Arti kata/frase "otak te- lum" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/otak-te-lum

Halaman ini menjelaskan kata atau frase otak te- lum menurut KBBI Edisi III

otak te- lum: [ki] otak udang

Lebih lanjut mengenai otak te- lum

otak te- lum terdiri dari 3 suku kata. Kata tersebut mempunyai 2028 kata terkait yakni sebagai berikut:

otak otak, otak-otak.an [Jk a] suka berbuat yg bukan-bukan (supaya disebut pemberani dsb); ugal-ugalan; gila-gilaan
lum lihat 1masak
benak kepala otak
lumba-lumba lum.ba-lum.ba [n] binatang mamalia laut sejenis ikan paus, bergigi kecil dng moncong yg panjang; Delphinidae
lumbago lum.ba.go [n Dok] nyeri pinggang; sengal pinggang
lumbal lum.bal [n Anat] pinggang bagian belakang antara punggung dan bokong
lumbu lum.bu [n] daun talas; -- jawa tumbuhan merambat, Willughbeia coriacea
lumbung lum.bung [n] tempat menyimpan hasil pertanian (umumnya padi), berbentuk rumah panggung dan berdinding anyaman bambu; rangkiang
lumpang lum.pang [n] (1) perkakas yg dibuat dr kayu atau batu yg berlekuk di tengahnya untuk menumbuk beras dsb; (2) lesung; (3) kl laras meriam
lumpektomi lum.pek.to.mi [n Dok] pengangkatan tumor payudara dan jaringan sekitarnya yg diikuti radiasi: banyak penderita dapat memilih bedah -- --
lumpia lum.pia [n] penganan berupa dadar yg diisi daging, rebung, dsb, lalu digulung dan biasanya digoreng
lumping lum.ping [Jw n] kulit (sapi, kerbau, dsb) yg keras; belulang;
lumpuh lum.puh [a] (1) lemah dan tidak bertenaga atau tidak dapat bergerak lagi (tt anggota badan, terutama kaki): kakinya -- setelah menderita sakit panas yg lama; (2) ki tidak berjalan (berlangsung) sebagaimana mestinya: akibat perang saudara yg berlarut-larut perekonomian negara itu -- sama sekali
lumpuk lum.puk , me.lum.puk.kan v mengumpulkan; menghimpun
lumpur lum.pur [n] tanah lunak dan berair; tanah becek; luluk
lumpur ketam lumpur di pantai laut
lumrah lum.rah [a] biasa; lazim
lumsum lum.sum [n] uang yg dibayarkan sekaligus untuk semua biaya (transpor, uang makan, dsb)
lumut laut lumut yg tumbuh di laut
otak depan otak besar
otak te- lum [ki] otak udang
lumai lu.mai , -- hutan n tumbuhan (perdu), Blumea lacera
lumang lu.mang , ber.lu.mang v berlumur (dng): ~ lumpur (minyak, darah, dsb)
lumar lu.mar [Mk v] ber.lu.mar v berlumur; kotor atau terpalit-palit (oleh minyak, darah, dsb): tangannya ~ darah
lumatan lu.mat.an [n] hasil melumatkan
lumpuh kiting [Tern] kelumpuhan khas yg disertai dng kebengkokan jari pd anak ayam yg menderita kekurangan riboflavin
lumpuh marek [Tern] penyakit lumpuh yg disebabkan oleh virus herpes ditandai dng kejang lumpuh pd kaki, biasa menyerang anak ayam berumur 1-5 bulan
lumur lu.mur , ber.lu.mur v bergelimang dng (lumpur, darah, minyak, dsb): jatuh ~ darah
lumuran lu.mur.an [n] (1) hasil melumurkan; olesan; (2) noda yg kotor (spt minyak, lumpur, dan darah): ~ darah
lumus lu.mus [v] terpalit (oleh barang yg kotor); berlumuran: bajunya -- oleh lumpur
lumut hati kelompok tumbuhan lumut yg bentuknya menyerupai hati
otak ayam [ki] otak udang
otak besar [Anat] bagian depan otak manusia yg berukuran besar, berlekuk dalam, membujur berwarna abu-abu, yg membentuk bagian terbesar dr sistem saraf pusat; serebrum
otak kecil [Anat] bagian belakang otak manusia, yg terletak membelakangi bagian otak besar yg berlekuk-lekuk dalam, merupakan bagian dr sistem saraf pusat yg berkaitan dng gerakan otot refleks, bentuk tubuh, dan keseimbangan tubuh serebrum
lumas lu.mas [v] , me.lu.mas v menyapu (dng kapur, minyak, dsb); mengoles: ia ~ tubuhnya dng minyak
lumat lu.mat [a] halus benar (spt tepung, pasir, dsb)
lumayan lu.ma.yan [a] (1) agak banyak; sedang; cukup juga: jumlahnya tidak banyak, tetapi --; pangkatnya tinggi dng gaji --; (2) agak baik (cantik, pandai, dsb): tubuhnya tinggi semampai, parasnya --; permainannya -- , tidak terlalu jelek
lumbung desa tempat menyimpan berbagai hasil usaha desa
lumbung pangan tempat atau bangunan untuk menyimpan padi atau bahan makanan lain untuk menghadapi masa paceklik
lumen lu.men [n Dok] rongga di dl pembuluh [n Fis] satuan ukuran kekuatan cahaya (lampu, lilin, dsb)
lumer lu.mer [a] (1) encer hatinya; leleh: baja hanya dapat dicetak dl keadaan --; (2) ki mau menurut; tidak bersikeras lagi: setelah dinasihati, akhirnya -- juga hatinya
lumi-lumi lu.mi-lu.mi [n] ikan laut jenis luli, Harpodon nehereus
luminositas lu.mi.no.si.tas [n] kecemerlangan
lumuh lu.muh [Jw a] merasa enggan; tidak merasa tertarik untuk berbuat sesuatu
lumut lu.mut [n] tumbuhan hijau atau kuning kecil-kecil yg banyak tumbuh dan berkelompok membentuk bantalan (hamparan) menyerupai beledu pd batu, kayu, tanah, atau tembok yg lembap; kulat; Bryophyta; -- ekor kuning ganggang, Utriculania flexuosa
lumut karang bunga karang; spons
otak encer [ki] cerdas; pintar
otak miring [ki] agak gila
otak tajam [ki] pandai
otak udang [ki] sukar mengerti; bodoh; (2) pohon medang melukut; bengkaras, Norrisia malaccensis
otak-atik [v] , meng.o.tak-a.tik v mencoba-coba atau mereka-reka untuk memperbaiki (radio, arloji, dsb yg rusak) atau membuat sesuatu
otak-otak [n] makanan yg dibuat dr ikan dsb dicampur dng bumbu, dibungkus daun pisang atau daun kelapa, dan dibakar (dipanggang)
aktor intelektual otak berbagai tindakan yg menyimpang (spt kerusuhan, pembakaran, pembunuhan)
gambut miskin lumpur yg bersifat gambut atau endapan dasar danau
jorong padi lumbung padi
lahar cair lumpur batu yg keluar dr dl batu kawah gunung berapi yg bercampur dng air hujan (lahar dingin) atau air panas dr dl kawah (lahar panas), mengalir memasuki lembah dan sungai
ante- an.te- [bentuk terikat] (1) sebelum: anteseden ; (2) di depan; muka: antemeridiem
pitam otak keadaan yg disebabkan oleh jejas akut pd pembentuk darah otak, spt perdarahan, emboli, dan ditandai dng pingsan mati, biasanya diikuti dng kelumpuhan; apoplexicerebri
vaskulum vas.ku.lum [n] kotak spesimen botani
alumina alu.mi.na [n Kim] aluminium oksida, berlambang Al2O3, terdapat dl bauksit, tanah liat, dsb
alumni alum.ni [n n] orang-orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alumnus alum.nus [n] orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alveolum al.ve.o.lum [n] bagian mulut yg keras di belakang gigi atas
asetabulum ase.ta.bu.lum [n] cekungan yg berbentuk mangkuk pd tulang panggul
bahan pelumas bahan yg digunakan untuk mengurangi gesekan antara permukaan yg bersentuhan; bahan untuk melumaskan atau membuat menjadi licin
baik berjagung-jagung sementara padi belum masak baik ber.ja.gung-ja.gung sementara padi belum masak [pb] lebih baik dipakai dulu yg ada sementara yg baru belum didapatkan
baru (belum) beranjur sudah tertarung baru (belum) ber.an.jur sudah tertarung [pb] baru akan dimulai sudah mendapat rintangan
belum be.lum [adv] masih dl keadaan tidak: ia -- dewasa; Ibu -- pulang dr pasar
belum (sudah) diasapi kemenyan [pb] belum (sudah) kawin
belum basah rongkong [ki] belum minum seteguk air pun
belum beranak sudah ditimang belum ber.a.nak sudah ditimang [pb] bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai
belum beranak sudah ditimang belum duduk sudah berlunjur belum beranak sudah di.ti.mang belum duduk sudah berlunjur [pb] terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai
belum bergigi hendak mengunyah (menggigit) belum ber.gi.gi hendak mengunyah (menggigit) [pb] hendak melakukan sesuatu, tetapi belum ada sarananya
belum bertaji hendak berkokok belum ber.ta.ji hendak berkokok [pb] belum berilmu (kaya, kuasa, dsb) sudah hendak menyombongkan diri
belum diajun sudah tertarung belum di.a.jun sudah tertarung [pb] baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan
belum dipanjat asap kemenyan [pb] belum kawin
belum duduk belunjur dulu [pb] sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yg dikehendaki
belum duduk sudah belunjur [pb] sudah bergirang hati dulu sebelum tercapai yg dikehendaki
belum duduk sudah mengunjur belum duduk sudah meng.un.jur [pb] sudah bergirang hati sebelum tercapai apa yg diinginkannya
belum punya kuku hendak mencubit [pb] belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang
belum tahu di pedas lada [pb] masih muda sekali; belum berpengalaman [pb] belum berpengalaman
belum tegak hendak berlari [pb] lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur
belum tentu hilir mudik nya [pb] belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara; kokoh, baik dl soal yg kecil-kecil maupun dl soal yg besar-besar
belum tentu si upik si buyungnya [pb] belum tentu kesudahannya
belum-belum be.lum-be.lum [adv] masih belum waktunya: -- sudah gemetar
berguru dahulu sebelum bergurau ber.gu.ru dahulu sebelum bergurau [pb] belajar dahulu sebelum bersenang-senang
berkotak-kotak ber.ko.tak-ko.tak [v] (1) terdiri atas banyak kotak; (2) berpetak-petak; (3) terbagi-bagi; terpecah-pecah: jangan memandang persoalan itu secara sempit dan ~
berlumpur ber.lum.pur [v] (1) ada lumpurnya; (2) kena lumpur; kotor oleh lumpur; (3) berendam atau berguling-guling di air yg banyak lumpurnya (tt kerbau, babi, dsb); berkubang
berlumuran ber.lu.mur.an [v] berlumur
berlumus ber.lu.mus [v] berlumur (dng barang yg kotor); bercemar
berlumut ber.lu.mut [v] ada lumutnya; ditumbuhi lumut: dinding yg lembap itu mulai ~
berlumutan ber.lu.mut.an [v] penuh ditumbuhi lumut: pohon tua itu ~
berotak ber.o.tak [v] (1) berakal; mempunyai pikiran; mempunyai kecerdasan yg baik: anakmu tidak -; (2) mempunyai otak: apakah udang ada yg -?
calak ganti asah (menanti tukang belum datang) ca.lak ganti asah (menanti tukang belum datang) [pb] sesuatu yg dipakai untuk sementara waktu saja sebelum ada yg lebih baik (jadi hanya sekadar mencukupi kebutuhan)
celam-celum ce.lam-ce.lum [v] keluar masuk dng bebas (ke dl rumah dsb); (2) a tidak tentu (sebentar di sana, sebentar di sini)
celum ce.lum lihat celam-celum
celum-celam ce.lum-ce.lam [Lihat {celam-celum}]
duralumin du.ra.lu.min [n] nama dagang untuk campuran aluminium, terdiri atas 4% tembaga, 0,5% magnesium, dan 0,5% mangan banyak digunakan dl industri pesawat terbang
filum fi.lum [n] (1) Bio golongan besar dl klasifikasi hewan dan tumbuhan yg mempunyai persamaan sifat dasar tertentu, yg masih terbagi lagi menjadi subfilum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies; (2) Ling kelompok bahasa berkerabat yg anggotanya telah berpisah antara 50-100 abad yg lampau
gegar otak [Dok] penderitaan pd otak akibat guncangan dr luar (krn terjatuh, pukulan benda keras, dsb)
genikulum ge.ni.ku.lum [n Anat] (1) lutut kecil; (2) lengkung tajam yg menyerupai lutut
hewan lumut hewan yg tergolong filum Endoprocta berukuran kecil, hidup dl koloni atau sendiri-sendiri
ikan belum dapat [pb] pelaksanaan kerja yg tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)
ingat sebelum kena ingat sebelum kena, ber.he.mat sebelum habis [pb] ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat
jelum je.lum , ber.je.lum v mandi dng cara menyeka atau membasahi tubuh saja dng menyiramkan air ke badan (bagian kepala tidak disiram)
kapitulum ka.pi.tu.lum [n] ujung persendian yg kecil pd ujung tulang yg membentuk persendian
karang otak karang yg berbentuk spt otak manusia
katelum ka.te.lum [ark n] penjuru benteng yg menganjur ke luar
katlum kat.lum [Lihat {katelum}]
ke sawah berlumpur ke ladang berarang ke sawah ber.lum.pur ke ladang berarang [pb] tiap pekerjaan ada kesukarannya
kebotakan ke.bo.tak.an [n] keadaan atau hal botak
kelahiran sebelum kawin ke.la.hir.an sebelum kawin kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg belum pernah menikah
kelumpang ke.lum.pang [n] (1) pohon, kayunya biasa dibuat perahu dsb; Sterculia foetida; (2) kayu kelumpang
kelumpuhan ke.lum.puh.an [n] perihal lumpuh
kelumrahan ke.lum.rah.an [n] keadaan (perihal) lumrah; kebiasaan
klitelum kli.te.lum [n Zool] bagian tubuh yg menyerupai pelana (pd tubuh beberapa jenis Annelida)
kolum ko.lum [n Zool] (1) leher atau struktur berbentuk leher; (2) segmen pertama tanpa kaki di belakang kepala pd binatang kaki seribu
kolumnis ko.lum.nis [n] orang yg secara tetap menulis artikel dl surat kabar atau majalah
kolumnus ko.lum.nus [n Zool] (1) struktur berbentuk batang spt badan karang; (2) poros tulang belakang (vertebrata); (3) bagian sumsum punggung yg dibagi-bagi secara membujur
kotak hitam kotak kecil yg ditempatkan pd ekor pesawat terbang yg dapat merekam pembicaraan antara pilot pesawat dan petugas menara pengawas atau suara dl pesawat terbang
kotak perkakas kotak yg berisi seperangkat perkakas untuk menukang dsb
kotak pos kotak di kantor pos yg disewakan kpd pelanggan, kuncinya dipegang oleh orang yg berlangganan surat untuk pelanggan dapat dimasukkan ke dl kotak tsb dan dapat diambil sewaktu-waktu oleh pelanggan
kotak sarang [Tern] kotak tempat kelinci bersarang dan beranak
kotak suara kotak dl pemilihan calon anggota DPR (lurah, dsb) kotak tempat memasukkan lembaran yg sudah diisi oleh pemilih
kotak surat kotak tempat surat di depan rumah, surat untuk penghuni rumah dapat dimasukkan ke dl kotak tsb, dan dapat diambil sewaktu-waktu oleh pemiliknya
kulum ku.lum [v] me.ngu.lum v (1) menahan (gula-gula dsb) di dl mulut: anak itu ~ gula-gula; (2) menggumam (berkata-kata dng mulut tertutup): sebentar-sebentar ia menyumpah-nyumpah sambil ~ kata-kata makiannya [Mk] , ku.lum-ku.lum n senggulung; tenggulung
kurikulum ku.ri.ku.lum [n] (1) perangkat mata pelajaran yg diajarkan pd lembaga pendidikan; (2) perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus
kurikulum cakupan kurikulum yg berisikan uraian bidang studi yg terdiri atas beberapa macam mata pelajaran yg disajikan secara kait-berkait
kurikulum inti kurikulum yg program belajarnya disusun dl bentuk masalah inti tertentu
kurikulum kegiatan kurikulum yg program belajarnya disusun melalui kegiatan tertentu yg dilakukan anak
kurikulum kegiatan luar sekolah pemisahan atau sebagian ruang lingkup pelajaran yg diberikan di perguruan tinggi atau pendidikan menengah dan tidak merupakan bagian integral dr mata pelajaran yg sudah ditetapkan dl kurikulum
kurikulum muatan lokal kurikulum yg berisi mata pelajaran yg disesuaikan dng kepentingan daerah
kurikulum pelengkap kurikulum yg bertalian dng kegiatan yg mengaitkan siswa dng situasi luar sekolah, tetapi dapat berupa kegiatan pokok di dl kelas dan/atau sesuai dng minat siswa
kurikulum terpadu kurikulum yg memadukan semua mata pelajaran ke dl bentuk permasalahan
kurikulum terpisah kurikulum yg menitikberatkan kpd sejumlah mata pelajaran yg terpisah-pisah
labelum la.be.lum [n] (1) perpanjangan bibir atas serangga yg menutupi bagian basal moncongnya; (2) mahkota bunga anggrek yg berubah bentuk spt lidah
lembek otak lemah otak
lete-lete le.te-le.te [n Lay] perahu layar tradisional dr Madura, mempunyai satu tiang utama dng layar berbentuk segitiga
luluh lumpur lu.luh lumpur campuran padatan dng air hasil penggilingan cara basah
lulum lu.lum [v] me.lu.lum v menjilat-jilat (jari dsb); mengulum: ~ jari sesudah makan durian atau manisan
maklum mak.lum [v] (1) paham; mengerti; tahu: saya -- akan hal itu; (2) dapat dipahami (dimengerti): -- orang desa belum mengerti adat kota
maklumat pemerintah [Pol] pengumuman yg dikeluarkan oleh pemerintah, msl maklumat tanggal 14 November 1945 tt perubahan pertanggungjawaban menteri, yakni tidak lagi kpd presiden, tetapi kpd Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat
maklumat presiden [Pol] pengumuman yg dikeluarkan oleh presiden, msl maklumat tanggal 29 Juni 1959 tt pengambilan kembali kekuasaan pemerintahan oleh presiden dr tangan kabinet
mediastinum otak kecil [Anat] sekat tengah otak kecil
melumangkan me.lu.mang.kan [v] (1) melumurkan; (2) kl menodai; menghinakan
melumerkan me.lu.mer.kan [v] menjadikan lumer; menyebabkan lumer; melelehkan: pemanasan akan ~ baja
melumpuhkan me.lum.puh.kan [v] menyebabkan lumpuh (tidak bertenaga lagi, tidak dapat berjalan atau berfungsi lagi, dsb): pemberontakan itu telah ~ roda pemerintahan
melumuri me.lu.muri [v] melumur
melumurkan me.lu.mur.kan [v] melumaskan; mengoleskan: ia ~ param pd kakinya yg terkilir itu
memaklumatkan me.mak.lu.mat.kan [v] memberitahukan; memaklumkan; mengeluarkan maklumat
memaklumi me.mak.lumi [v] memahami; mengetahui: hanya ibunya yg dapat -- kekecewaannya
memaklumkan me.mak.lum.kan [v] membuat maklum; menjadikan maklum
membotak mem.bo.tak [v] menjadi botak
membotaki mem.bo.taki [v] mencukur rambut sampai habis; membuat menjadi botak
memecahkan otak me.me.cah.kan otak [ki] sukar sekali untuk dipikirkan; sangat membebani pikiran
memeras otak me.me.ras otak [ki] berpikir keras
mempermaklumkan mem.per.mak.lum.kan [v] (1) memberitahukan; mengabarkan: kami -- bahwa barang pesanan Tuan telah kami kirimkan; (2) menyiarkan sesuatu (keputusan dsb); mengumumkan (kpd masyarakat luas): negara itu telah -- kemerdekaannya, menyatakan (perang)
memutar otak me.mu.tar otak [ki] memeras otak; memikir dng sungguh-sungguh
mengalum meng.a.lum [v] menjadi layu; menjadi merana
mengasah otak meng.a.sah otak [ki] mengasah pikiran
mengotak me.ngo.tak [v] menjadi berkotak-kotak
mengulum sirih me.ngu.lum sirih makan sirih
mengulum-ngulum me.ngu.lum-ngu.lum [v] mengulum
menjelum men.je.lum [v] menyeka atau membasahi badan dng air (bagian kepala tidak dibasahi)
minyak lumas pelumas cair berasal dr minyak bumi yg diberi zat lain untuk memperoleh pelumas khusus yg diperlukan
minyak pelumas minyak lumas; minyak lincir
operkulum oper.ku.lum [n] tutup insang pd ikan
oskulum os.ku.lum [n] lubang besar pd ujung bunga karang tempat air keluar dr dalam tubuh
ovulum ovu.lum [n] telur kecil
pelumat pe.lu.mat [n] alat untuk melumatkan
pelumat bola pe.lu.mat bola pelumat guling yg menggunakan bola besi atau bola baja sbg media lumat
pelumer pe.lu.mer [n] alat atau sesuatu untuk melumerkan
pelumpung pe.lum.pung [n] gelagah (di tanah yg berpaya-paya)
pelumpuran pe.lum.pur.an [n] tempat yg banyak lumpurnya: untuk menangkal ~ yg begitu besar di kali Juwana, Bupati Pati mengusulkan pembangunan tanggul pengalir gelombang
pemakluman pe.mak.lum.an [n] (1) pemberitahuan; (2) pernyataan; pengumuman; proklamasi; (3) proses, cara, perbuatan memaklumkan
pendulum pen.du.lum [n] bandul yg bergantung pd seutas tali (rantai dsb) atau gantungan yg relatif panjang
pengotak-ngotakan pe.ngo.tak-ngo.tak.an [n] pemisahan menjadi berkotak-kotak (berpetak-petak)
pengotakan pe.ngo.tak.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan berkotak-kotak (berpetak-petak)
peplum pep.lum [n] bagian di bawah pinggang dr gaun, jaket, atau blus yg merupakan terusan dr bagian atas
perah otak pe.rah otak [ki] (1) memikirkan sesuatu dng sungguh-sungguh; (2) belajar dng keras
pete-pete pe.te-pe.te [n] kendaraan bermotor angkutan umum di dl kota (Sulawesi Selatan)
pintu bak lumpur pintu pd alas bak lumpur dr kapal keruk atau tongkang pengangkut lumpur yg dapat dibuka keluar untuk menjatuhkan atau membuang muatan lumpur yg dibawa
plumbago plum.ba.go [n Min] grafit, timbel hitam
plumbum plum.bum [n Kim] logam lunak berwarna abu-abu, terdiri atas isotop dng nomor massa 203-210; timbel; unsur dng nomor atom 82, lambang Pb, dan bobot atom 207,22
preasetabulum pre.a.se.ta.bu.lum [n] yg terletak di depan mangkuk sendi panggul
radang otak penyakit radang pd otak
retinakulum re.ti.na.ku.lum [n] sabuk jaringan ikat yg menghubungkan satu struktur dng struktur yg lain
sakrolumbal sak.ro.lum.bal [a Anat] berhubungan dng kelangkang dan pinggang
sebelum se.be.lum [adv] ketika belum terjadi; lebih dahulu dr (suatu pekerjaan, keadaan, dsb); semasih belum: -- tidur periksalah pintu dan jendela; -- saya, Bapak Ahmad yg mengepalai sekolah ini
sebelum ajal berpantang mati sebelum ajal ber.pan.tang mati [pb] sebelum tiba waktunya tidak akan mati
sedia payung sebelum hujan [pb] bersiap sedia sebelum terjadi yg kurang baik
seekor kerbau berlumpur semuanya berlabur seekor kerbau ber.lum.pur semuanya berlabur [pb] seorang berbuat jahat, seluruh keluarganya beroleh nama yg buruk
sekelumit se.ke.lu.mit lihat kelumit
selaput lunak otak selaput lunak otak yg paling dalam
selaput otak selaput tipis penyalut otak
selubung otak kulit otak besar
selumbar se.lum.bar [n] suban
selumbari se.lum.ba.ri [Mk n] kemarin dulu
selumbat se.lum.bat [Jw n] sula untuk mengupas buah kelapa
selumu se.lu.mu [Mk] ber.se.lu.mu a kotor (berlumur dng sesuatu yg kotor); berbulu (tt tepi kain yg digunting dsb)
singulum si.ngu.lum [n] (1) pinggang; (2) struktur berbentuk spt sabut; (3) tepi email di sekitar gigi
solum so.lum [n Geo] bagian atas tanah yg sebagian besar telah mengalami pelapukan
spirilum spi.ri.lum [n] bakteri yg berbentuk spiral
subfilum sub.fi.lum [n Bio] bagian primer dr filum
tangan-tangan siluman ta.ngan-ta.ngan siluman [ki] orang-orang yg tidak bertanggung jawab: pembunuhan itu terjadi krn adanya campur tangan ~ siluman
terkotak ter.ko.tak [v cak] (sudah) masuk kotak; tidak masuk hitungan lagi (dl pertandingan dsb)
uang siluman biaya yg dikeluarkan oleh pengusaha (perusahaan dsb) di luar biaya resmi dan biasanya bersifat rahasia: -- siluman masih ada terus di pelabuhan itu
velum ve.lum [n] (1) Ling struktur atau selaput mirip kudung kepala, terdapat di rahang bagian atas; (2) bagian belakang dr langit-langit lembut
vestibulum ves.ti.bu.lum /vEstibulum/ ? vestibula
volumeter vo.lu.me.ter [n] alat untuk mengukur volume gas atau larutan
volumetri vo.lu.met.ri [n] pengukuran volume gas atau larutan
(ter) tungkus lumus [ki] terbenam di dl pekerjaan (kesusahan, utang, dsb)
alum [Jw a] layu; merana (tt daun)
aluminium alu.mi.ni.um [n] logam putih perak, ringan, dan mulur; unsur dng nomor atom 13, lambang Al dan bobot atom 26,9815
amnesia / am.ne.sia / amnEsia/ n Dok kehilangan daya ingat, terutama tt masa lalu atau tt apa yg terjadi sebelumnya krn penyakit cacat atau cedera pd otak
anak lumpang anak gobek
asal ayam pulang ke lumbung [pb] tabiat orang tidak akan berubah
bagai si lumpuh hendak merantau [pb] tidak mungkin dikerjakan
bagian ba.gi.an [n] (1) hasil membagi: ruangan ini dibagi menjadi dua -; (2)perolehan atau penerimaan (dr barang yg diberi); yg diperuntukkan: siapa yg belum mendapat -; kita semua mendapat -- yg sama; (3) jatah: tiap jiwa mendapat -- beras 10 kg; (4) penggal (buku, cerita, dsb); jilid: -- kedua buku ini akan segera terbit; (5) sepenggal dr sesuatu yg utuh: -- atas dan -- bawah gedung itu sama; (6) sesuatu (benda, alat, dsb) yg menjadi pelengkap: otak termasuk -- tubuh manusia yg penting; (7) cabang dr suatu pekerjaan (jawatan dsb): ia menjabat sbg kepala -- tata usaha; (8) nasib (untung, malang); peruntungan: telah menjadi -ku hidup melarat begini; (9) pecahan dr kesatuan (spt dr dewan, panitia) yg bertugas mengurus sesuatu; seksi: -- konsumsi; -- penerima tamu
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
beranggotakan ber.ang.go.ta.kan [v] mempunyai (beberapa) anggota
berat otak [cak] susah hati; rusuh hati
berkelumun ber.ke.lu.mun [v] berselubung: ia tidur ~ kain sarung
berkerotak ber.ke.ro.tak [v] berderak-derak
berkotakan (bernegerikan [pb] mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)
beroleh lumpur di tempat yg kering [pb] mendapat kesusahan yg tidak disangka-sangka
berputar ber.pu.tar [v] (1) berpusing; berkisar: roda ~ pd porosnya; (2) berganti arah; berbelok: ~ haluan; (3) beredar: uang baru sudah ~; (4) berkeliling: pesawat udara itu ~ empat kali di atas kota; (5) ki berpikir terus: otak saya ~ dan semalaman tidak dapat tidur; (6) cak sedang dipergunakan untuk berniaga (tt uang): uang masih ~ , belum ada yg masuk
bioluminesensi bi.o.lu.mi.ne.sen.si [n] biopendar cahaya
boks [n] (1) tempat tidur bayi atau tempat menaruh anak-anak (sebelum dapat berjalan), berbentuk segi empat, berpagar pd sisi-sisinya; (2) bak bertutup pd mobil (truk), berbentuk kotak besar untuk mengangkut barang; (3) kotak; ruang kecil yg menyerupai kotak: -- telepon umum
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
cuci otak proses mehilangkan pendapat, keyakinan, dsb yg ada dan menggantinya dng yg baru dng cara paksa dan siksaan psikis dan fisik
emolumen emo.lu.men [n] tambahan pendapatan yg tidak tetap di samping gaji tetap
fonotaktik fo.no.tak.tik [n Ling] (1) urutan fonem yg dimungkinkan dl suatu bahasa; (2) deskripsi tt urutan fonem
fototaksis fo.to.tak.sis [n] reaksi binatang thd cahaya
garam di kulumnya tak hancur [pb] orang yg pandai menyimpan rahasia
gelotak ge.lo.tak [v] , meng.ge.lo.tak v mengupas buah yg keras kulitnya
gelumang ge.lu.mang ? gelimang
gelumat ge.lu.mat [Lihat {gelemat}] [ark a] riuh rendah (ramai sekali)
heliotaksis he.li.o.tak.sis [n Bio] reaksi positif atau negatif yg diberikan suatu organisme thd rangsangan yg berasal dr sinar matahari
hijau lumut hijau yg kecokelat-cokelatan (spt warna pakaian seragam tentara)
hipotaksis hi.po.tak.sis [n Ling] (1) hubungan gramatikal antara klausa utama dan klausa terikat; (2) penggabungan kalimat dng kalimat, klausa dng klausa, frasa dng frasa, atau kata dng kata, dng menggunakan kata penghubung
hujan lumpur hujan yg bercampur partikel pasir atau debu
ikan lumba-lumba ikan yg bernapas dng paru-paru; Dolphinus
iluminasi ilu.mi.na.si [n] penerangan (dng sinar matahari atau sinar buatan, spt lampu hias)
inkubator in.ku.ba.tor [n] (1) perkakas yg dipanasi dng aliran listrik dsb dipakai untuk mengerami dan menetaskan telur; (2) Dok perkakas untuk memanaskan bayi yg lahir sebelum waktu-nya: alat itu terkenal sbg -- bayi; (3) Kim kamar atau kotak yg bersuhu tetap (biasanya 37oC), tempat kultur bakteri ditumbuhkan
isovolumik iso.vo.lu.mik [n Fis] isokorik
janda belum berlaki [pb] gadis yg dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan
kaliptra ka.lip.tra [n] tudung pelindung yg menutup kotak spora pd tumbuhan lumut, cendawan, dsb
kalumet ka.lu.met [n] pipa bergagang panjang yg diberi hiasan bulu-bulu burung dsb, dipakai orang Indian Amerika Utara khusus pd upacara
kelumit ke.lu.mit , se.ke.lu.mit a sedikit sekali
kelumun ke.lu.mun [Mk n] selubung
kemiluminesens ke.mi.lu.mi.ne.sens [n Kim] peristiwa pendaran oleh adanya suatu reaksi kimia
kerotak ke.ro.tak [n] derak-derak
kolumela ko.lu.me.la [n] (1) bagian tengah rumah siput; (2) massa keping tengah koralit
konteks semotaktis [Ling] lingkungan semantis yg ada di sekitar suatu unsur bahasa; makna unsur bahasa
kosong ko.song [a] (1) tidak berisi: peti -- itu rupanya menjadi sarang tikus; (2) tidak berpenghuni: rumah itu sudah lama --; (3) hampa; berongga: batang kangkung itu -- di dalamnya; (4) tidak mengandung arti: dia menerima tangan saya dng sikap dingin dan pandangan yg --; (5) tidak bergairah: sejak suaminya meninggal, hidupnya serasa --; (6) tidak ada yg menjabatnya; terluang: sudah tiga bulan jabatan kepala dinas itu -- dan belum ada yg menggantikannya; (7) tidak ada sesuatu yg berharga (penting): pidato yg berjam-jam itu -- belaka; (8) tidak ada muatannya: perahu itu --; (9) ki tidak pandai; tidak cerdas: otaknya --; (10) cak nol
kotak ko.tak [n] (1) peti kecil tempat barang perhiasan, barang kecil, dsb; (2) petak: setelah panen, -- sawah itu ditaburi dng benih ikan; (3) Olr tingkatan atau tempat yg tiada masuk dl hitungan: dl babak penyisihan kesebelasan itu sudah masuk --; (4) cak ruang (bidang) empat persegi: di dalamnya terdapat dua kolam renang, satu berbentuk lingkaran dan satunya lagi berbentuk --
kotak katik ko.tak ka.tik [n] gerak-gerik (suara dsb): tidak terdengar -- nya, semuanya membisu
kotak kontak [El] suatu titik pd instalasi listrik dl gedung yg menjadi tempat pengambilan arus
kotak saran tempat menampung surat berupa usul dan saran
kotaklema ko.tak.le.ma [n] ikan laut yg besar bernapas dng paru-paru; ikan paus: lelaki tua itu dikenal sbg tukang tikam --
kuda lumping kuda-kudaan dr kulit atau anyaman bambu; kuda kepang
lemah otak terganggu pertumbuhan daya pikirnya dan tidak sempurna seluruh kepribadiannya; tidak cukup daya pikirnya menurut ukuran normal; tidak dapat hidup dng kekuatan sendiri di tempat sederhana dl masyarakat, dan jika dapat, hanyalah dl keadaan yg sangat baik
lotak lo.tak [a] (1) mulai busuk: mayat itu sudah --; (2) lusuh (krn tua, usang, dsb): kain itu sudah --
maklumat mak.lu.mat [n] (1) pemberitahuan; pengumuman: rakyat menyambut -- itu dng gembira; (2) pengetahuan; mualamat: mereka tidak mempunyai -- yg cukup atas segala hal yg bersangkut paut dng perkataan itu
masak lum [ark] masak sekali; ranum (tt buah-buahan)
melumari me.lu.mari [v] (1) mengotori (dng minyak, darah, dsb); (2) ki mencemari; menodai
melumatkan me.lu.mat.kan [v] (1) menumbuk halus-halus: ia ~ beras hingga menjadi tepung; (2) ki menghancurkan: ~ musuh
melumer me.lu.mer [v] meleleh; menjadi cair: aspal akan ~ apabila dipanasi
melumur me.lu.mur [v] menyapu; mengolesi: ~ badan dng gemuk atau minyak
mempertalikan mem.per.ta.li.kan [v] (1) mengikat menjadi satu: mereka ~ semua tawanan itu sebelum diseret ke markas; (2) menjalin-jalinkan; memperhubungkan: jangan ~ perkara itu dng urusan pribadimu; (3) menghubungkan: urat saraf yg ~ otak dng mata; dilaluinya kampung yg ~ Kota Serang dng Pandeglang; (4) menjodohkan: ia hendak ~ anak gadisnya dng pemuda itu; (5)menjadikan bertali
mengelumuni me.nge.lu.muni [v] , menyelubungi; meliputi
mengotak-ngatikkan me.ngo.tak-nga.tik.kan [v] mengguncangkan (negeri dsb)
mengotak-ngotakkan me.ngo.tak-ngo.tak.kan [v] membuat batas-batas lingkungan sehingga yg satu dng yg lain terpisah; memecah-belah (golongan, kelompok, dsb): golongan kiri berusaha ~ masyarakat agar mudah dihancurkan
mengotakan me.ngo.ta.kan [kl v] (1) menjadikan spt kota; menjadikan bersifat kota; menjadikan sbg konsumsi orang kota; (2) memperkuat dng benteng; memakai sesuatu untuk benteng
mengotaki meng.o.taki [v] mengatur siasat, memberikan pikiran yg dilakukan secara rahasia (tidak terang-terangan); mendalangi: ia dituduh -- berbagai kegiatan pencurian pd beberapa kantor pemerintah dan sekolah
merebut me.re.but [v] (1) mengambil sesuatu dng kekerasan atau dng paksa: ia berhasil ~ pisau belati dr tangan penjahat itu; (2) mengambil dng kekuatan senjata; merampas: mereka berjuang ~ kemerdekaan; pasukan kita berhasil ~ kotakota penting; (3) memperoleh sesuatu dng susah payah (pertandingan, perlombaan, dsb): tim kita berusaha ~ tempat yg terhormat dl kejuaraan sepak bola itu; belum ada yg dapat ~ hati gadis itu
padi segenggam dng senang hati lebih baik dp padi selumbung dng bersusah hati [pb] kesenangan hati lebih berharga dp kekayaan
padi selumbung dimakan orang banyak [pb] penghibur bagi istri yg suaminya beristri lebih dp satu
pajak siluman pungutan secara tidak resmi; pajak gelap
pelumas pe.lu.mas [n] minyak kental yg digunakan untuk melicinkan (melancarkan) jalannya mesin mobil dsb; minyak pelicin
pelumas sulingan pe.lu.mas sulingan produk langsung sulingan minyak bumi tanpa aditif
pelumat guling pe.lu.mat guling alat untuk menghasilkan padatan halus yg terdiri atas silinder horizontal yg hampir setengahnya diisi media penggerus, biji, dan/atau air, yg berputar menurut sumbu horizontal
pelumeran pe.lu.mer.an [n] proses, cara, perbuatan melelehkan: ~ es di kutub telah menaikkan permukaan laut setinggi 70 m
pola kurikulum bentuk pengorganisasian program kegiatan atau program belajar yg hendak disajikan kpd murid oleh lembaga pendidikan tertentu
protaktinium pro.tak.ti.ni.um [n Kim] unsur yg semua isotopnya radioaktif, terdapat secara alamiah dan buatan; unsur dng nomor atom 91, lambang Pa, dan bobot atom 231,0359
pulang maklum (kpd) terserah kpd pendapat (pertimbangan) orang
putar otak [ki] mencari akal; berdaya upaya
sakit otak sakit ingatan
selumar se.lu.mar [n] pohon, kayunya keras dan tidak mudah patah; Jackia ornata
selumur se.lu.mur [n] kulit ular (yg lepas dr tubuh sesudah bertukar kulit)
setengah se.te.ngah [num] (1) seperdua; separuh: anak laki-laki itu mendapat ~ dr harta warisan ayahnya; (2) sebagian; sejumlah: ~ dr jumlah penduduk desa masih hidup di bawah garis kemiskinan; (3) belum sempurna: nasi itu ~ masak; (4) ki agak gila; kurang waras (pikiran, otak, akal): ia masih berbicara melantur, tidak berpendirian, tetap spt orang ~ saja
siluman si.lu.man [n] makhluk halus yg sering menampakkan diri sbg manusia atau binatang; (2) ki a tersembunyi tidak kelihatan: pasukan --; biaya -- , biaya yg sulit dipertanggungjawabkan (spt uang suap dsb)
spt belut pulang ke lumpur [pb] kembali ke tempat yg diinginkan (disenangi)
stroke stro.ke [n] serangan otak, biasanya disertai dng kelumpuhan
suruk di balik lalang sehelai (- di balik lumbung) [pb] menyembunyikan sesuatu yg mudah atau sudah diketahui orang
tajam otak cerdas; pandai; mudah mengerti
takut akan lumpur [pb] menghindarkan diri dr kesusahan yg kecil, jatuh ke dl kesusahan yg lebih besar
telotak te.lo.tak [n] ujung daun
terkotak-kotak ter.ko.tak-ko.tak [v] terbagi-bagi; terpisah-pisah; terpecah-pecah: kaum muda hendaknya jangan berjuang secara ~ sebab hasilnya tidak baik
termoluminesens ter.mo.lu.mi.ne.sens [n] pemancaran cahaya yg terjadi pd temperatur di bawah benda pijar biasa
tidak (belum) bau telunjukmu [pb] tak boleh jadi; mustahil begitu
uang pelumas uang pelicin
volume vo.lu.me [n] (1) isi atau besarnya benda dl ruang; (2) tingkat kenyaringan atau kekuatan (tt bunyi, suara, dsb); (3) banyaknya; besarnya; bobot (tt ekspor, pekerjaan, dsb): -- ekspor tahun ini melebihi -- ekspor tahun yg lalu; -- pekerjaan meningkat pd akhir tahun anggaran
(persetujuan) masih di awang [ki] masih jauh (belum lagi tentu)
abece abe.ce [n] (1) a-b-c (abjad Latin); (2) ki hal-hal pokok yg pertama-tama harus diketahui dr suatu keadaan atau perkara: belum tahu -- kehidupan
abisal abi.sal [n] (1) endapan lumpur atau tanah dr dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m; (2) teluk atau palung (lembah) yg sangat dalam
abuk [n] serbuk (tt barang yg lumat halus spt tepung) [n] rambut: -- kaki; -- nya kusut masai [v] , meng.a.buk v mengambil atau mengakui barang orang lain sbg miliknya
acap [a] (1) kerap; sering; (2) segera; lekas; acap-acap adv (1) kerap kali; sering kali; (2) lekas-lekas; cepat-cepat [v] (1) masuk dalam-dalam: keris itu pun -- lah; kakinya -- ke lumpur; (2) tergenang (oleh air); terendam (dl air); penuh berisi air: dua hari dua malam -- lah desa itu
aci-acian aci-aci.an [n] gambar angan-angan: ia belum mempunyai ~ akan keadaan tempat itu
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adapun ada.pun [p] tt hal; mengenai: -- saya ini disuruh juga olehnya meminta bantuan; (2) v walaupun ada: -- , belum tentu ia mau memberi
adas [n] tumbuhan bergetah yg tingginya kira-kira 1,5 m, bijinya dijadikan minyak untuk obat; Foeniculum vulgare
adegan pengikat [Sen] adegan yg menimbulkan keingintahuan dan keterikatan penonton drama dsb (krn ceritanya belum atau tidak diungkapkan secara jelas)
adipati adi.pa.ti [n] (1) gelar raja muda atau wakil raja (di Jawa dipunyai oleh Paku Alam dan Mangkunegara); (2) gelar kebangsawanan yg tinggi (msl di Kalimantan); (3) gelar bupati (sebelum zaman kemerdekaan)
aduk [v] , meng.a.duk v (1) mencampur dan mengacau; mengarau: ~ gulai; (2) membongkar-bongkar tidak keruan: ia telah ~ lemari pakaiannya untuk mencari barang itu; (3) cak membuat kerusuhan; mengacau: daerah itu belum aman betul, beberapa kali gerombolan datang ~ di tempat itu
adven ad.ven [n Kris] (1) kedatangan Kristus dl inkarnasinya (kedatangannya yg kedua); (2) masa yg dimulai empat minggu sebelum Natal dan diisi dng acara kebaktian dan puasa; (3) (ditulis dng huruf kapital) nama sebuah sekte dl agama Kristen
afasia afa.sia [n Dok] kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara krn penyakit, cacat, atau cedera pd otak
agiria agi.ria [n Dok] keadaan tidak terdapat konvolusi permukaan otak krn gangguan perkembangan
agnosia ag.no.sia [n Dok] ketidaksanggupan mengenali benda dan artinya, biasanya disebabkan oleh kerusakan pd otak atau susunan saraf
agrafia ag.ra.fia [n Dok] ketidakmampuan menulis sbg akibat kerusakan atau luka pd otak
air aki larutan elektrolit untuk sel (aki), dibuat dr 220 cm3 sulfat pekat yg ditambahkan 750 cm3 air suling samkel diaduk, lalu diencerkan sampai volumenya 1 dm3
air magma [Hid] air yg berasal dr dl bumi yg sebelumnya tidak berwujud sbg air atmosfer atau air permukaan
air sembahyang [Isl] air untuk wudu (membersihkan diri sebelum salat)
air suri nira yg belum menjadi tuak
air susu pengganti [Tern] ransum dl bentuk cair untuk anak ternak yg belum disapih sbg pengganti air susu induknya
air talkin [Isl] air yg disiramkan ke atas jenazah dl kubur sebelum orang membaca talkin
akad kredit perjanjian atau kontrak perkreditan: beberapa pemilik rumah tidak mau menempati rumahnya krn belum mendapat kepastian dr pihak bank tt pembayaran ~ kredit
aksesori ak.se.so.ri [n] (1) barang tambahan; alat ekstra: radio pd mobil merupakan -- yg digemari banyak konsumen; (2)barang yg berfungsi sbg pelengkap dan pemanis busana: -- yg sedang digemari remaja saat ini adalah jepit rambut dan peniti berwarna sama dng pakaian yg dikenakan; (3) Anat yg merupakan tambahan (msl saraf aksesori, yakni otak ke-11)
aktuaria ak.tu.a.ria [n] (1) pegawai asuransi yg bertugas melaksanakan perhitungan keuangan perusahaan; (2) hal yg berhubungan dng penafsiran sebelum penetapan asuransi
alas wayah alas wa.yah [n] tanah yg belum dikerjakan atau dibuka
alat bantu dengar alat elektronik yg memperkeras suara sebelum suara sampai ke telinga, biasa dipakai oleh orang yg pendengarannya kurang
alat pencernaan organ tubuh yg berfungsi sbg pencerna makanan sehingga menjadi lumat dan cair serta dapat terserap ke dl darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh; perut besar; lambung
alat ucap [Ling] organ tubuh manusia yg berfungsi dl pengujaran bunyi bahasa, spt paru-paru, laring, faring, rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum, palatum, velum
alat ukur perkakas untuk mengukur (mencocokkan atau mengetahui jarak, bobot, luas, panas, getaran, kecepatan, tegangan, tekanan, volume, dsb)
algrafi al.gra.fi [n Graf] proses cetak-mencetak dng menggunakan lempeng aluminium
aliran permukaan alir.an permukaan [Tan] aliran air hujan di atas tanah sebelum masuk selokan
almandin al.man.din [n Geo] garnet ungu yg mengandung besi belerang dan aluminium
alopesia alo.pe.sia [n] (1) kebotakan yg bukan krn pembawaan lahir; (2) Tern kerontokan bulu sebagian atau menyeluruh pd tubuh hewan
alosu alo.su [n] alat bunyi-bunyian berupa kotak bertangkai dr anyaman daun kelapa, di dalamnya diberi biji yang apabila digoyang-goyang akan mengeluarkan bunyi tertentu (dr Sulawesi Selatan)
alu [n] (1) alat untuk menumbuk padi dsb yg dibuat dr kayu; antan; (2) pengaduk yg terbuat dr porselen yg berujung membesar, untuk menggerus, mencampur, dan meracik sediaan obat di dl lumpang [Lihat {elu}]
alur kerongkongan lekuk memanjang untuk menyalurkan makanan dr kerongkongan langsung menuju retinakulum pd dinding sebelah kanan
ambing am.bing [n] (1) Dok kelenjar dl payudara yg mengeluarkan air susu; (2) Tern kelenjar berbentuk kantong yg berputing dua atau lebih: sebelum air susu diambil, -- sapi harus dibersihkan dulu
ambruk am.bruk [v] (1) roboh; runtuh: jembatan yg belum lama ini diresmikan sudah --; (2) jatuh sakit: krn tidak mengindahkan nasihat dokter, ia -- lagi; (3) bangkrut; pailit (tt usaha dagang): perusahaannya sekarang sudah -- dan modalnya habis
amnion am.ni.on [n Dok] selaput paling dalam yg mengelilingi janin sebelum kelahiran dan berisi cairan atau ketuban; selaput ketuban
amril am.ril [n] kertas ampelas: sebelum dicat, sebaiknya meja dilicinkan dulu dng --
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anak andaman anak gadis yg dikurung atau dipingit beberapa waktu sebelum dinikahkan
anak batu (giling) batu yg berbentuk silinder (gilik) untuk melumatkan lada (cabai, rempah-rempah, dsb)
anak bawang [ki] peserta bermain yg tidak masuk hitungan (hanya sbg penggenap atau ikut-ikutan saja); (2) ki anak kecil yg masih belum mengerti apa-apa
anak dara anak perempuan yg sudah mencapai usia remaja dan belum kawin; (2) cak pengantin perempuan
anak gugur bayi yg lahir (mati) sebelum genap bulannya
anak prasekolah [Dik] anak yg berumur 4-5 tahun; murid taman kanak-kanak; anak yg berumur sebelum umur masuk sekolah dasar
anak zadah anak haram; anak jadah; anak-anak 1 a masih kecil (belum dewasa); (2) cak n anak buah
andalusit an.da.lu.sit [n Kim] aluminium silikat alam, ada yg berwarna abu-abu, kehijau-hijauan, kemerah-merahan, atau kebiru-biruan
aneroid ane.ro.id /anEroid/ (1) a berisi bukan cairan atau dioperasikan tanpa menggunakan cairan (tt barometer); (2) n Fis barometer yg mengukur tekanan udara dng perpindahan tutup yg luwes dr kotak logam yang hampir hampa; (3) n Fis tidak mengandung atau tidak menggunakan cairan
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angin-angin [n ki] kabar yg belum tentu kebenarannya; gelagat yg menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi: ada ~ bahwa ia akan mengundurkan diri; (2) a tidak tetap pendiriannya: orang tidak bisa percaya pd orang yg ~ ini
angka indeks [Dem] bilangan yg menunjukkan perbedaan suatu hal pd suatu waktu sebelumnya
angkatan penerus ang.kat.an penerus kelompok orang yg akan menggantikan kelompok sebelumnya
angkut ang.kut [v] meng.ang.kut v (1) mengangkat dan membawa: ia ~ padi ke lumbung; (2) memuat dan membawa atau mengirimkan ke: mereka ~ sayuran ke kota dng truk; (3) mengandung (berisi): luka yg ~ nanah
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
antediluvium an.te.di.lu.vi.um [n Geo] masa sebelum diluvium (zaman pleistosen)
antemeridiem an.te.me.ri.di.em [a] sebelum tengah hari
anteridium an.te.ri.di.um [n] sel kelamin jantan pd tumbuhan, spt ganggang, pakis, lumut, cendawan
antiklimaks an.ti.kli.maks [n] kemerosotan atau kemunduran mendadak sampai taraf yg tidak berarti dan amat mengecewakan, sangat berlawanan dng kemajuan atau kehebatan yg telah dicapai sebelumnya
antisipasi an.ti.si.pa.si [n] (1) perhitungan tt hal-hal yg akan (belum) terjadi; bayangan; ramalan; (2) penyesuaian mental thd peristiwa yg akan terjadi; (3) Ling perubahan bunyi oleh alat ucap yg menyediakan posisi yg diperlukan untuk menghasilkan bunyi berikutnya
antitank an.ti.tank [a] bersifat dapat melumpuhkan tank dl peperangan
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apa saja sekalian yg belum diketahui; (2) segala sesuatu
apak [a] (1) berbau tidak sedap krn telah lama disimpan dan sudah berjamur: roti yg -- itu belum juga dibuang; (2) berbau tidak sedap krn lapuk
apikal api.kal [a Ling] (1) berkenaan dng ujung lidah; (2) bunyi atau fonem yg terjadi krn penyempitan antara ujung lidah dan gigi atas atau alveolum, msl bunyi pertama pd datang, lari
apopleksi apo.plek.si [n Dok] penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah
aposiopesis apo.si.o.pe.sis [n Ling] penghentian pikiran yg belum lengkap secara tiba-tiba (dapat berupa penghentian kata atau frasa, pemutusan kalimat)
aposisi apo.si.si [n Ling] ungkapan yg berfungsi menambah atau menjelaskan ungkapan sebelumnya dl kalimat yg bersangkutan
apriori ap.ri.o.ri [a] berpraanggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dsb) keadaan yg sebenarnya: kita tidak boleh bersikap --
araknitis arak.ni.tis [n Dok] peradangan selaput tengah yg membungkus otak dan urat saraf tulang belakang
araknoid arak.no.id [n Anat] selaput halus pembungkus otak dan sumsum tulang belakang
aras [Lihat {arasy}] [kl a] dl bahaya (tt raja dl permainan catur) [kl v] menyentuh (pd); berbatas (pd); sampai (ke) [n] -- kerdan kue yg dibuat dr tepung yg dimakan dng kuah berempah, disajikan sbg pembuka selera (dimakan sebelum makanan utama) [n Fis] tingkat
arkegonium ar.ke.go.ni.um [n] alat kelamin betina lumut, pakis, dan sebangsanya
artropoda ar.tro.po.da [n Zool] filum hewan tanpa tulang belakang yg memiliki badan beruas-ruas, spt kepiting, udang, serangga, dan kelabang
asing [a] (1) aneh; tidak biasa: hal itu sangat -- bagiku; (2) belum biasa; kaku: bagiku masih terasa -- kalau bergaul dng mereka; (3) datang dr luar (negeri, daerah, lingkungan): Pulau Bali banyak dikunjungi wisatawan --; (4) tersendiri; terpisah sendiri; terpencil: ia merasa -- di daerah yg baru itu; (5) lain; berlainan; berbeda
asparaga as.pa.ra.ga [n] tumbuhan merambat, daunnya selebar telapak tangan, lebar di pangkal dan makin mengecil (meruncing) di ujung, dipakai untuk pelengkap rangkaian bunga; Asparagus plumosus
asparagus as.pa.ra.gus [n] tumbuhan keluarga Liliaceae, ujung akar tunggalnya (rebung) untuk sayur, terutama yg belum kena sinar matahari, berwarna putih, lunak, dan gemuk; Asparagus officinalis [n] asparaga
aspek inkompletif [Ling] aspek yg menggambarkan perbuatan belum selesai
asteositoma as.te.o.si.to.ma [n] tumor ganas yg bersarang di otak
asyik [a] (1) dl keadaan sibuk (melakukan sesuatu dng gemarnya): mereka sedang -- bekerja; (2) sangat terikat hatinya; penuh perhatian: ia sedang -- membaca buku detektif; (3) senang: saya belum merasakan bagaimana -- nya bermain golf?; (4) berahi; cinta kasih; sangat suka (gemar): putra mahkota itu teramat -- nya kpd tuan putri
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
awal [n] (1) mula-mula (sekali); mula: dr -- hingga akhir; (2) permulaan; yg mula-mula: -- tahun ini; pd -- abad kesepuluh; (3) jauh sebelum waktu yg ditentukan: -- amat engkau datang
awal larva tahapan sebelum berbentuk larva, biasanya merupakan tahapan dl embrio
azoikum azoi.kum [n] waktu dl sejarah perkembangan bumi, saat belum; ada kehidupan di bumi (? 800 juta sampai 300 juta tahun yg lalu)
babi dara babi betina dewasa yg belum pernah beranak
babi hutan babi yg hidup di hutan yg belum diternakkan manusia; celeng; Sus scrofa
babi jantan muda babi jantan yg belum dipakai sbg pejantan
bacokan ba.cok.an [n] hasil membacok: ada bekas -- di tangannya, rupanya korban mengadakan perlawanan sebelum mati terbunuh
bahan mentah bahan yg belum diolah dan dapat digunakan dl proses produksi; bahan baku; bahan dasar
bahasa vokalis tipe bahasa yg dl fonotaktiknya mengharuskan kata-kata berakhir pd vokal, msl bahasa Jepang
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
bak [p] kata depan untuk menyatakan perbandingan; bagaikan: kedua anak muda itu wajahnya mirip, -- pinang dibelah dua [n] (1) kotak besar (tempat sampah, dsb); (2) kolam tempat air di kamar mandi [n] tinta cina (hitam warnanya) [n] tiruan bunyi tamparan (pukulan dsb); debak
bak pengering bak atau kotak untuk mengeringkan pakan yg terdiri atas dua bagian, bagian atas tempat bahan yg akan dikeringkan dan bagian bawah tempat mengalirnya udara yg dipanaskan
bakar ba.kar [v] , mem.ba.kar v menghanguskan (menyalakan, merusakkan) dng api: -- kayu; -- sampah; (2) memanggang (memanaskan) supaya masak: -- satai; (3) membuat sesuatu dng memanggangnya (memanaskannya) dng api: -- bata; (4) ki memanaskan; meradangkan: -- hati; -- perasaan; (5) ki membuat supaya berapi-api; mengobarkan (tt semangat): -- semangat perjuangan pemuda; (6) Olr mematikan (dl permainan bola bakar) pemukul atau pelari sebelum menginjak tempat singgah
baki ba.ki [n] dulang kecil tidak berkaki untuk menyajikan makanan dan minuman; talam; nampan [Ar a] kekal; abadi; baka: Tuhan Yang -- [n] kelebihan (uang dsb); sisa: -- uangnya sebanyak Rp5.000,00 belum diambil [ark a] tidak dapat hamil lagi krn sudah tua; tidak dapat beranak lagi krn tua
bakso bak.so [n] makanan terbuat dr daging, udang, ikan yg dicincang dan dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat
bakteri bak.te.ri [n] (1) makhluk hidup terkecil bersel tunggal, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dng kecepatan luar biasa dng jalan membelah diri, ada yg berbahaya dan ada yg tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit; (2) cak benih penyakit: air mentah banyak mengandung -- , sebelum diminum harus dimasak dulu
bakwan bak.wan [n] makanan terbuat dr jagung muda dsb yg dilumatkan, dicampur dng tahu atau udang, kemudian diadon bersama telur dan tepung terigu dan digoreng
bal [n cak] bola [n] (1) satuan ukuran jumlah (bahan pakaian dsb): membeli kain putih dua --; (2) bandela; karung (tt beras dsb) [n Lay] bungkusan yg terbuat dr bahan lunak, tidak kaku, berbentuk kotak
balok ba.lok [n] (1) batang kayu yg telah dirimbas, tetapi belum dijadikan papan dsb: tiang-tiang rumah itu dibuat dr --; (2) cak tanda pangkat ketentaraan yg dipasang di pundak: sbg kapten di bahunya terpasang tanda pangkat -- tiga; (3) barang yg menyerupai bentuk balok: es --; (4) Olr papan tumpuan (terutama untuk lompat jauh, lompat jangkit); (5) bagian samping (lambung) perahu yg terlebar [n] satuan ukuran berat candu 1.030 kg
balong ba.long [n] (1) Sd kolam untuk membudidayakan ikan; (2) Jw tanah rendah (lekuk) yg tergenang air dan berlumpur
balot ba.lot [n Pol] (1) suara yg diberikan dl pemilihan; (2) kertas yg memuat nama calon untuk dipilih yg dibagi-bagikan kpd para pemilih agar mereka dapat menentukan pilihannya atau menambahkan nama yg belum dicantumkan
balur ba.lur [n] batu spt kaca; kristal gunung; hablur [n] (1) kulit yg tebal dan keras (di tengkuk kerbau dsb); (2) dendeng (daging atau ikan yg dikeringkan) [n] obat luar yg pemakaiannya dng cara mengoleskan (melumurkan) [Jw n] jalur merah-merah bekas kena cambuk, pukul, dsb
baluran ba.lur.an [n] (1) obat (minyak dsb) yg dibalurkan (dioleskan, dilumurkan); (2) hasil membalur
bambu duri bambu yg pd buku batang dan rantingnya tumbuh duri; Bambusa blumeana
bambu tamiang bambu yg tingginya mencapai 10 m dan garis tengahnya 2-4 cm, berwarna hijau tua, berasal dr Indonesia menyebar ke Semenanjung Malaysia, Kamboja, dan Vietnam, digunakan sbg bahan pembuat suling, joran, dan barang kerajinan tangan; Schizostachyum blumei
bandeng ban.deng [n] ikan laut yg durinya halus, biasa dibudidayakan di tambak dekat pantai, makanannya lumut dan plankton; Chanos-chanos
bangsa bang.sa [n] (1) kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri: -- India; -- Indonesia; -- Mesir; (2) golongan manusia, binatang, atau tumbuhan yg mempunyai asal-usul dan sifat khas yg sama; (3) macam; jenis: tersedia segala makanan -- kue-kue dan minuman; (4) kedudukan (keturunan) mulia (luhur): bahasa menunjukkan --; (5) ark jenis kelamin: lajur pertama diisi dng nama, yg kedua dng -- , yg ketiga umur; (6) Antr kumpulan manusia yg biasanya terikat krn kesatuan bahasa dan kebudayaan dl arti umum, dan menempati wilayah tertentu di muka bumi; (7) Bio klasifikasi dl biologi, sesudah kelas dan sebelum suku; ordo
banjir ban.jir [v] berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tt kali dsb): krn hujan turun terus-menerus, sungai itu --; (2) n air yg banyak dan mengalir deras; air bah: pd musim hujan, daerah itu sering dilanda --; (3) n Geo peristiwa terbenamnya daratan (yg biasanya kering) krn volume air yg meningkat; (4) v ki datang (ada) banyak sekali: menjelang Lebaran di pasar -- petasan
bantat ban.tat [a] belum masak benar dan keras (tt roti dsb)
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
banyak sedikit banyaknya (jumlahnya, bilangannya): keuntungan banyak -- belum dapat diketahui; (2) meski sedikit atau banyak; barang sedikit: perbuatanmu itu -- merugikan kepentingan orang; (3) setidak-tidaknya: berusahan untuk membantu kita
baptis rindu sakramen baptis yg diperoleh orang yg ingin dibaptis, tetapi belum sempat diterima krn telah meninggal dunia lebih dahulu
barang asal harta yg dibawa oleh suami atau istri sbg hasil usaha masing-masing sebelum perkawinan berlangsung
barbar bar.bar [a] tidak beradab: bangsa -- , bangsa yg belum beradab (sifatnya kasar dan kejam)
barometer aneroid barometer yg mempunyai bagian yg peka thd tekanan udara; (2) barometer yg dibuat berdasarkan asas bahwa udara di dl kotak logam yg tertutup rapat akan menekan dinding kotak ke luar apabila tekanan udara di luar kotak lebih kecil dp tekanan udara di dl kotak
barometer Fortin barometer air raksa dng kotak air raksa yg dibuat sedemikian rupa sehingga air raksa di dalamnya dapat berubah-ubah sampai ke kedudukan tertentu apabila terjadi perubahan tekanan udara
barometer Kew barometer air raksa yg tidak memerlukan penyesuaian air raksa di dl kotak air raksa thd perubahan tekanan udara
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
baru-baru ini ba.ru-ba.ru ini [adv] belum lama ini; baru saja
barusan ba.ru.san [adv cak] baru saja; belum lama; baru sebentar
barut ba.rut [n] (1) kain pembalut luka; (2) kain pembebat bayi yg baru; lahir; bedung [v] oles; lumas [n] gores(an)
basah ba.sah [a] (1) mengandung air atau barang cair: bajunya -- kena hujan; (2) belum dikeringkan; masih baru: ikan --; (3) cak banyak mendatangkan keuntungan (uang dsb): ia ditempatkan di pos yg --
bata ba.ta [n] (1) benda yg berbentuk persegi panjang spt kotak atau peti kecil: -- garam; (2) tanah liat yg diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar (dipakai untuk membuat dinding dsb); batu bata [n] pernikahan laki-laki kakak beradik dng wanita kakak beradik pd saat yg bersamaan
bata mentah batu bata yg belum dibakar
batu giling batu untuk menggiling atau melumatkan rempah-rempah (cabai, lada, dsb)
batu giok [Geo] batu alam berwarna hijau yg berupa silikat kalsium dan magnesium atau berupa silikat sodium dan aluminium
batu metamorf batuan yg berasal dr batuan yg ada sebelumnya, tetapi berbeda dl sifat fisika, kimia, dan mineralogi
batu serpih batuan yg terbentuk dr lumpur dan tanah liat
bau kencur baru mulai; (2) ki masih muda dan baru pd tahap belajar; (3) ki masih anak-anak dan belum banyak pengalaman
bauksit bauk.sit [n] barang tambang campuran yg merupakan bahan dasar aluminium
bauran ba.ur.an [n] hasil membaurkan; campuran: ritual-ritual religi akan berubah bentuk dr pengotak-ngotakan menjadi -- nilai yg transparan
bawah umur [ki] belum dewasa
bayang-bayang disangka tubuh ba.yang-ba.yang disangka tubuh [pb] mengharapkan sesuatu yg belum pasti
bayar ba.yar [v] ber.ba.yar ark v terbayar; dibayar: utangnya masih belum -
bayi ba.yi [n] anak yg belum lama lahir
becek be.cek [a] berair dan berlumpur: kalau hujan, jalan ke rumahnya --
belacu be.la.cu [n] kain mori yg masih mentah (belum diputihkan) sehingga warnanya agak kekuning-kuningan
belakangan be.la.kang.an [n] (1) akhirnya; kemudian: -- ketahuan juga siapa pencurinya; (2) baru-baru (ini); belum lama (ini): -- ini diadakan lomba sepatu roda di Jakarta; (3) menyusul; kemudian: saya membayar sebagian dulu, sisanya -; (4) Jk lebih belakang; kemudian: yg datang -- tidak mendapat kursi
belebat be.le.bat [n] kue yg dibuat dr campuran pisang dan ubi rebus yg dipotong-potong [n] langkah pendahuluan pd permainan pencak (tari) sebelum pencak (tari) yg sebenarnya dimulai [n] pedang yg dibuat dr kayu; pedang tumpul
belecak be.le.cak [a] becek (spt tanah yg berlumpur sesudah hari hujan)
belincong be.lin.cong [n] kerang kecil yg mempunyai cangkang berbentuk kerucut sebesar ujung lidi, hidup di bawah batu, sela-sela lumut, dan rerumputan; Lumellaxis gracils
belok be.lok [a] becek; berlumpur; (2) n tanah becek, tetapi agak keras sehingga melekat jika diinjak [a] besar dan lebar (tt mata) [n] (1) kerek besar; kapi; (2) pasung (kayu untuk membelenggu kaki) [v] berkelok; berlekuk; bengkok
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
belon be.lon [a] belum lolos dr daerah penjagaan (pd permainan galah panjang)
belongkot be.long.kot, be.long.kot.an [a] masih belum diolah; sebagaimana adanya; utuh: kayu --
belotong be.lo.tong [n] endapan yg tersisa dl proses pembersihan nira, terdiri atas kapur, lumpur, dan kotoran yg terdapat dl nira pd waktu dilakukan ekstraksi thd tebu
belubur be.lu.bur [n] (1) sumpit bulat panjang tempat beras (dianyam dr daun rumbia); (2) tempat menyimpan garam dan beras dl perahu; (3) lumbung padi, bagian bawah kecil, bagian atasnya besar dan lebar [n] dapur serupa lumbung tempat pembakaran arang (bata, periuk, sampah, dsb)
belut be.lut [n] ikan yg bentuknya panjang spt ular, kulitnya licin, biasa hidup di lumpur; Monopterus albus
benah be.nah , ber.be.nah v berkemas-kemas; memberes-bereskan; merapikan (perabotan dsb) [n] tanah bekas hutan yg belum digarap atau diproduksi (di Pulau Alor) [n] serangga yg merusak tanaman, Nephotettix bipuntata
benam be.nam , ber.be.nam v (1) berendam: krn hari panas, kerbau itu -- diri dl lumpur; (2) berkurung (dl rumah dsb krn tidak ingin menampakkan diri): krn malu kpd tetangganya, dia -- saja dl rumahnya
benang arang benang yg dilumas dng arang atau jelaga, digunakan untuk membuat garis pd kayu
benang makao benang emas yg berpilin atau yg tidak; -- merah ki sesuatu yg menghubungkan beberapa hal (faktor) sehingga menjadi satu kesatuan: kalau disimak, perjalanan para alumni sekolah kejuruan ini mempunyai satu -- merah, yaitu semua dapat berdiri tegak mendapat tempat terhormat di masyarakat
benang putih [ki] yg belum ternoda, msl anak yg masih kecil
bencah ben.cah [n] tanah yg berair dan berlumpur; paya
bengkalai beng.ka.lai , ter.beng.ka.lai v (1) terhenti sebelum selesai dikerjakan (tt pekerjaan, urusan, dsb); terlantar (tt pekerjaan dsb): banyak bangunan yg -- krn kekurangan biaya; (2) ark terdiam: ia duduk -- memikirkan kemalangannya
bensin campur bensin yg dicampur dng minyak pelumas
bentangur ben.ta.ngur [n] pohon yg daunnya hijau tua dan kaku, buahnya bulat, kayunya kuat (tidak mudah patah), baik untuk bahan bangunan, banyak jenisnya; Calophyllum
bentangur ara Calophyllum kunstleri
bentangur batu Calophyllum pulcherrimum
bentangur beluang Calophyllum lanigerum
bentangur bunga Calophyllum inophyllum
bentar ini belum lama ini
benteng ben.teng [n] (1) bangunan tempat berlindung atau bertahan (dr serangan musuh): hanya yg sempat berlindung di dalam -- lah yg selamat; (2) dinding (tembok) untuk menahan serangan; (3) Olr nama salah satu buah catur yg penempatannya pd posisi awal permainan di kotak sudut paling kiri dan sudut paling kanan; (4) ki sesuatu yg dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dsb: agama adalah -- pribadi yg akan melindungi diri dr serangan nafsu
bentong ben.tong [a] ber.ben.tong-ben.tong a berbelang-belang: baju putihnya -- kena lumpur
benum be.num [v] mem.be.num v cak mengangkat (menetapkan) seseorang dl suatu jabatan dsb: sebelum Pemerintah -nya menjadi juru tulis, ia bekerja sbg tenaga harian
berak be.rak [ark a] ter.be.rak a terbenam (dl air atau lumpur)
berancang be.ran.cang [v] dng (mempunyai) rencana sebelumnya; telah diatur lebih dahulu: pembunuhan itu ~
berandang be.ran.dang [a] tampak dng jelas; mudah terlihat (krn tidak ada yg menutupi atau melindungi) [n] lumbung padi
beras pecah kulit butir padi yg kulitnya sudah dilepaskan, tetapi belum disosoh
berat jenis [Fis] perbandingan berat benda dng berat air yg sama besar volumenya (msl berat jenis marmer 2,8 artinya marmer yg besarnya 1 dm3 beratnya 2,8 kg)
beratapkan langit [ki] (1) banyak berlubang (tt atap), bocor: rumahnya sudah beratapkan -- , namun ia belum dapat memperbaikinya; (2) di l
berbatas ber.ba.tas [v] ada batasnya; mempunyai batas; memakai batas: kekuasaan yg tidak -; tanah yg belum -- itu tidak dapat ditanami
berbatu-batu ber.ba.tu-ba.tu [num] (1) penuh batu; banyak batunya: jalan menuju ke sana --; (2) banyak batu jaraknya: ia terpaksa berjalan -- sebelum sampai di desanya
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbayar di muka ber.ba.yar di muka membayar sebelum menerima barang atau jasa
berbecak-becak ber.be.cak-be.cak [v] (1) berbintik-bintik; berintik-rintik; berkurik-kurik: bajunya terbuat dr kain -; (2) bernoda; kotor: celananya -- kena lumpur
berbenak ber.be.nak [v] (1) berotak; (2) pintar: tidak -, ki bodoh sekali
berbuah ber.bu.ah [v] ada buahnya: pohon kelapa itu belum -
bercerai sudah [pb] sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan
bercucu ber.cu.cu [v] (1) mempunyai cucu: ia sudah ~ , tetapi belum lagi bercicit; (2) memanggil cucu: saya ~ kepadanya
berdoa ber.doa [v] mengucapkan (memanjatkan) doa kpd Tuhan: ia selalu ~ sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
beri-beri kering penyakit beri-beri yg mengakibatkan lumpuh dan lisut otot
berida be.ri.da [a] (1) tua: selagi belum -- baiklah kita berbuat tanda; (2) ki banyak pengalaman; ulung: menteri --
beril be.ril [n Kim] mineral yg sangat keras terdiri atas silikat dr berilium dan aluminium; Be3Al2Si6O18
berintrospeksi ber.in.tro.spek.si [v] mengadakan atau melakukan intro-speksi; mengoreksi diri: ~ lah dulu sebelum mencela atau mengkritik orang lain
beristirahat ber.is.ti.ra.hat [v] (1) berhenti sebentar untuk melepaskan lelah: mereka ~ selama sepuluh menit sebelum melanjutkan pertandingan; (2) berlibur untuk mengaso: sesudah kenaikan, anak-anak ~ selama sebulan
berita burung berita yg belum jelas benar tidaknya
berjalan ber.ja.lan [v] (1) melangkahkan kaki bergerak maju: anak itu belum bisa ~ , meskipun umurnya sudah setahun lebih; (2) bergerak maju dr suatu titik (tempat) ke titik (tempat) lain: matahari itu seakan-akan ~ dr timur ke barat; (3) menggelinding atau berputar (tt sesuatu yg bundar spt roda); (4) bepergian: kalau hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya lebih dahulu; (5) berlangsung; dilangsungkan (tt perundingan, rapat, dsb): perundingan utara-selatan terus ~ meskipun ada perang dingin antara kedua belah pihak; (6) berlaku; ditaati (tt peraturan, undang-undang, hukum, dsb): tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima tahun
berkampung ber.kam.pung [kl v] berkumpul; berhimpun: sekalian orang pun ~ dulu sebelum berangkat
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkedip ber.ke.dip [v] (1) bergerak membuka dan menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); berkejap: mata orang itu ~ sebentar sebelum mengangguk setuju; (2) tampak seolah-olah bernyala dan padam berganti-ganti (tt nyala lampu, dian, dsb); berkelip(-kelip)
berkepak-kepak ber.ke.pak-ke.pak [v] mengibas-ngibaskan sayap: sebelum berkokok ayam jantan itu ~ lebih dahulu
berkik ber.kik [n] burung rawa, spt belekok, pemakan binatang kecil-kecil yg terdapat di lumpur; Capella sternurs
berkubang ber.ku.bang [v] (1) berendam diri atau berguling-guling di air yg berlumpur (tt kerbau, babi, dsb); (2) berlumpur; berlumuran lumpur dsb: para petani pulang dng ~ tanah dan lumpur
berkulup ber.ku.lup [v] (1) mempunyai kulup; ada kulupnya; (2) belum (tidak) dikhitan: meskipun sudah besar, anak itu masih ~ krn belum dikhitan
berlampu ber.lam.pu [v] memakai lampu; ada lampunya: halaman rumah berdinding bambu itu kelihatan agak gelap krn belum ~
berlanjutan ber.lan.jut.an [v] masih ada perkembangannya; belum selesai: cita-cita dan perjuangan kita masih ~
berlari-lari ber.la.ri-la.ri [v] berlari pelan-pelan: sebelum bertanding, mereka ~ dulu
berlistrik ber.lis.trik [v] mempunyai listrik; ada listriknya: rumah itu belum ~
berluluk ber.lu.luk [v] berlumpur; terpalit lumpur
bermacam ber.ma.cam [a] berbagai(-bagai): -- obat telah dicobanya, tetapi ia belum juga sembuh
bermandi ber.man.di [v ki] (1) banyak memperoleh: benar-benar pd waktu itu para tengkulak -- uang; (2) bersimbah; bersiram (dng): ia bekerja sama sampai -- keringat; (3) berlumuran: -- darah
berminat ber.mi.nat [v] mempunyai (menaruh) minat; cenderung hati kpd; ingin (akan): krn belum mempunyai pekerjaan tetap, ia belum -- untuk menikah
berminyak-minyak ber.mi.nyak-mi.nyak [v] berlumur minyak
bermusim ber.mu.sim [v] (1) sudah sampai pd musimnya: buah durian belum -; (2) memiliki musim; menurut musim (tidak sebarang waktu ada): ditanami pohon buah-buahan yg -, spt ram-butan dan mangga; pohon kelapa berbuah sepanjang tahun, tidak -
berok be.rok [n] sampan kecil: mereka semua naik -- menuju pulau itu [n] pem.be.rok.an n kolam penyimpanan ikan sementara sebelum diangkut dsb [Jk n] perut bagian bawah: turun -- , burut
berorasi ber.o.ra.si [v] berpidato; berkhotbah: sebelum acara dimulai, sejumlah reformis -; para politisi dilarang keras -- di kampus-kampus
berpacangan ber.pa.cang.an [v] bertunangan: mereka sudah lima tahun ~ , tetapi belum juga menikah
berpada-pada ber.pa.da-pa.da [a] cukup meskipun hanya seadanya; lumayan; (2) v melakukan sesuatu dng secukupnya (tidak berlebih-lebihan)
berpadanan ber.pa.dan.an [v] (1) berimbang (dng); sebanding (dng): upahnya tidak ~ dng tenaga yg dikeluarkannya; (2) menyesuaikan pendapat; bermufakat; berembuk: mereka ~ sebelum mengambil keputusan
berpamitan ber.pa.mit.an [v] minta pamit; minta diri: sebelum berangkat sekolah, dia selalu ~ kpd orang tuanya
berpesan ber.pe.san [v] (1) memberi pesan (kpd); menyuruh (meminta) supaya perkataan dsb dilakukan atau disampaikan kpd orang lain: sebelum berangkat ia ~ kpd istrinya supaya merawat anaknya baik-baik; ia sudah ~ kpd saya kalau ada orang datang agar menunggu sebentar; (2) memberi nasihat (wasiat ketika akan meninggal dunia): orang tua itu ~ kpd anak cucunya agar dia dikuburkan di dekat rumahnya
berpetak ber.pe.tak [v] berkotak-kotak; berbilik-bilik: di samping rumahnya berderet panjang bangunan ~; rumahnya ~; (2) berbidang-bidang (sawah): tidak jauh dr tempat kami terhampar sawah ~
berpikir ber.pi.kir [v] menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dl ingatan: lama ia ~ sebelum menjawab pertanyaan itu; pengalaman pd zaman lalu telah membuat ia matang ~
berproduksi ber.pro.duk.si [v] mengeluarkan hasil; menghasilkan: industri aluminium di Jayapura telah mulai ~
bersalaman ber.sa.lam.an [v] (1) saling menyalami; memberi salam dng saling berjabat tangan: mereka -- sebelum berpisah; (2) berjabat tangan
bersanggul ber.sang.gul [v] (1) memakai sanggul; bergelung: wanita Indonesia akan tampak lebih cantik dan anggun jika berkebaya dan -; (2) menggelung rambutnya: sudah setengah jam gadis itu -- belum juga selesai
bersedia-sedia ber.se.di.a-se.dia [v] mempersiapkan diri: ia -- dulu sebelum betul-betul dikirim ke luar negeri untuk belajar
bersememeh ber.se.me.meh [v] terpalit oleh barang yg kotor; berlumur; berlumus: mulut kucingku -- darah tikus yg baru ditangkapnya
bersikejar ber.si.ke.jar [v] saling mengejar: tiga jam lamanya dokter ~ dng maut, tetapi hasilnya belum terlihat
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bersolek ber.so.lek [v] berdandan; berhias diri; mempercantik diri: walaupun sudah dewasa, ia masih belum pandai -
bersuci ber.su.ci [v] (1) membersihkan diri (sebelum salat dsb); (2) hidup suci (saleh)
bersugi ber.su.gi [v] (1) membersihkan gigi dng sugi; (2) mengulum tembakau (ketika sedang makan sirih)
bersumpah ber.sum.pah [v] (1) menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dng sumpah; mengangkat sumpah: Presiden harus -- setia kpd undang-undang dasar; (2) berjanji dng sungguh-sungguh; berikrar: dia -- akan membalas kematian saudaranya; (3) sudah disumpah: belum semua pegawai negeri di kota itu -; penerjemah --
bertaharah ber.ta.ha.rah [v] bersuci: sebelum mengerjakan salat, kita harus ~ dahulu
bertelau-telau ber.te.lau-te.lau [v] (1) berbelang-belang dng warna lebih muda atau terang: ibarat (laksana) celupan nila, kalau lama ~; (2) ki belum rata masaknya (tt padi dsb)
bertempat ber.tem.pat [v] (1) menggunakan tempat; mengambil tempat: peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. ~ di Balai Prajurit; (2) mempunyai tempat; duduk (diam, terjadi, dsb di ...): ia belum ~ tinggal yg tetap
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
bertepek-tepek ber.te.pek-te.pek [v] (1) terdiri atas beberapa tepek, spt gula dan tembakau; (2) lekat-lekat kotor (kena lumpur dsb): tiadalah kelihatan warna rambutnya, tetapi ~ dng tanah dan darah beku
bertetangga ber.te.tang.ga [v] (1) menjadi tetangga: sekarang ia ~ dng saya; (2) mempunyai tetangga: di kampung baru itu ia belum ~
bertinggal ber.ting.gal [v] berpesan (sebelum berangkat atau pergi)
bertukuk ber.tu.kuk [v] bertambah: walaupun sudah sepuluh tahun ia menabung, uangnya belum ~ banyak
bertumpuk-tumpuk ber.tum.puk-tum.puk [v] (1) bersusun-susun; bertimbun-timbun; bertumpang-tindih: ~ buku yg masih belum laku; (2) berkelompok-kelompok (sekumpulan-sekumpulan): ~ pulau besar dan kecil; rumah makan itu sangat laku, setiap hari yg makan ~; (3) ki banyak sekali, padat sekali, dsb: ~ kendaraan bermotor di Jakarta; kartu lebaran ~ di mejanya; uangnya ~; (4) ki setempat-setempat, tidak rata (tt warna): warna putih ~ pd dasar biru, dimaksudkan sbg awan yg melayang-layang di langit
berulang-ulang ber.u.lang-u.lang [v] terus-menerus berulang; berkali-kali: meskipun sudah ~ menceritakan hal itu, dia belum juga puas
berumur ber.u.mur [v] mempunyai umur: anak itu ~ 2 tahun; ~ genap 100 tahun; (2) a (sudah) dewasa; (sudah) agak tua (lebih dr 40 tahun): perempuan yg sudah ~; belum ~ , belum dewasa
berurap ber.u.rap [v] berlumas dng urap (boreh dsb)
beruras ber.u.ras [v] (1) diobati (dilumasi) dng uras; (2) ki disembuhkan (dipersenang hatinya dsb)
beruras katang-katang ber.u.ras katang-katang dilumas dng daun katang-katang; (2) ki marah sekali; panas hati
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besi bulat besi yg belum dibentuk
beti be.ti [n] bukti yg nyata mengenai kesalahan seseorang; tanda bukti: tidak dapat memastikan seseorang bersalah sebelum -- nya ada
beting be.ting [n] timbunan pasir atau lumpur yg panjang di muara sungai atau di tepi laut; gosong
betutu be.tu.tu [n] ikan (belut) yg hidupnya dl air berlumpur; Barbicthys laeris [n] nama pohon, Eurya japonica [n] daging ayam yg masih utuh, tetapi sudah diambil tulang-tulangnya
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
bidan tarik bidan yg baru dipanggil waktu seorang ibu akan melahirkan (tanpa ada pemberitahuan atau perjanjian se- belumnya)
bidan tempuh bidan yg menolong suatu persalinan (orang melahirkan) berdasarkan persetujuan (perjanjian) sebelumnya
bilas bi.las [v] ber.bi.las v mandi atau membasuh yg kedua kali dng air bersih (msl mandi dng air tawar sesudah mandi di laut atau di kolam renang dsb): setelah puas mandi di laut, mereka -- dahulu sebelum bertukar pakaian
bilateralisme bi.la.te.ral.is.me [n Pol] praktik meningkatkan hubungan dagang antara dua negara dng cara membuat perjanjian yg mengatur hal, spt volume dan komposisi perdagangan dan harga barang komoditi
bini penunggu istri penghulu adat yg berasal dr lapisan sosial lebih rendah, bertugas mengurus rumah tangga selama belum ada bini ratu
biopendar bi.o.pen.dar [n] , -- cahaya Bio cahaya yg dihasilkan makhluk hidup; pengeluaran cahaya yg diproduksi secara biologis; bioluminesensi
bis [n] (1) kotak kecil (di tepi jalan, di depan kantor pos), milik kantor pos, tempat memasukkan surat yg akan dikirimkan melalui jasa kantor pos; kotak kecil di depan rumah (kantor), tempat meletakkan surat yg terkirim melalui jasa kantor pos; kotak surat: memasukkan surat ke dl --; (2) Olr tempat hinggap (dl permainan spt sofbol dan bisbol) pemukul atau pelari yg diletakkan di tiap sudut lapangan, biasanya terbuat dr kain terpal berbentuk segi empat spt bantal tipis [Lihat {bus}] [adv cak] (1) dua kali lagi; sekali lagi; diulang atau ditambah lagi (dl nyanyian dsb): penonton berseru gemuruh, " -- ! -- !"; (2) tambahan atau susulan pd pasal undang-undang: Pasal 161 -- (pasal yg ditambahkan pd Pasal 161) [n] (1) pipa dr besi atau semen, cor, plastik untuk got dsb; (2) pembuluh [n] kain (pita) untuk hiasan pd bagian tepi baju dsb; pelisir
blangko blang.ko [a] kosong (belum diisi); (2) a tidak memberikan suara (dl pemungutan suara): yg setuju 116 suara, yg tidak setuju 51 suara, dan yg -- 7 suara; (3) n surat isian: -- poswesel
blender blen.der [n] alat bertenaga listrik untuk melumatkan buah, makanan, dsb
blok [n] (1) gulungan (cita dsb): dibelinya kain putih dua --; (2) deretan beberapa buah rumah yg tidak terpisah-pisah: rumah -- A disediakan untuk para perwira menengah; (3) bagian dr kampung yg besar yg dibatasi oleh jalan: Kebayoran Baru dibagi menjadi beberapa --; (4) persatuan beberapa negara (partai politik dsb) untuk memperkuat kedudukannya: partai-partai kanan merupakan -- penyokong pemerintah; (5) Olr pemukulan bola sebelum bola memantul ke tanah (dl olahraga tenis)
blong [a cak] tidak berfungsi krn tidak ada tahanan (tt rem); dol: belum dapat dipastikan sebab-sebab kecelakaan itu, apakah remnya -- atau supirnya mengantuk
bobok bo.bok [v cak] tidur (untuk anak-anak): -- lah anakku, hari sudah larut malam [v] , mem.bo.bok v membuat lubang (pd tembok dsb) [Jw n] daun, umbi-umbian, dsb yg dilumatkan (dng batu penggiling dsb) dipakai sbg obat luar dng cara menempelkannya pd bagian yg sakit
bobot jenis [Fis] bobot suatu zat per satuan volumenya
bogem bo.gem, bogem mentah [n cak] (1) kepalan tangan; (2) pukulan dng kepalan tangan; tinju: ia belum puas sebelum berhasil menghunjamkan -- ke muka lawannya
boleh bo.leh [adv] (1) diizinkan; tidak dilarang: anak-anak -- menonton; (2) dapat: ia belum -- berdiri krn belum sehat benar; (3) kl beroleh; mendapat: berdoalah, biar -- anak raja
boleh juga dapat juga; (2) cak agak baik juga; tak berapa buruk; lumayan
bongkong bong.kong [Mk a] belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu)
brilian bri.li.an [a] pandai sekali; cemerlang; hebat (tt kemampuan otak, berpikir); mengagumkan: ia adalah seorang pelajar yg --
briofita bri.o.fi.ta [n] tumbuhan yg tergolong divisi tumbuh-tumbuhan yg tidak berbunga, msl lumut-lumutan
briologi bri.o.lo.gi [n] cabang ilmu tumbuhan tt lumut
briozoa bri.o.zoa [n] hewan lumut, dapat hidup berkoloni, berukuran kecil dng bentuk spt mangkuk
brutalisme bru.tal.is.me [n] perbuatan kurang ajar (biadab); kebrutalan: -- massa segera dapat diatasi oleh aparat sebelum menimbulkan korban
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bujangan bu.jang.an [n] (1) keadaan belum atau tidak kawin; (2) pria yg belum beristri
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
buku putih buku yg memuat pernyataan tertentu, yg biasanya bersifat rahasia, belum pernah diungkapkan sebelumnya, dan dianggap benar; (2) buku yg isinya mempertahankan pendirian, kebijakan, atau prestasi pemerintah atau badan resmi
bulu halus bulu pd unggas yg belum tumbuh lengkap
bunga majemuk rangkaian bunga yg tumbuh dr ujung batang atau dr ketiak daun [Man] biaya atas penggunaan uang yg diperhitungkan atas jumlah modal pokok beserta bunga yg berhak; bunga yg diperhitungkan atas bunga yg belum dibayar
bunian bu.ni.an [n] makhluk halus; siluman: orang -, siluman dl hutan; baju -, pakaian makhluk yg mempunyai khasiat tertentu
buret bu.ret [n Kim] tabung kaca panjang berskala dan dilengkapi dng keran untuk mengatur kecepatan tetesan (aliran) cairan, yg digunakan untuk mengukur dng cermat volume sejumlah cairan yg ditambahkan ke dl suatu wadah, msl dl titrasi
burung terbang dipipis lada [pb] sesuatu yg belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya
burung terbang dipipiskan lada [pb] sudah bersiap untuk bersenang-senang dng sesuatu yg belum lagi diperoleh
cacing gelang-gelang cacing yg hidup dl usus halus manusia; Ascaris lumbricoides; (2) cacing besar, badannya bergelang-gelang dan hidup di dl tanah yg becek
cair ca.ir [a] (1) bersifat spt air, tidak padat dan tidak berupa gas: air raksa ialah benda --; (2) bersifat tidak kental (tidak pekat, tidak beku); encer: bubur --; larutan yg --; (3) ki bocor (tt rahasia, berita, atau kabar); (4) ki (sudah) dapat diuangkan (tt surat keputusan untuk memakai uang negara dr kas negara atau Kantor Perbendaharaan Negara); (5) ki lemah (kurang giat, kurang bersemangat); (6) Fis fase zat yg molekulnya secara relatif bebas mengubah kedudukannya satu thd yg lain, tetapi terkendala oleh gaya kohesif untuk mempertahankan volumenya yg relatif tetap
cairan pengencer ca.ir.an pengencer bahan atau zat yg berupa cairan untuk memperbanyak volume dan berfungsi sbg pelindung, sumber nutrisi, bakteriostatik, dan mempertahankan keasaman
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakus ca.kus [Mk v] men.ca.kus v mengambil sedikit-sedikit makanan yg tersaji sebelum makan yg sungguh-sungguh dimulai [n] geretan; korek api
calir cukur calir yg digunakan sebelum bercukur
calir dasar calir yg biasa digunakan sbg alas sebelum berbedak
cambul cam.bul [n] kotak kecil (dr logam)
cangak ca.ngak [v] , men.ca.ngak v mengulurkan kepala atau mengangkat muka untuk melihat [Jw n] bangau pemangsa belut, ikan kecil, dan binatang lumpur lainnya; Ardea cinerea rectirostris
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
capa ca.pa [n] (1) tumbuhan yg akar dan daunnya dapat dibuat sbg obat; sembung; Blumea balsamifera; (2) daun sembung; (3) akar sembung [ark n ] permainan judi (dng taruhan uang)
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
capik ca.pik [a] (1) lumpuh (tt kaki dan tangan); (2) capai; lelah
cekur jerangau [pb] masih sangat muda (belum berpengalaman)
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
celas-celus ce.las-ce.lus [v] celam-celum [v] keluar masuk (rumah dsb)
celekeh ce.le.keh [ark a] kotor krn terlapis lumpur dsb; berselekeh
celemotan ce.le.mo.tan [a] berbercak-bercak (berpalit-palit) dng kotoran (lumpur dsb): mukanya -- krn terjatuh di tempat yg berlumpur
celempung ce.lem.pung [n Mus] (1) alat musik perkusi dng kotak suara berbentuk trapesium dng belasan dawai terentang di atasnya; (2) alat musik petik daerah Jawa Barat yg terbuat dr bambu beruas dng dawai dr lapisan kulit bambu itu sendiri yg dikelupas, ditarik ke atas dan diberi pasak di bawahnya
cemerlang ce.mer.lang [a] (1) bercahaya atau bersinar sangat terang; berkilauan: dng bertaburan jutaan bintang, seluruh langit menjadi --; (2) cerdas (tt otak): ia memiliki otak yg --; (3) ki indah sekali; elok sekali: pakaiannya sangat --; (4) ki bagus (baik) sekali (tt hasil suatu pekerjaan dsb): nilai rapornya sangat --; permainannya sangat --
cemooh ce.mo.oh [n] ejekan; hinaan: cela dan -- angkatan muda thd angkatan sebelumnya perlu sekali dikritik
cempala cem.pa.la [kl a] lancang [Jw n] kayu (alat) pemukul kotak wayang: -- dan keprak juga ada pd wayang beber
cendana cen.da.na [n] (1) pohon yg kayunya keras dan berbau harum; Santalum album; (2) kayu cendana
cengkeram ceng.ke.ram [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); (2) ki menguasai (menggenggam) [n] (1) uang muka (sebelum pesanan dsb dikerjakan); (2) uang panjar; sesuatu yg dipakai sbg tanggungan utang
cepuk ce.puk [n] kotak kecil (dr kayu, logam, dsb) tempat perhiasan, sirih, dsb [n] tiruan bunyi batu jatuh ke dl air dsb
ceraka ce.ra.ka [n] pengukup pakaian dsb (dibuat dr rotan dsb) [n] tumbuhan yg akarnya dapat dipakai sbg obat; jarak; Plumbago zeylanica
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
cerita burung kabar (perkataan dsb) yg bukan-bukan (belum tentu dapat dipercaya)
cetakan awal ce.tak.an awal buku yg baru selesai dicetak dan dikirimkan oleh percetakan kpd penerbit sebelum oplah seluruhnya diserahkan: ~ dalam cetak dalam
cincong cin.cong [n] (1) perbuatan yg tidak sewajarnya; tingkah; ulah: dia selalu banyak -- sebelum mulai bekerja; (2) banyak bicara; cerewet
ciprat cip.rat , men.cip.rat v memercik ke mana-mana (tt air, lumpur)
ciriwangi ci.ri.wa.ngi [n] tanda pengikat yg diberikan kpd pihak wanita pd hari perkawinan atau sehari sebelumnya yg nilainya sepuluh kali tanda pertunangan (di daerah Sunda)
coko co.ko [Jk n] permainan perlombaan memanjat batang pinang yg dilumuri minyak (supaya licin) untuk memperebutkan hadiah yg digantungkan di puncaknya
comot co.mot [a] kotor sekali (spt coreng-moreng, berlumur lumpur): rupanya spt beruk --; pakaian mereka -- setelah membersihkan mobil [v] men.co.mot v mengambil (memegang) atau mengaut dng kelima jari: ia ~ pisang goreng dng tangannya yg kotor
corong lipat [Fis] corong akustik dng lintasan dr bagian tenggorok ke mulut yg dilipatkan atau dilengkungkan untuk memberi lintasan terpanjang yg dimungkinkan pd volume tertentu
cual cu.al [n] sutra kasar yg belum selesai dipintal (diantih)
cukai cu.kai [n] (1) pajak atau bea yg dikenakan pd barang impor dan barang konsumsi: barang impor tidak boleh dikeluarkan dr pelabuhan sebelum -- nya dibayar; (2) sebagian dr hasil tanah (spt sawah, ladang) yg wajib diberikan kpd tuan (pemilik) tanah sbg ongkos tanah: krn musim kemarau yg lama, panen padi hanya cukup untuk membayar --
cukup cu.kup [a] dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang: ia tidak dapat menabung, gajinya hanya -- untuk biaya hidup sehari-hari; kamar ini -- untuk dua orang; (2) a lengkap; genap (umur, waktu, dsb): tahun ini umurnya -- setengah abad; (3) a sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi): nama saya -- dipanggil Karno saja; jangan khawatir, persediaan --; (4) a lumayan; sedang: untungnya tidak banyak, hanya --; (5) a cak agak kaya; berada; tidak kekurangan: ayahnya orang yg --; (6) adv agak: tadi pagi saya terbangun sudah -- siang; hasilnya -- memuaskan
cukupan cu.kup.an [a] (1) sedang-sedang saja; tidak kurang dan tidak berlebih-lebihan: penghasilannya ~ saja; (2) lumayan: untuk sampai ke rumahnya, harus melalui halaman yg ~ luasnya
curah hujan neto volume curah hujan yg tersedia untuk limpasan hujan langsung
curiah cu.ri.ah [Mk a] suka bercakap-cakap; ramah-tamah: ada pula yg -- , belum ditanya sudah menyebutkan namanya
cuti melahirkan cuti selama 3 bulan yg diberikan kpd pegawai wanita atau karyawati untuk melahirkan, yg dapat diambil 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan
dabung da.bung [v] , ber.da.bung v berpepat gigi (sebelum diasah)
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
daging segar daging yg baru dihasilkan dr pemotongan ternak (belum diawetkan dan belum disimpan lama)
dahulu da.hu.lu [n] (1) (waktu) yg telah lalu; (masa) lampau: lain -- lain sekarang; (2) lebih awal; paling depan: -- bajak dp jawi; (3) yg mula-mula (dikerjakan, diperbuat, dsb); dulu: -- membaca, lalu menulis; silakan duduk --; (4) lebih awal; sebelum: terlebih -- saya ucapkan terima kasih; -- dp itu
dahulu sorak kemudian tohok [pb] menggembar-gemborkan sesuatu yg belum terjadi (belum terbukti)
dalfin dal.fin [ark n] ikan lumba-lumba; dolfin
dana taktis dana cadangan untuk hal-hal atau keperluan yg mendadak (mendesak) yg tidak dapat direncanakan sebelumnya
dandang dan.dang [n] (1) periuk besar untuk mengukus nasi, biasanya dibuat dr tembaga atau aluminium; (2) wadah terbuka atau bertutup untuk menguapkan zat cair atau membangkitkan uap air [n] perahu yg dibuat dr sebatang kayu yg besar; dendang [n] (burung) gagak; dendang
dangkal dang.kal [a] (1) tidak dalam (tt sungai dsb); tohor; cetek: perahu itu kandas di bagian sungai yg --; (2) ki belum paham atau belum mendalam benar (tt pengetahuan dsb); belum meresap benar: pengetahuannya tt kebudayaan bangsanya sendiri masih --; mendangkal v menjadi dangkal [Jk a] (1) keras dan tidak baik masaknya (tt buah-buahan); (2) tidak berair dan tidak subur (tt tanaman); (3) ki tebal hati tidak lemah lembut; (4) ki terbengkalai; tanggung-tanggung (tt pekerjaan)
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
darah da.rah [n] (1) cairan terdiri atas plasma, sel-sel merah dan putih yg mengalir dl pembuluh darah manusia atau binatang: dahinya yg terluka berlumuran --; (2) ki keturunan: ia masih ada pertalian -- denganku; (3) ki bakat; pembawaan: pelukis itu memiliki -- seni
darah baru setampuk pinang [pb] masih muda sekali (belum banyak pengalaman)
darah se tampuk pinang [pb] masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)
darat da.rat [n] (1) bagian permukaan bumi yg padat; tanah yg tidak digenangi air (sbg lawan dr laut atau air): bukan main senangnya hati kami naik ke -- setelah lima hari terapung-apung di laut; (2) tanah atau bumi (sbg lawan dr angkasa): beberapa detik sebelum tiba di -- , payungnya baru mengembang; (3) tanah yg tinggi (sbg lawan dr tanah yg rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sbg lawan tanah persawahan dan rawa-rawa): b bagian terdiri atas rawa-rawa dan 1/3 bagian adalah tanah --; (4) daerah pedalaman (sbg lawan dr daerah pantai): ia bekerja di pelabuhan, padahal rumahnya jauh di --
daun encok tumbuhan perdu (semak) yg tingginya mencapai 2,5 m, tumbuh tegak, daunnya tumbuh berseling, berwarna hijau, dapat digunakan sbg obat encok; Plumbago zeylanica
daya angkut kemampuan mengangkut muatan atau penumpang; -- antisipasi kemampuan untuk mengetahui sebelumnya (tt apa yg mungkin akan terjadi atau akan dihadapi): pertahanan yg ketat di garis belakang benar-benar menuntut -- antisipasi dan refleks yg spontan dr para pemain bola; -- baca ki Olr kemampuan membaca (memperkirakan langkah atau tindakan yg akan dilakukan orang lain dsb): dl bertahan, kesebelasan itu mempunyai pemain tengah yg defensif, -- bacanya jitu sekali sehingga dng mudah ia memotong bola yg diumpan lawan
debit de.bit [n] (1) uang yg harus ditagih dr orang lain; piutang; (2) Man catatan pd pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yg mengurangi deposito pemegang rekening pd banknya [Tan] volume air yg mengalir dr suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dl satuan waktu
debit limpasan hujan volume air yg mengalir dr permukaan, diukur dl satuan waktu
definitif de.fi.ni.tif [a] sudah pasti (bukan untuk sementara): gubernur baru untuk provinsi itu belum ditetapkan secara -- oleh Menteri
degenerasi de.ge.ne.ra.si [n] (1) kemunduran atau kemerosotan generasi (tidak sebaik generasi sebelumnya): penggunaan obat bius di kalangan anak-anak muda dapat mengakibatkan --; (2) Dok kemunduran, perubahan menjadi sesuatu yg rusak
delapan de.la.pan [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 8 (Arab) atau VIII (Romawi); (2) urutan ke-8 sesudah ke-7 atau sebelum ke-9; (3) jumlah bilangan 7 ditambah 1
delirium de.li.ri.um [n] gangguan mental yg ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik
dependensi de.pen.den.si [n] (1) keadaan bergantung kpd orang lain krn belum dapat hidup sendiri (tt orang); ketergantungan; (2) keadaan tidak merdeka, di bawah kekuasaan atau pengaruh negara lain (tt negara); keadaan dijajah; (3) Ling hubungan antara unsur-unsur gramatikal dng salah satu sbg penguasa dan lainnya sbg unsur bergantung (dikuasai), msl frasa verba menguasai frasa nomina pd tataran klausa, vokal (inti) menguasai konsonan pd tataran suku kata
deposito berjangka [Man ] simpanan di bank yg penarikannya dapat dilakukan setelah masa tertentu yg diperjanjikan atau setelah pemberitahuan sebelumnya
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
desas-desus de.sas-de.sus [n] (1) suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; (2) percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi
deserebrasi de.se.reb.ra.si [n Dok] pengangkatan otak besar
desup de.sup [n] tiruan bunyi benda yg jatuh terbenam dl lumpur
determinisme de.ter.min.is.me [n] paham yg menganggap setiap kejadian atau tindakan, baik yg menyangkut jasmani maupun rohani, merupakan konsekuensi kejadian sebelumnya dan ada di luar kemauan
di muka di mu.ka [v] (1) di depan; di hadapan: -- umum, di depan orang banyak; (2) di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; (3) dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa
diaspora di.as.po.ra [n Pol] masa tercerai-berainya suatu bangsa yg tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tsb tidak memiliki negara, msl bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri pd tahun 1948
diatom di.a.tom [n Zool] ganggang yg selnya dikelilingi oleh suatu cangkang yg menyerupai kotak yg mengandung silika
diensefalon di.en.se.fa.lon [n Anat] otak tengah
diftong naik [Ling] diftong yg bagian paling nyaringnya terdapat sesudah peluncurnya; -- sempit Ling diftong yg terjadi dng sedikit perubahan letak lidah, msl ei pd survei; -- turun Ling diftong yg bagian paling nyaringnya terdapat sebelum peluncurnya, msl au pd harimau
difusi hukum penyebaran hukum di kalangan masyarakat agar diketahui dan dipahami meskipun belum tentu ditaati oleh warganya
dikarenakan di.ka.re.na.kan [v cak] disebabkan: korupsi ini -- belum adanya kesadaran bernegara yg baik
dilasi di.la.si [n Fis] fraksi pemuaian volume bahan elastik atau benda yg mengalami deformasi
dimaksudkan di.mak.sud.kan [v] (1) dikehendaki: rencana itu dilaksanakan sesuai dng yg -; (2) ditujukan; diarahkan: sasaran gerakan ini -- untuk melumpuhkan lawan; (3) diartikan; dijadikan maksud: apakah yg -- dl ayat pertama itu
dimejahijaukan di.me.ja.hi.jau.kan [v] diajukan ke meja hijau; diadili: otak pembunuhan itu segera --
dimuntahkan di.mun.tah.kan [v] dikeluarkan apa-apa yg sudah masuk ke dl perut; manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas -, pb segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak
dini di.ni [a] (1) pagi sekali; (2) sebelum waktunya: lahir -- [a] bersifat agama; religius: sbg makhluk -- kita harus mempunyai perasaan malu
diskonto dis.kon.to [n Dag] potongan atau bunga yg harus dibayar oleh orang yg menjual wesel atau surat dagang yg diuangkan sebelum waktunya
diskonto harga [Dag] pengurangan harga berdasarkan volume barang yg dibeli
diskonto ulang [Dag] instrumen yg dapat diperjualbelikan yg sebelumnya diperoleh pd suatu bank dng diskonto dan kemudian dijual kpd bank sentral
disleksia dis.lek.sia [n Ling] gangguan pd penglihatan dan pendengaran yg disebabkan oleh kelainan saraf pd otak sehingga anak mengalami kesulitan membaca
distrik dis.trik [n] (1) bagian kota atau negara yg dibagi untuk tujuan tertentu; wilayah: -- militer; -- pemilihan; (2) daerah bagian dr kabupaten yg pemerintahannya dipimpin oleh pembantu bupati (sebelum tahun 1970); kewedanaan
disuasi di.su.a.si [n] ancaman: ia lebih suka mencapai tujuannya dng lembut, melalui persuasi, sebelum melakukan --
doko do.ko [n Huk] mas kawin dl adat perkawinan di Tonsea (Manado) berupa hadiah dr mempelai laki-laki untuk mempelai wanita dan kerabatnya apabila wanita tsb sebelumnya pernah menikah
dokter umum dokter yg belum mendalami keahlian pd jenis penyakit tertentu (bukan spesialis): krn Puskesmas itu ditangani oleh -- umum, pasien yg mengidap penyakit jantung harus dikirim ke ahli jantung
dolfin dol.fin [n] lumba-lumba
dolok do.lok [Bt n] gunung [n cak] potongan batang kayu yg belum dibelah
doni do.ni [n Huk] utang seseorang yg dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya
dorsovelar dor.so.ve.lar [n Ling] bunyi ujar yg terjadi krn punggung lidah mendekati velum
dua [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 2 (Arab) atau II (Romawi); (2) urutan ke-2 sesudah pertama dan sebelum ke-3; (3) jumlah bilangan 1 ditambah 1 [v] men.dua v berlari menderap: kuda itu ~
duda kembang duda yg belum mempunyai anak
dugder dug.der [n] festival yg diadakan pd malam hari sebelum bulan puasa
dukung du.kung [v] ber.du.kung v duduk di punggung atau di pinggang orang: yg buta berpimpin, yg lumpuh ~
dungu du.ngu [a] sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh
duramater du.ra.ma.ter [n Dok] lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang, letaknya paling luar dng struktur paling padat atau keras; selaput keras otak
dus [n cak] alat untuk memancarkan air mandi dsb: mandi di bawah -- [n] kotak dr kertas tebal (karton); dos; kardus
duyung du.yung [n] binatang laut yg menyusui spt ikan lumba-lumba, berwarna kelabu, panjang sampai 2 m, makanannya ganggang laut; Halicora dugong
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
eksotis ek.so.tis [a] (1) memiliki daya tarik khas krn belum banyak dikenal umum: perusahaan ini menanami lahan dng pisang -- , yaitu jenis pisang yg belum banyak dikenal di pasaran internasional; (2) diperkenalkan atau dimasukkan dr luar negeri (tt mode, gagasan, dsb); (3) bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil: orang asing merasakan pertunjukan wayang kulit sbg sesuatu yg --
ekstasi eks.ta.si [n] (1) ekstase; (2) tablet yg mengandung zat adiktif yg mampu memacu kekuatan daya tubuh hingga berjam-jam dan menimbulkan perasaan senang, gembira, dan riang yg luar biasa thd sesuatu, mempunyai efek dapat menyerang susunan syaraf pusat (otak)
ekstrakurikuler eks.tra.ku.ri.ku.ler [a] berada di luar program yg tertulis di dl kurikulum, spt latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa
elektrifikasi elek.tri.fi.ka.si [n] (1) pemakaian atau penggantian dng listrik (sebelumnya tidak digunakan listrik): dl waktu dekat ini akan diresmikan -- desa ini; (2) pemasangan atau pemberian tenaga listrik (pd mesin-mesin kereta api dsb)
elektroensefalogram elek.tro.en.se.fa.lo.gram [n Dok] rekaman aliran listrik dl otak
elok palut [pb] tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum
emas mentah emas yg belum diolah
emas murni emas yg belum dicampur dng logam lain; emas 24 karat; emas tulen
embal em.bal [ark a] belum kering benar; lembap: tembakau itu harus dijemur sebab masih --
embar em.bar [Sd] meng.em.bar.kan v menyiarkan (maklumat, undang-undang, dsb)
embaran em.bar.an [n] (1) siaran (maklumat, undang-undang, dsb); (2) informasi: di dl pertemuan itu telah terjadi pertukaran pendapat dan ~ mengenai pentingnya peranan keluarga
embargo em.bar.go [n] (1) penyitaan sementara thd kapal-kapal asing, msl pd waktu perang, dng maksud agar kapal-kapal itu tidak meninggalkan pelabuhan; (2) larangan lalu lintas barang (antarnegara); (3) larangan menyiarkan berita sebelum; waktu yg telah ditentukan
empangan em.pang.an [n] pematang dsb penahan air: sebelum musim hujan tiba, ~ perlu diperbaiki dan diperkokoh
empat em.pat [num] (1) bilangan yg dilambangkan dengan angka 4 (Arab) atau IV (Romawi); (2) urutan ke-4 sesudah ke-3 dan sebelum ke-5: sekarang ia masih duduk di kelas -- , mudah-mudahan pd tahun depan ia naik ke kelas lima; (3) jumlah bilangan 3 ditambah 1
empedal em.pe.dal [n] kantong perut unggas (ayam, burung, dsb) tempat pencernaan makanan sebelum makanan tiba ke dl usus; ampela
emping em.ping [n] (1) penganan yg dibuat dr padi yg belum masak benar atau dr biji-bijian (ditumbuk lalu disangrai); (2) penganan yg dibuat dr buah melinjo, biji-bijian, dsb ditumbuk, dibentuk bundar tipis-tipis, dikeringkan, dan digoreng spt kerupuk
emut [v] meng.e.mut v mengulum (gula, tembakau, dsb): untuk mencegah kantuk, kita ~ gula-gula
enam [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 6 (Arab) atau VI (Romawi); (2) urutan ke-6 sesudah ke-5 dan sebelum ke-7: adiknya duduk di kelas --; (3) jumlah bilangan 5 ditambah 1
encer en.cer [a] (1) cair; tidak kental: minum kopi --; (2) menjadi cair: mentega kalau dipanaskan --; (3) bercampur air, tidak kental, atau sangat kurang sari patinya (tt barang cair yg mengandung suatu zat): tambahkan sedikit air, supaya --; (4) cak mudah mengerti; lekas menerima pelajaran; cerdas: anak ini memang -- otaknya; (5) cak sepele; mudah: dia selalu menganggap -- lawannya
endapan abisal en.dap.an abisal [Geo] lapisan lumpur atau tanah di dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m
endorfin en.dor.fin [n Bio] zat penekan rasa sakit yg dikeluarkan oleh otak apabila saraf tertentu dirangsang dng akupunktur
engkah eng.kah [n] getah (untuk melekatkan kayu); perekat; lem [a] eng.kah-eng.kah a (1) belum empuk (setengah masak tt sesuatu yg direbus); (2) mengkal; belum masak benar (tt buah-buahan dr pohonnya)
ensefalitis en.se.fa.li.tis [n] /EnsEfalitis/ n Dok radang otak dng gejala khas, spt koma, demam, kejang
ensefalitogen en.se.fa.li.to.gen [a Dok] hal atau cara yg menyebabkan radang otak
ensefalografi en.se.fa.lo.gra.fi [n Dok] pemotretan atau perekaman otak
ensefalogram en.se.fa.lo.gram [n Dok] gambar sinar r?ntgen otak yg diperoleh dng ensefalografi
ensefalomielitis en.se.fa.lo.mi.e.li.tis [n Dok] radang otak dan sumsum tulang belakang yg tersebar di beberapa tempat
ensefalon en.se.fa.lon [n Dok] otak bagian sumsum saraf pusat yg terdapat dl tengkorak
entrepot en.tre.pot [n] tempat penimbunan barang yg belum; diketahui tujuannya dan berada di bawah pengawasan duane krn mungkin pengimpornya tidak membayar bea masuk sebagaimana mestinya
eskalasi es.ka.la.si [n] kenaikan; pertambahan (volume, jumlah, dsb): para kontraktor menghendaki adanya -- thd biaya proyek yg sedang dikerjakan
etnolinguistik et.no.li.ngu.is.tik [n] cabang linguistik yg menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yg belum mempunyai tulisan
etnopolitik et.no.po.li.tik [n] ilmu perbandingan politik mengenai sejarah, asal-usul, perkembangan, dan persebaran tata susunan politik pd masyarakat manusia, terutama yg belum mengenal industri
evaluasi eva.lu.a.si [n] penilaian: hasil -- itu hingga saat ini belum diperoleh
fajar kizib cahaya kemerah-merahan yg tampak beberapa saat, kemudian menghilang sebelum fajar sidik
fider fi.der [n Lay] kotak atau corong persegi empat yg terbuat dr papan dan dipasang pd mulut palka untuk pengisian muatan curah biji-bijian ke ruang kosong di bagian bawah palka
filter fil.ter [n] (1) alat untuk menyaring; penyaring; penapis: -- pd ujung rokok itu dimaksudkan untuk menyaring nikotin; -- dipasangkan pd ujung pipa untuk menjaring lumpur; (2) Fis alat untuk meloloskan cahaya dr frekuensi atau selang frekuensi tertentu; (3) rangkaian listrik yg dapat meloloskan listrik arus rongga (bolak-balik) dr frekuensi atau selang frekuensi tertentu; tapis
firdaus fir.da.us [n] (1) taman kesenangan (surga) tempat Adam dan Hawa berdiam sebelum diturunkan ke bumi; (2) surga
fisioterapi fi.si.o.te.ra.pi [n Dok] pengobatan thd penderita yg mengalami kelumpuhan atau gangguan otot dng tujuan melatih otot tubuh agar dapat berfungsi secara normal
fitrah fit.rah [n] sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan [n Isl] sedekah wajib berupa bahan makanan pokok (beras, gandum, dsb) yg harus diberikan pd akhir bulan Ramadan (malam sebelum satu Syawal sampai sebelum dimulai salat Idulfitri); zakat fitrah
flis [n Tern] (1) bulu domba yg belum diolah menjadi wol; (2) bulu domba yg masih belum dicukur
foli fo.li [n] lembaran logam tipis tanpa tumpuan (timah, aluminium, dsb), setebal kurang dr 0,15 mm
forensik fo.ren.sik [n] (1) cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan fakta-fakta medis pd masalah-masalah hukum; (2) ilmu bedah yg berkaitan dng penentuan identitas mayat seseorang yg ada kaitannya dng kehakiman dan peradilan: polisi belum bisa menjelaskan identitas korban krn masih menunggu hasil pemeriksaan yg diselidiki oleh tim --
gabir ga.bir [Mk ark a] kikuk; canggung; tidak tangkas; belum biasa; belum begitu pandai
gadis ga.dis [n] (1) anak perempuan yg sudah akil balig; anak dara; (2) anak perempuan yg belum kawin; perawan; (3) binatang yg belum beranak atau bertelur; dara: ayam --; lembu --
gadis tanggung gadis yg sedang besarnya (belum dewasa, tetapi tidak kanak-kanak lagi)
gadis tua gadis yg telah berumur lebih dr 35 tahun, tetapi belum kawin; perawan tua
gaib ga.ib [v] (1) tidak kelihatan; tersembunyi; tidak nyata: para ilmuwan mencoba meneliti hal-hal yg -- di alam semesta ini; (2) hilang; lenyap: sekalian dewa-dewa itu pun -- lah; (3) tidak diketahui sebab-sebabnya (halnya dsb): banyak peristiwa -- yg belum diselidiki
gaji kotor gaji yg tercatat sebelum dikurangi potongan
gaji pokok komponen dasar penghasilan seseorang yg digunakan sbg patokan untuk menghitung komponen lainnya, spt tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif; upah dasar (yg belum ditambah dng tunjangan lain)
galaktosa ga.lak.to.sa [n Kim] gula sederhana, karbohidrat yg kadangkala terdapat secara alami di dl susu, otak, dan tumbuhan
gambut gam.but [n] tanah lunak dan basah, terdiri atas lumut dan bahan tanaman lain yg membusuk (biasanya terbentuk di daerah rawa atau di danau yg dangkal)
gambut terbenam [Geo] gambut yg terdapat di daerah genangan air pasang yg membawa lumpur, membentuk tanah yg cukup tinggi atau tebal
ganti gan.ti [n] sesuatu yg menjadi penukar yg tidak ada atau hilang, spt sulih, pampas: santan ini dapat dipakai akan -- susu; (2) n orang yg menggantikan pekerjaan, jabatan, dsb; wakil; pengganti: lurah yg meninggal itu belum ada -- nya; akulah -- ayahmu; (3) v cak berganti; bertukar; berpindah: -- kereta (api)
gas [n] (1) zat ringan yg sifatnya spt udara (dl suhu biasa tidak menjadi cair); (2) uap dr bensin (bensol dsb); (3) Fis tingkat wujud zat yg molekul-molekulnya bergerak bebas sehingga seluruh massa cenderung mengembang dan menempati seluruh volume wadahnya; gas lamban; gas mulia
gas saraf gas yg dapat melumpuhkan saraf
gaya dolfin [Olr] gaya kupu-kupu (dl olahraga renang) dng kedua tangan spt mau menjangkau sesuatu dan kedua kaki bergerak naik turun ke atas ke bawah; gerakan spt ikan lumba-lumba
gebrakan geb.rak.an [n] (1) pukulan dng pemukul berbidang lebar; (2) tindakan keras untuk menakuti dsb; (3) ki tindakan yg berani (yg tidak diperkirakan sebelumnya oleh orang lain); (4) kerja sama untuk mengerjakan sawah milik kepala desa (di Cirebon)
gejah ge.jah [a] becek berlumpur
geladi ge.la.di [v] berlatih; -- bersih pelatihan umum yg terakhir kali sebelum pelaksanaan atau pementasan pd acara sesungguhnya (penampilannya menyerupai pelaksanaan (pementasan) yg sesungguhnya): dl acara -- bersih itu setiap peserta berkostum dng atribut spt dl pertunjukan sebenarnya; -- kotor pelatihan umum menjelang pelaksanaan geladi bersih (belum memakai kostum yg sebenarnya): dl acara -- kotor itu masih banyak peserta yg belum hadir, mungkin pd acara geladi bersih nanti baru semua hadir dng kostum dan atribut yg sebenarnya
gelap ge.lap [a] (1) tidak ada cahaya; kelam; tidak terang: -- benar kamarmu itu; (2) malam: hari sudah -- , ayo cepat tidur; (3) tidak atau belum jelas (tt perihal, perkara, dsb); samar: tt benar atau tidaknya soal yg dihebohkan itu, bagi saya masih --; (4) rahasia (tidak secara terang-terangan); tidak halal atau tidak sah; tidak menurut aturan (undang-undang, hukum) yg berlaku: perdagangan --
gelepot ge.le.pot [a] kotor berlumur lumpur dsb
geletak ge.le.tak /gelEtak/, meng.ge.le.tak v (1) menelentangkan (diri): krn lelah dan mengantuk, ia ~ begitu saja di pinggir jalan; (2) terkapar; terletak begitu saja: orang yg terserempet mobil itu masih ~ di tepi jalan, belum ada yg mengurusinya
gelimang ge.li.mang , ber.ge.li.mang v (1) berlumuran lumpur dsb; (2) ki mengandung; penuh dng: langit ~ awan hitam spt kapas kena abu dapur
gelodar ge.lo.dar , meng.ge.lo.dar v meronta-ronta (hendak melepaskan diri): ayam itu ~ hendak melepaskan diri dr ikatannya [a] keruh berlumpur (tt air)
gelodok ge.lo.dok [n] kotak; peti
geluh ge.luh [n] lumpur yg lekat; tanah pekat: periuk itu dibuat dr --; (2) a liat; pekat: tanah -- , tanah liat, lempung
gelung ge.lung [n] (1) lingkar atau gulung (tali, rotan, ular); (2) keluk (setengah bulatan); (3) sanggul perempuan yg dilingkarkan di kepala bagian belakang; konde; (4) Dok lekuk-lekuk permukaan otak; girus
gemblong gem.blong [n] (1) penganan dibuat dr ketan yg dibentuk bulat lonjong, digoreng, dan dilumuri dng gula; (2) penganan yg dibuat dr singkong: -- ireng
gemuk ge.muk [a] besar krn banyak dagingnya (tt tubuh dsb); tambun; (2) n lemak: minyak dr -- daging lembu; (3) n mengandung banyak zat makanan bagi tumbuh-tumbuhan (tt tanah) sehingga baik untuk ditanami; subur: jika ditanam di tanah yg -- tentu lekas tumbuh; (4) n pupuk: tanaman ini perlu diberi --; (5) n sebangsa minyak untuk melumas bagian-bagian mesin dsb
genealogi ge.ne.a.lo.gi [n] (1) garis keturunan manusia dl hubungan keluarga sedarah; (2) garis pertumbuhan binatang (tumbuhan, bahasa, dsb) dr bentuk-bentuk sebelumnya
generasi penerus generasi yg akan melanjutkan generasi sebelumnya
gerai lapor masuk meja di terminal lapangan terbang tempat penumpang melaporkan diri sebelum berangkat
gerenjeng ge.ren.jeng [n] kertas aluminium; kertas timah
gerobak ge.ro.bak [n] (1) pedati; (2) alat yg berupa kotak besar beroda dua, tiga, atau empat untuk mengangkut sesuatu (barang, sayur, dsb) yg ditarik atau didorong oleh manusia
gerowong ge.ro.wong [a] berongga di dalam (tt kayu dsb): tiang kayu rumah sudah mulai --; syukurlah pd saat ini masih belum banyak pohon-pohon yg -- krn tua
gerupuk ge.ru.puk [Mk] , meng.ge.ru.puk v terperosok jatuh: beberapa kali ia ~ ke lumpur
gerus ge.rus [n] kulit siput yg dipakai untuk melicinkan kain; tengkuyung; Crypraea tigris [v] , meng.ge.rus v (1) melumatkan dng ulek; (2) merusak sampai hancur; menghancurkan sedikit demi sedikit
giling gi.ling [v] , meng.gi.ling v (1) melumatkan (memipihkan) sesuatu dng anak batu giling dan batu giling; (2) melumatkan dng mesin giling (tt kopi dsb); (3) mengupas kulit dng mesin penggiling (tt padi); (4) memerah dng mesin giling (tt tebu dsb); (5) meratakan dan memadatkan dng mesin giling (tt jalan dsb); (6) menggulung (tt rokok)
girostat gi.ro.stat [n] giroskop yg dipasang pd kotak yg tegar
gobek go.bek [n] lumpang kecil untuk menumbuk sirih
gowok go.wok [n] (1) pohon yg tingginya dapat mencapai 12 m, buahnya berbentuk bulat sebesar gundu, yg masih muda berwarna hijau dan masam rasanya, sedangkan yg tua berwarna ungu kehitam-hitaman dan manis, daunnya lebar, tumbuh berhadapan yg satu dng lainnya pd ranting daun; Syzigium polycephalum; (2) buah gowok
gual gu.al, gu.al-ga.il [a] (1) terhuyung-huyung berjalan; (2) ki tidak serius; kurang memikirkan; kurang pertimbangan [a] goyang akan lepas atau tanggal: beberapa hari sebelum lepas, kaki depan kursi itu memang sudah --; giginya --
gubal besi bungkah besi; besi kasar (belum dikerjakan)
gudang arsip tak-aktif tempat menyimpan kumpulan surat yg sudah berkurang kegunaannya sebelum dimusnahkan; -- dingin penyimpan sesuatu sesudah dibekukan dng suhu di bawah titik beku (msl ikan atau daging); gudang penyimpan buah, ikan, daging, dsb yg bersuhu dingin agar tetap segar: kapal itu dilengkapi dng -- dingin
gugur gu.gur [v] (1) jatuh sebelum masak (tt buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tt bayi); runtuh (tt tanah); (2) batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi: calon yg tidak datang dinyatakan -- sbg peserta; (3) mati dl pertempuran: dua orang prajurit -- dl pertempuran itu; (4) kalah; rontok: petinju harapan kita -- pd ronde kedua
guntak gun.tak [n] tiruan bunyi "kelotak-kelotak" spt bunyi biji di dl buah yg telah kering yg dikocak
gunungan gu.nung.an [n] (1) pahatan lukisan berbentuk gunung (dl wayang golek atau wayang kulit) untuk mengawali, membatasi antara babak, dan mengakhiri cerita (lakon): dalang belum mau mencabut ~ , sekiranya para nayaga belum siap; (2) bentuk gunung yg dibuat dr makanan dan hasil bumi pd upacara Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta: dr keraton ~ itu dibawa ke masjid dan setelah dibacakan doa-doa dibagikan kpd para pengunjung
hadanah ha.da.nah [n Isl] kewajiban memelihara, mendidik, dan mengatur segala kepentingan atau keperluan anak yg belum mumayiz
haji ifrad ibadah haji yg dilaksanakan sebelum ibadah umrah
hakulah ha.ku.lah [n] tanah yg tidak bertuan; tanah yg belum dibuka
halaman depan [Graf] (1) halaman permukaan sebuah buku sebelum bab pertama; (2) halaman pertama surat kabar dsb yg memuat berita penting atau utama
halimunan ha.li.mun.an [a] tidak kelihatan, orang -- , orang halus (siluman, orang bunian)
halus ha.lus [a] (1) lumat; kecil-kecil: garam --; (2) tidak kasar; lembut; licin: baju itu dibuat dr bahan yg --; kulit wanita itu --; (3) baik (budi bahasa); sopan; beradab; tidak kasar (tt perbuatan dsb): -- budi bahasanya; -- tutur katanya; (4) tidak tampak dan tidak dapat diraba; berupa roh: orang --; (5) bermutu; baik (tt barang tenunan, ukir-ukiran, dsb): ia baru saja membeli barang-barang -- di toko itu
hamil muda hamil sebelum tujuh bulan
hantu bunian orang halus yg tinggal di hutan; siluman
harapkan guruh (guntur) di langit [pb] mengharapkan sesuatu yg belum tentu, barang yg telah ada dilepaskan
harga pokok harga yg diperhitungkan dr ongkos pembuatan, bahan baku, dsb (belum mengambil untung)
harga runcit harga eceran -- tercatat harga resmi suatu barang sebelum dikurangi dng potongan
hartal har.tal [n] bedak kuning dr berangan yg dicampur belerang, dipakai untuk bahan obat (boreh dsb), lulur pengantin, dan pemain wayang orang [n] pemogokan umum (salah satu cara perjuangan Gandhi melawan Inggris di India sebelum kemerdekaan)
hasil ha.sil [n] sesuatu yg diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dsb): kemerdekaan kita ini adalah -- perjuangan rakyat; -- sawahnya cukup untuk hidup setahun; barang-barang -- industri dalam negeri sudah banyak yg diekspor ke luar negeri; obat suntik ini -- penyelidikan yg dilakukan bertahun-tahun; (2) n pendapatan; perolehan; buah: hingga kini, usaha kita belum tampak -- nya; rumahmu ini kalau disewakan lumayan juga -- nya; (3) n akibat; kesudahan (dr pertandingan, ujian, dsb): demikianlah -- perbuatanmu yg tidak bertanggung jawab itu; -- pertandingan itu ialah 2-0 untuk kemenangan kesebelasan kita; (4) n pajak; sewa tanah; (5) cak v berhasil; mendapat hasil; tidak gagal: berkat kekerasan hatinya -- juga maksudnya
hemiplegia he.mi.ple.gia [n Dok] kelumpuhan atau melemahnya tangan, kaki, badan pd satu sisi tubuh; mati separuh
hemisfer he.mi.sfer [n] (1) Geo belahan bumi (bagian utara dan selatan) menurut garis khatulistiwa; (2) Anat belahan otak besar
herbarium her.ba.ri.um [n] (1) sekumpulan contoh tumbuhan yg dikeringkan (diawetkan), diberi nama, disimpan, dan diatur berdasarkan sistem klasifikasi, digunakan dl penelitian botani; (2) kotak, kamar, atau gedung untuk menyimpan kumpulan contoh tumbuhan yg dikeringkan (diawetkan), disimpan dan diklasifikasikan, digunakan dl penelitian botani
heuristis heu.ris.tis [n Ling] bersangkutan dng prosedur analitis yg dimulai dng perkiraan yg tepat dan mengecek ulang sebelum memberi kepastian
hijau hi.jau [n] warna dasar yg serupa dng warna daun; (2) n gabungan warna biru dan kuning dl spektrum; (3) a mengandung atau memperlihatkan warna yg serupa warna daun; (4) a ki belum berpengalaman: masih --
hipo- hi.po- [bentuk terikat] (1) bawah; di bawah; ke bawah: hipodermis; (2) kurang dr; bawahan dr: hipotaksis, hipovitaminosis
hipofisis hi.po.fi.sis [n Dok] kelenjar kecil di sebelah bawah otak yg mengeluarkan getah, menghasilkan bermacam-macam hormon yg perlu sekali untuk pertumbuhan badan dan perjalanan kelenjar-kelenjar lainnya
hipofremia hi.po.fre.mia [n Psi] keadaan lemah otak atau lemah mental; keadaan keterbelakangan mental
histeria his.te.ria [n Psi] gangguan pd gerak-gerik jiwa dan rasa dng gejala luapan emosi yg sering tidak terkendali spt tiba-tiba berteriak-teriak, menangis, tertawa, mati rasa, lumpuh, dan berjalan dl keadaan sedang tidur
hitungan hi.tung.an [n] (1) pendapatan (hasil) menghitung: ia belum yakin akan kebenaran ~ itu; (2) soal (bilangan dsb) yg harus dihitung: ~ ini sukar sekali; (3) perhitungan
hubar-habir hu.bar-ha.bir [a] berantakan; kacau balau: perang saudara itu belum berakhir, dan ekonomi negara itu bertambah --
hubungan luar nikah hu.bung.an luar nikah hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yg belum atau tidak menjadi suami istri
huh [p] kata seru untuk menyatakan rasa kesal hati: -- , sudah sore, belum datang juga anak itu
hutan Boreal [Hut] kawasan hutan yg bersebelahan dng padang lumut (tundra) sepanjang garis pepohonan Kutub Utara
hutan muda hutan yg ditumbuhi pohon baru; hutan yg belum pernah diolah (dimanfaatkan produknya)
hutan perawan hutan asli, yg belum pernah ditebang
hutan primer hutan yg stabil yg belum dieksploitasi oleh manusia
ibu [n] (1) wanita yg telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --; (2) sebutan untuk wanita yg sudah bersuami; (3) panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum; (4) bagian yg pokok (besar, asal, dsb): -- jari; (5) yg utama di antara beberapa hal lain; yg terpenting: -- negeri; -- kota
idah [kl n] pemberian untuk mengikat tali percintaan antara perempuan dan laki-laki [n Isl] masa tunggu (belum boleh menikah) bagi wanita yg berpisah dng suami, baik krn ditalak maupun bercerai mati: wanita yg ditalak oleh suaminya harus menjalani -- selama tiga kali suci dr menstruasi
idu idu, per.i.du.an [n] tempat menampung ludah yg berwarna merah sisa kunyahan sirih, sugi, atau tembakau yg habis dikulum
ijon [n] (1) pembelian padi dsb sebelum masak dan diambil oleh pembeli sesudah masak; (2) Ek kredit yg diberikan kpd petani, nelayan, atau pengusaha kecil, yg pembayarannya dilakukan dng hasil panen atau produksi berdasarkan harga jual yg rendah
ijtihad ij.ti.had [n] (1) usaha sungguh-sungguh yg dilakukan para ahli agama untuk mencapai suatu putusan (simpulan) hukum syarak mengenai kasus yg penyelesaiannya belum tertera dl Alquran dan Sunah; (2) pendapat; tafsiran
ikan glodok ikan yg hidup dl air dan lumpur, atau di antara daun dan dahan di hutan bakau yg lebat, dapat berjalan dan meloncat di darat
ikan lagi di laut [pb] bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yg belum pasti berhasil
ikan ovovivipar ikan yg berkembang biak dng jalan bertelur dan telurnya menetas sebelum dikeluarkan dr tubuh induknya
ikan tambak ikan laut, Lutjanus vaqiensis; (2) ikan yg dipiara di dl tambak; -- te-menggung ikan laut, Priacantus tayenus
ikanan ikan.an [n] (1) yg menyerupai ikan; (2) Pet barang yg terjatuh atau tertinggal dl sumur pd waktu pengeboran atau kerja ulang yg harus diambil atau dikeluarkan sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan
iklim historis iklim dl suatu periode sejarah yg diamati dan ditentukan berdasarkan peninggalan atau tulisan sejarah (belum menggunakan alat yg canggih)
iktidal ik.ti.dal [a] lurus; (2) v Isl berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud
incling in.cling [n] bentuk kesenian semacam kuda lumping yg penam-pilannya didahului reog anak-anak, merupakan visualisasi bagian Babad Jenggala: pertunjukan kali ini mementaskan -- dr Sukomoyo, Kulonprogo
indeks in.deks [n] (1) daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; (2) daftar harga sekarang dibandingkan dng harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang: -- biaya hidup di Jakarta setiap tahun naik; (3) Kom (artikel) daftar berita penting hari itu (dl majalah, surat kabar) yg dimuat di halaman depan; (4) Ling rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yg mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
induk utang utang yg asal (pokok), belum ditambah bunga
infantilisasi in.fan.ti.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan membuat seseorang menjadi spt kanak-kanak: masalah yg belum diatasi adalah -- mahasiswa
ingatan ingat.an [n] (1) apa yg diingat (teringat); apa yg terbayang dl pikiran: sepanjang ~ ku, ia pernah juga mengajar di sekolah guru; (2) alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yg pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dsb): sekarang ~ ku tidak sekuat dulu; (3) pikiran (dl arti angan-angan); kesadaran: ~ nya melayang lagi ke rumah yg baru dikunjunginya; (4) apa yg terbit dl hati (spt niat atau cita-cita): ~ ku hanya satu agar berjumpa dng dia sebelum aku mati
ingusan ingus.an [v] (1) keluar ingusnya; ada ingusnya; beringus: anak itu hidungnya ~; (2) ki muda sekali; belum tahu apa-apa; belum mempunyai pengalaman: sang juara itu tiga tahun yg lalu masih menjadi pemain ~
inovasi ino.va.si [n] (1) pemasukan atau pengenalan hal-hal yg baru; pembaharuan: -- yg paling drastis dl dasawarsa terakhir ialah pembangunan jaringan satelit komunikasi; (2) penemu-an baru yg berbeda dr yg sudah ada atau yg sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat)
insting in.sting [n] (1) pola tingkah laku yg bersifat turun-temurun yg dibawa sejak lahir; naluri; garizah; (2) Zool kecenderungan pd tingkah laku yg diwarisi dr nenek moyang dan kebiasaan pd binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yg mendasar (spt pembuatan tempat tinggal yg khas, mendapat dan menyimpan serta mencernakan makan-annya yg mungkin dapat dimanfaatkan pd musim hujan); (3) Psi daya dorong utama pd manusia bagi kelangsungan hidupnya (spt nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yg tepat
insya Allah in.sya Allah [Isl] ungkapan yg digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yg belum tentu dipenuhi (maknanya 'jika Allah mengizinkan')
intan mentah batu intan yg belum diasah
integrasi wilayah [Pol] pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat atas unit-unit atau wilayah politik yg lebih kecil yg mungkin beranggotakan kelompok budaya atau sosial tertentu
interzona in.ter.zo.na [a Olr] antarkawasan (antarlingkungan, antar-wilayah): Indonesia ikut serta dl kompetisi sepak bola -- Asia di Kuala Lumpur
intrakurikuler in.tra.ku.ri.ku.ler [n] kegiatan siswa di seko-lah atau mahasiswa di kampus yg sesuai atau sejalan dng komponen kurikulum
introduksi in.tro.duk.si [n] (1) perbuatan memperkenalkan atau melancar-kan untuk pertama kali; (2) bagian karangan yg menyatakan pendahuluan; (3) Mus bagian awal sajian musik sebelum penyanyi mulai menyanyikan lagu
invensi in.ven.si [n] penciptaan atau perancangan sesuatu yg sebelumnya tidak ada; reka cipta: hal itu mendorong -- teknologi lain yg dapat menghemat bahan dan tenaga
inventaris usaha tani daftar barang disertai dng nilainya masing-masing yg dimiliki oleh usaha tani dl waktu tertentu, baik yg sudah dibayar maupun yg belum
inventif in.ven.tif [a] pandai mencipta atau merancang (sesuatu yg sebelumnya tidak ada): pendidikan hendaknya dapat mengajarkan siswa keterampilan yg --
inventor in.ven.tor [n] orang yg mencipta atau merancang sesuatu (yg sebelumnya tidak ada); pereka cipta
ira-ira [n] ikan lumba-lumba yg kulitnya kekuning-kuningan
isi [n] (1) sesuatu yg ada (termuat, terkandung, dsb) di dl suatu benda dsb: -- gudang itu pupuk dan alat-alat pertanian; (2) besarnya suatu ruangan; volume: -- kaleng itu 20 liter; (3) apa yg tertulis di dalamnya (tt buku, surat, dsb); (4) inti atau bagian yg pokok dr suatu wejangan (pidato, pem-bicaraan, dsb)
isokor iso.kor [n Fis] grafik yg menunjukkan hubungan dua variabel termodinamik, sedangkan volumenya tetap
isokorik iso.ko.rik [a Fis] dl keadaan volume yg sama atau tetap, baik thd ruang maupun waktu
istibra is.tib.ra [Ar v] (1) berpantang bersetubuh; (2) mencari kepastian suci tidaknya seorang janda sebelum kawin lagi dng laki-laki lain yg bukan bekas suaminya (spt menunggu sampai tiga kali datang bulan atau haid); (3) mengeluarkan tinja yg tersisa pd dubur atau air seni pd kemaluan sesudah buang air
istikhlaf is.tikh.laf [n] penunjukan wakil sebelum seseorang meninggal
istinja is.tin.ja [v] , ber.is.tin.ja v membersihkan dubur atau kemaluan sebelum berwudu
jadi ja.di [v] langsung berlaku (dilakukan, dikerjakan); tidak batal: kemarin ia -- pergi ke Bogor; (2) betul-betul terjadi; menjadi kenyataan (berhasil): barang kehendaknya --; (3) selesai dibuat: rumahnya belum --; (4) lahir; dilahirkan: ketika itu engkau baru --; (5) sudah selesai dibuat; siap pakai: ia membeli pakaian --; (6) baiklah begitu; setuju: kalau begitu --; (7) menjadi [Ar n] Kaprikornus
jaka ja.ka [n] anak laki-laki yg telah dewasa, tetapi belum berumah tangga; perjaka; lajang
jam terakhir [Kom] menit-menit terakhir untuk menerima berita sebelum surat kabar mulai dicetak
jamak ja.mak [a] lazim; tidak aneh; lumrah; wajar: sudah -- bahwa setiap perjuangan meminta pengorbanan [n Ling] bentuk kata yg menyatakan lebih dr satu atau banyak: "siswa-siswa" atau "para siswa" adalah bentuk -- dr kata "siswa" [n Isl] penggabungan (tt salat)
jamak takdim [Isl] penggabungan pelaksanaan dua salat dl satu waktu dng cara memajukan salat yg belum masuk waktu ke dl salat yg telah masuk waktunya (spt penggabungan pelaksanaan salat Asar dng salat Zuhur pd waktu salat Zuhur atau pelaksanaan salat Isya dng salat Magrib pd waktu salat Magrib)
janda berhias janda yg belum beranak, apabila kawin lagi boleh memakai pakaian pengantin
janda kembang janda muda yg cantik dan belum beranak
jangan dilepaskan tangan kanan [pb] jangan melepaskan pekerjaan yg ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yg baru
jangankan ja.ngan.kan [p] apalagi; usahkan: ~ berjalan, duduk pun dia belum bisa
jangkau jang.kau [n] (1) jarak mendatar maksimum yg dapat dicapai peluru atau proyektil; (2) Fis jarak terbesar antara dua zarah sebelum interaksinya
jarak ja.rak [n] (1) ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat: -- antara Mekah dan Medinah kami tempuh dng bus dl 5 jam; (2) jari-jari bulatan (lingkaran): bulatan yg -- nya 5 dm [n] (1) pohon perdu yg tingginya 2 m, bergetah, berwarna putih, batangnya mudah patah, berbiji polong, bijinya terletak dl pangsa, sebesar kacang tanah, apabila tua berwarna hitam dan dapat dipakai sbg bahan minyak pelumas, banyak macamnya, spt -- belanda; -- keling; -- pagar; -- cina; Ricinus communis; (2) biji jarak
jatilan ja.til.an [n] kesenian khas Jawa Tengah berupa tarian yg penarinya menaiki kuda lumping, diiringi gamelan (bende, kendang, dsb); kuda lumping
jauh ja.uh [a] (1) panjang antaranya (jaraknya); tidak dekat: rumah kami -- dr pasar; (2) banyak sekali; amat; sangat (tt perbedaan, selisih atau kekurangan): ia berasal dr tempat yg --; anak itu -- lebih besar dp kakaknya; (3) belum sampai kpd yg dimaksudkan (ditetapkan): tawaranmu masih --; (4) sangat kurang: keadaannya masih -- dr sempurna; (5) lanjut (tt usia): sudah -- umur ayah; (6) renggang; tidak rapat (tt persahabatan): sanak saudara yg --
jauh hari lama sebelum waktunya terjadi
jawaban ja.wab.an [n] sahutan; balasan; tanggapan: sampai hari ini belum ada ~ darinya
jeblok jeb.lok [a cak] becek; berlumpur [v] (1) jatuh; (2) ki turun (tt harga, nilai); anjlok: harga gabah -- , menyebabkan kehidupan petani bertambah sulit; (3) ki rugi; bangkrut: bank itu -- krn bermain valuta asing; (4) turun dr posisi semula: tiba-tiba daerah itu -- menjadi kantong kemiskinan
jejaka je.ja.ka [n] anak laki-laki yg telah dewasa (tetapi belum berumah tangga); bujang; perjaka; jaka
jelapang je.la.pang [n] tempat menyimpan padi; lumbung; rengkiang
jenak je.nak [n] , se.je.nak n sebentar; sejurus; beberapa saat: ia beristirahat ~ sebelum meneruskan perjalanan; ia termangu ~ setelah mendengar kabar itu [ark v] men.je.naki v melihat [a ] nyenyak; pulas (tt tidur)
jengger ayam tanaman perdu, berbatang tegak lurus, daun berbentuk kerucut, bunga berbentuk ramping warnanya bermacam-macam; Celosia argentea "Plumosa"
jenjang pendidikan tahap dl pendidikan yg berkelanjutan yg ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan para peserta didik, keluasan bahan pengajaran, dan tujuan pendidikan yg dicantumkan dl kurikulum
jera je.ra [a] tidak mau (berani dsb) berbuat lagi; kapok; serik: meskipun sudah dua kali dipenjara, ia belum juga --
jerempak je.rem.pak [v] , ber.je.rem.pak v bertemu dng tiba-tiba (tidak diduga sebelumnya); berhadapan dng tiba-tiba
jika langkah sudah terlangkahkan jika langkah sudah ter.lang.kah.kan , berpantang dihela surut [pb] suatu pekerjaan yg telah dimulai dng saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai
jodang jo.dang [Jw n] kotak panjang yg dipakai untuk menaruh penganan, barang-barang pinangan, dsb, biasanya diangkat dng dipikul oleh dua orang
jolor jo.lor [Mk v] men.jo.lor v (1) merayap; menjalar (spt ular); (2) beringsut ke depan di atas perutnya (spt anak kecil yg belum dapat berjalan)
jual sontak [Man] menjual suatu barang dng berkunjung ke rumah calon pembeli secara mendadak tanpa janji untuk menawarkan sebelumnya
judul prancis halaman buku yg terletak di bagian kanan sebelum halaman judul utama yg hanya memuat judul buku saja
jujitsu ju.jit.su [n ] olahraga bela diri yg berasal dr Jepang yg menggunakan pegangan, lemparan, dan pukulan yg melumpuhkan untuk mengalahkan lawan
juru minyak awak kapal yg bertugas melumasi bantalan dan bagian yg bergerak dr mesin induk dan mesin bantu di dl kamar mesin kapal
kabar ka.bar [n] laporan tt peristiwa yg biasanya belum lama terjadi; berita; warta: dia mendapat -- bahwa saudaranya naik haji
kabar angin kabar yg belum jelas kebenarannya; desas-desus; kabar burung
kabar dibawa pikat dan langau [ki] kabar yg belum tentu kebenaran dan sumbernya
kadar air [Graf] persentase air yg ada pd pulp, kertas, dan karton, ditetapkan dng cara mengeringkan contoh uji pd suhu antara 100o-105o C; (2) Geo nisbah yg dinyatakan dl persentase antara air dl tanah, batuan (jenuh atau tidak jenuh) dan jumlah volume atau bobot percontoh
kaidah Amagat-Leduc [Fis] volume suatu campuran gas sama dng jumlah volume yg akan diisi tiap-tiap gas itu pd suhu dan tekanan campuran gas tsb
kain mandar kain (panjang, sarung) yg bermotif kotak-kotak dr daerah Mandar (Sulawesi Selatan)
kakuminal ka.ku.mi.nal [n Ling] (1) terjadi krn penyempitan antara ujung lidah yg berkeluk dan alveolum; (2) bunyi yg terjadi demikian, msl bunyi /t/ dl bahasa Jawa thuthuk 'pukul'; retrofleks
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kalah ka.lah [v] (1) tidak menang atau dl keadaan tidak menang (dl perkelahian, perang, pertandingan, pemilihan, dsb); dapat diungguli lawan: dia -- dl merebut bola itu; negara-negara yg -- dl perang harus membayar pampasan kpd pihak yg menang; (2) kehilangan atau merugi krn tidak menang: dl bertaruh dua hari yg lalu dia menang Rp1.000,00, tetapi semalam -- Rp5.000,00; (3) tidak lulus (dl ujian): sudah dua kali ia -- dl ujiannya; (4) tidak menyamai; kurang dr; tidak sebesar; tidak sekuat: luasnya -- dibandingkan dng luas stadion di kotaku
kalis air tidak dapat dimasuki (diresapi) air; kedap air: got yg belum kering itu -- air
kalkulus integral [Mat] analisis matematis tt teknik penemuan ungkapan dan evaluasi fungsi integral, khususnya untuk kalkulasi luas, panjang, lengkung, volume, dan nomor serta penyelesaian persamaan diferensial sederhana
kamera ka.me.ra [n] kotak kedap sinar yg dipasang dng lensa yg menyambung pd lubang lensa tempat gambar (objek) yg direkam dl alat yg pekat cahaya; alat potret
kampung kam.pung [n] kelompok rumah yg merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); (2) n desa; dusun; (3) n kesatuan administrasi terkecil yg menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; (4) a terkebelakang (belum modern); berkaitan dng kebiasaan di kampung; kolot
kampungan kam.pung.an [a] (1) ki berkaitan dng kebiasaan di kampung; terbelakang (belum modern); kolot; (2) ki tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar
kanak-kanak anyir [ki] (1) bayi yg baru dilahirkan; (2) belum berpengalaman; masih sangat muda
kandung air mata kantong yg berisi air mata yg ditimbun sebelum dikeluarkan melalui saluran air mata
kapah ka.pah , ter.ka.pah-ka.pah v (1) mengap-mengap: pasien itu ~ sebelum mengembuskan napasnya yg terakhir; (2) terperanjat gemetar: anak itu ~ melihat ular yg besar
kapal keruk kapal yg khusus digunakan untuk mengeruk lumpur di pelabuhan (sungai dsb)
kapal perintis kapal yg merintis suatu tugas (msl menghubungi daerah terpencil yg belum terbuka)
kapok ka.pok [a] jera; sudah tidak akan berbuat lagi: anak itu belum -- juga bermain-main di laut yg bergelombang itu
kapuk ka.puk [n] randu; kabu-kabu [Mk n] lumbung (yg berdinding anyaman bambu, beratap, dan berbentuk bulat panjang)
kapur mentah kapur yg belum disiram dng air; kalsium oksida
karate ka.ra.te [n ] cabang olahraga bela diri dng menggunakan tangan kosong dan kaki untuk melumpuhkan lawan
karbidan kar.bi.dan [n] (1) hasil mengarbida (tt buah); (2) ki belum saatnya ditampilkan dsb; belum tarafnya: pemimpin ~
karbon kar.bon [n] (1) Kim unsur bukan logam, dl alam terdapat sbg intan, grafit, dan arang; zat arang; unsur dng nomor atom 6, berlambang C, bobot atom 12,0111; (2) kertas tipis berlumas zat hitam untuk membuat tembusan ketikan atau tulisan; (3) Graf batang arang yg dipakai pd lampu busur; (4) elektrode positif pd baterai kering; zat arang
karteker kar.te.ker [n cak] orang yg menangani jabatan (ketua, sekretaris, dsb) untuk sementara krn pejabatnya belum ada atau belum dipilih: ia ditunjuk sbg -- , sementara menunggu terpilihnya ketua umum yg baru
kartu rencana studi kartu yg memuat daftar kode, nama mata kuliah, dan jumlah satuan kredit semester yg direncanakan oleh setiap mahasiswa untuk program satu semester, disahkan oleh penasihat akademik dan ketua jurusan pada setiap awal semester sebelum dimulainya perkuliahan
karung ka.rung [n] (1) kantong besar dr goni yg kasar (untuk tempat beras dsb); (2) Tern kantong pakan yg mempunyai volume tertentu
kasa ka.sa [n] (1) kain putih yg halus; kain putih yg tenunannya jarang: dipilihnya -- untuk tirai itu; (2) kawat halus yg dianyam (biasanya untuk penghalang nyamuk dsb) [n] (1) loket tempat membayar dan menerima uang; (2) kotak atau peti mesin yg mencatat dan menerima uang [kl n] angkasa
kasar ka.sar [a] (1) agak besar; tidak halus: pasir -- cocok untuk menutup jalan berlubang itu; (2) bertingkah laku tidak lemah lembut: sambil memaki-maki dng -- , dia bersumpah; (3) kasap; kesat; tidak halus waktu diraba: kertas ini -- benar; (4) tidak baik buatannya; gabas: bajunya merah tua, sarungnya tenun -- , dan destarnya kain hitam; (5) hanya dl garis-garis besarnya (tidak dng saksama, tidak dng perincian yg teliti, hanya perkara yg besar-besar): paling sedikit rencana itu sudah diwujudkan dl bentuk -- menurut kebutuhan atau pesanan; (6) dapat diraba (dilihat dsb); (7) mentah; belum dibersihkan [Lihat {qasar}]
kaskaya kas.ka.ya [n] (1) kekuasaan; kecakapan; (2) kekayaan; (3) Huk harta yg dibawa oleh suami atau istri yg berasal dr usaha masing-masing sebelum atau selama perkawinan
katekumen ka.te.ku.men [n Kat] pengikut pelajaran agama sebelum dibaptis
katik ka.tik ? katai [n] rumput patah siku, Paspalum orbiculare [n] burung besar spt merpati yg berbulu hijau; punai [n] satuan ukuran luas tanah atau sawah
katung ka.tung [n] penyu, Dermochelys coriacea , ter.ka.tung-ka.tung v (1) terapung-apung: perahu itu hanyut ~ di tengah lautan; (2) melayang-layang (turun naik): layang-layang itu ~ di udara; (3) ki belum ada kepastian (tt nasib, perkara, dsb): nasib guru Inpres di daerah itu masih ~
kaul kadim fatwa Imam Syafii waktu berada di Irak sebelum menetap di Mesir
kaum halai balai sosok anak muda yg serba aneh (berpotongan rambut petak-petak, botak separuh, berkostum jaket hitam dan celana yg koyak-moyak, bergelang, dan mengenakan bermacam-macam rantai)
kawin ka.win [v] membentuk keluarga dng lawan jenis; bersuami atau beristri; menikah: ia -- dng anak kepala kampung; (2) v melakukan hubungan kelamin; berkelamin (untuk hewan); (3) v cak bersetubuh: -- sudah, menikah belum; (4) n perkawinan [kl v] , me.nga.win v memegang ayam pd kedua kaki dan kedua sayapnya dsb untuk disembelih
kawin gantung perkawinan yg sudah sah, tetapi suami dan istri belum boleh serumah (masih tinggal di rumah masing-masing); (2) perkawinan yg belum diresmikan penuh (pengesahannya ditunda setelah dewasa)
kayu celup kayu yg menghasilkan materi pewarna pd ekstraksi; -- cendana lihat cendana, Santalum album
kayu gelondong(an) kayu yg masih utuh spt ketika dipotong dr pohonnya (belum dipotong dan dibelah secara vertikal dr aslinya); kayu log; kayu bundar
kayu tahun kayu bahan bangunan yg kekuatannya di bawah sepuluh tahun; -- telur pohon, Xanthophyllum axecelsum
kebabal ke.ba.bal [n] buah nangka muda yg masih kecil (belum ada isinya)
keberangkatan ke.be.rang.kat.an [n] perihal berangkat: krn surat jalan belum lengkap, -nya ditunda
keburu ke.bu.ru [Jk v] dapat dikejar; sempat: kalau mau naik kereta api yg pukul 02.00 tidak akan -- lagi [Jk v] (1) lebih dahulu: pencuri cepat-cepat lari, takut penghuni rumah -- bangun; (2) belum terlambat: masih --; tidak -- , tidak terkejar; terlambat; ketinggalan; terlanjur; tidak sempat lagi; (3) tergesa-gesa
kebut ke.but [v] me.nge.but v menghilangkan debu (nyamuk dsb) dng memakai bulu ayam, sapu, dsb: setiap pagi pembantu kami ~ kursi [v cak] me.nge.but v (1) menjalankan kendaraan dng kecepatan tinggi: sebelum diadakan penertiban, banyak bus kota yg ~ di jalan dan saling menyusul; (2) cak mengerjakan sesuatu dng cepat
kecelaan ke.ce.la.an [n] (1) perihal cela (cacat); (2) keaiban: ~ nya masih belum ia sadari juga
kecemerlangan ke.ce.mer.lang.an [n] (1) keindahan; keelokan; (2) kegemilangan; kecerdasan (otak): ~ otaknya boleh diandalkan; (3) kejayaan: sejarah ~ Islam adalah sejarah zaman Umaiah dan Abasiah
kecer ke.cer [Bl n] alat musik tradisional yg terdiri atas setangkup logam berbentuk bulat atau persegi delapan yg pd bagian atas tengahnya cembung dan berlubang untuk tempat tali pengikat (penggantung) untuk menggerak-gerakkan tangkupan logam itu ke atas dan ke bawah agar dapat berbenturan dan menghasilkan bunyi [v] tercecer; tertinggal: teliti dulu barang bawaanmu sebelum berangkat, jangan sampai ada yg --
kecerdasan intelektual ke.cer.das.an intelektual kecerdasan yg menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dng yg lain
kecerewetan ke.ce.re.wet.an [n] perihal cerewet: orang awam harus memaklumi ~ ahli bahasa soal penulisan yg sesuai dng ejaan yang benar
keguguran ke.gu.gur.an [n] keluarnya janin dengan tidak disengaja sebelum waktunya lahir; abortus
kejamakan ke.ja.mak.an [n] hal yg lazim (lumrah, biasa); bukan hal yg istimewa
kejutan ke.jut.an [n] (1) segala yg menimbulkan kaget; guncangan: berbagai perubahan itu hendaknya jangan menimbulkan ~ yg dapat mengganggu kelangsungan pembangunan; (2) segala yg munculnya tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya: penunjukannya sbg pejabat merupakan ~ di kantornya; (3) Tern pembangkit gerakan listrik untuk mengeluarkan mani; (4) Sas perubahan dl lakuan secara tiba-tiba dan tidak terduga sehingga lanjutan cerita tidak sesuai dng dugaan pembaca
kekenyalan ke.ke.nyal.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) kenyal; (2) Kim kemampuan suatu bahan untuk kembali ke bentuk atau volume semula setelah ditarik, ditekan, dipuntir, atau diubah menjadi bentuk lain
kekok ke.kok [a] (1) tidak mudah memakainya (tt alat perkakas dsb): kemudi mobil ini -- benar; (2) tidak dapat memakai (menggunakan) dng senang: -- rasanya menulis dng pensil ini; (3) merasa canggung (kaku) krn belum biasa dsb: -- benar rasanya bekerja di situ
kekurangan ke.ku.rang.an [v] tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; (2) v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; (3) n perihal kurang; (4) n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~
kelahiran tidak diinginkan ke.la.hir.an tidak diinginkan kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg sebenarnya belum ingin atau sudah tidak ingin mempunyai anak lagi
kelampauan ke.lam.pau.an [v] kelaluan; terlewati; telah didahului (oleh orang lain): anak gadis itu ~ , adiknya sudah kawin, ia belum
kelapa muda kelapa yg belum tua dan masih lunak isinya (airnya enak diminum)
kelas ke.las [n] (1) tingkat: ia naik ke -- tiga; (2) ruang tempat belajar di sekolah: gedung sekolah itu terdiri atas enam --; (3) kelompok masyarakat berdasarkan pendidikan, penghasilan, kekuasaan, dsb; (4) golongan, kumpulan (berdasarkan persamaan berbagai sifat tertentu): manusia termasuk di dl -- mamalia; (5) Bio klasifikasi dl biologi sesudah divisi dan sebelum bangsa [kl n] antara pasang dan surut
kelembapan mutlak ke.lem.bap.an mutlak jumlah massa uap air yg ada dl suatu satuan volume di udara
kelenjar hipofinis kelenjar kecil di sebelah bawah otak yg menge-luarkan getah, menghasilkan bermacam-macam hormon yg perlu sekali untuk pertumbuhan badan dan perjalanan kelenjar lainnya
kelintasan ke.lin.tas.an [v] kelampauan; kelaluan (didahului): gadis itu ~ adiknya (adiknya sudah menikah, ia belum)
kelonet ke.lo.net /kelonEt/, se.ke.lo.net n sangat sedikit; sangat kecil; sekelumit
kelopak ke.lo.pak [n] (1) sesuatu yg tipis yg menjadi penutup atau pembalut; (2) Bio bagian bunga yg berada pd lingkaran terluar, terdiri atas bagian yg umumnya berwarna hijau dan bentuknya menyerupai daun yg lazim disebut sepal, bagian ini melindungi bagian bunga lainnya yg ada pd lingkaran sebelah dalam pd waktu bunga belum mekar
kelulusan ke.lu.lus.an [n] (1) keguguran (melahirkan anak sebelum masanya); (2) hal (keadaan) lulus (ujian dsb): ibu sangat gembira mendengar berita ~ anaknya itu
keluron ke.lu.ron [Jw v] (1) keadaan terpancarnya embrio (mudigah) yg tidak mungkin hidup lagi (sebelum habis bulan keempat dr kehamilan); (2) keguguran (tt kandungan); abortus
kemalangan ke.ma.lang.an [n] (1) keadaan malang; kesusahan: sejak kecil ia sudah dirundung -; (2) kecelakaan; kesialan; kerugian: ia tertimpa -- yg tidak diduga sebelumnya
kemarin ke.ma.rin [n] hari sebelum hari ini: -- anak-anak tidak masuk sekolah
kemarin dulu dua hari sebelum hari ini; -- sore ki belum tahu apa-apa; belum berpengalaman: mana dia tahu, dia kan anak -- sore
kematian ke.ma.ti.an [n] perihal mati: -- itu disebabkan oleh penyakit disentri; (2) v menderita krn salah seorang meninggal: ia belum lama ini -- anak sulungnya; (3) v ki menderita krn sesuatu yg mati: perahu -- angin
kembal kem.bal [n] pundi-pundi (yg bentuknya spt kepis); bakul dr pandan atau rotan tempat menyimpan barang kecil-kecil; kantong kecil, kotak kecil, tempat barang-barang kecil
kembalian kem.ba.li.an [n] hasil mengembalikan; yg dikembalikan: uang ~ nya belum diserahkan
kemboja kem.bo.ja [n] (1) tumbuhan yg berkayu lunak, bunganya harum berwarna putih kekuning-kuningan, merah tua, dsb, biasa ditanam di pekuburan; Plumiera acuminata; (2) bunga kemboja
kembung kem.bung [a] (1) menjadi gembung; melembung (krn kemasukan angin); (2) senak dan terasa spt berisi angin (tt perut); (3) Dok hal perut membesar krn berisi gas hasil fermentasi yg tidak dapat dikeluarkan melalui mulut [n] ikan laut yg banyak dagingnya, biasa dikeringkan; Scomber kanagurta (jantan), Scomber negluctus (betina) [n] lumbung: -- padi
kemplang kem.plang [v] me.ngem.plang v (1) memapas kepala keras-keras; menempeleng; (2) ki menghindar dr keharusan membayar utang: gara-gara harga aluminium jatuh, perusahaan itu ~ 28 miliar rupiah kpd bank; (3) ki mengambil yg bukan haknya dng tidak memberitahukannya kpd yg berhak memiliki [n] (1) kerupuk yg dibuat dr sagu dan ikan, bentuknya bulat; (2) penganan terbuat dr sagu yg diberi garam atau singkong diparut, dikukus, dijemur, kemudian digoreng, biasanya dibentuk dng kepalan tangan
kempot kem.pot [a] cekung atau kempis (tt pipi); caung; kempung: umurnya belum seberapa, tetapi pipinya sudah --; (2) v cak tidak mempunyai uang lagi; habis harta bendanya dsb
kempu kem.pu [n] kotak bundar bertutup untuk menyimpan pakaian, barang kecil-kecil, dsb
kemu ke.mu [Jw v] ber.ke.mu v mencuci mulut dng memasukkan air ke dl mulut, menggerak-gerakkannya sebentar, kemudian mengeluarkannya kembali; berkumur [Jk v] me.nge.mu v (1) berkata-kata dng mulut tertutup; menggumam; (2) mengulum
kemumu ke.mu.mu [n] talas yg daun dan batangnya dapat digulai, tidak gatal; talas cina [n] lumut laut
kemuning ke.mu.ning [n] (1) tumbuhan perdu, termasuk suku Rutaciae, tingginya mencapai 7 m, berdaun majemuk, berbentuk bulat telur terbalik dng ujung runcing, bagian atas licin berkilap, bunganya berwarna putih, banyak dimanfaatkan sbg tanaman hias, batangnya biasa dibuat tongkat, kotak, atau sarung keris; Murraya paniculata; (2) kayu pohon kemuning [a] merah keemasan
kemut ke.mut [v] me.nge.mut v (1) bergerak naik turun (spt mulut orang ketika mengunyah): nenek sedang makan sirih, mulutnya ~; (2) berjalan perlahan-lahan (lambat-lambat) hampir-hampir terjatuh; terhuyung-huyung: pemabuk itu berjalan ~ memaksakan diri pulang; (3) cak menahan makanan di dl mulut (kadang-kadang dng mengunyah-ngunyah atau mengisap-isap, tidak segera menelannya); mengulum: anak kecil senang ~ gula-gula
kenal ke.nal [v] (1) tahu dan teringat kembali: baru mendengar suaranya, aku sudah -- siapa dia; (2) tahu; mempunyai rasa: tidak -- malu; (3) pernah tahu (bersahabat): saya belum -- dng orang itu; (4) mengerti; mempunyai pengetahuan tentang: sebagian warga kita belum -- (aturan) hukum dan pajak
kenal-mengenal ke.nal-me.nge.nal [v] saling mengenal (mengetahui): ternyata keduanya belum ~
kencur ken.cur [n] (1) tanaman yg mempunyai akar batang yg tertanam di dl tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; cekur; Kaempferia galanga; (2) umbi kencur; (3) ki belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar: anak itu masih -- belum tahu liku-liku dunia ini; (4) ki belum dewasa; di bawah umur: anak masih bau -- sudah berpacaran
kendaga ken.da.ga [n] peti atau kotak kayu yg dihiasi dng kulit kerang dsb atau dibebat dng anyaman
kenyam ke.nyam [v] , me.nge.nyam v (1) mengecap (makan dsb): saya belum pernah ~ masakan Eropa; (2) merasai; menikmati: sejak kecil ia belum ~ kebahagiaan spt yg dirasakan orang lain
kepadatan ke.pa.dat.an [n] (1) perihal (keadaan) padat; (2) Ikn jumlah ikan atau organisme lainnya dl satuan volume atau luasan tertentu
kepadatan salju ke.pa.dat.an salju berat salju per satuan volume
kepadatan udara kering ke.pa.dat.an udara kering berat udara tanpa uap air per satuan volume
kepadatan udara lengas ke.pa.dat.an udara lengas berat udara lengas per satuan volume
kepala ke.pa.la [n] (1) bagian tubuh yg di atas leher (pd manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, dan beberapa pusat indra): mayat wanita itu ditemukan tanpa --; (2) bagian tubuh yg di atas leher tempat tumbuhnya rambut: -- nya botak; (3) ki bagian suatu benda yg sebelah atas (ujung, depan, dsb): -- tongkat; (4) ki bagian yg terutama (yg penting, yg pokok, dsb): -- lakon; (5) ki pemimpin; ketua (kantor, pekerjaan, perkumpulan, dsb): -- pasukan; (6) ki otak (pikiran, akal, budi): jika kita masih punya -- , kita harus diberi jatah satu kilogram gula
kepala busung [Dok] kepala menjadi lebih besar dp ukuran biasa krn zat cair terkumpul dl rongga-rongga otak; hydrocephalus
keperagawatian ke.pe.ra.ga.wa.ti.an [n] hal yg berhubungan dng peragawati: sebelum menjadi peragawati kenamaan, ia pernah mengikuti kursus ~
kepet ke.pet [Jk] (1) n sisa tahi yg menempel pd anus; (2) a belum (tidak) cebok setelah buang air besar [Jw n] sirip
kepompong ke.pom.pong [n] bakal serangga (kupu-kupu) yg berada dl stadium (kehidupan) ketiga sebelum berubah bentuk menjadi kupu-kupu atau serangga, biasanya terbungkus dan tidak bergerak
kepuk ke.puk [n] (1) bakul tempat nasi (beras dsb dr kulit kayu); (2) Mk lumbung padi; (3) kepis (bakul ikan) [n] lekuk [n] baju jaket berleher tinggi di belakang, tetapi terbuka pd bagian depan
kera ke.ra [n] (1) suku paling sempurna dr kelas binatang menyusui, bentuk tubuhnya mirip manusia, berbulu pd seluruh tubuhnya, memiliki otak yg relatif lebih besar dan lebih cerdas dp hewan lain, termasuk hewan pemakan buah, biji-bijian, dsb; Anthropoidea; (2) monyet, terutama yg berekor panjang; Macacus synomolgus
keramba ke.ram.ba [n] (1) keranjang pengangkut atau tempat ikan, bentuknya lonjong, terbuat dr anyaman bambu dng kerangka kayu, biasanya berlapis ter supaya kedap air; (2) keranjang atau kotak dr bilah bambu untuk membudidayakan ikan di sungai (danau, bendungan)
keras hati tidak lekas putus asa; tidak akan berhenti bekerja sebelum yg dicita-citakan tercapai
kerbau rawa kerbau yg hidupnya senang di lumpur atau rawa-rawa
kerendang ke.ren.dang [Jk n] tumbuhan yg sangat peka terhadap perubahan cuaca, tumbuh di daerah basah, daunnya rimbun dan tangkainya panjang-panjang; Pouzolzia zeylanica [n] wadah penyimpanan benih ikan sebelum diangkut ke tempat lain
kerengkam ke.reng.kam [n] lumut laut
kerja antara jenis pekerjaan yg bersifat sementara sebelum memperoleh pekerjaan yg lebih baik; batu loncatan
kertaaji ker.ta.a.ji [n Huk] proses penilaian pemberian harta kekayaan kpd ahli waris sebelum pewaris meninggal dunia
kerugian ke.ru.gi.an [v] (1) menanggung atau menderita rugi: dl delapan bulan saja perusahaan itu telah ~ sampai sembilan juta rupiah; (2) n perihal rugi: dng mendapat borongan ratusan juta rupiah, ~ dan utang perusahaan itu sudah teratasi; ~ yg disebabkan oleh bencana alam itu belum diketahui dng pasti; (3) n sesuatu yg dianggap mendatangkan rugi (tt kerusakan): pengeboman itu menimbulkan ~ besar kpd musuh; (4) n ganti rugi: pihak penabrak diharuskan membayar ~ sebesar Rp500.000,00
kerupuk ke.ru.puk [n] makanan yg dibuat dr adonan tepung dicampur dng lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dng alat cetak dijemur agar mudah digoreng [Jk a] ke.ru.puk.an a kebingungan; tergopoh-gopoh; gugup
kesimpangsiuran ke.sim.pang.si.ur.an [n] keadaan yg simpang-siur: -- berita itu belum reda juga
kesimpulan ke.sim.pul.an [n] (1) ikhtisar (dr uraian, pidato, dsb); kesudahan pendapat (pendapat terakhir yg berdasarkan pd uraian sebelumnya); (2) keputusan yg diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif: ia sudah dapat menarik -- dng baik; ia mengakhiri kuliahnya dng memberikan -
kesombongan ke.som.bong.an [n] hal (sifat dsb) sombong; keangkuhan; kecongkakan; takabur: cobaan dan bencana itu belum dapat melunturkan -nya
kesot ke.sot [v] ber.ke.sot v maju berangsur-angsur dng menggeserkan pantat (spt anak yg belum pandai berjalan, orang lumpuh)
ketahuan ke.ta.hu.an [v] (1) sudah diketahui; dikenali: belum ~ benar salahnya; (2) diketahui; didapati: akhirnya ~ juga perbuatan curang itu; (3) kelihatan; terang (bukan rahasia lagi): dr jauh sudah ~ bahwa memang dialah yg datang; tidak ~ , tidak tentu; tidak keruan; porak-poranda
ketam ke.tam [a] terkatup rapat-rapat (kuat-kuat) [n] pisau kecil tidak berhulu, melainkan berlandas kayu (untuk menuai padi); ani-ani [n] alat untuk melicinkan kayu; serut [n] kepiting berkaki enam dan bersepit, hidup di lumpur di tepi pantai, sungai, parit, atau di pematang sawah [v] me.nge.tam v mengerat, memotong (kuku): ibu ~ kuku adik , me.nge.tam v berangsur menciut: bulan ~ turun
keterangan ke.te.rang.an [n] (1) uraian dsb untuk menerangkan sesuatu; penjelasan: sebelum pameran dibuka, ketua panitia memberikan ~ tt tujuan diadakannya pameran; (2) sesuatu yg menjadi petunjuk, spt bukti, tanda; segala sesuatu yg sudah diketahui atau yg menyebabkan tahu; segala alasan: saksi diminta memberikan ~ yg sejujur-jujurnya; (3) Ling kata atau kelompok kata yg menerangkan (menentukan) kata atau bagian kalimat yg lain: ~ tempat, ~ waktu
keterbatasan ke.ter.ba.tas.an [n] keadaan terbatas: usaha perbaikan harus dilakukan walaupun segala -- belum dapat kita elakkan; kita perlu menyadari -- kemampuan kita
ketergantungan ke.ter.gan.tung.an [n] (1) hal (perbuatan) tergantung; (2) Psi perihal hubungan sosial seseorang yg tergantung kpd orang lain atau masyarakat; (3) Dik keadaan seseorang yg belum dapat memikul tanggung jawabnya sendiri
ketergesa-gesaan ke.ter.ge.sa-ge.sa.an [n] hal tergesa-gesa; keadaan tergesa-gesa: dl ~ nya ia lupa mengunci rumahnya sebelum berangkat
keterkaitan ke.ter.ka.it.an [n] (1) hal (perbuatan) terkait; (2) keadaan (seseorang, badan, dsb) yg belum dapat mandiri, ketergantungan: sektor ekonomi yg tumbuh pesat dan padat modal itu ternyata hanya memiliki ~ yg kecil sekali dng sektor tradisional dan sektor informal
ketetapan ke.te.tap.an [n] (1) hal (keadaan) tetap; ketentuan; kepastian: adat perkawinan di kalangan suku terasing itu banyak yg bertentangan dng ~ hukum agama; (2) keteguhan (hati, niat, dsb); ketabahan (hati); kekerasan (hati, kemauan); (3) keputusan; beslit (pengangkatan dsb): sampai detik ini ~ yg resmi sebagai kepala sekolah belum ada
ketumbuhan ke.tum.buh.an [v] ditumbuhi (oleh): tembok yg basah mudah ~ lumut; (2) n penyakit cacar (ada bermacam-macam spt, ~ bungkus, ~ jintan, ~ jagung); (3) n bisul di dl daging (tidak tampak di kulit)
keturunan ke.tu.run.an [n] (1) anak cucu; generasi; angkatan: ~ raja; (2) kemasukan (orang halus dsb); (3) hal turun: ~ harga barang-barang disebabkan oleh banyaknya persediaan; (4) menderita atau mendapat sesuatu (penyakit dsb) yg menurun dr generasi sebelumnya: ia ~ buta warna
kewiraan ke.wi.ra.an [n] kepahlawanan; kemiliteran: pendidikan ~ masuk kurikulum perguruan tinggi
khawatir kha.wa.tir [a] takut (gelisah, cemas) thd suatu hal yg belum diketahui dng pasti
khazanah kha.za.nah [n] (1) barang milik; harta benda; kekayaan; (2) kumpulan barang; perbendaharaan: lumba-lumba yg ditemukan di Selat Karimata melengkapi -- jenis lumba-lumba di Ancol; (3) tempat menyimpan harta benda (kitab-kitab, barang berharga, dsb)
kikis ki.kis [v] me.ngi.kis v (1) mengerik (menghilangkan, menghapuskan, dsb) dng benda tajam (spt pisau): ~ lumut atau kotoran dr dinding; (2) menghilangkan sedikit demi sedikit: air telah ~ tebing-tebing itu [Mk v] hilang; habis (harta benda)
kikuk ki.kuk [a] canggung; belum pandai; belum biasa: ia merasa -- bergaul dng orang-orang asing
kilang ki.lang [n] (1) apitan yg berputar; penggilingan: -- getah, apitan karet, kilang tempat membuat getah keping; (2) bangunan (kelompok bangunan) tempat mengolah atau membuat barang-barang; pabrik: -- kopi; -- gula; (3) instalasi industri tempat minyak bumi dimurnikan menjadi produk yg lebih berguna dan yg dapat diperdagangkan: -- minyak [n] air tebu atau nira yg diasamkan sebelum menjadi tuak
kilas balik pandangan kembali atas kejadian sebelumnya; (2) Sas sorot balik
kimono ki.mo.no [n] (1) baju panjang berlengan lebar dng selempang besar di pinggang, khas tradisional Jepang, dipakai oleh perempuan; (2) baju panjang berlengan lebar, dipakai untuk tidur, sebelum dan sesudah mandi
klasikal kla.si.kal [a] secara bersama-sama di dl kelas: pelajaran itu belum waktunya diberikan secara -- di sekolah
klaustrum kla.us.trum [n Anat] lapisan tipis zat kelabu dl belahan otak
kleistogami kle.is.to.ga.mi [n Bot] pembuahan (penyerbukan) sendiri yg terjadi dl bunga yg belum terbuka
klimoskop kli.mo.skop [n] alat untuk mengukur paralisis (layuh, kelumpuhan) dr (putaran) bola mata
klop [a cak] sesuai dng yg seharusnya (tidak kurang dan tidak lebih) atau sesuai dng apa yg telah dikatakan orang sebelumnya; cocok: hasil perhitungannya tidak -- dng yg tertulis dl laporan;
klorin bebas [Kim] unsur klorin dl pemucatan pulpa yg terdapat dl larutan dan tidak bereaksi dng lignin dl lumpur pulpa yg diklorinasi
kobokan ko.bok.an [n] mangkuk tempat air untuk mencuci jari tangan sebelum dan sesudah makan
kocok ko.cok [v] guncang (tt obat dl botol dsb): -- dulu obat itu sebelum diminum
koefisien ko.e.fi.si.en [n Mat] bagian suku yg berupa bilangan atau konstan, biasanya dituliskan sebelum lambang peubah, spt angka 2 dalam 2 x atau dalam 2 (x + y)
koefisien ketermampatan pengurangan secara nisbi volume air persatuan tambahan tekanan pd suhu tertentu
koka ko.ka [n] (1) pohon yg daunnya mengandung zat kokaina, dapat merusakkan paru-paru dan melemahkan saraf otot, berasal dr Amerika Selatan; Erythroxylum coca; (2) daun koka
kolesterin ko.les.te.rin [n Dok] lemak empedu semacam alkohol, biasanya terdapat dl darah, empedu, otak, dan terutama pd batu empedu
kolesterol ko.les.te.rol [n] (1) Kim lemak yg menyerupai alkohol, berkilau spt mutiara, terdapat di dl sel tubuh manusia dan hewan, terutama sel saraf dan otak, mempunyai peranan penting dl pengangkutan lemak dan pembuatan hormon; C27H45OH; (2) Dok steroid yg banyak terdapat dl minyak dan lemak hewan, kuning telur, jaringan saraf, empedu dan batu empedu; (3) lemak yg biasa terdapat dl darah, otak, empedu, dan batu empedu
kolomnis ko.lom.nis ? kolumnis
kombo kom.bo [n Mus] kelompok pemain musik hiburan yg hanya beranggotakan pemain inti yg kira-kira setara nilai profesinya
konfirmasi kon.fir.ma.si [n] penegasan; pengesahan; pembenaran: belum ada -- tt kebenaran berita jatuhnya pesawat terbang itu
konglomerat kong.lo.me.rat [n] (1) pengusaha besar yg mempunyai banyak perusahaan atau anak perusahaan; (2) perusahaan besar yg beranggotakan berbagai macam perusahaan dan bergerak dl bidang usaha yg bermacam-macam; (3) massa atau campuran yg terjadi dari bermacam-macam unsur; (4) Geo batuan sedimen yg dibangun oleh kerakal bundar atau pecahan batuan, bergaris tengah lebih dr 4 mm dan yg tersemen, membentuk massa yg padu
konoid ko.no.id [n] (1) Dok kelenjar di tengah otak; (2) Tek benda tiga dimensi yg diperoleh apabila elips, parabola, atau hiperbola diputar mengelilingi sumbunya
kontak kon.tak [n] hubungan satu dng yg lain: sejak berpisah kami kehilangan -- satu sama lain; (2) n cak sambungan arus listrik: walaupun kabelnya dipasang, jika belum ada -- nya, lampu listrik itu belum juga bisa menyala; (3) v cak bertemu (dng); tembak-menembak: patroli kita -- dng musuh di dekat pelabuhan
kopi gelondong biji kopi yg masih utuh, belum dipisah dr daging buahnya
korteks serebri bagian atau lapisan luar otak besar yg terdiri atas sel-sel saraf
korundum ko.run.dum [n Kim] aluminium oksida alamiah, biasa untuk ampelas
kotai ko.tai [a] (1) dl keadaan masih tergantung (belum putus dr tangkai atau talinya); (2) kurus kering; mersik; (3) tua dan kering (tt buah nyiur, pinang, dsb): nyiur --; pinang --
kotor ko.tor [a] (1) tidak bersih; kena noda: pakaian-pakaian -- harus dicuci; (2) banyak sampahnya (barang bekas, barang busuk, dsb); jorok; menjijikkan: parit-parit yg -- akan mendatangkan penyakit; (3) melanggar kesusilaan; tidak patut; keji: anak yg kurang ajar gemar mengucapkan kata-kata --; (4) tidak mengikuti aturan; tidak jujur: mereka dapat menang krn bermain --; (5) (berat, isi, gaji, dsb) sebelum dikurangi wadah (pajak, dsb); bruto: berat -- 50 kg, berat bersih 48 kg
kresendo kre.sen.do [a Mus] pertambahan volume suara musik secara berangsur-angsur; makin keras
kriofit kri.o.fit [n Bio] tumbuhan yg telah menyesuaikan diri hidup di daerah yg tertutup lapisan es atau salju, spt jenis lumut dan jamur
kuali ku.a.li [n] (1) belanga (dr tanah atau dr besi) tempat memasak; (2) tempat menggoreng, bertelinga sbg pegangan, terbuat dr besi atau aluminium
kuantitatif ku.an.ti.ta.tif [a] (1) berdasarkan jumlah atau banyaknya: pembangunan sekolah untuk berbagai tingkat pendidikan, dilihat dr segi -- dapat dianggap maju, tetapi dilihat dr segi kualitatif belum tentu; (2) berdasarkan bagian dari energi yg tidak dapat dibagi lagi
kubang ku.bang [n] tanah lekuk yg berisi air dan lumpur (tempat kerbau dsb berendam diri atau berguling-guling)
kubik ku.bik [v] me.ngu.bik v mengupas (dng kuku dsb): ia ~ buah jeruk [n] ukuran volume (isi), dihitung dng mengalikan panjang, lebar, dan tinggi, serta diberi tanda pangkat tiga; pangkat tiga: dua meter -- (= 2 m panjang x 2 m lebar x 2 m tinggi)
kukup ku.kup [n] timbunan lumpur di sepanjang pantai
kulit ku.lit [n] (1) pemalut paling luar tubuh (manusia, binatang, dsb); jangat; (2) pemalut biji (buah, kayu, telur, dsb): -- beras; -- pisang; -- kayu; -- telur; (3) pemalut tubuh binatang yg telah dikeringkan atau disamak (sbg bahan sepatu dsb): sabuk -- lebih mahal dp sabuk plastik; (4) bagian kitab (buku, majalah, dsb) yg sebelah luar, biasanya lebih tebal: sebuah buku tebal, hitam -- nya; (5) lapisan yg ada di luar sekali: -- bumi; (6) ki segala sesuatu yg tampak di luar, belum isi yg sebenarnya: yg dibicarakan hanya -- nya bukan isinya; belajar agama jangan hanya -- nya, tetapi isinya yg perlu
kulit mentah kulit yg diawetkan dng cara penggaraman dan penjemuran, bulunya masih melekat dan belum dimasak; kulit yg belum disamak
kulup ku.lup [n] (1) kelopak kulit yg menutupi ujung kemaluan laki-laki sebelum dikhitan; kulit khitan; (2) panggilan kpd anak laki-laki (terutama murid pertapaan)
kulut ku.lut [n] (1) pohon yg kayunya biasa dibuat balok atau papan; Dysoxylum ramiflorum; (2) kayu kulut
kungfu kung.fu [n Olr] seni bela diri (asal Cina), pd umumnya tanpa senjata (menyerupai pencak), mengandalkan sepakan atau pukulan untuk melumpuhkan lawan
kunyah ku.nyah [v] me.ngu.nyah v (1) menghancurkan atau melumatkan (makanan dsb) dl mulut dng gigi; memamah: ia susah ~ makanan krn giginya sakit; (2) ki memikirkan (memahami dsb) baik-baik (tt pelajaran, pengetahuan, dsb); (3) ki berulang-ulang mengatakan (menyebutkan)
kupa ku.pa [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 12 m, berdaun rimbun, daunnya berbentuk lebar, buahnya tumbuh secara bergerombol pd tangkai buahnya, bentuknya bulat spt gundu, buah yg masak berwarna ungu kehitam-hitaman, rasanya masam-masam manis, dibuat campuran rujak, juga dapat dibuat selai; gowok; Syzygium polycephalum; (2) buah kupa
kurang ku.rang [adv] (1) belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dsb): uangnya masih -- untuk membayar uang sekolah anaknya; (2) (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dsb yg) sedikit (satu, dua, dsb) lagi menjadi bilangan bulat: seribu -- sepuluh (990); pukul tujuh -- lima menit (pukul 06.55); (3) belum atau tidak sama dng yg seharusnya: masakan ini -- garam; adukan ini -- semen; (4) (dl perbandingan menyatakan) tidak lebih dr: peserta lomba deklamasi tahun ini -- dr tahun yg lalu; (5) tidak berapa; sedikit: mereka bekerja keras, tetapi penghasilannya --; (6) sesuatu yg tidak ada (yg menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dsb); cacat; cela: kami sekeluarga di sini sehat-sehat saja, tidak -- suatu apa
kurikuler ku.ri.ku.ler [a] bersangkutan dng kurikulum
kuripan ku.ri.pan [n] kapur yg belum disiram air; kapur tohor [n] (tanah) milik perseorangan
kurusan ku.rus.an [a cak] agak lebih kurus dp sebelumnya
laba rugi untung rugi: belum tahu -- rugi, belum tahu baik atau buruk
laci la.ci [n] kotak kecil (pd meja dsb) yg dapat ditarik dan disorong, tempat menyimpan benda-benda kecil
laci arsip kotak (kayu, besi) yg menjadi tempat berkas arsip surat, biasanya terdiri atas kotak susun dr bawah ke atas sebanyak 4-6 yg ditarik keluar kerangkanya
lagiah la.gi.ah [Ar n] perkataan yg tidak berguna, tidak berisi, dan belum tentu benar
lahar la.har [n] lumpur batu yg keluar dr kawah gunung berapi
lahir dini lahir sebelum waktunya; lahir prematur
lahir muda kelahiran janin sebelum waktunya, tetapi dapat hidup terus, msl kelahiran muda pd manusia 7 bulan, babi sekitar umur kandungan 105 hari, dan sapi 8 bulan
lajang la.jang [a] sendirian (belum kawin); bujangan [Mk v] me.la.jang v melompat; menerjang
laju alir [Fis] volume zat alir melalui tampang lintang pipa, talang, saluran, lubang, atau serat per satuan waktu; laju volume, laju luah, atau debit
lakar la.kar [a Lay] belum selesai dibuat atau baru dipasang papannya (tt perahu)
lakon pembuka [Sen ] lakon yg terdiri atas satu babak yg disajikan pd awal pertunjukan sebelum pementasan yg sesungguhnya dimulai
laksana apung di tengah laut [pb] orang yg belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dl mengadu untung
lambert lam.bert [n Fis] terang permukaan; permukaan tidak berkilat yg memancarkan atau memantulkan 1 lumen cahaya per sentimeter persegi dikatakan mempunyai terang 1 lumen
lampas lam.pas [ark a] (1) halus: -- suaranya; (2) mudah tersinggung; lekas marah: orang itu terlalu -- [a] suka mengatakan sesuatu dng tidak berpikir panjang; lepas mulut: belum pernah selama ini aku berjumpa dng perempuan begitu -- dan kasar
lanar la.nar [n] timbunan lumpur di tepi laut (yg dibawa oleh sungai atau air laut) [n] penyakit tumbuh-tumbuhan
lanau la.nau [a] berlumpur; becek [n] kepingan atau butiran batu yg lebih kecil dp pasir halus, tetapi lebih besar dp lempung
lancang lan.cang [a] (1) tidak tahu adat; kurang sopan thd orang tua dsb: dng -- nya anak itu mengucapkan kata-kata kasar thd ibunya; (2) terlalu berani mengambil keputusan sendiri, di luar yg disepakati: dng -- tanpa menyelidiki lebih dulu, ia telah menyampaikan berita yg belum pasti kebenarannya itu [n] perahu layar yg sangat laju, dipakai sbg kapal perang pd zaman dahulu [n] tempat sirih [n] tumbuhan (terna), Euphorbia hirta
landasan gelinding lan.das.an gelinding jalan pesawat terbang untuk berhenti menunggu giliran terbang sebelum masuk ke landasan pacu
landors lan.dors [ark n] pegawai negeri yg ditugasi mengawasi daerah yg belum dimasukkan ke dl wilayah provinsi dan kotamadya
langgam lang.gam [n] (1) gaya; model; cara: -- permainannya khas, sukar ditiru orang lain; (2) adat atau kebiasaan: -- orang di daerah itu kalau berkata dng suara keras, tetapi hatinya baik dan suka berterus terang; (3) bentuk irama lagu (nyanyian): penyanyi lagu pop belum tentu dapat menyanyikan lagu --
lanskap alam lanskap yg belum pernah dijamah oleh manusia
lantip lan.tip [Jw a] berotak cemerlang; cerdas
lanyah la.nyah [Mk a] becek; (ber)lumpur
lanyak la.nyak [v] me.la.nyak v (1) melumat-lumat tanah dng diinjak-injak supaya gembur atau berlumpur: untuk ~ sawah itu diperlukan beberapa ekor kerbau; (2) ki tidak mempedulikan; melecehkan: anak durhaka itu ~ petuah orang tuanya; (3) Mk memukul kuat-kuat: ia ~ adiknya sampai menangis kesakitan
lanyau la.nyau [n] lumpur yg kelihatannya keras (tetapi jika diinjak, kaki akan terbenam)
lapah la.pah , me.la.pah v (1) menguliti dan memotong-motong binatang sesudah disembelih; (2) memotong-motong (makan) daging dng potongan besar: singa itu ~ babi itu dng lahapnya [n] kotak tempat rokok (tembakau dsb); selepa
lapangan pacu la.pang.an pacu lapangan untuk memacu pesawat terbang sebelum meninggalkan landasan (berangkat)
larut la.rut [a] (1) hanyut semakin jauh; (2) bertambah lama; (jauh dsb): sementara waktu bertambah -- , dia belum bebas juga; (3) makin bertambah: kian hari penyakitnya kian --; (4) menjadi cair; luluh; hancur: garam cepat -- dl air; (5) asyik; tenggelam: krn sepi mencengkam kami, -- dl pikiran masing-masing [n] tumbuhan palma; sagu belanda; Maranta arundinacea
larutan ideal la.rut.an ideal larutan yg volumenya adalah jumlah volume bagian-bagiannya, tiada terjadi panas pd percampuran dan memenuhi hukum Raoult
larva lar.va [n] serangga (berupa ulat) yg belum dewasa yg baru keluar dr telurnya
lasa la.sa [a] (1) tidak dapat merasa; lumpuh (tt anggota tubuh); kaku; 2; bengkak (pd telapak kaki dsb)
latar belakang la.tar be.la.kang [n] (1) hiasan (berupa pemandangan atau musik): drama Hijrah Nabi dipentaskan dng -- lagu-lagu kasidah; (2) efek musik dan suara yg melatari acara televisi maupun radio; (3) adegan di dl film layar lebar, televisi, atau pd foto (dl dunia produksi, fotografi, atau percetakan); (4) dasar (alasan) suatu tindakan (perbuatan); motif: -- pembunuhan itu masih sedang diusut; (5) keterangan mengenai suatu peristiwa guna melengkapi informasi yg tersiar sebelumnya
laterit la.te.rit [n Geo] tanah yg kemerah-merahan yg mengandung batu bara zat besi, aluminium, dsb
latihan prajabatan la.tih.an prajabatan [Adm] latihan yg diberikan kpd calon pegawai negeri sipil dng tujuan agar terampil dl melaksanakan tugas yg akan dipercayakan kepadanya (dilakukan sebelum yg bersangkutan bekerja atau menduduki jabatan tertentu); pendidikan sebelum bekerja
latuh la.tuh [n] lumut laut yg dapat dimakan
layaknya la.yak.nya [adv] (1) patutnya; pantasnya; (2) rupanya; lakunya: dr udara gedung-gedung itu tampak bagaikan kotak-kotak ~
layuh la.yuh [Mk a] (1) lumpuh; tepok (tt tubuh, kaki, dsb); (2) sangat lemah; tidak bersinar (tt mata): mata si sakit sudah -- dan tenaganya sudah hampir habis
lebak le.bak [n] tiruan bunyi orang menampar; debak [n Ark] bagian tanah yg rendah di antara ranah atau di antara ranah dan talang [n] tempat air yg tergenang dan di dalamnya terdapat lumpur yg dalam
lebih dahulu sebelumnya: -- dahulu, perkenankanlah kami mengucapkan terima kasih; (2) mula-mula; pertama-tama; paling awal: dialah yg mencapai garis finis -- dahulu; -- jauh selanjutnya; lebih lanjut: -- jauh ia menerangkan bahwa ...
lecah le.cah [n] tanah yg berair dan berlumpur; tempat becek; sawah
lecak le.cak [a] lembek dan berair (tt tanah); berlumpur; becek [a] buruk (tt muka)
ledre led.re [n] penganan terbuat dr tepung pisang (atau adonan tepung terigu dan lumatan pisang) berbentuk pipih cetakan: pisang juga diolah menjadi tepung dijadikan makanan iseng spt keripik, -- , dsb
legasteni le.gas.te.ni [n] lemah otak yg mempengaruhi daya penyerapan kesan
leger le.ger [n] balok penyangga lantai [n] pipa air; tempat air; tong (anggur dsb) [n Dik] (buku) daftar nilai asli siswa (sebelum dipindahkan ke dl buku laporan pendidikan)
lekit le.kit [a] masih lekat; belum kering (tt cat, lem, dsb)
lektor lek.tor [n] (1) pengajar di perguruan tinggi, berpangkat pembina atau golongan IV/a; (2) asisten profesor; pangkat sebelum atau di bawah profesor
lem panas [Graf] perekat untuk penjilidan dan hanya dapat dipakai apabila dipanaskan atau dilumerkan
lempung lem.pung [a] (1) ringan (lunak) dan mudah patah (tt kayu dsb); (2) ki lemah sekali; tidak berguna sedikit pun [n] (1) tanah pekat; tanah liat; (2) Geo partikel tanah yg garis tengahnya 0,005 mm; (3) Geo batuan berwarna, terutama terdiri atas butir halus silikat alumina berair sbg hasil pelapukan batuan felspar dan batuan silikat alumina lain
lempung tahan api lempung sedimenter yg mengandung sejumlah kecil campuran mencair, kandungan hidroalumunium silikatnya tinggi dan sanggup menahan suhu tinggi
lena ayam tidur ayam (belum tidur lelap); (2) petang hari sekitar pukul 17.30-18.30
lengkesa leng.ke.sa [ark] ber.leng.ke.sa a berkurang; susut (spt padi dl lumbung)
lenguh le.nguh [n] bunyi lembu [kl a] (1) lumpuh; tidak bertenaga; (2) penat; lesu
lenyah le.nyah [a] becek; berlumpur
lenyau le.nyau [a] lunak, tetapi keras pd bagian atasnya (tt lumpur); lanyau
lepai le.pai [Mk a] lemah hampir lumpuh (tt kaki yg jika berjalan terseret-seret saja)
lepik le.pik [n] tiruan bunyi barang jatuh ke tanah, lebih halus dp lepak (spt bunyi kotak korek api jatuh di lantai)
lepot le.pot /lEpot/, ber.le.pot.an v bergelimang (dng lumpur); berlumuran
lepur le.pur [v] mati lemas terbenam dl lumpur [v] me.le.pur v menyerang dng memukulkan sayap
lesa le.sa [a] lemah atau lumpuh (tt anggota badan); lasa
lesap le.sap [v] (1) hilang; lenyap; lucut: air itu -- diisap tanah; (2) menghilang secara berangsur-angsur (suara, gambar); (3) Ling hilang satu dr dua unsur atau bagian konstruksi yg koreferensial, spt subjek anak kalimat pd sebelum pergi, dia menulis surat
lesitina le.si.ti.na [n] (1) Bio zat lemak yg diperoleh dr kuning telur, jaringan otak dan saraf, sperma, jamur, ragi, benih tanaman, empedu, dan darah, berfungsi sbg penghasil fosfor (pd pertukaran zat), penjaga penyaluran lemak dr hati, dan pembentuk sel membran dr sel darah merah; (2) zat yg digunakan sbg penapisan atau pemurnian dl industri margarin, sbg bahan penahan lemak dl industri cokelat, dan sbg bahan pengawet pd roti
lesung le.sung [n] lumpang kayu panjang (untuk menumbuk padi dsb)
letargi le.tar.gi [n Dok] keadaan lemah badan dan tidak ada dorongan untuk melakukan kegiatan, nafsu tidur berlebihan (apabila dibangunkan langsung tertidur kembali), muncul pd penderita penyakit otak atau keracunan
letusan le.tus.an [n] ledakan: ketika malam sering terdengar ~ senjata di daerah yg belum aman itu
liar li.ar [a] (1) tidak ada yg memelihara; tidak dipiara orang (tt binatang): binatang ini (binatang) --; (2) tidak (belum) jinak: ayam (burung) ini masih --; (3) tidak tenang (tt pandangan mata); buas; ganas: matanya -- memandang ke kiri kanan; pandangannya -- spt harimau akan menerkam mangsanya; (4) tidak teratur; tidak menurut aturan (hukum): sikap dan tingkahnya --; (5) belum beradab: orang --; (6) tidak resmi ditunjuk atau diakui oleh yg berwenang; tanpa izin resmi dr yg berwenang; tidak memiliki izin usaha, mendirikan, atau membangun, dsb: tukang parkir --; bangunan (rumah) --
licin li.cin [a] (1) berminyak atau berlendir (spt belut); tidak kasar; halus: ia tergelincir krn jalannya --; (2) tidak ditumbuhi apa-apa (kepala yg botak, betis yg tidak berbulu); (3) tidak berkerut (tt pakaian): pakaiannya -- krn disetrika; (4) ki habis sama sekali (tt harta dsb); (5) ki pandai menipu (memutarbalikkan perkataan dsb); licik; (6) ki tidak mudah tertangkap: pencuri yg --
lilin li.lin [n] (1) bahan terbuat dr parafin, mudah mencair jika dipanaskan, dapat dipakai sbg pelita dan/atau untuk membatik; (2) bahan yg mengandung lemak, lekat, mengental, mencair jika dipanaskan, dicetak dl berbagai bentuk untuk alat penerang (dng diberi sumbu di tengahnya) atau benda mainan; (3) El satuan kuat cahaya (satu lilin = 12,56 lumen); (4) Kim hidrokarbon padat yg mempunyai titik cair rendah dan mudah larut
lima li.ma [num] (1) nama bagi lambang bilangan asli 5 (angka Arab) atau V (angka Romawi); (2) urutan yg menunjukkan tingkat sesudah yg ke-4 sebelum yg ke-6; (3) jumlah bilangan yg banyaknya 4 ditambah 1; jumlah bilangan yg banyaknya sama dng jari sebuah tangan manusia; (4) urutan langsung sesudah empat atau sebelum enam
limpasan muka tanah lim.pas.an muka tanah limpasan yg sedang mengalir di permukaan tanah, tetapi belum sampai di sungai atau saluran
lindis lin.dis [v] me.lin.dis v (1) menindih dng benda yg berat (hingga hancur, lumat, rata); menggiling; menggilas; (2) menindas; menghancurkan (pemberontakan, gerakan, dsb)
lingga alam daerah (hutan, pulau, dsb) yg sengaja dilestarikan (untuk melindungi tumbuhan dan binatang yg hidup di dalamnya supaya tidak punah dan tetap keadaannya); cagar alam; -- api semak, belukar, Dysoxylum dumosum
lipur li.pur [v] (1) hilang; lenyap; hapus: lama-kelamaan nama itu -- dr ingatannya; (2) hilang sedihnya; terhibur hatinya: sampai sekarang hatinya belum -- juga
locok lo.cok , me.lo.cok v menggerakkan batang besi (kayu, bambu) turun naik (maju mundur) di dl tabung untuk menumbuk atau melumatkan sesuatu: ~ buah buni (cermai dsb); nenek sedang ~ sirih
logam lo.gam [n] mineral yg tidak tembus pandang, dapat menjadi penghantar panas dan arus listrik (msl besi, aluminium, nikel); metal
lokan lo.kan [n] kerang besar yg dapat dimakan, hidup di lumpur di tepi laut; Polymesoda
lompat jauh [Olr] melompat ke depan dng bertolak pd satu kaki untuk mencapai suatu kejauhan yg dapat dijangkau, jarak loncatan diukur mulai dr titik tumpuan loncatan sampai dng jejak pertama di kotak pasir sesudah melompat; (2) ki naik (pangkat dsb) tidak secara berurutan, melampaui beberapa tingkatan
londang lon.dang [n] tanah jeluk berisi air dan lumpur; kubangan [n] lundang
lopak lo.pak [n] lekukan tanah yg berisi air (tidak mengalir); kobakan , lo.pak-lo.pak n tempat tembakau (sirih dsb) yg dibuat dr anyaman daun pandan, kayu, dsb [Mk n] petak (sawah): memiliki sawah tiga -- [a] (1) kembali bertingkah laku, berpikir, dsb sbg anak-anak (tt orang yg berusia lanjut); (2) tidak tahu yg akan dikatakannya; bingung [n Min] tempat menampung air atau cairan lumpur pd tambang yg kemudian dipompakan ke luar
lota lo.ta [a] (1) menjadi lembik yg sebelumnya keras (tt pakaian yg dikanji, kertas, dsb); (2) menjadi usang krn sering dipakai dsb (tt pakaian): pakaian --
lotong lo.tong [n] lutung; (2) a hitam: hitam -- [n] tumbuhan, Nephelium eriopetalum [n] loktong
loyang lo.yang [n] tembaga kuning (kuningan); gangsa: tempat sirih itu dibuat dr -- [Jw n] (1) talam besar (dr kuningan atau gangsa): barang-barang --; (2) talam yg terbuat dr seng atau aluminium tempat adonan kue yg akan dimasak
lozenge lo.ze.nge [n ] tablet untuk dikulum, biasanya berbentuk belah ketupat
luah lu.ah [n] rasa hendak muntah [n Tan ] volume zat cair yg mengalir melalui permukaan per satuan waktu
luak lu.ak [a] berkurang; susut: uang sakunya masih utuh, belum -- sedikit pun [n] binatang mirip kucing berbulu bintik-bintik yg gemar makan ayam, buah kopi, dsb; musang; Paradoxurus hermaphroditus [Mk n] daerah; distrik; luhak: -- Agam [Mk n] sumur (yg digali)
luluk lu.luk [Mk n] lumpur [kl n] mata-mata; pelupuk
lunau lu.nau [Mk n] lumpur (yg dihanyutkan banjir)
lunyah lu.nyah [v] me.lu.nyah v (1) menginjak-injak tanah supaya gembur dan lunak sehingga siap ditanami: kerbau ~ sawah; (2) Mk (a) meninju: tadi ia ~ punggungku; (b) melumatkan tanah sawah dng kaki: bapaknya sedang ~ di sawah
luti lu.ti [a] hampir lusuh (tt pakaian dsb); kumal [n] (penyakit) cacar: anak itu kena -- , jangan dulu bersekolah sebelum sembuh; bekas -- itu tidak dapat hilang dr mukanya
mabuk bunga selasih sudah agak mabuk; belum mabuk benar; (2) mabuk sehingga tidak dapat berdiri tegak
mabuk di enggang lalu [pb] sangat tertarik hatinya kpd orang yg belum dikenal
madmadah mad.ma.dah [v] berkumur-kumur untuk membersihkan mulut, biasanya dilakukan sebelum berwudu: sebelum wudu, dianjurkan --
magang ma.gang [n] (1) calon pegawai (yg belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah krn dianggap masih dl taraf belajar): (2) calon ahli: ia sudah cukup lama menjadi -- di kantor itu [a] (1) terlalu masak (tt buah-buahan); ranum; (2) hampir masam (tt nira)
magel ma.gel [a] (1) setengah masak (belum matang benar); mengkal: ketela ini masih -- , belum masak benar; (2) ki belum pandai benar; belum sempurna pengetahuannya, dsb
magister ma.gis.ter [n] gelar akademis pd tingkat strata dua sebelum gelar doktor
mahyong mah.yong [n] permainan dr Cina (abad ke-16 sebelum Masehi), dimainkan dng 144 buah batu, mirip kartu domino, yg dibuat dr tulang atau bambu, semula hanya dimainkan di istana kaisar, sekarang sudah menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat, dng aturan permainan yg disederhanakan
main-main ma.in-ma.in [v] (1) cak bermain-main; bersenang-senang dng melakukan sesuatu: kami -- di pasir dng membuat lubang sumur-sumuran dan gua-guaan; (2) tidak dng sungguh-sungguh; hanya berkelakar; bermain-main saja: engkau jangan -, ini masalah penting; (3) ki berbuat serong: belum sebulan kawin dia telah -- dng perempuan lain
makalangkang ma.ka.lang.kang [n Ark] pejabat desa yg bertugas mengurusi lumbung
makam ma.kam [n] (1) kubur: mengantarkan jenazah ke --; (2) pekuburan [ark n] tempat tinggal; kediaman [n Tas] jalan panjang yg berisi tingkatan yg harus ditempuh oleh seorang sufi, yg penuh dng berbagai kesulitan dan memerlukan usaha yg sungguh-sungguh sehingga tercapai keadaan yg tetap menjadi milik pribadi orang sufi [n] , -- Ibrahim pahatan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim a.s. ketika membangun Kakbah, terdapat dl Masjidilharam [n] kedudukan mulia (tinggi): ia mengakui belum sampai pd -- untuk bisa memahami konsep ulama besar itu secara rasional
makan dati hak pria atau wanita yg belum nikah untuk ikut menikmati hasil tanah dati (dl adat Ambon)
makan sudah terhidang [pb] gadis yg telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yg datang meminangnya
makbul mak.bul [Ar v] (1) diluluskan (tt permintaan, doa); terkabul: mudah-mudahan doa Ananda --; (2) berhasil; tercapai (tt maksud): selama cita-citanya belum -- , ia tidak akan pulang ke kampung; (3) manjur (tt obat, guna-guna, dsb): semoga obatnya --
malang tak berbau [pb] kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya
malu ma.lu [a] (1) merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) krn berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb): ia -- krn kedapatan sedang mencuri uang; aku -- menemui tamu krn belum mandi; (2) segan melakukan sesuatu krn ada rasa hormat, agak takut, dsb: murid yg merasa bersalah itu -- menemui gurunya; tidak usah -- untuk menanyakan masalah itu kpd ulama; (3) kurang senang (rendah, hina, dsb): ia berasa -- berada di tengah-tengah orang penting itu
manajemen konsultatif sistem manajemen yg menganut kebiasaan meminta pertimbangan kpd bawahan sebelum mengambil putusan
manasik haji hal-hal yg berhubungan dng ibadah haji, spt ihram, tawaf, sai, wukuf; (2) peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dng rukun-rukunnya (biasanya menggunakan Kakbah tiruan dsb): sebelum berangkat ke tanah suci, jemaah calon haji melaksanakan -- haji di pemondokan
mandat man.dat [n] (1) perintah atau arahan yg diberikan oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dsb) kpd seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dng kehendak orang banyak itu: kongres memberikan -- kpd pengurus lama untuk meneruskan tugasnya; (2) kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dr suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tsb: MPR memberikan -- kpd Presiden untuk menjalankan kekuasaan tertinggi negara; (3) instruksi atau wewenang yg diberikan oleh organisasi (perkumpulan dsb) kpd wakilnya untuk melakukan sesuatu dl perundingan, dewan, dsb: organisasi itu telah memberikan -- kpd ketua untuk ikut berunding; (4) surat perintah bayar: pegawai belum dapat menerima gaji krn -- nya belum ditandatangani oleh pejabat yg berwenang; (5) perwakilan atas suatu wilayah yg diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa; pemberian kekuasaan: Jepang diberi -- untuk mengurus kepulauan bekas jajahan Jerman di Pasifik
mandi berhias upacara mandi bagi pengantin perempuan (sebelum dinikahkan)
mandi darah berlumuran darah; (2) pertumpahan darah (dl perkelahian dsb)
mandi sedirus [pb] mendapat pujian yg belum pd tempatnya
manuskrip ma.nus.krip [n] (1) naskah tulisan tangan yg menjadi kajian filologi: berbagai -- masih tersimpan di museum dan belum pernah diselidiki; (2) naskah, baik tulisan tangan (dng pena, pensil) maupun ketikam (bukan cetakan)
marambung ma.ram.bung [Mk n] tumbuhan yg kayunya berwarna putih kekuning-kuningan, agak lunak, dan tidak awet, dipakai dl industri korek api untuk dibuat batang dan kotaknya; Vernonia arborea
marmelade mar.me.la.de [n] buah-buahan yg disetup dng gula (dan bumbu) dan kemudian dl keadaan masih panas dimasukkan ke dl wadah gelas, buah-buahan sedapat mungkin masih berbentuk dan belum sampai hancur
masa remaja masa antara 12-18 tahun dl proses pertumbuhan seorang individu sesudah meninggalkan masa anak-anak menjelang masa dewasa, tetapi belum mencapai kematangan jiwa; masa puber
masak ma.sak [a] sudah tua dan sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dsb (tt buah-buahan): durian ini -- di pohon bukan -- krn diperam; jangan memetik mangga yg belum --; (2) a sudah matang (empuk, jadi) dan sampai waktunya untuk di-ambil, diangkat, dsb (tt makanan): nasi sudah -- , makanlah dulu; adonan ini belum --; (3) a ki sudah selesai dikerjakan (dididik dsb); sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui) bersama; sudah sempurna; sudah pd tingkatan yg terbaik (terakhir): dia pemuda yg sudah -- sehingga dapat berpikir (bekerja) secara baik; perkara yg sudah -- jangan diulang-ulang lagi; (4) a matang (dl berpikir); (5) v cak memasak [adv cak] mana boleh; masa
masih ma.sih [adv] (1) sedang dl keadaan belum selesai atau sedang berlangsung: pameran itu -- berlangsung, baru akan ditutup seminggu lagi; pintu rumahnya -- terbuka; (2) ada; tinggal; bersisa: uangnya -- seribu rupiah
masih berbau pupuk jeringau [pb] masih muda sekali (belum berpengalaman)
masih hijau [ki] belum berpengalaman
mata jalan pengintai; peninjau (sebelum orang lain berjalan ke suatu tempat); penunjuk jalan; pandu; (2) persimpangan jalan
mata sapi [ki] telur yg digoreng tanpa diaduk sebelumnya (biasanya diusahakan agar kuning telurnya tidak pecah)
mati beragan tampaknya sudah mati, tetapi nyatanya belum; mati samar; mati suri; (2) mati mendadak; (3) Mk mati dng sengaja (bunuh diri)
mati bujang penyakit tanaman (terutama pd cengkih), mula-mula pucuknya layu, kemudian pohonnya kering dan mati sebelum menghasilkan bunga (buah); (2) mati muda sebelum menikah
mati neonatal kematian bayi sebelum berumur 1 bulan atau 28 hari
medikasi oblongata [Bio] bagian terakhir otak vertebrata, berbentuk spt piramida, dan terus bersambung dng jaringan saraf tulang punggung
mel [v cak] memberitahukan; menyebutkan (nama, alamat, dsb); melaporkan diri: sebelum masuk harus -- dulu kpd penjaga pintu; setelah bebas ia harus -- dua kali seminggu ke kantor polisi
melalukan me.la.lu.kan [v] (1) membiarkan lalu (berjalan, masuk, dsb): oknum pejabat duane itu diketahui telah ~ penyelundupan dr Singapura; (2) melakukan; menjalankan: tentara itu ~ serangan udara thd lapangan udara musuh; (3) meneruskan; melangsungkan: ia ingin segera ~ maksudnya meminang perempuan yg dicintainya; ia akan singgah di Jakarta sebelum ~ perjalanannya ke luar negeri
melangkah me.lang.kah [v] (1) mengayunkan (menggerakkan) kaki (pd waktu berjalan dsb): aku berat ~ krn kakiku terbenam dl lumpur; (2) berangkat; berjalan; (3) melalui; mengarungi: ~ lautan; (4) bertindak; bekerja
melanjut me.lan.jut [v] terus bertambah (berkembang): sebelum ada penyelesaian, perselisihan itu akan ~
melantai me.lan.tai [v] memasang lantai: sebelum ~ , bangunan harus diberi atap dahulu; (2) v berdansa: acara ~ merupakan acara rutin pd pesta muda-mudi; (3) a rata dan datar (menyerupai lantai): pd beberapa tempat kelihatan bentuk karang yg ~ krn kikisan air laut
melanyau me.la.nyau [v] bermain lumpur
melarikan me.la.ri.kan [v] (1) membawa lari: dia ditangkap krn ~ gadis di bawah umur; (2) menjalankan kencang-kencang: dilarang ~ mobil kencang-kencang di tengah kota; (3) membawa cepat-cepat: mereka berusaha ~ semua miliknya sebelum musuh tiba
melarutkan me.la.rut.kan [v] menjadikan larut: Ibu ~ obat dng air sebelum Adik menelannya
melati jepang tanaman hias berbunga termasuk tanaman semak dng pertumbuhan yg tegak, daunnya berwarna hijau tua atau hijau muda dng campuran warna kuning, bunganya terdapat pd satu tangkai, bentuk mirip dng melati; pohon bokor; Graptophyllum pictum
melawa me.la.wa [ark v] menghalangi rombongan pengantin laki-laki pergi ke rumah pengantin perempuan sebelum uang adat dilunasi pihak pengantin laki-laki [v] berhias, melagak: setiap hari kerjanya ~ saja
melayang-layang me.la.yang-la.yang [v] (1) melayang sambil bergerak ke sana kemari; melayang dng berputar-putar: burung elang itu ~ di udara sebelum menyambar anak ayam; (2) tidak keruan (tt pikiran, perkataan, dsb); tidak tentu arah: pikirannya ~ ketika ia ditanya
melecek me.le.cek [v] melumatkan dan melembekkan (nasi, pisang, dsb)
melempem me.lem.pem [a] (1) tidak kering benar; lembek: simpanlah kerupuk itu dl wadah yg bertutup rapat supaya tidak cepat --; (2) tidak bisa berbunyi (tt petasan, tambur, dsb): petasannya sudah banyak yg -- krn basah; (3) ki tidak giat bekerja; tidak bersemangat: jangan menjadi pemuda yg -- spt tidak berte-naga
melepur me.le.pur [v] terbenam dl lumpur: kasihan, anak yg malang itu ~
melodrama me.lo.dra.ma [n] (1) pergelaran, spt sandiwara atau film, dng lakon yg sangat sentimental, mendebarkan, dan mengharukan, yg lebih mengutamakan ketegangan dp kebenaran; (2) Sas lakon modern yg serius, tetapi yg belum dapat disebut sbg drama duka; (3) pergelaran seni deklamasi yg diiringi musik
meluluhkan me.lu.luh.kan [v] (1) menghancurkan lumat-lumat; (2) ki menyebabkan (menjadikan) lemah (tt hati)
memadai me.ma.dai [v] memenuhi (syarat, keinginan) dsb; mencukupi: ganti rugi yg diberikannya dianggap belum ~
memadakan me.ma.da.kan [v] (1) menganggap cukup (lumayan): ia ~ diri dng gaji yg sedikit itu; (2) memuaskan: hal itu dilakukan hanya untuk ~ hatinya
memafhumi me.maf.humi [v] memahami; mengerti akan; mengetahui: jangan membantah sebelum -- persoalannya
memahami me.ma.hami [v] (1) mengerti benar (akan); mengetahui benar: ia ~ bahasa dan kebudayaan Arab; (2) memaklumi; mengetahui: pemimpin harus dapat ~ kehendak rakyat
memajaki me.ma.jaki [v] (1) membayar pajak untuk: petani itu belum ~ sawahnya; (2) mengenakan pajak pd: Pemerintah ~ perusahaan setiap tahun [v] mengepak (sarang burung, rawa, dsb)
memajalkan me.ma.jal.kan [v] menumpulkan: obat-obatan terlarang itu dapat -- otak pemakainya
memangku me.mang.ku [v] (1) menaruh sesuatu di atas paha antara pangkal paha dan lutut atau di atas lengan antara lengan atas dan siku dipatahkan (hampir spt memeluk); meriba: ia ~ anaknya yg sedang menangis; (2) memeluk (agama dsb); memendam (cita-cita dsb): rakyat Indonesia ~ berbagai agama (Islam, Kristen, Buddha, dsb); ~ cita-cita luhur; (4) menyelenggarakan atau mengelola (negara, pemerintahan, dsb): ~ negeri; (5) mewakili (sbg wali): lima tahun lamanya ia ~ Sultan yg masih kecil (belum dewasa) itu; (6) memegang suatu jabatan: ia ~ jabatan gubernur
memanjat bersengkelit me.man.jat bersengkelit [pb] belum berpengalaman
memastikan me.mas.ti.kan [v] mengatakan dng pasti; menentukan; menetapkan dng sungguh hati: kami sudah mempertimbangkan masak-masak sebelum ~ akan memungut seorang anak laki-laki
memasukkan me.ma.suk.kan [v] (1) membawa (menyuruh, membiarkan, dsb) masuk: sopir sudah -- mobil ke dl garasi; ia -- orang yg belum dikenalnya; (2) mendaftarkan: ia telah -- nama temannya sbg peserta darmawisata; (3) menyampaikan: karyawan pabrik itu -- surat permohonan cuti kpd atasannya; (4) menempatkan; mencantumkan: ketua panitia setuju -- peragaan busana daerah dl acara itu; (5) menaruh uang dl perusahaan dsb; menanam modal: ia berminat -- modalnya dl perusahaan itu
membahas mem.ba.has [v] (1) membicarakan; memperdebatkan: sebelum menyetujui Rancangan Undang-Undang Otonomi Daerah, DPR -nya bersama Pemerintah; (2) mengkritik; membantahi: bukti sudah jelas dan tidak mungkin kita -nya lagi
membakat mem.ba.kat [v] (1) menjadi bakat: menipu itu sudah -- baginya; (2) meningggalkan bakat (kesan, bekas): buih air laut yg -- di pantai; jejaknya masih -, ia masih belum lama pergi; (3) memberi alamat akan terjadinya sesuatu; menandakan: yg -- adalah tibanya sinar seminar keemasan sang Dewi Matahari
membalur mem.ba.lur [v] menjadi balur [v] mengoles; melumur: sehabis main bola ia selalu -- kakinya dng param
membariskan mem.ba.ris.kan [v] (1) menjajarkan; menderetkan; (2) menyuruh berbaris; mengatur (melatih) berjalan berjajar-jajar: setiap pagi guru -- murid-murid sebelum masuk kelas
membarui mem.ba.rui [v] (1) memperbaiki supaya menjadi baru: mereka sedang -- rumahnya; (2) mengulang sekali lagi; memulai lagi: mereka diminta -- pertanyaannya; mereka harus -- perkawinannya krn masih dianggap belum sah; (3) mengganti dng yg baru; memodernkan: kita harus -- cara kerja kita; -- sistem pendidikan
membarut mem.ba.rut [v] (1) membalut (luka dsb); (2) membebat (bayi dsb) [v] mengoles; melumas: tukang pijit -- kaki orang yg terkilir itu dng minyak
membedakan mem.be.da.kan [v] (1) menyatakan ada bedanya: dia belum dapat -- mana yg benar dan mana yg salah; (2) memperlakukan berbeda (tidak sama); memisahkan: kita harus dapat -- antara urusan pribadi dan urusan dinas
membeli kerbau bertuntun membeli kerbau ber.tun.tun [pb] membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu; kawin dng gadis yg belum dikenal
membelit mem.be.lit [v] (1) melilit; melingkar-lingkar; mengikat (membalut) berbelit-belit: sebelum menelan mangsanya, ular itu telah -nya lebih dahulu; (2) menyangkutkan ke dl perkara dsb; melibat: untuk meringankan hukuman, ia mencoba -- seorang pejabat tinggi
membenamkan mem.be.nam.kan [v] (1) menyelamkan ke dl air atau lumpur; menenggelamkan: ia berusaha -- korbannya ke dl sungai; (2) ki memasukkan dalam-dalam: krn kedinginan, ia -- tangannya ke dl kantong mantelnya; (3) ki menghilangkan (membekukan, menyembunyikan, atau mendiamkan) perkara, urusan, dsb: mereka mencoba -- perkara korupsi di instansi itu; (4) ki memasukkan (menjebloskan) ke dl penjara dsb: yg berwajib telah -- penjahat itu ke dl penjara selama lima tahun; (5) ki menekan (kesedihan, kemarahan, dsb): ia berusaha -- kesedihannya dgn menyibukkan diri
membencah mem.ben.cah [v] menjadi berair dan berlumpur; menjadi bencah; menjadi becek: pd musim hujan jalan-jalan di kampung itu --
membengkalaikan mem.beng.ka.lai.kan [v] meninggalkan pekerjaan dsb sebelum selesai; membiarkan terbengkalai
membetulkan mem.be.tul.kan [v] (1) memperbaiki (kesalahan, kerusakan, dsb): tidak mudah -- kalimat ini; para pekerja -- jembatan yg rusak ; Pak Guru menyuruh kami -- kesalahan yg ada; (2) mengiakan (menyetujui); membenarkan: ia selalu -- apa yg dikatakan orang itu; (3) menunjukkan (mengarahkan) dng tepat: sebelum menembak, pasukan itu -- laras bedilnya; (4) meluruskan; melencangkan: pemimpin pasukan -- barisannya
membuayai mem.bu.a.yai [v ki] (1) menipu; memperdayakan: sudah sering ia -- pedagang-pedagang, tetapi belum pernah tertangkap; (2) menggertak; menakut-nakuti: gemetar ia krn tamu itu -nya
membubuk mem.bu.buk [v] (1) menumbuk lumat-lumat: -- kopi; (2) menjadi bubuk
membujang mem.bu.jang [v] (1) menjadi orang yg belum atau tidak mau kawin; (2) bekerja menjadi bujang
membuktikan mem.buk.ti.kan [v] (1) memperlihatkan bukti; meyakinkan dng bukti: ia bekerja keras untuk -- kebolehannya; (2) menandakan; menyatakan kebenaran sesuatu dng bukti: sekalian itu -- keikhlasan hatinya; (3) menyaksikan: ia tidak mau percaya sebelum -- sendiri
memerahi me.me.rahi [v] memberi warna merah pd; mewarnai dng warna merah: sebelum keluar rumah, wanita itu selalu -- bibirnya dng lipstik
memercik me.mer.cik [v] memancit atau menyembur ke mana-mana (tt air, lumpur, dsb): kelihatan air ~ dr sambungan pipa yg bocor
memestikan me.mes.ti.kan [v] (1) mengharuskan; mewajibkan: guru -- murid-murid menyelesaikan pekerjaan rumah pd waktunya; (2) menentukan: ia belum dapat -- pemberiannya tiap bulan
memilih-milih me.mi.lih-mi.lih [v] (1) terlampau menghendaki yg sesuai dng keinginan: ia sangat ~ sehingga belum juga beristri walaupun usianya sudah lebih dr empat puluh tahun; (2) terlampau teliti memilihnya sehingga sukar mendapat yg cocok: lama benar ia ~ kemeja itu
memodernkan me.mo.dern.kan [v] menjadikan (menyebabkan, membuat menjadi) modern: gubernur itu berjasa dl -- kota-kota yg masih belum maju
memonitor me.mo.ni.tor [v] (1) mengawasi, mengamati, atau mengecek dng cermat, terutama untuk tujuan khusus; memantau; (2) mengatur atau mengontrol kerja suatu mesin dsb; (3) mengecek atau mengatur volume bunyi atau suara dl merekam
memperimpit mem.per.im.pit [v] menaruh (menumpuk dsb) berimpit-impit: siapa yg ~ gelas-gelas di dalam kotak ini?
memperingati mem.per.i.ngati [v] (1) mengadakan suatu kegiatan (spt pe-rayaan, selamatan) untuk mengenangkan atau memuliakan suatu peristiwa: didirikan sebuah tugu untuk ~ jasa-jasa para pahlawan; (2) mencatat (dl buku catatan): dia selalu ~ kata-kata yg sukar dl buku yg khusus itu; (3) memberi peringatan (teguran, nasihat) supaya ingat akan kewajiban dsb: Ibu ~ pesan Ayah kpd anak-anaknya untuk berdoa sebelum tidur
mempermahir mem.per.ma.hir [v] membuat menjadi mahir; memahiri: sebelum masuk perguruan tinggi, ia -- bahasa Inggris
mempermainkan mem.per.ma.in.kan [v] (1) memperlakukan sesuatu sbg permainan atau untuk menyenangkan hati: ia berbicara sambil -- jari tangannya; (2) mempergunakan (senjata dsb): sebelum dia sempat -- kerisnya, pisau lawannya telah lebih dulu menan-cap di lambungnya; (3) membuat orang lain menjadi bahan tertawaan; mengolok-olok: dia suka -- orang; (4) ki memperlakukan sesuatu (atau seseorang) dng sesuka hati; memperdayakan: jangan -- harta anak yatim itu; lintah darat itu sampai hati -- nasib petani kecil
mempertenggangkan mem.per.teng.gang.kan [v] (1) mengingat akan; mempertimbangkan; memikirkan (sesuatu dng baik): kita harus dapat ~ masalahnya sebelum memberikan putusan; (2) menghematkan (uang belanja dsb); menyesuaikan pendapatan dng pengeluaran: hendaklah kita dapat ~ gaji yg kecil ini agar cukup untuk belanja satu bulan; (3) menjaga agar jangan menyinggung perasaan orang: kita harus dapat ~ perasaan anak gadis yg malang itu
memprakarsai mem.pra.kar.sai [v] memelopori; mengikhtiarkan; mengusahakan (untuk pertama kalinya sebelum orang lain melakukan): para ibu ~ gerakan pemberantasan buta huruf di kampung itu
memproklamasikan mem.prok.la.ma.si.kan [v] mempermaklumkan dng resmi kpd khalayak: ~ berdirinya Republik Indonesia
memustahilkan me.mus.ta.hil.kan [v] menganggap mustahil: jangan -- sesuatu yg belum engkau alami sendiri
memutus me.mu.tus [v] (1) memotong hingga putus: ~ kawat (benang, tali); (2) menghentikan (tt arus): ~ aliran listrik; (3) menghalangi; merusakkan (tt jalan): mereka ~ jalan menuju ke kota; (4) memintas; memotong (tt jalan): mereka ~ jalan supaya cepat sampai; (5) menyela (tt perkataan orang): ia suka sekali ~ pembicaraan orang; (6) membatalkan; mengurungkan (tt janji, hubungan kasih): ia ~ janjinya; (7) menyudahi; mengakhiri (tt yg sebenarnya belum berakhir): mereka sudah ~ pembicaraan sebelum mencapai kesepakatan; (8) mencabut (tt nyawa): ~ nyawa; (9) membunuh; mematikan (tt hidup atau nyawa, umur): ~ hidupnya
memutuskan me.mu.tus.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) putus (tidak bersambung atau berhubungan lagi): mereka telah ~ tali tempat bergantung; (2) menetapkan; menentukan: ia ~ siapa-siapa yg akan melaksanakan rencananya; (3) menghentikan (tt arus atau sesuatu yg sedang bekerja): ia ~ arus listrik yg menggerakkan eskalator itu; (4) membatalkan, mengurungkan, meniadakan (tt janji, hubungan kasih); (5) menyudahi, mengakhiri (tt yg sebenarnya belum berakhir)
memvonis mem.vo.nis [v] (1) menjatuhkan putusan di pengadilan: hakim ~ tertuduh selama dua tahun penjara; (2) ki menuduh melakukan perbuatan melanggar hukum: tidak baik ~ orang yg belum tentu bersalah; masyarakat ~ bahwa saudaranya berbuat asusila
menaga me.na.ga [n] pohon, daun dan kulitnya dapat dibuat obat; Calophyllum inophyllum
menakjubkan me.nak.jub.kan [v] menimbulkan takjub; mengagumkan; mengherankan: dia belum lama belajar bahasa asing, tetapi kefasihannya -- sekali
menandakan me.nan.da.kan [v] (1) menyatakan atau menunjukkan (bahwa): angka rapornya yg baik ~ kerajinan dan kecerdasan otaknya; (2) menjadi tanda (alamat); memberi alamat (bahwa ...): tidak dibalasnya suratmu itu ~ bahwa dia benci kepadamu; (3) menerangkan atau memberitahukan dng tanda (isyarat): tanda panah itu ~ arah jalan yg harus kita tempuh; (4) membuktikan (dng tanda): ia harus ~ bahwa ia benar-benar suami yg sah dr wanita itu
menangkap me.nang.kap [v] (1) memegang (sesuatu yg bergerak cepat, lepas, dsb); memegang (binatang, pencuri, penjahat, dsb) dng tangan atau alat: nelayan itu ~ ikan dng jala; polisi telah berhasil ~ para penjahat; (2) menerkam: harimau liar itu ~ kambing penduduk; (3) menadah (menyambut, menampung) barang yg dilemparkan: penjaga gawang ~ bola dng menjatuhkan diri; (4) mendapati (orang berbuat jahat, kesalahan, rahasia, dsb): guru itu ~ beberapa pelajar yg merokok di dl kelas; (5) menerima (suara, siaran radio, dsb): pesawat radio ini dapat ~ siaran dr luar negeri; (6) dapat memahami (mengetahui dsb): aku tidak dapat ~ isi pembicaraan mereka krn mereka menggunakan kata-kata sandi; (7) mencerap; menerima (dng pancaindra): pemimpin rakyat harus dapat ~ aspirasi rakyatnya; (8) makan atau mengena (tt pancing dsb): sudah sejam lebih pancingnya belum juga ~
menanya me.na.nya [v] mengajukan pertanyaan; bertanya: sebelum ~ , pikirlah baik-baik
menawar me.na.war [v] menghilangkan daya kekuatan (racun, bisa, mantra): kata orang, air kelapa hijau dapat dipakai untuk ~ racun; dia ~ guna-guna dng mantra [v] (1) negosiasi yg terjadi dl transaksi jual beli; mengemukakan permintaan hendak membeli (menyewa dsb): hingga kini belum ada yg berani ~ rumah ini; (2) meminta pengurangan harga (sewa, tuntutan ): ia pandai ~ sehingga dapat membeli barang dng harga murah; (3) menyebutkan harga "kurang" dr harga (sewa dsb) yg ditetapkan penjual dsb: ~ sedikit, boleh
menawari me.na.wari [v] (1) mengobati dng air yg sudah dimantrai dsb; memantrai; menjampi: Ayah ~ orang yg kesambet dng jampi-jampi; (2) ki membujuk (perempuan): hamba laki-laki yg ~ tunangan atau istri tuannya dihukum cambuk; (3) meredakan hati orang (yg marah, sedih): seorang yg berpengalaman lagi bijaksana tahu ~ hati orang yg sedang marah; (4) membuang racunnya atau bisanya: ia akan ~ gadung itu sebelum memasaknya [v] mengunjukkan seseorang akan sesuatu (dng maksud supaya dibeli, dipakai, dsb): siapa yg ~ mu rumah di kampung itu?
mencampurkan men.cam.pur.kan [v] menjadikan bercampur: sebelumnya ia ~ sedikit obat bius pd minuman itu
mencanangkan men.ca.nang.kan [v] (1) menguar-uarkan; mempermaklumkan kpd umum (dng memukul canang); (2) ki mempropagandakan; menggembar-gemborkan
mencebak men.ce.bak [v] menggali barang tambang spt timah, aluminium
menceburkan men.ce.bur.kan [v] (1) menjatuhkan (membuang) ke dl air; mencemplungkan (ke dl air): ia ~ mayat orang yg terbunuh itu ke laut; ia ~ diri ke laut; (2) ki ikut berkecimpung dl suatu kegiatan atau usaha: ia belum lama ~ diri dl dunia perfilman
mencelus men.ce.lus [v] masuk (ke dl lumpur dsb)
mencerminkan men.cer.min.kan [v] menggambarkan keadaan (batin, perasaan, dsb); membayangkan: tingkah lakunya ~ keadaan batin yg gelisah; resolusi itu dianggap belum ~ keinginan dan kehendak rakyat yang sebenarnya
mencerna men.cer.na [v] (1) menjadi hancur (luluh): gadis itu ~ hati diimpit rindu; (2) ki menghancurkan (makanan hingga menjadi cair dan dapat menyerap ke dl darah); (3) ki menyerapkan (memasukkan) ke dl hati, pikiran, dsb: ia ~ benar-benar semua nasihat ibunya; (4) memahami; menyerapkan ke dl pikiran: ia belum dapat ~ hal-hal yg telah diterangkan
mencetak men.ce.tak [v] (1) membuat tulisan atau gambar dr klise pd kertas dng melumas klise itu dng tinta lalu ditekankan pd kertas; mengecap: ~ kamus; (2) mengecap (kain dsb); (3) membuat sesuatu dng acuan; menuang logam (besi dsb) dl acuan: ~ uang perak; ~ kue; (4) memperoleh kemenangan dl (pertandingan); (5) memasukkan gol (dl sepak bola); (6) memperoleh: para pencatutlah yg berhasil ~ keuntungan luar biasa dr pertandingan itu
menciptakan men.cip.ta.kan [v] (1) menjadikan sesuatu yg baru tidak dng bahan: Allah ~ bumi dan langit; (2) membuat atau mengadakan sesuatu dng kekuatan batin: menurut cerita, yg ~ Candi Prambanan ialah Bandung Bondowoso; (3) membuat (mengadakan) sesuatu yg baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dr yg lain): melalui perundingan kita dapat ~ suasana saling mengerti; (4) membuat suatu hasil kesenian (spt mengarang lagu, memahat patung): yg ~ lagu Indonesia Raya adalah W.R. Supratman
mendabung men.da.bung [v] memepat (mengikir) gigi sebelum diasah
mendandani men.dan.dani [v] (1) mengenakan pakaian dsb kpd; merias: ~ pengantin; (2) memperlengkapi: ~ kapal sebelum berlayar; (3) memperbaiki [v] memasang dandan pd perahu
mendarahi men.da.rahi [v] (1) melumuri dng darah; (2) mengalirkan darah pd jaringan
mendaratkan men.da.rat.kan [v] (1) membawa ke darat; menaikkan atau menurunkan ke darat: sebelum ~ pasukan tempurnya, komandan pasukan memerintahkan untuk melepaskan tembakan meriam ke daerah pantai; (2) ki mengenakan; melancarkan: petinju itu berhasil ~ pukulan tangan kirinya di rahang kanan lawannya
mendengar-dengar men.de.ngar-de.ngar [v] mendapat kabar yg belum jelas tt suatu hal: saya cuma ~ dr tetangga tt kegiatannya yg mencurigakan
mendengarkan men.de.ngar.kan [v] (1) mendengar akan sesuatu dng sungguh-sungguh; memasang telinga baik-baik untuk mendengar: Bapak sedang ~ warta berita; (2) memperhatikan; mengindahkan; menurut (nasihat, bujukan, dsb): kita tidak usah ~ desas-desus yg belum tentu benar tidaknya
mendiamkan men.di.am.kan [v] (1) mengusahakan (menjadikan) supaya tidak bersuara (berbicara, menangis, dsb): ibu itu ~ anaknya yg sedang menangis; (2) menghentikan untuk beberapa lama; menjadikan (membiasakan) tidak bergerak: ia biasa ~ dulu adonan roti itu satu malam sebelum dibakar; tidak pernah ~ tangannya, selalu bekerja; (3) membiarkan saja (tidak mau memedulikan, mengurus, dsb): yg berwajib tidak akan ~ perkara korupsi itu
mending men.ding [a cak] (1) lebih baik (dp yg lain); agak baik; lumayan: film ini -- dp yg dipertunjukkan sebelumnya; (2) lebih baik kalau ...: mengapa beli rokok, -- beli gado-gado; -- digaji dua bulan dp diberi ongkos jalan
mendingan men.ding.an [a] lumayan; mending: penyakit ini telah --; pendapatannya --
menebarkan me.ne.bar.kan [v] (1) mencampakkan (jala) supaya terbentang; mengembangkan (jala); (2) menabur(kan); menyebar(kan); menghamburkan: ~ benih; timbunan sampah ~ bau yg tidak sedap; (3) menyerak-nyerakkan: tukang kayu itu ~ perkakasnya di lantai; (4) ki menyiarkan (agama, maklumat, dsb): Pak Lurah sudah ~ maklumat kpd seluruh warga
menebaskan me.ne.bas.kan [v] (1) menebas untuk; (2) menetakkan; memarangkan: ~ pedang ke leher [v] memborongkan hasil tanaman (msl padi, buah-buahan) sebelum dituai atau dipetik: banyak pemilik kebun ~ hasil kebunnya kpd tengkulak
menegaskan me.ne.gas.kan [v] (1) menerangkan; menjelaskan: uraiannya hanya ~ maksud kedatangannya; (2) mengatakan dng tegas (pasti, tentu, tidak ragu-ragu); (3) membenarkan; memastikan: para pejabat yg berwenang belum dapat ~ kebenaran berita itu
menembusi me.nem.busi [v] (1) melubangi (menikam, menusuk, dsb) hingga tembus: tukang itu mampu ~ besi yg tebal dng alat yg sederhana; dng ~ gunung itu, dapatlah air danau ini dialirkan ke sawah-sawah; (2) masuk (seakan-akan melalui lubang): peluru itu ~ dahi sampai ke kepala sebelah belakang; (3) melantas (meresap, merembes): ada jenis sinar yg dapat ~ bagian tubuh manusia; (4) terus sampai (ke luar, timbul): mula-mula air bergenang di situ, lalu ~ ke danau; (5) mendobrak; menerobos: barisan depan kesebelasan kita belum mampu ~ barisan belakang kesebelasan lawan
menempati me.nem.pati [v] (1) bertempat di; menduduki; mendiami: yg berhak ~ rumah dinas adalah karyawan yg belum memiliki rumah; (2) memangku jabatan (pangkat, pekerjaan, dsb): lebih lima tahun ia ~ jabatan yg penting itu; (3) memberi tempat: dibawanya pundi-pundi besar untuk ~ uang emas itu
menempatkan me.nem.pat.kan [v] (1) menaruh; meletakkan; memasang (di): Ibu sedang ~ barang ukiran di ruang tamu; (2) memberikan tempat (bekas): petugas apotek sibuk ~ obat di dl kaleng; (3) memberi tempat (duduk, bermalam, bekerja); menentukan tempatnya: untuk sementara waktu ia ~ mereka di asrama; kepala personel belum berani ~ pegawai baru pd bagian penting
menemukan me.ne.mu.kan [v] (1) mendapatkan sesuatu yg belum ada sebelumnya; mendapatkan; mendapati: siapa yg ~ pesawat radio; baru malam harinya ia ~ cara itu; (2) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu
menengadah membilang layar me.ne.nga.dah membilang layar, menangkup membilang lantai [pb] pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan
menengah me.ne.ngah [v] pergi ke tengah: setelah menyusur pantai, perahu itu ~ menuju samudra lepas; (2) a sedang; tidak besar dan tidak kecil (tt ukuran): pd umumnya pengusaha ~ masih belum mampu mengembangkan usahanya krn kekurangan modal
menentui me.nen.tui [v] (1) memeriksa; mengusut; menyelidiki: jangan tergesa-tesa mengambil tindakan sebelum ~ perkaranya; (2) mencari tahu (tt sesuatu); menanyakan (tt suatu hal): dia datang mau ~ tt diterima tidaknya lamaran keluarganya; (3) (datang, pergi untuk) menengok atau mengetahui: ~ padi di sawah; (4) menyelesaikan (tt utang piutang); menjelaskan
menepungtawari me.ne.pung.ta.wari [v] (1) melumas (menaburi dsb) dng tepung tawar; (2) menjampi dng tepung tawar
menerawang me.ne.ra.wang [v] (1) membuat terawang (pd saputangan, taplak meja, dsb): adikku sudah diajar merenda dan ~; (2) menembuk; menembus; melubangi kecil-kecil: ngengat sering ~ pakaian yg disimpan dl lemari; (3) melihat dr celah-celah kaca; (4) ki melihat dng mata batin (untuk melihat keadaan seseorang dr jarak jauh atau untuk meramal nasib seseorang); (5) melamun: pikirannya ~ ke sana-sini; ~ langit, ki mengangan-angankan yg mustahil (yg bukan-bukan dsb); melayangkan pikiran jauh-jauh: batinnya ~ langit mengangan-angankan lotre yg belum pasti diperolehnya
mengabari me.nga.ba.ri [v] memberi kabar kpd: ia belum sempat ~ warga desa, kecuali istri dan lima anaknya
mengabui meng.a.bui [v] (1) menaburkan abu pd; memberi abu: ia ~ benih itu sebelum menanamnya; (2) menyesatkan pandangan; mengelabui; menipu: sikap yg manis itu hanya untuk ~ mata
mengacah meng.a.cah [v] melakukan gerak yg menyesatkan lawan sebelum mengadakan serangan yg sebenarnya; melakukan sesuatu dng berpura-pura
mengadakan meng.a.da.kan [v] (1) menjadikan; menciptakan: Tuhan ~ langit dan bumi; (2) menyebabkan ada; menyediakan (uang, perlengkapan, tempat); mendirikan (perkumpulan): dng uang dia dapat ~ segala yg belum ada; (3) menimbulkan; mendatangkan: ~ perselisihan; (4) menyelenggarakan (pesta, pertunjukan); (5) melakukan (tindakan, perubahan): pesawat tempur musuh ~ serangan udara; Pemerintah ~ perubahan undang-undang
mengagak-agak meng.a.gak-a.gak [v] (1) mengira(-ngirakan); menyangka: kamu jangan ~ yg bukan-bukan; (2) memikir-mikirkan; meniatkan; memaksudkan; mempertimbangkan: ia ~ dua tiga kali sebelum mengatakannya
mengakali meng.a.kali [v] (1) mencari akal (ikhtiar, daya upaya) untuk melakukan sesuatu: ia berusaha ~ radionya yg rusak sebelum membawanya ke tukang servis; (2) memperdayakan; menipu secara licik sekali: penipu itu sudah biasa ~ orang
mengakrabi meng.ak.rabi [v] berusaha akrab dng: menari adalah cabang seni yg disenanginya sebelum ~ dunia tarik suara
mengakses meng.ak.ses [v] membuat akses; meneruskan: kita belum memiliki jaringan untuk ~ ke negara yg baru merdeka itu
mengakui meng.a.kui [v] (1) mengaku akan (kesalahan, dosa, dsb): terdakwa telah ~ perbuatannya; (2) menyatakan sah (benar, berlaku, dsb): belum semua negara ~ negara baru itu; (3) menyatakan berhak (atas): ia ~ barang itu padahal bukan miliknya; (4) memasuki (tt setan, jin, dsb): orang halus telah ~ anak yg malang itu
mengandalkan meng.an.dal.kan [v] menaruh kepercayaan kpd; menjamin akan kesanggupan, kekuatan, atau kemampuannya: saya tak berani ~ mereka lagi; ia belum dapat ~ penghasilannya untuk hidup sebulan
mengantisipasi meng.an.ti.si.pa.si [v] membuat perhitungan (ramalan, dugaan) tt hal-hal yg belum (akan) terjadi; memperhitungkan sebelum terjadi: kebijaksanaan regional perlu diambil untuk ~ perkembangan tahap berikutnya
mengarangkan meng.a.rang.kan [v] menjadikan arang: pekerja membolak-balik bara tempurung sebelum ~ nya
mengasah meng.a.sah [v] (1) menggosok pisau dsb pd benda keras (batu dsb) supaya tajam atau runcing; (2) mendabung; memepat; meratakan (gigi dsb); (3) menghaluskan dan mengilapkan (intan, permata, dsb); menyerudi; (4) ki mempertajam (dng latihan) pikiran dsb supaya memiliki kemampuan: mari kita mengisi teka-teki silang ini untuk ~ otak
mengebiskan me.nge.bis.kan [v] memasukkan ke dl kotak surat
mengecup me.nge.cup [v] mencium dng melekatkan bibir: ibu selalu ~ pipi adik sebelum berangkat ke sekolah
mengedumkan me.nge.dum.kan [v] menjadikan dum; menganggap sbg barang bekas (meskipun belum waktunya); menjual di bawah harga dl jumlah yg besar; dumping
mengeksplorasi meng.ek.splo.ra.si [v] mengadakan penyelidikan (terutama mengenali sumber alam yg terdapat di suatu tempat): Columbus menemukan Amerika, tetapi tidak ~ benua baru itu
mengemudiankan me.nge.mu.di.an.kan [v] (1) menaruh (menempatkan) di belakang; mengerjakan (membicarakan dsb) di bagian akhir: kita harus mendahulukan hal-hal yg perlu segera diselesaikan dan ~ hal-hal kurang penting; (2) mengundurkan; menunda; menangguhkan: kita sudah sepakat untuk ~ pembicaraan mengenai masalah yg belum terpecahkan dl pertemuan ini
mengendap meng.en.dap [v] turun dan tertimbun di dasar (tt barang sesuatu yg bercampur dng barang cair): air itu belum dapat dipakai sebelum lumpurnya ~
mengendapkan meng.en.dap.kan [v] (1) membiarkan atau mendiamkan supaya mengendap: ia ~ air kopinya sebelum meminumnya; (2) ki menggelapkan; menyembunyikan; tidak meneruskan (tt surat): dia dituduh ~ surat permohonan orang itu; (3) ki menunda untuk dipikirkan (dipertimbangkan) dalam-dalam: sebaiknya kita ~ masalah ini dulu, besok kita bicarakan lagi [v] menyembunyikan atau menggelapkan (uang dsb)
mengeposkan me.nge.pos.kan v memasukkan surat ke kantor pos atau kotak surat untuk dikirim melalui pos
mengeruk me.nge.ruk [v] (1) menggaruk dng tangan, cakar, dsb dng maksud hendak mengambil (mengaut dsb): ia ~ kerak nasi yg masih direndam di periuk; (2) mengorek; mengeduk; menggali: para pekerja itu sedang ~ lumpur
mengetahui me.nge.ta.hui [v] (1) memaklumi; menyaksikan; tahu akan: kami belum ~ apa sebabnya dia tidak datang; (2) tahu dng menilik ciri-ciri (tanda-tanda dsb); mengenal: saya ~ Ali dr suaranya; (3) menyadari; menginsafi: dia belum ~ bahwa pencuri itu sudah berada di kamarnya
mengetuk me.nge.tuk [v] memukul sesuatu dng buku jari, martil, dsb: sebelum masuk ia ~ pintu kamar dulu
mengevaluasi meng.e.va.lu.a.si [v] memberikan penilaian; menilai: guru hendaknya terus-menerus ~ pelaksanaan kurikulum
mengganjilkan meng.gan.jil.kan [v] menjadikan ganjil; menggasalkan [v] (1) menimbulkan anggapan ganjil (aneh): rupanya saja yg ~ , tetapi sebenarnya tidak; (2) menganggap ganjil (aneh): saya tidak ~ peristiwa itu, bagi saya hal spt itu sudah lumrah
menggantung meng.gan.tung [v] (1) mengaitkan pd sesuatu yg tinggi sehingga tidak menjejak tanah (dasar, lantai, dsb); membuat menjadi tergantung: ia ~ jasnya pd paku di dinding rumahnya; (2) membunuh dng mengikat leher dng tali yg digantungkan pd tiang dsb: ada tanda-tanda yg menunjukkan ia tidak ~ diri, melainkan digantung orang; (3) ki menahan sesuatu (spt perkara) hingga ada bukti-bukti yg sah: perkara itu masih ~ , belum putus juga
menggelengkan meng.ge.leng.kan [v] menggoyangkan kepala ke kiri kanan (menyatakan heran, tidak mau, tidak tahu, tidak mengerti, dsb): belum berpikir sudah ~ kepala
menggeliat meng.ge.li.at [v] (1) meregang-regang serta menarik-narik tangan dan badan (spt setelah bangun dr tidur): telah menjadi kebiasaan, sebelum bangkit dr tidur ia ~ dulu; (2) memulas (memiuh) barang yg kaku: ~ anak kunci; (3) meregang (tt papan kayu dsb)
menggerantang meng.ge.ran.tang [v] menggertak; menakut-nakuti: belum apa-apa dia sudah ~
menggugurkan meng.gu.gur.kan [v] (1) menyebabkan (menyatakan) gugur; (2) sengaja mengeluarkan janin sebelum waktunya
menggulung meng.gu.lung [v] (1) melipat benda berbentuk lembaran menjadi berbentuk bulat panjang atau pendek: nelayan itu ~ layar perahunya; (2) membelit-belit (tali, benang, dsb) pd kumparan (gelendong dsb): anak itu ~ benang layang-layang; (3) ki mendesak (mengejar) dan mengalahkan (menangkap dsb): polisi belum berhasil ~ kawanan perampok kelas kakap itu
menghadapi meng.ha.dapi [v] (1) duduk dsb berhadapan dng: anak itu sedang asyik ~ mainannya; (2) bertemu muka dng; berjumpa dng: bagaimana perasaanmu ketika ~ mantan istrimu; (3) menjumpai; mengalami (bahaya, musibah, kesulitan, dsb): tahun ini kita tidak ~ kesulitan air; (4) menjelang (menyongsong): para petani sudah bersiap-siap ~ panen; (5) melawan; bertanding dng: minggu depan kesebelasan A ~ kesebelasan B; di kampung ini belum ada yg berani ~ jago silat itu; (6) menyambut: mereka sudah siap ~ Lebaran
mengharuskan meng.ha.rus.kan [v] mewajibkan; memandang perlu atau patut: kami ~ mereka tidur sebelum pukul sembilan
menghentikan meng.hen.ti.kan [v] (1) meminta sesuatu (mobil dsb) berhenti; menyetop; membuat (menyebabkan) berhenti: ia ~ mobilnya tepat di depan pintu; (2) mengakhiri; menyudahi: ia belum ~ petualangannya
mengidam meng.i.dam [v] ingin sekali mengecap sesuatu (ketika hamil muda): istrinya sedang ~ , ingin sekali makan durian, padahal belum musimnya
menginapkan meng.i.nap.kan [v] menaruh atau menempatkan untuk ber-malam: sebelum dimakamkan, mereka ~ jenazah itu di rumah duka
mengindang meng.in.dang [v] menampi beras dsb dng indang: pemudi-pemudi sedang ~ beras untuk pesta perkawinan itu; diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu, pb jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya
mengisar me.ngi.sar [v] (1) memutarkan; memusingkan: ~ roda; (2) menggiling (padi, gandum, dsb); (3) memutar jarum penunjuk pd jam (kompas); (4) memindahkan; menggeserkan: akhirnya mereka berhasil ~ peti itu; (5) mengubah pendapat (janji dsb): hatinya keras tidak ada yg dapat ~ pendiriannya; (6) memberikan (menyerahkan kpd orang lain); menghibahkan: sebelum meninggal ia telah ~ seluruh kekayaannya kpd anaknya; (7) menjual; menggadaikan: krn kalah main judi, laki-laki itu ~ sawahnya kpd orang lain
mengkal meng.kal [Jk a] (1) baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tt buah): buah mangga yg masih -- enak untuk dirujak; (2) berasa keras dl perut: -- rasa perutku; (3) kesal dl hati; marah dl hati; berasa dongkol: hatinya sangat -- krn yg ditunggu tidak kunjung datang
mengojekkan meng.o.jek.kan [v] menjadikan ojek: lumayan juga penghasilannya dr -- sepeda motornya
mengolah bola meng.o.lah bola membawa bola dng berkelik: pemain itu mampu -- bola selama tiga menit sebelum memasukkan ke gawang
mengoleskan meng.o.les.kan [v] melumurkan; melumaskan: perawat itu -- obat pd bagian tubuh pasien yg sakit
mengononkan me.ngo.non.kan [v] menceritakan; memberitahukan; mengabarkan: orang tua-tua sering ~ adanya hantu-hantu yg beliau sendiri belum pernah melihatnya
mengoreksi me.ngo.rek.si [v] (1) membetulkan (memperbaiki) kesalahan: salah satu tugas pemimpin ialah ~ anak buahnya; jangan cepat menyalahkan orang lain sebelum ~ diri sendiri; (2) Dik memeriksa pekerjaan murid dng melihat benar salahnya (untuk menentukan nilai pekerjaan itu)
mengukur me.ngu.kur [v] (1) menggaruk-garuk atau mengorek kelapa (memarut dng kukur): ibu ~ kelapa lalu diperasnya menjadi santan; (2) menggaruk-garuk (krn gatal dsb): ia ~ tangannya yg digigit nyamuk [v] berbunyi "kur, kur" (tt tekukur): balam di sangkar itu belum ~
mengulek meng.u.lek [v] menggiling (melumatkan) cabai dng ulek
mengumandangkan me.ngu.man.dang.kan [v] (1) mengeluarkan suara (bunyi) yg bergema: sebelum salat Idulfitri, jemaah ~ takbir dan tahmid; (2) ki mendengungkan; menggembar-gemborkan: di mana saja berpidato ia selalu ~ janji muluknya
mengumumkan meng.u.mum.kan [v] memberitahukan kpd orang banyak; memaklumkan; menyebarluaskan: ~ hasil pemilihan pengurus; ~ penemuan baru melalui majalah ilmiah
mengungkapkan meng.ung.kap.kan [v] (1) melahirkan perasaan hati (dng perkataan, air muka, gerak-gerik): mengarang itu dipakainya untuk ~ isi hati; (2) menunjukkan; membuktikan; menyingkapkan (tt sesuatu yg tadinya masih menjadi rahasia atau tidak banyak diketahui orang): keterangannya itu ~ bahwa dia sebenarnya banyak mempunyai utang; (3) mengemukakan; menyatakan; memaparkan: saya akan ~ garis-garis besarnya saja; (4) menerangkan dng jelas; menguraikan: ia belum ~ apa fungsi sebenarnya dr tulisan itu
mengupahi meng.u.pahi [v] memberi upah kpd: Ibu ~ tetangga selama pembantu belum kembali dr desanya
menguraikan meng.u.rai.kan [v] (1) menjadikan berurai; membuka simpul dsb: ~ ikatan tali; (2) menceraikan (melepaskan) hubungan bagian-bagian (sendi-sendi, suku-suku, dsb) dr induknya (bagian yg lebih besar, pusat, dsb): ~ kalimat; (3) menerangkan (membentangkan) panjang lebar (tt pendapat, pikiran, dsb); menjelaskan dng gamblang (tt sesuatu yg belum jelas): dl laporan itu panitia ~ hasil evaluasi penataran yg lalu; (4) memaparkan dan menjelaskan sesuatu yg ringkas; (5) menjabarkan; menganalisis
mengurapi meng.u.rapi [v] (1) melumasi badan dng urap (boreh dsb); (2) mengolesi; melumasi: ~ bibir si sakit dng teh manis
mengurasi meng.u.rasi [v] (1) melumas (membasahi) badan dng param dsb; mengobati; (2) menyembuhkan
menguraskan meng.u.ras.kan [v] melumaskan obat; memakai sesuatu untuk mengobati (menyembuhkan): ia ~ param pd kedua kakinya yg pegal-pegal
meni me.ni [n] cat merah yg dioleskan sbg lapisan dasar pd permukaan suatu barang sebelum dicat: -- besi; -- kayu
menilai me.ni.lai [v] (1) memperkirakan atau menentukan nilainya; menghargai: pedagang itu belum dapat ~ harga intan itu; (2) memberi nilai; menganggap: ia ~ perkumpulan tari itu terlalu mementingkan pemasukan uang; (3) memberi angka (biji): saya berani ~ tujuh untuk gambar itu
meningitis me.ni.ngi.tis [n] peradangan pd selaput otak dan sumsum tulang belakang
meningkat me.ning.kat [v] (1) menginjak (tangga dsb) untuk naik; menaiki (kuda, sepeda, dsb); memanjat (pohon dsb): ~ tangga sampai ke lantai; ~ pohon yg tinggi; (2) naik (dl berbagai-bagai arti, spt meninggi, mengatas, membumbung): harga emas terus ~; panas tubuhnya ~; dr SLTP ~ ke SLTA; (3) beralih pd keadaan (peristiwa, masa, bulan, dsb) yg lain; berubah menjadi: percekcokan mulut ~ menjadi perkelahian yg sengit; sudah mulai ~ usia dewasa; November telah lewat, kini ~ permulaan Desember; (4) menjadi bertambah banyak (hebat, sangat, genting, dsb): produksi beras ~ hingga melebihi produksi sebelum perang; kejahatan dl kota semakin ~
menjadwalkan men.jad.wal.kan [v] menetapkan jadwal: panitia sudah ~ penataran itu setahun sebelum diselenggarakan
menjelmakan men.jel.ma.kan [v] (1) memasukkan; menuangkan (tt jiwa, angan-angan, cita-cita, harapan, dsb) ke dl sesuatu: belum ada lagi pujangga yg dapat ~ cita-cita masyarakat ke dl roman yg baru; (2) melahirkan; menciptakan; mewujudkan (tt karangan dsb): ia belum dapat ~ hasil sastra yg bertaraf internasional
menjemput men.jem.put [v] (1) pergi mendapatkan orang yg akan diajak pergi (berjalan bersama): sebelum pergi ia harus ~ adiknya di rumah nenek; (2) menyambut; menyongsong (kedatangan orang): ketua panitia ~ tamunya di pintu gerbang; (3) Mk menjadikan seorang laki-laki sbg menantu; (4) mendatangi dan mengantarkan ke suatu tempat
menjilat air liur [pb] berbalik memuji sesuatu yg sebelumnya telah dicela; menarik kembali ucapan (janji dsb) yg pernah dikatakan
menjual petai hampa men.ju.al petai hampa [ki] membual; omong kosong; telah dijual, maka dibeli, pb pikirkan dahulu masak-masak sebelum sesuatu dikerjakan
menjuali men.ju.ali [v] menjual berkali-kali (krn banyak yg dijual): sebelum pindah rumah, ia ~ koran dan pakaian bekas kpd tukang loak
menjustifikasikan men.jus.ti.fi.ka.si.kan [v] melakukan justifikasi: tanaman sejenis lumut justru ~ ilustrasi alam yg sesungguhnya
menodai me.no.dai [v] (1) menjadikan ada nodanya; mengotori: percikan tinta hitam itu ~ alas meja; (2) mencemarkan; menjelekkan (nama baik): ~ nama baik keluarga kita; (3) ki merusak (kesucian, keluhuran, dsb): pemuda itu ~ gadis yg belum berumur 10 tahun
mensurasi men.su.ra.si [n Mat] (1) cabang aritmetika yg berhubungan dng pengukuran, spt pengukuran panjang, luas, dan volume; (2) kegiatan pengukuran
mentah men.tah [a] (1) belum masak; belum waktunya untuk dipetik, diambil hasilnya dsb (spt buah-buahan): buahnya masih -- . rasanya asam dan sepat; (2) belum matang; belum selesai diolah untuk dimakan (tt makanan): nasi itu perlu ditanak lagi krn sebagian masih --; (3) belum mantap benar; belum sempurna; belum putus: perundingan itu masih -- , masih perlu dilanjutkan lagi
mentas men.tas [Jw v] (1) keluar (dr dl air): setelah berenang-renang sebentar ia -- dan duduk-duduk di tepi kolam; (2) ki lepas dr tanggungan keluarga (msl bekerja atau kawin); berdiri sendiri: ia hidup dng istri dan delapan orang anak yg semuanya belum --
menteri ex officio menteri yg merangkap jabatan menteri lain selama belum ada menteri lain yg dianggap sesuai untuk jabatan itu
menuanrumahi me.nu.an.ru.mahi [v] menjadi tuan rumah pd ...: kakak diminta untuk ~ pesta itu krn paman belum juga kembali dr rumah nenek
menugal me.nu.gal [v] membuat lubang dng tugal (msl untuk menanamkan benih padi, jagung, dsb): sebelum menanamkan benih jagung, petani ~ tanah yg telah disiapkannya
menulis me.nu.lis [v] (1) membuat huruf (angka dsb) dng pena (pensil, kapur, dsb): anak-anak sedang belajar ~; melukis baginya merupakan kesenangan yg dimulai sebelum ia belajar ~; (2) melahirkan pikiran atau perasaan (spt mengarang, membuat surat) dng tulisan: ~ roman (cerita), mengarang cerita
menumbangkan me.num.bang.kan [v] (1) merobohkan (pohon yg besar); (2) ki menjatuhkan (meruntuhkan) kekuasaan, negara, dsb; mengalahkan: pemberontakan itu bermaksud untuk ~ kekuasaan monarki di negeri itu; prestasinya itu sekaligus ~ rekor sebelumnya
menumbukkan me.num.buk.kan [v] (1) menumbuk (melumatkan dsb) sesuatu untuk; menyuruh tumbuk (lumatkan dsb) kpd; (2) melanggarkan; menubrukkan; membenturkan: penjahat ~ mobilnya ke tiang listrik; (3) menggocohkan (tinju dsb): tiba-tiba pemuda itu ~ tinjunya ke muka kondektur bus
menumpuk me.num.puk [v] (1) menaruh bersusun-susun; menimbun(-nimbun); melonggokkan: ia sedang sibuk ~ buku-buku di dl lemari; ia ~ padi di lumbung; (2) ki mengumpulkan banyak-banyak; menimbun-nimbun (barang dagangan dsb): satu bulan sebelum hari raya, para pedagang sudah ~ barang-barang dagangan; (3) ki mengumpul: cita-citanya sudah ~ di kepalanya
menunggak me.nung.gak [v] (1) menyisakan pangkal kayu yg ditebang; (2) membiarkan sbg tunggak (pancang, dsb); (3) ki membiarkan, menyisakan pembayaran atau belum membayar (angsuran, iuran pajak, dsb) yg seharusnya sudah dibayar: usahakan tidak ~ uang sekolah anakmu; (4) ki menyisakan pekerjaan (ada sebagian pekerjaan yg belum diselesaikan): sebelum mengambil cuti, selesaikan pekerjaanmu, jangan sampai ~
menyabun me.nya.bun [v] (1) mencuci dng sabun: sebelum dibilas, Ibu -- piring-piring kotor lebih dulu; (2) menjadi spt sabun: minyak goreng yg membeku krn dingin telah -- ; (3) ki berbuat curang; mencurangi: ia telah -- atasannya dng pemalsuan tanda tangan; (4) cak melakukan onani
menyalahkan me.nya.lah.kan [v] (1) menyatakan (memandang, menganggap) salah: jangan -- dia sebelum terbukti kesalahannya; (2) melemparkan kesalahan kpd; mempersalahkan; menyesali: kalau usahamu tidak berhasil, jangan -- orang lain
menyalak me.nya.lak [v] (1) mengeluarkan bunyi salak; menggonggong: anjingnya suka -- apabila melihat orang yg belum dikenalnya; (2) ki merengek (meminta sesuatu): seharian anak itu -- saja krn permintaannya tidak dituruti
menyalatkan me.nya.lat.kan [v] melakukan atau mengerjakan salat untuk orang lain: mereka sedang -- jenazah di musala sebelum diberangkatkan ke pemakaman
menyandingkan me.nyan.ding.kan [v] (1) mendampingkan; mendudukkan agar bersanding (berdekatan): sebelum upacara akad nikah, penghulu itu -- kedua mempelai; (2) mempertemukan; menjodohkan: ibu itu mau -- gadisnya dng pemuda yg masih famili
menyanglingkan me.nyang.ling.kan [v] mengupamkan; menyepuhkan: dia sanggup -- kalung itu dng upah yg lumayan
menyangsikan me.nyang.si.kan [v] (1) menaruh syak (akan); meragukan: mereka masih juga -- kebenaran berita itu; (2) menimbulkan kebimbangan (keraguan): ucapan-ucapannya itu -; (3) masih ada syak di dalamnya; belum nyata benar; belum tentu benar: tindakan mereka masih -
menyapu me.nya.pu [v] (1) membersihkan dng sapu: -- kebun; -- lantai; (2) mengusap; menghapus; menyeka (keringat dsb); menyapu-nyapu: -- mukanya dng saputangan; (3) melumas (dng cat dsb): ia -- bercak-bercak pd tembok itu dng cat putih; (4) ki menghancurkan: angin topan -- semua rumah penduduk; -- bersih ki (1) membasmi sampai tuntas: polisi bertekad -- bersih kawanan penjahat itu; (2) memenangkan semua cabang olahraga yg dipertandingkan; memenangkan semua nomor pertandingan; -- dada ki menyabarkan hati; bersabar diri: kami -- dada melihat tingkah laku anak-anak itu
menyapukan me.nya.pu.kan [v] menyapu untuk (orang lain); menyapu dng; memakai sesuatu untuk menyapu; mengoleskan; melumaskan dsb
menyasar mendadak me.nya.sar mendadak sasaran yg muncul dng tiba-tiba di medan pertempuran sehingga tembakan thd sasaran tsb tidak dapat dipersiapkan sebelumnya
menyatakan me.nya.ta.kan [v] (1) menerangkan; menjadikan nyata; menjelaskan: ucapannya belum ~ siapa di antara mereka yg bersalah; (2) menunjukkan; memperlihatkan; menandakan: daftar itu ~ betapa banyaknya korban yg jatuh; (3) mengatakan; mengemukakan (pikiran, isi hati); melahirkan (isi hati, perasaan, dsb); mempermaklumkan (perang): anak cucunya ~ setuju; ia ~ terima kasihnya kpd pengurus
menyela me.nye.la [v] (1) terletak (tersisip dsb) di antara dua benda dsb: beberapa rumah model kuno -- di antara gedung-gedung yg modern; (2) menaruh (menyisipkan dsb) sesuatu di antara dua benda dsb: tanaman kacang dapat dimanfaatkan untuk -- pohon cengkih yg belum besar; (3) menyelang: -- percakapan orang lain adalah perbuatan yg kurang sopan
menyerahkan me.nye.rah.kan [v] (1) memberikan (kpd); menyampaikan (kpd): ia belum -- uang kepadaku; (2) memberikan dng penuh kepercayaan; memasrahkan: ia telah -- jiwa raganya kpd nusa dan bangsa
menyerang balik me.nye.rang balik [Olr] serangan yg dilakukan oleh pemain thd lawannya sebelum lawannya menyelesaikan serangannya; - jantung terputusnya aliran darah ke otot-otot yg menjadi lumpuh dan jantung berhenti memompa
menyerbuk me.nyer.buk [v] (1) melumatkan menjadi serbuk; (2) menumbuk halus-halus; (3) menjadi serbuk
menyerendeng me.nye.ren.deng [v] (1) menyendeng; menjadi miring sebelah; tinggi sebelah; (2) ki menjadi kurang waras otaknya
menyesuaikan me.nye.su.ai.kan [v] (1) mencocokkan; mengakurkan; mengepaskan: ia selalu -- jam tangannya dng jam RRI; (2) menyelaraskan: sebelum ia memainkan gitarnya, ia selalu -- nada gitarnya dng piano; (3) menyepadankan: ia selalu berusaha -- antara pendapatan dan pengeluaran; (4) menjadikan sesuai (tt keadaan): ia selalu berusaha -- diri dng keadaan lingkungan; (5) menyerasikan: ia selalu -- warna baju dan celana yg dipakainya; (6) menyamakan: ia selalu -- pakaiannya dng pakaian yg dipakai penduduk setempat
menyiangi me.nyi.angi [v] (1) mencabuti rumput, semak, dsb; menebangi dahan kayu di kebun dsb supaya bersih: -- sawah; -- semak-semak; (2) membersihkan (ikan dsb) sebelum dimasak; (3) mencabuti. menyingkirkan, menghilangkan gulma
menyisik me.nyi.sik [v] (1) membuang sisiknya (tt ikan sebelum dimasak); (2) meraut (bambu, pensil, lidi, dsb); (3) membersihkan pohon atau batang dr duri-durinya; (4) memeriksa baik buruknya ayam sabung dng menilik sisik pd kaki ayam itu; (5) Mk menangkap ikan dng menyebarkan sisik ikan ke aliran air selokan dan menunggu ikan dng tangguk
menyoalkan me.nyo.al.kan [v] (1) menanyakan sesuatu (yg sulit) kpd: jangan -- apa-apa yg belum dipelajari oleh murid-murid; (2) mengemukakan suatu hal dng soal; menjadikan soal; membicarakan; memperdebatkan; mempersoalkan: sudahlah Nak, jangan suka -- hal yg tidak penting
menyokom me.nyo.kom [v] melumas muka dng arang dsb
menyoroti me.nyo.roti [v] (1) menerangi; menyinari; menyuluhi: ia -- jalan setapak di hadapannya dng senter agar tidak terperosok ke lumpur; (2) mengawasi; mengamati (tingkah laku dsb): atasan selalu -- segala pekerjaan bawahannya
menyubordinasikan me.nyub.or.di.na.si.kan [v] menjadikan subordinasi: ke-kuatan-kekuatan politik yg saling bertarung -- lembaga-lembaga agama yg sebelumnya otonom
menyuntikkan me.nyun.tik.kan [v] (1) memasukkan cairan obat dsb dng jarum: untuk mengatasi wabah itu dokter -- serum ke dl tubuh sapi yg sakit; (2) ki memberikan petunjuk (hasutan dsb): sebelum menuju medan perang, komandan mengumpulkan anak buahnya untuk -- keberanian; (3) ki menambah sesuatu (dana dsb) sbg bantuan: -- dana
menyusur me.nyu.sur [v] berjalan (berlayar dsb) sepanjang susur; menu ruti bagian tepi ...: nelayan itu berlayar -- pantai; mereka melangkah - [v] mengulum susur (tembakau): -- itu bervariasi, ada yg diselipkan di dl sebelah pipi, ada pula yg diselipkan di antara gigi dan bibir
merambung me.ram.bung [n] pohon, kayunya ringan, lunak, dan tidak awet, digunakan untuk membuat korek api dan kotaknya
merampok me.ram.pok [v] (1) mencuri dng paksa (biasanya dilakukan oleh lebih dr satu orang): sebelum ~ , mereka menganiaya korbannya; (2) merampas dng kekerasan: penjahat tidak berhasil ~ uang saudagar itu; (3) mencuri barang (uang) dl jumlah banyak
merancang me.ran.cang [v] (1) mencucukkan rancang ke tanah (untuk tanda, batas, atau untuk mengetahui sesuatu yg ada di dl tanah); (2) tampak mencuar (runcing-runcing) [v] mengatur segala sesuatu (sebelum bertindak, mengerjakan, atau melakukan sesuatu); merencanakan: ~ model pakaian wanita
meranda tua me.ran.da tua hingga tua tidak mau atau belum kawin (tt gadis)
meranjangkan me.ran.jang.kan [v] menaikkan atau membawa ke atas ranjang: sebelum ~ , wanita itu diajak keliling kota dan dibelikan makanan
merasakan me.ra.sa.kan [v] (1) membiarkan (menjadikan) merasa atau merasai: rakyat belum ~ nikmatnya kemerdekaan secara merata; (2) menikmati: mereka ~ sepuasnya hidup bersuami istri
merayapi me.ra.yapi [v] (1) merayap (pd, di): semut ~ gula; sinar lampu senter ~ tempat gelap itu; (2) muncul pelan-pelan (di); menyelubungi: melihat gunung itu menyemburkan lumpur panas menggelegak, perasaan takut ~ hati mereka
mereaksi me.re.ak.si [v] mengadakan reaksi: dl perjalanan sejarah selalu ada dialektika, yg satu muncul ~ thd yg ada sebelumnya
meredakan me.re.da.kan [v] menjadikan atau menyebabkan reda; menenangkan: ia berjalan-jalan sebentar untuk ~ ketegangan otaknya
mereka cipta me.re.ka cip.ta [v] melakukan reka cipta; menciptakan (merancang) sesuatu yg sebelumnya tidak ada
merica hitam merica yg diperoleh dr buah yg belum masak, dijemur di panas matahari atau dl rumah asap sampai ber-warna hitam, berbentuk butiran hitam berkeriput
merpati mer.pa.ti [n] (1) burung, termasuk bangsa Columbiformes, spt tekukur, perkutut, dl kepercayaan dan kebudayaan melambangkan perdamaian; burung dara; (2) ki muda-mudi yg sedang dl masa bercinta-cintaan (pacaran): sepasang -- sedang duduk bermesraan di pinggir danau
merpaud mer.pa.ud [n cak] jamak (menyatakan banyak): belum ada -- nya, ki belum beristri (bersuami)
mes [n cak] pupuk buatan untuk menyuburkan tanaman: tebunya dipupuk dng -- supaya baik pertumbuhannya [n] rumah tempat bersama yg sifatnya sementara atau sbg tempat menginap tamu (di kalangan militer untuk tempat tinggal perwira yg belum berkeluarga) [n Tek] (1) lubang ayakan berbentuk bujur sangkar; (2) ukuran yg menunjukkan banyaknya lubang yg terdapat pd ayakan setiap satu inci linier
metabolis me.ta.bo.lis [a] bersifat atau berhubungan dng metabolisme: alat kedokteran mutakhir sudah dapat menentukan gangguan -- yg dibawa bayi sebelum lahir
meteor me.te.or [n Astrol] benda angkasa yg meluncur di angkasa luar, masuk ke dl atmosfer dan menyala krn gesekan udara, pd umumnya habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi, dan bila masih bersisa benda itu jatuh sbg meteorit
metode dilatometer metode yg dilakukan berdasarkan perubahan kecil volume cairan yg ditimbulkan oleh proses fisika atau kimia
midodareni mi.do.da.re.ni [Jw] (1) v menyelenggarakan serangkaian upacara adat bagi pengantin perempuan pd malam menjelang ijab kabul atau pesta pernikahan; (2) n malam sebelum hari upacara pernikahan berlangsung, pengantin putri ditemani oleh kawan-kawan putrinya
mineral primer mineral yg belum mengalami perubahan kimia sejak pengendapan dan kristalisasinya dr lava cair
minor mi.nor [n Mus] kecil (digunakan untuk selang, tangga nada, dan akor): selang nada sekon -- , tangga nada A -- , dan akor C --; (2) a kecil; kurang penting: ia membawakan peran -- dl drama itu; (3) a belum dewasa (tt orang); (4)a tambahan (tt mata pelajaran, mata kuliah)
minum ringan minuman yg tidak mengandung alkohol, msl teh botol, teh kotak, gula asam
minyak bekas minyak lumas yg sudah digunakan melumasi mesin atau peralatan mesin
minyak berat produksi hasil penyulingan minyak bumi mulai dr fraksi pelumas yg paling ringan sampai yg paling berat (proses)
minyak bilas minyak untuk membersihkan saluran pelumasan dan bagian yg bergerak dl motor yg dilalui sistem jaringan pelumasan
minyak di tempat [Pet] jumlah minyak bumi yg diperkirakan ada di dl reservoar dan belum pernah diproduk-si
minyak hitam cairan minyak bumi yg berwarna tua, spt minyak diesel, minyak bakar, atau beberapa jenis minyak lumas berat
minyak keruh minyak lumas yg diolah dr minyak bumi yg dimurnikan sampai berwarna kuning pucat jika terkena sinar, dapat berupa minyak jadi atau minyak setengah jadi
minyak kuku minyak yg diperoleh dr kuku sapi atau biri-biri yg dicampur dng produk minyak bumi yg sangat murni, digunakan sbg pelumas arloji dan instrumen
minyak mentah minyak bumi yg belum diolah atau belum disuling; (2) campuran rumit mineral hidrokarbon yg diperoleh dr endapan geologi
minyak mesin [Pet] minyak pelumas bantalan motor, mesin, dsb, kecuali untuk mesin uap
minyak putih jenis minyak lumas ringan yg dimurnikan, digunakan sbg minyak lumas mesin pabrik makanan, dan pabrik tekstil, dan sbg bahan keperluan farmasi
minyak roda gigi minyak pelumas untuk roda gigi transmisi
minyak silinder [Pet] minyak kental yg digunakan untuk melumas silinder dan katup mesin uap
miring mi.ring [a] (1) berkenaan dng sisi yg satu lebih tinggi dr sisi yg lain (tt garis atau permukaan) rendah sebelah; tidak datar; landai: cerobong ini -- sedikit; (2) tidak tegak lurus; condong: cerobong kapal itu -- ke belakang; (3) senget: kapal yg bocor itu -- ke kanan; (4) ki agak gila; kurang waras; sinting: orang itu sudah -- (otaknya); (5) ki agak murah: harga barang-barang di koperasi lebih -- dp di toko
misionaris mi.si.o.na.ris [n Kris] (1) orang yg melakukan penyebaran warta Injil kpd orang lain yg belum mengenal Kristus; (2) imam Kristen (Katolik) yg melakukan kegiatan misi
misteri mis.te.ri [n] (1) sesuatu yg masih belum jelas (masih menjadi teka-teki; masih belum terbuka rahasianya): mengapa dia terbunuh dan siapa yg membunuh masih merupakan --; (2) kenyataan yg begitu luhur sehingga secara mendasar melampaui daya tangkap manusia; apa pun yg semakin dapat dimengerti atau dihayati, tetapi tidak pernah ditangkap seluruhnya sehingga tetap merupakan rahasia menyangkut kehadiran atau kegiatan Ilahi, msl Allah Tritunggal
modifikasi mo.di.fi.ka.si [n] (1) pengubahan: ia setuju untuk melakukan beberapa -- pd karangannya; (2) perubahan: rencana itu telah mengalami -- dr keputusan sebelumnya
mortar mor.tar [n] (1) campuran semen, pasir, dan kapur mati untuk menempelkan batu bata; (2) lumpang, lazim dibuat dr porselen atau batu
motif mo.tif [n] (1) pola; corak: ia menyukai kain batik dng -- parang; (2) salah satu dr antara gagasan yg dominan di dl karya sastra, yg dapat berupa peran, citra yg berulang, atau pola pemakaian kata; (3) alasan (sebab) seseorang melakukan sesuatu: polisi belum menemukan -- pembunuhan itu
muai ruang pertambahan isi (volume) benda akibat pemanasannya
muat beku muatan yg sudah dibekukan sebelum dikapalkan dan tetap dijaga dl keadaan beku selama perjalanan dng suhu antara 10oF sampai 18oF
muat cair [Kap] segala cairan yg dapat diangkut dl bentuk curah (tidak terbungkus dl kemasan spt kotak)
muat curah [Kap] muatan homogen yg diangkut dl bentuk curah di dl ruang muatan dan dl keadaan tidak terbungkus dl kemasan spt kotak, peti, dan karung
muda mu.da [a] (1) belum sampai setengah umur: istrinya masih --; (2) belum sampai masak (tt buah-buahan); (3) belum cukup umur (tt tumbuhan, binatang); (4) belum sampai waktunya untuk dipetik (dituai dsb): buah nangka ini masih terlalu -- untuk dipetik; (5) belum lama ada (berdiri dsb): organisasi kita ini masih -- krn baru berusia dua tahun; (6) kurang gelap, agak pucat (tt warna): warnanya biru --; (7) yg kedua (menurut tingkat kedudukannya): istri --
mudasir mu.da.sir [n] (1) orang yg berselimut (Nabi Muhammad saw. sebelum menerima wahyu); (2) surah ke-74 dl Alquran [Lihat {dasar}]
muka sabak muka seakan-akan mau menangis, tetapi belum mencucurkan air mata
mukadim mu.ka.dim [Ar n] orang yg menempati jabatan sebelumnya
mukah mu.kah [n] (1) Huk perbuatan sanggama secara tidak sah antara laki-laki atau perempuan yg telah menikah dng seseorang yg berlainan jenis yg belum menikah; (2) zina
mula-mula mu.la-mu.la [adv] (1) pertama-tama; pd mulanya: -- berupa biji selanjutnya berupa lembaga dan akhirnya tumbuh akar dan batang; (2) sejak (dr): -- tinggal di daerah itu, belum pernah sekali pun ia sakit
mulsa tunggul [Tan] sisa tanaman yg ditinggalkan di atas permukaan tanah untuk menutup tanah itu sebelum dan selama persiapan pengolahan tanah
mulut buaya [ki] (1) ucapan yg belum tentu kebenarannya (krn diucapkan oleh penipu atau penjahat); (2) bahaya besar; kesulitan yg amat sangat
mulut kapuk lubang lumbung padi
mungkin mung.kin [adv] tidak atau belum tentu; barangkali; boleh jadi; dapat terjadi; tidak mustahil: dia tidak datang, -- ada halangan; tidak -- , tidak boleh jadi; mustahil, sedapat -- , sedapat-dapatnya
muntu mun.tu [Jw n] batu atau kayu yg khusus digunakan untuk melumatkan bumbu (sbg pasangan cobek); batu atau kayu pelumat bumbu dsb
murni mur.ni [a] (1) tidak bercampur dng unsur lain; tulen: cincin itu terbuat dr emas --; (2) belum mendapat pengaruh luar; polos; lugu: sikap anak itu masih -- , belum dipengaruhi oleh kehidupan kota besar; (3) tulus; suci; sejati (tt cinta): cinta ayah dan ibu kpd anaknya adalah cinta yg --; (4) ki belum terpengaruh oleh dunia luar; asli: kebudayaan masyarakat itu masih --; (5) ki dl keadaan yg masih suci (perawan); belum ternoda; belum pernah menikah: setahu saya dia itu masih gadis --
musim dingin musim sesudah musim gugur atau sebelum musim semi, terdapat di daerah yg mempunyai empat musim
musim gugur musim sesudah musim panas atau sebelum musim dingin, terdapat di daerah yg mempunyai empat musim
musim panas musim sesudah musim semi atau sebelum musim gugur, terdapat di daerah yg memiliki empat musim
musim semi musim sesudah musim dingin atau sebelum musim panas, terdapat di daerah yg mempunyai empat musim
muzamil mu.za.mil [n Isl] (1) orang yg berselimut (Nabi Muhammad saw. sebelum menerima wahyu); (2) surah ke-73 dl Alquran
naik na.ik [v] (1) bergerak ke atas atau ke tempat yg lebih tinggi: anaknya segera -- ke tempat tidur; layang-layangku tidak dapat --; (2) timbul (tt matahari): matahari --; (3) mendaki; menanjak; memanjat: olahraga -- gunung; jalan ini -- terus; -- pohon jambu; (4) masuk rumah (melalui tangga); masuk ke kendaraan (angkutan, tumpangan, dsb): "silakan -- !", dng ramah sopir mempersilakan penumpangnya; (5) mengendarai; menunggang; menumpang (kapal, pesawat, dsb): ia tidak -- sepeda; -- unta; -- pesawat terbang; (6) bertambah tinggi (mahal, besar, banyak, dsb); meningkat: harga barang-barang terus --; gaji pegawai belum juga --; hasil padi tahun ini -- dibandingkan dng hasil tahun lalu; pangkatnya -- setingkat; (7) menjadi: tidak ada seorang pun yg mau -- saksi; (8) pergi ke: -- darat
najis ringan najis yg hukumnya diringankan, spt air kencing bayi laki-laki yg belum makan dan belum minum, selain air susu ibu (di bawah umur dua tahun)
naluri na.lu.ri [n] (1) dorongan hati atau nafsu yg dibawa sejak lahir; pembawaan alami yg tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting; (2) Psi perbuatan atau reaksi yg sangat majemuk dan tidak dipelajari yg dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pd semua jenis makhluk hidup; (3) Bio serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yg sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yg tidak bergantung pd pengalaman
nanar na.nar [a] (1) berasa pusing (krn mabuk, kena pukul, dsb): pertimbangan itu akhirnya sampai juga ke otakku yg telah --; (2)agak hilang akal (krn kekalahan dsb) bingung; tercengang-cengang; : -- memandang kegersangan alam di hadapannya; (3) marah sekali (mata gelap); garang
nasi sendok tidak termakan [pb] tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yg didapatnya; belum menjadi rezekinya
naskah nas.kah [n] (1) karangan yg masih ditulis dng tangan: mahasiswa tingkat akhir mengumpulkan -- sastra lama; (2) karangan seseorang yg belum diterbitkan: berbagai penerbit berkeberatan menerbitkan -- cerita ini; (3) bahan-bahan berita yg siap untuk diset; (4) rancangan: -- Perjanjian Linggarjati
nebulium ne.bu.li.um [n] unsur hipotetis yg sebelumnya diperkirakan sbg pembentuk spektrum gas nebula
negara berkembang negara yg ciri-cirinya, antara lain, pertanian tradisional merupakan faktor produksi primer, industri belum berkembang, jumlah dan tingkat pertumbuhan penduduk besar, pendapatan per kapita rendah, serta sumber alam belum banyak yg terolah
negara terbelakang negara belum berkembang, pendapatan per kapita sangat rendah, industri besar tidak ada, biasanya banyak utang, sumber alam sama sekali belum terolah
negatif ne.ga.tif [a] (1) tidak pasti; tidak tentu; tanpa pernyataan: jawabannya masih -- , belum positif; (2) kurang baik; menyimpang dr ukuran umum: lingkungan dapat mengakibatkan pengaruh -- thd kesejahteraan kita; birokrasi yg -- menimbulkan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi [n] (1) film dr foto (potret) yg dipakai untuk memperbanyak foto; (2) kabel yg aliran listriknya berpotensi lebih rendah: kabel positif jangan langsung kauhubungkan dng kabel --
neokarpi ne.o.kar.pi [n Bio] tumbuhan yg belum dewasa, tetapi sudah menghasilkan bunga dan buah
neologi ne.o.lo.gi [n Bio] ilmu tt seluk-beluk makhluk muda dan belum dewasa
neurolinguistik neu.ro.li.ngu.is.tik [n] ilmu tt hubungan antara bahasa dan saraf otak
neurotransmiter neu.ro.tran.smi.ter [n Dok] saraf pembawa pesan atau isyarat dr otak ke bagian tubuh lainnya
ngoyo ngo.yo [v cak] memaksakan diri melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan, kondisi, dan waktu: Presiden meminta kpd perajin rotan agar tidak -- melakukan ekspor kalau belum memiliki kemampuan untuk itu
ni [p cak] ini [p cak] nini [Mk kp] uni (kakak perempuan) [n] kata sapaan untuk wanita yg belum kawin; nona: keluarga Taman Siswa menggunakan kata -- sbg pengganti nama
nikah gantung nikah yg dilakukan sesuai dng syarak (terutama dl agama Islam), tetapi belum diresmikan oleh petugas yg berwenang (suami istri belum tinggal serumah)
nilai panas [Pet] panas yg terjadi pd pembakaran sempurna dr sejumlah satuan berat atau satuan volume bahan bakar
niraksara nir.ak.sa.ra [a] (1) tidak (belum) memiliki aksara; (2) tidak (belum) mampu membaca dan menulis; buta huruf
niraksarawan nir.ak.sa.ra.wan [n] orang yg tidak (belum) mampu membaca dan menulis
nisbah pengisian [Tek] bilangan yg menunjukkan volume atau berat batuan asal yg terledakkan oleh setiap pon bahan peledak
nisbah pengupasan [Tek] perbandingan antara jumlah volume lapisan penutup yg perlu disingkirkan (dl meter kubik) untuk memperoleh satu ton bahan galian
nol [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng O; (2) bilangan persiapan sebelum memasuki tingkat pertama dl urutan kelas; (3) ki tidak ada kenyataan; omong kosong: semua yg dikatakannya -- belaka; (4) ki tidak ada hasil: ia sudah berusaha, tetapi hasilnya --
nostrum nos.trum [n Far] obat dng susunan yg dirahasiakan yg dikatakan sangat mujarab, tetapi belum dibuktikan secara ilmiah; obat rahasia
nyai [n] (1) panggilan untuk orang perempuan yg belum atau sudah kawin; (2) panggilan untuk orang perempuan yg usianya lebih tua dp orang yg memanggil; (3) gundik orang asing (terutama orang Eropa); nyai-nyai n sebutan kpd wanita piaraan orang asing
nyamplung nyam.plung [n] (1) pohon yg hidup di pesisir yg berpasir dan berbatu karang, kulit pohonnya dapat digunakan untuk obat, kayunya keras, digunakan untuk bahan pembuat perahu dan tiang kapal; Calophyllum inophyllum; (2) kayu nyamplung; (3) kulit nyamplung
nyunyut nyu.nyut [v] , me.nyu.nyut v menarik panjang-panjang; menjujut; menghela [v] , me.nyu.nyut v mengulum dan mengisap (permen, tetek, dsb): bayi itu sedang ~ [v] , me.nyu.nyut v bergerak turun naik (tt ubun-ubun bayi); mengembut
observasi ob.ser.va.si [n] peninjauan secara cermat; sebelum praktik mengajar, para calon guru mengadakan -- ke sekolah-sekolah
obstruksi ob.struk.si [n] (1) sumbatan, rintangan (cairan yg tidak dapat mengalir atau bergerak dl saluran, spt adanya batu dl empedu, adanya lumpur dl pipa air); (2) Pol penghambatan yg dilakukan oleh golongan politik tertentu untuk menghalangi diterimanya suatu undang-undang atau peraturan oleh Dewan Perwakilan Rakyat
oja , meng.o.ja v (1) menggalakkan (ayam dsb) supaya menyerang lawannya; (2) ki memberanikan; menghasut , meng.o.ja v mengambil ancang-ancang: ia -- dulu sebelum melompati parit yg lebar itu
oles /olEs/, meng.o.les v melumur; melumas: dia -- kakinya dng minyak kayu putih
oli [n] minyak pelumas (motor, mesin, dsb): -- mesin mobil ini baru diganti
ombak nya kedengaran [pb] telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya
opendim open.dim [n] selaput yg melapisi rongga otak dan saluran pusat sumsum punggung
operasi ope.ra.si [n] (1) Dok bedah; bedel (untuk mengobati penyakit): penyakit ginjal yg belum parah dapat disembuhkan tanpa --; (2) Mil tindakan atau gerakan militer: perwira muda itulah yg memimpin -- penumpasan pemberontakan itu; (3) pelaksanaan rencana yg telah dikembangkan
opium opi.um [n] getah buah Papaver sommiferum yg belum masak yg dikeringkan (mempunyai daya memabukkan dan membius, biasanya dimakan atau diisap dng pipa); candu; madat
opname op.na.me [n Dok] perawatan dng menginap di rumah sakit: uang -- harus dibayar sebelum pasien diperbolehkan pulang [n] pengambilan foto atau film: -- film itu sebagian besar dibuat di luar studio
oposisi melintang [Ling] oposisi antara leksem yg berlawanan arahnya dl medan makna yg beranggotakan beberapa pasangan
oposisi menyiku [Ling] oposisi antara leksem yg berdekat-an dl medan makna yg beranggotakan beberapa pasangan
orang [n] (1) manusia (dl arti khusus); (2) manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut --; (3) dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng -- nya; (4) kata penggolong untuk manusia: lima -- nelayan; (5) anak buah (bawahan): mereka itu -- nya Pak Camat; (6) rakyat (dr suatu negara); warga negara: -- Pakistan; (7) manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia -- Bogor; suaminya -- Eropa; (8) suku bangsa; (9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak -- pun saya tolong; negeri -- , negeri lain (bukan negeri kita); (10) cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, -- belum gajian
orang halimunan orang yg dapat menghilang krn mempunyai ilmu gaib; (2) siluman
orde lama tata pemerintahan pd masa sebelum orde baru
ortoklas or.to.klas [n] mineral yg merupakan silikat dr potasium dan aluminium
pada pa.da [p] (1) kata depan yg dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dl hubungan dng, searti dng di (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau ke: -- dasarnya; ada -- nya (ku, mu); -- keesokan harinya; (2) menurut ...: -- sangkanya [a] (1) cukup (tidak kurang, tetapi tidak lebih); lumayan: asal ada, kecil pun --; sekian itu belum -- juga; (2) puas: belum -- hatinya [adv cak] sama-sama (untuk menyatakan bahwa yg melakukan banyak): mereka belum -- datang [n Ling] (1) satuan pola tekanan yg dipakai untuk mengukur struktur persajakan; (2) satuan fonologis yg terjadi dr sekelompok suku kata bertekanan dan/atau tidak bertekanan
padah pa.dah [n] (1) alamat yg memberi peringatan akan terjadinya sesuatu; gelagat: tidak baik -- nya; (2) Sas teknik penyusunan peristiwa dan penjelasan dl alur kisahan atau drama, yg berfungsi memberikan bayangan peristiwa sebelum peristiwa itu terjadi
padam pa.dam [a] (1) mati (tt api); tidak menyala atau tidak berkobar lagi: api kebakaran itu sudah --; (2) reda (tt kemarahan); tenang kembali (tt hawa nafsu, berahi, dsb): seketika itu juga -- lah murka baginda; (3) aman kembali (tt huru hara, kerusuhan, dsb): pergolakan di negara itu belum juga --; (4) menjadi lemah (tt semangat): semangat juang mereka tidak pernah -- lihat merah
padat pa.dat [a] (1) sangat penuh hingga tidak berongga; padu; mampat; pejal: lumbung diisi padi sampai --; sudah -- hatinya, sudah tetap hatinya (berani dsb)
padat penebaran jumlah ikan yg dapat ditebar per satuan luas (atau volume air) kolam atau wadah pemeliharaan ikan lainnya
padma pad.ma [n] (1) bunga teratai, bunga seroja; Nelumbo nucifera; (2) tumbuhan langka yg tidak berbatang atau berdaun, bunganya cokelat kemerah-merahan, berukuran besar yg kelihatan spt tiba-tiba muncul pd batang tumbuhan melilit yg diparasitinya; Rafflesia patma
paganisme pa.gan.is.me [n] perihal (keadaan) tidak beragama; paham pd masa sebelum adanya (datangnya, masuknya) agama (Kristen, Islam, dsb)
pagi buta pagi-pagi benar (sebelum matahari terbit)
pagi-pagi pa.gi-pa.gi [n] (1) pagi sekali (sebelum matahari terbit); dini hari: pd hari Lebaran anak-anak bangun ~; (2) masih awal (belum waktunya); lekas-lekas: pd hari itu ia pulang ~
pahat jet [Pet] pahat bor yg berlubang-lubang khusus yg memungkinkan lumpur pengeboran dapat disemprotkan dng kecepatan tinggi ke arah formasi yg sedang dibor
palapa pa.la.pa [n] (1) (dl dongeng) buah yg rasanya pahit; (2) sumpah Mahapatih Gajah Mada dr Kerajaan Majapahit bahwa tidak akan menikmati segala sesuatu sebelum menaklukkan dan mempersatukan daerah Nusantara; (3) nama satelit komunikasi sistem domestik yg dimiliki Indonesia
palar pa.lar [v] me.ma.lar.kan v (1) mengharapkan: ~ pertolongan sahabat; ~ keuntungan yg belum di tangan; (2) menganggap lumayan (dp tidak memperoleh apa-apa): walaupun sedikit, ia ~ juga;
palato-alveolar pa.la.to-al.ve.o.lar [Ling] (1) a terjadi krn penyempitan antara daun lidah dan alveolum bagian depan lidah dan langit-langit keras; (2) n bunyi yg terjadi krn penyempitan antara daun lidah dan alveolum serta bagian depan lidah dan langit-langit keras
paman pa.man [n] (1) adik laki-laki ayah atau adik laki-laki ibu; pakcik; (2) sapaan kpd orang laki-laki yg belum dikenal atau yg patut dihormati
pamflet gelap (surat) selebaran yg tidak diketahui sumbernya dan belum pasti kebenarannya
pamor pa.mor [n] (1) baja putih yg ditempatkan pd bilah keris; (2) lukisan pd bilah keris, yg dibuat dr baja putih; (3) ki seri; semarak (keindahan, kemuliaan, dsb); perbawa: sekalipun tidak berkuasa lagi, ia belum kehilangan --
panci pan.ci [n] peranti masak, terbuat dr logam (alumunium, baja, dsb), bertelinga pd kedua sisinya, berbentuk silinder atau mengecil pd bagian bawahnya, biasanya digunakan untuk memasak air, sayur berkuah, dsb
panil pa.nil [n] (1) penyekat ruang terbuat dr papan tipis, berhias indah, dan dapat dipindah-pindahkan; (2) salah satu bagian dr papan wesel atau papan hubung; weselbor; (3) kotak, meja kontrol, atau sandaran pemisah yg dilengkapi dng alat pengontrol (pd perangkat keras komputer atau bagian dr perlengkapan listrik); (4) tombol kecil (pd kamera) tempat pijatan alat kontak pd waktu memotret: pengoperasian kamera ini pun mudah, tinggal tekan-tekan -- , lalu "jepret", cukup dng satu tangan
pantau pan.tau [n] ikan kecil berperut buncit yg hidup di air tawar [v] , me.man.tau v (1) menengok; menjenguk; (2) mengamati atau mengecek dng cermat, terutama untuk tujuan khusus; mengawasi; memonitor; (3) mengatur atau mengontrol kerja mesin, proses, dsb; (4) mengecek atau mengatur volume bunyi atau suara dl merekam
paralisis pa.ra.li.sis [n Dok] hilangnya kemampuan untuk bergerak krn cedera atau penyakit pd bagian saraf; kelumpuhan
paralitis pa.ra.li.tis [a] bersangkutan dng paralisis; lumpuh
param pa.ram [n] obat pelumur spt bedak basah yg dilumurkan pd bagian tubuh untuk menghilangkan rasa pegal (ketegangan urat) atau terkilir
paraplegia pa.ra.ple.gia [n] kelumpuhan pd kedua belah bagian bawah tubuh, termasuk dua belah kaki
pascalarva pas.ca.lar.va [a] berhubungan dng tahapan yg menyerupai juvenil, tetapi beberapa ciri kedewasaannya belum lengkap
pasifikasi pa.si.fi.ka.si [n] (1) pengamanan; (2) usaha yg bertujuan mengembalikan keadaan spt sebelum terjadi peperangan
pasir kaca [Kim] persenyawaan yg terdiri atas oksida besi, aluminium, titanium, zirkonium, kalsium, dan magnesium
patroli pat.ro.li [n] (1) perondaan (oleh polisi, tentara, dsb): pasukan kita melumpuhkan -- musuh yg keluar masuk perbatasan; (2) polisi (tentara dsb) yg sedang meronda: -- berjumpa dng kawanan perampok
paut tidak bertali pa.ut tidak bertali [ki] (1) belum putus perkaranya; (2) belum diberi surat cerai (tt perempuan yg minta cerai)
pawai taaruf pawai perkenalan; pawai peragaan: sebelum musabaqah tilawatil quran resmi dibuka, diselenggarakan -- taaruf keliling kota
peang pe.ang [n cak] bentuk kepala yg jendol ke belakang: bentuk kepala -- , belum tentu ada kaitannya dng kecerdasan anak
pedada pe.da.da [n] pohon yg tumbuh di hutan-hutan bakau, tingginya mencapai 15 m, berakar napas yg keluar dr dl lumpur, bentuk daunnya bulat telur, ujungnya tumpul dan membundar, panjangnya 5-13 cm; beremban; Sonneratia acida
pedogenesis pe.do.ge.ne.sis [n] perkembangbiakan secara seksual pd binatang yg masih dl keadaan larva atau oleh individu yg belum dewasa
pedoman pe.do.man [n] (1) alat untuk menunjukkan arah atau mata angin (biasanya spt jam yg berjarum besi berani); kompas: sebelum ada -- , orang menggunakan bintang untuk menentukan arah perjalanan perahu; (2) kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan; (3) hal (pokok) yg menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu: di samping syarat-syarat yg lain, para penyunting perlu menguasai -- ejaan; (4) pemimpin (yg menerangkan cara menjalankan atau mengurus perkumpulan): surat edaran dr -- besar
pegawai honorer pegawai yg tidak (atau belum) diangkat sbg pegawai tetap atau setiap bulannya menerima honorarium (bukan gaji)
pelagra pe.lag.ra [n Dok] penyakit yg disertai ruam (radang) kulit, terutama di tangan (merah-merah), gangguan pd pusat susunan saraf alat pencernaan, dan radang rongga mulut yg menyebabkan ketumpulan otak atau menjadi gila
pelampung buang [Lay] pelampung sbg penunjuk bahwa lokasi tsb adalah tempat pembuangan sampah, pasir, atau lumpur kerukan pelabuhan
pelangkah pe.lang.kah [n] barang yg diberikan oleh calon pengantin pria kpd kakak calon pengantin wanita yg belum menikah (yg dilangkahi atau didahului kawin)
pelatihan pe.la.tih.an [n] (1) proses, cara, perbuatan melatih; kegiatan atau pekerjaan melatih: ~ yg diberikan belum cukup; di bidang industri, perusahaan itu sudah mulai melakukan ~ sendiri; (2) tempat melatih: Pusat Pendidikan dan ~
pelayuan daging pe.la.yu.an daging [Tern] penyimpanan daging segar selama dua sampai enam minggu pd suhu 34o sampai 38o F sebelum daging itu dijual kpd konsumen
pelicin pe.li.cin [n] (1) yg digunakan untuk melicinkan; (2) ki uang atau barang yg diberikan sebelumnya agar suatu urusan dapat lancar
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
pelungpung pe.lung.pung ? pelumpung
pematang pe.ma.tang [n] (1) jalan kecil yg agak ditinggikan (di sawah, di tempat yg berpaya-paya, dsb); (2) Ark bagian tanah di sisi kotak penggalian yg dibiarkan sehingga tempat yg digali tampak dan dapat terus diteliti
pematangan pe.ma.tang.an [n] proses, cara, perbuatan mematangkan: perlu -- rencana terlebih dahulu sebelum suatu pekerjaan dilaksanakan
pembacaan pem.ba.ca.an [n] proses, cara, perbuatan membaca: sebelum acara dimulai, lebih dahulu dilakukan -- tata tertib
pemberitaan pem.be.ri.ta.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memberitakan (melaporkan, memaklumkan); (2) perkabaran; maklumat
pemberitahuan pem.be.ri.ta.hu.an [n] (1) pengumuman; maklumat; (2) proses, cara, perbuatan memberitahukan
pemilih pe.mi.lih [n] (1) orang yg memilih: jumlah ~ di Jakarta seluruhnya belum dapat diketahui; (2) orang yg terlampau teliti dl memilih (suka mencela dan banyak tuntutannya): ah, ~ benar anak itu; (3) alat untuk memilih: dewasa ini telah ditemukan mesin ~ bibit padi
pemisah pe.mi.sah [n] (1) sesuatu yg dipakai untuk memisahkan (membatasi): pintu kaca ~ ruang duduk dan dapur dibukanya sedikit; jurang ~ antara si kaya dan si miskin; garis ~ , garis yg memisahkan (menyekat); (2) pelerai; wasit: sampai detik ini belum ditunjuk siapa ~ pertandingan tinju itu; badan ~ , badan yg bertugas menyelesaikan perselisihan; juru pisah; juru pemisah
pemuaian pe.mu.ai.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memuai; (2) Fis proses memperbesar ukuran (volume) bahan yg massanya tetap
pemutihan pe.mu.tih.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memutihkan; (2) keringanan bagi wajib pajak untuk tidak membayar pajak tahun-tahun sebelumnya walaupun barang atau harta itu sudah menjadi miliknya sejak beberapa tahun
penanggah pe.nang.gah [n] ruang di hotel atau restoran untuk menyiapkan hidangan dingin, spt salad dan roti apit atau untuk memanasi hidangan sebelum diantarkan ke meja tamu
pendangkalan pen.dang.kal.an [n] proses, cara, perbuatan menjadi dangkal: Pelabuhan Sunda Kelapa terancam ~ oleh lumpur Kali Ciliwung
pendapat pen.da.pat [n] (1) pikiran; anggapan: dl negara demokrasi setiap orang bebas mengemukakan ~ nya; (2) buah pemikiran atau perkiraan tt suatu hal (spt orang, peristiwa): apa ~ mu tt isi surat ini?; menurut ~ saya, dialah yg benar; (3) orang yg mula-mula menemukan atau menghasilkan (sesuatu yg tadinya belum ada atau belum diketahui): Nurtanio adalah ~ pesawat terbang jenis Gelatik; (4) kesimpulan (sesudah mempertimbangkan, menyelidiki, dsb): begitulah ~ hakim setelah mendengar keberatan-keberatan yg dikemukakan oleh pembela
pendapatan pen.da.pat.an [n] (1) hasil kerja (usaha dsb); pencarian: ~ nya sebulan tidak mencukupi; (2) cak penemuan (tt sesuatu yg tidak ada sebelumnya): ~ Thomas A. Edison sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia; (3) ark pendapat
pendapatan bruto pen.da.pat.an bruto pendapatan sebelum dikurangi biaya
pendatang pen.da.tang [n] (1) orang datang; orang asing (bukan penduduk asli): daya pesona Pulau Bali menarik ~ untuk berkunjung ke Indonesia; kampung itu sebagian besar penduduknya ~; (2) tiang (penyangga) tambahan untuk memperkuat; (3) perasaan yg timbul dl hati sebelum terjadi sesuatu; firasat
penebas pe.ne.bas [n] orang yg memborong hasil tanaman (msl padi, buah-buahan) sebelum dituai atau dipetik; tengkulak: petani pemilik sawah menjual hasil tanaman di sawahnya kpd seorang ~ menjelang panen
penembak pe.nem.bak [n] (1) orang yg menembak: ~ empat orang mahasiswa itu belum tertangkap; (2) alat untuk menembak: meriam ~ pesawat terbang
penemu pe.ne.mu [n] orang yg menemukan (suatu alat, sesuatu yg belum diketahui orang, dsb): baik para seniman maupun para ~ memperoleh penghargaan tinggi
penerangan pe.ne.rang.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menerangkan (memberikan penjelasan); (2) alat-alat untuk menerangi (spt lampu dsb): saluran air sudah ada, tetapi ~ listrik belum; (3)pekerjaan dsb yg memberi penjelasan (petunjuk dsb): tanyakan saja hal itu kpd bagian ~; (4) penjelasan (petunjuk dsb): memberi ~ tt masalah kependudukan kpd penduduk desa
penetas pe.ne.tas [n] (1) (burung, unggas) yg menetaskan (mengeluarkan dr telur): induk ayam ~ itu berkotek-kotek memanggil anak-anaknya yg berlari ke luar kandang; (2) alat untuk menetaskan telur: lampu-lampu itu akan menerangi dan memanasi kotak-kotak ~ ayam
pengabsahan peng.ab.sah.an [n] pengesahan: belum diadakan ~ resmi tt persetujuan itu
pengadukan peng.a.duk.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengaduk: ~ bumbu dilakukan sebelum menggulai; (2) tempat mengaduk: ia mengambil semen di ~
pengamuk peng.a.muk [n] orang yg mengamuk: akhirnya ~ itu dapat dilumpuhkan polisi
pengapuran pe.nga.pur.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengapur; (2) Dok pengerasan krn terbentuknya garam kalsium pd jaringan daging, tulang, atau gigi; (3) Tan proses mengapuri tanah (biasanya sebelum menanam kacang kedelai)
pengencingan pe.ngen.cing.an [n] (1) organ tubuh tempat menampung air kencing sebelum dikeluarkan; kandung kencing; pundi-pundi kencing; (2) jalan air kencing dl kemaluan; (3) proses, cara, perbuatan mengencingi; (4) tempat kencing
pengerukan pe.nge.ruk.an [n] proses, cara, perbuatan mengeruk atau mengerukkan: untuk menghadapi bahaya banjir, rencana ~ lumpur Sungai Musi akan dilakukan minggu ini; perlu dilakukan ~ sungai yg telah dangkal
penggeledahan peng.ge.le.dah.an [n] proses, cara, perbuatan menggeledah; pemeriksaan (orang, rumah, dsb) untuk mencari sesuatu: ~ dr rumah ke rumah dilakukan terus, tetapi belum ditemukan bukti-buktinya yg nyata
penggilingan peng.gi.ling.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menggiling (padi, tebu, dsb); (2) tempat atau usaha menggiling (melumatkan, mengupas): ~ padi; ~ tebu
pengguna peng.gu.na [n] orang yg menggunakan: petani ~ irigasi belum semuanya mampu membayar biaya fasilitas
penghasilan kotor peng.ha.sil.an kotor seluruh penghasilan yg belum dikurangi biaya
pengislaman peng.is.lam.an [n] proses, cara, perbuatan menyebarkan agama Islam (kpd orang yg belum menganut agama Islam)
pengontrak pe.ngon.trak [n] orang yg mengontrak (rumah, toko, dsb): ~ rumah itu sudah dua bulan belum membayar
pengotaan pe.ngo.ta.an [v] proses, cara, perbuatan mengotakan
pengumuman peng.u.mum.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengumumkan: sudah disepakati bahwa ~ itu akan disampaikan sendiri oleh ketua; (2) yg diumumkan; pemberitahuan; permakluman: ~ itu ditempelkan di papan yg dapat dilihat orang
pengungkapan penghubung peng.ung.kap.an penghubung [Ling] kata atau ungkapan yg menghubungkan unsur-unsur di dl kalimat atau kalimat dng kalimat sebelumnya
pengungkapan penghubung antarkalimat peng.ung.kap.an penghubung antarkalimat [Ling] kata atau ungkapan penghubung yg menghubungkan sebuah kalimat dng kalimat sebelumnya
pengusahaan buta peng.u.sa.ha.an buta pengusahaan yg dilakukan sebelum tanaman tumbuh
penjalinan pen.ja.lin.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menjalin; (2) pengadaan (hubungan, persahabatan, dsb): kita belum melihat adanya kemungkinan ~ kembali hubungan diplomatik antara kedua negara itu
penjiplakan pen.jip.lak.an [n] proses, cara, perbuatan menjiplak: karangan orang lain itu diterbitkannya secara berseri dl majalah sebelum ~ nya terbongkar
pensiun pen.si.un /pEnsiun/ (1) v tidak bekerja lagi krn masa tugasnya sudah selesai; (2) n uang tunjangan yg diterima tiap-tiap bulan oleh karyawan sesudah ia berhenti bekerja atau oleh istri (suami) dan anak-anaknya yg belum dewasa kalau ia meninggal dunia
pensiun dini pen.si.un dini pensiun sebelum waktunya
pentan pen.tan [ark a] tentu: penikamnya belum sah dan belum --
penuh bekat [kl] penuh sesak: apakah lagi yg belum tentu, orang Manggada sudah -- bekat di dl kota
penyabung pe.nya.bung [n] orang yg menyabung ayam: sebelum aduan ayam dimulai, para -- berkumpul untuk merundingkan besarnya uang taruhan
penyadaran pe.nya.dar.an [n] proses, cara, perbuatan menyadarkan: usaha -- pasien yg gegar otak itu memerlukan waktu yg agak lama
penyekatan pe.nye.kat.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menyekat(i); (2) Mil pelumpuhan dan penggangguan satuan musuh, termasuk sumber-sumber dan garis komunikasinya
penyergapan pe.nyer.gap.an [n] (1) serangan (serbuan) dng tiba-tiba; (2) proses, cara, perbuatan menyergap; (3) penghadangan atau penghancuran oleh pesawat buru sergap thd pesawat udara musuh sebelum memasuki wilayah nasional
penyidangan pe.nyi.dang.an [n] proses, cara, perbuatan menyidangkan: jadwal -- perkaranya belum ditentukan
penyumbatan pe.nyum.bat.an [n] proses, cara, perbuatan menyumbat: untuk memadamkan api yg berkobar di mulut pipa itu, penduduk melakukan -- dng pasir dan lumpur
peranti pe.ran.ti [n] (1) alat; perkakas: -- untuk membuka kotak ini tidak ada; (2) syarat; (3) bahan (untuk): -- untuk membuat gula adalah tebu
perasuransian per.a.su.ran.si.an [n] perihal berasuransi: kami belum tahu sejauh mana perkembangan industri ~ di negara-negara berkembang
perawan pe.ra.wan [n] anak perempuan yg sudah patut kawin; anak dara; gadis; (2) a belum pernah bersetubuh dng laki-laki; masih murni (tt anak perempuan): meskipun umurnya 30 tahun, ia masih --; (3) a ki belum digarap (diusik-usik, dijamah tt hutan, daerah, dsb): sebagian besar hutan di pulau itu masih --
perawan tua gadis yg sudah tua dan belum menikah
perawatan benih pe.ra.wat.an benih [Tan] proses mencampur benih dng fungisida dan insektisida sebelum benih diuji atau disimpan
pergantian tanam per.gan.ti.an tanam penanaman bibit berikutnya yg dilakukan sebelum tanaman pertama dipanen
perih pe.rih [a] pedih: perut rasa -- krn belum makan
perintang pe.rin.tang [n] (1) alat dsb untuk merintangi: singkirkan dulu ~ itu sebelum dia lewat; (2) orang yg merintangi [n] sesuatu yg dilakukan untuk merintang atau merintang-rintang: ia berjalan-jalan sbg ~ hatinya yg gelisah
perjaka per.ja.ka [n] laki-laki yg belum berumah tangga; bujang; jaka
perjalanan per.ja.lan.an [n] (1) perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan: krn kakinya cacat, ~ nya tidak sempurna; (2) kepergian (perihal bepergian) dr suatu tempat dsb ke tempat dsb yg lain: ia mendapat kecelakaan dl ~ ke Jakarta; (3) jarak (jauh) yg dicapai dng berjalan dl waktu yg tertentu: jauhnya kira-kira dua jam ~; (4) perbuatan; kelakuan; tingkah laku: ia bertanya kpd saya bagaimana ~ pegawai baru itu sebelum bekerja di sini
perjamuan suci per.ja.mu.an suci [Kris] santapan malam yg diadakan oleh Kristus dng murid-muridnya pd malam sebelum disalib
perkapalan per.ka.pal.an [n] (1) perihal kapal; yg berkaitan dng kapal; (2) kumpulan kapal; armada: ~ kita belum sanggup melayani seluruh pengangkutan di Nusantara ini
perkedel per.ke.del [n] makanan yg dibuat dr kentang goreng atau rebus yg dihaluskan, dicampur dng daging giling diberi bumbu merica, bawang putih, garam halus, kemudian dibentuk bundar-bundar pipih, dilumuri putih telur dan digoreng
perleng per.leng [v cak] diperpanjang (tt waktu): pertandingan sepak bola itu terpaksa harus -- seperempat jam krn kedua kesebelasan belum ada yg menang
permeabilitas per.me.a.bi.li.tas [n] (1) Kim kemampuan (bahan, membran, dsb) meloloskan partikel dng menembusnya; (2) perbandingan antara volume dl sebuah ruang yg dianggap dapat diisi dan volume seluruh ruang
permintaan per.min.ta.an [n] (1) perbuatan (hal dsb) meminta: ia pulang ke kampung atas -- orang tuanya; (2) apa yg diminta: sampai sekarang -nya belum dikabulkan oleh ibunya
pernah per.nah [adv] (1) sudah menjalani (mengalami dsb): ia sendiri -- dihukum; belum (tidak) -- , belum sekali pun mengalami dsb; (2) ada kalanya: -- juga orang yg tidak bersalah pun dihukum
pernyataan per.nya.ta.an [n] (1) hal menyatakan; tindakan menyatakan: Presiden mengirimkan ~ belasungkawa kpd keluarga korban gempa bumi di daerah itu; (2) permakluman; pemberitahuan: ~ pemutusan hubungan diplomatik antarkedua negara itu dikeluarkan tiga hari setelah peringatan terakhir tidak diindahkan
peroksisom pe.rok.si.som [n Dok] organel-organel kecil berselaput tunggal, kadang-kadang berhubungan dng retikulum endoplasma dan mengandung sejumlah enzim
persekot per.se.kot [n] (1) uang muka; (uang) panjar: calon penyewa yg akan menempati rumah itu memberi -- sepuluh ribu rupiah; (2) pembayaran tunai di muka atas penyerahan barang atau jasa yg harus dipertanggungjawabkan penerima pd suatu tanggal kemudian; (3) pembayaran atas suatu kontrak sebelum berakhir; (4) pembayaran upah, gaji, atau komisi sebelum waktunya
perselisihan per.se.li.sih.an, selisih prayudisi [Huk] persengketaan yg harus diputus terlebih dahulu sebelum perkara pokok dapat diadili dan diputus
pertarungan per.ta.rung.an [n] (1) perihal bertarung (bertempur, berkelahi); (2) pertempuran; perkelahian; (3) perjuangan; (4) pertandingan: hasil ~ kedua jago bulu tangkis itu belum dike- tahui
pertimbangan mantap per.tim.bang.an mantap [Adm] kemampuan untuk mengadakan perhitungan dan pertimbangan sebelum melakukan suatu pekerjaan
perut kosong belum makan; lapar
perwakilan per.wa.kil.an [n] (1) segala sesuatu tt wakil: tt ~ daerah dibicarakan dl sidang itu; (2) kumpulan atau tempat wakil-wakil: parlemen adalah ~ rakyat; (3) (kantor, urusan, dsb) wakil suatu negara sebelum ada duta: ~ Indonesia di Filipina; (4) (tempat atau kantor) wakil usaha: ~ surat kabar Matahari; (5) seseorang atau kelompok yg mempunyai kemampuan atau kewajiban bicara dan bertindak atas nama kelompok yg lebih besar
perwalian per.wa.li.an [n] (1) segala sesuatu yg berhubungan dng wali; (2) pemeliharaan dan pengawasan anak yatim dan hartanya; (3) pembimbing (negara, daerah, dsb) yg belum bisa berdiri sendiri)
pesong pe.song [a] (1) serong; mencong: kantong kosong akibat otak --; (2) putar (ke kanan atau ke kiri)
pesut pe.sut [n] ikan lumba-lumba air tawar yg banyak terdapat di Sungai Mahakam, Kalimantan; jenis lumba-lumba bermoncong pendek, dahi bulat, warna kelabu kebiru-biruan pd badan sebelah atas, pd badan bagian sebelah bawah berwarna lebih muda; Orcaella brevirostris
petak pe.tak [n] (1) bagian ruang yg bersekat; kotak: ruang perahu itu ada delapan --; (2) bilik kamar; kamar kecil: rumahnya disekat-sekat menjadi lima --; (3) piring (sebidang sawah yg dibatasi oleh pematang): sawahnya sepuluh --; (4) bedeng (persemaian yg akan ditanami): tanah ladang itu dijadikan beberapa -- [Jw n] (1) belang pd kepala; (2) belang putih pd dahi kuda: kuda -- , kuda yg berdahi belang putih [Jk n] -- kadal permainan anak-anak dng bilah bambu
peti pe.ti [n] kotak bertutup (dibuat dr kayu, logam, dsb)
peti es pe.ti es [n] (1) peti (kotak) tempat menyimpan es; (2) peti (kotak; lemari) pendingin
petut pe.tut [ark a] lumpuh
picis pi.cis [ark n] uang yg bernilai sepuluh sen; ketip [n] pi.cis.an n tumbuhan merambat, berbatang kecil menyerupai akar, hidup liar pd batang pohon, berdaun bundar tebal, air perasan daunnya dapat dibuat obat batuk, burut, susah buang air besar; sisik naga; pakis duwitan; Drymoglossum heterophyllum
pindahan pin.dah.an [n] (1) hasil memindah(kan): barang-barang di gudang itu adalah barang ~; (2) yg dipindahkan: kita belum mengenal watak pegawai ~ dr pusat itu; (3) cak pindah tempat: menjelang pelantikan menteri Persatuan Pembangunan, banyak orang yg justru sibuk ~
pinisepuh pi.ni.se.puh [Jw n] (1) para orang tua (bapak, nenek, paman, dsb); yg dianggap tua dl keluarga; sesepuh: sebelum berangkat, ia minta kpd ibunya agar diantarkan ke tempat -- untuk berpamitan; (2) orang yg dituakan; pemimpin; orang yg dianggap berjasa dsb; sesepuh: Taman Siswa tidak melupakan para -- nya yg telah tiada
pipis pi.pis, me.mi.pis [v] menghaluskan (melumatkan) dng batu giling dan pipisan: ~ ramuan jamu; ~ lada
pipisan pi.pis.an [n] alat untuk memipis atau melumatkan; batu giling; hasil memipis
pipit pi.pit [n] burung kecil (banyak macamnya spt -- rumah, -- uban) [n] bagian serunai dsb yg dikulum apabila hendak meniupnya: -- serunai [Jw v] , me.mi.pit v mengapit
pirik pi.rik [v] , me.mi.rik v memipis; menumbuk lumat-lumat; melumatkan: ~ cabai; ~ kopi; ~ lada [Mk v] me.mi.rik v mencubit; menjepit: ~ orang
pisah ranjang tidak lagi berhubungan sbg suami istri, tetapi belum resmi bercerai
pisang epek pisang panggang yg dijepit dan dilumuri gula cair
pita kosong pita magnetik yg belum berisi rekaman
plafon pla.fon [n] (1) langit-langit rumah: tiba-tiba ia kejatuhan tetesan air dr -- , rupanya ada atap yg bocor; (2) Ek batas tertinggi (biaya, kredit, dsb) yg disediakan; pagu: Pemerintah belum mengumumkan -- kredit nasional yg baru; diharapkan -- subsidi Pusat untuk Provinsi Bali akan meningkat
plasma plas.ma [n] (1) Dok barang cair tidak berwarna yg menjadi bagian darah, dl keadaan normal volumenya kira-kira 5% dr berat badan; (2) Fis gas yg terionisasi sempurna, sering disebut keadaan materi yg keempat (di samping keadaan padat, cair, dan gas); (3) Ek petani (pekebun) yg menjadi bagian dr sistem usaha pertanian (perkebunan) yg bertugas melakukan proses produksi dan memasok hasil produksinya kpd pabrik (yg bertindak inti), sedang biaya produksi dan fasilitasnya disediakan oleh pabrik
pihak pi.hak [n] (1) sisi (yg sebelah); bagian: -- atas; -- bawah; -- kanan; -- kiri; (2) arah; jurusan: seakan-akan angin datang dr segala --; (3) satu dr golongan (partai, orang) yg bertentangan atau berlawanan (dl perang, permainan, politik, perjanjian, dsb): dl perang ini -- yg menang dan -- yg kalah sama-sama menderita kerusakan; saya yakin dia akan melindungi -- yg benar; kedua (belah) -- , kedua-duanya (tt dua golongan atau dua orang yg bertentangan); (4) (pd -- ) dl hal; mengenai: pd -- agama, mereka itu bersikap netral; (5) orang yg termasuk dl satu lingkungan dan kepentingan; kalangan: lurah melaporkan hal tsb kpd -- berwajib; -- kejaksaan belum mengetahui tt ditangkap-nya penjahat itu; (6) orang; golongan: korban bencana alam itu memerlukan uluran tangan dr semua --
poleng po.leng [Jw] (1) a bercorak kotak-kotak, spt papan catur; (2) Sd n garis-garis hiasan (msl pd kain, tikar)
polio po.lio [n Dok] radang zat kelabu sumsum tulang belakang yg disebabkan oleh virus (pd umumnya menyerang anak-anak dan menyebabkan kelumpuhan); disebut juga poliomyelitis
polizoa po.li.zoa [n] hewan lumut yg hidup sendiri, berkoloni, dan tergolong filum Ectoprocta
polones po.lo.nes [n] dansa berjalan bersama, berpasangan laki-laki dan perempuan sebelum acara dansa dimulai
ponil po.nil [n] kotak pigura: semua dinding candi dihiasi -- yg berjumlah 1.300 buah
popok po.pok [n] kain alas bayi; lampin [n] , po.pok.an n hantu; momok [n] kemaluan anak perempuan [Jw] me.mo.pok v menempel, melepa dng lumpur, lempung, dsb: ~ pematang
potong tanduk [Tern] menghilangkan seluruh tanduk dan tunas pd anak sapi yg belum berumur satu bulan supaya tidak berbahaya dan mudah memeliharanya
pra- [bentuk terikat] sebelum; di depan: prasejarah
praanggapan pra.ang.gap.an [n] pandangan (pendapat, keyakinan) yg ada sebelum (atau yg melandasi) pandangan lain atau tindakan (pekerjaan, dsb): ia bertindak dng -- bahwa wabah flu akan muncul di musim hujan
pradesa pra.de.sa [n] (1) daerah terpencil (yg penduduknya masih terbelakang); yg belum menjadi desa; calon desa: kebijakan pembangunan desa harus diarahkan agar -- ini menjadi desa-desa yg teratur; (2) pemukiman yg belum dapat digolongkan desa krn keadaan administrasi pemerintahannya belum memenuhi syarat
pradini pra.di.ni [a] belum pd waktunya
prakala pra.ka.la [kl n] sebelumnya; sebelum itu
prakiraan pra.ki.ra.an [n] yg diprakirakan; hasil memprakirakan; perhitungan sebelumnya
prakonsepsi pra.kon.sep.si [n] gagasan (gambaran, anggapan, pendapat) sebelum menyaksikan atau mengalami sendiri keadaan sebenarnya: perbedaan paham mereka sudah terlihat pd -- masing-masing
pramodern pra.mo.dern [a] sebelum maju (modern); primitif: sejarah adalah gerak dr -- ke modern
pranatal pra.na.tal [n Kat] (1) upacara dan kebaktian yg dilakukan menjelang Natal dan sbg persiapan menyambutnya; (2) masa sebelum lahir; pralahir; prenatal: makanan selama -- berpengaruh thd kesehatan bayi
pranikah pra.ni.kah [a] sebelum menikah: tim itu bertugas melakukan penelitian perilaku seksual -- di kalangan remaja pd beberapa kota besar
prapendapat pra.pen.da.pat [n] prasangka; anggapan sebelumnya
prapromosi pra.pro.mo.si [n] ujian pendahuluan sebelum promosi dl program doktor
prapustaka pra.pus.ta.ka [n] kebudayaan yg belum mengenal tulisan: telah berlangsung suatu loncatan dr kebudayaan -- ke kebudayaan pascapustaka akibat kemajuan teknologi yg pesat
prarekam pra.re.kam [n] perekaman (suara, sandiwara, dsb) sebelum pertunjukan yg sebenarnya
prasangka pra.sang.ka [n] pendapat (anggapan) yg kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri; syak: sebenarnya semuanya itu hanya berdasarkan -- , bukan kebenaran
prasejahtera pra.se.jah.te.ra [a] dl keadaan belum mencapai kesejahteraan: para keluarga -- boleh meminjam uang dr koperasi simpan pinjam untuk keperluan usaha
prasejarah pra.se.ja.rah [n] bagian ilmu sejarah tt zaman ketika manusia hidup dl kebudayaan yg belum mengenal tulisan
prasekolah pra.se.ko.lah [n] jenjang (tingkat) sekolah sebelum sekolah dasar; taman kanak-kanak
prasyarat pra.sya.rat [n] syarat yg harus dipenuhi sebelum melakukan, mengikuti, atau memasuki pendidikan atau sesuatu kegiatan
pratersier pra.ter.si.er [n] zaman geologi sebelum zaman tersier (lebih dr 70 juta tahun yg lalu)
pre- [bentuk terikat] sebelum; di depan: prematur; preambul
prematur pre.ma.tur [a ] belum (waktunya) masak (matang); sebelum waktunya; belum cukup bulan; pradini: anak yg lahir -- harus mendapat perawatan khusus di rumah sakit
prenatal pre.na.tal [a] yg bersangkutan dng hal atau keadaan sebelum melahirkan; pranatal; sebelum kelahiran: penyakit --
prestasi pres.ta.si [n] hasil yg telah dicapai (dr yg telah dilakukan, dikerjakan, dsb): ia merasa kecewa thd -- yg telah dicapai anak asuhnya; -- nya itu telah menumbangkan rekor sebelumnya
primitif pri.mi.tif [a] (1) dl keadaan yg sangat sederhana; belum maju (tt peradaban; terbelakang): kebudayaan --; (2) sederhana; kuno (tidak modern tt peralatan): senjata-senjata --
pro- [bentuk terikat] sebelum; di depan (terletak di depan): prolog; protoraks
problematik pro.ble.ma.tik /problEmatik/ (1) a masih menimbulkan masalah; (2) n hal yg masih belum dapat dipecahkan; permasalahan
produsen pro.du.sen [n] penghasil barang: Dewan Timah Internasional beranggotakan negara-negara -- dan konsumen timah seluruh dunia
proklamasi prok.la.ma.si [n] pemberitahuan resmi kpd seluruh rakyat; permakluman; pengumuman: -- kemerdekaan Republik Indonesia pd tanggal 17 Agustus tahun 1945
promosi dagang kegiatan komunikasi untuk meningkatkan volume penjualan dng pameran, periklanan, demonstrasi, dan usaha lain yg bersifat persuasif
proposal pro.po.sal [n] rencana yg dituangkan dl bentuk rancangan kerja: -- proyek itu belum disetujui oleh pemimpin proyek
puasa apit puasa pd hari kelahiran ditambah sehari sebelum dan sehari sesudahnya
puding pu.ding [n] tumbuhan semak, biasanya sering dijadikan tanaman pagar, warna daunnya merah (ada bermacam-macam, spt -- emas, -- hutan, -- merah, -- perada); Graptophyllum pictum [n] penganan yg dibuat dr tepung (terigu, maizena, dsb)
puisi lama puisi yg belum dipengaruhi oleh puisi Barat, spt pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal
pulan pu.lan [a] (1) belum masak benar (tt nasi, ubi yg direbus, dsb): orang yg belum pandai bertanak kalau bertanak kerap kali -- nasinya; (2) mengkal (tt buah): buah itu masih -- , sebaiknya diperam dulu [a] empuk dan enak (tt nasi, ketela, dsb); pulen
pulang pu.lang [v] pergi ke rumah atau ke tempat asalnya; kembali (ke); balik (ke): bila engkau -- ke Semarang?; sudah tengah malam ia belum juga --
pulang pergi belum ada kepastian; (2)pulang balik
pulih pu.lih [v] kembali (baik, sehat) sbg semula; sembuh atau baik kembali (tt luka, sakit, kesehatan); menjadi baik (baru) lagi: kini kesadarannya berangsur --; keadaan kota-kota -- spt sebelum perang
pulp [n] (1) daging buah biji; (2) campuran bahan selulosa, spt kayu, kertas, kain bekas yg dilumatkan dan dimasukkan ke dl air untuk membuat kertas; bubur kertas
pupuk pu.puk [n] penyubur tanaman yg ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawaan unsur yg diperlukan oleh tanaman [n] obat dr tumbuh-tumbuhan (daun-daunan dsb) yg digiling lumat-lumat, dilekatkan di dahi sebelah atas, dekat pd ubun-ubun
purnama pur.na.ma [a] saat bulan bundar benar (tanggal 14 dan 15 bulan Kamariah): di bawah sinar bulan --; (2) n bulan (30 atau 31 hari): sudah beberapa -- mereka berlayar, tetapi belum juga kembali
puruk pu.ruk [Mk v] me.mu.ruk.kan v (1) membenamkan; memerosokkan: ia ~ kakinya ke dl lumpur; (2) memasukkan (ke dalam, ke bawah); menyusupkan; menjejalkan: ia ~ badannya ke bawah longgokan kain
putus pu.tus [v] (1) tidak berhubungan (bersambung) lagi (krn terpotong dsb): kawat telepon itu --; (2) habis: modalnya telah --; (3) selesai; rampung; berakhir: perundingan sudah --; (4) ada kepastian (ketentuan, ketetapan, penyelesaian); mendapat kepastian: sampai sekarang perkaranya belum --; (5) hilang; tidak ada lagi; tidak mempunyai lagi (tt harapan, pikiran); (6) mendapat; menang; (7) sudah mendapat atau memperoleh (dl permufakatan); (8) ki tidak ada hubungan lagi; berpisah (tt hubungan persahabatan, jalinan cinta, dsb): hubungan cinta mereka berdua sudah --
putus kuliah pu.tus kuliah belum sampai selesai kuliahnya sudah keluar
putus sekolah belum sampai tamat sekolahnya sudah keluar
putusan sela pu.tus.an sela [Huk] putusan sementara yg dijatuhkan oleh hakim sebelum ia menjatuhkan putusan akhir
raban ra.ban [n] bunyi ujar anak yg berusia sekitar 5-8 bulan, berupa pengulangan bunyi yg mirip suku kata, sebelum anak berhasil mengucapkan kata-kata, misalnya, ma ma ma; ba ba ba
rahasia ra.ha.sia [n] sesuatu yg sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain: ia mencoba mengorek -- temannya, tetapi tidak berhasil; (2) n sesuatu yg belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang: -- alam; (3) n sesuatu yg tersembunyi: pintu --; (4) n cara yg setepat-tepatnya (biasanya tersembunyi atau sukar diketahui); kiat: dl buku itu diterangkan -- bermain sulap; (5) n sesuatu yg dipercayakan kpd seseorang agar tidak diceritakan kpd orang lain yg tidak berwenang mengetahuinya; (6) a secara diam (sembunyi-sembunyi); tidak secara terangterangan (tt perkumpulan): gerakan --
rahasia alam kekayaan (keajaiban) alam yg belum diketahui orang
ram [n] tiruan bunyi deram [n] (1) pemidangan; (2) kawat yg dijalin berkotak-kotak (sbg penutup jendela, ventilasi, dsb); (3) cak jendela [Lihat {eram}]
randa tua perempuan tua yg belum kawin
rangu ra.ngu [n] jamur yg dapat dimakan; kulat, Schizophyllum alneum
ransum pemula ransum yg diberikan kpd ternak dl kurun pertumbuhan murni sebelum terjadi penimbunan lemak
ransum penggemuk ransum yg disusun untuk ayam pedaging sebelum ayam dipasarkan
rapel ra.pel [n] bagian gaji atau imbalan berupa uang yg diterimakan sekaligus di kemudian hari krn adanya kelebihan yg belum diberikan
rawatib ra.wa.tib [n] salat sunat yg dikerjakan (secara tetap) setelah atau sebelum salat fardu; sunah rawatib
rebah-rebah re.bah-re.bah [v] berbaring-baring untuk beristirahat: biasanya saya ~ sebentar sebelum pergi mengaji
rebek re.bek [n] kotoran mata: -- nya masih ada (belum mandi atau belum cuci muka) sudah minta makan
rebekan re.bek.an [n] kotor (tt mata), belum cuci muka (mandi): matanya masih ~ sudah minta uang
rebutan re.but.an [n] (1) hasil merebut; (2) yg direbut atau yg diperebutkan: ia seorang gadis cantik yg menjadi ~ pemuda di kampungnya; (3) perayaan (Cina) dng mengadakan sedekah yg diperebutkan orang banyak; (4) perlombaan memanjat batang (batang pinang) yg dilumasi lemak untuk memperoleh barang-barang yg digantungkan pd puncaknya; (5) cak berebutan
reda re.da [v] (1) mulai berkurang; hampir berhenti (tt hujan, angin ribut, dsb): hujan lebat mulai --; (2) tenang kembali; tidak menghebat lagi (hawa nafsu dsb); (3) berkurang; surut (tt panas penyakit, kemarahan, kerusuhan ): panas badannya mulai --; kemarahannya belum --
reflasi re.fla.si [n Keu] usaha untuk mengembalikan nilai uang kpd nilai sebelum inflasi
regresi re.gre.si [n] (1) (urutan dsb) mundur; urutan berbalik ke belakang; (2) Geo penyusutan luas (air) laut yg disebabkan oleh faktor tertentu; (3) Psi proses berbalik ke tahap perkembangan perilaku sebelumnya yg dialami orang krn frustasi; (4) Hid hubungan rata-rata antara variabel
reka cipta re.ka cip.ta [n] penciptaan (perancangan) sesuatu yg sebelumnya tidak ada; invensi
remaja kencur [ki] remaja yg belum cukup umur
rencah ren.cah [v] , me.ren.cah v (1) berjalan melalui lumpur (bencah dsb); menginjak-injak: ia tidak mau ~ lumpur jalan itu; (2) menggemburkan tanah di sawah dng membiarkan kerbau menginjak-injak tanah itu hingga spt dibajak); melunyah sawah; (3) ki menempuh (bahaya dsb): ~ bahaya [v] , me.ren.cah v (1) tidak tetap pendirian (pekerjaan dsb); (2) mengerjakan berbagai pekerjaan bersama-sama (tetapi tidak ada yg selesai) [n] campuran bumbu (rempah) untuk menyedapkan makanan: ~ gulai
renegosiasi re.ne.go.si.a.si [n] perundingan kembali (ulang dsb): ia tidak mau memberi komentar dulu sebelum ada perubahan lewat -- kontrak
reog re.og [n] (1) tarian tradisional dl arena terbuka yg berfungsi sbg hiburan rakyat, mengandung unsur magis, penari utama adalah orang berkepala singa dng hiasan bulu merak, ditambah beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping, yg semuanya laki-laki; (2) Sd seni tradisional sbg hiburan rakyat (masyarakat) dng lagu-lagu segar yg diiringi calung, diselingi sindiran atau pujian dl bentuk humor
repot re.pot [a] (1) sibuk; ribut; banyak kerja: belum pernah bekerja -- spt ini; (2) sukar; berabe; dl kesukaran; kalut: ia sangat -- mengurus usahanya
resor re.sor [n] (1) daerah kecil; (2) daerah kuasa: ia menjabat komandan -- kepolisian; (3) lingkungan kerja: tenaga kerja yg terdaftar pd kantor -- adalah tenaga kerja yg belum dapat disalurkan
reumatismos reu.ma.tis.mos [n Dok] cairan busuk berasal dr otak yg menyebar ke sendi dan bagian tubuh lain serta menimbulkan rasa nyeri
ribut ri.but [a] (1) sibuk sekali; banyak pekerjaan: menjelang Lebaran orang -- membeli barang, terutama pakaian dan bahan makanan; (2) recok; gaduh; ingar; ramai (rusuh) tidak keruan; marah-marah (mengamuk): kelas itu sangat -- , mungkin gurunya belum datang; (3) bertengkar mulut: seringkali ia -- dng suaminya [a] kencang, gemuruh, dan tidak tentu arahnya (tt angin)
ridu ri.du, pe.ri.du.an [n] tempat pembuangan ludah kuning berupa ampas atau sisa kunyahan kuning, bekas sugi atau tembakau yg habis dikulum, terutama sepahan ludah merah; tempat meludah
riset dasar penelitian ilmiah untuk mencari ilmu pengetahuan baru; pencarian yg bersistem untuk menemukan tantangan hal yg belum diketahui
risik ri.sik , me.ri.sik v meraba-raba (ke dl saku dsb): dia ~ sakunya ketika melihat seorang pengemis , me.ri.sik v (1) melakukan penyelidikan pendahuluan (dng sembunyi-sembunyi): sebelum meminang, kami ~ terlebih dulu; (2) menyelidiki berhasil tidaknya pinangan; menyuruh orang menyampaikan pinangan , me.ri.sik v (1) menggerisik (berbunyi spt daun tertiup angin); (2) berbisik-bisik
robot ro.bot [Jw v] , me.ro.bot v berbunyi mendedas (spt mercon, senapan) [n] (1) alat berupa orang-orangan dsb yg dapat bergerak (berbuat spt manusia) yg dikendalikan oleh mesin; (2) ki orang yg menurut saja perintah orang lain: pakailah otakmu, jangan menjadi -- saja; (3) ki orang yg bertindak tanpa pikiran dan perasaan
roti panggang irisan roti tawar yg dipanggang sebelum disantap
royan ro.yan [n] penyakit yg timbul sesudah melahirkan (keluarnya darah yg berlebihan, buang-buang air): -- dapat dicegah kalau seorang ibu mematuhi nasihat dokter sejak sebelum melahirkan
ruai ru.ai [ark a] kurang kukuh atau kurang kuat (tt tiang dsb); kendur (tt tali); kurang tenaga; lemah (tt badan): tiang yg sudah -- itu harus secepat mungkin diganti; sebelum dioperasi, tubuhnya sangat -- [n] -- gajah nama tumbuhan, Conocaryum longiracemosum
rujak bebek rujak yg bahannya ditumbuk sampai lumat; rujak tumbuk
rumah duka rumah tempat orang yg berduka cita krn ada yg meninggal; (2)bangunan tempat jenazah disemayamkan sebelum dikubur krn jenazah itu tidak dibawa pulang
rumah geretan kotak geretan; (2) rumah kecil yg sangat sederhana
rumbai-rumbai rum.bai-rum.bai [n] alat pd ubur-ubur yg terdapat di sekeliling lubang mulut dan diliputi dng sel-sel jelatang untuk melumpuhkan (mematikan) mangsanya
rurut ru.rut [Mk v] gugur; jatuh: bunga itu telah -- sebelum mekar [v] me.ru.rut melurut; melucutkan; meluluskan (cincin dsb)
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
ruyup ru.yup [a] (1) berasa mengantuk atau tampak sangat mengantuk; (2) turun atau masuk (tt matahari): matahari belum ~ benar
sabet sa.bet [v] , me.nya.bet v (1) memukul dng tali atau benda lain yg panjang kecil: krn marahnya, ia -- anaknya sepuas hati; (2) menyerang: pasukan itu telah -- dan melumpuhkan musuh dr belakang; (3) merampas; merebut: pemuda itu -- pacar kawannya; (4) ki menggondol; memperoleh: dl pertandingan itu regu Indonesia berhasil -- tiga medali emas
sado sa.do, sado masokis [a] berkenaan dng sifat menyakiti pasangan sebelum melakukan hubungan seks
sahur sa.hur [v Isl] makan pd dini hari (disunahkan menjelang fajar sebelum subuh) bagi orang-orang yg akan menjalankan ibadah puasa: biasanya kami -- sekitar pukul tiga
sakat bunga benalu, Agrostophyllum glumaceum
salat Istiska salat sunah dua rakaat pd siang hari untuk meminta hujan yg dilakukan di lapangan, sebelumnya didahului dng khotbah
salat rawatib salat sunah yg dikerjakan sebelum atau sesudah salat wajib
salib sa.lib [n] (1) dua batang kayu yg bersilang; (2) Kris kayu bersilang tempat Yesus dihukum orang Yahudi; (3) tanda silang; (4) Kat syarat dng tangan yg menggambarkan tanda silang sbg pengungkapan doa: sebelum berdoa ia membuat tanda -- dng menggerakkan tangan dr dahi ke dada dan dr pangkal lengan kiri ke pangkal lengan kanan
salin sa.lin [v] ganti; tukar: sebelum berangkat, ia harus -- pakaian dulu; -- jirim Sd tukar bentuk; ganti bentuk: dng terbentuknya golongan berpendidikan, terjadilah -- jirim sosial kaum ningrat feodal menjadi kaum menengah kota [n] ikan yg baru memijahkan telur
salur pelanggan [Telekom ] saluran yg menghubungkan kotak pembagi dng rumah pelanggan
saluran sa.lur.an [n] (1) aliran: -- irigasi ini harus selalu dibersihkan agar tidak tersumbat oleh lumpur, rumput, dan alang-alang; (2) talang (pipa dsb untuk mengalirkan air): -- atap ini sudah banyak yg bocor dan belum diperbaiki; (3) pita frekuensi (radio dan televisi): penerimaan gambar melalui -- 9 lebih baik dp -- 6; (4) prosedur: usul kenaikan pangkat harus disampaikan melalui -- yg sudah ditentukan; (5) perantara: dia menjadi -- komunikasi antara kelompok yg menuntut kenaikan gaji dan pimpinan perusahaan itu
sambang api-api kotak tempat geretan
sambil lalu sam.bil la.lu [adv ] (1) tidak secara khusus; sepintas lalu: dia bekerja di kantor itu hanya -- , sebelum mendapatkan pekerjaan yg lebih baik; (2)sembari lewat (berjalan): -- disapanya gadis itu dng ramah
sampingan sam.ping.an [n] sesuatu yg bukan pokok; sambilan: ia memperoleh penghasilan -- yg lumayan
sandingan san.ding.an [n] imbangan; jodoh: gadis itu belum menemukan -- yg diidamkannya
sangga sang.ga [n] sesuatu yg digunakan untuk menyangga (menopang dsb); penyangga; penopang [Jw n] ukuran banyaknya padi yg sama dng lima ikat: di lumbung masih terdapat -- padi [n] majelis biksu Buddha yg keanggotaannya dapat dr segala kasta, merupakan bagian dr tiga pokok keimanan dl agama Buddha [n] satuan terkecil dl pramuka
sangku sang.ku [n] mangkuk (dr tembaga, kuningan, dsb) tempat air untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan; kobokan
sangkutan sang.kut.an [n] (1) gantungan; kaitan: taruh bajumu pd -- yg ada di belakang pintu itu; (2) halangan; rintangan; hambatan; ganjalan: dia belum dapat memaafkan temannya itu krn masih ada -- akibat peristiwa dulu; (3) utang: dia masih mempunyai -- pd saya; (4) pertalian; hubungan: kepala kantor itu masih mempunyai -- keluarga dng sekretarisnya
santonin san.to.nin [n] (1) Kim hablur tanpa warna yg diperoleh dr bunga Artemisia cina yg belum berkembang; C15H18O3; (2) obat yg digunakan untuk membasmi cacing perut
sapi dara sapi betina muda yg telah berumur satu tahun atau lebih dan belum pernah beranak
sapi kebiri sapi jantan yg dikebiri yg sebelumnya belum pernah dipakai sbg pejantan
sapih sa.pih [ark a] lumpuh sebelah badan [v] , me.nya.pih v (1) menyarak (menghentikan anak menyusu): ibu itu -- anaknya yg sudah berumur dua tahun; (2) (pd ternak) mengakhiri periode anak binatang menyusu pd umur tertentu, msl krn anak sudah dapat memakan pakan ternak dewasa; (3) (pd tanaman) memindahkan benih yg sudah berkecambah dr persemaian lama ke persemaian baru yg lebih besar
saraf motoris saraf yg mengirimkan inpuls dr otak atau dr saraf tulang punggung ke otot atau kelenjar untuk bersekresi
saraf optik saraf yg menghubungkan selaput jala dng pusat penglihatan pd otak manusia
saraf sensoris saraf yg mengirimkan impuls dr alat indra ke otak
saraf tulang punggung himpunan sel dan serabut saraf yg terdapat di sepanjang tulang punggung yg menghubungkan otak dng semua bagian tubuh
sastra klasik sastra yg berkembang sebelum pertemuan adanya pertemuan dan pengaruh kebudayaan Barat
satu sa.tu [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 1 (Arab) atau I (Romawi); (2) nama bagi lambang bilangan asli 1 (angka Arab) atau I (angka Romawi); (2) urutan pertama sebelum ke-2; (3) bilangan asli terkecil sesudah 0
sawan babi penyakit ayan; epilepsi; gila babi; -- bangkai penyakit yg ditandai dng mendadak jatuh pingsan krn darah masuk ke otak, apopleksi
sawo duren jenis sawo yg juga ditanam sbg pohon hias, buahnya dapat dimakan; Chrysophyllum cainito
seangin se.a.ngin [n] sekelumit; sedikit saja
sebelas se.be.las [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 11 (Arab) atau XI (Romawi); (2) urutan ke-11 sesudah ke-10 dan sebelum ke-12; (3) jumlah bilangan 10 ditambah 1 lihat 2belas
sebentar ini belum lama ini
seburus se.bu.rus [n] -- hitam tumbuhan akar kembang hutan; Urophyllum trifurcum
secubit se.cu.bit [n] (1) satu cubit; (2) sedikit sekali; sekelumit
sedekah rebutan sedekah yg diperebutkan oleh orang banyak; (2) perlombaan memanjat bambu atau batang pinang yg dilumuri dng lemak untuk mengambil sedekah berupa barang-barang hadiah yg digantungkan di puncaknya
sedia se.dia, se.di.a.nya [adv] (1) (pd) mulanya; tadinya: -- Bapak akan datang pd pertemuan itu sebelum beliau jatuh sakit; (2) seharusnya; sebetulnya: dl acara yg sangat penting itu -- ia hadir
sedingin se.di.ngin [n] tumbuhan yg daunnya untuk obat penyakit demam; Bryophyllum calycinum
segala se.ga.la [num] (1) sekalian (tidak ada kecualinya); semua: sebelum pindah, ia berusaha melunasi -- utangnya; -- sesuatu sudah; selesai; (2) seluruh; segenap: -- isi dunia; (3) sama sekali; serba: anak-anak sekolah berpakaian -- putih; kita -- salah; (4) kl para (untuk menyatakan banyak): hikayat -- rasul; (5) kas (untuk memaki) terlalu; benar-benar: dikatakannya saya ini -- udiklah, kampunganlah; masa, tidak apa-apa dikatakan bajingan --
segan-segan se.gan-se.gan [n] burung, Caprimulgus indicusjotaka [a] malu-malu; takut-takut: dng -- ia maju ke mimbar dan berdiri menunduk tersipu di sana
seingat se.i.ngat [adv] menurut ingatan; sepanjang ingatan: ~ ku belum pernah aku ditolongnya
sejumput se.jum.put [n] (1) satu jumputan; (2) sejumlah kecil; dl jumlah kecil; secuwil; sekelumit
sekolah lanjutan sekolah selepas sekolah dasar, sebelum perguruan tinggi
sekolah menengah atas sekolah umum selepas sekolah menengah pertama sebelum perguruan tinggi
sekolah menengah pertama sekolah umum selepas sekolah dasar, sebelum sekolah menengah umum
sekolah menengah tingkat atas sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah menengah tingkat pertama, sebelum perguruan tinggi
sekolah menengah tingkat pertama sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah dasar sebelum sekolah menengah tingkat atas
sekolah menengah umum sekolah umum selepas sekolah menengah tingkat pertama sebelum perguruan tinggi
sel keranjang sel pd otak kecil yg aksennya bercabang-cabang, membentuk sarang mirip keranjang; (2) sel panjang berbentuk kumparan yg terdapat di antara sel kelenjar dan membran dr kelenjar keringat dan kelenjar ruang mulut
selagi se.la.gi [adv] (1) selama (masih, belum); sementara (masih, belum): ~ hayat dikandung badan, tidak akan lupa; (2) ketika; pd masa; semasa: pd malam hari, ~ orang tidur, ia keluar dr tempat persembunyiannya lihat lagi
selang se.lang [n] (1) antara; sela (waktu, peristiwa, ruang, dsb); lat: -- sebulan; (2) sesuatu yg mengantarai; selangan: tanaman -- [Mk v] pinjam [Mk n] tempat di samping tangga yg masuk ke serambi (tempat membasuh kaki dan meletakkan terompah dsb sebelum masuk ke dl rumah) [adv] sementara; pd waktu; sedang
selaput lendir selaput yg membentuk dinding lumen alat dalam
selawah se.la.wah [n] kotak berongga untuk tempat meletakkan bilah-bilah saron atau alat gamelan sejenis; pangkon
selepat se.le.pat , ber.se.le.pat v berlumur dng cat dsb; bercalit
selesai se.le.sai [v] (1) sudah jadi (tt sesuatu yg dibuat); habis dikerjakan: mudah-mudahan pembuatan jembatan itu dapat -- akhir tahun ini; (2) habis; tamat; berakhir: pertunjukan -- pukul 23.00; (3) beres (terbayar, lunas, impas): utangnya sudah --; (4) putus (tt perkara, harga, perundingan, dsb): perkaranya belum --; (5) teratur rapi; tidak kusut (tt rambut); jelas lagi baik (tt perkataan dsb): rambutnya -- diandam; kejadian itu diceritakannya dng --
selut se.lut [ark n] lumpur
semalam se.ma.lam [n] satu malam: saya menginap di hotel itu -- saja; (2) adv malam kemarin; malam sebelum hari ini; malam tadi: -- ia mengajak tamu asingnya menonton wayang kulit; (3) sepanjang malam: lalu -- itu Hang Tuah pun berhikayat pelbagai cerita; (4) hari sebelum hari ini; kemarin: -- sebelum petang ia sudah sampai di rumah
sembilan sem.bi.lan [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 9 (Arab) atau IX (Romawi); (2) urutan ke-9 sesudah ke-8 dan sebelum ke-10; (3) jumlah bilangan 8 ditambah 1
sembilu sem.bi.lu [n] kulit buluh yg tajam spt pisau (dipakai untuk meretas perut ayam, memotong tali pusat, dsb); selumbar buluh: menyayat daging dng --
sembung sem.bung [n] tumbuhan yg dapat dibuat bermacam-macam obat (akarnya untuk obat pembangkit selera, melancarkan kencing, dsb, daunnya juga untuk berbagai-bagai obat); Blumea balsamifera [n] alat bunyi-bunyian dr kerang
sememeh se.me.meh [a] kotor krn berlumur (spt mulut yg kena kuah): bersihkan lebih dulu -- di bibirmu!
sempurna sem.pur.na [a] (1) utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela): alam yg indah ini adalah ciptaan Tuhan yg sangat --; dng selesainya pekerjaan ini, -- sudahlah tugas Anda; (2) lengkap; komplet: ia lahir muda dan belum --; kalimat --; (3) selesai dng sebaik-baiknya; teratur dng sangat baiknya: segala perintah dilakukan dng --; (4) baik sekali; terbaik: saat yg -- untuk meminta maaf adalah pd hari Lebaran
semula se.mu.la [n] (seperti) yg dahulu; yg mula-mula; sediakala: kembali ke tempat -; (2) n yg mula pertama; yg pertama sekali: jumlah uang yg dikeluarkan melampaui perkiraan -; (3) n sebelum keadaan sekarang: -- ia adalah mantri polisi kecamatan; (4) adv (sejak, dari) mula-mula sekali: sejak -- sudah dilarang, tetapi ia berbuat nekat; (5) adv diulang sekali lagi (dr mula): bacalah -- supaya lebih paham
semut pudak semut berukuran kecil, tubuhnya langsing, kepala berwarna cokelat tua, kemerah-merahan atau hitam, menyukai manisan; Topinoma melanocephalum
senangin se.na.ngin [n] ikan laut yg enak rasanya; Eletheroma tetradactylum
sendi naik [Ling] sendi akhir yg terjadi apabila nada suara naik sebelum jeda
sengal pinggang penyakit nyeri pinggang; lumbago
sengkuang seng.ku.ang [n] (1) tanaman merambat, berumbi berwarna putih, mempunyai rasa agak manis, dan mengandung air; bengkuang; Pachyrrhizus erosus; (2) pohon, Dracontomelum mangiferum
seorang se.o.rang [n] (1) satu orang: yg datang hanya -- pegawai; (2) sendiri: tinggal dia -- yg belum makan
sepaling se.pa.ling [n] yg satu paling: kalimat ~ itu saya maklumi maknanya
sepatbor se.pat.bor [n] besi tipis penutup roda supaya lumpur tidak memercik; sayap roda
sepicing se.pi.cing [n] terpejam sebentar; sekejap: belum tertidur ~ pun, tidak tidur sekejap pun
sepuluh se.pu.luh [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 10 (Arab) atau X (Romawi); (2) urutan ke-10 sesudah ke-9 sebelum ke-11; (3) jumlah bilangan 9 ditambah 1
serabi se.ra.bi [n] penganan berbentuk bundar pipih berpori-pori, dibuat dr adonan tepung beras (gandum), air kelapa (santan dsb), ragi dsb, sebelum dimasak dibiarkan mengembang, dimakan dng kuah gula jawa bercampur santan
serambi jantung [Bio] ruang di belahan atas jantung sebelum bilik
seranta se.ran.ta , me.nye.ran.ta.kan kl v memaklumkan kpd orang banyak; mengumumkan; menyeratakan
seratus se.ra.tus [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 100 (Arab) atau C (Romawi); (2) urutan ke-100 sesudah ke-99 dan sebelum ke-101; (3) jumlah bilangan 99 ditambah 1 atau 10 kali 10
serbuk ser.buk [n] barang yg lumat atau berbutir-butir halus (spt tepung, abu, bubuk): -- gergaji
serebrospinal se.reb.ro.spi.nal [a] berkenaan dng otak dan sumsum tulang belakang
serebrum se.reb.rum [n] otak yg mengisi rongga tengkorak bagian atas; otak besar
serendeng se.ren.deng [a] (1) sendeng; miring sebelah; tinggi sebelah; sedeng; (2) ki kurang waras otaknya: ia memang agak -- , tidak dapat dipegang omongannya
seribu se.ri.bu [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 1.000 (Arab) atau M (Romawi); (2) urutan ke-1000 sesudah ke-999 dan sebelum ke 1001; (3) jumlah bilangan 999 ditambah 1 atau 10 kali 100
seroja se.ro.ja [n] tumbuhan air yg rimpangnya terbenam dl lumpur, daunnya besar membundar, bunganya besar berwarna merah jambu, tegak mencuat ke atas permukaan air; bunga padma; bunga teratai; Nelumbo nucifera
seroja merah bunga teratai berwarna merah; bunga padma; Nelumbium nelumbo
sesal (pikir) dahulu pendapatan [pb] pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)
sesanti se.san.ti [n] wejangan; nasihat: sebelum berangkat, ia saya bekali kata --
sesudah se.su.dah [p] sehabis; setelah: sebelum dan -(nya), sebelum dan sesudah (mendapat sesuatu)
sesuai se.su.ai lihat suai [a] (1) pas; sedang (tt ukuran): ukuran baju (celana-) nya --; ukuran sepatunya --; (2) cocok (pas dl ukuran sbg pasangannya): carilah anak kunci yg -- dng lubang kunci lemari; (3) serasi (tt pasangan): pengantin itu benar-benar --; (4) sepadan; setaraf: ia akan diberi pekerjaan yg -- dng kecakapannya; ia merasa bahwa gajinya belum -- dng kedudukannya; (5) seimbang: hasilnya tidak -- dng kedudukannya; (6) selaras; seirama; berpatutan; bersamaan: suku kata terakhir pd baris kedua dan keempat harus -- bunyinya; (7) semufakat; setuju: rundingan antara majikan dan wakil buruh sudah --; (8) sama; sejalan; sependapat (tt buah pikiran): pendapat mereka -- dng pikiran saya; (9) sama; tidak bertentangan: keputusan hakim itu -- dng tuntutan jaksa; (10) cocok; kena benar: bermacam-macam obat yg diminumnya tidak ada yg --; (11) baik sekali: tanah dan hawanya -- untuk menanam sayur-mayur; (12) bergantung pd; berpadanan: hadiahnya -- dng besar kecilnya jasa masing-masing; (13) sejalan: -- dng in-struksi Gubernur, rumah yg tidak memiliki izin mendirikan bangunan harus dibongkar
setahap se.ta.hap [n] setingkat; sejenjang: permainannya belum ~ kemampuan lawan-lawannya
setaka se.ta.ka [Lihat {astaka}] [n] tumbuhan semak, Plumbagorosea [n] singgasana; kursi kerajaan
setrum set.rum [n cak] aliran (listrik): kabel yg ini belum ada -- nya
sewa beli membeli secara mencicil (mengangsur), dan sebelum terbayar lunas dianggap sbg menyewa barang bersangkutan: penempatan rumah-rumah di kompleks itu dilakukan dng -- beli atau beli kontan
sewot se.wot [a] jengkel; dongkol; marah: ia menjadi -- ketika dituduh belum mengembalikan buku yg dipinjamnya
sialang bujang sarang lebah yg belum berlilin
siang-siang si.ang-si.ang [a] agak lebih awal (tidak kasip, tidak terlambat, belum waktunya): datanglah -- supaya jangan kehabisan tempat; banyak orang yg -- sudah mengungsi ke pedalaman
siap pakai (tt tamatan sekolah dsb) terampil dan profesional serta dapat langsung (tanpa pelatihan lagi) menjalankan pekerjaan; (2) persediaan (obat dsb) yg telah di siapkan sebelumnya jika sewaktu-waktu diperlukan
sibernetika si.ber.ne.ti.ka [n] ilmu pengetahuan tt komunikasi dan pengawasan yg khususnya berkenaan dng studi bandingan atas sistem pengawasan otomatis (spt sistem saraf dan otak)
sih [p cak] (1) kata penambah atau penegas dl kalimat tanya, menyatakan masih bimbang atau belum pasti benar; gerangan: siapa -- yg mengambilnya?; (2) memang; sebenarnya: bagus -- bagus, tetapi harganya selangit
sikudomba si.ku.dom.ba [n] ikan laut yg besar; ikan lumba- lumba
silikona si.li.ko.na [n Kim] polimer hidrokarbon bersilikon yg digunakan dl pelumas, pemoles, dan lak
silok si.lok [Mk v] belum terbuka atau belum awas benar (tt mata, spt baru saja bangun tidur)
simbah sim.bah [a] ber.sim.bah a basah (krn tersiram air dsb); berlumuran (darah dsb): -- peluh; -- darah [Mk v] ber.sim.bah v digulung ke atas (tt lengan baju); ditarik ke atas supaya pendek (kain dsb); disingsing-kan: berlari sambil -- kain [Jw n] embah
sini si.ni [pron] (1) tempat ini: dia akan diusir dr --; tunggu di -- , jangan beranjak sebelum aku tiba; (2) cak kemari; (3) cak saya: -- sudah setuju, tinggal situ bagaimana
sintesis apriori sintesis yg pernyataannya bergantung pd suatu pengalaman tertentu, tetapi sebenarnya pernyataan lain sudah ada sebelumnya
sinyo si.nyo [n] anak laki-laki yg belum kawin (bangsa Eropa atau peranakan Eropa)
sip [a cak] (1) bebas atau terlindung dr bahaya; aman: dng kawalan detektif, ia merasa lebih -- dr gangguan bandit; (2) bebas dr kemungkinan menderita kerugian, kehilangan, kerusakan, dsb; terjamin: uang itu lebih -- kalau disimpan di bank; bangunan itu tidak -- krn dibuat dr bahan kayu murahan; (3) bebas dr ketidakpastian: Anda akan merasa lebih -- jika memesan tempat sehari sebelumnya; (4) mantap; elok; baik; sempurna: pertemuan memang lebih -- kalau ada suguhannya
sipu si.pu [a] merasa segan krn belum kenal; malu: gadis itu tidak menjawab, tetapi tersenyum -- [Jk a] ter.si.pu-si.pu a (dng) segera; lekas-lekas; (dng) cepat
siraman si.ram.an [n] (1) hasil menyiram; guyuran; curahan: kalau hujan turun, penumpang akan terkena -- air hujan; (2) Jw upacara membersihkan pusaka pd setiap bulan Sura pd hari Jumat Kliwon: pusaka-pusaka keraton dibersihkan dl upacara -; air bekas -- yg dianggap bertuah; (3) Jw upacara memandikan pengantin: sebelum upacara akad nikah dilaksanakan, dilakukan upacara -
sirkuit sir.ku.it [n] (1) lingkaran; (2) jalan yg melingkar atau berbentuk lingkaran, dipakai untuk berbagai perlombaan: kita belum memiliki -- khusus untuk mobil; (3) rangkaian arus listrik
sistem ijon penjualan hasil tanaman dl keadaan hijau atau masih belum dipetik dr batangnya (di ladang dsb)
siuman si.u.man [n] sadar (dr pingsan, lupa, melamun, termenung, dsb); ingat kembali (tt orang mabuk, orang gila, dsb): ia telah -- dr pingsannya; rupanya ia belum juga -- bahwa ia dipermainkan temannya itu; ia sudah -- , tiada gila lagi
skandium skan.di.um [n Kim] logam langka golongan aluminium; unsur bernomor atom 21, berlambang Sc; dan bobot atom 44,9559
skilot ski.lot [n] permainan ski di atas lumpur (di Madura)
slip [n] tergelincir; selip [n] carik kertas (biasanya berukuran seperempat folio) [n Ark] bahan tanah liat halus yg digunakan untuk melapisi permukaan gerabah yg belum dibakar
sokom so.kom , ber.so.kom v berlumas dng arang dsb (tt muka)
sorong so.rong [v] bergeser maju: kotak --; pintu --; (2) v tolak; dorong: air -- buih, air pasang turun
sorot balik [Sas] penyelaan urutan kronologis di dl karya sastra atau lakon dng mengungkapkan peristiwa yg terjadi sebelumnya seolah-olah terjadi saat ini tanpa sepengetahuan pembaca tt apa yg akan terjadi
spektogram spek.to.gram [n] (1) gambar atau diagram yg dihasilkan spektograf: -- yg dihasilkan ternyata berlainan dng gambar-gambar komet sebelumnya; (2) Ling grafik bunyi yg memberikan informasi tt perubahan dl rentang waktu, frekuensi, dan intensitas gelombang bunyi menurut sumbu waktu
spt batang mengkudu [pb] perihal orang yg mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahinya itu
statistika sta.tis.ti.ka [n] (1) ilmu tt cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari kete-rangan yg berarti dr data yg berupa angka; (2) pengetahuan yg berhubungan dng pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan (angka-angka)
stopkontak stop.kon.tak [n] tempat menghubungkan arus listrik; tempat steker ditusukkan; kotak kontak
suah su.ah [ark adv] pernah; sudah: belum -- , belum pernah; belum selesai
suban su.ban [n] (1) serpih kayu; selumbar; tatal penarahan dsb; (2) pecahan kaca
suceng su.ceng [Jk a] jujur (dl permainan): kalau mainnya -- , belum tentu ia menang
sulah su.lah [a] sedikit berambut (berbulu); botak; gundul: ayam --; gunung --
sumpah sum.pah [n] (1) pernyataan yg diucapkan secara resmi dng bersaksi kpd Tuhan atau kpd sesuatu yg dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dsb): perkataannya itu dikuatkan dng --; (2) pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar; (3) janji atau ikrar yg teguh (akan menunaikan sesuatu): seorang karateka harus menghayati -- dan pedoman karate [n] kata-kata yg buruk (makian dsb); kutuk; tulah: ia sakit lumpuh kena -- orang itu
sumur perintis lubang bor eksplorasi untuk merintis suatu daerah yg belum pernah terjamah dl pencarian minyak atau gas
sumur taruhan sumur eksplorasi yg dibor di daerah yg belum terbukti mengandung minyak dan gas bumi
suntik sun.tik [v] , me.nyun.tik v (1) mengorek (duri dl kulit) dng jarum dsb: ia -- duri dr dl kulit dng menggunakan jarum berkarat; (2) memasukkan cairan obat ke dl badan dng jarum; menjarum; menginjeksi: dokter telah -- saya; (3) mencocok dng jarum; mengukir (nama dsb) pd logam dng benda tajam: di toko ini ongkos -- bak arloji tidak mahal; (4) memasukkan benih penyakit yg sudah dilemahkan ke dl tubuh untuk memperoleh kekebalan thd penyakit; menyerum: tim dokter sedang sibuk -- cacar di desa yg terjangkit wabah itu; (5) cak membangkit hati (memberanikan, menghasut, dsb); memberi petunjuk (ajaran, nasihat, dsb) sebelum terjadi sesuatu: kalau tidak ada yg -, masakan ia berani menentang usul saya
superinfeksi su.per.in.fek.si [n] (1) Bio terinfeksinya kembali inang oleh jenis parasit yg sebelumnya sudah pernah menyerangnya; (2) Dok infeksi ulang oleh virus yg sama
supresor sup.re.sor [n] sesuatu yg menekan, menindas, atau menahan: belum sembuh walaupun setiap saat ditekan dng -- batuk
surut su.rut [a] (1) mundur; kembali (ke); balik (ke): berlaku -- dr bulan April; langkah sudah terlangkahkan tidak dapat -- lagi; (2) (makin) berkurang; reda (tt nafsu dsb); susut: hingga jauh malam api kebakaran itu belum -- juga; (3) berkurang (tt permukaan air sesudah pasang naik); turun; susut: apabila air -- , batu karang itu kelihatan
susu murni susu yg masih asli, spt pd saat diperah dan belum dicampur dng bahan
susunan su.sun.an [n] (1) sesuatu yg sudah diatur (disusun dsb) dng baik (tt organisasi, karang-mengarang, dsb): -- panitia penyambutan tamu; -- kalimat dl karangan itu cukup baik; (2) sesuatu yg sudah disusun (ditumpuk); tumpukan: -- buku itu belum diikat; (3) hasil menyusun
taajul ta.a.jul [adv] segera; lekas-lekas: jangan -- membenarkan yg belum pasti
tabayun ta.ba.yun [Ar v] (1) pemahaman; penjelasan: sebelum mengkritik kita perlu mendapatkan --; (2) perbedaan; ikhlilaf; kontradiksi: ada -- antara kedua pendapat itu
tabernakel ta.ber.na.kel [n] (1) Kat lemari kecil yg diletakkan di tengah altar untuk menyimpan hosti; (2) kemah tempat penyimpanan peti perjanjian sebelum Baitullah dibangun di Yerusalem; (3) tempat ibadah orang Yahudi
tabung ta.bung [n] (1) bambu seruas atau lebih (untuk menaruh sesuatu); bumbung; (2) tempat sesuatu yg bentuknya spt bumbung; (3) bis (kotak surat dsb); (4) celengan (tempat menyimpan uang); (5) Tek silinder (dl mesin)
tabung pemilihan bumbung tempat memasukkan lidi yg dipakai sbg ganti surat pemilihan; (2) kotak tempat memasukkan surat suara
tabung surat kotak surat
tabung takaran tabung pengukur bahan yg tembus sinar, diberi guratan yg menunjukkan volume cairan yg diisikan ke dalamnya
tadi ta.di [n] (1) waktu yg belum lama berlalu; baru saja: -- ia duduk di sini; (2) saat yg baru saja lalu: sejak -- ia sudah kuperingatkan; dr -- ia belum duduk; (3) yg baru lalu: malam --; pagi --; siang --; orang -- pergi
tagih ta.gih [v] , me.na.gih v(1) meminta (memperingatkan, mendesak) supaya membayar (utang, pajak, iuran, dsb): belum tanggal satu ia sudah ~ uang langganan koran; (2) menuntut atau menggugat supaya melaksanakan janji (pernyataan dsb): kami ~ janji Ayah untuk pergi sekeluarga ke Taman Mini Indonesia Indah; (3) Huk objek hukum yg harus diterima kreditor dr debitur
tahanan alur ta.han.an alur volume air yg dapat disimpan sementara dl alur sewaktu banjir
tahanan muka ta.han.an muka penahanan thd seseorang sebelum perkaranya diputuskan oleh hakim
tahun berjalan waktu menurut perhitungan tahun yg sedang berlangsung; tahun yg belum habis hari bulannya
talak dua pernyataan talak yg dijatuhkan sebanyak dua kali dan memungkinkan atas suami rujuk kpd istri sebelum selesai idah
talak satu pernyataan talak yg dijatuhkan sebanyak satu kali dan memungkinkan suami rujuk kpd istri sebelum selesai idah
tanah perawan tanah yg belum pernah digarap
tanah ulayah tanah hutan yg sudah menjadi milik orang, tetapi belum diusahakan
tanbihat tan.bi.hat [n] catatan yg memerlukan perhatian; peringatan: hal-hal tsb dimaklumatkan sbg --
tandon darah volume darah yg terkumpul pd tempat-tempat sirkulasi darah
tanggah tang.gah [n] uang Persia zaman dulu [n] pe.nang.gah n ruang (di hotel atau restoran) tempat menyiapkan hidangan (dingin atau panas sebelum diantarkan kpd tamu)
tanggul alam tanggul yg terbentuk akibat banjir yg mengendapkan lumpur di daerah tertentu
tajam ta.jam [a] (1) bermata tipis, halus, dan mudah mengiris, melukai, dsb (tt pisau, pedang, dsb): -- spt pisau cukur; (2) runcing; berujung lancip: tongkat yg berujung --; sudut yg --; kelok jalan yg --; (3) lekas dapat melakukan sesuatu (melihat, mendengar, mencium bau, merasa, dsb): kucing itu -- penglihatannya; (4) kelihatan galak (tt pandangan): matanya memandang dng -- nya; (5) pedas atau keras (tt perkataan, kritik, dsb): mendapat kritik yg sangat --; (6) mudah menangkap atau mengerti (tt akal, pikiran, dsb): kurang -- otaknya; (7) mudah dapat melukai atau menyakiti: air sabun ini -- benar, barangkali banyak sodanya; (8) (sangat) nyata, jelas, dsb: terdapat perbedaan pendapat yg -- antara mereka; gambar di layar televisi itu kurang --; (9) cerdas (tt pikiran): pikirannya --
tanggung tang.gung [v] beres tidak perlu khawatir; pasti beres (selesai, rapi, dsb) [a] lebih dr sedang, tetapi belum cukup (lebarnya, panjangnya, ukurannya, usianya, dsb): anak --; gadis --
tanggung bulan sudah lebih dr pertengahan bulan (biasanya untuk mengatakan bahwa sudah tidak ada uang, belum gajian)
tanggungan tang.gung.an [n] (1) beban yg menjadi tanggung jawab: mencerdaskan bangsa merupakan ~ kita; (2) garansi; jaminan: toko itu menjual barang elektronik dng ~ satu tahun; (3) orang yg keselamatannya (kehidupannya) harus ditanggung: anak yg belum dewasa masih menjadi ~ orang tua; (4) akibat dr perbuatan dsb yg harus ditanggung: risiko: piring, gelas, dsb yg pecah atau hilang menjadi ~ penyewa; (5) barang yg dijadikan jaminan: ia meminjam uang di bank dng ~ sebidang tanah; (6) hasil menanggung; (7) beban (dl arti kiasan): jangan memperberat ~ rakyat
tangkai tang.kai [n] (1) gagang pd buah (daun, bunga); (2) batang tumbuhan yg kecil-kecil (spt kecambah, padi); (3) kata penggolong untuk bunga: tiga -- bunga mawar; (4) gagang atau pegangan suatu alat; batang (tombak, dayung, dsb); hulu (pisau dsb) [n] tempat menyimpan padi; rengkang; lumbung;
tangki timbun tangki besar tempat menimbun minyak sebelum minyak itu disalurkan atau dipindahkan ke tempat lain
tansi tan.si [n] tali yg dilumas dng lilin (untuk tali pancing dsb)
tapak catur kotak-kotak pd papan catur
tapal ta.pal [n] obat dl bentuk cairan kental atau bubur (biasanya dilumaskan pd kulit perut); pasta [n] -- kuda ladam; kasut besi [n] pancang (patok) terbuat dr kayu, semen, dsb sbg tanda batas
Tarawih Ta.ra.wih [n] salat sunah pd malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pd bulan Ramadan (bulan puasa)
tarikh ta.rikh [n] (1) perhitungan tahun: -- Hijriah; (2) angka (bilangan) tahun: -- 305 tahun Sebelum Masehi; (3) tanggal (hari, bulan, dan tahun): menilik -- nya naskah itu tertulis pd akhir pemerintahan Hayam Wuruk; (4) Sas sejarah; tambo; riwayat
tarup ta.rup [n] yg dipakai sbg atap untuk sementara (selama upacara berlangsung dsb); pelampang [ark n] lumbung
tawadu ta.wa.du [v Isl] membersihkan sebagian anggota badan sebelum salat; wudu
tawaf wada [Isl] tawaf yg dilakukan setelah selesai melaksanakan ibadah haji dan sebelum meninggalkan kota Mekah
tawar-menawar ta.war-me.na.war [v] saling meminta pengurangan harga (tuntutan dsb): harga kopi itu belum putus, kami sedang ~ dng si penjual
tawas ta.was [n Kim] garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat, dipakai untuk menjernihkan air atau campuran bahan celup
tebaran te.bar.an [n] (1) sesuatu yg ditebar; (2) hasil menebar; (3) ki siaran (agama), maklumat ; taburan; sebaran
tebas te.bas [v] me.ne.bas v memotong (merambah) tumbuhan yg kecil-kecil: petani itu ~ rumput di sekitar kebunnya [v] me.ne.bas v (1) memborong hasil tanaman (msl padi, buah-buahan) ketika belum dituai atau dipetik: tengkulak itu telah ~ semua hasil buminya
tebasan te.bas.an [n] (1) sesuatu yg ditebas; (2) hasil menebas [n] (1) pembelian hasil tanaman sebelum dipetik; (2) hasil menebas
teh hijau teh yg warnanya hijau krn peragiannya tidak sempurna sebelum dikeringkan
teh hitam teh yg sebelum dikeringkan, difermentasikan dahulu
tekanan te.kan.an [n] (1) keadaan (hasil) kekuatan menekan: ~ darah; ~ udara; (2) desakan yg kuat; paksaan: ia terpaksa mencuri krn ~ ekonomi; tidak dapat menahan ~ musuh; (3) Ling keras lembutnya pengucapan bagian ujaran; aksen: ~ dl bahasa Indonesia umumnya terletak pd suku akhir; (4) yg dipentingkan (sangat diutamakan); titik berat: sebenarnya usul Saudara sama dng usul saya, hanya berbeda ~ nya; (5) keadaan tidak menyenangkan yg umumnya merupakan beban batin: ~ batin yg terus-menerus dapat menimbulkan kelumpuhan mental
tekanan relaksasi te.kan.an relaksasi tekanan yg diukur dl kedudukan otot-otot yg kendur dng volume tertentu
teknologi tinggi teknologi yg dianggap bertaraf tinggi dan belum ada teknologi yg menandingi kelebihannya
telah dijual telah di.ju.al , maka dibeli [pb] pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu
telinga kerbau tumbuhan, Blumea baleamifera
teman te.man [n] (1) kawan; sahabat: hanya -- dekat yg akan kuundang; (2) orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): -- seperjalanan; ia -- ku bekerja; (3) yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama: ada jenis lumut yg biasa dimakan untuk -- nasi
temiang te.mi.ang [n] , buluh -- 1 buluh kecil (biasa dibuat sumpitan), Schizostachyum blumei; (2) sumpitan
tempo hari [cak] (1) dahulu pd waktu itu; (2) baru-baru ini; belum lama ini: banjir bandang yg menimpa Kabupaten Solok -- hari mengakibatkan kerugian miliaran rupiah
tempurung jantan belahan tempurung sebelah atas (belahan tempurung yg terletak di bagian atas jika buah kelapa itu tergantung tangkainya): -- kepala tulang kepala (yg melindungi bagian isi kepala, terutama otak); batok kepala; tengkorak; cranium
tenaga elektromotif [Fis] selisih potensial antara kutub-kutub sebuah elemen sebelum kedua kutubnya dihubungkan
tengkalang teng.ka.lang [n] lumbung padi kecil bertiang tinggi: hasil panennya yg tidak seberapa itu dimasukkannya ke dl --
tengkorak teng.ko.rak [n] bagian yg keras dan bertulang dr kepala dan berfungsi melindungi otak; tulang kepala; kranium
tentamen ten.ta.men [n] ujian mata kuliah tertentu sebelum dapat menempuh ujian akhir (untuk mencapai tingkat studi tertentu): dia termasuk mahasiswa yg pandai sehingga tidak pernah gagal dl setiap --
tentang ten.tang [p] (1) hal; perihal: ia tidak tahu apa-apa -- perkara itu; (2) terhadap: sikapnya -- pembentukan lembaga itu masih belum jelas; (3) dekat di depan (muka); berhadapan dng; tepat berseberangan: ia berdiri di -- jendela; (4) tepat (lurus) di atas: matahari sekarang berada -- kepala kita; (5) kira-kira (pd); kira-kira (di): kain panjangnya diikat di -- pinggang di luar kebayanya; (6) mengenai: pendapatnya -- masalah itu belum diumumkan
tentatif ten.ta.tif [a] (1) belum pasti; masih dapat berubah: Menteri Riset dan Teknologi mengakui bahwa data itu belum final, masih --; (2) sementara waktu: penonaktifannya hanya bersifat --
tentu ten.tu [a] pasti; tidak berubah lagi: -- ia dapat menepati janjinya; (2) a terang; positif; tegas: kabar kematian suaminya masih belum --; (3) adv niscaya; mesti; tidak boleh tidak: minumlah obat ini, -- penyakitmu cepat sembuh
tepek te.pek [n] (1) selempeng (tembakau dsb); (2) sesuatu yg melekat atau menempel (spt tanah liat, lumpur, dan kapur): gula -- , gula kelapa (aren) yg dicetak pipih
tepis te.pis [v] me.ne.pis v menangkis (mengelakkan, menolak) dng belakang tangan: pendekar itu mencoba ~ pukulan lawannya [v] me.ne.pis v melayang (melayap dsb) menyisir tanah (air dsb); berjejak (kena) sedikit: camar melayang ~ buih; iringan itu ~ sepanjang tembok luar istana sebelum menemukan pintu masuk
tepung te.pung [n] (1) barang yg lumat-lumat (krn ditumbuk, digiling, dsb): -- beras; -- gandum; -- jagung; (2) serbuk yg lumat; bubukan
terada te.ra.da [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan rayap; Sloetia elongata; (2) pohon yg kayunya kuat, digunakan untuk mebel dan tiang perahu; Diadilum indum; (3) kayu terada
teralahkan ter.a.lah.kan [v] dapat dikalahkan: kesebelasan itu sampai sekarang belum ~
terang hati mudah mengerti; mudah belajar; -- kain belum mengerti (ingat) benar: pembicaraan tt rumah murah kemarin masih -- kain bagiku
terap te.rap [n] (1) pohon sukun hutan, daunnya lebar-lebar, kayunya sangat cocok untuk bahan rumah krn tahan rayap; Artocarpus blumei; (2) kayu terap [v] ber.te.rap v berukir
terapung tak hanyut ter.a.pung tak hanyut, terendam tak basah [pb] belum tentu kesudahannya (tt perkara dsb)
terasi te.ra.si [n] bumbu penyedap masakan yg dibuat dr ikan kecil-kecil atau udang yg dilumatkan halus-halus; belacan
teratasi ter.a.tasi [v] dapat diselesaikan; dapat ditanggulangi: sampai sekarang persoalan itu belum ~ olehnya
terbelakang ter.be.la.kang [a] (1) paling belakang; paling akhir (tt sesuatu yg berderet-deret dsb): ia duduk di bangku yg -; (2) tertinggal (dl kebudayaan); belum maju: disediakan dana untuk memajukan daerah-daerah yg -; (3) terakhir (tt kabar dsb): menurut kabar yg -, perundingan di Jenewa berakhir dng kegagalan; (4) lemah atau lambat (tumbuh, berkembang) terutama tt mental anak: anak -
tercantol ter.can.tol v (1) terkait; tersangkut; (2) ki terpaut hati (pd seseorang yg dicintai): ia sudah ~ kpd anak gadis tetangganya; (3) cak tinggal kelas; tidak naik kelas: selama sekolah ia belum pernah ~ , selalu naik kelas
tercelus ter.ce.lus [v] terperosok masuk (ke dl lumpur dsb)
terciprat ter.cip.rat [v] (1) kena percikan (air, lumpur); (2) ki mendapat bagian (uang dsb): dia ikut ~ rezeki
tercuci ter.cu.ci [v] (1) sudah bersih (dicuci) dr kotoran dsb: anak itu datang dng baju yg ~ bersih; (2) dapat dicuci: pakaian kotor yg menumpuk itu belum ~ semuanya; (3) tidak sengaja dicuci: uang kertas yg ada di saku celana saya ikut ~ dng pakaian yg lain
terduga ter.du.ga [v] (1) dapat diduga (sebelumnya): memang sudah ~ bahwa mereka akan menyerah; (2) tersangka; terkira: tidak ~ anak itu akan meninggal, kemarin dia masih sehat-sehat
terduga-duga ter.du.ga-du.ga [v] tersangka-sangka; diperkirakan sebelumnya: kejadian yg tidak ~
tergambar ter.gam.bar [v] (1) terlukis: dl cerita itu ~ betapa kejam tindakannya; (2) terbayang: jauh sebelumnya sudah ~ akan terjadinya peristiwa itu
tergolok ter.go.lok [v] kena golok: walaupun lengannya ~ , juara itu masih dapat melumpuhkan musuhnya
terik te.rik [a] (1) amat; sangat (tt panas matahari): panas -- , panas sekali; (2) sempit dan tegang mengikat (tt seluar, ikatan, dsb): ikatan kotak sabun itu sangat -- sehingga susah membukanya; (3) penuh padat (tt sesuatu yg dijejal, diasak, dsb): tali itu diikatnya dng --
terjamah ter.ja.mah [v] (1) sudah dijamah; (2) dijamah tanpa disengaja; tersentuh; (3) dimasuki; dikenal (tt daerah, hutan, dsb): hutan itu belum ~ oleh manusia
terjangkau ter.jang.kau [v] (1) tercapai; terambil: apa-apa yg diletakkan di atas lemari itu takkan ~ oleh anak saya; (2) terbeli; terbayar: harga rumah mewah belum ~ oleh pegawai kecil
terjeblok ter.jeb.lok [v] terperosok ke dl lumpur
terkait ter.ka.it [v] (1) sudah dikait; tidak sengaja mengait; (2) dapat dikaitkan: masalah itu ~ dng pembahasan sebelumnya; (3) bersangkut paut (dng); berhubungan (dng): kerusuhan itu ~ dng langkanya sebelum bahan pokok; (4) ada kaitannya; ada hubungannya: instansi yg ~ diundang dl seminar itu
terkalang di mata ter.ka.lang di mata, terasa di hati [pb] ada sesuatu yg akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)
terkebiri ter.ke.bi.ri [v] dapat atau telah dikebiri: belum sampai ~ , sapi itu sudah terjual
terkirim ter.ki.rim [v] (1) dikirim(kan): maaf suratmu belum ~ , saya belum sempat ke kantor pos; (2) dapat dikirim: anakku membutuhkan uang untuk membeli sepeda, tetapi uang sebanyak itu belum ~
terlecah ter.le.cah [v] (1) terperosok ke dl lecah; (2) kena lumpur; (3) ki mendapat nama buruk
terluluk ter.lu.luk [a] sudah gembur berlumpur (tt sawah) dan siap untuk ditanami: sawahnya sudah ~
terperiksa ter.pe.rik.sa [n] orang yg diperiksa krn terkait tindakan pidana: menurut pihak kejaksaan, pejabat itu akan dipanggil lagi, terutama untuk mengecek informasi dng para ~ sebelumnya
terserah ter.se.rah [v] sudah diserahkan (kpd); pulang maklum (kpd); tinggal bergantung (kpd): hal itu -- kpd Anda; (2) a masa bodoh: usul saya ini diterima atau tidak, -
tersila ter.si.la [v] terserah; pulang maklum kpd: -- kepadamulah, mau pergi atau tidak
tersurat ter.su.rat [v] (1) telah ditulis; tertulis: ia maklum apa yg -- dan yg tersirat; (2) telah ditakdirkan: sudah -- rupanya, engkau berjodoh dengannya; (3) eksplisit
tertangani ter.ta.ngani [v] dapat ditangani; dapat diselesaikan; dapat digarap: sampai sekarang masalah itu belum ~
tertumbuk ter.tum.buk [v] (1) terlanggar; tertubruk; terbentur: pot bunga yg bagus itu pecah ~ sepeda motor yg lewat di depan rumahnya; (2) sudah ditumbuk; sudah dilumatkan, dsb: setelah ~ semua gabah yg di dl gudang itu, barulah lega hatiku; (3) tergocoh; terpukul; tertinju: muka orang yg melerai perkelahian itu ~ beberapa kali; (4) terjumpa (pd, dng); tersuntuk; sampai (pd); jatuh di; timbul (tembus; tersembul) di: ~ akal; ~ pandangan
teruk te.ruk [a] parah, keras, hebat (tt sakit, pukulan, perkelahian, bekerja, dsb): lekaslah pergi ke dokter sebelum penyakitmu -- benar; batuk -- , batuk yg amat sangat
teruntum te.run.tum [n] (1) pohon yg hidup di pantai, kayunya keras, bunganya spt bunga jeruk; Lumnitzera littorea; (2) kayu teruntum; (3) bunga teruntum
terwakili ter.wa.kili [v] dapat diwakili: belum semua cabang olahraga ~ oleh kontingen Indonesia
tes awal tes yg diselenggarakan sebelum pelajaran diberikan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa tt bahan pelajaran yg akan diajarkan
tes formatif [Dik] tes yg diberikan kpd murid setelah selesai jam pelajaran untuk mengetahui TIK (tujuan instruksional khusus) sudah tercapai atau belum
tes sumatif [Dik] tes yg diberikan pd akhir caturwulan untuk mengetahui tujuan kurikuler sudah tercapai atau belum
tetirah te.ti.rah [v] (1) pergi ke tempat lain dan tinggal sementara waktu (untuk memulihkan kesehatan dsb): kalau kesehatanmu belum membaik sebaiknya -- ke daerah pegunungan; (2) cak pergi mengungsi
tidur-tidur ayam ti.dur-ti.dur ayam tidur, tetapi belum nyenyak benar
tiga ti.ga [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 3 (Arab) atau III (Romawi); (2) urutan ke-3 sesudah ke-2 dan sebelum ke-4; (3) jumlah bilangan 2 ditambah 1
tikas ti.kas [n] (1) deret sarap yg terjadi dr lumut, sampah, dsb yg tertinggal di pantai bekas air pasang; (2) bekas tekanan; kesan [v] me.ni.kas v mengaum: singa itu ~ krn kelaparan
timah hitam timbel; plumbum
timbel tim.bel [n Kim] logam lunak berwarna abu-abu, dipakai untuk paduan membuat huruf (pd percetakan); plumbum; unsur dng nomor atom 82, lambang Pb dan berbobot atom 207,21 [Sd n] bekal berupa nasi dan lauk-pauknya yg dibawa dl perjalanan dsb: dia biasanya membawa -- ke sawah
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tindik tin.dik [v] ber.tin.dik v berlubang pd cuping telinga (tempat memakai subang): telinga anak itu belum ~
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
titik tolak titik pangkal; (2) ki pokok kesepakatan: kedua kubu belum mencapai -- tolak dl perundingan itu
titrimetri tit.ri.met.ri [n Kim] pengukuran volume larutan baku yg setara dng kuantitas contoh
tiup ti.up [v] embus [n] ti.up-ti.up n (1) pohon yg kayunya biasa dibuat papan dsb; Adinandra clumosa; (2) kayu tiup-tiup
todong to.dong [v] me.no.dong v (1) mengarahkan senjata (pistol dsb) sbg ancaman untuk merampok, merampas, dsb: dua orang bersenjata masuk, lalu ~ tuan rumah; (2) ki menyuruh dng serta-merta (tanpa persetujuan sebelumnya): masyarakat desa itu ~ gubernur DKI untuk ikut berjoget di panggung
tolak sumpah hiasan kalung (dokoh); -- tarik saling menolak dan menarik: jauh sebelum muktamar berlangsung, terdengar -- tarik yg cukup keras antara kalangan intelektual dan birokrat
tombok tom.bok [v] terpaksa menambah uang (krn belum cukup, masih kurang); 2 n uang yg ditambahkan (krn kekurangan); (3) n uang upah kpd tandak (ketika mengibing)
tongol to.ngol [v] me.no.ngol v menyembulkan kepala; muncul (menampakkan diri): dr tadi dia belum ~ juga, rupanya dia tidak hadir
topas to.pas [n] (1) batu permata berwarna macam-macam (kuning, cokelat, kemerah-merahan, tidak berwarna, dsb); (2) Kim aluminium silikat dng berbagai campuran; Al2(S1O4) (OH,F)2 [n Lay] awak kapal yg tugasnya melayani kebutuhan makan dan tempat tinggal awak kapal bawahan yg lain
totok to.tok [a] (1) asli; sejati (bukan peranakan): Belanda --; (2) cak masih baru (belum berpengalaman): dl hal ini aku sangat -- , belum pernah sekali juga berlayar; (3) cak kaku (belum biasa, belum lancar): dia masih dapat juga berbahasa Jawa, hanya -- sekali [Lihat {tutuk}]
transaksi trans.ak.si [n] (1) persetujuan jual beli (dl perdagangan) antara dua pihak: pabrik minyak kelapa belum mengadakan -- pembelian kopra krn persediaan masih cukup; (2) pelunasan (pemberesan) pembayaran (spt dl bank)
transisi tran.si.si [n] peralihan dr keadaan (tempat, tindakan, dsb) pd yg lain: masa -- , masa peralihan; masa pancaroba: pd masa -- , pd umumnya keadaan belum stabil
tribologi tri.bo.lo.gi [n] pengkajian gaya gesek dan pelumasan
trombosis trom.bo.sis [n Dok] pembekuan darah di dl lumen pembuluh darah; pembuluh darah tersumbat
tromol pos kotak pos
truk boks truk yg baknya berupa kotak tertutup dan berpintu
tsar [n] gelar bagi kaisar Rusia (sebelum Revolusi 1917)
tujuh tu.juh [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 7 (Arab) atau VII (Romawi); (2) urutan ke-7 sesudah ke-6 dan sebelum ke-8; (3) jumlah bilangan 6 ditambah 1
tukuk tu.kuk [n] tokok; -- tambah tambahan sedikit: penghasilan dr beternak ayam itu lumayan sbg -- tambah biaya sekolah anak-anaknya
tulak tu.lak [n] motif kain berbentuk kotak-kotak, dng warna hitam putih
tulus tu.lus [a] sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dr hati yg suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas: orang lain belum tentu berhati -- kpd kita; ia menyumbangkan tenaga dan hartanya dng -- ikhlas
tumbuh tum.buh [v] (1) timbul (hidup) dan bertambah besar atau sempurna (tt benih tanaman; bagian tubuh spt rambut, gigi, tt penyakit kulit spt bisul, jerawat): -- bisul di dekat ketiak; bibit itu pun -- menjadi besar dan sehat; giginya belum --; (2) sedang berkembang (menjadi besar, sempurna, dsb): badan dan jiwa anak sedang -- jangan sampai terganggu; (3) timbul; terbit; terjadi (sesuatu): -- bintik-bintik merah di kulitnya; -- perasaan tidak senang di antara para hadirin; antara kedua bersaudara itu -- perselisihan
tumbuk tum.buk [n] alat untuk melantak dsb supaya lumat hancur (spt antan, anak gobek); (2) v mengupas atau menghaluskan dng antan (bukan digiling): beras -- , ke.tum.buk.an n pasukan; rombongan; tumpuk: keluarga yg mempunyai 12 orang anak spt satu ~ pengawal raja saja [Jw n] persamaan frekuensi pd nada, senama antara slendro dan pelog pelengkapnya
tumbukan tum.buk.an [n] (1) tubrukan: pagi-pagi sudah ada ~ , maklumlah, semuanya ingin cepat sampai di tempat tujuan; (2) yg ditumbuk
tunabusana tu.na.bu.sa.na [a] tidak berpakaian; belum mengenal pakaian
tunang tu.nang , ber.tu.nang.an v (1) bersepakat (biasanya diumumkan secara resmi atau dinyatakan di hadapan orang banyak) akan menjadi suami istri: mereka belum menikah, baru ~; (2) mempunyai tunangan
tundra tun.dra [n] daerah beku dan tandus di kutub utara, tumbuhan tidak dapat hidup, biasanya hanya berupa padang lumut
tunggakan tung.gak.an [n] (1) angsuran (pajak) yg belum dibayar: bulan ini ia akan melunasi ~ nya; (2) sisa pekerjaan: jumlah tenaga baru sekarang ini cukup untuk menangani ~ itu
tunggakan pajak tung.gak.an pajak pajak yg masih belum dilunasi pd atau setelah tanggal pengenaan denda
tunggakan perkara tung.gak.an perkara perkara yg belum disidangkan
turiang tu.ri.ang [n Tan] (1) anak tanaman padi yg tumbuh secara liar (biasanya setelah dipanen): kalau tanaman padi yg terkena wereng dibiarkan, akan tumbuh -- dan menjadi sumber penularan; (2) sistem penanaman yg tanaman generasi keduanya berasal (tumbuh) dr perakaran tanaman generasi sebelumnya
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
tusuk kontak alat listrik untuk dimasukkan ke dl kotak-kotak guna menutup atau membuka rangkaian listrik
uang jaga-jaga uang yg sengaja disimpan untuk dipakai apabila diperlukan (msl apabila uang yg telah disediakan tidak mencukupi); -- jajan uang yg diberikan (disediakan) untuk dibelanjakan sewaktu-waktu (biasanya untuk anak-anak yg belum punya penghasilan dan jumlahnya tidak terlalu besar): tiap hari ia mendapat -- jajan dr ibunya
uang jasa uang yg diberikan sbg pembalas jasa (hadiah, uang pensiun, bonus): krn sudah dua puluh tahun bekerja dng baik, ia menerima surat penghargaan dan juga -- jasa; (2) bunga uang: simpanlah uang Anda di bank, Anda akan mendapatkan -- jasa yg lumayan besarnya
uang kaget [cak] uang yg diperoleh secara tidak diduga sebelumnya
uang sesai uang jujur atau maskawin yg belum dibayar
uang tunggu uang tunjangan kpd pegawai (negeri) yg sudah tidak lagi menjalankan pekerjaannya, tetapi belum diberhentikan secara resmi atau dipensiun
udang pasir udang yg banyak dijumpai di perairan pantai berlumpur, berwarna cokelat, bagian ekor cokelat kuning-kekuningan, kepala gepeng, ekor spt kipas; Penaeus orientalis
uji coba pengujian sesuatu sebelum dipakai atau dilaksanakan (bahan tes, kendaraan, dsb)
ujung [n] bagian penghabisan dr suatu benda (yg panjang): serangga itu merusakkan -- akar anggrek; berbelok di -- jalan; (2) bagian barang yg diruncingkan (lancip, tajam, dsb); puncak: -- hidung; -- jari; -- tombak; (3) bagian darat yg menjorok (jauh) ke laut; (4) (bagian) akhir (pembicaraan, percakapan, tahun, dsb): -- pembicaraan baginda masih thd hal itu jua; gajinya tidak cukup sampai ke -- bulan; (5) ki maksud dan tujuan (perkataan dsb): saya maklum akan -- perkataannya itu [n] , -- atap tanaman semak; Baeckea frutescens
ulek [n] alat dr kayu atau batu untuk melumatkan cabai, rempah-rempah, dsb pd cobek; ulek-ulek n ulek [Jw n] ulek.an n pusaran air; ulakan
ulen [Jw v] , meng.u.leni v melumatkan adonan penganan dng menggunakan tangan
ules [Jk] meng.u.les v melumatkan
umbut kelapa pangkal pucuk kelapa yg belum berkembang di puncak pohon
umpama um.pa.ma [n] (1) yg menjadi contoh (persamaan, perbandingan) dng yg lain-lain; (2) adv cak sama halnya dng; bagaikan; seakan-akan (seumpama): aku ini -- burung dl sangkar; (3) yg diandaikan (bukan hal yg sebenarnya): ini baru -- saja, jadi belum benar-benar ada
umpan um.pan [n] (1) makanan atau sesuatu (cacing dsb) yg digunakan untuk memikat atau menangkap binatang: kambing itu akan dipergunakan sbg -- untuk menangkap harimau; sebelum memancing harus sedia --; (2) material, spt bijih, yg dimasukkan ke dl alat atau mesin untuk diolah atau diproses; (3) sasaran yg mudah dijadikan korban; mangsa: bola yg melambung tanggung itu mudah menjadi -- bagi pukulan lawan; (4) ki sesuatu (seseorang) yg dipakai untuk memikat; alat untuk memikat
umpan tekak makanan atau minuman lezat dl porsi kecil sbg pembangkit selera yg dihidangkan sebelum makan; pembangkit selera makan
umur setahun jagung (darah setampuk pinang) [pb] masih sangat muda; belum berpengalaman
unjuk un.juk , meng.un.juk v mengangkat dan mengunjurkan tangan (lengan) ke atas: pencuri itu disuruh berdiri dan ~ [v] -- beri tahu n cak memberi tahu; memaklumkan
unjuk kerja cara bekerja, perilaku, penampilan: belum tentu ia bisa sampai ke puncak mengingat -- kerja hidupnya spt itu
upah terutang upah yg seharusnya dibayar, tetapi masih ditahan atau belum dibayar
urah [Mk] meng.u.rah v (1) membongkar (timbunan dsb): ~ lumbung; (2) membuka jahitan, ikatan, dsb: ~ bantal; (3) menceritakan (pengalaman, penderitaan, dsb): ~ tambo lama
uraian urai.an [n] (1) keterangan atau penjelasan mengenai suatu hal: ~ mengenai candi itu belum pernah diterbitkan; (2) keterangan panjang lebar: ~ tt pajak bumi dan bangunan telah dikemukakan oleh Direktur Pajak di depan para petugas pajak
urap [n] bedak cair; boreh (bau-bauan untuk melumasi badan supaya harum) [n] kelapa parut yg dibumbui untuk campuran sayur-mayur rebus, ubi, ketan, dsb
urat saraf struktur jaringan urat yg menghubungkan otak dng semua bagian tubuh, yg membawa perasaan tertentu ke otak dan mengirimkan berita dr otak ke bagian tubuh yg lain; tali rasa; asabat: ketika ia jatuh dr sepeda motor, kepalanya membentur batu sehingga -- sarafnya terganggu
usai [v] bubar; berakhir; selesai; habis; sudah lampau: krn kedua pihak sudah letih, perkelahian -- dng sendirinya; sebelum pertunjukan -- , dia sudah keluar
usut [Jk] meng.u.sut v meraba-raba; merabai [v] meng.u.sut v memeriksa (menyelidiki) perkara (hal dsb) yg belum terang; mencari (meminta) keterangan tt suatu perkara (hal dsb): polisi sedang ~ kejahatan pembunuhan tsb
utuh [a] (dl keadaan) sempurna sebagaimana adanya atau sebagaimana semula (tidak berubah, tidak rusak, tidak berkurang, dsb): barang-barang curian masih -- krn memang belum sempat dibawa lari
vak [n] (1) mata pelajaran; mata kuliah: dl kurikulum itu -- agama juga tercantum; (2) kepandaian khusus tt suatu hal (keterampilan dsb): setiap kali melamar pekerjaan, ia selalu ditanya -- nya apa; (3) sekolah yg mendidik murid-muridnya dl penguasaan keterampilan khusus; kejuruan: sekolah --
vaselin va.se.lin [n] zat lemak yg terbuat dr minyak bumi, digunakan untuk bahan campuran pembuat salep, pomade, pelumas, dsb
velarisasi ve.la.ri.sa.si [n Ling] artikulasi bunyi bahasa dng dorsum diangkat ke arah velum
ventrikel ven.tri.kel [n Dok] (1) rongga kecil; (2) rongga pd otak; (3) bilik utama jantung
ventrikulus ven.tri.ku.lus [n] bilik jantung atau bilik otak
virga vir.ga [n Geo] hujan yg turun sedikit sekali dan menguap sebelum sampai ke bumi
vokal takbersuara vokal yg dihasilkan dng saluran suara ada dl posisi vokal dan membiarkan udara mengalir dan menghasilkan aspirasi sebelum pita suara bergetar
voli vo.li [n] permainan olahraga bola, terdiri atas dua regu yg masing-masing beranggotakan enam orang, bola dipukul dng (kedua) tangan ke arah lawan (dibatasi jaring tinggi) dng tidak membiarkan bola jatuh ke tanah
votum vo.tum [n] (1) suara (dl pemilihan); (2) hari pemungutan suara (untuk menentukan sesuatu) [n Kris] pembacaan ayat-ayat suci pd acara kebaktian di gereja Protestan sebelum khotbah
wafat wa.fat [v] meninggal dunia (biasanya untuk raja, orang-orang besar ternama): putra mahkota dinobatkan sebelum raja --
wagu wa.gu [a] (1) kaku: krn ia masih dl taraf belajar, dl membawakan tariannya kelihatan gerak-geriknya masih --; (2) bersahaja; lugas: ia belumlah pelukis ulung sehingga lukisannya kelihatan masih --
waledan wa.led.an [Jw n] gaji (tambahan gaji, kenaikan gaji, dsb) yg diterima sekaligus setelah beberapa bulan tidak (belum) terbayar: saya belum menerima -- sejak bulan Januari yg lalu
walimah safar perjamuan untuk keberangkatan atau kepergian: -- safar akan diadakan sebelum ia berangkat naik haji
wawancara terpimpin wawancara dng memakai pertanyaan yg sudah disiapkan sebelumnya
wig [n] rambut tiruan (rambut buatan, rambut palsu) sbg penutup kepala: untuk menutupi kepalanya yg botak, terpaksa dia memakai --
wali wa.li [n] (1) orang yg menurut hukum (agama, adat) diserahi kewajiban mengurus anak yatim serta hartanya, sebelum anak itu dewasa: penjualan tanah itu tidak dapat disahkan krn pemiliknya belum dewasa dan -- nya tidak menyetujuinya; (2) orang yg menjadi penjamin dl pengurusan dan pengasuhan anak: yg menjadi -- anak tsb adalah pamannya krn anak itu tinggal bersama pamannya; (3) pengasuh pengantin perempuan pd waktu menikah (yaitu yg melakukan janji nikah dng pengantin laki-laki): krn ayahnya telah meninggal, maka kakaknya yg menjadi -- untuk menikahkan anak perempuan itu; (4) orang saleh (suci); penyebar agama: -- sanga; (5) kepala pemerintah dsb: -- negeri [kl n] kain kuning yg dilekatkan pd bahu pejabat istana yg melaksanakan upacara kerajaan [n] pisau kecil untuk mengukir kayu dsb [Lihat {rajawali}]
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
wijen wi.jen [n] (1) tumbuhan suku biji-bijian dng tinggi mencapai 2 m, buahnya berbentuk kotak lonjong, bijinya kecil-kecil mengandung minyak untuk minyak goreng, margarin, dsb; bijan; Sesamum orientale; (2) biji bijan
wirasuara wi.ra.su.a.ra [n] penyanyi pria dl karawitan (gamelan) Jawa; penyeling (bagi si penyanyi): sebelum pementasan berlangsung, semua penari, penabuh gamelan, -- beserta perias ditampung di pemondokan khusus
wudu wu.du [v Isl] menyucikan diri (sebelum salat) dng membasuh muka, tangan, kepala, dan kaki: hai Nak, -- dulu sebelum salat
X [n] (1) huruf ke-24 abjad Indonesia; (2) lambang bilangan sepuluh angka Romawi; (3) (dng huruf kapital bergaris atas) lambang bilangan 10.000 angka Romawi; (4) pengganti nama orang atau sesuatu yg tidak (belum) diketahui nama sebenarnya; (5) pengganti nama orang yg sedang dibicarakan walaupun nama orang tsb sudah diketahui (untuk menjaga nama baiknya); (6) Mat kesatuan yg tidak (belum) diketahui; bilangan khayal
xenofobia xe.no.fo.bia [n Psi] perasaan benci (takut, waswas) thd orang asing atau sesuatu yg belum dikenal; kebencian pd yg serba asing
Y [n] (1) huruf ke-25 abjad Indonesia; (2) Mat kesatuan ke-2 yg tidak (belum) diketahui
Z [n] (1) huruf ke-26 abjad Indonesia; (2) Mat kesatuan ke-3 yg tidak (belum) diketahui
zalir za.lir [n] (1) Fis cairan dan gas fase bahan yg hanya mampu menopang tekanan isotropik seragam tanpa mengalami erotasi atau distorsi; (2) a Kim zat yg dapat mengalir dan mengalah thd setiap gaya yg berusaha mengubah bentuk zat tanpa mengubah volumenya, spt air dan udara; zat alir; fluida
zaman batu bagian dr zaman prasejarah ketika manusia masih hidup di gua-gua, belum mengenal pertanian, dan menggunakan peralatan dr batu
zaman prasejarah zaman ketika orang belum mengenal sejarah; zaman sebelum sejarah
zaman tersier [Geo] zaman sebelum kuarter yg meliputi 65 juta tahun sebelum Masehi
zamrud zam.rud [n] batu permata yg berwarna hijau spt lumut, sbg mineral terdapat terutama di lapisan-lapisan kapur di Kolombia
zariah alir [Kim] zat yg dapat mengalir dan mengalah thd setiap gaya yg berusaha mengubah bentuk zat tanpa mengubah volumenya, spt air dng udara

Jika informasi mengenai "otak te- lum" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas