Arti kata/frase "orde lama" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orde-lama

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orde lama menurut KBBI Edisi III

orde lama: tata pemerintahan pd masa sebelum orde baru

Lebih lanjut mengenai orde lama

orde lama terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 1647 kata terkait yakni sebagai berikut:

lama la.ma [a] (1) panjang antaranya (tt waktu): sudah -- aku menunggu di sini; (2) panjangnya waktu (antara waktu): berapa jam -- nya; lima bulan -- nya; (3) kuno; sejak dahulu kala; dahulu telah ada: saya senang mempelajari kesusastraan --; (4) tua (tidak baru); usang: diberikannya baju-baju -- nya kpd fakir miskin
orde or.de [n] bintang jasa; tanda penghargaan (krn berjasa dsb) [n] jemaat atau kumpulan orang yg sepaham; ordo [n] sistem (pemerintahan dsb); peraturan (pemerintahan dsb); susunan; angkutan
orde lama tata pemerintahan pd masa sebelum orde baru
orde reformasi tata pemerintahan sesudah orde baru yg mengadakan perombakan sistem yg lama ke arah sistem demokrasi
lama-kelamaan la.ma-ke.la.ma.an [adv] bertambah lama bertambah ...; selangkah demi selangkah; akhir-akhirnya; semakin lama semakin ...
lama-lama la.ma-la.ma [adv] (1) lambat laun; akhirnya; (2) makin lama makin ...
lamang la.mang [Jk n] pedang pendek; cenangkas
lamar la.mar [v] me.la.mar v (1) meminta wanita untuk dijadikan istri (bagi diri sendiri atau orang lain); meminang: ~ anak perawan; (2) meminta pekerjaan (di kantor dsb): ~ pekerjaan
lamaran la.mar.an [n] (1) pinangan; permintaan untuk meminang: ia bersedih krn ~ nya ditolak; (2) permintaan pekerjaan: ia sudah mengajukan ~ untuk menjadi calon pegawai negeri
lamat-lamat la.mat-la.mat [Jw a] (1) tidak nyata kelihatan: kafilah itu sudah -- kelihatan; (2) sayup-sayup: dr jauh terdengar -- suara anjing melolong
orde baru tata pemerintahan dng sistem baru di Indonesia, berlangsung sejak tanggal 11 Maret 1966 hingga 20 Mei 1998
order or.der [n] (1) perintah untuk melakukan sesuatu: ia mendapat -- dr atasannya untuk pergi ke Bandung; (2) pesanan: barang-barang itu dibuat atas --
jarak waktu lamanya waktu antara dua peristiwa: -- waktu kelahiran kedua anak kembar hanya beberapa menit; (2) waktu yg diperlukan oleh tiap kendaraan atau perseorangan untuk berjalan di antara dua titik tertentu
jatah waktu lamanya waktu yg disediakan untuk mengucap atau menyajikan sesuatu (makalah, laporan, dsb)
jauh hari lama sebelum waktunya terjadi
lambat laun lama kelamaan; lambat-lambat
masa berahi lama waktu hewan betina berahi
tenggang tangguh lama waktu bertangguh: -- tangguh perjanjian itu dua tahun
alamanda ala.man.da [n] semak bergetah yg banyak ditanam sbg tanaman hias, bunganya besar berwarna kuning dan berbentuk trompet; Allamanda cathartica
angka halaman nomor urut halaman yg terdapat pd surat, majalah, atau buku
bagi pengalaman saling memberitahukan pengalaman sehingga yg satu dapat memetik manfaat dr pengalaman yg lain
barang tahan lama barang industri ataupun konsumsi dng masa penggunaan lebih lama (biasanya lebih dr tiga tahun) yg tidak habis terpakai serta tidak mengalami pengolahan lebih lanjut oleh pembelinya
beralamat ber.a.la.mat [v] (1) ada alamatnya (adresnya): surat-surat yg tidak ~ si pengirim sudah disisihkannya; (2) ditujukan (kpd): kritik itu ~ kpd panitia; (3) memberi tanda (akan terjadi sesuatu): ~ kurang baik; (4) bersasaran; bertujuan
berburu selamat ber.bu.ru selamat berusaha supaya dapat selamat
berkukuh pd adat lama ber.ku.kuh pd adat lama tetap memegang teguh adat lama
berlama-lama ber.la.ma-la.ma [a] lama (dl melakukan pekerjaan); lamban; tidak lekas-lekas: ia selalu ~ jika mandi berendam di air hangat
berpengalaman ber.peng.a.lam.an [v] mempunyai pengalaman; telah banyak pengalaman: ia seorang pemain sepak bola yg ~
berselamatan ber.se.la.mat.an [v] (1) berkenduri; mengadakan selamatan; (2) saling memberi selamat
bilamasa bi.la.ma.sa [ark pron] bilamana; bila; kapan
carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga carik-carik bulu ayam lama-lama ber.can.tum juga [pb] perkelahian sesama saudara itu akhirnya berbaik juga
deklamasian dek.la.ma.si.an [n] hasil mendeklamasikan
deklamator dek.la.ma.tor [n] orang yg mendeklamasikan sajak
doa selamat doa memohon berkat atau untuk memohon selamat (dr bahaya, penyakit, dsb) kpd Tuhan
halaman belakang [Graf] halaman terakhir surat kabar dsb
halaman cetak [Graf] bagian halaman dng ukuran tertentu yg memuat cetakan
halaman depan [Graf] (1) halaman permukaan sebuah buku sebelum bab pertama; (2) halaman pertama surat kabar dsb yg memuat berita penting atau utama
halaman judul [Graf] halaman yg berisi judul buku, nama pengarang atau penerjemah, nama penerbit, merek dagang penerbit, dan tahun terbit
ijmak ulama kesesuaian pendapat para ulama (tt suatu hukum dl agama)
jalan pedalaman sungai, danau, kanal, atau saluran lainnya yg dijadikan jalan dl usaha pengangkutan di daerah pedalaman
jamhur ulama ulama yg ahli dl pengetahuan agama
juru selamat orang yg menyelamatkan atau bertindak sbg penolong dl kesukaran; penyelamat; (2) Kris sebutan bagi Yesus Kristus
kapal penyelamat kapal yg digunakan untuk menyelamatkan jiwa manusia dl musibah di laut, biasanya mempunyai stabilitas yg sangat baik dan kecepatan tinggi
kelamaan ke.la.ma.an [a] terlampau lama
kelamai ke.la.mai ? gelamai
keselamatan ke.se.la.mat.an [n] perihal (keadaan dsb) selamat; kesejahteraan; kebahagiaan dsb: -- keluarga adalah tanggung jawab yg paling berat bagi seorang suami
korden kor.den /kordEn/ ? gorden
langkah lama [ki] cara (adat istiadat, paham) lama
limbah halaman guntingan, pangkasan tanaman, dan bahan buangan lainnya dr halaman dan kebun
majelis Ulama Indonesia lembaga masyarakat nonpemerintah yg terdiri atas para ulama Islam, antara lain, bertugas memberikan fatwa
membawa alamat mem.ba.wa alamat memberi alamat; menandakan
memperlama mem.per.la.ma v membuat jadi lebih lama: menunda pencabutan Daerah Operasi Militer berarti ~ tindakan sewenang-wenang pelanggaran hukum dan HAM di Aceh
mendeklamasikan men.dek.la.ma.si.kan [v] menyajikan sajak dng berdeklamasi
mendoa selamat men.doa selamat bersyukur kpd Tuhan atau memohon selamat (biasanya dng kenduri); (2) mengucapkan doa selamat (bersyukur dsb)
mengaduk perkara lama meng.a.duk perkara lama membangkit-bangkitkan perkara lama
mengalamati meng.a.la.mati [v] membubuhi alamat (pd surat dsb): gadis itu sedang ~ surat
menggelamai meng.ge.la.mai [v] membuat gelamai; menjadi gelamai
menyelamati me.nye.la.mati [v] (1) mengadakan kenduri (selamatan) untuk; menyedekahi: -- anaknya supaya lekas sembuh; (2) memberikan ucapan selamat: -- kawannya yg lulus ujian
menyelamatkan me.nye.la.mat.kan [v] (1) meluputkan (menghindarkan, membebeskan) dr bahaya (bencana dsb); mengikhtiarkan (menolong, membela, dsb) supaya selamat: untunglah ia dapat -- dirinya dr bahaya; (2) menguburkan (mayat): ia sudah -- mayat
minta selamat memohon (berdoa) agar selamat
pelamar pe.la.mar [n] orang yg melamar
pendeklamasian pen.dek.la.ma.si.an [n] proses, cara, perbuatan mendeklamasikan sajak
penyelamat pe.nye.la.mat [n] orang yg menyelamatkan: dialah -- gawang kesebelasannya
penyelamatan pe.nye.la.mat.an [n] proses, cara, perbuatan menyelamatkan: -- para korban kecelakaan; -- uang negara
perjanjian Lama per.jan.ji.an Lama Taurat
permalaman per.ma.lam.an [n] pemalaman
proklamator prok.la.ma.tor [n] orang yg memproklamasikan: Sukarno-Hatta adalah -- kemerdekaan Indonesia
selama enggang mengeram [pb] lama sekali
selama gagak hitam [pb] selama-lamanya
selama hayat dikandung badan selama hayat di.kan.dung badan [pb] selama masih hidup
selama-lamanya se.la.ma-la.ma.nya [adv] (1) paling lama: ia dapat dijatuhi hukuman penjara ~ dua tahun; (2) tidak habis-habisnya; sepanjang masa; kekal: semoga aman dan sentosa ~
selamat berjumpa mudah-mudahan selamat atas perjumpaan (ini)
selamat berpisah mudah-mudahan selamat atas (selama) perpisahan
selamat datang mudah-mudahan selamat atas kedatangan (seseorang, tamu, dsb)
selamat jalan mudah-mudahan selamat dl perjalanan
selamat malam mudah-mudahan selamat pd malam hari (ini)
selamat pagi mudah-mudahan selamat pd pagi hari (ini)
selamat sejahtera mudah-mudahan selamat tidak kurang suatu apa
selamat siang mudah-mudahan selamat pd siang hari (ini)
selamat sore mudah-mudahan selamat pd sore hari (ini)
selamat tinggal mudah-mudahan selamat bagi yg tinggal
selamat ulang tahun mudah-mudahan selamat dl memperingati hari lahir
selamatan se.la.mat.an [n] kenduri untuk meminta selamat dsb
selang beberapa lama beberapa lama antaranya
semalam-malaman se.ma.lam-ma.lam.an [n] semalaman
siapa lama tahan [pb] apabila bekerja dng tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yg sulit sekali pun akan selesai juga dng baik
tali busur tidak selamanya dapat diregang [pb] orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya
titik kedalaman kedudukan titik yg telah dihitung kedalamannya
ulama khalaf ulama yg hidup pd masa sekarang
ulama salaf para ahli ilmu agama mulai dr para sahabat Nabi Muhammad saw. sampai ke pengikut terdekat sesudahnya; (2) ulama yg mendasarkan pandangannya pd paham kemurnian ortodoks
aklamasi ak.la.ma.si [n] pernyataan setuju secara lisan dr seluruh peserta rapat dsb thd suatu usul tanpa melalui pemungutan suara: usul itu diterima secara --
akordeon akor.de.on [n] alat musik yg dapat dilipat yg dilengkapi dng bilah gamitan (udara akan bertiup dng kuat apabila pemuput udara digerakkan dng tangan)
alamah ala.mah [Ar n] orang yg sangat pandai (berilmu)
alamak ala.mak [p] kata seru untuk menyatakan keheranan yg mengandung kekecewaan
alamas ala.mas [ark n] intan
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alamatulhayat ala.ma.tul.ha.yat [Ar n] tanda hidup (berupa surat, pemberian, dsb)
alim ulama orang-orang pandai dl pengetahuan agama Islam
angkatan enam puluh enam (66) ang.kat.an enam puluh enam (66) [Pol] kelompok pemuda Indonesia yg bekerja sama dng ABRI menumbangkan Orde Lama dan menegakkan Orde Baru; ~ kelima ark angkatan bersenjata yg terdiri dr rakyat, di samping empat angkatan yg sudah ada, yaitu angkatan darat, laut, udara, dan kepolisian (dl paham komunisme): ~ kelima itu melibatkan pemuda, tani, dan wanita
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
bangkit tambo lama menceritakan kembali perkara yg sudah-sudah
berdeklamasi ber.dek.la.ma.si [v] menyajikan sajak yg disertai gerak dan mimik yg baik
bersalam-salaman ber.sa.lam-sa.lam.an [v] saling memberi salam dng saling berjabat tangan
bersalaman ber.sa.lam.an [v] (1) saling menyalami; memberi salam dng saling berjabat tangan: mereka -- sebelum berpisah; (2) berjabat tangan
bilamana bi.la.ma.na [p] kata penghubung yg digunakan untuk pengandaian, bersifat temporal, dsb; pd waktu apa; (2) kl pron kata tanya yg digunakan dl ragam sastra untuk menanyakan waktu; bila; kapan: -- Indonesia merdeka?
bordes bor.des [n] tangga untuk naik ke pintu (kereta api dsb)
bubur Bordeaux [Tan] campuran 1 kg terusi dan 1 kg kapur dl 115 liter air yg digunakan sbg obat semprot pemberantas penyakit tanaman krn serangan jamur
daerah pedalaman daerah yg terletak jauh dr kota atau dr pantai
dalaman da.lam.an [n] semua yg ada dl perut atau bagian perut (spt babat, usus, paru-paru, hati); jeroan
deklamasi dek.la.ma.si [n] penyajian sajak yg disertai lagu dan gaya
delamak de.la.mak [n] kain penutup tudung saji yg bersulam (benang emas)
disorder dis.or.der [n] (1) keadaan yg tidak sesuai dng tatanan (aturan keadaan) yg umum; (2) Dok keadaan dan perasaan badan yg kurang enak, disebabkan oleh gangguan penyakit atau krn tidak berfungsinya salah satu organ tubuh
gelama ge.la.ma [n] ikan laut: -- batu, -- bongkok, -- hitam, -- panjang, dsb
gelamai ge.la.mai [n] penganan dibuat dr tepung beras pulut, gula, dan santan; dodol
gorden gor.den [n] kain penutup jendela, pintu, dsb; tirai
halaman ha.la.man [n] pekarangan rumah (sekolah dsb); tanah di sekitar rumah (sekolah dsb): -- rumahnya ditanami cemara [n] muka dr lembaran buku (majalah, surat kabar, dsb); pagina: lihat gambar pd -- 127
inflamasi in.fla.ma.si [n Dok] reaksi tubuh thd mikroorganisme dan benda asing yg ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh
kain lama dicampak buang [pb] menceraikan istri tua dan mencari istri muda
kaji lama perkataan, ajaran, ucapan, dsb yg dulu sering diutarakan
kampung halaman daerah atau desa tempat kelahiran
kealaman ke.a.lam.an [n] sifat; keadaan: usaha manusia mempengaruhi ~ suatu daerah
kedalaman ke.da.lam.an [n] jarak dr permukaan sampai ke dasar; dalamnya: ~ laut itu kira-kira 100 m; (2) n ki kemampuan penguasaan (tt ilmu): saya akan menguji ~ ilmunya; (3) a cak terlalu dalam; lebih dalam dp yg seharusnya: hati-hati, jangan ~ , dua meter cukup
keislaman ke.is.lam.an [n] segala sesuatu yg bertalian dng agama Islam
kekelaman ke.ke.lam.an [n] kegelapan
kelamarin ke.la.ma.rin ? kemarin
kemalaman ke.ma.lam.an [v] kena malam (hingga waktu malam datang): kami -- di tengah jalan
laut pedalaman semua sungai, danau, selat, terusan dan bagian laut dr suatu negara yg tidak termasuk laut teritorial
layu rumput di halaman [ki] ungkapan untuk menyatakan bahwa raja wafat
mantra keselamatan mantra untuk menjaga diri dr bahaya
mata alamat sasaran; tujuan
matalamat ma.ta.la.mat [n] (1) tujuan; sasaran; (2) kambing hitam; bulan-bulanan
melamarkan me.la.mar.kan [v] meminangkan
melamarkan diri me.la.mar.kan diri menawarkan diri supaya diterima bekerja
membuka tambo lama [pb] membangkit-bangkit perkara yg sudah-sudah
memperlamakan mem.per.la.ma.kan [v] memanjangkan waktu dsb
memproklamasikan mem.prok.la.ma.si.kan [v] mempermaklumkan dng resmi kpd khalayak: ~ berdirinya Republik Indonesia
menanding me.nan.ding [v] meletakkan berdekatan utk membandingkan atau menyamakan: ~ kepemimpinan Orde Lama dan Orde Baru [v] membagi-bagi (setumpuk-tumpuk) untuk dijual: pedagang sayuran itu ~ dagangannya untuk dijual di pasar
menembak beralamat menembak ber.a.la.mat , berkata bertujuan [pb] suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya
mengalamatkan meng.a.la.mat.kan [v] menujukan (surat dsb): ia ~ surat itu kpd orang tuanya
menyanyikan lagu lama (kuno) [pb] mengutarakan pendapat yg telah usang atau sudah sering dikatakan orang
mereklamasikan me.re.kla.ma.si.kan [v] membuka tanah untuk digarap (msl menjadi persawahan): pemerintah telah ~ seluas 5,25 juta hektar tanah di daerah Sumatra dan Kalimantan
mualamat mu.a.la.mat [Ar n] ilmu pengetahuan
mulamasah mu.la.ma.sah [n] penjualan kain tanpa dilihat, tetapi diraba-raba saja sehingga terjadi keharusan jual beli
palamarta pa.la.mar.ta [Jw a] baik hati; ramah
patah lidah alamat kalah [pb] tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dl berperkara)
pedalaman pe.da.lam.an [n] (1) daerah yg letaknya jauh dr pantai; (2) daerah terpencil yg terletak jauh dr kota dan kurang berhubungan dng dunia luar: pd masa perang, rakyat mengungsi ke ~
pemalaman pe.ma.lam.an [n] rumah dsb tempat bermalam; penginapan
pendalaman pen.da.lam.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendalamkan: ~ selokan dan parit dilakukan untuk mencegah bahaya banjir; (2) proses, cara, perbuatan mendalami: ~ ilmu silat
penenggelaman pe.neng.ge.lam.an [n] proses, cara, perbuatan menenggelamkan
pengalaman peng.a.lam.an [n] yg pernah dialami (dijalani, dirasai, ditanggung, dsb): ia suka menceritakan ~ nya semasa revolusi fisik
pengelaman pe.nge.lam.an [n] penggelapan
pengislaman peng.is.lam.an [n] proses, cara, perbuatan menyebarkan agama Islam (kpd orang yg belum menganut agama Islam)
penyelaman pe.nye.lam.an [n] proses, cara, perbuatan menyelam (menyelami, menyelamkan) [n] proses, cara, perbuatan menyelam (menyelami, menyelamkan)
penyulaman pe.nyu.lam.an [n] penggantian tunas yg tumbuhnya tidak baik atau benih yg mati dng yg baru: -- dilakukan setelah tunas muda bermunculan
persalaman per.sa.lam.an [n] hal-hal yg berhubungan dng pemberian salam
proklamasi prok.la.ma.si [n] pemberitahuan resmi kpd seluruh rakyat; permakluman; pengumuman: -- kemerdekaan Republik Indonesia pd tanggal 17 Agustus tahun 1945
puisi lama puisi yg belum dipengaruhi oleh puisi Barat, spt pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal
reklamasi re.kla.ma.si [n] (1) bantahan atau sanggahan (dng nada keras); (2) Tan usaha memperluas tanah (pertanian) dng memanfaatkan daerah yg semula tidak berguna (msl dng cara menguruk daerah rawa-rawa); (3) pengurukan (tanah)
rumah pemalaman [ark] rumah penginapan
selama se.la.ma [n] segenap waktu; semasa: ~ aku berada di luar negeri, ia rajin mengirim kabar kepadaku; ~ hayat dikandung badan budi baiknya tidak akan terlupakan
selama hujan akan panas jua [pb] sehabis kesusahan, akhirnya akan datang juga waktu yg baik
selama sipatung mandi [pb] sebentar sekali
selamanya se.la.ma.nya [adv] selalu: ibu tiri tidak ~ jahat
selamat se.la.mat [a] terbebas dr bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dr bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dsb: ia -- dr pembunuhan; (2) a sehat; (3) a tercapai maksud; tidak gagal; (4) n doa (ucapan, pernyataan, dsb) yg mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dsb): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yg memberi ucapan -- kepadanya; (5) n pemberian salam mudah-mudahan dl keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb): -- datang; -- jalan; -- malam (pagi, siang); -- tahun baru; -- tinggal
selamat berbahagia semoga mendapat kebahagiaan
selamat diri alat bantu sementara untuk pernapasan jika keadaan sekitarnya mengandung gas-gas beracun
selamat menempuh hidup baru mudah-mudahan berbahagia dl pernikahan yg dilangsungkan
semalaman se.ma.lam.an [n] sepanjang malam; segenap malam; satu malam penuh; semalam suntuk: gadis itu sanggup berdansa -; ia baru bangun pukul 11.00 krn -- tidak dapat tidur
senam keselamatan senam yg dilakukan secara sistematik dng menggunakan metode individual, bertujuan menghindari penyimpangan, menyembuhkan penyakit
slagorde slag.or.de [Bld n] (1) susunan pasukan atau armada untuk bertempur; (2) keseluruhan pimpinan dan anak buah; jajaran
spt tudung saji dng delamak nya [ki] sudah jodohnya atau sehidup semati (tt suami istri)
sulaman su.lam.an [n] (1) hasil menyulam; sesuatu (akin, bahan) yg disulam
tahan lama tidak lekas rusak; awet
ulama ula.ma [n] orang yg ahli dl hal atau dl pengetahuan agama Islam: ia seorang -- besar pd zaman kebangkitan Islam
ulaman ulam.an [n] ulam-ulam
abad [n] (1) masa seratus tahun: bangunan itu diperkirakan dapat bertahan satu --; (2) jangka waktu yg lamanya seratus tahun: -- ke-20 mulai pd tahun 1901 sampai tahun 2000; (3) zaman (yg lamanya tidak tentu); (4) masa yg kekal, tidak berkesudahan
abis [n Geo] bagian yg paling dalam dr lautan yg mempunyai kedalaman lebih dr 400 m
abisal abi.sal [n] (1) endapan lumpur atau tanah dr dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m; (2) teluk atau palung (lembah) yg sangat dalam
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
ad interim ad in.te.rim [Lt a] untuk sementara waktu: selama berada di luar negeri, ia ditunjuk sbg menteri --
ada nyawa (umur) ada rezeki [pb] selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adres ad.res [n] alamat (surat)
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
agen buku pedagang buku besar yg menyediakan berbagai jenis buku dr berbagai penerbit, pengecer, dan perpustakaan, biasanya ada dua jenis, yaitu yg menyediakan buku teks mutakhir dan buku teknik dan yg menyediakan buku lama yg masih beredar
ahistoris ahis.to.ris [a] berlawanan dng sejarah: memahami kultur lama tanpa memedulikan aspirasi sejarah yg melahirkannya adalah sikap yg --
ahli agama orang yg mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim
ahli sunah waljamaah kaum muslimin yg mengikuti ajaran Alquran, hadis Nabi Muhammad saw., dan menerima ijmak ulama
ahli Taurat [Isl] penganut ajaran kitab Taurat pd zaman Nabi Musa a.s.; (2) Kris pengajar dan penafsir Kitab Perjanjian Lama, khususnya kelima kitab Musa (Taurat atau Pentateukh)
air purwa [Hid] air yg tersekap di dl batuan reservoir atau air laut yg terperangkap di dl pori batuan sedimen selama masa sedimentasi
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akar melata akar tumbuhan yg merambat, spt ubi jalar yg semakin lama semakin banyak; (2) ki bertambah lama bertambah banyak (tt utang)
aktiva tetap kekayaan berwujud yg secara relatif tahan lama dan biasanya digunakan dl menghasilkan barang dan jasa serta tidak disimpan untuk dijual lagi
alah bisa tegal biasa [pb] sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi; pengalaman praktik lebih baik dp teori
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
alah membeli menang memakai [pb] barang yg baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai
alam [n] (1) segala yg ada di langit dan di bumi (spt bumi, bintang, kekuatan): -- sekeliling; (2) lingkungan kehidupan: -- akhirat; (3) segala sesuatu yg termasuk dl satu lingkungan (golongan dsb) dan dianggap sbg satu keutuhan: -- pikiran; -- tumbuh-tumbuhan; (4) segala daya (gaya, kekuatan, dsb) yg menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yg ada di dunia ini: hukum --; ilmu --; (5) yg bukan buatan manusia: karet --; (6) dunia: -- semesta; syah --; (7) kerajaan; daerah; negeri: -- Minangkabau , meng.a.lami v merasai (menjalani, menanggung) suatu peristiwa dsb: selama di rantau ia ~ banyak kesulitan [n] bendera (panji-panji) sbg tanda (pd pasukan dsb)
alat pendobrak benda atau perkakas yg digunakan untuk merusakkan atau membuka secara paksa dinding (pagar, pintu, dsb) supaya dapat dilalui; (2) ki pasukan (gerakan, angkatan muda) yg berperan sbg penembus pertahanan musuh, tradisi lama, dsb
alat perum alat untuk mengukur kedalaman perairan atau laut
aliah ali.ah [n Dik] tingkat pendidikan menengah atas di bawah koordinasi Departemen Agama yg memberikan materi pelajaran umum dan terutama pelajaran agama Islam: pesantren ini memiliki tingkat sanawiah dan -- dng lama belajar enam tahun; (2) a berkenaan dng pendidikan tingkat atas: madrasah -- , sekolah menengah agama Islam tingkat atas
Alkitab Al.ki.tab [n] (1) kitab suci agama Kristen, terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; (2) Isl Alquran
Almasih Al.ma.sih [n] (1) Isl yg diselamatkan; (2) Kris yg diurapi: Isa --
almuazam al.mu.a.zam [Ar n] yg dimuliakan; yg mulia; yg terhormat (biasa ditulis pd alamat surat)
alur menanjak [Sas] jalinan peristiwa dl karya sastra yg makin lama makin menanjak, tanpa ada peleraian, sampai cerita itu selesai di puncak
ambruk am.bruk [v] (1) roboh; runtuh: jembatan yg belum lama ini diresmikan sudah --; (2) jatuh sakit: krn tidak mengindahkan nasihat dokter, ia -- lagi; (3) bangkrut; pailit (tt usaha dagang): perusahaannya sekarang sudah -- dan modalnya habis
amortisasi amor.ti.sa.si [n Huk] (1) penghapusan atau pernyataan tidak berlaku thd surat-surat berharga yg nilainya telah dibayarkan kembali atau telah hilang; (2) penyusutan secara berangsur-angsur dr utang atau penyerapan nilai kekayaan yang tidak berwujud dan bersifat susut, spt kontrak atau jatah keuntungan (royalti) ke dl pos biaya, selama jangka (waktu) tertentu
amputasi am.pu.ta.si [n Dok] pemotongan (anggota badan), terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang
anak Allah [Kris] gelar untuk Yesus Kristus yg menyatakan bahwa Ia berasal dr Allah dan melakukan penyelamatan manusia
anak manusia [Kris] Yesus (ungkapan ini merujuk pd tokoh penyelamat di zaman yg akan datang)
andap sadar [Dok] (1) keadaan tidak menyadari isi pikiran; (2) daerah penyimpanan pengalaman yg kurang disadari; lubuk hati
angin badai angin yg datang dr satu jurusan hingga beberapa waktu lamanya
angin tak dapat ditangkap [pb] rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga
angka fertilitas umum [Dem] banyaknya kelahiran selama satu tahun per 1.000 wanita yg berumur 15-44 tahun (wanita dl usia melahirkan)
angka kematian neonatal [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian bayi (di bawah umur 1 bulan atau 28 hari) dr setiap 1.000 kelahiran (bayi) hidup selama satu tahun
angkatan empat puluh lima (45) ang.kat.an empat puluh lima (45) para pejuang kemerdekaan yg memelopori revolusi pd saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan pd tahun 1945; (2) Sas kelompok pengarang dan seniman yg muncul sekitar tahun 1945
anjangsana an.jang.sa.na [n] (1) kunjungan untuk melepaskan rasa rindu; (2) kunjungan silaturahmi (ke rumah tetangga, saudara, kawan lama, sahabat)
anoa [n Zool] kerbau kecil yg tingginya sekitar 1 m, hidup di pedalaman atau di hutan kecil di Sulawesi; Bubalus depresicornis
apak [a] (1) berbau tidak sedap krn telah lama disimpan dan sudah berjamur: roti yg -- itu belum juga dibuang; (2) berbau tidak sedap krn lapuk
aplikasi ap.li.ka.si [n] (1) karya hias dl seni jahit-menjahit dng menempelkan (menjahitkan) guntingan-guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, binatang, dsb) pd kain lain sbg hiasan; (2) tambahan: dl beberapa fakultas diadakan kursus -- bahasa Inggris; (3) penggunaan; penerapan; (4) lamaran; permohonan; pendaftaran: ia mendapatkan formulir -- di cabang bank terdekat
apung [v] , apung-apung n (1) sesuatu yg terapung-apung di permukaan air atau yg dapat ditempatkan di air dan tidak tenggelam (spt kayu di laut, pelampung); (2) Lay badan baling-baling (semacam baling-baling kecil yg dipasang di bagian ujung topdal yg ditarik) yg akan berputar selama kapal melaju dan putarannya diteruskan ke roda penerus serta ke piringan penunjuk jarak
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
asal [n] keadaan (tempat, wujud, rupa, dsb) yg semula; pangkal permulaan: patung-patung itu akan dikembalikan ke -- nya; (2) a mula-mula sekali; semula: batas-batasnya yg -- sudah tidak diketahui lagi [p] (1) dng syarat; apabila: engkau boleh pergi -- pekerjaanmu beres; (2) pokoknya; yg penting: biar lambat -- selamat [a cak] sembarangan; seenaknya saja: kalau bekerja jangan -- saja, ikutilah petunjuk yg ada
asam garam [ki] pengalaman hidup; liku-liku hidup; suka-duka dl kehidupan
asam kawak hasil olahan asam jawa agar dapat bertahan lama, dibuat dr asam yg matang di pohon, dikupas, dibuang serat dan isinya kemudian dijemur, diberi campuran garam dan gula merah lalu dikukus dan didinginkan serta dikemas rapi untuk menghindarkan kotoran
aspek as.pek [n] (1) tanda: linguis dapat mencatat dng baik ucapan-ucapan yg mempunyai -- fonemis; (2) sudut pandangan: mempertimbangkan sesuatu hendaknya dr berbagai --; (3) pemunculan atau penginterpretasian gagasan, masalah, situasi, dsb sbg pertimbangan yg dilihat dr sudut pandang tertentu; (4) Ling kategori gramatikal verba yg menunjukkan lama dan jenis perbuatan
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
asuh [v] , meng.a.suh v (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; (2) ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; (3) ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
aubade au.ba.de [n] (1) nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pd pagi hari; (2) nyanyian cinta pd pagi hari; (3) pujian yg disampaikan dl bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang: -- anak sekolah di depan Istana Merdeka pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
awan vulkanis awan yg terjadi akibat letusan gunung berapi, umumnya terlihat spt awan konveksi atau kumulus, dng puncak yg meluas secara cepat dan dapat tinggal tetap berminggu-minggu lamanya, dng warna-warna yg indah
awet [a] (1) lama berubah; lama bertahan; (2) tidak mudah rusak (tua dsb): barang ini murah lagi --
ayam kedu ayam yg berasal dr Kedu (Jawa Tengah), bulu dan kakinya berwarna hitam, betinanya dapat bertelur selama dua bulan terus-menerus
ayat [n] (1) alamat atau tanda; (2) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian surah dl kitab suci Alquran; (3) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian pasal dl undang-undang [n] kenyataan yg benar; bukti
Baal Ba.al [n] dewa kesuburan yg dipuja oleh orang Israel (disebut dl Perjanjian Lama)
badai ba.dai [n] angin kencang yg menyertai cuaca buruk (yg datang dng tiba-tiba) berkecepatan sekitar 64-72 knot; topan: kampung nelayan itu hancur diserang -- , ter.ba.dai v (1) terbaring menelentang; tersadai: telah lama Baginda -- di peraduannya; (2) terdampar; terserampang: perahu itu -- di muara
bagai ilak bercerai dng benang [pb] bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)
bagi laut dalam bagian air laut yg menutupi dasar perairan dr kedalaman 200 m sampai dng daerah paling dalam
bahang laten [Fis] jumlah energi atau bahang yg diperoleh suatu zat tanpa kenaikan suhu selama perubahan fase berlangsung
bajik ba.jik [n] , ke.ba.jik.an n sesuatu yg mendatangkan kebaikan (keselamatan, keberuntungan, dsb); perbuatan baik: kita wajib berbuat -- kpd sesama manusia
baka ba.ka [a] tidak berubah selama-lamanya; abadi; kekal [Mk n] (1) keluarga yg menurunkan; (2) asal keturunan
bakal ba.kal [n] yg akan dijadikan (dibuat): hutan-hutan yg dirambah itu -- persawahan; (2) n sesuatu yg akan menjadi; calon: -- suaminya seorang pedagang; (3) n barang; bahan: -- rumah; (4) adv akan: lamarannya tidak -- diterima; (5) Jk p untuk; buat: uang itu -- beli apa?
bakat ba.kat [n] (1) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi): -- hujan; (2) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir: ia memiliki -- melukis (menyanyi dsb); (3) bekas; kesan; tanda-tanda (luka dsb): -- banjir yg melanda kampung itu masih tampak jelas; -- pasang di pantai
baku ba.ku [n] (1) pokok; utama: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; (2) tolok ukur yg berlaku untuk kuantitas atau kualitas yg ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar [adv] saling [Jw n] anggota masyarakat desa yg merupakan penduduk inti yg mempunyai lahan pertanian, rumah, dan halamannya
balik kaji [Mk] membangkit-bangkit perkara lama
balik mata bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dng pura-pura tidak tahu dsb) terlampau lama melihat (menunggu dsb)
baliu ba.liu [v Huk] memenggal kepala (di pedalaman Kalimantan)
bancak ban.cak, ban.cak.an [n] (1) selamatan; kenduri; (2) hidangan yg disediakan dl selamatan; (3) selamatan bagi anak-anak dl merayakan ulang tahun atau memperingati hari kelahiran disertai pembagian makanan atau kue-kue
bandasrayan ban.das.ra.yan [n Sos] harta benda milik bersama suami istri selama masa perkawinan; harta gana-gini
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
bangai ba.ngai , ter.ba.ngai a (1) terbengkalai; tidak diselesaikan (tt pekerjaan); ditinggalkan atau tidak dirawat (rumah, halaman, dsb); (2) ki tidak ada yg meminang (tt gadis): anak gadis itu --
bangkit bang.kit [v] (1) bangun (dr tidur, duduk) lalu berdiri: ia -- dr duduknya; ia -- berdiri sambil mempersilakan tamunya duduk; (2) bangun (hidup) kembali: -- dr kubur; (3) timbul atau terbit (tt marah): -- amarahnya mendengar ejekan itu; (4) kambuh (tt penyakit): penyakitnya yg lama --; (5) beterbangan ke udara (tt debu dsb): debu pun -- ke udara; (6) mulai memuai (tt adonan): krn banyak raginya, adonan itu cepat --
bangkit batang terendam [pb] mengangkat kembali nama orang yg sudah lama hilang dr ingatan; mengulangi perkara yg sudah lama dilupakan
bangkitan bang.kit.an [n] (1) perkara lama dsb yg dibangkit-bangkit; (2) Mk hasil tanaman (spt ubi, kacang)
bangun permanen bangunan yg dibuat dr bahan bangunan yg kuat dan tahan lama (spt dr baja dan batu bata)
banjir bulanan debit maksimum yg terjadi di dl sungai selama bulan kalender
banjir maksimum banjir tertinggi di antara banjir yg dicatat pd bagian sungai selama periode tertentu
banjir tahunan minimum banjir tahunan yg terkecil selama periode pencatatan
banter ban.ter [a cak] (1) sangat; keras (dl keadaan dsb): paling -- cuma dimarahi, paling keras hanya dimarahi; sangat-sangatnya hanya dimarahi; (2) tinggi (tt harga): paling -- hanya Rp5.000,00 harganya, paling mahal; semahal-mahalnya; (3) lekas; cepat: paling -- sekali setahun bisa bertemu; (4) lama; lambat (tt waktu): paling -- aku dapat menunggu sampai pukul 05.00, selambat-lambatnya; (5) banyak (tt jumlah): paling -- hanya dapat menampung 48 orang murid
banyak makan (asam) garam [ki] banyak pengalaman hidup
banyak menelan garam hidup banyak me.ne.lan garam hidup [pb] banyak pengalaman hidup
barang awet keperluan rumah tangga yg tahan lama dibandingkan dng barang konsumen lainnya spt mebel dan radio
barang bila suatu waktu; bilamana saja; sewaktu-waktu suatu waktu; bilamana saja; sewaktu-waktu
baris ba.ris [n] (1) deret; leret; banjar; jajar: tiap petak ditanami sepuluh -- pohon ketela; (2) cak berbaris: anak-anak sedang belajar --; (3) garis lurus; coret; setrip: terangkanlah kata-kata yg diberi -- di bawahnya; (4) barisan; pasukan: -- Baret Merah; (5) deretan huruf pd tulisan atau cetakan: kalimat itu tertulis pd halaman 15 -- kelima dr atas; (6) tanda bunyi dl tulisan Arab (fatah, kasrah, damah) [n] tarian yg dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan kegagahan (kepahlawanan dsb), banyak jenisnya (dr Bali)
baris kehormatan [Mil] barisan (tentara) yg khusus disiapkan untuk menghormati tamu agung atau dl upacara peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan
barli bar.li [n] padi-padian, dipakai sbg bahan pembuat bir dan wiski; Hordeum vulgare
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
baru-baru ini ba.ru-ba.ru ini [adv] belum lama ini; baru saja
barusan ba.ru.san [adv cak] baru saja; belum lama; baru sebentar
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
basuh dusun [ark] selamatan membersihkan dusun dng menyembelih kerbau
batimetri ba.ti.met.ri [n] alat untuk mengukur kedalaman laut
batiplankton ba.ti.plank.ton [n ] plankton yg hidup di daerah kedalaman
baton ba.ton [n] serahan atau hadiah yg disampaikan pd upacara pelamaran gadis (adat Madura) [n Mus] tongkat kecil di tangan dirigen yg digunakan untuk memberi aba-aba kpd para pemain atau penyanyi yg dipimpinnya
batu duga batu (timah) bertali untuk mengukur kedalaman laut (sungai dsb)
batuk ba.tuk [n] penyakit pd jalan pernapasan atau paru-paru yg kerap kali menimbulkan rasa gatal pd tenggorok sehingga merangsang penderita mengeluarkan bunyi yg keras spt menyalak (ada banyak macam namanya): sudah sebulan lamanya ia menderita sakit --; (2) v mengeluarkan bunyi yg keras spt menyalak yg disebabkan oleh penyakit pd jalan pernapasan atau paru-paru: kalau -- , tutuplah mulutmu
bau kencur baru mulai; (2) ki masih muda dan baru pd tahap belajar; (3) ki masih anak-anak dan belum banyak pengalaman
bayi ba.yi [n] anak yg belum lama lahir
bayang ba.yang [n] , ba.yang-ba.yang n (1) ruang yg tidak kena sinar krn terlindung benda: muka adikku tidak nyata kelihatan krn ia berdiri pd -- pintu; (2) wujud hitam yg tampak di balik benda yg kena sinar; (3) gambar pd cermin, air, dsb: ia tersenyum kpd -nya pd cermin, sambil mengatur rambutnya; (4) rupa (wujud) yg kurang jelas dl gelap: dl gelap itu -- hitam melintas di hadapan mereka; (5) ki gambar dl pikiran; angan-angan; khayal: sudah ada -- dl ingatanku; (6) tanda-tanda akan terjadi sesuatu: rakyat kelihatan tenang-tenang saja, tidak ada -- akan pecah perang; (7) sesuatu yg seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada: kamu tidak usah takut krn yg kamu lihat itu hanyalah -- belaka, bukan benda yg sebenarnya; (8) sesuatu yg sudah siap bekerja bilamana diperlukan: pemerintah -; anggota -
bebas bidan selamatan pd hari keempat puluh setelah melahirkan
bebuyutan be.bu.yut.an [a ki] turun-temurun (tt permusuhan) [v] (1) turun-temurun sampai ke anak cucu; (2) ki lama sekali
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
bekakak be.ka.kak [n] ayam yg dimasak atau dipanggang secara utuh (tanpa dipotong-potong), biasanya untuk selamatan
bekas be.kas [n] (1) tanda yg tertinggal atau tersisa (sesudah dipegang, diinjak, dilalui, dsb); kesan: ada -- ban mobil di halaman; pd tembok ini tampak -- tapak kaki; (2) sesuatu yg tertinggal sbg sisa (yg telah rusak, terbakar, tidak dipakai lagi, dsb): runtuhan -- gedung-gedung besar; tidak ada -- nya lagi; (3) pernah menjabat atau menjadi ..., tetapi sekarang tidak lagi; mantan: dia adalah -- guru saya; dia -- lurah; (4) sudah pernah dipakai: barang --; usahanya adalah menjual dan membeli mobil -- [n] tempat menaruh sesuatu; wadah: -- tinta; -- sirih
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
belajar bel.a.jar [v] (1) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca; (2)berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu sedang ~ karate; (3) berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman
belakangan be.la.kang.an [n] (1) akhirnya; kemudian: -- ketahuan juga siapa pencurinya; (2) baru-baru (ini); belum lama (ini): -- ini diadakan lomba sepatu roda di Jakarta; (3) menyusul; kemudian: saya membayar sebagian dulu, sisanya -; (4) Jk lebih belakang; kemudian: yg datang -- tidak mendapat kursi
beli be.li [v] mem.be.li v (1) memperoleh sesuatu melalui penukaran (pembayaran) dng uang: Ibu pergi ke pasar untuk -- beras dan sayur; (2) memperoleh sesuatu dng pengorbanan (usaha dsb) yg berat; alah (kalah) -, menang memakai, pb biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama krn mutunya baik
belukar muda tanah (kebun dsb) yg sudah menjadi hutan kecil krn agak lama ditinggalkan
belum tahu di pedas lada [pb] masih muda sekali; belum berpengalaman [pb] belum berpengalaman
bencana ben.ca.na [n] (1) sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan -- bagi negara dan bangsa; dl -- , dl bahaya; dl kecelakaan; (2) ark gangguan; godaan: mereka mengadakan selamatan untuk menolak -- roh jahat
bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih, bendera Merah Putih yg pertama-tama dikibarkan ketika diproklamasikan Negara Republik Indonesia pd tanggal 17 Agustus 1945, yg hingga kini masih disimpan dan dipelihara serta dihormati oleh bangsa dan pemerintah Indonesia
benderung ben.de.rung [kl n] tanah kosong (halaman) antara dua rumah
bengu be.ngu [Jk a] berbau tidak sedap (spt bau tembakau yg sudah lama disimpan)
benih be.nih [n] (1) biji atau buah yg disediakan untuk ditanam atau disemaikan: yg akan dijadikan -- haruslah buah yg baik dan cukup tua; (2) bibit atau semaian yg akan ditanam: -- cengkih itu sebaiknya dipindahkan setelah setengah meter tingginya; (3) sperma untuk bibit pengembangbiakan ternak dsb: -- sapi pejantan unggul dapat disimpan lama di tempat yg bersuhu dingin; -- penyakit cacar; (4) sesuatu yg menjadi sebab; asal mula: ucapan yg kasar dapat menjadi -- perkelahian; (5) keturunan; turunan; asal; (6) sesuatu yg akan tumbuh atau akan menjadi: -- penyakit cacar
bentar ben.tar [a] belah: candi -- , bangunan gapura menyerupai belahan gunung yg simetri; (2) n Ark bangunan kuno berupa gapura atau gerbang yg tidak mempunyai atap , se.ben.tar a (1) dl waktu yg singkat; tidak lama: tunggulah -, saya mau salat dulu; (2) nanti: -- Ibu datang; (3) kadang-kadang: ia -- pergi, -- tidak [v] ber.ben.tar v berjalan (berlari) berkitar (berkeliling); berbegar: mengambil jalan -, menempuh jalan yg tidak langsung (memutar) ke arah tempat yg dituju
bentar ini belum lama ini
benteng ben.teng [n] (1) bangunan tempat berlindung atau bertahan (dr serangan musuh): hanya yg sempat berlindung di dalam -- lah yg selamat; (2) dinding (tembok) untuk menahan serangan; (3) Olr nama salah satu buah catur yg penempatannya pd posisi awal permainan di kotak sudut paling kiri dan sudut paling kanan; (4) ki sesuatu yg dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dsb: agama adalah -- pribadi yg akan melindungi diri dr serangan nafsu
bera be.ra [a] (1) merah yg tidak cerah; merah pucat (tt muka); merah tua; merah yg agak hitam (spt genting lama); (2) ki malu: membuang -- , membuang malu [a] (1) Jw tidak ditanami selama beberapa waktu, dimaksudkan untuk memulihkan kesuburan tanah (tt tanah pertanian atau sawah): sawah -; (2) tandus; kering; tidak subur (tt tanah)
berabad-abad ber.a.bad-a.bad [v] beberapa abad lamanya; beratus-ratus tahun
beragustusan ber.a.gus.tus.an [v] melakukan perayaan hari Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
berangsur ber.ang.sur [v] (1) sedikit demi sedikit (bergerak, bertambah-tambah, berkurang, dsb); lama-kelamaan menjadi baik (besar, penuh, dsb): keadaan kesehatannya ~ baik; (2) beringsut sedikit-sedikit; bergeser (maju) sedikit-sedikit: mula-mula meniarap lalu ~ ke depan
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
beraudiensi ber.au.di.en.si [v] melakukan audiensi: gubernur ~ dng para ulama
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbicara ber.bi.ca.ra [v] (1) berkata; bercakap; berbahasa: siapa yg -- dng kamu tadi; ia dapat -- dl bahasa Jawa atau dl bahasa Sunda dng lancar; (2) melahirkan pendapat (dng perkataan, tulisan, dsb): menuntut ditiadakan larangan -- dan berkumpul; ia -- atas nama partainya; (3) berunding; merundingkan: lama juga mereka -- tt soal penjualan tanah itu; (4) ki digunakan untuk (membunuh, melukai): awas, senjata api ini bisa -- kalau kamu tidak mengaku
berbual ber.bu.al [v] (1) meluap (memancar) ke luar dan biasanya berbuih: timbul seleranya melihat bir -- dl gelas; tampak air -- di belakang kapal yg sedang berlayar; (2) ki keluar serentak: kenangan lama -- ke luar setelah aku berada kembali di desa tempat aku dibesarkan [v] mengobrol; bercakap yg bukan-bukan (sombong): kalau sudah -, dia lupa akan waktu
berbulan ber.bu.lan [v] (1) ada bulannya; (2) hingga sebulan lamanya
berbulan-bulan ber.bu.lan-bu.lan [n] beberapa bulan lamanya: -- mereka hidup terpencil di pulau itu
bercepat-cepat ber.ce.pat-ce.pat [v] (1) berebut cepat; berlomba-lomba (saling mendahului): mereka ~ mencapai garis finis; (2) tergesa-gesa; terburu-buru: ~ lah ia keluar halaman menyongsong kedatangan ayahnya
berciri ber.ci.ri [v] ada cirinya; bertanda (bersifat dsb) yg khas: kata-kata asing yg ~ jamak tidak selamanya diterjemahkan dng bentuk ulang dl bahasa Indonesia
berdasarkan ber.da.sar.kan [v] (1) menurut: ~ keterangan para saksi, terbukti bahwa ia bersalah; pelanggar hukum akan ditindak ~ hukum yg berlaku; (2) memakai sbg dasar; beralaskan; bersendikan: kerja sama ini hanya ~ percaya-memercayai; (3) bersumber pd: cerita film itu disusun ~ pengalaman penulis yg hidup di kota besar
berhabis air ber.ha.bis air [ki] terlalu lama berunding atau bercakap-cakap
beri be.ri [v] , mem.be.ri v (1) menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu: ia -- uang dan pakaian kpd pengemis itu; (2) menyediakan (melakukan dsb) sesuatu untuk: dia berkewajiban membersihkan kandang dan -- makan kambing; -- pertolongan; (3) memperbolehkan; mengizinkan: dia tidak -- anak-anaknya bermain dng anak berandal itu; (4) menyebabkan (menjadikan) menderita (kena): perbuatanmu yg tidak baik telah -- malu keluarga kita; (5) menjadikan supaya: -- ingat; -- tahu; (6) membubuhi (meletakkan, mengenakan, dsb): dia -- gula pd air teh itu; -- warna pd gambar bunga mawar; (7) mengucapkan (menyampaikan): -- selamat; -- hormat; -- salam; (8) cak melayangkan, mengirimkan, dsb (pukulan, tendangan): ia -- tendangan yg mematikan ke arah perut lawan
berida be.ri.da [a] (1) tua: selagi belum -- baiklah kita berbuat tanda; (2) ki banyak pengalaman; ulung: menteri --
beristirahat ber.is.ti.ra.hat [v] (1) berhenti sebentar untuk melepaskan lelah: mereka ~ selama sepuluh menit sebelum melanjutkan pertandingan; (2) berlibur untuk mengaso: sesudah kenaikan, anak-anak ~ selama sebulan
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjam-jam ber.jam-jam [num] beberapa jam lamanya
berjumpa ber.jum.pa [v] bersua; bertemu: kemarin saya ~ dng teman lama di pasar
berkaca ber.ka.ca [v] (1) memakai kaca: jendelanya tidak ~; (2) becermin: berkali-kali ia ~ untuk membetulkan sanggulnya; (3) ki mengambil sbg contoh teladan: ia selalu ~ kpd pengalamannya
berkarang ber.ka.rang [v] (1) ada karangnya; (2) mencari karang di laut: mata pencahariannya ~; (3) ki sudah lama dan berurat berakar (tt penyakit dsb): kegemaran berjudi merupakan penyakit yg sudah ~ dl hidupnya
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkekalan ber.ke.kal.an [v] hingga lama sekali (tetap selama-lamanya): semoga perjodohan mereka ~ dan membawa kebahagiaan
berkenalan ber.ke.nal.an [v] (1) bersalaman dsb agar (saling) mengenal; (2) bergaul atau bersahabat (dng): ia tidak mau ~ dng tetangga
berkendara ber.ken.da.ra [v] (1) duduk di atas sesuatu yg dinaiki, ditunggangi, dsb (spt kuda atau kereta): pangeran datang ~ seekor kuda putih; (2) menaiki (menumpang) suatu alat tunggangan (tumpangan dsb): aturan ~ perlu dipatuhi untuk keselamatan penumpang; (3) menjalankan kendaraan, mobil
berkesan ber.ke.san [v] (1) meninggalkan bekas; berbekas: segala kebaikannya tiada ~ sedikit juga; (2) menimbulkan kesan: perjumpaannya yg pertama dng gadis itu sangat ~ sehingga tidak akan dilupakannya selama hidupnya
berkhalwat ber.khal.wat [v] (1) mengasingkan diri di tempat yg sunyi untuk bertafakur, beribadah, dsb: selama bulan Ramadan ulama itu ~ di kampung yg terpencil; (2) berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yg bukan muhrim di tempat sunyi atau tersembunyi
berkinja-kinja ber.kin.ja-kin.ja [v] melompat-lompat (meloncat-loncat, melonjak-lonjak) krn kegirangan: beberapa anak kecil sedang bermain-main dan ~ di halaman
berkirim-kiriman ber.ki.rim-ki.rim.an [v] saling berkirim; saling mengirim (surat dsb): selama dl asrama ia ~ surat dng keluarganya
berkumandang ber.ku.man.dang [v] (1) bergema; bergaung: suara azan ~ di masjid besar itu; (2) ki terngiang-ngiang; seakan-akan terdengar kembali: setiap peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ~ lagu Indonesia Raya di mana-mana; (3) ki sangat terkenal
berlampu ber.lam.pu [v] memakai lampu; ada lampunya: halaman rumah berdinding bambu itu kelihatan agak gelap krn belum ~
berlanjut ber.lan.jut [v] (1) tidak selesai hanya di situ saja; ada rentetannya; bersambung: peristiwa yg didahului dng pertengkaran itu rupanya ~ dng perkelahian; (2) terus-menerus; berlarut-larut; berlama-lama: siapa yg tahan mengalami penderitaan yg ~ ini
berlarut-larut ber.la.rut-la.rut [adv] berlama-lama; berpanjang-panjang (tanpa ada penyelesaian): perundingan mereka ~ sehingga banyak waktu terbuang
berlayar bernakhoda ber.la.yar bernakhoda, berjalan dng yg tua [pb] setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yg ahli atau yg berpengalaman
berlena ber.le.na [v] berlalai-lalai; berlama-lama: ia suka ~ jika disuruh ibunya pergi
berloncatan ber.lon.cat.an [v] meloncat beramai-ramai; meloncat ke sana kemari: anak-anak ~ di halaman sekolah
bermakmum ber.mak.mum [v] menjadi makmum (dl salat): di masjid itu kami -- kpd ulama terkenal
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bermusik ber.mu.sik [v] bermain musik: pekerjaan tetapnya selama ini adalah --
bernanti-nanti ber.nan.ti-nan.ti [v] selalu mengatakan "nanti" (kalau disuruh atau diingatkan) [v] selalu menunggu; lama menunggu
bernapaskan ber.na.pas.kan [v ki] mengandung sifat; menyuarakan: cerita yg ~ keislaman
bernostalgia ber.nos.tal.gia [v] (1) melepaskan rindu setelah lama tidak bertemu; (2) mengingat peristiwa-peristiwa manis yg pernah dialami pd masa lalu
beroleh ber.o.leh [v] (1) mendapat; menerima: -- manfaat daripadanya; (2) kl boleh; dapat: mudah-mudahan anakmu -- selamat di jalan
berpagar ber.pa.gar [v] (1) memakai pagar; ada pagarnya; (2) dipagari: halaman rumahnya ~ besi
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpedoman ber.pe.do.man [v] (1) memakai pedoman: kita bentuk warga negara yg ber-Pancasila dan ~ kpd haluan negara; (2) menuju, mengarah (ke) ...; berpegang (kpd); menurut contoh: dl menentukan langkahnya ia selalu ~ kpd pengalamannya
berpelayaran ber.pe.la.yar.an [adv] telah biasa dan banyak pengalaman dl mengarungi lautan
berpikir ber.pi.kir [v] menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dl ingatan: lama ia ~ sebelum menjawab pertanyaan itu; pengalaman pd zaman lalu telah membuat ia matang ~
berpisah ber.pi.sah [v] (1) bercerai (tidak berhubungan, tidak rapat; tidak berdampingan, dsb): ~ untuk selama-lamanya, meninggal
berpita ber.pi.ta [v] memakai pita; sudah ditempeli pita: ia memakai gaun pesta hitam dan ~ penuh sulaman
berpraktik ber.prak.tik [v] melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): mereka ~ selama dua minggu; ia ~ sbg seorang astrolog
berpusing-pusing ber.pu.sing-pu.sing [v] (1) berputar-putar; berkeliling-keliling: setengah jam lamanya pesawat itu ~ di atas kota; (2) berjalan-jalan
berputar ber.pu.tar [v] (1) berpusing; berkisar: roda ~ pd porosnya; (2) berganti arah; berbelok: ~ haluan; (3) beredar: uang baru sudah ~; (4) berkeliling: pesawat udara itu ~ empat kali di atas kota; (5) ki berpikir terus: otak saya ~ dan semalaman tidak dapat tidur; (6) cak sedang dipergunakan untuk berniaga (tt uang): uang masih ~ , belum ada yg masuk
bersalin ber.sa.lin [v] (1) berganti: baginda sedang -- baju dng pakaian kebesaran; (2) berubah (rupa, warna): bunglon adalah binatang yg dapat -- warna sesuai dng warna alam sekitarnya; (3) melahirkan anak: selama empat puluh hari sesudah -, ia rajin minum jamu
bersambang ber.sam.bang [v] (1) berjaga malam; meronda: giliran saya -- kampung adalah malam Minggu; (2) berkunjung; bertandang: kami sudah lama tidak -- ke rumahnya
bersantai ber.san.tai [v] (1) beristirahat sambil melakukan acara bebas: pd waktu jeda anak-anak -- di halaman sekolah; (2) omong-omong tidak resmi: Presiden sedang -- dng para perintis kemerdekaan
bersantai-santai ber.san.tai-san.tai [v] melakukan sesuatu dng bebas tanpa ketegangan: selama liburan kerjanya hanya -- di rumah
bersebar surat ber.se.bar surat menghamburkan surat (msl dr pesawat terbang); (2) membagi-bagikan surat kpd alamat
bersedekah ber.se.de.kah [v] (1) memberi sedekah; berderma; (2) berkenduri; berselamatan
bersedu-sedu ber.se.du-se.du [v] mengeluarkan suara, spt pd orang yg lama menangis; keluar suara yg terputus-putus atau timbul tenggelam (krn lama menangis, dsb); isak
berselang ber.se.lang [v] (1) berantara; (2) lewat; berlalu; sesudah ... kemudian; ada antaranya: setelah beberapa lama -- dia datang lagi
berselurus ber.se.lu.rus [v] berlaku (bertindak) dng lurus hati (jujur): krn dia selalu ~ saja, akhirnya selamat juga
bersembahyang ber.sem.bah.yang [v] (1) melakukan sembahyang (salat): mereka- hari raya di lapangan dekat masjid Al-Azhar; (2) berdoa (memohon) kpd Tuhan: -- di gereja; (3) upacara selamatan untuk menghormati (memuliakan) para leluhur dsb: -- Tahun Baru
bersentosa ber.sen.to.sa [v] berada dl keadaan aman dan tenteram (sejahtera dll); berbahagia: ia akan senantiasa -- selama hidupnya terjamin spt saat ini
berseri-seri ber.se.ri-se.ri [v] tampak ceria atau cerah sekali (tt air muka): mukanya -- menyambut kedatangan anaknya yg sudah lama dirindukan
bersetia ber.se.tia [a] tetap setia; setia selamanya
bersikejar ber.si.ke.jar [v] saling mengejar: tiga jam lamanya dokter ~ dng maut, tetapi hasilnya belum terlihat
bersinetron ber.si.net.ron [v] bermain dl sinetron: pengalamannya -- ternyata membekaskan trauma
bersuluk ber.su.luk [v] mengasingkan diri; berkhalwat: lima tahun lamanya beliau -- dan mendalami ilmu tasawuf
bersyair ber.sya.ir [v] (1) sedang mengarang syair: jangan diganggu, ia sedang tekun -; (2) membacakan (melagukan) syair; deklamasi: anak itu pandai -
bertahan-tahan ber.ta.han-ta.han [v] berhenti-henti; tidak sekaligus; ~ larat sedikit demi sedikit mengurangi kesukaran; mempertahankan lebih lama lagi (dng jalan berhemat dsb): uang sebegitu cukup juga untuk ~ larat
bertahun-tahun ber.ta.hun-ta.hun [num] beberapa tahun lamanya
bertapa ber.ta.pa [v] (1) mengasingkan diri dr keramaian dunia dng menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin; (2) cak ki menjalani hukuman penjara: sbg ganjaran yg diterima dr perbuatannya itu, ia terpaksa ~ selama dua tahun dl penjara
bertarak ber.ta.rak [v] (1) menahan hawa nafsu (dng memantangi kesenangan, berpuasa, dsb); (2) bertapa; mengasingkan diri; (3) berlama-lama di suatu tempat; lama sekali (menantikan dsb): ~ kami menantikan dia
bertasyakur ber.ta.sya.kur [v] selamatan untuk berterima kasih kpd Allah (krn cita-citanya terlaksana dsb): ia mengadakan ~ krn anaknya telah lulus ujian
bertegak nama ber.te.gak nama mengadakan selamatan untuk memberi nama
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
bertelau-telau ber.te.lau-te.lau [v] (1) berbelang-belang dng warna lebih muda atau terang: ibarat (laksana) celupan nila, kalau lama ~; (2) ki belum rata masaknya (tt padi dsb)
bertentangan ber.ten.tang.an [v] (1) berhadapan; berhadap-hadapan: rumah saya ~ dng rumah Pak Camat; (2) berlawanan; tidak selaras: perasaan tidak selamanya ~ dng pikiran; (3) bersalahan (dng); tidak sesuai (tidak selaras, tidak cocok) dng: tindakan pemecatan buruh itu ~ dng jiwa Pancasila; (4) berselisih pendapat (paham dsb); bermusuhan; tidak sepaham (sependapat): sekarang partai politik tidak lagi ~ dl soal penghayatan dan pengamalan Pancasila
bertimbun ber.tim.bun [v] (1) bersusun hingga merupakan tumpukan; bertumpuk: banyak sampah ~ di depan rumah; (2) ki banyak: ~ lah surat-surat lamaran datang kepadanya
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertunda ber.tun.da [v] (1) ada tundanya; (2) sedang menarik tunda (sampan dsb): sekoci -- [v cak] berlama-lama: ia mandi ~ di sungai itu
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berumput be.rum.put [v] ditumbuhi rumput: halamannya yg ~ tebal itu terpelihara dng baik
berurat umbi ber.u.rat umbi sudah mendalam benar-benar (dl hati); sudah mengakar benar-benar (dl hati); (2) sudah lama menetap dan beranak-pinak di suatu tempat;
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
berusuh be.ru.suh [a] bersusah hati; berduka cita; gelisah: banyak orang yg ~ hati krn kematian ulama itu
besi baik tiada berkarat (budi baik tak dilupakan) [pb] perbuatan yg baik selamanya terpuji
biar bi.ar [p] (1) cak agar; supaya: biasakan mandi pagi -- sehat; (2) kata penghubung untuk menyatakan hal-hal yg tidak bersyarat; meskipun; biarpun: -- hidup melarat, tetapi tenang; -- lambat asal selamat
biar lambat laga [pb] biar lambat asal selamat
biblio bib.lio [n] catatan bibliografi dan/atau yg ditempatkan di balik halaman judul
bijaksana bi.jak.sa.na [a] (1) selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; (2) pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan dsb: dng -- ia menjawab pertanyaan yg bersifat menjerat
bimbing pembaca anggota staf profesional, berpengalaman, dan cendekia yg diberi tugas membimbing pembaca dl memilih buku, menarik perhatian pembaca, menjalin hubungan erat dng lembaga pendidikan, dan secara umum mengembangkan daya guna buku
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bini penunggu istri penghulu adat yg berasal dr lapisan sosial lebih rendah, bertugas mengurus rumah tangga selama belum ada bini ratu
biro klasifikasi [Lay] badan usaha jasa untuk menetapkan klasifikasi kapal, terutama yg menyangkut keselamatan konstruksi kapal
blok buku [Graf] (1) setumpuk kuras dl urutan yg merupakan seluruh isi buku, dijilid bersama atau terpisah dng sampulnya; (2) bagian sisi buku berupa halaman atau kuras yg telah disusun berurut dan dijahit
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bodoh bo.doh [a] (1) tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb): anak ini -- benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; (2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah; (3) cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --
bohorok bo.ho.rok [n Geo] angin kencang yg terdapat di dataran Sumatra Utara selama musim timur laut, yg dapat menimbulkan kerusakan pd tumbuh-tumbuhan, khususnya tembakau
bonus bo.nus [n] (1) upah tambahan di luar gaji atau upah sbg hadiah atau perangsang; gaji, upah ekstra yg dibayarkan kpd karyawan; gratifikasi; insentif; (2) halaman atau artikel tambahan (pd majalah, koran)
borci bor.ci [ark n] kertas emas untuk hiasan, sulaman, dsb
bordir bor.dir [n] hiasan dr benang yg dijahitkan pd kain; sulaman; tekat
bordiran bor.dir.an [n] hasil membordir; sulaman
brata bra.ta [n Hin] tindakan pengendalian diri: ada tiga -- yg mesti dilakukan berkaitan dng Syiwaratri, yaitu tidak tidur selama 36 jam, berpuasa selama 24 jam, dan tafakur memusatkan pikiran pd Syiwa
brosur bro.sur [n] (1) bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yg disusun secara bersistem; (2) cetakan yg hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid; (3) Man selebaran cetakan yg berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tt perusahaan atau organisasi)
buang sial berbuat sesuatu spt selamatan dsb supaya kesialan hilang; menghilangkan sial
bubur Burgundi [Tan] obat semprot spt bubur Bordeaux, tetapi dibuat dng mencampur 1 kg terusi dng 1 kg natrium karbonat dl 115 liter air
buku tahunan terbitan yg dikeluarkan setiap tahun yg memuat karangan mengenai semua peristiwa dan perkembangan yg terjadi selama satu tahun
buku telepon buku yg berisi nama, alamat, dan nomor telepon pemilik pesawat telepon
bulan bu.lan [n] (1) benda langit yg mengitari bumi, bersinar pd malam hari krn pantulan sinar matahari: pesawat antariksa Apollo berhasil mendarat di --; bumi bermandikan cahaya --; (2) masa atau jangka waktu perputaran bulan mengitari bumi dr mulai tampaknya bulan sampai hilang kembali (29 atau 30 hari); masa yg lamanya 1/12 tahun: penataran itu berlangsung selama dua --; istrinya sedang hamil empat -- lihat ikan
bular mata penat mata (krn terlalu lama memandang, membaca, dsb)
bulian bu.li.an [n] kayu yg keras dan kuat serta tahan lama; kayu besi; Eusyderoxylon zwageri
bulukan bu.luk.an [a] (1) jelek (tt makanan); (2) lusuh dan berjamur (krn lama tersimpan): kain itu sudah -- masih dipakai juga
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
busung darah penyakit busung krn lama tidak haid (bagi wanita)
butulan bu.tul.an [n] pintu (jalan) tembus dr samping atau dr belakang rumah atau halaman
butut bu.tut [a] rusak krn sudah tua (lama); rombeng: ia memakai sepatu --
buya bu.ya [n] (1) bapak; (2) gelar ulama; kiai
cagak hidup [cak] (bunga) uang yg harus dibayarkan setiap tahun (bulan) kpd orang yg ditunjuk selama ia masih hidup atau dl beberapa waktu tertentu untuk keperluan sehari-harinya
cakar setan [Lay] penahan rantai jangkar berbentuk kait untuk mencegah jatuhnya rantai jangkar selama pelayaran, terutama dl cuaca buruk
campur kaya harta yg diperoleh selama perkawinan, baik atas usaha istri maupun suami, masing-masing ataupun bersama-sama; guna kaya; tumpang kaya
canang ca.nang [n] gong kecil (untuk memberi alamat, menguar-uarkan pengumuman, dsb)
candi kelir candi yg dibangun tepat di depan gerbang masuk menuju halaman kompleks percandian
canggih cang.gih [a] (1) banyak cakap; bawel; cerewet; (2) suka mengganggu (ribut); (3) tidak dl keadaan yg wajar, murni, atau asli; (4) Tek kehilangan kesederhanaan yg asli (spt sangat rumit, ruwet, atau terkembang): teknik elektronika yg --; (5) banyak mengetahui atau berpengalaman (dl hal-hal duniawi); (6) bergaya intelektual
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
carah ca.rah [Mk adv] ber.ca.rah v secara eceran; secara ketengan (dijual satu-satu atau dl jumlah yg tidak besar): jika kujual ~ tentu lama baru habis
catatan dividen ca.tat.an dividen [Ek] besarnya dividen yg dibayarkan selama lima tahun berturut-turut (termasuk tunggakan serta cara pembayarannya)
catatan kaki ca.tat.an kaki keterangan yg dicantumkan pd margin bawah pd halaman buku (biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp huruf di dl teks guna menambahkan rujukan uraian di dl naskah pokok)
catatan pinjaman ca.tat.an pinjaman catatan mengenai buku yg dipinjamkan, berisi keterangan mengenai buku, nama, serta alamat peminjam
caturan ca.tur.an [n] sulaman yg berpetak-petak
cek silang [Ek] cek yg pd halaman mukanya diberi dua garis sejajar menyerong yg ditarik dr sisi kiri bawah ke sisi kanan atas, tanpa memuat keterangan apa pun (silang umum atau memuat nama bank silang khusus) yg tertulis di antara kedua garis itu
cekaman ce.kam.an [n] (1) pegangan atau genggaman dng cakar (kuku) atau tangan; cengkeraman; cengkaman: ayam itu meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dr ~ elang; (2) ki genggaman (kekuasaan, tekanan): mereka terpaksa meninggalkan kampung halamannya krn ~ keganasan gerombolan; ia dapat melepaskan diri dr ~ maut
cekur jerangau [pb] masih sangat muda (belum berpengalaman)
cemas ce.mas [a ] tidak tenteram hati (krn khawatir, takut); gelisah: masyarakat -- mendengar kabar wabah cacar itu; -- hatinya selama menantikan keputusan hakim itu [kl adv] ce.mas-ce.mas adv hampir-hampir: penjahat itu ~ mati tertembak
cenangkas ce.nang.kas [n] (1) pedang yg lurus; lamang; (2) jenis ayam sabungan yg berbulu putih dng kaki berwarna kuning
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
cicil ci.cil [v] men.ci.cil v membayar dsb sedikit demi sedikit; mengangsur: ia harus ~ pembayaran pembelian tanah itu selama setahun [v] , men.ci.cil v melihat dng mata menyalang (membelalang)
cuatan cu.a.tan [n] (1) hasil mencuat atau menonjol (tt prestasi, karya, dsb): buku tsb merupakan ~ dr hasil karyanya selama ini; (2) pancaran (perasaan) pd air muka: hampir tidak ada ~ ketegangan yg tergambar di wajah para pemain
cukai cu.kai [n] (1) pajak atau bea yg dikenakan pd barang impor dan barang konsumsi: barang impor tidak boleh dikeluarkan dr pelabuhan sebelum -- nya dibayar; (2) sebagian dr hasil tanah (spt sawah, ladang) yg wajib diberikan kpd tuan (pemilik) tanah sbg ongkos tanah: krn musim kemarau yg lama, panen padi hanya cukup untuk membayar --
cukupan cu.kup.an [a] (1) sedang-sedang saja; tidak kurang dan tidak berlebih-lebihan: penghasilannya ~ saja; (2) lumayan: untuk sampai ke rumahnya, harus melalui halaman yg ~ luasnya
cuping cu.ping [n] bagian yg tidak bertulang pd daun telinga dan hidung [n] (1) Graf sudut atau kiri dan/atau kanan pd halaman pertama surat kabar; (2) cuatan kanan kiri pd matris huruf
cura cu.ra [n] kelakar; olok-olok; (2) a lucu: sembah si Lamat, hamba yg --; semuanya berbuat -- [Mk v] ber.cu.ra-cu.ra v mengeluarkan perkataan yg keji-keji (krn marah dsb)
cuti cu.ti [v] (1) meninggalkan pekerjaan beberapa waktu secara resmi untuk beristirahat dsb: dokter menyuruh saya -- tiga hari; (2) libur; vakansi: ia sedang mengambil -- selama dua minggu
cuti di luar tanggungan negara cuti yg diberikan kpd pegawai negeri atau karyawan untuk bepergian ke luar negeri atau melanjutkan studi dng biaya sendiri selama 3 tahun (dapat diperpanjang 1 tahun), tidak mendapat gaji, dan masa kerja selama ia bercuti tidak dihitung
cuti melahirkan cuti selama 3 bulan yg diberikan kpd pegawai wanita atau karyawati untuk melahirkan, yg dapat diambil 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan
cuti panjang cuti selama 3 bulan yg diberikan kpd pegawai atau karyawan setiap 6 tahun sekali; (2) ki dirumahkan
cuti tahunan cuti selama 12 hari kerja yg diberikan kpd pegawai atau karyawan setiap tahun, yg dapat diambil beberapa kali, paling sedikit 3 hari
daerah sublitoral daerah pantai yg biasanya mempunyai kedalaman kurang dr 200 m; (2) daerah pantai yg mencakup permukaan air sampai ke batas terendah tempat tanaman dapat tumbuh
daftar isi lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman
daftar pelajaran daftar yg harus diikuti murid dl proses belajar mengajar di kelas setiap hari selama seminggu
daging segar daging yg baru dihasilkan dr pemotongan ternak (belum diawetkan dan belum disimpan lama)
daim da.im [Ar a] tetap selama-lamanya; langgeng; kekal; abadi
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
dange da.nge [n] upacara tutup tahun pd suku Dayak setelah penuaian padi yg berlangsung selama tujuh hari sesudah Paskah
darah baru setampuk pinang [pb] masih muda sekali (belum banyak pengalaman)
darah se tampuk pinang [pb] masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)
darat da.rat [n] (1) bagian permukaan bumi yg padat; tanah yg tidak digenangi air (sbg lawan dr laut atau air): bukan main senangnya hati kami naik ke -- setelah lima hari terapung-apung di laut; (2) tanah atau bumi (sbg lawan dr angkasa): beberapa detik sebelum tiba di -- , payungnya baru mengembang; (3) tanah yg tinggi (sbg lawan dr tanah yg rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sbg lawan tanah persawahan dan rawa-rawa): b bagian terdiri atas rawa-rawa dan 1/3 bagian adalah tanah --; (4) daerah pedalaman (sbg lawan dr daerah pantai): ia bekerja di pelabuhan, padahal rumahnya jauh di --
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
dasarian da.sa.ri.an [n] jangka waktu yg lamanya sepuluh hari berturut-turut (tt prakiraan cuaca)
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
dataran abisal da.tar.an abisal [Geo] bagian dasar samudra yg datar, lerengnya kurang dr 1 km dng kedalaman antara 3.000-6.000 m, dan ditempati oleh sedimen tidak padat; dataran lubuk
daur besar masa peredaran yg lamanya 120 tahun
daur iklim proses pergantian iklim yg dialami suatu daerah selama setahun
daur kecil peredaran masa yg lamanya 8 tahun; windu
daya dukung jumlah maksimum populasi yg mendukung kelangsungan kehidupan di alam; (2) Ikn jumlah maksimum ikan yg hidup di suatu perairan selama masa tertentu
daya ingat kemampuan mengingat kembali pengalaman yg telah lampau
dedak de.dak [n] serbuk halus dr kulit padi (untuk makanan ayam, itik, dsb) [a] , ber.de.dak a bersesak-sesak; berapat-rapat (tt perahu dsb) [a] ber.de.dak a menaruh dendam; sakit hati: memang sudah lama aku ~ melihat tingkah lakumu selama ini
deideologisasi de.i.de.o.lo.gi.sa.si [n] berhentinya proses pendalaman (penyebaran) ideologi: negara itu dl melaksanakan politik luar negerinya sekarang tidak akan melakukan --
dekam de.kam [v] ber.de.kam v (1) merendahkan tubuh dalam-dalam sambil berlutut dan menunduk (spt ayam yg sedang mengeram, harimau yg hendak menerkam mangsanya, maling yg sedang bersembunyi); (2) selalu tinggal di rumah saja; lama tinggal di suatu tempat (tidak berpindah-pindah); meringkuk: terpaksa ia harus ~ di rumah sakit untuk perawatan tulangnya yg patah; (3) cak selalu melekat dl ingatan: sukar melenyapkan cita-cita yg sudah lama ~ di hatiku
dekil de.kil [Jk a] sangat kotor; berdaki; kumal: baju itu sangat -- , rupanya sudah lama tidak dicuci
delapan tapak bayang-bayang [pb] alamat waktu kira-kira pukul 08.00
delemak de.le.mak [Lihat {delamak}]
demam mengambuh penyakit infeksi akut dng gejala demam selama kurang lebih enam hari yg diikuti suhu normal selama waktu yg sama secara silih berganti, yg ditularkan oleh kutu atau pinjal
demarkasi de.mar.ka.si [n] batas pemisah, biasanya ditetapkan oleh pihak yg sedang berperang (bersengketa) yg tidak boleh dilanggar selama gencatan senjata berlangsung untuk memisahkan dua pasukan yg saling berlawanan dl medan pertempuran; perbatasan; tanda batas
demi de.mi [p] untuk (kepentingan): ia menghentikan kebiasaan merokok, -- kesehatannya [p] lepas; per: satu -- satu (seorang -- seorang) para tamu memberi selamat kpd kedua mempelai [p] tatkala; pd ketika; segera setelah: ia berteriak kegirangan -- membaca namanya tercantum di papan pengumuman [p] atas nama (Tuhan, untuk bersumpah): -- Allah dan rasul-Nya saya tidak melakukan hal itu [kl p] sebagai; seperti (untuk membandingkan): suaranya merdu -- buluh perindu
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
Deuterokanonika Deu.te.ro.ka.no.ni.ka [n Kat] Kitab Perjanjian Lama yg aslinya ditulis dl bahasa Yunani, dan diakui sbg bagian Perjanjian Lama oleh gereja Katolik
diam di.am [v] (1) tidak bersuara (berbicara): semuanya -- , tidak ada yg berani mengkritik; (2) tidak bergerak (tetap di tempat): pencuri itu -- saja ketika hendak ditangkap, tidak lari atau mengadakan perlawanan; (3) tidak berbuat (berusaha) apa-apa: ia -- saja walau dicemooh dan dihina [v] ber.di.am v berumah; bertempat tinggal: sudah berapa lama engkau ~ di kota ini?
diam penggali berkarat diam peng.ga.li berkarat, diam ubi berisi [pb] pengetahuan dsb yg tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang
dijual sayak [pb] sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dr pekerjaan lama
dikatakan berhuma lebar dikatakan ber.hu.ma lebar, sesapan di halaman [pb] memegahkan kekayaan (keberanian dsb), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)
dinar di.nar [kl n] (1) mata uang emas lama; (2) satuan mata uang Aljazair, Bahrain spt Irak, Kuwait, Tunisia, Yaman Selatan, Yordania (lihat lampiran)
dipanggang tiada angus di.pang.gang tiada angus [pb] beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat
diploma dip.lo.ma [n] surat keterangan resmi yg menyatakan telah tamat sekolah (lulus ujian dsb): para pelamar diminta membawa -- asli
disangka panas sampai petang [pb] disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat
disbursemen dis.bur.se.men [n Lay] biaya yg harus dibayarkan selama kapal berada dipelabuhan
doeloe doe.loe [n] dulu (dl ejaan lama)
domestik do.mes.tik [a] (1) berhubungan dng atau mengenai permasalahan dl negeri: lapangan terbang itu khusus untuk melayani penerbangan --; wisatawan --; (2) mengenai (bersifat) rumah tangga: membicarakan persoalan-persoalan --; (3) piaraan (tt binatang); jinak: kuda sbg binatang -- sudah lama dipelihara orang untuk alat pengangkutan
dorongan nafsu mempertahankan diri do.rong.an nafsu mempertahankan diri dorongan yg menyebabkan manusia menjaga keselamatan dirinya
dril [n] bahan tenun (katun) yg tebal dan tahan lama [n] latihan yg diulang-ulang dl waktu singkat; tubian: belajar bahasa Inggris dng --
duduk du.duk [v] (1) meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dng bertumpu pd pantat (ada bermacam-macam cara dan namanya spt bersila dan bersimpuh): ia -- di tikar; (2) ada di (dl peringkat belajar): ia -- di kelas III SMU; (3) kawin atau bertunangan: anaknya telah -- dng anak hakim; (4) tinggal; diam: ia pernah -- di Bandung selama tiga tahun [n] tumbuhan palma; Caryota mitis
dunia du.nia [n] (1) bumi dng segala sesuatu yg terdapat di atasnya; planet tempat kita hidup: di seluruh -- ini terdapat kira-kira 4.000 bahasa; (2) alam kehidupan: kita mengharapkan -- baru yg adil dan makmur; (3) semua manusia yg ada di muka bumi: hampir seluruh -- menghargai cita-cita Mahatma Gandhi; (4) lingkungan atau lapangan kehidupan: ia sudah lama berkecimpung dl -- pendidikan; (5) (segala) yg bersifat kebendaan; yg tidak kekal: baginya tiada arti harta -- ini; (6) peringkat antarbangsa (seluruh jagat atau segenap manusia): kejuaraan -- bulu tangkis yg pertama diselenggarakan di Malmoe, Swedia [n] pembicaraan mengenai perkawinan (di Halmahera)
durasi du.ra.si [n] (1) lamanya sesuatu berlangsung; rentang waktu; (2) Ling lamanya suatu bunyi diartikulasikan
dwifungsi ABRI fungsi rangkap yg dijalankan ABRI pd masa Orde Baru, yaitu sbg kekuatan pertahanan dan keamanan dan sbg kekuatan sosial
eboni ebo.ni [n] kayu yg keras, berat, dan tahan lama, digunakan untuk membuat mebel dan barang ukiran, biasanya berwarna hitam; kayu hitam; Diospyros ebenum
efek jenuh [Psi] menurunnya hasil kerja, tes, atau eksperimen sbg akibat kebosanan atau kelelahan, biasanya krn pekerjaan yg sama, rutin, atau tes yg terlalu lama
efek kronis efek yg berlangsung perlahan-lahan dan lama
ejaan Suwandi eja.an Suwandi sistem ejaan Latin untuk bahasa Indonesia sesudah Proklamasi Kemerdekaan yg dimuat dl Surat Keputusan Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan, Mr. Soewandi No. 264/Bhg. A tanggal 19 Maret 1947 yg merupakan penyederhanaan atas Ejaan van Ophuysen, antara lain, adalah perubahan oe menjadi u, sistem ini menjadi ejaan resmi sampai tahun 1972
ekologi antariksa cabang ekologi tt pengembangan ekosistem yg dapat melakukan regenerasi sebagian atau seluruhnya untuk menyokong kehidupan manusia selama penerbangan ruang angkasa yg lama
ekonom senior ahli ekonomi yg lebih matang dl pengalaman dan kemampuan
eksodus ek.so.dus [n] bagian kedua dr Alkitab [n] perbuatan meninggalkan tempat asal (kampung halaman, kota, negeri) oleh penduduk secara besar-besaran
ekspatriasi eks.pat.ri.a.si [n Pol] (1) tindakan seseorang untuk melepaskan kesetiaan thd negaranya; (2) tindakan meninggalkan tanah air untuk berdiam selamanya di negara lain; (3) pembuangan yg dilakukan oleh negara atas warganya
eksplorasi eks.plo.ra.si /Eksplorasi/ (1) n penjelajahan lapangan dng tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tt keadaan), terutama sumber-sumber alam yg terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan: -- sumber minyak di daerah lepas pantai sedang giat dilakukan; (2) Dik kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dr situasi yg baru; (3) Pet penyelidikan dan penjajakan daerah yg diperkirakan mengandung mineral berharga dng jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya
ekspresionisme eks.pre.si.o.nis.me [n] (1) Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; (2) aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata
ekstraversi eks.tra.ver.si [n Psi] sikap atau tipe kepribadian seseorang yg minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial dp thd dirinya dan pengalamannya sendiri
elaborasi ela.bo.ra.si [n] (1) penggarapan secara tekun dan cermat: nilai filsafat antropologi modern terletak dl -- dan pendalaman pengetahuan historis tt manusia; (2) Bio pembentukan zat-zat kompleks yg merupakan bagian dr tumbuh-tumbuhan atau hewan dr zat-zat yg lebih sederhana (tidak kompleks)
elektret elek.tret [n Fis] dielektrik padat yg mempunyai polarisasi elektrik yg bertahan lama
embara em.ba.ra , meng.em.ba.ra v pergi ke mana-mana tanpa tujuan dan tempat tinggal tertentu: setelah beberapa lama ~ di dunia Barat, kini ia kembali ke Indonesia
empiri em.pi.ri [n] pengalaman (yg ditemui dr alam ini) sbg sumber pengetahuan: sumber pengetahuan ialah pengamatan dan pengalaman atau --
empiris em.pi.ris [a] berdasarkan pengalaman (terutama yg diperoleh dr penemuan, percobaan, pengamatan yg telah dilakukan)
empirisme em.pi.ris.me [n] (1) aliran ilmu pengetahuan dan filsafat berdasarkan metode empiris; (2) teori yg mengatakan bahwa semua pengetahuan didapat dng pengalaman
emprak em.prak [n ] kesenian rakyat Jawa Tengah dan Jawa Timur yg terdiri atas sekelompok pemain laki-laki dan perempuan, mulai dr pembacaan dan pelaguan riwayat Nabi Muhammad saw. dan teks keislaman lainnya sampai pd pergerakan tubuh dilakukan sambil duduk dan kemudian berdiri bersama-sama
endapan abisal en.dap.an abisal [Geo] lapisan lumpur atau tanah di dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m
eram eram, meng.e.ram v 1 duduk mendekam untuk memanaskan telur agar menetas (tt ayam, burung): beberapa ekor ayamnya sedang eram; selama enggang eram [ki] lama sekali; (2) duduk menderum; mendekam: harimau ~ hendak menerkam mangsanya; (3) turun; lengkung (tt lantai, tanah, jalan); (4) cak tinggal dl rumah (tidak pernah pergi ke luar rumah); mengurung diri di rumah: mari kita berjalan-jalan, jangan ~ saja
eurosentris eu.ro.sen.tris [a] terpusat pd benua Eropa atau orang-orang Eropa; berkecenderungan untuk menafsirkan dunia berkenaan dng Barat dan nilai serta pengalaman Eropa
eviserasi evi.se.ra.si [n Dok] tindakan mengeluarkan dalaman spt isi perut, atau mengeluarkan bola mata
faal fa.al [n] (1) perbuatan; kerja; (2) Dok kerja alat tubuh sebagaimana mestinya: -- jantung berfungsi sbg pemompa darah ke seluruh dl tubuh [Ar n] alamat yg meramalkan sesuatu (nasib dsb); tanda
fatometer fa.to.me.ter [n] alat untuk mengukur kedalaman laut dng cara mengukur waktu yg dicapai oleh gelombang suara untuk mencapai dasar laut dan kembali
fibrinogen fib.ri.no.gen [n] globulin yg dihasilkan di dl hati, yg terdapat dl plasma darah, dan yg diubah menjadi fibrin selama terjadinya penggumpalan darah
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
gana-gini ga.na-gi.ni [n] (1) Huk harta yg berhasil dikumpulkan selama berumah tangga sehingga menjadi hak berdua suami dan istri; (2)Jw anak yg hanya dua bersaudara, laki-laki dan perempuan (dr satu ayah dan satu ibu)
gelagat ge.la.gat [n] (1) yg menjadi tanda atau alamat akan terjadinya suatu peristiwa: ada -- pemerintah akan menaikkan gaji pegawai; (2) gerak-gerik; tingkah laku: menilik -- nya anak-anak nakal itu akan membuat gara-gara lagi
gelagat baik alamat baik
gelagat buruk alamat buruk
gelopak ge.lo.pak [v] , meng.ge.lo.pak v terlepas (tidak melekat lagi, tt kayu, cat dsb); terkelupas: cat pintu itu sudah lama ~
gelosang ge.lo.sang [v] , meng.ge.lo.sang v menggesa-gesakan; memburu-buru (orang bekerja dsb) supaya lekas selesai: janganlah kau ~ , biar lambat asal selamat
gema duga cara mengukur kedalaman laut dng gema
gembala gem.ba.la [n] (1) penjaga atau pemiara binatang (ternak); (2) penjaga keselamatan orang banyak: dia menjadi -- kaum Nasrani
generasi politik generasi masyarakat yg sezaman yg sama memiliki (merasakan) pengalaman sejarah yg bersifat mendasar pd usia formatif (antara 17-25 tahun)
genesis ge.ne.sis [n] (1) terjadinya sesuatu; awal mula sesuatu; (2) Kris bagian pertama dr Perjanjian Lama yg mengisahkan kejadian dunia
gentas gen.tas [a] (1) terpetik dng kuku (tt tangkai bunga dsb); (2) habis; putus; berakhir: tahun ini musim durian lama sekali, -- nya masih jauh
geringging ge.ring.ging, ge.ring.ging.an [a] kesemutan: kakinya ~ krn lama duduk di lantai
geronggang ge.rong.gang [n] lubang di dalam; rongga (di dl batu, kayu, dsb): selama hujan itu ia duduk dl -- itu [n] pohon, kayunya baik untuk dibuat perkakas rumah dsb; Cratoxylon cuncatum
gesek ge.sek [v] , ber.ge.sek v bergosokan; bergesel; bergeseran: bunyinya sbg kayu ~; kalau dua benda selalu ~ , lama-kelamaan aus
getir ge.tir [a] (1) rasa pahit agak pedas (spt rasa kulit jeruk); (2) ki susah dan sengsara (tt kehidupan): ia sudah merasai pahit -- kehidupan, sudah banyak pengalaman (senang dan susah) dl kehidupan [Lihat {getil}]
getol ge.tol [Jk a] rajin; tekun dl mencari; bersemangat: ia sedang -- mengikuti pengajian; -- bicara senang, sering, dan tahan lama dl berbicara: dl setiap pertemuan dialah yg paling ~ bicara
girah gi.rah [a Isl] cemburu thd musuh agama dsb: ia berpandangan tajam, jernih, fanatik, dan -- thd keselamatan dakwah [n] pohon, Ellipeia nervosa
glokidium glo.ki.di.um [n Zool] larva karang air yg melekat pd insang atau kulit ikan dan hidup sbg parasit sementara selama 12 minggu
gojlok goj.lok [v] meng.goj.lok v (1) menggerakkan sesuatu dng mengguncang-guncangkan tempatnya; (2) ki mengacau perasaan orang lain dng kata-kata kasar yg menyakitkan hati: para mahasiswa senior ~ calon-calon mahasiswa selama satu jam lebih
golak go.lak [v] ber.go.lak v (1) menggelegak; mendidih berbual-bual: rebuslah kentang dan telur itu ke dl air panas yg ~ selama lima menit; (2) bergelora keras; tidak tenang (tt keadaan politik dsb); terjadi kerusuhan (huru-hara dsb): daerah yg ~ di benua itu makin meluas; (3) rusuh hati (gelisah): hatinya ~ mendengar berita bahwa lamarannya ditolak
gondrong gon.drong [a] panjang krn lama tidak dipangkas (tt rambut orang laki-laki): ketika pertama kali ditemukan di hutan, watak anak itu beringas, kukunya panjang, dan rambutnya -- sampai ke bahu
gonggong gong.gong [v] , meng.gong.gong v (1) membawa dng mulut; menggondol: kucing ~ tikus; (2) menyalak: anjing ~ ketika pencuri itu masuk ke halaman rumah itu
guar gu.ar, meng.gu.ar [Sd v] (1) membuka (bungkusan dsb) kemudian mengambil dan memperhatikan isinya: ~ oleh-oleh; (2) ki menceritakan: ~ pengalaman
hadapan ha.dap.an [n] (1) muka; depan: ia menunggu di ~ rumah; jangan membuat malu di ~ orang banyak; (2) yg akan datang: pameran itu diselenggarakan bulan ~; (3) pada (pd alamat surat): ke ~ Ayahanda
hadirat ha.di.rat [n] (1) hadapan: dng tenang ia menghadap ke -- Tuhan; (2) yang mulia (dipakai di dl sastra lama untuk orang yg dimuliakan) [n] semua yg hadir (perempuan)
hajat ha.jat [n] (1) maksud; keinginan; kehendak: apa -- mu datang ke sini?; (2) kebutuhan atau keperluan: aku merasa diberi -- hidup yg melimpah dan nikmat; (3) selamatan: semua kenalan akan kami undang dl -- itu; (4) kotoran; tinja: siapa yg membuang -- di kebun?
hajatan ha.jat.an [n] acara (spt resepsi dan selamatan): dl bulan Maulid ini banyak orang mengadakan ~
halkah hal.kah [n] (1) gelang (kaki); (2) gelang-gelang pintu; (3) gelang-gelang untuk sasaran menembak dsb; (4) Isl diskusi, pengajian yg pesertanya duduk membentuk lingkaran untuk membahas masalah keislaman (biasanya di dl masjid, musala)
halusinasi ha.lu.si.na.si [n Psi] pengalaman indra tanpa adanya perangsang pd alat indra yg bersangkutan, msl mendengar suara tanpa ada sumber suara tsb
hambur ham.bur , ber.ham.bur.an v (1) (keluar) bertaburan ke sana-sini: berasnya ~ dr karung yg berlubang itu; (2) berserak-serak di sana-sini: mereka mencari batu karang yg ~ di sepanjang pantai; (3) berjalan (pergi, lari, dsb) ke berbagai arah: anak-anak ~ keluar dr halaman sekolah; (4) berjalan (pergi, lari, dsb) beramai-ramai (bersamaan waktu dsb): anak-anak ~ terjun ke sungai; (5) ki bercucuran; bertitik-titik (tt air mata): air matanya ~ spt mutiara putus karangan
hampir ham.pir [adv] (1) kurang sedikit; nyaris: kapal itu -- tenggelam; (2) tidak lama lagi: kereta api dr Surabaya -- tiba; (3) dekat (pd, dng); menjelang: -- senja dia datang
hang [kl p] kata (sebutan) untuk menerangkan nama pria (dl cerita lama): -- Jebat; -- Tuah
harapan hidup ha.rap.an hidup kemungkinan tetap hidup: ~ hidup korban pesawat yg nahas itu sangat tipis; (2) kemungkinan dapat hidup lebih lama
hari ha.ri [n] (1) waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; (2) waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; (3) keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; (4) waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima --
hari takwim waktu selama 24 jam, dimulai dr pukul 00.00-24.00; (2) sepertiga ratus enam puluh lima bagian dr satu tahun matahari yg dinyatakan dl hari dng satu periode bumi mengelilingi matahari
harta carian harta yg diperoleh suami istri selama hidup bersama; gana-gini
harta pelayaran harta perseorangan yg dikumpulkan selama merantau
harta penantian harta istri, baik yg dibawa maupun yg diperolehnya selama perkawinan
harta penyepogan harta yg bersama-sama diusahakan dan diperoleh suami dan istri selama perkawinan; harta carian; gana-gini
harta perkawinan kesatuan harta yg dikuasai dan dimiliki oleh suatu keluarga selama perkawinannya
harta surut harta yg makin lama makin habis dan tidak dapat diganti, msl tambang emas, sumur minyak
haul ha.ul [Ar n] kekuasaan; kekuatan [a Isl ] cukup waktu satu tahun bagi pemilikan harta kekayaan, spt perniagaan, emas, ternak sbg batas kewajiban membayar zakat: perniagaan cukup -- (boleh dikenakan zakat krn sudah dimiliki oleh pemiliknya selama satu tahun) [n] peringatan hari wafat seseorang yg diadakan setahun sekali (biasanya disertai selamatan arwah): semua keluarga diundang untuk menghadiri -- mendiang neneknya
hebat-hebatan he.bat-he.bat.an [adv] besar-besaran: ia mengadakan pesta ~ selama tujuh hari tujuh malam
heliograf he.li.o.graf [n] (1) alat perekam penyinaran matahari yg merekam lamanya penyinaran dan memberikan ukuran jumlah penyinaran secara kualitatif; (2) alat untuk membuat isyarat dng pertolongan sinar matahari dan cermin yg dapat diputar-putar
hibernasi hi.ber.na.si [n] keadaan istirahat atau tidur pd binatang selama musim dingin
hidronan hid.ro.nan [n] pelopor penyelidik kedalaman lautan
hidup hi.dup [v] (1) masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia, binatang, tumbuhan, dsb): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama meninggal; (2) bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang dp di kota besar; (3) mengalami kehidupan dl keadaan atau dng cara tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dng hemat; (4) beroleh (mendapat) rezeki dng jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu -- dr berniaga; (5) berlangsung (ada) krn sesuatu: yayasan itu dapat -- krn uang sumbangan para dermawan; (6) tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih -- dl ingatannya; (7) masih berjalan (tt perusahaan, perkumpulan, dsb): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; (8) tetap menyala (tt lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh ke lantai; (9) masih tetap dipakai (tt bahasa, adat, sumur, dsb): adat itu masih tetap -- dl masyarakat; (10) ramai (tidak sepi dsb): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; (11) seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak spt keadaan sesungguhnya (tt lukisan, gambar): lukisan itu sangat --; (12) spt sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tt cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; (13) seruan yg menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat
hidup dikandung adat [pb] selama hidup orang harus taat pd adat kebiasaan dl masyarakat
hijau hi.jau [n] warna dasar yg serupa dng warna daun; (2) n gabungan warna biru dan kuning dl spektrum; (3) a mengandung atau memperlihatkan warna yg serupa warna daun; (4) a ki belum berpengalaman: masih --
hijrah hij.rah [n] perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dr Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dsb dr tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah; (2) v berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dr suatu tempat ke tempat lain yg lebih baik dng alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dsb)
hikayat hi.ka.yat [n] karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yg berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta, msl -- Hang Tuah; -- Perang Palembang; -- Seribu Satu Malam
hila-hila hi.la-hi.la [n] adat lama yg ditegakkan golongan tua-tua
himpun him.pun [v] ber.him.pun v berkumpul: anak-anak ~ di halaman sekolah
hiperamnesi hi.per.am.ne.si [n Dok] keadaan tidak ingat apa-apa selain kejadian yg telah lama berselang
holobentos ho.lo.ben.tos [n Bio] organisme yg hidup di dasar laut pd kedalaman tertentu sepanjang hidupnya
honae ho.nae [n] rumah bulat di pedalaman Irian Jaya
horas ho.ras [Bt p] kata seru untuk menyatakan selamat
hotel apung bentuk penginapan yg terdapat di daerah tepi sungai, terusan, atau laut, dng ciri khusus, spt menggunakan perahu atau kapal laut yg berlayar dr satu tempat ke tempat lain dan memiliki jumlah tamu tertentu selama perjalanan yg sudah ditentukan
hukama hu.ka.ma [Ar n] (1) orang-orang cerdik pandai: majelis itu mengeluarkan fatwa keagamaan yg dipatuhi oleh segala -- dan ulama; (2) hakim-hakim
hukum objektif keseluruhan kaidah yg dapat diterapkan secara umum thd semua warga masyarakat selama mereka tunduk pd suatu sistem hukum umum
hukuman percobaan hu.kum.an percobaan hukuman penjara yg tidak dijalani di lembaga pemasyarakatan, tetapi selama dl masa percobaan itu terpidana tidak boleh melakukan hal-hal yg bertentangan dng hukum, apabila dl masa percobaan itu terpidana melawan hukum, hukuman yg diterimanya harus dijalani di lembaga pemasyarakatan
huruf awal huruf pertama dr kalimat pertama pd halaman baru, dan disusun dng huruf kapital yg bagus, biasanya terdapat pd buku-buku bacaan yg bermutu
ibadah puasa [Isl] ibadah wajib setahun sekali selama satu bulan yg dilakukan pd bulan Ramadan
ibarat iba.rat [n] perkataan atau cerita yg dipakai sbg perumpamaan (perbandingan, lambang, kiasan): dl kesusastraan lama banyak terdapat cerita --; (2) n isi (maksud, ajaran) yg terkandung dl suatu perumpamaan (cerita dsb): ia pun tahu juga akan -- perkataan itu; (3) p seumpama: aku ini -- balam dl sangkar, mata lepas badan terkurung; (4) n perbandingan antara orang atau benda dan hal-hal yg lain dng menggunakan kata-kata bagai, seperti: -- anjing dan kucing
idah [kl n] pemberian untuk mengikat tali percintaan antara perempuan dan laki-laki [n Isl] masa tunggu (belum boleh menikah) bagi wanita yg berpisah dng suami, baik krn ditalak maupun bercerai mati: wanita yg ditalak oleh suaminya harus menjalani -- selama tiga kali suci dr menstruasi
idap idap, meng.i.dap [v] menderita sakit lama; selalu sakit-sakit: anak itu ~ penyakit bengek
ideologi ide.o.lo.gi [n] (1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup: dl pertemuan itu penatar menjelaskan dasar -- negara; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan: hal itu menjadi makanan empuk bagi -- asing yg ingin menginfiltrasi kita; (3)paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik: -- komunis menjadi pegangan bagi negara-negara yg selama ini disebut Blok Timur
Idulfitri Idul.fit.ri [n] hari raya umat Islam yg jatuh pd tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan
ihdad ih.dad [Ar v] menahan diri selama masa idah dr berhias dan memakai wangi-wangian bagi istri yg kematian suami
ijmak ij.mak [n Isl] kesesuaian pendapat (kata sepakat) dr para ulama mengenai suatu hal atau peristiwa
ikan pekasam ikan yg dibubuhi garam, diasamkan dng asam nasi dsb, dan disimpan supaya tahan lama
ikhtilaf ikh.ti.laf [Ar n] perbedaan (pendapat, pikiran): masih ada -- di kalangan ulama dl hal itu
iklim ik.lim [n] (1) keadaan hawa (suhu, kelembapan, awan, hujan, dan sinar matahari) pd suatu daerah dl jangka waktu yg agak lama (30 tahun) di suatu daerah: -- sangat mempengaruhi kesuburan suatu daerah; (2) ki suasana; keadaan: kita meng-usahakan stabilitas ekonomi agar tercapai -- kerja yg baik
ili [ark v] , meng.i.li v menyelamatkan diri ke tempat yg aman; mengungsi
ilmu administrasi ilmu tt berbagai hasil pengalaman yg berhubungan dng masalah pemerintahan, baik negara maupun swasta
ilmu peruang [kl] ilmu yg menyebabkan dapat tahan lama menyelam dl air (berupa mantra untuk mendapatkan cukup udara sewaktu menyelam dl air)
ilustrasi ilus.tra.si [n Graf] (1) gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dsb; (2) gambar, desain, atau diagram untuk penghias (halaman sampul dsb); (3) (pen-jelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dsb untuk lebih memperjelas paparan (tulisan dsb)
imajinasi ima.ji.na.si [n] (1) daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; (2) khayalan
impi im.pi, meng.im.pi.kan [v] (1) mengharapkan dng sangat; meng-idamkan: sudah lama saya ~ sepatu model ini; (2) melihat (mengalami, merasai) ketika tidur: semalam saya ~ dia sudah menjadi sarjana
impuls im.puls [n] (1) rangsangan atau gerak hati yg timbul dng tiba-tiba untuk melakukan sesuatu tanpa pertimbangan; dorongan hati; (2) Fis hasil kali gaya yg bekerja pd suatu benda dan lamanya gaya itu bekerja
imsakiah im.sa.ki.ah [n] jadwal yg menetapkan waktu salat, termasuk imsak setiap hari: dl penerbitannya selama Ramadan, surat kabar itu memuat --
inap [v] -- lajak tamu hotel yg menempati kamarnya lebih lama dp yg direncanakan
indeks in.deks [n] (1) daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; (2) daftar harga sekarang dibandingkan dng harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang: -- biaya hidup di Jakarta setiap tahun naik; (3) Kom (artikel) daftar berita penting hari itu (dl majalah, surat kabar) yg dimuat di halaman depan; (4) Ling rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yg mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
infeksi sosokomial [Dok] infeksi yg terjadi selama penderita dirawat di rumah sakit atau infeksi yg diderita oleh seseorang akibat dirawat di rumah sakit
informasi pen-didikan keterangan tt jenis pendidikan yg tersedia, msl tt syarat memasuki sekolah, lama pendidikan, fasilitas yg ter-sedia, tata tertib, dan kegiatan ekstrakurikuler
ingusan ingus.an [v] (1) keluar ingusnya; ada ingusnya; beringus: anak itu hidungnya ~; (2) ki muda sekali; belum tahu apa-apa; belum mempunyai pengalaman: sang juara itu tiga tahun yg lalu masih menjadi pemain ~
inset in.set [n] (1) peta, gambar, atau foto kecil yg terdapat di dl peta (koran, gambar, foto) yg lebih besar: gambar -- ini adalah gambar si pembunuh berdarah dingin yg masih dl buronan; (2) halaman tambahan yg disisipkan dl buku dsb
inspektur polisi satu pangkat perwira pertama peringkat kedua dl kepolisian, satu tingkat di bawah senior inspektur polisi, satu tingkat di atas inspektur polisi dua (tanda pangkatnya dua balok emas lurus mendatar yg ditempatkan di bahu baju); -- upacara pembesar yg menginspeksi kemudian menerima laporan pelaksanaan upacara yg diucapkan oleh komandan upacara pd awal dan akhir upacara: beliau menjadi -- upacara pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Ke-55 Republik Indonesia
instan in.stan [a] langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan (tt mi, sup, kopi, susu bubuk): susu -- , susu yg begitu dicampur dng gula dan air (panas atau hangat) langsung dapat diminum
insting in.sting [n] (1) pola tingkah laku yg bersifat turun-temurun yg dibawa sejak lahir; naluri; garizah; (2) Zool kecenderungan pd tingkah laku yg diwarisi dr nenek moyang dan kebiasaan pd binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yg mendasar (spt pembuatan tempat tinggal yg khas, mendapat dan menyimpan serta mencernakan makan-annya yg mungkin dapat dimanfaatkan pd musim hujan); (3) Psi daya dorong utama pd manusia bagi kelangsungan hidupnya (spt nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yg tepat
inteligensi in.te.li.gen.si [n Psi] daya reaksi atau penyesuaian yg cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, thd pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yg telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pd fakta atau kondisi baru; kecerdasan
iris-irisan iris-iris.an [n] hasil mengiris-iris: lama-kelamaan ~ kulit kayu menjadi hilang
Isa Almasih [Kat] sebutan bagi Yesus, berarti Isa yg diurapi; (2) Isl Isa yg diselamatkan
islami is.la.mi [a] bersifat keislaman: akhlak --
islamisasi is.la.mi.sa.si [n] pengislaman
isobat iso.bat [n Geo] garis pd peta yg menghubungkan tempat yg sama kedalaman lautnya
isohel iso.hel [n Met] garis lengkung yg menghubungkan tempat yg mengalami lama penyinaran matahari yg sama dl jangka waktu tertentu
isyarat isya.rat [n] segala sesuatu (gerakan tangan, anggukan kepala, dsb) yg dipakai sbg tanda atau alamat: ia memberikan -- tanda setuju dng kedipan matanya
jabat ja.bat [v] , men.ja.bat v (1) memegang: ~ dayung; (2) melakukan pekerjaan (pangkat dsb); memegang jabatan (pekerjaan): sepuluh tahun lamanya beliau ~ pekerjaan itu
jabat tangan ja.bat ta.ngan [v] ber.ja.bat ta.ngan v bersalaman dng saling menjabat tangan: kedua orang itu ~ dng erat dan mesra
jagra jag.ra [n Hin] tidak tidur selama 36 jam (dl rangka pengendalian diri): brata atau pengendalian diri yg mesti dilakukan umat Hindu pd hari Siwaratri adalah --
jahil ja.hil [a] (1) bodoh; tidak tahu (terutama tt ajaran agama): para ulama berkewajiban menuntun golongan -- dan bebal; (2) cak jail
jajah ja.jah [v] men.ja.jah v (1) bepergian keluar masuk suatu daerah (negeri dsb) dr kota ke kota, dr desa ke desa: ia melakukan perjalanan ~ Pulau Sumatra; (2) menguasai dan memerintah suatu negeri (daerah dsb): Belanda ~ negeri kita lebih kurang 350 tahun lamanya
jalan belakang jalan untuk mencapai sesuatu yg tidak melalui saluran atau prosedur yg sebenarnya (tt melamar pekerjaan, masuk sekolah, dsb)
jam [n] (1) alat untuk mengukur waktu (spt arloji, lonceng dinding); (2) waktu yg lamanya 1/24 hari (dr sehari semalam); (3) saat tertentu, pd arloji jarumnya yg pendek menunjuk angka tertentu dan jarum panjang menunjuk angka 12 (pd lonceng disertai dng dentang suara bandul memukul logam atau bel); pukul: ia bangun -- lima pagi; (4) waktu; saat: -- berangkat kereta api senja ke Yogyakarta ialah pukul enam sore [Lihat {jem}]
jam pelajaran waktu yg tertentu lamanya untuk memberikan pelajaran
jamin ja.min [v] , men.ja.min v (1) menanggung (tt keselamatan, ketulenan, kebenaran dr orang, barang, harta benda, dsb): pemerintah berkewajiban ~ keselamatan jiwa dan harta benda warga negara; (2) berjanji akan memenuhi kewajiban (membayar utang dsb) orang lain yg membuat perjanjian apabila perjanjian itu tidak ditepati: aku yakin, ia pasti bersedia ~ utang istrinya; (3) cak menyediakan kebutuhan hidup: yayasan itu ~ anak-anak yatim piatu
jangka panjang dl waktu lama
jauh berjalan banyak dilihat jauh ber.ja.lan banyak dilihat [pb] kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman
jelajah je.la.jah [v] men.je.la.jah v bepergian ke mana-mana untuk menyelidiki dsb: beberapa tahun lamanya ia ~ Benua Asia [Mk v] men.je.la.jah.kan v menerangkan panjang lebar; menguraikan
jelang je.lang [v] , men.je.lang v (1) mengunjungi; menengok; menjenguk; menghadap: sudah lama ia tidak ~ ibunya; (2) dialamatkan kpd; ditujukan kpd (pd alamat surat): ~ karibku Polan, Jalan Lembang, Jakarta Pusat; (3) menghadap; menyongsong: ~ tahun baru kita memperbaharui tekad untuk maju; (4) hampir: ~ tengah hari baru ia sampai ke kampung halamannya; (5) melihat; memandangi: ~ bulan purnama [Mk a] cair; encer (tt susu dsb)
jemput jem.put , ber.jem.put v diundang; disambut: datang tidak ~ , pulang tidak berantar [v] men.jem.put v (1) memungut dng ujung jari; menjumput: ~ garam; (2) ki mengutip; memetik: ~ pepatah itu dr naskah lama
jemur je.mur [v] ber.je.mur v memanaskan badan dng panas matahari: setiap pagi ia ~ selama setengah jam
jeroan je.ro.an [n] isi perut (babat, usus, limpa, dsb); dalaman
jidar ji.dar [n] (1) garis (sekeliling surat atau halaman buku); (2) penggaris
jual ju.al [v] -- akad mengalihkan hak milik (msl tanah) dng perjanjian bahwa pemilik yg lama dapat membelinya kembali
jual lalu menjual sesuatu (tanah, dsb) untuk selama-lamanya
jual sende menjual tanah secara gadai selama jangka waktu sekali panen atau lebih dng perjanjian bahwa penggadai mengerjakan tanah tsb secara bagi hasil
jual tandu menjual tanah dng perjanjian bahwa pemilik lama (penjual) masih tetap mengerjakan tanah itu dan dapat menikmati hasilnya selama jangka waktu tertentu
judul prancis halaman buku yg terletak di bagian kanan sebelum halaman judul utama yg hanya memuat judul buku saja
jujuh ju.juh , ber.ju.juh v mengalir terus-menerus tiada berhenti (tt hujan dsb): beberapa hari lamanya hujan ~
julat ju.lat [kl n] seberapa jauhnya (panjangnya, lamanya)
jumhur jum.hur [n] golongan terbanyak (ulama dsb): -- ulama
jumputan jum.put.an [n] (1) Mk uang antaran untuk kemenakan laki-laki tertua dr mempelai wanita; (2) Jw cara menabung dng memungut sejumput beras: tradisi ~ ini sudah sejak lama dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di pedesaan Jawa
juru atak [Graf] orang yg bertugas mengatur pengatakan cerita, artikel, atau gambar pd halaman media cetak
juru rias orang yg pekerjaannya merias wajah (wanita, pengantin, dsb); perias; (2) Kom orang yg tugasnya mengatur pemilihan foto yg tepat, warna yg serasi, dsb untuk dimuat pd halaman media cetak sehingga kelihatan indah
kabar ka.bar [n] laporan tt peristiwa yg biasanya belum lama terjadi; berita; warta: dia mendapat -- bahwa saudaranya naik haji
kaca ka.ca [n] (1) benda yg keras, biasanya bening dan mudah pecah (untuk jendela, botol, dsb); (2) cermin; kaca muka; (3) ki contoh; teladan: tokoh itu dapat kita jadikan -- dl kehidupan kita [n] muka (halaman buku): dr -- l5-20
kadipaten ka.di.pa.ten [kl n] daerah yg dikuasai oleh adipati, yg lebih rendah dp kesultanan: -- Pakualaman
kafir harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
kafir muahid orang kafir yg telah mengadakan perjanjian dng umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dng umat Islam selama perjanjian berlaku
kakap ka.kap [n] ikan laut yg buas, berbadan lebar dan pipih berwarna putih atau merah, panjangnya dapat mencapai satu meter, dagingnya enak, hidupnya di laut dekat pantai, kadang-kadang masuk sungai; Lates calcarifer; (2) a ki berukuran besar atau tinggi secara fisik atau kualitas (tt penjahat, perusahaan, dsb); penting (tt berita dsb): pengusaha --; koruptor -- [n] (1) perahu yg sempit dan rendah; (2) kapal perang lama, bentuknya spt kakap [v] , me.nga.kap v meronda (berpatroli); mengintai-intai (musuh) [n] daun sirih yg di bawah, kasar dan kaku; sirih kerakap [Mk v] pegang
kal [ark n] ukuran isi (untuk beras dsb) yg banyaknya setengah cupak: ia memberi beras empat -- untuk bekal selama dua hari
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kalimatusyahadat ka.li.ma.tu.sya.ha.dat [n] pengakuan keislaman yg terdiri atas dua kalimat, yaitu asyhadu anla^ ila^ha illa l-la^h wa asyhadu anna Muhammadar rasu^lulla^h 'tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah'; kalimah syahadat
kamikaze ka.mi.ka.ze [Jp n] (1) angin yg datang mendadak yg menyelamatkan bangsa Jepang dl suatu peperangan antara Jepang dan Tiongkok pd abad ke-18; (2) pasukan udara Jepang yg dl Perang Dunia II bersedia mati bersama pesawat terbang yg mereka tumpangi dng menumbukkannya pd sasaran
kanak-kanak anyir [ki] (1) bayi yg baru dilahirkan; (2) belum berpengalaman; masih sangat muda
kandang kan.dang [n] (1) bangunan tempat tinggal binatang; ruang berpagar tempat memelihara binatang: kucing tidak pernah dipelihara dl --; (2) ruang yg diberi pagar atau batas dsb; garis dsb pd tepi halaman buku; kalangan; (3) cak garasi; (4) ki tempat tinggal; kampung; negeri: dia menang bertanding di -- sendiri
kanopi ka.no.pi [n] tirai atau langit-langit dr terpal, kain, logam dsb: pd teras terdapat -- bertiang sbg pemisah halaman dng bagian dalam rumah
karang ka.rang [n] (1) batu kapur di laut yg terjadi dr zat yg dikeluarkan oleh binatang kecil jenis anthozoa (tidak bertulang punggung); batuan organik sbg tempat tinggal binatang karang; koral; (2) pulau (gunung, batu) di laut yg terjadi dr tumpukan karang yg sudah membatu; (3) tumbuhan laut yg menyerupai atau spt karang [v] me.nga.rang v (1) menyusun, merangkai bunga dsb: ada perlombaan ~ bunga; (2) mencocokkan atau mengikat permata dan intan: pandai emas itu sedang ~ intan pd cincin; (3) menulis dan menyusun sebuah cerita, buku, sajak, dsb: ia sedang sibuk ~ buku cerita kanak-kanak; siapa yg ~ lagu dan syair yg berjudul "Damai tapi Gersang"? , pe.ka.rang.an n (1) tanah sekitar rumah; halaman rumah: tiba-tiba kedengaran suara mobil berhenti di ~ rumah; (2) tanah yg disiapkan untuk tempat tinggal: kami sudah mempunyai ~ untuk mendirikan rumah [n] tempat kediaman; tempat berkumpul
karangan bunga ka.rang.an bunga pelbagai macam bunga yg disusun dan diatur menjadi suatu bentuk yg elok, tanda ucapan selamat, untuk hiasan atau tanda turut berduka cita
karangkitri ka.rang.kit.ri [n] tanaman buah-buahan di halaman rumah
karar ka.rar [kl] (1) a tenang; tenteram; aman: hendaklah senantiasa -- hatinya; (2) a tetap tenang: maka negeri Malaka pun -- lah pd zaman Laksamana menjadi hulubalang itu; (3) v menetap; berdiam di: Sultan itu pindahlah ke istana barunya, -- lah dia di sana selama-lamanya
karavan ka.ra.van [n] (1) kereta bertutup yg berfungsi sbg tempat tinggal (bagi pengembara atau orang yg berlibur); (2) rombongan orang (haji, peziarah, pedagang) yg melakukan perjalanan bersama demi keselamatan
karnaval kar.na.val [n] pawai dl rangka pesta perayaan (biasanya mengetengahkan bermacam corak hal yg menarik dr yg dirayakan itu): ia sibuk mempersiapkan -- untuk merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
kartu merah kar.tu me.rah [n Olr] kartu yg dikeluarkan oleh wasit kpd pemain atau pelatih (dl sepak bola atau voli) sbg tanda pengusiran ke luar lapangan krn pelanggaran yg dilakukan sehingga pemain harus meninggalkan lapangan dan tidak dapat bertanding pd putaran berikutnya, sedangkan pelatih tidak dapat mendampingi pemain selama pertandingan berlangsung
kartu nama kartu (kecil) yg bertuliskan nama dan alamat rumah (kantor dsb) seseorang: -- nasabah Ek kartu yg harus diisi dan ditandatangani nasabah pd saat pembukaan rekening
kartu pindah kartu yg berisi pemberitahuan akan pergantian alamat (biasanya disediakan di kantor pos)
kartu tanda penduduk kartu pengenal yg harus dimiliki setiap orang (warga negara) yg memuat nama, nomor, jenis kelamin, umur dan tempat lahir, pekerjaan, dan alamat yg jelas
kasiku ka.si.ku [Jw a] kena kutuk; kualat: menurut kepercayaannya, orang yg tidak mengadakan selamatan akan -- oleh para dewa
kaskaya kas.ka.ya [n] (1) kekuasaan; kecakapan; (2) kekayaan; (3) Huk harta yg dibawa oleh suami atau istri yg berasal dr usaha masing-masing sebelum atau selama perkawinan
kata pembimbing kata yg dicantumkan pd sudut atas (kanan dan kiri) yg menyatakan lema pertama dan lema terakhir pd satu halaman kamus
kategorisasi ka.te.go.ri.sa.si [n] (1) penyusunan berdasarkan kategori; penggolongan; (2) Ling (a) proses dan hasil pengelompokan unsur bahasa dan bagian pengalaman manusia yg digambarkan ke dl kategori; (b) cara untuk mengungkapkan makna dng pelbagai potensi yg ada dl bahasa
kaul ka.ul [Ar n] (1) ujaran; perkataan; (2) niat yg diucapkan sbg janji untuk melakukan sesuatu jika permintaanya dikabulkan dsb; nazar: ia mengadakan selamatan untuk membayar (melepas) --; (3) ark janji yg diikrarkan teguh-teguh; (4) Isl fatwa [n] bulu atau miang halus yg terdapat pd pelepah pohon enau; rabuk
kaum ka.um [n] (1) suku bangsa: dahulu perang antar -- sering terjadi di pedalaman; (2) sanak saudara; kerabat; keluarga: ia hidup terasing dr -- nya; (3) golongan (orang yg sekerja, sepaham, sepangkat, dsb): -- terpelajar; (4) ark lebai; modin: perbatin, penggawa, atau -- hanya berhenti sebab mati; (5) keluarga garis matrilineal
kawak ka.wak [a] sudah tua; sudah lama sekali
kawakan ka.wak.an [a] (1) sudah kawak; sudah tua sekali; (2) ki sudah berpengalaman: ia sudah ~ dl dunia pentas
kawan ka.wan [n] orang yg sudah lama dikenal dan sering berhubungan dl hal tertentu (dl bermain, belajar, bekerja, dsb); teman; sahabat; sekutu: orang ramah banyak --
kawin tukar gadis [Antr] adat perkawinan yg menuntut seorang pria yg melamar seorang wanita menyediakan seorang saudara wanita dr kerabatnya sendiri untuk dikawinkan dng seorang pria dr kerabat calon istrinya
ke ke -- an an [konfiks pembentuk verba] menderita; mengalami kejadian atau keadaan: kelaparan; kemalaman; keracunan [konfiks pembentuk adjektiva] terlalu; terlampau: kekecilan; kesempitan; kekurangan [konfiks pembentuk nomina] (1) abstraksi yg mempunyai ciri atau sifat: keadilan; kemanusiaan; (2) tempat: kediaman; kedudukan
kebanjiran ke.ban.jir.an [v] (1) diserang banjir; tergenang air krn banjir; keempohan; (2) cak kedatangan banyak-banyak (melimpah): setelah memenangkan pertandingan itu, dia -- surat ucapan selamat dr para penggemarnya
keberuntungan ke.ber.un.tung.an [n] (1) nasib; kemujuran: hanya mengandalkan ~ pd si kulit bundar; (2) keadaan beruntung; keberhasilan: saya ucapkan selamat atas ~ mereka mendapatkan kepercayaan dr pemerintah
kebetulan ke.be.tul.an [n] tidak dng sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dsb): kemarin, secara -- kami bertemu dng dia; penjahat yg sudah lama dicari itu tertangkap dng cara -- saja; (2) adv tepat atau kena benar (dng tidak sengaja): ketika kebakaran itu terjadi, -- ia ada di rumahnya; tendangannya -- mengenai dada musuhnya; (3) n keadaan yg terjadi secara tidak terduga
kebijaksanaan ke.bi.jak.sa.na.an [n] (1) kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya): berkat -- beliau, terlepaslah kita dr bahaya besar; (2) kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dsb: perkara ini terserah kpd -- orang tua si anak
kebudayaan ke.bu.da.ya.an [n] (1) hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; (2) Antr keseluruhan pengetahuan manusia sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya
kecapaian ke.ca.pai.an [a] (1) merasa sangat capai (lelah, letih); kelelahan; keletihan: mereka menggeletak ~ krn terlalu lama berjalan; (2) perasaan sangat capai
kecele ke.ce.le [a cak] dl keadaan tidak mendapat (menemukan, memperoleh) apa yg diharapkan (diduga, dicari, dsb): penonton -- krn setelah menunggu lama sekali, ternyata pertunjukan dibatalkan
kedap ke.dap [a] (1) kerap dan rapat sekali (tt tenunan, ayaman, dsb): kain yg dipakai untuk menyekat kedua ruang itu dipilihkan yg --; (2) tertutup rapat-rapat sehingga tidak dapat ditembus atau kemasukan air (udara): semua yg bersifat radioaktif dikeluarkan selama pembangkitan tenaga nuklir di dl wadah yg -- udara
kedaulatan ke.dau.lat.an [n] kekuasaan tertinggi atas pemerintahan negara, daerah, dsb: ~ negara itu telah lama diakui oleh dunia internasional
kedengaran ke.de.ngar.an [v] dapat didengar; terdengar: dentuman meriam itu ~ dr sini; sudah lama tidak ~ beritanya
kedesaan ke.de.sa.an [n] yg berhubungan dng sifat atau keadaan desa; perihal daerah: dia mulai berlaku layaknya anak orang kaya, meninggalkan tradisi ~ yg selama ini masih dia genggam erat
kedutan ke.dut.an [n] lipatan (pd kulit, kain, dsb); kedut [v] bergetarnya urat-urat pd kelompok mata dsb (yg dianggap sbg alamat atau pertanda)
keevolusian ke.e.vo.lu.si.an [n] perihal evolusi: para pelajar Iran sekurang-kurangnya mendapat doktrin ~ selama empat jam dl sepekan
kefemininan ke.fe.mi.nin.an [n] yg berhubungan dng feminin; sifat-sifat feminin; kewanitaan: jika kita telaah, sisi ~ yg berakhlak mulia makin lama makin ambruk
kegelapan ke.ge.lap.an [v] tertimpa (mengalami) gelap (malam); kemalaman: krn kendaraannya mogok, terpaksa ia pulang ~; (2) n tempat dsb yg gelap: berbahaya berjalan sendiri di ~; (3) n ki kericuhan; kesulitan mencari jalan pemecahan; (4) a cak terlalu gelap (tt warna)
keingintahuan ke.i.ngin.ta.hu.an [n] perihal ingin tahu: ~ nya mencari asal-usul keluarganya sudah terpendam sejak lama
kejaga-jagaan ke.ja.ga-ja.ga.an [v] tidak dapat tidur semalam-malaman
kekaburan ke.ka.bur.an [n] perihal (yg bersifat atau berciri) kabur: kekeruhan; kekelaman
kekal ke.kal [a] tetap (tidak berubah, tidak bergeser, dsb) selama-lamanya; abadi; lestari: kematian adalah sekadar penutup babak kefanaan bagi suatu babak baru hidup --
kekal abadi kekal untuk selama-lamanya
kekeba ke.ke.ba [Jk n] upacara selamatan menujuhbulani kehamilan pertama
kekekalan ke.ke.kal.an [n] perihal (yg bersifat, berciri) tetap selama-lamanya; keabadian; kelestarian: ~ hakiki tidak terdapat di dunia fana ini
keladau ke.la.dau [kl] , me.nge.la.dau v menjaga sesuatu agar selamat dan tidak ada gangguan: gembala itu ~ kambingnya
kelahiran kembali ke.la.hir.an kembali proses gaib kelahiran kembali dl bentuk tubuh makhluk baru sesudah makhluk yg lama mati (hal ini menjadi keyakinan dl beberapa agama, spt agama Hindu dan Buddha); reinkarnasi
kelahiran prematur ke.la.hir.an prematur kehamilan yg menghasilkan bayi lahir hidup dng lama kehamilan kurang dr waktu yg semestinya (9 bulan 10 hari), tetapi sudah berumur lebih dr 6 bulan
kelarai ke.la.rai [n] (1) corak (tenunan, anyaman, dsb) yg berbentuk tapak catur; (2) Mk simpul anyaman di pinggir; (3) sulaman (tekat) pd tepi kain
kelas kapal [Lay] kriteria kualifikasi kapal menurut ketentuan biro klasifikasi yg didasarkan atas konstruksi kapal ditinjau dr aspek keselamatan, dan dijadikan patokan nilai premi asuransi dan nilai asuransi
keledar ke.le.dar [ark v] ber.ke.le.dar v bersiap-siap menghadapi bahaya (mempertahankan diri dsb) [n] sabuk (tali pinggang) yg dipakai untuk keselamatan (di dl mobil dsb); sabuk pengaman
keleluasaan ke.le.lu.a.sa.an [n] (1) kebebasan (bergerak, bertindak, dsb): selama tinggal di Jakarta, mereka diberi ~ untuk mengunjungi tempat bersejarah; (2) Huk peranan untuk menentukan (memutuskan sendiri berdasarkan hukum)
keluak ke.lu.ak [n] buah pohon kepayang, bijinya direbus sampai masak dan diperami dalam abu selama satu bulan, biasa dipakai untuk bumbu masak rawon; Pangiun edule
keluarga tradisional keluarga yg masih terikat dng pola adat-istiadat lama
kemajemukan ke.ma.je.muk.an [n] keanekaragaman: kita tidak akan mengulangi kesalahan pimpinan yg lama, sekarang kita melihat ke depan, berdasarkan -- dan kejujuran
kemarin dulu dua hari sebelum hari ini; -- sore ki belum tahu apa-apa; belum berpengalaman: mana dia tahu, dia kan anak -- sore
kematian ke.ma.ti.an [n] perihal mati: -- itu disebabkan oleh penyakit disentri; (2) v menderita krn salah seorang meninggal: ia belum lama ini -- anak sulungnya; (3) v ki menderita krn sesuatu yg mati: perahu -- angin
kemusnahan ke.mus.nah.an [n] perihal musnah; kebinasaan; kelenyapan: penyelamatan hewan langka dr --
kenaikan pangkat otomatis ke.na.ik.an pangkat otomatis [Adm] kenaikan pangkat yg diberikan tanpa ujian dsb dan hanya sekali saja selama menjadi pegawai
kenang-kenangan ke.nang-ke.nang.an [n] (1) sesuatu yg menjadi kenangan (tetap dl ingatan): peristiwa itu merupakan ~ yg tidak akan terlupakan selama hidupku; (2) sesuatu yg diberikan sbg tanda mata; cendera mata: cincin itu kuberikan sbg ~ untukmu; (3) sesuatu yg dimaksudkan agar dikenangkan; cita-cita: apakah ~ mu setelah kembali dr Eropa?
kenangan ke.nang.an [n] (1) sesuatu yg membekas dl ingatan; kesan: ~ manis telah berlalu; banyak ~ indah saya alami selama saya melakukan widyawisata ke Pulau Bali; (2) kesan dl ingatan (pikiran); ingatan: ~ nya cukup tajam mengenai peristiwa itu
kencur ken.cur [n] (1) tanaman yg mempunyai akar batang yg tertanam di dl tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; cekur; Kaempferia galanga; (2) umbi kencur; (3) ki belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar: anak itu masih -- belum tahu liku-liku dunia ini; (4) ki belum dewasa; di bawah umur: anak masih bau -- sudah berpacaran
kenderi ken.de.ri [n] ukuran berat untuk menimbang emas (seberat biji saga) [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan lama; Adenanthera microsperma; (2) kayu kenderi
kenduri ken.du.ri [n] perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, minta berkat, dsb; selamatan: mereka mengadakan -- untuk menujuh hari neneknya
kenduri arwah selamatan memperingati atau mendoakan roh (jiwa) orang yg telah meninggal
kengkeng keng.keng [n] tiruan bunyi dengking anjing: semalaman saya mendengar -- anjing yg diikat itu
kenyang (banyak) makan garam [pb] sudah berpengalaman dl hidup
kepala surat nama, alamat, dan keterangan lain dr pengirim (biasanya dr suatu lembaga atau kantor) yg tertera (tercetak) pd bagian atas kertas surat; kop surat
kepam ke.pam [a] (1) lembap dan mudah robek krn lama tersimpan atau tertutup rapat (tt kain, sengkelat, dsb); (2) lembap dan susah dinyalakan (tt mesiu dsb); (3) kusam; hilang cahaya atau warnanya (krn panas matahari)
kepinis ke.pi.nis [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan lama; tempinis, Sloetia elongata; (2) kayu kepinis
kepungan ke.pung.an [n] (1) hasil mengepung: lima ekor rusa ~ pemburu itu, tertangkap; (2) hal (perbuatan dsb) mengepung: mereka berusaha melepaskan diri dr ~ musuh; (3) upacara makan bersama; selamatan
keram ke.ram , me.nge.ram v (1) tinggal saja (di rumah), tidak pergi ke mana-mana: dr pagi dia ~ saja di rumah; (2) ki tinggal terkurung (di penjara): selama dia ~ di penjara, istrinya membuka warung di depan rumahnya
keras ke.ras [a] (1) padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah: besi dan batu tergolong barang yg --; (2) ki gigih; sungguh-sungguh hati: ia berusaha -- untuk menyelesaikan sekolahnya; (3) ki sangat kuat; sangat teguh: mereka berpegang -- pd adat-adat lama; (4) ki dng cepat (tt naik turunnya harga barang): harga barang naik --; (5) ki membahayakan nyawa; payah (tt sakit): ia diminta agar segera pulang krn ayahnya sakit --; (6) ki hebat; menjadi-jadi: tekanan musuh semakin --; (7) ki tidak mengenal belas kasihan: sikap dan tindakannya sangat --; (8) ki tidak lemah lembut: ia memang -- tabiatnya; (9) ki bersifat mengharuskan (memaksa, tegas, dan betul-betul): dilarang -- berjalan di sini; (10) ki kuat, ketat, dan sungguh-sungguh: gedung parlemen dijaga -- oleh alat-alat negara; (11) ki kencang, cepat (tt hembusan angin): angin bertiup dng -- nya; (12) ki deras (tt arus air): sungai ini tidak berapa -- alirannya; (13) ki nyaring (tt suara): ia menjawab dng suara --; (14) ki lebat sekali (tt curah hujan): semalam hujan --; (15) ki dapat memusingkan; berat (tt rokok, tembakau): untuk saya cerutu ini terlalu --; (16) ki dapat memabukkan (tt minuman): ia mabuk krn terlalu banyak minum minuman --; (17) ki terlampau kuat daya reaksinya (tt obat): krn termasuk obat -- , obat ini tidak dijual bebas; (18) ki sangat merangsang (tt bau): biang cuka ini -- baunya; (19) ki sukar dibuka atau ditarik (tt baut, sekrup, paku): bautnya -- , sukar dibuka; (20) ki liat (tt daging): dagingnya -- , sukar dikunyah; (21) ki tidak memegas lagi (tt per mobil): mobil ini pernya sudah -- sehingga kurang enak lagi untuk dinaiki lihat buah keras
kerawang ke.ra.wang [n] (1) lubang-lubang kecil dan halus (tt tenunan, sulaman, sujian); (2) kain tenun (tekat) yg berlubang-lubang kecil
keremangan ke.re.mang.an [n] kesamaran; keredupan; kekelaman: peristiwa pembunuhan itu terjadi dl ~ dan kesunyian malam
kerewelan ke.re.wel.an [n] perihal rewel; sifat-sifat rewel: Anda harus siap menghadapi ~ anak selama liburan
keris sempana keris yg berkeluk tiga, lima, atau tujuh dan dipercaya dapat mendatangkan keselamatan kpd pemiliknya
kerja ker.ja [n] kegiatan melakukan sesuatu; yg dilakukan (diperbuat): -- nya makan dan minum saja; (2) n sesuatu yg dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian: selama lima tahun -- nya berdagang; (3) n perayaan yg berhubungan dng perkawinan, khitanan, dsb; pesta perjamuan: -- nikah akan dilaksanakan pd tanggal 10 Syawal; (4) n cak pekerjaan: menguli adalah -- yg memerlukan tenaga fisik; (5) v cak bekerja: hari ini ia tidak -- krn sakit
kesakitan ke.sa.kit.an [a] terasa sakit; menderita (rasa) sakit: tangannya -- krn terbentur batu; (2) n perasaan sakit: ada sejam lamanya ia menahan -- pd lukanya itu sampai datang seorang dokter untuk menolongnya
kesamaran ke.sa.mar.an [n] (1) kegelapan: perahu itu muncul dr balik -- senja. (2)ki perihal samar; ketidakjelasan; ketidakterangan: kesusastraan lama banyak mengandung -- maksud sehingga sering menimbulkan perbedaan tafsiran
kesat daun pimping [pb] dikatakan kpd orang yg tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)
kesejahteraan ke.se.jah.te.ra.an [n] hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman
kesemutan ke.se.mut.an [a] berasa senyar (geranyam) pd anggota badan, spt digigit semut, terutama kaki dan tangan (krn lama duduk tanpa bergerak-gerak atau tertekan terlalu lama dsb): krn terlalu lama bersimpuh, kakiku menjadi --
kesenjaan ke.sen.ja.an [v] sudah terlalu petang (hampir malam); kepetangan; kemalaman
kesentosaan ke.sen.to.sa.an [n] keadaan sentosa; keamanan; keselamatan; ketenteraman: semua orang menginginkan -- dl hidupnya
ketentaraan ke.ten.ta.ra.an [n] hal yg berhubungan dng militer; kemiliteran; keprajuritan: dia pernah berdinas dl ~ selama 10 tahun
ketentuan ke.ten.tu.an [n] (1) sesuatu yg sudah tentu atau yg telah ditentukan; ketetapan: setelah ujian, kini kita tinggal menantikan ~ nasib saja; ~ yg lama masih tetap berlaku; (2)kepastian: dng adanya ~ itu setiap pegawai boleh melakukan kerja tambahan
keterusan ke.te.rus.an [n] keadaan terlewati: khawatir ~ , mereka menghentikan kendaraan untuk menanyakan alamat yg mereka cari
ketoprak ke.top.rak [n] sandiwara tradisional Jawa, biasanya memainkan cerita lama dng iringan musik gamelan, disertai tari-tarian dan tembang [n] makanan (khas Jakarta), terdiri atas ketupat, tahu goreng, kerupuk, dan taoge yg dibubuhi bumbu kacang yg berkecap [n ] ikan air tawar, tubuhnya pipih, panjangnya lebih kurang 25 cm, berwarna hitam, sirip dada memanjang, ekor membundar, biasa makan tumbuhan dan binatang kecil yg menempel di dasar air; Polyacanthus hasselti
ketrek ket.rek [v] me.nget.rek v cak (1) menggoda (dng bersuit-suit dsb); (2) menarik hati (wanita); memikat: Anda tentunya punya pengalaman bagaimana cara ~ wanita
ketua ke.tua [n] (1) orang yg tertua dan banyak pengalamannya (dl suatu kampung dsb); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (rapat, dewan, perkumpulan, dsb)
ketuan-tuanan ke.tu.an-tu.an.an [v] bersikap spt seorang tuan: ia yg ~ makin lama makin dijauhi teman-temannya
ketularan ke.tu.lar.an [v] kena penyakit yg menular; kejangkitan: lama-lama kita bisa ~ penyakit kalau dekat-dekat dng penderita itu
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kian ki.an [n] sebegitu; sebanyak itu (ini): sepuluh -- sekalipun kulawan juga, sepuluh kali sebanyak itu; (2) adv makin bertambah: matahari -- lama -- tinggi [p] sana; situ
kilowattjam ki.lo.watt.jam [n El] satuan energi listrik bohlam sebesar 1.000 watt yg menyala selama 1 jam yg menghabiskan energi listrik sebanyak 1 kilowatt-jam
kilus ki.lus [n] cairan spt susu yg diserap di usus yg berasal dr makanan selama pencernaan
kirap ki.rap [v] me.ngi.rap v (1) ark mengepak-ngepakkan (sayap); (2) menangkis-nangkiskan (perisai) naik turun; (3) lenyap; hilang: lambat laun peristiwa itu ~ dr ingatannya; ~ sayap ki pergi meninggalkan kampung halaman; merantau: dia harus ~ sayap untuk menghidupi keluarganya
kiri ki.ri [n] arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg berisi jantung; (2) a selalu berbuat (bekerja) dng tangan kiri; kidal: orang -- itu jika bekerja kelihatan janggal; (3) n Pol sebutan kpd partai (golongan) berhaluan sosialisme yg lama yg menghendaki perubahan secara radikal (tt politik, partai, dsb): orang-orang -- biasanya condong ke paham komunis; (4) a ki sial, tidak mujur: langkah --
kitri kit.ri [n] (1) pohon buah-buahan (di halaman); (2) Sd benih pohon kelapa
kleder kle.der [n Lay] orang yg bertugas mengawasi dan mengurus hewan yg diangkut kapal selama pelayaran sampai ke tempat tujuan
klien kli.en [n] (1) Huk orang yg memperoleh bantuan hukum dr seorang pengacara dl pembelaan perkara di pengadilan: pengacara itu menuntut perusahaan yg telah memalsukan merek dagang -- nya; (2) orang yg membeli sesuatu atau memperoleh layanan (spt kesehatan, konsultasi jiwa) secara tetap; pelanggan: ia sudah lama menjadi -- dokter itu
kognisi kog.ni.si [n] (1) kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dsb) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; (2) Sos proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang; (3) hasil pemerolehan pengetahuan
kolom ko.lom [n] (1) ruang antara dua garis tegak pd lembar kertas atau halaman buku; lajur; (2) bagian vertikal pd halaman cetak yg dipisahkan oleh garis tebal atau ruang kosong (spt dl surat kabar); (3) bagian khusus yg utama dl surat kabar atau majalah: majalah itu memiliki -- pendidikan [n Tek] tiang (pilar) penyangga (biasanya dr beton yg bertulang besi)
kompon kom.pon [n] halaman tertutup; bahan campuran
kondangan kon.dang.an [v cak] pergi menghadiri undangan perkawinan dsb (untuk mengucapkan selamat dsb)
konkordansi kon.kor.dan.si [n] (1) daftar alfabetis kata pokok dr sebuah buku atau karya seorang penulis dng konteks terdekat; (2) daftar kata (disusun secara alfabetis) dl Alkitab (kitab suci) disertai keterangan halaman buku dan kutipan naskah yg mengandung kata itu; indeks
konservasi tanah ilmu tt pengelolaan tanah untuk menyelamatkan tanah dr bahaya erosi
konsinyasi kon.si.nya.si [n] (1) larangan bagi tentara untuk meninggalkan kesatrian (dl keadaan siaga); (2) larangan meninggalkan tempat kerja krn harus siap bertugas sewaktu-waktu atau harus menyelesaikan tugas yg mendesak; (3) berkumpulnya sejumlah petugas di suatu tempat untuk menggarap pekerjaan secara intensif serta tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja selama kegiatan berlangsung; (4) Huk penitipan uang kpd pengadilan (msl apabila penagih utang menolak menerima pembayaran); (5) Dag penitipan barang dagangan kpd agen atau orang untuk dijualkan dng pembayaran kemudian; jual titip
konstan kon.stan [n] tetap tidak berubah; terus-menerus: hasil produksi pabrik itu -- selama lima tahun terakhir ini [Lihat {konstanta}]
konter kon.ter, me.ngon.ter [v cak] melawan; menentang: dl pemeriksaan selama 40 menit, ia ~ hujatan yg dialamatkan kepadanya berkaitan dng dana yayasan
kontraproduktif kon.tra.pro.duk.tif : a bersifat tidak (mampu) menghasilkan; tidak menguntungkan: upaya membangkitkan rezim lama sangat -- thd arus reformasi
kop surat bagian atas surat yg berisi keterangan tt nama, alamat, dan nomor telepon suatu kantor, lembaga resmi pemerintah, badan usaha, dsb
korduroi kor.du.roi [n] kain katun tebal yg bergaris-garis vertikal dan tahan lama
kosong ko.song [a] (1) tidak berisi: peti -- itu rupanya menjadi sarang tikus; (2) tidak berpenghuni: rumah itu sudah lama --; (3) hampa; berongga: batang kangkung itu -- di dalamnya; (4) tidak mengandung arti: dia menerima tangan saya dng sikap dingin dan pandangan yg --; (5) tidak bergairah: sejak suaminya meninggal, hidupnya serasa --; (6) tidak ada yg menjabatnya; terluang: sudah tiga bulan jabatan kepala dinas itu -- dan belum ada yg menggantikannya; (7) tidak ada sesuatu yg berharga (penting): pidato yg berjam-jam itu -- belaka; (8) tidak ada muatannya: perahu itu --; (9) ki tidak pandai; tidak cerdas: otaknya --; (10) cak nol
krans [n] karangan bunga berbentuk bulat lonjong dsb untuk ucapan selamat atau duka cita
kronis kro.nis [a] (1) terus-menerus berlangsung; tahan dl waktu yg lama (tt keadaan); (2) berjangkit terus dl waktu yg lama; menahun (tt penyakit yg melanda diri seseorang) yg tidak sembuh-sembuh
kruistik kru.is.tik [n] sulaman menyilang (biasanya pd kain strimin)
kubisme ku.bis.me [n] (1) bentuk permulaan seni abstrak (tt seni lukis), mengutamakan pemecahan bentuk menjadi bidang bersiku-siku dan berhimpitan, kemudian disusun kembali; (2) Sas usaha (dl puisi) untuk memecah-mecah unsur pengalaman, kemudian menyusunnya kembali dl sintesis baru
kue basah kue yg dikukus (spt kue lapis atau kue pisang); kue yg mengandung zat cair sehingga tidak tahan lama disimpan atau cepat bau (busuk)
kue kering kue yg dipanggang atau dimasukkan ke dl ruang berudara panas; kue yg tidak mengandung zat cair sehingga dapat disimpan lama (spt kue semprit atau biskuit)
kulim ku.lim [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 25 m, tumbuh di hutan dataran rendah, kulit pohonnya menghasilkan tanin, buahnya untuk obat, kayunya kuat dan tahan lama, dapat dijadikan bahan bangunan, bantalan kereta api, tiang listrik (telepon), bahan industri, kayu lapis, dan bahan pembuat kapal; Scorodocarpus borneensis; (2) buah kulim; (3) kayu kulim
kumal ku.mal [a] (1) renyuk dan kotor (pakaian dsb); berkerut-kerut (spt kertas direnyuk): sarung bantalnya -- krn sudah lama dipakai dan tidak pernah dicuci; (2) kotor dan lusuh: rambutnya -- dan tidak pernah disisir
kumpul kum.pul [v] ber.kum.pul v (1) bersama-sama menjadi satu kesatuan atau kelompok (tidak terpisah-pisah): karyawan ~ di halaman kantor untuk mengadakan upacara; (2) berhimpun; berkampung; berapat (bersidang): mahasiswa diminta ~ di auditorium untuk mendengarkan ceramah; (3) berkerumun: setiap hari banyak orang ~ di ujung jalan itu
kungkum kung.kum [v] berendam dl air selama berjam-jam pd waktu malam dng maksud bertirakat
kuno ku.no [a] (1) lama (dr zaman dahulu); dahulu kala: barang-barang --; (2) kolot; tidak modern: pendapat -- harus ditinggalkan
kurang ku.rang [adv] (1) belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dsb): uangnya masih -- untuk membayar uang sekolah anaknya; (2) (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dsb yg) sedikit (satu, dua, dsb) lagi menjadi bilangan bulat: seribu -- sepuluh (990); pukul tujuh -- lima menit (pukul 06.55); (3) belum atau tidak sama dng yg seharusnya: masakan ini -- garam; adukan ini -- semen; (4) (dl perbandingan menyatakan) tidak lebih dr: peserta lomba deklamasi tahun ini -- dr tahun yg lalu; (5) tidak berapa; sedikit: mereka bekerja keras, tetapi penghasilannya --; (6) sesuatu yg tidak ada (yg menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dsb); cacat; cela: kami sekeluarga di sini sehat-sehat saja, tidak -- suatu apa
kuras ku.ras [n Graf] kertas yg telah dicetak dan sudah dilipat sedikitnya dua kali, merupakan bagian dr buku, biasanya terdapat huruf atau angka pd bagian bawah halaman pertama sbg pedoman bagi penjilidan [v] me.ngu.ras v (1) membersihkan (kulah dsb) dng air; mengalirkan air untuk membersihkan selokan dsb; (2) menghabiskan isi sesuatu; (3) ki mengeksploitasi sampai habis: kaum kolonialis (imperalis) biasanya ~ kekayaan tanah jajahannya; (4) ki menghabiskan; memeras: para pemain kita benar-benar sudah ~ tenaga demi mempertahankan piala kejuaraan
kuratif ku.ra.tif [a] (dapat) menolong menyembuhkan (penyakit dsb); mempunyai daya untuk mengobati: daya -- dr sinar matahari dan air laut telah lama dikenal orang
kurungan ku.rung.an [n] (1) tempat untuk mengurung; sangkar; kandang burung; (2) penjara: ia meringkuk dl ~ selama 12 tahun; (3) ruang yg diberi berdinding; bilik (di perahu): ~ di haluan kapal; (4) Ikn wadah pemiaraan ikan yg biasanya diletakkan di sungai (danau dsb)
label la.bel [n] (1) sepotong kertas (kain, logam, kayu, dsb) yg ditempelkan pd barang dan menjelaskan tt nama barang, nama pemilik, tujuan, alamat, dsb; (2) etiket; merek dagang; (3) petunjuk singkat tt zat yg terkandung dl obat dsb; (4) petunjuk kelas kata, sumber kata, dsb dl kamus; (5) catatan analisis pengujian mutu fisik, fisiologis, dan genetik dr benih dsb
lajur la.jur [n] (1) deret beberapa benda (orang dsb) yg merupakan baris atau banjar: empat -- buku-buku baru yg disusun rapi di rak bukunya menambah semarak ruangan itu; (2) kolom (dl surat kabar dsb): halaman surat kabar itu terbagi atas sembilan --; (3) baris tebal memanjang (pd kain dsb): kain putih dng -- hijau; (4) ark baris; garis (pertahanan): -- pertahanan yg terdepan telah dihujani dng tembakan artileri
lambat lam.bat [a] (1) perlahan-lahan (geraknya, jalannya, dsb); tidak cepat: orang buta -- jalannya; (2) memerlukan waktu banyak: ia bekerja sangat --; biar -- asal selamat; (3) tidak tepat pd waktunya; ketinggalan: arlojiku -- lima menit; ia biasa pulang --
lambat banget [cak] lambat laun; lama kelamaan
lampas lam.pas [ark a] (1) halus: -- suaranya; (2) mudah tersinggung; lekas marah: orang itu terlalu -- [a] suka mengatakan sesuatu dng tidak berpikir panjang; lepas mulut: belum pernah selama ini aku berjumpa dng perempuan begitu -- dan kasar
lampiran lam.pir.an [n] (1) sesuatu yg dilampirkan; tambahan pd surat (lamaran, keputusan, dsb); (2) lembar tambahan pd surat kabar
lamun la.mun , me.la.mun v termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana [ark p] (1) tetapi; namun: biarpun sukar, -- tugas itu harus diselesaikan juga; (2) biarpun; meskipun: angin ribut melanda perahu kami, -- demikian kami masih dapat selamat; (3) asal(kan); jikalau: ia hendak datang menghadap, -- Tuanku panggil akan dia [Mk v] me.la.mun v (1) menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan: ~ barang bekas di gudang; (2) menggenangi; meliputi (spt air menutupi karang)
landasan lan.das.an [n] (1) alas; bantalan; paron (alas untuk menempa, terbuat dr besi); (2) lapangan terbang: pesawat kami mendarat di ~ dng selamat; (3) ki dasar; tumpuan: ~ hukum negara kita ialah Pancasila dan UUD 45
landung napas tahan berlari lama (tidak cepat terengah-engah)
landur lan.dur [a] terjurai panjang (tt lengan baju, tali, dsb); landung [a] berasa lemah pd lutut (krn terlalu lama berdiri dsb)
langsung lang.sung [adv] terus (tidak dng perantaraan, tidak berhenti, dsb): berlayar -- dr Jakarta ke Manado; tindakan yg -- mengenai kepentingan umum; (2) v berlanjut (hingga beberapa lamanya, hingga jauh, dsb): pertikaian itu -- hingga kini; (3) v lewat dr tujuan: -- dr sasarannya; (4) v jadi (tidak urung): pertandingan tidak -- krn hujan
lanjut lan.jut [a] (1) tua; berumur: usianya sudah -- , anak cucunya sudah banyak; (2) panjang (perundingan, pembicaraan, dsb): saya jemu mengikuti pembicaraan yg -- spt itu; (3) tidak tanggung; terus: dia berusaha agar sekolah anaknya --; (4) lama; usang: bangunan itu sudah --; (5) tinggi; dalam: ilmunya sudah --
lanjutan lan.jut.an [n] (1) sambungan (percakapan, cerita, dsb): ~ cerita ini ada pd halaman berikutnya; (2) yg berikutnya: kursus ~
lapat-lapat la.pat-la.pat [Jk a] tidak nyata kedengaran (kelihatan); lamat-lamat; sayup-sayup
lapuk la.puk [a] (1) bercendawan krn sudah lama: keranjang bambu ini sudah --; (2) rusak; busuk (krn sudah tua): rumah ini roboh krn tiang-tiangnya sudah --; (3) berhubungan dng penghancuran bahan yg berasal dr tumbuhan dan binatang oleh aktivitas jamur dan jasad renik lain; (4) ki ketinggalan zaman; usang; kolot: orang tua itu masih menganut paham yg sudah -- [Mk v] ber.la.puk-la.puk v (bunyi) bertepuk tangan
larat la.rat [v] (1) hanyut dan tidak menyangkut: sauh kapal itu -- hingga tidak dapat mengait dasar laut; (2) bertambah jauh (panjang, luas, mendalam, dsb): sakitnya bertambah --; kalau tidak kuat, -- jadi penyakit; (3) pergi jauh meninggalkan kampung halaman; mengembara; merantau: kita telah lama -- ke negeri orang untuk mencari peruntungan; (4) ki sedih sekali; melantur-lantur (tt perasaan dan pikiran): -- pikirannya; (5) ki terharu (tt perasaan); iba: -- hatinya mendengar perkataan anak itu [ark a] dapat; mampu; sanggup [n] anggrek, Dendrobium phalaenopsis
lari la.ri , la.ri-la.ri n rumput yg tingginya mencapai 90 cm, akarnya sangat kuat; Spinifex squarrosus [v] melangkah dng kecepaatn tinggi: setelah ketahuan, pencuri itu -- pontang-panting; (2) v hilang; lenyap: -- semangatnya ; (3) v pergi (keluar) tidak dng cara sah (baik-baik); kabur: banyak tahanan yg -- dr penjara; (4) v pergi (berpindah) untuk menyelamatkan diri: krn takut ditangkap, pencuri itu -- ke luar kota; (5) n arah; tujuan: polisi membuntuti ke mana -- nya penjahat itu; (6) n cak panjang suatu bidang: ruang itu -- nya empat meter; (7) v bergeser: pasangan ubinnya -- 1 cm
larut la.rut [a] (1) hanyut semakin jauh; (2) bertambah lama; (jauh dsb): sementara waktu bertambah -- , dia belum bebas juga; (3) makin bertambah: kian hari penyakitnya kian --; (4) menjadi cair; luluh; hancur: garam cepat -- dl air; (5) asyik; tenggelam: krn sepi mencengkam kami, -- dl pikiran masing-masing [n] tumbuhan palma; sagu belanda; Maranta arundinacea
latar la.tar [n] (1) permukaan; (2) halaman; (3) rata; datar; (4) dasar warna (pd kain dsb); (5) Sas keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dl karya sastra; (6) keadaan atau situasi (yg menyertai ujaran atau percakapan); (7) Sen dekor pemandangan yg dipakai dl pementasan drama, spt pengaturan tempat kejadian, perlengkapan, dan pencahayaan
latihan jabatan la.tih.an jabatan [Adm] latihan untuk meningkatkan mutu, keahlian, kemampuan, dan keterampilan (dilakukan setelah dan selama menduduki jabatan atau pekerjaan tertentu)
laun-laun la.un-la.un [adv] ~ hari sesudah beberapa hari lamanya; beberapa hari yg lalu
laut bebas perairan laut yg tidak termasuk, baik laut teritorial maupun laut pedalaman dr suatu negara
lawan la.wan [n] imbangan; bandingan; tandingan: permata seindah ini payah dicari -- nya; (2) n pasangan; teman: wanita -- nya mengibing terus mendampinginya semalaman; (3) n musuh; seteru: krn marahnya, dia mengamuk tanpa membedakan kawan dan --; (4) n kebalikan; yg bertentangan: -- kata 'kaya' ialah 'miskin'; (5) v menentang; menghadapi; berbanding: usul itu diterima dng 20 suara -- 3 suara
lawas la.was [Mk a] luas , me.la.was v mulai habis (tt buah-buahan dsb): buah rambutan sudah ~ krn musimnya hampir habis [Jw a] (1) lama; (2) tua
lawat la.wat, me.la.wat [v] (1) bepergian mengunjungi negeri lain: ~ ke negara lain akan menambah pengetahuan dan pengalaman; (2) datang menjenguk (orang meninggal dsb); melayat
layanan wisata la.yan.an wisata kegiatan yg bertujuan memberikan kemudahan, kenyamanan, atau keselamatan kpd pengunjung selama tinggal dan dl setiap acara kunjungannya di kawasan pelestarian
layu bunga [ki] sudah agak lama, tetapi masih baik (tt sayuran dsb)
Lebaran Le.ba.ran [n] hari raya umat Islam yg jatuh pd tgl 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan; Idulfitri
lega le.ga [a] (1) lapang; luas; tidak sempit: halaman rumahnya cukup -- untuk tempat bermain keempat anaknya; (2) tidak sesak; kosong: mari kita pindah ke gerbong belakang, di sana --; (3) berasa senang (tenteram); tidak gelisah (khawatir) lagi: saya merasa -- mendengar kabar bahwa istri saya telah melahirkan dng selamat; (4) senggang; tidak sibuk: minggu ini aku agak --
legendaris le.gen.da.ris [a] menurut atau spt legenda; terkenal spt dl legenda: Hang Tuah, seorang tokoh -- dl sastra lama
lekas le.kas [adv] cepat; segera; tidak berlama-lama; dl waktu yg singkat: kalau kita kerjakan beramai-ramai, pekerjaan ini -- selesai; ia -- marah
lekat-lekat le.kat-le.kat [v] (1) lekat; (2) ki tidak berantara; terus-menerus; berlama-lama (tt pandangan): dia memandangku ~
lempaung lem.pa.ung [n] (1) pohon yg buahnya masam, tumbuh di daerah pedalaman, kayunya untuk tiang-tiang rumah; Baccaurea laceolata; (2) buah lempaung
lena le.na [a] (1) nyenyak; (2) tidak sadar; lengah; lali; (3) lama: tidak -- antaranya; (4) lambat-lambat: meminta (bermohon) berjalan --
lengas bebas [Min] kandungan air pd batu bara, yg akan hilang apabila dibiarkan pd udara bebas selama 24 jam atau dipanaskan di atas temperatur ruang
lereng kritis sudut antara garis horizontal (mendatar) dan lereng maksimum suatu tanah krn proses alami (dl tanah); (2) lereng yg akan memelihara keseragaman aliran pd kedalaman kritis di suatu saluran (dl hidrolika)
libur pajak bebas dr kewajiban membayar pajak untuk sementara yg diberikan oleh negara kpd suatu perusahaan selama jangka waktu tertentu (maksimal 5 tahun)
licurai li.cu.rai [n] tarian selamat datang (di Timor Timur)
lignotuber lig.no.tu.ber [n Bot] terubusan dr pangkal batang yg siap menggantikan batang lama apabila mati
lilin paskah lilin besar yg diberkati pd upacara malam Paskah, dan dinyalakan sbg lambang Kristus yg bangkit dr kematian selama masa Paskah, ditempatkan di samping meja altar dinyalakan pd setiap upacara liturgi sesudah hari raya Pantekosta yg merupakan penutup masa Paskah, dipadamkan setelah pembacaan Injil dl masa terakhir hari tsb
limnetik lim.ne.tik [n] perairan terbuka (yg tidak dibatasi tepian danau atau kolam) dr permukaan air sampai ke pedalaman tempat intensitas cahaya mencapai nilai yg menjadikan fotosintesis seimbang dng respirasi
lindung lin.dung , ber.lin.dung v (1) menempatkan dirinya di bawah (di balik, di belakang) sesuatu supaya tidak terlihat atau tidak kena angin, panas, dsb; bersembunyi: prajurit itu ~ di balik timbunan karung berisi pasir; perahu nelayan ~ di balik pulau; (2) bersembunyi (berada) di tempat yg aman supaya terlindung; (3) minta pertolongan kpd Tuhan Yang Mahakuasa supaya selamat atau terhindar dr godaan, bencana, dosa: melainkan Tuhan jualah tempat kita ~ [n] belut
lipur li.pur [v] (1) hilang; lenyap; hapus: lama-kelamaan nama itu -- dr ingatannya; (2) hilang sedihnya; terhibur hatinya: sampai sekarang hatinya belum -- juga
litoral li.to.ral [n] (1) daerah pantai yg terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah; (2) vegetasi yg tumbuh di lingkungan atau kedalaman laut antara garis pandang mata
logika induktif alur berpikir yg menarik kesimpulan mulai dr pengalaman empiris menuju kpd yg umum atau general
lomba lom.ba [n] (1) adu kecepatan (berlari, berenang, dsb): dl rangka memperingati Hari Proklamasi, desa kami mengadakan -- lari karung untuk anak-anak dan orang dewasa; (2) adu keterampilan (ketangkasan, kekuatan, dsb): ia telah keluar sbg juara pertama dl -- deklamasi tingkat Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta
loneng lo.neng [Jk n] (1) kelek-kelek (pd jembatan dsb); langkan; (2) tembok rendah di depan halaman rumah
longitudinal lo.ngi.tu.di.nal [n] metode penelitian yg didasarkan pd masa tertentu yg relatif lama untuk mengetahui karakter tertentu
lubuk lu.buk [n] bagian yg dalam di sungai (laut, danau, dsb): menangkap ikan di --; (2) n berlekuk dalam; jeluk: piring --; pinggan --; (3) a Hid daerah hidrosfer yg kedalamannya dapat mencapai 6.000 kaki atau lebih di lautan dan 1.000 kaki atau lebih di danau dan yg tidak tertembus oleh cahaya matahari
lumpuh lum.puh [a] (1) lemah dan tidak bertenaga atau tidak dapat bergerak lagi (tt anggota badan, terutama kaki): kakinya -- setelah menderita sakit panas yg lama; (2) ki tidak berjalan (berlangsung) sebagaimana mestinya: akibat perang saudara yg berlarut-larut perekonomian negara itu -- sama sekali
lungsung lung.sung , me.lung.sung v menanggalkan cangkang lama dan menumbuhkan cangkang baru yg lebih besar; berganti kulit (untuk ular dsb)
lungsur lung.sur [v] me.lung.sur v meluncur turun; longsor [Jw v] lung.sur.an n pakaian bekas (barang lama dsb)
lupa lu.pa [v] (1) lepas dr ingatan; tidak dl pikiran (ingatan) lagi: krn sudah lama, ia -- akan peristiwa itu; (2) tidak teringat: dia -- membawa buku tulis; (3) tidak sadar (tahu akan keadaan dirinya atau keadaan sekelilingnya, dsb): semenjak jatuh dia sering -- akan keadaan sekelilingnya; (4) lalai; tidak acuh: jangan -- akan kewajibanmu
luruh bulu [Tern] pelepasan bulu yg lama untuk diganti dng bulu yg baru
luruh bulu paksa [Tern] peluruhan bulu lama secara paksa dan menumbuhkan bulu baru supaya setiap ekor dl kelompok unggas bersama-sama istirahat bertelur dan bertelur kembali
lut [kl a] dapat terluka oleh senjata; tidak kebal terhadap senjata; lelap; mempan: orang itu tidak -- oleh senjata tajam [a cak] batu (timah dsb) yg digantungkan pd tali untuk menduga kedalaman laut dsb; batu anting; batu duga
madik ma.dik [n Huk] utusan pihak laki-laki untuk melamar gadis (dl adat Palembang)
magang ma.gang [n] (1) calon pegawai (yg belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah krn dianggap masih dl taraf belajar): (2) calon ahli: ia sudah cukup lama menjadi -- di kantor itu [a] (1) terlalu masak (tt buah-buahan); ranum; (2) hampir masam (tt nira)
mahang ma.hang [n] pohon yg tidak terlalu tinggi, kayunya lunak dan tidak tahan lama; Macaranga pruinosa, jenisnya bermacam-macam, spt -- api, -- bayan, Macaranga javanica; -- damar, -- kukur, Macaranga triloba
makam ma.kam [n] (1) kubur: mengantarkan jenazah ke --; (2) pekuburan [ark n] tempat tinggal; kediaman [n Tas] jalan panjang yg berisi tingkatan yg harus ditempuh oleh seorang sufi, yg penuh dng berbagai kesulitan dan memerlukan usaha yg sungguh-sungguh sehingga tercapai keadaan yg tetap menjadi milik pribadi orang sufi [n] , -- Ibrahim pahatan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim a.s. ketika membangun Kakbah, terdapat dl Masjidilharam [n] kedudukan mulia (tinggi): ia mengakui belum sampai pd -- untuk bisa memahami konsep ulama besar itu secara rasional
makan arwah selamatan memperingati orang yg telah meninggal
makan asam garam [ki] sudah berpengalaman dl hidup
main ma.in [v] (1) melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dng menggunakan alat-alat tertentu atau tidak): -- bola; -- kelereng; -- cari-carian; (2) cak melakukan perbuatan untuk bersenang-senang (dng alat-alat tertentu atau tidak): anak-anak sedang -- di halaman; (3) berjudi: sepanjang hari kerjanya hanya -- domino; (4) dl keadaan berlangsung atau mempertunjukkan (tontonan dsb): filmnya sudah --; (5) bertindak sbg pelaku dl sandiwara (film, musik, dsb): dia sering ikut -- dl pementasan drama di sekolah; (6) berbuat serong: saya benci kpd laki-laki yg suka -- dng perempuan lain; (7) bekerja, bergerak, berputar, dsb secara sepatutnya (tt mesin dsb): jarum jamnya sudah tidak -- lagi; (8) cak berbuat sesuatu dng sesuka hati; berbuat asal berbuat saja: jangan -- pinjam saja, pikirkan juga bagaimana cara mengembalikannya; kalau sudah marah, ia suka -- pukul saja; (9) cak menjalankan usaha (taksi, becak, dsb); mencari nafkah dng: dulu -- becak, sekarang -- taksi; (10) cak selalu menggunakan (memakai): sekarang dia sudah tidak mau naik bus, -- taksi melulu
makan beku makanan yg diawetkan dng proses pembekuan sehingga tahan lama
makan ma.kan [v] memasukkan makanan pokok ke dl mulut serta mengunyah dan menelannya: mereka -- tiga kali sehari; (2) v memasukkan sesuatu ke dl mulut, kemudian mengunyah dan menelannya: ia sedang -- pisang; (3) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan mengunyah-ngunyahnya: Nenek sedang -- sirih; (4) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan menelannya: pasien harus -- pil; (5) v mengisap: -- candu; (6) v memakai; memerlukan; menghabiskan (waktu, biaya, dsb): pembangunan jembatan ini -- waktu lama; upacara adat itu -- ongkos besar; (7) v menyerang, mematikan, mengambil (dl permainan catur): gajah -- bidak putih; (8) v bekerja sebagaimana mestinya (tt rem, gigi roda, dsb); (9) v melukai: air keras itu -- kulit; (10) v mengenai; menembus: ditembaknya tiga kali, tetapi tidak --; (11) v memperoleh sesuatu; mencapai sesuatu: layarnya tidak -- , tidak memperoleh angin [n] tempat berlindungnya hati dan kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yg disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani
makan mengapung [Ikn] makanan ikan yg dihasilkan dng proses ekstrusi dan dng temperatur dan panas yg tinggi sehingga akan terapung di permukaan air untuk waktu yg lama
makan sirih sama waktunya dng orang makan sirih; (2) ki sebentar; tidak lama
makan umur [ki] telah lama hidup; sudah tua
makan waktu memerlukan waktu yg lama
makbul mak.bul [Ar v] (1) diluluskan (tt permintaan, doa); terkabul: mudah-mudahan doa Ananda --; (2) berhasil; tercapai (tt maksud): selama cita-citanya belum -- , ia tidak akan pulang ke kampung; (3) manjur (tt obat, guna-guna, dsb): semoga obatnya --
maklumat mak.lu.mat [n] (1) pemberitahuan; pengumuman: rakyat menyambut -- itu dng gembira; (2) pengetahuan; mualamat: mereka tidak mempunyai -- yg cukup atas segala hal yg bersangkut paut dng perkataan itu
makna konotasi [Ling] makna (nilai rasa) yg timbul krn adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi
makurung ma.ku.rung [Bl n] hukuman berupa tahanan rumah selama 15 hari krn tidak ikut serta dl kerja bakti
makyong mak.yong [n] seni teater tradisional dr Pulau Bintan, Riau, yg dilakukan baik siang maupun malam selama kira-kira tiga jam, dng pelaku kurang lebih lima belas orang pria dan wanita yg semuanya memakai topeng dan canggai
malam syukuran selamatan (pd malam hari) untuk mengucapkan atau menyatakan rasa syukur atas suatu peristiwa
maleman ma.lem.an [n] selamatan atau kenduri pd malam tanggal ganjil pd bulan Puasa (Ramadan) tanggal 20 tibanya Lebaran: pd waktu yg disebut -- itu penduduk banyak yg mengadakan kenduri
malim ma.lim [n] (1) orang alim; ulama; guru agama Islam; (2) pemimpin; penunjuk jalan; (3) pawang
malu ma.lu [a] (1) merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) krn berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb): ia -- krn kedapatan sedang mencuri uang; aku -- menemui tamu krn belum mandi; (2) segan melakukan sesuatu krn ada rasa hormat, agak takut, dsb: murid yg merasa bersalah itu -- menemui gurunya; tidak usah -- untuk menanyakan masalah itu kpd ulama; (3) kurang senang (rendah, hina, dsb): ia berasa -- berada di tengah-tengah orang penting itu
manakala ma.na.ka.la [p] kata penghubung untuk menandai syarat (waktu); apabila; bilamana: -- pengendara mobil mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak akan terjadi kecelakaan
mandai man.dai [n] nama pohon [v] melamar gadis yg dilakukan sendiri oleh pemuda (di Kalimantan)
mandala man.da.la [n kl] (1) wilayah kekuasaan lembaga keagamaan; (2) bulatan; lingkungan (daerah) [n] alat yg digunakan untuk melakukan konsentrasi selama bersemadi, berbentuk lukisan di atas kain atau lukisan di atas tanah yg digambari dng taburan beras berwarna
manifes ma.ni.fes [n] (1) pernyataan terbuka tt tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok; manifesto: -- Kebudayaan; (2) daftar isi muatan yg diangkut kapal, yg memuat jumlah merek dan nomor barang muatan, nama pengirim, serta alamat yg dituju; konosemen; surat muatan
marhaban mar.ha.ban [Ar n] (1) kata seru (afektif) untuk menyambut atau menghormati tamu (yg berarti selamat datang); (2) lagu puji-pujian (yg dinyanyikan pd perayaan Maulid Nabi Muhammad saw., dng diiringi rebana)
markah lambung timbul [Kap] tanda pd lambung kiri dan kanan kapal yg berupa lingkaran dan garis-garis serta huruf-huruf untuk menunjukkan garis muat maksimum yg diizinkan menurut peraturan keselamatan
masa bunting [Tern] lama waktu bunting, yaitu dr saat terjadinya pembuahan sampai hewan beranak
masa menyusu [Tern] waktu selama anak menyusu pd induk
masa peralihan jangka waktu selama proses berpindah dr satu keadaan ke keadaan yg lain
masa pertunjukan jumlah pertunjukan atau lamanya pementasan drama dsb
masa tenggang waktu penanggungan pengembalian pokok pinjaman dan/atau bunga selama jangka waktu tertentu, guna mencapai akselerasi penanaman modal
masak malam [pb] suatu hal yg telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah
mana ma.na [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan salah seorang atau salah satu benda atau hal dr suatu kelompok (kumpulan): rumah -- yg kosong?; (2) (di belakang di, dari, ke) kata tanya untuk menanyakan tempat: di -- buku saya?; engkau dr -- ?; orang -- , orang berasal dr mana; (3) kata untuk menanyakan keadaan atau cara sesuatu: macam -- , spt apa keadaannya (caranya); bagaimana; (4) kata ganti untuk menyatakan tempat yg tidak tentu: di -- ada asap, di situ ada api; di -- mungkin (perlu), kalau mungkin (perlu) [n] tenaga hidup yg tidak berpribadi dan ada pd manusia, binatang, tumbuhan, dan segala macam benda, biasanya untuk jimat atau fetis, serta membawa keberuntungan bagi pemiliknya, tetapi akan menimbulkan kerugian bagi orang yg tidak menghiraukannya (menurut pandangan orang Melanesia) [n] (1) keuntungan atau manfaat yg datang tiba-tiba; (2) makanan yg diterima orang Israel dl perjalanan mereka di padang gurun (dl Kitab Perjanjian Lama)
mandat man.dat [n] (1) perintah atau arahan yg diberikan oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dsb) kpd seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dng kehendak orang banyak itu: kongres memberikan -- kpd pengurus lama untuk meneruskan tugasnya; (2) kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dr suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tsb: MPR memberikan -- kpd Presiden untuk menjalankan kekuasaan tertinggi negara; (3) instruksi atau wewenang yg diberikan oleh organisasi (perkumpulan dsb) kpd wakilnya untuk melakukan sesuatu dl perundingan, dewan, dsb: organisasi itu telah memberikan -- kpd ketua untuk ikut berunding; (4) surat perintah bayar: pegawai belum dapat menerima gaji krn -- nya belum ditandatangani oleh pejabat yg berwenang; (5) perwakilan atas suatu wilayah yg diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa; pemberian kekuasaan: Jepang diberi -- untuk mengurus kepulauan bekas jajahan Jerman di Pasifik
masak masai sudah berpengalaman; ulung
masih berbau pupuk jeringau [pb] masih muda sekali (belum berpengalaman)
masih hijau [ki] belum berpengalaman
maskot mas.kot [n] orang, binatang, atau benda yg diperlakukan oleh suatu kelompok sbg lambang pembawa keberuntungan atau keselamatan
maslahat mas.la.hat [Ar n] sesuatu yg mendatangkan kebaikan (keselamatan dsb); faedah; guna: pelebaran jalan itu membawa -- bagi penduduk
masyarakat tradisional masyarakat yg lebih banyak dikuasai oleh adat-istiadat yg lama
mati ibu kematian ibu yg disebabkan oleh proses reproduksi (krn kehamilan, persalinan, dan masa nifas atau komplikasinya) yg terjadi di antara penduduk selama satu tahun
maulana mau.la.na [n] (1) Isl gelar kehormatan untuk Tuhan (sbg pelindung penolong); gelar kehormatan untuk para nabi (sbg pembimbing umat); (2) gelar kehormatan bagi ulama besar atau sufi; (3) tuan kita: pakaian anak raja --
maulhayat ma.ul.ha.yat [n] air hidup; air yg menyebabkan hidup selama- nya
mel [v cak] memberitahukan; menyebutkan (nama, alamat, dsb); melaporkan diri: sebelum masuk harus -- dulu kpd penjaga pintu; setelah bebas ia harus -- dua kali seminggu ke kantor polisi
melakonkan me.la.kon.kan [v] (1) memainkan lakon (sandiwara): pertunjukan ketoprak itu ~ "Bende Mataram"; (2) mengarang (menyadur) cerita menjadi lakon sandiwara: dia ~ cerita Sandyakalaning Majapahit; (3) memainkan sebuah cerita sbg sandiwara: murid-murid kelas tiga ~ cerita yg terdapat dl buku bacaan itu; (4) menceritakan: film itu ~ seorang gadis Yahudi yg berusaha menyelamatkan diri dr pengejaran tentara Nazi
melampirkan me.lam.pir.kan [v] mengikutsertakan pd yg lain; memberi lampiran: ia harus ~ salinan ijazah, surat keterangan kelakuan baik, dsb pd surat lamarannya
melandas me.lan.das [v] (1) mendarat (tt pesawat terbang): setelah terbang selama 6 jam, pesawat kami ~; (2) tumbuh ke arah bawah, msl akar gantung pd pohon beringin
melarikan diri me.la.ri.kan diri menyelamatkan diri
melarikan nyawa me.la.ri.kan nyawa menyelamatkan nyawa
melati me.la.ti [n] (1) tumbuhan perdu suku Rubiaceae, sering ditanam di halaman rumah, warna bunganya putih berbentuk bintang, terletak pd tandan kecil, berbau sangat harum, sering digunakan dl berbagai upacara adat, spt perkawinan, juga pd waktu ada kematian; Jasminum sambac; (2) tanda pangkat perwira menengah dl ketentaraan dan kepolisian
melaun-laun me.la.un-la.un [v] melambat-lambatkan; melama-lamakan; berlama-lama
melegenda me.le.gen.da [v] menjadi legenda: kisah kepahlawanan pejuang itu ~ di kampung halamannya
melepaskan untung me.le.pas.kan untung [ki] menyelamatkan diri: dl keadaan kacau kami terpaksa ~ untung sendiri-sendiri
melihat arus me.li.hat arus menyesuaikan diri dng situasi (politik, pendapat, dsb) untuk keselamatan diri
melimpah me.lim.pah [a] (1) melembak tumpah krn sangat penuh; meluap: pd musim hujan air sungai itu ~ menggenangi sawah di sekitarnya; (2) berlebih-lebih; banyak sekali: makanan yg lezat-lezat ~ di pesta itu; (3) kl datang banyak-banyak (tt pemberian, cinta kasih, dsb): kebaikan Tuan yg ~ kpd kami sekalian tiada kami lupakan selama-lamanya
melindungi me.lin.dungi [v] (1) menutupi supaya tidak terlihat atau tampak, tidak kena panas, angin, atau udara dingin, dsb: anak itu ~ dirinya dng daun pisang supaya tidak kehujanan; (2) menjaga; merawat; memelihara: pemerintah ~ binatang yg hampir punah; (3) menyelamatkan (memberi pertolongan dsb) supaya terhindar dr mara bahaya: induk ayam itu ~ anaknya thd serangan burung elang
melodrama me.lo.dra.ma [n] (1) pergelaran, spt sandiwara atau film, dng lakon yg sangat sentimental, mendebarkan, dan mengharukan, yg lebih mengutamakan ketegangan dp kebenaran; (2) Sas lakon modern yg serius, tetapi yg belum dapat disebut sbg drama duka; (3) pergelaran seni deklamasi yg diiringi musik
memacari me.ma.cari [v] menjadikan sbg pacar; mengencani: sudah lama ia ~ gadis itu
memagarkan me.ma.gar.kan [v] (1) menggunakan (sesuatu) untuk pagar: tukang kebun ~ pohon kemuning di halaman depan rumah itu; (2) memasangkan pagar: anak-anak sedang ~ kebun sayur-sayuran Paman
memakai me.ma.kai [v] (1) mengenakan: ~ baju kebaya; ~ pending emas; ~ jas hujan; (2) menggunakan; mempergunakan (dl arti yg luas): ~ huruf Braille; (3) mematuhi; mengindahkan: ~ aturan permainan; (4) memerlukan; menghabiskan: pembangunan gedung itu ~ biaya yg besar; (5) naik; menumpang: ~ pesawat terbang; (6) mempekerjakan: ia ~ dua orang pembantu; (7) mengikuti: penduduk daerah itu masih ~ adat lama
melepaskan me.le.pas.kan [v] (1) menjadikan lepas (tidak terikat, keluar dr kurungan, dsb): saya selalu ~ binatang piaraan saya, tidak pernah mengurungnya dl kandang; (2) ki mencurahkan (tt cinta kasih, isi hati, rindu): dia datang kemari untuk ~ rindunya kpd keluarga kami; (3) ki membalas (tt dendam, sakit hati): mereka melakukan kekejaman itu sekadar untuk ~ dendamnya kpd orang itu; (4) ki melancarkan (tt kecaman, serangan, tuduhan): ia selalu ~ kritik membangun kpd pihak yg berwenang; (5) ki membuang, menghilangkan, atau meninggalkan (tt suatu harapan, maksud, tuntutan): berusaha ~ niat yg kurang baik; (6) ki membiarkan lepas (tt anak panah dr busur): ia ~ anak panah agar mengenai sasarannya; (7) ki menyelamatkan atau menghindarkan (dr bahaya): kita harus berusaha ~ diri dr bahaya narkotika; (8) ki menjadikan puas (tt rasa hati); memuaskan: ia menjerit sekeras-kerasnya sambil memukul dinding tembok kamarnya untuk ~ kekesalan hatinya
memaksimalkan me.mak.si.mal.kan [v] menjadikan maksimal; menjadikan sebanyak-banyaknya: pemerintah -- daya angkut kereta api dan bus selama hari raya
memancing me.man.cing [v] (1) menangkap ikan dng pancing; mengail; (2) ki memberikan sesuatu untuk memikat orang lain sehingga dapat memperoleh apa yg diinginkannya: kupon berhadiah yg dikeluarkan itu bertujuan ~ pembeli; (3) ki mengadakan provokasi supaya terjadi perkelahian (pertempuran, permusuhan, dsb): ~ perkelahian; (4) ki menuangi air (bensin) pd pompa supaya air (bensin) dapat keluar: ~ pompa air; (5) ki mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan keterangan atau data yg diperlukan: polisi ~ tertuduh dng pertanyaan-pertanyaan; (6) ki menjebak dng umpan untuk mendapatkan keuntungan bagi pihaknya: untuk menyelamatkan posisi raja yg terancam dl permainan catur itu, ia ~ lawan dng mengorbankan sebuah kudanya
memandang me.man.dang [v] (1) melihat dan memperhatikan (biasanya arah dan jaraknya tetap): jika engkau ~ nya lebih lama, makin jelas kecantikannya; sejauh-jauh mata ~; (2) menganggap; memperlakukan (sbg): kami ~ dia sbg anggota keluarga; ~ enteng (ringan, gampang); (3) mempedulikan; memperhatikan; mengingat (akan): tidak ~ bangsa (bulu, orang); (4) menyegani; menghargai: masyarakat ~ dia krn budi, amal, dan jasanya
memangku me.mang.ku [v] (1) menaruh sesuatu di atas paha antara pangkal paha dan lutut atau di atas lengan antara lengan atas dan siku dipatahkan (hampir spt memeluk); meriba: ia ~ anaknya yg sedang menangis; (2) memeluk (agama dsb); memendam (cita-cita dsb): rakyat Indonesia ~ berbagai agama (Islam, Kristen, Buddha, dsb); ~ cita-cita luhur; (4) menyelenggarakan atau mengelola (negara, pemerintahan, dsb): ~ negeri; (5) mewakili (sbg wali): lima tahun lamanya ia ~ Sultan yg masih kecil (belum dewasa) itu; (6) memegang suatu jabatan: ia ~ jabatan gubernur
memanjat bersengkelit me.man.jat bersengkelit [pb] belum berpengalaman
memanjingkan me.man.jing.kan [v] mempekerjakan di rumah pesirah (bagi orang yg tidak memenuhi kewajiban): pesirah ~ orang itu selama satu bulan krn melalaikan kewajibannya
mematut me.ma.tut [v] (1) mengatur supaya baik; memperbaiki: ia ~ kata yg kurang tepat pemakaiannya; (2) berdandan dsb supaya elok rupanya; bersolek: lama ia ~ dirinya di depan kaca
membabati mem.ba.bati [v] (1) menebasi; merambahi (tumbuhan, semak, rumput, dsb): ia sedang -- alang-alang di halaman rumahnya
membadai mem.ba.dai [v] (1) bertiup kencang (tt angin): angin -- semalaman; (2) bagaikan badai; menghebat: serangan yg -- telah mengobrak-abrik pertahanan lawan; (3) kl terbang tinggi: -- burung atas langit, merendah diharap jangan
membahayakan mem.ba.ha.ya.kan [v] (1) mengancam keselamatan; mendatangkan bahaya (kpd): letusan gunung itu -- daerah sekitarnya; (2) mempertaruhkan (nyawanya, kedudukannya): ia bersedia -- kedudukannya demi keadilan
membakat mem.ba.kat [v] (1) menjadi bakat: menipu itu sudah -- baginya; (2) meningggalkan bakat (kesan, bekas): buih air laut yg -- di pantai; jejaknya masih -, ia masih belum lama pergi; (3) memberi alamat akan terjadinya sesuatu; menandakan: yg -- adalah tibanya sinar seminar keemasan sang Dewi Matahari
membalik-balik mem.ba.lik-ba.lik [v] berulang-ulang membalik; menelungkup-telentangkan, membukai (buku dsb): ibu -- kerupuk yg digoreng; lama ia -- buku harian
membaliki mem.ba.liki [v] (1) kembali ke; memulangi: kalau tidak krn malu, sudah lama ia -- istri itu; (2) membelakangi (dl arti berlepas diri, tidak bertanggung jawab lagi): sudah cukup alasan untuk -- perjanjian itu
membangkit batang terendam [pb] mengadakan (memunculkan) sesuatu yg telah lama hilang (spt mengangkat penghulu yg telah lama tidak ada)
membantai mem.ban.tai [v] (1) menyembelih; memotong: ia -- seekor lembu untuk selamatan tujuh hari ayahnya; (2) merusakkan: air bah telah -- habis padi yg sedang menguning di sawah; (3) memukuli kuat-kuat: ia telah -- kepala pencuri itu dng tongkat ruyungnya; (4) ki membunuh secara kejam dng korban lebih dr seorang: para gerilyawan -- semua laki-laki di desa itu
membanting setir mem.ban.ting setir memutar kemudi dng mendadak; (2) ki ganti (pindah, berubah) haluan secara radikal; meninggalkan kebiasaan atau cara lama untuk diganti dng yg baru
membaru mem.ba.ru [a] timbul lagi; muncul lagi: dng perjumpaan itu kenangan lama -- dl ingatannya
membatasi mem.ba.tasi [v] (1) memberi batas; menentukan (menandai dsb) batas: ia -- pekarangan itu dng pancang; (2) menceraikan; mengantarai; menyekat: ia menyisipkan sehelai kertas dl buku itu untuk -- halaman buku yg sudah dibacanya; dl masjid itu dipasang tabir untuk -- ruang wanita dan ruang pria; (3) menentukan banyaknya (besarnya dsb): Pemerintah telah -- impor mobil; (4) menerangkan arti sesuatu dng tepat dan jelas; membuat batasan definisi: sukar -- suatu yg bersifat abstrak; (5) mengurangi; merintangi: orang tua harus mampu -- keinginan anak untuk berfoya-foya
membelakangi mem.be.la.kangi [v] (1) mengarahkan belakang (punggung) kpd: dia duduk -- jendela; (2) ki tidak menghiraukan; meninggalkan; tidak mau tahu lagi: dia -- teman lama krn sudah mendapat teman baru
membelanjai mem.be.lan.jai [v] menanggung belanja seseorang; membiayai: selama sekolah yg -nya adalah pamannya
membeli siaga mem.be.li siaga [Ek] pembeli saham yg baru masuk ketika pemegang yg lama menolak memanfaatkan hak belinya
membenamkan mem.be.nam.kan [v] (1) menyelamkan ke dl air atau lumpur; menenggelamkan: ia berusaha -- korbannya ke dl sungai; (2) ki memasukkan dalam-dalam: krn kedinginan, ia -- tangannya ke dl kantong mantelnya; (3) ki menghilangkan (membekukan, menyembunyikan, atau mendiamkan) perkara, urusan, dsb: mereka mencoba -- perkara korupsi di instansi itu; (4) ki memasukkan (menjebloskan) ke dl penjara dsb: yg berwajib telah -- penjahat itu ke dl penjara selama lima tahun; (5) ki menekan (kesedihan, kemarahan, dsb): ia berusaha -- kesedihannya dgn menyibukkan diri
membentangkan mem.ben.tang.kan [v] (1) menghamparkan (tikar, permadani, dsb): ia -- seluruh tikar untuk duduk-duduk di bawah pohon; (2) mengembangkan; membeber (sayap, kemah, layar, dsb); membabar; (3) menerangkan panjang lebar (pendapat dsb) menguraikan; memaparkan: ia -- makalahnya selama 30 menit
memberakan mem.be.ra.kan [v] mengosongkan lahan (tidak menanami untuk beberapa waktu): selain diminta -- sawah selama dua bulan, para petani juga dianjurkan mengganti padi C dng tanaman jenis lain yg lebih baik
memberkati mem.ber.kati [v] (1) memberi berkat (tt Tuhan): semoga Allah -- usaha kita; (2) mendoakan supaya Tuhan mendatangkan berkah: penghulu itu -- kedua pengantin; (3) mendatangkan kebaikan, keselamatan, dsb: barang curian tidak akan -
memberolahragakan mem.ber.o.lah.ra.ga.kan [v] menjadikan gemar berolahraga: selama tiga bulan ini, rencana kami masih dl rangka -- karyawan
membicarakan mem.bi.ca.ra.kan [v] (1) mempercakapkan; memperkatakan; merundingkan: kita sudah -- perkara itu selama ...; (2) ark memesan: -- tempat
membusung mem.bu.sung [v] (1) menjadi busung (gembung besar): binaragawan itu dadanya --; (2) bertimbun-timbun merupakan gosong: lama kelamaan pasir di sungai itu -- merupakan bukit-bukit kecil di muara
memelihara me.me.li.ha.ra [v] (1) menjaga dan merawat baik-baik: ~ kesehatan badan; ~ orang sakit; ~ anak bini; (2) mengusahakan dan menjaga (supaya tertib, aman, dsb): ~ keamanan dan ketertiban; (3) mengusahakan (mengolah): ~ sawah ladang; ~ tanam-tanaman; (4) menjaga dan mendidik baik-baik: ~ anak-anak yatim; (5) memiara atau menernakkan (tt binatang): ~ ayam, itik; (6) mempunyai: ~ gundik (bujang dsb); (7) membiarkan tumbuh (tt rambut): ~ kumis (cambang dsb); (8) menyelamatkan; melindungi; melepaskan (meluputkan) dr bahaya dsb: ~ negeri dr bencana; ~ hamba rakyatnya
memerhatikan me.mer.ha.ti.kan [v] (1) melihat lama dan teliti; mengamati; menilik: Simon ~ segala tingkah laku abangnya; (2) merisaukan; mengindahkan
memeriksa me.me.rik.sa [v] (1) melihat dng teliti untuk mengetahui keadaan (baik tidaknya, salah benarnya, dsb): lama ia ~ karangan murid-muridnya; (2) menyelidiki untuk mengetahui sesuatu (untuk mempelajari, mencari pengetahuan, dsb); menelaah (suatu hal, peristiwa, dsb): ia dapat memastikan bahwa darah itu adalah darah manusia setelah ia ~ nya; (3) menanyai orang untuk mengetahui salah tidaknya dsb; mengusut (perkara); mempertimbangkan dan mengadili (perkara): lima orang polisi diberi tugas untuk ~ perkara itu; (4) mengontrol; mengawasi; mengamati: tamu agung itu turun dr pesawat terbang lalu ~ barisan kehormatan
memersuasi me.mer.su.a.si [v] membujuk secara halus; meminta agar meyakini: saya menunggu cukup lama mencoba ~ dia
memicing me.mi.cing [v] (1) memejam(kan) (mata); (2) tidur: semalam-malaman aku tidak dapat ~ mata sedikit pun
memijar me.mi.jar [v] menjadi berpijar; memercikkan nyala api: lama-kelamaan besi yg dibakar itu mulai ~
memilih-milih me.mi.lih-mi.lih [v] (1) terlampau menghendaki yg sesuai dng keinginan: ia sangat ~ sehingga belum juga beristri walaupun usianya sudah lebih dr empat puluh tahun; (2) terlampau teliti memilihnya sehingga sukar mendapat yg cocok: lama benar ia ~ kemeja itu
memoar me.mo.ar [n] (1) kenang-kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yg ditulis dng menekankan pendapat, kesan, dan tanggapan pencerita atas peristiwa yg dialami dan tt tokoh yg berhubungan dengannya; (2) catatan atau rekaman tt pengalaman hidup seseorang
memorat me.mo.rat [n] legenda alam gaib yg merupakan pengetahuan pribadi seseorang, baik yg dialami sendiri maupun yg didengar dr pengalaman orang lain
memori me.mo.ri [n] (1) kesadaran akan pengalaman masa lampau yg hidup kembali; ingatan; (2) catatan yg berisi penjelasan; (3) peringatan; keterangan: -- jawaban Pemerintah; (4) peranti komputer yg dapat menyimpan dan merekam informasi
memperguraukan mem.per.gu.rau.kan [v] menjadikan sbg bahan pergurauan: dia gemar benar ~ pengalamannya yg lucu itu
memperingati mem.per.i.ngati [v] (1) mengadakan suatu kegiatan (spt pe-rayaan, selamatan) untuk mengenangkan atau memuliakan suatu peristiwa: didirikan sebuah tugu untuk ~ jasa-jasa para pahlawan; (2) mencatat (dl buku catatan): dia selalu ~ kata-kata yg sukar dl buku yg khusus itu; (3) memberi peringatan (teguran, nasihat) supaya ingat akan kewajiban dsb: Ibu ~ pesan Ayah kpd anak-anaknya untuk berdoa sebelum tidur
memperlarat mem.per.la.rat [v] memperpanjang (waktu, pembicaraan, dsb); mengulur-ulur; memperlama
memperoleh mem.per.o.leh [v] mendapat (mencapai dsb) sesuatu dng usaha: rakyat negara itu -- kemerdekaan setelah berjuang satu abad lamanya
mempertahankan mem.per.ta.han.kan [v] (1) mengusahakan supaya tetap tidak berubah dr keadaan semula: ~ tradisi lama; (2) membela; memegang teguh: ia tetap ~ haknya; ~ pendiriannya di muka umum; (3) menjaga atau melindungi supaya selamat: setiap warga negara berkewajiban ~ negara dan bangsa
mempertemukan mem.per.te.mu.kan [v] (1) membawa (menjadikan dsb) supaya bertemu: dia ~ temannya yg akan melamar pekerjaan itu dng atasannya; (2) mengemukakan; memperhadapkan; (3) memperhubungkan; mengontakkan: melalui Titian Muhibah di radio, pembawa acara ~ dua saudara yg sudah puluhan tahun berpisah; (4) menyatukan kembali: Pemerintah berusaha ~ dua keluarga yg sudah terpisah lama; (5) mengawinkan (mempersuamikan, memperistrikan): ayahnya ~ anaknya dng keponakannya
memperumum mem.per.u.mum [v] menjadikan umum; memperluas: ia perlu ~ pengalamannya
memudikkan me.mu.dik.kan [v] menjalankan (perahu dsb) ke arah hulu: para nelayan itu -- perahunya ke daerah pedalaman
memupuh me.mu.puh [v] (1) memukul; (2) menyabung (ayam) lama-lama
memuseumkan me.mu.se.um.kan [v] (1) memasukkan (menyimpankan) ke museum; (2) ki menyimpan dan tidak menggunakannya lagi (tt barang-barang yg sudah terlalu lama digunakan atau tidak pantas lagi digunakan)
memvonis mem.vo.nis [v] (1) menjatuhkan putusan di pengadilan: hakim ~ tertuduh selama dua tahun penjara; (2) ki menuduh melakukan perbuatan melanggar hukum: tidak baik ~ orang yg belum tentu bersalah; masyarakat ~ bahwa saudaranya berbuat asusila
menadbirkan me.nad.bir.kan [v] (1) mengurus dan mengatur; memerintah; mengelolakan: ia ~ negeri itu selama dua puluh tahun; (2) memutuskan: manusia mengikhtiarkan, Allah ~
menahan napas me.na.han napas menghentikan napas beberapa saat lamanya (krn situasi yg mendebarkan dsb)
menahun me.na.hun [v] (1) tinggal sampai satu atau beberapa tahun; (2) lama sekali; (3) (tt penyakit) untuk waktu yg lama (bertahun-tahun); kronis
menaikkelaskan me.na.ik.ke.las.kan [v] menjadikan naik kelas: setelah perundingan selama tiga jam, rapat guru sepakat ~ lima dr enam murid yg semula tidak naik kelas
menakhodai me.na.kho.dai [v] (1) menjadi nakhoda pd; (2) ki mengetuai; mengepalai: dialah yg ~ perusahaan ini selama 25 tahun
menakjubkan me.nak.jub.kan [v] menimbulkan takjub; mengagumkan; mengherankan: dia belum lama belajar bahasa asing, tetapi kefasihannya -- sekali
menandakan me.nan.da.kan [v] (1) menyatakan atau menunjukkan (bahwa): angka rapornya yg baik ~ kerajinan dan kecerdasan otaknya; (2) menjadi tanda (alamat); memberi alamat (bahwa ...): tidak dibalasnya suratmu itu ~ bahwa dia benci kepadamu; (3) menerangkan atau memberitahukan dng tanda (isyarat): tanda panah itu ~ arah jalan yg harus kita tempuh; (4) membuktikan (dng tanda): ia harus ~ bahwa ia benar-benar suami yg sah dr wanita itu
menanti me.nan.ti [v] menunggu: telah lama saya ~ Anda di sini
menantikan me.nan.ti.kan [v] menunggu kedatangan orang atau sesuatu yg akan datang: lama ia ~ ibunya; bus itu ~ calon penumpangnya yg masih harus menyeberang jalan
menawari me.na.wari [v] (1) mengobati dng air yg sudah dimantrai dsb; memantrai; menjampi: Ayah ~ orang yg kesambet dng jampi-jampi; (2) ki membujuk (perempuan): hamba laki-laki yg ~ tunangan atau istri tuannya dihukum cambuk; (3) meredakan hati orang (yg marah, sedih): seorang yg berpengalaman lagi bijaksana tahu ~ hati orang yg sedang marah; (4) membuang racunnya atau bisanya: ia akan ~ gadung itu sebelum memasaknya [v] mengunjukkan seseorang akan sesuatu (dng maksud supaya dibeli, dipakai, dsb): siapa yg ~ mu rumah di kampung itu?
mencangkuli men.cang.kuli [v] mencangkul berkali-kali: ia ~ tanah di halaman samping rumahnya
menceburkan men.ce.bur.kan [v] (1) menjatuhkan (membuang) ke dl air; mencemplungkan (ke dl air): ia ~ mayat orang yg terbunuh itu ke laut; ia ~ diri ke laut; (2) ki ikut berkecimpung dl suatu kegiatan atau usaha: ia belum lama ~ diri dl dunia perfilman
mencocokkan men.co.cok.kan [v] menusukkan; menyematkan [v] (1) membandingkan untuk mengetahui cocok tidaknya (benar tidaknya dsb): ~ alamat yg diberikan; (2) menjadikan cocok (setuju dsb); mengakurkan; menyesuaikan; (3) menyesuaikan jarum jam dng waktu tertentu atau jam lain
mencomeli men.co.meli [v] menggusari dng mencomel; mengomeli: semalam-malaman ia ~ istrinya
mendaftarkan men.daf.tar.kan [v] mencatatkan nama untuk suatu maksud: para pelamar dipersilakan ~ diri pd bagian sekretariat
mendak men.dak [v] mengendap (tt badan); tunduk [Jw v] melaksanakan selamatan tahunan untuk memperingati orang yang telah meninggal
mendapatkan men.da.pat.kan [v] (1) pergi menemui (menjumpai): ia segera berlari ~ suaminya; (2) (dl alamat surat berarti) menjelang kpd: ~ Ayahanda yg tercinta; (3) mendapat; memperoleh: Indonesia telah ~ pasaran minyak di Asia
mendarat men.da.rat [v] (1) turun dr kapal (perahu) dan naik ke darat: sepasukan marinir ~ di Pantai Cilacap; (2) turun ke tanah (tt pesawat terbang): pesawat terbang itu tidak dapat ~ krn kabut sangat tebal; (3) menuju daerah pedalaman: dr Pontianak mereka terus ~; (4) ki mengenai: sebuah pukulan keras ~ di pelipis Muhammad Ali; (5) Mk berjalan di darat: lebih aman kita ~ saja dp naik perahu
mendekam men.de.kam [v] meringkuk; berdekam: selama dua minggu, ia ~ di dl penjara
mendiamkan men.di.am.kan [v] (1) mengusahakan (menjadikan) supaya tidak bersuara (berbicara, menangis, dsb): ibu itu ~ anaknya yg sedang menangis; (2) menghentikan untuk beberapa lama; menjadikan (membiasakan) tidak bergerak: ia biasa ~ dulu adonan roti itu satu malam sebelum dibakar; tidak pernah ~ tangannya, selalu bekerja; (3) membiarkan saja (tidak mau memedulikan, mengurus, dsb): yg berwajib tidak akan ~ perkara korupsi itu
mendoakan men.do.a.kan [v] memohonkan berkat dsb kpd Tuhan (dng membaca atau mengucapkan doa): ia ~ anaknya supaya selamat terhindar dr mara bahaya
menduduki men.du.duki [v] (1) duduk di: jangan ~ bangku orang lain; (2) mendiami atau tinggal di: suku terasing ~ daerah pedalaman; (3) menempati jabatan dsb: ia ~ jabatan penting di luar negeri; (4) merebut dan menempati atau menguasai (negeri, daerah, dsb): dl waktu singkat Jepang dapat ~ Singapura
meneliti me.ne.li.ti [v] memeriksa (menyelidiki dsb) dng cermat: ia ~ pendidikan dan pengalaman kerja calon karyawan
menengkarkan me.neng.kar.kan [v] memperbantahkan; memperdebatkan: agak lama juga suami istri itu ~ masalah anaknya yg kawin lagi
menengok me.ne.ngok [v] (1) menjenguk; mengunjungi: sudah lama kami tidak ~ Nenek; (2) melihat; menonton: mereka senang ~ ke luar jendela itu; (3) menilik; memperhatikan: jika ~ paras mukanya, tentulah ia seorang bangsawan; (4) ki meramalkan: ia pandai ~ peruntungan orang
menentui me.nen.tui [v] (1) memeriksa; mengusut; menyelidiki: jangan tergesa-tesa mengambil tindakan sebelum ~ perkaranya; (2) mencari tahu (tt sesuatu); menanyakan (tt suatu hal): dia datang mau ~ tt diterima tidaknya lamaran keluarganya; (3) (datang, pergi untuk) menengok atau mengetahui: ~ padi di sawah; (4) menyelesaikan (tt utang piutang); menjelaskan
menepatkan me.ne.pat.kan [v] (1) menjadikan tepat; mencocokkan (supaya tepat); menyamakan (supaya pas); (2) menunjukkan (mengerahkan) tepat-tepat; mengalamatkan (surat dsb) kpd; (3) membetulkan; memperbaiki
menetap me.ne.tap [v] bertempat tinggal tetap (di); bermukim di: banyak orang asing ~ di kota dagang itu; ada yg pulang ke kampung halamannya, ada pula yg ~ di kota-kota
mengadimkan me.nga.dim.kan [v] meramalkan; memastikan (tt yg akan datang: saya tidak dapat ~ melainkan hanya berharap agar ia selamat sampai ke tujuan
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
mengadreskan meng.ad.res.kan [v] mengalamatkan (kpd)
mengakak me.nga.kak [v] tertawa nyaring dan lama; tertawa terkakah-kakah; tertawa terbahak-bahak
mengalihtugaskan meng.a.lih.tu.gas.kan [v] memindahkan karyawan (pegawai, pejabat, dsb) dr tugas yg lama ke tugas yg baru: telah diputuskan untuk ~ beberapa pejabat di lingkungan departemen itu
mengamankan meng.a.man.kan [v] (1) menjadikan tidak berbahaya, tidak rusuh (kacau, kemelut, dsb): alat negara telah berhasil ~ daerah yg dilanda kerusuhan; (2) menjadikan tenteram (hati); (3) melindungi; menyelamatkan: penutupan perairan Maluku dimaksudkan untuk ~ kekayaan laut di sekitar kepulauan tsb; (4) menjinakkan (ranjau, granat, meriam); (5) menyimpan atau menyembunyikan supaya tidak diambil orang; (6) menahan orang yg melanggar hukum demi keamanan umum dan keamanan orang itu dr kemungkinan tindakan main hakim sendiri: polisi ~ penjambret itu
mengambang me.ngam.bang [v] (1) mengapung di air; tidak tenggelam: setelah dua hari mayat nelayan yg terbawa banjir itu tampak ~ di muara; (2) terkatung(-katung) di udara: makin lama makin malam dan bulan pun ~ kian bertambah tinggi; (3) ki tidak tetap (tentu): nilai rupiah dibiarkan ~; pikirannya ~ , tidak tentu yg dipikirkan; (4) ki tidak masuk ke suatu golongan (partai, dsb): massa ~
mengamini meng.a.mini [v] (1) mengucap amin ketika mengakhiri doa: serentak yg hadir ~ doa selamat yg dibacakan oleh penghulu; (2) ki mengiakan; menyetujui; membenarkan: mereka ~ saja apa yg dikatakan pemimpinnya
mengampukan meng.am.pu.kan [v] memerintah (negeri, kerajaan): sepuluh tahun lamanya ia ~ negeri itu
mengamputasi meng.am.pu.ta.si [v] memotong anggota badan, terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang: tim dokter bedah terpaksa ~ tangan pasien demi keselamatan jiwanya dr serangan lepra
mengarahkan meng.a.rah.kan [v] (1) menujukan: pasukan itu ~ peluru kendali nuklirnya ke pihak lawan; (2) membimbing (memberi petunjuk): guru sebaiknya ~ anak ke hal-hal yg bersifat positif; (3) menghadapkan: ia ~ dirinya ke kiblat; (4) memaksudkan: selama ini mereka ~ hidupnya hanya untuk menimbun kekayaan
mengarantinakan me.nga.ran.ti.na.kan [v] memasukkan (memencilkan, mengasingkan) ke dl karantina: dinas kesehatan ~ anjing dan memberangusnya selama wabah berjangkit
mengarifi meng.a.rifi [v] memahami; mengerti: setelah berpikir lama-lama, barulah dia dapat ~ perkataan orang itu
mengartumerahkan me.ngar.tu.me.rah.kan [v] menghukum dng pemberian kartu merah: selama permainan berlangsung, wasit telah ~ tiga pemain
mengarwahkan meng.ar.wah.kan [v] mengadakan selamatan (kenduri, doa, pengajian) untuk memperingati orang yg telah meninggal
mengatas meng.a.tas [v] (1) membubung; naik (ke atas): asap hitam itu ~; (2) meninggi (melangit, muluk-muluk, dsb): cita-citanya selalu ~; (3) meninggikan dirinya: selamanya ia hendak ~ saja; (4) meminta pertimbangan (banding, keterangan, dsb) kpd tingkatan yg lebih tinggi: ia hendak ~ krn menurut pendapatnya keputusan itu kurang adil
mengawal me.nga.wal [v] menjaga (keselamatan dsb); mengiring untuk menjaga (keselamatan dsb): yg ~ komandan itu adalah seorang kopral
mengawetkan meng.a.wet.kan [v] menjadikan tahan lama (tidak lekas rusak, basi, atau busuk): mereka ~ buah-buahan dan ikan
mengedarkan meng.e.dar.kan [v] (1) membawa (menyampaikan) surat dsb dr orang yg satu kpd yg lain; membawa berkeliling: siapa gadis manis yg ~ talam berisi kue tadi?; (2) menyampaikan surat dsb ke alamat-alamat yg dituju: ia telah selesai ~ surat undangan itu; (3) mengeluarkan uang untuk dipakai masyarakat: Pemerintah telah ~ uang kertas baru bernilai Rp10.000,00
mengekalkan me.nge.kal.kan [v] memelihara (mengusahakan dsb) supaya kekal atau supaya tetap selama-lamanya: jasanya yg banyak dan perbuatannya yg baik telah ~ namanya di hati masyarakat
mengembun meng.em.bun [v] (1) menjadi embun; menjadi titik-titik air (tt uap): lama-kelamaan udara yg lembap itu ~; (2) menyerupai embun; menjadi spt embun
mengempat puluh hari meng.em.pat pu.luh ha.ri [v] bersedekah (selamatan) pd hari yg keempat puluh sesudah seseorang meninggal dunia
mengencingi me.ngen.cingi [v] (1) mengarahkan air kencing pd: anjing itu sering ~ pohon duku di halaman rumah; (2) kas meniduri
mengendalikan me.ngen.da.li.kan [v] (1) menguasai kendali: hampir saja ia tidak dapat ~ kudanya; (2) memegang pimpinan; memerintah: selama ia ikut ~ pemerintahan, keamanan terjamin; (3) ki mengekang; menahan (hawa nafsu, kenaikan harga, dsb): kita harus selalu berusaha ~ hawa nafsu
mengetem me.nge.tem [v] menunggu penumpang berlama-lama di pangkalan (tt kendaraan umum)
menggala meng.ga.la [v] memberi alamat baik; mendatangkan bahagia; berbahagia
menggali-gali meng.ga.li-ga.li [v] (1) menggali berkali-kali; (2) ki membangkit-bangkit; menggugat: ~ perkara lama
menggambarkan meng.gam.bar.kan [v] (1) membuat gambar (lukisan) untuk: ia ~ adiknya seekor burung; (2) mewujudkan (membayangkan) gambar: lukisan itu ~ perjuangan rakyat menentang penjajah; (3) melukiskan (menceritakan) suatu peristiwa dsb: karangan itu ~ pertentangan antara adat lama dan adat baru
menggayuti meng.ga.yuti [v] (1) menggayut pd; menggelantungi; (2) ki membebani: tugas berat itu selama ini ~ dirinya
menggelanggang meng.ge.lang.gang [v] (1) mengadakan (menyelenggarakan) gelanggang penyabungan (ayam dsb): mereka hendak ~ tujuh hari lamanya sambil memotong kerbau tujuh ekor; (2) ki menggenang: air matanya ~ mendengar riwayat orang tuanya
menggolongkan meng.go.long.kan [v] (1) membagi-bagi atas beberapa golongan; (2) memasukkan ke dl golongan: mereka ~ beliau sbg seorang ulama besar pd zamannya
mengharukan meng.ha.ru.kan [v] (1) merawankan hati: kematiannya sangat ~; (2) memesonakan; mengesankan: dialah satu-satunya pembaca Alquran yg amat ~ [v] mengacaukan; merusuhkan: gerombolan itu datang ~ kampung halaman kami
menghijau meng.hi.jau [v] (1) menjadi hijau: daun tanam-tanaman itu makin lama makin ~; (2) tampak hijau: sawah-sawah yg ~ terbentang luas di hadapan kami
menghitungi meng.hi.tungi [v] (1) menghitung berkali-kali; (2) menghitung sesuatu yg besar jumlahnya (dan dl waktu yg lama); (3) menghitung sesuatu yg dilakukan bersama oleh beberapa orang
menghuni meng.hu.ni [v] mendiami; menempati: selama ini dialah yg ~ rumah baru itu
mengidapkan meng.i.dap.kan [v] (1) menderita penyakit; (2) menyebabkan menderita sakit yg lama
mengimbangi meng.im.bangi [v] menjadikan imbang (berimbang); menjadikan setimbang (sebanding, sepadan, dsb); membanding; memadai; membalas (kebaikan, cinta, dsb): sekarang terbuktilah sudah bahwa adikku selama ini tidak ~ kebaikanku
mengira me.ngi.ra [v] (1) membuat kira-kira; menyangka; menduga: mereka ~ bahwa kereta api itu akan berhenti di stasiun yg lama; (2) memperhitungkan; menaksir (berapa jumlahnya): hendaklah kita dapat ~ uang masuk dan uang keluar
mengirimkan me.ngi.rim.kan [v] menyampaikan dsb (dng perantara) ke berbagai alamat (tujuan dsb); mengirimkan ke berbagai alamat (tujuan dsb): kemarin saya telah ~ buku yg dipesannya
mengkredit meng.kre.dit [v] meminjam uang, membeli barang, dsb yg dikembalikan atau dibayar secara angsuran: dia ~ rumah selama lima tahun
mengolah bola meng.o.lah bola membawa bola dng berkelik: pemain itu mampu -- bola selama tiga menit sebelum memasukkan ke gawang
mengontrakkan me.ngon.trak.kan [v] menyewakan (rumah dsb) dl batas waktu tertentu: untuk biaya sekolah anak-anaknya, dia terpaksa ~ rumahnya selama satu tahun
mengotori me.ngo.tori [v] membuat kotor pd: janganlah selalu ~ halaman dng kulit kacang
mengucapkan meng.u.cap.kan [v] (1) mengeluarkan ucapan (kata): mereka ~ sumpahnya dng khidmat; ketika aku ~ "amin", dia menyapukan kedua telapak tangan ke mukanya; (2) melisankan; melafalkan: perdana menteri ~ keputusan pemerintah; (3) mengatakan: aku tidak biasa ~ perkataan spt itu; (4) menyatakan: tidak lupa kami ~ terima kasih kpd teman-teman sejawat; ~ syukur; ~ selamat tahun baru kpd pembaca
mengulas nyawa meng.u.las nyawa menyelamatkan orang dr bahaya maut; menyembuhkan (dr sakit)
mengulurkan tangan meng.u.lur.kan tangan menganjurkan tangan ke muka (mengajak bersalaman dsb); (2) ki memberikan pertolongan atau bantuan; (3) ki ikut menyelesaikan persoalan; ikut mencampuri urusan orang; turun tangan
mengungkapi meng.ung.kapi [v] membuka-buka; meneliti (agar menjadi jelas): setelah ~ kembali jalan hidupku selama ini, tahulah aku akan kekuranganku
menguning me.ngu.ning [v] (1) menjadi kuning: kertas itu sudah ~ krn terlalu lama disimpan; (2) sudah mulai masak (tt padi): padi telah ~ , petani pun mulai riang gembira
mengupa-upa meng.u.pa-u.pa [v] memberi hadiah; mengadakan selamatan: di Tapanuli dikenal upacara ~ yg harus diadakan oleh seseorang yg melakukan kesalahan dsb
mengupahi meng.u.pahi [v] memberi upah kpd: Ibu ~ tetangga selama pembantu belum kembali dr desanya
meniga hari me.ni.ga hari mengadakan selamatan pd hari yg ke-3 sesudah seseorang meninggal
menilik me.ni.lik [v] (1) melihat dng sungguh-sungguh; mengamat-amati: lama ia ~ foto-foto dr zaman remajanya; (2) mengawasi; memeriksa: panitia khusus itu bertugas ~ pemakaian uang kas; (3) melihat (mengamati) dng mata hati (thd nasib orang); meramal; (4) memandang; menganggap: ia selalu ~ peristiwa yg terjadi itu sbg pelajaran baginya; (5) melihat (meninjau) dr: jika kita ~ silsilah keluarganya, jelaslah bahwa dia masih keturunan bangsawan; (6) menjenguk: ia pulang ke kampung untuk ~ orang tuanya [v] menenung; meneluh
menimba me.nim.ba [v] (1) mengambil air (dr sumur dsb) dng timba: ia ~ air sumur untuk mandi; (2) mengeringkan air (dr perahu dsb); (3) ki mencari, mengambil, memperoleh, (tt ilmu, pengalaman, dsb): kadang-kadang saya ~ pengetahuan dr bacaan atau tulisan orang lain
menimbulkan me.nim.bul.kan [v] (1) mengeluarkan ke atas (permukaan air, tanah, dsb): letusan gunung itu ~ beberapa bukit kecil; (2) membangkit kembali (perkara yg telah lampau); membangunkan (perasaan, kecurigaan, kecemburuan, dsb); menerbitkan (kebakaran, perang, dsb); (3) mengakibatkan atau mendatangkan (bencana, kerugian, kerusakan, penyakit, dsb); (4) menjadikan atau mendatangkan (kegembiraan, kemarahan, pertikaian, percederaan, dsb): ~ perkara lama; ~ kebencian di antara kita; perselisihan kecil ~ akibat besar; suhu badan yg terlalu tinggi pd anak dapat ~ kejang-kejang; hadiah itu ~ kegembiraan pd kedua anaknya; makanan yg terlalu pedas dapat ~ sakit perut
menit me.nit [n] (1) satuan ukuran waktu yg lamanya 1/60 jam atau enam puluh detik; (2) ukuran 1/60 bagian dr satu derajat (simbol)
menjaga men.ja.ga [v] (1) menunggui (supaya selamat atau tidak ada gangguan): mereka selalu ~ kampungnya dng baik; (2) mengiringi untuk melindungi dr bahaya; mengawal: ajudan itu selalu ~ atasannya; (3) mengasuh (mengawasi anak kecil); (4) mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya; mencegah (bahaya, kesukaran, kerugian): tugas mereka ialah ~ bahaya api; (5) mempertahankan keselamatan (orang, barang, dsb): pemerintah memperkuat pasukan yg ~ pantai; (6) mengikhtiarkan (supaya); mengurus (supaya): kita harus ~ agar pemasukan tidak lebih besar dp pengeluaran; (7) memeliharakan; merawat: ia ~ baik-baik neneknya yg sakit
meninggalkan me.ning.gal.kan [v] (1) membiarkan tinggal (tetap ada, tidak dibawa pergi, dsb): pamanku ~ anak-anak yg sudah dewasa; malam itu rombongan dr Jakarta ~ desa kami; (2) menyisakan: ia hanya ~ uang seribu rupiah untuk belanja besok; (3) pergi dr; menghindar dr: hari ini ia hendak ~ kota Jakarta; banyak orang ~ kampung halamannya; (4) membiarkan lepas (lewat, tetap demikian halnya, dsb); melepaskan (cita-cita, niat, dsb): sudah lama ia ~ cita-citanya yg semula; (5) sudah mendahului (melewati, melampaui, melebihi, dsb): dl hal ini, bangsa Barat sudah jauh ~ kita; (6) tidak memasukkan dl perhitungan (acara, pembicaraan, dsb); mengesampingkan: ia hanya menyebut masalah-masalah besar dan ~ yg kurang penting; (7) membuang (adat, kebiasaan buruk, keyakinan, dsb): ~ adatnya yg buruk; ~ ideologi yg bertentangan dng Pancasila; (8) mengalpakan; melalaikan: ~ kewajiban; ~ syariat
menjunjung uban men.jun.jung uban sudah tua; (2) sudah lama sekali menjalankan suatu pekerjaan
menolak me.no.lak [v] (1) mendorong; menyorongkan; mendesak ke depan (ke samping): ia ~ temannya sehingga jatuh terjungkal; (2) mencegah (bahaya dsb); menangkal (penyakit dsb); mengelakkan atau menangkis (serangan dsb): ~ hujan; ~ penyakit cacar; ~ serangan musuh; (3) tidak menerima (memberi, meluluskan, mengabulkan); menampik: dia tidak pernah ~ permintaan anak kesayangannya; (4) tidak membenarkan (pendapat): guru itu ~ protes yg diajukan oleh muridnya; (5) mengusir; menghalau: akhirnya negara itu berhasil ~ penjajah; (6) mengurangi; memotong: tokoh itu ~ harga barang sebesar 10% selama bulan ini
menolong me.no.long [v] (1) membantu untuk meringankan beban (penderitaan, kesukaran, dsb): saya mencari badan atau yayasan yg sudi ~ penderitaan saya; (2) membantu supaya dapat melakukan sesuatu: kalau Anda tidak mau ~ (ku), tidak akan selesai pekerjaanku ini; (3) melepaskan diri dr (bahaya, bencana, dsb); menyelamatkan: dialah yg ~ jiwaku sehingga aku terlepas dr bahaya maut; (4) dapat meringankan (penderitaan dsb); dapat menyembuhkan (penyakit dsb); dapat melepaskan dr (bahaya dsb): berbagai obat diminumnya, tetapi tidak ~ juga
menostaksis me.nos.tak.sis [n Dok] haid yg tidak normal dan berlangsung lama
mensyarahkan men.sya.rah.kan [v] membicarakan; menjelaskan: di halaman itu tercantum beberapa hadis yg -- ayat-ayat tsb
menteri ex officio menteri yg merangkap jabatan menteri lain selama belum ada menteri lain yg dianggap sesuai untuk jabatan itu
mentranskripsikan men.tran.skrip.si.kan [v] menyalin: sangat dirasakan perlunya ~ naskah lama ke dl ejaan baru
mentransmigrasilokalkan men.trans.mig.ra.si.lo.kal.kan [v ] memindahkan penduduk dr satu daerah ke daerah lain (masih dl satu pulau): selama empat tahun ini Pemerintah berhasil ~ 8.803 kepala keluarga
menuguri me.nu.guri [v] menunggui; menjagai: para pendeta ~ peti Sang Maharani selama 3 hari 3 malam
menujuhbulani me.nu.juh.bu.lani [v] mengupacarai (dng selamatan dsb) seorang ibu yg mengandung tujuh bulan
menujukan me.nu.ju.kan [v] (1) mengarahkan (ke); membawa sesuatu ke arah; mengacungkan (ke): ia mencabut pistolnya dan ~ kpd S; nakhoda ~ perahunya ke pelabuhan; (2) menyampaikan (mengalamatkan) kpd: ia ~ pidato itu kpd para pegawai
menukar me.nu.kar [v] (1) mengganti (dng yg lain); menyilih; mengubah (nama dsb); memindahkan (tempat dsb): Pemerintah berusaha ~ nama jalan yg ada dng nama pahlawan; ~ mobil lama dng mobil baru; (2) Mk berbelanja; membeli-beli: ia hendak ~ ke pasar
menuliskan me.nu.lis.kan [v] (1) menulis sesuatu di: para tamu ~ nama dan alamat masing-masing di dl buku tamu; (2) menulis sesuatu dng; memakai sesuatu untuk menulis: bagaimana hendak ~ pensil tumpul ini; (3) menulis sesuatu untuk orang lain: saya yg ~ surat untuknya
menumpangi me.num.pangi [v] menumpang pada (di); ikut tinggal dsb di; ikut naik (kereta, kapal, dsb): kami ~ rumah ini selama mengungsi meninggalkan kota
menunangi me.nu.nangi [v] (1) meminang: kalau engkau ~ dia, tentu diterimanya; (2) meminta pekerjaan; melamar: ~ suatu pekerjaan
menunda-nunda me.nun.da-nun.da [v] selalu atau berkali-kali menunda; mengulur-ulur waktu; memperlama: kalau kamu selalu ~ pekerjaan, tentu akan lebih berat lagi mengerjakannya
menunggu me.nung.gu [v] (1) tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang): dia ~ ibunya yg sedang ke pasar; (2) tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dsb); menunggui: suami istri itu tinggal ~ dan memetik hasil ladangnya; (3) menantikan (sesuatu yg mesti datang atau terjadi); menunggukan: hidup di dunia hanyalah ~ giliran dipanggil Tuhan; (4) mengharap: sebenarnya sudah lama saya ~ uluran tangan Anda; (5) mendiami; menghuni; menunggui: dialah yg ~ rumah saya selama dua tahun; hantu yg ~ pohon beringin itu sudah dipindahkan
menurun me.nu.run [v] (1) makin depan makin ke bawah; landai: setelah jalan mendaki, kemudian ~; (2) pergi ke bawah: tiap-tiap pagi penduduk kampung itu ~ menjual hasil ladangnya; (3) berangsur-angsur turun (berkurang, surut): harga emas mulai ~; (4) berpindah: penyakit orang tuanya ~ pd anaknya; (5) ki melemah (tt kondisi tubuh): akibat penyakit yg dideritanya, kondisi tubuhnya semakin lama semakin ~; (6) mendekati hari-hari terakhir: puasanya ~
menurunkan hujan me.nu.run.kan hujan mendatangkan hujan: setelah lama musim kemarau, diadakan upacara ~ hujan
menyadar me.nya.dar [v] - arwah mengingat arwah (selamatan, biasanya pd bulan Syakban)
menyamak me.nya.mak [v] memasak atau memproses kulit binatang agar menjadi berwarna, tahan lama, dan halus: pencaharian orang itu -- kulit; kulit pohon dipergunakan sbg bahan untuk -- kulit sapi, kerbau, atau kulit kambing [v] menggelas benang layang-layang: anak itu sedang -- benang layang-layangnya
menyambangi me.nyam.bangi [v] (1) mengelilingi (untuk menjaga keamanan); merondai: setiap malam polisi -- daerah ini; (2) mengunjungi: kami sering -- kenalan lama
menyampah me.nyam.pah [v] (1) menjadi sampah: barang-barang itu dibiarkan -- di halaman; (2) mengotori: kerjamu setiap hari hanya -- halaman dan engkau tidak mau membersihkannya
menyasar dalam me.nya.sar dalam sasaran yg mempunyai kedalaman
menyasar titik me.nya.sar titik sasaran yg kelebaran dan kedalamannya tidak lebih dp garis perkenaan
menyedekahi me.nye.de.kahi [v] (1) memberi sedekah kpd; menderma: tiap hari Jumat Ibu selalu -- para pengemis; (2) mengadakan selamatan untuk: uang itu disediakan untuk -- anaknya
menyejahterakan me.nye.jah.te.ra.kan [v] membuat sejahtera; menyelamatkan (mengamankan dan memakmurkan dsb)
menyekat me.nye.kat [v] (1) memberi bersekat (berdinding) supaya ada batasnya; memisahkan dng sekat; menyekati: kami terpaksa -- ruang duduk untuk orang tua-tua dan untuk kaum muda agar tidak terjadi kegaduhan; (2) menahan (mengempang dsb); merintangi; mengalangi; menyekati: untuk -- air bah orang menumpuk karung pasir di depan pintu rumah; (3) membatasi (diri); mengasingkan (diri); mengekang (diri): sudah lama ia -- diri untuk tidak bergabung dng bekas gerombolannya
menyelam me.nye.lam [v] (1) masuk ke dl air: ikan paus itu tidak tahan lama -- dl air; (2) ki masuk dalam-dalam; membenam; menghunjam; menyuruk; menyeluduk: ia mencabut pisau yg -- ke dl dada musuhnya; (3) menyelam untuk mencari sesuatu [v] (1) masuk ke dl air: ikan paus itu tidak tahan lama -- dl air; (2) ki masuk dalam-dalam; membenam; menghunjam; menyuruk; menyeluduk: ia mencabut pisau yg -- ke dl dada musuhnya; (3) menyelam untuk mencari sesuatu
menyelidik me.nye.li.dik [v] (1) memeriksa dng teliti; mengusut dng cermat: tim petugas dikirim untuk -- penyebab kebakaran hutan itu; (2) menelaah (mempelajari) dng sungguh-sungguh: bertahun-tahun lamanya ia -- bahasa dan adat istiadat suku Toraja; (3) memata-matai; meluluk; mengintai: rasanya ada juga anasir-anasir asing yg -- kekuatan dan kemampuan tentara kita; (4) menggeledah (untuk mengetahui sesuatu): petugas pabean itu -- seluruh barang penumpang
menyemboyankan me.nyem.bo.yan.kan [v] (1) memberitahukan (mengisyaratkan) dng tanda atau alamat: lambaian bendera merah itu -- bahwa kapal memuat bahan yg mudah terbakar; (2) menjadikan semboyan; memakai sesuatu sbg semboyan: semua peserta -- perkataan yg muluk-muluk
menyembur me.nyem.bur [v] (1) memancar atau menyemprot ke luar cepat-cepat: Gunung Agung meletus dng dahsyat, asap hitam -- ke udara; (2) memancarkan sesuatu (pd); menyemburi: ia sedang -- air ke halaman; (3) mengobati atau mengusir roh jahat dng sembur; memerciki dng air (yg sudah dimantrai dsb): ia siuman setelah dukun itu -nya dng air putih; (4) cak mengeluarkan kata-kata yg tidak patut (spt memaki-maki, marah-marah); (5) ki memancar ke luar dng tiba-tiba (tt warna air muka): darah -- ke mukanya, mukanya menjadi merah krn sangat marah (terkejut dsb)
menyenandungkan me.nye.nan.dung.kan [v] menyanyikan: ia pandai sekali -- lagu-lagu lama
menyeribu (hari) me.nye.ri.bu (hari) [v] mengadakan selamatan untuk memperingati dan mendoakan roh orang yg meninggal pd hari yg keseribu
menyetir me.nye.tir [v] (1) memegang setir; mengemudikan (mobil): pekerjaan -, sudah lama dilakukannya; (2) ki mengendalikan (kegiatan dsb) tanpa menampakkan diri: dialah yg -- kup itu
menyongsong me.nyong.song [v] (1) berjalan maju untuk menghadapi (menempuh) sesuatu yg datang dr arah yg berlawanan: para keluarga berdatangan ke stasiun -- rombongan prajurit yg baru tiba; berlayar -- angin; (2) melawan; menentang: -- tindakan yg dianggap merugikan rakyat; (3) menyambut (kedatangan tamu dsb); mengelu-elukan: mereka -- pahlawan olahraga itu dng sorak sorai yg gegap gempita; (4) menyambut (hari raya, kelahiran bayi, dsb) dng perayaan, selamatan, dsb: untuk -- hari kemerdekaan, penduduk dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan kampung; (5) memberikan ganti rugi, santunan, dsb; menyilih; memenuhi (syarat, harapan, dsb); mengembalikan uang yg berlebih: ia bersedia -- biaya yg sudah kita keluarkan
menyuakakan me.nyu.a.ka.kan [v] memberikan perlindungan thd orang (tumbuh-tumbuhan, binatang) yg terancam keselamatannya
menyurati me.nyu.rati [v] (1) menulisi; menulis pd; (2) berkirim surat kpd: sudah lama ia tidak -- keluarganya
menyusu me.nyu.su [v] mengisap air susu dr buah dada (tetek): anak sapi itu sedang -- pd induknya; anak yg terlalu lama -- pd ibunya kelak akan menjadi anak manja
menyusulkan me.nyu.sul.kan [v] (1) membiarkan menyusul; membawa menyusul: saya harap Saudara segera -- surat-surat yg masuk; (2) menambahkan (sbg keterangan dsb); memperikutkan: sebaiknya Anda -- keterangan kelakuan baik itu dl surat lamaran Anda
merana me.ra.na [a] (1) lama menderita sakit: sakit --; (2) selalu sakit-sakit; makin lama makin kurus: badannya --; (3) selalu menderita sedih (susah dsb): hati --; pikiran --
merasai me.ra.sai [v] (1) mengecap (makanan ); mencicipi: ~ minum sejuk setelah lama berjalan dl panas matahari; (2) mengalami (mendapat) kesenangan dsb: ~ kebahagiaan; (3) meraba dng tangan dan kaki untuk mendapatkan sesuatu; (4) ki menduga (mengajuk) hati orang dsb
merasai asin garam [ki] telah berpengalaman (banyak merasai kesusahan dsb)
meratakan me.ra.ta.kan [v] menjadikan rata (datar, papar): Ayah sedang ~ halaman yg tinggi rendah
merayakan me.ra.ya.kan [v] memuliakan (memperingati, memestakan) hari raya (peristiwa penting): ~ Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia; ~ hari lahir
merdeka mer.de.ka [a] (1) bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah --; (2) tidak terkena atau lepas dr tuntutan: -- dr tuntutan penjara seumur hidup; (3) tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan --; boleh berbuat dng --
meredup me.re.dup [v] menjadi redup: nyala pelita itu makin lama makin ~ krn kehabisan minyak
merekes me.re.kes [v] memasukkan surat permohonan, melamar pekerjaan, membuat surat permohonan (lamaran)
merendam me.ren.dam [v] menaruh di dl air (barang cair) beberapa lamanya: ia ~ bajunya yg kotor di dl air sabun
merengek-rengek me.re.ngek-re.ngek [v] merengek (dl beberapa lama); merengek berkali-kali
merenggangi me.reng.gangi [v] menjauhi (supaya renggang): ia berusaha ~ sahabat lamanya
merenungi me.re.nungi [v] memandangi lama-lama [v] merenungkan
merintis me.rin.tis [v] (1) membuka jalan kecil (setapak) dng menebangi kayu-kayu di hutan: beberapa hari lamanya mereka ~ hutan; (2) membuat batas-batas (pancang dsb) di tanah yg akan dipakai untuk jalan: pekerjaan ~ jalan kereta api itu memerlukan banyak tenaga dan biaya; (3) memelopori (mengerjakan untuk pertama kali): Ibu Kartini telah ~ jalan untuk memajukan kaum wanita
merombak me.rom.bak [v] (1) mengganti dng jalan membongkar (merusakkan) yg lama: dl waktu dekat ini pemerintah akan ~ gedung tua itu; (2) mengatur (menyusun) kembali dng mengubah (sebagian) atau membongkar semuanya: ~ susunan kabinet
merongga me.rong.ga [v] merupakan rongga: krn deburan ombak setiap hari, makin lama batu itu makin ~
merumput me.rum.put [v] (1) menyabit rumput; (2) sedang makan rumput (tt lembu, kuda, dsb); (3) menyiangi rumput yg mengganggu tanaman; (4) bermain aktif (tt pemain sepak bola): bintang pujaan kesebelasan Italia ~ kembali setelah beristirahat selama enam bulan
mesin perum alat mekanik di kapal untuk mengukur kedalaman laut atau perairan pd waktu kapal berlayar dng kecepatan normal
metode kontrasepsi dl rahim metode yg menggunakan alat dng cara memasukkannya ke dl rahim dan yg akan mencegah kehamilan selama alat itu tidak keluar
metode transaksi metode pembukuan yg lebih banyak memperlihatkan pendapatan selama masa jual beli terjadi
metroragia met.ro.ra.gia [n Dok] haid yg lamanya berlebihan tanpa peningkatan perdarahan
Minggu Ming.gu [n] (1) hari pertama dl jangka waktu satu minggu; Ahad: pd hari -- semua pegawai libur; (2) (ditulis dng huruf kecil) jangka waktu yg lamanya tujuh hari: setiap tahun kami mendapat cuti dua --
minimal mi.ni.mal [a] sedikit-dikitnya; sekurang-kurangnya: untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi disyaratkan -- berijazah sekolah lanjutan tingkat atas; panjang makalah -- sepuluh halaman
minta min.ta v (1) berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon: anak itu merengek-rengek -- dibelikan mainan; (2) mempersilakan: panitia -- para pengunjung mengisi daftar tamu; (3) cak beli: dia -- dua porsi nasi rames; (4) meminang; melamar: sudah banyak pemuda yg -- gadis itu, tetapi ia selalu menolaknya; (5) memerlukan: kenakalan remaja akhir-akhir ini -- perhatian kita semua; (6) membawa; menimbulkan: bencana tanah longsor itu ternyata -- banyak korban jiwa
minyak pajan [Pet] minyak bumi yg telah kehilangan cukup banyak komponen ringannya krn penguapan dan sebab alamiah lain selama penyimpanan dan penanganan
mitra kerja mitra dl mengadakan pekerjaan; -- latih orang yg bertugas melakukan pelatihan dng olahragawan, spt petinju, selama dl pelatihan: dia menjadi -- latih dl dunia pertinjuan
molor mo.lor [v cak] tidur [a cak] (1) bertambah panjang (tt karet dsb); (2) ki bertambah lama; mundur: menurut rencana rapat berakhir pukul 19.00, tetapi ternyata -- sampai pukul 20.00
mongkok mong.kok [v] ber.mong.kok v (1) menganjur ke atas; lebih tinggi dp yg lain: menara pengawas tampak -- di atas bukit karang; (2) ki lebih baik (utama, unggul): ia -- dl hal pengalaman dp saudara-saudaranya [a] berbesar hati; bangga: kemajuan-kemajuan itu bisa menjadikan hati rakyat --
monitor mo.ni.tor [n] orang yg memantau; (2) n alat untuk memantau (spt alat penerima yg digunakan untuk melihat gambar yg diambil oleh kamera televisi, alat untuk mengamati kondisi atau fungsi biologis, alat yg memantau kerja suatu sistem, terutama sistem komputer, dsb); (3) n alat semprot air dng tekanan 4-7 atmosfer yg digunakan pd tambang timah aluvial untuk menambang biji timah; (4) n alat yg dirancang untuk mengobservasi, mengawasi, mengontrol, atau memverifikasi operasi suatu sistem; (5) n pengawasan dan tindakan memverifikasi kebenaran operasi suatu program selama pelaksanaannya berdasarkan rutin diagnostik yg digunakan dr waktu ke waktu untuk menjawab pertanyaan tt program tsb; (6) v pantau; cek secara cermat
monopolistik mo.no.po.lis.tik [a] bersifat monopoli: perekonomian pd masa Orde Baru cenderung --
morfin mor.fin [n] zat yg diekstrasi dr opium dng proses maserasi opium dl air kemudian diendapkan dng amonia, digunakan sbg obat penghilang rasa nyeri dan penenteram, digunakan dng takaran besar berkhasiat sbg obat bius dan bila sering dipakai takarannya makin lama terpaksa makin diperbanyak sehingga mengakibatkan kecanduan
muasir mu.a.sir [a] modern: dr ulama salaf sampai kpd ulama -- , masalah itu selalu menjadi topik pembahasan
muat beku muatan yg sudah dibekukan sebelum dikapalkan dan tetap dijaga dl keadaan beku selama perjalanan dng suhu antara 10oF sampai 18oF
muda mu.da [a] (1) belum sampai setengah umur: istrinya masih --; (2) belum sampai masak (tt buah-buahan); (3) belum cukup umur (tt tumbuhan, binatang); (4) belum sampai waktunya untuk dipetik (dituai dsb): buah nangka ini masih terlalu -- untuk dipetik; (5) belum lama ada (berdiri dsb): organisasi kita ini masih -- krn baru berusia dua tahun; (6) kurang gelap, agak pucat (tt warna): warnanya biru --; (7) yg kedua (menurut tingkat kedudukannya): istri --
mudah mu.dah [a] (1) tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dl mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang: soal ujian itu --; (2) lekas sekali (menjadi, menderita, dsb): anak kecil -- ketularan penyakit; isi pensil ini -- patah; (3) cak tidak teguh imannya (gampang terbujuk atau gampang diajak berzina dsb) , mu.dah-mu.dah.an adv (1) moga-moga; semoga; diharapkan supaya: -- Anda selamat sampai ke tempat tujuan; ia sudah berobat pd dokter ahli, -- dapat sembuh dr penyakitnya; (2) dng harapan supaya: ia belajar sungguh-sungguh -- dapat maju dl ujian akhir; (3) (pd akhir kalimat atau uraian) demikianlah hendaknya: dikabulkan Tuhanlah kiranya maksud kita ini --
mudik mu.dik [v] (1) (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dr Palembang -- sampai ke Sakayu; (2) cak pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yg --
mujur Pak Belang [pb] untung-untungan; jika hendak mujur, harus menunggu waktu lama
muka mu.ka [n] (1) bagian depan kepala, dr dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yg satu dan telinga yg lain: setiap pagi ia membasuh -- nya dng air hangat; (2) wajah; air muka; rupa muka: disambut dng -- manis; (3) orang: pd malam itu kita dikenalkan dng beberapa -- baru; (4) bagian luar sebelah depan; depan; hadapan: mereka menunggu kami di -- kantor; (5) sisi bagian (sebelah depan): bagian -- rumah itu dibuat bergaya Spanyol; (6) halaman (buku); pagina: bagian yg kaucari itu terdapat dl bukumu pd -- 10; (7) bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dsb); permukaan: segala yg ada di -- bumi; (8) yg dahulu; yg terdahulu: di -- sudah saya uraikan tt hal itu; (9) yg akan datang: minggu --; mereka akan menikah pd bulan -- ini
mukhalis mu.kha.lis [Ar n] penyelamat
mullah mul.lah [Ar n] (1) tokoh agama; ulama; (2) sarjana; cendekiawan
mulsa tunggul [Tan] sisa tanaman yg ditinggalkan di atas permukaan tanah untuk menutup tanah itu sebelum dan selama persiapan pengolahan tanah
mulut kamu [pb] keselamatan dan harga diri kita bergantung pd perkataan kita sendiri
mundur mun.dur [v] (1) berjalan (bergerak) ke belakang: melangkah --; (2) ki berkurang (mutu, kecakapan, dsb); menjadi buruk (kurang sehat, kurang baik, dsb): setelah kecelakaan itu kepandaiannya --; hasil panen tahun ini --; kesehatannya semakin --; (3) kurang maju laku, ramai, dsb (tt perdagangan dsb): selama resesi ekonomi dunia, usahanya menjadi --
musafir mu.sa.fir [n] orang yg bepergian meninggalkan negerinya (selama tiga hari atau lebih); pengembara
museum Purna Bhakti Pertiwi museum tempat menyimpan, mengoleksi, dan memamerkan cenderamata yg diterima oleh mantan Presiden Soeharto dr negara sahabat selama menjabat Presiden
musim lefa waktu tertentu yg berkaitan dng saat nelayan (pelaut) bekerja di laut: para nelayan Lamalera memburu mangsa selama -- lefa
musim peralihan periode dl tahun selama proses berpindah dr satu keadaan ke keadaan yg lain (spt dr musim hujan ke musim kemarau)
musuh mu.suh [n] (1) lawan (berkelahi, bertengkar, berperang, berjudi, bertanding, dsb); seteru: walaupun tubuhnya kecil, ia dapat mengalahkan -- nya yg tinggi besar; dahulu -- , sekarang menjadi kawan; (2) bandingan, imbangan, tandingan: barang ini tidak ada -- nya; (3) sesuatu yg mengancam (kesehatan, keselamatan); yg merusakkan: penyakit itu merupakan -- rakyat di daerah ini; hama wereng merupakan -- tanaman padi
musuh bebuyutan musuh lama; musuh turun-temurun
muzakarah mu.za.ka.rah [n] (1) pertukaran pikiran tt suatu masalah: kemudian baginda pun meneruskan -- tt mazhab Syafii; -- alim ulama seluruh Indonesia akan diadakan bulan Syakban ini; (2) pengulangan pelajaran secara bersama-sama
naga-naganya na.ga-na.ga.nya [Jk n] keadaan yg menjadi gelagat atau alamat baik atau buruk: kalau begini ~ , ia tidak akan berhasil dl perundingan itu
nahdiyin nah.di.yin [n] warga Nahdatul Ulama: ulama itu masih kuat pengaruhnya di kalangan --
naif na.if [a] (1) sangat bersahaja; tidak banyak tingkah; lugu (krn muda dan kurang pengalaman); sederhana: gambar-gambar -- penuh menghiasi dinding kamarnya; (2) celaka; bodoh; tidak masuk akal: -- nya, kerugian sebanyak itu hanya diganti sepertiga
naluri na.lu.ri [n] (1) dorongan hati atau nafsu yg dibawa sejak lahir; pembawaan alami yg tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting; (2) Psi perbuatan atau reaksi yg sangat majemuk dan tidak dipelajari yg dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pd semua jenis makhluk hidup; (3) Bio serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yg sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yg tidak bergantung pd pengalaman
nanti nan.ti [n] waktu yg tidak lama dr sekarang; waktu kemudian; kelak: hal itu akan kita bicarakan --; -- saya akan menelepon Anda lagi; sampai bertemu lagi --; (2) adv kalau tidak begitu; kalau tidak: dengarkan nasihatku baik-baik, -- engkau menyesal; jangan kauganggu, -- ia marah; (3) adv akan: tidak -- menurut perintahmu [v] tunggu
nasi tumpeng nasi yg dibentuk spt kerucut atau gunung (untuk selamatan dsb), di tengah atau di pinggirnya dihias dng sayur dan lauk-pauk
naskah nas.kah [n] (1) karangan yg masih ditulis dng tangan: mahasiswa tingkat akhir mengumpulkan -- sastra lama; (2) karangan seseorang yg belum diterbitkan: berbagai penerbit berkeberatan menerbitkan -- cerita ini; (3) bahan-bahan berita yg siap untuk diset; (4) rancangan: -- Perjanjian Linggarjati
navigasi na.vi.ga.si [n] (1) ilmu tt cara menjalankan kapal laut atau kapal terbang; (2) tindakan menempatkan haluan kapal atau arah terbang: kecelakaan pesawat itu disebabkan oleh kesalahan --; (3) pelayaran; penerbangan: salah satu unsur keselamatan pelayaran adalah sarana -- yg baik
nazar na.zar [n] janji (pd diri sendiri) hendak berbuat sesuatu jika maksud tercapai; kaul: ia mempunyai -- , kalau anaknya lulus, ia akan mengadakan selamatan
negeri ne.ge.ri [n] (1) tanah tempat tinggal suatu bangsa: ia melanjutkan sekolah ke -- Belanda; (2) kampung halaman; tempat kelahiran: -- nya yg asli bukanlah Makassar; (3) negara; pemerintah (lawan kata swasta): krn ia bersekolah di SMU -- , biayanya pun tidak begitu besar; (4) nagari
nekat ne.kat [a] (1) berkeras hati; dng keras atau kuat kemauan: meskipun sudah dilarang oleh polisi, mereka -- masuk; seorang demonstran -- melemparkan diri pd kawat berduri; (2) terlalu berani (dng tidak berpikir panjang lagi): sekarang banyak penodong yg --; (3) tidak mempedulikan apa-apa lagi (krn putus harap, hilang akal, malu sekali, dsb): krn sangat malu, ia -- meninggalkan kampung halaman dan keluarganya; (4) tetap tidak mau (mengalah, menurut, menyerah, dsb); bersikeras; mengotot: sebenarnya ia sudah kalah, tetapi masih -- saja
nenek kebayan perempuan tua yg menjadi perantara dl percintaan antara pemuda dan pemudi (dl cerita lama)
neologisme ne.o.lo.gis.me [n Ling] kata bentukan baru atau makna baru untuk kata lama yg dipakai dl bahasa yg memberi ciri pribadi atau demi pengembangan kosakata
nidikola ni.di.ko.la [n] (1) keadaan hidup di sarang; (2) keadaan tinggal di sarang (anak burung dan hewan tertentu) untuk waktu lama sesudah kelahirannya
nifas ni.fas [n] (1) darah yg keluar dr rahim wanita sesudah melahirkan (lamanya 40-60 hari); (2) masa sejak melahirkan sampai dng pulihnya alat-alat dan anggota badan
normalisasi nor.ma.li.sa.si [n] tindakan menjadikan normal (biasa) kembali; tindakan mengembalikan pd keadaan, hubungan, dsb yg biasa atau yg normal: -- hubungan kedua negara yg telah lama berperang sulit dilakukan
nostalgia nos.tal.gia [n] (1) kerinduan (kadang-kadang berlebihan) pd sesuatu yg sangat jauh letaknya atau yg sudah tidak ada sekarang; (2) kenangan manis pd masa yg telah lama silam
nyata nya.ta [a] (1) terang (kelihatan, kedengaran, dsb); jelas sekali; kentara: huruf dl buku itu tidak -- sehingga sukar dibaca; (2) benar-benar ada; ada buktinya; berwujud: tunjukkan kasih sayangmu dng tindakan --; (3) terbukti: makin lama makin -- kecurangannya
nyatuh nya.tuh [n] , -- beringin 1 pohon yg tingginya mencapai 38 m terdapat di bagian barat kepulauan Indonesia (di pedalaman), menghasilkan getah perca, kayunya berwarna cokelat muda, keras, dan kuat, digunakan sbg bahan perabot rumah tangga; Payena lavilandii; (2) kayu nyatuh beringin
oasis oa.sis [n] (1) daerah di padang pasir yg berair cukup untuk tumbuhan dan permukiman manusia; wahah; (2) ki tempat, pengalaman, dsb yg menyenangkan di tengah-tengah suasana yg serba kalut dan tidak menyenangkan
olahan olah.an [a] suka bertingkah [n] (1) hasil mengolah: cerita pendek itu merupakan -- dr cerita lama; (2) tatanan mengolah siaran berita (radio, televisi) setelah pengambilan peristiwa
om swastiastu om swas.ti.as.tu [a Bud] selamat bagimu
omzet om.zet [n] jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual: para pedagang banyak mengeluh krn -- semakin menurun
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
ordo or.do [n Kat] (1) perserikatan keagamaan yg diakui oleh Paus dan yg anggotanya hidup sesuai dng aturan dan hukum gereja; orde: -- Serikat Yesus; -- Ursulin; (2) tarekat biarawan [n Bio] klasifikasi dl biologi yg lebih rendah dp kelas dan lebih tinggi dp famili [n] burung pemakan biji-bijian, famili Plocedere dr jenis burung berkicau
padah pa.dah [n] (1) alamat yg memberi peringatan akan terjadinya sesuatu; gelagat: tidak baik -- nya; (2) Sas teknik penyusunan peristiwa dan penjelasan dl alur kisahan atau drama, yg berfungsi memberikan bayangan peristiwa sebelum peristiwa itu terjadi
pagina pa.gi.na [n] halaman (buku dsb)
pagon pa.gon [a] (1) tanpa perubahan; (2) abadi; tahan lama
pahit pa.hit [a] (1) rasa tidak sedap spt rasa empedu: jamu temu hitam itu -- rasanya; (2) ki tidak menyenangkan hati; menyusahkan hati; menyedihkan: pengalaman yg -- [n] minuman keras; jenewer
palatogram pa.la.to.gram [n Ling] gambar, foto, atau cetakan dr titik persentuhan lidah dng palatum selama artikulasi bunyi bahasa
pampang pam.pang [v] , me.mam.pang v memasang; memuat (dl bentuk gambar, tulisan): majalah wanita itu ~ gambar Ratih pd halaman sampul
pancawalikrama pan.ca.wa.li.kra.ma [Bl n] upacara kurban yg diadakan 10 tahun sekali menjelang Hari Raya Saka, Nyepi, tujuannya agar masyarakat dan negara bersih dan selamat, terhindar dr malapetaka, dsb
pandai jatuh [cak] dapat cepat mencari akal untuk menyelamatkan diri; pandai berdalih
pandang pan.dang [n] (1) penglihatan yg tetap dan agak lama: membuang (melayangkan) --; selayang --; sekali --; (2) cak memandang
panggung pang.gung [n] (1) lantai (terbuat dr papan, bambu, dsb) yg diberi bertiang; (2) bangunan yg agak tinggi, lantainya bertiang; (3) lantai yg agak tinggi tempat bermain sandiwara, berpidato, dsb; pentas: biduan itu sudah biasa bermain di --; (4) tempat yg agak tinggi (di stadion, gelanggang pacuan kuda, dsb) untuk menonton; tribune: mereka berjejal-jejal memenuhi -- , me.mang.gung v bersuara; berkicau (tt burung ketitiran, balam): perkutut itu sering ~ kalau sangkarnya ditaruh di halaman
panjang pan.jang [a] berjarak jauh (dr ujung ke ujung): jalan yg -- itu akan ditempuhnya dl 30 menit; (2) n jarak membujur dr ujung ke ujung: -- rumah itu 10 m dan lebarnya 7 m; (3) a lama (waktu): libur --; rencana jangka --
panjang ingatan [ki] kuat ingatan; dapat lama mengingat
panjang napas dapat bernapas lama-lama
panjang umur lanjut umurnya; lama hidupnya
panji pan.ji [n] , pan.ji-pan.ji n (1) bendera (terutama yg berbentuk segitiga memanjang); (2) tanda kebesaran (kebanggaan dsb); pedoman hidup: jadikan Pancasila sbg -- mu dl berjuang; (3) naungan (dilindungi oleh): di bawah -- revolusi, Indonesia merdeka [n] gelar bangsawan di Jawa lebih tinggi dp gelar raden, tetapi lebih rendah dp gelar raden mas [n Sas] tokoh cerita sastra nusantara lama yg dl pengembangannya menunjukkan sifat kepahlawanan yg mampu mengatasi segala tantangan
pantang berkala pantang melakukan sanggama selama saat-saat pengeluaran sel telur atau masa subur untuk menghindari kehamilan
paraplasme pa.ra.plas.me [n Ling] kata baru yg diciptakan untuk menggantikan kata yg sudah lama dikenal, msl kata suku cadang untuk onderdil
pasar malam pasar yg dibuka pd malam hari; (2) tempat berlangsungnya berbagai-bagai pertunjukan (kedai, rumah makan, dsb), diadakan pd malam hari untuk beberapa hari lamanya dl rangka memperingati (merayakan) sesuatu
pasaran pa.sar.an [n] daerah (lingkungan) tempat suatu barang dagangan diperjualbelikan: cengkih mulai mendapat ~ yg baik; (2) a resmi di pasar, msl tt harga: harga ~ Rp4.000,00 per kilogram; (3) a kurang baik mutunya (tt barang dagangan): arloji ~; barang-barang ~; (4) a dipakai dl komunikasi tidak resmi (tt bahasa yg kurang baik): bahasa Melayu ~; (5) jangka waktu yg lamanya lima hari: ~ Jawa ada lima, yaitu Legi, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon
pascajual pas.ca.ju.al [n] waktu setelah pelaksanaan penjualan: garansi berlaku selama tiga bulan --
pasim pa.sim [a] tersebar di sana-sini, terdapat di beberapa halaman dl satu karangan atau buku
pasiva lancar utang perusahaan yg harus dilunasi dl jangka waktu paling lama satu tahun
pasteurisasi pas.teu.ri.sa.si [n] sterilisasi kuman melalui pemanasan pada suhu 600C, selama 30 menit dng tujuan membunuh bakteri patogen
patriark pat.ri.ark [n] (1) bapak dan kepala keluarga; datuk; (2) pendiri sesuatu; (3) orang tua yg sangat dihargai atau dihormati; sesepuh; (4) Kris ulama tertinggi gereja Kristen Ortodoks; Uskup Agung; Mahauskup
payah-payah dilamun ombak payah-payah di.la.mun ombak, tercapai juga tanah tepi [pb] setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya
payung putih payung ulama
pekan budaya pameran kegiatan kebudayaan selama sepekan; -- raya pasar malam besar dan bermacam-macam pameran (baik dr dl negeri maupun luar negeri) dan pertunjukan: pd setiap peringatan hari ulang tahun Jakarta diadakan -- raya Jakarta
pekan seni pameran kegiatan kesenian selama sepekan
pekasam pe.ka.sam [n] ikan (daging, durian, dsb) yg diasinkan atau diasamkan, lalu dijemur atau disimpan agak lama
pekik pe.kik [n] (1) teriakan; jeritan: terdengar -- tangis orang dl kapal yg sedang terbakar itu; (2) sorak atau teriakan (sbg semboyan dsb): disambut dng -- "merdeka", gemuruh suaranya; -- anak-anak bermain di halaman tidak henti-hentinya
pel [n] kain yg dipakai menyeka (mengesat) [n] (1) (helai) kertas; (2) lembaran kertas yg dicetak (8 atau l6 halaman)
pelampung penolong pe.lam.pung penolong pelampung untuk menolong orang-orang dr kapal dsb yg mendapat kecelakaan supaya orang itu dapat diselamatkan
pelataran pe.la.tar.an [n] (1)halaman rumah; tanah yg sudah diratakan; (2) serambi (pd stasiun kereta api dsb); (3) dasar warna (lukisan dsb): lukisan itu dibuat pd ~ abu-abu; (4) perihal memberi latar
pelataran parkir pe.la.tar.an parkir tempat (halaman) yg khusus disediakan untuk memarkir kendaraan
pelayanan pe.la.yan.an [n] (1) perihal atau cara melayani: selama ini tamu hotel itu tidak mendapat ~ yg semestinya; (2) usaha melayani kebutuhan orang lain dng memperoleh imbalan (uang); jasa: yayasan itu bergerak dl pemberian ~ jual beli tanah; (3) kemudahan yg diberikan sehubungan dng jual beli barang atau jasa
pelayuan daging pe.la.yu.an daging [Tern] penyimpanan daging segar selama dua sampai enam minggu pd suhu 34o sampai 38o F sebelum daging itu dijual kpd konsumen
pelesit pe.le.sit [v] hantu yg konon gemar sekali mengisap darah orang perempuan yg baru beranak dan darah anak yg baru lahir atau masih kecil sekali (kepercayaan lama) [n] (1) belalang kecil; belalang bajang; pelasik; (2) hantu yg suka mengisap darah (sering berwujud belalang bajang) [n] peluit
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
pemadaman pe.ma.dam.an [n] proses, cara, perbuatan memadamkan: ~ api di kawasan yg terbakar itu berlangsung selama lima jam
pemakluman pe.mak.lum.an [n] (1) pemberitahuan; (2) pernyataan; pengumuman; proklamasi; (3) proses, cara, perbuatan memaklumkan
pemasakan pe.ma.sak.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memasak; (2) Kim perubahan kompleks yg terjadi dl struktur krim dan pembentukan hablur selama waktu penyimpanan suatu bahan
pemberhasil pem.ber.ha.sil [n] yg membuat atau menyebabkan berhasil: bersatunya rakyat Indonesia merupakan salah satu faktor ~ proklamasi kemerdekaan Indonesia
pemeliharaan pe.me.li.ha.ra.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memelihara(kan); penjagaan; perawatan; (2) pendidikan, peternakan (tt binatang); (3) penyelamatan; penghindaran (dr bahaya dsb); (4) penjagaan harta kekayaan, terutama alat produksi tahan lama dl perusahaan agar tetap dl kondisi yg baik
pemeliharaan medis pe.me.li.ha.ra.an medis [Dok] interaksi yg terjadi antara pemberi dan penerima pelayanan kesehatan selama si penerima mengalami gangguan kesehatan
peminang pe.mi.nang [n] tempat sirih [n] (1) orang yg meminang: ~ gadis itu masih ada hubungan keluarga; (2) pelamar (pekerjaan)
pemudik pe.mu.dik [n] orang yg pulang ke kampung halaman (udik): sekitar 80% -- ke Yogyakarta adalah orang Wonosobo
penalaran pe.na.lar.an [n] cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis; (2) hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar dan bukan dng perasaan atau pengalaman; (3) proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa fakta atau prinsip
penanaman kembali pe.na.nam.an kembali kegiatan menanami kembali kebun lama yg sudah rusak dan tidak produktif lagi
pendaftaran pen.daf.tar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendaftar (mendaftarkan); pencatatan nama, alamat, dsb dl daftar; (2) perihal mendaftar (mendaftarkan): ~ murid baru diadakan dl bulan Desember
pendaulatan pen.dau.lat.an [n] (1) perebutan atau perampasan (hak, milik, kekuasaan, dsb): ~ tanah perkebunan itu sudah lama terjadi; (2) pemecatan tidak dng sewajarnya
pendek permintaan [ki] singkat umur; tidak lama hidup
pendek umur [ki] tidak lama hidup (masih muda sudah mati)
pendekatan pen.de.kat.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendekati (hendak berdamai, bersahabat, dsb): ~ yg telah dilakukannya selama ini tampaknya tidak berhasil; (2) Antr usaha dl rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dng orang yg diteliti, metode untuk mencapai pengertian tt masalah penelitian; acangan
pendemokrasian pen.de.mo.kra.si.an [n] proses, cara, perbuatan mendemokrasikan: selama orang-orang yg terlibat dl pemerintahan masih bermental feodal ~ tata cara pemerintahan tidak akan lancar
pendendang pen.den.dang [n] orang yg mendendangkan lagu: ~ lagu-lagu balada itu mengaku sekadar untuk menambah pengalaman
pendeta pen.de.ta [n] (1) orang pandai; (2) pertapa (dl cerita-cerita lama); (3) pemuka atau pemimpin agama atau jemaah (dl agama Hindu atau Protestan); rohaniwan; guru agama
pendramaan pen.dra.ma.an [n] (1) proses, cara, perbuatan melakonkan sbg drama: tidak lama lagi ~ peristiwa pembunuhan itu akan dilaksanakan oleh kelompok Teater Kecil; (2) penyajian novel, cerita pendek, atau puisi yg dipentaskan sesuai dng prinsip-prinsip drama; (3) ki proses, cara, perbuatan menjadikan suatu peristiwa dsb mengesankan atau mengharukan
pengabar pe.nga.bar [n] orang yg mengabarkan: selama saya menjadi ~ Injil, saya merasa menjadi lebih dekat dng Tuhan; ~ desas-desus itu kini sudah ditangkap
pengajaran peng.a.jar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengajar atau mengajarkan; (2) perihal mengajar; segala sesuatu mengenai mengajar: ~ sejarah nasional sangat diutamakan; (3) peringatan (tt pengalaman, peristiwa yg dialami atau dilihatnya): musibah yg kalian alami itu menjadi ~ bagi kalian
pengampu peng.am.pu [n] (1) penyangga; penyokong; penopang: panggung darurat itu roboh krn ~ nya patah; (2) (orang) yg memerintah (negeri, kerajaan, dsb); (3) orang yg menjaga keselamatan orang lain; wali; orang tua; pembimbing; (4) ki orang yg mengangkat-angkat (suka menyanjung) seseorang
penganggaran peng.ang.gar.an [n] (1) proses mengikhtisarkan rancangan pengeluaran dan penerimaan keuangan selama jangka (waktu) tertentu; (2) kegiatan mengalokasi sumber daya untuk mencapai sasaran usaha dl jangka (waktu) tertentu
penganggur peng.ang.gur [n] orang yg menganggur (yg tidak mempunyai pekerjaan): selama jadi ~ harta bendanya habis dijual untuk makan
pengawal pe.nga.wal [n] (1) penjaga (keselamatan dsb); (2) cak seorang laki-laki yg menjadi pacar (tunangan)
pengawalan pe.nga.wal.an [n] penjagaan (keselamatan); pengawasan dsb: ~ orang hukuman yg sedang bekerja di lapangan dilakukan dng dekat
pengawetan peng.a.wet.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan sesuatu awet dan tahan lama
pengeringan pe.nge.ring.an [n] proses, cara, perbuatan mengeringkan: ~ tanah bekas empang itu memerlukan waktu lama
penggalian peng.ga.li.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menggali: dl ~ itu ditemukan beberapa buah tempayan kuno; (2) ki usaha mencari dan menemukan: ~ bibit pemain sepak bola memerlukan waktu yg cukup lama
penggembungan peng.gem.bung.an [n] proses, cara, perbuatan menggembungkan: ~ yg terjadi pd perutnya sudah lama dirasakannya
penghayatan peng.ha.yat.an [n] pengalaman batin: inti dr seni adalah ~ penciptanya
penghuluan peng.hu.lu.an [n] daerah hulu sungai; daerah pedalaman: ia bertugas di ~ Kalimantan Barat selama sepuluh tahun
penghutanan peng.hu.tan.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan hutan: proyek ~ tanah-tanah gundul dng tanaman pohon jati dan karet sudah lama dilaksanakan
pengindah peng.in.dah [n] sesuatu yg membuat atau menjadikan indah; sesuatu yg menimbulkan keindahan: pohon tsb dapat menjadi tanaman ~ halaman
pengusungan peng.u.sung.an [n] proses, cara, perbuatan mengusung: ~ jenazah ulama besar itu ke makam dilakukan oleh murid-muridnya secara berganti
penindakan pe.nin.dak.an [n] proses, cara, perbuatan menindak: selama dua tahun hampir 5 miliar rupiah kekayaan negara berhasil diselamatkan dl rangka ~ perbuatan koruptor
peningset pe.ning.set [Jw n] barang yg diberikan pihak bakal pengantin laki-laki kpd pihak bakal pengantin perempuan sbg tanda pengikat persetujuan diterimanya lamaran
penjahat kambuhan pen.ja.hat kambuhan penjahat yg melakukan kejahatan lagi setelah keluar beberapa lama dr lembaga pemasyarakatan; residivis; bramacorah: jika seorang ~ kambuhan tertangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dia akan berusaha meloloskan diri
penonaktifan pe.non.ak.tif.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan tidak aktif: pengelolaan perusahaan itu terputus sebentar akibat ~ pimpinannya yg lama
penuh pe.nuh [a] (1) sudah berisi seluruhnya (tidak ada yg terluang lagi); (2) banyak memuat: pidato sambutan -- nasihat bagi kaum tua dan remaja; (3) banyak sekali: di lapangan Monas pagi-pagi sudah -- anak berolahraga; (4) ki tidak kurang dr jumlah yg seharusnya: gajinya sudah dibayar --; ia bekerja selama satu bulan --; (5) ki lengkap; sempurna: kita telah memperoleh kemerdekaan yg --
penyadaran pe.nya.dar.an [n] proses, cara, perbuatan menyadarkan: usaha -- pasien yg gegar otak itu memerlukan waktu yg agak lama
penyalak pe.nya.lak [n] (1) perkakas yg dpt menyalak (mengeluarkan bunyi spt sirene): -- elektronik ini bisa melolong selama 30 jam dan dpt didengar dl radius 700 m; (2) suka menyalak: anjingnya -- apabila ada orang lain lewat di depan rumah pemiliknya
penyerapan pe.nye.rap.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menyerap (mengisap melalui liang-liang renik); (2) penerimaan energi sinar matahari oleh zat-zat tertentu dan diubah menjadi energi lainnya; (3) peristiwa penyerapan suatu unsur ke dl unsur lain sehingga bercampur atau menggantikan unsur yg lama
penyingkir pe.nying.kir [n] orang yg menyingkir (menyelamatkan diri); pengungsi: para -- ditampung di pendapa kelurahan
penyingkiran pe.nying.kir.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menyingkir atau menyingkirkan; penghindaran; (2) penyelamatan diri; pengungsian
penyogokan pe.nyo.gok.an [n] proses, cara, perbuatan menyogok; penyuapan: -- berlangsung sangat lama dan telah menghabiskan uang dua ratus juta dolar
penyuaraan pe.nyu.a.ra.an [n Ling] penggetaran pita suara selama bunyi bahasa berartikulasi
penyutradaraan pe.nyut.ra.da.ra.an [n] proses, cara, perbuatan menyutradarai: dl bidang -- dan produksi film, ia telah cukup berpengalaman
perang pe.rang [n] (1) permusuhan antara dua negara (bangsa, agama, suku, dsb): kedua negara itu dl keadaan --; (2) pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan atau lebih (tentara, laskar, pemberontak, dsb): tidak lama kemudian kedua pasukan itu sudah terlibat dl -- sengit; (3) perkelahian; konflik: -- batu; (4) cara mengungkapkan permusuhan: -- ideologi
perasaian pe.ra.sai.an [n] proses, cara, perbuatan merasai(kan); penanggungan (kesusahan, kesedihan, dsb); pengalaman (sedih); penderitaan: ~ nya tidak terceritakan lagi;
perat pe.rat [ark a] (1) tengik (spt bau minyak kelapa yg sudah lama disimpan); (2) masam (spt rasa cuka); (3) kelat; sepat (spt rasa pinang)
perbaikan per.ba.ik.an [n] (1) pembetulan; hal (hasil, perbuatan, usaha, dsb) memperbaiki: -- kekeliruan; -- kesehatan rakyat; (2) dl keadaan menjadi baik: minta -- gaji; (3) perihal berbaik kembali: meskipun jarang, ada juga perselisihan yg berakhir dng -- yg kekal; (4) perubahan yg mengakibatkan penggunaan alat dapat lebih lama, tambahan produksi lebih besar dr normal, dan penekanan biaya produksi; (5) ganti rugi dl bentuk uang atau barang yg dibayar oleh negara yg kalah perang akibat kerusakan yg diderita pemenang
perbandingan per.ban.ding.an [n] (1) perbedaan (selisih) kesamaan: -- pasukan musuh dng pasukan kita adalah lima lawan dua; (2) persamaan; ibarat: -- bulan dng putri malam kurang tepat; (3) pedoman pertimbangan: pengalaman dapat dijadikan -- dl memecahkan masalah rumah tangga
percederaan per.ce.de.ra.an [n] perihal bercedera; perselisihan; pertengkaran; percekcokan: tidak lama kemudian timbul ~ di antara mereka
peredaran per.e.dar.an [n] (1) gerakan (perjalanan dsb) berkeliling (berputar); keadaan beredar: ~ bumi dan bulan; (2) peralihan (pergantian) dr keadaan yg satu ke keadaan yg lain yang berulang- ulang seakan-akan merupakan suatu lingkaran: harus kita akui bahwa ~ hidup manusia memang tidak tetap; (3) perputaran (uang) dl masyarakat: uang kertas Rp1.000,00 yg lama ditarik dr ~
perhelatan per.he.lat.an [n] (1) pesta atau kenduri selamatan; (2) pesta perkawinan: mereka selalu bergotong-royong dl segala hal, juga waktu ada ~ perkawinan
perhitungan laba rugi per.hi.tung.an laba rugi ikhtisar ringkas tt pendapatan dan pengeluaran organisasi atau perusahaan untuk menunjukkan laba bersih atau rugi selama jangka waktu fiskal yg bersangkutan
perli per.li [n] (1) sindiran; ejekan: kata-kata -- itu kian lama kian terasa menggores hatinya; (2) cak goda; rayu
permanen per.ma.nen [a] tetap (tidak untuk sementara waktu); berlangsung lama (tanpa perubahan yg berarti)
permohonan per.mo.hon.an [n] (1) permintaan kpd orang yg lebih tinggi kedudukannya dsb: -- sudah diajukan kpd Bapak Gubernur; (2) lamaran (pekerjaan dsb): ia mengajukan -- kpd kepala bagian personalia kantor itu
perolehan per.o.leh.an [n] sesuatu yg diperoleh; pendapatan; hasil: mana -mu setelah sekian lama bekerja di sana?
peron pe.ron [n] pelataran (halaman) pd stasiun kereta api, tempat penumpang menunggu atau tempat turun naik kereta
perpeloncoan per.pe.lon.co.an [n] perihal pelonco: rencananya ~ itu akan berlangsung selama tiga hari
perpetuasi per.pe.tu.a.si [n] kekekalan; keabadian: para manipulator, koruptor, serta bajingan yg menindas bangsa kita selama 30 tahun itu tegak di atas -- pertentangan agama
perpisahan per.pi.sah.an [v] (1) perceraian; (2) hal berpisah: ia tampil ke depan dan mengucapkan kata sambutan pd acara ~ dng teman-temannya; malam ~ , pertemuan (perjamuan) pd malam hari untuk memberi ucapan selamat jalan
persiaran per.si.ar.an [ark n] pengumuman; proklamasi
pertanda per.tan.da [kl n] pelebaya; algojo: -- itu pun dipanggil menghadap dan disuruhnya membunuh prajurit itu [n] gelagat; alamat: turunnya burung ke tanah merupakan -- akan hujan [n] (1) tanda; alamat: kokok ayam adalah ~ hari menjelang pagi; (2) pemberian pd saat bertunangan
pertandaan per.tan.da.an [n] alamat; gelagat
peruang pe.ru.ang [kl n] mantra yg menyebabkan dapat tahan lama menyelam di dl air; ilmu peruang [kl n] siksaan atau hukuman dng mengikatkan si terhukum pd tiang, kemudian kepalanya disiram dng minyak babi yg mendidih hingga terhukum meninggal dunia
perum gema alat yg digunakan untuk mengukur kedalaman perairan atau laut dng bantuan gema
perum tangan alat pengukur kedalaman laut dng tali perum secara manual
perut laut bagian laut yg kedalamannya melebihi bagian (laut) yg lain
perwajahan per.wa.jah.an [n] perihal pemberian corak dan motif pd kulit buku, halaman muka, dsb: rancanglah ~ yg bagus pd kulit majalah itu, agar betul-betul menarik
perwajahan sampul per.wa.jah.an sampul penataan bentuk, rupa, warna, ukuran, dsb dr sampul; (2) bagian sampul yg terdiri atas halaman sampul bagian luar yg dibuat menarik serta selaras dng isinya dan halaman lain
perwira pengawas keamanan perwira, bintara tertinggi, atau seorang pejabat sipil yg bertanggung jawab dl tiap pimpinan atau badan, yg ditunjuk untuk mengadakan pengawasan atas keselamatan keterangan rahasia mengenai pertahanan negara
pesanggrahan pe.sang.grah.an [n] rumah peristirahatan atau penginapan, biasanya milik pemerintah [n] peristirahatan: kami menginap di -- Ujung Kulon selama tiga malam
petualang pe.tu.a.lang [n] (1) orang yg bertualang; (2) orang yg berusaha memperoleh sesuatu dng cara menekat (tidak jujur dsb); (3) orang yg suka mencari pengalaman yg sulit-sulit, berbahaya, dsb
piala bergilir [Olr] piala yg diperebutkan dl pertandingan yg diadakan setahun sekali atau lebih dan diberikan secara bergilir kpd pemenang selama masa pertandingan yg satu ke pertandingan berikutnya (jika pd pertandingan berikutnya pemenang terdahulu kalah, ia harus melepaskan piala itu)
piala tetap piala yg menjadi milik pemenang selamanya
pias pi.as [n] (1) lajur tikar pandan yg mendatar dijahit menjadi layar; (2) lajur; jalur: permukaan bumi terbagi atas 24 -- membujur dr utara ke selatan, besar setiap -- 15 derajat; (3) Graf bagian di keempat pinggiran halaman yg kosong tidak dicetak (atas, muka, bawah, dan belakang)
pikat pi.kat [n] lalat besar yg suka mengerumuni dan mengisap darah kuda atau kerbau [v] me.mi.kat v (1) menarik dan membujuk hati (penonton, pembeli, dsb): selama dua minggu penyanyi itu mampu ~ penonton; (2) memancing (musuh dsb): tembakan itu hanya untuk ~ gerombolan yg bersembunyi di situ; (3) menangkap burung dng burung yg jinak sbg penarik: ~ burung perkutut
pikun pi.kun [a] (1) kelainan tingkah laku (sering lupa dsb) yg biasa terjadi pd orang yg sudah berusia lanjut; linglung; pelupa; (2) ki tidak berfungsi dng baik krn sudah lama atau tua (mesin, perkakas, dsb): alat pencatat gempa yg sudah -- krn tuanya
pinang pi.nang [n] (1) tumbuhan berumpun, berbatang lurus spt lilin, tangkai daun yg melekat pd batang berbentuk spt lembaran kulit, buah yg tua berwarna kuning kemerah-merahan untuk kawan makan sirih dsb; Areca catechu; (2) buah pinang; biji pinang [v] me.mi.nang v (1) meminta seorang perempuan (untuk dijadikan istri); melamar: tidak ada yg berani ~ anak jutawan itu; (2) ki melamar (pekerjaan dsb): kabarnya lebih dr seratus orang yg ~ pekerjaan itu [Mk v] me.mi.nang-mi.nang v menimang-nimang
pinangan pi.nang.an [n] (1) permintaan hendak memperistri: ~ nya ditolak oleh orang tua gadis itu; (2) lamaran (pekerjaan dsb)
pindah tugas pindah tugas, me.min.dah.tu.gas.kan [v] memindahkan (seseorang) ke tempat tugas yg lain: perusahaan itu sudah beberapa kali ~ buruh yg telah bekerja selama sebelas tahun
pindai pin.dai [Mk v] me.min.dai v (1) melihat dng cermat dan lama; memandangi: ia ~ wajahnya dl cermin itu; (2) Dok memeriksa dng alat pengindraan (spt fitometer atau sinar radiasi) untuk mendapatkan informasi; melewatkan berkas elektron atau (sesuatu) lalu mengubahnya menjadi variasi sifat-sifat elektron (msl vilatase) yg membawa informasi secara elektronis
pindang pin.dang [n] ikan yg digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama
pintu butulan pintu di samping rumah atau halaman bertembok
pintu gerbang pintu besar tempat keluar masuk (halaman, kota, dsb)
pita duga alat pengukur kedalaman (ketinggian) cairan di dl tangki-tangki kapal, terdiri atas pita ukuran terbuat dr logam yg dapat digulung dan bandul pemberat ujungnya
piutang pi.u.tang [n] (1) uang yg dipinjamkan (yg dapat ditagih dr seseorang); utang-piutang, uang yg dipinjam dr orang lain dan yg dipinjamkan kpd orang lain; (2) tagihan uang perusahaan kpd para pelanggan yg diharapkan akan dilunasi dl waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan
pola pengeboran pola untuk tujuan peledakan yg menunjukkan jumlah lubang bor, kedalaman, dan arah lubang
polisi lalu lintas polisi yg memelihara keamanan dan keselamatan lalu lintas
pos [n] (1) jawatan yg menyelenggarakan kirim-mengirim barang, surat, uang, dsb: pegawai --; dikirim melalui --; (2) kantor tempat kirim-mengirim surat, uang, dsb; kantor pos: ia pergi ke (kantor) -- untuk membeli perangko; (3) surat-surat dsb yg dikirim dng perantaraan pos: kartu (surat, warkat) --; tukang (pengantar) -- , pegawai pos yg mengantarkan surat-surat; (4) ark kereta (kuda) pengangkut surat dsb (pd zaman dahulu); kereta pos; kuda pos: kami menumpang kereta -- dr Semarang; (5) ark tempat perhentian kereta pos (pd zaman dahulu): tiba di -- , kusir kereta pos mengganti kudanya dng yg masih segar; (6) cak perhentian (kereta api, trem dsb): rumah mereka di belakang -- lama [n] (1) tempat penjagaan (tentara, polisi, pengamat gunung berapi, dsb): dua regu ditempatkan di -- terdepan; (2) tempat kedudukan (orang yg melakukan tugas dsb): dokter-dokter harus selalu siap di -- masing-masing; (3) cak tempat berkumpul; tempat anggota sekelompok [n] (1) jumlah uang yg disediakan untuk suatu keperluan (jawatan dsb); (2) bagian mata anggaran belanja
positivisme po.si.tiv.is.me [n] aliran filsafat yg beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yg pasti
pot [n] tempat yg terbuat dr tanah, semen, plastik, dsb untuk menanam pohon (bunga), biasanya untuk menghias halaman rumah [n kp] pispot
potong paruh [Tern] memotong ujung paruh unggas, -- tahanan mendapat pengurangan waktu hukuman penjara bagi tersangka yg menjalani masa penahanan selama proses pengadilan berlangsung
pranatal pra.na.tal [n Kat] (1) upacara dan kebaktian yg dilakukan menjelang Natal dan sbg persiapan menyambutnya; (2) masa sebelum lahir; pralahir; prenatal: makanan selama -- berpengaruh thd kesehatan bayi
prapuna pra.pu.na [n] kepompong yg tetap dl kulit larva yg lama
predisposisi pre.dis.po.si.si [n] (1) kecenderungan khusus ke arah suatu keadaan atau perkembangan tertentu; (2) kecenderungan untuk menerima atau menolak sesuatu berdasarkan pengalaman dan norma yg dimilikinya; (3) Dok keadaan mudah terjangkit oleh penyakit
primbon prim.bon [n] kitab yg berisikan ramalan (perhitungan hari baik, hari nahas, dsb); buku yg menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu gaib (rajah, mantra, doa, tafsir mimpi), sistem bilangan yg pelik untuk menghitung hari mujur untuk mengadakan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan dan mengurus segala macam kegiatan yg penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat
produksi massa pembuatan barang dl jumlah besar-besaran, biasanya dng mesin, baik yg berupa ulangan produk lama maupun produk yg coraknya telah diberi variasi, msl dl hal warna dan perlengkapannya
proses adiabatik [Fis] proses yg terjadi pd suatu sistem apabila selama berlangsungnya proses tidak ada panas (kalor) yg masuk atau keluar
psalm [n Kris] nyanyian untuk memuji Tuhan (terdapat di dl Kitab Perjanjian Lama)
psikoanalisis psi.ko.a.na.li.sis [n Psi] cara untuk mendapatkan secara terperinci pengalaman emosional yg dapat menjadi sumber atau sebab gangguan jiwa dan represinya
puerpera pu.er.pe.ra [n Dok] periode antara kelahiran bayi dan kembalinya rahim ke ukuran normal (biasanya selama 42 hari)
puisi pu.i.si [n] (1) ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; (2) gubahan dl bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; (3) sajak
pulang pohon selamatan setahun (dua tahun dsb) sesudah orang meninggal
pulsa pul.sa [n] (1) denyut nadi yg terjadi krn detak jantung; (2) tegangan atau arus yg berlangsung beberapa lama berbentuk segi empat atau gelombang sinus; (3) satuan dl perhitungan biaya telepon; (4) Mus rangkaian denyutan berulang secara teratur yg terasa dl musik, jika pulsa itu terdengaran disebut ketukan
pungkas pung.kas , me.mung.kasi v mengakhiri: dukungan kader thd pemimpinnya ~ pernyataan mereka yg selama ini masih diragukan
putih mata pu.tih ma.ta [n] , ber.pu.tih ma.ta v ki (1) mendapat malu; (2) kurang senang atau sakit hati (melihat perbuatan yg kurang senonoh atau krn menanti lama-lama)
radikal asam [Kim] gugus atom dl molekul asam yg dapat mengambil bagian dl reaksi sbg satuan (isinya tidak berubah selama reaksi)
radiolisis ra.di.o.li.sis [n Kim] disosiasi molekul oleh penyinaran, msl kuantitas kecil air dl teras reaktor berurai ke dl hidrogen dan oksigen selama penyinaran
radurisasi ra.du.ri.sa.si [n] pengawetan dng penyinaran dosis rendah untuk mempertahankan kualitasnya (msl buah, sayuran, udang, daging, ikan yg telah didinginkan selama tiga minggu dl temperatur 3oC)
rahayu ra.ha.yu [a] selamat; tenteram
rakit penolong [Lay] rakit yg digunakan untuk penyelamatan jiwa di laut dl keadaan darurat
ransum pembibit ransum makanan yg disusun untuk bibit petelur selama masa bertelur, kandungan zat makanannya lebih tinggi dp ransum komersial petelur
ransum termakan ransum makanan yg dapat habis dimakan ternak selama satu hari
rantau ran.tau [n] (1) pantai sepanjang teluk (sungai); pesisir (lawan darat): berlayar sepanjang --; (2) daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; negeri asing
rapak ra.pak [n] tuntutan hak dr pihak istri krn ditinggal lama oleh suami tanpa diketahui pasti tempat suaminya berada
rasian ra.si.an [Mk n] mimpi (terutama yg mengandung arti atau alamat)
rasuk ra.suk [n] balok palang yg dipasang di antara tiang rumah untuk penahan atau penopang lantai (pd rumah panggung) [v] me.ra.suk v (1) memasuki tubuh manusia (tt roh jahat dsb): mereka terus menari sampai suatu kekuatan gaib ~ dan membuat mereka gagah berani; (2) mendalam; meresap benar; berkesan benar: adat yg bercampur agama telah lama ~ di sini; (3) bercampur-baur; bergaul: ia lebih banyak bergaul dan ~ di tengah-tengah masyarakat
rata-rata ra.ta-ra.ta [a] (1) sama banyak di seluruh tempat: benih itu harus ditaburkan ~ di pesemaian; (2) disamakan saja tanpa memperhatikan perbedaan yg ada; pukul rata: duriannya memang ada yg besar dan ada yg amat kecil, tetapi ~ sedang dan manis rasanya; (3) hampir sama; berimbang jumlahnya: ~ pengeluarannya per bulan sama dng gajinya; (4) (angka, jumlah, dsb) diperoleh dr jumlah keseluruhan unsur dibagi banyaknya unsur: selama lima tahun ini pertambahan penduduk Indonesia ~ 2,5% setahun
rayan ra.yan [Mk] , me.ra.yan 1 v mengigau; meracau: ia ~ krn demam panas; (2) n mimpi yg berhubungan dng pengalaman pd siang hari atau yg berhubungan dng peristiwa yg selalu mengganggu pikiran: siang menjadi angan-angan, malam menjadi ~
redup re.dup a (1) berawan (langit); tidak terang (cuaca); mendung; (2) agak gelap krn terlindung awan; tidak panas: matahari --; (3) suram: lampu itu makin lama makin -- krn kekurangan minyak; (4) berkurang; merosot (kekayaan, kemegahan); (5) mulai berhenti; reda (badai, cinta kasih, dsb); (6) sayup-sayup; redam (suara, bunyi); (7) ki tidak gembira: ia menyahut dng --
rejasa re.ja.sa [n] timah [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 26 m, batangnya tidak lurus sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat borok (luka lama), daunnya untuk obat lesu; Elacocarpus grandiflora; (2) kulit pohon rejasa; (3) daun rejasa
reka-reka re.ka-re.ka [n] (1) aturan tindakan: mengambil ~ untuk menyelamatkan keluarganya; (2) sesuatu yg dibuat-buat atau diakal-akalkan; karangan: rupanya kabar itu ~ semata-mata; (3) akal (daya upaya tipu muslihat): orang banyak ~ nya untuk mencari uang
rekes re.kes [n] (1) (surat) permohonan; (2) (surat) lamaran pekerjaan
rekoleksi re.ko.lek.si [n Kat] khalwat pendek selama beberapa hari
rekto rek.to [n] (1) halaman sebelah kanan pd buku atau naskah terbuka, biasanya bernomor halaman ganjil; (2) sisi pertama pd kertas cetak atau bergaris jika dilipat dan dijilid; bagian depan atau bagian muka lembaran kertas cetakan
reminisensi re.mi.ni.sen.si [n] (1) kenang-kenangan; (2) tindakan mengenang; pengenangan; (3) hal berpikir dan bercerita tt pengalaman atau kejadian masa lampau; (4) halaman atau ruang dl sebuah buku yg dapat digunakan untuk membangkitkan ingatan seseorang akan tulisan orang lain
rempah rem.pah [v] , me.rem.pah v (1) berlari menginjak-injak (tanaman dsb); (2) ark menjelajah; mengembara: enam bulan lamanya sudah ia ~ di hutan; (3) ark menyiangi (sawah): ia ~ sawah [n ] berbagai jenis hasil tanaman yg beraroma, spt pala, cengkih, lada untuk memberikan bau dan rasa khusus pd makanan; -- aromatik campuran pepermin, lavender, bunga cengkih, dan thymus
rentetan ren.tet.an [n] (1) rangkaian; untaian; (2) deretan; runtunan; seri; (3) bunyi senapan dsb yg berturut-turut: tidak lama sesudah itu terdengarlah ~ senapan
renung re.nung , me.re.nung v (1) memandang; menatap: ia tiada berani menentang mata A yg selalu ~ nya; (2) menjenguk: ia ~ ke luar jendela , me.re.nung v diam memikirkan sesuatu; termenung; termangu: lama ia duduk ~
reuni re.u.ni [n] pertemuan kembali (bekas teman sekolah, kawan seperjuangan, dsb) setelah berpisah cukup lama: tokoh-tokoh tua bulu tangkis akan mengadakan --
revitalisasi re.vi.ta.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali: berbagai kegiatan kesenian tradisional diadakan dl rangka -- kebudayaan lama
rezim re.zim [n] tata pemerintah negara; pemerintahan yg berkuasa: diberitahukan bahwa -- lama sudah jatuh
riak ri.ak [n] (1) gerakan mengombak di permukaan air; ombak kecil; gerakan air yg merupakan lingkaran (spt bila kita menjatuhkan batu ke air): kedengaran -- air gemercik; (2) getaran (udara): pd tempat yg kepanasan itu tampak -- udara; (3) gelagat; gerak-gerik yg menjadi alamat bahwa ada sesuatu yg terkandung di dl hati: dr -- matanya tampak ia sangat berang kepadaku [n] lendir yg keluar dr tenggorok pd saat terserang batuk; dahak [a] ria
rindu rin.du [a] (1) sangat ingin dan berharap benar thd sesuatu: ia -- akan kemerdekaan; (2) memiliki keinginan yg kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman) : ia -- benar kpd anak-istrinya
rindu dendam sangat berahi; menaruh cintakasih (kpd): -- dendam yg telah sekian lama terpendam dl hati
ringan ri.ngan [a] (1) dapat diangkat dng mudah; sedikit bobotnya; enteng: kayu ini --; (2) ki tidak membahayakan; tidak parah: lima orang luka --; (3) ki mudah dikerjakan: pekerjaan itu -- sekali; (4) ki sedikit (tidak besar) jumlahnya: pajaknya --; (5) ki sebentar (tidak lama): hukumannya -- , tidak berat
ringkik ring.kik [v] , me.ring.kik v berbunyi (tt kuda): terdengar suara kuda ~ di halaman
risau ri.sau [a] buruk kelakuan (suka berbuat jahat) [a] (1) gelisah; rusuh hati: hatinya merasa -- bercampur cemas; (2) rusuh (kacau, tidak aman): selama keadaan masih -- , tidak mungkin kita dapat hidup dng tenteram
rombengan rom.beng.an [n] barang-barang (pakaian, alat-alat) yg sudah lama (bekas pakai, rongsokan); barang-barang yg dijual oleh tukang loak; barang loakan
rombongan rom.bong.an [n] sekumpulan orang (yg bersama-sama bekerja, bepergian); sekelompok (orang): ~ pendaki gunung itu tiba kembali dng selamat
rongsok rong.sok [a] rusak sama sekali; bejat: mobilnya sudah -- sejak beberapa lama; moralnya sudah --
rongsokan rong.sok.an [n] yg sudah rusak sama sekali (tt barang); rosokan; rombengan: halaman rumahnya menjadi tempat pembuangan barang ~
rotasi bumi perputaran bumi pd porosnya dr arah barat ke timur selama sehari (24 jam) yg mengakibatkan terjadinya siang dan malam
rotograf ro.to.graf [n] potret satu halaman naskah
rubaiat ru.ba.i.at [n] puisi Melayu lama berasal dr Arab-Parsi, terdiri atas tujuh atau delapan baris dl bait, bersajak dua-dua (aa/bb/cc/dd)
rubiah ru.bi.ah [n] (1) wanita yg saleh; ruhbanat; (2) istri ulama; (3) wanita yg menjadi guru mengaji (Alquran) [Lihat {riba}] [n] penyanyi tunggal dl musik berahi yg juga bertugas sbg pengarah dan pengontrol setiap syair yg ditembangkan oleh penyanyi lain
runut ru.nut [n] jejak (bekas tapak kaki dsb): -- orang yg masuk ke halaman rumah masih jelas kelihatan ; putus -- , kehilangan jejak; (2) alur di tanah (bekas roda pedati dsb): -- roda pedati dan sapi membekas di sepanjang jalan desa
rupiah sikah mata uang lama India
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
sabun cukur sabun yg digunakan bersama sikat cukur, menghasilkan busa yg cukup tebal dan lama hilangnya, dibuat dr minyak kelapa atau turunannya dan turunan minyak lainnya, tersedia dl bentuk krim atau padat
sabur sa.bur [a] (1) kl bercampur (berbaur) tidak menentu (sehingga tidak dapat dibedakan lagi, spt suara tangis bercampur dng teriak, beribu-ribu orang berkumpul): dl keadaan kacau akibat kebakaran itu, suara tangis dan jeritan menjadi --; (2) kabur; agak suram; agak gelap: kaca jendela ini -- krn sudah lama tidak dibersihkan
safinatunajah sa.fi.na.tu.na.jah [Ar n] kapal penyelamat
saga sa.ga [n] perdu merambat, termasuk suku polong-polongan, Papilionaceae, berdaun majemuk menyirip ganjil, bunganya berwarna merah, polongnya berbentuk lonjong, berisi 3-6 biji, berwarna merah berkilap dng bercak hitam; saga biji; saga rambat; Abrus precatorius [n Sas] cerita rakyat (berdasarkan peristiwa sejarah yg telah bercampur fantasi rakyat); prosa kisahan lama yg bersifat legendaris tt kepahlawanan keluarga yg terkenal atau pertualangan yg mengagumkan
sah [v] dilakukan menurut hukum (undang-undang, peraturan) yg berlaku: berdasarkan akta notaris, pendirian yayasan itu sudah --; (2) v tidak batal (tt keagamaan): salatnya tetap -- meskipun tidak memakai peci; (3) v berlaku; diakui kebenarannya; diakui oleh pihak resmi: para pelamar harus membawa surat-surat keterangan yg --; karangan untuk media massa harus ditulis dng ejaan yg --; (4) a boleh dipercaya; tidak diragukan (disangsikan); benar; asli; autentik: naskah proklamasi yg dibacakan pd setiap peringatan tanggal 17 Agustus adalah naskah yg --; (5) a nyata dan tentu; pasti: peti ini -- berisi uang
sahabat sa.ha.bat [n] kawan; teman; handai: ia mengundang -- lamanya untuk makan bersama-sama di restoran
sahifah sa.hi.fah [Ar n] (1) lembaran yg bertulis; surat; (2) dokumen; (3) halaman (buku)
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
sakit kronis penyakit yg timbul atau berkembang dl jangka waktu lama
salaf saleh ulama-ulama terdahulu yg saleh
salah urus tidak cakap mengurus (menata, membenahi, membereskan); sesuatu; -- wesel cak (1) salah alamat: kiriman obat-obatan ini harus sampai di tangan rakyat yg memerlukan jangan sampai -- wesel; (2) salah paham (pengertian): krn -- wesel ia memberikan penafsiran yg berbeda dng apa yg kumaksudkan
salem sa.lem [n] ikan berbadan bujur telur dr suku Salmonidae, beberapa jenisnya bermigrasi dr air laut ke air tawar selama musim kawin; salmon; Salmo salar
salinan sa.lin.an [n] turunan (surat dsb); saduran: surat lamaran itu harus dilengkapi dng -- ijazah
samak sa.mak [n] (1) tumbuhan yg menghasilkan bahan (zat) untuk memasak kulit binatang agar menjadi berwarna dan tahan lama (banyak macamnya, spt -- paya, -- pulut, pasir, dan -- serai); (2)zat (bahan) untuk memasak kulit binatang [n] bahan gelasan benang layang-layang [Mk a ] susah; gundah: tampak pemuda itu -- krn ditinggalkan kekasihnya
samir sa.mir [n] daun pisang yg digunting berbentuk bulat dng aneka ukuran, biasa digunakan sbg alas nasi untuk selamatan [kl n ] selampai sutra kuning (dipakai untuk menutup barang-barang yg akan dipersembahkan kpd raja atau sultan): persembahan itu ditutup dng --
sampai sam.pai [v] (1) mencapai; datang; tiba: setelah berjuang melawan badai, akhimya perahu kami -- di pantai dng selamat; kami -- di Bandung malam hari; (2) berbatas: kedalaman sungai hanya -- lutut; (3) terlaksana (tt cita-cita, harapan, niat, dsb); tercapai: mudah-mudahan cita-citamu --; (4)cukup: gaji kami tidak -- untuk hidup satu bulan; (5)lebih dr: harganya tidak -- seratus rupiah; (6)hingga: buku itu dibacanya -- tamat; perjanjian itu berlaku -- tahun depan; (7) mencapai tujuan; tamat: sekolahnya tidak -- [v] , me.nyam.pai.kan v menyampirkan; menggantungkan: Ibu -- cucian basah pd tali jemuran
sampai akhir zaman selama-lamanya
sampai hari kiamat selama-lamanya
sampai tua selama-lamanya tanpa ada perubahan
sampir sam.pir [n] bagian sarung keris sebelah atas (dibuat dr kayu kemuning) [v] , me.nyam.pir.kan v menyampaikan atau menggantungkan pakaian dsb pd gantungan (tali jemuran dsb): Ibu -- cucian basah di pagar halaman
sanawiah sa.na.wi.ah [n] tingkat menengah pertama (sekolah agama Islam): pesantren ini memiliki tingkat -- dan aliah dng lama belajar enam tahun
sanda san.da [kl n] aku (biasa dipakai oleh pengarang lama); yg diperhamba; sahayanda [Mk v] gadai
sangkil sang.kil [v] (1) sampai: perahu kecil itu -- dng selamat ke tempat tujuan; (2) kena; mengenai: bidikannya tepat -- sasaran; (3) berdaya guna; efisien
sanseviera san.se.vi.e.ra [n] tumbuhan daerah tropis, sering ditanam di halaman rumah sbg tanaman hias, daunnya berbentuk pedang dng ujung yg meruncing tajam, berwarna hijau dng garis-garis kuning; lidah mertua; Sanseviera trifasciata
sapih sa.pih [ark a] lumpuh sebelah badan [v] , me.nya.pih v (1) menyarak (menghentikan anak menyusu): ibu itu -- anaknya yg sudah berumur dua tahun; (2) (pd ternak) mengakhiri periode anak binatang menyusu pd umur tertentu, msl krn anak sudah dapat memakan pakan ternak dewasa; (3) (pd tanaman) memindahkan benih yg sudah berkecambah dr persemaian lama ke persemaian baru yg lebih besar
sara sa.ra [n] (1) sesuatu yg dipakai untuk memelihara atau menyelamatkan hidup (spt bekal, ransum, uang sokongan): -- hidup; (2) uang sara [Mk v] , ber.sa.ra v minta pertimbangan bagaimana sebaiknya dsb; minta sara -- bara v (1) berlarian tidak tentu arah; berlari kalang kabut; tersara bara: berlari -- bara; mereka (ter) -- bara meninggalkan perkemahan; (2) berantakan tidak keruan: perlengkapan militer -- bara sesudah pengeboman itu
sarang macan [ki] tempat yg penuh bahaya (bagi keselamatan seseorang)
saudara sau.da.ra [n] (1) orang yg seibu seayah (atau hanya seibu atau seayah saja); adik atau kakak; (2) orang yg bertalian keluarga; sanak: ia mempunyai banyak -- di sini, baik dr ibu maupun dr ayahnya; (3) orang yg segolongan (sepaham, seagama, sederajat, dsb); kawan; teman: dl mengerjakan tugas ini, kita akan dibantu oleh -- kita di kampung ini; (4) sapaan kpd orang yg diajak berbicara (pengganti orang kedua): coba -- pikirkan masak-masak; (5) ki segala sesuatu yg hampir serupa (sejenis dsb): serigala merupakan -- anjing; (6) ki tembuni: -- nya baru keluar, padahal bayinya telah lama lahir
sebentar se.ben.tar [n] (1) singkat; sesaat; tidak lama: tunggulah -- , saya mau sembahyang dulu; (2) nanti: -- Ibu datang; (3) kadang-kadang: -- pergi, -- tidak
sebentar ini belum lama ini
seblang seb.lang [n] tarian rakyat Banyuwangi, penarinya dipoles hartal, bertutup kepala daun pisang, menari dl ketidaksadaran, dimaksudkan sbg tanda gembira setelah seseorang pulih dr sakit yg lama, biasanya diiringi permainan gambang, rebab, kendang, dan gong kecil
sedan se.dan [n] suara tertahan-tahan (spt pd orang yg lama menangis); isak
sedekah se.de.kah [n] (1) pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma; (2) selamatan; kenduri: -- arwah; -- kubur; (3) makanan (bunga-bunga dsb) yg disajikan kpd orang halus (roh penunggu dsb)
sedekah bumi selamatan yg diadakan sesudah panen (memotong padi) sbg tanda bersyukur
sedekah kubur selamatan pd ketika menguburkan mayat
sedikit hari lagi tidak lama lagi; beberapa hari lagi
segaris se.ga.ris [n] (1) satu garis; (2) seide; sehaluan: presiden baru itu mengungkapkan bahwa ia tidak ~ dng menteri pertahanan yg lama
segi se.gi [n] (1) sisi (garis pd tepi bidang): -- tiga (empat, lima, dsb); (2) sanding (garis penjuru pd kubus, limas, dsb): tiang batu pualam delapan -- nya; (3) lajur atau pias pd kertas dsb (spt pd blangko wesel pos): -- ini tempat untuk menuliskan alamat pengirim; (4) faset (bidang kecil-kecil pd permukaan intan, berlian, dsb): segi-segi pd intan ini tidak sama luasnya; (5) aspek: jika dilihat dr -- ini, hasil rapat itu merugikan kita
seguna se.gu.na [n] , ~ sekaya harta yg diperoleh suami istri dr usaha bersama selama pernikahan; gana-gini
sehari selembar benang sehari selembar benang, lama-lama jadi se.he.lai kain [pb] hal perbuatan orang yg sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga
seismograf se.is.mo.graf [n] alat untuk mencatat gempa bumi, yg menunjukkan kekuatan, lama, arah, dan jaraknya
seismometer se.is.mo.me.ter [n] alat untuk mengukur (merekam) getaran gempa bumi tt kekuatan, lama, arah, dan jaraknya
sejahtera se.jah.te.ra [a] aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dr segala macam gangguan)
seka se.ka [v] ber.se.ka v menyapu-nyapu (menggosok- gosok, mengusap-usap) diri dng kain dsb supaya bersih (kering) [Bl n] organisasi masyarakat desa yg dibentuk untuk tujuan tertentu, baik waktu singkat maupun lama, msl perkumpulan kesenian legong
sekap se.kap [v] me.nye.kap v (1) menaruh di tempat yg tertutup; memeram buah-buahan (ditutup rapat-rapat dng daun pisang dsb): -- pisang; (2) mengurung (menutup, memingit) dl kamar dsb: para pembajak -- sanderanya selama delapan jam di pesawat itu; (3) menahan (dl penjara); memenjarakan: polisi -- tahanannya di penjara
seketika se.ke.ti.ka [adv] saat itu juga; waktu yg tidak lama: ~ itu juga lenyaplah kepercayaanku kepadanya
sekoci penolong [Kap] sekoci yg dibawa oleh kapal, terbuat dr kayu, serat atau logam, mempunyai tangki udara yg kedap air untuk menambah daya apung dan dirancang serta dilengkapi dng peralatan untuk penyelamatan jiwa di laut dl keadaan darurat
sekuler se.ku.ler [a] bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian): kekuasaan --; pendidikan -- [a Astron] berlangsung lama sekali (tt proses, perubahan), demikian lambat sehingga tidak mempunyai efek yg cukup besar untuk dicatat dl waktu ratusan tahun
selagi se.la.gi [adv] (1) selama (masih, belum); sementara (masih, belum): ~ hayat dikandung badan, tidak akan lupa; (2) ketika; pd masa; semasa: pd malam hari, ~ orang tidur, ia keluar dr tempat persembunyiannya lihat lagi
selalu se.la.lu [adv] (1) senantiasa; selamanya: mereka -- baik thd kami; (2) sering; terus-menerus; tidak pernah tidak: ia -- marah- marah saja kalau di rumah; ia -- mengharapkan kedatangannya; (3) Mk seluruh
selam se.lam [v] (perihal) masuk ke dl air: juru --; kapal --; (2) n Olr cabang olahraga renang yg masuk ke dl air sampai ke kedalaman yg jauh dr permukaan air [v] (perihal) masuk ke dl air: juru --; kapal --; (2) n Olr cabang olahraga renang yg masuk ke dl air sampai ke kedalaman yg jauh dr permukaan air
semah negeri menyajikan kepala kerbau dsb untuk keselamatan negeri
semasih se.ma.sih [adv] ketika masih; selama masih
semayam se.ma.yam , ber.se.ma.yam v (1)hor duduk: baginda pun -- di atas singgasana dikelilingi oleh para menteri dan hulubalang; (2) hor berkediaman; tinggal: Sultan Iskandar Muda pernah -- di Kotaraja; (3) ki tersimpan; terpatri (dl hati): sudah lama cita-cita itu -- dl hatinya; keyakinan yg -- dl hati
sembarang sem.ba.rang [a] sebarang; apa (siapa, di mana, bilamana) saja; asal ... saja: -- makanan dimakannya, asal berupa makanan saja dimakannya
semboyan sem.bo.yan [n] (1) tanda atau alamat untuk memberitahukan sesuatu (tt bunyi kentungan, nyala api, lambaian bendera, dsb): kentungan di balai desa itu dipukul sbg -- agar penduduk desa berkumpul; tembakan peluru berasap itu sbg -- serangan dimulai; (2) kata atau perkataan rahasia yg dipakai sbg alamat untuk mengetahui (mengenal) kawan sendiri: pd malam itu -- yg dipakai oleh pasukan kita "elang" dan "gagak"; (3) perkataan atau kalimat pendek yg dipakai sbg dasar tuntunan (pegangan hidup); inti sari suatu usaha dsb; slogan; moto: " Bhinneka Tunggal Ika" ialah -- Republik Indonesia;"sekali murah, tetap murah", itulah -- tokonya
sementara se.men.ta.ra [p] selama; selagi: -- menunggu kedatangan Ayah, Ibu merenda taplak meja; (2) n beberapa lamanya; tidak selamanya; tidak untuk selama-lamanya: kami tinggal di rumah ini hanya untuk -- saja; (3) num beberapa (di antaranya): orang bekerja, dia duduk membaca koran
sempat-sempatnya sem.pat-sem.pat.nya [adv] sempat: empat orang pengawal dan seorang fotografer, yg selama ini terdengar galak dan seram, -- menampakkan diri di masjid terbesar itu
senantiasa se.nan.ti.a.sa [adv] selalu; selamanya; tidak putus-putusnya: para pemain -- mengikuti nasihat pelatihnya
sendiri sen.di.ri [adv] (1) a seorang diri; tidak dng orang lain: ia tinggal -- di rumah itu; ia pergi ke Bandung -- saja; (2) a tidak dibantu (dipengaruhi) orang lain: rencana itu adalah hasil pikirannya --; (3) a tidak dibantu alat lain; otomatis: radio yg dapat berhenti --; berdiri -- , tidak diperintah orang lain; (4) n kepunyaan dr yg disebut (yg bersangkutan), bukan kepunyaan orang lain: ia tinggal di rumahnya --; (5) n diri dr yg bersangkutan (bukan wakil atau pengganti); orang yg sesungguhnya (berkepentingan): pelamar harus datang --; dr dia -- saya tidak pernah menerima surat; (6) a terpisah dr yg lain; terasing; sendiri-sendiri: setiap orang diperiksa --; (7) a yg paling: ia selalu mau menang -- , tidak mau menghiraukan pendapat orang lain
sengon se.ngon [n] pohon yg kayunya lunak, gubalnya putih, terasnya cokelat, umumnya tidak tahan lama, biasanya digunakan untuk tangkai korek api; Albizzia chinensis
senior se.ni.or [a] (1) lebih tinggi dl pangkat dan jabatan kedinasan (pegawai, karyawan, dsb): seorang diplomat -- diangkat menjadi duta besar; (2) lebih matang dl pengalaman dan kemampuan; (3) berada dl tingkat sarjana bagi mahasiswa dan kelas terakhir bagi pelajar SMU dan SLTP; (4) lebih tua dl usia bagi dua orang (ayah dan anak) yg sama namanya (nama famili)
senioritas se.ni.o.ri.tas [n] (1) perihal senior; (2) keadaan lebih tinggi dl pangkat, pengalaman, dan usia; (3) prioritas status atau tingkatan yg diperoleh dr umur atau lamanya bekerja
sepak bola se.pak bo.la [n Olr] permainan beregu di lapangan, menggunakan bola sepak dr dua kelompok yg berlawanan yg masing-masing terdiri atas sebelas pemain, berlangsung selama 2 x 45 menit, kemenangan ditentukan oleh selisih gol yg masuk ke gawang lawan
sepandai-pandai bungkus yg busuk berbau juga [pb] perbuatan yg salah, meskipun dirahasiakan, lama-lama akan ketahuan juga
sepanjang se.pan.jang [n] (1) sejauh; menurut panjang: ~ jalan; (2) selama; seluruh (waktu): ~ hari; ~ tahun; (3) sesuai dng; menurut: ~ pengetahuan saya
sepenggalah matahari naik [pb] alamat waktu, kira-kira pukul 08.00 atau 09.00
sepertanak se.per.ta.nak, pe.na.nak nasi [n] waktu yg lamanya sama dng orang menanak nasi (kira-kira 20 menit)
sepetang-petangan se.pe.tang-pe.tang.an [n] selama waktu petang; sepanjang petang
serak se.rak [a] (1) parau (tt suara krn banyak berkata-kata dsb): semalaman ia menangis hingga suaranya --; (2) sendat jalan suaranya; (3) sendat jalan pernapasannya (krn berlendir dsb): jangan minum es, nanti -- [n] burung elang malam (atau burung hantu) yg bunyinya serak (spt suara orang yg serak) [n] -- serik tiruan bunyi yg terdengar ketika orang menggosok lantai dsb [v] , ber.se.rak v tersebar di mana-mana: buku itu -- di mana-mana
serana se.ra.na [v kl] me.nye.ra.na v (1) merana (makin lama makin kurus): badan -; (2) termenung: duduk -- [Lihat {sarana}]
serta ser.ta [p] (1) dan: Presiden -- rombongan disambut dng tarian selamat datang; (2) demi; begitu; pd ketika: -- mendapat perintah, ia lalu berangkat; ia pun jatuh pingsan -- mendengar kabar itu [v] ikut; turut: pd hari itu beliau tidak -- berunding; ke mana saja ia pergi, buku itu dibawa --
sesepuh se.se.puh [n] (1) orang yg tertua dl masyarakat; (2) ki orang yg dituakan atau dijadikan pemimpin krn banyak pengalaman dl suatu organisasi dsb: gubernur itu diangkat sbg -- kontak tani; kelihatan -- organisasi itu hadir pd musyawarah itu lihat 2sepuh
set [n] bagian permainan yg tertentu waktu atau hitungannya; babak: dia mampu main bulu tangkis selama tiga -- tanpa istirahat [v] , me.nge.set v menata, mengatur (tt rambut, susunan huruf dl mesin cetak, dsb): sudah menjadi kebiasaannya, ia -- rambut setiap pergi ke pesta [n] beberapa benda yg dipakai selalu bersama-sama yg satu menjadi pelengkap yg lain; perangkat; setel: dua -- gamelan Jawa menjadi koleksi terbaru Pemerintah DKI Jaya [n cak] muslihat; tindak; strategi: dia sudah salah -- sehingga dl waktu dekat dapat dikalahkan oleh lawan
setahun jagung se.ta.hun jagung selama masa 3-4 bulan; (2) ki seumur jagung; tidak lama
setahun padi se.ta.hun padi selama masa 5-6 bulan
setakar se.ta.kar [n] seukuran; seimbang; sesuai: hukuman yg dijatuhkan kepadanya ~ dng kejahatan yg dilakukannya selama ini
setebal se.te.bal [n] pohon, kayunya keras dan tahan lama, digunakan sbg bahan bangunan; Alangium nobile [a] sama tebal dng
seterusnya se.te.rus.nya [adv] (1) selanjutnya; (2) lalu ...; lantas ...; (3) lain-lainnya; (4) tetap selama-lamanya; (5) dan berikutnya; (6) mulai sekarang ...
setia se.tia [a] (1) berpegang teguh (pd janji, pendirian, dsb); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yg harus dijalankannya, ia tetap -- melaksanakannya; ia tetap -- memenuhi janjinya; (2) tetap dan teguh hati (dl persahabatan dsb): telah sekian lama suaminya merantau, ia tetap -- menunggu; (3) berpegang teguh (dl pendirian, janji, dsb): walau hujan turun dng lebatnya, ia tetap -- memenuhi janji pergi ke rumah kawannya
setinggi-tinggi bangau terbang [pb] sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga
setinggi-tinggi melambung setinggi-tinggi me.lam.bung , surutnya ke tanah juga [pb] biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga
seumur se.u.mur [n] sama umurnya (dng); umur yg sama; sebaya: dia ~ dng ayahnya; dihukum ~ hidup, dihukum selama hidup (sampai mati)
seumur hidup se.u.mur hidup selama hidup
seumur jagung se.u.mur jagung sama umurnya dng umur tanaman jagung (3-4 bulan); (2) sebentar saja; tidak lama
sewaktu-waktu se.wak.tu-wak.tu [adv] tidak tentu waktunya; kapan-kapan; bilamana saja: kekacauan ~ dapat timbul
siang-siang si.ang-si.ang [a] agak lebih awal (tidak kasip, tidak terlambat, belum waktunya): datanglah -- supaya jangan kehabisan tempat; banyak orang yg -- sudah mengungsi ke pedalaman
sikik si.kik [n] tumbuhan yg batangnya keras dan tahan lama; Dodonaea viscosa
sindikat sin.di.kat [n] (1) gabungan beberapa perusahaan dl suatu bidang usaha; (2) perhimpunan beberapa orang bermodal untuk mendirikan perusahaan besar; (3) organisasi yg memasok berita (gambar, artikel, dsb) kpd penerbit surat kabar, majalah, dsb pd waktu yg bersamaan dan bahan yg sama pula untuk disiarkan; (4) kelompok lembaga keuangan yg bersama-sama menjamin terjualnya seluruh sekuritas emisi baru dan menyalurkan sejumlah besar sekuritas lama; (5) cak perkumpulan orang jahat dng berbagai keahlian
singgang sing.gang [n] ikan yg direbus dan digarami supaya tahan lama [Mk v] panggang; salai: -- ayam ; ayam -- [kl v] jongkok, lalu berdiri dng menyilangkan tangan dan menarik telinga sendiri (sbg hukuman murid-murid dsb) secara berulang-ulang
singkir sing.kir [v] me.nying.kir v (1) menyisih supaya tidak terbentur (tertabrak, tertumbuk, dsb) oleh orang (kendaraan dsb); mengelak: kalau tidak lekas-lekas -, dia pasti terserempet mobil itu; (2) menjauh dr (perbuatan jahat dsb); meninggalkan: kalau mau selamat, engkau harus -- dr jalan hidup yg sesat itu; (3) menyelamatkan diri (dr peperangan dsb); mengungsi: beratus-ratus rakyat -- ke luar kota; (4) mengedari sambil berjalan berjengkek-jengkek (spt ayam jantan mengedari betinanya): sbg ayam jantan -(kan) betinanya
sintesis apriori sintesis yg pernyataannya bergantung pd suatu pengalaman tertentu, tetapi sebenarnya pernyataan lain sudah ada sebelumnya
sintesis posteriori sintesis yg pernyataannya bergantung pd suatu pengalaman tertentu
sisip si.sip [v] me.nyi.sip v (1) menyelip (di antara dua benda atau di sela-sela sesuatu): surat itu -- dl buku catatannya; uang kertas palsu itu -- di antara lembaran uang kertas yg asli; (2) memasang genting baru di sela-sela yg lama untuk mengganti yg pecah; menanam tanaman baru sbg pengganti yg mati atau kurang baik di sela-sela jajaran tanaman: -- tanaman padi; -- tanaman kopi; (3) menisik(i) kain, kaus, jaring, dsb yg sobek atau bolong; (4) Ling memberi sisipan pd suatu kata
sistem senioritas mutasi yg didasarkan atas landasan masa kerja, usia, dan pengalaman kerja dr karyawan yg bersangkutan
sistem tertutup [Ikn] pengendalian air dl sistem akuakultur secara terus-menerus selama masa pemeliharaan
skeptis skep.tis [a] kurang percaya; ragu-ragu (thd keberhasilan ajaran dsb): penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan --
skiameter ski.a.me.ter [n Dok] alat untuk mengukur intensitas sinar Roentgen untuk menentukan berapa lama paparan yg diperlukan
skolastikus sko.las.ti.kus [n] (1) pujangga, sarjana, orang terpelajar, pelajar, mahasiswa, atau guru yg pandai berbicara; (2) orang yg pandai akan keindahan berdeklamasi
skors [v] men.skors v (1) memecat atau menghentikan untuk sementara waktu (dr jabatan, keanggotaan suatu perkumpulan, dsb): gubernur -- bawahannya selama satu bulan; (2) menunda atau menghentikan untuk sementara (rapat, sidang pengadilan, dsb): hakim ketua -- sidang selama lima menit
skripsi skrip.si [n] karangan ilmiah yg wajib ditulis oleh mahasiswa sbg bagian dr persyaratan akhir pendidikan akademisnya: ia menyusun -- selama hampir lima bulan
sobat so.bat [n cak] sahabat (yg karib): kelihatannya mereka sbg -- lama yg baru bertemu
sol [n] telapak (alas) sepatu (sandal dsb): kerikil di halaman terasa panas menembus -- sepatu [n Mus] nada ke-5 pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 5
sombrero som.bre.ro [n] topi yg bertepi lebar: sewaktu berkunjung ke Meksiko, presiden dan rombongan disambut tarian selamat datang oleh ratusan anak yg mengenakan topi --
sompoh som.poh , me.nyom.poh v membawa atau mendukung (anak dsb) di atas bahu atau di atas tengkuk; menjulang: dng tergesa-gesa sang ayah -- anaknya, lalu pergi menyelamatkan diri dr banjir yg melanda desanya
sontek son.tek [v] me.nyon.tek v menggocoh (dng sentuhan ringan); mencungkil (bola dsb) dng ujung kaki: untunglah penjaga gawang itu dapat -- bola sehingga selamat [v] me.nyon.tek v mengutip (tulisan dsb) sebagaimana aslinya; menjiplak: krn malas belajar, setiap ujian ia selalu --
sporadis spo.ra.dis [a] (1) Bio keadaan penyebaran tumbuhan atau penyakit di suatu daerah yg tidak merata dan hanya dijumpai di sana sini; (2) tidak tentu; kadang kala; kadang-kadang: secara -- kedua sahabat lama itu masih bertemu
sriti sri.ti [n] burung kecil berbulu hitam yg tahan terbang lama dan dapat menyambar; burung layang-layang; Collacalia esculenta
stasiun klimatologi rujukan stasiun klimatologi yg mempunyai pengamatan yg homogen paling sedikit selama tiga tahun
strata tiga tingkat pendidikan tertinggi di perguruan tinggi selama tiga sampai lima tahun setelah S2
strimin stri.min [n] kain kasa tebal (biasanya untuk membuat sulaman)
sua [v] ber.sua v (1) datang saling mendekati (berdekat-dekatan): sbg dua ekor burung merpati -- di atas bubungan; (2) bertemu; berjumpa: di tengah perjalanan ia -- dng seorang sahabat lama yg kemudian membantunya mencapai tempat tujuan; di hutan itu ia -- binatang aneh; (3) bertemu (dl arti mendapat, memperoleh): lain yg dicari, lain pula yg -; (4) kedapatan; terdapat; ada; tersua: di tempat itu -- pula beberapa keping emas; (5) terjadi (atas); terlaksana (tt harapan dsb); benar-benar terjadi (tt ramalan dsb): apa yg dialaminya itu -- pula pd diri ibunya berpuluh tahun yg lalu lihat bulu
suang-suang su.ang-su.ang [adv] , tak -- 1 tidak mudah; tidak lekas: daging yg direbus itu tak -- menjadi empuk; (2) tidak putus-putus; senantiasa: ibu itu tak -- mendoakan keselamatan anaknya
suarang su.a.rang [Mk n] (1) harta milik bersama, hasil pencaharian suami istri selama dl perkawinan; gana-gini; (2) milik persekutuan (perserikatan)
sudah biasa makan emping [pb] sudah banyak berpengalaman
sudah kenyang makan kerak [pb] sudah banyak pengalaman
suhu harian rata-rata [Met] rata-rata suhu yg diamati selama 24 jam terus-menerus
suhu maksimum harian [Met] suhu tertinggi yg terjadi dl waktu sehari atau selama 24 jam
suhu minimum harian [Met] suhu terendah yg terjadi dl waktu sehari atau selama 24 jam
suhuf su.huf [Ar n] (1) kitab Allah yg diturunkan kpd para nabi dan rasul-Nya, merupakan dasar atau nasihat secara umum; (2) lembaran yg bertulis; halaman buku; surat; dokumen; sahifah; (3) kertas (bahan) hasil daur ulang
sujian su.ji.an [n] sulaman; bordiran
sulingan su.ling.an [n] bagian cairan yg teruapkan, kemudian diembunkan selama proses penyulingan
sumur tinggal sumur yg ditinggalkan untuk selamanya dan disumbat dng semen krn berbagai alasan
sungai su.ngai [n] aliran air yg besar (biasanya buatan alam); kali: -- itu dapat dilayari sampai ke pedalaman
suram su.ram [a] (1) kurang terang (tt cahaya); kurang kuat cahayanya: bulan pun -- seakan-akan ikut bersedih; (2) redup, berawan, mendung (tt cuaca): hari pun --; (3) kusam atau kuyu (tt mata): matanya sangat -- , seakan-akan sudah lepas nyawa dr tubuhnya; (4) muram tidak berseri-seri (tt muka): -- saja mukanya sehari ini; (5) tidak bening (tt kaca, intan, dsb); tidak berkilauan (tt emas, perak, dsb); buram; (6) ki susah (tt kehidupan); tidak tentu (tt nasib, masa depan, dsb): hidupnya semakin hari semakin --; masa depannya --; (7) ki tidak nyata dl ingatan atau pikiran: ingatan kpd tunangannya makin lama makin --
surat atas batu [pb] adat yg terpakai selamanya
surat buta surat yg tidak dibubuhi nama dan alamat pengirim (biasanya dng maksud mencela, mengkritik, dsb); surat kaleng; surat gelap
surga dunia kenikmatan (kesenangan, kebahagiaan) yg diperoleh hanya selama masih hidup di dunia; kenikmatan duniawi
susastra su.sas.tra [n] karya sastra yg isi dan bentuknya sangat serius, berupa ungkapan pengalaman jiwa manusia yg ditimba dr kehidupan kemudian direka dan disusun dng bahasa yg indah sbg saranya sehingga mencapai syarat estetika yg tinggi
susu awet susu yg telah diproses dan dapat disimpan lama tanpa menjadi busuk
susu yg dipasteurisasi susu yg diawetkan dng cara memanaskan pd temperatur 80oC selama 30 menit
susulan su.sul.an [n] sesuatu yg disusulkan (yg datang kemudian); tambahan; lampiran: surat-surat -- ini melengkapi surat lamaran kami
syair sya.ir [n Sas ] (1) puisi lama yg tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yg berakhir dng bunyi yg sama; (2) sajak; puisi
syatar sya.tar [ark n] pagina; halaman (kitab dsb)
syekh [n] (1) sebutan kpd orang Arab (terutama orang Arab keturunan sahabat Nabi); (2) sebutan orang Arab yg berasal dr Hadramaut; (3) ulama besar: -- Ibrahim Musa Parabek
syukuran syu.kur.an [n] ucapan syukur; (2) v mengadakan selamatan untuk bersyukur kpd Tuhan (krn terhindar dr maut, sembuh dr penyakit, dsb): ibu membagikan tumpeng untuk -- putrinya yg baru sembuh
tabak ta.bak [n] talam (tetampan) besar tempat menghidangkan makanan; dulang , me.na.bak v menyanyikan lagu-lagu lama [n] kuali (belanga) tempat memasak nasi
tabaruk ta.ba.ruk [Ar n] keberkatan; keselamatan; kesentosaan
tabik ta.bik [Mk n] (1) (ungkapan untuk memberi) salam; selamat (pagi, siang, malam); assalamualaikum; sepada; (2) perbuatan menghormati; (3) maaf (dikatakan apabila masuk ke tempat yg keramat dsb) [n] pengikut; penganut
tabuh ta.buh [n] (1) gendang raya; beduk (dl masjid, surau, dsb): memukul -- sambil bertakbir; (2) alat untuk menabuh bunyi-bunyian (gamelan dsb): (3) bunyi beduk sbg alamat: terdengar -- panjang, siapa gerangan yg meninggal?
tabut perjanjian peti berisi dua keping batu yg bertatahkan Sepuluh Perintah Tuhan yg difirmankan kpd Nabi Musa a.s. di Gurun Sinai, bertutup emas dng dua kerubim emas pd kedua ujungnya sbg lambang janji Allah untuk menyertai Bani Israel selama mereka tidak melanggar firman
tadi ta.di [n] (1) waktu yg belum lama berlalu; baru saja: -- ia duduk di sini; (2) saat yg baru saja lalu: sejak -- ia sudah kuperingatkan; dr -- ia belum duduk; (3) yg baru lalu: malam --; pagi --; siang --; orang -- pergi
tahalul ta.ha.lul [Ar] (1) v mencukur atau menggunting rambut kepala; (2) Isl a dl keadaan menjadi boleh; diperbolehkan seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan yg tadinya terlarang selama mengerjakan ibadah haji atau umrah (ditandai dng bercukur atau memotong beberapa helai rambut); (3) Isl n penghalalan
tahniah tah.ni.ah [n] ucapan selamat: ia memberi -- kpd sahabatnya yg baru kembali dr Mekah
tahu di asin garam [pb] banyak pengalaman
tahun ta.hun [n] (1) masa yg lamanya dua belas bulan: ia pernah bekerja di luar negeri selama dua --; (2) bilangan yg menyatakan tarikh: ia dilahirkan -- 1940; (3) masa dua belas bulan yg ke ...: majalah Tempo -- II Nomor 6; (4) masa dua belas bulan untuk ...; (5) musim (dl arti masa selama tanaman atau tumbuh-tumbuhan hidup): -- jagung (3 atau 4 bulan) [v] , ber.ta.hun v bertanam padi
tahun anggaran waktu selama dua belas bulan yg dijadikan perhitungan anggaran
tahun fiskal jangka waktu selama dua belas bulan yg digunakan oleh dunia usaha atau pemerintah untuk pembukuan dan masa dsb tidak perlu sama dng tahun takwim
tahun jagung masa usia jagung, yaitu masa selama 3-4 bulan
tahun kabisat tahun yg lamanya 366 hari (krn bulan Februari 29 hari), terjadi empat tahun sekali
tahun kamariah tahun Islam yg berdasarkan perjalanan bulan mengelilingi bumi, lamanya 354 atau 355 hari
tahun Syamsiah tahun Masehi yg berdasarkan perjalanan bumi mengelilingi matahari, lamanya 365 hari
tahunan ta.hun.an [n] (1) (yg terjadi) tiap-tiap tahun atau setahun sekali: rapat ~; laporan ~; (2) bertahun-tahun; lama sekali: sudah ~ lamanya ia meninggalkan kampung halaman
tak lapuk di hujan [pb] tetap selamanya; tidak mengalami perubahan
tak lekang oleh panas [pb] tetap tidak berubah selamanya (tt adat)
takarir ta.ka.rir [Ar n] catatan yg dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat [Lihat {takrir}]
takut suntuk malam takut akan sampai pd batas malam; takut kemalaman
talibun ta.li.bun [n] bentuk puisi lama dl kesusastraan Indonesia (Melayu) yg jumlah barisnya lebih dr 4, biasanya antara 16-20, serta mempunyai persamaan bunyi pd akhir baris (ada juga spt pantun, dng jumlah baris genap, spt 6, 8, atau 12 baris)
tampak tam.pak [v] (1) dapat dilihat; kelihatan: pulau itu sudah -- dr sini; (2) memperlihatkan diri; muncul: sudah lama dia tidak -- [Lihat {campak}]
tampik tam.pik [v] me.nam.pik v menolak (pinangan, pemberian, dsb); tidak bersedia (mau) menerima (memakai dsb): gadis itu ~ pemuda yg datang melamarnya; jangan ~ pemberian orang
tanah daun tanah yg terjadi dr daun-daun yg sudah lama terpendam; humus
tanah persil tanah sewa (lamanya 75 tahun)
tanah tumpah darah tanah tempat kelahiran; kampung halaman
tanda tan.da [n] (1) yg menjadi alamat atau yg menyatakan sesuatu: dr kejauhan terdengar sirene -- bahaya; (2) gejala: sudah tampak -- nya; (3) bukti: itulah -- bahwa mereka tidak mau bekerja sama; (4) pengenal; lambang: kontingen Indonesia mengenakan -- Garuda Pancasila; (5) petunjuk
tanfiziah tan.fi.zi.ah [n] eksekutif: muktamar partai yg berdasarkan Islam itu memilih kembali ketua -- yg lama untuk periode 2000-2005
tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri [pb] jangan selamanya percaya begitu saja kpd sahabat krn kerap kali sahabat juga yg mencelakakan kita
tangeh ta.ngeh [Jw adv] masih jauh; masih lama
tanggungan tang.gung.an [n] (1) beban yg menjadi tanggung jawab: mencerdaskan bangsa merupakan ~ kita; (2) garansi; jaminan: toko itu menjual barang elektronik dng ~ satu tahun; (3) orang yg keselamatannya (kehidupannya) harus ditanggung: anak yg belum dewasa masih menjadi ~ orang tua; (4) akibat dr perbuatan dsb yg harus ditanggung: risiko: piring, gelas, dsb yg pecah atau hilang menjadi ~ penyewa; (5) barang yg dijadikan jaminan: ia meminjam uang di bank dng ~ sebidang tanah; (6) hasil menanggung; (7) beban (dl arti kiasan): jangan memperberat ~ rakyat
tarang ta.rang [v] me.na.rang v menggantungkan sesuatu (jagung, bawang, dsb) agar tahan lama [n] pe.ta.rang.an n sangkar (sarang) ayam untuk bertelur dan mengeraminya
tarup ta.rup [n] yg dipakai sbg atap untuk sementara (selama upacara berlangsung dsb); pelampang [ark n] lumbung
tata letak pengaturan, penempatan, dan penataan unsur grafika pd halaman atau seluruh barang cetakan supaya yg disajikan kelihatan menarik dan mudah dibaca
Taurat Tau.rat [n] (1) kitab suci yg diturunkan Allah kpd Nabi Musa a.s.; (2) hukum Nabi Musa a.s. yg dianut oleh orang Yahudi; (3) kitab Perjanjian Lama, terutama Pentateuch (lima buah kitab yg diturunkan kpd Nabi Musa a.s.), yaitu: Kejadian (Genesis), Keluaran (Exodus), Imamat (Letviticus), Bilangan (Numeri), dan Ulangan (Deuteonomium)
tawaf qudum [Isl] tawaf yg dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah sbg ucapan selamat datang pd Kakbah
tawak-tawak ta.wak-ta.wak [kl n] gong kecil untuk memberi alamat, mengerahkan orang supaya berkumpul; dsb; tetawak
teguh te.guh [a] (1) kukuh kuat (buatannya); erat kuat (tt ikatan): gedung itu sangat -- buatannya; (2) kuat berpegang (pd adat, janji, perkataan): prinsip yg dianut dl ketentuan yg lama masih -- pd adat nenek moyang; (3) tetap tidak berubah (tt hati, iman, pendirian, kesetiaan): siapa yg -- pd keyakinannya dan tidak kurang pula ikhtiarnya niscaya akan berhasil usahanya
tekap te.kap [n] penudung (penutup ) yg melingkupi spt telapak tangan pd mulut, saputangan pd muka) [n] pekerjaan lama yg ditinggalkan (berladang dsb)
tekat te.kat [n] bordir; sulaman; sujian
telah berasap hidungnya telah ber.a.sap hidungnya [pb] telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan
telah dapat gading bertuah [pb] krn mendapat yg lebih baik, yg lama atau yg kurang baik dibuang
tebus te.bus [v] me.ne.bus v (1) membayar dng uang untuk mengambil kembali barang yg tergadai: ia ~ gelang itu dr pegadaian; (2) membayar dng uang dsb untuk membebaskan (tawanan, sandera, budak belian, dsb): penculik akan melepaskan anak itu jika orang tuanya mau ~ nya dng sejumlah uang; (3) membeli kembali: ~ talak; (4) menguangkan wesel (cek) ke bank: ia ~ wesel ke kantor pos; (5) mengambil barang pembagian (distribusi dsb) dng bon (kupon dsb) dan dng membayarnya dng uang: saya dapat pembagian sepeda, tetapi tidak dapat ~ nya [v] me.ne.bus v (1) memperbaiki kesalahan (dosa dsb) dng berbuat jasa, kebaikan: dng sengaja ia hidup miskin untuk ~ segala dosanya; (2) memulihkan kekalahan (kerugian); memulihkan kehormatan (nama baik); menghapus (malu): dikerahkan sepuluh divisi untuk ~ kekalahannya dl serangannya yg gagal itu; ia bersedia berbuat apa pun untuk ~ kehormatan keluarganya; (3) membalas (jasa, kebaikan, karunia) yg sudah diterima: ia ~ karunia yg dilimpahkan kepadanya; (4) menepati atau menunaikan (janji, perkataan, cita-cita, nazar) yg telah terucapkan: malu rasanya kalau tidak dapat ~ janjiku [v] me.ne.bus v (1) menyelamatkan (jiwa, hidup) orang lain: dng jalan demikian, saya dapat ~ nyawa sahabatku itu; (2) memperoleh sesuatu dng pengorbanan (jiwa, harta, benda): ~ kemerdekaan dng air mata dan darah [Lihat {tembus}]
telegram indah telegram khusus yg ditawarkan kpd masyarakat untuk menyampaikan ucapan selamat pd hari-hari besar, spt Idulfitri dan Natal
telur beku telur yg didinginkan sampai beku agar tahan lama dan tidak busuk (rusak); -- belalang rumput yg tumbuh agak tinggi untuk makanan lembu, Sporobolus diander
tempinis tem.pi.nis [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan lama, Sloetia elongata, spt -- hitam, -- merah, -- putih; (2) kayu tempinis
tempo hari [cak] (1) dahulu pd waktu itu; (2) baru-baru ini; belum lama ini: banjir bandang yg menimpa Kabupaten Solok -- hari mengakibatkan kerugian miliaran rupiah
temu te.mu [v] sua; jumpa: upacara -- kedua mempelai telah berlangsung dng selamat [n] tumbuh-tumbuhan yg umbinya untuk ramuan obat dsb, sebangsa Curcuma, spt -- giring, Curcuma heyneana
tenaga terampil orang yg pekerja terampil krn melalui pengalaman tertentu
tenggang teng.gang [n] (1) jangka waktu untuk berpikir, berusaha dsb: utangnya akan dibayar setelah -- 5 bulan; (2) upaya; ikhtiar; usaha (untuk menyelamatkan diri dsb): ia mencari -- untuk dapat menghindarkan diri dr tanggung jawabnya; (3) sama bagiannya
tengik te.ngik [a] (1) berbau atau berasa tidak sedap (spt bau minyak kelapa yg sudah lama); berbau busuk: jangan menggoreng dng minyak kelapa yg sudah --; (2) ki jahat, kejam, kasar (tt perbuatan, perkataan, dsb): sikap dan ucapannya yg -- menyebabkan dia dibenci kawan-kawannya [n ] (1) pohon yg berkayu empuk dan getahnya beracun; Antiaris toxicaria; (2) kayu tengik
teokrasi te.o.kra.si [n] cara memerintah negara berdasarkan kepercayaan bahwa Tuhan langsung memerintah negara, hukum negara yg berlaku adalah hukum Tuhan, pemerintahan dipegang oleh ulama atau organisasi keagamaan
tepuk perut tanya selera [pb] bila hendak melakukan hal yg baru, sebaiknya bertanya dahulu kpd orang yg sudah berpengalaman
teramputasi ter.am.pu.ta.si [v] terpotong anggota badan, terutama tangan dan kaki, untuk menyelamatkan jiwa seseorang
terang te.rang [a] (1) dl keadaan dapat dilihat (didengar); nyata; jelas: terdengar suara lagu yg cukup -- dr arah timur; berita yg disampaikan melalui telepon itu kurang -- terdengar; naskahnya sudah tua, tulisannya tidak -- lagi; (2) cerah; bersinar: stadion Senayan pd malam pertandingan final sepak bola tampak bagaikan siang; bintangnya -- , ki nasibnya baik; mujur; (3) siang hari: krn bangunnya sudah -- , ia terlambat datang di sekolah; (4) bersih (tt halaman atau kebun) krn dibersihkan (disiangi, ditebangi, dsb): pekarangan itu tampak -- sesudah pohon-pohon yg rimbun ditebangi; (5) jernih; bersih (tt udara, langit): malam ini langit -- , kelihatan bintang-bintang bertaburan berkelap-kelip mengelilingi bulan purnama; (6) sah (tt bukti, barang-barang, dsb); sudah tidak meragukan (menyangsikan lagi): mengajukan bukti-bukti yg -- , agar dapat memperkuat gugatan; (7) terbukti (kebenarannya, kesalahannya, dsb): sekarang barulah -- apa kesalahannya; (8) cahaya; sinar: -- matahari; -- lampu
terbaring ter.ba.ring [v] terletak membujur; tergeletak; tergelimpang: orang sakit itu sudah lama -- di tempat tidurnya
terbayang ter.ba.yang [v] (1) seakan-akan tampak: wajah kekasihnya -- dl pandangannya; (2) tampak bayang-bayangnya: keelokan tubuh tuan putri itu -- dr balik pakaiannya; (3) sudah ada tanda-tandanya (akan berhasil dsb): sudah -- bahwa lamarannya akan diterima; (4) dapat dilihat; tampak: pd mukanya -- kesedihan yg merisaukan batinnya
terbenam ter.be.nam [v] (1) masuk dalam-dalam sehingga tidak kelihatan: pakunya -- sehingga sukar dicabut; (2) masuk (krn terperosok dsb) turun ke dl air serta tidak muncul-muncul lagi; tenggelam: dia mati -- krn tidak pandai berenang; (3) tenggelam (tt matahari): matahari -- pukul enam sore; (4) ki tersembunyi: kampung itu -- di sela-sela bukit; (5) masuk ke dalam (keadaan yg buruk, kesengsaraan, dsb); terpendam: -- dl utang; -- dl kesedihan; (6) ki tidak diurus; beku (tt perkara): perkara yg telah lama --
terbit ter.bit [v] (1) timbul, naik, keluar (tt bulan, matahari): matahari -- di sebelah timur; (2) bangkit (tt perasaan dsb): -- marahnya setelah mengetahui bahwa kopernya tidak ada dl kamar tempat ia menginap; -- pikiran jahatnya; (3) keluar untuk diedarkan (tt surat kabar, buku, dsb): mingguan itu -- tiap-tiap Kamis; cetakan kedua akan segera --; (4) mulai memancar (tt mata air dsb): dr celah batu-batu padas itu -- mata air panas yg mengandung belerang; (5) mulai keluar (tt air mata, peluh, dsb): keringat dingin selalu -- selama ia menderita sakit perut itu; (6) mulai timbul atau datang (dr): wabah kolera -- di daerah-daerah yg terkena banjir
terburu-buru ter.bu.ru-bu.ru [v] tergesa-gesa: tidak usah -, biar lambat asal selamat
tercantol ter.can.tol v (1) terkait; tersangkut; (2) ki terpaut hati (pd seseorang yg dicintai): ia sudah ~ kpd anak gadis tetangganya; (3) cak tinggal kelas; tidak naik kelas: selama sekolah ia belum pernah ~ , selalu naik kelas
terendam te.ren.dam [v] (1) sudah direndam; terbenam (tergenang) dl air: tanah itu dibiarkan ~ barang dua malam lamanya; (2) ki tinggal lama: dia ~ di rumah saja; (3) ki asyik: sewaktu kami datang ke rumahnya, ia sedang ~ dng bukunya
terguyur ter.gu.yur [v] tersiram: orang yg lewat itu ~ air sewaktu saya menyiram tanaman di halaman depan rumah
terhantar ter.han.tar [v] (1) terletak di tanah dsb; tergeletak: anak itu menemukan cincin emas yg ~ di halaman sekolah; (2) telantar; tidak terpelihara: panti asuhan itu merawat dan mendidik anak-anak yg ~
terisolasi ter.i.so.la.si [a] terasing; terpencil: penduduk daerah pedalaman itu hidupnya ~ dr dunia luar
terjamin ter.ja.min [v] (1) ditanggung (keselamatannya, keamanannya, dsb): keselamatan dirimu tidak ~ kalau engkau bermalam di tengah hutan ini; (2) serba cukup (tt segala kebutuhan hidup): hidupnya ~ tidak kurang suatu apa
terkantuk-kantuk ter.kan.tuk-kan.tuk [v] merasa mengantuk (krn lama menunggu dsb)
terkedai ter.ke.dai [v] (1) telah dikedaikan; (2) ki telah dilamar orang (tt gadis)
terkelepet ter.ke.le.pet [v] terlipat sedikit (spt sudut halaman buku yg sering dibuka)
terkungkung ter.kung.kung [v] terbelenggu; terkurung: bangsa kita ~ penjajahan selama lebih dr tiga setengah abad
terlayang ter.la.yang [v] tertidur; terpejam: tiada berapa lama, matanya pun ~
terlewati ter.le.wati [v] (1) terlampaui; terlalui; terlangkaui (tidak turut serta dibaca): halaman 10-15 ~ , tidak terbaca olehku; (2) sudah (dapat) ditempuh (dijalani): semua kepahitan hidupnya telah ~
terlindung ter.lin.dung [v] (1) tertutup oleh sesuatu sehingga tidak kelihatan (tidak kena panas, angin, dsb); (2) tersembunyi (di balik sesuatu); (3) diselamatkan (dr bencana dsb)
termofosforesens ter.mo.fos.fo.re.sens [n] (1) pemanasan cahaya yg disebabkan oleh penyerapan radiasi dan berlangsung terus untuk waktu yg cukup lama setelah radiasi ini berhenti; (2) pemancaran cahaya tanpa pemanasan
terniat ter.ni.at [v] (1) sudah diniatkan; termaksud: kepergiannya ~ sejak dulu; (2) timbul niat: telah lama ~ olehnya akan mengunjungi ibunya di kampung
terpanggil ter.pang.gil [v] (1) (sudah) dipanggil: dr sekian banyak pelamar hanya dialah yg ~; (2) (sudah) disebut namanya: yg sudah ~ harap datang ke loket; (3) merasa berkewajiban atau bertanggung jawab: tiap pemuda ~ untuk membela tanah air
terpatri ter.pat.ri [v] (1) dl keadaan dipatri(kan); (2) ki terlekat erat-erat; sudah ditetapkan (diteguhkan dsb): sukar melupakan cinta yg telah ~ sekian lama
terpendam ter.pen.dam [v] (1) tertanam (dl tanah dsb): mencari harta ~; (2) tersimpan dl hati: perasaan cinta itu sudah lama ~ dl hatinya; (3) tersembunyi (tidak diketahui atau digunakan): tidak sedikit tenaga-tenaga ~ yg sewaktu-waktu dapat digunakan untuk pembangunan
terperintah ter.pe.rin.tah [v] diperintah; dikuasai: bangsa itu lama ~ oleh kekuasaan asing
terpisah ter.pi.sah [v] tercerai; tidak menjadi satu (tidak berdekatan dsb); terasing (terpencil, tersendiri); lepas (dr): akibat tugas, selama beberapa tahun mereka hidup secara ~; dia tinggal di daerah yg ~ dr tempat tinggal sanak-saudaranya
terpusing-pusing ter.pu.sing-pu.sing [v] hanyut dsb ke mana-mana tidak tentu arahnya: selama berhari-hari perahu nelayan itu ~ jauh dr pantai; (2) a dl keadaan berpusing (tt benda)
tersadai ter.sa.dai [v] (1) terbaring dng kaki terlunjur; (2) terletak di tempat yg agak tinggi (tt perahu): banyak perahu -- di pantai; (3) lama tidak laku (tt barang-barang jualan): krn mahal, banyak dagangannya yg -; (4) ki tidak ada yg meminang (tt gadis): krn angkuhnya, gadis itu -- sampai tua
tersilam ter.si.lam [a] paling lampau; kemalaman
tersusul ter.su.sul [v] dapat disusul; terkejar: tidak lama kemudian rombongan itu -- oleh rombongan yg lain
tertahan ter.ta.han [v] (1) terhambat; terhenti: lama kami ~ di Bogor krn hujan; (2) terkekang; terkendali (keinginan, hawa nafsu, dsb): tidak ~ lagi kemarahannya
tertegak ter.te.gak [v] tiba-tiba berdiri tegak: aku ~ memandangnya; lama ia ~ di sana memikirkan kejadian-kejadian di kapal itu
tertegun-tegun ter.te.gun-te.gun [v] terhenti-henti; tertahan-tahan; sebentar-sebentar berhenti: begitu memasuki halaman rumah bekas istrinya, hatinya berdebar-debar dan langkahnya ~; suaranya ~
tertera ter.te.ra [v] (1) tercap; tercetak: apa yg sudah ~ di dl SIM, sukar diubah; (2) tercantum; termuat: masalah itu sudah ~ pd halaman 10 buku karangannya
tertilang ter.ti.lang [v] kena tilang: selama ini para ~ malas hadir dl sidang krn mengira hanya membayar uang tertentu
tertolong ter.to.long [v] dapat ditolong; terlepas dr (bahaya dsb); (dapat) diselamatkan: nyawanya tidak ~ lagi krn serangan jantung
tertuju ter.tu.ju [v] (1) dituju; (2) ditujukan kpd; dialamatkan kpd; diarahkan ke; dapat dituju
tidak kekal bunga karang [pb] hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dsb) yg tidak berlangsung lama
tingkeb ting.keb [n] ting.keb.an Jw n upacara selamatan tujuh bulan untuk wanita yg sedang hamil
tirai ti.rai [n] (1) kain (sutra dsb) berumbai-umbai yg dipakai untuk perhiasan langit-langit tempat tidur atau tempat duduk; (2) kain penutup pintu (jendela dsb); gorden; (3) kain pemisah ruangan (yg tergantung)
tonggak sejarah [ki] peristiwa penting dl sejarah: surat perintah 11 Maret 1966 merupakan -- sejarah bagi kemenangan Orde Baru
tongpes tong.pes [kp] kantong kempes, tidak mempunyai uang: ketika tiba di alamat yg dituju, ternyata temannya mengaku -- alias bokek
total to.tal [cak] (1) n jumlah; (2) a menyeluruh; sepenuh-penuhnya; semesta; (3) a sama sekali: gerhana matahari -- diperkirakan akan terjadi pd tanggal 20 Juni; kota itu mengalami kerusakan -- selama Perang Dunia II
totok to.tok [a] (1) asli; sejati (bukan peranakan): Belanda --; (2) cak masih baru (belum berpengalaman): dl hal ini aku sangat -- , belum pernah sekali juga berlayar; (3) cak kaku (belum biasa, belum lancar): dia masih dapat juga berbahasa Jawa, hanya -- sekali [Lihat {tutuk}]
traumatis trau.ma.tis [a] menggoncangkan jiwa (tt pengalaman yg dahsyat)
tetap te.tap [v] selalu berada (tinggal, berdiri, dsb) di tempatnya: orang tuanya -- tinggal di dusun; (2) a tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dsb): kalimat itu terbentuk menurut pola-pola -- dan tertentu; (3) v tidak berpindah-pindah; tidak beranjak: bertiup angin timur yg -- arahnya; (4) adv selalu demikian halnya (tt keadaan, perbuatan, dsb): sampai kini ia masih -- menjadi bupati; sekali merdeka -- merdeka; (5) adv tidak putus-putusnya; selalu; terus: matanya -- melihat pd satu tempat saja; biar bagaimanapun ia -- hendak mempertahankan haknya; (6) adv untuk selamanya (tidak untuk sementara): bangunan --; pegawai --; pembantu --; (7) a kekal selama-lamanya; lestari: di dunia ini tiada sesuatu pun yg --; mudah-mudahan persahabatan kita -- hingga akhir zaman; (8) a sudah pasti (tentu): tempat dan harinya sudah --; pajaknya sudah --; pekerjaannya tidak -- , tidak tentu [v] me.ne.tap v mengesat atau mengeringkan (sesuatu yg basah, spt tulisan tinta dsb) dng cara menekankan barang yg dapat mengisap (spt kertas kembang dan kain): ia ~ air matanya dng saputangan; ia segera ~ tinta pd tulisannya supaya cepat kering
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tinggal ting.gal [v] (1) masih tetap di tempatnya dsb; masih selalu ada (sedang yg lain sudah hilang, pergi, dsb): saya disuruh -- di rumah; selamat --; (2) sisanya ialah ...; bersisa ...; tersisa ...; yg masih ada hanyalah ...: delapan dikurangi dua -- enam; uangnya -- dua puluh rupiah; tubuhnya kurus kering -- kulit pembalut tulang; ia disuruh menyelesaikan pekerjaannya yg --; (3) ada di belakang; terbelakang: pelajaran apa yg -- dr sekolah lain; (4) tidak naik kelas (tt murid sekolah): di kelas kami yg -- dua orang; (5) sudah lewat (lalu; lampau): masa yg gilang-gemilang itu sudah --; (6) diam (di): berapa tahun Saudara -- di Medan; saya -- di kampung; (7) selalu; tetap (demikian halnya): saudara -- saudara, uang -- uang; kita tidak -- diam, tetapi terus berusaha menolongmu; (8) melupakan: jangan -- adat; tidak -- memberi nasihat; (9) tidak usah berbuat apa-apa selain dr ...: semuanya sudah beres -- berangkat saja; kita -- menentukan betul atau salah; (10) bergantung kpd; terserah kpd; terpulang kpd: baik buruknya -- pd tuan; perkara ini -- tuan berhak memutuskannya; (11) (sbg keterangan pd kata majemuk berarti) (a) yg didiami: rumah --; tempat --; (b) yg ditinggalkan (dikosongkan dsb): ladang --; tanah --
trema tre.ma [n Ling] tanda titik dua (..) yg letaknya horizontal di atas vokal untuk menunjukkan bahwa vokal itu diucapkan sbg suku terpisah (msl taa:t dl ejaan lama)
tua [a] (1) sudah lama hidup; lanjut usia (tidak muda lagi): ia lebih -- dua tahun dp saya; neneknya sudah --; pd hari (masa) -- nya, pd masa (ketika) tua; (2) sudah lama (lawan baru); sudah termasuk dl waktu yg lampau; kuno: barang-barang -- , barang-barang bekas (sudah tidak dipakai)
tua-tua [n] orang yg dipandang tua atau berpengalaman (spt pemimpin, kepala, penasihat): siapa ~ mereka?; (2) n bintik-bintik hitam di muka (di pipi); tetua: bedak untuk menghilangkan ~; (3) a sudah tua, tetapi ...: ~ masih giat bekerja
tuah tu.ah [n] (1) sakti; keramat; berkat (pengaruh) yg mendatangkan keuntungan (kebahagiaan, keselamatan, dsb): ada juga yg percaya pd -- azimat; keris ini mahal harganya, bukan krn gunanya, tetapi krn -- nya; (2) untung (yg bukan sewajarnya); bahagia: mengadu -- , mengadu untung (dl perjudian dsb): untung ada, -- tiada, bekerja baik-baik akan ada juga hasilnya, tetapi tidak menjadi kaya; ada kekayaan, tetapi tidak terkenal namanya
tujuh bulan tu.juh bu.lan , me.nu.juh bu.lan v mengadakan upacara (selamatan dsb) pd saat seorang ibu mengandung tujuh bulan
tujuh bulanan tu.juh bu.lan.an [n] upacara (selamatan) untuk ibu yg mengandung tujuh bulan
tujuh hari tu.juh ha.ri [n] , me.nu.juh ha.ri v mengadakan selamatan pd hari ketujuh sesudah seseorang meninggal
tukang pukul [cak] orang yg pekerjaannya menjaga keselamatan majikannya (dng menghalalkan berbagai cara)
tumbuhan anual tum.buh.an anual tumbuhan yg hidup hanya selama satu tahun atau satu musim
tumbuhan semusim tum.buh.an semusim [Tan] tumbuhan yg mempunyai daur hidup yg lengkap selama kurang dr setahun (tanaman jagung dsb)
tumpang tum.pang [v] , -- gilir Tan bercocok tanam selama semusim atau lebih yg terdiri atas beberapa jenis tanaman yg ditanam secara bergiliran dan bersisipan untuk meningkatkan produktivitas tanah tiap satuan luas dan waktu
tumpeng tum.peng [n] nasi yg dihidangkan dl bentuk spt kerucut (untuk selamatan dsb)
tumpengan tum.peng.an [n] selamatan dng menyajikan (nasi) tumpeng sbg makanan utamanya: ia mengadakan acara ~ pd hari ulang tahun ibunya
tunggul pungur tunggul yg sudah mati (krn telah lama ditebang dsb)
tuntut tun.tut [v] , me.nun.tut v (1) meminta dng keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi): pihak keluarga ~ tanggung jawabnya atas keselamatan anak istrinya; (2) menagih (utang dsb): ~ utang yg telah lampau; (3) menggugat (untuk dijadikan perkara); membawa atau mengadu ke pengadilan: pihak yg dirugikan telah ~ penipu itu; (4) berusaha keras untuk mendapat (hak atas sesuatu): orang itu ~ hak atas warisan orang tuanya; (5) berusaha atau berdaya upaya mencapai (mendapat dsb) suatu tujuan dsb: buruh pabrik itu ~ perbaikan nasib; para pemuda ~ kemerdekaan; (6) berusaha supaya mendapat pengetahuan (ilmu dsb); mempelajari: ~ ilmu; ~ pelajaran; (7) menuju: berjalanlah mereka itu dng bergurauan dan jenaka akan ~ kota harapan
uang belanja uang yg disediakan atau dikeluarkan untuk belanja sehari-hari: semua gajinya diserahkan kpd istrinya sbg -- belanja selama sebulan; (2) ark gaji; -- buta gaji yg diterima oleh karyawan yg tidak aktif bekerja: sementara menunggu kepindahannya ia tinggal di rumah saja, makan -- buta
uang selawat uang yg diberikan sbg upah kpd orang yg membacakan doa (pd waktu selamatan dsb)
ucapan ucap.an [n] (1) kata yg diucapkan (dilisankan, disebutkan); ujaran: ~ nya menyentuh perasaanku; (2) lafal; sebutan: ~ /w/ dl bahasa Belanda tidak sama dng ~ /w/ dl bahasa Indonesia; (3) kata-kata dl pidato atau sambutan: puas rasanya mendengarkan ~ beliau dl upacara itu; (4) perkataan sbg pernyataan rasa hati (spt rasa sukacita, rasa terima kasih, dsb): dia banyak menerima telegram ~ selamat atas keberhasilannya
udara tropis udara yg telah berada di daerah tropis atau subtropis selama beberapa hari sehingga menjadi cukup panas
ulung [a] sulung [a] berpengalaman; mahir; terbaik: pemimpin --; pencuri --
ulur [v] meng.u.lur v (1) melepaskan (tali dsb) supaya memanjang: ~ tali layang-layang; (2) menjadi panjang; (dapat) memanjang; mulur: setelah direndam karet ini dapat ~; (3) menjulur; menganjur (lidah, tangan, dsb): tampak lidahnya ~; (4) ki terus-menerus (bersikap) memberi; menuruti (kemauan orang dsb): tidaklah betul bahwa pihak republik saja yg ~ dl persetujuan Renville itu; (5) ki memanjangkan (umur dsb); memperlama; menunda (waktu): ~ hidup; ~ waktu; ~ pembicaraan [kl n] orang yg dl keadaan setengah bebas, atau dl kedudukan antara orang bebas dan budak (krn melakukan kejahatan, spt membunuh, mencuri, dan tidak memberi ganti rugi, lalu menyerahkan dirinya): yg mencuri itu masuk -- kpd yg empunya harta
umara uma.ra [Ar n] pemimpin pemerintahan: kerja sama ulama dan -- mutlak diperlukan dl pembangunan bangsa
umur [n] (1) lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan); usia: -- ku 22 tahun; dl -- tuanya, dl masa ia sudah tua; (2) ki hidup; nyawa: ada -- , ada rezeki, selama masih hidup tentu mendapatkan rezeki
umur setahun jagung (darah setampuk pinang) [pb] masih sangat muda; belum berpengalaman
undan un.dan , ber.un.dan-un.dan v berlama-lama (berhenti mengerjakan sesuatu dsb): ~ dl air, berlama-lama dl air ketika mandi [n] burung liar, berparuh spt senduk dan bertembolok; Pelicanus roseus
ungkai ung.kai , meng.ung.kai v (1) menguraikan simpulan (tali, ikatan, dsb); (2) membuka (belenggu, borgol, dsb); (3) menanggalkan (baju); mengorak; (4) membongkar atau merombak (rumah, mesin, dsb); (5) membatalkan (janji, jual beli, dsb); (6) ki membongkar-bongkar untuk menyelidiki atau membangkit-bangkit perkara lama: untuk menggali sejarah, kita harus ~ bahan-bahan masa lampau
ungkat ung.kat [Jw] meng.ung.kat-ung.kat v selalu membangkitkan perkara (keburukan, kesalahan, dsb) lama; mengungkit-ungkit: tidak usahlah engkau ~ sejarah masa lampau mereka
ungsi ung.si , meng.ung.si v pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dr bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yg dirasa aman): begitu banjir datang penduduk berlarian ~
untuk un.tuk [p] (1) kata depan untuk menyatakan bagi ...; bagian: ini -- ku, yg itu -- mu; (2) sebab atau alasan: -- kesalahan itu, ia dihukum dua tahun; -- semua itu, ia mau berkorban; (3) tujuan atau maksud; bagi: lemari -- (menyimpan) pakaian; pakaian -- segala usia; (4) penggantian (sbg ganti ...); (disediakan, dipergunakan, dipakai) sbg ...: peti itu dipakai -- meja makan; diberi pisau -- senjata; (5) selama: -- beberapa bulan ia terpaksa istirahat di rumah sakit; (6) sudah: -- ketiga kalinya saya memperingatkan [Mk n] bagian dr milik yg dibagi-bagikan [n] kemaluan perempuan (kata penghalus)
untung un.tung [n] sesuatu (keadaan) yg telah digariskan oleh Tuhan Yang Mahakuasa bagi perjalanan hidup seseorang; nasib: kalau ada -- di badan bolehlah kita bertemu lagi; (2) a mujur; bahagia: -- lah saat-saat demikian mereka dapat menyelamatkan diri; (3) n laba yg diperoleh dl berdagang dsb: kita bukan pedagang yg dapat membeli sayur di desa dan menjualnya dng -- besar di kota; (4) n guna; manfaat; faedah: apa -- nya menakut-nakuti orang
upacara bendera upacara resmi secara militer yg dilakukan oleh instansi pemerintah pd setiap tanggal 17 dan pada hari-hari nasional, disertai penaikan bendera Sang Merah Putih (pd masa pemerintahan Orde Baru)
urah [Mk] meng.u.rah v (1) membongkar (timbunan dsb): ~ lumbung; (2) membuka jahitan, ikatan, dsb: ~ bantal; (3) menceritakan (pengalaman, penderitaan, dsb): ~ tambo lama
usang [a] (1) kering dan hampa (tt padi); kering kersang (tt tembakau, rambut, dsb); (2) sudah lama (tt barang); sudah rusak; sudah aus (krn lama terpakai, tersimpan, dsb): benda-benda --; mesin bekas yg telah --; (3) sudah kuno; sudah tidak lazim lagi (tt perkataan, adat, dsb): jangan menggunakan kata-kata -- dl surat; adat lama pusaka -- , ki adat yg turun-temurun
usul [n] (1) asal; asal mula; dasar; (2) yg asli; yg sejati; (3) ki sifat asal; kelakuan; tabiat [n] anjuran (pendapat dsb) yg dikemukakan untuk dipertimbangkan atau untuk diterima: seorang peserta mengajukan -- agar sidang diskors selama sepuluh menit [v] selidik
utang emas dapat dibayar [pb] kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya
vak [n] (1) mata pelajaran; mata kuliah: dl kurikulum itu -- agama juga tercantum; (2) kepandaian khusus tt suatu hal (keterampilan dsb): setiap kali melamar pekerjaan, ia selalu ditanya -- nya apa; (3) sekolah yg mendidik murid-muridnya dl penguasaan keterampilan khusus; kejuruan: sekolah --
vakum va.kum [a] (1) hampa udara: supaya benda yg akan ditaruh di ruang bola kaca itu tidak cepat rusak, ruang itu harus --; (2) kosong (tidak ada petugasnya, pejabatnya, dsb): supaya tidak -- , pengurus lama tetap menjalankan tugasnya sehari-hari sampai terbentuk pengurus baru
varises va.ri.ses [n] pelebaran pembuluh darah balik yg antara lain disebabkan oleh kebiasaan terlalu lama berdiri, biasa diderita oleh wanita yg sedang hamil: kaki saya tampaknya mengalami gejala --
verso ver.so [n] (1) halaman sebelah kiri buku atau naskah yg terbuka, biasanya bernomor halaman genap; (2) bagian belakang atau bagian kedua lembaran kertas yg akan dicetak
veteran ve.te.ran [n] (1) bekas prajurit (pasukan perang, pejuang): para -- Perang Dunia II; (2) orang yg sudah banyak pengalaman (dl suatu pekerjaan dsb): regu Indonesia terdiri atas pemain muda dan didukung oleh -- Piala Uber
vinyet vi.nyet [n] (1) bentuk hiasan dl seni grafika dan arsitektur yg diambil dr bentuk tumbuhan merambat, daun, dsb; (2) goresan atau potret kecil pd bidang tepi sekeliling halaman buku
visera vi.se.ra [n Anat] organ tubuh yg terdapat dl rongga dada dan rongga perut; dalaman; jeroan
wahana wa.ha.na [n] (1) kendaraan; alat pengangkut; (2) alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan: koperasi diharapkan menjadi -- untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat [n] tafsir mimpi; alamat
waktu wak.tu [n] seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung: tidak seorang pun tahu apa yg akan terjadi pd -- yg akan datang; (2) n lamanya (saat yg tertentu): pekerjaan itu harus selesai dl -- lima hari; (3) n saat yg tertentu untuk melakukan sesuatu: -- makan; (4) n kesempatan; tempo; peluang: sayang sekali -- yg baik untuk mencetak gol tidak dipergunakannya; (5) p ketika, saat: -- engkau datang, saya sedang mandi; (6) n hari (keadaan hari): -- terang bulan; (7) n saat yg ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia: -- Indonesia Barat
wasahlan wa.sah.lan [Ar] selamat datang
wasalam wa.sa.lam [Ar] (1) v selamatlah; sejahteralah; (2) p (dl penutup surat) hormat dan takzim dr
wawancara wa.wan.ca.ra [n] (1) tanya jawab dng seseorang (pejabat dsb) yg diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dl surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pd layar televisi; (2) tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dng pelamar pekerjaan; (3) tanya jawab peneliti dng narasumber
wawas wa.was [Jw v] , me.wa.was v meneliti; meninjau; memandang; mengamati: politik negara kita selama ini lebih banyak digunakan untuk ~ ke dalam
windu win.du [n] jangka waktu yg lamanya delapan tahun; daur kecil: minggu depan orang tuaku akan merayakan perkawinannya yg genap lima --
wiracarita wi.ra.ca.ri.ta [n] cerita kepahlawanan; syair kepahlawanan; epos: ada dua -- Hindu yg masuk ke dl susastra lama, yaitu Mahabharata dan Ramayana
wreda wre.da [a] (1) lanjut usia; tua; (2) sudah banyak pengalaman tugas dsb; senior; (3) tingkat terakhir: taruna -- sedang digembleng untuk segera diterjunkan ke masyarakat
yantra yan.tra [n] alat untuk melakukan konsentrasi selama bersemadi (dl aliran Mantrayana), berbentuk lukisan yg menggambarkan bentuk geometris spt segitiga
yg bujur lalu [pb] siapa yg tidak melawan akan selamat, yg menentang akan binasa (sesuatu yg harus diturut)
zaman bahari kurun waktu yg sudah sangat lama lampau; zaman purba
zaman dahulu masa yg telah lama lampau
zona litoral daerah pantai yg dangkal, biasanya sampai batas kedalaman sekitar 365 m
zuama zu.a.ma [Ar n] pemimpin (organisasi, pemerintahan, dsb): para -- pun duduk dl pengurus Majelis Ulama Indonesia

Jika informasi mengenai "orde lama" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas