Arti kata/frase "orde baru" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orde-baru

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orde baru menurut KBBI Edisi III

orde baru: tata pemerintahan dng sistem baru di Indonesia, berlangsung sejak tanggal 11 Maret 1966 hingga 20 Mei 1998

Lebih lanjut mengenai orde baru

orde baru terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 820 kata terkait yakni sebagai berikut:

baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
orde or.de [n] bintang jasa; tanda penghargaan (krn berjasa dsb) [n] jemaat atau kumpulan orang yg sepaham; ordo [n] sistem (pemerintahan dsb); peraturan (pemerintahan dsb); susunan; angkutan
baru (belum) beranjur sudah tertarung baru (belum) ber.an.jur sudah tertarung [pb] baru akan dimulai sudah mendapat rintangan
orde baru tata pemerintahan dng sistem baru di Indonesia, berlangsung sejak tanggal 11 Maret 1966 hingga 20 Mei 1998
orde lama tata pemerintahan pd masa sebelum orde baru
orde reformasi tata pemerintahan sesudah orde baru yg mengadakan perombakan sistem yg lama ke arah sistem demokrasi
baru-baru ini ba.ru-ba.ru ini [adv] belum lama ini; baru saja
barusan ba.ru.san [adv cak] baru saja; belum lama; baru sebentar
barut ba.rut [n] (1) kain pembalut luka; (2) kain pembebat bayi yg baru; lahir; bedung [v] oles; lumas [n] gores(an)
barut panjang kain pembebat perut wanita yg baru melahirkan
baru gunung Hisbiscus similis
baru laut Thespesia populnea;
baru sosial [Pol] gerakan umum atau hasil khusus untuk menghapuskan kesalahan fungsi sistem sosial atau bagiannya
barua ba.rua [ark n] muncikari
baruh ba.ruh [n] (1) tanah yg lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dsb: orang --; (2) bawah: orang --; (3) sawah: padi --
baruje ba.ru.je [n Huk] hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yg tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku)
Baruna Ba.ru.na [n] dewa laut
barunawati ba.ru.na.wa.ti [n] pelaut wanita
barung-barung ba.rung-ba.rung [n] (1) teratak; gubuk; pondok; (2) rumah kecil (untuk berkedai); warung
barut gantung kain pembebat perut bayi; gurita
barut kereta kain pembebat bayi; bedungan
order or.der [n] (1) perintah untuk melakukan sesuatu: ia mendapat -- dr atasannya untuk pergi ke Bandung; (2) pesanan: barang-barang itu dibuat atas --
bau kencur baru mulai; (2) ki masih muda dan baru pd tahap belajar; (3) ki masih anak-anak dan belum banyak pengalaman
tapak tukul baru dikerjakan (dijadikan bakal ...)
angkatan baru ang.kat.an baru turunan baru (penganut aliran zaman baru)
berbarut ber.ba.rut [v] memakai barut
bertanjak baru bertinjau ber.tan.jak baru bertinjau [pb] melakukan sesuatu sebagaimana mestinya
kebaruan ke.ba.ru.an [n] sifat-sifat baru (modern); perihal baru; sesuatu yg baru
kiri baru gerakan moral yg menganut pandangan baru dl membela kepentingan rakyat dan bukan merupakan partai atau lembaga terorganisasi dan berdisiplin
korden kor.den /kordEn/ ? gorden
langkah baru cara (adat istiadat, paham) baru
membarui mem.ba.rui [v] (1) memperbaiki supaya menjadi baru: mereka sedang -- rumahnya; (2) mengulang sekali lagi; memulai lagi: mereka diminta -- pertanyaannya; mereka harus -- perkawinannya krn masih dianggap belum sah; (3) mengganti dng yg baru; memodernkan: kita harus -- cara kerja kita; -- sistem pendidikan
membarukan mem.ba.ru.kan [v] menjadikan baru: kami sedang berusaha -- cat rumah ini
memperbarui mem.per.ba.rui [v] membarui
mengarungi hidup baru meng.a.rungi hidup baru [ki] berumah tangga
mensiang yg baru dicari [pb] rundingan baru akan dimulai, tetapi keputusannya telah diambil terlebih dahulu
minyak kapur barus [Kim] minyak yg diperoleh dng menyuling kukus daun salam kapur barus Cinnamomun camphora, berupa cairan tanpa warna, berbau kuat, bersifat antiseptik
pembaru pem.ba.ru [n] orang yg membarui
pembaruan pem.ba.ru.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membarui: sudah banyak dibahas mengenai -- cara berpikir masyarakat; (2) Antr proses mengembangkan kebudayaan, terutama dl lapangan teknologi dan ekonomi
penanaman baru pe.na.nam.an baru kegiatan menanami kembali tanah yg kosong dng tanaman baru
perjanjian Baru per.jan.ji.an Baru Injil
serbabaru ser.ba.ba.ru [a] baru sama sekali
sudah beruban baru berguam sudah ber.u.ban baru berguam [pb] dikatakan kpd orang tua yg tingkah lakunya spt orang muda
sudah terantuk baru tengadah sudah ter.an.tuk baru tengadah [pb] sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar
tali barut tali pengikat (pembarut); (2) ikat pinggang; kendit
terbaru ter.ba.ru [a] paling baru; terakhir; mutakhir
usang dibarui usang dibarui, lapuk di.ka.jangi [pb] (1) mana-mana yg kurang baik diperbaiki; (2) aturan (adat dsb) yg sudah dilupakan orang dihidupkan kembali
akordeon akor.de.on [n] alat musik yg dapat dilipat yg dilengkapi dng bilah gamitan (udara akan bertiup dng kuat apabila pemuput udara digerakkan dng tangan)
angkatan enam puluh enam (66) ang.kat.an enam puluh enam (66) [Pol] kelompok pemuda Indonesia yg bekerja sama dng ABRI menumbangkan Orde Lama dan menegakkan Orde Baru; ~ kelima ark angkatan bersenjata yg terdiri dr rakyat, di samping empat angkatan yg sudah ada, yaitu angkatan darat, laut, udara, dan kepolisian (dl paham komunisme): ~ kelima itu melibatkan pemuda, tani, dan wanita
baris baru baris permulaan lagi (berganti baris)
bebaru be.ba.ru [n] ketapang
bordes bor.des [n] tangga untuk naik ke pintu (kereta api dsb)
bubur Bordeaux [Tan] campuran 1 kg terusi dan 1 kg kapur dl 115 liter air yg digunakan sbg obat semprot pemberantas penyakit tanaman krn serangan jamur
bungkuk baru betul [pb] orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan
buta baru celik (melihat) [pb] menjadi sombong krn beroleh kekayaan (pangkat dsb)
darah baru setampuk pinang [pb] masih muda sekali (belum banyak pengalaman)
disorder dis.or.der [n] (1) keadaan yg tidak sesuai dng tatanan (aturan keadaan) yg umum; (2) Dok keadaan dan perasaan badan yg kurang enak, disebabkan oleh gangguan penyakit atau krn tidak berfungsinya salah satu organ tubuh
dwifungsi ABRI fungsi rangkap yg dijalankan ABRI pd masa Orde Baru, yaitu sbg kekuatan pertahanan dan keamanan dan sbg kekuatan sosial
embaru em.ba.ru [n] pohon, yg kulit dan dahannya dapat dibuat tali yg bermutu baik; Hibiscus tiliaceus
gorden gor.den [n] kain penutup jendela, pintu, dsb; tirai
kapur barus kamper
kelas baru [Pol] sekelompok orang yg memiliki hak istimewa dl bidang politik dan ekonomi krn monopoli administratif yg dipegangnya
kutubaru ku.tu.ba.ru [n] bagian baju kebaya yg ada di depan dada tempat kancing baju
membaru mem.ba.ru [a] timbul lagi; muncul lagi: dng perjumpaan itu kenangan lama -- dl ingatannya
membarut mem.ba.rut [v] (1) membalut (luka dsb); (2) membebat (bayi dsb) [v] mengoles; melumas: tukang pijit -- kaki orang yg terkilir itu dng minyak
membarut-barut mem.ba.rut-ba.rut [v] mengelus-elus; menggosok-gosok (dng lemah lembut): orang itu duduk sambil -- kepala anaknya dng sayangnya
membarutkan mem.ba.rut.kan [v] mengoleskan: ibunya -- param kocok ke sekujur tubuhnya;
menanding me.nan.ding [v] meletakkan berdekatan utk membandingkan atau menyamakan: ~ kepemimpinan Orde Lama dan Orde Baru [v] membagi-bagi (setumpuk-tumpuk) untuk dijual: pedagang sayuran itu ~ dagangannya untuk dijual di pasar
monopolistik mo.no.po.lis.tik [a] bersifat monopoli: perekonomian pd masa Orde Baru cenderung --
pembarut pem.ba.rut [n] pembalut; pembebat
pembarutan pem.ba.rut.an [n] proses, cara, perbuatan membalut (membebat); pembalutan; pembebatan
pujangga Baru angkatan dl kesusastraan Indonesia yg muncul sekitar tahun 1930-an dng ditandai oleh semangat kebangsaan dan semangat mengejar kemajuan, dipengaruhi oleh aliran romantik dan individualisme
selamat menempuh hidup baru mudah-mudahan berbahagia dl pernikahan yg dilangsungkan
serbarumah ser.ba.ru.mah [a] perkakas rumah tangga
slagorde slag.or.de [Bld n] (1) susunan pasukan atau armada untuk bertempur; (2) keseluruhan pimpinan dan anak buah; jajaran
tabaruk ta.ba.ruk [Ar n] keberkatan; keselamatan; kesentosaan
tahun baru hari permulaan tahun
tonggak sejarah [ki] peristiwa penting dl sejarah: surat perintah 11 Maret 1966 merupakan -- sejarah bagi kemenangan Orde Baru
upacara bendera upacara resmi secara militer yg dilakukan oleh instansi pemerintah pd setiap tanggal 17 dan pada hari-hari nasional, disertai penaikan bendera Sang Merah Putih (pd masa pemerintahan Orde Baru)
zaman batu baru neolitikum
abad modern masa atau zaman yg ditandai dng kemajuan peradaban manusia (penemuan baru bidang teknologi dsb)
adegan ade.gan [n] (1)pemunculan tokoh baru atau pergantian susunan (layar) pd pertunjukan wayang; (2) bagian babak dl lakon (sandiwara film): beberapa -- dl film itu telah dipotong oleh bagian sensor
afdal af.dal [a] (1) lebih baik; lebih utama: salat baru -- apabila dilaksanakan dng baik dan tidak menyimpang dr rukunnya; (2) lengkap; komplet: bagi mereka rasanya kurang -- apabila pd waktu berbuka puasa tidak ada buah kurma
aklimatisasi ak.li.ma.ti.sa.si [n] (1) penyesuaian (diri) dng iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru; (2) Tan penyesuaian tumbuhan atau binatang pd iklim yg berlainan dr iklim tempat asal sbg akibat pemindahan
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
aktual ak.tu.al [a] (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tt peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa dsb); hangat: berita --
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
album al.bum [n] (1) buku tempat menyimpan kumpulan foto (potret), prangko, dsb: (2) kumpulan piringan hitam, kaset lagu-lagu, dsb; (3) kumpulan lagu dl rekaman kaset: -- terbarunya yg sudah muncul tahun ini berisi lagu ciptaannya sendiri; (4) buku yg berisi antologi
Alkitab Al.ki.tab [n] (1) kitab suci agama Kristen, terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; (2) Isl Alquran
amplop am.plop [n] (1) sampul surat: setelah diketik, surat itu dimasukkan ke dl --; (2) ki uang sogok: setelah diberi -- , barulah berkas saya dikerjakannya
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak sapihan anak yg (baru) disapih
anggur beranak minuman untuk wanita yg baru melahirkan yg berkhasiat sbg penambah darah
angin [n] (1) gerakan udara dr daerah yg bertekanan tinggi ke daerah yg bertekanan rendah; tiupan -- kencang merobohkan beberapa rumah penduduk; (2) hawa; udara: ban berisi --; (3) kentut: jangan buang -- sembarangan; (4) ki kesempatan; kemungkinan: menantikan -- baik; (5) ki hampa; kosong: cakap --; (6) ki kecenderungan yg agak menggembirakan: sejak pertengahan tahun 1999 terasa ada -- baru dl percaturan politik negara itu
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
anu [n] (1) yg tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): si -- membeli -- di toko --; (2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung -- yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
anyar [Jw a] baru
apersepsi aper.sep.si [n Psi] pengamatan secara sadar (penghayatan) tt segala sesuatu dl jiwanya (dirinya) sendiri yg menjadi dasar perbandingan serta landasan untuk menerima ide baru
api unggun api yg menyala dr tumpukan kayu yg terbakar; (2) acara (biasanya pd malam penutupan masa perkenalan anggota baru) dng membuat api unggun (msl dl kepramukaan)
apostel apos.tel [n] (1) rasul; (2) pembela; pembawa ajaran baru [n] catatan tepi (sekarang tidak dipakai lagi)
arketipe ar.ke.ti.pe [n] model atau pola yg mula-mula, berdasarkan pola asal ini dibentuk atau dikembangkan hal yg baru; prototipe
asing [a] (1) aneh; tidak biasa: hal itu sangat -- bagiku; (2) belum biasa; kaku: bagiku masih terasa -- kalau bergaul dng mereka; (3) datang dr luar (negeri, daerah, lingkungan): Pulau Bali banyak dikunjungi wisatawan --; (4) tersendiri; terpisah sendiri; terpencil: ia merasa -- di daerah yg baru itu; (5) lain; berlainan; berbeda
avunkulokal avun.ku.lo.kal [n Antr] adat menetap bagi pengantin baru dng bertempat tinggal di dekat kediaman saudara laki-laki ibu dr pihak suami
babakan ba.bak.an [Sd n] dusun yg baru
bagai gadis jolong bersubang [pb] sombong atau sangat riang (krn baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dsb)
bagan ba.gan [n] (1) ark pangkalan; (2) kerangka rumah yg baru didirikan spt tiang, rusuk, kuda-kuda, bubungan; (3) tiang dan kayu palang pd para-para penjemur ikan dsb; (4) gambar rancangan; skema; (5) Man alat peraga grafik untuk menyajikan data agar mempermudah penafsiran; (6) Antr gambaran secara analisis dan statistik tt proses yg terjadi dl alam, teknologi, dan masyarakat manusia
baik berjagung-jagung sementara padi belum masak baik ber.ja.gung-ja.gung sementara padi belum masak [pb] lebih baik dipakai dulu yg ada sementara yg baru belum didapatkan
balut ba.lut [n] (1) (kain dsb) pengikat atau pembebat luka; barut; pembungkus; (2) pembungkus pegangan atau gagang stik dl olahraga hoki [a] tebal spt bengkak (tt pelupuk mata): matanya -- krn menangis
bangsa murni [Tern] kelompok ternak berdarah murni, tidak tercampur dng darah bangsa ternak lain, yg dapat berasal dr persilangan beberapa bangsa (murni) untuk membentuk kelompok bibit awal yg kemudian dibentuk melalui seleksi beberapa generasi menjadi suatu bangsa murni baru
barli bar.li [n] padi-padian, dipakai sbg bahan pembuat bir dan wiski; Hordeum vulgare
barongsai ba.rong.sai [n] barongan Cina yg biasa dipertunjukkan pd tahun baru Imlek
basah ba.sah [a] (1) mengandung air atau barang cair: bajunya -- kena hujan; (2) belum dikeringkan; masih baru: ikan --; (3) cak banyak mendatangkan keuntungan (uang dsb): ia ditempatkan di pos yg --
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
bawaan ba.wa.an [n] (1) barang-barang yg dibawa (diangkat dsb): -nya dr luar negeri dikenakan pajak; (2) harta benda yg dibawa pd ketika kawin: apabila bercerai, -- perempuan tetap menjadi hak si perempuan; (3) buah tangan; oleh-oleh: apabila nenek datang, tentu banyak -- untuk cucunya; (4) pembawaan; sifat (tabiat dsb) yg dibawa sejak lahir; (5) akibat (dr): kekacauan ini adalah -- perang yg baru lalu
bebat be.bat [n] perban; pengikat; pembarut; pembalut
bedung be.dung [n] (1) kain pembarut bayi; (2) kain pembarut dada bayi (anak kecil); oto
bedungan be.dung.an [n] kain pembarut bayi yg baru lahir
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
belakangan be.la.kang.an [n] (1) akhirnya; kemudian: -- ketahuan juga siapa pencurinya; (2) baru-baru (ini); belum lama (ini): -- ini diadakan lomba sepatu roda di Jakarta; (3) menyusul; kemudian: saya membayar sebagian dulu, sisanya -; (4) Jk lebih belakang; kemudian: yg datang -- tidak mendapat kursi
belang be.lang [n] (1) telau-telau pd dasar warna yg lain (tt kulit dsb); warna yg lebih dr semacam: kulitnya penuh -- bekas sakit; (2) berwarna loreng-loreng: harimau --; kuda --; ular --; (3) ki sifat-sifat (kelakuan) buruk; kejelekan; noda; cacat: sekarang barulah ketahuan -- nya
belenggu be.leng.gu [n] (1) alat untuk mengikat kaki atau tangan; borgol: polisi memasang -- pd tangan pencuri yg baru ditangkap itu; (2) ki ikatan (sehingga tidak bebas lagi): negara kita sudah terlepas dr -- penjajahan
belu be.lu [v] mem.be.lu v memeriksa (mencoba) benar tidaknya (tt penemuan, hitungan, pelajaran, dsb): setelah beberapa kali ia -, barulah ia mengemukakannya kpd guru
belum diajun sudah tertarung belum di.a.jun sudah tertarung [pb] baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan
bengul be.ngul [Jk a] balut (tt mata yg baru habis menangis)
beragak-agak ber.a.gak-a.gak [v] (1) bermaksud; berniat; berpikir-pikir: ia sudah beberapa kali ~ hendak berkenalan dng tetangganya yg baru itu; (2) ingat-ingat; hati-hati: ia mengatakan sesuatu dng tidak ~ sedikit juga
beranak ber.a.nak [v] (1) mempunyai anak: ia sudah ~ dua orang; (2) melahirkan anak: istrinya baru ~; (3) dng anaknya: saudagar tiga ~
berani malu [pb] berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
berbaik ber.ba.ik [v] (1) tidak bermusuhan (bertengkar); berdamai; rukun: dua utusan kelompok yg beritikad -- dan beramah-tamah satu sama lain; (2) damai kembali; menjadi karib lagi; rukun kembali: baru saja anak-anak itu bertengkar, sudah -- lagi
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
bercatur ber.ca.tur [v] (1) bermain catur (sekak): ia baru belajar ~; (2) bergambar (bersulam) berpetak-petak sbg papan catur: kasur yg ~; kain ~
bergandeng tangan ber.gan.deng tangan saling berpegangan tangan: pengantin baru itu berjalan sambil ~ tangan
bergaransi ber.ga.ran.si [v] berasa dl tanggungan (penjual, agen, dsb); mempunyai garansi: mobil barunya ~ dua tahun
berhubungan ber.hu.bung.an [v] (1) bersangkutan (dng); ada sangkut pautnya (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): penahanan itu ~ dng peristiwa pembunuhan baru-baru ini; (2) bertemu (dng); mengadakan hubungan (dng): ia sudah ~ langsung dng kepala kantor; (3) bersambung: bejana-bejana itu ~ sehingga tinggi permukaan air yg ada di dalamnya sama; (4) tukar-menukar atau beri-memberi (kabar, pikiran, dsb) dng perantaraan telepon, surat-menyurat, dsb: sekarang kita sudah dapat ~ langsung dng sanak saudara kita di Eropa
berita hangat berita yg masih baru
berjalan ber.ja.lan [v] (1) melangkahkan kaki bergerak maju: anak itu belum bisa ~ , meskipun umurnya sudah setahun lebih; (2) bergerak maju dr suatu titik (tempat) ke titik (tempat) lain: matahari itu seakan-akan ~ dr timur ke barat; (3) menggelinding atau berputar (tt sesuatu yg bundar spt roda); (4) bepergian: kalau hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya lebih dahulu; (5) berlangsung; dilangsungkan (tt perundingan, rapat, dsb): perundingan utara-selatan terus ~ meskipun ada perang dingin antara kedua belah pihak; (6) berlaku; ditaati (tt peraturan, undang-undang, hukum, dsb): tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima tahun
berkenal-kenalan ber.ke.nal-ke.nal.an [v] saling mengenalkan diri: mahasiswa baru itu ~ sehingga suasana persahabatan mereka tampak lebih baik
berkepal-kepal ber.ke.pal-ke.pal [num] (1) merupakan gumpalan (kepulan-kepulan); bergumpal-gumpal: tanah di daerah itu pecah-pecah dan ~; (2) beberapa (banyak) kepal: anak yg baru pulih kesehatannya itu makan nasi ~
berlagak ber.la.gak [v] (1) menyombongkan diri: baru jadi anggota Hansip, ia sudah ~ , apalagi jadi tentara; (2) berlaku spt (pemberani, orang pandai, dsb); berpura-pura: ketika ditanya polisi, ia ~ tidak tahu-menahu
berlubang ber.lu.bang [v] (1) ada lubangnya: kelapa itu ~ digerek tupai; (2) berlekuk (tt tanah dsb): jalan yg baru selesai dibangun itu sudah ~ krn air hujan
bermalam ber.ma.lam [v] (1) menumpang tidur; menginap: krn hotel sudah penuh, saya -- di stasiun; (2) telah dimasak kemarin; sudah basi (tidak segar atau baru lagi): sayur yg sudah -- jangan dihidangkan kpd tamu
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bernilai ber.ni.lai [v] (1) mempunyai nilai (harga uang dsb): mata uang yg ~ seratus rupiah; (2) bermutu; berharga: ia berhasil menciptakan tarian baru yg ~ tinggi
berpidana ber.pi.da.na [v] mempunyai sangkutan (urusan) dng pidana: kalau merupakan kredit ~ , itu baru urusan Kejaksaan Agung
berpilis ber.pi.lis [v] memakai pilis: dahi perempuan yg baru melahirkan itu ~
berpondong ber.pon.dong [v] memakai pondong; memakai pelindung dr panas matahari atau hujan dng pondong (untuk tanaman yg baru tumbuh): pohon-pohon jeruk yg masih ~ pun habis dicuri orang
berputar ber.pu.tar [v] (1) berpusing; berkisar: roda ~ pd porosnya; (2) berganti arah; berbelok: ~ haluan; (3) beredar: uang baru sudah ~; (4) berkeliling: pesawat udara itu ~ empat kali di atas kota; (5) ki berpikir terus: otak saya ~ dan semalaman tidak dapat tidur; (6) cak sedang dipergunakan untuk berniaga (tt uang): uang masih ~ , belum ada yg masuk
bersembahyang ber.sem.bah.yang [v] (1) melakukan sembahyang (salat): mereka- hari raya di lapangan dekat masjid Al-Azhar; (2) berdoa (memohon) kpd Tuhan: -- di gereja; (3) upacara selamatan untuk menghormati (memuliakan) para leluhur dsb: -- Tahun Baru
bersememeh ber.se.me.meh [v] terpalit oleh barang yg kotor; berlumur; berlumus: mulut kucingku -- darah tikus yg baru ditangkapnya
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertetangga ber.te.tang.ga [v] (1) menjadi tetangga: sekarang ia ~ dng saya; (2) mempunyai tetangga: di kampung baru itu ia belum ~
biaya promosi biaya untuk pendirian atau pengembangan perusahaan atau aktivitas baru; (2) biaya yg dikeluarkan untuk usaha meningkatkan penjualan
bidah bid.ah [n Isl] (1) perbuatan yg dikerjakan tidak menurut contoh yg sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan; (2) pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pd Alquran dan hadis; (3) ki kebohongan; dusta
bidan tarik bidan yg baru dipanggil waktu seorang ibu akan melahirkan (tanpa ada pemberitahuan atau perjanjian se- belumnya)
bidik bi.dik [v] mem.bi.dik v (1) mengarahkan (pistol, alat potret) ke sasaran; mengincar: baru -- hendak menembak, sudah kena tembak dr belakang; (2) memandang dng arah pandangan yg tetap: ia -- ke bawah seakan-akan ada yg menarik perhatiannya
bila bi.la [pron] kata tanya untuk menanyakan waktu; kapan: -- Saudara berangkat?; (2) p cak kalau; jika; apabila: ia baru menjawab -- ditanya [v] melakukan tindakan balas dendam (di Aceh)
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
bilokal bi.lo.kal [n Antr] adat menetap bagi pengantin baru untuk secara bergantian bertempat tinggal di keluarga suami atau istri
blok [n] (1) gulungan (cita dsb): dibelinya kain putih dua --; (2) deretan beberapa buah rumah yg tidak terpisah-pisah: rumah -- A disediakan untuk para perwira menengah; (3) bagian dr kampung yg besar yg dibatasi oleh jalan: Kebayoran Baru dibagi menjadi beberapa --; (4) persatuan beberapa negara (partai politik dsb) untuk memperkuat kedudukannya: partai-partai kanan merupakan -- penyokong pemerintah; (5) Olr pemukulan bola sebelum bola memantul ke tanah (dl olahraga tenis)
bomseks bom.seks [n cak] julukan untuk wanita selebriti yg mempunyai citra erotis dan sensual yg tinggi: ia merupakan bintang film -- baru dr Amerika
bopeng bo.peng /bopEng/ (1) a cacat yg berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pd kulit; burik; capuk: orang itu mukanya -- akibat penyakit cacar yg pernah dideritanya; (2) v ki berlubang-lubang: jalan baru itu sekarang sudah --
bubur Burgundi [Tan] obat semprot spt bubur Bordeaux, tetapi dibuat dng mencampur 1 kg terusi dng 1 kg natrium karbonat dl 115 liter air
bubur merah putih bubur yg dibuat dr beras dng santan dan garam, yg sebagian ditambah gula merah, untuk maksud-maksud tertentu (saat pemberian nama anak yg baru lahir dsb)
bubur sura bubur dr beras dng santan dan garam beserta lauk-pauknya, dibuat untuk menyambut datangnya tahun baru Kamariah (1 Muharam atau Asyura)
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
bulan madu masa pengantin baru menikmati perkawinannya (msl dng berlibur atau bepergian berdua ke tempat lain); saat-saat awal dl kehidupan berumah tangga
bunga ban jalur yg tinggi rendah pd ban baru yg membuat tidak licin
busung bu.sung [a] (1) gembung atau menjadi besar berisi cairan (tt perut); (2) gembung krn penuh berisi (tt susu, dada, saku, dsb): ibu yg baru melahirkan itu buah dadanya --; (3) tanah yg membukit; timbunan pasir di muara dsb; gosong: di muara itu banyak -- pasir [Jk n] daun kelapa yg masih muda; janur: ambilah -- untuk membuat kulit ketupat
cadang ca.dang , ber.ca.dang v bersedia (akan): adakah engkau ~ mengadakan peraturan baru [n] hadiah perkawinan dr orang tua mempelai laki-laki
calecer ca.le.cer [n] batas sementara (berupa tonggak, pancang) pd tanah yg baru dibuka untuk ditanami dsb
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cangkok cang.kok, cangkok ginjal [Dok] pembedahan dng mengangkat ginjal yg sakit dan menggantikannya dng ginjal sehat yg berasal dr donor atau yg diambil dr mayat seseorang yg baru saja meninggal
capai ca.pai [v] men.ca.pai v (1) hendak memegang (dng mengulurkan tangan, belalai, dsb): anak kecil itu mengulurkan tangan hendak ~ stoples di atas meja; ibarat si cebol hendak ~ bulan; (2) sampai (ke): pd keesokan harinya barulah mereka ~ Yogya; beliau hampir ~ usia seratus tahun; (3) menyampaikan (maksud, tujuan, cita-cita, dsb): untuk ~ tujuan itu kita harus bersatu dan berani berkorban; (4) memperoleh (mendapat) sesuatu dng usaha: ia ~ hasil yg memuaskan [a] lelah; letih
capgome cap.go.me [Cn n] hari raya tahun baru Cina (tanggal 15 bulan satu), biasanya dirayakan dng bermacam-macam pawai termasuk barongsai
carah ca.rah [Mk adv] ber.ca.rah v secara eceran; secara ketengan (dijual satu-satu atau dl jumlah yg tidak besar): jika kujual ~ tentu lama baru habis
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
celik ce.lik [v] (1) terbuka (tt mata): matanya sudah --; (2) mampu melihat; tidak buta; (3) ki sadar; insaf: baru sekaranglah orang Indonesia -- akan kejahatan penyelundupan itu
ceramah ce.ra.mah [n] pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb: kami baru saja mendengarkan -- mengenai lingkungan hidup; (2) a suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah: hari ini bapak -- sekali kepadaku; (3) a cerewet; banyak cakap; nyinyir: nenek itu memang -- sekali [a] (1) ramah; (2) sifat suka menggerutu
cetakan awal ce.tak.an awal buku yg baru selesai dicetak dan dikirimkan oleh percetakan kpd penerbit sebelum oplah seluruhnya diserahkan: ~ dalam cetak dalam
cilik ci.lik [a] kecil: ia seorang gadis -- , usianya baru empat tahun
cipta cip.ta [n] kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yg baru; angan-angan yg kreatif
ciptaan cip.ta.an [n] yg diciptakan; hasil mencipta: bumi ~ Allah disediakan untuk seluruh makhluk-Nya; sudah terbit kumpul-an sajak baru ~ Amir Hamzah
cir [n] kata seru untuk mengejek, menghinakan, dsb: -- , baru begitu sudah menangis
congak co.ngak [a] men.co.ngak v mengangkat muka (kepala) ke atas; mendongak: dia ~ memandang kpd saya [n] taksiran yg dibuat dl kepala saja, tidak ditulis: biaya pembelian barang baru dibuat dng -- saja
cuci otak proses mehilangkan pendapat, keyakinan, dsb yg ada dan menggantinya dng yg baru dng cara paksa dan siksaan psikis dan fisik
daging segar daging yg baru dihasilkan dr pemotongan ternak (belum diawetkan dan belum disimpan lama)
daging tiris daging yg telah ditiriskan, bukan daging segar (baru)
dalalah da.la.lah [Ar n] (1) perempuan yg memperhubungkan laki-laki dan perempuan dng memperoleh uang jasa; induk semang perempuan lacur; nenek kabayan; comblang; pinang muda; muncikari; jaruman; barua; (2) penunjuk jalan wanita [Ar n] petunjuk yg benar mengenai makna isi Alquran
darat da.rat [n] (1) bagian permukaan bumi yg padat; tanah yg tidak digenangi air (sbg lawan dr laut atau air): bukan main senangnya hati kami naik ke -- setelah lima hari terapung-apung di laut; (2) tanah atau bumi (sbg lawan dr angkasa): beberapa detik sebelum tiba di -- , payungnya baru mengembang; (3) tanah yg tinggi (sbg lawan dr tanah yg rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sbg lawan tanah persawahan dan rawa-rawa): b bagian terdiri atas rawa-rawa dan 1/3 bagian adalah tanah --; (4) daerah pedalaman (sbg lawan dr daerah pantai): ia bekerja di pelabuhan, padahal rumahnya jauh di --
datang-datang da.tang-da.tang [adv] (1) baru saja datang: ~ disuruh makan; (2) baru sekali datang: ~ mau pinjam uang; (3) selalu (seringkali) datang lagi: sudah diusir ~ saja
daur ulang da.ur ulang [n] (1) peredaran ulang suatu masa; (2) Kim pemrosesan kembali bahan yg pernah dipakai, msl serat, kertas, dan air untuk mendapatkan produk baru
daya usaha kemampuan seseorang memulai suatu aktivitas baru
definitif de.fi.ni.tif [a] sudah pasti (bukan untuk sementara): gubernur baru untuk provinsi itu belum ditetapkan secara -- oleh Menteri
dekat de.kat [a] (1)pendek, tidak jauh (jarak atau antaranya): tinggalnya -- dr sini; (2) hampir: sudah -- malam; (3) berhampiran (dengan): rumahnya -- rumah saya; (4) akrab; rapat (tt hubungan persahabatan, persaudaraan, dsb): pertemuan itu hanya dihadiri oleh sahabat -- nya; dia itu masih saudara -- saya; (5) menjelang: ia baru pulang -- dinihari
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
demisioner de.mi.si.o.ner [n] keadaan tanpa kekuasaan (msl suatu kabinet dsb yg telah mengembalikan mandat kpd kepala negara, tetapi masih melaksanakan tugas sehari-hari sambil menunggu dilantiknya kabinet yg baru)
dempam dem.pam [n] tiruan bunyi anak kecil (yg baru pandai berjalan) jatuh
diberi kuku hendak mencengkam [pb] baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain
dibujuk ia menangis dibujuk ia me.na.ngis , ditendang ia tertawa [pb] orang baru bekerja dng baik dan sempurna sesudah ia dimarahi
digitalisasi di.gi.ta.li.sa.si [n] proses pemberian atau pemakaian sistem digital: implementasi -- di negara kita baru pd saluran transmisi
dijual sayak [pb] sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dr pekerjaan lama
dimakan di.ma.kan [v] (1) ki dimusnahkan; dirusakkan; dihabiskan: rumahnya habis -- api; pagar besinya keropos -- karat; (2) mendapat penyakit: kakinya -- air, mendapat penyakit kulit, terutama di antara jari kaki krn bekerja di sawah; telah habis maka -, pb atau lagi ada jangan -, sudah habis baru -, pb sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu
diperdanakan di.per.da.na.kan [v] dijual (dikeluarkan dsb) untuk pertama kalinya; diperkenalkan kpd masyarakat untuk pertama kalinya: saham perusahaan itu baru akan ~ akhir bulan ini
diskontinuitas dis.kon.ti.nu.i.tas [n] ketidaksinambungan: -- antara tradisi dan kebudayaan yg baru dapat menimbulkan kesenjangan antara kaum tua dan kaum muda
dismembrasio dis.mem.bra.sio [n Huk] timbulnya suatu negara baru di dl wilayah suatu negara yg sedang mengalami keruntuhan
dispenser dis.pen.ser [n] (1) mesin penjual; mesin penyaji: lebih dr 11.700 -- minuman telah digunakan di mana-mana; (2) penyemprot: digunakan metode baru untuk hujan buatan dng mendirikan menara -- di Gunung Tangkuban Perahu yg menyemprot awan yg melekat di puncak gunung itu; (3) peranti elektronik yg secara otomatis dapat memanaskan dan mendinginkan air yg siap diminum
dispersi dis.per.si [n] (1) pergerakan untuk perpindahan individual, terutama untuk mendiami lingkungan baru; (2) Fis penguraian atau pembiasan warna
domestikasi do.mes.ti.ka.si [n] penjinakan hewan liar atau hewan buas dsb: binatang liar yg baru ditangkap di hutan perlu -- agar dapat dimanfaatkan kegunaannya oleh manusia
dominion do.mi.ni.on [n] negara yg merdeka dan berpemerintahan sendiri, tetapi menjadi anggota persemakmuran negara besar, spt Australia, Kanada, dan Selandia Baru
dudus du.dus [n] upacara adat Bali mencuci rambut pengantin baru yg dilakukan oleh kepala adat
dunia du.nia [n] (1) bumi dng segala sesuatu yg terdapat di atasnya; planet tempat kita hidup: di seluruh -- ini terdapat kira-kira 4.000 bahasa; (2) alam kehidupan: kita mengharapkan -- baru yg adil dan makmur; (3) semua manusia yg ada di muka bumi: hampir seluruh -- menghargai cita-cita Mahatma Gandhi; (4) lingkungan atau lapangan kehidupan: ia sudah lama berkecimpung dl -- pendidikan; (5) (segala) yg bersifat kebendaan; yg tidak kekal: baginya tiada arti harta -- ini; (6) peringkat antarbangsa (seluruh jagat atau segenap manusia): kejuaraan -- bulu tangkis yg pertama diselenggarakan di Malmoe, Swedia [n] pembicaraan mengenai perkawinan (di Halmahera)
dwimuka dwi.mu.ka [n] dua muka; dua segi; (2) v bersegi dua; beraspek dua: sajak-sajak terbarunya menampilkan kemasyarakatan yg mempunyai ciri --
edar /Edar/, ber.e.dar v (1) berjalan berkeliling (hingga sampai ke tempat permulaan): bumi ~ pd ekliptika yg tetap; (2) berpindah-pindah dr tangan ke tangan atau dr tempat satu ke tempat lain; berputar: daftar pemungutan derma ini sudah ~ di kampung saya; (3) berlaku dl masyarakat: uang kertas baru mulai ~ pd permulaan bulan depan
edisi revisi terbitan ulang buku dsb dng perubahan baru dl naskah
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
eksperimental folklorik seni gerak yg tetap berada dl kerangka tradisi tari suatu suku bangsa; tetap menggunakan unsur tari tradisional dr wilayah yg terbatas, tetapi baru dan eksperimental dl menyusun ramuan unsur tsb
eksplorasi eks.plo.ra.si /Eksplorasi/ (1) n penjelajahan lapangan dng tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tt keadaan), terutama sumber-sumber alam yg terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan: -- sumber minyak di daerah lepas pantai sedang giat dilakukan; (2) Dik kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dr situasi yg baru; (3) Pet penyelidikan dan penjajakan daerah yg diperkirakan mengandung mineral berharga dng jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya
eliminasi eli.mi.na.si [n] (1) pengeluaran (spt racun dr tubuh); penghilangan; (2) penyingkiran; pengasingan: -- orang-orang yg berbahaya dr tengah masyarakat; (3) penyisihan: -- juara dunia oleh pemain baru itu sangat mencengangkan
empok em.pok [Jk n] (1) kakak perempuan: -- nya yg baru menikah akan mengikuti suaminya ke Mekah; (2) kata sapaan untuk orang perempuan yg lebih tua: -- , bolehkah saya bertanya?
endotoksin en.do.tok.sin [n ] racun yg terdapat di dl kuman dan yg baru keluar bila kuman itu rusak
engah [Jk a] tahu (sadar atau mengerti): dia baru -- bahwa dompetnya telah dicopet orang , engah-engah n napas yg mengembus keras-keras (spt napas orang yg baru berlari cepat) , ter.per.e.ngah a terdiam krn kaget, takut, dan bingung; termangu-mangu
epifit epi.fit [n Bio] tumbuhan yg menumpang pd tumbuhan lain, tetapi tidak mengambil unsur baru secara langsung dr tumbuhan yg ditumpanginya itu
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
epistel epis.tel [n Kris] salah satu surat dr para rasul yg menjadi bagian dr Kitab Perjanjian Baru
eukaliptol eu.ka.lip.tol [n Kim] zat cair tanpa warna yg berbau spt kapur barus, diperoleh dr minyak eukaliptus, kayu putih, dan lavender, digunakan dl wewangian dan sbg bahan penambah cita rasa; sineol; C10H18O
evangeli eva.nge.li [n Kris] (1) ajaran Yesus Kristus; keempat Kitab Perjanjian Baru; (2) masing-masing dr keempat Kitab Perjanjian Baru; (3) kutipan dr Injil yg dibaca dl misa
favorit fa.vo.rit [n] (1) orang yg diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara: ia disebut-sebut sbg -- baru All England tahun ini; (2) kesayangan; kegemaran: penyanyi -- Anda akan tampil pd pertunjukan itu
fisi fi.si [n] (1) pembelahan sel, msl pembelahan organisme bersel tunggal menjadi dua sel yg sama; (2) Fis pembelahan inti atom menjadi inti-inti atom baru yg lebih ringan sambil melepaskan energi
fiton fi.ton [n Bio] bagian terkecil tumbuhan (batang, akar, atau daun) yg mampu berkembang menjadi tumbuhan baru
fleksibel flek.si.bel [a] (1) lentur; mudah dibengkokkan; (2) luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri: orang yg kurang -- sukar menyesuaikan diri dng lingkungan baru yg masih asing baginya
formatur for.ma.tur [n] orang(-orang) yg ditugasi membentuk suatu badan (kabinet, pengurus, organisasi, dsb): ia ditunjuk sbg anggota -- untuk menyusun pengurus koperasi yg baru
fragmentasi frag.men.ta.si [n] (1) pencuplikan (cerita dsb); (2) Zool pembiakan aseksual dng jalan membelah menjadi beberapa bagian, setiap belahan dapat berkembang menjadi organisme baru
gabungan ga.bung.an [n] (1) ikatan; berkas: ~ kacang panjang ini kecil- kecil; ~ surat berharga itu harus disimpan baik-baik; (2) beberapa macam barang yg dijual atau dibeli; seperangkat (tidak satu-satu): gelas, piring, dan mangkuk ini dijual ~; (3) himpunan atau perserikatan yg terjadi atas beberapa perkumpulan: ~ mahasiswa itu mengadakan gotong royong membersihkan kampung; (4) campuran dua zat atau lebih, membentuk sebuah zat baru; (5) reaksi kimia pd dua unsur yg bersatu dan membentuk senyawa biner atau senyawa biner bergabung dan membentuk senyawa kompleks
geladi ge.la.di [v] berlatih; -- bersih pelatihan umum yg terakhir kali sebelum pelaksanaan atau pementasan pd acara sesungguhnya (penampilannya menyerupai pelaksanaan (pementasan) yg sesungguhnya): dl acara -- bersih itu setiap peserta berkostum dng atribut spt dl pertunjukan sebenarnya; -- kotor pelatihan umum menjelang pelaksanaan geladi bersih (belum memakai kostum yg sebenarnya): dl acara -- kotor itu masih banyak peserta yg belum hadir, mungkin pd acara geladi bersih nanti baru semua hadir dng kostum dan atribut yg sebenarnya
gendut gen.dut [a] (1) besar dan seakan-akan bergantung (tt perut); (2) kas bunting: baru dua bulan menikah perutnya sudah --; (3) ki banyak mendapat keuntungan: dia yg -- dl urusan barang itu
gentrifikasi gen.tri.fi.ka.si [n] imigrasi penduduk kelas ekonomi menengah ke wilayah kota yg buruk keadaannya atau yg baru saja diperbaharui dan dipermodern
gigi telur [Tern] lapisan berkeratin pd ujung paruh atas anak ayam yg baru menetas
gilap gi.lap [a] bersih dan bercahaya (spt emas baru diupam)
globalisme glo.bal.is.me [n] paham kebijakan nasional yg memperlakukan seluruh dunia sbg lingkungan yg layak diperhitungkan, terutama untuk bidang ekonomi dan politik: masyarakat dunia kini sedang menghadapi tujuan-tujuan baru, -- yg memukau, tetapi juga mengkhawatirkan
gnomon gno.mon [n] (1) Astron instrumen kuno untuk menentukan tinggi matahari; (2 a) Mat bilangan yg ditambahkan pd bilangan kuadrat untuk mendapatkan bilangan kuadrat yg baru; (b) bentuk yg harus ditambahkan pd bentuk tertentu untuk mendapatkan bentuk yg baru
gojlokan goj.lok.an [n] hasil (perbuatan) menggojlok: mahasiswa-mahasiswa baru sedang menghadapi ~ dr senior-seniornya
gres [a] baru sama sekali; sangat baru: mobilnya masih --
habis beralur maka beralu-alu habis ber.a.lur maka beralu-alu [pb] jika dng jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, maka barulah dng jalan kekerasan
hadas besar hadas yg disebabkan oleh bersetubuh (haid dsb), baru dianggap bersih kembali sesudah mandi hadas
halus ha.lus [a] (1) lumat; kecil-kecil: garam --; (2) tidak kasar; lembut; licin: baju itu dibuat dr bahan yg --; kulit wanita itu --; (3) baik (budi bahasa); sopan; beradab; tidak kasar (tt perbuatan dsb): -- budi bahasanya; -- tutur katanya; (4) tidak tampak dan tidak dapat diraba; berupa roh: orang --; (5) bermutu; baik (tt barang tenunan, ukir-ukiran, dsb): ia baru saja membeli barang-barang -- di toko itu
hangat ha.ngat [a] (1) agak panas: masakannya masih --; (2) sedikit lebih dp timbangan (bobot) yg sebenarnya: gula itu -- timbangannya; (3) gembira: kedatangan Menteri Pertanian disambut -- oleh masyarakat tani setempat; (4) genting; tegang: suasana politik -- kembali; (5) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa, kabar): surat kabar itu selalu memuat berita-berita yg --
hari ha.ri [n] (1) waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; (2) waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; (3) keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; (4) waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima --
hasrat budaya dorongan dl bentuk baru berkat pengaruh kebudayaan
hendaklah hen.dak.lah [adv] seharusnya; mudah-mudahan: ~ kalian dapat menyesuaikan diri dng lingkungan yg baru
hibah tergantung pemberian semasa hidup yg kemudian digugat oleh ahli waris; wasiat pemberian dng menggugat wasiat yg baru mempunyai kekuatan hukum setelah pembuat wasiat meninggal
hibur hi.bur [v] meng.hi.bur v menyenangkan dan menyejukkan hati yg susah; melipur: kita harus ~ orang yg baru kematian anaknya itu
hormon luka [Bio] hormon yg merangsang terbentuknya jaringan baru dr bagian tepi luka yg kemudian menutupi luka
huma hu.ma [n] (1) ladang padi di tanah kering; (2) tanah yg baru ditebas hutannya
huruf awal huruf pertama dr kalimat pertama pd halaman baru, dan disusun dng huruf kapital yg bagus, biasanya terdapat pd buku-buku bacaan yg bermutu
hutan muda hutan yg ditumbuhi pohon baru; hutan yg belum pernah diolah (dimanfaatkan produknya)
ibu negara istri kepala negara; istri presiden: -- negara baru-baru ini mendampingi Presiden ke luar negeri
ijtimak ij.ti.mak [n] saat berakhirnya bulan lalu dan munculnya bulan baru dl penanggalan Hijriah; perihal bertemunya posisi bulan dan matahari dalam satu garis edar: -- akhir Ramadan
ikut-ikut [v] (1) turut campur: anak-anak jangan ~ urusan orang tua; (2) meniru: wanita itu senang ~ mode baru
ilas [Jk v] , meng.i.las v menginjak-injak sampai hancur dsb: jangan ~ padi yg dijemur itu; jangan biarkan kambing itu ~ rumput yg baru saja ditanam
ilmu kimia ilmu tt unsur dan ciri-ciri zat, serta reaksi yg menyebabkan timbulnya zat-zat baru
imbuhan im.buh.an [n Ling] bubuhan (yg berupa awalan, sisipan, akhiran) pd kata dasar untuk membentuk kata baru; afiks
imperatif im.pe.ra.tif /impEratif/ (1) a bersifat memerintah atau memberi komando; mempunyai hak memberi komando; bersifat mengharuskan: hukum baru itu kelak harus berwibawa sbg kekuatan -- yg harus dihormati; (2) n Ling bentuk perintah untuk kalimat atau verba yg menyatakan larangan atau keharusan melaksanakan perbuatan: pergilah! bantulah!
implemen im.ple.men [n] benda atau alat yg merupakan bagian dr perlengkapan kerja: baru-baru ini banyak ditemu-kan -- batu zaman purba
inaugurasi inau.gu.ra.si [n] (1) pengukuhan resmi dl jabatan atau kedudukan: keputusan itu dirayakan dng malam --; (2) pembukaan resmi (gedung dsb); (3) pelantikan resmi (mahasiswa baru)
incang-incut in.cang-in.cut [a] (1) tidak lurus betul; mencong: anak saya yg baru belajar menjahit -- jahitannya; (2) timpang (tt kaki meja krn pendek sebelah)
ingat [v] (1) berada dl pikiran; tidak lupa: saya masih -- nama anak itu; (2) timbul kembali dl pikiran: keesokan harinya saya baru -- nama orang itu; (3) sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak -- akan dirinya; (4) menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak -- lagi akan kewajibannya; (5) hati-hati; berwaswas: -- , di kereta api banyak tukang copet; (6) mempertimbangkan (memikirkan nasib dsb): kalau tidak -- anak, sudah kubunuh orang itu; (7) cak berniat; hendak: kalau ia -- membaca koran, dibacalah koran
ingatan ingat.an [n] (1) apa yg diingat (teringat); apa yg terbayang dl pikiran: sepanjang ~ ku, ia pernah juga mengajar di sekolah guru; (2) alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yg pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dsb): sekarang ~ ku tidak sekuat dulu; (3) pikiran (dl arti angan-angan); kesadaran: ~ nya melayang lagi ke rumah yg baru dikunjunginya; (4) apa yg terbit dl hati (spt niat atau cita-cita): ~ ku hanya satu agar berjumpa dng dia sebelum aku mati
Injil In.jil [n] (1) Isl kitab suci yg diturunkan kpd Nabi Isa; (2) salah satu bagian dr kitab suci agama Kristen; Perjanjian Baru
inovasi ino.va.si [n] (1) pemasukan atau pengenalan hal-hal yg baru; pembaharuan: -- yg paling drastis dl dasawarsa terakhir ialah pembangunan jaringan satelit komunikasi; (2) penemu-an baru yg berbeda dr yg sudah ada atau yg sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat)
inovatif ino.va.tif [a] bersifat memperkenalkan sesuatu yg baru; ber-sifat pembaruan (kreasi baru): kita mencoba memecahkan masalah pendidikan yg kronis dng cara-cara --
inovator ino.va.tor [n] orang yg memperkenalkan gagasan, metode, dsb yg baru: mahasiswa harus mempertahankan tradisinya sbg --
integrasi vertikal pembaruan dng pihak atau badan yg berada di atas (lebih tinggi)
inteligensi in.te.li.gen.si [n Psi] daya reaksi atau penyesuaian yg cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, thd pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yg telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pd fakta atau kondisi baru; kecerdasan
interetnik in.ter.et.nik [a] hubungan antara etnik (suku, bangsa, ras) yg satu dng etnik yg lain; antaretnik: solidaritas baru -- tidak dapat dibendung lagi krn mobilitas semakin pesat
jabang ja.bang [Mk n] cambang [n] , -- bayi anak (bayi) yg baru lahir; orok
jadi ja.di [v] langsung berlaku (dilakukan, dikerjakan); tidak batal: kemarin ia -- pergi ke Bogor; (2) betul-betul terjadi; menjadi kenyataan (berhasil): barang kehendaknya --; (3) selesai dibuat: rumahnya belum --; (4) lahir; dilahirkan: ketika itu engkau baru --; (5) sudah selesai dibuat; siap pakai: ia membeli pakaian --; (6) baiklah begitu; setuju: kalau begitu --; (7) menjadi [Ar n] Kaprikornus
jaipong ja.i.pong [n] tarian khas Sunda kreasi baru yg gerakannya sangat dinamis, spontan, penuh improvisasi, dan mudah diterima masyarakat dr segala lapisan; jaipongan
jamu bersalin jamu yg dibuat khusus untuk wanita yg baru melahirkan
jangan dilepaskan tangan kanan [pb] jangan melepaskan pekerjaan yg ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yg baru
jarwa jar.wa [n] hasil pengolahan, hasil penyaduran (teks Jawa Kuno ke dl Jawa Baru)
jelang je.lang [v] , men.je.lang v (1) mengunjungi; menengok; menjenguk; menghadap: sudah lama ia tidak ~ ibunya; (2) dialamatkan kpd; ditujukan kpd (pd alamat surat): ~ karibku Polan, Jalan Lembang, Jakarta Pusat; (3) menghadap; menyongsong: ~ tahun baru kita memperbaharui tekad untuk maju; (4) hampir: ~ tengah hari baru ia sampai ke kampung halamannya; (5) melihat; memandangi: ~ bulan purnama [Mk a] cair; encer (tt susu dsb)
jidur ji.dur [a] gembira; senang: dng -- nya ibu muda itu memperlihatkan bayinya yg baru lahir kpd tamu-tamunya [n] (1) tetabuhan spt rebana besar terbuat dr kulit kerbau dsb, berbingkai, terbuat dr kayu; (2) bedug
jorjoran jor.jor.an [Jw v] bertindak unggul-mengungguli (lebih banyak bersifat negatif): pd malam tahun baru mereka -- memasang petasan
jual titip menjual barang dng cara menitipkannya kpd penjual lain (pemilik warung, toko, dsb) dan harganya baru dibayar setelah barang laku terjual
juek ju.ek [Mk n] tali-tali yg direntangkan di sawah untuk mengusir burung; menegakkan juek-juek sesudah menyabit, pb sesudah perkara (pekerjaan) selesai, baru teringat akan cara yg terbaik untuk menyelesaikannya
juruh ju.ruh [n] cairan kental terbuat dr gula kelapa atau gula jawa; kinca: apam baru berasa enak jika diberi --
kacang-kacang ka.cang-ka.cang [n] penabur; mimis: -- sepedanya masih baru
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kainofobia ka.i.no.fo.bia [n Psi] ketakutan yg berlebihan akan hal-hal yg baru
kamar pengantin kamar yg disediakan untuk pengantin baru
kambium kam.bi.um [n Bot] lapisan sel hidup pd tumbuhan berkeping dua, terletak di kulit dan di kayu, yg membuat jaringan kayu baru ke sebelah dalam dan jaringan kulit baru ke sebelah luar
kamfor kam.for [n Kim] senyawa dng rumus molekul C10H16O, mengandung gugus karbonil dan kerangka karbon kamfana, didapat dl daun Cinnamomun camphore; kapur barus
kamper kam.per [n] kristal (hablur) yg mudah menguap, terbuat dr getah pohon kapur barus, digunakan sbg bahan antihama atau untuk campuran obat-obatan; kapur barus [n] (1) pohon asli dr Cina, termasuk suku medang, tinggi pohon antara 20-30 m, daun bertulang utama tiga, buahnya bulat panjang, berdaging, jika masak berwarna hitam, tumbuh pd tanah lempung berpasir di daerah pegunungan dng ketinggian 600-1.500 m di atas permukaan laut; Cinnamomum comphon; (2) kayu kamper
kanak-kanak anyir [ki] (1) bayi yg baru dilahirkan; (2) belum berpengalaman; masih sangat muda
kanda manda anak-anak yg terpilih sbg saudara tua anak raja yg baru lahir
kandungan kan.dung.an [n] (1) barang yg terkandung (termuat, tercantum di dalamnya); (2) yg tersimpan dl hati; isi hati: sekarang barulah aku tahu ~ hatinya; (3) kantong peranakan di dl perut wanita: bayi itu telah meninggal ketika masih berada dl ~; (4) janin yg masih di dl perut wanita: menggugurkan ~ itu berdosa dan dapat dihukum; (5) kantong; pundi-pundi
kanibalisme ka.ni.bal.is.me [n] (1) keadaan (perbuatan) memakan sesama manusia; (2) pembunuhan yg sangat kejam dan sadis; (3) Man hal merebut bagian pasar atas kerugian produk lain yg dijual oleh perusahaan yg sama akibat kelalaian merencanakan segmen pasar untuk produk baru; (4) Tek perbuatan mengambil bagian peralatan (mobil, mesin, dsb) untuk dipakai pd bagian benda lain
kantong kuning telur [Ikn] bagian perut yg menonjol pd larva ikan yg baru menetas (berisi persediaan makanan untuk keperluan hidupnya)
karantina ka.ran.ti.na [n] (1) tempat penampungan yg lokasinya terpencil guna mencegah terjadinya penularan (pengaruh dsb) penyakit dsb; (2) Tern tempat untuk menahan ternak impor yg baru datang dr luar negeri, guna mencegah penyebaran penyakit menular
karar ka.rar [kl] (1) a tenang; tenteram; aman: hendaklah senantiasa -- hatinya; (2) a tetap tenang: maka negeri Malaka pun -- lah pd zaman Laksamana menjadi hulubalang itu; (3) v menetap; berdiam di: Sultan itu pindahlah ke istana barunya, -- lah dia di sana selama-lamanya
karas ka.ras [n] kue atau penganan yg dibuat dr tepung beras [n] pohon yg getahnya dapat dibuat kapur barus; tengkaras; Aquilaria mallaccensis [n Sas] papan kayu atau keping batu yg dipakai oleh penyair susastra Jawa Kuno untuk menuliskan karyanya
karbonan kar.bo.nan [n Tan] unsur produksi yg secara khusus digunakan untuk memadu barang-barang baru (msl mesin dan pupuk)
karkas segar karkas yg baru disembelih dan sudah dikeluarkan beberapa bagian tubuhnya
karteker kar.te.ker [n cak] orang yg menangani jabatan (ketua, sekretaris, dsb) untuk sementara krn pejabatnya belum ada atau belum dipilih: ia ditunjuk sbg -- , sementara menunggu terpilihnya ketua umum yg baru
karuhun ka.ru.hun [Sd n] nenek moyang; leluhur: aku adalah orang baru yg tidak tahu soal di sana walaupun orang tua dan -- ku hidup di sana
katalisator ka.ta.li.sa.tor [n] (1) Kim katalis; (2) seseorang atau sesuatu yg menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa
katalog berkas katalog yg dibuat pd slip kertas yg diikat dl jilid berkas untuk memungkinkan adanya penyisipan bahan baru yg tepat susunannya
katarsis ka.tar.sis [n] (1) Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; (2) Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; (3) Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
keanggotaan ke.ang.go.ta.an [n] hal atau kedudukan sbg anggota: negara yg baru merdeka itu telah memenuhi semua syarat ~ Perserikatan Bangsa-Bangsa
kebasian ke.ba.si.an [n] perihal tidak baru lagi; perihal basi
kebingungan ke.bi.ngung.an [n] (1) dl keadaan bingung (gugup, tidak tahu arah, dsb); kehilangan akal: dia sedang -- memikirkan caranya naik atap itu; (2) kekacauan hati (pikiran): ketetapan baru dr pemerintah menimbulkan -- di kalangan pedagang
keblinger keb.li.nger [Jw v] sesat; keliru: pembajakan di udara yg terjadi baru-baru ini didorong oleh angan-angan yg -- dr seseorang yg mau jadi jagoan
kebul ke.bul [Lihat {kepul}] [n] ikan yg baru menetas, tetapi mempunyai ciri spt ikan dewasa
kecambah ke.cam.bah [n] tumbuhan kecil yg baru tumbuh dr biji kacang-kacangan yg disemaikan
kekal ke.kal [a] tetap (tidak berubah, tidak bergeser, dsb) selama-lamanya; abadi; lestari: kematian adalah sekadar penutup babak kefanaan bagi suatu babak baru hidup --
kekas ke.kas [ark v] me.nge.kas v mengais (tt ayam) [Plb n] sebidang tanah di antara ladang baru dan ladang yg telah ditanami
kekohesifan ke.ko.he.sif.an [n] perihal kohesif: pekerjaan pokok yg harus dihadapi pengurus baru adalah membangun ~ dl tubuh kepemimpinan partai
kelahiran kembali ke.la.hir.an kembali proses gaib kelahiran kembali dl bentuk tubuh makhluk baru sesudah makhluk yg lama mati (hal ini menjadi keyakinan dl beberapa agama, spt agama Hindu dan Buddha); reinkarnasi
kelat ke.lat [n] (1) tali penarik layar perahu; (2) tali untuk menarik pohon yg ditebang supaya roboh [a] sepat (berasa spt rasa pinang, salak mentah, pisang mentah) [n] (1) pohon yg keras kayunya; (banyak macamnya spt -- api, -- kuning, -- merah); Eugenia; (2) kayu kelat [ark a] lekat: setelah mata mereka mulai -- , barulah berhenti berbual , -- bahu n gelang yg dipakai pd lengan atas, terutama pd waktu menari
kelihatan ke.li.hat.an [v] (1) terlihat; dapat dilihat; tampak; (2) ternyata; terbukti: sekarang barulah ~ siapa yg bersalah
kelindan ke.lin.dan [ark n] (1) benang yg baru dipintal; (2) benang untuk pemutar kincir; (3) benang berpilin untuk menjalankan jentera; (4) benang yg sudah dimasukkan ke dalam lubang jarum (untuk menjahit) [n] penggulung benang; gelendong [n] , ber.ke.lin.dan v ki erat menjadi satu: ajaran Hindu di India terjalin ~ dng Sungai Gangga yg suci itu
keluar ke.lu.ar [v] (1) bergerak dr sebelah dalam ke sebelah luar: murid-murid disuruh -- dr kelas untuk berolahraga di lapangan sekolah; (2) tersembul: bunga teratai itu -- dr permukaan air; (3) menampakkan diri; timbul; muncul: pencuri itu -- dr tempat persembunyiannya; (4) terbit: surat kabar tidak -- hari ini; (5) terlahir: kata-kata yg -- dr hati nurani; (6) pergi ke luar (rumah dsb): ia baru saja --; (7) diumumkan: hasil ujian sudah --; (8) berhenti dr perkumpulan (pekerjaan, sekolah, dsb): ia sudah -- dr perusahaan itu; (9) muncul sbg pemenang pertandingan dsb: ia -- sbg pemenang pertama dl lomba cipta puisi untuk tahun ini
kelukur ke.lu.kur [Mk] ber.ke.lu.kur v tergores-gores; lecet (terkelupas) kulitnya: kakinya ~ krn memakai sepatu baru
kemampuan ke.mam.pu.an [n] (1) kesanggupan; kecakapan; kekuatan: kita berusaha dng -- diri sendiri; (2) kekayaan: krn -nya sudah memadai, ia membeli sebuah rumah baru
kemaruk ke.ma.ruk [v] (1) selalu ingin makan (sesudah sembuh dr sakit); (2) ki selalu berbuat yg berlebih-lebih krn baru saja menjadi kaya dsb: itulah orang -- namanya, ke mana-mana naik mobil; (3) ki selalu ingin mendapat banyak; loba: ia adalah manusia yg -- thd harta
kemelut ke.me.lut [n] (1) keadaan yg berbahaya (tt menderita penyakit, terutama penyakit demam); (2) keadaan genting (berbahaya, kritis): negara-negara itu menghadapi -- politik baru
kenal ke.nal [v] (1) tahu dan teringat kembali: baru mendengar suaranya, aku sudah -- siapa dia; (2) tahu; mempunyai rasa: tidak -- malu; (3) pernah tahu (bersahabat): saya belum -- dng orang itu; (4) mengerti; mempunyai pengetahuan tentang: sebagian warga kita belum -- (aturan) hukum dan pajak
kentara ken.ta.ra [a cak] nyata; terang kelihatan; tampak: makin dipandang, makin -- kecantikannya; setelah diselidiki baru -- kesalahan itu
keonaran ke.o.nar.an [n] kegemparan; kerusuhan; keributan: -- itu baru dapat diatasi setelah polisi bertindak
kepis ke.pis [n] bakul kecil tempat ikan yg baru ditangkap, biasanya digantungkan di pinggang pengail (penjala); kembu
keras tulang tumbuhan yg akarnya dapat dibuat menjadi kapur barus, daunnya dibuat obat, Chilorantus officinalis; (2) ki kuat
kesamaptaan ke.sa.map.ta.an [n] perihal samapta; kesiapsiagaan: baru-baru ini telah diadakan suatu pelatihan -- dan operasi kepolisian dl rangka pengamanan Pemilu
ketapang ke.ta.pang [n] (1) pohon besar, daunnya lebar, buahnya bertempurung keras, kulitnya untuk menyamak kulit, bijinya dapat dibuat minyak; Terminalia catapa; (2) biji ketapang; (3) tumbuhan baru-baru; bebaru laut; Geutarda speciosa
ketempatan ke.tem.pat.an [v] ditempati; diduduki; didiami: yg ~ pendatang baru itu dimasuki maling
ketinggalan ke.ting.gal.an [n] sisa; kelebihan; tunggakan: ~ nya boleh dibayar bulan depan; (2) v tertinggal (krn lupa dsb): bukunya ~ di rumah; (3) v terbelakang; tercecer: di Jakarta kita dapat menyaksikan segala macam keramaian, tidak spt di sini agak ~ dl hal itu; ia masih ~ jauh dr teman-temannya; (4) v sudah ditinggalkan oleh (kereta api dsb): mari kita berangkat, supaya jangan ~ kereta api; (5) v tidak sesuai dng zaman (waktu dsb): mobil ini sudah ~ zaman; (6) v ada yg kelupaan; ada yg kurang; ada yg terlangkahi: dua hal yg ~ tidak disebutkan dl surat ini; rupanya ada huruf yg ~; (7) v tidak ~ , tidak mau terlambat; tidak lupa; tidak lalai: pujangga pantun pun tidak ~ turut berlomba dl sajak-menyajak baru
kiamat ki.a.mat [n] hari kebangkitan sesudah mati (orang yg telah meninggal dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya); (2) n hari akhir zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap): sampai -- ia tidak akan dapat mengerjakannya; (3) v berakhir; tidak akan muncul lagi: kekalahan yg beruntun, baik dl perebutan Piala Thomas maupun dl Asian Games baru-baru ini, membuat dunia bulu tangkis Indonesia spt akan --; (4) v ki celaka sekali; bencana besar; rusak binasa: rumah tanggamu akan -- kalau kauceraikan istrimu
kirab ki.rab [n] perjalanan bersama-sama atau beriring-iring secara teratur dan berurutan dr muka ke belakang dl suatu rangkaian upacara (adat, keagamaan, dsb); pawai: untuk menyongsong tahun baru 1 Sura, sebagian masyarakat melakukan --
kisa ki.sa [n] jala kecil yg ditarik oleh 4 atau 5 orang, biasanya dapat ditarik dr pinggir pantai [n] pundi-pundi (kantong uang) yg kecil [n] kantong anyaman daun kelapa yg digunakan untuk membungkus buah nangka, ayam, dsb: nangka yg baru dipetik masih terbungkus dl --
kiwi ki.wi [ark n] juru petak (dl perahu); orang yg menyewa ruang perahu (turut berekanan) [n] burung sebesar ayam jantan yg bersayap kecil, tetapi; tidak dapat terbang, berbulu spt rambut, terdapat di Selandia Baru; Apterix
koleoptil ko.le.op.til [n Bot] daun pertama pd bibit tumbuhan berkeping satu yg merupakan upih pelindung sekeliling lembaga yg baru tumbuh
koloni ko.lo.ni [n] (1) daerah penempatan penduduk; (2) (tanah) jajahan: pertempuran baru berkobar lagi di daerah -- Portugis; (3) daerah pengasingan tempat penyembuhan orang sakit; (4) Pol kelompok orang yg bermukim di daerah baru yg merupakan daerah asing, sering jauh dr tanah air dan tetap mempertahankan ikatan dng tanah air atau negara asal; (5) Zool kawanan binatang yg tinggal di suatu daerah, hidup sangat berdekatan dan saling berhubungan satu dng yg lain
kolonis ko.lo.nis [n] (1) orang yg tinggal di daerah jajahan; (2) penduduk baru dr daerah koloni
komplikasi kom.pli.ka.si [n] (1) Dok penyakit yg baru timbul kemudian sbg tambahan pd penyakit yg sudah ada; (2) percampuran yg kusut (dari berbagai hal); kerumitan
konklaf kon.klaf [n] (1) pertemuan para kardinal gereja Katolik yg diadakan untuk memilih Paus yg baru; (2) ruang tempat para kardinal bersidang untuk memilih Paus yg baru
konstruksi koordinatif [Ling] konstruksi yg konstituennya mempunyai status yg sederajat, msl konstruksi yg terdiri atas dua kata, spt makanan dan minuman, atau kalimat yg terdiri atas klausa yg digabungkan dng dan, spt saya datang, saya melihat, dan saya menang; -- modifikatif Ling konstruksi gramatikal yg terdiri atas induk dan modifikator, msl majalah baru; bekerja keras; amat sangat
kontaminasi kon.ta.mi.na.si [n] (1) pengotoran; pencemaran (khususnya krn kemasukan unsur luar); (2) Ling penggabungan beberapa bentuk (kata, frasa, dsb) yg menimbulkan bentuk baru yg tidak lazim
konyan ko.nyan [n cak] perayaan tahun baru Cina
kooptasi ko.op.ta.si [n] pemilihan anggota baru dr suatu badan musyawarah oleh anggota yg telah ada
kota satelit kota baru yg dibangun di dekat atau di pinggir sebuah kota besar dl rangka peluasan kota; (2) kota yg terletak di pinggir atau berdekatan dng kota besar, yg secara ekonomis, sosial, administratif, dan politis tergantung pd kota besar itu
kuar ku.ar [v] me.ngu.ar.kan v mengulurkan (tongkat dsb) untuk meraba-raba: orang buta itu ~ tongkatnya untuk mencari jalan [n] burung yg keluar dr persembunyiannya pd malam hari; kuak [kl a] diperoleh dr hubungan yg tidak sah (tt anak); haram jadah: anak -- [n] lingsa yg baru menetas
kubisme ku.bis.me [n] (1) bentuk permulaan seni abstrak (tt seni lukis), mengutamakan pemecahan bentuk menjadi bidang bersiku-siku dan berhimpitan, kemudian disusun kembali; (2) Sas usaha (dl puisi) untuk memecah-mecah unsur pengalaman, kemudian menyusunnya kembali dl sintesis baru
kulit adam kulit baru di pangkal kuku
kungkungan kung.kung.an [n] hasil mengungkung atau terkungkung; (2) ki belengguan; kurungan: daerah ini baru lepas dr ~ gerombolan
kuntilanak kun.ti.la.nak [n] hantu yg konon berkelamin perempuan, suka mengambil anak kecil atau mengganggu wanita yg baru saja melahirkan
kursemangat kur.se.ma.ngat [ark p] (1) kata seru (kata afektif) untuk menyadarkan orang pingsan, bayi baru lahir, dsb; (2) kata seru (kata afektif) untuk menyatakan sayang, kaget, dsb
kursus penyegaran kursus untuk melanjutkan kegiatan terdahulu sesudah keberhasilan yg pertama; kursus untuk menyegarkan ingatan dan menambahkan teori baru
kutang ku.tang [n] (1) pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara; (2) baju tanpa lengan: bajunya terdedah sehingga tampaklah kaus -- baru yg dikenakannya
kutuk ku.tuk [n] (1) doa atau kata-kata yg dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kpd seseorang; (2) kesusahan atau bencana yg menimpa seseorang disebabkan doa atau kata-kata yg diucapkan orang lain; laknat; sumpah: mereka tidak berani berbuat jahat krn takut kena -- [n] sukat beras (sebanyak empat genggam) [Jw n] anak ayam yg baru menetas
kutuk sehari anak ayam yg baru menetas, baru dikeluarkan dr mesin tetas, umurnya di bawah lima hari
kuyang ku.yang [n] hantu perempuan yg menurut kepercayaan orang Kalimantan Timur, pd malam hari kepala dan isi perutnya dapat terbang, mengisap darah orang hamil atau orang yg baru melahirkan
lah [kp] telah: hari -- larut senja [p cak] kata seru untuk memberi tekanan atau menyungguhkan: " -- , itu orangnya," katanya sambil menunjuk seseorang yg baru datang
lajur la.jur [n] (1) deret beberapa benda (orang dsb) yg merupakan baris atau banjar: empat -- buku-buku baru yg disusun rapi di rak bukunya menambah semarak ruangan itu; (2) kolom (dl surat kabar dsb): halaman surat kabar itu terbagi atas sembilan --; (3) baris tebal memanjang (pd kain dsb): kain putih dng -- hijau; (4) ark baris; garis (pertahanan): -- pertahanan yg terdepan telah dihujani dng tembakan artileri
lakar la.kar [a Lay] belum selesai dibuat atau baru dipasang papannya (tt perahu)
lama la.ma [a] (1) panjang antaranya (tt waktu): sudah -- aku menunggu di sini; (2) panjangnya waktu (antara waktu): berapa jam -- nya; lima bulan -- nya; (3) kuno; sejak dahulu kala; dahulu telah ada: saya senang mempelajari kesusastraan --; (4) tua (tidak baru); usang: diberikannya baju-baju -- nya kpd fakir miskin
langsai lang.sai [a] sudah terbayar semua (tt utang, janji); lunas: jika utang sudah -- , jangan lagi membuat utang baru [n] tirai
lanugo la.nu.go [n Anat] bulu halus pd anak yg baru lahir
larva lar.va [n] serangga (berupa ulat) yg belum dewasa yg baru keluar dr telurnya
lebur sel [Tan] terjadinya peleburan antara dua sel dl kultur jaringan dan dihasilkannya sel baru atau hibrida baru
ledakan le.dak.an [n] (1) hasil meledakkan; letusan; (2) peningkatan jumlah yg terjadi amat cepat dan banyak: ~ murid baru
legen le.gen [Jw n] nira (yg baru disadap)
lekar le.kar [n] anyaman rotan atau lidi tempat meletakkan kuali, periuk, dsb yg baru diangkat dr tungku [n Kim] larutan pengilap yg lekas kering krn pelarutnya menguap, terutama larutan yg mengandung ester selulosa sbg bahan utamanya ? rehal
lelap le.lap [v] (1) nyenyak (tidur); tidak sadarkan diri: ia baru saja --; (2) hilang; lenyap: semuanya -- dr pandangan; (3) lalu tidak boleh ditebus (tt gadaian): cincinnya -- pd akhir bulan ini; (4) beku (tt minyak kelapa): minyak kelapa -- kedinginan
lemah le.mah [a] (1) tidak kuat; tidak bertenaga: badannya -- krn baru sembuh dr sakit; (2) tidak keras hati; lembut; tidak tegas: sikap -- , tidak tegas dl mengambil keputusan; (3) tidak kuat; kurang berdasar: alasan yg -- [n] ikan laut, Lactarius lactarius
lepas le.pas [a] (1) dapat bergerak (lari) ke mana-mana; tidak tertambat: kuda itu -- sehingga pemiliknya sulit menangkapnya; (2) bebas dr ikatan; tidak terikat lagi: anjingnya --; (3) lolos dr kandang (kurungan, kerangkeng, dsb): burung piaraannya -- dan terbang entah ke mana; (4) melarikan diri: tahanan yg -- itu sudah tertangkap kembali; (5) bebas dr hukuman: baru saja seminggu -- dr penjara, ia sudah melakukan penodongan lagi; (6) tidak ada sangkut-pautnya lagi; tidak ada ikatan lagi: ia sudah -- , kontraknya sudah habis; (7) copot; tidak pd tempatnya la; gi: sekrupnya --; (8) tanggal (tt gigi): giginya sudah banyak yg --; (9) bebas; berdiri sendiri: negara itu sudah -- dr cengkeraman penjajah; (10) tidak melekat lagi; hilang: kejadian itu tidak pernah -- dr ingatannya; (11) sesudah; sehabis: -- salat subuh, kami selalu berjalan-jalan
letih le.tih [a] tidak bertenaga (krn baru selesai kerja berat dsb); lelah sekali: sehabis mendaki gunung, badan kami terasa sangat --
leukosit muda leukosit yg baru terbentuk
liberalisasi li.be.ra.li.sa.si [n] proses (usaha dsb) untuk menerapkan paham liberal dl kehidupan (tata negara dan ekonomi); peliberalan: setelah pembangunan ekonomi, baru akan diadakan ~ kembali
licau li.cau [a] gilap; berkilat; berkilau: rambutku -- krn baru diminyaki
lihat anak pandang menantu [pb] segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yg tidak baik pd menantu, sekalipun hal itu akan menguntungkan anak itu sendiri; setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, maka baru dilakukan
likas li.kas [n] alat untuk menggulung benang yg baru dipintal; ruing
lincah lin.cah [a] (1) selalu bergerak; tidak dapat diam; tidak tenang: anak yg sehat biasanya --; (2) tidak tetap (tempat tinggal, pikiran, dsb); selalu bertukar (pekerjaan dsb): dia benar-benar orang yg -- , baru bekerja seminggu sudah pindah kerja lagi
liong li.ong [n] tiruan naga besar untuk pertunjukan pd arak-arakan Tahun Baru Cina
lungsung lung.sung , me.lung.sung v menanggalkan cangkang lama dan menumbuhkan cangkang baru yg lebih besar; berganti kulit (untuk ular dsb)
luruh bulu [Tern] pelepasan bulu yg lama untuk diganti dng bulu yg baru
luruh bulu paksa [Tern] peluruhan bulu lama secara paksa dan menumbuhkan bulu baru supaya setiap ekor dl kelompok unggas bersama-sama istirahat bertelur dan bertelur kembali
majalah tinjauan terbitan berseri, terutama berisi artikel tt tinjauan dan ulasan buku baru
majemuk ma.je.muk [a] (1) terdiri atas beberapa bagian yg merupakan kesatuan: masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yg --; (2) Ek mengenai penambahan bunga kpd pokok berdasarkan waktu dng tujuan mendapatkan dasar baru untuk menghitung bunga berikutnya
makadam ma.ka.dam [n] pengerasan jalan dng cara memberi dua macam lapisan batu-batuan, kasar dan halus, pd lapisan dasar batu sungai (batu kali): sarana jalan ke perkebunan itu baru sebagian kecil yg beraspal, selebihnya masih berupa jalan --
mambo mam.bo [n] irama musik dan tarian yg berasal dr Kuba [n] jenis barang yg pd masa lalu dianggap baru (modern), spt baju --; es -- , sandal --
mandi bakal memandikan mayat ketika baru saja meninggal
mandi gubah memandikan mayat ketika baru saja meninggal; mandi bakal
marginal mar.gi.nal [a] (1) berhubungan dng batas (tepi); tidak terlalu menguntungkan: mereka sama-sama melakukan ekonomi --; (2) berada di pinggir: kalau dahulu kelompok itu dipandang -- , tetapi sejak pemerintah baru sudah amat menentukan
masa kini masa yg terbaru (paling akhir); mutakhir
masih ma.sih [adv] (1) sedang dl keadaan belum selesai atau sedang berlangsung: pameran itu -- berlangsung, baru akan ditutup seminggu lagi; pintu rumahnya -- terbuka; (2) ada; tinggal; bersisa: uangnya -- seribu rupiah
maukuf mau.kuf [n] iman yg tidak diterima, spt halnya orang munafik yg imannya baru dapat diterima jika kemunafikannya telah hilang
megah me.gah [a] (1) tampak mengagumkan (krn besarnya, indahnya, dsb); gagah kuat; mulia, masyhur: monumen pahlawan itu berdiri dng -- nya; tiada raja -- kuasa bagai baginda; (2) bangga: ia merasa -- ketika duduk di dl mobilnya yg baru
mekonium me.ko.ni.um [n] tinja berwarna hitam kehijau-hijauan yg pertama kali keluar dr dubur bayi yg baru lahir; tahi gagak
melahirkan me.la.hir.kan [v] (1) mengeluarkan anak (dr kandungan); beroleh anak: istrinya meninggal ketika ~ anak yg pertama; (2) mengeluarkan (perasaan, pendapat, pikiran, dsb): di dl alam demokrasi, orang bebas ~ pendapat; (3) mengadakan; menjadikan; menimbulkan: tindakan untuk mengatasi kesulitan kerapkali ~ kesukaran baru
melainkan me.la.in.kan [v] memperbedakan: ibu yg baik tidak pernah ~ anak yg satu dr anak yg lain; (2) v mengasingkan; memisahkan dr yg lain: dia ~ tempat ayam yg baru menetas itu dr tempat induknya; (3) p hanya: ~ Allah yg wajib disembah; (4) p kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan bertentangan: bukan dia yg bersalah, ~ saya lihat lain
melikas me.li.kas [v] menggulung benang yg baru dipintal
meloncer me.lon.cer [v] menanjak: industri minyak ketika itu baru ~
melulusi me.lu.lusi [v] menanggalkan (pakaian dsb); melucuti: ~ pakaian anaknya yg baru pulang sekolah
memaling me.ma.ling [v] mencuri: orang itulah yg -- sepeda baru anakku
memasalahkan me.ma.sa.lah.kan [v] menjadikan sbg masalah: pemerintah selalu -- perlunya tempat baru bagi pelaksanaan trans-migrasi
membabarkan mem.ba.bar.kan [v] (1) membentangkan; mengembangkan (layar, tikar, sayap); (2) memperkembangkan; meluaskan: mereka -- paham baru itu ke desa-desa; (3) memaparkan; menguraikan: ia sudah -- pendiriannya di depan sidang
membakar semak-semak mem.ba.kar semak-semak [Tan] pembakaran semak belukar atau padang rumput yg kering untuk keperluan pertanaman rumput baru atau untuk memudahkan pengolahan tanah
membalut mem.ba.lut [v] membebat (membungkus, membarut, mengikat) dng balut: -- luka dng kain kasa; -- kursi meja yg hendak dikirimkan dng kertas tebal
membanting setir mem.ban.ting setir memutar kemudi dng mendadak; (2) ki ganti (pindah, berubah) haluan secara radikal; meninggalkan kebiasaan atau cara lama untuk diganti dng yg baru
membebat mem.be.bat [v] membarut atau mengikat (dng perban, kain, dsb): ia -- luka dng perban
membedung mem.be.dung [v] membarut bayi dng bedung
membekukan mem.be.ku.kan [v] (1) menjadikan beku (dl berbagai arti); (2) cak tidak mengoperasikan (senjata, kendaraan, dsb): negara-negara maju setuju untuk -- persenjataan nuklir mereka sampai dicapai persetujuan baru
membelakangi mem.be.la.kangi [v] (1) mengarahkan belakang (punggung) kpd: dia duduk -- jendela; (2) ki tidak menghiraukan; meninggalkan; tidak mau tahu lagi: dia -- teman lama krn sudah mendapat teman baru
membeli siaga mem.be.li siaga [Ek] pembeli saham yg baru masuk ketika pemegang yg lama menolak memanfaatkan hak belinya
membentuk mem.ben.tuk [v] (1) melengkung; berkeluk: alisnya -- spt taji; (2) membuat melengkung; mengelukkan: dia seorang pandai yg -- berjenis-jenis logam untuk perhiasan; (3) menjadikan (membuat) sesuatu dng bentuk tertentu: ia -- tanah liat menjadi burung-burungan; (4) mendirikan (perkumpulan, partai, kerajaan, negara, dsb): mereka -- organisasi baru; (5) menggalang (persahabatan, persekutuan, persatuan, dsb); (6) membimbing; mengarahkan (pendapat, pendidikan, watak, pikiran): hal itu telah -- pikiran baru; (7) menyusun (kabinet, pengurus, panitia, dsb): Presiden berhasil -- kabinet baru
memberitahukan mem.be.ri.ta.hu.kan [v] (1) menyampaikan (kabar dsb) supaya diketahui: Pak Guru akan -- hasil ujian kpd anak-anak besok pagi; (2) mengumumkan; menyebarluaskan: setelah koran-koran -- kejadian itu, barulah masyarakat mengetahuinya
memberlakukan mem.ber.la.ku.kan [v] menjadikan berlaku: pemerintah telah ~ undang-undang perpajakan yg baru
membiasakan mem.bi.a.sa.kan [v] (1) menjadikan lazim (umum): sangat susah -- sesuatu yg baru kpd masyarakat; (2) menjadikan terbiasa: jangan sekali-kali -- anak bermalas-malasan
memelonco me.me.lon.co [v] (1) menjadikan seseorang tabah dan terlatih serta mengenal dan menghayati situasi di lingkungan baru dng penggemblengan: para mahasiswa senior sedang ~ mahasiswa baru; (2) menggunduli (tt rambut di kepala)
memensiun me.men.si.un [v] memperhentikan dng memberi uang tunjangan bulanan: perusahaan itu baru saja ~ lima orang karyawannya
memenuhi me.me.nuhi [v] (1) mengisi hingga penuh atau hampir penuh: ~ kolam dng air; beribu-ribu penonton ~ gedung olahraga; (2) mencukupi: ~ syarat; ~ kebutuhan; (3) meluluskan (permintaan, harapan, dsb); mengabulkan: ~ permintaan anggota-anggotanya; beliau ~ permohonan rakyat; (4) memuaskan: hasil pekerjaannya tidak ~ harapanku; (5) menunaikan atau menjalankan (kewajiban dsb): ~ kewajibannya; (6) menepati (janji); melaksanakan (nazar): ~ kata yg sudah terkatakan; baru sekarang ia bisa ~ nazarnya
memerun me.me.run [v] (1) membakar sisa kayu-kayuan, daun-daunan, dsb kedua kalinya di tanah yg baru dijadikan ladang; (2) membakar sampah: diperun kulambai, ki habis dimakan api
memestakan me.mes.ta.kan [v] merayakan (hari lahir dsb) dng perjamuan makan minum; mengadakan pesta untuk: bibi ~ hari perkawinan anaknya; mereka ~ anaknya yg baru saja menjadi dokter
memetakan me.me.ta.kan [v] (1) menggambarkan tanah (gunung dsb) dijadikan peta: pemerintah bermaksud menyelidiki dan ~ daerah Maluku; (2) menggambarkan; melukiskan: dia selalu ~ wajah anaknya yg baru meninggal
memfanatiki mem.fa.na.tiki [v] meyakini (ajaran, kepercayaan, dsb) dng teramat kuat: segelintir orang cenderung mendukung, membela, dan ~ ajaran sesat yg dibawa oleh pendatang baru itu
memfilmkan mem.film.kan [v] mendokumentasi (merekam) dl bentuk film (dr adegan atau novel): baru-baru ini dia ~ "Anak Perawan di Sarang Penyamun" karangan St. Takdir Alisyahbana
memicu me.mi.cu [v] (1) menarik picu; (2) ki menggerakkan sesuatu yg berakibat membahayakan: spt telah diduga pemecatan itu bakal ~ gelombang demonstrasi baru
memintai me.min.tai [v] meminta kpd: anak itu -- ibunya baju baru untuk Lebaran
memperhitungkan mem.per.hi.tung.kan [v] (1) mengira-ngira dan menghitung-hitung berapa banyak (biaya pengeluaran dsb): pemborong itu harus ~ dulu biaya pembangunan gedung baru itu; (2) menghitung utang-piutang (pembayarannya dsb) dihubungkan dng urusan uang yg lain: pengurus koperasi ~ pengambilan barang pegawai dng gaji bulan depan; (3) mengingat akan; memasukkan dl pertimbangan: dl penentuan harga rumah sederhana itu panitia ~ daya beli masyarakat; (4) mempertimbangkan; merundingkan: kami sedang ~ bekal yg perlu dibawa dl perjalanan itu
memperingankan mem.pe.ri.ngan.kan [v] menjadikan lebih ringan: adanya pegawai baru sangat ~ tugas saya
memperkenalkan mem.per.ke.nal.kan [v] (1) memberitahukan (nama dsb) supaya saling mengenal: ia ~ adiknya kpd tamu yg baru datang itu; (2) memberitahukan supaya mengerti (mengetahui): uraian itu untuk ~ soal-soal yg kita hadapi sekarang ini; untuk ~ penemuan benda purbakala, diadakan pameran kepurbakalaan
memudarkan me.mu.dar.kan [v] (1) menjadikan pudar; (2) menjadikan kacau (buyar); membuyarkan: kedatangannya ~ ilham yg baru datang padanya
memugar hutan me.mu.gar hutan menjadikan hutan kembali (dng menanami kembali dng tanaman baru); (2) membuka hutan
memula me.mu.la [v] pertama sekali berbuat (melakukan) sesuatu; mengawali: kami persilakan wakil regu A untuk -- uraiannya tt percobaan ilmiahnya; mereka baru saja -- pekerjaannya
memunculkan me.mun.cul.kan [v] (1) menimbulkan; menerbitkan; menjadikan muncul: hal itu -- gambaran seolah-olah negara itu negara netral; (2) menampakkan; menjadikan muncul (mementaskan dsb): dl pagelaran itu ia akan -- kreasi barunya
menaiki me.na.iki [v] (1) naik di; mendaki; memanjat: mereka merangkak ~ tanggul itu; (2) menunggangi; mengendarai: ~ sepeda; (3) masuk (rumah dsb); mendiami (rumah): ia ~ rumahnya yg baru
menalkinkan me.nal.kin.kan [v] membisikkan (menyebutkan) kalimat syahadat dekat orang yg hendak meninggal atau (dl bentuk doa) untuk mayat yg baru dikuburkan: ada pendapat yg melarang ~ mayat yg baru dikuburkan
menandangi me.nan.dangi [v] (1) mengunjungi; menemui: ~ pengantin baru; (2) menjelejahi: ~ desa
menangisi me.na.ngisi [v] (1) menangis akan (untuk, bagi): anak itu ~ ayahnya yg baru saja meninggal; (2) menyesali; bersedih hati krn ...: ia ~ nasibnya yg malang
menasionalisasi me.na.si.o.na.li.sa.si [v] melakukan tindakan nasionalisasi; menjadikan sesuatu menjadi milik bangsa dan negara: tindakan pertama pemerintah baru adalah ~ bank-bank asing
mencantumkan men.can.tum.kan [v] (1) merapatkan supaya bertaut; menautkan: ada kalanya luka yg baru harus dijahit untuk ~ kulit yg kena luka itu; (2) menyematkan (jarum, peniti, dsb); (3) memasukkan (dl karangan dsb); memuat: ia ~ hal itu di dl skripsinya; (4) menempelkan: ia ~ catatan itu pd dinding kamarnya; (5) menusukkan; menikamkan: ia ~ keris pusaka itu pd dada lawannya
mencemaskan men.ce.mas.kan [v] (1) menimbulkan perasaan cemas (gelisah, takut): peraturan baru itu ~ semua penduduk; segala ancaman itu sama sekali tidak ~ nasib adiknya
menceramahkan men.ce.ra.mah.kan [v] membentangkan (memberi ulasan tt) suatu hal dng ceramah: dia akan ~ Kesusastraan Indonesia Baru
menciptakan men.cip.ta.kan [v] (1) menjadikan sesuatu yg baru tidak dng bahan: Allah ~ bumi dan langit; (2) membuat atau mengadakan sesuatu dng kekuatan batin: menurut cerita, yg ~ Candi Prambanan ialah Bandung Bondowoso; (3) membuat (mengadakan) sesuatu yg baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dr yg lain): melalui perundingan kita dapat ~ suasana saling mengerti; (4) membuat suatu hasil kesenian (spt mengarang lagu, memahat patung): yg ~ lagu Indonesia Raya adalah W.R. Supratman
mencita-citakan men.ci.ta-ci.ta.kan [v] (1) menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh: sikap kritis objektif sangat diperlukan dl masyarakat yg ~ demokrasi; (2) membayangkan sesuatu kpd: mereka selalu ~ dunia baru yg segala-galanya aman dan senang; (3) menjadikan sbg tujuan (akhir): rakyat ~ masyarakat adil dan makmur segera terjelma
mencoba men.co.ba [v] (1) mengerjakan (berbuat) sesuatu untuk mengetahui keadaannya dsb: ia ~ sepeda yg baru dibelinya itu; (2) mengenakan (baju, sepatu) untuk mengetahui pas tidaknya: ~ baju baru; (3) berusaha melakukan (berbuat) sesuatu: dua orang tahanan ~ melarikan diri; (4) mencicipi (makanan): aku disuruh ~ masakannya; (5) menguji (kepandaian, kesetiaan, dsb): ~ kekuatan musuh
mencobakan men.co.ba.kan [v] (1) mengenakan sesuatu (baju, sepatu) pd orang lain untuk mengetahui pas tidaknya: ia ~ baju baru itu kpd adiknya; (2) menggunakan sesuatu untuk menguji (kepandaian dsb): kita perlu ~ soal ini kpd anak kelas lima
mencopot men.co.pot [v] (1) menanggalkan; melepaskan (dr ikatan dsb); mencabut (paku, sekrup, gigi, dsb): ~ paku dr dinding; dia ~ sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu; (2) cak melepas; membebaskan (dr tugas dsb): ibuku baru saja ~ tukang cuci
mendeportasi men.de.por.ta.si [v] memulangkan ke negara asal; mengusir: Direktorat Jenderal Imigrasi baru-baru ini telah ~ sejumlah warga negara asing yg memasuki wilayah RI secara tidak sah
mendestabilisasi men.de.sta.bi.li.sa.si [v] menjadikan tidak stabil (mantap): tujuan gerakan para pemberontak ialah mencoba ~ pemerintahan yg baru
mendindingi men.din.dingi [v] (1) memberi berdinding; memasang dinding pd: ayah membeli batu untuk ~ kamar mandi; (2) menghalangi; merintangi; menahan: uang jaminan bagi penduduk baru DKI dimaksudkan untuk ~ urbanisasi
mendiruskan men.di.rus.kan [v] menyiramkan (air dsb): ia ~ air pd tanaman yg baru ditanam kemarin
mendua men.dua [v] (1) menjadi dua kali dsb: jumlahnya telah ~ dng yg baru masuk ini; (2) berhaluan dua (tidak lurus, tidak hanya satu): pikirannya selalu ~ , tidak hanya satu yg dipikirkan; (3) samar-samar atau tidak jelas (krn bisa ditafsirkan lain): diplomat kerapkali menggunakan kalimat yg ~
menempatkan me.nem.pat.kan [v] (1) menaruh; meletakkan; memasang (di): Ibu sedang ~ barang ukiran di ruang tamu; (2) memberikan tempat (bekas): petugas apotek sibuk ~ obat di dl kaleng; (3) memberi tempat (duduk, bermalam, bekerja); menentukan tempatnya: untuk sementara waktu ia ~ mereka di asrama; kepala personel belum berani ~ pegawai baru pd bagian penting
menemui me.ne.mui [v] (1) menjumpai; bertemu dng: aku berani bertaruh bahwa ia akan dapat juga ~ anaknya; ~ masalah baru yg sukar dipecahkan; (2) mendapatkan; pergi hendak bertemu dng; mengunjungi: baru sekarang aku sempat ~ nenek; sesampai di Jakarta, ia hendak ~ para pemimpin partai dan pemimpin gerakan sosial; (3) mendapat; mendapati: polisi ~ mayat itu di semak dekat kebun; (4) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu; ~ kegagalan; (5) memenuhi (panggilan dsb): semalam saya tidak sempat datang ~ panggilanmu
menemukan me.ne.mu.kan [v] (1) mendapatkan sesuatu yg belum ada sebelumnya; mendapatkan; mendapati: siapa yg ~ pesawat radio; baru malam harinya ia ~ cara itu; (2) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu
menengarai me.ne.nga.rai [v] menunjukkan tengara; memberikan tengara: Pemerintah ~ kemungkinan adanya undang-undang baru tt ketenagakerjaan
menerima me.ne.ri.ma [v] (1) menyambut; mengambil (mendapat, menampung, dsb) sesuatu yg diberikan, dikirimkan, dsb: ia senang sekali krn telah ~ kiriman uang dr ibunya; ~ pesanan; ~ surat; ~ tamu; (2) mengesahkan; membenarkan; menyetujui (usul, anjuran, dsb); meluluskan atau mengabulkan (permintaan dsb): rapat pleno ~ baik laporan pengurus; (3) mendapat atau menderita sesuatu; (4) menganggap (sbg): saya ~ teguran Paman sbg cambuk untuk bekerja lebih teliti lagi; (5) mengizinkan (masuk menjadi anggota, murid, pegawai, dsb): aku ~ engkau sbg anggota baru; perguruan tinggi itu ~ nya hanya sbg pendengar; (6) mau menjabat (pangkat) dsb: ia telah ~ jabatan baru yg lebih berat tanggung jawabnya
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
menetek me.ne.tek [v] menyusu: anak sapi yg baru lahir itu segera berdiri dan ~ pd induknya; belanja ~ , uang pemberian kpd calon mertua
mengais dulu maka makan me.nga.is dulu maka makan [pb] baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)
mengaki me.nga.ki [v] (1) turut bekerja dng tidak mendapat upah (sbg magang): sembilan bulan hamba ~ , baru diangkat menjadi pegawai; (2) mengabdi; menghamba; menurut segala perintah: raja yg garang sekalipun niscaya tunduk ~ kepadanya
mengakses meng.ak.ses [v] membuat akses; meneruskan: kita belum memiliki jaringan untuk ~ ke negara yg baru merdeka itu
mengakui meng.a.kui [v] (1) mengaku akan (kesalahan, dosa, dsb): terdakwa telah ~ perbuatannya; (2) menyatakan sah (benar, berlaku, dsb): belum semua negara ~ negara baru itu; (3) menyatakan berhak (atas): ia ~ barang itu padahal bukan miliknya; (4) memasuki (tt setan, jin, dsb): orang halus telah ~ anak yg malang itu
mengalihtugaskan meng.a.lih.tu.gas.kan [v] memindahkan karyawan (pegawai, pejabat, dsb) dr tugas yg lama ke tugas yg baru: telah diputuskan untuk ~ beberapa pejabat di lingkungan departemen itu
mengambil meng.am.bil [v] (1) memegang sesuatu lalu dibawa (diangkat, digunakan, disimpan, dsb); memungut: ia ~ buku dr lemari; (2) mengurangi: ~ empat dr sepuluh, bersisa enam; (3) memiliki; merebut: ia dipersalahkan ~ istri orang lain; (4) menjemput: ia ~ adiknya di sekolah; (5) menganggap sbg; memungut: ~ anak; (6) mengutip: ia ~ beberapa kalimat dr karangan itu; (7) memetik: Ibu sedang ~ bunga di kebun; (8) menerima; mempekerjakan: untuk sementara perusahaan itu tidak ~ pegawai baru; (9) menjalani: ia sedang ~ cuti tahunan; (10) membuat cedera (dl pertandingan sepak bola): pemain yg ~ lawannya itu diberi kartu kuning; (11) memberikan; mempertunjukkan: ia ~ contoh yg lain
mengampas me.ngam.pas [v] melapis ban dng kampas: dp bersusah payah ~ ban yg sudah sangat tua itu, lebih baik membeli yg baru saja
menganalogikan meng.a.na.lo.gi.kan [v] membuat sesuatu yg baru berdasarkan contoh yg sudah ada; mereka-reka bentuk kata baru dng mencontoh bentuk yg telah ada
mengancar-ancar meng.an.car-an.car [v] memperkirakan: Pemerintah ~ daerah itu sbg daerah transmigrasi baru
mengapteni me.ngap.teni [v] mengomandani; mengepalai; mengetuai: dia dipercayai untuk ~ organisasi yg baru dibentuk itu
mengapungkan meng.a.pung.kan [v] membuat sesuatu menjadi mengambang di permukaan air; membiarkan sesuatu terkatung-katung di air: ia ~ mainan kapal-kapalan yg baru dibuatnya
mengarifi meng.a.rifi [v] memahami; mengerti: setelah berpikir lama-lama, barulah dia dapat ~ perkataan orang itu
mengasih me.nga.sih [v] memberi: ia datang ~ buah sirsak yg baru dipetiknya
mengati me.nga.ti [v] menimbang dng kati: ibu sedang sibuk ~ beras yg baru dibelinya
mengedarkan meng.e.dar.kan [v] (1) membawa (menyampaikan) surat dsb dr orang yg satu kpd yg lain; membawa berkeliling: siapa gadis manis yg ~ talam berisi kue tadi?; (2) menyampaikan surat dsb ke alamat-alamat yg dituju: ia telah selesai ~ surat undangan itu; (3) mengeluarkan uang untuk dipakai masyarakat: Pemerintah telah ~ uang kertas baru bernilai Rp10.000,00
mengeksplorasi meng.ek.splo.ra.si [v] mengadakan penyelidikan (terutama mengenali sumber alam yg terdapat di suatu tempat): Columbus menemukan Amerika, tetapi tidak ~ benua baru itu
mengenakan me.nge.na.kan [v] (1) memakai (pakaian, topi, dsb): ia selalu ~ pakaian barunya apabila datang ke pesta; ia ~ topi kesayangannya; (2) menggunakan (tipu muslihat, teori, guna-guna, dsb): untuk mencapai tujuan itu, ia ~ tipu dayanya secara baik; (3) menipu; memperdayakan: mereka selalu berusaha ~ kita agar mau menerima usul-usulnya; (4) menjalankan atau melaksanakan (aturan, pajak, denda, dsb): ia selalu ~ ketentuan yg berlaku dl urusan perpajakan; (5) mengarahkan (bidikan, tembakan) pd sasaran: pemburu itu ~ bidikannya dng tepat pd sasarannya
mengerjakan me.nger.ja.kan [v] (1) melakukan; melaksanakan; menjalankan; berbuat sesuatu: ia selalu ~ tugasnya dng baik; (2) mengusahakan; memperbuat sesuatu: untuk ~ pemukiman baru diperlukan biaya yg tidak sedikit; (3) melaksanakan; menjalankan; menyelesaikan: tim penelitian itu akan ~ tugasnya dl waktu dekat ini
mengerumuni me.nge.ru.muni [v] datang beramai-ramai mengelilingi: wartawan ~ Menteri Luar Negeri yg baru tiba kembali dr Bangkok
mengetop me.nge.top [v] menjadi terkenal: penyanyi yg baru ~
menggading meng.ga.ding [v] (1) menusuk dng gading; (2) menyerupai gading (msl kelapa yg baru tumbuh)
menggambarkan meng.gam.bar.kan [v] (1) membuat gambar (lukisan) untuk: ia ~ adiknya seekor burung; (2) mewujudkan (membayangkan) gambar: lukisan itu ~ perjuangan rakyat menentang penjajah; (3) melukiskan (menceritakan) suatu peristiwa dsb: karangan itu ~ pertentangan antara adat lama dan adat baru
menggaya meng.ga.ya [v] bergaya sehingga tampak gagah (elok, bagus, dsb): wah, ~ benar engkau dng baju baru ini
mengeluarkan me.nge.lu.ar.kan [v] (1) membawa (menyebabkan dsb) keluar; memindahkan sesuatu dr sebelah dalam ke sebelah luar: ia ~ rokok dr kantongnya; (2) melahirkan perasaan (pendapat dsb): ia merasa lega dapat ~ isi hatinya; (3) memberikan perintah (surat keputusan dsb): Jaksa Agung ~ perintah penangkapan; (4) membelanjakan: ia sudah ~ uang banyak untuk pesta itu; (5) menerbitkan (buku dsb): Pusat Bahasa telah ~ Kamus Besar Bahasa Indonesia; (6) mengadakan atau menyediakan (uang dsb): apabila Anda bersedia menjalankan perusahaan itu, saya akan ~ modalnya; (7) mengirimkan ke luar negeri; mengekspor: Indonesia banyak ~ karet dan timah ke Eropa; (8) memecat (melepas) pegawai (murid dsb); memberhentikan dr pekerjaan (sekolah, dsb): perusahaan itu terpaksa ~ beberapa karyawannya; (9) menghasilkan (barang, bahan, dsb): pabrik itu baru saja ~ produk terbarunya
menggelung meng.ge.lung [v] (1) menggulung (rotan dsb) supaya menjadi selingkar; (2) membuat sanggul: Ibu baru ~ rambutnya di kamar
mengheningkan meng.he.ning.kan [v] (1) menjernihkan: mereka ~ air yg keruh itu; ia selalu berusaha ~ hati dan pikiran; (2) mendiamkan; menyuruh diam: bunyi petir yg menggelegar itu ~ tangis adik; (3) merenungkan (mengenangkan) sesuatu: orang tua itu sering ~ anaknya yg baru meninggal
menghilir meng.hi.lir [v] (1) menuju hilir sungai: pagi-pagi kami ~ , dan petang hari kami baru pulang; (2) menuju arah kota
menghubungi meng.hu.bungi [v] bertemu untuk membicarakan sesuatu: sbg penduduk baru pertama-tama kita harus ~ ketua RT setempat
menghubungkan meng.hu.bung.kan [v] (1) menjadikan berhubungan (bersambungan); menyambungkan: garis itu ~ titik A dng titik B; (2) mempertalikan (dng); menyangkutpautkan (dng): ia ~ pertanyaannya dng masalah yg baru saja dibahas; (3) mempertemukan (dng); menjadikan satu (dng); menggabungkan (dng): ia telah ~ calon pembeli mobil itu dng penjualnya; (4) mengadakan hubungan (perhubungan): kapal tambang itu ~ beberapa pulau
menghuni meng.hu.ni [v] mendiami; menempati: selama ini dialah yg ~ rumah baru itu
menghunjamkan meng.hun.jam.kan [v] (1) menukikkan lurus-lurus ke bawah: penerbang itu ~ pesawat terbangnya rendah-rendah kemudian baru membelokkannya; (2) menusukkan; menikamkan; menancapkan lurus-lurus dr atas ke bawah: ia ~ lembing ke tubuh babi hutan itu
menginovasikan meng.i.no.va.si.kan [v] menampilkan sesuatu yg baru; mem-perbaharui: sebaliknya setiap satu atau dua tahun para perancang Indonesia dapat ~ perubahan yg sifatnya massal
mengkal meng.kal [Jk a] (1) baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tt buah): buah mangga yg masih -- enak untuk dirujak; (2) berasa keras dl perut: -- rasa perutku; (3) kesal dl hati; marah dl hati; berasa dongkol: hatinya sangat -- krn yg ditunggu tidak kunjung datang
mengkeret meng.ke.ret [v] (1) menjadi lebih pendek (kecil); mengerut (tt kain): baju itu -- setelah dicuci; (2) ki merasa takut: baru melihat orangnya saja dia sudah --
mengkhalayak meng.kha.la.yak [v] memasyarakat: kesenian baru itu sudah ~
mengklaim meng.klaim [v] (1) meminta atau menuntut pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang (suatu organisasi, perkumpulan, negara, dsb) berhak memiliki atau mempunyai hak atas sesuatu: ada negara lain yg ~ kepulauan itu; (2) menyatakan suatu fakta atau kebenaran sesuatu: pemerintah baru ~ bahwa tokoh politik itu meninggal krn bunuh diri
mengocong me.ngo.cong [v] membungkus (mayat dsb): sambil membaca doa, lebai itu ~ mayat yg baru dimandikan
mengucapkan meng.u.cap.kan [v] (1) mengeluarkan ucapan (kata): mereka ~ sumpahnya dng khidmat; ketika aku ~ "amin", dia menyapukan kedua telapak tangan ke mukanya; (2) melisankan; melafalkan: perdana menteri ~ keputusan pemerintah; (3) mengatakan: aku tidak biasa ~ perkataan spt itu; (4) menyatakan: tidak lupa kami ~ terima kasih kpd teman-teman sejawat; ~ syukur; ~ selamat tahun baru kpd pembaca
mengumumkan meng.u.mum.kan [v] memberitahukan kpd orang banyak; memaklumkan; menyebarluaskan: ~ hasil pemilihan pengurus; ~ penemuan baru melalui majalah ilmiah
mengundangkan meng.un.dang.kan [v] menjadikan undang-undang; mengumumkan undang-undang: Gubernur Jawa Barat telah ~ berlakunya beberapa undang-undang baru
mengunggun meng.ung.gun [v] (1) menggunung; menumpuk: kayu batangan ~ di tepi hutan menantikan truk-truk untuk pengangkutan; (2) menumpuk (kayu dsb) lalu dibakar; membuat api unggun: calon mahasiswa baru sedang ~ (dl acara pembakaran atribut)
mengungkung me.ngung.kung [v] (1) memasang kungkung pd; membelenggu; (2) ki mengelilingi; meliputi: pd waktu penyakit itu sudah ~ badannya, barulah dia mendekati Allah; (3) ki mengurung; melingkung; mengepung: ~ kubu-kubu musuh
menitis me.ni.tis [v] bertitik-titik; menitik; menurun: hujan baru saja reda, air masih ada yg ~ dr daun-daunan
menjejak men.je.jak [v] (1) menginjak, mengenjak; (2) hampir mengenai (tanah, dasar, dsb): sauh itu hampir ~ dasar laut; (3) ki datang di; mengunjungi: baru sekali ia ~ kota ini
menjejakkan men.je.jak.kan [v] menginjakkan (kaki); melangkahkan: baru kali ini ia ~ kaki di rumah saya
menjelmakan men.jel.ma.kan [v] (1) memasukkan; menuangkan (tt jiwa, angan-angan, cita-cita, harapan, dsb) ke dl sesuatu: belum ada lagi pujangga yg dapat ~ cita-cita masyarakat ke dl roman yg baru; (2) melahirkan; menciptakan; mewujudkan (tt karangan dsb): ia belum dapat ~ hasil sastra yg bertaraf internasional
menomori me.no.mori [v] memberi bernomor: di perpustakaan dia bertugas ~ buku-buku perolehan baru
menorpedo me.nor.pe.do [v] (1) menembakkan (melepaskan) torpedo (untuk menenggelamkan kapal dsb): sebuah kapal selam berhasil ~ dua kapal pengangkut; (2) cak menggagalkan (usaha dsb); mencegah; menghalangi; (3) cak mengangkat (menaikkan pangkat dsb) dng sekehendak hati: ia ~ saudara sendiri menjadi direktur baru di perusahaan itu
mentranskripsikan men.tran.skrip.si.kan [v] menyalin: sangat dirasakan perlunya ~ naskah lama ke dl ejaan baru
menukar me.nu.kar [v] (1) mengganti (dng yg lain); menyilih; mengubah (nama dsb); memindahkan (tempat dsb): Pemerintah berusaha ~ nama jalan yg ada dng nama pahlawan; ~ mobil lama dng mobil baru; (2) Mk berbelanja; membeli-beli: ia hendak ~ ke pasar
menunggikkan me.nung.gik.kan [v] (1) menunggingkan; (2) menjungkirkan, membalikkan (kepala ke bawah, kaki atau ekor ke atas): pelayan sedang sibuk ~ botol-botol kecap yg baru dicuci; (3) membuat menjadi bongkok (condong) ke depan (tt punggung)
menyadur me.nya.dur [v] (1) menyepuh (dng emas, perak, dsb): tukang emas telah -- perhiasan itu sehingga tampak spt baru; (2) menyusun kembali cerita secara bebas tanpa merusak garis besar cerita, biasanya dr bahasa lain: pengarang itu suka -- cerita dr bahasa asing ke dl bahasa Indonesia; (3) mengolah (hasil penelitian, laporan, dsb); mengikhtisarkan: mereka sedang -- hasil penelitian mereka untuk dijadikan buku
menyala me.nya.la [v] (1) tampak atau keluar nyalanya: lampu-lampu ~ serentak ketika tombol ditekan; (2) tampak mempunyai nyala; terang sekali: merah ~; (3) tampak bersinar; cemerlang: cat baru akan membuat kendaraan ~; (4) bersinar (menyorot) tajam (tt mata ketika sedang marah dsb): dia memandang musuhnya dng mata ~; (5) cak cantik menarik: Anda tampak lebih ~ dl pakaian yg berpotongan sederhana
menyalai me.nya.lai [v] (1) mengeringkan, mengasapi (ikan, daging, pisang) di atas api; (2) memanaskan (wanita yg baru melahirkan) dng cara mendekatkannya pd api
menyangkarkan me.nyang.kar.kan [v] memasukkan ke dl sangkar (kurungan): ia -- burung yg baru dibelinya
menyelami me.nye.lami [v] (1) menyelam ke dl (air, laut, dsb): tidak ada orang yg berani -- lubuk itu; (2) menyelam untuk mencari (mengambil dsb) sesuatu: penyelam itu -- kapal yg tenggelam di Selat Malaka; (3) menduga atau mengajuk (isi hati, batin, dsb): aku ingin -- isi hatinya; (4) memeriksa (menyelidiki, mempelajari) dalam-dalam: maksudnya hendak -- sejarah filsafat Barat; (5) memahami (merasai, mengetahui) dng sungguh-sungguh: ia tidak dapat -- pendirian (ideologi) kawan barunya itu; (6) mengarungi: tidak sedikit penderitaan yg dialaminya dl -- kehidupan dunia ini [v] (1) menyelam ke dl (air, laut, dsb): tidak ada orang yg berani -- lubuk itu; (2) menyelam untuk mencari (mengambil dsb) sesuatu: penyelam itu -- kapal yg tenggelam di Selat Malaka; (3) menduga atau mengajuk (isi hati, batin, dsb): aku ingin -- isi hatinya; (4) memeriksa (menyelidiki, mempelajari) dalam-dalam: maksudnya hendak -- sejarah filsafat Barat; (5) memahami (merasai, mengetahui) dng sungguh-sungguh: ia tidak dapat -- pendirian (ideologi) kawan barunya itu; (6) mengarungi: tidak sedikit penderitaan yg dialaminya dl -- kehidupan dunia ini
menyenangi me.nye.nangi [v] menyukai; suka akan: kaum remaja -- mode-mode baru
menyerah me.nye.rah [v] (1) berserah; pasrah: kita tidak mampu berbuat apa-apa selain dr -- kpd Tuhan Yang Mahakuasa; (2) memberikan dirinya kpd yg berwenang: anggota gerombolan yg -- akan diampuni; (3) menurut saja (sekehendak orang); tidak melawan: pendek kata saya -- saja, disuruh apa pun baiklah; (4) ki mengaku kalah; tunduk (tidak akan melawan lagi): mereka tidak mau -- mentah-mentah; sesudah habis pelurunya, barulah mereka -- kalah
menyergah me.nyer.gah [v] mengejutkan dng bersuara keras (msl membentak atau menghentakkan kaki): baru saja ia hendak duduk, yg empunya rumah -nya sehingga ia terloncat
menyerimpung me.nye.rim.pung [v] (1) mengikat kedua ujung tali masing-masing pd kaki kiri dan kaki kanan binatang (agar tidak dapat berlari cepat): ia -- ayamnya yg baru saja dibelinya; (2) ki membuat agar tidak dapat berbuat (melangkah) lebih jauh; membelenggu
menyiratkan me.nyi.rat.kan [v ki] menampakkan (menunjukkan, menggambarkan, dsb) hal-hal yg tersembunyi (di balik kata-kata, perilaku dsb): pidatonya -- perlunya pembaruan
menyongsong me.nyong.song [v] (1) berjalan maju untuk menghadapi (menempuh) sesuatu yg datang dr arah yg berlawanan: para keluarga berdatangan ke stasiun -- rombongan prajurit yg baru tiba; berlayar -- angin; (2) melawan; menentang: -- tindakan yg dianggap merugikan rakyat; (3) menyambut (kedatangan tamu dsb); mengelu-elukan: mereka -- pahlawan olahraga itu dng sorak sorai yg gegap gempita; (4) menyambut (hari raya, kelahiran bayi, dsb) dng perayaan, selamatan, dsb: untuk -- hari kemerdekaan, penduduk dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan kampung; (5) memberikan ganti rugi, santunan, dsb; menyilih; memenuhi (syarat, harapan, dsb); mengembalikan uang yg berlebih: ia bersedia -- biaya yg sudah kita keluarkan
menyumbang me.nyum.bang [a] menjadi sumbang [v] (1) memberikan sesuatu kpd orang yg sedang mengadakan pesta dsb sbg sokongan: ketika mengawinkan anaknya, banyak orang yg --; (2) turut membantu (menyokong) dng tenaga, pikiran, dsb: justru saya ingin -- dng ide-ide baru untuk kemajuan dan perkembangan usahanya
menyumpah me.nyum.pah [v] (1) mengangkat sumpah; bersumpah; menyatakan sesuatu dng sumpah: ia -- demi Allah dan Rasulnya; (2) menyuruh bersumpah; mengambil sumpah; menyumpahi: pejabat itu bertugas -- para pegawai negeri sipil yg baru diangkat [v] (1) mengeluarkan kata-kata kotor (kutuk dsb); memaki-maki kpd: ia -- pengemudi yg menyerempet mobilnya; (2) mengenakan perkataan (harapan dsb) yg tidak baik kpd; mengutuk; memaki-maki; menyumpah: tidak akan orang tua -- anaknya
menyusun me.nyu.sun [v] (1) mengatur dng menumpuk secara tindih-menindih; menaruh berlapis-lapis: adik -- piring yg sudah dicuci; (2) mengatur secara baik: -- karangan bunga; (3) menempatkan secara beraturan: mereka sedang -- kursi untuk rapat; (4) membentuk pengurus (panitia dsb): organisasi itu sudah -- pengurus baru; (5) merencanakan: mereka sedang -- rancangan kerja; (6) mengarang buku (kamus, ensiklopedia, dsb)
merangkak-rangkak me.rang.kak-rang.kak [v] (1) maju dng amat lambat; terhenti-henti (belajar, membaca); (2) baru mencoba-coba melakukan sesuatu; (3) ki merendahkan diri
merangkum me.rang.kum [v] (1) membawa dl pelukan: ia ~ kain-kain itu dan membawanya ke luar; (2) meliputi; melingkung(i): rasa cemas selalu ~ hatinya; (3) menyatukan (merangkai) pokok-pokok pembicaraan (uraian, dsb) yg terpencar; meringkas (uraian, dsb) dl bentuk pokok-pokok saja; (4) ki memeluk: ibu itu ~ dan mencium anaknya yg baru tiba
merekrut me.rek.rut [v] mendaftar (memasukkan) calon anggota baru: ia ~ pemuda-pemuda dan mahasiswa untuk kepentingan organisasinya
merendai me.ren.dai [v] memberi berenda pd; memasang renda: ia sedang ~ baju barunya
meresmikan me.res.mi.kan [v] mengumumkan (mengesahkan, menetapkan, melantik, dsb) dng resmi: dia akan ~ gedung baru itu
meretak me.re.tak [v] mulai retak; menjadi retak: gelas baru itu ~ krn dituangi air panas
merevisi me.re.vi.si [v] memperbaiki; memperbarui: kami akan ~ buku ini agar menjadi lebih baik
merger mer.ger [n] (1) penyatuan usaha sehingga tercapai pemilikan dan/atau pengawasan bersama; penggabungan: beberapa bank di Jakarta dan Surabaya telah melakukan --; (2) penggabungan dua atau lebih perusahaan di bawah satu pemilikan; (3) pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yg dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dng perusahaan yg mengambil alih atau perusahaan yg baru
meristem me.ris.tem [n Bio] jaringan pd tumbuhan yg terdiri atas sel yg dapat membelah dng cepat, membentuk sel-sel baru, msl pd ujung tangkai daun, bunga, dan akar
mesin katup mesin yg menggunakan katup untuk memasukkan uap baru dan membuang uap yg telah dipakai
mesolitikum me.so.li.ti.kum [n Geo] masa peralihan dl zaman batu (prasejarah) antara Paleolitikum (zaman batu tua) dan Neolitikum (zaman batu baru)
metah me.tah [adv] sangat; sungguh: baru -- , baru benar-benar; baru sekali
metode global metode dl pengajaran bahasa untuk mengajarkan membaca dan menulis permulaan dng menyajikan satuan bahasa secara utuh dan menyuruh siswa mengenal dan menyalinnya secara keseluruhan, biasanya siswa lalu menghafalkan sehingga tidak dapat membaca dan menulis unsur yg baru
mikroangiopati mik.ro.an.gi.o.pa.ti [n Dok] terganggunya sirkulasi darah krn pembuluh darahnya terhambat (pd bayi yg baru dilahirkan): risiko yg lebih ringan ialah lahirnya bayi --
mioma mi.o.ma [n] pertumbuhan jaringan baru abnormal yg jinak yg berasal dr jaringan otot
mitosis mi.to.sis [n] proses pembelahan inti sel biasa sehingga dr satu inti sel induk terjadi dua inti sel baru yg jumlah dan susunan kromosomnya sama benar (juga sama dng kromosom induk-nya semula)
mobilisasi sosial perpindahan (tempat atau kedudukan, tingkah laku) orang-orang dl masyarakat dng pola yg baru
mochi mo.chi [Jp n] makanan yg terbuat dr beras ketan untuk menyambut kedatangan tahun baru dl upacara mochitsuki
mode mo.de [n] ragam (cara, bentuk) yg terbaru pd suatu waktu tertentu (tt pakaian, potongan rambut, corak hiasan, dsb): ia selalu berpakaian mengikuti --; atelir -- , tempat membuat pakaian yg dilengkapi dng ruangan khusus untuk mencoba pakaian, mengukur pakaian, serta perlengkapan lain
modern mo.dern /modErn/ (1) a terbaru; mutakhir: pasukan diperlengkapi dng senjata-senjata --; (2) n sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dng tuntutan zaman
modis mo.dis [a] yg mengikuti mode, yg berpakaian sesuai dng mode yg paling baru
mualaf mu.a.laf [n] orang yg baru masuk Islam [Ar n] penerbitan (buku)
mubtadi mub.ta.di [Ar n] yg baru memulai atau baru dl taraf awal (dl menuntut ilmu dsb)
muda mu.da [a] (1) belum sampai setengah umur: istrinya masih --; (2) belum sampai masak (tt buah-buahan); (3) belum cukup umur (tt tumbuhan, binatang); (4) belum sampai waktunya untuk dipetik (dituai dsb): buah nangka ini masih terlalu -- untuk dipetik; (5) belum lama ada (berdiri dsb): organisasi kita ini masih -- krn baru berusia dua tahun; (6) kurang gelap, agak pucat (tt warna): warnanya biru --; (7) yg kedua (menurut tingkat kedudukannya): istri --
muka mu.ka [n] (1) bagian depan kepala, dr dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yg satu dan telinga yg lain: setiap pagi ia membasuh -- nya dng air hangat; (2) wajah; air muka; rupa muka: disambut dng -- manis; (3) orang: pd malam itu kita dikenalkan dng beberapa -- baru; (4) bagian luar sebelah depan; depan; hadapan: mereka menunggu kami di -- kantor; (5) sisi bagian (sebelah depan): bagian -- rumah itu dibuat bergaya Spanyol; (6) halaman (buku); pagina: bagian yg kaucari itu terdapat dl bukumu pd -- 10; (7) bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dsb); permukaan: segala yg ada di -- bumi; (8) yg dahulu; yg terdahulu: di -- sudah saya uraikan tt hal itu; (9) yg akan datang: minggu --; mereka akan menikah pd bulan -- ini
mulai mu.lai [v] mengawali berbuat (bertindak, melakukan, dsb): orang-orang sudah hampir selesai, kita baru --; (2) p sejak: penataran berlangsung -- tanggal 5-18 Januari tahun ini
musnah tanduk listrik alat listrik untuk menghilangkan tanduk yg baru tumbuh
mutakhir mu.ta.khir [a] terakhir; terbaru; modern: perancang itu selalu menciptakan mode pakaian -- yg sesuai dng selera remaja
naga kecil [ki] negara industri baru yg dianggap bernegeri leluhur Daratan Cina, yakni Singapura, Hongkong, Korea Selatan, dan Taiwan
nasi habis budi bersua [pb] (1) sahabat yg pd akhirnya kelihatan pekertinya yg buruk; (2) sesudah mendapat kesusahan, barulah ingat akan sahabatnya
natolokal na.to.lo.kal [n Antr] adat menetap pd pasangan pengantin baru yg tinggal terpisah, suami dan istri masing-masing tinggal di tempat kerabatnya sendiri
naturalisasi na.tu.ra.li.sa.si [n] (1) pemerolehan kewarganegaraan bagi penduduk asing; hal menjadikan warga negara; pewarganegaraan yg diperoleh setelah memenuhi syarat sebagaimana yg ditetapkan dl peraturan perundang-undangan; (2) Bio gejala terjadinya penyesuaian diri tumbuhan yg didatangkan dr tempat lain dan menjadi anggota biasa masyarakat tumbuhan di tempat yg baru itu
nekrolog nek.ro.log [n] penulis riwayat singkat orang yg baru saja meninggal
nekrologi nek.ro.lo.gi [n] (1) daftar atau catatan mengenai orang yg meninggal dl suatu waktu (periode) tertentu; (2) catatan riwayat hidup orang yg baru saja meninggal
nener ne.ner [n] benih ikan bandeng yg baru ditetaskan dng panjang badan antara l0-30 mm; anak ikan bandeng yg masih kecil
neo- [bentuk terikat] baru atau yg diperbarui: neokolonialisme; neokapitalisme
neofeodalisme ne.o.fe.o.dal.is.me [n] feodalisme baru
neofeodalistis ne.o.fe.o.da.lis.tis [a] bersifat feodal baru
neoimpresionisme ne.o.im.pre.si.o.nis.me [n] aliran impresionisme baru: yg dipamerkan adalah lukisan modern, terutama dr aliran --
neoklasik ne.o.kla.sik /nEoklasik/ (1) a berhubungan dng (mengenai) penghidupan kembali atau penyesuaian dng yg baru hal-hal yg klasik (terutama dl kesusastraan, musik, kesenian, dan arsitektur); (2) n aliran dl ekonomi yg mencari penjelasan tt nilai dl manfaat, khusus nilai batas benda thd subjek yg menilainya
neokolonialisme ne.o.ko.lo.ni.al.is.me [n] kolonialisme cara baru (msl penjajahan ekonomi, kebudayaan): bantuan negara asing yg terlalu mengikat akan menimbulkan bentuk --
neologisme ne.o.lo.gis.me [n Ling] kata bentukan baru atau makna baru untuk kata lama yg dipakai dl bahasa yg memberi ciri pribadi atau demi pengembangan kosakata
neolokal ne.o.lo.kal [n Antr] tempat tinggal baru yg dipilih setelah menikah, di luar pusat tempat tinggal kerabat suami atau istri
neonatus ne.o.na.tus [n] bayi yg baru lahir
neoplasma ne.o.plas.ma [n Dok] pertumbuhan jaringan baru yg tidak normal pd tubuh; tumor
nilai ni.lai [n] (1) harga (dl arti taksiran harga): sebenarnya tidak ada ukuran yg pasti untuk menentukan -- intan; (2) harga uang (dibandingkan dng harga uang yg lain): -- rupiah terus menurun; (3) angka kepandaian; biji; ponten: rata-rata -- mata pelajarannya adalah sembilan; sekurang-kurangnya -- tujuh untuk ilmu pasti baru dapat diterima di akademi teknik itu; (4) banyak sedikitnya isi; kadar; mutu: -- gizi berbagai jeruk hampir sama; suatu karya sastra yg tinggi -- nya; (5) sifat-sifat (hal-hal) yg penting atau berguna bagi kemanusiaan: -- tradisional yg dapat mendorong pembangunan perlu kita kembangkan; (6) sesuatu yg menyempurnakan manusia sesuai dng hakikatnya: etika dan -- berhubungan erat
Nyepi Nye.pi [n] hari raya umat Hindu Darma untuk memperingati tahun baru Syaka
obat merah obat berwarna merah yg dibuat dr yodium yg dilarutkan dl alkohol untuk mengobati luka baru (goresan dsb)
oceh /ocEh/, meng.o.ceh v (1) berkata-kata yg bukan-bukan; meracau; berceloteh: kamu jangan terlalu banyak -- di depanku; anaknya baru pandai -; (2) berkicau (tt burung); (3)Psi mengulang-ulang suara yg sama secara terus-menerus
ofset of.set [n Graf] (1) proses cetak (buku, koran, dsb), tinta cetak dr pelat dialihkan dulu ke kain karet, kemudian baru ke kertas atau bahan cetak lain; (2) Tek sistem pembelian barang (pesawat terbang dsb) yg mewajibkan pabrik penghasil sbg penjual untuk memberikan lisensi pembuatan sebagian komponennya pd industri di negara pembeli: pembelian pesawat tempur Mirage 2000 akan dilakukan dng sistem --
ogok , meng.o.gok.kan v memperlihatkan barang dsb dng maksud menawarkan supaya dibeli , meng.o.gok-o.gok v berjalan dng lambat; tertatih-tatih (krn lelah atau baru sembuh dr sakit dsb) , meng.o.gok v berhenti bekerja; mogok: karyawan pabrik itu -- menuntut kenaikan upah [a] kikir: orang -- itu tidak mau ikut menyumbang untuk pembangunan masjid di kampungnya
oktroi ok.troi [n Dag] (1) izin yg diberikan kpd pengusaha untuk memproduksi atau memperdagangkan jenis barang-barang tertentu; (2) hak istimewa yg diberikan pemerintah kpd orang atau badan yg menghasilkan suatu penemuan baru untuk melindunginya dr peniruan oleh pihak lain; hak paten
okulasi oku.la.si [n Tan] cara meningkatkan mutu tumbuhan dng menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata dr batang atas pd suatu irisan pd kulit pohon lain dr batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman baru
oleh-oleh [n] sesuatu yg dibawa dr bepergian; buah tangan: ini -- dr ayahku yg baru pulang dr Eropa
oli [n] minyak pelumas (motor, mesin, dsb): -- mesin mobil ini baru diganti
ordo or.do [n Kat] (1) perserikatan keagamaan yg diakui oleh Paus dan yg anggotanya hidup sesuai dng aturan dan hukum gereja; orde: -- Serikat Yesus; -- Ursulin; (2) tarekat biarawan [n Bio] klasifikasi dl biologi yg lebih rendah dp kelas dan lebih tinggi dp famili [n] burung pemakan biji-bijian, famili Plocedere dr jenis burung berkicau
pahlawan kesiangan orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; (2) orang yg ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang
panas-panas pa.nas-pa.nas [a] masih baru; hangat-hangat
paragraf pa.ra.graf [n] bagian bab dl suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dng garis baru); alinea
paraplasme pa.ra.plas.me [n Ling] kata baru yg diciptakan untuk menggantikan kata yg sudah lama dikenal, msl kata suku cadang untuk onderdil
parut pa.rut [n] (1) alat untuk mengukur kelapa, keju, wortel, dsb dibuat dr papan, logam, dsb berpaku kawat banyak; kukur; (2) bekas luka pd kulit (krn tergores dsb); barut
pataka pa.ta.ka n bendera lambang pasukan; panji-panji: komandan yg baru itu mengucapkan sumpah sambil memegang ujung --
peanggar pe.ang.gar [n] pemain atau atlet anggar: ~ baru sudah berguguran di babak pendahuluan
pekerjaan pe.ker.ja.an [n] (1) barang apa yg dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dsb); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan: begitulah ~ nya sehari-hari, memelihara tanaman dan menata taman; (2) pencaharian; yg dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yg dilakukan untuk mendapat nafkah: ia sedang berusaha mencari ~; (3) hal bekerjanya sesuatu: berkat ~ mesin baru, hasilnya sangat memuaskan
peladangan pe.la.dang.an [n] (1) petani yg hidup dr bercocok tanam dng cara berpindah-pindah dr satu ladang ke ladang yg baru sbg mata pencaharian hidupnya; (2) sistem bercocok tanam berpindah-pindah dr satu bidang tanah (ladang) ke bidang tanah yg lain, biasanya dibuka dng menebang dan membakar sebagian hutan
pelaspas pe.las.pas [kl] , me.me.las.pas v meresmikan gedung baru; menahbiskan (di Bali)
pelautan pe.la.ut.an [n] perihal memasukkan ke laut; pembuangan ke laut; pemusnahan dng jalan menenggelamkan ke laut: baru-baru ini dilakukan ~ ribuan becak hasil razia
pelesit pe.le.sit [v] hantu yg konon gemar sekali mengisap darah orang perempuan yg baru beranak dan darah anak yg baru lahir atau masih kecil sekali (kepercayaan lama) [n] (1) belalang kecil; belalang bajang; pelasik; (2) hantu yg suka mengisap darah (sering berwujud belalang bajang) [n] peluit
pelesit bangkai pe.le.sit bangkai hantu yg konon gemar sekali mengisap darah mayat anak-anak yg baru dikuburkan
pelesit hidung pe.le.sit hidung hantu yg konon dapat mengirimkan kepalanya saja ke rumah orang perempuan yg baru beranak untuk mengisap darah perempuan itu
pelesit kudung hantu berwujud kepala saja yg mengisap darah wanita yg baru melahirkan
pasang pa.sang [n] (1) dua orang, laki-laki perempuan atau dua binatang, jantan betina: paman membeli dua -- burung dara; (2) dua benda yg kembar atau yg saling melengkapi: Adik mendapat kiriman tiga -- sepatu dr Bibi; (3) dua organ tubuh yg adanya (munculnya) bersama-sama, spt paru-paru, mata, dan telinga; (4) set; perangkat: Ibu membeli dua -- meja kursi sekaligus; (5) dua orang (pemain dsb) yg merupakan satu satuan: ada tiga -- pemain ganda yg disiapkan untuk Piala Thomas [v] (1) naik (tt air laut atau sungai); (2) ki sedang baik (tt peruntungan); untung: nasib pedagang ada -- surutnya; (3) ki sedang bangkit (menyerang) (tt penyakit): penyakit -- [v] , ber.pa.sang-pa.sang.an v tembak-menembak [v] , me.ma.sang v (1) memakaikan; mengenakan; memberi (berpakaian, berbaju, dsb): ketua umum ~ jaket pd anggota baru itu; (2) menempatkan: ~ mata-mata; ~ penjaga di depan rumahnya; (3) memuatkan; mencantumkan (tt tulisan, gambar, iklan, dsb): ~ iklan di surat kabar; (4) menyematkan; melekatkan: ~ bintang emas di dada; ~ kancing; (5) mengibarkan: ~ layar (bendera); (6) menentukan (harga): ~ harga; (7) menahan (jerat, bubu, dsb): ~ jaring; (8) menyediakan (membuat, mengatur): ~ jembatan
pecah pe.cah [v] (1) terbelah menjadi beberapa bagian: piring yg dipegangnya jatuh dan -- berkeping-keping; (2) retak atau rekah (tt kulit, tanah, dsb): krn musim kemarau yg panjang, tanah persawahan banyak yg --; (3) rusak atau belah kulitnya (dindingnya) hingga isinya keluar (tt telur, ban, bisul, dsb): ban mobil itu -- ketika dipompa; bisulnya sudah -- dan nanahnya keluar; (4) menjadi cair atau bergumpal-gumpal (tt air susu, santan, dsb): air susu yg -- tidak baik untuk diminum; (5) bercerai-cerai (tidak bersatu atau tidak kompak lagi); hilang (tt kepercayaan): partai buruh -- menjadi beberapa partai; (6) tersiar (tt kabar, rahasia): -- kabar bahwa raja akan turun takhta; (7) mulai (tt perang): -- lah perang antara dua negara yg bertetangga itu; (8) kalah (tt perang): rakyat kalang kabut sbg negeri -- perangnya; (9) sember (tt bunyi suara): suaranya tidak baik didengar krn --; (10) kl bubar; usai: kemudian -- lah segala orang yg di dl majelis raja; (11) terkalahkan (tt lawan); tercipta (tt rekor baru): rekor lari 100 m --
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
peluncuran pe.lun.cur.an [n] (1) jalan (tempat) untuk meluncur; (2) proses, cara, perbuatan meluncurkan; (3) peresmian beredarnya (buku, film, kaset, dsb) yg baru terbit, dipasarkan: ~ kamus itu dilakukan oleh menteri
pemakaman pe.ma.kam.an [n] (1) tempat mengubur; pekuburan: -- yg baru itu terletak di daerah pinggir kota; (2) proses, cara, perbuatan memakamkan; penguburan: hujan turun rintik-rintik ketika -- pahlawan berlangsung
pembentukan pem.ben.tuk.an [n] proses, cara, perbuatan membentuk: -- kabinet baru mendapat tantangan dr pihak oposisi
pembiakan pem.bi.ak.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membiakkan; (2) Bio proses organis untuk menghasilkan organisme baru yg merupakan tindakan organisme induk, baik secara seksual maupun aseksual
pemekaran pe.me.kar.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan bertambah besar (luas, banyak, lebar, dsb): -- lahan persawahan dilakukan dng membuat sawah-sawah baru di bekas tanah tegalan
pemerintahan sementara pe.me.rin.tah.an sementara pemerintahan setelah jatuhnya suatu kabinet sampai terbentuknya kabinet baru
pemula pe.mu.la [n] (1) orang yg mulai atau mula-mula melakukan sesuatu: bagi seorang -- dl olahraga ski air, meluncur di permukaan air yg berombak akan terasa sulit sekali; (2) anggota pramuka kecil yg baru pd tingkat awal: anak kelas tiga seko-lah dasar menjadi -- tetapi tidak harus memakai baju seragam; (3) sesuatu yg dipakai untuk memulai
pendaftaran pen.daf.tar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendaftar (mendaftarkan); pencatatan nama, alamat, dsb dl daftar; (2) perihal mendaftar (mendaftarkan): ~ murid baru diadakan dl bulan Desember
pendekorasian pen.de.ko.ra.si.an [n] proses, cara, perbuatan mendekorasi: ketika melakukan ~ ulang sebuah ruangan, orang cenderung menggunakan berbagai perangkat baru
penentang pe.nen.tang [n] orang yg menentang (melawan, menolak, dsb): ia adalah salah seorang ~ pendapat baru itu
penerimaan pe.ne.ri.ma.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menerima; penyambutan: ~ tamu; ~ murid baru; (2) sambutan: ~ rakyat Jawa Timur atas kedatangan Presiden sangat memuaskan; (3) perlakuan; sikap thd (kpd): ~ rakyat kpd camat yg baru kurang menggembirakan; (4) anggapan; pendapat: terjadinya percekcokan yg dahsyat itu krn adanya ~ yg salah saja; (5) besarnya uang yg diterima dr hasil penjualan barang atau jasa
peneroka pe.ne.ro.ka [n] pembuka daerah atau tanah baru; pembuka jalan; perintis
penertiban pe.ner.tib.an [n] proses, cara, perbuatan menertibkan: dl tindakan ~ pedagang kaki lima itu kios-kios di sepanjang jalan protokol dibongkar dan dipindahkan ke tempat usaha yg baru; dl ~ itu semua kendaraan umum diperiksa surat tanda kir kendaraan dan izin trayeknya
pengakuan negara peng.a.ku.an negara [Pol] proses yg menjadikan suatu kesatuan politik menjadi anggota hukum internasional dan diterima sbg anggota baru masyarakat internasional
pengawasan preventif peng.a.was.an preventif [Adm] pengawasan thd peraturan daerah dan keputusan kepala daerah mengenai pokok tertentu yg baru akan berlaku sesudah ada pengarahan pejabat yg berwenang
penggundulan peng.gun.dul.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menggunduli: ~ mahasiswa-mahasiswa baru sudah mulai; (2) penebangan pohon-pohon hingga habis: erosi krn ~ hutan mengakibatkan kekeruhan air sungai; (3) ki proses, cara, perbuatan menghabis kan harta benda dsb
penghitungan peng.hi.tung.an [n] proses, cara, perbuatan menghitung: ~ suara untuk memilih ketua baru itu makan waktu satu hari; ~ laba rugi; ~ cacah jiwa
pengiklan peng.ik.lan [n] (1) orang (perusahaan dsb) yg mengiklankan; orang (perusahaan dsb) yg memasang iklan: banyak ~ yg berminat memasang iklannya di majalah yg baru terbit itu; (2) (bagian) perusahaan yg mengurus iklan: karyawan yg bekerja di bagian ~ tidak masuk
pengusaha rafinering peng.u.sa.ha rafinering pengusaha pengolahan minyak mentah: sistem perdagangan baru itu lebih memberikan jaminan keuntungan bagi pihak ~ rafinering
penyanggahan pe.nyang.gah.an [n] proses, cara, perbuatan menyanggah: baru akan dilakukan -- atas kasus itu
penyulaman pe.nyu.lam.an [n] penggantian tunas yg tumbuhnya tidak baik atau benih yg mati dng yg baru: -- dilakukan setelah tunas muda bermunculan
perestroika pe.res.tro.i.ka [n] pembaruan dl berbagai bidang politik, ekonomi, sosial
perfek per.fek [a] tanpa cacat; sempurna: dia ingin segala-galanya serba -- , model baru, dan mewah
perintis pe.rin.tis [n] (1) orang yg memulai mengerjakan sesuatu; pelopor: para ~ kemerdekaan mendapat penghargaan dr Pemerintah; (2) usaha pertama atau permulaan; pembuka jalan: penerbangan ~ ke daerah-daerah terpencil; (3) pasukan polisi (tentara) yg melakukan serangan pendahuluan; (4) penduduk yg mula-mula membuka daerah baru
perjalanan per.ja.lan.an [n] (1) perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan: krn kakinya cacat, ~ nya tidak sempurna; (2) kepergian (perihal bepergian) dr suatu tempat dsb ke tempat dsb yg lain: ia mendapat kecelakaan dl ~ ke Jakarta; (3) jarak (jauh) yg dicapai dng berjalan dl waktu yg tertentu: jauhnya kira-kira dua jam ~; (4) perbuatan; kelakuan; tingkah laku: ia bertanya kpd saya bagaimana ~ pegawai baru itu sebelum bekerja di sini
perlenteh per.len.teh [n] (1) orang yg suka berkeliaran; pemalas (tidak suka bekerja): baru saja ia duduk, sudah datang seseorang -- meminta rokok; (2) kl penjahat; pencuri
permainan per.ma.in.an [n] (1) sesuatu yg digunakan untuk bermain; barang atau sesuatu yg dipermainkan; mainan: ia asyik dng -nya yg baru; (2) hal bermain; perbuatan bermain (bulu tangkis dsb): -- bulu tangkis sangat digemari masyarakat; (3) perbuatan yg dilakukan dng tidak sungguh-sungguh (hanya untuk main-main): ia melakukan olahraga itu sbg -- saja; (4) pertunjukan, tontonan, dsb: pemuda itu menggembirakan hati anak-anak dng -- sulapnya; (5) perhiasan yg digantungkan pd kalung dsb, spt medalion; (6) cak perempuan yg diajak untuk bersenang-senang saja (tidak untuk dijadikan istri yg sah)
permak per.mak [v cak] me.mer.mak v (1) merombak (agar dapat dimanfaatkan kembali, msl pakaian); (2) mengubah dr bentuk atau keadaan asli menjadi bentuk baru; (3) ki memukuli dan menyiksa
permobilan per.mo.bil.an [n] perihal mobil; yg berkaitan dng mobil: terobosan baru -- dapat disaksikan dl pameran itu
pertunasan per.tu.nas.an [n Zool] (1) hal bertunas; (2) bentuk reproduksi aseksual, waktu individu baru berbentuk tunas, spt pd (hewan) kerang
pesam pe.sam [a] hangat (tt air): anak yg baru lahir itu dibersihkan dng air --; pesam-pesam kuku, hangat-hangat kuku; suam-suam kuku
pesukuan pe.su.ku.an [n] kumpulan suku: masyarakat "gado-gado" ini kemudian lebur dl -- baru: Betawi namanya
petuduh pe.tu.duh [Bl n] bagian dr perangkat gamelan barungan gamelan laras slendro berjumlah satu tungguh
pikiran pi.kir.an [n] (1) hasil berpikir (memikirkan): ia pandai menangkap ~ dan perasaan orang lain; (2) akal; ingatan; (3) akal (dl arti daya upaya): mendapat ~; (4) angan-angan; gagasan: ~ baru; (5) niat; maksud: tidak ada ~ akan berhenti bersekolah
pilis pi.lis [n] (1) obat tradisional (berwarna agak hitam) yg dipaliskan atau dilekatkan di dahi dan di pelipis (untuk sakit kepala,; wanita yg baru melahirkan, dsb); (2) garis silang di dahi untukmenangkal penyakit (berdasarkan kepercayaan)
pitingan pi.ting.an [n] cara (hasil) memiting: ia merobohkan lawan dng teknik ~ yg baru dipelajarinya
piyik pi.yik [n] anak burung yg baru menetas
plafon pla.fon [n] (1) langit-langit rumah: tiba-tiba ia kejatuhan tetesan air dr -- , rupanya ada atap yg bocor; (2) Ek batas tertinggi (biaya, kredit, dsb) yg disediakan; pagu: Pemerintah belum mengumumkan -- kredit nasional yg baru; diharapkan -- subsidi Pusat untuk Provinsi Bali akan meningkat
plasenta pla.sen.ta [n Dok] organ berbentuk cakram yg menghubungkan janin dng dinding rahim yg menjadi jalan perantara bagi pernapasan, pemberian makanan, dan pertukaran zat buangan antara janin dan darah ibu, keluar dr rahim mengikuti janin yg baru lahir; ari-ari; tembuni
plastisitas plas.ti.si.tas [n Bio] kemampuan makhluk untuk menyesuaikan dirinya dng keadaan tempat tumbuh (lingkungan) yg baru
pondong pon.dong [n] atap atau para-para pelindung (tanaman yg baru tumbuh dr panas matahari atau hujan) [v] , me.mon.dong v membawa anak, seseorang, atau sesuatu dng meletakkannya di atas kedua belah tangan di depan dada
prasetia pra.se.tia [n] niat (janji) yg teguh: para sarjana baru diharapkan menaati -- yg baru saja diikrarkan
produktif pro.duk.tif [a] (1) bersifat atau mampu menghasilkan (dl jumlah besar): perkebunan itu sangat --; (2) mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dsb); menguntungkan: tabungan masyarakat dapat dipinjamkan kembali untuk keperluan --; (3) Ling mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru: prefiks meng- merupakan prefiks yg --
prospektus pros.pek.tus [n] keterangan tertulis dan terperinci mengenai kegiatan baru perusahaan atau organisasi, yg disebarluaskan kpd umum atau disampaikan kpd kelompok tertentu; iklan; buku selebaran
puas pu.as [a] (1) merasa senang (lega, gembira, kenyang, dsb krn sudah terpenuhi hasrat hatinya): ia merasa -- sbg penyanyi; ia merasa -- melihat pekerjaan murid-muridnya; baru -- hatinya, kalau dapat mencelakakan saingannya; (2) lebih dr cukup; jemu: -- merasakan hinaan dan nistaan; -- bertanya-tanya, tiada seorang pun yg tahu
pulih pu.lih [v] kembali (baik, sehat) sbg semula; sembuh atau baik kembali (tt luka, sakit, kesehatan); menjadi baik (baru) lagi: kini kesadarannya berangsur --; keadaan kota-kota -- spt sebelum perang
pusar pu.sar [n] tempat tumbuh rambut di kepala atau tempat tumbuh bulu pd tubuh yg bentuknya melingkar [n] cekungan di tengah-tengah dinding perut bekas tempat tali pusar yg menghubungkan perut dng tembuni ketika bayi baru lahir; pusat
radu ra.du [a] sudah tidak dikerjakan lagi; selesai: ia baru saja -- makan
raksasa rak.sa.sa [n] makhluk yg menyerupai manusia, konon berbadan tinggi besar; gergasi; buta; (2) n ki sesuatu yg sangat besar, sangat terkenal di bidang tertentu, dsb: -- bulu tangkis akan bertarung dl kejuaraan ini; (3) a ki besar sekali (melebihi ukuran biasa): truk-truk -- telah menghancurkan jalan yg baru dibuat itu
rangkak rang.kak [v] , me.rang.kak v (1) bergerak dng bertumpu pd tangan dan lutut: anaknya baru pandai ~; (2) ki bergerak lamban tidak pesat kemajuannya: usahanya ~ maju dng pasti
rata ra.ta [a] (1) mempunyai permukaan yg sama tinggi dan/atau sama rendah; papar: krn baru dipangkas, tanaman itu tampak bersih dan --; (2) meliputi semua bagian: tembok itu sudah dicat --; (3) tersebar ke segenap penjuru; terdapat (ditemukan) di seluruh tempat; (4) sama-sama memperoleh jumlah yg sama: pusaka itu sudah dibagi -- [kl n] kereta: Baginda pun menaiki -- nya
reaksioner re.ak.si.o.ner [a] bersifat menentang kemajuan atau pembaruan; bersifat berlawanan dng tindakan revolusioner; bersifat berlawanan dng kebijakan pemerintah yg sah
reaktualisasi re.ak.tu.a.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan mengaktualisasikan kembali; penyegaran dan pembaruan nilai-nilai kehidupan masyarakat
recup re.cup [n] tunas atau kuncup yg baru keluar dr batang atau cabang; tumbuhan muda yg mulai keluar dan mulai tumbuh
reformasi re.for.ma.si [n] perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dl suatu masyarakat atau negara; -- ekonomi perubahan secara drastis untuk perbaikan ekonomi dl suatu masyarakat atau negara: perdana menteri yg baru telah menyapu kalangan oposisi dan memberikan serangan telak dng -- ekonomi
regenerasi re.ge.ne.ra.si [n] (1) pembaruan semangat dan tata susila; (2) Bio penggantian alat yg rusak atau yg hilang dng pembentukan jaringan sel baru; (3) ki penggantian generasi tua kpd generasi muda; peremajaan
reka re.ka /rEka/, me.re.ka v (1) menyusun (mengatur, mengarang) baik-baik: ~ sajak yg elok bentuknya dan dalam isinya; (2) mencari akal (ikhtiar, daya upaya): ia tidak jemu-jemunya ~ jalan yg manakah yg harus ditempuhnya kelak; (3) memikirkan (sesuatu); merancang; merencanakan: ~ undang-undang baru untuk menggantikan undangundang yg tidak sesuai lagi dng keadaan masyarakat itu; (4) membayangkan (dl angan-angan); mencita-citakan: ~ apa yg akan terjadi; (5) menduga; mengira-ngirakan: kami sudah ~ bahwa ia akan terpilih menjadi presiden
reka pangan re.ka pa.ngan [n] pengarahan teknik pengolahan pangan; penemuan baru cara pengolahan bahan makanan
rekayasa eksternal [Man] rekayasa yg bersangkutan dng hal-hal yg di luar; -- genetika rekayasa ilmu dl cabang biologi yg berhubungan dng prinsip keturunan dan variasi pd binatang dan tumbuhan jenis yg sama: -- genetika memang telah berhasil membuka cakrawala baru dl dunia kedokteran
reklasering re.kla.se.ring [n Huk] pengembalian kpd masyarakat atau kpd kehidupan yg biasa (spt memberi bantuan kpd orang-orang yg baru keluar dr penjara, mengawasi orang yg dihukum dng syarat)
rekombinan re.kom.bi.nan [n] bentuk genetik atau keturunan yg diperoleh melalui proses pemindahan dan penyusunan gen baru yg tidak terdapat pd induk (orang tua)
rekonstruksi re.kon.struk.si [n] (1) pengembalian spt semula: akan dilaksanakan -- dan pembangunan jalan baru di Jakarta, Bogor, Ciawi; (2) penyusunan (penggambaran) kembali: dl pemeriksaan pendahuluan telah dibuatkan -- mengenai peristiwa terjadinya pembunuhan itu
rekrut rek.rut [n] (1) calon serdadu (dl tentara): sejak umur lima belas tahun ia sudah memasuki -- militer; (2) anggota baru
renaisans re.nai.sans [n] masa peralihan dr abad pertengahan ke abad modern di Eropa (abad ke-14-ke-17) yg ditandai oleh perhatian kembali kpd kesusastraan klasik, berkembangnya kesenian dan kesusastraan baru, dan tumbuhnya ilmu pengetahuan modern
repihan re.pih.an [n ] potongan-potongan kecil; serpihan: ~ kaca berserakan di jalan krn baru saja terjadi tabrakan
reposisi re.po.si.si [n] penempatan kembali ke posisi semula; penataan kembali posisi yg ada; penempatan ke posisi yg berbeda atau baru
resensi re.sen.si [n] pertimbangan atau pembicaraan tt buku; ulasan buku: majalah itu memuat -- buku-buku yg baru terbit
revaluasi re.va.lu.a.si [n] penilaian kembali (tt harga atau nilai mata uang); pemberian nilai baru: berkenaan dng krisis moneter, Pemerintah akan mengadakan -- thd mata uang rupiah
ringkih ring.kih [a] lemah; rapuh; tidak kokoh; tidak kuat: orang itu sangat -- krn baru sembuh
rintis rin.tis [n] jalan kecil (setapak) yg baru dibuat di hutan; rintisan
rintisan rin.tis.an [n] (1) jalan kecil (setapak) yg baru saja dibuat di dl hutan; (2) jalan kecil sbg batas antara hutan cadangan dan hutan yg diusahakan; (3) ki usaha yg mula-mula sekali: kemajuan kaum wanita berkat ~ Ibu Kartini
riset ri.set [n] penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yg baru, atau melakukan penafsiran yg lebih baik
riset dasar penelitian ilmiah untuk mencari ilmu pengetahuan baru; pencarian yg bersistem untuk menemukan tantangan hal yg belum diketahui
rujuk ru.juk [v] (1) kembalinya suami kpd istrinya yg ditalak, talak satu atau talak dua, ketika istri masih dl masa idah: setelah diberi nasihat oleh saudaranya, ia -- dng istrinya; (2) ki kembali bersatu (bersahabat dsb): kedua partai yg sudah -- itu ikut dl kabinet baru [n] , -- silang 1 cara untuk mengacu ke kata entri (lema) yg dicantumkan di tempat lain (dl kamus atau ensiklopedia) yg telah diberi definisi atau penjelasan; (2) apa yg ditunjuk kembali
rundung run.dung [v] , me.run.dung v (1) mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan: anak itu ~ ayahnya, meminta dibelikan sepeda baru; (2) menimpa (tt kecelakaan, bencana, kesusahan, dsb): ia tabah atas kemalangan yg telah ~ nya
rungkuh rung.kuh [a] (kelihatan) sudah tua sekali: ia baru setengah umur, tetapi kelihatan sudah --
runjang run.jang [v] , me.run.jang v (1) menusuk (merodok, mencocok) ke dl lubang dsb; menjolok; (2) ki meraba-raba; mencari-cari (ke sana kemari): orang yg baru datang dr desa itu ~ ke sana ke mari
runtut run.tut [Jw a] selaras; bersesuaian: sbg sutradara baru, ia mampu menghadirkan gambar yg -- dan enak ditonton
salah sa.lah [a] (1) tidak benar; tidak betul: ia membetulkan hitungannya yg --; (2) keliru; khilaf: ia -- menafsirkan ayat itu; (3) menyimpang dr yg seharusnya: mereka -- jalan; (4) luput; tidak mengenai sasaran; gagal: dua kali tembakannya -- dan baru yg ketigalah ia berhasil; (5) cela; cacat: meskipun sudah tua, tidak ada -- nya jika engkau mau belajar lagi; (6) kekeliruan: bukan -- ku jika ia tidak menepati janjinya
salin sa.lin [v] ganti; tukar: sebelum berangkat, ia harus -- pakaian dulu; -- jirim Sd tukar bentuk; ganti bentuk: dng terbentuknya golongan berpendidikan, terjadilah -- jirim sosial kaum ningrat feodal menjadi kaum menengah kota [n] ikan yg baru memijahkan telur
samun sakar berdarah tangan [pb] setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan
sanak saudara orang yg masih mempunyai hubungan keluarga; kerabat: -- saudaranya baru kembali dr rantau
sanjak san.jak [n] karangan pendek dng bentuk tertentu (spt syair, pantun, gurindam): -- yg baru dibacakan tadi karangan siapa?
sapih sa.pih [ark a] lumpuh sebelah badan [v] , me.nya.pih v (1) menyarak (menghentikan anak menyusu): ibu itu -- anaknya yg sudah berumur dua tahun; (2) (pd ternak) mengakhiri periode anak binatang menyusu pd umur tertentu, msl krn anak sudah dapat memakan pakan ternak dewasa; (3) (pd tanaman) memindahkan benih yg sudah berkecambah dr persemaian lama ke persemaian baru yg lebih besar
sapihan sa.pih.an [n] anak yg (baru) disapih
sastra pengasingan sastra yg memakai gaya bahasa yg menonjol atau menyimpang dr yg biasa atau menggunakan teknik cerita yg baru
sastra pop karya sastra yg dianggap populer, baru dikenal tahun 1970-an, dan lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari di kalangan remaja
satelit sa.te.lit [n] (1) bintang siarah yg mengedari bintang siarah yg lebih besar: bulan ialah -- bumi; (2) ki pengikut: negara -- , negara pengikut negara lain yg lebih besar atau yg lebih kuat; (3) alat yg diluncurkan mengedari planet: -- buatan; (4) ki baru dan kecil (tt kota): kota -- , kota kecil yg sengaja dibangun di dekat kota besar
saudara sau.da.ra [n] (1) orang yg seibu seayah (atau hanya seibu atau seayah saja); adik atau kakak; (2) orang yg bertalian keluarga; sanak: ia mempunyai banyak -- di sini, baik dr ibu maupun dr ayahnya; (3) orang yg segolongan (sepaham, seagama, sederajat, dsb); kawan; teman: dl mengerjakan tugas ini, kita akan dibantu oleh -- kita di kampung ini; (4) sapaan kpd orang yg diajak berbicara (pengganti orang kedua): coba -- pikirkan masak-masak; (5) ki segala sesuatu yg hampir serupa (sejenis dsb): serigala merupakan -- anjing; (6) ki tembuni: -- nya baru keluar, padahal bayinya telah lama lahir
sedang se.dang [adv] (1) masih dl melakukan sesuatu; lagi; baru (saja): ia -- belajar mengetik; (2) dl pd (itu); sementara; dl waktu (itu): -- (ia) hendak pergi, hujan pun mulai turun [a] (1) menengah (tidak kurang dan tidak lebih; tidak besar dan tidak kecil, dsb): ia hanya mempunyai nilai yg -- di kelasnya sehingga tidak mungkin menjadi juara kelas; (2) patut; pantas: upah yg diterimanya per hari sudah -- baginya; (3) cukup: gajinya hanya -- untuk makan dua minggu; (4) kena ukurannya; cocok pd tubuh, dsb: baju kakaknya ternyata -- juga untuknya; (5) sederhana; tidak melampaui batas; ugahari: kehidupan mereka -- saja [p] sedangkan
segar se.gar [a] (1) berasa nyaman dan ringan (tt perasaan badan); (2) merasa nyaman (tt udara); (3) nyaman dan sehat (tt kesehatan badan); (4) baik tumbuhnya (tt tumbuhan dsb, dipakai juga dl arti kiasan): tanaman kebunnya selalu -- krn ia rajin menyirami; (5) masih baru; tidak layu (tt sayuran dsb, dipakai juga dl arti kiasan): warung itu menjual sayur-sayuran yg masih --
segar bugar sehat benar-benar; (2) masih baru benar; (3) masih sehat dan kuat
segaris se.ga.ris [n] (1) satu garis; (2) seide; sehaluan: presiden baru itu mengungkapkan bahwa ia tidak ~ dng menteri pertahanan yg lama
sehabis kelahi teringat silat [pb] sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, baru teringat cara yg baik untuk menyelesaikannya
seiring se.i.ring [n] (1) bersama-sama berjalan; seperjalanan: kawan ~; (2) bersamaan (dng): ~ dng pencabutan undang-undang darurat perang itu, dikeluarkan pula undang-undang baru yg melarang kegiatan serikat buruh
sekali se.ka.li [n] satu kali: baru ~ saya berkunjung ke rumahnya [adv] satu kali: kopor yg berat itu terbawa dng -- angkat; (2) num semuanya; sekaligus: ketiga karcis itu diberikannya -- kpd petugas; (3) kl n suatu waktu: -- peristiwa adalah seorang raja yg bijaksana; (4) adv seluruhnya; tidak ada berkecuali; sama sekali: semua surat-suratnya dibakarnya --; (5) adv amat; sangat: kamus ini murah --; (6) adv cak yg paling: ia mendapat tempat di belakang --
sekat primer [Bio] sekat yg pembentukannya berhubungan erat dng pembelahan inti mitosis atau meiosis dan berfungsi sbg pemisah sel-sel yg baru terbentuk
sekerumun se.ke.ru.mun [n] sekelompok; sekumpulan: ~ manusia berada dl pinggir lapangan untuk menyaksikan pesawat terbang yg baru
sekian se.ki.an [n] sebanyak itu (ini); sampai sebegitu: ~ lah uraian mengenai teori baru ini lihat kian
selamat se.la.mat [a] terbebas dr bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dr bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dsb: ia -- dr pembunuhan; (2) a sehat; (3) a tercapai maksud; tidak gagal; (4) n doa (ucapan, pernyataan, dsb) yg mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dsb): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yg memberi ucapan -- kepadanya; (5) n pemberian salam mudah-mudahan dl keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb): -- datang; -- jalan; -- malam (pagi, siang); -- tahun baru; -- tinggal
selayang se.la.yang [n] sekilas; selintas; sepintas; ~ pandang sekilas (lintas) pandang; sepintas lalu; secara singkat: kesan ~ pandang mengenai kegiatan di ibu kota menjelang tahun baru 1984
selimut se.li.mut [n] (1) kain penutup tubuh (terutama dipakai pd waktu tidur); (2) ki sesuatu (perbuatan dsb) yg dipakai untuk menyelubungi kejahatan (maksud jahat dsb): sekarang barulah ia insaf bahwa kebaikan sahabatnya itu -- belaka
semalaman se.ma.lam.an [n] sepanjang malam; segenap malam; satu malam penuh; semalam suntuk: gadis itu sanggup berdansa -; ia baru bangun pukul 11.00 krn -- tidak dapat tidur
semenda-menyemenda se.men.da-me.nye.men.da [v] saling bersemenda: di sanalah orang Minangkabau membentuk daerah baru, berlorong-berkampung, bersawah-berladang, -- dng orang yg mereka sukai
sempal sem.pal , me.nyem.pal v (1) menyembul atau tersembul ke luar sebagian, spt jantung pisang yg baru akan keluar, pusat yg bujal; (2) menutup dng cara menjejalkan sesuatu; menyumpal: saya terpaksa -- mulutnya agar tidak berteriak-teriak lagi [v] patah (tt cabang kayu, ranting, tangkai, atau bagian tubuh spt lengan); serkah
seperempat se.per.em.pat [num] satu dr empat bagian yg sama banyak; 1/4: ia baru dapat menyelesaikan ~ bagian dr pekerjaannya
seput se.put [a cak] lekas; segera; cepat: kereta api --; kiriman -- [a] (1) suram; luntur (tt warna dsb): baju saya baru sekali dicuci sudah --; (2) kusam, tidak berkilat (tt warna logam)
serang se.rang [v] me.nye.rang v (1) mendatangi untuk melawan (melukai, memerangi, dsb); menyerbu: penjahat yg -- polisi itu sudah tertangkap; (2) melanda; melanggar; menimpa (tt bencana, penyakit, dsb): banjir bandang baru-baru ini telah -- kota itu; (3) menentang (spt melancarkan kritik): ada yg membela, dan ada pula yg -- kebijakan pemerintah [Mk] ber.se.rang v bertambah: rusuh hati makin -- [n Lay] mandor di kapal; kepala kelasi
serbu ser.bu [v] me.nyer.bu v (1) mendatangi dng maksud melawan (melukai, memerangi); menyerang: gerombolan bersenjata -- pos polisi; (2) mendatangi beramai-ramai atau memasuki: peminta-peminta itu -- seseorang yg membagi-bagikan uang; (3) mendatangi (mendekati) beramai-ramai untuk mendapat berita atau memotret: baru saja beliau turun dr pesawat terbang, para wartawan sudah -nya
set [n] bagian permainan yg tertentu waktu atau hitungannya; babak: dia mampu main bulu tangkis selama tiga -- tanpa istirahat [v] , me.nge.set v menata, mengatur (tt rambut, susunan huruf dl mesin cetak, dsb): sudah menjadi kebiasaannya, ia -- rambut setiap pergi ke pesta [n] beberapa benda yg dipakai selalu bersama-sama yg satu menjadi pelengkap yg lain; perangkat; setel: dua -- gamelan Jawa menjadi koleksi terbaru Pemerintah DKI Jaya [n cak] muslihat; tindak; strategi: dia sudah salah -- sehingga dl waktu dekat dapat dikalahkan oleh lawan
setem se.tem /setEm/ (1) a cak setala; sesuai; selaras (tt nada suara): kalau sudah -- senar-senarnya, baru boleh digunakan gitar itu; (2) n cak suara (dl pemilihan untuk menentukan pilihan)
siah si.ah [a] -- layah 1 tergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri (spt daun lalang tertiup angin); (2) ki terhuyung-huyung ke kanan dan ke kiri (spt orang mabuk, anak yg baru berjalan) [v] ber.si.ah v (1) menghindar ke sisi (ke tepi); menepi (krn ada kendaraan lalu dsb); menyisi; (2) berlari cepat-cepat dan tidak keruan arahnya: waktu berpapasan jalan denganku, dia -- seolah-olah takut terkena najis
silok si.lok [Mk v] belum terbuka atau belum awas benar (tt mata, spt baru saja bangun tidur)
sindikat sin.di.kat [n] (1) gabungan beberapa perusahaan dl suatu bidang usaha; (2) perhimpunan beberapa orang bermodal untuk mendirikan perusahaan besar; (3) organisasi yg memasok berita (gambar, artikel, dsb) kpd penerbit surat kabar, majalah, dsb pd waktu yg bersamaan dan bahan yg sama pula untuk disiarkan; (4) kelompok lembaga keuangan yg bersama-sama menjamin terjualnya seluruh sekuritas emisi baru dan menyalurkan sejumlah besar sekuritas lama; (5) cak perkumpulan orang jahat dng berbagai keahlian
sinemapleks si.ne.ma.pleks [n] sekumpulan bioskop yg letaknya berdampingan: di kawasan baru ini akan didirikan berbagai macam bangunan, antara lain untuk -- , dan pertokoan
singkek sing.kek [n] orang Cina totok (baru datang dr negeri Cina)
sinkretisme sin.kre.tis.me [n] paham (aliran) baru yg merupakan perpaduan dr beberapa paham (aliran) yg berbeda untuk mencari keserasian, keseimbangan, dsb: upacara Syiwa Buddha adalah ungkapan -- agama Buddha dan Hindu
sintesis sin.te.sis [n] (1) paduan (campuran) berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yg selaras: perkembangan manusia adalah hasil -- beberapa unsur; (2) penentuan hukum yg umum berdasarkan hukum yg khusus; (3) reaksi kimia antara dua atau lebih zat membentuk satu zat baru; (4) Ling penggabungan unsur-unsur untuk membentuk ujaran dng menggunakan alat-alat bahasa yg ada
sirah si.rah [Mk a] merah: tanah -- , kubur yg baru
sirih naik junjungan patah [pb] baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan
sisip si.sip [v] me.nyi.sip v (1) menyelip (di antara dua benda atau di sela-sela sesuatu): surat itu -- dl buku catatannya; uang kertas palsu itu -- di antara lembaran uang kertas yg asli; (2) memasang genting baru di sela-sela yg lama untuk mengganti yg pecah; menanam tanaman baru sbg pengganti yg mati atau kurang baik di sela-sela jajaran tanaman: -- tanaman padi; -- tanaman kopi; (3) menisik(i) kain, kaus, jaring, dsb yg sobek atau bolong; (4) Ling memberi sisipan pd suatu kata
sistem ambil bayar pengambilan dan pembayaran sesuatu (spt kambing dan daging) yg konsumen terlebih dahulu mengambil sesuatu di pasar untuk diperdagangkan, kemudian dibayar apabila sesuatu itu habis sambil mengambil lagi sesuatu yg baru
skandal skan.dal [n] perbuatan yg memalukan; perbuatan yg menurunkan martabat seseorang: -- penyelundupan mobil baru-baru ini menghebohkan masyarakat
sobat so.bat [n cak] sahabat (yg karib): kelihatannya mereka sbg -- lama yg baru bertemu
sosok so.sok [n] lubang (pd jerat dsb); lubang kancing baju; kelim (pelipit) yg berlubang (untuk memasukkan tali, tongkat, dsb) [n] (1) bentuk wujud atau rupa; rangka (perahu dsb); (2) bentuk (rupa) tubuh: -- tubuhnya sama spt ayahnya; (3) bayangan badan: baru saja ia keluar, dua -- tubuh mengikuti-nya dr belakang; (4) Mk bakal (ladang, negeri, dsb); permulaan; (5) tokoh; pribadi
spora spo.ra [n Bio] alat perbanyakan yg terdiri atas satu atau beberapa sel yg dihasilkan dng berbagai cara pd tumbuhan rendah, Cryptogamae, berukuran sangat halus, mudah tersebar oleh angin, air, binatang dsb, dan dapat tumbuh langsung pd kapang (bakteri dsb) atau tidak langsung pd paku-pakuan menjadi individu baru
spt beranak besar hidung [pb] perihal seseorang yg sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yg baru diperolehnya
spt buku gaharu [pb] baru memperlihatkan keunggulannya apabila perlu
stalon sta.lon [n Bio] batang yg tumbuh horizontal di atas permukaan tanah yg menghasilkan tumbuhan baru pd ujungnya
sudah lulus maka hendak melantai [pb] sudah celaka baru ingat
sudah terantuk [pb] baru ingat sesudah merugi
sukar kaji pd orang alim [pb] orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya
sukat su.kat [n] (1) takaran yg isinya empat gantang: beras lima --; (2) ukuran (panjang, luas, isi); sukatan [kl p] asalkan; kalau: adapun negeri Malaka itu -- binasa maka barulah puas hatiku
sumbi sum.bi [n] tongkat peregang kain pd perkakas tenun (biasanya dibuat dr batang nibung) [v] me.nyum.bi v (1) memperbaiki tepi suatu benda yg rusak; (2) menambal (mengisi) gigi yg berlubang; (3) mengganti papan baru pd perahu dsb
sumur temuan sumur eksplorasi yg menghasilkan lapangan minyak baru
suntuk sun.tuk [adv] (1) sudah sampai pd batasnya (hingga tidak dapat maju, lanjut, atau naik lagi); (2) telah lampau atau habis (tt waktu): telah -- waktunya; (3) larut atau jauh (malam): -- malam baru ia kembali; (4) sepanjang (hari, malam, dsb): semalam -- [Mk a] pendek (tt akal, pikiran, dsb); singkat; picik: -- akal
sunyi su.nyi [a] (1) tidak ada bunyi atau suara apa pun; hening; senyap: malam yg --; (2) kosong (tt rumah dsb); tidak ada orang; lengang; sepi: baru pukul 22.00 jalanan sudah --; rumah itu -- sekali; (3) tidak banyak transaksi (persetujuan jual beli); tidak banyak pembeli (dl perdagangan): pasar uang mulai --; (4) bebas (lepas, lekang, terhindar): tiada manusia yg -- dr kesalahan
suplemen sup.le.men [n] (1) (sesuatu) yg ditambahkan untuk melengkapi; tambahan; (2) bagian ekstra pd surat kabar, majalah, dsb; lampiran pelengkap: majalah hiburan itu menerbitkan -- khusus untuk menyambut tahun baru
susul su.sul [v] me.nyu.sul v (1) mengikuti atau mengejar sesuatu yg di depan: dl perlombaan itu, ia dapat -- lawan-lawannya; (2) datang kemudian; mengikuti: pertanyaan dikirim dahulu, jawaban -- kemudian; berangkatlah kamu dahulu, sebentar lagi saya -- ke sana; (3) memperbaiki suatu keterbelakangan (msl dl pekerjaan, pelajaran, dsb) dng tindakan dan perbuatan spt bekerja atau belajar lebih rajin; mengerjakan sesuatu agar jangan ketinggalan: dng susah payah dapat juga ia -- ketinggalannya dl pelajaran-pelajaran di sekolah yg baru dimasukinya; (4) menurut atau mengikuti (jejak dsb); mengusut (menyelidiki) untuk menemukan sesuatu: sulit sekali -- jejak kelahiran Gajah Mada; (5) menyambung (isi) surat yg terdahulu: surat ini kami kirim -- telegram yg kemarin
susun su.sun [n] (1) kelompok atau kumpulan yg tidak berapa banyak; tumpuk: dia mengikat dua -- pakaian bekas untuk fakir miskin; (2) seperangkat barang yg (diatur) bertingkat-tingkat: ia membeli beberapa -- piring; (3) rangkap (yg tindih-menindih): mawar bermahkota -- bukanlah mawar jenis baru
syukuran syu.kur.an [n] ucapan syukur; (2) v mengadakan selamatan untuk bersyukur kpd Tuhan (krn terhindar dr maut, sembuh dr penyakit, dsb): ibu membagikan tumpeng untuk -- putrinya yg baru sembuh
tabuh larangan tabuh yg tidak dipakai sehari-hari (baru dipakai apabila ada peristiwa penting)
tadi ta.di [n] (1) waktu yg belum lama berlalu; baru saja: -- ia duduk di sini; (2) saat yg baru saja lalu: sejak -- ia sudah kuperingatkan; dr -- ia belum duduk; (3) yg baru lalu: malam --; pagi --; siang --; orang -- pergi
tahniah tah.ni.ah [n] ucapan selamat: ia memberi -- kpd sahabatnya yg baru kembali dr Mekah
tajdid taj.did [Ar n] pembaruan; modernisasi; restorasi: posisi Muhammadiyah sbg gerakan -- antara lain dapat direalisasikan dl bentuk dakwah dan pendidikan
talkin tal.kin [n] hal membisikkan (menyebutkan) kalimat syahadat dekat orang yg hendak meninggal atau (dl bentuk doa) untuk mayat yg baru dikuburkan
talon ta.lon [n] butir kertas berharga untuk memperoleh kupon baru (tt saham)
tandingan tan.ding.an [n] (1) yg seimbang (sebanding, sama) dng yg lain; imbangan; lawan yg seimbang: dia bukanlah ~ pemain baru itu; (2) pasangan; jodoh: suami istri itu merupakan ~ yg harmonis, sudah cocok benar [n] tumpukan (timbunan, longgokan) dagangan sayur-sayuran atau buah-buahan yg dijual setumpuk-tumpuk (tidak ditimbang lebih dahulu)
tapa ta.pa [v] , -- brata bertarak; menahan hawa nafsu, berpantang, dsb: mereka tidak merayakan tahun baru saka dng pesta pora, tetapi dng -- brata [n] ta.pa-ta.pa n sayatan ikan yg digarami dan dikeringkan: daging ~ , dendeng [n] ikan laut jenis walango, msl -- danau, -- daun, -- kera, -- rawang [Mk a] kuat; tahan -- [Lihat {tempa}]
tarung ta.rung [v] ber.ta.rung v 1 ~ dng berantuk; berlanggaran; berbenturan: hampir saja kepalanya ~ dng pintu; (2) berlaga; berkelahi; bertempur (berperang dsb): raja menyambut prajuritnya yg baru kembali ~ melawan musuh; (3) bertanding (berlomba dsb): kesebelasan A akan ~ melawan kesebelasan B; (4) berbantah; berdebat: kedua orang itu ramai ~ di depan hakim
tatanan ta.ta.nan [n] aturan; tata tertib; sistem: organisasi wanita itu mengusulkan agar dibentuk -- baru dl bidang pendidikan
tawaf qudum [Isl] tawaf yg dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah sbg ucapan selamat datang pd Kakbah
tawakal ta.wa.kal [v] pasrah diri kpd kehendak Allah; percaya dng sepenuh hati kpd Allah (dl penderitaan dsb): habis akal baru -- , sesudah berikhtiar, baru berserah kpd Allah
teater te.a.ter [n] (1) gedung atau ruangan tempat pertunjukan film, sandiwara, dsb : di -- yg baru itu diputar film perang; drama Shakespeare, "Hamlet" akan dipertunjukkan di -- yg baru itu; (2) ruangan besar dng deretan kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau untuk peragaan ilmiah: (3) pementasan drama sbg suatu seni atau profesi; seni drama; sandiwara; drama
tekad te.kad [v] kemauan (kehendak) yg pasti; kebulatan hati; iktikad: memasang --; sudah bulat -- nya; membarui -- nya
teken te.ken [v cak] memberikan atau membubuhkan tanda tangan; menandatangani: menteri baru saja ~ piagam kerja sama dng pihak luar negeri
telah karam maka tertimpa [pb] baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan
tembang cilik [Jw] tembang yg diatur secara baru (dl sastra Jawa Baru, dilihat dr jumlah baris, suku kata, dan vokal pd akhir baris)
tembung tem.bung [n] tongkat pemukul atau penangkis (sbg senjata berkelahi) [v] , ber.tem.bung v (1) bertemu; bersua: mereka ~ dng temannya yg baru pulang dr tempat kerjanya; (2) bertemu menjadi satu: anak sungai itu ~ pula dng anak sungai yg lebih besar; (3) bertubrukan; bersentuhan: mobil itu ~ dng becak; (4) ki saling berpandangan; bertemu (pandang) [n] cambuk; cemeti
tempo hari [cak] (1) dahulu pd waktu itu; (2) baru-baru ini; belum lama ini: banjir bandang yg menimpa Kabupaten Solok -- hari mengakibatkan kerugian miliaran rupiah
tempoh tem.poh [v] (1) berhenti (tidak bekerja lagi dsb): tidak -- (tidak -- nya) tidak ada berhentinya; selalu: tidak -- lagi (dng tidak -- ), dng segera; (2) mengaso; beristirahat: boleh -- sebentar kalau lelah; (3) cak tidak masuk kerja (bersekolah dsb): ia acap kali minta -- kpd atasannya; anak itu ditegur wali kelasnya krn -- lima hari; (4) cak waktu -- (hari -- ) libur; vakansi: sekolah sedang --; waktu -- bulan Puasa yg baru lalu ini mereka ke Bandung; (5) bervakansi; berlibur: maksudnya hendak -- ke tempat dingin
temuan te.mu.an [n] (1) hasil memikirkan dan melakukan percobaan; (2) unsur kebudayaan baru yg diperoleh berdasarkan eksperimen
tenjet ten.jet [ark v] ber.ten.jet v berjalan dng ujung jari kaki; berjengket: agar tidak mengotori lantai yg baru saja dipel dan masih basah, terpaksa ia ~ pd waktu masuk ke dl rumah
tepat te.pat [a] (1) betul atau lurus (arah, jurusan); berbetulan benar: gang ini -- menuju rumah guruku; matahari -- di atas kepala kita; rumah kami letaknya -- di muka apotek; (2) kena benar (pd sasaran, tujuan, maksud, dsb): tembakan itu -- mengenai jantungnya; jurusan yg dipilihnya sudah --; (3) tidak ada selisih sedikit pun; tidak kurang dan tidak lebih; persis: -- di tengah jalan; -- sama dng wajah adiknya; pukul 08.00 -- kami berangkat; jumlah yg -- baru diketahui sesudah diadakan sensus; tengah hari --; (4) betul atau cocok (tt dugaan, ramalan, dsb): perhitungannya kurang --; alasan itu mungkin -- juga; (5) jitu (tt tindakan, aturan, kritik, dsb): segera diambil tindakan yg tegas dan --; (6) betul atau mengena tt perkataan, jawaban, dsb: isilah titik-titik di bawah ini dng kata-kata yg --; semua pertanyaan dijawabnya dng --
tepercik te.per.cik [v] kena percik (air dsb): adikku menangis krn baju barunya ~ tinta
teperlus maka hendak menutup lubang te.per.lus maka hendak menutup lubang [pb] sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar
tepuk perut tanya selera [pb] bila hendak melakukan hal yg baru, sebaiknya bertanya dahulu kpd orang yg sudah berpengalaman
terang te.rang [a] (1) dl keadaan dapat dilihat (didengar); nyata; jelas: terdengar suara lagu yg cukup -- dr arah timur; berita yg disampaikan melalui telepon itu kurang -- terdengar; naskahnya sudah tua, tulisannya tidak -- lagi; (2) cerah; bersinar: stadion Senayan pd malam pertandingan final sepak bola tampak bagaikan siang; bintangnya -- , ki nasibnya baik; mujur; (3) siang hari: krn bangunnya sudah -- , ia terlambat datang di sekolah; (4) bersih (tt halaman atau kebun) krn dibersihkan (disiangi, ditebangi, dsb): pekarangan itu tampak -- sesudah pohon-pohon yg rimbun ditebangi; (5) jernih; bersih (tt udara, langit): malam ini langit -- , kelihatan bintang-bintang bertaburan berkelap-kelip mengelilingi bulan purnama; (6) sah (tt bukti, barang-barang, dsb); sudah tidak meragukan (menyangsikan lagi): mengajukan bukti-bukti yg -- , agar dapat memperkuat gugatan; (7) terbukti (kebenarannya, kesalahannya, dsb): sekarang barulah -- apa kesalahannya; (8) cahaya; sinar: -- matahari; -- lampu
terangin ter.a.ngin [v] (1) kena angin: baru ~ sedikit saja, dia sudah pusing; (2) tampak gelagatnya: sudah ~ bahwa harga barang-barang akan naik
teranyar ter.a.nyar terbaru: masalah ~ adalah likuidasi (pencabutan izin) 16 bank swasta yg diumumkan Pemerintah akhir pekan lalu
terasing ter.a.sing [v] terpisah dr yg lain; terpencil: aku merasa ~ di tempat baru ini
terbentuk ter.ben.tuk [v] (1) sudah dibentuk: organisasi itu baru saja -; (2) ki dapat dibentuk (dididik): sayangnya anak itu sudah -- sehingga sukar untuk dididik
terengah-engah ter.e.ngah-e.ngah [v] mengap-mengap dng napas memburu (habis berlari cepat dsb); kembang kempis dan cepat napasnya; termengah-mengah: baru berlari seratus meter saja dia sudah ~
tergila-gila ter.gi.la-gi.la [a] sangat menyukai yg berlebihan; keranjingan: beberapa hari ini ia ~ bermain catur sehingga ia melupakan kewajibannya; (2) v menjadi-jadi: entah apa sebabnya anak itu menangis ~; (3) v jatuh hati; jatuh cinta: baru melihat wajahnya yg mungil saja dia sudah ~
tergusur ter.gu.sur [v] (1) tergeser dr tempat semula: satu-satunya jalan bagi rakyat yg ~ ialah mencari tanah tempat tinggal yg baru di luar kota; (2) terpaksa dipindahkan dr tempatnya: penampungan bagi mereka yg ~ telah disediakan oleh pemerintah
terhampar ter.ham.par [v] terbentang merata: permadani baru ~ di lantai masjid itu
terharu biru ter.ha.ru bi.ru [v] terkacaukan: pikirannya ~ oleh peristiwa yg baru dialaminya
terjajah ter.ja.jah [v] (1) dl keadaan dijajah: negeri-negeri yg ~ berjuang untuk memperoleh kemerdekaannya; (2) ki tertindas; tersusahkan; dia merasa ~ dng peraturan baru itu
terkelik ter.ke.lik [v ki] terhindar; luput: saya tidak bertemu dng dia, ~ sedikit saja krn saya datang, dia baru berangkat
terlayap ter.la.yap [v] tertidur: baru saja mereka ~ sudah pula diganggu suara kokok ayam
terluput ter.lu.put [v] terhindar (dr); terlepas (dr); bebas (dr): tidak seorang pun ~ dr tuntutan hukum; baru saja kampung itu ~ dr bahaya banjir, sekarang terancam penyakit menular
termuda ter.mu.da [a] (1) paling muda: dr segi usia, dia adalah peserta penataran yg -; (2) bungsu: anaknya yg -- baru berumur tiga tahun
teroka te.ro.ka [v] , me.ne.ro.ka v membuka daerah atau tanah baru (untuk sawah, ladang, dsb); merintis; menjelajahi: para transmigran ~ hutan belantara untuk dijadikan kampung
terpuruk ter.pu.ruk [v] (1) terbenam; tenggelam: matahari baru ~ di balik pegunungan; (2) terperosok: kakinya ~ ke dl lubang; (3) ki mundur; merosot; menjadi parah: ekonomi kita makin --
tersalur ter.sa.lur [v] (1) keluar dan tertampung dng baik: semua keinginan rakyat dapat --; (2) tertampung di pasaran; dapat dipasarkan: cengkih rakyat yg sudah -- baru seratus ton
tersemat ter.se.mat [v] (1) sudah disemat(kan); sudah dicocokkan (pd); telah tercantum: di leher bajunya -- tanda pangkat yg baru; (2) ki terlekat; terpateri dl (hati, ingatan): tidak ada seorang pun yg mengetahui apa yg -- dl hatinya; (3) sudah ditambatkan; terlampir
tersendat-sendat ter.sen.dat-sen.dat [v] (1) berkali-kali terhenti dan tertahan (tt pembangunan dsb): lemahnya kehidupan perekonomian menyebabkan -nya pembangunan di segala bidang; (2) berkali-kali terhenti (tersekat); patah-patah; tergagap (krn rasa haru, marah, dsb): dng -- ia menceritakan musibah yg baru saja terjadi
tertarung ter.ta.rung [v] (1) terantuk; tersentuh; terbentur; (2) tersandung: baru dimulai, sudah ~
tertekan-tekan ter.te.kan-te.kan [v] tidak lancar; tersangkut-sangkut: krn gugupnya, kejadian yg baru dialaminya itu diceritakannya dng suara ~
tertumbuk ter.tum.buk [v] (1) terlanggar; tertubruk; terbentur: pot bunga yg bagus itu pecah ~ sepeda motor yg lewat di depan rumahnya; (2) sudah ditumbuk; sudah dilumatkan, dsb: setelah ~ semua gabah yg di dl gudang itu, barulah lega hatiku; (3) tergocoh; terpukul; tertinju: muka orang yg melerai perkelahian itu ~ beberapa kali; (4) terjumpa (pd, dng); tersuntuk; sampai (pd); jatuh di; timbul (tembus; tersembul) di: ~ akal; ~ pandangan
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tirai ti.rai [n] (1) kain (sutra dsb) berumbai-umbai yg dipakai untuk perhiasan langit-langit tempat tidur atau tempat duduk; (2) kain penutup pintu (jendela dsb); gorden; (3) kain pemisah ruangan (yg tergantung)
tokoh to.koh [n] (1) rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis: -- bulat spt uang ringgit; pesawat terbang yg baru dibeli itu sama -- nya dng B-25; (2) bentuk badan; perawakan: melihat -- badannya, banyak orang menyangka ia adalah seorang pegulat; (3) ki orang yg terkemuka dan kenamaan (dl bidang politik, kebudayaan, dsb): ia adalah seorang -- politik yg disegani; (4) Sas pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama [n] tipu; kecoh
totok to.tok [a] (1) asli; sejati (bukan peranakan): Belanda --; (2) cak masih baru (belum berpengalaman): dl hal ini aku sangat -- , belum pernah sekali juga berlayar; (3) cak kaku (belum biasa, belum lancar): dia masih dapat juga berbahasa Jawa, hanya -- sekali [Lihat {tutuk}]
transeksual tran.sek.su.al [n] sesuatu yg dapat menimbulkan gairah: kebutuhan parfum -- itu kini sudah bisa terpenuhi berkat kehadiran produk terbaru dr sebuah pabrik
transmigran trans.mig.ran [n] orang yg berpindah ke daerah (pulau) lain: setiap calon -- dijanjikan memperoleh dua hektare lahan di tempat yg baru
trio [n] (1) gubahan lagu (musik) untuk tiga suara atau tiga alat musik; (2) tiga serangkai pemain (penyanyi dsb); (3) sekawan (serangkai) yg terdiri atas tiga orang: lagu ini baru enak didengar kalau dinyanyikan dng --
tua [a] (1) sudah lama hidup; lanjut usia (tidak muda lagi): ia lebih -- dua tahun dp saya; neneknya sudah --; pd hari (masa) -- nya, pd masa (ketika) tua; (2) sudah lama (lawan baru); sudah termasuk dl waktu yg lampau; kuno: barang-barang -- , barang-barang bekas (sudah tidak dipakai)
tumben tum.ben [Jk p] (1) mula-mula sekali: -- ia baru minum jamu; (2) ganjil benar kali ini (tidak sbg biasa atau menyalahi dugaan): -- malam-malam begini keluar, ada apa sih!
tumbuhan hari panjang tum.buh.an hari panjang tumbuhan yg waktu berbunganya baru akan terjadi apabila mendapat penyinaran matahari lebih dr 12 jam
tunang tu.nang , ber.tu.nang.an v (1) bersepakat (biasanya diumumkan secara resmi atau dinyatakan di hadapan orang banyak) akan menjadi suami istri: mereka belum menikah, baru ~; (2) mempunyai tunangan
tunas tu.nas [n] (1) tumbuhan muda yg baru timbul (dr tunggul, ketiak daun, buku batang induk, batang kayu yg ditebang, dsb); (2) bakal cabang (ranting) yg baru mulai tumbuh: -- padi, batang padi yg tumbuh sesudah padi dituai
tunas kecambah [Mik] perkembangbiakan jamur bersel satu yg membentuk sel atau individu baru dng berkecambah secara bertunas, yg umumnya terjadi pd khamir
tunggakan tung.gak.an [n] (1) angsuran (pajak) yg belum dibayar: bulan ini ia akan melunasi ~ nya; (2) sisa pekerjaan: jumlah tenaga baru sekarang ini cukup untuk menangani ~ itu
tunggang gunung petang hari ketika matahari di atas punggung gunung (mulai gelap): -- gunung ia baru pulang bekerja; (2) lanjut usia; tua: orang tuanya sudah -- gunung
uang tegur Jk uang yg diberikan suami sbg permintaan kpd istri untuk memulai bergaul secara resmi sbg suami istri (bagi pengantin baru)
ultimo ul.ti.mo [Lt n] (1) bulan yg baru lalu (disingkat: ult, digunakan dl surat-surat dagang): terima kasih atas surat Tuan tanggal 9 --; (2) akhirnya; kesudahannya
umpama um.pa.ma [n] (1) yg menjadi contoh (persamaan, perbandingan) dng yg lain-lain; (2) adv cak sama halnya dng; bagaikan; seakan-akan (seumpama): aku ini -- burung dl sangkar; (3) yg diandaikan (bukan hal yg sebenarnya): ini baru -- saja, jadi belum benar-benar ada
undangan un.dang.an [n] (1) hal (perbuatan, cara) mengundang; panggilan (supaya datang): ~ nya baru dapat saya penuhi sekarang; ~ orang itu untuk sekadar basa-basi; (2) orang yg diundang: ~ sudah memenuhi tempat yg disediakan; (3) surat untuk mengundang; surat undangan: ~ nya hanya ditulis tangan [ark n] dewan yg berkuasa membuat undang-undang; badan legislatif dsb
unggul-mengungguli ung.gul-meng.ung.guli [v] saling mengungguli; berlomba unggul: mereka spt kanak-kanak, ~ sepatu atau kemeja baru
upacara upa.ca.ra [n] (1) tanda-tanda kebesaran (spt payung kerajaan): dayang-dayang mengiringkan raja, masing-masing membawa --; (2) peralatan (menurut adat-istiadat); rangkaian tindakan atau perbuatan yg terikat pd aturan tertentu menurut adat atau agama: -- perkawinan dilakukan secara sederhana; (3) perbuatan atau perayaan yg dilakukan atau diadakan sehubungan dng peristiwa penting (spt pelantikan pejabat, pembukaan gedung baru): -- peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia; -- pelantikan bupati; -- peresmian pabrik pupuk yg baru
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
utrolokal ut.ro.lo.kal [n Antr] adat yg memberi kebebasan kpd pasangan pengantin baru untuk tinggal menetap di dekat keluarga suami atau istri
vakum va.kum [a] (1) hampa udara: supaya benda yg akan ditaruh di ruang bola kaca itu tidak cepat rusak, ruang itu harus --; (2) kosong (tidak ada petugasnya, pejabatnya, dsb): supaya tidak -- , pengurus lama tetap menjalankan tugasnya sehari-hari sampai terbentuk pengurus baru
wajah wa.jah [n] (1) bagian depan dr kepala; roman muka; muka: ketika aku datang tampak -- ibunya berseri-seri; (2) tokoh (pemain dsb): -- baru; (3) ki apa-apa yg tampak lebih dulu: Jakarta adalah -- Indonesia; (4) gambaran; corak: -- remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi dng banyak yg terlibat penggunaan obat terlarang
wantek wan.tek /wantEk/ (1) n zat pewarna: dng diberi cat -- ungu, baju yg sudah lusuh kelihatan baru lagi; (2) a ki tidak luntur warnanya
wasangka wa.sang.ka [n] kebimbangan hati; rasa khawatir; kecurigaan; syak; sangka: menimbulkan syak --; ia menaruh syak -- kpd orang yg baru datang itu
wereng cokelat binatang kecil berwarna cokelat yg menyerang dan memusnahkan buah padi yg baru mulai muncul, berdaya biak tinggi, daur hidupnya pendek, daya sebarnya cepat, dan daya serangnya ganas
wiraswasta wi.ra.swas.ta [n] orang yg pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya
wisuda wi.su.da [n] peresmian atau pelantikan yg dilakukan dng upacara khidmat: para sarjana yg baru lulus menghadiri acara -- bersama orang tua mereka
yg pipit sama pipit [pb] bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing; persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya

Jika informasi mengenai "orde baru" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas