Arti kata/frase "orang utan" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orang-utan

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orang utan menurut KBBI Edisi III

orang utan: kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus

Lebih lanjut mengenai orang utan

orang utan terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 8623 kata terkait yakni sebagai berikut:

utan [Lihat {hutan}]
orang [n] (1) manusia (dl arti khusus); (2) manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut --; (3) dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng -- nya; (4) kata penggolong untuk manusia: lima -- nelayan; (5) anak buah (bawahan): mereka itu -- nya Pak Camat; (6) rakyat (dr suatu negara); warga negara: -- Pakistan; (7) manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia -- Bogor; suaminya -- Eropa; (8) suku bangsa; (9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak -- pun saya tolong; negeri -- , negeri lain (bukan negeri kita); (10) cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, -- belum gajian
orang hutan orang yg tinggal di hutan; (2) orang utan
orang pangan orang yg masih tinggal di hutan; orang dr suku terasing; (2) sebutan bagi suku bangsa di Tanah Melayu yg masih tinggal di hutan
orang am orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli); orang awam
orang asing orang lain; orang dr negara lain; (2) orang yg tidak dikenal
orang atasan orang atau kelompok orang yg berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang awam orang biasa; orang am; (2) orang yg bukan ahli dl suatu bidang ilmu
orang Barat orang yg tinggal di belahan bumi sebelah barat, terutama orang Eropa dan Amerika; orang kulit putih
orang berdendang di pentasnya orang ber.den.dang di pentasnya [pb] orang berkuasa di rumahnya masing-masing
orang besar orang yg berpangkat tinggi; pejabat; pembesar; orang yg sudah dewasa
orang buangan orang yg dijatuhi hukuman buang
orang dagang orang asing; perantau; (2) orang yg berniaga; saudagar
orang dalam orang yg ada di dl satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb)
orang gajian orang yg bekerja diberi upah; abdi (bujang, babu, dsb)
orang halimunan orang yg dapat menghilang krn mempunyai ilmu gaib; (2) siluman
orang hanyut orang yg mengembara ke mana-mana
orang helat orang lain; bukan keluarga
orang hilir orang (penduduk) yg tinggal di hilir sungai (di daerah muara)
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
orang kampung orang atau penduduk yg tinggal di kampung (bukan di kota)
orang kaya orang yg banyak hartanya; hartawan; (2) orang yg berpangkat (berkedudukan) tinggi; (3) panggilan kpd istri orang berpangkat atau orang yg patut dihormati
orang kota orang atau penduduk yg tinggal di kota
orang kulit putih orang Barat (terutama orang Eropa dan Amerika)
orang luar orang yg tidak termasuk dl satu lingkungan (golongan, pekerjaan, dsb)
orang luntang-lantung orang yg berkeliaran; (2) orang yg tidak berpencarian
orang lurus orang yg jujur
orang muda orang yg masih muda; (2) pemuda; (3) Mk tukang salung (tari dsb)
orang penggamang mati jatuh orang peng.ga.mang mati jatuh [pb] siapa yg tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya
orang pesisir orang yg tinggal di daerah pesisir; -- pintar ki dukun; paranormal: dia terpaksa mendatangkan -- pintar di rumahnya untuk menangkal hal-hal yg tidak diinginkan
orang sabun orang bulai; orang balar
orang semenda orang yg kawin dng anggota suatu kaum jika dipandang dr kaum itu
orang sipil orang yg bukan anggota (dinas) militer
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
orang-orangan orang-orang.an [n] tiruan orang; boneka; patung: -- di tengah sawah itu gunanya untuk menakut-nakuti burung
utang kayu ara utang yg tidak akan dibayar
utangan utang.an [n] (1) yg diperoleh krn berutang; (2) yg berutang
orang utan kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus
orang awak sebutan bagi orang yg berasal dr Minangkabau
orang berdendang di pentas nya [pb] orang laki-laki berkuasa dl rumah tangganya
orang biasa rakyat umum; bukan orang berpangkat atau bukan orang bangsawan
orang budi-budian [pb] dua orang yg sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)
orang dahaga diberi air [pb] menolong orang yg kesusahan; memberi pelajaran kpd orang yg sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya
orang darat bongkong [ki] orang hulu yg jarang keluar dr kampungnya sehingga masih sederhana
orang gedean [cak] orang atau kelompok orang yg berkedudukan atau berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang halus roh; jin; (2) ark orang pandai
orang mandi bersiselam [pb] orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja
orang merdeka bukan budak (hamba) tebusan; orang bebas
orang muda selendang dunia [pb] (untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yg pemurah
orang ombak [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati) [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati)
orang terpegang pd hulu nya [pb] dl perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya dp kita
orang timpang jangan dicacat [pb] kecelakaan yg menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan krn boleh jadi kita mengalami hal yg sama di kemudian hari
orang tua ayah ibu kandung; (2) (orang tua) orang yg dianggap tua (cerdik pandai, ahli, dsb); orang-orang yg dihormati (disegani) di kampung; tetua
orang tua angkat pria dan wanita yg menjadi ayah dan ibu seseorang berdasarkan adat atau hukum yg berlaku; -- tua asuh orang yg membiayai (sekolah dsb) anak yg bukan anaknya sendiri atas dasar kemanusiaan: penyaluran dana -- asuh berjalan lancar
orang tua diajar makan pisang [pb] orang yg sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
utang [n] (1) uang yg dipinjam dr orang lain: membayar -- di bank; (2) kewajiban membayar kembali apa yg sudah diterima: -- budi dibawa mati
utang (pinjam) kayu ara [pb] (utang yg akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yg tidak akan dibayar
utang budi mendapat kebaikan hati dr orang lain dan wajib dibalas
utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati [pb] budi baik orang hanya dapat dibalas dng kebaikan pula
utang emas dapat dibayar [pb] kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya
utang nyawa tertolong hidupnya; dapat hidup krn pertolongan orang
utang piutang (uang) yg dipinjam dr dan yg dipinjamkan kpd orang lain
utang selilit (sebelit) pinggang ( utang tiap helai bulu) [pb] utangnya banyak sekali
orang banyak umum; publik; khalayak ramai
orang belakang [cak] istri
orang bini beranak tak boleh disuruh [pb] pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi
orang diri hanya sendiri; sendirian
orang haus diberi air [pb] mendapat apa yg sangat diinginkan
orang keblangsak anak yatim; gelandangan
orang mata bagian yg hitam pd mata
orang mengantuk disorongkan bantal [pb] memperoleh apa yg diinginkannya
orang ramai umum; publik; khalayak ramai
orang sebelah tetangga; jiran
orang setangga tetangga
orang tani petani; peladang
pawang hutan orang yg tahu benar tt hal-hal yg berhubungan dng hutan
bukan sembarang orang orang yg terpilih; bukan orang biasa
induk utang utang yg asal (pokok), belum ditambah bunga
hantu bunian orang halus yg tinggal di hutan; siluman
juru selamat orang yg menyelamatkan atau bertindak sbg penolong dl kesukaran; penyelamat; (2) Kris sebutan bagi Yesus Kristus
pak turut orang yg selalu mengikut apa saja yg dikatakan (dilakukan dsb) orang lain (ikut-ikutan, penurut)
acang-acang (dl) kampung orang yg dipercayai oleh orang sekampung; para cerdik pandai dl kampung
acang-acang alat orang yg mengatur peralatan
agen pemain orang (ba-dan) yg bertugas mencari pemain untuk bermain drama dsb
agen pembaharuan orang atau lembaga yg mendorong ter-ciptanya perubahan sosial ekonomi secara berencana (spt penyuluh pertanian, guru)
agen pengarang orang yg mewakili pengarang dl hal urusan penjualan dan penerbitan karyanya dng penerbit buku, dan merundingkan hak tambahan untuk penerbitan, penyiaran, dan pembuatan film
ahli agama orang yg mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim
ahli bahasa orang yg mahir dl pengetahuan bahasa
ahli bumi orang yg ahli dl pengetahuan tanah
ahli filsafat orang yg memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; filsuf
ahli fisika orang yg ahli dl bidang fisika; fisikawan
ahli fitopatologi orang yg ahli dl bidang ilmu penyakit tumbuh-tumbuhan
ahli geofisika orang yg ahli dl menentukan ciri fisik bumi dg menggunakan metode fisika kuantitatif
ahli geologi orang yg ahli dl menafsirkan struktur, asal mula, dan perkembangan bumi serta isinya
ahli hadis orang yg ahli dl seluk-beluk hadis orang yg berpegang pd hadis; pemegang hadis
ahli hukum orang yg mahir dl ilmu hukum
ahli ibadah orang yg taat menjalankan kewajiban agama (Islam dsb)
ahli ilmu racun orang yg mahir dl pembuatan dan penawar racun
ahli kitab orang-orang yg berpegang pd ajaran kitab suci selain Alquran
ahli kubur orang-orang yg telah meninggal; penghuni kubur
ahli maksiat orang yg gemar melakukan perbuatan yg tercela, buruk, dsb
ahli matematika orang yg ahli dl bidang matematika; matematikawan
ahli mikologi orang yg ahli dl bidang cendawan
ahli multimedia orang yg menguasai bidang komunikasi perantara (perhubungan)
ahli nujum orang yg pandai meramalkan sesuatu dng melihat bintang; (2) orang yg pandai meramal nasib orang dng melihat tapak tangan dsb
ahli obat orang yg ahli dl hal obat-obatan
ahli patung orang yg ahli dl membuat patung
ahli purbakala orang yg ahli dl bidang ilmu sejarah dan benda purbakala
ahli seismologi orang yg ahli dl cabang ilmu yg menelaah getaran bumi, baik yg disebabkan oleh alam maupun buatan; ahli gempa
ahli sejarah orang yg paham dl ilmu sejarah
ahli sihir orang yg memiliki dan menguasai ilmu sihir; juru teluh
ahli sufah orang yg turut hijrah bersama Nabi Muhammad saw. dr Mekah ke Medinah dng membawa harta seadanya, dl keadaan serba kurang
ahli suluk orang yg menganut dan melaksanakan tarekat tertentu untuk mendekatkan diri kpd Tuhan
ahli tafsir orang yg ahli dl menerangkan maksud ayat-ayat Alquran
ahli tasawuf orang yg mahir dl ilmu tasawuf; (2) orang yg menganut dan melaksanakan tasawuf
ahli tetas orang yg mempunyai keahlian dl bidang penetasan telur
ahli waris orang yg berhak menerima warisan (harta pusaka)
alat musuh orang (golongan, organisasi, partai politik) yg diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri
alim ulama orang-orang pandai dl pengetahuan agama Islam
amil zakat orang yg bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat
anak dabus orang yg ikut serta bermain dabus; pemain dabus
anak dagang orang perantauan; anak rantau
anak dayung orang yg mendayung; pendayung
anak muda orang yg masih muda; pemuda; (2) anak keenam
anak panggung orang yg mencari nafkah dng bermain dl pertunjukan pentas (sandiwara, tonil, komidi, dsb)
anak rantau orang yg mencari penghidupan di negara atau daerah lain
anak wayang orang yg menjadi pelaku (pemain) pd pertunjukan wayang orang atau ketoprak
anggota penderma orang yg secara tetap memberi derma kpd perkumpulan
anggota tentara orang yg masuk dl angkatan bersenjata
asisten apoteker orang yg ahli dl pembuatan obat-obatan, setingkat di bawah apoteker
asisten dokter orang yg bertugas membantu dokter dl melakukan kegiatan kedokteran
asisten dosen orang yg membantu dosen melaksanakan tugas profesionalnya
asisten sutradara orang yg membantu sutradara dl melaksanakan tugas profesionalnya
ayah angkat orang tua laki-laki yg bukan orang tua kandung, tetapi secara resmi menurut prosedur adat atau hukum diakui sbg ayah krn mengambil dan menganggap seseorang sbg anaknya sendiri dng segala hak dan kewajiban yg berhubungan dng kedudukan itu
badal haji orang yg melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain (spt menggantikan orang yg sudah me-; ninggal); wakil haji
bakal calon orang yg akan dicalonkan untuk menduduki suatu jabatan pimpinan (spt bupati, gubernur)
bandar buntut orang yg menjadi bandar judi buntut
bantu rumah tangga orang yg membantu dl urusan rumah tangga
benalu masyarakat orang atau golongan yg hidup menumpang atau menjadi beban masyarakat
budak belian orang yg dibeli dan dijadikan budak
bujang juandang orang halus yg konon dapat mendatangkan malang atau mujur kpd orang berjudi (terutama orang menyabung ayam)
bukti politik orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi
cekarau besar orang yg suka menyombong atau membual; (2) orang yg suka mencampuri urusan orang lain
cina buta orang yg menikahi perempuan dng dibayar (supaya perempuan itu setelah dicerai dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg telah tiga kali menalaknya); muhalil
cina kolong orang Cina pekerja tambang
dagang piatu orang asing yg hidup seorang diri
dukun tiban orang yg dl waktu terbatas mempunyai kemampuan mengobati suatu penyakit krn adanya kekuatan gaib akibat kerasukan roh
gembala kerbau orang yg pekerjaannya menggembala kerbau
hamba nafsu orang yg suka menurutkan hawa nafsunya
hitam birat orang yg kulitnya hitam lagi buruk rupa
homo kuadratus orang yg berbahu lebar atau persegi
ibu bapak orang tua; ayah dan ibu
induk semang orang perem-puan yg mengambil orang lain (bukan keluarga) menjadi karib baiknya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; (3) orang yg memegang rumah (mengusahakan, menyeleng-garakan) pemondokan
insan per-iklanan orang yg bergerak di bidang periklanan
insan pers orang yg berkecimpung dl dunia pers
instalatur air orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan air bersih ke rumah konsumen
instalatur listrik orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan aliran listrik di rumah konsumen
isi rumah orang-orang yg tinggal serumah; penghuni rumah
jago gelut orang yg gemar berkelahi
jago kandang orang yg hanya berani atau unggul (berbicara, melawan, dsb) di lingkungannya sendiri
jago karate orang yg pandai bermain karate
jago kepruk orang yg suka memukuli (berkelahi, dsb); tukang pukul
jago kertas orang yg tampaknya pemberani, padahal penakut
jago silat orang yg pandai bersilat
jago tinju orang yg pandai bertinju
johan arifin orang yg terutama di antara cerdik pandai
juru bahasa orang yg kerjanya menerjemahkan perkataan orang (bahasa lisan); penerjemah
juru bayar orang yg pekerjaannya membayarkan gaji, honorarium, dsb
juru gambar orang yg ahli dl gambar-menggambar
juru kemasan orang yg pekerjaannya membuat perhiasan dr emas dan intan
juru kira orang yg pekerjaannya memeriksa (menghitung dsb) keadaan keuangan dl buku, buku dagang, dsb; akuntan
juru lelang orang (jawatan) yg mengurus pelelangan barang-barang (hasil sitaan dsb)
juru mesin pesawat orang yg ahli memperbaiki mesin pesawat terbang
juru parkir orang yg pekerjaannya mengatur mobil yg parkir
juru ramal orang yg pekerjaannya meramal; peramal
juru rawat orang yg tugasnya merawat orang sakit; perawat
juru resep orang yg menangani resep obat; orang yg paham tt resep obat
juru rias orang yg pekerjaannya merias wajah (wanita, pengantin, dsb); perias; (2) Kom orang yg tugasnya mengatur pemilihan foto yg tepat, warna yg serasi, dsb untuk dimuat pd halaman media cetak sehingga kelihatan indah
juru runding orang yg menjadi perantara dl perundingan antara dua pihak; (2) Pol pejabat pemerintah yg pekerjaannya merundingkan masalah negara, msl perdamaian dan perang dng negara lain
juru selam orang yg ahli (pekerjaannya) menyelam di laut (sungai) untuk mencari benda-benda yg hilang, mutiara, dsb; peselam
juru suara orang yg bertugas mengatur sistem vokal (pemberian suara) dl pembuatan film
juru tafsir orang yg memberi ulasan (komentar)
juru tenung orang yg pekerjaannya menilik (meramalkan nasib orang dsb); tukang tenung; pandai tenung
juru teriak orang yg bertugas mengajak para penonton untuk menyaksikan pertunjukan drama
juru ukir orang yg pekerjaannya mengukir; pandai ukir; tukang ukir; pengukir
juru ulas orang yg mengulas soal-soal politik dsb dl surat kabar; komentator; (2) penulis atau penyiar (radio, televisi) yg memberikan ulasan tt suatu peristiwa berdasarkan pandangan dan pendapatnya sendiri
kafir harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
kafir muahid orang kafir yg telah mengadakan perjanjian dng umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dng umat Islam selama perjanjian berlaku
kafir zimi orang kafir yg tunduk kpd pemerintahan Islam dng kewajiban membayar pajak bagi yg mampu
karyawan manajerial orang yg berhak memerintah bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dan dikerjakan sesuai dng perintah
karyawan operasional orang yg secara langsung harus mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai dng perintah atasan -- tetap pegawai yg bekerja di suatu badan (perusahaan dsb) secara tetap berdasarkan surat keputusan
kaum dagang orang-orang yg berniaga
kaum eksekutif orang yg mempunyai kedudukan sbg pemimpin dl perusahaan
kaum non orang-orang yg tidak mau bekerja sama dng pemerintah (Belanda) pd zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia
kepala daerah orang yg mengepalai suatu daerah (msl gubernur untuk daerah tingkat I dan bupati untuk daerah tingkat II)
kepala desa orang yg mengepalai desa; lurah
kepala kampung orang yg mengepalai kampung
kepala keluarga orang yg bertanggung jawab thd suatu keluarga (biasanya bapak)
kepala negara orang yg mengepalai suatu negara (kerajaan)
kepala sekolah orang (guru) yg memimpin suatu sekolah; guru kepala
kepala stasiun orang yg mengepalai stasiun; sep stasiun
kepala suku orang yg menjadi pemimpin (raja) suatu suku
kuli salang orang yg pekerjaannya menata tumpukan bawang di pasar agar tampak menarik
langau merah orang yg mencari keuntungan dr perbuatan atau hal yg kotor
makelar devisa orang yg menjualbelikan alat pembayaran luar negeri atas dasar komisi atau rekeningnya sendiri
makelar ekspor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melakukan pembelian dan penjualan barang-barang ekspor
makelar impor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melaku-kan pembelian dan penjualan barang-barang impor
mantri garam orang yg bertugas menjual garam negara
manusia perahu orang-orang yg secara berbondong-bondong meninggalkan negerinya menuju negara lain dng menggunakan perahu
migran seumur hidup orang yg tinggal di daerah yg bukan tempat kelahirannya
mitra perjamuan orang yg duduk di sebelah kita mengelilingi meja dl suatu perjamuan
nenek moyang orang dulu yg menurunkan kita; leluhur
olah data 1 orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data
pahlawan kesiangan orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; (2) orang yg ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang
pakar bidang ilmu orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu, spt biologi, kimia, fisika
pasak negeri orang terkemuka dl suatu negeri tempat orang meminta nasihat; turus negeri
pasiva lancar utang perusahaan yg harus dilunasi dl jangka waktu paling lama satu tahun
pawang belat orang yg empunya belat
pawang buaya orang yg pandai menangkap atau menjinakkan buaya
pawang gajah orang yg pandai menangkap atau menjinakkan gajah
pawang hujan orang yg pandai menolak hujan
pawang lebah orang yg dapat menjinakkan lebah dan kebal thd sengatannya; orang yg ahli tt lebah; juru cari madu
pawang pukat orang yg ahli menangkap ikan dng pukat
pendekar pena orang yg pandai menulis (mengarang) dl surat kabar dsb
pihak kedua orang yg kedua (disebutkan atau dicantumkan setelah pihak kesatu), msl dl perjanjian
pihak kesatu orang yg pertama (disebutkan atau dicantumkan lebih dahulu), msl dl perjanjian
pihak ketiga orang lain yg tidak ikut serta, msl dl perjanjian; (2) bangsa atau negara lain dsb yg tidak berpihak dl persengkataan (peperangan dsb)
pujangga gereja orang kudus (baik pria maupun wanita segala zaman, yg dihargai secara khusus krn ajaran yg dikemukakan benar, mendalam, dan sangat bijaksana)
raja jenang orang yg mengatur segala sesuatu dl penyabungan ayam
rakyat biasa orang kebanyakan; bukan bangsawan; bukan hartawan
rakyat kecil orang yg tingkat sosial ekonominya sangat rendah; orang kebanyakan (bukan penguasa pemerintahan)
ruap (dan) sampah orang yg sangat hina dl masyarakat; sampah masyarakat
saji makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan ilmiah
saksi ahli orang yg dijadikan saksi krn keahliannya, bukan krn terlibat dng suatu perkara yg sedang disidangkan
saksi mata orang yg melihat sendiri akan suatu kejadian
sanak saudara orang yg masih mempunyai hubungan keluarga; kerabat: -- saudaranya baru kembali dr rantau
saudara belahan orang-orang yg senenek moyang
sekretaris kehormatan orang yg melaksanakan tugas sekretariat suatu klub, organisasi, dsb tanpa dibayar
sekretaris pribadi orang yg menjadi pembantu orang lain untuk mengerjakan tulis-menulis, surat-menyurat, mencatat pembicaraan, dsb
sidang Jumat orang-orang yg bersalat Jumat
sidang ramai orang banyak; umum
sumber belajar orang yg dapat dijadikan tempat bertanya tt berbagai pengetahuan
talang kuda orang yg menjadi perantara dl menjual kuda
tamu agung orang yg berkedudukan tinggi yg sedang berkunjung dsb
tamu di negeri sendiri orang yg merasa asing di negeri sendiri; tidak mempunyai kuasa di negeri sendiri
tangan jahat orang yg berbuat jahat spt menganiaya, membunuh, membakar rumah
tangan jahil orang yg suka iseng spt corat-coret, colak-colek
teman hidup orang yg dijadikan pasangan hidup (istri atau suami)
tempat bertanya orang yg ditanyai
tenaga profesional orang yg ahli menjalankan tugasnya dl suatu profesi tertentu
tenaga terampil orang yg pekerja terampil krn melalui pengalaman tertentu
tuangku kubur orang yg sudah meninggal; ahli kubur
tukang koran orang yg bekerja menyampaikan surat kabar kpd pelanggannya atau menjualnya kpd khalayak yg memerlukan
tukang kuda orang (buruh) yg pekerjaannya memelihara kuda (membersihkan kandang, membersihkan kuda, memberi makan, dsb)
tukang pijit orang yg pekerjaannya memijit; tukang urut
tukang rekening orang yg pekerjaannya menagih rekening
tukang sampah orang yg pekerjaannya membersihkan jalan (menyapu dan membuang sampah)
tukang serobot orang yg suka melanggar hak orang (mencuri, merampas, merebut, dsb)
tukang sulap orang yg ahli dl main sulap
tukang sunat orang yg mengkhitan; bengkong
tukang tadah orang yg menerima barang curian (selundupan dsb)
tukang temberang orang yg suka bercakap muluk-muluk (membual dsb)
uang ujian orang yg dibayarkan oleh siswa atau mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian; (2) uang vakasi
wakil nikah orang yg menggantikan laki-laki dl melaksanakan upacara pernikahan
wakil rakyat orang-orang yg duduk sbg anggota badan perwakilan rakyat; utusan rakyat
wali murid orang yg menjamin dan bertanggung jawab thd seorang anak di sekolahnya, spt ibu, bapak, saudara
warga dunia orang yg tidak menjadi warga salah satu negara; orang yg tidak berkebangsaan
warga negara asing orang warga negara lain
wong agung orang besar; para pembesar; pejabat
bersahutan ber.sa.hut.an [v] (1) berbalasan; bersambutan; saling menjawab: untuk memeriahkan pesta itu, mereka berpantun -; (2) susul-menyusul: suara orang azan terdengar -
buang utang hukuman yg dijatuhkan kpd seseorang yg selalu berutang dan tidak pernah melunasinya, utang itu menjadi tanggung jawab keluarganya, tetapi orang itu dibuang dr keluarga
melepasi utang me.le.pasi utang membayarkan utang orang lain
mengutangkan meng.u.tang.kan [v] meminjamkan uang atau benda kpd seseorang; memperutangkan
mulut-mulutan mu.lut-mu.lut.an [n kas] sebutan; percakapan: menjadi -- orang
piutang pi.u.tang [n] (1) uang yg dipinjamkan (yg dapat ditagih dr seseorang); utang-piutang, uang yg dipinjam dr orang lain dan yg dipinjamkan kpd orang lain; (2) tagihan uang perusahaan kpd para pelanggan yg diharapkan akan dilunasi dl waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan
rebutan re.but.an [n] (1) hasil merebut; (2) yg direbut atau yg diperebutkan: ia seorang gadis cantik yg menjadi ~ pemuda di kampungnya; (3) perayaan (Cina) dng mengadakan sedekah yg diperebutkan orang banyak; (4) perlombaan memanjat batang (batang pinang) yg dilumasi lemak untuk memperoleh barang-barang yg digantungkan pd puncaknya; (5) cak berebutan
sebutan se.but.an [n] (1) sesuatu yg disebut atau disebutkan; panggilan; nama; gelar: ia disangka orang kaya, tetapi -nya saja kaya, sebenarnya tidak; buku itu dl -- berharga Rp10.000,00, sebenarnya hanya Rp9.000,00; (2) panggilan; nama; gelar: ia memperoleh -- "macan bola" krn ia pemain sepak bola yg ulung; (3) kutipan: dl karangan tercantum berpuluh-puluh -- dr berbagai-bagai kitab karangan orang-orang pandai; (4) lafal; ucapan: -- untuk huruf W adalah /wE/; (5) sesuatu yg selalu dipercakapkan orang; buah mulut; gamit-gamitan: ia menjadi -- banyak orang krn perbuatannya; (6) Ling bagian kalimat yg menceritakan atau memberi pernyataan tt pokok kalimat; predikat, msl "menangis" dl kalimat Adik menangis adalah sebutan
sikut-sikutan si.kut-si.kut.an [v] (1) cak menyinggung-nyinggung (mendesak dsb) dng siku (dl permainan bola, pencak, dsb); main sikut-sikutan; (2) ki main curang (tidak jujur dsb); (3) ki merebut milik (tempat, kedudukan) orang
sutan su.tan [Mk n] (1) sebutan (menurut adat) bagi kaum bangsawan: orang tuanya keturunan --; (2) (nama salah satu) gelar kebangsawanan: Azis gelar -- Sati; setelah menikah ia bergelar -- Marajo
ajang orang milik orang; -- seleksi tempat untuk menyeleksi (pemain dsb): kejuaraan atletik se-Jawa itu digunakan sbg -- seleksi bagi pemain daerah
anak orang [pb] seseorang yg asing bagi kita akan tetap asing juga
angkutan ang.kut.an [n] (1) barang-barang (orang-orang dsb) yg diangkut; (2) cara mengangkut: ~ dng kereta api lebih murah dp dng truk
anjing hutan anjing liar yg hidup di hutan; serigala; Cuon javanicus
anutan anut.an [n] (1) contoh yg baik; ikutan: para pemimpin hendaknya dapat juga dijadikan ~ bagi rakyat; (2) keyakinan (ajaran) yg dianut
ayam hutan ayam liar yg hidup di hutan (biasanya lebih gesit dp ayam kampung)
babi hutan babi yg hidup di hutan yg belum diternakkan manusia; celeng; Sus scrofa
baju kutang lihat kutang
bak menanti orang dahulu bak menanti orang dahulu, bak me.la.lah orang kudian [pb] melakukan sesuatu yg sia-sia
banyak orang banyak ragam nya [pb] tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri
bekernyutan be.ker.nyut.an [v] bekernyut: kulit orang tua yg kurus itu ~
berat pd mata orang lain [ki] disegani (dihormati) orang
berebut-rebutan be.re.but-re.but.an [v] berebutan
bergelanggang di mata orang banyak ber.ge.lang.gang di mata orang banyak [ki] nyata atau terang sekali
bergulung dng utang ber.gu.lung dng utang [ki] banyak utang
berlidah di lidah orang ber.li.dah di lidah orang [pb] hanya menurut perkataan orang saja; ~ buaya ki kata-katanya penuh dng tipu daya licik: orang yg ~ buaya akhirnya dijauhi orang banyak
berorang-orang ber.o.rang-orang [Mk v] berlaku spt orang lain (bukan secara kekeluargaan)
berpautan (dng) ber.pa.ut.an (dng) [v] bersangkutan (dng); bertalian (dng): tangan mereka ~
berpiutang ber.pi.u.tang [v] mempunyai piutang: siapa-siapa yg berutang dan ~ kpd almarhum, diminta datang kpd ahli warisnya
bersahut-sahutan ber.sa.hut-sa.hut.an [v] berbalas-balasan; bersahutan
bersambutan ber.sam.but.an [v] (1) bersahutan; berbalasan; jawab-menjawab: pd malam pesta itu muda-mudi berpantun -- dng riang; (2)berkenaan (dng); sesuai (dng); menurut: -- dng anjuran Pemerintah, kita harus berusaha meningkatkan produksi pangan
bersangkutan ber.sang.kut.an [v] (1) berhubungan; bertalian: persoalan yg tidak -- dng usaha kita perlu dibicarakan dl rapat ini; (2) terlibat (dl suatu perkara, persoalan, dsb): beberapa orang yg -- dl perkara itu sudah ditahan polisi; (3) berkepentingan: mereka yg -- dapat berhubungan langsung dng kepala kantor
bersutan ber.su.tan [v] menyebut sutan kpd; memanggil sutan kpd: ia selalu -- kpd saya meskipun ia tahu saya bukan bangsawan
bersutan-sutan ber.su.tan-su.tan [v] (suka) menyombongkan kebangsawanannya; congkak krn kebangsawanannya: orang yg suka -- tidak akan banyak kawannya
bertanam berurutan ber.ta.nam berurutan penanaman tanaman segera setelah tanaman terdahulu dipanen pd sebidang tanah yg sama
berurutan ber.u.rut.an [v] berjalan sesuai dng urutannya; berturut-turut
berutang ber.u.tang [v] mempunyai utang (kpd): kpd teman-teman, saya tidak ~ sesen pun
cadangan pelunasan utang ca.dang.an pelunasan utang sejumlah uang yg disisihkan secara teratur untuk melunasi utang jangka panjang
daerah seberang lautan daerah yg harus dicapai dng menyeberangi lautan; (2) daerah jajahan
dana pelunas utang dana perusahaan untuk membayar utang jangka panjang yg dibentuk dng menyisihkan sebagian laba secara berkala
dana penyusutan [Ek] uang yg berasal dr penyusutan yg disisihkan untuk tujuan penyusutan harta tetap
di padang orang berlari [pb] tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
diserakkan padi awak diimbaukan orang lain [pb] orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan
duduk seorang bersempit-sempit duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama ber.la.pang-la.pang [pb Mk] dng musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan
eutanasia eu.ta.na.sia [n] tindakan mengakhiri dng sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yg sakit berat atau luka parah dng kematian yg tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan
gambir hutan tumbuhan memanjat, panjangnya mencapai 10 m, ditanam sbg pohon hias atau sbg bahan obat tradisional (jamu); melati hutan; pancasuda; Jasminum pubescons atau Trigonopleura malayana
gayutan ga.yut.an [n] (1) tempat bergayut; tempat bergantung; sangkutan; gantungan; (2) sangkut paut: hal itu tidak ada ~ nya dng hal ini; (3) perihal (hasil) menggayut
gigi hutan [ki] pinggir (tepi) hutan
hasil hutan barang-barang yg didapat dr tumbuhan dl hutan (spt rotan, damar, kayu)
hidup di ujung gurung orang [pb] orang yg hidup melarat
hujan emas di negeri orang [pb] sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
hutan hu.tan [n] (1) tanah luas yg ditumbuhi pohon-pohon (biasanya tidak dipelihara orang); (2) tumbuhan yg tumbuh di atas tanah yg luas (biasanya di wilayah pegunungan); (3) yg tidak dipelihara orang; yg liar (tt binatang dsb): ayam --; anjing --
hutan alam hutan yg terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia, memiliki berbagai jenis pohon campuran dan dari segala umur
hutan bakau hutan di daerah dekat pantai yg dipengaruhi air payau, biasanya ditumbuhi jenis bakau Rhizophora, api-api, Avicennia, dan pedada, Sohnetatia
hutan basah tropis hutan daerah dataran rendah tropis yg beriklim basah (banyak hujan), kaya akan tumbuhan yg ditumbuhi liana dan epifit, dan selalu hijau sepanjang tahun
hutan belantara hutan rimba
hutan belukar hutan yg ditumbuhi kayu-kayuan yg kecil-kecil
hutan berdaun jarum hutan yg pohonnya berdahan tegak lurus, relatif pendek dan kecil, serta berdaun spt jarum; -- beton ki areal yg dipenuhi oleh gedung pencakar langit: program penghijauan kota perlu mendapatkan perhatian serius, apalagi Jakarta kian dipenuhi dng -- beton
hutan Boreal [Hut] kawasan hutan yg bersebelahan dng padang lumut (tundra) sepanjang garis pepohonan Kutub Utara
hutan buatan hutan yg terjadi melalui penanaman buatan, berjenis pohon murni dan seumur, umumnya untuk keperluan bahan mentah industri kehutanan, spt hutan tusam, hutan jati
hutan gambut hutan yg tumbuh di rawa-rawa air tawar dng lapis serasah tebal
hutan hujan tropis hutan dng keadaan iklim selalu basah, tanah kering di daratan selalu hijau
hutan karet hutan yg ditanami (ditumbuhi) pohon karet
hutan kerangas tipe hutan hujan tropis yg umumnya terdapat di Kalimantan, yg setelah ditebang atau dibakar tidak dapat ditanami padi krn mempunyai tanah podsol dng pH 3-4 dan kandungan haranya rendah
hutan komunal hutan yg pemilikan serta pengelolaannya dilakukan bersama-sama
hutan larangan hutan yg pohonnya tidak boleh ditebang
hutan lepas hutan rimba
hutan lindung hutan yg mempunyai keadaan alam demikian rupa sehingga pengaruhnya yg baik thd tanah, alam sekelilingnya, dan tata air perlu dipertahankan dan dilindungi
hutan muda hutan yg ditumbuhi pohon baru; hutan yg belum pernah diolah (dimanfaatkan produknya)
hutan murni hutan yg sebagian besar dihuni oleh satu jenis pohon
hutan musim hutan yg dipengaruhi musim kemarau nyata sehingga air merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhannya
hutan pantai hutan yg terbentuk di pantai berpasir dan berbatu
hutan perawan hutan asli, yg belum pernah ditebang
hutan primer hutan yg stabil yg belum dieksploitasi oleh manusia
hutan produksi kawasan hutan; guna produksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat pd umumnya, untuk pembangunan, industri, dan ekspor pd khususnya
hutan rantau hutan milik suku, hutan tanah
hutan rimba hutan lebat dng pohon yg sudah berumur tua
hutan sekunder hutan alam atau buatan yg tumbuh setelah hutan primer -- semak belukar hutan yg ditumbuhi pohon-pohon rendah, berdaun kecil-kecil, dan berbatang keras
hutan suaka alam kawasan hutan yg krn sifatnya yg khas diperuntukkan secara khusus untuk perlindungan alam hayati dan manfaat lainnya
hutan sudah terambah hutan sudah te.ram.bah , teratak sudah tertegak [pb] pekerjaan sudah sempurna dikerjakan
hutan tanah hutan rantau
hutan tua hutan yg terdapat pd daerah yg beriklim tropis, ditumbuhi pohon berukuran tinggi, daunnya kurang lebat, tumbuhan di bawahnya sering lebat
hutan tutupan hutan larangan
hutan wisata kawasan hutan yg dibina dan dipelihara secara khusus guna kepentingan pariwisata dan wisata buru
hutang hu.tang [Lihat {utang}]
ikut-ikutan ikut-ikut.an [v] mengikut saja (pikiran, perbuatan, dsb) orang lain (tanpa kesadaran atau keinsafan): perbuatan harus didasarkan pd keinsafan dan bukan hanya ~
ilmu kehutanan ilmu yg mencakupi pengusahaan tanah hutan sbg sumber produksi yg permanen, penanaman dan penggunaan kayu, pengaturan hutan guna proteksi air, pengaliran air sungai, dan manajemen binatang liar di hutan
isi lemak dapat ke orang [pb] orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja
jemputan jem.put.an [n] (1) undangan; ajakan; (2) Mk peminangan kpd orang laki-laki untuk dijadikan menantu: bangsawan itu telah menerima lima ~ dr dara-dara sekampungnya; (3) Mk uang atau barang yg akan diserahkan kpd pihak calon pengantin laki-laki; (4) (kendaraan) yg dipakai menjemput: mobil ~; (5) tindak menjemput: saya tidak perlu ~ oleh siapa pun
kaki hutan tepi hutan
kambing hutan kambing liar yg hidup di hutan, bentuk badan lebih besar dp kambing biasa, berbulu agak lebat dan kasar; Nemorrhaedus sumatrensis
karam berdua basah seorang karam ber.dua basah seorang [pb] dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yg kena hukum
kebangkrutan ke.bang.krut.an [n] perihal (keadaan) bangkrut dr perusahaan krn tidak mampu membayar utang-utangnya dsb
kebuyutan ke.bu.yut.an [n] buyutan
kehutanan ke.hu.tan.an [n] pengetahuan (perusahaan dsb) yg berhubungan dng hutan: jawatan --
kejutan ke.jut.an [n] (1) segala yg menimbulkan kaget; guncangan: berbagai perubahan itu hendaknya jangan menimbulkan ~ yg dapat mengganggu kelangsungan pembangunan; (2) segala yg munculnya tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya: penunjukannya sbg pejabat merupakan ~ di kantornya; (3) Tern pembangkit gerakan listrik untuk mengeluarkan mani; (4) Sas perubahan dl lakuan secara tiba-tiba dan tidak terduga sehingga lanjutan cerita tidak sesuai dng dugaan pembaca
kekalutan ke.ka.lut.an [n] (1) keadaan kalut; kekusutan: ~ rumah tangganya disebabkan oleh tekanan ekonomi yg semakin berat; (2) kekacauan; kerusuhan: akibat ~ yg terjadi di daerah hitam kemarin malam, banyak jiwa yg melayang
kekecutan ke.ke.cut.an [n] (1) kengerian (tt hati, perasaan, dsb); ketakutan; (2) perihal (yg bersifat, berciri) pengecut: jangan tunjukkan ~ mu kpd musuhmu
kekejutan ke.ke.jut.an [n] kekagetan; keterkejutan
kekusutan ke.ku.sut.an [n] perihal yg kusut; kekacauan (pikiran); kekusutan (hati)
keseorangan ke.se.o.rang.an [n] dl keadaan seorang diri (kesunyian, terpencil, dsb)
kitorang ki.to.rang [pron] kita orang; kita (terutama digunakan di Manado dan Ambon): tinggal sedikit hari -- rayakan Natal
komunitas hutan bakau komunitas yg hidup di hutan bakau di daerah pantai
kuman di seberang lautan tampak [pb] kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan
laki-laki jemputan la.ki-la.ki jemputan laki-laki yg dipilih dan diambil menjadi menantu
larutan hipertonik la.rut.an hipertonik larutan dng tekanan osmotik yg lebih tinggi dp tekanan osmotik cairan tubuh, darah, atau larutan pembanding
larutan hipotonik la.rut.an hipotonik larutan yg tekanan osmotiknya lebih rendah dp tekanan osmotik cairan tubuh
larutan ideal la.rut.an ideal larutan yg volumenya adalah jumlah volume bagian-bagiannya, tiada terjadi panas pd percampuran dan memenuhi hukum Raoult
larutan isotonik la.rut.an isotonik larutan yg tekanan osmotiknya sama dng cairan tubuh ataupun larutan lain yg dibandingkan
larutan jenuh la.rut.an jenuh larutan dng kadar maksimum zat terlarut pd suhu tertentu dan dl keadaan seimbang kadarnya tidak berubah walaupun lebih banyak zat terlarut yg ditambahkan
larutan kaya la.rut.an kaya larutan yg mengandung logam berharga sbg hasil pengatusan bijih
larutan kimia la.rut.an kimia larutan yg zat terlarut dan pelarutnya bereaksi membentuk senyawa yg melarut dl pelarut dan tidak dapat diperoleh kembali dng penyulingan
larutan koloid la.rut.an koloid larutan krn proses kimia
larutan Krebs-Ringer la.rut.an Krebs-Ringer larutan Ringer yg dimodifikasi yg mengandung magnesium sulfat dan bufer fosfat di samping komponen larutan Ringer yg lain
larutan majir la.rut.an majir larutan sisa di dl hidrometalurgi yg tidak lagi mengandung logam berharga
larutan metastabil la.rut.an metastabil larutan tidak jenuh yg tidak stabil, mudah berubah bila dipanaskan atau dioksidasi
larutan Ringer la.rut.an Ringer [Kim] larutan isotonik dr tiga klorida
larutan sempurna la.rut.an sempurna larutan yg memenuhi syarat yg ditentukan
layar bubutan [Lay] layar yg berbentuk segitiga dipasang searah dng tali bubutan dekat tiang layar agung, gunanya untuk membelokkan kapal
lengkung susutan lengkung yg menunjukkan laju pengurangan krn penyusutan
main sikut-sikutan menyinggung-nyinggung (mendesak-desak) dng sikut; (2) main curang; merebut milik (tempat, kedudukan) orang dng curang; menipu
makan keringat orang [ki] mengecap kesenangan dsb dng jalan mempekerjakan orang lain [ki] mengambil keuntungan dr hasil kerja keras orang lain
megasporangium me.ga.spo.ra.ngi.um [n Bot] sporangium yg menghasilkan megaspora, yg pd tumbuhan berbiji berupa bakal biji
melabuhkan orang me.la.buh.kan orang mencampakkan orang ke laut
melati hutan gambir hutan
membawakan cupak ke negeri orang [pb] memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang
memberi lauk kpd orang membantai [pb] memberi pertolongan kpd orang yg tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)
memijak kepala (orang) me.mi.jak kepala (orang) sangat menghina orang
memiutangkan me.mi.u.tang.kan [v] menjual barang dagangan dsb yg pembayarannya menjadi piutang (krn tidak dibayar tunai)
memperutangi mem.per.u.tangi [v] mengutangi
memperutangkan mem.per.u.tang.kan [v] mengutangkan
memugar hutan me.mu.gar hutan menjadikan hutan kembali (dng menanami kembali dng tanaman baru); (2) membuka hutan
menari (merentak) di ladang orang [pb] bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
menarik piutang me.na.rik piutang menuntut atau menagih piutang
menebas hutan me.ne.bas hutan menebang pohon-pohonan di hutan; membuka hutan untuk ditanami: ~ jalan meretas (membuat) jalan di hutan
mengairi sawah orang meng.a.iri sawah orang [pb] menguntungkan orang lain
mengajar orang tua makan dadih [pb] mengajar orang yg lebih pandai
mengerami telur orang meng.e.rami telur orang [ki kas] mengawini perempuan yg sudah mengandung
menghutan meng.hu.tan [v] ditumbuhi pohon lebat yg tidak terpelihara menjadi (spt) hutan
menghutankan meng.hu.tan.kan [v] (1) membiarkan ditumbuhi pohon-pohon secara tidak teratur spt hutan; (2) menanami pohon-pohonan (besar) spt hutan; menjadikan hutan: Pemerintah ~ lereng-lereng gunung untuk mencegah banjir
mengorangkan meng.o.rang.kan [v] menganggap atau menghargai sbg orang
menguati harta orang me.ngu.ati harta orang mengambil harta orang (lain) dng paksa
mengunyah orang bergigi mengunyah orang ber.gi.gi [pb] mengajar (memberitahu) orang yg sudah tahu
menodai nama orang tua [ki] merusak harga diri orang tua
menunjukkan ilmu kpd orang menetak [pb] nasihat yg baik itu tidak berguna bagi orang yg tidak mau menggunakannya
menyandang lemang hangat orang [pb] menderita akibat perbuatan orang lain
menyinggung mata bisul orang [pb] mengenai apa yg paling sakit (peka) bagi seseorang
merecak tengkuk orang me.re.cak tengkuk orang duduk di atas tengkuk orang; (2) ki mengambil keuntungan atas jerih payah orang lain
minta dedak kpd orang mengubik [pb] minta pertolongan dsb kpd orang yg tidak punya
minum darah orang [pb] banyak merugikan orang dng mengambil keuntungan yg berlebih-lebih darinya
mulut di mulut orang [pb] selalu meniru perkataan orang
pajak perorangan pajak yg dikenakan pd orang seorang (dl kaitan dng pendapatannya)
panutan pa.nut.an [n] anutan; teladan
pembarutan pem.ba.rut.an [n] proses, cara, perbuatan membalut (membebat); pembalutan; pembebatan
pencarak benak orang pen.ca.rak benak orang [pb] orang yg suka mengambil milik orang lain dng cara yg lalim
penciutan pen.ci.ut.an [n] proses, cara, perbuatan menciutkan; penyempitan; penyusutan; pengurangan: ~ jumlah pendukung bahasa semakin nyata
pendidikan orang dewasa pen.di.dik.an orang dewasa kegiatan secara terorganisasi yg bertujuan memberikan pendidikan kpd orang dewasa, yg diselenggarakan pd waktu tertentu
pengangkutan peng.ang.kut.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengangkut: ~ jemaah haji dr Indonesia dilakukan dng pesawat udara; (2) usaha membawa, mengantar, atau memindahkan orang atau barang dr suatu tempat ke tempat lain; (3) Geo pemindahan bahan lepas batuan oleh air sungai, angin, gletser, air laut, dan gaya berat
penggundulan hutan peng.gun.dul.an hutan pembabatan habis hutan di suatu kawasan yg bukan bersifat sementara
penghutanan peng.hu.tan.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan hutan: proyek ~ tanah-tanah gundul dng tanaman pohon jati dan karet sudah lama dilaksanakan
pengurutan vibrasi peng.u.rut.an vibrasi pengurutan (badan) dng getaran secara manual atau dng memakai vibrator
pengusutan peng.u.sut.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengusut; pemeriksaan; penyelidikan: untuk ~ lebih lanjut, ia kini ditahan berikut sepeda motor curiannya; (2) usaha mencari bahan-bahan bukti apabila timbul dugaan seseorang melakukan tindak pidana
penuh ketakutan sangat ketakutan
perah orang lain pe.rah orang lain , ki mencari untung dr orang lain dng jalan tidak halal
perekrutan pe.rek.rut.an [n] (1) proses, cara, perbuatan merekrut: ia melihat bahwa ~ karyawan di BUMN cenderung sekadar memberi lapangan kerja; (2) Pol pemilihan dan pengangkatan orang untuk mengisi peran tertentu dl sistem sosial berdasarkan sifat dan status spt suku, kelahiran, kedudukan sosial, dan prestasi atau kombinasi dr kesemuanya
perhutanan per.hu.tan.an [n] (1) urusan (pemeliharaan dsb) hutan; (2) pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan untuk tujuan komersial yg merupakan spesifikasi kegiatan kehutanan
perlucutan senjata sepihak per.lu.cut.an senjata sepihak [Pol] taktik yg dipakai oleh pemimpin negara perunding untuk mengatasi jalan buntu dl perundingan perlucutan senjata dng berusaha mengambil jalan keluar secara sepihak, dng tujuan bahwa, kalau satu pihak menghentikan pembuatan senjata, pihak lain diharapkan akan berbuat yg sama
permautan per.ma.ut.an [n] banyaknya orang mati; angka kematian
perorangan per.o.rang.an [n] perihal orang seorang
persangkutan per.sang.kut.an [n] pertalian; hubungan; sangkutan
perseorangan per.se.o.rang.an [n] yg berkaitan dng orang secara pribadi
perturutan per.tu.rut.an [n] (1) hal (keadaan) berturut-turut; (2) kelanjutan
perusahaan angkutan per.u.sa.ha.an angkutan perusahaan yg bergerak di bidang jasa angkutan
perutangan per.u.tang.an [n] (1) perihal utang-berutang; (2) yg memberi utang; yg menagih utang
proteksi hutan perlindungan hutan thd bahaya api, pengawasan thd binatang yg merusak hutan, serta penyakit kayu
rambutan ram.but.an [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 15-20 m, bercabang banyak dan rindang, bunganya hijau kekuning-kuningan, buahnya bulat lonjong berambut, jika masih muda buahnya berwarna hijau dan kalau sudah matang berwarna merah (kuning), isinya putih dan rasanya manis atau masam; Nephelium lappaceum; (2) buah rambutan
rambutan aceh rambutan lekang
rambutan jantan pohon rambutan berbunga, tetapi bunganya tidak menjadi buah
rambutan lekang rambutan dr jenis yg baik, daging buahnya dapat lepas dr bijinya
sahutan sa.hut.an [n] jawaban; balasan; sambutan: krn kesalnya, ia tidak memberi -- sepatah kata pun
sangkutan sang.kut.an [n] (1) gantungan; kaitan: taruh bajumu pd -- yg ada di belakang pintu itu; (2) halangan; rintangan; hambatan; ganjalan: dia belum dapat memaafkan temannya itu krn masih ada -- akibat peristiwa dulu; (3) utang: dia masih mempunyai -- pd saya; (4) pertalian; hubungan: kepala kantor itu masih mempunyai -- keluarga dng sekretarisnya
sbg orang mabuk gadung [pb] rupa seseorang yg lemah dan pucat krn mengidap penyakit
sedekah rebutan sedekah yg diperebutkan oleh orang banyak; (2) perlombaan memanjat bambu atau batang pinang yg dilumuri dng lemak untuk mengambil sedekah berupa barang-barang hadiah yg digantungkan di puncaknya
sembarang orang asal orang saja
semut-semutan se.mut-se.mut.an [a] kesemutan
seorang se.o.rang [n] (1) satu orang: yg datang hanya -- pegawai; (2) sendiri: tinggal dia -- yg belum makan
seorang makan cempedak [ki] seorang yg bersalah, semuanya mendapat nama yg tidak baik
seorang makan nangka [pb] seorang yg berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya
seseorang se.se.o.rang [n] seorang yg tidak dikenal: tadi ada -- menelepon Anda
sorang so.rang [n cak] seorang
sorangan so.rang.an [a] sendirian; seorang diri: janda yg tidak punya anak itu hidup -- saja
spt orang kecabaian spt orang ke.ca.bai.an [pb] sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)
spt orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak [pb] seseorang yg daif yg tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
sukar kaji pd orang alim [pb] orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya
susur hutan tepi hutan
sutan di mata beraja di hati [pb] orang yg suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
tidak ada orang menggaruk ke luar badan tidak ada orang meng.ga.ruk ke luar badan [pb] biasanya orang berpihak kpd kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
tuntutan teriorial tun.tut.an teriorial tuntutan oleh negara atas sebagian wilayah suatu negara lain
turut-turutan tu.rut-tu.rut.an [n] turutan
turutan tu.rut.an [n] (1) barang apa yg diturut (dicontoh); contoh; teladan; (orang) yg diturut; (2) sesuatu yg berturut-turut; (3) sesuatu yg turut (ikut); (4) Juz Amma
urutan kata bebas urut.an kata bebas [Ling] urutan kata yg tidak dipakai untuk menandai hubungan gramatikal dan yg dapat diubah tanpa mengubah atau merusak makna kalimat, terutama terdapat dl bahasa inflektif yg strukturnya ditandai oleh morfem terikat
urutan kata tetap urut.an kata tetap [Ling] urutan kata yg dipakai untuk menyatakan hubungan gramatikal dan yg tidak dapat diubah tanpa mengubah atau merusak makna kalimat
urutan pelolosan urut.an pelolosan [Ling] dua kaidah, A dan B, berurutan sehingga kaidah A mengubah segmen yg seharusnya menjadi masukan atau penentu kaidah B, maka dikatakan bahwa kaidah A meloloskan kaidah B, atau antara kaidah A dan B terdapat urutan pelolosan
urutan pelolosan balik urut.an pelolosan balik [Ling] dua kaidah, A dan B, berurutan sehingga A akan meloloskan B bila urutan dibalik
urutan pengumpanan urut.an pengumpanan [Ling] dua kaidah, A dan B berurutan sehingga kaidah A menghasilkan segmen yg menjadi masukan atau penentu kaidah B
urutan pengumpanan balik urut.an pengumpanan balik [Ling] dua kaidah, A dan B berurutan sehingga A akan mengumpani B bila urutannya dibalik
abang [n] (1) kakak laki-laki; saudara laki-laki yg lebih tua: -- nya tiga tahun lebih tua; (2) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua atau tidak dikenal: tahukah -- jalan ke kantor pos?; (3) panggilan istri kpd suami: sudah dua hari -- tidak pulang; (4) sebutan untuk penjual sayur, penjual ikan, pengemudi becak, dsb: ia biasa belanja pd -- sayur yg lewat di depan rumahnya [Jw a] merah
aboi [n] (1) sebutan bagi pembesar orang Cina; (2) kepala kampung orang Cina pd sebuah luak (msl di Kalimantan Barat)
adopsi adop.si [n] (1) pengangkatan anak orang lain sbg anak sendiri; (2) Huk penerimaan suatu usul atau laporan (msl dl proses legislatif); (3) pemungutan
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
akan [adv] (untuk menyatakan sesuatu yg hendak terjadi, berarti) hendak: disangkanya hari -- hujan; akan-akan a mirip benar; hampir sama benar [p] (1) (sbg kata perangkai untuk menghubungkan verba dsb dng pelengkapnya yg berarti:) kepada: ia lupa -- orang tuanya; (2) mengenai; tentang; terhadap: -- harta peninggalan orang tuanya itu tiada dipikirkannya lagi; (3) untuk: uang ini dapat kaupakai -- pembayar utangmu
almarhum al.mar.hum [n] (1) yg dirahmati Allah (sebutan kpd orang Islam yg telah meninggal); (2) yg telah meninggal; mendiang: di ruang tamu tergantung lukisan besar -- Jenderal Sudirman; (3) kata untuk menyebut orang yg telah meninggal: -- pernah menjabat sbg duta besar di Singapura
amputan am.put.an [n] (1) kemaluan (perempuan); (2) gundik
anak semang anak se.mang [n] (1) orang yg diambil orang lain (bukan keluarganya) sbg kerabatnya; (2) orang yg dipekerjakan atau yg bekerja pd orang lain (spt orang gajian, pegawai); (3) orang yg diberi modal untuk berdagang atau yg menjualkan dagangan orang lain; (4) orang yg menumpang makan (mondok); (5) orang yg bekerja pd orang lain krn terikat oleh utang
angglap ang.glap [Jk v] , meng.ang.glap v menggelapkan milik orang lain (uang, barang, dsb); tidak membayar utang dsb
angin turutan angin buritan
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
angku ang.ku [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) panggilan (sebutan) kpd orang yg patut dihormati; (3) kakek
anglap ang.lap [Jw] meng.ang.lap v mengambil milik orang lain; tidak membayar (msl utang); mencuri
antisemitisme an.ti.se.mi.tis.me [n] paham yg dianut oleh orang-orang yg tidak suka pd segala sesuatu yg bersangkutan dng bangsa Yahudi
antropoda an.tro.po.da [n] kera tidak berekor dan berjalan agak tegak, dr keluarga primata (simpanse, gorila, orang utan, atau gibon)
antropoid an.tro.po.id [a] menyerupai manusia, terutama dl wujud fisiknya, spt kera, orang utan, dan gorila
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
asosiasi aso.si.a.si [n] (1) persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; (2) perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama; (3) tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra
awak [n] (1) tubuh; badan: -- sakit, badan menimbun; (2) cak diri kita sendiri: masalah kemajuan perekonomian janganlah diserahkan kpd bangsa lain, -- lah yg bertanggung jawab; (3) sebutan bagi orang Minangkabau: orang --; (4) saya: -- tidak tahu apa yg harus -- lakukan; (5) engkau; kamu: ke mana aku hendak -- bawa; (6) orang yg menjadi anak buah pesawat terbang (kapal dsb)
ayut-ayutan ayut-ayut.an [n] wanita yg dipelihara tanpa nikah; istri piaraan; gundik
bagai orang kena miang [pb] gelisah sekali krn mendapat malu
bagai rupa orang terkena beragih [pb] bermuka masam krn rugi dsb (dl perdagangan)
bakal ba.kal [n] yg akan dijadikan (dibuat): hutan-hutan yg dirambah itu -- persawahan; (2) n sesuatu yg akan menjadi; calon: -- suaminya seorang pedagang; (3) n barang; bahan: -- rumah; (4) adv akan: lamarannya tidak -- diterima; (5) Jk p untuk; buat: uang itu -- beli apa?
balutan ba.lut.an [n] hasil membalut; bebatan
bank plecit sebutan bagi lembaga bukan bank atau perseorangan yg meminjamkan uang, biasanya dng bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari -- sentral bank yg tugas pokoknya membantu pemerintah dl hal mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai mata uang negara, serta mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas kesempatan kerja
bapa ba.pa [n] (1) orang laki-laki yg dipandang sbg orang tua; (2) bapak; (3) Kat sebutan untuk Allah
baruje ba.ru.je [n Huk] hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yg tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku)
bebuyutan be.bu.yut.an [a ki] turun-temurun (tt permusuhan) [v] (1) turun-temurun sampai ke anak cucu; (2) ki lama sekali
bendara ben.da.ra ? bendahara [kl n] (1) pengelola harta benda (kakayaan) negara atau raja; (2) orang yg mengepalai semua karyawan yg melayani tamu atau merapikan meja [Jw n] sebutan bagi bangsawan
benefaktif be.ne.fak.tif [a Ling] bersangkutan dng perbuatan (verba) yg dilakukan untuk orang lain, msl verba dl kalimat Ibu membukakan Ayah pintu
beradik ber.a.dik [v] (1) memanggil orang dng sebutan adik; (2) mempunyai adik
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbisik ber.bi.sik [v] (1) berkata dng suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring): bicaranya spt orang -, mana bisa kutangkap dng jelas; (2) ki berbuat dng diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain): rupanya ada yg -- hendak menyerang kita
berebutan be.re.but.an [v] berganti-ganti mengambil sesuatu (dng kekerasan); saling mendahului dng paksa: anak-anak itu sangat senang makan ~; kedua partai itu ~ kursi
bergayutan ber.ga.yut.an [v] bergayut banyak-banyak; bergelantungan: di pilar teras menjalar pohon anggur, buahnya ~
bergelayutan ber.ge.la.yut.an [v] bergantung banyak-banyak
berjibun ber.ji.bun [v] berutang banyak; (2) Cn a cak banyak sekali (tt orang)
berjujut-jujutan ber.ju.jut-ju.jut.an [v] bertarik-tarikan; tarik-menarik (tali dsb); renggut-merenggut (rambut dsb)
berkejutan ber.ke.jut.an [v] berlarian ke sana kemari krn terperanjat
berkelanjutan ber.ke.lan.jut.an [v] berlangsung terus-menerus; berkesinambungan
berkeriutan ber.ke.ri.ut.an [v] berkeriut berkali-kali
berketakutan ber.ke.ta.kut.an [v] hilang keberanian
berlanjutan ber.lan.jut.an [v] masih ada perkembangannya; belum selesai: cita-cita dan perjuangan kita masih ~
berlumutan ber.lu.mut.an [v] penuh ditumbuhi lumut: pohon tua itu ~
berpagutan ber.pa.gut.an [v] berpelukan
berpatutan ber.pa.tut.an [v] tidak lebih dan tidak kurang; sepadan benar (dng); selaras; sesuai: gajinya yg besar ~ dng kepandaiannya
bersambut-sambutan ber.sam.but-sam.but.an [v] sambut-menyambut
bersenggayutan ber.seng.ga.yut.an [v] bersenggayut
bersikut-sikutan ber.si.kut-si.kut.an [v] saling menyikut secara berulang-ulang
bersikutan ber.si.kut.an [v] saling menyikut
berungutan be.ru.ngut.an [v] merungutkan
berurut-urutan ber.u.rut-u.rut.an [v] berturut-turut; beruntun-runtun
biang kerok [ki] orang yg menjadi penyebab terjadinya suatu kericuhan (keributan)
bonceng bon.ceng [v] mem.bon.ceng v (1) ikut naik (kendaraan beroda dua): ia naik sepeda motor dan adiknya -- di belakang; (2) ikut naik tanpa membayar: masih banyak orang yg -- bus kota; (3) ikut serta (makan, bertamasya, membaca koran, dsb) dng tidak turut membayar atau mengeluarkan biaya; (4) ikut-ikutan (menepuk dada, menganggap diri berjasa, mendapat nama, kedudukan, dsb): ada pejabat yg -- hasil perjuangan Angkatan 66; (5) memanfaatkan kekuasaan (pengaruh kewibawaan dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
borang bo.rang [Jk n] ranjau [n] formulir
boreh bo.reh [n cak] (1) barang (atau surat berharga) yg diserahkan oleh orang yg berutang sbg jaminan utangnya; agunan; jaminan: kalau hendak berutang harus ada -- nya; (2) orang yg menanggung utang orang lain (dl hal timbulnya kesulitan dl pembayaran utang dsb); penanggung; penjamin: saya sanggup menjadi -- kakakku
brakiasi bra.ki.a.si [n] cara gerak orang utan dan jenis kera lainnya dng menggelantung pd cabang pohon dan mengayunkan tubuhnya ke depan dng bantuan lengan
buah bibir yg selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang
buah mulut yg menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; (2) buah bibir
buah pembicaraan yg menjadi pokok pembicaran; (2) yg menjadi sebutan orang; (3) hasil pembicaraan
buah tutur yg menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut
bubutan bu.but.an [n] (1) hasil membubut; (2) cak bubut
bunian bu.ni.an [n] makhluk halus; siluman: orang -, siluman dl hutan; baju -, pakaian makhluk yg mempunyai khasiat tertentu
buru bu.ru [v] ber.bu.ru v mengejar atau mencari (binatang dl hutan dsb): orang -- gajah untuk mendapatkan gadingnya
butana bu.ta.na [n Pet] gas yg diambil dr minyak bumi atau langsung dr bumi yg mudah terbakar dan dipakai sbg bahan bakar
butang bu.tang [n] kancing baju dsb
buyutan bu.yut.an [a] selalu menggigil krn telah tua
cabutan ca.but.an [n] (1) sesuatu (benda) yg sudah dicabut; (2) hasil mencabut
candak can.dak [v] , -- cekel menyita sendiri barang-barang orang berutang yg tidak sanggup melunasi utangnya
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
catutan ca.tut.an [n] pendapatan (hasil) mencatut
ceritaan ce.ri.ta.an [Jk n] sesuatu yg diceritakan (diomongkan); omongan: jadi ~ orang, jadi sebut-sebutan orang
dabit da.bit [n Isl] orang yg kuat hafalnya, selalu berhati-hati dl menukil hadis, tidak keliru tt urutan perawi hadis
dakwa dak.wa [n] (1) tuduhan; (2) pengaduan atau tuntutan yg diajukan kpd hakim; (3)tuntutan atau gugatan yg diajukan oleh seseorang thd orang lain krn haknya telah dilanggar, dirugikan, dsb
datuk da.tuk [n] (1) bapak dr orang tua kita; kakek; aki: orang tua itu bukan ayahnya, melainkan -- nya; (2) orang yg tertua dl keluarga; (3) gelar kehormatan bagi orang yg dituakan (berpangkat tinggi, tinggi martabatnya): -- Bendahara; -- Tumenggung; (4) Mk penghulu adat; (5) jin atau hantu penunggu (suatu tempat dsb); (6) berhala; toapekong; (7) kl harimau: hati-hati kalau bertemu dng -- di hutan itu
debit de.bit [n] (1) uang yg harus ditagih dr orang lain; piutang; (2) Man catatan pd pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yg mengurangi deposito pemegang rekening pd banknya [Tan] volume air yg mengalir dr suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dl satuan waktu
debitur de.bi.tur [n] orang atau lembaga yg berutang kpd orang atau lembaga lain
demagogi de.ma.go.gi [n Pol] penghasutan thd orang banyak dng kata-kata yg dusta untuk membangkitkan emosi rakyat
denyutan de.nyut.an [n] gerakan turun naik (urat nadi, ubun-ubun, dsb)
dialog pemancing [Sas] kata-kata pemancing yg diucapkan oleh seorang pemain kpd pemain lain yg lupa akan percakapan lanjutannya
diferensial di.fe.ren.si.al [a] bersangkutan dng, menunjukkan, atau menghasilkan perbedaan; -- semantis Ling alat yg dikembangkan oleh para ahli psikologi untuk mengukur makna yg diberikan oleh seorang informan kpd sebuah kata, msl si informan mendengar kata musik dan kemudian mencatat tanggapannya pd perangsang ini dng memilih satu di antara adjektiva yg berlawanan, spt gembira-sedih, keras-lembut, cepat-lambat
dinamika kelompok gerak atau kekuatan yg dimiliki sekumpulan orang dl masyarakat yg dapat menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
diskualifikasi dis.ku.a.li.fi.ka.si [n Olr] (1) larangan turut bertanding bagi seseorang atau sebuah regu krn melanggar peraturan pertandingan; (2) pernyataan tidak cakap atau tidak mampu; (3) pencabutan hak; (4) hal tidak memenuhi syarat akibat kelainan atau cacat pd tubuhnya
disposisi dis.po.si.si [n] (1) Adm pendapat seorang pejabat mengenai urusan yg termuat dl suatu surat dinas, yg langsung dituliskan pd surat yg bersangkutan atau pd lembar khusus; (2) Dok kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak
domestik do.mes.tik [a] (1) berhubungan dng atau mengenai permasalahan dl negeri: lapangan terbang itu khusus untuk melayani penerbangan --; wisatawan --; (2) mengenai (bersifat) rumah tangga: membicarakan persoalan-persoalan --; (3) piaraan (tt binatang); jinak: kuda sbg binatang -- sudah lama dipelihara orang untuk alat pengangkutan
doni do.ni [n Huk] utang seseorang yg dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya
dorang do.rang [n] ikan bawal [pron] mereka (di daerah Indonesia bagian timur)
dusun du.sun [n] kampung; desa; dukuh [n] -- pengasihan Huk sebagian tanah pusaka di Ambon yg diberikan kpd orang lain krn jasa-jasanya atau untuk melunasi utang
efendi efen.di [ark n] tuan (sebutan thd orang yg dihormati)
ekspeditor ek.spe.di.tor [n] (1) badan atau perusahaan yg bergerak dl bidang pengangkutan atau pengiriman barang; (2) orang yg pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang melalui darat, laut, atau udara; (3) orang yg menjelajah (melakukan perjalanan) untuk keperluan penyelidikan ilmiah
ekstradisi eks.tra.di.si [n Huk] penyerahan orang yg dianggap melakukan kriminalitas oleh suatu negara kpd negara lain yg diatur dl perjanjian antara negara yg bersangkutan
ekstraksi ek.strak.si [n] (1) ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dr buku; (2) keturunan (suatu bangsa); (3) Dok penarikan ke luar; pencabutan: -- peluru dr luka korban penembakan; (4) ki pencurian: -- informasi dr seseorang yg tidak mau memberikannya [n] (1) Min penambangan batu bara atau bijih dr cebakannya; (2) Kim pemisahan suatu bahan dr campurannya, biasanya dng menggunakan pelarut
encik en.cik [n] (1) kata sapaan (sebutan) untuk orang laki-laki atau perempuan yg sedang kedudukannya atau yg tidak dikenal; (2) kata sapaan (sebutan untuk guru wanita); (3) kakak
endut-endutan en.dut-en.dut.an [a] berdebar-debar (tt perasaan)
engku eng.ku [n] (1) sebutan thd keluarga raja; sebutan (kata sapaan) untuk orang yg patut dihormati (guru dsb) [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) sebutan (kata sapaan) kpd kakek (datuk); angku
gajah butang gajah kecil, bergading panjang dan lurus
gajian ga.ji.an [n ] hari pembayaran gaji; (2) v cak menerima gaji: utangku akan kulunasi setelah ~; (3) yg digaji: orang ~
gamit-gamitan ga.mit-ga.mit.an [n] sebut-sebutan; omongan; buah mulut: gadis yg nakal itu telah menjadi ~ orang di sekitarnya
gampangan gam.pang.an [a cak] (1) lebih mudah: ~ berbicara dp bekerja; (2) tidak menuntut banyak syarat yg harus dipenuhi: orangnya sih ~ , tidak banyak tuntutan
gangster gang.ster [n] (1) penjahat; bandit; (2) anggota geng (kelompok orang yg mempunyai kegemaran berkelahi atau membuat keributan)
gas ikutan [Pet] gas yg terlarut dan dihasilkan bersama-sama dng minyak bumi dr instalasi perminyakan
gatra sebutan predikat kalimat
gelar ge.lar [n] (1) sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yg biasanya ditambahkan pada nama orang spt raden, tengku, doktor, sarjana ekonomi; (2) nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sbg kehormatan): ia diberi -- "Sutan" ; (3) sebutan (julukan) yg berhubungan dng keadaan atau tabiat orang; sebutan: krn gendut, ia mendapat -- si gendut; ia mendapat -- "Srikandi" dr kawan-kawannya [v] , -- wicara acara bincang-bincang di televisi atau radio yg dilakukan dl suatu panel yg terdiri atas beberapa tokoh dan dipandu oleh pembawa acara
gelutan ge.lut.an [n] gulatan; gumulan; yg digeluti
gergasi ger.ga.si [kl n] raksasa yg besar, suka makan orang: di dl hutan pertapaan itu ada seorang -- perempuan
gondrong gon.drong [a] panjang krn lama tidak dipangkas (tt rambut orang laki-laki): ketika pertama kali ditemukan di hutan, watak anak itu beringas, kukunya panjang, dan rambutnya -- sampai ke bahu
gorila go.ri.la [n] orang utan; mawas
gotong go.tong [v] meng.go.tong v membawa (barang yg berat) bersama-sama oleh dua orang atau lebih: mereka pulang dng ~ ikan yg besar [v] meng.go.tong v membayar utang orang yg telah meninggal secara bergotong-royong dilakukan oleh ahli warisnya
habituasi ha.bi.tu.a.si [n] pembiasaan pd, dng, atau untuk sesuatu; penyesuaian supaya menjadi terbiasa (terlatih) pd habitat dsb: -- diri dng iklim tropis (bagi orang Eropa yg tinggal di daerah panas); -- kuda dng bunyi tembakan (melatih agar tidak ketakutan apabila mendengar bunyi tembakan)
haji ha.ji [n] (1) rukun Islam kelima (kewajiban ibadah) yg harus dilakukan oleh orang Islam yg mampu dng mengunjungi Kakbah pd bulan Haji dan mengerjakan amalan haji, spt ihram, tawaf, sai, dan wukuf; (2) sebutan untuk orang yg sudah melakukan ziarah ke Mekah untuk menunaikan rukun Islam yg kelima: sekembalinya dr Tanah Suci ia menambahkan gelar -- di depan namanya
hak peserta hak masyarakat hukum adat untuk memiliki tanah secara perseorangan mengambil hasil hutan, hasil air, berburu, menciptakan hak milik atas tumbuh-tumbuhan dsb
hak preferensi hak istimewa bagi penagih (orang yg berpiutang); (2) hak untuk memperoleh keuntungan dr suatu benda dng melalui penagih lainnya yg tidak mempunyai hak preferensi itu
hamba (orang) tebusan budak belian
hasil ikutan hasil tambahan, yg diperoleh di luar hasil pokok (spt yg terdapat pd pabrik gas)
hukum taklifi [Ar] hukum yg mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf
hukuman kawalan hu.kum.an kawalan hukuman yg berupa pencabutan kebebasan orang (orang yg dihukum tidak boleh bepergian dsb dng bebas)
ibu [n] (1) wanita yg telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --; (2) sebutan untuk wanita yg sudah bersuami; (3) panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum; (4) bagian yg pokok (besar, asal, dsb): -- jari; (5) yg utama di antara beberapa hal lain; yg terpenting: -- negeri; -- kota
ikutan ikut.an [n] (1) yg diikuti; yg dianut: segala perbuatan guru agama itu menjadi ~ pegawai lain; (2) yg mengikut; (3) Fis proses terseretnya zat alir yg terletak berdampingan dng aliran
imbau im.bau [Mk v] meng.im.bau v (1) memanggil; menyebut nama orang; (2) meminta (menyerukan) dng sungguh-sungguh; mengajak: pemerintah ~ masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan
individual in.di.vi.du.al [a] mengenai atau berhubungan dng manusia secara pribadi; bersifat perseorangan: perebutan kejuaraan -- bukan beregu
ingin buah manggis hutan [pb] ingin akan barang sesuatu, tetapi amat susah diperoleh
ingsutan ing.sut.an [n] hasil mengingsut
ingsutan fase ing.sut.an fase [Fis] sudut fase antara sinyal masukan dan keluaran pd suatu gejala atau sistem
inlander in.lan.der [n] sebutan ejekan bagi penduduk asli di Indonesia oleh orang Belanda pd masa penjajahan Belanda; pribumi
jagawana ja.ga.wa.na [n] orang yg pekerjaannya menjaga atau mengawasi hutan
jago ja.go [n] (1) ayam jantan (yg berumur lebih dr 12 bulan): ia memiara -- yg bagus sekali untuk pejantan bagi ayam-ayam betina piaraannya; (2) calon utama (dl suatu pemilihan): ia diajukan sbg -- dl pemilihan lurah di desanya; (3) orang yg terkemuka; pemuka; penganjur: dialah -- dl pergerakan rakyat melawan penjajah; (4) juara; kampiun: ia -- bulutangkis di kampungnya; (5) yg diharapkan jadi pemenang: -- saya dl pacuan kuda itu adalah kuda cokelat berbelang putih
jamin ja.min [v] , men.ja.min v (1) menanggung (tt keselamatan, ketulenan, kebenaran dr orang, barang, harta benda, dsb): pemerintah berkewajiban ~ keselamatan jiwa dan harta benda warga negara; (2) berjanji akan memenuhi kewajiban (membayar utang dsb) orang lain yg membuat perjanjian apabila perjanjian itu tidak ditepati: aku yakin, ia pasti bersedia ~ utang istrinya; (3) cak menyediakan kebutuhan hidup: yayasan itu ~ anak-anak yatim piatu
jaminan ja.min.an [n] (1) tanggungan atas pinjaman yg diterima; agunan: ia meminjam uang kpd bank dng ~ sebuah rumah dan sebidang tanah miliknya; (2) biaya yg ditanggung oleh penjual atas kerusakan barang yg dibeli oleh pembeli untuk jangka waktu tertentu; garansi: ia membeli televisi dng ~ satu tahun; (3) Ek janji seseorang untuk menanggung utang atau kewajiban pihak lain, apabila utang atau kewajiban tsb tidak dipenuhi
jenang je.nang [n] tiang untuk memperkuat pintu (jendela dsb): diukirnya -- pintu itu [kl n] (1) orang yg mengawasi; mandor; pembantu; (2) pengapit; ajudan; (3) sebutan atau pangkat kepala daerah di bawah penghulu adat [Mk n] orang yg mengatur perjamuan [n] pelerai atau juara dl persabungan ayam [n] se.je.nang n sebentar; sejenak; sejurus [n] (1) bubur kental; (2) dodol
jering hutan kabau
joki jo.ki [n] penunggang kuda pacuan [n] pengatur lagu yg menangani mesin perekam lagu atau piringan hitam (di studio radio atau diskotek) [n cak] (1) orang yg mengerjakan ujian untuk orang lain dng menyamar sbg peserta ujian yg sebenarnya dan menerima imbalan uang: risiko pd penyelenggaraan ujian masuk ke perguruan tinggi negeri ialah munculnya -- pd ujian tsb; (2) orang yg memberi layanan kpd pengemudi kendaraan yg bukan angkutan umum untuk memenuhi ketentuan jumlah penumpang (tiga orang) ketika melewati kawasan tertentu
jongjorang jong.jo.rang [n] alat kesenian tradisional Sunda, spt angklung
jumputan jum.put.an [n] (1) Mk uang antaran untuk kemenakan laki-laki tertua dr mempelai wanita; (2) Jw cara menabung dng memungut sejumput beras: tradisi ~ ini sudah sejak lama dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di pedesaan Jawa
juragan ju.ra.gan [n] (1) sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya; (2) pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; (3) pemilik dan pemimpin perahu (kapal)
kakek ka.kek /kakEk/ (1) n bapak dr ayah atau bapak dr ibu; aki; datuk; (2) sebutan bagi orang laki-laki yg sudah tua sekali (sebaya kakek); (3) cak sudah tua sekali (bagi orang laki-laki)
kalpataru kal.pa.ta.ru [n] (1) pohon lambang kehidupan yg menggambarkan pengharapan; pohon penghidupan; (2) penghargaan pemerintah yg diberikan kpd orang yg telah berjasa dl memelihara kelestarian lingkungan hidup: hadiah -- tahun itu telah diberikan kpd seorang petugas pengawas kehutanan
kandutan kan.dut.an [n] kandungan
kanon ka.non [n] uang pajak untuk tanah sewa yg turun-temurun [n] (1) Mus komposisi musik yg dimainkan secara bersahut-sahutan; (2) Kris peraturan atau dogma yg dikeluarkan oleh gereja; (3) Kris buku-buku autentik yg dianggap bagian Kitab Suci [n] meriam [n Sas] karya drama yg dianggap ciptaan asli seorang penulis
kata ganti orang pronomina persona
kata pungutan kata serapan; -- pustaka kata yg hanya dipakai dl gaya kesusastraan, msl kata gerangan, sudilah kiranya, seraya
kata sambutan pidato dsb yg diucapkan dl suatu acara perayaan, pesta, dsb
katalog ka.ta.log [n] (1) carik kartu, daftar, atau buku yg memuat nama benda atau informasi tertentu yg ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis: kartu -- membantu memudahkan orang mencari buku di perpustakaan; (2) Man daftar barang yg dilengkapi dng nama, harga, mutu, dan cara pemesanannya
kaus kutang singlet
ke- [prefiks pembentuk nomina] (1) yg mempunyai sifat atau ciri: ketua; (2) yg dituju dng: kekasih; kehendak [prefiks pembentuk verba cak] (1) telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dng tidak sengaja atau dng tiba-tiba): ketabrak; kepergok; ketemu; (2) dapat atau sanggup: kebaca; keangkat [prefiks pembentuk numeralia] (1) tingkat atau urutan: ketiga; kelima; kesebelas; (2) kumpulan: kedua (buku); ketiga (orang)
keberlarut-larutan ke.ber.la.rut-la.rut.an [n] perihal berlarut-larut: karya tari yg ditampilkan itu menolak ~ yg menandai susunan klasik dr tari Jawa
kebut-kebutan ke.but-ke.but.an [v] beradu kecepatan (kendaraan dsb): ~ di jalan-jalan dl kota yg ramai sangat berbahaya
kedutan ke.dut.an [n] lipatan (pd kulit, kain, dsb); kedut [v] bergetarnya urat-urat pd kelompok mata dsb (yg dianggap sbg alamat atau pertanda)
kegendutan ke.gen.dut.an [n] perihal gendut; (2) a terlalu gendut
kekebalan diplomatik ke.ke.bal.an diplomatik [Pol] pembebasan seseorang thd tuntutan hukum (spt gugatan proses kriminal, penangkapan, dsb) atau thd kewajiban tertentu (spt membayar pajak, memeriksakan barang bawaan) krn berstatus sbg diplomat atau staf kedutaan besar suatu negara
kelanjutan ke.lan.jut.an [n] perkembangan (berikutnya): bagaimana ~ perkara itu, marilah kita nantikan bersama
kelarutan ke.la.rut.an [n] perihal larut; yg berciri atau bersifat (dapat) larut
kelautan ke.la.ut.an [n] perihal yg berhubungan dng laut: seminar ~ dan pekan wisata bahari yg berlangsung di Ambon dijadwalkan berlangsung seminggu
kelembutan ke.lem.but.an [n] kehalusan (budi pekerti dsb)
kendong ken.dong [v] me.ngen.dong v membawa sesuatu dng membungkusnya dl saputangan, sarung, dsb: orang tua itu memunguti buah rambutan yg berjatuhan lalu ~ nya
kenyutan ke.nyut.an [n] (1) tiruan susu (tetek) dibuat dr karet; dot; (2) cara (hasil) mengisap puting susu
kepailitan ke.pai.lit.an [n ] (1) perihal pailit (bangkrut): Pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang --; (2) Ek keadaan atau kondisi seseorang atau badan hukum yg tidak mampu lagi membayar kewajibannya (dl hal utang-utangnya) kpd si piutang
kepatutan ke.pa.tut.an [n] (1) (per)timbangan; pendapat; (2) kepantasan; kelayakan; (3) kesesuaian; kecocokan: segala yg kita lakukan hendaknya sesuai dng batas-batas ~ yg berlaku dl masyarakat
kepengecutan ke.pe.nge.cut.an [n] perihal (yg bersifat, berciri) pengecut: ~ nya tampak ketika ia melarikan diri dr musuhnya
kepercayaan ke.per.ca.ya.an [n] (1) anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yg dipercayai itu benar atau nyata: ~ kpd makhluk halus masih kuat sekali di lingkungan petani; (2) sesuatu yg dipercayai: bagi mereka hal itu bisa menghilangkan ~ rakyat kpd para pemimpinnya; (3) harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan, dsb): hal itu dapat menghilangkan ~ rakyat kpd pemimpinnya; (4) orang yg dipercaya (diserahi sesuatu dsb): pemimpin itu sedang berunding dng orang-orang ~ nya dr daerah; (5) sebutan bagi sistem religi di Indonesia yg tidak termasuk salah satu dr kelima agama yg resmi: tokoh itu adalah penganut aliran ~
kerbau jalang kerbau hutan (tidak dipiara orang)
keributan ke.ri.but.an [n] kegemparan; kerusuhan; kekacauan: ~ terjadi di tengah-tengah keramaian pasar
kesemrawutan ke.sem.ra.wut.an [n] keadaan semrawut, kacau balau (tidak teratur dsb): peraturan tsb dimaksudkan untuk menghindari -- lalu lintas
kesemutan ke.se.mut.an [a] berasa senyar (geranyam) pd anggota badan, spt digigit semut, terutama kaki dan tangan (krn lama duduk tanpa bergerak-gerak atau tertekan terlalu lama dsb): krn terlalu lama bersimpuh, kakiku menjadi --
kesorangan ke.so.rang.an [a] tersendiri; terasing (dl kesendirian)
ketakutan ke.ta.kut.an [n] perihal takut; rasa takut; keadaan takut; (2) n keseganan; (3) a kekhawatiran; kegelisahan; (4) a dl keadaan takut; menderita takut (khawatir gelisah)
keterkejutan ke.ter.ke.jut.an [n] hal terkejut; kekagetan: ia berusaha menyembunyikan ~ nya ketika gurunya tiba-tiba datang dan menanyakan sesuatu tt dirinya
ketiga ke.ti.ga [num] (1) tingkatan sesudah yg ke-2; urutan yg ke-3; yg nomor tiga: edisi ~; jilid yg ~; (2) kumpulan yg berjumlah tiga: ~ orang itu segera dibawa ke kantor polisi
ki [Jw n] sebutan untuk orang tua-tua atau guru (yg menjadi anutan): -- Hajar Dewantara [Lihat {air}] [n] nama huruf q
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kiamat ki.a.mat [n] hari kebangkitan sesudah mati (orang yg telah meninggal dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya); (2) n hari akhir zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap): sampai -- ia tidak akan dapat mengerjakannya; (3) v berakhir; tidak akan muncul lagi: kekalahan yg beruntun, baik dl perebutan Piala Thomas maupun dl Asian Games baru-baru ini, membuat dunia bulu tangkis Indonesia spt akan --; (4) v ki celaka sekali; bencana besar; rusak binasa: rumah tanggamu akan -- kalau kauceraikan istrimu
kiri ki.ri [n] arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg berisi jantung; (2) a selalu berbuat (bekerja) dng tangan kiri; kidal: orang -- itu jika bekerja kelihatan janggal; (3) n Pol sebutan kpd partai (golongan) berhaluan sosialisme yg lama yg menghendaki perubahan secara radikal (tt politik, partai, dsb): orang-orang -- biasanya condong ke paham komunis; (4) a ki sial, tidak mujur: langkah --
kita orang [cak] kita
kitar ki.tar [v] ber.ki.tar v berpusing (yg berpusat pd sumbu); berputar mengelilingi; berkisar; beredar [Mk v] me.ngi.tar.kan v menolakkan atau mendesakkan ke sisi (dng lengan dsb): ia ~ orang yg ingin menghadangnya [n] bilangan yg menunjukkan jumlah kegiatan yg dapat dilakukan oleh suatu sarana angkutan dari satu titik mula per satuan waktu
klaim [n] (1) tuntutan pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang berhak (memiliki atau mempunyai) atas sesuatu: pemerintah Indonesia akan mengajukan -- gantu rugi kpd pemilik kapal asing itu; (2) pernyataan tt suatu fakta atau kebenaran sesuatu: ia mengajukan -- bahwa barang-barang elektronik itu miliknya
kombat kom.bat [n] pertempuran (persaingan, perebutan) antarperseorangan atau antarkelompok
kompromistis kom.pro.mis.tis [a] bersifat kompromi; berlaku sbg orang kompromis: meskipun masih akomodatif -- , anutan mereka yg ketat pd pelaksanaan hukum fikih telah menjadi penghadang penyebaran modernisasi Islam
konotasi ko.no.ta.si [n Ling] tautan pikiran yg menimbulkan nilai rasa pd seseorang ketika berhadapan dng sebuah kata; makna yg ditambahkan pd makna denotasi
konsinyasi kon.si.nya.si [n] (1) larangan bagi tentara untuk meninggalkan kesatrian (dl keadaan siaga); (2) larangan meninggalkan tempat kerja krn harus siap bertugas sewaktu-waktu atau harus menyelesaikan tugas yg mendesak; (3) berkumpulnya sejumlah petugas di suatu tempat untuk menggarap pekerjaan secara intensif serta tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja selama kegiatan berlangsung; (4) Huk penitipan uang kpd pengadilan (msl apabila penagih utang menolak menerima pembayaran); (5) Dag penitipan barang dagangan kpd agen atau orang untuk dijualkan dng pembayaran kemudian; jual titip
kontinu kon.ti.nu [a] berkesinambungan; berkelanjutan; terus-menerus: seorang olahragawan harus berlatih secara --
kota administratif kota yg berfungsi sbg pusat pemerintahan wilayah atau daerah tertentu; (2) wilayah yg dikepalai seorang wali kota, yg bertanggung jawab kpd kepala wilayah kabupaten yg bersangkutan, dan tidak memiliki DPRD sendiri
kredit kre.dit [n] (1) cara menjual barang dng pembayaran secara tidak tunai (pembayaran ditangguhkan atau diangsur); (2) pinjaman uang dng pembayaran pengembalian secara mengangsur; (3) penambahan saldo rekening, sisa utang, modal, dan pendataan bagi penabung; (4) pinjaman sampai batas jumlah tertentu yg diizinkan oleh bank atau badan lain; (5) sisi kanan neraca (di Indonesia) [n] (1) harga atau nilai untuk suatu tindakan (yg baik): pengabdian masyarakat merupakan -- tersendiri bagi seorang dosen; (2) nilai suatu mata pelajaran dl satu semester: mata pelajaran itu bernilai dua --
kuda ku.da [n] binatang menyusui, berkuku satu, biasa dipiara orang sbg kendaraan (tunggangan, angkutan) atau penarik kendaraan dsb; Equus caballus
kudeta ku.de.ta [n] perebutan kekuasaan (pemerintahan) dng paksa: sekitar 300 orang perwira terlibat dl rencana -- thd pemerintahan yg sah
kulit hitam sebutan bagi bangsa (orang yg memiliki warna kulit hitam atau kehitam-hitaman (spt orang Negro)
kulit kuning sebutan bagi orang Cina, Jepang, Korea, dan bangsa lain yg berkulit kuning
kulit merah sebutan bagi orang Indian
kulit putih sebutan bagi orang Eropa; ciri ras pd manusia yg tergolong orang Eropa
kulit sawo matang kulit berwarna cokelat; (2) sebutan bagi bangsa atau orang yg berkulit cokelat (spt orang Indonesia)
kutang ku.tang [n] (1) pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara; (2) baju tanpa lengan: bajunya terdedah sehingga tampaklah kaus -- baru yg dikenakannya
ladi la.di [n] (1) sebutan untuk orang Sakai (suku bangsa di Malaka); (2) pengiring
laku sosial laku atau cara bertingkah laku seseorang yg disesuaikan dng tuntutan yg ada dan biasa berlaku dl kelompok sosialnya agar ia memperoleh pengakuan atau diterima oleh kelompoknya itu
lanjutan lan.jut.an [n] (1) sambungan (percakapan, cerita, dsb): ~ cerita ini ada pd halaman berikutnya; (2) yg berikutnya: kursus ~
larutan la.rut.an [n] (1) luluhan (barang cair); enceran; (2) Kim campuran homogen dr zat terlarut dan zat cair pelarut
larutan Fehling la.rut.an Fehling reagensia yg digunakan sbg penguji untuk gula dsb
latah la.tah [a] (1) menderita sakit saraf dng suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; (2) berlaku spt orang gila (msl krn kematian orang yg dikasihi); (3) meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain: kita jangan -- thd kebudayaan asing [ark n] sampah (daun-daun dsb yg telah membusuk) di bawah pohon-pohonan (di hutan dsb)
laung la.ung [n] suara yg kuat (nyaring) yg diteriakkan (untuk memanggil atau menyeru): terdengar -- orang di tengah hutan itu
lautan la.ut.an [n] (1) laut yg luas sekali; samudra: ~ Hindia; ~ Pasifik; (2) ki yg besar (banyak) sekali: ~ api; ~ manusia
lempar peluru tolak peluru; -- tangan ki menyerahkan tanggung jawab kpd orang lain sehingga yg bersangkutan seolah-olah bebas dr tanggung jawab: insiden yg telah mencuat menjadi isu nasional itu, kini menimbulkan kesan adanya saling -- tangan di antara para pejabat pemerintah
lendutan len.dut.an [n] (1) lekukan ke bawah; (2) El garis vertikal antara titik terendah dng garis datar penghubung ujung balok yg melengkung akibat dibebani
liputan li.put.an [n] hasil meliput: ~ televisi tt peristiwa itu dianggap cukup
liputan awan li.put.an awan [Hidm] bagian langit yg tertutup awan, biasanya diukur dl persepuluhan atau perdelapanan langit tertutup
lobi lo.bi [n] (1) ruang teras di dekat pintu masuk hotel (bioskop dsb), yg dilengkapi dng perangkat meja kursi, yg berfungsi sbg ruang duduk atau ruang tunggu; (2) kegiatan yg dilakukan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dl kaitannya dng pemungutan suara menjelang pemilihan ketua suatu organisasi, spt parlemen dan partai politik
lubuk akal lautan (= tepian) ilmu (= budi) [pb] sangat luas dan banyak pengetahuannya
lucutan lu.cut.an [n] (1) hasil melucuti; (2) Fis pelintasan melalui gas yg lazimnya disertai bunga api
maaf ma.af [n] (1) pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun: minta --; (2) ungkapan permintaan ampun atau penyesalan: -- , saya datang terlambat; (3) ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu: -- , bolehkah saya bertanya
mahadewi ma.ha.de.wi [n Hin] (1) sebutan kpd seorang putri atau permaisuri; (2) Batari Durga
maharaja ma.ha.ra.ja [n] (1) raja besar; (2) kl sebutan untuk orang besar: Tumenggung Seri --
mahkota mah.ko.ta [n] (1) hiasan kepala atau songkok kebesaran bagi raja atau ratu: Sri Ratu mengenakan -- emas bertatahkan berlian; (2) ki yg menguasai; raja; (3) ki kekuasaan (atas kerajaan): raja menyerahkan -- kpd putra beliau; (4) gelar orang besar: Datuk Raja --; (5) yg dihargai atau yg dijunjung tinggi: rambut adalah -- wanita; (6) yg dicintai: -- jiwa [n] bagian hiasan bunga yg merupakan lingkaran dalam, berwarna-warni, dan menentukan corak warna bunga, dapat terbagi atas daun mahkota (bersifat polipetal) atau bertautan (bersifat gamopetal atau simpetal)
main rebutan berlomba berebut barang hadiah yg digantungkan pd tiang yg dilicinkan; coko
mak [n] (1) orang tua perempuan; ibu: sambil menangis anak kecil itu memanggil-manggil -- nya; (2) sebutan kpd orang perempuan yg patut disebut ibu atau dianggap sepadan dng ibu [Mk n] mamak
makan hijau makanan yg berupa rumput-rumputan (untuk binatang) atau dedaunan (untuk orang)
makna tautan konotasi
malam di bawah nyiur pinang orang [pb] hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yg kita tempati
mandalika man.da.li.ka [kl n] sebutan atau jabatan (spt adipati atau gubernur): orang Bintan dan -- itu pun menghadap bendahara
manis mulut nya bercakap spt sa-utan manisan [pb] mulut manis (perkataan yg manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya
manis spt gula derawa [pb] berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yg sama elok rupanya
manutan ma.nut.an [n] penurut
mawas ma.was [n] kera besar; orang hutan; Simia satyrus
melepaskan me.le.pas.kan [v] (1) menjadikan lepas (tidak terikat, keluar dr kurungan, dsb): saya selalu ~ binatang piaraan saya, tidak pernah mengurungnya dl kandang; (2) ki mencurahkan (tt cinta kasih, isi hati, rindu): dia datang kemari untuk ~ rindunya kpd keluarga kami; (3) ki membalas (tt dendam, sakit hati): mereka melakukan kekejaman itu sekadar untuk ~ dendamnya kpd orang itu; (4) ki melancarkan (tt kecaman, serangan, tuduhan): ia selalu ~ kritik membangun kpd pihak yg berwenang; (5) ki membuang, menghilangkan, atau meninggalkan (tt suatu harapan, maksud, tuntutan): berusaha ~ niat yg kurang baik; (6) ki membiarkan lepas (tt anak panah dr busur): ia ~ anak panah agar mengenai sasarannya; (7) ki menyelamatkan atau menghindarkan (dr bahaya): kita harus berusaha ~ diri dr bahaya narkotika; (8) ki menjadikan puas (tt rasa hati); memuaskan: ia menjerit sekeras-kerasnya sambil memukul dinding tembok kamarnya untuk ~ kekesalan hatinya
melintangi me.lin.tangi [v] (1) menghalangi; merintangi; menghambat: hutan yg sangat lebat dan berpaya-paya itu ~ perjalanan kami; (2) membantah: jangan sekali-sekali ~ nasihat orang tua
membayari mem.ba.yari [v] (1) membayar berkali-kali: orang tua itu terpaksa -- utang-utang anaknya; (2) membayar untuk orang lain: sayalah yg -- makannya
membayarkan mem.ba.yar.kan [v] (1) memberikan uang dsb untuk membayar: ia terpaksa -- semua hasil penjualan tanahnya untuk menutup utangnya; (2) membayar atas suruhan (permintaan, perintah, dsb) orang lain
memiutangi me.mi.u.tangi [v] memberi pinjaman uang kpd: jika ia mau, saya dapat ~ nya
memotong me.mo.tong [v] (1) memutuskan dng barang tajam; mengerat; memenggal: ia ~ tali itu dng gunting; ia ~ tebu dng pisaunya yg tajam; (2) mengiris (tt roti, daging, dsb); (3) menyembelih: ~ ayam; ~ kambing; (4) menebang (tt kayu, pohon, dsb): ~ kayu di hutan; (5) memangkas (tt rambut): ~ rambut; (6) menggunting sesuai dng ukuran (tt bahan pakaian dsb); (7) menuai (tt padi dsb); (8) mengurangi (tt upah, gaji, pendapatan, dsb); (9) memendekkan (tt kata, kalimat, nama dsb); (10) memintas (tt jalan, perjalanan); (11) menyelang atau memenggal (tt perkataan orang dsb); (12) memepat (tt kuku): ia sedang ~ kuku
memungli me.mung.li [v] meminta sesuatu (uang dsb) kpd seseorang (lembaga, perusahaan, dsb) tanpa menurut peraturan yg lazim: oknum yg ~ sopir angkutan kota bertambah banyak
menamai me.na.mai [v] memberi nama (julukan, sebutan); menyebut dng nama ...: sebaiknya seorang ayah ~ anaknya dng nama yg bagus
menawar me.na.war [v] menghilangkan daya kekuatan (racun, bisa, mantra): kata orang, air kelapa hijau dapat dipakai untuk ~ racun; dia ~ guna-guna dng mantra [v] (1) negosiasi yg terjadi dl transaksi jual beli; mengemukakan permintaan hendak membeli (menyewa dsb): hingga kini belum ada yg berani ~ rumah ini; (2) meminta pengurangan harga (sewa, tuntutan ): ia pandai ~ sehingga dapat membeli barang dng harga murah; (3) menyebutkan harga "kurang" dr harga (sewa dsb) yg ditetapkan penjual dsb: ~ sedikit, boleh
menerawang me.ne.ra.wang [v] (1) membuat terawang (pd saputangan, taplak meja, dsb): adikku sudah diajar merenda dan ~; (2) menembuk; menembus; melubangi kecil-kecil: ngengat sering ~ pakaian yg disimpan dl lemari; (3) melihat dr celah-celah kaca; (4) ki melihat dng mata batin (untuk melihat keadaan seseorang dr jarak jauh atau untuk meramal nasib seseorang); (5) melamun: pikirannya ~ ke sana-sini; ~ langit, ki mengangan-angankan yg mustahil (yg bukan-bukan dsb); melayangkan pikiran jauh-jauh: batinnya ~ langit mengangan-angankan lotre yg belum pasti diperolehnya
menerbangkan me.ner.bang.kan [v] (1) membiarkan terbang; melepaskan supaya terbang: pd upacara pemakaman itu, selain melepaskan ayam mereka juga ~ beberapa ekor burung merpati; (2) membawa terbang: burung rajawali itu mencekam anak kambing dan ~ nya ke tengah hutan; hanya pesawat kecil yg dapat ~ kami ke daerah terpencil itu; (3) mengangkut dng pesawat terbang: helikopter itu telah ~ orang yg luka-luka dr daerah pertempuran; (4) mengemudikan pesawat terbang: pangeran bersama permaisuri akan pesiar dan ~ kapal terbangnya sendiri; (5) ki membawa kabur; melarikan: orang yg ~ uang kas itu telah tertangkap
menggigit lidah meng.gi.git lidah [ki] (1) tidak merasa malu thd kecaman atau cemoohan orang; (2) tidak dapat berkata terus terang krn merasa berutang budi
mengudeta me.ngu.de.ta [v] melakukan perebutan kekuasaan dng paksa dan tidak secara sah: ia mengecam seseorang yg ~ kepemimpinan partai tsb
mengundi meng.un.di [v] (1) menentukan (memilih, memutuskan, dsb) dng undi: ia harus ~ pembagian supaya adil krn orang lebih banyak dp barang; (2) memungut suara; melakukan pungutan suara (untuk memutuskan, memilih, dsb): ~ secara bebas
menanggung me.nang.gung [v] (1) menyangga (bahan yg berat); memikul; memanggul: ia tidak sanggup ~ beban berat itu; (2) menderita; mengalami (sesuatu yg tidak menyenangkan); menahan; tertimpa (oleh): para korban kecelakaan itu ~ cacat seumur hidup; perusahaan itu bangkrut krn banyak ~ rugi; (3) (bersedia) memikul biaya (mengurus, memelihara, dsb): sbg seorang suami dan kepala keluarga, ia harus ~ istri dan anak-anaknya; (4) menjamin: TNI ~ pertahanan negara; perusahaan yg bonafide harus ~ mutu barang produksinya; (5) menyungguhkan bahwa sesuatu baik (besar, tulen, dsb): ia ~ keaslian dokumen itu; (6) menyatakan kesediaan untuk membayar utang orang lain kalau orang itu tidak menepati janjinya: ia tidak mau ~ utang suaminya krn bermain judi; (7) bertanggung jawab (atas): ia harus ~ segala akibatnya
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
mengungkapkan meng.ung.kap.kan [v] (1) melahirkan perasaan hati (dng perkataan, air muka, gerak-gerik): mengarang itu dipakainya untuk ~ isi hati; (2) menunjukkan; membuktikan; menyingkapkan (tt sesuatu yg tadinya masih menjadi rahasia atau tidak banyak diketahui orang): keterangannya itu ~ bahwa dia sebenarnya banyak mempunyai utang; (3) mengemukakan; menyatakan; memaparkan: saya akan ~ garis-garis besarnya saja; (4) menerangkan dng jelas; menguraikan: ia belum ~ apa fungsi sebenarnya dr tulisan itu
mengutangi meng.u.tangi [v] memberi pinjaman uang kpd; memberi pinjaman barang spt memberi pinjaman uang
menteri Muda pembantu Presiden yg tugasnya membantu seorang menteri, terutama dl koordinasi berbagai bidang yg mendesak dan perlu dilayani secara intensif (spt Menteri Muda Kehutanan yg membantu tugas Menteri Pertanian)
menyambut me.nyam.but [v] (1) menerima: kami -- penghargaan itu dng rasa haru; (2)memberi tanggapan (balasan, jawaban, reaksi, dsb) atas: penduduk -- kebijakan lurahnya dng sikap positif; (3)menangkap; menadah: saya -- bola yg dilemparkan kpd saya; (4) menyongsong (kedatangan orang, hari peringatan, dsb): kami -- hari depan yg lebih baik; (5)membalas (menangkis serangan): pasukan itu -- serangan musuh dng gigihnya; (6) membeli dng cara membayar kemudian; mengutang; mengebon: Paman -- sebungkus rokok ke warung
merampas me.ram.pas [v] (1) mengambil dng paksa (dng kekerasan); merebut: pencopet ~ kalungnya sewaktu ia turun dr bus; (2) menyamun; membegal; menyabot: ia ~ uang dan kopor orang itu di jalan; (3) menyita: Pemerintah terpaksa ~ harta benda orang itu sbg pembayar utangnya kpd negara
merdeka mer.de.ka [a] (1) bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah --; (2) tidak terkena atau lepas dr tuntutan: -- dr tuntutan penjara seumur hidup; (3) tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan --; boleh berbuat dng --
meruntuhkan me.run.tuh.kan [v] (1) merusakkan dan merobohkan; menjatuhkan; menerbankan: bom yg dahsyat itu telah ~ puluhan gedung di kota itu; (2) menyebabkan runtuh (gugur, longsor): hutan itu menjaga air hujan supaya tidak ~ tanah di lereng gunung; (3) ki menjatuhkan (merusakkan, menghancurkan) kekuasaan, pertahanan, pemerintahan, dsb: segala usaha untuk ~ pertahanan musuh itu telah gagal; (4) ki menghancurkan cita-cita (iman): akibat memakai narkoba, ia telah ~ cita-citanya menjadi seorang dokter
mewarisi me.wa.risi [v] (1) memperoleh warisan dr: krn anak satu-satunya, dialah yg akan ~ seluruh harta kekayaan orang tuanya; (2) ki memperoleh sesuatu yg ditinggalkan oleh orang tuanya dsb: ia tidak saja memperoleh harta kekayaan, tetapi ia juga ~ utang-utang yg ditinggalkan almarhum
mineral ikutan komponen mineral dr batuan yg terdapat dl jumlah kecil sehingga tidak diperhitungkan dl klasifikasi
minikar mi.ni.kar [n] kendaraan bermotor angkutan umum berukuran kecil, rodanya tiga dan hanya cukup untuk dua orang penumpang dan seorang pengemudi
misal mi.sal [n] (1) sesuatu yg menggambarkan sebagian dr suatu keseluruhan; contoh; perumpamaan: banyak binatang yg harus dilindungi, sbg -- , banteng, orang utan, burung cenderawasih; (2) sesuatu yg dianggap bukan sungguh-sungguh (tt peristiwa dsb): jangan marah, itu hanya sbg --
misi mi.si [n] (1) perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dl bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian, dsb: -- perdagangan kita akan mengadakan kunjungan ke luar negeri; (2) tugas yg dirasakan orang sbg suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme, dsb; (3) Kris kegiatan menyebarkan Kabar Gembira (Injil) dan mendirikan jemaat setempat, dilakukan atas dasar pengutusan sbg kelanjutan misi Kristus;
muka bagai ditampar dng kulit babi [pb] hal orang yg tidak tahu malu; seseorang yg kelihatannya senang dan kaya, tetapi yg sebenarnya hidup dng utang
musuh bebuyutan musuh lama; musuh turun-temurun
mutan mu.tan [n] makhluk hidup yg mengalami mutasi
nama na.ma [n] (1) kata untuk menyebut atau memanggil orang (tempat, barang, binatang, dsb): -- anjing itu Miki; (2) gelar; sebutan: dikaruniai -- Adipati; -- nya saja pegawai tinggi, tetapi kekuasaannya tidak ada; (3) kemasyhuran; kebaikan (keunggulan); kehormatan: ia beroleh (mendapat) --
naik na.ik [v] (1) bergerak ke atas atau ke tempat yg lebih tinggi: anaknya segera -- ke tempat tidur; layang-layangku tidak dapat --; (2) timbul (tt matahari): matahari --; (3) mendaki; menanjak; memanjat: olahraga -- gunung; jalan ini -- terus; -- pohon jambu; (4) masuk rumah (melalui tangga); masuk ke kendaraan (angkutan, tumpangan, dsb): "silakan -- !", dng ramah sopir mempersilakan penumpangnya; (5) mengendarai; menunggang; menumpang (kapal, pesawat, dsb): ia tidak -- sepeda; -- unta; -- pesawat terbang; (6) bertambah tinggi (mahal, besar, banyak, dsb); meningkat: harga barang-barang terus --; gaji pegawai belum juga --; hasil padi tahun ini -- dibandingkan dng hasil tahun lalu; pangkatnya -- setingkat; (7) menjadi: tidak ada seorang pun yg mau -- saksi; (8) pergi ke: -- darat
negeri orang tanah (negara) asing
nenek ne.nek [n] (1) ibu dr ayah atau dr ibu; (2) sebutan kpd perempuan yg sudah tua: mereka merawat tiga orang -- yg sudah jompo
nominal no.mi.nal [a] (1) hanya namanya: ia hanya secara -- sbg presiden, sedangkan yg menentukan haluan politik adalah orang lain; (2) menurut yg tercatat atau apa yg tertulis saja: harga --; nilai -- [a Ling] bersangkutan dng nomina
nomor no.mor [n] (1) angka sbg tanda atau lambang bilangan: benda yg jumlahnya lima ditulis dng -- 5; (2) angka yg menunjukkan kedudukan dl urutan, kumpulan, dsb: setiap majalah diberi -- urut; ia adalah orang terkaya -- dua di desa; (3) jenis lomba: untuk -- lari 100 m putra, Indonesia tidak mempunyai harapan menang
nutan nu.tan [n] buah tunggal dng dinding sel yg keras
nyai [n] (1) panggilan untuk orang perempuan yg belum atau sudah kawin; (2) panggilan untuk orang perempuan yg usianya lebih tua dp orang yg memanggil; (3) gundik orang asing (terutama orang Eropa); nyai-nyai n sebutan kpd wanita piaraan orang asing
nyut-nyutan nyut-nyut.an [v] berdenyut-denyut
opus [n] karya musik yg diberi nomor untuk menunjukkan tempat (urutan) gubahan tsb dl semua karya seorang komponis
orde or.de [n] bintang jasa; tanda penghargaan (krn berjasa dsb) [n] jemaat atau kumpulan orang yg sepaham; ordo [n] sistem (pemerintahan dsb); peraturan (pemerintahan dsb); susunan; angkutan
padang perahu di lautan [pb] demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh
padi selumbung dimakan orang banyak [pb] penghibur bagi istri yg suaminya beristri lebih dp satu
paduka pa.du.ka [n] (1) sebutan kehormatan kpd orang-orang mulia (pembesar, bangsawan, raja); (2) sepatu; lapik kaki
pagutan pa.gut.an [n] (1) hasil memagut; (2) mangsa yg dipagut [n] pelukan
pajak transit pajak yg dipungut di tempat tertentu yg harus dilalui oleh pengangkutan orang atau barang dr suatu tempat ke tempat lain
pangan pa.ngan [ark n] hutan: orang -- [n] makanan: cukup sandang, -- , dan papan merupakan harapan bagi setiap orang
panggilan pang.gil.an [n] (1) imbauan; ajakan; undangan: azan merupakan ~ bagi kaum muslimin untuk melakukan salat; (2) hal (perbuatan, cara) memanggil; (3) (orang) yg dipanggil untuk bekerja dsb: montir ~; (4) sebutan nama: ~ sehari-harinya Gepeng
parutan pa.rut.an [n] (1) hasil memarut; barang yg sudah diparut (kelapa dsb); (2) cak alat untuk memarut;
patah siku [ki] sudut siku-siku; (2) ki tidak dapat menolak permintaan orang (krn sudah berutang budi dsb); tidak dapat melawan (membantah dsb) lagi; tidak berdaya lagi
patih pa.tih [a] menurut (mendengarkan) perintah; patuh [n] (1) wazir; bendahara; mangkubumi; (2) wakil bupati; (3) sebutan orang besar berarti tuan
patut pa.tut [a] (1) baik; layak; pantas; senonoh: perbuatan baik itu -- dipuji; tidak -- seorang anak melawan orang tua; diperlakukan dng --; (2) sesuai benar (dng); sepadan (dng); seimbang (dng): rumahnya kurang -- dng jabatannya yg tinggi itu; (3) masuk akal; wajar: pd hemat saya tuntutan mereka itu tidak boleh dikatakan tidak --; (4) sudah seharusnya (sepantasnya, selayaknya): orang yg berjasa kpd negara -- diberi penghargaan; penjahat itu -- dihukum seumur hidup; (5) tentu saja; sebenarnya: -- ia tidak sanggup membayar utang krn uangnya sudah habis
pautan pa.ut.an [n] (1) hasil memaut; (2) tiang dsb tempat menambatkan lembu dsb; tempat mengikat ayam dsb; (3) ki tempat asal [n] beda; selisih: barang impor dan barang buatan dl negeri ~ harganya tidak seberapa
pautan hati pa.ut.an hati yg disayang; kekasih
pedewakan pe.de.wa.kan [n] perahu Bugis: orang-orang Bugis membawa -- mengarungi Lautan Cina Selatan
pelanduk melupakan jerat pelanduk me.lu.pa.kan jerat, tetapi jerat tak me.lu.pa.kan pelanduk [pb] orang yg berutang biasanya mudah lupa akan yg berpiutang, sebaliknya yg berpiutang tidak lupa akan orang yg berutang kepadanya
pelanjutan pe.lan.jut.an [n] perbuatan melanjutkan
pelarutan pe.la.rut.an [n] proses, cara, perbuatan melarutkan
pelautan pe.la.ut.an [n] perihal memasukkan ke laut; pembuangan ke laut; pemusnahan dng jalan menenggelamkan ke laut: baru-baru ini dilakukan ~ ribuan becak hasil razia
pelembutan pe.lem.but.an [n] hal melembutkan atau memperhalus kata (spt kata berak diganti dng buang air)
pelestari pe.les.ta.ri [n] orang dsb yg menjaga hewan, hutan, lingkungan, dsb supaya lestari: para ~ lingkungan khawatir kalau-kalau tempat pembiakan kupu-kupu akan rusak
peliputan pe.li.put.an [n] proses, cara, perbuatan meliput: ~ upacara pernikahan itu berjalan lancar [n] proses, cara, perbuatan membuat berita atau laporan tt masalah atau peristiwa: pengamanan acara kunjungan pejabat itu sangat ketat, bahkan tertutup bagi ~ wartawan
peluh seni keringat dingin yg keluar dr tubuh seseorang krn sangat ketakutan dsb
pemandu pe.man.du [n] (1) penunjuk jalan (di hutan); (2) orang yg memandu sesuatu (dl diskusi dsb); moderator; ~ acara orang yg memandu atau memimpin acara: tugasnya sbg ~ acara itu diterima mendadak
pemapakan pe.ma.pak.an [n] proses, cara, perbuatan memapak; penyambutan (kedatangan orang); penyongsongan
pembalutan pem.ba.lut.an [n] proses, cara, perbuatan membalut
pembayar pem.ba.yar [n] (1) orang yg membayar; (2) alat dsb untuk membayar: diserahkannya cincinnya sbg -- utangnya
pemilih pe.mi.lih [n] (1) orang yg memilih: jumlah ~ di Jakarta seluruhnya belum dapat diketahui; (2) orang yg terlampau teliti dl memilih (suka mencela dan banyak tuntutannya): ah, ~ benar anak itu; (3) alat untuk memilih: dewasa ini telah ditemukan mesin ~ bibit padi
pemungutan pe.mu.ngut.an [n] proses, cara, perbuatan memungut: ~ sampah yg berserakan di lantai
pemungutan suara pe.mu.ngut.an suara pemberian suara oleh anggota (warga negara dsb) dl rangka pemilihan pengurus perkumpulan (anggota DPR dsb)
pencabutan pen.ca.but.an [n] proses, cara, perbuatan mencabut (menarik kembali, membatalkan, mengundi)
pencatutan pen.ca.tut.an [n] proses, cara, perbuatan mencatut (jual beli secara gelap dsb)
penembahan pe.nem.bah.an [Jw n] sebutan kpd raja atau orang tua yg sangat dihormati; yamtuan
pengadu peng.a.du [n] (1) orang yg suka mengadu: anak itu ~ benar; (2) orang yg mengadukan: tiba-tiba saja perkara itu sudah di tangan polisi, siapa gerangan ~ nya; (3) Huk orang yg membuat pengaduan dng mengajukan permohonan untuk penuntutan atas diri seseorang melalui prosedur hukum
pengamat peng.a.mat [n] orang yg meneliti; orang yg mengawasi: seorang ~ melaporkan bahwa di daerah itu masih terdapat pungutan liar
pengawas peng.a.was [n] orang yg mengawasi: ~ hutan
pengejut pe.nge.jut [n] (1) mudah terkejut (kaget, takut, dsb); (2) orang yg membuat kejutan
pengerutan pe.nge.rut.an [n] proses, cara, perbuatan mengerutkan
penghanyutan peng.ha.nyut.an [n] proses, cara, perbuatan menghanyutkan
penghasutan peng.ha.sut.an [n] proses, cara, perbuatan menghasut
pengurutan peng.u.rut.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengurut: ~ dan pemijitan bagian yg berlemak dimaksudkan untuk menghilangkan lemak; (2) Ikn cara mengeluarkan telur atau sperma dr induk ikan dl pemijahan buatan
penjemputan pen.jem.put.an [n] proses, cara, perbuatan menjemput
penuntutan pe.nun.tut.an [n] proses, cara, perbuatan menuntut sesuatu
penyahutan pe.nya.hut.an [n] proses, cara, perbuatan menyahut (menyambut ucapan): -nya hampir-hampir tidak terdengar
penyalutan pe.nya.lut.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menyalut; (2) Kom peretakan plastik pd lembar kertas (spt pd kartu mahasiswa, kartu tanda penduduk) sbg lapisan pelindung
penyambutan pe.nyam.but.an [n] proses, cara, perbuatan menyambut: kita akan mengadakan -- sederhana bagi tamu-tamu di pusat
penyebutan pe.nye.but.an [n] proses, cara, perbuatan menyebut atau menyebutkan
penyerutan pe.nye.rut.an [n] proses, cara, perbuatan menyerut
penyusutan pe.nyu.sut.an [n] proses, cara, perbuatan menyusutkan: -- anggaran belanja negara disetujui seluruh anggota DPR;
perajutan pe.ra.jut.an [n ] proses merajut (kaus dsb)
perbulutangkisan per.bu.lu.tang.kis.an [n] perihal (mengenai) bulu tangkis: PBSI mengurusi soal-soal yg menyangkut -- di Indonesia
percatutan per.ca.tut.an [n] perihal perbuatan mencatut; jual beli secara gelap
perebutan pe.re.but.an [n] proses, cara, perbuatan merebut (merampas): ~ kekuasaan; ~ pangkat
perilaku hukum perilaku yg berakibat tuntutan hukum krn merupakan kehendak yg melanggar (berlawanan dng) kepentingan orang lain
peristiwa semu sebutan bagi orang-orang yg muncul sbg tokoh yg menarik perhatian masyarakat secara tidak wajar
perkawinan levirat per.ka.win.an levirat perkawinan antara seorang janda dng saudara kandung bekas suaminya yg telah meninggal dunia berdasarkan adat-istiadat yg berlaku dl masyarakat yg bersangkutan
perlanjutan per.lan.jut.an [n] perihal melanjutkan
perlanjutan jenis per.lan.jut.an jenis pembiakan jenis (pd tumbuhan)
perlucutan per.lu.cut.an [n] proses, cara, perbuatan melucuti
perlucutan senjata per.lu.cut.an senjata penanggalan senjata oleh pihak yg berwajib
perpautan per.pa.ut.an [n] pertalian; perhubungan: antara mereka masih ada ~ keluarga
pertautan per.ta.ut.an [n] hal bertaut; pertalian; perhubungan: puisi adalah hasil ~ jiwa penyair dng alam sekitarnya
perumputan pe.rum.put.an [n] tanah yg ditumbuhi rumput; padang rumput
polan po.lan [n] sebutan kpd orang yg tidak diketahui namanya; si -- , si Anu sebutan kpd orang yg tidak ingin disebutkan nama sebenarnya atau lupa: bapak si -- itu telah pergi kemarin
polutan po.lu.tan [n] bahan yg mengakibatkan polusi
preman pre.man [n] (1) partikelir; swasta; (2) bukan tentara; sipil (tt orang, pakaian, dsb); (3) kepunyaan sendiri (tt kendaraan dsb) [n cak] sebutan kpd orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dsb): -- Medan sangat terkenal
profesional pro.fe.si.o.nal [a] (1) bersangkutan dng profesi; (2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --; (3) mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan amatir): pertandingan tinju --
protokol pro.to.kol [n] (1) surat-surat resmi yg memuat hasil perundingan (persetujuan dsb); (2) peraturan upacara di istana kepala negara atau berkenaan dng penyambutan tamu-tamu negara dsb; (3) tata cara (upacara dsb) yg secara internasional berlaku dl hubungan diplomatik; (4) cak orang yg bertugas mengatur jalannya upacara
pulas pu.las [a] nyenyak (tt tidur): anak-anak sudah --; sesudah itu, dia pun -- mendengkur [v] , me.mu.las v (1) memutar (sekrup, kunci, leher, telinga, dsb): enak saja engkau ~ telinga orang; (2) memilin atau memiuh (cucian, saputangan, tali, dsb): ia ~ kain itu kuat-kuat; (3) ki memutarbalikkan (perkataan, kebenaran, dsb): ia pandai ~ perkataan; (4) ki berasa sakit spt terpilin-pilin (tt perut): perutnya ~ [v] , -- mata perona mata
pungutan pu.ngut.an [n] barang apa yg dipungut; pendapatan memungut: uang ~
puputan pu.put.an [n] (1) tiupan (angin): ~ angin; (2) embusan: ~ bayu yg menyegarkan
raja ra.ja [n] (1) penguasa tertinggi pd suatu kerajaan (biasanya diperoleh sbg warisan); orang yg mengepalai dan memerintah suatu bangsa atau negara: negara kerajaan diperintah oleh seorang --; (2) kepala daerah istimewa; kepala suku; sultan; (3) sebutan untuk penguasa tertinggi dr suatu kerajaan; (4) orang yg besar kekuasaannya (pengaruhnya) dl suatu lingkungan (perusahaan): -- minyak; (5) orang yg mempunyai keistimewaan khusus (spt sifat, kepandaian, kelicikan): -- kumis; -- copet; (6) binatang (jin dsb) yg dianggap berkuasa thd sesamanya: -- buaya; -- jin; (7) buah catur yg terpenting; (8) kartu (truf) yg bergambar raja
raja hutan raja rimba
rajutan ra.jut.an [n] (1) hasil merajut; (2) bahan pakaian yg dibuat dng tangan atau mesin rajut; (3) sesuatu yg dirajut
ramal ra.mal [ark n] (1) pasir; (2) pasir yg dipakai untuk melihat nasib atau mengetahui apa yg akan terjadi (primbon, perhitungan, dsb): membaca (membilang, membuka) -- , melihat nasib orang dng membaca kitab nujum [kl n] saputangan: sehelai -- sutra yg bertaburkan benang emas disimpulkan di hulu keris itu
rambutan rafiah lihat rapiah
rangkaya rang.ka.ya [Mk n] orang kaya (sebutan)
rautan ra.ut.an [n] (1) hasil meraut; (2) alat untuk meraut
referendum re.fe.ren.dum [n] penyerahan suatu masalah kpd orang banyak supaya mereka yg menentukannya (jadi, tidak diputuskan oleh rapat atau oleh parlemen); penyerahan suatu persoalan supaya diputuskan dng pemungutan suara umum (semua anggota suatu perkumpulan atau segenap rakyat): akan diadakan -- di daerah jajahan itu bulan Maret yg akan datang
regresi re.gre.si [n] (1) (urutan dsb) mundur; urutan berbalik ke belakang; (2) Geo penyusutan luas (air) laut yg disebabkan oleh faktor tertentu; (3) Psi proses berbalik ke tahap perkembangan perilaku sebelumnya yg dialami orang krn frustasi; (4) Hid hubungan rata-rata antara variabel
rekening koran hubungan utang piutang yg secara periodik dilakukan penghitungan penyelesaian; (2) rekening pribadi atau perseorangan di bank (giro)
remi re.mi [n] permainan kartu untuk dua orang atau lebih, masing-masing berusaha menang dng mengumpulkan 3 atau 4 kartu yg sejenis atau berurutan dng berhasil melakukannya paling awal
rerumputan re.rum.put.an [n] rumput yg tumbuh tidak teratur di sana-sini
rumput-rumputan rum.put-rum.put.an [n] (1) berbagai jenis rumput; (2) tempat yg berumput: mereka beristirahat sejenak sambil berbaring di ~ memandangi awan berarak
rungutan ru.ngut.an [n] perihal merungut
runutan ru.nut.an [n] hasil merunut
saksi sak.si [n] (1) orang yg melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian): siapa -- nya bahwa saya berbuat begitu; langit dan bumi yg menjadi --; (2) orang yg dimintai hadir pd suatu peristiwa yg dianggap mengetahui kejadian tsb agar pd suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yg membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi: dua orang itu ikut menandatangani kontrak sbg --; (3) orang yg memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa: -- yg kedua itu oleh hakim dianggap tidak sah; (4) keterangan (bukti pernyataan) yg diberikan oleh orang yg melihat atau mengetahui; (5) bukti kebenaran: ia berani memberi -- dng sumpah; (6) orang yg dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tt suatu perkara pidana yg didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri
saku sa.ku [n] kantong (pd baju, celana, rok, dsb): -- kemeja biasanya terdapat pd bagian dada sebelah kiri; pd -- jasnya terselip saputangan putih yg dilipat bentuk piramida [ark] sa.ku-sa.ku adv sembunyi-sembunyi; diam-diam: -- ia memusuhi orang itu [ark v] me.nya.ku.kan v memisahkan; mengasingkan
salah paham salah dan keliru dl memahami pembicaraan, pernyataan, sikap orang lain (biasanya menimbulkan reaksi bagi yg bersangkutan); salah tangkap
salutan sa.lut.an [n] hasil menyalut
sambutan sam.but.an [n] (1) penerimaan: -- masyarakat thd tamu negara itu sangat meriah; (2)balasan; reaksi; sanggahan: tulisannya mendapat -- yg tajam dr beberapa pihak; (3)pidato: pd pembukaan kongres itu, Presiden akan memberikan ~ nya; (4) barang yg dibeli dng pembayaran kemudian; barang yg dibon: aku tidak mempunyai -- di warung itu; (5)barang yg dititipkan untuk dijual: pedagang itu memberikan -- barang-barang kelontong di warung itu
sandera san.de.ra [n] (1) orang yg ditawan untuk dijadikan jaminan (tanggungan): lima orang pegawai kedutaan telah dijadikan -- oleh kaum teroris; (2) orang yg tergadai (bekerja di tempat orang untuk tanggungan utang)
santo san.to [n Kat] sebutan untuk orang laki-laki kudus: -- Yosef
saputangan sa.pu.ta.ngan [n] kain (cita) persegi untuk menyapu keringat dsb; selampai
sayid sa.yid [n] (1) tuan (sebutan kpd orang Arab keturunan Nabi Muhammad saw.); (2) orang Arab keturunan Nabi Muhammad saw.
sekolah lanjutan sekolah selepas sekolah dasar, sebelum perguruan tinggi
sekolah lanjutan tingkat atas sekolah menengah tingkat atas
sekolah lanjutan tingkat pertama sekolah menengah tingkat pertama
selawatan se.la.wat.an [n] pembacaan selawat oleh sekumpulan orang secara bersama-sama serta bersambut-sambutan, biasanya diiringi pukulan rebana dan beberapa alat musik setempat
selok se.lok [Bt n] kemasukan, kesurupan, orang yg kesurupan dapat berhubungan langsung dng roh yg bersangkutan, berbicara, meminta nasihat, dsb dng roh yg datang kepadanya
semang se.mang [n] hubungan khusus antara orang yg berutang dan orang yg mengutangi (memberi pinjaman)
sendiri sen.di.ri [adv] (1) a seorang diri; tidak dng orang lain: ia tinggal -- di rumah itu; ia pergi ke Bandung -- saja; (2) a tidak dibantu (dipengaruhi) orang lain: rencana itu adalah hasil pikirannya --; (3) a tidak dibantu alat lain; otomatis: radio yg dapat berhenti --; berdiri -- , tidak diperintah orang lain; (4) n kepunyaan dr yg disebut (yg bersangkutan), bukan kepunyaan orang lain: ia tinggal di rumahnya --; (5) n diri dr yg bersangkutan (bukan wakil atau pengganti); orang yg sesungguhnya (berkepentingan): pelamar harus datang --; dr dia -- saya tidak pernah menerima surat; (6) a terpisah dr yg lain; terasing; sendiri-sendiri: setiap orang diperiksa --; (7) a yg paling: ia selalu mau menang -- , tidak mau menghiraukan pendapat orang lain
seorang ke hilir seorang ke mudik [pb] tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb
sepemagutan se.pe.ma.gut.an [n] sepemelukan
serabutan se.ra.but.an [Jw a] (1) silang-menyilang tidak menentu (tt arus lalu lintas); (2) cenderung melakukan apa saja (tt pekerjaan, peran, dsb)
seram se.ram [a] (1) berdiri bulu roma (krn ketakutan dsb); meremang: mendengar cerita orang tua itu, menjadi -- perasaan saya; (2) berasa berkerut dan senyar (tt kulit tubuh krn ketakutan dsb): -- rasanya lewat di bawah pohon beringin itu; (3) menyebabkan ngeri (takut dsb); dahsyat; menakutkan: terdengar suara yg --; (4) kelihatan bengis (kejam, membahayakan): mukanya kelihatan --; matanya --
serutan se.rut.an [n] (1) hasil menyerut; (2) tatal dr kayu yg diserut; tahi kayu
sesak bagai ular tidur [pb] seseorang yg disesakkan, spt ditagih utang berulang-ulang
si [p] (1) kata yg dipakai di depan nama diri (pd ragam akrab atau kurang hormat): -- Achmad; -- Rukiah; (2) kata untuk mengkhususkan orang yg melakukan atau terkena sesuatu: -- pengirim; -- penipu; -- tertuduh; (3) kata yg dipakai di depan nama orang untuk merendahkan diri: -- Beni; -- Joni; (4) kata yg dipakai di depan kata sifat untuk timang-timangan, pujian, panggilan, ejekan, dsb yg menyatakan bahwa yg disebut itu mempunyai sesuatu atau menyerupai sesuatu yg sama dng sebutan itu: -- belang; -- celaka; -- durhaka; -- manis; -- tolol; (5) kata yg dipakai pd berbagai-bagai nama tumbuhan atau binatang: -- dingin; -- gasir; -- kedidi; -- tawar; (6) bentuk terikat yg lazim didahului ber- (menjadi bersi- atau berse-) yg menyatakan: (a) berbuat dirinya menjadi; melakukan dirinya menjadi: bersibisu, bersitegang; (b) saling (dl bentuk kata kerja ber-...-an); msl bersikutat, berkutat-kutatan; bersipandang, berpandang-pandangan [p cak] (1) tah; kah; gerangan; agaknya; sih: apa -- yg dicari; siapa -- yg dikata-katai itu; (2) memang; sebenarnya; sih: bagus -- bagus, tapi mahal; tidak apalah, saya -- tidak salah [n Mus] nada ke-7 pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 7
sia-sia utang tumbuh [pb] pekerjaan yg dilakukan tidak hati-hati dan tidak rapi penjagaannya sehingga menimbulkan kerugian
sida si.da [kl n] (1) sebutan bagi keturunan orang bangsawan: jika bukan -- , Tengkukah nakhoda kapal itu?; (2) pegawai (rendah) istana yg telah dikebiri: tidak kurang dr seratus -, biti-biti perwara, dan dayang-dayang yg ikut mengiringkan Sang Putri
signifikan sig.ni.fi.kan [a] penting; berarti: seorang -- yg dijadikan anutan; perbedaannya kecil sekali, tidak --
sikutan si.kut.an [n Olr] gerakan menyikut lawan dng siku, termasuk daerah (bagian badan) yg terlarang
sinder sin.der [n] (1) pengawas orang bekerja (di perkebunan, hutan, dsb); (2) ark penilik sekolah
sirih hutan tanaman merambat, berdaun spt sirih; kadok
sistem karier [Adm] sistem kepegawaian yg untuk pengangkatan pertama seorang pegawai didasarkan atas kecakapan yg bersangkutan
spion spi.on [n] (1) orang yg berusaha mendapatkan keterangan secara rahasia, terutama rahasia militer negara lain; mata-mata; (2) petugas kepolisian yg mengadakan pengusutan secara rahasia thd orang-orang yg dicurigai; agen polisi rahasia; detektif: penjagaan itu dimaksudkan untuk mempertahankan rahasia pabrik thd -- dr pabrik lain
sporangium spo.ra.ngi.um [n] sel, struktur, atau organ yg membentuk spora di dalamnya
spt ayam pulang ke pautan spt ayam pulang ke pa.ut.an [pb] sudah pd tempatnya
spt menanti orang dahulu [pb] perbuatan yg sia-sia
sua [v] ber.sua v (1) datang saling mendekati (berdekat-dekatan): sbg dua ekor burung merpati -- di atas bubungan; (2) bertemu; berjumpa: di tengah perjalanan ia -- dng seorang sahabat lama yg kemudian membantunya mencapai tempat tujuan; di hutan itu ia -- binatang aneh; (3) bertemu (dl arti mendapat, memperoleh): lain yg dicari, lain pula yg -; (4) kedapatan; terdapat; ada; tersua: di tempat itu -- pula beberapa keping emas; (5) terjadi (atas); terlaksana (tt harapan dsb); benar-benar terjadi (tt ramalan dsb): apa yg dialaminya itu -- pula pd diri ibunya berpuluh tahun yg lalu lihat bulu
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
susu lanjutan makanan yg berbahan dasar susu bubuk, diberikan kpd bayi sejak berusia 6 bulan sampai dng 4 tahun
syarif sya.rif [n] (1) orang yg mulia; (2) bangsawan (sebutan bagi keturunan Nabi Muhammad saw. yg langsung dr Husen)
syekh [n] (1) sebutan kpd orang Arab (terutama orang Arab keturunan sahabat Nabi); (2) sebutan orang Arab yg berasal dr Hadramaut; (3) ulama besar: -- Ibrahim Musa Parabek
takut-takutan ta.kut-ta.kut.an [a] (1) mudah terkejut; sangat penakut; (2) malu-malu; segan-segan; (3) pura-pura takut
taman hutan raya kawasan pelestarian alam, terutama dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa alami atau buatan untuk tujuan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, budaya, pariwisata, dan rekreasi
tanah ulayah tanah hutan yg sudah menjadi milik orang, tetapi belum diusahakan
tautan ta.ut.an [n] hasil bertaut; kaitan; hubungan: kata kiri dl bahasa Indonesia mempunyai ~ dng paham komunis
tautan hati ta.ut.an hati [ki] tambatan hati; kekasih
teh hutan tanaman perdu yg tajuknya rapat, padat, dan kuat, biasanya dipakai sbg pagar atau tanaman hias dng membentuknya menjadi pola-pola tertentu, daunnya dapat dimanfaatkan sbg obat penurun panas, penyakit usus, dan gangguan ginjal; Acalyoha siamensis; teh-tehan
tembakau hutan tumbuhan yg daun dan akarnya dibuat obat; Solanum verbascifolium
tembesu hutan tembesu bukit
terluput ter.lu.put [v] terhindar (dr); terlepas (dr); bebas (dr): tidak seorang pun ~ dr tuntutan hukum; baru saja kampung itu ~ dr bahaya banjir, sekarang terancam penyakit menular
teror te.ror [n] usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan
terpekik ter.pe.kik [v] memekik dng tiba-tiba: orang tua itu ~ ketakutan
tes [n] (1) ujian tertulis, lisan, atau wawancara untuk mengetahui pengetahuan, kemampuan, bakat, dan kepribadian seseorang; (2) percobaan untuk menguji kelaikan jalan suatu kendaraan bermotor umum; uji: berdasarkan -- yg dilakukan di balai pengujian kendaraan bermotor kendaraan jenis itu cukup baik untuk angkutan penumpang dan barang
tetap te.tap [v] selalu berada (tinggal, berdiri, dsb) di tempatnya: orang tuanya -- tinggal di dusun; (2) a tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dsb): kalimat itu terbentuk menurut pola-pola -- dan tertentu; (3) v tidak berpindah-pindah; tidak beranjak: bertiup angin timur yg -- arahnya; (4) adv selalu demikian halnya (tt keadaan, perbuatan, dsb): sampai kini ia masih -- menjadi bupati; sekali merdeka -- merdeka; (5) adv tidak putus-putusnya; selalu; terus: matanya -- melihat pd satu tempat saja; biar bagaimanapun ia -- hendak mempertahankan haknya; (6) adv untuk selamanya (tidak untuk sementara): bangunan --; pegawai --; pembantu --; (7) a kekal selama-lamanya; lestari: di dunia ini tiada sesuatu pun yg --; mudah-mudahan persahabatan kita -- hingga akhir zaman; (8) a sudah pasti (tentu): tempat dan harinya sudah --; pajaknya sudah --; pekerjaannya tidak -- , tidak tentu [v] me.ne.tap v mengesat atau mengeringkan (sesuatu yg basah, spt tulisan tinta dsb) dng cara menekankan barang yg dapat mengisap (spt kertas kembang dan kain): ia ~ air matanya dng saputangan; ia segera ~ tinta pd tulisannya supaya cepat kering
tiap orang masing-masing
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tuan tu.an [n] (1) orang tempat mengabdi, sbg lawan kata hamba, abdi, budak: anjing itu sangat setia kpd -- nya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; kepala (perusahaan dsb); pemilik atau yg empunya (toko dsb): hari ini -- saya tidak ada di kantor; (3) orang laki-laki (yg patut dihormati): ada seorang -- datang kemari; sepeda -- , sepeda untuk orang laki-laki; (4) sebutan kpd orang laki-laki bangsa asing atau sebutan kpd orang laki-laki yg patut dihormati: -- haji; -- sayid; (5) sebutan bagi wanita bangsawan (putri raja dsb): -- putri; (6 a) persona orang kedua laki-laki (engkau atau -mu yg takzim): -- hendak ke mana? inilah sepeda --; (b) persona orang kedua perempuan (engkau atau -mu yg takzim): tidak sampai hati Kakanda melepaskan -- berjalan seorang diri
tuntut tun.tut [v] , me.nun.tut v (1) meminta dng keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi): pihak keluarga ~ tanggung jawabnya atas keselamatan anak istrinya; (2) menagih (utang dsb): ~ utang yg telah lampau; (3) menggugat (untuk dijadikan perkara); membawa atau mengadu ke pengadilan: pihak yg dirugikan telah ~ penipu itu; (4) berusaha keras untuk mendapat (hak atas sesuatu): orang itu ~ hak atas warisan orang tuanya; (5) berusaha atau berdaya upaya mencapai (mendapat dsb) suatu tujuan dsb: buruh pabrik itu ~ perbaikan nasib; para pemuda ~ kemerdekaan; (6) berusaha supaya mendapat pengetahuan (ilmu dsb); mempelajari: ~ ilmu; ~ pelajaran; (7) menuju: berjalanlah mereka itu dng bergurauan dan jenaka akan ~ kota harapan
tuntutan tun.tut.an [n] (1) hasil menuntut; (2) sesuatu yg dituntut (spt permintaan keras); gugatan; dakwaan
tuntutan hukuman tun.tut.an hukuman beratnya hukuman yg diajukan oleh jaksa
turut-menurut tu.rut-me.nu.rut [v] (1) saling menurut (tidak tentang-menentang); (2) ikut-ikutan (hanya menurut pikiran orang)
uang jemputan uang yg diberikan oleh pihak perempuan kpd pihak laki-laki sbg permintaan akan dijadikan menantu (di Minangkabau)
udutan udut.an [n cak] pipa untuk mengisap rokok (madat); pengudut
ugutan ugut.an [n] ancaman; gertak(an)
ulit [v] ber.u.lit v (1) bertiduran sambil meninabobokan anak; (2) tidur bersama-sama (dng) [Mk a] tidak mudah atau tidak mau (membayar utang): kalau kita -- dng utang, kepercayaan orang akan hilang
upah terutang upah yg seharusnya dibayar, tetapi masih ditahan atau belum dibayar
urutan urut.an [n] (1) nomor urut: gilirannya jatuh pd ~ ketiga; (2) deretan; rentetan; hal berurut: ~ kata dl kalimat; (3) susunan: ~ nama pasien itu tidak menurut abjad; (4) Ling kumpulan unsur-unsur bahasa berstruktur yg secara teoretis terletak berderetan dl suatu hubungan formal
urutan kata urut.an kata [Ling] penempatan kata dl deretan tertentu menurut norma suatu bahasa, baik dl tingkat kalimat dan klausa, maupun dl tingkat frasa
wacana penuturan [Ling] wacana yg mementingkan urutan waktu dituturkan oleh orang pertama atau ketiga dl waktu tertentu, berorientasi pd pelaku, dan seluruh bagiannya diikat secara kronologis
wakil wa.kil [n] (1) orang yg dikuasakan menggantikan orang lain: Paman bertindak sbg -- ayah dl persidangan itu; (2) orang yg dipilih sbg utusan negara; duta: dia merupakan salah seorang -- Indonesia dl perebutan Piala Thomas; (3) orang yg menguruskan perdagangan dsb untuk orang lain; agen: ia sbg -- tunggal di kotanya; (4) jabatan yg kedua setelah yg tersebut di depannya: -- ketua
wayang orang wayang wong
Yahudi Ya.hu.di [n] (1) bangsa (yg berasal dr) Israel (Yakub); Ibrani; (2) agama orang Israel (yg berasal dr ajaran Nabi Musa a.s.); (3) ki (negatif) sebutan bagi orang yg sangat kikir: kikir spt -- , sangat kikir
(sbg durian) pangsa menunjukkan bangsa (sbg durian menunjukkan pangsa nya) [pb] kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb)
(ter) tungkus lumus [ki] terbenam di dl pekerjaan (kesusahan, utang, dsb)
-an [sufiks pembentuk nomina] (1) hasil tindakan: buatan; catatan; didikan; (2) yg biasa dikenai tindakan; yg di-: makanan; bacaan; (3) tempat; lokasi: kubangan; pangkalan; tepian; awalan; (4) alat untuk mengukur atau menghitung: meteran; timbangan; (5) hal atau cara: tembakan [sufiks pembentuk nomina] (1) kumpulan; gugusan: puluhan; ribuan; sayuran; daratan; lautan; (2) yg mempunyai atau mengandung: durian; rambutan; (3) cak yg menyerupai: gunungan; piringan [sufiks pembentuk adjektiva] (1) sesuatu yg mempunyai sifat: manisan; asinan; (2) cak intensitas: tinggian; besaran [cak sufiks pembentuk verba] melakukan sesuatu yg pelaku atau tindakannya banyak (saling): jualan; pacaran; (2) sufiks pembentuk nomina kegiatan yg berkenaan dng pelaku atau tindakan yg banyak: lebaran; natalan; syukuran
-is [sufiks pembentuk adjektiva] berkaitan dng: astronomis; psikologis; strategis [sufiks pembentuk nomina] orang yg bergerak atau ahli dalam (insani): jurnalis; kartunis; linguis
-kan [sufiks pembentuk verba] (1) menjadikan: jalankan; datangkan; hitamkan; (2) sungguh-sungguh: dengarkan; camkan; (3) untuk; kpd orang lain: sewakan; bacakan; jualkan
-wan (-man, -wati) sufiks pembentuk nomina (1) orang yg ahli dl bidang: ilmuwan; budayawan; seniman; (2) orang yg bergerak dl: karyawati; wartawan; (3) orang yg memiliki barang atau sifat khusus: dermawan; hartawan; rupawan; bangsawan
A [n] (1) huruf pertama abjad Indonesia; (2) nama huruf a; (3) penanda pertama dl urutan (mutu, nilai, dsb)
abad komputer zaman modern yg orang-orangnya memanfaatkan komputer dl menyimpan dan mengolah data
abai [a] (1) tidak dipedulikan (tidak dikerjakan baik-baik, tidak dipentingkan, dsb); (2) lalai: sbg seorang ayah, ia -- dr kewajiban keluarga
aban [n Antr] sebutan bagi duda dl masyarakat Dayak Kayan
abdi ab.di [n] (1) orang bawahan; pelayan; hamba; (2) budak tebusan
abdikasi ab.di.ka.si [n] (1) pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan (tt pembesar atau penguasa); (2) turun takhta dng sukarela (tt seorang raja)
abdu ab.du [kl n] hamba (Allah), yaitu manusia (terutama dipakai untuk nama orang): Abdullah, hamba Allah; Abdurrahman, hamba Allah Yang Maha Pengasih
abid [ark a] tidak berkesudahan; kekal; abadi [Isl] (1) v beribadah; (2) n orang yg taat kpd Tuhan; orang yg saleh
abidin abi.din [Ar n] (bentuk jamak dr abid) orang-orang yg taat (beribadah atau mengabdi) kpd Tuhan
abing [n] sebutan tambahan yg diberikan kpd saudara laki-laki atau perempuan yg meninggal
abis [n Geo] bagian yg paling dalam dr lautan yg mempunyai kedalaman lebih dr 400 m
abjad ab.jad [n] (1) kumpulan huruf (aksara) berdasarkan urutan yg lazim dl bahasa tertentu; (2) sistem aksara yg melambangkan bunyi bahasa yg dipakai untuk menuliskan bahasa
abong-abong [p cak] mentang-mentang: -- saya orang miskin, selalu dihina
absente ab.sen.te [n] (1) seseorang yg tidak hadir; (2) ketidakhadiran seseorang [n] perkebunan, tanah, perusahaan, dsb yg jauh dr pemiliknya
absenteisme ab.sen.te.is.me [n] (1) ketidakhadiran yg terus-menerus (dl perusahaan, sekolah, dsb); (2) Huk pemilikan atau perwalian tanah oleh orang-orang yg tidak hidup di tanah tsb dan tidak mengolah tanah itu sendiri, tetapi mengambil hasilnya melalui penggarapnya
absolusi ab.so.lu.si [n Kat] pengampunan melalui upacara keagamaan atas kesalahan atau dosa yg telah diperoleh (dilakukan secara umum atau secara perseorangan dan diadakan secara berkala)
absolut ab.so.lut [a] (1) tidak terbatas; mutlak: seorang raja mempunyai kekuasaan --; (2) sepenuhnya; (3) tanpa syarat: penyerahan -- tentara kolonial Belanda kpd tentara pendudukan Jepang; (4) tidak dapat diragukan lagi; nyata: terbukti keterlibatannya dl peristiwa itu --
abstain ab.stain [v] tidak memberikan suara (dl pemungutan suara); tidak menentukan sikap; (2) a Olr ragu-ragu: pembantu wasit -- dl memberikan jawaban kpd wasit untuk menentukan kena tidaknya suatu perkenaan dr tusukan yg dilakukan oleh pemain (dl olahraga anggar)
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abuk [n] serbuk (tt barang yg lumat halus spt tepung) [n] rambut: -- kaki; -- nya kusut masai [v] , meng.a.buk v mengambil atau mengakui barang orang lain sbg miliknya
acang-acang [n] orang kepercayaan; pesuruh:
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
acuh [v] peduli; mengindahkan: ia tidak -- akan larangan orang tuanya
acuman acum.an [n] (1) hasutan; (2) tantangan
ada [v] (1) hadir; telah sedia: ia -- di sana; (2) mempunyai: ia tidak -- uang; (3) benar; sungguh (untuk menguatkan sebutan): ia -- menerima surat itu
ada gula ada semut [pb] di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang [pb] orang akan berdatangan ke tempat yg menyenangkan
ada padi segala menjadi [pb] orang kaya dapat mencapai apa yg diinginkannya
ada-adanya ada-ada.nya [adv] mana boleh; mungkinkah: ~ orang mati hidup lagi
adab [n] kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak: ayahnya terkenal sbg orang yg tinggi -- nya
adakah buaya menolak bangkai [pb] orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan
adang [v] , meng.a.dang v (1) menghalangi (merintangi orang berjalan dsb) dng cara mendepang: jangan engkau ~ orang itu, biarkan dia lewat; (2) menunggu di tempat yg sunyi (biasanya dng maksud jahat, spt membunuh, merampok, menyamun); mencegat: gerombolan bersenjata ~ iring-iringan mobil; (3) menuju; memaksudkan; menghadapi; (4) menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dsb): mereka berani ~ bahaya maut; adang-adang n penyekat, kerai, dsb untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dsb) [Jw v] menanak nasi dng menggunakan dandang [n] (1) saudara tua dr ibu (biasanya wanita); kakak ibu; (2) nama atau gelar kehormatan; dang
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adaptasi sosial perubahan yg mengakibatkan seseorang dl suatu kelompok sosial dapat hidup dan berfungsi lebih baik dl lingkungannya
adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dl limbahan sekalipun [pb] orang yg asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
adar adar, meng.a.dar [v] (1) bermalam di rumah orang; (2) bertandang; singgah
adat pasang berturun naik [pb] keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tt kekayaan atau kedudukan seseorang
adat periuk berkerak [pb] jika seseorang ingin beroleh keuntungan dl satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan
adat teluk timbunan kapal [pb] biasanya orang yg berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)
adika adi.ka [a] lebih; lebih baik; terbaik; (2) n gelar untuk orang besar: Datuk Seri -- Raja
adil [a] (1) sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak: keputusan hakim itu --; (2) berpihak kpd yg benar; berpegang pd kebenaran; (3) sepatutnya; tidak sewenang-wenang: para buruh mengemukakan tuntutan yg --
administrator ad.mi.nis.tra.tor [n] (1) direktur perusahaan; (2) pengurus; penata usaha; (3) Pol pengusaha atau pembesar setempat; (4) Pol orang yg mempunyai kemampuan memerintah yg sangat baik; (5) Man pemimpin di bidang pelaksanaan peraturan, prosedur, dan kebijakan
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
afal af.al [n] kelakuan; perbuatan; tingkah laku: ia orang yg baik -- nya
afasia sensoris afasia yg menyebabkan penderita tidak dapat mengerti pembicaraan orang lain
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
agen [n] (1) Ek orang atau perusahaan perantara yg meng-usahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama peng-usaha; perwakilan; (2) cak kaki tangan atau mata-mata negara asing; (3) Adm wakil pengusaha yg merundingkan, memberi-kan jasa layanan, atau menutup perjanjian asuransi dng ketentuan yg ada
agen publisitas [Kom] orang yg bekerja untuk memperkenalkan dan menjual nama perusaha-an, kehendak suatu golongan, personalitas seseorang, dsb kpd publik
agen rahasia seseorang yg ditugasi oleh orang atau negara tertentu untuk memata-matai dan menyelidiki pihak lawan agar memperoleh informasi yg diperlukan
agenda agen.da [n] (1) buku catatan yg bertanggal untuk satu tahun: acara rapat itu telah dicatat dl --; (2) acara (yg akan dibicarakan dl rapat): hal itu tercantum juga dl -- rapat; -- politik tema yg akan dibicarakan dl rapat politik: perebutan kursi DPR dan jabatan dl pemerintahan sudah tidak akan ada lagi dl -- politik di masa datang
agitator agi.ta.tor [n] orang yg melakukan agitasi; penghasut
aglutinasi ag.lu.ti.na.si [n] (1) Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; (2) Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; (3) Ling (a) pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; (b) peleburan bunyi bahasa yg berdampingan
aglutinat ag.lu.ti.nat [n Kim] lekatan bersama menjadi massa, digunakan sbg tes untuk mengetahui apakah darah seseorang yg sehat dapat dipindahkan ke dl tubuh seseorang yg sakit
agnostik ag.nos.tik [n] orang yg berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui
agresi ag.re.si [n] (1) penyerangan suatu negara thd negara lain; serangan; (2) Psi perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dl mencapai pemuasan atau tujuan yg dapat diarahkan kpd orang atau benda; (3) Antr perbuatan bermusuhan yg bersifat penyerangan fisik ataupun psikis thd pihak lain
agresor ag.re.sor [n] orang atau negara yg menyerang pihak lain; penyerang
agrisilvikultur ag.ri.sil.vi.kul.tur [n] pertanian rakyat yg dilakukan di areal kehutanan
agroekonomi ag.ro.e.ko.no.mi [n] hal ihwal ekonomi yg bersangkutan dng pertanian
agrowisata ag.ro.wi.sa.ta [n] wisata yg sasarannya adalah pertanian (perkebunan, kehutanan, dsb)
agus [n] (1)sebutan atau panggilan untuk anak laki-laki; (2)bagus; elok; mulia
ahli ah.li [n] orang yg mahir, paham sekali dl suatu ilmu (kepandaian); (2) a mahir benar: dia seorang yg -- menjalankan mesin itu [n] anggota; orang(-orang) yg termasuk dl suatu golongan; keluarga atau kaum
ahli media seseorang yg memiliki pengetahuan yg luas dl media pendidikan
ahli negara ah.li ne.ga.ra [n] orang yg paham benar tt ketatanegaraan
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
air adas [Far] larutan jenuh minyak adas dl air
air aki larutan elektrolit untuk sel (aki), dibuat dr 220 cm3 sulfat pekat yg ditambahkan 750 cm3 air suling samkel diaduk, lalu diencerkan sampai volumenya 1 dm3
air aromatik larutan jenuh minyak asiri dl air, cairannya jernih atau keruh, bau dan rasanya sama dng minyak asiri
air beriak tanda tak dalam air be.ri.ak tanda tak dalam [pb] orang yg sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi
air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga air cucuran atap jatuh ke pe.lim.bah.an juga [pb] biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya
air lalu kubang tohor air lalu ku.bang tohor [pb] uang yg diterimanya lekas habis untuk membayar utang dsb
air mata duyung air jampi-jampi untuk memikat hati orang
air mawar air yg harum baunya (dr bunga mawar dsb); (2) Far larutan jenuh minyak mawar dl air
air permen [Far] larutan jenuh minyak permen dl air
air talkin [Isl] air yg disiramkan ke atas jenazah dl kubur sebelum orang membaca talkin
air tenang (biasa) menghanyutkan [pb] orang yg pendiam biasanya banyak pengetahuannya
air tenang menghanyutkan air tenang meng.ha.nyut.kan [pb] orang yg pendiam, tetapi banyak pengetahuannya
aja [ark n] sebutan putri bangsawan (Deli)
ajak [v] , meng.a.jak v(1) meminta (menyilakan, menyuruh, dsb) supaya turut (datang dsb): Ibu ~ aku pergi ke pasar; (2) menantang (berkelahi dsb): ia ~ lawan mainnya untuk bertanding; (3) membangkitkan hati supaya melakukan sesuatu: pilot itu ~ penumpang membelot ke negara bebas [Mk p] serupa (dng); seperti [n] anjing hutan, Cuon javanicus
ajar [n] petunjuk yg diberikan kpd orang supaya diketahui (diturut)
ajaran ajar.an [n] segala sesuatu yg diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk: ia senantiasa memegang teguh ~ orang tuanya; paham: ~ terlarang
ajengan ajeng.an [Sd n] orang terkemuka, terutama guru agama Islam; kiai
aji [a] (1) berharga sekali dan dianggap bertuah (tt benda keramat); (2) tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati [n] baginda; raja: sang --
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akademikus aka.de.mi.kus [n] (1) orang yg berpendidikan perguruan tinggi; (2) anggota akademi
akademisi aka.de.mi.si [n] (1) orang yg berpendidikan tinggi; (2) anggota akademi
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
akal dua jengkal merasa sama dng orang lain
akal sejengkal merasa diri lebih dr orang lain
akal tiga jengkal merasa diri kurang dr orang lain
akar kuning tumbuhan merambat, tinggi 5-15 m, tumbuh di hutan liar atau hutan bambu, daunnya mengandung alkali dan dapat dipakai sbg obat sakit kepala; Fibraurea chloroleuca
akar melata akar tumbuhan yg merambat, spt ubi jalar yg semakin lama semakin banyak; (2) ki bertambah lama bertambah banyak (tt utang)
akar parsi rumput-rumputan keras yg tunasnya dapat dimakan sbg sayuran; asparagus; Asparagus officinalis
akhtaj akh.taj [kl n] orang yg takluk
aki [n] nenek laki-laki; kakek; datuk; aki-aki n orang laki-laki yg sudah tua [n] (1) alat untuk menghimpun tenaga listrik (dipakai pd mesin mobil dsb); (2) Tek penghasil dan penyimpan daya listrik hasil reaksi kimia; (3) Fis peranti untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga kimia atau sebaliknya
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
aklamasi ak.la.ma.si [n] pernyataan setuju secara lisan dr seluruh peserta rapat dsb thd suatu usul tanpa melalui pemungutan suara: usul itu diterima secara --
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
akreditasi ak.re.di.ta.si [n ] (1) pengakuan thd lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu; (2) pengakuan oleh suatu jawatan tt adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya
akrobatik ak.ro.ba.tik [n] (1) pertunjukan atau peragaan yg dilakukan seorang pemain akrobat: permainan --; (2) pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dng ketangkasan
aksarawan ak.sa.ra.wan [n] orang yg mampu membaca dan menulis
aksarawati ak.sa.ra.wa.ti [n] orang (perempuan) yg mampu membaca dan menulis
aksen ak.sen [n] (1) Ling tekanan suara pd kata atau suku kata: suku kata yg mengandung pepet dl bahasa Indonesia tidak mendapat --; (2) pelafalan khas yg menjadi ciri seseorang; logat: -- Jawanya sudah tidak terdengar lagi; (3) tekanan: lukisan itu diberinya -- tertentu agar kelihatan hidup; (4) tanda diakritik: pd huruf e itu terdapat -- , yaitu tanda tambahan pd huruf yg banyak mengubah nilai fonetis
aksep ak.sep [n Ek] surat pengakuan utang
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
aksi polisional aksi militer setempat yg dilakukan oleh tentara pemerintah tanpa pernyataan perang yg resmi thd orang yg dianggap melanggar keamanan dan ketertiban internasional; (2) gerakan yg bermaksud memulihkan keamanan (istilah yg digunakan Belanda ketika memerangi Indonesia untuk mendapatkan kembali jajahannya)
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktor ak.tor [n] (1) pria yg berperan sbg pelaku dl pementasan cerita, drama, dsb di panggung, radio, televisi, atau film; (2) orang yg berperan dl suatu kejadian penting
aktual ak.tu.al [a] (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tt peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa dsb); hangat: berita --
akuan aku.an [n] (1) yg telah diakui; (2) orang halus (hantu dsb) yg menjadi pelindung atau yg memasuki orang [n] pekarangan atau ladang di Pulau Jawa bagian utara yg dipergunakan oleh seseorang untuk melakukan usaha atas dasar hak perbuatan untuk waktu tidak lebih dr satu tahun
akuaris aku.a.ris [n] orang yg memelihara akuarium
Akuarius Aku.a.ri.us [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa; (2) Astrol zodiak ke-11 yg digambarkan dng orang menuangkan air sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 20 Januari dan 18 Februari; Kumba; Delu
akun [n Man] (1) kumpulan catatan transaksi keuangan; buku; (2) daftar transaksi keuangan yg tersusun dl buku besar dan yg bertalian dng jenis harta dan kewajiban tertentu yg dimiliki atau ditanggung gugat oleh orang atau perusahaan; perkiraan
akun kekurangan [Ek] akun yg menyatakan kepentingan spekulatif seorang pelanggan dl sekuritas atau barang yg tidak dimilikinya, tetapi dijualnya, biasanya dng harapan dapat membeli lagi sesudah harga pasar menurun
akupunktur aku.punk.tur [n ] pengobatan atau pemeriksaan orang sakit dng tusuk jarum (cara pengobatan Cina); tusuk jarum: pengobatan dng -- sudah populer di Indonesia
akur [a] (1) mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati: saya -- saja dng usulmu; rupanya orang-orang di kampung ini kurang --; (2) cocok; sesuai: salinan itu sudah -- dng aslinya
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
alah menang tak tahu [pb] perihal seseorang yg tidak ikut campur dl dua pihak yg sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yg telah tentu kalah
alam arwah alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal
alamah ala.mah [Ar n] orang yg sangat pandai (berilmu)
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alami ala.mi [a] bersangkutan dng alam; bersifat alam; wajar; bakat --; karet --
alap-alap [n] (1) Zool elang belalang pemakan burung kecil; Acipiter virgatus gularis; (2) cak orang yg suka mengambil (dng cepat) milik orang lain; pencuri (penjambret, pencopet, dsb) kawakan
alas [n] (1) dasar; fondasi: -- rumah; (2) sarap; lapik: -- cawan [n] hutan; rimba , peng.a.las.an n jabatan hamba raja
alas kubur [ki] orang yg memikul kesalahan (kerugian dsb) orang lain
alat bantu dengar alat elektronik yg memperkeras suara sebelum suara sampai ke telinga, biasa dipakai oleh orang yg pendengarannya kurang
alat kejut listrik [Tan] penangkap ikan dng menggunakan kejutan listrik
alergi aler.gi [n Dok] (1) perubahan reaksi tubuh thd kuman-kuman penyakit; (2) keadaan sangat peka thd penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dl kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang
algojo al.go.jo [n] (1) orang yg melaksanakan hukuman mati; (2) orang yg bengis dan kejam (suka membunuh)
algoritme al.go.rit.me [n] (1) prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dl langkah-langkah terbatas: pd sistem FM ini osilator dirangkaikan menurut pola modulasi frekuensi yg disebut --; (2) Man urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah
aliase ali.a.se [n Kim] campuran logam yg terbentuk krn pelelehan bersama komponennya, dapat berupa larutan padat atau campuran yg tidak saling larut; aloi; lakur
alibi ali.bi [n Huk] bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)
alat [n] (1) benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas; perabot(an): -- pertanian; -- tukang kayu; (2) yg dipakai untuk mencapai maksud: pelaksanaan keluarga berencana adalah -- untuk menurunkan angka kelahiran dan menaikkan taraf hidup rakyat; (3) ki orang yg dipakai untuk mencapai suatu maksud: mereka itu hanya dipakai sbg -- untuk melemahkan semangat rakyat; (4) bagian tubuh (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) yg menjalankan fungsi sesuatu: -- pencium ; -- perasa; (5) yg dipakai untuk menjalankan kekuasaan negara (spt polisi, tentara): -- negara; (6) perlengkapan: -- kebesaran untuk upacara raja-raja, spt mahkota, tongkat, payung, pedang, tunggul, bendera, dan umbul-umbul; (7) Antr benda budaya yg dikembangkan manusia dl usahanya memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya, sbg penyambung keterbatasan organismenya [Mk n] (1) jamu (tamu); (2) perjamuan
alienasi ali.e.na.si [n] (1) keadaan merasa terasing (terisolasi); (2) penarikan diri atau pengasingan diri dr kelompok atau masyarakat; (3) pemindahan hak milik dan pangkat kpd orang lain
alim [a] (1) berilmu (terutama dl hal agama Islam): ia seorang -- yg sangat disegani di kampung ini; (2) saleh: kelihatannya ia sangat -- dan tidak pernah meninggalkan salat [n] pegawai urusan agama di Banten atau Madura
aliran getah alir.an getah [Tan] aliran cair-an dr pohon buah-buahan atau pohon hutan yg berpenyakit akibat serangan jamur yg menghasilkan fermentasi unsur kulit sampai ke dl kambium pohon
aliterasi ali.te.ra.si [n Sas] (1) sajak awal (untuk mendapatkan efek kesedapan bunyi); (2) pengulangan bunyi konsonan dr kata-kata yg berurutan
Allah [n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
alter ego al.ter ego [Lat n Psi] (1) aku yg kedua; (2) orang yg membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) seseorang dl segala hal dan keadaan; kawan yg tidak terpisahkan, msl suami atau istri
alto al.to [n Mus] (1) nada yg mencakup suara terendah wanita dan nada suara tertinggi pria (antara sopran dan tenor); (2) orang (penyanyi) bersuara antara sopran dan tenor
altruis al.tru.is [n] orang yg banyak mengutamakan kepentingan orang lain (tidak mementingkan diri sendiri)
altruisme al.tru.is.me [n] (1) paham (sifat) lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dr egoisme); (2) Antr sikap yg ada pd manusia, yg mungkin bersifat naluri berupa dorongan untuk berbuat jasa kpd manusia lain
altruistis al.tru.is.tis [a] bersifat mendahulukan kepentingan orang lain
alumni alum.ni [n n] orang-orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alumnus alum.nus [n] orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alur [n] (1) lekuk memanjang (di tanah, kayu, sungai, bagian tubuh, dsb); (2) jalan (aturan, adat) yg benar; (3) Sas rangkaian peristiwa yg direka dan dijalin dng saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian; (4) Sas jalinan peristiwa dl karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat)
alusi alu.si [n Sas] majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pd karya sastra; kilatan
am [a] (1) tidak terbatas pd orang atau golongan tertentu; umum; awam: orang --; (2) tidak terbatas pd bidang tertentu: pengetahuan --
amah [n] orang perempuan (Cina) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga; babu [n] rakyat biasa; orang kebanyakan: di hadapan Yang Mahakuasa tidak ada perbedaan antara -- dan bangsawan
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
amalgam amal.gam [n Kim] larutan logam dng air raksa, dapat berbentuk cair atau padat
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amanah ama.nah [n] kerabat [n] sesuatu yg dipercayakan (dititipkan) kpd orang lain: kemerdekaan Indonesia merupakan -- dr para pahlawan bangsa; (2) n keamanan; ketenteraman: bahagia dan -- yg sukar dicari; (3) a dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia: temanku adalah orang -- [Ar n] bidang hukum; kekuatan
amanat ama.nat [n] (1) pesan; perintah (dr atas): menyampaikan -- orang tuanya; (2) keterangan (dr pemerintah); (3) wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah -- Jenderal Sudirman; -- Presiden dl Kongres Pemuda; (4) Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; (5) Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar
amang [kl] , meng.a.mang v menakut-nakuti; mengancam (dng menodongkan senjata dsb) [n Geo] kotoran yg menyerupai hasil ikutan dr bijih (spt dr timah); tahi bijih
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
amatir ama.tir [n] kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, msl orang yg bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sbg kesenangan
ambalan am.bal.an [n] rombongan orang berarak; perarakan
ambilingual am.bi.li.ngu.al [n] orang atau masyarakat yg mempunyai kemampuan seimbang dl menggunakan dua bahasa
ambivalen am.bi.va.len [a] bercabang dua yg saling bertentangan (spt mencintai dan membenci sekaligus thd orang yg sama): ia mengakui adanya sikap -- pd dirinya thd gadis itu
ambivalensi am.bi.va.len.si [n Psi] perasaan tidak sadar yg saling bertentangan thd situasi yg sama atau thd seseorang pd waktu yg sama
ambulans am.bu.lans [n] kendaraan (mobil dsb) yg dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan: korban kecelakaan itu segera diangkut dng -- ke rumah sakit
amirulmukminin ami.rul.muk.mi.nin [Ar n] sebutan atau gelar bagi pemimpin umat Islam (khalifah)
amnesti am.nes.ti [n ] pengampunan atau penghapusan hukuman yg diberikan kepala negara kpd seseorang atau sekelompok orang yg telah melakukan tindak pidana tertentu
amniotik am.ni.o.tik [a Dok] bersangkutan dng amnion
amortisasi amor.ti.sa.si [n Huk] (1) penghapusan atau pernyataan tidak berlaku thd surat-surat berharga yg nilainya telah dibayarkan kembali atau telah hilang; (2) penyusutan secara berangsur-angsur dr utang atau penyerapan nilai kekayaan yang tidak berwujud dan bersifat susut, spt kontrak atau jatah keuntungan (royalti) ke dl pos biaya, selama jangka (waktu) tertentu
ampun am.pun [n] (1) pembebasan dr tuntutan krn melakukan kesalahan atau kekeliruan; maaf: ia selalu berdoa dan memohon -- atas segala dosa dan kesalahannya; (2) kata yg menyatakan rasa heran kesal: -- , anak ini nakalnya bukan main; (3) cak bukan main: aduh baunya, -- , deh
ampunan am.pun.an [n] (1) ampun; maaf: ia menerima ~ dr ibunya; (2) pembebasan dr hukuman atau tuntutan; pengampunan: Pemerintah memberikan ~ kpd gerombolan yg menyerahkan diri
amputasi am.pu.ta.si [n Dok] pemotongan (anggota badan), terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang
amuk [n] kerusuhan yg melibatkan banyak orang (spt perang saudara): dl -- di Liberia mayat bergelimpangan, darah membasahi tanah, dan inilah perang saudara sesama hitam
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak ajaib anak kecil yg sudah mampu menguasai kepandaian yg dimiliki oleh orang dewasa
anak angkat anak orang lain yg diambil (dipelihara) serta disahkan secara hukum sbg anak sendiri
anak asuh anak yg diberi biaya pendidikan (oleh seseorang), tetapi tetap tinggal pd orang tuanya
anak bala [ki] anak yg selalu mengganggu anak orang lain
anak balam sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli
anak bawang [ki] peserta bermain yg tidak masuk hitungan (hanya sbg penggenap atau ikut-ikutan saja); (2) ki anak kecil yg masih belum mengerti apa-apa
anak buah anggota kelompok (regu pasukan) yg berada di bawah seorang pemimpin
anak didik murid; siswa; (2) anak yg berada dl pembinaan (asuhan) seseorang
anak dipangku dilepaskan [pb] selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan
anak emas [n] (1) anak budak belian yg diambil anak oleh tuannya; (2) orang yg paling disayangi (disenangi) oleh atasannya (keluarganya, kepalanya, majikannya, tuannya, dsb); (3) anak Indonesia yg diambil oleh bangsa lain
anak gahara anak raja dr permaisuri; -- gedongan anak orang kaya (yg rumahnya gedung): -- gedongan itu mau juga bermain dng anak kampung
anak liplap anak yg orang tuanya berlainan bangsa
anak luar nikah anak yg dilahirkan oleh seorang wanita di luar perkawinan yg dianggap sah menurut adat atau hukum yg berlaku; (2) anak haram
anak mampu rawat [Dik] anak yg tingkat kemampuan intelegensinya paling tinggi 25, membutuhkan perawatan orang lain sepanjang hayatnya
anak obat anak (orang) sakit yg sedang dl perawatan dokter; pasien
anak piara anak orang lain yg dipiara
anak sasian murid; pelajar; orang yg berguru
anak sekolah anak (orang) yg masih menuntut ilmu melalui pendidikan sekolah; murid; siswa
anak sendiri disayangi [pb] bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yg diutamakan
anak sipil [Dik] anak yg diserahkan oleh orang tuanya kpd negara
anak sumbang anak haram (terutama akibat dr perzinaan sesama antara sanak saudara dekat); (2) anak yg lahir dr seorang ibu yg dilarang kawin menurut undang-undang dng lelaki yg menghamilinya
anak susuan anak yg masih menyusu; (2) anak orang lain yg disusui
anak tolakan [Psi] anak yg tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dsb)
anaklisis anak.li.sis [n Psi] keadaan emosi yg bergantung pd orang lain
analis ana.lis [n] (1) orang yg menganalisis atau melakukan analisis; (2) ahli ilmu kimia yg bekerja di laboratorium (menjalankan penyelidikan dsb); (3) Ek orang yg mencari dan mengumpulkan data untuk penilaian kekayaan atau kemampuan perusahaan demi kepentingan pemodal
analisis jabatan [Man] penyelidikan tt kemampuan dan kepribadian seseorang dl hubungan dng pekerjaan yg menjadi tanggung jawabnya
analog ana.log [a] bersangkutan dg analogi; sama; serupa: masalah suku terasing di Indonesia -- dng masalah suku terasing di Filipina dan Hawaii
anamnesis anam.ne.sis [n] (1) Psi keterangan tt kehidupan seseorang (klien) yg diperoleh melalui wawancara dsb; (2) Dok riwayat orang sakit dan penyakitnya pd masa lampau
anarkis anar.kis [n] (1) penganjur (penganut) paham anarkisme; (2) orang yg melakukan tindakan anarki
anasir ana.sir [n] (1) sesuatu (orang, paham, sifat, dsb) yg menjadi bagian dr atau termasuk dl keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dsb): dl pergerakan itu terdapat -- yg kurang baik; (2) (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yg merupakan bagian dr segala benda: orang memperkirakan bumi ini ada -- nya, yaitu air, api, tanah, dan hawa; (3) segala yg ada di dunia; makhluk: daun-daun pun tiada bergerak sebab angin tiada bertiup sedikit jua, seolah-olah segala -- sama-sama menghormati hari yg mulia itu; (4) unsur
anatomis ana.to.mis [a] bersifat anatomi: ada alat-alat tertentu pd anak yg mempunyai bentuk dan letak -- yg tidak sama dng orang dewasa
ancoa an.coa [pron] bagaimana (dl percakapan dng atau di antara orang Cina)
Anda An.da [pron] sapaan untuk orang yg diajak berbicara atau berkomunikasi (tidak membedakan tingkat, kedudukan, dan umur)
andalan an.dal.an [n] (1) orang yg dipercayai; yg dapat diandalkan; tumpuan: ia termasuk ~ kita dl kejuaraan dunia bulu tangkis tahun ini; (2) pembina (dl gerakan pramuka): Presiden Republik Indonesia adalah salah seorang ~ nasional gerakan pramuka; (3) (kuda dsb) yg kuat (sakti); (4) tanggungan; barang jaminan
andan an.dan [n] orang yg putih kulitnya krn lapisan kulitnya tidak mengandung (kekurangan) zat warna tubuh (pigmen); bulai [Mk v] berkerabat (bersanak) dekat krn perkawinan, bukan krn hubungan darah
andika an.di.ka [kl] (1) n kehormatan tertinggi yg diberikan atau dimiliki raja atau penguasa dr zaman pra-Islam: -- Betara Majapahit; (2) pron sapaan hormat orang kedua; Tuanku
andragogi an.dra.go.gi [n] ilmu tt cara orang dewasa belajar
anekdot anek.dot [n] cerita singkat yg menarik krn lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yg sebenarnya
aneksasi anek.sa.si [n] pengambilan dng paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dng tanah (negara) sendiri; penyerobotan; pencaplokan
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
anggota ang.go.ta [n] (1) bagian tubuh (terutama tangan dan kaki): -- badannya lemah; (2) bagian dr sesuatu yg berangkai: kata majemuk "bumiputra" dua -- nya; (3) orang (badan) yg menjadi bagian atau masuk dl suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dsb): dia adalah seorang -- partai terlarang
angin jahat angin yg buruk membuat orang mudah sakit, spt angin yg sangat dingin, angin pd musim pancaroba
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angin-angin [n ki] kabar yg belum tentu kebenarannya; gelagat yg menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi: ada ~ bahwa ia akan mengundurkan diri; (2) a tidak tetap pendiriannya: orang tidak bisa percaya pd orang yg ~ ini
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angka fertilitas kumulatif [Dem] rata-rata banyaknya anak yg dilahirkan oleh seorang wanita sejak mereka mulai memasuki usia melahirkan sampai mereka mencapai umur tertentu (msl umur 20-24, 30-34, atau 45-49 tahun)
angka kematian kasar [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian per 1.000 orang penduduk dl satu tahun
angkara ang.ka.ra [n] kebengisan: janganlah Anda berbuat -- thd sesama manusia; (2) n kekurangajaran (thd perempuan dsb): ia tidak pernah berbuat -- thd istri orang; (3) a loba; tamak
angkasawan ang.ka.sa.wan [n] (1) orang yg bertugas sbg penyiar radio; orang yg berkecimpung di bidang siaran radio; (2) astronaut
angkat tangan mengangkat kedua belah tangan ke atas spt ketika orang mulai salat; (2) cak mengacungkan tangan ke atas tanda menunjukkan diri: coba siapa yg dapat mengerjakan, -- tangan; (3) cak ki menyerah (tidak akan melawan lagi); takluk; (4) cak ki tidak sanggup menghadapi; putus asa: ia sudah -- tangan kalau disuruh menghadapi orang itu
angkatan muda ang.kat.an muda jabatan pegawai negara; (2) orang yg diangkat oleh negara
angkatan negara ang.kat.an negara [ark] kelompok orang muda; turunan yg termuda
angkatan penerus ang.kat.an penerus kelompok orang yg akan menggantikan kelompok sebelumnya
angkatan perang ang.kat.an perang kelompok besar orang yg diperlengkapi dng senjata yg bertugas di bidang pertahanan dan keamanan, meliputi angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara; angkatan bersenjata
angkel ang.kel [ark ] (1) n uang kontrak yg diberikan kpd orang yg masuk serdadu (pd zaman penjajahan); (2) cak v menandatangani kontrak lagi (setelah kontrak berakhir)
angker ang.ker [a] (1) tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya krn dianggap berhantu; (2) ki tampak menyeramkan (menakutkan): direktur yg -- itu ternyata berhati baik [n] jangkar
angkong ang.kong [ark n] kereta beroda dua yg dihela orang [ark n] permainan judi dng kartu tiga
angkuh ang.kuh [a] sifat suka memandang rendah kpd orang lain; tinggi hati; sombong; congkak: krn sikapnya yg -- itu, ia tidak disukai orang [n] rupa
angkuh terbawa [pb] baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kpd orang yg pesolek)
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
angsuran ang.sur.an [n] uang yg dipakai untuk mengangsur (utang, pajak, dsb); cicilan: kakak membeli barang dng ~
animis ani.mis [n] orang yg menganut paham animisme
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
anjing geladak anjing liar (tidak dipiara orang); (2) ki penjahat yg hidup di pelabuhan-pelabuhan laut
anjing menyalak di ekor (pantat) gajah [pb] orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa
anjlok an.jlok [v] (1) meloncat ke bawah dr tempat ketinggian (dng posisi kedua kaki sbg tumpuan); (2) turun dr posisi semula (tt jembatan, bangunan, dsb); (3) keluar dr rel (tt kereta api); (4) turun banyak dl waktu sangat singkat (tt harga, berat badan, kesehatan orang, dsb)
anjuran an.jur.an [n] yg dianjurkan; usul; saran; nasihat; ajakan:; ~ orang tuanya dilaksanakannya dng baik
anoa [n Zool] kerbau kecil yg tingginya sekitar 1 m, hidup di pedalaman atau di hutan kecil di Sulawesi; Bubalus depresicornis
anotasi ano.ta.si [n] catatan yg dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antah an.tah [n] (1) gabah (yg terdapat pd beras atau nasi); (2) ki orang yg tidak berguna (dl masyarakat); sesuatu yg kurang baik
antah berkumpul sama antah [pb] setiap orang selalu mencari orang yg setingkat atau sederajat
antarpribadi an.tar.pri.ba.di [a] antara pribadi seseorang dan pribadi orang lain
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
antek an.tek [Jw n] orang (negara) yg diperalat atau dijadikan pengikut orang (negara) lain; kaki tangan; budak
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
antik an.tik [a] kuno, tetapi tetap bernilai sbg hasil karya seni atau benda budaya (tt barang-barang): koleksi barang --; (2) n ki perilaku, sifat, penampilan, dsb yg tidak spt biasanya (tt orang)
antikristus an.ti.kris.tus [n Kris] kuasa yg melawan Allah dan Kristus yg semakin besar menjelang kedatangan Tuhan kembali yg dapat menjelma dl orang-orang tertentu
antikuari an.ti.ku.a.ri [n] orang yg mengoleksi atau mempelajari benda kuno (antik)
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
antologi an.to.lo.gi [n] kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang: sebuah -- sajak perjuangan bangsa Indonesia telah diterjemahkan ke dl bahasa Inggris
antrean an.tre.an [n] deretan orang, barang olahan, atau unit yg sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dsb
antroponimi an.tro.po.ni.mi [n] penyelidikan tt sistematik, arti, dan asal-usul nama orang
anu [n] (1) yg tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): si -- membeli -- di toko --; (2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung -- yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
anugerah anu.ge.rah [n] pemberian atau ganjaran dr pihak atas (orang besar dsb) kpd pihak bawah (orang rendah dsb); karunia (dr Tuhan): ia mendapat -- Bintang Mahaputra dr Pemerintah; bersyukurlah atas -- Nya
anumerta anu.mer.ta [a] setelah meninggal; (2) n penghargaan (gelar, pangkat, dsb) yg diberikan kpd anggota angkatan bersenjata yg dianggap berjasa kpd negara, sesudah orangnya meninggal
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar [pb] tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yg disimpan saja kalau tidak diajarkan kpd orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
apa yg kurang pd belida [pb] orang yg berkecukupan, tidak ada yg kurang padanya
apalagi apa.la.gi [p] kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yg telah dibicarakan terdahulu: anak kecil pun sudah mengerti, -- orang dewasa
apek [Lihat {apak}] [Cn n] kata untuk menyapa orang tua; tuan
apelativa ape.la.ti.va [n Ling] penyebutan sesuatu berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya, atau nama dl sejarah, msl penyebutan laksamana yg tadinya nama tokoh, nama ikan mujahir berdasarkan penemunya, skala Richter, dsb
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api penyuci [Kat] tempat siksaan di akhirat untuk membersihkan jiwa orang yg berdosa ringan
apit [n] (1) sesuatu yg terdapat di antara dua benda (orang dsb); sesuatu yg dihimpit (dijepit, ditindih, dsb); (2) alat untuk menghimpit (menjepit, menindih, dsb); (3) jejenang; ajudan
aplus ap.lus [v cak] bergilir (tt orang yg bertugas, berkawal, dsb) [Lihat {aplaus}]
apologetis apo.lo.ge.tis [a] bersifat pemaaf: orang yg paling -- pun tidak akan mengampuni tindakan yg sadis itu
apopleksi apo.plek.si [n Dok] penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah
aposisi apo.si.si [n Ling] ungkapan yg berfungsi menambah atau menjelaskan ungkapan sebelumnya dl kalimat yg bersangkutan
apraksi ap.rak.si [n ] orang yg mengalami apraksia
arah arah, arah.an [ark n] orang yg menjadi pembantu
arahan arah.an [n] (1) petunjuk untuk melaksanakan sesuatu; (2) perintah resmi seorang pemimpin perusahaan kpd bawahannya yg berupa petunjuk untuk melaksanakan sesuatu dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi
arak-arakan arak-arak.an [n] iring-iringan orang dsb yg berarak; pawai: festival film yg diselenggarakan di Surabaya diawali dng ~ para artis film mengelilingi kota
aram [n] aram-aram n tangga berpara-para tempat orang bekerja di tempat tinggi, msl mengecat gedung bertingkat [kl a] -- temaram hampir gelap; suram (tidak bercahaya terang)
arang itu jikalau dibasuh dng air mawar sekalipun [pb] tabiat orang yg dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
arbiter ar.bi.ter [n] orang yg disepakati oleh dua belah pihak yg bersengketa untuk memberikan keputusan yg akan ditaati oleh kedua belah pihak
arca ar.ca [n] patung yg terutama dibuat dr batu yg dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang
area [n] (1) bagian permukaan bumi; daerah; (2) wilayah geografis yg digunakan untuk keperluan khusus: hutan ini akan dibuka untuk -- pertanian; (3) Ling wilayah geografis yg memiliki ciri-ciri tipologi bahasa yg bersamaan, spt ciri-ciri lafal, leksikal, atau gramatikal
areal are.al /arEal/ (1) a bersangkutan dng area; (2) n cak area (makna 1 dan 2)
arek [n cak] (1) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu daerah, kota, dsb); anak: -- Surabaya; -- Malang; (2) panggilan akrab antarteman sebaya atau dr yg lebih tua kpd yg lebih muda
areta are.ta [n] keberanian dan kebajikan yg dimiliki seseorang yg menyebabkan dia dihormati oleh orang lain
argot ar.got [n Ling] bahasa dan perbendaharaan kata yg bersifat rahasia dr suatu kelompok orang, msl bahasa para pencopet
Aries Ari.es [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol zodiak pertama yg digambarkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Maret dan 19 April; Mesa; Hamal
arif [a] (1) bijaksana; cerdik dan pandai; berilmu: ia terkenal sbg orang yg --; (2) paham; mengerti: tidak mungkin seseorang itu -- akan segala hal
arifin ari.fin [n] (golongan) orang cerdik pandai (bijaksana)
arisan aris.an [n] kegiatan mengumpulkan uang atau barang yg bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya, undian dilaksanakan dl sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya
aristokrat aris.tok.rat [n] (1) penganut cita-cita kenegaraan yg berpendapat bahwa negara harus diperintah oleh kaum bangsawan (orang kaya dan orang-orang yg tinggi martabatnya); (2) orang dr golongan bangsawan; ningrat
arogan aro.gan [a] (1) sombong; congkak; angkuh; (2) Psi mempunyai perasaan superioritas yg dimanifestasikan dl sikap suka memaksa atau pongah: dl dunia yg penuh manusia -- dan kepalsuan ini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar
artisan ar.ti.san [n] orang yg ahli membuat barang kerajinan tangan
arung-arungan arung-arung.an [n] (1) bagian sungai yg dangkal tempat orang menyeberang; (2) laut yg biasa dilayari (dilalui)
arus manusia keadaan hilir mudiknya orang yg berjalan atau lewat
arwah ar.wah [n] (1) jiwa orang yg meninggal; roh: semoga -- nya diterima di sisi Tuhan; (2) ki semangat: hilang --
asa-asaan asa-asa.an [a] selalu berharap-harap atau mengharapkan: supaya orang tuamu jangan ~ lekaslah pulang sekarang
asal ayam pulang ke lumbung [pb] tabiat orang tidak akan berubah
asalnya dr kubang asalnya dr ku.bang [ki] (orang) yg hina sekali
asas keturunan asas yg menentukan bahwa kewarganegaraan seorang anak otomatis menurut kewarganegaraan ayahnya
asas praduga tidak bersalah asas yg menyatakan bahwa setiap orang yg disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau diperiksa pd sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hakim yg berkekuatan hukum yg menyatakan bahwa tersangka atau tertuduh bersalah
asas primogenitur asas warisan yg bersangkutan dng ahli waris yg telah meninggal
asas tempat kelahiran asas yg menentukan bahwa tempat lahirlah yg menentukan kewarganegaraan seseorang
asas ultimogenitur [Antr] asas warisan yg bersangkutan dng anak termuda dr ahli waris yg telah meninggal
asetimeter ase.ti.me.ter [n ] alat untuk mengukur kadar asam cuka dl larutan air
asimilasi resiprokal [Ling] proses perubahan dua fonem yg berurutan, yg menyebabkan kedua fonem itu menjadi fonem yg lain dr semula
asinyor asi.nyor [n Huk] seseorang yg menyerahkan hak atau miliknya (biasanya tanah) kpd orang lain
asisten asis.ten [n] orang yg bertugas membantu orang lain dl melaksanakan tugas profesional, msl dl pekerjaan, profesi, dan kedinasan
asistensi asis.ten.si [n] kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dl tugas profesionalnya)
asket as.ket [n] orang yg menjalani asketisisme; pertapa; aulia
asli as.li [n] (1) tidak ada campurannya; tulen; murni: emas --; (2) bukan peranakan: orang pribumi adalah penduduk --; (3) bukan salinan (fotokopi, saduran, terjemahan): ijazah --; naskah --; (4) baik-baik; tidak diragukan asal usulnya; (5) yg dibawa sejak lahir (sifat pembawaan): bagaimanapun disembunyikannya sifat -- nya, pasti akan kelihatan juga; (6) (tempat) asal: orang tsb -- nya dr Bandung
aspiran as.pi.ran [n] orang yg berambisi besar untuk menuntut suatu hal (pangkat, pengetahuan, dsb)
asrama as.ra.ma [n] bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
astringen as.trin.gen [n Far] zat yg menyebabkan pengerutan jaringan sehingga dapat mengurangi sekresi (dipakai sbg obat luar untuk merawat kulit)
astrologi as.tro.lo.gi [n] ilmu perbintangan yg dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang; nujum
asuh [v] , meng.a.suh v (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; (2) ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; (3) ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa
asungan asung.an [n] hasutan: kapan ~ dan fitnah itu akan berhenti?
asuransi korban perang asuransi yg mengatur jaminan hidup orang-orang yg menderita akibat peperangan
asuransi kredit jaminan pembayaran kredit oleh pihak ketiga (C) kpd pemberi kredit (A) apabila penerima kredit (B) tidak melunasi utangnya
asuransi perusahaan asuransi atas jiwa seorang direktur perusahaan, pekerja, atau pejabat penting yg polisnya dapat dibayarkan kpd perusahaan yg mempekerjakan orang itu
asyik-asyiknya asyik-asyik.nya [a] enak-enaknya: sedang ~ bermain, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan orang minta tolong
Asytoret Asy.to.ret [n] dewi kesuburan orang Sidon yg dimasukkan ke Israel oleh istri-istri Salomon (Sulaiman)
atap serotong bentuk atap rumah orang kebanyakan atau lapisan masyarakat bawah
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
ateis ate.is [n] orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok -- tidak akan mengambil bagian dl suatu upacara agama
atribut at.ri.but [n] (1) tanda kelengkapan (berupa baret, lencana, dsb): setiap angkatan di lingkungan TNI memiliki -- sendiri; (2) ki lambang: -- keadilan ialah pedang dan timbangan; (3) sifat yg menjadi ciri khas (suatu benda atau orang): berani dan jujur adalah -- seorang kesatria; (4 a) Ling penjelas; (b) adjektiva yg menerangkan nomina dl frasa nominal; (c) kata berkelas tertentu yg mempunyai fungsi menerangkan nomina dl frasa nominal, msl sekarang dl pemuda sekarang; (5) kategori variabel kualitatif (spt laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin); (6) Ark ciri atau sifat yg terdapat pd setiap benda purbakala, yg dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok
atrofi at.ro.fi [n Dok] penyusutan atau pengecilan ukuran suatu sel, jaringan, organ, atau bagian tubuh
aubade au.ba.de [n] (1) nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pd pagi hari; (2) nyanyian cinta pd pagi hari; (3) pujian yg disampaikan dl bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang: -- anak sekolah di depan Istana Merdeka pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
audiofil au.di.o.fil [n] orang yg sangat menggemari reproduksi suara yg sangat teliti; penggemar fanatik reproduksi suara yg sangat teliti
aulia au.lia [n] orang suci; wali
aural au.ral [a] bersangkutan dng telinga atau indra pendengaran
autad au.tad [n Isl] anggapan tt adanya empat orang yg sangat alim dan saleh, masing-masing menempati empat penjuru dunia, yaitu timur, barat, utara, dan selatan
autisme au.tis.me [n] gangguan perkembangan pd anak yg berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dng orang lain terganggu
autistik au.tis.tik [a] terganggu jika berhubungan dng orang lain
autobiograf au.to.bi.o.graf [n] seseorang yg menulis sendiri autobiografinya
autodidak au.to.di.dak [n] orang yg mendapat keahlian dng belajar sendiri
autograf au.to.graf [n Filol] (1) tulisan pribadi; (2) naskah asli yg ditulis tangan oleh pengarangnya sendiri; (3) tanda tangan dr seseorang yg termasyhur
autokrasi au.to.kra.si [n Pol] (bentuk) pemerintahan dng kekuasaan mutlak pd diri seseorang; kediktatoran
autokrat au.to.krat [n Pol] orang yg mempunyai kekuasaan mutlak; diktator
avonturir avon.tu.rir [n] orang yg suka melakukan pertualangan; petualang
awak penerbangan anak buah kapal terbang; orang yg bekerja pd sebuah maskapai penerbangan
awak yg payah membelah ruyung [pb] kita yg berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat faedahnya
awam [a] umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa; (2) n orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara)
awang awang, ber.a.wang [a] bersahabat; berjinak-jinakan: kedua orang itu tampaknya sudah mulai ~
awuran awur.an [n] sesuatu yg tidak teratur, terencana, dsb: orang itu menjawab pertanyaan secara ~ , tidak dipikir lebih dahulu
ayah [n] (1) orang tua kandung laki-laki; bapak; (2) panggilan kpd orang tua kandung laki-laki [Mal n] orang perempuan (India) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga
ayah bunda ibu bapak; orang tua
ayah tiri laki-laki (bukan ayah kandung) yg kawin dng ibu kandung seorang anak
ayam alas ayam hutan
ayam itik segala bangsa unggas yg dipiara orang (spt ayam, itik, angsa)
ayam itik raja pd tempatnya [pb] setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya
ayam kampung ayam yg secara alami berasal dr daerah tertentu yg dipiara orang (lawan ayam negeri, ayam ras)
ayam pelesung pemuda yg biasa datang ke rumah orang tua yg beranak gadis
ayap [kl] meng.a.yap v makan atau minum (untuk merendahkan diri bagi orang biasa): semuanya pun ~ lah masing-masing pd hidangannya
ayeng , ayeng-ayeng.an Jk v (1) berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yg tidak-tidak spt orang yg kurang waras; (2) berkeliling mencari sesuatu hingga lelah; (3) pergi ke sana-sini
azan [n] seruan untuk mengajak orang melakukan salat; bang: kedengaran -- sayup-sayup sampai; muazin ialah orang yg mengumandangkan --
B [n] (1) huruf ke-2 abjad Indonesia; (2) penanda ke-2 dl urutan (mutu, nilai, dsb)
Baal Ba.al [n] dewa kesuburan yg dipuja oleh orang Israel (disebut dl Perjanjian Lama)
baba ba.ba [n] sapaan untuk orang Cina (laki-laki) [n Lay] tikus
babat lari menebas (menebang habis) hutan secara serampangan tanpa menghutankan kembali bagian yg telah ditebang
babe ba.be [Jk n] (1) bapak; ayah; (2) panggilan akrab thd orang tua (pemuka, pemimpin)
babi janggur babi hutan yg kecil dan berjanggut
babi merasa gulai [pb] menyama-nyamai orang besar (kaya)
babi rantai babi hutan yg bercambang (berjanggut) dan hidup menyendiri, tidak berkawan
babi rusa babi hutan yg bertaring panjang yg mencuat dan melengkung di atas moncongnya
babit ba.bit [v] , mem.ba.bit.kan v melibatkan seseorang dl perkara dsb
bablas bab.las [Jw v] (1) terus; (2) ki lenyap (hilang): uangnya -- dilarikan orang; (3) ki mati: jika kebanyakan makan obat tidur bisa --
babu ba.bu [n cak] perempuan yg bekerja sbg pembantu (pelayan) di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga
baca ba.ca [v] , mem.ba.ca v (1) melihat serta memahami isi dr apa yg tertulis (dng melisankan atau hanya dl hati): dia jangan diganggu, krn sedang -- buku; (2) mengeja atau melafalkan apa yg tertulis; (3)mengucapkan: -- doa, -- mantra; (4) mengetahui; meramalkan: ia dapat -- suratan tangan (garis-garis pd telapak tangan); (5) memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai -- permainan lawan
badak sumatra badak bercula dua, terdapat di hutan dataran rendah yg berawa-rawa sampai hutan pegunungan yg kering; Dicerorhinus sumatrensis
badal ba.dal [n] pengganti (terutama bagi orang naik haji); wakil
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
badan astral [Fil] badan orang yg sudah meninggal yg tampak sbg bayangan sinar yg bercahaya (bersifat metafisika); badan (roh) halus
badan pembuat undang-undang [Pol] badan yg terdiri atas orang-orang yg menduduki jabatannya melalui pemilihan umum dan membuat keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
badi ba.di [n] (1) kl pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); (2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan: anak itu memiliki -- kuda; (3) Dok zat yg menularkan penyakit
bagai balam dng ketitir [pb] perihal dua orang yg selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
bagai batu jatuh ke lubuk [pb] hilang lenyap (orang yg meninggalkan tempat)
bagai belut diregang [pb] seseorang yg tinggi kurus
bagai belut kena ranjau (getah) [pb] seseorang yg licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu
bagai bertanak di kuali bagai ber.ta.nak di kuali [pb] bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri
bagai dekan di bawah pangkal buluh [pb] seseorang yg pandai menyimpan rahasia
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bagai empedu lekat di hati [pb] sangat karib, tidak terceraikan (tt persahabatan, orang berkasih-kasihan, dsb)
bagai geluk tinggal di air [pb] orang yg hanya menunggu bantuan orang lain
bagai ikan kena tuba [pb] banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri)
bagai kena santung pelalai [pb] gadis yg lupa (tidak ingat) akan bersuami (krn diguna-gunai orang)
bagai kinantan hilang taji [pb] seseorang yg telah kehilangan penghargaan
bagai kucing dibawakan lidi [pb] sangat ketakutan
bagai langau di ekor gajah [pb] selalu tunduk kpd kemauan orang besar atau orang pandai
bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran) [pb] seseorang yg merasa senang krn terlepas dr kesusahan
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bagai pahat [pb] orang yg mau bekerja apabila diperintah
bagai pimping di lereng [pb] orang yg tidak berpendirian tetap
bagai sambau di tengah jalan (yg rebah bangun krn terinjak) [ki] kehidupan orang yg turun naik, tidak menentu
bagai serdadu pulang baris [pb] orang yg kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya
bagai tikus membaiki labu [pb] orang yg mencoba memperbaiki sesuatu yg tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya
bagaimana ditanam bagaimana ditanam, begitulah di.tu.ai [pb] seseorang akan mendapat balasan spt yg diperbuatnya
bagaimana ditanam begitulah dituai bagaimana di.ta.nam begitulah dituai [pb] tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bagan arus data [Man] gambar urutan operasi yg dijalankan dl mengolah data dan menunjukkan data yg diolah setiap tahap, biasanya menggambarkan seluruh sistem olah data
bagi kerja sistem penggolongan semua pekerjaan dl masyarakat berdasarkan jenis kelamin, usia, dan keahlian warga masyarakat yg bersangkutan
baginda ba.gin.da [n] gelar atau sebutan raja (artinya yg berbahagia dan mulia)
bagong ba.gong [ark a] besar dan berat: parang --; perahu -- [Sd n] babi hutan; celeng , ba.gong.an lihat bahasa
bahariwan ba.ha.ri.wan [n] orang yg bekerja di laut atau pelayaran; pelaut
bahasa analitis tipe bahasa yg menyatakan pelbagai segi gramatika, terutama dng kata terpisah dan urutan kata; bahasa isolatif
bahasa buatan bahasa yg direka dng tujuan khusus untuk memperbaiki komunikasi internasional; (2) sistem kode berupa lambang abstrak, spt yg dipakai dl pemrograman komputer; (3) bahasa yg dibuat orang untuk pemakaian tertentu, msl bahasa Esperanto dan bahasa yg dipakai dl logika simbolis atau penggunaan komputer
bahasa gunung ragam bahasa Melayu yg dipakai oleh petani, orang desa, dsb
bahasa laut bahasa orang laut (pelaut)
bahasa menunjukkan bangsa [pb] budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)
bahasa pasar bahasa yg dipakai sbg alat komunikasi dl perdagangan oleh orang yg memiliki bahasa ibu yg berbeda-beda; (2) bahasa perantara yg terbentuk dr berbagai bahasa yg intinya berasal dr satu bahasa tertentu
bahasa roh [Kris] karunia Roh Kudus yg memuji Allah di dl doa dng bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yg memakainya maupun oleh orang lain
bahasa tarzan bahasa yg digunakan di antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak mudah saling mengerti, dicampuri gerak isyarat
bahasa umum bagian khazanah leksikal, gramatikal, dan stilistis suatu bahasa yg dimengerti dan diterima sbg pemakaian yg baik oleh semua orang yg mengenal bahasa itu
bahasawan ba.ha.sa.wan [n] (1) orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; (2) ahli bahasa
bahimiah ba.hi.mi.ah [a] bersifat kebinatangan (dikatakan kpd orang yg hidupnya hanya makan, minum, dan bersanggama): puasa benar-benar mendidik hati nurani manusia untuk menjauhi sifat --
bahuku ba.hu.ku [n] retribusi yg harus dibayar krn mengambil hasil tanah milik orang lain (di Halmahera)
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
bajak selalu di tanah yg lembut [pb] orang yg selalu menderita adalah orang yg lemah
bajar ba.jar [v] pembayaran utang (di Madura)
baju antari baju dalam yg panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yg bentuknya spt baju anggerka; (2) baju panjang yg dipakai oleh orang yg naik haji
baju biru [ki] orang hukuman (tahanan) yg menjalani hukuman penjara
baju jubah baju panjang spt yg biasa dipakai orang Arab, hakim, atau paderi
baju teluk belanga baju model Melayu, spt baju kurung untuk orang laki-laki
bajul buntung [ki] orang laki-laki yg suka mengganggu perempuan
bakalan ba.kal.an [v cak] akan dijadikan: terbetik kabar bahwa dia -- menjadi salah seorang sutradara film terkenal
bakas lewu ba.kas le.wu [n] kelompok orang yg dituakan (di masyarakat Dayak Olo Ngaju); sesepuh
baki bolon [Bt] balai tempat mengadakan sidang adat yg juga digunakan untuk tempat tidur para pemuda atau tamu-tamu dr luar masyarakat yg bersangkutan
bakteriolisis bak.te.ri.o.li.sis [n Bio] pembasmian bakteri benih penyakit melalui pelarutan, umumnya sbg hasil reaksi bakteri atau zat biokimia
bakti bak.ti [n] (1) tunduk dan hormat; perbuatan yg menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): -- kpd Tuhan Yang Maha Esa; -- seorang anak kpd orang tuanya; (2) memperhambakan diri; setia: sbg tanda -- kpd nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaik-baiknya
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
bala seribu hikmat (mantra) yg menjadikan seseorang memiliki kekuatan yg luar biasa
balai bendul [kl] rumah tempat menanti orang-orang yg hendak menghadap raja
balam ba.lam [n] burung tekukur (di Jawa disebut drekuku) [a] , ba.lam-ba.lam a tidak kelihatan nyata krn jauh (gelap, terliput kabut); berbalam; membalam: jauh di seberang lautan tampaklah -- sebuah negeri [n] tumbuhan (pokok) kecil yg dapat diambil getahnya, banyak macamnya spt -- beringin, Pavena leerii; -- merah, Palaqium gutta
balans ba.lans [n] (1) neraca (timbangan); (2) keseimbangan; (3) Ek daftar perhitungan laba rugi, utang-piutang, dsb
balas dendam ba.las den.dam [v] perbuatan membalas perbuatan orang lain krn sakit hati atau dengki: -- itu termasuk perbuatan tercela
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
balas-membalas ba.las-mem.ba.las [v] (1) berjawab-jawaban; bersambutan; saling membalas; (2) Huk bersambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); timbal balik; (3) saling memberi (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas sakit hati dsb
balasan ba.las.an [n] (1) jawab (surat dsb); (2) sambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); (3) perbuatan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas kebaikan dsb; (4) perbuatan (hukuman dsb) untuk membalas sakit hati dsb
balet ba.let [n] tari yg melukiskan suatu kisah (drama), boleh ditarikan oleh seseorang atau oleh kelompok orang
balik jurai bentuk perkawinan yg suaminya tinggal di kediaman kerabat istri setelah dia memberi antaran krn seorang anak dr keturunannya akan meneruskan garis keturunan laki-laki
balik mata bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dng pura-pura tidak tahu dsb) terlampau lama melihat (menunggu dsb)
balik mayat di kubur [pb] menyebut-nyebut nama orang yg sudah meninggal
balseros bal.se.ros [n] orang Kuba yg mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang ke Florida (Amerika Serikat)
bambungan bam.bung.an [n] orang yg berkeliaran (bergelandangan) krn bodoh dsb
ban angkut jalur yg bergerak untuk meneruskan pengangkutan kertas dr meja tumpukan ke silinder tekan
bandan ban.dan [Jk n] burung yg kepalanya berjambul spt ayam hutan lihat main
bandar ban.dar [n] selokan aliran air (ke sawah dsb); selokan; parit: penduduk desa bergotong-royong memperbaiki -- air menjelang musim tanam [n] (1) tempat berlabuh (kapal, perahu, dsb); pelabuhan; (2) kota pelabuhan; kota perdagangan [n] (1) pemain yg menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dl permainan dadu, rolet, dsb); (2) orang yg menyelenggarakan perjudian; bandar judi; (3) orang yg mengendalikan suatu aksi (gerakan) dng sembunyi-sembunyi; (4) orang yg membiayai suatu gerakan yg kurang baik; (5) orang yg bermodal dl perdagangan dsb; tengkulak
bandel ban.del [a] melawan kata atau nasihat orang; tidak mau menurut atau mendengar kata orang; kepala batu: dasar anak-anak itu -- , tidak suka diperintah; kalau murid-murid itu tetap -- , gurunya terpaksa bertindak tegas
bandot ban.dot [n] (1) kambing jantan dewasa; (2) ki orang laki-laki yg sangat gila perempuan; orang laki-laki tua yg masih gemar kpd perempuan
bangkar bang.kar [a] keras dan kaku (spt tubuh orang mati); bangka
bangkasan bang.kas.an [n] sebutan terhormat bagi mertua laki-laki atau mertua perempuan
bangkit batang terendam [pb] mengangkat kembali nama orang yg sudah lama hilang dr ingatan; mengulangi perkara yg sudah lama dilupakan
bangsa Barat seseorang atau sekelompok besar rakyat yg mendiami sebagian benua Eropa dan benua Amerika dan yg termasuk dl suatu kebudayaan tertentu
bangsat bang.sat [n] (1) kepinding; kutu busuk; (2) cak orang yg bertabiat jahat (terutama yg suka mencuri, mencopet, dsb): dasar anak -- , menjadi -- juga [Mk a] jembel; miskin
bangsat tak tahu disukarnya [ki] orang yg tidak tahu diri
bangsawan bang.sa.wan [n] keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat; orang berbangsa: meskipun ia anak orang -- ia tidak sombong; seorang -- muda ingin memperistrinya lihat komidi
banjar ban.jar [n] jajar; deret; leret; baris [Bl n] (1) bagian desa setingkat dng rukun warga atau dukuh yg dikepalai oleh seorang kelian; (2) balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
banjir darah matinya orang dl jumlah banyak; pertumpahan darah
bank garansi bank yg mengeluarkan surat jaminan untuk membayar seseorang berdasarkan undang-undang tertentu yg berfungsi sbg alat pembayaran
bankir ban.kir [n] (1) orang yg mengusahakan bank; (2) orang yg memperdagangkan uang; (3) cak orang yg menjadi penyokong dl urusan keuangan; cukong
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
banteng ban.teng [n] (1) lembu hutan (lembu yg masih liar); Bos sondaicus; (2) lembu; sapi
banter ban.ter [a cak] (1) sangat; keras (dl keadaan dsb): paling -- cuma dimarahi, paling keras hanya dimarahi; sangat-sangatnya hanya dimarahi; (2) tinggi (tt harga): paling -- hanya Rp5.000,00 harganya, paling mahal; semahal-mahalnya; (3) lekas; cepat: paling -- sekali setahun bisa bertemu; (4) lama; lambat (tt waktu): paling -- aku dapat menunggu sampai pukul 05.00, selambat-lambatnya; (5) banyak (tt jumlah): paling -- hanya dapat menampung 48 orang murid
bantu ban.tu [v] tolong: -- lah orang miskin dan melarat; (2) n penolong: guru --; kantor pos --
bantu teknik bantuan yg direncanakan untuk menyebarkan pengetahuan dan keahlian ke negara penerima dng jalan mengirimkan orang ahli dl bidang tertentu dr negara industri untuk memberikan nasihat teknis
banyak ba.nyak [a] (1) besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; (2) num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; (3) adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih
banyak sedikit banyaknya (jumlahnya, bilangannya): keuntungan banyak -- belum dapat diketahui; (2) meski sedikit atau banyak; barang sedikit: perbuatanmu itu -- merugikan kepentingan orang; (3) setidak-tidaknya: berusahan untuk membantu kita
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
bapa Suci sebutan bagi pemimpin tertinggi umat Katolik; Sri Paus di Roma
bapak ba.pak [n] (1) orang tua laki-laki; ayah; (2) orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): -- kecil; -- tiri; (3) orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt guru, kepala kampung); (4) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg memanggil; (5) orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional; (6) cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba kotor perusahaan
baplang bap.lang [a] lebat dan melintang (tt kumis): keluarlah seorang centeng yg berkumis --
baptis bap.tis [n Kris] penggunaan air untuk penyucian keagamaan, khususnya sbg sakramen penerimaan seseorang ke dl agama Kristen; permandian
baptis rindu sakramen baptis yg diperoleh orang yg ingin dibaptis, tetapi belum sempat diterima krn telah meninggal dunia lebih dahulu
barak ba.rak [n] (1) sebuah atau sekumpulan gedung tempat tinggal tentara; asrama (tentara) polisi; (2) bangsal khusus tempat merawat orang sakit (menular); (3) bangunan yg bersifat sementara bagi pekerja
baran ba.ran [ark n] hutan yg berawa-rawa atau berpaya-paya [Jw a] sangat pemarah; lekas marah
barang ba.rang [n] (1) benda umum (segala sesuatu yg berwujud atau berjasad): -- cair; -- keras; (2) semua perkakas rumah, perhiasan, dsb: -- nya untuk membayar utang; (3) bagasi; muatan (kereta api dsb); (4) muatan selain manusia atau ternak: truk yg mengangkut -- terguling di tikungan itu [adv] (1) sedikit banyak; sekadar; kira-kira: beri aku nasi -- sesuap; (2) kl mudah-mudahan: -- disampaikan Allah kiranya surat ini kpd anakku; (3) kata yg digunakan untuk menambah ketidakpastian
barang komisi barang dagangan yg dijualkan (untuk orang lain) dng memperoleh imbalan (komisi)
barang larangan barang yg tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang
barang pusaka barang peninggalan orang tua (nenek moyang)
barang siapa menggali lubang [pb] siapa yg berniat (berbuat) jahat thd orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri
barat ba.rat [n] (1) nama mata angin yg arahnya berlawanan dng timur; arah tempat matahari terbenam: matahari terbenam di sebelah --; (2) (huruf pertama kapital) orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika: bangsa --; kebudayaan --
barbur bar.bur [v] (1) bercempung-cempung dl air; (2) suka menghambur-hamburkan uang; boros: orang --
barometri ba.ro.met.ri [n Met] studi tt hal yg berhubungan dng pengukuran tekanan atmosfer dan yg dititikberatkan pd hal-hal yg bersangkutan dng koreksi berbagai barometer
barongan ba.rong.an [Jw n] seni pertunjukan rakyat yg berupa tiruan binatang buas (singa dsb) yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya
baruh ba.ruh [n] (1) tanah yg lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dsb: orang --; (2) bawah: orang --; (3) sawah: padi --
bas [n cak] (1) kepala pekerja (mandor); (2) pemborong pekerjaan: mereka mencari seorang -- yg biasa memborong pekerjaan memasang ubin; (3) kepala; pembesar: ia meminta izin kpd -- nya [n] (1) nada yg besar dan rendah (tt musik dan lagu); (2) alat musik yg mempunyai nada terendah
basalioma ba.sa.li.o.ma [n Dok] tumor kulit, terutama menyerang orang yg sering terkena sinar matahari, biasanya terdapat pd hidung, dahi, dan pipi yg mudah berdarah sehingga menjadi luka
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
basket bas.ket [n Olr] (1) permainan bola yg dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang, yg berusaha mengumpulkan angka dng memasukkan bola ke dl basket; (2) lingkaran berjaring yg dipasang pd ketinggian tiga meter pd papan sbg tempat memasukkan bola pd permainan bola basket
batalion ba.ta.li.on [n] kesatuan tentara yg merupakan bagian dr resimen (300-1.000 orang)
batang hidung pangkal hidung (bagian yg keras pd hidung); (2) ki diri (wujud orangnya)
batara ba.ta.ra [kl n] (1) dewa; (2) sebutan untuk dewa atau raja
batari ba.ta.ri [kl n] (1) dewi; (2) sebutan untuk dewi
batas ba.tas [n] (1) garis (sisi) yg menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dsb); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dsb); sempadan: mana -- kebun ini?; sungai ini menjadi -- Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah; (2) ketentuan yg tidak boleh dilampaui: pembentukan kabinet diberi -- waktu seminggu; tindakan itu dianggap orang telah melampaui -- kekuasaannya; (3) perhinggaan: air sungai itu tidak dalam, hanya sampai -- lutut
baterai ba.te.rai [n] (1) alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; (2) lampu senter [n Mil] kesatuan yg terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yg melayaninya [n] sistem kandang ayam yg setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur
batih ba.tih [n] orang seisi rumah yg menjadi tanggungan seseorang
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batu anting batu (timah dsb) yg tergantung pd tali (untuk pemberat); anting; (2) orang yg menggelantung pd sisi perahu supaya perahu tidak terbalik
bawah angin [kl] sebutan untuk negeri-negeri yg tidak termasuk di dl kawasan negeri atas angin
bawah perintah (pengawasan [ki] diperintah (diawasi, dipimpin) oleh ...; -- sumpah keterangan dsb yg diberikan oleh orang yg sudah disumpah: meski telah memberi kesaksian tertulis -- sumpah, kehadirannya tetap diperlukan di pengadilan
bawahan ba.wah.an [n] (1) sesuatu yg berada di bawah; (2) orang yg di bawah perintah; (3) (orang, pegawai) rendahan
bayar ba.yar [v] ber.ba.yar ark v terbayar; dibayar: utangnya masih belum -
bayaran ba.yar.an [n] (1) uang yg dibayarkan; biaya; ongkos: orang dapat juga berobat dng -- murah; (2) orang yg dibayar: dia adalah pemain -; (3) upah; gaji: ia mendapat -- sebesar Rp250.000,00 sebulan
bayung ba.yung [n] (1) pisau pengukir; pisau wali; (2) parang; golok [Jk n] daun kacang panjang (biasa disayur) [n] orang-orangan di sawah
beatifikasi be.a.ti.fi.ka.si [n] tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yg telah mati menjadi orang suci dl Gereja Katolik
beban tetap [Ek] biaya umum (tidak langsung) yg tidak dapat dihindarkan spt biaya bunga, penyusutan, dan potongan
bebekel be.be.kel [Bl n Huk] harta yg dibawa suami atau istri (yg berasal dr pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yg merupakan harta warisan ke dl perkawinan)
beceng be.ceng [n cak] senjata api genggam; pistol: seorang laki-laki bertopeng menodongkan -- nya
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
beda be.da [n] (1) sesuatu yg menjadikan berlainan (tidak sama) antara benda yg satu dan benda yg lain; ketidaksamaan: kelakuan anak itu tidak ada -- nya dng kelakuan ayahnya; (2) selisih; pautan: barang impor dan barang buatan dl negeri -- harganya tidak seberapa
bedawi be.da.wi [kl n ] orang Badui
bedinde be.din.de [n cak] orang gajian yg kerjanya membantu mengurus rumah tangga; pembantu rumah tangga; pelayan
begawan be.ga.wan [n] (1) gelar pendeta atau pertapa; (2) orang yg berbahagia (mulia, suci); -- ekonomi julukan bagi orang yg sangat ahli dl bidang ekonomi: sinyalemen -- ekonomi tt kebocoran 30% dana pembangunan terus menggelinding spt bola salju
begu be.gu [ark n] hantu hutan
beha be.ha [n cak] kutang
bekam be.kam [v] mem.be.kam v (1) mengeluarkan (memantik) darah dr badan orang (dng menelungkupkan mangkuk yg diisi api pd kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dng benda tajam supaya darahnya keluar); (2) Jk mencengkam; mencengkeram [v] , mem.be.kam v memendam (menyembunyikan) perasaan dsb: wanita pandai -- perasaannya [n] bekas pijitan (tindihan) pd kulit
bekantan be.kan.tan [n] sebangsa kera, lebih besar dp kera, bulunya lebat dan panjang, berwarna merah kecokelat-cokelatan, hidup di hutan tropis basah; kera belanda; Nasalis larvatus
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
beker be.ker [n] jam yg dilengkapi dng alat yg dapat berdering pd waktu yg dikehendaki (untuk membangunkan orang) [n] piala
bekerja be.ker.ja [v] (1) melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu: ia ~ di perkebunan; (2) mengadakan perayaan nikah dsb: ketika ~ mengawinkan anaknya, aku tidak diundangnya; ~ bakti melakukan suatu pekerjaan, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dng suka rela untuk kepentingan umum: sebulan sekali warga desa diharuskan ~ bakti; ~ sama melakukan (melaksanakan) suatu kegiatan atau usaha (perniagaan dsb) yg ditangani oleh dua orang (pihak) atau lebih: orang tua dan guru harus ~ sama mencegah perkelahian antarpelajar
bekisar be.ki.sar [n] ayam hasil persilangan antarspesies, yakni antara ayam hutan (jantan), Gallus varius, dan ayam piaraan (ayam jinak) betina, Gallus domistica
belacan be.la.can [n] bumbu masakan yg terbuat dr udang atau ikan kecil-kecil yg ditumbuk halus, digunakan untuk sambal atau untuk menyedapkan makanan; terasi [n] kucing hutan
belahan be.lah.an [n] (1) celah panjang: menurut -- membujur panjang; (2) bagian hasil membelah; separuh; setengah: -- pepaya itu disimpannya di dl lemari es; -- bumi sebelah utara; (3) Mk sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan): baik -- yg dekat maupun yg jauh semuanya diperlakukan sama; (4) perihal mengerjakan sawah atau tanah orang lain yg hasilnya dibagi dua: orang yg tidak punya sawah kebanyakan mengambil -- saja
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam [pb] sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
belalang be.la.lang [n] serangga yg bersayap dua lapis dan mempunyai sepasang kaki belakang yg panjang, makanannya rumput-rumputan atau daun-daunan (jenisnya banyak: -- bajang, -- daun, -- hijau, -- jarum, -- kunyit, -- padi, -- ranting, dsb [a] , mem.be.la.lang v terbuka lebar-lebar; membelalak
belalang hendak menjadi elang [pb] orang bodoh (hina) berlaku spt orang pandai (terhormat)
Belanda Be.lan.da [n] (1) negara kerajaan (negeri) di Eropa Barat yg berbatasan dng Belgia dan Jerman Barat; Nederland; (2) orang atau bangsa yg mendiami Nederland; (3) nama bahasa dan bangsa Belanda
belanda hitam [cak] orang negro; (2) orang Indonesia yg memihak Belanda (pd zaman penjajahan Belanda)
belandang be.lan.dang [v] mem.be.lan.dang v berlari kencang-kencang (orang, kuda, dsb): setelah lepas dr ikatannya kuda itu -
belandong be.lan.dong [n] penebang kayu di hutan: beberapa jenis kayu dilarang untuk ditebang para --
belangkon be.lang.kon [n] penutup kepala (orang laki-laki) dr kain sejenis batik, berbentuk setengah bola
belantara be.lan.ta.ra [a] sangat luas (tt hutan, padang, dsb): hutan --; padang --
belantik be.lan.tik [n] alat untuk menangkap binatang, terbuat dr tali yg dihubungkan dng alat pembidas, apabila tali tersentuh, dapat membidaskan tombak atau menjerat binatang sasarannya [Jw n] (1) orang yg menjadi perantara pd jual beli ternak (spt sapi, kerbau); (2) cengkau; pialang; makelar lihat bintang
belas be.las [n] perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita: muncul rasa -- nya melihat pengemis tua itu [n] satuan bilangan dr 11-19
belasan be.las.an [num] bilangan antara 11 dan 19: tidak banyak yg hadir, hanya -- orang; remaja -- tahun, remaja yg berumur antara 11 dan 19 tahun
belasungkawa be.la.sung.ka.wa [n] pernyataan turut berduka cita: ketika orang tuanya meninggal, dia banyak menerima karangan bunga dan telegram -- dr teman-temannya
belat-belit be.lat-be.lit [v cak] putar balik; berbelit-belit; tidak jelas urutannya; tidak terus terang; tidak jujur
belatuk be.la.tuk [n] burung pemakan serangga yg membuat sarangnya pd kayu yg dilubanginya (dng jalan mematukinya); Picidae (banyak macamnya spt -- batu, -- bawang, Tiga Javanensis, -- lalat, -- hutan)
beledang kering [ki] orang yg tinggi kurus
beleng be.leng [adv] saja; hanya (satu): tunggal -- , hanya seorang diri (tanpa adik tanpa kakak)
belesir be.le.sir [v] menarikan pedang dan tombak yg ditujukan kpd orang yg berpura-pura sbg musuh
beliau be.li.au [pron hor] orang yg dibicarakan (digunakan untuk menghormatinya)
belikan be.li.kan [n] ladang di hutan yg dikerjakan untuk kedua kalinya
belincong be.lin.cong [n] kerang kecil yg mempunyai cangkang berbentuk kerucut sebesar ujung lidi, hidup di bawah batu, sela-sela lumut, dan rerumputan; Lumellaxis gracils
belukar be.lu.kar [n] (1) tumbuhan kayu-kayuan kecil dan rendah; (2) lahan yg ditumbuhi kayu-kayuan kecil dan rendah; hutan kecil
belukar muda tanah (kebun dsb) yg sudah menjadi hutan kecil krn agak lama ditinggalkan
belukar tua tanah yg pernah diusahakan, kemudian berubah menjadi hutan kembali (krn ditinggalkan dsb)
belum punya kuku hendak mencubit [pb] belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang
belum tegak hendak berlari [pb] lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur
bembarap bem.ba.rap [ark n] tandu untuk mengangkat orang
bemo be.mo [n] (1) becak bermotor; (2) kendaraan penumpang umum bermotor, beroda tiga dng pengemudi di depan, antara pengemudi dan penumpang di belakang ada sekat, penumpang duduk menyamping berhadapan; (3) kendaraan bermotor angkutan penumpang umum dl kota, yg bukan bus, beroda empat
benah be.nah , ber.be.nah v berkemas-kemas; memberes-bereskan; merapikan (perabotan dsb) [n] tanah bekas hutan yg belum digarap atau diproduksi (di Pulau Alor) [n] serangga yg merusak tanaman, Nephotettix bipuntata
benalu be.na.lu [n] (1) tumbuhan yg menumpang pd tanaman lain dan mengisap makanan dr tanaman yg ditumpanginya; pasilan; (2) ki orang yg menumpang hidup pd orang lain
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
benci ben.ci [a] sangat tidak suka: saya -- kpd penjilat; ia -- benar kpd orang yg suka menonjolkan diri dan memburuk-burukkan orang lain
bendahari ben.da.ha.ri [n] orang yg mengurus keuangan perkumpulan; bendahara
bendera merah bendera berwarna merah yg biasanya dikibarkan sbg tanda adanya bahaya (kebakaran); (2) bendera berwarna merah (pd kapal tangki, mobil tangki) sbg tanda pengangkutan barang yg mudah terbakar (bensin dsb)
bengep be.ngep [Jk a] bengkak-bengkak (tt muka); sembap: mukanya -- krn dipukuli orang
bentara kiri [kl] bentara yg bertugas, antara lain, menyebutkan nama orang yg ingin menghadap raja
benuang be.nu.ang [n] kerbau atau sapi hutan yg kecil yg warnanya kehitam-hitaman [n] pohon yg kayunya lunak dan ringan, Sterculia alata
benum be.num [v] mem.be.num v cak mengangkat (menetapkan) seseorang dl suatu jabatan dsb: sebelum Pemerintah -nya menjadi juru tulis, ia bekerja sbg tenaga harian
benuman be.num.an [n] (1) pengangkatan pegawai; penetapan (ketetapan) menjadi pegawai; (2) orang yg dibenum
bepergian be.per.gi.an [v] berjalan jauh: tiap hari Minggu banyak orang ~ ke luar kota
berabang ber.a.bang [v] (1) mempunyai abang; (2) menyebut dng sebutan abang (kakak); memanggil abang: ia ~ kpd saya
berada ber.a.da [v] (1) ada (di): ketika itu ia ~ di luar negeri; (2) berpunya (tidak kekurangan): orang tuanya tergolong orang yg ~ di kampungnya
beradab ber.a.dab [v] (1) mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: perbuatannya spt kelakuan orang yg tidak ~; (2) telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya: bangsa-bangsa yg telah ~
beradegan ber.a.de.gan [v] memainkan adegan: salah seorang pemain ~ sbg orang tua yg papa
berahasia be.ra.ha.sia [v] (1) terdapat rahasia; mempunyai rahasia: di antara kami sudah tidak ~ lagi; (2) cak mengatakan rahasia kpd (dng): jangan ~ dng orang yg tidak dapat dipercaya
berahi be.ra.hi [n] perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; asyik: ketika dipandangnya wajah kekasihnya, bangkitlah -- nya; (2) a sangat suka; sangat tertarik: tuan putri pun sangat -- mendengar bunyi-bunyian itu; (3) n Tern gejala yg timbul secara berkala pd ternak betina sbg perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus
berajojing ber.a.jo.jing [v] melakukan ajojing: masih ada saja orang tua yg ~
berakal ber.a.kal [v] (1) mempunyai akal: manusia adalah makhluk yg ~; (2) pandai mencari ikhtiar; cerdik; pandai: orang yg ~ tidak mudah putus asa
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
beramah-tamah be.ra.mah-ta.mah [v] (1) bercakap-cakap (bergaul) antara orang yg bersahabat (berkeluarga) dl suasana santai; (2) menghadiri pertemuan ramah tamah
beramai-ramai be.ra.mai-ra.mai [v] (secara) bersama-sama; (dl jumlah banyak): orang datang ~ ke tempat kecelakaan itu sehingga lalu lintas terhenti sejenak; mereka ~ menyingkirkan kayu besar itu dr jalan raya
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
beranak ber.a.nak [v] (1) mempunyai anak: ia sudah ~ dua orang; (2) melahirkan anak: istrinya baru ~; (3) dng anaknya: saudagar tiga ~
berandal be.ran.dal [n] (1) orang yg tidak menuruti peraturan yg berlaku; (2) pengacau; (3) perampok
berang be.rang [a] sangat marah; sangat gusar: dia menjadi -- melihat kelakuan anaknya yg kurang ajar itu; Ayah tidak kuasa menahan -- nya melihat anaknya dipukul orang
beranggota ber.ang.go.ta [v] mempunyai anggota: perkumpulan itu ~ lima puluh orang
berangsang be.rang.sang , mem.be.rang.sang 1 a gusar sekali; (2) v merangsang atau membangkit-bangkit hati supaya menjadi berani (marah dsb): dia suka -- orang lain sehingga dibenci orang banyak [a] marah sekali: dia akan ~ kalau diejek spt itu
berani sendok pengedang [pb] perihal orang berani, tetapi bodoh
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
berapa berat mata memandang [pb] betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yg mengalami (kesusahan dsb)
berapit ber.a.pit [v] (1) berdekatan rapat; berhimpit; (2) terletak di antara dua orang (benda dsb)
berarti ber.ar.ti [v] (1) mengandung maksud: jika ibu marah, itu tidak ~ beliau benci kepadamu; (2) berfaedah; berguna: mungkin pertolongan saya ini tak ~ bagi penderitaanmu yg begitu besar; (3) sama artinya dng; sama halnya dng: mengambil milik orang tanpa permisi ~ mencuri
berasak ber.a.sak [v] (1) berjejal(-jejal); penuh sesak; berdesak-desak: orang ~ di muka loket; (2) beringsut (bergeser pindah atau pergi); beranjak: ia tidak ~ dr tempatnya
berasal ber.a.sal [v] (1) bermula: peperangan itu ~ dr sengketa perbatasan; (2) bersumber: berita itu dapat dipercayai krn ~ dr pihak resmi; (3) bertempat asal (dibuat, dilahirkan, dsb): barang-barang yg ~ dr Jepang terdapat di mana-mana; dia ~ dr Jawa Timur; (4) keturunan: dia ~ dr orang baik-baik
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
beratus-ratus be.ra.tus-ra.tus [num] beberapa ratus: ~ orang yg bekerja di situ
berbalas-balasan ber.ba.las-ba.las.an [v] bersahut-sahutan; berjawab-jawaban; saling membalas
berbangsa ber.bang.sa [v] (1) berasal dr bangsa: sekarang sudah ada beberapa ahli atom yg -- Indonesia; (2) bermartabat tinggi; berketurunan luhur (bangsawan): ia anak orang --; (3) termasuk dl keluarga: -- kpd ibu
berbanyak ber.ba.nyak [v] bersama-sama banyak (tt orang, barang, dsb); beramai-ramai; dng jumlah yg banyak: mereka datang -
berbayang ber.ba.yang [v] (1) ada bayang-bayangnya: kata orang, harimau jadi-jadian itu tidak -; (2) seakan-akan kelihatan dl angan-angan: hal itu tidak nyata, tetapi -- pd ingatan saya
berbeda ber.be.da [v] ada bedanya; berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yg -, seorang panjang dan seorang lagi pendek
berbekas ber.be.kas [v] (1) ada (tampak) bekasnya: lecutan itu -- di punggungnya; (2) berkesan; memberikan kesan: kekecewaan yg dideritanya tidak -- pd sikapnya
berbeli-beli ber.be.li-be.li [v] (1) saling membeli: setelah berunding, kedua negara itu -- hasil negeri masing-masing; (2) cak berbelanja banyak (di pasar, di toko, dsb): menjelang Lebaran, banyak orang -- di pasar
berbelian ber.be.li.an [v] memanggil dukun untuk mengobati orang sakit: orang kampung masih suka -- untuk mengobati penyakitnya
berbelit-belit ber.be.lit-be.lit [v] (1) melilit-lilit: suluran-suluran itu -- pd pohon-pohon besar; (2) berkelok-kelok dan berlingkar-lingkar: jalan ke puncak gunung itu --; (3) berjalin-jalin; bertali-tali (dng); bersangkut paut (dng); kusut atau rumit sekali: masalah korupsi adalah masalah yg -- dan melibatkan orang banyak
berbelut ber.be.lut [Mk v] menangkap belut; bagai si kudung panji -, pb pekerjaan yg dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia; kena kecipuk orang -, pb terlibat dl perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain
berbesan ber.be.san [v] berhubungan menjadi besan: beliau tidak sudi -- dng orang sehina saya ini
berbilang catu ber.bi.lang catu [Fis] bilangan yg bersangkutan dng setiap nilai besaran yg terkuantisasi; bilangan kuantum
berbilang ordinal ber.bi.lang ordinal [Mat] bilangan urutan
berbilang tingkat ber.bi.lang tingkat bilangan yg menunjukkan tingkatan atau urutan, spt pertama atau kesatu, kedua, ketiga; bilangan ordinal
berbintang ber.bin.tang [v] (1) ada bintangnya: langit tiada -; (2) memakai bintang: dia seorang perwira tinggi -- dua; (3) mempunyai rasi; berzodiak: anakku -- Taurus
berbisa ber.bi.sa [v] (1) mengandung zat racun: ular -; (2) ki dapat merusakkan akhlak kehidupan: ajarannya -- bagi masyarakat; (3) mengandung unsur jahat yg dapat menjerumuskan orang lain; (4) ki menyakitkan (hati): mulutnya -
berbondong-bondong ber.bon.dong-bon.dong [v] berduyun-duyun: orang -- menuju stadion Senayan untuk menonton pertandingan sepak bola
berbuntut ber.bun.tut [v] (1) mempunyai buntut; berekor; (2) ki ada lanjutannya (akibatnya): pembongkaran korupsi di instansi itu -- panjang
berbunyi ber.bu.nyi [v] (1) mengeluarkan bunyi: roda -- berderit-derit; (2) bacaannya; lafalnya; bunyinya: keputusan itu -- sbg berikut [ark v] bersembunyi: maka disuruhnya beberapa orang sahaya -- di suatu tempat dng menghunus pedangnya
bercacah jiwa ber.ca.cah ji.wa [v] berjumlah penduduk; mempunyai jumlah penduduk: negara itu ~ seratus juta orang
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercakrawala ber.cak.ra.wa.la [v ki] mempunyai cakrawala; mempunyai pedoman tertentu: dl praktik, banyak orang yg hidupnya ti-dak ~
berdada-dadaan ber.da.da-da.da.an [v ki] berkelahi seorang lawan seorang; beradu dada
berdagang (diri) ber.da.gang (di.ri) [v] mengembara ke negeri orang
berdakwah ber.dak.wah [v] (1) mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; (2) berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: sekali seminggu datanglah seorang mubalig untuk ~ di desa itu
berdatuk ber.da.tuk [v] memanggil datuk kpd seseorang: anak-anak ~ kpd ayahku
berdegar-degar ber.de.gar-de.gar [v] berbunyi degar-degar: ~ pintu gerbang itu ditendang orang; (2) a keras (cakapnya): cakapnya ~ menakutkan anak-anak
berdentam ber.den.tam [v] berbunyi dentam: kedengaran suara drum kosong ~ dipukul orang
berderap ber.de.rap [v] berbunyi spt bunyi kaki orang berjalan [v] (1) berlari cepat (tt kuda dsb); (2) melangkah cepat; bergerak laju: pembangunan daerah dewasa ini ~ dng sangat menggembirakan
berdesus-desus ber.de.sus-de.sus [v] berbunyi spt orang berbisik-bisik
berdiam ber.di.am [v] (1) tidak berkata apa-apa: ia hanya ~ diri ketika polisi menginterogasinya; (2) tidak berbuat apa-apa: ia masih ~ saja walaupun orang sudah mengingat- kannya
berdikari ber.di.ka.ri [v] (1) cak berdiri di atas kaki sendiri; (2) ki tidak bergantung pd bantuan orang lain; mandiri: orang yg sudah dewasa harus hidup --
berdiplomasi ber.dip.lo.ma.si [v] (1) menyelenggarakan urusan perhubungan antara negara dan negara; (2) cak menggunakan pilihan kata dan kalimat yg tepat bagi keuntungan pihak yg bersangkutan (dl perundingan dsb)
berdiri sendiri ber.di.ri sendiri [ki] (1) tidak tergantung pd orang lain; mandiri; (2) tidak diperintah atau dijajah negara lain; merdeka (tt negara)
berdosa ber.do.sa [v] (1) berbuat dosa: dilakukannya perbuatan yg nista itu tanpa perasaaan ~; (2) berbuat kesalahan: ia merasa ~ kpd orang tuanya krn tidak mematuhi perintah dan nasihatnya
berdua ber.dua [num] dua orang bersama-sama; terdiri atas dua orang: mereka ~ masuk warung hendak minum kopi
berdua-dua ber.du.a-dua [v] selalu berdua; membentuk kelompok terdiri atas dua orang: selesai membentuk lingkaran, para penari berjalan ~ menuju ke depan panggung
berduel ber.du.el [v] (1) melakukan duel (perang tanding); (2) cak berkelahi seorang lawan seorang
berduit ber.du.it [v cak] mempunyai uang banyak; beruang: hotel mewah hanyalah tempat penginapan orang-orang ~; kaum ~ yg mengunjungi tempat itu
berdurasi ber.du.ra.si [v] berlangsung (dl urutan waktu); memiliki rentang waktu: paket acara TVRI ~ 15 menit ini berkisah tt hal-hal yg umum dibicarakan masyarakat
berebut temiang hanyut [pb] dua orang yg memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya
berebut-rebut be.re.but-re.but [v] berlomba-lomba atau dahulu-mendahului di antara orang banyak
beregu be.re.gu [v] berupa regu; berkelompok yg terdiri atas beberapa orang: balap sepeda ~ diadakan di jalan raya bebas hambatan;
berekor ber.e.kor [v] (1) ada ekornya; (2) berturut-turut memanjang; (3) ki berkelanjutan
beremas ber.e.mas [v] (1) memakai (perhiasan) emas: jari-jarinya yg ~ itu menarik perhatianku; (2) mempunyai emas (berharta, kaya): hanya orang yg ~ saja yg diundang
berempati ber.em.pa.ti [v] melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~
beres be.res [Mk a] sejuk sekali [a] (1) teratur baik-baik; rapi; tidak kacau: keadaan perabotan di ruangan itu --; rumah tangganya --; (2) selesai; tidak kusut: persoalannya sudah --; (3) lunas (tt utang); habis: utang saya sudah --; (4) cak bagus (terlaksana dng baik): jangan khawatir, pokoknya --
beresa-esaan ber.e.sa-e.sa.an [v] (1) cak berada seorang diri saja; (2) merasa lengang
beresah-resah be.re.sah-re.sah [v] (1) berada dl resah; berusuh hati: sejak menerima kabar itu, ia ~ seorang diri di kamarnya
bergaduh ber.ga.duh [v] (1) berbuat gaduh (ribut, rusuh): jangan ~ di sini krn ada orang sakit; (2) berbantah; bercekcok: tidak putus- putusnya ia ~ dng istrinya; (3) bercampur aduk; bercampur baur: yg buruk dng yg baik ~ , susah dibedakan lagi
bergajul ber.ga.jul [a] buruk kelakuannya (jahat); suka membangkitkan kemarahan orang
bergala ber.ga.la [v] (1) bersambung erat-erat; (2) berkaitan (antara dua hal); berhubungan (antara dua orang)
bergantung ber.gan.tung [v] (1) bersangkut atau berkait pd sesuatu yg lebih tinggi; (2) cak berpegang: ia ~ pd ambang pintu bus; (3) menyandarkan diri (kpd): meskipun telah kawin, hidupnya masih ~ pd orang tuanya; (4) terikat pd (kekuasaan, kemauan, keadaan, atau hal lain); terpulang kpd: berhasil tidaknya ~ kpd kita sendiri
bergantung (ke)pada ber.gan.tung (ke)pada berpaut; berpegang; bersangkut pd sesuatu yg tinggi; (2) bersandar pd orang lain; (3) dikuasai oleh keadaan, hal, atau orang lain
bergantung di ujung rambut ber.gan.tung di ujung rambut tidak tetap (tt nasib) seseorang; harap-harap cemas
bergantung pd tali rapuh ber.gan.tung pd tali rapuh [pb] menyandarkan hidupnya pd orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yg lemah atau tidak tetap
bergantung tidak bertali (sehasta tali) ber.gan.tung tidak bertali (sehasta tali) [pb] (a) perempuan yg ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan; (b) keadaan seorang gundik yg tidak sah
bergaya ber.ga.ya [v] berkekuatan; bertenaga; berdaya: penghuni rumah itu tidak ~ berhadapan dng perampok bersenjata itu [v] (1) mempunyai ragam yg khusus; (2) memakai ragam: hidup ~ kebarat-baratan; (3) mempunyai bentuk khas: candi ~ Hindu; (4) bersikap; bertingkah: ia ~ mencurigakan orang yg melihatnya; (5) memakai sikap (gerakan) tertentu (dl olahraga); (6) bersikap elok (bagus, pantas, dsb): peragawati itu ~ di depan penonton
bergelambir ber.ge.lam.bir [v] (1) mempunyai gelambir; (2) bergantung menggelepai spt gelambir (tt kulit orang tua)
bergelantungan ber.ge.lan.tung.an [v] bergantung (tt sesuatu yg berjumlah banyak): orang-orang itu ~ pd besi pegangan di dl bus kota
bergelendotan ber.ge.len.dot.an [v] bergayutan
bergendang paha ber.gen.dang paha bersuka ria krn orang lain menderita celaka
bergentar ber.gen.tar [v] bergerak berulang-ulang dng cepatnya (krn ketakutan); menggetar
bergerilya ber.ge.ril.ya [v] berperang dng taktik (siasat) gerilya: mereka ~ di hutan-hutan melawan serdadu Belanda
bergetah ber.ge.tah [v] (1) ada getahnya; pekat lekat; (2) mencari getah (di hutan): pergi ~ ke hutan; (3) berasa lekat-lekat (bagai kena getah): serasa badanku ~ krn berkeringat
bergosip ber.go.sip [v] melakukan gosip; bergunjing: banyak orang yg datang ke warung itu untuk sekadar ~ sambil melihat lalu lintas yg selalu ramai
bergunjing ber.gun.jing [v] berbicara (beromong-omong) tt kejelekan (kekurangan) seseorang dsb
berhajat ber.ha.jat [v] (1) bermaksud; berniat akan: setelah selesai ujian, ia ~ menengok orang tuanya di kampung; (2) berharap; membutuhkan; memerlukan: rakyat ~ akan pemerintahan yg adil dan bijak
berhakim ber.ha.kim [v] meminta supaya diadili perkaranya kpd: hendaklah ~ kpd orang yg jujur
berhakim kpd beruk ber.ha.kim kpd beruk [pb] meminta pengadilan kpd orang yg tamak niscaya akan rugi
berhal ber.hal [v] (1) ada suatu urusan (krn perselisihan dsb); berurusan: jika ada orang yg ~ dan meminta tolong kepadanya, ia selalu menerimanya dng baik; (2) mendapat kesukaran (halangan dsb): ia meminta izin tidak masuk bekerja krn sedang ~
berhamba ber.ham.ba [v] (1) menjadi hamba; mengabdi: mereka ~ kpd raja; (2) mempunyai hamba: sang putri ~ empat orang; (3) memakai kata hamba (menyebutkan dirinya hamba): ia selalu ~ jika berkata-kata dng atasannya
berharap ber.ha.rap [v] (1) berkeinginan supaya terjadi: ibu itu ~ agar anaknya dapat segera sembuh kembali; (2) meminta supaya: kami ~ Saudara dapat melunasi utang Saudara selambat-lambatnya akhir bulan ini
berharapkan ber.ha.rap.kan [v] berharap akan: anak yatim piatu ~ kasih sayang orang tua
berhindu bersuku ber.hin.du bersuku orang dr golongan bangsawan; orang baik-baik
berhubungan ber.hu.bung.an [v] (1) bersangkutan (dng); ada sangkut pautnya (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): penahanan itu ~ dng peristiwa pembunuhan baru-baru ini; (2) bertemu (dng); mengadakan hubungan (dng): ia sudah ~ langsung dng kepala kantor; (3) bersambung: bejana-bejana itu ~ sehingga tinggi permukaan air yg ada di dalamnya sama; (4) tukar-menukar atau beri-memberi (kabar, pikiran, dsb) dng perantaraan telepon, surat-menyurat, dsb: sekarang kita sudah dapat ~ langsung dng sanak saudara kita di Eropa
beri tahu be.ri ta.hu [v] mem.be.ri ta.hu v menjadikan supaya tahu (mengerti): saya akan -- orang tuanya di kampung tt keadaan anak itu
beria-ria be.ria-ria [v] bersuka-suka; bersenang-senang; bergembira: orang lain ~ , dia tenggelam dl duka nestapa
beriak tanda tak dalam [pb] orang yg suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
beribu-ribu be.ri.bu-ri.bu [num] beberapa ribu: setiap malam ~ orang mengunjungi pekan raya itu
berikut ber.i.kut [v] beserta; beriring dng: ~ surat ini saya kirimkan sehelai foto; akan dijual sebuah rumah ~ peka-rangannya; (2) n yg tsb di bawah ini; yg datang sesudah ini; yg menjadi lanjutannya: ~ merupakan tambahan saja
berimpit-impit ber.im.pit-im.pit [v] berdesak-desak; sesak-menyesak: orang ~ di tepi jalan hendak melihat tamu agung itu
berimprovisasi ber.im.pro.vi.sa.si [v] melakukan sesuatu (berpidato, mem-bawakan puisi, musik, dsb) tanpa persiapan lebih dahulu: beberapa orang penyanyi yg tampil di layar televisi gagal krn tidak mampu ~
berintrospeksi ber.in.tro.spek.si [v] mengadakan atau melakukan intro-speksi; mengoreksi diri: ~ lah dulu sebelum mencela atau mengkritik orang lain
berisi ber.i.si [v] (1) ada isinya; tidak kosong; tidak hampa: senapan itu ~; (2) ki berilmu; mempunyai kesaktian: orang tua-tua pada zaman dulu banyak yg ~ sehingga tidak mempan oleh senjata apa pun; (3) padat dan kuat (tt tubuh): badannya kecil, tetapi ~; (4) mengandung; memuat: amplop itu ~ uang
berita keluarga berita yg berisikan hal-ihwal keluarga, spt kelahiran, ulang tahun, perkawinan, perceraian, dan kematian (biasanya disiarkan melalui radio): -- kematian berita tt kematian seseorang
beritawan be.ri.ta.wan [ark n] orang yg menyiarkan berita; pemberita; wartawan
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjahat ber.ja.hat [v] (1) berbuat jahat (spt berzina); berbuat dosa; (2) bercakap-cakap menjelek-jelekkan nama baik orang lain; memfitnah(kan)
berjajan ber.ja.jan [v] (1) membeli penganan dsb di kedai atau yg dijajakan orang; mengudap: jangan ~ sembarangan; (2) ki pergi ke tempat pelacuran
berjalan-jalan ber.ja.lan-ja.lan [v] bersenang-senang dng berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dsb): banyak orang ~ pd pagi hari untuk menghirup udara segar
berjampi ber.jam.pi [v] bermantra; telah dimantrai: kata orang, air ~ itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit
berjanji ber.jan.ji [v] (1) mengucapkan janji; menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu (memberi, menolong, datang, dsb): ia ~ hendak melunasi utang adiknya pd akhir bulan ini; (2) menyanggupi akan menepati apa yg telah dikatakan atau yg telah disetujui: kedua belah pihak ~ akan selalu bekerja sama
berjantan ber.jan.tan [v kas] bersetubuh (bagi orang perempuan)
berjegal-jegalan ber.je.gal-je.gal.an [v] saling menjatuhkan: emosi pemain muncul akibat adanya kecurangan sehingga terjadi sikut-sikutan, ~ , dsb
berjenaka ber.je.na.ka [v] berbuat atau mengucapkan sesuatu yg membuat orang tertawa; berbuat lucu; bergurau: orang yg pandai ~ selalu tampak awet muda
berjinjang ber.jin.jang [v] mempunyai pemimpin atau ketua (tt hantu): hantu tak ~ , ki hantu yg tidak berketua (dikatakan tt orang yg berkeliaran di mana-mana)
berjiwa ber.ji.wa [v] (1) ada jiwanya; bernyawa; hidup; (2) berisi (mengandung sesuatu yg utama, penting, dsb): sajak yg tidak ~; (3) mempunyai perasaan batin (bersemangat dsb) spt: orang yg ~ pelaut
berkaitan ber.ka.it.an [v] (1) saling mengait; (2) bersangkutan (yg satu dng yg lain): pembagian kerja yg setiap unsurnya saling ~
berkaki ber.ka.ki [v] (1) ada kakinya; mempunyai (memakai) kaki: kerbau ~ empat; (2) bersandar (bergantung): ia masih ~ pd orang tuanya
berkamit-kamit ber.ka.mit-ka.mit [v] bergerak-gerak mulutnya atau bibirnya (spt orang berdoa dsb)
berkampung ber.kam.pung [kl v] berkumpul; berhimpun: sekalian orang pun ~ dulu sebelum berangkat
berkapar ber.ka.par [v ki] terletak (terhantar, berhanyutan) berserak-serak tidak keruan: pd dini hari itu, ditemukan beberapa sosok mayat ~ di sungai
berkarya ber.kar.ya [v] (1) mempunyai pekerjaan tetap; berprofesi; (2) mencipta (mengarang, melukis, dsb): orang mencari kepuasan dl hal ~
berkasak-kusuk ber.ka.sak-ku.suk [v] berbuat (melakukan perbuatan) mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkata dua ber.ka.ta dua mengeluarkan perkataan yg berlainan sama sekali dng maksud yg sebenarnya: sukar benar menangkap maksud dan kemauan orang yg ~ dua itu krn antara yg dikatakan dan yg dimaksudkan sebenarnya berbeda
berkata peliharakan lidah [pb] ... tidak akan menghiraukan cemoohan orang
berkata-kata dng lutut [pb] berkata-kata dng orang bodoh
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkayu ber.ka.yu [v] (1) ada kayunya; mengandung kayu di dalamnya: pohon yg ~ keras; (2) mencari kayu (di hutan): pergi ~ ke hutan
berkecimpung ber.ke.cim.pung [v] (1) ki bergerak (dl); berurusan (dl): orang yg ~ dl bidang pendidikan harus bersikap dinamis dan jujur; (2) bermain air dng menepuk-nepuk air atau memukul-mukulkan kaki ke air sehingga berbunyi "pung-pung" (pd waktu mandi); (3) berbunyi "pung-pung" spt air ditepuk
berkecumik ber.ke.cu.mik [v] berkomat-kamit; dng tidak disadarinya ia tersenyum seorang diri, mulutnya ~ seakan sedang berdoa
berkedai ber.ke.dai [v] (1) membuka kedai; berdagang kecil-kecilan: banyak orang ~ di tepi jalan; (2) berbelanja di kedai: ia hendak ~ ke pasar
berkedip ber.ke.dip [v] (1) bergerak membuka dan menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); berkejap: mata orang itu ~ sebentar sebelum mengangguk setuju; (2) tampak seolah-olah bernyala dan padam berganti-ganti (tt nyala lampu, dian, dsb); berkelip(-kelip)
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berkelana ber.ke.la.na [v] pergi ke mana-mana; mengembara: ia ~ masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung
berkelebihan ber.ke.le.bih.an [adv] (1) bersisa; ada lebihnya: daerah itu ~ hasil padinya; (2) mempunyai keunggulan (kepandaian dsb yg melebihi orang lain): tidak sedikit orang yg ~ , tetapi tidak dikenal orang; (3) berlebihan; teramat banyak; (4) terlalu: perangaimu itu telah ~ benar
berkeluarga ber.ke.lu.ar.ga [v] (1) berumah tangga; mempunyai keluarga: bagi orang yg sudah ~ penghasilan sebanyak itu tidak akan cukup; (2) bersanak saudara (dng); berkerabat (dng): ia masih ~ dng kepala kampung; (3) menikah; mempunyai istri (suami): ia akan ~ kalau sudah menjadi sarjana
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berkemudi di haluan ber.ke.mu.di di haluan, bergilir ke buritan [pb] orang yg menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya
berkena-kenaan ber.ke.na-ke.na.an [v] saling mengena: perkataan kedua orang itu selalu ~
berkenaan ber.ke.na.an [v] (1) bertepatan (dng); sehubungan (dng): ~ dng ulang tahun ygke-5 akan diadakan perayaan besar-besaran; (2) berhubungan (dng); berkaitan (dng): pengunduran dirinya sbg anggota organisasi itu diduga ~ dng peristiwa semalam; (3) setuju; sesuai; cocok: kedua orang muda itu sudah ~
berkepit ber.ke.pit [v] berseluk tangan; bergandengan dng saling mengepit atau berpautan tangan
berkerudung ber.ke.ru.dung [v] memakai kerudung: seorang perempuan tua yg ~ mengacungkan (menadahkan) tangannya minta sedekah
berkesinambungan ber.ke.si.nam.bung.an [v] berkelanjutan
berkilah ber.ki.lah [v] berusaha memutarbalikkan kebenaran (dng menyangkal dsb); mencari-cari alasan: di depan orang yg searif dan sebijaksana itu ia tidak dapat ~ lagi
berkisaran ber.ki.sar.an [v] berputar (terus-menerus); beputaran: matanya ~ dng liar, spt mata orang mabuk
berkobar-kobar ber.ko.bar-ko.bar [v] (1) menyala-nyala dng hebatnya (tt api): api yg ~ itu menjadikan kota itu spt lautan api; (2) ki berapi-api (menyala-nyala dsb tt semangat): para pemuda berjuang dng semangat yg ~
berkocak tanda tak penuh ber.ko.cak tanda tak penuh [pb] orang yg banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya
berkolokasi ber.ko.lo.ka.si [v] mempunyai tautan padu
berkolusi ber.ko.lu.si [v] melakukan kolusi: pejabat tinggi negara yg seharusnya menjadi panutan masyarakat, ternyata ada yg menggunakan wibawa jabatannya untuk ~
berkompromi ber.kom.pro.mi [v] bersetuju dng jalan damai (saling mengurangi tuntutan); melakukan kompromi
berkubu ber.ku.bu [v] (1) memakai kubu; diperkuat dng kubu; bertahan dl kubu: tentara Islam ~ di bandar Medinah untuk menghindari serangan orang musyrik; (2) menangkap dng kubu
berkubur ber.ku.bur [v] (1) dimakamkan (tt mayat); mempunyai kubur: pd masa peperangan banyak orang mati tidak ~; (2) (sudah) mati: orang yg sudah ~ jangan dibicarakan lagi
berkung ber.kung [n] sampan kecil yg hanya dapat memuat beberapa orang
berladang ber.la.dang [v] mempunyai (mengusahakan) ladang: di sini tidak banyak orang ~
berlagak ber.la.gak [v] (1) menyombongkan diri: baru jadi anggota Hansip, ia sudah ~ , apalagi jadi tentara; (2) berlaku spt (pemberani, orang pandai, dsb); berpura-pura: ketika ditanya polisi, ia ~ tidak tahu-menahu
berlain-lainan ber.la.in-la.in.an [v] tidak sama; bermacam-macam: pendapat orang ~
berlantai ber.lan.tai [v] mempunyai lantai: di sebuah rumah yg berukuran sangat minim, berdinding bilik, dan ~ tanah, hidup seorang nenek yg sudah uzur dan tua renta
berlapak judi ber.la.pak judi [Jk] tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi)
berlayar ber.la.yar [v] (1) memakai (menggunakan) layar; (2) mengarungi lautan; bepergian dng kapal (perahu): pelaut itu sudah ~ ke mana-mana; (3) ki meninggal dunia
berlayar atas angin ber.la.yar atas angin [pb] mendapat bantuan atau sokongan orang lain
berlayar bernakhoda ber.la.yar bernakhoda, berjalan dng yg tua [pb] setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yg ahli atau yg berpengalaman
berlepas diri ber.le.pas diri tidak turut campur dl perkara orang lain; (2) menghindarkan tanggung jawab atas sesuatu yg telah diperbuat
berlepas taksir ber.le.pas taksir membersihkan diri dr kesalahan orang
berlidah panjang ber.li.dah panjang suka menyampaikan rahasia (perkataan) orang kpd orang lain
berlima ber.li.ma [num] bersama-sama lima (tt orang dsb): rumah itu mereka diami ~
bermenantu ber.me.nan.tu [v] mempunyai menantu: ia -- seorang warga asing
bermesum ber.me.sum [v] berbuat mesum: dia menuduh orang lain yg telah membajak saluran teleponnya untuk keperluan --
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bermewah-mewahan ber.me.wah-me.wah.an [v] serba banyak dan berlebih-lebihan: sekelompok orang berharta mempunyai kebiasaan hidup --
bermobil ber.mo.bil [v] (1) mempunyai mobil: sbg orang kaya dia -- banyak; (2) naik (mengendarai) mobil: tiap hari saya -- ke kantor
bermuatan ber.mu.at.an [v] berisi; dibebani dng; mengangkut: truk -- sayur-sayuran; bus itu -- tiga puluh empat orang
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bermusim ber.mu.sim [v] (1) sudah sampai pd musimnya: buah durian belum -; (2) memiliki musim; menurut musim (tidak sebarang waktu ada): ditanami pohon buah-buahan yg -, spt ram-butan dan mangga; pohon kelapa berbuah sepanjang tahun, tidak -
bernafsi-nafsi ber.naf.si-naf.si [v] (menurut kepentingan) orang-seorang, sendiri-sendiri; secara perseorangan; mementingkan diri sendiri: mereka ~ mengemukakan keberatan masing-masing; di kota besar orang mulai hidup ~ tidak merasa perlu memikirkan orang lain
bernama ber.na.ma [v] (1) memakai nama; mempunyai nama: sbg orang yg ~ , aku tidak suka kaupanggil tanpa nama atau tanpa sapaan; (2) ark mendapat nama; masyhur; terkenal: ia menyuruh memanggil tabib yg ~ itu
bernapas ke luar badan ber.na.pas ke luar badan [pb] lebih percaya pd pendapat orang lain dp percaya pd pendapat sendiri
berniaga di ujung lidah [pb] orang pandai yg tidak jujur
bernyala-nyala ber.nya.la-nya.la [v] (1) menyala besar dan tinggi; berkobar-kobar: api yg ~ menghanguskan hutan ini; (2) ki makin menjadi-jadi; berkobar-kobar (tt semangat, cinta, dsb): cintanya makin ~
bernyali ber.nya.li [v ki] mempunyai keberanian; berani: orang yg tidak ~ tidak dapat diajar berburu
beroga be.ro.ga [n] ayam liar; ayam hutan, Gallus ferrugineus
beron be.ron , mem.be.ron v menikahi seorang gadis yg masih sangat muda
berorientasi ber.o.ri.en.ta.si [v] (1) melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu); (2) mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg -- ke Barat
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpamitan ber.pa.mit.an [v] minta pamit; minta diri: sebelum berangkat sekolah, dia selalu ~ kpd orang tuanya
berpamor ber.pa.mor [v] (1) memakai pamor: ia sangat menyayangi keris yg ~ itu; (2) bersemarak; beperbawa; mulia: sejak kejadian itu ia bukan orang ~ lagi di depan anak buahnya
berpandai-pandai ber.pan.dai-pan.dai [v] berbuat sesuatu untuk orang lain tanpa bertanya dulu kpd yg berkepentingan
berpangkat ber.pang.kat [v] (1) mempunyai pangkat: ia ~ kolonel; (2) berkedudukan tinggi: gadis itu mendapatkan suami orang ~
berpantun ber.pan.tun [v] menyanyikan (membawakan) pantun bersambut-sambutan
berpaspor ber.pas.por [v] memiliki (mempunyai) paspor: lima orang wisatawan asing ditangkap krn ~ palsu
berpelajaran ber.pel.a.jar.an [v] mendapat pendidikan di sekolah: istrinya seorang yg ~
berpelayaran ber.pe.la.yar.an [adv] telah biasa dan banyak pengalaman dl mengarungi lautan
berpenampilan ber.pe.nam.pil.an [v] mempunyai penampilan; gaya penampilan; tampil dng ...: hilangnya masa kanak-kanak dapat membuat seorang anak ~ spt orang dewasa
berpengalaman ber.peng.a.lam.an [v] mempunyai pengalaman; telah banyak pengalaman: ia seorang pemain sepak bola yg ~
berpengaruh ber.pe.nga.ruh [v] (1) ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; (2) berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu
berpesan ber.pe.san [v] (1) memberi pesan (kpd); menyuruh (meminta) supaya perkataan dsb dilakukan atau disampaikan kpd orang lain: sebelum berangkat ia ~ kpd istrinya supaya merawat anaknya baik-baik; ia sudah ~ kpd saya kalau ada orang datang agar menunggu sebentar; (2) memberi nasihat (wasiat ketika akan meninggal dunia): orang tua itu ~ kpd anak cucunya agar dia dikuburkan di dekat rumahnya
berpetaruh ber.pe.ta.ruh [v] (1) memberi wasiat (amanat); memberi nasihat; berpesan: neneknya ~ kpd cucu-cucunya agar mereka rukun dan saling membantu demi keutuhan dan kejayaan keluarga; (2) Mk menitipkan sesuatu kpd orang lain: Ibu ~ uang untuk adik pd tetangga
berpidana ber.pi.da.na [v] mempunyai sangkutan (urusan) dng pidana: kalau merupakan kredit ~ , itu baru urusan Kejaksaan Agung
berpilih-pilih ber.pi.lih-pi.lih [v] memilih dng amat teliti (tidak sembarangan): dia ~ gadis untuk dijadikan istrinya; (2) a jarang dan susah didapat; sedikit saja (yg); tidak sembarang (orang dsb): pd waktu itu ~ orang yg mempunyai mobil; ~ orang yg bersedia menjadi pemimpin perkumpulan itu
berpilin ber.pi.lin [v] dl keadaan dipilin (dibelit): bungkusan itu diikatnya dng tali ~; tambang itu ~ tiga; orang gentar melihat misainya yg tebal ~ itu; (2) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpondong ber.pon.dong [v] memakai pondong; memakai pelindung dr panas matahari atau hujan dng pondong (untuk tanaman yg baru tumbuh): pohon-pohon jeruk yg masih ~ pun habis dicuri orang
berpraktik ber.prak.tik [v] melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): mereka ~ selama dua minggu; ia ~ sbg seorang astrolog
berpropaganda ber.pro.pa.gan.da [v] mengadakan propaganda: dipilihnya beberapa orang yg pandai ~
berpuak-puak ber.pu.ak-pu.ak [v] bergerombol; berkelompok(-kelompok): kelakuan orang ramai itu berasal dr zaman purba pd waktu manusia masih hidup ~
berpuluh-puluh ber.pu.luh-pu.luh [num] beberapa puluh: dia melihat ~ orang hukuman yg akan dikirim ke Nusakambangan
berpunya ber.pu.nya [v] (1) ada yg empunya: harta tidak ~; (2) sudah bersuami (beristri); sudah bertunangan: rupanya dia sudah ~; (3) berada; kaya: anak orang ~
berpuru ber.pu.ru [v] menderita sakit puru: orang yg ~ selalu hendak menggaruk
berputra ber.put.ra [v] (1) mempunyai putra (anak); beranak; (2) melahirkan anak; bersalin: saat bulan purnama raya, permaisuri pun ~ lah seorang anak perempuan yg elok parasnya
berputrakan ber.put.ra.kan [v] mempunyai putra: baginda ~ seorang laki-laki yg elok parasnya
bersaf-saf ber.saf-saf [a] berderet-deret: orang yg melakukan salat di masjid itu --
bersagar ber.sa.gar [v] (1) menggunakan sagar: kakeknya masih -- untuk menulis surat; (2) ada sagarnya; ijuk tidak -, pb keluarga yg tidak mempunyai laki-laki yg disegani orang
bersahabat ber.sa.ha.bat [v] (1) berkawan; berteman: jangan -- dng orang jahat; (2) menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat --
bersahaja ber.sa.ha.ja [a] sederhana; tidak berlebih-lebihan: orang desa itu hidupnya -
bersaingan ber.sa.ing.an [v] (1) saling berlawanan; saling bertentangan: kedua orang itu tidak ada yg mau mengalah, mereka terus -; (2) berlomba; dahulu-mendahului: mereka -- dl mengejar cita-cita
bersaksi ber.sak.si [v ] (1) ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: surat perjanjian itu seharusnya dibuat di atas kertas bermeterai dan -- sekurang-kurangnya dua orang; (2) menyatakan (mengakui) dng sesungguhnya
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersalahan ber.sa.lah.an [v] (1) berbeda; berlainan: raut wajah gadis itu -- dng raut wajah ibunya; (2) berselisih: ia -- pendapat dng atasannya tt cara menyusun laporan keuangan; (3) bertentangan; tidak sesuai dng: sepak terjangnya -- dng kepercayaan dan keyakinan yg dianutnya; (4) berbantah; bercekcok: dl banyak hal kedua orang itu sering -; (5) ki kurang sehat (badan); menyalah: badannya agak -- sehari ini
bersandar di lemang hangat [pb] berlindung kpd orang yg jahat (zalim dsb)
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
bersangka ber.sang.ka [v] (1) menduga; mengira: tidak seorang pun yg -- akan terjadi musibah; (2) menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian: jika ada yg -- akan kebenaran pendapat itu, boleh mengajukan bantahannya
bersangkal ber.sang.kal [v] (1) tidak mau menurut (mengerjakan dsb): ia -- akan nasihat orang tuanya; (2) ingkar; tidak mengaku: mula-mula ia -, tetapi akhirnya mengaku juga
bersantap rohani ber.san.tap rohani sesuatu (spt bacaan) yg berguna untuk memperkaya batin seseorang; rezeki batin: kuliah subuh yg disiarkan setiap pagi itu merupakan -- rohani yg baik untuk muda-mudi kita
bersaudara ber.sau.da.ra [v] (1) mempunyai saudara: ia tidak -- lagi; (2) adik beradik; beradik berkakak: dua orang -- itu hidup rukun
bersedu-sedu ber.se.du-se.du [v] mengeluarkan suara, spt pd orang yg lama menangis; keluar suara yg terputus-putus atau timbul tenggelam (krn lama menangis, dsb); isak
berselisih ber.se.li.sih [v] berbeda; ada selisihnya: jumlahnya -- Rp5.000,00; (2) adv berlainan pendapat dsb; bertikai; berbantah; bersengketa: mereka selalu hidup rukun, tidak pernah -; -- jalan berpapasan bertemu di jalan, tetapi masing-masing menempuh jalannya sendiri: jembatan bambu yg sempit itu hanya dapat dilalui oleh dua orang -- jalan
berselubung ber.se.lu.bung [v] memakai selubung (spt berkerudung, berselimut, bertutup kepala, dsb): dia melihat seorang -- kain putih
bersembilan ber.sem.bi.lan [v] menjadi kelompok yg terdiri atas sembilan orang
bersenang-senang ber.se.nang-se.nang [v] berbuat sesuatu dng senang hati atau untuk menyenangkan hati; bersantai; bersuka-suka: disuruhnya orang bekerja mati-matian, tetapi ia sendiri -- saja
bersendiri ber.sen.di.ri [v] terpisah dr yg lain; tidak berteman; menyendiri: ia -- mendatangi orang yg mengancamnya kemarin
bersengat ber.se.ngat [v] (1) mempunyai sengat; ada sengatnya; (2) ki disegani (ditakuti) orang
bersenjatakan ber.sen.ja.ta.kan [v] memakai senjata tertentu; menggunakan sbg senjata: mereka dikejar oleh beratus-ratus orang kampung yg -- tombak dan keris
bersep (kpd) ber.sep (kpd) [v] mempunyai kepala; mengabdi kpd: lebih baik saya keluar dp -- seorang pemarah
berserah kabil berserah ka.bil [pb] sudah memercayakan sesuatu kpd orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)
berserikat ber.se.ri.kat [v] (1) bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan agar orang-orang yg bermodal mau -- untuk mendirikan perusahaan penggilingan padi; (2) bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum buruh sudah insaf akan perlunya -; (3) bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang Dunia Kedua banyak negara yg -- untuk membasmi fasisme
berseru ber.se.ru [v] (1) memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: terdengar suara orang -, seolah-olah memanggil kita; (2) berkata atau bersuara nyaring: burung itu mengangguk-angguk sambil -, trilili, lili, lili; (3) mengajak atau menganjurkan: akhirnya, pembicara -- kpd hadirin supaya mem-bantu usahanya
bersetelan ber.se.tel.an [v] memakai setelan: seorang pemuda -- dan berdasai berjalan dng angkuhnya
bersikap masa bodoh [pb] tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bersimpati ber.sim.pa.ti [v] (1) menaruh kasih (kpd); suka (akan): dl pemilihan umum itu, banyak juga rakyat yg -- kpd golongannya; (2) ikut serta merasakan perasaan orang lain: banyak orang yg -- atas kemenangan tim itu
bersiut ber.si.ut [v] (1) bersiul nyaring; bersuit; berbunyi spt peluit nyaring; (2) berbunyi spt orang kepedasan; (3) berbunyi "siut": sesaat kemudian -lah cemeti yg ujungnya dibubuhi paku-paku timah mendera dagingnya
bersombong ber.som.bong [v] meninggikan (memegahkan) diri; berkata (berbuat dsb) dng congkak: jadi orang jangan suka -, nanti tidak punya teman
bersongsong ber.song.song [v] berjalan (bergerak maju) menghadapi ...; bertemu (berlawanan arah); berpapasan (dng): ia dapat melihat seorang berkuda yg rupa-rupanya -- dng dia
bersuami ber.su.a.mi [v] (1) sudah kawin (tt wanita); mempunyai suami; (2) kawin dng (tt wanita): alangkah senangnya -(kan) seorang budiman spt beliau itu
bersungut-sungut ber.su.ngut-su.ngut [v] mencomel; menggerutu: setelah terjadi tawar-menawar harga, orang itu membayarnya juga meski-pun dng --
bersunyi-sunyi ber.su.nyi-su.nyi [v] mengasingkan diri ke tempat yg sunyi; menyendiri: rupanya ia seorang yg suka -
bertadah amin ber.ta.dah amin memadukan kedua belah tangan selaku orang yg mengucapkan amin
bertadarus ber.ta.da.rus [v] melakukan tadarus: hampir di setiap masjid terdengar orang ~
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertakziah ber.tak.zi.ah [v] (1) menghibur orang yg mendapat musibah; (2) menyatakan turut berdukacita; melayat (orang mati): banyak kaum kerabat almarhum yg datang ~ dan mengantarkannya ke kubur
bertambah ber.tam.bah [v] (1) menjadi lebih banyak (lebih besar dsb): utang terus ~; kita harus bekerja lebih keras supaya ~ hasilnya; (2) semakin: gadis itu ~ cantik apabila memakai pakaian hijau
bertanding ber.tan.ding [v] (1) berlawanan (dl berlomba, beradu tenaga, dsb): regu voli A ~ dng regu B di babak final; (2) seorang lawan seorang: mereka tidak berani ~ , beraninya main keroyokan; (3) ada bandingnya (imbangannya, lawannya): kecantikannya tiada ~ di seluruh negeri; (4) melawan; menyaingi; menyamai: pemain muda berbakat itu sekarang sudah sanggup ~ dng pemain kawakan yg sudah punya nama
bertanduk ber.tan.duk [v] (1) memakai tanduk; ada tanduknya; (2) mempunyai kekuasaan (wewenang): mau tidak mau kita harus patuh kpd orang yg ~; hewan ~ , hewan yg memiliki tanduk (sapi, kerbau, domba, kambing)
bertanya-tanya 1 ber.ta.nya-ta.nya 1 [v] bertanya ke mana-mana; berkali-kali bertanya (meminta keterangan dsb): ia masuk ke kampung, lalu ~ barangkali ada orang yg tahu; (2) a dl kebimbangan atau heran (seakan-akan bertanya di hati): ia pun tertegun ~ dl hati, apakah sebabnya hal itu terjadi
bertekap ber.te.kap [v] bertutup dng sesuatu yg melingkup: ~ muka dng saputangan
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
bertelepukan ber.te.le.puk.an [v] diberi bertelepuk; bergambar dng perada dsb: dia memakai saputangan ~ intan baiduri
berteman ber.te.man [v] (1) berkawan; bersahabat; (2) tidak seorang diri; ada temannya; (3) beriring (dng): setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran
bertemu muka dng tedung [pb] bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertemu ruas dng buku ber.te.mu ruas dng buku [pb] sudah jodohnya (seorang laki-laki dng perempuan)
bertemu teras dng beliung [pb] dua orang bertengkar yg sifatnya sama-sama keras
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
bertenggang-tenggangan ber.teng.gang-teng.gang.an [v] hormat-menghormati; harga-menghargai (perasaan atau kepentingan orang lain): dl hidup bertetangga kita harus pandai ~ agar terhindar dr pertengkaran
bertenung ber.te.nung [v] (1) membaca tenung; meramalkan: minta pertolongan kpd orang yg pandai ~; (2) minta supaya dilihat untung malangnya dsb kpd: ia suka ~ kpd dukun
berteriak ber.te.ri.ak [v] berseru (berkata, memanggil, dsb) dng suara keras; memekik: terdengar suara orang ~ minta tolong; makin keras ia ~ , makin banyak orang mengerumuninya
bertertib ber.ter.tib [v] (1) teratur; (2) bersikap sopan: ia seorang anak yg tidak ~
bertiga ber.ti.ga [num] berbilangan tiga; berjumlah tiga sekawan atau sekelompok orang dsb: kita ~ menghadap kepala sekolah
bertimbal-timbalan ber.tim.bal-tim.bal.an [v] bersahut-sahutan; berbalas-balasan: para pemuka adat berpantun ~
bertimbang ber.tim.bang [v] (1) bertimbalan; berpadanan; bertimbang: kekuatan kedua belah pihak ~; (2) bersambutan; bertukar: ~ kata; ~ pandang
bertingkah-tingkah ber.ting.kah-ting.kah [v] silih berganti (bersambut-sambutan, berselang-selang), spt bunyi gendang dng bunyi-bunyian yg lain, bunyi lesung: gendang dan canang ~; bunyi katak dan salak anjing ~ memecah kesunyian malam
bertitah lalu sembah berlaku ber.ti.tah lalu sembah berlaku [pb] jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga
bertiup ber.ti.up [v] (1) bergerak mengalir dng cepat (tt angin, udara); berembus: angin ~ dr sebelah barat; (2) ki merebak (tt kabar angin dsb); tersiar: dng segera berita yg ~ kencang itu disampaikannya kpd ketuanya; (3) Mk berkerumun (untuk melihat dsb): ~ orang melihat mobil itu
bertolak belakang ber.to.lak belakang berpisah saling membelakangi (msl seorang ke barat, seorang lagi ke timur); (2) ki sangat berbeda (tt pendapat, kebiasaan, keinginan, sifat, dsb)
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
bertuankan ber.tu.an.kan [v] (1) menghamba (mengabdi) kpd; menganggap sbg tuan kpd: hamba tak mau ~ anak raja yg lalim itu; (2) menyebut (memanggil) tuan (kpd): tiada aku sudi ~ orang yg lalim itu
bertuhan ber.tu.han [v] (1) percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; (2)memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar sepah [ki] tanda percintaan yg mendalam antara dua orang kekasih
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertunda-tunda ber.tun.da-tun.da [kl v] berduyun-duyun; banyak sekali: ~ orang datang ke jalan besar itu
berturun ber.tu.run [v] memberikan uang sbg iuran, derma, sokongan, dsb: kita ~ lima ratus rupiah seorang
beruas be.ru.as [n] pohon manggis hutan, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas; Garcinia hombroniana
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berumah be.ru.mah [v] (1) mempunyai rumah: ia seorang yg sukses, usianya masih muda, tetapi sudah berkedudukan tinggi dan ~ besar; (2) diam (di); tinggal (di): ia ~ di desa yg jauh dr kota
beruntun ber.un.tun [v] berurutan
beruri be.ru.ri [n] periode atau jangka waktu ketika orang tidak boleh bekerja (untuk mengusir penyakit dl adat Dayak)
berurusan ber.u.rus.an [v] (1) ada urusan (dng); berhubungan (dng): saya tidak mau ~ dng dia lagi; (2) tersangkut dl suatu hal (perkara kepolisian dsb): krn tidak mau membayar utang, ia harus ~ dng polisi
berusaha ber.u.sa.ha [v] (1) melakukan suatu usaha; bekerja giat (untuk mencapai sesuatu); berikhtiar; berdaya upaya: ia ~ menyembunyikan tangisnya; mereka ~ mencapai hasil yg memuaskan; (2) melakukan kegiatan di bidang perdagangan (perusahaan dsb): keadaan keuangan yg mantap akan menguntungkan orang-orang yg mulai ~
berusia ber.u.sia [v] mempunyai usia; berumur: seorang anak muda ~ kira-kira l7 tahun; ~ tinggi (lanjut); sudah tua
berusuh be.ru.suh [a] bersusah hati; berduka cita; gelisah: banyak orang yg ~ hati krn kematian ulama itu
berwajah ber.wa.jah [n] mempunyai wajah: betul-betul aku ini salah seorang di antara kalian yg ~ paling buruk
berwibawa ber.wi.ba.wa [v] mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi): seorang pemimpin haruslah ~
berwudu ber.wu.du [v] mengambil air wudu: masih ada orang yg ~ dng tidak mengikuti sunah Rasul
besan be.san [n] (1) orang tua dr menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); (2) hubungan keluarga antara dua orang tua yg terjadi krn anak mereka kawin
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besar berudu di kubangan [pb] tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing
besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya) [pb] orang yg besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
beslah bes.lah [ark v] mem.bes.lah v menyita: krn tidak dapat membayar utangnya, mereka -- rumah dan seluruh harta bendanya; polisi -- semua barang hasil curian itu
besuk be.suk [v cak] melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit yg dirawat
beta be.ta [pron] saya (digunakan orang-orang besar pd zaman dahulu dl cerita klasik Melayu, penyair dl karya sastra masa kemudian, atau masyarakat di Maluku [n] nama huruf ke-2 abjad Yunani
betapa be.ta.pa [ark pron] kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dsb; bagaimana: -- bicaramu?; (2) p kata seru penanda rasa heran, kagum, sedih, dsb; alangkah; sungguh: -- sedihnya orang yg kematian ibu; (3) p meskipun: -- dicarinya, tidak kunjung bertemu juga; (4) ark p sebagaimana; seperti: diperlakukan -- adat orang dahulu kala
beti be.ti [n] bukti yg nyata mengenai kesalahan seseorang; tanda bukti: tidak dapat memastikan seseorang bersalah sebelum -- nya ada
betik keluar didengar (diketahui) oleh orang luar; bocor atau tersiar (tt rahasia)
betul-betul be.tul-be.tul [a] sungguh benar; sungguh-sungguh: orang itu -- pelit; saya -- letih pd hari ini
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
biah bi.ah [ark n] (rumah) tempat sembahyang (orang Yahudi); gereja
biang keladi umbi keladi yg pokok; (2) ki orang yg menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan dsb; orang yg menjadi penyebab (dalang) terjadinya suatu perbuatan jahat dsb
biara bi.a.ra [n] (1) rumah (asrama) tempat para petapa (rubiah dsb); (2) Kris bangunan tempat tinggal orang-orang laki-laki atau perempuan yg mengkhususkan diri thd pelaksanaan ajaran agama di bawah pimpinan seorang ketua menurut aturan tarikatnya
biarawan bi.a.ra.wan [n] orang laki-laki yg hidup di dl biara
biarawati bi.a.ra.wa.ti [n] orang perempuan yg hidup di dl biara
biaya akanan [Man] mata neraca untuk utang yg telah bertambah secara berkala yg akan dibayar pd waktu tertentu
bibi bi.bi [n] (1) adik (saudara muda) perempuan ayah atau ibu; (2) panggilan kpd perempuan yg agak tua; (3) kl sebutan bagi wanita (setingkat dng nyonya); (4) panggilan kpd perempuan pembantu rumah tangga
bibit bi.bit [n] (1) semaian (padi dsb yg akan ditanam): -- padi itu akan dipindahkan sesudah berumur empat puluh hari; (2) benih (dl arti sesuatu yg akan dikembangkan, diternakkan, dsb): kita memerlukan sapi yg baik untuk --; (3) anak (orang) yg akan dididik lebih lanjut; kader: murid-murid SMU dididik sbg -- untuk perguruan tinggi; (4) ki yg akan menyebabkan timbulnya (terjadinya) penyakit atau pertikaian dsb: -- penyakit cacar; perkara yg sekecil itu dapat menjadi -- pertengkaran yg hebat [v] , mem.bi.bit v menjinjing dng jari
bibit buwit [Sd] (1) orang yg dianggap sbg leluhur masyarakat suatu desa; (2) asli (tt penduduk suatu tempat)
bicara bi.ca.ra [n] akal budi; pikiran: dl menghadapi segala hal selalu dipergunakan budi -- nya; (2) n cak perundingan: rasanya tidak perlu diadakan -- lagi; (3) v beperkara; berurusan: orang yg membawa barang larangan itu akan dibawanya -- kpd hakim; (4) n kl pertimbangan pikiran; pendapat: spt -- Tuan, hamba pun demikian; pd -- patik; (5) v cak berbahasa; berkata: sedikit -- banyak bekerja; (6) a sedang dipakai untuk bercakap (dl telepon): sudah tiga kali saya menelepon, tetapi selalu dijawab " -- "; (7) Jk a cak tanggung, tentu (pasti): kata penjual durian itu, " -- " tebal dan manis
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
bidan bi.dan [n] wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya
bidan tarik bidan yg baru dipanggil waktu seorang ibu akan melahirkan (tanpa ada pemberitahuan atau perjanjian se- belumnya)
bidan tempuh bidan yg menolong suatu persalinan (orang melahirkan) berdasarkan persetujuan (perjanjian) sebelumnya
biduk lalu [pb] orang yg berkelahi atau bertengkar yg akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tt orang ramai berkumpul)
biduk lalu kiambang bertaut biduk lalu kiambang ber.ta.ut [pb] spt dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali
bigamis bi.ga.mis [n] orang yg bigami; orang yg beristri (bersuami) dua; (2) a dl keadaan beristri (bersuami) dua
bijaksanawan bi.jak.sa.na.wan [n] orang yg bijaksana
bikini bi.ki.ni [n] pakaian (renang) wanita yg hanya terdiri atas celana dalam dan kutang (kain) penutup buah dada: ia menutupi tubuhnya dng --
bilal bi.lal [n Isl] orang yg bertugas menyerukan azan; muazin; modin: suara azan -- telah terdengar
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
bilingual bi.li.ngu.al [a] (1) mampu atau biasa memakai dua bahasa dng baik; (2) bersangkutan dng atau mengandung dua bahasa
bimbang bim.bang [a] (1) (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu; (2) (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang [n] upacara atau pesta adat [v] berganti-ganti; bergantian
bimbit bim.bit , mem.bim.bit v (1) membawa dng ujung jari; menjinjing: -- tas; (2) memimpin dng memegang tangan orang yg dipimpin; menuntun: ia berkata sambil -- anaknya
bin [Ar] (1) n kata untuk menyatakan anak laki-laki dr seseorang: Amat -- Soleh, Amat anak dr Soleh; (2) p cak kata untuk menguatkan atau mengungkapkan dng perkataan lain: aneh -- ajaib
binal bi.nal [a] (1) bengal; tidak menurut: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi --; (2) selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar: kuda yg -- itu terlepas kembali
binaragawan bi.na.ra.ga.wan [n] orang yg melakukan olahraga binaraga: enam -- daerah akan mengikuti seleksi nasional
binder bin.der [n] (1) alat untuk menjilid buku, majalah, dsb; (2) orang yg (pekerjaannya dsb) menjilid buku, majalah, dsb
binen bi.nen [a cak] telah berhasil (memperoleh kedudukan, kekayaan, dsb); mapan: di sinilah tempat tinggal orang-orang yg sudah --
bingkis bing.kis , mem.bing.kis v mengirimkan (memberikan) barang sbg tanda hormat (biasanya diantarkan orang bersama-sama surat)
bingung tak dapat diajar [pb] berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)
bini-binian bi.ni-bi.ni.an [n cak] (1) bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan -nya saja; (2) suka atau kerap- kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang -- spt dia
bintang bin.tang [n] (1) benda langit terdiri atas gas menyala spt matahari, terutama tampak pd malam hari: pd malam itu tampak -- bertaburan di langit; (2) planet atau gugusan planet yg menjadi pegangan dl astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; (3) nasib; peruntungan; untung malang: -- nya mulai terang nasibnya mulai baik (mudah mencari rezeki); -- nya gelap buruk nasibnya (sial, tidak beruntung); (4) tanda jasa yg berupa medali emas (perak dsb): krn jasanya beliau dianugerahi -- emas; (5) tanda pangkat perwira militer berbentuk spt bintang, berwarna keemasan; (6) tanda yg menyerupai bintang, spt tanda (*); (7) pemain yg terkemuka (dl film, sandiwara); (8) orang yg terbaik (terpandai dl suatu lingkungan)
bintang di langit boleh dibilang [pb] cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu
binti bin.ti [Ar n] anak perempuan (biasa dipakai untuk keterangan nama orang): Siti Aisyah -- Abu Bakar [n] burung pemakan serangga dan ikan, hidup di Asia dan Afrika; Alcedo ispida
biofilm bi.o.film [n] cabang ilmu yg bersangkutan dng penerapan metode dl masalah film: -- selalu hadir di dalam alam komposisi dan potensi yg bermacam-macam
biografi bi.o.gra.fi [n] riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain
biologis bi.o.lo.gis [a] bersangkutan dng biologi
bipatride bi.pat.ri.de [n] orang yg mempunyai kewarganegaraan rangkap sbg akibat perbedaan stelsel; asas kewarganegaraan yg dianut oleh negara yg berbeda
biras bi.ras [n] pertalian persaudaraan antara dua orang krn kawin dng dua orang yg bersaudara
birit bi.rit [n] pantat , ter.bi.rit-bi.rit v berlari cepat-cepat (krn ketakutan dsb): dia -- menuju kantor polisi
birokrat bi.ro.krat [n] (1) pegawai yg bertindak secara birokratis; (2) seorang yang menjadi bagian dari birokrasi
bisa kawi kekuatan gaib (tulah dsb) yg menimpa orang krn melanggar adat dsb
bisbol bis.bol [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dng bulu halus kemerah-merahan, berbau spt mentega; Dyaspyros philipinses [n Olr] permainan olahraga dng menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yg masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain
bitisik bi.ti.sik [n] anak dr cicit; cucu dr cucu seseorang
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
bivak bi.vak [n] pondok (tempat bermalam) sementara di tengah hutan dsb (bagi tentara dsb)
blangko blang.ko [a] kosong (belum diisi); (2) a tidak memberikan suara (dl pemungutan suara): yg setuju 116 suara, yg tidak setuju 51 suara, dan yg -- 7 suara; (3) n surat isian: -- poswesel
blok buku [Graf] (1) setumpuk kuras dl urutan yg merupakan seluruh isi buku, dijilid bersama atau terpisah dng sampulnya; (2) bagian sisi buku berupa halaman atau kuras yg telah disusun berurut dan dijahit
blokade blo.ka.de [n] pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal, dsb tidak dapat keluar masuk dng bebas
bludrek blud.rek [n cak] (1) tekanan darah; (2) tekanan darah tinggi yg menyebabkan orang merasa pusing yg berat: krn makan daging kambing, kontan -- nya kambuh
blues [n Mus] jenis lagu ratapan orang Negro, Amerika yg berkembang mulai tahun 1911 sbg perintis musik jaz
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bohemian bo.he.mi.an [n] orang yg hidup bebas spt kebanyakan seniman; orang yg hidup mengembara dan tidak teratur serta tidak memikirkan masa depannya: krn kecewa akhirnya pemuda itu bergabung pd kelompok --
bolos bo.los, mem.bo.los [v] (1) tidak masuk bekerja (sekolah dsb): hari ini sebenarnya bukan hari libur, tetapi banyak murid yg -; (2) meloloskan diri; melarikan diri: dua orang tahanan dapat --
bomber bom.ber [n] (1) pesawat terbang pengebom; (2) ki orang yg gemuk kekar
bondong air bondong ikan [pb] gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kpd kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)
boneka bo.ne.ka [n] (1) tiruan anak untuk permainan; anak-anakan; (2) ki orang (negara dsb) yg hanya menjadi mainan orang (negara dsb) lain: negara Pasundan, Sumatra Timur, Indonesia Timur adalah negara -- buatan pemerintah kolonial Belanda pd masa itu
bong [n] pekuburan Cina [Jw n] orang yg pekerjaannya mengkhitankan (menyunat); dukun sunat
bongkong bong.kong [Mk a] belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu)
bongmeh bong.meh [Cn v] mem.bong.meh v (1) merasai debar jantung dng meraba pergelangan tangan; (2) mengajuk (hati atau pendapat orang)
bopeng bo.peng /bopEng/ (1) a cacat yg berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pd kulit; burik; capuk: orang itu mukanya -- akibat penyakit cacar yg pernah dideritanya; (2) v ki berlubang-lubang: jalan baru itu sekarang sudah --
boros bo.ros [a] (1) berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang, dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya; (2) lepas, terurai (tt tali yg dikaitkan): tali gasingnya --; (3) banyak dl pemakaian tenaga, bensin, dsb (tt mesin dsb): mobilnya -- bensin
bos [n] bungkus besar yg berisi beberapa bungkus (tt rokok, korek api, dsb) [n] orang yg berkuasa mengawasi dan memberi perintah kpd para karyawan; pemimpin atau majikan (dl perusahaan)
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
botok bo.tok [n] lauk dr ikan dsb yg dicampur dng parutan kelapa muda yg dibumbui, kemudian dibungkus dng daun pisang dan dikukus
brahmana brah.ma.na [n] (1) pendeta agama Hindu; (2) kasta tertinggi dl agama Hindu; (3) orang yg masuk golongan pendeta dl agama Hindu
bramacorah bra.ma.co.rah [n Huk] (1) orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (2) penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok
brankar bran.kar [n] usungan untuk mengangkat orang sakit (dng cara membaringkannya)
braseri bra.se.ri [n] kutang
bren [n] senapan mesin ringan, dilayani oleh satu orang
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
brilian bri.li.an [a] pandai sekali; cemerlang; hebat (tt kemampuan otak, berpikir); mengagumkan: ia adalah seorang pelajar yg --
briofita bri.o.fi.ta [n] tumbuhan yg tergolong divisi tumbuh-tumbuhan yg tidak berbunga, msl lumut-lumutan
bronkodilator bron.ko.di.la.tor [n ] alat yg dapat memperlebar lubang saluran napas yg menyempit ketika seseorang mendapat serangan asma
bruder bru.der [n] (1) saudara laki-laki; (2) Kat sebutan bagi biarawan laki-laki
bu [n] (1) kata sapaan untuk orang tua perempuan; (2) kp ibu
bua tanah bu.a ta.nah [n] harga (biaya dsb) yg harus dibayar oleh orang asing yg mengerjakan tanah di wilayah tertentu yg bukan wilayah masyarakat hukum adatnya (di Sulawesi)
buah perut [Mk] orang-orang yg menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dr nenek perempuan)
buang baka menyimpang dr sifat (asal) yg asli (turun-temurun); (2) menodai kebaikan nama leluhur (orang tua dsb)
buang hidup mengasingkan orang ke negeri lain sbg hukuman; menghukum buang
buang ludah meladeni orang bersoal jawab yg tidak ada gunanya
buang sepanjang adat mengeluarkan seseorang dr adat krn melawan adat
buang sipat melukai orang sehingga cacat (pd mata, kaki, dsb)
buang sirih mengeluarkan seseorang kelompok kekerabatan; menganggap seseorang bukan kerabat lagi
buangan bu.ang.an [n] (1) yg dibuang; hasil membuang; (2) orang yg dijatuhi hukuman buang: orang --
bubar bu.bar [v] (1) bercerai-berai ke mana-mana (tt orang ramai yg berkumpul); berserak-serak ke sana kemari: demonstran -- setelah petugas melepaskan tembakan; (2) selesai; usai (tt pasar, rapat, upacara, dsb): upacara -- pukul sepuluh siang; (3) selesai tugas; berhenti bertugas (tt panitia, dewan, kabinet, dsb): panitia perayaan -- setelah upacara selesai; (4) ditiadakan (tt perserikatan, kongsi, dsb): kalau suatu perkumpulan -- , harta bendanya dapat didermakan kpd badan sosial
bubul bu.bul [n] bisul pd tumit orang atau pd kuku kuda (ada beberapa jenis spt -- bubu, -- gantang, -- galai) [v] , mem.bu.bul v memperbaiki atau menambal jala, jaring, dsb: nelayan itu sedang asyik -- jaring dan -- pukat , mem.bu.bul v (1) naik; membubung; (2) keluar bersama-sama banyak-banyak: bagai anai-anai -- dr liangnya
bubus bu.bus , mem.bu.bus v beterbangan ke luar dng ramai; keluar beramai-ramai: bagai anai-anai -- [n] -- tumbang bentuk perkawinan antara orang-orang yg mempunyai hubungan kekerabatan yg relatif dekat
budak bu.dak [n ] (1) anak; kanak-kanak: -- bermain layang-layang; (2) hamba; jongos; orang gajian: aku bukan -- mu
budaya rakyat unsur kebudayaan tradisional yg hidup dl golongan orang biasa dan yg dibedakan dr unsur kebudayaan yg timbul lebih kemudian dan yg dianggap lebih maju
budayawan bu.da.ya.wan [n] orang yg berkecimpung dl kebudayaan; ahli kebudayaan: ia seorang -- yg senantiasa mengikuti perkembangan zaman
Buddha Bud.dha [n] (1) agama yg diajarkan oleh Sidharta Gautama; (2) orang yg telah mencapai kesempurnaan Buddhisme; (3) penjelmaan Sidharta Gautama
Buddhisme Bud.dhis.me [n] ajaran yg dikembangkan oleh Sidharta Gautama yg antara lain mengajarkan bahwa kesengsaraan adalah bagian kehidupan yg tidak terpisahkan dan orang dapat membebaskan diri dr kesengsaraan dng menyucikan mental dan moral diri pribadi
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
budi daya ekstensif pemeliharaan ikan di kolam dng kepadatan rendah yg dilakukan secara sambilan oleh petani yg bersangkutan
budian bu.di.an [Jw n] orang desa yg mempunyai pekarangan, tetapi tidak mempunyai sawah
budiman bu.di.man [n] orang yg berbudi, pintar, dan bijaksana
bufer bu.fer [n] (1) penyangga; dapar; (2) Kim larutan yg mampu menahan perubahan kepekatan ion H+
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bujang andon anak angkat yg tidak diketahui asal-usulnya dan bekerja pd orang tua angkatnya
bujangga bu.jang.ga [n] (1) pendeta; petapa; orang cerdik pandai; (2) pengarang syair (sajak dsb); ahli sastra; pujangga
bujuk bu.juk [n] usaha untuk meyakinkan seseorang dng kata-kata manis dsb bahwa yg dikatakan benar; rayu: berbagai-bagai -- dikatakannya, tetapi tiada mengena [n] ikan aruan, Ophiocephalus
buk buk, me.nge.buk [v cak] memesan: tiap menjelang akhir tahun orang kaya dr Jakarta -- tiket ke Singapura
bukan budak makan pisang [pb] bukan orang yg dapat dipermainkan (ditipu)
bukan tanahnya menjadi padi [pb] bukan tampannya yg akan menjadi orang baik-baik
bukit jadi paya [pb] orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)
bukti diri surat keterangan yg membuktikan bahwa orang yg membawa surat tsb benar (sah); surat pengenal
bukti pembayaran surat keterangan yg menyatakan bahwa seseorang telah membayar sesuatu sesuai dng kesepakatan, dapat berupa kuitansi, resi, setruk, dsb
buku biru buku yg memuat nama-nama orang terkemuka; (2) buku yg memuat saran, pertimbangan, dan usulan tt suatu masalah: laporan berbentuk -- biru itu menyatakan bahwa roket pelambung harus diuji coba dl kedudukan horizontal; (3) buku laporan pemerintah
buku harian buku tulis yg berisi catatan tt kegiatan yg harus dilakukan dan kejadian yg dialami setiap hari; (2) Dag buku untuk mencatat perincian transaksi usaha berdasarkan urutan waktu
buku hitam buku yg berisi nama dan catatan tt orang-orang yg dianggap kurang baik
buku ilmiah populer buku ilmiah yg ditulis dng cara yg mudah untuk dipahami oleh orang awam
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
buku silsilah buku yg berisikan catatan asal-usul keturunan seseorang; (2) Tern buku yg berisikan catatan asal-usul ternak (mengenai keturunan asalnya) yg dilengkapi dng kemampuan produksinya masing-masing
bulan-bulanan bu.lan-bu.lan.an [n] (1) (gambar) benda buatan menyerupai bulan; (2) ki orang yg (mudah) dijadikan korban sehingga spt alat permainan; sasaran: penumpang bus kota menjadi -- tukang copet
bulang ayam betina [pb] orang yg disangka berani dsb, ternyata tidak
bule bu.le [cak] (1) a bulai; (2) n orang (binatang dsb) berkulit putih; (3) orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika); orang Barat
bulu babi bulu pd kulit babi; (2) binatang laut yg kulitnya berduri panjang (bentuknya spt buah rambutan); Echiroidea
bulu mata melihat [ki] merasa benci (jijik, tidak suka) melihat; kepala sama -, pendapat berlain-lainan, pb setiap orang berlainan pendapatnya
bumi bu.mi [n] (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dr matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --
bumi mana yg tak kena hujan [pb] setiap orang berbuat salah
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
bunda bun.da [n kp] ibunda; orang tua perempuan
bung [n] abang (panggilan akrab kpd seorang laki-laki): rumah -- Iskandar di mana? [n] bunyi spt bunyi gendang dipukul
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunga hau pengakuan hukum yg harus dibayar apabila mengambil hasil hutan di wilayah masyarakat hukum adat yg lain (di Batak)
bunga kayu biaya (pajak) yg harus dibayar krn menebang hutan
bunga kubur pohon (bunga) kamboja yg biasa ditanam orang dl kuburan
bunga mulut yg selalu disebut-sebut atau dipercakapkan orang
bungkuk baru betul [pb] orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan
bungkuk sabut bungkuk spt sabut buah kelapa (tt orang tua yg sudah bungkuk)
bungkuk sejengkal tidak terkedang [pb] tidak mau mendengar kata orang; keras kepala
bungkuk udang bungkuk krn melengkung tulang belakangnya (juga pd orang muda)
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
buntil bun.til [n] lauk yg dibuat dr parutan kelapa muda (biasanya dicampuri ikan teri, diberi bumbu bawang, cabai, lengkuas, asam, garam, dsb), dibungkus dng daun keladi, pepaya, atau daun singkong dan dikukus [n] pundi-pundi yg dasarnya berpapan (untuk membawa pakaian dsb)
bunuh bu.nuh [v] , mem.bu.nuh v (1) menghilangkan (menghabisi; mencabut) nyawa; mematikan: ia dihukum mati krn merampok dan -- beberapa orang; (2) menghapus (tulisan); memadamkan (api dsb); menutup (yg bocor, pancuran, dsb)
bupati bu.pa.ti [n] (1) (jabatan, sebutan) kepala daerah kabupaten (daerah tingkat II); (2) (jabatan, sebutan) pegawai istana yg tertinggi (di Yogyakarta dan Surakarta)
buron bu.ron [n] orang yg (sedang) diburu (oleh polisi); orang yg melarikan diri (krn dicari polisi)
buruan bu.ru.an [n] (1) binatang yg diburu; (2) orang atau penjahat yg dicari polisi untuk ditangkap; buron
buruh bu.ruh [n] orang yg bekerja untuk orang lain dng mendapat upah; pekerja: -- pelabuhan; -- tambang
buruh tani buruh yg menerima upah dng bekerja di kebun atau di sawah orang lain
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
buruk muka cermin dibelah [pb] menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yg salah, bodoh, dsb [pb] krn aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan [pb] krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan
buruk sangka salah menyangka orang; salah terima
buruk siku tidak pernah mengakui atau menghargai kebaikan (pemberian) orang lain
burung bu.rung [n] (1) binatang berkaki dua, bersayap dan berbulu, dan biasanya dapat terbang; unggas; (2) sebutan jenis unggas (biasanya yg dapat terbang); (3) cak kemaluan laki-laki
burung perenjak burung kecil yg suka berkicau dan kicauannya bagi orang Jawa menandakan datangnya tamu
burung siak burung elang malam (atau burung hantu) yg mengeluarkan bunyi "rak, rak" (spt suara orang serak)
bus [n] kendaraan bermotor angkutan umum yg besar, beroda empat atau lebih, yg dapat memuat penumpang banyak [n] tiruan bunyi angin berembus
bus antarkota bus yg melayani angkutan penumpang antara kota yg satu dan kota yg lain
bus cepat bus yg melayani secara cepat angkutan penumpang antara satu tempat (kota) dan tempat (kota) lain, tanpa berhenti dan tidak menaikkan penumpang di tengah jalan
bus kota bus yg melayani angkutan penumpang di dl kota
bus malam bus yg melayani angkutan penumpang pd malam hari
bus pasar bus yg digunakan khusus untuk melayani angkutan pasar
bus patas bus umum yg melayani angkutan penumpang secara cepat (waktunya) dan terbatas (sesuai dng jumlah tempat duduk)
bus sekolah bus yg khusus melayani angkutan murid-murid sekolah
busa bu.sa [n] (1) gelembung-gelembung putih kecil-kecil (spt pd sabun dsb); buih: sabun yg baik banyak -- nya; (2) suspensi gas dl zat cair yg cukup stabil (dihasilkan oleh kocokan atau dng bantuan zat kimia) [n] karet gembus dan empuk, biasanya untuk isi jok atau kasur , mem.bu.sa v (1) mengembus keras-keras; menyembur; (2) mengembus-embus; engah-engah (spt napas orang terengah-engah)
busuk kerbau [pb] perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga
busut juga yg ditimbun anai-anai [pb] (1) yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; (2) orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya
buyut bu.yut [n] tempat keramat [n] (1) ibu dr nenek (urutannya: bapak/ibu, nenek, buyut); (2) anak dr cucu
C [n] (1) huruf ke-3 abjad Indonesia; (2) penanda ke-3 dl urutan (mutu, nilai, dsb); (3) (ditulis dng huruf kapital) lambang bilangan 100 angka Romawi; (4) (ditulis dng huruf kapital bergaris atas) lambang bilangan 100.000 angka Romawi
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
cabur ca.bur [a] ke.ca.bur.an n kerusuhan; keributan; kecabuhan
cacat bahasa kelainan dl bahasa seseorang yg disebabkan oleh gangguan atau cedera psikofisiologis
cacat tubuh kerusakan pd tubuh seseorang, baik badan maupun anggota badan, baik kehilangan fisik, ketidaknormalan bentuk maupun berkurangnya fungsi krn bawaan sejak lahir atau krn penyakit dan gangguan lain semasa hidupnya sehingga timbul keterbatasan yg nyata untuk melaksanakan tugas hidup dan penyesuaian diri
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
caci maki ca.ci ma.ki [n] kata-kata kotor (tidak sopan) yg dikeluarkan untuk mengumpat seseorang; kata-kata makian (sbg penghinaan); celaan; cercaan; nistaan; dampratan; maki-makian: ia menerima -- keji dr istrinya
cacing hendak menjadi naga [pb] orang hina hendak menyamai orang besar
cacing menjadi ular naga [pb] orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)
cacing palolo cacing poliket yg hidup di pantai Lautan Teduh bagian selatan; Eunice aphroditois
cadang ca.dang , ber.ca.dang v bersedia (akan): adakah engkau ~ mengadakan peraturan baru [n] hadiah perkawinan dr orang tua mempelai laki-laki
cadangan ca.dang.an [n] (1) anjuran; usul: ~ balasan; (2) persediaan; serep: uang ~; hutan ~; (3) ark rancangan; rencana: ~ lima tahun; (4) penyisihan dana yg berasal dr kelebihan atau dr laba yg tidak dibagi-bagikan dsb
cagak hidup [cak] (bunga) uang yg harus dibayarkan setiap tahun (bulan) kpd orang yg ditunjuk selama ia masih hidup atau dl beberapa waktu tertentu untuk keperluan sehari-harinya
cagar ca.gar [n] (1) barang yg dipakai sbg tanggungan utang; barang yg digadaikan; (2) panjar; uang muka [n] daerah perlindungan untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan, binatang, dsb; lindungan
caima ca.i.ma [n] biarawati di kelenteng yg bertugas menyembahyangkan orang mati
cair ca.ir [a] (1) bersifat spt air, tidak padat dan tidak berupa gas: air raksa ialah benda --; (2) bersifat tidak kental (tidak pekat, tidak beku); encer: bubur --; larutan yg --; (3) ki bocor (tt rahasia, berita, atau kabar); (4) ki (sudah) dapat diuangkan (tt surat keputusan untuk memakai uang negara dr kas negara atau Kantor Perbendaharaan Negara); (5) ki lemah (kurang giat, kurang bersemangat); (6) Fis fase zat yg molekulnya secara relatif bebas mengubah kedudukannya satu thd yg lain, tetapi terkendala oleh gaya kohesif untuk mempertahankan volumenya yg relatif tetap
cairan ca.ir.an [n] benda cair; larutan; hasil mencairkan
cairan antisepsis ca.ir.an antisepsis [Kim] cairan atau larutan yg menghambat timbulnya infeksi dan berkembangnya mikroorganisme pd jaringan tubuh yg luka akibat kecelakaan
cak [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan [n] ukuran sebesar lengkungan ujung jari kedua belah tangan (jari telunjuk kiri dipertemukan dng jari telunjuk kanan, ibu jari kiri dng ibu jari kanan) [n] pipit [n] tarian yg berlatar cerita Ramayana, dilakukan oleh puluhan orang laki-laki bertelanjang dada yg berperan sbg pasukan kera dan menyuarakan bunyi "cak, cak" sepanjang pertunjukan; kecak [Jw n] panggilan kpd laki-laki yg dianggap lebih tua atau yg dituakan (di Jawa Timur)
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakap berlauk (-lauk) cakap ber.la.uk (-lauk), makan dng sambal lada [pb] cakapnya spt orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan
cakapan ca.kap.an [n] (1) yg dipercakapkan; omongan: (2) Sas karya sastra atau bagiannya yg berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kpd dirinya sendiri atau kpd pembaca dan pendengar; dialog
cakapan tunggal ca.kap.an tunggal [Sas] cakapan panjang yg diucapkan oleh seorang tokoh dl sebuah karya sastra, baik yg ditujukan kpd diri sendiri maupun kpd pendengar; monolog
cakapan tunggal dramatik ca.kap.an tunggal dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis, yg mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yg dihadapinya
calak ca.lak [a] (1) pandai bicara; (2) suka turut campur pembicaraan orang; lancang mulut; (3) banyak bicara; bawel [a] (1) bagus; elok; cakap: duhai, -- nian gaun yg dipakai wanita itu; (2) cemerlang [Mk n] alat untuk menggosok intan (pisau dsb)
calo ca.lo [n cak] orang yg menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah; perantara; makelar
calon ca.lon [n] (1) orang yg akan menjadi: -- menantu; (2) orang yg dididik dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan atau profesi tertentu: -- guru; -- perwira angkatan darat; banyak adat istiadat istana yg harus dipelajari oleh -- raja; (3) orang yg diusulkan atau dicadangkan supaya dipilih atau diangkat menjadi sesuatu: nama -- anggota Dewan Perwakilan Rakyat sudah disampaikan kpd Panitia Pemilihan
calon pembeli utama [Man] (kelompok) orang atau badan (dl pasar) yg diperkirakan mempunyai daya beli yg paling besar
campin cam.pin [a] (1) cekatan; gapah; tangkas: peranan yg penting itu dijalankan oleh pemain dng cukup --; (2) cakap; pandai; mahir: ia seorang pokrol bambu yg --
campur bekerja mengerjakan tanah orang lain secara melawan hukum
campur kode [Ling] (1) penggunaan satuan bahasa dr satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb; (2) interferensi; -- mulut turut mencampuri pembicaraan orang lain; turut berbicara dl urusan orang lain: bolehkah saya -- mulut dl perkara ini?
campur tangan turut mencampuri (memasuki) perkara orang lain; (2) tersangkut atau terlibat dl suatu tindakan kejahatan (perkara orang lain dsb)
candik can.dik [kl n] perempuan yg diperlakukan sbg istri oleh seorang laki-laki, tetapi tidak dinikahi; gundik
canggai cang.gai [n] (1) kuku jari (terutama kelingking) yg dibiarkan panjang (untuk hiasan); (2) kuku buatan (dr emas, perak) untuk hiasan jari: cahaya gemerlapan cincin di jari bersambutan dng -- di kuku
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cangkok cang.kok, cangkok ginjal [Dok] pembedahan dng mengangkat ginjal yg sakit dan menggantikannya dng ginjal sehat yg berasal dr donor atau yg diambil dr mayat seseorang yg baru saja meninggal
cangkuk cang.kuk [Lihat {cangkok}] [n] benda yg melengkung yg merupakan kait (spt gancu, angkus, sangkutan kelambu) [n] obat yg dibuat dr bunga yg dikeringkan [Mk n] pekasam ikan
cangkul cang.kul, cang.kul.an [n] permainan dng kartu besar dilakukan oleh dua orang atau lebih dng cara salah seorang pemain menurunkan kartu dr kelompok gambar yg sama, permainan dianggap selesai jika salah seorang pemain dapat menghabiskan kartunya: mereka sedang bermain ~
cantelan can.tel.an [n] sangkutan
cantik molek sangat rupawan (tt orang perempuan); (2) cantik (bagus) sekali (antara bentuk, rupa, dan lainnya tampak serasi)
cantrik can.trik [Jw n] (1) orang yg berguru kpd orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa); (2) pengikut
caplok cap.lok [v] men.cap.lok v (1) menangkap dng mulut (kemudian menelannya bulat-bulat (tt binatang spt buaya, ular); (2) cak mengambil milik (hak) orang; menyerobot; merampas; merebut: ia tega benar ~ rezeki teman sendiri; (3) menguasai; mengambil (negeri atau daerah orang lain) menjadikan sbg hak: negara itu telah ~ beberapa negara kecil di dekatnya
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
cebil ce.bil, men.ce.bil [v] memandang rendah thd pandangan seseorang; mencibir: sejak awal ia sudah ~ pendapat orang itu
cecar ce.car [Jk v] , men.ce.car v terus-menerus memukuli (menanyai, menembaki): pendekar Betawi ~ orang itu dng pukulan-pukulan tangan kosong
cecere ce.ce.re [n cak] (1) ikan-ikan kecil; (2) orang awam; rakyat jelata; anak kecil
cek pelanggan [Man] cek yg diterima dr pelanggan sbg pembayaran seluruh atau sebagian utangnya
cek terbuka cek yg dapat dibayar sewaktu-waktu, dapat dibayarkan kpd seseorang tanpa kedatangan pemiliknya sendiri
cekakak ce.ka.kak, cekakak ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa geli yg ditahan-tahan
cekikik ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa kecil agak tertahan-tahan
cekuh ce.kuh [v] men.ce.kuh v merogoh: dng cepat tangannya ~ kantong celana orang yg sedang berbelanja itu [n] (1) tumbuh-tumbuhan yg bunganya biasa ditaburkan di atas kuburan dan daunnya dijadikan ulam atau lalap; (2) bunga cekuh; (3) daun cekuh
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
celeng ce.leng [Jw n] babi hutan; babi yg liar /cElEng/, men.ce.lengi v menabung: kita ~ sedikit-sedikit untuk pergi ke Mekah
celengan ce.leng.an [n] (1) tabung (terbuat dr tanah, plastik, dsb, biasanya berbentuk binatang, spt babi hutan dsb) untuk menyimpan uang; (2) tabungan; uang simpanan: -- kami di bank tinggal Rp100.000,00
celik ce.lik [v] (1) terbuka (tt mata): matanya sudah --; (2) mampu melihat; tidak buta; (3) ki sadar; insaf: baru sekaranglah orang Indonesia -- akan kejahatan penyelundupan itu
cemburu cem.bu.ru [a] (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia -- melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; (2) kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu -- kalau suaminya pulang terlambat
cemeh ce.meh [a] (1) buta mata sebelah; celek; (2) buta dng mata melek spt orang normal (tidak pejam matanya); cemer [a ki] tidak penting; tidak berharga; remeh [Jk n] permainan judi dng kartu kecil
cempala mulut lancang mulut (suka melukai hati orang), terutama dng perkataan
cencang cen.cang, cencang latih [ark n] sawah (ladang) yg dibuka sendiri dan menjadi hak milik orang yg membuka tanah itu
cendala cen.da.la [kl a] hina; buruk; keji; cabul: orang yg --
cendana kering cendana yg sudah tidak berbau harum lagi; (2) ki orang yg sudah tidak berguna lagi; -- kuning cendana yg kayunya berwarna kuning, -- semut Exocarpus latifolia
cendekiawan cen.de.ki.a.wan [n] (1) orang cerdik pandai; orang intelek; (2) Sos orang yg memiliki sikap hidup yg terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu
cengang ce.ngang [a] , ber.ce.ngang.an v merasa ganjil atau aneh ketika melihat (atau mendengar) sesuatu yg mengherankan (tt orang banyak); takjub; keheranan: sedang kami masih ~ , ia telah menghilang di balik pepohonan; mereka ~ melihat apa yg terjadi
cengbeng ceng.beng [n] hari raya Cina (hari orang berziarah ke kubur setiap tanggal 5 April)
cengkedi ceng.ke.di [kl n] hantu (di hutan)
cengkeram ceng.ke.ram [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); (2) ki menguasai (menggenggam) [n] (1) uang muka (sebelum pesanan dsb dikerjakan); (2) uang panjar; sesuatu yg dipakai sbg tanggungan utang
cepak ce.pak [n] tiruan bunyi orang mengunyah makanan; kecap [a] pendek (tt potongan rambut): rambut potongan -- model tentara
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
ceracau ce.ra.cau [n] , men.ce.ra.cau v berkata tidak keruan spt orang tidak sadar (tidur, gila, dsb); mengigau, mengaco-belo
ceramah ce.ra.mah [n] pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb: kami baru saja mendengarkan -- mengenai lingkungan hidup; (2) a suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah: hari ini bapak -- sekali kepadaku; (3) a cerewet; banyak cakap; nyinyir: nenek itu memang -- sekali [a] (1) ramah; (2) sifat suka menggerutu
cerdas cer.das [a] (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya
cerdik cer.dik [a] (1) cepat mengerti (tt situasi dsb) dan pandai mencari pemecahannya dsb; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus -- pula; (2) banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yg -- , lima kali berhasil lolos dr penangkapan polisi
cerdik buruk pandai menipu; suka mengakali orang
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
cermat cer.mat [a] (1) penuh minat (perhatian); saksama; teliti: ia mengerjakan soal-soal hitungan dng --; (2) berhati-hati dl memakai uang dsb; hemat: ia seorang wanita yg -- sehingga tidak ada uangnya yg terhambur begitu saja
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
ceteria ce.te.ria [kl n] anak raja; satria: maka duduklah segala menteri, segala orang kaya, segala -- , sida-sida, dan bentera hulubalang, masing-masing pd martabatnya
ceti ce.ti [n] (1) orang yg berasal dr India Selatan, biasanya menjadi pedagang (kebanyakan juga menjadi pelepas uang); (2) orang yg meminjamkan uang dng bunga (yg tinggi); pelepas uang [n] perantara di dl perhubungan antara laki- laki dan perempuan; muncikari; mak comblang: Ni Rawit -- penjual orang
cewek ce.wek [n cak] sebutan kpd wanita atau perempuan yg masih muda (gadis): mayat -- berambut hitam ditemukan pejalan kaki di tepi hutan
cicilan ci.cil.an [n] uang untuk mencicil (utang dsb); angsuran: tiap bulan harus dibayar ~ nya sebesar Rp100.000,00
cicit ci.cit [n] anak dr cucu (secara berurutan: anak, cucu, cicit atau buyut, piut atau canggah); buyut [n] tiruan bunyi suara tikus atau anak burung
cikal ci.kal [Jw n] pohon kelapa yg masih kecil; tunas kelapa; -- bakal 1 orang (sesepuh) yg mula-mula mendirikan desa atau negara; pendiri: dialah -- bakal di kampung ini, krn itu ia diangkat menjadi sesepuh; (2) orang yg menurunkan; nenek moyang: Palembang merupakan kota pelabuhan Sriwijaya dan negeri asal -- bakal orang Sriwijaya
cilawagi ci.la.wa.gi [n] nenek dr moyang kita (jadi tingkat kelima dr kita, yaitu: orang tua, nenek, moyang, buyut, cilawagi)
cilik ci.lik [a] kecil: ia seorang gadis -- , usianya baru empat tahun
ciling ci.ling [Mk n] babi hutan; celeng
cilok ci.lok [Mk v] men.ci.lok v mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet
cincin pertunangan cincin sbg tanda sudah dilangsungkannya secara resmi pertunangan antara dua orang calon mempelai
cindaku cin.da.ku [Mk n] (orang yg dapat menjadi) harimau jadi-jadian
cingge cing.ge [n] perarakan orang Cina dng berpakaian bermacam-macam pd hari besar Cina
cinta cin.ta [a] (1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup -- kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; (4) kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
coba co.ba [v] silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): -- lihat kalau-kalau ia ada di rumah; (2) p kata afektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb: -- , orang apa ini, begitu saja tidak dapat; (3) p seandainya; jika: -- tidak kutolong, celaka engkau
cokok co.kok [Mk v] men.co.kok v menangkap (ayam, ikan, dsb) [ark n] teriak (jerit) orang yg latah bila terkejut
colek co.lek [n] (1) sentuhan dng ujung jari dsb; (2) penggolong penyebutan sesuatu yg sedikit sekali (sebanyak yg diambil dng ujung jari): taruhlah sambal barang dua -- [Mk v] men.co.lek v membangkitkan marah; menghasut
coli co.li [ark n] kutang wanita
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
concong con.cong [ark] men.con.cong a berjalan terus dng tidak menoleh ke kanan atau ke kiri: semuanya berjalan ~ spt orang tergopoh-gopoh
cocok co.cok [n] (1) benda yg runcing tajam untuk menusuk sesuatu (spt penyemat, jarum); tusuk: -- sanggul; -- satai; (2) kata penggolong bilangan bagi barang yg dirangkaikan dng tusuk: satai lima --; se -- ikan [a] (1) sama benar; tidak berlainan: pendapatnya -- dng pendapatku; (2) sepadan; sesuai: dia bebas mencari pekerjaan yg -- dng kecakapannya; (3) betul; tepat: ramalannya --; arlojimu tidak --; (4) berpatutan (dng); berpadanan (dng): warna sepatu ini -- dng baju yg kaupakai; perkataannya -- dng perbuatannya; (5) senang (suka) dng; setuju di hati: kalau -- , boleh Tuan beli; (6) serasi; baik benar untuk: obat itu sudah diminumnya, tetapi tidak --; (7) setuju; sepakat; akur: ia minta berhenti sebab tidak -- dng atasannya; (8) kena benar; pas benar: kunci ini -- juga untuk lemariku; (9) seimbang; sepadan: hadiah itu sudah -- dng jasanya; (10) memenuhi (syarat dsb) untuk; baik (layak) untuk: tanah ini sangat -- untuk ditanami sayur-sayuran; rumah ini hanya -- untuk restoran
condong ditumpil [pb] orang yg dl kesulitan uang dsb diberi pertolongan
congkak cong.kak [a] merasa dan bertindak dng memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dsb); sombong; pongah; angkuh: kelakuannya yg -- itu menjauhkan orang darinya [n] (1) kulit lokan yg dipakai dl permainan, ada bermacam-macam spt: -- baiduri, -- putih; (2) permainan dng kulit lokan (biji-bijian dsb) dan kayu yg bentuknya spt perahu yg berlubang-lubang (di Jawa disebut dakon): main --
contoh huruf [Graf] jenis atau model huruf menurut penyebutannya
copet co.pet [n] orang yg mencuri (sesuatu yg sedang dipakai, uang di dl saku, barang yg dikedaikan, dsb) dng cepat dan tangkas; tukang copet; pencopet
contoh con.toh [n] (1) barang atau sebagian dr barang yg rupa, macam, dan keadaannya sama dng semua barang yg ada; barang yg dapat mewakili barang yg lain krn sama sifat-sifatnya: barang-barang dl pameran itu tidak dijual hanya dipajang sbg --; beras ini tidak sesuai dng -- nya; (2) sesuatu yg akan atau yg disediakan untuk ditiru atau diikuti: Nenek memberi -- bagaimana cara merangkai bunga; buku itu berisi berbagai macam -- surat-menyurat; (3) pola (untuk membatik, membuat pakaian, dsb): orang membatik ada yg memakai -- , ada yg tidak; dl majalah wanita selalu dimuat -- menggunting baju; (4) model (rumah, pesawat terbang, dsb dl bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dsb sesungguhnya atau yg akan dibuat): kami diajak melihat pameran -- rumah sederhana; (5) teladan (tt kelakuan, perbuatan, dsb); hal (spt peristiwa) yg menjadi teladan: tindak-tanduk guru menjadi -- bagi murid; kegiatannya dl bekerja menjadi -- bagi teman-temannya
corong dengar alat untuk mendengar (bagi orang yg telinganya agak tuli)
cowok co.wok [n cak] sebutan kpd pria atau laki-laki yg masih muda
cuar cu.ar , men.cu.ar a tegak menganjur ke atas (tt tiang, pohon yg tinggi, dsb); menganjur memanjang (tt kaki dsb): tiang benderanya ~; lembingnya tampak ~ di antara lautan prajurit
cuci tangan membasuh tangan dng air; (2) ki tidak turut campur dl suatu masalah walaupun mengetahuinya; (3) ki tidak mau terlibat dl kesalahan yg dibuat orang lain
cucun cu.cun [n] sebutan bagi nenek (di Bali)
cukong cu.kong [n] (1) orang yg mempunyai uang banyak yg menyediakan dana atau modal yg diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain; (2) pemilik modal
cukup cu.kup [a] dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang: ia tidak dapat menabung, gajinya hanya -- untuk biaya hidup sehari-hari; kamar ini -- untuk dua orang; (2) a lengkap; genap (umur, waktu, dsb): tahun ini umurnya -- setengah abad; (3) a sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi): nama saya -- dipanggil Karno saja; jangan khawatir, persediaan --; (4) a lumayan; sedang: untungnya tidak banyak, hanya --; (5) a cak agak kaya; berada; tidak kekurangan: ayahnya orang yg --; (6) adv agak: tadi pagi saya terbangun sudah -- siang; hasilnya -- memuaskan
culik cu.lik [n] kulik-kulik, keluar mencari mangsa pd malam hari; Chalcococyx honorata [v] men.cu.lik v mencuri atau melarikan orang lain dng maksud tertentu (dibunuh, dijadikan sandera)
culun cu.lun [a] kecil: Kotamadya Cirebon bagaikan seorang gadis -- yg telah beranjak dewasa
cuma-cuma cu.ma-cu.ma [adv] (1) tidak ada gunanya; sia-sia: ~ dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; (2) tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis: obat-obatan diberikan dng ~; sekalian orang boleh menonton acara itu dng ~
cumepak cu.me.pak [Jw v] sudah tersedia dan mudah diambil: orang cenderung mengambil pola barang yg --
cupar cu.par [a] suka berkata-kata keji (serampangan saja dsb) [Jk a] sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tt seorang laki-laki)
cuplik cup.lik [v] men.cup.lik v menukil; mengutip; memetik: di bawah ini penulis ~ sedikit pendapat seorang ahli tt polusi udara
cuplikan cup.lik.an [n] hasil mencuplik; nukilan; kutipan: ini merupakan ~ dr sambutan Ketua Panitia Hari Kartini; demikianlah beberapa ~ contoh pasal dl peraturan itu
curang cu.rang [a] tidak jujur; tidak lurus hati; tidak adil: orang yg munafik senantiasa berhati --
curi cu.ri [v] , men.cu.ri v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi: malam tadi maling masuk ke rumahnya dan ~ sebuah radio
curiga cu.ri.ga [kl n] keris [a] (1) berhati-hati atau berwaswas (krn khawatir, menaruh syak, dsb): kita harus tetap -- krn banyak pengacau yg berkedok sbg pembela bangsa; (2) (merasa) kurang percaya atau sangsi thd kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dsb): Ibu -- akan kebenaran ceritaku
D [n] (1) huruf ke-4 abjad Indonesia; (2) penanda keempat dl urutan (mutu, nilai, dsb); (3) Mus nada ke-2 dl tangga nada C mayor
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
dabol da.bol [n] bentuk kesenian (musik) yg dimainkan oleh beberapa orang dng menggunakan genderang
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
dadal da.dal [n Huk] pencabutan hak pakai atas tanah apabila yg mempunyai hak pakai atas tanah itu meninggal atau meninggalkan desa
daerah da.e.rah [n] (1) bagian permukaan bumi dl kaitannya dng keadaan alam dsb yg khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dsb); (2) lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dsb); (3) selingkungan tempat yg dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dsb); (4) tempat sekeliling atau yg termasuk dl lingkungan suatu kota (wilayah dsb): -- Jakarta dan sekitarnya; (5) tempat dl satu lingkungan yg sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dsb): -- tropis; -- penghasil kopra; (6) tempat yg terkena peristiwa yg sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dsb); (7) bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dsb); -- aliran sungai daerah sekitar sungai, yg melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yg merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yg jatuh di atasnya mengalir ke dl sungai: -- aliran sungai yg gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan
daerah haram daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yg mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dsb
daerah hitam lingkungan tempat orang melakukan kejahatan; (2) lingkungan pelacuran dsb
daerah Khusus Ibu Kota daerah pemerintahan ibu kota yg tingkatnya disamakan dng provinsi (kepala daerahnya seorang gubernur)
daerah penalti [Olr] bagian lapangan sepak bola di muka gawang yg diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dr kesebelasan yg sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan hukuman berupa tendangan bebas ke arah gawang
daerah seberang daerah (pulau) di luar daerah sendiri; (2) cak sebutan untuk daerah di luar Pulau Jawa
daftar daf.tar [n] catatan sejumlah nama atau hal (tt kata-kata, nama orang, barang, dsb) yg disusun berderet dr atas ke bawah
daftar hadir daftar yg menyatakan kehadiran seseorang pd setiap hari belajar, bekerja, dsb
daftar hitam daf.tar hi.tam [n] daftar nama orang atau organisasi yg dianggap membahayakan keamanan atau daftar nama orang yg pernah dihukum krn melakukan kejahatan
daftar kelas daftar yg memuat catatan tt hal ihwal murid, spt identitas orang tua, kesehatan, daftar hadir, daftar nilai tiap caturwulan
daftar tunggu daftar yg berisi nama orang yg sedang menunggu giliran pelayanan (msl untuk memperoleh sambungan telepon, mendapat tempat di pesawat, mendapat perawatan kesehatan)
dag-dig-dug [n] tiruan bunyi dr debaran jantung; (2) a berdebar-debar (tt jantung) krn sangat ketakutan
dagang da.gang [n] pekerjaan yg berhubungan dng menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga [kl] (1) a dr negeri asing; asing: anak --; (2) n orang dr negeri asing; pengembara: aku ini -- seorang [Mk v] men.da.gang v memikul: ~ barang
dagang melarat perantau yg hidup menderita di negeri orang
dagangan bersambut da.gang.an bersambut dagangan yg diambil dng berutang; dagangan yg dimanfaatkan
dagel da.gel [v] men.da.gel v melucu (berjenaka, melawak, dsb) untuk membuat orang tertawa
dahan pembaji batang [pb] (orang kepercayaan yg) menyalahgunakan harta benda tuannya
dahriah dah.ri.ah [Ar n] orang-orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kaum --
dahsyat dah.syat [a] (1) mengerikan; menakutkan: tabrakan kereta api yg terjadi di daerah itu sangat --; (2) hebat; amat sangat: meriam berdentuman amat -- bunyinya; (3) kl takut; bingung; ketakutan; kebingungan: memberi --; menaruh --
dahulu timah [pb] dikatakan tt seseorang yg turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yg telah habis harta bendanya
dai [n Isl] orang yg kerjanya berdakwah; pendakwah: melalui kegiatan dakwah, para -- menyebarluaskan ajaran agama
dajal da.jal [n] (1) setan yg datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); (2) ki orang yg buruk kelakuannya; penipu; pembohong
dakwaan dak.wa.an [n] tuntutan perkara; tuduhan
dakwaan primer dak.wa.an primer [Huk] dakwaan utama dl suatu tuntutan peradilan
dalal da.lal [Ar n] (1) perantara jual beli; makelar; pialang: jangan dibiasakan membeli barang (tanah, rumah, dsb) melalui seorang --; (2) wakil penjual; agen: ia adalah -- sepeda dan mesin jahit di kota itu; (3) potongan keuntungan untuk agen; (4) perantara dl penyelesaian pertikaian: kedua belah pihak ingin berdamai dng perantaraan --; (5) penunjuk jalan
dalam laut boleh diajuk dalam laut boleh di.a.juk , dalam hati siapa tahu [pb] apa yg tersembunyi di dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui
dalang da.lang [n] (1) orang yg memainkan wayang: -- wayang kulit; -- wayang golek; (2) ki orang yg mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi: -- gerakan pemberontakan itu telah tertangkap
dalih da.lih [n] alasan (yg dicari-cari) untuk membenarkan suatu perbuatan: pungutan itu dilakukan dng -- untuk dana kesejahteraan
damba dam.ba [a] sangat ingin; rindu: seorang anak yg -- akan kedamaian abadi [ark v] , men.dam.ba v merebahkan diri pd; memeluk [a] diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hati
dampung dam.pung [n] tiruan bunyi orang memukul besi
dana amortisasi [Adm] dana atau sejumlah uang yg disisihkan oleh perusahaan secara periodik dan dikumpulkan untuk melunasi utang perusahaan
dana asuransi dana yg diciptakan untuk mengganti kerugian seseorang yg menanggung risiko sendiri; -- bantuan dana (persediaan uang) untuk membantu suatu usaha, terutama dl keadaan darurat: sudah tersedia -- bantuan untuk membangun kembali sekolah dasar yg ambruk itu
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
dandan dan.dan [v cak] (1) mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias; (2) memperbaiki; menjadikan baik (rapi) [n] panggung tambahan pd geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud) [n] (1) tali yg besar; (2) kabel [v] merampas milik seseorang dng kekerasan
dang [kl n] sebutan thd wanita yg tinggi kedudukannya (dipakai di depan nama spt -- Merduwati)
dangau da.ngau [n] gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman
dangka dang.ka [ark] , ber.dang.ka v menyangka: jangan ~ yg bukan-bukan , ter.dang.ka-dang.ka kl v mendarat; mendekati darat: tiada seorang Peringgi boleh ~ lagi di Laut Johor
dangkung dang.kung [n] penyakit kusta yg telah parah (terutama yg telah membusukkan kulit) [v] , men.dang.kung v meninju: dia dihukum krn ~ orang sampai pingsan
Danuh Da.nuh [n] (1) orang memanah; nama rasi bintang yg ke-9; (2) Sagitarius (nama zodiak)
dapur umum tempat menyediakan makanan untuk cuma-cuma orang banyak (dl keadaan darurat dsb)
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
daro da.ro [n Antr] bagian dr rangkaian upacara kematian orang Dayak Ot Danum
daruljalal da.rul.ja.lal [Ar] alam kemuliaan (sebutan untuk surga yg terindah)
dasalomba da.sa.lom.ba [n] perlombaan pd cabang olahraga atletik yg terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yg dilakukan oleh seorang atau setiap atlet
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
datang tak berjemput datang tak berjemput, pulang tak ber.han.tar [pb] perihal orang yg tidak diindahkan
datang tampak muka [pb] hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dr rumah orang [pb] datang dan pergi hendaklah memberi tahu
datu da.tu [n] (1) Sas raja; ratu; (2) Mk orang yg pandai tt ramuan-ramuan obat; dukun; (3) orang yg keramat; orang yg telah meninggal
datu petinggi da.tu pe.ting.gi [n] kepala adat suatu masyarakat hukum adat di Riau yg terdiri atas empat orang
daun nasi da.un na.si [n] tanda berupa tanaman belukar yg menunjukkan bahwa tanahnya adalah hak milik orang yg menanam belukar tsb
daya angkut kemampuan mengangkut muatan atau penumpang; -- antisipasi kemampuan untuk mengetahui sebelumnya (tt apa yg mungkin akan terjadi atau akan dihadapi): pertahanan yg ketat di garis belakang benar-benar menuntut -- antisipasi dan refleks yg spontan dr para pemain bola; -- baca ki Olr kemampuan membaca (memperkirakan langkah atau tindakan yg akan dilakukan orang lain dsb): dl bertahan, kesebelasan itu mempunyai pemain tengah yg defensif, -- bacanya jitu sekali sehingga dng mudah ia memotong bola yg diumpan lawan
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
daya gaib kekuatan atau pengaruh di luar hukum alam yg dimiliki oleh orang-orang sakti
daya guna da.ya gu.na [n] (1) kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; efisien; tepat guna; sangkil: para petani berusaha meningkatkan -- tanah mereka; (2) kemampuan menjalankan tugas dng baik (tt orang): dl pengangkatan pegawai, -- yg tinggi harus menjadi unsur pertimbangan pokok; (3) angka persen yg menunjukkan perbandingan antara tenaga (energi) yg diperoleh dan tenaga yg diperlukan
daya perbawa kemampuan yg timbul dr sesuatu yg dapat mempengaruhi seseorang
daya usaha kemampuan seseorang memulai suatu aktivitas baru
dayah da.yah [n] orang perempuan (ibu) yg diserahi mengasuh atau menyusui anak orang lain; inang pengasuh; ibu susu
debak de.bak n tiruan bunyi orang meninju; debuk
debik de.bik [n] tiruan bunyi orang menepuk [ark n] embik
debuk de.buk [n] tiruan bunyi orang meninju, barang jatuh, dsb
decap de.cap [n] tiruan bunyi orang mengecap makan [n] denyar
dedengkot de.deng.kot [Jk n] orang yg menjadi tokoh (pemimpin) dl suatu perkumpulan dsb, baik dl arti yg baik maupun yg buruk
dedikatif de.di.ka.tif [a] bersifat pengabdian: dia orang yg sangat -- , tidak pernah menyusahkan orang, dan siap menjalankan program
defender de.fen.der [n Olr] pemain belakang (pd sepak bola) yg bertugas menjaga daerah pertahanan dr serangan lawan: seorang -- harus benar-benar mempunyai keterampilan yg luar biasa dl menjaga daerah pertahanannya
deferens de.fe.rens [n] rasa hormat dan percaya kpd seseorang krn ia lebih tinggi kemampuannya, derajatnya, atau lebih tua dp kita
definisi de.fi.ni.si [n] (1) kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); (2) rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi
deflasi def.la.si [n] (1) Ek penambahan nilai mata uang, antara lain, dng pengurangan jumlah uang kertas yg beredar dng tujuan mengembalikan daya beli uang yg nilainya menurun; gejala perekonomian yg merupakan akibat keadaan tsb, spt penurunan produksi, langkanya lapangan kerja, rendahnya daya beli masyarakat; (2) Geo pemindahan atau pengangkutan bahan (pasir, abu) oleh angin
deforestasi de.fo.res.ta.si [n] penebangan hutan: penyebab utama laju -- adalah kegiatan penebangan kayu komersial dl skala besar
deformatif de.for.ma.tif [a] bersifat deformasi; bersifat mengubah bentuk: orang terperangah pd karya seni -- dr seniman itu
degil de.gil [a] tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu: anak ini memang -- , tidak bisa dinasihati
deguk de.guk [n] tiruan bunyi orang meneguk air
deiktis de.ik.tis [a] bersangkutan dng atau mempunyai sifat deiksis
dekat mencari indu [pb] jika merantau ke tempat yg dekat, kita mencari indu (orang yg seketurunan dng kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yg jauh, kita mencari orang yg satu suku saja dng kita sudah cukup
deklamator dek.la.ma.tor [n] orang yg mendeklamasikan sajak
dekorator de.ko.ra.tor [n] (1) orang yg mengerjakan dekorasi; penghias panggung teater; (2) orang yg merancang dekorasi untuk etalase, stan, dsb dan yg sekaligus mengerjakannya
delap de.lap [n] api dan asap yg keluar dr mulut senapan pd saat ditembakkan [ark a] suka meminta sesuatu kpd orang lain tanpa mempunyai rasa malu
delapan de.la.pan [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 8 (Arab) atau VIII (Romawi); (2) urutan ke-8 sesudah ke-7 atau sebelum ke-9; (3) jumlah bilangan 7 ditambah 1
delegasi de.le.ga.si [n] (1) orang (orang) yg ditunjuk dan diutus oleh suatu perkumpulan (negara dsb) dl suatu perundingan (musyawarah dsb); perutusan; (2) Dag penyerahan atau pelimpahan wewenang; (3) Adm pelimpahan wewenang
delik aduan pelanggaran (perbuatan, tindak pidana) berupa penghinaan (fitnah atau pencemaran) yg dilakukan secara tertulis atau lisan thd nama seseorang dan dapat dituntut di depan pengadilan jika ada pengaduan dr yg merasa dirugikan nama baiknya
delik jambu putih pohon kecil; api-api hutan; kelat batu; Memecylon coeruleum
demi de.mi [p] untuk (kepentingan): ia menghentikan kebiasaan merokok, -- kesehatannya [p] lepas; per: satu -- satu (seorang -- seorang) para tamu memberi selamat kpd kedua mempelai [p] tatkala; pd ketika; segera setelah: ia berteriak kegirangan -- membaca namanya tercantum di papan pengumuman [p] atas nama (Tuhan, untuk bersumpah): -- Allah dan rasul-Nya saya tidak melakukan hal itu [kl p] sebagai; seperti (untuk membandingkan): suaranya merdu -- buluh perindu
demikian de.mi.ki.an [pron] kata untuk menunjukkan sesuatu yg sudah dibicarakan; begitu; spt itu; sbg itu: dl keadaan -- tidak seorang pun merasa dirinya aman
demokrasi plutokrat sistem demokrasi yg dikuasai oleh orang yg kaya atau bermodal
demon de.mon [n] (1) makhluk atau roh yg jahat; hantu; setan; (2) orang yg bengis, tidak mengenal belas kasihan
demoniak de.mo.ni.ak [n] orang yg dikuasai (dipengaruhi) oleh setan
demonstran de.mon.stran [n] orang yg berdemonstrasi; pelaku demonstrasi
demonstrativa de.mon.stra.ti.va [n Ling] kata yg berfungsi untuk menunjuk atau menandai secara khusus orang atau benda, msl ini dan itu
den [Jw n kp] raden (kata sapaan untuk seorang pemuda yg dianggap lebih muda derajatnya) [Mk pron] saya
denai de.nai [n] bekas (jejak) binatang besar di hutan: pemburu itu mengikuti -- kijang (harimau dsb)
denda kubra [Huk] denda adat di Jawa yg dijatuhkan kpd seluruh warga masyarakat apabila orang yg bersalah krn membunuh tidak tertangkap atau tidak diketahui dng pasti siapa orangnya
denda pati denda yg dikenakan kpd orang yg membunuh
denda paturunan [Huk] denda adat di Lombok atau ganti kerugian yg dibebankan pd desa apabila seseorang yg dituduh mencuri tidak tertangkap
dengar de.ngar [v] , -- pendapat pertemuan yg diadakan untuk mendengarkan penjelasan atau pendapat seseorang yg berwenang mengenai pelaksanaan kegiatan dsb yg ada dl batas tugas dan kewenangannya (anggota masyarakat, lembaga atau badan pemerintah, dsb): DPR telah mengadakan -- pendapat dng Menteri Pendidikan Nasional tt masalah wajib belajar
dengar-dengaran de.ngar-de.ngar.an [v] (1) seakan-akan mendengar sesuatu: saya selalu ~ suaranya; (2) percaya atas pendengaran; mudah (lekas) percaya: jangan suka ~ saja, saksikan sendiri; (3) suka menurut (mengindahkan): sbg anak harus ~ pd orang tua
dengih de.ngih [n] tiruan bunyi napas orang yg sesak
dengki deng.ki [a] menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) krn iri yg amat sangat kpd keberuntungan orang lain: perkataan itu timbul krn -- saja; mengapa engkau -- thd sahabatmu itu
dengking deng.king [n] tiruan bunyi salak anjing yg keras, teriak orang, dsb
dengking-mendengking deng.king-men.deng.king [v] saling mendengking; mendengking bersahut-sahutan: dr kejauhan terdengar anjing-anjing penjaga ~ ketika dikeluarkan dr kandang
dengkur deng.kur [n] (1) tiruan bunyi napas yg kuat dr orang tidur; keruh; (2) Dok napas yg berbunyi keras pd waktu tidur atau pd waktu kesadaran menurun; keruh
dengkus deng.kus [n] tiruan bunyi orang menarik dan menghembuskan napas kuat-kuat dr hidung
deoknumisasi de.ok.nu.mi.sa.si [n] proses menghilangkan (menghapuskan, mengurangi) peran oknum (orang): yg akan lebih penting adalah proses -- dl kebijakan pemerintah
depang de.pang [v] men.de.pang v (1) merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; (2) menghadang (merintangi dsb) dng kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri: di ujung jalan berdiri seorang polisi ~ setiap kendaraan yg melanggar peraturan
departemen de.par.te.men [n] (1) lembaga tinggi pemerintahan yg mengurus suatu bidang pekerjaan negara yg dipimpin seorang menteri; (2) Dik bagian dr fakultas, biasanya dipimpin oleh ketua jurusan (departemen) yg menggarap sekelompok disiplin ilmu yg tercakup dl suatu bidang studi tertentu: -- Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung; (3) cabang pekerjaan yg dikepalai oleh manajer tunggal
departemental de.par.te.men.tal [a] bersangkutan dng departemen: lembaga pemerintah yg -- dan non -- (spt Dewan Pertimbangan Agung) berpusat di ibu kota pemerintahan
dependensi de.pen.den.si [n] (1) keadaan bergantung kpd orang lain krn belum dapat hidup sendiri (tt orang); ketergantungan; (2) keadaan tidak merdeka, di bawah kekuasaan atau pengaruh negara lain (tt negara); keadaan dijajah; (3) Ling hubungan antara unsur-unsur gramatikal dng salah satu sbg penguasa dan lainnya sbg unsur bergantung (dikuasai), msl frasa verba menguasai frasa nomina pd tataran klausa, vokal (inti) menguasai konsonan pd tataran suku kata
depopulasi de.po.pu.la.si [n] penyusutan (pengurangan) penduduk
deportasi de.por.ta.si [n Huk] pembuangan, pengasingan, atau pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sbg hukuman, atau krn orang itu tidak berhak tinggal di situ
deposito de.po.si.to [n] (1) Ek uang yg disimpan dl rekening; (2) Ek tindakan menyimpan uang di bank; (3) Man kredit yg diberikan bank kpd seseorang; (4) Man hak atas saldo uang di bank bagi mereka yg telah menyimpannya di bank
depresi dep.re.si [n] (1) Ek keadaan perniagaan yg sukar dan lesu; (2) Psi gangguan jiwa pd seseorang yg ditandai dng perasaan yg merosot (spt muram, sedih, perasaan tertekan); (3) Geo daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pd waktu yg sama; (4) Met daerah yg bertekanan rendah
depresiasi dep.re.si.a.si [n] turunnya nilai, penyusutan nilai (spt mata uang)
deputasi de.pu.ta.si [n] perutusan yg terdiri atas beberapa orang yg diangkat dan diberi hak untuk mewakili (bertindak dan berbicara atas nama) orang-orang lain: kaum buruh yg mogok itu mengirim -- ke kantor wilayah perburuhan untuk berunding
deputi de.pu.ti [n] (1) orang yg diangkat sbg wakil atau pengganti dng kuasa jabatan untuk bertindak; (2) orang kedua dl organisasi yg mengambil alih pimpinan jika atasannya tidak di tempat
derai de.rai [n] tiruan bunyi titik-titik air hujan yg jatuh di kaca dsb: -- gerimis mulai terdengar [Mk n] butir-butir (tanah, emas, dsb) [v] ber.de.rai-de.rai v (1) berduyun-duyun (tidak beraturan): para demonstran ~ sepanjang jalan; (2) jatuh berguguran banyak-banyak (tt daun-daunan dsb); (3) berlanjutan atau berpanjangan tidak teratur
derap de.rap [n] tiruan bunyi kaki orang berjalan cepat [n] (1) gerak lari cepat (tt kuda dsb); (2) kecepatan langkah; laju gerak: rakyat tidak apatis thd -- pembangunan yg tengah berjalan sekarang
derap langkah bunyi langkah orang berbaris, kuda berjalan atau berlari, dsb; (2) ki kecepatan langkah; laju gerak: kita hendaknya menyesuaikan -- langkah pembangunan kita dng kemajuan dunia luar
deret de.ret [n] (1) susunan (dl bentuk garis lurus) teratur yg sama arah, jarak, tinggi, dan tingkatan; (2) Stat kumpulan zat, bilangan, atau kuantitas lain pd kumpulan yg sama yg disusun secara beraturan; (3) Ling hubungan antara unsur bahasa secara linear, msl deret fonem dl kata; realisasi dr urutan
derma der.ma [n] pemberian (kpd fakir miskin dsb) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dsb (kpd perkumpulan sosial dsb): orang kaya sebaiknya mau memberi -- kpd fakir miskin
dermatolog der.ma.to.log [n] ahli dermatologi: penyakit gatal di sekujur tubuh itu hendaknya dikonsultasikan kpd seorang --
dermawan der.ma.wan [n] pemurah hati; orang yg suka berderma (beramal, bersedekah): dia terkenal sbg seorang -- di kampung ini
derup de.rup [n] tiruan bunyi derap (langkah sekelompok orang secara serentak dsb)
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
desa kaputihan [Jw] desa yg terletak di dekat masjid atau pusat peribadahan yg didiami orang-orang saleh
desah de.sah [n] tiruan bunyi barang digosok, air hujan jatuh di daun-daunan, napas orang sakit bengek, dsb
desas-desus de.sas-de.sus [n] (1) suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; (2) percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi
desentralisasi fungsional pengakuan adanya hak pd seseorang atau golongan untuk mengurus hal-hal tertentu di daerah
desertir de.ser.tir [n] orang dsb yg melakukan desersi (lari meninggalkan dinas ketentaraan atau membelot kpd musuh)
desis de.sis [n] bunyi yg lebih lembut dp desus (spt orang meniup atau berbisik)
desit de.sit [n] bunyi spt orang mengisap (menyedot) melalui celah gigi
despotisme des.pot.is.me [n] (1) pemerintahan seorang despot; (2) sistem pemerintahan dng kekuasaan tidak terbatas dan sewenang-wenang
desus de.sus [n] tiruan bunyi orang berbisik
desut de.sut [n] tiruan bunyi orang meniup, angin kencang, dsb
detektor kebohongan alat untuk mencatat yg bertujuan menemukan tanda-tanda fisiologis tertentu pd seseorang yg berbohong
detenidos de.te.ni.dos [n Huk] orang yg ditahan krn melanggar hukum
determinis de.ter.mi.nis [n] orang yg menganut paham determinisme
dewa de.wa [kl n] (1) roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; (2) ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; (3) Bl gelar kasta (golongan) Brahmana
dewan de.wan [n] (1) majelis atau badan yg terdiri atas beberapa orang anggota yg pekerjaannya memberi nasihat, memutuskan suatu hal, dsb dng jalan berunding; (2) mahkamah (tinggi)
dewasa de.wa.sa [a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah -- [n] waktu, masa (akhir-akhir ini): -- ini pembangunan dilakukan di seluruh pelosok tanah air
di [p] (1) kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; (2) cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; (3) Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; (4) Mk dari: jauh -- mata [kp] adi, msl dipati adipati; diraja adiraja
di bawah di ba.wah [v] (1) berada di tempat yg lebih rendah; (2) ki berada dl kedudukan rendah: orang -, orang rendahan
di bawah tangan [ki] tidak di muka umum (tt pemborongan); tidak dilaksanakan secara resmi atau tidak disaksikan oleh pihak resmi (tt perkawinan dsb); di bawah kekuasaan (pemerintah) orang
di mana pinggan pecah [pb] di mana orang meninggal di situ dikuburkan
di mana ranting dipatah [pb] setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya
di muka di mu.ka [v] (1) di depan; di hadapan: -- umum, di depan orang banyak; (2) di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; (3) dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa
di muka (di puncak) hidung [pb] dekat sekali di depan orang
dialektal di.a.lek.tal [a] bersangkutan dng dialek
dialektis di.a.lek.tis [a] bersangkutan dng dialektika
dialisis di.a.li.sis [n] pemisah zat dl larutan; -- peritoreal cuci darah melalui rongga perut: -- peritoreal merupakan alternatif lain yg bisa dilakukan secara mandiri oleh pasien gagal ginjal tahap akhir
dialog batin [Sas] kata-kata yg diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukan kpd pemain lain; -- horizontal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang, spt antara mahasiswa dan mahasiswa, antara guru dan guru: -- horizontal sesama mahasiswa diperlukan saat ini untuk menyamakan visi dan misi
dialog pribadi [Sas] ucapan pemain kpd penonton, dan ucapan itu tidak terdapat dl naskah; -- vertikal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih rendah dng seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih tinggi, spt antara buruh dan majikan, antara mahasiswa dan menteri: -- vertikal antara mahasiswa dan Menteri Pendidikan Nasional
diam-diam di.am-di.am [adv] tanpa memberi tahu orang lain; secara rahasia: dng ~ pasukan gerilya menerobos pertahanan musuh
diat di.at [kl n] denda (berupa uang atau barang) yg harus dibayar krn melukai atau membunuh orang
diberi kuku hendak mencengkam [pb] baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain
diberi sejari hendak setelempap diberi sejari hendak se.te.lem.pap [pb] orang yg diberi sedikit ingin lebih banyak lagi
dibuat krn allah [pb] dilakukan dng maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik
dibujuk ia menangis dibujuk ia me.na.ngis , ditendang ia tertawa [pb] orang baru bekerja dng baik dan sempurna sesudah ia dimarahi
didik di.dik [v] men.di.dik v memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran: seorang ibu wajib ~ anaknya baik-baik
didikan di.dik.an [n] (1) hasil mendidik: pd umumnya anak-anak ~ Taman Siswa pd zaman Belanda tebal rasa kebangsaannya; (2) anak atau hewan yg dididik: anak yg saleh itu ~ orang tuanya; (3) cara mendidik: bukan krn apa anak itu, hanya salah ~
didong di.dong [n cak] (1) orang Prancis; (2) orang asing berkulit putih (orang Eropa) [ark n] (1) pertunjukan komedi wayang boneka; (2) pertunjukan tari dan musik; (3) Antr kesenian tradisional Gayo yg dimainkan dng cara menyanyikan pantun sambil menari
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
diiringkan menyepak di.i.ring.kan menyepak, dikemudiankan menanduk [pb] serba menyu-sahkan orang (msl tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)
dijual di.ju.al [v] diberikan sesuatu kpd orang lain untuk memperoleh uang
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
dikte dik.te [n] yg diucapkan atau dibaca keras-keras supaya ditulis orang lain; imla
dikte ulangan dikte untuk mengetahui kecakapan orang menuliskan kata-kata yg sudah dipelajari ejaannya
dilema di.le.ma [n] situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yg sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yg sulit dan membingungkan
diletan di.le.tan [n] pencinta atau penggemar seni; orang yg mempelajari suatu cabang seni (melukis, musik, sastra, dsb) dng tidak penuh minat dan tanpa mendalaminya benar-benar
dinamika sosial gerak masyarakat secara terus-menerus yg menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
dinas di.nas [n] bagian kantor pemerintah yg mengurus pekerjaan tertentu; jawatan: -- Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya; (2) n segala sesuatu yg bersangkutan dng jawatan (pemerintah), bukan swasta: surat --; pekerjaan --; (3) v cak bertugas, bekerja (dl jawatan pemerintah): di mana kau -- sekarang?
dinding din.ding [n] penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dsb (dibuat) dr papan, anyaman bambu, tembok, dsb: -- nya terbuat dr papan [n Huk] , men.din.ding n bentuk perkawinan adat Batak yg mengharuskan suami bekerja untuk orang tua istrinya krn tidak sanggup membayar mahar
dinding teretas [pb] (1) sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian; (2) sesuatu yg telah cukup buktinya
diplomasi dip.lo.ma.si [n] (1) urusan atau penyelenggaraan perhubungan resmi antara satu negara dan negara yg lain; (2) urusan kepentingan sebuah negara dng perantaraan wakil-wakilnya di negeri lain; (3) pengetahuan dan kecakapan dl hal perhubungan antara negara dan negara; (4) cak kecakapan menggunakan pilihan kata yg tepat bagi keuntungan pihak yg bersangkutan (dl perundingan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dsb)
diplomat dip.lo.mat [n] orang yg berkecimpung dl bidang diplomasi (menteri luar negeri, duta besar, dsb)
direktorat di.rek.to.rat [n] bagian dr departemen yg tugasnya mengurus suatu bidang tertentu, dikepalai oleh seorang direktur: -- Pendidikan Dasar
direktur di.rek.tur [n] (1) pemimpin tertinggi dl suatu perusahaan; (2) kepala sekolah menengah; (3) kepala direktorat (dl departemen); (4) orang yg bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, dsb
diri di.ri [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu
disiden di.si.den [n] (1) orang yg tidak sepakat dng pendapat seseorang atau kelompok; (2) orang yg tidak mau menurut pemerintahnya krn menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dsb); pembangkang
disinformasi dis.in.for.ma.si [n] penyampaian informasi yg salah (dng sengaja) untuk membingungkan orang lain: usaha subversi dapat dilakukan dng menyusun -- yg dimuat dl media massa
diskonto dis.kon.to [n Dag] potongan atau bunga yg harus dibayar oleh orang yg menjual wesel atau surat dagang yg diuangkan sebelum waktunya
diskredit dis.kre.dit [v] men.dis.kre.dit.kan v (berusaha untuk) menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu: selebaran berupa pamflet gelap itu bertujuan ~ Pemerintah
diskusi panel diskusi yg dilakukan oleh sekelompok orang (yg disebut panel) yg membahas suatu topik yg menjadi perhatian umum di hadapan khalayak, pendengar (siaran radio), atau penonton (siaran televisi), khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat
disorientasi dis.o.ri.en.ta.si [n] (1) kekacauan kiblat; kesamaran arah: -- pandangan akan timbul apabila terdapat kesenjangan antara organisasi sosial dan sistem nilai kebudayaan; (2) Dok kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg berkenaan dng waktu tempat dan orang
dispensasi dis.pen.sa.si [n] (1) pengecualian dr aturan krn adanya pertimbangan yg khusus; pembebasan dr suatu kewajiban atau larangan: ia mendapat -- bebas membayar uang kuliah krn orang tuanya tidak mampu; (2) Huk pengecualian tindakan berdasarkan hukum yg menyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yg khusus (dl hukum administrasi negara)
dispepsia dis.pep.sia [n Dok] berkurangnya daya atau fungsi pencernaan; penyakit nyeri lambung: penderita -- di seluruh dunia diperkirakan ada 23 juta orang
distorsi dis.tor.si [n] (1) pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- thd fakta yg ada; (2) gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; (3) Fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; (4) Dok hal terkilir (kaki dsb); (5) ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan
distribusi dis.tri.bu.si [n] (1) penyaluran (pembagian, pengiriman) kpd beberapa orang atau ke beberapa tempat; (2) pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dl masa darurat) oleh pemerintah kpd pegawai negeri, penduduk, dsb; (3) Ling semua posisi yg ditempati oleh unsur bahasa; (4) ark persebaran benda dl suatu wilayah geografi tertentu
distributor dis.tri.bu.tor [n] orang atau badan yg bertugas mendistribusikan barang (dagangan); penyalur
ditetak belah [pb] walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di -- , pb yg membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yg baik, melainkan memakai buatannya yg buruk-buruk
ditindih yg berat di.tin.dih yg berat, dililit yg panjang [pb] tidak dapat melepaskan diri dr kekuasaan orang (kemalangan dsb)
dividen akhir tahun [Dag] dividen yg dideklarasikan sesudah laba bersih tahun yg bersangkutan ditentukan secara cermat
dividen saham [Dag] dividen dl bentuk saham dr salah satu golongan saham sendiri pd perusahaan yg bersangkutan
dl rumah membuat rumah [pb] mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pd orang lain
do [n Mus] nada pertama pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 1
doa arwah doa untuk orang yg telah meninggal
doa halimunan mantra yg menjadikan orang tidak dapat dilihat oleh orang lain
doa pengasih jampi-jampi atau guna-guna yg menyebabkan orang jatuh cinta
doa sanjung ungkapan yg berisi doa dan pujian, khususnya kata penghargaan thd seseorang yg telah meninggal; elegi
dobi do.bi [n] orang yg pekerjaannya mencuci dan menyeterika pakaian; penatu
dokter pribadi dokter yg menjalankan praktik bagi perseorangan (keluarga) tertentu
doktor dok.tor [n] gelar kesarjanaan tertinggi yg diberikan oleh perguruan tinggi kpd seorang sarjana yg telah menulis dan mempertahankan disertasinya; -- kehormatan gelar doktor yg diberikan kpd seseorang oleh perguruan tinggi sbg penghormatan atas jasa-jasanya yg luar biasa dl bidang ilmu atau dl bidang kemasyarakatan; doktor honoris causa
domestikasi do.mes.ti.ka.si [n] penjinakan hewan liar atau hewan buas dsb: binatang liar yg baru ditangkap di hutan perlu -- agar dapat dimanfaatkan kegunaannya oleh manusia
domisili do.mi.si.li [n Huk] tempat kediaman yg sah dr seseorang; tempat tinggal resmi
domplengan dom.pleng.an [n] (1) yg didomplengkan pd sesuatu (seseorang) yg sudah lebih dulu ada: lagu ~ itu akan diorbitkan dng jalan diikutsertakan dl acara yg dibawakan pemusik kenamaan; (2) tempat mendompleng
dompol dom.pol [v] ber.dom.pol v bergerombol (tt buah-buahan spt buah duku, rambutan, dan anggur)
donatur do.na.tur [n] orang yg secara tetap memberikan sumbangan berupa uang kpd suatu perkumpulan dsb; penyumbang tetap; penderma tetap
doncang don.cang [Mk v] men.don.cang v melompat: Sutan Paduka ~ menerkam lawannya
dongan do.ngan [n] (1) kawan; sahabat; (2) orang-orang satu marga
dongkak dong.kak [Mk v] men.dong.kak v melompat; menerjang; mendompak: orang gila itu ~ sambil mengayunkan golok
dongkol dong.kol [a] (1) tidak bertanduk: kerbau -- itu tidak bisa bertarung; dogol; (2) ki sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi: lurah -- [a] men.dong.kol v berperasaan kesal yg terpendam di dl hati; memendam rasa dongkol: banyak orang ~ kepadanya krn merasa ditipu
donor do.nor [n] (1) penderma; pemberi sumbangan; (2) penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan): -- darah; (3) Fis unsur kimia yg jika ditambahkan ke dl semikonduktor murni dapat menambah konsentrasi elektron bebas di dl semikonduktor itu
dor-doran dor-dor.an [n] tiruan bunyi senapan yg bersahut-sahutan; tembak-menembak
dorna dor.na [n] orang yg suka menghasut atau membangkit perselisihan, mengadudombakan dsb (bertabiat spt pendeta Dorna dl cerita pewayangan)
dorong do.rong [v] men.do.rong v (1) menolak dr bagian belakang atau bagian depan; menyorong: mereka beramai-ramai ~ mobil yg mogok; (2) menganjur (ke depan); bergerak dng kuat ke arah depan: seseorang di antara para demonstran itu ~ ke depan khalayak; (3) ki mendesak atau memaksa supaya berbuat sesuatu: kejadian ini ~ kami agar segera bertindak
dosa do.sa [n] (1) perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan, ampunilah segala -- kami; (2) perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara): perbuatan itu dapat dianggap sbg -- besar thd nusa dan bangsa
draf [n] rancangan atau konsep (surat dsb); buram: -- komunike bersama itu disusun oleh dua orang dr kedua belah pihak
drama sejarah drama yg ditulis berdasarkan bahan sejarah, berupa peristiwa yg disusun secara longgar dan mengikuti urutan waktu
drop [v cak] , me.nge.drop v (1) memberikan (dr pejabat, atasan, dsb kpd masyarakat, bawahan, dsb): gubernur telah ~ biaya sebesar 16 juta rupiah untuk pembangunan jembatan itu; (2) mengirimkan atau menempatkan: pemerintah akan ~ 500 orang guru dr Jawa untuk Kalimantan Tengah; pemerintah ~ 1.000 orang transmigran di Sulawesi Selatan; (3) menyediakan; memasarkan: Bulog akan ~ daging untuk keperluan Lebaran
dua [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 2 (Arab) atau II (Romawi); (2) urutan ke-2 sesudah pertama dan sebelum ke-3; (3) jumlah bilangan 1 ditambah 1 [v] men.dua v berlari menderap: kuda itu ~
duafa du.a.fa [n Isl] orang-orang lemah (ekonominya dsb): daging kurban dibagi-bagikan kpd kaum fakir miskin dan --
duai du.ai [n Huk] adat perkawinan suku Dayak, antara dua orang laki-laki dng dua wanita kakak beradik, atau antara dua wanita dng dua orang laki-laki kakak beradik
dualis du.a.lis [n] (1) Ling kategori gramatikal jumlah kata untuk menunjukkan dua hal atau benda yg dipertentangkan dng singularis dan pluralis; (2) Fil orang yg menganut paham dualisme
dudu du.du [v] men.du.du v (1) berjalan (berenang, berlari, dsb) mengikuti dr belakang: itik-itik betina itu ~ itik jantannya saja; (2) berjalan (berlari, berenang, dsb) terus saja tanpa menoleh ke kiri kanan: orang itu ~ saja; (3) terpaksa menurut: dia ~ krn diancam
dudur du.dur [v] men.du.dur v menyerahkan seseorang kpd yg berwajib (di Gayo)
duel du.el [n] perkelahian antara dua orang untuk menyelesaikan persoalan (dng pedang atau pistol, di tempat dan pd waktu yg telah ditetapkan); perang tanding
duet du.et [n] gubahan musik untuk dua suara (orang) atau untuk dua alat musik; nyanyian yg dilagukan berdua atau musik yg dimainkan oleh dua orang
dukuh du.kuh [n] dusun atau kampung kecil; bagian dr desa [n] orang yg pekerjaannya menyembelih ternak (di Bali, Lombok)
dukun du.kun [n] orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb)
dukung du.kung [v] ber.du.kung v duduk di punggung atau di pinggang orang: yg buta berpimpin, yg lumpuh ~
dulang du.lang [n] nampan yg biasanya berbibir pd tepinya dan berkaki, dibuat dr kayu [Jw v] men.du.lang v menyuapi (anak kecil, orang sakit, dsb) [Mk v] men.du.lang v mengepul (tt asap) [n] pohon tengguli, Cassia fistula
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
duodrama du.o.dra.ma [n] pertunjukan drama yg hanya dimainkan oleh dua orang pemain
durhaka dur.ha.ka [a] (1) ingkar thd perintah (Tuhan, orang tua, dsb); (2) tidak setia kpd kekuasaan yg sah (negara)
durno dur.no [n] (dikatakan tt) orang yg suka menghasut, memfitnah, berbuat licik, mengadu domba, dsb (berbuat spt Durno dl cerita wayang)
durnois dur.no.is [a] bersikap (bersifat) spt durno; (2) n orang yg melakukan persekongkolan
duta du.ta [n] (1) orang yg diutus oleh pemerintah (raja dsb) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi: Raja akan mengirimkan -- penjemput yg dikawal oleh satuan kehormatan; (2) orang yg mewakili suatu negara di negara lain untuk mengurus kepentingan negara yg diwakilinya, membantu dan melindungi warga negaranya yg tinggal di negara itu, dsb
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
duyun du.yun [adv] ber.du.yun-du.yun adv berbondong- bondong; berturut-turut banyak sekali: orang ~ pergi ke Pekan Raya
dwibahasawan dwi.ba.ha.sa.wan [n] orang yg dapat berbicara dl dua bahasa, spt bahasa nasional dan bahasa asing, bahasa daerah dan bahasa nasional; pemakai dua bahasa
dwitarung dwi.ta.rung [n] pertandingan atau pertarungan dua orang (regu atau kubu): ~ antara kedua pecatur itu sudah dimulai sejak akhir tahun 1995
E [n] (1) huruf ke-5 abjad Indonesia; (2) nama huruf e; (3) penanda ke-5 dl urutan atau terendah (tt mutu, nilai)
edar /Edar/, ber.e.dar v (1) berjalan berkeliling (hingga sampai ke tempat permulaan): bumi ~ pd ekliptika yg tetap; (2) berpindah-pindah dr tangan ke tangan atau dr tempat satu ke tempat lain; berputar: daftar pemungutan derma ini sudah ~ di kampung saya; (3) berlaku dl masyarakat: uang kertas baru mulai ~ pd permulaan bulan depan
editor edi.tor [n] orang yg mengedit naskah tulisan atau karangan yg akan diterbitkan dl majalah, surat kabar, dsb; penyunting
efek halo [Psi] kecenderungan menilai terlalu tinggi seseorang berdasarkan prestasi tertentu; (2) kesalahan yg terjadi pd saat mengadakan pencatatan hasil pengamatan yg disebabkan oleh adanya sesuatu yg mempengaruhi pencatat
efek kemurahan hati [Psi] kesalahan dl penilaian yg terjadi secara sistematis, disebabkan adanya kecenderungan memberikan nilai rendah kpd orang yg tidak disukai atau tidak dikenal
egois ego.is [n] (1) Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri; (2) Fil penganut teori egoisme;
egoisme ego.is.me [n] (1) Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain; (2) Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri
egomania ego.ma.nia [n] orang yg tergila-gila kpd diri sendiri: -- sering terdapat pd orang yg kurang sehat jiwanya
ekabahasawan eka.ba.ha.sa.wan [n] orang yg hanya mampu menggunakan satu bahasa
eklektik ek.lek.tik [a] bersifat memilih yg terbaik dr berbagai sumber (tt orang, gaya, metode)
eklektikus ek.lek.ti.kus /EklEktikus/ n (1) orang yg mengerjakan sesuatu dng metode eklektis; (2) filsuf yg mengambil segala ajaran (sistem) yg menurut pandangannya adalah yang terbaik
ekolalia eko.la.lia [n] dorongan kuat yg tidak terkendalikan dr penderita gangguan jiwa untuk meniru ucapan atau perbuatan yg dilakukan orang lain; kelatahan
ekologi habitat cabang ekologi yg menitikberatkan sifat habitat, msl ekologi air tawar, ekologi laut, dan ekologi hutan
ekonomi kedai cara berdagang tradisional dl masyarakat negara berkembang yg berupa usaha kecil-kecilan oleh rakyat dng ciri, spt harga barang tidak pasti, adanya tawar-menawar, adanya utang-piutang yg kompleks antara pedagang, barang dagangan sedikit, risiko rugi kecil, dan keuntungan juga kecil
ekonomi terpimpin ekonomi yg berada di bawah rencana, pimpinan, dan pengawasan pemerintah masyarakat yg bersangkutan
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
ekoturisme eko.tu.ris.me [n] wisata yg dilaksanakan di hutan atau di mana saja dng memanfaatkan lingkungan alam sbg objeknya; bagian dari alam semesta yg dapat dimanfaatkan oleh para turis; wisata alam
eks [n] nama huruf x [a] bekas; mantan: orang itu -- narapidana; dia adalah -- lurah di daerah Bogor; dia adalah -- pejuang [p] dari: -- pabrik
eksekusi ek.se.ku.si [n Huk] (1) pelaksanaan putusan hakim; pelaksanaan hukuman badan peradilan, khususnya hukuman mati: yg terhukum sudah menjalani -- nya; (2) penjualan harta orang krn berdasarkan penyitaan
eksekutor ek.se.ku.tor [n] orang yg melakukan eksekusi
eksentrik ek.sen.trik [a] aneh; ganjil; tidak wajar: cara berpakaian yg -- menarik perhatian orang
ekseptor ek.sep.tor [n] orang yg mengajukan eksepsi (pembelaan, tangkisan)
ekshibisionis eks.hi.bi.si.o.nis [n Psi] orang yg mempunyai dorongan melakukan ekshibisionisme
ekshibisionisme ek.shi.bi.si.o.nis.me [n Psi] kelainan atau ketidakwajaran yg ditandai dng kecenderungan memperlihatkan hal-hal yg tidak senonoh, spt alat kelamin kpd orang lain untuk pemuasan diri
eksklusif eks.klu.sif [a] (1) terpisah dr yg lain; khusus: wartawan itu beruntung krn mendapat kesempatan mengadakan wawancara -- dng bintang tenar itu; (2) tidak termasuk: tarif losmen itu Rp50.000,00 sehari -- makan dan cucian; bus itu bermuatan 38 orang, -- supir dan kenek
eksklusivisme eks.klu.si.vis.me [n] paham yg mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dr masyarakat: di kota besar terdapat gejala -- , terutama pd orang yg berada
ekskomunikasi eks.ko.mu.ni.ka.si [n Kat] pengucilan seseorang dr keanggotaan gereja
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
eksotis ek.so.tis [a] (1) memiliki daya tarik khas krn belum banyak dikenal umum: perusahaan ini menanami lahan dng pisang -- , yaitu jenis pisang yg belum banyak dikenal di pasaran internasional; (2) diperkenalkan atau dimasukkan dr luar negeri (tt mode, gagasan, dsb); (3) bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil: orang asing merasakan pertunjukan wayang kulit sbg sesuatu yg --
ekspansif ek.span.sif [a] (1) dapat atau cenderung meluas; (2) terus terang, terbuka, bebas, tanpa ditutup-tutupi (tt orang, bicaranya, sikapnya)
ekspatriasi eks.pat.ri.a.si [n Pol] (1) tindakan seseorang untuk melepaskan kesetiaan thd negaranya; (2) tindakan meninggalkan tanah air untuk berdiam selamanya di negara lain; (3) pembuangan yg dilakukan oleh negara atas warganya
ekspatriat eks.pat.ri.at [n] (1) orang yg melepaskan kewarganegaraannya; (2) orang yg meninggalkan negeri asalnya; warga negara asing yg menetap di sebuah negara: kompleks perumahan itu banyak dihuni oleh -- Belanda dan Jerman; (3) orang yg terbuang; (4) tenaga kerja asing: perusahaan asing biasanya juga mempekerjakan para --
ekspedisi ek.spe.di.si [n] (1) pengiriman surat, barang, dsb; (2) perusahaan pengangkutan barang; (3) Huk salinan yg sama bunyinya (tt vonis atau akta); (4) perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah yg kurang dikenal; (5) Mil pengiriman tentara untuk memerangi (menyerang, menaklukkan) musuh di suatu daerah yg jauh letaknya
eksper ek.sper [n] orang yg ahli dl bidangnya; pakar: ia -- dl konstruksi beton bertulang
eksperimental ek.spe.ri.men.tal [a] bersangkutan dng percobaan
eksplisit eks.pli.sit [a] gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit (sehingga orang dapat menangkap maksudnya dng mudah dan tidak mempunyai gambaran yg kabur atau salah mengenai berita, keputusan, pidato, dsb); tersurat
eksploit eks.plo.it [n Huk] pemberitahuan dr juru sita kpd yg tersangkut dl perkara di pengadilan dl suatu akte yg meminta agar yg bersangkutan menghadap ke pengadilan pd hari dan jam yg telah ditentukan
eksploitasi eks.ploi.ta.si [n] (1) pengusahaan; pendayagunaan: -- nikel di daerah itu dilakukan oleh perusahaan asing; (2) pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan (tt tenaga orang): -- atas diri orang lain merupakan tindakan yg tidak terpuji
eksplorator eks.plo.ra.tor [n] orang yg mengeksplorasi; penyelidik; penjelajah
eksplosif eks.plo.sif [a] (1) mudah meledak (tt sendawa, karbit, fosfor, gas, bensin, dsb); (2) ki dapat (mudah) meletus (tt perang dsb): kalau tidak dapat dicapai kompromi dl waktu singkat, maka situasi menjadi gawat dan --; (3) cepat marah (tt orang): kita perlu berhati-hati jika berbicara dng orang yg --
eksponen eks.po.nen [n] (1) Mat angka dsb yg ditulis di sebelah kanan atas angka lain yg menunjukkan pangkat dr angka tsb, spt angka 2 pd 2; (2) orang yg menerangkan atau menafsirkan suatu teori, yg dapat mewakili dan menjadi contoh dr teori tsb atau orang yg menganut teori tsb: Huxley merupakan seorang -- dr teori evolusi Darwin; (3) orang terkemuka dl suatu gerakan atau bidang kehidupan; tokoh: -- Angkatan 45
ekspor gelap jasa, baik finansial maupun perseorangan, yg diberikan oleh penduduk suatu negara kpd negara asing secara tersembunyi atau tidak melalui cara yg sah
ekspresi eks.pre.si [n] (1) pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): sajak itu merupakan -- dr perasaan hatinya; (2) pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang: -- rasa tidak puas tergambar di wajahnya
ekspresionisme eks.pre.si.o.nis.me [n] (1) Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; (2) aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata
ekstase eks.ta.se [n] keadaan di luar kesadaran diri (spt keadaan orang yg sedang khusyuk bersemadi)
eksteriorisasi eks.te.ri.o.ri.sa.si [n] (1) Dok pengeluaran alat tubuh untuk sementara untuk diperiksa tanpa melepaskannya dr tubuh; (2) pengarahan perhatian seseorang ke luar
ekstern eks.tern [a] datang dr luar; bersangkutan dng hal-hal luar
ekstrak jenuh ekstrak larutan zat pd persentase jenuh
ekstraksi gigi pencabutan gigi
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
ekstraversi eks.tra.ver.si [n Psi] sikap atau tipe kepribadian seseorang yg minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial dp thd dirinya dan pengalamannya sendiri
ekstremis ek.stre.mis [n] (1) orang yg ekstrem; (2) orang yg melampaui batas kebiasaan (hukum dsb) dl membela atau menuntut sesuatu; (3) cak pejuang pd masa perang kemerdekaan melawan Belanda
ekstrospeksi eks.tro.spek.si [n] hal membandingkan tingkah laku sendiri dng tingkah laku orang lain
ekstrover eks.tro.ver [n] orang yg minatnya ditujukan seluruhnya kpd yg ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kpd yg ada dl pikiran dan perasaannya sendiri (bersikap terbuka)
ekumenisme eku.me.nis.me [n] usaha untuk mendapatkan kembali persatuan penuh semua orang yg beriman Kristen
elektrolisis elek.tro.li.sis [n Kim] penguraian senyawa berbentuk larutan, lelehan, atau cairan biasa oleh arus listrik yg mengalir melalui senyawa tsb
elektrolit elek.tro.lit [n Fis] (1) senyawa yg larutannya merupakan penghantar arus listrik; (2) bahan atau cairan yg terdapat di antara elektrode positif dan negatif, spt pd baterai, aki mobil, dan kondensator
elektronis elek.tro.nis [a] (1) berhubungan dng elektron; (2) ada hubungannya atau bersangkutan dng elektronika: gedung itu dilengkapi dng pintu -- yg dapat menutup dan membuka secara otomatis
elevator ele.va.tor [n] (1) alat untuk membawa orang atau barang naik atau turun dr satu lantai ke lantai lainnya (dl gedung bertingkat); (2) alat yg digunakan untuk menaikkan atau menurunkan (gandum, terigu, atau padi-padian lainnya) ke atau dr kapal
eliksir elik.sir [n] (1) zat cair yg oleh para ahli zaman dahulu (abad pertengahan) diharapkan dapat mengubah logam menjadi emas dan dapat memperpanjang kehidupan tanpa batas (usia); (2) obat yg serbaguna (untuk menyembuhkan segala penyakit); (3) Far ramuan untuk menyiapkan obat secara farmasi (spt larutan dng gula, etanol, atau bahan lain); yg memberi rasa enak
eliminasi eli.mi.na.si [n] (1) pengeluaran (spt racun dr tubuh); penghilangan; (2) penyingkiran; pengasingan: -- orang-orang yg berbahaya dr tengah masyarakat; (3) penyisihan: -- juara dunia oleh pemain baru itu sangat mencengangkan
eliptis elip.tis [a] (1) berbentuk bundar lonjong spt elips (garis perjalanan atau orbit planet, bentuk daun meja makan, dsb); (2) Ling bersifat atau bersangkutan dng elipsis: kalimat --
elite eli.te [n] (1) orang-orang terbaik atau pilihan dl suatu kelompok; (2) kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb)
elon /Elon/, meng.e.loni v memihak kpd; memenangkan (salah satu pihak): orang yg sedang menengahi perselisihan harus bertindak adil dng tidak ~ salah satu pihak /Elon/, meng.e.lon v mengambil hati supaya menurut; membujuk: ia berusaha ~ anak yg keras kepala itu menuruti nasihatnya
eluat elu.at [n Kim] larutan yg dihasilkan pd elusi; hasil elusi
eluviasi elu.vi.a.si [n Geo] pemindahan bahan larutan ataupun suspensi dr lapisan tanah paling atas ke lapisan di bawahnya dng cara peresapan
email ema.il [n] (1) massa berupa kaca tidak bening yg dipakai untuk melapisi benda dr logam, gelas, atau tembikar; (2) barang-barang yg diberi salutan email; (3) bahan padat berwarna putih dan keras yg melapisi dan melindungi bagian dentin mahkota gigi
emban em.ban [n] (1) kain pembebat badan (dada, susu, perut); (2) tali pembebat perut (pd kuda) [Jw n] inang pengasuh: permaisuri dikelilingi oleh empat orang -- nya
embel em.bel [Jk n] paya-paya yg tertutup oleh rerumputan
emblem em.blem [n] (1) rancangan atau lukisan yg mengandung makna tertentu; lambang; simbol; (2) tanda pengenal (berupa pita silang, lukisan pd kain, logam, dsb) yg dipakai orang di dada untuk menunjukkan keanggotaan suatu perkumpulan, kesatuan, angkatan, kontingen, dsb; lencana
embok em.bok [n] (1) sebutan untuk ibu-ibu (dr kalangan rendah di Jawa); (2) panggilan kpd wanita pembantu rumah tangga
embuai em.bu.ai [kl n] sebutan untuk perempuan pegawai istana: hai -- , jika tuan hamba tiada percaya, tanyakan kpd permaisuri
emeritus eme.ri.tus [a] berhenti dr dinas aktif, biasanya krn usia, tetapi tetap memegang jabatan atau titelnya, msl profesor emeritus; (2) n seseorang yg berstatus emeritus
emigran emi.gran [n] orang yg meninggalkan tanah airnya dan pergi ke negeri lain untuk tinggal menetap di sana
eminensi emi.nen.si [n] (1) keunggulan; kedudukan tinggi: ia mencapai -- sbg olahragawan bulu tangkis; (2) orang yg unggul, ternama, dsb; orang yg berkedudukan tinggi; (3) gelar bagi para kardinal gereja Katolik
emirat emi.rat [n] pemerintahan (negeri, negara) yg dikepalai oleh seorang emir
emis , meng.e.mis v (1) meminta-minta sedekah: sbg orang gelandangan dia hidup dr ~; (2) ki meminta dng merendah- rendah dan dng penuh harapan: jangan suka ~ cinta, akibatnya tidak baik
emisi emi.si [n] (1) pancaran; (2) Fis pemancaran cahaya, panas, atau elektron dr suatu permukaan benda padat atau cair; pemancaran; (3) Ek pengeluaran (surat berharga spt saham, obligasi) oleh perusahaan pd saat perusahaan yg bersangkutan memerlukan tambahan modal; (4) Keu pengeluaran mata uang logam atau kertas oleh bank sentral
emol [v] meng.e.mol v cak (1) mengganggu atau menggoda orang lain: dia suka ~ anak kecil; (2) bertindak atau melakukan sesuatu yg kurang sopan dan tanpa malu-malu: tamu yg tidak diundang itu datang ~ di tempat pesta
emong [v] , meng.e.mong v mengasuh dan melayani; mendidik; mengurus: tugas pokok seorang pemimpin adalah ~ masyarakat luas
empat em.pat [num] (1) bilangan yg dilambangkan dengan angka 4 (Arab) atau IV (Romawi); (2) urutan ke-4 sesudah ke-3 dan sebelum ke-5: sekarang ia masih duduk di kelas -- , mudah-mudahan pd tahun depan ia naik ke kelas lima; (3) jumlah bilangan 3 ditambah 1
empati em.pa.ti [n Psi] keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain
empenak em.pe.nak /empEnak/, meng.em.pe.nak ark v (1) mempersenang hati orang lain: ia ~ tamu-tamunya dng cerita tt petualangannya; (2) memanjakan (anak): jangan terlalu ~ anak, nanti dia tidak dapat maju
emping berantah [pb] orang yg kebal tidak mempan benda tajam (besi dsb)
emping terserak hari hujan [pb] hal seseorang yg malang dl mengelola usahanya
empok em.pok [Jk n] (1) kakak perempuan: -- nya yg baru menikah akan mengikuti suaminya ke Mekah; (2) kata sapaan untuk orang perempuan yg lebih tua: -- , bolehkah saya bertanya?
empok-empok em.pok-em.pok [n] orang perempuan (wanita yg telah dewasa)
empu em.pu [kl n] (1) gelar kehormatan yg berarti "tuan"; (2) orang yg sangat ahli (terutama ahli membuat keris) [n] hulu; kepala
empuan em.pu.an [kl n] perempuan: engku (tengku) ~ , sebutan istri raja
empuk em.puk [a] (1) lunak; tidak keras: duduk di kasur yg --; (2) tidak liat; mudah dikunyah: daging ini sudah sangat --; (3) mudah hancur (krn tuanya dsb); rapuh: kainnya sudah --; (4) merdu (tt suara): penyanyi yg bersuara -- itu banyak penggemarnya; (5)menyenangkan; enak (krn fasilitas yg cukup dsb): ia mempunyai jabatan yg --; (6) ki mudah (ditipu orang): penduduk desa menjadi sasaran -- para calo tanah
enak-enak [cak] (1) a asyik (tt berbuat sesuatu): pd waktu saya sedang ~ membaca buku terdengar orang berteriak "maling, maling"; (2) adv lelap-lelapnya; pulas-pulasnya (tt tidur): anak yg sedang ~ tidur itu tentu saja marah kalau diganggu; (3) v leha-leha; berpangku tangan; bersantai-santai: orang lain sibuk bekerja, ia hanya ~
enam [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 6 (Arab) atau VI (Romawi); (2) urutan ke-6 sesudah ke-5 dan sebelum ke-7: adiknya duduk di kelas --; (3) jumlah bilangan 5 ditambah 1
encek en.cek [Jk n] panggilan (sapaan) thd orang laki-laki Cina totok
endap en.dap , en.dap-en.dap n sesuatu yg bercampur dng air atau cairan lainnya yg turun ke bawah dan tertimbun di dasar: agar air selokan mengalir dng lancar ~ nya harus diangkat , meng.en.dap v membungkuk (menyeluduk dsb) supaya tidak kelihatan; menyembunyikan diri (dng maksud hendak mengintai, menyerang, dsb): ketika dilihatnya ada orang berjalan, segeralah pencuri itu ~ di rumpun tebu
endap di balik lalang sehelai en.dap di balik lalang sehelai [pb] menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yg mudah diketahui orang
endemis en.de.mis [a Dok] secara tetap terdapat di tempat-tempat atau di kalangan orang-orang tertentu dan terbatas pd mereka saja (spt penyakit malaria di daerah pesisir, penyakit cacing tambang di kalangan buruh tambang)
endilau en.di.lau [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, mudah dan cepat tumbuh sehingga cocok untuk penghutanan kembali lereng-lereng gunung yg gundul; Commersonia bartramia
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
endonan en.don.an [n] (1) orang yg mengendon: kini di ibu kota banyak ~ yg berasal dr daerah; (2) tempat mengendon: daerah itu terkenal sbg ~ orang-orang jahat
endong en.dong /Endong/, meng.en.dong v bermalam di rumah orang lain
enes [Jw] meng.e.nes a (1) merana krn sedih: dia benar-benar ~ setelah istrinya meninggal; (2) merasa kasihan atau pilu melihat kesusahan seseorang: ~ hatiku melihat wajah anak yg malang itu
engah [Jk a] tahu (sadar atau mengerti): dia baru -- bahwa dompetnya telah dicopet orang , engah-engah n napas yg mengembus keras-keras (spt napas orang yg baru berlari cepat) , ter.per.e.ngah a terdiam krn kaget, takut, dan bingung; termangu-mangu
engkau eng.kau [pron] yg diajak bicara, yg disapa (dipakai untuk orang yg sama atau lebih rendah kedudukannya), digunakan juga untuk berdoa kpd Tuhan (Engkau)
enjambemen en.jam.be.men [n Sas] peristiwa sambung-menyambungnya isi dua larik sajak yg berurutan
entak en.tak [v] meng.en.tak v (1) menginjak (mengenyak, menekan ke bawah, menumbuk, dsb) kuat-kuat: dia menghardik seraya ~ lantai; (2) menusuk; menikam (dng tombak dsb): dia terjatuh ketika hendak ~ babi hutan itu
enten en.ten /entEn/, en.ten-en.ten n campuran parutan kelapa muda dan gula jawa direbus sampai kental, biasanya digunakan sbg isi penganan, spt mendut, onde-onde [v] meng.en.ten v (1) menempelkan tampang pd pohon lain (untuk memperoleh buah yg baik dan banyak); mencabangkan; (2) Zool pengaturan jaringan dr satu individu makhluk pd individu lain secara buatan, dr donor pd resipien atau inang
epifora epi.fo.ra [n Sas] pengulangan sebuah kata atau lebih pd akhir beberapa larik sajak atau pd akhir beberapa frasa yg berurutan untuk mencapai kesedapan bunyi atau keefektifan bahasa; pengulangan kata-kata untuk penegasan dl puisi
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
epikuris epi.ku.ris [n] orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah
epilog epi.log [n Sas] (1) bagian penutup pd karya sastra, yg fungsinya menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pd akhir cerita; (2) pidato singkat pd akhir drama yg memuat komentar tt apa yg dilakonkan; (3) peristiwa terakhir yg menyelesaikan peristiwa induk
episkopat epis.ko.pat [n Kat] (1) jabatan atau kedudukan uskup; (2) daerah yg berada di bawah bimbingan seorang uskup; keuskupan
epitaf epi.taf [n] (1) tulisan singkat pd batu nisan untuk mengenang orang yg dikubur di situ; (2) pernyataan singkat pd sebuah monumen
epitel epi.tel [n ] lapisan sebelah atas kulit dan selaput lendir; jaringan sel, terdiri atas satu lapis atau lebih, yg menutup permukaan bebas dr tubuh dan beberapa alat tubuh [n Sas] kata atau frasa yg ditambahkan pd nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khasnya; julukan
epitet epi.tet [n] (1) kata sifat, kata benda, atau frasa yg biasa digunakan untuk meremehkan/menghina orang atau benda; (2) deskripsi nama atau judul
eponim epo.nim [n] nama tempat atau pranata yg dibentuk menurut nama orang
epos [n Sas] cerita kepahlawanan; syair panjang yg menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan; wiracarita
ereh [Jw] meng.e.reh v (1)memerintah secara halus; (2) mengatur (organisasi, orang, dsb)
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
erosi ero.si [n] (1) hal menjadi aus (berlubang) krn geseran air (tt batu); (2) Geo pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yg melibatkan pengangkatan benda-benda, spt air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus; (3) Dok luka pd kulit yg sangat dangkal, hanya mengenai lapisan kulit luar dan mengeluarkan serum; (4) ki pengikisan; penyusutan; penipisan: -- nasionalisme
erosi pertanian erosi yg disebabkan oleh peningkatan aliran permukaan, angin, penebangan hutan, pembakaran tanaman penutup tanah; penggembalaan liar, dan gangguan pd sistem drainase alamiah
erpak er.pak [n] hak untuk menarik keuntungan sepenuh-penuhnya dr suatu benda tidak bergerak milik orang lain dng pembayaran tahunan berupa uang atau barang; hak temurun; hak guna pakai
es doger minuman dr serutan es yg dicampur dng pacar cina, tapai, cincau hitam, susu, dan sirop yg berwarna merah
esa hilang dua terbilang [pb] mati atau hidup dng kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya
estetikus es.te.ti.kus [n] orang yg mempelajari dan mengenal ilmu keindahan; ahli estetika
etimologis eti.mo.lo.gis [a] bersangkutan dng etimologi atau dipandang dr sudut etimologi
etnomusikolog et.no.mu.si.ko.log [n] orang yg ahli dl etnomusikologi
etos kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
eulogi eu.lo.gi [n] (1) ucapan atau tulisan yg memuji atau menghormati seseorang, terutama yg sudah meninggal dunia; (2) penghargaan atau pujian yg tinggi
Eurasia Eu.ra.sia [n] benua Eropa dan Asia; benua yg terbentang dr Lautan Atlantik sampai ke Lautan Pasifik
eurosentris eu.ro.sen.tris [a] terpusat pd benua Eropa atau orang-orang Eropa; berkecenderungan untuk menafsirkan dunia berkenaan dng Barat dan nilai serta pengalaman Eropa
eutektik eu.tek.tik [a Kim] mempunyai titik leleh lebih rendah dp tiap-tiap komponennya (tt logam campur atau larutan)
evangelis eva.nge.lis [n] (1) penulis salah satu dr keempat Kitab Injil (Johannes, Markus, Lukas, atau Matheus); (2) pendeta Protestan atau orang biasa yg menyebarkan ajaran Injil
evaporator eva.po.ra.tor [n] alat untuk menguapkan cairan, msl menguapkan pelarut sehingga diperoleh larutan yg lebih
evokasi evo.ka.si [n] (1) (daya) penggugah rasa: apabila dibaca secara prosais, puisi tidak akan memberikan daya --; (2) Huk pengalihan pemeriksaan orang asing dr pengadilan kpd instansi lain
fa [n] nama huruf ke-20 abjad Arab [n Mus] nada ke-4 pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 4
fabula tabernasia drama dr zaman Romawi Kuno, biasanya menggambarkan perwatakan atau tokoh orang kota
fajar sidik fajar kedua setelah fajar kizib yg tampak menjelang terbit matahari; fajar yg sebenarnya (bagi orang Islam merupakan awal waktu salat Subuh dan imsak bagi yg berpuasa)
fakir fa.kir [n] (1) orang yg sangat berkekurangan; orang yg terlalu miskin: setiap Jumat dia membagi-bagikan sedekah kpd -- dan miskin; (2) orang yg dng sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin; (3) aku (bagi pengarang dl syair dsb): -- bukan pandai mengarang, bukanlah hendak dipuji orang
fakir miskin kaum fakir dan kaum miskin; (2) orang-orang yg sangat kekurangan
faktor iklim faktor fisik (lintang tempat, ketinggian tempat, distribusi daratan dan lautan, topografi, dan arus laut) yg mempengaruhi iklim
faktor penarik hal yg dapat menarik minat seseorang sehingga orang tsb mau bekerja atau bertindak
falsafah fal.sa.fah [n] anggapan, gagasan, dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan hidup
fardu ain kewajiban perseorangan (untuk menjalankan salat dsb)
fardu kifayah kewajiban bersama bagi mukalaf, yg apabila sudah dilaksanakan oleh seseorang di antara mereka, yg lain bebas dr kewajiban itu, msl kewajiban menguburkan mayat
fasakh fa.sakh [n Huk] pembatalan ikatan pernikahan oleh pengadilan agama berdasarkan dakwaan (tuntutan) istri atau suami yg dapat dibenarkan oleh pengadilan agama atau krn pernikahan yg telah terlanjur menyalahi hukum pernikahan: pengadilan agama telah memutuskan -- krn suami istri itu ternyata masih bersaudara dekat
fasik fa.sik [Isl] (1) a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (2) n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa
fasilitator fa.si.li.ta.tor [n] orang yg menyediakan fasilitas; penyedia: di dl konsep belajar mandiri, guru dan sekolah tidak lagi menjadi titik pusat kegiatan, tetapi lebih bersifat sbg pendukung dan -- kebutuhan murid
fatalis fa.ta.lis [n] orang yg percaya atau menyerah saja kpd nasib
fatwa fat.wa [n] (1) jawab (keputusan, pendapat) yg diberikan oleh mufti tt suatu masalah; (2) ki nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah
favorit fa.vo.rit [n] (1) orang yg diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara: ia disebut-sebut sbg -- baru All England tahun ini; (2) kesayangan; kegemaran: penyanyi -- Anda akan tampil pd pertunjukan itu
favoritisme fa.vo.rit.is.me [n] pengunjukan rasa suka, senang, kasih, dsb thd seseorang
felon fe.lon [n Huk] orang yg telah melakukan tindak pidana atau kejahatan yg tergolong berat
fidiah fi.di.ah [n Isl] denda (biasanya berupa makanan pokok, msl beras) yg harus dibayar oleh seorang muslim krn meninggalkan puasa yg disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yg menimpa dirinya, dsb
filatelis fi.la.te.lis [n] (1) orang yg ahli dl filateli; (2) orang yg gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko
film laga film yg banyak berisi tt aksi, perkelahian, atau keributan
filsuf fil.suf [n] (1) ahli filsafat; ahli pikir; (2) orang yg berfilsafat
filter optik [Kim] medium (kaca, film, larutan) yg dapat meneruskan sinar dng cara penyaringan
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
firauniah fir.aun.iah [a] berhubungan dng sifat-sifat kekufuran, kesombongan, keabsolutan, dan kebiadaban Raja Firaun
fisik fi.sik [n] jasmani; badan: seorang karateka harus terlatih, baik -- maupun mentalnya; -- nya sangat lelah, tetapi semangatnya tetap membara; (2) a jasmaniah; badaniah
fisiognomi fi.si.og.no.mi [n] ilmu wajah (penggambaran kualitas watak dan sikap seseorang)
fitnah fit.nah [n] perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji
fleksibel flek.si.bel [a] (1) lentur; mudah dibengkokkan; (2) luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri: orang yg kurang -- sukar menyesuaikan diri dng lingkungan baru yg masih asing baginya
fobia fo.bia [n] ketakutan yg sangat berlebihan thd benda atau keadaan tertentu yg dapat menghambat kehidupan penderitanya
fonemis fo.ne.mis [a Ling] (1) bersangkutan dng fonem; (2) bersangkutan dng fonemik; (3) berbeda dipandang dr sudut bahasa (dikatakan tt bunyi-bunyi yg berbeda krn mampu menyatakan kontras makna)
fonetis fo.ne.tis [a Ling] (1) bersangkutan dng bunyi; (2) bersangkutan dng fonetik
fonotaktik fo.no.tak.tik [n Ling] (1) urutan fonem yg dimungkinkan dl suatu bahasa; (2) deskripsi tt urutan fonem
forensik fo.ren.sik [n] (1) cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan fakta-fakta medis pd masalah-masalah hukum; (2) ilmu bedah yg berkaitan dng penentuan identitas mayat seseorang yg ada kaitannya dng kehakiman dan peradilan: polisi belum bisa menjelaskan identitas korban krn masih menunggu hasil pemeriksaan yg diselidiki oleh tim --
formalin for.ma.lin [n] larutan bening berbau menyengat, mengandung sedikit metanol untuk bahan pengawet dan pembunuh kuman
formalitas for.ma.li.tas [n] (1) bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yg berlaku: tanpa -- dia langsung menerima kedatangan istri camat yg mendapat musibah itu; (2) sekadar mengikuti tata cara; basa-basi: penyambutan itu hanya --
formasi for.ma.si [n] (1) susunan (pegawai, pengurus, kabinet, pesawat terbang, dsb): pesawat-pesawat terbang itu melintas dng kecepatan tinggi dl -- huruf V; -- pengurus PSSI akan disempurnakan; (2) Geo seperangkat lapisan atau strata yg memiliki ciri litologis yg sama dan mengandung sisa-sisa kehidupan (fosil) yang sama pula; (3) Olr susunan atau barisan (dl sepak bola, bola basket, dsb) sbg pola penyerangan atau pertahanan; penempatan pemain atau orang-orang yg akan melakukan senam
formatur for.ma.tur [n] orang(-orang) yg ditugasi membentuk suatu badan (kabinet, pengurus, organisasi, dsb): ia ditunjuk sbg anggota -- untuk menyusun pengurus koperasi yg baru
formatur kabinet seseorang atau beberapa orang yg ditunjuk oleh kepala negara untuk membentuk kabinet
formulasi for.mu.la.si [n] perumusan: larutan bahan kimia itu harus digunakan dng -- dan cara pemakaian yg tepat
formulator for.mu.la.tor [n] orang yg menyusun formulasi; orang yg merumuskan: gaya oratoris Bung Karno dikenal sbg -- yg andal
frenologi fre.no.lo.gi [n] ilmu tt kepribadian seseorang melalui bentuk tengkoraknya
fukara fu.ka.ra [Ar n] orang-orang fakir
fundamen fun.da.men [n] (1) asas; dasar; hakikat: larangan kawin semarga bersangkutan dng -- dan filsafat kebudayaan suku Batak; (2) alas; dasar; fondasi: pembangunan fisik tanpa pembangunan mental seumpama bangunan tanpa --
fungsi ekspresif [Ling] penggunaan bahasa untuk menampakkan hal ihwal yg bersangkutan dng pribadi pembicara
gaco ga.co [n] (1) sesuatu (orang dsb) yg diandalkan dapat menang dl pertandingan atau permainan; (2) jagoan: beberapa mahasiswa yg mencoba menjadi -- terpaksa dikeluarkan dr universitas
gacok ga.cok [n cak] orang yg mengikuti ujian atas nama orang lain dng mendapatkan bayaran; joki: di antara -- itu ada yg sarjana
gacong ga.cong [Sd v] menuai padi di sawah orang lain dan mendapat upah sepersepuluh bagian dr pendapatannya
gadai ga.dai [v] meminjam uang dl batas waktu tertentu dng menyerahkan barang sbg tanggungan, jika telah sampai pd waktunya tidak ditebus, barang itu menjadi hak yg memberi pinjaman; (2) n barang yg diserahkan sbg tanggungan utang; (3) n kredit jangka pendek dng jaminan yg berlaku tiga bulan dan setiap kali dapat diperpanjang apabila tidak dihentikan oleh salah satu pihak yg bersangkutan
gading ga.ding [n] (1) taring yg panjang pd gajah; (2) tulang keras putih dan bersih dr gading: keris berhulu --; (3) (warna) putih kekuning-kuningan spt gading [kl n] dua orang anak perempuan yg mengipasi pengantin di pelaminan
gadungan ga.dung.an [a] (1) palsu; bukan yg sebenarnya (tt orang yg menyamar sbg polisi, pemimpin, dsb); (2) jadi-jadian (tt manusia yg menjadi harimau dsb): harimau --
gaek ga.ek [a cak] tua sekali; tua renta: orang --
gagah ga.gah [a] (1) kuat; bertenaga: orang itu masih -- meskipun usianya sudah lanjut; (2) besar dan tegap serta kuat (tt badan); (3) tampak mulia; megah: naik mobil dianggap lebih -- dp naik bus kota
gagau ga.gau [v] meng.ga.gau v meraba-raba (dl gelap dsb): orang buta itu ~ [Mk v] ber.ga.gau-ga.gau v berteriak-teriak tidak keruan: tidak baik ~ pd malam hari
gahar ga.har [v] meng.ga.har v menggosok kuat-kuat supaya bersih: orang di kampung itu ~ gigi dng pasir halus
gaharu dibakar kemenyan berbau [pb] memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang
gait ga.it v, meng.ga.it v (1) menarik (mengambil dsb) dng benda yg berkait: mereka sedang ~ ember dr dalam sumur; (2) mengambil uang orang dng tipu daya: pemalas itu kerjanya hanya minta-minta, ~ kantong orang, atau mencuri
gajah ga.jah [n] (1) binatang menyusui berbelalai, bergading, berkaki besar, berkulit tebal, berbulu abu-abu (ada juga yg putih), berdaun telinga lebar, dan hidupnya menggerombol di hutan (terdapat di Asia dan Afrika); Elephas maximus; (2) nama buah catur yg jalannya selalu menyerong (disebut juga menteri); (3) ki segala sesuatu yg berukuran besar: anak itu menangkap kupu-kupu --
gajah berjuang sama gajah [pb] jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yg celaka
gajah mati krn gadingnya [pb] orang yg mendapat kecelakaan atau binasa krn keunggulan (tabiatnya atau perbuatannya)
gajah mati tulang setimbun [pb] orang kaya (besar dsb) mati, banyak peninggalannya
gajah seekor gembala dua [pb] pekerjaan yg dikepalai (dipimpin) oleh dua orang
gaji pokok komponen dasar penghasilan seseorang yg digunakan sbg patokan untuk menghitung komponen lainnya, spt tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif; upah dasar (yg belum ditambah dng tunjangan lain)
gajul ga.jul [n] ber.ga.jul n orang yg tidak baik tingkah lakunya
galah ga.lah [n] (1) tongkat yg panjang (dr bambu atau kayu dsb untuk menjolok buah-buahan, menolak perahu, menjemur pakaian, dsb); (2) tombak (untuk memburu babi hutan dsb)
galak ga.lak [a] (1) buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dsb tt binatang); ganas; garang: anjingnya -- sekali; (2) suka marah, mencaci maki, dsb: ayahnya termasuk orang yg -- sehingga ditakuti oleh anak-anaknya [n] peng.ga.lak n mesiu pd persumbuan bedil kuno untuk meledakkan mesiu bedil
galan ga.lan [a cak] tahu sopan santun dan pandai bergaul (khusus untuk laki-laki): ia seorang laki-laki yg --
gali lubang tutup lubang [pb] berutang untuk membayar utang yg lain
galuh ga.luh [kl n] (1) perak; (2) ratna (intan) sbg sebutan putri anak raja
gambar gam.bar [n] tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yg dibuat dng coretan pensil dsb pd kertas dsb; lukisan
gamitan ga.mit.an [n] (1) sesuatu atau seseorang yg disentuh atau digamit; (2) hasil menggamit
ganda campuran [Olr] pasangan pemain yg terdiri atas seorang putra dan seorang putri (dl permainan tenis, tenis meja, dan bulu tangkis)
ganteng gan.teng [a] elok dan gagah (tt perawakan dan wajah, khusus untuk laki-laki); tampan: ia sangat -- lagi baik budi sehingga banyak orang yg menyenanginya
ganti gan.ti [n] sesuatu yg menjadi penukar yg tidak ada atau hilang, spt sulih, pampas: santan ini dapat dipakai akan -- susu; (2) n orang yg menggantikan pekerjaan, jabatan, dsb; wakil; pengganti: lurah yg meninggal itu belum ada -- nya; akulah -- ayahmu; (3) v cak berganti; bertukar; berpindah: -- kereta (api)
ganti lapik perkawinan antara seorang duda dan adik perempuan mendiang istrinya; turun ranjang
ganti semangat [Huk] peninggalan berupa keris dan sejumlah uang di ruang tidur gadis dr laki-laki yg melarikan gadis sbg pemberitahuan kpd orang tuanya bahwa gadis itu kawin lari
gantung layar [kl] hadiah untuk orang yg menolong perahu (kapal) yg karam
gantungan gan.tung.an [n] (1) alat untuk menyangkutkan sesuatu; kaitan; sangkutan; (2) sesuatu yg digantung(kan)
gapil ga.pil [a] suka mencampuri (mengganggu dsb) urusan orang lain; usil
gara-gara ga.ra-ga.ra [n] (1) peristiwa yg menggemparkan; kegemparan; kerusuhan; keributan: perkara itu akan dapat menimbulkan -- dl masyarakat; (2) sebab; lantaran (sesuatu yg menjadi penyebab): -- uang lima puluh rupiah, dia dihukum; (3)pertanda: banyaknya binatang buas turun dr gunung adalah -- gunung itu akan meletus
garam di kulumnya tak hancur [pb] orang yg pandai menyimpan rahasia
garis belakang barisan orang yg ada di belakang medan juang (yg tidak langsung terlibat dl pertempuran); (2) Olr pemain belakang dl permainan sepak bola
garis kemelaratan batas keperluan hidup minimum seseorang
gas bumi semua jenis hidrokarbon berupa gas yg dihasilkan dr sumur, yg mencakup gas tambang basah, gas kering, gas pipa selubung, gas residu setelah ekstraksi hidrokarbon cair dan gas basah, dan gas nonhidrokarbon yg tercampur di dalamnya secara alamiah; (2) percampuran gas dan uap hidrokarbon yg terjadi secara alamiah, yg komponen terpentingnya adalah metana, etana, propana, butana, pentana, dan heksana
gas minyak cair [Pet] bahan hidrokarbon ringan yg berupa gas pd suhu dan tekanan atmosfer yg untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan penanganannya, bahan itu dicairkan dng tekanan; elpiji
gasab ga.sab [v] meng.ga.sab v mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri
gaul ga.ul , ber.ga.ul v hidup berteman (bersahabat): ia tidak suka ~ dng orang yg tidak berpangkat
gawar-gawar ga.war-ga.war [n] tali dr rotan dsb yg diberi berumbai-rumbai daun nyiur dsb sbg tanda bahwa orang dilarang datang atau dilarang berjalan di situ (krn adanya penyakit menular dsb)
gaya bahasa [Ling] (1) pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dl bertutur atau menulis; (2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; (3) keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra; (4) cara khas dl menyatakan pikiran dan perasaan dl bentuk tulis atau lisan
gaya-gayanya ga.ya-ga.ya.nya [adv] rupa-rupanya; menurut lagaknya: ~ ia seorang guru yg sabar
gayang-gayang ga.yang-ga.yang [n] para-para; pemidang: dibuatkannya -- rendah tempat orang duduk, menaruh piring, dsb
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gayung bersambut [pb] menangkis serangan orang; menjawab (melayani) perkataan orang
gayung tua [pb] perkataan orang tua-tua biasanya benar
gebah ge.bah [v] , meng.ge.bah v menggertak; mengusik; menghalau: mereka ~ pengemis itu; pasukan anti huru-hara itu membubarkan kerumunan orang spt ~ lalat saja
gebang ge.bang [n] jenis palem yg tingginya dapat mencapai 15-20 m, hati batangnya dapat digunakan untuk makanan babi; Corypha utan
gebrakan geb.rak.an [n] (1) pukulan dng pemukul berbidang lebar; (2) tindakan keras untuk menakuti dsb; (3) ki tindakan yg berani (yg tidak diperkirakan sebelumnya oleh orang lain); (4) kerja sama untuk mengerjakan sawah milik kepala desa (di Cirebon)
gedebak-gedebuk ge.de.bak-ge.de.buk [n] tiruan bunyi barang berat jatuh yg berturut-turut (atau bunyi langkah-langkah kaki yg berat): suara -- itu mengganggu orang tidur
gedebar-gedebur ge.de.bar-ge.de.bur [n] bunyi orang terjun ke air secara bergantian
gedongan ge.dong.an [n] bangunan rumah tempat tinggal yg bagus: orang ~ , orang yg tinggal di gedongan
gegaman ge.ga.man [Jw n] berbagai senjata: pemburu itu pergi ke hutan dng membawa segala -- nya
gel [n Kim] larutan koloid setengah padat, terbentuk dr zat polimer yg tidak larut dl air, msl larutan pati dl air yg menyerupai lem
geladrah ge.lad.rah , meng.ge.lad.rah a (1) merembet-rembet ke hal lain di luar yg seharusnya: masyarakat melihat dan merasakan pungutan-pungutan yg ~; (2) berkepanjangan krn menyimpang dr pokok yg dibicarakan
gelagap ge.la.gap, ge.la.gap.an [a] (1) dl keadaan sulit bernapas; mengap-mengap; (2) kebingungan (tidak tahu apa yg harus dibuat): krn salah menyapa orang, ia menjadi ~; (3) ki berkata terhenti-henti (krn gugup dsb); tergegap-gegap
gelak ge.lak [n] suara tertawa yg keras: terdengar -- orang berpesta di tengah malam
gelambir ge.lam.bir [n] kulit (daging) yg menggelepai pd leher lembu, orang tua, dsb; pial ayam
gelandang ge.lan.dang [v] ber.ge.lan.dang.an v berjalan ke sana sini tidak tentu tujuannya; berkeliaran (untuk orang); bertualangan: yg berani ~ di jalan raya akan diusir oleh petugas keamanan [Jw v] , meng.ge.lan.dang v menyeret orang (dng paksa) [n Olr] pemain sepak bola pd bagian tengah
gelandangan ge.lan.dang.an [n] orang yg bergelandangan; orang yg tidak tentu tempat kediaman dan pekerjaannya
gelandot ge.lan.dot , meng.ge.lan.doti v memegangi sambil bergayut pd tangan seseorang (sehingga memberatkan); mengganduli
gelar kehormatan gelar (sebutan) sbg pernyataan hormat
geledah ge.le.dah [v] , meng.ge.le.dah v memeriksa (orang, rumah, dsb) untuk mencari sesuatu (spt barang larangan, barang curian, surat-surat bukti): petugas keamanan ~ kopor yg dicurigai berisi barang-barang terlarang
geledang ge.le.dang , meng.ge.le.dang v mendepangkan tangan (spt hendak menahan atau menghadang orang lalu)
gelek ge.lek [v] , meng.ge.lek v (1) menggilas; melindas; menggiling: truk itu menabrak dan ~ seorang anak berumur tujuh tahun sehingga meninggal dunia; (2) berguling; bergolek: bola besi yg berat itu ~ perlahan-lahan; (3) menggulung-gulungkan (sagu, lilin, dsb) supaya bangunnya bulat torak: ~ lilin [v] , meng.ge.lek v mencenderungkan diri (mengubah sikap) supaya tidak kena pukulan dsb; mengelak
gelembur ge.lem.bur , meng.ge.lem.bur v berkerut-kerut (tt kulit): orang tua itu kulitnya telah ~
gelenyar ge.le.nyar , meng.ge.le.nyar a berasa sbg digigit atau rasa kesemutan (tt anggota badan)
geletak ge.le.tak /gelEtak/, meng.ge.le.tak v (1) menelentangkan (diri): krn lelah dan mengantuk, ia ~ begitu saja di pinggir jalan; (2) terkapar; terletak begitu saja: orang yg terserempet mobil itu masih ~ di tepi jalan, belum ada yg mengurusinya
geli geman berasa nyeri spt melihat orang yg kepalanya pecah atau terluka parah
gelimbir ge.lim.bir [a] bergantung menggelepai (spt pipi orang tua)
gelintar ge.lin.tar , meng.ge.lin.tar v berkeliling spt mencari sesuatu: ada orang yg mencurigakan ~ di dekat rumahmu
gelintir ge.lin.tir [n] (1) gentel; butir (spt pil atau tablet); (2) penggolong benda untuk orang yg berjumlah tidak tentu: yg datang ke perpustakaan itu hanya beberapa -- manusia
gelintiran ge.lin.tir.an [n] butiran: orang-orang terlebih dahulu membeli ~ kemenyan sbg syarat
gelitar ge.li.tar , meng.ge.li.tar v meronta-ronta; menggelodar: orang yg sakit saraf itu ~ hendak melepaskan diri dr pegangan para perawat
gelitik ge.li.tik [n] (1) kilik-kilik (menyebabkan geli); (2) ki hasutan; perbuatan memberanikan: krn -- teman-temannya, ia berani berbuat begitu
gelitikan ge.li.tik.an [n] (1) gilikan; kilikan: ~ nya yg menggelikan itu membuat ia tertawa; (2) ki sesuatu yg memberanikan; hasutan: setelah mendapat ~ teman-temannya, akhirnya berani juga ia pergi
gelora ge.lo.ra [n] (1) gerakan gelombang yg hebat spt dikarau; banjir besar: perahu kami pecah dipontang-pantingkan --; (2) hujan dan badai: pd musim -- pelayaran sangat berbahaya; (3) ki perasaan yg seakan-akan bergolak hebat: tenanglah jangan kauturutkan -- hatimu; (4) ki gejolak: tidak seorang pun yg dapat menentang -- semangat pemuda memberantas pemberontakan itu
gelosang ge.lo.sang [v] , meng.ge.lo.sang v menggesa-gesakan; memburu-buru (orang bekerja dsb) supaya lekas selesai: janganlah kau ~ , biar lambat asal selamat
gelugur ge.lu.gur [n] pohon mangga hutan, buahnya berwarna merah kekuning-kuningan, dipakai untuk mengasami gulai; Garcinia macrophylla [n] alur (pd kaki meja dsb sbg perhiasan)
gembala gem.ba.la [n] (1) penjaga atau pemiara binatang (ternak); (2) penjaga keselamatan orang banyak: dia menjadi -- kaum Nasrani
gembong gem.bong [n] (1) harimau yg bulunya belang-belang; (2) cak jagoan; pendekar: ia -- pemuda di desa ini; (3) cak orang yg terkemuka: -- petani itu telah mendapat penghargaan
gemeletap ge.me.le.tap [v] berbunyi "tap, tap" spt bunyi kaki orang berlari
gemeresik ge.me.re.sik [v] berbunyi "kersik-kersik" spt bunyi sepatu orang berjalan di atas kersik kering atau batu kerikil: tiba-tiba ada suara -- lembut yg terdengar
gemetar ge.me.tar [a] bergetar anggota badan krn ketakutan (kedinginan dsb); menggigil krn ketakutan dsb
Gemini Ge.mi.ni [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa (tampak pd malam hari bulan Januari -- Mei); (2) Astrol zodiak ke-3 yg digambarkan dng orang kembar sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni; Mintuna; Jauza
gempar gem.par [a] (1) geger atau ramai sekali (krn ada kabar buruk, kerusuhan, hal yg ajaib, keributan): mendengar anak-anaknya terlanggar mobil -- lah seisi rumah itu; (2) seru; hebat
gendam gen.dam [n] mantra atau guna-guna yg dapat membuat orang menjadi terpesona; pesona
genduk gen.duk [n] sebutan atau panggilan kpd anak perempuan
genealogis ge.ne.a.lo.gis [a] bersangkutan dng genealogi
generalis ge.ne.ra.lis [n] orang yg keterampilan atau minatnya mencakupi beberapa bidang yg berbeda
generasi ge.ne.ra.si [n] (1) sekalian orang yg kira-kira sama waktu hidupnya; angkatan; turunan; (2) masa orang-orang satu angkatan hidup: kira-kira dua -- lagi bangsa Indonesia sudah dapat berbahasa nasional dng baik dan benar
gengsi geng.si [n] (1) sanak keluarga (orang-orang yg masih ada hubungan keturunan); asal turunan: tidak ada -- nya yg tinggal di sini; ia terlalu membanggakan ketinggian -- nya; (2) kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat: tindakannya hanya untuk menjaga -- nya
genial ge.ni.al [a] luar biasa (tt kecerdasan berpikir); hebat: ia seorang yg --
genotipe ge.no.ti.pe [n] ciri-ciri fisik yg tidak tampak dr luar, khususnya yg bersangkutan dng susunan genetika, sbg akibat evolusi biologis pd organisme
geotermal ge.o.ter.mal [a] bersangkutan dng panas yg berasal dr pusat bumi (dapat dipakai sbg sumber energi)
gepok ge.pok [n] , ber.ge.pok-ge.pok n beberapa berkas (ikat, gabung): ia membeli rambutan ~
gerak tentangan [Sas] gerak seorang pemain di atas pentas yg berlawanan dng gerak kelompok pemain pd umumnya
gerbong ger.bong [n] wagon kereta api (untuk orang atau barang)
gerebek ge.re.bek [Lihat {garebek}] [Jk v] , meng.ge.re.bek v mendatangi dng tiba-tiba untuk menangkap (menggeledah, menyergap, dsb) yg dilakukan orang banyak: polisi ~ orang yg sedang bermain judi itu
gergaji balik gergaji besar yg ditarik oleh dua orang untuk membuat papan dsb
gerilyawan ge.ril.ya.wan [n] orang (pasukan) yg bergerilya
geringging ge.ring.ging, ge.ring.ging.an [a] kesemutan: kakinya ~ krn lama duduk di lantai
germang ger.mang [a] seram (tegak bulu badannya): -- bulunya krn kedinginan (ketakutan)
gerombol ge.rom.bol , ber.ge.rom.bol v berkumpul membentuk kelompok (pasukan dsb): penjahat-penjahat ~ sepuluh sampai lima belas orang
gerontokrasi ge.ron.to.kra.si [n] pemerintah atau badan pemerintahan yg dikendalikan oleh orang-orang tua
gerumit ge.ru.mit [Lihat {gerupis}] [Jk] , meng.ge.ru.mit a lambat sekali (jalannya); menggeremet: orang yg sudah tua sekali jalannya ~
geser ge.ser [v] , ber.ge.ser v (1) bergesek; bergesel; bergosokan: dua benda yg ~ menimbulkan panas; (2) beringsut; beralih sedikit: batu besar itu tidak ~ sedikit pun meskipun didorong oleh beberapa orang
gesit ge.sit [a] giat; cekatan: ia seorang pemain bola yg --
gibah gi.bah [Ar v] membicarakan keburukan (keaiban) orang lain: -- dilarang dl agama Islam
gibang gi.bang [Jk v] , meng.gi.bang v menghalangi jalan orang
gibtah gib.tah [Ar n] keinginan thd suatu benda spt yg dimiliki orang lain tanpa rasa dengki thd orang yg memilikinya
gigih gi.gih [a] (1) tetap teguh pd pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot: ia dikenal sbg seorang pejuang yg -- menentang penjajahan; (2) ulet (dl usaha) [v] gigil
gigil gi.gil [a] , meng.gi.gil a gemetar krn kedinginan, demam, ketakutan (tt sikap tubuh atau suara); anak itu ~ krn sakit
gigis gi.gis [a] , meng.gi.gis a gemetar; menggigil: ia ~ ketakutan [a] cuil-cuil pd pinggirnya (tt gigi anak kecil yg kupak)
gigolo gi.go.lo [n] (1) laki-laki bayaran yg dipelihara seorang wanita sbg kekasih; (2) laki-laki sewaan yg pekerjaannya menjadi pasangan berdansa
gila hormat terlalu ingin dihormati orang lain
gila-gilaan gi.la-gi.la.an [v] bertingkah laku spt orang gila; pura-pura gila dsb; (2) v berbuat dng sekehendak hati (seenak hati, asal-asalan saja): usul yg ~; ia menjalankan mobilnya dng ~; (3) a kurang ajar (berbuat yg melanggar kesopanan); keterlaluan: sikap dan perbuatannya sungguh ~ thd gadis itu; (4)a nekat (membangkang thd larangan): semakin dilarang semakin ~ dia melarikan motornya
girap-girap gi.rap-gi.rap [a] terkejut dan ketakutan
giris gi.ris [Jw a] ketakutan; ngeri
gitapati gi.ta.pa.ti [n] orang yg memimpin drumben; mayoret
gitaris gi.ta.ris [n] orang yg ahli bermain gitar; pemain gitar yg terampil
gladiator gla.di.a.tor [n] orang yg mendapat upah, biasanya tawanan atau budak-budak, dng berkelahi di depan penonton atau di atas arena (pd Zaman Romawi)
gojlok goj.lok [v] meng.goj.lok v (1) menggerakkan sesuatu dng mengguncang-guncangkan tempatnya; (2) ki mengacau perasaan orang lain dng kata-kata kasar yg menyakitkan hati: para mahasiswa senior ~ calon-calon mahasiswa selama satu jam lebih
golongan go.long.an [n] puak; tumpukan; kelompok (orang): yg datang kemari kebanyakan ~ kaya
golongan Eropa go.long.an Eropa golongan bangsa yg terdiri atas: (1) orang Belanda; (2) orang Eropa lain yg bukan Belanda; (3) orang-orang bukan Eropa (spt Jepang) yg di negeri asalnya menganut hukum kekeluargaan yg bersifat (bercorak) sama dng Belanda dan dipersamakan dng Belanda
golongan Timur Asing go.long.an Timur Asing golongan bangsa yg tergolong bukan orang Eropa atau bukan orang bumiputra (pribumi) spt Cina, Arab, India, Pakistan
gom [n] getah yg diperoleh dr dua jenis pohon akasia, berupa kristal bening yg mudah larut dl air, larutannya bersifat asam, yg digunakan sbg perekat (lem)
gonyeh go.nyeh [v] meng.go.nyeh v mengunyah-ngunyah spt orang yg tidak bergigi
gonyel go.nyel /gonyEl/ v, meng.go.nyel v (1) menekan-nekan atau memijit-mijit perlahan-lahan (pd orang sakit); (2) menggonyeh; menggigit-gigit puting susu (tt bayi)
gosip go.sip [n] obrolan tt orang-orang lain; cerita negatif tt seseorang; pergunjingan: keretakan rumah tangga itu berasal dr ~ yg sampai ke telinga istrinya dan dipercayainya begitu saja tanpa diteliti lebih dulu
gosokan go.sok.an [n] (1) yg telah digosok; (2) cara (hasil) menggosok; (3) ki hasutan
gradasi gra.da.si [n] (1) susunan derajat atau tingkat; (2) tingkat dl peralihan suatu keadaan pd keadaan lain; tingkat perubahan: dng cermat ia dapat memerinci pelbagai warna dl ~ warna pd pelangi; (3) Geo penyusutan dan perataan bumi yg disebabkan oleh peristiwa erosi, pengangkutan, dan pengendapan
grasi gra.si [n] ampunan yg diberikan oleh kepala negara kpd orang yg telah dijatuhi hukuman
grogi gro.gi [a] merasa canggung atau takut berhadapan dng orang banyak: saya -- tidak berani maju
guano gu.a.no [n] kotoran burung laut yg sudah kering yg menumpuk di pulau-pulau kecil atau pantai, dijadikan pupuk (terutama terdapat di pantai barat Amerika dan pulau-pulau di Lautan Pasifik)
gubang gu.bang [n ] perahu layar (pd suku Orang Laut di Riau) [n] takik-takik pd pohon untuk tumpuan memanjat [Lihat {gobang}]
gugah gu.gah [v] meng.gu.gah v (1) menjagakan; membangunkan orang tidur; (2) membangkitkan; menyentuh hati
gugatan gu.gat.an [n] (1) tuntutan; (2) celaan; kritikan; sanggahan
gugur gu.gur [v] (1) jatuh sebelum masak (tt buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tt bayi); runtuh (tt tanah); (2) batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi: calon yg tidak datang dinyatakan -- sbg peserta; (3) mati dl pertempuran: dua orang prajurit -- dl pertempuran itu; (4) kalah; rontok: petinju harapan kita -- pd ronde kedua
gugus kalimat kumpulan kalimat yg saling berkaitan krn ciri-ciri kelas, peran, atau keutuhan; paragraf; -- konsonan Ling dua konsonan atau lebih yg berurutan dl satu suku kata, msl pr- dl prakata
gula tetes larutan induk yg tinggal sesudah penghabluran dan pemisahan hablur gula
gulah gu.lah [n] peribadatan seseorang yg melebihi ketentuan syarat Allah
gumul gu.mul [Bt n] bayi yg bentuk tubuhnya bundar spt bola: sewaktu lahir ke dunia, bentuk fisiknya -- [v] , ber.gu.mul v (1) bergulat; bergelut: keduanya ~ di muka orang banyak; (2) ki melibatkan diri dng: sehari-hari dia harus ~ dng sampah-sampah untuk menghidupi keluarganya
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
gunawan gu.na.wan [n] orang yg mempunyai sifat-sifat yg baik; orang atau benda yg banyak manfaatnya (gunanya)
gunjingan gun.jing.an [n] yg dipergunjingkan; umpatan; pembicaraan: ia tidak ingin menjadi ~ orang, ia terpaksa menceraikan istrinya
gunung juga yg dilejang panas [pb] (1) biasanya orang yg sudah kaya yg mendapat untung atau bertambah kaya; (2) orang yg telah berbuat kejahatan
guru gu.ru [n] orang yg pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar
guru kencing berdiri [pb] kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya)
gusar gu.sar [v] marah; berang: ia tidak -- thd orang-orang yg berduyun-duyun meminta sedekah itu
gusti gus.ti [Jw n] (1) sebutan bangsawan: ke mana pun -- pergi hamba akan ikut; (2) sebutan untuk Tuhan (atau yg dianggap Tuhan): aduh -- , saya mohon ampun, saya bertobat [kl v] ber.gus.ti v bergelut; bergumul
ha [p] kata seru untuk menyatakan girang: -- , itu dia yg kucari; (2) p kata seru untuk mengejek: -- , mana mungkin ia dapat memenangkan pertandingan itu; (3) p kata seru untuk menyatakan rasa lega: -- , akhirnya terungkap juga rahasianya; (4) p kata seru yg menyatakan terkejut; (5) n suara orang tertawa lepas; (ha kecil: ) n nama huruf ke-6 abjad Arab (ha besar: ) n nama huruf ke-27 abjad Arab [n] nama huruf h
habib ha.bib [n] (1) yg dicintai; kekasih; (2) panggilan kpd orang Arab yg berarti tuan; panggilan kpd orang yg bergelar sayid
habis ha.bis [v] tidak ada yg tinggal lagi (krn sudah digunakan, dibagikan, dimakan, dsb); tidak bersisa: semua barang dl gudang itu -- terbakar; (2) v selesai: pertunjukan sudah hampir --; (3) v tamat: bacalah buku itu sampai --; (4) v sudah sampai pd batas waktu yg ditentukan: kontraknya telah --; (5) v keluar biaya: untuk pergi ke tempat pekerjaannya, ia -- enam ratus rupiah setiap hari; (6) p sesudah; setelah: -- mandi dan sarapan, anak-anak berangkat ke sekolah; (7) adv kalau begitu (tidak begitu); maka: -- , sampai kapan kita dapat tahan hidup begini; (8) n akhir: ia berjanji akan membayar utangnya -- bulan
habis manis sepah dibuang [pb] sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dsb) [pb] setelah tidak berguna atau disukai lagi, lalu dibuang atau dilupakan [pb] mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yg sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dr dirinya
habis miang krn bergeser [pb] segala kesukaran (ketakutan, malu, dsb) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan
habis-habisan ha.bis-ha.bis.an [adv] (1) hingga habis sama sekali (tidak ada yg tertinggal): rumah orang kaya itu telah dirampok ~; (2) terlampau sangat: krn kesalahan itu, ia dicaci maki ~
habitat ha.bi.tat [n] (1) tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelom-pok masyarakat; (2) Bio tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yg alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli; (3) Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dng kondisi tertentu pd permukaan bumi
Habsyi Hab.syi [n Sas] (1) negeri Etiopia; (2) orang Afrika
habuan ha.bu.an [kl n] banyaknya makanan untuk tiap orang; porsi; bagian
hadapan ha.dap.an [n] (1) muka; depan: ia menunggu di ~ rumah; jangan membuat malu di ~ orang banyak; (2) yg akan datang: pameran itu diselenggarakan bulan ~; (3) pada (pd alamat surat): ke ~ Ayahanda
hadas ha.das [n] keadaan tidak suci pd diri seorang muslim yg menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dsb
hadir ha.dir [v] ada; (ada) datang: semua orang yg diundang dapat -- dl rapat itu
hadirat ha.di.rat [n] (1) hadapan: dng tenang ia menghadap ke -- Tuhan; (2) yang mulia (dipakai di dl sastra lama untuk orang yg dimuliakan) [n] semua yg hadir (perempuan)
hadirin ha.di.rin [n] semua orang yg hadir: dl pertemuan itu -- diminta menyumbang sekadarnya untuk membantu para korban bencana alam
hadis sahih hadis yg benar (dapat ditelusuri dan diandalkan orang-orang yg meriwayatkannya)
hafal ha.fal [v] (1) telah masuk dl ingatan (tt pelajaran): saya sudah mempelajari dan juga -- isinya; (2) dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain): banyak orang yg -- nomor telepon barisan pemadam kebakaran
hagiografi ha.gi.o.gra.fi [n] (1) buku atau tulisan yg memuat riwayat hidup dan legenda orang-orang suci; (2) riwayat hidup orang-orang suci
haid pertama tanggal atau umur yg menyatakan awal dr masa reproduksi seorang wanita dan pd umumnya terjadi antara umur 10-14 tahun
hajah ha.jah [n] sebutan untuk wanita yg sudah menunaikan ibadah haji
hajar Aswad batu hitam yg menempel di sudut Kakbah sebelah tenggara, yg dr arahnya orang mulai dan mengakhiri tawaf dl melaksanakan ibadah haji dan umrah
hajat masyarakat keperluan utama orang banyak, baik lahiriah maupun rohaniah: -- seni hajat kecil
hajatan ha.jat.an [n] acara (spt resepsi dan selamatan): dl bulan Maulid ini banyak orang mengadakan ~
haji badal ibadah haji yg amalan hajinya dikerjakan oleh seseorang yg telah melaksanakan haji untuk mewakili orang lain, pahalanya diniatkan untuk orang lain yg dimaksud (yg telah meninggal dunia)
hajib ha.jib [n] (1) Ar penjaga pintu; (2) Isl keluarga orang mati yg menghalangi (mendinding) keluarga lain yg sekerabat sehingga warisan keluarga orang yg mati itu tidak terbagikan ke luar
hak [a] benar: mereka telah dapat menilai mana yg -- dan mana yg batil; (2) n milik; kepunyaan: barang-barang ini bukan -- mu; (3) n kewenangan: dng ijazah itu ia mempunyai -- untuk mengajar; (4) n kekuasaan untuk berbuat sesuatu (krn telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb): semua warga negara yg telah berusia 18 tahun ke atas mempunyai -- untuk memilih dan dipilih dl pemilihan umum; (5) n kekuasaan yg benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu: menantu tidak ada -- atas harta peninggalan mertuanya; (6)n derajat atau martabat: orang Melayu pd waktu itu tidak sama -- nya dng orang Eropa; (7) n Huk wewenang menurut hukum [n] telapak sepatu pd bagian tumit yg relatif tinggi: sepatu dng -- tinggi sedang digemari oleh wanita karier [n] alat untuk merenda (yg ujungnya berkait) dibuat dr logam [n] logam berkait (sepasang) untuk mengancingkan pinggang celana atau baju perempuan
hak bersama hak yg dimiliki oleh beberapa orang terhadap suatu objek
hak bertanya hak anggota DPR, baik perseorangan maupun bersama-sama, untuk mengajukan pertanyaan kpd presiden atau pemerintah
hak cipta hak seseorang atas hasil penemuannya yg dilindungi oleh undang-undang (spt hak cipta dl mengarang, menggubah musik)
hak guna bangunan hak untuk membangun dan mempunyai bangunan di atas tanah orang lain atau tanah negara untuk jangka waktu tertentu
hak ingkar [Huk] hak seseorang yg diadili untuk mengajukan keberatan dng disertai alasan thd hakim yg akan mengadili perkaranya
hak menumpang karang hak untuk memiliki bangunan atau tanaman yg ada pd tanah milik orang lain, biasanya dng membayar sejumlah uang sbg pengganti kerugian bagi pemilik tanah; hak opstal
hak opstal hak untuk membangun atau menanam sesuatu di atas tanah yg menjadi milik orang lain
hak paten hak yg diberikan oleh pemerintah kpd seseorang atau perusahaan atas permohonannya untuk menikmati sendiri temuannya serta perlindungan thd kemungkinan peniruan oleh pihak lain atas ciptaan atau temuannya itu
hak prerogatif hak khusus atau hak istimewa yg ada pd seseorang krn kedudukannya sbg kepala negara, msl memberi tanda jasa, gelar, grasi, amnesti
hak pribadi wewenang seseorang mengenai hubungannya dng orang lain
hak rantau hak seseorang atau golongan atas jalur tanah sepanjang tepian sungai krn membuka tanah tsb
hak siar hak seseorang atau instansi untuk menyiarkan sesuatu
hak terbit [Graf] hak seorang penulis atas penerbitan karya tulisnya
hak veto hak yg dimiliki seseorang atau badan tertentu untuk menolak suatu keputusan
hakikat ha.ki.kat [n] (1) intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya): pd -- nya mereka orang baik-baik
hakiki ha.ki.ki [a] benar; sebenarnya; sesungguhnya: orang yg melaksanakan ajaran Islam secara sempurna akan mencapai kebahagiaan yg -- di dunia dan akhirat
hakim ha.kim [n] (1) orang yg mengadili perkara (dl pengadilan atau mahkamah): keputusan -- tidak dapat diganggu gugat; (2) pengadilan: perkaranya sudah diserahkan kpd --; (3) juri; penilai (dl perlombaan dsb) [n] orang pandai-pandai, budiman, dan ahli; orang yg bijak
hakul adam ha.kul adam [n] hak milik perseorangan
halaik ha.la.ik [kl n] penyembah berhala; orang yg tidak menganut agama
halalbihalal ha.lal.bi.ha.lal [n] hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang: -- merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia
halimunan ha.li.mun.an [a] tidak kelihatan, orang -- , orang halus (siluman, orang bunian)
halitosis ha.li.to.sis [n] mulut atau yg berbau busuk (kelainan pd seseorang)
halma hal.ma [n] permainan di atas papan atau karton bergambar bintang bersudut enam yg dimainkan oleh tiga orang, masing-masing memakai orang-orangan yg berlainan warnanya berjumlah lima belas buah yg kesemuanya harus dimasukkan ke dl kubu di seberang kubunya
halo ha.lo [p] (1) kata yg digunakan untuk mengawali percakapan melalui telepon; (2) kata seru untuk menarik perhatian (seseorang); (3) ucapan salam untuk menyapa (seseorang) [n] lingkaran atau berkas sinar sekeliling suatu benda angkasa yg berkilauan (matahari, bulan, dsb), sbg akibat dr pantulan atau pembiasan sumber cahaya itu sendiri
halus ha.lus [a] (1) lumat; kecil-kecil: garam --; (2) tidak kasar; lembut; licin: baju itu dibuat dr bahan yg --; kulit wanita itu --; (3) baik (budi bahasa); sopan; beradab; tidak kasar (tt perbuatan dsb): -- budi bahasanya; -- tutur katanya; (4) tidak tampak dan tidak dapat diraba; berupa roh: orang --; (5) bermutu; baik (tt barang tenunan, ukir-ukiran, dsb): ia baru saja membeli barang-barang -- di toko itu
halusinasi ha.lu.si.na.si [n Psi] pengalaman indra tanpa adanya perangsang pd alat indra yg bersangkutan, msl mendengar suara tanpa ada sumber suara tsb
hama ha.ma [n] (1) hewan yg mengganggu produksi pertanian spt babi hutan, tupai, tikus, dan terutama serangga: anggrek kesayangannya rusak oleh --; (2) benih penyakit; (3) biang keladi kerusakan; perusak: wereng merupakan -- padi yg paling ditakuti petani
hambat ham.bat [v] , meng.ham.bat v membuat sesuatu (perjalanan, pekerjaan, dsb) menjadi lambat atau tidak lancar; menahan: jembatan yg rusak itu ~ perjalanan kereta api; kekurangan gizi dapat ~ pertumbuhan anak [v] , meng.ham.bat v (1) mengejar (hendak menangkap, menyerang, dsb): harimau itu ~ patik; (2) menawan (menarik): ia pandai ~ hati orang
hamburan cahaya ham.bur.an cahaya [Fis] pemindahan energi bukan radiasi cahaya dan pemancaran kembali tanpa perubahan yg nyata pd riak gelombangnya; (2) Kim penyebaran cahaya oleh materi dl arah yg tidak sama dng arah berkas masuk, materi dapat berupa larutan makromolekul ataupun suspensi
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
hancur badan dikandung tanah [pb] budi bahasa yg baik tidak akan dilupakan orang
handelar han.de.lar [n] orang yg melakukan usaha di bidang perdagangan; pedagang
hang [kl p] kata (sebutan) untuk menerangkan nama pria (dl cerita lama): -- Jebat; -- Tuah
hantu aru-aru hantu hutan
hantu haru-haru hantu yg suka menculik orang dan membawanya ke tempat yg sukar dicapai
hantu suluh hantu yg biasa kelihatan pd malam hari berkejar-kejaran dng suluhnya spt orang menangkap ikan
hanyut ha.nyut [v] (1) terbawa oleh arus (banjir, ombak, dsb); terbawa mengalir: beberapa rumah telah --; (2) habis; hilang; lenyap: -- harta bendanya; (3) ki terharu: -- hatinya menyaksikan keadaan para pengungsi itu; (4) ki terlalu asyik: ia sedang -- dl lamunannya; (5) ki pergi jauh-jauh; mengembara: lebih baik -- ke negeri orang dp hidup menanggung malu; (6) berhanyut
hanyut dipintasi [pb] menolong orang pd waktu kesusahan
haplografi hap.lo.gra.fi [n Ling] penghilangan satu atau dua huruf yg bersamaan dan berurutan dl tulisan
haplologi hap.lo.lo.gi [n Ling] penghilangan satu atau dua bunyi secara bersamaan yg berurutan, msl morfofonologi menjadi morfonologi
harapan ha.rap.an [n] (1) sesuatu yg (dapat) diharapkan: ia mempunyai ~ besar dapat memenangkan pertandingan itu; (2) keinginan supaya menjadi kenyataan: ~ ku agar ia kelak menjadi orang yg berguna bagi nusa dan bangsa; (3) orang yg diharapkan atau dipercaya: pemuda ~ bangsa
harga hidup harga mati denda adat (di Manado) yg dijatuhkan kpd seseorang yg melukai atau membunuh orang
hari batal [Huk] waktu yg ditentukan sbg batas yg terakhir bagi suatu tuntutan dsb
hari berbangkit [Isl] saat dibangkitkannya kembali orang-orang yg sudah mati; hari kiamat
hari jatuh [Huk] waktu yg ditentukan sbg batas yg terakhir bagi suatu tuntutan dsb
hari kiamat hari berakhirnya kehidupan dunia ini yg ditandai dng kehancuran bumi dan benda angkasa, bersamaan dng dibangkitkannya kembali orang-orang yg telah meninggal untuk diadili perbuatannya yg sudah-sudah
hari lunasan [Huk] waktu yg ditentukan sbg batas yg terakhir bagi pelunasan utang
hari tua masa ketika orang telah tua
hari ulang tahun hari yg bertepatan dng tanggal dan bulan lahir (seseorang atau sesuatu); (2) hari lahir
harimau ditakuti krn giginya [pb] orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang krn kekuasaan dan pangkatnya
harimau mati meninggalkan belang [pb] orang yg berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati
harimau mengaum takkan menangkap [pb] orang yg mengancam dsb dng perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa
harimau menunjukkan belang nya [pb] orang yg memperlihatkan kekuasaannya
haring ha.ring [n] jebak; jerat [a] berbau spt air kencing; pesing [n] ikan laut dng badan bulat agak panjang, hidup berkelompok di Lautan Atlantik dan sekitarnya; Clupea harengas
harmonium har.mo.ni.um [n] (1) alat musik gamit spt orgel kamar, dibunyikan dng menekan tombol pembuka lidah-lidah yg bergetar krn angin yg dipompa (pedal kaki), banyak dipakai sbg alat musik pengiring di gereja; (2) alat musik spt orgel kecil: orang Jakarta menggemari lagu berirama India dan Melayu dng iringan --
harpis har.pis [n] orang yg ahli dl memainkan harpa; pemain harpa
harta har.ta [n] (1) barang (uang dsb) yg menjadi kekayaan; barang milik seseorang; (2) kekayaan berwujud dan tidak berwujud yg bernilai dan yg menurut hukum dimiliki perusahaan
harta kelalah harta peninggalan dr seseorang (krn meninggal dunia), yg tidak mempunyai anak dan bapak
harta kubur benda atau harta milik orang yg meninggal yg ikut dikuburkan bersamanya
harta milik barang-barang yg menjadi milik atau kepunyaan orang atau badan
harta pelayaran harta perseorangan yg dikumpulkan selama merantau
harta pembawaan harta perseorangan yg masing-masing dibawa oleh; mempelai laki-laki dan mempelai perempuan ke dl perkawinan
harta peninggalan barang warisan dr seseorang yg meninggal
harta pusaka bapak setengah dr harta warisan seorang bapak yg harus dibagi di antara anak-anak dr istri yg berbeda-beda
harta pusaka rendah harta yg ditinggalkan oleh seorang wanita bagi anak-anaknya
harta usaha sediaan bahan baku, barang olahan dan barang jadi, piutang, dan uang tunai
harta wujud kekayaan perusahaan berupa barang dan uang, msl pabrik, sediaan, dan piutang
hartal har.tal [n] bedak kuning dr berangan yg dicampur belerang, dipakai untuk bahan obat (boreh dsb), lulur pengantin, dan pemain wayang orang [n] pemogokan umum (salah satu cara perjuangan Gandhi melawan Inggris di India sebelum kemerdekaan)
hartawan har.ta.wan [n] orang yg banyak hartanya; orang kaya
haru biru ha.ru bi.ru [n] kerusuhan; keributan; kekacauan; huru- hara
hasid ha.sid [n] orang yg dengki
hasil elusi [Kim] larutan yg telah melewati kolom dl teknik kromolografi kolom
hasil kepala padi pajak yg dikenakan thd orang yg mendapatkan izin untuk mengerjakan tanah
hasil pancung alas pajak thd hasil hutan yg diambil oleh pendatang
hasil sampingan hasil yg diperoleh di luar hasil pokok; hasil ikutan
hasil sepuluh satu pajak sebesar 10% yg dikenakan thd hasil-hasil hutan yg dikumpulkan
hasil tanah pajak tanah; (2) hasil bumi; (3) retribusi yg harus diberikan pendatang krn mengambil hasil hutan atau membuka ladang
hasil turut hasil ikutan
hasil ha.sil [n] sesuatu yg diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dsb): kemerdekaan kita ini adalah -- perjuangan rakyat; -- sawahnya cukup untuk hidup setahun; barang-barang -- industri dalam negeri sudah banyak yg diekspor ke luar negeri; obat suntik ini -- penyelidikan yg dilakukan bertahun-tahun; (2) n pendapatan; perolehan; buah: hingga kini, usaha kita belum tampak -- nya; rumahmu ini kalau disewakan lumayan juga -- nya; (3) n akibat; kesudahan (dr pertandingan, ujian, dsb): demikianlah -- perbuatanmu yg tidak bertanggung jawab itu; -- pertandingan itu ialah 2-0 untuk kemenangan kesebelasan kita; (4) n pajak; sewa tanah; (5) cak v berhasil; mendapat hasil; tidak gagal: berkat kekerasan hatinya -- juga maksudnya
hasut ha.sut [v] meng.ha.sut v (1) membangkitkan hati orang supaya marah (melawan, memberontak, dsb): ia ditangkap polisi krn ~ rakyat; (2) menggalakkan (anjing): mudah sekali ~ anjing itu
hati bak serangkak dibungkus [pb] orang yg sangat berharap akan mendapat sesuatu yg diingininya
hati gatal mata digaruk [pb] sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yg tidak bersalah
hatif ha.tif [n] suara yg terdengar tanpa terlihat orangnya; suara dr langit; suara gaib
haudah hau.dah [Ar n] kemah di atas punggung gajah; tempat orang duduk yg bertenda di atas punggung gajah
haul ha.ul [Ar n] kekuasaan; kekuatan [a Isl ] cukup waktu satu tahun bagi pemilikan harta kekayaan, spt perniagaan, emas, ternak sbg batas kewajiban membayar zakat: perniagaan cukup -- (boleh dikenakan zakat krn sudah dimiliki oleh pemiliknya selama satu tahun) [n] peringatan hari wafat seseorang yg diadakan setahun sekali (biasanya disertai selamatan arwah): semua keluarga diundang untuk menghadiri -- mendiang neneknya
hawa pantang kerendahan [pb] tidak mau kalah dng orang lain; -- nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dsb): ia tidak dapat menahan -- nafsunya
hebat he.bat [a] terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dsb): pertempuran itu -- sekali; kedua orang itu menampilkan permainan yg --; gempa bumi yg --
heboh he.boh [a] gaduh; ribut; gempar: orang-orang di pasar menjadi -- ketika mengetahui adanya kebakaran di kios itu
helat he.lat [a] asing; lain; bukan keluarga: di kota-kota besar banyak orang --; baik sanak keluarga maupun orang -- banyak yg hadir pd resepsi pernikahannya [n] (1) orang yg datang menghadiri suatu pesta perkawinan dsb; tamu: pesta spt biasanya disertai dng menyembelih sapi dan memberi makan seluruh --; (2) pesta perkawinan dsb: banyak tamu yg datang untuk meramaikan -- putri tunggalnya itu [n] (1) tipu muslihat; tipu daya; (2) akal; (3) dalih; alasan
helicak he.li.cak [n] kendaraan bermotor beroda tiga untuk angkutan umum dng tempat penumpang spt kabin helikopter, pengemudinya duduk di luar di belakang penumpang
hemat pangkal kaya [pb] orang yg hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai
hematofobia he.ma.to.fo.bia [n Psi] ketakutan yg berlebihan dan tidak normal thd darah
hemikordat he.mi.kor.dat [n] hewan mirip cacing yg hidup di lautan, msl cacing lidah; Hemichordate
hempap hem.pap , meng.hem.pap v menindih: rumah yg roboh itu telah ~ beberapa orang yg berada di dalamnya
hendak minyak air [pb] memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya
hendak mulia bertabur urai [pb] jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir
heran he.ran [a] (1) merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; (2) aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar
hereditas he.re.di.tas [n] penurunan sifat genetik dr orang tua ke anak
herediter he.re.di.ter [a] menurun secara genetik dr orang tua kpd anak
hero he.ro [n] (1) orang yg dihormati krn keberanian (pribadi yg mulia dsb); pahlawan; (2) orang yg dikagumi krn kecakapan, prestasi, atau krn sbg idola; (3) Sas tokoh utama dl novel, puisi, dsb yg mampu menimbulkan rasa simpati pembaca
heteronomi he.te.ro.no.mi [n] hal ketergantungan pd undang-undang atau kuasa orang lain
heteroseksual he.te.ro.sek.su.al [a] cenderung untuk melakukan hubungan seks dng orang yg berbeda jenis kelamin
heteroseksualitas he.te.ro.sek.su.a.li.tas [n] kecenderungan seseorang untuk melakukan hubungan seks dng orang yg berbeda jenis kelamin
heuristis heu.ris.tis [n Ling] bersangkutan dng prosedur analitis yg dimulai dng perkiraan yg tepat dan mengecek ulang sebelum memberi kepastian
hiatus hi.a.tus [n Ling] peralihan di antara dua monoftong yg berdampingan, yg membentuk dua suku yg berurutan tanpa jeda atau konsonan antara
hibah hi.bah [n] pemberian (dng sukarela) dng mengalihkan hak atas sesuatu kpd orang lain: rumah ini kami terima sbg -- dr paman
hibur hi.bur [v] meng.hi.bur v menyenangkan dan menyejukkan hati yg susah; melipur: kita harus ~ orang yg baru kematian anaknya itu
hidang hi.dang [v] meng.hi.dang.kan v (1) menyuguhkan (tt makanan, minuman, dsb) kpd orang lain; menyajikan; menyediakan; (2) ki mengemukakan (membentangkan dsb) dl rapat, surat kabar, dsb: majalah hiburan itu ~ bacaan segar; (3) mempertontonkan; memperagakan (tt tontonan, permainan, dsb): Prancis telah ~ permainan bola yg menarik
hidrofobia hid.ro.fo.bia [n Dok] ketakutan yg berlebih-lebihan dan tidak normal pd air
hidronan hid.ro.nan [n] pelopor penyelidik kedalaman lautan
hidung tak mancung [pb] orang yg tidak turut campur dl suatu pekerjaan menjadi susah dan yg patut susah berdiam diri
hidup di awang [ki] hidup dl kemewahan (spt orang besar, orang kaya)
hidup dikandung adat [pb] selama hidup orang harus taat pd adat kebiasaan dl masyarakat
hidup sandar-menyandar umpama aur dng tebing [pb] perihal orang berlaki istri yg berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yg setia dan saling menolong
hidup spt musang [pb] tt orang jahat (pencuri) yg pd siang hari tidak kelihatan tetapi pd malam hari merayap mencari mangsanya
hidup tidak krn doa [pb] orang harus berusaha dng tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain
hiena hi.e.na [n] anjing hutan yg buas (pemakan bangkai dan daging) dr keluarga Hyaenidae, mempunyai rahang yg kokoh, berbulu tengkuk, kaki depannya lebih panjang dp kaki belakang, lolongannya melengking, hidup di Benua Asia dan Afrika
hierarki hi.e.rar.ki [n] (1) urutan tingkatan atau jenjang jabatan (pangkat kedudukan); (2) organisasi dng tingkat wewenang dr yg paling bawah sampai yg paling atas; (3) Bio deretan tataran biologis, spt famili, genus, spesies; (4) Kat kumpulan pembesar gereja yg diatur menurut pangkat
higiene mental prinsip serta ukuran untuk mengetahui keadaan kesehatan jiwa seseorang atau masyarakat dl usaha mencegah segala macam gangguan jiwa
hijab hi.jab [n] (1) dinding yg membatasi sesuatu dng yg lain: (2) Isl dinding yg membatasi hati manusia dan Allah; (3) dinding yg menghalangi seseorang dr mendapat harta waris: anak laki-laki adalah -- dr saudara sebapak
hilang hi.lang [v] (1) tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan: tiba-tiba benda itu -- dr pemandangannya; (2) tidak ada lagi perasaan (spt marah, jengkel, suka, duka), kepercayaan, pertimbangan, dsb: rasa marahnya kpd anak yg nakal itu sudah --; kepercayaan kpd orang yg setiap kali ingkar janji itu telah --; (3) tidak dikenang lagi; tidak diingat lagi; lenyap: ketenarannya -- begitu saja krn kejadian itu; (4) tidak ada, tidak kedengaran lagi (tt suara, bunyi, dsb): suara yg memanggil-manggil itu semakin -- dr pendengaran; (5) meninggal: ayahnya -- beberapa bulan yg lalu
hilang di mata di hati jangan [pb] biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yg ditinggalkan
hilang kilat dl kilau [pb] (kepandaian, kebesaran, dsb) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dsb
hilang rona krn penyakit [pb] orang yg tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang
hilau hi.lau [Mk v] , ber.hi.lau v (1) menari-nari beramai-ramai (di dekat harimau atau buaya yg tertangkap mati dsb); (2) meratapi orang mati dsb
hilir hi.lir [n] (1) bagian sungai sebelah muara: sampai ke -- sungai; (2) daerah sepanjang bagian muara sungai (daerah pesisir): orang --
hilir malam mudik tak singgah [pb] merasa malu, segan, dsb krn sudah berutang budi atau krn perkariban
hina hi.na [a] (1) rendah kedudukannya (pangkatnya, martabatnya): sesungguhnya aku ini orang yg --; (2) keji, tercela; tidak baik (tt perbuatan, kelakuan): zina merupakan perbuatan yg --
hipergami hi.per.ga.mi [n Antr] adat perkawinan dl sistem kasta yg mendorong agar seorang gadis menikah dng seorang pria dr kastanya sendiri atau dng pria dr kasta yg lebih tinggi
hiperkinesis hi.per.ki.ne.sis [n Psi] kemampuan yg dimiliki seseorang untuk menghayati sesuatu secara fisik lebih dr rata-rata orang pd umumnya, msl dapat memperkirakan dng tepat jarak antara dirinya dan benda lain tanpa usaha yg besar
hipermetropia hi.per.met.ro.pia [n Dok] keadaan dapat melihat dr jarak jauh lebih baik dp dr jarak dekat (umumnya terjadi pd orang tua); rabun dekat; hiperopia
hipertonik hi.per.to.nik [a Kim] mempunyai tekanan osmosi yg lebih tinggi dp larutan lainnya
hipnosis hip.no.sis [n Dok] keadaan spt tidur krn sugesti, yg pd taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yg memberikan sugestinya, tetapi pd taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali
hipnotis hip.no.tis [a] membuat atau menyebabkan seseorang berada dl keadaan hipnosis; berkenaan dng hipnosis
hipokondria hi.po.kon.dria [n Psi] ketakutan yg sangat berlebih-lebihan dan terus-menerus thd gangguan kesehatan tubuh oleh rangsangan penyakit
hipokrit hi.po.krit [a] munafik; (2) n orang yg suka berpura-pura
hipotek hi.po.tek [n] (1) kredit yg diberikan atas dasar jaminan berupa benda tidak bergerak; (2) surat pernyataan berutang untuk jangka panjang yg berisi ketentuan bahwa kreditor dapat memindahkan sebagian atau seluruh hak tagihannya kpd pihak ketiga
hipotonik hi.po.to.nik [a Kim] mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dp larutan lain yg menjadi pembandingnya krn konsentrasi ion yg dikandungnya lebih rendah
hirau hi.rau , meng.hi.rau.kan v memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan: ia tidak ~ nasihat orang tuanya
hiruk hi.ruk [a] gempar; gaduh; ramai dan ribut sekali; riuh rendah; riuh dan bising: -- pikuk suara orang dl pelelangan ikan itu terdengar dr jauh
his [p] kata seru untuk menyatakan tidak suka dsb: -- , jangan keras-keras bicaramu [n] penguncupan (pengerutan) rahim pd waktu persalinan: salah satu faktor persalinan yg normal ialah terjadinya --
hitam bagai pantat belanga [pb] sangat buruk (tt tabiat seseorang)
hitam mata itu mana boleh bercerai dng putihnya [pb] orang yg sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
hitung-hitungan hi.tung-hi.tung.an [v cak] banyak perhitungan: tidak baik terlalu ~ kpd orang tua
homogami ho.mo.ga.mi [n] (1) Antr kecenderungan orang memilih suami atau istri dr kedudukan sosial yg sama; (2) Bio perkawinan antara dua individu yg memiliki fenotipe dan genotipe sama
homoseksual ho.mo.sek.su.al [a] dl keadaan tertarik thd orang dr jenis kelamin yg sama
homoseksualitas ho.mo.sek.su.a.li.tas [n] kecenderungan untuk tertarik kpd orang lain yg sejenis
honorifik ho.no.ri.fik [a Ling] berkenaan dng penggunaan ungkapan penghormatan dl bahasa untuk menyapa orang tertentu
hormat hor.mat [a] menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; (2) n perbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi -- kpd tamu yg datang
horoskop ho.ro.skop [n] (1) pengamatan posisi bintang-bintang pd waktu tertentu, spt pd hari lahir seseorang, dng tujuan meramalkan masa depannya; (2) peta bintang kelahiran seseorang, yg memperlihatkan posisi bintang-bintang tsb
hotel ho.tel [n] bangunan berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat makan orang yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum
hububan hu.bub.an [Jw n] puputan; embusan
hubung hu.bung , ber.hu.bung 1 v bersambung atau berangkai (yg satu dng yg lain): paviliun itu ~ dng rumah induk; (2) bertalian (dng); berkaitan (dng); bersangkutan (dng): kedatangannya di Jakarta itu ~ dng adanya Kongres Bahasa Indonesia; (3) p cak oleh sebab; karena: ~ hujan, saya tidak jadi ke rumahmu
hubungan bapak-anak buah hu.bung.an bapak-anak buah jaringan sosial yg terwujud krn interaksi seseorang yg berkedudukan sosial tinggi dng orang-orang yg berkedudukan sosial lebih rendah, dl hal ini pihak yg kedua memberi jasa kpd pihak pertama yg telah memberi perlindungan
hubungan informal hu.bung.an informal hubungan di antara orang-orang dl organisasi yg tidak diatur dl dasar hukum pendirian organisasi
hubungan kekaryaan hu.bung.an kekaryaan hubungan antara pengusaha dan karyawan yg lebih bersifat hubungan perseorangan dp hubungan sbg anggota organisasi karyawan
hubungan luar nikah hu.bung.an luar nikah hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yg belum atau tidak menjadi suami istri
hubungan sosial hu.bung.an sosial hubungan seseorang dng orang lain dl pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat
hufaz hu.faz [n] penghafal Alquran: sebanyak 40 orang -- telah mengkhatamkan Alquran pd tujuh majelis
hujaj hu.jaj [Ar n] (bentuk jamak) orang yg telah menunaikan ibadah haji
hujan air mata banyak air mata yg dicucurkan; banyak orang menangis
hujan berbalik ke langit [pb] orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kpd orang yg lemah (bodoh, miskin, dsb)
hujan menimpa bumi [pb] kita tidak dapat melepaskan diri dr perintah orang yg berkuasa
hujan tempat berteduh hujan tempat ber.te.duh , panas tempat berlindung [pb] orang yg selalu memberi pertolongan kpd orang banyak
hukama hu.ka.ma [Ar n] (1) orang-orang cerdik pandai: majelis itu mengeluarkan fatwa keagamaan yg dipatuhi oleh segala -- dan ulama; (2) hakim-hakim
hukum mungkal denda adat yg tinggi yg dijatuhkan kpd seseorang yg membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu
hukum perbuatan keseluruhan peraturan hukum mengenai hubungan kerja yg mengakibatkan seseorang secara pribadi ditempatkan di bawah pimpinan orang lain dan mengenai keadaan penghidupan yg langsung bersangkut-paut dng hubungan kerja itu
hukum perdata hukum yg mengatur hak, harta benda, dan hubungan antara orang dan orang dl satu negara
hukum perdata materiil hukum perdata yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dikenai hukum perdata, dan hukuman perdata yg dapat dijatuhkan
hukum pidana materiil hukum pidana yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dipidana, dan pidana yg dapat dijatuhkan
hukum pidana subjektif hak negara untuk menghukum orang yg melanggar peraturan hukum pidana objektif
hukum politik hukum yg mengatur hubungan hukum negara dng orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yg satu dan negara lainnya
hukuman hu.kum.an [n] (1) siksa dsb yg dikenakan kpd orang yg melanggar undang-undang dsb; (2) keputusan yg dijatuhkan oleh hakim; (3) hasil atau akibat menghukum: dia yg berbuat, dia yg boleh ~
hukuman mati hu.kum.an mati hukuman yg dijalankan dng membunuh (menembak, menggantung) orang yg bersalah
hukuman rotan hu.kum.an rotan hukuman yg dijalankan dng menyebat orang yg bersalah dng rotan
hulu hu.lu [n] (1) kl bagian tubuh dr leher ke atas; kepala: gering --; kalang -- , bantal, alas kepala pd waktu tidur; (2) bagian atas (sungai dsb); udik; ujung: ia pernah berlayar ke -- Sungai Musi; (3) desa; udik: orang --; (4) pegangan (pd pisau, keris): -- pisau; -- keris; (5) permulaan; pangkal; awal: -- musim; -- malang
huma hu.ma [n] (1) ladang padi di tanah kering; (2) tanah yg baru ditebas hutannya
huma akuan lingkungan tanah milik perseorangan
humanis hu.ma.nis [n] (1) orang yg mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yg lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia; (2) penganut paham yg menganggap manusia sbg objek terpenting; (3) penganut humanisme
humanisasi hu.ma.ni.sa.si [n] penumbuhan rasa perikemanusiaan: proses -- harus ditumbuhkan sejak seorang anak di bangku pendidikan rendah
humoris hu.mo.ris [n] orang yg mempunyai rasa humor: dia seorang --
humus alfa campuran senyawa organik berwarna gelap yg dipekatkan dr tanah dng larutan alkali encer dan kemudian diendapkan dng mengasamkan larutan itu
humus lunak lapisan humus hutan yg terjadi dr campuran bahan organik dan mineral yg lambat laun menjadi horizon
huria hu.ria [n] (1) (daerah) persekutuan umat Kristen Protestan (pd suku Batak): seorang lulusan sekolah teologi harus dapat memimpin suatu --; (2) sidang gereja Protestan (pd suku Batak)
huru-hara hu.ru-ha.ra [n] keributan; kerusuhan; kekacauan
husnulkhatimah hus.nul.kha.ti.mah [n] penutupan akhir hidup yg baik dr seseorang
huyung [v] ter.hu.yung v (berjalan dsb) bergoyang-goyang ke kiri kanan spt orang mabuk: nenek berjalan ~ menyambut kedatanganku
ia [pron] (1) orang yg dibicarakan, tidak termasuk pembicara dan kawan bicara; dia; (2) benda yg dibicarakan: buku adalah teman yg setia, -- tidak pernah mengkhianati pemiliknya [p] ya
ibarat iba.rat [n] perkataan atau cerita yg dipakai sbg perumpamaan (perbandingan, lambang, kiasan): dl kesusastraan lama banyak terdapat cerita --; (2) n isi (maksud, ajaran) yg terkandung dl suatu perumpamaan (cerita dsb): ia pun tahu juga akan -- perkataan itu; (3) p seumpama: aku ini -- balam dl sangkar, mata lepas badan terkurung; (4) n perbandingan antara orang atau benda dan hal-hal yg lain dng menggunakan kata-kata bagai, seperti: -- anjing dan kucing
ibra ib.ra [Ar n] pembebasan dr tanggung jawab atas suatu tanggungan (spt membayar utang); pembebasan dr tuntutan hukum atas kesalahan atau kekeliruan
ibu angkat wanita yg mengambil dan memelihara anak orang lain; ibu dr anak angkat
ibu tiri sebutan anak kpd istri ayahnya (wanita itu bukan ibu kandungnya)
ibunda ibun.da [n] ibu (sapaan atau sebutan takzim)
ida Ayu sebutan (gelar) untuk wanita keturunan Brahmana
ida Bagus sebutan (gelar) untuk laki-laki keturunan Brahmana
idealis ide.a.lis [n] (1) orang yg bercita-cita tinggi; (2) pengikut aliran idealisme
idealistis ide.a.lis.tis [a] berwatak seorang idealis; bersifat menuju cita-cita: sikap hidupnya yg -- menyebabkan ia tidak mudah menyerah pd rintangan
identifikasi iden.ti.fi.ka.si [n] (1) tanda kenal diri; bukti diri; (2) penentu atau penetapan identitas seseorang, benda, dsb; (3) Psi proses psikologi yg terjadi pd diri seseorang krn secara tidak sadar dia membayangkan dirinya spt orang lain yg dikaguminya, lalu dia meniru tingkah laku orang yg dikaguminya itu
identitas iden.ti.tas [n] ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri: -- pembunuh itu sudah diketahui polisi
ideologi ide.o.lo.gi [n] (1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup: dl pertemuan itu penatar menjelaskan dasar -- negara; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan: hal itu menjadi makanan empuk bagi -- asing yg ingin menginfiltrasi kita; (3)paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik: -- komunis menjadi pegangan bagi negara-negara yg selama ini disebut Blok Timur
ideologi politik sistem kepercayaan yg menerangkan dan membenarkan suatu tataan politik yg ada atau yg dicita-citakan dan memberikan strategi berupa prosedur, rancangan, instruksi, serta program untuk mencapainya; (2) himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan yg dimiliki seseorang atau sekelompok orang yg menjadi dasar dl menentukan sikap thd kejadian dan problem politik yg dihadapinya dan yg menentukan tingkah laku politik
idiil idi.il [a] bersangkutan dng gagasan dasar bernegara atau falsafah kenegaraan
idiolek idi.o.lek [n Ling] keseluruhan ciri perseorangan dl berbahasa
idiosinkrasi idi.o.sin.kra.si [n] (1) sifat, keadaan, atau hal yg menyebabkan sesuatu menjadi berlainan (krn tidak mengikuti aturan yg umum); (2) kelainan yg khas pd seseorang
idola ido.la [n] orang, gambar, patung, dsb yg menjadi pujaan: ia senang sekali krn penyanyi -- nya tampil dl pertunjukan itu
iglo ig.lo [n] rumah orang Eskimo yg dibuat dr bongkah es
ijuk tak bersagar lunak tak berbatu [pb] seseorang yg tidak ada sanak saudaranya yg dimalui (ditakuti) orang
ikan enjel ikan yg terdapat di bagian laut yg dalam sekitar Lautan Pasifik, bentuk tubuh khas oval memanjang berukuran 12 cm, bersifat teritorial
ikan glodok ikan yg hidup dl air dan lumpur, atau di antara daun dan dahan di hutan bakau yg lebat, dapat berjalan dan meloncat di darat
ikan sekambu rusak oleh ikan seekor [pb] hanya krn keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk: -- terkilat, jala tiba, pb (1) sangat pandai dan tajam dl menangkap perkataan orang; (2) tindakan yg cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)
ikat [n] (1) tali (benang, kain, dsb) untuk mengebat (menyatukan, memberkas, menggabungkan): -- barang itu sudah lepas; (2) bingkai (dr kayu, logam, dsb) yg dipakai untuk menguatkan (mencengkam, memegang, dsb); (3) berkas; gabung: ia membeli sepuluh -- rambutan; dua -- kayu api; (4) ki cara mengatur (menyusun) pasukan (barisan dsb): -- perang, susunan pasukan dsb dl perang; (5) kebat
ikatan dinas ikat.an dinas perjanjian antara seseorang (pelajar dsb) dan instansi yg memberinya bantuan beasiswa
ikhtiar menjalani untung menyudahi [pb] orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kpd nasib)
ikhwan ikh.wan [Ar n] saudara; teman: tidak seorang pun di antara -- nya mengetahui hal itu
iklim bahari iklim yg dipengaruhi lautan, ditandai oleh penyimpangan suhu udara harian dan/ atau tahunan yg kecil, serta kelembapan udara yg tinggi
ikut [v] (1) menyertai orang bepergian (berjalan, bekerja, dsb); turut; serta; (2) melakukan sesuatu sebagaimana dikerjakan orang lain: ia pergi ke Bogor -- bermain bola dng teman-temannya
ikut-ikut [v] (1) turut campur: anak-anak jangan ~ urusan orang tua; (2) meniru: wanita itu senang ~ mode baru
ilai [v] , meng.i.lai v meringkik-ringkik (tt kuda); tertawa keras (tt orang): maka raja itu pun tertawalah ~
ilar [v] meng.i.lar v membabat tumbuh-tumbuhan: areal hutan yg terbakar sejak Rabu petang berhasil dilokalisasi Jumat siang dng ~ agar api tidak menjalar lebih luas
ilat [Ar ] (1) n kerugian; kecelakaan; kemalangan; kesakitan: turutlah nasihat orang tua, supaya terhindar dr --; (2) p sebab; lantaran: kematiannya, bukan -- apa-apa, melainkan krn ajal semata; (3) a Dok tidak dapat bekerja lagi krn anggota badannya rusak (krn kecelakaan, akibat peperangan, dsb): dia termasuk veteran --
ilegal ile.gal [a] tidak legal; tidak menurut hukum; tidak sah: orang asing itu masuk ke Indonesia secara --
ilmu ekonomi ilmu tt produksi, distribusi, dan konsumsi barang, serta berbagai masalah yg bersangkutan dng itu, spt tenaga kerja, pembiayaan, dan keuangan; (2) ilmu pengetahuan tt kegiatan sosial manusia dl memenuhi kebutuhan hidupnya yg diperoleh dr lingkungannya
ilmu firasat pengetahuan tt keadaan muka orang dsb yg bertalian dng tabiatnya
ilmu hitam pengetahuan tt kebatinan yg berhubungan dng pekerjaan setan atau pekerjaan mencelakakan orang (spt membuat orang gila, mencuri dng bantuan makhluk halus)
ilmu kebidanan cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng kelahiran bayi dan pertolongan kpd orang bersalin; obstetri
ilmu klenik ilmu yg mengajarkan hal yg mengandung rahasia (spt ilmu yg dapat membuat orang tunduk atau jatuh cinta)
ilmu lintabung [ki] bodoh tetapi sombong (tt seseorang) [ki] orang yg bodoh tetapi sombong
ilmu putih ilmu batin yg digunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk mengobati orang sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dsb)
ilmu sakti ilmu tt kekuatan yg dimiliki oleh seseorang yg didorong oleh tenaga gaib
ilmuwan il.mu.wan [n] orang yg ahli atau banyak pengetahuannya mengenai suatu ilmu; orang yg berkecimpung dl ilmu pengetahuan: kalangan -- kini merasa yakin bahwa bulan telah tercipta beribu-ribu tahun yg lalu
ilusionis ilu.si.o.nis [n] (1) pengkhayal; (2) orang yg dapat mengeluarkan suara tanpa menggerakkan mulut seolah-olah suaranya keluar dr sebuah boneka; (3) tukang sulap
ilustrator ilus.tra.tor [n] orang yg melukis gambar hias untuk majalah, buku, dsb: dia pernah menjadi -- buku-buku terbitan Balai Pustaka
imajinasi ima.ji.na.si [n] (1) daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; (2) khayalan
imbas im.bas [n] (1) gerakan atau aliran udara (ditimbulkan oleh gerakan kipas, benda bergerak, dsb); (2) dorongan; akibat (tanpa disengaja terjadinya); (3) penyakit yg disebabkan oleh hantu yg lewat dsb: kata orang tua-tua, pd waktu magrib janganlah keluar rumah krn dapat terkena -- hantu; (4) Fis perolehan sesuatu sbg akibat pengaruh sesuatu yg lain, msl imbas elektrostatik adalah pemberian muatan listrik statik pd sebuah benda dng cara mendekatkan benda itu (tetapi tidak menyentuh) kpd sebuah benda yg sudah bermuatan listrik statik
imbesil im.be.sil [a Psi] (1) dl keadaan mempunyai kecerdasan berpikir yg sangat rendah pd orang dewasa (IQ sekitar 40-60); (2) dungu; bodoh sekali
imbesilitas im.be.si.li.tas [n] taraf (tingkatan) kecerdasan berpikir yg rendah pd orang dewasa; keadaan imbesil
imigran imi.gran [n] orang yg datang dr negara lain dan tinggal menetap di suatu negara: -- Indonesia di Negeri Belanda ditawari untuk kembali ke Indonesia
imitator imi.ta.tor [n] orang yg meniru; peniru
imla im.la [n] sesuatu yg dikatakan atau dibaca keras-keras supaya ditulis oleh orang lain; dikte
impersonal im.per.so.nal [a] tidak bersifat pribadi; tidak berkaitan dng (tidak mengenai) seseorang
impersonalia im.per.so.na.lia [n Ling] yg tidak bersubjek perorangan
importir im.por.tir [n] orang atau serikat dagang (perusahaan) yg memasukkan barang-barang dr luar negeri; pengimpor: perusahaan itu ditunjuk pemerintah sbg -- dan penyalur cengkih
impresariat im.pre.sa.ri.at [n] fungsi (kegiatan) seorang impresario
impresi im.pre.si [n] (1) kesan: saya mempunyai -- bahwa ia bukan orang yg dapat dipercaya; (2) efek pd indra: -- visual (melalui mata); (3) ki efek atau pengaruh yg dalam thd pikiran atau perasaan: pidatonya memberikan -- yg dalam pd hadirin [n Anat] lekukan pd suatu struktur krn adanya tekanan struktur lain
imtihan im.ti.han [n] (1) ujian; seleksi; (2) upacara saat pengumuman kenaikan kelas atau pengumuman ujian: isi sambutan Kepala Kantor Urusan Agama pd -- Pesantren Mualimin ialah agar pendidikan agama ditanamkan pd anak-anak sedini mungkin
imun [a Dok] kebal thd suatu penyakit: kalau sudah disuntik TCD, orang akan -- thd penyakit tipus, kolera, dan disentri
imunologis imu.no.lo.gis [a] berkaitan dng imunologi: seorang dokter gigi harus mengetahui manifestasi kelainan sistemik dl mulut, spt penyakit oleh virus, kekurangan vitamin C, dan kelainan --
indebitum in.de.bi.tum [n Huk] pembayaran yg dilakukan krn adanya kekhilafan, yakni menyangka adanya utang padahal tidak ada
indekos in.de.kos [v cak] tinggal di rumah orang lain dng atau tanpa makan (dng membayar setiap bulan); memondok: tetangga saya tidak menerima orang -- , hanya menyewakan kamar
indeks prestasi angka yg menunjukkan prestasi seseorang dl belajar atau bekerja
indikator in.di.ka.tor [n] sesuatu yg dapat memberikan (menjadi) pe-tunjuk atau keterangan: seseorang yg akan melakukan suatu pekerjaan sebaiknya menggunakan -- yg sudah ada; kenaikan harga dapat menjadi -- adanya inflasi
inding in.ding [v] meng.in.ding v memandang dng penuh harapan (untuk memperoleh pemberian dsb); memasang telinga untuk mendengarkan percakapan orang lain
individu in.di.vi.du [n] (1) orang seorang; pribadi orang (terpisah dr yg lain): tindakan yg demikian itu berarti mengutamakan kepentingan -- belaka; (2) organisme yg hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dng sesamanya)
individualis in.di.vi.du.a.lis [n] (1) orang yg tetap mempertahankan kepri-badian dan kebebasan diri; penganut paham individualisme; (2) orang yg mementingkan diri sendiri; orang yg egois
individualisme in.di.vi.du.al.is.me [n] (1) paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan); (2) paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara; (3) paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain
individualitas in.di.vi.du.a.li.tas [n] (1) keadaan atau sifat khusus sbg individu; (2) ciri-ciri yg dimiliki seseorang yg membedakannya dr orang lain; watak kepribadian: sikap -- sukar diubah
indra in.dra [n] alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri (intuitif) [n] (1) raja; (2) Hin (ditulis dng huruf kapital) nama seorang dewa yg menguasai angkasa
induk in.duk [n] (1) ibu (terutama tt binatang); emak: -- ayam; (2) Ling konstituen terpenting dl konstruksi modifikasi yg ber-kemampuan menempati fungsi sintaktis yg sama dng seluruh konstruksi itu, msl berjalan dl berjalan cepat; (3) ki yg terutama; yg menjadi pokok atau pangkal yg menjadi asal: -- keributan itu adalah diganggunya gadis Minah oleh pemuda B; (4) ki inti; pati; bibit; biang: -- cuka; -- karbol; (5) ki pusat (yg menjadi penyatu bagian, cabang, dsb): -- per-usahaan; -- organisasi
industrialis in.dus.tri.a.lis [n] orang yg bergerak di bidang industri; peng-usaha industri
infantilisasi in.fan.ti.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan membuat seseorang menjadi spt kanak-kanak: masalah yg belum diatasi adalah -- mahasiswa
infeksi sosokomial [Dok] infeksi yg terjadi selama penderita dirawat di rumah sakit atau infeksi yg diderita oleh seseorang akibat dirawat di rumah sakit
informan in.for.man [n] (1) orang yg memberi informasi: dia adalah -- polisi; (2) orang yg menjadi sumber data dl penelitian; nara-sumber
informasi karier pengetahuan tt karier yg perlu dipertimbangkan, spt tuntutan karier dan kesem-patan yg tersedia atau yg ditawarkan dl karier
ingat [v] (1) berada dl pikiran; tidak lupa: saya masih -- nama anak itu; (2) timbul kembali dl pikiran: keesokan harinya saya baru -- nama orang itu; (3) sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak -- akan dirinya; (4) menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak -- lagi akan kewajibannya; (5) hati-hati; berwaswas: -- , di kereta api banyak tukang copet; (6) mempertimbangkan (memikirkan nasib dsb): kalau tidak -- anak, sudah kubunuh orang itu; (7) cak berniat; hendak: kalau ia -- membaca koran, dibacalah koran
ingkar ing.kar [v] (1) mengingkari: orang yg memuja berhala, berarti -- akan keesaan Tuhan; (2) tidak menepati: ia -- janji; (3) tidak mau; tidak menurut: ia pun -- dan tidak lagi mempedulikan keaiban
ingus [n] air lendir yg keluar dr lubang hidung (pd orang yg sedang pilek atau sakit influenza)
inisial ini.si.al [n] (1) huruf pertama kata atau nama orang; (2) paraf
inisiasi ini.si.a.si [n] upacara atau ujian yg harus dijalani orang yg akan menjadi anggota suatu perkumpulan, suku, kelompok umur, dsb
inkaso in.ka.so [n Ek] (1) penagihan kpd pihak yg wajib membayar (tertagih) berdasarkan warkat (cek, wesel, surat utang, dsb) untuk kepentingan dan atas risiko pihak yg mempunyai tagihan; (2) upah bagi pemungut uang
inklusif in.klu.sif [a] termasuk; terhitung: kendaraan itu bermuatan 40 orang, -- pengemudi, kondektur, dan kenek
inkognito in.kog.ni.to [a] secara tidak resmi (tidak dikenal); dng menyamar sbg orang kebanyakan; dng menyembunyikan identitas
inkonsisten in.kon.sis.ten [a] (1) tidak taat asas; suka berubah-ubah (tt sikap atau pendirian seseorang, pemakaian atau pengejaan kata, dsb); (2) mempunyai bagian-bagian yg tidak bersesuaian; bertentangan; kontradiktif: pemberian itu --; (3) tidak serasi; tidak sesuai; tidak cocok: tindakan orang itu -- dng ucapan atau anjuran sendiri
inovator ino.va.tor [n] orang yg memperkenalkan gagasan, metode, dsb yg baru: mahasiswa harus mempertahankan tradisinya sbg --
insan film [cak] orang yg berkecimpung dl dunia film
inses in.ses [n] hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yg bersaudara dekat yg dianggap melanggar adat, hukum, atau agama
insiden in.si.den [n] peristiwa (khususnya yg kurang penting dl hubungannya dng peristiwa lainnya yg lebih besar); kejadian: janganlah -- yg kecil itu sampai menimbulkan kekalutan dl masyarakat
insolven in.sol.ven [a] tidak memiliki cukup dana untuk melunasi utang
inspektorat jenderal instansi di lingkungan departemen yg mempunyai tugas melakukan pengawasan di lingkungan departemen yg bersangkutan
instalatur in.sta.la.tur [n] orang yg bekerja atau ahli memasang instalasi
instruktur in.struk.tur [n] orang yg bertugas mengajarkan sesuatu dan sekaligus memberikan latihan dan bimbingannya; pengajar; pelatih; pengasuh: seorang guru sangat diperlukan untuk menjadi -- di pusat pendidikan pertukangan itu
instrumen in.stru.men [n] (1) alat yg dipakai untuk me-ngerjakan sesuatu (spt alat yg dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas; (2) sarana penelitian (berupa seperangkat tes dsb) untuk mengumpul-kan data sbg bahan pengolahan; (3) alat-alat musik (spt piano, biola, gitar, suling, trompet); (4) ki orang yg dipakai sbg alat (diperalat) orang lain (pihak lain); (5) dokumen resmi spt akta, surat obligasi
Insulinde In.su.lin.de [n] negeri kepulauan (sebutan lain untuk Indonesia)
intai in.tai [v] meng.in.tai v (1) mengamat-amati dr jarak jauh atau dr tempat tersembunyi (gerak-gerik orang yg dicurigai, musuh, dsb); (2) mengintip; melihat melalui lubang kecil, sela semak-semak, dan sambil bersembunyi
integrasi kelompok [Antr] penyesuaian perbedaan tingkah laku warga suatu kelompok bersangkutan
intelijen in.te.li.jen [n] orang yg bertugas mencari (meng-amat-amati) seseorang; dinas rahasia
intens in.tens [a] (1) hebat atau sangat kuat (tt kekuatan, efek, dsb); (2) tinggi (tt mutu); (3) bergelora, penuh semangat, berapi-api, berkobar-kobar (tt perasaan); (4) sangat emosional (tt orang)
interaksi sosial hubungan sosial yg dinamis antara orang perse-orangan dan orang perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok
interaksi verbal hubungan antara orang yg satu dan yg lain dng mengguna-kan bahasa
interes in.te.res [n] minat; perhatian: -- nya untuk menjadi guru tidak dapat dihalangi oleh orang tuanya
internir in.ter.nir [v] meng.in.ter.nir v menempatkan orang atau ke-lompok orang (tawanan perang, pelarian, dsb) di suatu tempat tinggal tertentu dan melarangnya meninggalkan tempat tsb atau berhubungan dng orang lain; mengasingkan; memenjarakan
interniran in.ter.nir.an [n] (1) orang yg diinternir; (2) tempat menginternir; tempat pengasingan
interogasi in.te.ro.ga.si [n] (1) pertanyaan; (2) pemeriksaan thd seseorang melalui pertanyaan lisan yg bersistem
interogator in.te.ro.ga.tor [n] orang yg menginterogasi
interpelan in.ter.pe.lan [n Pol] orang (anggota Dewan Per-wakilan Rakyat) yg mengajukan interpelasi
interpretator in.ter.pre.ta.tor [n] orang yg menginterpretasi-kan
intervensi in.ter.ven.si [n] campur tangan dl perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara, dsb)
intimidasi in.ti.mi.da.si [n] tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman
intonasi in.to.na.si [n] (1) Ling lagu kalimat; (2) Mus ketepatan penyajian tinggi rendah nada (dr seorang penyanyi)
intrinsik in.trin.sik [a] terkandung di dalamnya (tt kadar logam mulia dl mata uang, harkat seseorang, atau suatu peristiwa): nilai -- mata uang, nilai logam yg terkandung di dalamnya, biasanya kurang dr nilai yg tertera di atasnya
introjeksi in.tro.jek.si [n] pemasukan sikap atau gagasan ke dl diri seseorang secara tidak sadar
introver in.tro.ver [a] (1) bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kpd orang lain; bersifat tertutup; (2) Zool (struktur yg) melekuk ke dalam, spt struktur hewan bertulang belakang
inventor in.ven.tor [n] orang yg mencipta atau merancang sesuatu (yg sebelumnya tidak ada); pereka cipta
inventori in.ven.to.ri [n] daftar kemampuan untuk mengukur karakteristik kepribadian atau keterampilan seseorang
inventoriminat in.ven.to.ri.mi.nat [n] instrumen yg diguna-kan untuk mengukur minat atau kegemaran seseorang dl berbagai kegiatan
investor in.ves.tor [n] penanam uang atau modal; orang yg menanamkan uangnya dl usaha dng tujuan mendapatkan keuntungan: para -- yg ingin menanamkan modalnya dapat mendirikan perusahaan industri
inzar in.zar [v] berusaha menumbuhkan kesadaran dan keinsafan orang banyak agar menggunakan masa hidupnya untuk kebaikan dan menjauhi semua larangan
iprit ip.rit [v] meng.ip.rit v cak berlari kencang (krn ketakutan dsb)
iri [a] merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb); cemburu; sirik; dengki: barangkali ia -- thd adiknya yg diberi uang, sedangkan ia tidak
iri hati iri ha.ti [a] merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain
iritatif iri.ta.tif [a] bersifat mengganggu: penyebab lain yg sering ditemukan ialah antara lain infeksi rongga hidung dan akibat polutan yg --
ironi iro.ni [n] (1) kejadian atau situasi yg bertentangan dng yg diharapkan atau yg seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir: peristiwa pembunuhan Mahatma Gandhi adalah suatu -- krn ia adalah seorang pejuang tanpa kekerasan yg paling gigih; (2) Sas majas yg menyatakan makna yg bertentangan dng makna sesungguhnya, msl dng mengemukakan makna yg berlawanan dng makna yg sebe-narnya dan ketidaksesuaian antara suasana yg diketengahkan dan kenyataan yg mendasarinya
ironi dramatik [Sas] (1) situasi yg timbul dl drama, apabila seorang tokoh mengucapkan sesuatu yg bermakna bagi pembaca atau penonton, tetapi tidak disadari oleh tokoh lain; (2) informasi yg diberikan kpd penonton atau pembaca melalui ucapan mengenai identitas seorang tokoh, maksud, atau suatu peristiwa
Isa Almasih [Kat] sebutan bagi Yesus, berarti Isa yg diurapi; (2) Isl Isa yg diselamatkan
isi perut bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); (2) cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan -- perut; (3) ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; (4) makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari -- perut bagi anak istrinya
isomorfis iso.mor.fis [a Ling] berada dl hubungan yg sepadan, msl hu-bungan antara episode cerita dan urutan paragraf dl wacana tuturan
istibra is.tib.ra [Ar v] (1) berpantang bersetubuh; (2) mencari kepastian suci tidaknya seorang janda sebelum kawin lagi dng laki-laki lain yg bukan bekas suaminya (spt menunggu sampai tiga kali datang bulan atau haid); (3) mengeluarkan tinja yg tersisa pd dubur atau air seni pd kemaluan sesudah buang air
istidraj is.tid.raj [Ar n] hal atau keadaan luar biasa yg diberikan Allah Swt. kpd orang kafir sbg ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kpd Tuhan, spt Firaun dan Karun
istigasah sugra istigasah yg diikuti oleh beberapa orang
istikhlaf is.tikh.laf [n] penunjukan wakil sebelum seseorang meninggal
istilah is.ti.lah [n] (1) kata atau gabungan kata yg dng cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yg khas dl bidang tertentu; (2) sebutan; nama: janda muda disebut dng -- "janda kembang" ; (3) kata atau ungkapan khusus
istilah kekerabatan [Antr] istilah untuk menyebut atau menyapa orang yg terikat kpd diri sendiri krn hubungan keturunan, darah, atau perkawinan; (2) Ling kata atau frasa yg meng-ungkapkan anggota suatu kelompok yg secara biologis berhubungan (berkerabat), msl kata ayah, abang, ipar, mertua
istimewa is.ti.me.wa [a] (1) khas (untuk tujuan dsb yg tentu); khusus: sekolah -- didirikan untuk anak-anak tunarungu dan tunawicara; (2) lain dp yg lain; luar biasa: di kota itu ia mendapat sambutan --; (3) terutama; lebih-lebih: ia pandai melukis, -- gambar pemandangan
istirahat is.ti.ra.hat [v] , -- singkat istirahat dua hari yg dapat diberikan kpd seorang pegawai negeri krn sakit ataupun krn keperluan lain
istri is.tri [n] (1) wanita (perempuan) yg telah menikah atau yg bersuami; (2) wanita yg dinikahi: almarhum meninggalkan seorang -- dan dua orang anak
isytiak isy.ti.ak [a Isl] perasaan tertarik hati seorang hamba kpd Allah ketika berkomunikasi dengan-Nya untuk mendapatkan kenikmatan
itisal iti.sal [Ar v] terbukanya hati untuk mengetahui dan melihat sesuatu yg tidak dapat dilakukan oleh orang lain
itulah itu.lah [pron] demikianlah akibatnya: ~ kalau orang berbuat durhaka thd orang tua
jabal ja.bal [Ar n] gunung atau bukit (terdapat dl nama, spt -- Kaf [Jk v] , men.ja.bal v merampas (milik orang); membegal; menyamun: penjahat yg ~ seorang penumpang bus itu sudah tertangkap
jabat tangan ja.bat ta.ngan [v] ber.ja.bat ta.ngan v bersalaman dng saling menjabat tangan: kedua orang itu ~ dng erat dan mesra
jabatan organik ja.bat.an organik jabatan yg telah ditetapkan dl peraturan gaji yg berlaku dan termasuk formasi yg telah ditentukan oleh jawatan yg bersangkutan
jabatan rangkap ja.bat.an rangkap dua atau lebih jabatan yg dipegang oleh seseorang dl pemerintahan atau organisasi, spt sekretaris jenderal, kepala biro
jabatan struktural ja.bat.an struktural jabatan yg terdapat dl struktur organisasi (komunitas) secara formal sehingga tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak pejabat atau pegawai bersangkutan sudah diatur
jadi bumi langit [pb] menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan
jadi mata telinga (jadi kaki tangan) [pb] seseorang yg menjadi harapan atau kepercayaan, yg selalu memberi pertolongan
jadi-jadian ja.di-ja.di.an [n] bukan keadaan (rupa, wujud) yg sebenarnya: harimau ~ , orang yg mengubah perwujudan dirinya menjadi harimau; hantu ~; perempuan ~; laki-laki ~
jaduk ja.duk [Jw n] orang yg terkemuka; pemuka; jagoan
jadwal jad.wal [n] pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja; daftar atau tabel kegiatan atau rencana kegiatan dng pembagian waktu pelaksanaan yg terperinci: -- penataran itu sudah disetujui oleh pimpinan
jaga ja.ga [v] (1) bangun; tidak tidur: -- atau tidurkah orang itu?
jagal ja.gal [n] pedagang kecil (di kedai dsb) [n] (1) orang yg bertugas menyembelih (memotong) binatang ternak (spt lembu, kambing, kerbau) di rumah pemotongan hewan; pembantai; (2) orang yg berusaha di bidang potong-memotong hewan atau sbg agen penjual daging hewan; (3) cak pembunuh orang yg tidak bersalah
jagoan ja.go.an [n cak] (1) orang yg suka berkelahi; pendekar; samseng: dia dikenal sbg seorang ~ yg suka sekali berkelahi; (2) orang yg sangat gemar thd sesuatu (msl pesta, pertunjukan): ~ menonton wayang
jaharu ja.ha.ru [kl n] orang hina; orang kurang ajar; penjahat
jahat ja.hat [a] sangat jelek, buruk; sangat tidak baik (tt kelakuan, tabiat, perbuatan): orang itu -- hatinya, suka sekali menghina orang yg tidak mampu
jail ja.il [a cak] (1) dengki; (2) suka mengganggu (menggoda dsb) orang lain; nakal: tangan-tangan --
jaja ja.ja [v] ber.ja.ja v pergi berkeliling membawa dan menawarkan barang dagangan (supaya dibeli orang): ~ kue sekeliling kampung
jakal ja.kal [n] anjing hutan yg berbulu kuning, terdapat di Afrika dan Asia; Canis aureus
jaksa jak.sa [n] pejabat di bidang hukum yg bertugas menyampaikan dakwaan atau tuduhan di dl proses pengadilan thd orang yg diduga melanggar hukum
jakun ja.kun [n] ujung kerongkongan yg tampak menonjol pd leher orang laki-laki dewasa; lekum
jalan air sungai, kanal, atau saluran lainnya yg dapat dilayari sbg jalan dl usaha pengangkutan; (2) saluran (pipa dsb) bagi aliran air
jalan air internasional laut, sungai, danau, kanal, atau saluran lainnya yg dapat dijadikan jalan dl usaha pengangkutan antarnegara
jalan ja.lan [n] tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dsb): mobil kami melewati -- yg sempit dan berbelok-belok; (2) n perlintasan (dr suatu tempat ke tempat lain): -- ke Bandung lewat Puncak selalu macet; (3) n yg dilalui atau dipakai untuk keluar masuk: -- masuk ke Tugu Monumen Nasional melalui lorong di bawah tanah; (4) n lintasan; orbit (tt benda di ruang angkasa): satelit itu berputar mengelilingi bumi melalui -- nya; (5) n gerak maju atau mundur (tt kendaraan): mobil itu sangat laju -- nya; (6) n putaran jarum: arloji itu kurang baik -- nya; (7) n perkembangan atau berlangsungnya (tt perundingan, rapat, cerita, dsb) dr awal sampai akhir: -- ceritanya kurang lancar; (8) n cara (akal, syarat, ikhtiar, dsb) untuk melakukan (mengerjakan, mencapai, mencari) sesuatu: rasanya tidak ada -- lain, kita harus segera mengambil keputusan; (9) n kesempatan (untuk mengerjakan sesuatu): tidak perlu khawatir, -- masih terbuka untuk Anda; (10) n lantaran; perantara (yg menjadi alat atau jalan penghubung): segala itu sudah ditakdirkan Tuhan, kejadian itu hanya sbg --; (11) v cak berjalan: kita tidak boleh -- di atas rumput taman; (12) v melangkahkan kaki: sekali -- , dua tiga maksud tercapai; (13) n kelangsungan hidup (tt organisasi, perkumpulan, dsb): dng begini, -- nya organisasi lebih susah; (14) a dapat dipahami; benar: kalimatnya sudah --
jalan masuk jalan yg khusus dibuat untuk jalur pengangkutan menuju suatu lokasi atau tempat kerja; (2) jalan (lubang) yg menghubungkan tambang bawah tanah dng permukaan, merupakan jalan pengangkutan ataupun jalan aliran udara (ventilasi)
jalan pedalaman sungai, danau, kanal, atau saluran lainnya yg dijadikan jalan dl usaha pengangkutan di daerah pedalaman
jalan salib rangkaian lukisan (masing- masing disertai salib) berjumlah 14, yg diatur secara berurutan di dinding gereja untuk memperingati 14 tahap perjalanan Jesus ke tiang penyaliban; (2) kebaktian yg terdiri atas 14 doa yg berhubungan dng setiap tahap perjalanan Jesus ke tiang penyaliban
jalan setapak jalan kecil, sempit (dl hutan dsb) yg hanya dapat dilalui dng berjalan kaki
jalan umum jalan untuk umum (orang, kendaraan)
jalang ja.lang [a] (1) tidak dipelihara orang (tt binatang); liar: di daerah itu masih terdapat kerbau --; (2) nakal (tt perbuatan yg melanggar susila): perempuan -- , pelacur [v] men.ja.lang Mk v berkunjung; pergi ke: keluarga pengantin wanita ~ besannya
jalangkung ja.lang.kung [n] permainan dng memanggil roh orang yg sudah meninggal (orang halus)
jalar ja.lar [v] ber.ja.lar.an v merayap (melata, menjalar) ke mana-mana (tt binatang melata dan tumbuhan menjalar): ular dan rotan ~ di hutan itu
jalin ja.lin [v] , ber.ja.lin v (1) berangkai; bergandeng satu dng yg lain: kerai itu terbuat dr bilah-bilah bambu ~; (2) berhubungan; bertautan: kedua masalah itu saling ~; (3) beranyam: tempat duduk kursi ukir-ukiran itu terbuat dr rotan ~
jalin-berjalin ja.lin-ber.ja.lin [v] saling berjalin; saling bertautan (berhubungan): peristiwa-peristiwa itu memang ~ satu dng yg lain
jalin-menjalin ja.lin-men.ja.lin [v] (1) saling menjalin; kait-mengait; (2) saling bertautan (berhubungan)
jamah ja.mah [v] men.ja.mah 1 v menyentuh dng jari; meraba; memegang: ia ~ tubuh orang itu; (2) ki meniduri; menodai: pemuda itu telah ~ gadis kampung itu
jambret jam.bret [v] men.jamb.ret v merenggut atau merebut (barang milik orang lain yg sedang dipakai atau dibawa): seorang pemuda berkendaraan sepeda motor ~ kalung emas seorang ibu yg sedang berjalan kaki
jamhur jam.hur [kl n] orang yg ahli dl pengetahuan agama
jampuk jam.puk [n] burung hantu; burung celepuk; Bubo orientalis [ark v] men.jam.puk v memotong (menyela) pembicaraan orang
jamu ja.mu [n] obat yg dibuat dr akar-akaran, daun-daunan, dsb [n] orang yg datang berkunjung (bertandang, melawat, dsb); (te)tamu
janggal jang.gal [a] (1) tidak sedap dipandang mata (krn letaknya atau susunannya tidak tepat dsb): tampak -- kalau vas bunga itu kauletakkan di atas lemari; (2) tidak sedap didengar (krn iramanya, bunyinya tidak harmonis, dsb): lagu-lagu mars yg dibawakan dng irama keroncong -- kedengarannya; (3) tidak biasanya; tidak menurut kebiasaan (tt tingkah laku): tingkah lakunya -- benar hari ini; (4) canggung: saya merasa -- menghadapi orang itu
janggi jang.gi [n] (1) orang Habsi; orang hitam: dilihat dr cara berpakaian dia tampaknya spt wanita --; (2) ki segala sesuatu yg ajaib lihat pauh
jangkang jang.kang [n] lebar antara dua belah kaki [n] pohon rawa yg berakar tunjang, kayunya kurang baik untuk dipakai sbg bahan bangunan rumah (ada beberapa macam spt: -- betina, -- bukit, -- hutan); Stercula foetida [Mk v kas] mati; meninggal
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
jani ja.ni [Ar n] orang yg melakukan kesalahan; pelaku tindak pidana yg menyangkut penganiayaan atau pembunuhan
jarak waktu lamanya waktu antara dua peristiwa: -- waktu kelahiran kedua anak kembar hanya beberapa menit; (2) waktu yg diperlukan oleh tiap kendaraan atau perseorangan untuk berjalan di antara dua titik tertentu
jaras dikatakan raga jarang [pb] mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga
jaring ja.ring [n] (1) alat penangkap ikan, burung, dsb yg berupa siratan (rajutan) tali (benang) yg membentuk mata jala; (2) Olr net (dl tenis, badminton); (3) ki jebakan; perangkap: saya akan memasang -- untuk menangkap burung itu
jaringan komunikasi ja.ring.an komunikasi [Kom] susunan komponen komunikasi yg terhubung secara fungsional sehingga jelas awal dan akhirnya, serta faktor yg berpengaruh thd proses berlangsungnya komunikasi; sejumlah kegiatan komunikasi yg saling bertautan
jarum-jarum ja.rum-ja.rum [n] tumbuhan semak (sebangsa pohon soka atau angsoka); siantan hutan; Ixora concinna [n] jarum penunjuk ukuran berat pd timbangan
jasa ja.sa [n] (1) perbuatan yg baik atau berguna dan bernilai bagi orang lain, negara, instansi, dsb: pemimpin itu banyak -- nya bagi negara; (2) Man perbuatan yg memberikan segala sesuatu yg diperlukan orang lain; layanan; servis; (3) Ek aktivitas, kemudahan, manfaat, dsb yg dapat dijual kpd orang lain (konsumen) yg menggunakan atau menikmatinya
jasus ja.sus [Ar n] orang yg bertugas menyelidiki keadaan musuh; mata-mata
jatah ja.tah [n] (1) jumlah atau banyaknya barang dsb yg telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah): anak-anak yg kelaparan mendapat -- makanan; (2) jumlah atau banyaknya orang yg telah ditentukan (untuk imigrasi, pergi haji, dsb); kuota: jemaah haji setiap tahun ditentukan oleh -- nya
jati diri ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas; (2) inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dr dalam; spiritualitas: mencari -- diri pembangunan nasional
jatuh nama mendapat nama buruk (hilang kepercayaan orang dsb)
jauhari jau.ha.ri [n] (1) tukang (pedagang) intan; (2) orang pandai; orang cerdik atau ahli
jawaban ja.wab.an [n] sahutan; balasan; tanggapan: sampai hari ini belum ada ~ darinya
jawi pekan peranakan orang Hindia dan Melayu
jayapatra ja.ya.pa.tra [n Ark] prasasti yg berisi keputusan pengadilan tt utang-piutang (msl prasasti Guntur 907 M) atau kewarganegaraan (msl prasasti Wurudu Kidul 922 M)
jebur je.bur [n] tiruan bunyi spt bunyi benda besar (orang dsb) jatuh atau terjun ke dl air
jedot je.dot [Jk] men.je.dot.kan v mengantukkan kepala kpd sesuatu (spt pintu, tembok, dan pohon): orang gila itu ~ kepalanya ke pagar tembok
jegal je.gal [v] men.je.gal v (1) menjatuhkan orang lain dng mengait kakinya; (2) ki menghalangi atau menjatuhkan karier orang lain dsb
jejak je.jak [n] (1) bekas tapak kaki; bekas langkah: ada -- orang di tanah; (2) jatuhnya kaki di tanah dsb; (3) ki tingkah laku (perbuatan) yg telah dilakukan; perbuatan (kelakuan) yg jadi teladan: Isa mengikuti -- ibunya; (4) ki bekas yg menunjukkan adanya perbuatan dsb yg telah dilakukan: ia berusaha menghilangkan -- kejahatannya
jejak-jejak bara [ki] hampir-hampir sampai (spt orang bergantung yg kakinya hampir-hampir mencecah tanah)
jelagra je.lag.ra [n] orang yg pekerjaannya memahat batu, memecah batu, dsb
jelangkung je.lang.kung [n] boneka (orang-orangan, yg dilengkapi alat tulis di tangan, digunakan untuk memanggil arwah, dan jika arwah itu telah masuk ke dl boneka tsb diadakan tanya jawab, jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan tangan boneka itu)
jelata je.la.ta [a] bukan bangsawan atau hartawan (tt rakyat, orang); biasa
jelita je.li.ta [a] (1) cantik sekali; elok (tt wajah): pd masa mudanya dia merupakan seorang gadis --; (2) ki indah; manis (tt kota, pemandangan alam, dsb): Jakarta, dng hiasan lampu-lampu jalanan, tampak -- di malam hari
jelus je.lus [Jw a] (1) iri hati: kehidupan saya tampaknya membuat orang lain ~; (2) cemburu
jemaah je.ma.ah [n] (1) kumpulan atau rombongan orang beribadah
jemawa je.ma.wa [kl a] (1) angkuh; congkak; (2) suka mencampuri perkara orang lain
jembatan timbang timbangan yg dipakai untuk menimbang muatan kendaraan angkutan (dng mewajibkan kendaraan tsb lewat di atas timbangan itu)
jembel jem.bel [a] melarat; miskin sekali: setelah menjadi orang -- , hidupnya tidak menentu lagi
jenderal jen.de.ral [n] (1) kelompok pangkat perwira tinggi dl angkatan darat yg meliputi jenderal besar TNI, jenderal TNI, letnan jenderal TNI, mayor jenderal TNI, dan brigadir jenderal TNI; (2) kelompok pangkat perwira tinggi dl kepolisian yg meliputi jenderal polisi, komisaris jenderal polisi, inspektur jenderal polisi, dan brigadir jenderal polisi; (3) cak orang yg paling berpengaruh (menentukan dsb) dl organisasi
jenggala jeng.ga.la [n] hutan; rimba
jenguk je.nguk [v] , men.je.nguk v (1) melihat dng menjulurkan kepala ke depan atau ke luar atau dng membungkuk: ia ~ tamunya dr jendela; (2) menengok; mengunjungi; mendatangi: orang tua itu ~ anaknya yg dirawat di rumah sakit
jenis je.nis [n] (1) yg mempunyai ciri (sifat, keturunan, dsb) yg khusus; macam: padi yg biasa ditanam di sini -- padi apa?; (2) mutu: harga barang-barang banyak ditentukan oleh macam dan -- nya; (3) Bio satuan dasar klasifikasi biologi, terdiri atas gabungan populasi yg diperkirakan dapat saling mengawini dng bebas dan dapat dikenal cirinya secara morfologi, msl jenis sekerabat digabungkan dl satu marga, setiap jenis tumbuhan mewakili nama yg terdiri atas dua kata, yakni nama marga dan penunjuk jenisnya, spt Artocarpus altissima, Artocarpus communis; (4) Ling klasifikasi kata yg kadang-kadang bersangkutan dng kelamin, kadang-kadang tidak; gender
jenjang pendidikan tahap dl pendidikan yg berkelanjutan yg ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan para peserta didik, keluasan bahan pengajaran, dan tujuan pendidikan yg dicantumkan dl kurikulum
jentelmen jen.tel.men [Ing] (1) n orang yg berpendidikan baik (sopan, berbudi bahasa baik); (2) cak a bersifat kesatria; berani
jerat je.rat [n] (1) tali yg ujungnya disimpulkan membentuk lubang yg dapat disempitkan atau dilonggarkan (untuk menangkap burung, kijang, dsb): pelanduk itu terkena -- yg dipasang petani; (2) ki tipu muslihat untuk menyusahkan atau mencelakakan orang
jerembap je.rem.bap , men.je.rem.bap.kan v (1) mendorong orang lain sehingga jatuh tertelungkup; (2) ki mencelakakan orang lain
jerongkang je.rong.kang, jerongkang korang [adv] tunggang langgang
jerumun je.ru.mun [n] (1) pondok (tempat berteduh, bersembunyi, dsb); dangau; (2) belukar yg serupa dangau tempat babi hutan dsb; (3) kawanan (babi hutan) yg banyak
jetset jet.set [n] kelompok orang yg sangat kaya dng kebiasaan hidup bersenang-senang dan bermewah-mewahan
jibaku ji.ba.ku [v] ber.ji.ba.ku v (1) menyerang musuh dng jalan menubrukkan dirinya (yg sudah dipersenjatai dng bom atau alat peledak lainnya) pd musuh; (2) cak bertindak nekad: dl keadaan kapal terbakar begini, tiada pilihan lain selain harus ~ terjun ke lautan ganas ini
jibun ji.bun [n] utang yg banyak
jihad ji.had [n Isl] (1) usaha dng segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; (2) usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dng mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; (3) perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam
jika benih yg baik jatuh ke laut [pb] orang yg berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga
jikalau di hulu airnya keruh [pb] jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya
jimpitan jim.pit.an [n] (1) hasil menjimpit; jumputan; (2) sumbangan berupa beras sejimpit yg dikumpulkan secara beramai-ramai
jinayah ji.na.yah [n Isl] perkara yg berhubungan dng perusakan anggota badan atau jiwa orang lain; tindakan kriminal; kejahatan
jingo ji.ngo [n] orang yg terlampau memuja-muja tanah airnya (terlalu menonjolkan rasa patriotiknya)
jinjang jin.jang [kl n] (1) pemimpin atau ketua (golongan, hantu, dsb); (2) dukun yg menguasai hantu; (3) badan atau orang yg kemasukan setan; (4) orang yg menemani utusan raja
jip [n] (1) mobil kecil yg kuat, serba guna, bentuknya segi empat, lebih tinggi dr sedan, beroda empat, untuk 4-10 orang; (2) mobil jenis jip, tetapi lebih besar dan mewah
jiplak jip.lak [v] , men.jip.lak v (1) menggambar atau menulis garis-garis gambaran atau tulisan yg telah tersedia (dng menempelkan kertas kosong pd gambar atau tulisan yg akan ditiru); (2) mencontoh atau meniru (tulisan, pekerjaan orang lain); mencontek: anak-anak jangan sampai terbiasa ~ hitungan temannya; (3) mencuri karangan orang lain dan mengakui sbg karangan sendiri; mengutip karangan orang lain tanpa seizin penulisnya: ~ karangan orang lain adalah perbuatan yg tercela
jiran ji.ran [n] (1) orang yg tinggal sebelah-menyebelah atau dekat (sekitar) rumah; tetangga: -- yg terdekat; (2) negara tetangga, msl Malaysia atau Brunei Darussalam [n Bio] segala yg terjadi di luar pembawaan keturunan atau genotipe organisme
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
jizyah jiz.yah [Ar n] upeti atau pajak yg dikenakan kpd orang (negeri) bukan Islam oleh pemerintah (negeri) Islam yg menaklukkannya (terakhir dihapuskan oleh Khalifah Umar bin Khatab)
jodang jo.dang [Jw n] kotak panjang yg dipakai untuk menaruh penganan, barang-barang pinangan, dsb, biasanya diangkat dng dipikul oleh dua orang
jodoh jo.doh [n] orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --; (2) n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana -- sepatu ini; (3) a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak --
johan pahlawan pahlawan dunia; (orang) yg gagah berani; juara; kampiun
jongkok jong.kok [v] (1) menempatkan badan dng cara melipat kedua lutut, bertumpu pd telapak kaki, dng pantat tidak menjejak tanah; bercangkung; berjongkok; (2) ki rendah (tt inteligensi); bebal: orang itu -- inteligensinya sehingga tidak dapat memahami persoalan yg sederhana sekalipun
juak ju.ak [n] ju.ak-ju.ak n hamba laki-laki pengiring raja yg menjadi suruhan atau pembawa upacara tanda-tanda kebesaran: panglima itu membawa 1.000 orang ~ [v] ber.ju.ak v (1) berlomba (dengan); bersaing dengan; (2) berlawan; bertanding [Mk a] men.ju.ak a menganjur ke atas (tinggi) [v] ber.ju.ak v berjumpa dng tiba-tiba
jual fiktif jual beli saham secara fiktif (tidak nyata terjadi) yg dilakukan oleh dua orang makelar (komisioner) atau lebih dng tujuan menciptakan catatan harga tertentu (lazimnya tindakan ini dilarang oleh undang-undang ataupun peraturan bursa)
jual lelang menjual barang-barang di depan orang banyak yg diselenggarakan oleh juru lelang, peminat (calon pembeli) menyebutkan harga barang dng kesanggupannya masing-masing, sedangkan harga jual yg diputuskan ialah harga penawaran tertinggi yg diajukan oleh calon pembeli
jual nama menggunakan nama orang lain untuk menipu dsb
juara ju.a.ra [n] (1) Olr orang (regu) yg mendapat kemenangan dl pertandingan yg terakhir; (2) orang yg gagah berani; orang yg pandai bersilat; pendekar; jagoan; (3) pengatur dan pelerai dl persabungan ayam; (4) pemimpin peralatan (pesta dsb); (5) ahli; terpandai dl sesuatu (pelajaran dsb): siswa itu dua tahun berturut-turut berhasil menjadi -- di kelasnya [n] ikan sungai, Pangsius
jubah ju.bah [n] baju panjang (sampai di bawah lutut), berlengan panjang, spt yg dipakai oleh orang Arab, padri, atau hakim: perutusan dr Saudi Arabia itu semuanya mengenakan -- putih
jubel ju.bel , ber.ju.bel v penuh sesak (orang berkerumun dsb): penduduk desa yg datang menyaksikan helikopter itu semakin ~
judes ju.des [a] lekas marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang; ketus; tajam mulut: seorang sekretaris harus ramah dan tidak boleh --
jujai ju.jai [kl a] ber.ju.jai a terus-menerus, tidak berhentinya (tt hujan, orang yg pergi datang, dsb)
jujur ju.jur [a] (1) lurus hati; tidak berbohong (msl dng berkata apa adanya); (2) tidak curang (msl dl permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg -- dan disegani; (3) tulus; ikhlas [n] uang yg diberikan oleh pengantin laki-laki kpd calon mertuanya
julo ju.lo, ju.lo-ju.lo [n] kegiatan pengumpulan uang atau barang yg sama nilainya untuk diundi di antara orang yg mengumpulkannya untuk menentukan siapa yg memperolehnya; arisan
juluk ju.luk [v] men.ju.luk v mengintai anak gadis: pd waktu itu anak-anak muda datang ~ nya [v] men.ju.luki v memberikan nama kpd orang di samping nama yg telah ada; memberikan julukan atau nama ejekan: ia ~ temannya si gendut
jumbo jet pesawat jet yg besar, dapat mengangkut 300 orang penumpang atau lebih
jumpa pers pertemuan seorang tokoh atau pejabat resmi dng (beberapa) wartawan yg diorganisasi untuk menyiarkan kebijakan, rencana, pekerjaan, dsb tokoh atau pejabat resmi itu
jumud ju.mud [Ar a] beku; statis: iman yg tidak diikuti ibadah akan menyeret orang menjadi --
jundai jun.dai [Mk n] si.jun.dai n sihir untuk membuat orang menjadi gila
jung [n] perahu besar untuk di lautan buatan Negeri Cina
jung pecah yu yg kenyang [pb] jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yg akan beruntung
junior ju.ni.or [a] (1) lebih muda, khususnya antara dua orang bersaudara (kakak beradik) atau antara bapak dan anak yg mempunyai nama akhir sama; (2) berpangkat atau berkedudukan lebih rendah; lebih muda keanggotaannya: (mahasiswa, pegawai, pemain) --
junub ju.nub [n Isl] keadaan kotor krn keluar mani atau bersetubuh yg mewajibkan seseorang mandi dng membasahi (membersihkan) tubuh dr ujung rambut sampai ke ujung kaki
jurai ju.rai [n] (1) secarik yg panjang (kain dsb); lajur; (2) seikat barang yg berjuntai spt benang, rambut, setangkai kacang; (3) rentetan; deretan yg berturut-turut: -- keturunan raja-raja dan orang besar-besar [n] ju.rai-ju.rai n tumbuhan, putat nasi; Barringtonia spicata
juri ju.ri [n] (1) orang (panitia) yg menilai dan memutuskan kalah atau menang (dl perlombaan, sayembara, dsb): dia ditunjuk menjadi anggota -- dl perlombaan pidato itu; (2) orang yg menilai salah atau benar di pengadilan (di beberapa negeri Barat) [Lihat {jori}]
jurnal jur.nal [n] (1) (buku) catatan harian; (2) surat kabar harian; (3) Dag buku yg dipakai sbg buku perantara antara buku harian dan buku besar; (4) Dag buku yg dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu; (5) majalah yg khusus memuat artikel dl satu bidang ilmu tertentu
jurnalis jur.na.lis [n] orang yg pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dl surat kabar dsb; wartawan
juru ju.ru [n] orang yg pandai dl suatu pekerjaan yg memerlukan latihan, kecakapan dan kecermatan (keterampilan) [ark] men.ju.ru v menjorok; menganjur , pen.ju.ru n arah; ~ angin mata angin; arah datangnya angin: dr delapan ~ angin berdatanganlah tamu-tamu Baginda Raja [n] pangkat struktural pegawai negeri sipil golongan I/c, satu tingkat di bawah juru tingkat satu, satu tingkat di atas juru muda tingkat satu
juru atak [Graf] orang yg bertugas mengatur pengatakan cerita, artikel, atau gambar pd halaman media cetak
juru bicara ju.ru bi.ca.ra [n] orang yg kerjanya memberi keterangan resmi dsb kpd umum; pembicara yg mewakili suara kelompok atau lembaga; penyambung lidah
juru damai seseorang yg krn disegani atau dihormati oleh semua pihak atau krn jabatannya ditugaskan untuk mendamaikan pihak-pihak yg bersengketa; orang yg mendamaikan
juru panggil [Sas] orang yg bertugas memanggil para pemain dl pertunjukan drama
juru sungging pelukis; (2) orang yg ahli melukis atau memahat wayang
juru tala [Sen] orang yg pekerjaannya menala piano
jutawan ju.ta.wan [n] orang kaya yg mempunyai harta berjuta-juta; hartawan
juvenil ju.ve.nil [a] (1) muda, masuk golongan pemuda; terjadinya semasa masih muda; (2) Psi berkaitan dng orang muda, biasanya di bawah umur yg masih dl wajib belajar
kabau ka.bau [n] pohon yg buahnya berbau tidak sedap, tetapi dapat dimakan; jering hutan; jering tupai; Pithecolobium ellipticum
kaca air natrium silikat atau larutan pekatnya
kacamata ka.ca.ma.ta [n] (1) lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan (ada yg berangka dan ada yg tidak); (2) sepasang kaca yg berangka, berfungsi sbg pelindung lensa mata; (3) ki pandangan seseorang thd suatu hal yg ditinjau dr sudut (segi) tertentu; sudut pandang: tindakan itu salah jika dilihat dr -- agama
kacang ka.cang [n] tanaman perdu yg ditanam di sawah atau di ladang, berbuah polong (macamnya banyak sekali) , me.nga.cang v (1) membagi-bagi (barang yg didapat dsb); (2) berbuat sesuka hati (atas milik orang)
kacang miang kacang merah yg gatal; (2) ki orang yg suka menghasut
kacau ka.cau [a] campur aduk (sehingga tidak terbeda-bedakan lagi); bancuh: kelompokkan surat-surat itu berdasarkan tanggal dan nomornya, jangan sampai --; (2) a kusut (kalut) tidak keruan: pikirannya bertambah -- mendengar berita itu; (3) a rusuh; tidak aman; tidak tenteram: keadaan di negeri itu semakin --; (4) v bercampur aduk dng (tidak dibeda-bedakan dng); bertukar-tukar dng: pemakaian kata teras /tEras/ kerap kali -- dng kata teras; -- abu berantakan: keluarganya menjadi -- abu krn pemerintah menyatakan akan terus mengejar utangnya itu sampai ke anak-cicit
kacu ka.cu [n] air pinang (gambir) yg dikentalkan (untuk menyamak kulit) [n] secarik kain persegi empat (untuk menyeka keringat dsb); saputangan
kadas ka.das [n] kurap (semacam penyakit kulit) yg disebabkan oleh jenis jamur , me.nga.das v memelihara ternak orang lain dng perjanjian bagi hasil
kader ka.der [n] (1) perwira atau bintara dl ketentaraan; (2) orang yg diharapkan akan memegang peran yg penting dl pemerintahan, partai, dsb
kadok naik junjung [pb] orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb)
kafah ka.fah [a] sempurna: kerinduan untuk menempatkan diri sbg seorang muslim yg --; (2) keseluruhan
kafil ka.fil [n] orang yg menanggung tenaga kerja; majikan
kafir ka.fir [n] orang yg tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya
kahar ka.har [n] kereta yg ditarik oleh kuda, lembu, atau kerbau; pedati; dokar [a] (1) mahakuasa (sifat Allah): Tuhan Yang --; (2) sewenang-wenang: ia makin -- lakunya, sering menganiaya orang, sedikit pun tiada adilnya
kain triko kain rajutan mesin, biasanya digunakan sbg bahan pakaian dalam atau baju santai
kainofobia ka.i.no.fo.bia [n Psi] ketakutan yg berlebihan akan hal-hal yg baru
kaitan ka.it.an [n] (1) kait; gancu; (2) ki hubungan (sangkutan): mungkin hal itu ada ~ nya dng peristiwa kemarin
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kak [n kp] kakak; saudara tua [n] tiruan bunyi orang tertawa berbahak-bahak (bunyi itik dsb)
kakak ka.kak [n] (1) saudara tua; (2) panggilan kpd orang (laki-laki atau perempuan) yg dianggap lebih tua; (3) panggilan kpd suami , ber.ka.kak v (1) berbunyi; "kak, kak" spt itik, ayam; (2) tertawa gelak-gelak; terkekeh-kekeh
kakek-kakek ka.kek-ka.kek [a] (1) sudah tua sekali (bagi orang laki-laki); (2) spt kakek
kaki tangan kaki dan tangan; (2) ki orang yg diperalat orang lain untuk membantu
kakostokrasi ka.ko.stok.ra.si [n Pol] pemerintahan yg dijalankan oleh orang-orang yg beriktikad paling buruk
kaku ka.ku [a] (1) keras tidak dapat dilentukkan; kejur; kejang; (2) keras dan liat (tt daging dsb): tubuhnya sudah --; (3) ki janggal: tingkah lakunya --; (4) sukar diberi tahu (menerima pendapat orang); tidak lemah lembut (tidak mudah bergaul; tidak luwes); (5) tumpul (tt pikiran); (6) berserat kasar, biasanya berdaun tegak dan tidak lembut (tt beberapa jenis rumput)
kalah suara kalah dl pemilihan; tidak disetujui oleh orang banyak
kalai ka.lai [Mk] , me.nga.lai v berbaring atau bersandar pd: orang tua itu duduk ~ pd kursi malasnya , me.nga.lai v membersihkan dng cara menggosok (barang yg berkarat dsb): Kakek sedang sibuk ~ keris kesayangannya
kalau ka.lau [p] (1) kata penghubung untuk menandai syarat: -- keluar, harus minta izin dulu; (2) seandainya: -- ia tidak mau membayar utangnya, apa yg akan kauperbuat; (3) bagi; adapun: -- saya, perkara itu mudah saja memecahkannya; -- sentana Mk sekiranya; seandainya: -- sentana kaya, aku akan membeli rumah itu
kalau getah meleleh kalau getah meleleh, kalau daun me.la.yang [pb] dl keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yg selalu dekat pd kita, sedangkan orang lain akan menjauh
kalau laba bercikun-cikun [pb] apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kpd orang lain
kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri kalau pandai meng.gu.lai badar pun menjadi tenggiri [pb] orang yg pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dng baik
kalempagi ka.lem.pa.gi [n] upacara sbg tanda bahwa seorang gadis mulai memasuki jenjang kedewasaan (di Sulawesi Tenggara)
kalian ka.li.an [pron] yg diajak bicara yg jumlahnya lebih dr satu orang (dl ragam akrab)
kaligraf ka.li.graf [n] orang yg ahli menulis indah
kaligrafis ka.li.gra.fis [a] bersangkutan dng kaligrafi
kalumet ka.lu.met [n] pipa bergagang panjang yg diberi hiasan bulu-bulu burung dsb, dipakai orang Indian Amerika Utara khusus pd upacara
kambing congek [ki] orang yg dungu
kambing hitam kam.bing hi.tam [n ki] orang yg dl suatu peristiwa sebenarnya tidak bersalah, tetapi dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan
kambing perahan; sapi perahan kambing pe.rah.an; sapi pe.rah.an [ki] (1) sapi yg biasa diperah; (2) ki orang yg bekerja keras untuk kepentingan orang lain
kamerad ka.me.rad [n] (1) saudara separtai; teman seperjuangan; (2) panggilan sesama anggota partai komunis (juga oleh orang anti komunis untuk mengejek orang komunis)
kamerawan ka.me.ra.wan [n] orang yg tugasnya menggunakan kamera untuk merekam gambar (objek) film atau televisi
kamhar kam.har [n] (1) benang dr bulu domba; (2) kain yg dibuat dr benang bulu domba: pd musim dingin banyak orang mencari --
kami ka.mi [pron] (1) yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; (2) yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)
kamil ka.mil [Ar a] sempurna: tidak seorang pun manusia di dunia ini yg bersifat --
kamisol ka.mi.sol [n] baju tanpa lengan, spt kutang yg sudah dimodifikasi, baik bahan, model, maupun warnanya, dipakai sbg baju dalam atau baju luar
kamit ka.mit , ka.mit-ka.mit v menggerak-gerakkan bibir (spt orang mengucapkan doa)
kampanye kam.pa.nye [n] (1) gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dsb); (2) kegiatan yg dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yg bersaing memperebutkan kedudukan dl parlemen dsb untuk mendapat dukungan massa pemilih dl suatu pemungutan suara
kampung kam.pung [n] kelompok rumah yg merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); (2) n desa; dusun; (3) n kesatuan administrasi terkecil yg menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; (4) a terkebelakang (belum modern); berkaitan dng kebiasaan di kampung; kolot
kamsia kam.sia [Cn p] kata yg dipergunakan untuk menyatakan kelegaan; terima kasih: " -- , Cik!", katanya sambil berlari setelah ia menerima hadiah dr orang itu
kanaah ka.na.ah [Ar a] rela menerima yg diberikan kepadanya oleh orang tua, atasan, ataupun oleh Allah
kanalisasi ka.na.li.sa.si [n] (1) perihal pembuatan kanal (terusan); (2) ki penyaluran (rasa tidak puas dsb): -- perasaan tidak puas; diperlukan oleh semua orang, tidak terbatas pd orang-orang yg hidup di kota besar saja
kancil kan.cil [n] (1) binatang pemakan tanaman yg cepat larinya, berbadan langsing, kaki depan lebih pendek dp kaki belakang, bulunya berwarna cokelat kemerah-merahan, jenis jantan bertaring, mencuat ke luar dari atas rahang; Tragulus javanicus; (2) ki tokoh utama binatang yg cerdik dl cerita rakyat di Asia Tenggara; (3) ki orang yg cerdik dan licik (banyak akal)
kandidiasis kan.di.di.a.sis [n Dok ] infeksi yg disebabkan oleh jamur: seorang dokter gigi harus mengetahui manifestasi kelainan sistemik dl mulut, spt penyakit infeksi oleh virus, infeksi bakteri, dan --
kandis kan.dis [n] mangga hutan yg buahnya sangat masam, biasa diiris-iris, kemudian dijemur untuk bumbu masak sbg pengganti jeruk [ark a] manis
kanibal ka.ni.bal [n] (1) orang yg suka makan daging manusia; pemakan daging sejenis; (2) binatang yg suka membunuh dan memakan daging binatang lain yg sejenis; (3) ternak yg suka menggigit atau mematuki temannya sampai luka
kanisah ka.ni.sah [Ar n] tempat ibadat orang Yahudi; sinagoga
kanjeng kan.jeng [n] pangkat atau gelar yg diberikan oleh Sultan Yogyakarta atau Sunan Surakarta kpd orang yg kedudukannya sepangkat bupati: ia dianugerahi pangkat Bupati Anom di samping mendapat gelar -- Raden Tumenggung
kanonir ka.no.nir [n] orang yg mengurusi kanon (meriam); penembak dng kanon
Kanser Kan.ser [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol lambang zodiak ke-4 yg dilambangkan dng kepiting sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Juni-22 Juli; Karkata
kantan kan.tan [n] halia hutan yg bunganya dapat dirujak atau digunakan sbg bumbu gulai; Nicolaia imperalis
kapal barang penumpang kapal yg terutama digunakan untuk mengangkut barang, jumlah penumpang kabinnya tidak lebih dr 12 orang
kapal besar ditunda jongkong [pb] orang berkuasa yg menurut perintah orang kecil
kapal satu nakhoda dua [pb] satu pekerjaan yg dikepalai dua orang
kaparan ka.par.an [n] barang-barang yg telantar (tidak terpelihara); kayu-kayuan dsb yg berhanyutan (di laut atau di sungai)
kapitalis ka.pi.ta.lis [n] kaum bermodal; orang yg bermodal besar; golongan atau orang yg sangat kaya
kapitalis birokrat [Pol] orang yg mempunyai kedudukan di dl lembaga pemerintah atau di dl organisasi politik yg menyalahgunakan kekuasaan dan kedudukan untuk memperkaya golongan atau diri sendiri
kapitalis borjuis (golongan) orang bermodal dan bangsawan
kapitan ka.pi.tan [ark n] (1) gelar (sebutan) kepala daerah pd zaman pemerintahan raja, setingkat dng camat di daerah Nusa Tenggara Timur dan Maluku; (2) kepala golongan penduduk Cina (pd zaman pemerintahan Belanda); (3) kepala dl balatentara
Kaprikornus Kap.ri.kor.nus [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa, terlihat tengah malam pd bulan Agustus; (2) Astrol lambang ke-10 zodiak yg dilambangkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Desember-19 Januari; Makara
kapstok kap.stok [n] barang yg digunakan untuk menyangkutkan atau menggantungkan pakaian (topi dsb); sangkutan; gantungan
kapten kap.ten [n] (1) pangkat perwira pertama peringkat pertama dl ketentaraan, satu tingkat di bawah mayor, satu tingkat di atas letnan satu (tanda pangkatnya tiga balok emas lurus mendatar yg ditempatkan di bahu baju); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (regu, kapal, dll)
kapurancang ka.pu.ran.cang [n] sikap tangan ditumpukkan di perut sebelah bawah, biasanya merupakan sikap hormat seseorang apabila sedang berbicara
karam berdua [pb] dua orang berbuat salah, seorang saja yg kena hukum
karam sambal oleh belacan [pb] mendapat kerugian krn perbuatan orang kepercayaan atau yg dikasihi
karantinawan ka.ran.ti.na.wan [n] (1) orang yg bekerja di karantina; (2) orang yg dikarantinakan
karavan ka.ra.van [n] (1) kereta bertutup yg berfungsi sbg tempat tinggal (bagi pengembara atau orang yg berlibur); (2) rombongan orang (haji, peziarah, pedagang) yg melakukan perjalanan bersama demi keselamatan
kardigan kar.di.gan [n] baju rajutan tanpa kerah, berlengan panjang, dan berkancing depan, terbuat dr benang wol
kardiografi kar.di.o.gra.fi [n Dok] (1) pencatatan aktivitas jantung dng suatu alat; (2) hal yg bersangkutan dng kardiograf
karel ka.rel [n] ruangan di perpustakaan yg terletak dekat koleksi rujukan yg disediakan khusus untuk studi perseorangan atau kelompok, dapat dipakai untuk menyimpan buku dan catatan yg sewaktu-waktu dapat dikunci di saat ruangan tsb tidak digunakan
karier ka.ri.er [n] (1) perkembangan dan kemajuan dl kehidupan, pekerjaan, jabatan, dsb: ia seorang eksekutif muda yg sedang menanjak -- nya; (2) pekerjaan yg memberikan harapan untuk maju: bagaimanapun kita mempunyai -- yg harus kita perhatikan pula
karikaturis ka.ri.ka.tu.ris [n] pelukis gambar karikatur; orang yg biasa menciptakan karikatur
karisma ka.ris.ma [n] (1) keadaan atau bakat yg dihubungkan dng kemampuan yg luar biasa dl hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dr masyarakat thd dirinya; (2) atribut kepemimpinan yg didasarkan atas kualitas kepribadian individu [n Kris] karunia Roh Kudus yg luar biasa yg diberikan kpd orang beriman supaya melayani umat
karismatik ka.ris.ma.tik [a] bersifat karisma: salah satu penampilannya yg dianggap orang -- ialah cara berpidatonya yg berapi-api dan dapat memukau pendengarnya
karitas ka.ri.tas [n] uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dsb) yg disumbangkan untuk menolong orang miskin atau orang yg tertimpa bencana (alam, perang, dsb): sumbangan -- bagi korban bencana gempa bumi; (2) organisasi kemanusiaan yg mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan [n] tingkah laku yg simpatik thd orang lain
karteker kar.te.ker [n cak] orang yg menangani jabatan (ketua, sekretaris, dsb) untuk sementara krn pejabatnya belum ada atau belum dipilih: ia ditunjuk sbg -- , sementara menunggu terpilihnya ketua umum yg baru
kartonase kar.to.na.se [n] pembalutan (pembungkusan) dng kertas tebal
kartu anggota kartu yg memuat jati diri seseorang sbg tanda ke- anggotaan suatu perkumpulan (perusahaan dsb)
kartu mati [ki] orang yg dianggap tidak produktif, bersifat menunggu (tidak berinisiatif)
kartu nama kartu (kecil) yg bertuliskan nama dan alamat rumah (kantor dsb) seseorang: -- nasabah Ek kartu yg harus diisi dan ditandatangani nasabah pd saat pembukaan rekening
kartu penumpang kartu yg diberikan kpd calon penumpang yg melaporkan diri, untuk memasuki ruang pesawat krn pd kartu itu tercantum nomor kursi yg bersangkutan
kartu pribadi [Dik] kumpulan catatan tt data pribadi murid yg melengkapi laporan pendidikan murid yg bersangkutan, diisi secara berkala
kartu tanda penduduk kartu pengenal yg harus dimiliki setiap orang (warga negara) yg memuat nama, nomor, jenis kelamin, umur dan tempat lahir, pekerjaan, dan alamat yg jelas
kartu tindak lanjut formulir terbuat dr kertas tebal untuk mencatat surat yg memerlukan tindak lanjut agar mendapat perhatian sepenuhnya dr pejabat yg bersangkutan
kartu truf jenis kartu yg dimenangkan atas ketiga jenis kartu lainnya dl permainan (bridge); (2) ki pernyataan untuk menghentikan perbuatan atau kesombongan seseorang
kartu valentin kartu yg disampaikan kpd orang yg dikasihi pd hari valentin
karu ka.ru [Mk] ber.ka.ru a tidak keruan (kalut, susah tt pikiran, perasaan) [v] , me.nga.ru v menyela orang yg sedang berbicara; melakukan interupsi
karuhun ka.ru.hun [Sd n] nenek moyang; leluhur: aku adalah orang baru yg tidak tahu soal di sana walaupun orang tua dan -- ku hidup di sana
karun ka.run [n] (1) orang yg kaya raya pd zaman Nabi Musa a.s., yg akibat kesombongannya ia dan harta bendanya tertimbun tanah; (2) ki tidak diketahui asal-usulnya (tt harta temuan dsb): salah seorang penduduk menemukan harta -- dl ladangnya; (3) ki tidak sah (tt pemerolehan atau pendapatan)
karusi ka.ru.si [n] penyakit yg ditandai dng keinginan hidup hanya untuk bekerja, siang malam spt robot, dan akhirnya membawa kpd kehidupan yg tertekan krn tujuannya untuk mengejar karier dan prestasi, jika tidak tercapai timbul depresi yg berakhir dng bunuh diri: sekarang di negara Barat banyak orang dijangkiti penyakit --
karya seni ciptaan yg dapat menimbulkan rasa indah bagi orang yg melihat, mendengar, atau merasakannya
karyawan kar.ya.wan [n] orang yg bekerja pd suatu lembaga (kantor, perusahaan, dsb) dng mendapat gaji (upah); pegawai; pekerja
karyawisata kar.ya.wi.sa.ta [n] kunjungan ke suatu objek dl rangka memperluas pengetahuan dl hubungan dng pekerjaan seseorang atau sekelompok orang: seminar itu ditutup dng -- ke beberapa daerah industri
kasad ka.sad [n] (1) maksud; tujuan: niat dan -- orang tua itu tidak lain hanya ingin menyenangkan anak-anaknya; (2) makna konotasi: fatwa -- nya agamawi, petuah -- nya sosial
kasak-kusuk ka.sak-ku.suk [v] mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan) dng tujuan tertentu (biasanya disampaikan dng suara berbisik)
kasein ka.se.in [n Graf] hasil pengolahan susu yg larut dl larutan alkali dan asam pekat, mengendap dl asam lemak, dan tidak larut dl air, digunakan dl pembuatan kertas sbg bahan perekat dan pengikat pigmen pd permukaan kertas cetak seni atau digunakan dl ofset sbg bahan peka cahaya dl pembuatan pelat
kasihan ka.sih.an [n] rasa iba hati; rasa belas kasih: pengemis tua itu hidup dr -- orang; (2) p seruan menyatakan rasa belas (krn melihat dsb): -- benar anak ini; aduh, -- anak itu, tiba-tiba menjadi cacat seumur hidup
kasiku ka.si.ku [Jw a] kena kutuk; kualat: menurut kepercayaannya, orang yg tidak mengadakan selamatan akan -- oleh para dewa
kasintu ka.sin.tu [Sd n] ayam hutan
kasip ka.sip [Jw v] terlambat; lewat waktu [n] tumbuh-tumbuhan, ada bermacam-macam spt -- bukit, Aglaia cordata; -- hutan, Dysoxylon excelsum
kasir ka.sir [n] pemegang kas (uang); orang yg bertugas menerima dan membayarkan uang: ia bekerja sbg -- di toko buku itu
kaskade kas.ka.de [n] (1) deretan air terjun kecil di taman atau kebun; (2) deretan peranti yg bekerja berurutan satu setelah yg lain
kasualitas ka.su.a.li.tas [n] kecelakaan, terutama yg menyangkut hilangnya nyawa seseorang
kasuis ka.su.is [n] (1) orang yg ahli dl penentuan baik atau buruk berdasarkan kesesuaian antara perbuatan dan kata hati dan norma etika umum; (2) sofis
kasus ka.sus [n] (1) keadaan yg sebenarnya dr suatu urusan atau perkara; keadaan atau kondisi khusus yg berhubungan dng seseorang atau suatu hal; soal; perkara; (2) Ling (a) kategori gramatikal dr nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yg menunjukkan hubungannya dng kata lain dl konstruksi sintaksis; (b) hubungan antara argumen dan predikator dl suatu proposisi (dl teori kasus)
kasus vokatif [Ling] bentuk kasus dl bahasa inflektif untuk menandai orang atau benda yg diajak bicara
kata majemuk [Ling] gabungan morfem dasar yg seluruhnya berstatus sbg kata yg mempunyai pola fonologis, gramatikal, dan semantis yg khusus menurut kaidah bahasa yg bersangkutan
kata sapaan kata yg digunakan untuk menyapa seseorang (msl kata Anda, Saudara, Tuan, Nyonya, Ibu, Bapak, Kakak, dan Adik)
katak hendak jadi lembu [pb] orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong
katakomba ka.ta.kom.ba [n] (1) Kris ruang di bawah tanah tempat makam atau persembunyian orang Kristen pd zaman Romawi
katalisator ka.ta.li.sa.tor [n] (1) Kim katalis; (2) seseorang atau sesuatu yg menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa
katalog nama katalog yg disusun berabjad menurut nama orang, nama tempat, atau keduanya, baik yg digunakan sbg pengarang maupun sbg subjek
katarsis ka.tar.sis [n] (1) Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; (2) Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; (3) Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
kategorial ka.te.go.ri.al [a] bersangkutan dng kategori
katung ka.tung [n] penyu, Dermochelys coriacea , ter.ka.tung-ka.tung v (1) terapung-apung: perahu itu hanyut ~ di tengah lautan; (2) melayang-layang (turun naik): layang-layang itu ~ di udara; (3) ki belum ada kepastian (tt nasib, perkara, dsb): nasib guru Inpres di daerah itu masih ~
kaum ka.um [n] (1) suku bangsa: dahulu perang antar -- sering terjadi di pedalaman; (2) sanak saudara; kerabat; keluarga: ia hidup terasing dr -- nya; (3) golongan (orang yg sekerja, sepaham, sepangkat, dsb): -- terpelajar; (4) ark lebai; modin: perbatin, penggawa, atau -- hanya berhenti sebab mati; (5) keluarga garis matrilineal
kaum dahrian [Ar] orang yg tidak memeluk suatu agama; orang yg ingin bebas dl pikiran dan pendirian
kaum konfederasi kelompok yg pro perbudakan, bahkan menghendaki pemerintahan sendiri yg lepas dr pemerintah pusat (di Amerika Serikat); -- mapan kelompok orang yg sudah mapan dl hal sosial, ekonomi, dan politik (biasanya kalangan eksekutif): bagi ~ mapan, pergaulan tidak saja sekadar hubungan sosial, tetapi sudah diidentikkan dng hubungan bisnis
kaum revolusioner [Pol] sekelompok minoritas yg terdiri atas berbagai strata sosial, yaitu orang yg mempunyai ideologi sama dan berjanji akan menentang penindasan, menghilangkan permainan penguasa dan birokrat
kawan ka.wan [n] orang yg sudah lama dikenal dan sering berhubungan dl hal tertentu (dl bermain, belajar, bekerja, dsb); teman; sahabat; sekutu: orang ramah banyak --
kawanan ka.wan.an [n] sekumpulan orang (binatang) yg berkawan; sekumpulan (binatang sejenis); sekelompok (manusia): ~ gajah; ~ penjahat
kawanua ka.wa.nua [n] (1) suku bangsa Minahasa; (2) orang senegeri (setanah air)
kawasan pecinan daerah pemukiman orang Cina
kawih ka.wih [Sd n] lagu tradisional dl bahasa Sunda yg iramanya tidak teratur, dinyanyikan sambil bersajak: lagu -- biasa dinyanyikan orang untuk mengiringi kecapi
kawin angkat bapak perkawinan antara seorang wanita yg sedang hamil di luar perkawinan yg sah dan seorang pemuda yg bersedia mengawini wanita itu, kadang-kadang dng bayaran atau upah
kawin roko kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan bersama untuk menutup rasa malu krn calon pengantin laki-laki tidak mampu memberikan maskawin; (2) kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan calon suami dan calon istri krn orang tua si gadis tidak menyetujuinya
kawin sirih pinang bentuk perkawinan dng cara suami tinggal di tempat orang tua istri dan membantu pekerjaan orang tua itu sampai mahar yg harus dibayarnya dapat dilunasi (di Timor)
kawin tukar gadis [Antr] adat perkawinan yg menuntut seorang pria yg melamar seorang wanita menyediakan seorang saudara wanita dr kerabatnya sendiri untuk dikawinkan dng seorang pria dr kerabat calon istrinya
kawula ka.wu.la [n] (1) hamba sahaya; budak; abdi; (2) rakyat dr suatu negara; orang yg di bawah perintah suatu negara; pengikut; (3) ark saya; aku (untuk menghormat): -- tidak dapat ikut ke sana, Gusti; -- muda orang yg masih muda umurnya; pemuda: -- muda ingin menunjukkan kreativitas dl pameran itu kpd khalayak
kayak ka.yak [p cak] seperti; sebagai [n] (1) perahu kecil Eskimo yg dibungkus kulit hewan; (2) Olr perahu kecil (dng seorang atau dua orang pendayung) untuk lomba mendayung
kayau ka.yau , me.nga.yau v Antr membunuh orang untuk diambil kepalanya (sbg adat kebiasaan beberapa suku bangsa yg masih primitif) , ber.ka.yau v menggenang; membanjir di: darah ~ di tempat penyembelihan sapi itu
kayu ka.yu [n] (1) pohon yg batangnya keras; (2) bagian batang (cabang, dahan, dsb) pokok yg keras (yg biasa dipakai untuk bahan bangunan, dsb) [n] gulungan (geblokan) kain putih, cita, dsb: membeli kain putih dua -- , ka.yu-ka.yu n cak (1) orang yg dijadikan alat oleh orang lain (spt orang yg disuruh membeli tanah atas namanya, tetapi sebenarnya yg memiliki tanah itu orang yg menyuruhnya); (2) laki-laki yg seakan-akan dipergundik oleh orang perempuan
ke mana kelok lilin [pb] tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain
ke mana tumpah hujan dr bubungan [pb] anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya
keabsahan ke.ab.sah.an [n] sifat yg sah; kesahan: puluhan tahun kemudian, orang meragukan ~ surat itu
keahlinegaraan ke.ah.li.ne.ga.ra.an [n] hal atau mengenai orang yg paham benar tt tata negara
keakuan ke.a.ku.an [n] sifat mementingkan diri sendiri: tiap orang, besar atau kecil, ada ~ nya
kealiman ke.a.lim.an [n] (1) kepandaian (dl pengetahuan agama): ~ nyalah yg menyebabkan dia diangkat sbg khatib di masjid raya; (2) kesalehan: saya sangat terkesan oleh ~ orang itu
keambrukan ke.am.bruk.an [n] (1) keadaan (hal) ambruk; keruntuhan; kerobohan; (2) kebangkrutan (tt usaha dagang)
kearab-araban ke.a.rab-a.rab.an [a] bersikap dan bertingkah laku spt orang Arab
keaslian ke.as.li.an [n] (1) kemurnian: kita harus menjaga ~ isi dan jiwa undang-undang dasar negara kita; (2) sifat-sifat yg asli: gerak dan gayanya masih menunjukkan ~ nya sbg orang Timur; (3) hal asli; ketulenan (dl arti bukan terjemahan atau saduran): ~ buku babad itu masih diperdebatkan
keayahan ke.a.yah.an [n] (1) hal-hal yg berhubungan dng tugas dan kewajiban ayah; (2) sifat-sifat yg dimiliki seorang ayah: ayah zaman sekarang kelihatannya sudah sadar akan peran ~ nya dan mulai menikmati partisipasi aktifnya dl mengasuh anak
kebaharian ke.ba.ha.ri.an [n] segala sesuatu yg berhubungan dng laut; kelautan
kebakaran ke.ba.kar.an [n] peristiwa terbakarnya sesuatu (rumah, hutan, dsb): -- hutan sering terjadi dl musim kemarau; (2) v cak terbakar; menderita krn terbakar: krn -- itu ia tidak mempunyai tempat berteduh; (3) n bahaya api
kebangsaan ke.bang.sa.an [n] (1) ciri-ciri yg menandai golongan bangsa: korban pesawat yg terbakar itu sudah diketahui -nya; (2) perihal bangsa; mengenai (yg bertalian dng) bangsa: sejarah -- Indonesia; (3) kedudukan (sifat) sbg orang mulia (bangsawan): bukan -nya melainkan kelakuannya yg kita pandang; (4) kesadaran diri sbg warga dr suatu negara: memupuk rasa --
kebanyakan ke.ba.nyak.an [n] (1) perihal banyak; banyaknya; jumlahnya: bukan -- anggota yg penting, tetapi kualitasnya; (2) bagian yg terbanyak; sebagian besar: -- murid-murid di kelas kami mempunyai sepeda motor; (3) biasa: orang -, orang biasa; orang awam; (4) biasanya; pd umumnya: -- asal membayar lebih akan didahulukan pelayanannya; (5) terlampau banyak: -- merokok, tidak baik untuk kesehatan
kebarat-baratan ke.ba.rat-ba.rat.an [a] bertingkah laku spt orang Eropa atau Amerika; berlagak spt orang Eropa atau Amerika: kita boleh mengambil kebudayaan Barat, tetapi jangan sampai membuat kita --
kebas ke.bas [a] (1) berasa kaku kakinya (krn lelah); (2) kesemutan (tt kaki, tangan, dsb) [v] , me.nge.bas v melambaikan (kain dsb); mengirap-ngirapkan; mengibas-ngibaskan: ~ kain yg berdebu
kebayan ke.ba.yan [n] (1) Jw pegawai desa yg pekerjaannya menyampaikan perintah dan menjaga keamanan desa; (2) kl orang perempuan tua yg biasa berperan sbg perantara hubungan antara pria dan wanita; (3) kl orang yg pekerjaannya disuruh-suruh
kebelanda-belandaan ke.be.lan.da-be.lan.da.an [a] bertingkah laku spt orang Belanda; kebarat-baratan
kebenaran ke.be.nar.an [n] (1) keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya: kita harus berani mempertahankan -; ia masih menyangsikan -- berita itu; (2) sesuatu yg sungguh-sungguh (benar-benar) ada: kita harus menyakini -- yg diajarkan oleh agama; (3) kelurusan hati; kejujuran: tidak seorang pun menyangsikan -- hatinya; (4) kl izin; persetujuan; perkenan: dng -- yg dipertuan, kami masuk istana; (5) Jk kebetulan: nah, -- dia datang sekarang, kita dapat bertanya langsung kepadanya
kebencian ke.ben.ci.an [n] (1) perasaan benci; sifat-sifat benci: motif pemberontakan itu ialah -- thd kaum penjajah; (2) sesuatu yg dibenci: judi merupakan -- orang dl kampung itu
keberanjakan ke.ber.an.jak.an [n] perihal beranjak: upacara tsb merupakan ~ seseorang dr masa anak-anak ke masa dewasa
kebiasaan ke.bi.a.sa.an [n] (1) sesuatu yg biasa dikerjakan dsb; (2) Antr pola untuk melakukan tanggapan thd situasi tertentu yg dipelajari oleh seorang individu dan yg dilakukannya secara berulang untuk hal yg sama
kebidanan ke.bi.dan.an [n] segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak
kebijaksanaan ke.bi.jak.sa.na.an [n] (1) kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya): berkat -- beliau, terlepaslah kita dr bahaya besar; (2) kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dsb: perkara ini terserah kpd -- orang tua si anak
kebilangan ke.bi.lang.an [n] kenamaan (termasyhur, terkemuka, dsb): beliau termasuk orang -- di kampungnya
keblinger keb.li.nger [Jw v] sesat; keliru: pembajakan di udara yg terjadi baru-baru ini didorong oleh angan-angan yg -- dr seseorang yg mau jadi jagoan
kebrutalan ke.bru.tal.an [n] (1) kekejaman: -- perampok itu amat tidak manusiawi; (2) kekurangajaran: kenakalan dan -- anak-anak sering disebabkan oleh tingkah laku dan keadaan orang-orang di sekitarnya
kecabaran ke.ca.bar.an [n] perihal cabar; ketawaran (tt hati); ketakutan
kecak ke.cak [n] nama tarian Bali (yg dilakukan oleh puluhan orang laki-laki, menggambarkan pasukan kera pengikut Rama)
kecamatan ke.ca.mat.an [n] (1) daerah bagian kabupaten (kota) yg membawahkan beberapa kelurahan, dikepalai oleh seorang camat; (2) bagian pemerintahan daerah yg dikepalai seorang camat; (3) kantor camat
kecelakaan ke.ce.la.ka.an [n] perihal celaka; bencana; kemalangan; kesusahan: bukan harta benda, melainkan ~ yg diwariskan kpd anak cucunya; (2) v mendapat celaka: pasien di ruang ini pd umumnya krn ~; tidak sedikit yg mati krn ~; (3) n kejadian (peristiwa) yg menyebabkan orang celaka: salah satu sebab seringnya terjadi ~ lalu lintas ialah krn kurangnya kesadaran thd peraturan lalu lintas
kecerewetan ke.ce.re.wet.an [n] perihal cerewet: orang awam harus memaklumi ~ ahli bahasa soal penulisan yg sesuai dng ejaan yang benar
keceriaan ke.ce.ri.a.an [n] (1) kebersihan; kesucian; (2) kecerahan sinar (seri) muka (menandakan bahagia, gembira, dsb): ~ yg pernah dimilikinya telah hilang sejak orang tuanya meninggal dunia
kecewa ke.ce.wa [a] (1) kecil hati; tidak puas (krn tidak terkabul keinginannya, harapannya, dsb); tidak senang: kami -- thd penyambutannya yg dingin; (2) cacat; cela: tidak ada -- nya; (3) gagal (tidak berhasil) dl usahanya dsb: segala tindakan pengamanan akan tetap -- jika biang keladi kejahatannya tidak dibasmi; -- berat sangat kecewa: gitaris ceking berambut gondrong itu tampak -- berat
kecoh ke.coh [n] tipu daya (terutama kecurangan yg merugikan orang, spt barang palsu dikatakan tulen, mengurangi berat atau ukuran barang, mencampuri dng barang yg kurang baik); tipu: kita harus teliti, jangan sampai kena -- [a] gaduh; ribut
kecopetan ke.co.pet.an [v cak] kehilangan sesuatu krn dicopet orang: seorang turis ~ di depan bioskop; (2) n perihal copet
kecurian ke.cu.ri.an [v] (1) kehilangan sesuatu krn dicuri orang: kemarin saya ~ uang; (2) ki menderita sesuatu krn lengah (lalai, meleng, dsb): pendekar itu ~ juga, pundaknya kena pukul
kedahsyatan ke.dah.syat.an [n] (1) kengerian; kehebatan; kesangatan; (2) ketakutan; kebingungan (krn takut)
kedaluwarsa ke.da.lu.war.sa [a] (1) tidak model lagi (baju, kendaraan, dsb); tidak sesuai dng zaman: hakikat cerita itu telah -- apabila diajarkan sekarang; (2) sudah lewat (habis) jangka waktunya (tt tuntutan dsb); habis tempo; (3) terlewat dr batas waktu berlakunya sebagaimana yg ditetapkan (tt makanan): jika dimakan, makanan yg -- akan membahayakan kesehatan
kedau ke.dau [ark v] me.nge.dau v berteriak (minta tolong dsb): ia ~ sekuat-kuatnya, tetapi tidak seorang pun yg mendengarnya
kedegilan ke.de.gil.an [n] tabiat tidak mau menuruti nasihat orang; ketegaran
kedek ke.dek /kEdEk/, ke.dek-ke.dek v berjalan tergoyang-goyang: krn gemuk, orang itu berjalan ~
kedekut ke.de.kut [a] kikir (sekali); pelit (sekali): orang kaya banyak yg --
kedesa-desaan ke.de.sa-de.sa.an [a] (1) berlaku (berlagak) sbg orang desa; (2) bersuasana desa
kedesaan ke.de.sa.an [n] yg berhubungan dng sifat atau keadaan desa; perihal daerah: dia mulai berlaku layaknya anak orang kaya, meninggalkan tradisi ~ yg selama ini masih dia genggam erat
kediktatoran ke.dik.ta.tor.an [n] sistem pemerintahan yg dipimpin oleh seorang diktator
kedot ke.dot [Jk a] kuat; kebal; tahan pukulan: dialah orang yg paling -- yg pernah saya temui
kedua ke.dua [num] (1) nomor dua: anaknya yg ~ lahir kemarin; (2) kelompok yg terdiri atas dua (orang dan barang): ~ mobilnya disita kejaksaan
kedudukan ke.du.duk.an [n] (1) tempat kediaman; (2) tempat pegawai (pengurus perkumpulan dsb) tinggal untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya; (3) letak atau tempat suatu benda: gerhana matahari terjadi pd waktu ~ bulan tepat di antara bumi dan matahari; (4) tingkatan atau martabat: ~ duta besar sama dng menteri; (5) keadaan yg sebenarnya (tt perkara dsb): hingga sekarang ~ perkara manipulasi uang proyek itu masih gelap; (6) status (keadaan atau tingkatan orang, badan atau negara, dsb): di sana ~ Saudara sbg apa?
keemosian ke.e.mo.si.an [n] perihal emosi: kalau pendekatan ini yg dipakai, kita akan dapat menggambarkan derajat ~ seseorang
keempat-empatnya ke.em.pat-em.pat.nya [n] seluruhnya yg terdiri atas empat (orang dsb): kawanan perampok itu ~ sudah dapat ditangkap polisi
keenakan ke.e.nak.an [n] kesenangan; kenyamanan; (2) a terlalu merasa enak; (3) v cak menjadi terbiasa (biasanya hal-hal yg kurang baik): jangan dibiasakan memanjakan anak, nanti dia ~ bermanja-manja pd setiap orang
kegadisan ke.ga.dis.an [n] (1) kemurnian seorang gadis; keperawanan; (2) sifat gadis
kegaduhan ke.ga.duh.an [n] perihal gaduh; kerusuhan; kekacauan; keributan: ~ di desa itu semakin meluas
kegegeran ke.ge.ger.an [n] kegemparan; kehebohan; keributan: dia dikejutkan oleh ~ para penumpang
kegemuruhan ke.ge.mu.ruh.an [n] kericuhan; keributan (tt suara dsb)
kegentaran ke.gen.tar.an [n] (1) gerakan menggentar; (2) ketakutan; kegelisahan
kehabisan ke.ha.bis.an [v] (1) sudah habis (terpakai atau terjual): mobil itu mogok krn ~ bensin; mereka yg datang terlambat akan ~ karcis; (2) kehilangan: orang tua itu sudah ~ akal
kehadiran ke.ha.dir.an [n] perihal hadir; adanya (seseorang, sekumpulan orang) pd suatu tempat: ~ para remaja itu telah memeriahkan suasana pertemuan
kehangatan ke.ha.ngat.an [n] (1) perihal hangat; (2) keadaan gembira (senang, suka cita): kasih sayang seorang ibu memberikan ~ dl rumah tangganya; (3) cak kena hangat; terlampau hangat; kepanasan
kehebohan ke.he.boh.an [n] kegaduhan; keributan; huru-hara
kehendak ke.hen.dak [n] kemauan; keinginan dan harapan yg keras: demikianlah ~ orang tuanya
kehidupan ke.hi.dup.an [n] cara (keadaan, hal) hidup: ~ orang di desa berbeda dng ~ orang di kota
kehormatan ke.hor.mat.an [n] (1) pernyataan hormat; penghargaan: ia mendapat ~ untuk memimpin sidang itu; barisan (pengawal) ~ , barisan (pengawal) yg khusus sbg pernyataan hormat (kpd tamu agung, orang besar, dsb); doktor ~ , gelar doktor yg diberikan sbg tanda pernyataan hormat; doktor honoris causa
keimaman ke.i.mam.an [n] kedudukan (jabatan dsb) imam; yg ber-hubungan dng imam: orang yg saleh itu pantas sekali menduduki jabatan ~
keinggris-inggrisan ke.ing.gris-ing.gris.an [a] bersikap dan bertingkah laku spt orang Inggris
keirian ke.i.ri.an [n] kecemburuan melihat kelebihan orang lain: dl kehidupan suami-istri, ~ semacam ini akan bisa memunculkan tudingan kurang menyenangkan
keirihatian ke.i.ri.ha.ti.an [n] perihal iri hati; kecemburuan; melihat kelebihan orang lain
kejadian ke.ja.di.an [n] perihal jadinya; kelahiran: buku itu memuat cerita tt ~ alam semesta; (2) v jadi; tidak urung (tidak batal); dilangsungkan (tt jual beli): sesudah tawar-menawar, ~ juga akhirnya; (3) n Sas peristiwa dl suatu drama yg dinyatakan dl gerak dan dialog; (4) v terjadi; sudah berlaku: keributan telah ~ di sana-sini; (5) n peristiwa; sesuatu yg terjadi: kita harus dapat mengambil hikmah dr setiap ~ itu
kejan ke.jan [v] me.nge.jan v menekan dng menahan napas (spt orang hendak melahirkan); meneran; merejan
kejang ke.jang [a] (1) kaku dan menegang (tt urat atau otot); (2) Dok pengerutan otot yg berlebihan di luar kehendak
kejelusan ke.je.lus.an [n] perasaan iri hati; kecemburuan: ia pandai sekali menyembunyikan ~ nya di hadapan orang lain
kejut ke.jut, ke.jut-ke.jut [n] rumput-rumputan berduri yg apabila tersentuh akan mengerut (menguncup); sikejut; simalu; putri malu; Mimosa pudica
kekacauan ke.ka.cau.an [n] (1) kekalutan; ketidakberesan; kekusutan; (2) huru-hara
kekaryaan ke.kar.ya.an [n] (1) segala yg berhubungan dng karya seseorang; (2) perihal (yg bersifat, berciri) karya
kekasaran ke.ka.sar.an [n] sifat (keadaan dsb) yg kasar: ia tidak heran akan ~ tingkah lakunya krn dia hidup di lingkungan orang-orang jahat
kekasih ke.ka.sih [n] (orang) yg dicintai; buah hati: orang tempat mencurahkan isi hatinya hanyalah ~ nya
kekayaan ke.ka.ya.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) kaya: ~ jangan menimbulkan kesombongan; (2) harta (benda) yg menjadi milik orang: ~ nya tidak seberapa; (3) Isl kekuasaan: ~ Allah
kekecilan hati ke.ke.cil.an hati kemarahan; perasaan kecil hati; (2) ketawaran hati; ketakutan
kekeh ke.keh /kEkEh/, ter.ke.keh-ke.keh v tertawa keras (tertawa orang tua yg berbunyi "keh, keh"); tergelak-gelak: terdengar orang itu tertawa ~
kekejaman ke.ke.jam.an [n] perihal (perbuatan, sifat) yg kejam; kebengisan: ~ seseorang biasanya bukanlah dibawa sejak lahir
kekerasan ke.ke.ras.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) keras; (2) perbuatan seseorang atau kelompok orang yg menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain; (3) paksaan
kekeruhan ke.ke.ruh.an [n] perihal, keadaan (yg bersifat) keruh; kegentingan (tt keadaan, suasana, dsb); kekalutan
keki ke.ki [a] (1) merasa tidak senang, mendongkol, kesal (thd orang lain): ia merasa -- krn tidak satu pun pekerjaannya yg mendapat pujian; (2) merasa iri hati
kekota-kotaan ke.ko.ta-ko.ta.an [a] berlaku (berlagak) sbg orang kota
kekuasaan ke.ku.a.sa.an [n] (1) kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb): dia telah menggunakan ~ nya secara sewenang-wenang; (2) kemampuan; kesanggupan: tiada ~ selain ~ Allah untuk menciptakan dunia; (3) daerah (tempat dsb) yg dikuasai: bekas raja itu tidak mau pergi dr daerah bekas ~ nya meskipun sudah kalah perang; (4) kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik; (5) Huk fungsi menciptakan dan memantapkan kedamaian (keadilan) serta mencegah dan menindak ketidakdamaian atau ketidakadilan
kekuasaan marital ke.ku.a.sa.an marital [Huk] bantuan dan kekuasaan yg diberikan seorang suami kpd istri dl hal perbuatan hukum yg menyangkut harta kekayaan bersama
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kekuatan batin ke.ku.at.an batin kekuatan yg ditimbulkan oleh adanya daya jiwa seseorang; kekuatan rahasia; kekuatan jiwa
kekurangan ke.ku.rang.an [v] tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; (2) v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; (3) n perihal kurang; (4) n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~
kekurangan gizi ke.ku.rang.an gizi perihal kesehatan seseorang yg disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan bahan yg dimakan, baik kualitas maupun kuantitas
keladak perut tinja (tahi) yg terakhir yg dikeluarkan orang yg akan meninggal
kelah ke.lah [n] pemberitahuan yg disertai permintaan oleh pihak yg berkepentingan kpd pejabat yg berwenang untuk menindak, menurut hukum, orang yg melakukan perbuatan yg hanya dapat dituntut berdasarkan aduan; pengaduan
kelahiran sebelum kawin ke.la.hir.an sebelum kawin kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg belum pernah menikah
kelahiran tidak diinginkan ke.la.hir.an tidak diinginkan kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg sebenarnya belum ingin atau sudah tidak ingin mempunyai anak lagi
kelak ke.lak [n] yg akan datang; kemudian hari: diharapkan agar anak ini -- menjadi orang yg berguna bagi nusa dan bangsa [n] burung, Macrophygia assimilis ? kelah
kelakar ke.la.kar [n] (1) perkataan yg bersifat lucu untuk membuat orang tertawa (gembira); lawak; olok-olok; (2) senda gurau
kelampauan ke.lam.pau.an [v] kelaluan; terlewati; telah didahului (oleh orang lain): anak gadis itu ~ , adiknya sudah kawin, ia belum
kelana alam olahraga dng berkelana masuk keluar hutan, naik gunung turun gunung, biasanya untuk kesenangan atau sbg latihan
kelangsungan ke.lang.sung.an [n] (1) perihal berlangsungnya suatu kejadian: demi ~ pesta, sanak saudaranya bersedia menyumbang; (2) kelanjutan; ketahanan: pemerintah harus memelihara ~ serta kelestarian sumber daya alam; (3) keterusterangan; keterbukaan: aku sangat menghargai sikap ~ mu krn hal ini akan menjauhkan salah paham
kelas baru [Pol] sekelompok orang yg memiliki hak istimewa dl bidang politik dan ekonomi krn monopoli administratif yg dipegangnya
kelas bawah [Antr] golongan orang dl masyarakat yg menduduki tingkat sosial yg terbawah
kelas madya golongan orang dl masyarakat yg menduduki tingkat sosial yg di tengah
kelas penguasa [Pol] sekelompok kecil orang dl masyarakat yg melakukan semua fungsi politik, monopoli kekuasaan, dan memperoleh hak-hak istimewa
kelas sosial golongan orang di kalangan masyarakat (petani, nelayan, pedagang, dsb)
kelas terbuka kelompok orang yg masih membuka kesempatan bagi orang lain untuk masuk menjadi anggota kelompok
kelas tertutup kelompok orang yg sudah menutup kesempatan bagi orang lain untuk masuk menjadi anggota kelompoknya
kelayakan ke.la.yak.an [n] (1) perihal layak (patut, pantas); kepantasan; kepatutan; (2) perihal yg dapat (pantas, patut) dikerjakan
kelaziman ke.la.zim.an [n] kebiasaan (yg sudah umum): memakan sirih merupakan ~ bagi orang tua-tua kita dulu
keledai ke.le.dai [n] (1) binatang berkuku satu, mirip kuda kecil, bertelinga panjang dng ekor yg hanya pd ujungnya berbulu; (2) ki orang bodoh
keledai hendak dijadikan kuda [pb] orang bodoh hendak disamakan dng orang pandai
kelembaman ke.lem.bam.an [n] (1) kelambanan; kemalasan; (2) Fis sifat materi yg menentang atau menghambat perubahan momentum atau keadaan gerak benda bersangkutan; inersia
keli dua selubang [pb] seorang perempuan mempunyai kekasih dua orang
kelibang ke.li.bang , ber.ke.li.bang v beterbangan berkeliling; kalong ~ di atas pohon rambutan
kelimun ke.li.mun [n] kelompok orang banyak; kerumun
kelinci percobaan kelinci yg dipelihara untuk mencobakan obat-obat, bahan kimia, dsb, yg masih dl penyelidikan; (2) ki orang yg pertama-tama dimanfaatkan sbg percobaan
Keling Ke.ling [n] orang berkulit hitam yg berasal dr India sebelah selatan
keliti ke.li.ti [n Lay] (1) penyangga dayung pd sekoci atau perahu sewaktu dayung digunakan; (2) sangkutan di tepi perahu tempat meletakkan tangkai dayung; pengayuh; (3) roda yg dipasang untuk memutar kemudi (pd kapal kecil)
kelompok ke.lom.pok [n] (1) kumpulan (tt orang, binatang, dsb); (2) golongan (tt profesi, aliran, lapisan masyarakat, dsb); (3) gugusan (tt bintang, pulau, dsb); (4) Antr kumpulan manusia yg merupakan kesatuan beridentitas dng adat-istiadat dan sistem norma yg mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu; (5) Pol kumpulan orang yg memiliki beberapa atribut sama atau hubungan dng pihak yg sama; (6) Kim kuantitas zat yg akan dimasak atau diolah dl satu waktu
kelompok informal [Sos] kelompok orang yg tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yg pasti
kelompok pendengar [Kom] kumpulan orang yg mendengar dan mendiskusikan siaran radio pedesaan atau pita rekaman, yg bersifat penyuluhan, terutama untuk masyarakat pedesaan
kelompok umur kelompok orang berdasarkan umur, msl anak-anak, remaja, dewasa
kelu ke.lu [a] tidak dapat berkata-kata dng mendadak krn sangat terkejut, ketakutan, dsb: -- lidah
keluangsa ke.lu.ang.sa [kl n] keluarga (untuk orang baik-baik); sanak saudara
keluar tak mengganjilkan keluar tak meng.gan.jil.kan , masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil) [pb] hal (orang) yg tidak terpandang sedikit juga dl masyarakat
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
keluarga ke.lu.ar.ga [n] (1) ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; (2) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; (3) (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; (4) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat
keluarga kerajaan seluruh kerabat raja atau ratu yg sedang berkuasa di dl suatu kerajaan -- luas satuan kerabat yg terdiri atas beberapa orang, yg berasal dr kerabat dekat suami istri
keluhuran ke.lu.hur.an [n] kemuliaan; kebesaran: terkenang akan ~ tanah airnya; ~ budinya membuat setiap orang meng hor; matinya; ~ jiwa kemuliaan atau kebesaran jiwa: ~ jiwa seseorang dapat diketahui dr tingkah lakunya
kelunakan ke.lu.nak.an [n] kelembutan
kelurahan ke.lu.rah.an [n] (1) daerah pemerintahan yg paling bawah yg dipimpin oleh seorang lurah; (2) kantor (rumah) lurah
kemahasiswaan ke.ma.ha.sis.wa.an [n] seluk-beluk mahasiswa; yg bersangkutan dng mahasiswa: kuliah kerja nyata (KKN) tidak dapat dipisahkan dr kegiatan --
kemamang ke.ma.mang [n] hantu yg konon berupa kepala orang yg menyala kemerah-merahan
kemandirian ke.man.di.ri.an [n] hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pd orang lain
kemangkatan ke.mang.kat.an [n] hal mangkat; hal meninggal; kematian: berita -- raja itu mengejutkan banyak orang
kemanisan ke.ma.nis.an [n] rasa manis: -- jeruk yg dihasilkan oleh daerah ini sudah dikenal orang; (2) n kebaikan; kecantikan: ibu itu dicintai krn -- budinya; (3) a cak terlalu manis: kopinya jangan -, ya
kemaruk ke.ma.ruk [v] (1) selalu ingin makan (sesudah sembuh dr sakit); (2) ki selalu berbuat yg berlebih-lebih krn baru saja menjadi kaya dsb: itulah orang -- namanya, ke mana-mana naik mobil; (3) ki selalu ingin mendapat banyak; loba: ia adalah manusia yg -- thd harta
kemasakan ke.ma.sak.an [n] hal (keadaan) masak (yg sebenarnya atau kiasan); (2) a terlalu masak; lebih dr masak (tt masakan, buah, dsb): jika merebus sayuran jangan -; (3) n kematangan jiwa seseorang dl proses perkembangan ke arah dewasa
kemaslahatan ke.mas.la.hat.an [n] kegunaan; kebaikan; manfaat; kepentingan: seorang dermawan banyak beramal untuk -- manusia
kemasukan ke.ma.suk.an [v] (1) dimasuki (dirasuki) roh halus (setan, hantu, dsb): matanya tampak merah membeliak spt orang yg -; (2) dimasuki (oleh); ada sesuatu yg masuk: telinganya -- air; rumahnya -- pencuri
kematian ke.ma.ti.an [n] perihal mati: -- itu disebabkan oleh penyakit disentri; (2) v menderita krn salah seorang meninggal: ia belum lama ini -- anak sulungnya; (3) v ki menderita krn sesuatu yg mati: perahu -- angin
kembali kem.ba.li [v] (1) balik ke tempat atau ke keadaan semula: pesawat antariksa itu sudah -- di bumi; orang yg sudah mati tidak akan hidup --; (2) lagi: pintu harap ditutup --; (3) sekali lagi; berulang lagi: residivis itu sudah ditangkap --
kembar dampit kembar dua (tt anak), seorang laki-laki dan seorang perempuan
kemenakan datang seseorang yg diangkat menjadi anggota keluarga
kemendur ke.men.dur [kl n] (1) orang yg memegang pimpinan pasukan; perwira tinggi; (2) syahbandar; pembesar pelabuhan; (3) kepala atau pengawas pekerja; mandor; (4) pejabat pamong praja pd zaman penjajahan Belanda, tugasnya sbg pengawas; kontrolir
kementerian ke.men.te.ri.an [n] (1) pekerjaan (urusan) negara yg dipegang oleh seorang menteri; (2) lembaga atau kantor tempat mengurusi pekerjaan menteri; departemen: ia bekerja di -- Pendidikan Nasional
kemerakan ke.me.rak.an [n] pohon, dipakai untuk penghijauan: untuk menghijaukan wilayah Tabanan, Dinas Kehutanan menyediakan bibit jenis bungur, --
kemesraan ke.mes.ra.an [n] hal yg bersifat mesra: anak itu memerlukan -- dr orang tuanya
kemlaka kem.la.ka [n] pohon, kayunya dibuat orang, buahnya yg masam dibuat asinan; malaka; Phyllanthus emblica
kempas-kempis kem.pas-kem.pis [v] bergerak mengembang dan mengempis berganti-ganti dng cepat, spt dada orang sehabis berlari; terengah-engah; mengap-mengap; megap-megap
kemplang kem.plang [v] me.ngem.plang v (1) memapas kepala keras-keras; menempeleng; (2) ki menghindar dr keharusan membayar utang: gara-gara harga aluminium jatuh, perusahaan itu ~ 28 miliar rupiah kpd bank; (3) ki mengambil yg bukan haknya dng tidak memberitahukannya kpd yg berhak memiliki [n] (1) kerupuk yg dibuat dr sagu dan ikan, bentuknya bulat; (2) penganan terbuat dr sagu yg diberi garam atau singkong diparut, dikukus, dijemur, kemudian digoreng, biasanya dibentuk dng kepalan tangan
kempunan kem.pu.nan [n] (1) hal sangat ingin (akan); keadaan selalu ingat krn sangat ingin (akan): setelah sepuluh tahun di perantauan, ia pun -- pulang ke kampung; (2) dl kesukaran (kebingungan, kebimbangan, serba salah, merugi, dsb); (3) keadaan merasa sangat celaka (krn kecewa sekali dsb): konon takkan lepas dr -- hidup sebatang kara di negeri orang
kemuda-mudaan ke.mu.da-mu.da.an [n] bertingkah laku sbg orang muda
kemurnian ke.mur.ni.an [n] (1) perihal murni; keaslian: -- hutan tropis harus dilestarikan; (2) kesucian; kebersihan
kemut ke.mut [v] me.nge.mut v (1) bergerak naik turun (spt mulut orang ketika mengunyah): nenek sedang makan sirih, mulutnya ~; (2) berjalan perlahan-lahan (lambat-lambat) hampir-hampir terjatuh; terhuyung-huyung: pemabuk itu berjalan ~ memaksakan diri pulang; (3) cak menahan makanan di dl mulut (kadang-kadang dng mengunyah-ngunyah atau mengisap-isap, tidak segera menelannya); mengulum: anak kecil senang ~ gula-gula
ken [kl n] sebutan untuk anak laki-laki dan anak perempuan ( -- Arok, -- Dedes) [n Olr] kepalan; jurus (dl olahraga kempo)
kena ke.na [v] (1) bersentuhan (dng); terantuk (pd): ujung tombak itu -- pd tengkuk pencuri itu; (2) tepat pd sasarannya; tidak luput: burung itu ditembaknya, tetapi tidak --; (3) tertimpa (oleh); mengalami; menderita (sesuatu); mendapat atau beroleh suatu perbuatan: sekarang banyak anak -- penyakit cacar; (4) tidak bebas dr (aturan, pajak, dsb): tidak ada yg terkecuali, semuanya -- aturan ini; (5) tepat benar; sesuai benar; cocok; berpatutan (berpaduan); sedang dan patut (tt pakaian dsb): pantun ini tidak -- sajaknya
kena kelikir [pb] berada di bawah kekuasaan seseorang
kena sepak belakang [pb] tertipu oleh perbuatan orang yg tidak mau berterus terang atau yg tidak jujur
kenaifan ke.na.if.an [n] perihal naif; keadaan naif: masyarakat Betawi banyak yg kecewa krn sinetron Betawi hanya mengeksploitasi keluguan dan ~ orang Betawi
kenakalan ke.na.kal.an [n] (1) sifat nakal; perbuatan nakal; (2) tingkah laku secara ringan yg menyalahi norma yg berlaku dl suatu masyarakat: salah satu sebab ~ remaja adalah kerenggangan ikatan kasih dng orang tuanya
kenal ke.nal [v] (1) tahu dan teringat kembali: baru mendengar suaranya, aku sudah -- siapa dia; (2) tahu; mempunyai rasa: tidak -- malu; (3) pernah tahu (bersahabat): saya belum -- dng orang itu; (4) mengerti; mempunyai pengetahuan tentang: sebagian warga kita belum -- (aturan) hukum dan pajak
kenalan ke.nal.an [n] orang yg sudah dikenal; sahabat; teman: dia adalah ~ saya yg baik hati
kenan ke.nan , ber.ke.nan v (1) merasa senang (suka, sudi, setuju): kami mohon Bapak ~ memimpin sidang pd pertemuan kita nanti; (2) dng segala senang hati (dipakai sbg kata penghormatan kpd orang besar): rombongan Presiden ~ mengunjungi daerah yg tertimpa malapetaka itu [n] noda pd kulit yg merupakan bawaan sejak lahir (msl tahi lalat): anak yg hilang itu mempunyai -- berupa warna merah pd pelipis kanannya
kenapa ke.na.pa [pron cak] kata tanya untuk menanyakan sebab atau alasan; mengapa: -- mereka berani melawan orang kuat itu?
kendaraan umum ken.da.ra.an umum kendaraan yg dapat disewa oleh orang banyak
kendayakan ken.da.ya.kan [n] pohon yg tumbuh di sela-sela hutan jati, serat kulitnya dipakai sbg tali, daunnya yg muda berasa masam dimakan sbg lalap, dipakai untuk penghijauan; Baukimia malabirica
kenduri arwah selamatan memperingati atau mendoakan roh (jiwa) orang yg telah meninggal
kenegarawanan ke.ne.ga.ra.wan.an [n] hal yg berhubungan dng orang-orang yg mengurus suatu negara: sikap ~ amat diperlukan dl menghadapi persoalan kemasyarakatan
kengerian ke.nge.ri.an [n] perasaan ngeri; hal ngeri; ketakutan
kenidai ke.ni.dai [n] (1) pohon yg tingginya antara 8-20 m, tumbuh di daerah tropis dan subtropis di pesisir pantai, daunnya dapat dijadikan obat perut; Bridelia (bermacam-macam jenisnya spt -- babi, Bridelia stipularis; -- hutan, Bridelia pustalata; (2) daun kenidai
kenotarisan ke.no.ta.ris.an [n] hal yg bersangkutan dng notaris atau pekerjaan notaris
kental ken.tal [a] (1) antara cair dan keras; pekat (tidak cair); hampir beku: orang sakit itu sudah diperbolehkan makan bubur -- , bukan lagi bubur saring; (2) akrab (tt persahabatan); karib: sahabat --; (3) cak memperlihatkan keasliannya (tt pengucapan bahasa): logat Bataknya masih --
kentrung ken.trung [n] kesenian Jawa Timur yg berbentuk tembang (berisi cerita, sindiran, kritik, dsb) yg ditembangkan oleh satu orang dng iringan tepukan rebana dr penembang tsb
kentut ken.tut, ken.tut.an [n] (1) tumbuhan yg daunnya berbau tidak sedap, biasa digunakan untuk obat sakit perut dsb; Paederia foetida; (2) daun kentutan
kenyam ke.nyam [v] , me.nge.nyam v (1) mengecap (makan dsb): saya belum pernah ~ masakan Eropa; (2) merasai; menikmati: sejak kecil ia belum ~ kebahagiaan spt yg dirasakan orang lain
keonaran ke.o.nar.an [n] kegemparan; kerusuhan; keributan: -- itu baru dapat diatasi setelah polisi bertindak
kepada ke.pa.da [p] kata depan untuk menandai tujuan orang: buku ini saya berikan -- mu
kepadaan penjelasan ke.pa.da.an penjelasan [Ling] (1) tuntutan agar gramatika yg dipaparkan sesuai dng teori bahasa dan pemerolehan bahasa; (2) tingkat kepadaan gramatika atau teori yg berhasil memberikan pilihan yg masuk akal atas beberapa gramatika yg sama-sama memiliki kepadaan deskriptif
kepala batu [ki] tidak mau menuruti nasihat orang; tegar hati; keras kepala
kepala negeri ibu negeri (kota); (2) orang yg mengepalai suatu negeri
kepala sama hitam (berbulu) [pb] tiap orang berlain-lain pendapatnya
kepandir-pandiran ke.pan.dir-pan.dir.an [n] berlaku spt orang yg pandir
kepanikan ke.pa.nik.an [n] kegugupan (kebingungan dan ketakutan); kecemasan: kebakaran tadi malam sempat menimbulkan ~ di kalangan penduduk
kepanjangan ke.pan.jang.an [n] panjangnya: apa ~ huruf P di depan namanya itu?; (2) a cak terlalu panjang: tali ini ~; (3) n ki kelanjutan: ~ tangan pemerintah pusat, wakil pemerintah pusat
kepecahan ke.pe.cah.an [n] perihal pecah: sbg seorang peternak, ~ sebutir telur ayam baginya sangat menyedihkan
kepecong ke.pe.cong [a] kesemutan
kepengarangan ke.pe.nga.rang.an [n] perihal mengarang; (2) a berkaitan dng pengarang: ia mengaku,"Gaya ~ saya sekarang adalah gaya seorang penulis iklan"
keperawanan ke.pe.ra.wan.an [n] perihal perawan; kesucian (kemurnian) seorang gadis; kegadisan
keperawatan ke.pe.ra.wat.an [n] (1) segala sesuatu yg berkaitan dng perawat; (2) perihal cara merawat orang yg sakit
kepiting raja kepiting jenis Krustasca, terdapat di Samudra Pasifik Utara dan diperjualbelikan; (2) kepiting tapal kuda yg terdapat di sepanjang pesisir Atlantik dan lautan di Kepulauan Indonesia, jenis Acaknid primitif kelas Merostomata
kepribadian ke.pri.ba.di.an [n] sifat hakiki yg tercermin pd sikap seseorang atau suatu bangsa yg membedakannya dr orang atau bangsa lain
kerajaan ke.ra.ja.an [n] bentuk pemerintahan yg dikepalai oleh raja: ~ Inggris; (2) n tanda-tanda kebesaran raja: payung ~; takhta ~; (3) kl n martabat (kedudukan) raja: setelah Nenekanda berpulang, ~ dipegang oleh Ayahanda; (4) n wilayah kekuasaan seorang raja: sebelah utara, negara itu berbatas dng ~ Belanda; (5) n sifat sbg raja: jika tiada diketahuinya tujuh perkara, tiada sempurna ~ nya; (6) kl v menjadi raja; naik takhta: jika ia ~ , tiada akan sempurna negeri ini
kerajaan konstitusional ke.ra.ja.an konstitusional negara yg diperintah oleh seorang raja, tetapi hak dan kekuasaan raja serta kewajibannya thd rakyat diatur dan dibatasi oleh undang-undang dasar
kerajaan parlementer ke.ra.ja.an parlementer negara yg kekuasaannya di bawah seorang raja yg pemerintahannya dilaksanakan berdasarkan konstitusi (UUD) dan wakil rakyat (parlemen) memegang kedaulatan tertinggi
kerak ke.rak [n] lapisan yg kering (keras) atau hangus yg melekat pd benda lain [n] tiruan bunyi orang dsb menggaruk-garuk barang yg keras
kerama ke.ra.ma [kl n] kutuk; tulah; kecelakaan (yg didatangkan krn kutuk): -- bagimu krn engkau tiada akan hal hati orang berahi
keramat ke.ra.mat [a] (1) suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa krn ketakwaannya kpd Tuhan (tt orang yg bertakwa); (2) suci dan bertuah yg dapat memberikan efek magis dan psikologis kpd pihak lain (tt barang atau tempat suci)
keramikus ke.ra.mi.kus [n] orang yg pekerjaannya membuat keramik; pekeramik
kerangas ke.ra.ngas [n] hutan
kerangkeng ke.rang.keng [n] (1) kurungan berpagar besi (tempat harimau dsb); (2) bilik berterali besi (tempat orang hukuman); (3) tempat untuk mengurung anak kecil
keranta ke.ran.ta [ark n] kutu yg tampak pd tubuh orang yg (akan) mati
keras kepala tidak mau menurut nasihat orang; tegar tengkuk; kepala batu
kerasukan ke.ra.suk.an [n] kemasukan (roh jahat dsb); kesurupan: ia berbicara terus spt orang ~
kerbau ker.bau [n] (1) binatang memamah biak yg biasa diternakkan untuk diambil dagingnya atau untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati), rupanya spt lembu dan agak besar, tanduknya panjang, suka berkubang, umumnya berbulu kelabu kehitam-hitaman; Bos bubalus; (2) ki orang bodoh
kerbau punya susu [pb] seseorang yg membuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat pujian
kerbau runcing tanduk [pb] orang yg telah terkenal kejahatannya
kerbau seratus dapat digembalakan [pb] menjaga seorang perempuan lebih sukar dp menjaga binatang yg banyak
kercap-kercip ker.cap-ker.cip [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan
kerdil ker.dil [a] (1) selalu kecil saja; tidak dapat menjadi besar (tt orang, binatang, tumbuhan, dsb) krn kekurangan gizi atau krn keturunan: orang -- tak perlu rendah diri; (2) ki tidak berkembang, tidak maju; picik (tt pikiran, pandangan, dsb)
kerecokan ke.re.cok.an [n] perihal recok; keributan; keonaran
kerendahan ke.ren.dah.an [a] terlalu rendah: tanahnya ~; (2) v direndahkan; dihinakan; dikalahkan (oleh): orang yg pantang ~
kereng ke.reng [Jw a] (1) keras segala perintahnya (thd anak dsb); garang; (2) Jk hitam pekat (tt pensil dsb); tebal (sehingga tampak spt orang pemarah): hidungnya mancung, alisnya --
keresahan ke.re.sah.an [n] perihal resah: berita fitnah itu menimbulkan ~ di kalangan penduduk; (2) v menderita resah: ia sedang ~ dan ketakutan
kereta penumpang kereta (gerbong) untuk mengangkut penumpang (orang)
kerisauan ke.ri.sau.an [n] kerusuhan (hati); kegelisahan: ~ masyarakat timbul akibat tindakan beberapa orang terkemuka
kerja rodi kerja paksa; -- sama kegiatan atau usaha yg dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dsb) untuk mencapai tujuan bersama: -- sama rakyat dan pemerintah mutlak diperlukan untuk kelancaran pembangunan ini
kerjantara ker.jan.ta.ra [ark n] hubungan orang yg mencari pekerjaan dng pihak yg mencari tenaga kerja
kerkop ker.kop [n cak] kuburan orang Eropa
keroco ke.ro.co [Jw n] (1) siput kecil; (2) ki yg hina; yg tidak berharga; (3) ki yg tidak berpangkat (berkedudukan): kepala dinasnya sedang keluar kantor, kami hanya diterima oleh beberapa orang --
kerokan ke.rok.an [n] hal atau perbuatan mengerok (menggaruk-garuk bagian tubuh, punggung, leher) orang yg masuk angin dng uang logam dsb agar cepat sembuh
keropok ke.ro.pok [Mk n] , se.ke.ro.pok n setumpuk; sekelompok: di sana sini kelihatan ~ orang berdiri di muka toko atau di muka rumah [a] (1) tidak ada isinya; kosong; (2) berlubang-lubang (berongga-rongga) krn lapuk dimakan rayap (tt kayu) atau dimakan panas (cuaca); (3) ki lemah; lembek
kerosok ular di rumpun bambu [pb] tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang
keroyok ke.ro.yok [v] , me.nge.ro.yok v menyerang beramai-ramai (orang banyak): orang kampung serentak ~ dan memukuli pencopet yg tertangkap basah itu
keroyokan ke.ro.yok.an [n] (1) serangan beramai-ramai (orang banyak); (2) perkelahian beramai-ramai
kertas berharga kertas yg berisi pernyataan tertulis atau tercetak dr seseorang atau orang yg berwenang sbg bukti suatu kejadian
kerubung ke.ru.bung [v] , ber.ke.ru.bung v berkerumun: di tempat kecelakaan banyak orang ~
kerubungan ke.ru.bung.an [n] kumpulan orang banyak yg tidak beraturan
kerugian ke.ru.gi.an [v] (1) menanggung atau menderita rugi: dl delapan bulan saja perusahaan itu telah ~ sampai sembilan juta rupiah; (2) n perihal rugi: dng mendapat borongan ratusan juta rupiah, ~ dan utang perusahaan itu sudah teratasi; ~ yg disebabkan oleh bencana alam itu belum diketahui dng pasti; (3) n sesuatu yg dianggap mendatangkan rugi (tt kerusakan): pengeboman itu menimbulkan ~ besar kpd musuh; (4) n ganti rugi: pihak penabrak diharuskan membayar ~ sebesar Rp500.000,00
kerumunan ke.ru.mun.an [n] kumpulan orang dsb yg tidak teratur dan bersifat sementara
keruntuhan ke.run.tuh.an [n] keadaan runtuh; kerusakan; kerobohan: kota yg diguncang gempa bumi itu sedang mendekati ~ nya; (2) v tertimpa oleh sesuatu yg runtuh: banyak orang yg mati ~ gedung itu; (3) ki kehancuran; kerusakan
kerusuhan ke.ru.suh.an [n] perihal rusuh (tidak aman); keributan; kekacauan; huru-hara [n] perihal rusuh
keruwetan ke.ru.wet.an [n] kekusutan; kekalutan; kesulitan: dng tabahnya ibu muda itu berusaha mengatasi ~ rumah tangganya
kesadaran ke.sa.dar.an [n] (1) keinsafan; keadaan mengerti: -- akan harga dirinya timbul krn ia diperlakukan secara tidak adil; (2) hal yg dirasakan atau dialami oleh seseorang
kesahajaan ke.sa.ha.ja.an [n] kesederhanaan; kewajaran: -- orang itu tampak dr tutur katanya yg polos dan perilakunya yg lugu
kesakitan ke.sa.kit.an [a] terasa sakit; menderita (rasa) sakit: tangannya -- krn terbentur batu; (2) n perasaan sakit: ada sejam lamanya ia menahan -- pd lukanya itu sampai datang seorang dokter untuk menolongnya
kesalahan ke.sa.lah.an [n] perihal salah; kekeliruan; kealpaan: orang tua itu selalu teringat akan -- yg telah diperbuatnya ketika masih remaja
kesambet ke.sam.bet [Jw v] sakit dan mendadak pingsan krn gangguan roh jahat (orang halus, hantu)
kesampukan ke.sam.puk.an [v] kemasukan setan dsb: orang itu --
kesang ke.sang [v] me.nge.sang v membuang ingus dng memijit hidung (bukan disapu dng saputangan)
kesangatan ke.sa.ngat.an [a] melampaui batas (tt tingkah laku); keterlaluan: kenakalannya -- sehingga ia dibenci orang
kesastrawanan ke.sas.tra.wan.an [n] perihal sastrawan: ketika itu ia begitu berkuasa atas karir dan status -- seseorang
kesat daun pimping [pb] dikatakan kpd orang yg tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)
kesatria ke.sat.ria [n] (1) orang (prajurit, perwira) yg gagah berani; pemberani; (2) kasta kedua dl masyarakat Hindu; kasta bangsawan atau kasta prajurit
kesayangan ke.sa.yang.an [n] cinta kasih: -- kpd cucu kadang-kadang lebih dp -- kpd anak; (2) a kesukaan: balap mobil adalah hobi -- mereka; (3) n orang, binatang, dsb yg sangat disayang: ia adalah satu-satunya -- orang tuanya krn ia anak tunggal; (4) kekasih: hubungan dng -nya terputus krn tidak mendapat restu orang tuanya [n] perasaan menyesal (tidak rela, tidak ikhlas, dsb)
kesebelasan ke.se.be.las.an [n Olr] regu sepak bola yg terdiri atas 11 orang
kesediaan ke.se.di.a.an [n] kesanggupan (kerelaan) untuk berbuat sesuatu; kesudian: beliau telah menyatakan -nya untuk memberi kata sambutan pd upacara itu
keselamatan ke.se.la.mat.an [n] perihal (keadaan dsb) selamat; kesejahteraan; kebahagiaan dsb: -- keluarga adalah tanggung jawab yg paling berat bagi seorang suami
kesentosaan ke.sen.to.sa.an [n] keadaan sentosa; keamanan; keselamatan; ketenteraman: semua orang menginginkan -- dl hidupnya
kesentuhan ke.sen.tuh.an [v ] (1) kena sentuh; disentuh; (2) ki menderita sakit krn disentuh (dimasuki) orang halus
kesepuhan ke.se.puh.an [n] golongan yg terdiri atas orang-orang lanjut usia yg sangat dihormati oleh warga desa yg berfungsi sbg penasihat kepala desa
kesik ke.sik [n] bunyi spt orang berbisik-bisik
kesimbukan ke.sim.bu.kan [n] (1) tumbuhan, daunnya berbau tidak sedap, biasa digunakan sbg obat sakit perut atau dimasak bersama parutan kelapa muda, sbg botok; Saprosma arboreum; (2) daun kesimbukan
kesinambungan ke.si.nam.bung.an [n] perihal (yg bersifat) sinambung; kelanjutan; kontinuitas
kesopanan ke.so.pan.an [n] (1) adat sopan santun; tingkah laku (tutur kata) yg baik; tata krama: perbuatan itu dapat dianggap melanggar -- orang Timur; (2) keadaban; peradaban: bangsa-bangsa di dunia mempunyai -- yg berbeda-beda; (3) kesusilaan: jangan tinggalkan sifat-sifat -- kita apabila hidup di rantau nanti
kesosialan ke.so.si.al.an [n] sifat-sifat kemasyarakatan (sifat suka memperhatikan umum, suka menolong, dsb): krn perasaan -- nya, beliau selalu disukai orang dl pergaulan
kesot ke.sot [v] ber.ke.sot v maju berangsur-angsur dng menggeserkan pantat (spt anak yg belum pandai berjalan, orang lumpuh)
kesu-kesi ke.su-ke.si [n] bunyi spt orang berbisik-bisik
kesuh-kesih ke.suh-ke.sih [n] bunyi "ngih, ngih" (spt orang sakit bengek) (tt bernapas)
kesuksesan ke.suk.ses.an [n] keberhasilan; keberuntungan: kebanyakan orang senang mempelajari -- orang lain untuk ditiru
kesunyian ke.su.nyi.an [n] (1) perihal sunyi; keheningan; kelengangan; kesenyapan: siulan burung itu memecah -- malam; (2) merasa sunyi (krn seorang diri dsb); kesepian: semenjak anak istrinya pergi, ia --
kesut ke.sut [ark a] ter.ke.sut-ke.sut v susah dan ketakutan
kesutradaraan ke.sut.ra.da.ra.an [n] yg bersangkutan dng pekerjaan sutradara
ketakaburan ke.ta.ka.bur.an [n] perihal atau sifat takabur; kesombongan: -- membuat orang ingkar pd kebenaran
ketakar-keteker ke