Arti kata/frase "orang tua diajar makan pisang" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orang-tua-diajar-makan-pisang

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orang tua diajar makan pisang menurut KBBI Edisi III

orang tua diajar makan pisang: [pb] orang yg sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari

Lebih lanjut mengenai orang tua diajar makan pisang

orang tua diajar makan pisang terdiri dari 5 suku kata. Kata tersebut mempunyai 10376 kata terkait yakni sebagai berikut:

makan ma.kan [v] memasukkan makanan pokok ke dl mulut serta mengunyah dan menelannya: mereka -- tiga kali sehari; (2) v memasukkan sesuatu ke dl mulut, kemudian mengunyah dan menelannya: ia sedang -- pisang; (3) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan mengunyah-ngunyahnya: Nenek sedang -- sirih; (4) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan menelannya: pasien harus -- pil; (5) v mengisap: -- candu; (6) v memakai; memerlukan; menghabiskan (waktu, biaya, dsb): pembangunan jembatan ini -- waktu lama; upacara adat itu -- ongkos besar; (7) v menyerang, mematikan, mengambil (dl permainan catur): gajah -- bidak putih; (8) v bekerja sebagaimana mestinya (tt rem, gigi roda, dsb); (9) v melukai: air keras itu -- kulit; (10) v mengenai; menembus: ditembaknya tiga kali, tetapi tidak --; (11) v memperoleh sesuatu; mencapai sesuatu: layarnya tidak -- , tidak memperoleh angin [n] tempat berlindungnya hati dan kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yg disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani
tua [a] (1) sudah lama hidup; lanjut usia (tidak muda lagi): ia lebih -- dua tahun dp saya; neneknya sudah --; pd hari (masa) -- nya, pd masa (ketika) tua; (2) sudah lama (lawan baru); sudah termasuk dl waktu yg lampau; kuno: barang-barang -- , barang-barang bekas (sudah tidak dipakai)
orang [n] (1) manusia (dl arti khusus); (2) manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut --; (3) dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng -- nya; (4) kata penggolong untuk manusia: lima -- nelayan; (5) anak buah (bawahan): mereka itu -- nya Pak Camat; (6) rakyat (dr suatu negara); warga negara: -- Pakistan; (7) manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia -- Bogor; suaminya -- Eropa; (8) suku bangsa; (9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak -- pun saya tolong; negeri -- , negeri lain (bukan negeri kita); (10) cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, -- belum gajian
pisang pi.sang, pi.sang-pi.sang [n] nama ikan laut, Albula vulpes [n] gading-gading (bagian dr rangka perahu)
orang tua diajar makan pisang [pb] orang yg sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
pisang raja pisang yg berkulit tebal, kalau tua berwarna kuning, dagingnya tebal agak merah, dapat dimakan tanpa dimasak atau dijadikan bahan olahan lain (pisang goreng, keripik, dsb)
makan hijau makanan yg berupa rumput-rumputan (untuk binatang) atau dedaunan (untuk orang)
pisang manila pisang yg berasal dr Filipina, termasuk suku Musaceae, berbatang semu, daunnya berbentuk lanset, berwarna hijau, berbuah jorong, berkulit tebal, tidak dapat dimakan, batangnya mengandung serat yg dapat digunakan tali; Musa textilia
makan alami makanan ikan yg berupa jasad renik yg terdapat di dl kolam
makan anak ayam makanan ayam umur satu hari sampai dua bulan
makan babi makanan untuk babi berupa bubur yg berasal dr sisa dapur
makan beku makanan yg diawetkan dng proses pembekuan sehingga tahan lama
makan berpantang makan dng aturan tertentu (tidak boleh makan sembarangan); diet
makan berserat makanan yg mengandung serat (khusus dr tanaman yg menstimulasi gerakan pencernaan untuk mengeluarkan sisa makanan, terdapat dl beberapa jenis buah dan sayuran, msl kol, selada hijau, padi-padian)
makan cepat saji makanan yg pengolahannya dan penyajiannya dilakukan dng serba cepat, msl soto mi, tahu acar
makan cepat siap makanan cepat saji
makan dimurnikan sebagian makanan buatan yg terdiri atas campuran bahan makanan yg dimurnikan (msl asam amino dan asam lemak) dan sebagian besar bahan-bahan yg tidak dimurnikan (msl tepung jagung)
makan kaleng makanan yg diawetkan dan dikemas dl kaleng tertutup rapat
makan kecil makanan ringan; kudapan
makan laut makanan yg berasal dr hewan laut, spt udang, kepiting, dan berbagai jenis ikan atau tumbuhan laut
makan malam makan pd malam hari
makan pagi makan pd waktu pagi; sarapan
makan praktis makanan yg dibuat dr bahan alami yg mudah didapat, spt padi-padian, daging, dan limbah daging
makan ringan makanan yg bukan berupa nasi (spt kue-kue) sbg makanan selingan di antara waktu-waktu makan; kudapan
makan siang makan pd waktu siang hari
makan siap saji makanan cepat saji
makan tunagiri makanan yg berkalori tinggi, tetapi kandungan gizinya rendah
orang am orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli); orang awam
orang asing orang lain; orang dr negara lain; (2) orang yg tidak dikenal
orang atasan orang atau kelompok orang yg berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang awam orang biasa; orang am; (2) orang yg bukan ahli dl suatu bidang ilmu
orang Barat orang yg tinggal di belahan bumi sebelah barat, terutama orang Eropa dan Amerika; orang kulit putih
orang berdendang di pentasnya orang ber.den.dang di pentasnya [pb] orang berkuasa di rumahnya masing-masing
orang besar orang yg berpangkat tinggi; pejabat; pembesar; orang yg sudah dewasa
orang buangan orang yg dijatuhi hukuman buang
orang dagang orang asing; perantau; (2) orang yg berniaga; saudagar
orang dalam orang yg ada di dl satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb)
orang gajian orang yg bekerja diberi upah; abdi (bujang, babu, dsb)
orang halimunan orang yg dapat menghilang krn mempunyai ilmu gaib; (2) siluman
orang hanyut orang yg mengembara ke mana-mana
orang helat orang lain; bukan keluarga
orang hilir orang (penduduk) yg tinggal di hilir sungai (di daerah muara)
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
orang hutan orang yg tinggal di hutan; (2) orang utan
orang kampung orang atau penduduk yg tinggal di kampung (bukan di kota)
orang kaya orang yg banyak hartanya; hartawan; (2) orang yg berpangkat (berkedudukan) tinggi; (3) panggilan kpd istri orang berpangkat atau orang yg patut dihormati
orang kota orang atau penduduk yg tinggal di kota
orang kulit putih orang Barat (terutama orang Eropa dan Amerika)
orang luar orang yg tidak termasuk dl satu lingkungan (golongan, pekerjaan, dsb)
orang luntang-lantung orang yg berkeliaran; (2) orang yg tidak berpencarian
orang lurus orang yg jujur
orang muda orang yg masih muda; (2) pemuda; (3) Mk tukang salung (tari dsb)
orang pangan orang yg masih tinggal di hutan; orang dr suku terasing; (2) sebutan bagi suku bangsa di Tanah Melayu yg masih tinggal di hutan
orang penggamang mati jatuh orang peng.ga.mang mati jatuh [pb] siapa yg tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya
orang pesisir orang yg tinggal di daerah pesisir; -- pintar ki dukun; paranormal: dia terpaksa mendatangkan -- pintar di rumahnya untuk menangkal hal-hal yg tidak diinginkan
orang sabun orang bulai; orang balar
orang semenda orang yg kawin dng anggota suatu kaum jika dipandang dr kaum itu
orang sipil orang yg bukan anggota (dinas) militer
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
orang-orangan orang-orang.an [n] tiruan orang; boneka; patung: -- di tengah sawah itu gunanya untuk menakut-nakuti burung
pisang epek pisang panggang yg dijepit dan dilumuri gula cair
pisang ijo pisang rebus yg diolesi adonan tepung ketan yg diberi pewarna hijau
tua bengkok tua bangka
tua leler tua renta
tua lontok tua sekali; sangat tua
tua renta tua sekali dan sudah tidak bergigi dan bertenaga lagi
tua suntuk tua sekali
tuak keras tuak yg banyak mengandung alkohol
tuak manis tuak yg tidak banyak mengandung alkohol (rasanya manis atau tidak begitu pahit)
tuan hamba tuan (pengganti persona, lebih takzim dp tuan)
tuan tamu tuan rumah
tuangku kubur orang yg sudah meninggal; ahli kubur
orang tua ayah ibu kandung; (2) (orang tua) orang yg dianggap tua (cerdik pandai, ahli, dsb); orang-orang yg dihormati (disegani) di kampung; tetua
orang tua angkat pria dan wanita yg menjadi ayah dan ibu seseorang berdasarkan adat atau hukum yg berlaku; -- tua asuh orang yg membiayai (sekolah dsb) anak yg bukan anaknya sendiri atas dasar kemanusiaan: penyaluran dana -- asuh berjalan lancar
makan keringat orang [ki] mengecap kesenangan dsb dng jalan mempekerjakan orang lain [ki] mengambil keuntungan dr hasil kerja keras orang lain
makan bersabitkan [pb] orang yg senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yg cukup, msl dr istri yg kaya dan pemurah
makan sirih sama waktunya dng orang makan sirih; (2) ki sebentar; tidak lama
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
pisang barangan (buah) pisang yg tumbuh di Sumatra Utara yg dapat langsung dimakan apabila sudah matang
pisang uli (buah) pisang yg harus direbus untuk dimakan
tua kejemur [cak] orang tua yg tidak mengenal sopan santun
tua keladi (kelapa) [pb] dikatakan kpd orang yg makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)
tua-tua [n] orang yg dipandang tua atau berpengalaman (spt pemimpin, kepala, penasihat): siapa ~ mereka?; (2) n bintik-bintik hitam di muka (di pipi); tetua: bedak untuk menghilangkan ~; (3) a sudah tua, tetapi ...: ~ masih giat bekerja
tua-tua terung asam [ki] orang tua yg kemuda-mudaan
tuan-tuan tu.an-tu.an [n] (1) banyak orang laki-laki; banyak tuan: ~ dan nyonya-nyonya dipersilakan duduk; (2) bangsawan; ningrat: anak ~ , anak raja-raja; kaum ningrat
makan anak [ki] orang yg menzinai anak kandung
makan arwah selamatan memperingati orang yg telah meninggal
makan ayapan memakan sisa makanan raja
makan bebas dapat makan minum secara gratis, tanpa perlu membayar
makan besar [ki] pesta makan minum; perjamuan makan; makan lebih enak (besar, banyak) dp biasanya; -- biaya ki memerlukan biaya; menghabiskan biaya: pembangunan gedung ini -- biaya satu miliar rupiah
makan buatan [Tern] makanan tambahan yg dibuat dr bahan makanan ternak asal hewani dan nabati dl perbandingan tertentu
makan daging hewan yg pakannya daging, termasuk di dalamnya hewan predator (hewan pemakan hewan lain)
makan empuk [ki] orang yg mudah dituju, dibohongi, dsb untuk kepentingan pribadi: orang menjadi -- empuk bagi penjahat
makan hak melanggar hak orang lain; menyebabkan susah hati (mendongkol dsb)
makan hati berulam jantung [pb] dikatakan kpd orang yg sangat bersedih hati [pb] bersusah hati krn perbuatan salah seorang teman karib
makan kawat [ki ] miskin sekali; makan jangat
makan kerawat [ki ] makan kawat
makan kuli [ki] (1) bekerja menjadi kuli; (2) menyuruh orang bekerja keras untuk keuntungan sendiri
makan mengapung [Ikn] makanan ikan yg dihasilkan dng proses ekstrusi dan dng temperatur dan panas yg tinggi sehingga akan terapung di permukaan air untuk waktu yg lama
makan ongkos [ki] makan biaya
makan sepinggan [ki ] bersama-sama makan dr satu pinggan
makan serba guna campuran bahan makanan dr bahan nabati yg berkadar protein tinggi dng tujuan menghasilkan makanan yg mudah dan kaya akan protein, msl saridele
makan sogok ki makan suap
makan sudah terhidang [pb] gadis yg telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yg datang meminangnya
makan sumpah [ki] (1) sudah bersumpah; (2) dimakan sumpah [ki ] menderita kecelakaan krn melanggar sumpah
makan tambahan [Tern] makanan buatan yg mengandung protein dan zat hara yg lain yg melebihi zat-zat yg terdapat pd makanan alami di lingkungan itu
makan tidur [ki ] makan dan tidur saja, tidak berbuat (bekerja) apa-apa
makan tulang menyuruh orang bekerja keras
makan umur [ki] telah lama hidup; sudah tua
makan upas berulam racun [pb] orang yg dl kesusahan dan duka cita krn diliputi marabahaya yg besar
makan usia [ki] sudah tua
makan-makan ma.kan-ma.kan [v] makan untuk bersenang-senang, perjamuan (pesta): mereka datang untuk -- saja; hadiah itu dihabiskan untuk -- bersama kawan-kawannya
makan-makanan ma.kan-ma.kan.an [n] berbagai macam makanan
makanan ma.kan.an [n] (1) segala sesuatu yg dapat dimakan (spt penganan, lauk-pauk, kue); (2) ki segala bahan yg kita makan atau masuk ke dl tubuh yg membentuk atau mengganti jaringan tubuh, memberikan tenaga, atau mengatur semua proses dl tubuh; (3) rezeki
orang awak sebutan bagi orang yg berasal dr Minangkabau
orang berdendang di pentas nya [pb] orang laki-laki berkuasa dl rumah tangganya
orang biasa rakyat umum; bukan orang berpangkat atau bukan orang bangsawan
orang budi-budian [pb] dua orang yg sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)
orang dahaga diberi air [pb] menolong orang yg kesusahan; memberi pelajaran kpd orang yg sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya
orang darat bongkong [ki] orang hulu yg jarang keluar dr kampungnya sehingga masih sederhana
orang gedean [cak] orang atau kelompok orang yg berkedudukan atau berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang halus roh; jin; (2) ark orang pandai
orang mandi bersiselam [pb] orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja
orang merdeka bukan budak (hamba) tebusan; orang bebas
orang muda selendang dunia [pb] (untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yg pemurah
orang ombak [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati) [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati)
orang terpegang pd hulu nya [pb] dl perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya dp kita
orang timpang jangan dicacat [pb] kecelakaan yg menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan krn boleh jadi kita mengalami hal yg sama di kemudian hari
pisang ambon (buah) pisang yg dagingnya tebal, berwarna putih kekuning-kuningan, kulitnya kehijau-hijauan sampai kuning
pisang raja serai (buah) pisang yg bentuknya agak panjang dan tidak begitu besar, berkulit kuning, baunya harum
tua bangka [kas] tua sekali
tua-tua kelapa [ki] semakin tua semakin baik (lebih enak dsb)
tuah ayam boleh dilihat [pb] tidak ada orang yg dapat menentukan nasib seseorang
tuaian tu.ai.an [n] yg dituai; hasil menuai: krn serangan hama wereng ~ (padi) tahun ini sangat sedikit
tualang tu.a.lang [a] (1) beterbangan tidak keruan (tt lebah); (2) (orang yg) tidak tentu tempat tinggalnya (berkeliaran); gelandangan; pengembara [n] pokok sialang, Koompassia parvifelia
tuan tu.an [n] (1) orang tempat mengabdi, sbg lawan kata hamba, abdi, budak: anjing itu sangat setia kpd -- nya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; kepala (perusahaan dsb); pemilik atau yg empunya (toko dsb): hari ini -- saya tidak ada di kantor; (3) orang laki-laki (yg patut dihormati): ada seorang -- datang kemari; sepeda -- , sepeda untuk orang laki-laki; (4) sebutan kpd orang laki-laki bangsa asing atau sebutan kpd orang laki-laki yg patut dihormati: -- haji; -- sayid; (5) sebutan bagi wanita bangsawan (putri raja dsb): -- putri; (6 a) persona orang kedua laki-laki (engkau atau -mu yg takzim): -- hendak ke mana? inilah sepeda --; (b) persona orang kedua perempuan (engkau atau -mu yg takzim): tidak sampai hati Kakanda melepaskan -- berjalan seorang diri
tuan besar kepala perusahaan (perkebunan, pabrik, dsb); (2) cak orang yg berpangkat tinggi; (3) gubernur jenderal
tuan rumah tu.an ru.mah [n] (1) yg empunya rumah; kepala rumah tangga; (2) orang yg mengadakan perjamuan sbg lawan kata tamu; orang yg menerima tamu; (3) yg empunya negeri; penduduk asli: hendaknya kita menjadi -- di negeri sendiri
tuan tanah pemilik tanah pribadi yg sangat luas; (2) orang yg memiliki tanah, penginapan, pondokan, atau rumah sewaan
tuangan tu.ang.an [n] (1) yg dituang; (2) hasil menuang: besi (perunggu, perak) ~; (3) acuan; cetakan: patung (lonceng, huruf) ~
tuangku tu.ang.ku [ark n] tuanku; tengku
tuanku tu.an.ku [n] tuan yg mulia (apabila menyebut atau berkata-kata kpd raja)
tuat tu.at [Lihat {ketuat}]
makan ampun minta ampun
makan angin [ki] (1) berjalan-jalan untuk mencari hawa bersih; (2) diam, duduk-duduk, dsb sekadar menghabiskan waktu
makan asam garam [ki] sudah berpengalaman dl hidup
makan bawang [ki ] marah; jengkel; geram [ki ] pemarah
makan benak mengambil untung terlalu besar
makan berulam [ki] sudah beristri
makan bubur panas-panas [pb] terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya
makan darah [ki] (1) rusak hatinya atau dirinya krn sedih, mendongkol, dsb; (2) banyak mengambil untung
makan dati hak pria atau wanita yg belum nikah untuk ikut menikmati hasil tanah dati (dl adat Ambon)
makan dawai [ki ] miskin sekali
makan dedak [ki] sangat miskin
makan diri [ki ] rusak badannya (krn sedih dsb)
makan duit [ki ] menerima uang untuk melicinkan jalannya suatu urusan
makan emas [ki ] menerima sogokan
makan gaji [ki ] hidup dr gaji; bekerja untuk mendapat gaji (upah)
makan jangat [ki] miskin sekali miskin sekali
makan kawan sendiri [ki ] mencelakakan atau merugikan kawan (teman) sendiri
makan masak mentah [pb] tidak membedakan halal dan haram
makan pakaian [ki ] elok bentuk tubuhnya sehingga tiap pakaian yg dikenakan padanya patut dan pantas saja rupanya
makan peluru [ki ] tertembak; kena tembak [ki ] yg menjadi sasaran tembakan musuh
makan pena [ki] mencari nafkah dng jalan karang-mengarang (dl majalah dsb)
makan riba melepas uang dng bunga yg banyak; menjadi lintah darat
makan sekolah [cak] mendapat pendidikan di sekolah; berpelajaran
makan suap [ki ] menerima uang (barang dsb) sbg pelicin jalannya suatu urusan
makan tali [ki ] miskin sekali
makan tanah tersungkur di tanah; (2) menderita kelaparan; miskin sekali
makan tangan [ki] (1) kena tinju (pukul); (2) beruntung besar (dng tidak disangka-sangka)
makan tikus [ki] dicuri sedikit demi sedikit
makan uang [ki] (1) menerima suap sbg pelicin jalannya suatu urusan; (2) menggunakan uang (kantor dsb) secara tidak sah
makan upah [ki ] bekerja untuk menerima upah; hidup dr gaji (upah)
makan waktu memerlukan waktu yg lama
makanan enggang akan dimakan pipit [pb] hendak melakukan sesuatu yg tidak sepadan dng tarafnya (kesanggupan dsb)
makantah ma.kan.tah [Bl n] perjanjian dng jaminan tanah, msl perjanjian pinjam-meminjam uang
makantuh ma.kan.tuh [v] tolong-menolong (di Minahasa)
makanya ma.ka.nya [p cak] maka itu; maka dr itu; oleh sebab itu; oleh krn itu: -- belajar yg rajin biar mendapat nilai yg bagus
orang banyak umum; publik; khalayak ramai
orang belakang [cak] istri
orang bini beranak tak boleh disuruh [pb] pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi
orang diri hanya sendiri; sendirian
orang haus diberi air [pb] mendapat apa yg sangat diinginkan
orang keblangsak anak yatim; gelandangan
orang mata bagian yg hitam pd mata
orang mengantuk disorongkan bantal [pb] memperoleh apa yg diinginkannya
orang ramai umum; publik; khalayak ramai
orang sebelah tetangga; jiran
orang setangga tetangga
orang tani petani; peladang
orang utan kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus
pisang tidak buah dua kali [pb] nasib baik biasanya hanya ditemui satu kali
pisang-pisang pi.sang-pi.sang [n] berbagai tumbuhan spt ~ hitam, ~ jantan, dsb
tua dagang kepala pedagang
tua kampung kepala kampung; lurah
tua rumah kepala keluarga (yg berkuasa di rumah)
tuah tu.ah [n] (1) sakti; keramat; berkat (pengaruh) yg mendatangkan keuntungan (kebahagiaan, keselamatan, dsb): ada juga yg percaya pd -- azimat; keris ini mahal harganya, bukan krn gunanya, tetapi krn -- nya; (2) untung (yg bukan sewajarnya); bahagia: mengadu -- , mengadu untung (dl perjudian dsb): untung ada, -- tiada, bekerja baik-baik akan ada juga hasilnya, tetapi tidak menjadi kaya; ada kekayaan, tetapi tidak terkenal namanya
tuah anjing [pb] nasib manusia tidak sama, ada yg beruntung dan ada pula yg celaka (tidak beruntung)
tuah melambung tinggi [pb] berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yg tetap sehingga hidupnya selalu susah juga
tuai tu.ai [n] pisau pemotong (pengetam) bulir padi; ani-ani
tuak tu.ak [n] minuman beralkohol yg dibuat dr nira aren (kelapa, siwalan) yg diragikan
tuak terbeli [pb] mendapat celaka (kekecewaan dsb) [pb] mendapat celaka (kekecewaan dsb)
tual tu.al [n] potongan kayu (balok) pendek-pendek: kayu ini akan dikerat menjadi beberapa -- [Mk n] tiang bendera
tuala tu.a.la [n] handuk
tuam tu.am [n] yg dipakai untuk menghangatkan bagian tubuh yg nyeri (spt abu hangat dibungkus dl kain, air panas dl botol); demah
tuan kebun penguasa kebun
tuan toko yg empunya toko
tuang tu.ang [v] curah; tumpah (tt benda cair) [v cak] tidak datang belajar (tanpa seizin guru); bolos: hari ini hanya beberapa murid yg ikut kursus, yg lainnya --
tuang-tuang tu.ang-tu.ang [n] (1) tabung bambu yg ditiup untuk memberitahukan tempat peniup dsb; (2) corong pengeras suara
tuang-tuang udara pemancar radio
tuanku laras kepala daerah
tuap tu.ap [n] bidai untuk membalut tangan atau kaki yg patah: jika kaki patah, ada kalanya mesti digunakan --
tuar tu.ar [Mk n] (1) ranting-ranting (daun-daun dsb) yg ditegakkan di sawah untuk menakut-nakuti burung; (2) tengkalak dr ranting berduri dsb [n] suar [n] merbah kelabu, Microscelis flavalus cinereus
tuarang tu.a.rang [kl n] musim kemarau
tuarang panjang musim kemarau panjang
tuas tu.as [n] alat untuk mengangkat (mengungkit) sesuatu yg berat, dibuat dr kayu (bambu) panjang yg diberati salah satu ujungnya; tuil; pengungkit
bukan sembarang orang orang yg terpilih; bukan orang biasa
ayah angkat orang tua laki-laki yg bukan orang tua kandung, tetapi secara resmi menurut prosedur adat atau hukum diakui sbg ayah krn mengambil dan menganggap seseorang sbg anaknya sendiri dng segala hak dan kewajiban yg berhubungan dng kedudukan itu
ibu bapak orang tua; ayah dan ibu
mengajar orang tua makan dadih [pb] mengajar orang yg lebih pandai
tukang kuda orang (buruh) yg pekerjaannya memelihara kuda (membersihkan kandang, membersihkan kuda, memberi makan, dsb)
acang-acang (dl) kampung orang yg dipercayai oleh orang sekampung; para cerdik pandai dl kampung
acang-acang alat orang yg mengatur peralatan
agen pemain orang (ba-dan) yg bertugas mencari pemain untuk bermain drama dsb
agen pembaharuan orang atau lembaga yg mendorong ter-ciptanya perubahan sosial ekonomi secara berencana (spt penyuluh pertanian, guru)
agen pengarang orang yg mewakili pengarang dl hal urusan penjualan dan penerbitan karyanya dng penerbit buku, dan merundingkan hak tambahan untuk penerbitan, penyiaran, dan pembuatan film
ahli agama orang yg mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim
ahli bahasa orang yg mahir dl pengetahuan bahasa
ahli bumi orang yg ahli dl pengetahuan tanah
ahli filsafat orang yg memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; filsuf
ahli fisika orang yg ahli dl bidang fisika; fisikawan
ahli fitopatologi orang yg ahli dl bidang ilmu penyakit tumbuh-tumbuhan
ahli geofisika orang yg ahli dl menentukan ciri fisik bumi dg menggunakan metode fisika kuantitatif
ahli geologi orang yg ahli dl menafsirkan struktur, asal mula, dan perkembangan bumi serta isinya
ahli hadis orang yg ahli dl seluk-beluk hadis orang yg berpegang pd hadis; pemegang hadis
ahli hukum orang yg mahir dl ilmu hukum
ahli ibadah orang yg taat menjalankan kewajiban agama (Islam dsb)
ahli ilmu racun orang yg mahir dl pembuatan dan penawar racun
ahli kitab orang-orang yg berpegang pd ajaran kitab suci selain Alquran
ahli kubur orang-orang yg telah meninggal; penghuni kubur
ahli maksiat orang yg gemar melakukan perbuatan yg tercela, buruk, dsb
ahli matematika orang yg ahli dl bidang matematika; matematikawan
ahli mikologi orang yg ahli dl bidang cendawan
ahli multimedia orang yg menguasai bidang komunikasi perantara (perhubungan)
ahli nujum orang yg pandai meramalkan sesuatu dng melihat bintang; (2) orang yg pandai meramal nasib orang dng melihat tapak tangan dsb
ahli obat orang yg ahli dl hal obat-obatan
ahli patung orang yg ahli dl membuat patung
ahli purbakala orang yg ahli dl bidang ilmu sejarah dan benda purbakala
ahli seismologi orang yg ahli dl cabang ilmu yg menelaah getaran bumi, baik yg disebabkan oleh alam maupun buatan; ahli gempa
ahli sejarah orang yg paham dl ilmu sejarah
ahli sihir orang yg memiliki dan menguasai ilmu sihir; juru teluh
ahli sufah orang yg turut hijrah bersama Nabi Muhammad saw. dr Mekah ke Medinah dng membawa harta seadanya, dl keadaan serba kurang
ahli suluk orang yg menganut dan melaksanakan tarekat tertentu untuk mendekatkan diri kpd Tuhan
ahli tafsir orang yg ahli dl menerangkan maksud ayat-ayat Alquran
ahli tasawuf orang yg mahir dl ilmu tasawuf; (2) orang yg menganut dan melaksanakan tasawuf
ahli tetas orang yg mempunyai keahlian dl bidang penetasan telur
ahli waris orang yg berhak menerima warisan (harta pusaka)
alas perut makanan yg pertama sekali dimakan pd pagi hari sekadar pencegah masuk angin
alat musuh orang (golongan, organisasi, partai politik) yg diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri
alim ulama orang-orang pandai dl pengetahuan agama Islam
amil zakat orang yg bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat
anak dabus orang yg ikut serta bermain dabus; pemain dabus
anak dagang orang perantauan; anak rantau
anak dayung orang yg mendayung; pendayung
anak muda orang yg masih muda; pemuda; (2) anak keenam
anak panggung orang yg mencari nafkah dng bermain dl pertunjukan pentas (sandiwara, tonil, komidi, dsb)
anak rantau orang yg mencari penghidupan di negara atau daerah lain
anak wayang orang yg menjadi pelaku (pemain) pd pertunjukan wayang orang atau ketoprak
anggota penderma orang yg secara tetap memberi derma kpd perkumpulan
anggota tentara orang yg masuk dl angkatan bersenjata
asisten apoteker orang yg ahli dl pembuatan obat-obatan, setingkat di bawah apoteker
asisten dokter orang yg bertugas membantu dokter dl melakukan kegiatan kedokteran
asisten dosen orang yg membantu dosen melaksanakan tugas profesionalnya
asisten sutradara orang yg membantu sutradara dl melaksanakan tugas profesionalnya
badal haji orang yg melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain (spt menggantikan orang yg sudah me-; ninggal); wakil haji
bakal calon orang yg akan dicalonkan untuk menduduki suatu jabatan pimpinan (spt bupati, gubernur)
bandar buntut orang yg menjadi bandar judi buntut
bantu rumah tangga orang yg membantu dl urusan rumah tangga
benalu masyarakat orang atau golongan yg hidup menumpang atau menjadi beban masyarakat
budak belian orang yg dibeli dan dijadikan budak
bujang juandang orang halus yg konon dapat mendatangkan malang atau mujur kpd orang berjudi (terutama orang menyabung ayam)
bukti politik orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi
cekarau besar orang yg suka menyombong atau membual; (2) orang yg suka mencampuri urusan orang lain
cina buta orang yg menikahi perempuan dng dibayar (supaya perempuan itu setelah dicerai dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg telah tiga kali menalaknya); muhalil
cina kolong orang Cina pekerja tambang
dagang piatu orang asing yg hidup seorang diri
daging gulung makanan (lauk) berbentuk gulungan, terbuat dr daging sbg lapis luar dan bahan lain (wortel, acar, dsb) sbg isi
dukun tiban orang yg dl waktu terbatas mempunyai kemampuan mengobati suatu penyakit krn adanya kekuatan gaib akibat kerasukan roh
gembala kerbau orang yg pekerjaannya menggembala kerbau
hamba nafsu orang yg suka menurutkan hawa nafsunya
hantu bunian orang halus yg tinggal di hutan; siluman
hitam birat orang yg kulitnya hitam lagi buruk rupa
homo kuadratus orang yg berbahu lebar atau persegi
induk semang orang perem-puan yg mengambil orang lain (bukan keluarga) menjadi karib baiknya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; (3) orang yg memegang rumah (mengusahakan, menyeleng-garakan) pemondokan
insan per-iklanan orang yg bergerak di bidang periklanan
insan pers orang yg berkecimpung dl dunia pers
instalatur air orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan air bersih ke rumah konsumen
instalatur listrik orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan aliran listrik di rumah konsumen
isi rumah orang-orang yg tinggal serumah; penghuni rumah
jago gelut orang yg gemar berkelahi
jago kandang orang yg hanya berani atau unggul (berbicara, melawan, dsb) di lingkungannya sendiri
jago karate orang yg pandai bermain karate
jago kepruk orang yg suka memukuli (berkelahi, dsb); tukang pukul
jago kertas orang yg tampaknya pemberani, padahal penakut
jago silat orang yg pandai bersilat
jago tinju orang yg pandai bertinju
jagung titi makanan yg terbuat dr jagung yg ditumbuk
johan arifin orang yg terutama di antara cerdik pandai
juru bahasa orang yg kerjanya menerjemahkan perkataan orang (bahasa lisan); penerjemah
juru bayar orang yg pekerjaannya membayarkan gaji, honorarium, dsb
juru gambar orang yg ahli dl gambar-menggambar
juru kemasan orang yg pekerjaannya membuat perhiasan dr emas dan intan
juru kira orang yg pekerjaannya memeriksa (menghitung dsb) keadaan keuangan dl buku, buku dagang, dsb; akuntan
juru lelang orang (jawatan) yg mengurus pelelangan barang-barang (hasil sitaan dsb)
juru mesin pesawat orang yg ahli memperbaiki mesin pesawat terbang
juru parkir orang yg pekerjaannya mengatur mobil yg parkir
juru ramal orang yg pekerjaannya meramal; peramal
juru rawat orang yg tugasnya merawat orang sakit; perawat
juru resep orang yg menangani resep obat; orang yg paham tt resep obat
juru rias orang yg pekerjaannya merias wajah (wanita, pengantin, dsb); perias; (2) Kom orang yg tugasnya mengatur pemilihan foto yg tepat, warna yg serasi, dsb untuk dimuat pd halaman media cetak sehingga kelihatan indah
juru runding orang yg menjadi perantara dl perundingan antara dua pihak; (2) Pol pejabat pemerintah yg pekerjaannya merundingkan masalah negara, msl perdamaian dan perang dng negara lain
juru selam orang yg ahli (pekerjaannya) menyelam di laut (sungai) untuk mencari benda-benda yg hilang, mutiara, dsb; peselam
juru selamat orang yg menyelamatkan atau bertindak sbg penolong dl kesukaran; penyelamat; (2) Kris sebutan bagi Yesus Kristus
juru suara orang yg bertugas mengatur sistem vokal (pemberian suara) dl pembuatan film
juru tafsir orang yg memberi ulasan (komentar)
juru tenung orang yg pekerjaannya menilik (meramalkan nasib orang dsb); tukang tenung; pandai tenung
juru teriak orang yg bertugas mengajak para penonton untuk menyaksikan pertunjukan drama
juru ukir orang yg pekerjaannya mengukir; pandai ukir; tukang ukir; pengukir
juru ulas orang yg mengulas soal-soal politik dsb dl surat kabar; komentator; (2) penulis atau penyiar (radio, televisi) yg memberikan ulasan tt suatu peristiwa berdasarkan pandangan dan pendapatnya sendiri
kafir harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
kafir muahid orang kafir yg telah mengadakan perjanjian dng umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dng umat Islam selama perjanjian berlaku
kafir zimi orang kafir yg tunduk kpd pemerintahan Islam dng kewajiban membayar pajak bagi yg mampu
karyawan manajerial orang yg berhak memerintah bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dan dikerjakan sesuai dng perintah
karyawan operasional orang yg secara langsung harus mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai dng perintah atasan -- tetap pegawai yg bekerja di suatu badan (perusahaan dsb) secara tetap berdasarkan surat keputusan
kaum dagang orang-orang yg berniaga
kaum eksekutif orang yg mempunyai kedudukan sbg pemimpin dl perusahaan
kaum non orang-orang yg tidak mau bekerja sama dng pemerintah (Belanda) pd zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia
kepala daerah orang yg mengepalai suatu daerah (msl gubernur untuk daerah tingkat I dan bupati untuk daerah tingkat II)
kepala desa orang yg mengepalai desa; lurah
kepala kampung orang yg mengepalai kampung
kepala keluarga orang yg bertanggung jawab thd suatu keluarga (biasanya bapak)
kepala negara orang yg mengepalai suatu negara (kerajaan)
kepala sekolah orang (guru) yg memimpin suatu sekolah; guru kepala
kepala stasiun orang yg mengepalai stasiun; sep stasiun
kepala suku orang yg menjadi pemimpin (raja) suatu suku
kuli salang orang yg pekerjaannya menata tumpukan bawang di pasar agar tampak menarik
langau merah orang yg mencari keuntungan dr perbuatan atau hal yg kotor
lanjut umur tua; lanjut usia
makelar devisa orang yg menjualbelikan alat pembayaran luar negeri atas dasar komisi atau rekeningnya sendiri
makelar ekspor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melakukan pembelian dan penjualan barang-barang ekspor
makelar impor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melaku-kan pembelian dan penjualan barang-barang impor
mantri garam orang yg bertugas menjual garam negara
manusia perahu orang-orang yg secara berbondong-bondong meninggalkan negerinya menuju negara lain dng menggunakan perahu
martabak manis makanan terbuat dr adonan terigu, telur, gula, yg ditaburi bubuk kacang tanah dan cokelat, kemudian dipanggang dan dilipat
menodai nama orang tua [ki] merusak harga diri orang tua
migran seumur hidup orang yg tinggal di daerah yg bukan tempat kelahirannya
mitra perjamuan orang yg duduk di sebelah kita mengelilingi meja dl suatu perjamuan
nenek moyang orang dulu yg menurunkan kita; leluhur
olah data 1 orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data
pahlawan kesiangan orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; (2) orang yg ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang
pak turut orang yg selalu mengikut apa saja yg dikatakan (dilakukan dsb) orang lain (ikut-ikutan, penurut)
pakar bidang ilmu orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu, spt biologi, kimia, fisika
pangan olahan makanan jadi (penganan, kue, saus, dsb) yg diolah untuk diperdagangkan
pasak negeri orang terkemuka dl suatu negeri tempat orang meminta nasihat; turus negeri
pawang belat orang yg empunya belat
pawang buaya orang yg pandai menangkap atau menjinakkan buaya
pawang gajah orang yg pandai menangkap atau menjinakkan gajah
pawang hujan orang yg pandai menolak hujan
pawang hutan orang yg tahu benar tt hal-hal yg berhubungan dng hutan
pawang lebah orang yg dapat menjinakkan lebah dan kebal thd sengatannya; orang yg ahli tt lebah; juru cari madu
pawang pukat orang yg ahli menangkap ikan dng pukat
pendekar pena orang yg pandai menulis (mengarang) dl surat kabar dsb
pihak kedua orang yg kedua (disebutkan atau dicantumkan setelah pihak kesatu), msl dl perjanjian
pihak kesatu orang yg pertama (disebutkan atau dicantumkan lebih dahulu), msl dl perjanjian
pihak ketiga orang lain yg tidak ikut serta, msl dl perjanjian; (2) bangsa atau negara lain dsb yg tidak berpihak dl persengkataan (peperangan dsb)
pujangga gereja orang kudus (baik pria maupun wanita segala zaman, yg dihargai secara khusus krn ajaran yg dikemukakan benar, mendalam, dan sangat bijaksana)
raja jenang orang yg mengatur segala sesuatu dl penyabungan ayam
rakyat biasa orang kebanyakan; bukan bangsawan; bukan hartawan
rakyat kecil orang yg tingkat sosial ekonominya sangat rendah; orang kebanyakan (bukan penguasa pemerintahan)
ruap (dan) sampah orang yg sangat hina dl masyarakat; sampah masyarakat
saji makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan ilmiah
saksi ahli orang yg dijadikan saksi krn keahliannya, bukan krn terlibat dng suatu perkara yg sedang disidangkan
saksi mata orang yg melihat sendiri akan suatu kejadian
sanak saudara orang yg masih mempunyai hubungan keluarga; kerabat: -- saudaranya baru kembali dr rantau
sarap ala Amerika makan pagi yg terdiri atas telur, roti, dan potongan daging
saudara belahan orang-orang yg senenek moyang
sekretaris kehormatan orang yg melaksanakan tugas sekretariat suatu klub, organisasi, dsb tanpa dibayar
sekretaris pribadi orang yg menjadi pembantu orang lain untuk mengerjakan tulis-menulis, surat-menyurat, mencatat pembicaraan, dsb
sidang Jumat orang-orang yg bersalat Jumat
sidang ramai orang banyak; umum
sumber belajar orang yg dapat dijadikan tempat bertanya tt berbagai pengetahuan
susu lanjutan makanan yg berbahan dasar susu bubuk, diberikan kpd bayi sejak berusia 6 bulan sampai dng 4 tahun
tahu campur makanan yg terbuat dr tahu goreng, sayuran, mi, kikil yg berbumbu petis dan berkuah
tahu gunting makanan yg terbuat dr tahu goreng, ketupat, bihun, dan kerupuk yg dibubuhi bumbu kacang yg berkecap, tahunya dipotong-potong dng menggunakan gunting
tahu kupat makanan yg terbuat dr tahu goreng, ketupat, dan taoge, diberi kuah berbumbu bawang putih, cabai, gula merah, cuka, rasanya masam-masam manis
talang kuda orang yg menjadi perantara dl menjual kuda
tamu agung orang yg berkedudukan tinggi yg sedang berkunjung dsb
tamu di negeri sendiri orang yg merasa asing di negeri sendiri; tidak mempunyai kuasa di negeri sendiri
tangan jahat orang yg berbuat jahat spt menganiaya, membunuh, membakar rumah
tangan jahil orang yg suka iseng spt corat-coret, colak-colek
teman hidup orang yg dijadikan pasangan hidup (istri atau suami)
tempat bertanya orang yg ditanyai
tenaga profesional orang yg ahli menjalankan tugasnya dl suatu profesi tertentu
tenaga terampil orang yg pekerja terampil krn melalui pengalaman tertentu
tukang koran orang yg bekerja menyampaikan surat kabar kpd pelanggannya atau menjualnya kpd khalayak yg memerlukan
tukang pijit orang yg pekerjaannya memijit; tukang urut
tukang rekening orang yg pekerjaannya menagih rekening
tukang sampah orang yg pekerjaannya membersihkan jalan (menyapu dan membuang sampah)
tukang serobot orang yg suka melanggar hak orang (mencuri, merampas, merebut, dsb)
tukang sulap orang yg ahli dl main sulap
tukang sunat orang yg mengkhitan; bengkong
tukang tadah orang yg menerima barang curian (selundupan dsb)
tukang temberang orang yg suka bercakap muluk-muluk (membual dsb)
uang ujian orang yg dibayarkan oleh siswa atau mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian; (2) uang vakasi
umpan tekak makanan atau minuman lezat dl porsi kecil sbg pembangkit selera yg dihidangkan sebelum makan; pembangkit selera makan
wakil nikah orang yg menggantikan laki-laki dl melaksanakan upacara pernikahan
wakil rakyat orang-orang yg duduk sbg anggota badan perwakilan rakyat; utusan rakyat
wali murid orang yg menjamin dan bertanggung jawab thd seorang anak di sekolahnya, spt ibu, bapak, saudara
warga dunia orang yg tidak menjadi warga salah satu negara; orang yg tidak berkebangsaan
warga negara asing orang warga negara lain
wong agung orang besar; para pembesar; pejabat
bukan budak makan pisang [pb] bukan orang yg dapat dipermainkan (ditipu)
senjata makan tuan [pb] sesuatu yg direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri
seorang makan cempedak [ki] seorang yg bersalah, semuanya mendapat nama yg tidak baik
seorang makan nangka [pb] seorang yg berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya
bagaimana ditanam begitulah dituai bagaimana di.ta.nam begitulah dituai [pb] tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
bertuankan ber.tu.an.kan [v] (1) menghamba (mengabdi) kpd; menganggap sbg tuan kpd: hamba tak mau ~ anak raja yg lalim itu; (2) menyebut (memanggil) tuan (kpd): tiada aku sudi ~ orang yg lalim itu
bukan budak-budak makan pisang [ki] anak kemarin (tidak mudah ditipu dsb)
gayung tua [pb] perkataan orang tua-tua biasanya benar
hari tua masa ketika orang telah tua
kakaktua ka.kak.tua [n] catut besar, ujungnya menyerupai paruh burung kakaktua, biasanya dipakai untuk mencabut paku yg tertancap dalam-dalam [n] (1) burung panjat, paruhnya kuat dan bagian atasnya melengkung ke bawah, berwarna putih, bisa diajar berbicara; Cacatua [n] ikan laut, Callyodon
ketua ke.tua [n] (1) orang yg tertua dan banyak pengalamannya (dl suatu kampung dsb); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (rapat, dewan, perkumpulan, dsb)
ketua-tuaan ke.tua-tua.an [a] spt orang tua: dia bercakap-cakap dng gaya ~
ketuan-tuanan ke.tu.an-tu.an.an [v] bersikap spt seorang tuan: ia yg ~ makin lama makin dijauhi teman-temannya
membesi tua mem.be.si tua [v] menjadi besi tua (dimakan karat)
mempertuan mem.per.tu.an [v] (1) menguasai; memiliki; menjadi bertuan; (2) memandang sbg tuan; menjadikan yg dipertuan; menyebut tuan (bagi raja atau sultan sbg orang yg dimuliakan dan mempunyai kekuasaan): bangsa yg dipertuan, bangsa yg dianggap lebih mulia dp bangsa lain; hak yg dipertuan, hak menguasai suatu daerah atau suatu negara; berdaulat atas suatu daerah (suatu negeri); menguasai; memiliki; menjadi bertuan
mertua mer.tua [n] orang tua istri (suami); mentua
padi selumbung dimakan orang banyak [pb] penghibur bagi istri yg suaminya beristri lebih dp satu
paitua pai.tua [kl p] tuanku (kata sapaan untuk seorang bapak yg tua)
pengetua pe.nge.tua [n] (1) orang yg dipertua (pemimpin, kepala, dsb); (2) penghulu yg tertua
persekutuan per.se.ku.tu.an [n] (1) hal bersekutu; persatuan; perhimpunan; ikatan (orang-orang yg sama kepentingannya); (2) perseroan dagang; kongsi; maskapai; (3) perserikatan (negara-negara)
pertuanan per.tu.an.an [n] (1) kedudukan (golongan) orang bangsawan; kaum ningrat; (2) kekuasaan memerintah; pemerintahan (atas suatu negara, bangsa); (3) kedaulatan; hak pertuanan
petuah pe.tu.ah [n] (1) keputusan atau pendapat mufti (tt masalah agama Islam); fatwa; (2) nasihat orang alim; pelajaran (nasihat) yg baik: dl pertemuan itu diharapkan nasihat dan -- orang-orang tua
petualang pe.tu.a.lang [n] (1) orang yg bertualang; (2) orang yg berusaha memperoleh sesuatu dng cara menekat (tidak jujur dsb); (3) orang yg suka mencari pengalaman yg sulit-sulit, berbahaya, dsb
saudara tua saudara yg lebih tua; (2) ki orang Jepang yg pd zaman pendudukan Jepang mengaku sbg saudara tua orang Indonesia
seorang se.o.rang [n] (1) satu orang: yg datang hanya -- pegawai; (2) sendiri: tinggal dia -- yg belum makan
sepemakan se.pe.ma.kan [adv] sama waktunya dng orang makan
spiritualisme spi.ri.tu.al.is.me [n] (1) aliran filsafat yg mengutamakan kerohanian: ia menumpahkan perhatian pd ilmu-ilmu gaib, spt mistik dan --; (2) kepercayaan untuk memanggil roh orang yg sudah meninggal; (3) spiritisme
termakan (di) cirit berendang [pb] termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain
ajang orang milik orang; -- seleksi tempat untuk menyeleksi (pemain dsb): kejuaraan atletik se-Jawa itu digunakan sbg -- seleksi bagi pemain daerah
ajaran ajar.an [n] segala sesuatu yg diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk: ia senantiasa memegang teguh ~ orang tuanya; paham: ~ terlarang
aktual ak.tu.al [a] (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tt peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa dsb); hangat: berita --
aktualisasi ak.tu.a.li.sa.si [n] perihal mengaktualkan; pengaktualan: kasus ini sudah sampai pd suatu -- diri
anak orang [pb] seseorang yg asing bagi kita akan tetap asing juga
bagai pucuk pisang didiang bagai pucuk pisang di.di.ang [pb] lemah sekali; tidak bertenaga
bahan makanan bahan yg dapat dijadikan makanan, spt beras, terigu, jagung, dan ubi
bahan makanan ternak bahan yg dapat dimakan oleh ternak, spt rumput, limbah pertanian, kacang hijau, dan ikan teri; pakan ternak
bak makanan bak pd kandang ternak dipakai untuk menyimpan makanan ternak
bak menanti orang dahulu bak menanti orang dahulu, bak me.la.lah orang kudian [pb] melakukan sesuatu yg sia-sia
banyak orang banyak ragam nya [pb] tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri
bapak ba.pak [n] (1) orang tua laki-laki; ayah; (2) orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): -- kecil; -- tiri; (3) orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt guru, kepala kampung); (4) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg memanggil; (5) orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional; (6) cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba kotor perusahaan
barang makanan bahan makanan
barang tua [Huk] barang yg berupa harta warisan, yg tidak dapat dibagi krn harus tetap dipegang oleh anak laki-laki tertua (di Lampung)
berat pd mata orang lain [ki] disegani (dihormati) orang
bergelanggang di mata orang banyak ber.ge.lang.gang di mata orang banyak [ki] nyata atau terang sekali
berjantung pisang ber.jan.tung pisang [ki] tidak berperasaan; tidak memedulikan
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berketua ber.ke.tua [v] ada ketuanya; mempunyai ketua
berlidah di lidah orang ber.li.dah di lidah orang [pb] hanya menurut perkataan orang saja; ~ buaya ki kata-katanya penuh dng tipu daya licik: orang yg ~ buaya akhirnya dijauhi orang banyak
berorang-orang ber.o.rang-orang [Mk v] berlaku spt orang lain (bukan secara kekeluargaan)
berpetuah ber.pe.tu.ah [v] memberi petuah (nasihat)
bersosoh makan ber.so.soh makan makan banyak-banyak
bertua-tua ber.tua-tua [v] (1) bertua-tuaan; (2) bersuami istri hingga sama-sama tua
bertua-tuaan ber.tua-tua.an [v] berturut-turut menurut umur
bertualangan ber.tu.a.lang.an [v] melakukan berbagai petualangan
bertuam ber.tu.am [v] menghangatkan bagian tubuh yg nyeri (dng tuam); berdemah
bertuan ber.tu.an [v] (1) ada tuannya; ada pemiliknya: tanah yg tidak ~ dianggap tanah pemerintah; barang-barang tidak ~ di pelabuhan itu disita untuk negara; (2) menyebut (memanggil) tuan; bertuankan
besi tua be.si tua [n] (1) senjata tajam (pedang, keris, dsb) yg berasal dr zaman dulu dan dianggap sakti; (2) besi bekas barang-barang yg tidak terpakai lagi, spt bekas mobil, kapal
besi tuang besi yg dituangkan atau dicetak setelah lebih dahulu dipanaskan hingga mencair (mengandung unsur karbon yg relatif tinggi); besi cor
bingung tak dapat diajar [pb] berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)
cak [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan [n] ukuran sebesar lengkungan ujung jari kedua belah tangan (jari telunjuk kiri dipertemukan dng jari telunjuk kanan, ibu jari kiri dng ibu jari kanan) [n] pipit [n] tarian yg berlatar cerita Ramayana, dilakukan oleh puluhan orang laki-laki bertelanjang dada yg berperan sbg pasukan kera dan menyuarakan bunyi "cak, cak" sepanjang pertunjukan; kecak [Jw n] panggilan kpd laki-laki yg dianggap lebih tua atau yg dituakan (di Jawa Timur)
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
daulat tuanku ya tuanku (arti sebenarnya: bahagialah tuanku)
dekontekstualisasi de.kon.teks.tu.a.li.sa.si [n Sas] jarak waktu yg memisahkan pembaca teks dng teks yg ditelitinya sbg tidak adanya kemungkinan pembaca bertanya secara langsung tt teks yg ditelitinya: -- muncul krn perbedaan situasi yg dialami pembaca dan saat teks itu sendiri dibuat
di padang orang berlari [pb] tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
diserakkan padi awak diimbaukan orang lain [pb] orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan
dituai di.tu.ai [v] dipotong dng tuai
duduk seorang bersempit-sempit duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama ber.la.pang-la.pang [pb Mk] dng musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan
estuari es.tu.a.ri [n Geo] (1) perairan pantai setengah tertutup tempat air laut bertemu dng air tawar; (2) muara sungai berbentuk corong yg melebar ke arah laut krn pengaruh pasang; (3) perairan terlindung yg kemasinannya berbeda dng jelas apabila dibandingkan dng kemasinan air laut, beberapa di antaranya mempunyai kemasinan tinggi (estuari negatif), yg ditandai dng fluktuasi kemasinan dibandingkan dng air payau atau danau asin yg mempunyai kadar garam tetap
estuarin es.tu.a.rin [a] berkenaan dng atau dibentuk di dl estuari, msl hewan --; lingkungan --
fidiah fi.di.ah [n Isl] denda (biasanya berupa makanan pokok, msl beras) yg harus dibayar oleh seorang muslim krn meninggalkan puasa yg disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yg menimpa dirinya, dsb
fluktuatif fluk.tu.a.tif [a] bersifat fluktuasi: kondisi usaha petani kita umumnya kurang mantap krn harga komoditas pertanian biasanya --
gadis tua gadis yg telah berumur lebih dr 35 tahun, tetapi belum kawin; perawan tua
generasi tua kelompok (golongan, kaum) tua
habituasi ha.bi.tu.a.si [n] pembiasaan pd, dng, atau untuk sesuatu; penyesuaian supaya menjadi terbiasa (terlatih) pd habitat dsb: -- diri dng iklim tropis (bagi orang Eropa yg tinggal di daerah panas); -- kuda dng bunyi tembakan (melatih agar tidak ketakutan apabila mendengar bunyi tembakan)
hidup di ujung gurung orang [pb] orang yg hidup melarat
hujan emas di negeri orang [pb] sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
ikan makanan ikan berukuran kecil yg merupakan makanan ikan jenis lain
intelektual in.te.lek.tu.al /intelEktual/ (1) a cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan; (2) n (yg) mempunyai kecerdasan tinggi; cendekiawan; (3) n totalitas pengertian atau kesadaran, terutama yg menyangkut pemikiran dan pemahaman
isi lemak dapat ke orang [pb] orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja
jaminan hari tua ja.min.an hari tua sesuatu yg disedikan untuk biaya hidup pd masa tua (setelah tidak bekerja lagi)
jantung pisang kuntum bunga pisang
kamar makan ruang tempat makan
kamitua ka.mi.tua [Jw n] kepala dukuh (dusun kecil)
karam berdua basah seorang karam ber.dua basah seorang [pb] dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yg kena hukum
kebenaran ke.be.nar.an [n] (1) keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya: kita harus berani mempertahankan -; ia masih menyangsikan -- berita itu; (2) sesuatu yg sungguh-sungguh (benar-benar) ada: kita harus menyakini -- yg diajarkan oleh agama; (3) kelurusan hati; kejujuran: tidak seorang pun menyangsikan -- hatinya; (4) kl izin; persetujuan; perkenan: dng -- yg dipertuan, kami masuk istana; (5) Jk kebetulan: nah, -- dia datang sekarang, kita dapat bertanya langsung kepadanya
kecerdasan intelektual ke.cer.das.an intelektual kecerdasan yg menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dng yg lain
kecerdasan spiritual ke.cer.das.an spiritual kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa
kelaziman ke.la.zim.an [n] kebiasaan (yg sudah umum): memakan sirih merupakan ~ bagi orang tua-tua kita dulu
kelipatan persekutuan ke.li.pat.an persekutuan [Mat] bilangan yg menjadi kelipatan dr dua atau lebih bilangan
kelipatan persekutuan bilangan asli ke.li.pat.an persekutuan bilangan asli bilangan asli terkecil yg habis dibagi oleh setiap bilangan tersebut
kelipatan persekutuan terkecil ke.li.pat.an persekutuan terkecil bilangan terkecil atau terendah yg merupakan kelipatan dr suatu kumpulan dr bilangan yg diberikan
kereta makan gerbong kereta api yg dipakai sbg tempat makan (restoran)
kesatuan ke.sa.tu.an [n] (1) perihal satu; (2) keesaan; sifat tunggal: demi -- dan persatuan bangsa; (3) satuan
keseorangan ke.se.o.rang.an [n] dl keadaan seorang diri (kesunyian, terpencil, dsb)
ketua kehormatan ketua (perkumpulan dsb) yg diangkat sbg penghormatan
ketua muda wakil ketua
ketuaan ke.tua.an [a] terlalu tua: dia ~ untuk diterima menjadi pegawai negeri; (2) n perihal tua (sudah berumur): puri yg didirikan pd tahun 1932 itu, tampak benar ~ nya
ketuahan ke.tu.ah.an [n] (1) memperoleh tuah (keuntungan dsb); (2) kesaktian; keunggulan
kitorang ki.to.rang [pron] kita orang; kita (terutama digunakan di Manado dan Ambon): tinggal sedikit hari -- rayakan Natal
konteks situasi [Ling] lingkungan nonlinguistis ujaran yg merupakan alat untuk memperinci ciri-ciri situasi yg diperlukan untuk memahami makna ujaran
konversi makanan jumlah pakan yg dibutuhkan per satuan produksi ternak
kumbang pisang kumbang yg merusak pohon pisang, terutama pd bagian upihnya; Cosmopolites sondidus
kursi makan kursi yg biasanya dipakai untuk tempat duduk ketika makan di meja makan
lemari makan lemari tempat menyimpan makanan
lorat lo.rat [ark a] (1) dl kebingungan (kesulitan dsb): sekalian orang itu di dl -- belaka, ke sana kemari tiada berketentuan; (2) rewel (susah dsb): makannya sangat --
mak tua nama panggilan kekerabatan untuk kakak perempuan ibu atau kakak perempuan bapak; (2) bini yg tua
makna kontekstual [Ling] makna yg didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu
masa intelektual masa seorang individu telah menguasai pengetahuan yg dapat berguna dl hal menanggapi dan menanggulangi segala masalah hidup
masa tua waktu dl hidup seorang individu sesudah fungsinya sbg warga masyarakat mulai berkembang
megasporangium me.ga.spo.ra.ngi.um [n Bot] sporangium yg menghasilkan megaspora, yg pd tumbuhan berbiji berupa bakal biji
melabuhkan orang me.la.buh.kan orang mencampakkan orang ke laut
memakan me.ma.kan [v] makan (biasanya mengandung arti lebih aktif): kucing -- daging
memakan habis-habis memakan ha.bis-ha.bis , menyuruh hilang-hilang [pb] jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dng sebaik-baiknya
memakani me.ma.kani [v] (1) memberi pakan (untuk binatang); (2) memakan berkali-kali atau banyak: kawanan burung gelatik -- padi yg sedang dijemur; musang itu -- buah kopi yg masak
memakankan me.ma.kan.kan [v] (1) membiarkan supaya dimakan; (2) memberi sesuatu supaya dimakan; (3) memakan untuk [v] memasukkan benang pakan pd tenunan; memakai sbg pakan pd tenunan: ia ~ benang sutra pd lungsin itu
membawakan cupak ke negeri orang [pb] memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang
membayari mem.ba.yari [v] (1) membayar berkali-kali: orang tua itu terpaksa -- utang-utang anaknya; (2) membayar untuk orang lain: sayalah yg -- makannya
memberi lauk kpd orang membantai [pb] memberi pertolongan kpd orang yg tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)
membesituakan mem.be.si.tu.a.kan [v] membiarkan hingga menjadi besi tua
membina kesatuan bangsa mem.bi.na kesatuan bangsa penyatuan bangsa dan golongan keturunan asing dng cara sedemikian rupa sehingga dl segala aspek kehidupan bermasyarakat, kesukuan dan keturunan sudah tidak sesuai lagi untuk dikembangkan
memerlukan me.mer.lu.kan [v] (1) memandang perlu (penting, berguna, dsb): mereka lebih ~ pakaian dp makanan; (2) mementingkan; mengutamakan; memperhatikan (tt kepentingan sendiri, orang lain, dsb): jangankan ~ orang lain, anaknya sendiri saja tidak dipikirkannya; (3) membutuhkan; menghajatkan: pd umumnya mereka tidak ~ bantuan uang, tetapi bantuan tenaga ahli; untuk mencapai cita-cita diperlukan biaya dan ketekunan usaha; (4) ki menggunakan (waktu): perbaikan gedung itu ~ waktu tiga bulan; (5) menyempatkan diri (melakukan sesuatu krn dianggap perlu dng menyampingkan hal-hal lain): banyak orang ~ datang melihat kambing berkepala dua itu
memertamakan me.mer.ta.ma.kan [v] mengutamakan; mendahulukan
memetuahkan me.me.tu.ah.kan [v] memberikan petuah; menasihatkan; menganjurkan
memijak kepala (orang) me.mi.jak kepala (orang) sangat menghina orang
mempersama-samakan mem.per.sa.ma-sa.ma.kan [v] (1) mencocok-cocokkan (yg satu dng yg lain); (2) melakukan sesuatu bersama-sama (dng orang banyak): penduduk desa itu -- pekerjaan sawah
mempersamakan mem.per.sa.ma.kan [v] menyamakan; menjadikan sama (tidak berbeda): Pemerintah -- pakaian seragam anak-anak sekolah
mempertuankan mem.per.tu.an.kan [v] mempertuan
menamakan me.na.ma.kan [v] (1) menyebut dng nama ...; menyatakan namanya: krn badannya pendek, orang ~ nya si Pendek; (2) menyatakan; menganggap: ia ~ orang yg demikian itu kejam
menari (merentak) di ladang orang [pb] bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
mencari makan men.ca.ri makan mencari nafkah
mencium men.ci.um [v] (1) menangkap bau dng hidung; membau: ~ bau bangkai dl onggokan sampah; (2) menghirup sesuatu dng hidung untuk mengetahui baunya: ada binatang yg selalu ~ apa yg akan dimakannya; (3) melekatkan hidung pd sesuatu (spt pipi, tangan, kening) serta menghirupnya: ia pun berlutut sambil ~ tangan orang tuanya; (4) ki mendapat endusan (kabar, keterangan, dsb); mengetahui (gelagat dsb): ~ adanya pemberontakan; (5) ki mencari keterangan dsb; mengusut; (6) cak menabrak; membentur; menubruk: mobil itu ~ gerobak
mendapat pisang berkubak mendapat pisang ber.ku.bak [pb] mendapat keuntungan yg banyak dng mudah
mengairi sawah orang meng.a.iri sawah orang [pb] menguntungkan orang lain
mengais dulu maka makan me.nga.is dulu maka makan [pb] baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)
mengaktualisasi meng.ak.tu.a.li.sa.si [v] menjadikan aktual
mengaktualisasikan meng.ak.tu.a.li.sa.si.kan [v] mengaktualisasi
mengaktualkan meng.ak.tu.al.kan [v] menjadikan aktual; menjadikan betul-betul ada (terlaksana)
mengangkat makanan meng.ang.kat makanan menghidangkan makanan; (2) mengambil piring (sisa makanan dsb) sesudah selesai makan
mengerami telur orang meng.e.rami telur orang [ki kas] mengawini perempuan yg sudah mengandung
mengetuai me.nge.tu.ai [v] menjadi ketua; mengepalai; memimpin (rapat, perkumpulan, dsb): Pak Lurah ~ rapat pembangunan desa
mengorangkan meng.o.rang.kan [v] menganggap atau menghargai sbg orang
menguati harta orang me.ngu.ati harta orang mengambil harta orang (lain) dng paksa
mengulurkan bantuan meng.u.lur.kan bantuan memberikan pertolongan atau bantuan
mengumpamakan meng.um.pa.ma.kan [v] menyamakan (membandingkan) sesuatu dng; mengibaratkan; memisalkan; mengandaikan: ia ~ rumah tangga itu dng sebuah regu sepak bola
mengunyah orang bergigi mengunyah orang ber.gi.gi [pb] mengajar (memberitahu) orang yg sudah tahu
mentua men.tua [Lihat {mertua}]
menunjukkan ilmu kpd orang menetak [pb] nasihat yg baik itu tidak berguna bagi orang yg tidak mau menggunakannya
menyamakan me.nya.ma.kan [v] (1) membuat (menjadikan) sama; memperlakukan (menganggap) sama: jangan -- kehidupan kita dng kehidupan bangsa lain krn mempunyai kepribadian sendiri; (2)membandingkan; mengumpamakan; mengibaratkan: -- apa yg dilakukan itu dng menegakkan benang basah
menyandang lemang hangat orang [pb] menderita akibat perbuatan orang lain
menyerahterimakan me.nye.rah.te.ri.ma.kan [v] menyerahkan dan menerimakan (tt jabatan, tanggung jawab, dsb): Gubernur itu sudah -- jabatan kpd penggantinya
menyinggung mata bisul orang [pb] mengenai apa yg paling sakit (peka) bagi seseorang
menyokong me.nyo.kong [v] (1) menunjang (menyangga) supaya tidak rebah (roboh): bambu itu -- pohon pisang yg hampir roboh; (2) membantu; memberi bantuan (uang, tenaga, dsb): banyak tetangga yg turut -- hidupnya setelah kedua orang tuanya meninggal
meranda tua me.ran.da tua hingga tua tidak mau atau belum kawin (tt gadis)
merecak tengkuk orang me.re.cak tengkuk orang duduk di atas tengkuk orang; (2) ki mengambil keuntungan atas jerih payah orang lain
minta dedak kpd orang mengubik [pb] minta pertolongan dsb kpd orang yg tidak punya
minum darah orang [pb] banyak merugikan orang dng mengambil keuntungan yg berlebih-lebih darinya
mogok makan tidak mau makan (sbg protes dsb)
mulut di mulut orang [pb] selalu meniru perkataan orang
naib ketua wakil ketua
nangka nang.ka [n] (1) pohon yg mencapai tinggi 10-15 m, kayunya berwarna kuning dan berkulit hitam, daunnya kaku agak bundar sebesar tapak tangan orang dewasa dan berwarna hijau tua, kulit buahnya penuh duri yg tidak tajam dan bergetah, buah yg muda untuk sayur, sedangkan yg masak dimakan sbg buah; Artocarpus heterophyllus; (2) buah nangka; (3) daging buah nangka, berbiji, kalau masak berwarna kuning tua
obituarium obi.tu.a.ri.um [n] berita kematian seseorang yg dimuat dl surat kabar dsb, biasanya disertai riwayat hidup singkat
pagar makan padi [pb] orang yg merusakkan barang yg diamanatkan kepadanya
pagar makan tanaman [pb] orang yg merusakkan barang yg diamanatkan (dititipkan) kepadanya
pajak perorangan pajak yg dikenakan pd orang seorang (dl kaitan dng pendapatannya)
pakter tuak kedai minuman tuak
pantang pan.tang [n] hal (perbuatan dsb) yg terlarang menurut adat atau kepercayaan; pantangan: membeli jarum dan garam pd malam hari adalah -- menurut orang-orang tua di sini; minum minuman keras adalah -- bagi umat beragama; (2) n makanan (minuman dsb) yg terlarang bagi penderita suatu penyakit; makanan (minuman dsb) yg sengaja dihindari; pantangan: daging kambing dan buah durian -- bagi penderita penyakit tekanan darah tinggi; makanan yg berasal dr makhluk yg bernyawa -- bagi seorang vegetaris; (3) v berpantang: ia masih dl --
pemakan pe.ma.kan [n] (1) sesuatu yg dipakai untuk makan: kapur -- sirih; (2) hewan yg memakan: burung buas -- tikus
pemalsuan intelektual pe.mal.su.an intelektual [Huk] pemalsuan isi surat atau tulisan
pemerintah kesatuan pe.me.rin.tah kesatuan sistem politik dl seluruh kekuasaan yg dipusatkan pd pemerintah nasional
penatua pe.na.tua [n Kris] anggota pengurus gereja untuk membantu tugas pendeta
pencarak benak orang pen.ca.rak benak orang [pb] orang yg suka mengambil milik orang lain dng cara yg lalim
pendidikan orang dewasa pen.di.dik.an orang dewasa kegiatan secara terorganisasi yg bertujuan memberikan pendidikan kpd orang dewasa, yg diselenggarakan pd waktu tertentu
pengaktualan peng.ak.tu.al.an [n] proses, cara, perbuatan mengaktualkan; aktualisasi
pengungsian peng.ung.si.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengungsi; (2) hal mengungsi atau mengungsikan: dl ~ itu diutamakan orang-orang tua dan anak-anak; (3) tempat mengungsi: sesampai di ~ mereka masih mengalami hal-hal yg tidak enak
perah orang lain pe.rah orang lain , ki mencari untung dr orang lain dng jalan tidak halal
perawan tua gadis yg sudah tua dan belum menikah
perkakas makan perkakas yg digunakan pd waktu makan (sendok, garpu, piring, dsb)
perorangan per.o.rang.an [n] perihal orang seorang
perpisangan per.pi.sang.an [n] perihal pisang; yg berhubungan dng pisang: menurut pakar botani ~ , asal muasal pisang adalah Asia Tenggara
perseorangan per.se.o.rang.an [n] yg berkaitan dng orang secara pribadi
pertua per.tua [kl n] yg lahir pertama; yg tertua; senior
pertualangan per.tu.a.lang.an [n] (1) petualangan; (2) tempat bertualang
petualang cinta pe.tu.a.lang cinta orang yg banyak mempunyai kekasih secara silih berganti
petualangan pe.tu.a.lang.an [n] (1) perihal bertualang; (2) perbuatan menekad (menyeleweng)
pinang pi.nang [n] (1) tumbuhan berumpun, berbatang lurus spt lilin, tangkai daun yg melekat pd batang berbentuk spt lembaran kulit, buah yg tua berwarna kuning kemerah-merahan untuk kawan makan sirih dsb; Areca catechu; (2) buah pinang; biji pinang [v] me.mi.nang v (1) meminta seorang perempuan (untuk dijadikan istri); melamar: tidak ada yg berani ~ anak jutawan itu; (2) ki melamar (pekerjaan dsb): kabarnya lebih dr seratus orang yg ~ pekerjaan itu [Mk v] me.mi.nang-mi.nang v menimang-nimang
pungtuasi pung.tu.a.si [n] tanda grafis yg digunakan secara konvensional untuk memisahkan pelbagai bagian dr satuan bahasa tertulis; tanda baca
rak makanan rak tempat menaruh hijau-hijauan makanan ternak
randa tua perempuan tua yg belum kawin
ransum termakan ransum makanan yg dapat habis dimakan ternak selama satu hari
rantai makanan [Bio] perolehan makanan pd organisme yg terjadi secara berantai; (2) rangkaian pemerolehan makanan organisme berikutnya
reaktualisasi re.ak.tu.a.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan mengaktualisasikan kembali; penyegaran dan pembaruan nilai-nilai kehidupan masyarakat
rezeki elang tak akan dapat (dimakan) oleh musang (burung pipit) [pb] setiap orang ada keuntungannya masing- masing
rumah makan kedai tempat makan (menjual makanan)
sagu pisang hati batang pisang
satuan sa.tu.an [n] (1) bilangan bulat positif terkecil dr bilangan seluruhnya (bilangan satu): bilangan 235 -nya 5, puluhannya 3, dan ratusannya 2; (2) standar atau dasar ukuran (takaran, sukatan, uang, dsb): meter ialah -- ukuran panjang, sedangkan gram -- berat; (3) sekelompok orang (tentara, alat-alat, dsb) yg merupakan keutuhan: -- pasukan bermotor; (4) perangkat; unit
sbg orang mabuk gadung [pb] rupa seseorang yg lemah dan pucat krn mengidap penyakit
sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga [pb] jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga
sembarang orang asal orang saja
sendok makan sendok untuk makan nasi dsb
servis makan layanan berupa makan(an)
seseorang se.se.o.rang [n] seorang yg tidak dikenal: tadi ada -- menelepon Anda
setua se.tua [Lihat {satwa}]
sintua sin.tua [n] tertua; pengetua; kepala (puak, golongan, dsb)
situasional si.tu.a.si.o.nal [a] sesuai (mengenai) situasi yg tepat: suatu masalah kadang-kadang dapat dipecahkan dr metode yg bersifat --
sorang so.rang [n cak] seorang
sorangan so.rang.an [a] sendirian; seorang diri: janda yg tidak punya anak itu hidup -- saja
spt orang kecabaian spt orang ke.ca.bai.an [pb] sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)
spt orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak [pb] seseorang yg daif yg tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
spt toman makan anak [pb] orang yg berbuat cabul (sumbang)
suka su.ka [a] berkeadaan senang (girang): sahabat dl -- dan duka; (2) a girang hati; senang hati: sekalian bantuan dan sokongan disambut dng -- hati; (3) v mau; sudi; rela: ia tidak -- membayar sekian; datanglah kalau Tuan --; kalau sudah -- sama -- , biarlah kawin saja; (4) v senang; gemar: neneknya -- benar makan sirih; memang banyak orang -- menonton bioskop; ada yg -- daging dan ada juga yg -- ikan laut; (5) v menaruh simpati; setuju: orang itu akan saya suruh bekerja di sini, itu pun kalau Tuan --; tiada seorang pun -- kepadanya; (6) v menaruh kasih; kasih sayang; cinta: rasanya jarang ibu yg tidak -- kpd anaknya; (7) a cak mudah sekali ...; kerap kali ...: memang dia -- lupa; pensil semacam ini -- patah
sukar kaji pd orang alim [pb] orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya
susila su.si.la [a] baik budi bahasanya; beradab; sopan: semua orang akan senang melihat remaja yg -- thd orang tua; (2) n adat istiadat yg baik; sopan santun; kesopanan; keadaban; kesusilaan: orang yg merasa terpelajar sudah seharusnyalah mengenal --; (3) n pengetahuan tt adab: di sekolah dasar anak-anak mulai diajar --
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
tempat makan jangan dibenahi [pb] kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang; jangan berbuat jahat kpd orang yg berlaku baik kpd kita
tempat makanan otomatis alat yg berisi partikel makanan yg mengeluarkan makanan dl waktu tertentu, biasanya dijalankan oleh listrik
tendangan pisang ten.dang.an pisang [Olr] sepakan yg mengakibatkan arah bola berjalan melengkung spt pisang; tendangan melengkung
terjelma ter.jel.ma [v] (1) dapat dijelmakan; terlihat; dapat muncul; (2) ki tergambarkan; tertuang: materi yg diajarkan dl kisi-kisi soal tsb di atas hendaknya ~ secara nyata
termakan ter.ma.kan [v] (1) sudah dimakan: padinya habis -- tikus; (2) dapat dimakan: nasi sebanyak itu tidak mungkin -- habis olehnya; (3) tidak sengaja dimakan: kue bagiannya -- temannya; (4) ki dirusakkan; dihabiskan: rumahnya juga -- api; (5) ki dipengaruhi: kita jangan sampai -- oleh berita-berita bohong; (6) ki terserap; masuk: nasihat itu -- di akalnya; pelajaran itu tidak -- olehnya; (7) ki dikenai, dilukai, dsb: dia tidak -- senjata
tertangkup sama termakan tanah ter.tang.kup sama termakan tanah, telentang sama terminum air [pb] sama-sama dl suka dan duka
tertua ter.tua [n] (1) yg paling tua; (2) sulung: saya adalah anak laki-laki yg ~
tetuang te.tu.ang [ark n] -- udara pemancar radio [n] tuang-tuang
tidak ada orang menggaruk ke luar badan tidak ada orang meng.ga.ruk ke luar badan [pb] biasanya orang berpihak kpd kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
tidak makan siku-siku [pb] (1) cakap orang yg berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya; (2) tidak baik; tidak patut
turun makan beristirahat untuk makan (tt pekerja perusahaan)
uang makan uang untuk biaya makan (dl melakukan pekerjaan, tugas, dsb): setiap bertugas ke luar kota ia menerima -- makan
undang un.dang [v] meng.un.dang v memanggil supaya datang; mempersilakan hadir (dl rapat, perjamuan, dsb): mereka ~ kita makan malam; kami ~ Tuan menginap di rumah kami [n] , un.dang-un.dang n (1) ketentuan dan peraturan negara yg dibuat oleh pemerintah (menteri, badan eksekutif, dsb), disahkan oleh parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat, badan legislatif, dsb), ditandatangani oleh kepala negara (presiden, kepala pemerintah, raja), dan mempunyai kekuatan yg mengikat; (2) aturan yg dibuat oleh orang atau badan yg berkuasa: taat pd ~ partai; (3) hukum (dl arti patokan yg bersifat alamiah atau sesuai dng sifat-sifat alam): ~ untuk membangun kalimat dr tiap-tiap bahasa memang berlainan [ark n] penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan)
yamtuan yam.tu.an [kl n] yg dipertuan; baginda: -- muda, raja muda di Riau dahulu
zatua za.tua [n] nenek moyang; leluhur
abang [n] (1) kakak laki-laki; saudara laki-laki yg lebih tua: -- nya tiga tahun lebih tua; (2) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua atau tidak dikenal: tahukah -- jalan ke kantor pos?; (3) panggilan istri kpd suami: sudah dua hari -- tidak pulang; (4) sebutan untuk penjual sayur, penjual ikan, pengemudi becak, dsb: ia biasa belanja pd -- sayur yg lewat di depan rumahnya [Jw a] merah
abortus habitualis [Dok] abortus yg terjadi sebanyak tiga kali
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
acuh [v] peduli; mengindahkan: ia tidak -- akan larangan orang tuanya
adang [v] , meng.a.dang v (1) menghalangi (merintangi orang berjalan dsb) dng cara mendepang: jangan engkau ~ orang itu, biarkan dia lewat; (2) menunggu di tempat yg sunyi (biasanya dng maksud jahat, spt membunuh, merampok, menyamun); mencegat: gerombolan bersenjata ~ iring-iringan mobil; (3) menuju; memaksudkan; menghadapi; (4) menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dsb): mereka berani ~ bahaya maut; adang-adang n penyekat, kerai, dsb untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dsb) [Jw v] menanak nasi dng menggunakan dandang [n] (1) saudara tua dr ibu (biasanya wanita); kakak ibu; (2) nama atau gelar kehormatan; dang
adat diisi lembaga dituang [pb] hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan
agen [n] (1) Ek orang atau perusahaan perantara yg meng-usahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama peng-usaha; perwakilan; (2) cak kaki tangan atau mata-mata negara asing; (3) Adm wakil pengusaha yg merundingkan, memberi-kan jasa layanan, atau menutup perjanjian asuransi dng ketentuan yg ada
air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga air cucuran atap jatuh ke pe.lim.bah.an juga [pb] biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya
aji [a] (1) berharga sekali dan dianggap bertuah (tt benda keramat); (2) tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati [n] baginda; raja: sang --
akan [adv] (untuk menyatakan sesuatu yg hendak terjadi, berarti) hendak: disangkanya hari -- hujan; akan-akan a mirip benar; hampir sama benar [p] (1) (sbg kata perangkai untuk menghubungkan verba dsb dng pelengkapnya yg berarti:) kepada: ia lupa -- orang tuanya; (2) mengenai; tentang; terhadap: -- harta peninggalan orang tuanya itu tiada dipikirkannya lagi; (3) untuk: uang ini dapat kaupakai -- pembayar utangmu
aki [n] nenek laki-laki; kakek; datuk; aki-aki n orang laki-laki yg sudah tua [n] (1) alat untuk menghimpun tenaga listrik (dipakai pd mesin mobil dsb); (2) Tek penghasil dan penyimpan daya listrik hasil reaksi kimia; (3) Fis peranti untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga kimia atau sebaliknya
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
aksentuasi ak.sen.tu.a.si [n] (1) Ling pemberian tekanan suara pd suku kata atau kata; (2) pengutamaan; penitikberatan; penekanan: -- Rencana Pembangunan Lima Tahun adalah pd masalah pertanian; (3) Mus penempatan tekanan yg pas pd perangkat musik
aktor intelektual otak berbagai tindakan yg menyimpang (spt kerusuhan, pembakaran, pembunuhan)
aktuaria ak.tu.a.ria [n] (1) pegawai asuransi yg bertugas melaksanakan perhitungan keuangan perusahaan; (2) hal yg berhubungan dng penafsiran sebelum penetapan asuransi
aktuaris ak.tu.a.ris [n] ahli matematika dl perusahaan asuransi yg menghitung-hitung risiko, premi, cadangan, dan dividen
alap-alap [n] (1) Zool elang belalang pemakan burung kecil; Acipiter virgatus gularis; (2) cak orang yg suka mengambil (dng cepat) milik orang lain; pencuri (penjambret, pencopet, dsb) kawakan
alergi aler.gi [n Dok] (1) perubahan reaksi tubuh thd kuman-kuman penyakit; (2) keadaan sangat peka thd penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dl kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang
altruis al.tru.is [n] orang yg banyak mengutamakan kepentingan orang lain (tidak mementingkan diri sendiri)
altruisme al.tru.is.me [n] (1) paham (sifat) lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dr egoisme); (2) Antr sikap yg ada pd manusia, yg mungkin bersifat naluri berupa dorongan untuk berbuat jasa kpd manusia lain
amanat ama.nat [n] (1) pesan; perintah (dr atas): menyampaikan -- orang tuanya; (2) keterangan (dr pemerintah); (3) wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah -- Jenderal Sudirman; -- Presiden dl Kongres Pemuda; (4) Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; (5) Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar
ambivalensi am.bi.va.len.si [n Psi] perasaan tidak sadar yg saling bertentangan thd situasi yg sama atau thd seseorang pd waktu yg sama
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak asuh anak yg diberi biaya pendidikan (oleh seseorang), tetapi tetap tinggal pd orang tuanya
anak emas [n] (1) anak budak belian yg diambil anak oleh tuannya; (2) orang yg paling disayangi (disenangi) oleh atasannya (keluarganya, kepalanya, majikannya, tuannya, dsb); (3) anak Indonesia yg diambil oleh bangsa lain
anak liplap anak yg orang tuanya berlainan bangsa
anak pisang anak mamak (menurut keturunan laki-laki)
anak semang anak se.mang [n] (1) orang yg diambil orang lain (bukan keluarganya) sbg kerabatnya; (2) orang yg dipekerjakan atau yg bekerja pd orang lain (spt orang gajian, pegawai); (3) orang yg diberi modal untuk berdagang atau yg menjualkan dagangan orang lain; (4) orang yg menumpang makan (mondok); (5) orang yg bekerja pd orang lain krn terikat oleh utang
anak sendiri disayangi [pb] bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yg diutamakan
anak sipil [Dik] anak yg diserahkan oleh orang tuanya kpd negara
anak tolakan [Psi] anak yg tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dsb)
andika an.di.ka [kl] (1) n kehormatan tertinggi yg diberikan atau dimiliki raja atau penguasa dr zaman pra-Islam: -- Betara Majapahit; (2) pron sapaan hormat orang kedua; Tuanku
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
anjuran an.jur.an [n] yg dianjurkan; usul; saran; nasihat; ajakan:; ~ orang tuanya dilaksanakannya dng baik
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar [pb] tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yg disimpan saja kalau tidak diajarkan kpd orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
apek [Lihat {apak}] [Cn n] kata untuk menyapa orang tua; tuan
arek [n cak] (1) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu daerah, kota, dsb); anak: -- Surabaya; -- Malang; (2) panggilan akrab antarteman sebaya atau dr yg lebih tua kpd yg lebih muda
asa-asaan asa-asa.an [a] selalu berharap-harap atau mengharapkan: supaya orang tuamu jangan ~ lekaslah pulang sekarang
asosiasi aso.si.a.si [n] (1) persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; (2) perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama; (3) tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra
aspek habituatif [Ling] aspek yg menggambarkan perbuatan yg menjadi kebiasaan
avonturir avon.tu.rir [n] orang yg suka melakukan pertualangan; petualang
ayah [n] (1) orang tua kandung laki-laki; bapak; (2) panggilan kpd orang tua kandung laki-laki [Mal n] orang perempuan (India) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga
ayah bunda ibu bapak; orang tua
ayah mertua ayah suami dilihat dr pihak istri, atau ayah istri dilihat dr pihak suami
ayam pelesung pemuda yg biasa datang ke rumah orang tua yg beranak gadis
ayap [kl] meng.a.yap v makan atau minum (untuk merendahkan diri bagi orang biasa): semuanya pun ~ lah masing-masing pd hidangannya
babe ba.be [Jk n] (1) bapak; ayah; (2) panggilan akrab thd orang tua (pemuka, pemimpin)
bablas bab.las [Jw v] (1) terus; (2) ki lenyap (hilang): uangnya -- dilarikan orang; (3) ki mati: jika kebanyakan makan obat tidur bisa --
badak makan anak [pb] ayah membuang anaknya krn takut akan musnah kebesarannya (pd raja-raja zaman dahulu)
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
bagai geluk tinggal di air [pb] orang yg hanya menunggu bantuan orang lain
bagai orang kena miang [pb] gelisah sekali krn mendapat malu
bagai rupa orang terkena beragih [pb] bermuka masam krn rugi dsb (dl perdagangan)
bagi persekutuan terbesar bilangan terbesar yg menjadi pembagi dua bilangan atau lebih
bagi persekutuan terkecil bilangan terkecil yg menjadi pembagi dua bilangan atau lebih
bahasa persatuan bahasa yg digunakan dl masyarakat bahasa yg mempersatukan bangsa secara politis, kultural, dan ekonomi
bahimiah ba.hi.mi.ah [a] bersifat kebinatangan (dikatakan kpd orang yg hidupnya hanya makan, minum, dan bersanggama): puasa benar-benar mendidik hati nurani manusia untuk menjauhi sifat --
bakas lewu ba.kas le.wu [n] kelompok orang yg dituakan (di masyarakat Dayak Olo Ngaju); sesepuh
baki ba.ki [n] dulang kecil tidak berkaki untuk menyajikan makanan dan minuman; talam; nampan [Ar a] kekal; abadi; baka: Tuhan Yang -- [n] kelebihan (uang dsb); sisa: -- uangnya sebanyak Rp5.000,00 belum diambil [ark a] tidak dapat hamil lagi krn sudah tua; tidak dapat beranak lagi krn tua
bakti bak.ti [n] (1) tunduk dan hormat; perbuatan yg menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): -- kpd Tuhan Yang Maha Esa; -- seorang anak kpd orang tuanya; (2) memperhambakan diri; setia: sbg tanda -- kpd nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaik-baiknya
bala bantuan regu atau pasukan yg didatangkan untuk membantu korban peperangan, bencana alam, atau ketika berjangkit epidemi
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
balok tuangan hasil penuangan logam cair dr peleburan
bambu lengka bambu yg tingginya mencapai 12 m, bergaris tengah 2-5 cm, berwarna hijau tua, digunakan untuk pagar, dinding rumah atau dangau di sawah; Gigantochloa nigrociliata; -- lengka tali bambu yg tingginya mencapai 6 m, berwarna hijau tua bergaris tengah 3-5 cm, rebungnya dapat dimakan, Gigantochloa hasskarliana
bambu perling bambu yg tingginya mencapai 15 m, bergaris tengah 5 cm, berwarna hijau tua, rebungnya dapat dimakan; Schizostachyum zollingeri
bandot ban.dot [n] (1) kambing jantan dewasa; (2) ki orang laki-laki yg sangat gila perempuan; orang laki-laki tua yg masih gemar kpd perempuan
bangsa bang.sa [n] (1) kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri: -- India; -- Indonesia; -- Mesir; (2) golongan manusia, binatang, atau tumbuhan yg mempunyai asal-usul dan sifat khas yg sama; (3) macam; jenis: tersedia segala makanan -- kue-kue dan minuman; (4) kedudukan (keturunan) mulia (luhur): bahasa menunjukkan --; (5) ark jenis kelamin: lajur pertama diisi dng nama, yg kedua dng -- , yg ketiga umur; (6) Antr kumpulan manusia yg biasanya terikat krn kesatuan bahasa dan kebudayaan dl arti umum, dan menempati wilayah tertentu di muka bumi; (7) Bio klasifikasi dl biologi, sesudah kelas dan sebelum suku; ordo
bantu pangan bantuan bahan makanan yg diberikan dng prioritas tertentu
bantu teknik bantuan yg direncanakan untuk menyebarkan pengetahuan dan keahlian ke negara penerima dng jalan mengirimkan orang ahli dl bidang tertentu dr negara industri untuk memberikan nasihat teknis
bantuan ban.tu.an [n] barang yg dipakai untuk membantu; pertolongan; sokongan: ia mendapatkan -- kredit dr bank
banyak makan (asam) garam [ki] banyak pengalaman hidup
bapa ba.pa [n] (1) orang laki-laki yg dipandang sbg orang tua; (2) bapak; (3) Kat sebutan untuk Allah
bapak tua kakak laki-laki ibu (bapak)
barang pusaka barang peninggalan orang tua (nenek moyang)
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
batalion ba.ta.li.on [n] kesatuan tentara yg merupakan bagian dr resimen (300-1.000 orang)
batas ba.tas [n] (1) garis (sisi) yg menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dsb); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dsb); sempadan: mana -- kebun ini?; sungai ini menjadi -- Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah; (2) ketentuan yg tidak boleh dilampaui: pembentukan kabinet diberi -- waktu seminggu; tindakan itu dianggap orang telah melampaui -- kekuasaannya; (3) perhinggaan: air sungai itu tidak dalam, hanya sampai -- lutut
baterai ba.te.rai [n] (1) alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; (2) lampu senter [n Mil] kesatuan yg terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yg melayaninya [n] sistem kandang ayam yg setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur
batu bara tua batu bara yg mempunyai nilai kalor sangat tinggi
batuan ba.tu.an [n Geo] mineral atau paduan mineral yg membentuk bagian utama kerak bumi
bebekel be.be.kel [Bl n Huk] harta yg dibawa suami atau istri (yg berasal dr pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yg merupakan harta warisan ke dl perkawinan)
begituan be.gi.tu.an [pron cak] (1) asal saja; begitu saja: harap dikerjakan dng rapi jangan -- saja; (2) seperti itu: saya tidak suka sama sekali barang-barang -
bekal be.kal [n] (1) sesuatu yg disediakan (spt makanan, uang) untuk digunakan dl perjalanan: mereka membawa -- dl perjalanan; (2) ki sesuatu yg dapat digunakan kelak apabila perlu: ilmu pengetahuan adalah -- untuk hari tua; (3) cak modal: -- saya dl menempuh hidup hanyalah keberanian dan kejujuran
bekerja be.ker.ja [v] (1) melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu: ia ~ di perkebunan; (2) mengadakan perayaan nikah dsb: ketika ~ mengawinkan anaknya, aku tidak diundangnya; ~ bakti melakukan suatu pekerjaan, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dng suka rela untuk kepentingan umum: sebulan sekali warga desa diharuskan ~ bakti; ~ sama melakukan (melaksanakan) suatu kegiatan atau usaha (perniagaan dsb) yg ditangani oleh dua orang (pihak) atau lebih: orang tua dan guru harus ~ sama mencegah perkelahian antarpelajar
bekernyutan be.ker.nyut.an [v] bekernyut: kulit orang tua yg kurus itu ~
belas be.las [n] perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita: muncul rasa -- nya melihat pengemis tua itu [n] satuan bilangan dr 11-19
belasungkawa be.la.sung.ka.wa [n] pernyataan turut berduka cita: ketika orang tuanya meninggal, dia banyak menerima karangan bunga dan telegram -- dr teman-temannya
belukar tua tanah yg pernah diusahakan, kemudian berubah menjadi hutan kembali (krn ditinggalkan dsb)
belungkur be.lung.kur [n] ikan laut yg dapat dimakan, Saurida tumbil (ada berbagai jenis, di antaranya -- paya, -- pasir, -- pisang)
benalu be.na.lu [n] (1) tumbuhan yg menumpang pd tanaman lain dan mengisap makanan dr tanaman yg ditumpanginya; pasilan; (2) ki orang yg menumpang hidup pd orang lain
berada ber.a.da [v] (1) ada (di): ketika itu ia ~ di luar negeri; (2) berpunya (tidak kekurangan): orang tuanya tergolong orang yg ~ di kampungnya
beradegan ber.a.de.gan [v] memainkan adegan: salah seorang pemain ~ sbg orang tua yg papa
berahi be.ra.hi [n] perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; asyik: ketika dipandangnya wajah kekasihnya, bangkitlah -- nya; (2) a sangat suka; sangat tertarik: tuan putri pun sangat -- mendengar bunyi-bunyian itu; (3) n Tern gejala yg timbul secara berkala pd ternak betina sbg perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus
berajojing ber.a.jo.jing [v] melakukan ajojing: masih ada saja orang tua yg ~
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
berbatuan ber.ba.tu.an [a] penuh dng batu: kampung kelahiranku hanya dapat ditempuh dng kendaraan darat yg tahan banting di tanah -
berdikari ber.di.ka.ri [v] (1) cak berdiri di atas kaki sendiri; (2) ki tidak bergantung pd bantuan orang lain; mandiri: orang yg sudah dewasa harus hidup --
berdosa ber.do.sa [v] (1) berbuat dosa: dilakukannya perbuatan yg nista itu tanpa perasaaan ~; (2) berbuat kesalahan: ia merasa ~ kpd orang tuanya krn tidak mematuhi perintah dan nasihatnya
berfluktuasi ber.fluk.tu.a.si [v] turun-naik; (2) a tidak ada kemantapan; labil
bergantung ber.gan.tung [v] (1) bersangkut atau berkait pd sesuatu yg lebih tinggi; (2) cak berpegang: ia ~ pd ambang pintu bus; (3) menyandarkan diri (kpd): meskipun telah kawin, hidupnya masih ~ pd orang tuanya; (4) terikat pd (kekuasaan, kemauan, keadaan, atau hal lain); terpulang kpd: berhasil tidaknya ~ kpd kita sendiri
bergelambir ber.ge.lam.bir [v] (1) mempunyai gelambir; (2) bergantung menggelepai spt gelambir (tt kulit orang tua)
berhajat ber.ha.jat [v] (1) bermaksud; berniat akan: setelah selesai ujian, ia ~ menengok orang tuanya di kampung; (2) berharap; membutuhkan; memerlukan: rakyat ~ akan pemerintahan yg adil dan bijak
berharapkan ber.ha.rap.kan [v] berharap akan: anak yatim piatu ~ kasih sayang orang tua
beri tahu be.ri ta.hu [v] mem.be.ri ta.hu v menjadikan supaya tahu (mengerti): saya akan -- orang tuanya di kampung tt keadaan anak itu
berisi ber.i.si [v] (1) ada isinya; tidak kosong; tidak hampa: senapan itu ~; (2) ki berilmu; mempunyai kesaktian: orang tua-tua pada zaman dulu banyak yg ~ sehingga tidak mempan oleh senjata apa pun; (3) padat dan kuat (tt tubuh): badannya kecil, tetapi ~; (4) mengandung; memuat: amplop itu ~ uang
berjinjang ber.jin.jang [v] mempunyai pemimpin atau ketua (tt hantu): hantu tak ~ , ki hantu yg tidak berketua (dikatakan tt orang yg berkeliaran di mana-mana)
berkaki ber.ka.ki [v] (1) ada kakinya; mempunyai (memakai) kaki: kerbau ~ empat; (2) bersandar (bergantung): ia masih ~ pd orang tuanya
berkarat ber.ka.rat [v] ada karatnya; dimakan karat: pisau yg ~ jangan dipakai untuk menyembelih; (2) a ki tua; lapuk; (3) a ki jahat; buruk: hatinya ~
berkerudung ber.ke.ru.dung [v] memakai kerudung: seorang perempuan tua yg ~ mengacungkan (menadahkan) tangannya minta sedekah
berketentuan ber.ke.ten.tu.an [v] mempunyai kepastian; berkepastian: masa depannya tidak ~
berkutu-kutuan ber.ku.tu-ku.tu.an [v] saling menyelisik (untuk mencari kutu)
berlantai ber.lan.tai [v] mempunyai lantai: di sebuah rumah yg berukuran sangat minim, berdinding bilik, dan ~ tanah, hidup seorang nenek yg sudah uzur dan tua renta
berlayar atas angin ber.la.yar atas angin [pb] mendapat bantuan atau sokongan orang lain
berlayar bernakhoda ber.la.yar bernakhoda, berjalan dng yg tua [pb] setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yg ahli atau yg berpengalaman
bernyali ber.nya.li [v ki] mempunyai keberanian; berani: orang yg tidak ~ tidak dapat diajar berburu
berpamitan ber.pa.mit.an [v] minta pamit; minta diri: sebelum berangkat sekolah, dia selalu ~ kpd orang tuanya
berpesan ber.pe.san [v] (1) memberi pesan (kpd); menyuruh (meminta) supaya perkataan dsb dilakukan atau disampaikan kpd orang lain: sebelum berangkat ia ~ kpd istrinya supaya merawat anaknya baik-baik; ia sudah ~ kpd saya kalau ada orang datang agar menunggu sebentar; (2) memberi nasihat (wasiat ketika akan meninggal dunia): orang tua itu ~ kpd anak cucunya agar dia dikuburkan di dekat rumahnya
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
bersangkal ber.sang.kal [v] (1) tidak mau menurut (mengerjakan dsb): ia -- akan nasihat orang tuanya; (2) ingkar; tidak mengaku: mula-mula ia -, tetapi akhirnya mengaku juga
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bertemakan ber.te.ma.kan [v] berdasarkan (berlandaskan) tema: pesta olahraga itu ~ "di dl badan terdapat jiwa yg sehat"
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertiup ber.ti.up [v] (1) bergerak mengalir dng cepat (tt angin, udara); berembus: angin ~ dr sebelah barat; (2) ki merebak (tt kabar angin dsb); tersiar: dng segera berita yg ~ kencang itu disampaikannya kpd ketuanya; (3) Mk berkerumun (untuk melihat dsb): ~ orang melihat mobil itu
bertual-tual ber.tu.al-tu.al [v] berpotong-potong (tt kayu, balok); memotong (kayu dsb) pendek-pendek: dia sedang memuatkan kayu yg ~ itu ke atas truk
bertualang ber.tu.a.lang [v] (1) mengembara ke mana-mana (tidak tentu tempat tinggalnya); berkeliaran; bergelandangan; (2) selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah); (3) berbuat sesuatu secara menekat (tidak jujur dsb)
bertuang ber.tu.ang [v] dicetak dr logam yg dicairkan: emas ~
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berusia ber.u.sia [v] mempunyai usia; berumur: seorang anak muda ~ kira-kira l7 tahun; ~ tinggi (lanjut); sudah tua
besan be.san [n] (1) orang tua dr menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); (2) hubungan keluarga antara dua orang tua yg terjadi krn anak mereka kawin
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
biara bi.a.ra [n] (1) rumah (asrama) tempat para petapa (rubiah dsb); (2) Kris bangunan tempat tinggal orang-orang laki-laki atau perempuan yg mengkhususkan diri thd pelaksanaan ajaran agama di bawah pimpinan seorang ketua menurut aturan tarikatnya
bicara bi.ca.ra [n] akal budi; pikiran: dl menghadapi segala hal selalu dipergunakan budi -- nya; (2) n cak perundingan: rasanya tidak perlu diadakan -- lagi; (3) v beperkara; berurusan: orang yg membawa barang larangan itu akan dibawanya -- kpd hakim; (4) n kl pertimbangan pikiran; pendapat: spt -- Tuan, hamba pun demikian; pd -- patik; (5) v cak berbahasa; berkata: sedikit -- banyak bekerja; (6) a sedang dipakai untuk bercakap (dl telepon): sudah tiga kali saya menelepon, tetapi selalu dijawab " -- "; (7) Jk a cak tanggung, tentu (pasti): kata penjual durian itu, " -- " tebal dan manis
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
binal bi.nal [a] (1) bengal; tidak menurut: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi --; (2) selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar: kuda yg -- itu terlepas kembali
binti bin.ti [Ar n] anak perempuan (biasa dipakai untuk keterangan nama orang): Siti Aisyah -- Abu Bakar [n] burung pemakan serangga dan ikan, hidup di Asia dan Afrika; Alcedo ispida
biru tua biru yg agak hitam
bludrek blud.rek [n cak] (1) tekanan darah; (2) tekanan darah tinggi yg menyebabkan orang merasa pusing yg berat: krn makan daging kambing, kontan -- nya kambuh
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bonceng bon.ceng [v] mem.bon.ceng v (1) ikut naik (kendaraan beroda dua): ia naik sepeda motor dan adiknya -- di belakang; (2) ikut naik tanpa membayar: masih banyak orang yg -- bus kota; (3) ikut serta (makan, bertamasya, membaca koran, dsb) dng tidak turut membayar atau mengeluarkan biaya; (4) ikut-ikutan (menepuk dada, menganggap diri berjasa, mendapat nama, kedudukan, dsb): ada pejabat yg -- hasil perjuangan Angkatan 66; (5) memanfaatkan kekuasaan (pengaruh kewibawaan dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
bongko bong.ko [Jw n] makanan dr kacang merah, kelapa muda, dan bumbu dibungkus dng daun pisang dan dikukus
borang bo.rang [Jk n] ranjau [n] formulir
bosor makan rakus; gelojoh
brakiasi bra.ki.a.si [n] cara gerak orang utan dan jenis kera lainnya dng menggelantung pd cabang pohon dan mengayunkan tubuhnya ke depan dng bantuan lengan
bu [n] (1) kata sapaan untuk orang tua perempuan; (2) kp ibu
buang baka menyimpang dr sifat (asal) yg asli (turun-temurun); (2) menodai kebaikan nama leluhur (orang tua dsb)
bubar bu.bar [v] (1) bercerai-berai ke mana-mana (tt orang ramai yg berkumpul); berserak-serak ke sana kemari: demonstran -- setelah petugas melepaskan tembakan; (2) selesai; usai (tt pasar, rapat, upacara, dsb): upacara -- pukul sepuluh siang; (3) selesai tugas; berhenti bertugas (tt panitia, dewan, kabinet, dsb): panitia perayaan -- setelah upacara selesai; (4) ditiadakan (tt perserikatan, kongsi, dsb): kalau suatu perkumpulan -- , harta bendanya dapat didermakan kpd badan sosial
Buddha Bud.dha [n] (1) agama yg diajarkan oleh Sidharta Gautama; (2) orang yg telah mencapai kesempurnaan Buddhisme; (3) penjelmaan Sidharta Gautama
bujang andon anak angkat yg tidak diketahui asal-usulnya dan bekerja pd orang tua angkatnya
bulan tua bulan susut; (2) akhir-akhir bulan
bunda bun.da [n kp] ibunda; orang tua perempuan
bungkuk sabut bungkuk spt sabut buah kelapa (tt orang tua yg sudah bungkuk)
buntal pisang Ostracion tubercularis;
bunting tua bunting sarat
busa bu.sa [n] (1) gelembung-gelembung putih kecil-kecil (spt pd sabun dsb); buih: sabun yg baik banyak -- nya; (2) suspensi gas dl zat cair yg cukup stabil (dihasilkan oleh kocokan atau dng bantuan zat kimia) [n] karet gembus dan empuk, biasanya untuk isi jok atau kasur , mem.bu.sa v (1) mengembus keras-keras; menyembur; (2) mengembus-embus; engah-engah (spt napas orang terengah-engah)
cadang ca.dang , ber.ca.dang v bersedia (akan): adakah engkau ~ mengadakan peraturan baru [n] hadiah perkawinan dr orang tua mempelai laki-laki
cakap berlauk (-lauk) cakap ber.la.uk (-lauk), makan dng sambal lada [pb] cakapnya spt orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan
cakapan tunggal dramatik ca.kap.an tunggal dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis, yg mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yg dihadapinya
campur kode [Ling] (1) penggunaan satuan bahasa dr satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb; (2) interferensi; -- mulut turut mencampuri pembicaraan orang lain; turut berbicara dl urusan orang lain: bolehkah saya -- mulut dl perkara ini?
catuan ca.tu.an [n] hasil mencatu
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
cencaru makan pedang [pb] pekerjaan yg lambat, tetapi hasilnya baik
cepak ce.pak [n] tiruan bunyi orang mengunyah makanan; kecap [a] pendek (tt potongan rambut): rambut potongan -- model tentara
cerdik cer.dik [a] (1) cepat mengerti (tt situasi dsb) dan pandai mencari pemecahannya dsb; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus -- pula; (2) banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yg -- , lima kali berhasil lolos dr penangkapan polisi
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
cilawagi ci.la.wa.gi [n] nenek dr moyang kita (jadi tingkat kelima dr kita, yaitu: orang tua, nenek, moyang, buyut, cilawagi)
cinta cin.ta [a] (1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup -- kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; (4) kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu
daerah Khusus Ibu Kota daerah pemerintahan ibu kota yg tingkatnya disamakan dng provinsi (kepala daerahnya seorang gubernur)
daerah tidak bertuan daerah yg tidak dikuasai oleh salah satu pemerintahan
daftar kelas daftar yg memuat catatan tt hal ihwal murid, spt identitas orang tua, kesehatan, daftar hadir, daftar nilai tiap caturwulan
dahan pembaji batang [pb] (orang kepercayaan yg) menyalahgunakan harta benda tuannya
dana asuransi dana yg diciptakan untuk mengganti kerugian seseorang yg menanggung risiko sendiri; -- bantuan dana (persediaan uang) untuk membantu suatu usaha, terutama dl keadaan darurat: sudah tersedia -- bantuan untuk membangun kembali sekolah dasar yg ambruk itu
dapur umum tempat menyediakan makanan untuk cuma-cuma orang banyak (dl keadaan darurat dsb)
datuk da.tuk [n] (1) bapak dr orang tua kita; kakek; aki: orang tua itu bukan ayahnya, melainkan -- nya; (2) orang yg tertua dl keluarga; (3) gelar kehormatan bagi orang yg dituakan (berpangkat tinggi, tinggi martabatnya): -- Bendahara; -- Tumenggung; (4) Mk penghulu adat; (5) jin atau hantu penunggu (suatu tempat dsb); (6) berhala; toapekong; (7) kl harimau: hati-hati kalau bertemu dng -- di hutan itu
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
debit de.bit [n] (1) uang yg harus ditagih dr orang lain; piutang; (2) Man catatan pd pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yg mengurangi deposito pemegang rekening pd banknya [Tan] volume air yg mengalir dr suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dl satuan waktu
decap de.cap [n] tiruan bunyi orang mengecap makan [n] denyar
deferens de.fe.rens [n] rasa hormat dan percaya kpd seseorang krn ia lebih tinggi kemampuannya, derajatnya, atau lebih tua dp kita
delima de.li.ma [n] (1) tumbuhan perdu dng cabang yg rendah dan berduri jarang, daunnya kecil-kecil agak kaku berwarna hijau berkilap, buahnya berkulit kekuning-kuningan sampai merah tua, dapat dimakan, kalau masak merekah; Punica granatum; (2) buah pohon delima; cempaka tanjung
dengar-dengaran de.ngar-de.ngar.an [v] (1) seakan-akan mendengar sesuatu: saya selalu ~ suaranya; (2) percaya atas pendengaran; mudah (lekas) percaya: jangan suka ~ saja, saksikan sendiri; (3) suka menurut (mengindahkan): sbg anak harus ~ pd orang tua
departemen de.par.te.men [n] (1) lembaga tinggi pemerintahan yg mengurus suatu bidang pekerjaan negara yg dipimpin seorang menteri; (2) Dik bagian dr fakultas, biasanya dipimpin oleh ketua jurusan (departemen) yg menggarap sekelompok disiplin ilmu yg tercakup dl suatu bidang studi tertentu: -- Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung; (3) cabang pekerjaan yg dikepalai oleh manajer tunggal
derma der.ma [n] pemberian (kpd fakir miskin dsb) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dsb (kpd perkumpulan sosial dsb): orang kaya sebaiknya mau memberi -- kpd fakir miskin
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
dialog batin [Sas] kata-kata yg diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukan kpd pemain lain; -- horizontal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang, spt antara mahasiswa dan mahasiswa, antara guru dan guru: -- horizontal sesama mahasiswa diperlukan saat ini untuk menyamakan visi dan misi
didikan di.dik.an [n] (1) hasil mendidik: pd umumnya anak-anak ~ Taman Siswa pd zaman Belanda tebal rasa kebangsaannya; (2) anak atau hewan yg dididik: anak yg saleh itu ~ orang tuanya; (3) cara mendidik: bukan krn apa anak itu, hanya salah ~
dilema di.le.ma [n] situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yg sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yg sulit dan membingungkan
dimakan di.ma.kan [v] (1) ki dimusnahkan; dirusakkan; dihabiskan: rumahnya habis -- api; pagar besinya keropos -- karat; (2) mendapat penyakit: kakinya -- air, mendapat penyakit kulit, terutama di antara jari kaki krn bekerja di sawah; telah habis maka -, pb atau lagi ada jangan -, sudah habis baru -, pb sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu
dinding din.ding [n] penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dsb (dibuat) dr papan, anyaman bambu, tembok, dsb: -- nya terbuat dr papan [n Huk] , men.din.ding n bentuk perkawinan adat Batak yg mengharuskan suami bekerja untuk orang tua istrinya krn tidak sanggup membayar mahar
direktur di.rek.tur [n] (1) pemimpin tertinggi dl suatu perusahaan; (2) kepala sekolah menengah; (3) kepala direktorat (dl departemen); (4) orang yg bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, dsb
dispensasi dis.pen.sa.si [n] (1) pengecualian dr aturan krn adanya pertimbangan yg khusus; pembebasan dr suatu kewajiban atau larangan: ia mendapat -- bebas membayar uang kuliah krn orang tuanya tidak mampu; (2) Huk pengecualian tindakan berdasarkan hukum yg menyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yg khusus (dl hukum administrasi negara)
dituang di.tu.ang [v] dicurahkan untuk diisikan pd
dorang do.rang [n] ikan bawal [pron] mereka (di daerah Indonesia bagian timur)
dosa do.sa [n] (1) perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan, ampunilah segala -- kami; (2) perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara): perbuatan itu dapat dianggap sbg -- besar thd nusa dan bangsa
dosis do.sis [n Dok] (1) takaran obat untuk sekali pakai (dimakan, diminum, disuntikkan, dsb) dl jangka waktu tertentu: pasien itu pingsan krn menelan pil melebihi -- yg ditentukan oleh dokter; (2) ukuran pengobatan yg harus diberikan untuk jangka waktu tertentu (tt radiasi atau penyinaran pd daerah atau bagian tubuh tertentu); (3) Fis jumlah energi atau tenaga yg diberikan oleh zarah pengion kpd suatu satuan massa bahan yg disinari atau diradiasi pd tempat yg diselidiki atau diminati
durhaka dur.ha.ka [a] (1) ingkar thd perintah (Tuhan, orang tua, dsb); (2) tidak setia kpd kekuasaan yg sah (negara)
duta du.ta [n] (1) orang yg diutus oleh pemerintah (raja dsb) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi: Raja akan mengirimkan -- penjemput yg dikawal oleh satuan kehormatan; (2) orang yg mewakili suatu negara di negara lain untuk mengurus kepentingan negara yg diwakilinya, membantu dan melindungi warga negaranya yg tinggal di negara itu, dsb
efendi efen.di [ark n] tuan (sebutan thd orang yg dihormati)
efisiensi makanan [Tern] angka yg menunjukkan perbandingan antara pertambahan berat badan ternak dan berat ransum yg dikonsumsi
eksklusif eks.klu.sif [a] (1) terpisah dr yg lain; khusus: wartawan itu beruntung krn mendapat kesempatan mengadakan wawancara -- dng bintang tenar itu; (2) tidak termasuk: tarif losmen itu Rp50.000,00 sehari -- makan dan cucian; bus itu bermuatan 38 orang, -- supir dan kenek
eksotis ek.so.tis [a] (1) memiliki daya tarik khas krn belum banyak dikenal umum: perusahaan ini menanami lahan dng pisang -- , yaitu jenis pisang yg belum banyak dikenal di pasaran internasional; (2) diperkenalkan atau dimasukkan dr luar negeri (tt mode, gagasan, dsb); (3) bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil: orang asing merasakan pertunjukan wayang kulit sbg sesuatu yg --
eksplosif eks.plo.sif [a] (1) mudah meledak (tt sendawa, karbit, fosfor, gas, bensin, dsb); (2) ki dapat (mudah) meletus (tt perang dsb): kalau tidak dapat dicapai kompromi dl waktu singkat, maka situasi menjadi gawat dan --; (3) cepat marah (tt orang): kita perlu berhati-hati jika berbicara dng orang yg --
ekumenisme eku.me.nis.me [n] usaha untuk mendapatkan kembali persatuan penuh semua orang yg beriman Kristen
emas tua emas yg tinggi mutunya (tinggi kadar emasnya), 24 atau 23 karat
emblem em.blem [n] (1) rancangan atau lukisan yg mengandung makna tertentu; lambang; simbol; (2) tanda pengenal (berupa pita silang, lukisan pd kain, logam, dsb) yg dipakai orang di dada untuk menunjukkan keanggotaan suatu perkumpulan, kesatuan, angkatan, kontingen, dsb; lencana
empenak em.pe.nak /empEnak/, meng.em.pe.nak ark v (1) mempersenang hati orang lain: ia ~ tamu-tamunya dng cerita tt petualangannya; (2) memanjakan (anak): jangan terlalu ~ anak, nanti dia tidak dapat maju
empok em.pok [Jk n] (1) kakak perempuan: -- nya yg baru menikah akan mengikuti suaminya ke Mekah; (2) kata sapaan untuk orang perempuan yg lebih tua: -- , bolehkah saya bertanya?
empu em.pu [kl n] (1) gelar kehormatan yg berarti "tuan"; (2) orang yg sangat ahli (terutama ahli membuat keris) [n] hulu; kepala
empuk em.puk [a] (1) lunak; tidak keras: duduk di kasur yg --; (2) tidak liat; mudah dikunyah: daging ini sudah sangat --; (3) mudah hancur (krn tuanya dsb); rapuh: kainnya sudah --; (4) merdu (tt suara): penyanyi yg bersuara -- itu banyak penggemarnya; (5)menyenangkan; enak (krn fasilitas yg cukup dsb): ia mempunyai jabatan yg --; (6) ki mudah (ditipu orang): penduduk desa menjadi sasaran -- para calo tanah
evaluasi penggamakan [Min] upaya penilaian secara teknis dan ekonomis thd suatu cebakan bahan galian untuk kemungkinan pelaksanaan penambangannya
faktual fak.tu.al [a] berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran: laporan yg tidak -- tidak dapat dipertanggungjawabkan
fatwa fat.wa [n] (1) jawab (keputusan, pendapat) yg diberikan oleh mufti tt suatu masalah; (2) ki nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah
fluktuasi fluk.tu.a.si [n] (1) Ek gejala yg menunjukkan turun-naiknya harga; keadaan turun-naik harga dsb; perubahan (harga tsb) krn pengaruh permintaan dan penawaran; (2) ketidaktetapan; kegoncangan: peperangan itu mengakibatkan -- nilai saham minyak di pasaran internasional
fluktuasi musiman perubahan turun-naik, spt gelombang yg datang pd musim tertentu
forensik fo.ren.sik [n] (1) cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan fakta-fakta medis pd masalah-masalah hukum; (2) ilmu bedah yg berkaitan dng penentuan identitas mayat seseorang yg ada kaitannya dng kehakiman dan peradilan: polisi belum bisa menjelaskan identitas korban krn masih menunggu hasil pemeriksaan yg diselidiki oleh tim --
gaek ga.ek [a cak] tua sekali; tua renta: orang --
ganti semangat [Huk] peninggalan berupa keris dan sejumlah uang di ruang tidur gadis dr laki-laki yg melarikan gadis sbg pemberitahuan kpd orang tuanya bahwa gadis itu kawin lari
garis salju tua [Geo] garis atau daerah sempit yg menjadi batas antara penggundukan gletser dan daerah ablasi
garut ga.rut [v] , meng.ga.rut v menggaruk (hingga luka); menggores (menggaris) keras-keras; menggesel sampai calar [n] (1) tanaman umbi berpelepah spt pisang yg berukuran kecil (tinggi 60-80 cm), umbinya berserat, berwarna putih, berbentuk silinder yg tertutup oleh kulit bersisik, berwarna cokelat muda, biasa dibuat keripik atau direbus untuk dimakan atau diperas untuk diambil tepungnya; ararut; Maranta arundinacea; (2) umbi garut
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gelambir ge.lam.bir [n] kulit (daging) yg menggelepai pd leher lembu, orang tua, dsb; pial ayam
gelandang ge.lan.dang [v] ber.ge.lan.dang.an v berjalan ke sana sini tidak tentu tujuannya; berkeliaran (untuk orang); bertualangan: yg berani ~ di jalan raya akan diusir oleh petugas keamanan [Jw v] , meng.ge.lan.dang v menyeret orang (dng paksa) [n Olr] pemain sepak bola pd bagian tengah
gelar ge.lar [n] (1) sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yg biasanya ditambahkan pada nama orang spt raden, tengku, doktor, sarjana ekonomi; (2) nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sbg kehormatan): ia diberi -- "Sutan" ; (3) sebutan (julukan) yg berhubungan dng keadaan atau tabiat orang; sebutan: krn gendut, ia mendapat -- si gendut; ia mendapat -- "Srikandi" dr kawan-kawannya [v] , -- wicara acara bincang-bincang di televisi atau radio yg dilakukan dl suatu panel yg terdiri atas beberapa tokoh dan dipandu oleh pembawa acara
gelembur ge.lem.bur , meng.ge.lem.bur v berkerut-kerut (tt kulit): orang tua itu kulitnya telah ~
gelimbir ge.lim.bir [a] bergantung menggelepai (spt pipi orang tua)
gergasi ger.ga.si [kl n] raksasa yg besar, suka makan orang: di dl hutan pertapaan itu ada seorang -- perempuan
gerontokrasi ge.ron.to.kra.si [n] pemerintah atau badan pemerintahan yg dikendalikan oleh orang-orang tua
gerumit ge.ru.mit [Lihat {gerupis}] [Jk] , meng.ge.ru.mit a lambat sekali (jalannya); menggeremet: orang yg sudah tua sekali jalannya ~
golongan Eropa go.long.an Eropa golongan bangsa yg terdiri atas: (1) orang Belanda; (2) orang Eropa lain yg bukan Belanda; (3) orang-orang bukan Eropa (spt Jepang) yg di negeri asalnya menganut hukum kekeluargaan yg bersifat (bercorak) sama dng Belanda dan dipersamakan dng Belanda
gulah gu.lah [n] peribadatan seseorang yg melebihi ketentuan syarat Allah
habib ha.bib [n] (1) yg dicintai; kekasih; (2) panggilan kpd orang Arab yg berarti tuan; panggilan kpd orang yg bergelar sayid
habis dimakan api [ki] habis terbakar
habuan ha.bu.an [kl n] banyaknya makanan untuk tiap orang; porsi; bagian
hak [a] benar: mereka telah dapat menilai mana yg -- dan mana yg batil; (2) n milik; kepunyaan: barang-barang ini bukan -- mu; (3) n kewenangan: dng ijazah itu ia mempunyai -- untuk mengajar; (4) n kekuasaan untuk berbuat sesuatu (krn telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb): semua warga negara yg telah berusia 18 tahun ke atas mempunyai -- untuk memilih dan dipilih dl pemilihan umum; (5) n kekuasaan yg benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu: menantu tidak ada -- atas harta peninggalan mertuanya; (6)n derajat atau martabat: orang Melayu pd waktu itu tidak sama -- nya dng orang Eropa; (7) n Huk wewenang menurut hukum [n] telapak sepatu pd bagian tumit yg relatif tinggi: sepatu dng -- tinggi sedang digemari oleh wanita karier [n] alat untuk merenda (yg ujungnya berkait) dibuat dr logam [n] logam berkait (sepasang) untuk mengancingkan pinggang celana atau baju perempuan
hak pertuanan hak ulayat; hak purba; kedaulatan
hamba (orang) tebusan budak belian
hamil tua hamil tujuh bulan ke atas
harta tua harta kepunyaan kerabat wanita menurut garis keturunan matrilineal
helat he.lat [a] asing; lain; bukan keluarga: di kota-kota besar banyak orang --; baik sanak keluarga maupun orang -- banyak yg hadir pd resepsi pernikahannya [n] (1) orang yg datang menghadiri suatu pesta perkawinan dsb; tamu: pesta spt biasanya disertai dng menyembelih sapi dan memberi makan seluruh --; (2) pesta perkawinan dsb: banyak tamu yg datang untuk meramaikan -- putri tunggalnya itu [n] (1) tipu muslihat; tipu daya; (2) akal; (3) dalih; alasan
hereditas he.re.di.tas [n] penurunan sifat genetik dr orang tua ke anak
herediter he.re.di.ter [a] menurun secara genetik dr orang tua kpd anak
hidang hi.dang [v] meng.hi.dang.kan v (1) menyuguhkan (tt makanan, minuman, dsb) kpd orang lain; menyajikan; menyediakan; (2) ki mengemukakan (membentangkan dsb) dl rapat, surat kabar, dsb: majalah hiburan itu ~ bacaan segar; (3) mempertontonkan; memperagakan (tt tontonan, permainan, dsb): Prancis telah ~ permainan bola yg menarik
hijau tua hijau yg kehitam-hitaman
hipermetropia hi.per.met.ro.pia [n Dok] keadaan dapat melihat dr jarak jauh lebih baik dp dr jarak dekat (umumnya terjadi pd orang tua); rabun dekat; hiperopia
hirau hi.rau , meng.hi.rau.kan v memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan: ia tidak ~ nasihat orang tuanya
hitung-hitungan hi.tung-hi.tung.an [v cak] banyak perhitungan: tidak baik terlalu ~ kpd orang tua
hormat hor.mat [a] menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; (2) n perbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi -- kpd tamu yg datang
hotel ho.tel [n] bangunan berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat makan orang yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum
hujan halau mentua hujan sebentar saja
huria hu.ria [n] (1) (daerah) persekutuan umat Kristen Protestan (pd suku Batak): seorang lulusan sekolah teologi harus dapat memimpin suatu --; (2) sidang gereja Protestan (pd suku Batak)
hutan tua hutan yg terdapat pd daerah yg beriklim tropis, ditumbuhi pohon berukuran tinggi, daunnya kurang lebat, tumbuhan di bawahnya sering lebat
ibu mertua ibu dr suami atau istri
ideologi ide.o.lo.gi [n] (1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup: dl pertemuan itu penatar menjelaskan dasar -- negara; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan: hal itu menjadi makanan empuk bagi -- asing yg ingin menginfiltrasi kita; (3)paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik: -- komunis menjadi pegangan bagi negara-negara yg selama ini disebut Blok Timur
ikatan dinas ikat.an dinas perjanjian antara seseorang (pelajar dsb) dan instansi yg memberinya bantuan beasiswa
ikut-ikut [v] (1) turut campur: anak-anak jangan ~ urusan orang tua; (2) meniru: wanita itu senang ~ mode baru
ilat [Ar ] (1) n kerugian; kecelakaan; kemalangan; kesakitan: turutlah nasihat orang tua, supaya terhindar dr --; (2) p sebab; lantaran: kematiannya, bukan -- apa-apa, melainkan krn ajal semata; (3) a Dok tidak dapat bekerja lagi krn anggota badannya rusak (krn kecelakaan, akibat peperangan, dsb): dia termasuk veteran --
ilmu hitam pengetahuan tt kebatinan yg berhubungan dng pekerjaan setan atau pekerjaan mencelakakan orang (spt membuat orang gila, mencuri dng bantuan makhluk halus)
imbas im.bas [n] (1) gerakan atau aliran udara (ditimbulkan oleh gerakan kipas, benda bergerak, dsb); (2) dorongan; akibat (tanpa disengaja terjadinya); (3) penyakit yg disebabkan oleh hantu yg lewat dsb: kata orang tua-tua, pd waktu magrib janganlah keluar rumah krn dapat terkena -- hantu; (4) Fis perolehan sesuatu sbg akibat pengaruh sesuatu yg lain, msl imbas elektrostatik adalah pemberian muatan listrik statik pd sebuah benda dng cara mendekatkan benda itu (tetapi tidak menyentuh) kpd sebuah benda yg sudah bermuatan listrik statik
inang [n] (1) perempuan yg merawat (menyusui dsb) anak tuan-nya (spt anak raja atau anak pembesar); (2) Tan organisme tempat parasit tumbuh dan makan
indekos in.de.kos [v cak] tinggal di rumah orang lain dng atau tanpa makan (dng membayar setiap bulan); memondok: tetangga saya tidak menerima orang -- , hanya menyewakan kamar
individu in.di.vi.du [n] (1) orang seorang; pribadi orang (terpisah dr yg lain): tindakan yg demikian itu berarti mengutamakan kepentingan -- belaka; (2) organisme yg hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dng sesamanya)
intelektualisasi in.te.lek.tu.a.li.sa.si [n] proses, cara, per-buatan menjadikan sesuatu berdasarkan ketajaman pikiran; pencendekiaan: -- pemikiran agama Islam
intelektualisme in.te.lek.tu.al.is.me [n] ketaatan atau kesetiaan thd latihan daya pikir dan pencarian sesuatu berdasarkan ilmu
interes in.te.res [n] minat; perhatian: -- nya untuk menjadi guru tidak dapat dihalangi oleh orang tuanya
ironi iro.ni [n] (1) kejadian atau situasi yg bertentangan dng yg diharapkan atau yg seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir: peristiwa pembunuhan Mahatma Gandhi adalah suatu -- krn ia adalah seorang pejuang tanpa kekerasan yg paling gigih; (2) Sas majas yg menyatakan makna yg bertentangan dng makna sesungguhnya, msl dng mengemukakan makna yg berlawanan dng makna yg sebe-narnya dan ketidaksesuaian antara suasana yg diketengahkan dan kenyataan yg mendasarinya
ironi dramatik [Sas] (1) situasi yg timbul dl drama, apabila seorang tokoh mengucapkan sesuatu yg bermakna bagi pembaca atau penonton, tetapi tidak disadari oleh tokoh lain; (2) informasi yg diberikan kpd penonton atau pembaca melalui ucapan mengenai identitas seorang tokoh, maksud, atau suatu peristiwa
isi perut bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); (2) cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan -- perut; (3) ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; (4) makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari -- perut bagi anak istrinya
istilah kekerabatan [Antr] istilah untuk menyebut atau menyapa orang yg terikat kpd diri sendiri krn hubungan keturunan, darah, atau perkawinan; (2) Ling kata atau frasa yg meng-ungkapkan anggota suatu kelompok yg secara biologis berhubungan (berkerabat), msl kata ayah, abang, ipar, mertua
itulah itu.lah [pron] demikianlah akibatnya: ~ kalau orang berbuat durhaka thd orang tua
jatah ja.tah [n] (1) jumlah atau banyaknya barang dsb yg telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah): anak-anak yg kelaparan mendapat -- makanan; (2) jumlah atau banyaknya orang yg telah ditentukan (untuk imigrasi, pergi haji, dsb); kuota: jemaah haji setiap tahun ditentukan oleh -- nya
jati diri ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas; (2) inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dr dalam; spiritualitas: mencari -- diri pembangunan nasional
jenguk je.nguk [v] , men.je.nguk v (1) melihat dng menjulurkan kepala ke depan atau ke luar atau dng membungkuk: ia ~ tamunya dr jendela; (2) menengok; mengunjungi; mendatangi: orang tua itu ~ anaknya yg dirawat di rumah sakit
jinjang jin.jang [kl n] (1) pemimpin atau ketua (golongan, hantu, dsb); (2) dukun yg menguasai hantu; (3) badan atau orang yg kemasukan setan; (4) orang yg menemani utusan raja
joki jo.ki [n] penunggang kuda pacuan [n] pengatur lagu yg menangani mesin perekam lagu atau piringan hitam (di studio radio atau diskotek) [n cak] (1) orang yg mengerjakan ujian untuk orang lain dng menyamar sbg peserta ujian yg sebenarnya dan menerima imbalan uang: risiko pd penyelenggaraan ujian masuk ke perguruan tinggi negeri ialah munculnya -- pd ujian tsb; (2) orang yg memberi layanan kpd pengemudi kendaraan yg bukan angkutan umum untuk memenuhi ketentuan jumlah penumpang (tiga orang) ketika melewati kawasan tertentu
jongjorang jong.jo.rang [n] alat kesenian tradisional Sunda, spt angklung
jujur ju.jur [a] (1) lurus hati; tidak berbohong (msl dng berkata apa adanya); (2) tidak curang (msl dl permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg -- dan disegani; (3) tulus; ikhlas [n] uang yg diberikan oleh pengantin laki-laki kpd calon mertuanya
juragan ju.ra.gan [n] (1) sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya; (2) pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; (3) pemilik dan pemimpin perahu (kapal)
kak [n kp] kakak; saudara tua [n] tiruan bunyi orang tertawa berbahak-bahak (bunyi itik dsb)
kakak ka.kak [n] (1) saudara tua; (2) panggilan kpd orang (laki-laki atau perempuan) yg dianggap lebih tua; (3) panggilan kpd suami , ber.ka.kak v (1) berbunyi; "kak, kak" spt itik, ayam; (2) tertawa gelak-gelak; terkekeh-kekeh
kakek ka.kek /kakEk/ (1) n bapak dr ayah atau bapak dr ibu; aki; datuk; (2) sebutan bagi orang laki-laki yg sudah tua sekali (sebaya kakek); (3) cak sudah tua sekali (bagi orang laki-laki)
kakek-kakek ka.kek-ka.kek [a] (1) sudah tua sekali (bagi orang laki-laki); (2) spt kakek
kalai ka.lai [Mk] , me.nga.lai v berbaring atau bersandar pd: orang tua itu duduk ~ pd kursi malasnya , me.nga.lai v membersihkan dng cara menggosok (barang yg berkarat dsb): Kakek sedang sibuk ~ keris kesayangannya
kalau guru makan berdiri [pb] kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal yg tidak baik
kampung kam.pung [n] kelompok rumah yg merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); (2) n desa; dusun; (3) n kesatuan administrasi terkecil yg menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; (4) a terkebelakang (belum modern); berkaitan dng kebiasaan di kampung; kolot
kanaah ka.na.ah [Ar a] rela menerima yg diberikan kepadanya oleh orang tua, atasan, ataupun oleh Allah
kancil kan.cil [n] (1) binatang pemakan tanaman yg cepat larinya, berbadan langsing, kaki depan lebih pendek dp kaki belakang, bulunya berwarna cokelat kemerah-merahan, jenis jantan bertaring, mencuat ke luar dari atas rahang; Tragulus javanicus; (2) ki tokoh utama binatang yg cerdik dl cerita rakyat di Asia Tenggara; (3) ki orang yg cerdik dan licik (banyak akal)
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kanibal ka.ni.bal [n] (1) orang yg suka makan daging manusia; pemakan daging sejenis; (2) binatang yg suka membunuh dan memakan daging binatang lain yg sejenis; (3) ternak yg suka menggigit atau mematuki temannya sampai luka
karitas ka.ri.tas [n] uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dsb) yg disumbangkan untuk menolong orang miskin atau orang yg tertimpa bencana (alam, perang, dsb): sumbangan -- bagi korban bencana gempa bumi; (2) organisasi kemanusiaan yg mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan [n] tingkah laku yg simpatik thd orang lain
karteker kar.te.ker [n cak] orang yg menangani jabatan (ketua, sekretaris, dsb) untuk sementara krn pejabatnya belum ada atau belum dipilih: ia ditunjuk sbg -- , sementara menunggu terpilihnya ketua umum yg baru
karuhun ka.ru.hun [Sd n] nenek moyang; leluhur: aku adalah orang baru yg tidak tahu soal di sana walaupun orang tua dan -- ku hidup di sana
kasad ka.sad [n] (1) maksud; tujuan: niat dan -- orang tua itu tidak lain hanya ingin menyenangkan anak-anaknya; (2) makna konotasi: fatwa -- nya agamawi, petuah -- nya sosial
kasihan ka.sih.an [n] rasa iba hati; rasa belas kasih: pengemis tua itu hidup dr -- orang; (2) p seruan menyatakan rasa belas (krn melihat dsb): -- benar anak ini; aduh, -- anak itu, tiba-tiba menjadi cacat seumur hidup
kasuis ka.su.is [n] (1) orang yg ahli dl penentuan baik atau buruk berdasarkan kesesuaian antara perbuatan dan kata hati dan norma etika umum; (2) sofis
kata ganti orang pronomina persona
kata sapaan kata yg digunakan untuk menyapa seseorang (msl kata Anda, Saudara, Tuan, Nyonya, Ibu, Bapak, Kakak, dan Adik)
kawin roko kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan bersama untuk menutup rasa malu krn calon pengantin laki-laki tidak mampu memberikan maskawin; (2) kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan calon suami dan calon istri krn orang tua si gadis tidak menyetujuinya
kawin sirih pinang bentuk perkawinan dng cara suami tinggal di tempat orang tua istri dan membantu pekerjaan orang tua itu sampai mahar yg harus dibayarnya dapat dilunasi (di Timor)
ke mana tumpah hujan dr bubungan [pb] anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya
ke- [prefiks pembentuk nomina] (1) yg mempunyai sifat atau ciri: ketua; (2) yg dituju dng: kekasih; kehendak [prefiks pembentuk verba cak] (1) telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dng tidak sengaja atau dng tiba-tiba): ketabrak; kepergok; ketemu; (2) dapat atau sanggup: kebaca; keangkat [prefiks pembentuk numeralia] (1) tingkat atau urutan: ketiga; kelima; kesebelas; (2) kumpulan: kedua (buku); ketiga (orang)
kebayan ke.ba.yan [n] (1) Jw pegawai desa yg pekerjaannya menyampaikan perintah dan menjaga keamanan desa; (2) kl orang perempuan tua yg biasa berperan sbg perantara hubungan antara pria dan wanita; (3) kl orang yg pekerjaannya disuruh-suruh
kebiasaan ke.bi.a.sa.an [n] (1) sesuatu yg biasa dikerjakan dsb; (2) Antr pola untuk melakukan tanggapan thd situasi tertentu yg dipelajari oleh seorang individu dan yg dilakukannya secara berulang untuk hal yg sama
kebijaksanaan ke.bi.jak.sa.na.an [n] (1) kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya): berkat -- beliau, terlepaslah kita dr bahaya besar; (2) kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dsb: perkara ini terserah kpd -- orang tua si anak
kebuntuan ke.bun.tu.an [n] (1) hal (keadaan) tidak dapat terus; (2) hal (keadaan) buntu
keceriaan ke.ce.ri.a.an [n] (1) kebersihan; kesucian; (2) kecerahan sinar (seri) muka (menandakan bahagia, gembira, dsb): ~ yg pernah dimilikinya telah hilang sejak orang tuanya meninggal dunia
kedaluwarsa ke.da.lu.war.sa [a] (1) tidak model lagi (baju, kendaraan, dsb); tidak sesuai dng zaman: hakikat cerita itu telah -- apabila diajarkan sekarang; (2) sudah lewat (habis) jangka waktunya (tt tuntutan dsb); habis tempo; (3) terlewat dr batas waktu berlakunya sebagaimana yg ditetapkan (tt makanan): jika dimakan, makanan yg -- akan membahayakan kesehatan
kedatuan ke.da.tu.an [ark n] (1) kerajaan; (2) nama tari-tarian
kehabisan ke.ha.bis.an [v] (1) sudah habis (terpakai atau terjual): mobil itu mogok krn ~ bensin; mereka yg datang terlambat akan ~ karcis; (2) kehilangan: orang tua itu sudah ~ akal
kehendak ke.hen.dak [n] kemauan; keinginan dan harapan yg keras: demikianlah ~ orang tuanya
kejamakan ke.ja.mak.an [n] hal yg lazim (lumrah, biasa); bukan hal yg istimewa
kejituan ke.ji.tu.an [n] ketepatan
kekeh ke.keh /kEkEh/, ter.ke.keh-ke.keh v tertawa keras (tertawa orang tua yg berbunyi "keh, keh"); tergelak-gelak: terdengar orang itu tertawa ~
kekuasaan marital ke.ku.a.sa.an marital [Huk] bantuan dan kekuasaan yg diberikan seorang suami kpd istri dl hal perbuatan hukum yg menyangkut harta kekayaan bersama
kekurangan gizi ke.ku.rang.an gizi perihal kesehatan seseorang yg disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan bahan yg dimakan, baik kualitas maupun kuantitas
kelaparan ke.la.par.an [n] perihal lapar; (2) v menderita lapar (krn tidak ada yg dimakan); (3) n kekurangan makan: para pengungsi di perbatasan menderita ~ sehingga bantuan harus dipercepat; (4) n sakit bengkak krn kekurangan makan
keledai hendak dijadikan kuda [pb] orang bodoh hendak disamakan dng orang pandai
kelompok ke.lom.pok [n] (1) kumpulan (tt orang, binatang, dsb); (2) golongan (tt profesi, aliran, lapisan masyarakat, dsb); (3) gugusan (tt bintang, pulau, dsb); (4) Antr kumpulan manusia yg merupakan kesatuan beridentitas dng adat-istiadat dan sistem norma yg mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu; (5) Pol kumpulan orang yg memiliki beberapa atribut sama atau hubungan dng pihak yg sama; (6) Kim kuantitas zat yg akan dimasak atau diolah dl satu waktu
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
keluarga ke.lu.ar.ga [n] (1) ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; (2) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; (3) (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; (4) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat
keluarga kerajaan seluruh kerabat raja atau ratu yg sedang berkuasa di dl suatu kerajaan -- luas satuan kerabat yg terdiri atas beberapa orang, yg berasal dr kerabat dekat suami istri
kemaruk ke.ma.ruk [v] (1) selalu ingin makan (sesudah sembuh dr sakit); (2) ki selalu berbuat yg berlebih-lebih krn baru saja menjadi kaya dsb: itulah orang -- namanya, ke mana-mana naik mobil; (3) ki selalu ingin mendapat banyak; loba: ia adalah manusia yg -- thd harta
kemesraan ke.mes.ra.an [n] hal yg bersifat mesra: anak itu memerlukan -- dr orang tuanya
kemut ke.mut [v] me.nge.mut v (1) bergerak naik turun (spt mulut orang ketika mengunyah): nenek sedang makan sirih, mulutnya ~; (2) berjalan perlahan-lahan (lambat-lambat) hampir-hampir terjatuh; terhuyung-huyung: pemabuk itu berjalan ~ memaksakan diri pulang; (3) cak menahan makanan di dl mulut (kadang-kadang dng mengunyah-ngunyah atau mengisap-isap, tidak segera menelannya); mengulum: anak kecil senang ~ gula-gula
kenakalan ke.na.kal.an [n] (1) sifat nakal; perbuatan nakal; (2) tingkah laku secara ringan yg menyalahi norma yg berlaku dl suatu masyarakat: salah satu sebab ~ remaja adalah kerenggangan ikatan kasih dng orang tuanya
kendong ken.dong [v] me.ngen.dong v membawa sesuatu dng membungkusnya dl saputangan, sarung, dsb: orang tua itu memunguti buah rambutan yg berjatuhan lalu ~ nya
kental ken.tal [a] (1) antara cair dan keras; pekat (tidak cair); hampir beku: orang sakit itu sudah diperbolehkan makan bubur -- , bukan lagi bubur saring; (2) akrab (tt persahabatan); karib: sahabat --; (3) cak memperlihatkan keasliannya (tt pengucapan bahasa): logat Bataknya masih --
kenyam ke.nyam [v] , me.nge.nyam v (1) mengecap (makan dsb): saya belum pernah ~ masakan Eropa; (2) merasai; menikmati: sejak kecil ia belum ~ kebahagiaan spt yg dirasakan orang lain
kenyang (banyak) makan garam [pb] sudah berpengalaman dl hidup
kepiatuan ke.pi.a.tu.an [n] perihal kesendirian, tidak bersanak saudara
keramat ke.ra.mat [a] (1) suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa krn ketakwaannya kpd Tuhan (tt orang yg bertakwa); (2) suci dan bertuah yg dapat memberikan efek magis dan psikologis kpd pihak lain (tt barang atau tempat suci)
kercap-kercip ker.cap-ker.cip [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan
keropok ke.ro.pok [Mk n] , se.ke.ro.pok n setumpuk; sekelompok: di sana sini kelihatan ~ orang berdiri di muka toko atau di muka rumah [a] (1) tidak ada isinya; kosong; (2) berlubang-lubang (berongga-rongga) krn lapuk dimakan rayap (tt kayu) atau dimakan panas (cuaca); (3) ki lemah; lembek
kesalahan ke.sa.lah.an [n] perihal salah; kekeliruan; kealpaan: orang tua itu selalu teringat akan -- yg telah diperbuatnya ketika masih remaja
kesayangan ke.sa.yang.an [n] cinta kasih: -- kpd cucu kadang-kadang lebih dp -- kpd anak; (2) a kesukaan: balap mobil adalah hobi -- mereka; (3) n orang, binatang, dsb yg sangat disayang: ia adalah satu-satunya -- orang tuanya krn ia anak tunggal; (4) kekasih: hubungan dng -nya terputus krn tidak mendapat restu orang tuanya [n] perasaan menyesal (tidak rela, tidak ikhlas, dsb)
kesorangan ke.so.rang.an [a] tersendiri; terasing (dl kesendirian)
ketamakan ke.ta.mak.an [n] hal tamak; keinginan untuk selalu memperoleh (harta dsb) sebanyak-banyaknya: dia berlaku curang krn ~ nya
keteladanan ke.te.la.dan.an [n] hal yg dapat ditiru atau dicontoh: tidak perlu kita ragukan lagi ~ nya sbg orang tua
ketentuan ke.ten.tu.an [n] (1) sesuatu yg sudah tentu atau yg telah ditentukan; ketetapan: setelah ujian, kini kita tinggal menantikan ~ nasib saja; ~ yg lama masih tetap berlaku; (2)kepastian: dng adanya ~ itu setiap pegawai boleh melakukan kerja tambahan
ketentuan hukum ke.ten.tu.an hukum kesadaran hukum yg cukup tinggi yg dimiliki oleh warga masyarakat yg tercermin pd cepat tercapainya kepastian hukum
ketua umum jabatan tertinggi dr suatu organisasi (partai, lembaga, panitia, dsb)
ketual ke.tu.al [Lihat {katwal}]
ketuangan ke.tu.ang.an [n Kris] hal curah: hari ~ Rohulkudus, hari raya turunnya Rohulkudus
ketuat ke.tu.at [n] bintil (daging yg kecil dan keras) pd kulit; kutil; mata ikan
ki [Jw n] sebutan untuk orang tua-tua atau guru (yg menjadi anutan): -- Hajar Dewantara [Lihat {air}] [n] nama huruf q
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kijai ki.jai [n] (1) pohon, kayunya dibuat bahan bangunan rumah dsb; Santiria griffithii; (2) pohon yg dapat menghasilkan karet; (3) kayu kijai [v] ter.ki.jai-ki.jai v menggeletar (spt tangan orang tua); mengibas-ngibaskan jari atau tangan (krn kesakitan)
kirim ki.rim [v] ber.ki.rim v menyampaikan dng perantara: ia selalu ~ surat kpd orang tuanya, paling tidak sekali dl sebulan
kita orang [cak] kita
kitar ki.tar [v] ber.ki.tar v berpusing (yg berpusat pd sumbu); berputar mengelilingi; berkisar; beredar [Mk v] me.ngi.tar.kan v menolakkan atau mendesakkan ke sisi (dng lengan dsb): ia ~ orang yg ingin menghadangnya [n] bilangan yg menunjukkan jumlah kegiatan yg dapat dilakukan oleh suatu sarana angkutan dari satu titik mula per satuan waktu
klien kli.en [n] (1) Huk orang yg memperoleh bantuan hukum dr seorang pengacara dl pembelaan perkara di pengadilan: pengacara itu menuntut perusahaan yg telah memalsukan merek dagang -- nya; (2) orang yg membeli sesuatu atau memperoleh layanan (spt kesehatan, konsultasi jiwa) secara tetap; pelanggan: ia sudah lama menjadi -- dokter itu
kolak ko.lak [n] makanan yg dibuat dr pisang, ubi, dsb yg direbus dng gula dan santan [n] sepotong kayu yg bengkok dan bulat pd ujungnya, dipakai untuk menggiling lada atau rempah-rempah pd cobek [ark n] takaran beras sebanyak empat gantang atau dua puluh kati (= ? 125 ons = ? 12,5 kg)
komedi romantik komedi yg berisi petualangan dan pendewaan cinta oleh para pelakunya; -- satire Sas komedi yg berisi pernyataan sindiran (kepedihan, kegetiran, dsb) thd suatu keadaan atau seseorang: kelompok teater itu selalu menampilkan -- satire pd setiap pertunjukannya
komisaris ko.mi.sa.ris [n] (1) orang yg ditunjuk oleh anggota (pemegang saham dsb) untuk melakukan suatu tugas, terutama menjadi anggota pengurus perkumpulan, perusahaan perseroan, dsb: sesudah memilih ketua, penulis, dan bendahara, lalu rapat itu memilih lima orang --; (2) pejabat pemerintah yg ditunjuk dan ditugasi sbg wakil pemerintah suatu negara menjadi anggota persatuan antarnegara; (3) Pol petugas partai politik pd tingkatan desa
komisi Pemilihan Umum lembaga atau badan yg dibentuk oleh presiden yg terdiri atas wakil pemerintah dan partai politik untuk melaksanakan pemilihan umum, dipimpin oleh seorang ketua dr salah satu wakil tsb
konseling kon.se.ling [n] (1) pemberian bimbingan oleh yg ahli kpd seseorang dng menggunakan metode psikologis dsb; pengarahan; (2) pemberian bantuan oleh konselor kpd konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman thd kemampuan diri sendiri meningkat dl memecahkan berbagai masalah; penyuluhan
konseptual kon.sep.tu.al [a] berhubungan dng (berciri spt) konsep
konseptualisasi kon.sep.tu.a.li.sa.si [n] pengonsepan: hal ini merupakan -- dr ideologi privatisasi
konsistensi kontekstual [Ling] kualitas terjemahan yg diperoleh dng menerjemahkan ungkapan yg cocok untuk konteks tertentu dan bukannya untuk semua konteks
konstituante kon.sti.tu.an.te [n] panitia atau dewan pembentuk undang-undang dasar
konstruksi sintaktis [Ling] pengelompokan satuan yg sesuai dng kaidah sintaktis suatu bahasa, msl rumah makan (dan bukan makan rumah); sepeda ini (dan bukan ini sepeda); -- subordinatif Ling konstruksi endosentris dng konstituen, yg disebut induk, yg dimodifikasikan oleh konstituen lain, msl dalam konstruksi enak sekali, induk enak dimodifikasikan oleh sekali
konteks kon.teks [n] (1) Ling bagian suatu uraian atau kalimat yg dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; (2) situasi yg ada hubungannya dng suatu kejadian: orang itu harus dilihat sbg manusia yg utuh dl -- kehidupan pribadi dan masyarakatnya
kontekstual kon.teks.tu.al [a] berhubungan dng konteks
kontekstualisme kon.teks.tu.al.is.me [n Ling] aliran yg menyelidiki makna dl bahasa dng metode probabilitas dan memusatkan diri pd distribusi formal bentuk bahasa, ujaran, dan hubungan antara ujaran atau wacana dan lingkungan fisik dan sosial
kontraktual kon.trak.tu.al [a] menurut perjanjian; sesuai dng surat kontrak
korenah ko.re.nah [Mk n] kelakuan; perangai: -- anak itu sangat menyenangkan hati orang tuanya
korporatisme kor.po.ra.tis.me [n] paham yg mengutamakan kebersamaan sbg satu kesatuan sehingga semua unsur atau bagiannya harus tunduk pd peraturan yg telah ditetapkan
korps [n] himpunan orang (badan, organisasi) yg merupakan satu kesatuan: seluruh -- polisi harus menegakkan hukum dan melindungi rakyat
kosbas kos.bas [n cak] pemilik rumah tumpangan (yg menerima orang untuk menumpang tinggal dan makan dng membayar); bapak atau ibu tempat indekos; induk semang: -- nya orang pensiunan
kostum kos.tum [n] pakaian khusus (dapat pula merupakan pakaian seragam) bagi perseorangan, regu olahraga, rombongan, kesatuan, dsb dl upacara, pertunjukan, dsb: kesebelasan tamu memakai -- putih hijau
kroto kro.to [Jw n] (1) telur semut rangrang: -- biasa diambil orang untuk makanan burung; (2) nama pentil buah melinjo
kuah tumpah (tertuang) ke nasi [pb] (1) dikatakan kpd anak yg dikawinkan dng kemenakan; (2) ki sudah sewajarnya
kualat ku.a.lat [Jw a] (1) mendapat bencana (krn berbuat kurang baik kpd orang tua dsb); kena tulah; (2) cak celaka; terkutuk
kumpul kum.pul [v] ber.kum.pul v (1) bersama-sama menjadi satu kesatuan atau kelompok (tidak terpisah-pisah): karyawan ~ di halaman kantor untuk mengadakan upacara; (2) berhimpun; berkampung; berapat (bersidang): mahasiswa diminta ~ di auditorium untuk mendengarkan ceramah; (3) berkerumun: setiap hari banyak orang ~ di ujung jalan itu
kumulasi ku.mu.la.si [n] (1) penyatuan; timbunan; (2) perangkapan jabatan (oleh seseorang) dl pemerintahan; (3) Huk penggabungan beberapa gugatan (dl satu surat gugatan di muka hakim)
kuntuan kun.tu.an [Cn n] kain sutra yg berkilat spt satin
kupu-kupu padi ku.pu-ku.pu padi kupu-kupu pemakan daun padi, berwarna cokelat tua dng bintik putih dikelilingi lingkaran hitam dan merah pd sayap dan perut; Molanitisleda
kuwuk ku.wuk [Jw n] kucing yg besar atau tua yg gemar makan anak ayam dsb
lakon la.kon [n Sas] (1) peristiwa atau karangan yg disampaikan kembali dng tindak tanduk melalui benda perantara hidup (manusia) atau suatu (boneka, wayang) sbg pemain: pertunjukan wayang kulit dng -- Baratayuda; (2) peran utama; (3) karangan yg berupa cerita sandiwara (dng gaya percakapan langsung): cerita itu sudah dijadikan -- untuk dipentaskan; (4) ki perbuatan; kejadian; peristiwa: demikianlah kesudahannya -- seorang petualang politik
lampeni lam.pe.ni [n] (1) pohon yg banyak dahannya, tingginya sekitar 2 m, bentuk daunnya bujur telur, buahnya yg muda berasa masam dan berwarna merah, sedangkan yg sudah tua berasa manis dan berwarna merah tua, kalau dimakan menyebabkan bibir dan lidah menjadi ungu; Ardisia humilis; (2) buah lampeni
lancang lan.cang [a] (1) tidak tahu adat; kurang sopan thd orang tua dsb: dng -- nya anak itu mengucapkan kata-kata kasar thd ibunya; (2) terlalu berani mengambil keputusan sendiri, di luar yg disepakati: dng -- tanpa menyelidiki lebih dulu, ia telah menyampaikan berita yg belum pasti kebenarannya itu [n] perahu layar yg sangat laju, dipakai sbg kapal perang pd zaman dahulu [n] tempat sirih [n] tumbuhan (terna), Euphorbia hirta
lanyak la.nyak [v] me.la.nyak v (1) melumat-lumat tanah dng diinjak-injak supaya gembur atau berlumpur: untuk ~ sawah itu diperlukan beberapa ekor kerbau; (2) ki tidak mempedulikan; melecehkan: anak durhaka itu ~ petuah orang tuanya; (3) Mk memukul kuat-kuat: ia ~ adiknya sampai menangis kesakitan
lapuk la.puk [a] (1) bercendawan krn sudah lama: keranjang bambu ini sudah --; (2) rusak; busuk (krn sudah tua): rumah ini roboh krn tiang-tiangnya sudah --; (3) berhubungan dng penghancuran bahan yg berasal dr tumbuhan dan binatang oleh aktivitas jamur dan jasad renik lain; (4) ki ketinggalan zaman; usang; kolot: orang tua itu masih menganut paham yg sudah -- [Mk v] ber.la.puk-la.puk v (bunyi) bertepuk tangan
latihan meja pasir la.tih.an meja pasir [Sen] latihan praktis dng meja pasir dan maket untuk satuan dan perseorangan
lebih-lebih le.bih-le.bih [adv] (1) lagi pula; tambahan lagi; apalagi: orang kaya saja demikian susahnya, ~ orang miskin; (2) teristimewa (pula): makanan di rumah makan ini sedap rasanya, ~ satai kambingnya
lecup le.cup [n] (1) tiruan bunyi ketika orang mencium (dng bibir); cup; (2) tiruan bunyi tombak ditikamkan pd pohon pisang
ledre led.re [n] penganan terbuat dr tepung pisang (atau adonan tepung terigu dan lumatan pisang) berbentuk pipih cetakan: pisang juga diolah menjadi tepung dijadikan makanan iseng spt keripik, -- , dsb
legendaris le.gen.da.ris [a] menurut atau spt legenda; terkenal spt dl legenda: Hang Tuah, seorang tokoh -- dl sastra lama
legitimaris le.gi.ti.ma.ris [n Huk] orang yg dinyatakan sah menurut ketentuan undang-undang untuk menerima warisan
lengan bagai lilin dituang [pb] lengan yg indah bentuknya
leveransir le.ve.ran.sir [n] orang atau perusahaan yg bertugas menyediakan bahan-bahan keperluan, dapat berupa bahan makanan, bangunan, dsb
liang li.ang [n] lubang kecil , li.ang-li.uk v berkelok-kelok tubuhnya (spt ular berjalan); berjalan berliuk-liuk (spt orang mabuk) [n] satuan ukuran berat 37,5 g: satu kati tulang sotong digongseng dng campuran cuka sebanyak dua --
lidah mertua tumbuhan terna, termasuk suku Agavaceae, berasal dr Afrika, tinggi 0,4-1,75 m, daun berbentuk pedang, berdaging dng ujung meruncing tajam, berwarna hijau dng garis-garis kuning, perbungaan berupa tandan, bunga kecil berwarna putih kehijau-hijauan, mekar pd malam hari; Sansevieria trifasciata
liliput li.li.put [n] (1) sesuatu yg kecil-kecil (tt orang, rumah, dsb); (2) nama negeri (Liliput) dl novel Petualangan Gulliver karya Jonathan Swift, dihuni oleh makhluk setinggi enam inci
linglung ling.lung [a] lupa segala-galanya (krn bingung atau terlalu asyik memikirkan sesuatu): orang tua yg -- itu mencari kacamata yg sedang dipakainya
lintasan hidup individu lin.tas.an hidup individu [Antr] tahap kehidupan yg dilewati oleh setiap orang yg hidup, mulai dr pembuahan, kelahiran, masa anak-anak, dewasa, kawin, beranak, menjadi tua, dan akhirnya mati
lisut li.sut [a] (1) kisut; berkerut-kerut: kulit orang tua itu sudah -- , (2) layu: bunga di jambangan itu sudah --
lobi lo.bi [n] (1) ruang teras di dekat pintu masuk hotel (bioskop dsb), yg dilengkapi dng perangkat meja kursi, yg berfungsi sbg ruang duduk atau ruang tunggu; (2) kegiatan yg dilakukan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dl kaitannya dng pemungutan suara menjelang pemilihan ketua suatu organisasi, spt parlemen dan partai politik
lobi-lobi lo.bi-lo.bi [n] (1) pohon yg tingginya 5-15 m, daunnya berbentuk bulat telur, daun mudanya berwarna merah muda, buahnya dapat dimakan; Flacourtia inermis; (2) buah berukuran kecil, bentuknya agak bundar, yg masak berwarna merah tua, rasanya masam atau manis, dapat dibuat rujak, sirup, selai, buah kalengan, asinan, atau manisan
lontong lon.tong [n] makanan yg dibuat dr beras dibungkus dng daun pisang, kemudian direbus sampai matang
lopak-lapik lo.pak-la.pik [a] tidak tetap pikiran (tt orang tua)
lopis lo.pis [n] penganan yg dibuat dr beras pulut, dibungkus daun pisang atau daun tebu, biasa dimakan dng kelapa parut dan kinca
lupa-lupa ingat lu.pa-lu.pa i.ngat [a] (1) tidak lupa, tetapi tidak ingat benar; masih ingat, tetapi kurang pasti; agak lupa; (2) sudah lemah ingatannya (tt orang tua dsb)
mahajana ma.ha.ja.na [ark n] orang yg amat ternama; orang besar [ark n] masyarakat; umum; di -- , di depan umum: jangan pula diajarkan segala masalah yg sulit-sulit di -- sekaliannya
majelis ma.je.lis [n] (1) dewan yg mengemban tugas tertentu mengenai kenegaraan dsb secara terbatas: -- hakim; -- Permusyawaratan Rakyat; (2) pertemuan (kumpulan) orang banyak; rapat; kerapatan; sidang: berhimpunlah semuanya dl -- yg besar; ketua --; (3) bangunan tempat bersidang: gedung -- tinggi dan -- rendah [a] (1) elok; cantik; permai: putri itu cantik --; (2) apik; rapi; bersih
mak [n] (1) orang tua perempuan; ibu: sambil menangis anak kecil itu memanggil-manggil -- nya; (2) sebutan kpd orang perempuan yg patut disebut ibu atau dianggap sepadan dng ibu [Mk n] mamak
makhdum makh.dum [Ar n] (1) tuan (gelar untuk ahli agama): Baginda berguru kpd -- ilmu tauhid; (2) orang yg dilayani
maki ma.ki [v cak] mengeluarkan kata-kata (ucapan) keji (kotor, kasar, dsb) sbg pelampiasan kemarahan atau rasa jengkel dsb: jangan engkau -- orang tua itu
makna denotasi [Ling] makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa, spt orang, benda, tempat, sifat, proses, kegiatan
malah ma.lah [adv] (1) bahkan; semakin (bertambah): setelah minum obat itu, ia tidak menjadi baik -- bertambah sakitnya; (2) bahkan sebaliknya: disuruh duduk, -- berdiri; (3) justru: -- kamu yg harus datang, bukan orang tuamu
malam di bawah nyiur pinang orang [pb] hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yg kita tempati
malik ma.lik [Ar n] (1) orang yg empunya; orang yg memiliki; tuan; (2) raja: -- Ibrahim
malu bertanya sesat di jalan ( malu berdayung perahu hanyut; malu makan perut lapar) [pb] kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan
mama ma.ma [n] orang tua perempuan; ibu [n Dok] kelenjar susu
mamak ninik penghulu adat; orang tua-tua yg bijak
mamak rumah seorang dr mamak-mamak yg dituakan
mana ma.na [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan salah seorang atau salah satu benda atau hal dr suatu kelompok (kumpulan): rumah -- yg kosong?; (2) (di belakang di, dari, ke) kata tanya untuk menanyakan tempat: di -- buku saya?; engkau dr -- ?; orang -- , orang berasal dr mana; (3) kata untuk menanyakan keadaan atau cara sesuatu: macam -- , spt apa keadaannya (caranya); bagaimana; (4) kata ganti untuk menyatakan tempat yg tidak tentu: di -- ada asap, di situ ada api; di -- mungkin (perlu), kalau mungkin (perlu) [n] tenaga hidup yg tidak berpribadi dan ada pd manusia, binatang, tumbuhan, dan segala macam benda, biasanya untuk jimat atau fetis, serta membawa keberuntungan bagi pemiliknya, tetapi akan menimbulkan kerugian bagi orang yg tidak menghiraukannya (menurut pandangan orang Melanesia) [n] (1) keuntungan atau manfaat yg datang tiba-tiba; (2) makanan yg diterima orang Israel dl perjalanan mereka di padang gurun (dl Kitab Perjanjian Lama)
mandat man.dat [n] (1) perintah atau arahan yg diberikan oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dsb) kpd seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dng kehendak orang banyak itu: kongres memberikan -- kpd pengurus lama untuk meneruskan tugasnya; (2) kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dr suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tsb: MPR memberikan -- kpd Presiden untuk menjalankan kekuasaan tertinggi negara; (3) instruksi atau wewenang yg diberikan oleh organisasi (perkumpulan dsb) kpd wakilnya untuk melakukan sesuatu dl perundingan, dewan, dsb: organisasi itu telah memberikan -- kpd ketua untuk ikut berunding; (4) surat perintah bayar: pegawai belum dapat menerima gaji krn -- nya belum ditandatangani oleh pejabat yg berwenang; (5) perwakilan atas suatu wilayah yg diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa; pemberian kekuasaan: Jepang diberi -- untuk mengurus kepulauan bekas jajahan Jerman di Pasifik
manja diri gejala yg normal pd anak-anak usia antara 4-6 tahun untuk selalu memperoleh perhatian orang tua atau lingkungannya thd diri sendiri, biasanya disebabkan oleh terpecahnya perhatian orang tua kpd adiknya atau krn makin berkurangnya perhatian orang tua bersamaan dng makin besarnya anak itu
masa dewasa masa seseorang menginjak usia kawin dan krn itu dianggap sudah dapat berdiri sendiri dl menanggung hidupnya, lepas dr asuhan dan bantuan orang tua
masa pancaroba masa anak memasuki masa remaja, umumnya menunjukkan tingkah laku yg sangat berbeda dng ketika ia masih anak-anak sehingga sering merupakan masalah, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang tua, guru, dan masyarakat, msl anak menjadi sukar dikendalikan, ada kecenderungan melawan, dan ingin berdiri sendiri
masak ma.sak [a] sudah tua dan sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dsb (tt buah-buahan): durian ini -- di pohon bukan -- krn diperam; jangan memetik mangga yg belum --; (2) a sudah matang (empuk, jadi) dan sampai waktunya untuk di-ambil, diangkat, dsb (tt makanan): nasi sudah -- , makanlah dulu; adonan ini belum --; (3) a ki sudah selesai dikerjakan (dididik dsb); sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui) bersama; sudah sempurna; sudah pd tingkatan yg terbaik (terakhir): dia pemuda yg sudah -- sehingga dapat berpikir (bekerja) secara baik; perkara yg sudah -- jangan diulang-ulang lagi; (4) a matang (dl berpikir); (5) v cak memasak [adv cak] mana boleh; masa
massa mas.sa [n] (1) sejumlah besar benda (zat dsb) yg dikumpulkan (disatukan) menjadi satu (atau kesatuan): -- batu-batuan; (2) jumlah yg banyak sekali; sekumpulan orang yg banyak sekali (berkumpul di suatu tempat atau tersebar): -- membanjiri lapangan untuk melihat pertunjukan sirkus; (3) kelompok manusia yg bersatu krn dasar atau pegangan tertentu: organisasi --; (4) Fis ukuran kuantitatif sifat kelembaman (inersia) benda
masuliah ma.su.li.ah [n Isl] tanggung jawab: mendidik anak adalah -- orang tuanya
mata kuliah satuan pelajaran yg diajarkan di tingkat perguruan tinggi
matang ma.tang [a] (1) sudah tua dan sudah sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dsb (tt buah-buahan); masak: mangganya dibiarkan -- di pohon; (2) sudah empuk (kering dsb) dan sudah sampai waktunya untuk diambil, diangkat, dsb (tt makanan); masak: ubi yg direbus itu sudah --; (3) sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui bersama); sudah sempurna atau sudah pd tingkatan yg terbaik (terakhir): memerlukan pertimbangan yg --; rencana yg --; (4) mulai dewasa (tt perkembangan manusia secara fisik dan psikologis); (5) ki sudah selesai dikerjakan (dididik, disiapkan, dsb)
materi ma.te.ri [n] (1) benda; bahan; segala sesuatu yg tampak: bantuan berupa --; (2) sesuatu yg menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dsb): orang yg menyusun soal ujian harus tahu -- nya /matEri/, ter.ma.te.ri v terlekat; tersurat (di hati)
mbok [Jw n] (1) kata sapaan (ragam kromo ngoko) thd wanita; (2) kata sapaan thd orang tua wanita; ibu; (3) kata sapaan thd wanita tua yg kedudukan sosialnya lebih rendah dp yg menyebutnya
melakukan me.la.ku.kan [v] (1) mengerjakan (menjalankan dsb): ia gugur dl ~ tugasnya; (2) mengadakan (suatu perbuatan, tindakan, dsb): ~ pendaratan darurat; ~ demonstrasi; (3) melaksanakan; mempraktikkan; menunaikan: Pemerintah akan ~ tindakan tegas thd setiap penyelewengan yg terjadi; (4) melazimkan (kebiasaan, cara, dsb): kepala sekolah bermaksud ~ "Senam Pagi Indonesia" di sekolahnya; (5) menjadikan (membuat dsb) berlaku; menjadikan laku: ~ uang palsu adalah perbuatan yg melanggar hukum; (6) berbuat sesuatu thd (suatu hal, orang, dsb): ia ~ anak yatim itu sbg anaknya sendiri; (7) mengabulkan (permintaan, doa, dsb); meluluskan: orang tuanya selalu ~ permintaan anak itu
melangkahi me.lang.kahi [v] (1) melewati; melalui: mereka ~ rintangan itu dng hati-hati; (2) menyalahi; melanggar: tidak pantas jika ~ petuah orang tua; (3) mendahului (kawin, memperoleh sesuatu, dsb): tidak baik adik ~ kakak; (4) tidak mengikutsertakan; melewatkan: ia sering ~ saudaranya dl pembagian rezeki
melarangkan me.la.rang.kan [v] menjadikan terlarang: orang tua hendaklah ~ perbuatan yg tidak patut
melekap me.le.kap [v] (1) melekat; menempel: cecak dapat ~ di dinding; (2) merapat; melengket; tidak mau berpisah (tt anak kecil dng orang tuanya): anak itu ~ terus pd ibunya; tempat tidur itu ~ benar ke dinding
melelangkan me.le.lang.kan [v] (1) menjual dng jalan lelang: ia akan ~ barang itu besok pagi; (2) memberikan barang untuk dijual dng jalan lelang: ia ~ barangnya kpd kantor lelang; (3) memborongkan pekerjaan (ransum makanan orang penjara dsb): mereka ~ pekerjaan membuat balai desa
melimpah me.lim.pah [a] (1) melembak tumpah krn sangat penuh; meluap: pd musim hujan air sungai itu ~ menggenangi sawah di sekitarnya; (2) berlebih-lebih; banyak sekali: makanan yg lezat-lezat ~ di pesta itu; (3) kl datang banyak-banyak (tt pemberian, cinta kasih, dsb): kebaikan Tuan yg ~ kpd kami sekalian tiada kami lupakan selama-lamanya
melindangkan me.lin.dang.kan [v] menghabiskan; melenyapkan: dia ~ harta benda orang tuanya di meja judi
melintangi me.lin.tangi [v] (1) menghalangi; merintangi; menghambat: hutan yg sangat lebat dan berpaya-paya itu ~ perjalanan kami; (2) membantah: jangan sekali-sekali ~ nasihat orang tua
melupakan me.lu.pa.kan [v] (1) lupa akan; tidak ingat akan: sekali-kali tidak boleh ~ nasihat orang tua; (2) menjadikan lupa; menghapus dr ingatan: saya harap Saudara dapat ~ perselisihan kita itu; (3) melalaikan; tidak mengindahkan: dia dipecat krn telah ~ kewajibannya
memadankan me.ma.dan.kan [v] (1) membandingkan dng: orang mulai ~ kemajuan teknologi Jepang dng Eropa; (2) menyesuaikan (dng): kita harus dapat ~ nya dng situasi dan kondisi tertentu
memajuh me.ma.juh [v] melahap: sungguh tidak pantas, jika seorang gadis -- habis semua hidangan yg ada di meja [v] memakan banyak-banyak dan lekas-lekas; melahap: mereka ~ hidangan yg tersedia pd pesta itu
memaksa-maksa me.mak.sa-mak.sa [v] berkali-kali meminta dsb dng paksa; mendesak-desak: anak itu ~ orang tuanya menjual tanah untuk membeli sepeda motor
memalangi me.ma.langi [v] (1) merintangi jalan; terletak malang pd; meng-halangi: sebatang pohon kenari tua telah roboh dan -- jalan; (2) menyegani; menghormati: orang sekampung -- orang tua yg arif itu [v] (1) memasang palang pd; (2) merintangi
memasukkan me.ma.suk.kan [v] (1) membawa (menyuruh, membiarkan, dsb) masuk: sopir sudah -- mobil ke dl garasi; ia -- orang yg belum dikenalnya; (2) mendaftarkan: ia telah -- nama temannya sbg peserta darmawisata; (3) menyampaikan: karyawan pabrik itu -- surat permohonan cuti kpd atasannya; (4) menempatkan; mencantumkan: ketua panitia setuju -- peragaan busana daerah dl acara itu; (5) menaruh uang dl perusahaan dsb; menanam modal: ia berminat -- modalnya dl perusahaan itu
membalah mem.ba.lah [v] membantah: tidak baik selalu -- nasihat orang tua
membara mem.ba.ra [v] (1) menjadi bara: besi itu masih -; (2) ki berapi-api (tt semangat): keinginan untuk bertemu dng anaknya tetap -- di dada orang tua itu
membatasi mem.ba.tasi [v] (1) memberi batas; menentukan (menandai dsb) batas: ia -- pekarangan itu dng pancang; (2) menceraikan; mengantarai; menyekat: ia menyisipkan sehelai kertas dl buku itu untuk -- halaman buku yg sudah dibacanya; dl masjid itu dipasang tabir untuk -- ruang wanita dan ruang pria; (3) menentukan banyaknya (besarnya dsb): Pemerintah telah -- impor mobil; (4) menerangkan arti sesuatu dng tepat dan jelas; membuat batasan definisi: sukar -- suatu yg bersifat abstrak; (5) mengurangi; merintangi: orang tua harus mampu -- keinginan anak untuk berfoya-foya
membaurkan mem.ba.ur.kan [v] (1) mencampurkan: ia -- madu sesendok teh ke dl susu segelas; (2) mencampuradukkan: jangan -- beberapa masalah sekaligus supaya dapat dipecahkan satu-satu; (3) membiarkan bergaul; menyatu: Pemerintah berusaha -- warga negara asing dng pribumi melalui kegiatan kebudayaan; (4) ki mengawinkan: orang tua itu ingin -- anak gadisnya dng laki-laki pilihannya
membenahi mem.be.nahi [v] (1) membereskan (tempat tidur dsb); mengemasi; (2) memperindah; merapikan: menjelang kunjungan Presiden, Wali Kota sibuk -- wilayahnya; (3) mengurus: dia sudah dapat -- dirinya, tidak lagi bergantung kpd orang tuanya
membenari mem.be.nari [Mk v] membujuk; menasihati: orang tua itu tidak bosan-bosan -- anaknya yg nakal
membentuk mem.ben.tuk [v] (1) melengkung; berkeluk: alisnya -- spt taji; (2) membuat melengkung; mengelukkan: dia seorang pandai yg -- berjenis-jenis logam untuk perhiasan; (3) menjadikan (membuat) sesuatu dng bentuk tertentu: ia -- tanah liat menjadi burung-burungan; (4) mendirikan (perkumpulan, partai, kerajaan, negara, dsb): mereka -- organisasi baru; (5) menggalang (persahabatan, persekutuan, persatuan, dsb); (6) membimbing; mengarahkan (pendapat, pendidikan, watak, pikiran): hal itu telah -- pikiran baru; (7) menyusun (kabinet, pengurus, panitia, dsb): Presiden berhasil -- kabinet baru
memberatkan mem.be.rat.kan [v] (1) menjadikan beban (tanggungan dsb) berat: kehadiranku di rumah itu akan -- bebannya; (2) memperkuat (tuduhan, sangkalan, dsb): bukti-bukti yg -- terdakwa cukup banyak; (3) mementingkan; mengutamakan: jika kita ingin maju, kita harus -- sektor pendidikan dr sektor yg lain; (4) menyerahkan (kpd); membebankan (kpd): jangan -- tugas itu hanya kpd seorang saja; (5) mengagung-agungkan; meninggi-ninggikan: di mana pun berada, ia selalu -- dirinya
membersamakan mem.ber.sa.ma.kan [v] (1) membarengkan; menjadikan bersama-sama: sebaiknya kita -- pengiriman tembakau dan teh agar ongkos kirimnya lebih ringan
membimbing mem.bim.bing [v] (1) memegang tangan untuk menuntun; memimpin: ia berjalan sambil -- kakeknya yg buta; (2) ki memberi petunjuk (pelajaran dsb); mengasuh: terutama orang tualah yg berkewajiban -- anak-anaknya ke jalan yg benar; (3) ki memberi penjelasan lebih dulu (tt sesuatu yg akan dirundingkan dsb): ia -- anak-anak memahami isi buku ini
memecahkan me.me.cah.kan [v] (1) merusakkan dsb hingga pecah: siapa yg ~ piring itu; (2) mengatasi; menyelesaikan: kita harus berusaha untuk ~ setiap masalah yg kita hadapi; (3) membuat menjadi tidak bersatu; mencerai-beraikan: mereka selalu berusaha ~ persatuan kita; (4) membagi-bagi: kita perlu ~ kelompok kerja ini menjadi dua bagian; (5) menyiarkan (kabar, rahasia): siapa yg ~ kabar itu; (6) ki memusingkan (kepala): masalah itu betul-betul ~ kepala, tidak sanggup rasanya aku mengatasinya; (7) ki memekakkan (telinga): suaranya keras dan ~ telinga orang yg mendengarkannya; (8) ki mengungguli (prestasi yg pernah dicapai): ia berhasil ~ rekor dunia dl kejuaraan lempar lembing
memedulikan me.me.du.li.kan [v] mengindahkan; menghiraukan; memperhatikan; mencampuri (perkara orang dsb): orang tua itu suka ~ orang lain
memelonco me.me.lon.co [v] (1) menjadikan seseorang tabah dan terlatih serta mengenal dan menghayati situasi di lingkungan baru dng penggemblengan: para mahasiswa senior sedang ~ mahasiswa baru; (2) menggunduli (tt rambut di kepala)
memikulkan me.mi.kul.kan [v] (1) memikul sesuatu untuk orang lain: ~ neneknya dua ember air; (2) meletakkan di pundak supaya dipikul: dia bersikeras hendak ~ karung beras itu ke atas pundaknya; (3) ki membebankan; menyuruh menanggung; menyerahkan (tanggung jawab, kewajiban, dsb) kpd: ketua menghendaki agar semua anggota ~ beban tugas yg berimbang
memilih me.mi.lih [v] (1) menentukan (mengambil dsb) sesuatu yg dianggap sesuai dng kesukaan (selera dsb): hati-hati kalau Anda hendak ~ kawan hidup; (2) mencari atau memisah-misahkan mana yg baik (besar, kecil, dsb): pekerjaannya ~ daun teh yg sudah dikumpulkan di pabrik; (3) menunjuk (orang, calon, dsb) dng memberikan suaranya: rakyat boleh ~ wakilnya dng bebas; mereka ~ nya menjadi ketua rukun tetangga
memiliki me.mi.liki [v] (1) mempunyai: ia sudah tidak -- orang tua lagi; (2) mengambil secara tidak sah untuk dijadikan kepunyaan: ia dipersalahkan krn -- senjata api
memimpin me.mim.pin [v] (1) mengetuai atau mengepalai (rapat, perkumpulan, dsb): ia diserahi tugas ~ rapat itu; (2) memenangkan paling banyak: Singapura ~ kejuaraan renang pelajar internasional; (3) memegang tangan seseorang sambil berjalan (untuk menuntun, menunjukkan jalan, dsb); membimbing: ia berjalan sambil ~ anaknya; (4) memandu: mualim ~ kapal asing itu masuk ke pelabuhan; (5) melatih (mendidik, mengajari, dsb) supaya dapat mengerjakan sendiri: ia ditugasi atasannya untuk ~ para calon pegawai negeri
memintakan me.min.ta.kan [v] meminta sesuatu untuk (orang lain dsb): orang tua murid itu -- izin tidak masuk bagi anaknya
memperberat mem.per.be.rat [v] menjadikan supaya lebih berat: jangankan menolong, bahkan dia -- tanggungan orang tuanya
mempercermin mem.per.cer.min [v] (1) memakai sesuatu sbg cermin (contoh, teladan, dsb): biasanya anak itu ~ tabiat orang tuanya; (2) selalu melihat (menyaksikan): setiap hari aku ~ kesedihan yg dialami oleh rakyat kecil
mempercumakan mem.per.cu.ma.kan [v] (1) menyia-nyiakan; membuang-buang (waktu, tenaga, dsb); (2) memberikan dng cuma-cuma (gratis)
memperdua mem.per.dua [v] (1) membagi atas dua bagian: mereka ~ hasilnya; (2) Tan memiara (ternak) atau mengerjakan sawah orang lain dng perjanjian dng mendapat bagian keuntungan separuhnya: banyak petani yg tidak bertanah meminta ~ sawah tuan tanah itu
memperhadapkan mem.per.ha.dap.kan [v] (1) mempertemukan berhadapan: hakim akan ~ kedua orang yg bersengketa itu; (2) mengemukakan; membawa (mengajukan) ke muka: ketua sidang ~ keputusan yg telah diambil kpd hadirin
memperlamakan mem.per.la.ma.kan [v] memanjangkan waktu dsb
memperolok-olokkan mem.per.o.lok-o.lok.kan [v] mempermain-mainkan dng tindakan atau ucapan; ejekan: jangan -- orang tua itu
mempersetan mem.per.se.tan [v] (1) menyumpah dng mengucapkan setan: orang tuanya -- anaknya; (2) tidak mengindahkan; memasabodohkan: ia -- nasihat orangtuanya
memudakan me.mu.da.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) muda: kebiasaan berolahraga -- semangat Anda; (2) menganggap muda: seorang suami biasa -- istrinya dng memanggilnya "adik", walaupun adakalanya usia istrinya lebih tua
memulangkan me.mu.lang.kan [v] (1) membawa (mengirimkan dsb) pulang (ke tempat asalnya, ke rumah, dsb) mengembalikan: ~ buku ke perpustakaan; (2) memulihkan: ~ napas; mengaso; beristirahat; (3) menyerahkan: ~ persoalan itu kpd orang tua-tua; (4) mengatakan bahwa (yg membuat, melakukan, dsb) itu ...: diantaranya ada yg ~ permainan catur itu kpd bangsa India kuno
memuliakan me.mu.li.a.kan [v] menganggap (memandang) mulia; (sangat) menghormat; menjunjung tinggi: kita wajib -- nama orang tua kita; -- perintah Tuhan
memusakai me.mu.sa.kai [v] memberi pusaka kpd; meninggalkan pusaka kpd: orang tua itu ~ segala hartanya kpd cucu kesayangannya
menambak gunung menambak gunung, meng.ga.rami air laut [pb] memberi bantuan kpd orang yg sama sekali tidak perlu dibantu
menandaskan me.nan.das.kan [v] menghabiskan sama sekali: ia hanya pandai ~ harta orang tuanya [v] mengatakan dng tegas; menegaskan: sekali lagi dia ~ bahwa dia tidak akan datang
menasihati me.na.si.hati [v] memberi nasihat (kpd): tidak ada orang yg ~ anak itu; kepala satuan keamanan ~ anak buahnya supaya tetap waspada dan berdisiplin
menawari me.na.wari [v] (1) mengobati dng air yg sudah dimantrai dsb; memantrai; menjampi: Ayah ~ orang yg kesambet dng jampi-jampi; (2) ki membujuk (perempuan): hamba laki-laki yg ~ tunangan atau istri tuannya dihukum cambuk; (3) meredakan hati orang (yg marah, sedih): seorang yg berpengalaman lagi bijaksana tahu ~ hati orang yg sedang marah; (4) membuang racunnya atau bisanya: ia akan ~ gadung itu sebelum memasaknya [v] mengunjukkan seseorang akan sesuatu (dng maksud supaya dibeli, dipakai, dsb): siapa yg ~ mu rumah di kampung itu?
mencacati men.ca.cati [v] (1) menyebabkan bercacat; mencederai; melukai: dilarang keras menyakiti atau ~ binatang ternak di kebun ini; (2) menyebabkan (nama baik, kedudukan, dsb) bernoda; menodai: perbuatannya ~ nama baik orang tuanya; (3) cak melanggar: tindakan itu ~ undang-undang
mencalonkan men.ca.lon.kan [v] menjadikan calon; mencadangkan (orang) sbg calon: mereka ~ orang itu untuk menjabat ketua
mencamkan men.cam.kan [v] (1) memperhatikan (mengamat-amati) dng sungguh-sungguh: ia ~ dng baik apa yg sedang dilihatnya; (2) meresapkan ke dl pikiran dan hati: ia ~ benar-benar semua nasihat orang tuanya; (3) meyakinkan: kita harus ~ pikiran rakyat bahwa kemerdekaan tidak berarti boleh berbuat sekehendak hati
mencelakakan men.ce.la.ka.kan [v] (1) mendatangkan (menimbulkan) celaka; menyebabkan mendapat celaka: perpecahan dan percekcokan itulah yg telah ~ kita; (2) menjerumuskan ke dl kesengsaraan hidup: mana ada orang tua hendak ~ anaknya
mencelupkan men.ce.lup.kan [v] memasukkan atau menyelamkan ke dl barang cair: orang tua itu ~ biskuitnya ke dl air susu yg masih panas
menangkap me.nang.kap [v] (1) memegang (sesuatu yg bergerak cepat, lepas, dsb); memegang (binatang, pencuri, penjahat, dsb) dng tangan atau alat: nelayan itu ~ ikan dng jala; polisi telah berhasil ~ para penjahat; (2) menerkam: harimau liar itu ~ kambing penduduk; (3) menadah (menyambut, menampung) barang yg dilemparkan: penjaga gawang ~ bola dng menjatuhkan diri; (4) mendapati (orang berbuat jahat, kesalahan, rahasia, dsb): guru itu ~ beberapa pelajar yg merokok di dl kelas; (5) menerima (suara, siaran radio, dsb): pesawat radio ini dapat ~ siaran dr luar negeri; (6) dapat memahami (mengetahui dsb): aku tidak dapat ~ isi pembicaraan mereka krn mereka menggunakan kata-kata sandi; (7) mencerap; menerima (dng pancaindra): pemimpin rakyat harus dapat ~ aspirasi rakyatnya; (8) makan atau mengena (tt pancing dsb): sudah sejam lebih pancingnya belum juga ~
mencemari men.ce.mari [v] (1) menjadikan cemar; mengotori: sampah mulai ~ Teluk Ambon; (2) ki menodai (nama baik); mencabuli: ~ asas-asas demokrasi; peperangan ~ hubungan kemanusiaan yg sejati; ~ nama baik orang tua
mencereweti men.ce.re.weti [v] selalu mengata-ngatai (mencela ini itu, menyuruh begini-begitu, dsb): orang tuanya sudah cukup ~ nya, tetapi ia masih tetap malas juga
mencoba men.co.ba [v] (1) mengerjakan (berbuat) sesuatu untuk mengetahui keadaannya dsb: ia ~ sepeda yg baru dibelinya itu; (2) mengenakan (baju, sepatu) untuk mengetahui pas tidaknya: ~ baju baru; (3) berusaha melakukan (berbuat) sesuatu: dua orang tahanan ~ melarikan diri; (4) mencicipi (makanan): aku disuruh ~ masakannya; (5) menguji (kepandaian, kesetiaan, dsb): ~ kekuatan musuh
mencontoh men.con.toh [v] (1) berbuat atau membuat sesuatu menurut contoh; meneladan; meniru: murid-murid ~ gambar dr buku; anak-anak biasanya ~ tingkah laku orang tuanya; (2) meniru (menjiplak, menyalin) pekerjaan orang (tt murid sekolah): pikirkan dan kerjakan sendiri, jangan ~ saja
mendakwahi men.dak.wahi [v] menyiarkan agama kpd: menurut ketentuan seseorang tidak dibenarkan ~ orang yg sudah beragama supaya memeluk agama lain
mendayus men.da.yus [v] menghina; merendahkan: anak yg ~ orang tuanya akan kena laknat
mendengar men.de.ngar [v] (1) dapat menangkap suara (bunyi) dng telinga; tidak tuli: apakah kakek itu masih ~ ? ; aku ~ bunyi sirene; (2) mendapat kabar: saya ~ bahwa orang tua mereka telah bercerai; (3) telah mendengarkan (dl resolusi, keputusan, dsb): ~ dsb, mengingat dsb, memutuskan ...; (4) menurut; mengindahkan; mendengarkan: ia tidak mau ~ kata orang tua
mendepositokan men.de.po.si.to.kan [v] menyimpan uang di bank dng cara deposito: ia telah ~ uang peninggalan orang tuanya
mendermakan men.der.ma.kan [v] memberikan sesuatu sbg derma
mendukakan men.du.ka.kan [v] menyusahkan hati; menyedihkan: musibah yg dialaminya ~ orang tuanya
mendurhaka men.dur.ha.ka [v] (1) menentang (membangkang) perintah (Tuhan, orang tua, dsb); (2) melawan kekuasaan yg sah (negara dsb); berontak: komplotan yg ~ itu telah berhasil digulung oleh alat keamanan negara
menekan me.ne.kan [v] (1) menindih (mendesak) kuat-kuat: kepalaku sakit serasa ada sesuatu yg ~ nya dr atas; tiba-tiba kesunyian terasa sangat ~ ketika burung malam itu berhenti berbunyi; (2) menghentikan atau menahan (mencegah, mengekang ) dng kekerasan: Pemerintah berusaha ~ kenaikan harga beras dng cara memasok langsung beras ke pasar; (3) mengadakan desakan berat kpd: digunakannya kesatuan-kesatuan tank yg kuat untuk ~ pertahanan musuh: (4)melakukan kekerasan, kekuatan, desakan, atau paksaan pd; menindas atau menggencet: yg kuat jangan ~ yg lemah; (5) memaksa-maksa; mendesak keras: rupanya ada yg ~ nya supaya menandatangani surat itu; (6) mengucapkan (kata, suku kata) dng suara yg agak keras; meletakkan aksen pd: pembicara bahasa Indonesia biasa ~ suku kata yg terakhir; (7) menitikberatkan pd; (sangat) mementingkan; (sangat) mengutamakan: Pemerintah ~ pembangunan pd sektor kesehatan dan pendidikan
meneladan me.ne.la.dan [v] mencontoh; meniru: anak akan selalu ~ kelakuan orang tuanya; orang lebih mudah ~ yg mudah dan menyenangkan dp ~ sesuatu yg sukar dan menyulitkan
menempeli me.nem.peli [v] (1) melekati: ia sedang ~ biliknya dng kertas koran; (2) menyogok; (3) ki menumpang (tinggal, makan, dsb); (4) ki menyobat; mendekati (dng maksud mengajak bergendak, mencari untung, dsb): krn pandai ~ direkturnya, ia sering ditugasi ke luar negeri; (5) menyuap: saudagar-saudagar besar biasanya tidak sayang-sayang membuang uang untuk ~ orang-orang yg berpengaruh
menenggang me.neng.gang [v] mengindahkan kepentingan orang lain atau menimbang perasaan orang lain: orang tua harus pandai ~ perasaan anak muda masa kini
menentang me.nen.tang [v] (1) memandang; menatap: pd saat itu tiada seorang pun dr bawahannya yg berani ~ muka atasannya yg sedang marah; (2) mengarahkan pandangan kpd: berbaring di balai-balai sambil ~ langit-langit; (3) menuju; mengarah: berlayar ~ pulau; (4) menyongsong: berlayar ~ ombak (angin); (5) melawan; memerangi: tidak boleh ~ orang tua; (6) menolak (perintah, pendapat, usul, dsb); menampik; membangkang; menyanggah: banyak anggota yg ~ usul mosi itu; (7) menyalahi (aturan dsb): kita tidak boleh ~ aturan permainan yg telah ditentukan pemerintah; (8) menempuh (bahaya, bencana, dsb): demi kemerdekaan, rakyat Indonesia berani ~ maut
menerakakan me.ne.ra.ka.kan [v] menyengsarakan; mencelakakan: tindakan anak yg demikian itu akan ~ orang tua
menerangkan me.ne.rang.kan [v] (1) membuat terang; menjadikan jelas; menguraikan dsb supaya jelas; memberi penjelasan: guru itu ~ peredaran darah dl tubuh kpd muridnya; ia ingin ~ tafsiran UUD '45 Pasal 33 itu secara lebih jelas; (2) mengatakan; mengungkapkan; mengemukakan; ~ pendiriannya dl rapat; ia ~ maksud hatinya kpd orang tuanya; (3) menyatakan dng tegas; menegaskan: ia telah ~ bahwa keputusan itu tidak bisa diubah lagi; (4) menjadikan terang pd penglihatan (pendengaran dsb); (5) menunjukkan (menandakan) bahwa ...: sudah tampak gejala yg ~ bahwa penyakitnya akan bertambah parah
menerawang me.ne.ra.wang [v] (1) membuat terawang (pd saputangan, taplak meja, dsb): adikku sudah diajar merenda dan ~; (2) menembuk; menembus; melubangi kecil-kecil: ngengat sering ~ pakaian yg disimpan dl lemari; (3) melihat dr celah-celah kaca; (4) ki melihat dng mata batin (untuk melihat keadaan seseorang dr jarak jauh atau untuk meramal nasib seseorang); (5) melamun: pikirannya ~ ke sana-sini; ~ langit, ki mengangan-angankan yg mustahil (yg bukan-bukan dsb); melayangkan pikiran jauh-jauh: batinnya ~ langit mengangan-angankan lotre yg belum pasti diperolehnya
menerbitkan me.ner.bit.kan [v] (1) menimbulkan (perselisihan dsb); membangkitkan (amarah dsb): ~ perselisihan; perbuatan itu ~ amarah orang tuanya; (2) mendatangkan (kebakaran, kerugian, bahaya, dsb): bencana itu ~ kerugian yg besar; (3) mengeluarkan (majalah, buku, dsb): sekolah kita akan ~ majalah untuk pelajar
menerimakan me.ne.ri.ma.kan [v] memberikan (menyerahkan) supaya diterima: Kepala Sekolah sendiri yg ~ hadiah sayembara mengarang untuk SD kpd para pemenang
menerjunkan me.ner.jun.kan [v] (1) membiarkan (menyuruh) terjun; menjatuhkan (dr pesawat terbang dsb); (2) ki merendahkan; menurunkan; menghinakan: perbuatan itu ~ martabat orang tuamu
menetapkan me.ne.tap.kan [v] (1) menjadikan tetap; mempertahankan supaya tetap (lestari, tidak berubah, dsb): mereka hendak ~ apa yg sudah ada; (2) menentukan; memastikan: ~ lokasi proyek-proyek pembangunan tidaklah mudah; (3) mengambil keputusan; memutuskan: Pemerintah ~ untuk melebur semua perkumpulan kepanduan yg ada di Indonesia menjadi satu "Gerakan Pramuka"; hakim ~ tertuduh wajib membayar ganti rugi sebesar lima juta rupiah; (4) menunjuk (memilih, mengangkat) jadi ...: rapat anggota tidak ~ dia menjadi ketua koperasi; (5) meneguhkan; menguatkan: orang itu ~ janji yg sudah dikatakannya
meng- (me- [prefiks pembentuk verba] (1) menjadi: mencair; menguning; mengkristal; (2) berfungsi sbg atau menyerupai: menyupir; menggunung; (3) makan atau minum: menyatai; mengopi; mengeteh; (4) menuju: mengutara; melaut; menepi; (5) mencari atau mengumpulkan: mendamar; merumput; (6) mengeluarkan bunyi: mengeong; mengaum; mencicit; (7) menimbulkan kesan spt seseorang atau sesuatu yg: membisu; membatu; merendah hati; (8) dasar verba: membaca; menulis; membajak; (9) membuat; menghasilkan: menyambal; menggulai; membatik; (10) menyatakan: mengaku
mengabaikan meng.a.bai.kan [v] (1) memandang rendah (hina, mudah): jangan ~ kemampuan lawan; (2) tidak mengindahkan (perintah, nasihat): orang itu ~ perintah agama; (3) melalaikan (kewajiban, tugas, pekerjaan); (4) tidak menggunakan baik-baik; menyia-nyiakan: Adik menyesal telah ~ peluang yg ada; dia telah ~ kesempatan yg baik; (5) tidak memedulikan (kritik, celaan): ia ~ segala macam kritik yg ditujukan kepadanya; (6) membiarkan telantar (terbengkalai dsb): orang itu ~ anaknya dan tidak mengurusnya lagi; (7) tidak memegang teguh (adat istiadat, aturan, janji): negara itu ~ ketentuan yg telah disepakati bersama
mengabarkan me.nga.bar.kan [v] memberitahukan; menceritakan (tt suatu kejadian); mewartakan: dia telah ~ hal itu kpd orang tuanya
mengadu meng.a.du [v] (1) mempertemukan (mendekatkan) dua benda: ia ~ dua benda untuk melihat selisihnya; (2) menyentuhkan; mengantukkan: hadirin berdiri lalu mengangkat dan ~ gelasnya; (3) membenturkan; melanggarkan: sambil meratap, dia ~ kepalanya ke dinding; (4) menyabung; memperlagakan: ~ ayam; ~ domba; (5) menghasut (supaya cekcok, berkelahi, dsb): waspadalah thd orang itu, maksudnya hanya akan ~ kita; (6) memperebutkan kemenangan (dng menyabung tenaga, kepandaian, dsb); mempertandingkan; (7) menyampaikan sesuatu yg memburuk-burukkan orang lain: jangan suka ~ kpd orang tuamu; (8) menimbang; memikirkan: ia ~ baik buruknya pekerjaan yg akan dilaksanakan
mengagamakan meng.a.ga.ma.kan [v] menjadikan sbg penganut atau pemeluk suatu agama
mengaksentuasi meng.ak.sen.tu.a.si [v] memberi penekanan
mengaksentuasikan meng.ak.sen.tu.a.si.kan [v] memberikan penekanan; menitikberatkan
mengalamatkan meng.a.la.mat.kan [v] menujukan (surat dsb): ia ~ surat itu kpd orang tuanya
mengalas meng.a.las [v] memberi lapik (dasar): penjual makanan itu ~ keranjang dng daun pisang
mengandaikan meng.an.dai.kan [v ] menganggap suatu peristiwa mungkin terjadi; memisalkan; mengumpamakan: orang itu ~ dirinya memenangkan hadiah sejuta rupiah
mengandung me.ngan.dung [v] (1) membawa sesuatu yg ditaruh di dl angkin (dl perut, dl saku, dsb): ia tidak ~ uang sesen pun; (2) tercantum di dalamnya; memuat; berisi: makanan kaleng pd umumnya ~ bahan pengawet; (3) hamil: istrinya sedang ~ tua
mengangkangi me.ngang.kangi [v] (1) berdiri mengangkang di atas sesuatu; (2) ki mengambil kepunyaan orang lain dng tidak sah; hendak menguasai sendiri: dia ~ harta peninggalan orang tuanya sehingga adik-adiknya terlantar; (3) menzinahi; menggagahi: betapa terkutuknya orang itu krn ~ anaknya sendiri
mengasramakan meng.as.ra.ma.kan [v] memasukkan ke dl asrama (supaya tinggal di dl asrama)
mengatasnamakan meng.a.tas.na.ma.kan [v] memakai nama; menggunakan nama
mengatrol me.ngat.rol [v] (1) mengangkat dng katrol; (2) ki menaikkan nilai atau angka secara tidak wajar (supaya lulus atau naik kelas): ketua panitia ujian berkeberatan untuk ~ nilai 5 menjadi 7; (3) ki menaikkan pangkat (kedudukan dsb) seseorang (biasanya tanpa memenuhi syarat yg umum atau lazim); (4) membantu menambah (meningkatkan): dana itu dpt ~ semangat pembina olahraga
mengawahamakan meng.a.wa.ha.ma.kan [v] membersihkan dr hama penyakit
mengawatkan me.nga.wat.kan [v] mengabarkan dng telegram: ia sudah ~ kelahiran anak pertamanya kpd orang tuanya di kampung
mengecap me.nge.cap [v] (1) membubuhkan cap; memberikan cap; menstempel: ada petugas khusus yg bertugas ~ surat-surat dinas; (2) mencetak (buku, kain, dsb): kami sanggup ~ buku dan majalah, pekerjaan ditanggung rapi; (3) memberi bermerek (bertanda): ia ~ semua sapinya dng besi panas; (4) ki menganggap sbg; menyatakan bahwa (buruk, baik, cakap, dsb); menamai: satu orang berbuat yg tidak senonoh, orang akan ~ seluruh keluarga itu kurang baik [v] (1) mengatup-ngatupkan mulut hingga terdengar bunyi kecap atau cap-cap (spt pd ketika makan); (2) mencoba (merasai) rasa (makanan dsb); mencicipi; (3) menikmati; mengenyam; merasai: ~ kenikmatan hidup
mengelepai me.nge.le.pai [v] bergantung terkulai (spt pipi orang tua); menjadi terkelepai: pohon itu ~ sampai ke tanah
mengempu meng.em.pu [v] (1) menghormati; memuliakan: semua orang di kampung ini ~ orang tua itu; (2) mengasuh; membimbing: puluhan tahun beliau ~ kami agar menjadi orang berguna;
mengemukakan me.nge.mu.ka.kan [v] (1) membawa ke muka; memajukan: ia -- kursinya ke meja agar lebih mudah menulis; (2) mengajukan (pendapat, pikiran, dsb) ke hadapan (orang, pembaca, pendengar) untuk dipertimbangkan; mengatakan; mengutarakan; mengetengahkan: engkau jangan ragu-ragu -- pendapat dl rapat itu; ia -- usul yg sulit diterima; (3) menganjurkan; mengusulkan: para warga sepakat -- bapak guru itu sbg ketua rukun tetangga
mengernyitkan me.nger.nyit.kan [v] mengerutkan alis (dahi): dng kemampuan ekspresinya, seniman itu ~ alis dan dahinya sehingga menampakkan wajah seorang tua renta yg rapuh
mengesahkan me.nge.sah.kan [v] (1) menjadikan (menyatakan, mengakui, dsb) sah: DPR telah -- Rancangan Undang-Undang Perkawinan; (2) menyetujui dan menguatkan (perjanjian dsb); membenarkan: pengadilan agama telah -- perceraian suami istri itu; (3) menetapkan; memastikan: tim dokter -- kematian orang tuanya; (4) meresmikan; memberlakukan: Presiden -- pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan pd tahun 1972
menggacok meng.ga.cok [v] memberi bantuan jawaban soal-soal pd saat ujian kpd orang lain
menggaduhkan meng.ga.duh.kan [v] (1) mengacaukan; mengharubirukan: pemuda-pemuda sering ~ daerah ini; (2) mengganggu: jangan ~ orang sedang bekerja; (3) mengkhawatirkan; menyusahkan: jangan engkau ~ makan dan minum [v] menyerahkan usaha pertanian (peternakan) kpd orang lain dng perjanjian bagi hasil
menggelanggang meng.ge.lang.gang [v] (1) mengadakan (menyelenggarakan) gelanggang penyabungan (ayam dsb): mereka hendak ~ tujuh hari lamanya sambil memotong kerbau tujuh ekor; (2) ki menggenang: air matanya ~ mendengar riwayat orang tuanya
menggelisahkan meng.ge.li.sah.kan [v] (1) menimbulkan rasa gelisah; menyebabkan gelisah; mencemaskan: berjangkitnya penyakit kolera eltor akhir-akhir ini ~ masyarakat; (2) mengkhawatirkan; merasa gelisah akan: ia ~ orang tuanya yg tidak datang-datang juga
menggemakan meng.ge.ma.kan [v] menjadikan bergema
menghajikan meng.ha.ji.kan [v] menjadikan seseorang sbg haji (msl dng memberi ongkos atau menjadikan sbg badal haji bagi orang lain): kalau kebun itu sudah terjual, aku akan ~ kedua orang tuaku
menghamburkan meng.ham.bur.kan [v] (1) menyebarkan; menaburkan; (2) membuang secara merata; (3) ki memboroskan (uang dsb): ia telah ~ harta peninggalan orang tuanya
mengharap meng.ha.rap [v] (1) berharap akan; menantikan; menginginkan: mereka ~ hujan di musim kemarau; (2) mengandalkan; menyandarkan pd: jangan selalu ~ bantuan orang tua
menghargai meng.har.gai [v] (1) memberi (menentukan, membubuhi) harga: dia terlalu tinggi ~ barang-barang dagangannya; (2) menaksir harganya; menilaikan: ia ~ barang itu terlalu rendah krn tidak tahu kegunaannya; (3) menghormati; mengindahkan: setiap orang harus ~ dan memuliakan orang tuanya; (4) memandang penting (bermanfaat, berguna, dsb): kami dapat ~ saran Saudara
mengheningkan meng.he.ning.kan [v] (1) menjernihkan: mereka ~ air yg keruh itu; ia selalu berusaha ~ hati dan pikiran; (2) mendiamkan; menyuruh diam: bunyi petir yg menggelegar itu ~ tangis adik; (3) merenungkan (mengenangkan) sesuatu: orang tua itu sering ~ anaknya yg baru meninggal
menghina meng.hi.na [v] (1) merendahkan; memandang rendah (hina, tidak penting): ia sering ~ kedudukan orang tuanya; (2) memburukkan nama baik orang; menyinggung perasaan orang (spt memaki-maki, menistakan): tulisannya dl surat kabar itu dipandang ~ kepala kantor itu
menghisab meng.hi.sab [v] (1) menghitung; membilang: siapa yg sanggup ~ bintang di langit; (2) memeriksa: kita harus sering ~ kekurangan yg terdapat pd diri kita; (3) memedulikan: anak yg baik pasti akan ~ segala nasihat orang tua
menghormati meng.hor.mati [v] (1) menaruh hormat kpd; hormat (takzim, sopan) kpd: anak-anak wajib ~ orang tua; (2) menghargai; menjunjung tinggi: kita harus ~ pendapat dan keyakinan orang lain; (3) mengakui dan menaati (tt aturan, perjanjian): kita akan ~ persetujuan dan perjanjian yg telah kita buat
mengikis me.ngi.kis [v] (1) menghabiskan (sedikit demi sedikit): ia telah ~ habis harta pusaka orang tuanya di meja judi; (2) memberantas: kita harus ~ segala kebobrokan masyarakat
mengincar meng.in.car [v] (1) melihat sasaran dng memicingkan sebelah mata; membidik: ia bergaya di depan lensa seakan-akan sedang ~ harimau dng senapan; (2) ki melihat dan mem-perhatikan (mengawasi) dr jauh (dng maksud tidak baik, hendak mencuri, dsb): semalam tertangkaplah seorang pencuri ketika sedang ~ toko emas itu; (3) ki sangat meng-inginkan; sangat menghendaki (kedudukan, barang, dsb): ia ~ kedudukan wakil ketua [v] membuat lubang (pd kayu, besi) dng incar
mengindahkan meng.in.dah.kan [v] memedulikan; memerhatikan; meresapkan ke dl hati (nasihat dsb): dia tidak ~ nasihat orang tuanya
mengindekoskan meng.in.de.kos.kan [v] menumpangkan seseorang tinggal dan makan dng membayar; memondokkan: krn tidak ada keluarga di kota itu, ayah dan ibunya ~ putrinya di dekat kampus
mengintroduksi meng.in.tro.duk.si [v] (1) memperkenalkan (orang-orang) dng cara menyebutkan nama masing-masing dl tata cara resmi yg lazim: ketua perutusan itu ~ anggota perutusannya kpd Presiden; (2) mempergunakan atau memperlakukan sesuatu untuk pertama kalinya: Jepang ~ karet sintetis dl industri-nya, di samping pemakaian karet alam; (3) mengajukan: pemerintah ~ rancangan undang-undang kpd Dewan Per-wakilan Rakyat; (4) mengetengahkan: ~ pokok pembicaraan dl suatu pertemuan
mengiramakan meng.i.ra.ma.kan [v] memberikan irama (pd lagu dsb)
mengizinkan meng.i.zin.kan [v] memberi izin; mengabulkan; memboleh-kan; tidak melarang: orang tuanya telah ~ nya untuk segera menikah
mengononkan me.ngo.non.kan [v] menceritakan; memberitahukan; mengabarkan: orang tua-tua sering ~ adanya hantu-hantu yg beliau sendiri belum pernah melihatnya
mengorek me.ngo.rek [v] (1) mengeluarkan sesuatu dr lubang atau dr tempatnya; mencungkil: tidak baik ~ tahi hidung di depan orang banyak; (2) menggerek (melubangi): tikus ~ peti hingga berlubang; (3) mengais: ayam ~ sampah untuk mencari makan; (4) menggaruk supaya keluar: adik sedang asyik ~ kerak nasi; (5) mengeruk: petugas perlu ~ dasar sungai untuk mencegah banjir; (6) mengambil banyak-banyak (keuntungan, uang, dsb): koruptor banyak ~ uang negara; (7) mencari-cari untuk menemukan (kesalahan, perbuatan jahat, dsb): polisi berusaha ~ pengakuan dr tersangka
mengorganisasi meng.or.ga.ni.sa.si [v] mengatur dan menyusun bagian (orang dsb) sehingga seluruhnya menjadi suatu kesatuan yg teratur: -- kaum tani
mengulurkan tangan meng.u.lur.kan tangan menganjurkan tangan ke muka (mengajak bersalaman dsb); (2) ki memberikan pertolongan atau bantuan; (3) ki ikut menyelesaikan persoalan; ikut mencampuri urusan orang; turun tangan
mengunjungi me.ngun.jungi [v] mendatangi untuk menjumpai (menengok, melawat, dsb): setahun sekali ia ~ orang tuanya di desa; (2) berkunjung ke: ia telah ~ beberapa negara Eropa
mengusaki meng.u.saki [v] (1) mengurangi; menyusuti (mengambil sebagian); (2) menghabiskan: ia telah ~ harta orang tuanya
mengutamakan meng.u.ta.ma.kan [v] menjadikan (memandang dsb) utama; menganggap lebih penting (perlu); mementingkan; mendahulukan; menitikberatkan: kami lebih ~ kesehatan dp harta
menilik me.ni.lik [v] (1) melihat dng sungguh-sungguh; mengamat-amati: lama ia ~ foto-foto dr zaman remajanya; (2) mengawasi; memeriksa: panitia khusus itu bertugas ~ pemakaian uang kas; (3) melihat (mengamati) dng mata hati (thd nasib orang); meramal; (4) memandang; menganggap: ia selalu ~ peristiwa yg terjadi itu sbg pelajaran baginya; (5) melihat (meninjau) dr: jika kita ~ silsilah keluarganya, jelaslah bahwa dia masih keturunan bangsawan; (6) menjenguk: ia pulang ke kampung untuk ~ orang tuanya [v] menenung; meneluh
menir me.nir [n] pecahan beras halus yg terjadi ketika ditumbuk; melukut: itik diberi makan -- bercampur bubuk ikan kering [n cak] tuan
meniran me.nir.an [n] tumbuhan terna, daunnya mirip daun asam, tangkainya bersegi-segi dan halus berwarna hijau, air perasan batang dan akarnya digunakan untuk mengobati sakit batuk dan melancarkan air kencing; Phyllanthus urinaria [Jw n] nama makanan yg dibuat dr adonan beras menir dan santan, diberi daun pandan, dan garam dibungkus dng daun pisang dan dikukus
menjadi bumi langit men.ja.di bumi langit [ki] menjadi orang yg selalu diharapkan bantuannya (nasihatnya dsb)
menjelmakan men.jel.ma.kan [v] (1) memasukkan; menuangkan (tt jiwa, angan-angan, cita-cita, harapan, dsb) ke dl sesuatu: belum ada lagi pujangga yg dapat ~ cita-cita masyarakat ke dl roman yg baru; (2) melahirkan; menciptakan; mewujudkan (tt karangan dsb): ia belum dapat ~ hasil sastra yg bertaraf internasional
menjemput men.jem.put [v] (1) pergi mendapatkan orang yg akan diajak pergi (berjalan bersama): sebelum pergi ia harus ~ adiknya di rumah nenek; (2) menyambut; menyongsong (kedatangan orang): ketua panitia ~ tamunya di pintu gerbang; (3) Mk menjadikan seorang laki-laki sbg menantu; (4) mendatangi dan mengantarkan ke suatu tempat
menskemakan men.ske.ma.kan [v] memasukkan ke dl skema; membuat (paparan dsb) dl bentuk skema
menuakan me.nua.kan [v] menjadikan lebih tua: di kampung orang-orang ~ pamanku
menuankan me.nu.an.kan [v] menjadikan tuan; menyebut tuan kpd orang yg diajak berbicara
menuding me.nu.ding [v] (1) menunjuk ke suatu arah (dng jari, tongkat, dsb); (2) ki menuduh: mereka ~ Tuan sbg orang yg harus bertanggung jawab atas kejadian itu
menukilkan me.nu.kil.kan [v] (1) menuliskan kembali apa yg pernah ditulis (diucapkan) orang lain: kami telah ~ berita dr salah satu kantor berita asing; (2) mencantumkan; mematrikan tulisan pd suatu benda (sbg tanda peringatan dsb): kebiasaan orang di daerah itu ialah ~ nasihat orang tua pd setiap cincin
menumpang me.num.pang [v] (1) ada (terletak, tertaruh) di atas sesuatu: gumpalan awan hitam sbg kepala raksasa ~ di atas puncak gunung; (2) naik (kereta, kapal, dsb): kalau masih ada tempat saya mau ~ kereta senja saja; (3) ikut serta (bepergian dsb); turut tinggal (bermalam dsb) di rumah orang; membonceng (kereta, mobil, dsb); turut (makan, membaca, dsb): berapa orang yg ~ di rumahmu?; (4) minta supaya diizinkan (berjalan, bertanya, dsb): aku ingin ~ bicara sedikit; ~ bertanya di mana rumah Pak Lurah?
menumpangkan me.num.pang.kan [v] (1) menaruh (meletakkan dsb) di atas sesuatu: orang tua itu ~ tangannya di atas kepalaku sambil membaca mantra; (2) membiarkan supaya menumpang (menyuruh tinggal atau bermalam di; menyuruh menumpang kapal, dsb): ia telah ~ separuh dr anak buahnya di rumah paman; (3) memberikan sesuatu supaya dibawa serta dsb; menyertakan: kalau engkau berkirim surat kpd ayahmu, saya hendak ~ surat; (4) menyerahkan sesuatu (supaya dijaga, diurus, dsb); menitipkan; mengamanatkan: nenek itu sudah tidak menghendaki apa-apa lagi, ia hanya ~ diri kpd Tuhan
menunduk me.nun.duk [v] condong ke depan dan ke bawah (kepala atau muka); merunduk (tt malai padi dsb): pd zaman dahulu orang wajib ~ waktu berbicara dng orang tua
menunjuk me.nun.juk [v] (1) mengacungkan jari telunjuk ke ...: orang itu yg kucari, katanya sambil ~ ke arah anak laki-laki berbaju kumal itu; (2) memberi tahu dng sesuatu yg diarahkan ke ...: gambar itu ~ ke arah tempat yg hendak dituju; (3) mengacungkan jari telunjuk ke atas: siapa yg tahu jawabannya hendaklah ~; (4) menentukan (siapa-siapa yg diberi tugas, dipilih, diangkat, dsb): Bu Guru ~ anak terpandai di kelas sbg ketua kelas; (5) menyatakan (sesuatu); mengingatkan dng menyebut bukti (pasal, aturan, surat, dsb): ia ~ Pasal 15 sbg dasar tindakannya itu
menurun me.nu.run [v] (1) makin depan makin ke bawah; landai: setelah jalan mendaki, kemudian ~; (2) pergi ke bawah: tiap-tiap pagi penduduk kampung itu ~ menjual hasil ladangnya; (3) berangsur-angsur turun (berkurang, surut): harga emas mulai ~; (4) berpindah: penyakit orang tuanya ~ pd anaknya; (5) ki melemah (tt kondisi tubuh): akibat penyakit yg dideritanya, kondisi tubuhnya semakin lama semakin ~; (6) mendekati hari-hari terakhir: puasanya ~
menyakar me.nya.kar [v] menyamun; merompak; merampas: ia -- orang tua itu pd siang bolong
menyaktikan me.nyak.ti.kan [v] membuat sesuatu menjadi sakti (kebal, bertuah, keramat): bulan Maulid ada orang yg -- benda-benda pusaka kerajaan
menyamakkan me.nya.mak.kan [v] menyusahkan; membuat susah: meskipun anak tunggal, ia tidak suka -- orang tuanya
menyanjung-nyanjung me.nyan.jung-nyan.jung [v] melontarkan kata-kata pujian secara berlebihan; memuji-muji; mengangkat-angkat: krn orang tuanya sangat -nya, ia jadi manja
menyantun me.nyan.tun [v] (1) mengasih; mengasihani; menaruh belas kasihan (kpd): membantu serta -- fakir miskin adalah kewajiban kita semua; (2) menyokong (meringankan) kesusahan orang; menolong; (3) memberi bantuan: tujuan mendirikan yayasan itu ialah untuk -- anak yatim piatu
menyegani me.nye.gani [v] menaruh hormat dan takut kpd: seorang anak wajib -- orang tuanya
menyekat me.nye.kat [v] (1) memberi bersekat (berdinding) supaya ada batasnya; memisahkan dng sekat; menyekati: kami terpaksa -- ruang duduk untuk orang tua-tua dan untuk kaum muda agar tidak terjadi kegaduhan; (2) menahan (mengempang dsb); merintangi; mengalangi; menyekati: untuk -- air bah orang menumpuk karung pasir di depan pintu rumah; (3) membatasi (diri); mengasingkan (diri); mengekang (diri): sudah lama ia -- diri untuk tidak bergabung dng bekas gerombolannya
menurut me.nu.rut [v] berjalan dsb melalui atau mengikuti (jalan, garis, jejak, dipakai juga dl arti kiasan, dsb): kereta api berjalan ~ rel; ~ garis yg telah ditentukan; (2) v meniru; mencontoh; meneladan: anak-anak disuruhnya menggambar ~ contoh di papan tulis; (3) v melakukan apa yg diperintahkan (disetujui, dikatakan, dsb); tidak melawan (membantah atau menentang); mengindahkan (nasihat, petunjuk, ajaran, dsb); patuh kpd: apa jadinya kalau ia tidak ~ kpd ajaran orang tuanya; (4) v memenuhi (syarat, ketentuan, harapan, permintaan, dsb); (5) v ikut: si bungsu itu selalu ~ ibunya, ke mana pun ibunya pergi; (6) p berdasar; sepanjang (kabar, pendapat, dsb): ~ berita radio pagi ini, Presiden akan meninjau daerah pertanian di Sulawesi; (7) v sesuai dng (tidak melanggar, tidak bertentangan dng); selaras dng: tindakan itu sudah ~ pd peraturan yg berlaku
menyeranah me.nye.ra.nah [v] mengutuk; menyumpahi: sebaiknya orang tua jangan sampai -- anak-anaknya
menyeret-nyeret me.nye.ret-nye.ret [v] (1) menyeret berkali-kali; (2) menyeret barang yg banyak; (3) ki membawa-bawa atau melibatkan (ke dl suatu perkara atau masalah): perilakunya yg buruk itu -- nama orang tuanya
menyisihkan me.nyi.sih.kan [v] (1) mengasingkan; menyendirikan: pemerintah jajahan -- para pejuang kemerdekaan ke tanah seberang; pd hari tuanya ia hidup -- diri sbg pertapa; (2) mencadangkan; memisahkan (untuk keperluan tertentu): ia -- sedikit gajinya tiap bulan untuk biaya studinya; walaupun gajinya tidak seberapa, tetap juga ia -nya tiap bulan untuk dikirimkan kpd orang tuanya; (3) memisahkan: pd saat itu sukar -- titanium dr baja; (4) mengalahkan, menundukkan (sehingga lawannya tidak boleh mengikuti pertandingan berikutnya): ia berhasil -- pemain-pemain RRC
menyuap me.nyu.ap [v] (1) makan dng tangan (tidak dng sendok dsb); (2) memberi makan dng memasukkan makanan ke dl mulut yg disuapi: -- anak; (3) ki memberi uang sogok; menyogok; menyuapi: sebenarnya uang sebanyak itu disediakan untuk -- orang-orang yg berpengaruh
menyucihamakan me.nyu.ci.ha.ma.kan [v] menjadikan suci hama; mensterilkan
menyumpah me.nyum.pah [v] (1) mengangkat sumpah; bersumpah; menyatakan sesuatu dng sumpah: ia -- demi Allah dan Rasulnya; (2) menyuruh bersumpah; mengambil sumpah; menyumpahi: pejabat itu bertugas -- para pegawai negeri sipil yg baru diangkat [v] (1) mengeluarkan kata-kata kotor (kutuk dsb); memaki-maki kpd: ia -- pengemudi yg menyerempet mobilnya; (2) mengenakan perkataan (harapan dsb) yg tidak baik kpd; mengutuk; memaki-maki; menyumpah: tidak akan orang tua -- anaknya
menyusahi me.nyu.sahi [v] membuat (memberi) kesusahan kpd orang lain; mengganggu (tt perasaan dsb): jangan -- orang tua dng ce-rita kenakalan anak-anakmu
menyusahkan me.nyu.sah.kan [v] (1) menyebabkan susah; menyedihkan: dr kecil kerjanya tidak lain hanya -- orang tuanya; (2) menyukarkan; menyulitkan: kejahatan yg dilakukannya -- ayahnya yg mempunyai kedudukan tinggi di kota itu; (3) bersusah hati atau bersedih krn suatu hal: ia -- suaminya yg dikabarkan gugur
menyusuli me.nyu.suli [v] (1) mengikuti; mengiringi: orang tua itu -- anaknya dr belakang; (2) memberi tambahan (keterangan dsb): keterangan yg diberikan menteri itu -- pernyataan Presiden
meranggikan me.rang.gi.kan [v] melagakkan; membanggakan: ia selalu ~ kehebatan orang tuanya
merasai me.ra.sai [v] (1) mengecap (makanan ); mencicipi: ~ minum sejuk setelah lama berjalan dl panas matahari; (2) mengalami (mendapat) kesenangan dsb: ~ kebahagiaan; (3) meraba dng tangan dan kaki untuk mendapatkan sesuatu; (4) ki menduga (mengajuk) hati orang dsb
merenungkan me.re.nung.kan [v] memikirkan atau mempertimbang(kan) dalam-dalam: ia sering ~ nasihat kedua orang tuanya yg telah tiada
meruap me.ru.ap lihat ruap [v] (1) berbuih; membuih: semua orang menyukai yg ~; (2) mendidih dan melimpah; meluap: air soda yg dituang ke dl gelas itu ~; (3) menguap (menjadi uap): tutuplah kaleng bensin itu supaya tidak ~; (4) ki membual; menyombong; bercakap besar: janganlah kamu sering ~ begitu, kurang baik; (5) merebak (bau): dr luar ~ bau sate ayam yg sedang dibakar; (6) ki mendidih: darahnya ~ , marah sekali
merutinkan me.ru.tin.kan [v] menjadikan rutin: kepala sekolah ~ pertemuan para orang tua murid dan guru pd setiap akhir semester pelajaran
mewarisi me.wa.risi [v] (1) memperoleh warisan dr: krn anak satu-satunya, dialah yg akan ~ seluruh harta kekayaan orang tuanya; (2) ki memperoleh sesuatu yg ditinggalkan oleh orang tuanya dsb: ia tidak saja memperoleh harta kekayaan, tetapi ia juga ~ utang-utang yg ditinggalkan almarhum
mewismakan me.wis.ma.kan [v] menempatkan dl wisma: perlu ~ mereka untuk menginsafkan dan menyadarkannya agar menjadi warga ibu kota yg baik
minyak duyung perendang duyung ( minyak kita jua yg digorengkannya) [pb] seseorang yg telah menghabiskan harta tuannya
miskin absolut situasi penduduk atau sebagian penduduk yg hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yg sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yg minimum
mister mis.ter [n cak] tuan (kata sapaan untuk orang asing)
monolog dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis yg mengungkapkan keadaan dirinya dr situasi yg dihadapinya
monopoli mo.no.po.li [n] (1) situasi yg pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal atau nasional) sekurang-kurangnya sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau satu kelompok, sehingga harganya dapat dikendalikan: pengusahaan minyak bumi dan gas alam adalah -- pemerintah; (2) hak tunggal untuk berusaha (membuat dsb)
mud [n Isl] ukuran isi sama dng 5/6 liter: orang yg tua renta itu menggantikan kada puasa yg ditinggalkannya dng lima -- beras
muda hati (orang tua) yg tingkah lakunya spt orang muda
mukun mu.kun [kl n] mangkuk atau bokor bertutup yg digunakan untuk menyimpan makanan dsb: tiga orang dayang-dayang membawa -- yg berisi tapai
mulut disuapi pisang [pb] manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya
mumpuni mum.pu.ni [Jw a] mampu melaksanakan tugas dng baik (tanpa bantuan orang lain); menguasai keahlian (kecakapan, keterampilan) tinggi: ia telah -- di bidang siasat peperangan
mutualisme mu.tu.a.lis.me [n] hubungan timbal-balik yg saling menguntungkan antara dua organisme, msl semut dan kutu daun
nagasari na.ga.sa.ri [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 12 m, daun dan buahnya berbentuk lonjong berkulit keras, bijinya berwarna cokelat tua; Mesua ferrea; (2) buah nagasari [n] penganan terbuat dr tepung beras, santan, gula, dan pisang, dibungkus dng daun pisang dan dikukus
najis na.jis [a Isl] kotor yg menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kpd Allah, spt terkena jilatan anjing: tempat yg --; makanan yg --; (2) n kotoran (tinja, air kencing); (3) a cak jijik: aku -- mendengar perkataan itu
nama daging nama yg sebenarnya, yakni nama yg diberikan oleh orang tua sejak lahir
napal na.pal [n] (1) tanah liat merah yg dapat dimakan sbg obat; ampo; (2) Geo batuan yg terdiri atas lempung dan kalium-karbonat
nasi na.si [n] (1) beras yg sudah dimasak (dng cara ditanak atau dikukus): ia tidak mau makan --; (2) ki rezeki: mencari -- di negeri orang; mencari sesuap --
nasi sendok tidak termakan [pb] tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yg didapatnya; belum menjadi rezekinya
negara ne.ga.ra [n] (1) organisasi dl suatu wilayah yg mempunyai kekuasaan tertinggi yg sah dan ditaati oleh rakyat; (2) kelompok sosial yg menduduki wilayah atau daerah tertentu yg diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yg efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya: kepentingan -- lebih penting dp kepentingan perseorangan
negara kesatuan negara yg kedaulatan ke luar dan ke dalam dan kekuasaan untuk mengatur dan memimpin seluruh daerah negara berada pd pemerintah pusat
negeri orang tanah (negara) asing
nenek ne.nek [n] (1) ibu dr ayah atau dr ibu; (2) sebutan kpd perempuan yg sudah tua: mereka merawat tiga orang -- yg sudah jompo
nenek sihir perempuan tua yg memiliki ilmu hitam dan suka mencelakakan orang (dl dongeng)
nenek-nenek ne.nek-ne.nek [n] orang perempuan yg sudah tua, sudah patut menjadi nenek
neng [Sd n] panggilan kpd anak perempuan (yg orang tuanya patut dihormati)
nestor nes.tor [n] orang tua yg bijak
nibung ni.bung [n] (1) tumbuhan asli kawasan Asia Tenggara, tinggi pohon mencapai 20 m, batangnya lurus berduri, digunakan untuk bahan bangunan atau lantai rumah, daun yg tua dipakai sbg atap rumah, umbutnya enak dimakan; Caryota rumphiana; (2) kayu nibung; (3) daun nibung
nibung bangsai bertaruk muda [pb] orang tua yg bertingkah laku spt anak muda
nimbrung nim.brung [v cak] (1) datang dan turut serta (makan, minum, bercakap-cakap, dsb); (2) mencampuri urusan orang lain
ninik mamak penghulu adat dan orang tua-tua
nukil nu.kil [v] me.nu.kil v mengutip; menulis (memetik) kembali apa yg pernah ditulis (diucapkan) orang lain: dia ~ perkataan itu dr sebuah syair tua
nyai [n] (1) panggilan untuk orang perempuan yg belum atau sudah kawin; (2) panggilan untuk orang perempuan yg usianya lebih tua dp orang yg memanggil; (3) gundik orang asing (terutama orang Eropa); nyai-nyai n sebutan kpd wanita piaraan orang asing
oknum ok.num [n] (1) penyebut diri Tuhan dl agama Katolik; pribadi: kesatuan antara Bapak, Anak, dan Roh Kudus sbg tiga -- keesaan Tuhan; (2) orang seorang; perseorangan; (3) orang atau anasir (dng arti yg kurang baik): -- yg bertindak sewenang-wenang itu sudah ditahan
olah [n] (1) laku; ulah; cara (melakukan sesuatu); akal (daya upaya, tipu daya): berbagai macam -- dilakukannya untuk mencapai maksudnya; (2) perbuatan: hal itu terjadi krn -- nya juga; bukan -- , bukan buatan; bukan main; (3) tingkah; canda: orang itu sudah tua, tetapi masih banyak -- nya [v] , meng.o.lah v memasak (mengerjakan, mengusahakan) sesuatu (barang dsb) supaya menjadi lain atau menjadi lebih sempurna
om [p] seruan (doa) kpd dewa (dl agama Hindu dan Buddha); pembukaan mantra [n cak] (1) kakak atau adik laki-laki ayah atau ibu; (2) panggilan kpd orang laki-laki yg agak tua
organisasi or.ga.ni.sa.si [n] (1) kesatuan (susunan dsb) yg terdiri atas bagian-bagian (orang dsb) dl perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu; (2) kelompok kerja sama antara orang-orang yg diadakan untuk mencapai tujuan bersama
otak-otak [n] makanan yg dibuat dr ikan dsb dicampur dng bumbu, dibungkus daun pisang atau daun kelapa, dan dibakar (dipanggang)
pada pa.da [p] (1) kata depan yg dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dl hubungan dng, searti dng di (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau ke: -- dasarnya; ada -- nya (ku, mu); -- keesokan harinya; (2) menurut ...: -- sangkanya [a] (1) cukup (tidak kurang, tetapi tidak lebih); lumayan: asal ada, kecil pun --; sekian itu belum -- juga; (2) puas: belum -- hatinya [adv cak] sama-sama (untuk menyatakan bahwa yg melakukan banyak): mereka belum -- datang [n Ling] (1) satuan pola tekanan yg dipakai untuk mengukur struktur persajakan; (2) satuan fonologis yg terjadi dr sekelompok suku kata bertekanan dan/atau tidak bertekanan
paduka liku [kl] gelar salah seorang permaisuri raja (dl cerita Panji); -- Tuan
paguyuban pa.gu.yub.an [n] perkumpulan yg bersifat kekeluargaan, didirikan orang-orang yg sepaham (sedarah) untuk membina persatuan (kerukunan) di antara para anggotanya
pangan pa.ngan [ark n] hutan: orang -- [n] makanan: cukup sandang, -- , dan papan merupakan harapan bagi setiap orang
panggil pang.gil [v] me.mang.gil v mengajak (meminta) datang (kembali, mendekat, dsb) dng menyerukan nama dsb: dialah yg ~ aku tadi; (2) mengundang; menyilakan datang (ke perjamuan dsb): saya ~ seratus orang untuk menghadiri perjamuan ini; (3) cak menyebut; menamakan: Ibu ~ Adik si Bontot
paningset pa.ning.set [n Ark] barang dr orang tua pengantin pria dng maksud untuk mengikat calon pengantin wanita
papa pa.pa [a] (1) miskin; sengsara; (2) Hin terbelenggu oleh indria dan tidak lagi ingat akan hakikatnya sbg manusia; berdosa: orang -- adalah manusia yg terbelenggu oleh indrianya dan tidak lagi ingat pd hakikatnya [n cak] (1) ayah; bapak; (2) sapaan (panggilan) kpd orang tua laki-laki
papah pa.pah [v] , ber.pa.pah v (berjalan dng) bersandar atau menumpukan tangan pd bahu orang lain: kakek itu berjalan -- pd bahu cucunya [Jw n] pelepah (nyiur, pisang, dsb)
papi pa.pi [n cak] (1) ayah; bapak; (2) panggilan (sapaan) kpd orang tua laki-laki [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai sbg bahan industri, Exocarpus latifolia; (2) kayu papi
parasit pa.ra.sit [n] (1) benalu; pasilan; (2) organisme yg hidup dan mengisap makanan dr organisme lain yg ditempelinya; (3) ki orang yg hidupnya menjadi beban (membebani) orang lain
parental pa.ren.tal [a] (tt sistem kekerabatan dl keluarga) yg bersifat atau berhubungan dng orang tua (ayah-ibu) sbg pusat kekuasaan
parmitu par.mi.tu [Bt n] orang yg gemar minum minuman keras (tuak)
pasang pa.sang [n] (1) dua orang, laki-laki perempuan atau dua binatang, jantan betina: paman membeli dua -- burung dara; (2) dua benda yg kembar atau yg saling melengkapi: Adik mendapat kiriman tiga -- sepatu dr Bibi; (3) dua organ tubuh yg adanya (munculnya) bersama-sama, spt paru-paru, mata, dan telinga; (4) set; perangkat: Ibu membeli dua -- meja kursi sekaligus; (5) dua orang (pemain dsb) yg merupakan satu satuan: ada tiga -- pemain ganda yg disiapkan untuk Piala Thomas [v] (1) naik (tt air laut atau sungai); (2) ki sedang baik (tt peruntungan); untung: nasib pedagang ada -- surutnya; (3) ki sedang bangkit (menyerang) (tt penyakit): penyakit -- [v] , ber.pa.sang-pa.sang.an v tembak-menembak [v] , me.ma.sang v (1) memakaikan; mengenakan; memberi (berpakaian, berbaju, dsb): ketua umum ~ jaket pd anggota baru itu; (2) menempatkan: ~ mata-mata; ~ penjaga di depan rumahnya; (3) memuatkan; mencantumkan (tt tulisan, gambar, iklan, dsb): ~ iklan di surat kabar; (4) menyematkan; melekatkan: ~ bintang emas di dada; ~ kancing; (5) mengibarkan: ~ layar (bendera); (6) menentukan (harga): ~ harga; (7) menahan (jerat, bubu, dsb): ~ jaring; (8) menyediakan (membuat, mengatur): ~ jembatan
patah selera banyak makan [pb] pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali
patih pa.tih [a] menurut (mendengarkan) perintah; patuh [n] (1) wazir; bendahara; mangkubumi; (2) wakil bupati; (3) sebutan orang besar berarti tuan
patokan pa.tok.an [n] (1) tonggak; pancang: pd tiap sudut lapangan dipasang orang ~; (2) ketentuan yg menjadi dasar atau pegangan untuk melakukan sesuatu; syarat (hukum); kaidah: ia menggambar tidak menurut ~; harga ~ ekspor karet telah diturunkan
patriark pat.ri.ark [n] (1) bapak dan kepala keluarga; datuk; (2) pendiri sesuatu; (3) orang tua yg sangat dihargai atau dihormati; sesepuh; (4) Kris ulama tertinggi gereja Kristen Ortodoks; Uskup Agung; Mahauskup
patut pa.tut [a] (1) baik; layak; pantas; senonoh: perbuatan baik itu -- dipuji; tidak -- seorang anak melawan orang tua; diperlakukan dng --; (2) sesuai benar (dng); sepadan (dng); seimbang (dng): rumahnya kurang -- dng jabatannya yg tinggi itu; (3) masuk akal; wajar: pd hemat saya tuntutan mereka itu tidak boleh dikatakan tidak --; (4) sudah seharusnya (sepantasnya, selayaknya): orang yg berjasa kpd negara -- diberi penghargaan; penjahat itu -- dihukum seumur hidup; (5) tentu saja; sebenarnya: -- ia tidak sanggup membayar utang krn uangnya sudah habis
pauh pa.uh [n] (1) tumbuhan yg batangnya berupa pohon tegak, tumbuh di daerah tropis, tinggi antara l0-13 m, buahnya terdapat dl malai dng warna hijau kekuning-kuningan, beraneka ragam bentuknya (bulat panjang agak pipih dan bulat pendek dng ujungnya pipih), enak dimakan; mangga; Mangifera indica; (2) buah pauh [n] satuan ukuran isi 1/4 cupak
pedoman pe.do.man [n] (1) alat untuk menunjukkan arah atau mata angin (biasanya spt jam yg berjarum besi berani); kompas: sebelum ada -- , orang menggunakan bintang untuk menentukan arah perjalanan perahu; (2) kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan; (3) hal (pokok) yg menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu: di samping syarat-syarat yg lain, para penyunting perlu menguasai -- ejaan; (4) pemimpin (yg menerangkan cara menjalankan atau mengurus perkumpulan): surat edaran dr -- besar
pegawai pe.ga.wai [n] pekerja di kantor; karyawan [n] (1) orang yg bekerja pd pemerintah (perusahaan, dsb): sekalian -- negeri bersumpah akan setia; (2) kl yg bekerja pd kerajaan: melihat ketangkasan Hang Tuah banyak -- yg kurang senang; (3) ki alat perkakas: menjadikan langit dan bumi tiada dng --; (4) Adm sekelompok orang yg bekerja sama membantu seorang direktur, ketua, dsb mengelola sesuatu: sekarang hebat kamu sudah punya perusahaan sendiri, berapa orang -- nya?
pelahap pe.la.hap [n] (1) orang yg rakus (apa pun dimakan); (2) ki orang yg tamak (serakah)
pelaku pe.la.ku [n] (1) orang yg melakukan suatu perbuatan; (2) pemeran; pemain (sandiwara dsb); (3) yg melakukan suatu perbuatan, subjek (dl suatu kalimat dsb); yg merupakan pelaku utama dl perubahan situasi tertentu
pelepas pe.le.pas [n] (uang, makanan, dsb) yg diberikan kpd orang yg hendak bepergian; bekal
pelet pe.let [n] belang-belang pd kayu [Jw n] (1) getah untuk menangkap burung; (2) minyak (dr ikan duyung) untuk memikat hati orang; (3) kata-kata manis untuk mengambil hati dsb; bujukan; (4) pesona; pikat (krn kagum akan sesuatu): mereka telah terkena --; kena -- keindahan kota itu [n] makanan ternak yg dicetak dl bentuk butiran sebesar pil setelah campuran bahan dihaluskan; makanan ikan yg dibuat dr berbagai macam bahan, spt dedak dan tepung daun
peleton pe.le.ton [n] satuan pasukan yg terdiri atas 20-40 orang
pembantuan pem.ban.tu.an [n] proses, cara, perbuatan membantu
pembaptisan pem.bap.tis.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membaptis; (2) peresmian menjadi Kristen di gereja: orang tua itu hadir pd -- anaknya
pembatuan pem.ba.tu.an [n] proses, cara, perbuatan membatu atau membatui
pemersatuan pe.mer.sa.tu.an [n] proses, cara, perbuatan mempersatukan
peminangan pe.mi.nang.an [n] proses, cara, perbuatan meminang: dl hal ~ orang-orang tua harus diikutsertakan
peminta pe.min.ta [n] (1) orang yg meminta; (2) permintaan: demikianlah -- Tuan Putri; (3) nasib (yg ditentukan Tuhan): memang beginilah -- kita
pencatuan pen.ca.tu.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mencatu; pembagian catu; penjatahan; distribusi; (2) urusan pembagian (catu)
pendidikan menengah kejuruan pen.di.dik.an menengah kejuruan pendidikan yg mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu; (2) bentuk satuan pendidikan menengah yg diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta mempersiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional
pendinamis pen.di.na.mis [n] yg mendinamiskan sesuatu atau seseorang: demokrasi Pancasila pd prinsipnya adalah sebuah sistem ~ kemajuan bangsa dan bukan sbg ancaman thd kesatuan republik tercinta ini
pendurhaka pen.dur.ha.ka [n] (1) orang yg ingkar kpd Tuhan, orang tua, dsb; (2) orang yg melawan kekuasaan; pemberontak
pendurhakaan pen.dur.ha.ka.an [n] (1) perbuatan durhaka thd Tuhan, orang tua, dsb; (2) pemberontakan thd kekuasaan yg sah
penebas pe.ne.bas [n] orang yg memborong hasil tanaman (msl padi, buah-buahan) sebelum dituai atau dipetik; tengkulak: petani pemilik sawah menjual hasil tanaman di sawahnya kpd seorang ~ menjelang panen
penembahan pe.nem.bah.an [Jw n] sebutan kpd raja atau orang tua yg sangat dihormati; yamtuan
penengah pe.ne.ngah [n] (1) orang yg menengahi; pelerai; pemisah; peng-antara; pendamai: orang tua itu diminta menjadi ~ dl perkara warisan yg diperebutkan keluarganya; (2) sesuatu (orang) yg di tengah sekali
penentuan pe.nen.tu.an [n] proses, cara, perbuatan menentukan; penetapan; pembatasan (arti dsb): pelaksanaan ~ jumlah anggaran proyek itu diserahkan kpd pemerintah
penentuan nasib sendiri pe.nen.tu.an nasib sendiri hak suatu bangsa dl menentukan sikap apakah akan merdeka lepas dr ikatan dng negara mana pun atau sebaliknya
penentuan seks pe.nen.tu.an seks cara menentukan jenis kelamin
pengampu peng.am.pu [n] (1) penyangga; penyokong; penopang: panggung darurat itu roboh krn ~ nya patah; (2) (orang) yg memerintah (negeri, kerajaan, dsb); (3) orang yg menjaga keselamatan orang lain; wali; orang tua; pembimbing; (4) ki orang yg mengangkat-angkat (suka menyanjung) seseorang
penganggur peng.ang.gur [n] orang yg menganggur (yg tidak mempunyai pekerjaan): selama jadi ~ harta bendanya habis dijual untuk makan
pengangkutan peng.ang.kut.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengangkut: ~ jemaah haji dr Indonesia dilakukan dng pesawat udara; (2) usaha membawa, mengantar, atau memindahkan orang atau barang dr suatu tempat ke tempat lain; (3) Geo pemindahan bahan lepas batuan oleh air sungai, angin, gletser, air laut, dan gaya berat
pengartuan pe.ngar.tu.an [n] proses, cara, perbuatan mengartukan (mencatat dl kartu-kartu)
pengaruh pe.nga.ruh [n] daya yg ada atau timbul dr sesuatu (orang, benda) yg ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang: besar sekali -- orang tua thd watak anaknya
pengasuh peng.a.suh [n] (1) orang yg mengasuh; (2) wali (orang tua dsb)
pengertian peng.er.ti.an [n] (1) gambaran atau pengetahuan tt sesuatu di dl pikiran; pemahaman: guru itu dng sabar menanamkan ~ tt bilangan di dl pikiran murid-muridnya; ia memberi ~ tt susunan masyarakat Indonesia kpd orang asing dl ~ luas; (2) Psi kesanggupan inteligensi untuk menangkap makna suatu situasi atau perbuatan
pengetam pe.nge.tam [n] penjepit; semacam kakaktua [n] (1) tuai; ani-ani; (2) orang yg mengetam (padi) [n] orang yg mengetam
penggerogotan peng.ge.ro.got.an [n] proses, cara, perbuatan menggerogoti: yg dinamakan keadilan oleh orang Belanda cuma ~ sisa-sisa wibawa Mataram
penghitungan peng.hi.tung.an [n] proses, cara, perbuatan menghitung: ~ suara untuk memilih ketua baru itu makan waktu satu hari; ~ laba rugi; ~ cacah jiwa
penghobi peng.ho.bi [n] orang yg memiliki hobi; penggemar: ~ makan; ~ film
pengikan peng.i.kan [n] orang yg suka sekali makan ikan
pengultusan pe.ngul.tus.an [n] proses, cara, perbuatan mengultuskan: situasi yg tidak normal itulah yg menyuburkan ~ thd seseorang
pengumuman peng.u.mum.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengumumkan: sudah disepakati bahwa ~ itu akan disampaikan sendiri oleh ketua; (2) yg diumumkan; pemberitahuan; permakluman: ~ itu ditempelkan di papan yg dapat dilihat orang
pengurus peng.u.rus [n] (1) orang(-orang) yg mengurus; (2) sekelompok orang yg mengurus dan memimpin perkumpulan (partai dsb); pemimpin; direksi: Kepala Desa menunjuk beberapa orang menjadi ~ Lembaga Sosial Desa; ~ cabang terdiri atas seorang ketua, seorang sekretaris, dan seorang bendahara; (3) penyelenggara (pertemuan dsb)
penjaga pen.ja.ga [n] (1) orang yg bertugas menjaga; (2) penunggu (hantu atau roh yg menunggu atau mendiami suatu tempat): pohon beringin tua itu ada ~ nya
penjamakan pen.ja.mak.an [n] proses, cara, perbuatan menjamakkan
penyamakan pe.nya.mak.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menyamak: -- kulit pd masa lalu masih dikerjakan dng tangan; (2)tempat (perusahaan) menyamak: ia bekerja di pabrik -- kulit [n] proses, cara, perbuatan menyamak: -- benang layang-layang ini sangat baik dan halus sehingga membuat benangnya menjadi kaku
penyambut pe.nyam.but [n] (1) orang yg menyambut: saya bertugas sbg -- tamu negara; (2)barang atau makanan yg akan dihadiahkan (diberikan, dihidangkan, disajikan) kpd tamu: -- tamu itu sebaiknya barang kerajinan yg bagus
penyatuan pe.nya.tu.an [n] proses, cara, perbuatan menyatukan
penyirih pe.nyi.rih [n] orang yg suka makan sirih
penyusu pe.nyu.su [n] (1) orang yg menyusui; inang; (2) anak (bayi) yg lebih senang menyusu pd ibunya dp makan
pepatah pe.pa.tah [n] peribahasa yg mengandung nasihat atau ajaran dr orang tua-tua (biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara), spt tong kosong nyaring bunyinya, orang yg tidak berilmu banyak bualnya
peranggu per.ang.gu [n] (1) perangkat; setel; (2) kumpulan peranti makan yg ditata untuk satu orang di meja makan
percintaan per.cin.ta.an [n] (1) perihal berkasih-kasihan antara laki-laki dan perempuan: ~ mereka tidak direstui oleh orang tua masing-masing; (2) kl perasaan sedih (susah, menyesal); kesusahan
perkartuan per.kar.tu.an [n] perihal kartu (tempat kartu, pengurusan kartu, dsb)
perkasa per.ka.sa [a] (1) kuat dan tangguh serta berani; gagah berani: Hang Tuah terkenal sbg seorang hulubalang Melayu yg --; (2) kuat dan berkuasa; hebat; keras; dng --
perlu per.lu [adv] harus; usah: barang-barang ini -- didaftar; saya kira Anda tidak -- menyediakan makanan; (2) a penting (ada gunanya, harus ada, dsb): mana-mana yg -- kita bicarakan nanti; ini ~ harus kaubawa; (3) v butuh (akan); membutuhkan; berhajat (akan): kalau -- uang, kita dapat meminjam ke koperasi; negara-negara berkembang masih -- bantuan dana dan tenaga ahli; (4) p untuk: ia pergi ke Surabaya -- mengurus dagangan
permintaan per.min.ta.an [n] (1) perbuatan (hal dsb) meminta: ia pulang ke kampung atas -- orang tuanya; (2) apa yg diminta: sampai sekarang -nya belum dikabulkan oleh ibunya
perpetuasi per.pe.tu.a.si [n] kekekalan; keabadian: para manipulator, koruptor, serta bajingan yg menindas bangsa kita selama 30 tahun itu tegak di atas -- pertentangan agama
persamaan per.sa.ma.an [n] (1) perihal mempersamakan (tingginya, tingkatnya, dsb): perlu diperjuangkan terus -- hak bagi semua orang; (2) perbandingan; perumpamaannya; ibarat: -- dl peribahasa tepat benar; (3) keadaan yg sama atau yg serupa dng yg lain; persesuaian
persatuan per.sa.tu.an [n] (1) gabungan (ikatan, kumpulan, dsb) beberapa bagian yg sudah bersatu: bahasa Indonesia adalah bahasa -- bangsa Indonesia; (2) perserikatan; serikat
persenyawaan per.se.nya.wa.an [n] (1) Kim perihal yg berhubungan dng bersenyawa; percampuran dua zat dsb yg sudah berpadu benar: ~ zat cair dng bahan itu dianggap sempurna; (2) Ling penggabungan dua kata yg mewujudkan satu kesatuan makna (majemuk): hubungan kata yg erat sekali itu menjelmakan satu pengertian yg disebut ~ [n] (1) campuran yg sudah berpadu benar; (2) Ling penggabungan dua kata sehingga mewujudkan satu kesatuan makna (majemuk): hubungan kata-kata yg erat sekali itu menjelmakan satu pengertian, hubungan itu disebut --
persepatuan per.se.pa.tu.an [n] hal-hal yg berhubungan dng sepatu
persetujuan per.se.tu.ju.an [n] (1) pernyataan setuju (atau pernyataan menyetujui); pembenaran (pengesahan, perkenan, dsb): pengeluaran uang dilakukan dng ~ kepala jawatan; untuk menentukan besar dana sukarela yg akan diminta dr setiap murid, kepala sekolah harus meminta ~ orang tua murid; (2) kata sepakat (antara kedua belah pihak); sesuatu (perjanjian dsb) yg telah disetujui oleh kedua belah pihak dsb: mereka tetap menentang ~ perdamaian itu; (3) persesuaian; kecocokan; keselarasan: ~ antara batin dan lahir
pertalian per.ta.li.an [n] (1) perhubungan; sangkut paut (kekeluargaan); perkariban: ~ kedua orang yg berbeda suku itu akhir-akhir ini semakin erat; (2) Ling hubungan antara unsur bahasa dl kesatuan yg utuh, msl pertalian antara kalimat dan kalimat dl wacana
peta situasi peta yg menggambarkan letak bangunan (kantor, perumahan penduduk satu per satu, dsb) di sebuah kota
petaruh pe.ta.ruh [n] (1) orang yg bertaruh; (2) wasiat: orang tua yg diserahi ~ dan amanat wajib memeliharanya lahir batin
pewaktuan pe.wak.tu.an [n] yg berkenaan dng waktu
pikun pi.kun [a] (1) kelainan tingkah laku (sering lupa dsb) yg biasa terjadi pd orang yg sudah berusia lanjut; linglung; pelupa; (2) ki tidak berfungsi dng baik krn sudah lama atau tua (mesin, perkakas, dsb): alat pencatat gempa yg sudah -- krn tuanya
pilihan pi.lih.an [n] (1) yg dipilih atau hasil memilih: ~ orang tuanya itu ditolaknya; (2) yg terpilih (terbaik, terkemuka, dsb): yg diundang hanya orang-orang ~; (3) jalan, upaya dsb yg dapat dilakukan: tidak ada lagi ~ lain, kita harus pergi sekarang
pinangan pi.nang.an [n] (1) permintaan hendak memperistri: ~ nya ditolak oleh orang tua gadis itu; (2) lamaran (pekerjaan dsb)
pindahan pin.dah.an [n] (1) hasil memindah(kan): barang-barang di gudang itu adalah barang ~; (2) yg dipindahkan: kita belum mengenal watak pegawai ~ dr pusat itu; (3) cak pindah tempat: menjelang pelantikan menteri Persatuan Pembangunan, banyak orang yg justru sibuk ~
pingsan ping.san [v] tidak sadar; tidak ingat: mendengar kematian orang tuanya ia langsung --
pinisepuh pi.ni.se.puh [Jw n] (1) para orang tua (bapak, nenek, paman, dsb); yg dianggap tua dl keluarga; sesepuh: sebelum berangkat, ia minta kpd ibunya agar diantarkan ke tempat -- untuk berpamitan; (2) orang yg dituakan; pemimpin; orang yg dianggap berjasa dsb; sesepuh: Taman Siswa tidak melupakan para -- nya yg telah tiada
pipit pekak makan berhujan [pb] sangat rajin
pisau makan pisau meja
pitanggang halimunan azimat yang menjadikan orang tidak mau makan, minum, dan tidur
pokok po.kok [n] (1) segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- beringin; (2) batang kayu dr pangkal ke atas; pokok kayu: pd -- pohon karet itu terdapat banyak torehan; (3) uang yg dipakai sbg induk dl berniaga; modal: -- perusahaan itu lima juta; (4) harga pembelian: kain ini dijual di bawah harga --; (5) lantaran; sebab: itulah yg menjadi -- perselisihan; (6) asas; dasar; inti sari: -- pikiran; pd -- nya, dasarnya; (7) pusat (yg menjadi titik perhatian dsb); -- pembicaraannya ialah masalah remaja; (8) tergantung; terserah: jadi atau tidak, -- nya kpd tuan; (9) ki yg terutama; yg sangat penting: makanan --; pelaku --; perkara --; soal --; syarat --
populasi po.pu.la.si [n] (1) seluruh jumlah orang atau penduduk di suatu daerah; (2) jumlah orang atau pribadi yg mempunyai ciri-ciri yg sama; (3) jumlah penghuni, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya pd suatu satuan ruang tertentu; (4) sekelompok orang, benda, atau hal yg menjadi sumber pengambilan sampel; suatu kumpulan yg memenuhi syarat tertentu yg berkaitan dng masalah penelitian
poyang po.yang [n] (1) leluhur; nenek moyang; (2) Mk moyang (orang tua kakek atau nenek); (3) kl dukun; pawang
pramusaji pra.mu.sa.ji [n] orang yg melayani pesanan makanan dan minuman sesuai dng permintaan
presbiterium pres.bi.te.ri.um [n Kris] orang tua-tua suatu jemaat; para imam
pribadi pri.ba.di [n] (1) manusia sbg perseorangan (diri manusia atau diri sendiri): kritik itu ditujukan kpd orang itu sbg ketua, bukannya sbg --; pendapat -- , pendapat sendiri, bukan pendapat orang lain
punggai pung.gai [n] pohon tinggi, kayunya berwarna kemerah-merahan, keras dan awet, buahnya pahit dan tidak dapat dimakan, tetapi bijinya yg tua jika dibakar dapat dimakan; Coelostegia griffithii
pure pu.re [n] bahan makanan yg dilembutkan: buah pisang bisa menjadi bahan makanan perantara spt -- pisang, tepung pisang, dan bubuk pisang
purik pu.rik [v] pergi meninggalkan rumah krn marah (biasanya istri yg marah kpd suami): kabarnya istrinya sedang -- , pulang ke rumah orang tuanya
rabun ra.bun [a] kurang jelas; kurang awas; kabur (tt penglihatan): orang tua itu sudah -- matanya [n] asap (dr daun-daunan, dupa yg dibakar) untuk mengasapi rumah, mengobati orang sakit
ragam hormat ragam bahasa yg dipakai jika lawan bicara orang yg dihormati, msl orang tua, atasan
rais ra.is [n] (1) ketua; pemimpin; (2) presiden; -- am ketua umum: rapat pengurus harian dipimpin oleh -- am; -- awal ketua satu: ia diangkat sbg -- awal pd organisasinya , me.ra.is v menyapu dng mengumpulkan (sampah, repih-repih makanan, dsb)
rangsang rang.sang [n] (1) sesuatu yg dapat mempengaruhi indra (pencium, peraba, perasa, dsb); (2) sesuatu yg dapat membangkitkan perasaan tertentu (kegembiraan, kesedihan, keberanian, kehangatan) [Jw v] , me.rang.sang v menyerbu; menyerang: ~ benteng musuh; (2) membantah (melawan) perkataan dsb; menyanggah: di rumah ia selalu ~ orang tuanya [n] (1) ranting kering (mati) yg telah jatuh; (2) rintangan dr ranting-ranting berduri yg dipasang pd batang pohon (supaya tidak dapat dipanjat orang)
ransum ran.sum [n] (1) bagian makanan yg sudah ditentukan ukurannya untuk setiap orang atau setiap ternak; (2) bagian bahan makanan yg diberikan kpd penduduk atau ternak dng ukuran yg sudah ditentukan; catu makanan
rapor ra.por [n] laporan resmi (kpd yg wajib menerimanya); lapor [n] buku yg berisi nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah, berfungsi sbg laporan guru kpd orang tua atau wali murid
ratusan ra.tus.an [num] (1) bilangan seratus: satuan dikumpulkan dng satuan, puluhan dng puluhan, ~ dng ~; (2) cak beratus-ratus: setiap hari ~ orang berobat ke rumah sakit itu
rebung tidak jauh dr rumpun [pb] tabiat anak tidak jauh berbeda dr tabiat orang tuanya
regu re.gu [n] (1) rombongan (kelompok) orang bekerja: pekerja di pabrik itu dibagi atas tiga --; (2) kesatuan tentara yg terkecil (12 atau 14 orang); (3) satuan pemain dl satu cabang olahraga (spt kesebelasan dl sepak bola): Indonesia akan mengirimkan -- sepak bola dan bulu tangkis ke Malaysia; (4) Bio golongan jenis: pembagian tumbuh-tumbuhan dl beberapa golongan dan -- menurut jenisnya
rekan re.kan [n] (1) teman (sekerja); (2) kawan sepersekutuan; samasama anggota perseroan [ark n] tempat orang berjual beli bermacam-macam barang dagangan (spt hasil bumi, timah, kerajinan tangan); pekan: lokasi ini sangat baik untuk --
reklasering re.kla.se.ring [n Huk] pengembalian kpd masyarakat atau kpd kehidupan yg biasa (spt memberi bantuan kpd orang-orang yg baru keluar dr penjara, mengawasi orang yg dihukum dng syarat)
rekombinan re.kom.bi.nan [n] bentuk genetik atau keturunan yg diperoleh melalui proses pemindahan dan penyusunan gen baru yg tidak terdapat pd induk (orang tua)
rembet rem.bet [a] tidak dapat berjalan (bergerak) dng leluasa (krn banyak pekerjaan, banyak diikuti orang) /rEmbEt/, me.rem.bet v (1) merambat, menjalar (tt api, wabah): dng cepat api ~ ke toko tekstil itu; (2) menyangkut-nyangkut atau membawa-bawa orang (perkara) lain-lain: bukan anak-anak saja yg dicaci-makinya, melainkan ~ kpd orang tua mereka; (3) melibatkan; menyangkutkan; memasukkan dl perkara: jangan kau ~ namaku dl perkaramu; (4) ki maju (bergerak) perlahan (tersendat-sendat); merangkak: sesekali terdengar suara mobil ~ di jalan berbatu itu
ribut ri.but [a] (1) sibuk sekali; banyak pekerjaan: menjelang Lebaran orang -- membeli barang, terutama pakaian dan bahan makanan; (2) recok; gaduh; ingar; ramai (rusuh) tidak keruan; marah-marah (mengamuk): kelas itu sangat -- , mungkin gurunya belum datang; (3) bertengkar mulut: seringkali ia -- dng suaminya [a] kencang, gemuruh, dan tidak tentu arahnya (tt angin)
ritual ri.tu.al [a] berkenaan dng ritus; hal ihwal ritus: tari Bali juga bersumber pd gerak --
ronyeh ro.nyeh [v] me.ro.nyeh v berkata-kata tidak keruan; bercakap-cakap tidak jelas (spt orang tua); merepet: akibat sakit payah itu, bicaranya ~
royer ro.yer [ark v] me.ro.yer v mengeluarkan atau memecat seseorang dr salah satu perkumpulan: persatuan bulu tangkis akan ~ beberapa orang anggotanya
rumpun rum.pun [n] (1) kelompok tumbuhan yg tumbuh anak-beranak seakan-akan mempunyai akar yg sama (spt buluh, tebu, pisang, serai, dan talas); perdu; (2) golongan besar bangsa (bahasa) yg sama asal dan jenisnya; golongan hasil susastra yg sejenis: -- cerita rakyat; (3) ki orang-orang yg seketurunan sama nenek moyangnya
rusa ru.sa [n] binatang menyusui, pemakan tanaman, termasuk famili cervidal, tanduknya panjang dan bercabang-cabang, bulunya berwarna cokelat tua dan bergaris-garis (bintik-bintik putih); Cervus equimus [n Olr] peti lompatan kecil (dl olahraga senam)
sagar sa.gar [n] lidi ijuk (dapat dibuat kalam, pena, bubu, dsb): orang tua-tua dulu biasa menulis dng --; bubunya terbuat dr -- ? 1sakar
sahur sa.hur [v Isl] makan pd dini hari (disunahkan menjelang fajar sebelum subuh) bagi orang-orang yg akan menjalankan ibadah puasa: biasanya kami -- sekitar pukul tiga
sajen sa.jen [Jw n] makanan (bunga-bungaan dsb) yg disajikan kpd orang halus dsb; semah
sakhsi sakh.si [Ar ark a] bersifat perseorangan; individual: selain membicarakan organisasi, sekretaris yayasan itu membicarakan juga masalah keluarga dan masalah -- lainnya dng ketua
salju tua salju yg telah membutir dan padat krn berbagai proses pencairan dan pembekuan ulang serta sublimasi
sambatan sam.bat.an [n] (1) pertolongan; bantuan: ia sangat berterima kasih atas -- tetangganya itu; (2) hal tolong-menolong; (3) orang yg menolong (membantu) untuk mengerjakan sesuatu [n] keluhan: -- mereka tidak dihiraukannya
sampai tua selama-lamanya tanpa ada perubahan
sampai-sampai sam.pai-sam.pai [adv] (1) begitu tiba: -- dia langsung merebahkan diri krn letihnya; (2) bahkan; malahan: -- keperluan hidup sehari-harinya pun masih disumbang orang tuanya; (3)hingga; maka: krn bencinya -- ia tidak mau menegurnya
sanding bahu bahu-membahu; saling menolong: kedua anak kecil itu -- bahu setelah ditinggal orang tuanya
sanksi sank.si [n] (1) tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan 1022 undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan dsb): dl aturan tata tertib harus ditegaskan apa -- nya kalau ada anggota yg melanggar aturan-aturan itu; (2) tindakan (mengenai perekonomian dsb) sbg hukuman kpd suatu negara: Dewan Keamanan PBB mengadakan -- thd negara yg menyerang negara lain; (3) Huk (a) imbalan negatif, berupa pembebanan atau penderitaan yg ditentukan dl hukum; (b) imbalan positif, yg berupa hadiah atau anugerah yg ditentukan dl hukum
santap san.tap [v] , ber.san.tap v hor makan dan minum: sudilah Tuan datang untuk -- di rumah kami nanti malam
santapan san.tap.an [n] makanan (minuman dsb): mereka duduk menikmati -- yg disediakan tuan rumah
satpam sat.pam [n akr] satuan pengaman; satuan (orang) yg bertugas menjaga keamanan dan ketertiban umum di lingkungan tertentu
satu sosial unsur studi dl kemasyarakatan yg diberi batasan tertentu dan yg secara relatif bersifat konstan, spt individu, keluarga, taraf hidup; (2) kesatuan orang yg terikat atas ciri-ciri tertentu dl kehidupan masyarakat
saya sa.ya [pron] (1) orang yg berbicara atau menulis (dl ragam resmi atau biasa); aku; (2) ya: -- , Tuan!
sayid sa.yid [n] (1) tuan (sebutan kpd orang Arab keturunan Nabi Muhammad saw.); (2) orang Arab keturunan Nabi Muhammad saw.
sebagai se.ba.gai [p] kata depan untuk menyatakan hal yg serupa; sama; semacam (itu): perabot rumah tangga ialah kursi, meja, lemari, dan -- nya; (2) kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; seakan-akan; seolah-olah: kelakuannya -- orang udik masuk kota; (3) adv seharusnya; sepatutnya; sewajarnya; semestinya: ia diperlakukan dng -nya; (4) p jadi (menjadi): ia diangkat -- gubernur; (5) kata depan untuk menyatakan status; berlaku seperti; selaku: -- orang tua, ia harus bertanggung jawab atas anak-anaknya lihat bagai
sebanjar se.ban.jar [n] (1) sejajar; seleret: -- batang pisang; (2) kl sebaya: bagi semua orang yg -- dng daku umurnya
sebaya se.ba.ya [n] (1) sama umurnya (tuanya): bermain-main dng kawan -; dl kelas itu duduk kurang lebih 20 orang anak yg -; (2) hampir sama (kekayaannya, kepandaiannya, dsb); seimbang; sejajar
seblang seb.lang [n] tarian rakyat Banyuwangi, penarinya dipoles hartal, bertutup kepala daun pisang, menari dl ketidaksadaran, dimaksudkan sbg tanda gembira setelah seseorang pulih dr sakit yg lama, biasanya diiringi permainan gambang, rebab, kendang, dan gong kecil
sebut se.but [v] me.nye.but v (1) memberi nama (kpd); menyatakan nama sesuatu; menamakan: orang -- batu yg mengapung dng nama batu timbul; (2) mengucapkan nama (benda, orang, dsb); memanggil nama: orang yg sakit itu disuruhnya -- nama Tuhan; (3) melisankan (kata dsb); mengucapkan; melafalkan: mereka disuruh -- kata-kata yg tertulis itu satu per satu; (4) memperkatakan (menceritakan dsb); mengatakan: supaya aman, engkau lebih baik tidak -- masalah itu lagi kepadanya
sedekah se.de.kah [n] (1) pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma; (2) selamatan; kenduri: -- arwah; -- kubur; (3) makanan (bunga-bunga dsb) yg disajikan kpd orang halus (roh penunggu dsb)
sedih se.dih [n] sedu; isak: tangis dan -- [a] (1) merasa sangat pilu dl hati; susah hati: sejak kematian kedua orang tuanya ia selalu tampak --; (2) menimbulkan rasa susah (pilu dsb) dl hati; duka: peristiwa -- terjadi minggu lalu; kabar --; cerita --
sehat se.hat [a] (1) baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga; (2) (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; (3) sembuh dr sakit: dokter yg merawatnya menyatakan ia telah -- dan boleh pulang segera; (4) ki baik dan normal (tt pikiran); (5) boleh dipercaya atau masuk akal (tt pendapat, usul, alasan, dsb); (6) berjalan dng baik atau sebagaimana mestinya (tt keadaan keuangan, ekonomi, dsb); (7) dijalankan dng hati-hati dan baik-baik (tt politik dsb)
sehidangan se.hi.dang.an [n] (1) satu satuan hidangan: anak gadisnya keluar membawa ~ kopi dan kue; (2) sama (macam) hidangan: pd pesta perpisahan itu seluruh pegawai kantor itu makan ~
sejak se.jak [p] kata penghubung untuk menandai mulai dr; dari: -- kecil anak itu dimanjakan orang tuanya; kini teknologi komunikasi dapat menembus batas ruang dan waktu -- adanya internet
selaput kesatuan bentukan selaput yg susunannya sama dng selaput sel
semah se.mah /sEmah/, se.mah-se.mah n cadik perahu: pendayung itu memeluk buluh bekas -- perahunya [n] sajian (berupa makanan, kepala kerbau, dsb) yg diberikan kpd orang halus (roh jahat) dng berbagai-bagai maksud; semahan
seman se.man [v] (1) tidak jadi atau gagal (tt adonan apam, tapai, nira yg dijadikan tuak, atau penyakit cacar); (2) hilang (tt ingatan): orang mabuk itu ingatannya --; (3) merugi; terbengkalai; pailit (tt perusahaan); (4) tidak sempurna (tt janin dl kandungan)
semayi se.ma.yi [Jw n] penganan dr ampas kelapa yg sedang tuanya, dimalamkan, diberi bumbu, dihaluskan, dan dibungkus dng daun pisang, lalu dikukus
sembah sem.bah [n] (1) pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dng cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh, lalu mengangkatnya hingga ke bawah dagu atau dng menyentuhkan ibu jari ke hidung) mengangkat -- , menghormat dng sembah; (2) kl kata atau perkataan yg ditujukan kpd orang yg dimuliakan: demikianlah -- Hang Tuah; berdatang -- , datang seraya berkata dng hormatnya
sembah sungkem sembah dan sujud: ia melakukan -- sungkem sambil menangis di hadapan orang tuanya
sempil sem.pil , me.nyem.pil v menyelit; menyisip; menyelip: anak kecil itu duduk -- di antara kedua orang tuanya
senang se.nang [a] (1) puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, dsb: ia menyelesaikan pekerjaan itu dng --; hatiku -- kini setelah semua tugas terselesaikan; (2) betah: saya selalu -- tinggal di daerah yg dingin; (3) berbahagia (tidak ada sesuatu yg menyusahkan, tidak kurang suatu apa dl hidupnya): ia cukup -- dng kehidupannya sekarang; (4) suka; gembira: dng -- ia menyambut kelahiran bayinya; (5) sayang: orang tuanya -- kpd calon menantunya; (6) dl keadaan baik (tt kesehatan, kenyamanan, dsb): sudah beberapa hari ini saya merasakan tidak --; kami selalu dl keadaan --; (7) mudah; serba mudah; praktis: -- memakai kompor ini
senior se.ni.or [a] (1) lebih tinggi dl pangkat dan jabatan kedinasan (pegawai, karyawan, dsb): seorang diplomat -- diangkat menjadi duta besar; (2) lebih matang dl pengalaman dan kemampuan; (3) berada dl tingkat sarjana bagi mahasiswa dan kelas terakhir bagi pelajar SMU dan SLTP; (4) lebih tua dl usia bagi dua orang (ayah dan anak) yg sama namanya (nama famili)
seorang ke hilir seorang ke mudik [pb] tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb
separatis se.pa.ra.tis [n] orang (golongan) yg menghendaki pemisahan diri dr suatu persatuan; golongan (bangsa) untuk mendapat dukungan
sepenuh se.pe.nuh [a] (1) seluruh isi (penghuni); semua(nya): berita itu menggoncangkan orang ~ kampung; (2) segenap; sebesar-besarnya; selengkap: dng ~ perhatian; mendapat bantuan ~ nya lihat daun
seperti se.per.ti [p] (1) serupa dng; sebagai; semacam: kue itu bentuknya -- martabak; rupanya -- ini; (2) sama halnya dng; tidak ubahnya: wajahnya kasar -- tengkorak; -- perahu patah kemudi begitulah halku ini; (3) sebagaimana; sesuai dng; menurut: segala-galanya dilakukan -- perintah tuannya; kerjakan -- kataku tadi; (4) seakan-akan; seolah-olah: -- tidak ada orang lain yg menyamai kepandaiannya; (5) misalnya; umpamanya; (6) adapun yg sbg; akan hal: -- saya ini tidak patut duduk sejajar dng beliau
sepit se.pit [n] (1) alat untuk menjepit yg terdiri atas dua batang yg dapat direnggangkan (dibuka) dan dijepitkan (spt pinset); (2) alat makan bagi orang Cina
seram se.ram [a] (1) berdiri bulu roma (krn ketakutan dsb); meremang: mendengar cerita orang tua itu, menjadi -- perasaan saya; (2) berasa berkerut dan senyar (tt kulit tubuh krn ketakutan dsb): -- rasanya lewat di bawah pohon beringin itu; (3) menyebabkan ngeri (takut dsb); dahsyat; menakutkan: terdengar suara yg --; (4) kelihatan bengis (kejam, membahayakan): mukanya kelihatan --; matanya --
serdadu bayaran prajurit atau tentara yg bukan tentara negara yg dibayar untuk melakukan tugas tentara; seseorang yg mempunyai karier militer di mana saja yg menjanjikan keuntungan, pertualangan, dsb
sesal dahulu yg bertuah [pb] setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal
sesambat se.sam.bat [v] (1) berseru-seru untuk meminta pertolongan atau bantuan: dl rintihannya ia -- kpd setiap orang yg lewat, tetapi tidak seorang pun menghiraukannya; (2) berdoa: krn tidak tertahankan lagi, ia -- kpd Tuhan agar diringankan penderitaan hidupnya lihat 2sambat
sesepuh se.se.puh [n] (1) orang yg tertua dl masyarakat; (2) ki orang yg dituakan atau dijadikan pemimpin krn banyak pengalaman dl suatu organisasi dsb: gubernur itu diangkat sbg -- kontak tani; kelihatan -- organisasi itu hadir pd musyawarah itu lihat 2sepuh
siapa makan lada [pb] barang siapa yg bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dsb)
siapa yg makan cabai [pb] (1) siapa yg berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya; (2) siapa yg merasa tersindir berarti telah berbuat spt yg disindirkan itu
sifat si.fat [n] (1) rupa dan keadaan yg tampak pd suatu benda; tanda lahiriah: kalau menilik -- nya, tentulah ini sejenis serangga; tidak tentu -- nya, kadang-kadang bulat panjang; (2) peri keadaan yg menurut kodratnya ada pd sesuatu (benda, orang, dsb): salah satu -- anjing adalah setia kpd tuannya; (3) ciri khas yg ada pd sesuatu (untuk membedakan dr yg lain): -- puisi lain dp -- prosa; -- perawakan anak itu sudah dicatat polisi; (4) dasar watak (dibawa sejak lahir); tabiat: ia tidak mempunyai -- kesatria
sikat si.kat [n] pembersih yg dibuat dr bulu (ijuk, serabut, dsb) diberi berdasar dan berpegangan (bermacam-macam rupanya): -- gigi; -- sepatu; (2) n sisir rambut; (3) n rangkaian (pisang) yg tumbuh dl satu sisir (bagian dr tandan): membeli se -- pisang di warung; (4) n penggaruk untuk menggemburkan tanah sesudah dibajak atau dicangkul; garu: koperasi tani menjual alat-alat pertanian, spt -- , bajak, dan pacul; (5) v ki rampas; (6) v ki makan sampai habis-habisan lihat pohon
sindur sin.dur [Jw n] (1) sabuk dr kain merah muda yg tepinya putih: untuk membedakan dng tamu undangan maka tuan rumah itu memakai --; (2) motif kain batik yg dipakai oleh orang tua pengantin pd upacara perkawinan dng cara dililitkan di pinggang, berwarna merah dan putih, warna merah terdapat pd bagian tengah, warna putih pd bagian pinggir yg berbentuk gelombang
sirih tanya sirih selengkapnya yg diberikan kpd orang tua anak perempuan yg dipinang
situasi si.tu.a.si [n] (1) kedudukan (letak sesuatu, tempat, dsb); (2) keadaan: -- saat itu masih mencekam
solang so.lang [Mk v] me.nyo.lang v (1) membantah; menyangkal: ia -- perkataan orang tuanya; (2) menyela (untuk membantah dsb): anak itu -- dng cepat perkataan orang tuanya
solok so.lok [n] , pe.so.lok n sumbangan (pemberian kpd orang yg mengadakan pesta perkawinan dsb, berupa bahan makanan dsb) [Mk n] lembah yg terletak di antara dua buah gunung
sopan so.pan [a] (1) hormat dan takzim (akan, kpd); tertib menurut adat yg baik: dng -- ia mempersilakan tamunya duduk; kpd orang tua kita wajib berlaku --; (2) beradab (tt tingkah laku, tutur kata, pakaian dsb); tahu adat; baik budi bahasanya: ia berlaku amat -- kpd kedua orang tuanya; (3) baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul): sekarang ini kita sukar untuk membedakan perempuan yg -- dan yg lacur
sowan so.wan [Jw v] menghadap (kpd orang yg dianggap harus dihormati, spt raja, guru, atasan, orang tua); berkunjung [Lihat {soang}]
spageti spa.ge.ti [n] mi yg menjadi makanan utama orang Itali: gadis itu membawa baki dr dapur berisi selada dan --
spiritual spi.ri.tu.al [a] berhubungan dng atau bersifat kejiwaan (rohani, batin)
spiritualisasi spi.ri.tu.a.li.sa.si [n] pembentukan jiwa; penjiwaan
sporangium spo.ra.ngi.um [n] sel, struktur, atau organ yg membentuk spora di dalamnya
spt api makan (di dl) sekam [pb] perasaan cinta kasih (dendam dsb) yg tersembunyi
spt bisai makan sepinggan [pb] berpatutan (sesuai) benar
spt gunting makan di ujung [pb] perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yg dimaksudkan; -- behel gunting besar pemotong kawat dsb: mereka membawa peralatan kebun berupa -- behel dsb
spt menanti orang dahulu [pb] perbuatan yg sia-sia
staf [n] (1) Adm sekelompok orang yg bekerja sama membantu seorang ketua dl mengelola sesuatu: -- redaksi majalah dinding di sekolah kami berjumlah lima orang; ia berkedudukan sbg -- pimpinan di kantor itu; (2) sekelompok perwira yg memimpin (mengatur dsb) tentara: ia adalah salah seorang kepala -- dl kesatuan angkatan laut; (3) bagian organisasi yg tidak mempunyai hak memberikan perintah, tetapi mem-punyai hak membantu pimpinan, memberikan nasihat, dsb
suarang ditagih [pb] harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah
sudah beruban baru berguam sudah ber.u.ban baru berguam [pb] dikatakan kpd orang tua yg tingkah lakunya spt orang muda
sudah biasa makan emping [pb] sudah banyak berpengalaman
sudah biasa makan kerak [pb] sudah biasa mengalami kesukaran
sudah dapat gading bertuah sudah dapat gading ber.tu.ah , tanduk tiada berguna lagi [pb] setelah mendapatkan yg lebih baik, yg kurang baik ditinggalkan
sudah dimakan zaman [ki] sudah kuno; kolot
sudah kenyang makan kerak [pb] sudah banyak pengalaman
sudah makan [pb] suatu pekerjaan atau rundingan yg dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan
sudu su.du [n] (1) paruh yg lebar (spt paruh itik, angsa): -- itik; (2 a) sendok besar (dr tempurung, kaleng, dsb); (b) alat untuk menyedot (dr daun pisang dsb): ia makan dng menggunakan --; (3) El daun mekanis dr suatu roda gerak turbin yg dijalankan oleh air, uap, atau angin
sumbung sum.bung [n] kamar bagi tuan rumah dan anggota keluarga pd rumah orang Toraja Lodan
sungsang sung.sang [a] (1) terbalik (yg di atas menjadi di bawah, yg di depan menjadi di belakang, kepala di bawah kaki di atas, dsb): dl pertunjukan akrobat itu anak-anak senang melihat orang berjalan --; orang tua itu bertapa --; (2) kaki di bawah, kepala di atas (tt kedudukan bayi yg hendak lahir: tidak sedikit anak yg lahir -- lihat kembang
suruhan su.ruh.an [n] (1) perintah: apakah Tuan khawatir -- Tuan tidak saya kerjakan?; (2) sesuatu yg disuruhkan; (3) perbuatan (hal dsb) menyuruh; penyuruh; (4) cak orang yg disuruh; pesuruh
sutan su.tan [Mk n] (1) sebutan (menurut adat) bagi kaum bangsawan: orang tuanya keturunan --; (2) (nama salah satu) gelar kebangsawanan: Azis gelar -- Sati; setelah menikah ia bergelar -- Marajo
swausaha swa.u.sa.ha [n] usaha sendiri, tidak menggantungkan diri pd orang lain: pelaksanaan itu sebaiknya dikerjakan secara -- menurut situasi dan kondisi masing-masing tanpa meng-ganggu stabilitas kerja
syeti sye.ti [n] ceti: rumah dan sawah peninggalan orang tuanya telah habis dijual krn terjerat tipuan --
syur [ark a] (1) sangat menarik hati: jalannya dibuat-buat supaya -- bagi yg memandangnya; (2) sangat tertarik hatinya; sangat suka (akan) [n] saran; nasihat; anjuran: jangan sia-siakan -- orang tuamu
tahu makan tahu simpan [pb] dapat menyimpan rahasia baik-baik
tak jauh rebung dr rumpun nya [pb] tabiat anak tidak akan berbeda jauh dng orang tuanya
takir ta.kir [n] wadah atau tempat makanan dr daun pisang dsb yg disemat dng lidi pd kedua sisinya; limas
tali pergantungan [ki] (1) kekasih; (2) orang tempat mengharapkan bantuan
tali putus keluan putus [pb] anak muda (gadis) yg telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yg menjaganya (orang tuanya) meninggal
tampil tam.pil [v] (1) melangkah maju (ke muka, ke depan): para pemenang dipersilakan -- ke depan untuk menerima hadiah; (2) menampakkan diri; muncul: dl tahap akhir -- tiga orang calon ketua
tanggal tua akhir bulan
tanggungan tang.gung.an [n] (1) beban yg menjadi tanggung jawab: mencerdaskan bangsa merupakan ~ kita; (2) garansi; jaminan: toko itu menjual barang elektronik dng ~ satu tahun; (3) orang yg keselamatannya (kehidupannya) harus ditanggung: anak yg belum dewasa masih menjadi ~ orang tua; (4) akibat dr perbuatan dsb yg harus ditanggung: risiko: piring, gelas, dsb yg pecah atau hilang menjadi ~ penyewa; (5) barang yg dijadikan jaminan: ia meminjam uang di bank dng ~ sebidang tanah; (6) hasil menanggung; (7) beban (dl arti kiasan): jangan memperberat ~ rakyat
tangkapan tang.kap.an [n] (1) sesuatu yg ditangkap; hasil menangkap; mangsa (yg ditangkap untuk dimakan); (2) orang yg dl keadaan tertangkap; tahanan (yg ditangkap oleh polisi dsb)
tartar tar.tar [n] (1) kerak gigi yg ditimbulkan oleh sisa makanan, liur, dan sari berbagai garam; (2) zat yg mengendap dl pemeraman hasil peragian [n ki] orang yg bertabiat beringas
tarzan tar.zan [n] seorang tokoh dl cerita petualangan yg sangat kuat dan pemberani
tas [n] (1) kemasan atau wadah berbentuk persegi dsb, biasanya bertali, dipakai untuk menaruh, menyimpan, atau membawa sesuatu [n] (1) tiruan bunyi letusan (senapan dsb); detas; das; (2) bunyi lembut sekali [adv cak] segera; lantas [n] pohon yg menurut kepercayaan orang sbg penangkal harimau, buahnya dapat dimakan; Kurrimia paniculata
tasbih tas.bih [n Isl] pembacaan puji-pujian kpd Allah dng mengucap subhanallah 'Mahasuci Allah' atau subhana rabbiyal ?zim (a'la) 'segala kemuliaan bagi Tuhanku Yang Mahabesar (Mahatinggi)' [n] untaian butir manik-manik yg dipakai untuk menghitung ucapan tahlil, tasbih, dsb: -- itu, ada yg 33 dan ada yg 100 butir [n] tanaman hias berbunga besar, pelepah daunnya spt pohon pisang, bunganya beraneka ragam, berwarna merah tua, kuning, berbintik-bintik merah, merah muda, dsb; Canna orientalis
tata gerha tata cara mengelola atau menata akomodasi, bukan hanya sekadar sarana tempat tinggal sementara bagi orang yg sedang bepergian, melainkan sudah berkembang ke arah pemenuhan kebutuhan lain, spt makan, minum, rekreasi, olahraga; tata cara menyelenggarakan rumah tangga
tegar te.gar [a] (1) keras dan kering: tanah --; (2) keras kaku; tidak dapat dilenturkan: rotan yg kasar itu -- , tetapi yg halus melentur; (3) ki tidak dapat diubah (pendiriannya, pendapatnya); tidak mau menurut; (4) tabah: kedua orang tua itu masih mencoba -- kendati bencana itu merenggut ketiga putra-putri mereka [v] me.ne.gar.kan v menjadikan kuat [n Tan] penampilan tanaman yg sehat dan kuat, biasanya diperlihatan oleh kemampuan berproduksi normal dl keadaan suboptimum
tebus te.bus [v] me.ne.bus v (1) membayar dng uang untuk mengambil kembali barang yg tergadai: ia ~ gelang itu dr pegadaian; (2) membayar dng uang dsb untuk membebaskan (tawanan, sandera, budak belian, dsb): penculik akan melepaskan anak itu jika orang tuanya mau ~ nya dng sejumlah uang; (3) membeli kembali: ~ talak; (4) menguangkan wesel (cek) ke bank: ia ~ wesel ke kantor pos; (5) mengambil barang pembagian (distribusi dsb) dng bon (kupon dsb) dan dng membayarnya dng uang: saya dapat pembagian sepeda, tetapi tidak dapat ~ nya [v] me.ne.bus v (1) memperbaiki kesalahan (dosa dsb) dng berbuat jasa, kebaikan: dng sengaja ia hidup miskin untuk ~ segala dosanya; (2) memulihkan kekalahan (kerugian); memulihkan kehormatan (nama baik); menghapus (malu): dikerahkan sepuluh divisi untuk ~ kekalahannya dl serangannya yg gagal itu; ia bersedia berbuat apa pun untuk ~ kehormatan keluarganya; (3) membalas (jasa, kebaikan, karunia) yg sudah diterima: ia ~ karunia yg dilimpahkan kepadanya; (4) menepati atau menunaikan (janji, perkataan, cita-cita, nazar) yg telah terucapkan: malu rasanya kalau tidak dapat ~ janjiku [v] me.ne.bus v (1) menyelamatkan (jiwa, hidup) orang lain: dng jalan demikian, saya dapat ~ nyawa sahabatku itu; (2) memperoleh sesuatu dng pengorbanan (jiwa, harta, benda): ~ kemerdekaan dng air mata dan darah [Lihat {tembus}]
telah dapat gading bertuah [pb] krn mendapat yg lebih baik, yg lama atau yg kurang baik dibuang
telangkai te.lang.kai [n] (1) perantara dl perkawinan (juga dl perundingan): akhirnya pemuda itu menyuruh seorang -- meminang gadis idamannya untuk menjadi istrinya; dl -- , sudah dipinang orang; (2) perantara (wakil): orang tua tadi yg menjadi -- dl penjualan kerbau itu [v] , me.ne.lang.kai v menyerbu; menyergap; menyerang
telantar te.lan.tar [v] (1) terhantar; terletak tidak terpelihara; (2) serba tidak kecukupan (tt kehidupan): sejak orang tuanya meninggal, hidupnya --; (3) tidak terpelihara; tidak terawat; tidak terurus: tanaman ini dulu terawat baik, tetapi sekarang -- krn tidak ada yg mengurusnya; (4) terbengkalai; tidak terselesaikan: ia sibuk mengajar di mana-mana sehingga pekerjaan penelitiannya --
telap te.lap [v] (1) makan (mempan tt senjata tajam): keris itu tiada -- pd tubuhnya; orang Aceh dikatakan tidak -- oleh senjata; (2) (dapat) kena luka; (dapat) dilukai: tiada -- , tidak dapat luka (oleh senjata); kebal: ia tidak -- ditembak, tidak dapat kena luka oleh tembakan; kulitnya tiada cacat, tiada -- kena peluru [ark n] (1) bekas (tempat sesuatu); (2) bekas dr tembikar, kaca, dsb (tempat bau-bauan, gambir, tembakau, dsb)
teman te.man [n] (1) kawan; sahabat: hanya -- dekat yg akan kuundang; (2) orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): -- seperjalanan; ia -- ku bekerja; (3) yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama: ada jenis lumut yg biasa dimakan untuk -- nasi
temangga te.mang.ga [v] laba-laba: menurut orang tua-tua dulu, menemukan -- pertanda akan mendapat rezeki
temungkul te.mung.kul [Jw v] menunduk (dl berdoa, menghadap orang tua)
tenaga te.na.ga [n] (1) daya yg dapat menggerakkan sesuatu; kekuatan: semakin tua, semakin kurang -- nya; ia tidak berdaya krn kehabisan --; (2) kegiatan bekerja (berusaha dsb): banyak -- terbuang dng sia-sia; segenap -- rakyat diarahkan ke pembangunan; (3) orang yg bekerja atau mengerjakan sesuatu; pekerja; pegawai: dl lapangan perindustrian masih sangat dibutuhkan -- ahli
tendang ten.dang [v] sepak; depak; terjang: ibu tua itu kena -- orang yg sedang mengamuk
tendensi ten.den.si [n] kecenderungan; kecondongan (pd suatu hal): orang gemuk biasanya mempunyai -- untuk makan lebih banyak
tengara te.nga.ra [n] tanda; firasat: jika terdapat meteor jatuh, orang-orang tua pd zaman dahulu menganggapnya sbg -- buruk
tengkar teng.kar , ber.teng.kar v berbantah; bercekcok: mereka menyesal telah ~ akibat salah paham , me.neng.kar v membandel; mendegil: anak itu ~ perintah orang tuanya
tentara ten.ta.ra [n] (1) laskar; prajurit: -- itu diperintahkan menjaga bangunan-bangunan vital; (2) pasukan (dr orang-orang yg berkewajiban berperang): -- itu diterjunkan di daerah musuh melalui udara; (3) kesatuan alat negara yg terdiri atas orang-orang terlatih berperang: -- tempur itu berbaris dng tegapnya; (4) orang yg menjadi anggota tentara nasional Indonesia (prajurit, bintara, perwira, dsb); militer; (5) sesuatu yg berhubungan (bertalian) dng angkatan bersenjata (msl hukum --; pendeta -- )
tergamang ter.ga.mang [v] merasa kesunyian (lengang): ia pun ~ ditinggalkan orang tuanya
tergeletak ter.ge.le.tak [v] tertelentang; terkapar; terletak begitu saja: ia melihat seorang laki-laki tua ~ di pinggir jalan
terguncang ter.gun.cang [v] tergoyang cepat-cepat; (2) a terganggu keseimbangan (hati); khawatir: dia ~ setelah mendengar berita kematian orang tuanya
terkutuk ter.ku.tuk [v] (1) terkena kutukan: perbuatan yg ~; (2) celaka: ~ lah kamu jika melawan orang tuamu
termakan di rambut [pb] amat susah
termakan di sadah [pb] sangat kesal hati (krn tertipu dsb)
terpandang ter.pan.dang [v] (1) terlihat; kelihatan: bakteri itu tidak ~ oleh mata; (2) teringat kpd; hanya memperhatikan: ~ kpd gaji dan pangkat; (3) disegani; dihormati: ia masuk orang ~ di kampungnya; (4) tiba-tiba atau tidak sengaja memandang: di rumah makan itu ~ lah ia kpd seseorang yg pernah dikenalnya
terpekik ter.pe.kik [v] memekik dng tiba-tiba: orang tua itu ~ ketakutan
tetua te.tu.a [n] bintik-bintik hitam pd kulit muka (pipi) [n Bio] generasi yg terlibat dl pembuahan yg menghasilkan hibrida
tiada berketentuan hulu hilirnya [pb] tidak tentu maksud dan tujuannya
tiang kampung [ki] orang yg tertua dl kampung: kakek tua yg masih tegap itu adalah -- kampung
tiap ti.ap [a] (1) satu ...: -- anak menerima lima ribu rupiah; -- rumah dihuni oleh satu keluarga inti dng dua orang anak asuh; (2) saban: -- menit; -- tahun [n] (1) sekali makan atau minum (tt obat); dosis; (2) uang kunci (untuk menyewa rumah)
tiap orang masing-masing
tidak makan benang [pb] tidak masuk akal; tidak benar
tetap te.tap [v] selalu berada (tinggal, berdiri, dsb) di tempatnya: orang tuanya -- tinggal di dusun; (2) a tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dsb): kalimat itu terbentuk menurut pola-pola -- dan tertentu; (3) v tidak berpindah-pindah; tidak beranjak: bertiup angin timur yg -- arahnya; (4) adv selalu demikian halnya (tt keadaan, perbuatan, dsb): sampai kini ia masih -- menjadi bupati; sekali merdeka -- merdeka; (5) adv tidak putus-putusnya; selalu; terus: matanya -- melihat pd satu tempat saja; biar bagaimanapun ia -- hendak mempertahankan haknya; (6) adv untuk selamanya (tidak untuk sementara): bangunan --; pegawai --; pembantu --; (7) a kekal selama-lamanya; lestari: di dunia ini tiada sesuatu pun yg --; mudah-mudahan persahabatan kita -- hingga akhir zaman; (8) a sudah pasti (tentu): tempat dan harinya sudah --; pajaknya sudah --; pekerjaannya tidak -- , tidak tentu [v] me.ne.tap v mengesat atau mengeringkan (sesuatu yg basah, spt tulisan tinta dsb) dng cara menekankan barang yg dapat mengisap (spt kertas kembang dan kain): ia ~ air matanya dng saputangan; ia segera ~ tinta pd tulisannya supaya cepat kering
timbang rasa sama-sama menaruh perasaan hati (perasaan kasih sayang, suka menolong, simpati, dsb): bantuan itu menandakan -- rasa kpd orang-orang yg tertimpa musibah
tinggal ting.gal [v] (1) masih tetap di tempatnya dsb; masih selalu ada (sedang yg lain sudah hilang, pergi, dsb): saya disuruh -- di rumah; selamat --; (2) sisanya ialah ...; bersisa ...; tersisa ...; yg masih ada hanyalah ...: delapan dikurangi dua -- enam; uangnya -- dua puluh rupiah; tubuhnya kurus kering -- kulit pembalut tulang; ia disuruh menyelesaikan pekerjaannya yg --; (3) ada di belakang; terbelakang: pelajaran apa yg -- dr sekolah lain; (4) tidak naik kelas (tt murid sekolah): di kelas kami yg -- dua orang; (5) sudah lewat (lalu; lampau): masa yg gilang-gemilang itu sudah --; (6) diam (di): berapa tahun Saudara -- di Medan; saya -- di kampung; (7) selalu; tetap (demikian halnya): saudara -- saudara, uang -- uang; kita tidak -- diam, tetapi terus berusaha menolongmu; (8) melupakan: jangan -- adat; tidak -- memberi nasihat; (9) tidak usah berbuat apa-apa selain dr ...: semuanya sudah beres -- berangkat saja; kita -- menentukan betul atau salah; (10) bergantung kpd; terserah kpd; terpulang kpd: baik buruknya -- pd tuan; perkara ini -- tuan berhak memutuskannya; (11) (sbg keterangan pd kata majemuk berarti) (a) yg didiami: rumah --; tempat --; (b) yg ditinggalkan (dikosongkan dsb): ladang --; tanah --
tipuan ti.pu.an [n] (1) hasil menipu; (2) Kom teknik memvisualisasikan suatu situasi menurut cerita yg sedang digarap sehingga tampak spt kejadian yg sesungguhnya, msl adegan orang yg ditebas lehernya, kapal laut yg karam
tiru ti.ru [v] me.ni.ru v (1) melakukan sesuatu spt yg diperbuat orang lain dsb; mencontoh; meneladan: anak-anak biasa ~ orang tuanya; (2) berkata (berbunyi) sbg kata (bunyi) orang lain dsb: mula-mula guru berkata "kuda", lalu murid bersama-sama ~ nya; (3) membuat sesuatu yg tidak sejati (tiruan); memalsukan: tidak mudah ~ tanda tangannya
todong to.dong [v] me.no.dong v (1) mengarahkan senjata (pistol dsb) sbg ancaman untuk merampok, merampas, dsb: dua orang bersenjata masuk, lalu ~ tuan rumah; (2) ki menyuruh dng serta-merta (tanpa persetujuan sebelumnya): masyarakat desa itu ~ gubernur DKI untuk ikut berjoget di panggung
tomat to.mat [n] (1) tanaman sayuran, batang dan daunnya berbulu halus, buahnya agak bulat, yg muda berwarna hijau, yg sudah masak (tua) berwarna merah, ada yg berbiji banyak, ada yg tidak berbiji, digunakan sbg sayur atau dimakan sbg buah; terung bali; ranti merah; Solanum Iycopersicum; (2) buah tomat
tonggak tua tiang rumah utama (yg mula-mula didirikan)
traktasi trak.ta.si [n] makanan yg disuguhkan kpd orang lain
traktir trak.tir [v] men.trak.tir v membelikan (membayar) makanan dan minuman (di rumah makan dsb) untuk orang lain: dng uang pribadi ia ~ rombongannya
tritunggal tri.tung.gal [n] (1) kesatuan dr tiga hal (orang): -- kecamatan ialah camat, polisi, dan anggota angkatan darat; (2) trinitas
triumvirat tri.um.vi.rat [n] (1) tritunggal; tiga serangkai; (2) pemerintahan atau kekuasaan yg dipegang oleh tiga orang sbg satu kesatuan
tulah tu.lah [n] kemalangan yg disebabkan oleh kutuk, krn perbuatan yg kurang baik thd orang tua (orang suci dsb), atau krn perbuatan melanggar larangan; walat: ia menerima -- krn perbuatannya yg tidak baik kpd orang tuanya [n cak] tambahan (gaji dsb): gaji lima ratus ribu dan ~ nya lima ribu rupiah
tumpuan tum.pu.an [n] (1) tempat bertumpu; sesuatu untuk menumpukan kaki dsb: bangku kecil itu dipakainya sbg ~; (2) dasar: hasil studi ini merupakan ~ yg baik untuk penyelidikan selanjutnya; (3) pangkalan (untuk menyerang dsb): Inggris mengkhawatirkan kalau-kalau Daendels menjadikan Pulau Jawa sbg ~ untuk menyerang India; (4) bagian bawah tempat kaki (tt tempat tidur); (5) ki sokongan; tunjangan; bantuan: ia masih dapat mempertahankan hidupnya berkat ~ bekas kawan-kawan seperjuangannya dahulu; (6) ki batu loncatan; (7) ki orang dsb yg menjadi pusat perhatian atau tempat bertanya (tempat menaruh cinta dsb); (8) ki yg menjadi sasaran (tujuan dsb)
tunggang gunung petang hari ketika matahari di atas punggung gunung (mulai gelap): -- gunung ia baru pulang bekerja; (2) lanjut usia; tua: orang tuanya sudah -- gunung
tunggul tung.gul [n] (1) pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang; (2) pokok batang yg masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dsb: -- padi; -- jagung; (3) tonggak (untuk menambatkan perahu dsb) [n] bendera; panji-panji: dua orang pembawa -- berjalan kaki di belakang pasukan [ark] me.nung.gul v memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu krn kalah dl berperang; tungkul
tuntut tun.tut [v] , me.nun.tut v (1) meminta dng keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi): pihak keluarga ~ tanggung jawabnya atas keselamatan anak istrinya; (2) menagih (utang dsb): ~ utang yg telah lampau; (3) menggugat (untuk dijadikan perkara); membawa atau mengadu ke pengadilan: pihak yg dirugikan telah ~ penipu itu; (4) berusaha keras untuk mendapat (hak atas sesuatu): orang itu ~ hak atas warisan orang tuanya; (5) berusaha atau berdaya upaya mencapai (mendapat dsb) suatu tujuan dsb: buruh pabrik itu ~ perbaikan nasib; para pemuda ~ kemerdekaan; (6) berusaha supaya mendapat pengetahuan (ilmu dsb); mempelajari: ~ ilmu; ~ pelajaran; (7) menuju: berjalanlah mereka itu dng bergurauan dan jenaka akan ~ kota harapan
turun-temurun tu.run-te.mu.run [v] dr nenek moyang turun kpd anak cucu; berpindah-pindah dr orang tua kpd anak, kpd cucu, dan seterusnya
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
ujar-ujar [Jk n] nasihat atau kata-kata nenek moyang berupa peribahasa, pepatah, dsb: ingatlah ~ orang tua, yg menanam yg memetik
ular kembang [ki] petualang yg tidak bertanggung jawab dsb; orang yg tampaknya baik, tetapi sebenarnya berhati jahat: agar pemerintahan kuat, golongan -- kembang harus disingkirkan dr pimpinan
umbi um.bi [n] (1) akar yg menjadi besar dan berisi (wortel, ketela, dsb): wortel adalah sayuran yg termasuk kelompok --; (2) pangkal batang yg menjadi besar dan berisi yg dapat dimakan (spt talas, keladi); (3) pangkal batang pohon berdaun tunggal (spt pd kelapa dan pisang); (4) pokok akar (dr batang) yg lurus menghunjam ke dl tanah; akar umbi; (5) bagian pasak (pancang, tiang, dsb) yg tertanam di tanah [Lihat {umbuk}]
umpan um.pan [n] (1) makanan atau sesuatu (cacing dsb) yg digunakan untuk memikat atau menangkap binatang: kambing itu akan dipergunakan sbg -- untuk menangkap harimau; sebelum memancing harus sedia --; (2) material, spt bijih, yg dimasukkan ke dl alat atau mesin untuk diolah atau diproses; (3) sasaran yg mudah dijadikan korban; mangsa: bola yg melambung tanggung itu mudah menjadi -- bagi pukulan lawan; (4) ki sesuatu (seseorang) yg dipakai untuk memikat; alat untuk memikat
unduh un.duh, meng.un.duh mantu upacara menerima pasangan pengantin (oleh orang tua pengantin laki-laki setelah berakhirnya upacara pernikahan di rumah pengantin perempuan)
unggis ung.gis , meng.ung.gis v menggigit sedikit-sedikit; mengerat (mengupas) dng gigi berdikit-dikit spt orang makan tebu; mengerip; mengerumit
untung ada tuah tiada [pb] ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya; murah rezekinya, tetapi selalu habis saja
uzur [n] halangan (yg menyebabkan orang tidak dapat pergi, bekerja, dsb): kalau tidak ada -- , saya akan datang; (2) v berhalangan: kalau beliau sedang -- dan tidak dapat mengimami salat, anaknya yg tertualah yg menggantikannya; (3) a lemah badan (krn tua); sakit-sakitan; berpenyakitan: orang -- itu masih terus dipuja-puja oleh masyarakat krn kesaktiannya; (4) a (sudah) sangat tua; rusak sekali: asrama itu sudah sangat --; (5) v mengandung (hamil); (6) v cak haid
vegetarian ve.ge.ta.ri.an [n] orang yg (krn alasan keagamaan atau kesehatan) tidak makan daging, tetapi makan sayuran dan hasil tumbuhan
virtual vir.tu.al [a] (secara) nyata: demokrasi dl arti --
volt [n] (1) El satuan potensial listrik yg diperlukan untuk mengalirkan satu ampere arus listrik melalui rintangan satu ohm; (2) satuan potensial motor listrik (diberikan menurut nama penemunya Allessandro Volta, orang Italia, hidup tahun 1745-1827)
wakil wa.kil [n] (1) orang yg dikuasakan menggantikan orang lain: Paman bertindak sbg -- ayah dl persidangan itu; (2) orang yg dipilih sbg utusan negara; duta: dia merupakan salah seorang -- Indonesia dl perebutan Piala Thomas; (3) orang yg menguruskan perdagangan dsb untuk orang lain; agen: ia sbg -- tunggal di kotanya; (4) jabatan yg kedua setelah yg tersebut di depannya: -- ketua
waktu wak.tu [n] seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung: tidak seorang pun tahu apa yg akan terjadi pd -- yg akan datang; (2) n lamanya (saat yg tertentu): pekerjaan itu harus selesai dl -- lima hari; (3) n saat yg tertentu untuk melakukan sesuatu: -- makan; (4) n kesempatan; tempo; peluang: sayang sekali -- yg baik untuk mencetak gol tidak dipergunakannya; (5) p ketika, saat: -- engkau datang, saya sedang mandi; (6) n hari (keadaan hari): -- terang bulan; (7) n saat yg ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia: -- Indonesia Barat
wali mujbir [Isl] wali (orang tua, saudara laki-laki, dsb) yg berhak menikahkan seseorang yg masih gadis tanpa memerlukan izin gadis tsb
wasiat wa.si.at [n] pesan terakhir yg disampaikan oleh orang yg akan meninggal (biasanya berkenaan dng harta kekayaan dsb) [n] (1) pusaka; (2) yg bertuah; yg gaib; yg dapat membuat sesuatu yg ganjil: tongkat --
wayang orang wayang wong
wejangan we.jang.an [n] (1) hasil mewejang; petuah; petunjuk; ajaran: dng penuh minat seorang murid mendengarkan ~ gurunya; (2) pidato yg bertujuan menasihati dsb
weling we.ling [Jw n] we.ling.an n (1) pesan; wasiat; (2) harta yg telah dipesankan untuk diwariskan kpd seseorang sewaktu orang tua masih hidup dan akan diserahkan sesudah salah satu dr keduanya meninggal dunia; hibah
windu win.du [n] jangka waktu yg lamanya delapan tahun; daur kecil: minggu depan orang tuaku akan merayakan perkawinannya yg genap lima --
wirang wi.rang [Jw a] malu: janganlah kamu membuat -- orang tua, bertingkah lakulah yg sebaik-baiknya
wisuda wi.su.da [n] peresmian atau pelantikan yg dilakukan dng upacara khidmat: para sarjana yg baru lulus menghadiri acara -- bersama orang tua mereka
X [n] (1) huruf ke-24 abjad Indonesia; (2) lambang bilangan sepuluh angka Romawi; (3) (dng huruf kapital bergaris atas) lambang bilangan 10.000 angka Romawi; (4) pengganti nama orang atau sesuatu yg tidak (belum) diketahui nama sebenarnya; (5) pengganti nama orang yg sedang dibicarakan walaupun nama orang tsb sudah diketahui (untuk menjaga nama baiknya); (6) Mat kesatuan yg tidak (belum) diketahui; bilangan khayal
yang [p] kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yg berikut diutamakan atau dibedakan dr yg lain: orang -- baik hati; (2) p kata yg menyatakan bahwa bagian kalimat yg berikutnya menjelaskan kata yg di depan: dijumpainya seorang pengemis -- sedang berteduh di bawah pohon asam itu; (3) pron kata yg dipakai sbg kata pembeda: -- kaya sama -- kaya, -- miskin sama -- miskin; (4) kl p adapun; akan: -- hamba ini diperanakkan di Malaka juga; (5) p cak bahwa: saya pun percaya -- Adinda kasih juga akan Kakanda [ark n] yang-yang n dewa
yang dipertuan [kl] yg berkuasa di suatu wilayah (sebutan untuk raja atau sultan); -- mana kata tanya yg digunakan untuk menanyakan pilihan: -- mana akan kauambil sbg suamimu?
zakat za.kat [n] (1) jumlah harta tertentu yg wajib dikeluarkan oleh orang yg beragama Islam dan diberikan kpd golongan yg berhak menerimanya (fakir miskin dsb) menurut ketentuan yg telah ditetapkan oleh syarak; (2) salah satu rukun Islam yg mengatur harta yg wajib dikeluarkan kpd mustahik
zakat fitrah zakat yg wajib diberikan oleh setiap orang Islam setahun sekali (pd Idulfitri) berupa makanan pokok sehari-hari (beras, jagung, dsb)
zaman batu tua paleolitikum
zat makanan vitamin
(sbg durian) pangsa menunjukkan bangsa (sbg durian menunjukkan pangsa nya) [pb] kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb)
(spt) anjing terpanggang ekor [pb] mendapat kesusahan yg amat sangat sehingga tidak keruan tingkah lakunya: (spt) disalak -- bertuah, pb tidak dapat bertangguh lagi
-an [sufiks pembentuk nomina] (1) hasil tindakan: buatan; catatan; didikan; (2) yg biasa dikenai tindakan; yg di-: makanan; bacaan; (3) tempat; lokasi: kubangan; pangkalan; tepian; awalan; (4) alat untuk mengukur atau menghitung: meteran; timbangan; (5) hal atau cara: tembakan [sufiks pembentuk nomina] (1) kumpulan; gugusan: puluhan; ribuan; sayuran; daratan; lautan; (2) yg mempunyai atau mengandung: durian; rambutan; (3) cak yg menyerupai: gunungan; piringan [sufiks pembentuk adjektiva] (1) sesuatu yg mempunyai sifat: manisan; asinan; (2) cak intensitas: tinggian; besaran [cak sufiks pembentuk verba] melakukan sesuatu yg pelaku atau tindakannya banyak (saling): jualan; pacaran; (2) sufiks pembentuk nomina kegiatan yg berkenaan dng pelaku atau tindakan yg banyak: lebaran; natalan; syukuran
-is [sufiks pembentuk adjektiva] berkaitan dng: astronomis; psikologis; strategis [sufiks pembentuk nomina] orang yg bergerak atau ahli dalam (insani): jurnalis; kartunis; linguis
-isasi (-asi) [sufiks pembentuk nomina] proses, cara, perbuatan: aktualisasi; legalisasi; lokalisasi
-kan [sufiks pembentuk verba] (1) menjadikan: jalankan; datangkan; hitamkan; (2) sungguh-sungguh: dengarkan; camkan; (3) untuk; kpd orang lain: sewakan; bacakan; jualkan
-wan (-man, -wati) sufiks pembentuk nomina (1) orang yg ahli dl bidang: ilmuwan; budayawan; seniman; (2) orang yg bergerak dl: karyawati; wartawan; (3) orang yg memiliki barang atau sifat khusus: dermawan; hartawan; rupawan; bangsawan
abad komputer zaman modern yg orang-orangnya memanfaatkan komputer dl menyimpan dan mengolah data
abai [a] (1) tidak dipedulikan (tidak dikerjakan baik-baik, tidak dipentingkan, dsb); (2) lalai: sbg seorang ayah, ia -- dr kewajiban keluarga
abdi ab.di [n] (1) orang bawahan; pelayan; hamba; (2) budak tebusan
abdikasi ab.di.ka.si [n] (1) pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan (tt pembesar atau penguasa); (2) turun takhta dng sukarela (tt seorang raja)
abdu ab.du [kl n] hamba (Allah), yaitu manusia (terutama dipakai untuk nama orang): Abdullah, hamba Allah; Abdurrahman, hamba Allah Yang Maha Pengasih
abid [ark a] tidak berkesudahan; kekal; abadi [Isl] (1) v beribadah; (2) n orang yg taat kpd Tuhan; orang yg saleh
abidin abi.din [Ar n] (bentuk jamak dr abid) orang-orang yg taat (beribadah atau mengabdi) kpd Tuhan
abiotik abi.o.tik [a] tidak memiliki ciri hidup; tidak hidup; (2) a berhubungan dng atau dicirikan oleh tidak adanya organisme hidup; (3) n benda tidak hidup, msl batu-batuan dan bangunan rumah
abjad fonemis sistem lambang yg mempertalikan satu lambang dng sejumlah bunyi bahasa yg berperan sbg satuan fungsional terkecil dl struktur bahasa
ablasi ab.la.si [n] (1) hal terlepasnya sesuatu dr sesuatu; (2) Bio penghilangan dng jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh; (3) Geo pemindahan bahan yg telah lapuk dr batuan induknya oleh arus air; (4) Geo pengikisan oleh tiupan angin; (5) Hid penggabungan (sublimasi, peleburan, penguapan, dsb) yg memindahkan salju atau es dr permukaan gletser atau medan salju; kikisan
aboi [n] (1) sebutan bagi pembesar orang Cina; (2) kepala kampung orang Cina pd sebuah luak (msl di Kalimantan Barat)
abon [n] makanan berbahan daging rebus yg diserat-seratkan, dibumbui, kemudian digoreng
abong-abong [p cak] mentang-mentang: -- saya orang miskin, selalu dihina
abrasi ab.ra.si [n] (1) Geo pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yg mengandung dan mengangkut hancuran bahan; (2) Dok (a) luka lecet atau jejas krn pengikisan kulit oleh benda kasar; (b) pengikisan selaput lendir (dl membersihkan rahim dsb)
absente ab.sen.te [n] (1) seseorang yg tidak hadir; (2) ketidakhadiran seseorang [n] perkebunan, tanah, perusahaan, dsb yg jauh dr pemiliknya
absenteisme ab.sen.te.is.me [n] (1) ketidakhadiran yg terus-menerus (dl perusahaan, sekolah, dsb); (2) Huk pemilikan atau perwalian tanah oleh orang-orang yg tidak hidup di tanah tsb dan tidak mengolah tanah itu sendiri, tetapi mengambil hasilnya melalui penggarapnya
absolusi ab.so.lu.si [n Kat] pengampunan melalui upacara keagamaan atas kesalahan atau dosa yg telah diperoleh (dilakukan secara umum atau secara perseorangan dan diadakan secara berkala)
absolut ab.so.lut [a] (1) tidak terbatas; mutlak: seorang raja mempunyai kekuasaan --; (2) sepenuhnya; (3) tanpa syarat: penyerahan -- tentara kolonial Belanda kpd tentara pendudukan Jepang; (4) tidak dapat diragukan lagi; nyata: terbukti keterlibatannya dl peristiwa itu --
abstinensi ab.sti.nen.si [n ] pemantangan thd makanan, minuman, atau perilaku seksual
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abuk [n] serbuk (tt barang yg lumat halus spt tepung) [n] rambut: -- kaki; -- nya kusut masai [v] , meng.a.buk v mengambil atau mengakui barang orang lain sbg miliknya
acang-acang [n] orang kepercayaan; pesuruh:
acar [n] makanan bercuka dr irisan buah mentimun, wortel, bawang, cabai, nanas, bengkuang, atau daun sawi, biasa dimakan bersama nasi
acik [ark n] panggilan untuk perempuan yg lebih tua, spt kakak perempuan; bibi
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
ada gula ada semut [pb] di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang [pb] orang akan berdatangan ke tempat yg menyenangkan
ada padi segala menjadi [pb] orang kaya dapat mencapai apa yg diinginkannya
ada-adanya ada-ada.nya [adv] mana boleh; mungkinkah: ~ orang mati hidup lagi
adab [n] kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak: ayahnya terkenal sbg orang yg tinggi -- nya
adakah buaya menolak bangkai [pb] orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adaptasi sosial perubahan yg mengakibatkan seseorang dl suatu kelompok sosial dapat hidup dan berfungsi lebih baik dl lingkungannya
adapun ada.pun [p] tt hal; mengenai: -- saya ini disuruh juga olehnya meminta bantuan; (2) v walaupun ada: -- , belum tentu ia mau memberi
adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dl limbahan sekalipun [pb] orang yg asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
adar adar, meng.a.dar [v] (1) bermalam di rumah orang; (2) bertandang; singgah
adat [n] (1) aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala: menurut -- daerah ini, laki-lakilah yg berhak sbg ahli waris; (2) cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; kebiasaan: demikianlah -- nya apabila ia marah; (pd) -- nya; (3) wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem; (4) kl cukai menurut peraturan yg berlaku (di pelabuhan dsb) [Jk] meng.a.dat v (1) mogok, tidak mau jalan (tt kendaraan): krn sudah tua, mobil itu sering ~; (2) merajuk dan menangis: anak kecil itu manja dan sering ~;
adat pasang berturun naik [pb] keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tt kekayaan atau kedudukan seseorang
adat periuk berkerak [pb] jika seseorang ingin beroleh keuntungan dl satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan
adat teluk timbunan kapal [pb] biasanya orang yg berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)
adem [a cak] (1) dingin; sejuk; (2) tenteram (pikiran, hati); tenang; (3) hambar (rasa makanan); tawar
adendum aden.dum [n] (1) jilid tambahan (pd buku); lampiran; (2) ketentuan atau pasal tambahan, msl dl akta
adhesi ad.he.si [n] (1) keadaan melekat pd benda lain; (2) Fis gaya atau kakas tarik-menarik antarmolekul yg tidak sejenis; (3) Bot penyatuan tumbuh-tumbuhan yg biasanya merupakan kelompok yg terpisah; (4) Dok jaringan tubuh yg tumbuh (melekat) menjadi satu krn radang; (5) kesepakatan, sikap, atau rasa sesuai: ia menyatakan -- nya
adika adi.ka [a] lebih; lebih baik; terbaik; (2) n gelar untuk orang besar: Datuk Seri -- Raja
aditif adi.tif [a] berkenaan atau dihasilkan dng penambahan; (2) n Kim zat yg ditambahkan pd suatu produk, msl sbg penambah warna, penyedap rasa, pengawet pd makanan
administrator ad.mi.nis.tra.tor [n] (1) direktur perusahaan; (2) pengurus; penata usaha; (3) Pol pengusaha atau pembesar setempat; (4) Pol orang yg mempunyai kemampuan memerintah yg sangat baik; (5) Man pemimpin di bidang pelaksanaan peraturan, prosedur, dan kebijakan
adopsi adop.si [n] (1) pengangkatan anak orang lain sbg anak sendiri; (2) Huk penerimaan suatu usul atau laporan (msl dl proses legislatif); (3) pemungutan
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
advokasi ad.vo.ka.si [n] pembelaan: penggagas berdirinya lembaga bantuan hukum ini kembali menekuni dunia --
afal af.al [n] kelakuan; perbuatan; tingkah laku: ia orang yg baik -- nya
afasia sensoris afasia yg menyebabkan penderita tidak dapat mengerti pembicaraan orang lain
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
afiliasi afi.li.a.si [n] (1) pertalian sbg anggota atau cabang; perhubungan: beberapa universitas di negeri ini mempunyai -- dng universitas atau perguruan tinggi di luar negeri; (2) bentuk kerja sama antara dua lembaga pendidikan, biasanya yg satu lebih besar dp yg lain, tetapi masing-masing berdiri sendiri; bantuan yg diberikan oleh lembaga yg lebih besar dl bentuk personel, peralatan, atau fasilitas pendidikan
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
afwah af.wah [n] tuah (oleh kesucian): berkat --
agar [p] kata penghubung untuk menandai harapan; supaya: kita sebaiknya banyak makan sayuran -- selalu sehat
agar-agar [n] (1) ganggang laut yg dapat dimakan; Eucheuma spinosum; (2) penganan yg dibuat dr ganggang laut tsb (agar-agar); (3) zat berlendir yg dihasilkan oleh Eucheuma spinosum atau ganggang laut tertentu lainnya (banyak digunakan sbg medium biakan bakteri dan jamur)
agen publisitas [Kom] orang yg bekerja untuk memperkenalkan dan menjual nama perusaha-an, kehendak suatu golongan, personalitas seseorang, dsb kpd publik
agen rahasia seseorang yg ditugasi oleh orang atau negara tertentu untuk memata-matai dan menyelidiki pihak lawan agar memperoleh informasi yg diperlukan
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
agitator agi.ta.tor [n] orang yg melakukan agitasi; penghasut
aglomerat ag.lo.me.rat [n Geo] (1) gumpalan batuan yg terdiri atas komponen batu bersudut, batu bulat, atau kerikil yg pekat menjadi satu krn adanya bahan perekat (msl tanah liat); (2) batuan sedimen untuk batuan endapan vulkanis yg diikat oleh abu kepundan
aglutinasi ag.lu.ti.na.si [n] (1) Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; (2) Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; (3) Ling (a) pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; (b) peleburan bunyi bahasa yg berdampingan
aglutinat ag.lu.ti.nat [n Kim] lekatan bersama menjadi massa, digunakan sbg tes untuk mengetahui apakah darah seseorang yg sehat dapat dipindahkan ke dl tubuh seseorang yg sakit
agnostik ag.nos.tik [n] orang yg berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui
agregasi ag.re.ga.si [n] (1) pengumpulan sejumlah benda yg terpisah-pisah menjadi satu; (2) Bio sejumlah tumbuhan atau binatang yg merupakan suatu kesatuan dl kelompok yg lebih besar
agregat ag.re.gat [n] (1) hasil proses agregasi; (2) mesin kecil pembangkit listrik; (3) Tan bahan-bahan mineral tidak bergerak, msl pasir, debu, batu, kerikil, pecahan batu yg bercampur semen, kapur, atau bahan aspal untuk mengikat campuran itu menjadi spt beton; (4) Far satuan yg terbentuk oleh partikel yg terhimpun dl suatu kelompok
agresi ag.re.si [n] (1) penyerangan suatu negara thd negara lain; serangan; (2) Psi perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dl mencapai pemuasan atau tujuan yg dapat diarahkan kpd orang atau benda; (3) Antr perbuatan bermusuhan yg bersifat penyerangan fisik ataupun psikis thd pihak lain
agresif ag.re.sif [a] (1) bersifat atau bernafsu menyerang; (2) Psi cenderung (ingin) menyerang sesuatu yg dipandang sbg hal atau situasi yg mengecewakan, menghalangi, atau menghambat
agresor ag.re.sor [n] orang atau negara yg menyerang pihak lain; penyerang
ahadiat aha.di.at [Ar n] (1) keesaan (tt Tuhan); (2) persatuan
ahli ah.li [n] orang yg mahir, paham sekali dl suatu ilmu (kepandaian); (2) a mahir benar: dia seorang yg -- menjalankan mesin itu [n] anggota; orang(-orang) yg termasuk dl suatu golongan; keluarga atau kaum
ahli informasi petugas informasi yg memiliki keahlian tertentu dan mampu mengelola perpustakaan ilmiah, penekanan tugasnya lebih diutamakan pd keahlian dl pemberian jasa informasi dp pengetahuan tt suatu ilmu
ahli media seseorang yg memiliki pengetahuan yg luas dl media pendidikan
ahli negara ah.li ne.ga.ra [n] orang yg paham benar tt ketatanegaraan
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
air bawaan [Tan] air yg terikat di dl celah batuan sedimen ketika terjadi pengendapan sedimen
air beriak tanda tak dalam air be.ri.ak tanda tak dalam [pb] orang yg sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi
air di daun keladi (daun keladi dimandikan) [pb] sukar diajar atau dinasihati
air diminum rasa duri [pb] tidak enak makan dan minum (krn terlalu sedih dsb)
air fosil [Hid] air yg terperangkap dl ruang di antara batuan dan tetap tinggal di batuan itu sejak penimbunan
air kisi [Hid] air yg terperangkap dl pori atau kisi di antara butiran kecil penyusun batuan
air liur air yg keluar dr kelenjar ludah dl mulut; air ludah; (2) ki selera (untuk makan atau minum)
air mata duyung air jampi-jampi untuk memikat hati orang
air purwa [Hid] air yg tersekap di dl batuan reservoir atau air laut yg terperangkap di dl pori batuan sedimen selama masa sedimentasi
air selera air liur (tanda nafsu makan)
air suri nira yg belum menjadi tuak
air talkin [Isl] air yg disiramkan ke atas jenazah dl kubur sebelum orang membaca talkin
air tenang (biasa) menghanyutkan [pb] orang yg pendiam biasanya banyak pengetahuannya
air tenang menghanyutkan air tenang meng.ha.nyut.kan [pb] orang yg pendiam, tetapi banyak pengetahuannya
air tersekap air yg terperangkap di dl ruang antara batuan endapan ketika terjadi pengendapan batuan itu
ajang [n] tempat untuk makan sesuatu (piring dsb); (2) n medan; tempat (untuk bertempur dsb): -- pertempuran; (3) p untuk; bagi: -- si Badu
ajar [n] petunjuk yg diberikan kpd orang supaya diketahui (diturut)
ajengan ajeng.an [Sd n] orang terkemuka, terutama guru agama Islam; kiai
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
aju , meng.a.ju.kan v (1) mengemukakan (usul, permintaan, sanggahan, protes, dsb): ia ~ beberapa pertanyaan kpd ketua; (2) membawa ke depan; menampilkan (pasukan dsb): mereka ~ pasukan cadangan
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akademikus aka.de.mi.kus [n] (1) orang yg berpendidikan perguruan tinggi; (2) anggota akademi
akademisi aka.de.mi.si [n] (1) orang yg berpendidikan tinggi; (2) anggota akademi
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
akal dua jengkal merasa sama dng orang lain
akal sejengkal merasa diri lebih dr orang lain
akal tiga jengkal merasa diri kurang dr orang lain
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akar isap akar benalu untuk mengisap air serta zat makanan dr tanaman (pohon) tumpangan; haustorium
akar parsi rumput-rumputan keras yg tunasnya dapat dimakan sbg sayuran; asparagus; Asparagus officinalis
akar tinggal rimpang yg sederhana, tidak bercabang-cabang, (spt pd pisang)
akar umbi akar tunggang yg mengandung zat tepung dsb dan dapat dimakan
akhtaj akh.taj [kl n] orang yg takluk
akik [n] (1) batu berwarna yg dijadikan permata cincin dsb: batu --; (2) Geo batuan kalsedon (SiO2) yg tersusun berlapis-lapis dan berbagai warna
akreditasi ak.re.di.ta.si [n ] (1) pengakuan thd lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu; (2) pengakuan oleh suatu jawatan tt adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya
akrobatik ak.ro.ba.tik [n] (1) pertunjukan atau peragaan yg dilakukan seorang pemain akrobat: permainan --; (2) pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dng ketangkasan
aksarawan ak.sa.ra.wan [n] orang yg mampu membaca dan menulis
aksarawati ak.sa.ra.wa.ti [n] orang (perempuan) yg mampu membaca dan menulis
aksen ak.sen [n] (1) Ling tekanan suara pd kata atau suku kata: suku kata yg mengandung pepet dl bahasa Indonesia tidak mendapat --; (2) pelafalan khas yg menjadi ciri seseorang; logat: -- Jawanya sudah tidak terdengar lagi; (3) tekanan: lukisan itu diberinya -- tertentu agar kelihatan hidup; (4) tanda diakritik: pd huruf e itu terdapat -- , yaitu tanda tambahan pd huruf yg banyak mengubah nilai fonetis
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
aksi polisional aksi militer setempat yg dilakukan oleh tentara pemerintah tanpa pernyataan perang yg resmi thd orang yg dianggap melanggar keamanan dan ketertiban internasional; (2) gerakan yg bermaksud memulihkan keamanan (istilah yg digunakan Belanda ketika memerangi Indonesia untuk mendapatkan kembali jajahannya)
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktor ak.tor [n] (1) pria yg berperan sbg pelaku dl pementasan cerita, drama, dsb di panggung, radio, televisi, atau film; (2) orang yg berperan dl suatu kejadian penting
akuan aku.an [n] (1) yg telah diakui; (2) orang halus (hantu dsb) yg menjadi pelindung atau yg memasuki orang [n] pekarangan atau ladang di Pulau Jawa bagian utara yg dipergunakan oleh seseorang untuk melakukan usaha atas dasar hak perbuatan untuk waktu tidak lebih dr satu tahun
akuaris aku.a.ris [n] orang yg memelihara akuarium
Akuarius Aku.a.ri.us [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa; (2) Astrol zodiak ke-11 yg digambarkan dng orang menuangkan air sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 20 Januari dan 18 Februari; Kumba; Delu
akun [n Man] (1) kumpulan catatan transaksi keuangan; buku; (2) daftar transaksi keuangan yg tersusun dl buku besar dan yg bertalian dng jenis harta dan kewajiban tertentu yg dimiliki atau ditanggung gugat oleh orang atau perusahaan; perkiraan
akun kekurangan [Ek] akun yg menyatakan kepentingan spekulatif seorang pelanggan dl sekuritas atau barang yg tidak dimilikinya, tetapi dijualnya, biasanya dng harapan dapat membeli lagi sesudah harga pasar menurun
akuntan publik [Man] akuntan, yg sesuai dng ketentuan undang-undang, terdaftar pd register negara dan mempunyai izin Menteri Keuangan untuk membuka kantor akuntan (swasta) yg bertugas memberikan layanan jasa akuntansi kpd masyarakat atas pembayaran tertentu
akuntansi akun.tan.si [n Man] (1) teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua kegiatannya; (2) hal yg berhubungan dng akuntan; (3) seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi thd suatu kesatuan ekonomi
akupunktur aku.punk.tur [n ] pengobatan atau pemeriksaan orang sakit dng tusuk jarum (cara pengobatan Cina); tusuk jarum: pengobatan dng -- sudah populer di Indonesia
akur [a] (1) mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati: saya -- saja dng usulmu; rupanya orang-orang di kampung ini kurang --; (2) cocok; sesuai: salinan itu sudah -- dng aslinya
alabio ala.bio [n Tern] itik yg berasal dr daerah Alabio (Kalimantan Selatan) dan unggul dl kemampuan bertelur: dng makanan yg cukup, itik -- menghasilkan 200-260 butir telur per tahun
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
alah menang tak tahu [pb] perihal seseorang yg tidak ikut campur dl dua pihak yg sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yg telah tentu kalah
alam arwah alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal
alamah ala.mah [Ar n] orang yg sangat pandai (berilmu)
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alang-alang [n] rumput yg tinggi, umumnya tumbuh di dataran rendah, berguna sbg makanan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; Imperata cylindrica
alas kubur [ki] orang yg memikul kesalahan (kerugian dsb) orang lain
alat [n] (1) benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas; perabot(an): -- pertanian; -- tukang kayu; (2) yg dipakai untuk mencapai maksud: pelaksanaan keluarga berencana adalah -- untuk menurunkan angka kelahiran dan menaikkan taraf hidup rakyat; (3) ki orang yg dipakai untuk mencapai suatu maksud: mereka itu hanya dipakai sbg -- untuk melemahkan semangat rakyat; (4) bagian tubuh (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) yg menjalankan fungsi sesuatu: -- pencium ; -- perasa; (5) yg dipakai untuk menjalankan kekuasaan negara (spt polisi, tentara): -- negara; (6) perlengkapan: -- kebesaran untuk upacara raja-raja, spt mahkota, tongkat, payung, pedang, tunggul, bendera, dan umbul-umbul; (7) Antr benda budaya yg dikembangkan manusia dl usahanya memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya, sbg penyambung keterbatasan organismenya [Mk n] (1) jamu (tamu); (2) perjamuan
alat bantu dengar alat elektronik yg memperkeras suara sebelum suara sampai ke telinga, biasa dipakai oleh orang yg pendengarannya kurang
alat pencernaan organ tubuh yg berfungsi sbg pencerna makanan sehingga menjadi lumat dan cair serta dapat terserap ke dl darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh; perut besar; lambung
alat pengisap mesin untuk mengisap (air, debu, kotoran, udara, dsb); (2) Bio organ tubuh atau tumbuhan yg berfungsi mengisap zat makanan, oksigen, nitrogen, mineral, dsb
alat peraga alat bantu untuk mendidik atau mengajar supaya apa yg diajarkan mudah dimengerti anak didik
aleksandrit alek.san.drit [n Geo] batuan krisoberil berwarna kehijauan yg tampak berubah menjadi merah jika terkena cahaya
algojo al.go.jo [n] (1) orang yg melaksanakan hukuman mati; (2) orang yg bengis dan kejam (suka membunuh)
alibi ali.bi [n Huk] bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)
alienasi ali.e.na.si [n] (1) keadaan merasa terasing (terisolasi); (2) penarikan diri atau pengasingan diri dr kelompok atau masyarakat; (3) pemindahan hak milik dan pangkat kpd orang lain
alih generasi pergantian dr generasi tua ke generasi yg lebih muda; regenerasi
alih kode [Ling] penggunaan bahasa lain atau variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dng peran atau situasi lain atau krn adanya partisipan lain
alim [a] (1) berilmu (terutama dl hal agama Islam): ia seorang -- yg sangat disegani di kampung ini; (2) saleh: kelihatannya ia sangat -- dan tidak pernah meninggalkan salat [n] pegawai urusan agama di Banten atau Madura
alimen ali.men [n] berkenaan dng makanan atau gizi
alimentasi ali.men.ta.si [n] pemeliharaan; pemberian makan
alimenter ali.men.ter [n] alat yg berkenaan dng makanan atau gizi
Allah [n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
almandit al.man.dit [n Kim] jenis batu akik yg berwarna merah tua atau merah kecokelat-cokelatan
almarhum al.mar.hum [n] (1) yg dirahmati Allah (sebutan kpd orang Islam yg telah meninggal); (2) yg telah meninggal; mendiang: di ruang tamu tergantung lukisan besar -- Jenderal Sudirman; (3) kata untuk menyebut orang yg telah meninggal: -- pernah menjabat sbg duta besar di Singapura
alokasi alo.ka.si [n Ek] (1) penentuan banyaknya barang yg disediakan untuk suatu tempat (pembeli dsb); penjatahan; (2) penentuan banyaknya uang (biaya) yg disediakan untuk suatu keperluan: Pemerintah memberi -- dana kpd tiap desa untuk membangun gedung sekolah dasar; (3) Sos pembagian pengeluaran dan pendapatan (di suatu departemen, instansi, atau cabang perusahaan), baik dl perencanaan maupun pelaksanaannya; (4) Man penentuan penggunaan sumber daya secara matematis (msl tt tenaga kerja, mesin, dan perlengkapan) demi pencapaian hasil yg optimal
alter ego al.ter ego [Lat n Psi] (1) aku yg kedua; (2) orang yg membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) seseorang dl segala hal dan keadaan; kawan yg tidak terpisahkan, msl suami atau istri
alto al.to [n Mus] (1) nada yg mencakup suara terendah wanita dan nada suara tertinggi pria (antara sopran dan tenor); (2) orang (penyanyi) bersuara antara sopran dan tenor
altruistis al.tru.is.tis [a] bersifat mendahulukan kepentingan orang lain
alumni alum.ni [n n] orang-orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alumnus alum.nus [n] orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alur kerongkongan lekuk memanjang untuk menyalurkan makanan dr kerongkongan langsung menuju retinakulum pd dinding sebelah kanan
alusi alu.si [n Sas] majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pd karya sastra; kilatan
aluvium alu.vi.um [n Geo] (1) zaman geologi yg paling muda dr zaman kuarter atau zaman geologi yg sekarang; (2) lempung, pasir halus, pasir, kerikil, atau butir batuan lain yg terendapkan oleh air mengalir (banjir, arus sungai, arus laut)
am [a] (1) tidak terbatas pd orang atau golongan tertentu; umum; awam: orang --; (2) tidak terbatas pd bidang tertentu: pengetahuan --
amah [n] orang perempuan (Cina) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga; babu [n] rakyat biasa; orang kebanyakan: di hadapan Yang Mahakuasa tidak ada perbedaan antara -- dan bangsawan
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amanah ama.nah [n] kerabat [n] sesuatu yg dipercayakan (dititipkan) kpd orang lain: kemerdekaan Indonesia merupakan -- dr para pahlawan bangsa; (2) n keamanan; ketenteraman: bahagia dan -- yg sukar dicari; (3) a dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia: temanku adalah orang -- [Ar n] bidang hukum; kekuatan
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
amatir ama.tir [n] kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, msl orang yg bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sbg kesenangan
ambalan am.bal.an [n] rombongan orang berarak; perarakan
ambang trofik kedudukan organisme yg membentuk jala makanan (spt omnivor, karnivor)
ambek paramaarta am.bek pa.ra.ma.ar.ta [Jw a] sifat mendahulukan yg perlu didahulukan; sifat mengutamakan yg lebih penting untuk didahulukan
ambiguitas am.bi.gu.i.tas [n] (1) sifat atau hal yg bermakna dua; kemungkinan yg mempunyai dua pengertian; (2) ketidaktentuan; ke-tidakjelasan; (3) kemungkinan adanya makna atau penafsiran yg lebih dr satu atas suatu karya sastra; (4) Ling kemungkinan adanya makna lebih dr satu dl sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat; ketaksaan
ambilingual am.bi.li.ngu.al [n] orang atau masyarakat yg mempunyai kemampuan seimbang dl menggunakan dua bahasa
ambivalen am.bi.va.len [a] bercabang dua yg saling bertentangan (spt mencintai dan membenci sekaligus thd orang yg sama): ia mengakui adanya sikap -- pd dirinya thd gadis itu
ambulans am.bu.lans [n] kendaraan (mobil dsb) yg dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan: korban kecelakaan itu segera diangkut dng -- ke rumah sakit
amir [n] (1) panggilan kpd anak raja; (2) pemimpin yg memerintah sebuah negeri; (3) pemimpin yg dipercaya mengetuai suatu pekerjaan
amit [n] , peng.a.mit.an n pemberian mempelai laki-laki kpd mertua pd waktu meninggalkan rumah mertuanya [n] izin; permisi (untuk pergi atau lewat)
ammeter jam [Fis] satuan muatan listrik digunakan untuk menunjukkan kapasitas sebuah baterai atau aki
amnesti am.nes.ti [n ] pengampunan atau penghapusan hukuman yg diberikan kepala negara kpd seseorang atau sekelompok orang yg telah melakukan tindak pidana tertentu
ampere am.pe.re [n] (1) satuan ukuran arus listrik; (2) cak alat untuk mengukur (kekuatan) arus listrik
ampo am.po [n] tanah liat merah yg dapat dimakan sbg obat; napal
ampuh am.puh [Jw a] (1) mempunyai kekuatan gaib yg luar biasa: bertuah; sakti [Mk n] banjir; bah; sebak: air -- , air bah , peng.am.puh n sesuatu yg tertinggi letaknya: layar ~
amputasi am.pu.ta.si [n Dok] pemotongan (anggota badan), terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang
amuk [n] kerusuhan yg melibatkan banyak orang (spt perang saudara): dl -- di Liberia mayat bergelimpangan, darah membasahi tanah, dan inilah perang saudara sesama hitam
anabolisme ana.bo.lis.me [n Bio] (1) pembentukan zat organik kompleks dr yg sederhana; (2) asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lainnya
anai-anai [n] semut putih; rayap: tiang rumah itu hancur dimakan --
anak ajaib anak kecil yg sudah mampu menguasai kepandaian yg dimiliki oleh orang dewasa
anak angkat anak orang lain yg diambil (dipelihara) serta disahkan secara hukum sbg anak sendiri
anak bala [ki] anak yg selalu mengganggu anak orang lain
anak balam sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli
anak buah anggota kelompok (regu pasukan) yg berada di bawah seorang pemimpin
anak dacin batu (besi) pd timbangan dng ketentuan berat tertentu
anak didik murid; siswa; (2) anak yg berada dl pembinaan (asuhan) seseorang
anak dipangku dilepaskan [pb] selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan
anak gahara anak raja dr permaisuri; -- gedongan anak orang kaya (yg rumahnya gedung): -- gedongan itu mau juga bermain dng anak kampung
anak luar nikah anak yg dilahirkan oleh seorang wanita di luar perkawinan yg dianggap sah menurut adat atau hukum yg berlaku; (2) anak haram
anak mampu rawat [Dik] anak yg tingkat kemampuan intelegensinya paling tinggi 25, membutuhkan perawatan orang lain sepanjang hayatnya
anak obat anak (orang) sakit yg sedang dl perawatan dokter; pasien
anak piara anak orang lain yg dipiara
anak sasian murid; pelajar; orang yg berguru
anak sekolah anak (orang) yg masih menuntut ilmu melalui pendidikan sekolah; murid; siswa
anak sulung anak yg pertama (yg tertua)
anak sumbang anak haram (terutama akibat dr perzinaan sesama antara sanak saudara dekat); (2) anak yg lahir dr seorang ibu yg dilarang kawin menurut undang-undang dng lelaki yg menghamilinya
anak susuan anak yg masih menyusu; (2) anak orang lain yg disusui
anak timbangan perangkat timbangan berupa batu timbangan dr logam dng berbagai ukuran berat (100 g, 500 g, 1 kg, dst) sbg pengukur berat barang-barang, bahan makanan kering, sayuran, buah-buahan, dsb
anaklisis anak.li.sis [n Psi] keadaan emosi yg bergantung pd orang lain
anakronisme ana.kro.nis.me [n] (1) hal ketidakcocokan dng zaman tertentu; (2) penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yg tidak sesuai menurut waktu di dl karya sastra: dl kalimat "Hang Tuah melihat arloji titusnya, lalu menghidupkan pesawat televisinya" terdapat dua --
analis ana.lis [n] (1) orang yg menganalisis atau melakukan analisis; (2) ahli ilmu kimia yg bekerja di laboratorium (menjalankan penyelidikan dsb); (3) Ek orang yg mencari dan mengumpulkan data untuk penilaian kekayaan atau kemampuan perusahaan demi kepentingan pemodal
analisis jabatan [Man] penyelidikan tt kemampuan dan kepribadian seseorang dl hubungan dng pekerjaan yg menjadi tanggung jawabnya
analisis kimia penentuan komponen kimia suatu senyawa yg dilakukan dng pemisahan dan pengukuran atas contoh yg mewakili
analisis lambung pemeriksaan yg dilakukan thd isi lambung makhluk hidup dng tujuan mengetahui pola makannya
analisis mekanis [Tan] penguraian tanah menjadi kelompok partikel dr berbagai ukuran dng bantuan alat-alat mekanis
anamnesis anam.ne.sis [n] (1) Psi keterangan tt kehidupan seseorang (klien) yg diperoleh melalui wawancara dsb; (2) Dok riwayat orang sakit dan penyakitnya pd masa lampau
anarkis anar.kis [n] (1) penganjur (penganut) paham anarkisme; (2) orang yg melakukan tindakan anarki
anasir ana.sir [n] (1) sesuatu (orang, paham, sifat, dsb) yg menjadi bagian dr atau termasuk dl keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dsb): dl pergerakan itu terdapat -- yg kurang baik; (2) (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yg merupakan bagian dr segala benda: orang memperkirakan bumi ini ada -- nya, yaitu air, api, tanah, dan hawa; (3) segala yg ada di dunia; makhluk: daun-daun pun tiada bergerak sebab angin tiada bertiup sedikit jua, seolah-olah segala -- sama-sama menghormati hari yg mulia itu; (4) unsur
anatomis ana.to.mis [a] bersifat anatomi: ada alat-alat tertentu pd anak yg mempunyai bentuk dan letak -- yg tidak sama dng orang dewasa
ancoa an.coa [pron] bagaimana (dl percakapan dng atau di antara orang Cina)
Anda An.da [pron] sapaan untuk orang yg diajak berbicara atau berkomunikasi (tidak membedakan tingkat, kedudukan, dan umur)
andalan an.dal.an [n] (1) orang yg dipercayai; yg dapat diandalkan; tumpuan: ia termasuk ~ kita dl kejuaraan dunia bulu tangkis tahun ini; (2) pembina (dl gerakan pramuka): Presiden Republik Indonesia adalah salah seorang ~ nasional gerakan pramuka; (3) (kuda dsb) yg kuat (sakti); (4) tanggungan; barang jaminan
andan an.dan [n] orang yg putih kulitnya krn lapisan kulitnya tidak mengandung (kekurangan) zat warna tubuh (pigmen); bulai [Mk v] berkerabat (bersanak) dekat krn perkawinan, bukan krn hubungan darah
andap an.dap, andap gizi [Dok] keadaan gizi yg terjadi krn kualitas atau kuantitas makanan yg kurang atau krn gangguan pencernaan
andesit an.de.sit [n Geo] batuan keras: tras gunung api, -- , dan batu lainnya dipakai sbg bahan bangunan
andewi an.de.wi [n] tanaman kecil berbunga, daunnya lebar dan keriting, daunnya dimakan sbg lalapan; Cichorium endivia
andil an.dil [n] (1) bagian modal dl perusahaan; saham; sero: ia mempunyai -- dl perusahaan itu; (2) jasa, usaha, atau bantuan (berupa uang, tenaga, dsb) yg diberikan: ia mempunyai -- besar dl memajukan olahraga nasional
andragogi an.dra.go.gi [n] ilmu tt cara orang dewasa belajar
anekdot anek.dot [n] cerita singkat yg menarik krn lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yg sebenarnya
aneksasi anek.sa.si [n] pengambilan dng paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dng tanah (negara) sendiri; penyerobotan; pencaplokan
anemofili ane.mo.fi.li [n Tan] penyerbukan dng bantuan angin
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
anggaran ang.gar.an [n] (1) perkiraan; perhitungan; (2) aturan; (3) Ek taksiran mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yg diharapkan untuk periode yg akan datang; (4) Man rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang
angglap ang.glap [Jk v] , meng.ang.glap v menggelapkan milik orang lain (uang, barang, dsb); tidak membayar utang dsb
anggota ang.go.ta [n] (1) bagian tubuh (terutama tangan dan kaki): -- badannya lemah; (2) bagian dr sesuatu yg berangkai: kata majemuk "bumiputra" dua -- nya; (3) orang (badan) yg menjadi bagian atau masuk dl suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dsb): dia adalah seorang -- partai terlarang
angin jahat angin yg buruk membuat orang mudah sakit, spt angin yg sangat dingin, angin pd musim pancaroba
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angin-angin [n ki] kabar yg belum tentu kebenarannya; gelagat yg menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi: ada ~ bahwa ia akan mengundurkan diri; (2) a tidak tetap pendiriannya: orang tidak bisa percaya pd orang yg ~ ini
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angka fertilitas kumulatif [Dem] rata-rata banyaknya anak yg dilahirkan oleh seorang wanita sejak mereka mulai memasuki usia melahirkan sampai mereka mencapai umur tertentu (msl umur 20-24, 30-34, atau 45-49 tahun)
angka kematian kasar [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian per 1.000 orang penduduk dl satu tahun
angkak ang.kak [n ] bahan pewarna makanan buatan yg tidak berbahaya, dibuat dr fermentasi beras dng zat Monascus purpureus
angkara ang.ka.ra [n] kebengisan: janganlah Anda berbuat -- thd sesama manusia; (2) n kekurangajaran (thd perempuan dsb): ia tidak pernah berbuat -- thd istri orang; (3) a loba; tamak
angkara murka kebengisan dan ketamakan: raja yg -- murka
angkasawan ang.ka.sa.wan [n] (1) orang yg bertugas sbg penyiar radio; orang yg berkecimpung di bidang siaran radio; (2) astronaut
angkat tangan mengangkat kedua belah tangan ke atas spt ketika orang mulai salat; (2) cak mengacungkan tangan ke atas tanda menunjukkan diri: coba siapa yg dapat mengerjakan, -- tangan; (3) cak ki menyerah (tidak akan melawan lagi); takluk; (4) cak ki tidak sanggup menghadapi; putus asa: ia sudah -- tangan kalau disuruh menghadapi orang itu
angkatan muda ang.kat.an muda jabatan pegawai negara; (2) orang yg diangkat oleh negara
angkatan negara ang.kat.an negara [ark] kelompok orang muda; turunan yg termuda
angkatan penerus ang.kat.an penerus kelompok orang yg akan menggantikan kelompok sebelumnya
angkatan perang ang.kat.an perang kelompok besar orang yg diperlengkapi dng senjata yg bertugas di bidang pertahanan dan keamanan, meliputi angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara; angkatan bersenjata
angkel ang.kel [ark ] (1) n uang kontrak yg diberikan kpd orang yg masuk serdadu (pd zaman penjajahan); (2) cak v menandatangani kontrak lagi (setelah kontrak berakhir)
angker ang.ker [a] (1) tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya krn dianggap berhantu; (2) ki tampak menyeramkan (menakutkan): direktur yg -- itu ternyata berhati baik [n] jangkar
angkong ang.kong [ark n] kereta beroda dua yg dihela orang [ark n] permainan judi dng kartu tiga
angku ang.ku [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) panggilan (sebutan) kpd orang yg patut dihormati; (3) kakek
angkuh ang.kuh [a] sifat suka memandang rendah kpd orang lain; tinggi hati; sombong; congkak: krn sikapnya yg -- itu, ia tidak disukai orang [n] rupa
angkuh terbawa [pb] baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kpd orang yg pesolek)
angkutan ang.kut.an [n] (1) barang-barang (orang-orang dsb) yg diangkut; (2) cara mengangkut: ~ dng kereta api lebih murah dp dng truk
anglap ang.lap [Jw] meng.ang.lap v mengambil milik orang lain; tidak membayar (msl utang); mencuri
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
angsa laut burung laut suku Palecanidae berwarna putih, bersayap hitam yg panjangnya mencapai 3 m, berparuh besar dng kantong kulit di bawahnya yg berfungsi sbg tempat menyimpan makanan
animis ani.mis [n] orang yg menganut paham animisme
anisogami an.i.so.ga.mi [n Bio] reproduksi dng persatuan dua gamet yg tidak sama (berbeda ukurannya, tetapi sama bentuknya, atau berbeda ukuran dan bentuknya)
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
anjing geladak anjing liar (tidak dipiara orang); (2) ki penjahat yg hidup di pelabuhan-pelabuhan laut
anjing menyalak di ekor (pantat) gajah [pb] orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa
anjlok an.jlok [v] (1) meloncat ke bawah dr tempat ketinggian (dng posisi kedua kaki sbg tumpuan); (2) turun dr posisi semula (tt jembatan, bangunan, dsb); (3) keluar dr rel (tt kereta api); (4) turun banyak dl waktu sangat singkat (tt harga, berat badan, kesehatan orang, dsb)
anoreksia ano.rek.sia [n] keadaan kehilangan selera makan; nirselera
anotasi ano.ta.si [n] catatan yg dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antah an.tah [n] (1) gabah (yg terdapat pd beras atau nasi); (2) ki orang yg tidak berguna (dl masyarakat); sesuatu yg kurang baik
antah berkumpul sama antah [pb] setiap orang selalu mencari orang yg setingkat atau sederajat
antar-mengantar an.tar-meng.an.tar [v] (1) saling mengantar; kirim-mengirim: pd hari Lebaran terdapat kebiasaan ~ makanan di antara tetangga; (2) mempunyai pekerjaan mengantarkan: kerjanya ~ surat; (3) berturut-turut, tetapi tidak tentu antaranya: napasnya yg ~ lepas dr dadanya menunjukkan bahwa ia masih hidup
antaran an.tar.an [n] (1) barang yg diantarkan (dikirimkan); (2) uang dsb pemberian dr pihak laki-laki kpd calon mertua: ~ kawin
antarpribadi an.tar.pri.ba.di [a] antara pribadi seseorang dan pribadi orang lain
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
antasid an.ta.sid [n Far] zat atau obat yg menetralkan keasaman yg berlebihan dl saluran pencernaan makanan; penawar asam
antek an.tek [Jw n] orang (negara) yg diperalat atau dijadikan pengikut orang (negara) lain; kaki tangan; budak
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
antik an.tik [a] kuno, tetapi tetap bernilai sbg hasil karya seni atau benda budaya (tt barang-barang): koleksi barang --; (2) n ki perilaku, sifat, penampilan, dsb yg tidak spt biasanya (tt orang)
antikristus an.ti.kris.tus [n Kris] kuasa yg melawan Allah dan Kristus yg semakin besar menjelang kedatangan Tuhan kembali yg dapat menjelma dl orang-orang tertentu
antikuari an.ti.ku.a.ri [n] orang yg mengoleksi atau mempelajari benda kuno (antik)
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
antisemitisme an.ti.se.mi.tis.me [n] paham yg dianut oleh orang-orang yg tidak suka pd segala sesuatu yg bersangkutan dng bangsa Yahudi
antologi an.to.lo.gi [n] kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang: sebuah -- sajak perjuangan bangsa Indonesia telah diterjemahkan ke dl bahasa Inggris
antrean an.tre.an [n] deretan orang, barang olahan, atau unit yg sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dsb
antropoda an.tro.po.da [n] kera tidak berekor dan berjalan agak tegak, dr keluarga primata (simpanse, gorila, orang utan, atau gibon)
antropofagi an.tro.po.fa.gi [n Antr] adat memakan daging manusia
antropoid an.tro.po.id [a] menyerupai manusia, terutama dl wujud fisiknya, spt kera, orang utan, dan gorila
antroponimi an.tro.po.ni.mi [n] penyelidikan tt sistematik, arti, dan asal-usul nama orang
antroposofi an.tro.po.so.fi [n] aliran filsafat yg berpandangan bahwa keseluruhan cara berpikir, tubuh, kesadaran, dan jiwa manusia akan membentuk satu kesatuan yg tidak dapat dipisah-pisahkan dan akan mengalami perubahan secara terus-menerus
anu [n] (1) yg tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): si -- membeli -- di toko --; (2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung -- yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
anugerah anu.ge.rah [n] pemberian atau ganjaran dr pihak atas (orang besar dsb) kpd pihak bawah (orang rendah dsb); karunia (dr Tuhan): ia mendapat -- Bintang Mahaputra dr Pemerintah; bersyukurlah atas -- Nya
anumerta anu.mer.ta [a] setelah meninggal; (2) n penghargaan (gelar, pangkat, dsb) yg diberikan kpd anggota angkatan bersenjata yg dianggap berjasa kpd negara, sesudah orangnya meninggal
anyang [n] makanan (kerang mentah, daging, dsb) dng rempah-rempah dan garam atau buah-buahan mentah dng lada dan garam [v] meng.a.nyang ha.ti membuat (menyebabkan) sakit (hati): perkataannya ~ hati istrinya
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apa yg kurang pd belida [pb] orang yg berkecukupan, tidak ada yg kurang padanya
apalagi apa.la.gi [p] kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yg telah dibicarakan terdahulu: anak kecil pun sudah mengerti, -- orang dewasa
apanase apa.na.se [n] bantuan berupa tempat atau tanah yg diberikan oleh badan legislatif atau pemerintah kpd anggota keluarga bangsawan atau tuan tanah
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api penyuci [Kat] tempat siksaan di akhirat untuk membersihkan jiwa orang yg berdosa ringan
apit [n] (1) sesuatu yg terdapat di antara dua benda (orang dsb); sesuatu yg dihimpit (dijepit, ditindih, dsb); (2) alat untuk menghimpit (menjepit, menindih, dsb); (3) jejenang; ajudan
aplus ap.lus [v cak] bergilir (tt orang yg bertugas, berkawal, dsb) [Lihat {aplaus}]
apologetis apo.lo.ge.tis [a] bersifat pemaaf: orang yg paling -- pun tidak akan mengampuni tindakan yg sadis itu
apopleksi apo.plek.si [n Dok] penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah
apraksi ap.rak.si [n ] orang yg mengalami apraksia
apu [n] kapur yg sudah diendapkan untuk ramuan makan sirih (dicampur dng gambir, kapulaga, cengkih, dsb)
apu-apu [n] tumbuhan apung, biasanya terdapat di perairan tenang yg tidak dalam, pd umumnya ditanam di kolam ikan sbg peneduh dan bahan makanan yg baik untuk ikan; Pistia strationes linnaeus
arah arah, arah.an [ark n] orang yg menjadi pembantu
arahan arah.an [n] (1) petunjuk untuk melaksanakan sesuatu; (2) perintah resmi seorang pemimpin perusahaan kpd bawahannya yg berupa petunjuk untuk melaksanakan sesuatu dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi
arak-arakan arak-arak.an [n] iring-iringan orang dsb yg berarak; pawai: festival film yg diselenggarakan di Surabaya diawali dng ~ para artis film mengelilingi kota
aram [n] aram-aram n tangga berpara-para tempat orang bekerja di tempat tinggi, msl mengecat gedung bertingkat [kl a] -- temaram hampir gelap; suram (tidak bercahaya terang)
arang itu jikalau dibasuh dng air mawar sekalipun [pb] tabiat orang yg dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
ararut ara.rut [n] tumbuhan berumbi panjang, putih, dan berserat yg dapat dimakan, ubi garut, Maranta arundinacea
aras [Lihat {arasy}] [kl a] dl bahaya (tt raja dl permainan catur) [kl v] menyentuh (pd); berbatas (pd); sampai (ke) [n] -- kerdan kue yg dibuat dr tepung yg dimakan dng kuah berempah, disajikan sbg pembuka selera (dimakan sebelum makanan utama) [n Fis] tingkat
arbiter ar.bi.ter [n] orang yg disepakati oleh dua belah pihak yg bersengketa untuk memberikan keputusan yg akan ditaati oleh kedua belah pihak
arca ar.ca [n] patung yg terutama dibuat dr batu yg dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang
are [n] satuan ukuran luas 100 m2
aren [n] pohon jenis palem yg umbut batangnya mengandung sagu yg dapat dimakan, ijuknya untuk atap rumah dsb, niranya disadap untuk gula; enau; kabung; Arenga pinnata
ares [n] (1) cak hukuman (berupa larangan keluar dr rumah dsb); (2) Huk penangkapan; penahanan; peniadaan kebebasan [n] inti batang pisang (yg sudah berbuah)
areta are.ta [n] keberanian dan kebajikan yg dimiliki seseorang yg menyebabkan dia dihormati oleh orang lain
argot ar.got [n Ling] bahasa dan perbendaharaan kata yg bersifat rahasia dr suatu kelompok orang, msl bahasa para pencopet
Aries Ari.es [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol zodiak pertama yg digambarkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Maret dan 19 April; Mesa; Hamal
arif [a] (1) bijaksana; cerdik dan pandai; berilmu: ia terkenal sbg orang yg --; (2) paham; mengerti: tidak mungkin seseorang itu -- akan segala hal
arifin ari.fin [n] (golongan) orang cerdik pandai (bijaksana)
arisan aris.an [n] kegiatan mengumpulkan uang atau barang yg bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya, undian dilaksanakan dl sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya
aristokrat aris.tok.rat [n] (1) penganut cita-cita kenegaraan yg berpendapat bahwa negara harus diperintah oleh kaum bangsawan (orang kaya dan orang-orang yg tinggi martabatnya); (2) orang dr golongan bangsawan; ningrat
arkais ar.ka.is [a] (1) berhubungan dng masa dahulu atau berciri kuno, tua; (2) tidak lazim dipakai lagi (tt kata); ketinggalan zaman
arkeozoikum ar.ke.o.zo.i.kum [n] kala tertua dl sejarah perkembangan bumi beserta segala hal yg hidup di bumi, berlangsung kira-kira 2.000-1.200 juta tahun yg lalu
armada ar.ma.da [n] (1) rombongan (pasukan) kapal perang; (2) rombongan kapal-kapal dagang; (3) rombongan suatu kesatuan: kedatangan menteri disambut -- perahu nelayan
arogan aro.gan [a] (1) sombong; congkak; angkuh; (2) Psi mempunyai perasaan superioritas yg dimanifestasikan dl sikap suka memaksa atau pongah: dl dunia yg penuh manusia -- dan kepalsuan ini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar
aroma aro.ma [n] (1) bau-bauan yg harum (yg berasal dr tumbuh-tumbuhan atau akar-akaran); (2) bahan pewangi makanan atau minuman
aronan aron.an [n] beras yg sudah direbus setengah matang yg siap untuk dikukus; hasil mengaron: krn sangat lapar, dimakannya ~ itu
articok ar.ti.cok [n] perdu yg agak tinggi dng daun yg tirus, pucuk bunganya dapat dimakan; Cynara Scolimus
artikel ar.ti.kel [n] (1) karya tulis lengkap, msl laporan berita atau esai dl majalah, surat kabar, dsb; (2) Huk bagian undang-undang atau peraturan yg berupa ketentuan; pasal; (3) Ling unsur yg dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, msl the dl bahasa Inggris
artisan ar.ti.san [n] orang yg ahli membuat barang kerajinan tangan
artisyok ar.ti.syok [n] tanaman sayuran berbentuk kuncup, berkelopak keras, dapat dimakan
artona ar.to.na [n] ulat pemakan daun kelapa; hama pohon yg menyerang daun sehingga tinggal lidinya
arung-arungan arung-arung.an [n] (1) bagian sungai yg dangkal tempat orang menyeberang; (2) laut yg biasa dilayari (dilalui)
arus manusia keadaan hilir mudiknya orang yg berjalan atau lewat
arwah ar.wah [n] (1) jiwa orang yg meninggal; roh: semoga -- nya diterima di sisi Tuhan; (2) ki semangat: hilang --
asai [n] binatang kecil yg memakan kayu; bubuk; (2) a termakan bubuk (tt beras dsb); lapuk
asal ayam pulang ke lumbung [pb] tabiat orang tidak akan berubah
asal berinsang asal ber.in.sang , ikanlah [pb] tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dsb)
asalnya dr kubang asalnya dr ku.bang [ki] (orang) yg hina sekali
asam benzoat [Kim] zat padat berbentuk hablur (dipakai dl berbagai kegunaan msl dl bidang kedokteran sbg bakterisida, dl laboratorium sbg zat awal dl banyak sintesis organik, dl industri untuk pembuatan berbagai zat celup dan sbg pengawet makanan); C6H5OOH
asam format [Kim] asam organik tanpa warna (bersifat mengikis dan berbau tajam) yg ditemukan dl semut merah, sengat lebah, dan serangga lainnya (digunakan dl pencelupan tekstil, penyamakan kulit, dan sbg zat antara bagi banyak zat kimia); HCOOH
asam glukonat [Kim] hablur tanpa warna, digunakan dl penyediaan bahan makanan dan bahan farmasi; C6H12O7
asam selong tumbuhan berukuran sedang, tinggi 2-5 m, daunnya panjang berlapiskan lilin, daun muda berwarna merah tua, bunga kecil-kecil berwarna kuning susu, buahnya berwarna merah tua hitam, bulat berlekuk-lekuk; cermai belanda; Engema uniflora
asas keturunan asas yg menentukan bahwa kewarganegaraan seorang anak otomatis menurut kewarganegaraan ayahnya
asas praduga tidak bersalah asas yg menyatakan bahwa setiap orang yg disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau diperiksa pd sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hakim yg berkekuatan hukum yg menyatakan bahwa tersangka atau tertuduh bersalah
asas tempat kelahiran asas yg menentukan bahwa tempat lahirlah yg menentukan kewarganegaraan seseorang
asinyor asi.nyor [n Huk] seseorang yg menyerahkan hak atau miliknya (biasanya tanah) kpd orang lain
asisten asis.ten [n] orang yg bertugas membantu orang lain dl melaksanakan tugas profesional, msl dl pekerjaan, profesi, dan kedinasan
asistensi asis.ten.si [n] kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dl tugas profesionalnya)
asket as.ket [n] orang yg menjalani asketisisme; pertapa; aulia
asli as.li [n] (1) tidak ada campurannya; tulen; murni: emas --; (2) bukan peranakan: orang pribumi adalah penduduk --; (3) bukan salinan (fotokopi, saduran, terjemahan): ijazah --; naskah --; (4) baik-baik; tidak diragukan asal usulnya; (5) yg dibawa sejak lahir (sifat pembawaan): bagaimanapun disembunyikannya sifat -- nya, pasti akan kelihatan juga; (6) (tempat) asal: orang tsb -- nya dr Bandung
asmaradanta as.ma.ra.dan.ta [kl a] putih berkilat (gigi, gading): bibirnya merah tua dan giginya --
aspek as.pek [n] (1) tanda: linguis dapat mencatat dng baik ucapan-ucapan yg mempunyai -- fonemis; (2) sudut pandangan: mempertimbangkan sesuatu hendaknya dr berbagai --; (3) pemunculan atau penginterpretasian gagasan, masalah, situasi, dsb sbg pertimbangan yg dilihat dr sudut pandang tertentu; (4) Ling kategori gramatikal verba yg menunjukkan lama dan jenis perbuatan
aspek pungtiliar [Ling] aspek yg menggambarkan perbuatan dipandang sbg satuan temporal tunggal
aspiran as.pi.ran [n] orang yg berambisi besar untuk menuntut suatu hal (pangkat, pengetahuan, dsb)
asrama as.ra.ma [n] bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
astrologi as.tro.lo.gi [n] ilmu perbintangan yg dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang; nujum
asuh [v] , meng.a.suh v (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; (2) ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; (3) ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa
asuransi korban perang asuransi yg mengatur jaminan hidup orang-orang yg menderita akibat peperangan
asuransi perusahaan asuransi atas jiwa seorang direktur perusahaan, pekerja, atau pejabat penting yg polisnya dapat dibayarkan kpd perusahaan yg mempekerjakan orang itu
asyik [a] (1) dl keadaan sibuk (melakukan sesuatu dng gemarnya): mereka sedang -- bekerja; (2) sangat terikat hatinya; penuh perhatian: ia sedang -- membaca buku detektif; (3) senang: saya belum merasakan bagaimana -- nya bermain golf?; (4) berahi; cinta kasih; sangat suka (gemar): putra mahkota itu teramat -- nya kpd tuan putri
asyik-asyiknya asyik-asyik.nya [a] enak-enaknya: sedang ~ bermain, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan orang minta tolong
Asytoret Asy.to.ret [n] dewi kesuburan orang Sidon yg dimasukkan ke Israel oleh istri-istri Salomon (Sulaiman)
atap langsung lapisan batuan yg langsung berada di atas lubang bukaan tambang bawah tanah yg berfungsi sbg atap
atap serotong bentuk atap rumah orang kebanyakan atau lapisan masyarakat bawah
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
ateis ate.is [n] orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok -- tidak akan mengambil bagian dl suatu upacara agama
atmosfer at.mo.sfer [n] (1) lapisan udara yg menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagai gas, yaitu nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain); (2) satuan tekanan yg besarnya sama dng tekanan udara pd permukaan laut (1,033 kg setiap cm2); (3) Sas suasana perasaan yg bersifat imajinatif dl naskah drama yg diciptakan oleh pengarangnya
atribut at.ri.but [n] (1) tanda kelengkapan (berupa baret, lencana, dsb): setiap angkatan di lingkungan TNI memiliki -- sendiri; (2) ki lambang: -- keadilan ialah pedang dan timbangan; (3) sifat yg menjadi ciri khas (suatu benda atau orang): berani dan jujur adalah -- seorang kesatria; (4 a) Ling penjelas; (b) adjektiva yg menerangkan nomina dl frasa nominal; (c) kata berkelas tertentu yg mempunyai fungsi menerangkan nomina dl frasa nominal, msl sekarang dl pemuda sekarang; (5) kategori variabel kualitatif (spt laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin); (6) Ark ciri atau sifat yg terdapat pd setiap benda purbakala, yg dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok
atrisi at.ri.si [n Geo] proses saling mengikis antara sesama pecahan batuan ketika terangkut oleh air, es, atau angin
aturan atur.an [n] (1) hasil perbuatan mengatur; (segala sesuatu) yg sudah diatur: ~ rumahnya secara Barat; (2) cara (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah) yg telah ditetapkan supaya diturut: kita harus menurut ~ lalu lintas di jalan ; bagaimana ~ minum obat ini?; (3) tindakan atau perbuatan yg harus dijalankan: panitia sedang membicarakan ~ memberantas penyakit malaria; (4) adat sopan santun; ketertiban: dia tidak tahu ~; (5) cak seharusnya; menurut (kebiasaan dsb); biasanya: ~ (nya) dia harus datang sendiri
au [n Astron] satuan jarak astronomis dl perbintangan yg sama besar dng jarak bumi ke matahari, yaitu 149.599.000 km
aubade au.ba.de [n] (1) nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pd pagi hari; (2) nyanyian cinta pd pagi hari; (3) pujian yg disampaikan dl bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang: -- anak sekolah di depan Istana Merdeka pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
audiofil au.di.o.fil [n] orang yg sangat menggemari reproduksi suara yg sangat teliti; penggemar fanatik reproduksi suara yg sangat teliti
aulia au.lia [n] orang suci; wali
autad au.tad [n Isl] anggapan tt adanya empat orang yg sangat alim dan saleh, masing-masing menempati empat penjuru dunia, yaitu timur, barat, utara, dan selatan
autisme au.tis.me [n] gangguan perkembangan pd anak yg berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dng orang lain terganggu
autistik au.tis.tik [a] terganggu jika berhubungan dng orang lain
autobiograf au.to.bi.o.graf [n] seseorang yg menulis sendiri autobiografinya
autodidak au.to.di.dak [n] orang yg mendapat keahlian dng belajar sendiri
autogami au.to.ga.mi [n Bio] persatuan dua inti yg berasal dr sel, spt pd hewan bersel satu
autograf au.to.graf [n Filol] (1) tulisan pribadi; (2) naskah asli yg ditulis tangan oleh pengarangnya sendiri; (3) tanda tangan dr seseorang yg termasyhur
autoklastik au.to.klas.tik [n Geo] batuan jenis breksi (sedimen mekanis), terbentuk sbg pecahan (debris) yg membatu di tempat
autokrasi au.to.kra.si [n Pol] (bentuk) pemerintahan dng kekuasaan mutlak pd diri seseorang; kediktatoran
autokrat au.to.krat [n Pol] orang yg mempunyai kekuasaan mutlak; diktator
autolisis au.to.li.sis [n Dok] perombakan tubuh organisme yg mati oleh enzim tanpa bantuan bakteri
avokad avo.kad [n ] (1) tanaman yg tingginya mencapai 3-10 m, bentuk buahnya bulat lonjong, berkulit hijau atau cokelat keungu-unguan, berdaging tebal lunak berwarna kuning kehijau-hijauan dan enak dimakan; Porsea americana; (2) buah avokad
avontur avon.tur [n] pertualangan
awa [n] pinang yg telah dipotong pd kedua ujungnya dan dibelah empat (untuk dimakan); pinang awa
awak [n] (1) tubuh; badan: -- sakit, badan menimbun; (2) cak diri kita sendiri: masalah kemajuan perekonomian janganlah diserahkan kpd bangsa lain, -- lah yg bertanggung jawab; (3) sebutan bagi orang Minangkabau: orang --; (4) saya: -- tidak tahu apa yg harus -- lakukan; (5) engkau; kamu: ke mana aku hendak -- bawa; (6) orang yg menjadi anak buah pesawat terbang (kapal dsb)
awak penerbangan anak buah kapal terbang; orang yg bekerja pd sebuah maskapai penerbangan
awak yg payah membelah ruyung [pb] kita yg berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat faedahnya
awam [a] umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa; (2) n orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara)
awang awang, ber.a.wang [a] bersahabat; berjinak-jinakan: kedua orang itu tampaknya sudah mulai ~
awas [v] (1) dapat melihat baik-baik; tajam penglihatan: ia sudah tua, tetapi matanya masih --; (2) tajam tiliknya; dapat mengetahui (melihat) segala yg gaib (rahasia dsb): ia mencari dukun yg --; (3) memperhatikan dng baik; waspada: kita harus tetap -- thd gerak-gerik musuh; (4) hati-hati; ingat: -- ada ular; -- copet
awet [a] (1) lama berubah; lama bertahan; (2) tidak mudah rusak (tua dsb): barang ini murah lagi --
awet muda selalu tampak muda meskipun usianya sudah tua
awuran awur.an [n] sesuatu yg tidak teratur, terencana, dsb: orang itu menjawab pertanyaan secara ~ , tidak dipikir lebih dahulu
ayah tiri laki-laki (bukan ayah kandung) yg kawin dng ibu kandung seorang anak
ayam gulai ayam tua berumur lebih dr satu tahun; (2) daging ayam yg digulai
ayam itik segala bangsa unggas yg dipiara orang (spt ayam, itik, angsa)
ayam itik raja pd tempatnya [pb] setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya
ayam kampung ayam yg secara alami berasal dr daerah tertentu yg dipiara orang (lawan ayam negeri, ayam ras)
ayam tambatan [ki] abdi yg sudah tua
ayam tedung ayam sabungan yg merah tua warna bulunya, hitam warna mata dan kakinya; ayam-ayam n (1) tiruan ayam (untuk permainan dsb); (2) unggas yg serupa ayam, berkaki panjang, biasa hidup di tambak atau di rawa-rawa (tidak kuat terbang); Gallierex cinerea
ayapan ayap.an [n] makanan (pemberian raja)
ayapan raja ayap.an raja makanan yg dianugerahkan raja kpd rakyat
ayat [n] (1) alamat atau tanda; (2) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian surah dl kitab suci Alquran; (3) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian pasal dl undang-undang [n] kenyataan yg benar; bukti
ayatullah aya.tul.lah [n] (1) tanda-tanda kebesaran dan kekuatan Allah; (2) gelar tertinggi pemimpin spiritual dl kalangan Syiah di Iran
ayeng , ayeng-ayeng.an Jk v (1) berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yg tidak-tidak spt orang yg kurang waras; (2) berkeliling mencari sesuatu hingga lelah; (3) pergi ke sana-sini
ayuman ayum.an [n] bantuan thd perbuatan jahat
azan [n] seruan untuk mengajak orang melakukan salat; bang: kedengaran -- sayup-sayup sampai; muazin ialah orang yg mengumandangkan --
aziz [kl a] terhormat; termulia; sangat berharga: daulat Tuanku Syah Alam, patik kalau-kalau durhaka ke bawah duli yg --
Baal Ba.al [n] dewa kesuburan yg dipuja oleh orang Israel (disebut dl Perjanjian Lama)
baba ba.ba [n] sapaan untuk orang Cina (laki-laki) [n Lay] tikus
babi merasa gulai [pb] menyama-nyamai orang besar (kaya)
babi tanah binatang kecil yg memakan semut
babit ba.bit [v] , mem.ba.bit.kan v melibatkan seseorang dl perkara dsb
babu ba.bu [n cak] perempuan yg bekerja sbg pembantu (pelayan) di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga
babu masak babu yg pekerjaannya memasak makanan
baca ba.ca [v] , mem.ba.ca v (1) melihat serta memahami isi dr apa yg tertulis (dng melisankan atau hanya dl hati): dia jangan diganggu, krn sedang -- buku; (2) mengeja atau melafalkan apa yg tertulis; (3)mengucapkan: -- doa, -- mantra; (4) mengetahui; meramalkan: ia dapat -- suratan tangan (garis-garis pd telapak tangan); (5) memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai -- permainan lawan
bada ba.da [Lihat {bakda}] [Mk v] ter.ba.da-ba.da v, tidak --, tidak terkatakan lagi; tidak terhingga (sangat, hebat, dsb) [n] , -- pisang penganan yg dibuat dr pisang yg dipotong-potong spt keping dan dipanggang
badal ba.dal [n] pengganti (terutama bagi orang naik haji); wakil
badan air [Geo] kumpulan air yg besarnya antara lain bergantung pd relief permukaan bumi, kesarangan batuan pembendungnya, curah hujan, suhu, dsb, msl sungai, rawa, danau, laut, dan samudra
badan astral [Fil] badan orang yg sudah meninggal yg tampak sbg bayangan sinar yg bercahaya (bersifat metafisika); badan (roh) halus
badan pembuat undang-undang [Pol] badan yg terdiri atas orang-orang yg menduduki jabatannya melalui pemilihan umum dan membuat keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
badari ba.da.ri [n] ikan yg suka makan anaknya
badi ba.di [n] (1) kl pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); (2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan: anak itu memiliki -- kuda; (3) Dok zat yg menularkan penyakit
badur ba.dur [n] tumbuhan talas, getahnya menyebabkan gatal apabila tersentuh kulit, daunnya sbg makanan ikan, umbinya untuk disayur; Amorphophallus variabilis
bagai balam dng ketitir [pb] perihal dua orang yg selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
bagai batu jatuh ke lubuk [pb] hilang lenyap (orang yg meninggalkan tempat)
bagai belut diregang [pb] seseorang yg tinggi kurus
bagai belut kena ranjau (getah) [pb] seseorang yg licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu
bagai bertanak di kuali bagai ber.ta.nak di kuali [pb] bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri
bagai dekan di bawah pangkal buluh [pb] seseorang yg pandai menyimpan rahasia
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bagai empedu lekat di hati [pb] sangat karib, tidak terceraikan (tt persahabatan, orang berkasih-kasihan, dsb)
bagai ikan kena tuba [pb] banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri)
bagai kena santung pelalai [pb] gadis yg lupa (tidak ingat) akan bersuami (krn diguna-gunai orang)
bagai kinantan hilang taji [pb] seseorang yg telah kehilangan penghargaan
bagai langau di ekor gajah [pb] selalu tunduk kpd kemauan orang besar atau orang pandai
bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran) [pb] seseorang yg merasa senang krn terlepas dr kesusahan
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bagai pahat [pb] orang yg mau bekerja apabila diperintah
bagai pimping di lereng [pb] orang yg tidak berpendirian tetap
bagai sambau di tengah jalan (yg rebah bangun krn terinjak) [ki] kehidupan orang yg turun naik, tidak menentu
bagai serdadu pulang baris [pb] orang yg kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya
bagai tikus membaiki labu [pb] orang yg mencoba memperbaiki sesuatu yg tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya
bagaimana ditanam bagaimana ditanam, begitulah di.tu.ai [pb] seseorang akan mendapat balasan spt yg diperbuatnya
baham ba.ham , mem.ba.ham v memakan (memamah dsb) dng mulut tertutup [Lihat {geraham}]
bagian ba.gi.an [n] (1) hasil membagi: ruangan ini dibagi menjadi dua -; (2)perolehan atau penerimaan (dr barang yg diberi); yg diperuntukkan: siapa yg belum mendapat -; kita semua mendapat -- yg sama; (3) jatah: tiap jiwa mendapat -- beras 10 kg; (4) penggal (buku, cerita, dsb); jilid: -- kedua buku ini akan segera terbit; (5) sepenggal dr sesuatu yg utuh: -- atas dan -- bawah gedung itu sama; (6) sesuatu (benda, alat, dsb) yg menjadi pelengkap: otak termasuk -- tubuh manusia yg penting; (7) cabang dr suatu pekerjaan (jawatan dsb): ia menjabat sbg kepala -- tata usaha; (8) nasib (untung, malang); peruntungan: telah menjadi -ku hidup melarat begini; (9) pecahan dr kesatuan (spt dr dewan, panitia) yg bertugas mengurus sesuatu; seksi: -- konsumsi; -- penerima tamu
bahan pengawet [Tan] bahan kimia beracun yg digunakan untuk meningkatkan ketahanan kayu, bahan makanan, dsb thd serangan perusak biologis
bahang jenis [Fis] kapasitas bahang per satuan massa atau jumlah bahang yg diperlukan untuk menaikkan suhu satu satuan massa zat satu derajat tanpa perubahan fase atau kimia; kapasitas bahang jenis
bahar ba.har [kl n] (1) laut; (2) sungai (danau) besar [ark n] satuan ukuran panjang dr ujung kaki ke ujung tangan yg lurus ke atas
bahara ba.ha.ra [kl n] (1) muatan; (2) satuan ukuran berat yg ukurannya tidak tetap bergantung pd barang yg ditimbang: agar-agar se -- (= 12 pikul)
bahari ba.ha.ri [kl] (1) a dahulu kala; kuno: adat yg --; zaman --; (2) v bertuah: keris -- [kl a] indah; elok sekali: duduk menyembah Sitti -- [ark a] mengenai laut; bahari
bahariwan ba.ha.ri.wan [n] orang yg bekerja di laut atau pelayaran; pelaut
bahasa buatan bahasa yg direka dng tujuan khusus untuk memperbaiki komunikasi internasional; (2) sistem kode berupa lambang abstrak, spt yg dipakai dl pemrograman komputer; (3) bahasa yg dibuat orang untuk pemakaian tertentu, msl bahasa Esperanto dan bahasa yg dipakai dl logika simbolis atau penggunaan komputer
bahasa gunung ragam bahasa Melayu yg dipakai oleh petani, orang desa, dsb
bahasa laut bahasa orang laut (pelaut)
bahasa menunjukkan bangsa [pb] budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)
bahasa pasar bahasa yg dipakai sbg alat komunikasi dl perdagangan oleh orang yg memiliki bahasa ibu yg berbeda-beda; (2) bahasa perantara yg terbentuk dr berbagai bahasa yg intinya berasal dr satu bahasa tertentu
bahasa roh [Kris] karunia Roh Kudus yg memuji Allah di dl doa dng bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yg memakainya maupun oleh orang lain
bahasa santai bahasa yg digunakan dl situasi yg bersifat pribadi dan suasana akrab
bahasa sopan santun ragam bahasa yg dipakai dl situasi sosial yg mewajibkan adanya norma sopan santun
bahasa standar (ragam) bahasa yg diterima untuk dipakai dl situasi resmi, spt dl perundang-undangan dan surat-menyurat resmi; (2) bahasa persatuan dl masyarakat bahasa yg mempunyai banyak bahasa; bahasa baku
bahasa tarzan bahasa yg digunakan di antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak mudah saling mengerti, dicampuri gerak isyarat
bahasa umum bagian khazanah leksikal, gramatikal, dan stilistis suatu bahasa yg dimengerti dan diterima sbg pemakaian yg baik oleh semua orang yg mengenal bahasa itu
bahasawan ba.ha.sa.wan [n] (1) orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; (2) ahli bahasa
bahuku ba.hu.ku [n] retribusi yg harus dibayar krn mengambil hasil tanah milik orang lain (di Halmahera)
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
bait ba.it [n] satu kesatuan dl puisi yg terdiri atas beberapa baris, spt pantun yg terdiri atas empat baris [Ar n] rumah
bajak selalu di tanah yg lembut [pb] orang yg selalu menderita adalah orang yg lemah
bajetah ba.je.tah [Sd n] perdu yg termasuk suku Rutaceae, daunnya berbentuk lonjong, berkhasiat sbg obat demam dan untuk merangsang selera makan anak; daun tikusan, Clausea excavata
baji dahan membelah dahan [pb] memboroskan harta tuannya
baju antari baju dalam yg panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yg bentuknya spt baju anggerka; (2) baju panjang yg dipakai oleh orang yg naik haji
baju biru [ki] orang hukuman (tahanan) yg menjalani hukuman penjara
baju jubah baju panjang spt yg biasa dipakai orang Arab, hakim, atau paderi
baju teluk belanga baju model Melayu, spt baju kurung untuk orang laki-laki
bajul buntung [ki] orang laki-laki yg suka mengganggu perempuan
bakal ba.kal [n] yg akan dijadikan (dibuat): hutan-hutan yg dirambah itu -- persawahan; (2) n sesuatu yg akan menjadi; calon: -- suaminya seorang pedagang; (3) n barang; bahan: -- rumah; (4) adv akan: lamarannya tidak -- diterima; (5) Jk p untuk; buat: uang itu -- beli apa?
bakalan ba.kal.an [v cak] akan dijadikan: terbetik kabar bahwa dia -- menjadi salah seorang sutradara film terkenal
bakda bak.da [p] sesudah: -- magrib; -- haji [n] permulaan [n] -- pisang pisang goreng yg diiris-iris [n] -- seluang ikan darat seluang, Rasbora
bakmi bak.mi [n] makanan yg bahannya dr tepung (terigu dsb), bentuknya panjang-panjang spt tali
bakso bak.so [n] makanan terbuat dr daging, udang, ikan yg dicincang dan dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat
bakteri pembusuk bakteri yg menyebabkan sesuatu (daun, makanan, dsb) menjadi busuk
baku ba.ku [n] (1) pokok; utama: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; (2) tolok ukur yg berlaku untuk kuantitas atau kualitas yg ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar [adv] saling [Jw n] anggota masyarakat desa yg merupakan penduduk inti yg mempunyai lahan pertanian, rumah, dan halamannya
bakwan bak.wan [n] makanan terbuat dr jagung muda dsb yg dilumatkan, dicampur dng tahu atau udang, kemudian diadon bersama telur dan tepung terigu dan digoreng
bal [n cak] bola [n] (1) satuan ukuran jumlah (bahan pakaian dsb): membeli kain putih dua --; (2) bandela; karung (tt beras dsb) [n Lay] bungkusan yg terbuat dr bahan lunak, tidak kaku, berbentuk kotak
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
bala seribu hikmat (mantra) yg menjadikan seseorang memiliki kekuatan yg luar biasa
balai bendul [kl] rumah tempat menanti orang-orang yg hendak menghadap raja
balas dendam ba.las den.dam [v] perbuatan membalas perbuatan orang lain krn sakit hati atau dengki: -- itu termasuk perbuatan tercela
balet ba.let [n] tari yg melukiskan suatu kisah (drama), boleh ditarikan oleh seseorang atau oleh kelompok orang
balik jurai bentuk perkawinan yg suaminya tinggal di kediaman kerabat istri setelah dia memberi antaran krn seorang anak dr keturunannya akan meneruskan garis keturunan laki-laki
balik mata bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dng pura-pura tidak tahu dsb) terlampau lama melihat (menunggu dsb)
balik mayat di kubur [pb] menyebut-nyebut nama orang yg sudah meninggal
balok ba.lok [n] (1) batang kayu yg telah dirimbas, tetapi belum dijadikan papan dsb: tiang-tiang rumah itu dibuat dr --; (2) cak tanda pangkat ketentaraan yg dipasang di pundak: sbg kapten di bahunya terpasang tanda pangkat -- tiga; (3) barang yg menyerupai bentuk balok: es --; (4) Olr papan tumpuan (terutama untuk lompat jauh, lompat jangkit); (5) bagian samping (lambung) perahu yg terlebar [n] satuan ukuran berat candu 1.030 kg
balseros bal.se.ros [n] orang Kuba yg mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang ke Florida (Amerika Serikat)
bambu ater bambu yg tingginya mencapai 15 m, buluhnya berwarna hijau tua, digunakan untuk pipa air, dinding rumah, dan pagar, rebungnya bisa untuk bahan sayuran; Gigantochloa atter
bambu cangkoreh jenis bambu memanjat, berumpun jarang, tidak berlubang, bermiang kasar, berwarna hijau tua; Dinochloa scandens
bambu tamiang bambu yg tingginya mencapai 10 m dan garis tengahnya 2-4 cm, berwarna hijau tua, berasal dr Indonesia menyebar ke Semenanjung Malaysia, Kamboja, dan Vietnam, digunakan sbg bahan pembuat suling, joran, dan barang kerajinan tangan; Schizostachyum blumei
bambu tutul bambu yg tingginya mencapai 12 m, berwarna hijau ketika muda dan berwarna tutul kecokelat-cokelatan setelah tua; Bambusa vulgaris
bambungan bam.bung.an [n] orang yg berkeliaran (bergelandangan) krn bodoh dsb
bancak ban.cak, ban.cak.an [n] (1) selamatan; kenduri; (2) hidangan yg disediakan dl selamatan; (3) selamatan bagi anak-anak dl merayakan ulang tahun atau memperingati hari kelahiran disertai pembagian makanan atau kue-kue
bandar ban.dar [n] selokan aliran air (ke sawah dsb); selokan; parit: penduduk desa bergotong-royong memperbaiki -- air menjelang musim tanam [n] (1) tempat berlabuh (kapal, perahu, dsb); pelabuhan; (2) kota pelabuhan; kota perdagangan [n] (1) pemain yg menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dl permainan dadu, rolet, dsb); (2) orang yg menyelenggarakan perjudian; bandar judi; (3) orang yg mengendalikan suatu aksi (gerakan) dng sembunyi-sembunyi; (4) orang yg membiayai suatu gerakan yg kurang baik; (5) orang yg bermodal dl perdagangan dsb; tengkulak
bandel ban.del [a] melawan kata atau nasihat orang; tidak mau menurut atau mendengar kata orang; kepala batu: dasar anak-anak itu -- , tidak suka diperintah; kalau murid-murid itu tetap -- , gurunya terpaksa bertindak tegas
bandeng ban.deng [n] ikan laut yg durinya halus, biasa dibudidayakan di tambak dekat pantai, makanannya lumut dan plankton; Chanos-chanos
bandos ban.dos [Jk n] (1) makanan dibuat dr ubi kayu; (2) makanan (kue) yg dibuat dr tepung beras ketan yg dicampur dng gula dan kelapa parut
bangbung bang.bung [n] bunyi tambur dsb [n] kumbang yg makan umbut kelapa
bangkai bang.kai [n] (1) tubuh yg sudah mati (biasanya untuk binatang): -- anjing; (2) barang yg telah tua dan rusak: -- kapal; -- mobil lihat kembang
bangkar bang.kar [a] keras dan kaku (spt tubuh orang mati); bangka
bangkasan bang.kas.an [n] sebutan terhormat bagi mertua laki-laki atau mertua perempuan
bangkit batang terendam [pb] mengangkat kembali nama orang yg sudah lama hilang dr ingatan; mengulangi perkara yg sudah lama dilupakan
bangkit nasional perihal bangkitnya seluruh rakyat Indonesia sbg satu kesatuan bangsa melawan dan mengusir penjajah melalui berbagai cara
bangkot bang.kot [a cak] sudah besar; sudah tua
bangsa Barat seseorang atau sekelompok besar rakyat yg mendiami sebagian benua Eropa dan benua Amerika dan yg termasuk dl suatu kebudayaan tertentu
bangsat bang.sat [n] (1) kepinding; kutu busuk; (2) cak orang yg bertabiat jahat (terutama yg suka mencuri, mencopet, dsb): dasar anak -- , menjadi -- juga [Mk a] jembel; miskin
bangsat tak tahu disukarnya [ki] orang yg tidak tahu diri
bangsawan bang.sa.wan [n] keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat; orang berbangsa: meskipun ia anak orang -- ia tidak sombong; seorang -- muda ingin memperistrinya lihat komidi
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
banjar ban.jar [n] jajar; deret; leret; baris [Bl n] (1) bagian desa setingkat dng rukun warga atau dukuh yg dikepalai oleh seorang kelian; (2) balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
banjir darah matinya orang dl jumlah banyak; pertumpahan darah
bank garansi bank yg mengeluarkan surat jaminan untuk membayar seseorang berdasarkan undang-undang tertentu yg berfungsi sbg alat pembayaran
bank plecit sebutan bagi lembaga bukan bank atau perseorangan yg meminjamkan uang, biasanya dng bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari -- sentral bank yg tugas pokoknya membantu pemerintah dl hal mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai mata uang negara, serta mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas kesempatan kerja
bank soal [Dik] satuan kerja pd lembaga pendidikan yg mengurus penyimpanan dan penyediaan soal-soal ujian
bank tabungan bank yg dl pengumpulan dananya murni mengutamakan penerimaan dr simpanan dl bentuk tabungan, sedangkan usahanya yg utama adalah membungakan dananya dl kertas berharga
bank umum bank yg dl pengumpulan dananya mengutamakan penerimaan simpanan dl bentuk giro dan deposito serta dl usahanya mengutamakan pemberian kredit jangka pendek
bankir ban.kir [n] (1) orang yg mengusahakan bank; (2) orang yg memperdagangkan uang; (3) cak orang yg menjadi penyokong dl urusan keuangan; cukong
banter ban.ter [a cak] (1) sangat; keras (dl keadaan dsb): paling -- cuma dimarahi, paling keras hanya dimarahi; sangat-sangatnya hanya dimarahi; (2) tinggi (tt harga): paling -- hanya Rp5.000,00 harganya, paling mahal; semahal-mahalnya; (3) lekas; cepat: paling -- sekali setahun bisa bertemu; (4) lama; lambat (tt waktu): paling -- aku dapat menunggu sampai pukul 05.00, selambat-lambatnya; (5) banyak (tt jumlah): paling -- hanya dapat menampung 48 orang murid
bantu ban.tu [v] tolong: -- lah orang miskin dan melarat; (2) n penolong: guru --; kantor pos --
bantu ekonomi bantuan yg diberikan oleh suatu negara kpd negara lain untuk memajukan perekonomian negara yg diberi bantuan tsb
bantu humaniter bantuan langsung dan cepat untuk menghapus atau meringankan penderitaan krn situasi darurat yg akut, spt bencana alam, musim kering, banjir, dan wabah
bantu luar negeri bantuan, baik berupa nasihat dan saran, tenaga ahli maupun dana yg diberikan oleh organisasi internasional dan/atau negara kaya kpd negara miskin
bantu lunak bantuan luar negeri berupa pinjaman dng syarat ringan, bunga rendah, dan jangka waktu pengembalian panjang
bantu militer bantuan untuk menopang aliansi dng memperkuat kemampuan militer sekutunya untuk menjamin keamanan dan kekuatan negaranya
bantu modal bantuan dl bentuk pinjaman uang untuk menunjang pembangunan ekonomi dan sosial negara berkembang, diberikan dng syarat lunak
bantu pengetahuan bantuan pembangunan dl bentuk bantuan personal dan barang (uang) untuk perluasan sarana ilmu pengetahuan di negara berkembang
bantu personal bantuan yg merupakan bagian dr bantuan atau kerja sama teknik yg meliputi pengiriman tenaga ahli (pakar pembangunan) ke negara berkembang
bantu proyek bantuan yg terikat dng proyek, yaitu bagian dr bantuan modal kpd negara berkembang yg mengandung pembiayaan rencana pembangunan, investasi yg terbatas pd tempo, teknik, dan ekonomi
bantu teknis bantuan modal, tenaga ahli, dsb dr luar negeri untuk melancarkan usaha negara yg sedang berkembang
banyak ba.nyak [a] (1) besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; (2) num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; (3) adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih
banyak sedikit banyaknya (jumlahnya, bilangannya): keuntungan banyak -- belum dapat diketahui; (2) meski sedikit atau banyak; barang sedikit: perbuatanmu itu -- merugikan kepentingan orang; (3) setidak-tidaknya: berusahan untuk membantu kita
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
banyu ba.nyu [kl n] barang cair untuk menghitamkan gigi (dibuat dr air kelapa dng bakaran besi tua atau arang tempurung kelapa dsb)
bapak besar kakek; (2) paman yg tua
baplang bap.lang [a] lebat dan melintang (tt kumis): keluarlah seorang centeng yg berkumis --
baptis bap.tis [n Kris] penggunaan air untuk penyucian keagamaan, khususnya sbg sakramen penerimaan seseorang ke dl agama Kristen; permandian
baptis rindu sakramen baptis yg diperoleh orang yg ingin dibaptis, tetapi belum sempat diterima krn telah meninggal dunia lebih dahulu
bar [n] tempat minum-minum (biasanya minuman keras, spt anggur, bir, wiski) [n] (1) satuan ukuran tekanan udara 106 dyne per cm2 = 0,987 atmosfer = 14,5 pon per inci; (2) Fis satuan tekanan yg besarnya sama dng 105 Pascal (Pa) atau 105 Newton (N) per meter persegi atau kira-kira 0,987 atmosfer
barai ba.rai [n] siput laut yg dapat dimakan
barak ba.rak [n] (1) sebuah atau sekumpulan gedung tempat tinggal tentara; asrama (tentara) polisi; (2) bangsal khusus tempat merawat orang sakit (menular); (3) bangunan yg bersifat sementara bagi pekerja
barang komisi barang dagangan yg dijualkan (untuk orang lain) dng memperoleh imbalan (komisi)
barang larangan barang yg tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang
barang pribadi barang milik sendiri; (2) barang bawaan wisatawan dsb yg biasanya tidak dikenakan ketentuan pelarangan oleh suatu negara
barang siapa menggali lubang [pb] siapa yg berniat (berbuat) jahat thd orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri
barat ba.rat [n] (1) nama mata angin yg arahnya berlawanan dng timur; arah tempat matahari terbenam: matahari terbenam di sebelah --; (2) (huruf pertama kapital) orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika: bangsa --; kebudayaan --
barat-barat ba.rat-ba.rat [n] ikan laut yg dapat dimakan
barau-barau ba.rau-ba.rau [n] burung penyanyi, warna bulunya abu-abu bercampur kuning; cucak rawa; Trachycomus zeylanicus [n] ikan laut yg dapat dimakan; sebarau; Hampala macrolepidota
barbur bar.bur [v] (1) bercempung-cempung dl air; (2) suka menghambur-hamburkan uang; boros: orang --
barel ba.rel [n] satuan ukuran isi 158,97 liter atau 42 galon
barisan ba.ris.an [n] (1) deretan; banjaran; jajaran; (2) Mil kesatuan pasukan (prajurit); kesatuan tentara yg telah disiapkan (untuk bertempur dsb)
barongan ba.rong.an [Jw n] seni pertunjukan rakyat yg berupa tiruan binatang buas (singa dsb) yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya
baruh ba.ruh [n] (1) tanah yg lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dsb: orang --; (2) bawah: orang --; (3) sawah: padi --
baruje ba.ru.je [n Huk] hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yg tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku)
bas [n cak] (1) kepala pekerja (mandor); (2) pemborong pekerjaan: mereka mencari seorang -- yg biasa memborong pekerjaan memasang ubin; (3) kepala; pembesar: ia meminta izin kpd -- nya [n] (1) nada yg besar dan rendah (tt musik dan lagu); (2) alat musik yg mempunyai nada terendah
basal ba.sal [n Geo] batuan beku berwarna gelap, berbutir halus, yg umumnya merupakan pembekuan lava dr gunung api [n Dok] penyakit bengkak (krn penyakit beri-beri dsb)
basalioma ba.sa.li.o.ma [n Dok] tumor kulit, terutama menyerang orang yg sering terkena sinar matahari, biasanya terdapat pd hidung, dahi, dan pipi yg mudah berdarah sehingga menjadi luka
basanit ba.sa.nit [n] batuan basal
basket bas.ket [n Olr] (1) permainan bola yg dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang, yg berusaha mengumpulkan angka dng memasukkan bola ke dl basket; (2) lingkaran berjaring yg dipasang pd ketinggian tiga meter pd papan sbg tempat memasukkan bola pd permainan bola basket
basuhan ba.suh.an [n] (air) yg dipakai untuk membasuh tangan dsb (pd waktu makan dsb)
batagor ba.ta.gor [n akr] bakso tahu goreng; makanan khas Bandung yg terdiri atas tahu berisi adonan bakso kemudian digoreng, diberi kuah kacang atau kuah bakso
batak ba.tak [n Sas] petualang; pengembara
batang hidung pangkal hidung (bagian yg keras pd hidung); (2) ki diri (wujud orangnya)
batasan ba.tas.an [n] (1) batas; sempadan; perhinggaan; (2) penjelasan (ketentuan) arti; definisi
batih ba.tih [n] orang seisi rumah yg menjadi tanggungan seseorang
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batolit ba.to.lit [n Geo] batuan beku yg ukurannya sangat besar dan luas permukaannya, umumnya granit, dan dapat meliputi daerah seluas 40 mil persegi
batu anting batu (timah dsb) yg tergantung pd tali (untuk pemberat); anting; (2) orang yg menggelantung pd sisi perahu supaya perahu tidak terbalik
batu asam batuan beku yg mengandung kadar silika yg tinggi
batu basa batuan beku yg mengandung mineral berkadar silika rendah dan kaya akan logam basa
batu beku batuan yg terjadi krn pembekuan magma
batu ekstrusif batuan leleran
batu endapan batuan sedimen, batuan yg terjadi dr bahan lepas atau fragmen (bongkah, pasir, lempung) yg mengalami proses akumulasi endapan yg mengeras yg terjadi di dasar laut, danau, sungai, atau rawa
batu gunung berapi batuan yg dibentuk oleh proses yg terjadi dl bumi, dicirikan oleh strukturnya yg masif
batu induk batuan tempat asal terbentuknya minyak dan gas bumi
batu kedap batuan yg tidak berpori dan tidak memungkinkan air meresap ke dalam (msl batuan granit)
batu lapis batuan yg terdiri atas beberapa lapisan batuan
batu lapuk batuan yg telah mengalami proses pelapukan
batu leleran batuan yg terbentuk dr lava yg telah membeku di atas permukaan tanah; batuan ekstrusif
batu majir batuan tanpa nilai ekonomis yg terdapat bersama-sama dng cebakan bijih
batu malihan batuan yg berasal dr batuan lain dan telah berubah dr perwujudan susunannya yg semula
batu metamorf batuan yg berasal dr batuan yg ada sebelumnya, tetapi berbeda dl sifat fisika, kimia, dan mineralogi
batu organik batuan yg terbentuk dr sisa-sisa organisme (msl batu bara)
batu sediaan batuan bawah yg berpori dan permeabel yg menyimpan minyak dan/atau gas
batu sedimen batuan endapan
batu serpih batuan yg terbentuk dr lumpur dan tanah liat
batu tulis batu tipis untuk tempat menulis; (2) batuan berkristal halus sbg bahan pembuat atap rumah; (3) batu bertulis; batu bersurat
bau [n] apa yg dapat ditangkap oleh indra pencium (spt anyir, harum, busuk): -- napas yg keluar dr mulutnya busuk; (2) v ada baunya; mengeluarkan bau [n] satuan ukuran luas tanah 7.096 m2 atau 500 tombak persegi
baud ba.ud [n Kom] satuan kecepatan penyaluran data atau informasi melalui saluran telekomunikasi
baung ba.ung [n] ikan sungai yg besar sekali, tidak bersisik, spt limbat atau ikan sembilang; ikan darat, Mystus nemurus [a] melengkung sedikit spt pisang: tanduk -- [ark n] beruang
baur ba.ur [v] campur; (2) n ketidaktentuan; keraguan; pengeliruan; (3)suatu hal yg berarti banyak [n] batang; tangkai [kl n] pedang kebesaran
bauran ba.ur.an [n] hasil membaurkan; campuran: ritual-ritual religi akan berubah bentuk dr pengotak-ngotakan menjadi -- nilai yg transparan
bawah perintah (pengawasan [ki] diperintah (diawasi, dipimpin) oleh ...; -- sumpah keterangan dsb yg diberikan oleh orang yg sudah disumpah: meski telah memberi kesaksian tertulis -- sumpah, kehadirannya tetap diperlukan di pengadilan
bawahan ba.wah.an [n] (1) sesuatu yg berada di bawah; (2) orang yg di bawah perintah; (3) (orang, pegawai) rendahan
bawal ba.wal [n] ikan laut yg enak dimakan, badannya pipih, kulitnya agak kasar bersisik halus-halus, ada beberapa jenis, spt; -- cermin, -- pipih, Pampus (stromateus) argentues; -- hitam, Parastromateus (stromateus) niger
bawang ba.wang [n] tanaman umbi lapis yg dapat digunakan sbg bumbu penyedap makanan (ada beberapa macam: -- merah, -- putih; -- bombai; -- cina; -- benggala)
baya ba.ya [n] umur: usianya sudah setengah --; (2) a berumur; tua: ayahku sudah -- [Lihat {bahaya}]
bayan ba.yan [n] burung termasuk keluarga kakaktua, membuat sarang di lubang pohon, yg jantan sebagian besar bulunya berwarna hijau terang, sedangkan yg betina berwarna merah campur biru; nuri; Pelaeornis longicauda [a] nyata; terang
bayaran ba.yar.an [n] (1) uang yg dibayarkan; biaya; ongkos: orang dapat juga berobat dng -- murah; (2) orang yg dibayar: dia adalah pemain -; (3) upah; gaji: ia mendapat -- sebesar Rp250.000,00 sebulan
bayong ba.yong [v] mem.ba.yong v mengangkat; memanggul: ia terpaksa -- tangga dr rumah mertuanya sampai ke sawah
bayu ba.yu [n] angin: perahu layar itu melaju dipuput sang -- [a] berubah rasa krn telah basi (tt makanan, minuman, dsb) [kl n] hamba; sahaya
bayuan ba.yu.an [n] makanan (minuman) yg basi
bayun ba.yun, pem.ba.yun [n] anak sulung; anak tertua
bayung ba.yung [n] (1) pisau pengukir; pisau wali; (2) parang; golok [Jk n] daun kacang panjang (biasa disayur) [n] orang-orangan di sawah
bazar ba.zar [n] pasar yg sengaja diselenggarakan untuk jangka waktu beberapa hari; pameran dan penjualan barang-barang kerajinan, makanan, dsb yg hasilnya untuk amal; pasar amal
beasiswa be.a.sis.wa [n] tunjangan yg diberikan kpd pelajar atau mahasiswa sbg bantuan biaya belajar
beatifikasi be.a.ti.fi.ka.si [n] tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yg telah mati menjadi orang suci dl Gereja Katolik
beceng be.ceng [n cak] senjata api genggam; pistol: seorang laki-laki bertopeng menodongkan -- nya
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
bedawi be.da.wi [kl n ] orang Badui
bedil pekatu sejenis senjata tua
bedinde be.din.de [n cak] orang gajian yg kerjanya membantu mengurus rumah tangga; pembantu rumah tangga; pelayan
begawan be.ga.wan [n] (1) gelar pendeta atau pertapa; (2) orang yg berbahagia (mulia, suci); -- ekonomi julukan bagi orang yg sangat ahli dl bidang ekonomi: sinyalemen -- ekonomi tt kebocoran 30% dana pembangunan terus menggelinding spt bola salju
bejat be.jat [Jw a] (1) rusak (anyaman, sol sepatu, dsb): tikar itu -- krn dimakan tikus; (2) ki rusak (tt akhlak, budi pekerti); buruk (kelakuan)
bekam be.kam [v] mem.be.kam v (1) mengeluarkan (memantik) darah dr badan orang (dng menelungkupkan mangkuk yg diisi api pd kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dng benda tajam supaya darahnya keluar); (2) Jk mencengkam; mencengkeram [v] , mem.be.kam v memendam (menyembunyikan) perasaan dsb: wanita pandai -- perasaannya [n] bekas pijitan (tindihan) pd kulit
beker be.ker [n] jam yg dilengkapi dng alat yg dapat berdering pd waktu yg dikehendaki (untuk membangunkan orang) [n] piala
bekicot be.ki.cot [n] siput darat pemakan daun-daunan dan batang muda; Achatina fulica
bekil be.kil [n] ikan laut, dapat dimakan, Lutianus
beku permanen tanah atau batuan yg membeku secara permanen
bel [n] (1) alat yg terbuat dr logam berongga, berbentuk setengah bulatan (atau kerucut) yg dapat bergetar dan menghasilkan bunyi dering kalau dipukul atau terpukul oleh pemukul (bandul) yg ada di dalamnya; lonceng: di puncak menara gereja itu ada -- nya; (2) alat yg dapat mengeluarkan bunyi dering krn bagiannya dapat digerakkan oleh listrik atau udara; (3) bunyi yg dihasilkan oleh alat tsb, digunakan sbg tanda: terdengar -- sbg tanda masuk kerja; -- masuk; -- istirahat [n Fis] satuan perbandingan daya dl skala logaritma berbasis sepuluh, biasa digunakan pd suara
belacan be.la.can [n] bumbu masakan yg terbuat dr udang atau ikan kecil-kecil yg ditumbuk halus, digunakan untuk sambal atau untuk menyedapkan makanan; terasi [n] kucing hutan
belahan be.lah.an [n] (1) celah panjang: menurut -- membujur panjang; (2) bagian hasil membelah; separuh; setengah: -- pepaya itu disimpannya di dl lemari es; -- bumi sebelah utara; (3) Mk sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan): baik -- yg dekat maupun yg jauh semuanya diperlakukan sama; (4) perihal mengerjakan sawah atau tanah orang lain yg hasilnya dibagi dua: orang yg tidak punya sawah kebanyakan mengambil -- saja
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam [pb] sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
belalah be.la.lah [a] rakus makan; lahap; lalah
belalang be.la.lang [n] serangga yg bersayap dua lapis dan mempunyai sepasang kaki belakang yg panjang, makanannya rumput-rumputan atau daun-daunan (jenisnya banyak: -- bajang, -- daun, -- hijau, -- jarum, -- kunyit, -- padi, -- ranting, dsb [a] , mem.be.la.lang v terbuka lebar-lebar; membelalak
belalang hendak menjadi elang [pb] orang bodoh (hina) berlaku spt orang pandai (terhormat)
Belanda Be.lan.da [n] (1) negara kerajaan (negeri) di Eropa Barat yg berbatasan dng Belgia dan Jerman Barat; Nederland; (2) orang atau bangsa yg mendiami Nederland; (3) nama bahasa dan bangsa Belanda
belanda depok keturunan hamba sahaya Cornelis Chastelim (tuan tanah di Depok, abad ke-17/18) yg telah dimerdekakan, kemudian menganut agama Kristen
belanda hitam [cak] orang negro; (2) orang Indonesia yg memihak Belanda (pd zaman penjajahan Belanda)
belandang be.lan.dang [v] mem.be.lan.dang v berlari kencang-kencang (orang, kuda, dsb): setelah lepas dr ikatannya kuda itu -
belangkon be.lang.kon [n] penutup kepala (orang laki-laki) dr kain sejenis batik, berbentuk setengah bola
belantik be.lan.tik [n] alat untuk menangkap binatang, terbuat dr tali yg dihubungkan dng alat pembidas, apabila tali tersentuh, dapat membidaskan tombak atau menjerat binatang sasarannya [Jw n] (1) orang yg menjadi perantara pd jual beli ternak (spt sapi, kerbau); (2) cengkau; pialang; makelar lihat bintang
belasan be.las.an [num] bilangan antara 11 dan 19: tidak banyak yg hadir, hanya -- orang; remaja -- tahun, remaja yg berumur antara 11 dan 19 tahun
belatuk be.la.tuk [n] burung pemakan serangga yg membuat sarangnya pd kayu yg dilubanginya (dng jalan mematukinya); Picidae (banyak macamnya spt -- batu, -- bawang, Tiga Javanensis, -- lalat, -- hutan)
belebat be.le.bat [n] kue yg dibuat dr campuran pisang dan ubi rebus yg dipotong-potong [n] langkah pendahuluan pd permainan pencak (tari) sebelum pencak (tari) yg sebenarnya dimulai [n] pedang yg dibuat dr kayu; pedang tumpul
beledang kering [ki] orang yg tinggi kurus
beleng be.leng [adv] saja; hanya (satu): tunggal -- , hanya seorang diri (tanpa adik tanpa kakak)
belesir be.le.sir [v] menarikan pedang dan tombak yg ditujukan kpd orang yg berpura-pura sbg musuh
beliau be.li.au [pron hor] orang yg dibicarakan (digunakan untuk menghormatinya)
belida be.li.da [n] ikan laut yg banyak sisik dan siripnya, bagus warnanya dan enak dimakan; Notopterus chitala
belongkeng be.long.keng [n] siput kecil yg hidup di air tawar, dapat dimakan
belubu be.lu.bu [n] guci (dr tanah liat yg bermulut kecil) tempat menyimpan beras agar jangan dimakan bubuk atau tikus
belum punya kuku hendak mencubit [pb] belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang
belum tegak hendak berlari [pb] lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur
beluntas be.lun.tas [n] tumbuhan semak yg sering dibuat pagar, daunnya kecil agak bulat berbau langu, dapat dimakan dan untuk obat; Pluchea indica
bembarap bem.ba.rap [ark n] tandu untuk mengangkat orang
benang makao benang emas yg berpilin atau yg tidak; -- merah ki sesuatu yg menghubungkan beberapa hal (faktor) sehingga menjadi satu kesatuan: kalau disimak, perjalanan para alumni sekolah kejuruan ini mempunyai satu -- merah, yaitu semua dapat berdiri tegak mendapat tempat terhormat di masyarakat
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
benci ben.ci [a] sangat tidak suka: saya -- kpd penjilat; ia -- benar kpd orang yg suka menonjolkan diri dan memburuk-burukkan orang lain
bendahari ben.da.ha.ri [n] orang yg mengurus keuangan perkumpulan; bendahara
bendara ben.da.ra ? bendahara [kl n] (1) pengelola harta benda (kakayaan) negara atau raja; (2) orang yg mengepalai semua karyawan yg melayani tamu atau merapikan meja [Jw n] sebutan bagi bangsawan
bendoro ben.do.ro [Jw n] majikan (juga, sbg bentuk sapaan untuk pejabat tinggi pd zaman kolonial); tuan
benefaktif be.ne.fak.tif [a Ling] bersangkutan dng perbuatan (verba) yg dilakukan untuk orang lain, msl verba dl kalimat Ibu membukakan Ayah pintu
bengep be.ngep [Jk a] bengkak-bengkak (tt muka); sembap: mukanya -- krn dipukuli orang
bengkuang beng.ku.ang [n] (1) pohon, daunnya biasa dibuat lajang, tikar, tutup kepala, dsb; Pandanus antrocarpus; (2) buah bengkuang [n] (1) tumbuhan menjalar, berumbi putih, kaku, berbentuk gasing, kulitnya mudah dikupas, dan rasanya manis, banyak mengandung air, biasanya dimakan segar untuk rujak (asinan) dicampur dng buah-buahan lain; Pachyrrhizus erosus; (2) umbi bengkuang
benih be.nih [n] (1) biji atau buah yg disediakan untuk ditanam atau disemaikan: yg akan dijadikan -- haruslah buah yg baik dan cukup tua; (2) bibit atau semaian yg akan ditanam: -- cengkih itu sebaiknya dipindahkan setelah setengah meter tingginya; (3) sperma untuk bibit pengembangbiakan ternak dsb: -- sapi pejantan unggul dapat disimpan lama di tempat yg bersuhu dingin; -- penyakit cacar; (4) sesuatu yg menjadi sebab; asal mula: ucapan yg kasar dapat menjadi -- perkelahian; (5) keturunan; turunan; asal; (6) sesuatu yg akan tumbuh atau akan menjadi: -- penyakit cacar
benta ben.ta [ark n] bisul dl daging (di bibir sebelah atas) [n] rumput yg daunnya runcing (untuk makanan kuda), Leersia hexandra
bentang alam pemandangan alam atau daerah dng aneka ragam bentuk permukaan bumi (gunung, sawah, lembah, sungai, dsb) yg sekaligus merupakan satu kesatuan; lanskap
bentangur ben.ta.ngur [n] pohon yg daunnya hijau tua dan kaku, buahnya bulat, kayunya kuat (tidak mudah patah), baik untuk bahan bangunan, banyak jenisnya; Calophyllum
bentara kiri [kl] bentara yg bertugas, antara lain, menyebutkan nama orang yg ingin menghadap raja
bentuk bahasa [Ling] (1) penampakan atau rupa satuan bahasa; (2) penampakan atau rupa satuan gramatikal atau leksikal dipandang secara fonis atau grafemis
bentul ben.tul [n] tumbuhan berumbi, daun muda dan tangkai mudanya dapat disayur, umbinya dapat dimakan; talas; Colocasia esculenta
benum be.num [v] mem.be.num v cak mengangkat (menetapkan) seseorang dl suatu jabatan dsb: sebelum Pemerintah -nya menjadi juru tulis, ia bekerja sbg tenaga harian
benuman be.num.an [n] (1) pengangkatan pegawai; penetapan (ketetapan) menjadi pegawai; (2) orang yg dibenum
bepergian be.per.gi.an [v] berjalan jauh: tiap hari Minggu banyak orang ~ ke luar kota
ber- (be- ) prefiks pembentuk verba (1) mempunyai: beratap; bercita-cita; beristri; (2) menggunakan atau memakai: belayar; bermobil; berbaju; (3) menghasilkan: bertelur; berkokok; (4) dl jumlah atau kelipatan: bertiga; berjuta-juta; (5) mengakui dan/atau memanggil sbg: beradik; berbapak; bertuan; (6) bertindak atau bekerja sbg: bertani; bertinju; (7) berada dl keadaan: bergembira; bersedih; (8) menyatakan perbuatan timbal-balik: bergulat; bertinju; (9) menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri: berhias; bercukur
bera be.ra [a] (1) merah yg tidak cerah; merah pucat (tt muka); merah tua; merah yg agak hitam (spt genting lama); (2) ki malu: membuang -- , membuang malu [a] (1) Jw tidak ditanami selama beberapa waktu, dimaksudkan untuk memulihkan kesuburan tanah (tt tanah pertanian atau sawah): sawah -; (2) tandus; kering; tidak subur (tt tanah)
beradab ber.a.dab [v] (1) mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: perbuatannya spt kelakuan orang yg tidak ~; (2) telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya: bangsa-bangsa yg telah ~
beradik ber.a.dik [v] (1) memanggil orang dng sebutan adik; (2) mempunyai adik
beradun ber.a.dun [v] berhias; berdandan: tuan putri ~ dng sangat indahnya
berahasia be.ra.ha.sia [v] (1) terdapat rahasia; mempunyai rahasia: di antara kami sudah tidak ~ lagi; (2) cak mengatakan rahasia kpd (dng): jangan ~ dng orang yg tidak dapat dipercaya
berakal ber.a.kal [v] (1) mempunyai akal: manusia adalah makhluk yg ~; (2) pandai mencari ikhtiar; cerdik; pandai: orang yg ~ tidak mudah putus asa
beram be.ram [n] minuman keras yg terbuat dr air tapai; brem [n] merah tua
beramah-tamah be.ra.mah-ta.mah [v] (1) bercakap-cakap (bergaul) antara orang yg bersahabat (berkeluarga) dl suasana santai; (2) menghadiri pertemuan ramah tamah
beramai-ramai be.ra.mai-ra.mai [v] (secara) bersama-sama; (dl jumlah banyak): orang datang ~ ke tempat kecelakaan itu sehingga lalu lintas terhenti sejenak; mereka ~ menyingkirkan kayu besar itu dr jalan raya
beranak ber.a.nak [v] (1) mempunyai anak: ia sudah ~ dua orang; (2) melahirkan anak: istrinya baru ~; (3) dng anaknya: saudagar tiga ~
beranda be.ran.da [n] (1) ruang beratap yg terbuka (tidak berdinding) di bagian samping atau depan rumah (biasa dipakai untuk tempat duduk santai sambil makan angin dsb); teras; langkan: pd sore hari Bapak sering duduk di -- sambil membaca koran; (2) ark bilik di perahu
berandal be.ran.dal [n] (1) orang yg tidak menuruti peraturan yg berlaku; (2) pengacau; (3) perampok
berandau be.ran.dau [v] bercampur (tt makanan): makan nasi ~ ubi
berang be.rang [a] sangat marah; sangat gusar: dia menjadi -- melihat kelakuan anaknya yg kurang ajar itu; Ayah tidak kuasa menahan -- nya melihat anaknya dipukul orang
berang-berang be.rang-be.rang [n] binatang yg menyerupai kucing, hidup di air dan makan ikan; anjing air; Lutra sumatrana
beranggota ber.ang.go.ta [v] mempunyai anggota: perkumpulan itu ~ lima puluh orang
berangsang be.rang.sang , mem.be.rang.sang 1 a gusar sekali; (2) v merangsang atau membangkit-bangkit hati supaya menjadi berani (marah dsb): dia suka -- orang lain sehingga dibenci orang banyak [a] marah sekali: dia akan ~ kalau diejek spt itu
berani sendok pengedang [pb] perihal orang berani, tetapi bodoh
berapa berat mata memandang [pb] betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yg mengalami (kesusahan dsb)
berapit ber.a.pit [v] (1) berdekatan rapat; berhimpit; (2) terletak di antara dua orang (benda dsb)
berarti ber.ar.ti [v] (1) mengandung maksud: jika ibu marah, itu tidak ~ beliau benci kepadamu; (2) berfaedah; berguna: mungkin pertolongan saya ini tak ~ bagi penderitaanmu yg begitu besar; (3) sama artinya dng; sama halnya dng: mengambil milik orang tanpa permisi ~ mencuri
berasak ber.a.sak [v] (1) berjejal(-jejal); penuh sesak; berdesak-desak: orang ~ di muka loket; (2) beringsut (bergeser pindah atau pergi); beranjak: ia tidak ~ dr tempatnya
berasal ber.a.sal [v] (1) bermula: peperangan itu ~ dr sengketa perbatasan; (2) bersumber: berita itu dapat dipercayai krn ~ dr pihak resmi; (3) bertempat asal (dibuat, dilahirkan, dsb): barang-barang yg ~ dr Jepang terdapat di mana-mana; dia ~ dr Jawa Timur; (4) keturunan: dia ~ dr orang baik-baik
beratus-ratus be.ra.tus-ra.tus [num] beberapa ratus: ~ orang yg bekerja di situ
berbaja ber.ba.ja [v] berlapis baja; bercampur baja; jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul, pb anak yg dungu, makin diajar semakin bodoh
berbangsa ber.bang.sa [v] (1) berasal dr bangsa: sekarang sudah ada beberapa ahli atom yg -- Indonesia; (2) bermartabat tinggi; berketurunan luhur (bangsawan): ia anak orang --; (3) termasuk dl keluarga: -- kpd ibu
berbanyak ber.ba.nyak [v] bersama-sama banyak (tt orang, barang, dsb); beramai-ramai; dng jumlah yg banyak: mereka datang -
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbayang ber.ba.yang [v] (1) ada bayang-bayangnya: kata orang, harimau jadi-jadian itu tidak -; (2) seakan-akan kelihatan dl angan-angan: hal itu tidak nyata, tetapi -- pd ingatan saya
berbeda ber.be.da [v] ada bedanya; berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yg -, seorang panjang dan seorang lagi pendek
berbeli-beli ber.be.li-be.li [v] (1) saling membeli: setelah berunding, kedua negara itu -- hasil negeri masing-masing; (2) cak berbelanja banyak (di pasar, di toko, dsb): menjelang Lebaran, banyak orang -- di pasar
berbelian ber.be.li.an [v] memanggil dukun untuk mengobati orang sakit: orang kampung masih suka -- untuk mengobati penyakitnya
berbelit-belit ber.be.lit-be.lit [v] (1) melilit-lilit: suluran-suluran itu -- pd pohon-pohon besar; (2) berkelok-kelok dan berlingkar-lingkar: jalan ke puncak gunung itu --; (3) berjalin-jalin; bertali-tali (dng); bersangkut paut (dng); kusut atau rumit sekali: masalah korupsi adalah masalah yg -- dan melibatkan orang banyak
berbelongsong ber.be.long.song [v] memakai belongsong: buah-buahan itu -- supaya tidak rusak dimakan keluang
berbelut ber.be.lut [Mk v] menangkap belut; bagai si kudung panji -, pb pekerjaan yg dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia; kena kecipuk orang -, pb terlibat dl perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain
berbesan ber.be.san [v] berhubungan menjadi besan: beliau tidak sudi -- dng orang sehina saya ini
berbetulan ber.be.tul.an [v] (1) bertepatan: Lebaran tahun ini jatuh -- dng peringatan ulang tahunku; (2) cocok; sesuai: usulnya -- dng usul ketua; (3) bersamaan arah (tujuan, maksud): kedua pesawat itu tampak -- menuju London
berbilang utuh ber.bi.lang utuh bilangan yg menyatakan jumlah satuan secara penuh; bilangan bulat
berbintang ber.bin.tang [v] (1) ada bintangnya: langit tiada -; (2) memakai bintang: dia seorang perwira tinggi -- dua; (3) mempunyai rasi; berzodiak: anakku -- Taurus
berbisa ber.bi.sa [v] (1) mengandung zat racun: ular -; (2) ki dapat merusakkan akhlak kehidupan: ajarannya -- bagi masyarakat; (3) mengandung unsur jahat yg dapat menjerumuskan orang lain; (4) ki menyakitkan (hati): mulutnya -
berbisik ber.bi.sik [v] (1) berkata dng suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring): bicaranya spt orang -, mana bisa kutangkap dng jelas; (2) ki berbuat dng diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain): rupanya ada yg -- hendak menyerang kita
berboga ber.bo.ga [v] makan
berbondong-bondong ber.bon.dong-bon.dong [v] berduyun-duyun: orang -- menuju stadion Senayan untuk menonton pertandingan sepak bola
berbuka ber.bu.ka [v] mengakhiri puasa pd petang hari dng makan atau minum
berbumbu ber.bum.bu [v] ada bumbunya; mengandung bumbu: ia harus menghindari makanan yg terlalu --
berbunyi ber.bu.nyi [v] (1) mengeluarkan bunyi: roda -- berderit-derit; (2) bacaannya; lafalnya; bunyinya: keputusan itu -- sbg berikut [ark v] bersembunyi: maka disuruhnya beberapa orang sahaya -- di suatu tempat dng menghunus pedangnya
bercacah jiwa ber.ca.cah ji.wa [v] berjumlah penduduk; mempunyai jumlah penduduk: negara itu ~ seratus juta orang
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercakrawala ber.cak.ra.wa.la [v ki] mempunyai cakrawala; mempunyai pedoman tertentu: dl praktik, banyak orang yg hidupnya ti-dak ~
berdada-dadaan ber.da.da-da.da.an [v ki] berkelahi seorang lawan seorang; beradu dada
berdagang (diri) ber.da.gang (di.ri) [v] mengembara ke negeri orang
berdakwah ber.dak.wah [v] (1) mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; (2) berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: sekali seminggu datanglah seorang mubalig untuk ~ di desa itu
berdatuk ber.da.tuk [v] memanggil datuk kpd seseorang: anak-anak ~ kpd ayahku
berdaulat ber.dau.lat [ark v] berbahagia; bertuah [v] mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah: negara merdeka dan ~; Australia kini tidak ~ lagi atas Irian Timur
berdegar-degar ber.de.gar-de.gar [v] berbunyi degar-degar: ~ pintu gerbang itu ditendang orang; (2) a keras (cakapnya): cakapnya ~ menakutkan anak-anak
berdentam ber.den.tam [v] berbunyi dentam: kedengaran suara drum kosong ~ dipukul orang
berderap ber.de.rap [v] berbunyi spt bunyi kaki orang berjalan [v] (1) berlari cepat (tt kuda dsb); (2) melangkah cepat; bergerak laju: pembangunan daerah dewasa ini ~ dng sangat menggembirakan
berdesus-desus ber.de.sus-de.sus [v] berbunyi spt orang berbisik-bisik
berdiam ber.di.am [v] (1) tidak berkata apa-apa: ia hanya ~ diri ketika polisi menginterogasinya; (2) tidak berbuat apa-apa: ia masih ~ saja walaupun orang sudah mengingat- kannya
berdiang di abu dingin [pb] tidak mendapat apa-apa (dr saudara, tuan rumah, dsb)
berdiri sendiri ber.di.ri sendiri [ki] (1) tidak tergantung pd orang lain; mandiri; (2) tidak diperintah atau dijajah negara lain; merdeka (tt negara)
berdua ber.dua [num] dua orang bersama-sama; terdiri atas dua orang: mereka ~ masuk warung hendak minum kopi
berdua-dua ber.du.a-dua [v] selalu berdua; membentuk kelompok terdiri atas dua orang: selesai membentuk lingkaran, para penari berjalan ~ menuju ke depan panggung
berduel ber.du.el [v] (1) melakukan duel (perang tanding); (2) cak berkelahi seorang lawan seorang
berduit ber.du.it [v cak] mempunyai uang banyak; beruang: hotel mewah hanyalah tempat penginapan orang-orang ~; kaum ~ yg mengunjungi tempat itu
berebut temiang hanyut [pb] dua orang yg memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya
berebut-rebut be.re.but-re.but [v] berlomba-lomba atau dahulu-mendahului di antara orang banyak
berebutan be.re.but.an [v] berganti-ganti mengambil sesuatu (dng kekerasan); saling mendahului dng paksa: anak-anak itu sangat senang makan ~; kedua partai itu ~ kursi
beregu be.re.gu [v] berupa regu; berkelompok yg terdiri atas beberapa orang: balap sepeda ~ diadakan di jalan raya bebas hambatan;
beremas ber.e.mas [v] (1) memakai (perhiasan) emas: jari-jarinya yg ~ itu menarik perhatianku; (2) mempunyai emas (berharta, kaya): hanya orang yg ~ saja yg diundang
berempati ber.em.pa.ti [v] melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~
beresa-esaan ber.e.sa-e.sa.an [v] (1) cak berada seorang diri saja; (2) merasa lengang
beresah-resah be.re.sah-re.sah [v] (1) berada dl resah; berusuh hati: sejak menerima kabar itu, ia ~ seorang diri di kamarnya
bergaduh ber.ga.duh [v] (1) berbuat gaduh (ribut, rusuh): jangan ~ di sini krn ada orang sakit; (2) berbantah; bercekcok: tidak putus- putusnya ia ~ dng istrinya; (3) bercampur aduk; bercampur baur: yg buruk dng yg baik ~ , susah dibedakan lagi
bergajul ber.ga.jul [a] buruk kelakuannya (jahat); suka membangkitkan kemarahan orang
bergala ber.ga.la [v] (1) bersambung erat-erat; (2) berkaitan (antara dua hal); berhubungan (antara dua orang)
bergantung (ke)pada ber.gan.tung (ke)pada berpaut; berpegang; bersangkut pd sesuatu yg tinggi; (2) bersandar pd orang lain; (3) dikuasai oleh keadaan, hal, atau orang lain
bergantung di ujung rambut ber.gan.tung di ujung rambut tidak tetap (tt nasib) seseorang; harap-harap cemas
bergantung pd tali rapuh ber.gan.tung pd tali rapuh [pb] menyandarkan hidupnya pd orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yg lemah atau tidak tetap
bergantung tidak bertali (sehasta tali) ber.gan.tung tidak bertali (sehasta tali) [pb] (a) perempuan yg ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan; (b) keadaan seorang gundik yg tidak sah
bergaya ber.ga.ya [v] berkekuatan; bertenaga; berdaya: penghuni rumah itu tidak ~ berhadapan dng perampok bersenjata itu [v] (1) mempunyai ragam yg khusus; (2) memakai ragam: hidup ~ kebarat-baratan; (3) mempunyai bentuk khas: candi ~ Hindu; (4) bersikap; bertingkah: ia ~ mencurigakan orang yg melihatnya; (5) memakai sikap (gerakan) tertentu (dl olahraga); (6) bersikap elok (bagus, pantas, dsb): peragawati itu ~ di depan penonton
bergelantungan ber.ge.lan.tung.an [v] bergantung (tt sesuatu yg berjumlah banyak): orang-orang itu ~ pd besi pegangan di dl bus kota
bergemal-gemal ber.ge.mal-ge.mal [a] berberkas-berkas (secekak-secekak): sesudah padi dituai biasanya disimpan ~
bergendang paha ber.gen.dang paha bersuka ria krn orang lain menderita celaka
bergosip ber.go.sip [v] melakukan gosip; bergunjing: banyak orang yg datang ke warung itu untuk sekadar ~ sambil melihat lalu lintas yg selalu ramai
bergoyang lidah ber.go.yang lidah [ki] makan enak; menikmati makanan yg lezat
berguna ber.gu.na [v] berfaedah; bermanfaat; mendatangkan kebaikan (keuntungan): makanan yg baik amat ~ bagi tubuh
bergunjing ber.gun.jing [v] berbicara (beromong-omong) tt kejelekan (kekurangan) seseorang dsb
berhadir ber.ha.dir [kl v] ada bersedia: dan hendaklah Tuan-Tuan sekalian ini ~ segala senjata dng ingat-ingat
berhakim ber.ha.kim [v] meminta supaya diadili perkaranya kpd: hendaklah ~ kpd orang yg jujur
berhakim kpd beruk ber.ha.kim kpd beruk [pb] meminta pengadilan kpd orang yg tamak niscaya akan rugi
berhal ber.hal [v] (1) ada suatu urusan (krn perselisihan dsb); berurusan: jika ada orang yg ~ dan meminta tolong kepadanya, ia selalu menerimanya dng baik; (2) mendapat kesukaran (halangan dsb): ia meminta izin tidak masuk bekerja krn sedang ~
berhamba ber.ham.ba [v] (1) menjadi hamba; mengabdi: mereka ~ kpd raja; (2) mempunyai hamba: sang putri ~ empat orang; (3) memakai kata hamba (menyebutkan dirinya hamba): ia selalu ~ jika berkata-kata dng atasannya
berhindu bersuku ber.hin.du bersuku orang dr golongan bangsawan; orang baik-baik
beri be.ri [v] , mem.be.ri v (1) menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu: ia -- uang dan pakaian kpd pengemis itu; (2) menyediakan (melakukan dsb) sesuatu untuk: dia berkewajiban membersihkan kandang dan -- makan kambing; -- pertolongan; (3) memperbolehkan; mengizinkan: dia tidak -- anak-anaknya bermain dng anak berandal itu; (4) menyebabkan (menjadikan) menderita (kena): perbuatanmu yg tidak baik telah -- malu keluarga kita; (5) menjadikan supaya: -- ingat; -- tahu; (6) membubuhi (meletakkan, mengenakan, dsb): dia -- gula pd air teh itu; -- warna pd gambar bunga mawar; (7) mengucapkan (menyampaikan): -- selamat; -- hormat; -- salam; (8) cak melayangkan, mengirimkan, dsb (pukulan, tendangan): ia -- tendangan yg mematikan ke arah perut lawan
beria-ria be.ria-ria [v] bersuka-suka; bersenang-senang; bergembira: orang lain ~ , dia tenggelam dl duka nestapa
beriak tanda tak dalam [pb] orang yg suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
beribu-ribu be.ri.bu-ri.bu [num] beberapa ribu: setiap malam ~ orang mengunjungi pekan raya itu
berida be.ri.da [a] (1) tua: selagi belum -- baiklah kita berbuat tanda; (2) ki banyak pengalaman; ulung: menteri --
berimbas ber.im.bas [v] ada gerak atau pengaruhnya; berakibat: mudah-mudahan situasi spt itu tidak ~ negatif bagi pembangunan bangsa
berimpit-impit ber.im.pit-im.pit [v] berdesak-desak; sesak-menyesak: orang ~ di tepi jalan hendak melihat tamu agung itu
berimprovisasi ber.im.pro.vi.sa.si [v] melakukan sesuatu (berpidato, mem-bawakan puisi, musik, dsb) tanpa persiapan lebih dahulu: beberapa orang penyanyi yg tampil di layar televisi gagal krn tidak mampu ~
berintegrasi ber.in.teg.ra.si [v] berpadu (bergabung supaya menjadi kesatuan yg utuh)
berintrospeksi ber.in.tro.spek.si [v] mengadakan atau melakukan intro-speksi; mengoreksi diri: ~ lah dulu sebelum mencela atau mengkritik orang lain
berinvestasi ber.in.ves.ta.si [v] melakukan investasi; bertanam modal: perusahaan itu berani ~ di perkebunan pisang
berita keluarga berita yg berisikan hal-ihwal keluarga, spt kelahiran, ulang tahun, perkawinan, perceraian, dan kematian (biasanya disiarkan melalui radio): -- kematian berita tt kematian seseorang
beritawan be.ri.ta.wan [ark n] orang yg menyiarkan berita; pemberita; wartawan
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjagung-jagung ber.ja.gung-ja.gung [v] memakai jagung sbg bahan makanan; makan jagung (sbg pengganti beras)
berjahat ber.ja.hat [v] (1) berbuat jahat (spt berzina); berbuat dosa; (2) bercakap-cakap menjelek-jelekkan nama baik orang lain; memfitnah(kan)
berjajan ber.ja.jan [v] (1) membeli penganan dsb di kedai atau yg dijajakan orang; mengudap: jangan ~ sembarangan; (2) ki pergi ke tempat pelacuran
berjalan-jalan ber.ja.lan-ja.lan [v] bersenang-senang dng berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dsb): banyak orang ~ pd pagi hari untuk menghirup udara segar
berjambar ber.jam.bar [v] berhidangan: Bendahara boleh makan ~ tunggal
berjampi ber.jam.pi [v] bermantra; telah dimantrai: kata orang, air ~ itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit
berjantan ber.jan.tan [v kas] bersetubuh (bagi orang perempuan)
berjenaka ber.je.na.ka [v] berbuat atau mengucapkan sesuatu yg membuat orang tertawa; berbuat lucu; bergurau: orang yg pandai ~ selalu tampak awet muda
berjibun ber.ji.bun [v] berutang banyak; (2) Cn a cak banyak sekali (tt orang)
berjiwa ber.ji.wa [v] (1) ada jiwanya; bernyawa; hidup; (2) berisi (mengandung sesuatu yg utama, penting, dsb): sajak yg tidak ~; (3) mempunyai perasaan batin (bersemangat dsb) spt: orang yg ~ pelaut
berjuntaian ber.jun.tai.an [a] berjuntai-juntai; berayun-ayun: tandan pisang itu ~
berkamit-kamit ber.ka.mit-ka.mit [v] bergerak-gerak mulutnya atau bibirnya (spt orang berdoa dsb)
berkampung ber.kam.pung [kl v] berkumpul; berhimpun: sekalian orang pun ~ dulu sebelum berangkat
berkarya ber.kar.ya [v] (1) mempunyai pekerjaan tetap; berprofesi; (2) mencipta (mengarang, melukis, dsb): orang mencari kepuasan dl hal ~
berkasak-kusuk ber.ka.sak-ku.suk [v] berbuat (melakukan perbuatan) mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi
berkata dua ber.ka.ta dua mengeluarkan perkataan yg berlainan sama sekali dng maksud yg sebenarnya: sukar benar menangkap maksud dan kemauan orang yg ~ dua itu krn antara yg dikatakan dan yg dimaksudkan sebenarnya berbeda
berkata peliharakan lidah [pb] ... tidak akan menghiraukan cemoohan orang
berkata-kata dng lutut [pb] berkata-kata dng orang bodoh
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkawin ber.ka.win [v] menikah: sukakah Tuan Putri ~ dng hamba
berkebun ber.ke.bun [v] (1) (sedang) menanam dsb di kebun; (2) mengusahakan kebun: pekerjaan tetapnya adalah ~ pisang
berkecimpung ber.ke.cim.pung [v] (1) ki bergerak (dl); berurusan (dl): orang yg ~ dl bidang pendidikan harus bersikap dinamis dan jujur; (2) bermain air dng menepuk-nepuk air atau memukul-mukulkan kaki ke air sehingga berbunyi "pung-pung" (pd waktu mandi); (3) berbunyi "pung-pung" spt air ditepuk
berkecumik ber.ke.cu.mik [v] berkomat-kamit; dng tidak disadarinya ia tersenyum seorang diri, mulutnya ~ seakan sedang berdoa
berkedai ber.ke.dai [v] (1) membuka kedai; berdagang kecil-kecilan: banyak orang ~ di tepi jalan; (2) berbelanja di kedai: ia hendak ~ ke pasar
berkedip ber.ke.dip [v] (1) bergerak membuka dan menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); berkejap: mata orang itu ~ sebentar sebelum mengangguk setuju; (2) tampak seolah-olah bernyala dan padam berganti-ganti (tt nyala lampu, dian, dsb); berkelip(-kelip)
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berkelebihan ber.ke.le.bih.an [adv] (1) bersisa; ada lebihnya: daerah itu ~ hasil padinya; (2) mempunyai keunggulan (kepandaian dsb yg melebihi orang lain): tidak sedikit orang yg ~ , tetapi tidak dikenal orang; (3) berlebihan; teramat banyak; (4) terlalu: perangaimu itu telah ~ benar
berkeluarga ber.ke.lu.ar.ga [v] (1) berumah tangga; mempunyai keluarga: bagi orang yg sudah ~ penghasilan sebanyak itu tidak akan cukup; (2) bersanak saudara (dng); berkerabat (dng): ia masih ~ dng kepala kampung; (3) menikah; mempunyai istri (suami): ia akan ~ kalau sudah menjadi sarjana
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berkemudi di haluan ber.ke.mu.di di haluan, bergilir ke buritan [pb] orang yg menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya
berkena-kenaan ber.ke.na-ke.na.an [v] saling mengena: perkataan kedua orang itu selalu ~
berkenaan ber.ke.na.an [v] (1) bertepatan (dng); sehubungan (dng): ~ dng ulang tahun ygke-5 akan diadakan perayaan besar-besaran; (2) berhubungan (dng); berkaitan (dng): pengunduran dirinya sbg anggota organisasi itu diduga ~ dng peristiwa semalam; (3) setuju; sesuai; cocok: kedua orang muda itu sudah ~
berkepal-kepal ber.ke.pal-ke.pal [num] (1) merupakan gumpalan (kepulan-kepulan); bergumpal-gumpal: tanah di daerah itu pecah-pecah dan ~; (2) beberapa (banyak) kepal: anak yg baru pulih kesehatannya itu makan nasi ~
berkeriput ber.ke.ri.put [v] berkerut; mempunyai kerut pd muka tanda ketuaan: ia tertegun melihat wajah kawannya yg telah ~
berkerunyut ber.ke.ru.nyut [v] berkerut; menggelembur; keriput: kulit nenek itu ~ krn ketuaan
berketetapan ber.ke.te.tap.an [v] mempunyai kepastian, ketentuan, dan keteguhan: Singapura tetap ~ hati menjadikan dirinya sbg pusat mode di Asia Pasifik
berkik ber.kik [n] burung rawa, spt belekok, pemakan binatang kecil-kecil yg terdapat di lumpur; Capella sternurs
berkilah ber.ki.lah [v] berusaha memutarbalikkan kebenaran (dng menyangkal dsb); mencari-cari alasan: di depan orang yg searif dan sebijaksana itu ia tidak dapat ~ lagi
berkisaran ber.ki.sar.an [v] berputar (terus-menerus); beputaran: matanya ~ dng liar, spt mata orang mabuk
berkocak tanda tak penuh ber.ko.cak tanda tak penuh [pb] orang yg banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya
berkongsi ber.kong.si [v] (1) mengadakan persekutuan dagang (dng); (2) bersekutu; berkomplot
berkubu ber.ku.bu [v] (1) memakai kubu; diperkuat dng kubu; bertahan dl kubu: tentara Islam ~ di bandar Medinah untuk menghindari serangan orang musyrik; (2) menangkap dng kubu
berkubur ber.ku.bur [v] (1) dimakamkan (tt mayat); mempunyai kubur: pd masa peperangan banyak orang mati tidak ~; (2) (sudah) mati: orang yg sudah ~ jangan dibicarakan lagi
berkulat ber.ku.lat [v] dilekati kulat; ada kulatnya; bercendawan: nasi itu sudah ~ , jangan dimakan
berkung ber.kung [n] sampan kecil yg hanya dapat memuat beberapa orang
berkurik-kurik ber.ku.rik-ku.rik [v] berbintik-bintik: pisang itu ~ krn sudah matang sekali
berkuteks ber.ku.teks [v] memakai kuteks: kukunya ~ merah tua
berladang ber.la.dang [v] mempunyai (mengusahakan) ladang: di sini tidak banyak orang ~
berlagak ber.la.gak [v] (1) menyombongkan diri: baru jadi anggota Hansip, ia sudah ~ , apalagi jadi tentara; (2) berlaku spt (pemberani, orang pandai, dsb); berpura-pura: ketika ditanya polisi, ia ~ tidak tahu-menahu
berlain-lainan ber.la.in-la.in.an [v] tidak sama; bermacam-macam: pendapat orang ~
berlalu ber.la.lu [v] (1) lewat; lampau: kesempatan itu jangan dibiarkan ~; (2) pergi: demikian katanya sambil ~; (3) mati: tadi malam ia telah ~; (4) tidak makan sahur (waktu puasa): dl bulan puasa ini kami dua kali ~
berlapak judi ber.la.pak judi [Jk] tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi)
berlauk ber.la.uk [v] (1) ada lauknya; (2) makan sesuatu dng lauk
berlebih-lebih ber.le.bih-le.bih [a] (1) berlebih banyak: makanan dan minuman jangan ~ dl pesta perkawinan itu; (2) sangat berlebih dr keadaan sebenarnya: hemat saya berita ini ~ agaknya
berlengkap ber.leng.kap [v] bersedia mengenai sesuatu yg perlu dipakai: ia ~ dng pakaian dan makanan
berlepas diri ber.le.pas diri tidak turut campur dl perkara orang lain; (2) menghindarkan tanggung jawab atas sesuatu yg telah diperbuat
berlepas taksir ber.le.pas taksir membersihkan diri dr kesalahan orang
berlesehan ber.le.seh.an [v] duduk di lantai dng beralaskan tikar dsb untuk suatu pertemuan, makan, minum, dsb
berlidah panjang ber.li.dah panjang suka menyampaikan rahasia (perkataan) orang kpd orang lain
berlima ber.li.ma [num] bersama-sama lima (tt orang dsb): rumah itu mereka diami ~
berlumutan ber.lu.mut.an [v] penuh ditumbuhi lumut: pohon tua itu ~
bermadah ber.ma.dah [v] (1) memuji-muji; mengucapkan syair (sajak) sbg pujian: ia -- untuk mengambil hati gadis itu; (2) berkata: janganlah tuan hamba -- spt itu
bermenantu ber.me.nan.tu [v] mempunyai menantu: ia -- seorang warga asing
bermesum ber.me.sum [v] berbuat mesum: dia menuduh orang lain yg telah membajak saluran teleponnya untuk keperluan --
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bermewah-mewahan ber.me.wah-me.wah.an [v] serba banyak dan berlebih-lebihan: sekelompok orang berharta mempunyai kebiasaan hidup --
bermobil ber.mo.bil [v] (1) mempunyai mobil: sbg orang kaya dia -- banyak; (2) naik (mengendarai) mobil: tiap hari saya -- ke kantor
bermuatan ber.mu.at.an [v] berisi; dibebani dng; mengangkut: truk -- sayur-sayuran; bus itu -- tiga puluh empat orang
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bernafsi-nafsi ber.naf.si-naf.si [v] (menurut kepentingan) orang-seorang, sendiri-sendiri; secara perseorangan; mementingkan diri sendiri: mereka ~ mengemukakan keberatan masing-masing; di kota besar orang mulai hidup ~ tidak merasa perlu memikirkan orang lain
bernama ber.na.ma [v] (1) memakai nama; mempunyai nama: sbg orang yg ~ , aku tidak suka kaupanggil tanpa nama atau tanpa sapaan; (2) ark mendapat nama; masyhur; terkenal: ia menyuruh memanggil tabib yg ~ itu
bernapas ke luar badan ber.na.pas ke luar badan [pb] lebih percaya pd pendapat orang lain dp percaya pd pendapat sendiri
bernas ber.nas [a] (1) berisi penuh (tt butir padi, susu, bisul, dsb): buah padi --; (2) ki banyak isinya (tt pidato, petuah, ceramah, dsb); (3) dapat dipercaya: janjinya selalu --
berniaga di ujung lidah [pb] orang pandai yg tidak jujur
bernoda ber.no.da [v] (1) ada nodanya (sehingga kotor dsb): baju putihnya ~ oleh getah pisang; (2) ki bercela (mendapat nama buruk): namanya sudah ~ di daerah itu
beron be.ron , mem.be.ron v menikahi seorang gadis yg masih sangat muda
berongsong be.rong.song [n] (1) keranjang dsb pembungkus (penutup) buah di pohon supaya tidak dimakan kalong, keluang, dsb; (2) selongsong pd mulut anjing dsb; berangus
beronok be.ro.nok [n] teripang, banyak macamnya spt -- landak, -- pisang
berorganisasi ber.or.ga.ni.sa.si [v] mempunyai organisasi; tersusun dng baik dan teratur dl suatu kesatuan
berorientasi ber.o.ri.en.ta.si [v] (1) melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu); (2) mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg -- ke Barat
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpamor ber.pa.mor [v] (1) memakai pamor: ia sangat menyayangi keris yg ~ itu; (2) bersemarak; beperbawa; mulia: sejak kejadian itu ia bukan orang ~ lagi di depan anak buahnya
berpandai-pandai ber.pan.dai-pan.dai [v] berbuat sesuatu untuk orang lain tanpa bertanya dulu kpd yg berkepentingan
berpangkat ber.pang.kat [v] (1) mempunyai pangkat: ia ~ kolonel; (2) berkedudukan tinggi: gadis itu mendapatkan suami orang ~
berpantang ber.pan.tang [v] (1) sedang dl keadaan tidak boleh makan sesuatu yg terlarang krn dapat mengganggu kesehatan dsb: ia ~ makan sambal krn sedang sakit perut; (2) tidak mau; tidak boleh (biar bagaimanapun): kita ~ menyerah kpd musuh; terus maju, ~ mundur
berpaspor ber.pas.por [v] memiliki (mempunyai) paspor: lima orang wisatawan asing ditangkap krn ~ palsu
berpelajaran ber.pel.a.jar.an [v] mendapat pendidikan di sekolah: istrinya seorang yg ~
berpenampilan ber.pe.nam.pil.an [v] mempunyai penampilan; gaya penampilan; tampil dng ...: hilangnya masa kanak-kanak dapat membuat seorang anak ~ spt orang dewasa
berpengalaman ber.peng.a.lam.an [v] mempunyai pengalaman; telah banyak pengalaman: ia seorang pemain sepak bola yg ~
berpengaruh ber.pe.nga.ruh [v] (1) ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; (2) berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu
berpenghuni ber.peng.hu.ni [v] ada penghuninya; didiami; ditunggui; berpenduduk: ditemukannya sejumlah alat rumah tangga dan bahan makanan merupakan tanda bahwa daerah itu tadinya ~
berpesta ber.pes.ta [v] makan minum (bersuka-suka dsb): hampir setiap hari Minggu mereka ~
berpesta pora ber.pes.ta po.ra [v] (1) berpesta besar; (2) bersuka ria (makan minum)
berpetaruh ber.pe.ta.ruh [v] (1) memberi wasiat (amanat); memberi nasihat; berpesan: neneknya ~ kpd cucu-cucunya agar mereka rukun dan saling membantu demi keutuhan dan kejayaan keluarga; (2) Mk menitipkan sesuatu kpd orang lain: Ibu ~ uang untuk adik pd tetangga
berpilih-pilih ber.pi.lih-pi.lih [v] memilih dng amat teliti (tidak sembarangan): dia ~ gadis untuk dijadikan istrinya; (2) a jarang dan susah didapat; sedikit saja (yg); tidak sembarang (orang dsb): pd waktu itu ~ orang yg mempunyai mobil; ~ orang yg bersedia menjadi pemimpin perkumpulan itu
berpilin ber.pi.lin [v] dl keadaan dipilin (dibelit): bungkusan itu diikatnya dng tali ~; tambang itu ~ tiga; orang gentar melihat misainya yg tebal ~ itu; (2) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpondong ber.pon.dong [v] memakai pondong; memakai pelindung dr panas matahari atau hujan dng pondong (untuk tanaman yg baru tumbuh): pohon-pohon jeruk yg masih ~ pun habis dicuri orang
berpraktik ber.prak.tik [v] melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): mereka ~ selama dua minggu; ia ~ sbg seorang astrolog
berpropaganda ber.pro.pa.gan.da [v] mengadakan propaganda: dipilihnya beberapa orang yg pandai ~
berpuak-puak ber.pu.ak-pu.ak [v] bergerombol; berkelompok(-kelompok): kelakuan orang ramai itu berasal dr zaman purba pd waktu manusia masih hidup ~
berpuluh-puluh ber.pu.luh-pu.luh [num] beberapa puluh: dia melihat ~ orang hukuman yg akan dikirim ke Nusakambangan
berpunya ber.pu.nya [v] (1) ada yg empunya: harta tidak ~; (2) sudah bersuami (beristri); sudah bertunangan: rupanya dia sudah ~; (3) berada; kaya: anak orang ~
berpuru ber.pu.ru [v] menderita sakit puru: orang yg ~ selalu hendak menggaruk
berputra ber.put.ra [v] (1) mempunyai putra (anak); beranak; (2) melahirkan anak; bersalin: saat bulan purnama raya, permaisuri pun ~ lah seorang anak perempuan yg elok parasnya
berputrakan ber.put.ra.kan [v] mempunyai putra: baginda ~ seorang laki-laki yg elok parasnya
bersaf-saf ber.saf-saf [a] berderet-deret: orang yg melakukan salat di masjid itu --
bersagar ber.sa.gar [v] (1) menggunakan sagar: kakeknya masih -- untuk menulis surat; (2) ada sagarnya; ijuk tidak -, pb keluarga yg tidak mempunyai laki-laki yg disegani orang
bersahabat ber.sa.ha.bat [v] (1) berkawan; berteman: jangan -- dng orang jahat; (2) menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat --
bersahaja ber.sa.ha.ja [a] sederhana; tidak berlebih-lebihan: orang desa itu hidupnya -
bersahutan ber.sa.hut.an [v] (1) berbalasan; bersambutan; saling menjawab: untuk memeriahkan pesta itu, mereka berpantun -; (2) susul-menyusul: suara orang azan terdengar -
bersaingan ber.sa.ing.an [v] (1) saling berlawanan; saling bertentangan: kedua orang itu tidak ada yg mau mengalah, mereka terus -; (2) berlomba; dahulu-mendahului: mereka -- dl mengejar cita-cita
bersaksi ber.sak.si [v ] (1) ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: surat perjanjian itu seharusnya dibuat di atas kertas bermeterai dan -- sekurang-kurangnya dua orang; (2) menyatakan (mengakui) dng sesungguhnya
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersalahan ber.sa.lah.an [v] (1) berbeda; berlainan: raut wajah gadis itu -- dng raut wajah ibunya; (2) berselisih: ia -- pendapat dng atasannya tt cara menyusun laporan keuangan; (3) bertentangan; tidak sesuai dng: sepak terjangnya -- dng kepercayaan dan keyakinan yg dianutnya; (4) berbantah; bercekcok: dl banyak hal kedua orang itu sering -; (5) ki kurang sehat (badan); menyalah: badannya agak -- sehari ini
bersambung tangan ber.sam.bung ta.ngan [v] mendapat bantuan; ada yg membantu
bersandar di lemang hangat [pb] berlindung kpd orang yg jahat (zalim dsb)
bersangka ber.sang.ka [v] (1) menduga; mengira: tidak seorang pun yg -- akan terjadi musibah; (2) menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian: jika ada yg -- akan kebenaran pendapat itu, boleh mengajukan bantahannya
bersangkutan ber.sang.kut.an [v] (1) berhubungan; bertalian: persoalan yg tidak -- dng usaha kita perlu dibicarakan dl rapat ini; (2) terlibat (dl suatu perkara, persoalan, dsb): beberapa orang yg -- dl perkara itu sudah ditahan polisi; (3) berkepentingan: mereka yg -- dapat berhubungan langsung dng kepala kantor
bersantap rohani ber.san.tap rohani sesuatu (spt bacaan) yg berguna untuk memperkaya batin seseorang; rezeki batin: kuliah subuh yg disiarkan setiap pagi itu merupakan -- rohani yg baik untuk muda-mudi kita
bersat ber.sat [ark v] (1) salah masuk (spt makanan masuk ke liang napas atau ke hidung); (2) tersesat; salah jalan
bersaudara ber.sau.da.ra [v] (1) mempunyai saudara: ia tidak -- lagi; (2) adik beradik; beradik berkakak: dua orang -- itu hidup rukun
berseberangan ber.se.be.rang.an [v] (1) berhadapan duduknya atau letaknya: pd waktu makan malam ibunya selalu duduk -- dng bapaknya; (2) terletak di seberang jalan (sungai dsb), yg satu di seberang sana dan yg satu lagi di seberang sini: rumah kami -- jalan; (3) berada pd pandangan, pendirian, dsb yg berbeda: tokoh muda itu -- dng pemerintah
bersedu-sedu ber.se.du-se.du [v] mengeluarkan suara, spt pd orang yg lama menangis; keluar suara yg terputus-putus atau timbul tenggelam (krn lama menangis, dsb); isak
bersekutu ber.se.ku.tu [v] (1) berekanan (dng); berkawanan (dng); menggabungkan diri (dng): dua maskapai besar telah -- untuk mengusahakan tambang minyak itu; (2) berserikat (dng); menggabungkan diri (dng): negara itu tetap netral, tidak mau -- dng negara-negara tetangganya; (3) berkomplot; bersekongkol: bukan tidak mungkin di antara mereka ada yg -- dl penyelundupan; (4) merupakan himpunan (persekutuan): manusia adalah makhluk yg -
berselera ber.se.le.ra [v] (1) bernafsu (akan makan dsb); bercita rasa; (2) berkeinginan
berselisih ber.se.li.sih [v] berbeda; ada selisihnya: jumlahnya -- Rp5.000,00; (2) adv berlainan pendapat dsb; bertikai; berbantah; bersengketa: mereka selalu hidup rukun, tidak pernah -; -- jalan berpapasan bertemu di jalan, tetapi masing-masing menempuh jalannya sendiri: jembatan bambu yg sempit itu hanya dapat dilalui oleh dua orang -- jalan
berselubung ber.se.lu.bung [v] memakai selubung (spt berkerudung, berselimut, bertutup kepala, dsb): dia melihat seorang -- kain putih
bersembilan ber.sem.bi.lan [v] menjadi kelompok yg terdiri atas sembilan orang
bersempena ber.sem.pe.na [v] mengambil berkat; bertuah: acara itu diadakan -- perayaan hari ulang tahun kemerdekaan
bersenang-senang ber.se.nang-se.nang [v] berbuat sesuatu dng senang hati atau untuk menyenangkan hati; bersantai; bersuka-suka: disuruhnya orang bekerja mati-matian, tetapi ia sendiri -- saja
bersendiri ber.sen.di.ri [v] terpisah dr yg lain; tidak berteman; menyendiri: ia -- mendatangi orang yg mengancamnya kemarin
bersengat ber.se.ngat [v] (1) mempunyai sengat; ada sengatnya; (2) ki disegani (ditakuti) orang
bersenjatakan ber.sen.ja.ta.kan [v] memakai senjata tertentu; menggunakan sbg senjata: mereka dikejar oleh beratus-ratus orang kampung yg -- tombak dan keris
bersep (kpd) ber.sep (kpd) [v] mempunyai kepala; mengabdi kpd: lebih baik saya keluar dp -- seorang pemarah
berserah kabil berserah ka.bil [pb] sudah memercayakan sesuatu kpd orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)
berserikat ber.se.ri.kat [v] (1) bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan agar orang-orang yg bermodal mau -- untuk mendirikan perusahaan penggilingan padi; (2) bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum buruh sudah insaf akan perlunya -; (3) bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang Dunia Kedua banyak negara yg -- untuk membasmi fasisme
berseru ber.se.ru [v] (1) memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: terdengar suara orang -, seolah-olah memanggil kita; (2) berkata atau bersuara nyaring: burung itu mengangguk-angguk sambil -, trilili, lili, lili; (3) mengajak atau menganjurkan: akhirnya, pembicara -- kpd hadirin supaya mem-bantu usahanya
bersetelan ber.se.tel.an [v] memakai setelan: seorang pemuda -- dan berdasai berjalan dng angkuhnya
bersikap masa bodoh [pb] tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain
bersimpati ber.sim.pa.ti [v] (1) menaruh kasih (kpd); suka (akan): dl pemilihan umum itu, banyak juga rakyat yg -- kpd golongannya; (2) ikut serta merasakan perasaan orang lain: banyak orang yg -- atas kemenangan tim itu
bersisa ber.si.sa [v] ada sisanya (sesudah dimakan, diambil, dsb); ada lebihnya; ada saldonya: air minumku masih -- setengah gelas
bersiut ber.si.ut [v] (1) bersiul nyaring; bersuit; berbunyi spt peluit nyaring; (2) berbunyi spt orang kepedasan; (3) berbunyi "siut": sesaat kemudian -lah cemeti yg ujungnya dibubuhi paku-paku timah mendera dagingnya
bersombong ber.som.bong [v] meninggikan (memegahkan) diri; berkata (berbuat dsb) dng congkak: jadi orang jangan suka -, nanti tidak punya teman
bersongsong ber.song.song [v] berjalan (bergerak maju) menghadapi ...; bertemu (berlawanan arah); berpapasan (dng): ia dapat melihat seorang berkuda yg rupa-rupanya -- dng dia
berspesialisasi ber.spe.si.a.li.sa.si [v] mempunyai spesialisasi: perusahaan yg -- dalam makanan bayi
bersuami ber.su.a.mi [v] (1) sudah kawin (tt wanita); mempunyai suami; (2) kawin dng (tt wanita): alangkah senangnya -(kan) seorang budiman spt beliau itu
bersuap ber.su.ap [v] makan (dng tangan)
bersugi ber.su.gi [v] (1) membersihkan gigi dng sugi; (2) mengulum tembakau (ketika sedang makan sirih)
bersungut-sungut ber.su.ngut-su.ngut [v] mencomel; menggerutu: setelah terjadi tawar-menawar harga, orang itu membayarnya juga meski-pun dng --
bersunyi-sunyi ber.su.nyi-su.nyi [v] mengasingkan diri ke tempat yg sunyi; menyendiri: rupanya ia seorang yg suka -
bersutan-sutan ber.su.tan-su.tan [v] (suka) menyombongkan kebangsawanannya; congkak krn kebangsawanannya: orang yg suka -- tidak akan banyak kawannya
bertadah amin ber.ta.dah amin memadukan kedua belah tangan selaku orang yg mengucapkan amin
bertadarus ber.ta.da.rus [v] melakukan tadarus: hampir di setiap masjid terdengar orang ~
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertakziah ber.tak.zi.ah [v] (1) menghibur orang yg mendapat musibah; (2) menyatakan turut berdukacita; melayat (orang mati): banyak kaum kerabat almarhum yg datang ~ dan mengantarkannya ke kubur
bertalian ber.ta.li.an [v] berkenaan (dng); berhubungan; ada sangkut pautnya (dng): larangan itu dikeluarkan yg berwajib ~ dng situasi tanah air pd akhir-akhir ini
bertanding ber.tan.ding [v] (1) berlawanan (dl berlomba, beradu tenaga, dsb): regu voli A ~ dng regu B di babak final; (2) seorang lawan seorang: mereka tidak berani ~ , beraninya main keroyokan; (3) ada bandingnya (imbangannya, lawannya): kecantikannya tiada ~ di seluruh negeri; (4) melawan; menyaingi; menyamai: pemain muda berbakat itu sekarang sudah sanggup ~ dng pemain kawakan yg sudah punya nama
bertanduk ber.tan.duk [v] (1) memakai tanduk; ada tanduknya; (2) mempunyai kekuasaan (wewenang): mau tidak mau kita harus patuh kpd orang yg ~; hewan ~ , hewan yg memiliki tanduk (sapi, kerbau, domba, kambing)
bertanya-tanya 1 ber.ta.nya-ta.nya 1 [v] bertanya ke mana-mana; berkali-kali bertanya (meminta keterangan dsb): ia masuk ke kampung, lalu ~ barangkali ada orang yg tahu; (2) a dl kebimbangan atau heran (seakan-akan bertanya di hati): ia pun tertegun ~ dl hati, apakah sebabnya hal itu terjadi
bertapa ber.ta.pa [v] (1) mengasingkan diri dr keramaian dunia dng menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin; (2) cak ki menjalani hukuman penjara: sbg ganjaran yg diterima dr perbuatannya itu, ia terpaksa ~ selama dua tahun dl penjara
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
berteman ber.te.man [v] (1) berkawan; bersahabat; (2) tidak seorang diri; ada temannya; (3) beriring (dng): setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran
bertemu muka ber.te.mu muka berhadapan muka; ~ muka dan bertukar pikiran dng golongan tua telah diadakannya
bertemu muka dng tedung [pb] bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertemu ruas dng buku ber.te.mu ruas dng buku [pb] sudah jodohnya (seorang laki-laki dng perempuan)
bertemu teras dng beliung [pb] dua orang bertengkar yg sifatnya sama-sama keras
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
bertenggang-tenggangan ber.teng.gang-teng.gang.an [v] hormat-menghormati; harga-menghargai (perasaan atau kepentingan orang lain): dl hidup bertetangga kita harus pandai ~ agar terhindar dr pertengkaran
bertenung ber.te.nung [v] (1) membaca tenung; meramalkan: minta pertolongan kpd orang yg pandai ~; (2) minta supaya dilihat untung malangnya dsb kpd: ia suka ~ kpd dukun
berteriak ber.te.ri.ak [v] berseru (berkata, memanggil, dsb) dng suara keras; memekik: terdengar suara orang ~ minta tolong; makin keras ia ~ , makin banyak orang mengerumuninya
bertertib ber.ter.tib [v] (1) teratur; (2) bersikap sopan: ia seorang anak yg tidak ~
bertiga ber.ti.ga [num] berbilangan tiga; berjumlah tiga sekawan atau sekelompok orang dsb: kita ~ menghadap kepala sekolah
bertimbang taruh ber.tim.bang taruh menyamakan harga petaruh jika petaruh itu bukan berupa uang, melainkan berupa barang
bertitah lalu sembah berlaku ber.ti.tah lalu sembah berlaku [pb] jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga
bertolak belakang ber.to.lak belakang berpisah saling membelakangi (msl seorang ke barat, seorang lagi ke timur); (2) ki sangat berbeda (tt pendapat, kebiasaan, keinginan, sifat, dsb)
bertongkat senduk ber.tong.kat senduk [ki] sudah tua sekali
bertopang ber.to.pang [v] (1) memakai topang; disokong; disangga; ditunjang: krn lebat buahnya, pohon pisang itu ~; (duduk) ~ dagu, a (duduk) dagunya disangga dng tangan; b ki melamun; bermalas-malas; (2) bertumpu (pd); berdasar (pd): pendapatnya ~ pd takhayul belaka
bertuhan ber.tu.han [v] (1) percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; (2)memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar sepah [ki] tanda percintaan yg mendalam antara dua orang kekasih
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
bertumis ber.tu.mis [v] (1) dimasak (direbus) tumis: di rumahnya, saya dijamu makan dng kangkung ~; (2) menumis
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertumpuk-tumpuk ber.tum.puk-tum.puk [v] (1) bersusun-susun; bertimbun-timbun; bertumpang-tindih: ~ buku yg masih belum laku; (2) berkelompok-kelompok (sekumpulan-sekumpulan): ~ pulau besar dan kecil; rumah makan itu sangat laku, setiap hari yg makan ~; (3) ki banyak sekali, padat sekali, dsb: ~ kendaraan bermotor di Jakarta; kartu lebaran ~ di mejanya; uangnya ~; (4) ki setempat-setempat, tidak rata (tt warna): warna putih ~ pd dasar biru, dimaksudkan sbg awan yg melayang-layang di langit
bertunda-tunda ber.tun.da-tun.da [kl v] berduyun-duyun; banyak sekali: ~ orang datang ke jalan besar itu
berturun ber.tu.run [v] memberikan uang sbg iuran, derma, sokongan, dsb: kita ~ lima ratus rupiah seorang
beruas be.ru.as [n] pohon manggis hutan, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas; Garcinia hombroniana
beruk be.ruk [n ] kera besar yg berekor pendek dan kecil, dapat diajar memetik buah kelapa; Macacus nemestrinus
berulam ber.u.lam [v] memakai ulam: makan ~
berulas ber.u.las [v] memakai ulas; bersarung: bantalnya ~ kain bersulam [v] bersambung(an): ~ tangan dan lidah, ki mendapat bantuan tenaga dan nasihat baik
berulat ber.u.lat [v] ada ulatnya; dimakan ulat; dirusak ulat: jambunya banyak ~
berumah be.ru.mah [v] (1) mempunyai rumah: ia seorang yg sukses, usianya masih muda, tetapi sudah berkedudukan tinggi dan ~ besar; (2) diam (di); tinggal (di): ia ~ di desa yg jauh dr kota
berumbung be.rum.bung [n] pembuluh (tempat mengalirkan atau menyalurkan air, asap, dsb); pipa; corong [n] pohon yg bagus dan keras, warnanya kuning tua dan berbelang; Adina rubescens
berumur ber.u.mur [v] mempunyai umur: anak itu ~ 2 tahun; ~ genap 100 tahun; (2) a (sudah) dewasa; (sudah) agak tua (lebih dr 40 tahun): perempuan yg sudah ~; belum ~ , belum dewasa
berupa be.ru.pa [v] (1) ada rupanya yg nyata (kelihatan); berwujud: dikatakan bahwa roh itu tidak ~ , tetapi eksistensinya tidak dapat disangkal; (2) berbentuk sbg: dibuatnya lambang yg ~ padi dan kapas; (3) terjadi dr; terdiri atas: bantuan yg diterima panitia ~ beras, gula pasir, susu bubuk, ikan asin, dan pakaian; (4) elok rupanya; cantik: rasanya sukar juga mencari istri yg berada, berbangsa, lagi ~
beruri be.ru.ri [n] periode atau jangka waktu ketika orang tidak boleh bekerja (untuk mengusir penyakit dl adat Dayak)
berusaha ber.u.sa.ha [v] (1) melakukan suatu usaha; bekerja giat (untuk mencapai sesuatu); berikhtiar; berdaya upaya: ia ~ menyembunyikan tangisnya; mereka ~ mencapai hasil yg memuaskan; (2) melakukan kegiatan di bidang perdagangan (perusahaan dsb): keadaan keuangan yg mantap akan menguntungkan orang-orang yg mulai ~
berusuh be.ru.suh [a] bersusah hati; berduka cita; gelisah: banyak orang yg ~ hati krn kematian ulama itu
berwadahkan ber.wa.dah.kan [v] menggunakan sbg wadah; berada dl wadah: suku-suku bangsa yg tersebar di pulau-pulau antara Sabang dan Merauke semuanya ~ negara kesatuan Republik Indonesia
berwajah ber.wa.jah [n] mempunyai wajah: betul-betul aku ini salah seorang di antara kalian yg ~ paling buruk
berwibawa ber.wi.ba.wa [v] mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi): seorang pemimpin haruslah ~
berwudu ber.wu.du [v] mengambil air wudu: masih ada orang yg ~ dng tidak mengikuti sunah Rasul
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besar berudu di kubangan [pb] tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing
besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya) [pb] orang yg besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
besar lambung [ki] suka makan banyak; rakus
besaran be.sar.an [n] pohon, daunnya dapat dijadikan obat, dan digunakan untuk makanan ulat sutra; Morus alba
besi cor besi yg telah dilelehkan, lalu dituangkan ke dl suatu acuan, biasanya digunakan untuk membuat kerangka mesin; besi tuang
besing be.sing [n] desing [a] terlalu kenyang makan
bestelan bes.tel.an [n] barang-barang (makanan dsb) yg dibestel; pesanan
besuk be.suk [v cak] melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit yg dirawat
beta be.ta [pron] saya (digunakan orang-orang besar pd zaman dahulu dl cerita klasik Melayu, penyair dl karya sastra masa kemudian, atau masyarakat di Maluku [n] nama huruf ke-2 abjad Yunani
betahak be.ta.hak [Jk v] beserdawa: sehabis makan, ia selalu -- beberapa kali
betapa be.ta.pa [ark pron] kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dsb; bagaimana: -- bicaramu?; (2) p kata seru penanda rasa heran, kagum, sedih, dsb; alangkah; sungguh: -- sedihnya orang yg kematian ibu; (3) p meskipun: -- dicarinya, tidak kunjung bertemu juga; (4) ark p sebagaimana; seperti: diperlakukan -- adat orang dahulu kala
betet be.tet [n] burung sebangsa kakaktua, tubuhnya kecil, bulunya hijau, ekornya panjang
beti be.ti [n] bukti yg nyata mengenai kesalahan seseorang; tanda bukti: tidak dapat memastikan seseorang bersalah sebelum -- nya ada
beti-beti be.ti-be.ti [n] pohon yg buahnya dapat dimakan, kulitnya untuk mengubar jala atau menyamak kulit, Flueggia virosa
betik keluar didengar (diketahui) oleh orang luar; bocor atau tersiar (tt rahasia)
betul-betul be.tul-be.tul [a] sungguh benar; sungguh-sungguh: orang itu -- pelit; saya -- letih pd hari ini
biah bi.ah [ark n] (rumah) tempat sembahyang (orang Yahudi); gereja
biang keladi umbi keladi yg pokok; (2) ki orang yg menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan dsb; orang yg menjadi penyebab (dalang) terjadinya suatu perbuatan jahat dsb
biang kerok [ki] orang yg menjadi penyebab terjadinya suatu kericuhan (keributan)
biarawan bi.a.ra.wan [n] orang laki-laki yg hidup di dl biara
biarawati bi.a.ra.wa.ti [n] orang perempuan yg hidup di dl biara
biasa bi.a.sa [a] (1) lazim; umum: bagi masyarakat sekarang memakai sepatu sudah --; (2) spt sediakala (sbg yg sudah-sudah): ia makan dan bercanda sebagaimana -- , tidak tampak bahwa dia sedang menderita sakit parah; (3) sudah merupakan hal yg tidak terpisahkan dr kehidupan sehari-hari; sudah menjadi adat: setiap pagi dia -- minum kopi; (4) sudah seringkali: dia -- datang ke rumah kami
biaya penaksiran biaya untuk memperkirakan tingginya biaya memproduksi suatu produk, biasanya untuk keperluan penentuan harga
bibi bi.bi [n] (1) adik (saudara muda) perempuan ayah atau ibu; (2) panggilan kpd perempuan yg agak tua; (3) kl sebutan bagi wanita (setingkat dng nyonya); (4) panggilan kpd perempuan pembantu rumah tangga
bibit bi.bit [n] (1) semaian (padi dsb yg akan ditanam): -- padi itu akan dipindahkan sesudah berumur empat puluh hari; (2) benih (dl arti sesuatu yg akan dikembangkan, diternakkan, dsb): kita memerlukan sapi yg baik untuk --; (3) anak (orang) yg akan dididik lebih lanjut; kader: murid-murid SMU dididik sbg -- untuk perguruan tinggi; (4) ki yg akan menyebabkan timbulnya (terjadinya) penyakit atau pertikaian dsb: -- penyakit cacar; perkara yg sekecil itu dapat menjadi -- pertengkaran yg hebat [v] , mem.bi.bit v menjinjing dng jari
bibit buwit [Sd] (1) orang yg dianggap sbg leluhur masyarakat suatu desa; (2) asli (tt penduduk suatu tempat)
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
bidan bi.dan [n] wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya
bidan tarik bidan yg baru dipanggil waktu seorang ibu akan melahirkan (tanpa ada pemberitahuan atau perjanjian se- belumnya)
bidan tempuh bidan yg menolong suatu persalinan (orang melahirkan) berdasarkan persetujuan (perjanjian) sebelumnya
bido bi.do [n] burung elang yg berjambul, pemakan ular; elang berjambul; Spitornis cheela
biduk lalu [pb] orang yg berkelahi atau bertengkar yg akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tt orang ramai berkumpul)
biduk lalu kiambang bertaut biduk lalu kiambang ber.ta.ut [pb] spt dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali
bigamis bi.ga.mis [n] orang yg bigami; orang yg beristri (bersuami) dua; (2) a dl keadaan beristri (bersuami) dua
bijaksanawan bi.jak.sa.na.wan [n] orang yg bijaksana
biji bi.ji [n] (1) isi buah (yg apabila ditanam dapat tumbuh): -- nangka; -- mangga; (2) butir buah yg kecil-kecil (spt butir padi dan jagung): -- kacang; -- kedelai; (3) kata penggolong bagi bermacam-macam benda sbg pengganti butir, buah, batang, dsb: ia makan mangga lima --; ia mempunyai lima -- mata pena [n] angka yg menunjukkan hasil belajar (kepandaian); nilai; ponten: -- enam untuk bahasa Indonesia
biji saga biji berwarna merah yg dahulu dipakai sbg kesatuan bobot emas
bijih bi.jih [n] pasir, tanah, atau batuan yg mengandung cukup mineral yg berguna untuk diolah menjadi barang ekonomi spt -- besi; -- timah
bijih besi batuan atau cebakan yg mengandung ikatan besi dl jumlah yg dapat diolah
bilah bi.lah [n] (1) belahan bambu (kayu dsb) yg tipis dan panjang: pagar dr -- buluh; (2) sesuatu yg menyerupai bilah (terutama pisau, pedang, dsb): didapatnya -- keris tua di dalam gua itu; (3) kata penggolong bagi sesuatu yg tipis dan panjang: dua -- pedang; dua -- papan [v] mem.bi.lah-bi.lah v memisahkan (membelah dsb) sesuatu menjadi beberapa bagian: mereka tidak pernah -- kekuatan, baik dl menyerang maupun bertahan [n] bagian buldoser yg berfungsi sbg alat gali dan dorong
bilal bi.lal [n Isl] orang yg bertugas menyerukan azan; muazin; modin: suara azan -- telah terdengar
bilik bi.lik [n] (1) anyaman dr bilah bambu (untuk dinding dsb); gedek; tepas; sasak: rumahnya berdinding --; (2) ruangan kecil yg tersekat; kamar: tidurnya di -- samping [n] kesatuan beberapa rumah keluarga yg berpusat pd rumah anak tertua (di Lampung)
biliun bi.li.un [num] (1) satuan bilangan yg dilambangkan dng dua belas nol (000.000.000.000) di belakang angka 1-999 (di Inggris dan Jerman); (2) satuan bilangan yg dilambangkan dng sembilan nol (000.000.000) di belakang angka 1-999 (di Amerika Serikat dan Prancis)
bimbang bim.bang [a] (1) (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu; (2) (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang [n] upacara atau pesta adat [v] berganti-ganti; bergantian
bimbit bim.bit , mem.bim.bit v (1) membawa dng ujung jari; menjinjing: -- tas; (2) memimpin dng memegang tangan orang yg dipimpin; menuntun: ia berkata sambil -- anaknya
bin [Ar] (1) n kata untuk menyatakan anak laki-laki dr seseorang: Amat -- Soleh, Amat anak dr Soleh; (2) p cak kata untuk menguatkan atau mengungkapkan dng perkataan lain: aneh -- ajaib
binaragawan bi.na.ra.ga.wan [n] orang yg melakukan olahraga binaraga: enam -- daerah akan mengikuti seleksi nasional
binder bin.der [n] (1) alat untuk menjilid buku, majalah, dsb; (2) orang yg (pekerjaannya dsb) menjilid buku, majalah, dsb
binen bi.nen [a cak] telah berhasil (memperoleh kedudukan, kekayaan, dsb); mapan: di sinilah tempat tinggal orang-orang yg sudah --
bingkis bing.kis , mem.bing.kis v mengirimkan (memberikan) barang sbg tanda hormat (biasanya diantarkan orang bersama-sama surat)
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bini-binian bi.ni-bi.ni.an [n cak] (1) bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan -nya saja; (2) suka atau kerap- kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang -- spt dia
bintang bin.tang [n] (1) benda langit terdiri atas gas menyala spt matahari, terutama tampak pd malam hari: pd malam itu tampak -- bertaburan di langit; (2) planet atau gugusan planet yg menjadi pegangan dl astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; (3) nasib; peruntungan; untung malang: -- nya mulai terang nasibnya mulai baik (mudah mencari rezeki); -- nya gelap buruk nasibnya (sial, tidak beruntung); (4) tanda jasa yg berupa medali emas (perak dsb): krn jasanya beliau dianugerahi -- emas; (5) tanda pangkat perwira militer berbentuk spt bintang, berwarna keemasan; (6) tanda yg menyerupai bintang, spt tanda (*); (7) pemain yg terkemuka (dl film, sandiwara); (8) orang yg terbaik (terpandai dl suatu lingkungan)
bintang di langit boleh dibilang [pb] cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu
binturung bin.tu.rung [n] binatang menyusui sejenis musang, bentuk badan dan bulunya menyerupai beruang, berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan kasar, ekornya panjang, biasa keluar malam untuk mencari makan, makanannya buah-buahan, pucuk daun, tetapi juga daging dan telur; Archictis binturong
biofilter bi.o.fil.ter [n] hewan pemakan plankton dan pemakan sisa organik (spt koral hidup, cacing tabung, sepon, dan udang) yg berfungsi sbg filter mekanis
biogenik bi.o.ge.nik [a] dihasilkan oleh organisme hidup: mikroba ini mengubah asam amino bebas menjadi kelompok amin yg bersifat racun dan dinamakan -- amino
biografi bi.o.gra.fi [n] riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain
biolit bi.o.lit [n Geo] batuan yg terbentuk oleh proses organik
biologi perikanan biologi terapan perikanan dl kaitannya dng biologi hewan (ikan), msl hubungan panjang dan berat, kematangan telur, dan pola makan
bioritme bi.o.rit.me [n] teori yg berdasar pd pendapat ilmiah bahwa dl tubuh manusia sejak lahir sudah tersimpul tiga macam siklus (ritme) yg bekerja aktif sampai saat meninggal, yaitu siklus fisik, siklus emosional, dan siklus intelektual
bipatride bi.pat.ri.de [n] orang yg mempunyai kewarganegaraan rangkap sbg akibat perbedaan stelsel; asas kewarganegaraan yg dianut oleh negara yg berbeda
birama bi.ra.ma [n Mus] (1) ayunan gerak kelompok beberapa pulsa yg pulsa pertamanya mendapat aksen kuat secara berulang dan teratur; (2) satuan kelompok ketukan tetap yg dimulai dng ketukan kuat sampai ketukan kuat berikutnya; metrum
biras bi.ras [n] pertalian persaudaraan antara dua orang krn kawin dng dua orang yg bersaudara
birokrat bi.ro.krat [n] (1) pegawai yg bertindak secara birokratis; (2) seorang yang menjadi bagian dari birokrasi
bisa kawi kekuatan gaib (tulah dsb) yg menimpa orang krn melanggar adat dsb
bisbol bis.bol [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dng bulu halus kemerah-merahan, berbau spt mentega; Dyaspyros philipinses [n Olr] permainan olahraga dng menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yg masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain
bitisik bi.ti.sik [n] anak dr cicit; cucu dr cucu seseorang
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
blek [Jw n] kaleng yg dibuat dr seng untuk menyimpan makanan kering: agar tidak melempem, kerupuk dan keripik dimasukkan ke dl --
blekok ble.kok [n] burung berkaki dan berparuh panjang, pemakan daging (ikan, katak, siput, dsb), biasa hidup di sawah atau rawa-rawa, berbulu putih dan cokelat; Ardeola speciosa
blender blen.der [n] alat bertenaga listrik untuk melumatkan buah, makanan, dsb
blewah ble.wah [n] tanaman menjalar atau merambat, panjangnya 1,5-3 m, daunnya lebar berbentuk jantung dng tangkai daun yg keras dan panjang, bunganya besar berwarna kuning dan harum, buahnya cepat busuk berbentuk bulat lonjong dan berlekuk-lekuk, dapat dimakan langsung atau dicampur dng sirop, berbulu licin jika masih muda, banyak bijinya dan berkulit sangat tipis; semangka Belanda; Cucumis melo;
blok [n] (1) gulungan (cita dsb): dibelinya kain putih dua --; (2) deretan beberapa buah rumah yg tidak terpisah-pisah: rumah -- A disediakan untuk para perwira menengah; (3) bagian dr kampung yg besar yg dibatasi oleh jalan: Kebayoran Baru dibagi menjadi beberapa --; (4) persatuan beberapa negara (partai politik dsb) untuk memperkuat kedudukannya: partai-partai kanan merupakan -- penyokong pemerintah; (5) Olr pemukulan bola sebelum bola memantul ke tanah (dl olahraga tenis)
blokade blo.ka.de [n] pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal, dsb tidak dapat keluar masuk dng bebas
blues [n Mus] jenis lagu ratapan orang Negro, Amerika yg berkembang mulai tahun 1911 sbg perintis musik jaz
blustru blus.tru [n] tumbuhan merambat sejenis mentimun, buah yg masih muda dapat disayur, kulit buah yg tua dapat dijadikan spon; Luffa cylindrica
bobot isi berat per satuan isi
bobot jenis [Fis] bobot suatu zat per satuan volumenya
boga bo.ga [n] makanan; masakan; hidangan; santapan
bohemian bo.he.mi.an [n] orang yg hidup bebas spt kebanyakan seniman; orang yg hidup mengembara dan tidak teratur serta tidak memikirkan masa depannya: krn kecewa akhirnya pemuda itu bergabung pd kelompok --
bokca bok.ca [kl n] kantung untuk membawa bekal (makanan dsb); uncang
bol [n] ujung usus pd pelepasan (dubur) [n] jambul pd baret, topi, dsb [n] buah jambu, berwarna merah tua, merah, dan putih, dagingnya berwarna putih, berair, berbiji besar, tunggal, dan bulat; Syzigium malaccense
bolos bo.los, mem.bo.los [v] (1) tidak masuk bekerja (sekolah dsb): hari ini sebenarnya bukan hari libur, tetapi banyak murid yg -; (2) meloloskan diri; melarikan diri: dua orang tahanan dapat --
bom gunung api [Geo] bahan batuan erupsi yg terdiri atas partikel berukuran beberapa kaki yg menjadi padat ketika diembuskan oleh gunung api
bomber bom.ber [n] (1) pesawat terbang pengebom; (2) ki orang yg gemuk kekar
bondong air bondong ikan [pb] gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kpd kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)
boneka bo.ne.ka [n] (1) tiruan anak untuk permainan; anak-anakan; (2) ki orang (negara dsb) yg hanya menjadi mainan orang (negara dsb) lain: negara Pasundan, Sumatra Timur, Indonesia Timur adalah negara -- buatan pemerintah kolonial Belanda pd masa itu
bong [n] pekuburan Cina [Jw n] orang yg pekerjaannya mengkhitankan (menyunat); dukun sunat
bongkong bong.kong [Mk a] belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu)
bongmeh bong.meh [Cn v] mem.bong.meh v (1) merasai debar jantung dng meraba pergelangan tangan; (2) mengajuk (hati atau pendapat orang)
bonyok bo.nyok [a] memar dan lunak (tt buah dsb); sangat lembek dan agak busuk (tt makanan, ikan, dsb)
bopeng bo.peng /bopEng/ (1) a cacat yg berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pd kulit; burik; capuk: orang itu mukanya -- akibat penyakit cacar yg pernah dideritanya; (2) v ki berlubang-lubang: jalan baru itu sekarang sudah --
bor putar alat pengebor yg menggunakan gerak perputaran batang dan mata bor untuk menembus batuan
bor tumbuk pengeboran yg menggunakan prinsip tumbukan batang bor dng mata bornya pd batuan
boreh bo.reh [n cak] (1) barang (atau surat berharga) yg diserahkan oleh orang yg berutang sbg jaminan utangnya; agunan; jaminan: kalau hendak berutang harus ada -- nya; (2) orang yg menanggung utang orang lain (dl hal timbulnya kesulitan dl pembayaran utang dsb); penanggung; penjamin: saya sanggup menjadi -- kakakku
boros bo.ros [a] (1) berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang, dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya; (2) lepas, terurai (tt tali yg dikaitkan): tali gasingnya --; (3) banyak dl pemakaian tenaga, bensin, dsb (tt mesin dsb): mobilnya -- bensin
bos [n] bungkus besar yg berisi beberapa bungkus (tt rokok, korek api, dsb) [n] orang yg berkuasa mengawasi dan memberi perintah kpd para karyawan; pemimpin atau majikan (dl perusahaan)
bosor bo.sor [a] berlubang tembus; pecah (sobek) hingga berlubang (bocor): goni itu -- sehingga isinya tertuang keluar
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
botok bo.tok [n] lauk dr ikan dsb yg dicampur dng parutan kelapa muda yg dibumbui, kemudian dibungkus dng daun pisang dan dikukus
botol infus botol berisi cairan makanan, obat, dsb yg dialirkan ke tubuh pasien melalui selang dan jarum: sejak dioperasi dia tidak boleh berpisah dng -- infus
botulisme bo.tu.lis.me [n] keracunan makanan yg disebabkan oleh bakteri clostridium botulinum, satu-satunya mikroorganisme dng spora yg tahan suhu tinggi, terdapat pd makanan dl kaleng
brahmana brah.ma.na [n] (1) pendeta agama Hindu; (2) kasta tertinggi dl agama Hindu; (3) orang yg masuk golongan pendeta dl agama Hindu
bramacorah bra.ma.co.rah [n Huk] (1) orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (2) penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok
brankar bran.kar [n] usungan untuk mengangkat orang sakit (dng cara membaringkannya)
breksia brek.sia [n Geo] batuan yg terdiri atas komponen yg bersudut dan pekat menjadi satu
brem [n] makanan berupa lempengan keras berasa manis keasaman yg dibuat dr sari tapai ketan, warnanya putih kecokelatan; [n] minuman mengandung alkohol, terbuat dr peragian sari beras, dsb (Bali); beram
bren [n] senapan mesin ringan, dilayani oleh satu orang
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
brigade bri.ga.de [n] (1) satuan angkatan bersenjata yg terdiri atas dua, tiga, atau empat resimen, merupakan bagian dr divisi; (2) satuan berseragam dng tugas khusus
brigade infanteri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur infanteri sbg intinya, dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dr komando lebih besar lagi
brigade kavaleri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng inti unsur kavaleri yg berupa batalion tank, batalion penyerbu mekanis, dan kompi pengintai
brigade lintas udara satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur pasukan payung sbg satuan khusus untuk melaksanakan tugas lintas udara, yg didaratkan ataupun diterjunkan dr udara;
brilian bri.li.an [a] pandai sekali; cemerlang; hebat (tt kemampuan otak, berpikir); mengagumkan: ia adalah seorang pelajar yg --
brokoli bro.ko.li [n] sayuran bunga spt kembang kol, berwarna hijau tua agak keputih-putihan (biasanya digunakan untuk masakan Eropa dan Cina); Brassica oleraceavar bortrytis
bromin bro.min [n Kim] cairan berwarna cokelat tua, mempunyai bau tidak enak; unsur dng nomor atom 35, berlambang Br, dan bobot atom 79,904
bronkodilator bron.ko.di.la.tor [n ] alat yg dapat memperlebar lubang saluran napas yg menyempit ketika seseorang mendapat serangan asma
browser brow.ser [n] binatang pemakan rumput, daun, dan ranting
bua tanah bu.a ta.nah [n] harga (biaya dsb) yg harus dibayar oleh orang asing yg mengerjakan tanah di wilayah tertentu yg bukan wilayah masyarakat hukum adatnya (di Sulawesi)
buah bibir yg selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang
buah khuldi buah larangan yg dimakan Nabi Adam dan Siti Hawa di taman Firdaus
buah meja buah yg disediakan untuk dimakan setelah makan, berupa buah masak tanpa diolah
buah mulut yg menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; (2) buah bibir
buah pembicaraan yg menjadi pokok pembicaran; (2) yg menjadi sebutan orang; (3) hasil pembicaraan
buah perut [Mk] orang-orang yg menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dr nenek perempuan)
buah tutur yg menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut
buang hidup mengasingkan orang ke negeri lain sbg hukuman; menghukum buang
buang ludah meladeni orang bersoal jawab yg tidak ada gunanya
buang sepanjang adat mengeluarkan seseorang dr adat krn melawan adat
buang sipat melukai orang sehingga cacat (pd mata, kaki, dsb)
buang sirih mengeluarkan seseorang kelompok kekerabatan; menganggap seseorang bukan kerabat lagi
buang utang hukuman yg dijatuhkan kpd seseorang yg selalu berutang dan tidak pernah melunasinya, utang itu menjadi tanggung jawab keluarganya, tetapi orang itu dibuang dr keluarga
buangan bu.ang.an [n] (1) yg dibuang; hasil membuang; (2) orang yg dijatuhi hukuman buang: orang --
bubuk bu.buk [n] binatang kecil yg berkulit keras, berupa kumbang yg suka makan kayu, balok, beras, dsb: tiang itu rusak dimakan -- [n] (1) serbuk dr barang yg lapuk; (2) barang yg ditumbuk menjadi tepung halus: -- kopi [ark] , mem.bu.buk v merebus
bubul bu.bul [n] bisul pd tumit orang atau pd kuku kuda (ada beberapa jenis spt -- bubu, -- gantang, -- galai) [v] , mem.bu.bul v memperbaiki atau menambal jala, jaring, dsb: nelayan itu sedang asyik -- jaring dan -- pukat , mem.bu.bul v (1) naik; membubung; (2) keluar bersama-sama banyak-banyak: bagai anai-anai -- dr liangnya
bubur bu.bur [n] (1) makanan lembek dan berair yg dibuat dr beras, kacang-kacangan, dsb yg direbus: setiap pagi ia makan -- kacang hijau; (2) barang yg rupanya sbg bubur: -- kertas
bubur kacang hijau bubur yg terbuat dr kacang hijau, direbus dng garam, gula merah dan daun pandan sbg pengharum, dimakan dng ditambah santan rebus
bubur ketan hitam bubur yg terbuat dr beras ketan hitam, direbus dng garam dan gula, dimakan dng ditambah santan rebus
bubur sumsum bubur dr tepung beras dimakan dng cairan gula merah yg diberi santan
bubus bu.bus , mem.bu.bus v beterbangan ke luar dng ramai; keluar beramai-ramai: bagai anai-anai -- [n] -- tumbang bentuk perkawinan antara orang-orang yg mempunyai hubungan kekerabatan yg relatif dekat
budak bu.dak [n ] (1) anak; kanak-kanak: -- bermain layang-layang; (2) hamba; jongos; orang gajian: aku bukan -- mu
budaya rakyat unsur kebudayaan tradisional yg hidup dl golongan orang biasa dan yg dibedakan dr unsur kebudayaan yg timbul lebih kemudian dan yg dianggap lebih maju
budayawan bu.da.ya.wan [n] orang yg berkecimpung dl kebudayaan; ahli kebudayaan: ia seorang -- yg senantiasa mengikuti perkembangan zaman
Buddhisme Bud.dhis.me [n] ajaran yg dikembangkan oleh Sidharta Gautama yg antara lain mengajarkan bahwa kesengsaraan adalah bagian kehidupan yg tidak terpisahkan dan orang dapat membebaskan diri dr kesengsaraan dng menyucikan mental dan moral diri pribadi
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
budian bu.di.an [Jw n] orang desa yg mempunyai pekarangan, tetapi tidak mempunyai sawah
budiman bu.di.man [n] orang yg berbudi, pintar, dan bijaksana
bufet bu.fet [n] (1) lemari tempat menyimpan makanan atau barang-barang pajangan (hiasan); (2) tempat berjual minuman, makanan, dsb di stasiun
bugenvil bu.gen.vil [n] tanaman hias, pohon tumbuh merambat, bunganya banyak (jenisnya bermacam-macam, ada yg berbunga merah, merah tua, merah muda, jingga, putih, dsb); bunga kertas; Bougainvillaea
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bujangga bu.jang.ga [n] (1) pendeta; petapa; orang cerdik pandai; (2) pengarang syair (sajak dsb); ahli sastra; pujangga
bujuk bu.juk [n] usaha untuk meyakinkan seseorang dng kata-kata manis dsb bahwa yg dikatakan benar; rayu: berbagai-bagai -- dikatakannya, tetapi tiada mengena [n] ikan aruan, Ophiocephalus
buk buk, me.nge.buk [v cak] memesan: tiap menjelang akhir tahun orang kaya dr Jakarta -- tiket ke Singapura
buka bu.ka [v] (1) ark jarak; antara; lebar: jalan yg -- nya 5 m; (2) cak membuka; terbuka: tak berani -- mulut; (3) berjualan atau bekerja: kantor pemerintah mulai -- pukul 08.00, tutup pukul 15.00 [v Isl] minum atau makan pd petang hari sesudah berpuasa
bukan tanahnya menjadi padi [pb] bukan tampannya yg akan menjadi orang baik-baik
bukit jadi paya [pb] orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)
bukti buk.ti [n] (1) sesuatu yg menyatakan kebenaran suatu peristiwa; keterangan nyata; tanda: surat ini sbg -- bahwa Tuan sudah meminjam uang saya; (2) hal yg menjadi tanda perbuatan jahat: ia dituduh mencuri, tetapi tidak ada -- nya
bukti diri surat keterangan yg membuktikan bahwa orang yg membawa surat tsb benar (sah); surat pengenal
bukti pembayaran surat keterangan yg menyatakan bahwa seseorang telah membayar sesuatu sesuai dng kesepakatan, dapat berupa kuitansi, resi, setruk, dsb
buku biru buku yg memuat nama-nama orang terkemuka; (2) buku yg memuat saran, pertimbangan, dan usulan tt suatu masalah: laporan berbentuk -- biru itu menyatakan bahwa roket pelambung harus diuji coba dl kedudukan horizontal; (3) buku laporan pemerintah
buku hitam buku yg berisi nama dan catatan tt orang-orang yg dianggap kurang baik
buku ilmiah populer buku ilmiah yg ditulis dng cara yg mudah untuk dipahami oleh orang awam
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
buku kuning buku yg ditulis tidak berdasarkan kenyataan dng tujuan mengikat pembaca melalui cerita sensasional; (2) buku yg berisikan ajaran Islam yg ditulis dl bahasa Arab Klasik dng huruf Arab gundul (tanpa tanda baca), diajarkan di pesantren
buku silsilah buku yg berisikan catatan asal-usul keturunan seseorang; (2) Tern buku yg berisikan catatan asal-usul ternak (mengenai keturunan asalnya) yg dilengkapi dng kemampuan produksinya masing-masing
bulan-bulanan bu.lan-bu.lan.an [n] (1) (gambar) benda buatan menyerupai bulan; (2) ki orang yg (mudah) dijadikan korban sehingga spt alat permainan; sasaran: penumpang bus kota menjadi -- tukang copet
bulang ayam betina [pb] orang yg disangka berani dsb, ternyata tidak
bulat bu.lat [a] (1) berbentuk sbg bola: bumi ini -- bentuknya; (2) berbentuk lingkaran; bundar (tanpa bersudut): meja -- yg besar itu cocok untuk meja makan; (3) tidak terpecah; utuh: bilangan --; (4) tanpa kecuali: usul itu diterima rapat dng suara --; (5) seia sekata; sepenuhnya: rapat secara -- menolak usul itu
bulat tekad tetaphati membulatkan hati kesatuan tekad
bule bu.le [cak] (1) a bulai; (2) n orang (binatang dsb) berkulit putih; (3) orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika); orang Barat
bulgur bul.gur [n] biji gandum jenis Tricum yg ditumbuk kasar dan dikeringkan (untuk bahan makanan)
bulimia bu.li.mia [n Dok] penyakit merasa lapar yg berlebihan dan ingin selalu makan
bulu mata melihat [ki] merasa benci (jijik, tidak suka) melihat; kepala sama -, pendapat berlain-lainan, pb setiap orang berlainan pendapatnya
bulukan bu.luk.an [a] (1) jelek (tt makanan); (2) lusuh dan berjamur (krn lama tersimpan): kain itu sudah -- masih dipakai juga
bumi bu.mi [n] (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dr matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --
bumi mana yg tak kena hujan [pb] setiap orang berbuat salah
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
bung [n] abang (panggilan akrab kpd seorang laki-laki): rumah -- Iskandar di mana? [n] bunyi spt bunyi gendang dipukul
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunga dipetik perdu ditendang (bunganya dipersunting [pb] hanya mau mengambil keuntungan saja (msl istri dikasihi, mertua dibenci)
bunga kubur pohon (bunga) kamboja yg biasa ditanam orang dl kuburan
bunga mulut yg selalu disebut-sebut atau dipercakapkan orang
bunga tridasa [Ek] bunga yg diperhitungkan berdasarkan ketentuan bahwa 1 bulan sama dng 30 hari
bungkuk baru betul [pb] orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan
bungkuk sejengkal tidak terkedang [pb] tidak mau mendengar kata orang; keras kepala
bungkuk udang bungkuk krn melengkung tulang belakangnya (juga pd orang muda)
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
bunian bu.ni.an [n] makhluk halus; siluman: orang -, siluman dl hutan; baju -, pakaian makhluk yg mempunyai khasiat tertentu
bunuh bu.nuh [v] , mem.bu.nuh v (1) menghilangkan (menghabisi; mencabut) nyawa; mematikan: ia dihukum mati krn merampok dan -- beberapa orang; (2) menghapus (tulisan); memadamkan (api dsb); menutup (yg bocor, pancuran, dsb)
buras bu.ras [n] omongan; cakap; obrolan [n] penganan dibuat dr beras dan santan, dibungkus dng daun pisang, dan dikukus; lontong bersantan , mem.bu.ras ark v menghapus; menghapuskan [n] persengketaan atau perselisihan yg tidak dapat diselesaikan; proses peradilan yg tidak memenangkan salah satu pihak yg berperkara [n] penyakit kulit yg berupa bercak-bercak putih [n] ayam kampung; ayam lokal (bukan ayam ras atau ayam negeri)
buron bu.ron [n] orang yg (sedang) diburu (oleh polisi); orang yg melarikan diri (krn dicari polisi)
bursa bur.sa [n] (1) tempat memperjualbelikan saham, obligasi, dsb; (2) ki pemilihan (pencalonan dsb) tidak resmi; pembicaraan; desas-desus: ia hampir tidak terdengar dl -- calon ketua [n Tern ] kantong atau sesuatu yg menyerupai kantong yg berisi cairan kental (pd ternak)
buru bu.ru [v] ber.bu.ru v mengejar atau mencari (binatang dl hutan dsb): orang -- gajah untuk mendapatkan gadingnya
buruan bu.ru.an [n] (1) binatang yg diburu; (2) orang atau penjahat yg dicari polisi untuk ditangkap; buron
buruh bu.ruh [n] orang yg bekerja untuk orang lain dng mendapat upah; pekerja: -- pelabuhan; -- tambang
buruh tani buruh yg menerima upah dng bekerja di kebun atau di sawah orang lain
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
buruk muka cermin dibelah [pb] menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yg salah, bodoh, dsb [pb] krn aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan [pb] krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan
buruk perut banyak makan
buruk sangka salah menyangka orang; salah terima
buruk siku tidak pernah mengakui atau menghargai kebaikan (pemberian) orang lain
burung hantu burung yg mencari makan pd malam hari dan bermata tajam spt celepuk; Strigidae
burung panjat kakaktua
burung perenjak burung kecil yg suka berkicau dan kicauannya bagi orang Jawa menandakan datangnya tamu
burung siak burung elang malam (atau burung hantu) yg mengeluarkan bunyi "rak, rak" (spt suara orang serak)
bushido bus.hi.do [n] (1) jalan ksatria; (2) kode etik prajurit Jepang pd masa feodal yg menekankan kesatriaan dan ketaatan para prajurit (samurai) tanpa syarat kpd tuannya
busuk kerbau [pb] perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga
busut juga yg ditimbun anai-anai [pb] (1) yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; (2) orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya
butut bu.tut [a] rusak krn sudah tua (lama); rombeng: ia memakai sepatu --
buwuh bu.wuh [Jw n] uang atau bahan yg diberikan oleh tamu kpd tuan rumah sbg sumbangan suatu upacara atau pesta
buyutan bu.yut.an [a] selalu menggigil krn telah tua
cabai ca.bai [n] (1) tanaman perdu yg buahnya berbentuk bulat panjang dng ujung meruncing, apabila sudah tua berwarna merah kecokelat-cokelatan atau hijau tua, berisi banyak biji yg pedas rasanya; lombok; Capsicum; (2) buah cabai (biasa dibuat sambal atau campuran sayur)
cabai jawa tumbuhan merambat semacam sirih (merica) yg tumbuh di daerah pantai, buahnya berbentuk silinder, berwarna hijau dan keras ketika muda, setelah tua kemerah-merahan dan melunak, bijinya cokelat kehitam-hitaman sebesar butir beras, biasanya digunakan sbg bahan jamu tradisional dsb; Piper retrofractum; -- merah lombok biasa, Capsicum annuum
cabang ca.bang [n] (1) bagian batang kayu yg tumbuh dr pokok atau dahan (cabang yg besar disebut dahan dan cabang yg kecil disebut ranting): pohon ini tidak banyak -- nya; (2) galah (tongkat dsb) yg ujungnya berbelah menjadi sudut (Y); canggah; cagak: pohon itu ditopang dng --; (3) bagian yg terpecah atau terbelah dr pokoknya: -- jalan; -- sungai; (4) satuan usaha (kedai, toko), lembaga, perkumpulan, kantor, dsb yg merupakan bagian dr satuan yg lebih besar; filial: kantor --; perguruan itu mempunyai beratus-ratus -- di seluruh tanah air
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
caca ca.ca [ark n] makanan dr sayuran dsb yg berkuah cuka
cacap ca.cap [n] (1) lendir yg terdapat pd sendi tulang (sapi, kerbau, dsb); (2) cairan untuk memperlebat tumbuhnya rambut (dibuat dr lendir sendi tulang sapi, kerbau, dsb atau dr batang pisang, lendir daun lidah buaya, dsb)
cacat bahasa kelainan dl bahasa seseorang yg disebabkan oleh gangguan atau cedera psikofisiologis
cacat tubuh kerusakan pd tubuh seseorang, baik badan maupun anggota badan, baik kehilangan fisik, ketidaknormalan bentuk maupun berkurangnya fungsi krn bawaan sejak lahir atau krn penyakit dan gangguan lain semasa hidupnya sehingga timbul keterbatasan yg nyata untuk melaksanakan tugas hidup dan penyesuaian diri
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
caci maki ca.ci ma.ki [n] kata-kata kotor (tidak sopan) yg dikeluarkan untuk mengumpat seseorang; kata-kata makian (sbg penghinaan); celaan; cercaan; nistaan; dampratan; maki-makian: ia menerima -- keji dr istrinya
cacing hendak menjadi naga [pb] orang hina hendak menyamai orang besar
cacing menjadi ular naga [pb] orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)
cagak hidup [cak] (bunga) uang yg harus dibayarkan setiap tahun (bulan) kpd orang yg ditunjuk selama ia masih hidup atau dl beberapa waktu tertentu untuk keperluan sehari-harinya
caima ca.i.ma [n] biarawati di kelenteng yg bertugas menyembahyangkan orang mati
caing ca.ing [a] cabik; koyak [Sd n] satuan ukuran jumlah 200 ikat (tt padi)
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakapan ca.kap.an [n] (1) yg dipercakapkan; omongan: (2) Sas karya sastra atau bagiannya yg berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kpd dirinya sendiri atau kpd pembaca dan pendengar; dialog
cakapan tunggal ca.kap.an tunggal [Sas] cakapan panjang yg diucapkan oleh seorang tokoh dl sebuah karya sastra, baik yg ditujukan kpd diri sendiri maupun kpd pendengar; monolog
cakus ca.kus [Mk v] men.ca.kus v mengambil sedikit-sedikit makanan yg tersaji sebelum makan yg sungguh-sungguh dimulai [n] geretan; korek api
calak ca.lak [a] (1) pandai bicara; (2) suka turut campur pembicaraan orang; lancang mulut; (3) banyak bicara; bawel [a] (1) bagus; elok; cakap: duhai, -- nian gaun yg dipakai wanita itu; (2) cemerlang [Mk n] alat untuk menggosok intan (pisau dsb)
calo ca.lo [n cak] orang yg menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah; perantara; makelar
calon ca.lon [n] (1) orang yg akan menjadi: -- menantu; (2) orang yg dididik dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan atau profesi tertentu: -- guru; -- perwira angkatan darat; banyak adat istiadat istana yg harus dipelajari oleh -- raja; (3) orang yg diusulkan atau dicadangkan supaya dipilih atau diangkat menjadi sesuatu: nama -- anggota Dewan Perwakilan Rakyat sudah disampaikan kpd Panitia Pemilihan
calon pembeli utama [Man] (kelompok) orang atau badan (dl pasar) yg diperkirakan mempunyai daya beli yg paling besar
calui ca.lui [a cak] suka makan uang (suka menerima sogok atau suap)
camil ca.mil , ca.mil.an n makanan kecil (kue, kolak, dsb); makanan yg dimakan di antara dua waktu makan; kudapan: untuk ~ disediakan buah segar, kacang- kacangan, dsb
campin cam.pin [a] (1) cekatan; gapah; tangkas: peranan yg penting itu dijalankan oleh pemain dng cukup --; (2) cakap; pandai; mahir: ia seorang pokrol bambu yg --
campur bekerja mengerjakan tanah orang lain secara melawan hukum
campur tangan turut mencampuri (memasuki) perkara orang lain; (2) tersangkut atau terlibat dl suatu tindakan kejahatan (perkara orang lain dsb)
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
candak can.dak [v] , -- cekel menyita sendiri barang-barang orang berutang yg tidak sanggup melunasi utangnya
candik can.dik [kl n] perempuan yg diperlakukan sbg istri oleh seorang laki-laki, tetapi tidak dinikahi; gundik
canggih cang.gih [a] (1) banyak cakap; bawel; cerewet; (2) suka mengganggu (ribut); (3) tidak dl keadaan yg wajar, murni, atau asli; (4) Tek kehilangan kesederhanaan yg asli (spt sangat rumit, ruwet, atau terkembang): teknik elektronika yg --; (5) banyak mengetahui atau berpengalaman (dl hal-hal duniawi); (6) bergaya intelektual
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cangkok cang.kok, cangkok ginjal [Dok] pembedahan dng mengangkat ginjal yg sakit dan menggantikannya dng ginjal sehat yg berasal dr donor atau yg diambil dr mayat seseorang yg baru saja meninggal
cangkul cang.kul, cang.kul.an [n] permainan dng kartu besar dilakukan oleh dua orang atau lebih dng cara salah seorang pemain menurunkan kartu dr kelompok gambar yg sama, permainan dianggap selesai jika salah seorang pemain dapat menghabiskan kartunya: mereka sedang bermain ~
cangkup cang.kup [v] men.cang.kup v memakan dng melemparkan makanan dr suap tangan ke dl mulut
cantik molek sangat rupawan (tt orang perempuan); (2) cantik (bagus) sekali (antara bentuk, rupa, dan lainnya tampak serasi)
cantrik can.trik [Jw n] (1) orang yg berguru kpd orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa); (2) pengikut
capak ca.pak [v] tidak mengindahkan; abai [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu makan atau mengecap sesuatu) [v] ter.ca.pak v duduk terkangkang; tercelapak
caplok cap.lok [v] men.cap.lok v (1) menangkap dng mulut (kemudian menelannya bulat-bulat (tt binatang spt buaya, ular); (2) cak mengambil milik (hak) orang; menyerobot; merampas; merebut: ia tega benar ~ rezeki teman sendiri; (3) menguasai; mengambil (negeri atau daerah orang lain) menjadikan sbg hak: negara itu telah ~ beberapa negara kecil di dekatnya
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
catu ca.tu [n] bagian (makanan, barang, dsb) yg sudah ditentukan banyaknya; ransum; jatah: ia mendapat -- beras 2 kg sehari
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
catut ca.tut [n] (1) angkup atau penjepit (untuk mencabut janggut dsb); (2) alat untuk mencabut (memotong) paku dsb, bentuknya spt paruh burung kakaktua
cawan ca.wan [n] (1) cangkir yg tidak bertelinga; (2) mangkuk untuk makan nasi dsb; (3) lapik cangkir
cawe-cawe ca.we-ca.we [Jw v] ikut membantu mengerjakan (membereskan, merampungkan); ikut menangani: apabila melihat kepincangan generasi muda, kita yg tua-tua hendaknya turut -- mengatasinya
cebil ce.bil, men.ce.bil [v] memandang rendah thd pandangan seseorang; mencibir: sejak awal ia sudah ~ pendapat orang itu
cecak ce.cak [n] binatang merayap, biasa hidup di rumah (pd langit-langit, di dekat lampu), makanannya binatang kecil (nyamuk dsb), sering berbunyi "cek, cek"; cicak; Hemidactylus frenatus [Mk v] , men.ce.cak v (1) mencubit; (2) mencopet [n] (1) bintik-bintik atau belang-belang kecil; (2) berbintik-bintik atau berbelang-belang kecil (tt bulu kucing dsb): ayam --; kucing --
cecap ce.cap [v] , men.ce.cap v (1) menjilat dan mengecap makanan untuk mengetahui rasanya: setelah selesai memasak, ia lalu ~ gulai itu; (2) ki merasai; menikmati: ~ kebahagiaan hidup [n] burung kecil yg biasa mengisap sari bunga
cecar ce.car [Jk v] , men.ce.car v terus-menerus memukuli (menanyai, menembaki): pendekar Betawi ~ orang itu dng pukulan-pukulan tangan kosong
cecere ce.ce.re [n cak] (1) ikan-ikan kecil; (2) orang awam; rakyat jelata; anak kecil
ceduk ce.duk [kl a] cekung; caung (tt pipi, mata) [Mk v] timbul: -- seleraku melihat makanan yg masam-masam itu
ceguk ce.guk [Jw n] tiruan bunyi "guk" krn udara di kerongkongan tersendat (spt jika habis makan makanan kering, lalu tidak minum sehingga udara di kerongkongan tersendat-sendat keluar)
cek terbuka cek yg dapat dibayar sewaktu-waktu, dapat dibayarkan kpd seseorang tanpa kedatangan pemiliknya sendiri
cekakak ce.ka.kak, cekakak ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa geli yg ditahan-tahan
cekik ce.kik [v] men.ce.kik v (1) memegang dan mencekam leher (merih) sehingga yg dipegang dan dicekam tidak dapat bernapas: dl perkelahian itu, ia berhasil ~ leher musuhnya hingga musuhnya itu lemas dan hampir mati; (2) ki mematikan; menindas: pengusaha besar itu berusaha dng segala cara untuk ~ pengusaha kecil; tengkulak dng sistem ijon selalu ~ petani; (3) ki mahal sekali (tt harga): harganya ~ leher; (4) ark kas makan [Mk v] ber.ce.kik v ki bertengkar (berbantah) dng hebat
cekikik ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa kecil agak tertahan-tahan
cekit ce.kit [ark v] men.ce.kit v (1) mematuk; mencatuk: burung merpati sedang ~ makanan; (2) memegang dng ibu jari dan telunjuk; mencekak: ia ~ usus ayam itu; (3) mengambil sedikit-sedikit; (4) membagi sedikit-sedikit; mencatu: Pemerintah ~ makanan kpd para korban banjir di ibukota [kl] ber.ce.kit v bertengkar; berbantah; berkelahi
cekuh ce.kuh [v] men.ce.kuh v merogoh: dng cepat tangannya ~ kantong celana orang yg sedang berbelanja itu [n] (1) tumbuh-tumbuhan yg bunganya biasa ditaburkan di atas kuburan dan daunnya dijadikan ulam atau lalap; (2) bunga cekuh; (3) daun cekuh
celemek ce.le.mek [Jw n] (1) kain kecil penutup baju pd dada anak kecil sbg alat untuk menjaga kebersihan (dr ingus, makanan, dsb); (2) kain penutup baju dr dada atau pinggang sampai ke lutut sbg alat untuk menjaga kebersihan (dipakai pd waktu memasak, membersihkan rumah, dsb): para pelayan wanita mengenakan gaun biru dng ~ putih
celetuk ce.le.tuk [n] , men.ce.le.tuk v cak berujar secara spontan; menyela: dia ~ saat ketua rapat memberi laporan
celik ce.lik [v] (1) terbuka (tt mata): matanya sudah --; (2) mampu melihat; tidak buta; (3) ki sadar; insaf: baru sekaranglah orang Indonesia -- akan kejahatan penyelundupan itu
Celsius Cel.si.us [n] satuan suhu dl skala termometer yg memperlihatkan air membeku pd 0o dan mendidih pd 100o dl keadaan normal
celurut ce.lu.rut [n] tikus kecil yg berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; tikus kesturi; Suncus murinus linnacus
celutak ce.lu.tak [Jw a] (1) suka makan sesuatu yg tidak patut krn bukan hak atau jatahnya; (2) ki suka menggoda wanita
cemara kipas tumbuhan ruyung yg daunnya berwarna hijau tua, mirip sisik dan tumpang-menumpang, kayunya keras, runjungnya kecil
cemaran ce.mar.an [n] yg tercemar: produk pisang kita harus memenuhi syarat ~ mikroorganismenya di bawah yg diizinkan
cemburu cem.bu.ru [a] (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia -- melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; (2) kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu -- kalau suaminya pulang terlambat
cemeh ce.meh [a] (1) buta mata sebelah; celek; (2) buta dng mata melek spt orang normal (tidak pejam matanya); cemer [a ki] tidak penting; tidak berharga; remeh [Jk n] permainan judi dng kartu kecil
cempala mulut lancang mulut (suka melukai hati orang), terutama dng perkataan
cempe terlantar [Tern] cempe piatu atau kembar yg lahir dr induk domba tua yg kekurangan susu sehingga perlu bantuan susu tambahan
cemplang cem.plang [Jw a] (1) kurang berasa (kurang asin, kurang sedap tt makanan); hambar: masakan yg kurang garam ini -- rasanya; (2) ki kurang menarik; kurang dapat dinikmati krn menyimpang dr kebiasaan dsb: pertunjukan wayang kulit dl bahasa Indonesia rasanya -- sebab tidak biasa
cencang cen.cang, cencang latih [ark n] sawah (ladang) yg dibuka sendiri dan menjadi hak milik orang yg membuka tanah itu
cendala cen.da.la [kl a] hina; buruk; keji; cabul: orang yg --
cendana kering cendana yg sudah tidak berbau harum lagi; (2) ki orang yg sudah tidak berguna lagi; -- kuning cendana yg kayunya berwarna kuning, -- semut Exocarpus latifolia
cendekia cen.de.kia [a] (1) tajam pikiran; lekas mengerti (kalau diberi tahu sesuatu); cerdas; pandai; (2) cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar (pandai menggunakan kesempatan); cerdik; (3) terpelajar; cerdik pandai; cerdik cendekia: kaum cerdik --
cendekiawan cen.de.ki.a.wan [n] (1) orang cerdik pandai; orang intelek; (2) Sos orang yg memiliki sikap hidup yg terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu
cengam ce.ngam [v] men.ce.ngam v (1) menangkap dng mulut; menangkup: buaya ~ mangsa; (2) kas makan
cengang ce.ngang [a] , ber.ce.ngang.an v merasa ganjil atau aneh ketika melihat (atau mendengar) sesuatu yg mengherankan (tt orang banyak); takjub; keheranan: sedang kami masih ~ , ia telah menghilang di balik pepohonan; mereka ~ melihat apa yg terjadi
cengbeng ceng.beng [n] hari raya Cina (hari orang berziarah ke kubur setiap tanggal 5 April)
cengkal ceng.kal [Jw n] satuan ukuran panjang sekitar 3,75 m atau 12 kaki; tombak: satu -- satu tombak [Jw n] tongkat penopang kain sarung yg dipakai oleh anak yg dikhitankan
centong nasi sendok (spt sendok makan) yg besar untuk mencedok nasi dsb
cepat-cepat ce.pat-ce.pat [adv] dng segera sekali: dimakannya kue itu ~
ceplos cep.los [v] , men.cep.los.kan v mengatakan dsb dng terus terang: dl rapat itu ia ~ kritiknya thd ketua
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
ceracau ce.ra.cau [n] , men.ce.ra.cau v berkata tidak keruan spt orang tidak sadar (tidur, gila, dsb); mengigau, mengaco-belo
ceramah ce.ra.mah [n] pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb: kami baru saja mendengarkan -- mengenai lingkungan hidup; (2) a suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah: hari ini bapak -- sekali kepadaku; (3) a cerewet; banyak cakap; nyinyir: nenek itu memang -- sekali [a] (1) ramah; (2) sifat suka menggerutu
cerbak cer.bak [Jw a] sangat suka makan (tidak pantang makanan apa pun); rakus
cerdas cer.das [a] (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya
cerdik buruk pandai menipu; suka mengakali orang
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
cerita pendek [Sas] kisahan pendek (kurang dr 10.000 kata) yg memberikan kesan tunggal yg dominan dan memusatkan diri pd satu tokoh dl satu situasi (pd suatu ketika)
ceritaan ce.ri.ta.an [Jk n] sesuatu yg diceritakan (diomongkan); omongan: jadi ~ orang, jadi sebut-sebutan orang
cermat cer.mat [a] (1) penuh minat (perhatian); saksama; teliti: ia mengerjakan soal-soal hitungan dng --; (2) berhati-hati dl memakai uang dsb; hemat: ia seorang wanita yg -- sehingga tidak ada uangnya yg terhambur begitu saja
cerna cer.na [a] (1) hancur; luluh menjadi satu; (2) hancur menjadi cair (tt makanan dl perut)
cerpelai cer.pe.lai [n ] musang, yg suka sekali memakan ular; Herpestes
ceteria ce.te.ria [kl n] anak raja; satria: maka duduklah segala menteri, segala orang kaya, segala -- , sida-sida, dan bentera hulubalang, masing-masing pd martabatnya
ceti ce.ti [n] (1) orang yg berasal dr India Selatan, biasanya menjadi pedagang (kebanyakan juga menjadi pelepas uang); (2) orang yg meminjamkan uang dng bunga (yg tinggi); pelepas uang [n] perantara di dl perhubungan antara laki- laki dan perempuan; muncikari; mak comblang: Ni Rawit -- penjual orang
ci [ark n] satuan ukuran berat 1/10 tahil (untuk menimbang madat) [Lihat {encik}] [Lihat {taci}]
ciak ci.ak [n] tiruan bunyi spt bunyi anak burung [n ] burung kecil sebangsa pipit [Cn v] makan
ciak padi burung kecil yg bulunya abu-abu, makanannya padi dsb; gelatik; Munia oryzivora
cicip ci.cip [v] men.ci.cip v menjilat dan mengecap makanan untuk mengetahui rasanya; mengecap [v] men.ci.cip v menciap-ciap; mencicit (tt burung dsb)
cikal ci.kal [Jw n] pohon kelapa yg masih kecil; tunas kelapa; -- bakal 1 orang (sesepuh) yg mula-mula mendirikan desa atau negara; pendiri: dialah -- bakal di kampung ini, krn itu ia diangkat menjadi sesepuh; (2) orang yg menurunkan; nenek moyang: Palembang merupakan kota pelabuhan Sriwijaya dan negeri asal -- bakal orang Sriwijaya
cikut ci.kut [Jk] ci.kut.an v terteguk-teguk; tersedak (biasanya habis makan, krn tidak minum); cegukan
cilik ci.lik [a] kecil: ia seorang gadis -- , usianya baru empat tahun
cilok ci.lok [Mk v] men.ci.lok v mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet
cincin pertunangan cincin sbg tanda sudah dilangsungkannya secara resmi pertunangan antara dua orang calon mempelai
cindaku cin.da.ku [Mk n] (orang yg dapat menjadi) harimau jadi-jadian
cingge cing.ge [n] perarakan orang Cina dng berpakaian bermacam-macam pd hari besar Cina
cintamani cin.ta.ma.ni [kl n] (1) intan yg bertuah; (2) ular yg mendatangkan bahagia (terutama dl percintaan)
ciplak cip.lak ? jiplak [Jk v] , men.cip.lak v membangkitkan rasa enak (dl makan)
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
ciri intralinguistis ciri yg menjadi perhatian utama linguistik, msl ciri pembeda dr satuan fonologis atau ciri makna
ciri pembeda ciri yg membedakan satuan bahasa dng satuan bahasa lain, msl [d] dan [t]
cita rasa rasa spt rasa lezat, sedap; (2) Tern derajat penerimaan ternak thd bahan makanan atau ransum
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
coba co.ba [v] silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): -- lihat kalau-kalau ia ada di rumah; (2) p kata afektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb: -- , orang apa ini, begitu saja tidak dapat; (3) p seandainya; jika: -- tidak kutolong, celaka engkau
codot co.dot [n] kelelawar yg makan buah-buahan, tergolong jenis Cynopterus
cocok co.cok [n] (1) benda yg runcing tajam untuk menusuk sesuatu (spt penyemat, jarum); tusuk: -- sanggul; -- satai; (2) kata penggolong bilangan bagi barang yg dirangkaikan dng tusuk: satai lima --; se -- ikan [a] (1) sama benar; tidak berlainan: pendapatnya -- dng pendapatku; (2) sepadan; sesuai: dia bebas mencari pekerjaan yg -- dng kecakapannya; (3) betul; tepat: ramalannya --; arlojimu tidak --; (4) berpatutan (dng); berpadanan (dng): warna sepatu ini -- dng baju yg kaupakai; perkataannya -- dng perbuatannya; (5) senang (suka) dng; setuju di hati: kalau -- , boleh Tuan beli; (6) serasi; baik benar untuk: obat itu sudah diminumnya, tetapi tidak --; (7) setuju; sepakat; akur: ia minta berhenti sebab tidak -- dng atasannya; (8) kena benar; pas benar: kunci ini -- juga untuk lemariku; (9) seimbang; sepadan: hadiah itu sudah -- dng jasanya; (10) memenuhi (syarat dsb) untuk; baik (layak) untuk: tanah ini sangat -- untuk ditanami sayur-sayuran; rumah ini hanya -- untuk restoran
cok [n Lay] alat tambat yg dibuat dr baja tuang, biasanya berbentuk tanduk, digunakan untuk melewatkan tali atau tros kapal; sisir
cokelat co.ke.lat [n] (1) pohon yg termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5-6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pd batang yg besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15-20 cm, mengandung biji spt kacang-kacangan antara 50-100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lainnya; Theobroma cacao; (2) bubuk tepung dr biji cokelat; (3) gula-gula yg dibuat dr bubuk cokelat [n] warna merah kehitam-hitaman spt sawo matang
cokok co.kok [Mk v] men.co.kok v menangkap (ayam, ikan, dsb) [ark n] teriak (jerit) orang yg latah bila terkejut
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
combong com.bong [Jk n] pisau (sikin) yg berlubang pd bilahnya (dianggap bertuah)
comot co.mot [a] kotor sekali (spt coreng-moreng, berlumur lumpur): rupanya spt beruk --; pakaian mereka -- setelah membersihkan mobil [v] men.co.mot v mengambil (memegang) atau mengaut dng kelima jari: ia ~ pisang goreng dng tangannya yg kotor
concong con.cong [ark] men.con.cong a berjalan terus dng tidak menoleh ke kanan atau ke kiri: semuanya berjalan ~ spt orang tergopoh-gopoh
condong ditumpil [pb] orang yg dl kesulitan uang dsb diberi pertolongan
congkak cong.kak [a] merasa dan bertindak dng memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dsb); sombong; pongah; angkuh: kelakuannya yg -- itu menjauhkan orang darinya [n] (1) kulit lokan yg dipakai dl permainan, ada bermacam-macam spt: -- baiduri, -- putih; (2) permainan dng kulit lokan (biji-bijian dsb) dan kayu yg bentuknya spt perahu yg berlubang-lubang (di Jawa disebut dakon): main --
copet co.pet [n] orang yg mencuri (sesuatu yg sedang dipakai, uang di dl saku, barang yg dikedaikan, dsb) dng cepat dan tangkas; tukang copet; pencopet
contoh con.toh [n] (1) barang atau sebagian dr barang yg rupa, macam, dan keadaannya sama dng semua barang yg ada; barang yg dapat mewakili barang yg lain krn sama sifat-sifatnya: barang-barang dl pameran itu tidak dijual hanya dipajang sbg --; beras ini tidak sesuai dng -- nya; (2) sesuatu yg akan atau yg disediakan untuk ditiru atau diikuti: Nenek memberi -- bagaimana cara merangkai bunga; buku itu berisi berbagai macam -- surat-menyurat; (3) pola (untuk membatik, membuat pakaian, dsb): orang membatik ada yg memakai -- , ada yg tidak; dl majalah wanita selalu dimuat -- menggunting baju; (4) model (rumah, pesawat terbang, dsb dl bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dsb sesungguhnya atau yg akan dibuat): kami diajak melihat pameran -- rumah sederhana; (5) teladan (tt kelakuan, perbuatan, dsb); hal (spt peristiwa) yg menjadi teladan: tindak-tanduk guru menjadi -- bagi murid; kegiatannya dl bekerja menjadi -- bagi teman-temannya
corong dengar alat untuk mendengar (bagi orang yg telinganya agak tuli)
cuci perut membersihkan perut dng memakan obat pencahar (urus-urus)
cuci tangan membasuh tangan dng air; (2) ki tidak turut campur dl suatu masalah walaupun mengetahuinya; (3) ki tidak mau terlibat dl kesalahan yg dibuat orang lain
cukai cu.kai [n] (1) pajak atau bea yg dikenakan pd barang impor dan barang konsumsi: barang impor tidak boleh dikeluarkan dr pelabuhan sebelum -- nya dibayar; (2) sebagian dr hasil tanah (spt sawah, ladang) yg wajib diberikan kpd tuan (pemilik) tanah sbg ongkos tanah: krn musim kemarau yg lama, panen padi hanya cukup untuk membayar --
cukin cu.kin [n] kain kecil penutup dada (pd waktu makan)
cukong cu.kong [n] (1) orang yg mempunyai uang banyak yg menyediakan dana atau modal yg diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain; (2) pemilik modal
cukup cu.kup [a] dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang: ia tidak dapat menabung, gajinya hanya -- untuk biaya hidup sehari-hari; kamar ini -- untuk dua orang; (2) a lengkap; genap (umur, waktu, dsb): tahun ini umurnya -- setengah abad; (3) a sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi): nama saya -- dipanggil Karno saja; jangan khawatir, persediaan --; (4) a lumayan; sedang: untungnya tidak banyak, hanya --; (5) a cak agak kaya; berada; tidak kekurangan: ayahnya orang yg --; (6) adv agak: tadi pagi saya terbangun sudah -- siang; hasilnya -- memuaskan
culik cu.lik [n] kulik-kulik, keluar mencari mangsa pd malam hari; Chalcococyx honorata [v] men.cu.lik v mencuri atau melarikan orang lain dng maksud tertentu (dibunuh, dijadikan sandera)
culun cu.lun [a] kecil: Kotamadya Cirebon bagaikan seorang gadis -- yg telah beranjak dewasa
cuma-cuma cu.ma-cu.ma [adv] (1) tidak ada gunanya; sia-sia: ~ dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; (2) tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis: obat-obatan diberikan dng ~; sekalian orang boleh menonton acara itu dng ~
cumepak cu.me.pak [Jw v] sudah tersedia dan mudah diambil: orang cenderung mengambil pola barang yg --
cun [Cn n] satuan ukuran panjang 1/10 kaki
cupar cu.par [a] suka berkata-kata keji (serampangan saja dsb) [Jk a] sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tt seorang laki-laki)
cuplik cup.lik [v] men.cup.lik v menukil; mengutip; memetik: di bawah ini penulis ~ sedikit pendapat seorang ahli tt polusi udara
cuplikan cup.lik.an [n] hasil mencuplik; nukilan; kutipan: ini merupakan ~ dr sambutan Ketua Panitia Hari Kartini; demikianlah beberapa ~ contoh pasal dl peraturan itu
curang cu.rang [a] tidak jujur; tidak lurus hati; tidak adil: orang yg munafik senantiasa berhati --
curi cu.ri [v] , men.cu.ri v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi: malam tadi maling masuk ke rumahnya dan ~ sebuah radio
curiga cu.ri.ga [kl n] keris [a] (1) berhati-hati atau berwaswas (krn khawatir, menaruh syak, dsb): kita harus tetap -- krn banyak pengacau yg berkedok sbg pembela bangsa; (2) (merasa) kurang percaya atau sangsi thd kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dsb): Ibu -- akan kebenaran ceritaku
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
dabit da.bit [n Isl] orang yg kuat hafalnya, selalu berhati-hati dl menukil hadis, tidak keliru tt urutan perawi hadis
dabol da.bol [n] bentuk kesenian (musik) yg dimainkan oleh beberapa orang dng menggunakan genderang
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
daerah haram daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yg mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dsb
daerah hitam lingkungan tempat orang melakukan kejahatan; (2) lingkungan pelacuran dsb
daerah irigasi kesatuan wilayah atau hamparan tanah yg mendapat air dr satu jaringan irigasi; -- istimewa daerah yg mempunyai aturan pemerintahan khusus yg kadang-kadang menyimpang dr peraturan umum: -- Istimewa Yogyakarta dan -- Istimewa Aceh
daerah penalti [Olr] bagian lapangan sepak bola di muka gawang yg diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dr kesebelasan yg sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan hukuman berupa tendangan bebas ke arah gawang
daftar daf.tar [n] catatan sejumlah nama atau hal (tt kata-kata, nama orang, barang, dsb) yg disusun berderet dr atas ke bawah
daftar hadir daftar yg menyatakan kehadiran seseorang pd setiap hari belajar, bekerja, dsb
daftar hitam daf.tar hi.tam [n] daftar nama orang atau organisasi yg dianggap membahayakan keamanan atau daftar nama orang yg pernah dihukum krn melakukan kejahatan
daftar tunggu daftar yg berisi nama orang yg sedang menunggu giliran pelayanan (msl untuk memperoleh sambungan telepon, mendapat tempat di pesawat, mendapat perawatan kesehatan)
dagang da.gang [n] pekerjaan yg berhubungan dng menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga [kl] (1) a dr negeri asing; asing: anak --; (2) n orang dr negeri asing; pengembara: aku ini -- seorang [Mk v] men.da.gang v memikul: ~ barang
dagang melarat perantau yg hidup menderita di negeri orang
dage da.ge [n] makanan yg dibuat dr sisa atau buangan biji karet, kulit ubi kayu, dsb yg diperagikan
dagel da.gel [v] men.da.gel v melucu (berjenaka, melawak, dsb) untuk membuat orang tertawa
daging da.ging [n] (1) gumpal (berkas) lembut yg terdiri atas urat-urat pd tubuh manusia atau binatang (di antara kulit dan tulang); (2) bagian tubuh binatang sembelihan yg dijadikan makanan: Ibu membeli -- sapi di pasar; (3) ki tubuh manusia (sbg imbangan jiwa atau batin); (4) bagian dr buah yg lunak di bawah kulit, biasanya boleh dimakan: kelapa itu dibelah dan -- nya dicungkil
daging giling daging yg dihaluskan untuk bahan sosis atau untuk bahan makanan yg lain
daging menempel kutil; ketuat
dahar da.har [v cak] makan; santap
dahriah dah.ri.ah [Ar n] orang-orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kaum --
dahulu timah [pb] dikatakan tt seseorang yg turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yg telah habis harta bendanya
dai [n Isl] orang yg kerjanya berdakwah; pendakwah: melalui kegiatan dakwah, para -- menyebarluaskan ajaran agama
dajal da.jal [n] (1) setan yg datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); (2) ki orang yg buruk kelakuannya; penipu; pembohong
dakwa dak.wa [n] (1) tuduhan; (2) pengaduan atau tuntutan yg diajukan kpd hakim; (3)tuntutan atau gugatan yg diajukan oleh seseorang thd orang lain krn haknya telah dilanggar, dirugikan, dsb
dalal da.lal [Ar n] (1) perantara jual beli; makelar; pialang: jangan dibiasakan membeli barang (tanah, rumah, dsb) melalui seorang --; (2) wakil penjual; agen: ia adalah -- sepeda dan mesin jahit di kota itu; (3) potongan keuntungan untuk agen; (4) perantara dl penyelesaian pertikaian: kedua belah pihak ingin berdamai dng perantaraan --; (5) penunjuk jalan
dalam laut boleh diajuk dalam laut boleh di.a.juk , dalam hati siapa tahu [pb] apa yg tersembunyi di dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui
dalang da.lang [n] (1) orang yg memainkan wayang: -- wayang kulit; -- wayang golek; (2) ki orang yg mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi: -- gerakan pemberontakan itu telah tertangkap
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
dam [n] jenis permainan dng keping-keping bulat dan papan bertapak catur; dam-dam n dam [n] corak tapak catur (tt corak kain dsb) [n] pengempang air terbuat dr beton; bendungan; tanggul [n Isl] denda krn melanggar salah satu ketentuan yg berkenaan dng ibadah haji atau umrah: membayar -- seekor kambing
damba dam.ba [a] sangat ingin; rindu: seorang anak yg -- akan kedamaian abadi [ark v] , men.dam.ba v merebahkan diri pd; memeluk [a] diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hati
dampung dam.pung [n] tiruan bunyi orang memukul besi
dan [p] penghubung satuan bahasa (kata, frasa, klausa, dan kalimat) yg setara, yg termasuk tipe yg sama serta memiliki fungsi yg tidak berbeda: ayah -- ibu, bibi -- paman, serta para anak, cucu, -- kemenakan bersama-sama merayakan 50 tahun perkawinan nenek mereka [n Olr] kelas atau tingkatan (I, II, III, IV, dsb) untuk yudo, karate, kempo
dandan dan.dan [v cak] (1) mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias; (2) memperbaiki; menjadikan baik (rapi) [n] panggung tambahan pd geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud) [n] (1) tali yg besar; (2) kabel [v] merampas milik seseorang dng kekerasan
dangau da.ngau [n] gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman
dangka dang.ka [ark] , ber.dang.ka v menyangka: jangan ~ yg bukan-bukan , ter.dang.ka-dang.ka kl v mendarat; mendekati darat: tiada seorang Peringgi boleh ~ lagi di Laut Johor
dangkung dang.kung [n] penyakit kusta yg telah parah (terutama yg telah membusukkan kulit) [v] , men.dang.kung v meninju: dia dihukum krn ~ orang sampai pingsan
Danuh Da.nuh [n] (1) orang memanah; nama rasi bintang yg ke-9; (2) Sagitarius (nama zodiak)
dapa da.pa [kl n] budak tebusan yg diberikan sbg hadiah kpd bakal besan (mertua)
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
daro da.ro [n Antr] bagian dr rangkaian upacara kematian orang Dayak Ot Danum
dasalomba da.sa.lom.ba [n] perlombaan pd cabang olahraga atletik yg terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yg dilakukan oleh seorang atau setiap atlet
dasasila da.sa.si.la [n] sepuluh ketentuan dasar
dasasila Bandung sepuluh ketentuan dasar yg merupakan hasil keputusan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pd tahun 1955
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
datang tak berjemput datang tak berjemput, pulang tak ber.han.tar [pb] perihal orang yg tidak diindahkan
datang tampak muka [pb] hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dr rumah orang [pb] datang dan pergi hendaklah memberi tahu
datang-datang da.tang-da.tang [adv] (1) baru saja datang: ~ disuruh makan; (2) baru sekali datang: ~ mau pinjam uang; (3) selalu (seringkali) datang lagi: sudah diusir ~ saja
datu da.tu [n] (1) Sas raja; ratu; (2) Mk orang yg pandai tt ramuan-ramuan obat; dukun; (3) orang yg keramat; orang yg telah meninggal
datu petinggi da.tu pe.ting.gi [n] kepala adat suatu masyarakat hukum adat di Riau yg terdiri atas empat orang
daun da.un [n] (1) bagian tanaman yg tumbuh berhelai-helai pd ranting (biasanya hijau) sbg alat bernapas dan mengolah zat makanan; (2) bagian barang yg tipis lebar (spt -- dayung; -- jendela; -- pintu); (3) barang yg berhelai-helai spt daun (spt kartu domino, kertas sigaret)
daun kelopak [Bot] satuan atau unsur kelopak yg bersifat polisepal; sepal
daun mahkota [Bot] satuan atau unsur mahkota yg bersifat polipetal; petal
daun nasi da.un na.si [n] tanda berupa tanaman belukar yg menunjukkan bahwa tanahnya adalah hak milik orang yg menanam belukar tsb
daun pegagan tanaman menjalar di atas tanah yg daunnya dapat dimakan; Centella asiatica
daya angkut kemampuan mengangkut muatan atau penumpang; -- antisipasi kemampuan untuk mengetahui sebelumnya (tt apa yg mungkin akan terjadi atau akan dihadapi): pertahanan yg ketat di garis belakang benar-benar menuntut -- antisipasi dan refleks yg spontan dr para pemain bola; -- baca ki Olr kemampuan membaca (memperkirakan langkah atau tindakan yg akan dilakukan orang lain dsb): dl bertahan, kesebelasan itu mempunyai pemain tengah yg defensif, -- bacanya jitu sekali sehingga dng mudah ia memotong bola yg diumpan lawan
daya gaib kekuatan atau pengaruh di luar hukum alam yg dimiliki oleh orang-orang sakti
daya guna da.ya gu.na [n] (1) kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; efisien; tepat guna; sangkil: para petani berusaha meningkatkan -- tanah mereka; (2) kemampuan menjalankan tugas dng baik (tt orang): dl pengangkatan pegawai, -- yg tinggi harus menjadi unsur pertimbangan pokok; (3) angka persen yg menunjukkan perbandingan antara tenaga (energi) yg diperoleh dan tenaga yg diperlukan
daya kuda [Fis] satuan tenaga (untuk mengukur mesin dsb) yg sama dng tenaga angkat 75 kg barang setinggi 1 m per detik (1 DK = 0,3736 kilowatt)
daya perbawa kemampuan yg timbul dr sesuatu yg dapat mempengaruhi seseorang
daya rasa kemampuan merasai suatu bahan makanan
daya usaha kemampuan seseorang memulai suatu aktivitas baru
dayah da.yah [n] orang perempuan (ibu) yg diserahi mengasuh atau menyusui anak orang lain; inang pengasuh; ibu susu
deaneksasi de.a.nek.sa.si [n] penyatuan kembali suatu daerah yg telah terpecah
debak de.bak n tiruan bunyi orang meninju; debuk
debik de.bik [n] tiruan bunyi orang menepuk [ark n] embik
debit air [Geo] jumlah air yg dipindahkan dl suatu satuan waktu pd titik tertentu di sungai, terusan, saluran air
debit hujan curah hujan rata-rata seluruh daerah aliran dibagi waktu (diukur dl satuan detik)
debit limpasan hujan volume air yg mengalir dr permukaan, diukur dl satuan waktu
debitur de.bi.tur [n] orang atau lembaga yg berutang kpd orang atau lembaga lain
debuk de.buk [n] tiruan bunyi orang meninju, barang jatuh, dsb
dedak de.dak [n] serbuk halus dr kulit padi (untuk makanan ayam, itik, dsb) [a] , ber.de.dak a bersesak-sesak; berapat-rapat (tt perahu dsb) [a] ber.de.dak a menaruh dendam; sakit hati: memang sudah lama aku ~ melihat tingkah lakumu selama ini
dedengkot de.deng.kot [Jk n] orang yg menjadi tokoh (pemimpin) dl suatu perkumpulan dsb, baik dl arti yg baik maupun yg buruk
dedikatif de.di.ka.tif [a] bersifat pengabdian: dia orang yg sangat -- , tidak pernah menyusahkan orang, dan siap menjalankan program
defender de.fen.der [n Olr] pemain belakang (pd sepak bola) yg bertugas menjaga daerah pertahanan dr serangan lawan: seorang -- harus benar-benar mempunyai keterampilan yg luar biasa dl menjaga daerah pertahanannya
definisi de.fi.ni.si [n] (1) kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); (2) rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi
deformatif de.for.ma.tif [a] bersifat deformasi; bersifat mengubah bentuk: orang terperangah pd karya seni -- dr seniman itu
degil de.gil [a] tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu: anak ini memang -- , tidak bisa dinasihati
deguk de.guk [n] tiruan bunyi orang meneguk air
dekagram de.ka.gram [n] satuan ukuran berat (massa) 10 gram (disingkat dag)
dekaliter de.ka.li.ter [n] satuan ukuran isi 10 liter (disingkat dal)
dekameter de.ka.me.ter [n] satuan ukuran panjang 10 m (disingkat dam)
dekan de.kan [n] ulat pemakan buluh; Rhizomys sumatransis
dekare de.ka.re [n] satuan ukuran 10 are
dekat mencari indu [pb] jika merantau ke tempat yg dekat, kita mencari indu (orang yg seketurunan dng kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yg jauh, kita mencari orang yg satu suku saja dng kita sudah cukup
deklamator dek.la.ma.tor [n] orang yg mendeklamasikan sajak
deklarasi dek.la.ra.si [n] (1) pernyataan ringkas dan jelas (tt suatu hal): konferensi itu telah menghasilkan -- yg terdiri atas sepuluh pasal; (2) keterangan lengkap tt uang, biaya perjalanan, barang yg masuk, dsb; -- nasional deklarasi yg diumumkan secara nasional: sikap kelompok ketiga ini tercermin di dl -- nasional yg dinyatakan oleh ketuanya
dekorator de.ko.ra.tor [n] (1) orang yg mengerjakan dekorasi; penghias panggung teater; (2) orang yg merancang dekorasi untuk etalase, stan, dsb dan yg sekaligus mengerjakannya
deku de.ku [Jk n] , ber.de.ku v duduk berlutut: ia ~ di hadapan mertuanya
delah de.lah [n] ikan laut jenis ikan pisang-pisang
delap de.lap [n] api dan asap yg keluar dr mulut senapan pd saat ditembakkan [ark a] suka meminta sesuatu kpd orang lain tanpa mempunyai rasa malu
delegasi de.le.ga.si [n] (1) orang (orang) yg ditunjuk dan diutus oleh suatu perkumpulan (negara dsb) dl suatu perundingan (musyawarah dsb); perutusan; (2) Dag penyerahan atau pelimpahan wewenang; (3) Adm pelimpahan wewenang
delik aduan pelanggaran (perbuatan, tindak pidana) berupa penghinaan (fitnah atau pencemaran) yg dilakukan secara tertulis atau lisan thd nama seseorang dan dapat dituntut di depan pengadilan jika ada pengaduan dr yg merasa dirugikan nama baiknya
delikates de.li.ka.tes [n] makanan atau penganan yg lezat cita rasanya; kudapan yg sedap-sedap
demagogi de.ma.go.gi [n Pol] penghasutan thd orang banyak dng kata-kata yg dusta untuk membangkitkan emosi rakyat
demah de.mah [n] barang yg panas (spt abu panas, daun-daunan yg dipanaskan, batu panas) untuk menyembuhkan bagian tubuh yg sakit (dng jalan ditekankan di atasnya); tuam
demam cupak demam yg penderitanya masih mempunyai selera makan
demi de.mi [p] untuk (kepentingan): ia menghentikan kebiasaan merokok, -- kesehatannya [p] lepas; per: satu -- satu (seorang -- seorang) para tamu memberi selamat kpd kedua mempelai [p] tatkala; pd ketika; segera setelah: ia berteriak kegirangan -- membaca namanya tercantum di papan pengumuman [p] atas nama (Tuhan, untuk bersumpah): -- Allah dan rasul-Nya saya tidak melakukan hal itu [kl p] sebagai; seperti (untuk membandingkan): suaranya merdu -- buluh perindu
demikian de.mi.ki.an [pron] kata untuk menunjukkan sesuatu yg sudah dibicarakan; begitu; spt itu; sbg itu: dl keadaan -- tidak seorang pun merasa dirinya aman
demokrasi de.mo.kra.si [n Pol] (1) (bentuk atau sistem) pemerintahan yg seluruh rakyatnya turut serta memerintah dng perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat; (2) gagasan atau pandangan hidup yg mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yg sama bagi semua warga negara
demokrasi ekonomi gagasan atau pandangan hidup yg mengutamakan persamaan hak dan kewajiban, dan perlakuan bagi semua warga negara dl bidang ekonomi
demokrasi plutokrat sistem demokrasi yg dikuasai oleh orang yg kaya atau bermodal
demokrasi terpimpin corak pemerintahan yg untuk pertama kali diumumkan secara resmi di dl pidato Presiden Soekarno pd tanggal 10 November 1956 ketika membuka Konstituante, yaitu corak demokrasi yg mengenal satu pemimpin menuju tujuan suatu masyarakat yg berkeadilan sosial
demon de.mon [n] (1) makhluk atau roh yg jahat; hantu; setan; (2) orang yg bengis, tidak mengenal belas kasihan
demoniak de.mo.ni.ak [n] orang yg dikuasai (dipengaruhi) oleh setan
demonstran de.mon.stran [n] orang yg berdemonstrasi; pelaku demonstrasi
demonstrativa de.mon.stra.ti.va [n Ling] kata yg berfungsi untuk menunjuk atau menandai secara khusus orang atau benda, msl ini dan itu
dempet dem.pet [a] , ber.dem.pet v (1) berdampingan rapat (berdekatan); berimpit: rumah-rumah di kota umumnya ~ satu sama lain; (2) rapat melekat (dikatakan tt pisang, jari, bayi kembar siam, dsb)
den [Jw n kp] raden (kata sapaan untuk seorang pemuda yg dianggap lebih muda derajatnya) [Mk pron] saya
denda kubra [Huk] denda adat di Jawa yg dijatuhkan kpd seluruh warga masyarakat apabila orang yg bersalah krn membunuh tidak tertangkap atau tidak diketahui dng pasti siapa orangnya
denda pati denda yg dikenakan kpd orang yg membunuh
denda paturunan [Huk] denda adat di Lombok atau ganti kerugian yg dibebankan pd desa apabila seseorang yg dituduh mencuri tidak tertangkap
dendrokronologi den.dro.kro.no.lo.gi [n] pengetahuan tt penentuan usia pohon atau batang berdasarkan tebal lingkaran yg terbentuk pd pohon
dengar de.ngar [v] , -- pendapat pertemuan yg diadakan untuk mendengarkan penjelasan atau pendapat seseorang yg berwenang mengenai pelaksanaan kegiatan dsb yg ada dl batas tugas dan kewenangannya (anggota masyarakat, lembaga atau badan pemerintah, dsb): DPR telah mengadakan -- pendapat dng Menteri Pendidikan Nasional tt masalah wajib belajar
dengih de.ngih [n] tiruan bunyi napas orang yg sesak
dengki deng.ki [a] menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) krn iri yg amat sangat kpd keberuntungan orang lain: perkataan itu timbul krn -- saja; mengapa engkau -- thd sahabatmu itu
dengking deng.king [n] tiruan bunyi salak anjing yg keras, teriak orang, dsb
dengkur deng.kur [n] (1) tiruan bunyi napas yg kuat dr orang tidur; keruh; (2) Dok napas yg berbunyi keras pd waktu tidur atau pd waktu kesadaran menurun; keruh
dengkus deng.kus [n] tiruan bunyi orang menarik dan menghembuskan napas kuat-kuat dr hidung
denguk de.nguk [n] tiruan bunyi "nguk" [v] , ter.de.nguk v menundukkan kepala (spt lembu makan rumput)
deoknumisasi de.ok.nu.mi.sa.si [n] proses menghilangkan (menghapuskan, mengurangi) peran oknum (orang): yg akan lebih penting adalah proses -- dl kebijakan pemerintah
depang de.pang [v] men.de.pang v (1) merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; (2) menghadang (merintangi dsb) dng kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri: di ujung jalan berdiri seorang polisi ~ setiap kendaraan yg melanggar peraturan
dependensi de.pen.den.si [n] (1) keadaan bergantung kpd orang lain krn belum dapat hidup sendiri (tt orang); ketergantungan; (2) keadaan tidak merdeka, di bawah kekuasaan atau pengaruh negara lain (tt negara); keadaan dijajah; (3) Ling hubungan antara unsur-unsur gramatikal dng salah satu sbg penguasa dan lainnya sbg unsur bergantung (dikuasai), msl frasa verba menguasai frasa nomina pd tataran klausa, vokal (inti) menguasai konsonan pd tataran suku kata
depilasi de.pi.la.si [n] (1) Dok proses membuang rambut; (2) Tek pembuangan rambut dr kulit binatang dl proses penyamakan
deportasi de.por.ta.si [n Huk] pembuangan, pengasingan, atau pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sbg hukuman, atau krn orang itu tidak berhak tinggal di situ
deposito de.po.si.to [n] (1) Ek uang yg disimpan dl rekening; (2) Ek tindakan menyimpan uang di bank; (3) Man kredit yg diberikan bank kpd seseorang; (4) Man hak atas saldo uang di bank bagi mereka yg telah menyimpannya di bank
depresi dep.re.si [n] (1) Ek keadaan perniagaan yg sukar dan lesu; (2) Psi gangguan jiwa pd seseorang yg ditandai dng perasaan yg merosot (spt muram, sedih, perasaan tertekan); (3) Geo daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pd waktu yg sama; (4) Met daerah yg bertekanan rendah
deputasi de.pu.ta.si [n] perutusan yg terdiri atas beberapa orang yg diangkat dan diberi hak untuk mewakili (bertindak dan berbicara atas nama) orang-orang lain: kaum buruh yg mogok itu mengirim -- ke kantor wilayah perburuhan untuk berunding
deputi de.pu.ti [n] (1) orang yg diangkat sbg wakil atau pengganti dng kuasa jabatan untuk bertindak; (2) orang kedua dl organisasi yg mengambil alih pimpinan jika atasannya tidak di tempat
deragem de.ra.gem [Jw n] warna cokelat tua (spt kuda)
derajat de.ra.jat [n] (1) tingkatan; martabat; pangkat: naik (turun) --; (2) ark gelar yg diberikan oleh perguruan tinggi (universitas) kpd mahasiswa yg telah lulus dl ujian yg diharuskan: ia telah mencapai -- sarjana di Institut Tekonologi Bandung [n] (1) Mat satuan ukuran sudut, satu derajat (ditulis 1o) sama dng 1/90 besar sudut siku-siku; satuan ukuran 1/90 bagian dr sudut siku tegak lurus (90o); (2) Geo satuan ukuran panjang dan lebar; (3) Fis satuan ukuran suhu: panasnya 40 -- Celsius (40oC); (4) bagian yg sama dr skala (pengukur suhu dsb)
derap de.rap [n] tiruan bunyi kaki orang berjalan cepat [n] (1) gerak lari cepat (tt kuda dsb); (2) kecepatan langkah; laju gerak: rakyat tidak apatis thd -- pembangunan yg tengah berjalan sekarang
derap langkah bunyi langkah orang berbaris, kuda berjalan atau berlari, dsb; (2) ki kecepatan langkah; laju gerak: kita hendaknya menyesuaikan -- langkah pembangunan kita dng kemajuan dunia luar
deras de.ras [a] (1) sangat cepat (tt aliran, gerakan, dsb): air itu mengalir dng -- nya; (2) lebat (tt hujan): hujan -- spt dicurahkan dr langit ? daras [n] tiruan bunyi sampah atau pasir dituang
dermatolog der.ma.to.log [n] ahli dermatologi: penyakit gatal di sekujur tubuh itu hendaknya dikonsultasikan kpd seorang --
dermawan der.ma.wan [n] pemurah hati; orang yg suka berderma (beramal, bersedekah): dia terkenal sbg seorang -- di kampung ini
derup de.rup [n] tiruan bunyi derap (langkah sekelompok orang secara serentak dsb)
desa kaputihan [Jw] desa yg terletak di dekat masjid atau pusat peribadahan yg didiami orang-orang saleh
desa praja kesatuan masyarakat hukum yg mempunyai batas daerah tertentu, berhak mengurus rumah tangga sendiri, memilih penguasa, dan mempunyai harta benda sendiri
desah de.sah [n] tiruan bunyi barang digosok, air hujan jatuh di daun-daunan, napas orang sakit bengek, dsb
desas-desus de.sas-de.sus [n] (1) suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; (2) percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi
desentralisasi fungsional pengakuan adanya hak pd seseorang atau golongan untuk mengurus hal-hal tertentu di daerah
desertir de.ser.tir [n] orang dsb yg melakukan desersi (lari meninggalkan dinas ketentaraan atau membelot kpd musuh)
desibel de.si.bel [n] (1) satuan ukuran untuk mengukur kerasnya suara; satuan ukuran untuk mengukur ketajaman pendengaran; (2) Fis satuan untuk mengukur rasio dua daya atau intensitas, atau rasio antara suatu daya dan daya acuan; satuan yg sama dng 10 kali logaritme rasio tsb; (3) Ling satuan untuk menyatakan intensitas bunyi relatif pd skala dr 0 untuk rata-rata bunyi yg dapat didengar sampai 130 untuk rata-rata bunyi pd ambang pendengaran tertinggi
desigram de.si.gram [n] satuan ukuran berat (massa) 0,1 g (disingkat dg)
desiliter de.si.li.ter [n] satuan ukuran isi 0,1 liter (disingkat dl)
desiliun de.si.li.un [num] satuan bilangan besar (di atas satu juta) yg dilambangkan dng 33 nol pd sistem Amerika atau dng 60 nol pd sistem Inggris
desimeter de.si.me.ter [n] satuan ukuran panjang 0,10 m (disingkat dm)
desis de.sis [n] bunyi yg lebih lembut dp desus (spt orang meniup atau berbisik)
desit de.sit [n] bunyi spt orang mengisap (menyedot) melalui celah gigi
despotisme des.pot.is.me [n] (1) pemerintahan seorang despot; (2) sistem pemerintahan dng kekuasaan tidak terbatas dan sewenang-wenang
desus de.sus [n] tiruan bunyi orang berbisik
desut de.sut [n] tiruan bunyi orang meniup, angin kencang, dsb
detasemen de.ta.se.men [n Mil] satuan tentara atau polisi yg berada di suatu tempat untuk menjalankan tugas yg bersifat sementara
detektor kebohongan alat untuk mencatat yg bertujuan menemukan tanda-tanda fisiologis tertentu pd seseorang yg berbohong
detenidos de.te.ni.dos [n Huk] orang yg ditahan krn melanggar hukum
determinis de.ter.mi.nis [n] orang yg menganut paham determinisme
detik de.tik [n] tiruan bunyi arloji dsb [n] ukuran satuan waktu 1/60 menit; sekon: dia hanya memerlukan waktu sepuluh -- untuk lari seratus meter
detritus de.tri.tus [n] (1) sampah, termasuk bangkai, yg meluruh; (2) Geo pecahan bahan yg lepas dr permukaan batuan krn meluruh; (3) Dok jaringan rusak yg terlepas dr tempat asalnya
dewa de.wa [kl n] (1) roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; (2) ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; (3) Bl gelar kasta (golongan) Brahmana
dewan de.wan [n] (1) majelis atau badan yg terdiri atas beberapa orang anggota yg pekerjaannya memberi nasihat, memutuskan suatu hal, dsb dng jalan berunding; (2) mahkamah (tinggi)
dewasa de.wa.sa [a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah -- [n] waktu, masa (akhir-akhir ini): -- ini pembangunan dilakukan di seluruh pelosok tanah air
di [p] (1) kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; (2) cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; (3) Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; (4) Mk dari: jauh -- mata [kp] adi, msl dipati adipati; diraja adiraja
di bawah di ba.wah [v] (1) berada di tempat yg lebih rendah; (2) ki berada dl kedudukan rendah: orang -, orang rendahan
di bawah tangan [ki] tidak di muka umum (tt pemborongan); tidak dilaksanakan secara resmi atau tidak disaksikan oleh pihak resmi (tt perkawinan dsb); di bawah kekuasaan (pemerintah) orang
di mana pinggan pecah [pb] di mana orang meninggal di situ dikuburkan
di mana ranting dipatah [pb] setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya
di muka di mu.ka [v] (1) di depan; di hadapan: -- umum, di depan orang banyak; (2) di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; (3) dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa
di muka (di puncak) hidung [pb] dekat sekali di depan orang
diafon di.a.fon [n Ling] satuan fonologis abstrak yg dirumuskan untuk menandai kesepadanan antara sistem bunyi dr dialek yg berbeda, msl dl bahasa Melayu diafon //a// yg direalisasikan dl dialek Melayu Riau [rupe] dan dl dialek lain [rupa], [rupe], dsb
diagenesis di.a.ge.ne.sis [n] proses mengubah endapan menjadi satuan sedimen melalui tekanan dan suhu yg kecil sekali
diagnosis di.ag.no.sis [n] (1) penentuan jenis penyakit dng cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya; (2) Sos pemeriksaan thd suatu hal
diagnosis medis penentuan jenis penyakit berdasarkan tanda dan gejala dng menggunakan cara dan alat spt laboratorium, foto, dan klinik
diagram gambar diagram yg menyatakan suatu peristiwa dng bantuan kenyataan yg disederhanakan atau diperkecil
diagram pohon [Ling] gambaran visual penjabaran suatu satuan atas konstituen secara hierarkis
dialog pemancing [Sas] kata-kata pemancing yg diucapkan oleh seorang pemain kpd pemain lain yg lupa akan percakapan lanjutannya
dialog pribadi [Sas] ucapan pemain kpd penonton, dan ucapan itu tidak terdapat dl naskah; -- vertikal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih rendah dng seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih tinggi, spt antara buruh dan majikan, antara mahasiswa dan menteri: -- vertikal antara mahasiswa dan Menteri Pendidikan Nasional
diam-diam di.am-di.am [adv] tanpa memberi tahu orang lain; secara rahasia: dng ~ pasukan gerilya menerobos pertahanan musuh
diamorf di.a.morf [n Ling] satuan morfologis abstrak yg dirumuskan untuk manandai kesepadanan antara satuan morfologis di antara pelbagai dialek
diat di.at [kl n] denda (berupa uang atau barang) yg harus dibayar krn melukai atau membunuh orang
diberi kuku hendak mencengkam [pb] baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain
diberi sejari hendak setelempap diberi sejari hendak se.te.lem.pap [pb] orang yg diberi sedikit ingin lebih banyak lagi
dibuat krn allah [pb] dilakukan dng maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik
dibujuk ia menangis dibujuk ia me.na.ngis , ditendang ia tertawa [pb] orang baru bekerja dng baik dan sempurna sesudah ia dimarahi
didik di.dik [v] men.di.dik v memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran: seorang ibu wajib ~ anaknya baik-baik
didong di.dong [n cak] (1) orang Prancis; (2) orang asing berkulit putih (orang Eropa) [ark n] (1) pertunjukan komedi wayang boneka; (2) pertunjukan tari dan musik; (3) Antr kesenian tradisional Gayo yg dimainkan dng cara menyanyikan pantun sambil menari
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
diet di.et [n Dok] aturan makanan khusus untuk kesehatan dsb (biasanya atas petunjuk dokter)
diet lengkap [Ikn] ramuan makanan untuk ikan yg kadar gizinya memadai untuk kebutuhan suatu jenis
diet makrobiotik usaha mencapai kondisi sehat melalui diet (dng memperhatikan faktor tradisi, ekologi, iklim, usia, jenis kelamin, dan faktor individual) dan menghindari makanan yg mengandung bahan kimia
diet murni [Ikn] ramuan makanan ikan yg dibuat dr asam amino, asam lemak, gula sederhana, vitamin, dan mineral
dietetika di.e.te.ti.ka [n] pengkajian makanan untuk kesehatan
diferensial di.fe.ren.si.al [a] bersangkutan dng, menunjukkan, atau menghasilkan perbedaan; -- semantis Ling alat yg dikembangkan oleh para ahli psikologi untuk mengukur makna yg diberikan oleh seorang informan kpd sebuah kata, msl si informan mendengar kata musik dan kemudian mencatat tanggapannya pd perangsang ini dng memilih satu di antara adjektiva yg berlawanan, spt gembira-sedih, keras-lembut, cepat-lambat
diglosia dig.lo.sia [n Ling] situasi kebahasaan dng pembagian fungsional atas variasi bahasa atau bahasa yg ada dl masyarakat (msl ragam atau bahasa A untuk suasana resmi di kantor dan ragam atau bahasa B untuk suasana intim di rumah)
diiringkan menyepak di.i.ring.kan menyepak, dikemudiankan menanduk [pb] serba menyu-sahkan orang (msl tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)
dijual di.ju.al [v] diberikan sesuatu kpd orang lain untuk memperoleh uang
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
dikte dik.te [n] yg diucapkan atau dibaca keras-keras supaya ditulis orang lain; imla
dikte ulangan dikte untuk mengetahui kecakapan orang menuliskan kata-kata yg sudah dipelajari ejaannya
dilapah di.la.pah [v] dipotong-potong (dimakan) dng potongan besar
diletan di.le.tan [n] pencinta atau penggemar seni; orang yg mempelajari suatu cabang seni (melukis, musik, sastra, dsb) dng tidak penuh minat dan tanpa mendalaminya benar-benar
dinamika kelompok gerak atau kekuatan yg dimiliki sekumpulan orang dl masyarakat yg dapat menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
dinar di.nar [kl n] (1) mata uang emas lama; (2) satuan mata uang Aljazair, Bahrain spt Irak, Kuwait, Tunisia, Yaman Selatan, Yordania (lihat lampiran)
dinas daerah satuan organisasi dl lingkungan pemerintah daerah yg berkedudukan sbg unsur pelaksana pemerintah di daerah
dinas meteorologi satuan kegiatan atau badan pemerintah yg bersifat nasional, regional, atau internasional dng tugas dan kegiatan dl bidang meteorologi
dinas pabean badan yg mengurusi ketentuan tt perizinan, pembatasan, atau pelarangan membawa barang masuk atau keluar di suatu negara, biasanya tembakau, minuman keras, atau wewangian
dinding teretas [pb] (1) sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian; (2) sesuatu yg telah cukup buktinya
dingin di.ngin [a] (1) bersuhu rendah apabila dibandingkan dng suhu tubuh manusia; tidak panas; sejuk: udara terasa -- malam ini; (2) ki tawar (tt rasa makanan dsb); (3) ki tidak ramah; kaku (tt suasana dsb)
dinosaurus di.no.sa.u.rus [n] binatang raksasa dr zaman prasejarah yg termasuk kelompok reptilia bumi (pemakan daging ataupun pemakan tumbuhan) yg kini telah musnah
diorit di.o.rit [n] batuan beku yg terdiri atas butiran kasar
diplomat dip.lo.mat [n] orang yg berkecimpung dl bidang diplomasi (menteri luar negeri, duta besar, dsb)
direktorat di.rek.to.rat [n] bagian dr departemen yg tugasnya mengurus suatu bidang tertentu, dikepalai oleh seorang direktur: -- Pendidikan Dasar
dirham dir.ham [n] (1) kl mata uang emas atau perak; (2) satuan mata uang Maroko dan Uni Emirat Arab
diri di.ri [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu
disensus di.sen.sus [n] situasi sosial yg memperlihatkan terjadinya ketidaksepakatan mengenai penerapan nilai-nilai tertentu
disiden di.si.den [n] (1) orang yg tidak sepakat dng pendapat seseorang atau kelompok; (2) orang yg tidak mau menurut pemerintahnya krn menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dsb); pembangkang
disinformasi dis.in.for.ma.si [n] penyampaian informasi yg salah (dng sengaja) untuk membingungkan orang lain: usaha subversi dapat dilakukan dng menyusun -- yg dimuat dl media massa
disintegrasi dis.in.teg.ra.si [n] (1) keadaan tidak bersatu padu; keadaan terpecah belah; hilangnya keutuhan atau persatuan; perpecahan; (2) Fis sebarang transformasi, baik spontan maupun terimbas oleh radiasi, yg dibarengi dng pemancuran zarah atau foton
disiplin ilmiah cara pendekatan yg mengikuti ketentuan yg pasti dan konsisten untuk memperoleh pengertian dasar yg menjadi sasaran studi; (2) cabang ilmu
disiplin nasional kondisi yg merupakan perwujudan sikap mental dan perilaku suatu bangsa ditinjau dr aspek kepatuhan dan ketaatan thd ketentuan peraturan dan hukum yg berlaku dl kehidupan berbangsa dan bernegara
diskontinuitas dis.kon.ti.nu.i.tas [n] ketidaksinambungan: -- antara tradisi dan kebudayaan yg baru dapat menimbulkan kesenjangan antara kaum tua dan kaum muda
diskonto dis.kon.to [n Dag] potongan atau bunga yg harus dibayar oleh orang yg menjual wesel atau surat dagang yg diuangkan sebelum waktunya
diskordans dis.kor.dans [n Geo] ketaksesuaian atau ketakselarasan lapisan batuan yg satu thd yg lain
diskredit dis.kre.dit [v] men.dis.kre.dit.kan v (berusaha untuk) menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu: selebaran berupa pamflet gelap itu bertujuan ~ Pemerintah
diskresi dis.kre.si [n] kebebasan mengambil keputusan sendiri dl setiap situasi yg dihadapi
diskualifikasi dis.ku.a.li.fi.ka.si [n Olr] (1) larangan turut bertanding bagi seseorang atau sebuah regu krn melanggar peraturan pertandingan; (2) pernyataan tidak cakap atau tidak mampu; (3) pencabutan hak; (4) hal tidak memenuhi syarat akibat kelainan atau cacat pd tubuhnya
diskusi panel diskusi yg dilakukan oleh sekelompok orang (yg disebut panel) yg membahas suatu topik yg menjadi perhatian umum di hadapan khalayak, pendengar (siaran radio), atau penonton (siaran televisi), khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat
dislokasi dis.lo.ka.si [n] (1) perubahan atau pemindahan lokasi; (2) Dok perenggangan persendian pd patah tulang; (3) Geo pergeseran lapisan tanah krn gerakan tektonis; (4) Mil pemindahan atau penyebaran kesatuan militer dr suatu pangkalan atau pertahanan ke daerah lain; (5) Ling pemindahan unsur kalimat ke awal (sbg topik) atau ke akhir kalimat (sbg penegasan)
disorientasi dis.o.ri.en.ta.si [n] (1) kekacauan kiblat; kesamaran arah: -- pandangan akan timbul apabila terdapat kesenjangan antara organisasi sosial dan sistem nilai kebudayaan; (2) Dok kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg berkenaan dng waktu tempat dan orang
dispepsia dis.pep.sia [n Dok] berkurangnya daya atau fungsi pencernaan; penyakit nyeri lambung: penderita -- di seluruh dunia diperkirakan ada 23 juta orang
disposisi dis.po.si.si [n] (1) Adm pendapat seorang pejabat mengenai urusan yg termuat dl suatu surat dinas, yg langsung dituliskan pd surat yg bersangkutan atau pd lembar khusus; (2) Dok kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak
distingtif dis.ting.tif [a Ling] bersifat membedakan antara satuan bahasa: tekanan dl bahasa Belanda bersifat --
distorsi dis.tor.si [n] (1) pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- thd fakta yg ada; (2) gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; (3) Fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; (4) Dok hal terkilir (kaki dsb); (5) ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan
distribusi dis.tri.bu.si [n] (1) penyaluran (pembagian, pengiriman) kpd beberapa orang atau ke beberapa tempat; (2) pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dl masa darurat) oleh pemerintah kpd pegawai negeri, penduduk, dsb; (3) Ling semua posisi yg ditempati oleh unsur bahasa; (4) ark persebaran benda dl suatu wilayah geografi tertentu
distributor dis.tri.bu.tor [n] orang atau badan yg bertugas mendistribusikan barang (dagangan); penyalur
ditetak belah [pb] walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di -- , pb yg membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yg baik, melainkan memakai buatannya yg buruk-buruk
ditindih yg berat di.tin.dih yg berat, dililit yg panjang [pb] tidak dapat melepaskan diri dr kekuasaan orang (kemalangan dsb)
diversitas aspek [Bio] variasi bentuk dan/atau rupa jenis yg hidup dl habitat yg sama dan dimakan oleh pemangsa
divisi di.vi.si [n] (1) satuan militer yg besar (jumlahnya sampai puluhan ribu) yg biasanya lengkap dng peralatannya, dipimpin oleh perwira tinggi (biasanya mayor jenderal): satu -- didatangkan untuk memperkuat penjagaan keamanan; (2) kelompok dl suatu organisasi (sepak bola dsb): kesebelasan itu menjadi juara dl kompetisi -- II; (3) bagian dr suatu perusahaan besar: pegawai Pertamina -- Perkapalan; (4) Bot satuan taksonomi dl klasifikasi tumbuhan, berperingkat antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, spt Bryophyta
dl rumah membuat rumah [pb] mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pd orang lain
doa arwah doa untuk orang yg telah meninggal
doa halimunan mantra yg menjadikan orang tidak dapat dilihat oleh orang lain
doa pengasih jampi-jampi atau guna-guna yg menyebabkan orang jatuh cinta
doa sanjung ungkapan yg berisi doa dan pujian, khususnya kata penghargaan thd seseorang yg telah meninggal; elegi
dobi do.bi [n] orang yg pekerjaannya mencuci dan menyeterika pakaian; penatu
dokok-dokok do.kok-do.kok [n] kue dibuat dr tepung beras, kelapa, gula, dan pisang dibungkus dng daun pisang lalu dikukus
dokter pribadi dokter yg menjalankan praktik bagi perseorangan (keluarga) tertentu
doktor dok.tor [n] gelar kesarjanaan tertinggi yg diberikan oleh perguruan tinggi kpd seorang sarjana yg telah menulis dan mempertahankan disertasinya; -- kehormatan gelar doktor yg diberikan kpd seseorang oleh perguruan tinggi sbg penghormatan atas jasa-jasanya yg luar biasa dl bidang ilmu atau dl bidang kemasyarakatan; doktor honoris causa
domestik do.mes.tik [a] (1) berhubungan dng atau mengenai permasalahan dl negeri: lapangan terbang itu khusus untuk melayani penerbangan --; wisatawan --; (2) mengenai (bersifat) rumah tangga: membicarakan persoalan-persoalan --; (3) piaraan (tt binatang); jinak: kuda sbg binatang -- sudah lama dipelihara orang untuk alat pengangkutan
domisili do.mi.si.li [n Huk] tempat kediaman yg sah dr seseorang; tempat tinggal resmi
dompleng dom.pleng [v cak] men.dom.pleng v ikut bertempat tinggal, makan, duduk, naik mobil, dsb dng cuma-cuma
domplengan dom.pleng.an [n] (1) yg didomplengkan pd sesuatu (seseorang) yg sudah lebih dulu ada: lagu ~ itu akan diorbitkan dng jalan diikutsertakan dl acara yg dibawakan pemusik kenamaan; (2) tempat mendompleng
donatur do.na.tur [n] orang yg secara tetap memberikan sumbangan berupa uang kpd suatu perkumpulan dsb; penyumbang tetap; penderma tetap
dongan do.ngan [n] (1) kawan; sahabat; (2) orang-orang satu marga
dongkak dong.kak [Mk v] men.dong.kak v melompat; menerjang; mendompak: orang gila itu ~ sambil mengayunkan golok
dongkel dong.kel [n] alat untuk menyungkit (mencungkil); tuil; tuas: diambilnya sebatang besi sbg --
dongkol dong.kol [a] (1) tidak bertanduk: kerbau -- itu tidak bisa bertarung; dogol; (2) ki sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi: lurah -- [a] men.dong.kol v berperasaan kesal yg terpendam di dl hati; memendam rasa dongkol: banyak orang ~ kepadanya krn merasa ditipu
doni do.ni [n Huk] utang seseorang yg dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya
donor do.nor [n] (1) penderma; pemberi sumbangan; (2) penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan): -- darah; (3) Fis unsur kimia yg jika ditambahkan ke dl semikonduktor murni dapat menambah konsentrasi elektron bebas di dl semikonduktor itu
dorna dor.na [n] orang yg suka menghasut atau membangkit perselisihan, mengadudombakan dsb (bertabiat spt pendeta Dorna dl cerita pewayangan)
dorong do.rong [v] men.do.rong v (1) menolak dr bagian belakang atau bagian depan; menyorong: mereka beramai-ramai ~ mobil yg mogok; (2) menganjur (ke depan); bergerak dng kuat ke arah depan: seseorang di antara para demonstran itu ~ ke depan khalayak; (3) ki mendesak atau memaksa supaya berbuat sesuatu: kejadian ini ~ kami agar segera bertindak
draf [n] rancangan atau konsep (surat dsb); buram: -- komunike bersama itu disusun oleh dua orang dr kedua belah pihak
drama heroik [Sas] drama yg merupakan peniruan bentuk tragedi dan yg selalu bertemakan cinta dan nama baik
drop [v cak] , me.nge.drop v (1) memberikan (dr pejabat, atasan, dsb kpd masyarakat, bawahan, dsb): gubernur telah ~ biaya sebesar 16 juta rupiah untuk pembangunan jembatan itu; (2) mengirimkan atau menempatkan: pemerintah akan ~ 500 orang guru dr Jawa untuk Kalimantan Tengah; pemerintah ~ 1.000 orang transmigran di Sulawesi Selatan; (3) menyediakan; memasarkan: Bulog akan ~ daging untuk keperluan Lebaran
duafa du.a.fa [n Isl] orang-orang lemah (ekonominya dsb): daging kurban dibagi-bagikan kpd kaum fakir miskin dan --
duai du.ai [n Huk] adat perkawinan suku Dayak, antara dua orang laki-laki dng dua wanita kakak beradik, atau antara dua wanita dng dua orang laki-laki kakak beradik
dualis du.a.lis [n] (1) Ling kategori gramatikal jumlah kata untuk menunjukkan dua hal atau benda yg dipertentangkan dng singularis dan pluralis; (2) Fil orang yg menganut paham dualisme
dubuk du.buk [ark n] binatang buas yg suka makan bangkai, ada yg kurik, ada yg loreng; Hyaena crocutus (striata)
dudu du.du [v] men.du.du v (1) berjalan (berenang, berlari, dsb) mengikuti dr belakang: itik-itik betina itu ~ itik jantannya saja; (2) berjalan (berlari, berenang, dsb) terus saja tanpa menoleh ke kiri kanan: orang itu ~ saja; (3) terpaksa menurut: dia ~ krn diancam
dudur du.dur [v] men.du.dur v menyerahkan seseorang kpd yg berwajib (di Gayo)
duel du.el [n] perkelahian antara dua orang untuk menyelesaikan persoalan (dng pedang atau pistol, di tempat dan pd waktu yg telah ditetapkan); perang tanding
duet du.et [n] gubahan musik untuk dua suara (orang) atau untuk dua alat musik; nyanyian yg dilagukan berdua atau musik yg dimainkan oleh dua orang
duit du.it [n] (1) satuan mata uang tembaga zaman dulu (120 duit = satu rupiah); (2) cak uang; alat pembayaran: sekarang susah mencari --
dukat du.kat [kl n] (satuan) mata uang emas atau perak (yg nilainya berbeda)
dukuh du.kuh [n] dusun atau kampung kecil; bagian dr desa [n] orang yg pekerjaannya menyembelih ternak (di Bali, Lombok)
dukun du.kun [n] orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb)
dukung du.kung [v] ber.du.kung v duduk di punggung atau di pinggang orang: yg buta berpimpin, yg lumpuh ~
dukungan du.kung.an [n] (1) sesuatu yg didukung: ia meletakkan ~ nya; (2) ki sokongan; bantuan: tanpa ~ rakyat pembangunan tidak akan lancar
dulang du.lang [n] nampan yg biasanya berbibir pd tepinya dan berkaki, dibuat dr kayu [Jw v] men.du.lang v menyuapi (anak kecil, orang sakit, dsb) [Mk v] men.du.lang v mengepul (tt asap) [n] pohon tengguli, Cassia fistula
dulang alas dulang untuk mengalas makanan (yg akan disajikan)
dulang rendah dulang yg tidak berkaki, untuk mengangkat atau membawa makanan (untuk disajikan)
dulang tinggi dulang yg berkaki, untuk menyajikan makanan dan juadah
duli du.li [kl n] (1) debu (tanah) yg melekat pd kaki; (2) kaki: bercemar -- , berjalan kaki; pergi [kl n] kata kehormatan yg dipakai apabila berkata kpd raja atau berbicara tt raja; baginda (spt -- Syah Alam; -- Tuanku
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
duodrama du.o.dra.ma [n] pertunjukan drama yg hanya dimainkan oleh dua orang pemain
durian du.ri.an [n] (1) pohon yg batangnya lurus, tingginya sekitar 20-40 m, dahannya jarang, kulit batangnya kasar dan berwarna kelabu, bunga tersusun dl malai, berwarna kuning; Durio zibethinus; (2) buah durian, berkulit tebal dan berduri, berbentuk bundar lonjong atau bundar telur, dagingnya berwarna putih, kuning tua atau putih kekuning-kuningan, berbau tajam dan dapat memabukkan
durno dur.no [n] (dikatakan tt) orang yg suka menghasut, memfitnah, berbuat licik, mengadu domba, dsb (berbuat spt Durno dl cerita wayang)
durnois dur.no.is [a] bersikap (bersifat) spt durno; (2) n orang yg melakukan persekongkolan
dusun du.sun [n] kampung; desa; dukuh [n] -- pengasihan Huk sebagian tanah pusaka di Ambon yg diberikan kpd orang lain krn jasa-jasanya atau untuk melunasi utang
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
duyun du.yun [adv] ber.du.yun-du.yun adv berbondong- bondong; berturut-turut banyak sekali: orang ~ pergi ke Pekan Raya
duyung du.yung [n] binatang laut yg menyusui spt ikan lumba-lumba, berwarna kelabu, panjang sampai 2 m, makanannya ganggang laut; Halicora dugong
dwibahasawan dwi.ba.ha.sa.wan [n] orang yg dapat berbicara dl dua bahasa, spt bahasa nasional dan bahasa asing, bahasa daerah dan bahasa nasional; pemakai dua bahasa
dwitarung dwi.ta.rung [n] pertandingan atau pertarungan dua orang (regu atau kubu): ~ antara kedua pecatur itu sudah dimulai sejak akhir tahun 1995
eceng [n] tumbuhan air (daunnya yg muda dan bunganya yg berupa kuncup dapat dimakan sbg sayur); Limnocharis flava
editor edi.tor [n] orang yg mengedit naskah tulisan atau karangan yg akan diterbitkan dl majalah, surat kabar, dsb; penyunting
efek halo [Psi] kecenderungan menilai terlalu tinggi seseorang berdasarkan prestasi tertentu; (2) kesalahan yg terjadi pd saat mengadakan pencatatan hasil pengamatan yg disebabkan oleh adanya sesuatu yg mempengaruhi pencatat
efek kemurahan hati [Psi] kesalahan dl penilaian yg terjadi secara sistematis, disebabkan adanya kecenderungan memberikan nilai rendah kpd orang yg tidak disukai atau tidak dikenal
egois ego.is [n] (1) Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri; (2) Fil penganut teori egoisme;
egoisme ego.is.me [n] (1) Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain; (2) Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri
egomania ego.ma.nia [n] orang yg tergila-gila kpd diri sendiri: -- sering terdapat pd orang yg kurang sehat jiwanya
ejaan Melindo eja.an Melindo sistem ejaan Latin yg termuat dl Pengumuman Bersama Ejaan Bahasa Melayu-Indonesia (Melindo) tahun l959 sbg hasil usaha penyatuan sistem ejaan dng huruf Latin di Indonesia dan di Persekutuan Tanah Melayu, sistem ejaan ini tidak pernah dilaksanakan
ejaan Pembaharuan eja.an Pembaharuan sistem ejaan yg dirancang oleh sebuah panitia yg diketuai oleh Prijono dan E. Katoppo pd tahun 1957 sbg hasil keputusan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan, sistem ejaan ini tidak pernah dilaksanakan
ejaan van Ophuysen eja.an van Ophuysen sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia yg dimuat dl Kitab Logat Melajoe tahun 1901 oleh Ch.A. van Ophuysen, yg merupakan ejaan Latin resmi pertama di Indonesia (buku ini disusun dng bantuan Engku Nawawi glr. St. Makmur dan M. Taib St. Ibrahim)
ekabahasawan eka.ba.ha.sa.wan [n] orang yg hanya mampu menggunakan satu bahasa
eklektik ek.lek.tik [a] bersifat memilih yg terbaik dr berbagai sumber (tt orang, gaya, metode)
eklektikus ek.lek.ti.kus /EklEktikus/ n (1) orang yg mengerjakan sesuatu dng metode eklektis; (2) filsuf yg mengambil segala ajaran (sistem) yg menurut pandangannya adalah yang terbaik
ekolalia eko.la.lia [n] dorongan kuat yg tidak terkendalikan dr penderita gangguan jiwa untuk meniru ucapan atau perbuatan yg dilakukan orang lain; kelatahan
ekologi populasi cabang ekologi yg menitikberatkan hubungan antara kelompok makhluk, jumlah individu, dan faktor penentuan besar populasi dan penyebarannya
ekon [n Bio] satuan vegetasi setempat
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
ekor kucing tanaman perdu yg bunganya merah tua panjang spt ekor kucing; Acalypha hispida
ekor pegas serangga kecil yg meloncat, hidup di permukaan dan dl tanah, sampah, atau jerami yg membusuk, berwarna gelap, makanannya jamur dan sampah busuk
ekosistem eko.sis.tem [n] (1) keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yg berfungsi sbg suatu satuan ekologi dl alam; (2) komunitas organik yg terdiri atas tumbuhan dan hewan, bersama habitatnya; (3) keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dr suatu lingkungan yg saling berinteraksi
ekostratigrafi eko.stra.ti.gra.fi [n] penelaahan dan klasifikasi batuan berdasarkan asal-usul dan keadaan lingkungan pd saat pendepositan endapannya
eks [n] nama huruf x [a] bekas; mantan: orang itu -- narapidana; dia adalah -- lurah di daerah Bogor; dia adalah -- pejuang [p] dari: -- pabrik
eksaltasi ek.sal.ta.si [n] (1) keriangan spiritual; (2) peningkatan suasana hati secara abnormal; keriangan yg kuat
eksaminasi ek.sa.mi.na.si [n Ling] proses penentuan autentik tidaknya suatu naskah dl arti sesuai atau tidak dng "keinginan" penulis
eksekusi ek.se.ku.si [n Huk] (1) pelaksanaan putusan hakim; pelaksanaan hukuman badan peradilan, khususnya hukuman mati: yg terhukum sudah menjalani -- nya; (2) penjualan harta orang krn berdasarkan penyitaan
eksekutor ek.se.ku.tor [n] orang yg melakukan eksekusi
eksentrik ek.sen.trik [a] aneh; ganjil; tidak wajar: cara berpakaian yg -- menarik perhatian orang
ekseptor ek.sep.tor [n] orang yg mengajukan eksepsi (pembelaan, tangkisan)
eksesif ek.se.sif [a] berkenaan dng keadaan yg melampaui kebiasaan (ketentuan dsb), dipandang dr sudut tertentu
ekshibisionis eks.hi.bi.si.o.nis [n Psi] orang yg mempunyai dorongan melakukan ekshibisionisme
ekshibisionisme ek.shi.bi.si.o.nis.me [n Psi] kelainan atau ketidakwajaran yg ditandai dng kecenderungan memperlihatkan hal-hal yg tidak senonoh, spt alat kelamin kpd orang lain untuk pemuasan diri
eksklusivisme eks.klu.si.vis.me [n] paham yg mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dr masyarakat: di kota besar terdapat gejala -- , terutama pd orang yg berada
ekskomunikasi eks.ko.mu.ni.ka.si [n Kat] pengucilan seseorang dr keanggotaan gereja
eksofora ek.so.fo.ra [n Ling] hal atau fungsi menunjuk kembali pd sesuatu yg ada di luar bahasa atau pd situasi
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
ekspansif ek.span.sif [a] (1) dapat atau cenderung meluas; (2) terus terang, terbuka, bebas, tanpa ditutup-tutupi (tt orang, bicaranya, sikapnya)
ekspatriasi eks.pat.ri.a.si [n Pol] (1) tindakan seseorang untuk melepaskan kesetiaan thd negaranya; (2) tindakan meninggalkan tanah air untuk berdiam selamanya di negara lain; (3) pembuangan yg dilakukan oleh negara atas warganya
ekspatriat eks.pat.ri.at [n] (1) orang yg melepaskan kewarganegaraannya; (2) orang yg meninggalkan negeri asalnya; warga negara asing yg menetap di sebuah negara: kompleks perumahan itu banyak dihuni oleh -- Belanda dan Jerman; (3) orang yg terbuang; (4) tenaga kerja asing: perusahaan asing biasanya juga mempekerjakan para --
ekspeditor ek.spe.di.tor [n] (1) badan atau perusahaan yg bergerak dl bidang pengangkutan atau pengiriman barang; (2) orang yg pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang melalui darat, laut, atau udara; (3) orang yg menjelajah (melakukan perjalanan) untuk keperluan penyelidikan ilmiah
eksper ek.sper [n] orang yg ahli dl bidangnya; pakar: ia -- dl konstruksi beton bertulang
eksperimental universal seni gerak yg sama sekali tidak terikat secara struktural oleh ketentuan dl tari tradisional
eksplisit eks.pli.sit [a] gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit (sehingga orang dapat menangkap maksudnya dng mudah dan tidak mempunyai gambaran yg kabur atau salah mengenai berita, keputusan, pidato, dsb); tersurat
eksploitasi eks.ploi.ta.si [n] (1) pengusahaan; pendayagunaan: -- nikel di daerah itu dilakukan oleh perusahaan asing; (2) pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan (tt tenaga orang): -- atas diri orang lain merupakan tindakan yg tidak terpuji
eksplorasi eks.plo.ra.si /Eksplorasi/ (1) n penjelajahan lapangan dng tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tt keadaan), terutama sumber-sumber alam yg terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan: -- sumber minyak di daerah lepas pantai sedang giat dilakukan; (2) Dik kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dr situasi yg baru; (3) Pet penyelidikan dan penjajakan daerah yg diperkirakan mengandung mineral berharga dng jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya
eksplorator eks.plo.ra.tor [n] orang yg mengeksplorasi; penyelidik; penjelajah
eksponen eks.po.nen [n] (1) Mat angka dsb yg ditulis di sebelah kanan atas angka lain yg menunjukkan pangkat dr angka tsb, spt angka 2 pd 2; (2) orang yg menerangkan atau menafsirkan suatu teori, yg dapat mewakili dan menjadi contoh dr teori tsb atau orang yg menganut teori tsb: Huxley merupakan seorang -- dr teori evolusi Darwin; (3) orang terkemuka dl suatu gerakan atau bidang kehidupan; tokoh: -- Angkatan 45
ekspor gelap jasa, baik finansial maupun perseorangan, yg diberikan oleh penduduk suatu negara kpd negara asing secara tersembunyi atau tidak melalui cara yg sah
ekspresi eks.pre.si [n] (1) pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): sajak itu merupakan -- dr perasaan hatinya; (2) pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang: -- rasa tidak puas tergambar di wajahnya
ekspresionisme eks.pre.si.o.nis.me [n] (1) Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; (2) aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata
ekstase eks.ta.se [n] keadaan di luar kesadaran diri (spt keadaan orang yg sedang khusyuk bersemadi)
eksteriorisasi eks.te.ri.o.ri.sa.si [n] (1) Dok pengeluaran alat tubuh untuk sementara untuk diperiksa tanpa melepaskannya dr tubuh; (2) pengarahan perhatian seseorang ke luar
ekstradisi eks.tra.di.si [n Huk] penyerahan orang yg dianggap melakukan kriminalitas oleh suatu negara kpd negara lain yg diatur dl perjanjian antara negara yg bersangkutan
ekstraksi ek.strak.si [n] (1) ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dr buku; (2) keturunan (suatu bangsa); (3) Dok penarikan ke luar; pencabutan: -- peluru dr luka korban penembakan; (4) ki pencurian: -- informasi dr seseorang yg tidak mau memberikannya [n] (1) Min penambangan batu bara atau bijih dr cebakannya; (2) Kim pemisahan suatu bahan dr campurannya, biasanya dng menggunakan pelarut
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
ekstraversi eks.tra.ver.si [n Psi] sikap atau tipe kepribadian seseorang yg minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial dp thd dirinya dan pengalamannya sendiri
ekstremis ek.stre.mis [n] (1) orang yg ekstrem; (2) orang yg melampaui batas kebiasaan (hukum dsb) dl membela atau menuntut sesuatu; (3) cak pejuang pd masa perang kemerdekaan melawan Belanda
ekstrospeksi eks.tro.spek.si [n] hal membandingkan tingkah laku sendiri dng tingkah laku orang lain
ekstrover eks.tro.ver [n] orang yg minatnya ditujukan seluruhnya kpd yg ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kpd yg ada dl pikiran dan perasaannya sendiri (bersikap terbuka)
ekstrusi eks.tru.si [n Geo] hal keluarnya magma atau lava ke permukaan bumi [n] pembuatan makanan ikan yg diolah pd temperatur bertekanan tinggi [n] pemberian bentuk pd logam dng menekan agar logam mengalir dng cepat melalui lubang dng bentuk profil yg diinginkan
ektoparasit ek.to.pa.ra.sit [n] parasit yg hidup di bagian luar dr tempatnya bergantung atau pd permukaan tubuh inangnya dan yg memperoleh makanan dng mengirimkan haustorium masuk ke dl sel-sel tumbuhan inang itu
elang bangkai burung buas pemakan bangkai dan sampah, bulunya putih gelap, tepi sayapnya hitam, ujung paruh bengkok spt kait, tingginya 70 cm, jarak bentang kedua ujung sayap 1,60 m, hidup di India, Asia Kecil, Afrika Utara; Neophron percuopterus
elang gunung burung buas pemakan binatang besar spt serigala, rubah antilop, bahkan manusia, warna bulunya cokelat muda, ujung sayap berbintik-bintik, tingginya 1 meter, jarak bentang ujung sayap 2 m, hidup di pegunungan Asia dan Eropa; Aquila chrysaetus
elang laut putih burung buas pemakan ikan, ular laut, anak burung, binatang air dan darat kecil lainnya, hidupnya di pinggir pantai, warna bulunya hampir sama dng bulu ulung-ulung; bahak; rajawali; Haliaetus leucogaster; -- malam, Machaerhamphus alcinus
elang putih burung pemakan daging suku Acciptridae, yg menjadikan tikus sbg mangsanya, selain kadal, serangga, kepiting, dan katak; si alap-alap tikus; Elanus caerulens; -- sikap burung sikap, Accipiter virgatus
elektron elek.tron [n Fis] satuan muatan listrik negatif
elektron volt [Fis] satuan tenaga yg besarnya sama dng tenaga yg diperoleh sebuah elektron apabila bergerak melalui medan listrik yg mempunyai beda potensial satu volt di dl ruang hampa
elevator ele.va.tor [n] (1) alat untuk membawa orang atau barang naik atau turun dr satu lantai ke lantai lainnya (dl gedung bertingkat); (2) alat yg digunakan untuk menaikkan atau menurunkan (gandum, terigu, atau padi-padian lainnya) ke atau dr kapal
eliminasi eli.mi.na.si [n] (1) pengeluaran (spt racun dr tubuh); penghilangan; (2) penyingkiran; pengasingan: -- orang-orang yg berbahaya dr tengah masyarakat; (3) penyisihan: -- juara dunia oleh pemain baru itu sangat mencengangkan
eliptis elip.tis [a] (1) berbentuk bundar lonjong spt elips (garis perjalanan atau orbit planet, bentuk daun meja makan, dsb); (2) Ling bersifat atau bersangkutan dng elipsis: kalimat --
elite eli.te [n] (1) orang-orang terbaik atau pilihan dl suatu kelompok; (2) kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb)
elon /Elon/, meng.e.loni v memihak kpd; memenangkan (salah satu pihak): orang yg sedang menengahi perselisihan harus bertindak adil dng tidak ~ salah satu pihak /Elon/, meng.e.lon v mengambil hati supaya menurut; membujuk: ia berusaha ~ anak yg keras kepala itu menuruti nasihatnya
eluvium elu.vi.um [n Geo] (1) sisa-sisa batuan yg ditimbulkan oleh kerapuhan batu di tempat; (2) pasir atau tanah halus yg diendapkan oleh angin
emas merah emas yg direbus dng air asam dan belerang sehingga warnanya menjadi merah tua
embak em.bak [n cak] (panggilan untuk) kakak perempuan (wanita yg dirasa lebih tua usianya); mbak
emban em.ban [n] (1) kain pembebat badan (dada, susu, perut); (2) tali pembebat perut (pd kuda) [Jw n] inang pengasuh: permaisuri dikelilingi oleh empat orang -- nya
embrio em.brio [n] (1) bakal anak (dl kandungan) hasil pembuahan sel telur pd stadium permulaan yg kemudian menjadi janin, yg berumur antara satu minggu sampai delapan minggu (pd manusia); (2) ki benih (bibit) yg akan menjadi sesuatu: persatuan pemuda merupakan -- untuk dapat dikembangkan menjadi persatuan nasional
embuai em.bu.ai [kl n] sebutan untuk perempuan pegawai istana: hai -- , jika tuan hamba tiada percaya, tanyakan kpd permaisuri
embuh-embuhan em.buh-em.buh.an [adv] (1) sungguhpun; (2) embung; ~ tuah untung-untungan saja
emeraldin eme.ral.din [n Kim] zat warna hijau tua
emeritus eme.ri.tus [a] berhenti dr dinas aktif, biasanya krn usia, tetapi tetap memegang jabatan atau titelnya, msl profesor emeritus; (2) n seseorang yg berstatus emeritus
emigran emi.gran [n] orang yg meninggalkan tanah airnya dan pergi ke negeri lain untuk tinggal menetap di sana
eminensi emi.nen.si [n] (1) keunggulan; kedudukan tinggi: ia mencapai -- sbg olahragawan bulu tangkis; (2) orang yg unggul, ternama, dsb; orang yg berkedudukan tinggi; (3) gelar bagi para kardinal gereja Katolik
emirat emi.rat [n] pemerintahan (negeri, negara) yg dikepalai oleh seorang emir
emis , meng.e.mis v (1) meminta-minta sedekah: sbg orang gelandangan dia hidup dr ~; (2) ki meminta dng merendah- rendah dan dng penuh harapan: jangan suka ~ cinta, akibatnya tidak baik
emitans emi.tans [n Fis] daya yg dipancarkan per satuan luas dr suatu permukaan pemancar
emol [v] meng.e.mol v cak (1) mengganggu atau menggoda orang lain: dia suka ~ anak kecil; (2) bertindak atau melakukan sesuatu yg kurang sopan dan tanpa malu-malu: tamu yg tidak diundang itu datang ~ di tempat pesta
emong [v] , meng.e.mong v mengasuh dan melayani; mendidik; mengurus: tugas pokok seorang pemimpin adalah ~ masyarakat luas
empati em.pa.ti [n Psi] keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain
empedal em.pe.dal [n] kantong perut unggas (ayam, burung, dsb) tempat pencernaan makanan sebelum makanan tiba ke dl usus; ampela
empek-empek em.pek-em.pek [n] laki-laki yg sudah tua sekali; kakek-kakek
emping berantah [pb] orang yg kebal tidak mempan benda tajam (besi dsb)
emping terserak hari hujan [pb] hal seseorang yg malang dl mengelola usahanya
emplasemen em.pla.se.men [n] (1) tempat terbuka atau tanah lapang yg disediakan untuk jawatan atau satuan bangunan (spt tanah lapang di dekat stasiun untuk keperluan jawatan kereta api); (2) Mil posisi yg dipersiapkan untuk artileri
empok-empok em.pok-em.pok [n] orang perempuan (wanita yg telah dewasa)
emposan em.pos.an [n] (1) embusan; tiupan: ia memberikan pukulan ~ tenaga dalam; (2) hasil mengempos (msl buah-buahan): pisang ~ ini rasanya kurang enak; (3) lubang tempat memeram
empunya em.pu.nya [kl] (1) n tuannya; pemiliknya; (2) v punya; mempunyai: demikianlah kata yg -- cerita; yg -- rumahlah yg berhak menerima sewa rumah itu
enak-enak [cak] (1) a asyik (tt berbuat sesuatu): pd waktu saya sedang ~ membaca buku terdengar orang berteriak "maling, maling"; (2) adv lelap-lelapnya; pulas-pulasnya (tt tidur): anak yg sedang ~ tidur itu tentu saja marah kalau diganggu; (3) v leha-leha; berpangku tangan; bersantai-santai: orang lain sibuk bekerja, ia hanya ~
encek en.cek [Jk n] panggilan (sapaan) thd orang laki-laki Cina totok
encel en.cel /encEl/, ber.en.cel-en.cel v berselang-seling (satu di antara yg lain secara bergantian): jeruk dan pisang ditanamnya ~
encik en.cik [n] (1) kata sapaan (sebutan) untuk orang laki-laki atau perempuan yg sedang kedudukannya atau yg tidak dikenal; (2) kata sapaan (sebutan untuk guru wanita); (3) kakak
endap en.dap , en.dap-en.dap n sesuatu yg bercampur dng air atau cairan lainnya yg turun ke bawah dan tertimbun di dasar: agar air selokan mengalir dng lancar ~ nya harus diangkat , meng.en.dap v membungkuk (menyeluduk dsb) supaya tidak kelihatan; menyembunyikan diri (dng maksud hendak mengintai, menyerang, dsb): ketika dilihatnya ada orang berjalan, segeralah pencuri itu ~ di rumpun tebu
endap di balik lalang sehelai en.dap di balik lalang sehelai [pb] menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yg mudah diketahui orang
endemis en.de.mis [a Dok] secara tetap terdapat di tempat-tempat atau di kalangan orang-orang tertentu dan terbatas pd mereka saja (spt penyakit malaria di daerah pesisir, penyakit cacing tambang di kalangan buruh tambang)
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
endonan en.don.an [n] (1) orang yg mengendon: kini di ibu kota banyak ~ yg berasal dr daerah; (2) tempat mengendon: daerah itu terkenal sbg ~ orang-orang jahat
endong en.dong /Endong/, meng.en.dong v bermalam di rumah orang lain
endosperma en.do.sper.ma [n Bot] jaringan yg mengandung persediaan makanan, yg terbentuk di dl kantong embrio pd tumbuhan berbiji
enduro en.du.ro [n] perlombaan jarak jauh (msl mobil atau motor) yg lebih mengutamakan ketahanan dp kecepatan
energi kotor energi yg terkandung dl bahan makanan yg dapat dimanfaatkan oleh binatang
energi metabolisme jumlah energi yg didapat dr bahan makanan dan digunakan untuk metabolisme
enes [Jw] meng.e.nes a (1) merana krn sedih: dia benar-benar ~ setelah istrinya meninggal; (2) merasa kasihan atau pilu melihat kesusahan seseorang: ~ hatiku melihat wajah anak yg malang itu
engah [Jk a] tahu (sadar atau mengerti): dia baru -- bahwa dompetnya telah dicopet orang , engah-engah n napas yg mengembus keras-keras (spt napas orang yg baru berlari cepat) , ter.per.e.ngah a terdiam krn kaget, takut, dan bingung; termangu-mangu
enggang eng.gang [n] burung besar anggota suku Bucerotidae, di atas paruhnya yg besar terdapat tonjolan menyerupai cula, makanannya buah-buahan, terutama buah beringin, juga serangga, kadal, cecak, ular, tikus, kelelawar; rangkok; Buceras rhinoceros
engget eng.get [v] , meng.eng.get v mengambil buah-buahan, daun pisang, dsb dng galah yg diberi pisau pd ujungnya (mata pisau menghadap ke bawah)
engkau eng.kau [pron] yg diajak bicara, yg disapa (dipakai untuk orang yg sama atau lebih rendah kedudukannya), digunakan juga untuk berdoa kpd Tuhan (Engkau)
engku eng.ku [n] (1) sebutan thd keluarga raja; sebutan (kata sapaan) untuk orang yg patut dihormati (guru dsb) [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) sebutan (kata sapaan) kpd kakek (datuk); angku
enjal en.jal , meng.en.jal v (1) jatuh terperenyak; (2) memantul; melenting , meng.en.jal v menjejal mulut (dng makanan)
enterotoksin en.te.ro.tok.sin [n Bio] bahan atau zat racun yg dihasilkan oleh jasad renik (basil atau bakteri) yg menimbulkan gangguan pd usus dng menunjukkan gejala, spt keracunan makanan
entitas en.ti.tas [n] satuan yg berwujud; wujud
eon [n] (1) jangka atau ukuran waktu yg sangat panjang (tidak dapat diukur dan ditetapkan); (2) Geo kesatuan jangka waktu sepanjang seribu juta (109) tahun
epigenesis epi.ge.ne.sis [n Bio] (1) konsep tt berkembangnya suatu makhluk dng pemunculan struktur dan fungsinya; pd fase embrio; (2) perubahan ciri mineral batuan yg disebabkan oleh pengaruh luar
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
epikuris epi.ku.ris [n] orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah
epilog epi.log [n Sas] (1) bagian penutup pd karya sastra, yg fungsinya menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pd akhir cerita; (2) pidato singkat pd akhir drama yg memuat komentar tt apa yg dilakonkan; (3) peristiwa terakhir yg menyelesaikan peristiwa induk
episkopat epis.ko.pat [n Kat] (1) jabatan atau kedudukan uskup; (2) daerah yg berada di bawah bimbingan seorang uskup; keuskupan
epitaf epi.taf [n] (1) tulisan singkat pd batu nisan untuk mengenang orang yg dikubur di situ; (2) pernyataan singkat pd sebuah monumen
epitel epi.tel [n ] lapisan sebelah atas kulit dan selaput lendir; jaringan sel, terdiri atas satu lapis atau lebih, yg menutup permukaan bebas dr tubuh dan beberapa alat tubuh [n Sas] kata atau frasa yg ditambahkan pd nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khasnya; julukan
epitet epi.tet [n] (1) kata sifat, kata benda, atau frasa yg biasa digunakan untuk meremehkan/menghina orang atau benda; (2) deskripsi nama atau judul
eponim epo.nim [n] nama tempat atau pranata yg dibentuk menurut nama orang
epos [n Sas] cerita kepahlawanan; syair panjang yg menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan; wiracarita
ereh [Jw] meng.e.reh v (1)memerintah secara halus; (2) mengatur (organisasi, orang, dsb)
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
erg [n Fis] satuan energi benda dng massa 1 gram yg bergerak dng kecepatan 1 cm per detik
ergasiofit er.ga.si.o.fit [n Bio] tumbuh-tumbuhan yg dibudidayakan untuk keperluan bahan makanan, makanan ternak, obat-obatan, dan tanaman hias
ering [n] burung pemakan bangkai; Gyps indicus nudiceps
erpak er.pak [n] hak untuk menarik keuntungan sepenuh-penuhnya dr suatu benda tidak bergerak milik orang lain dng pembayaran tahunan berupa uang atau barang; hak temurun; hak guna pakai
esa hilang dua terbilang [pb] mati atau hidup dng kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya
esens [n] sari; ekstrak; bibit; biang: obat itu mengandung -- permen; sirop ini menggunakan -- nanas (jeruk, pisang ambon)
esensial esen.si.al [a] perlu sekali; mendasar; hakiki: gerak badan, udara segar, dan makanan bergizi adalah sesuatu yg -- untuk pemeliharaan kesehatan badan
eskader es.ka.der [n] kelompok kecil satuan kapal perang
eskadron es.kad.ron [n Mil] (1) bagian dr resimen kavaleri, terdiri atas dua atau empat peleton; (2) sejumlah kapal terbang atau pesawat terbang militer yg membentuk suatu kesatuan
eskapisme es.ka.pis.me [n Sas] kehendak atau kecenderungan menghindar dr kenyataan dng mencari hiburan dan ketenteraman di dl khayal atau situasi rekaan
estetikus es.te.ti.kus [n] orang yg mempelajari dan mengenal ilmu keindahan; ahli estetika
etnomusikolog et.no.mu.si.ko.log [n] orang yg ahli dl etnomusikologi
etos kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
eulogi eu.lo.gi [n] (1) ucapan atau tulisan yg memuji atau menghormati seseorang, terutama yg sudah meninggal dunia; (2) penghargaan atau pujian yg tinggi
eurosentris eu.ro.sen.tris [a] terpusat pd benua Eropa atau orang-orang Eropa; berkecenderungan untuk menafsirkan dunia berkenaan dng Barat dan nilai serta pengalaman Eropa
eutanasia eu.ta.na.sia [n] tindakan mengakhiri dng sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yg sakit berat atau luka parah dng kematian yg tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan
eutrofikasi eu.tro.fi.ka.si [n] proses perkembangbiakan tumbuhan air dng cepat krn memperoleh zat makanan yg berlimpah akibat pemupukan yg berlebihan
evangelis eva.nge.lis [n] (1) penulis salah satu dr keempat Kitab Injil (Johannes, Markus, Lukas, atau Matheus); (2) pendeta Protestan atau orang biasa yg menyebarkan ajaran Injil
evokasi evo.ka.si [n] (1) (daya) penggugah rasa: apabila dibaca secara prosais, puisi tidak akan memberikan daya --; (2) Huk pengalihan pemeriksaan orang asing dr pengadilan kpd instansi lain
fabula tabernasia drama dr zaman Romawi Kuno, biasanya menggambarkan perwatakan atau tokoh orang kota
faden fa.den [n Lay] satuan ukuran isi 6,11643 m3 untuk muatan kayu
fagosit fa.go.sit [n Bio] sel-sel yg berfungsi mematikan mikroorganisme asing di sekitarnya dng cara meluluhkannya ke dl plasma selnya, msl sel darah putih memakan kuman
Fahrenheit Fah.ren.heit [n] satuan suhu dl skala termometer yg membagi suhu di antara pembekuan air dan pendidihan air dl 180o dr 32o-212o
fajar sidik fajar kedua setelah fajar kizib yg tampak menjelang terbit matahari; fajar yg sebenarnya (bagi orang Islam merupakan awal waktu salat Subuh dan imsak bagi yg berpuasa)
fakir fa.kir [n] (1) orang yg sangat berkekurangan; orang yg terlalu miskin: setiap Jumat dia membagi-bagikan sedekah kpd -- dan miskin; (2) orang yg dng sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin; (3) aku (bagi pengarang dl syair dsb): -- bukan pandai mengarang, bukanlah hendak dipuji orang
fakir miskin kaum fakir dan kaum miskin; (2) orang-orang yg sangat kekurangan
faktor penarik hal yg dapat menarik minat seseorang sehingga orang tsb mau bekerja atau bertindak
falsafah fal.sa.fah [n] anggapan, gagasan, dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan hidup
farad fa.rad [n Fis] satuan kapasitas listrik (kapasitas satu farad berarti apabila kapasitas diberi beda potensial 1 volt, akan tersimpan muatan sebesar satu coulomb pd setiap pelat)
fardu ain kewajiban perseorangan (untuk menjalankan salat dsb)
fardu kifayah kewajiban bersama bagi mukalaf, yg apabila sudah dilaksanakan oleh seseorang di antara mereka, yg lain bebas dr kewajiban itu, msl kewajiban menguburkan mayat
fasik fa.sik [Isl] (1) a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (2) n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa
fasilitator fa.si.li.ta.tor [n] orang yg menyediakan fasilitas; penyedia: di dl konsep belajar mandiri, guru dan sekolah tidak lagi menjadi titik pusat kegiatan, tetapi lebih bersifat sbg pendukung dan -- kebutuhan murid
fatalis fa.ta.lis [n] orang yg percaya atau menyerah saja kpd nasib
fatom fa.tom [n Ikn] satuan ukuran panjang 6 kaki atau 1,8 m
fatur fa.tur [v Isl] membatalkan puasa (dng makan atau minum pd siang hari)
favorit fa.vo.rit [n] (1) orang yg diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara: ia disebut-sebut sbg -- baru All England tahun ini; (2) kesayangan; kegemaran: penyanyi -- Anda akan tampil pd pertunjukan itu
favoritisme fa.vo.rit.is.me [n] pengunjukan rasa suka, senang, kasih, dsb thd seseorang
federal fe.de.ral [a] berpemerintahan sipil yg beberapa negara bagian membentuk kesatuan dan setiap negara bagian memiliki kebebasan dl mengurus persoalan di dl negerinya
federasi fe.de.ra.si [n] (1) gabungan beberapa perhimpunan yg bekerja sama dan seakan-akan merupakan satu badan, tetapi tetap berdiri sendiri: Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia tergabung dl -- bulu tangkis internasional; (2) Pol gabungan beberapa negara bagian yg dikoordinasi oleh pemerintah pusat yg mengurus hal-hal mengenai kepentingan nasional seluruhnya (spt keuangan, urusan luar negeri, dan pertahanan)
fekunditas fe.kun.di.tas [n Ikn] jumlah sel telur yg dihasilkan oleh seekor hewan betina per tahun atau per satuan berat hewan
felon fe.lon [n Huk] orang yg telah melakukan tindak pidana atau kejahatan yg tergolong berat
felspar fel.spar [n Geo] salah satu mineral pembentuk batuan
feodalisme fe.o.dal.is.me [n] (1) sistem sosial atau politik yg memberikan kekuasaan yg besar kpd golongan bangsawan; (2) sistem sosial yg mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja; (3) sistem sosial di Eropa pd Abad Pertengahan yg ditandai oleh kekuasaan yg besar di tangan tuan tanah
fikrah fik.rah [Ar n] ideologi; pemikiran: jangan salah memberikan penilaian yg sesuai dng ketentuan -- kita
filatelis fi.la.te.lis [n] (1) orang yg ahli dl filateli; (2) orang yg gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko
filsuf fil.suf [n] (1) ahli filsafat; ahli pikir; (2) orang yg berfilsafat
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
firkah fir.kah [n] (1) kelompok; (2) bagian yg terpisah dr kesatuan; pecahan
fisik fi.sik [n] jasmani; badan: seorang karateka harus terlatih, baik -- maupun mentalnya; -- nya sangat lelah, tetapi semangatnya tetap membara; (2) a jasmaniah; badaniah
fisiognomi fi.si.og.no.mi [n] ilmu wajah (penggambaran kualitas watak dan sikap seseorang)
fitnah fit.nah [n] perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji
fitofag fi.to.fag [a Zool] suka memakan tumbuhan (tt serangga)
fitrah fit.rah [n] sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan [n Isl] sedekah wajib berupa bahan makanan pokok (beras, gandum, dsb) yg harus diberikan pd akhir bulan Ramadan (malam sebelum satu Syawal sampai sebelum dimulai salat Idulfitri); zakat fitrah
fleksibel flek.si.bel [a] (1) lentur; mudah dibengkokkan; (2) luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri: orang yg kurang -- sukar menyesuaikan diri dng lingkungan baru yg masih asing baginya
floem flo.em [n] jaringan kompleks yg terdapat dl batang, akar, dan tulang daun (tempat mengalirnya makanan yg dibuat dl daun)
fluks [n] (1) cucuran cairan dr tubuh (diare); (2) gerakan bersinambung atau gerakan terus-menerus (msl arus); (3) Fis jumlah besaran (msl massa, bahang) yg mengalir melalui luasan tertentu yg tegak lurus thd aliran itu per satuan waktu
folio fo.lio [n] (1) ukuran kertas lebih kurang 21,5 x 32,5 cm; (2) ukuran selembar plano berukuran baku yg dilipat satu kali, ditulis dng tanda 2o; (3) ukuran kertas A-4 menurut ukuran satuan sistem A
folklor bukan lisan folklor yg diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan tidak dl bentuk lisan (arsitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, pakaian dan perhiasan tradisional, obat-obatan tradisional, makanan dan minuman tradisional, bunyi isyarat, dan musik tradisional)
fonem fo.nem [n Ling] satuan bunyi terkecil yg mampu menunjukkan kontras makna (msl /h/ adalah fonem krn membedakan makna kata harus dan arus, /b/ dan /p/ adalah dua fonem yg berbeda krn bara dan para beda maknanya
fonem suprasegmental satuan bunyi yg berupa tekanan, nada, atau jeda yg fonemis
formasi for.ma.si [n] (1) susunan (pegawai, pengurus, kabinet, pesawat terbang, dsb): pesawat-pesawat terbang itu melintas dng kecepatan tinggi dl -- huruf V; -- pengurus PSSI akan disempurnakan; (2) Geo seperangkat lapisan atau strata yg memiliki ciri litologis yg sama dan mengandung sisa-sisa kehidupan (fosil) yang sama pula; (3) Olr susunan atau barisan (dl sepak bola, bola basket, dsb) sbg pola penyerangan atau pertahanan; penempatan pemain atau orang-orang yg akan melakukan senam
formatur for.ma.tur [n] orang(-orang) yg ditugasi membentuk suatu badan (kabinet, pengurus, organisasi, dsb): ia ditunjuk sbg anggota -- untuk menyusun pengurus koperasi yg baru
formatur kabinet seseorang atau beberapa orang yg ditunjuk oleh kepala negara untuk membentuk kabinet
formulator for.mu.la.tor [n] orang yg menyusun formulasi; orang yg merumuskan: gaya oratoris Bung Karno dikenal sbg -- yg andal
fotogravur fo.to.gra.vur [n] seni untuk menghasilkan ukiran pd permukaan logam dng bantuan cahaya, lazimnya untuk mencetak
fotolitografi fo.to.li.to.gra.fi [n] proses cetak-mencetak dng menggunakan batu atau logam (zink) yg diukir dng bantuan pemotretan
foya fo.ya , ber.fo.ya-fo.ya v menghamburkan uang untuk tujuan bersenang-senang (menonton, makan minum, bermain-main, dsb): uangnya habis untuk ~
frenologi fre.no.lo.gi [n] ilmu tt kepribadian seseorang melalui bentuk tengkoraknya
front [n] (1) bagian terdepan; garis depan; (2) medan pertempuran; (3) gerakan kesatuan atau gerakan bersama dl mencapai suatu tujuan politik atau ideologi
fukara fu.ka.ra [Ar n] orang-orang fakir
fuksina fuk.si.na [n Kim] zat warna merah tua
fungi fu.ngi [n Bio] tumbuhan tanpa daun atau klorofil, hidup dr bahan tumbuhan atau binatang lain, dapat terdiri atas satu sel, dapat menyebabkan penyakit pd tumbuhan atau binatang, dapat membusukkan kayu, makanan, dsb; cendawan; jamur
fungsi fung.si [n] (1) jabatan (pekerjaan) yg dilakukan: jika ketua tidak ada, wakil ketua melakukan -- ketua; (2) faal (kerja suatu bagian tubuh): -- jantung ialah memompa dan mengalirkan darah; (3) Mat besaran yg berhubungan, jika besaran yg satu berubah, besaran yg lain juga berubah; (4) kegunaan suatu hal; (5) Ling peran sebuah unsur bahasa dl satuan sintaksis yg lebih luas (spt nomina berfungsi sbg subjek)