2) bahasa yg dipakai sbg pengantar dl pengajaran bahasa asing; (3) bahasa yg menjadi asal kata serapan
bahasa tarzan bahasa yg digunakan di antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak mudah saling mengerti, dicampuri gerak isyarat
bahasa tutur bahasa lisan
bahaya kebakaran bahaya api
bahaya laten bahaya tersembunyi yg terus-menerus mengancam
bahrulhayat bah.rul.ha.yat [Ar n] laut kehidupan
bahwasanya bah.wa.sa.nya [p] kata penghubung yg digunakan untuk menguatkan isi atau uraian kata atau kalimat yg di depan; bahwa; sebenarnya
kapal api kapal laut yg digerakkan oleh mesin uap
kapal bantalan udara kapal yg dapat berjalan di atas bantalan udara yg diembuskan oleh mesin pd kapal itu (baik melalui air maupun daratan)
kapal barang penumpang kapal yg terutama digunakan untuk mengangkut barang, jumlah penumpang kabinnya tidak lebih dr 12 orang
kapal bendera kapal yg mengangkut pang lima armada atau komandan skuadar dan membawa benderanya; (2) yg terbaik, terbesar, atau yg terpenting dr suatu seri, jaringan, atau rangkaian
kapal cuaca kapal yg dirancang khusus untuk mengamati keadaan cuaca
kapal curah kapal yg dirancang khusus untuk mengangkut muatan curah, msl biji-bijian, gandum, jagung, pupuk yg tidak dikemas
kapal dagang kapal yg khusus memuat dan mengangkut barang dagangan (biasanya antarpulau)
kapal feri kapal yg berfungsi sbg alat penyeberangan antarpulau secara tetap; kapal penyeberangan
kapal induk kapal perang besar (khusus di laut atau samudra) tempat mengoperasikan pesawat terbang
kapal kabel kapal yg dilengkapi dng peralatan untuk memasang kabel di laut
kapal kargo kapal barang
kapal kelotok kapal kecil untuk kendaraan di sungai yg dijalankan dng mesin kecil
kapal keruk kapal yg khusus digunakan untuk mengeruk lumpur di pelabuhan (sungai dsb)
kapal latih kapal yg digunakan untuk melatih calon perwira dan awak kapal
kapal layar kapal yg dijalankan dng layar (biasanya untuk pelayaran pantai atau perlombaan mengarungi selat dsb)
kapal mil kapal pos
kapal motor kapal yg dijalankan oleh motor (biasanya kapal kecil bermotor)
kapal mualim kapal pandu
kapal niaga kapal yg khusus mengangkut barang dagangan; kapal dagang
kapal pamer kapal yg digunakan sbg promosi perusahaan, biasanya diberi nama sesuai dng nama perusahaan
kapal pandu kapal penunjuk jalan di pelabuhan; kapal mualim; kapal tunda
kapal pantai kapal yg dirancang khusus untuk pelayaran pantai secara teratur atau untuk menyeberangi laut dng jarak yg terbatas
kapal patroli kapal berkecepatan tinggi yg digunakan untuk berpatroli
kapal pemburu kapal perang yg sangat laju jalannya (digunakan untuk memburu dan mengusir kapal perang musuh)
kapal pemecah es kapal dng perlengkapan khusus untuk memecah lapisan es di permukaan air untuk membuka alur pelayaran melalui lapisan es
kapal pendarat kapal yg haluannya dapat dikandaskan di tepi pantai untuk menurunkan pasukan, kendaraan, dll
kapal penjelajah kapal perang yg sedang besarnya, tetapi sangat laju jalannya dan dapat menjelajahi segala medan
kapal penolong kapal dng perlengkapan khusus untuk menarik (menolong) kapal kandas atau kapal yg berada dl keadaan darurat
kapal penumpang kapal yg fungsi utama mengangkut penumpang
kapal penyusur kapal yg menyusur pantai (yg hanya singgah di pelabuhan kecil)
kapal perambuan kapal khusus untuk memasang dan merawat rambu-rambu laut
kapal perang kapal yg diperlengkapi dng persenjataan untuk berperang
kapal perintis kapal yg merintis suatu tugas (msl menghubungi daerah terpencil yg belum terbuka)
kapal perusak kapal perang yg dipersenjatai dng meriam, torpedo, dsb untuk membinasakan kapal musuh atau melindungi kapal lainnya dr serangan musuh
kapal pesiar kapal untuk berpesiar (bertamasya); kapal untuk berpariwisata
kapal pos kapal yg khusus untuk mengangkut surat pos dan benda pos lainnya
kapal primadona kapal yg dipandang istimewa (krn paling bagus, paling menguntungkan, dsb)
kapal samudra kapal besar untuk mengarungi samudra (dl pelayaran antarnegara dsb)
kapal selam kapal perang yg dapat menyelam di laut: Angkatan Laut Republik Indonesia dilengkapi dng beberapa buah -- selam
kapal suar kapal yg ditempatkan di perairan tertentu yg berfungsi sbg suar
kapal sungai kapal kecil yg dibuat khusus untuk berlayar di sungai (bentuknya berbeda dng kapal laut)
kapal tangki kapal pengangkut minyak
kapal tanker kapal tangki
kapal terbang kapal atau pesawat yg dapat terbang
kapal tiara kapal yg mempunyai tiga bangunan atas, yaitu agil, anjungan, kimbul
kapal transpor kapal pengangkut pasukan
kapal tunda kapal yg digunakan untuk mengantarkan kapal dagang atau kapal besar masuk atau keluar pelabuhan: kapal niaga itu berjalan mengikuti -- tunda masuk ke pelabuhan
kapal udara kapal terbang
tak ada pendekar yg tak bulus tak ada pen.de.kar yg tak bulus [pb] tidak ada orang yg tidak pernah membuat kesalahan
tak kan lari gunung dikejar tak kan lari gunung di.ke.jar , hilang kabut tampaklah dia [pb] sesuatu yg sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dl mengerjakannya
tak lalu dandang di air tak lalu dandang di air, di gurun di.tan.jak.kan [pb] dng berbagai-bagai ikhtiar untuk menyampaikan maksudnya
tak terkayuhkan lagi biduk hilir tak ter.ka.yuh.kan lagi biduk hilir [pb] sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)
takbir tak.bir [n Isl] seruan atau ucapan Allahu Akbar 'Allah Mahabesar': menjelang Idulfitri dan Idhuladha orang mengumandangkan -- [Ar n] penyingkapan; takwil (biasanya tt mimpi): ia mendapat petunjuk melalui -- mimpinya
takbiran tak.bir.an [n] pujian kpd Allah dng menyerukan takbir
takbiratulihram tak.bi.ra.tul.ih.ram [Ar n] takbir yg diucapkan pd awal salat
takdir Ilahi takdir Allah
takdis tak.dis [Ar n] penyucian; pengudusan
takhlik takh.lik [Ar v] me.nakh.lik.kan v membentuk; menciptakan; menjadikan
takhsis takh.sis [Ar n] pembatasan; pengkhususan
takhta takh.ta [n] (1) tempat duduk raja; (2) ki kedudukan
takjil tak.jil [v Isl] mempercepat (dl berbuka puasa)
takjub tak.jub [a] kagum; heran (akan kehebatan, keindahan, keelokan seseorang atau sesuatu): kami -- akan kegesitan gerak petinju itu; wisatawan asing -- akan keindahan
taklid tak.lid [n Isl] keyakinan atau kepercayaan kpd suatu paham (pendapat) ahli hukum yg sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan
taklif tak.lif [Ar n] penyerahan beban (pekerjaan, tugas, dsb) yg berat (kpd seseorang)
taklik tak.lik [n] perjanjian (kawin dsb); pernyataan [v] me.nak.lik v membaca dng teliti; mempelajari
taklikat tak.li.kat [Ar n] catatan tepi; takarir
taklim tak.lim [n Ar] pengajaran agama (Islam); pengajian: mari, kita mulai -- ini dng membaca bismillah
taklimat tak.li.mat [n] perbuatan atau peristiwa pemberian arahan atau informasi yg tepat: -- itu disampaikan atas kehendak karyawan dan pimpinan perusahaan
takluk tak.luk [v] mengaku kalah dan mengakui kekuasaan pihak yg dianggap menang; menyerah kalah kpd; tunduk kpd: Pangeran Diponegoro tidak mau -- kpd penjajah
taklukan tak.luk.an [n] orang (daerah, negara, dsb) yg sudah ditaklukkan
takma tak.ma [n Lay] jalinan tali (kabel dsb)
takraw tak.raw [n] bola (barang bulat) yg terbuat dr anyaman rotan; bola rotan: sepak -- , bermain menyeberangkan takraw dng kaki pd rentangan jaring
takrif tak.rif [n] (1) pemberitahuan; (2) pernyataan; (3) penentuan; (4) definisi; batasan
takrim tak.rim [Ar n] (1) penghormatan; (2) penghargaan
takrir tak.rir [n] peneguhan kebenaran dng alasan: guru itu -- nya banyak lagi dalam [n] pengulangan hafalan atau pelajaran
taksa tak.sa [a] mempunyai makna lebih dr satu; kabur atau meragukan (tt makna); ambigu
taksasi tak.sa.si [n] taksiran (tt harga barang dsb): menurut -- , biaya kontrak itu 4,5 miliar dolar Amerika
taksem tak.sem [n Ling] unsur gramatikal terkecil dr seleksi, urutan, tekanan, titi nada, atau modifikasi fonetik
taksi tak.si [n] mobil (biasanya sedan) tambangan
taksi gelap taksi yg beroperasi tanpa izin resmi (secara gelap)
taksi liar taksi gelap
taksi resmi taksi yg beroperasi dng izin resmi
taksidermi tak.si.der.mi [n] seni mengolah dan mengawetkan binatang, sehingga tercipta burung, dsb serta mengisinya sehingga berbentuk spt aslinya
taksimeter tak.si.me.ter [n] alat untuk menunjukkan jarak tempuh yg dinyatakan dl kilometer per jam; meter kecepatan; spedometer
taksin tak.sin [n] zat resin yg diekstraksi dr daun sejenis pohon cemara
taksir tak.sir [n] kira-kira; hitungan (kasar) [Ar] (1) a tidak mengindahkan; lalai; alpa; (2) n kelalaian; kealpaan
taksiran tak.sir.an [v] kiraan; hitungan kasar: menurut ~ , harga gedung itu Rp500.000.000,00
taksis tak.sis [Lihat {takhsis}] [n Bio] kecenderungan organisme untuk bergerak ke arah sumber rangsangan atau menjauhi sumber rangsangan dr luar
taksologi tak.so.lo.gi [n] ilmu pengelompokan makhluk hidup secara bersistem
takson tak.son [n] kelompok taksonomi, tanpa memandang tingkatannya, msl suku, marga, jenis, variabel
taktik tak.tik [n] (1) rencana atau tindakan yg bersistem untuk mencapai tujuan; pelaksanaan strategi; siasat: -- perang gerilya semakin mantap; (2) muslihat: dng -- yg jitu, akhirnya ia berhasil menangkap penjahat itu
taktil tak.til [a] berkaitan dng sentuhan atau rabaan
taktis tak.tis [a] secara taktik; dng siasat
takut suntuk malam takut akan sampai pd batas malam; takut kemalaman
takwa tak.wa [n] (1) terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; (2) keinsafan diri yg diikuti dng kepatuhan dan ketaatan dl melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; (3) kesalehan hidup [n] baju model Cina, leher tertutup tinggi, belakangnya tidak simetris, berkancing sampai ke leher dan bersaku dua yg terletak pd bagian depan bawah
takwil tak.wil [n] (1) keterangan; penjelasan (spt tafsir, takbir); (2) penafsiran makna ayat Alquran, mengandung pengertian yg tersirat (implisit)
takwim tak.wim [Ar n] penanggalan; kalender: tahun --
takwin tak.win [Ar] (1) v menjadikan; membentuk; (2) n uraian untuk menerangkan; penjelasan
takyin tak.yin [Ar n] penjelasan; penegasan
takzim tak.zim [a] amat hormat dan sopan: sampaikan salam -- kami kpd bapak dan ibumu
takzir tak.zir [Ar n] hukuman yg dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim krn tidak terdapat dl Alquran dan hadis
bahan cetak karya tulis yg dicetak, kata-katanya tersusun dl bentuk yg mudah dimengerti dan dl bentuk yg penuh gaya
bahan rujukan buku dan bahan pustaka lain yg tidak boleh dipinjam atau digunakan di luar perpustakaan, baik krn penggunaannya hanya dl waktu singkat maupun krn bahan pustaka itu termasuk koleksi yg tidak boleh dipinjamkan
bahan taklangsung material yg dimanfaatkan dl produksi dan distribusi, tetapi bukan merupakan bagian produk sendiri
bahasa analitis tipe bahasa yg menyatakan pelbagai segi gramatika, terutama dng kata terpisah dan urutan kata; bahasa isolatif
bahasa buku ragam bahasa yg dipakai dl karangan (tertulis); -- daerah bahasa yg lazim dipakai di suatu daerah; bahasa suku bangsa, spt -- Batak, -- Jawa, -- Sunda
bahasa inkorporatif tipe bahasa yg menyatakan hubungan gramatikal dan struktur kata dng menderetkan morfem terikat menjadi kata tunggal, msl bahasa Eskimo
bahasa isyarat [Antr] bahasa yg tidak menggunakan bunyi ucapan manusia atau tulisan dl sistem perlambangannya; (2) Ling bahasa yg menggunakan isyarat (gerakan tangan, kepala, badan dsb), khusus diciptakan untuk tunarungu, tunawicara, tunanetra, dsb
bahasa sintetis tipe bahasa yg hubungan sintaktisnya diungkapkan dng infleksi dan peleburan afiks dl akar, msl bahasa Latin dan Arab
bahasa vokalis tipe bahasa yg dl fonotaktiknya mengharuskan kata-kata berakhir pd vokal, msl bahasa Jepang
bahagia ba.ha.gia [n] keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan): -- dunia akhirat; hidup penuh --; (2) a beruntung; berbahagia: saya betul-betul merasa -- krn dapat berada kembali di tengah-tengah keluarga
bahan jadi barang hasil pengolahan bahan mentah sampai berbentuk dan sesuai dng keperluan (siap pakai)
bahan kartografi semua bahan yg secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan bumi atau benda angkasa dl semua skala
bahan peledak kuat [Tek] bahan peledak dng kecepatan rambat gelombang tinggi, yg untuk meledakkannya diperlukan pemakaian detonator
bahan peledak lemah [Tek] bahan peledak yg mempunyai kecepatan rambat gelombang rendah, dapat dinyalakan dng api dan efek ledakannya dapat mengangkat dan mendorong
bahan pengawet [Tan] bahan kimia beracun yg digunakan untuk meningkatkan ketahanan kayu, bahan makanan, dsb thd serangan perusak biologis
bahan periklanan [Kom] bahan berupa gambar, foto, dan teks pesan iklan yg merupakan bahan yg memberi bentuk pd suatu iklan
bahan vulkanisasi [Kim] senyawa belerang dng zat lain yg dipakai dl proses pengenyalan dan penguatan bahan karet
bahang jenis [Fis] kapasitas bahang per satuan massa atau jumlah bahang yg diperlukan untuk menaikkan suhu satu satuan massa zat satu derajat tanpa perubahan fase atau kimia; kapasitas bahang jenis
bahang Joule [Fis] bahang yg timbul apabila arus listrik (elektrik) mengalir melalui zat antara atau penghantar yg mempunyai hambatan elektrik yg besarnya ditentukan oleh hukum Joule
bahang laten [Fis] jumlah energi atau bahang yg diperoleh suatu zat tanpa kenaikan suhu selama perubahan fase berlangsung
bahari ba.ha.ri [kl] (1) a dahulu kala; kuno: adat yg --; zaman --; (2) v bertuah: keris -- [kl a] indah; elok sekali: duduk menyembah Sitti -- [ark a] mengenai laut; bahari
bahasa aglutinatif tipe bahasa yg pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pd akar kata; -- akusatif tipe bahasa yg mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, msl bahasa Inggris yg mempunyai kalimat spt They kill him, kata him adalah bentuk akusatif dr kata he
bahasa bagongan ragam bahasa Jawa yg dipakai dl lingkungan keraton di Yogyakarta
bahasa bermajas [Sas] bahasa yg menggunakan kata-kata yg susunan dan artinya sengaja disimpangkan dng maksud mendapatkan kesegaran dan kekuatan ekspresi
bahasa dagang ragam bahasa yg lazim dipakai dl dunia perdagangan; -- dalam kata yg lazim dipakai di istana, raja spt beradu, bersiram, gering, mangkat, santap
bahasa gunung ragam bahasa Melayu yg dipakai oleh petani, orang desa, dsb
bahasa induk satu dr kelompok bahasa berkerabat yg menurunkan bahasa lain, msl bahasa Latin Rakyat yg dianggap menurunkan bahasa Romanika, spt bahasa Prancis, Italia, dan Romania
bahasa kasar bentuk bahasa yg dianggap substandar dan rendah
bahasa klasik [Ling] (1) dialek temporal bahasa yg dianggap mewakili puncak perkembangan kebudayaan pemakaiannya; (2) bahasa kuno yg mempunyai kesusastraan tinggi
bahasa konsonantis tipe bahasa yg tidak mempunyai ciri-ciri spt bahasa vokalis
bahasa lisan ragam bahasa yg dipakai dl berkomunikasi secara lisan
bahasa menunjukkan bangsa [pb] budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)
bahasa modern dialek temporal yg digunakan oleh manusia, yg berbeda dr bahasa klasik
bahasa percakapan ragam bahasa yg dipakai dl percakapan sehari-hari
bahasa pers ragam bahasa yg digunakan oleh wartawan yg memiliki sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, dan menarik; -- peringkat tinggi Komp bahasa yg dirancang sedemikian rupa sehingga program komputer dapat ditulis secara bebas untuk sistem komputer yg digunakan, msl basic, fentron, pascal
bahasa prokem [Ling] ragam bahasa dng leksikon tertentu digunakan oleh kaum remaja (spt kata bokap untuk bapak, sepokat untuk sepatu, dan bokin untuk bini); bahasa sandi remaja dan kelompok tertentu
bahasa purba [Ling] bahasa hipotetis yg dianggap menurunkan beberapa bahasa yg nyata-nyata ada, msl bahasa proto-Austronesia adalah bahasa purba dr bahasa-bahasa Filipina, bahasa-bahasa Indonesia, bahasa-bahasa Polinesia
bahasa roh [Kris] karunia Roh Kudus yg memuji Allah di dl doa dng bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yg memakainya maupun oleh orang lain
bahasa slang ragam bahasa nonbaku dipakai oleh kelompok sosial tertentu spt kelompok anak-anak nakal
bahasa sopan santun ragam bahasa yg dipakai dl situasi sosial yg mewajibkan adanya norma sopan santun
bahasa standar (ragam) bahasa yg diterima untuk dipakai dl situasi resmi, spt dl perundang-undangan dan surat-menyurat resmi; (2) bahasa persatuan dl masyarakat bahasa yg mempunyai banyak bahasa; bahasa baku
bahasa tulis ragam bahasa baku yg digunakan sbg sarana komunikasi secara tertulis; ragam tulis
bahasa umum bagian khazanah leksikal, gramatikal, dan stilistis suatu bahasa yg dimengerti dan diterima sbg pemakaian yg baik oleh semua orang yg mengenal bahasa itu
bahasan ba.has.an [n] (1) yg dibahas; (2) hasil membahas; (3) hal (cara) membahas
bahasawan ba.ha.sa.wan [n] (1) orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; (2) ahli bahasa
bahimiah ba.hi.mi.ah [a] bersifat kebinatangan (dikatakan kpd orang yg hidupnya hanya makan, minum, dan bersanggama): puasa benar-benar mendidik hati nurani manusia untuk menjauhi sifat --
bahu baju bagian atas dr baju (yg menutupi bahu)
kapal kerakah [kl] kapal dagang pd zaman dahulu: maka diberi Raja Portugal dua buah -- kerakah yg besar
tak lapuk di hujan [pb] tetap selamanya; tidak mengalami perubahan
tak lekang oleh panas [pb] tetap tidak berubah selamanya (tt adat)
tak tentu kepala ekornya [pb] tak tentu ujung pangkalnya
takak ta.kak [v] ber.ta.kak v terjadi dr dua helai [Lihat {takuk}]
takang-takik ta.kang-ta.kik [ark n] bermacam-macam takik
takaran ambang ta.kar.an ambang takaran minimum yg menimbulkan gangguan; dosis ambang
takarir ta.ka.rir [Ar n] catatan yg dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat [Lihat {takrir}]
takeh ta.keh /takEh/ lihat tekar
takel ta.kel ? takal
takik ta.kik [n] (1) torehan yg agak dalam pd batang pohon untuk memudahkan pijakan orang memanjat; takuk kecil; gubang; (2) torehan pd kulit pohon (untuk mendapatkan getah)
takuh ta.kuh [n] -- takah 1 takik-takik; takuk-takuk; bermacam-macam takik (takuk); (2) tidak rata
takuk ta.kuk [n] takik yg agak dalam (pd pohon nyiur dsb), tempat tumpuan kaki ketika memanjat: -- takak, bermacam-macam takik dan takuk
takut ta.kut [a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):
takut bayang-bayang perasaan takut tanpa alasan
takut di hantu [pb] mendapat kesusahan (kecelakaan) krn takut akan sesuatu yg sebenarnya tidak perlu ditakuti
takut-takut ta.kut-ta.kut [adv] selalu merasa takut; sangat takut
takut-takut berani ta.kut-ta.kut berani agak takut; bimbang; ragu-ragu: ~ segan berasa agak takut dan agak segan; segan-segan; malu-malu
takut-takutan ta.kut-ta.kut.an [a] (1) mudah terkejut; sangat penakut; (2) malu-malu; segan-segan; (3) pura-pura takut
bah betina banjir yg datang berikutnya
bah jantan banjir permulaan
bahadur ba.ha.dur [kl n] (1) pahlawan; satria; (2) a gagah berani
bahaduri ba.ha.du.ri [kl a] bersifat pahlawan (satria); bersifat gagah berani
bahagi ba.ha.gi [Lihat {bagi}]
bahak ba.hak , ter.ba.hak-ba.hak adv nyaring dan keras atau keras-keras (tt tertawa): krn lucunya mereka tertawa -- [Jw n] elang laut
bahala ba.ha.la [n] bencana; kecelakaan: dunia ini penuh -- dan godaan
bahalan ba.ha.lan [ark n] bengkak bernanah pd selangkangan
baham ba.ham , mem.ba.ham v memakan (memamah dsb) dng mulut tertutup [Lihat {geraham}]
bahan ba.han [n] pecahan kayu (yg terbuang ketika menarah); tatal kayu [n] (1) barang yg akan dibuat menjadi satu benda tertentu; bakal; (2) (segala) sesuatu yg dapat dipakai atau diperlukan untuk tujuan tertentu, spt untuk pedoman atau pegangan, untuk mengajar, memberi ceramah; (3) sesuatu yg menjadi sebab (pangkal) atau sikap (perbuatan): -- tertawaan; -- pertikaian (perselisihan); (4) barang yg akan dipakai untuk bukti (keterangan, alasan, dsb): ia sedang mengumpulkan -- untuk menyusun tesisnya
bahan balok [Stat] penggambaran secara grafik frekuensi dng menggunakan balok segi empat yg sebanding dng frekuensi itu
bahan bangunan barang yg merupakan bakal untuk membangun rumah atau gedung dsb; material
bahan berita berita yg masih mentah yg dapat diolah menjadi pemberitaan
bahan bibliografi karangan dl terbitan berkala atau laporan teknis
bahan celana kain (cita dsb) untuk dibuat celana; bakal celana
bahan kelabu [Dok] bagian susunan saraf yg mengandung sel saraf, berwarna keabu-abuan
bahan serap absorben
bahan tanam bagian tumbuhan yg ditanam, berupa biji, potongan batang (setek), atau belahan rumpun
bahan tersuspensi zat yg tidak terpisah dr cairan krn ukurannya kecil
bahana ba.ha.na [n] (1) bunyi (suara) nyaring: kedengaran -- halilintar menggelegar; (2)kumandang; gema: terdengar -- suara azan di kejauhan; (3) bunyi (suara) riuh rendah: -- pesawat yg naik dan turun di lapangan terbang itu mengganggu ketenangan penduduk di sekitarnya [kl a] (1) luar biasa; amat elok (besar dsb): kenaikan Sultan Raja yg gana dipandang heran terlalu --; tiada -- kelihatan; (2) terang; nyata [kl p] sebab, karena: tubuhnya kurus kering -- dijangkiti penyakit
bahang ba.hang [n] (1) hawa panas yg terjadi krn nyala api atau dr panas tubuh; (2) Fis tenaga gerak (energi kinetik), gerak rambang total atom atau molekul penyusun suatu benda
bahar ba.har [kl n] (1) laut; (2) sungai (danau) besar [ark n] satuan ukuran panjang dr ujung kaki ke ujung tangan yg lurus ke atas
bahara ba.ha.ra [kl n] (1) muatan; (2) satuan ukuran berat yg ukurannya tidak tetap bergantung pd barang yg ditimbang: agar-agar se -- (= 12 pikul)
bahariwan ba.ha.ri.wan [n] orang yg bekerja di laut atau pelayaran; pelaut
baharu ba.ha.ru, ba.ha.ru ba.ru [n] ikan laut, Drepane punctata
bahas ba.has , mem.ba.has v mempertemukan atau memasang papan dng memakai baji atau gandar [v] selidik; periksa
bahasa ba.ha.sa [n] (1) Ling sistem lambang bunyi yg arbitrer, yg digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; (2) percakapan (perkataan) yg baik; tingkah laku yg baik; sopan santun: baik budi -- nya [Mk p] kata yg digunakan untuk menghubungkan bagian ujaran: dia menerangkan -- dia berasal dr keluarga baik-baik [a] sedikit: angin berembus sepoi-sepoi -- (perlahan-lahan dan silir-semilir); rambutnya kusut-kusut -- (agak kusut)
bahasa kesat penggunaan kata atau frasa di luar jangkauan makna yg biasa, msl penggunaan nama binatang untuk manusia dl caci maki
bahasa kiasan penggunaan kiasan untuk meningkatkan efek pernyataan atau pemerian
bahasa komputer sistem perlambangan yg biasa digunakan untuk memproses data dl komputer
bahasa mesin informasi dl bentuk fisik yg dapat ditangani oleh komputer, spt kode yg tepat berupa kartu keterangan pd pita kertas atau kartu, dl bentuk elektrik atau magnetik pd pita magnetik
bahasa program [Komp] metode terarah dl penulisan sejumlah instruksi, setiap instruksi hanya mempunyai satu arti
bahasa rakitan [Komp] suatu susunan yg mewakili sandi komputer yg dapat ditulis atau dibaca oleh pemrogram
bahasa sulung perkataan anak kecil ketika mulai dapat bercakap-cakap
bahaya ba.ha.ya [n] yg (mungkin) mendatangkan kecelakaan (bencana, kesengsaraan, kerugian, dsb): menempuh jalan yg tidak ada -- nya
bahaya api yg mungkin menimbulkan kebakaran
bahaya kelaparan yg mendatangkan kelaparan
bahaya maut yg dapat menyebabkan mati atau mendatangkan kematian
bahenol ba.he.nol [a cak] montok dan menggairahkan: perempuan bertubuh -- itu berjalan melenggang-lenggok
baheula ba.heu.la [adv cak] dahulu kala; kuno
bahtera hidup [ki] gelombang hidup; kehidupan
bahu ba.hu [n] pundak (antara leher dan pangkal lengan) [Skt a] banyak (sbg awalan) [Jw n] pangkat pembantu kepala desa
bahu guna berfaedah sekali
bahu pada berkaki banyak
bahu-membahu ba.hu-mem.ba.hu [v] tolong-menolong; gotong-royong; bersama-sama (berjuang dsb): berjuang -- menghadapi serangan musuh
bahuku ba.hu.ku [n] retribusi yg harus dibayar krn mengambil hasil tanah milik orang lain (di Halmahera)
hanyut dipintasi [pb] menolong orang pd waktu kesusahan
kapal besar ditunda jongkong [pb] orang berkuasa yg menurut perintah orang kecil
kapal satu nakhoda dua [pb] satu pekerjaan yg dikepalai dua orang
kapalan ka.pal.an [v] mengalami penebalan dan pengerasan (tt kulit, telapak tangan, telapak kaki, dsb): tangan petani itu sudah ~ krn setiap hari memegang cangkul
tak (ber) pucuk di atas enau [pb] sangat angkuh (selalu memandang rendah kpd orang lain)
tak acuh (acuh tak acuh) tidak peduli; tidak mau tahu; masa bodoh; tidak menaruh perhatian
tak ada beras yg akan ditanak [pb] tidak ada kelebihan yg pantas dikemukakan
tak ada gading yg tak retak [pb] tidak ada sesuatu yg tidak ada cacatnya
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
tak ada kusut yg tak selesai [pb] tidak ada perselisihan yg tidak dapat didamaikan
tak ada laut yg tak berombak [pb] setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya
tak ada padi yg bernas setangkai [pb] tidak ada satu pun yg sempurna
tak air talang dipancung [pb] tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya
tak akan (takkan) lari gunung dikejar [pb] jangan tergesa-gesa dl mengerjakan (mencapai) sesuatu yg telah pasti
tak akan terlawan buaya menyelam air [pb] orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan
tak beban batu digalas (tiada beban mencari beban ) [pb] sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)
tak beras antah dikisik [pb] melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai
tak boleh bertemu roma [pb] selalu berselisih (bertengkar dsb)
tak emas bungkal diasah [pb] tidak peduli apa pun diperbuat, asal tercapai maksudnya
tak jauh rebung dr rumpun nya [pb] tabiat anak tidak akan berbeda jauh dng orang tuanya
tak lulus pd akal [ki] tidak masuk akal
tak pandang uang [ki] tidak membedakan kaya dan miskin
tak putus dirundung malang [pb] tiada putusnya, tiada henti-hentinya men- dapat celaka
tak segan sudi; mau; suka; (2) tidak malu; (3) berani juga
tak segan-segan tidak malu-malu; tidak dng perasaan ini itu; tidak pandang-memandang
tak sungguh seluang melaut [pb] tidak betah tinggal di perantauan; orang yg meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga
tak tanduk telinga dipulas [pb] tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)
tak tentu hilir mudiknya [pb] tidak tentu ujung pangkalnya, tidak tentu asal muasalnya
tak tentu hilir nya [pb] tidak tentu maksud dan tujuannya
takabur ta.ka.bur [a] merasa diri mulia (hebat, pandai, dsb); angkuh; sombong
takaful ta.ka.ful [n] (1) penjaminan; (2) asuransi berdasarkan syariat Islam
takah ta.kah [Mk a] (1) tampan; gagah; cakap
takah-takahnya ta.kah-ta.kah.nya [a] rupa-rupanya; kelihatannya; tampaknya; agaknya
takal ta.kal [n] kerek (kapi, katrol) yg bersusun
takar ta.kar [n] (1) satuan ukuran isi (sukat, liter, dsb); (2) periuk
takaran ta.kar.an [n] (1) alat untuk menakar; sukatan (liter dsb); (2) ki ukuran: kadar gula yg terkandung di dl darah pasien itu sudah melebihi ~
takaran kehidupan ta.kar.an kehidupan jumlah uang yg digunakan untuk membelanjai hidup seseorang dng cukup
takaran sudah hampir penuh ta.kar.an sudah hampir penuh [ki] sudah tua (hampir mati)
takarir gambar ta.ka.rir gambar [Kom] keterangan yg biasanya terdiri atas satu atau beberapa kalimat yg menjelaskan isi dan maksud gambar
takarub ta.ka.rub [v] mendekatkan diri kpd Allah Swt. dng cara yg layak, menunaikan ibadah sebaik-baiknya, dan melipatgandakan amalan yg baik
takat ta.kat [p] se.ta.kat p hingga; sampai: sungai ini ~ pinggang dalamnya [Jw a] tahan menderita sakit (tidak mudah atau tidak lekas mati)
takeyari ta.ke.ya.ri [n] tombak bambu runcing (Jepang)
takhayul ta.kha.yul [n] (1) (sesuatu yg) hanya ada dl khayal belaka: banyak orang kampung yg masih percaya kpd --; (2) kepercayaan kpd sesuatu yg dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti: beliau membersihkan hati umat dr segala --
takhta kerajaan 1 kursi kerajaan (tempat duduk raja); singgasana; (2) kekuasaan raja
taki ta.ki [ark v] ber.ta.ki v berbantah; berdebat [ark n] janji
takigrafi ta.ki.gra.fi [n Ling] penggunaan steno atau tulisan yg disingkat demi kecepatan
takik telinga [Tern] sobekan buatan pd daun telinga hewan, biasanya sbg penanda nomor hewan
takikan ta.kik.an [n] torehan pd batang pohon
takimeter ta.ki.me.ter [n] alat ukur untuk menentukan jarak suatu objek secara cepat, terutama dl penelitian
takir ta.kir [n] wadah atau tempat makanan dr daun pisang dsb yg disemat dng lidi pd kedua sisinya; limas
takisme ta.kis.me [n] teknik menghasilkan lukisan abstrak dng memercikkan cat ke kanvas
taklik talak pernyataan jatuhnya talak atau cerai, sesuai dng janji yg telah diucapkan (krn melanggar janji pernikahan)
takoah ta.ko.ah [n] makanan dr kedelai putih; tahu cina
takol ta.kol [Sd v] me.na.kol v memukul
takometer ta.ko.me.ter [n Met] alat untuk mengukur banyaknya putaran per detik atau kecepatan sudut poros yg berputar
taksasi pajak proses atau penetapan jumlah pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak
taksis negatif menjauhi sumber rangsangan
taksis positif mengarah atau bergerak ke sumber rangsangan
takung ta.kung [v] ber.ta.kung v (1) mengendap; (2) menggenang: meleleh berderai, turun ~ dl lopak
takur ta.kur [a] tunduk
takut akan lumpur [pb] menghindarkan diri dr kesusahan yg kecil, jatuh ke dl kesusahan yg lebih besar
takut titik lalu tumpah [pb] krn segan merugi sedikit, jadi menderita kerugian besar
takutkan tuma [pb] sayang akan sesuatu yg berharga, tetapi dapat kerugian besar
barang bahan bahan untuk dijadikan sesuatu
limbah bangunan dan bongkaran bahan bangunan dan runtuhan (batu belah) yg terjadi krn pembongkaran, pembangunan, dan perbaikan
limbah padat bahan yg tidak berguna, tidak diinginkan atau dibuang dng kandungan cairan yg tidak cukup untuk bebas mengalir
sanding bahu bahu-membahu; saling menolong: kedua anak kecil itu -- bahu setelah ditinggal orang tuanya
koleksi tandon bahan pustaka yg jarang digunakan, disimpan di lemari tertutup, tetapi dapat dipinjam jika diperlukan; (2) bahan pustaka yg banyak diminta krn merupakan bacaan wajib (pd perpustakaan perguruan tinggi), disimpan di tempat khusus dan hanya dapat dibaca di tempat atau dapat dipinjam untuk jangka waktu pendek
alat kecantikan bahan atau ramuan yg dipakai untuk memperindah wajah, kulit, mata, dsb (spt bedak, cat bibir, cat kuku, maskara)
asbes semen bahan bangunan terbuat dr campuran serat asbes dng semen yg tahan thd panas dan air
barang baku bahan untuk membuat sesuatu; bahan dasar
barang makanan bahan makanan
busa alam bahan sintetis yg berpori dibuat dr karet alam
busa sintetis bahan sintetis berpori, terbuat dr bahan karet sintesis
cat batik bahan pewarna kain batik
daging kain bahan yg akan ditenun
detergen telur bahan campuran untuk membersihkan kerabang telur supaya telur tidak busuk
dinamit gelatin bahan peledak kuat dng nitrogliserin sbg unsur utama ditambah natrium nitrat, natrium karbonat, katun koloid, dan serbuk, bersifat kedap air dan mempunyai kecepatan rambat ledakan yg tinggi
gramatika stilistika bahasa yg meliputi kebiasaan atau ungkapan dl pemakaian bahasa yg mempunyai efek kpd pembacanya (menyelidiki pemakaian bahasa dl hubungannya dng gaya bahasa)
kecut hati takut; merasa ngeri; gentar; berdebar-debar hatinya; (2) kecewa (krn merasa berbuat salah)
kembang tahu bahan makanan yg dibuat dr bubur kedelai yg dikeringkan, digunakan sbg bahan campuran masakan, spt capcai
kosmetik wanita bahan atau sediaan untuk mempercantik wajah, kulit, rambut, dsb (spt bedak, pemerah bibir) khusus untuk wanita
kulit buatan bahan sintetis yg tipis yg menyerupai kulit (untuk jok mobil, tas, dsb); kulit tiruan: -- bulai kulit yg berwarna sabun keputih-putihan krn kekurangan zat pigmen
lempung pasiran bahan tanah yg mengandung 35% atau lebih lempung 45% atau lebih pasir
melayu pasar bahasa Melayu rendah yg dipakai sbg bahasa pengantar dl pergaulan umum
melayu tinggi bahasa Melayu resmi; bahasa Melayu standar
mesin terbang kapal terbang; pesawat udara
meter kecepatan takometer
mulut harimau bahaya besar; kesulitan besar
oto sewaan taksi
pasta gigi bahan gosok gigi, tapal gigi
pesawat jet kapal terbang yg digerakkan oleh semburan gas yg dibakar, tidak dng baling-baling
pesawat peluncur kapal terbang yg tidak bermotor
pesawat pemburu kapal terbang yg kecil dan cepat untuk mengejar pesawat musuh dsb
pesawat pengebom kapal terbang khusus untuk menjatuhkan bom ke sasarannya
pesawat tempur kapal terbang khusus untuk bertempur
pesawat terbang kapal terbang; mesin terbang; (2) balon besar yg dapat dikemudikan, bentuknya spt cerutu, mula-mula ditemukan oleh Zeppelin (1859-1917)
roda lambung kapal yg dijalankan dng roda di belakang atau lambung
salut lembut bahan (spt tekstil, lapisan, peratan pegas lembut) untuk melapisi jok kursi dsb
setum barkas kapal kecil yg dijalankan dng uap air
singgasana kiani takhta kerajaan
stasiun kapal tambahan stasiun kapal yg bergerak, biasanya tanpa alat-alat meteorologi, yg atas permintaan dapat menyiarkan laporan cuaca daerah tertentu dng sandi atau dng bahasa biasa
tangan menetak (mencencang) bahu memikul tangan menetak (mencencang) bahu me.mi.kul [pb] harus berani menanggung kesalahan yg telah diperbuat
tanker minyak bumi kapal khusus yg mengangkut produk minyak bumi
tapal gigi bahan pembersih gigi; pasta gigi
terapung tak hanyut ter.a.pung tak hanyut, terendam tak basah [pb] belum tentu kesudahannya (tt perkara dsb)
usia kehamilan taksiran usia janin yg dihitung dr hari pertama masa haid normal
zat cair bahan dl bentuk yg mudah mengalir dan mencari tempat terendah, biasa dianggap sbg bentuk antara (antara bentuk padat dan gas)
zat padat bahan dl bentuk keras, bentuknya tetap tidak berubah
zat peledak bahan peledak kuat yg terdiri atas bahan-bahan kimia yg tidak mengandung nitrogliserin
kontak bahasa [Ling] saling mempengaruhi antara pelbagai bahasa krn para penuturnya sering bertemu
acuan cetak acu.an cetak [Graf] bingkai atau pelat berisi teks dan/atau gambar yg akan dicetakkan pd bahan cetak
analisis bahasa [Ling] penelaahan yg dilakukan oleh peneliti atau pakar bahasa dl menggarap data kebahasaan yg diperoleh dr penelitian lapangan atau dr pengumpulan teks (penelitian kepustakaan)
bertakziah ber.tak.zi.ah [v] (1) menghibur orang yg mendapat musibah; (2) menyatakan turut berdukacita; melayat (orang mati): banyak kaum kerabat almarhum yg datang ~ dan mengantarkannya ke kubur
fonotaktik fo.no.tak.tik [n Ling] (1) urutan fonem yg dimungkinkan dl suatu bahasa; (2) deskripsi tt urutan fonem
garis sentakan [Met] garis yg dibuat dl suatu daerah yg menyatakan bahwa di sepanjang garis itu terdapat perubahan kecepatan angin yg besar
gaya bahasa [Ling] (1) pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dl bertutur atau menulis; (2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; (3) keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra; (4) cara khas dl menyatakan pikiran dan perasaan dl bentuk tulis atau lisan
gebah ge.bah [v] , meng.ge.bah v menggertak; mengusik; menghalau: mereka ~ pengemis itu; pasukan anti huru-hara itu membubarkan kerumunan orang spt ~ lalat saja
hutan sudah terambah hutan sudah te.ram.bah , teratak sudah tertegak [pb] pekerjaan sudah sempurna dikerjakan
jika takut dilimbur pasang [pb] kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yg berbahaya
Kakbah Kak.bah [n] bangunan suci yg terletak di dl Masjidilharam di Mekah, berbentuk kubus, dijadikan kiblat salat bagi umat Islam dan tempat tawaf pd waktu menunaikan ibadah haji dan umrah
kataklisme ka.tak.lis.me [n] (1) banjir besar; (2) huru-hara hebat; (3) perubahan sosiopolitik yg membawa malapetaka
konstruksi sintaktis [Ling] pengelompokan satuan yg sesuai dng kaidah sintaktis suatu bahasa, msl rumah makan (dan bukan makan rumah); sepeda ini (dan bukan ini sepeda); -- subordinatif Ling konstruksi endosentris dng konstituen, yg disebut induk, yg dimodifikasikan oleh konstituen lain, msl dalam konstruksi enak sekali, induk enak dimodifikasikan oleh sekali
meletak badan me.le.tak badan merebahkan badan untuk beristirahat
memberitakan mem.be.ri.ta.kan [v] (1) mengabarkan; mewartakan: mereka -- bahwa pelaksanaan konferensi itu ditunda; (2) melaporkan; memberitahukan: kantor cabang itu sudah -- kebakaran gedungnya ke kantor pusat
menetak meramu me.ne.tak meramu menebang kayu-kayuan untuk bahan rumah
mengabahkan meng.a.bah.kan [v] mengarahkan; menujukan: mereka ~ kapalnya ke pulau itu
mengangkat bahu meng.ang.kat bahu menyatakan tidak tahu
mengatakan me.nga.ta.kan [v] (1) menyebutkan; menuturkan: dia tidak ~ begitu; (2) menceritakan; memberitahukan: jangan ~ kpd Ibu bahwa saya tidak pergi ke sekolah
menyembah me.nyem.bah [v] (1) menghormati dng mengangkat sembah: setelah -- tiga kali di pintu depan, ia lalu masuk; (2) memuja (sesuatu sbg Tuhan atau dewa): -- Tuhan; -- berhala; -- matahari; -- patung; (3) ki mengaku di bawah perintah; takluk: -- ke Majapahit; -- ke Siam
menyertakan me.nyer.ta.kan [v] (1) mengikutsertakan: ia -- seorang anak buahnya dl konferensi itu; (2) menambahkan (sbg lampiran); melampirkan; mengirimkan bersama-sama
merebus tak empuk me.re.bus tak empuk [pb] tidak berubah pendirian; tetap hati (walaupun digoda dsb); mantap hati
muhibah mu.hi.bah [n] (1) cinta kasih; mahabah; (2) perasaan persahabatan dan kasih: misi -- [n Man] harta yg tidak berwujud dr suatu perusahaan yg ditaksir sbg nilai tambahan dr perusahaan itu, msl nama baik dan ketenaran perusahaan itu
musibah mu.si.bah [n] (1) kejadian (peristiwa) menyedihkan yg menimpa: dia mendapat -- yg beruntun, setelah ibunya meninggal, dia sendiri sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit; (2) malapetaka; bencana: -- banjir itu datang dng tiba-tiba
nisbah nis.bah [n] (1) perhubungan keluarga; (2) nama yg menyatakan seketurunan [n] perbandingan antara aspek kegiatan yg dapat dinyatakan dng angka, msl perbandingan antara laba dan penjualan; rasio
perpustakaan per.pus.ta.ka.an [n] (1) tempat, gedung, ruang yg disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsb; (2) koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yg disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan
perubah per.u.bah [n Mat] simbol yg digunakan untuk menyatakan unsur yg tidak tentu dl suatu himpunan; peubah
peubah pe.u.bah [n Stat] (1) simbol yg digunakan untuk menyatakan unsur yg tidak tentu dl suatu himpunan; (2) besaran yg bervariasi atau besaran yg dapat mengambil salah satu dr suatu himpunan nilai tertentu (dl matematika); variabel
rebah re.bah [v] bergerak dr posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring (spt orang, pohon); terletak berbaring; roboh; tumbang: banyak pohon yg -- ditiup angin kencang itu; membawa (memberi) -- , menggagalkan (menjatuhkan)
rembah-rembah rem.bah-rem.bah [a] tidak teratur; tidak simetris tt letak sesuatu
retak re.tak [a] (1) tampak bergaris pd barang keras (spt piring, batu) yg menandakan akan pecah): piring ini sudah --; (2) kl cacat; cela: buku ini masih banyak -- nya; (3) berselisih; tak akrab lagi; sudah tidak utuh (bersatu) lagi: ditegaskan bahwa tidak ada -- sedikit jua di antara mereka
secupak tak jadi segantang secupak tak jadi se.gan.tang [pb] sesuatu yg tetap dan tidak dapat diubah lagi
sembah sem.bah [n] (1) pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dng cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh, lalu mengangkatnya hingga ke bawah dagu atau dng menyentuhkan ibu jari ke hidung) mengangkat -- , menghormat dng sembah; (2) kl kata atau perkataan yg ditujukan kpd orang yg dimuliakan: demikianlah -- Hang Tuah; berdatang -- , datang seraya berkata dng hormatnya
siap cetak tidak perlu ditulis ulang lagi, langsung dapat dicetak (tt bahan berita)
sintaksis sin.tak.sis [n Ling] (1) pengaturan dan hubungan kata dng kata atau dng satuan lain yg lebih besar; (2) cabang linguistik tt susunan kalimat dan bagiannya; ilmu tata kalimat; (3) sub-sistem bahasa yg mencakup hal tsb
sirene kapal sirene yg terdapat pd kapal, dibunyikan sbg pemberitahuan kpd para penumpang bahwa kapal akan segera berangkat dsb
struktur sintaksis [Ling] subsistem bahasa tempat unsur-unsur kalimat dan hubungannya secara horizon-tal yg dianalisis dl sintaksis
tata bahasa ta.ta ba.ha.sa [n] (1) kumpulan kaidah tt struktur gramatikal bahasa; (2) buku tt kaidah bahasa yg meliputi kaidah fonologi, morfologi, dan sintaksis
adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dl limbahan sekalipun [pb] orang yg asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
administrasi perpustakaan kegiatan pelengkap yg berkaitan dng rencana memajukan dan mengembangkan perpustakaan
agen pembaharuan orang atau lembaga yg mendorong ter-ciptanya perubahan sosial ekonomi secara berencana (spt penyuluh pertanian, guru)
ahli bahasa orang yg mahir dl pengetahuan bahasa
ahli mesin kapal [Lay] perwira bagian mesin kapal niaga yg tugasnya menjalankan, merawat, dan memperbaiki semua mesin di kapal
air beriak tanda tak dalam air be.ri.ak tanda tak dalam [pb] orang yg sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi
air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga air cucuran atap jatuh ke pe.lim.bah.an juga [pb] biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya
air limbah air yg membawa dan mengandung bahan buangan berbagai kegiatan penduduk atau pabrik
alat baca cetak alat baca mikrofilm yg juga mencetak dan memperbesar mikrofilm secara cepat untuk reproduksi dokumen
alat pengecambah alat untuk mengecambahkan benih atau biji
alat perontok gabah [Tan] alat untuk memisahkan butir-butir gabah dr malainya, digerakkan tenaga manusia atau mesin
alih bahasa alih ba.ha.sa [n] pengalihan makna atau amanat dr bahasa tertentu ke dl bahasa lain; penerjemahan
alur kapal riak air di belakang kapal yg sedang melaju
ambah am.bah [ark n] pertukangan: sekolah --
ambah-ambah am.bah-am.bah [Jk n] penyakit sampar
amirulbahri ami.rul.bah.ri [Lihat {amirulbahar}]
anak kapal awak atau pegawai yg bertugas di kapal
atak [n Graf] (1) komposisi; tata letak; (2) tata letak huruf yg akan dicetak [ark n ] mobil beroda tiga (spt bemo)
atak kasar berbagai unsur karya seni (teks, gambar, foto, dan ilustrasi lain) yg disatukan dan diletakkan pd satu lembaran karton, kemudian difoto untuk dijadikan separasi
ataksia atak.sia [n Dok] kehilangan kendali atas fungsi tubuh
awak kapal anak buah kapal (perahu)
babah ba.bah [Lihat {baba}]
badan kapal badan sebuah kapal, tidak termasuk tiang-tiang, tali-temali, layar, permesinan, dan peralatan
bagai kapal tidak bertiang bagai kapal tidak ber.ti.ang [pb] perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yg tidak mempunyai pemimpin
bagai pintu tak berpasak [pb] sesuatu yg membahayakan
bagi tambahan bagian karangan yg pd umumnya terdiri atas daftar pustaka, lampiran, indeks, dan riwayat hidup pengarang
baju takwa lihat 2takwa
balai bahasa lembaga yg mengurus masalah bahasa (termasuk sastra) di daerah sbg bagian Pusat Bahasa
balut bahasa bengkak sedikit sehingga tambah memaniskan (tt mata)
barang cetakan barang yg dicetak (spt buku, majalah)
barometer bahari barometer air raksa yg dirancang khusus untuk dipasang di kapal laut
Batak Ba.tak [n] suku bangsa di daerah Sumatra Utara
batak ba.tak [n Sas] petualang; pengembara
bedebah be.de.bah [a] celaka (sbg makian): anak --; si --
bekertak be.ker.tak [Mk v] berbunyi "ketak-kertak", spt dahan patah, lantai pelupuh terinjak
bekertak-kertak be.ker.tak-ker.tak [v] membuat berbunyi "kertak-kertak" spt dahan patah atau lantai pelupuh terinjak
bengkatak beng.ka.tak [n] kadal dng sisir di belakangnya
bentak ben.tak [v] mem.ben.tak v memarahi dng suara keras; menghardik: ia -- dan mengusir pengemis itu
bentakan ben.tak.an [n] suara keras dan kasar untuk memarahi
bentuk bahasa [Ling] (1) penampakan atau rupa satuan bahasa; (2) penampakan atau rupa satuan gramatikal atau leksikal dipandang secara fonis atau grafemis
berani hilang tak hilang [pb] melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut
berantak be.ran.tak , be.ran.tak.an a (1) cerai-berai (berserak-serak); tidak keruan letaknya: sungguh tidak sedap pemandangan di ruangan itu krn segala barang -; (2) tidak terpelihara dng baik: jika rumah tangga -, pendidikan anak-anak akan telantar
berbahagia ber.ba.ha.gia [a] (1) dl keadaan bahagia; bahagia; (2) v menikmati kebahagiaan; bahagia
berbahas-bahasan ber.ba.has-ba.has.an [v] berbahasan
berbahasa ber.ba.ha.sa [v] (1) menggunakan bahasa; (2) sopan santun; tahu adat
berbahaya ber.ba.ha.ya [v] (1) ada bahayanya; (mungkin) mendatangkan bahaya; (dl keadaan) terancam bahaya: kanker dan tifus merupakan penyakit akut yg -; (2) (dl keadaan) terancam bahaya: -- sekali keadaannya, lukanya sangat parah
bercetak ber.ce.tak [v] dicetak (dicap): kata-kata yg ~ miring adalah kata-kata asing
berdetak ber.de.tak [v] berbunyi spt berdetik, tetapi lebih berat
bergeretak ber.ge.re.tak [v] mengeluarkan bunyi "kertak-kertak": rumah ~ krn digoyang gempa
berhanyut ber.ha.nyut [v] tergelincir; meleset; larat; hanyut: dua kali membuang sauh selalu ~ juga sauhnya
berkain tiga hasta; berkain tak cukup sebelit pinggang; tak berkain sehelai benang) ber.ka.in tiga hasta; ber.ka.in tak cukup sebelit pinggang; tak ber.ka.in sehelai benang) [pb] serba kekurangan (miskin sekali)
berkapal ber.ka.pal [v] menggunakan kapal; bepergian dng kapal (biasanya kapal laut): kami ~ menyusuri pantai
berkatak-katak ber.ka.tak-ka.tak [v] berlipit-lipit; bergelambir
berkecambah ber.ke.cam.bah [v] mulai tumbuh menjadi kecambah (tt biji kacang-kacangan): semaian kacang itu sudah mulai ~
berkerotak ber.ke.ro.tak [v] berderak-derak
berketak ber.ke.tak [v] (1) berlipat (pd kulit leher dsb): lehernya jenjang ~ tiga, tempat peluh bermain; (2) berombak-ombak (rambut): ia menyikat rambutnya yg ~ itu
berketak-ketak ber.ke.tak-ke.tak [v] (1) berbunyi "ketak, ketak"; (2) berkotek-kotek (bunyi ayam)
berketak-ketik ber.ke.tak-ke.tik [v] (1) berbunyi "ketak, ketik" (tt arloji dsb); (2) ki berdebar-debar hatinya
berketuk-ketak ber.ke.tuk-ke.tak [v] berketak-ketak
berkhotbah ber.khot.bah [v] berpidato (tt ajaran agama dsb): tiap-tiap hari Jumat ia ~ di masjid
berkocak tanda tak penuh ber.ko.cak tanda tak penuh [pb] orang yg banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya
berkontak ber.kon.tak [v] (1) mengadakan kontak; perhubungan; (2) cak ada arus listriknya (tt pesawat dsb)
berkotak-kotak ber.ko.tak-ko.tak [v] (1) terdiri atas banyak kotak; (2) berpetak-petak; (3) terbagi-bagi; terpecah-pecah: jangan memandang persoalan itu secara sempit dan ~
berkubah ber.ku.bah [v] (1) memakai kubah; (2) beratap lengkung
berlepas taksir ber.le.pas taksir membersihkan diri dr kesalahan orang
berontak be.ron.tak [v] (1) meronta-ronta hendak melepaskan diri: walaupun sudah diikat, kuda itu -- hendak melepaskan diri; (2) cak melawan, tidak mau menurut perintah: adiknya -- , tidak mau disuruh belajar; (3) melawan pemerintah (kekuasaan dsb) secara serentak: suku bangsa itu -- krn merasa diperlakukan tidak adil
berotak ber.o.tak [v] (1) berakal; mempunyai pikiran; mempunyai kecerdasan yg baik: anakmu tidak -; (2) mempunyai otak: apakah udang ada yg -?
berpetak ber.pe.tak [v] berkotak-kotak; berbilik-bilik: di samping rumahnya berderet panjang bangunan ~; rumahnya ~; (2) berbidang-bidang (sawah): tidak jauh dr tempat kami terhampar sawah ~
berpetak-petak ber.pe.tak-pe.tak [adv] berpetak
bersembah ber.sem.bah [v] berkata dng hormat dan khidmat
bersembahyang ber.sem.bah.yang [v] (1) melakukan sembahyang (salat): mereka- hari raya di lapangan dekat masjid Al-Azhar; (2) berdoa (memohon) kpd Tuhan: -- di gereja; (3) upacara selamatan untuk menghormati (memuliakan) para leluhur dsb: -- Tahun Baru
bertakdir ber.tak.dir [v] bergantung takdir
bertakhta ber.takh.ta [v] (1) menjadi raja; memerintah (negeri); berkuasa: siapa yg ~ di kerajaan itu pertama kali?; (2) bersemayam: pd waktu itu raja Mataram ~ di Kartasura
bertakik ber.ta.kik [v] ada takiknya (takuknya)
bertakik-takik ber.ta.kik-ta.kik [v] banyak takiknya
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertaklid buta ber.tak.lid buta hanya meniru (menuruti) paham dsb tanpa mengetahui dasar, hukum, bukti, atau alasan
bertaklik ber.tak.lik [v] mengucapkan pernyataan; mengucapkan janji
bertakuk ber.ta.kuk [v] ada takuknya
bertakwa ber.tak.wa [v] menjalankan takwa
bertambah ber.tam.bah [v] (1) menjadi lebih banyak (lebih besar dsb): utang terus ~; kita harus bekerja lebih keras supaya ~ hasilnya; (2) semakin: gadis itu ~ cantik apabila memakai pakaian hijau
bertambah-tambah ber.tam.bah-tam.bah [v] selalu bertambah; semakin bertambah; bertambah banyak (besar dsb) saja
bertetakan ber.te.tak.an [v] saling menetak; saling membacok
bertitah lalu sembah berlaku ber.ti.tah lalu sembah berlaku [pb] jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga
berubah akal ber.u.bah akal gila; (2) berganti (pikiran, haluan, arah, dsb)
berubah ingatan ber.u.bah ingatan gila
berubah mulut ber.u.bah mulut berubah kata-katanya (pendapatnya); mengingkari janji
berubah pendirian ber.u.bah pendirian berubah pendapat (paham, keyakinan, dsb)
berubah pikiran ber.u.bah pikiran berubah akal
berubah setia ber.u.bah setia tidak patuh lagi
berubah-ubah ber.u.bah-u.bah [v] selalu berubah; berkali-kali berubah; tidak tetap: kemauannya ~ dr waktu ke waktu
berwatak ber.wa.tak [v] mempunyai watak; berkepribadian; bertingkah laku
betak-betak be.tak-be.tak [a] koyak-koyak; compang-camping (tt pakaian) [n] penyakit kulit; betik-betik
binatak bi.na.tak [n Huk] bawaan laki-laki ke rumah istri pd bentuk perkawinan semenda; harta pembujangan (adat Bangka)
bingkatak bing.ka.tak [Mk n] buaya yg pendek dan gemuk badannya; buaya katak
bintak bin.tak [n] perahu bertiang dua
bontak bon.tak [Mk a] gemuk bulat (tt pipi dsb)
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
bulan bahasa dan sastra kegiatan kebahasaan dan kesastraan Indonesia yg secara rutin dilaksanakan setiap bulan Oktober sbg bulan lahirnya Sumpah Pemuda oleh Pusat Bahasa dan lembaga pendidikan yg memiliki jurusan bahasa Indonesia serta instansi yg relevan dng pembinaan dan pengembangan bahasa
buntak bun.tak [a] (1) pendek gemuk; (2) bundar
buta bahasa tidak dapat berbahasa
cacat bahasa kelainan dl bahasa seseorang yg disebabkan oleh gangguan atau cedera psikofisiologis
cambah cam.bah [Lihat {kecambah}]
cambahan cam.bah.an [Jw n] perkawinan tanpa maskawin
celutak ce.lu.tak [Jw a] (1) suka makan sesuatu yg tidak patut krn bukan hak atau jatahnya; (2) ki suka menggoda wanita
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
cetak ce.tak [n] (1) cap (terutama yg dipakai untuk membuat buku dsb); (2) acuan (untuk membuat batu bata, kue, dsb); cetakan
cetak awal [Graf] (1) cetakan dng atau tanpa tinta yg masih akan ditumpangi cetakan warna lain; (2) terbitan pendahuluan sebuah artikel atau karya tulis lain yg akan diterbitkan dl bentuk buku
cetak balik [Graf] cetakan yg huruf atau gambarnya putih di atas latar hitam atau warna hurufnya terang
cetak balikan [Graf] cetakan pd bagian belakang lembaran
cetak batu metode percetakan dng batu sbg acuan, yg gambarnya sama tinggi dng permukaan; cetak datar langsung; litografi
cetak biru cetakan gambar bagan rencana bangunan, berwarna putih di atas dasar biru
cetak buta [Graf] cetakan tanpa tinta; cetak timbul
cetak cahaya [Graf] sistem cetak dng menggunakan cahaya yg memakai acuan kaca
cetak coba [Graf] lembar cetakan permulaan dr susunan huruf di dl dulang (galai) untuk mengetahui benar salahnya susunan huruf, yg harus dikoreksi sesuai dng naskahnya
cetak coba bersih [Graf] cetak coba yg hanya sedikit atau tidak ada kesalahannya
cetak coba repro cetak coba yg dibuat untuk pemotretan reproduksi
cetak dalam [Graf] sistem cetak dng pelat, bagian yg gambarnya dietsa ada di bawah permukaan
cetak datar [Graf] sistem cetakan dng acuan atau pelat yg gambarnya sama tinggi dng permukaan; litograf
cetak dupleks [Graf] cetak dua warna yg dibuat dr model satu warna dng warna yg kedua dipakai sbg warna dasar
cetak lepas artikel yg terbit dl majalah dan dicetak ulang khusus untuk keperluan pengarang tanpa menghilangkan nomor terbitan yg memuat artikel itu
cetak ofset cetak datar tidak langsung, yg tintanya dr pelat dialihkan ke kain karet dan dr kain karet ke kertas
cetak oplah [Graf] pencetakan sejumlah pesanan yg telah ditentukan
cetak perada [Graf] proses cetak memakai tepung (serbuk) warna emas atau perak
cetak seni ukiran, litografi, dsb dr pelat cetakan yg dipersiapkan oleh senimannya
cetak timbul [Graf] cara mencetak dng tidak menggunakan tinta yg krn tekanan cetak, hasilnya agak menonjol berbentuk relief
cetak tinggi metode pencetakan yg huruf dan/atau gambarnya menonjol lebih tinggi di atas permukaan
cetak ulang hasil pencetakan ulang buku, baik krn mengalami penyempurnaan maupun tidak
cetak-mencetak ce.tak-men.ce.tak [n] perihal (yg berhubungan dng) pencetakan buku dsb: mereka bekerja dl bidang ~
cetakan ce.tak.an [n] (1) sesuatu yg telah dicetak; hasil mencetak; (2) penerbitan (buku dsb); (3) acuan (kue dsb); (4) ki sesuatu yg sudah jadi; bentukan
cetakan awal ce.tak.an awal buku yg baru selesai dicetak dan dikirimkan oleh percetakan kpd penerbit sebelum oplah seluruhnya diserahkan: ~ dalam cetak dalam
citak ci.tak ? cetak
cutak cu.tak [ark n] distrik
daftar kepustakaan daftar pustaka
dapur-dapur bahu bagian tubuh di bawah bahu
datang tak berjemput datang tak berjemput, pulang tak ber.han.tar [pb] perihal orang yg tidak diindahkan
daya kecambah [Bot] kemampuan benih untuk tumbuh atau berkecambah normal
debah de.bah [n] sembelih; bantai; zabah
demografi bahasa penyelidikan tt pelbagai kelompok pemakai bahasa dan variasi bahasa dl suatu masyarakat bahasa dng mempergunakan statistik, dan penggolongannya berdasarkan faktor kelas sosial, agama, umur, tempat, pendidikan, dsb
detak de.tak [n] tiruan bunyi detik tetapi lebih berat, tiruan bunyi debar jantung yg memukul keras
detak hati kata hati atau perasaan (hati) bahwa sesuatu akan terjadi
detak jam suara atau bunyi "tak, tak" yg berasal dr jam
dikatakan berhuma lebar dikatakan ber.hu.ma lebar, sesapan di halaman [pb] memegahkan kekayaan (keberanian dsb), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)
dwibahasa dwi.ba.ha.sa [n] dua bahasa; bilingual: kamus -- Inggris-Indonesia
dwibahasawan dwi.ba.ha.sa.wan [n] orang yg dapat berbicara dl dua bahasa, spt bahasa nasional dan bahasa asing, bahasa daerah dan bahasa nasional; pemakai dua bahasa
ejaan Pembaharuan eja.an Pembaharuan sistem ejaan yg dirancang oleh sebuah panitia yg diketuai oleh Prijono dan E. Katoppo pd tahun 1957 sbg hasil keputusan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan, sistem ejaan ini tidak pernah dilaksanakan
ekabahasa eka.ba.ha.sa [a] hanya memahami dan menggunakan satu bahasa; bersifat monolingual
ekabahasawan eka.ba.ha.sa.wan [n] orang yg hanya mampu menggunakan satu bahasa
ekologi bahasa penyelidikan tt interaksi antara bahasa dan lingkungannya, spt yg terdapat dl etnolinguistik dan sosiolinguistik
ekologi taksonomi cabang ekologi menurut golongan taksonomi, msl ekologi serangga dan ekologi mikrob
emas lantakan emas lantak
embah em.bah [Jw n] nenek; kakek
entak en.tak [v] meng.en.tak v (1) menginjak (mengenyak, menekan ke bawah, menumbuk, dsb) kuat-kuat: dia menghardik seraya ~ lantai; (2) menusuk; menikam (dng tombak dsb): dia terjatuh ketika hendak ~ babi hutan itu
epistaksis epis.tak.sis [n Dok] pendarahan dr hidung; mimisan
epitaksi epi.tak.si [n Fis] pertumbuhan suatu hablur pd permukaan hablur lain yg berfungsi sbg substrat sehingga pertumbuhan itu diorientasikan oleh struktur substrat itu
fototaksis fo.to.tak.sis [n] reaksi binatang thd cahaya
gabah ga.bah n butir padi yg sudah lepas dr tangkainya dan masih berkulit; antah: merpati itu diberi pakan jagung dicampur -- [ark n] kubah [Jk a] gegabah
gedabah ge.da.bah [n] hiasan rambut berbentuk segitiga (dr emas): pengantin itu disuntingi -- emas
gegabah ge.ga.bah [Jw a] terlampau berani sehingga mengakibatkan kurang hati-hati (tt sikap, tindakan, perbuatan)
gegar otak [Dok] penderitaan pd otak akibat guncangan dr luar (krn terjatuh, pukulan benda keras, dsb)
gelabah ge.la.bah [n] kemenangan ? gelebah
gelatak ge.la.tak [Lihat {geletak}] [a] cerewet; banyak mulut [v] , meng.ge.la.tak v menggelitik; menggelikan
gelebah ge.le.bah [kl a] sedih; gelisah
geletak ge.le.tak /gelEtak/, meng.ge.le.tak v (1) menelentangkan (diri): krn lelah dan mengantuk, ia ~ begitu saja di pinggir jalan; (2) terkapar; terletak begitu saja: orang yg terserempet mobil itu masih ~ di tepi jalan, belum ada yg mengurusinya
gelotak ge.lo.tak [v] , meng.ge.lo.tak v mengupas buah yg keras kulitnya
gemeletak ge.me.le.tak [v] berbunyi "kertak, kertak" spt bunyi gigi yg beradu; gemeretak
gemeretak ge.me.re.tak [v] berbunyi "kertak-kertak" spt dahan besar yg patah
gemertak ge.mer.tak [v] berbunyi "kertak, kertak"
gerabah ge.ra.bah [Jw n] alat-alat dapur (untuk masak-memasak dsb) yg dibuat dr tanah liat yg kemudian dibakar (msl kendi, belanga)
gerantak ge.ran.tak , meng.ge.ran.tak v mengentakkan (kaki) ke lantai
geratak ge.ra.tak [Jk v] pergi ke sana kemari untuk mencari sesuatu
geretak ge.re.tak [n] bunyi "kertak-kertak" spt gigi digesekkan
gertak ger.tak [n] suara keras (entakan kaki, ancaman, dsb) untuk menakut-nakuti: jangan takut, itu hanya --
gertakan ger.tak.an [n] (1) perbuatan menggertak; (2) gertak
getak-getuk ge.tak-ge.tuk [n] tiruan bunyi suara ketukan berulang-ulang secara teratur
gibah gi.bah [Ar v] membicarakan keburukan (keaiban) orang lain: -- dilarang dl agama Islam
gila-gila bahasa gi.la-gi.la bahasa sedikit gila
gobah go.bah [Lihat {gubah}]
gratak gra.tak [a] tidak dapat membiarkan sendiri (tt anak kecil)
gubah gu.bah [v] meng.gu.bah v (1) mencocok dan mengatur bunga- bungaan (untuk perhiasan sanggul dsb); merangkai: ~ bunga; (2) mengarang (cerita, lagu, dsb)
gubahan gu.bah.an [n] (1) bunga dsb yg telah digubah; (2) hasil menggubah; karangan (terutama yg masuk kesusastraan); (3) susunan lagu: anak itu menyanyikan lagu ~ komponis ternama; isi suatu ~ sesuai dng jiwa pengarang
gudang arsip tak-aktif tempat menyimpan kumpulan surat yg sudah berkurang kegunaannya sebelum dimusnahkan; -- dingin penyimpan sesuatu sesudah dibekukan dng suhu di bawah titik beku (msl ikan atau daging); gudang penyimpan buah, ikan, daging, dsb yg bersuhu dingin agar tetap segar: kapal itu dilengkapi dng -- dingin
guntak gun.tak [n] tiruan bunyi "kelotak-kelotak" spt bunyi biji di dl buah yg telah kering yg dikocak
halaman cetak [Graf] bagian halaman dng ukuran tertentu yg memuat cetakan
hari takwim waktu selama 24 jam, dimulai dr pukul 00.00-24.00; (2) sepertiga ratus enam puluh lima bagian dr satu tahun matahari yg dinyatakan dl hari dng satu periode bumi mengelilingi matahari
harimau ditakuti krn giginya [pb] orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang krn kekuasaan dan pangkatnya
heliotaksis he.li.o.tak.sis [n Bio] reaksi positif atau negatif yg diberikan suatu organisme thd rangsangan yg berasal dr sinar matahari
hibah hi.bah [n] pemberian (dng sukarela) dng mengalihkan hak atas sesuatu kpd orang lain: rumah ini kami terima sbg -- dr paman
hibahan hi.bah.an [n] hasil menghibahkan
hilang tak tentu rimbanya [pb] hilang lenyap tanpa bekas; pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi
hipotaksis hi.po.tak.sis [n Ling] (1) hubungan gramatikal antara klausa utama dan klausa terikat; (2) penggabungan kalimat dng kalimat, klausa dng klausa, frasa dng frasa, atau kata dng kata, dng menggunakan kata penghubung
hitam dikatakan putih [pb] tidak mengatakan yg sebenarnya (yg baik dikatakan buruk dan sebaliknya)
hujan tak sekali jatuh [pb] suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus; keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang
huruf cetak huruf yg lazim dipakai dl cetak-mencetak (huruf-hurufnya tidak bergandengan)
ibah [Lihat {hibah}]
ijuk tak bersagar lunak tak berbatu [pb] seseorang yg tidak ada sanak saudaranya yg dimalui (ditakuti) orang
ilmu bahasa penge-tahuan bersistem tt (ihwal) bahasa (tata bahasa); linguistik
ilmu perpustakaan pengetahuan dan keahlian mengenai administrasi perpustakaan berikut koleksinya, ekonomi perpustakaan, dan bibliografi
istimtak is.tim.tak [Ar v] bercumbu-cumbuan antara suami dan istri
jalan bahasa tata bahasa; tata pemakaian bahasa
janabah ja.na.bah [n] junub
jaring hanyut jaring insang yg pemasangannya dibiarkan hanyut mengikuti arus
jaring kantong kapal jaring kantong yg cara penarikannya dilakukan menuju ke kapal yg sedang berhenti
jasa perpustakaan segala fasilitas yg disediakan oleh sebuah perpustakaan untuk penggunaan buku dan penyebaran informasi
jebah je.bah /jEbah/, ber.je.bah a berlebih-lebihan; terdapat di mana-mana (tt barang dagangan)
jejabah je.ja.bah [n] jerami dan daun-daun kering yg dipakai sbg alas tidur hewan, induk hewan yg hendak beranak, atau untuk anak sapi
jejak bahu panjang rambut yg sampai ke bahu
jenang kapal [Lay] awak kapal yg mengepalai bagian jasa boga dan bagian perbekalan
jerambah je.ram.bah [n] lantai yg agak tinggi yg bersambung dng rumah, tetapi tidak beratap (tempat mencuci piring, menjemur pakaian, dsb)
jitak ji.tak [v] , men.ji.tak v cak mengetuk (menampar) dahi atau kepala (dng buku tangan yg dikepalkan)
jrambah jram.bah [n] lantai yg lebih tinggi
jubah ju.bah [n] baju panjang (sampai di bawah lutut), berlengan panjang, spt yg dipakai oleh orang Arab, padri, atau hakim: perutusan dr Saudi Arabia itu semuanya mengenakan -- putih
juru atak [Graf] orang yg bertugas mengatur pengatakan cerita, artikel, atau gambar pd halaman media cetak
juru bahasa orang yg kerjanya menerjemahkan perkataan orang (bahasa lisan); penerjemah
Kaabah Ka.a.bah ? Kakbah
Kabah Ka.bah ? Kakbah
kain kapal [Lp] kain adat yg umumnya bermotif haluan atau buritan kapal, berwarna biru dan merah, juga terdapat motif manusia dng warna merah dan biru, pinggir bagian atas bermotif tumpal atau pucuk rebung, dipakai di kalangan terbatas, yaitu di kalangan kelompok kerabat klan pemimpin adat, pendiri desa, penguasa wilayah suku dan marga
kain takwa kain (baju) potongan Cina berkancing sampai ke leher dan bersaku dua yg terletak pd bagian depan bawah; baju takwa
kalah gertak kalah krn ditakut-takuti; kalah dl hal menggertak
kalau tak ada angin [pb] jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi
kalau takut dilimbur pasang kalau takut di.lim.bur pasang, jangan berumah di tepi pantai [pb] kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu
kamus aneka bahasa [Ling] kamus multibahasa
kamus bahasa baku kamus yg memuat kosakata ragam bahasa baku
kamus dwibahasa kamus yg memuat kata atau gabungan kata suatu bahasa yg disusun secara alfabetis dng penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dl bahasa lain yg menjadi bahasa sasaran; kamus yg disusun dng menggunakan (terdiri atas) dua bahasa
kamus ekabahasa kamus yg memuat kosakata suatu bahasa yg disusun secara alfabetis dng penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dl kalimat dl bahasa yg sama; kamus yg disusun dng menggunakan (terdiri atas) satu bahasa
kamus multibahasa kamus yg memuat kosakata suatu bahasa dng penjelasan makna dan contoh pemakaiannya dl dua bahasa lain atau lebih sbg bahasa sasaran; kamus yg terdiri atas tiga bahasa atau lebih
karang otak karang yg berbentuk spt otak manusia
karya cetak segala sesuatu yg dicetak
katak ka.tak [n] binatang amfibi pemakan serangga yg hidup di air tawar atau di daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang dp kaki depan, pandai melompat dan berenang [ark n] lipit-lipit pd leher dsb; gelambir: ayam kalkun mempunyai keistimewaan, yaitu mempunyai -- pd lehernya [a] pendek: baju -- , jas berlengan pendek
katak betung katak yg nyaring bunyinya
katak hijau katak berwarna hijau, hidup di sawah, makanannya nyamuk, jentik-jentik, dsb
katak kembung katak yg dapat menggembungkan dirinya
katak kuak katak yg besar
katak pohon katak yg mempunyai selaput spt kaki bebek, digunakan untuk meluncur dr satu pohon ke pohon lainnya, bagian atas tubuhnya berwarna hijau, bagian bawahnya berwarna cokelat kekuning-kuningan; katak terbang
katak puru katak yg berkulit kasar, berbintik-bintik, berwarna kehitam-hitaman, kadang-kadang berwarna spt tanah; bangkong
katak terbang katak pohon
kategori sintaksis [Ling] (1) golongan yg diperoleh suatu satuan sbg akibat hubungan dng kata lain dl konstruksi sintaksis; (2) kategori gramatikal
kebah ke.bah [ark a] basah berkeringat; hilang panasnya sesudah berkeringat (tt penyakit demam)
kebahasaan ke.ba.ha.sa.an [n] perihal bahasa
kebotakan ke.bo.tak.an [n] keadaan atau hal botak
kecambah ke.cam.bah [n] tumbuhan kecil yg baru tumbuh dr biji kacang-kacangan yg disemaikan
kecambah normal kecambah yg diharapkan dapat tumbuh menjadi tanaman yg berproduksi apabila keadaan lingkungan menguntungkan
kedwibahasaan ke.dwi.ba.ha.sa.an [n] perihal pemakaian atau penguasaan dua bahasa (spt bahasa daerah di samping bahasa nasional); bilingualisme
keekabahasaan ke.e.ka.ba.ha.sa.an [n] keadaan ekabahasa; monolingualisme
kelas kapal [Lay] kriteria kualifikasi kapal menurut ketentuan biro klasifikasi yg didasarkan atas konstruksi kapal ditinjau dr aspek keselamatan, dan dijadikan patokan nilai premi asuransi dan nilai asuransi
kelembahang ke.lem.ba.hang [n] (1) tumbuhan terna yg daunnya menyebabkan gatal pd kulit apabila tersentuh; jelatang; Alocasia ovalifolia; (2) daun kelembahang
keletak ke.le.tak [n] tiruan bunyi batu kecil yg jatuh di papan dsb
keluar tak mengganjilkan keluar tak meng.gan.jil.kan , masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil) [pb] hal (orang) yg tidak terpandang sedikit juga dl masyarakat
kementakan ke.men.tak.an [n] kemungkinan; kebolehjadian: -- terjadinya banjir sangat kecil
kepala bahu bagian bahu yg menyembul
keretakan ke.re.tak.an [n] hal (keadaan) retak: ~ ini hendaknya dapat diatasi
kerotak ke.ro.tak [n] derak-derak
kertak ker.tak [n] bunyi spt dahan patah atau lantai papan yg terinjak
kertak-kertuk ker.tak-ker.tuk [v] berbunyi "kertak-kertuk"
kerutak ke.ru.tak [v] me.nge.ru.tak v mengerkah (tt tulang dsb)
ketabahan ke.ta.bah.an [n] perihal tabah; keadaan tabah; ketetapan hati; kekuatan hati
ketak ke.tak [a] bunyi "tak, tak" (bunyi ketukan pd papan) [n] pelipatan (kerut) pd kulit leher dsb
ketakaburan ke.ta.ka.bur.an [n] perihal atau sifat takabur; kesombongan: -- membuat orang ingkar pd kebenaran
ketakjuban ke.tak.jub.an [n] keadaan (perihal) takjub; kekaguman; keheranan: ~ arsitek Barat thd konstruksi Candi Borobudur dapat dipahami
ketakrifan ke.tak.rif.an [n Ling] hal yg bersangkutan dng sifat nomina atau frasa nomina yg acuannya (dianggap) telah sama-sama diketahui oleh pembicara dan pendengar dl situasi komunikasi
ketaksaan ke.tak.sa.an [n] perihal taksa; kekaburan; keraguan (tt makna); ambiguitas: ~ kalimat dapat diatasi dng memperhatikan konteks
ketakutan ke.ta.kut.an [n] perihal takut; rasa takut; keadaan takut; (2) n keseganan; (3) a kekhawatiran; kegelisahan; (4) a dl keadaan takut; menderita takut (khawatir gelisah)
ketakwaan ke.tak.wa.an [n] perihal takwa
ketatabahasaan ke.ta.ta.ba.ha.sa.an [n] hal yg berhubungan dng tata bahasa
keterampilan bahasa ke.te.ram.pil.an bahasa [Ling] kecakapan seseorang untuk memakai bahasa dl menulis, membaca, menyimak, atau berbicara
khalikul bahri kha.li.kul bah.ri [Ar n] pencipta lautan (yakni Allah)
khitbah khit.bah [n Isl] peminangan kpd seorang wanita untuk dijadikan istri
khotbah khot.bah [n] pidato (terutama yg menguraikan ajaran agama): -- Jumat
kimbah kim.bah [v] me.ngim.bah v mengais pasir dsb: penyu pandai ~ pasir supaya hilang bekas tempatnya bertelur
kobah ko.bah [ark n] gendang (genderang) besar
kontak kon.tak [n] hubungan satu dng yg lain: sejak berpisah kami kehilangan -- satu sama lain; (2) n cak sambungan arus listrik: walaupun kabelnya dipasang, jika belum ada -- nya, lampu listrik itu belum juga bisa menyala; (3) v cak bertemu (dng); tembak-menembak: patroli kita -- dng musuh di dekat pelabuhan
kontak fatis [Ling] hubungan antara pembicara dan kawan bicara yg berlangsung sangat singkat yg dinyatakan dng perbuatan atau ungkapan yg tidak berisi informasi mendalam
konteks semotaktis [Ling] lingkungan semantis yg ada di sekitar suatu unsur bahasa; makna unsur bahasa
konteks sintaktis [Ling] lingkungan gramatikal dr suatu unsur bahasa yg menentukan kelas dan fungsi unsur tersebut
kotak ko.tak [n] (1) peti kecil tempat barang perhiasan, barang kecil, dsb; (2) petak: setelah panen, -- sawah itu ditaburi dng benih ikan; (3) Olr tingkatan atau tempat yg tiada masuk dl hitungan: dl babak penyisihan kesebelasan itu sudah masuk --; (4) cak ruang (bidang) empat persegi: di dalamnya terdapat dua kolam renang, satu berbentuk lingkaran dan satunya lagi berbentuk --
kotak hitam kotak kecil yg ditempatkan pd ekor pesawat terbang yg dapat merekam pembicaraan antara pilot pesawat dan petugas menara pengawas atau suara dl pesawat terbang
kotak katik ko.tak ka.tik [n] gerak-gerik (suara dsb): tidak terdengar -- nya, semuanya membisu
kotak perkakas kotak yg berisi seperangkat perkakas untuk menukang dsb
kotak pos kotak di kantor pos yg disewakan kpd pelanggan, kuncinya dipegang oleh orang yg berlangganan surat untuk pelanggan dapat dimasukkan ke dl kotak tsb dan dapat diambil sewaktu-waktu oleh pelanggan
kotak sarang [Tern] kotak tempat kelinci bersarang dan beranak
kotak suara kotak dl pemilihan calon anggota DPR (lurah, dsb) kotak tempat memasukkan lembaran yg sudah diisi oleh pemilih
kotak surat kotak tempat surat di depan rumah, surat untuk penghuni rumah dapat dimasukkan ke dl kotak tsb, dan dapat diambil sewaktu-waktu oleh pemiliknya
kotaklema ko.tak.le.ma [n] ikan laut yg besar bernapas dng paru-paru; ikan paus: lelaki tua itu dikenal sbg tukang tikam --
kotbah kot.bah [Lihat {khotbah}]
kubah ku.bah [n] (1) lengkung (atap); (2) atap yg melengkung merupakan setengah bulatan (kupel): -- masjid; (3) bagian sebelah atas pesawat terbang, truk atau tank, yg meninggi dan berbentuk setengah bulatan (tempat senapan mesin dsb): -- senapan mesin
kubu kapal [Lay] pelat yg menonjol di atas geladak kapal yg berfungsi sbg pagar kapal
kumbah kum.bah [Jw v] me.ngum.bah v mencuci (membasuh) dng air: ia ~ baju di pancuran dekat kaki bukit itu; dukun itu ~ keris setiap bulan Sura
kutak ku.tak [Mk v] mengguncangkan kuat-kuat
kutbah kut.bah [Lihat {khotbah}]
labah-labah la.bah-la.bah [Lihat {laba-laba}]
laboratorium bahasa ruangan yg dilengkapi dng alat-alat keperluan pengajaran bahasa berupa pita perekam, kaset, proyektor, dan piringan hitam, dipakai secara terpisah-pisah atau bersama-sama
lagak bahasa gaya bahasa; cara dan lagu mengucapkan kata-kata
langkah tersentak [Tern] langkah tersentak-sentak pd anak ayam yg menderita kekurangan piridoksin (vitamin B6), biasanya diawali oleh penurunan selera makan, pertumbuhan, anemia, kelainan gerakan, dan akhirnya konvulsi
lantak lan.tak [v] me.lan.tak v (1) memukul kuat-kuat supaya keras atau padat; (2) memukul supaya masuk ke dl tanah: ~ pancang; (3) menggasak; menghantam; menghabiskan: mereka ~ semua hidangan itu [n] kayu yg digunakan untuk menahan tanah longsor: pasanglah -- pd tebing itu
lantakan lan.tak.an [n] sesuatu yg dilantak (msl senapan)
lapisan bahang la.pis.an bahang [Fis] lapisan yg berbeda-beda suhunya di dalam badan air
laras bahasa [Ling] kesesuaian di antara bahasa dan pemakaiannya
larat la.rat [v] (1) hanyut dan tidak menyangkut: sauh kapal itu -- hingga tidak dapat mengait dasar laut; (2) bertambah jauh (panjang, luas, mendalam, dsb): sakitnya bertambah --; kalau tidak kuat, -- jadi penyakit; (3) pergi jauh meninggalkan kampung halaman; mengembara; merantau: kita telah lama -- ke negeri orang untuk mencari peruntungan; (4) ki sedih sekali; melantur-lantur (tt perasaan dan pikiran): -- pikirannya; (5) ki terharu (tt perasaan); iba: -- hatinya mendengar perkataan anak itu [ark a] dapat; mampu; sanggup [n] anggrek, Dendrobium phalaenopsis
latak la.tak [Jw n] ampas (tahi) minyak (cat, gula, dsb)
latihan taktis la.tih.an taktis [Mil] latihan pasukan pd semua taraf operasi tempur, termasuk berbaris, pengamanan, serangan, pertahanan, dan pengunduran
lebah le.bah [n] serangga berbulu, bersayap empat dan hidup dr madu kembang (banyak macamnya spt -- keram, -- lalat); tawon
lebah bergantung [ki] (1) bentuk dagu yg indah: dagunya indah bak -- bergantung; (2) nama ukiran pd jubung-jubung perahu; (3) corak atau gambar pd kain (spt lebah hinggap yg satu bergantung pd yg lain sbg membentuk corak separuh kalung bergantung)
lebah lilin serangga (lebah) yg hidup berkelompok, sarangnya bergetah, tidak mempunyai sengat, Trigona airdiipenus; -- madu lebah yg bersarang di dl lubang pohon tua atau lubang buatan lain dan menghasilkan madu, Apis indica
lelabah le.la.bah ? laba-laba
lembah lem.bah [n] tanah rendah (di kiri kanan sungai, di kaki gunung); ngarai
lembah hitam lembah nista
lembek otak lemah otak
lengkung lembah [Kap] lengkung yg terjadi krn kecenderungan melenturnya badan kapal sehingga bagian tengahnya lebih rendah dp bagian haluan dan buritan
letak le.tak [n] (1) tempat beradanya sesuatu: di mana -- rumahnya; (2) kedudukan; keadaan: coba jelaskan bagaimana -- persoalannya
lidah tak bertulang [pb] mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu yg berat adalah melaksanakannya
lilin lebah lilin hasil penggetahan (sekresi) lebah madu atau jenis lebah lainnya; malam
limbah lim.bah [n] (1) sisa proses produksi; (2) bahan yg tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dl pembuatan atau pemakaian: -- pabrik mencemarkan air di daerah sekitarnya; (3) barang rusak atau cacat dl proses produksi
limbah cair air yg membawa sampah (limbah) dr rumah, bisnis, dan industri
limbah halaman guntingan, pangkasan tanaman, dan bahan buangan lainnya dr halaman dan kebun
limbah industri limbah yg berasal dr buangan kegiatan industri
limbah rumah tangga limbah yg berasal dr buangan kegiatan rumah tangga dan kegiatan sanitasi manusia yg rutin
limbung kapal galangan kapal; dok
litak li.tak [Mk a] letih; lunglai (krn kelaparan)
lompat katak permainan anak-anak dng melompat-lompat spt katak
lotak lo.tak [a] (1) mulai busuk: mayat itu sudah --; (2) lusuh (krn tua, usang, dsb): kain itu sudah --
luluh lantak lu.luh lan.tak [v] hancur sama sekali
mahabah ma.ha.bah [n] perasaan kasih sayang; (2) v Tas lupa akan kepentingan diri sendiri krn mendahulukan cintanya kpd Allah
mahbubah mah.bu.bah [Ar n] kekasih (perempuan)
main watak pemain yg memerankan watak tertentu
majelis Perubahan Undang-Undang Dasar [Pol] badan yg ada menurut UUDS 1950 yg berwenang mengubah UUDS 1950
malapetaka ma.la.pe.ta.ka [n] kecelakaan; kesengsaraan; musibah: siapa pun tidak mengharapkan -- datang menimpanya
mampu bahasa [Ling] kemampuan seseorang menggunakan bahasa yg memadai dilihat dr sistem bahasa
manajemen bahan kegiatan atau penelaahan yg mencakup perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian arus bahan di tiap tahap yg dilaluinya mulai dr penyuplai sampai ke tempat penyimpanannya dl bentuk barang jadi
mara bahaya berbagai bahaya (bencana): hutan belantara yg penuh dng -- bahaya
masyarakat bahasa kelompok orang yg merasa memiliki bahasa bersama, yg merasa termasuk dl kelompok itu, atau yg berpegang pd bahasa standar yg sama
matakao ma.ta.kao [n] gambar binatang yg digantungkan dan diletakkan di tengah-tengah tanaman tertentu sbg penolak secara gaib thd hewan yg sebenarnya (kebiasaan di Pulau Mentawai)
mati katak mati spt katak, tidak ada yg mempedulikan
mazbah maz.bah [n] tempat menyembelih binatang yg akan dikurban-kan, biasanya bentuknya spt meja tinggi, terbuat dr kayu atau batu
media cetak sarana media massa yg dicetak dan diterbitkan secara berkala spt surat kabar, majalah
mediastinum otak kecil [Anat] sekat tengah otak kecil
melantakkan me.lan.tak.kan [v] memukul kuat-kuat supaya masuk (terbenam) dalam-dalam (tt paku, pancang, dsb)
meletak me.le.tak [Mk v] menaruh; menempatkan
meletak nasi me.le.tak nasi menaruh sajian (nasi) kpd roh halus, hantu dsb
meletak tanda me.le.tak tanda memberikan barang (berupa cincin dsb) kpd pengantin perempuan sbg tanda perkawinan akan berlangsung
meletakkan me.le.tak.kan [v] (1) menempatkan; menaruh: ia ~ buku-bukunya di atas meja; (2) melepaskan; tidak melaksanakan lagi: krn gagal dl pemerintahannya, perdana menteri itu ~ jabatan; (3) menetapkan: pemerintah telah ~ undang-undang perpajakan thd barang-barang mewah
meletakkan api di bubungan [pb] sengaja mencari bahaya
meletakkan batu pertama me.le.tak.kan batu pertama menempatkan batu yg mula-mula sekali pd waktu mendirikan bangunan (suatu kebiasaan yg bersifat simbolis)
meletakkan senjata me.le.tak.kan senjata menghentikan pertempuran; berhenti berperang
meluluhlantakkan me.lu.luh.lan.tak.kan [v] menghancurkan (menghabiskan) sama sekali: banjir bandang ketika itu sempat ~ delapan dusun
memantakkan me.man.tak.kan [v] memukulkan (paku dsb) hingga masuk dalam-dalam
membaca bahasa mem.ba.ca bahasa (jenis mata pelajaran) membaca sambil mempelajari makna kata dr bahan bacaan
membahagiakan mem.ba.ha.gi.a.kan [v] (1) menjadikan (membuat) bahagia: ia berusaha keras -- keluarganya; (2) mendatangkan rasa bahagia: kehadirannya sangat -- keluarganya
membahasakan mem.ba.ha.sa.kan [v] (1) mengungkapkan dng perkataan; menuturkan; menyatakan: tanpa -nya, orang lain tidak akan mengerti maksudnya; ia tidak mampu -- kesedihan yg dialaminya; (2) menyebutkan dirinya: ia -- (dirinya) adik kepadanya; (3) menegur (menyilakan dsb); menghormat: sekalian yg hadir -- dia duduk di kursi yg paling depan
membahayakan mem.ba.ha.ya.kan [v] (1) mengancam keselamatan; mendatangkan bahaya (kpd): letusan gunung itu -- daerah sekitarnya; (2) mempertaruhkan (nyawanya, kedudukannya): ia bersedia -- kedudukannya demi keadilan
membakar tak hangus direndam tak basah mem.ba.kar tak hangus direndam tak basah [pb] (1) sangat kikir; (2) sangat kuasa
membatak mem.ba.tak [v] (1) bertualang, melanglang; mengembara; (2) merampok; menyamun; merampas
memberantakkan mem.be.ran.tak.kan [v] membuat berantakan: sifat latah dan ikut-ikutan dng anak nakal telah -- studinya
memberontak mem.be.ron.tak [v] berontak
membina bahasa mem.bi.na bahasa upaya untuk meningkatkan mutu penggunaan bahasa, antara lain mencakupi peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan berbahasa yg dilakukan msl melalui jalur pendidikan dan pemasyarakatan
membina watak mem.bi.na watak pembangunan watak manusia sbg pribadi dan makhluk sosial melalui pendidikan dl keluarga, sekolah, organisasi, pergaulan, ideologi, dan agama
membotak mem.bo.tak [v] menjadi botak
membotaki mem.bo.taki [v] mencukur rambut sampai habis; membuat menjadi botak
memecahkan otak me.me.cah.kan otak [ki] sukar sekali untuk dipikirkan; sangat membebani pikiran
memeras otak me.me.ras otak [ki] berpikir keras
memersonanongratakan me.mer.so.na.non.gra.ta.kan [v] menganggap (menyatakan) sbg orang yg tidak disukai; mengusir secara halus krn tidak disukai lagi (duta, konsul, dsb)
memetak-metak me.me.tak-me.tak [v] membagi menjadi beberapa bidang (petak) dng batas-batas tertentu
meminjam ubah me.min.jam ubah [Ling] peminjaman atau pinjaman kata atau frasa dr bahasa lain dng mengubah bentuk fonologinya sehingga dikira merupakan sumber asli
memperbahasakan mem.per.ba.ha.sa.kan [v] membahasakan
mempersembahkan mem.per.sem.bah.kan [v] menyembahkan; memberikan sbg persembahan
mempertakut mem.per.ta.kut [v] (1) menimbulkan rasa takut pd; menakuti; mempertakuti: jangan ~ anak-anak itu dng berbagai cerita seram; (2) menjadikan lebih takut: mereka ~ rakyat yg sudah takut
memperubahkan (dng) mem.per.u.bah.kan (dng) [v] memperlainkan (dr); memperbedakan (dr): ia ~ anak ini dng anak lainnya
memukulratakan me.mu.kul.ra.ta.kan [v] mengambil patokan menurut keadaan pd umumnya; menjadikan rata-rata; menyamaratakan
memutar otak me.mu.tar otak [ki] memeras otak; memikir dng sungguh-sungguh
menabahkan me.na.bah.kan [v] menjadikan tabah; mempertetap (hati); memberanikan: sikap tenang, sabar, dan tawakal ~ hati kita dl menghadapi segala kesulitan hidup ini
menakhtakan me.nakh.ta.kan [v] mendudukkan seseorang di takhta kerajaan; mengangkat seseorang menjadi raja: Napoleon ~ adiknya menjadi raja di Spanyol
menambah me.nam.bah [v] (1) menjadikan (membubuhkan dsb) supaya lebih banyak (besar, hebat, dsb): pemerintah akan ~ anggaran belanja pendidikan dan pertahanan; (2) memberi tambah: jangan ~ persoalan
menambahi me.nam.bahi [v] menjadikan lebih banyak (supaya cukup, lengkap, sesuai dng yg diperlukan): masakan ini terasa hambar, kita harus ~ garam dan merica
menambahkan me.nam.bah.kan [v] (1) membubuhkan (sesuatu) supaya menjadi banyak (lengkap, dsb): ia ~ beberapa keterangan tt asal-usulnya; (2) menjadikan bertambah (spt memperbanyak, mempertinggi, memperbesar, dsb); meningkatkan: usaha untuk ~ produksi pangan terus dilakukan oleh pemerintah
menasabah me.na.sa.bah [Lihat {munasabah}]
menataki me.na.taki [v] memberi beralas atau berlapik
menceritakan men.ce.ri.ta.kan [v] (1) menuturkan cerita (kepada): ia paling pandai ~ cerita binatang; (2) memuat cerita: Serat Dewa Ruci ~ Zaman Purba; (3) mengatakan (memberitahukan) sesuatu kpd: Ibu sedang asyik ~ pendidikan anak-anaknya
mencetak men.ce.tak [v] (1) membuat tulisan atau gambar dr klise pd kertas dng melumas klise itu dng tinta lalu ditekankan pd kertas; mengecap: ~ kamus; (2) mengecap (kain dsb); (3) membuat sesuatu dng acuan; menuang logam (besi dsb) dl acuan: ~ uang perak; ~ kue; (4) memperoleh kemenangan dl (pertandingan); (5) memasukkan gol (dl sepak bola); (6) memperoleh: para pencatutlah yg berhasil ~ keuntungan luar biasa dr pertandingan itu
mencetakkan men.ce.tak.kan [v] (1) menyuruh mencetak; mencetak sesuatu untuk; (2) menerbitkan buku dsb
menciptakan men.cip.ta.kan [v] (1) menjadikan sesuatu yg baru tidak dng bahan: Allah ~ bumi dan langit; (2) membuat atau mengadakan sesuatu dng kekuatan batin: menurut cerita, yg ~ Candi Prambanan ialah Bandung Bondowoso; (3) membuat (mengadakan) sesuatu yg baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dr yg lain): melalui perundingan kita dapat ~ suasana saling mengerti; (4) membuat suatu hasil kesenian (spt mengarang lagu, memahat patung): yg ~ lagu Indonesia Raya adalah W.R. Supratman
mendebah men.de.bah [v] menyembelih; membantai
mendetak men.de.tak [v] berdetak
menebah dada me.ne.bah dada menampar-nampar dada (krn marah, mendongkol, sedih)
menebahkan me.ne.bah.kan [v] merontokkan biji (padi, jagung) dng cara memukul-mukulkan malai berulang-ulang di atas permukaan yg keras, msl lantai jemur
meneratak me.ne.ra.tak [v] mendirikan teratak
menetakkan me.ne.tak.kan [v] memarangkan; membacokkan: sambil berteriak, ia ~ pedangnya yg sudah terhunus ke pundak lawannya [v] menetak
mengangkat sembah meng.ang.kat sembah menyembah
mengasah otak meng.a.sah otak [ki] mengasah pikiran
mengatak meng.a.tak [v] (1) mengatur tata letak huruf yg akan dicetak; (2) mengatur (menata) sesuai dng komposisi yg baik: mereka sibuk ~ pelaminan
mengecambahkan me.nge.cam.bah.kan [v] menyemaikan biji-bijian sehingga tumbuh menjadi kecambah
mengentak-entak meng.en.tak-en.tak [a] berasa spt dicocok-cocok (tt bisul dsb); berdenyut-denyut (tt ubun-ubun, hati, dsb): terasa pusing dan ~ kepala saya; biasanya kepala bayi masih ~
mengentak-entakkan meng.en.tak-en.tak.kan [v] menumbukkan (memukulkan, menghantamkan) turun naik: dia ~ alu itu ke lesung
mengertak-ngertakkan me.nger.tak-nger.tak.kan [Mk v] menggeserkan gigi dng gigi sehingga menimbulkan bunyi "kertak-kertak"
menggeletakkan meng.ge.le.tak.kan [v] menaruh (membiarkan) tergeletak: ia ~ anaknya di bawah sinar matahari pagi
menggemeretakkan meng.ge.me.re.tak.kan [v] menjadi bergeretak atau (berbunyi geretak-geretak)
menggertak meng.ger.tak [v] menakut-nakuti dng suara keras (dng ancaman dsb): maksudnya hanya ~ dng mengacungkan pistolnya
menggertakkan meng.ger.tak.kan [v] (1) memacu kuda agar berlari kencang: ia ~ kudanya; (2) mengeritkan atau mengertakkan (gigi, geraham) krn marah dsb: ia ~ giginya; ~ geraham
menggrataki meng.gra.taki [v] merusak
menghanyutkan meng.ha.nyut.kan [v] (1) membawa hanyut; membawa mengalir; menyebabkan hanyut: banjir bandang ~ jembatan dan rumah-rumah penduduk; (2) ki membawa (diri) berangan-angan: ~ diri dl khayalan
menghibahkan meng.hi.bah.kan [v] memberikan sesuatu (rumah, sawah, dsb) sbg hibah kpd seseorang, biasanya diperkuat oleh akta notaris, pemerintah setempat, saksi dsb
mengkhotbahkan meng.khot.bah.kan [v] mengajarkan atau membicarakan di dl khotbah: ~ sikap hidup berdasarkan agama
mengolah bahan mentah meng.o.lah bahan mentah mengusahakan bahan mentah menjadi bahan industri dsb
mengontak me.ngon.tak [v] menghubungi pihak lain: ~ polisi
mengotak me.ngo.tak [v] menjadi berkotak-kotak
mengotak-ngatikkan me.ngo.tak-nga.tik.kan [v] mengguncangkan (negeri dsb)
mengotak-ngotakkan me.ngo.tak-ngo.tak.kan [v] membuat batas-batas lingkungan sehingga yg satu dng yg lain terpisah; memecah-belah (golongan, kelompok, dsb): golongan kiri berusaha ~ masyarakat agar mudah dihancurkan
mengotaki meng.o.taki [v] mengatur siasat, memberikan pikiran yg dilakukan secara rahasia (tidak terang-terangan); mendalangi: ia dituduh -- berbagai kegiatan pencurian pd beberapa kantor pemerintah dan sekolah
mengubah meng.u.bah [v] (1) menjadikan lain dr semula: timbul niatnya untuk ~ kebiasaan yg buruk itu; (2) menukar bentuk (warna, rupa, dsb): operasi telah ~ hidungnya yg pesek menjadi agak mancung;; (3) mengatur kembali: ~ susunan kalimat
mengubah kata meng.u.bah kata mengingkari janji
mengubahkan meng.u.bah.kan [v] (1) mengubah untuk orang lain: ia ~ baju adiknya; (2) menyebabkan berubah
mengutak-atik meng.u.tak-a.tik [v] melakukan utak-atik; mencoba-coba
mengutak-ngatikkan me.ngu.tak-nga.tik.kan [v] (1) mengguncang-guncangkan; menghuru-harakan (negeri dsb): ~ negeri; (2) memperlakukan dng sewenang-wenang atau sesuka hati; (3) melakukan sesuatu pd peralatan untuk memperbaiki atau menyempurnakannya
menjerambah men.je.ram.bah [v] (1) menganggap sbg jerambah; (2) ki memperlakukan sbg pelacur: ~ seorang perempuan baik-baik merupakan penghinaan yg besar
menostaksis me.nos.tak.sis [n Dok] haid yg tidak normal dan berlangsung lama
mentak men.tak [Jk adv] mungkin; boleh jadi
menyamaratakan me.nya.ma.ra.ta.kan [v] (1) memperlakukan (menganggap) sama semuanya: kita tidak dapat dng semua kemampuan orang; (2) meratakan: pihak lawan -- kota itu dng tanah
menyantakkan me.nyan.tak.kan [v] menyantak
menyatakan me.nya.ta.kan [v] (1) menerangkan; menjadikan nyata; menjelaskan: ucapannya belum ~ siapa di antara mereka yg bersalah; (2) menunjukkan; memperlihatkan; menandakan: daftar itu ~ betapa banyaknya korban yg jatuh; (3) mengatakan; mengemukakan (pikiran, isi hati); melahirkan (isi hati, perasaan, dsb); mempermaklumkan (perang): anak cucunya ~ setuju; ia ~ terima kasihnya kpd pengurus
menyembahkan me.nyem.bah.kan [v] (1) memberikan (mengunjukkan dsb) dng hormat: -- seekor burung bayan kpd baginda; (2) menghidangkan (mempertunjukkan) film dsb: mereka -- film tt perjuangan merebut kemerdekaan pd tahun 1945; (3) menyampaikan (permohonan, surat, pemberitahuan, dsb) dng hormat: -- sepucuk surat kpd Presiden; -- segala hal ihwalnya kpd Baginda
menyembahyangi me.nyem.bah.yangi [v] menyembahyangkan
menyembahyangkan me.nyem.bah.yang.kan [v] (1) mengerjakan sembahyang untuk (ditujukan kpd): -- mayat; (2) mendoakan: -- arwah para pahlawan yg gugur di medan perang
menyentak keris me.nyen.tak keris menghunus (mencabut) keris
menyentak tumbuk me.nyen.tak tumbuk meninju sekuat-kuatnya
menyentak-nyentak me.nyen.tak-nyen.tak [v] marah-marah disertai bentakan atau hardikan; membentak-bentak; menghardik-hardik: kalau ada masalah di kantor, ia selalu -- anak dan istrinya yg tidak bersalah
menyentakkan me.nyen.tak.kan [v] menyentak
menyerentakkan me.nye.ren.tak.kan [v] melakukan serentak
menyimbah me.nyim.bah [v] (1) membasahi: darahnya -- lantai; (2) menyimbur: -- perahu kawan yg berselisih dng air laut; (3) keluar bermanik-manik (tt peluh): peluh -- di dahinya [v] menggulung (lengan baju dsb); menarik ke atas supaya pendek (kain dsb); menyingsingkan
menyimbahkan me.nyim.bah.kan [v] membuat jadi bersimbah
menyunting bahasa me.nyun.ting bahasa penyunting yg menyempurnakan naskah dr segi bahasa (ejaan, diksi, dan struktur bahasa); pengedit bahasa; editor bahasa
merambah me.ram.bah [v] (1) membabat; menebang; memangkas (tumbuh-tumbuhan): mereka ~ pohon-pohon kecil; (2) membuka atau menebang (tt hutan): para transmigran sedang ~ hutan untuk permukiman; (3) merintis (jalan): mereka harus lebih dahulu ~ jalan agar dapat lewat; (4) memarang (menembaki, memukul banyak-banyak sekaligus): dng senapan mesin kami berhasil ~ pasukan musuh itu; 4 menjelajah
merambahi me.ram.bahi [v] membabati (menebangi, memangkasi) tumbuh-tumbuhan, dsb
merata-ratakan me.ra.ta-ra.ta.kan [v] membuat (angka) rata-rata; menghitung untuk memperoleh angka rata-rata; menjumlahkan, lalu membaginya dng banyaknya unsur yg menjadikan jumlah itu: dl 3 kali ulangan, nilainya 7, 5, 6, dan jika dirata-ratakan menjadi 7 + 5 + 6 dibagi 3, atau menjadi 6
merbah mer.bah [n] burung, Lanius c. cristatus, banyak macamnya, spt -- batu, -- bidang, -- bunga, -- daun
merebah me.re.bah [v] berbaring: ketika ia datang tadi, saya sedang ~ di tempat tidur
merebahkan me.re.bah.kan [n] (1) membuat (menjadikan) rebah; menumbangkan; merobohkan: ~ pohon; (2) membaringkan: dia ~ diri di atas rumput untuk melepaskan lelah; (3) ki menyembelih (binatang): mereka ~ kerbau dan kambing untuk pesta perkawinan itu; (4) ki menggulingkan; menjatuhkan (pemerintah); menggagalkan: ~ pemerintah
merentak me.ren.tak [v] mengentak-entakkan kaki (krn marah dsb): ia pun bangkit dr duduknya, ~ dan memekik-mekik [v] menyentak; merenggut: anjing itu pun ~ rantai itu sampai putus
meretak me.re.tak [v] mulai retak; menjadi retak: gelas baru itu ~ krn dituangi air panas
meretakkan me.re.tak.kan [v] menjadikan atau menyebabkan retak: dialah yg ~ hubunganku dng gadis itu
mesin cetak mesin untuk mencetak buku, majalah, dsb
metabahasa me.ta.ba.ha.sa [n Ling] bahasa atau perangkat lambang yg dipakai untuk menguraikan bahasa
mewabah me.wa.bah [v] menjadi wabah; merata di mana-mana; menular: penyakit yg dibawa ulat-ulat aneh ~ di kelurahan ini
mewartakan me.war.ta.kan [v] menyampaikan warta; memberitahukan; mengabarkan: dl suratnya ia ~ bahwa ia sudah lulus ujian terakhir
mewataki me.wa.taki [v] memberi watak: kalau situasi multiperspektif itu makin ~ konflik Teluk Persia, kejadian bisa lain sama sekali
mezbah mez.bah /mEzbah/ ? mazbah
mineral bahan bakar golongan mineral yg digunakan sbg bahan bakar, spt minyak bumi, batu bara, dan mineral radioaktif
mintak min.tak [Ar n] ikat pinggang; sabuk; kendit
mintakat lembap [Met] mintakat iklim yg sama sekali tidak pernah mengalami kegersangan
minyak habis sambal tak enak [pb] dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dl perjodohan anak dng menantu
misbah mis.bah [Ar n] pelita; lampu; lentera
mubah mu.bah [a Isl] tidak berdosa dan tidak pula berpahala apabila dilakukan; jaiz
mudarabah mu.da.ra.bah [n] sistem kerja sama pembiayaan usaha produksi yg hasilnya akan dibagi sesuai dng perjanjian: perlu dipikir-kan sistem kredit dng --
muhabah mu.ha.bah [Ar n] percintaan; cinta kasih
muhasabah mu.ha.sa.bah [Ar n] introspeksi
mukatabah mu.ka.ta.bah [n] (1) perjanjian; kontrak; (2) perjanjian kemerdekaan budak
multibahasa mul.ti.ba.ha.sa [a] (mengandung) lebih dr satu bahasa: di samping kamus ekabahasa dan kamus dwibahasa, ada pula kamus --; (2) n kemampuan menggunakan beberapa bahasa dl berkomunikasi
multibahasawan mul.ti.ba.ha.sa.wan [n] orang yg mampu menggunakan beberapa bahasa
munasabah mu.na.sa.bah [Ar a] (1) cocok; sesuai; tepat benar; (2) kesesuaian; kesamaan
mustak mus.tak [Lihat {musytak}]
musytak musy.tak [Ar v] diturunkan (dr); berasal (dr)
mutakhir mu.ta.khir [a] terakhir; terbaru; modern: perancang itu selalu menciptakan mode pakaian -- yg sesuai dng selera remaja
mutaki mu.ta.ki [n] orang yg takwa kpd Allah; orang yg saleh
naik cetak mulai (akan) dicetak
nama kapal nama setiap kapal niaga yg terdaftar, terpajang pd kedua sisi
nasabah na.sa.bah [n] (1) orang yg biasa berhubungan dng atau menjadi pelanggan bank (dl hal keuangan); pelanggan: bank itu mengadakan malam perkenalan dng para -- nya; (2) orang yg menjadi tanggungan asuransi: petugas asuransi itu dituduh menggelapkan uang --; (3) perbandingan; pertalian
nilai tambah selisih harga antara bahan baku dan harga barang jadi setelah proses pengolahan
nisbah pengisian [Tek] bilangan yg menunjukkan volume atau berat batuan asal yg terledakkan oleh setiap pon bahan peledak
nisbah pengupasan [Tek] perbandingan antara jumlah volume lapisan penutup yg perlu disingkirkan (dl meter kubik) untuk memperoleh satu ton bahan galian
nunatak nu.na.tak [n] puncak gunung atau tonjolan batuan yg mencuat di atas kawasan bersalju
ombak menebah pantai ombak me.ne.bah pantai ombak memukul pantai
otak otak, otak-otak.an [Jk a] suka berbuat yg bukan-bukan (supaya disebut pemberani dsb); ugal-ugalan; gila-gilaan
otak ayam [ki] otak udang
otak besar [Anat] bagian depan otak manusia yg berukuran besar, berlekuk dalam, membujur berwarna abu-abu, yg membentuk bagian terbesar dr sistem saraf pusat; serebrum
otak depan otak besar
otak kecil [Anat] bagian belakang otak manusia, yg terletak membelakangi bagian otak besar yg berlekuk-lekuk dalam, merupakan bagian dr sistem saraf pusat yg berkaitan dng gerakan otot refleks, bentuk tubuh, dan keseimbangan tubuh serebrum
otak te- lum [ki] otak udang
otak-atik [v] , meng.o.tak-a.tik v mencoba-coba atau mereka-reka untuk memperbaiki (radio, arloji, dsb yg rusak) atau membuat sesuatu
paleontologi bahasa penyelidikan mengenai segi-segi kebudayaan yg buktinya dapat ditemukan dl bahasa
panembahan pa.nem.bah.an [Jw n] raja (gelar kebangsawanan)
pangkalan pang.kal.an [n] (1) tempat kapal atau perahu berlabuh; tepi laut (atau tepi sungai) tempat berlabuh; (2) tempat menimbun (mengumpulkan) barang-barang dagangan, hasil bumi, dsb; (3) tempat (pelabuhan, lapangan terbang, dsb) yg dijadikan tumpuan untuk menyerang musuh; (4) tempat tertentu untuk berkedai, menjual material atau bahan bangunan, perhentian taksi, dsb; (5) Mk tuan atau nyonya rumah (penerima tamu): si ~
pantak pan.tak [v] , me.man.tak v menekan (menurunkan) supaya menancap (masuk) dalam-dalam (tt paku, pasak, dsb): ia ~ sebuah tonggak ke dl tanah
parataksis pa.ra.tak.sis [n Ling] (hubungan) konstruksi kalimat, klausa, atau frasa koordinatif yg tidak menggunakan kata penghubung (spt dan): besar kecil, tua muda
parataktis pa.ra.tak.tis [a Ling] berkaitan dng atau bersifat parataksis
pawang lebah orang yg dapat menjinakkan lebah dan kebal thd sengatannya; orang yg ahli tt lebah; juru cari madu
pelampung bahaya [Lay] pelampung yg dipasang di suatu lokasi untuk menunjukkan bahwa di lokasi tsb terdapat bahaya navigasi
pelantak pe.lan.tak [n] (1) alat (dr kayu dsb) untuk melantak senapan; (2) pemukul pancang; (3) besi pelocok pompa dsb
pelarut tambahan pe.la.rut tambahan zat cair yg digunakan sbg tambahan atau sbg pengganti sebagian pelarut utama agar diperoleh efek yg diinginkan
peletakan pe.le.tak.an [n] proses, cara, perbuatan meletakkan: ~ batu pertama pembangunan gedung
peletakan senjata pe.le.tak.an senjata persetujuan antara negara-negara yg sedang berperang untuk tidak saling menyerang dl jangka waktu tertentu krn suatu alasan khusus; gencatan senjata
pelimbahan pe.lim.bah.an [n] tempat rendah atau lubang yg sengaja digali untuk tempat membuang air kotor dsb
peluit bahaya peluit yg mengisyaratkan adanya bahaya; sirene tanda bahaya
pembahas pem.ba.has [n] orang yg membahas
pembahasan pem.ba.has.an [n] proses, cara, perbuatan membahas
pembatak pem.ba.tak [n] perampok; penyamun
pemberontak pem.be.ron.tak [n] (1) orang yg melawan atau menentang kekuasaan yg sah; pendurhaka; (2) orang yg sifatnya suka memberontak (melawan)
pemberontakan pem.be.ron.tak.an [n] proses, cara, perbuatan memberontak; penentangan thd kekuasaan yg sah
pemeran tambahan pe.me.ran tambahan tokoh dl lakon yg tidak mengucapkan sepatah kata pun
penambah pe.nam.bah [n] (1) sesuatu yg dipakai untuk menambah; (2) Mat bilangan yg ditambahkan kpd bilangan lain (dl penjumlahan)
penambahan pe.nam.bah.an [n] proses, cara, perbuatan menambah(kan): ~ gaji pegawai negeri perlu dipertimbangkan pd tahun anggaran ini
pencetak pen.ce.tak [n] (1) orang yg pekerjaannya mencetak buku dsb; tukang cetak; (2) perusahaan (orang) yg mencetak; (3) alat dsb untuk mencetak
pencetak gol pen.ce.tak gol [n Olr] pemain (msl sepak bola) yg mencetak gol atau memasukkan bola ke dl gawang
pencetakan pen.ce.tak.an [n] proses, cara, perbuatan mencetak
penembahan pe.nem.bah.an [Jw n] sebutan kpd raja atau orang tua yg sangat dihormati; yamtuan
pengalihbahasaan peng.a.lih.ba.ha.sa.an [n] proses, cara, perbuatan mengalihbahasakan (menerjemahkan)
pengatakan peng.a.tak.an [n] proses, cara, perbuatan mengatak
pengecambah pe.nge.cam.bah [n] yg membuat menjadi berkecambah
pengembangan bahasa pe.ngem.bang.an bahasa upaya meningkatkan mutu bahasa agar dapat dipakai untuk berbagai keperluan dl kehidupan masyarakat modern
pengentak peng.en.tak [n] (1) alat untuk memadatkan (tanah dsb); (2) alu; antan
penggertak peng.ger.tak [n] (1) orang yg menggertak; (2) alat dsb untuk menggertak; (3) sesuatu yg dipakai untuk membuat berani
penggubah peng.gu.bah [n] orang yg menggubah; pengarang; penyair; penyusun lagu; komponis
penggubahan peng.gu.bah.an [n] proses, cara, perbuatan menggubah (mengarang) lagu, sajak, dsb: masih sedikit sastrawan yg memusatkan perhatian pd ~ lakon-lakon tonil modern; secara keseluruhan dirasakan bahwa ~ lagu itu kurang cermat
penghanyutan peng.ha.nyut.an [n] proses, cara, perbuatan menghanyutkan
penghibahan peng.hi.bah.an [n] proses, cara, perbuatan menghibahkan
pengkhotbah peng.khot.bah [n] pembicara (penyampai) khotbah; orang yg berkhotbah; juru khotbah
pengkhotbahan peng.khot.bah.an [n] proses, cara, perbuatan mengkhotbahkan
pengotak-ngotakan pe.ngo.tak-ngo.tak.an [n] pemisahan menjadi berkotak-kotak (berpetak-petak)
pengotakan pe.ngo.tak.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan berkotak-kotak (berpetak-petak)
pengubah peng.u.bah [n] orang atau sesuatu yg mengubah
pengubahan peng.u.bah.an [n] proses, cara, perbuatan mengubah: ~ susunan kalimat itu dilakukan berkali-kali
pengubahbentukan peng.u.bah.ben.tuk.an proses, cara, perbuatan mengubah; bentuk
pengubahsuaian peng.u.bah.su.ai.an [n] proses, cara, perbuatan mengubahsuaikan
pengupasan gabah pe.ngu.pas.an gabah pengupasan sekam gabah untuk mendapatkan beras pecah kulit
penuh ketakutan sangat ketakutan
penutur bahasa pe.nu.tur bahasa orang yg memiliki kemampuan menggunakan bahasa tertentu
penyembah pe.nyem.bah [n] orang yg menyembah; pemuja: -- berhala
penyembahan pe.nyem.bah.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menyembah; (2) pemujaan
perah otak pe.rah otak [ki] (1) memikirkan sesuatu dng sungguh-sungguh; (2) belajar dng keras
perambah pe.ram.bah [n] (1) orang yg merambah; (2) alat untuk merambah
perambah jalan pe.ram.bah jalan perintis jalan, pembuka jalan
perambahan pe.ram.bah.an [n] proses, cara, perbuatan merambah
perbahanan per.ba.han.an [n] hal penyiapan bahan rapat dsb
perbahasa per.ba.ha.sa [n] perbahasaan [Lihat {peribahasa}]
perbahasaan per.ba.ha.sa.an [n] (1) peribahasa; (2) cara berbicara; (3) sopan santun
percetakan per.ce.tak.an [n] (1) tempat (perusahaan) cetak-mencetak (buku dsb); kantor cetak: buku-buku ini dicetak di ~ yg ada di kawasan industri; (2) perihal cetak-mencetak; segala sesuatu yg berhubungan dng cetak-mencetak: para pengusaha ~ tidak lepas dr norma dan kebiasaan itu
peretakan pe.re.tak.an [n] (1) proses, cara, perbuatan meretakkan atau membuat retakan; (2) Pet penerapan tekanan hidraulis pd formasi untuk menciptakan retakan-retakan sehingga minyak dan gas dapat mengalir ke dl sumur
peribahasa pe.ri.ba.ha.sa [n] (1) kelompok kata atau kalimat yg tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dl peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan); (2) ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku
peristiwa bahasa apa yg terjadi sbg pengungkapan bahasa
perkapalan per.ka.pal.an [n] (1) perihal kapal; yg berkaitan dng kapal; (2) kumpulan kapal; armada: ~ kita belum sanggup melayani seluruh pengangkutan di Nusantara ini
perkecambahan per.ke.cam.bah.an [n] (1) hal berkecambah; (2) Mik langkah pertama perkembangan atau pertumbuhan spora pd tahap memasuki stadium lain dl daur hidup suatu jamur
perpustakaan acuan per.pus.ta.ka.an acuan perpustakaan rujukan
perpustakaan akademik per.pus.ta.ka.an akademik perpustakaan yg merupakan bagian dr universitas, akademi, lembaga pendidikan tinggi
perpustakaan filial per.pus.ta.ka.an filial perpustakaan yg merupakan bagian sebuah sistem perpustakaan, tetapi mempunyai dewan manajemen sendiri dan tidak dikelola sbg sistem tsb
perpustakaan keliling per.pus.ta.ka.an keliling perpustakaan yg didatangkan dng mobil di tempat-tempat tertentu, pd kesempatan itu para peminat dapat meminjam dan mengembalikan buku
perpustakaan khusus per.pus.ta.ka.an khusus perpustakaan atau pusat informasi yg dibiayai oleh perseorangan, badan korporasi, perhimpunan, badan pemerintah, kelompok lain; (2) koleksi khusus atau terpisah dl suatu perpustakaan
perpustakaan mini per.pus.ta.ka.an mini perpustakaan yg menyediakan buku dl jumlah yg sangat terbatas
perpustakaan nasional per.pus.ta.ka.an nasional perpustakaan yg dibiayai oleh negara untuk mengumpulkan, menyiapkan, melestarikan buku, majalah, surat kabar, naskah kuno, mikrofilm, dsb
perpustakaan rujukan per.pus.ta.ka.an rujukan perpustakaan yg memiliki buku yg biasanya tidak boleh digunakan di luarnya
perpustakaan umum per.pus.ta.ka.an umum perpustakaan yg seluruhnya atau sebagian dr dananya disediakan oleh masyarakat dan penggunaannya tidak terbatas pd kelompok tertentu dan bebas digunakan oleh siapa pun
persembahan per.sem.bah.an [n] (1) hadiah; pemberian (kpd orang yg terhormat): berjalan sambil menjunjung -- yg terdiri atas buah-buahan; (2) pemberitahuan (dng hormat); (3) yg dihidangkan atau dipertunjukkan (spt permainan, film): film kenang-kenangan -- Perusahaan Film Negara
persembahyangan per.sem.bah.yang.an [n] (1) tempat bersembahyang: mencatat semua -- yg ada di seluruh Pulau Bali; (2) upacara sembahyang: -- untuk membakar jenazah dilakukan di Pura Besakih
pertambahan per.tam.bah.an [n] perihal bertambah: ~ penduduk Indonesia tidak seimbang dng ~ produksi bahan makanan
pertuturan tak langsung per.tu.tur.an tak langsung [Ling] pertuturan dng menggunakan untuk maksud kalimat yg tidak umum pertuturan itu sendiri, msl permintaan yg disampaikan dng kalimat tanya
perubahan per.u.bah.an [n] (1) hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran: rupanya ~ cuaca masih sulit diperhitungkan; (2) Man perbaikan aktiva tetap yg tidak menambah jumlah jasanya
perubahan iklim per.u.bah.an iklim peralihan cuaca yg mencolok yg terjadi di antara dua periode tertentu dr suatu wilayah iklim
perubahan sosial per.u.bah.an sosial perubahan pd berbagai lembaga kemasyarakatan, yg mempengaruhi sistem sosial masyarakat, termasuk nilai-nilai, sikap, pola, perilaku di antara kelompok dl masyarakat
perubahan tipe per.u.bah.an tipe [Met] perubahan cuaca dr satu tipe ke tipe lain, sering terjadi secara mendadak
perusahaan perkapalan per.u.sa.ha.an perkapalan perusahaan yg membuat (memperbaiki, menyewakan, dsb) kapal
perut kapal ruang tengah di kapal (perahu)
perwatakan per.wa.tak.an [n] hal-hal yg berhubungan dng watak: seorang aktor harus memahami ~ dramanya
pestaka pes.ta.ka [n] (1) kitab primbon (yg berisi ramalan, mantra, dsb); pustaka: jika hendak melakukan pekerjaan yg besar (pesta perkawinan dsb) dilihatnya -- dahulu; (2) pengaruh baik atau buruk (yg ada pd suatu benda dsb): -- keris
peta bahasa peta yg menggambarkan daerah penggunaan bahasa tertentu
petak pe.tak [n] (1) bagian ruang yg bersekat; kotak: ruang perahu itu ada delapan --; (2) bilik kamar; kamar kecil: rumahnya disekat-sekat menjadi lima --; (3) piring (sebidang sawah yg dibatasi oleh pematang): sawahnya sepuluh --; (4) bedeng (persemaian yg akan ditanami): tanah ladang itu dijadikan beberapa -- [Jw n] (1) belang pd kepala; (2) belang putih pd dahi kuda: kuda -- , kuda yg berdahi belang putih [Jk n] -- kadal permainan anak-anak dng bilah bambu
petak jalan bagian jalan kereta api yg terletak di antara dua stasiun yg bersebelahan
petak semai [Hut] petak yg dipersiapkan untuk perawatan benih
petak serong medan yg membentang di sepanjang poros serong, yg kanan-kirinya dibatasi oleh dua garis khayal yg letaknya relatif sejajar dng poros serong
petak umpet petak umpat
petakan pe.tak.an [n] hasil memetak
pintu bahaya pintu khusus yg hanya dilalui dl keadaan bahaya; pintu darurat
pitak pi.tak [Jk n] bekas luka atau bekas bisul di kepala atau dahi: ada -- di kepalanya
pitam otak keadaan yg disebabkan oleh jejas akut pd pembentuk darah otak, spt perdarahan, emboli, dan ditandai dng pingsan mati, biasanya diikuti dng kelumpuhan; apoplexicerebri
pohon bahasa sendi (dasar-dasar) bahasa; -- bedaru jenis pohon besar, Urandra corniculata
politik bahasa nasional kebijakan nasional yg berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan yg dapat dipakai sbg dasar bagi pengolahan keseluruhan masalah bahasa
praduga tak bersalah [Huk] anggapan bahwa tertuduh tidak bersalah sampai dibuktikan di pengadilan
prapustaka pra.pus.ta.ka [n] kebudayaan yg belum mengenal tulisan: telah berlangsung suatu loncatan dr kebudayaan -- ke kebudayaan pascapustaka akibat kemajuan teknologi yg pesat
proses bahasa [Ling] alat, bahan, dan prosedur yg dipakai manusia untuk menghasilkan bahasa
protaktinium pro.tak.ti.ni.um [n Kim] unsur yg semua isotopnya radioaktif, terdapat secara alamiah dan buatan; unsur dng nomor atom 91, lambang Pa, dan bobot atom 231,0359
pustakaloka pus.ta.ka.lo.ka [n] tempat atau ruang perpustakaan
pustakawan pus.ta.ka.wan [n] orang yg bergerak dl bidang perpustakaan; ahli perpustakaan
radang otak penyakit radang pd otak
ragam bahasa [Ling] variasi bahasa menurut pemakaian, yg berbeda-beda menurut topik yg dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, dan orang yg dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan
rambah ram.bah, ram.bah.an [n] babak untuk setiap jarak (dl olahraga panahan), msl setiap jarak 8 atau 10 rambahan, tiap rambahan dilakukan dng 3 atau 4 anak panah
rambahan ram.bah.an [n] sesuatu yg sudah dirambah; sisa-sisa (daun-daun, kayu) sehabis merambah; hasil merambah
rantak ran.tak [Lihat {berantakan}]
rebah rempah rebah terguling-guling
rebah-rebah re.bah-re.bah [v] berbaring-baring untuk beristirahat: biasanya saya ~ sebentar sebelum pergi mengaji
rebah-rebahan re.bah-re.bah.an [v] rebah-rebah
rebahan re.bah.an [n] (1) tempat berbaring; pembaringan; (2) cak rebah-rebahan
reduplikasi sintaksis pengulangan morfem krn tuntutan kaidah sintaksis, spt pembentukan keterangan (msl jauh-jauh, didatanginya = walaupun jauh, didatanginya)
rembah rem.bah , me.rem.bah v meleleh (air mata) [a] tidak teratur rapi, miring tt ujung kain sarung yg dipakai
rembah-rembih rem.bah-rem.bih [v] bercucuran (air mata)
rentak ren.tak [n] entakan kaki bersama-sama: berkata dng -- dan marahnya [v] sentak; renggut /rEntak/ ? 2rentak
retak retai banyak retaknya
retak-retak re.tak-re.tak [n] banyak retaknya
retak-retak mentimun re.tak-re.tak mentimun [pb] retak halus-halus di luar saja
retakan re.tak.an [n] (1) hasil meretakkan; (2) sesuatu yg telah diretakkan
rintak rin.tak [Lihat {rentak}]
roda kapal baling-baling kapal
rubah ru.bah [n] binatang jenis anjing, bermoncong panjang, makanannya daging, ikan, dsb; Canis vulpes [Lihat {ubah}]
rumah petak rumah yang disekat-sekat menjadi beberapa petak
rumbah rum.bah [n] daun-daun mentah sbg lalap, biasanya dimakan bersama sambal dan nasi
rumpun bahasa kelompok bahasa yg tumbuhnya bersama-sama dan bermula dr bahasa yg sama
runtak run.tak [Lihat {ronta}]
rupa boleh diubah [pb] terlalu susah mengubah perangai yg sudah menjadi tabiat
sabah sa.bah [Ar a] kurang nyata; samar
salah cetak tidak betul mencetaknya; salah tulisan dl cetakannya
santak san.tak [v] me.nyan.tak v meninju; menyentak: ia -- bantal berkali-kali sampai kain bantalnya hancur
sarang lebah tempat lebah tinggal dan berkembang biak (biasanya berwarna cokelat tanah)
satak sa.tak [kl n] (1) tali pencocok uang; (2) dua ratus picis
segan (malu) mengayuh perahu hanyut segan (malu) me.nga.yuh perahu hanyut [pb] kalau segan berusaha, akan mendapat susah nantinya
segan bergalah hanyut serantau segan ber.ga.lah hanyut serantau [pb] krn segan berusaha akhirnya merugi besar
segan tak segan mau saja; berani (tidak takut); tidak malu-malu
selamat berbahagia semoga mendapat kebahagiaan
selaput lunak otak selaput lunak otak yg paling dalam
selaput otak selaput tipis penyalut otak
selubung otak kulit otak besar
sembah menyimpuh berlutut seraya berdatang sembah
sembah panjang berdiri lalu menunduk sambil menyembah; - sujud duduk lalu membungkuk sambil menyembah
sembah simpuh hormat dng penuh takzim
sembah sungkem sembah dan sujud: ia melakukan -- sungkem sambil menangis di hadapan orang tuanya
sembahan sem.bah.an [n] pujaan; yg disembah (dipuja)
sembahyang sem.bah.yang [n] (1) Isl salat: air -- , air wudu
sembahyangan sem.bah.yang.an [n] ibadah
sendel bahu saling menyandarkan bahu; (2) ki bekerja bersama-sama (bantu-membantu); bahu-membahu: dng -- bahu, pekerjaan yg sukar menjadi mudah
sentak sen.tak [Mk v] me.nyen.tak v menarik kuat-kuat; mencabut (keris, pedang, dsb); merenggut: tiba-tiba ikan besar -- tali kail itu; pencuri itu -- kalung gadis itu hingga putus [Jw v] me.nyen.tak v membentak; menghardik: guru yg biasa -- murid-muridnya pasti tidak disenangi
sentakan sen.tak.an [n] tarikan kuat dan tiba-tiba
serbah-serbih ser.bah-ser.bih [a] tidak rapi (tt pakaian dsb)
serembah-serembih se.rem.bah-se.rem.bih [a] berlelehan (tt air mata): ia merenung dng air mata yg --
serentak se.ren.tak [a] bersama-sama melakukan sesuatu; serempak: mengadakan serangan ~ [a] (1) bersama-sama (tt gerakan dan waktunya); serempak: mereka -- meninggalkan pekerjaannya; hadirin -- menjawab tanda setuju; (2) seketika itu juga; spontan; serta-merta
setaka se.ta.ka [Lihat {astaka}] [n] tumbuhan semak, Plumbagorosea [n] singgasana; kursi kerajaan
setakona setakona - se.ta.ko.na setakona - [Lihat {astakona}]
sikap bahasa posisi mental atau perasaan thd bahasa sendiri atau bahasa orang lain
simbah sim.bah [a] ber.sim.bah a basah (krn tersiram air dsb); berlumuran (darah dsb): -- peluh; -- darah [Mk v] ber.sim.bah v digulung ke atas (tt lengan baju); ditarik ke atas supaya pendek (kain dsb); disingsing-kan: berlari sambil -- kain [Jw n] embah
sirene tanda bahaya sirene yg dibunyikan untuk memperingatkan penduduk supaya siap siaga menghadapi bahaya yg mengancam (serangan udara dsb)
sitak si.tak [n] tas (pundi-pundi dsb) tempat bekal dsb
sontak son.tak [a] sompek; sumbing [adv] mendadak -- (dng) sekonyong-konyong; (dng) tiba-tiba
spt lebah [pb] orang yg manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)
stasiun kapal bergerak stasiun pengamatan meteorologi pd kapal laut yg berlayar
stasiun kapal suar stasiun sinoptik permukaan pd kapal suar
stasiun kapal tetap stasiun cuaca di laut atau di tambatan kapal
stopkontak stop.kon.tak [n] tempat menghubungkan arus listrik; tempat steker ditusukkan; kotak kontak
suar lebah mengusir lebah dng memakai suar agar madu dan lilinnya dapat diambil
suluh bahasa penyuluh yg bertugas melaksanakan kegiatan penyuluhan bahasa kpd masyarakat upaya peningkatan mutu penggunaan bahasa dan sikap positif masyarakat thd bahasa
surat sembah [kl] surat tanda takluk
syabah sya.bah [Ar a] tidak terang; tidak terbedakan; hampir sama (serupa)
tabah ta.bah [Lihat {tebah}] [a] tetap dan kuat hati (dl menghadapi bahaya dsb); berani: kita harus -- dl menghadapi berbagai cobaan (ujian, kesulitan)
tabah hati tabah
tabung takaran tabung pengukur bahan yg tembus sinar, diberi guratan yg menunjukkan volume cairan yg diisikan ke dalamnya
tajribah taj.ri.bah [Ar n] percobaan; eksperimen
taman bahagia tempat orang mendapat atau mengenyam kebahagiaan; (2) ki makam para pahlawan (pejuang yg gugur dl peperangan dsb); taman pahlawan
taman pustaka perpustakaan; bibliotek
tambah tam.bah [n] (1) yg dibubuhkan pd yg sudah ada supaya menjadi lebih banyak (lebih besar dsb); imbuh; tokok: sudah diberi banyak masih meminta --; (2) cak menjadi lebih banyak (besar dsb); (3) cak ditambah: dua -- satu sama dng tiga
tambahan tam.bah.an [n] (1) yg ditambahkan (dibubuhkan); (2) lampiran susulan; pelengkap; (3) imbuh; tokok; ekstra
tambahan berita negara tam.bah.an berita negara lembaran resmi yg dikeluarkan oleh negara, memuat penjelasan peraturan perundang-undangan yg diumumkan dl berita negara
tambahan lembaran negara tam.bah.an lembaran negara lembaran resmi yg dikeluarkan oleh negara, memuat penjelasan peraturan perundang-undangan yg diundangkan dl lembaran negara
tambahan pula tam.bah.an pula lagi pula; lebih-lebih lagi
tanda tambah tanda (+) untuk menyatakan penjumlahan
tangan mencencang bahu memikul tangan men.cen.cang bahu memikul [pb] siapa yg bersalah harus dihukum; perbuatan jahat harus diberi hukuman yg setimpal
tata bahasa baku kumpulan kaidah tt struktur gramatikal bahasa ragam formal yg menjadi patokan pemakaian bahasa; (2) buku yg berisikan kaidah bahasa yg krn wibawanya digunakan sbg acuan karya yg sejenis
tata bahasa filosofis [Ling] tata bahasa yg tidak berdasarkan pemakaian bahasa tertentu, tetapi dr sudut ciri-ciri yg dipunyai bersama oleh pelbagai bahasa
tata bahasa normatif [Ling] tata bahasa yg dimaksudkan sbg pedoman yg ketat dan standar bagi pemakai bahasa
tata bahasa pendidikan tata bahasa sekolah
tata bahasa pengajaran tata bahasa sekolah
tata bahasa preskriptif tata bahasa normatif
tata bahasa sekolah tata bahasa yg disusun berdasarkan pertimbangan pedagogis, digunakan sbg acuan dan pedoman bagi pengajaran bahasa di sekolah
tata letak pengaturan, penempatan, dan penataan unsur grafika pd halaman atau seluruh barang cetakan supaya yg disajikan kelihatan menarik dan mudah dibaca
tatak ta.tak [n] , ta.tak.an n alas atau lapik (cangkir, gelas)
tayibah ta.yi.bah [a] baik; bagus
tebah te.bah [v] me.ne.bah v (1) memukul sesuatu dng barang yg pipih: ~ air dng dayung; ~ kasur; ombak ~; (2) Olr memukul dng memegang tangan bagian depan; (3) menebahkan
telotak te.lo.tak [n] ujung daun
terambah te.ram.bah [v] dapat (selesai) dirambah
terapi bahasa [Dok] pengobatan dan perawatan untuk mengurangi atau menghilangkan kelainan wicara dan bahasa
terapung sama hanyut ter.a.pung sama hanyut, terendam sama basah [pb] sehidup semati; senasib sepenanggungan
teratak te.ra.tak [n] (1) dangau; gubuk; (2) rumah (untuk merendahkan diri); (3) atap dr tepas (anyaman bambu) diberi bertiang: di bawah -- itu, ia berjual nasi pecel; (4) dusun kecil yg hanya terdiri atas beberapa rumah; (5) panggung pertunjukan
terentak te.ren.tak [v] sudah (dapat) direntak; tersentak; tergoncang
tergeletak ter.ge.le.tak [v] tertelentang; terkapar; terletak begitu saja: ia melihat seorang laki-laki tua ~ di pinggir jalan
terhanyut ter.ha.nyut [v] telah dihanyutkan; dibawa hanyut: jangan ~ dl kesedihan
terjaring bahu ter.ja.ring bahu bagian dada di bawah bahu
terkatakan ter.ka.ta.kan [v] dapat dikatakan; terceritakan; terlukiskan: tidak ~ duka hatinya setelah menerima berita duka itu
terkotak ter.ko.tak [v cak] (sudah) masuk kotak; tidak masuk hitungan lagi (dl pertandingan dsb)
terkotak-kotak ter.ko.tak-ko.tak [v] terbagi-bagi; terpisah-pisah; terpecah-pecah: kaum muda hendaknya jangan berjuang secara ~ sebab hasilnya tidak baik
terletak ter.le.tak [v] berada (di); bertempat (di); terdapat (pd): Indonesia ~ di daerah khatulistiwa; uangnya ~ di atas meja
ternyatakan ter.nya.ta.kan [v] dapat (mampu) dikemukakan (dikatakan): begitu sulitnya persoalan itu sehingga tidak ~ lagi
tersentak ter.sen.tak [v] (1) tertarik kuat-kuat; tercabut; (2) terbangun atau tersadar tiba-tiba (dr tidur, lamunan, dsb) krn terkejut
tersimbah ter.sim.bah [v] tersingsing; tersisih
tertawa terbahak-bahak ter.ta.wa terbahak-bahak tertawa dng suara besar dan keras-keras
terubah ter.u.bah [v] sudah diubah; dapat diubah
tetak te.tak [v] me.ne.tak v memotong dsb dng barang yg tajam yg dipukulkan keras-keras; membacok: dng sekuat tenaga ia ~ leher serigala yg akan menerkamnya [Mk v] me.ne.tak v menentukan; memastikan; menetapkan: para tetua berunding untuk ~ hari pernikahan bagi calon mempelai itu
tinta cetak tinta untuk mencetak (buku dsb)
tipe bahasa [Ling] jenis bahasa yg oleh klasifikasi tipologis dianggap mempunyai kemiripan struktural, lepas dr sejarah dan lokasi pemakaiannya
tukar tambah bertukar barang dng memberi tambahan uang
tunas kecambah [Mik] perkembangbiakan jamur bersel satu yg membentuk sel atau individu baru dng berkecambah secara bertunas, yg umumnya terjadi pd khamir
tunggang hilang tak hilang [pb] hal ketetapan hati berani melakukan suatu pekerjaan; tidak menghiraukan bahaya ataupun mati
turun dr takhta kerajaan turun takhta
turun takhta meletakkan jabatan raja (tidak menjadi raja lagi)
tusuk kontak alat listrik untuk dimasukkan ke dl kotak-kotak guna menutup atau membuka rangkaian listrik
ubah [v] , ber.u.bah v (1) menjadi lain (berbeda) dr semula: wajahnya agak ~ ketika dirasanya sambutanku tidak begitu hangat; dunia rupanya sudah ~ , wanita sekarang berambut pendek; (2) bertukar (beralih, berganti) menjadi sesuatu yg lain: ia bersemadi, lalu badannya ~ menjadi raksasa; paham politik partai itu ~; (3) berganti (tt arah): ~ arahnya
ubah bentuk ubah ben.tuk [v] meng.u.bah ben.tuk v membuat bentuk berubah
ubah suai ubah su.ai , meng.u.bah.su.ai.kan v menjadikan sesuatu berubah supaya sesuai dng kehendak (keperluan dsb)
ubah suaian ubah su.ai.an [n] hasil mengubahsuaikan
ubahan ubah.an [n] (1) sesuatu yg sudah berubah atau sudah diubah; sesuatu yg berlainan dng yg semula; (2) hasil mengubah: ini adalah ~ adikku
ucapan bahasa ucap.an bahasa ungkapan (peribahasa)
verba takteratur verba yg berubah vokal akarnya untuk mengubah kala dan bukannya dng menambah sufiks inflektif
wabah wa.bah [n] penyakit menular yg berjangkit dng cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yg luas (spt wabah cacar, disentri, kolera); epidemi
wabah hewani wabah penyakit hewan
warna bahasa [Bl] tingkat-tingkat bahasa
watak wa.tak [n] sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat: dasar -- pencuri, meskipun telah beberapa kali masuk penjara, ia tetap mencuri lagi
yg rebah ditindih yg rebah di.tin.dih [pb] yg sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)
yg se cupak takkan jadi segantang [pb] sesuatu yg sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)
yg sukat tak akan jadi segantang [pb] nasib orang tidak dapat diubah
zabah za.bah [Ar v] sembelih; menyembelih
(pun lah) (...pun ...lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari -- malamlah; (5) untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda -- bertanya pula
abah [n] arah; tuju: tidak tentu -- nya ? aba
abah-abah [n] (1) alat; perkakas; (2) tali-temali
abah-abah kuda pakaian kuda (tali kekang, pelana, dsb)
abah-abah perahu tali-temali perahu
abah-abah tenun perkakas tenun
acuh tak acuh tidak menaruh perhatian; tidak mau tahu
adagium ada.gi.um [n] pepatah; peribahasa: sebuah -- Latin menyatakan "Ubi societas ibi justicia" , artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan)
adat teluk timbunan kapal [pb] biasanya orang yg berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)
adoptif adop.tif [a Adm] mengenai penyerahan suatu urusan dilakukan dng undang-undang yg memuat syarat bahwa penyerahan hanya direalisasi thd daerah yg menyatakan sanggup untuk menerima urusan itu
afektif afek.tif [a] (1) Psi berkenaan dng perasaan (spt takut, cinta); (2) mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi; (3) Ling mempunyai gaya atau makna yg menunjukkan perasaan (tt gaya bahasa atau makna)
air bah banjir
air kumbahan air basuhan
air sembahyang [Isl] air untuk wudu (membersihkan diri sebelum salat)
air tenang (biasa) menghanyutkan [pb] orang yg pendiam biasanya banyak pengetahuannya
air tenang menghanyutkan air tenang meng.ha.nyut.kan [pb] orang yg pendiam, tetapi banyak pengetahuannya
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
akal tak sekali tiba [pb] tidak ada suatu usaha yg sekali terus jadi dan sempurna
akar bahar tumbuhan laut, biasanya dibuat gelang tangan untuk mencegah penyakit sengal
aksesori ak.se.so.ri [n] (1) barang tambahan; alat ekstra: radio pd mobil merupakan -- yg digemari banyak konsumen; (2)barang yg berfungsi sbg pelengkap dan pemanis busana: -- yg sedang digemari remaja saat ini adalah jepit rambut dan peniti berwarna sama dng pakaian yg dikenakan; (3) Anat yg merupakan tambahan (msl saraf aksesori, yakni otak ke-11)
akta mengajar [Dik] ijazah yg menyatakan bahwa pemiliknya mempunyai kewenangan mengajar pd jenjang tertentu dl pendidikan formal
aktiva takberwujud kekayaan yg nilainya bergantung pd kemampuan menghasilkan laba, spt hak paten, merek dagang, lisensi
alah menang tak tahu [pb] perihal seseorang yg tidak ikut campur dl dua pihak yg sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yg telah tentu kalah
alat cetak jauh teleprinter
alat pemecah kulit gabah alat untuk melepaskan sekam dr butir-butir beras; mesin pemecah kulit
alhamdulillah al.ham.du.lil.lah [p] ungkapan untuk menyatakan rasa syukur (maknanya 'segala puji bagi Allah'): -- , kita telah terhindar dr bahaya
altostratus al.to.stra.tus [n Met] awan berbentuk lapisan-lapisan berwarna keabu-abuan dan termasuk awan tengah yg tingginya sekitar 3-6 km sehingga matahari atau bulan yg terletak di belakangnya tampak spt di belakang kaca tembus cahaya, tetapi tidak menyebabkan perubahan lingkar matahari atau lingkar bulan
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amino ami.no [n Kim] bentuk terikat pd istilah kimia organik untuk mengatakan bahwa suatu senyawa mengandung gugus NH2 yg dicantumkan langsung pd atom karbon
amirulbahar ami.rul.ba.har [n] laksamana; admiral
amit-amit [p cak] ungkapan yg menyatakan jangan sampai terjadi (menimpa) pd kita (tt bahaya dsb): -- , jauhkan sifat spt itu dr kita
ampuh am.puh [Jw a] (1) mempunyai kekuatan gaib yg luar biasa: bertuah; sakti [Mk n] banjir; bah; sebak: air -- , air bah , peng.am.puh n sesuatu yg tertinggi letaknya: layar ~
anak Allah [Kris] gelar untuk Yesus Kristus yg menyatakan bahwa Ia berasal dr Allah dan melakukan penyelamatan manusia
ancam an.cam [v] meng.an.cam v (1) menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yg merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain: kaum buruh ~ akan melakukan pemogokan; pembajak kapal terbang itu ~ akan membunuh para sandera; (2) memberi pertanda atau peringatan mengenai kemungkinan malapetaka yg bakal terjadi: dukungan negara lain thd kaum pemberontak di sini dapat ~ hubungan diplomatik antara kedua negara; (3) diperkirakan akan menimpa: penyakit pes sudah ~ daerah itu
angin alobar [Met] komponen angin yg secara teoretis dinyatakan sbg akibat perubahan tekanan thd waktu yg tidak seragam
angin lembah angin anabatik -- limbubu angin puyuh
angin tak dapat ditangkap [pb] rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga
angin-angin [n ki] kabar yg belum tentu kebenarannya; gelagat yg menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi: ada ~ bahwa ia akan mengundurkan diri; (2) a tidak tetap pendiriannya: orang tidak bisa percaya pd orang yg ~ ini
antakesuma an.ta.ke.su.ma [n] (1) baju dr cita berbunga-bunga (baju yg dianggap sakti); (2) baju yg dipakai Gatotkaca (dl pewayangan) yg menyebabkannya dapat terbang
antroposentrisme an.tro.po.sen.tris.me [n] ajaran yg menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah manusia
api padam puntung hanyut [pb] sudah habis (tamat) benar-benar
arus sentakan [Met] arus listrik yg kuat dan datang secara mendadak serta berlangsung dl waktu yg singkat, sering diakibatkan oleh badai guntur
asam oleat [Kim] asam lemak takjenuh sbg bahan pembuatan sabun
asan tak asan asa-asaan; selalu berharap-harap
asas praduga tidak bersalah asas yg menyatakan bahwa setiap orang yg disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau diperiksa pd sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hakim yg berkekuatan hukum yg menyatakan bahwa tersangka atau tertuduh bersalah
astaka as.ta.ka [kl n] nama balai di istana (tidak berdinding, tempat upacara dsb) tempat raja dihadap rakyatnya; balairung
astakona as.ta.ko.na [kl n] segi delapan
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bagai sambau di tengah jalan (yg rebah bangun krn terinjak) [ki] kehidupan orang yg turun naik, tidak menentu
bagaikan ba.gai.kan [p] kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; laksana: terdengar suara membahana -- bumi akan runtuh
baguk ba.guk [n] ikan laut yg rupanya spt limbat air tawar [n] pohon yg kulit kayunya dipakai untuk bahan tali, Gnetum gnemon [n] ruang (petak-petak) dl buah-buahan (spt dl buah durian); pangsa
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
baju antakusuma [kl] baju untuk terbang (dipakai oleh Gatotkaca dl cerita wayang)
baju jubah baju panjang spt yg biasa dipakai orang Arab, hakim, atau paderi
baju katak jas berlengan pendek
bak pengering bak atau kotak untuk mengeringkan pakan yg terdiri atas dua bagian, bagian atas tempat bahan yg akan dikeringkan dan bagian bawah tempat mengalirnya udara yg dipanaskan
bal [n cak] bola [n] (1) satuan ukuran jumlah (bahan pakaian dsb): membeli kain putih dua --; (2) bandela; karung (tt beras dsb) [n Lay] bungkusan yg terbuat dr bahan lunak, tidak kaku, berbentuk kotak
balai astaka [kl] balai di istana (tidak berdinding, tempat upacara, dsb)
balas ba.las [v] (1) jawaban; reaksi; (2) ganjaran; hukuman [n] (1) tolak bahara; pengimbang kapal; pemberat; (2) ki beban yg tidak berguna, tetapi sangat memberatkan
balik lidah tidak tetap perkataannya; selalu berubah-ubah apa yg dikatakannya
bangsat tak tahu disukarnya [ki] orang yg tidak tahu diri
bangun serba muka usaha mengubah keadaan masyarakat tertentu menjadi keadaan masyarakat yg lebih baik dan yg dicita-citakan
banjir bandang banjir besar yg datang dng tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar (kayu dsb); air bah
barometer aneroid barometer yg mempunyai bagian yg peka thd tekanan udara; (2) barometer yg dibuat berdasarkan asas bahwa udara di dl kotak logam yg tertutup rapat akan menekan dinding kotak ke luar apabila tekanan udara di luar kotak lebih kecil dp tekanan udara di dl kotak
barometer Fortin barometer air raksa dng kotak air raksa yg dibuat sedemikian rupa sehingga air raksa di dalamnya dapat berubah-ubah sampai ke kedudukan tertentu apabila terjadi perubahan tekanan udara
barometer Kew barometer air raksa yg tidak memerlukan penyesuaian air raksa di dl kotak air raksa thd perubahan tekanan udara
basa ba.sa [Lihat {bahasa}] [Mk p] kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian atas bagian kalimat yg di depan; bahasa; bahwa [n] kebun sagu milik bersama warga masyarakat hukum adat di Seram [n Kim] senyawa yg cenderung menyumbangkan sepasang elektron untuk digunakan bersama-sama dan cenderung menerima proton
batako ba.ta.ko [n] bata yg dibuat dr adukan pasir dan teras atau semen, dan berongga (ukurannya lebih besar dp batu bata biasa, biasanya berukuran 8 x 24 x 32 cm)
batu hitam tak bersanding [pb] tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dsb)
bauran ba.ur.an [n] hasil membaurkan; campuran: ritual-ritual religi akan berubah bentuk dr pengotak-ngotakan menjadi -- nilai yg transparan
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
bendera merah bendera berwarna merah yg biasanya dikibarkan sbg tanda adanya bahaya (kebakaran); (2) bendera berwarna merah (pd kapal tangki, mobil tangki) sbg tanda pengangkutan barang yg mudah terbakar (bensin dsb)
bentuk akrab [Ling] unsur bahasa yg menyatakan keakraban para pembicara
beranggotakan ber.ang.go.ta.kan [v] mempunyai (beberapa) anggota
berani be.ra.ni [a] mempunyai hati yg mantap dan rasa percaya diri yg besar dl menghadapi bahaya, kesulitan, dsb; tidak takut (gentar, kecut): kita harus -- mempertahankan kebenaran
beras kumbah beras basah
berastakona ber.as.ta.ko.na [v] berbentuk segi delapan
berat otak [cak] susah hati; rusuh hati
berbahana ber.ba.ha.na [v] (1) berbunyi; bersuara; (2) ki (dl syair) berkata; berperi
berbahasa-bahasa ber.ba.ha.sa-ba.ha.sa [a] malu krn teramat sopan: jangan -- anggaplah spt rumah sendiri
berbahasan ber.ba.has.an [v] berbicara dan berdebat tt suatu masalah bersama-sama: kedua penyair itu -- tt falsafah hidup
berbalik ber.ba.lik [v] (1) kembali (arahnya): kumandang ialah bunyi (suara) yg -; bola tenis yg dilemparkan ke tembok akan selalu --; (2) berubah letaknya (yg di atas menjadi di bawah, menelentang menjadi meniarap): tidurnya sangat gelisah, sebentar-sebentar --; (3) bertukar (haluan) hingga berlawanan dng yg semula; berputar (kembali); berpaling: ia -, lalu lari
berbual ber.bu.al [v] (1) meluap (memancar) ke luar dan biasanya berbuih: timbul seleranya melihat bir -- dl gelas; tampak air -- di belakang kapal yg sedang berlayar; (2) ki keluar serentak: kenangan lama -- ke luar setelah aku berada kembali di desa tempat aku dibesarkan [v] mengobrol; bercakap yg bukan-bukan (sombong): kalau sudah -, dia lupa akan waktu
bercintakan ber.cin.ta.kan [v] (1) kasih sayang kpd; berahi kpd: krn banyaknya lelaki yg ~ dia, dia menjadi sombong; (2) berharap-harap (ingin) akan; merindukan: dia sakit krn ~ anaknya yg sedang merantau; (3) kl bersedih hati (akan); berduka cita (akan)
berdengkang-dengkang ber.deng.kang-deng.kang [v] (1) berbunyi "kang, kang" (tt katak); (2) terbahak-bahak (tt tertawa)
berebut temiang hanyut [pb] dua orang yg memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya
berhanyut-hanyut ber.ha.nyut-ha.nyut [v] (1) terkatung-katung dibawa air (ombak): empat hari empat malam perahunya ~ dibawa ombak; (2) pergi ke mana-mana: ~ di perantauan, tiada sanak saudara; (3) berlarut-larut; bertele-tele: pembicaraannya ~ tidak menentu
beriak tanda tak dalam [pb] orang yg suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
berkapar ber.ka.par [v ki] terletak (terhantar, berhanyutan) berserak-serak tidak keruan: pd dini hari itu, ditemukan beberapa sosok mayat ~ di sungai
berketakutan ber.ke.ta.kut.an [v] hilang keberanian
berkotakan (bernegerikan [pb] mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)
berlarat-larat ber.la.rat-la.rat [v] (1) berada dl keadaan larat; (2) bertambah jauh (hanyut, pergi); (3) semakin menjadi (melantur-lantur, berpanjang-panjang, berlanjut-lanjut) perundingan (percakapan) jadi ~; (4) bertambah melebar (meruak, merembet): kebakaran besar tidak dapat dicegah, api telah ~ ke mana-mana
bermatakan ber.ma.ta.kan [v] mempunyai mata; bermata: cincin emas -- intan
berputar-putar ber.pu.tar-pu.tar [v] (1) berpusing-pusing: baling-baling itu ~ dng kencangnya; (2) berjalan (terbang dsb) berkeliling: ia ~ di lapangan itu beberapa kali; (3) tidak langsung menuju tempat dsb yg dituju; tidak langsung pd sasaran yg dituju; tidak langsung menyatakan maksud yg sebenarnya (tidak berterus terang): untuk mengakui bahwa dia salah, mengapa dia harus ~ spt itu; (4) berjalan-jalan berkeliling mencari angin: sore ini ia ~ dl kota
bersenjatakan ber.sen.ja.ta.kan [v] memakai senjata tertentu; menggunakan sbg senjata: mereka dikejar oleh beratus-ratus orang kampung yg -- tombak dan keris
bertaki ber.ta.ki [v] berjanji
bertaruh ber.ta.ruh [v] (1) (bermain dsb) dng taruhan; memasang taruh (spt dl perjudian): mereka bermain ceki hanya untuk bersenang-senang, tidak untuk ~; dl pacuan kuda itu hampir semua penonton ~; (2) mengatakan sesuatu dng memberi taruh (bahwa yg dikatakan itu benar): aku berani ~ bahwa pertandingan bulu tangkis dunia akan dimenangkan oleh regu kita
berupa be.ru.pa [v] (1) ada rupanya yg nyata (kelihatan); berwujud: dikatakan bahwa roh itu tidak ~ , tetapi eksistensinya tidak dapat disangkal; (2) berbentuk sbg: dibuatnya lambang yg ~ padi dan kapas; (3) terjadi dr; terdiri atas: bantuan yg diterima panitia ~ beras, gula pasir, susu bubuk, ikan asin, dan pakaian; (4) elok rupanya; cantik: rasanya sukar juga mencari istri yg berada, berbangsa, lagi ~
besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya) [pb] orang yg besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
besar kapal besar gelombang [pb] makin tinggi pangkatnya atau makin besar perniagaannya, makin banyak pula risikonya
besar kayu besar bahan nya [pb] jika penghasilan besar, pengeluarannya pun besar pula
besar kayu besar bahannya ( besar periuk besar keraknya) [pb] banyak penghasilan banyak pula belanjanya
besi baik tiada berkarat (budi baik tak dilupakan) [pb] perbuatan yg baik selamanya terpuji
besi cetak besi cor
besi lantak besi batang
biaya tak terduga biaya cadangan yg disediakan untuk pengeluaran yg di luar perencanaan (tidak diperkirakan)
bibir nya bukan diretak panas [pb] perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bingung tak dapat diajar [pb] berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)
bintulbahar bin.tul.ba.har [a] putri laut
biologi bahari cabang biologi tt makhluk hidup yg ada di laut
bor sentak alat pengebor tangan yg digerakkan dng udara tekan, dapat membuat lubang dng diameter antara 1,25 inci dan 3 inci
brosur bro.sur [n] (1) bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yg disusun secara bersistem; (2) cetakan yg hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid; (3) Man selebaran cetakan yg berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tt perusahaan atau organisasi)
bis [n] (1) kotak kecil (di tepi jalan, di depan kantor pos), milik kantor pos, tempat memasukkan surat yg akan dikirimkan melalui jasa kantor pos; kotak kecil di depan rumah (kantor), tempat meletakkan surat yg terkirim melalui jasa kantor pos; kotak surat: memasukkan surat ke dl --; (2) Olr tempat hinggap (dl permainan spt sofbol dan bisbol) pemukul atau pelari yg diletakkan di tiap sudut lapangan, biasanya terbuat dr kain terpal berbentuk segi empat spt bantal tipis [Lihat {bus}] [adv cak] (1) dua kali lagi; sekali lagi; diulang atau ditambah lagi (dl nyanyian dsb): penonton berseru gemuruh, " -- ! -- !"; (2) tambahan atau susulan pd pasal undang-undang: Pasal 161 -- (pasal yg ditambahkan pd Pasal 161) [n] (1) pipa dr besi atau semen, cor, plastik untuk got dsb; (2) pembuluh [n] kain (pita) untuk hiasan pd bagian tepi baju dsb; pelisir
buah bu.ah [n] (1) bagian tumbuhan yg berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji): pohon mangga itu banyak -- nya; (2) kata penggolong bermacam-macam benda: dua -- kapal; se -- negeri; dua -- rencana; (3) pokok; bahan: -- percakapan; (4) hasil: -- jerih payahnya kini dapat dinikmati oleh keturunannya
buaya katak buaya pendek dan gemuk; bicokok
bubuh bu.buh , mem.bu.buh v menaruh (meletakkan) sesuatu pd; memasang (memasukkan) pd; menambahkan (huruf, koma, titik, tanda tangan, dsb)
budi bahasa tingkah laku dan tutur kata; tingkah laku dan kesopanan
bujuk bu.juk [n] usaha untuk meyakinkan seseorang dng kata-kata manis dsb bahwa yg dikatakan benar; rayu: berbagai-bagai -- dikatakannya, tetapi tiada mengena [n] ikan aruan, Ophiocephalus
bukti buk.ti [n] (1) sesuatu yg menyatakan kebenaran suatu peristiwa; keterangan nyata; tanda: surat ini sbg -- bahwa Tuan sudah meminjam uang saya; (2) hal yg menjadi tanda perbuatan jahat: ia dituduh mencuri, tetapi tidak ada -- nya
bukti pembayaran surat keterangan yg menyatakan bahwa seseorang telah membayar sesuatu sesuai dng kesepakatan, dapat berupa kuitansi, resi, setruk, dsb
bukti pengesahan [Ek] keterangan yg menyatakan bahwa warkat tetap sah walaupun tanda tangan pd saham dicantumkan di tempat yg salah
buku biru buku yg memuat nama-nama orang terkemuka; (2) buku yg memuat saran, pertimbangan, dan usulan tt suatu masalah: laporan berbentuk -- biru itu menyatakan bahwa roket pelambung harus diuji coba dl kedudukan horizontal; (3) buku laporan pemerintah
bulat suara prosedur pemberian suara dl badan internasional yg menyatakan bahwa tidak ada negara yg dapat diikat dng suatu keputusan tanpa negara itu memberikan persetujuannya
bumi mana yg tak kena hujan [pb] setiap orang berbuat salah
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bungker bung.ker [n] (1) lubang perlindungan di bawah tanah; (2) ruangan yg dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dr serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir; (3) tempat dl kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak)
buntak bayang-bayang buntar bayang-bayang
buntut kapal buritan
cakram kecambah [Bio] bagian telur yg telah dibuahi, tempat permulaan embrio dapat dilihat
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
catatan ca.tat.an [n] (1) hasil mencatat: ~ harga; ~ rapat; (2) peringatan; syarat: saya dapat meminjamkan kamus ini kpd Anda dng ~ bahwa kamus ini hendaknya dipelihara baik-baik; (3) Graf kata di dl sebuah buku yg masih perlu dijelaskan (kata itu diberi tanda, yg diulang pd tempat lain dan di belakang tanda diberi penjelasan, biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp teksnya)
catatan kaki ca.tat.an kaki keterangan yg dicantumkan pd margin bawah pd halaman buku (biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp huruf di dl teks guna menambahkan rujukan uraian di dl naskah pokok)
cemas ce.mas [a ] tidak tenteram hati (krn khawatir, takut); gelisah: masyarakat -- mendengar kabar wabah cacar itu; -- hatinya selama menantikan keputusan hakim itu [kl adv] ce.mas-ce.mas adv hampir-hampir: penjahat itu ~ mati tertembak
cerah ce.rah [a] (1) terang (tt hari, bulan, warna); jernih (tt kaca): langit --; (2) berseri (tt muka): wajahnya -- sekali; (3) ki baik; bahagia: ia tidak melihat hari depan yg -- [Sd] (1) a retak; (2) n garis
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
ceruk ce.ruk [n] (1) relung yg masuk ke dinding (tembok, tanah, dsb); lekuk, lubang; (2) lombong (dl tambang); (3) gua (di gunung); (4) ruang berpetak-petak (di lemari dsb); (5) sudut (pojok) di dapur (kamar, rumah, dsb); (6) lekuk (di geladak kapal dsb); (7) rongga (sela-sela dl timbunan barang dsb); (8) serokan; teluk kecil; (9) sudut jalan; jalan kecil (simpangan dsb)
ciut ci.ut [a] (1) sempit; picik; (2) menjadi sempit; menyusut; mengerut: ruang gerak perusahaannya semakin --; (3) ki tawar; takut (tt hati, perasaan): mendengar itu hatiku bertambah -- [n] tiruan bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb
cop [p cak] kata afektif untuk menyatakan bahwa apa yg dikatakan atau diperbuat adalah keliru sehingga perkataan atau perbuatan itu dicabut atau tidak diteruskan (berarti: maaf!, tidak begitu!): telah ditetapkan "bermain", eh -- "berlangsung" di Australia ? kecup [n Olr] pukulan yg menyebabkan jatuhnya bola di depan lapangan dekat net (dl permainan bulu tangkis, tenis meja, tenis)
cuci otak proses mehilangkan pendapat, keyakinan, dsb yg ada dan menggantinya dng yg baru dng cara paksa dan siksaan psikis dan fisik
cup [n] tiruan bunyi barang yg dicelupkan dsb [Lihat {kecup}] [p] (1) kata seru untuk menyuruh diam; (2) cop; (3) kata seru untuk menyatakan bahwa sesuatu sudah dipilih (dimiliki)
daba da.ba [n] (hanya digunakan dl kata majemuk: hawa -- ) gerakan (aliran) udara yg menyatakan bahwa ada sesuatu yg bergerak; bau suatu benda yg dibawa oleh udara
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
daerah takluk daerah yg tunduk pd hukum negara tertentu
daftar pustaka daftar yg mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dsb yg ditempatkan pd bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad
dagu nya lebah bergantung [pb] dagu yg bagus
damah da.mah [Ar n] tanda spt koma di atas huruf Arab yg menyatakan bahwa huruf tsb berbunyi u
dana taktis dana cadangan untuk hal-hal atau keperluan yg mendadak (mendesak) yg tidak dapat direncanakan sebelumnya
dapat tebu rebah [pb] mendapat untung
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
dasar awan [Met] bagian terendah dr awan yg tingkat ketaktampakannya bertambah jelas dr keadaan atmosfer cerah atau kabut
dekat tak tercapai [pb] sesuatu yg dekat dng kita, tetapi tidak dapat kita ambil krn tiada upaya
dekat tak tercapai jauh tak berantara [pb] menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya
deklinasi dek.li.na.si [n] (1) perubahan ke arah yg lebih kecil, lemah, atau rendah; (2) Fis sudut yg dibentuk oleh jarum magnet (pd kompas) dng arah utara; (3) Ling sistem fleksi mengenai bentuk (nomina, adjektiva, pronomina, dsb) untuk menyatakan perbedaan kategori (genus atau kasus); (4) Geo jarak sudut pd bola langit antara benda langit dan ekuator langit, diukur pd meridian yg melalui benda langit itu
deraian de.rai.an [n] tetesan; cucuran: dng diiringi ~ air mata, ia menceritakan musibah itu
desas-desus de.sas-de.sus [n] (1) suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; (2) percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi
detak jantung denyut jantung; debar jantung
detektor kebakaran alat untuk mengamati yg sangat peka thd perubahan suhu, ditempatkan pd sebuah gedung, ruang kapal, dsb yg memberikan isyarat pertama adanya bahaya kebakaran
di mana tembilang terentak [pb] di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan
dialektika di.a.lek.ti.ka [n] (1) hal berbahasa dan bernalar dng dialog sbg cara untuk menyelidiki suatu masalah; (2) ajaran Hegel yg menyatakan bahwa segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dr hasil pertentangan antara dua hal dan yg menimbulkan hal lain lagi
diberi kepala hendak bahu [pb] diberi sedikit lalu minta banyak
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
diftong dif.tong [n Ling] bunyi vokal rangkap yg tergolong dl satu suku kata (spt ai dl kata rantai, au dl kata imbau); -- lebar Ling diftong yg terjadi dng perubahan letak lidah yg agak banyak, msl ai pd lantai
diftong naik [Ling] diftong yg bagian paling nyaringnya terdapat sesudah peluncurnya; -- sempit Ling diftong yg terjadi dng sedikit perubahan letak lidah, msl ei pd survei; -- turun Ling diftong yg bagian paling nyaringnya terdapat sebelum peluncurnya, msl au pd harimau
digenggam takut mati [pb] rasa gelisah, khawatir kacau-balau
dispensasi dis.pen.sa.si [n] (1) pengecualian dr aturan krn adanya pertimbangan yg khusus; pembebasan dr suatu kewajiban atau larangan: ia mendapat -- bebas membayar uang kuliah krn orang tuanya tidak mampu; (2) Huk pengecualian tindakan berdasarkan hukum yg menyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yg khusus (dl hukum administrasi negara)
diri di.ri [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu
distorsi dis.tor.si [n] (1) pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- thd fakta yg ada; (2) gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; (3) Fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; (4) Dok hal terkilir (kaki dsb); (5) ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan
ditetak belah [pb] walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di -- , pb yg membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yg baik, melainkan memakai buatannya yg buruk-buruk
divisi di.vi.si [n] (1) satuan militer yg besar (jumlahnya sampai puluhan ribu) yg biasanya lengkap dng peralatannya, dipimpin oleh perwira tinggi (biasanya mayor jenderal): satu -- didatangkan untuk memperkuat penjagaan keamanan; (2) kelompok dl suatu organisasi (sepak bola dsb): kesebelasan itu menjadi juara dl kompetisi -- II; (3) bagian dr suatu perusahaan besar: pegawai Pertamina -- Perkapalan; (4) Bot satuan taksonomi dl klasifikasi tumbuhan, berperingkat antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, spt Bryophyta
dosis do.sis [n Dok] (1) takaran obat untuk sekali pakai (dimakan, diminum, disuntikkan, dsb) dl jangka waktu tertentu: pasien itu pingsan krn menelan pil melebihi -- yg ditentukan oleh dokter; (2) ukuran pengobatan yg harus diberikan untuk jangka waktu tertentu (tt radiasi atau penyinaran pd daerah atau bagian tubuh tertentu); (3) Fis jumlah energi atau tenaga yg diberikan oleh zarah pengion kpd suatu satuan massa bahan yg disinari atau diradiasi pd tempat yg diselidiki atau diminati
editor bahasa penyunting naskah yg akan diterbitkan dng memperhatikan ejaan, diksi, dan struktur kalimat
egalitarianisme ega.li.ta.ri.an.is.me [n] (1) doktrin atau pandangan yg menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat; (2) asas pendirian yg menganggap bahwa kelas-kelas sosial yg berbeda mempunyai bermacam-macam anggota, dr yg sangat pandai sampai ke yg sangat bodoh dl proporsi yg relatif sama
eksplorasi akhir [Pet] penyelidikan terperinci untuk cebakan mineral atau batu bara setelah hasil penyelidikan pendahuluan menyatakan bahwa cebakan itu ada kemungkinan mempunyai nilai ekonomis
emas lantak emas yg dibentuk berbatang-batang; emas batangan
emat [p] kata seru untuk menyatakan bahwa raja atau perdana menteri dl permainan catur terancam bahaya [n cak] ukuran (baju, celana, dsb)
empirisme em.pi.ris.me [n] (1) aliran ilmu pengetahuan dan filsafat berdasarkan metode empiris; (2) teori yg mengatakan bahwa semua pengetahuan didapat dng pengalaman
encer en.cer [a] (1) cair; tidak kental: minum kopi --; (2) menjadi cair: mentega kalau dipanaskan --; (3) bercampur air, tidak kental, atau sangat kurang sari patinya (tt barang cair yg mengandung suatu zat): tambahkan sedikit air, supaya --; (4) cak mudah mengerti; lekas menerima pelajaran; cerdas: anak ini memang -- otaknya; (5) cak sepele; mudah: dia selalu menganggap -- lawannya
engah [Jk a] tahu (sadar atau mengerti): dia baru -- bahwa dompetnya telah dicopet orang , engah-engah n napas yg mengembus keras-keras (spt napas orang yg baru berlari cepat) , ter.per.e.ngah a terdiam krn kaget, takut, dan bingung; termangu-mangu
entah en.tah [adv] (1) kata untuk menyatakan atau menjawab bahwa tidak tahu: -- apa yg dibawa tadi, saya tidak melihatnya; (2) boleh jadi: -- datang -- tidak, boleh jadi datang, boleh jadi tidak; (3) baik ... maupun ...: -- mahal, -- murah, saya tidak peduli
entropi en.tro.pi [n Fis] keseimbangan termodinamis, terutama mengenai perubahan energi yg hukumnya disebut hukum termodinamika kedua yg menyatakan bahwa semua energi hanya dapat berpindah dr tempat yg mengandung banyak energi ke tempat yg kurang mengandung energi
enyak [v] meng.e.nyak v (1) menginjak (menekan, mengentak, dsb) kuat-kuat; (2) memadatkan (tanah) dng menginjak kuat-kuat; (3) merebahkan, menjatuhkan badan untuk duduk, tidur
epolet epo.let [n Mil] hiasan berupa lidah-lidah yg terletak pd bahu baju seragam perwira angkatan laut, darat, atau udara sbg tanda pangkat dsb
fenomenalisme fe.no.me.nal.is.me [n] teori yg menyatakan bahwa semua pengetahuan adalah fenomena dan semua yg ada itu adalah fenomenal
folklor lisan folklor yg diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan dl bentuk lisan (bahasa rakyat, teka-teki, puisi rakyat, cerita prosa rakyat, dan nyanyian rakyat)
fonemis fo.ne.mis [a Ling] (1) bersangkutan dng fonem; (2) bersangkutan dng fonemik; (3) berbeda dipandang dr sudut bahasa (dikatakan tt bunyi-bunyi yg berbeda krn mampu menyatakan kontras makna)
forte for.te [a Mus] kuat; keras (tt musik): musik itu dimainkan dng halus dl nada-nada piano dan kemudian berubah dl entakan -- yg sangat serasi
frasa parataktis frasa koordinatif yg tidak mempergunakan penghubung
fungsi fung.si [n] (1) jabatan (pekerjaan) yg dilakukan: jika ketua tidak ada, wakil ketua melakukan -- ketua; (2) faal (kerja suatu bagian tubuh): -- jantung ialah memompa dan mengalirkan darah; (3) Mat besaran yg berhubungan, jika besaran yg satu berubah, besaran yg lain juga berubah; (4) kegunaan suatu hal; (5) Ling peran sebuah unsur bahasa dl satuan sintaksis yg lebih luas (spt nomina berfungsi sbg subjek)
fungsi fatis [Ling] penggunaan bahasa untuk mengadakan atau memelihara kontak antara pembicara dan pendengar
gading-gading ga.ding-ga.ding [n Lay] (1) rangka atau penguat konstruksi kapal secara melintang sekaligus tempat melekatnya kulit atau lambung kapal agar bentuk kapal tidak berubah, yg biasanya diberi nomor mulai dr nol di bagian buritan; (2) lingkar atau bingkai roda
gambar kerja unsur karya seni (berupa foto atau gambar) yg disusun di atas karton dan siap difoto untuk dijadikan bahan cetakan, msl iklan cetak, poster, dan kemasan
gambir gam.bir [n] (1) tumbuhan membelit, berbatang keras, bertangkai pendek dng daun berwarna hijau muda, pd ketiak daun terdapat bunga berbongkol bulat berwarna putih kecil-kecil, dipakai sbg obat batuk dan bahan penyamak, ditanam dng cara menyetek; Uncaria gambir; (2) endapan rebusan daun gambir yg airnya diuapkan, dicetak bulat atau persegi, dipakai sbg campuran makan sirih
garam di kulumnya tak hancur [pb] orang yg pandai menyimpan rahasia
garam kami tak masin padanya [pb] perkataan kami tidak diindahkannya
garis bawah ga.ris ba.wah [n] garis yg dibuat di bawah tulisan (huruf, kata, kalimat, dsb) untuk menyatakan bahwa kata (kalimat dsb) yg diberi garis itu penting
garis benaman [Lay] garis khayal pd lambung kapal yg terletak 3 inci (76 mm) di bawah dan sejajar dng geladak kapal
garis isosintagmis [Ling] isoglos pd peta bahasa yg membatasi wilayah dng ciri-ciri sintaksis yg serupa
garis tinggi [Mat] garis tegak lurus pd segitiga (yg ditarik dr titik puncak ke garis dasar); (2) Lay garis letak posisi kapal pd salah satu titik, yg didapat dr pengamatan benda angkasa
gaya ga.ya [n] (1) kesanggupan untuk berbuat dsb; kekuatan: dia terbanting krn kalah -- dr lawannya; (2) kuat: negara yg -- dan jaya; (3) Fis (a) dorongan atau tarikan yg akan menggerakkan benda bebas (tak terikat); (b) besaran yg mempunyai besar dan arah tertentu; (c) suatu interaksi yg bila bekerja sendiri menyebabkan perubahan keadaan gerak benda; (d) kakas [n] sikap; gerakan: tangannya bergerak dng -- seakan-akan ia terlepas dr suatu bahaya; (2) n irama dan lagu (dl nyanyian, musik, dsb): lagu ini hampir sama -- nya dng lagu-lagu Barat; (3) n ragam (cara rupa, bentuk, dsb) yg khusus (mengenai tulisan, karangan, pemakaian bahasa, bangunan rumah, dsb): telah dibangun balai pertemuan dng -- joglo; (4) n cara melakukan gerakan dl olahraga (renang, lompat, dsb): -- permainannya cukup mengesankan; (5) n lagak lagu; tingkah laku: -- nya nyata dibuat-buat; (6) n sikap yg elok; gerak-gerik yg bagus: peragawati itu muncul dng -- yg memesona; (7) a cak elok; bergaya: biar tidak garang, asal lebih --
gaya katak gaya dada
geladak tonase geladak yg diukur untuk mendapatkan tonase kapal, yg pd kapal mempunyai geladak lebih dr satu berada di geladak kedua dr lunas kapal, sedangkan pd kapal lain berada di tempat paling atas
gelombang elektromagnetik [Fis] gelombang yg ditimbulkan oleh perubahan serentak dan berkala dl tenaga pd medan muatan elektrik dan magnetik
gelora ge.lo.ra [n] (1) gerakan gelombang yg hebat spt dikarau; banjir besar: perahu kami pecah dipontang-pantingkan --; (2) hujan dan badai: pd musim -- pelayaran sangat berbahaya; (3) ki perasaan yg seakan-akan bergolak hebat: tenanglah jangan kauturutkan -- hatimu; (4) ki gejolak: tidak seorang pun yg dapat menentang -- semangat pemuda memberantas pemberontakan itu
genting gen.ting [a] (1) kecil (tipis, sempit) pd bagian tengah: pinggangnya --; (2) hampir putus (tt tali dsb): tali ini --; (3) tegang; berbahaya (tt keadaan yg mungkin segera menimbulkan bencana perang dsb): setelah perundingan menemui jalan buntu, keadaan bertambah -- [n] tutup atap rumah yg terbuat dr tanah liat yg dicetak dan dibakar, bermacam-macam bentuknya
gertak sambal ancaman dsb hanya untuk menakut-nakuti
geruh tak mencium bau [pb] kecelakaan datang tidak dng memberitahukan (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)
gerun ge.run [a] takut (malu, gamang, atau sangsi) akan terjadi sesuatu: saya menaruh (merasa) -- jangan-jangan ada bahaya yg mengancam kita
gila anjing penyakit anjing yg berbahaya yg dapat menular kpd manusia atau binatang lain yg digigitnya dan membuat penderita menjadi gila, takut kpd air, atau cenderung menggigit mangsanya; rabies canina
gips [n] (1) kapur batu, biasanya dipakai untuk membalut bagian tubuh yg tulangnya retak atau patah agar tidak berubah posisinya; (2) Kim kalsium sulfat dng dua molekul air kristal
gondrong gon.drong [a] panjang krn lama tidak dipangkas (tt rambut orang laki-laki): ketika pertama kali ditemukan di hutan, watak anak itu beringas, kukunya panjang, dan rambutnya -- sampai ke bahu
gradualisme gra.du.a.lis.me [n Pol] siasat untuk mengadakan perubahan sosial dng melakukan pembaharuan khusus yg bertujuan menciptakan masyarakat sosialis
habis umpan kerong tak dapat [pb] usaha yg mendatangkan kerugian
haluan ha.lu.an [n] (1) bagian perahu (kapal) yg sebelah muka: sepucuk meriam dipasang di -- kapal; (2) yg terdahulu atau terdepan: -- barisan lomba gerak jalan itu sudah mencapai garis finis; (3) arah; tujuan: tiba-tiba pesawat terbang itu mengubah --; dialah yg mula-mula memutar -- percakapan; (4) ki pedoman (tt ajaran dsb): sbg warga negara kita mempunyai --
hancur han.cur [v] (1) pecah menjadi kecil-kecil; remuk: kaca mobil yg bertabrakan itu -- berantakan; (2) tidak tampak lagi wujudnya; luluh; larut: gula itu -- dl air panas; (3) ki rusak; binasa: pd waktu Perang Dunia II banyak kota besar yg --; (4) ki sangat sedih (tt hati): -- hatinya mendengar berita bahwa suaminya gugur di medan perang
harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus [pb] tidak mau berputus asa sampai saat terakhir
harimau mengaum takkan menangkap [pb] orang yg mengancam dsb dng perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa
hawa daba gerakan (aliran) udara yg menyatakan bahwa ada sesuatu yg bergerak; bau suatu benda yg dibawa oleh udara
heran he.ran [a] (1) merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; (2) aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar
hibah tergantung pemberian semasa hidup yg kemudian digugat oleh ahli waris; wasiat pemberian dng menggugat wasiat yg baru mempunyai kekuatan hukum setelah pembuat wasiat meninggal
hidung tak mancung [pb] orang yg tidak turut campur dl suatu pekerjaan menjadi susah dan yg patut susah berdiam diri
hidup hi.dup [v] (1) masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia, binatang, tumbuhan, dsb): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama meninggal; (2) bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang dp di kota besar; (3) mengalami kehidupan dl keadaan atau dng cara tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dng hemat; (4) beroleh (mendapat) rezeki dng jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu -- dr berniaga; (5) berlangsung (ada) krn sesuatu: yayasan itu dapat -- krn uang sumbangan para dermawan; (6) tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih -- dl ingatannya; (7) masih berjalan (tt perusahaan, perkumpulan, dsb): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; (8) tetap menyala (tt lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh ke lantai; (9) masih tetap dipakai (tt bahasa, adat, sumur, dsb): adat itu masih tetap -- dl masyarakat; (10) ramai (tidak sepi dsb): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; (11) seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak spt keadaan sesungguhnya (tt lukisan, gambar): lukisan itu sangat --; (12) spt sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tt cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; (13) seruan yg menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat
hidup segan mati tak hendak [pb] hidup yg merana (krn sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb)
hilang tak bercari [pb] tidak dipedulikan lagi
hilir malam mudik tak singgah [pb] merasa malu, segan, dsb krn sudah berutang budi atau krn perkariban
hormat hor.mat [a] menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; (2) n perbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi -- kpd tamu yg datang
hubar-habir hu.bar-ha.bir [a] berantakan; kacau balau: perang saudara itu belum berakhir, dan ekonomi negara itu bertambah --
hukum Coulomb [Fis] hukum yg menyatakan bahwa gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik berbanding lurus dng muatannya dan berbanding terbalik dng kuadrat jarak antara muatan serta bergantung pd medium muatan itu
hukum DM [Ling] konstruksi bahasa Indonesia, baik dl kata majemuk maupun dl kalimat bahwa bagian yg menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yg diterangkan (D) (msl rumah Ali, rumah diterangkan (D) dan Ali menerangkan (M)
hukum karma hukum yg menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas
hukum kelembapan [Fis] hukum yg dikemukakan oleh Newton (1687) yg menyatakan bahwa setiap benda tetap bertahan dl keadaan diam atau dl keadaan gerak lurus beraturan tidak dipercepat, kecuali bila ada gaya neto yg mempengaruhinya
hukum taklifi [Ar] hukum yg mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf
hukum taktertulis hukum kebiasaan atau hukum yg terkandung dl keputusan pengadilan yg tidak pernah mengurangi bentuk undang-undang
humanisme hu.ma.nis.me [n] (1) aliran yg bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yg lebih baik; (2) paham yg menganggap manusia sbg objek studi terpenting; (3) aliran zaman Renaissance yg menjadikan sastra klasik (dl bahasa Latin dan Yunani) sbg dasar seluruh peradaban manusia; (4) kemanusiaan
ikan sebelah ikan yg berbadan gepeng, kedua belah matanya terletak di atas dan berdekatan krn yg satu telah berubah tempat, pindah ke sebelah atas juga; -- selar ikan kembung kecil, jenisnya bermacam-macam, spt -- selar ayam, -- selar bagat, -- selar bantal
iklim bahari iklim yg dipengaruhi lautan, ditandai oleh penyimpangan suhu udara harian dan/ atau tahunan yg kecil, serta kelembapan udara yg tinggi
ilmu bahas bagian filsafat yg berkenaan dng berpikir dsb
ilmu gaya bahasa pengetahuan mengenai pemakaian kata dl kalimat khusus; stilistika
indeks in.deks [n] (1) daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; (2) daftar harga sekarang dibandingkan dng harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang: -- biaya hidup di Jakarta setiap tahun naik; (3) Kom (artikel) daftar berita penting hari itu (dl majalah, surat kabar) yg dimuat di halaman depan; (4) Ling rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yg mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
individualitas in.di.vi.du.a.li.tas [n] (1) keadaan atau sifat khusus sbg individu; (2) ciri-ciri yg dimiliki seseorang yg membedakannya dr orang lain; watak kepribadian: sikap -- sukar diubah
Indonesia In.do.ne.sia [n] (1) nama negara kepulauan di Asia Tenggara yg terletak di antara benua Asia dan benua Australia; (2) bangsa, budaya, bahasa yg ada di negara Indonesia
induktans in.duk.tans [n] (1) Fis sifat untai elektrik yg menyatakan besar-nya tenaga gerak elektrik (tge) yg akan terimbas sendiri atau-pun di dl untai lain yg berdekatan; (2) Fis hasil bagi tge yg terimbas di dl sebuah untai elektrik dan laju perubahan arus elektrik thd waktu yg membangkitkan tge tsb; (3) El besaran yg mencerminkan pengimbasan arus listrik lewat perubahan medan magnet
insubordinasi in.sub.or.di.na.si [n] (1) perlawanan atau pemberontakan thd atasan dl hubungan dinas, msl awak kapal melawan nakho-da; (2) keadaan membangkang atau tidak tunduk pd perintah; (3) Pol pembangkangan; pendurhakaan; ketidaktaatan; ke-tidakpatuhan
interglasial in.ter.gla.si.al [a Geo] terjadi atau terbentuk di antara dua waktu glasial, yaitu ketika lapisan es hanyut dr kedua daerah kutub yg tertutup es dan terjadi perubahan iklim dng meningginya permukaan laut
isokronisme iso.kro.nis.me [n Ling] ciri bahasa bertempo tekanan yg memiliki suku bertekanan dng jarak waktu yg lebih kurang sama, dng akibat suku tak bertekanan berkurang temponya sejalan dng banyaknya yg terdapat di antara dua suku ber-tekanan
jamak ja.mak [a] lazim; tidak aneh; lumrah; wajar: sudah -- bahwa setiap perjuangan meminta pengorbanan [n Ling] bentuk kata yg menyatakan lebih dr satu atau banyak: "siswa-siswa" atau "para siswa" adalah bentuk -- dr kata "siswa" [n Isl] penggabungan (tt salat)
jamak takdim [Isl] penggabungan pelaksanaan dua salat dl satu waktu dng cara memajukan salat yg belum masuk waktu ke dl salat yg telah masuk waktunya (spt penggabungan pelaksanaan salat Asar dng salat Zuhur pd waktu salat Zuhur atau pelaksanaan salat Isya dng salat Magrib pd waktu salat Magrib)
jamak takhir [Isl] penggabungan pelaksanaan dua salat dl satu waktu dng cara mengundurkan salat yg sudah masuk waktu ke dl waktu salat yg berikutnya (spt penggabungan pelaksanaan salat Zuhur dng salat Asar pd waktu salat Asar, atau pelaksanaan salat Magrib dng salat Isya pd waktu salat Isya)
jamrah aqabah jamrah yg ketiga (pd bekas tempat godaan setan yg terbesar)
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
jarak ja.rak [n] (1) ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat: -- antara Mekah dan Medinah kami tempuh dng bus dl 5 jam; (2) jari-jari bulatan (lingkaran): bulatan yg -- nya 5 dm [n] (1) pohon perdu yg tingginya 2 m, bergetah, berwarna putih, batangnya mudah patah, berbiji polong, bijinya terletak dl pangsa, sebesar kacang tanah, apabila tua berwarna hitam dan dapat dipakai sbg bahan minyak pelumas, banyak macamnya, spt -- belanda; -- keling; -- pagar; -- cina; Ricinus communis; (2) biji jarak
jarak tempuh jarak yg dapat ditempuh tanpa berhenti oleh kapal (pesawat, dsb) dng sejumlah bahan bakar tertentu
jaras dikatakan raga jarang [pb] mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga
jazam ja.zam [Ar] (1) v memotong; memenggal; (2) n tanda baca huruf Arab (o) yg ditaruh di atas huruf, menyatakan bahwa huruf itu mati atau tidak diucapkan
jelek je.lek [a] (1) tidak enak dipandang mata; buruk (tt wajah); (2) tidak menyenangkan (tidak menenteramkan, tidak membahagiakan, dsb); jahat; tidak baik (tt watak): -- benar tabiatmu; (3) ki tercemar: krn ia melakukan korupsi, namanya jadi --
jentaka jen.ta.ka [a Sas] celaka; sengsara; sial
jika tak lalu dandang di air [pb] menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud
jual sontak [Man] menjual suatu barang dng berkunjung ke rumah calon pembeli secara mendadak tanpa janji untuk menawarkan sebelumnya
julang ju.lang , men.ju.lang v (1) tampak menyembul tinggi; membubung tinggi (tt api dsb): ombak ~ di permukaan laut; api berjolak ~ ke angkasa; (2) membawa (mendukung) anak dsb di atas bahu; (3) ki menjunjung tinggi; menghormati: rakyat ~ pemimpinnya yg jujur dan penuh pengabdian itu [v] , -- hulu ukuran tekanan fluida yg dinyatakan dng tingginya kolam air
juling bahasa (keadaan) agak juling
kacau ka.cau [a] campur aduk (sehingga tidak terbeda-bedakan lagi); bancuh: kelompokkan surat-surat itu berdasarkan tanggal dan nomornya, jangan sampai --; (2) a kusut (kalut) tidak keruan: pikirannya bertambah -- mendengar berita itu; (3) a rusuh; tidak aman; tidak tenteram: keadaan di negeri itu semakin --; (4) v bercampur aduk dng (tidak dibeda-bedakan dng); bertukar-tukar dng: pemakaian kata teras /tEras/ kerap kali -- dng kata teras; -- abu berantakan: keluarganya menjadi -- abu krn pemerintah menyatakan akan terus mengejar utangnya itu sampai ke anak-cicit
kadar air [Graf] persentase air yg ada pd pulp, kertas, dan karton, ditetapkan dng cara mengeringkan contoh uji pd suhu antara 100o-105o C; (2) Geo nisbah yg dinyatakan dl persentase antara air dl tanah, batuan (jenuh atau tidak jenuh) dan jumlah volume atau bobot percontoh
kaidah Behaghel kedua [Ling] prinsip bahwa unsur kalimat yg menjadi pokok pembicaraan cenderung untuk ditempatkan ke depan dan tekanannya dilemahkan dl intonasi atau dijadikan pronomina, sedangkan apa yg dibicarakan tt pokok itu cenderung untuk ditempatkan pd akhir kalimat dan ditonjolkan dl intonasi
kaidah Behaghel pertama [Ling] prinsip dl pengelompokan kata bahwa apa yg secara mental berkelompok akan dikelompokkan secara sintaktis
kalimah taibah perkataan yg baik; ucapan yg terpuji
kalimat bebas [Ling] struktur sintaksis yg tidak memerlukan konteks tambahan untuk dapat dipahami maknanya
kapak penetak kapak yg digunakan pd masa paleolitikum awal (hanya ditemukan di kawasan Asia, sezaman dng kebudayaan kapak genggam di Eropa
kapten kap.ten [n] (1) pangkat perwira pertama peringkat pertama dl ketentaraan, satu tingkat di bawah mayor, satu tingkat di atas letnan satu (tanda pangkatnya tiga balok emas lurus mendatar yg ditempatkan di bahu baju); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (regu, kapal, dll)
kartun kar.tun [n] (1) film yg menciptakan khayalan gerak sbg hasil pemotretan rangkaian gambar yg melukiskan perubahan posisi; (2) gambar dng penampilan yg lucu, berkaitan dng keadaan yg sedang berlaku (terutama mengenai politik)
kasein ka.se.in [n Graf] hasil pengolahan susu yg larut dl larutan alkali dan asam pekat, mengendap dl asam lemak, dan tidak larut dl air, digunakan dl pembuatan kertas sbg bahan perekat dan pengikat pigmen pd permukaan kertas cetak seni atau digunakan dl ofset sbg bahan peka cahaya dl pembuatan pelat
kasualisme ka.su.a.lis.me [n] paham yg menyatakan bahwa kejadian yg tidak terduga-duga merupakan pokok pangkal dr segala kejadian
kasus datif [Ling] kasus yg menandai bahwa nomina adalah penerima suatu perbuatan atau objek tak langsung
kata ganti taktentu pronomina tidak tentu
kata tambahan adverbia
katak hendak jadi lembu [pb] orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong
kataka ka.ta.ka [n Ark] perisai berbentuk bulat atau persegi panjang
katakana ka.ta.ka.na [n Ling] aksara silabis di Jepang yg lebih sederhana dp aksara kanji
katakomba ka.ta.kom.ba [n] (1) Kris ruang di bawah tanah tempat makam atau persembunyian orang Kristen pd zaman Romawi
katastrofe ka.tas.tro.fe [n] (1) malapetaka besar yg datang secara tiba-tiba; (2) perubahan cepat dan mendadak pd permukaan bumi; bencana alam; (3) Sas penyelesaian (akhir) suatu drama, terutama drama klasik yg bersifat tragedi
kategori ka.te.go.ri [n] (1) bagian dr sistem klasifikasi (golongan, jenis pangkat, dsb); (2) Ling golongan satuan bahasa yg anggotanya mempunyai perilaku sintaksis dan sifat hubungan yg sama
katup rentak pengatup sorong yg lentur terdiri atas dua pita bergigi, katup yg dilengkapi dng penghenti atas dan penghenti bawah, atau peralatan buka, dan alat sorong yg berfungsi untuk membuka dan menutup gigi
kausa kau.sa [n] sebab yg menimbulkan suatu kejadian: secara kriminologis dikatakan bahwa kemiskinan merupakan faktor yg mendorong, tetapi bukanlah -- yg menentukan
kawin tambahan kawin angkat bapak (di Jawa Barat)
ke gunung tak dapat angin [pb] akan mendapat keuntungan tetapi gagal
ke langit tak sampai [pb] setengah-setengah, kepalang tanggung di dl menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu
kebahagiaan ke.ba.ha.gi.a.an [n] kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yg bersifat lahir batin: kehadiran bayi itu mendatangkan -- dl rumah tangganya; saling pengertian antara suami dan istri akan membawa -- dl rumah tangganya
kebaharian ke.ba.ha.ri.an [n] segala sesuatu yg berhubungan dng laut; kelautan
kecenderungan ke.cen.de.rung.an [n] kecondongan (hati); kesudian; keinginan (kesukaan) akan: ada ~ bahwa kesenian Bali disesuaikan dng selera turis; seluruh peserta rapat menyatakan ~ nya untuk menerima usul itu
kelembapan nisbi ke.lem.bap.an nisbi [Met] parameter untuk menyatakan banyaknya uap air di dl udara berupa nisbah antara tekanan uap yg ada saat itu dan tekanan uap maksimum yg mungkin dicapai pd suhu dan tekanan udara saat itu
keliti ke.li.ti [n Lay] (1) penyangga dayung pd sekoci atau perahu sewaktu dayung digunakan; (2) sangkutan di tepi perahu tempat meletakkan tangkai dayung; pengayuh; (3) roda yg dipasang untuk memutar kemudi (pd kapal kecil)
keluarga berantakan keluarga yg integritas, hubungan akrab, dan solidaritasnya telah rusak oleh ketegangan dan konflik
keluarga retak keluarga yg hubungan antara ayah dan ibu serta anak-anaknya tidak harmonis
kental ken.tal [a] (1) antara cair dan keras; pekat (tidak cair); hampir beku: orang sakit itu sudah diperbolehkan makan bubur -- , bukan lagi bubur saring; (2) akrab (tt persahabatan); karib: sahabat --; (3) cak memperlihatkan keasliannya (tt pengucapan bahasa): logat Bataknya masih --
kentung-kentung ken.tung-ken.tung [n] bunyi-bunyian dibuat dr bambu atau kayu berongga (dibunyikan atau dipukul untuk menyatakan tanda waktu atau tanda bahaya atau untuk mengumpulkan massa)
kepustakaan ke.pus.ta.ka.an [n] (1) buku-buku kesusastraan; kesusastraan; (2) daftar kitab yg dipakai sbg sumber acuan untuk mengarang dsb; bibliografi; (3) semua buku, karangan, dan tulisan mengenai suatu bidang ilmu, topik, gejala, atau kejadian
keras ditakik [pb] segala perintah hendaklah diberikan dng penuh kebijaksanaan
keris bahari keris kuno (bertuah)
keseran ke.se.ran [n] pengupas gabah atau alat untuk memproses beras jagung, berbentuk dua buah lempengan yg terbuat dr batu atau kayu, bagian atasnya dapat berputar, sedangkan bagian bawahnya statis, digerakkan oleh tenaga manusia
ketakar-keteker ke.ta.kar-ke.te.ker [v] menggapai-gapai (orang jatuh yg berusaha bangun)
ketakong ke.ta.kong [n] tumbuhan yg dapat dipakai sbg pengganti rotan; Nepenthes ampullaria
khalayak kha.la.yak [n] (1) segala yg diciptakan oleh Tuhan; makhluk (manusia dsb): maka segala -- yg banyak pun sujud menyembah; (2) kelompok tertentu dl masyarakat yg menjadi sasaran komunikasi; (3) orang banyak; masyarakat: orang itu akan dihukum di depan --
kintaka kin.ta.ka [n] per.kin.ta.ka.an n arsip
kitab sembahyangan buku doa
klaim [n] (1) tuntutan pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang berhak (memiliki atau mempunyai) atas sesuatu: pemerintah Indonesia akan mengajukan -- gantu rugi kpd pemilik kapal asing itu; (2) pernyataan tt suatu fakta atau kebenaran sesuatu: ia mengajukan -- bahwa barang-barang elektronik itu miliknya
klin [n Bio] (1) landaian ciri yg dinyatakan dng variasi bersinambungan melalui sederhana populasi yg berjajar berdampingan; (2) landaian perubahan frekuensi fenotipe dan jalan genotipe sepanjang suatu transek kisaran populasi
kobar ko.bar [v] ber.ko.bar v (1) menyala besar: api mulai ~ dr arah hutan alang-alang; (2) ki berkecamuk (tt perang, pemberontakan, dsb): perang kembali ~ di Beirut; (3) ki bertambah besar atau menjadi-jadi (tt kemarahan dsb): krn mendengar berita itu, kemarahannya semakin ~
komedi stambul komedi berbahasa Melayu yg menceritakan Hikayat 1001 Malam, dialognya dilagukan dng iringan musik; komedi bangsawan
kontak dagang hubungan dagang: -- dagang antara para pengusaha kedua negara itu dilakukan lewat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) masing-masing
kontak kebudayaan [Antr] proses persatuan antara kebudayaan yg berbeda krn individu yg mengembannya saling berinteraksi
kontak senjata tembak-menembak
kontak sosial hubungan antara satu pihak dan pihak lain yg merupakan awal terjadinya interaksi sosial
kontraksi kon.trak.si [n] (1) pengerutan (sehingga menjadi berkurang panjangnya); penegangan; (2) Ling proses atau hasil pemendekan suatu bentuk kebahasaan (spt tidak menjadi tak); (3) Kim tarik-menarik antara atom dl sebuah molekul; (4) Dok penegangan; pengerasan; penguncupan (tt otot); kerunyutan (tt parut luka)
kopi ko.pi [n] (1) pohon yg banyak ditanam di Asia, Amerika Latin, dan Afrika, buahnya digoreng dan ditumbuk halus untuk dijadikan bahan pencampuran minuman; Coffea; (2) buah (biji) kopi; (3) serbuk kopi; (4) minuman yg bahannya serbuk kopi [n] (1) salinan sesuai dng asli yg diperoleh dng cara memfotokopi; (2) tindasan (surat dsb); tembusan; turunan; (3) naskah karangan yg akan dicetak; (4) eksemplar (tt buku cetakan); (5) positif atau negatif yg diperoleh dng penyinaran negatif atau positif; (6) salinan rol film, pita kaset, dsb
kotak kontak [El] suatu titik pd instalasi listrik dl gedung yg menjadi tempat pengambilan arus
kotak saran tempat menampung surat berupa usul dan saran
koyak tak berbunyi [pb] melakukan sesuatu yg kurang baik, tetapi tidak diketahui orang
kuat ledak ukuran kekuatan ledak suatu bahan peledak yg dinyatakan dl persen thd kekuatan peledakan suatu bahan peledak nitrogliserin murni
kulim ku.lim [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 25 m, tumbuh di hutan dataran rendah, kulit pohonnya menghasilkan tanin, buahnya untuk obat, kayunya kuat dan tahan lama, dapat dijadikan bahan bangunan, bantalan kereta api, tiang listrik (telepon), bahan industri, kayu lapis, dan bahan pembuat kapal; Scorodocarpus borneensis; (2) buah kulim; (3) kayu kulim
kumena ku.me.na [n Kim] zat pencampur bahan bakar kapal terbang C6H5CH(CH3)2
kunci kontak kunci untuk menghidupkan mesin mobil dsb
kuncup tambahan [Bot] kuncup yg tumbuh bukan pd tempat yg seharusnya dan tidak memiliki jaringan pembuluh; kuncup liar
kunut nazilah [Isl] kunut yg dibaca krn ada bahaya, malapetaka, atau musibah yg menimpa masyarakat (spt wabah, kemarau)
kurang bahasa tidak tahu sopan santun
kurang taksir [pb] kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dsb)
kurungan ku.rung.an [n] (1) tempat untuk mengurung; sangkar; kandang burung; (2) penjara: ia meringkuk dl ~ selama 12 tahun; (3) ruang yg diberi berdinding; bilik (di perahu): ~ di haluan kapal; (4) Ikn wadah pemiaraan ikan yg biasanya diletakkan di sungai (danau dsb)
kurva taksederhana [Mat] kurva yg mempunyai titik potong
kurva taktertutup [Mat] kurva yg ujung pangkalnya tidak mempunyai titik potong
labil la.bil [a] (1) goyah; tidak mantap; tidak kokoh (tt bangunan, pendirian, dsb); (2) goyang; tidak tenang (tt kendaraan, kapal, pesawat terbang, dsb); (3) tidak tetap; mudah berubah-ubah; naik turun (tt harga barang, nilai uang, dsb); (4) tidak stabil; cenderung berubah; (5) Fis tidak seimbang dan mudah berubah
laboratoris la.bo.ra.to.ris [a] berdasarkan hasil penelitian dr laboratorium: tumpuhan minyak dr atas kapal yg secara -- dikatakan berasal dr tempat yg sama; (2) n laboran: para -- klinis yg meneliti penyakit yg disebabkan gangguan virus
labu-labu la.bu-la.bu [n] (1) buyung kecil berleher panjang; (2) barang bulat perhiasan puncak masjid dsb; (3) keranjang bulat, digantungkan pd tiang di pelabuhan sbg tanda bahwa kapal sudah boleh masuk pelabuhan
lading la.ding [n] parang yg pendek dan agak lebar di tengah-tengah, matanya yg tajam lengkung ke luar [Bld n ] muatan kapal [Geo n] abu panas gunung api yg dibawa angin yg membahayakan kehidupan yg dilaluinya
lagi la.gi [adv] sedang (dl keadaan melakukan dsb); masih: jangan berisik, ayah -- tidur; (2) adv tambah sekian (atau sedemikian) pula: tunggu sebentar --; (3) adv kembali (berbuat dsb) spt semula; berulang spt semula; pula: kemarin sudah menonton, sekarang hendak menonton --; (4) p dan; serta; juga: anak itu pandai -- rajin; istrinya muda, cantik, -- kaya; (5) p partikel yg dipakai untuk menekankan kata atau kalimat yg mendahuluinya (mengandung makna; sama sekali, betul-betul, amat sangat, dsb): kekejaman tentara penjajah sungguh tak terkatakan --; penderitaan rakyat Kamboja sudah tidak tertahan --
lajur bilga [Lay] pelat kulit yg membujur pd kapal dan terletak pd lengkungan bilga
lampu isyarat lampu yg memberikan isyarat bahwa kapal dsb dl keadaan tidak dikendalikan
lampu jangkar lampu isyarat yg dipasang pd ujung haluan kapal yg memberikan isyarat pd waktu malam hari bahwa kapal sedang lego jangkar atau berlabuh
larut la.rut [a] (1) hanyut semakin jauh; (2) bertambah lama; (jauh dsb): sementara waktu bertambah -- , dia belum bebas juga; (3) makin bertambah: kian hari penyakitnya kian --; (4) menjadi cair; luluh; hancur: garam cepat -- dl air; (5) asyik; tenggelam: krn sepi mencengkam kami, -- dl pikiran masing-masing [n] tumbuhan palma; sagu belanda; Maranta arundinacea
laut mana yg tak berombak [pb] bagaimanapun manusia tidak akan luput dr kekhilafan (kesalahan)
layar bulu ayam [Lay] layar penjaga keseimbangan kapal (letaknya pd tali penyokong tiang)
layar gap [Lay] layar yg dipasang pd canggah, letaknya pd bagian atas tiang kapal
layu rumput di halaman [ki] ungkapan untuk menyatakan bahwa raja wafat
lebih le.bih [a] (1) lewat dr semestinya (tt ukuran, banyaknya, besarnya, dsb): sudah kuberi Rp10.000,00 -- dr uang sekolahnya; ia merasa -- dr kawan-kawannya; panjangnya -- dr 3 cm; (2) (ber)sisa; ada sisanya: kalau kaubayar Rp5.000,00, -- nya tinggal Rp2.000,00; (3) (dl perbandingan menyatakan) sangat (dp): di sini saya -- senang (dp di sana); -- baik membaca dp mengobrol; (4) kira-kira sekian bertambah sedikit: ia pernah ditahan polisi seminggu --; sudah kuberi seribu rupiah --; (5) bertambah; semakin: kesehatannya sudah -- baik; harganya menjadi -- mahal
lekar le.kar [n] anyaman rotan atau lidi tempat meletakkan kuali, periuk, dsb yg baru diangkat dr tungku [n Kim] larutan pengilap yg lekas kering krn pelarutnya menguap, terutama larutan yg mengandung ester selulosa sbg bahan utamanya ? rehal
lektur lek.tur [n] (1) bacaan; (2) bahan bacaan (spt buku, majalah); pustaka; (3) pidato
lela le.la [kl n] (1) gerak-gerik tangan dsb yg elok; tingkah laku atau gerak-gerik yg elok (indah, menyenangkan, dsb): undur ke belakang, tegak tapak perlangkahan -- sembah sambil mengetik-ngetikkan kepala dan kakinya; (2) tingkah; ragam: banyak -- /lEla/ lihat rajalela [kl n] meriam yg dapat berputar; rentaka
lemah otak terganggu pertumbuhan daya pikirnya dan tidak sempurna seluruh kepribadiannya; tidak cukup daya pikirnya menurut ukuran normal; tidak dapat hidup dng kekuatan sendiri di tempat sederhana dl masyarakat, dan jika dapat, hanyalah dl keadaan yg sangat baik
lembah nista kehidupan yg hina atau nista, spt hidup sbg pelacur
lemusir le.mu.sir [n] bahu atau belikat (dikatakan tt daging kerbau, sapi, dsb): daging -- sapi
lensa kontak [Fis] lensa tipis yg dirancang secara khusus agar dapat melekat pd kornea mata
lepa le.pa [n] campuran kapur, semen, pasir, dsb untuk melekatkan batu bata dsb [ark] ter.le.pa v (1) terbaring menelentang; tergeletak; terhantar (di tanah); (2) memanjang (ke bawah tt jubah dsb) sampai menyentuh tanah /lEpa/, le.pa-le.pa n sampan kecil yg dibuat dr satu batang kayu (kelapa, biasanya bercadik) , le.pa-le.pa n pangkal umbut
lesitina le.si.ti.na [n] (1) Bio zat lemak yg diperoleh dr kuning telur, jaringan otak dan saraf, sperma, jamur, ragi, benih tanaman, empedu, dan darah, berfungsi sbg penghasil fosfor (pd pertukaran zat), penjaga penyaluran lemak dr hati, dan pembentuk sel membran dr sel darah merah; (2) zat yg digunakan sbg penapisan atau pemurnian dl industri margarin, sbg bahan penahan lemak dl industri cokelat, dan sbg bahan pengawet pd roti
letak sungsang kaki di bawah, kepala di atas (tt bayi yg akan lahir); sungsang
lian li.an [n Isl] sumpah seorang suami dng tuduhan bahwa istrinya berzina, sebaliknya istrinya juga bersumpah dng tuduhan bahwa suaminya bohong (masing-masing mengucapkannya empat kali, sedangkan yg kelima mereka berikrar bersedia mendapat laknat Allah jika berdusta) sehingga suami istri itu bercerai dan haram menikah kembali seumur hidup
lidah katak tumbuhan, Pternandra coerulescens
lilin li.lin [n] (1) bahan terbuat dr parafin, mudah mencair jika dipanaskan, dapat dipakai sbg pelita dan/atau untuk membatik; (2) bahan yg mengandung lemak, lekat, mengental, mencair jika dipanaskan, dicetak dl berbagai bentuk untuk alat penerang (dng diberi sumbu di tengahnya) atau benda mainan; (3) El satuan kuat cahaya (satu lilin = 12,56 lumen); (4) Kim hidrokarbon padat yg mempunyai titik cair rendah dan mudah larut
limbung lim.bung [n] (1) tempat yg dipagari di tepi pantai tempat perahu berlabuh; galangan kapal; dok; (2) tempat mandi di pinggir laut [Jk a] (1) tidak mantap, goyah (berdirinya, duduknya, letaknya); (2) ki tidak tetap pendiriannya (pikirannya, tujuannya, dsb)
linguistik komputasi [Ling] cabang linguistik yg menggunakan teknik komputer dl penelitian bahasa dan kesusastraan, antara lain, dng mesin penerjemahan dan sintaksis wicara
lipoksidase li.pok.si.da.se [n Kim] enzim yg mengkatalisis penambahan oksigen pd ikatan rangkap dr asam lemak takjenuh dr tumbuhan asal
lira li.ra [n] satuan mata uang Italia [n] alat musik Yunani Kuno dng rangka berbentuk huruf U dan berdawai, dianggap sbg pendahulu biola, dimainkan dng berbagai cara, yakni diletakkan di bahu (da spalla), diletakkan di lengan (lira dabraccio), model yg lebih besar dng 9-15 dawai yg diletakkan di antara lutut (da gamba), lira senor (lira iomperfetta), lira bas (lira perfecta) [n] burung mirip ayam hutan, kicauannya indah dan dapat menirukan suara burung lain; Menuridae
lubang hidung dua lubang yg ada di bagian bawah hidung untuk bernapas, mencium bau, dan jalan keluar lendir; -- jarum ki bahaya; malapetaka: dng melalui perjanjian yg berat, akhirnya dia lolos dr -- jarum
lubang jarum [ki] bahaya; malapetaka: dng melalui perjuangan yg berat, akhirnya ia lolos dr -- jarum
majelis syura dewan penasihat; -- taklim 1 lembaga (organisasi) sbg wadah pengajian: ibu-ibu di kelurahan itu mendirikan -- taklim; (2) sidang pengajian: dl -- taklim itu dibahas masalah air wudu; (3) tempat pengajian: mereka biasa pergi ke -- taklim di dekat rumah saya
majun pakal [Lay ] bahan untuk memakal celah di antara papan-papan dek atau lambung kapal kayu
makan tambahan [Tern] makanan buatan yg mengandung protein dan zat hara yg lain yg melebihi zat-zat yg terdapat pd makanan alami di lingkungan itu
makna tak berciri [Ling] makna pusat
malang tak berbau [pb] kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya
malang tak boleh ditolak [pb] nasib buruk tidak dapat dicari-cari
malim kapal malim angin
malu bahasa [ki] agak malu sedikit
malu bertanya sesat di jalan ( malu berdayung perahu hanyut; malu makan perut lapar) [pb] kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan
mamang ma.mang [a] (1) kabur matanya (krn hendak pingsan dsb); (2) bingung; ketakutan [n] tumbuhan terna suku Capparidaceae, daunnya dibuat asinan dan sbg pewangi nasi, air remasan daun dipakai untuk obat masuk angin; Cleome gynandra [Mk n] peribahasa yg mengandung nasihat
mandi (berendam) tak basah [pb] (1) berbuat sesuatu tanpa mengacuhkan teguran atau peringatan; (2) tidak menaruh perasaan (belas kasihan)
mandi gubah memandikan mayat ketika baru saja meninggal; mandi bakal
manimba ma.nim.ba [n] alat musik pukul jenis gambang kayu, penguat bunyinya berupa tabung logam yg diletakkan di bawah setiap bilahnya, dimainkan dng dua pemukul pd tiap-tiap tangan, bahkan sbg hiburan, sering dimainkan oleh lebih dr satu orang (di Afrika dan Amerika Tengah)
manis lebah air madu
manuver peta satu pihak latihan taktis di atas peta yg pesertanya disusun dl tim staf, sedangkan musuh dikhayalkan oleh pelatih
manuver taktis gerakan militer yg dilakukan dl rangka pertempuran dng tujuan menempatkan satuan dan senjata yg menguntungkan untuk pelaksanaan perkelahian dl pertempuran
masuk tak genap [pb] orang yg tidak berharga dl masyarakat
mati dicatuk katak [pb] orang yg berkuasa dikalahkan oleh orang yg lemah
matrilokal mat.ri.lo.kal [a Huk] (hal kebiasaan yg) menentukan bahwa pengantin menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri (di daerah Batak)
mau tak mau segan-segan; (2) harus; terpaksa
mbah [Jw n] kakek; nenek
media me.dia [n] (1) alat; (2) alat (sarana) komunikasi spt koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; (3) yg terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb): wayang bisa dipakai sbg -- pendidikan; (4) perantara; penghubung; (5) zat hara yg mengandung protein, karbohidrat, garam, air, dsb baik berupa cairan maupun yg dipadatkan dng menambah gelatin untuk menumbuhkan bakteri, sel, atau jaringan tumbuhan
melainkan me.la.in.kan [v] memperbedakan: ibu yg baik tidak pernah ~ anak yg satu dr anak yg lain; (2) v mengasingkan; memisahkan dr yg lain: dia ~ tempat ayam yg baru menetas itu dr tempat induknya; (3) p hanya: ~ Allah yg wajib disembah; (4) p kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan bertentangan: bukan dia yg bersalah, ~ saya lihat lain
melaporkan me.la.por.kan [v] memberitahukan: komandan pasukan ~ bahwa tugasnya telah dilaksanakan; jangan takut ~ penyelewengan kpd pemerintah
melayarkan me.la.yar.kan [v] (1) menjalankan (kapal, perahu,); (2) mengangkut dng kapal (perahu dsb): mereka sedang ~ beras impor dr Amerika ke Indonesia; (3) membiarkan hanyut atau melantur (tt pikiran); melamun: sudah menjadi kebiasaannya ~ pikiran entah ke mana pd waktu belajar di kelas
meletakan me.le.ta.kan [v] merendahkan (martabat orang dsb); menghinakan;
membahan mem.ba.han [v] (1) menarah atau merimbas (kayu); (2) membelah (kayu)
membahana mem.ba.ha.na [v] bergema; berkumandang: alunan gamelan -- sepanjang malam
membahas mem.ba.has [v] (1) membicarakan; memperdebatkan: sebelum menyetujui Rancangan Undang-Undang Otonomi Daerah, DPR -nya bersama Pemerintah; (2) mengkritik; membantahi: bukti sudah jelas dan tidak mungkin kita -nya lagi
membahu mem.ba.hu [v] memikul; menyangga; menyokong
membalik mem.ba.lik [v] (1) berbalik kembali arahnya (berputar arah): bumerang itu kalau dilemparkan akan --; (2) berubah letaknya (menelungkup menjadi menelentang dsb): adikku sudah pandai --; (3) memutar ke arah yg berlawanan: krn silau oleh sinar matahari, ia -- menghadap ke barat
membalikkan mem.ba.lik.kan [v] (1) mengubah arah menjadi berlawanan: cermin itu -- cahaya lampu; (2) mengembalikan; memulangkan: ia mau -- buku ke perpustakaan
membilang mem.bi.lang [v] (1) menghitung (dng menyebut satu per satu untuk mengetahui berapa banyaknya): -- uang tabungannya; -- dr seratus sampai seribu; (2) mengingat akan; mengindahkan; mempedulikan: dia hanya -- orang terpandang saja; tiada -- kaya dan miskin; (3) memandang sbg; memasukkan dl golongan (lingkungan); (4) memperhitungkan nasib (untung malang, baik buruk hari, dsb): dicarinya seorang dukun yg pandai -- nasib [v cak] mengatakan: banyak orang yg -- bahwa ongkos transpor dl kota akan naik
membubuhi mem.bu.buhi [v] menaruh sesuatu pd; meletakkan sesuatu pd; menambah sesuatu dengan: ia -- teh manis dl gelas itu dng air jeruk supaya lebih sedap
membujuk mem.bu.juk [v] berusaha meyakinkan seseorang bahwa yg dikatakannya benar (untuk memikat hati, menipu, dsb); merayu
memburukkan mem.bu.ruk.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) buruk (busuk, usang, dsb): basil dan bakteri -- bahan makanan; (2) mengatakan (menganggap, membuat) buruk; menjelekkan: pengkhianat itu selalu -- nama bangsa dan negaranya
membutakan mem.bu.ta.kan [v] menjadikan (menyebabkan) buta: infeksilah yg telah -- matanya
memeratakan me.me.ra.ta.kan [v] (1) menjadikan merata; (2) menyebarkan (menyiarkan) ke segenap penjuru: Pemerintah ~ kemakmuran kpd seluruh rakyat
memerikan me.me.ri.kan [v] (1) mengatakan; menceritakan; melukiskan sesuatu: dia selalu membaca buku-buku cerita yg ~ kisah-kisah cinta; (2) menguraikan unsur-unsurnya: peneliti itu mencoba ~ morfologi bahasa yg ditelitinya
memerintah me.me.rin.tah [v] (1) memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia; (2) menguasai dan mengurus (negara, daerah, dsb): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yg ~ Majapahit pd masa itu
memestakan me.mes.ta.kan [v] merayakan (hari lahir dsb) dng perjamuan makan minum; mengadakan pesta untuk: bibi ~ hari perkawinan anaknya; mereka ~ anaknya yg baru saja menjadi dokter
memetakan me.me.ta.kan [v] (1) menggambarkan tanah (gunung dsb) dijadikan peta: pemerintah bermaksud menyelidiki dan ~ daerah Maluku; (2) menggambarkan; melukiskan: dia selalu ~ wajah anaknya yg baru meninggal
memikul di bahu [pb] mengerjakan sesuatu menurut aturan
memintakan me.min.ta.kan [v] meminta sesuatu untuk (orang lain dsb): orang tua murid itu -- izin tidak masuk bagi anaknya
memotivasi me.mo.ti.va.si [v] memberikan motivasi; menciptakan suasana yg subur untuk lahirnya motif: dng -- pegawai diharapkan dapat terjadi perubahan sikap dan peningkatan mutu kerja pegawai yg bersangkutan
mempercakapkan mem.per.ca.kap.kan [v] mempercakap [v] (1) membicarakan; memperkatakan; memperbincangkan: mereka sedang ~ sebab-sebab kebakaran di situ; (2) mengucapkan; menggunakan bahasa: ia mengerti bahasa Jawa, tetapi tidak dapat ~ nya
memperkatakan mem.per.ka.ta.kan [v] menguraikan sesuatu dng perkataan; membicarakan; merundingkan: semua orang akan ~ cela orang itu yg tidak terhapuskan
memperlakukan mem.per.la.ku.kan [v] (1) menjadikan (menyatakan) berlaku: bangsa Indonesia ~ bahasa Indonesia sbg bahasa persatuan dan bahasa negara; (2) menganggap: ia ~ saya sbg anak kandungnya sendiri
memperlengkapi mem.per.leng.kapi [v] (1) memberi beralat perkakas (senjata dsb); memberi perlengkapan: pemerintah ~ kapal peronda itu dng peralatan yg diperlukannya; (2) menambah (sesuatu) supaya lengkap: bernapas itu adalah untuk ~ seluruh tubuh dng udara bersih
mempermaklumkan mem.per.mak.lum.kan [v] (1) memberitahukan; mengabarkan: kami -- bahwa barang pesanan Tuan telah kami kirimkan; (2) menyiarkan sesuatu (keputusan dsb); mengumumkan (kpd masyarakat luas): negara itu telah -- kemerdekaannya, menyatakan (perang)
mempersandangkan mem.per.san.dang.kan [v] menyampirkan sesuatu pd bahu; meletakkan pd bahu (orang lain): ibu itu -- selendang kuning di pundak gadisnya
mempersengketakan mem.per.seng.ke.ta.kan [v] (1) memperbantahkan; mempertengkarkan: -- kepercayaan tidak ada akhirnya dan tidak pula akan dapat diselesaikan; (2) memperebutkan sesuatu; menjadikan perkara: mereka -- tanah warisan
mempertemukan mem.per.te.mu.kan [v] (1) membawa (menjadikan dsb) supaya bertemu: dia ~ temannya yg akan melamar pekerjaan itu dng atasannya; (2) mengemukakan; memperhadapkan; (3) memperhubungkan; mengontakkan: melalui Titian Muhibah di radio, pembawa acara ~ dua saudara yg sudah puluhan tahun berpisah; (4) menyatukan kembali: Pemerintah berusaha ~ dua keluarga yg sudah terpisah lama; (5) mengawinkan (mempersuamikan, memperistrikan): ayahnya ~ anaknya dng keponakannya
mempesertakan mem.pe.ser.ta.kan [v] menjadikan peserta: Ibu -- adik dl acara arisan itu
memujikan me.mu.ji.kan [v] (1) memuji untuk orang lain; (2) mengatakan atau menganjurkan bahwa hal itu baik (untuk dipakai dsb): para guru ~ penggunaan buku itu; para dokter ~ pemakaian obat ini
memulangkan me.mu.lang.kan [v] (1) membawa (mengirimkan dsb) pulang (ke tempat asalnya, ke rumah, dsb) mengembalikan: ~ buku ke perpustakaan; (2) memulihkan: ~ napas; mengaso; beristirahat; (3) menyerahkan: ~ persoalan itu kpd orang tua-tua; (4) mengatakan bahwa (yg membuat, melakukan, dsb) itu ...: diantaranya ada yg ~ permainan catur itu kpd bangsa India kuno
menakjubkan me.nak.jub.kan [v] menimbulkan takjub; mengagumkan; mengherankan: dia belum lama belajar bahasa asing, tetapi kefasihannya -- sekali
menalamkan me.na.lam.kan [v] menceritakan dng lagu; menggubahkan; menyajakkan
menandakan me.nan.da.kan [v] (1) menyatakan atau menunjukkan (bahwa): angka rapornya yg baik ~ kerajinan dan kecerdasan otaknya; (2) menjadi tanda (alamat); memberi alamat (bahwa ...): tidak dibalasnya suratmu itu ~ bahwa dia benci kepadamu; (3) menerangkan atau memberitahukan dng tanda (isyarat): tanda panah itu ~ arah jalan yg harus kita tempuh; (4) membuktikan (dng tanda): ia harus ~ bahwa ia benar-benar suami yg sah dr wanita itu
menandaskan me.nan.das.kan [v] menghabiskan sama sekali: ia hanya pandai ~ harta orang tuanya [v] mengatakan dng tegas; menegaskan: sekali lagi dia ~ bahwa dia tidak akan datang
menanggung me.nang.gung [v] (1) menyangga (bahan yg berat); memikul; memanggul: ia tidak sanggup ~ beban berat itu; (2) menderita; mengalami (sesuatu yg tidak menyenangkan); menahan; tertimpa (oleh): para korban kecelakaan itu ~ cacat seumur hidup; perusahaan itu bangkrut krn banyak ~ rugi; (3) (bersedia) memikul biaya (mengurus, memelihara, dsb): sbg seorang suami dan kepala keluarga, ia harus ~ istri dan anak-anaknya; (4) menjamin: TNI ~ pertahanan negara; perusahaan yg bonafide harus ~ mutu barang produksinya; (5) menyungguhkan bahwa sesuatu baik (besar, tulen, dsb): ia ~ keaslian dokumen itu; (6) menyatakan kesediaan untuk membayar utang orang lain kalau orang itu tidak menepati janjinya: ia tidak mau ~ utang suaminya krn bermain judi; (7) bertanggung jawab (atas): ia harus ~ segala akibatnya
menantikan ara tak bergetah [pb] mengharapkan sesuatu yg tidak mungkin terpenuhi
menari (merentak) di ladang orang [pb] bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
menaruh me.na.ruh [v] (1) meletakkan; menempatkan: ia ~ buku itu di atas meja; (2) membubuh (cap, nama, dsb); menambah (rempah-rempah, garam, dst); mengenakan (memberi dsb) sesuatu pd: Ibu ~ garam dan gula pd sayur asam itu; (3) mencantumkan atau menentukan (harga dsb): pedagang itu ~ harga terlampau tinggi sehingga barangnya tidak laku; (4) memasang taruhan: barang siapa ~ Rp50.000,00, kalau menang mendapat Rp250.000,00; (5) menitipkan; menyimpan; menabung; menanam (modal): dia ~ uangnya dl bank supaya mendapat bunga enam persen setahun; (6) menyimpan (dl hati): ia ~ nasihat ayahnya itu dl hati; (7) mempunyai; memelihara (binatang, gundik, dsb): kakeknya ~ dua ekor lembu di kandang; (8) mengandung perasaan (cinta, kasih, sayang, harapan, dendam, dsb); mempunyai (minat, perhatian, kepercayaan, dsb): dia ~ kepercayaan kpd pembantunya
mencela men.ce.la [v] mengatakan bahwa ada celanya; mencacat; mengecam; mengkritik; menghina: dng terang-terangan ia ~ politik luar negeri kita; engkau harus berdiam diri walaupun ia ~ mu
mencintakan men.cin.ta.kan [v] merindukan; menginginkan; mengharap-harapkan
mencit seekor [pb] berhadapan dng lawan yg banyak (lebih kuat dsb): benci akan -- rengkiang disunu, pb sebab takut akan bahaya yg kecil, dibuanglah keuntungan yg banyak
mencita-citakan men.ci.ta-ci.ta.kan [v] (1) menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh: sikap kritis objektif sangat diperlukan dl masyarakat yg ~ demokrasi; (2) membayangkan sesuatu kpd: mereka selalu ~ dunia baru yg segala-galanya aman dan senang; (3) menjadikan sbg tujuan (akhir): rakyat ~ masyarakat adil dan makmur segera terjelma
mendalam men.da.lam [v] (1) meresap (masuk) ke dalam (spt lebih paham, lebih mengerti): pengaruh peradaban Barat telah ~ di kota-kota besar; (2) makin sangat; bertambah parah (tt kemiskinan, penyakit): kemiskinan rakyat telah ~; penyakitnya semakin ~; (3) ki akrab (intim, mesra) sekali: hubungan antara kedua sejoli itu sudah ~; (4) luas (sampai hal yg sekecil-kecilnya): pengetahuannya dl bidang musik cukup ~; (5) berurat berakar (tt kebencian, dendam): kebenciannya telah ~; (6) sungguh-sungguh; benar-benar: kedua kepala negara itu menyatakan harapan yg ~ agar penyelesaian secara damai dapat tercapai; (7) intensif: akan diadakan penelitian (penyelidikan, pengusutan, pemeriksaan) yg lebih ~; (8) terperinci; matang: masalah itu akan dibahas secara ~
mendamparkan men.dam.par.kan [v] (1) menghanyutkan dan mencampakkan ke darat; mengempaskan: gelombang besar ~ perahu itu ke pantai; (2) melanggarkan (menabrakkan) perahu (kapal) ke dasar laut (karang dsb)
mendapat tebu rebah [pb] mendapat untung tanpa bersusah payah
mendatakan men.da.ta.kan [v] (1) mengambil sbg data; (2) memasukkan data
mendewatakan men.de.wa.ta.kan [v] menganggap atau memperlakukan sbg dewa; mendewakan
mendukacitakan men.du.ka.ci.ta.kan [v] menyebabkan dukacita; mendukakan
mendustakan men.dus.ta.kan [v] membohongkan; menganggap bohong
menegakkan sumpit tak berisi [pb] perbuatan yg sia-sia belaka
menekan me.ne.kan [v] (1) menindih (mendesak) kuat-kuat: kepalaku sakit serasa ada sesuatu yg ~ nya dr atas; tiba-tiba kesunyian terasa sangat ~ ketika burung malam itu berhenti berbunyi; (2) menghentikan atau menahan (mencegah, mengekang ) dng kekerasan: Pemerintah berusaha ~ kenaikan harga beras dng cara memasok langsung beras ke pasar; (3) mengadakan desakan berat kpd: digunakannya kesatuan-kesatuan tank yg kuat untuk ~ pertahanan musuh: (4)melakukan kekerasan, kekuatan, desakan, atau paksaan pd; menindas atau menggencet: yg kuat jangan ~ yg lemah; (5) memaksa-maksa; mendesak keras: rupanya ada yg ~ nya supaya menandatangani surat itu; (6) mengucapkan (kata, suku kata) dng suara yg agak keras; meletakkan aksen pd: pembicara bahasa Indonesia biasa ~ suku kata yg terakhir; (7) menitikberatkan pd; (sangat) mementingkan; (sangat) mengutamakan: Pemerintah ~ pembangunan pd sektor kesehatan dan pendidikan
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
menerangkan me.ne.rang.kan [v] (1) membuat terang; menjadikan jelas; menguraikan dsb supaya jelas; memberi penjelasan: guru itu ~ peredaran darah dl tubuh kpd muridnya; ia ingin ~ tafsiran UUD '45 Pasal 33 itu secara lebih jelas; (2) mengatakan; mengungkapkan; mengemukakan; ~ pendiriannya dl rapat; ia ~ maksud hatinya kpd orang tuanya; (3) menyatakan dng tegas; menegaskan: ia telah ~ bahwa keputusan itu tidak bisa diubah lagi; (4) menjadikan terang pd penglihatan (pendengaran dsb); (5) menunjukkan (menandakan) bahwa ...: sudah tampak gejala yg ~ bahwa penyakitnya akan bertambah parah
menerjuni me.ner.juni [v] (1) terjun ke (di); (2) terjun untuk mengambil (mengejar, menolong, dsb): serombongan pasukan katak kemarin telah ~ kapal yg tenggelam; (3) ki menyelami; menyelidiki (mempelajari) dalam-dalam; mengikuti (perintah dsb); mengeluarkan uang untuk mengurangi kerugian yg diderita dsb: dng niat yg bulat ia ~ soal yg rumit itu
menetapkan me.ne.tap.kan [v] (1) menjadikan tetap; mempertahankan supaya tetap (lestari, tidak berubah, dsb): mereka hendak ~ apa yg sudah ada; (2) menentukan; memastikan: ~ lokasi proyek-proyek pembangunan tidaklah mudah; (3) mengambil keputusan; memutuskan: Pemerintah ~ untuk melebur semua perkumpulan kepanduan yg ada di Indonesia menjadi satu "Gerakan Pramuka"; hakim ~ tertuduh wajib membayar ganti rugi sebesar lima juta rupiah; (4) menunjuk (memilih, mengangkat) jadi ...: rapat anggota tidak ~ dia menjadi ketua koperasi; (5) meneguhkan; menguatkan: orang itu ~ janji yg sudah dikatakannya
mengadakan meng.a.da.kan [v] (1) menjadikan; menciptakan: Tuhan ~ langit dan bumi; (2) menyebabkan ada; menyediakan (uang, perlengkapan, tempat); mendirikan (perkumpulan): dng uang dia dapat ~ segala yg belum ada; (3) menimbulkan; mendatangkan: ~ perselisihan; (4) menyelenggarakan (pesta, pertunjukan); (5) melakukan (tindakan, perubahan): pesawat tempur musuh ~ serangan udara; Pemerintah ~ perubahan undang-undang
mengaku meng.a.ku [v] (1) menyatakan (menganggap) dirinya (pandai, kaya, dsb): pemuda itu ~ (dirinya) bodoh; (2) membenarkan (tuduhan dsb thd dirinya): pencuri itu sudah ~; (3) menerima dan menyatakan (bahwa dirinya salah, keliru, dsb): ia ~ salah; (4) menanggung (akan): siapa yg ~ biayanya; (5) menyanggupi: ia pun ~ bunyi perjanjian itu; (6) menganggap (sbg): ~ anak; ~ bapak; (7) cak selalu menceritakan diri sendiri; memegahkan diri; membanggakan diri: di mana-mana ia selalu ~ saja
mengalihbahasakan meng.a.lih.ba.ha.sa.kan [v] menerjemahkan
mengambekparamaartakan meng.am.bek.pa.ra.ma.ar.ta.kan [v] melakukan tindakan dng mendahulukan yg penting
mengatasi meng.a.tasi [v] (1) menguasai (keadaan dsb): untuk ~ persoalan itu, diperlukan kebijaksanaan para petugas; (2) melebihi dl hal; tinggi dr: memanglah dia yg terpandai di kelas kami, tidak ada yg ~ nya; (3) mengalahkan: aku tak sanggup ~ dia dl perdebatan itu; (4) menanggulangi: kapal-kapal perang kita turut ~ penyelundupan
mengecap me.nge.cap [v] (1) membubuhkan cap; memberikan cap; menstempel: ada petugas khusus yg bertugas ~ surat-surat dinas; (2) mencetak (buku, kain, dsb): kami sanggup ~ buku dan majalah, pekerjaan ditanggung rapi; (3) memberi bermerek (bertanda): ia ~ semua sapinya dng besi panas; (4) ki menganggap sbg; menyatakan bahwa (buruk, baik, cakap, dsb); menamai: satu orang berbuat yg tidak senonoh, orang akan ~ seluruh keluarga itu kurang baik [v] (1) mengatup-ngatupkan mulut hingga terdengar bunyi kecap atau cap-cap (spt pd ketika makan); (2) mencoba (merasai) rasa (makanan dsb); mencicipi; (3) menikmati; mengenyam; merasai: ~ kenikmatan hidup
mengenakkan meng.e.nak.kan [v] (1) menjadikan enak; menyedapkan: ia menambahkan sedikit bumbu masak untuk ~ masakannya; (2) menyenangkan: suaranya tidak ~ telinga; (3) menyatakan (berpura-pura) enak: ia ~ hidangan itu meskipun sebenarnya tidak menyukainya
mengesahkan me.nge.sah.kan [v] (1) menjadikan (menyatakan, mengakui, dsb) sah: DPR telah -- Rancangan Undang-Undang Perkawinan; (2) menyetujui dan menguatkan (perjanjian dsb); membenarkan: pengadilan agama telah -- perceraian suami istri itu; (3) menetapkan; memastikan: tim dokter -- kematian orang tuanya; (4) meresmikan; memberlakukan: Presiden -- pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan pd tahun 1972
menggemuruh meng.ge.mu.ruh [v ] menjadi bergemuruh; membahana (tt suara dsb); menggema: kendaraan lapis baja lari ~; stadion ~ ketika ia berhasil menciptakan gol pd menit-menit terakhir
menghubungkan meng.hu.bung.kan [v] (1) menjadikan berhubungan (bersambungan); menyambungkan: garis itu ~ titik A dng titik B; (2) mempertalikan (dng); menyangkutpautkan (dng): ia ~ pertanyaannya dng masalah yg baru saja dibahas; (3) mempertemukan (dng); menjadikan satu (dng); menggabungkan (dng): ia telah ~ calon pembeli mobil itu dng penjualnya; (4) mengadakan hubungan (perhubungan): kapal tambang itu ~ beberapa pulau
mengikutsertakan meng.i.kut.ser.ta.kan [v] menjadikan agar turut berbuat sesuatu secara bersama: pelayanan kesehatan masyarakat ~ semua rumah sakit, baik negeri maupun swasta
mengiri me.ngi.ri [v] (1) menuju (membelok, menepi, dsb) ke kiri: akibat kecelakaan itu, kaca belakang mobil pecah, pintunya rusak, sedangkan setirnya selalu ~; (2) Hidm perubahan arah angin yg melawan arah jarum jam (ke kiri) di kedua belahan bumi
mengklaim meng.klaim [v] (1) meminta atau menuntut pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang (suatu organisasi, perkumpulan, negara, dsb) berhak memiliki atau mempunyai hak atas sesuatu: ada negara lain yg ~ kepulauan itu; (2) menyatakan suatu fakta atau kebenaran sesuatu: pemerintah baru ~ bahwa tokoh politik itu meninggal krn bunuh diri
mengonfirmasikan me.ngon.fir.ma.si.kan [v] menyatakan dng tegas; menegaskan: komandan dan pasukan itu telah ~ bahwa sebuah jetnya tidak kembali ke pangkalannya
mengotakan me.ngo.ta.kan [kl v] (1) menjadikan spt kota; menjadikan bersifat kota; menjadikan sbg konsumsi orang kota; (2) memperkuat dng benteng; memakai sesuatu untuk benteng
mengungkapkan meng.ung.kap.kan [v] (1) melahirkan perasaan hati (dng perkataan, air muka, gerak-gerik): mengarang itu dipakainya untuk ~ isi hati; (2) menunjukkan; membuktikan; menyingkapkan (tt sesuatu yg tadinya masih menjadi rahasia atau tidak banyak diketahui orang): keterangannya itu ~ bahwa dia sebenarnya banyak mempunyai utang; (3) mengemukakan; menyatakan; memaparkan: saya akan ~ garis-garis besarnya saja; (4) menerangkan dng jelas; menguraikan: ia belum ~ apa fungsi sebenarnya dr tulisan itu
menistakan me.nis.ta.kan [v] menjadikan (menganggap) nista; menghinakan; merendahkan (derajat dsb): janganlah suka ~ orang lain krn bagi Tuhan manusia itu semuanya sama
menstratakan men.stra.ta.kan [v] membuat berstrata
menswastakan men.swas.ta.kan [v] menjadikan swasta: -- perusahaan milik pemerintah
mentibu men.ti.bu [n] pohon berukuran sedang, tumbuh di paya gambut dan tanah berpasir putih, susunan daun duduk berhadapan, bentuknya bundar telur, bunganya berbulir, terletak di ujung cabang, kayunya untuk bahan bangunan, kayu lapis, bahan pembungkus; Daclylocladus stenostachys
menuahi me.nu.ahi [v] (1) memberi bertuah; mendatangkan tuah (kebaikan, kebahagiaan, dsb); mempengaruhi (memberkati) supaya baik; (2) mengatakan bertuah
menumbuk me.num.buk [v] (1) melantak (memukul dsb) supaya halus (hancur, terkupas, dsb): ~ lada, ~ padi; (2) menggocoh (meninju dng ujung tinju): anak itu ~ lawannya sampai rebah; (3) melanggar; menubruk; membentur: mobil yg ~ anak itu terus kabur; (4) berjalan kaki: kalau tidak ada kendaraan, baiklah kita ~ saja
menumpang me.num.pang [v] (1) ada (terletak, tertaruh) di atas sesuatu: gumpalan awan hitam sbg kepala raksasa ~ di atas puncak gunung; (2) naik (kereta, kapal, dsb): kalau masih ada tempat saya mau ~ kereta senja saja; (3) ikut serta (bepergian dsb); turut tinggal (bermalam dsb) di rumah orang; membonceng (kereta, mobil, dsb); turut (makan, membaca, dsb): berapa orang yg ~ di rumahmu?; (4) minta supaya diizinkan (berjalan, bertanya, dsb): aku ingin ~ bicara sedikit; ~ bertanya di mana rumah Pak Lurah?
menumpangkan me.num.pang.kan [v] (1) menaruh (meletakkan dsb) di atas sesuatu: orang tua itu ~ tangannya di atas kepalaku sambil membaca mantra; (2) membiarkan supaya menumpang (menyuruh tinggal atau bermalam di; menyuruh menumpang kapal, dsb): ia telah ~ separuh dr anak buahnya di rumah paman; (3) memberikan sesuatu supaya dibawa serta dsb; menyertakan: kalau engkau berkirim surat kpd ayahmu, saya hendak ~ surat; (4) menyerahkan sesuatu (supaya dijaga, diurus, dsb); menitipkan; mengamanatkan: nenek itu sudah tidak menghendaki apa-apa lagi, ia hanya ~ diri kpd Tuhan
menunjukkan me.nun.juk.kan [v] (1) memperlihatkan; menyatakan; menerangkan (dng bukti dsb); menandakan (bahwa ...): ~ kekuasaannya; (2) memberi tahu (tt sesuatu): mudah-mudahan Tuhan ~ jalan yg benar
menunjukkan ilmu kpd orang menetak [pb] nasihat yg baik itu tidak berguna bagi orang yg tidak mau menggunakannya
menyandang me.nyan.dang [v] (1) membawa sesuatu dng sandang: prajurit itu -- bedil dng tegapnya; (2) meletakkan di bahu; memanggul: petani itu -- pacul; (3) menderita: ia -- cacat; (4) memiliki: ia sudah -- gelar sarjana
menyemboyankan me.nyem.bo.yan.kan [v] (1) memberitahukan (mengisyaratkan) dng tanda atau alamat: lambaian bendera merah itu -- bahwa kapal memuat bahan yg mudah terbakar; (2) menjadikan semboyan; memakai sesuatu sbg semboyan: semua peserta -- perkataan yg muluk-muluk
menyeratakan me.nye.ra.ta.kan [v] menyiarkan ke mana-mana
meratakan me.ra.ta.kan [v] menjadikan rata (datar, papar): Ayah sedang ~ halaman yg tinggi rendah
meratakan jalan me.ra.ta.kan jalan [ki] membuka jalan; memberikan peluang
merbau pantai pohon yg tinggi lurus, kayu terasnya yg berwarna merah tua digunakan sbg bahan bangunan, alat rumah tangga, bantalan, tiang listrik dan telepon, dipakai dl perkapalan dan pembuatan jembatan, kulit kayunya mengandung tanin dan dimanfaatkan sbg zat warna cokelat untuk kertas dan kain; Intsia bijuga
merek kambangan tanda yg dibakar pd lambung kapal untuk menyatakan jarak yg diizinkan antara permukaan air dan dek kapal yg bermuatan
meriam katak [ark] mortir
mesin bubut mesin untuk mengerjakan bahan dr kayu atau logam, dilengkapi dng pahat yg beroda tetap pd tempatnya, sedangkan benda yg dikerjakan berputar dng kecepatan yg teratur melewati pahat yg dapat dipindahkan dng tangan atau secara otomatis
meteorologi bahari 1 meteorologi tt interaksi antara lautan dan atmosfer; (2) meteorologi yg menyediakan layanan khusus untuk kegiatan pelayaran dan kelautan
menurunkan me.nu.run.kan [v] (1) membawa (menjadikan) turun, spt menarik turun, mengerek ke bawah, membongkar muatan, dsb: ~ bendera; ~ sauh; ~ barang dr kapal; ~ pasukan payung; (2) merendahkan (derajat, kedudukan, dsb); memerosotkan atau mengurangkan (harga, nilai, dsb) menyurutkan (menyusutkan); memakzulkan (raja): ~ derajat (pangkat, gengsi); ~ harga (pajak, ongkos, biaya); (3) memperanakkan; meninggalkan (warisan, pusaka, dsb) kpd; memindahkan kpd (anak, cucu, dsb): lurah itu ~ jabatannya kpd anaknya; (4) menggembalakan: ~ lembu; (5) menyampaikan wahyu (sabda, ajaran, dsb): Allah ~ wahyu kpd Nabi Muhammad saw.; (6) memilih untuk ikut bermain (bertandang dsb); menyertakan; mengikutkan: Persija ~ pemain-pemain terbaik; (7) Ling membentuk (kata dsb) jadian (spt dng awalan, akhiran, atau sisipan): kata 'makan' dng akhiran '-an' ~ kata 'makanan'
mewiraswastakan me.wi.ra.swas.ta.kan [v] menjadikan (membuat jadi) wiraswasta
mikrofilm mik.ro.film [n] film yg memuat rekaman foto bahan tertulis, tercetak, dsb dl ukuran yg sangat kecil: perpustakaan juga menyimpan -- naskah kuno
mimbar mim.bar [n] (1) panggung kecil tempat berkhotbah (berpidato); (2) ki tempat melahirkan pikiran dan menyatakan pendapat (spt surat kabar)
mimikri mi.mik.ri [n] (1) tindakan menirukan (msl menirukan suara kera, jalannya katak); (2) Bio penyesuaian diri (dng mengubah warna dsb) sesuai dng alam sekitarnya untuk melindungi diri dr bahaya (msl pd bunglon)
mintakat min.ta.kat [n] daerah lingkungan; zona
mintakat iklim [Met] daerah yg memiliki kebiasaan cuaca yg sama di dl jangka waktu yg sama
mintakat kering [Met] daerah yg penguapan tahunannya rata-rata lebih besar atau sama dng hujan tahunan rata-rata
mintakulburuj min.ta.kul.bu.ruj [Ar n] garis lengkung di langit, yg terbagi menjadi 12 bagian, tiap-tiap bagian diberi nama menurut gugusan bintang (Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius, Pises)
minyak bungker [Pet] minyak bakar atau minyak diesel yg diisikan ke dl palka bahan bakar kapal
minyak takmengering [Kim] minyak yg tidak mengambil oksigen dr udara dan tidak memadat, tidak mengering, dan tetap cair apabila disingkapkan di udara
miring mi.ring [a] (1) berkenaan dng sisi yg satu lebih tinggi dr sisi yg lain (tt garis atau permukaan) rendah sebelah; tidak datar; landai: cerobong ini -- sedikit; (2) tidak tegak lurus; condong: cerobong kapal itu -- ke belakang; (3) senget: kapal yg bocor itu -- ke kanan; (4) ki agak gila; kurang waras; sinting: orang itu sudah -- (otaknya); (5) ki agak murah: harga barang-barang di koperasi lebih -- dp di toko
mistisisme mis.tis.is.me [n] ajaran yg menyatakan bahwa ada hal-hal yg tidak terjangkau oleh akal manusia
mizab mi.zab [Ar n] talang yg terbuat dr emas untuk menyalurkan air dr atap Kakbah, yg terletak di bagian barat laut tembok Kakbah
modalitas mo.da.li.tas [n Ling] (1) klasifikasi pernyataan menurut hal menyungguhkan atau mengingkari kemungkinan atau keharusan; (2) cara pembicara menyatakan sikap thd suatu situasi dl suatu komunikasi antarpribadi; (3) makna kemungkinan, keharusan, kenyataan, dsb yg dinyatakan dl kalimat (dl bahasa Indonesia dinyatakan dng kata barangkali, harus, dsb)
muat geladak segala muatan yg diletakkan di atas geladak kapal
mujur mu.jur [a] (1) beruntung; (2) bernasib baik; berbahagia [a] (1) terus pd satu arah, tidak ada yg melintang; (2) terletak menurut panjangnya
muktamirin muk.ta.mi.rin [n] para peserta muktamar: sekretaris partai itu mengatakan bahwa formatur yg dipilih dr dan oleh -- berhasil disahkan
multazam mul.ta.zam [n Isl] bagian Kakbah yg terletak di antara sudut Hajar Aswad dan pintu Kakbah: -- termasuk salah satu tempat yg mustajab untuk berdoa
mustaka mus.ta.ka [Jw n] (1) kepala; (2) ujung
mustakim mus.ta.kim [a] lurus hati; jujur
mutakadim mu.ta.ka.dim [a] terdahulu; terlebih dahulu: spt adat yg --
mutakalim mu.ta.ka.lim [n Isl] (1) pembicara; (2) ahli ilmu kalam (teologi)
nahu na.hu [n Ling] (1) tata bahasa (menyangkut tata kalimat dan tata bentuk); gramatika; (2) sintaksis
naik takhta (dinobatkan) menjadi raja
nama julukan nama yg ditambahkan pd nama asli; nama yg dipakai untuk mengganti nama asli (biasanya berkaitan dng ciri-ciri tubuh atau watak khas pemilik nama)
neodarwinisme ne.o.dar.win.is.me [n] teori evolusi masa kini, didasarkan atas darwinisme yg mengatakan bahwa evolusi tumbuh-tumbuhan dan hewan berdasarkan adanya variasi keturunan yg timbul krn mutasi dan rekombinasi gen
netralisasi net.ra.li.sa.si [n] (1) hal menjadikan netral (tt negara, daerah); hal menjadikan tidak terikat (bebas); penetralan: -- wilayah yg menjadi sengketa; (2) hal menawarkan (racun, bisa, dsb); hal melenyapkan (pengaruh, bau, dsb): obat untuk -- bau badan; (3) Ling (a) kondisi hilangnya kontras antara dua fonem dl lingkungan fonologis tertentu, msl dl bahasa Indonesia hilangnya kontras antara /d/ dan /t/ pd posisi akhir; (b) kondisi hilangnya kontras semantis antara beberapa unsur dl konteks tertentu, msl aktor yg dapat dinetralisasi untuk menyatakan laki-laki ataupun perempuan
neurolinguistik neu.ro.li.ngu.is.tik [n] ilmu tt hubungan antara bahasa dan saraf otak
ngeri nge.ri [a] berasa takut atau khawatir (krn melihat sesuatu yg menakutkan atau mengalami keadaan yg membahayakan): -- rasanya saya melihat perkelahian itu
nisbah kegiatan [Ek] perbandingan yg menunjukkan hasil bagian produksi yg dianggarkan dan yg senyatanya telah diselesaikan
nisbah neraca [Ek] perbandingan angka yg diambil dr neraca untuk mengukur keadaan keuangan perusahaan
nomina no.mi.na [n Ling] kelas kata yg dl bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dng kata tidak, msl rumah adalah nomina krn tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sbg subjek atau objek dr klausa
nota siap [Lay] nota dr nakhoda kapal kpd agen atau pencarter kapal di pelabuhan, yg menyatakan kapal sudah tiba di pelabuhan dan siap membongkar atau memuat muatan
naik na.ik [v] (1) bergerak ke atas atau ke tempat yg lebih tinggi: anaknya segera -- ke tempat tidur; layang-layangku tidak dapat --; (2) timbul (tt matahari): matahari --; (3) mendaki; menanjak; memanjat: olahraga -- gunung; jalan ini -- terus; -- pohon jambu; (4) masuk rumah (melalui tangga); masuk ke kendaraan (angkutan, tumpangan, dsb): "silakan -- !", dng ramah sopir mempersilakan penumpangnya; (5) mengendarai; menunggang; menumpang (kapal, pesawat, dsb): ia tidak -- sepeda; -- unta; -- pesawat terbang; (6) bertambah tinggi (mahal, besar, banyak, dsb); meningkat: harga barang-barang terus --; gaji pegawai belum juga --; hasil padi tahun ini -- dibandingkan dng hasil tahun lalu; pangkatnya -- setingkat; (7) menjadi: tidak ada seorang pun yg mau -- saksi; (8) pergi ke: -- darat
nyamplung nyam.plung [n] (1) pohon yg hidup di pesisir yg berpasir dan berbatu karang, kulit pohonnya dapat digunakan untuk obat, kayunya keras, digunakan untuk bahan pembuat perahu dan tiang kapal; Calophyllum inophyllum; (2) kayu nyamplung; (3) kulit nyamplung
nyamuk mati gatal tak lepas [pb] menaruh dendam kpd orang yg berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum
ofset of.set [n Graf] (1) proses cetak (buku, koran, dsb), tinta cetak dr pelat dialihkan dulu ke kain karet, kemudian baru ke kertas atau bahan cetak lain; (2) Tek sistem pembelian barang (pesawat terbang dsb) yg mewajibkan pabrik penghasil sbg penjual untuk memberikan lisensi pembuatan sebagian komponennya pd industri di negara pembeli: pembelian pesawat tempur Mirage 2000 akan dilakukan dng sistem --
oklusif tak- beraspirat [Ling] oklusif yg dilepas tanpa embusan napas
oleh [p] (1) kata penghubung untuk menandai pelaku: rumah ini dibeli -- ayahnya bulan lalu; tidak teringat -- ibuku bahwa hari ini hari ulang tahun anaknya; (2) sebab; karena: tidak lapuk -- hujan; binasa -- perbuatannya sendiri; (3) akibat: -- kurang hati-hatinya maka ia jatuh; (4) ark (ke)pada (yg menyatakan hubungan keluarga): ia pun kemenakan juga -- Engku Payo; (5) bagi (untuk): persoalan itu menjadi pikiran -- ku; (6) dengan: pohon itu sarat -- buah
oliman oli.man [ark n] awak kapal yg bertugas di bagian bahan bakar
ompreng om.preng [n] besek kecil (dr kaleng, plastik, dsb) tempat menaruh nasi dan lauk pauk: untuk makan siang dia selalu membawa -- /omprEng/, meng.om.preng v (1) mencari penghasilan tambahan dng menambangkan mobil (bus): sopir mobil dinas yg ketahuan -- akan ditindak; (2) menumpang kendaraan yg diomprengkan: kalau mau pergi ke Bogor lebih murah -- dp naik taksi
oposisi taklangsung [Ling] oposisi dl suatu pasangan minimal
orang bini beranak tak boleh disuruh [pb] pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi
orang hanyut orang yg mengembara ke mana-mana
otak encer [ki] cerdas; pintar
otak miring [ki] agak gila
otak tajam [ki] pandai
otak udang [ki] sukar mengerti; bodoh; (2) pohon medang melukut; bengkaras, Norrisia malaccensis
otak-otak [n] makanan yg dibuat dr ikan dsb dicampur dng bumbu, dibungkus daun pisang atau daun kelapa, dan dibakar (dipanggang)
pada pa.da [p] (1) kata depan yg dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dl hubungan dng, searti dng di (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau ke: -- dasarnya; ada -- nya (ku, mu); -- keesokan harinya; (2) menurut ...: -- sangkanya [a] (1) cukup (tidak kurang, tetapi tidak lebih); lumayan: asal ada, kecil pun --; sekian itu belum -- juga; (2) puas: belum -- hatinya [adv cak] sama-sama (untuk menyatakan bahwa yg melakukan banyak): mereka belum -- datang [n Ling] (1) satuan pola tekanan yg dipakai untuk mengukur struktur persajakan; (2) satuan fonologis yg terjadi dr sekelompok suku kata bertekanan dan/atau tidak bertekanan
padmasana pad.ma.sa.na [n] (1) takhta; singgasana; kursi kerajaan; (2) bangunan dl pura (Bali) untuk tempat bersembahyang: warga desa itu sedang membangun --; (3) Ark tempat duduk yg berupa bunga teratai; (4) Ark sikap duduk dng cara menyilangkan kedua kaki di atas paha (bersila)
palatogram pa.la.to.gram [n Ling] gambar, foto, atau cetakan dr titik persentuhan lidah dng palatum selama artikulasi bunyi bahasa
panas pa.nas [a] hangat sekali, lawan dingin: air mendidih itu sangat --; (2) n kemarau (tt musim): pd musim -- sawah menjadi kering dan tanah retak-retak; (3) n demam (suhu badannya lebih tinggi dp biasa): sejak kemarin ia --; (4) a terasa spt terbakar atau terasa dekat dng api; bersuhu relatif tinggi: hari ini udara --; (5) a gerah: badan terasa -- di dl ruangan ini; (6) a ki sangat iri; sakit hati: hatinya -- krn saudara-saudaranya mendapatkan harta warisan lebih banyak; (7) a genting sekali; berbahaya (mungkin pecah perang): keadaan berubah menjadi --; (8) a berpengaruh buruk (tt uang yg mudah memperolehnya, tetapi mudah juga menghabiskannya, uang pinjaman dng bunga besar, dsb)
panel pa.nel [n] (1) bagian dr permukaan pintu (dinding, langit-langit, dsb) berupa papan tipis dsb, biasanya berbentuk persegi panjang, dipasang di dl bingkai, terletak lebih rendah atau lebih tinggi dp permukaan sekitarnya; (2) potongan bahan dr jenis atau warna yg berbeda yg disisipkan pd pakaian; (3) lembaran tipis (dr papan atau logam) tempat melekatkan alat (peranti) pengontrol: di dekat kemudi ada -- berisi tombol-tombol untuk mengontrol lampu dan oli; (4) Graf papan peraga untuk pameran, berbentuk persegi panjang, terbuat dr papan lapis, logam, atau bahan lain, digunakan untuk menempelkan foto, gambar, teks yg dipamerkan [n] kelompok pembicara yg dipilih untuk berbicara dl diskusi dan menjawab pertanyaan di depan hadirin (penonton, pendengar)
pangkal bahu pundak dekat batang leher
pantri pan.tri [n] (1) lemari atau kamar berukuran kecil untuk menyimpan makanan atau bahan makanan; (2) Lay ruangan di kapal yg digunakan untuk menyimpan makanan yg siap dihidangkan beserta peralatannya
paralaks pa.ra.laks [n] perubahan semu pd arah suatu benda, yg disebabkan oleh perubahan letak pemandang
paralipsis pa.ra.lip.sis [n] alat untuk menyatakan bahwa pembicara tidak mengucapkan apa yg diucapkan dl kalimat itu
pariwisata bahari pariwisata yg objeknya adalah laut dan isinya (berperahu, berselancar, menyelam, dsb)
partikel par.ti.kel [n] (1) unsur butir (dasar) benda atau bagian benda yg sangat kecil dan berdimensi; materi yg sangat kecil, spt butir pasir, elektron, atom, atau molekul; zarah; (2) Ling kata yg biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi; -- ingkar bentuk yg dipakai untuk mengubah klausa menjadi klausa ingkar, msl bunyi tak
pasrah pas.rah [v] menyerah(kan) sepenuhnya: marilah kita -- kpd takdir dng hati yg tabah; ia -- kpd apa yg akan diputuskan oleh pengadilan
pataka pa.ta.ka n bendera lambang pasukan; panji-panji: komandan yg baru itu mengucapkan sumpah sambil memegang ujung --
patologi bahasa penyelidikan mengenai cacat dan gangguan yg menghambat kemampuan berkomunikasi verbal orang; -- sosial ilmu tt penyakit masyarakat: dosen senior itu diangkat menjadi guru besar -- sosial
pecah pe.cah [v] (1) terbelah menjadi beberapa bagian: piring yg dipegangnya jatuh dan -- berkeping-keping; (2) retak atau rekah (tt kulit, tanah, dsb): krn musim kemarau yg panjang, tanah persawahan banyak yg --; (3) rusak atau belah kulitnya (dindingnya) hingga isinya keluar (tt telur, ban, bisul, dsb): ban mobil itu -- ketika dipompa; bisulnya sudah -- dan nanahnya keluar; (4) menjadi cair atau bergumpal-gumpal (tt air susu, santan, dsb): air susu yg -- tidak baik untuk diminum; (5) bercerai-cerai (tidak bersatu atau tidak kompak lagi); hilang (tt kepercayaan): partai buruh -- menjadi beberapa partai; (6) tersiar (tt kabar, rahasia): -- kabar bahwa raja akan turun takhta; (7) mulai (tt perang): -- lah perang antara dua negara yg bertetangga itu; (8) kalah (tt perang): rakyat kalang kabut sbg negeri -- perangnya; (9) sember (tt bunyi suara): suaranya tidak baik didengar krn --; (10) kl bubar; usai: kemudian -- lah segala orang yg di dl majelis raja; (11) terkalahkan (tt lawan); tercipta (tt rekor baru): rekor lari 100 m --
pelanduk di dl cerang (di cerang rimba) [pb] kehilangan akal atau gelisah sekali (krn ketakutan, menghadapi bahaya, dsb)
pelet pe.let [n] belang-belang pd kayu [Jw n] (1) getah untuk menangkap burung; (2) minyak (dr ikan duyung) untuk memikat hati orang; (3) kata-kata manis untuk mengambil hati dsb; bujukan; (4) pesona; pikat (krn kagum akan sesuatu): mereka telah terkena --; kena -- keindahan kota itu [n] makanan ternak yg dicetak dl bentuk butiran sebesar pil setelah campuran bahan dihaluskan; makanan ikan yg dibuat dr berbagai macam bahan, spt dedak dan tepung daun
pembaca pem.ba.ca [n] (1) orang yg membaca; (2) orang yg gemar dan berbakat membacakan (puisi, cerita, dsb); (3) Graf orang yg oleh pencetak diberi tugas untuk membaca cetak coba dng kopinya untuk meyakinkan bahwa semua pembetulan sudah dikerjakan dng baik; (4) orang yg menggunakan bahan bacaan di perpustakaan; anggota perpustakaan yg sering meminjam buku
pembahan pem.ba.han [n] informan
pembauran pem.ba.ur.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membaurkan; pencampuran; (2) peniadaan sifat-sifat eksklusif kelompok etnik di dl masyarakat dl usaha mencapai kesatuan bangsa; (3) perkawinan campuran antara warga negara asli (pribumi) dan warga negara keturunan asing; (4) Fis proses bercampurnya molekul krn gerakan termal yg acak; (5) Fis pelintasan zarah melalui suatu bahan dng probabilitas (kebolehjadian, kementakan) hamburannya lebih besar dp penyerapan (absorpsi) ataupun penerusan (transmisi)nya; difusi
pembilang pem.bi.lang [n ] (1) (orang) yg membilang; (2) Mat angka dl pecahan menunjukkan yg dibagi (terletak di sebelah atas): pecahan 6/7, berarti bahwa angka 6 adalah -- dan angka 7 penyebutnya
pempek kapal selam pempek dl ukuran lebih besar, biasanya di dalamnya diisi telur rebus
pemusatan pe.mu.sat.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pd tempat-tempat yg strategis; (2) Pol perubahan kekuasaan politik dr badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; (3) Pol penyerahan kekuasaan dr pembuat undang-undang kpd anggota eksekutif
penanda pe.nan.da [n] (1) sesuatu yg digunakan untuk memberi tanda; (2) petunjuk; (3) Ling sifat khusus satuan kebahasaan yg menunjukkan kelas atau fungsinya; ~ gramatikal Ling unsur yg mengungkapkan ciri gramatikal, msl penanda peng-an yg menyatakan bahwa kata yg bersangkutan adalah nomina dl pembacaan, pengangkatan, penarikan
pengalih bahasa peng.a.lih ba.ha.sa [n] orang yg menerjemahkan
pengendapan peng.en.dap.an [n Geo] peletakan bahan padat yg terbawa dr tempat jauh oleh sungai, angin, gletser, air laut
penggerayangan peng.ge.ra.yang.an [n] proses, cara, perbuatan menggerayang: dia mengatakan bahwa ancaman itu sbg ~ kultur
peper pe.per /pEpEr/, me.me.per v (1) menyimpang dr arahnya (tt perahu, kapal); (2) hanyut dibawa arus (kapal, perahu) dng rusuknya ke muka [v] membersihkan sisa tahi (kotoran) pd dubur dng daun atau barang tipis yg lembut
peran watak peran yg terutama ditentukan oleh ciri-ciri individual yg sifatnya khas dan istimewa
perangai pe.ra.ngai [n] (1) sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan; watak: tidak seorang pun mampu mengubah -- nya; (2) cara berbuat; tingkah laku; kelakuan: ia memuji-muji -- calon menantunya; (3) cara khas seseorang dl beraksi thd berbagai macam fenomena
peranti pe.ran.ti [n] (1) alat; perkakas: -- untuk membuka kotak ini tidak ada; (2) syarat; (3) bahan (untuk): -- untuk membuat gula adalah tebu
peraturan hukum per.a.tur.an hukum prinsip yg menyatakan bahwa keunggulan hukum membatasi pejabat negara dl menyelenggarakan kekuasaannya
perbahasan per.ba.has.an [n] perdebatan; pertukaran pikiran; perbantahan (tt suatu masalah)
peredaan ketegangan pe.re.da.an ketegangan situasi meredanya permusuhan antara dua negara atau lebih akibat adanya perjanjian atau perubahan taktik dan strategi nasional negara-negara bersangkutan
perfeksionisme per.fek.si.o.nis.me [n] (1) watak atau sifat seseorang yg menganggap sesuatu yg tidak sempurna sbg hal yg tidak dapat diterima; (2) doktrin yg menyatakan bahwa kesempurnaan sifat moral seseorang menunjukkan ketinggian derajatnya; (3) doktrin mengenai ketuhanan yg menyatakan bahwa bebas dr perbuatan dosa adalah tujuan yg akan dicapai di dunia
perhitungan per.hi.tung.an [n] (1) perbuatan (hal, cara, dsb) memperhitungkan; (2) pendapatan (hasil) memperhitungkan; (3) keterangan dan perincian mengenai keluar masuk uang (laba rugi dsb); (4) pertimbangan mengenai sesuatu; perkiraan; penyelesaian: kita harus membuat ~ agar dia tahu bahwa kita tidak takut
perlucutan senjata sepihak per.lu.cut.an senjata sepihak [Pol] taktik yg dipakai oleh pemimpin negara perunding untuk mengatasi jalan buntu dl perundingan perlucutan senjata dng berusaha mengambil jalan keluar secara sepihak, dng tujuan bahwa, kalau satu pihak menghentikan pembuatan senjata, pihak lain diharapkan akan berbuat yg sama
permutasi per.mu.ta.si [n] (1) perbuatan atau proses mengubah letak urutan benda; perubahan urutan (angka-angka dsb); (2) Ling proses perubahan deret unsur-unsur kalimat
persetan per.se.tan [p] (1) jahanam: -- , aku tidak peduli larangan itu; (2) kata seru untuk menyatakan tidak mau tahu lagi; masa bodoh; tidak peduli: -- kata teman-teman mahasiswa bahwa aku ini banci
petak ranjau bagian terkecil dr lapangan ranjau yg berbentuk segi empat
petak umpat permainan sembunyi-sembunyian
petaka pe.ta.ka [kl n] bencana; kecelakaan
pijin pi.jin [n] alat komunikasi sosial dalam kontak yg singkat (msl dl perdagangan) antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak merupakan bahasa ibu para pemakainya
pijinasi pi.ji.na.si [n Ling] proses terjadinya sebuah pijin, dapat berupa campuran struktur dan leksikon berbagai bahasa dan dapat pula berupa penyederhanaan struktur dan leksikon suatu bahasa untuk kontak sosial yg singkat
pinggan tak retak nasi tak dingin [pb] cermat dl melakukan suatu pekerjaan
polet po.let [n] (1) tanda pangkat pd tentara dsb berupa sepotong kain atau logam yg dipasang pd bahu baju; (2) cak garis tebal berwarna atau takik pd batang kayu sbg tanda
posisi sintaksis [Ling] posisi suatu unsur dl kalimat
positif po.si.tif [a] pasti; tegas; tentu: hal itu diketahuinya secara --; ia memberi jawaban yg --; ia mempunyai bukti -- akan keterlibatan orang itu; (2) a yakin: ia sangat -- akan kebenaran pendapatnya; (3) a bersifat nyata dan membangun: keadaannya menunjukkan perkembangan yg --; hasilnya sangat --; (4) a menunjukkan adanya penyakit, kondisi tertentu, dsb (tt hasil pemeriksaan): hasil tes menyatakan bahwa ia -- hamil; (5) a Fis lebih besar dp nol: bilangan --; (6) n potret yg sudah jadi (bukan klise atau film); (7) a Fis bermuatan listrik lebih tinggi dp yg lain (tt kutub), yg merupakan sumber arus listrik; (8) a tidak menyangkal (membantah, dsb); mengiakan (tt kalimat, pernyataan, ucapan, dsb): kalimat -- , kalimat yg tidak mengandung kata sangkalan (spt tidak, bukan)
pragmatisme prag.ma.tis.me [n] (1) kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan, dsb), bergantung pd penerapannya bagi kepentingan manusia; (2) paham yg menyatakan bahwa segala sesuatu tidak tetap, melainkan tumbuh dan berubah terus; (3) pandangan yg memberi penjelasan yg berguna tt suatu permasalahan dng melihat sebab akibat berdasarkan kenyataan untuk tujuan praktis
propilena pro.pi.le.na [n Kim] hidrokarbon takjenuh dng rumus kimia C3H6; bahan baku plastik
psitakosis psi.ta.ko.sis [n Dok] penyakit infeksi oleh virus, pd burung kakaktua dapat menular kpd manusia, dng gejala nyeri kepala, demam, mual, sembelit, dsb
punggur rebah [pb] bencana yg menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya
punggur rebah belatuk menumpang mati [pb] jika orang yg menjadi pelindung (spt majikan dsb) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya
pungut v pu.ngut v, me.mu.ngut [v] (1) mengambil yg ada di tanah atau di lantai (krn jatuh dsb): jangan ~ makanan yg sudah jatuh ke tanah; (2) memetik (buah, hasil tanaman, dsb): para petani mulai ~ hasil tanamannya; (3) menarik (biaya, derma, dsb): lurah-lurah diserahi pekerjaan ~ pajak tanah; (4) mengutip (karangan dsb): ia ~ pernyataan dr buku Tata Bahasa Baku; (5) meminjam kata-kata (dr bahasa asing): dl kontak bahasa sering terjadi bahasa yg satu ~ kosakata dr bahasa lainnya
pustaka pus.ta.ka [n] (1) kitab; buku; (2) buku primbon
putar otak [ki] mencari akal; berdaya upaya
radikal organik [Kim] gugus atom takjenuh yg memberikan sifat khusus pd senyawa yg mengandungnya atau yg tetap tidak berubah pd deret reaksi
radius pelayaran [Lay] jarak paling jauh yg dapat dicapai oleh kapal tanpa mengisi atau menambah bahan bakar
ragam kasar ragam bahasa yg digunakan dl pemakaian takresmi di kalangan orang yg saling mengenal
ragas ra.gas , me.ra.gas v (1) mencabut (rambut, rumput, dsb); menyentak; (2) ark memotong rambut; memangkas tanaman dsb , me.ra.gas v merambat; memanjat (tt tumbuh-tumbuhan) [n] tanda bukti; tanda yg didapati: -- nya bahwa ia mencuri ialah barang itu ternyata ada di rumahnya
raja adil raja disembah [pb] raja yg adil disayangi dan raja yg zalim dibenci
rakit penolong otomatis [Kap] rakit lipat terbuat dr bahan tahan air yg dibungkus dl kemasan, dapat menggelembung secara otomatis apabila dijatuhkan ke laut (digunakan pd waktu kapal dl keadaan darurat)
rapat ra.pat [a] (1) hampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang): rumah-rumah di kota -- sekali; (2) kerap (tt tanaman, anyaman, dsb): padi jangan ditanam terlalu --; (3) tertutup benar-benar hingga tidak bercelah: ia menutup pintu dng --; (4) berhampiran sekali; dekat benar: kapal dapat berlabuh -- pd pangkalan; (5) karib; erat (tt persahabatan): teman --; menambah -- persahabatan [n] pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan se suatu; sidang; majelis [n] (1) tumbuhan menjalar, kulitnya dibuat obat; kayu rapat; Parameria barbata; (2) kulit dr kayu rapat
rasa tak mengapa hidung dikeluani [pb] orang yg kurang pikir atas sesuatu yg terjadi pd dirinya sehingga mendapat susah juga
rasi ra.si [n] (1) kumpulan bintang dl zodiak (mintakulburuj), terbagi lagi atas dua belas kumpulan dan masing-masing diberi nama (Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius, Pises); (2) ilmu perbintangan (ilmu nujum) yg menganggap bahwa nasib manusia erat hubungannya dng letak zodiaknya pd waktu ia lahir
rasi bintang gabungan bintang yg berdekatan letaknya dan tampak tidak berubah letaknya
rasio ra.sio [n] pemikiran menurut akal sehat; akal budi; nalar [n] hubungan taraf atau bilangan antara dua hal yg mirip; perbandingan antara berbagai gejala yg dapat dinyatakan dng angka; nisbah: di sekolah ini -- murid laki-laki dan perempuan adalah 2:1
razia ra.zia [n] (1) penangkapan beramai-ramai; penggerebekan penjahat yg berbahaya bagi keamanan; (2) pemeriksaan serentak (surat-surat kendaraan bermotor, surat televisi, dsb)
rebung tak miang [pb] orang yg tidak turut campur dl suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yg patut susah malahan berdiam diri
referensi re.fe.ren.si [n] (1) sumber acuan (rujukan, petunjuk): kamus dapat dipakai sbg bahan --; (2) buku-buku yg dianjurkan oleh dosen kpd mahasiswanya untuk dibaca: buku wajib dan buku -- tersedia lengkap di perpustakaan; (3) buku perpustakaan yg tidak boleh dibawa ke luar, harus dibaca di tempat yg telah disediakan; (4) Ling hubungan antara referen dan lambang (bentuk bahasa) yg dipakai untuk mewakilinya
reka re.ka /rEka/, me.re.ka v (1) menyusun (mengatur, mengarang) baik-baik: ~ sajak yg elok bentuknya dan dalam isinya; (2) mencari akal (ikhtiar, daya upaya): ia tidak jemu-jemunya ~ jalan yg manakah yg harus ditempuhnya kelak; (3) memikirkan (sesuatu); merancang; merencanakan: ~ undang-undang baru untuk menggantikan undangundang yg tidak sesuai lagi dng keadaan masyarakat itu; (4) membayangkan (dl angan-angan); mencita-citakan: ~ apa yg akan terjadi; (5) menduga; mengira-ngirakan: kami sudah ~ bahwa ia akan terpilih menjadi presiden
rekomendasi re.ko.men.da.si [n] (1) hal minta perhatian bahwa orang yg disebut dapat dipercaya, baik (biasa dinyatakan dng surat); penyuguhan; (2) saran yg menganjurkan (membenarkan, menguatkan): pemerintah menyetujui -- DPR tt kenaikan gaji pegawai negeri
rentak sedegam [pb] seia sekata; mufakat
rentaka ren.ta.ka [n] meriam kecil yg dapat diputar-putar
resep re.sep [n] (1) keterangan dokter tt obat serta takarannya, yg harus dipakai oleh si sakit dan dapat ditukar dng obat di apotek; (2) keterangan tt bahan dan cara memasak obat (makanan)
retak batu tidak dapat didamaikan lagi (tt perselisihan)
retak bulu ayam mudah didamaikan lagi (tt perselisihan)
retak menanti belah [pb] perselisihan yg akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dsb) [pb] perkara kecil yg mungkin menjadi besar; tinggal menantikan timbulnya bencana yg lebih besar (kematian dsb)
retak tangan garis-garis pd telapak tangan
rezeki elang tak akan dapat (dimakan) oleh musang (burung pipit) [pb] setiap orang ada keuntungannya masing- masing
rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka [pb] jangan terlalu mesra bergaul dng seseorang sebab pergaulan spt itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat
ruak ru.ak [v] me.ru.ak v (1) merata ke mana-mana; meluas (tt api dsb): api telah ~ menghabiskan rumah-rumah petak di dekat rumahku; (2) bertambah lebar; meroyak (tt kudis): luka pd kakinya ~ krn tidak diobati; (3) terbuka dan menjadi lebar; mengembang (tt gulungan tikar, bibir yg terkatup, gulungan ular): di luar dugaannya ~ lah gulungan ular dekat tempat duduknya [n] ru.ak-ru.ak n burung yg tinggal di rawa-rawa; Amaurornis phoenicuras
ruang bal [Lay] ukuran ruang muatan kapal yg diukur berdasarkan bal, dinyatakan dl kaki kubik atau meter kubik
rupa ru.pa [n] (1) keadaan yg tampak di luar (pd lahirnya): anak marmot itu -- nya mirip tikus; (2) roman muka; tampang muka; paras muka; raut muka: -- anak itu mirip kakaknya; (3) wujud; apa yg tampak (kelihatan): zat itu sudah berubah --; (4) bangun; tokoh; bentuk: kapal itu -- nya sbg kapal pemburu; (5) macam; jenis: sedia segala -- makanan dan minuman
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
sabu-sabu sa.bu-sa.bu [n] bahan kimia untuk menciptakan halusinasi: gadis itu berhura-hura di diskotik dan mengonsumsi --
sakit otak sakit ingatan
saksi alibi saksi yg menyatakan bahwa terdakwa tidak berada di tempat kejadian ketika peristiwa terjadi
salam takzim salam amat hormat
salat maktubah salat yg diwajibkan lima kali sehari semalam; salat lima waktu
sastra sas.tra [n] (1) bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yg dipakai dl kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari); (2) kesusastraan; (3) kitab suci Hindu; kitab ilmu pengetahuan; (4) kitab; pustaka; primbon (berisi ramalan, hitungan, dsb); (5) tulisan; huruf
satire sa.ti.re [n] (1) Sas gaya bahasa yg dipakai dl kesusastraan untuk menyatakan sindiran thd suatu keadaan atau seseorang; (2) sindiran atau ejekan
satu bahasa [ki] satu anggapan (pikiran, pandangan, dsb); sependapat
satuan sa.tu.an [n] (1) bilangan bulat positif terkecil dr bilangan seluruhnya (bilangan satu): bilangan 235 -nya 5, puluhannya 3, dan ratusannya 2; (2) standar atau dasar ukuran (takaran, sukatan, uang, dsb): meter ialah -- ukuran panjang, sedangkan gram -- berat; (3) sekelompok orang (tentara, alat-alat, dsb) yg merupakan keutuhan: -- pasukan bermotor; (4) perangkat; unit
sawah kelatakan sawah yg tidak diairi
sebahat se.ba.hat [ark n] liga; pakta; perjanjian
sebesar-besarnya bumi ditampar tak kena [pb] perkara yg kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya susah menyelesaikan
segitiga taksama kaki segitiga yg tidak mempunyai sepasang sisi sama panjang; ketiga sisinya tidak sama panjang
sekoci penolong [Kap] sekoci yg dibawa oleh kapal, terbuat dr kayu, serat atau logam, mempunyai tangki udara yg kedap air untuk menambah daya apung dan dirancang serta dilengkapi dng peralatan untuk penyelamatan jiwa di laut dl keadaan darurat
sekolah ambah sekolah pertukangan pd zaman Hindia Belanda
sel kecambah [Bio] sel organisme yg berfungsi menghasilkan kembali organisme sejenis
selamat se.la.mat [a] terbebas dr bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dr bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dsb: ia -- dr pembunuhan; (2) a sehat; (3) a tercapai maksud; tidak gagal; (4) n doa (ucapan, pernyataan, dsb) yg mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dsb): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yg memberi ucapan -- kepadanya; (5) n pemberian salam mudah-mudahan dl keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb): -- datang; -- jalan; -- malam (pagi, siang); -- tahun baru; -- tinggal
selaput takbersambung membran sel yg tidak bersambung dng membran sel lain
selempang se.lem.pang [Jk a] khawatir (cemas); gelisah (takut, bimbang): sebenarnya saya agak -- , kalau-kalau dia tidak dapat menunaikan tugasnya , ter.se.lem.pang v (jatuh) terkangkang; terjelepok [n] sesuatu (spt pita lebar tanda pangkat dsb) yg disandangkan di bahu, menyerong di dada ke arah pinggang kanan atau kiri
semangat bahari semangat yg berhubungan dng pelayaran; semangat kelautan
semantik interpretif [Ling] teori linguistik generatif yg beranggapan bahwa kaidah penafsiran semantis berfungsi sbg produk struktur sintaktis
sembah sujud hormat dan khidmat; penghormatan
sembahyang pujian upacara berdoa pd petang hari
senapan lontak senapan yg pelurunya diisi dr mulutnya, kemudian dijejalkan (senapan kuno)
sendeng sen.deng [a] (1) tinggi sebelah senget; condong; tidak rata (bahu); miring letaknya (kopiah di kepala); (2) juling (mata); (3) kurang ingatan; agak gila
sendok besar tak mengenyang [pb] tidak ada buktinya
seni se.ni [a] (1) halus (tt rabaan); kecil dan halus; tipis dan halus: benda -- , benda yang halus bahannya dan buatannya [n] (1) keahlian membuat karya yg bermutu (dilihat dr segi kehalusannya, keindahannya, dsb); (2) karya yg diciptakan dng keahlian yg luar biasa, spt tari, lukisan, ukiran; seniman tari sering juga menciptakan -- susastra yg indah [n] (1) kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yg bernilai tinggi (luar biasa); (2) orang yg berkesanggupan luar biasa; genius lihat 1ular
sentaka sen.ta.ka [n] pohon jenis medang, Pygeum parviflorum
sepak takraw sepak raga
seperti se.per.ti [p] (1) serupa dng; sebagai; semacam: kue itu bentuknya -- martabak; rupanya -- ini; (2) sama halnya dng; tidak ubahnya: wajahnya kasar -- tengkorak; -- perahu patah kemudi begitulah halku ini; (3) sebagaimana; sesuai dng; menurut: segala-galanya dilakukan -- perintah tuannya; kerjakan -- kataku tadi; (4) seakan-akan; seolah-olah: -- tidak ada orang lain yg menyamai kepandaiannya; (5) misalnya; umpamanya; (6) adapun yg sbg; akan hal: -- saya ini tidak patut duduk sejajar dng beliau
seperti katak di bawah tempurung [pb] sangat picik pengetahuannya; kurang luas pandangannya
seragam sebahu se.ra.gam se.ba.hu [n] sehati (tt suami istri)
seram se.ram [a] (1) berdiri bulu roma (krn ketakutan dsb); meremang: mendengar cerita orang tua itu, menjadi -- perasaan saya; (2) berasa berkerut dan senyar (tt kulit tubuh krn ketakutan dsb): -- rasanya lewat di bawah pohon beringin itu; (3) menyebabkan ngeri (takut dsb); dahsyat; menakutkan: terdengar suara yg --; (4) kelihatan bengis (kejam, membahayakan): mukanya kelihatan --; matanya --
serang se.rang [v] me.nye.rang v (1) mendatangi untuk melawan (melukai, memerangi, dsb); menyerbu: penjahat yg -- polisi itu sudah tertangkap; (2) melanda; melanggar; menimpa (tt bencana, penyakit, dsb): banjir bandang baru-baru ini telah -- kota itu; (3) menentang (spt melancarkan kritik): ada yg membela, dan ada pula yg -- kebijakan pemerintah [Mk] ber.se.rang v bertambah: rusuh hati makin -- [n Lay] mandor di kapal; kepala kelasi
set tambahan [Olr] set penentu
setakar se.ta.kar [n] seukuran; seimbang; sesuai: hukuman yg dijatuhkan kepadanya ~ dng kejahatan yg dilakukannya selama ini
siaga tempur keadaan yg dinyatakan oleh komandan satuan tembak bahwa pasukannya siap dan mampu melepaskan tembakan secara efektif
siasat perang muslihat dan cara berperang: pasukan pemerintah mengubah -- perang dl menghadapi serangan pemberontak
sih [p cak] (1) kata penambah atau penegas dl kalimat tanya, menyatakan masih bimbang atau belum pasti benar; gerangan: siapa -- yg mengambilnya?; (2) memang; sebenarnya: bagus -- bagus, tetapi harganya selangit
singkat diulas panjang dikerat singkat di.u.las panjang dikerat [pb] mana-mana yg kurang ditambah, sedangkan yg lebih dikurangi (yg kurang baik diperbaiki)
siratalmustakim si.ra.tal.mus.ta.kim [n Isl] (1) jalan yg lurus; jalan yg benar; (2) titian di neraka sebesar rambut dibelah tujuh dan tajam sekali
skala warna [Graf] deretan warna dr yg muda sampai dng warna yg tua, digunakan sbg bahan pembanding hasil cetak
sohib so.hib [n cak] sahabat: para -- nya mengatakan bahwa dia punya suara bagus
sokong membawa rebah [pb] dikhianati atau dicelakai oleh teman sendiri; -- bangun putri malu, Mimosa pudica [pb] orang kepercayaan yg merusakkan sesuatu yg dipercayakan (diamanatkan) kepadanya
solok so.lok [n] , pe.so.lok n sumbangan (pemberian kpd orang yg mengadakan pesta perkawinan dsb, berupa bahan makanan dsb) [Mk n] lembah yg terletak di antara dua buah gunung
sopan so.pan [a] (1) hormat dan takzim (akan, kpd); tertib menurut adat yg baik: dng -- ia mempersilakan tamunya duduk; kpd orang tua kita wajib berlaku --; (2) beradab (tt tingkah laku, tutur kata, pakaian dsb); tahu adat; baik budi bahasanya: ia berlaku amat -- kpd kedua orang tuanya; (3) baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul): sekarang ini kita sukar untuk membedakan perempuan yg -- dan yg lacur
si [p] (1) kata yg dipakai di depan nama diri (pd ragam akrab atau kurang hormat): -- Achmad; -- Rukiah; (2) kata untuk mengkhususkan orang yg melakukan atau terkena sesuatu: -- pengirim; -- penipu; -- tertuduh; (3) kata yg dipakai di depan nama orang untuk merendahkan diri: -- Beni; -- Joni; (4) kata yg dipakai di depan kata sifat untuk timang-timangan, pujian, panggilan, ejekan, dsb yg menyatakan bahwa yg disebut itu mempunyai sesuatu atau menyerupai sesuatu yg sama dng sebutan itu: -- belang; -- celaka; -- durhaka; -- manis; -- tolol; (5) kata yg dipakai pd berbagai-bagai nama tumbuhan atau binatang: -- dingin; -- gasir; -- kedidi; -- tawar; (6) bentuk terikat yg lazim didahului ber- (menjadi bersi- atau berse-) yg menyatakan: (a) berbuat dirinya menjadi; melakukan dirinya menjadi: bersibisu, bersitegang; (b) saling (dl bentuk kata kerja ber-...-an); msl bersikutat, berkutat-kutatan; bersipandang, berpandang-pandangan [p cak] (1) tah; kah; gerangan; agaknya; sih: apa -- yg dicari; siapa -- yg dikata-katai itu; (2) memang; sebenarnya; sih: bagus -- bagus, tapi mahal; tidak apalah, saya -- tidak salah [n Mus] nada ke-7 pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 7
siasat si.a.sat [n] (1) periksa; pemeriksaan yg teliti; penyelidikan: jangan Kakanda kurang -- , kurang periksa; (2) pertanyaan (yg bermaksud menyelidiki dsb): panjang dan dl benar -- nya; sudi -- , pemeriksaan dng mengajukan pertanyaan-pertanyaan; (3) teliti; saksama: ia amat perkasa dan -- memerintah rakyat; (4) kecaman; kritik; teguran; celaan: atas -- pembaca yg bermaksud memperbaiki buku ini, lebih dahulu saya ucapkan terima kasih; (5) politik (muslihat, taktik, tindakan, kebijakan, akal) untuk mencapai suatu maksud: tiap-tiap partai mempunyai -- untuk melaksanakan cita-citanya dl ketatanegaraan; -- pemerintah untuk mengembalikan keamanan dl negeri disetujui oleh parlemen; (6) muslihat dan cara berperang: Angkatan Laut kita harus mengatur -- dl menghadapi serangan-serangan kapal selam lawan; (7) cara bekerja; cara melakukan sesuatu; metode: -- pekerjaan; -- mengajar membaca yg mula-mula sekali [kl n] siksa; aniaya; hukuman
spektakel spek.ta.kel [n] pertunjukan; tontonan : penonton terpukau oleh segala macam -- politik di negara tercinta ini
spektakuler spek.ta.ku.ler [a] menarik perhatian; mencolok mata: tidak ada hasil yg -- dr kunjungan delegasi itu
spt katak di bawah tempurung [pb] berpengetahuan yg sangat picik
spt katak ditimpa kemarau [pb] berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dsb); sangat gaduh
spt kepiting tidak tahu bungkuknya (sbg udang tak tahu bungkuknya) [pb] orang yg tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya
spt sengkalan tak sudah [pb] buruk sekali (rupa dll)
stabil sta.bil [a] (1) mantap; kukuh; tidak goyah (tt bangunan, pemerintah, dsb): situasi politik dl negeri kita --; (2) tetap jalannya; tenang; tidak goyang (tt kendaraan, kapal, dsb): setelah barang-barang dibuang ke laut, kapal -- kembali; (3) tidak berubah-ubah; tetap; tidak naik turun (tt harga barang, nilai uang, dsb): harga kopra sekarang mulai --
stasiun meteorologi pertanian tambahan stasiun meteorologi pertanian yg memberi keterangan meteorologi dan biologi
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
substansi sub.stan.si [n] (1) watak yg sebenarnya dr sesuatu; isi; pokok; inti; (2) unsur; zat: pembakaran terjadi sbg hasil persenyawaan sebuah -- dng oksigen; dl konferensi akan dihimpun -- masalah yg akan kita bicarakan dl pertemuan tingkat tinggi mendatang; (3) kekayaan; harta: pikiran itu merupakan -- yg tidak kelihatan; (4) Ling medium yg dipakai untuk mengungkapkan bahasa
sudi tak sudi segan-segan
sujud su.jud [v] (1) berlutut serta meletakkan dahi ke lantai (msl pd waktu salat); (2) pernyataan hormat dng berlutut serta menundukkan kepala sampai ke tanah: sembah -- dr Ananda, hormat dr Ananda
suka tak suka segan-segan; (2) tidak peduli; tidak acuh; (3) apa boleh buat; mau tidak mau
suku tak boleh dianjak [pb] orang yg sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)
sukun su.kun [Jw v] (1) tidak bergigi (tt gusi); (2) v tidak berbiji (untuk buah-buahan yg biasanya berbiji): jambu -- [n] pohon spt keluih yg buahnya tidak berbiji; Artocarpus incissus [n] penanda hilangnya vokal dl ejaan bahasa Arab yg diletakkan di atas konsonan
sumbang sum.bang [v] (1) bersalah (tt adat) melanggar adat (kebiasaan, kesopanan, dsb); (2) kurang sopan; berdosa; bermukah; berzina: pasangan muda-mudi yg duduk berdekatan dapat dianggap -- pd adat; ia -- dng kawannya, bermukah dng kawannya; (3) salah; keliru: langkah --; (4) tidak sedap didengar atau dilihat: ada suara -- yg mengatakan bahwa kekayaan itu berasal dr usaha yg tidak sah; perbuatan itu benar-benar tampak --; (5) janggal; tidak selaras; sember atau palsu (tt suara, bunyi); curang (tt permainan dsb); tidak seimbang (setara) [v] , -- saran sumbangan berupa saran (nasihat); urun pendapat
sungguh mati [cak] benar-benar (untuk menyatakan bahwa betul-betul): -- mati saya tidak kenal dng saksi dan tidak pernah bertemu dengannya
sunting sun.ting [n] hiasan (bunga dsb) yg dicocokkan di rambut atau di belakang telinga [v] me.nyun.ting v (1) menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dng memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat); mengedit: pekerjaan -- naskah yg betul-betul menjadi naskah yg siap untuk dicetak memerlukan keterampilan khusus; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dng cara memotong-motong dan memasang kembali
surat bahari [ark] surat tanda terima; resi
surat cerai surat yg menyatakan bahwa sepasang suami istri telah sah bercerai
surat hibah surat tt pemindahan hak milik, baik benda bergerak maupun benda tidak bergerak (ketika pemiliknya masih hidup)
surat rekomendasi surat yg menyatakan, menguatkan, membenarkan, dsb bahwa orang yg disebut dapat di percaya, baik, dsb
surat takdir nasib; untung malang
susu su.su [n] (1) organ tubuh yg terletak di bagian dada; (2) organ tubuh yg terletak di dada wanita yg dapat menghasilkan makanan untuk bayi, berupa cairan; buah dada; payu dara; tetek; (3) organ tubuh yg terletak di bagian perut atau dada (binatang) yg menghasilkan makanan untuk bayi, berupa cairan; (4) air yg keluar dr buah dada, susu binatang; (5) bahan minuman, berupa cairan atau bubuk [n] -- perada tumbuhan terna yg tingginya mencapai 65 cm, bunga tumbuh di ujung batang, rimpangnya membesar menjadi umbi, daunnya digunakan sbg obat; Globba atrosanguinea
syubahat syu.ba.hat [Lihat {syubhat}]
tabuhan meminang anak labah-labah [pb] tidak seimbang (tt perjodohan)
tabula rasa ta.bu.la ra.sa [n Dik] teori yg menyatakan bahwa setiap individu dilahirkan dng jiwa yg putih bersih dan suci (yg akan menjadikan anak itu baik atau buruk adalah lingkungannya)
tabung jangkar [Kap] tabung atau pipa yg terbuat dr baja atau besi, terletak pd haluan kapal, tempat lewat rantai jangkar yg diturunkan ke luar
tahu ta.hu [v] (1) mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb): ia -- bahwa saya yg menolongnya; perkara mesin, dia lebih -- dp saya; (2) kenal (akan); mengenal: ia tidak -- akan sanak saudaranya lagi; (3) mengindahkan; memedulikan: ia sudah tidak mau -- lagi kpd anaknya; (4) mengerti; berpengertian: siapa yg -- apa maksud tanda ini?; (5) pandai; cakap: sedikit-sedikit saya -- juga tt mesin; (6) insaf; sadar: dia tidak -- akan kekurangannya; (7) cak pernah: petinju itu tidak -- menang; adikku tidak -- membolos [n] makanan dr kedelai putih yg digiling halus-halus, direbus, dan dicetak
tahu takwa tahu yg padat dan gurih, berbentuk segi empat, biasanya berwarna kuning
tahun takwim tahun berdasarkan kalender (berawal dr 1 Januari dan berakhir pd 31 Desember)
tajam otak cerdas; pandai; mudah mengerti
tali tiga lembar tak suang putus [pb] bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
tali yg tiga lembar itu tak suang-suang putus [pb] bersatu teguh, bercerai runtuh
tanah lembah kandungan air [pb] kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain
tanam lalang tak akan tumbuh padi [pb] melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya
tanda tan.da [n] (1) yg menjadi alamat atau yg menyatakan sesuatu: dr kejauhan terdengar sirene -- bahaya; (2) gejala: sudah tampak -- nya; (3) bukti: itulah -- bahwa mereka tidak mau bekerja sama; (4) pengenal; lambang: kontingen Indonesia mengenakan -- Garuda Pancasila; (5) petunjuk
tanda petik tanda baca ("...") yg mengapit petikan langsung yg menyatakan kutipan berasal dr pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain
tanda sama (dengan) [Mat] tanda (=) untuk menyatakan bahwa bilangan yg ada di sebelah kiri sama nilainya dng yg ada di sebelah kanan
tanduk di kepala tak dapat digelengkan [pb] tidak dapat mengelakkan diri dr kewajiban yg harus dikerjakan
tanggung bulan sudah lebih dr pertengahan bulan (biasanya untuk mengatakan bahwa sudah tidak ada uang, belum gajian)
tanwin tan.win [n] tanda baca pd tulisan Arab untuk menyatakan bahwa huruf pd akhir kata diucapkan dng bunyi an, in, dan un
tara ta.ra [n] yg sama (tingkatnya, kedudukannya, dsb); banding(an); imbangan: tiada -- nya; sukar dicari [n] (1) selisih antara berat bruto dan neto: berat bruto 100 kg, neto 90 kg, -- 10 kg; (2) potongan harga barang yg dinyatakan dng persen (uang, bobot) dng pengganti pembungkusnya (petinya dsb): tiap peti diperhitungkan -- nya 5% [n] alat dr kayu yg berpaku untuk membuat garis pd kayu; lampau [n] gambaran; angan-angan; imaji: mereka sudah dikuasai oleh -- bahwa Pulau Bali memang sangat indah dan memepesona
tata bahana musik yg alat-alatnya dibunyikan dng cara ditabuh (gamelan dsb)
tegak-tegak te.gak-te.gak [a] (1) selalu tegak (berdiri); berdiri asal berdiri saja: meskipun tidak ada bunga kampung, ~ juga mereka itu di muka kedai; (2) lurus-lurus (berdiri, duduk): disuruhnya berdiri ~; (3) ki dng begitu saja; hidup-hidup; mentah-mentah: tidak benar dikatakannya bahwa dia akan dijual ~ oleh saudaranya; saya ditipunya ~
tekanan te.kan.an [n] (1) keadaan (hasil) kekuatan menekan: ~ darah; ~ udara; (2) desakan yg kuat; paksaan: ia terpaksa mencuri krn ~ ekonomi; tidak dapat menahan ~ musuh; (3) Ling keras lembutnya pengucapan bagian ujaran; aksen: ~ dl bahasa Indonesia umumnya terletak pd suku akhir; (4) yg dipentingkan (sangat diutamakan); titik berat: sebenarnya usul Saudara sama dng usul saya, hanya berbeda ~ nya; (5) keadaan tidak menyenangkan yg umumnya merupakan beban batin: ~ batin yg terus-menerus dapat menimbulkan kelumpuhan mental
tekanan fonemis te.kan.an fonemis [Ling] tekanan yg apabila letaknya berubah akan mengakibatkan perubahan makna kata atau kelas kata
tenda ten.da [n] (1) kemah: pramuka mendirikan -- di lembah hijau yg indah itu; (2) kain mota untuk kemah (di kapal, perahu, dsb): anak perahu sibuk memasang -- perahunya; (3) langit-langit (pd tempat tidur, kereta, becak, dsb): -- tempat tidur itu sudah tua sehingga perlu segera diganti; (4) kap mobil: kain terpal banyak dipakai untuk -- jip
tentakel ten.ta.kel [n Zool] alat yg menyerupai tangan, yg berfungsi sbg peraba atau perangkap, terdapat pd sebagian invertebrata, msl cumi-cumi
teori atom teori yg menyatakan bahwa materi disusun oleh partikel-partikel kecil
teori gelombang [Ling] teori yg menyatakan bahwa bahasa yg berkerabat berasal dr pusat yg sama (bahasa induknya tersebar) ke segala penjuru (teori Johannes Schmidt)
teori heliosentris teori yg menyatakan bahwa bumi ini berbentuk bulat serta berputar mengelilingi sumbunya, beserta planet lainnya beredar mengelilingi matahari
teori kekuasaan sistem komunikasi massa dng ketentuan bahwa media tunduk kpd negara dan dilarang menyatakan kritik berat, baik kpd pemerintah maupun kpd para pejabatnya
teori monogenesis [Ling] teori yg menyatakan bahwa semua bahasa di dunia berasal dr satu bahasa induk
teori onomatope teori linguistik yg menyatakan bahwa ujaran manusia itu berasal dr tiruan bunyi binatang dan alam; (2) kata yg dibentuk berdasarkan tiruan bunyi
teori poligenesis [Ling] teori yg menyatakan bahwa bahasa-bahasa dunia tumbuh dr pelbagai sumber dan tidak dr satu bahasa induk
tepam te.pam [v] , me.ne.pam v (1) meletakkan tapak tangan pd (untuk meraba, menjamah); ~ susu, (2) menepuk bahu dsb: ~ bahu untuk memuji
teras te.ras [n] (1) bagian kayu yg keras; inti kayu: pd irisan penampang kelihatan -- yg dikelilingi lingkaran-lingkaran kayu yg dapat menunjukkan umurnya; (2) ki intisari; isi yg terutama; sesuatu yg terbaik; sesuatu yg terpenting: pasukan --; pejabat -- [n] (1) semen yg dibuat dr serbuk tanah yg keras (tanah cadas); (2) batuan berbentuk silinder yg dipotong dng mata bor khusus, untuk mempelajari formasi tempat batuan itu diambil; batu inti; (3) Geo tanah yg berasal dr letusan gunung api, dapat dipakai untuk bahan semen yg dicampur dng kapur [n] (1) bidang tanah datar yg miring; bidang tanah yg lebih tinggi dp yg lain (biasanya ditumbuhi rumput): pd -- yg lebih tinggi berdiri istana, sedangkan pd -- di bawahnya terbentang taman yg luas; (2) tanah atau lantai yg agak ketinggian di depan rumah: -- di bagian muka gedung itu dipenuhi dng pot-pot bunga yg indah; -- untuk tempat mimbar pemimpin upacara; (3) atap rumah yg datar (biasanya diberi pagar di pinggirnya); (4) landasan yg lebih tinggi dp tanah sekelilingnya untuk landasan candi (tempat berjalan-jalan atau tempat duduk-duduk); (5) bagian dr gili-gili di muka restoran yg diisi dng kursi untuk duduk-duduk; (6)keadaan tanah persawahan dsb yg bertangga-tangga dr atas ke bawah
terbahana ter.ba.ha.na [kl v] terdengar; terkenal: termasyhurlah nama Dang Tuanku, -- ke sana sini
terbit ter.bit [v] (1) timbul, naik, keluar (tt bulan, matahari): matahari -- di sebelah timur; (2) bangkit (tt perasaan dsb): -- marahnya setelah mengetahui bahwa kopernya tidak ada dl kamar tempat ia menginap; -- pikiran jahatnya; (3) keluar untuk diedarkan (tt surat kabar, buku, dsb): mingguan itu -- tiap-tiap Kamis; cetakan kedua akan segera --; (4) mulai memancar (tt mata air dsb): dr celah batu-batu padas itu -- mata air panas yg mengandung belerang; (5) mulai keluar (tt air mata, peluh, dsb): keringat dingin selalu -- selama ia menderita sakit perut itu; (6) mulai timbul atau datang (dr): wabah kolera -- di daerah-daerah yg terkena banjir
terbitan ter.bit.an [n] hasil menerbitkan; keluaran (tt buku dsb): Kamus Besar Bahasa Indonesia ini ~ Balai Pustaka, Departemen Pendidikan Nasional
terdampar ter.dam.par [v] (1) hanyut dan tercampak ke darat: seekor ikan paus ~ di pantai; (2) terlanggar pd dasar laut (karang dsb); kandas: sebuah kapal ~ di muara
terentak ruas ke buku [pb] hilang akal
tersendat-sendat ter.sen.dat-sen.dat [v] (1) berkali-kali terhenti dan tertahan (tt pembangunan dsb): lemahnya kehidupan perekonomian menyebabkan -nya pembangunan di segala bidang; (2) berkali-kali terhenti (tersekat); patah-patah; tergagap (krn rasa haru, marah, dsb): dng -- ia menceritakan musibah yg baru saja terjadi
tertakung ter.ta.kung [v] (1) sudah diendapkan; (2) terhenti atau tergenang (tt air dsb)
tertera ter.te.ra [v] (1) tercap; tercetak: apa yg sudah ~ di dl SIM, sukar diubah; (2) tercantum; termuat: masalah itu sudah ~ pd halaman 10 buku karangannya
tiada raja menolak sembah [pb] tidak ada orang yg tidak suka dihormati
tidur tak lelap [pb] sangat gelisah (krn bersusah hati, banyak pikiran, dsb)
tikar sembahyang tikar sajadah
tingkat eksesif [Ling] tingkat yg menyatakan kualitas atau keadaan yg sangat, dipandang dr titik tertentu, dl bahasa Jawa berupa peninggian vokal, spt dawa 'panjang' menjadi dawi 'sangat panjang'
tinta tin.ta [n] (1) barang cair yg berwarna (hitam, merah, dsb) untuk menulis; dawat; mangsi; (2) bahan berwarna yg mengandung lemak yg dioleskan pd gambar cetak untuk mengalihkan gambar cetak itu pd kertas
titik librasi titik di dl susunan benda langit yg secara teoritis menunjukkan bahwa benda langit ketiga berada dl keadaan tidak bergerak untuk jangka waktu tak terbatas krn segala daya yg bekerja di titik tsb (termasuk dl bidang gravitasi krn benda langit itu) saling meniadakan
tobat to.bat [v] sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yg salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan: sekarang ia sudah -- dr kejahatan yg pernah dilakukan; (2) v kembali kpd agama (jalan, hal) yg benar: setelah mendengar khotbah itu banyak orang yg -- kembali ke jalan yg sesuai dng ajaran Tuhan; (3) v merasa tidak sanggup lagi: -- aku mengajar anakmu; (4) p menyatakan rasa heran, kesal, atau sebal: -- ! -- !, bengal betul anak itu!; (5) v cak jera (tidak akan berbuat lagi): ia sudah -- tidak akan mengisap ganja lagi
tolak bahara tolak bara
tonase to.na.se [n] (1) Lay kapasitas ruang muat dl kapal, diukur dl ton (1 ton = 1m3); (2) daya angkut muatan kapal dinyatakan dl ton (1 ton = 1.000 kg): -- kapal Kuala Deli 325 ton; (3) ukuran besarnya kapal dinyatakan dl ton (1 ton = 2,83 m3): kapal tanker itu berukuran 200 ribu --; (4) bobot air laut dl ukuran ton (35 kaki kubik) yg dipindahkan oleh bagian kapal yg berada di dl air
tongkat membawa rebah [pb] orang yg disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yg merusaknya (mencuri dsb)
trema tre.ma [n Ling] tanda titik dua (..) yg letaknya horizontal di atas vokal untuk menunjukkan bahwa vokal itu diucapkan sbg suku terpisah (msl taa:t dl ejaan lama)
tros kapal tros
tuduh tu.duh [v] me.nu.duh v (1) menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang berbuat kurang baik: ia ~ saya bersekongkol dng penjahat; (2) menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang melakukan perbuatan yg melanggar hukum; mendakwa: mereka ~ kedua pedagang itu menerima barang selundupan
tujuan kualitatif tu.ju.an kualitatif tujuan yg dinyatakan melalui perubahan sikap, prestasi, sifat, dan kualitas
tukang tu.kang [n] (1) orang yg mempunyai kepandaian dl suatu pekerjaan tangan (dng alat atau bahan yg tertentu): -- batu, -- besi, -- kayu; (2) orang yg pekerjaannya membuat (menjual, memperbaiki, dsb) sesuatu yg tentu: -- daging (sayur, susu); -- arloji; -- pedati (gerobak, becak); (3) orang yg pekerjaannya melakukan sesuatu secara tetap: -- pangkas (cukur); -- las; -- jahit; -- masak; -- cetak; (4) orang yg biasa suka melakukan sesuatu (yg kurang baik): -- mabuk; -- serobot; -- copet; -- tadah; -- catut; (5) cak ahli (untuk mencemoohkan): -- menciptakan sajak; -- pidato
tukun tu.kun [n Geo] batu (karang) di bawah permukaan air laut (tidak kelihatan sehingga berbahaya untuk kapal)
tumbuhan beracun tum.buh.an beracun tumbuhan yg mengandung racun yg berbahaya bagi manusia dan hewan, terutama jika terjadi kontak langsung dengannya krn tumbuhan tsb dapat mencemarkan (bahan) makanan
tunda tun.da [n] sesuatu yg ditarik di belakang perahu dng tali [v] me.nun.da v menghentikan dan akan dilangsungkan lain kali (lain waktu); mengundurkan waktu pelaksanaan; menangguhkan: dng adanya peristiwa itu, ketua ~ rapat pengurus yg sudah direncanakan [Mk] ber.tun.da v bertolak: katakan segala pesan Ibu, kapal akan segera ~
tunggul tung.gul [n] (1) pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang; (2) pokok batang yg masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dsb: -- padi; -- jagung; (3) tonggak (untuk menambatkan perahu dsb) [n] bendera; panji-panji: dua orang pembawa -- berjalan kaki di belakang pasukan [ark] me.nung.gul v memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu krn kalah dl berperang; tungkul
turistik tu.ris.tik [a] bersifat turisme; berhubungan dng turisme: tidak terhitung bahan cetak sbg bahan promosi --
uang sembah Jk uang yg diberikan oleh pihak calon mempelai laki-laki kpd calon mertua sesudah pinangan diterima
udang tak tahu bungkuk nya [pb] tidak tahu akan kekurangan dirinya
udang tak tahu di bungkuknya [pb] tidak tahu akan cacat dan celanya diri sendiri
umbang-ambing um.bang-am.bing [v] meng.um.bang-am.bing.kan v (1) mengapung-apungkan turun naik dl air: angin bertambah kencang dan laut yg bergelombang itu mampu ~ kapal yg cukup besar; (2) ki tidak memberikan kepastian; menjadikan bingung (tidak tenteram hati dsb): perusahaan itu telah ~ nasib buruhnya
ungkapan ung.kap.an [n] (1) apa-apa yg diungkapkan: ~ kedua saksi itu benar adanya; (2) Ling kelompok kata atau gabungan kata yg menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur); (3) gerak mata (tangan dsb), perubahan air muka yg menyatakan perasaan hati
upah lalu bandar tak masuk [pb] tidak mendatangkan hasil sedikit pun
urutan urut.an [n] (1) nomor urut: gilirannya jatuh pd ~ ketiga; (2) deretan; rentetan; hal berurut: ~ kata dl kalimat; (3) susunan: ~ nama pasien itu tidak menurut abjad; (4) Ling kumpulan unsur-unsur bahasa berstruktur yg secara teoretis terletak berderetan dl suatu hubungan formal
urutan kata tetap urut.an kata tetap [Ling] urutan kata yg dipakai untuk menyatakan hubungan gramatikal dan yg tidak dapat diubah tanpa mengubah atau merusak makna kalimat
urutan pelolosan urut.an pelolosan [Ling] dua kaidah, A dan B, berurutan sehingga kaidah A mengubah segmen yg seharusnya menjadi masukan atau penentu kaidah B, maka dikatakan bahwa kaidah A meloloskan kaidah B, atau antara kaidah A dan B terdapat urutan pelolosan
utak-atik [v] melakukan pekerjaan perbaikan dng mencoba-coba
variabel va.ri.a.bel [a] dapat berubah-ubah, berbeda-beda, bermacam-macam (tt mutu, harga, dsb); (2) n sesuatu yg dapat berubah; faktor atau unsur yg ikut menentukan perubahan: peubah dl penelitian itu sebaiknya diperhatikan berbagai -- spt guru, usia, dan pendidikan; (3) n Ling (a) satuan bahasa yg paling terpengaruh oleh variasi sosial dan stilistis, dl jangka panjang mudah berubah; (b) kelas kata yg dapat menyatakan hubungan gramatikal dng perubahan bentuk, dl hal ini kelas nomina, verba, dan adjektiva
varian va.ri.an [n] (1) bentuk yg berbeda atau menyimpang dr yg asli atau dr yg baku dsb; (2) bentuk yg dapat dipakai sbg alternatif (msl tak merupakan varian atau bentuk alternatif tidak); (3) Ling (a) nilai tertentu suatu variabel, msl variabel [E] dl bahasa Indonesia mempunyai dua varian, yaitu [e] dan [?]; (b) wujud satuan bahasa dl konteks tertentu, msl alofon adalah varian dr fonem, alomorf adalah varian dr morfem
verba frekuentatif bentuk verba yg menyatakan kebiasaan atau perbuatan berulang dl bahasa Rusia
vitakultur vi.ta.kul.tur [n] perkebunan anggur
vokal kardinal salah satu seri vokal dng ciri-ciri artikulasi tertentu, berguna sbg dasar perbandingan vokal sebuah bahasa dan di antara bahasa-bahasa (diciptakan oleh Daniel Jones); -- kendur vokal yg diartikulasikan dng otot agak kendur, msl /i/ pd saling
vokal takbersuara vokal yg dihasilkan dng saluran suara ada dl posisi vokal dan membiarkan udara mengalir dan menghasilkan aspirasi sebelum pita suara bergetar
vokal takbundar vokal hampar; -- tegang vokal yg dihasilkan dng otot menegang, msl [i] dl kiri
waktu mintakat [Lay] waktu menengah di suatu tempat dr zona waktu yg merupakan waktu menengah setempat dr derajat tengahnya
wisata bahari bepergian menikmati alam laut; -- budaya bepergian bersama-sama dng tujuan mengenali hasil kebudayaan setempat: untuk memajukan kepariwisataan di Indonesia, objek -- budaya harus digalakkan
xerografi xe.ro.gra.fi [n Graf] penggandaan bahan cetakan dr film atau kertas dng menggunakan sinar listrik
yang [p] kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yg berikut diutamakan atau dibedakan dr yg lain: orang -- baik hati; (2) p kata yg menyatakan bahwa bagian kalimat yg berikutnya menjelaskan kata yg di depan: dijumpainya seorang pengemis -- sedang berteduh di bawah pohon asam itu; (3) pron kata yg dipakai sbg kata pembeda: -- kaya sama -- kaya, -- miskin sama -- miskin; (4) kl p adapun; akan: -- hamba ini diperanakkan di Malaka juga; (5) p cak bahwa: saya pun percaya -- Adinda kasih juga akan Kakanda [ark n] yang-yang n dewa
yg bertakuk yg ditebang yg ber.ta.kuk yg ditebang, yg bergaris yg dipahat [pb] sudah menurut aturan (adat) yg biasa
zaman bahari kurun waktu yg sudah sangat lama lampau; zaman purba
zaman baheula zaman dahulu
(main) galah panjang permainan anak-anak dng garis-garis berbentuk petak-petak di tanah
-anda (-nda [bentuk terikat] menyatakan hormat atau kekeluargaan: ayahanda; ibunda; pamanda
-kah [bentuk terikat] (1) yg digunakan untuk mengukuhkan pertanyaan: mungkin -- dia kembali?; berenang atau berlari -- kawanmu itu?; (2) (dl ragam standar) digunakan untuk memperhalus pertanyaan dan ditambahkan pd kata tanya apa, mana, bagaimana, berapa, di mana, mengapa, siapa: siapa -- yg mau membantuku?
-nya [bentuk terikat] yg merupakan varian pronomina persona ia/dia dan pronomina benda yg menyatakan milik, pelaku, atau penerima: rumahnya; mengambilnya; memperolehnya
abaian abai.an [n Sas] penghilangan atau pengubahan bagian naskah yg tidak dipahami lagi oleh penyalin
abdikasi ab.di.ka.si [n] (1) pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan (tt pembesar atau penguasa); (2) turun takhta dng sukarela (tt seorang raja)
aberasi cahaya [Kim] pembiasan tidak seragam dr cahaya sehingga bayangan tampak berubah bentuk
aberasi kromosom [Dok] kelainan atau perubahan kromosom, baik dl jumlah maupun bentuknya
abing [n] sebutan tambahan yg diberikan kpd saudara laki-laki atau perempuan yg meninggal
abisal abi.sal [n] (1) endapan lumpur atau tanah dr dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m; (2) teluk atau palung (lembah) yg sangat dalam
abjad ab.jad [n] (1) kumpulan huruf (aksara) berdasarkan urutan yg lazim dl bahasa tertentu; (2) sistem aksara yg melambangkan bunyi bahasa yg dipakai untuk menuliskan bahasa
abjad fonemis sistem lambang yg mempertalikan satu lambang dng sejumlah bunyi bahasa yg berperan sbg satuan fungsional terkecil dl struktur bahasa
abjad fonetis sistem lambang yg mempertalikan satu lambang dng satu bunyi bahasa yg dihasilkan alat ucap manusia
ablasi ab.la.si [n] (1) hal terlepasnya sesuatu dr sesuatu; (2) Bio penghilangan dng jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh; (3) Geo pemindahan bahan yg telah lapuk dr batuan induknya oleh arus air; (4) Geo pengikisan oleh tiupan angin; (5) Hid penggabungan (sublimasi, peleburan, penguapan, dsb) yg memindahkan salju atau es dr permukaan gletser atau medan salju; kikisan
ablaut ab.la.ut [n Ling] perubahan vokal untuk menandai pelbagai fungsi gramatikal, msl untuk mengungkapkan perubahan kala, aspek, jumlah, dsb (spt dl bahasa Inggris drink, drank, drunk)
abon [n] makanan berbahan daging rebus yg diserat-seratkan, dibumbui, kemudian digoreng
abortus inkomplet [Dok] abortus dng sebagian hasil pembuahan telah keluar, sedangkan sebagian lagi, biasanya plasenta, masih berada dl rahim
abrak ab.rak [ark n] bahan galian yg jernih spt kaca; mika
abrasi ab.ra.si [n] (1) Geo pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yg mengandung dan mengangkut hancuran bahan; (2) Dok (a) luka lecet atau jejas krn pengikisan kulit oleh benda kasar; (b) pengikisan selaput lendir (dl membersihkan rahim dsb)
absolutisme ab.so.lut.is.me [n] bentuk pemerintahan tanpa undang-undang dasar; bentuk pemerintahan dng semua kekuasaan terletak di tangan penguasa (raja, kaisar, diktator, dsb)
absorpsi ab.sorp.si [n] (1) penyerapan; (2) Dok daya jaringan untuk menyerap benda-benda lain dr luar; (3) Kim hilangnya zat energi atau foton ke dl suatu bahan
absurdisme ab.surd.is.me [n] paham (aliran) yg didasarkan pd kepercayaan bahwa manusia secara umum tidak berarti dan tidak masuk akal (kesadaran para pengikut aliran itu thd tata tertib sering berbenturan dng kepentingan masyarakat umum)
acala aca.la [n Ark] arca yg tidak dapat dipindah-pindahkan, biasanya dibuat dr batu dan diletakkan di tempat yg paling suci dl rumah perdewaan
acan [kl] , meng.a.can v mengharapkan; mencita-citakan; memaksudkan ? 1acah
acaram aca.ram [n] (1) kl cincin; (2) tanda bahwa suatu perjanjian jual beli telah dibuat; tanda jadi
acat [Jk] acat.an n bahan pakaian sisa penjualan yg panjangnya kurang dr satu meter yg dijual dng harga lebih murah
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
acuan acu.an [n] cetakan (kue, peluru, dsb) [n] (1) rujukan; referensi; (2) pola dasar penafsiran yg ditetapkan terlebih dahulu
ada-ada saja ada-ada sa.ja [v cak] selalu mempunyai sesuatu untuk dikatakan (diminta dsb): ~ kamu ini, masak ada kuda yg bertanduk
adang [v] , meng.a.dang v (1) menghalangi (merintangi orang berjalan dsb) dng cara mendepang: jangan engkau ~ orang itu, biarkan dia lewat; (2) menunggu di tempat yg sunyi (biasanya dng maksud jahat, spt membunuh, merampok, menyamun); mencegat: gerombolan bersenjata ~ iring-iringan mobil; (3) menuju; memaksudkan; menghadapi; (4) menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dsb): mereka berani ~ bahaya maut; adang-adang n penyekat, kerai, dsb untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dsb) [Jw v] menanak nasi dng menggunakan dandang [n] (1) saudara tua dr ibu (biasanya wanita); kakak ibu; (2) nama atau gelar kehormatan; dang
adaptasi kebudayaan perubahan dl unsur kebudayaan yg menyebabkan unsur itu dapat berfungsi lebih baik bagi manusia yg mendukungnya
adaptasi sosial perubahan yg mengakibatkan seseorang dl suatu kelompok sosial dapat hidup dan berfungsi lebih baik dl lingkungannya
adaptor adap.tor [n] (1) alat untuk menghubungkan dua bagian benda, msl yg berbeda diameternya; (2) alat listrik yg memungkinkan sesuatu dapat dipakai untuk tujuan tertentu yg berbeda dr tujuan yg dirancang semula, msl alat yg mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah untuk pemanfaatan listrik tertentu; (3) Fis (a) alat yg dapat menyesuaikan jenis dan besar tegangan listrik untuk suatu alat lain; (b) alat berbentuk tabung yg menyempit pd salah satu ujungnya dan dibengkokkan; (c) alat atau peranti yg dipasang pd kamera sehingga kamera itu dapat dipakai untuk keperluan lain
adat dagang tahan tawar [pb] sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar
adat pasang berturun naik [pb] keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tt kekayaan atau kedudukan seseorang
adegan terbuka [Sen] adegan yg diubah bentuknya dng disaksikan langsung oleh penonton
adendum aden.dum [n] (1) jilid tambahan (pd buku); lampiran; (2) ketentuan atau pasal tambahan, msl dl akta
adhesi ad.he.si [n] (1) keadaan melekat pd benda lain; (2) Fis gaya atau kakas tarik-menarik antarmolekul yg tidak sejenis; (3) Bot penyatuan tumbuh-tumbuhan yg biasanya merupakan kelompok yg terpisah; (4) Dok jaringan tubuh yg tumbuh (melekat) menjadi satu krn radang; (5) kesepakatan, sikap, atau rasa sesuai: ia menyatakan -- nya
adiabatik adi.a.ba.tik [a Fis] mengacu pd setiap perubahan yg terjadi dl suatu sistem tanpa sistem itu memperoleh atau kehilangan bahang
adipenghantar adi.peng.han.tar [n Fis] bahan yg, jika mempunyai suhu di bawah suhu peralihan (kritis) tertentu (Tc), mulai menunjukkan sifat penghantar listrik yg sangat baik dan hambatan listriknya menjadi sangat kecil; superkonduktor
adisi adi.si [n] (1) penambahan yg dilakukan secara terus-menerus; (2) hasil penambahan; tambahan; (3) Kim penambahan senyawa thd senyawa lain sehingga terjadi reaksi; (4) Kim zat-zat yg ditambahkan
adisional adi.si.o.nal [a] sbg tambahan; ekstra
aditif adi.tif [a] berkenaan atau dihasilkan dng penambahan; (2) n Kim zat yg ditambahkan pd suatu produk, msl sbg penambah warna, penyedap rasa, pengawet pd makanan
administrasi arsip pengumpulan, pengawetan, dan pengaturan bahan arsip untuk dapat digunakan, serta kajian teori dan praktik mengenai tata cara itu
adonan adon.an [n] (1) adukan tepung, santan, susu, dll (sbg bahan pembuat kue); (2) adukan semen dng pasir dsb untuk pelekat batu bata atau penghalus dinding batu
aduh [p] kata seru untuk menyatakan rasa heran, sakit, dsb
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
adunan adun.an [n] alat bersolek; hiasan: ia kelihatan bertambah cantik dng ~ itu
adveksi ad.vek.si [n] gerakan massa udara secara horizontal yg mengakibatkan perubahan unsur fisik udara (spt suhu)
advertensi ad.ver.ten.si [n] iklan dl media massa cetak atau elektronik, antara lain, untuk menawarkan barang
aerasi ae.ra.si [n] penambahan oksigen ke dl air dng memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dl air
aerator ae.ra.tor [n El] alat bertenaga listrik yg berfungsi menambahkan udara ke dl air (pd akuarium dsb) untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut
afasia afa.sia [n Dok] kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara krn penyakit, cacat, atau cedera pd otak
afdruk af.druk [n cak] hasil mencetak film
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
afiks [n Ling] bentuk terikat yg apabila ditambahkan pd kata dasar atau bentuk dasar akan mengubah makna gramatikal (spt prefiks, infiks, konfiks, atau sufiks); bentuk (atau morfem) terikat yg dipakai untuk menurunkan kata imbuhan
afiksasi afik.sa.si [n Ling] proses atau hasil penambahan afiks (prefiks, konfiks, sufiks) pd kata dasar
aforisme afo.ris.me [n Sas] pernyataan yg padat dan ringkas tt sikap hidup atau kebenaran umum (spt peribahasa: alah bisa krn biasa)
agak-agih , meng.a.gak-a.gih.kan v(1) menerangkan (mengatakan, memberitahukan) dng jelas; (2) suka mencela
agen buku pedagang buku besar yg menyediakan berbagai jenis buku dr berbagai penerbit, pengecer, dan perpustakaan, biasanya ada dua jenis, yaitu yg menyediakan buku teks mutakhir dan buku teknik dan yg menyediakan buku lama yg masih beredar
agen kargo agen yg mengurus pemuatan barang yg diangkut dng kapal laut atau pengangkut lain
agen pengarang orang yg mewakili pengarang dl hal urusan penjualan dan penerbitan karyanya dng penerbit buku, dan merundingkan hak tambahan untuk penerbitan, penyiaran, dan pembuatan film
agil [n Lay] bagian kapal
agiria agi.ria [n Dok] keadaan tidak terdapat konvolusi permukaan otak krn gangguan perkembangan
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
aglomerat ag.lo.me.rat [n Geo] (1) gumpalan batuan yg terdiri atas komponen batu bersudut, batu bulat, atau kerikil yg pekat menjadi satu krn adanya bahan perekat (msl tanah liat); (2) batuan sedimen untuk batuan endapan vulkanis yg diikat oleh abu kepundan
aglutinasi ag.lu.ti.na.si [n] (1) Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; (2) Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; (3) Ling (a) pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; (b) peleburan bunyi bahasa yg berdampingan
agnosia ag.no.sia [n Dok] ketidaksanggupan mengenali benda dan artinya, biasanya disebabkan oleh kerusakan pd otak atau susunan saraf
agnostik ag.nos.tik [n] orang yg berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui
agnostisisme ag.nos.ti.sis.me [n Sos] paham yg mempertahankan pendirian bahwa manusia itu kekurangan informasi atau kemampuan rasional untuk membuat pertimbangan tt kebenaran tertinggi
agonis ago.nis [n Bio] penggerak utama atau otot yg secara langsung bertanggung jawab atas perubahan posisi suatu bagian
agorafobia ago.ra.fo.bia [n Psi] rasa takut ketika berada di tempat yg ramai
agradasi ag.ra.da.si [n Geo] proses peninggian tanah krn endapan bahan yg berasal dr denudasi sungai
agrafia ag.ra.fia [n Dok] ketidakmampuan menulis sbg akibat kerusakan atau luka pd otak
agregat ag.re.gat [n] (1) hasil proses agregasi; (2) mesin kecil pembangkit listrik; (3) Tan bahan-bahan mineral tidak bergerak, msl pasir, debu, batu, kerikil, pecahan batu yg bercampur semen, kapur, atau bahan aspal untuk mengikat campuran itu menjadi spt beton; (4) Far satuan yg terbentuk oleh partikel yg terhimpun dl suatu kelompok
agroikos ag.ro.i.kos [n Sas] pelaku yg berperan sbg pemain yg menjadi bulan-bulanan atau bahan tertawaan
agrokimia ag.ro.ki.mia [n] bahan kimia untuk pertanian, msl insektisida
ah [p] kata seru yg menyatakan perasaan kecewa, menyesal, keheranan, tidak setuju: -- , jangan marah dulu, nanti akan saya terangkan duduk perkaranya; -- , mengapa itu yg kau ambil
ahli informasi petugas informasi yg memiliki keahlian tertentu dan mampu mengelola perpustakaan ilmiah, penekanan tugasnya lebih diutamakan pd keahlian dl pemberian jasa informasi dp pengetahuan tt suatu ilmu
aho [p] kata seru untuk menyatakan heran, terkejut, dsb
ai [p] kata seru untuk menyatakan heran dsb: -- , dr mana kauperoleh bunga-bunga itu?
air aki larutan elektrolit untuk sel (aki), dibuat dr 220 cm3 sulfat pekat yg ditambahkan 750 cm3 air suling samkel diaduk, lalu diencerkan sampai volumenya 1 dm3
air ampuh air bah
air balas [Lay] air laut atau air tawar yg diisikan ke kapal untuk tujuan keseimbangan kapal; air tolak bara
air celah [Tan] air di dl retakan terbuka, biasanya hanya terdapat di dekat permukaan tanah
air jernih ikannya jinak [pb] negeri yg serba teratur dng penduduknya yg serba baik, baik pula budi bahasanya
air laut saniter air laut yg digunakan untuk pengerjaan dan pengolahan ikan yg tidak membahayakan kesehatan
air sebak banjir; air bah
air terjun aliran air melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai (lereng, lembah)
air tersedia [Tan] banyaknya air dl tanah pd sebarang waktu yg dinyatakan dl persentase berat tanah kering
air wudu air sembahyang
ajaib aja.ib [a] ganjil; aneh; jarang ada; tidak spt biasa; mengherankan: pertunjukan yg --; (2) n Sas cak sesuatu yg aneh; keheranan; yg tidak dapat diterangkan dng akal: itulah -- Allah [n Bio] anyaman yg terjadi pd gumpalan ginjal yg arteri darahnya berubah menjadi kapiler, kemudian bersatu kembali menjadi arteri
ajek [Jw a] tetap; teratur; tidak berubah
ajun inspektur polisi dua pangkat bintara tinggi peringkat kedua dl kepolisian, satu tingkat di bawah ajun inspektur polisi satu, satu tingkat di atas sersan mayor polisi (tanda pangkatnya satu balok putih bergelombang yg ditempatkan di bahu baju
ajun inspektur polisi satu pangkat bintara tinggi peringkat pertama dl kepolisian, satu tingkat di bawah inspektur polisi dua dan satu tingkat di atas ajun inspektur polisi dua (tanda pangkatnya dua buah balok putih bergelombang yg ditempatkan di bahu baju)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akan [adv] (untuk menyatakan sesuatu yg hendak terjadi, berarti) hendak: disangkanya hari -- hujan; akan-akan a mirip benar; hampir sama benar [p] (1) (sbg kata perangkai untuk menghubungkan verba dsb dng pelengkapnya yg berarti:) kepada: ia lupa -- orang tuanya; (2) mengenai; tentang; terhadap: -- harta peninggalan orang tuanya itu tiada dipikirkannya lagi; (3) untuk: uang ini dapat kaupakai -- pembayar utangmu
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akar melata akar tumbuhan yg merambat, spt ubi jalar yg semakin lama semakin banyak; (2) ki bertambah lama bertambah banyak (tt utang)
akar primer akar pertama yg tumbuh pd saat biji berkecambah; akar tunggang
akhiran akhir.an [n Ling] imbuhan (afiks) yg ditambahkan di belakang kata (spt -an, -i, -kan); sufiks
akhtaj akh.taj [kl n] orang yg takluk
aki [n] nenek laki-laki; kakek; datuk; aki-aki n orang laki-laki yg sudah tua [n] (1) alat untuk menghimpun tenaga listrik (dipakai pd mesin mobil dsb); (2) Tek penghasil dan penyimpan daya listrik hasil reaksi kimia; (3) Fis peranti untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga kimia atau sebaliknya
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
akreditasi ak.re.di.ta.si [n ] (1) pengakuan thd lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu; (2) pengakuan oleh suatu jawatan tt adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya
akrobat hukum putusan yg berubah-ubah secara mendadak dl persoalan yg sama dan sering terjadi cabut-mencabut atau ralat-meralat suatu putusan atau kebijakan
akrofobia ak.ro.fo.bia [n Psi] rasa takut yg abnormal apabila berada di tempat yg tinggi
akromion ak.ro.mi.on [n Anat] tulang pd bahu yg dibentuk oleh tonjolan lateral dr tulang belikat
aksara Arab aksara yg mula-mula digunakan untuk menuliskan bahasa Arab, diturunkan dari Aramea, ditulis dr kanan ke kiri
aksara Aramea aksara yg dipakai dl bahasa Aramea (di daerah sekitar Siria sekarang dan Mesopotamia) sejak sekitar abad ke-10 SM
aksara Brahmi aksara yg dipakai untuk menuliskan bahasa India Kuno, diturunkan dr aksara Aramea dan bersifat setengah alfabetis, mula-mula dituliskan dr kanan ke kiri kemudian dr kiri ke kanan
aksara Dewanagari aksara India yg dipakai untuk menuliskan bahasa Sanskerta yg tumbuh pd abad ke-7-9 M, masih digunakan hingga saat ini, dan menurunkan aksara yg dipakai di Nepal dan Bangladesh
aksara hieroglif aksara yg dipakai oleh para pendeta Mesir Kuno dan bersifat ideografis; -- Jawa aksara yg digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa, berjumlah dua puluh huruf, bermula dng ha dan berakhir dng nga
aksara Jawi aksara Arab yg dipakai untuk menuliskan bahasa Melayu
aksara Latin aksara yg bersifat alfabetis, dipakai mula-mula untuk bahasa Latin sekitar abad ke-7 SM, kemudian untuk bahasa di Eropa Barat dan bahasa lain di dunia
aksara Pallawa aksara yg dipakai untuk menuliskan bahasa di India Selatan dan diturunkan dr aksara Brahmi (disebut juga aksara Grantha)
aksara Sunda aksara yg digunakan untuk menuliskan bahasa Sunda, huruf bermula dng ha berakhir dng nga (bentuk dan kaidah penulisannya sama dng aksara Jawa)
akselerasi ak.se.le.ra.si [n] (1) proses mempercepat; (2) peningkatan kecepatan; percepatan; (3) laju perubahan kecepatan
akselerator ak.se.le.ra.tor [n] sesuatu (sarana) yg dapat menambah kecepatan
aksen ak.sen [n] (1) Ling tekanan suara pd kata atau suku kata: suku kata yg mengandung pepet dl bahasa Indonesia tidak mendapat --; (2) pelafalan khas yg menjadi ciri seseorang; logat: -- Jawanya sudah tidak terdengar lagi; (3) tekanan: lukisan itu diberinya -- tertentu agar kelihatan hidup; (4) tanda diakritik: pd huruf e itu terdapat -- , yaitu tanda tambahan pd huruf yg banyak mengubah nilai fonetis
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
aksidental ak.si.den.tal [n Mus] tanda yg digunakan dl notasi musik untuk menunjukkan perubahan atau pergantian kromatis
aktinisme ak.ti.nis.me [n Kim] radians thd perubahan kimia yg diakibatkan oleh radiasi
aktinokimia ak.ti.no.ki.mia [n] cabang ilmu kimia tt perubahan kimia oleh cahaya matahari atau cahaya serupa
aktiva modal semua milik usaha yg mempunyai nilai uang yg digunakan untuk usaha (tanah, bangunan, alat-alat mesin, bahan baku, dsb)
aktivisme ak.ti.vis.me [n] (1) kegiatan (para) aktivis; (2) Pol doktrin yg menekankan perlunya tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik; (3) Sen aliran ekspresionisme yg berpandangan bahwa drama harus dapat mencari pemecahan realistis mengenai masalah sosial
aktor intelektual otak berbagai tindakan yg menyimpang (spt kerusuhan, pembakaran, pembunuhan)
akuifer aku.i.fer [n Geo] lapisan kulit bumi berpori yg dapat menahan air dan terletak di antara dua lapisan yg kedap air
akuisisi aku.i.si.si [n] (1) perolehan; pemerolehan: -- bahasa ibu oleh anak-anak; (2) masukan (tt data komputer): -- data direkam dan kemudian diproses komputer; (3) pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset (dl industri perbankan terjadi apabila pembelian saham di atas 50%); pengambilalihan kepemilikan perusahaan atau aset; (4) Ek cara memperbesar perusahaan dng cara memiliki perusahaan lain
akulturasi akul.tu.ra.si [n] (1) percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi: candi-candi yg ada sekarang merupakan bukti adanya -- antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India; (2) Antr proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; (3) Ling proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme
akumulasi aku.mu.la.si [n] (1) pengumpulan; penimbunan; penghimpunan: -- modal; (2) Ek tambahan periodik suatu dana dr bunga atau tambahan lain pd tambahan laba neto pd laba yg ditahan
akun kekurangan [Ek] akun yg menyatakan kepentingan spekulatif seorang pelanggan dl sekuritas atau barang yg tidak dimilikinya, tetapi dijualnya, biasanya dng harapan dapat membeli lagi sesudah harga pasar menurun
alah [a] (1) kalah: tidak diketahui siapa yg -- dan siapa yg menang; (2) ark tewas [v] , meng.a.lah v menebat (mengempang, membendung, mengeringkan) sungai untuk mengambil ikan [p] kata seru untuk menyatakan ketidakpedulian; ah: -- , dia saja tidak pernah datang ke rumah saya
alamak ala.mak [p] kata seru untuk menyatakan keheranan yg mengandung kekecewaan
alarm [n] (1) tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, sinar, dsb; (2) alat mekanik yg dirancang untuk memperingatkan akan adanya bahaya atau kerusakan
alas dalam [Lay] pelat yg menutup sisi dalam dasar berganda dr kapal
alas tempat tidur tikar (kain tebal dsb) yg diletakkan di atas tempat tidur dan di bawah kasur
alat angkut sesuatu yg digunakan untuk membawa muatan dr satu tempat ke tempat lain (spt mobil, kereta api, kapal laut, kapal terbang)
alat konsentrasi tempat meningkatkan kualitas bijih atau bahan galian
alat listrik [Tek] perlengkapan pemasangan (instalasi) listrik (spt kabel, sakelar, stopkontak, sekring, transformator)
alat pandang carik hitam, film, salindia, dan bahan ilustrasi lainnya yg digunakan sbg penunjang kegiatan mengajar
alat pembuktian berbagai macam bahan yg dibutuhkan oleh hakim, baik yg diketahui sendiri oleh hakim maupun yg diajukan oleh saksi untuk membenarkan atau menggagalkan dakwaan atau gugatan
alat pengeras suara bagian dr pesawat radio dsb yg mengubah gelombang listrik menjadi gelombang suara yg nyaring
alat pengering berlanjut [Tan] mesin pengering, bahan yg akan dikeringkannya dialirkan dng kecepatan tetap secara terus-menerus melalui udara yg dipanaskan
alat ucap [Ling] organ tubuh manusia yg berfungsi dl pengujaran bunyi bahasa, spt paru-paru, laring, faring, rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum, palatum, velum
aldehida al.de.hi.da [n Kim] senyawa organik dng rumus umum RCHO dan dicirikan oleh gugus karbonil takjenuh (>C=O); alkohol dehidrogenatum
aleksandrit alek.san.drit [n Geo] batuan krisoberil berwarna kehijauan yg tampak berubah menjadi merah jika terkena cahaya
aleksia alek.sia [n] hilangnya kesanggupan membaca kata-kata tertulis atau tercetak
alel [n] gen yg terletak dl suatu tempat (anggota badan) dan mengakibatkan sifat yg sama
alergi aler.gi [n Dok] (1) perubahan reaksi tubuh thd kuman-kuman penyakit; (2) keadaan sangat peka thd penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dl kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang
algrafi al.gra.fi [n Graf] proses cetak-mencetak dng menggunakan lempeng aluminium
alibi ali.bi [n Huk] bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)
alih [v] pindah; ganti; tukar; ubah
alih bentuk [Kim] perubahan bentuk atau struktur; konversi dr satu bentuk ke bentuk lain; transformasi
alih kode [Ling] penggunaan bahasa lain atau variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dng peran atau situasi lain atau krn adanya partisipan lain
alih profesi pengalihan atau pengubahan pekerjaan
aliran bawah alir.an bawah [Hid] aliran air tanah di bawah dan sepanjang sungai permukaan (terutama di lembah aluvium)
aliran bergolak alir.an bergolak [Fis] aliran yg kecepatan zat alirnya, di titik-titik yg tetap letaknya, bergejolak dng waktu secara hampir rambang atau acak; turbulen
aliran sisa alir.an sisa [Tan] banyaknya air yg mengalir ke dl suatu lembah atau daerah tertentu, dikurangi jumlah yg mengalir dr lembah atau daerah tertentu itu
alkalinitas al.ka.li.ni.tas [n Kim] (1) jumlah konsentrasi ion karbonat dan bikarbonat terlarut, biasanya dinyatakan dng miliekuivalen per liter kemampuan air untuk menetralkan asam kuat; (2) kualitas sifat basa
alkena al.ke.na [n Kim] nama kelompok hidrokarbon yg memiliki satu ikatan takjenuh CnH2n
alkimia al.ki.mia [n Kim] kimia abad pertengahan yg mendambakan obat kekekalan hidup dan mengubah logam merah menjadi emas
Allah [n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
Allah Almakbud [n] Allah yg disembah
alokron alo.kron [n Ling] variasi panjang pendeknya bunyi bahasa yg tidak distingtif; anggota dr kronem
alopesia alo.pe.sia [n] (1) kebotakan yg bukan krn pembawaan lahir; (2) Tern kerontokan bulu sebagian atau menyeluruh pd tubuh hewan
alosu alo.su [n] alat bunyi-bunyian berupa kotak bertangkai dr anyaman daun kelapa, di dalamnya diberi biji yang apabila digoyang-goyang akan mengeluarkan bunyi tertentu (dr Sulawesi Selatan)
altar al.tar [n] (1) meja tempat kurban misa (di gereja Katolik); (2) mazbah (tempat mempersembahkan kurban); (3) Lay tangga pd dok gali yg digunakan untuk naik turun ke dan dr lantai dok
alur balik [Sas] perubahan keadaan yg berlawanan dng keadaan yg diharapkan
alur bawahan [Sas] alur; kedua atau tambahan yg disisipkan di sela-sela bagian alur utama sbg variasi
ama ? hama [p cak] sama; terhadap: aku tambah kagum -- eyang putri
amanah ama.nah [n] kerabat [n] sesuatu yg dipercayakan (dititipkan) kpd orang lain: kemerdekaan Indonesia merupakan -- dr para pahlawan bangsa; (2) n keamanan; ketenteraman: bahagia dan -- yg sukar dicari; (3) a dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia: temanku adalah orang -- [Ar n] bidang hukum; kekuatan
amang boru amang bo.ru [n] suami dr adik atau kakak perempuan ayah dl keluarga Batak Toba
amar makruf nahi mungkar perintah untuk mengerjakan perbuatan yg baik dan larangan mengerjakan perbuatan yg keji (biasa digunakan untuk hal-hal yg sifatnya menyatakan perintah dan larangan)
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
amatirisme ama.tir.is.me [n] paham bahwa suatu kegiatan dilaksanakan semata-mata sbg kesenangan, dan bukan untuk mencari uang
amatol ama.tol [n Kim] bahan peledak campuran antara trinitrotoluena dan amonium nitrat
amberit am.be.rit [n] bahan peledak tidak berasap
ambigu am.bi.gu [a] bermakna lebih dr satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dsb); bermakna ganda; taksa
ambiguitas am.bi.gu.i.tas [n] (1) sifat atau hal yg bermakna dua; kemungkinan yg mempunyai dua pengertian; (2) ketidaktentuan; ke-tidakjelasan; (3) kemungkinan adanya makna atau penafsiran yg lebih dr satu atas suatu karya sastra; (4) Ling kemungkinan adanya makna lebih dr satu dl sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat; ketaksaan
ambilingual am.bi.li.ngu.al [n] orang atau masyarakat yg mempunyai kemampuan seimbang dl menggunakan dua bahasa
amboi am.boi [p] kata seru yg menyatakan rasa heran, kasihan, atau kagum: -- , alangkah indahnya awan di langit itu
ambring am.bring [Jk] , am.bring-am.bring.an a tidak keruan (hilang akal dsb); berantakan
ambu-ambu am.bu-am.bu [Mk n] kelapa sangrai yg ditumbuk halus sbg salah satu bahan bumbu gulai
amburadul am.bu.ra.dul [a cak] centang perenang; berantakan; porak-poranda: para penghuni di sekitar tempat itu hanya mampu diam dan kesal, tanpa dapat berbuat apa-apa menyaksikan keadaan yg --
amendemen amen.de.men [n] (1) usul perubahan undang-undang yg dibicarakan dl Dewan Perwakilan Rakyat dsb: hak --; (2) penambahan pd bagian yg sudah ada
amfibi am.fi.bi [n] (1) binatang berdarah dingin yg dapat hidup di air dan di darat, msl katak; (2) benda yg dapat berfungsi di air dan di darat: tank -- , tank yg dapat berjalan di darat dan di atas permukaan air; (3) pesawat yg dapat lepas landas dan mendarat, baik di darat maupun di air: pesawat --
ami [a] (1) bersifat kebanyakan; (2) pasaran; tidak baku: bahasa Arab -- , bahasa Arab pasaran [Lihat {umi}]
amin [p] terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya (dikatakan pd waktu berdoa atau sesudah berdoa): doa itu diakhiri dng ucapan " -- " yg gemuruh
amko am.ko [ark n] mobil kecil (untuk taksi)
amnesia / am.ne.sia / amnEsia/ n Dok kehilangan daya ingat, terutama tt masa lalu atau tt apa yg terjadi sebelumnya krn penyakit cacat atau cedera pd otak
amonifikasi amo.ni.fi.ka.si [n Tan] perubahan mikrobiologis dr persenyawaan nitrogen menjadi nitrogen amonia
amonit amo.nit [n Kim] bahan peledak yg berisi 70-95% amonium nitrat
amorf [a] (1) tidak mempunyai bentuk atau tidak jelas bentuknya; (2) Kim tidak menghablur dan tidak mempunyai bentuk geometri tertentu; (3) Geo tidak memiliki susunan atom (tt bahan mineral)
ampisilin am.pi.si.lin [n Far] salah satu obat antibiotik: daftar itu menambahkan tiga antibiotik utama, yakni -- , tetrasiklin, dan trisulfa
amplifikasi am.pli.fi.ka.si [n] (1) pembesaran, perluasan, atau pengembangan (tt jumlah, kepentingan, dsb); (2) Filol pengembangan naskah berupa uraian, penjelasan, atau penggunaan banyak kata oleh penyalin (pembaca), kemudian masuk ke salinan naskah berikutnya; (3) Ling sarana dl bahasa yg digunakan untuk memperluas, memperbesar, atau memberi tekanan pd suatu objek
ampun am.pun [n] (1) pembebasan dr tuntutan krn melakukan kesalahan atau kekeliruan; maaf: ia selalu berdoa dan memohon -- atas segala dosa dan kesalahannya; (2) kata yg menyatakan rasa heran kesal: -- , anak ini nakalnya bukan main; (3) cak bukan main: aduh baunya, -- , deh
amunisi amu.ni.si [n] (1) bahan pengisi senjata api (spt mesiu, peluru); (2) bahan (alat) peledak yg ditembakkan kpd musuh (spt bom, granat, roket)
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak badak dihambat-hambat [pb] dng sengaja mencari bahaya
anak bilik ruang kecil yg ditambahkan pd kamar
anak dipangku dilepaskan [pb] selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan
anak judul tambahan pd judul buku dsb (biasanya berupa kata-kata penjelas thd judul)
anak nakal anak yg krn sebab tertentu mengalami hambatan dl perkembangan pribadi, ketakseimbangan mental, sosial, atau pendidikan sehingga muncul tingkah laku yg menyimpang, msl mencopet -- negara anak yg diputuskan oleh pengadilan untuk diasuh oleh negara
anak perahu anak kapal
anak timbangan perangkat timbangan berupa batu timbangan dr logam dng berbagai ukuran berat (100 g, 500 g, 1 kg, dst) sbg pengukur berat barang-barang, bahan makanan kering, sayuran, buah-buahan, dsb
analisis deduktif penetapan kebenaran suatu pernyataan dng menunjukkan bahwa pernyataan itu telah tercakup dl pernyataan lain yg telah ditetapkan kebenarannya
analogi ana.lo.gi [n] (1) persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yg berlainan; kias: (2) Ling kesepadanan antara bentuk bahasa yg menjadi dasar terjadinya bentuk lain; (3) Mik sesuatu yg sama dl bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan; (4) Sas kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yg dapat dipakai untuk dasar perbandingan
anamorfosis ana.mor.fo.sis [n] (1) perubahan bentuk evolusi bertahap; (2) distorsi tumbuhan yg tidak normal; (3) pembentukan bayangan yg terdistorsi, tetapi dr sudut pandangan tertentu bayangan itu akan tampak normal
anasional ana.si.o.nal [a] (1) tidak berwatak (bersifat, berciri) nasional: ilmu jangan digunakan untuk hal-hal yg -- atau asosial; (2) tidak setia kpd bangsa sendiri (termasuk budaya, produknya, dsb)
anatomi ana.to.mi [n] (1) ilmu yg melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan; (2) uraian yg mendalam tt sesuatu: -- revolusi
anatomis ana.to.mis [a] bersifat anatomi: ada alat-alat tertentu pd anak yg mempunyai bentuk dan letak -- yg tidak sama dng orang dewasa
ancaman an.cam.an [n] (1) sesuatu yg diancamkan: pengusaha itu menganggap sepi ~ itu; (2)perbuatan (hal dsb) mengancam: ~ akan pembongkaran daerah itulah yg menggelisahkan penduduk; (3) Pol usaha yg dilaksanakan secara konsepsional melalui tindak politik dan/atau kejahatan yg diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara dan bangsa
andang-andang an.dang-an.dang [n Lay] kayu di tiang perahu (kapal) untuk menggantungkan layar: -- atas; -- bawah
andesit an.de.sit [n Geo] batuan keras: tras gunung api, -- , dan batu lainnya dipakai sbg bahan bangunan
anduhan an.duh.an [n] (1) tali dsb untuk menganduh; (2) tali tempat sekoci bergantung di kapal
anemer ane.mer [n] pemborong pekerjaan (membuat rumah dsb); kontraktor: sbg -- dia tahu benar kualitas bahan bangunan
aneroid ane.ro.id /anEroid/ (1) a berisi bukan cairan atau dioperasikan tanpa menggunakan cairan (tt barometer); (2) n Fis barometer yg mengukur tekanan udara dng perpindahan tutup yg luwes dr kotak logam yang hampir hampa; (3) n Fis tidak mengandung atau tidak menggunakan cairan
aneuploid aneu.plo.id [n] keadaan perangkat kromosom yg krn penambahan atau pengurangan satu kromosom jumlahnya menjadi bukan pengalihan tepat angka dasar genomnya
angan menerawang langit [pb] mencita-citakan segala sesuatu yg tinggi-tinggi
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
anggaran ang.gar.an [n] (1) perkiraan; perhitungan; (2) aturan; (3) Ek taksiran mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yg diharapkan untuk periode yg akan datang; (4) Man rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang
anggit ang.git [v] , meng.ang.git v (1) menyusun (lalang, bilah, dsb) berangkai-rangkai dng dicocok tali, rotan, dsb: ia ~ lalang untuk dijadikan atap; (2) memasang kulit (pd gendang, rebana, dsb): ~ gendang; (3) menggubah; mengarang: ia ~ gending asmarandana
anggitan ang.git.an [n] (1) barang yg dianggit; (2) gubahan; karangan rekaan
anggur beranak minuman untuk wanita yg baru melahirkan yg berkhasiat sbg penambah darah
angin anabatik [Met] angin lokal yg bertiup mendaki lereng lembah dan pegunungan pd siang hari; angin lembah
angin gila angin yg berubah-ubah arahnya
angin gunung [Met] angin katabatik yg bertiup pd malam hari dan pd jam-jam pertama setelah matahari terbit, dr arah lereng gunung menuju lembah dan dataran rendah
angin katabatik [Met] angin lokal yg berembus pd malam hari dr lereng gunung atau pegunungan ke lembah
angin menganan [Met] perubahan arah angin mengikuti jarum jam di kedua belahan bumi
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angka bias [Fis] nisbah (hasil bagi) kecepatan cahaya di dl ruang hampa dan kecepatan cahaya di dl sebuah zat antara (medium), dan angka ini mencirikan sifat optis bahan zat antara itu; indeks bias
angka biasa angka dng tanda 0 (nol) sampai 9 yg digunakan untuk menyatakan suatu bilangan; angka Arab
angka desimal bilangan desimal; -- dua tanda kata ulang berupa angka 2 (biasanya ditulis agak ke atas dan ukurannya agak kecil) yg dapat dipakai dl tulisan cepat dan notula untuk menyatakan pengulangan kata dasar, msl kata2, lebih2
angkak ang.kak [n ] bahan pewarna makanan buatan yg tidak berbahaya, dibuat dr fermentasi beras dng zat Monascus purpureus
angkal-angkal ang.kal-ang.kal [n] elang berbulu putih dan kelabu, pemangsa tikus (katak, belalang, dsb); Elamus caeruleus hypoleucus
angkat tangan mengangkat kedua belah tangan ke atas spt ketika orang mulai salat; (2) cak mengacungkan tangan ke atas tanda menunjukkan diri: coba siapa yg dapat mengerjakan, -- tangan; (3) cak ki menyerah (tidak akan melawan lagi); takluk; (4) cak ki tidak sanggup menghadapi; putus asa: ia sudah -- tangan kalau disuruh menghadapi orang itu
anglo ang.lo [n] perapian (dapur) kecil dng arang sbg bahan bakarnya
angsana ang.sa.na [n] pohon yg bunganya berwarna kuning dan berbau jeruk, kulitnya dapat dimanfaatkan untuk obat, kayunya digunakan untuk pembuatan alat-alat rumah tangga, bahan bangunan, kerajinan tangan, dsb; Pterocarpus indica
angsu ang.su, meng.ang.su [v] menambah ilmu
anilina ani.li.na [n Kim] zat cair berminyak tidak berwarna dng bau yg khas yg berubah menjadi cokelat pd waktu oksidasi dan mudah menguap dl air, digunakan untuk membuat zat warna, obat-obatan, dan plastik; C6H4NH2
aning-aning [n] lebah besar
anjiman an.ji.man [kl n] kapal pd zaman kompeni
anjing gila anjing yg terkena penyakit gila; (2) penyakit yg disebabkan oleh virus yg berasal dr gigitan anjing gila (sangat berbahaya bagi manusia); Rabies caning
anjung-anjung an.jung-an.jung [n Lay] (1) panggung di buritan perahu; (2) panggung di kapal tempat memberi aba-aba
anomali ano.ma.li [n] (1) ketidaknormalan; penyimpangan dr normal; kelainan; (2) Ling penyimpangan atau kelainan, dipandang dr sudut konvensi gramatikal atau semantis suatu bahasa; (3) Tek penyimpangan dr keseragaman sifat fisik, sering menjadi perhatian ekplorasi (msl anomali waktu-lintas, anomali magnetik)
anotasi ano.ta.si [n] catatan yg dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antah an.tah [n] (1) gabah (yg terdapat pd beras atau nasi); (2) ki orang yg tidak berguna (dl masyarakat); sesuatu yg kurang baik
antan patah lesung hilang [pb] tertimpa berbagai musibah (kecelakaan; kesusahan)
antar-mengantar an.tar-meng.an.tar [v] (1) saling mengantar; kirim-mengirim: pd hari Lebaran terdapat kebiasaan ~ makanan di antara tetangga; (2) mempunyai pekerjaan mengantarkan: kerjanya ~ surat; (3) berturut-turut, tetapi tidak tentu antaranya: napasnya yg ~ lepas dr dadanya menunjukkan bahwa ia masih hidup
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
antenul an.te.nul [n Zool] antena kecil pd sejenis udang yg terletak lebih ke depan dan berukuran lebih kecil dp antena pd udang yg lain, berfungsi sbg alat peraba, perasa, dan penjaga keseimbangan
anterior an.te.ri.or [a] terletak di depan; lebih dahulu dr
antibeku an.ti.be.ku [n] zat yg ditambahkan dl zat lain atau sistem lain untuk mencegah pembekuan
antipartikel an.ti.par.ti.kel [n Fis] lawan dr suatu partikel tertentu dan jika partikel itu berinteraksi dng antipartikelnya, keduanya saling membinasakan dan berubah menjadi energi
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
antisimpul an.ti.sim.pul [n Fis] titik, garis, atau permukaan sistem gelombang stasioner tempat suatu watak medan gelombang mempunyai amplitudo maksimum
antisipasi an.ti.si.pa.si [n] (1) perhitungan tt hal-hal yg akan (belum) terjadi; bayangan; ramalan; (2) penyesuaian mental thd peristiwa yg akan terjadi; (3) Ling perubahan bunyi oleh alat ucap yg menyediakan posisi yg diperlukan untuk menghasilkan bunyi berikutnya
antitoksin an.ti.tok.sin [n] zat dl tubuh yg bergabung dng toksin yg dihasilkan oleh bakteri yg menyebabkan toksin itu tidak berbahaya
antiwirawan an.ti.wi.ra.wan [n Sas] tokoh yg tidak memiliki nilai keagungan hidup (keberanian, idealisme, dan ketabahan), pikiran yg tercermin dl tindakan, dan maksud yg mulia
antologi an.to.lo.gi [n] kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang: sebuah -- sajak perjuangan bangsa Indonesia telah diterjemahkan ke dl bahasa Inggris
antroposofi an.tro.po.so.fi [n] aliran filsafat yg berpandangan bahwa keseluruhan cara berpikir, tubuh, kesadaran, dan jiwa manusia akan membentuk satu kesatuan yg tidak dapat dipisah-pisahkan dan akan mengalami perubahan secara terus-menerus
aorta aor.ta [n] batang nadi (pembuluh nadi yg besar) yg pangkalnya terletak pd bilik kiri jantung
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apa hendak dikata tidak ada lagi yg dapat dikatakan (diperbuat) krn semuanya sudah terjadi
apa lagi lebih-lebih; tambahan lagi
apakah apa.kah [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan benda bukan manusia: -- yg menyebabkan kebakaran itu?; (2) kata tanya untuk menanyakan nama (sifat, jenis, dsb): ular -- ini?; (3) kata tanya untuk menyatakan pilihan dan menegaskan informasi yg ingin diketahui: -- suratku sudah sampai?
apalagi apa.la.gi [p] kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yg telah dibicarakan terdahulu: anak kecil pun sudah mengerti, -- orang dewasa
apendiks apen.diks [n] (1) tambahan atau lampiran pd akhir buku atau karangan; (2) Dok umbai berbentuk cacing; usus buntu
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
apikultur api.kul.tur [n] peternakan lebah
apilan api.lan [kl n] papan tebal untuk dinding pd haluan kapal atau untuk menempatkan meriam
apit-apit [n] burung pipit, Anthus novaeselandiae malayensis [n] jenis lebah
aplaus ap.la.us [Bld n] tepuk tangan dng serentak tanda setuju, pujian, atau simpati (dl rapat, pertunjukan, dsb)
aplikasi ap.li.ka.si [n] (1) karya hias dl seni jahit-menjahit dng menempelkan (menjahitkan) guntingan-guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, binatang, dsb) pd kain lain sbg hiasan; (2) tambahan: dl beberapa fakultas diadakan kursus -- bahasa Inggris; (3) penggunaan; penerapan; (4) lamaran; permohonan; pendaftaran: ia mendapatkan formulir -- di cabang bank terdekat
apopleksi apo.plek.si [n Dok] penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah
aposematik apo.se.ma.tik [a Zool] bersifat mencolok dan dipakai untuk memperingatkan (msl warna pd lebah)
aposisi apo.si.si [n Ling] ungkapan yg berfungsi menambah atau menjelaskan ungkapan sebelumnya dl kalimat yg bersangkutan
aposisional apo.si.si.o.nal [a] bersifat sbg tambahan
apostrof apos.trof [n] tanda baca (spt ...'...) yg dipakai untuk menunjukkan bahwa ada huruf atau angka yg dihilangkan: Jakarta, 28 Oktober '99; malam 'lah tiba
apresiasi ap.re.si.a.si [n] (1) kesadaran thd nilai seni dan budaya; (2) penilaian (penghargaan) thd sesuatu; (3) kenaikan nilai barang krn harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah
apresorium ap.re.so.ri.um [n Bio] penggembungan pd tabung kecambah atau hifa yg dipakai sbg alat pelekat pd awal infeksi jamur parasit
apu-apu [n] tumbuhan apung, biasanya terdapat di perairan tenang yg tidak dalam, pd umumnya ditanam di kolam ikan sbg peneduh dan bahan makanan yg baik untuk ikan; Pistia strationes linnaeus
apung [v] , apung-apung n (1) sesuatu yg terapung-apung di permukaan air atau yg dapat ditempatkan di air dan tidak tenggelam (spt kayu di laut, pelampung); (2) Lay badan baling-baling (semacam baling-baling kecil yg dipasang di bagian ujung topdal yg ditarik) yg akan berputar selama kapal melaju dan putarannya diteruskan ke roda penerus serta ke piringan penunjuk jarak
Arab [n] (1) nama bangsa di Jazirah Arab dan Timur Tengah; (2) bahasa Semit yg digunakan bangsa Arab (Saudi Arabia, Suriah, Yordania, Irak, Mesir, dsb)
arai [Mk n] mayang-mayang: -- enau [ark n] takaran beras (dua cupak)
arak [n] (1) minuman keras, biasanya dibuat dr beras yg difermentasikan; (2) zat cair mengandung alkohol (spt wiski, brendi, rum) yg diperoleh dr penyulingan anggur serta zat cair lain dng kadar etanol rendah [v] ber.a.rak v (1) berjalan bersama-sama dng beriring-iring: para pelajar ~ menuju stadion; (2) berjalan (bergerak) beriring-iring: mega ~ alap santun [Jk] ber.a.rak v berserakan; berantakan; tidak teratur
araknitis arak.ni.tis [n Dok] peradangan selaput tengah yg membungkus otak dan urat saraf tulang belakang
araknoid arak.no.id [n Anat] selaput halus pembungkus otak dan sumsum tulang belakang
arang [n] (1) bahan bakar yg hitam warnanya dibuat atau terjadi dr bara kayu dsb yg dipengap; (2) serbuk hitam bekas kayu dsb yg terbakar [Mk n] mulut
aransemen aran.se.men [n] (1) Mus penyesuaian komposisi musik dng nomor suara penyanyi atau instrumen lain yg didasarkan pd sebuah komposisi yg telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah; (2) usaha yg dilakukan thd sebuah karya musik untuk suatu pergelaran yg pengerjaannya bukan sekadar perluasan teknis, tetapi juga menyangkut pencapaian nilai artistik yg dikandungnya
aras [Lihat {arasy}] [kl a] dl bahaya (tt raja dl permainan catur) [kl v] menyentuh (pd); berbatas (pd); sampai (ke) [n] -- kerdan kue yg dibuat dr tepung yg dimakan dng kuah berempah, disajikan sbg pembuka selera (dimakan sebelum makanan utama) [n Fis] tingkat
arasy [n] (1) takhta Tuhan; (2) surga yg tertinggi tempat takhta Tuhan
area [n] (1) bagian permukaan bumi; daerah; (2) wilayah geografis yg digunakan untuk keperluan khusus: hutan ini akan dibuka untuk -- pertanian; (3) Ling wilayah geografis yg memiliki ciri-ciri tipologi bahasa yg bersamaan, spt ciri-ciri lafal, leksikal, atau gramatikal
argirodit ar.gi.ro.dit [n Min] baja mineral abu-abu (Ag8Ge S6), salah satu dr dua mineral germanium dan bahan untuk germanium, perak, dan sulfur
argometer ar.go.me.ter [n] alat ukur banyaknya uang yg harus dibayar penumpang taksi berdasarkan jarak tempuh dan waktu penggunaan
argot ar.got [n Ling] bahasa dan perbendaharaan kata yg bersifat rahasia dr suatu kelompok orang, msl bahasa para pencopet
aristokrat aris.tok.rat [n] (1) penganut cita-cita kenegaraan yg berpendapat bahwa negara harus diperintah oleh kaum bangsawan (orang kaya dan orang-orang yg tinggi martabatnya); (2) orang dr golongan bangsawan; ningrat
aristotipe aris.to.ti.pe [n] proses cetak-mencetak yg menggunakan garam perak dl gelatin atau kolodion
arkati ar.ka.ti [n] penunjuk jalan di laut bagi kapal yg hendak masuk atau keluar pelabuhan; pandu laut: -- membimbing kapal yg hendak berlabuh
arkitraf ar.kit.raf [n] (1) kerangka tercetak dr kusen pintu dan jendela; (2) balok horizontal utama yg langsung disangga tiang-tiang
armada ar.ma.da [n] (1) rombongan (pasukan) kapal perang; (2) rombongan kapal-kapal dagang; (3) rombongan suatu kesatuan: kedatangan menteri disambut -- perahu nelayan
aroma aro.ma [n] (1) bau-bauan yg harum (yg berasal dr tumbuh-tumbuhan atau akar-akaran); (2) bahan pewangi makanan atau minuman
arsip utuh pembakuan, pengaturan, dan pengawetan yg diperlukan supaya bahan arsip dapat dikenal dan disusun sebagaimana aslinya tanpa ada yg dirusak dan diubah
artikel ar.ti.kel [n] (1) karya tulis lengkap, msl laporan berita atau esai dl majalah, surat kabar, dsb; (2) Huk bagian undang-undang atau peraturan yg berupa ketentuan; pasal; (3) Ling unsur yg dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, msl the dl bahasa Inggris
artikulasi ar.ti.ku.la.si [n] (1) Anat sendi; (2) Bot (a) sambungan di antara dua bagian, msl tempat melekatnya daun pd ranting; (b) buku pd batang; (3) Ling (a) lafal, pengucapan kata; (b) perubahan rongga dan ruang dl saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa
artikulator aktif alat ucap yg dapat bergerak, untuk menghasilkan bunyi bahasa (spt lidah dan bibir)
artikulator pasif alat ucap yg tidak dapat bergerak, tetapi disentuh atau didekati oleh artikulator aktif dl menghasilkan bunyi bahasa (msl gigi atas dan langit-langit)
artotek ar.to.tek [n] perpustakaan gambar dan seni tempa
arung arung, meng.a.rung [v] (1) berjalan menyeberang (sungai dsb): hati-hati ~ sungai itu; (2) menjelajah: ~ samudra luas; (3) berjalan melintas (rimba): (4) ki menempuh (kesukaran dsb): dng tabah ia ~ berbagai kesukaran hidup
asal ayam pulang ke lumbung [pb] tabiat orang tidak akan berubah
asam asetat [Kim] asam berupa zat cair tanpa warna dan berbau sangit (sangat penting dl teknik industri, antara lain sbg bahan untuk pembuatan aseton dan selulosa asetat); asam cuka; CH3COOH
asam format [Kim] asam organik tanpa warna (bersifat mengikis dan berbau tajam) yg ditemukan dl semut merah, sengat lebah, dan serangga lainnya (digunakan dl pencelupan tekstil, penyamakan kulit, dan sbg zat antara bagi banyak zat kimia); HCOOH
asam glukonat [Kim] hablur tanpa warna, digunakan dl penyediaan bahan makanan dan bahan farmasi; C6H12O7
asam hidrosianat [Kim] cairan sangat beracun, baunya spt bau buah amandel, mendidih pd suhu 25,6oC, digunakan untuk membuat garam sianida, bahan celup, dan pengasap tanaman; senyawa dng kristal yg memiliki bau bunga, larut pd temperatur 46oC, digunakan untuk minyak wangi dan bahan penyedap
asam nitrat [Kim] zat cair tidak berwarna yg jika kena sinar matahari terjadi penguraian (warnanya berubah menjadi kuning hingga merah); asam sendawa; HNO3
asam samak [Kim] zat yg dapat mengubah kulit biasa menjadi berwarna dsb
asap racun gas atau asap yg terbentuk dr peledakan yg umumnya mengandung racun dan berbahaya
asas keturunan asas yg menentukan bahwa kewarganegaraan seorang anak otomatis menurut kewarganegaraan ayahnya
asas tempat kelahiran asas yg menentukan bahwa tempat lahirlah yg menentukan kewarganegaraan seseorang
asilabis asi.la.bis [a Ling] tidak dapat membentuk suku kata atau tidak dapat menjadi inti suku kata (tt bunyi bahasa)
asimilasi asi.mi.la.si [n] (1) Sas penyesuaian (peleburan) sifat asli yg dimiliki dng sifat lingkungan sekitar; (2) Ling perubahan bunyi konsonan akibat pengaruh konsonan yg berdekatan; (3) Bot pengolahan zat pd tumbuh-tumbuhan yg mengandung butir hijau daun dng pertolongan sinar matahari; pengubahan zat bertenaga rendah menjadi zat bertenaga tinggi yg diproses oleh tumbuhan
asimilasi jauh [Ling] asimilasi yg terjadi antara fonem yg letaknya tidak berdekatan
asimilasi morfologis [Ling] perubahan dl jumlah, jenis, atau kasus dr sebuah kata krn pengaruh kata lain yg di dekatnya
asimilasi progresif [Ling] proses perubahan suatu bunyi menjadi mirip dng bunyi yg mendahuluinya
asimilasi regresif [Ling] proses perubahan bunyi menjadi mirip dng bunyi yg mengikutinya
asimilasi resiprokal [Ling] proses perubahan dua fonem yg berurutan, yg menyebabkan kedua fonem itu menjadi fonem yg lain dr semula
asisten superintenden pangkat perwira menengah peringkat ketiga dl kepolisian, satu tingkat di bawah superintenden, satu tingkat di atas senior inspektur polisi (tanda pangkatnya sekuntum bunga melati emas yg ditempatkan di bahu baju)
asosiasi tanah sekelompok tanah, terutama yg berbeda dl tingkat drainase alamiah, dan secara geografis bersatu krn bahan induk yg relatif seragam sifatnya
aspal as.pal [n] (1) campuran hidrokarbon alam yg amorf, berwarna cokelat hitam dan berupa zat padat atau setengah padat yg dihasilkan dr minyak bumi dng suhu pembakaran tinggi; (2) bahan pelapis jalan yg rupanya spt ter
aspek simulfaktif [Ling] aspek yg menggambarkan perbuatan berlangsung serentak
aspirat as.pi.rat [n Ling] bunyi bahasa yg dihasilkan dng pergeseran dl rongga (spt bunyi [h])
asri as.ri [a] indah dan sedap dipandang mata: pertamanan itu menambah -- nya kota
astagfirullah as.tag.fi.rul.lah [p] (1) semoga Allah mengampuni aku; (2) seruan untuk menyatakan rasa heran bercampur sedih; (3) seruan untuk menyatakan rasa pasrah (penyerahan diri) kpd Allah supaya diberi ampun
asteositoma as.te.o.si.to.ma [n] tumor ganas yg bersarang di otak
asuransi deposito asuransi atas nasabah bank yg depositonya bernilai sangat besar
atas [n] (1) bagian (tempat) yg lebih tinggi: dr -- bukit kita dapat menikmati pemandangan yg indah; bagian -- dan bagian bawah; (2) sehubungan dng; akan: kami ucapkan terima kasih -- kemurahan hati Saudara; (3) berdasarkan; menurut; sesuai dng: rencana itu harus disusun -- dasar bahan-bahan yg benar; (4) dari: buku itu terdiri -- beberapa bab; (5) dengan: -- kemauan sendiri; -- nama Tuhan; -- usahanya sendiri; (6) karena; disebabkan oleh: -- pertolongan gurunya, ia mendapat pekerjaan; (7) menjadi: barang-barang ini dibagi -- dua golongan; (8) tentang; terhadap: ia berlagak tidak mengerti -- masalah itu
atmosfer at.mo.sfer [n] (1) lapisan udara yg menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagai gas, yaitu nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain); (2) satuan tekanan yg besarnya sama dng tekanan udara pd permukaan laut (1,033 kg setiap cm2); (3) Sas suasana perasaan yg bersifat imajinatif dl naskah drama yg diciptakan oleh pengarangnya
atom [n] (1) unsur kimia yg terkecil (setelah nuklir) yg dapat berdiri sendiri dan dapat bersenyawa dng yg lain: dua -- hidrogen dng satu -- oksigen menjadi molekul air; (2) ki modern; mutakhir: zaman --; (3) barang yg terbuat dr plastik: sisir --; ikat pinggang --
atomistis ato.mis.tis [a] (1) berkaitan dng analisis sampai ke bagian yg sekecil-kecilnya sehingga melupakan bahwa bagian-bagian itu ada hubungannya; (2) teliti sekali: tidak usah diselidiki secara --
audiogram au.di.o.gram [n] catatan mengenai ketajaman pendengaran thd berbagai nada (dinyatakan dl bentuk grafik garis)
audiolingual au.di.o.li.ngu.al [a] berkaitan dng latihan mendengar dan berbicara (dl pengajaran bahasa)
augmentatif aug.men.ta.tif [n Ling] bentuk kata yg terjadi dng penambahan afiks yg bermakna besar
autodin au.to.din [n El] elemen tabung yg sama, berfungsi serentak sbg osilator dan detektor (tt sirkuit listrik)
automobil au.to.mo.bil [n] kendaraan yg dapat bergerak sendiri, beroda tiga atau lebih, digerakkan oleh mesin atau motor, dan biasanya berbahan bakar bensin; mobil
autotrof au.to.trof [n Bio] organisme yg secara mandiri dapat memenuhi bahan organik yg dibutuhkannya dng cara mensintesisnya dr bahan anorganik
autotrofik au.to.tro.fik [a Bio] mampu menguraikan bahan anorganik menjadi molekul kompleks bahan organik
Avesta Aves.ta [n] (1) nama kitab suci agama Zoroaster; (2) bahasa kuno Iranika yg digunakan sbg bahasa suci agama Zoroaster
avgas av.gas [n ] bahan bakar untuk pesawat terbang bukan jet
avtur av.tur [n ] bahan bakar untuk pesawat terbang turbin gas yg batas titik didihnya sekitar 150oC
awak [n] (1) tubuh; badan: -- sakit, badan menimbun; (2) cak diri kita sendiri: masalah kemajuan perekonomian janganlah diserahkan kpd bangsa lain, -- lah yg bertanggung jawab; (3) sebutan bagi orang Minangkabau: orang --; (4) saya: -- tidak tahu apa yg harus -- lakukan; (5) engkau; kamu: ke mana aku hendak -- bawa; (6) orang yg menjadi anak buah pesawat terbang (kapal dsb)
awak darat anak buah kapal terbang yg bertugas merawat dan memperbaiki pesawat
awak geladak anak buah kapal yg bertugas di bagian geladak, msl membersihkan geladak kapal
awak kabin anak buah kapal atau kapal terbang yg bertugas di bagian kabin untuk melayani penumpang
awak mesin anak buah kapal yg bertugas merawat dan memperbaiki mesin kapal
awak penerbangan anak buah kapal terbang; orang yg bekerja pd sebuah maskapai penerbangan
awak udara anak buah kapal terbang yg bertugas di pesawat (pilot, pramugari, dsb)
awan guntur awan yg pembentukannya disebabkan oleh konveksi dan ketakmantapan udara
awar [n] kerusakan pd kapal atau muatannya
awet [a] (1) lama berubah; lama bertahan; (2) tidak mudah rusak (tua dsb): barang ini murah lagi --
awut [Jw] awut-awut.an a (1) tidak mengikuti aturan; seenaknya saja; sembarangan; (2) tidak beraturan (tt letak); berceceran
ayal [a] (1) lambat; laun: datanglah segera jangan -- lagi; (2) bimbang; ragu-ragu: tak -- lagi, ia memang guruku
ayam [n] unggas yg pd umumnya tidak dapat terbang, dapat dijinakkan dan dipelihara, berjengger, yg jantan berkokok dan bertaji, sedangkan yg betina berkotek
azab [n] siksa Tuhan yg diganjarkan kpd manusia yg melanggar larangan agama: dia takut akan -- Allah
azal [a Isl] kekal (kekekalan) dl masa lampau; tidak bermula [kl n] (1) sejak dahulu kala; sejak permulaan zaman: demikianlah gerangan suratan -- kita; (2) wujud yg abadi dan tidak ada permulaannya; adanya bukan krn diciptakan atau krn suatu sebab
babad ba.bad [n] (1) Sas kisahan berbahasa Jawa, Sunda, Bali, Sasak, dan Madura yg berisi peristiwa sejarah; cerita sejarah; (2) riwayat; sejarah; tambo; hikayat: -- Tanah Jawa
babar ba.bar [Lihat {bebar}] , mem.ba.bar v membentang; mengembang [Jw] , mem.ba.bar v mewarnai dng soga dsb (dl proses pembuatan kain batik) [Jw v] menjadi banyak; membiak; bertambah , ke.ba.bar.an v kedapatan sedang melakukan kejahatan (mencuri, merampok, berzina, dsb); tertangkap basah
babas ba.bas , mem.ba.bas v menghanyutkan; menjadikan terkatung-katung: cita-citanya terlalu tinggi sehingga -- dia ke alam khayal
babi jadi-jadian babi yg sebenarnya merupakan perubahan perwujudan dr manusia sbg jalan mencari kekayaan dsb
bacik ba.cik [n] nakhoda kapal
baco ba.co [n Lay] kuli bongkar muat yg dibawa kapal untuk melaksanakan pembongkaran atau pemuatan di pelabuhan yg tidak mempunyai atau menyediakan kuli sendiri
bacok ba.cok [v] , mem.ba.cok v menetak (membelah dsb) dng barang tajam yg dihunjamkan keras-keras: perampok itu -- penghuni rumah dng golok
bada ba.da [Lihat {bakda}] [Mk v] ter.ba.da-ba.da v, tidak --, tidak terkatakan lagi; tidak terhingga (sangat, hebat, dsb) [n] , -- pisang penganan yg dibuat dr pisang yg dipotong-potong spt keping dan dipanggang
badak makan anak [pb] ayah membuang anaknya krn takut akan musnah kebesarannya (pd raja-raja zaman dahulu)
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
bagai ba.gai [kl n] jenis; macam: permata sembilan --; (2) n sama; persamaan; banding: tidak ada -- nya; (3) p kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; laksana: -- kucing dan anjing
bagai air di daun talas [pb] selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)
bagai kucing dibawakan lidi [pb] sangat ketakutan
bagai serdadu pulang baris [pb] orang yg kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya
bagai si bisu berasian (bermimpi) [pb] tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)
bagi ba.gi [p] (1) kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk: disediakan hadiah -- pemenang pertama, kedua, dan ketiga; (2) kata depan untuk menyatakan perihal; akan (hal); tentang (hal); menurut (pendapat): -- saya, hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi [n] (1) pecahan dr sesuatu yg utuh; penggal; pecah; (2) Mat suatu operasi aljabar yg biasa dinyatakan dng simbol titik dua (:) atau garis bagi (-) atau garis miring (/) (a:b atau -- atau a/b) msl a:b = c (a dibagi b sama dng c), berarti a = c x b
bagi peminjaman bagian perpustakaan yg melayani anggota yg meminjam buku; bagian sirkulasi
bagi penerimaan bagian atau unit kerja perpustakaan yg melaksanakan kegiatan penerimaan buku
bagi penjilidan bagian perpustakaan atau percetakan tempat penjilidan buku dsb
baginda ba.gin.da [n] gelar atau sebutan raja (artinya yg berbahagia dan mulia)
bagong ba.gong [ark a] besar dan berat: parang --; perahu -- [Sd n] babi hutan; celeng , ba.gong.an lihat bahasa
baiduri betul baiduri yg warnanya kelihatan (seakan-akan) berubah-ubah
Baitulharam Bai.tul.ha.ram [n Isl] bangunan yg ditetapkan oleh Allah menjadi kiblat umat Islam ketika salat; kiblat umat Islam; Kakbah
Baitulmukadas Bai.tul.mu.ka.das [n Isl] nama masjid yg terkenal yg menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad saw. pd malam Isra dan Mikraj, terletak di Yerusalem (Palestina); rumah suci; Masjidilaksa
bagian ba.gi.an [n] (1) hasil membagi: ruangan ini dibagi menjadi dua -; (2)perolehan atau penerimaan (dr barang yg diberi); yg diperuntukkan: siapa yg belum mendapat -; kita semua mendapat -- yg sama; (3) jatah: tiap jiwa mendapat -- beras 10 kg; (4) penggal (buku, cerita, dsb); jilid: -- kedua buku ini akan segera terbit; (5) sepenggal dr sesuatu yg utuh: -- atas dan -- bawah gedung itu sama; (6) sesuatu (benda, alat, dsb) yg menjadi pelengkap: otak termasuk -- tubuh manusia yg penting; (7) cabang dr suatu pekerjaan (jawatan dsb): ia menjabat sbg kepala -- tata usaha; (8) nasib (untung, malang); peruntungan: telah menjadi -ku hidup melarat begini; (9) pecahan dr kesatuan (spt dr dewan, panitia) yg bertugas mengurus sesuatu; seksi: -- konsumsi; -- penerima tamu
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
baja ba.ja [n] (1) logam yg keras; (2) ki sesuatu yg keras dan kuat (tt semangat, kemauan, dsb): bersemangat --; berhati -- [n] pupuk [n] bahan penghitam gigi (dibuat dr minyak dicampur dng arang tempurung kelapa)
bajigur ba.ji.gur [n] minuman yg dibuat dr campuran air santan, gula aren, dan kadang-kadang dibubuhi kopi atau cokelat sedikit, ditambah vanili atau daun pandan
baju antari baju dalam yg panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yg bentuknya spt baju anggerka; (2) baju panjang yg dipakai oleh orang yg naik haji
baju belah bakung baju berlengan pendek dan berbelah di bahu
baju hujan baju panjang dr plastik atau bahan lain, penutup tubuh supaya jangan kena air hujan
baju kantung baju kurung yg lehernya berbelah sampai ke bahu
baju safari baju (pria) model jas berlengan pendek, bersaku empat, dibuat dr bahan yg tebal (dril, katun)
baju sika baju takwa
baju songsong barat baju antakusuma [ki] baju sayap (yg menyebabkan dapat terbang); baju antakusuma
bak [p] kata depan untuk menyatakan perbandingan; bagaikan: kedua anak muda itu wajahnya mirip, -- pinang dibelah dua [n] (1) kotak besar (tempat sampah, dsb); (2) kolam tempat air di kamar mandi [n] tinta cina (hitam warnanya) [n] tiruan bunyi tamparan (pukulan dsb); debak
baka ba.ka [a] tidak berubah selama-lamanya; abadi; kekal [Mk n] (1) keluarga yg menurunkan; (2) asal keturunan
bakal ba.kal [n] yg akan dijadikan (dibuat): hutan-hutan yg dirambah itu -- persawahan; (2) n sesuatu yg akan menjadi; calon: -- suaminya seorang pedagang; (3) n barang; bahan: -- rumah; (4) adv akan: lamarannya tidak -- diterima; (5) Jk p untuk; buat: uang itu -- beli apa?
bakalan ba.kal.an [v cak] akan dijadikan: terbetik kabar bahwa dia -- menjadi salah seorang sutradara film terkenal
bakat ba.kat [n] (1) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi): -- hujan; (2) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir: ia memiliki -- melukis (menyanyi dsb); (3) bekas; kesan; tanda-tanda (luka dsb): -- banjir yg melanda kampung itu masih tampak jelas; -- pasang di pantai
bakelit ba.ke.lit [n] bahan terbuat dr damar buatan
bakero ba.ke.ro [a] bodoh (makian dl bahasa Jepang)
bakh [ark a] untung; bahagia
bakmi bak.mi [n] makanan yg bahannya dr tepung (terigu dsb), bentuknya panjang-panjang spt tali
bakteri bak.te.ri [n] (1) makhluk hidup terkecil bersel tunggal, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dng kecepatan luar biasa dng jalan membelah diri, ada yg berbahaya dan ada yg tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit; (2) cak benih penyakit: air mentah banyak mengandung -- , sebelum diminum harus dimasak dulu
bakteri denitrifikasi bakteri yg fungsinya mengubah nitrat menjadi gas nitrogen
bakteri penghasil nitrit bakteri yg mempunyai kemampuan mengubah amonia menjadi nitrit
bakti bak.ti [n] (1) tunduk dan hormat; perbuatan yg menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): -- kpd Tuhan Yang Maha Esa; -- seorang anak kpd orang tuanya; (2) memperhambakan diri; setia: sbg tanda -- kpd nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaik-baiknya
baku ba.ku [n] (1) pokok; utama: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; (2) tolok ukur yg berlaku untuk kuantitas atau kualitas yg ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar [adv] saling [Jw n] anggota masyarakat desa yg merupakan penduduk inti yg mempunyai lahan pertanian, rumah, dan halamannya
bakul ba.kul [n] wadah atau tempat terbuat dr anyaman bambu atau rotan dng mulut berbentuk lingkaran, sedangkan bagian bawahnya berbentuk segi empat yg ukurannya lebih kecil dp ukuran bagian mulutnya [Jw n] pedagang kecil di pasar (biasanya perempuan): -- jamu
bala ba.la [n] pasukan; prajurit [n] malapetaka; kemalangan; cobaan: kena --; mendapat --; menolak --
bala bencana malapetaka; kesengsaraan
balai gading balai yg letaknya di kiri kanan pintu gerbang istana
balai latihan kerja industri balai pelatihan kerja khusus untuk bidang industri, biasanya terletak berdekatan dng kawasan industri
balai latihan kerja pedesaan balai pelatihan kerja khusus untuk bidang pedesaan dan letaknya berdekatan dng desa
balela ba.le.la [v] membangkang; menentang (perintah); memberontak
balik hati berubah pendirian
balik nama mengganti nama pd akta atau surat yg menyatakan hak milik (biasanya di hadapan notaris)
balik perkataan memutarbalikkan asal perkataan (perkataan dr A dikatakan dr B, dan perkataan dr B dikatakan dr A)
baling ba.ling [n] , ba.ling-ba.ling n (1) kitiran bilah-bilah dr kayu dsb yg dapat berkisar apabila kena angin; (2) kitiran untuk menjalankan kapal atau pesawat terbang; propeler; (3) penunjuk arah angin; (4) Olr gerak meroda dl olahraga senam; gerakan berputar ke yg meroda dng bertumpu bergantian samping pd kedua telapak tangan dan kaki secara terus-menerus
balok ba.lok [n] (1) batang kayu yg telah dirimbas, tetapi belum dijadikan papan dsb: tiang-tiang rumah itu dibuat dr --; (2) cak tanda pangkat ketentaraan yg dipasang di pundak: sbg kapten di bahunya terpasang tanda pangkat -- tiga; (3) barang yg menyerupai bentuk balok: es --; (4) Olr papan tumpuan (terutama untuk lompat jauh, lompat jangkit); (5) bagian samping (lambung) perahu yg terlebar [n] satuan ukuran berat candu 1.030 kg
balot ba.lot [n Pol] (1) suara yg diberikan dl pemilihan; (2) kertas yg memuat nama calon untuk dipilih yg dibagi-bagikan kpd para pemilih agar mereka dapat menentukan pilihannya atau menambahkan nama yg belum dicantumkan
bam [n Lay] kayu (papan, balok) tumpuan kemudi atau tiang pd kapal atau perahu [n] bunyi yg berat dan lembut pd gendang
bambu bam.bu [n] tumbuhan berumpun, berakar serabut yg batangnya bulat berongga, beruas, keras, dan tinggi (antara 10-20 m), digunakan sbg bahan bangunan rumah dan perabot rumah tangga; buluh; aur
bambu ater bambu yg tingginya mencapai 15 m, buluhnya berwarna hijau tua, digunakan untuk pipa air, dinding rumah, dan pagar, rebungnya bisa untuk bahan sayuran; Gigantochloa atter
bambu gombong bambu yg tingginya mencapai 20 m, bergaris tengah 10 cm, berwarna hijau, digunakan sbg bahan anyaman dan kerajinan tangan; Gigantochloa verticillata
bambu talang bambu yg tingginya mencapai 15 m, bergaris tengah antara 8-10 cm, banyak digunakan sbg bahan atap, dinding, dan lantai rumah adat Toraja; Schizostachyum brachycladium
bambu tamiang bambu yg tingginya mencapai 10 m dan garis tengahnya 2-4 cm, berwarna hijau tua, berasal dr Indonesia menyebar ke Semenanjung Malaysia, Kamboja, dan Vietnam, digunakan sbg bahan pembuat suling, joran, dan barang kerajinan tangan; Schizostachyum blumei
bancet ban.cet [n] katak kecil
bandar ban.dar [n] selokan aliran air (ke sawah dsb); selokan; parit: penduduk desa bergotong-royong memperbaiki -- air menjelang musim tanam [n] (1) tempat berlabuh (kapal, perahu, dsb); pelabuhan; (2) kota pelabuhan; kota perdagangan [n] (1) pemain yg menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dl permainan dadu, rolet, dsb); (2) orang yg menyelenggarakan perjudian; bandar judi; (3) orang yg mengendalikan suatu aksi (gerakan) dng sembunyi-sembunyi; (4) orang yg membiayai suatu gerakan yg kurang baik; (5) orang yg bermodal dl perdagangan dsb; tengkulak
bandela ban.de.la [n] bungkusan (peti) besar barang-barang (yg akan dimuat di kapal dsb); peti kemas
banderol ban.de.rol [n] pita cukai (pd rokok, cerutu, dsb) sbg tanda bahwa pajaknya sudah dibayar
bandut ban.dut [n] tali pengikat barang yg akan disambung (krn retak, akan patah, hendak pecah)
bandut meriam pengikat meriam di kapal
bangkai bang.kai [n] (1) tubuh yg sudah mati (biasanya untuk binatang): -- anjing; (2) barang yg telah tua dan rusak: -- kapal; -- mobil lihat kembang
bangkit tambo lama menceritakan kembali perkara yg sudah-sudah
bangkit tenaga listrik alat untuk mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik
bangsa bang.sa [n] (1) kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri: -- India; -- Indonesia; -- Mesir; (2) golongan manusia, binatang, atau tumbuhan yg mempunyai asal-usul dan sifat khas yg sama; (3) macam; jenis: tersedia segala makanan -- kue-kue dan minuman; (4) kedudukan (keturunan) mulia (luhur): bahasa menunjukkan --; (5) ark jenis kelamin: lajur pertama diisi dng nama, yg kedua dng -- , yg ketiga umur; (6) Antr kumpulan manusia yg biasanya terikat krn kesatuan bahasa dan kebudayaan dl arti umum, dan menempati wilayah tertentu di muka bumi; (7) Bio klasifikasi dl biologi, sesudah kelas dan sebelum suku; ordo
bangsa taneh kelompok patrilineal yg merupakan keturunan pendiri suatu masyarakat hukum adat (di daerah Batak)
bangun dunia ikhtiar untuk mengubah keadaan dunia masa lampau yg tidak sesuai dng cita-cita kehidupan manusia lahir maupun batin dng tujuan agar dapat mewariskan masa depan yg membahagiakan bagi generasi yg akan datang
bangun permanen bangunan yg dibuat dr bahan bangunan yg kuat dan tahan lama (spt dr baja dan batu bata)
bangun prasarana pembangunan dasar kehidupan politik, ekonomi, dan sosial untuk mendorong masyarakat berusaha mencapai modernisasi, meliputi perubahan institusional untuk mendukung usaha nasional dl mengembangkan kemudahan, spt jalan, komunikasi, pengairan, dan sistem perhubungan
bangun semipermanen bangunan yg dibuat dr beton, batu, bata, dan bahan-bahan yg mudah rusak (papan, bambu, dsb)
banjar huma tempat tinggal atau perkampungan dekat ladang yg letaknya jauh dr kampung induk
banjar tangki kelompok tangki penyimpan minyak bumi yg terletak di lapangan produksi
banjir ban.jir [v] berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tt kali dsb): krn hujan turun terus-menerus, sungai itu --; (2) n air yg banyak dan mengalir deras; air bah: pd musim hujan, daerah itu sering dilanda --; (3) n Geo peristiwa terbenamnya daratan (yg biasanya kering) krn volume air yg meningkat; (4) v ki datang (ada) banyak sekali: menjelang Lebaran di pasar -- petasan
bank dalam bank kegiatan oknum karyawan bank yg mencari kredit dan meminjamkan hasil kredit itu kpd nasabah umum tanpa melalui administrasi bank
bank tabungan bank yg dl pengumpulan dananya murni mengutamakan penerimaan dr simpanan dl bentuk tabungan, sedangkan usahanya yg utama adalah membungakan dananya dl kertas berharga
bantu humaniter bantuan langsung dan cepat untuk menghapus atau meringankan penderitaan krn situasi darurat yg akut, spt bencana alam, musim kering, banjir, dan wabah
bantu letnan dua pangkat bintara peringkat kedua dl ketentaraan, satu tingkat di bawah pembantu letnan satu, satu tingkat di atas sersan mayor (tanda pangkatnya satu balok emas bergelombang yg dilekatkan di bahu baju)
bantu letnan satu pangkat bintara peringkat pertama dl ketentaraan, satu tingkat di bawah letnan dua, satu tingkat di atas pembantu letnan dua (tanda pangkatnya dua balok emas bergelombang yg dilekatkan di bahu baju); -rektor wakil rektor
bantu pangan bantuan bahan makanan yg diberikan dng prioritas tertentu
bapak pendiri pendiri suatu lembaga atau pergerakan; (2) tokoh yg dianggap sbg yg meletakkan dasar pendirian suatu negara
bapang ba.pang [ark n] bapak (sbg panggilan) [ark n] pending kuningan: ada juga pakaian raja yg lain, spt jubah, baju kerajaan, dan --
barang ba.rang [n] (1) benda umum (segala sesuatu yg berwujud atau berjasad): -- cair; -- keras; (2) semua perkakas rumah, perhiasan, dsb: -- nya untuk membayar utang; (3) bagasi; muatan (kereta api dsb); (4) muatan selain manusia atau ternak: truk yg mengangkut -- terguling di tikungan itu [adv] (1) sedikit banyak; sekadar; kira-kira: beri aku nasi -- sesuap; (2) kl mudah-mudahan: -- disampaikan Allah kiranya surat ini kpd anakku; (3) kata yg digunakan untuk menambah ketidakpastian
barang kena pajak barang hasil pengolahan yg menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, semuanya dikenakan pajak pertambahan nilai
barang netral barang konsumsi yg tetap jumlah pembelian atau pemakaiannya meskipun pendapatan konsumen bertambah
barang normal barang konsumsi yg bertambah pembelian atau pemakaiannya apabila pendapatan konsumen bertambah dan sebaliknya
barang raja barang yg sangat berharga yg wajib dipersembahkan kpd raja, msl cula badak, gading
barang tunanilai barang konsumsi yg jumlah pembelian dan pemakaiannya berkurang akibat bertambahnya pendapatan konsumen
baratan ba.rat.an [n Met] daerah yg terletak di antara lintang 35o dan 65o di belahan bumi utara, di atas daerah ini angin utamanya adalah angin barat
barbarisme bar.ba.ris.me [n] (1) paham, sifat, atau perbuatan yg tidak sesuai dng tata aturan peradaban; (2) Ling penyimpangan dl ucapan, tata bahasa, atau perbendaharaan kata dr ragam standar
bari ba.ri [n Lay] papan penutup lubang peraka (pd perahu) [Lihat {bahari}] [Jk adv] sambil; sembari
baring ba.ring , ber.ba.ring v meletakkan badan dng punggung atau sisi badan di sebelah bawah; tidur-tiduran: anak itu senang -- di pangkuan ibunya; pd waktu hari panas, petani itu -- di bawah pohon yg rindang
baringan ba.ring.an [n Lay] benda-benda di darat, laut, dan angkasa yg terlihat dr kapal yg dapat diukur dan ditentukan posisinya untuk menetapkan posisi kapal itu sendiri
baris ba.ris [n] (1) deret; leret; banjar; jajar: tiap petak ditanami sepuluh -- pohon ketela; (2) cak berbaris: anak-anak sedang belajar --; (3) garis lurus; coret; setrip: terangkanlah kata-kata yg diberi -- di bawahnya; (4) barisan; pasukan: -- Baret Merah; (5) deretan huruf pd tulisan atau cetakan: kalimat itu tertulis pd halaman 15 -- kelima dr atas; (6) tanda bunyi dl tulisan Arab (fatah, kasrah, damah) [n] tarian yg dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan kegagahan (kepahlawanan dsb), banyak jenisnya (dr Bali)
baris tanggal [Kom] (1) tempat asal berita dan tanggal kejadian yg terletak pd bagian atas berita; (2) tanggal penerbitan surat kabar
barkas bar.kas [n] kapal api kecil [Lihat {berkas}]
barli bar.li [n] padi-padian, dipakai sbg bahan pembuat bir dan wiski; Hordeum vulgare
barter beli kembali sistem penerapan alih teknologi dr suatu negara maju kpd negara berkembang dng cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang yg produksinya ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju
barung-barung ba.rung-ba.rung [n] (1) teratak; gubuk; pondok; (2) rumah kecil (untuk berkedai); warung
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
basin ba.sin [n Geo] relief permukaan bumi berbentuk baskom atau belanga; depresi yg berukuran besar; cekungan; lembah; lubuk
basis ba.sis [n] (1) asas; dasar; (2) Mat (dl geometri) sisi yg berupa garis lurus yg terletak paling bawah (tt segitiga atau bentuk lain dl bidang; sisi yg berupa bidang datar yg terletak paling bawah (tt alas kerucut atau bangun lainnya); (3) Mat (aljabar) himpunan vektor bebas linear yg merentang pd suatu ruang vektor; (4) pangkalan (angkatan laut, angkatan darat, dsb) untuk melakukan operasi: pasukan itu menggempur -- angkatan laut musuh; (5) bilangan atau besaran yg dipakai sbg rujukan
basuh ba.suh [v] cuci (dng air); kumbah
bata ba.ta [n] (1) benda yg berbentuk persegi panjang spt kotak atau peti kecil: -- garam; (2) tanah liat yg diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar (dipakai untuk membuat dinding dsb); batu bata [n] pernikahan laki-laki kakak beradik dng wanita kakak beradik pd saat yg bersamaan
bata garam garam yg tercetak padat berbentuk segi empat
bata-bata ba.ta-ba.ta [a] , ter.ba.ta-ba.ta a (1) ragu-ragu; bimbang; kebingungan; (2) tergagap-gagap; tidak lancar berbicara: krn takut, ia berkata -
batal ba.tal [a] (1) tidak berlaku; tidak sah: perjanjian itu dinyatakan --; (2) tidak jadi dilangsungkan; ditunda; urung: rapat kemarin terpaksa -- krn yg hadir kurang dr dua pertiga jumlah anggota; (3) tidak berhasil; gagal: sudah berkali-kali dia menempuh ujian, tetapi selalu --
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
batang muat tangan-tangan yg dapat bergerak turun naik dan ke kiri ke kanan pd tiang muat kapal untuk menaikkan dan menurunkan barang
batas lenting [Fis] tegangan maksimum yg dapat ditunjang oleh bahan atau bangunan tanpa menderita perubahan bentuk (deformasi) yg tetap (permanen); batas elastik
batas penanggalan internasional [Geo] garis batas yg letaknya kira-kira bertepatan dng meridian 180o dr utara ke selatan melalui Samudra Pasifik
baterai ba.te.rai [n] (1) alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; (2) lampu senter [n Mil] kesatuan yg terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yg melayaninya [n] sistem kandang ayam yg setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batu alam batu yg terdapat di alam (bukan buatan tangan manusia) yg dipakai sbg bahan bangunan (hanya memerlukan sedikit pengolahan)
batu endapan batuan sedimen, batuan yg terjadi dr bahan lepas atau fragmen (bongkah, pasir, lempung) yg mengalami proses akumulasi endapan yg mengeras yg terjadi di dasar laut, danau, sungai, atau rawa
batu malihan batuan yg berasal dr batuan lain dan telah berubah dr perwujudan susunannya yg semula
batu tahu batu yg berasal dr endapan air laut (dipergunakan sbg bahan untuk membuat barang kesenian dan industri)
batu telinga batu berbentuk oval dan merupakan endapan bahan kapur yg sejalan dng pertumbuhannya, sering digunakan untuk menentukan umur ikan yg tidak bersisik
batu tulis batu tipis untuk tempat menulis; (2) batuan berkristal halus sbg bahan pembuat atap rumah; (3) batu bertulis; batu bersurat
bauksit bauk.sit [n] barang tambang campuran yg merupakan bahan dasar aluminium
bawah ba.wah [n] tempat (letak, sisi, bagian, arah) yg lebih rendah: -- duli (kadam, kaus, cerpu), kata penghormatan thd raja
baya ba.ya [n] umur: usianya sudah setengah --; (2) a berumur; tua: ayahku sudah -- [Lihat {bahaya}]
bayan ba.yan [n] burung termasuk keluarga kakaktua, membuat sarang di lubang pohon, yg jantan sebagian besar bulunya berwarna hijau terang, sedangkan yg betina berwarna merah campur biru; nuri; Pelaeornis longicauda [a] nyata; terang
bayang-bayang tidak sepanjang badan ba.yang-ba.yang tidak sepanjang badan [pb] berbuat sesuatu yg melebihi dr (tidak sesuai dng) kemampuannya; takut akan -nya, pb takut atau khawatir krn ingat akan perbuatan sendiri yg buruk
bayang ba.yang [n] , ba.yang-ba.yang n (1) ruang yg tidak kena sinar krn terlindung benda: muka adikku tidak nyata kelihatan krn ia berdiri pd -- pintu; (2) wujud hitam yg tampak di balik benda yg kena sinar; (3) gambar pd cermin, air, dsb: ia tersenyum kpd -nya pd cermin, sambil mengatur rambutnya; (4) rupa (wujud) yg kurang jelas dl gelap: dl gelap itu -- hitam melintas di hadapan mereka; (5) ki gambar dl pikiran; angan-angan; khayal: sudah ada -- dl ingatanku; (6) tanda-tanda akan terjadi sesuatu: rakyat kelihatan tenang-tenang saja, tidak ada -- akan pecah perang; (7) sesuatu yg seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada: kamu tidak usah takut krn yg kamu lihat itu hanyalah -- belaka, bukan benda yg sebenarnya; (8) sesuatu yg sudah siap bekerja bilamana diperlukan: pemerintah -; anggota -
bayu ba.yu [n] angin: perahu layar itu melaju dipuput sang -- [a] berubah rasa krn telah basi (tt makanan, minuman, dsb) [kl n] hamba; sahaya
bea pelabuhan uang yg dibayarkan oleh pemilik kapal untuk penggunaan jasa pelabuhan
beban berat senggulung batu [pb] tanggungan yg sangat berat [pb] melakukan pekerjaan yg berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik
bebas banjir (daerah, wilayah yg) tidak terkena bahaya banjir
bebekisme be.bek.is.me [n] sifat atau sikap mengikuti secara membuta (membebek), apa pun yg dikatakan pemimpinnya diikuti tanpa dipikirkan lagi
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
bedeng be.deng [n] rumah darurat (sementara) bagi para pekerja [n] (1) tanah gembur yg ditinggikan sbg pematang di sawah (kadang-kadang ditanami sayuran); (2) Tan bidang tanah yg digunakan untuk perkecambahan biji di persemaian; (3) tanggul
bedil buluh [ki cak] gertak sambal
begar be.gar [a] (1) tetap keras tidak dapat menjadi empuk (walaupun direbus atau diperam); (2) ki tidak dapat berubah lagi (tt tabiat, kelakuan buruk); (3) kasar (tt buatan suatu benda)
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
begawan be.ga.wan [n] (1) gelar pendeta atau pertapa; (2) orang yg berbahagia (mulia, suci); -- ekonomi julukan bagi orang yg sangat ahli dl bidang ekonomi: sinyalemen -- ekonomi tt kebocoran 30% dana pembangunan terus menggelinding spt bola salju
beka be.ka [v] , ber.be.ka v bercakap-cakap sambil beramah-tamah (merundingkan sesuatu); bermusyawarah: penduduk merasa berbahagia krn raja mau -- dng mereka; dia mendengar menteri -- dng para hulubalang
bela be.la [ark v] mem.be.la v (1) menjaga baik-baik; memelihara; merawat: dia -- ibunya yg sakit dng sabar; ibulah yg paling berjasa -- kita sejak kecil; (2) melepaskan dr bahaya; menolong: untunglah ia masih dapat -- jiwa perempuan yg malang itu
belah be.lah [n] celah retak yg besar dan panjang dr suatu benda: banyak kutu busuk bersembunyi pd -- papan tempat tidur itu; (2) n sebagian (dr benda yg berpasangan); separuh: kedua -- tangannya buntung; (3) n sisi; pihak: hal itu telah disetujui oleh kedua -- pihak; (4) v pecah terbagi (menjadi dua): krn gempa hebat, bukit itu -- dua; (5) v terbagi (menjadi dua, tiga, dsb): -- tiga, -- empat [n] nama klan pd suku bangsa Gayo
belajar bel.a.jar [v] (1) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca; (2)berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu sedang ~ karate; (3) berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman
Belanda Be.lan.da [n] (1) negara kerajaan (negeri) di Eropa Barat yg berbatasan dng Belgia dan Jerman Barat; Nederland; (2) orang atau bangsa yg mendiami Nederland; (3) nama bahasa dan bangsa Belanda
belangir be.la.ngir [n] pohon yg kayunya banyak digunakan sbg bahan rumah spt untuk tiang dan papan; Shorea balangeran
belau be.lau [n] (1) tepung berwarna biru sbg bahan pencampur air pembilas cucian agar warna pakaian menjadi kebiru-biruan, biasanya untuk pakaian berwarna putih; (2) cak warna biru [n] ikan laut; selangat belau; Dorosoma nasus [Mk] ber.be.lau-be.lau.an v mengaburkan mata (tt warna dsb); membuat pemandangan berkunang-kunang
belentung be.len.tung [n] katak besar (yg berbunyi "tung, tung")
belerang be.le.rang [n] benda bukan logam yg berwarna kuning muda, jika dibakar bernyala biru merah, asapnya berbau busuk, banyak dipakai untuk bahan obat dan industri, terdapat di daerah (di kawah) gunung berapi; sulfur
belintang be.lin.tang , ber.be.lin.tang v terletak melintang: mereka melangkahi batang-batang pohon yg -- di tengah jalan
belobor be.lo.bor [a] meluas (tt cairan atau warna pd kertas, kain, dsb); (2) n Bio gejala penyakit berupa perubahan warna yg meluas pd daun atau buah
belodok be.lo.dok [a] keluar dr lubangnya (tt mata); terbersil (mata kepiting dsb) [n] ikan, wujudnya spt katak dan dapat memanjat (disebut juga ikan tembakul); Periaphthalmus schlosseri
belukar tua tanah yg pernah diusahakan, kemudian berubah menjadi hutan kembali (krn ditinggalkan dsb)
belungsing be.lung.sing [ark v] mem.be.lung.sing v membentak; menghardik
benak kepala otak
benang gelasan benang layang-layang yg dilapisi adonan serbuk halus gelas kaca dan bahan perekat agar kuat dan tidak mudah putus
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
bencana ben.ca.na [n] (1) sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan -- bagi negara dan bangsa; dl -- , dl bahaya; dl kecelakaan; (2) ark gangguan; godaan: mereka mengadakan selamatan untuk menolak -- roh jahat
benda cair benda (barang) yg dapat berubah bentuk menurut bangun tempatnya (spt air, minyak) krn molekulnya bergerak bebas
bendari ben.da.ri ? bendahari [n] tukang masak di kapal
bendera kuning bendera berwarna kuning yg biasanya dikibarkan sbg tanda adanya kematian (di daerah tertentu) atau tanda adanya wabah penyakit menular
bendung ben.dung [n] (1) pengempang untuk menahan air di sungai (tepi laut dsb); tanggul; (2) Tan rintangan yg bersifat kontinu dan padat, letaknya tidak selalu melintangi sebuah sungai, tujuannya untuk mengalihkan, mengawasi, dan mengukur aliran air
bengap be.ngap [a] (1) berasa pekak dl telinga (krn air masuk ke dl telinga, pilek, dsb); (2) tidak nyaring atau jernih (tt bunyi gendang, mata uang, dsb); (3) sukar mengeluarkan perkataan (krn takut, malu, dsb); gagap [a] bimbang
bengkah beng.kah [a] rengkah secara memanjang dan tidak teratur (tt batu karang, dinding, dsb) menandakan akan pecah (belah); retak: dinding itu -- kena gempa
bengkahan beng.kah.an [n] belahan; retakan: di -- itu tampak tanah memerah
bengker beng.ker [n] tempat menyimpan batu bara dl kapal
bengku beng.ku [n] (1) pohon yg banyak getahnya, buahnya dibuat minyak (untuk lampu pd zaman dahulu) dan kayunya baik dipakai untuk bahan bangunan rumah; Ganua motleyana; (2) buah bengku
benih murni [Tan] benih yg meliputi semua varietas dr tiap spesies tanaman yg diakui sebagaimana yg dinyatakan oleh pengirim atau yg ditemukan pd pengujian laboratorium
benih sehat [Tern] benih yg berpotensi hidup maksimal, berdaya kecambah, dan berkekuatan tumbuh yg tinggi, serta tidak mengandung penyakit yg membahayakan dan tidak mengalami kerusakan fisik, terutama pd bagian embrionya
benitan be.ni.tan [n] pohon yg kayunya digunakan untuk membuat tiang kapal; Goniothalamus ridlcyi
bensin ben.sin [n] minyak bumi yg mudah menguap dan mudah terbakar (dipakai sbg bahan bakar mobil dsb)
bentang alam pemandangan alam atau daerah dng aneka ragam bentuk permukaan bumi (gunung, sawah, lembah, sungai, dsb) yg sekaligus merupakan satu kesatuan; lanskap
bentangur ben.ta.ngur [n] pohon yg daunnya hijau tua dan kaku, buahnya bulat, kayunya kuat (tidak mudah patah), baik untuk bahan bangunan, banyak jenisnya; Calophyllum
bentara kanan [kl] bentara yg bertugas, antara lain, menyampaikan persembahan rakyat kpd raja
benteng ben.teng [n] (1) bangunan tempat berlindung atau bertahan (dr serangan musuh): hanya yg sempat berlindung di dalam -- lah yg selamat; (2) dinding (tembok) untuk menahan serangan; (3) Olr nama salah satu buah catur yg penempatannya pd posisi awal permainan di kotak sudut paling kiri dan sudut paling kanan; (4) ki sesuatu yg dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dsb: agama adalah -- pribadi yg akan melindungi diri dr serangan nafsu
bentet ben.tet [Jw a] retak (tt barang yg mudah pecah)
bentrok ben.trok [v] (1) bercekcok; berselisih: krn kurang komunikasi, majikan sering -- dng buruh; (2) berlawanan; bertentangan: keterangan saksi A -- dng pengakuan terdakwa; (3) berlanggaran; bertumbukan: kemarin ada kapal -- di pelabuhan
bentuk alegro [Ling] kontraksi dr bentuk kata sebagaimana dipakai dl ucapan cepat atau dl ragam bahasa tidak resmi, msl pak, bu, dsb
bentuk bebas [Ling] bentuk bahasa yg dapat berdiri sendiri dan jelas maknanya
bentuk mikro bentuk rekaman mikro, baik pd sarana datar maupun pd golongan film, kertas atau bahan lainnya
bentuk penyajian bentuk penyajian informasi dl dokumen sbg lawan bentuk fisik dokumen itu sendiri, msl kamus arsitektur, ensiklopedi senjata dan kendaraan lapis baja, esai seni -- purba Ling bentuk hipotetis yg dianggap menurunkan beberapa bentuk seasal dl beberapa bahasa; -- tegun Ling bunyi atau kata yg diucapkan karena pembicara ragu-ragu atau sedang mencari ungkapan yg cocok, spt e ..., e ..., ... apa namanya ...
bentuk terikat [Ling] bentuk bahasa yg perlu bergabung dng unsur lain agar dapat dipakai dng makna yg jelas (msl -nya, juang)
bentuk turunan [Ling] (1) bentuk yg berasal dr bentuk asal setelah mengalami berbagai proses; (2) struktur sintaksis yg berasal dr kalimat inti setelah mengalami rangkaian transformasi; -- ulang Ling bentuk yg mengalami perulangan, spt sia-sia, laba-laba
benzena ben.ze.na [n Kim] (1) zat cair tanpa warna, mudah terbakar, berbau harum, dipergunakan untuk membuat zat warna, bahan peledak, obat, minyak wangi, lak, dan sbg pelarut organik; C6H6; (2) benzol
benzoat ben.zo.at [n] zat kimia untuk bahan pengawet: pemakaian asam -- yg diizinkan sbg bahan pengawet
ber ber -- an an [konfiks verba] (1) melakukan kegiatan, mengalami peristiwa, dan menyatakan pelaku atau pengalam yg lebih dr satu, serta perbuatan atau proses yg berkali-kali: bepergian; berguguran; berdatangan; (2) perbuatan atau peristiwa yg terjadi secara timbal balik: berpelukan, berciuman, bersentuhan; (3) berelasi satu sama lain: bermesraan; berseberangan; berdekatan; (4) merasa memilki: berakhiran; beralasan; berpikiran
ber- (be- ) prefiks pembentuk verba (1) mempunyai: beratap; bercita-cita; beristri; (2) menggunakan atau memakai: belayar; bermobil; berbaju; (3) menghasilkan: bertelur; berkokok; (4) dl jumlah atau kelipatan: bertiga; berjuta-juta; (5) mengakui dan/atau memanggil sbg: beradik; berbapak; bertuan; (6) bertindak atau bekerja sbg: bertani; bertinju; (7) berada dl keadaan: bergembira; bersedih; (8) menyatakan perbuatan timbal-balik: bergulat; bertinju; (9) menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri: berhias; bercukur
beradab ber.a.dab [v] (1) mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: perbuatannya spt kelakuan orang yg tidak ~; (2) telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya: bangsa-bangsa yg telah ~
beragak-agak ber.a.gak-a.gak [v] (1) bermaksud; berniat; berpikir-pikir: ia sudah beberapa kali ~ hendak berkenalan dng tetangganya yg baru itu; (2) ingat-ingat; hati-hati: ia mengatakan sesuatu dng tidak ~ sedikit juga
berahasia be.ra.ha.sia [v] (1) terdapat rahasia; mempunyai rahasia: di antara kami sudah tidak ~ lagi; (2) cak mengatakan rahasia kpd (dng): jangan ~ dng orang yg tidak dapat dipercaya
berai be.rai , ber.be.rai.an a berpecah-pecah tidak keruan; cerai- berai: anak-anak lari -- mendengar bentakan itu
berakibat ber.a.ki.bat [v] berkesudahan; berakhir dng: tindakan yg gegabah itu ~ sangat merugikan
berakuk be.ra.kuk [v] memiliki rakuk; bertakik; bertakuk
beralih ber.a.lih [v] (1) berpindah: acara kita sekarang ~ pd acara bebas; sekarang ia sudah ~ rumah; (2) berganti; bertukar; berubah: dr musim panas ~ ke musim hujan
beralih akal ber.a.lih akal berubah pendapat (pikiran)
beralih haluan ber.a.lih haluan [ki] berubah pandangan
beralih laku ber.a.lih laku berubah perangai dan perbuatan
beranggar pikiran ber.ang.gar pikiran [ki] berdiskusi; berbahasan
berangsur ber.ang.sur [v] (1) sedikit demi sedikit (bergerak, bertambah-tambah, berkurang, dsb); lama-kelamaan menjadi baik (besar, penuh, dsb): keadaan kesehatannya ~ baik; (2) beringsut sedikit-sedikit; bergeser (maju) sedikit-sedikit: mula-mula meniarap lalu ~ ke depan
berangus pers undang-undang (peraturan) yg melarang penerbitan media cetak, spt surat kabar jika dianggap isinya dapat mengganggu keamanan negara
berani menjual [pb] jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga
berapit ber.a.pit [v] (1) berdekatan rapat; berhimpit; (2) terletak di antara dua orang (benda dsb)
berarti ber.ar.ti [v] (1) mengandung maksud: jika ibu marah, itu tidak ~ beliau benci kepadamu; (2) berfaedah; berguna: mungkin pertolongan saya ini tak ~ bagi penderitaanmu yg begitu besar; (3) sama artinya dng; sama halnya dng: mengambil milik orang tanpa permisi ~ mencuri
beras campur beras yg berasal dr dua atau lebih varietas padi atau gabah
beraspirasi ber.as.pi.ra.si [v] bercita-cita; berkeinginan; berhasrat [a] disertai letupan napas yg cukup keras (tt bunyi bahasa)
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
berbaja ber.ba.ja [v] berlapis baja; bercampur baja; jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul, pb anak yg dungu, makin diajar semakin bodoh
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbelakang-belakangan ber.be.la.kang-be.la.kang.an [v] saling membelakangi; saling menghadapi ke arah yg berlawanan: letak rumah mereka -; mereka duduk -, bertolak belakang
berbelasungkawa ber.be.la.sung.ka.wa [v] menyatakan ikut berduka cita
berbelon ber.be.lon [v] berusaha menyeberangi garis pemisah petak yg satu dr yg lain pd permainan galah panjang
berbelulang ber.be.lu.lang [v ] berkulit keras; kapalan: telapak kaki saya -- krn banyak berjalan tanpa alas kaki
berbenak ber.be.nak [v] (1) berotak; (2) pintar: tidak -, ki bodoh sekali
berbetul ber.be.tul [ark v] mengatur atau memperbaiki letak pakaian (sanggul dsb)
berbicara ber.bi.ca.ra [v] (1) berkata; bercakap; berbahasa: siapa yg -- dng kamu tadi; ia dapat -- dl bahasa Jawa atau dl bahasa Sunda dng lancar; (2) melahirkan pendapat (dng perkataan, tulisan, dsb): menuntut ditiadakan larangan -- dan berkumpul; ia -- atas nama partainya; (3) berunding; merundingkan: lama juga mereka -- tt soal penjualan tanah itu; (4) ki digunakan untuk (membunuh, melukai): awas, senjata api ini bisa -- kalau kamu tidak mengaku
berbiku-biku ber.bi.ku-bi.ku [v] mempunyai (ada) lipatan (pd tepi kain dsb); bertakik; bergerigi
berbilang irasional ber.bi.lang irasional [Mat] bilangan yg tidak dapat dinyatakan dng bilangan pecahan atau bilangan yg bukan bilangan rasional (spt 2, 3, 5, 7)
berbilang kardinal ber.bi.lang kardinal [Mat] bilangan yg menyatakan banyaknya anggota suatu himpunan
berbilang mach ber.bi.lang mach [Fis] nisbah (hasil bagi) kecepatan sebuah benda atau titik pd benda terhadap kecepatan bunyi dl medium tidak terganggu yg dilalui benda itu
berbilang utuh ber.bi.lang utuh bilangan yg menyatakan jumlah satuan secara penuh; bilangan bulat
berbohong ber.bo.hong [v] menyatakan sesuatu yg tidak benar; berbuat bohong; berdusta: jangan coba-coba -, nanti pasti ketahuan
berbunga-bunga ber.bu.nga-bu.nga [v] (1) mempunyai hiasan yg bagus-bagus; (2) ki bangga; berbahagia: hatinya --
bercadik ber.ca.dik [v] ada cadiknya (katirnya); memakai cadik (katir): kapal layar itu ~ sehingga tidak mudah oleng
bercak daging [Tern] noda berwarna merah cokelat di dl telur, disebabkan bercak darah yg telah berubah warna atau jaringan dr saluran telur yg terlepas pd waktu proses pembentukan telur
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercatur ber.ca.tur [v] (1) bermain catur (sekak): ia baru belajar ~; (2) bergambar (bersulam) berpetak-petak sbg papan catur: kasur yg ~; kain ~
bercekakakan ber.ce.ka.kak.an [v] (1) mengeluarkan bunyi "kak, kak" berulang-ulang krn tertawa terbahak-bahak; (2) cak tertawa terbahak-bahak
bercemas ber.ce.mas [v] merasa cemas (khawatir, takut) akan sesuatu: jangan kau ~ akan nasibnya
bercerai-cerai ber.ce.rai-ce.rai [v] terpisah-pisah; berantakan: setelah direndam di air, kerak nasi itu menjadi ~
berciri ber.ci.ri [v] ada cirinya; bertanda (bersifat dsb) yg khas: kata-kata asing yg ~ jamak tidak selamanya diterjemahkan dng bentuk ulang dl bahasa Indonesia
bercorak ber.co.rak [v] (1) mempunyai corak; beragi; bergambar (tt kain dsb): bahan yg ~ kecil-kecil lebih cocok untukmu; kain ~ batik Pekalongan; (2) berwarna (pd dasar): pelangi ~ tujuh; kain putih ~ hitam; (3) ki bersifat; berupa (berpaham dsb): perkumpulan ini tidak ~ politik
bercuriga ber.cu.ri.ga [v] menaruh rasa curiga: ia ~ bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh pelanggaran thd prosedur kerja
berdakwah ber.dak.wah [v] (1) mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; (2) berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: sekali seminggu datanglah seorang mubalig untuk ~ di desa itu
berdampingan ber.dam.ping.an [v] (1) berdekatan; berhampiran: soal dan jawabnya ditulis ~; (2) bersama-sama (ada, hidup): mereka hidup ~; (3) bahu-membahu: rakyat dan TNI harus selalu ~ menghadapi bahaya dr luar
berdarah dingin ber.da.rah dingin memiliki jenis darah yg memungkinkan dapat hidup di darat dan di air (spt katak, buaya, anjing laut); (2) ki tidak berperasaan; tidak mempunyai rasa belas kasihan
berdasarkan ber.da.sar.kan [v] (1) menurut: ~ keterangan para saksi, terbukti bahwa ia bersalah; pelanggar hukum akan ditindak ~ hukum yg berlaku; (2) memakai sbg dasar; beralaskan; bersendikan: kerja sama ini hanya ~ percaya-memercayai; (3) bersumber pd: cerita film itu disusun ~ pengalaman penulis yg hidup di kota besar
berdatang ber.da.tang, da.tang-da.tang sembah [kl v] berkata-kata dng hormat (pd waktu menghadap raja): utusan raja itu menghadap raja seraya ~ sembah
berdaulat ber.dau.lat [ark v] berbahagia; bertuah [v] mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah: negara merdeka dan ~; Australia kini tidak ~ lagi atas Irian Timur
berdecak-decak ber.de.cak-de.cak [v] (1) mengeluarkan bunyi decak (jam); (2) membuat bunyi "cek" dng mulut untuk menyatakan kekaguman atau keheranan mengenai sesuatu
berderak ber.de.rak [v] berkertak
berderak-derak ber.de.rak-de.rak [v] berkertak-kertak
berdesau ber.de.sau [v] berbunyi spt bunyi air dicurahkan dsb: angin malam yg ~ mendinginkan jasmani dan segala perasaan cintaku
berduka ber.du.ka [v] bersedih; bersusah: janganlah ~ , tabahkan hatimu
berenggan-enggan ber.eng.gan-eng.gan [a] acuh tak acuh; bermalas-malasan; agak enggan: janganlah ~ , kerjakanlah cepat-cepat supaya lekas selesai
berengkau ber.eng.kau [v] menggunakan kata engkau (dl bercakap-cakap); menyebut engkau (kurang takzim)
berentang be.ren.tang [v] , mem.be.ren.tang v menyentak (tali dsb) supaya lepas; merentak
berevolusi be.re.vo.lu.si [v] mengadakan perlawanan dsb untuk mengubah sistem ketatanegaraan (pemerintahan atau keadilan sosial)
berfitrah ber.fit.rah [v] memberikan fitrah: yg mampu wajib ~ , sedangkan yg tidak mampu berhak menerimanya
bergandengan tangan (berpegang tangan ) [ki] pegang-memegang tangan (bekerja sama, bahu-membahu
berganduh ber.gan.duh [v] bertukar tambah; bertukar barang dng tambahan uang
bergandung ber.gan.dung [v] (1) berambau; memakai gandung; (2) bermuat barang yg diletakkan di gandung
berganti ber.gan.ti [v] (1) bertukar: saya mau ~ baju dulu; (2) beralih; berubah (tt pendirian dsb): ia telah ~ haluan; (3) berproses dan berubah secara alami (tt waktu): hari ~ hari
bergantung di ujung kuku [pb] dl keadaan yg sangat berbahaya
bergantung pd rambut sehelai [pb] berada dl keadaan yg sangat sulit (bahaya)
bergarau ber.ga.rau [v ] bersuara parau: dng ~ ia meminta ampun dan membantah bahwa dirinya penculik
bergelimpangan ber.ge.lim.pang.an [v] bergeletakan; berkaparan: mayat-mayat ~ di lapangan
bergentar ber.gen.tar [v] bergerak berulang-ulang dng cepatnya (krn ketakutan); menggetar
bergerilya ber.ge.ril.ya [v] berperang dng taktik (siasat) gerilya: mereka ~ di hutan-hutan melawan serdadu Belanda
bergincu ber.gin.cu [v] (1) memakai gincu (pewarna bibir); (2) ada gincunya (bahan pewarnanya)
bergolak-golak ber.go.lak-go.lak [v] bergelora keras: arus yg ~ itu telah menghanyutkan perahu-perahu nelayan
berguncang ber.gun.cang [v] bergoyang cepat dan keras (naik turun ke sana-sini dsb): seakan-akan bumi ~ ketika bom itu meledak; (2) v ki menjadi tidak tetap; berubah dng cepat dan tidak teratur: nilai rupiah agak ~ akibat devaluasi; (3) a ki gelisah; khawatir: perasaannya ~ mendengar berita kematian ibunya itu
berhaji ber.ha.ji [v] pergi ke Mekah mengunjungi Kakbah untuk menunaikan ibadah haji
berhala ber.ha.la [n] patung dewa atau sesuatu yg didewakan yg disembah dan dipuja: di daerah itu masih terdapat suku bangsa penyembah -- [v] menuju; mengarah: dikayuhnya perahu itu ~ daratan
berhati baja berhati baja, ber.u.rat kawat [pb] tabah dan keras hati
berhenti ber.hen.ti [v] (1) tidak bergerak (berjalan, bekerja, dsb) lagi; tidak meneruskan lagi; mandek: jantungnya ~ berdenyut; (2) berakhir; selesai; tamat: siaran televisi ~ pd pukul dua puluh tiga; (3) mengaso; beristirahat; berjeda: maka ~ lah ia sebentar, beristirahat di bawah pohon; (4) meletakkan jabatan (pekerjaan dsb) lagi: Pak Lurah akan ~ pd akhir bulan ini
beri be.ri [v] , mem.be.ri v (1) menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu: ia -- uang dan pakaian kpd pengemis itu; (2) menyediakan (melakukan dsb) sesuatu untuk: dia berkewajiban membersihkan kandang dan -- makan kambing; -- pertolongan; (3) memperbolehkan; mengizinkan: dia tidak -- anak-anaknya bermain dng anak berandal itu; (4) menyebabkan (menjadikan) menderita (kena): perbuatanmu yg tidak baik telah -- malu keluarga kita; (5) menjadikan supaya: -- ingat; -- tahu; (6) membubuhi (meletakkan, mengenakan, dsb): dia -- gula pd air teh itu; -- warna pd gambar bunga mawar; (7) mengucapkan (menyampaikan): -- selamat; -- hormat; -- salam; (8) cak melayangkan, mengirimkan, dsb (pukulan, tendangan): ia -- tendangan yg mematikan ke arah perut lawan
berik be.rik [ark n] kapal layar bertiang dua
berikut ber.i.kut [v] beserta; beriring dng: ~ surat ini saya kirimkan sehelai foto; akan dijual sebuah rumah ~ peka-rangannya; (2) n yg tsb di bawah ini; yg datang sesudah ini; yg menjadi lanjutannya: ~ merupakan tambahan saja
berilah ber.i.lah [v] mempunyai sembahan
berita be.ri.ta [n] (1) cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yg hangat; kabar: semalam dia mendengar -- bahwa kampungnya dilanda banjir; (2) laporan: ia bertugas membuat -- harian; (3) pemberitahuan; pengumuman: -- redaksi
berjagung-jagung ber.ja.gung-ja.gung [v] memakai jagung sbg bahan makanan; makan jagung (sbg pengganti beras)
berjalan darat ber.ja.lan darat bepergian melalui darat (tidak naik kapal laut atau kapal terbang)
berjanji ber.jan.ji [v] (1) mengucapkan janji; menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu (memberi, menolong, datang, dsb): ia ~ hendak melunasi utang adiknya pd akhir bulan ini; (2) menyanggupi akan menepati apa yg telah dikatakan atau yg telah disetujui: kedua belah pihak ~ akan selalu bekerja sama
berjinjang ber.jin.jang [v] mempunyai pemimpin atau ketua (tt hantu): hantu tak ~ , ki hantu yg tidak berketua (dikatakan tt orang yg berkeliaran di mana-mana)
berjompakan ber.jom.pak.an [v] (1) berloncat-loncat dng kaki depan terangkat ke atas; (2) ki bergolak spt air dikarau baling-baling kapal
berkas isoglos [Ling] gabungan isoglos yg menjadi penanda batas dialek atau bahasa
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkata dua ber.ka.ta dua mengeluarkan perkataan yg berlainan sama sekali dng maksud yg sebenarnya: sukar benar menangkap maksud dan kemauan orang yg ~ dua itu krn antara yg dikatakan dan yg dimaksudkan sebenarnya berbeda
berkecil hati ber.ke.cil ha.ti [v] (1) agak marah; tersinggung; (2) tawar hatinya; takut; hilang keberaniannya
berkecukupan ber.ke.cu.kup.an [v] tidak kekurangan; segala yg diperlukan cukup (lengkap): mereka hidup ~ dan berbahagia
berkekalan ber.ke.kal.an [v] hingga lama sekali (tetap selama-lamanya): semoga perjodohan mereka ~ dan membawa kebahagiaan
berkelar ber.ke.lar [v] bertakik-takik; berjalur-jalur; bergelang-gelang (pd lipan dsb)
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berkeringat dingin ber.ke.ri.ngat dingin berpeluh bukan krn bekerja, hawa panas, dsb, melainkan krn takut, masuk angin, dsb; (2) ki gemetar tidak keruan (krn takut, perasaan cemas)
berketar-ketar ber.ke.tar-ke.tar [v] menggeletar; gemetar (krn takut dsb); menggigil: dia kelihatan takut dan ~
berkisar angan ber.ki.sar angan [ki] berubah haluan (pendapat, pandangan)
berkorban ber.kor.ban [v] (1)menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; menjadi korban; menderita (rugi dsb); (2) memberikan sesuatu sbg korban: kami rela ~ demi kejayaan nusa dan bangsa
berkurban ber.kur.ban [v] mempersembahkan kurban
berlabuh ber.la.buh [v] (1) tergelantung ke bawah; turun (tt kelambu, tirai, layar panggung, dsb): tirai ~; layar panggung ~; (2) berhenti; menurunkan sauh (tt kapal, perahu): kapal-kapal besar pun dapat ~ di Pelabuhan Cirebon; (3) berteduh, berdiam, dan menghentikan segala kegiatan: rumah adalah tempat ~ dr berbagai kegiatan
berlaku ber.la.ku [v] (1) masih berjalan (sedang dikerjakan dsb); berlangsung; terjadi: jam malam ~ dr pukul 18.00 sampai pukul 06.00 WIB; penahanan para sandera masih ~; peraturan itu sudah dinyatakan tidak ~ lagi; (2) berbuat; bertindak: ia suka ~ kasar thd istrinya; (3) bertindak menjadi; menjalankan tugas menjadi: dl pemilihan umum, presiden pun ~ sbg warga negara biasa; (4) boleh dipakai (tt surat, uang, dsb); sah: surat keterangan Saudara tidak ~ lagi krn sudah habis masa ~ nya; (5) dikenakan untuk atau pd: aturan ini ~ bagi sekalian warga negara Indonesia; peraturan lalu lintas itu ~ bagi semua pemakai jalan
berlayar ber.la.yar [v] (1) memakai (menggunakan) layar; (2) mengarungi lautan; bepergian dng kapal (perahu): pelaut itu sudah ~ ke mana-mana; (3) ki meninggal dunia
berlebih-lebihan ber.le.bih-le.bih.an [adv] (1) atas-mengatasi: dl perdebatan itu mereka hanya ~ , bukan mencari kebenaran; (2) teramat sangat; sangat lebih dr keadaan sebenarnya: katakanlah apa adanya jangan ~
berlenggok-lenggok ber.leng.gok-leng.gok [v] bergerak meliuk-liuk ke kiri ke kanan (tt gerakan badan ketika berjalan atau gerakan leher dan kepala ketika menari dsb); oleng spt cupak hanyut
bermandi ber.man.di [v ki] (1) banyak memperoleh: benar-benar pd waktu itu para tengkulak -- uang; (2) bersimbah; bersiram (dng): ia bekerja sama sampai -- keringat; (3) berlumuran: -- darah
bermara ber.ma.ra [v] (1) berbahaya; (2) menempuh bahaya
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bermitra ber.mit.ra [v] menyatakan atau mengakui sbg mitra
bermoncong ber.mon.cong [v] (1) mempunyai moncong: buaya yg -- pendek disebut buaya katak; (2) ki kas berkata sambil bersungut- sungut
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bernanti-nanti ber.nan.ti-nan.ti [v] selalu mengatakan "nanti" (kalau disuruh atau diingatkan) [v] selalu menunggu; lama menunggu
bernilai ber.ni.lai [v] (1) mempunyai nilai (harga uang dsb): mata uang yg ~ seratus rupiah; (2) bermutu; berharga: ia berhasil menciptakan tarian baru yg ~ tinggi
bernyali kecil ber.nya.li kecil takut
berorasi ber.o.ra.si [v] berpidato; berkhotbah: sebelum acara dimulai, sejumlah reformis -; para politisi dilarang keras -- di kampus-kampus
berpahit-pahit ber.pa.hit-pa.hit [v] (1) ki bersusah-susah; berprihatin; (2) ki menyatakan segalanya dng terus terang (tidak hanya yg baik-baik)
berpasrah ber.pas.rah [v] berserah (diri): ~ diri kpd Tuhan sambil berdoa agar terhindar dr malapetaka
berpengaruh ber.pe.nga.ruh [v] (1) ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; (2) berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu
berpenghuni ber.peng.hu.ni [v] ada penghuninya; didiami; ditunggui; berpenduduk: ditemukannya sejumlah alat rumah tangga dan bahan makanan merupakan tanda bahwa daerah itu tadinya ~
berperi ber.pe.ri [v] berkata: bukan beta bijak ~ , pandai menggubah madah dan syair; ia ~ tentang kemenangannya
berpolemik ber.po.le.mik [v] berdebat (berbantah, berbahas) melalui media massa (dl surat kabar, majalah, dsb)
berpontang-panting ber.pon.tang-pan.ting [v] berlari rebah bangun; jatuh terguling-guling
berpucuk ber.pu.cuk [v] (1) keluar pucuknya; (2) ada pucuknya: kata tak ~ , putusan yg terakhir
berputar ber.pu.tar [v] (1) berpusing; berkisar: roda ~ pd porosnya; (2) berganti arah; berbelok: ~ haluan; (3) beredar: uang baru sudah ~; (4) berkeliling: pesawat udara itu ~ empat kali di atas kota; (5) ki berpikir terus: otak saya ~ dan semalaman tidak dapat tidur; (6) cak sedang dipergunakan untuk berniaga (tt uang): uang masih ~ , belum ada yg masuk
berputar haluan ber.pu.tar haluan mengubah prinsip (pendapat, pandangan, pendirian, kebijakan, dsb)
berputar pikiran ber.pu.tar pikiran berubah pikiran; beralih pandangan (pendapat); ~ tujuh keliling sangat pusing: setelah pil itu tertelan, ia merasakan kepalanya ~ tujuh keliling
berputik ber.pu.tik [v] (1) mulai keluar putiknya; mulai berbuah; (2) ki tampak tanda-tanda yg menyatakan akan berhasil (tercapai maksudnya dsb)
bersafar ber.sa.far [v] pergi bertahlil beramai-ramai ke tempat keramat untuk menjauhkan diri dr bahaya pd bulan Safar
bersajak ber.sa.jak [v] (1) mempunyai persamaan bunyi: kata "hati" -- dng kata "sakti"; banyak peribahasa yg -; (2) berbentuk puisi: cerita yg dibacakannya itu -; (3) membacakan lirik; membacakan puisi: ia pandai -- di atas panggung; (4) mengarang puisi: saya -- pd waktu lengang, di saat hati tenang
bersakit-sakit ber.sa.kit-sa.kit [v] (1) bersusah payah (untuk mencapai sesuatu); berusaha dng tidak mengenal lelah: jika kamu segan -- tak akan berhasil usahamu; (2) selalu menderita sakit: sudah sebulan lebih ia -- saja; (3) menderita kesukaran (kesusahan dsb): dahulu ia hidup -, tetapi kini hidupnya senang
bersaksi ber.sak.si [v ] (1) ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: surat perjanjian itu seharusnya dibuat di atas kertas bermeterai dan -- sekurang-kurangnya dua orang; (2) menyatakan (mengakui) dng sesungguhnya
bersalin ber.sa.lin [v] (1) berganti: baginda sedang -- baju dng pakaian kebesaran; (2) berubah (rupa, warna): bunglon adalah binatang yg dapat -- warna sesuai dng warna alam sekitarnya; (3) melahirkan anak: selama empat puluh hari sesudah -, ia rajin minum jamu
bersama ber.sa.ma [v] (1) berbareng; serentak: kami berangkat -- ke sekolah; (2)semua; sekalian: kewajiban itu telah dibebankan kpd kita -; (3) seiring dng: -- surat ini, kami sampaikan seberkas laporan tahunan perusahaan
bersambung ber.sam.bung v (1) diberi tambahan (agar lebih panjang): galah -- itu cukup panjang untuk menjolok mangga; (2) lanjut berturut-turut; ada sambungannya; beruntun: cerita -- itu mengasyikkan; (3)berhubungan; bertalian: rumahnya -- dng rumahku; (4)bersangkut paut; sesuai: jawabannya tidak -- dng pertanyaanku kepadanya
bersandar ber.san.dar [v] (1) bersangga; bertumpu; bertopang: krn capainya, ia duduk -- pd tembok; ia berdiri sambil -- pd batang pohon; (2) membuang sauh; berlabuh: kapal itu- di pelabuhan
bersangka ber.sang.ka [v] (1) menduga; mengira: tidak seorang pun yg -- akan terjadi musibah; (2) menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian: jika ada yg -- akan kebenaran pendapat itu, boleh mengajukan bantahannya
berseberangan ber.se.be.rang.an [v] (1) berhadapan duduknya atau letaknya: pd waktu makan malam ibunya selalu duduk -- dng bapaknya; (2) terletak di seberang jalan (sungai dsb), yg satu di seberang sana dan yg satu lagi di seberang sini: rumah kami -- jalan; (3) berada pd pandangan, pendirian, dsb yg berbeda: tokoh muda itu -- dng pemerintah
bersekat-sekat ber.se.kat-se.kat [v] berbagi-bagi atau terpisah-pisah dng sekat (hingga berpetak-petak): beberapa keluarga tinggal di rumah besar yg -- di dalamnya
bersenapan ber.se.na.pan [v] bersenjatakan senapan; membawa atau menyandang senapan
bersendengan ber.sen.deng.an [v] agak miring (senget dsb) letaknya: ketika angin kencang layar perahu --
bersengat ber.se.ngat [v] (1) mempunyai sengat; ada sengatnya; (2) ki disegani (ditakuti) orang
bersentosa ber.sen.to.sa [v] berada dl keadaan aman dan tenteram (sejahtera dll); berbahagia: ia akan senantiasa -- selama hidupnya terjamin spt saat ini
bersentuhan ber.sen.tuh.an [v] (1) bersinggungan sedikit; bersenggolan: kulitku gatal rasanya -- dng baju bulu ini; (2) kontak (berkaitan) dng: apabila kedua kawat itu -- timbullah percikan api; (3) ki ada sangkut pautnya (dng): usul yg diajukannya tidak -- sedikit pun dng masalah yg sedang dibicarakan
berserah diri ber.se.rah diri menyerahkan diri (tidak ada usaha untuk melawan): ia selalu -- diri saja; (2)pasrah akan nasibnya: ia telah -- diri kpd Tuhan Yang Mahakuasa; - simpan pekerjaan menyerahkan sesuatu (msl buku, rekaman suara) untuk disimpan dan dilestarikan (msl dl museum atau perpustakaan) [ki] (1) mengaku kalah; takluk; (2) memberikan dirinya kpd yg berwenang
berserakan ber.se.rak.an [v] berantakan; porak poranda; terletak tidak beraturan: muatan truk yg terbalik itu -- di lokasi kejadian
bersialang ber.si.a.lang [v] (1) beterbangan (berkerumun) banyak-banyak (tt lebah); (2) Mk mengambil air madu dr sarang lebah
bersiasat ber.si.a.sat [v] (1) melakukan siasat (penyelidikan, pemeriksaan); (2) menggunakan siasat (dng bijaksana, muslihat, taktik); bertindak atau bekerja dng cara baik; (3) bertanya: mereka -- adu domba; mereka -- pecah belah
bersibak ber.si.bak [v] (1) bercerai (ke kanan dan ke kiri); berbelah (ke kanan dan ke kiri spt air laut dibelah kapal): rambutnya -; airnya -- dan membuih ke kiri dan ke kanan; (2) menghindari (menyisi, menepi); memberi jalan dng menyisi ke kanan dan ke kiri: maka -lah mereka itu meluangkan jalan sambil membuka tudung masing-masing
bersibar ber.si.bar [v] (1) mempunyai sibar; (2) bertambah dng didirikannya rumah di kanan atau di kiri rumah besar: rumahnya --
bersilaju ber.si.la.ju [v] berlomba (bercepat-cepatan); adu cepat (tt kapal, perahu, dsb)
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bersilih ber.si.lih [v] (1) bertukar: -- baju; (2) berubah (jadi); bertukar rupa dsb: dukun itu mampu -- rupa jadi harimau; (3) berganti-ganti; bergiliran; bertukar-tukar: berang dan sedih datang -- ganti mengacau perasaan
bersiung ber.si.ung [v] bertaring: babi -- [v] berbunyi spt lebah terbang: peluru itu -- di dekat telinga saya
bersoal ber.so.al [v] (1) bertanya; memajukan soal: -- jawab; (2) mempunyai soal; (3) ki beralasan (mengajukan alasan untuk menolak dsb): kalau tidak mau, katakan saja tidak mau, jangan -- juga
bersujud ber.su.jud [v] membungkuk dng meletakkan dahi ke lantai dan bertelekan dng kedua belah tangan
bersukaria ber.su.ka.ria [v] (1) bersuka-suka; bergirang hati; beramai-ramai (menyatakan kegirangan); bergembira ria; (2) bersenda gurau
bersukat ber.su.kat [v] (1) menakar dng sukat; (2) ditakar dng sukat
bersulap ber.su.lap [v] membuat (mengadakan, mengubah, dsb) sesuatu dng cara yg ajaib
bersumpah ber.sum.pah [v] (1) menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dng sumpah; mengangkat sumpah: Presiden harus -- setia kpd undang-undang dasar; (2) berjanji dng sungguh-sungguh; berikrar: dia -- akan membalas kematian saudaranya; (3) sudah disumpah: belum semua pegawai negeri di kota itu -; penerjemah --
bersyukur ber.syu.kur [v] berterima kasih; mengucapkan syukur: saya -- krn dia terhindar dr bahaya
bertabiat ber.ta.bi.at [v] (1) berperangai; berwatak; (2) bertingkah laku
bertahunan ber.ta.hun.an [num] sifat tumbuhan yg hidupnya lebih dr dua tahun (bahkan sampai ratusan tahun), biasanya berbunga setiap tahun
bertalun-talun ber.ta.lun-ta.lun [v] bergema (bergaung) tidak berkeputusan: seruan mereka itu tidak ubahnya spt bunyi guruh ~
bertarah ber.ta.rah [v] sudah diratakan (dilicinkan) dng rimbas dsb (tt batang kayu)
bertarap ber.ta.rap [v] , ~ sembah menyembah secara bersama-sama; berbaris sembah
bertasyhid ber.tasy.hid [v] mengucapkan kalimat syahadat; menyatakan pengakuan iman (bersaksi dsb) dng mengucapkan kalimat syahadat
berteguh-teguh janji ber.te.guh-te.guh janji berjanji akan menepati apa yg dikatakan: setelah kedua sahabat itu ~ janji, berpisahlah mereka meneruskan perjalanan masing-masing
bertelepuk ber.te.le.puk [v] memakai telepuk: kain itu ~ , kain itu bercap bunga (bercetak kembang)
bertengger burung ber.teng.ger burung kayu (besi) bulat panjang yg diletakkan melintang di sangar untuk tempat bertengger burung
bertengking ber.teng.king [v] (1) berkata dng suara tinggi keras (spt membentak-bentak): dl keadaan marah pejabat itu selalu ~ kpd bawahannya; (2) bertengkar; berbantah: pasangan suami istri itu selalu rukun, tidak pernah ~
berterang-terang ber.te.rang-te.rang [v] tidak sembunyi-sembunyi; menyatakan secara jujur; berterus-terang: ~ saja dl hal itu, tidak perlu malu-malu
berterus terang ber.te.rus te.rang [v] mengaku (mengatakan) secara jujur sesuai dng keadaan yg sebenarnya
bertimbalan ber.tim.bal.an [n] (1) bertimbangan (dng); sama derajatnya (kedudukannya dsb); berjajar dsb hingga berimbangan satu sama lain: ia pun duduk ~ dng Tumenggung; kapal itu pun hendak ~ dng gali itu; (2) bertimbal-timbalan
bertimbang tanda ber.tim.bang tanda bertukar tanda (msl cincin) yg menyatakan sudah bertunangan
bertingkah-tingkah ber.ting.kah-ting.kah [v] silih berganti (bersambut-sambutan, berselang-selang), spt bunyi gendang dng bunyi-bunyian yg lain, bunyi lesung: gendang dan canang ~; bunyi katak dan salak anjing ~ memecah kesunyian malam
bertingkat ber.ting.kat [v] (1) memakai tingkat; berlenggek: gedung ~; di tanah yg sempit sebaiknya didirikan bangunan yg ~; (2) berpangkat-pangkat; berjenjang; merupakan tingkatan (naik-naik): kedudukan para pengawal diatur ~; harganya ~ dr Rp200.000,00 sampai Rp500.000,00; (3) naik setingkat demi setingkat; bertambah tinggi (sukar dsb) sedikit demi sedikit: pelajaran hendaknya dibuat ~ kesukarannya
bertokok ber.to.kok [v] (1) mendapat tambahan sedikit (dl beratnya, panjangnya, dsb ketika mengukur sesuatu); (2) bertambah (lagi): ia mengidap penyakit ginjal dan ~ pula dng sakit kuning
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertolak ber.to.lak [v] (1) berangkat berlayar: kapal pesiar itu ~ dr Pelabuhan Tanjung Priok; (2) berangkat; pergi meninggalkan (menghindar dr): dia telah ~ menuju Jakarta; (3) berpangkal: ~ dr keyakinan itu, saya berusaha belajar lagi
bertonase ber.to.na.se [v] mempunyai daya berat (muat); berkapasitas: sebuah kapal tanker ~ sangat besar
bertopang ber.to.pang [v] (1) memakai topang; disokong; disangga; ditunjang: krn lebat buahnya, pohon pisang itu ~; (duduk) ~ dagu, a (duduk) dagunya disangga dng tangan; b ki melamun; bermalas-malas; (2) bertumpu (pd); berdasar (pd): pendapatnya ~ pd takhayul belaka
bertuang ber.tu.ang [v] dicetak dr logam yg dicairkan: emas ~
bertuankan ber.tu.an.kan [v] (1) menghamba (mengabdi) kpd; menganggap sbg tuan kpd: hamba tak mau ~ anak raja yg lalim itu; (2) menyebut (memanggil) tuan (kpd): tiada aku sudi ~ orang yg lalim itu
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar adat ber.tu.kar adat berganti adat; (2) ki berubah adatnya (tidak sbg biasanya)
bertukar bulu ber.tu.kar bulu bersilih bulu (bulunya berganti dng yg lain); (2) ki berubah keyakinan (pendapat, pendirian)
bertukar kulit ber.tu.kar kulit bersilih kulit; berganti kulit (spt ular); (2) ki berubah keyakinan
bertukar pikiran ber.tu.kar pikiran berbahas (saling mengutarakan pendapat); berdiskusi; (2) berubah pendapat (keyakinan dsb)
bertukuk ber.tu.kuk [v] bertambah: walaupun sudah sepuluh tahun ia menabung, uangnya belum ~ banyak
bertulis tangan ber.tu.lis tangan ditulis dng tangan (tidak dicetak)
berubuh be.ru.buh [Jw n] perang amuk-amukan: tangannya memberi tanda kpd seluruh bala tentara agar mendekat kemudian serentak melakukan --
berudu be.ru.du [n] anak katak yg masih spt ikan (berinsang)
berulang kata ber.u.lang kata selalu kembali mengucapkan apa-apa yg sudah dikatakan
berulang-ulang ber.u.lang-u.lang [v] terus-menerus berulang; berkali-kali: meskipun sudah ~ menceritakan hal itu, dia belum juga puas
berunding be.run.ding [v] (1) bercakap-cakap (tt suatu hal): letakkanlah kopor itu, mari kita ~ sedikit; (2) berbicara; berembuk: ia ingin ~ dulu dng teman-temannya
beruntung ber.un.tung [v] (1) berlaba; mendapat laba: bagaimana dapat ~ kalau ongkos angkutnya saja sudah mahal sekali; (2) bernasib baik; mujur; bahagia: yg ~ dapat mengenyam pelajaran di bangku sekolah dng cuma-cuma; (3) berhasil (maksudnya, usahanya, dsb); tidak gagal
berwukuf ber.wu.kuf [v] melakukan wukuf: dl ~ di Arafah tampak jelas bahwa manusia semua sederajat di sisi Tuhan
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besi be.si [n] logam yg keras dan kuat serta banyak sekali gunanya (sbg bahan pembuat senjata, mesin, dsb); ferum
besi baik dibajai (diringgiti) [pb] barang yg sudah baik ditambah baik lagi
besi tua be.si tua [n] (1) senjata tajam (pedang, keris, dsb) yg berasal dr zaman dulu dan dianggap sakti; (2) besi bekas barang-barang yg tidak terpakai lagi, spt bekas mobil, kapal
besi tuang besi yg dituangkan atau dicetak setelah lebih dahulu dipanaskan hingga mencair (mengandung unsur karbon yg relatif tinggi); besi cor
besut be.sut [v] mem.be.sut v (1) menggosok logam untuk menghilangkan karat (kotoran)nya; (2) ki memperhalus supaya bertambah baik; memperbaiki , mem.be.sut v menyembur (tt darah, air, dsb)
bet [n] pemukul bola dl permainan pingpong [n] tanah yg ditumbuhi oleh belukar yg letaknya dekat tanah yg sedang dikerjakan (di Bali, Lombok)
betah be.tah [a] (1) tahan mengalami suatu penderitaan (keadaan yg tidak menyenangkan); tabah; (2) merasa senang (berdiam atau tinggal di suatu tempat): mereka sudah -- tinggal di sini dan tidak ingin kembali ke kampungnya; (3) kl sembuh: -- dr gering
betapa pula tambahan lagi; lebih-lebih
betas be.tas [a] (1) sobek atau retas (tt barang tenunan, kelim, jahitan, dsb); (2) retak lalu pecah atau belah (tt telur dsb)
betatron be.tat.ron [n Fis] peranti pemercepat elektron dl rongga berbentuk cincin yg divakumkan dan elektron membuat lintasannya di dl rongga secara stabil yg dipercepat oleh medan magnet yg berubah-ubah thd waktu
betik be.tik [n] pepaya; kates; Carica papaya , ter.be.tik n tersiar (kabar): -- kabar bahwa putri Sultan akan dipersunting oleh pemuda desa [n] nama ikan , be.tik-be.tik n bintil-bintil merah pd kulit; biang keringat
beting buta beting yg letaknya di bawah permukaan air
biah bi.ah [ark n] (rumah) tempat sembahyang (orang Yahudi); gereja
biak awan [Met] penyebaran partikel tertentu, spt es kering ke dl awan oleh pesawat atau generator untuk mengubah struktur awan sehingga menimbulkan hujan
biar bi.ar [p] (1) cak agar; supaya: biasakan mandi pagi -- sehat; (2) kata penghubung untuk menyatakan hal-hal yg tidak bersyarat; meskipun; biarpun: -- hidup melarat, tetapi tenang; -- lambat asal selamat
biasa bi.a.sa [a] (1) lazim; umum: bagi masyarakat sekarang memakai sepatu sudah --; (2) spt sediakala (sbg yg sudah-sudah): ia makan dan bercanda sebagaimana -- , tidak tampak bahwa dia sedang menderita sakit parah; (3) sudah merupakan hal yg tidak terpisahkan dr kehidupan sehari-hari; sudah menjadi adat: setiap pagi dia -- minum kopi; (4) sudah seringkali: dia -- datang ke rumah kami
biaya akanan [Man] mata neraca untuk utang yg telah bertambah secara berkala yg akan dibayar pd waktu tertentu
biaya produksi [Ek] biaya yg meliputi biaya untuk memperoleh bahan, upah, dan biaya tidak langsung (spt mengurus perizinan)
biaya standar [Man] taksiran ongkos secermat-cermatnya berdasarkan operasi normal, sbg pembanding ongkos nyata
biaya tetap [Ek] (1) beban atau pengeluaran yg jumlahnya tetap dan tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi; (2) semua pengeluaran yg jumlahnya tidak terpengaruh oleh perubahan tingkat kegiatan
biaya tokok tambahan pembayaran karcis kereta api dsb
bibliografi bib.li.o.gra.fi [n] daftar buku atau karangan yg merupakan sumber rujukan dr sebuah tulisan atau karangan atau daftar tt suatu subjek ilmu; daftar pustaka
bibliografi subjek daftar bahan atau subjek mengenai individu tertentu
bibliotek bib.li.o.tek [n] perpustakaan; taman pustaka
bicara bi.ca.ra [n] akal budi; pikiran: dl menghadapi segala hal selalu dipergunakan budi -- nya; (2) n cak perundingan: rasanya tidak perlu diadakan -- lagi; (3) v beperkara; berurusan: orang yg membawa barang larangan itu akan dibawanya -- kpd hakim; (4) n kl pertimbangan pikiran; pendapat: spt -- Tuan, hamba pun demikian; pd -- patik; (5) v cak berbahasa; berkata: sedikit -- banyak bekerja; (6) a sedang dipakai untuk bercakap (dl telepon): sudah tiga kali saya menelepon, tetapi selalu dijawab " -- "; (7) Jk a cak tanggung, tentu (pasti): kata penjual durian itu, " -- " tebal dan manis
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
bidah bid.ah [n Isl] (1) perbuatan yg dikerjakan tidak menurut contoh yg sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan; (2) pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pd Alquran dan hadis; (3) ki kebohongan; dusta
bidal bi.dal [ark n] peribahasa atau pepatah yg mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dsb [n] sarung jari dr logam (dipakai sbg tudung ujung jari): ketika menjahit kain yg tebal itu, ia memakai --
bidangan bi.dang.an [ark n] petak (tanah): di daerah yg padat, kebanyakan penduduk hanya memiliki -- tanah yg sempit
bidur bi.dur [kl n] bongkah timah yg beratnya sekitar 3 pon (dipakai juga untuk ukuran harga): mahar putri, anak raja Perak, dikatakan 100 -- [n] gelegata
bihari bi.ha.ri [Lihat {bahari}]
biji bi.ji [n] (1) isi buah (yg apabila ditanam dapat tumbuh): -- nangka; -- mangga; (2) butir buah yg kecil-kecil (spt butir padi dan jagung): -- kacang; -- kedelai; (3) kata penggolong bagi bermacam-macam benda sbg pengganti butir, buah, batang, dsb: ia makan mangga lima --; ia mempunyai lima -- mata pena [n] angka yg menunjukkan hasil belajar (kepandaian); nilai; ponten: -- enam untuk bahasa Indonesia
biku bi.ku [ark n] biksu [n] (1) arah garis yg naik turun dng puncak dan dasar yg lancip; (2) lipatan-lipatan pd tepi kain, baju, dsb; (3) takik bergerigi pd tepi dsb sbg perhiasan
bilang bi.lang [v] ber.bi.lang v (1) menghitung: -- untung; (2) beberapa: -- kali; -- ratusan (ribuan); -- sen (rupiah); (3) perhitungan [v cak] berkata; mengatakan: siapa -- ia anak yg bodoh
bilateral bi.la.te.ral [a] (1) dr dua belah pihak; antara dua pihak: perjanjian -- negara sahabat; (2) Huk prinsip keturunan yg memperhitungkan hubungan kekerabatan, baik melalui pria maupun wanita secara serentak
bilga bil.ga [n Lay] (1) bagian kapal yg berada di dl air (di tengah-tengah, antara tingkat atas, dan tingkat bawah); (2) tempat penampungan cairan (air, minyak) untuk menjaga agar ruangan tertentu, msl palka, kamar mesin tetap kering
bilik jantung [Dok] rongga (petak) dl jantung
bilingual bi.li.ngu.al [a] (1) mampu atau biasa memakai dua bahasa dng baik; (2) bersangkutan dng atau mengandung dua bahasa
bilingualisme bi.li.ngu.al.is.me [n Ling] pemakaian dua bahasa atau lebih oleh penutur bahasa atau oleh suatu masyarakat bahasa
bilingualisme koordinat [Ling] bilingualisme dng dua sistem bahasa atau lebih yg berpisah
bilingualisme majemuk bilingualisme dng dua sistem bahasa atau lebih yg terpadu
bilingualisme subordinat bilingualisme dng dua sistem bahasa atau lebih yg terpisah, tetapi masih terdapat proses penerjemahan
bin [Ar] (1) n kata untuk menyatakan anak laki-laki dr seseorang: Amat -- Soleh, Amat anak dr Soleh; (2) p cak kata untuk menguatkan atau mengungkapkan dng perkataan lain: aneh -- ajaib
bingkah bing.kah [n] kata takaran untuk tanah, kapur, dsb yg berkepal-kepal (besar dan padat): se -- tanah
bintang timur planet Venus yg biasa kelihatan besar dan terang di sebelah timur pd dini hari; (2) dikatakan tt mata yg bagus (besar dan bercahaya)
bintul bin.tul [n] bengkak kecil pd kulit (krn digigit nyamuk, disengat lebah, dsb): badannya penuh -- krn disengat lebah dan tabuhan
biogenik bi.o.ge.nik [a] dihasilkan oleh organisme hidup: mikroba ini mengubah asam amino bebas menjadi kelompok amin yg bersifat racun dan dinamakan -- amino
biolinguistik bi.o.li.ngu.is.tik [n] cabang linguistik yg mempelajari kondisi biologis dl pengembangan dan pemakaian bahasa dl diri manusia
bioritme bi.o.rit.me [n] teori yg berdasar pd pendapat ilmiah bahwa dl tubuh manusia sejak lahir sudah tersimpul tiga macam siklus (ritme) yg bekerja aktif sampai saat meninggal, yaitu siklus fisik, siklus emosional, dan siklus intelektual
birama terner birama yg mempunyai prinsip bahwa setiap birama mempunyai tiga ketukan, msl birama 2/3, 3/4, dan 9/8
birit bi.rit [n] pantat , ter.bi.rit-bi.rit v berlari cepat-cepat (krn ketakutan dsb): dia -- menuju kantor polisi
biro klasifikasi [Lay] badan usaha jasa untuk menetapkan klasifikasi kapal, terutama yg menyangkut keselamatan konstruksi kapal
biru bulan gejala di atmosfer yg ditimbulkan oleh jumlah bahan atau partikel tertentu yg mempunyai sifat menyaring cahaya matahari sehingga cahaya biru dan merah lebih banyak dp gelombang cahaya hijau
bising bi.sing [a] (1) ramai (spt berdengung-dengung, berdesir-desir, berdesing-desing) hingga menyebabkan telinga spt pekak (tt suara atau bunyi): bunyi kapal terbang yg akan berangkat sangat --; (2) hiruk-pikuk; gempar: jangan -- , Bapak sedang tidur; (3) berasa pd telinga seakan-akan pekak (krn mendengar bunyi yg tidak keruan): -- telingaku mendengar deru mobil di jalan
blastostil blas.tos.til [n Zool] polip yg telah berubah bentuk dan berfungsi membentuk ubur-ubur
blekok ble.kok [n] burung berkaki dan berparuh panjang, pemakan daging (ikan, katak, siput, dsb), biasa hidup di sawah atau rawa-rawa, berbulu putih dan cokelat; Ardeola speciosa
blirik bli.rik [a] bercorak lurik, bintik-bintik hitam putih (tt bahan, kain, kulit, bulu binatang)
blokade blo.ka.de [n] pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal, dsb tidak dapat keluar masuk dng bebas
bobot bo.bot [n] (1) berat suatu benda: pesawat itu -- nya lebih dr 10.000 kilogram; (2) berat seekor ternak pd suatu keadaan; (3) timbangan; arti penting; (4) ki nilai; mutu: sebuah film yg menitikberatkan -- seni; (5) Graf derajat warna hitam pd huruf cetak (mulai dr yg sangat tipis warna hitamnya sampai dng yg hitam sekali)
bobot mati berat keseluruhan, termasuk berat kargo, penumpang, dsb (tt kapal)
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bodoh bo.doh [a] (1) tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb): anak ini -- benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; (2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah; (3) cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --
bokar bo.kar [ark n] bahan pengolah karet
boks [n] (1) tempat tidur bayi atau tempat menaruh anak-anak (sebelum dapat berjalan), berbentuk segi empat, berpagar pd sisi-sisinya; (2) bak bertutup pd mobil (truk), berbentuk kotak besar untuk mengangkut barang; (3) kotak; ruang kecil yg menyerupai kotak: -- telepon umum
bola jangkar [Lay] benda berbentuk bola yg harus dipasang atau diperlihatkan pd waktu kapal melabuhkan jangkar di siang hari
bola tongkat cabang olahraga berupa permainan bola di lapangan yg bolanya dipukul dng tongkat hoki; -- wasit bola yg dilepas dr tangan wasit dan dinyatakan permainan dimulai lagi: sesudah pertandingan dihentikan beberapa menit, -- wasit dilepaskan
bolak bo.lak [kl a] salah; keliru; tidak kena: tak -- lagi; jawabnya -- belaka
bolak-balik bo.lak-ba.lik [v] berulang-aling pergi dan pulang; berulang kali bergerak dr satu arah ke arah lain; (2) a berkenaan dng kedua sisi kertas dsb: KTP itu difotokopi -- agar menghemat kertas; (3) v berputar balik (tt perkataan): katakan terus terang jangan --
boleh juga dapat juga; (2) cak agak baik juga; tak berapa buruk; lumayan
bolometer bo.lo.me.ter [n] alat untuk mengukur tenaga radiasi elektromagnetik dl selang riak gelombang tertentu dng memanfaatkan perubahan hambatan dr penghantar tipis yg terkena pengaruh pemanasan radiasi dsb
bom [n] senjata yg bentuknya spt peluru besar yg berisi bahan peledak untuk menimbulkan kerusakan besar [n] (1) kayu penarik pedati (dokar dsb); (2) kayu palang (perintang pelabuhan); (3) pelabuhan; pabean
bom gunung api [Geo] bahan batuan erupsi yg terdiri atas partikel berukuran beberapa kaki yg menjadi padat ketika diembuskan oleh gunung api
bom laut bom yg dilemparkan ke dl laut (untuk menghancurkan kapal selam); -- molotov bom bakar sederhana berisi kerosin: para demonstran melempari polisi dng -- molotov
bom napalm bom yg mengandung bahan kimia yg mudah terbakar; bom pembakar
bombas bom.bas [n] (1) ucapan yg baik terdengar, tetapi tidak mengandung arti; omong kosong; (2) Sas ungkapan yg berlebih-lebihan dl berlakon; bahasa atau kata yg muluk-muluk
bonanza bo.nan.za [Sp n] sumber keuntungan; sumber kebahagiaan dan kemakmuran
bongkar muat mengeluarkan dan memasukkan muatan dr atau ke kapal (kereta, dsb)
bongkar-bangkir bong.kar-bang.kir [a] berantakan; cerai-berai
bongkar-membongkar bong.kar-mem.bong.kar [v] menyatakan perbuatan membongkar
bongkor bong.kor [n] (1) bakul dr kulit kayu yg dipakai untuk mengambil sarang lebah (madu) [Jw n] sebidang tanah yg tidak dikerjakan, antara lain, krn tidak ada waktu untuk mengerjakannya
bonus bo.nus [n] (1) upah tambahan di luar gaji atau upah sbg hadiah atau perangsang; gaji, upah ekstra yg dibayarkan kpd karyawan; gratifikasi; insentif; (2) halaman atau artikel tambahan (pd majalah, koran)
bor terarah pengeboran yg sengaja menyimpangkan arah lubang bor untuk menghindari halangan dng membuat perpotongan tambahan atau menuju arah yg berbeda dr semula
bora bo.ra [n Met] angin dingin yg bertiup turun dr pegunungan, yg pd waktu mencapai dataran rendah berubah menjadi panas
boraks bo.raks [n Kim] bahan pembersih (antiseptik; zat pembantu melelehkan zat padat) yg berupa hablur (kristal) berwarna kuning atau serbuk berwarna cokelat
bordu bor.du [ark n] dinding pd tepi perahu (kapal)
boros bo.ros [a] (1) berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang, dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya; (2) lepas, terurai (tt tali yg dikaitkan): tali gasingnya --; (3) banyak dl pemakaian tenaga, bensin, dsb (tt mesin dsb): mobilnya -- bensin
bosman bos.man [n Lay] awak kapal yg tugasnya memimpin awak kapal bawahan bagian dek; serang; bosun
botelir bo.te.lir [n cak] awak kapal bagian jasa boga yg mengepalai pelayan di kapal
boyak bo.yak [a] (1) hambar (tidak sedap) rasanya (lagi) krn sudah kering atau busuk (tt tembakau): tembakau yg sudah --; (2) menjemukan; membosankan; tidak menyenangkan; (3) bangkrut; remuk; berantakan: krn resesi, banyak perusahaan yg --
boyo-boyo bo.yo-bo.yo [n Lay] balok melintang yg dipasang pd mulut palka kapal yg digunakan untuk menempatkan penahan tutup palka
bradikardi bra.di.kar.di [n Dok] penurunan detak jantung secara drastis: pd pukul 09.00 napas anak itu terhenti dan terjadi --
braille brail.le [n] sistem tulisan dan cetakan (berdasarkan abjad Latin) untuk para tunanetra berupa kode yg terjadi dr 6 titik dl pelbagai kombinasi yg ditonjolkan pd kertas sehingga dapat diraba
bretel bre.tel [n] tali elastis atau tidak elastis, tersandang di kedua bahu untuk mengikat pantalon agar tidak lepas
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
brigade infanteri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur infanteri sbg intinya, dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dr komando lebih besar lagi
brigade kavaleri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng inti unsur kavaleri yg berupa batalion tank, batalion penyerbu mekanis, dan kompi pengintai
brigade lintas udara satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur pasukan payung sbg satuan khusus untuk melaksanakan tugas lintas udara, yg didaratkan ataupun diterjunkan dr udara;
brigadir bri.ga.dir [n] , -- jenderal polisi pangkat perwira tinggi peringkat keempat dl kepolisian, satu tingkat di bawah inspektur jenderal polisi, satu tingkat di atas senior superintenden (tanda pangkatnya satu bintang emas yg ditempatkan di bahu baju)
brigadir jenderal TNI pangkat perwira tinggi peringkat kelima dl angkatan darat, satu tingkat di bawah letnan jenderal TNI, satu tingkat di atas kolonel (tanda pangkatnya satu bintang emas yg ditempatkan di bahu baju)
brilian bri.li.an [a] pandai sekali; cemerlang; hebat (tt kemampuan otak, berpikir); mengagumkan: ia adalah seorang pelajar yg --
buah bibir yg selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang
buah hati cahaya mata [pb] dikatakan tt anak yg sangat disayang
buah mulut yg menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; (2) buah bibir
buah tutur yg menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut
buai bu.ai [n] (1) gerak mengayun; (2) Fis gerak ayun pd kapal laut atau pesawat udara sekitar sumbu lintangnya
buang mulut mengatakan sesuatu tidak dng terus terang
buang nyawa mati; mengorbankan nyawa; (2) menempuh bahaya maut dng sengaja
buang peran [Lay] membelokkan (kapal, layang-layang, dsb) ke kiri dan ke kanan
bubur kacang hijau bubur yg terbuat dr kacang hijau, direbus dng garam, gula merah dan daun pandan sbg pengharum, dimakan dng ditambah santan rebus
bubur ketan hitam bubur yg terbuat dr beras ketan hitam, direbus dng garam dan gula, dimakan dng ditambah santan rebus
bubur merah putih bubur yg dibuat dr beras dng santan dan garam, yg sebagian ditambah gula merah, untuk maksud-maksud tertentu (saat pemberian nama anak yg baru lahir dsb)
budaya bu.da.ya [n] (1) pikiran; akal budi: hasil --; (2) adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --; (3) sesuatu mengenai kebudayaan yg sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yg --; (4) cak sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan yg sudah sukar diubah
budaya malu [cak] sikap bawahan yg kurang berani mengatakan keadaan yg sebenarnya thd atasan; (2) sikap pegawai (karyawan dsb) yg merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh
Buddhisme Bud.dhis.me [n] ajaran yg dikembangkan oleh Sidharta Gautama yg antara lain mengajarkan bahwa kesengsaraan adalah bagian kehidupan yg tidak terpisahkan dan orang dapat membebaskan diri dr kesengsaraan dng menyucikan mental dan moral diri pribadi
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
bufer bu.fer [n] (1) penyangga; dapar; (2) Kim larutan yg mampu menahan perubahan kepekatan ion H+
bui [n cak] penjara [n] pelampung yg dirantai ke dasar laut, dipakai sbg petunjuk lalu lintas (untuk kapal) dan tanda tempat dangkal (karang) di bawah permukaan air
buka bu.ka [v] (1) ark jarak; antara; lebar: jalan yg -- nya 5 m; (2) cak membuka; terbuka: tak berani -- mulut; (3) berjualan atau bekerja: kantor pemerintah mulai -- pukul 08.00, tutup pukul 15.00 [v Isl] minum atau makan pd petang hari sesudah berpuasa
bukau bu.kau [n] lembah: setiap hari Minggu acara mereka mendaki bukit dan menuruni --
bukti cabul yg menyatakan kebenaran suatu perbuatan yg tidak senonoh
bukti diri surat keterangan yg membuktikan bahwa orang yg membawa surat tsb benar (sah); surat pengenal
bukti hak [Ek] warkat yg menyatakan bukti tt hak untuk memperoleh (membeli) sebagian saham
bukti setor(an) surat keterangan bahwa sejumlah uang sudah disetorkan
buku gambar buku untuk (belajar) menggambar; (2) buku berisi gambar cetak
buku kuning buku yg ditulis tidak berdasarkan kenyataan dng tujuan mengikat pembaca melalui cerita sensasional; (2) buku yg berisikan ajaran Islam yg ditulis dl bahasa Arab Klasik dng huruf Arab gundul (tanpa tanda baca), diajarkan di pesantren
buku muatan buku berisi daftar barang muatan kapal (kapal terbang dsb)
buldoser bul.do.ser [n] traktor beroda rantai yg dilengkapi alat untuk meratakan tanah, menumbangkan pohon besar, dsb
buletin bu.le.tin [n] (1) media cetak berupa selebaran atau majalah, berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yg diterbitkan secara periodik oleh suatu organisasi atau lembaga untuk kelompok profesi tertentu; (2) siaran kilat resmi tt perkembangan atau hasil-hasil penyelidikan (pertandingan, dsb): -- sepak bola Piala Dunia
bulgur bul.gur [n] biji gandum jenis Tricum yg ditumbuk kasar dan dikeringkan (untuk bahan makanan)
bulu kempa kain tenun dibuat dr benang kapas atau asbes yg dikempa untuk bahan topi
bum [n] (1) kayu palang penghalang (perintang) di pelabuhan; (2) pabean [n] peningkatan (perluasan, penambahan, dsb) yg pesat (tt ekonomi dsb)
bumi bu.mi [n] (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dr matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --
bumi berputar zaman beredar [pb] keadaan zaman selalu berubah
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
bunga hau pengakuan hukum yg harus dibayar apabila mengambil hasil hutan di wilayah masyarakat hukum adat yg lain (di Batak)
bunga karang binatang laut yg hidup berkumpul menjadi satu, rangkanya merupakan bahan yg elastis, bila dibasahi dapat mengisap air; (2) rangka binatang laut yg dipakai sbg alat untuk menggosok (membersihkan); spons; (3) noda berupa bubuk garam putih pd permukaan bata pd waktu mengering
bunga tridasa [Ek] bunga yg diperhitungkan berdasarkan ketentuan bahwa 1 bulan sama dng 30 hari
bungkam bung.kam [a] (1) tertutup (tt mulut); (2) tidak bersuara: mereka -- seribu bahasa
bungkang bangking tergeletak di sana-sini
bungkus bung.kus [n] (1) kata penggolong untuk benda yg dibalut dng kertas (daun, plastik, dsb); pak: tiga -- nasi; dua -- rokok; (2) bahan yg dipakai untuk membalut: daun -- nasi
buntal duri ikan buntal yg berduri besar dan membahayakan, terdapat di laut-laut tropis; Diodon hystrix; -- landak, Diodon nyatri
bunting bun.ting [v] (1) (dl keadaan) mengandung anak dl perut (biasanya dikatakan bagi binatang); hamil; berbadan dua (bagi manusia); (2) sudah berisi bakal buah atau bakal bunga (tt tumbuh-tumbuhan): padinya sudah --
bunyi bu.nyi [n] (1) sesuatu yg terdengar (didengar) atau ditangkap oleh telinga: -- meriam; -- burung; (2) nada; laras (pd alat musik atau nyanyian dsb): -- piano; -- gamelan; (3) Ling kesan pd pusat saraf sbg akibat getaran gendangan telinga yg bereaksi krn perubahan-perubahan dl tekanan udara: dl bahasa Jepang -- "n" dan "ng" pd akhir kata hampir tidak berbeda; (4) ucapan apa yg tertulis (surat, huruf, dsb): bagaimana -- surat itu [ark v] sembunyi
bunyi hambat [Ling] bunyi bahasa yg dihasilkan dng cara memberi hambatan pd tempat artikulasi tertentu thd suara yg dikeluarkan, (msl /p/ dan /b/ adalah bunyi hambat)
bunyi letupan [Ling] bunyi bahasa yg dihasilkan dng cara jalan udara keluar mulut ditutup rapat-rapat kemudian dng tiba-tiba udara dilepas sehingga terjadi semacam letupan, msl bunyi /b/, /p/, /k/, /d/; hentian
burdah bur.dah [ark n] jubah dr bulu domba [n] (1) rebana besar terbuat dr batang pohon kelapa (gelugu); (2) seni musik tradisional Bali Utara dng tetabuhan rebana besar terbuat dr gelugu
buret bu.ret [n Kim] tabung kaca panjang berskala dan dilengkapi dng keran untuk mengatur kecepatan tetesan (aliran) cairan, yg digunakan untuk mengukur dng cermat volume sejumlah cairan yg ditambahkan ke dl suatu wadah, msl dl titrasi
buritan bu.rit.an [n] bagian belakang kapal atau perahu
burung termometer burung yg berbakat besar mengatur suhu dr tumpukan tanah pasir dan dedaunan dl proses menetaskan telurnya krn burung ini tidak pernah membuat sarang untuk mengerami telur dan tidak membesarkan anak-anaknya, pandai memilih pelataran yg cocok untuk meletakkan dan menetaskan telurnya; maleo; Acrocaphalon maleo
buset bu.set [n cak] kata makian lembut untuk menyatakan umpatan, keheranan, dsb
buster bus.ter [n] roket peluncur yg dilepas (dibuang) dr orbit setelah bahan bakarnya habis
busut juga yg ditimbun anai-anai [pb] (1) yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; (2) orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya
buta bu.ta [a] (1) tidak dapat melihat krn rusak matanya; tunanetra: Braille telah berhasil menciptakan huruf untuk anak-anak --; (2) ki tidak tahu (mengerti) sedikit pun tt sesuatu: ia -- akan keadaan negeri itu [Jw n] raksasa
butadiena bu.ta.di.e.na [n Kim] hidrokarbon dng dua ikatan rangkap dan rumus kimia C4H8, bahan baku karet buatan
butana bu.ta.na [n Pet] gas yg diambil dr minyak bumi atau langsung dr bumi yg mudah terbakar dan dipakai sbg bahan bakar
butik bu.tik [n] toko pakaian eksklusif yg menjual pakaian modern, yg sesuai dng mode mutakhir, dng segala kelengkapannya (terutama untuk wanita)
buwuh bu.wuh [Jw n] uang atau bahan yg diberikan oleh tamu kpd tuan rumah sbg sumbangan suatu upacara atau pesta
buyar bu.yar [v] (1) mengalir atau meresap mengembang (spt tinta pd kertas yg kurang baik); (2) terserak; tercerai; berantakan (tt awan, barang-barang yg berkumpul, dsb); (3) tidak terpusat lagi (tt pikiran)
cabai jawa tumbuhan merambat semacam sirih (merica) yg tumbuh di daerah pantai, buahnya berbentuk silinder, berwarna hijau dan keras ketika muda, setelah tua kemerah-merahan dan melunak, bijinya cokelat kehitam-hitaman sebesar butir beras, biasanya digunakan sbg bahan jamu tradisional dsb; Piper retrofractum; -- merah lombok biasa, Capsicum annuum
cabut ca.but [v] , men.ca.but v(1) menarik supaya lepas (keluar) dr tempat tertanamnya (tumbuhnya): ~ bulu (rumput, paku, gigi, dsb); (2) menarik keluar dr sarungnya (keris, pedang, pistol, dsb); menghunus: dia mundur sambil berusaha ~ pistolnya; (3) mengambil salah satu dr kelompok yg besar (spt undian): ~ undian; (4) menarik kembali apa yg sudah dikatakan (dikeluarkan, diberikan, dsb): dia terpaksa ~ pernyataannya di hadapan wartawan; (5) menyatakan tidak berlaku; membatalkan (peraturan, izin, dsb): jika pelaksanaannya melanggar peraturan, yg berwenang akan segera ~ izin untuk mengadakan tontonan itu
cagar alam [Huk] daerah yg kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang (flora dan fauna) yg terdapat di dalamnya dilindungi oleh undang-undang dr bahaya kepunahan; suaka alam
cagar budaya [Antr] daerah yg kelestarian hidup masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dr bahaya kepunahan
cah [p] kata seru untuk menyatakan perasaan tidak suka, menghina, terkejut, dsb [Cn n] masakan sayur (sawi, jamur, udang, hati ayam, dsb) yg berkuah sedikit
cailah ca.i.lah [p cak] kata seru untuk menyatakan rasa kagum; wah!
caima ca.i.ma [n] biarawati di kelenteng yg bertugas menyembahyangkan orang mati
cair ca.ir [a] (1) bersifat spt air, tidak padat dan tidak berupa gas: air raksa ialah benda --; (2) bersifat tidak kental (tidak pekat, tidak beku); encer: bubur --; larutan yg --; (3) ki bocor (tt rahasia, berita, atau kabar); (4) ki (sudah) dapat diuangkan (tt surat keputusan untuk memakai uang negara dr kas negara atau Kantor Perbendaharaan Negara); (5) ki lemah (kurang giat, kurang bersemangat); (6) Fis fase zat yg molekulnya secara relatif bebas mengubah kedudukannya satu thd yg lain, tetapi terkendala oleh gaya kohesif untuk mempertahankan volumenya yg relatif tetap
cairan pengencer ca.ir.an pengencer bahan atau zat yg berupa cairan untuk memperbanyak volume dan berfungsi sbg pelindung, sumber nutrisi, bakteriostatik, dan mempertahankan keasaman
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakup-mencakup ca.kup-men.ca.kup [v] saling mencakup (termasuk di dalamnya): bahasa dan kesusastraan ~ satu sama lain
caluk ca.luk [n] sambal yg menggunakan bahan dr udang atau teri sbg aroma rasa
cambul cam.bul [n] kotak kecil (dr logam)
campur kode [Ling] (1) penggunaan satuan bahasa dr satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb; (2) interferensi; -- mulut turut mencampuri pembicaraan orang lain; turut berbicara dl urusan orang lain: bolehkah saya -- mulut dl perkara ini?
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
candi apit candi yg letaknya diapit oleh candi lain dl satu kompleks
cangap ca.ngap [n] (1) takuk pd permukaan ujung atau pangkal galah (tiang dsb); (2) sesuatu yg bentuknya spt canggah [Mk a] rakus: anak yg --
canggaan cang.ga.an [n Fis] perubahan bentuk dan/atau ukuran suatu benda, biasanya dr yg baik menjadi kurang baik, membarengi terjadinya keadaan bertegangan; deformasi
cangking cang.king [v] , men.cang.king v (1) memegang dng dua belah tangan lalu diangkat ke atas: ~ anak; (2) Jk membawa sesuatu di tangan (pd waktu berjalan); menjinjing; (3) cak mengajak (pergi, serta); mengikutsertakan [v] cang.king.an n gelar kepala adat yg diperoleh krn warisan
cangklong cang.klong [n] (1) pipa lengkung untuk mengisap tembakau yg salah satu ujungnya berbentuk cawan sbg tempat tembakau yg akan disulut; honcoe: pipa --; (2) pengudut (untuk mengisap madat): -- candu [n] pundi-pundi yg disangkutkan di bahu
caos ca.os [Jw v] , -- bekti tanda penghormatan (kpd raja); mempersembahkan sesuatu kpd raja sbg tanda hormat dan bakti [v] menjaga; berjaga-jaga; melindungi
capaian ca.pai.an [n] hasil perbuatan mencapai: ia dinilai sangat mengagumkan pertumbuhan usahanya ditambah lagi ~ teknologinya yg andal
capcai cap.cai [Cn n] (1) masakan yg terdiri atas sayur (wortel, sawi hijau, bunga kol, dsb) ditambah bakso, kembang tahu, udang dsb, dan diberi bumbu tertentu; (2) cak campur aduk
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
cara artikulasi [Ling] cara aliran udara disempitkan atau dilepaskan dl saluran suara, dipakai untuk mengklasifikasikan bunyi bahasa atas plosif (hambat) nasal, frikatif, afrikat, lateral, getar, sentuh, semivokal, dan vokal
carter car.ter [v] , men.car.ter v memesan, menyewa sesuatu (mobil dsb) untuk dipergunakan secara pribadi dl jangka waktu menurut kebutuhan: ia ~ sebuah taksi untuk menjemput keluarganya; untuk keperluan itu ia telah ~ sebuah mobil temannya
cat [n] (1) bahan pewarna (berupa barang cair, cairan yg kental, atau tepung): -- air, -- alis, -- bibir; (2) Tek bahan cair kental yg dibuat dr bahan pigmen dan zat pengikat, dapat diberi zat pewarna (untuk mewarnai suatu permukaan kayu, logam yg berfungsi sbg lapisan pelindung atau dekorasi)
cat rambut cairan untuk mengubah atau memperjelas warna rambut, bermacam-macam warnanya
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
caturan ca.tur.an [n] sulaman yg berpetak-petak
cecap ce.cap [v] , men.ce.cap v (1) menjilat dan mengecap makanan untuk mengetahui rasanya: setelah selesai memasak, ia lalu ~ gulai itu; (2) ki merasai; menikmati: ~ kebahagiaan hidup [n] burung kecil yg biasa mengisap sari bunga
cekal ce.kal [a] tahan menderita; (tetap) kuat; tabah: ia tetap -- dl menghadapi kesukaran ini dan tidak putus asa dl berusaha [v] men.ce.kal v (1) memegang: pendekar itu kembali ~ kedua tangan musuhnya sehingga musuhnya berteriak minta ampun; (2) menangkap (pencuri dsb) [v akr] cegah dan tangkal
cekalan ce.kal.an [n] pegangan: ~ tangan adiknya bertambah kuat, sukar dilepaskan
ceking ce.king [Jk a] (1) kecil pd bagian tengah; genting; (2) hampir putus (tali, tambang); (3) kurus kering: abang saya tubuhnya -- , sedangkan istrinya gendut
cekur ce.kur [n] (1) tumbuhan yg umbinya untuk bahan obat-obatan, daunnya tumbuh rapat di atas tanah, bunganya putih, baunya wangi; Kaempferia galanga; (2) umbi cekur
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
celana dalam pakaian dalam yg berupa celana sbg penutup kemaluan (biasanya dibuat dr bahan yg tipis dan menyerap keringat); cawat
cele ce.le [Jw n] kain (cita) yg coraknya berpetak-petak
celempung ce.lem.pung [n Mus] (1) alat musik perkusi dng kotak suara berbentuk trapesium dng belasan dawai terentang di atasnya; (2) alat musik petik daerah Jawa Barat yg terbuat dr bambu beruas dng dawai dr lapisan kulit bambu itu sendiri yg dikelupas, ditarik ke atas dan diberi pasak di bawahnya
celupak ce.lu.pak [Mk n] pelita yg dibuat dr mangkuk tanah yg kecil dng minyak kelapa sbg bahan bakarnya
cemas hati merasa sangat gelisah (takut, khawatir)
cemerlang ce.mer.lang [a] (1) bercahaya atau bersinar sangat terang; berkilauan: dng bertaburan jutaan bintang, seluruh langit menjadi --; (2) cerdas (tt otak): ia memiliki otak yg --; (3) ki indah sekali; elok sekali: pakaiannya sangat --; (4) ki bagus (baik) sekali (tt hasil suatu pekerjaan dsb): nilai rapornya sangat --; permainannya sangat --
cemetuk ce.me.tuk [ark n] pemberian (menurut adat): masing-masing yg disembah itu memberikan -- menurut tarafnya
cempala cem.pa.la [kl a] lancang [Jw n] kayu (alat) pemukul kotak wayang: -- dan keprak juga ada pd wayang beber
cempe terlantar [Tern] cempe piatu atau kembar yg lahir dr induk domba tua yg kekurangan susu sehingga perlu bantuan susu tambahan
cemplang cem.plang [Jw a] (1) kurang berasa (kurang asin, kurang sedap tt makanan); hambar: masakan yg kurang garam ini -- rasanya; (2) ki kurang menarik; kurang dapat dinikmati krn menyimpang dr kebiasaan dsb: pertunjukan wayang kulit dl bahasa Indonesia rasanya -- sebab tidak biasa
cenderung cen.de.rung [a] (1) agak miring; tidak tegak lurus; condong: bangunan itu tiangnya -- ke depan; (2) menaruh minat (keinginan, kasih, dsb) kepada; suka (ingin) akan: semakin nyata bahwa hatinya -- kpd gadis miskin itu; ia selalu -- berbuat yg tidak baik
cengang ce.ngang [a] , ber.ce.ngang.an v merasa ganjil atau aneh ketika melihat (atau mendengar) sesuatu yg mengherankan (tt orang banyak); takjub; keheranan: sedang kami masih ~ , ia telah menghilang di balik pepohonan; mereka ~ melihat apa yg terjadi
cengar-cengir ce.ngar-ce.ngir [v cak] (1) tersenyum-senyum kecil; tertawa-tawa kecil (krn malu dsb); (2) tersenyum-senyum atau tertawa-tawa kecil untuk menggoda dsb: ia bertambah kesal ketika melihat banyak lelaki -- meliriknya; (3) menyeringai (krn merasa sakit atau kesal)
cengkok ceng.kok /cEngkok/ (1) a bengkok; kelok: tangannya -- krn patah waktu ia jatuh; (2) n logat (bahasa); (3) n irama lagu [n] kera; cigak
centang cen.tang /cEntang/, cen.tang-pe.re.nang a tidak beraturan letaknya (malang melintang dsb); porak-parik; berantakan: segalanya ~ di ruangan itu [n] tanda koreksi, bentuknya spt huruf v atau tanda cawang [v] , men.cen.tang v memukul (menempeleng)
ceplos cep.los [v] , men.cep.los.kan v mengatakan dsb dng terus terang: dl rapat itu ia ~ kritiknya thd ketua
cepuk ce.puk [n] kotak kecil (dr kayu, logam, dsb) tempat perhiasan, sirih, dsb [n] tiruan bunyi batu jatuh ke dl air dsb
cerai-berai ce.rai-be.rai [a] berpisah-pisah (berpecah-pecah, bubar) tidak keruan; bongkar-bangkir; porak-parik; berantakan
ceratai ce.ra.tai [ark v] , men.ce.ra.tai.kan v menceritakan (mempercakapkan) dng ramai
cerita binatang [Sas] cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang, biasanya mengandung ibarat, hikmah, atau ajaran budi pekerti; fabel
ceritaan ce.ri.ta.an [Jk n] sesuatu yg diceritakan (diomongkan); omongan: jadi ~ orang, jadi sebut-sebutan orang
cerobong ce.ro.bong [n] pipa untuk menyalurkan asap ke luar; pipa asap (pd kapal lokomotif, pabrik, dsb)
ceruk rantai [Lay] tangki atau ruangan di bagian belakang atau buritan kapal, biasanya digunakan sbg tangki bilas atau tangki air tawar
ceteri ce.te.ri [ark n] tenda (di perahu dsb): habis memuat, -- pun dipasanglah pd kapal itu
cibir ci.bir [v] men.ci.bir v menganjurkan bibir bawah ke depan untuk menyatakan tidak senang (mengejek, mencemoohkan): mendengar perkataan itu ia ~
cicinda ci.cin.da [n] cicit (untuk menyatakan hormat)
cih [p] kata seru menyatakan tidak suka, mengejek, dsb: -- pembohong, tidak bermalu
cihui ci.hui [p] kata seru untuk menyatakan gembira
cincu cin.cu [Cn n] (1) wakil pemilik perusahaan kapal; (2) nakhoda kapal
cinta monyet (rasa) kasih antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah)
cintamani cin.ta.ma.ni [kl n] (1) intan yg bertuah; (2) ular yg mendatangkan bahagia (terutama dl percintaan)
cip [n Tek] keping kecil bahan semikonduktor yg mengandung rangkaian elektronika dl bentuk rangkaian padu
ciptaan cip.ta.an [n] yg diciptakan; hasil mencipta: bumi ~ Allah disediakan untuk seluruh makhluk-Nya; sudah terbit kumpul-an sajak baru ~ Amir Hamzah
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
ciri akustis ciri dng bunyi bahasa yg berkaitan dng tinggi nada, keras suara, dan panjang bunyi
ciri ekstralinguistis ciri yg tidak menjadi perhatian utama linguistik atau yg dianggap tidak terlalu relevan bagi bahasa sbg alat komunikasi, msl isyarat badan atau nada suara
ciri pembeda ciri yg membedakan satuan bahasa dng satuan bahasa lain, msl [d] dan [t]
cita ci.ta [n] (1) rasa; perasaan hati; (2) kl cipta; (3) cita-cita; (4) cinta; (5) ide; gagasan [n] kain tenun dr kapas dsb yg berbunga-bunga atau berwarna-warni (biasanya untuk bahan baju dsb)
cita rasa rasa spt rasa lezat, sedap; (2) Tern derajat penerimaan ternak thd bahan makanan atau ransum
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
coak co.ak [v] men.co.aki v membuat takik
coba co.ba [v] silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): -- lihat kalau-kalau ia ada di rumah; (2) p kata afektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb: -- , orang apa ini, begitu saja tidak dapat; (3) p seandainya; jika: -- tidak kutolong, celaka engkau
cobaan co.ba.an [n] sesuatu yg dipakai untuk menguji (ketabahan, iman, dsb): sabarlah apabila menerima ~ dr Tuhan
cok [n Lay] alat tambat yg dibuat dr baja tuang, biasanya berbentuk tanduk, digunakan untuk melewatkan tali atau tros kapal; sisir
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
colot co.lot [Jw v] men.co.lot v meloncat; melompat (spt katak dsb)
comberan com.ber.an [n] selokan (lubang) pembuangan air kotor; pelimbahan; got
compoh com.poh [Cn n] juru masak (di kapal)
conet co.net /conEt/, men.co.net v (1) terangkat naik sedikit (tt ujung sesuatu spt ujung kumis, ujung ekor); (2) tumbuh ke luar (spt daging berlebih pd jari): ponoknya ~ pd bahunya; kulitnya ~ pd jarinya
congak co.ngak [a] men.co.ngak v mengangkat muka (kepala) ke atas; mendongak: dia ~ memandang kpd saya [n] taksiran yg dibuat dl kepala saja, tidak ditulis: biaya pembelian barang baru dibuat dng -- saja
congkah-cangkih cong.kah-cang.kih [a] mencuat ke sana ke mari; tidak rata dan tidak teratur; berantakan tidak keruan
contoh bentuk [Graf] contoh rancangan tata letak huruf, klise, dsb
cuak cu.ak [ark n] binatang (spt kerbau, gajah) untuk memikat (gajah, kerbau liar) supaya dapat ditangkap [ark a] takut; gentar
cucunda cu.cun.da [n] (1) kp cucu Anda; (2) cucu (untuk menyatakan takzim atau hormat): Baginda terlalu kasih akan --
cuka belanda cuka yg dibuat dr bahan kimia
cukup cu.kup [a] dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang: ia tidak dapat menabung, gajinya hanya -- untuk biaya hidup sehari-hari; kamar ini -- untuk dua orang; (2) a lengkap; genap (umur, waktu, dsb): tahun ini umurnya -- setengah abad; (3) a sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi): nama saya -- dipanggil Karno saja; jangan khawatir, persediaan --; (4) a lumayan; sedang: untungnya tidak banyak, hanya --; (5) a cak agak kaya; berada; tidak kekurangan: ayahnya orang yg --; (6) adv agak: tadi pagi saya terbangun sudah -- siang; hasilnya -- memuaskan
cunam hidup alat yg berbentuk spt catut untuk menjepit hidung sapi atau kerbau agar mudah dikendalikan dan tidak berontak jika dipegang atau diperiksa untuk diobati
cupak cu.pak [n] takaran beras (biasanya 1 cupak = 1/4 gantang) [n] kepala pengudut (tempat candu dibakar) [n] struktur berbentuk gelembung [n Graf] alat dr kain atau semacamnya berbentuk lipatan-lipatan yg kedap cahaya dan/atau kedap udara, dipakai pd kamera atau alat untuk mengembus udara
cura cu.ra [n] kelakar; olok-olok; (2) a lucu: sembah si Lamat, hamba yg --; semuanya berbuat -- [Mk v] ber.cu.ra-cu.ra v mengeluarkan perkataan yg keji-keji (krn marah dsb)
curiga cu.ri.ga [kl n] keris [a] (1) berhati-hati atau berwaswas (krn khawatir, menaruh syak, dsb): kita harus tetap -- krn banyak pengacau yg berkedok sbg pembela bangsa; (2) (merasa) kurang percaya atau sangsi thd kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dsb): Ibu -- akan kebenaran ceritaku
cus [n] tiruan bunyi api disiram air dsb [p] kata seru untuk menyatakan gerakan yg sangat cepat dsb: -- , kilat itu telah melintas
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
dabih da.bih [Mk] , men.da.bih v menyembelih; mendebah
dacin da.cin [n] alat untuk menimbang sesuatu berupa tongkat yg diberi skala yg dilengkapi dng anak timbangan dan tempat untuk meletakkan barang (yg ditimbang, digantungkan pd tongkat tsb)
dada da.da [n] (1) bagian tubuh sebelah depan di antara perut dan leher: ia memukul -- nya; (2) rongga tubuh tempat letak jantung dan paru-paru: ia akan menjalani operasi -- krn jantungnya sakit
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
dadung da.dung [n] dendang [n] (1) tali besar (untuk menambat kerbau, lembu, dsb); (2) Lay tali besar untuk menambatkan kapal
daerah kuno daerah geografis tempat tersebarnya kebudayaan suku bangsa yg mengandung unsur kuno, biasanya terletak di pinggiran suatu daerah kebudayaan
daerah pasang surut daerah yg secara teratur terkena perubahan (pasang surut) air oleh air pasang
daerah pedalaman daerah yg terletak jauh dr kota atau dr pantai
daerah pinggiran daerah yg terletak di pinggir kota
daerah rawan daerah yg terganggu keamanan dan ketenteramannya (merupakan daerah berbahaya, tidak tertib, kemelut, dsb)
daerah tujuan wisata daerah yg memiliki objek wisata yg ditunjang oleh masyarakat dan prasarana pariwisata; (2) tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisata; (3) daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan
daftar barang [Ek] daftar yg memuat nama bahan yg harus digunakan berikut ukurannya dl rangka pembuatan suatu produk
daftar hadir daftar yg menyatakan kehadiran seseorang pd setiap hari belajar, bekerja, dsb
daftar hitam daf.tar hi.tam [n] daftar nama orang atau organisasi yg dianggap membahayakan keamanan atau daftar nama orang yg pernah dihukum krn melakukan kejahatan
daerah da.e.rah [n] (1) bagian permukaan bumi dl kaitannya dng keadaan alam dsb yg khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dsb); (2) lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dsb); (3) selingkungan tempat yg dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dsb); (4) tempat sekeliling atau yg termasuk dl lingkungan suatu kota (wilayah dsb): -- Jakarta dan sekitarnya; (5) tempat dl satu lingkungan yg sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dsb): -- tropis; -- penghasil kopra; (6) tempat yg terkena peristiwa yg sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dsb); (7) bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dsb); -- aliran sungai daerah sekitar sungai, yg melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yg merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yg jatuh di atasnya mengalir ke dl sungai: -- aliran sungai yg gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan
daftar muatan [Lay] daftar yg memuat jenis barang, jumlah, dan berat koli, pelabuhan yg akan dituju dan muatan yg akan dikapalkan
dag-dig-dug [n] tiruan bunyi dr debaran jantung; (2) a berdebar-debar (tt jantung) krn sangat ketakutan
daging giling daging yg dihaluskan untuk bahan sosis atau untuk bahan makanan yg lain
daging gulung makanan (lauk) berbentuk gulungan, terbuat dr daging sbg lapis luar dan bahan lain (wortel, acar, dsb) sbg isi
dah [ark n] dinas, jasa, kemanfaatan [n cak] (1) baiklah: biar -- , biarkan saja, tak apa; (2) kp sudah [n cak] ucapan salam waktu berpisah
dahsyat dah.syat [a] (1) mengerikan; menakutkan: tabrakan kereta api yg terjadi di daerah itu sangat --; (2) hebat; amat sangat: meriam berdentuman amat -- bunyinya; (3) kl takut; bingung; ketakutan; kebingungan: memberi --; menaruh --
dahulu timah [pb] dikatakan tt seseorang yg turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yg telah habis harta bendanya
daktilologi dak.ti.lo.lo.gi [n] bahasa isyarat dng jari: -- para tunawicara
dalang da.lang [n] (1) orang yg memainkan wayang: -- wayang kulit; -- wayang golek; (2) ki orang yg mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi: -- gerakan pemberontakan itu telah tertangkap
dalil da.lil [n] (1) keterangan yg dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran (terutama berdasarkan ayat Alquran); (2) patokan dl matematika dsb: salah satu -- segitiga sama sisi adalah bahwa ketiga sudutnya sama besar; (3) pendapat yg dikemukakan dan dipertahankan sbg suatu kebenaran: ia tidak dapat mempertahankan -- nya yg dikemukakan pd rapat itu; (4) tanda; penunjukan
damal da.mal [ark n] maju perlahan-lahan (tt kapal)
damba dam.ba [a] sangat ingin; rindu: seorang anak yg -- akan kedamaian abadi [ark v] , men.dam.ba v merebahkan diri pd; memeluk [a] diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hati
damotin da.mo.tin [n Tek] dinamit amonia gelatin (digunakan sbg bahan peledak)
dampak dam.pak [n] (1) benturan; (2) pengaruh kuat yg mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif); (3) Fis benturan yg cukup hebat antara dua benda sehingga menyebabkan perubahan yg berarti dl momentum (pusa) sistem yg mengalami benturan itu
dampar dam.par [v] , men.dam.par v mengempas; hanyut ke pantai: terdengar bunyi mendesir spt air laut ~ pantai
dan [p] penghubung satuan bahasa (kata, frasa, klausa, dan kalimat) yg setara, yg termasuk tipe yg sama serta memiliki fungsi yg tidak berbeda: ayah -- ibu, bibi -- paman, serta para anak, cucu, -- kemenakan bersama-sama merayakan 50 tahun perkawinan nenek mereka [n Olr] kelas atau tingkatan (I, II, III, IV, dsb) untuk yudo, karate, kempo
dana asuransi dana yg diciptakan untuk mengganti kerugian seseorang yg menanggung risiko sendiri; -- bantuan dana (persediaan uang) untuk membantu suatu usaha, terutama dl keadaan darurat: sudah tersedia -- bantuan untuk membangun kembali sekolah dasar yg ambruk itu
dana pensiun dana yg keuangannya diperoleh dr iuran tetap para peserta ditambah penghasilan perusahaan yg disisihkan dan para peserta berhak memperoleh bagian keuntungan itu setelah pensiun
dana peremajaan [Ek] sejumlah uang kas yg disisihkan untuk keperluan penggantian atau pembaharuan pabrik dan mesin
danau subtropis danau di daerah subtropis yg suhu permukaan airnya berubah-ubah, di sekitar 4oC
dandan dan.dan [v cak] (1) mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias; (2) memperbaiki; menjadikan baik (rapi) [n] panggung tambahan pd geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud) [n] (1) tali yg besar; (2) kabel [v] merampas milik seseorang dng kekerasan
dapra dap.ra [n Lay] bantalan yg dipasang pd lambung kapal atau perahu (untuk menjaga supaya jangan bersentuhan dng tembok dermaga atau pangkalan dsb)
dari sana da.ri sa.na [pron] kata penunjuk untuk menyatakan arah yg jauh dr pembicara
dari sini da.ri si.ni [pron] kata penunjuk untuk menyatakan arah yg dekat ke pembicara
dari situ da.ri si.tu [pron] kata penunjuk yg menyatakan arah yg agak mendekat dng pembicara
daru-daru da.ru-da.ru [n] pohon, kayunya kuat dan berat, baik untuk bahan rumah; Urandra corniculata
darun da.run [Mk n] bunyi keras yg serentak; derum
darurat da.ru.rat [n] (1) keadaan sukar (sulit) yg tidak tersangka-sangka (dl bahaya, kelaparan, dsb) yg memerlukan penanggulangan segera: dl keadaan -- Pemerintah harus dapat bertindak cepat untuk mengatasi keadaan; (2) keadaan terpaksa: dl keadaan -- Pemerintah dapat segera memutuskan tindakan yg tepat; (3) keadaan sementara: mereka ditampung dl suatu bangunan --
dasbor das.bor [n] panel dl mobil, kapal terbang, dsb di bawah kaca depan berisi penunjuk panel kontrol
data da.ta [n] (1) keterangan yg benar dan nyata: pengumpulan -- untuk memperoleh keterangan tt kehidupan petani; (2) keterangan atau bahan nyata yg dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan)
data kualitatif data tidak berbentuk angka yg diperoleh dr rekaman, pengamatan, wawancara, atau bahan tertulis
dataran tinggi da.tar.an tinggi bagian permukaan bumi yg mendatar dan terletak pd ketinggian lebih dr 600 m dr permukaan laut
daulat dau.lat [kl n] (1) berkat kebahagiaan (yg ada pd raja); bahagia; (2) tulah: mati ditimpa -- segala raja-raja yg ada [n] kekuasaan; pemerintahan: -- Islam zaman itu berhasil menggenggam kunci lalu lintas laut di timur dan barat
daulat tuanku ya tuanku (arti sebenarnya: bahagialah tuanku)
daun nasi da.un na.si [n] tanda berupa tanaman belukar yg menunjukkan bahwa tanahnya adalah hak milik orang yg menanam belukar tsb
daur niaga [Dag n] perubahan yg berturut-turut terjadi dl kegiatan dunia usaha dan biasanya secara melingkar
daur ulang da.ur ulang [n] (1) peredaran ulang suatu masa; (2) Kim pemrosesan kembali bahan yg pernah dipakai, msl serat, kertas, dan air untuk mendapatkan produk baru
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
daya kupas kemampuan mesin pengupas untuk mengupas sekam gabah (padi) sehingga diperoleh beras pecah kulit
daya rasa kemampuan merasai suatu bahan makanan
dayung peminggang dayung yg berada di bagian tengah (perahu, kapal, dsb)
debarkasi de.bar.ka.si [n] penurunan penumpang (muatan) dr kapal
debat de.bat [n] pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing: debat tt calon presiden mendapat perhatian dr masyarakat
debit de.bit [n] (1) uang yg harus ditagih dr orang lain; piutang; (2) Man catatan pd pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yg mengurangi deposito pemegang rekening pd banknya [Tan] volume air yg mengalir dr suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dl satuan waktu
debitase de.bi.ta.se /dEbitase/ sisa bahan yg sudah tidak dipakai yg diperoleh dr hasil pengerjaan alat batu prasejarah
definisi riil proses atau hasil menyatakan makna kata dng memerinci unsur-unsur konsepnya
deflagrasi def.la.gra.si [n] (1) Kim proses pembakaran yg berlangsung dl waktu singkat, biasanya disertai nyala yg terang dan suara gemertak; (2) Idt pembersihan baja dng panas berukuran tinggi
deflagrator def.la.gra.tor [n] alat elektromagnetik yg dng pengadaan panas berukuran tinggi, digunakan untuk membakar bahan yg mudah meledak, membersihkan baja, dsb
deflasi def.la.si [n] (1) Ek penambahan nilai mata uang, antara lain, dng pengurangan jumlah uang kertas yg beredar dng tujuan mengembalikan daya beli uang yg nilainya menurun; gejala perekonomian yg merupakan akibat keadaan tsb, spt penurunan produksi, langkanya lapangan kerja, rendahnya daya beli masyarakat; (2) Geo pemindahan atau pengangkutan bahan (pasir, abu) oleh angin
defonologisasi de.fo.no.lo.gi.sa.si [n Ling] hilangnya kontras antara beberapa fonem dl sejarah suatu bahasa
deformasi de.for.ma.si [n] perubahan bentuk atau wujud dr yg baik menjadi kurang baik: wayang kulit ini adalah -- dr wayang Timur kuno
deformatif de.for.ma.tif [a] bersifat deformasi; bersifat mengubah bentuk: orang terperangah pd karya seni -- dr seniman itu
degenerasi de.ge.ne.ra.si [n] (1) kemunduran atau kemerosotan generasi (tidak sebaik generasi sebelumnya): penggunaan obat bius di kalangan anak-anak muda dapat mengakibatkan --; (2) Dok kemunduran, perubahan menjadi sesuatu yg rusak
deiksis de.ik.sis [n Ling] hal atau fungsi menunjuk sesuatu di luar bahasa; kata yg mengacu kpd persona, waktu, dan tempat suatu tuturan
dek [n] geladak kapal [Mk ark p] oleh karena; oleh sebab
dekah de.kah [n] ber.de.kah-de.kah v terbahak-bahak; terkekeh-kekeh; tergelak-gelak (tt tertawa yg keras-keras)
deklarasi dek.la.ra.si [n] (1) pernyataan ringkas dan jelas (tt suatu hal): konferensi itu telah menghasilkan -- yg terdiri atas sepuluh pasal; (2) keterangan lengkap tt uang, biaya perjalanan, barang yg masuk, dsb; -- nasional deklarasi yg diumumkan secara nasional: sikap kelompok ketiga ini tercermin di dl -- nasional yg dinyatakan oleh ketuanya
deklinasi kuat [Ling] deklinasi nomina dan adjektiva dl bentuk tidak teratur dl bahasa Jerman
deklinasi lemah [Ling] deklinasi nomina dan adjektiva dl bentuk teratur dl bahasa Jerman
deklinasi negatif [Geo] deklinasi yg terletak di belahan selatan langit, yaitu mulai dr ekuator sampai ke kutub selatan langit
deklinasi positif [Geo] deklinasi yg terletak di belahan utara langit, diukur mulai dr ekuator sampai ke kutub utara langit
dekode de.ko.de /dEkode/ (1) n pengubahan informasi dr bentuk sandi dsb ke dl bahasa yg dikenal; (2) n pengubahan suatu sistem kode ke sistem kode yg lain; awakode; (3) v menemukan (menafsirkan) makna atau arti suatu pesan dl bahasa (rahasia); mengurai (menjabarkan) kode atau bahasa; awakode
dekoder de.ko.der [n] (1) ahli sandi; (2) alat untuk membaca sandi balik; (3) pesawat tambahan untuk menangkap siaran televisi
dekomposisi de.kom.po.si.si [n Kim] proses perubahan menjadi bentuk yg lebih sederhana; penguraian
dekoratif de.ko.ra.tif [a] berkenaan dng dekorasi: bunga-bunga yg dipasang di sudut itu menciptakan efek --
delapan de.la.pan [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 8 (Arab) atau VIII (Romawi); (2) urutan ke-8 sesudah ke-7 atau sebelum ke-9; (3) jumlah bilangan 7 ditambah 1
delepak de.le.pak [n] lampu yg tempat minyaknya terbuat dr piring tanah dng sumbu kecil, dan menggunakan minyak kelapa sbg bahan bakar
delikan de.lik.an [n] petak umpet
delirium de.li.ri.um [n] gangguan mental yg ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik
demam panas penyakit demam dng suhu badan yg tinggi, yg dapat menyebabkan penderitanya berubah ingatan
demper dem.per [n] alat tambahan yg sering dipasangkan pd beberapa alat musik guna meredam kekuatan bunyinya
dempet dem.pet [a] , ber.dem.pet v (1) berdampingan rapat (berdekatan); berimpit: rumah-rumah di kota umumnya ~ satu sama lain; (2) rapat melekat (dikatakan tt pisang, jari, bayi kembar siam, dsb)
dempul dem.pul [n] bahan penutup lubang pd kayu dsb, dibuat dr kapur dan minyak cat; gala-gala
denah de.nah [n] (1) gambar yg menunjukkan letak kota, jalan, dsb; peta; (2) gambar rancangan (rumah, bangunan, dsb) [n] , -- jahat kl hantu yg menyebabkan kaki menjadi bengkak
denah duga [Lay] cara menggambarkan (menduga) arah pelayaran yg dipakai oleh para pelaut, msl pd waktu tertentu sepanjang hari para pelaut mencatat kecepatan kapal berlayar dan arah kapal bergerak
dengan de.ngan [p] (1) beserta; bersama-sama: ia pergi -- anak istrinya; (2) dan: Saman -- Simin tinggal sekampung; (3) memakai (menggunakan) suatu alat: melempar -- batu; menusuk -- belati; melukis -- cat; (4) kata penghubung menyatakan hubungan kata kerja dng pelengkap atau keterangannya: bermain -- temannya; (5) kata penghubung untuk menerangkan cara (bagaimana terjadinya atau berlakunya); sambil; seraya: ia menjawab -- tersenyum; harus datang sendiri -- membawa ijazah; (6) kata penghubung menerangkan (sifat): diperhatikan -- sungguh-sungguh; gawangnya dijaga -- ketat; menyerang -- gagah berani; (7) oleh; karena: lemarinya penuh -- buku; (8) atas: -- kemauan sendiri; (9) penghubung untuk menyatakan keselarasan (kesamaan, kesesuaian): menyesuaikan -- keadaan lingkungan; mukanya mirip -- ibunya; -- sendirinya sendiri (dng arti yg lebih kuat); otomatis: bergerak -- sendirinya [kl n] (1) sahabat; (2) Mk hamba tebusan; budak: Datuk Bendahara itu banyak sekali -- nya; (3) saya; aku
denging de.nging [n] tiruan bunyi lebah, bunyi nyamuk (bunyi "nging" di telinga dsb)
dengkang deng.kang [n] tiruan bunyi katak "kang, kang"
denotasi de.no.ta.si [n Ling] makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas penunjukan yg lugas pd sesuatu di luar bahasa atau yg didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif
dentat den.tat [a] bertakik; bergigi
dentin den.tin [n] (1) bahan berzat kapur mirip dng bahan tulang, tetapi lebih keras dan padat (tugas utamanya membentuk bagian terpenting dr gigi); (2) tulang gigi
denyut nadi detak nadi yg dapat dirasakan dng meraba pergelangan tangan
deposit de.po.sit [n Geo] batu, tanah, atau bahan padat lain yg dibawa air sungai, air laut atau gletser dr satu tempat ke tempat lain
depun de.pun [n] kelim atau lipatan tambahan pd tepi kain (pakaian) sbg hiasan: lengan dan leher bajunya diberinya --
derajat kebebasan [Fis] jumlah koordinat independen yg perlu untuk menentukan letak setiap zarah dl suatu sistem dinamis secara unit
derak de.rak [n] tiruan bunyi dahan patah (bambu dibelah dsb); bunyi kertak
derakan de.rak.an [n] bunyi derak; kertak
derana de.ra.na [ark a] tahan dan tabah menderita sesuatu (tidak lekas patah hati, putus asa, dsb)
derek de.rek [n] deret; leret; baris [n] kerek untuk menarik, mengangkat, menaikkan, atau menurunkan muatan dr kapal dsb: gerbong kereta api itu diangkat dng -- dr palka kapal [Lihat {derik}]
derel de.rel [n] tembakan serentak; salvo
deret de.ret [n] (1) susunan (dl bentuk garis lurus) teratur yg sama arah, jarak, tinggi, dan tingkatan; (2) Stat kumpulan zat, bilangan, atau kuantitas lain pd kumpulan yg sama yg disusun secara beraturan; (3) Ling hubungan antara unsur bahasa secara linear, msl deret fonem dl kata; realisasi dr urutan
dermaga der.ma.ga [n] (1) tembok rendah yg memanjang di tepi pantai menjorok ke laut di kawasan pelabuhan (untuk pangkalan dan bongkar muat barang); kade: kapal itu sedang berlabuh di -- pelabuhan untuk membongkar muatannya; (2) tembok penahan ombak (di pelabuhan)
derman der.man [a] banyak (anak, untung, dsb): kebijaksanaan lebih membawa -- bahagia bagi dirinya
derup de.rup [n] tiruan bunyi derap (langkah sekelompok orang secara serentak dsb)
desa kaputihan [Jw] desa yg terletak di dekat masjid atau pusat peribadahan yg didiami orang-orang saleh
deserebrasi de.se.reb.ra.si [n Dok] pengangkatan otak besar
desibel de.si.bel [n] (1) satuan ukuran untuk mengukur kerasnya suara; satuan ukuran untuk mengukur ketajaman pendengaran; (2) Fis satuan untuk mengukur rasio dua daya atau intensitas, atau rasio antara suatu daya dan daya acuan; satuan yg sama dng 10 kali logaritme rasio tsb; (3) Ling satuan untuk menyatakan intensitas bunyi relatif pd skala dr 0 untuk rata-rata bunyi yg dapat didengar sampai 130 untuk rata-rata bunyi pd ambang pendengaran tertinggi
desikan de.si.kan [n Kim] bahan atau zat yg dapat menyerap uap air spt gel silika, klorida kapur; zat penyerap atau zat pengering
desikator de.si.ka.tor [n] bejana tertutup berisi zat pengering untuk menyimpan bahan spt biji tanaman agar bahan itu tetap dl keadaan kering
deskripsi struktur [Ling] (1) penggambaran konstituen ujaran dan hubungannya dr sudut semantik, sintaksis, dan fonologi, kaidahnya terletak di sebelah kiri kaidah transformasi; (2) masukan yg memungkinkan terjadinya suatu transformasi
destroyer des.tro.yer [n] kapal perusak; kapal pemburu
detektor de.tek.tor [n] (1) alat untuk mencatat yg bekerja secara otomatis (msl mencatat perubahan suhu atau tekanan udara setempat); (2) alat yg bekerja dng getaran magnet untuk mengetahui atau menemukan adanya benda logam (bom), gelombang radio, dsb
detergen de.ter.gen [n] bahan pembersih pakaian (spt sabun yg tidak dibuat dr lemak atau soda dan berupa tepung atau cairan)
determinatif de.ter.mi.na.tif [a] bersifat menentukan: untuk berkomunikasi, bahasa merupakan unsur yg -- dl kehidupan manusia
detonator de.to.na.tor [n] zat atau bahan yg dapat menyebabkan terjadinya ledakan
detritus de.tri.tus [n] (1) sampah, termasuk bangkai, yg meluruh; (2) Geo pecahan bahan yg lepas dr permukaan batuan krn meluruh; (3) Dok jaringan rusak yg terlepas dr tempat asalnya
Deuterokanonika Deu.te.ro.ka.no.ni.ka [n Kat] Kitab Perjanjian Lama yg aslinya ditulis dl bahasa Yunani, dan diakui sbg bagian Perjanjian Lama oleh gereja Katolik
dewanagari de.wa.na.ga.ri [n] abjad yg dipakai untuk menuliskan bahasa Sanskerta dan beberapa bahasa India modern
dewi-dewi de.wi-de.wi [n Lay] alat untuk mengangkat atau derek dng rancangan tertentu, msl sekoci, tangga kapal
di sana di sa.na [pron] kata penunjuk untuk menyatakan tempat yg agak jauh dr pembicara
di sini di si.ni [pron] kata penunjuk yg menyatakan tempat yg dekat dng pembicara
di situ di si.tu [pron] kata penunjuk yg menyatakan tempat yg agak mendekat dng pembicara
di ujung lidah [ki] (1) dl perkataan saja tidak disertai pelaksanaannya; (2) disebut-sebut; dipercakapkan: perang Teluk Parsi selalu di -- lidah; (3) sudah hampir terkatakan
diafon di.a.fon [n Ling] satuan fonologis abstrak yg dirumuskan untuk menandai kesepadanan antara sistem bunyi dr dialek yg berbeda, msl dl bahasa Melayu diafon //a// yg direalisasikan dl dialek Melayu Riau [rupe] dan dl dialek lain [rupa], [rupe], dsb
diagenesis di.a.ge.ne.sis [n] proses mengubah endapan menjadi satuan sedimen melalui tekanan dan suhu yg kecil sekali
diagram balok diagram yg dinyatakan dl tiga dimensi, lebar, tinggi, dan dalam; (2) Geo gambar sketsa untuk menjelaskan sesuatu dng melukiskan bagiannya, cara kerjanya, dsb
diagram gambar diagram yg menyatakan suatu peristiwa dng bantuan kenyataan yg disederhanakan atau diperkecil
diagram garis diagram yg menyatakan suatu peristiwa dl bentuk kurva
diagram lingkaran diagram yg menyatakan suatu peristiwa dl bentuk lingkaran (360o) yg dipotong-potong menjadi segmen
diagram silsilah gambaran visual hubungan genealogis antara bahasa berkerabat dl keluarga atau kelompok bahasa
diakritik di.a.kri.tik [n] tanda tambahan pd huruf yg sedikit banyak mengubah nilai fonetis huruf itu, msl tanda ' pd E
diakronis di.a.kro.nis [a Ling] berkenaan dng pendekatan thd bahasa dng melihat perkembangan sepanjang waktu; bersifat historis
dialek di.a.lek [n Ling] variasi bahasa yg berbeda-beda menurut pemakai (msl bahasa dr suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu)
dialek sosial dialek yg dipakai oleh kelompok sosial tertentu, msl dialek wanita dl bahasa Jepang
dialek temporal dialek dr bahasa yg berbeda-beda dr waktu ke waktu, msl apa yg lazim disebut bahasa Melayu kuno, Melayu Klasik, dan Melayu Modern, masing-masing adalah dialek temporal dr bahasa Melayu
dialek tinggi variasi sosial atau regional suatu bahasa yg diterima sbg standar bahasa itu dan dianggap lebih tinggi dp dialek-dialek lain
dialektologi di.a.lek.to.lo.gi [n Ling] cabang linguistik mengenai variasi bahasa dng memperlakukannya sbg struktur yg utuh; ilmu tt dialek
dialinguistik di.a.li.ngu.is.tik [n Ling] penyelidikan mengenai jangkauan dialek dan bahasa yg dipakai dl suatu masyarakat bahasa
diamagnetisme di.a.mag.net.is.me [n Fis] gejala yg terdapat di dl bahan yg menunjukkan kemagnetan imbas yg relatif kecil dan berlawanan arahnya dng arah kakas (gaya) pemagnet
dian di.an [n] alat untuk menerangi (sesuatu); (lampu) kecil dng bahan bakar minyak; pelita
dianjak layu di.an.jak layu, dibubut mati [pb] suatu kebenaran yg tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus
diapositif di.a.po.si.tif [n] (1) Graf gambar fotografi positif di atas alas bening, digunakan sbg bias yg diproyeksikan; (2) transparansi kecil yg dicetak dr negatif hasil pemotretan udara untuk keperluan kontur peta relief; (3) hasil cetakan yg dasarnya berwarna pekat, gambar atau teksnya putih; dias
diasak layu di.a.sak layu, dicabut mati [pb] sesuatu yg tetap dan tidak diubah-ubah lagi
diasistem di.a.sis.tem [n Ling] (1) jaringan hubungan formal yg memperlihatkan sistem bahasa bersama yg dianggap mendasari dua dialek atau lebih, dirumuskan sbg kerangka untuk menjelaskan perbedaan struktural; (2) fenomena dua sistem atau lebih yg bekerja secara berdampingan yg mungkin mempengaruhi perkembangan sistem itu, msl sistem fonem yg berbeda dr dialek yg berdekatan dl satu bahasa
diaterman di.a.ter.man [a Fis] mampu meneruskan bahang (panas) sinaran; diatermik
diatesis di.a.te.sis [n Ling] kategori gramatikal yg menunjukkan hubungan antara partisipan atau subjek dng perbuatan yg dinyatakan oleh verba
diatesis medial [Ling] diatesis yg menunjukkan pelaku berbuat untuk dirinya sendiri; -- pasif Ling diatesis yg menunjukkan bahwa subjek adalah tujuan dr perbuatan, msl ia bercukur; -- resiprokal Ling diatesis yg menunjukkan subjek pluralis bertindak berbalasan atau subjek singularis bertindak berbalasan dng komplemen, msl mereka berpukul-pukulan atau ia berpukul-pukulan dng temannya
diatipe di.a.ti.pe [n Ling] ragam bahasa
diatom di.a.tom [n Zool] ganggang yg selnya dikelilingi oleh suatu cangkang yg menyerupai kotak yg mengandung silika
diatopik di.a.to.pik [n Ling] penyelidikan mengenai variasi bahasa dl dimensi ruang dan dimensi sosial
dielektrik di.e.lek.trik [n Fis] bahan yg tidak dapat menghantar muatan listrik dng baik; isolator elektrik
diensefalon di.en.se.fa.lon [n Anat] otak tengah
diesel die.sel [n] mesin motor yg memakai bahan bakar solar
diet makrobiotik usaha mencapai kondisi sehat melalui diet (dng memperhatikan faktor tradisi, ekologi, iklim, usia, jenis kelamin, dan faktor individual) dan menghindari makanan yg mengandung bahan kimia
difusi di.fu.si [n] (1) Fis percampuran gas atau zat cair di luar daya mekanik; (2) penyebaran atau perembesan sesuatu (kebudayaan, teknologi, ide) dr satu pihak ke pihak lainnya; penghamburan; pemencaran; (3) Ling pengaruh migrasi dan pengalihan pranata budaya melewati batas-batas bahasa, khususnya inovasi dan peminjaman
digit di.git [n] (1) letak angka pd bilangan: 682 adalah bilangan tiga --; (2) angka Arab dr 0-9; setiap angka yg terdapat dl deret angka yg tidak merujuk kpd sistem desimal, msl nomor telepon
diglosia dig.lo.sia [n Ling] situasi kebahasaan dng pembagian fungsional atas variasi bahasa atau bahasa yg ada dl masyarakat (msl ragam atau bahasa A untuk suasana resmi di kantor dan ragam atau bahasa B untuk suasana intim di rumah)
dihumasi di.hu.masi [v cak] dipimpin oleh kepala humas: bintang film itu berusaha menciptakan keakraban dng para tamu hotel yg ~ nya
dikroisme di.kro.is.me [n Fis] sifat beberapa bahan anisotropik yg mempunyai koefisien absorpsi berbeda untuk cahaya terpolarisasi dl arah yg berbeda
diktat dik.tat [n] (1) catatan pelajaran yg dibuat oleh siswa pd waktu mengikuti pelajaran; (2) buku pelajaran yg disusun oleh guru berupa stensilan (bukan cetakan); (3) berita yg didiktekan melalui radio
dilamun di.la.mun [v] (1) digenangi; diliputi (spt karang tertutup air): bersama-sama tenggelam ~ ombak dan gelombang; (2) ki dirundung; diliputi (bencana, kesenangan, dsb): ia ~ bencana; ia ~ kebahagiaan hidup
dilasi di.la.si [n Fis] fraksi pemuaian volume bahan elastik atau benda yg mengalami deformasi
dimejahijaukan di.me.ja.hi.jau.kan [v] diajukan ke meja hijau; diadili: otak pembunuhan itu segera --
diminutif di.mi.nu.tif [a Ling] berhubungan dng bentuk kata dng makna kecil, biasanya dng penambahan sebuah sufiks, msl dl bahasa Belanda tje dl Marietje adalah sufiks diminutif
dinamika kelompok gerak atau kekuatan yg dimiliki sekumpulan orang dl masyarakat yg dapat menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
dinamika sosial gerak masyarakat secara terus-menerus yg menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
dinamisme di.na.mis.me [n] kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yg dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dl mempertahankan hidup
dinar di.nar [kl n] (1) mata uang emas lama; (2) satuan mata uang Aljazair, Bahrain spt Irak, Kuwait, Tunisia, Yaman Selatan, Yordania (lihat lampiran)
dinding din.ding [n] penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dsb (dibuat) dr papan, anyaman bambu, tembok, dsb: -- nya terbuat dr papan [n Huk] , men.din.ding n bentuk perkawinan adat Batak yg mengharuskan suami bekerja untuk orang tua istrinya krn tidak sanggup membayar mahar
dinding teretas [pb] (1) sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian; (2) sesuatu yg telah cukup buktinya
dingklik ding.klik [Jw n] bangku pendek untuk duduk atau untuk meletakkan kaki
diode elektronika peranti yg terdiri atas dua elektrode, ada yg berbentuk tabung elektronik serta ada yg terbuat dr bahan semikonduktor; peranti untuk penyearah arus listrik
dioksin di.ok.sin [n] bahan beracun berbentuk kristal putih yg dihasilkan saat terjadi pembakaran subtansi alami kimiawi, serta larut dl lemak
dipanggang tiada angus di.pang.gang tiada angus [pb] beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat
diploma dip.lo.ma [n] surat keterangan resmi yg menyatakan telah tamat sekolah (lulus ujian dsb): para pelamar diminta membawa -- asli
diptotos dip.to.tos [n Ling] kata yg mempunyai dua sufiks yg berbeda untuk menandai kasus yg ada, msl dl bahasa Arab makkatu 'Mekah' adalah diptotos krn makkatu merupakan bentuk nominatif, dan makkata merupakan bentuk genetif dan akusatif
diraih siku ngilu [pb] serba salah dl suatu pekerjaan yg sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula
dis- [bentuk terikat] (1) tidak; tak: diskualifikasi; (2) terpisah: diskriminasi; (3) bersifat kebalikan atau lawan dr: disekuilibrium
disangka panas sampai petang [pb] disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat
disangka tiada akan mengaram disangka tiada akan me.nga.ram , ombak yg kecil diabaikan [pb] tiada mengindahkan bahaya yg kecil, akhirnya tertimpa bencana besar
disbursemen dis.bur.se.men [n Lay] biaya yg harus dibayarkan selama kapal berada dipelabuhan
disekrup di.sek.rup [v] dipasang (diletakkan dsb) dng sekrup
disekuilibrium dis.e.ku.i.lib.ri.um [n] ketakseimbangan: adanya -- sosial budaya dapat mengganggu jalannya pembangunan
disimilasi dekat [Ling] disimilasi yg terjadi atas bunyi yg dekat; -- jauh disimilasi yg terjadi atas bunyi yg berjauhan letaknya, msl terantar menjadi telantar
disinfektan dis.in.fek.tan [n] bahan kimia (spt lisol, kreolin) yg digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik; obat untuk membasmi kuman penyakit
disket dis.ket [n] piringan kecil, pipih berlapis bahan magnet dipakai sbg penyimpan data pd komputer
diskordans dis.kor.dans [n Geo] ketaksesuaian atau ketakselarasan lapisan batuan yg satu thd yg lain
diskriminasi ras anggapan segolongan ras tertentu bahwa rasnya itulah yg paling unggul dibandingkan dng golongan ras lain; rasisme
diskusi panel diskusi yg dilakukan oleh sekelompok orang (yg disebut panel) yg membahas suatu topik yg menjadi perhatian umum di hadapan khalayak, pendengar (siaran radio), atau penonton (siaran televisi), khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat
disleksia dis.lek.sia [n Ling] gangguan pd penglihatan dan pendengaran yg disebabkan oleh kelainan saraf pd otak sehingga anak mengalami kesulitan membaca
dislokasi dis.lo.ka.si [n] (1) perubahan atau pemindahan lokasi; (2) Dok perenggangan persendian pd patah tulang; (3) Geo pergeseran lapisan tanah krn gerakan tektonis; (4) Mil pemindahan atau penyebaran kesatuan militer dr suatu pangkalan atau pertahanan ke daerah lain; (5) Ling pemindahan unsur kalimat ke awal (sbg topik) atau ke akhir kalimat (sbg penegasan)
dismutasi dis.mu.ta.si [n Kim] perubahan yg menghasilkan dua bahan dr satu bahan
disolventia di.sol.ven.tia [n Dok] obat pelarut yg menambah kadar zat cair badan dan membuat getah-buang lebih encer atau membuat batu, tumor, dsb larut
disorganisasi dis.or.ga.ni.sa.si [n] keadaan tanpa aturan (kacau, cerai-berai, dsb) krn adanya perubahaan pd lembaga sosial tertentu
disposisi dis.po.si.si [n] (1) Adm pendapat seorang pejabat mengenai urusan yg termuat dl suatu surat dinas, yg langsung dituliskan pd surat yg bersangkutan atau pd lembar khusus; (2) Dok kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak
distal dis.tal [a] terletak jauh dr arah titik pusat suatu benda; jauh dr asalnya
distilasi dis.ti.la.si [n] proses memanaskan benda cair atau padat hingga berubah menjadi uap, yg disalurkan ke dl bejana yg terpisah, kemudian dikondensasikan dng pendingin: -- minyak kayu putih
distilasi kesetimbangan distilasi yg dilakukan secara lambat sehingga dapat dianggap bahwa pd setiap saat selalu terjadi kesetimbangan antara zat dl keadaan cair dan uapnya
distingtif dis.ting.tif [a Ling] bersifat membedakan antara satuan bahasa: tekanan dl bahasa Belanda bersifat --
distosia dis.to.sia [n Dok] kelainan atau kesulitan sewaktu beranak krn letak anak dl kandungan tidak normal atau krn anak terlalu besar
distribusi dis.tri.bu.si [n] (1) penyaluran (pembagian, pengiriman) kpd beberapa orang atau ke beberapa tempat; (2) pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dl masa darurat) oleh pemerintah kpd pegawai negeri, penduduk, dsb; (3) Ling semua posisi yg ditempati oleh unsur bahasa; (4) ark persebaran benda dl suatu wilayah geografi tertentu
ditransitif di.tran.si.tif [n Ling] verba yg menghendaki dua objek gramatikal, satu objek langsung dan satu objek taklangsung
divergensi di.ver.gen.si [n] (1) penyebaran: -- makna; (2) Ling proses terpecah belahnya suatu bahasa menjadi beberapa dialek krn tiadanya fasilitas pendidikan yg standar dan kurang cukupnya komunikasi
dividen ekstra [Dag] pembayaran dividen tambahan di luar dividen tahunan, tetapi tidak merupakan kewajiban yg harus dilakukan
doa selamat doa memohon berkat atau untuk memohon selamat (dr bahaya, penyakit, dsb) kpd Tuhan
dodol do.dol [n] penganan dibuat dr tepung ketan, santan kelapa, dan gula merah, kadang-kadang dicampur dng buah-buahan, spt durian, sirsak dibungkus daun (jagung), kertas, dsb [n] bahan peledak berbentuk tabung dodol yg digunakan pd pekerjaan peledakan di tambang
dogol do.gol [a] (1) tidak bertanduk (tt lembu dsb); (2) tidak berbalung (tt ayam): ia lari bagai ayam -- [a] bodoh: dia memang -- , dua tambah dua saja tidak tahu [n] jendul
dok [n] galangan kapal (untuk menggalang kapal yg akan diperbaiki dsb); limbung [n kp] dokter
dok gali kolam buatan tertutup, dapat dimasuki kapal, digunakan untuk membersihkan dan memperbaiki kapal, mempunyai pintu masuk yg kedap air yg apabila ditutup, air di dl kolam dapat dipompa sampai kering
dok tarik landasan miring yg menjorok ke dl air, terletak di tepi laut atau sungai yg dilengkapi dng rel-rel, kereta lori, dan mesin penarik
dokumen do.ku.men [n] (1) surat yg tertulis atau tercetak yg dapat dipakai sbg bukti keterangan (spt akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian); (2) barang cetakan atau naskah karangan yg dikirim melalui pos; (3) rekaman suara, gambar dl film, dsb yg dapat dijadikan bukti keterangan
dokumentasi do.ku.men.ta.si [n] (1) pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan informasi dl bidang pengetahuan; (2) pemberian atau pengumpulan bukti dan keterangan (spt gambar, kutipan, guntingan koran, dan bahan referensi lain): panitia dilengkapi dng seksi pameran, publikasi, dan --
dol [n] gendang [n] tiang kapal [a cak] longgar atau tidak erat lagi (tt sekrup, ulir, dsb); galir: kalau sering dibongkar pasang, sekrupnya akan --
dolak-dalik do.lak-da.lik [a] selalu berubah-ubah; selalu berpindah-pindah; tidak tetap; tidak teguh pendiriannya
dolomit do.lo.mit [n Geo] batu kapur yg kemasukan ion magnesium sehingga unsur kalsiumnya diganti oleh magnesium, biasa ditemukan di bawah suatu bukit batu kapur (untuk bahan batu tahan api, keramik, dsb)
domba dom.ba [n] (1) kambing yg berbulu tebal (bulunya dipakai bahan membuat wol); kambing kibas; (2) ki Kris umat manusia: Yesus akan menebus dosa-dosa segenap -- yg digembalakannya; -- anakan domba (yg masih) kecil: cara menguasai -- anakan lebih mudah krn relatif lebih kecil dan ringan
dominan do.mi.nan [a] (1) bersifat sangat menentukan krn kekuasaan, pengaruh, dsb: bahasa Indonesia sangat -- di daerah Jakarta; (2) berpengaruh kuat; tampak menonjol (tt warna dsb): warna biru sangat -- dl lukisannya
dominasi do.mi.na.si [n] (1) penguasaan oleh pihak yg lebih kuat thd yg lebih lemah (dl bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dsb); (2) Ling hal tergantungnya suatu konstituen sintaktis pd simpai di atasnya
domplengan dom.pleng.an [n] (1) yg didomplengkan pd sesuatu (seseorang) yg sudah lebih dulu ada: lagu ~ itu akan diorbitkan dng jalan diikutsertakan dl acara yg dibawakan pemusik kenamaan; (2) tempat mendompleng
dongkok dong.kok, pen.dong.kok [n] cincin logam pd keris yg terletak antara tangkai dan mata keris
donor do.nor [n] (1) penderma; pemberi sumbangan; (2) penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan): -- darah; (3) Fis unsur kimia yg jika ditambahkan ke dl semikonduktor murni dapat menambah konsentrasi elektron bebas di dl semikonduktor itu
dosen tamu tenaga pengajar dr perguruan tinggi lain yg diundang oleh suatu perguruan tinggi untuk mengajar dl jangka waktu tertentu; -- terbang cak dosen yg mengajar pd beberapa perguruan tinggi di luar kota (daerah) tempat tugas pokoknya yg letaknya berjauhan sehingga harus naik pesawat terbang: sbg -- terbang sebulan sekali ia mengajar di Medan dan dua bulan sekali di Kupang
drainase aerasi drainase tertutup untuk memperbaiki aerasi tanah agar proses mikrobiologi dapat berlangsung di dl tanah dng baik dan dapat mengubah sifat kimia tanah
drama dra.ma [n Sas] (1) komposisi syair atau prosa yg diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yg dipentaskan: dia gemar menonton --; (2) cerita atau kisah, terutama yg melibatkan konflik atau emosi, yg khusus disusun untuk pertunjukan teater; (3) cak kejadian yg menyedihkan
drama domestik drama yg menceritakan kehidupan rakyat biasa
drama duka [Sas] (1) drama yg khusus menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama; (2) drama yg melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yg luar biasa yg berakhir dng malapetaka atau kesedihan; tragedi
drama dukaria [Sas] drama dng alur yg sebenarnya lebih cocok untuk drama duka, tetapi berakhir dng kebahagiaan
drama ria [Sen] drama ringan yg sifatnya menghibur walaupun selorohan di dalamnya dapat bersifat menyindir dan berakhir dng kebahagiaan; komedi
drama sejarah drama yg ditulis berdasarkan bahan sejarah, berupa peristiwa yg disusun secara longgar dan mengikuti urutan waktu
draperi dra.pe.ri [n] (1) bahan yg dilipit secara dekoratif dan bergantung lepas sbg hiasan (msl pd dinding, pintu, jendela); (2) model busana wanita
drel [n] tembakan sejumlah senapan yg dilepaskan serentak
drif [n Tek] terowongan pd tambang bawah tanah yg dibuat sejajar dng arah cebakan bahan galian
dril [n] bahan tenun (katun) yg tebal dan tahan lama [n] latihan yg diulang-ulang dl waktu singkat; tubian: belajar bahasa Inggris dng --
dua [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 2 (Arab) atau II (Romawi); (2) urutan ke-2 sesudah pertama dan sebelum ke-3; (3) jumlah bilangan 1 ditambah 1 [v] men.dua v berlari menderap: kuda itu ~
duaja du.a.ja [Skt n] (1) bendera, panji-panji; pataka; (2) lambang; lencana; isyarat
dualisme du.a.lis.me [n] (1) Fis paham bahwa dl kehidupan ini ada dua prinsip yg saling bertentangan (spt ada kebaikan ada pula kejahatan, ada terang ada gelap); (2) keadaan bermuka dua, yaitu satu sama lain saling bertentangan atau tidak sejalan: ada -- pimpinan dl pengurus itu
dualisme semantis [Ling] teori dl semantik yg menganggap adanya hubungan timbal balik antara lambang (unsur bahasa) dan objek atau konsep yg ditunjuknya
duduk du.duk [v] (1) meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dng bertumpu pd pantat (ada bermacam-macam cara dan namanya spt bersila dan bersimpuh): ia -- di tikar; (2) ada di (dl peringkat belajar): ia -- di kelas III SMU; (3) kawin atau bertunangan: anaknya telah -- dng anak hakim; (4) tinggal; diam: ia pernah -- di Bandung selama tiga tahun [n] tumbuhan palma; Caryota mitis
duet du.et [n] gubahan musik untuk dua suara (orang) atau untuk dua alat musik; nyanyian yg dilagukan berdua atau musik yg dimainkan oleh dua orang
duga du.ga [v] men.du.ga v (1) mengukur dalamnya laut (sungai dsb): kami harus ~ lebih dulu dalamnya muara sungai itu; (2) menyangka; memperkirakan (akan terjadi sesuatu): saya ~ dia akan marah; mereka ~ bahwa kita buta akan kecurangan-kecurangan mereka; (3) hendak mengetahui (isi hati dsb): berbagai pertanyaan kuajukan untuk ~ isi hatinya
dugaan du.ga.an [n] (1) hasil dr perbuatan menduga: kemungkinan ~ kita tidak akan meleset; (2) sangkaan: perkiraan; taksiran: di luar ~ , tidak diduga sama sekali
duh [p kp] aduh kata untuk menyatakan rasa sakit, keluhan
duhai du.hai [p] kata seru menyatakan kesedihan, kasih sayang, dsb: -- , malangnya nasibku
duilah du.i.lah [p] kata seru untuk menyatakan terkejut atau kagum: -- , anak itu gendut benar
dukungan du.kung.an [n] (1) sesuatu yg didukung: ia meletakkan ~ nya; (2) ki sokongan; bantuan: tanpa ~ rakyat pembangunan tidak akan lancar
dulang-dulang du.lang-du.lang [n] talam kecil untuk mencuci barang sepuhan [n Lay] kayu lintang pd tiang kapal
dungu du.ngu [a] sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh
dunia du.nia [n] (1) bumi dng segala sesuatu yg terdapat di atasnya; planet tempat kita hidup: di seluruh -- ini terdapat kira-kira 4.000 bahasa; (2) alam kehidupan: kita mengharapkan -- baru yg adil dan makmur; (3) semua manusia yg ada di muka bumi: hampir seluruh -- menghargai cita-cita Mahatma Gandhi; (4) lingkungan atau lapangan kehidupan: ia sudah lama berkecimpung dl -- pendidikan; (5) (segala) yg bersifat kebendaan; yg tidak kekal: baginya tiada arti harta -- ini; (6) peringkat antarbangsa (seluruh jagat atau segenap manusia): kejuaraan -- bulu tangkis yg pertama diselenggarakan di Malmoe, Swedia [n] pembicaraan mengenai perkawinan (di Halmahera)
duramater du.ra.ma.ter [n Dok] lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang, letaknya paling luar dng struktur paling padat atau keras; selaput keras otak
durno dur.no [n] (dikatakan tt) orang yg suka menghasut, memfitnah, berbuat licik, mengadu domba, dsb (berbuat spt Durno dl cerita wayang)
dus [n cak] alat untuk memancarkan air mandi dsb: mandi di bawah -- [n] kotak dr kertas tebal (karton); dos; kardus
dustur dus.tur [Ar n] (1) undang-undang dasar suatu negara; (2) daftar nama tentara serta pangkat yg dijabatnya; (3) susunan kalimat bersajak berisi pujian kpd Nabi Muhammad saw.: acara pembukaan majelis taklim itu diawali dng pembacaan --
eceng gondok tumbuhan air yg hidup terapung di permukaan air, mempunyai kecepatan berkembang biak vegetatif sangat tinggi dan mempunyai kemampuan besar untuk menyesuaikan diri thd perubahan keadaan lingkungan; Eichornia crassipes
edema ede.ma [n Dok] pembengkakan jaringan krn kandungan cairannya bertambah
edisi edi.si [n] (1) bentuk buku yg diterbitkan: buku -- saku; (2) keluaran (buku, surat kabar, majalah, kamus, dsb yg diterbitkan) dr macam yg sama dan dl waktu yg sama pula: -- pertama Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan Poerwadarminta; (3) Sas versi karya sastra yg diterbitkan pd waktu dan tempat tertentu
edisi pendahuluan [Kom] surat kabar yg dicetak dan dikirimkan lebih dahulu dp lembaran yg lain
edisi revisi terbitan ulang buku dsb dng perubahan baru dl naskah
edit [v] meng.e.dit v (1) mempersiapkan naskah yg siap cetak atau siap terbit (dng memperhatikan terutama segi ejaan, diksi, dan struktur kalimat); menyunting: dia ~ naskah buku- buku yg akan diterbitkan; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun (film, pita rekaman) dng memotong dan memadukan kembali
efek demonstrasi [Ek] peniruan pola konsumsi luar negeri atau perubahan pola konsumen dl negeri akibat terlalu banyaknya barang luar negeri yg masuk
efek posisi [Bio] perubahan pernyataan fenotipe suatu gen sbg akibat perubahan hubungan posisinya thd gen lain dl kromosomnya
efek suara efek yg dibuat untuk menciptakan kesan suatu kejadian dl pertunjukan
efisiensi irigasi persentase air irigasi yg digunakan untuk tanaman pd tanah, petak, atau proyek yg menggunakan air, yg dilimpahkan dr sumber persediaan
efisiensi makanan [Tern] angka yg menunjukkan perbandingan antara pertambahan berat badan ternak dan berat ransum yg dikonsumsi
eforus efo.rus [n] pucuk pimpinan gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
egah [v] meng.e.gah v berjalan (melangkah) sambil mengangkat bahu ke depan (kiri dan kanan berganti-ganti)
egoisme ego.is.me [n] (1) Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain; (2) Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri
eh [p] kata seru untuk menyatakan heran, kaget, dsb
ejaan fonemis eja.an fonemis ejaan yg menggambarkan tiap fonem dl bahasa dng satu lambang secara konsisten, msl ejaan Suomi dan ejaan Turki
ejaan Melindo eja.an Melindo sistem ejaan Latin yg termuat dl Pengumuman Bersama Ejaan Bahasa Melayu-Indonesia (Melindo) tahun l959 sbg hasil usaha penyatuan sistem ejaan dng huruf Latin di Indonesia dan di Persekutuan Tanah Melayu, sistem ejaan ini tidak pernah dilaksanakan
ejaan Suwandi eja.an Suwandi sistem ejaan Latin untuk bahasa Indonesia sesudah Proklamasi Kemerdekaan yg dimuat dl Surat Keputusan Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan, Mr. Soewandi No. 264/Bhg. A tanggal 19 Maret 1947 yg merupakan penyederhanaan atas Ejaan van Ophuysen, antara lain, adalah perubahan oe menjadi u, sistem ini menjadi ejaan resmi sampai tahun 1972
ejaan van Ophuysen eja.an van Ophuysen sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia yg dimuat dl Kitab Logat Melajoe tahun 1901 oleh Ch.A. van Ophuysen, yg merupakan ejaan Latin resmi pertama di Indonesia (buku ini disusun dng bantuan Engku Nawawi glr. St. Makmur dan M. Taib St. Ibrahim)
ejaan Wilkinson eja.an Wilkinson ejaan Latin resmi yg pertama untuk bahasa Melayu di Semenanjung Malaya yg disusun oleh R.J. Wilkinson (1904); ~ yang Disempurnakan sistem ejaan bahasa Indonesia yg sebagian besar sama dng sistem ejaan Malaysia, yg termuat dl Surat Keputusan Presiden No. 57 tanggal 16 Agustus 1972 dan yg sekarang menjadi ejaan resmi bahasa Indonesia, perbedaannya dng Ejaan Suwandi, antara lain, adalah huruf j menjadi y, dj menjadi j, nj menjadi ny, ch menjadi kh, tj menjadi c, dan sj menjadi sy
ekad [n] bentuk tumbuhan atau hewan yg muncul sbg responsi thd faktor habitat tertentu, sedangkan adaptasi khasnya tidak terwariskan
ekologi radiasi cabang ekologi yg berhubungan dng bahan radioaktif, radiasi, dan lingkungan
ekonomi bermatra tunggal perekonomian suatu bangsa atau kawasan yg sangat bergantung hanya pd suatu kegiatan sehingga sangat peka thd perubahan yg mempengaruhi produksi dan pemasaran komoditasnya (msl negara-negara OPEC yg bergantung pd minyak)
ekonomis eko.no.mis [a] bersifat hati-hati dl pengeluaran uang, penggunaan barang, bahasa, waktu; tidak boros; hemat
ekospesies eko.spe.si.es [n Bio] kelompok ekotipe yg berperilaku sbg jenis sehingga mampu saling kawin, tetapi kurang mampu saling tukar bahan genetika secara bebas dng anggota kelompok ekotipe lain
ekotipe eko.ti.pe [n Bot] bagian populasi suatu jenis yg menunjukkan ciri-ciri morfologi kimia atau fisiologi yg mantap dan agaknya diatur oleh faktor-faktor genetika yg berkorelasi dng keadaan ekologi tertentu, tetapi yg dianggap kurang berarti dr sudut taksonomi
eksak ek.sak [a] pasti; tentu: hasil perkalian selalu -- , tidak dapat diubah-ubah lagi
ekseget ek.se.get [n] (1) ahli eksegesis; (2) Bio fenomena alam atau takson yg dipakai sbg indikator proses ekologi
eksemplar ek.sem.plar [n] (1) lembar; helai; (2) kata penggolong benda untuk buku (barang cetakan): buku ini dicetak sebanyak 5.000 --
eksepsi muatan [Lay] laporan tt muatan yg dikapalkan dl keadaan telah rusak
eksitasi ek.si.ta.si [n] (1) perangsangan; (2) keadaan terangsang; (3) Fis penambahan tenaga pd suatu sistem yg mengalihkannya dr keadaan dasarnya ke suatu keadaan dng tenaga yg lebih tinggi
eksofasia ek.so.fa.sia [n Ling] hal membunyikan bahasa secara nyata
eksofora ek.so.fo.ra [n Ling] hal atau fungsi menunjuk kembali pd sesuatu yg ada di luar bahasa atau pd situasi
ekspansi kredit [Ek] penambahan jumlah kredit
ekspedisi ek.spe.di.si [n] (1) pengiriman surat, barang, dsb; (2) perusahaan pengangkutan barang; (3) Huk salinan yg sama bunyinya (tt vonis atau akta); (4) perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah yg kurang dikenal; (5) Mil pengiriman tentara untuk memerangi (menyerang, menaklukkan) musuh di suatu daerah yg jauh letaknya
eksplosi eks.plo.si [n] (1) bunyi keras disebabkan oleh desakan keluar yg keras dan secara tiba-tiba; ledakan; letusan: -- gunung berapi (bom, granat, dsb); (2) ki pertambahan (penduduk dsb) secara cepat dan besar-besaran: -- penduduk ibu kota menimbulkan berbagai masalah
ekspresi eks.pre.si [n] (1) pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): sajak itu merupakan -- dr perasaan hatinya; (2) pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang: -- rasa tidak puas tergambar di wajahnya
ekstasi eks.ta.si [n] (1) ekstase; (2) tablet yg mengandung zat adiktif yg mampu memacu kekuatan daya tubuh hingga berjam-jam dan menimbulkan perasaan senang, gembira, dan riang yg luar biasa thd sesuatu, mempunyai efek dapat menyerang susunan syaraf pusat (otak)
ekstra eks.tra [n] (1) tambahan di luar yg resmi: gaji --; (2) sangat; luar biasa: rute tsb tergolong -- berat krn melewati rimba belantara; -- hati-hati hati-hati sekali: usaha menjinakkan bom itu harus dilakukan secara -- hati-hati; -- keras lebih dr keras: polisi harus bekerja -- keras mengungkap kasus pembunuhan itu
ekstraksi ek.strak.si [n] (1) ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dr buku; (2) keturunan (suatu bangsa); (3) Dok penarikan ke luar; pencabutan: -- peluru dr luka korban penembakan; (4) ki pencurian: -- informasi dr seseorang yg tidak mau memberikannya [n] (1) Min penambangan batu bara atau bijih dr cebakannya; (2) Kim pemisahan suatu bahan dr campurannya, biasanya dng menggunakan pelarut
ekstralinguistis eks.tra.li.ngu.is.tis [a] tidak bersifat kebahasaan; berhubungan dng hal-hal di luar linguistik
ekstrateritorialitas eks.tra.te.ri.to.ri.a.li.tas [n Huk] hak kedaulatan negara yg berlaku di luar wilayahnya sendiri, spt di atas kapal penumpang atau kapal dagangnya di laut bebas, di tempat-tempat tinggal para diplomatnya di luar negeri
ekuivalen eku.i.va.len [a] mempunyai nilai (ukuran, arti, atau efek) yg sama; seharga; sebanding; sepadan: pd umumnya pendapat yg menyatakan kultur -- dng kebudayaan dapat diterima
ekuivalensi dinamis [Ling] kualitas terjemahan yg mengandung amanat naskah asli yg telah dialihkan sedemikian rupa dl bahasa sasaran sehingga tanggapan dr reseptor sama dng tanggapan reseptor thd amanat naskah asli
elaborasi ela.bo.ra.si [n] (1) penggarapan secara tekun dan cermat: nilai filsafat antropologi modern terletak dl -- dan pendalaman pengetahuan historis tt manusia; (2) Bio pembentukan zat-zat kompleks yg merupakan bagian dr tumbuh-tumbuhan atau hewan dr zat-zat yg lebih sederhana (tidak kompleks)
elang gunung burung buas pemakan binatang besar spt serigala, rubah antilop, bahkan manusia, warna bulunya cokelat muda, ujung sayap berbintik-bintik, tingginya 1 meter, jarak bentang ujung sayap 2 m, hidup di pegunungan Asia dan Eropa; Aquila chrysaetus
elang laut putih burung buas pemakan ikan, ular laut, anak burung, binatang air dan darat kecil lainnya, hidupnya di pinggir pantai, warna bulunya hampir sama dng bulu ulung-ulung; bahak; rajawali; Haliaetus leucogaster; -- malam, Machaerhamphus alcinus
elang putih burung pemakan daging suku Acciptridae, yg menjadikan tikus sbg mangsanya, selain kadal, serangga, kepiting, dan katak; si alap-alap tikus; Elanus caerulens; -- sikap burung sikap, Accipiter virgatus
elastik elas.tik [n] (1) karet; (2) tali atau pita yg dibuat lentur (mulur, kenyal) dng diberi bahan dr karet di dalamnya
elastis elas.tis [a] (1) mudah berubah bentuknya dan mudah kembali ke bentuk asal; lentur; (2) ki luwes: peraturan itu harus diterapkan dng --
elefantiasis ele.fan.ti.a.sis [n Dok] penyakit yg menimbulkan pembengkakan bagian tubuh secara luar biasa krn kulit dan jaringan yg di bawahnya bertambah tebal terutama pd tungkai dan alat kelamin sebelah luar; penyakit kaki gajah
elektroensefalogram elek.tro.en.se.fa.lo.gram [n Dok] rekaman aliran listrik dl otak
elektrokimia elek.tro.ki.mia [n Kim] cabang ilmu kimia tt proses terjadinya perubahan energi kimia menjadi energi listrik dan sebaliknya, serta penggunaannya
elektrolit elek.tro.lit [n Fis] (1) senyawa yg larutannya merupakan penghantar arus listrik; (2) bahan atau cairan yg terdapat di antara elektrode positif dan negatif, spt pd baterai, aki mobil, dan kondensator
elektrotipe elek.tro.ti.pe [n El] lempeng cetak-mencetak yg diperoleh secara pengendapan dng listrik
elemen ele.men [n] (1) zat sederhana (tunggal) yg dianggap sbg komposisi bahan alam semesta (spt udara, tanah, air, api); (2) bagian (yg penting, yg dibutuhkan) dr keseluruhan yg lebih besar; unsur: pendidikan merupakan -- penting dl suatu negara; (3) alat pembangkit tenaga listrik secara kimia; (4) Fis zat yg tidak dapat diuraikan menjadi zat yg lebih sederhana (yg tidak kompleks): air (H20) adalah senyawa yg mengandung -- hidrogen dan oksigen; (5) Fis zat yg terdiri atas atom yg semuanya memiliki bilangan atom yg sama; (6) Fis bagian dr sebuah tabung elektron, sebuah peranti semikonduktor, atau dr sebuah susunan antena yg langsung berhubungan dng penampilan sifat listriknya
elevator ele.va.tor [n] (1) alat untuk membawa orang atau barang naik atau turun dr satu lantai ke lantai lainnya (dl gedung bertingkat); (2) alat yg digunakan untuk menaikkan atau menurunkan (gandum, terigu, atau padi-padian lainnya) ke atau dr kapal
elevator timba [Kap] elevator pd kapal keruk yg digunakan untuk membawa timba keruk dr dasar perairan ke atas kapal dan sebaliknya
eliksir elik.sir [n] (1) zat cair yg oleh para ahli zaman dahulu (abad pertengahan) diharapkan dapat mengubah logam menjadi emas dan dapat memperpanjang kehidupan tanpa batas (usia); (2) obat yg serbaguna (untuk menyembuhkan segala penyakit); (3) Far ramuan untuk menyiapkan obat secara farmasi (spt larutan dng gula, etanol, atau bahan lain); yg memberi rasa enak
eliminasi eli.mi.na.si [n] (1) pengeluaran (spt racun dr tubuh); penghilangan; (2) penyingkiran; pengasingan: -- orang-orang yg berbahaya dr tengah masyarakat; (3) penyisihan: -- juara dunia oleh pemain baru itu sangat mencengangkan
elipsis elip.sis [n Ling] tanda berupa tiga titik yg diapit spasi (...), menggambarkan kalimat yg terputus-putus atau menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yg dihilangkan
elok [a] (1) baik; bagus; cantik (tt cerita, baju, rupa, dsb): cerita yg --; pakaian yg --; (2) baik hati; tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti): -- budi bahasanya
eltor el.tor [n] penyakit perut, spt kolera: dl daerah yg terserang wabah -- harus diusahakan air minum yg bersih yg bebas hama
eluviasi elu.vi.a.si [n Geo] pemindahan bahan larutan ataupun suspensi dr lapisan tanah paling atas ke lapisan di bawahnya dng cara peresapan
email ema.il [n] (1) massa berupa kaca tidak bening yg dipakai untuk melapisi benda dr logam, gelas, atau tembikar; (2) barang-barang yg diberi salutan email; (3) bahan padat berwarna putih dan keras yg melapisi dan melindungi bagian dentin mahkota gigi
emas tongkang emas yg dibawa dng kapal-kapal tongkang
embalase em.ba.la.se [n] (1) pengemasan atau pengepakan barang (untuk dikirim); (2) bahan dsb yg digunakan untuk pengemasan atau pengepakan barang
embargo em.bar.go [n] (1) penyitaan sementara thd kapal-kapal asing, msl pd waktu perang, dng maksud agar kapal-kapal itu tidak meninggalkan pelabuhan; (2) larangan lalu lintas barang (antarnegara); (3) larangan menyiarkan berita sebelum; waktu yg telah ditentukan
embarkasi em.bar.ka.si [n] pemberangkatan dng pesawat terbang atau kapal laut; keberangkatan: -- jemaah haji dilakukan dr tempat-tempat yg sudah ditetapkan
embuh em.buh [kl v] mau; ingin: tak -- , tak mau
emendasi emen.da.si [n] perubahan yg bersifat perbaikan pd naskah atau teks
emetina eme.ti.na [n Dok] alkaloid serbuk putih, emetik kuat, dan berbahaya
emisi emi.si [n] (1) pancaran; (2) Fis pemancaran cahaya, panas, atau elektron dr suatu permukaan benda padat atau cair; pemancaran; (3) Ek pengeluaran (surat berharga spt saham, obligasi) oleh perusahaan pd saat perusahaan yg bersangkutan memerlukan tambahan modal; (4) Keu pengeluaran mata uang logam atau kertas oleh bank sentral
emolumen emo.lu.men [n] tambahan pendapatan yg tidak tetap di samping gaji tetap
empar em.par /Empar/, meng.em.par v (1) hanyut menyimpang dr tujuan (tt perahu dsb); miring atau menyerong ke luar; (2) terbuang ke luar ujung kakinya ketika berjalan
empat em.pat [num] (1) bilangan yg dilambangkan dengan angka 4 (Arab) atau IV (Romawi); (2) urutan ke-4 sesudah ke-3 dan sebelum ke-5: sekarang ia masih duduk di kelas -- , mudah-mudahan pd tahun depan ia naik ke kelas lima; (3) jumlah bilangan 3 ditambah 1
emper em.per [n] (1) serambi (di samping, di muka, atau di belakang rumah atau bangunan); (2) atap tambahan yg bersambung pd rumah induk; sengkuap
emulsifikasi emul.si.fi.ka.si [n Kim] pemantapan emulsi dng menambahkan dua cairan (zat) yg tidak dapat bercampur pd zat ketiga, kemudian dikocok kuat-kuat, msl air, minyak, detergen
enam [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 6 (Arab) atau VI (Romawi); (2) urutan ke-6 sesudah ke-5 dan sebelum ke-7: adiknya duduk di kelas --; (3) jumlah bilangan 5 ditambah 1
enam belas sepuluh ditambah enam
encang en.cang [v] , meng.en.cang v menginjak secara tidak sengaja: ia ~ pecahan beling hingga kakinya luka [v] , meng.en.cang v memukul sesuatu dng keras: dia ~ pintu itu hingga hancur berantakan
endapan en.dap.an [n] (1) sesuatu yg bercampur dng barang cair yg telah turun ke bawah dan bertimbun di dasar (spt ampas kopi yg bertimbun di dasar mangkuk); (2) Geo bahan lepas yg mengendap dan terhampar di dasar laut, danau, sungai, atau rawa; sedimen
endorfin en.dor.fin [n Bio] zat penekan rasa sakit yg dikeluarkan oleh otak apabila saraf tertentu dirangsang dng akupunktur
endosentris en.do.sen.tris [a Ling] (1) dikatakan tt ungkapan yg maknanya berasal dr makna-makna konstituennya (dl semantik); (2) berfungsi secara sintaktis dng cara yg sama dng pemadunya yg mana saja
energi ener.gi [n Fis] kemampuan untuk melakukan kerja (msl untuk energi listrik dan mekanika); daya (kekuatan) yg dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, msl dapat merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pd bahan (spt sinar matahari); tenaga
energi kotor energi yg terkandung dl bahan makanan yg dapat dimanfaatkan oleh binatang
energi metabolisme jumlah energi yg didapat dr bahan makanan dan digunakan untuk metabolisme
energi potensial energi yg ada pd suatu benda krn letak benda itu dl medan gaya
enggan-enggan eng.gan-eng.gan [a] mau tak mau; acuh tak acuh: kalau kau mau, janganlah ~ , pakai saja baju itu
enklitik en.kli.tik [n Ling] unsur tata bahasa yg tidak berdiri sendiri, selalu bergabung dng kata yg mendahuluinya (spt -mu dan -nya dl bahasa Indonesia)
ensefalitis en.se.fa.li.tis [n] /EnsEfalitis/ n Dok radang otak dng gejala khas, spt koma, demam, kejang
ensefalitogen en.se.fa.li.to.gen [a Dok] hal atau cara yg menyebabkan radang otak
ensefalografi en.se.fa.lo.gra.fi [n Dok] pemotretan atau perekaman otak
ensefalogram en.se.fa.lo.gram [n Dok] gambar sinar r?ntgen otak yg diperoleh dng ensefalografi
ensefalomielitis en.se.fa.lo.mi.e.li.tis [n Dok] radang otak dan sumsum tulang belakang yg tersebar di beberapa tempat
ensefalon en.se.fa.lon [n Dok] otak bagian sumsum saraf pusat yg terdapat dl tengkorak
entah-berentah en.tah-ber.en.tah [a] tidak diketahui atau tidak terkatakan dng tentu, hanya khayal belaka; anu: negeri ~
entas en.tas [v] , meng.en.tas v mengangkat (dr suatu tempat ke tempat lain): ~ sayuran yg sedang direbus; (2) mengeluarkan dr lingkungan cairan; (3) ki menyadarkan; memperbaiki nasib: pemerintah berupaya ~ mereka yg terjerumus ke lembah kenistaan
enteng en.teng [a] (1) tidak berat timbangannya; ringan: meja ini -- , dapat saya angkat sendiri; (2) tidak perlu diperhitungkan; remeh: kesalahannya ialah bahwa ia menganggap -- lawannya; (3) ki tidak sukar; mudah: tugas yg tidak -- ini harus kita selesaikan bersama; -- jodoh mudah dan cepat mendapat atau memperoleh jodoh: ia termasuk gadis yg -- jodoh
enterotoksin en.te.ro.tok.sin [n Bio] bahan atau zat racun yg dihasilkan oleh jasad renik (basil atau bakteri) yg menimbulkan gangguan pd usus dng menunjukkan gejala, spt keracunan makanan
entri en.tri [n Ling] (1) kata atau frasa dl kamus beserta penjelasan maknanya dng tambahan penjelasan berupa kelas kata, lafal, etimologi, contoh pemakaian, dsb; (2) lema
entri leksikal kata kepala yg merupakan bagian kosakata suatu bahasa
enyah [v] pergi; lari: krn merasa tak senang, ia hendak -- dr kota ini
enzim ekstraseluler [Bio] enzim yg dikeluarkan bakteri dan jasad renik lainnya ke dl bahan di sekelilingnya untuk mencernakan bahan menjadi senyawa sederhana
epentesis epen.te.sis [n Ling] penyisipan bunyi atau huruf ke dl kata, terutama kata serapan, tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan dng pola fonologis bahasa peminjam, spt penyisipan /e/ dl kata kelas
epidemi epi.de.mi [n Dok] penyakit menular yg berjangkit dng cepat di daerah yg luas dan menimbulkan banyak korban, msl penyakit yg tidak secara tetap berjangkit di daerah itu; wabah
epidermis epi.der.mis [n] (1) Anat lapisan luar kulit untuk pelindung, tidak peka, dan tidak berpembuluh darah; kulit ari; (2) Bio lapisan sel paling luar pd hewan atau tumbuhan, pd tumbuh-tumbuhan tebalnya hanya satu lapis, sedangkan pd binatang tebalnya beberapa lapis kecuali pd invertebrata
epifaring epi.fa.ring [n Ling] bagian nasal (dekat rongga hidung) pangkal kerongkongan (faring) yg terletak di atas dan di belakang langit-langit lunak
epifora epi.fo.ra [n Sas] pengulangan sebuah kata atau lebih pd akhir beberapa larik sajak atau pd akhir beberapa frasa yg berurutan untuk mencapai kesedapan bunyi atau keefektifan bahasa; pengulangan kata-kata untuk penegasan dl puisi
epigenesis epi.ge.ne.sis [n Bio] (1) konsep tt berkembangnya suatu makhluk dng pemunculan struktur dan fungsinya; pd fase embrio; (2) perubahan ciri mineral batuan yg disebabkan oleh pengaruh luar
epigram epi.gram [n Sas] (1) syair atau ungkapan pendek yg mengandung gagasan atau peristiwa yg diakhiri dng pernyataan menarik dan biasanya merupakan sindiran; (2) peribahasa yg padat dan penuh kearifan dan sering mengandung paradoks
epikotil epi.ko.til [n Bio] bagian batang embrio atau kecambah yg berada di atas kotiledon
epikuris epi.ku.ris [n] orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah
epilepsi epi.lep.si [n] penyakit pd pusat susunan saraf, yg timbul sewaktu-waktu berupa kekejangan, disertai pingsan, dan perubahan gerak-gerik jiwa sewaktu penyakit itu menyerang; ayan; sawan
episentrum epi.sen.trum [n] titik pd permukaan bumi yg terletak tegak lurus di atas pusat gempa yg ada di dalam bumi
epitel epi.tel [n ] lapisan sebelah atas kulit dan selaput lendir; jaringan sel, terdiri atas satu lapis atau lebih, yg menutup permukaan bebas dr tubuh dan beberapa alat tubuh [n Sas] kata atau frasa yg ditambahkan pd nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khasnya; julukan
epos [n Sas] cerita kepahlawanan; syair panjang yg menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan; wiracarita
erata era.ta [n] daftar pembetulan kesalahan yg terdapat di dl buku yg sudah tercetak; pembetulan; ralat
ergasiofit er.ga.si.o.fit [n Bio] tumbuh-tumbuhan yg dibudidayakan untuk keperluan bahan makanan, makanan ternak, obat-obatan, dan tanaman hias
eror [n] (1) Huk kesesatan yg dapat menjadikan batalnya suatu perjanjian jika menyangkut sifat pokok benda yg diperjanjikan; (2) kesalahan teratur, terjadi dl pemerolehan atau belajar bahasa
erosi awal tingkat permulaan erosi, terutama mengenai pembentukan lembah
erotan erot.an [n Fis] perubahan bentuk yg tidak diinginkan di luar bentuk yg lazim; distorsi
esai [n] karangan prosa yg membahas suatu masalah secara sepintas lalu dr sudut pandang pribadi penulisnya
eskader es.ka.der [n] kelompok kecil satuan kapal perang
eskadron es.kad.ron [n Mil] (1) bagian dr resimen kavaleri, terdiri atas dua atau empat peleton; (2) sejumlah kapal terbang atau pesawat terbang militer yg membentuk suatu kesatuan
eskalasi es.ka.la.si [n] kenaikan; pertambahan (volume, jumlah, dsb): para kontraktor menghendaki adanya -- thd biaya proyek yg sedang dikerjakan
estetika es.te.ti.ka [n] (1) cabang filsafat yg menelaah dan membahas tt seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya; (2) kepekaan thd seni dan keindahan
estriol es.tri.ol [n] (1) Kim zat yg ditemukan dl air kencing wanita dan terbentuk dr estron dng menambahkan kalium bisulfat, mempunyai keaktifan hormon seks perempuan, tetapi tidak seaktif estron; C18H24O3; (2) Bio hormon seks betina
eternit eter.nit [n] bahan bangunan dibuat dr campuran asbes halus dan semen, dipakai untuk langit-langit rumah
etimologi eti.mo.lo.gi [n Ling] cabang ilmu bahasa yg menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dl bentuk dan makna
etimologi rakyat [Ling] pengambilalihan unsur dr bahasa lain dng memberinya bentuk yg lebih dikenal (msl nama Carpentin (Belanda dan Prancis) dijadikan sekar pace)
etimon eti.mon [n Ling] bentuk yg menurunkan bentuk dl beberapa bahasa turunan (msl vayeg adalah etimon dr kata Toba aek, Jawa we, Melayu air, Fiji wai)
etnik et.nik [a Antr] bertalian dng kelompok sosial dl sistem sosial atau kebudayaan yg mempunyai arti atau kedudukan tertentu krn keturunan, adat, agama, bahasa, dsb; etnis
etnografi komunikasi [Ling] bidang etnolinguistik atau sosiolinguistik tt bahasa dl hubungannya dng semua variabel di luar bahasa
etnolinguistik et.no.li.ngu.is.tik [n] cabang linguistik yg menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yg belum mempunyai tulisan
etos kebudayaan sifat, nilai, dan adat-istiadat khas yg memberi watak kpd kebudayaan suatu golongan sosial dl masyarakat
eudaemonisme eu.dae.mo.nis.me [n] aliran filsafat etika yg menafsirkan tujuan manusia sehingga tercapainya kebahagiaan yg paripurna akibat mekarnya segala potensi manusia
eufemistis eu.fe.mis.tis [a] bersifat melembutkan (tt bahasa dsb): permainan simbol-simbol yg -- akan membangkitkan rangsangan yg puitis
eugenika eu.ge.ni.ka [n Bio] pengkajian tt kemungkinan memperbaiki mutu manusia dng cara mengubah susunan genetikanya, yaitu dng menganjurkan perkawinan antara mereka yg mempunyai gen-gen yg dikehendaki, dan tidak menganjurkan perkawinan antara mereka yg mempunyai gen-gen yg tidak dikehendaki; eugenetika
eugenol eu.ge.nol [n Kim] zat cair tanpa warna, konstituen utama minyak bunga cengkih, digunakan sbg bahan wangi-wangian dan bakterisida; C10H12O2
eukaliptol eu.ka.lip.tol [n Kim] zat cair tanpa warna yg berbau spt kapur barus, diperoleh dr minyak eukaliptus, kayu putih, dan lavender, digunakan dl wewangian dan sbg bahan penambah cita rasa; sineol; C10H18O
eutenika eu.te.ni.ka [n Sos] pengkajian tt cara-cara meningkatkan kualitas penduduk melalui perubahan dan perbaikan lingkungan hidup
evakuasi eva.ku.a.si [n] pengungsian atau pemindahan penduduk dr daerah-daerah yg berbahaya, msl bahaya perang, bahaya banjir, meletusnya gunung api, ke daerah yg aman
evaluasi penggamakan [Min] upaya penilaian secara teknis dan ekonomis thd suatu cebakan bahan galian untuk kemungkinan pelaksanaan penambangannya
evaporasi eva.po.ra.si [n] (1) proses yg terjadi apabila jumlah molekul yg keluar dr permukaan lebih besar dp jumlah yg kembali ke permukaan air; (2) Kim proses perubahan molekul zat cair menjadi gas atau uap air; penguapan
evolusi evo.lu.si [n] perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit)
evolusi filetik [Hut] perubahan genetik yg terjadi dl garis evolusi
evolusioner evo.lu.si.o.ner [a] berangsur-angsur; sedikit demi sedikit: perubahan yg terjadi secara -- itu ternyata lebih baik dp yg terjadi secara revolusioner
evolusionisme evo.lu.si.o.nis.me [n] pandangan bahwa segala bentuk kehidupan, baik organisme maupun sosial dan budaya, berkembang secara lambat dr bentuk sederhana ke arah bentuk yg lebih sempurna ataupun lebih rumit
fabel fa.bel [n Sas] cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti): kancil merupakan tokoh utama dl -- Indonesia yg berperan sbg manusia yg cerdik
fabula tabernasia drama dr zaman Romawi Kuno, biasanya menggambarkan perwatakan atau tokoh orang kota
fajar senja cahaya lemah yg bertambah kuat menjelang matahari terbit dan makin melemah setelah matahari terbenam
faksi fak.si [n Pol] kelompok di dl suatu partai politik, yg umumnya anggotanya para politisi yg mencoba menonjolkan diri dng cara-cara oportunistis atau dng cara mendorong perpecahan di dl partai politiknya, bahkan di dl negara secara keseluruhan
faktif fak.tif [n Ling] (1) verba yg mempunyai komplemen kalimat dan yg menyimpulkan kebenaran komplemen itu (msl tahu dl para sarjana tahu bahwa mereka masih belajar); (2) verba yg mempunyai dua komplemen, spt memilih, mengangkat
faktor bujur perbandingan perubahan bujur dl menit untuk setiap perubahan lintang sepanjang garis tinggi
faktor lintang perbandingan perubahan lintang dl menit untuk setiap perubahan bujur sepanjang garis tinggi
faktor muat [Lay] besarnya ruangan yg diperlukan untuk menyimpan satu ton muatan tertentu yg dinyatakan dl meter kubik
fantasi fan.ta.si [n] (1) gambar (bayangan) dl angan-angan; khayalan: cerita itu berdasarkan -- , bukan kejadian yg sebenarnya; (2) daya untuk menciptakan sesuatu dl angan-angan: pengarang harus kuat -- nya; (3) hiasan tiruan: gaun itu diberi kancing dan saku --; -- biologis bayangan secara biologi: krn -- biologis itu, keinginan untuk melakukan eksplorasi thd wilayah yg masih menyimpan misteri ilmu pengetahuan tsb makin meningkat
faring fa.ring [n Anat] bagian tubuh yg terletak di antara rongga mulut dan pembuluh tenggorok; hulu kerongkongan
faringalisasi fa.ri.nga.li.sa.si [n] artikulasi bunyi bahasa yg diikuti oleh penyempitan dl faring
farmakope far.ma.ko.pe [n Far] buku standar obat yg dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah yg menguraikan bahan obat-obatan, bahan kimia dl obat dan sifatnya, khasiat obat dan dosis yg dilazimkan
fase fa.se [n] tingkatan masa (perubahan, perkembangan, dsb): -- demi -- dl perjuangan kemerdekaan selalu kita hadapi dng ketabahan; tiap -- perkembangan manusia dianggap sbg suatu peralihan
fase artikulasi [Ling] tahap dl produksi bunyi bahasa, yaitu luncuran awal, kekangan, dan luncuran akhir
fasih fa.sih [a] lancar, bersih, dan baik lafalnya (tt berbahasa, bercakap-cakap, mengaji, dsb): pd umur delapan tahun ia sudah tamat Juz Amma dan dapat mengaji dng --; ia dapat berpidato dl bahasa Inggris dng lancar dan --
fasik fa.sik [Isl] (1) a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (2) n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa
fatah fa.tah [Ar n] (1) penaklukan; (2) kemenangan; (3) pembuka: Alfatah, pembuka pintu gerbang kerahiman Allah [Ar n] tanda diakritik berupa garis di atas huruf Arab yg menyatakan bunyi [a]
fatal fa.tal [a] (1) mematikan; (2) tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi (tt kerusakan, kesalahan); (3) menerima nasib (tidak dapat diubah lagi); celaka
fatala fa.ta.la [a] (1) mematikan; (2) tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi (tt kerusakan, kesalahan); (3) menerima nasib (tidak dapat diubah lagi); celaka
fatalisme fa.tal.is.me [n] ajaran atau paham bahwa manusia dikuasai oleh nasib
fengsui feng.sui [Cn n] letak bangunan atau rumah (dng bagian atau isinya) yg dianggap mempunyai pengaruh baik atau buruk pd suatu keluarga
fenit fe.nit [n Fis] bahan logam bermagnet yg mempunyai hambatan listrik yg besar dan mempunyai struktur hablur
feri fe.ri [n] (1) tempat mengangkut penumpang dan barang untuk menyeberangi selat, sungai, atau terusan; (2) kapal penyeberang khusus (di selat, sungai, terusan) yg bagian buritan dan lambungnya dapat dibuka untuk menaikkan (menurunkan) penumpang, barang, serta kendaraan; kapal tambang
fiat fi.at [n] persetujuan penuh dan resmi: setelah mendapat -- dr yg berwenang, naskah itu segera dapat dicetak
fibrinogen fib.ri.no.gen [n] globulin yg dihasilkan di dl hati, yg terdapat dl plasma darah, dan yg diubah menjadi fibrin selama terjadinya penggumpalan darah
fider fi.der [n Lay] kotak atau corong persegi empat yg terbuat dr papan dan dipasang pd mulut palka untuk pengisian muatan curah biji-bijian ke ruang kosong di bagian bawah palka
filamen fi.la.men [n] (1) benda yg berbentuk spt benang yg tipis; (2) Bot tangkai sari; -- poliester bahan untuk membuat kain celana: -- poliester digunakan pabrik tekstil sbg bahan baku
filibuster fi.li.bus.ter [n Pol] taktik menguasai sidang melalui pidato-pidato yg berkepanjangan dan tidak habis-habisnya dng tujuan menggagalkan penetapan suatu undang-undang oleh lembaga legislatif atau juga untuk memaksa diterimanya suatu pandangan tertentu dr si pembicara; (2) v melakukan serangan atau pemberontakan di luar negeri
filogeni fi.lo.ge.ni [n Ling] penyelidikan tt sejarah dan perkembangan bahasa sbg suatu sistem
filologi fi.lo.lo.gi [n Ling] ilmu tt bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dl bahan-bahan tertulis
filter biologis [Ikn] komponen sistem peredaran ulang tertutup yg menyebabkan terjadinya penetralan bahan-bahan racun sbg hasil suatu proses
filum fi.lum [n] (1) Bio golongan besar dl klasifikasi hewan dan tumbuhan yg mempunyai persamaan sifat dasar tertentu, yg masih terbagi lagi menjadi subfilum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies; (2) Ling kelompok bahasa berkerabat yg anggotanya telah berpisah antara 50-100 abad yg lampau
fiolaks fi.o.laks [n Kim] kaca bebas alkali yg tahan thd perubahan suhu
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
fisiognomi fi.si.og.no.mi [n] ilmu wajah (penggambaran kualitas watak dan sikap seseorang)
fitokimia fi.to.ki.mia [n Bio] ilmu tt seluk-beluk senyawa kimia pd tumbuh-tumbuhan, khususnya gatra taksonominya
fitrah fit.rah [n] sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan [n Isl] sedekah wajib berupa bahan makanan pokok (beras, gandum, dsb) yg harus diberikan pd akhir bulan Ramadan (malam sebelum satu Syawal sampai sebelum dimulai salat Idulfitri); zakat fitrah
flegmatis fleg.ma.tis [a] bertemperamen lamban, tidak mudah terangsang, dan mempunyai kebiasaan yg sukar diubah
fleksi flek.si [n Ling] (1) perubahan bentuk kata sesuai dng perbedaan waktu, jenis kelamin, jumlah, dsb, msl terdapat pd bahasa Inggris dan Jerman; (2) proses atau hasil penambahan afiks pd dasar atau pd akar untuk membatasi makna gramatikalnya [n Anat] gerakan lentur pd persendian
flop [n Olr] gaya lompat tinggi dng gerak jungkir balik di udara dan menyentak-nyentakkan kaki: Fosbury Flop atlet dr Amerika Serikat pd Olimpiade ke XIX di Meksiko tahun 1968 melakukan untuk pertama kali teknik lompat tinggi -- [Bld n] kegagalan
flotasi flo.ta.si [n] cara untuk memisahkan campuran zat padat dng air berdasarkan perbedaan daya pembasahan atau daya penyerapan air (partikel yg mendapat pembasahan lebih besar akan tenggelam atau mengendap, sedangkan yg daya pembasahannya kecil akan mengapung sbg busa)
fluida flu.i.da [n] (1) Kim benda spt air atau gas yg berubah bentuknya oleh pengaruh gaya geser; (2) Fis zat yg mudah mengalir (spt zat cair dan gas); zat alir; zalir
fluks [n] (1) cucuran cairan dr tubuh (diare); (2) gerakan bersinambung atau gerakan terus-menerus (msl arus); (3) Fis jumlah besaran (msl massa, bahang) yg mengalir melalui luasan tertentu yg tegak lurus thd aliran itu per satuan waktu
fluktuasi fluk.tu.a.si [n] (1) Ek gejala yg menunjukkan turun-naiknya harga; keadaan turun-naik harga dsb; perubahan (harga tsb) krn pengaruh permintaan dan penawaran; (2) ketidaktetapan; kegoncangan: peperangan itu mengakibatkan -- nilai saham minyak di pasaran internasional
fluktuasi musiman perubahan turun-naik, spt gelombang yg datang pd musim tertentu
fobia fo.bia [n] ketakutan yg sangat berlebihan thd benda atau keadaan tertentu yg dapat menghambat kehidupan penderitanya
folder fol.der [n] selebaran (barang cetakan) yg dilipat sedemikian rupa sehingga bagian yg tercetak tidak terkena lipatan
folklor bukan lisan folklor yg diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan tidak dl bentuk lisan (arsitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, pakaian dan perhiasan tradisional, obat-obatan tradisional, makanan dan minuman tradisional, bunyi isyarat, dan musik tradisional)
fon [n Ling] bunyi ujar yg dihasilkan oleh alat-alat ucap; bunyi bahasa [n Met] angin turun yg panas dan kering, biasanya terjadi di daerah pegunungan
fonemik fo.ne.mik [n Ling] (1) ilmu bahasa (linguistik) tt sistem fonem; (2) sistem fonem suatu bahasa; (3) prosedur untuk menentukan fonem suatu bahasa
fonetik fo.ne.tik [n Ling] (1) bidang linguistik tt pengucapan (penghasilan) bunyi ujar; (2) sistem bunyi suatu bahasa
fonetik akustik cabang fonetik yg menyelidiki ciri-ciri fisik dr bunyi bahasa
fonetik auditoris cabang fonetik yg menyelidiki bunyi berdasarkan pendengar sbg persepsi bahasa
fonis fo.nis [a Ling] berkenaan dng produksi bunyi atau bunyi bahasa
fonologi fo.no.lo.gi [n] bidang dl linguistik yg menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya
fonotipi fo.no.ti.pi [n Ling] praktik mentranskripsikan bunyi bahasa dng lambang-lambang fonetis
formalin for.ma.lin [n] larutan bening berbau menyengat, mengandung sedikit metanol untuk bahan pengawet dan pembunuh kuman
formalitas for.ma.li.tas [n] (1) bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yg berlaku: tanpa -- dia langsung menerima kedatangan istri camat yg mendapat musibah itu; (2) sekadar mengikuti tata cara; basa-basi: penyambutan itu hanya --
formika for.mi.ka [n] lembaran pelapis penggilap perabot kayu, spt daun pintu, daun meja, terbuat dr bahan plastik dng warna dan corak yg bermacam-macam
formulasi for.mu.la.si [n] perumusan: larutan bahan kimia itu harus digunakan dng -- dan cara pemakaian yg tepat
fosfat fos.fat [n Kim] (1) bahan asam fosfor yg dipakai untuk pupuk; (2) mineral senyawaan antara fosfor, oksigen, dan unsur lainnya
fosforilase fos.fo.ri.la.se [n Kim] enzim yg terdapat dl otot dan hati yg mengkatalisis pengubahan glikogen menjadi glukosa-1-fosfat
foto licin [Kom] foto yg dicetak berkilat agar menghasilkan reproduksi yg lebih tajam untuk siaran pers
fotodiode fo.to.di.o.de [n Fis] diode semikonduktor yg konduktivitasnya bertambah bila disinari cahaya
fotogravur fo.to.gra.vur [n] seni untuk menghasilkan ukiran pd permukaan logam dng bantuan cahaya, lazimnya untuk mencetak
fotokonduksi fo.to.kon.duk.si [n Fis] pertambahan hantaran listrik di dl sebuah benda sbg akibat penyerapan sinar elektromagnetik; fotohantaran
fotokonduktivitas fo.to.kon.duk.ti.vi.tas [n Fis] pertambahan konduktivitas (keterhantaran) listrik pd banyak zat padat nonmetal apabila disinari cahaya
fotokonduktor fo.to.kon.duk.tor [n Fis] zat padat nonmetal yg konduktivitasnya bertambah apabila disinari cahaya (gelombang elektromagnetik)
fotokopi fo.to.ko.pi [n] hasil reproduksi (penggandaan) fotografis thd barang cetakan (tulisan)
fotolitografi fo.to.li.to.gra.fi [n] proses cetak-mencetak dng menggunakan batu atau logam (zink) yg diukir dng bantuan pemotretan
fotoperiodisme fo.to.pe.ri.o.dis.me [n] reaksi tumbuhan thd perubahan panjang siang dan malam
fotosel fo.to.sel [n Kim] sel yg sifat elektriknya diubah oleh tenaga sinar
fotosintesis fo.to.sin.te.sis [n Kim] pemanfaatan energi cahaya matahari (cahaya matahari buatan) oleh tumbuhan berhijau daun atau bakteri untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat
fovea sentral [Bio] bagian kecil yg terletak di tengah-tengah retina mata
fragmentaris frag.men.ta.ris [a] bersifat fragmen; berupa bagian-bagian (bukan suatu keutuhan): ia segera menarik kesimpulan bahwa fosil itu dl keadaan --
fraktur frak.tur [n] keretakan atau keadaan patah (tt tulang dsb)
frambusia fram.bu.sia [n] penyakit kulit yg disebabkan oleh bakteri yg penularannya melalui kontak langsung; patek; puru
frasa apositif frasa endosentris berinduk banyak yg bagian-bagiannya tidak dihubungkan dng penghubung (sering kali dng jeda) dan yg masing-masing menunjuk pd referen yg sama dl alam di luar bahasa
frasa eksosentris frasa yg keseluruhannya tidak mempunyai perilaku sintaksis yg sama dng salah satu konstituennya
frasa endosentris frasa yg keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yg sama dng salah satu konstituennya
fregat fre.gat [n] (1) kapal perang berukuran sedang, berbobot antara 1.100-2.800 ton, dapat bergerak dng lincah dan cepat; (2) Lay kapal dng tiga tiang lengkap dng layar ondang-ondang dan layar buritan
frekuensi fre.ku.en.si [n] (1) kekerapan: -- denyut jantungnya tidak normal; (2) Ling jumlah pemakaian suatu unsur bahasa dl suatu teks atau rekaman; (3) Ling jumlah getaran gelombang suara per detik; (4) Kom jumlah getaran gelombang elektrik per detik pd gelombang elektromagnetik
fundamen fun.da.men [n] (1) asas; dasar; hakikat: larangan kawin semarga bersangkutan dng -- dan filsafat kebudayaan suku Batak; (2) alas; dasar; fondasi: pembangunan fisik tanpa pembangunan mental seumpama bangunan tanpa --
fungi fu.ngi [n Bio] tumbuhan tanpa daun atau klorofil, hidup dr bahan tumbuhan atau binatang lain, dapat terdiri atas satu sel, dapat menyebabkan penyakit pd tumbuhan atau binatang, dapat membusukkan kayu, makanan, dsb; cendawan; jamur
fungsi ekspresif [Ling] penggunaan bahasa untuk menampakkan hal ihwal yg bersangkutan dng pribadi pembicara
fungsi kognitif [Ling] penggunaan bahasa untuk penalaran akal
fungsi komunikatif [Ling] penggunaan bahasa untuk penyampaian informasi antara pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca)
fungsionalisasi fung.si.o.na.li.sa.si [n] hal menjadikan berfungsi; pemfungsionalan: kita dapat mengubah pola orientasi ideologi menjadi orientasi program berdasarkan -- dan profesionalisasi
fungsionalisme fung.si.o.nal.is.me [n] (1) Antr teori yg menekankan bahwa unsur-unsur di dl suatu masyarakat atau kebudayaan itu saling bergantung dan menjadi kesatuan yg berfungsi; doktrin atau ajaran yg menekankan manfaat kepraktisan atau hubungan fungsional; (2) Ling gerakan linguistik yg beranggapan bahwa struktur fonologis, gramatikal, dan semantis ditentukan oleh fungsi yg dijalankan dl masyarakat, dan bahwa bahasa itu sendiri mempunyai fungsi yg beraneka ragam
furuk fu.ruk [n Isl] hukum tt kewajiban agama yg tidak pokok yg dijabarkan (bersumber) dr hukum dasar; hukum tambahan: perbedaan pendapat tt jumlah rakaat dl salat Tarawih itu bukanlah mengenai ajaran pokok, melainkan mengenai masalah --
fusta fus.ta [kl n] perahu (kapal)
gabardin ga.bar.din [n] bahan tekstil dr katun, sutra, atau wol yg dibuat kedap air
gading-gading buritan [Lay] gading-gading yg terletak satu bidang secara melintang dng bagian belakang poros kemudi, tempat dimulainya penomoran gading-gading
gaham ga.ham [Mk n] gertakan; ancaman
gaing ga.ing [n Lay] kayu lancip tambahan pd lunas perahu (pd haluan dan pd buritan) yg berbentuk paruh
gaji pokok komponen dasar penghasilan seseorang yg digunakan sbg patokan untuk menghitung komponen lainnya, spt tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif; upah dasar (yg belum ditambah dng tunjangan lain)
gala-gala ga.la-ga.la [n] campuran damar dng bahan lain untuk merekatkan kayu dsb [n] kelulut (lebah kecil)
galak ga.lak [a] (1) buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dsb tt binatang); ganas; garang: anjingnya -- sekali; (2) suka marah, mencaci maki, dsb: ayahnya termasuk orang yg -- sehingga ditakuti oleh anak-anaknya [n] peng.ga.lak n mesiu pd persumbuan bedil kuno untuk meledakkan mesiu bedil
galaktosa ga.lak.to.sa [n Kim] gula sederhana, karbohidrat yg kadangkala terdapat secara alami di dl susu, otak, dan tumbuhan
galang ga.lang [n] barang yg dipasang melintang (spt bantal, penyangga, ganjal, landasan dr kayu, balok); kayu dsb penunjang atau penopang supaya tinggi atau supaya tidak rebah; kalang , meng.ga.lang v melintang: jika tiada aral ~ , kami akan datang besok [n] ga.lang.an n pematang sawah; galeng
galangan ga.lang.an [n] balok penyangga dan penopang kapal yg sedang diperbaiki; tempat memperbaiki atau membuat kapal
galas ga.las [n] (1) tongkat yg ditaruh di bahu untuk menyandang (membawa) barang-barang; pikulan; (2) barang (beban) yg disandang dng tongkat atau dipikul; (3) barang dagangan yg dijajakan dng dipikul atau disandang dng tongkat di bahu
gali ga.li [v] meng.ga.li v(1) membuat lubang di tanah dsb: mereka ~ sumur sedalam 12 m; (2) mengambil (mengeluarkan) sesuatu dr dl tanah dng membuat lubang: anak-anak itu ~ ubi jalar [n] kapal perang yg panjang [n akr] gabungan anak liar; pencoleng; penodong; perampok
galias ga.li.as [n] kapal perang kuno yg agak besar bergeladak satu dan bertiang tiga, digerakkan dng layar dan dayung
galiot ga.li.ot [ark n] kapal layar niaga zaman kompeni
galiung ga.li.ung [kl n] kapal layar besar
galon ga.lon [n] satuan takaran barang cair (bensin dsb) 3,785 liter (AS) atau 4,546 liter (Ing)
gamam ga.mam [a] tidak tetap hati (ragu-ragu, gelisah, khawatir, merasa takut-takut); tidak dapat berbuat sesuatu krn terkejut dsb: krn merasa bersalah, ia menjadi -- ketika ditegur
gamang ga.mang [a] merasa takut (ngeri serta khawatir) ketika melihat ke bawah dsb
gambir hutan tumbuhan memanjat, panjangnya mencapai 10 m, ditanam sbg pohon hias atau sbg bahan obat tradisional (jamu); melati hutan; pancasuda; Jasminum pubescons atau Trigonopleura malayana
gambling gam.bling [n cak] perjudian; untung-untungan: namun, apa hendak dikata, taktik dan strategi yg merupakan -- tsb ternyata memukul tim Indonesia
gambut gam.but [n] tanah lunak dan basah, terdiri atas lumut dan bahan tanaman lain yg membusuk (biasanya terbentuk di daerah rawa atau di danau yg dangkal)
gamping gam.ping [n] batuan berwarna putih, jika dibakar dapat digunakan sbg campuran bahan bangunan yg sebagian besar terdiri atas kalsium karbonat; batu kapur
gandaria gan.da.ria [n] (1) tanaman yg menyerupai pohon mangga, tingginya dapat mencapai 20 m, buahnya berbentuk bulat lonjong dan berukuran kecil, berwarna kuning atau merah muda dan berair, daging buahnya tebal, yg muda masam rasanya, dibuat asinan, pencampur sambal, dsb, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan dan sarung keris; Bouea macrophylla; (2) buah gandaria
gandrung gan.drung [a] (1) sangat rindu (kasih) akan; tergila-gila krn asmara; (2) sangat ingin (mendambakan): kita -- akan adanya perpustakaan di tiap-tiap sekolah [n] tumbuhan yg buahnya spt enjelai; Andropogon sorghum
ganduh gan.duh [n] tokok; imbuh (tambahan sedikit dl bertukar barang dsb) [v] ber.gan.duh v bercampur; berkacau; menjadi kacau
gandung gan.dung [n] rakit (dr bambu) yg dipasang di kiri kanan perahu supaya tidak oleng atau untuk menambah muatan; ambau
ganggang gang.gang , ber.gang.gang v berdiang; memanaskan diri (dekat api): krn tidak tahan udara dingin, ia ~ dekat api unggun itu [n] sela-sela di antara dua barang; celah: ia mengintip dr -- pintu; (2) a renggang; tidak rapat: persahabatan mereka semakin -- [n] aneka ragam jenis tanaman yg terdapat di pantai, terutama pantai berkarang dan berombak besar, digunakan sbg sumber bahan makanan atau bahan lainnya; Algae
ganjal gan.jal [n] (1) benda yg disisipkan sbg tumpuan (supaya tegak kukuh atau tidak timpang); (2) benda yg ditaruh sbg penghalang (penahan) supaya tidak bergerak turun; (3) Lay papan, balok, tikar, dan bahan lain yg digunakan untuk melindungi muatan di dl palka agar muatan tidak bergeser akibat cuaca buruk
ganjur gan.jur [kl n] tombak [Mk v] tarik; hela; sentak
gantang gan.tang [n] satuan ukuran isi atau takaran 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dsb
ganti semangat [Huk] peninggalan berupa keris dan sejumlah uang di ruang tidur gadis dr laki-laki yg melarikan gadis sbg pemberitahuan kpd orang tuanya bahwa gadis itu kawin lari
gantung layar [kl] hadiah untuk orang yg menolong perahu (kapal) yg karam
garam bata garam yg berbongkah-bongkah dicetak berbentuk batu
garam ester garam yg dibuat dr hidrokarbon tidak jenuh dng menambahkan suatu basa, persenyawaan asam yg terjadi yg dinetralkan
garis ga.ris [n] (1) parut bekas digaruk dsb; garit; gores: sampai sekarang masih tampak -- pd kulitnya; (2) coretan panjang (lurus, bengkok, atau lengkung); setrip: huruf Latin dituliskan di atas --; (3) ketentuan (nasib, takdir, dsb); batas ; (4) Olr tanda berupa coretan panjang di tanah dsb sbg batas dsb: bola sudah melewati -- masuk ke daerah penjaga gawang; (5) Mat deretan titik-titik yg saling berhubungan: ia menarik -- dr titik A ke titik B; (6) ki aturan: di luar --; (7) ki kubu atau daerah pertahanan (yg dikuasai): -- pertahanan musuh diserang habis-habisan; (8) Mat himpunan titik-titik pd bidang atau dl ruang sehingga apabila letak dua unsurnya diketahui, letak semua unsurnya tertentu dng pasti lihat pitis
garis bentuk [Graf] (1) garis tipis yg terbentuk pd sistem cetak langsung krn tekanan berat dan tinta encer (pd cetak tinggi) yg mengikuti gambar huruf; (2) garis yg menentukan batas atau membatasi bentuk gambar; kontur
garis haluan petunjuk yg harus dituruti; (2) Kap garis bidang tegak yg sejajar dng garis bujur kapal
garis hidup nasib; takdir; suratan takdir
garis ingsut angin [Hid] jalur sempit tempat berubahnya arah angin secara mendadak
garis isotonis [Ling] isoglos pd peta bahasa yg membatasi wilayah dng ciri ton yg serupa
garis keras strategi dan taktik untuk memperjuangkan paham dsb dng perlawanan atau oposisi
garis lintang [Geo] garis khayal yg melingkari bumi, sejajar dng garis khatulistiwa, baik yg ada di selatan (garis lintang selatan) maupun di sebelah utara (garis lintang utara), penting untuk mengetahui keadaan iklim dan letak geografis suatu tempat; garis paralel
garis lunak [ki] strategi dan taktik untuk memperjuangkan paham dsb dng jalan damai
garnis gar.nis [n] penghias hidangan: salah satu upaya memikat konsumen, ia mencoba menambah -- pd setiap hidangan yg disuguhkannya
garu ga.ru [n] alat pertanian, bentuknya spt sisir yg berfungsi meratakan tanah bajakan; penggaruk [Lihat {gaharu}]
gas alam gas yg diperoleh langsung dr tanah, dipakai sbg bahan bakar, bahan dasar dl industri pupuk urea, dsb; gas bumi
gas minyak cair [Pet] bahan hidrokarbon ringan yg berupa gas pd suhu dan tekanan atmosfer yg untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan penanganannya, bahan itu dicairkan dng tekanan; elpiji
gasifikasi ga.si.fi.ka.si [n Kim] pengubahan batu bara dsb menjadi bentuk gas yg mempunyai nilai kalori rendah, sedang, atau tinggi, bergantung pd proses yg diterapkan dan maksud penggunaannya
gasolin ga.so.lin [n Kim] campuran hidrokarbon yg berwujud cairan dan tidak berwarna, mudah menguap, serta mudah terbakar, yg merupakan fraksi dr minyak bumi dan digunakan sbg bahan bakar; bensin
gatal ga.tal [a] (1) berasa sangat geli yg merangsang pd kulit tubuh (krn kutu dsb): kepalaku -- benar krn banyak ketombe; (2) cak mendatangkan perasaan gatal: ulat bulu itu -- bila tersentuh; (3) ki suka atau ingin bersetubuh (tt perempuan); gasang: ia dicaci maki, dikatakan perempuan --; (4) ki ingin sekali hendak berbuat sesuatu (memukul dsb): tangannya -- , hendak meninju kawannya
gatra gat.ra [n Ling] lingkungan tertentu dl kalimat yg dapat ditempati oleh suatu unsur bahasa [n] (1) wujud; (2) sudut pandangan; aspek
gawangan ga.wang.an [Jw n] alat yg terbuat dr bambu atau kayu, digunakan untuk meletakkan kain (mori) yg akan dibatik
gawar-gawar ga.war-ga.war [n] tali dr rotan dsb yg diberi berumbai-rumbai daun nyiur dsb sbg tanda bahwa orang dilarang datang atau dilarang berjalan di situ (krn adanya penyakit menular dsb)
gawat ga.wat [a] (1) genting; berbahaya: dng beraksinya gerombolan bersenjata, situasi menjadi --; (2) kritis; mengkhawatirkan; dekat kpd kematian: penderita itu sangat -- keadaannya; (3) sulit; terancam: waktu itu kompi pasukan kami berada dl kedudukan paling --
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gebos ge.bos [v] , meng.ge.bos v menghardik; membentak; menggertak [v] , meng.ge.bos v keluar asap (api, uap) dng mendadak: kebakaran di Jakarta banyak disebabkan oleh kompor yg ~
gebu ge.bu [v] , meng.ge.bu v (1) sangat bersemangat; berkobar-kobar (tt semangat dsb): kedua kesebelasan bergerak dng dukungan semangat yg ~; (2) bekerja dsb dng sekeras-kerasnya (dng maksud cepat selesai); (3) ki timbul (pemberontakan dsb)
gebyah-uyah geb.yah-u.yah, meng.geb.yah-u.yah [v] menyamaratakan
gecar ge.car [Jk a] gentar (takut); gemetar
gedok ge.dok [n] , ge.dok.an n mesin penggiling padi yg digunakan untuk memisahkan beras pecah kulit dr gabah, terdiri atas ruang-ruang yg disusun secara zig-zag
gegas ge.gas [v] , ber.ge.gas v (1) bercepat-cepat: diambilnya ember lalu ~ menuju ke tepian; (2) cepat-cepat: ia ~ pulang krn takut kehujanan di jalan; (3) tergesa-gesa, terburu-buru: apa sebab engkau tampak ~ ?
gejala ge.ja.la [n] (1) perihal (keadaan, peristiwa, dsb) yg tidak biasa dan patut diperhatikan (ada kalanya menandakan akan terjadi sesuatu): ahli bahasa sebaiknya mencatat segala -- bahasa yg terdapat dl perkembangan bahasa Indonesia sekarang; (2) keadaan yg menjadi tanda-tanda akan timbulnya (terjadinya, berjangkitnya) sesuatu
gejolak ge.jo.lak [n] (1) luapan (bualan) air spt pd waktu mendidih; (2) nyala api yg berkobar-kobar; (3) ki gerakan (pemberontakan dsb); huru-hara
geladak ge.la.dak [n] (1) lantai kapal atau lantai perahu; dek: penumpang --; (2) rumah (tempat) menginap kuli (terbuat dr papan) [a] (1) liar: anjing --; (2) kas jalang: perempuan --
geladak antara geladak yg terletak di antara geladak atas dan geladak bawah
geladak cuaca geladak yg bersambung atau membentang sepanjang kapal
geladak embarkasi geladak tempat penumpang kapal melakukan embarkasi ke sekoci penolong, atau geladak tempat penumpang kelas naik atau melaporkan diri ke kapal
geladak kompas geladak yg berada di atas anjungan kapal, tempat terpasangnya kompas standar
geladak penumpang geladak kapal untuk menempatkan muatan penumpang
geladak sekoci geladak tempat sekoci penolong digantungkan di sisi kiri kanan kapal
geladak ternak geladak kapal yg digunakan untuk menempatkan muatan ternak
gelangsar ge.lang.sar , meng.ge.lang.sar v menggelincir rebah; jatuh ke muka
gelar ge.lar [n] (1) sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yg biasanya ditambahkan pada nama orang spt raden, tengku, doktor, sarjana ekonomi; (2) nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sbg kehormatan): ia diberi -- "Sutan" ; (3) sebutan (julukan) yg berhubungan dng keadaan atau tabiat orang; sebutan: krn gendut, ia mendapat -- si gendut; ia mendapat -- "Srikandi" dr kawan-kawannya [v] , -- wicara acara bincang-bincang di televisi atau radio yg dilakukan dl suatu panel yg terdiri atas beberapa tokoh dan dipandu oleh pembawa acara
gelasan ge.las.an [n] adonan serbuk halus dr pecahan kaca (porselen dsb) dan bahan perekat sbg bahan pelapis benang (kadang-kadang diberi warna)
gelek ge.lek [v] , meng.ge.lek v (1) menggilas; melindas; menggiling: truk itu menabrak dan ~ seorang anak berumur tujuh tahun sehingga meninggal dunia; (2) berguling; bergolek: bola besi yg berat itu ~ perlahan-lahan; (3) menggulung-gulungkan (sagu, lilin, dsb) supaya bangunnya bulat torak: ~ lilin [v] , meng.ge.lek v mencenderungkan diri (mengubah sikap) supaya tidak kena pukulan dsb; mengelak
gelentang ge.len.tang [v] rebah berguling
geletik ge.le.tik [v] , meng.ge.le.tik v (1) bergerak-gerak spt menggelepar; meronta-ronta; geliang-geliut (spt ulat) dsb; (2) berdebar-debar (tt hati); (3) berbunyi "tik-tik" (spt detak arloji)
geligis ge.li.gis , meng.ge.li.gis v menggigil; menggentar keras: gemetar ~ sendi tulangnya krn sangat takutnya
gelimpang ge.lim.pang , ber.ge.lim.pang v terbaring (di tanah dsb); menggeletak
gelinggaman ge.ling.ga.man [a] berasa jijik dan takut; geli geman
gelintang ge.lin.tang , ter.ge.lin.tang v tergelimpang; terbaring; menggeletak terkapar: anjing yg ditembak itu jatuh ~ di atas tanah
gelintir ge.lin.tir [n] (1) gentel; butir (spt pil atau tablet); (2) penggolong benda untuk orang yg berjumlah tidak tentu: yg datang ke perpustakaan itu hanya beberapa -- manusia
gelisah ge.li.sah [a] tidak tenteram, selalu merasa khawatir (tt suasana hati); tidak tenang (tt tidur); tidak sabar lagi dl menanti dsb; cemas: semua penduduk -- mendengar desas-desus bahwa rumah mereka akan digusur
gelodok ge.lo.dok [n] kotak; peti
gelontor ge.lon.tor [Jw v] , meng.ge.lon.tor v (1) mengalirkan air banyak-banyak supaya hanyut; (2) kas minum banyak-banyak: krn kehausan, terus saja dia ~; (3) ki mengeluarkan uang banyak-banyak: Pemerintah ~ dana triliunan rupiah ke provinsi termuda itu
gelung ge.lung [n] (1) lingkar atau gulung (tali, rotan, ular); (2) keluk (setengah bulatan); (3) sanggul perempuan yg dilingkarkan di kepala bagian belakang; konde; (4) Dok lekuk-lekuk permukaan otak; girus
geman ge.man [v] berasa takut atau ngeri; gamang; gemang
gemang ge.mang [a] besar (tt barang yg bulat torak spt batang kayu) [a] gamang; takut; ngeri: jangan kau -- thd badai
gembira gem.bi.ra [a] suka; bahagia; bangga; senang
gembor gem.bor [n] ceret besar, ujung pancurannya bertutup corong yg diberi lubang-lubang kecil, dipakai untuk menyiram tanaman [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai sbg bahan bangunan atau industri (Kupang); (2) kayu gembor: aneka dupa wangi itu tidak lain dr campuran limbah industri kipas, patung, juga campuran dr kayu cendana, kulit kayu -- , dan eboni
gembus gem.bus [n] ampas tahu atau kelapa yg disiapkan sbg bahan salah satu jenis tempe , gem.bus.an n Sas bombas
gemetar ge.me.tar [a] bergetar anggota badan krn ketakutan (kedinginan dsb); menggigil krn ketakutan dsb
gendang pendengar selaput di dl telinga untuk menerima suara; -- rampak alat musik tradisional yg berupa berpuluh-puluh gendang: atraksi -- rampak yg dilakukan para pemukulnya memperdengarkan suara yg membahana
genealogi ge.ne.a.lo.gi [n] (1) garis keturunan manusia dl hubungan keluarga sedarah; (2) garis pertumbuhan binatang (tumbuhan, bahasa, dsb) dr bentuk-bentuk sebelumnya
generalisasi normatif generalisasi yg menyatakan penilaian
generalisasi teoretis tesis, hukum, atau hipotesis yg dicapai dng asumsi dasar bahwa variabel lainnya dianggap konstan
generasi ge.ne.ra.si [n] (1) sekalian orang yg kira-kira sama waktu hidupnya; angkatan; turunan; (2) masa orang-orang satu angkatan hidup: kira-kira dua -- lagi bangsa Indonesia sudah dapat berbahasa nasional dng baik dan benar
generatif ge.ne.ra.tif [a Ling] bersifat menerangkan (tt tata bahasa) dng kaidah-kaidah yg merupakan pemerian struktur tt kalimat yg terdapat di dl sebuah bahasa
genggong geng.gong [n] alat musik spt harmonika mulut, terbuat dr bahan bambu, kayu, pelepah enau, atau logam, dilengkapi dng lidah-lidah getar, dimainkan dng menarik-narik tali yg dihubungkan dng lidah-lidah getar pd alat itu dng mulut sbg resonator
genjot gen.jot [v] , meng.gen.jot v (1) mengayuh (tt sepeda, becak, dsb); (2) menginjak (pedal mesin jahit kaki); (3) ki menyerang dng hebat: pasukan keamanan ~ sisa-sisa pemberontak; (4) memukul atau menendang (dng ayunan badan): ia ~ lawannya hingga jatuh tersungkur; (5) ki mengintensifkan (mengaktifkan) agar lebih tinggi hasilnya; mempertinggi (memperkeras, mempercepat) produksi dsb: para produsen berlomba-lomba ~ produksinya
genta kabut alat isyarat bunyi yg digunakan untuk menggantikan lonceng di atas kapal laut dan berukuran kecil
gentar gen.tar [n] gerakan berulang-ulang yg cepat sekali (spt kawat kecapi yg dipetik); getar; geletar: makin banyak -- nya makin tinggi bunyinya; (2) a ki takut: ia tidak -- melihat musuh
genting putus [pb] perkara yg sudah putus (tidak boleh diubah lagi)
gentrifikasi gen.tri.fi.ka.si [n] imigrasi penduduk kelas ekonomi menengah ke wilayah kota yg buruk keadaannya atau yg baru saja diperbaharui dan dipermodern
genus ge.nus [n] (1) jenis; (2) kelas; golongan; (3) keseluruhan ciri yg didukung oleh ciri-ciri anggota kelasnya; (4) Bio tataran dl taksonomi yg ada di bawah keluarga dan di atas spesies; marga
geofon ge.o.fon [n] detektor yg diletakkan atau ditancapkan di atas tanah dl pekerjaan seismik untuk menerima getaran pd titik bumi yg ditentukan
geokronologi ge.o.kro.no.lo.gi [n] metode penentuan usia benda purbakala yg berdasarkan perubahan fisik bumi
geosentris ge.o.sen.tris [a] (1) berkenaan dng pendirian bahwa bumi dianggap sbg pusat alam semesta; (2) mengenai titik tengah bumi
geoteknologi ge.o.tek.no.lo.gi [n] teknologi yg mencakup ilmu-ilmu kebumian, ekonomi mineral, teknik bahan galian, dan teknologi bahan galian pd umumnya
gera ge.ra [v] meng.ge.ra v menggertak; menggugupkan; menakut-nakuti; menyergah
geragap ge.ra.gap , meng.ge.ra.gap v tidak tahu apa yg harus dikatakan; gugup; terkejut: pertanyaan gurunya yg tiba-tiba itu membuatnya ~
gerak tipu cara atau taktik dl menipu (mengecoh dsb)
gerakan sosial ge.rak.an sosial tindakan terencana yg dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat disertai program terencana dan ditujukan pd suatu perubahan atau sbg gerakan perlawanan untuk melestarikan pola-pola dan lembaga-lembaga masyarakat yg ada
gerantang ge.ran.tang [n] (1) bunyi (suara) ramai tidak keruan; (2) ki suara keras untuk menakut-nakuti; gertak [Bl n] alat musik sejenis calung dng beberapa bumbung yg panjangnya berbeda-beda dan tersusun pd sebuah rak, dimainkan dng dua pemukul, digunakan dl gamelan kolintang dan angklung
gerantang keling gertak sambal
gerapu ge.ra.pu , ber.ge.ra.pu v berasa kasap (tt rabaan) spt kulit katak puru
gerat ge.rat [v] meng.ge.rat v mengertakkan (tt gigi)
gerbang ger.bang , meng.ger.bang v terurai dan kusut tak keruan (tt rambut) [n] pintu masuk [n El] rangkaian elektronis yg memiliki satu keluaran dan satu atau lebih masukan serta dirancang agar keluaran hanya bekerja ketika terdapat kombinasi pulsa tertentu pd masukan
gerhana bulan cahaya bulan tidak sampai ke bumi krn titik pusat geometri bulan, bumi, dan matahari terletak pd satu garis dan bumi berada di tengahnya
gerhana matahari saat bulan terletak di tengah-tengah jarak antara bumi dan matahari sehingga bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi
gerigis ge.ri.gis [a] bergigi atau bertakik-takik tajam (spt mata pisau yg rusak, kikir)
germang ger.mang [a] seram (tegak bulu badannya): -- bulunya krn kedinginan (ketakutan)
gerobak ge.ro.bak [n] (1) pedati; (2) alat yg berupa kotak besar beroda dua, tiga, atau empat untuk mengangkut sesuatu (barang, sayur, dsb) yg ditarik atau didorong oleh manusia
gertik ger.tik [n] tiruan bunyi "kertak", tetapi lebih halus
gerundang ge.run.dang [Mk n] anak katak yg masih spt ikan kecil; berudu: perutnya buncit spt perut --
geta ge.ta [kl n] takhta; singgasana
getah purwa residu penguapan bahan bakar pesawat terbang atau residu akibat penguapan bensin yg tidak larut dl heptana; -- susu getah tumbuhan liana, Willughbeia firma
getem-getem ge.tem-ge.tem [Jw v ] menyatakan kemarahan dng gerakan
getuk ge.tuk [n] penganan dibuat dr ubi dsb yg direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) [n] ge.tak-ge.tuk n tiruan bunyi suara ketukan berulang-ulang secara teratur
gigi sumbi gigi tambahan; (2) gigi buatan
gigil gi.gil [a] , meng.gi.gil a gemetar krn kedinginan, demam, ketakutan (tt sikap tubuh atau suara); anak itu ~ krn sakit
gigis gi.gis [a] , meng.gi.gis a gemetar; menggigil: ia ~ ketakutan [a] cuil-cuil pd pinggirnya (tt gigi anak kecil yg kupak)
gila pangkat selalu mencari (mengejar) pangkat; (2) berubah sikapnya setelah menduduki jabatan tinggi
giling gi.ling [v] , meng.gi.ling v (1) melumatkan (memipihkan) sesuatu dng anak batu giling dan batu giling; (2) melumatkan dng mesin giling (tt kopi dsb); (3) mengupas kulit dng mesin penggiling (tt padi); (4) memerah dng mesin giling (tt tebu dsb); (5) meratakan dan memadatkan dng mesin giling (tt jalan dsb); (6) menggulung (tt rokok)
giling-giling gi.ling-gi.ling [n] besi (batu) yg berbentuk silinder untuk memadatkan dan meratakan jalan (tanah dsb); penggiling jalan
giliran gi.lir.an [n] (1) waktu (saat) atau kesempatan untuk mengerjakan (menjalankan) atau menerima sesuatu: sekarang tibalah ~ ku untuk menyanyi; kapal-kapal sedang menunggu ~ dibongkar muatannya; (2) pertukaran (pergantian) dng teratur (tt sesuatu yg beredar atau yg berlaku berganti-ganti); (3) hasil menggilir
gim [Jk n] benang emas [n cak] sudah tercapai nilai yg ditentukan dl permainan (menyatakan permainan selesai krn nilai yg ditentukan telah tercapai)
gincu