Arti kata/frase "orang mata" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orang-mata

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orang mata menurut KBBI Edisi III

orang mata: bagian yg hitam pd mata

Lebih lanjut mengenai orang mata

orang mata terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 8690 kata terkait yakni sebagai berikut:

mata ma.ta [n] (1) indra untuk melihat; indra penglihat; (2) sesuatu yg menyerupai mata (spt lubang kecil, jala): nenek mencoba memasukkan benang ke -- jarum; (3) bagian yg tajam pd alat pemotong (pd pisau, kapak, dsb): -- pisau itu perlu dikikir supaya tajam; (4) sela antara dua baris (pd mistar, derajat, dsb); (5) tempat tumbuh tunas (pd dahan, ubi, dsb); (6) ki sesuatu yg menjadi pusat; yg di tengah-tengah benar: (7) yg terpenting (sumbu, pokok, dsb): -- pencaharian penduduk desa itu bertani [n] satuan ukuran berat untuk candu
orang [n] (1) manusia (dl arti khusus); (2) manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut --; (3) dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng -- nya; (4) kata penggolong untuk manusia: lima -- nelayan; (5) anak buah (bawahan): mereka itu -- nya Pak Camat; (6) rakyat (dr suatu negara); warga negara: -- Pakistan; (7) manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia -- Bogor; suaminya -- Eropa; (8) suku bangsa; (9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak -- pun saya tolong; negeri -- , negeri lain (bukan negeri kita); (10) cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, -- belum gajian
mata sipit mata yg mengecil krn lipatan pd kelopak mata (spt orang Cina)
mata air mineral mata air yg mengandung sejumlah larutan bahan mineral
mata buatan mata yg bukan asli (terbuat dr kaca, plastik, dsb)
mata bugil mata yg sewajarnya (tidak memakai kaca mata atau alat bantu lain)
mata cempering mata yg merah warnanya
mata jaring mata jala
mata kemung mata yg besar
mata kepala mata yg sebenarnya (yaitu mata yg terdapat pd kepala)
mata lipas mata yg tidak berwarna (spt mata kuda dsb); (2) mata yg suram
mata pancing mata kail
mata penghidupan mata pencaharian
mata perdagangan mata dagangan
mata sabun mata putih (tt kucing)
mata telanjang mata bugil
mata tersuruk mata yg seakan-akan terbenam
matahari mati matahari masuk
matahari miring matahari beralih
matahari sudah condong matahari berayun
orang am orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli); orang awam
orang asing orang lain; orang dr negara lain; (2) orang yg tidak dikenal
orang atasan orang atau kelompok orang yg berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang awam orang biasa; orang am; (2) orang yg bukan ahli dl suatu bidang ilmu
orang Barat orang yg tinggal di belahan bumi sebelah barat, terutama orang Eropa dan Amerika; orang kulit putih
orang berdendang di pentasnya orang ber.den.dang di pentasnya [pb] orang berkuasa di rumahnya masing-masing
orang besar orang yg berpangkat tinggi; pejabat; pembesar; orang yg sudah dewasa
orang buangan orang yg dijatuhi hukuman buang
orang dagang orang asing; perantau; (2) orang yg berniaga; saudagar
orang dalam orang yg ada di dl satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb)
orang gajian orang yg bekerja diberi upah; abdi (bujang, babu, dsb)
orang halimunan orang yg dapat menghilang krn mempunyai ilmu gaib; (2) siluman
orang hanyut orang yg mengembara ke mana-mana
orang helat orang lain; bukan keluarga
orang hilir orang (penduduk) yg tinggal di hilir sungai (di daerah muara)
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
orang hutan orang yg tinggal di hutan; (2) orang utan
orang kampung orang atau penduduk yg tinggal di kampung (bukan di kota)
orang kaya orang yg banyak hartanya; hartawan; (2) orang yg berpangkat (berkedudukan) tinggi; (3) panggilan kpd istri orang berpangkat atau orang yg patut dihormati
orang kota orang atau penduduk yg tinggal di kota
orang kulit putih orang Barat (terutama orang Eropa dan Amerika)
orang luar orang yg tidak termasuk dl satu lingkungan (golongan, pekerjaan, dsb)
orang luntang-lantung orang yg berkeliaran; (2) orang yg tidak berpencarian
orang lurus orang yg jujur
orang muda orang yg masih muda; (2) pemuda; (3) Mk tukang salung (tari dsb)
orang pangan orang yg masih tinggal di hutan; orang dr suku terasing; (2) sebutan bagi suku bangsa di Tanah Melayu yg masih tinggal di hutan
orang penggamang mati jatuh orang peng.ga.mang mati jatuh [pb] siapa yg tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya
orang pesisir orang yg tinggal di daerah pesisir; -- pintar ki dukun; paranormal: dia terpaksa mendatangkan -- pintar di rumahnya untuk menangkal hal-hal yg tidak diinginkan
orang sabun orang bulai; orang balar
orang semenda orang yg kawin dng anggota suatu kaum jika dipandang dr kaum itu
orang sipil orang yg bukan anggota (dinas) militer
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
orang-orangan orang-orang.an [n] tiruan orang; boneka; patung: -- di tengah sawah itu gunanya untuk menakut-nakuti burung
orang mata bagian yg hitam pd mata
mata cincin permata (intan dsb) pd cincin
mata dunia pandangan orang-orang di dunia
mata gelap tidak dapat berpikir terang; mengamuk (krn marah sekali); gelap mata
mata jalan pengintai; peninjau (sebelum orang lain berjalan ke suatu tempat); penunjuk jalan; pandu; (2) persimpangan jalan
mata kail jarum yg tajam pd ujung kail (yaitu tempat menaruh umpan); mata pancing
mata kucing batu permata; (2) damar yg jernih warnanya; (3) pohon, kayunya dibuat meja dan perabot lainnya, buahnya berbentuk spt kelengkeng, rasanya manis; Nephelium malaiense; (4) lampu kecil berwarna hijau pd pesawat radio untuk menentukan tepatnya gelombang; (5) kuarsa transparan berwarna kehijauan dng garis-garis warna sutra krn tercampur dng serat asbes, digunakan sbg batu perhiasan; (6) Dok kelainan mata yg ditandai suatu refleks atau massa putih di belakang manik mata yg merupakan kekeruhan lensa, kekeruhan badan kaca, radang dl mata, atau tumor selaput jala mata
mata lelah gejala pd mata yg menunjukkan mata cepat merasa lelah dan sakit sehingga menimbulkan gangguan dl daya penglihatan; astenopia
mata memandang apa hendak sakit [pb] berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yg ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yg menanggungnya
mata pedoman jarum pedoman; mata angin pd pedoman
mata telinga [ki] kaki tangan; cecunguk (orang yg menjadi alat bagi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu)
mata tidur [pb] seorang istri yg berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya
mata wayang tunggal (tt anak); hanya satu-satunya; semata wayang [ki] hanya satu-satunya
mata-mata ma.ta-ma.ta [n] orang yg ditugasi menyelidiki secara diam- diam; polisi rahasia
matador ma.ta.dor [n] orang yg berkelahi dng banteng dan kemudian membunuhnya (dl suatu pertandingan di arena)
matahari biru gejala yg ditimbulkan oleh adanya sejumlah partikel dl atmosfer yg memilih gelombang cahaya dr matahari sehingga gelombang biru menjadi relatif lebih banyak dp gelombang cahaya lainnya: -- masuk 1 sebelah barat; (2) tempat matahari terbenam
matan ma.tan [Mk n] mata kayu; teras (inti) kayu [n] (1) arti (maksud) kalimat; (2) naskah asli; teks (pidato dsb)
matang jiwa kematangan atau kedewasaan dl cara berpikir dan bertindak
matang sosial perkembangan seseorang yg terlihat dr adanya perasaan penilaian diri dan adanya kemampuan untuk membawakan diri secara wajar dl kelompok atau lingkungan sosial yg berbeda;
orang awak sebutan bagi orang yg berasal dr Minangkabau
orang berdendang di pentas nya [pb] orang laki-laki berkuasa dl rumah tangganya
orang biasa rakyat umum; bukan orang berpangkat atau bukan orang bangsawan
orang budi-budian [pb] dua orang yg sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)
orang dahaga diberi air [pb] menolong orang yg kesusahan; memberi pelajaran kpd orang yg sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya
orang darat bongkong [ki] orang hulu yg jarang keluar dr kampungnya sehingga masih sederhana
orang gedean [cak] orang atau kelompok orang yg berkedudukan atau berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang halus roh; jin; (2) ark orang pandai
orang mandi bersiselam [pb] orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja
orang merdeka bukan budak (hamba) tebusan; orang bebas
orang muda selendang dunia [pb] (untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yg pemurah
orang ombak [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati) [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati)
orang terpegang pd hulu nya [pb] dl perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya dp kita
orang timpang jangan dicacat [pb] kecelakaan yg menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan krn boleh jadi kita mengalami hal yg sama di kemudian hari
orang tua ayah ibu kandung; (2) (orang tua) orang yg dianggap tua (cerdik pandai, ahli, dsb); orang-orang yg dihormati (disegani) di kampung; tetua
orang tua angkat pria dan wanita yg menjadi ayah dan ibu seseorang berdasarkan adat atau hukum yg berlaku; -- tua asuh orang yg membiayai (sekolah dsb) anak yg bukan anaknya sendiri atas dasar kemanusiaan: penyaluran dana -- asuh berjalan lancar
orang tua diajar makan pisang [pb] orang yg sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
mata acara bagian dr acara (yg akan dibicarakan, dipertunjukkan, dsb)
mata air tempat air yg mengalir dr batuan atau tanah ke permukaan tanah secara alamiah; sumber air
mata alamat sasaran; tujuan
mata anggaran bagian tertentu pd anggaran belanja (yg menunjukkan untuk apa uang tertentu kelak dibelanjakan)
mata angin arah jarum pedoman; asal angin datang (yaitu utara, timur, selatan, barat)
mata ayak [Tek] lubang yg terdapat pd (alat) pengayak
mata bajak besi tajam pd baja yg masuk ke dl tanah; nayam
mata batin bagian batin yg paling dalam; perasaan dl hati
mata bedil butir-butir pd pemitar bedil (untuk memastikan arah); pejera
mata beliung bagian yg tajam pd beliung
mata benda barang-barang yg berharga
mata betung buta huruf; bodoh
mata bisul lubang bisul; bagian pusat (ujung) bisul
mata bor [Tek] bagian gurdi yg berfungsi untuk memotong
mata buku ruas pd jari dsb
mata cangkul besi cangkul yg dihunjamkan ke tanah
mata dacing garis pd dacing yg menunjukkan jumlah berat barang yg ditimbang
mata dagangan barang-barang yg didagangkan; barang dagangan; komoditas
mata dekat hanya dapat melihat pd jarak dekat; tidak dapat melihat benda yg jauh letaknya; rabun jauh
mata duitan loba akan uang; serakah akan uang; yg penting hanyalah duit
mata gawai pembantu
mata gunting bagian yg tajam pd gunting
mata hati perasaan yg dalam
mata hidup pekerjaan yg utama (yg dikerjakan untuk hidup sehari-hari)
mata huruf huruf satu per satu
mata ikan penyakit kulit spt jerawat yg berinti keras di bagian atas jari kaki, sering juga pada telapak kaki dan tumit; (2) bagian yg sangat tipis (berbentuk bundar kecil) pd balon karet
mata itik alat dr kaleng berbentuk bulat, dimasukkan pd lubang ikat pinggang dsb
mata jala lubang-lubang pd jala (jaring) ikan
mata jauh hanya dapat melihat pd jarak jauh; rabun dekat
mata kain corak kain; ragi atau gambar pd kain
mata kakap lubang kecil pd lunas perahu untuk mengeluarkan air yg masuk ke dl perahu
mata kaki tulang yg menonjol kiri kanan pd kaki bagian bawah (pergelangan kaki)
mata kayu hitam-hitam (bagian yg sangat keras) pd kayu bekas dahan atau cabang; teras (inti) kayu; (2) cak buta huruf
mata keranjang sifat selalu merasa birahi apabila melihat lawan jenisnya; sangat suka pd perempuan
mata kerek bulatan pd kerek
mata kuliah satuan pelajaran yg diajarkan di tingkat perguruan tinggi
mata listrik tabung radio yg sebagian di sebelah dalamnya dilapisi bahan yg mampu mengubah berkas cahaya, yg menimpa bahan itu, menjadi arus listrik
mata luka lubang luka
mata nurani hati nurani; rasa hati yg paling dalam
mata pajak sesuatu yg menjadi sasaran pajak
mata panah bagian yg runcing dan tajam pd anak panah
mata pedang bagian yg tajam pd pedang
mata pelajaran pelajaran yg harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan
mata pencaharian pekerjaan atau pencaharian utama (yg dikerjakan untuk biaya sehari-hari)
mata petir kilat; halilintar
mata piano bilah-bilah piano yg ditekan-tekan (diketuk-ketuk), biasanya berwarna putih atau kuning dan hitam
mata pisau bagian yg tajam pd pisau
mata pukat lubang pd pukat
mata rantai gelang-gelang pd rantai; (2) ki kejadian (peristiwa, hal, dsb) yg saling berkaitan
mata sangkur bayonet
mata sapi [ki] telur yg digoreng tanpa diaduk sebelumnya (biasanya diusahakan agar kuning telurnya tidak pecah)
mata surat tulisan (huruf) pd surat
mata susu puting (bintil) susu (yaitu bagian ujung pd susu yg berbentuk bintil)
mata timbangan garis-garis pd timbangan yg menentukan berat
mata tombak bagian ujung tombak yg runcing
mata uang uang dr logam; (2) satuan harga uang; (3) satuan uang suatu negara
matahari ma.ta.ha.ri [n] benda angkasa, titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pd bumi pd siang hari
matahari beralih lebih kurang pukul 17.00
matahari berayun lebih kurang pukul 16.00
matahari itu bolehkah ditutup dng nyiru [pb] suatu kebenaran yg nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan
matakao ma.ta.kao [n] gambar binatang yg digantungkan dan diletakkan di tengah-tengah tanaman tertentu sbg penolak secara gaib thd hewan yg sebenarnya (kebiasaan di Pulau Mentawai)
matalamat ma.ta.la.mat [n] (1) tujuan; sasaran; (2) kambing hitam; bulan-bulanan
mataliur ma.ta.li.ur [Lihat {mitraliur}]
matang ma.tang [a] (1) sudah tua dan sudah sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dsb (tt buah-buahan); masak: mangganya dibiarkan -- di pohon; (2) sudah empuk (kering dsb) dan sudah sampai waktunya untuk diambil, diangkat, dsb (tt makanan); masak: ubi yg direbus itu sudah --; (3) sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui bersama); sudah sempurna atau sudah pd tingkatan yg terbaik (terakhir): memerlukan pertimbangan yg --; rencana yg --; (4) mulai dewasa (tt perkembangan manusia secara fisik dan psikologis); (5) ki sudah selesai dikerjakan (dididik, disiapkan, dsb)
matang seksual keadaan anak yg secara biologis telah mampu melakukan reproduksi dan berketurunan
orang banyak umum; publik; khalayak ramai
orang belakang [cak] istri
orang bini beranak tak boleh disuruh [pb] pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi
orang diri hanya sendiri; sendirian
orang haus diberi air [pb] mendapat apa yg sangat diinginkan
orang keblangsak anak yatim; gelandangan
orang mengantuk disorongkan bantal [pb] memperoleh apa yg diinginkannya
orang ramai umum; publik; khalayak ramai
orang sebelah tetangga; jiran
orang setangga tetangga
orang tani petani; peladang
orang utan kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus
bukan sembarang orang orang yg terpilih; bukan orang biasa
saksi mata orang yg melihat sendiri akan suatu kejadian
sekretaris kehormatan orang yg melaksanakan tugas sekretariat suatu klub, organisasi, dsb tanpa dibayar
kafir harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
acang-acang (dl) kampung orang yg dipercayai oleh orang sekampung; para cerdik pandai dl kampung
acang-acang alat orang yg mengatur peralatan
agen pemain orang (ba-dan) yg bertugas mencari pemain untuk bermain drama dsb
agen pembaharuan orang atau lembaga yg mendorong ter-ciptanya perubahan sosial ekonomi secara berencana (spt penyuluh pertanian, guru)
agen pengarang orang yg mewakili pengarang dl hal urusan penjualan dan penerbitan karyanya dng penerbit buku, dan merundingkan hak tambahan untuk penerbitan, penyiaran, dan pembuatan film
agen siasat mata-mata; penyelidik
ahli agama orang yg mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim
ahli bahasa orang yg mahir dl pengetahuan bahasa
ahli bumi orang yg ahli dl pengetahuan tanah
ahli filsafat orang yg memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; filsuf
ahli fisika orang yg ahli dl bidang fisika; fisikawan
ahli fitopatologi orang yg ahli dl bidang ilmu penyakit tumbuh-tumbuhan
ahli geofisika orang yg ahli dl menentukan ciri fisik bumi dg menggunakan metode fisika kuantitatif
ahli geologi orang yg ahli dl menafsirkan struktur, asal mula, dan perkembangan bumi serta isinya
ahli hadis orang yg ahli dl seluk-beluk hadis orang yg berpegang pd hadis; pemegang hadis
ahli hukum orang yg mahir dl ilmu hukum
ahli ibadah orang yg taat menjalankan kewajiban agama (Islam dsb)
ahli ilmu racun orang yg mahir dl pembuatan dan penawar racun
ahli kitab orang-orang yg berpegang pd ajaran kitab suci selain Alquran
ahli kubur orang-orang yg telah meninggal; penghuni kubur
ahli maksiat orang yg gemar melakukan perbuatan yg tercela, buruk, dsb
ahli matematika orang yg ahli dl bidang matematika; matematikawan
ahli mikologi orang yg ahli dl bidang cendawan
ahli multimedia orang yg menguasai bidang komunikasi perantara (perhubungan)
ahli nujum orang yg pandai meramalkan sesuatu dng melihat bintang; (2) orang yg pandai meramal nasib orang dng melihat tapak tangan dsb
ahli obat orang yg ahli dl hal obat-obatan
ahli patung orang yg ahli dl membuat patung
ahli purbakala orang yg ahli dl bidang ilmu sejarah dan benda purbakala
ahli seismologi orang yg ahli dl cabang ilmu yg menelaah getaran bumi, baik yg disebabkan oleh alam maupun buatan; ahli gempa
ahli sejarah orang yg paham dl ilmu sejarah
ahli sihir orang yg memiliki dan menguasai ilmu sihir; juru teluh
ahli sufah orang yg turut hijrah bersama Nabi Muhammad saw. dr Mekah ke Medinah dng membawa harta seadanya, dl keadaan serba kurang
ahli suluk orang yg menganut dan melaksanakan tarekat tertentu untuk mendekatkan diri kpd Tuhan
ahli tafsir orang yg ahli dl menerangkan maksud ayat-ayat Alquran
ahli tasawuf orang yg mahir dl ilmu tasawuf; (2) orang yg menganut dan melaksanakan tasawuf
ahli tetas orang yg mempunyai keahlian dl bidang penetasan telur
ahli waris orang yg berhak menerima warisan (harta pusaka)
alat musuh orang (golongan, organisasi, partai politik) yg diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri
alim ulama orang-orang pandai dl pengetahuan agama Islam
amil zakat orang yg bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat
anak dabus orang yg ikut serta bermain dabus; pemain dabus
anak dagang orang perantauan; anak rantau
anak dayung orang yg mendayung; pendayung
anak muda orang yg masih muda; pemuda; (2) anak keenam
anak panggung orang yg mencari nafkah dng bermain dl pertunjukan pentas (sandiwara, tonil, komidi, dsb)
anak rantau orang yg mencari penghidupan di negara atau daerah lain
anak wayang orang yg menjadi pelaku (pemain) pd pertunjukan wayang orang atau ketoprak
anggota penderma orang yg secara tetap memberi derma kpd perkumpulan
anggota tentara orang yg masuk dl angkatan bersenjata
asisten apoteker orang yg ahli dl pembuatan obat-obatan, setingkat di bawah apoteker
asisten dokter orang yg bertugas membantu dokter dl melakukan kegiatan kedokteran
asisten dosen orang yg membantu dosen melaksanakan tugas profesionalnya
asisten sutradara orang yg membantu sutradara dl melaksanakan tugas profesionalnya
ayah angkat orang tua laki-laki yg bukan orang tua kandung, tetapi secara resmi menurut prosedur adat atau hukum diakui sbg ayah krn mengambil dan menganggap seseorang sbg anaknya sendiri dng segala hak dan kewajiban yg berhubungan dng kedudukan itu
badal haji orang yg melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain (spt menggantikan orang yg sudah me-; ninggal); wakil haji
bakal calon orang yg akan dicalonkan untuk menduduki suatu jabatan pimpinan (spt bupati, gubernur)
bandar buntut orang yg menjadi bandar judi buntut
bantu rumah tangga orang yg membantu dl urusan rumah tangga
barat daya mata angin yg arahnya antara barat dan selatan
barat laut mata angin yg arahnya antara barat dan utara
benalu masyarakat orang atau golongan yg hidup menumpang atau menjadi beban masyarakat
bergelanggang di mata orang banyak ber.ge.lang.gang di mata orang banyak [ki] nyata atau terang sekali
budak belian orang yg dibeli dan dijadikan budak
bujang juandang orang halus yg konon dapat mendatangkan malang atau mujur kpd orang berjudi (terutama orang menyabung ayam)
bukti politik orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi
cekarau besar orang yg suka menyombong atau membual; (2) orang yg suka mencampuri urusan orang lain
cina buta orang yg menikahi perempuan dng dibayar (supaya perempuan itu setelah dicerai dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg telah tiga kali menalaknya); muhalil
cina kolong orang Cina pekerja tambang
dagang piatu orang asing yg hidup seorang diri
dukun tiban orang yg dl waktu terbatas mempunyai kemampuan mengobati suatu penyakit krn adanya kekuatan gaib akibat kerasukan roh
gelang rantai mata rantai; (2) gelang yg berbentuk spt rantai
gembala kerbau orang yg pekerjaannya menggembala kerbau
gila uang mata duitan
hamba nafsu orang yg suka menurutkan hawa nafsunya
hantu bunian orang halus yg tinggal di hutan; siluman
hitam birat orang yg kulitnya hitam lagi buruk rupa
homo kuadratus orang yg berbahu lebar atau persegi
ibu bapak orang tua; ayah dan ibu
induk semang orang perem-puan yg mengambil orang lain (bukan keluarga) menjadi karib baiknya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; (3) orang yg memegang rumah (mengusahakan, menyeleng-garakan) pemondokan
insan per-iklanan orang yg bergerak di bidang periklanan
insan pers orang yg berkecimpung dl dunia pers
instalatur air orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan air bersih ke rumah konsumen
instalatur listrik orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan aliran listrik di rumah konsumen
isi rumah orang-orang yg tinggal serumah; penghuni rumah
jago gelut orang yg gemar berkelahi
jago kandang orang yg hanya berani atau unggul (berbicara, melawan, dsb) di lingkungannya sendiri
jago karate orang yg pandai bermain karate
jago kepruk orang yg suka memukuli (berkelahi, dsb); tukang pukul
jago kertas orang yg tampaknya pemberani, padahal penakut
jago silat orang yg pandai bersilat
jago tinju orang yg pandai bertinju
johan arifin orang yg terutama di antara cerdik pandai
juru bahasa orang yg kerjanya menerjemahkan perkataan orang (bahasa lisan); penerjemah
juru bayar orang yg pekerjaannya membayarkan gaji, honorarium, dsb
juru gambar orang yg ahli dl gambar-menggambar
juru kemasan orang yg pekerjaannya membuat perhiasan dr emas dan intan
juru kira orang yg pekerjaannya memeriksa (menghitung dsb) keadaan keuangan dl buku, buku dagang, dsb; akuntan
juru lelang orang (jawatan) yg mengurus pelelangan barang-barang (hasil sitaan dsb)
juru mesin pesawat orang yg ahli memperbaiki mesin pesawat terbang
juru parkir orang yg pekerjaannya mengatur mobil yg parkir
juru ramal orang yg pekerjaannya meramal; peramal
juru rawat orang yg tugasnya merawat orang sakit; perawat
juru resep orang yg menangani resep obat; orang yg paham tt resep obat
juru rias orang yg pekerjaannya merias wajah (wanita, pengantin, dsb); perias; (2) Kom orang yg tugasnya mengatur pemilihan foto yg tepat, warna yg serasi, dsb untuk dimuat pd halaman media cetak sehingga kelihatan indah
juru runding orang yg menjadi perantara dl perundingan antara dua pihak; (2) Pol pejabat pemerintah yg pekerjaannya merundingkan masalah negara, msl perdamaian dan perang dng negara lain
juru selam orang yg ahli (pekerjaannya) menyelam di laut (sungai) untuk mencari benda-benda yg hilang, mutiara, dsb; peselam
juru selamat orang yg menyelamatkan atau bertindak sbg penolong dl kesukaran; penyelamat; (2) Kris sebutan bagi Yesus Kristus
juru suara orang yg bertugas mengatur sistem vokal (pemberian suara) dl pembuatan film
juru tafsir orang yg memberi ulasan (komentar)
juru tenung orang yg pekerjaannya menilik (meramalkan nasib orang dsb); tukang tenung; pandai tenung
juru teriak orang yg bertugas mengajak para penonton untuk menyaksikan pertunjukan drama
juru ukir orang yg pekerjaannya mengukir; pandai ukir; tukang ukir; pengukir
juru ulas orang yg mengulas soal-soal politik dsb dl surat kabar; komentator; (2) penulis atau penyiar (radio, televisi) yg memberikan ulasan tt suatu peristiwa berdasarkan pandangan dan pendapatnya sendiri
kafir muahid orang kafir yg telah mengadakan perjanjian dng umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dng umat Islam selama perjanjian berlaku
kafir zimi orang kafir yg tunduk kpd pemerintahan Islam dng kewajiban membayar pajak bagi yg mampu
karyawan manajerial orang yg berhak memerintah bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dan dikerjakan sesuai dng perintah
karyawan operasional orang yg secara langsung harus mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai dng perintah atasan -- tetap pegawai yg bekerja di suatu badan (perusahaan dsb) secara tetap berdasarkan surat keputusan
kaum dagang orang-orang yg berniaga
kaum eksekutif orang yg mempunyai kedudukan sbg pemimpin dl perusahaan
kaum non orang-orang yg tidak mau bekerja sama dng pemerintah (Belanda) pd zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia
kepala daerah orang yg mengepalai suatu daerah (msl gubernur untuk daerah tingkat I dan bupati untuk daerah tingkat II)
kepala desa orang yg mengepalai desa; lurah
kepala kampung orang yg mengepalai kampung
kepala keluarga orang yg bertanggung jawab thd suatu keluarga (biasanya bapak)
kepala negara orang yg mengepalai suatu negara (kerajaan)
kepala sekolah orang (guru) yg memimpin suatu sekolah; guru kepala
kepala stasiun orang yg mengepalai stasiun; sep stasiun
kepala suku orang yg menjadi pemimpin (raja) suatu suku
kuli salang orang yg pekerjaannya menata tumpukan bawang di pasar agar tampak menarik
langau merah orang yg mencari keuntungan dr perbuatan atau hal yg kotor
lembaga bisul mata bisul
makelar devisa orang yg menjualbelikan alat pembayaran luar negeri atas dasar komisi atau rekeningnya sendiri
makelar ekspor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melakukan pembelian dan penjualan barang-barang ekspor
makelar impor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melaku-kan pembelian dan penjualan barang-barang impor
mantri garam orang yg bertugas menjual garam negara
manusia perahu orang-orang yg secara berbondong-bondong meninggalkan negerinya menuju negara lain dng menggunakan perahu
migran seumur hidup orang yg tinggal di daerah yg bukan tempat kelahirannya
mitra perjamuan orang yg duduk di sebelah kita mengelilingi meja dl suatu perjamuan
nenek moyang orang dulu yg menurunkan kita; leluhur
olah data 1 orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data
pahlawan kesiangan orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; (2) orang yg ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang
pak turut orang yg selalu mengikut apa saja yg dikatakan (dilakukan dsb) orang lain (ikut-ikutan, penurut)
pakar bidang ilmu orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu, spt biologi, kimia, fisika
pasak negeri orang terkemuka dl suatu negeri tempat orang meminta nasihat; turus negeri
pawang belat orang yg empunya belat
pawang buaya orang yg pandai menangkap atau menjinakkan buaya
pawang gajah orang yg pandai menangkap atau menjinakkan gajah
pawang hujan orang yg pandai menolak hujan
pawang hutan orang yg tahu benar tt hal-hal yg berhubungan dng hutan
pawang lebah orang yg dapat menjinakkan lebah dan kebal thd sengatannya; orang yg ahli tt lebah; juru cari madu
pawang pukat orang yg ahli menangkap ikan dng pukat
pendekar pena orang yg pandai menulis (mengarang) dl surat kabar dsb
pihak kedua orang yg kedua (disebutkan atau dicantumkan setelah pihak kesatu), msl dl perjanjian
pihak kesatu orang yg pertama (disebutkan atau dicantumkan lebih dahulu), msl dl perjanjian
pihak ketiga orang lain yg tidak ikut serta, msl dl perjanjian; (2) bangsa atau negara lain dsb yg tidak berpihak dl persengkataan (peperangan dsb)
pujangga gereja orang kudus (baik pria maupun wanita segala zaman, yg dihargai secara khusus krn ajaran yg dikemukakan benar, mendalam, dan sangat bijaksana)
raja jenang orang yg mengatur segala sesuatu dl penyabungan ayam
rakyat biasa orang kebanyakan; bukan bangsawan; bukan hartawan
rakyat kecil orang yg tingkat sosial ekonominya sangat rendah; orang kebanyakan (bukan penguasa pemerintahan)
ruap (dan) sampah orang yg sangat hina dl masyarakat; sampah masyarakat
rupiah sikah mata uang lama India
saji makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan ilmiah
saksi ahli orang yg dijadikan saksi krn keahliannya, bukan krn terlibat dng suatu perkara yg sedang disidangkan
sanak saudara orang yg masih mempunyai hubungan keluarga; kerabat: -- saudaranya baru kembali dr rantau
saudara belahan orang-orang yg senenek moyang
sekretaris pribadi orang yg menjadi pembantu orang lain untuk mengerjakan tulis-menulis, surat-menyurat, mencatat pembicaraan, dsb
sidang Jumat orang-orang yg bersalat Jumat
sidang ramai orang banyak; umum
sumber belajar orang yg dapat dijadikan tempat bertanya tt berbagai pengetahuan
talang kuda orang yg menjadi perantara dl menjual kuda
tamu agung orang yg berkedudukan tinggi yg sedang berkunjung dsb
tamu di negeri sendiri orang yg merasa asing di negeri sendiri; tidak mempunyai kuasa di negeri sendiri
tangan jahat orang yg berbuat jahat spt menganiaya, membunuh, membakar rumah
tangan jahil orang yg suka iseng spt corat-coret, colak-colek
teman hidup orang yg dijadikan pasangan hidup (istri atau suami)
tempat bertanya orang yg ditanyai
tenaga profesional orang yg ahli menjalankan tugasnya dl suatu profesi tertentu
tenaga terampil orang yg pekerja terampil krn melalui pengalaman tertentu
timur laut mata angin antara timur dan utara
tinggi hari matahari telah tinggi
tuangku kubur orang yg sudah meninggal; ahli kubur
tukang koran orang yg bekerja menyampaikan surat kabar kpd pelanggannya atau menjualnya kpd khalayak yg memerlukan
tukang kuda orang (buruh) yg pekerjaannya memelihara kuda (membersihkan kandang, membersihkan kuda, memberi makan, dsb)
tukang pijit orang yg pekerjaannya memijit; tukang urut
tukang rekening orang yg pekerjaannya menagih rekening
tukang sampah orang yg pekerjaannya membersihkan jalan (menyapu dan membuang sampah)
tukang serobot orang yg suka melanggar hak orang (mencuri, merampas, merebut, dsb)
tukang sulap orang yg ahli dl main sulap
tukang sunat orang yg mengkhitan; bengkong
tukang tadah orang yg menerima barang curian (selundupan dsb)
tukang temberang orang yg suka bercakap muluk-muluk (membual dsb)
uang sen mata uang senilai 1/100 rupiah (pd zaman Hindia Belanda)
uang ujian orang yg dibayarkan oleh siswa atau mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian; (2) uang vakasi
wakil nikah orang yg menggantikan laki-laki dl melaksanakan upacara pernikahan
wakil rakyat orang-orang yg duduk sbg anggota badan perwakilan rakyat; utusan rakyat
wali murid orang yg menjamin dan bertanggung jawab thd seorang anak di sekolahnya, spt ibu, bapak, saudara
warga dunia orang yg tidak menjadi warga salah satu negara; orang yg tidak berkebangsaan
warga negara asing orang warga negara lain
wong agung orang besar; para pembesar; pejabat
berat pd mata orang lain [ki] disegani (dihormati) orang
menyinggung mata bisul orang [pb] mengenai apa yg paling sakit (peka) bagi seseorang
hujan air mata banyak air mata yg dicucurkan; banyak orang menangis
kacamata ka.ca.ma.ta [n] (1) lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan (ada yg berangka dan ada yg tidak); (2) sepasang kaca yg berangka, berfungsi sbg pelindung lensa mata; (3) ki pandangan seseorang thd suatu hal yg ditinjau dr sudut (segi) tertentu; sudut pandang: tindakan itu salah jika dilihat dr -- agama
menadah matahari me.na.dah matahari [ki] melawan orang yg berkuasa
mendebik mata parang men.de.bik mata parang [pb] menentang orang yg berkuasa
menepik mata pedang me.ne.pik mata pedang [ki] melawan orang yg berkuasa
pematah pe.ma.tah [n] (1) orang yg mematahkan; (2) alat untuk mematahkan ? pepatah
pengawal kehormatan pe.nga.wal kehormatan pegawai khusus atau pengawal yg diadakan sbg pernyataan hormat (kpd tamu agung, orang besar, dsb)
tinggi mata [Lay] ketinggian mata orang yg sedang mengamati benda, msl benda di darat atau di angkasa, biasanya untuk membaringkan atau menentukan posisi kapal
air mata air yg meleleh dr mata (ketika menangis dsb)
air mata duyung air jampi-jampi untuk memikat hati orang
ajang orang milik orang; -- seleksi tempat untuk menyeleksi (pemain dsb): kejuaraan atletik se-Jawa itu digunakan sbg -- seleksi bagi pemain daerah
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
anak mata bulatan kecil di tengah-tengah bola mata
anak orang [pb] seseorang yg asing bagi kita akan tetap asing juga
anggota kehormatan anggota yg diangkat oleh perkumpulan sbg tanda kehormatan krn besar jasanya dsb
bak menanti orang dahulu bak menanti orang dahulu, bak me.la.lah orang kudian [pb] melakukan sesuatu yg sia-sia
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
balik mata bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dng pura-pura tidak tahu dsb) terlampau lama melihat (menunggu dsb)
bank mata lembaga yg menghimpun kornea mata yg disumbangkan guna kepentingan kemanusiaan bagi mereka yg memerlukan penggantian kornea mata akibat suatu penyakit atau kecelakaan
banyak orang banyak ragam nya [pb] tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri
berapa berat mata memandang [pb] betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yg mengalami (kesusahan dsb)
berjauhan mata ber.ja.uh.an mata berpisah jauh sekali
berkacamata ber.ka.ca.ma.ta [v] memakai kacamata
berkuah air mata ber.ku.ah air mata selalu menderita susah
berladung air mata ber.la.dung air mata basah oleh air mata; bersiram air mata
berlidah di lidah orang ber.li.dah di lidah orang [pb] hanya menurut perkataan orang saja; ~ buaya ki kata-katanya penuh dng tipu daya licik: orang yg ~ buaya akhirnya dijauhi orang banyak
bermata ber.ma.ta [v] mempunyai mata; ada matanya
bermatakan ber.ma.ta.kan [v] mempunyai mata; bermata: cincin emas -- intan
berorang-orang ber.o.rang-orang [Mk v] berlaku spt orang lain (bukan secara kekeluargaan)
berpandangan mata ber.pan.dang.an mata bertatapan mata (dng)
berpematang ber.pe.ma.tang [v] mempunyai pematang
berselamatan ber.se.la.mat.an [v] (1) berkenduri; mengadakan selamatan; (2) saling memberi selamat
berulam air mata ber.u.lam air mata merasa sedih
berulat mata melihat ber.u.lat mata melihat [ki] timbul rasa benci kalau melihat
berurai air mata ber.u.rai air mata bercucuran air matanya; (2) ki sedih yg tidak tertahan
berutas permata ber.u.tas permata beruntai permata
biji mata bulatan (dl rongga mata); (2) ki yg tercinta (anak dsb); kekasih
bola mata bagian mata yg menyerupai bola dan dapat bergerak-gerak; -- muntah bola yg lepas kembali dr tangkapan penjaga gawang: ia memanfaatkan -- muntah sehingga membuka kemenangan bagi kesebelasannya
buah mata biji mata; (2) kekasih yg tercinta
bular mata penat mata (krn terlalu lama memandang, membaca, dsb)
bulat mata bola mata
bulu mata rambut pd tepi kelopak mata; idep
bulu mata melihat [ki] merasa benci (jijik, tidak suka) melihat; kepala sama -, pendapat berlain-lainan, pb setiap orang berlainan pendapatnya
cahaya mata sinar mata; (2) ki kekasih; pelita hati
cermin mata kaca mata
cincin mata [Tern] kulit berbentuk cincin yg melingkar di sekeliling mata ayam
cucuran air mata cu.cur.an air mata tetesan air mata; tangisan
daerah mata air daerah yg mendapat air dr satu mata air
di bibir mata [ki] di depan mata; dekat sekali
di padang orang berlari [pb] tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
diserakkan padi awak diimbaukan orang lain [pb] orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan
dokter mata dokter yg ahli dl penyakit mata
duduk seorang bersempit-sempit duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama ber.la.pang-la.pang [pb Mk] dng musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan
gandar mata garis sumbu mata
gas air mata gas yg menyebabkan mata menjadi perih dan berair; (2) Kim senyawa sintetis halogen yg merangsang pengeluaran air dr kelenjar air mata atau yg menyebabkan iritasi pd selaput lendir mata
gejolak matahari peningkatan intensitas, pemancaran proton, elektron, dan pancaran lain secara mendadak di dekat daerah noda matahari
gelanggang mata warna kebiru-biruan di sekeliling mata
gelanggang matahari lingkaran yg mengelilingi matahari (kalangan matahari)
gerhana matahari saat bulan terletak di tengah-tengah jarak antara bumi dan matahari sehingga bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi
halo matahari halo yg terlihat di sekitar matahari
hari matahari hari yg panjangnya ditentukan oleh matahari
hati gatal mata digaruk [pb] sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yg tidak bersalah
hidup di ujung gurung orang [pb] orang yg hidup melarat
hilang di mata di hati jangan [pb] biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yg ditinggalkan
hitam mata bagian mata yg hitam
hitam mata itu mana boleh bercerai dng putihnya [pb] orang yg sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
hujan emas di negeri orang [pb] sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
ikat permata emas dsb tempat permata dipasang
isi lemak dapat ke orang [pb] orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja
jadi mata telinga (jadi kaki tangan) [pb] seseorang yg menjadi harapan atau kepercayaan, yg selalu memberi pertolongan
kacamata baca kacamata plus
kacamata minus kacamata dng lensa cekung yg khusus untuk membantu penglihatan jarak jauh
kacamata plus kacamata dng lensa cembung yg khusus untuk membantu penglihatan jarak dekat spt ketika membaca
kacamata riben kacamata yg berwarna gelap (hitam dsb) untuk melindungi mata dr sinar matahari atau debu
kacamata surya kacamata berwarna gelap (hitam, cokelat, dsb) untuk melindungi mata dr sinar matahari
kandung air mata kantong yg berisi air mata yg ditimbun sebelum dikeluarkan melalui saluran air mata
karam berdua basah seorang karam ber.dua basah seorang [pb] dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yg kena hukum
kecamatan ke.ca.mat.an [n] (1) daerah bagian kabupaten (kota) yg membawahkan beberapa kelurahan, dikepalai oleh seorang camat; (2) bagian pemerintahan daerah yg dikepalai seorang camat; (3) kantor camat
kecermatan ke.cer.mat.an [n] (1) ketelitian; kesaksamaan; (2) kehematan; perihal hati-hati
kehormatan ke.hor.mat.an [n] (1) pernyataan hormat; penghargaan: ia mendapat ~ untuk memimpin sidang itu; barisan (pengawal) ~ , barisan (pengawal) yg khusus sbg pernyataan hormat (kpd tamu agung, orang besar, dsb); doktor ~ , gelar doktor yg diberikan sbg tanda pernyataan hormat; doktor honoris causa
kejap mata kedip mata
kekeramatan ke.ke.ra.mat.an [n] perihal (bersifat, berciri) keramat: ~ dan kesucian air Sungai Gangga tidak akan lenyap di mata penganut agama Hindu
kelengar matahari [Dok] pingsan krn panas matahari
kelenjar air mata kelenjar yg terletak pd tepi sebelah atas lekuk mata, yg mengeluarkan air mata dng teratur sehingga selaput bening senantiasa basah; glandula lacrimalis
kelopak mata kulit penutup mata; pelupuk mata
kematangan ke.ma.tang.an [n] hal matang: penelitian tt -- anak untuk bersekolah; (2) a terlampau matang: durian itu jatuh krn -; (3) n keadaan individu dl perkembangan sepenuhnya yg ditandai oleh kemampuan aktual dl membuat pertimbangan secara dewasa
keselamatan ke.se.la.mat.an [n] perihal (keadaan dsb) selamat; kesejahteraan; kebahagiaan dsb: -- keluarga adalah tanggung jawab yg paling berat bagi seorang suami
keseorangan ke.se.o.rang.an [n] dl keadaan seorang diri (kesunyian, terpencil, dsb)
ketua kehormatan ketua (perkumpulan dsb) yg diangkat sbg penghormatan
kitorang ki.to.rang [pron] kita orang; kita (terutama digunakan di Manado dan Ambon): tinggal sedikit hari -- rayakan Natal
krn mata buta [pb] orang yg menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa
kulit sawo matang kulit berwarna cokelat; (2) sebutan bagi bangsa atau orang yg berkulit cokelat (spt orang Indonesia)
lekuk mata rongga tempat mata
liang mata bagian yg cekung tempat bola mata melekat; lekuk mata
main mata mengerling-ngerlingkan mata; (2) memberi isyarat dng mata; (3) ki mengadakan kontak dng pihak lain untuk tujuan yg menguntungkan pihak tertentu: terdakwa itu -- mata dng hakim
makan keringat orang [ki] mengecap kesenangan dsb dng jalan mempekerjakan orang lain [ki] mengambil keuntungan dr hasil kerja keras orang lain
megasporangium me.ga.spo.ra.ngi.um [n Bot] sporangium yg menghasilkan megaspora, yg pd tumbuhan berbiji berupa bakal biji
melabuhkan orang me.la.buh.kan orang mencampakkan orang ke laut
melepaskan mata me.le.pas.kan mata melihat-lihat
memasang mata me.ma.sang mata mengawasi baik-baik
memata-matai me.ma.ta-ma.tai [v] mengamat-amati dng cara diam-diam: -- kekuatan musuh; ada orang yg -- gerak-geriknya
mematahkan me.ma.tah.kan [v] (1) menjadikan (membuat dsb) patah: ~ dahan tempat berpijak; (2) menghilangkan (semangat keberanian dsb): pemerintah kolonial berusaha ~ semangat nasional bangsa itu; (3) menggagalkan atau mengalahkan (serangan, musuh, dsb): dng gagah berani tentara kita dapat ~ serangan musuh; (4) ki menyela: ~ perkataan orang
mematangkan me.ma.tang.kan [v] menjadikan matang; memantapkan: rencana itu sudah selesai dibicarakan, tinggal -- saja
membawakan cupak ke negeri orang [pb] memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang
memberi lauk kpd orang membantai [pb] memberi pertolongan kpd orang yg tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)
memelihara mata me.me.li.ha.ra mata menjaga mata agar tidak melihat barang yg diharamkan oleh agama
memeremkan (mata) me.me.rem.kan (mata) [v] memejamkan (mata)
memijak kepala (orang) me.mi.jak kepala (orang) sangat menghina orang
memutihkan mata me.mu.tih.kan mata [ki] (1) menyebabkan (membuat) malu; memalukan; (2) menyakiti hati; menjadikan tidak senang
menanggang mata me.nang.gang mata berjaga (tidak tidur) pd malam hari; bertanggang malam
menari (merentak) di ladang orang [pb] bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
mencocok mata men.co.cok mata mencolok mata
menebus kehormatan me.ne.bus kehormatan membela nama baik
mengairi sawah orang meng.a.iri sawah orang [pb] menguntungkan orang lain
mengajar orang tua makan dadih [pb] mengajar orang yg lebih pandai
mengeceng mata me.nge.ceng mata memejamkan mata sebelah (spt ketika membidik)
mengecengkan mata me.nge.ceng.kan mata mengeceng mata
mengerami telur orang meng.e.rami telur orang [ki kas] mengawini perempuan yg sudah mengandung
mengorangkan meng.o.rang.kan [v] menganggap atau menghargai sbg orang
menguati harta orang me.ngu.ati harta orang mengambil harta orang (lain) dng paksa
mengunyah orang bergigi mengunyah orang ber.gi.gi [pb] mengajar (memberitahu) orang yg sudah tahu
menjaga mata men.ja.ga mata bertindak hati-hati dng tidak memperhatikan hal-hal yg tidak patut dilihat
menodai nama orang tua [ki] merusak harga diri orang tua
menunjukkan ilmu kpd orang menetak [pb] nasihat yg baik itu tidak berguna bagi orang yg tidak mau menggunakannya
menutup mata me.nu.tup mata memejamkan mata; (2) menaruh sesuatu di mata supaya tidak dapat melihat; (3) sengaja tidak mau tahu tt apa pun yg terjadi
menyandang lemang hangat orang [pb] menderita akibat perbuatan orang lain
merecak tengkuk orang me.re.cak tengkuk orang duduk di atas tengkuk orang; (2) ki mengambil keuntungan atas jerih payah orang lain
merintang mata me.rin.tang mata mempersenang mata dng melihat-lihat barang yg indah
meruyupkan (mata) me.ru.yup.kan (mata) [v] memejamkan mata
minta dedak kpd orang mengubik [pb] minta pertolongan dsb kpd orang yg tidak punya
minum darah orang [pb] banyak merugikan orang dng mengambil keuntungan yg berlebih-lebih darinya
mulut di mulut orang [pb] selalu meniru perkataan orang
mulut manis mematahkan tulang [pb] perkataan yg lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)
obat mata obat untuk menyembuhkan penyakit mata
pajak perorangan pajak yg dikenakan pd orang seorang (dl kaitan dng pendapatannya)
panah matahari sinar matahari yg menyengat pd tengah hari
panas matahari panas yg diperoleh dr sinar matahari
pangkal mata sudut mata dekat hidung
pedang kehormatan pedang yg berstatus sbg pusaka dan dipakai dl ucapara dan parade, diberikan kpd para perwira sbg lambang kehormatan dan kebanggaan pribadi
pemata-mataan pe.ma.ta-ma.ta.an [n] proses, cara, perbuatan memata-matai
pematahan pe.ma.tah.an [n] proses, cara, perbuatan mematahkan
pematang lebuh pematang jalan; -- sawah tambak (tanggul) kecil untuk batas atau jalan di sawah; galengan: ia berjalan di -- sawah
pematangan pe.ma.tang.an [n] proses, cara, perbuatan mematangkan: perlu -- rencana terlebih dahulu sebelum suatu pekerjaan dilaksanakan
pencarak benak orang pen.ca.rak benak orang [pb] orang yg suka mengambil milik orang lain dng cara yg lalim
pendidikan orang dewasa pen.di.dik.an orang dewasa kegiatan secara terorganisasi yg bertujuan memberikan pendidikan kpd orang dewasa, yg diselenggarakan pd waktu tertentu
pengamatan peng.a.mat.an [n] (1) pengawasan thd perbuatan (kegiatan, keadaan) orang lain; perbuatan mengamati dng penuh; penelitian: si sakit masih tetap berada di bawah ~ dokter; (2) Psi kesadaran yg tertuju kpd peristiwa atau fakta tertentu sbg metode dl penelitian
pengamatan udara atas peng.a.mat.an udara atas [Met] pengamatan meteorologi yg dilakukan di atmosfer bebas secara langsung dng pesawat terbang roket dsb atau secara tidak langsung dng melepaskan alat ke dalamnya
perah orang lain pe.rah orang lain , ki mencari untung dr orang lain dng jalan tidak halal
perona mata pe.ro.na mata kosmetik untuk meronai kelopak mata, berbentuk padat, krim, cair, atau batang, bermacam-macam warnanya; pulas mata
perorangan per.o.rang.an [n] perihal orang seorang
perseorangan per.se.o.rang.an [n] yg berkaitan dng orang secara pribadi
pohon mata sudut mata sebelah dalam (dekat hidung)
radiasi matahari radiasi yg asalnya dr matahari
rambang mata [ki] suka bermain perempuan atau suka kawin; mata keranjang
rongga mata lekuk tempat mata
rumah sakit mata rumah sakit yg khusus memberikan layanan, pengobatan, dan perawatan bagi penderita penyakit mata
sabung mata (pandang) [ki] bertemu pandang (mata); pandang-memandang: kedua remaja itu -- mata spt tertarik besi berani
sbg orang mabuk gadung [pb] rupa seseorang yg lemah dan pucat krn mengidap penyakit
sececah mata se.ce.cah mata selayang pandang; sekilas mata memandang; sekejap
secercah mata se.cer.cah mata sebentar sekali; sekejap mata; selayang pandang; sececah mata
sekejap mata se.ke.jap mata sekejap
sekelap (mata) se.ke.lap (ma.ta) [n] sekejap (mata)
sekelebat mata se.ke.le.bat mata sekelebat
selaput mata selaput tipis pembungkus biji mata; conjuctiva
semata se.ma.ta [n] (1) satu mata; (2) semata-mata; (3) ki satu-satunya [adv] semata-mata
sembarang orang asal orang saja
sendi kaca mata engsel yg terdapat pd kaca mata, biasanya terdapat di kedua sisi kiri dan kanan pd bagian pelipis
seorang se.o.rang [n] (1) satu orang: yg datang hanya -- pegawai; (2) sendiri: tinggal dia -- yg belum makan
seorang makan cempedak [ki] seorang yg bersalah, semuanya mendapat nama yg tidak baik
seorang makan nangka [pb] seorang yg berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya
sepenjulat mata se.pen.ju.lat mata sejauh mata memandang
seseorang se.se.o.rang [n] seorang yg tidak dikenal: tadi ada -- menelepon Anda
seukur mata dng telinga se.u.kur mata dng telinga [pb] seturut penglihatan dan pendengaran
sorang so.rang [n cak] seorang
sorangan so.rang.an [a] sendirian; seorang diri: janda yg tidak punya anak itu hidup -- saja
spt orang kecabaian spt orang ke.ca.bai.an [pb] sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)
spt orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak [pb] seseorang yg daif yg tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
stasiun pengamatan badai guntur stasiun meteorologi tambahan yg mengamati hasil-hasil yg berhubungan dng badai guntur, pengamatan ini biasanya dilakukan secara sukarela oleh pengamat sukarela
stasiun pengamatan meteorologi tempat dilakukannya pengamatan meteorologi yg telah diakui oleh badan yg berwenang
sudut mata sudut yg dibentuk oleh pertemuan tepi kelopak mata
sukar kaji pd orang alim [pb] orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya
sumbu mata poros mata
sutan di mata beraja di hati [pb] orang yg suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang
tahi mata kotoran pd mata
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
tanda mata cenderamata
taraf kematangan taraf masuknya seseorang dl proses perkembangannya
tata rias mata sediaan yg digunakan untuk memperindah penampilan bentuk mata
tenaga matahari sumber penggerak yg berasal dr radiasi matahari
tentang mata dng mata (antara empat mata ) [pb] berhadap-hadapan dua orang saja
tepian mata te.pi.an mata [ki] kekasih
tercocok mata ter.co.cok mata tercocok hidung
terkalang di mata ter.ka.lang di mata, terasa di hati [pb] ada sesuatu yg akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)
tiang cahaya matahari berkas sinar berwarna putih dan berbentuk pilar yg terpancar dr matahari
tidak ada orang menggaruk ke luar badan tidak ada orang meng.ga.ruk ke luar badan [pb] biasanya orang berpihak kpd kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
tidur bertilam air mata tidur ber.ti.lam air mata [pb] sangat sedih krn merindukan kekasih
tirai matahari tirai yg terbuat dr bahan tebal, digunakan untuk menahan panas matahari, biasanya dipasang di teras, di depan jendela, dsb
titik mata titik yg menjadi pusat segenap penglihatan (pd gambar pemandangan); (2) sesuatu yg menarik perhatian orang banyak; pusat perhatian (minat)
ujung mata sudut mata bagian luar
adang [v] , meng.a.dang v (1) menghalangi (merintangi orang berjalan dsb) dng cara mendepang: jangan engkau ~ orang itu, biarkan dia lewat; (2) menunggu di tempat yg sunyi (biasanya dng maksud jahat, spt membunuh, merampok, menyamun); mencegat: gerombolan bersenjata ~ iring-iringan mobil; (3) menuju; memaksudkan; menghadapi; (4) menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dsb): mereka berani ~ bahaya maut; adang-adang n penyekat, kerai, dsb untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dsb) [Jw v] menanak nasi dng menggunakan dandang [n] (1) saudara tua dr ibu (biasanya wanita); kakak ibu; (2) nama atau gelar kehormatan; dang
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
agen [n] (1) Ek orang atau perusahaan perantara yg meng-usahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama peng-usaha; perwakilan; (2) cak kaki tangan atau mata-mata negara asing; (3) Adm wakil pengusaha yg merundingkan, memberi-kan jasa layanan, atau menutup perjanjian asuransi dng ketentuan yg ada
agen rahasia seseorang yg ditugasi oleh orang atau negara tertentu untuk memata-matai dan menyelidiki pihak lawan agar memperoleh informasi yg diperlukan
aji [a] (1) berharga sekali dan dianggap bertuah (tt benda keramat); (2) tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati [n] baginda; raja: sang --
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
andika an.di.ka [kl] (1) n kehormatan tertinggi yg diberikan atau dimiliki raja atau penguasa dr zaman pra-Islam: -- Betara Majapahit; (2) pron sapaan hormat orang kedua; Tuanku
angka kecermatan [Adm] angka yg merupakan presentasi yg diperoleh dr perbandingan antara jumlah surat yg ditemukan dan yg tidak ditemukan
antropoda an.tro.po.da [n] kera tidak berekor dan berjalan agak tegak, dr keluarga primata (simpanse, gorila, orang utan, atau gibon)
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
aubade au.ba.de [n] (1) nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pd pagi hari; (2) nyanyian cinta pd pagi hari; (3) pujian yg disampaikan dl bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang: -- anak sekolah di depan Istana Merdeka pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
bagai bulan dng matahari [pb] sebanding; sesuai
bagai menentang matahari [pb] melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yg jauh lebih tinggi dp kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa
bagai orang kena miang [pb] gelisah sekali krn mendapat malu
bagai rupa orang terkena beragih [pb] bermuka masam krn rugi dsb (dl perdagangan)
bank plecit sebutan bagi lembaga bukan bank atau perseorangan yg meminjamkan uang, biasanya dng bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari -- sentral bank yg tugas pokoknya membantu pemerintah dl hal mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai mata uang negara, serta mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas kesempatan kerja
barat ba.rat [n] (1) nama mata angin yg arahnya berlawanan dng timur; arah tempat matahari terbenam: matahari terbenam di sebelah --; (2) (huruf pertama kapital) orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika: bangsa --; kebudayaan --
baris kehormatan [Mil] barisan (tentara) yg khusus disiapkan untuk menghormati tamu agung atau dl upacara peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan
basalioma ba.sa.li.o.ma [n Dok] tumor kulit, terutama menyerang orang yg sering terkena sinar matahari, biasanya terdapat pd hidung, dahi, dan pipi yg mudah berdarah sehingga menjadi luka
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
berat mata (lekas) mengantuk
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkedip ber.ke.dip [v] (1) bergerak membuka dan menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); berkejap: mata orang itu ~ sebentar sebelum mengangguk setuju; (2) tampak seolah-olah bernyala dan padam berganti-ganti (tt nyala lampu, dian, dsb); berkelip(-kelip)
berkisaran ber.ki.sar.an [v] berputar (terus-menerus); beputaran: matanya ~ dng liar, spt mata orang mabuk
berpondong ber.pon.dong [v] memakai pondong; memakai pelindung dr panas matahari atau hujan dng pondong (untuk tanaman yg baru tumbuh): pohon-pohon jeruk yg masih ~ pun habis dicuri orang
bersua baji dng matan (tahan baji oleh kelidai) [pb] keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat)
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
bilakmata bi.lak.ma.ta [n] pohon maja; Aegle marmelos
bintang bin.tang [n] (1) benda langit terdiri atas gas menyala spt matahari, terutama tampak pd malam hari: pd malam itu tampak -- bertaburan di langit; (2) planet atau gugusan planet yg menjadi pegangan dl astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; (3) nasib; peruntungan; untung malang: -- nya mulai terang nasibnya mulai baik (mudah mencari rezeki); -- nya gelap buruk nasibnya (sial, tidak beruntung); (4) tanda jasa yg berupa medali emas (perak dsb): krn jasanya beliau dianugerahi -- emas; (5) tanda pangkat perwira militer berbentuk spt bintang, berwarna keemasan; (6) tanda yg menyerupai bintang, spt tanda (*); (7) pemain yg terkemuka (dl film, sandiwara); (8) orang yg terbaik (terpandai dl suatu lingkungan)
borang bo.rang [Jk n] ranjau [n] formulir
buah hati cahaya mata [pb] dikatakan tt anak yg sangat disayang
buang mata melayangkan pandang; memandang-mandang
buang sipat melukai orang sehingga cacat (pd mata, kaki, dsb)
bulu mata bagai seraut jatuh [pb] alis yg melengkung, runcing bentuknya dan bagus
bumi bu.mi [n] (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dr matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --
celik ce.lik [v] (1) terbuka (tt mata): matanya sudah --; (2) mampu melihat; tidak buta; (3) ki sadar; insaf: baru sekaranglah orang Indonesia -- akan kejahatan penyelundupan itu
cemeh ce.meh [a] (1) buta mata sebelah; celek; (2) buta dng mata melek spt orang normal (tidak pejam matanya); cemer [a ki] tidak penting; tidak berharga; remeh [Jk n] permainan judi dng kartu kecil
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
cuci mata [ki] bersenang-senang dng melihat sesuatu yg indah
damar mata kucing damar gemerlap; (2) suluh yg memakai damar; (3) lampu; pelita
datuk da.tuk [n] (1) bapak dr orang tua kita; kakek; aki: orang tua itu bukan ayahnya, melainkan -- nya; (2) orang yg tertua dl keluarga; (3) gelar kehormatan bagi orang yg dituakan (berpangkat tinggi, tinggi martabatnya): -- Bendahara; -- Tumenggung; (4) Mk penghulu adat; (5) jin atau hantu penunggu (suatu tempat dsb); (6) berhala; toapekong; (7) kl harimau: hati-hati kalau bertemu dng -- di hutan itu
dewa de.wa [kl n] (1) roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; (2) ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; (3) Bl gelar kasta (golongan) Brahmana
dewasa de.wa.sa [a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah -- [n] waktu, masa (akhir-akhir ini): -- ini pembangunan dilakukan di seluruh pelosok tanah air
di [p] (1) kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; (2) cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; (3) Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; (4) Mk dari: jauh -- mata [kp] adi, msl dipati adipati; diraja adiraja
doa pematah lidah mantra untuk membungkam musuh
doktor dok.tor [n] gelar kesarjanaan tertinggi yg diberikan oleh perguruan tinggi kpd seorang sarjana yg telah menulis dan mempertahankan disertasinya; -- kehormatan gelar doktor yg diberikan kpd seseorang oleh perguruan tinggi sbg penghormatan atas jasa-jasanya yg luar biasa dl bidang ilmu atau dl bidang kemasyarakatan; doktor honoris causa
dorang do.rang [n] ikan bawal [pron] mereka (di daerah Indonesia bagian timur)
duta du.ta [n] (1) orang yg diutus oleh pemerintah (raja dsb) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi: Raja akan mengirimkan -- penjemput yg dikawal oleh satuan kehormatan; (2) orang yg mewakili suatu negara di negara lain untuk mengurus kepentingan negara yg diwakilinya, membantu dan melindungi warga negaranya yg tinggal di negara itu, dsb
efek halo [Psi] kecenderungan menilai terlalu tinggi seseorang berdasarkan prestasi tertentu; (2) kesalahan yg terjadi pd saat mengadakan pencatatan hasil pengamatan yg disebabkan oleh adanya sesuatu yg mempengaruhi pencatat
empu em.pu [kl n] (1) gelar kehormatan yg berarti "tuan"; (2) orang yg sangat ahli (terutama ahli membuat keris) [n] hulu; kepala
energi matahari sumber utama energi atmosfer yg penyebarannya di seluruh muka bumi merupakan pengendalian yg besar thd cuaca dr iklim, selain berpengaruh thd tanaman dan binatang
epikuris epi.ku.ris [n] orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah
fajar sidik fajar kedua setelah fajar kizib yg tampak menjelang terbit matahari; fajar yg sebenarnya (bagi orang Islam merupakan awal waktu salat Subuh dan imsak bagi yg berpuasa)
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
fitnah fit.nah [n] perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji
gapura kehormatan gapura (pintu gerbang) yg dibuat sbg tanda atau pernyataan hormat (untuk menghormati tamu, peristiwa penting, dsb)
gelap mata sangat marah sehingga menjadi lupa dan mengamuk
gelar ge.lar [n] (1) sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yg biasanya ditambahkan pada nama orang spt raden, tengku, doktor, sarjana ekonomi; (2) nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sbg kehormatan): ia diberi -- "Sutan" ; (3) sebutan (julukan) yg berhubungan dng keadaan atau tabiat orang; sebutan: krn gendut, ia mendapat -- si gendut; ia mendapat -- "Srikandi" dr kawan-kawannya [v] , -- wicara acara bincang-bincang di televisi atau radio yg dilakukan dl suatu panel yg terdiri atas beberapa tokoh dan dipandu oleh pembawa acara
gelar kehormatan gelar (sebutan) sbg pernyataan hormat
gembala gem.ba.la [n] (1) penjaga atau pemiara binatang (ternak); (2) penjaga keselamatan orang banyak: dia menjadi -- kaum Nasrani
gengsi geng.si [n] (1) sanak keluarga (orang-orang yg masih ada hubungan keturunan); asal turunan: tidak ada -- nya yg tinggal di sini; ia terlalu membanggakan ketinggian -- nya; (2) kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat: tindakannya hanya untuk menjaga -- nya
guru gu.ru [n] orang yg pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar
hajatan ha.jat.an [n] acara (spt resepsi dan selamatan): dl bulan Maulid ini banyak orang mengadakan ~
halo ha.lo [p] (1) kata yg digunakan untuk mengawali percakapan melalui telepon; (2) kata seru untuk menarik perhatian (seseorang); (3) ucapan salam untuk menyapa (seseorang) [n] lingkaran atau berkas sinar sekeliling suatu benda angkasa yg berkilauan (matahari, bulan, dsb), sbg akibat dr pantulan atau pembiasan sumber cahaya itu sendiri
halwa mata tontonan
hamba (orang) tebusan budak belian
haul ha.ul [Ar n] kekuasaan; kekuatan [a Isl ] cukup waktu satu tahun bagi pemilikan harta kekayaan, spt perniagaan, emas, ternak sbg batas kewajiban membayar zakat: perniagaan cukup -- (boleh dikenakan zakat krn sudah dimiliki oleh pemiliknya selama satu tahun) [n] peringatan hari wafat seseorang yg diadakan setahun sekali (biasanya disertai selamatan arwah): semua keluarga diundang untuk menghadiri -- mendiang neneknya
hendak mulia bertabur urai [pb] jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir
hilang dr mata tidak tampak lagi
honorifik ho.no.ri.fik [a Ling] berkenaan dng penggunaan ungkapan penghormatan dl bahasa untuk menyapa orang tertentu
horoskop ho.ro.skop [n] (1) pengamatan posisi bintang-bintang pd waktu tertentu, spt pd hari lahir seseorang, dng tujuan meramalkan masa depannya; (2) peta bintang kelahiran seseorang, yg memperlihatkan posisi bintang-bintang tsb
ibarat iba.rat [n] perkataan atau cerita yg dipakai sbg perumpamaan (perbandingan, lambang, kiasan): dl kesusastraan lama banyak terdapat cerita --; (2) n isi (maksud, ajaran) yg terkandung dl suatu perumpamaan (cerita dsb): ia pun tahu juga akan -- perkataan itu; (3) p seumpama: aku ini -- balam dl sangkar, mata lepas badan terkurung; (4) n perbandingan antara orang atau benda dan hal-hal yg lain dng menggunakan kata-kata bagai, seperti: -- anjing dan kucing
ilat [Ar ] (1) n kerugian; kecelakaan; kemalangan; kesakitan: turutlah nasihat orang tua, supaya terhindar dr --; (2) p sebab; lantaran: kematiannya, bukan -- apa-apa, melainkan krn ajal semata; (3) a Dok tidak dapat bekerja lagi krn anggota badannya rusak (krn kecelakaan, akibat peperangan, dsb): dia termasuk veteran --
impresi im.pre.si [n] (1) kesan: saya mempunyai -- bahwa ia bukan orang yg dapat dipercaya; (2) efek pd indra: -- visual (melalui mata); (3) ki efek atau pengaruh yg dalam thd pikiran atau perasaan: pidatonya memberikan -- yg dalam pd hadirin [n Anat] lekukan pd suatu struktur krn adanya tekanan struktur lain
intrinsik in.trin.sik [a] terkandung di dalamnya (tt kadar logam mulia dl mata uang, harkat seseorang, atau suatu peristiwa): nilai -- mata uang, nilai logam yg terkandung di dalamnya, biasanya kurang dr nilai yg tertera di atasnya
isytiak isy.ti.ak [a Isl] perasaan tertarik hati seorang hamba kpd Allah ketika berkomunikasi dengan-Nya untuk mendapatkan kenikmatan
jamin ja.min [v] , men.ja.min v (1) menanggung (tt keselamatan, ketulenan, kebenaran dr orang, barang, harta benda, dsb): pemerintah berkewajiban ~ keselamatan jiwa dan harta benda warga negara; (2) berjanji akan memenuhi kewajiban (membayar utang dsb) orang lain yg membuat perjanjian apabila perjanjian itu tidak ditepati: aku yakin, ia pasti bersedia ~ utang istrinya; (3) cak menyediakan kebutuhan hidup: yayasan itu ~ anak-anak yatim piatu
jangan ditentang matahari condong [pb] hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yg elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya
janggal jang.gal [a] (1) tidak sedap dipandang mata (krn letaknya atau susunannya tidak tepat dsb): tampak -- kalau vas bunga itu kauletakkan di atas lemari; (2) tidak sedap didengar (krn iramanya, bunyinya tidak harmonis, dsb): lagu-lagu mars yg dibawakan dng irama keroncong -- kedengarannya; (3) tidak biasanya; tidak menurut kebiasaan (tt tingkah laku): tingkah lakunya -- benar hari ini; (4) canggung: saya merasa -- menghadapi orang itu
jasus ja.sus [Ar n] orang yg bertugas menyelidiki keadaan musuh; mata-mata
jauh di mata [pb] bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat
jauh di mata di hati jangan [pb] biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan
jerat semata anak tunggal yg sangat dicintai; kesayangan
jerat semata bunda kandung [pb] anak tunggal yg menjadi buah hati
jongjorang jong.jo.rang [n] alat kesenian tradisional Sunda, spt angklung
jual mata melihat ke sana-sini (padahal tidak perlu)
jumatan ju.mat.an [n cak] salat Jumat
juru ju.ru [n] orang yg pandai dl suatu pekerjaan yg memerlukan latihan, kecakapan dan kecermatan (keterampilan) [ark] men.ju.ru v menjorok; menganjur , pen.ju.ru n arah; ~ angin mata angin; arah datangnya angin: dr delapan ~ angin berdatanganlah tamu-tamu Baginda Raja [n] pangkat struktural pegawai negeri sipil golongan I/c, satu tingkat di bawah juru tingkat satu, satu tingkat di atas juru muda tingkat satu
kampung kam.pung [n] kelompok rumah yg merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); (2) n desa; dusun; (3) n kesatuan administrasi terkecil yg menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; (4) a terkebelakang (belum modern); berkaitan dng kebiasaan di kampung; kolot
karavan ka.ra.van [n] (1) kereta bertutup yg berfungsi sbg tempat tinggal (bagi pengembara atau orang yg berlibur); (2) rombongan orang (haji, peziarah, pedagang) yg melakukan perjalanan bersama demi keselamatan
kasatmata ka.sat.ma.ta [a] dapat dilihat; nyata; konkret: kalau pekerjaan yg -- saja, dapat saya lakukan
kasiku ka.si.ku [Jw a] kena kutuk; kualat: menurut kepercayaannya, orang yg tidak mengadakan selamatan akan -- oleh para dewa
kata ganti orang pronomina persona
kedudukan ke.du.duk.an [n] (1) tempat kediaman; (2) tempat pegawai (pengurus perkumpulan dsb) tinggal untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya; (3) letak atau tempat suatu benda: gerhana matahari terjadi pd waktu ~ bulan tepat di antara bumi dan matahari; (4) tingkatan atau martabat: ~ duta besar sama dng menteri; (5) keadaan yg sebenarnya (tt perkara dsb): hingga sekarang ~ perkara manipulasi uang proyek itu masih gelap; (6) status (keadaan atau tingkatan orang, badan atau negara, dsb): di sana ~ Saudara sbg apa?
kehematan ke.he.mat.an [n] perihal hemat: ~ nya perlu kita tiru
kekhidmatan ke.khid.mat.an [n] (1) suasana (keadaan) hormat atau takzim; (2) perihal khidmat; perihal setia: dr tadi kita berbicara tt ~ , tetapi arti kata "khidmat" itu sendiri kita tidak tahu
kemasakan ke.ma.sak.an [n] hal (keadaan) masak (yg sebenarnya atau kiasan); (2) a terlalu masak; lebih dr masak (tt masakan, buah, dsb): jika merebus sayuran jangan -; (3) n kematangan jiwa seseorang dl proses perkembangan ke arah dewasa
kemasukan ke.ma.suk.an [v] (1) dimasuki (dirasuki) roh halus (setan, hantu, dsb): matanya tampak merah membeliak spt orang yg -; (2) dimasuki (oleh); ada sesuatu yg masuk: telinganya -- air; rumahnya -- pencuri
kena pedang bermata dua [pb] amat sakit hatinya
kenan ke.nan , ber.ke.nan v (1) merasa senang (suka, sudi, setuju): kami mohon Bapak ~ memimpin sidang pd pertemuan kita nanti; (2) dng segala senang hati (dipakai sbg kata penghormatan kpd orang besar): rombongan Presiden ~ mengunjungi daerah yg tertimpa malapetaka itu [n] noda pd kulit yg merupakan bawaan sejak lahir (msl tahi lalat): anak yg hilang itu mempunyai -- berupa warna merah pd pelipis kanannya
kenduri arwah selamatan memperingati atau mendoakan roh (jiwa) orang yg telah meninggal
kenikmatan ke.nik.mat.an [n] keadaan yg nikmat; keenakan; kesedapan; kesenangan: mengecap ~ peradaban modern
kesentosaan ke.sen.to.sa.an [n] keadaan sentosa; keamanan; keselamatan; ketenteraman: semua orang menginginkan -- dl hidupnya
kesorangan ke.so.rang.an [a] tersendiri; terasing (dl kesendirian)
keumatan ke.u.mat.an [n] segala sesuatu yg berkaitan dng umat; perihal umat
kikir ki.kir [n] alat dr besi baja yg bergerigi, dipakai untuk meratakan (menajamkan dsb) sesuatu: Ayah mengambil -- untuk menajamkan mata gergaji [a] terlampau hemat memakai harta bendanya; pelit; lokek; kedekut: orang yg -- tidak banyak sahabat
kita orang [cak] kita
klinik kli.nik [n Dok] (1) (bagian) rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan thd kasus penyakit yg diderita para pasien; (2) balai pengobatan khusus: -- keluarga berencana; -- penyakit paru-paru; (3) organisasi kesehatan yg bergerak dalam penyediaan pelayanan kesehatan kuratif (diagnosis dan pengobatan), biasanya thd satu macam gangguan kesehatan
kredit kre.dit [n] (1) cara menjual barang dng pembayaran secara tidak tunai (pembayaran ditangguhkan atau diangsur); (2) pinjaman uang dng pembayaran pengembalian secara mengangsur; (3) penambahan saldo rekening, sisa utang, modal, dan pendataan bagi penabung; (4) pinjaman sampai batas jumlah tertentu yg diizinkan oleh bank atau badan lain; (5) sisi kanan neraca (di Indonesia) [n] (1) harga atau nilai untuk suatu tindakan (yg baik): pengabdian masyarakat merupakan -- tersendiri bagi seorang dosen; (2) nilai suatu mata pelajaran dl satu semester: mata pelajaran itu bernilai dua --
kuli tinta [cak] wartawan; (2) orang yg memperoleh penghasilan (bermata pencaharian) dr menulis karangan (artikel, buku, dsb)
kulit berwarna kulit yg berwarna kuning, hitam, sawo matang, dsb dan bukan kulit putih (tt orang atau bangsa); (2) Antr ciri ras pd manusia yg tergolong bukan ras Eropa (bukan berkulit putih)
kultus kul.tus [n] (1) penghormatan resmi dl agama; upacara keagamaan; ibadat; (2) sistem kepercayaan; (3) penghormatan secara berlebih-lebihan kpd orang, paham, atau benda
kultus individu penghormatan secara berlebihan kpd seseorang
kuratif ku.ra.tif [a] (dapat) menolong menyembuhkan (penyakit dsb); mempunyai daya untuk mengobati: daya -- dr sinar matahari dan air laut telah lama dikenal orang
ledang le.dang [kl a] putih kekuning-kuningan; bercahaya (spt awan kena sinar matahari) /lEdang/, me.le.dang v memperagakan diri (berjalan-jalan) supaya dilihat orang
liar li.ar [a] (1) tidak ada yg memelihara; tidak dipiara orang (tt binatang): binatang ini (binatang) --; (2) tidak (belum) jinak: ayam (burung) ini masih --; (3) tidak tenang (tt pandangan mata); buas; ganas: matanya -- memandang ke kiri kanan; pandangannya -- spt harimau akan menerkam mangsanya; (4) tidak teratur; tidak menurut aturan (hukum): sikap dan tingkahnya --; (5) belum beradab: orang --; (6) tidak resmi ditunjuk atau diakui oleh yg berwenang; tanpa izin resmi dr yg berwenang; tidak memiliki izin usaha, mendirikan, atau membangun, dsb: tukang parkir --; bangunan (rumah) --
lihat li.hat [v] me.li.hat v (1) menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan): kepala desa ~ rakyat membersihkan selokan; (2) menonton: nanti malam kami akan ~ pertandingan tinju; (3) mengetahui; membuktikan: saya ingin ~ sampai di mana kemampuannya; (4) menilik: ~ gelagatnya, kedatangan mereka mempunyai maksud yg kurang baik; (5) meramalkan: seorang ahli nujum atau astrolog dapat ~ nasib seseorang; (6) menengok (orang sakit); menjenguk: kami merencanakan untuk ~ kakek di rumah sakit
linglung ling.lung [a] lupa segala-galanya (krn bingung atau terlalu asyik memikirkan sesuatu): orang tua yg -- itu mencari kacamata yg sedang dipakainya
lorong lo.rong [n] jalan kecil (terutama yg ada rumah kiri-kanannya): di sepanjang -- itu banyak orang berjualan , ber.lo.rong v berpenghasilan tetap; mempunyai mata pencaharian yg tetap: dia sekarang tidak ~ [Mk p] tentang; mengenai
lumatan lu.mat.an [n] hasil melumatkan
main gila berbuat kurang sopan; bertindak semau-maunya; -- hakim sendiri menghakimi orang lain tanpa mempedulikan hukum yg ada (biasanya dilakukan dng pemukulan, penyiksaan, pembakaran, dsb): ia menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda mata gelap yg -- hakim sendiri
makan arwah selamatan memperingati orang yg telah meninggal
malam di bawah nyiur pinang orang [pb] hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yg kita tempati
malu mata segan; hormat
mambang mam.bang [n] makhluk halus yg menurut kepercayaan sebagian orang membinasakan manusia (bermacam-macam warnanya, ada yg kuning, merah, hitam, dsb dan disebut juga menurut tempatnya): -- segara; -- tali arus [n] -- kuning warna kuning kemerah-merahan di sebelah barat ketika matahari mulai terbenam
mantra keselamatan mantra untuk menjaga diri dr bahaya
masa emosional masa seorang individu memiliki emosi yg matang, yaitu dl arti stabil, serta dapat diterima oleh masyarakat
masa remaja masa antara 12-18 tahun dl proses pertumbuhan seorang individu sesudah meninggalkan masa anak-anak menjelang masa dewasa, tetapi belum mencapai kematangan jiwa; masa puber
maskot mas.kot [n] orang, binatang, atau benda yg diperlakukan oleh suatu kelompok sbg lambang pembawa keberuntungan atau keselamatan
mat-matan mat-mat.an [v] berpuas-puas; (hal untuk) dinikmati: menjalani hidup ini hendaknya jangan terlampau --
Medusa Me.du.sa [n] makhluk wanita mengerikan, dl mitologi Yunani, yg dng sinar matanya dapat menjadikan orang yg memandangnya menjadi batu
melakonkan me.la.kon.kan [v] (1) memainkan lakon (sandiwara): pertunjukan ketoprak itu ~ "Bende Mataram"; (2) mengarang (menyadur) cerita menjadi lakon sandiwara: dia ~ cerita Sandyakalaning Majapahit; (3) memainkan sebuah cerita sbg sandiwara: murid-murid kelas tiga ~ cerita yg terdapat dl buku bacaan itu; (4) menceritakan: film itu ~ seorang gadis Yahudi yg berusaha menyelamatkan diri dr pengejaran tentara Nazi
memandang me.man.dang [v] (1) melihat dan memperhatikan (biasanya arah dan jaraknya tetap): jika engkau ~ nya lebih lama, makin jelas kecantikannya; sejauh-jauh mata ~; (2) menganggap; memperlakukan (sbg): kami ~ dia sbg anggota keluarga; ~ enteng (ringan, gampang); (3) mempedulikan; memperhatikan; mengingat (akan): tidak ~ bangsa (bulu, orang); (4) menyegani; menghargai: masyarakat ~ dia krn budi, amal, dan jasanya
mematah-matah me.ma.tah-ma.tah [v] menarik-narik dan melipat-lipat jari hingga berbunyi
mematar me.ma.tar [v] menggosok dsb dng patar supaya licin: ~ kayu
membantai mem.ban.tai [v] (1) menyembelih; memotong: ia -- seekor lembu untuk selamatan tujuh hari ayahnya; (2) merusakkan: air bah telah -- habis padi yg sedang menguning di sawah; (3) memukuli kuat-kuat: ia telah -- kepala pencuri itu dng tongkat ruyungnya; (4) ki membunuh secara kejam dng korban lebih dr seorang: para gerilyawan -- semua laki-laki di desa itu
memelototi me.me.lo.toti [v] melihat sesuatu (seseorang) dng membelalakkan mata krn marah
memeriksa me.me.rik.sa [v] (1) melihat dng teliti untuk mengetahui keadaan (baik tidaknya, salah benarnya, dsb): lama ia ~ karangan murid-muridnya; (2) menyelidiki untuk mengetahui sesuatu (untuk mempelajari, mencari pengetahuan, dsb); menelaah (suatu hal, peristiwa, dsb): ia dapat memastikan bahwa darah itu adalah darah manusia setelah ia ~ nya; (3) menanyai orang untuk mengetahui salah tidaknya dsb; mengusut (perkara); mempertimbangkan dan mengadili (perkara): lima orang polisi diberi tugas untuk ~ perkara itu; (4) mengontrol; mengawasi; mengamati: tamu agung itu turun dr pesawat terbang lalu ~ barisan kehormatan
memeriksakan me.me.rik.sa.kan [v] (1) memeriksa untuk orang lain; (2) membiarkan supaya diperiksa; minta (menyuruh) supaya diperiksa: ia pergi ke rumah sakit hendak ~ matanya
memfitnah mem.fit.nah [v] menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dsb)
memisahkan me.mi.sah.kan [v] (1) menceraikan; meleraikan (orang berkelahi dsb): dng tidak ~ mata dr, selalu memandang (melihat); (2) mengasingkan (dr yg lain): juru rawat terpaksa ~ orang yg terjangkit kolera itu ke ruangan yg terasing; (3) membedakan: antara kartun dan karikatur sulit ~ nya; (4) membatasi: pagar ~ rumah pengusaha itu dng rumahku
menang RSC [Olr] menang krn wasit menghentikan pertandingan; keputusan wasit yg menetapkan seorang pemenang krn menurut pengamatannya lawan sudah tidak berdaya atau menderita cedera
mendak men.dak [v] mengendap (tt badan); tunduk [Jw v] melaksanakan selamatan tahunan untuk memperingati orang yang telah meninggal
mendaulat men.dau.lat [v cak] merebut hak (jabatan, kekuasaan) dng tidak sah; menyerobot: mereka ~ tanah-tanah perkebunan dan menanaminya dng palawija; (2) v memecat dng paksa (yg dilakukan oleh orang yg tidak berhak): ~ kepala negara dan mengusirnya ke luar negeri; (3) kl n kehormatan tertinggi yg dimiliki atau diberikan kpd raja atau pangeran yg beragama Islam
menerawang me.ne.ra.wang [v] (1) membuat terawang (pd saputangan, taplak meja, dsb): adikku sudah diajar merenda dan ~; (2) menembuk; menembus; melubangi kecil-kecil: ngengat sering ~ pakaian yg disimpan dl lemari; (3) melihat dr celah-celah kaca; (4) ki melihat dng mata batin (untuk melihat keadaan seseorang dr jarak jauh atau untuk meramal nasib seseorang); (5) melamun: pikirannya ~ ke sana-sini; ~ langit, ki mengangan-angankan yg mustahil (yg bukan-bukan dsb); melayangkan pikiran jauh-jauh: batinnya ~ langit mengangan-angankan lotre yg belum pasti diperolehnya
mengamputasi meng.am.pu.ta.si [v] memotong anggota badan, terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang: tim dokter bedah terpaksa ~ tangan pasien demi keselamatan jiwanya dr serangan lepra
mengamuk meng.a.muk [v] (1) menyerang dng membabi buta (krn marah, mata gelap, dsb): ternyata orang yg ~ itu kurang beres pikirannya; (2) ki berkecamuk; menjadi-jadi: badai ~; (3) ki; melanda: penyakit pes ~ di daerah itu
mengarwahkan meng.ar.wah.kan [v] mengadakan selamatan (kenduri, doa, pengajian) untuk memperingati orang yg telah meninggal
mengasapi meng.a.sapi [v] (1) memberi asap kpd: ia ~ mata orang itu dng asap rokoknya; (2) memasak (mengeringkan, membersihkan, mengharumkan, dsb) dng asap
mengawal me.nga.wal [v] menjaga (keselamatan dsb); mengiring untuk menjaga (keselamatan dsb): yg ~ komandan itu adalah seorang kopral
mengecap me.nge.cap [v] (1) membubuhkan cap; memberikan cap; menstempel: ada petugas khusus yg bertugas ~ surat-surat dinas; (2) mencetak (buku, kain, dsb): kami sanggup ~ buku dan majalah, pekerjaan ditanggung rapi; (3) memberi bermerek (bertanda): ia ~ semua sapinya dng besi panas; (4) ki menganggap sbg; menyatakan bahwa (buruk, baik, cakap, dsb); menamai: satu orang berbuat yg tidak senonoh, orang akan ~ seluruh keluarga itu kurang baik [v] (1) mengatup-ngatupkan mulut hingga terdengar bunyi kecap atau cap-cap (spt pd ketika makan); (2) mencoba (merasai) rasa (makanan dsb); mencicipi; (3) menikmati; mengenyam; merasai: ~ kenikmatan hidup
mengempat puluh hari meng.em.pat pu.luh ha.ri [v] bersedekah (selamatan) pd hari yg keempat puluh sesudah seseorang meninggal dunia
menggelanggang meng.ge.lang.gang [v] (1) mengadakan (menyelenggarakan) gelanggang penyabungan (ayam dsb): mereka hendak ~ tujuh hari lamanya sambil memotong kerbau tujuh ekor; (2) ki menggenang: air matanya ~ mendengar riwayat orang tuanya
mengincar meng.in.car [v] (1) melihat sasaran dng memicingkan sebelah mata; membidik: ia bergaya di depan lensa seakan-akan sedang ~ harimau dng senapan; (2) ki melihat dan mem-perhatikan (mengawasi) dr jauh (dng maksud tidak baik, hendak mencuri, dsb): semalam tertangkaplah seorang pencuri ketika sedang ~ toko emas itu; (3) ki sangat meng-inginkan; sangat menghendaki (kedudukan, barang, dsb): ia ~ kedudukan wakil ketua [v] membuat lubang (pd kayu, besi) dng incar
mengupa-upa meng.u.pa-u.pa [v] memberi hadiah; mengadakan selamatan: di Tapanuli dikenal upacara ~ yg harus diadakan oleh seseorang yg melakukan kesalahan dsb
meniga hari me.ni.ga hari mengadakan selamatan pd hari yg ke-3 sesudah seseorang meninggal
menilik me.ni.lik [v] (1) melihat dng sungguh-sungguh; mengamat-amati: lama ia ~ foto-foto dr zaman remajanya; (2) mengawasi; memeriksa: panitia khusus itu bertugas ~ pemakaian uang kas; (3) melihat (mengamati) dng mata hati (thd nasib orang); meramal; (4) memandang; menganggap: ia selalu ~ peristiwa yg terjadi itu sbg pelajaran baginya; (5) melihat (meninjau) dr: jika kita ~ silsilah keluarganya, jelaslah bahwa dia masih keturunan bangsawan; (6) menjenguk: ia pulang ke kampung untuk ~ orang tuanya [v] menenung; meneluh
menjaga men.ja.ga [v] (1) menunggui (supaya selamat atau tidak ada gangguan): mereka selalu ~ kampungnya dng baik; (2) mengiringi untuk melindungi dr bahaya; mengawal: ajudan itu selalu ~ atasannya; (3) mengasuh (mengawasi anak kecil); (4) mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya; mencegah (bahaya, kesukaran, kerugian): tugas mereka ialah ~ bahaya api; (5) mempertahankan keselamatan (orang, barang, dsb): pemerintah memperkuat pasukan yg ~ pantai; (6) mengikhtiarkan (supaya); mengurus (supaya): kita harus ~ agar pemasukan tidak lebih besar dp pengeluaran; (7) memeliharakan; merawat: ia ~ baik-baik neneknya yg sakit
menujuhbulani me.nu.juh.bu.lani [v] mengupacarai (dng selamatan dsb) seorang ibu yg mengandung tujuh bulan
menuruskan me.nu.rus.kan [v] mengikat (seseorang dsb) di turus (sbg hukuman): baginda memerintahkan prajuritnya untuk ~ keempat penjahat itu di bawah terik matahari
menyalangkan me.nya.lang.kan [v] membelalakkan (mata); membuka (mata) lebar-lebar; memandang dng sinar mata yg tajam: orang itu membentak seraya ~ matanya
menyelundupkan me.nye.lun.dup.kan [v] (1) menyeludukkan; menyurukkan: dia -- kepalanya ke dl belukar; (2) memasukkan dng sembunyi-sembunyi atau secara gelap: kapal patroli ALRI dapat menangkap beberapa buah perahu yg hendak -- barang-barang ke Sulawesi; (3) menyusupkan: yg -- mata-mata musuh itu ternyata orang dalam
menyeribu (hari) me.nye.ri.bu (hari) [v] mengadakan selamatan untuk memperingati dan mendoakan roh orang yg meninggal pd hari yg keseribu
menyuakakan me.nyu.a.ka.kan [v] memberikan perlindungan thd orang (tumbuh-tumbuhan, binatang) yg terancam keselamatannya
merasai me.ra.sai [v] (1) mengecap (makanan ); mencicipi: ~ minum sejuk setelah lama berjalan dl panas matahari; (2) mengalami (mendapat) kesenangan dsb: ~ kebahagiaan; (3) meraba dng tangan dan kaki untuk mendapatkan sesuatu; (4) ki menduga (mengajuk) hati orang dsb
minor mi.nor [n Mus] kecil (digunakan untuk selang, tangga nada, dan akor): selang nada sekon -- , tangga nada A -- , dan akor C --; (2) a kecil; kurang penting: ia membawakan peran -- dl drama itu; (3) a belum dewasa (tt orang); (4)a tambahan (tt mata pelajaran, mata kuliah)
mongolisme mo.ngo.lis.me [n] keterbelakangan mental yg gejala fisiknya memperlihatkan ciri-ciri fisik orang Mongol (spt mata sipit miring ke atas); penyakit mongoloid
mongoloid mo.ngo.lo.id [a] berhubungan dng karakteristik yg dimiliki oleh orang-orang ras Mongol [n Dok] penyakit bawaan dng gejala kepala kecil, mata sipit miring ke atas samping, lidah tebal, dan retardasi mental; mongolisme; sindrom Down; facies mongoloides
mujur sepanjang hari malang sekejap mata [pb] jika malang akan menimpa dl sesaat saja mungkin terjadi, tetapi tidak mendapat
naga na.ga [n] (1) ular yg besar (dl cerita dan dl beberapa kata majemuk), spt -- berapi, -- bura, -- gentala, -- umbang; (2) kl ular besar (menurut kepercayaan) penunggu mata angin (ada yg berpindah tiap hari, ada yg tiap tahun, spt -- hari, -- tahun) [n] bekas hitam pd bagian tubuh sejak lahir dan mempunyai pengaruh thd jalan hidup seseorang
nama na.ma [n] (1) kata untuk menyebut atau memanggil orang (tempat, barang, binatang, dsb): -- anjing itu Miki; (2) gelar; sebutan: dikaruniai -- Adipati; -- nya saja pegawai tinggi, tetapi kekuasaannya tidak ada; (3) kemasyhuran; kebaikan (keunggulan); kehormatan: ia beroleh (mendapat) --
naik na.ik [v] (1) bergerak ke atas atau ke tempat yg lebih tinggi: anaknya segera -- ke tempat tidur; layang-layangku tidak dapat --; (2) timbul (tt matahari): matahari --; (3) mendaki; menanjak; memanjat: olahraga -- gunung; jalan ini -- terus; -- pohon jambu; (4) masuk rumah (melalui tangga); masuk ke kendaraan (angkutan, tumpangan, dsb): "silakan -- !", dng ramah sopir mempersilakan penumpangnya; (5) mengendarai; menunggang; menumpang (kapal, pesawat, dsb): ia tidak -- sepeda; -- unta; -- pesawat terbang; (6) bertambah tinggi (mahal, besar, banyak, dsb); meningkat: harga barang-barang terus --; gaji pegawai belum juga --; hasil padi tahun ini -- dibandingkan dng hasil tahun lalu; pangkatnya -- setingkat; (7) menjadi: tidak ada seorang pun yg mau -- saksi; (8) pergi ke: -- darat
namatad na.ma.tad [n] tumbuhan selokan
nanas na.nas [n] (1) tanaman tropis dan subtropis, buahnya berbentuk bulat panjang, kira-kira sebesar kepala orang, kulit buahnya bersusun sisik, berbiji mata banyak, daunnya panjang, berserat, dan berduri pd kedua belah sisinya; Ananas comosus; (2) buah nanas
narator na.ra.tor [n] orang yg bercerita; pencerita: kesan sadis terasa ketika -- nya menggambarkan gadis yg dicekik itu matanya melotot dan lidahnya terjulur keluar
negeri matahari terbit negeri sakura
negeri orang tanah (negara) asing
nelayan ne.la.yan [n] orang yg mata pencaharian utamanya adalah menangkap ikan (di laut)
nilai kenikmatan nilai untuk manusia sbg subjek vital-sensitif, msl rasa enak
optisien op.ti.si.en [n] orang yg ahli dl alat-alat optik, terutama kacamata
optometris op.to.met.ris [n] orang yg memeriksa dan menguji ketajaman pandangan mata
padi selumbung dimakan orang banyak [pb] penghibur bagi istri yg suaminya beristri lebih dp satu
paduka pa.du.ka [n] (1) sebutan kehormatan kpd orang-orang mulia (pembesar, bangsawan, raja); (2) sepatu; lapik kaki
pandangan pan.dang.an [n] (1) hasil perbuatan memandang (memperhatikan, melihat, dsb): laporan ~ mata; (2) benda atau orang yg dipandang (disegani, dihormati, dsb): hanya dialah ~ orang di kampungku; (3) ki pengetahuan: meluaskan ~ nya; (4) ki pendapat: menurut ~ saya, gagasan itu realistis
panjang mata [ki] lacur (tt perempuan)
parapsikolog pa.ra.psi.ko.log [n] ahli kejiwaan yg menitikberatkan pd hal-hal yg tidak kasatmata: seorang -- sempat menangkap tuyul
pasang pa.sang [n] (1) dua orang, laki-laki perempuan atau dua binatang, jantan betina: paman membeli dua -- burung dara; (2) dua benda yg kembar atau yg saling melengkapi: Adik mendapat kiriman tiga -- sepatu dr Bibi; (3) dua organ tubuh yg adanya (munculnya) bersama-sama, spt paru-paru, mata, dan telinga; (4) set; perangkat: Ibu membeli dua -- meja kursi sekaligus; (5) dua orang (pemain dsb) yg merupakan satu satuan: ada tiga -- pemain ganda yg disiapkan untuk Piala Thomas [v] (1) naik (tt air laut atau sungai); (2) ki sedang baik (tt peruntungan); untung: nasib pedagang ada -- surutnya; (3) ki sedang bangkit (menyerang) (tt penyakit): penyakit -- [v] , ber.pa.sang-pa.sang.an v tembak-menembak [v] , me.ma.sang v (1) memakaikan; mengenakan; memberi (berpakaian, berbaju, dsb): ketua umum ~ jaket pd anggota baru itu; (2) menempatkan: ~ mata-mata; ~ penjaga di depan rumahnya; (3) memuatkan; mencantumkan (tt tulisan, gambar, iklan, dsb): ~ iklan di surat kabar; (4) menyematkan; melekatkan: ~ bintang emas di dada; ~ kancing; (5) mengibarkan: ~ layar (bendera); (6) menentukan (harga): ~ harga; (7) menahan (jerat, bubu, dsb): ~ jaring; (8) menyediakan (membuat, mengatur): ~ jembatan
pati pa.ti [n] (1) tepung halus dari endapan ubi, singkong, dsb yg diparut; hati batang sagu dsb setelah diremas-remas dng air: ia membuat -- singkong; -- sagu; (2) ki yg terpenting atau yg terutama; pokok isi; inti sari: -- pembicaraan; -- kata bukanlah hanya peribahasa semata-mata [n] kematian: denda -- , denda krn membunuh orang
payung pa.yung [n] (1) alat pelindung badan supaya tidak terkena panas matahari atau hujan, biasanya dibuat dr kain atau kertas diberi bertangkai dan dapat dilipat-lipat, dan ada juga yg dipakai sbg tanda kebesaran (spt -- bawat, -- ubur-ubur, -- iram-iram); (2) kain berbentuk setengah bulatan diberi bertali pd tepinya, dipakai untuk terjun dr pesawat terbang atau balon; parasut; payung udara; (3) ki barang apa yg melindungi (di atas kepala); pelindung dsb; (4) ki orang yg melindungi; pelindung
pedemo pe.de.mo [n] orang yg berdemonstrasi: aparat memata-matai gerak-gerik ~
pedoman pe.do.man [n] (1) alat untuk menunjukkan arah atau mata angin (biasanya spt jam yg berjarum besi berani); kompas: sebelum ada -- , orang menggunakan bintang untuk menentukan arah perjalanan perahu; (2) kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan; (3) hal (pokok) yg menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu: di samping syarat-syarat yg lain, para penyunting perlu menguasai -- ejaan; (4) pemimpin (yg menerangkan cara menjalankan atau mengurus perkumpulan): surat edaran dr -- besar
peluluk pe.lu.luk [n] orang yg memata-matai atau mengintai (musuh dsb) [ark n] pohon aren; Arenga pinnata
pematang pe.ma.tang [n] (1) jalan kecil yg agak ditinggikan (di sawah, di tempat yg berpaya-paya, dsb); (2) Ark bagian tanah di sisi kotak penggalian yg dibiarkan sehingga tempat yg digali tampak dan dapat terus diteliti
pematang jalan gili-gili pd tepi jalan; trotoar
penatapan pe.na.tap.an [n] tatapan: menjadi ~ mata, dipandang (diperhatikan) orang banyak
pengamatan tindak tanduk peng.a.mat.an tindak tanduk teknik riset yg mengamati gejala yg tampak pd responden
pengampu peng.am.pu [n] (1) penyangga; penyokong; penopang: panggung darurat itu roboh krn ~ nya patah; (2) (orang) yg memerintah (negeri, kerajaan, dsb); (3) orang yg menjaga keselamatan orang lain; wali; orang tua; pembimbing; (4) ki orang yg mengangkat-angkat (suka menyanjung) seseorang
pengawal pe.nga.wal [n] (1) penjaga (keselamatan dsb); (2) cak seorang laki-laki yg menjadi pacar (tunangan)
pengawalan pe.nga.wal.an [n] penjagaan (keselamatan); pengawasan dsb: ~ orang hukuman yg sedang bekerja di lapangan dilakukan dng dekat
pengenal pe.nge.nal [n] (1) tanda-tanda (ciri-ciri) untuk mengetahui: tahi lalat yg tumbuh di pelupuk matanya merupakan ~ bagi anak itu; (2) Mk ingatan; (3) orang yg memperkenalkan
penggerogotan peng.ge.ro.got.an [n] proses, cara, perbuatan menggerogoti: yg dinamakan keadilan oleh orang Belanda cuma ~ sisa-sisa wibawa Mataram
penghematan peng.he.mat.an [n] proses, cara, perbuatan menghemat: Pemerintah menganjurkan ~ dl pemakaian listrik
penghormatan peng.hor.mat.an [n] proses, cara, perbuatan menghormati; pemberian hormat: ~ yg berlebih-lebihan dapat berubah sifatnya menjadi pemujaan
pengulosan peng.u.los.an [n] pemberian dan pemasangan ulos pd seseorang sbg tanda penghormatan atau persahabatan: selesai acara, dilakukan ~ dan tukar-menukar cendera mata
penikmatan pe.nik.mat.an [n] proses, cara, perbuatan menikmati; pengecapan
penjahit pen.ja.hit [n] (1) orang yg mata pencahariannya menjahit pakaian, tas, dsb: menjelang Lebaran para ~ sangat sibuk; (2) jarum (untuk menjahit)
penukar pe.nu.kar [n] (1) orang yg menukar(kan): ~ uang, orang yg menukar(kan) uang; (2) alat untuk menukar: mata uang peso merupakan ~ yg sah di Filipina
penyantun pe.nyan.tun [n] (1) orang yg baik budi bahasa dan tingkah lakunya; orang yg sopan; (2) orang yg suka menaruh belas kasihan; (3) orang yg suka menolong (membantu, memperhatikan kepentingan orang lain, dsb); (4) pelindung dan pengarah suatu perguruan tinggi: dewan -- Universitas Mataram
penyelamatan pe.nye.la.mat.an [n] proses, cara, perbuatan menyelamatkan: -- para korban kecelakaan; -- uang negara
penyelidik pe.nye.li.dik [n] (1) orang yg menyelidiki sesuatu; pengusut; (2) mata-mata; pengintai; peluluk; pelacak
penyematan pe.nye.mat.an [n] proses, cara, perbuatan menyematkan; pencantuman
penyigi pe.nyi.gi [n] orang yg menyigi (menyelidiki dng teliti): tentu data geologis itu tidak hanya dilihat dr hasil pengamatan indra --
pepatah pe.pa.tah [n] peribahasa yg mengandung nasihat atau ajaran dr orang tua-tua (biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara), spt tong kosong nyaring bunyinya, orang yg tidak berilmu banyak bualnya
permata per.ma.ta [n] batu berharga yg berwarna indah (spt intan, berlian, nilam)
permata lekat di pangkur [pb] tidak pd tempatnya
perwakilan per.wa.kil.an [n] (1) segala sesuatu tt wakil: tt ~ daerah dibicarakan dl sidang itu; (2) kumpulan atau tempat wakil-wakil: parlemen adalah ~ rakyat; (3) (kantor, urusan, dsb) wakil suatu negara sebelum ada duta: ~ Indonesia di Filipina; (4) (tempat atau kantor) wakil usaha: ~ surat kabar Matahari; (5) seseorang atau kelompok yg mempunyai kemampuan atau kewajiban bicara dan bertindak atas nama kelompok yg lebih besar
perwira pengawas keamanan perwira, bintara tertinggi, atau seorang pejabat sipil yg bertanggung jawab dl tiap pimpinan atau badan, yg ditunjuk untuk mengadakan pengawasan atas keselamatan keterangan rahasia mengenai pertahanan negara
pesan pe.san [n] (1) perintah, nasihat, permintaan, amanat yg disampaikan lewat orang lain: apa -- ayahmu ketika beliau berangkat ke Bandung?; (2) perkataan (nasihat, wasiat) yg terakhir (dr orang yg akan meninggal dunia): aku teringat -- ayahku tatkala ia akan menutup mata; (3) cak pesanan: banyak -- yg tidak dapat dilayani krn kekurangan tenaga dan bahan [n] lipan yg sangat berbisa
petambak pe.tam.bak [n] orang yg pekerjaannya (mata pencahariannya) bertambak: ~ udang
petang pe.tang [n] waktu sesudah tengah hari (kira-kira dr pukul tiga sampai matahari terbenam); sore: pukul lima --; besok -- , (besok petangnya), petang sesudah hari ini [kl n] ke.pe.tang.an 1 n mata-mata; spion: beberapa orang ~ dan prajurit dibunuhnya; (2) a pandai mengenakan tipu muslihat; cerdik; licik: ada seorang prajurit terlalu amat ~ dan saktinya
piromania pi.ro.ma.nia [n] kelainan jiwa yg menyebabkan orang selalu ingin membakar rumah dsb krn dng demikian dapat merasakan kenikmatan seksual; gila api
pondong pon.dong [n] atap atau para-para pelindung (tanaman yg baru tumbuh dr panas matahari atau hujan) [v] , me.mon.dong v membawa anak, seseorang, atau sesuatu dng meletakkannya di atas kedua belah tangan di depan dada
prestise pres.ti.se [n] wibawa (perbawa) yg berkenaan dng prestasi atau kemampuan seseorang: korupsi yg telah membudaya ini sangat memalukan dan menjatuhkan -- bangsa di mata internasional
primata pri.ma.ta [n] bangsa mamalia yg meliputi kera, monyet, dan juga manusia
primbon prim.bon [n] kitab yg berisikan ramalan (perhitungan hari baik, hari nahas, dsb); buku yg menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu gaib (rajah, mantra, doa, tafsir mimpi), sistem bilangan yg pelik untuk menghitung hari mujur untuk mengadakan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan dan mengurus segala macam kegiatan yg penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat
pulang pohon selamatan setahun (dua tahun dsb) sesudah orang meninggal
pulas pu.las [a] nyenyak (tt tidur): anak-anak sudah --; sesudah itu, dia pun -- mendengkur [v] , me.mu.las v (1) memutar (sekrup, kunci, leher, telinga, dsb): enak saja engkau ~ telinga orang; (2) memilin atau memiuh (cucian, saputangan, tali, dsb): ia ~ kain itu kuat-kuat; (3) ki memutarbalikkan (perkataan, kebenaran, dsb): ia pandai ~ perkataan; (4) ki berasa sakit spt terpilin-pilin (tt perut): perutnya ~ [v] , -- mata perona mata
putih mata pu.tih ma.ta [n] , ber.pu.tih ma.ta v ki (1) mendapat malu; (2) kurang senang atau sakit hati (melihat perbuatan yg kurang senonoh atau krn menanti lama-lama)
rabun ra.bun [a] kurang jelas; kurang awas; kabur (tt penglihatan): orang tua itu sudah -- matanya [n] asap (dr daun-daunan, dupa yg dibakar) untuk mengasapi rumah, mengobati orang sakit
rampok ram.pok [n] (1) orang yg mengambil dng paksa dan kekerasan barang milik orang; (2) nama sejenis pancing yg memakai 4-5 mata kail yg dijadikan satu: selain memancing dng cara biasa, ada istilah --
rawi ra.wi [n] (1) orang yg meriwayatkan hadis Nabi Muhammad saw.; (2) orang yg bercerita; pengarang cerita (sahibulhikayat, yg empunya cerita) [kl n] matahari
pos [n] (1) jawatan yg menyelenggarakan kirim-mengirim barang, surat, uang, dsb: pegawai --; dikirim melalui --; (2) kantor tempat kirim-mengirim surat, uang, dsb; kantor pos: ia pergi ke (kantor) -- untuk membeli perangko; (3) surat-surat dsb yg dikirim dng perantaraan pos: kartu (surat, warkat) --; tukang (pengantar) -- , pegawai pos yg mengantarkan surat-surat; (4) ark kereta (kuda) pengangkut surat dsb (pd zaman dahulu); kereta pos; kuda pos: kami menumpang kereta -- dr Semarang; (5) ark tempat perhentian kereta pos (pd zaman dahulu): tiba di -- , kusir kereta pos mengganti kudanya dng yg masih segar; (6) cak perhentian (kereta api, trem dsb): rumah mereka di belakang -- lama [n] (1) tempat penjagaan (tentara, polisi, pengamat gunung berapi, dsb): dua regu ditempatkan di -- terdepan; (2) tempat kedudukan (orang yg melakukan tugas dsb): dokter-dokter harus selalu siap di -- masing-masing; (3) cak tempat berkumpul; tempat anggota sekelompok [n] (1) jumlah uang yg disediakan untuk suatu keperluan (jawatan dsb); (2) bagian mata anggaran belanja
reka-reka re.ka-re.ka [n] (1) aturan tindakan: mengambil ~ untuk menyelamatkan keluarganya; (2) sesuatu yg dibuat-buat atau diakal-akalkan; karangan: rupanya kabar itu ~ semata-mata; (3) akal (daya upaya tipu muslihat): orang banyak ~ nya untuk mencari uang
rezeki mata segala sesuatu yg sedap dipandang
rimata ri.ma.ta [n] pendeta atau dukun keluarga pd suku bangsa Mentawai
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
sakit mata [ki] tidak enak dilihat
salah mata kurang awas; salah lihat
sandiwara san.di.wa.ra [n] (1) pertunjukan lakon atau cerita (yg dimainkan oleh orang); drama; teater; tonil: umumnya -- modern tidak memakai layar sbg dekorasi; (2) perkumpulan drama (teater, tonil): banyak remaja yg menjadi anggota --; (3) ki kejadian (politik dsb) yg hanya dipertunjukkan untuk mengelabui mata, tidak sungguh-sungguh: penahanan thd orang itu hanya -- belaka
sanjungan san.jung.an [n] (1) kata pujian yg diucapkan sbg pernyataan kagum atau senang thd orang lain; pujian; penghormatan: berkat keberhasilannya, ia mendapat -- dr masyarakat luas; (2) (orang yg) suka dipuji-puji: sifat -nya itu menyebabkan ia dijauhi teman-temannya
sarang macan [ki] tempat yg penuh bahaya (bagi keselamatan seseorang)
sawah berpematang (berpiring) ladang berbintalak [pb] segala sesuatu ada batasnya
sawo matang cokelat kemarah-merahan
sedap mata (sesuatu yg) enak dipandang, dilihat, dsb
sedekah se.de.kah [n] (1) pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma; (2) selamatan; kenduri: -- arwah; -- kubur; (3) makanan (bunga-bunga dsb) yg disajikan kpd orang halus (roh penunggu dsb)
sekang mata [ki] (sesuatu yg) tidak menyenangkan hati (menyusahkan, mendongkolkan, dsb)
sekilas se.ki.las [n] sekejap mata; selayang pandang: saya tidak ingat lagi wajah orang itu krn saya melihatnya hanya ~
selamatan se.la.mat.an [n] kenduri untuk meminta selamat dsb
selaput bening mata [Anat] kornea
seligi tajam bertimbal seligi yg kedua belah ujungnya tajam; (2) ki orang yg mempunyai dua mata pencaharian
semata-mata se.ma.ta-ma.ta [adv ki] (1) hanya; melulu; cuma; (2) belaka; sama sekali [adv] (1) hanya; melulu; cuma; (2) belaka; sama sekali
sematan se.mat.an [n] (1) benda yg disematkan; (2) hasil menyemat atau menyematkan; (3) keterangan tambahan; lampiran
sempit mata kurang luas pandangan; picik
semua se.mua [num] (1) segala; sekalian: -- orang menangisi kepergiannya; krn kelalaiannya -- penghuni asrama itu kena marah; (2) sekaliannya; semuanya: -- memuji tindakannya; (3) belaka; semata: perhiasan ini dibuat dr emas --; (4) segenap; seluruh: ke mana mata memandang -- tempat menghijau
senam keselamatan senam yg dilakukan secara sistematik dng menggunakan metode individual, bertujuan menghindari penyimpangan, menyembuhkan penyakit
senior se.ni.or [a] (1) lebih tinggi dl pangkat dan jabatan kedinasan (pegawai, karyawan, dsb): seorang diplomat -- diangkat menjadi duta besar; (2) lebih matang dl pengalaman dan kemampuan; (3) berada dl tingkat sarjana bagi mahasiswa dan kelas terakhir bagi pelajar SMU dan SLTP; (4) lebih tua dl usia bagi dua orang (ayah dan anak) yg sama namanya (nama famili)
seorang ke hilir seorang ke mudik [pb] tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb
sepenggalah matahari naik [pb] alamat waktu, kira-kira pukul 08.00 atau 09.00
seram se.ram [a] (1) berdiri bulu roma (krn ketakutan dsb); meremang: mendengar cerita orang tua itu, menjadi -- perasaan saya; (2) berasa berkerut dan senyar (tt kulit tubuh krn ketakutan dsb): -- rasanya lewat di bawah pohon beringin itu; (3) menyebabkan ngeri (takut dsb); dahsyat; menakutkan: terdengar suara yg --; (4) kelihatan bengis (kejam, membahayakan): mukanya kelihatan --; matanya --
seruak se.ru.ak , me.nye.ru.ak v (1) berjalan menyusup dng menguakkan (menyibakkan) sesuatu yg menghalanginya ke kiri dan kanan (dl kerumunan orang, semak-semak, tempat yg sempit, dsb): ia masuk -- orang banyak; (2) menjorok masuk: dagu-nya bercelah, dan matanya yg biru -- ke dalam; (3) ki menembus (tt tatapan mata): tatapan matanya tajam --
silap mata salah penglihatan; (2) silau; (3) tidak sadar; (4) kurang hati-hati; (5) sulap
silap mata pecah kepala [pb] kalau kurang waspada dl suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa [pb] kalau kurang penjagaan dl suatu pekerjaan yg berbahaya, binasalah akhirnya
silih mata sesuatu yg dipakai untuk pandangan (pamer) saja (spt memberi maskawin banyak, tetapi akhirnya dikembalikan)
sipit si.pit [a] tidak lebar atau bulat (tt mata): orang Jepang pd umumnya bermata --
sirih pinang barang-barang yg dibawa kpd seseorang sbg tanda penghormatan
spion spi.on [n] (1) orang yg berusaha mendapatkan keterangan secara rahasia, terutama rahasia militer negara lain; mata-mata; (2) petugas kepolisian yg mengadakan pengusutan secara rahasia thd orang-orang yg dicurigai; agen polisi rahasia; detektif: penjagaan itu dimaksudkan untuk mempertahankan rahasia pabrik thd -- dr pabrik lain
spionase spi.o.na.se [n] penyelidikan secara rahasia thd data kemiliteran dan data ekonomi negara lain; segala sesuatu yg berhubungan dng seluk-beluk spion; pemata-mataan: penangkapan dua orang wakil atase militer itu atas tuduhan --
sporangium spo.ra.ngi.um [n] sel, struktur, atau organ yg membentuk spora di dalamnya
spt cincin dng permata [pb] cocok sekali [pb] sesuai benar
spt gergaji dua mata [pb] memperoleh keuntungan dr dua belah pihak
spt menanti orang dahulu [pb] perbuatan yg sia-sia
spt parang bermata dua [pb] mendapat keuntungan dr kedua belah pihak
spt pikat kehilangan mata [pb] bingung tidak keruan; kehilangan akal
sri [p] (gelar kehormatan bagi raja atau orang besar dsb) yg mulia: -- Paduka; -- Sultan
stigmata stig.ma.ta [n Dok] keistimewaan pd tubuh yg menandakan suatu penyakit atau kemerosotan kesehatan
stomata sto.ma.ta [n Bio] celah-celah pd epidermis tumbuhan, biasanya terdapat dl jumlah yg banyak, terutama pd daun
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
sudah di depan mata [pb] sudah dekat (hampir datang)
tahu mata huruf dapat membaca dan menulis
tahun matahari tahun syamsiah
tajam mata awas
tamatan ta.mat.an [n] yg sudah tamat belajar; lulusan; keluaran: ~ perguruan tinggi
tanah matang tanah yg telah mengalami penyelesaian untuk urusan permohonan hak pemilikan, surat balik nama, dsb; tanah yg sudah siap dipakai untuk mendirikan bangunan, dsb
tanggungan tang.gung.an [n] (1) beban yg menjadi tanggung jawab: mencerdaskan bangsa merupakan ~ kita; (2) garansi; jaminan: toko itu menjual barang elektronik dng ~ satu tahun; (3) orang yg keselamatannya (kehidupannya) harus ditanggung: anak yg belum dewasa masih menjadi ~ orang tua; (4) akibat dr perbuatan dsb yg harus ditanggung: risiko: piring, gelas, dsb yg pecah atau hilang menjadi ~ penyewa; (5) barang yg dijadikan jaminan: ia meminjam uang di bank dng ~ sebidang tanah; (6) hasil menanggung; (7) beban (dl arti kiasan): jangan memperberat ~ rakyat
tebus te.bus [v] me.ne.bus v (1) membayar dng uang untuk mengambil kembali barang yg tergadai: ia ~ gelang itu dr pegadaian; (2) membayar dng uang dsb untuk membebaskan (tawanan, sandera, budak belian, dsb): penculik akan melepaskan anak itu jika orang tuanya mau ~ nya dng sejumlah uang; (3) membeli kembali: ~ talak; (4) menguangkan wesel (cek) ke bank: ia ~ wesel ke kantor pos; (5) mengambil barang pembagian (distribusi dsb) dng bon (kupon dsb) dan dng membayarnya dng uang: saya dapat pembagian sepeda, tetapi tidak dapat ~ nya [v] me.ne.bus v (1) memperbaiki kesalahan (dosa dsb) dng berbuat jasa, kebaikan: dng sengaja ia hidup miskin untuk ~ segala dosanya; (2) memulihkan kekalahan (kerugian); memulihkan kehormatan (nama baik); menghapus (malu): dikerahkan sepuluh divisi untuk ~ kekalahannya dl serangannya yg gagal itu; ia bersedia berbuat apa pun untuk ~ kehormatan keluarganya; (3) membalas (jasa, kebaikan, karunia) yg sudah diterima: ia ~ karunia yg dilimpahkan kepadanya; (4) menepati atau menunaikan (janji, perkataan, cita-cita, nazar) yg telah terucapkan: malu rasanya kalau tidak dapat ~ janjiku [v] me.ne.bus v (1) menyelamatkan (jiwa, hidup) orang lain: dng jalan demikian, saya dapat ~ nyawa sahabatku itu; (2) memperoleh sesuatu dng pengorbanan (jiwa, harta, benda): ~ kemerdekaan dng air mata dan darah [Lihat {tembus}]
tegar pelupuk mata pemberani
telur mata sapi telur ayam (itik) yg digoreng tanpa diaduk dahulu (kuning telurnya masih utuh)
teralang-alang bagaikan sampah dl mata [pb] hinaan dsb yg selalu teringat dan terasa di dl hati
terbuka ter.bu.ka [v] (1) tidak sengaja dibuka; tidak tertutup; tersingkap: matanya -- lebar krn keheranan; (2) tidak terbatas pd orang tertentu saja; tidak dirahasiakan: rapat --
termata-mata ter.ma.ta-ma.ta [a] nyata sekali kelihatan
terpandang ter.pan.dang [v] (1) terlihat; kelihatan: bakteri itu tidak ~ oleh mata; (2) teringat kpd; hanya memperhatikan: ~ kpd gaji dan pangkat; (3) disegani; dihormati: ia masuk orang ~ di kampungnya; (4) tiba-tiba atau tidak sengaja memandang: di rumah makan itu ~ lah ia kpd seseorang yg pernah dikenalnya
tertimpa ter.tim.pa [v] (1) kejatuhan sesuatu yg berat; tertindih atau menderita sesuatu yg menyusahkan: banyak orang ~ musibah di desa itu; (2) terkena: berwarna keemasan bila ~ sinar matahari; (3) terpukul dsb; dicuri (dirampok dsb)
terbang ter.bang [v] (1) bergerak atau melayang di udara dng tenaga sayap (tt burung dsb) atau dng tenaga mesin (tt pesawat terbang dsb): burung itu sanggup -- jauh sampai ke pantai; dng lincahnya pesawat kecil itu -- berakrobat di udara; (2) berhamburan atau melayang-layang di udara (tt debu, daun-daunan, dsb): seng dan atap rumah -- ditiup angin puyuh; pekerja itu mengenakan topeng muka untuk menghindarkan mata dr pasir yg --; (3) Fis mudah menjadi uap (gas); mudah menguap: minyak --; zat --; (4) ki hilang lenyap (dicuri orang): sepuluh peti berisi suku cadang mobil -- dr gudang pelabuhan; (5) ki berlari cepat; (6) melarikan diri; kabur: mobil yg menabrak anak itu -- dan menghilang; (7) ki naik pesawat terbang; bepergian dng pesawat terbang: pagi ini rombongan perutusan -- ke Bali [n] rebana
terulur ter.u.lur [v] (sudah) diulur(kan); dapat diulur(kan): ia memejamkan matanya setiap kali melihat tangan orang itu ~ ke arah dirinya; (2) a dl keadaan menjulur (memanjang): lubang buluh itu ~ ke atas rumahnya
terus mata tajam tiliknya; dapat mengetahui barang yg tersembunyi atau yg akan terjadi
tetap te.tap [v] selalu berada (tinggal, berdiri, dsb) di tempatnya: orang tuanya -- tinggal di dusun; (2) a tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dsb): kalimat itu terbentuk menurut pola-pola -- dan tertentu; (3) v tidak berpindah-pindah; tidak beranjak: bertiup angin timur yg -- arahnya; (4) adv selalu demikian halnya (tt keadaan, perbuatan, dsb): sampai kini ia masih -- menjadi bupati; sekali merdeka -- merdeka; (5) adv tidak putus-putusnya; selalu; terus: matanya -- melihat pd satu tempat saja; biar bagaimanapun ia -- hendak mempertahankan haknya; (6) adv untuk selamanya (tidak untuk sementara): bangunan --; pegawai --; pembantu --; (7) a kekal selama-lamanya; lestari: di dunia ini tiada sesuatu pun yg --; mudah-mudahan persahabatan kita -- hingga akhir zaman; (8) a sudah pasti (tentu): tempat dan harinya sudah --; pajaknya sudah --; pekerjaannya tidak -- , tidak tentu [v] me.ne.tap v mengesat atau mengeringkan (sesuatu yg basah, spt tulisan tinta dsb) dng cara menekankan barang yg dapat mengisap (spt kertas kembang dan kain): ia ~ air matanya dng saputangan; ia segera ~ tinta pd tulisannya supaya cepat kering
tiap orang masing-masing
tilik ti.lik [n] (1) penglihatan yg teliti (terutama penglihatan dng mata batin): ia memiliki daya -- yg baik dan tajam; (2) sinar (pandangan) mata: orang itu jahat -- nya [n] tenung; teluh
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
timur ti.mur [n] (1) mata angin yg arahnya berlawanan dng barat; asal matahari terbit: matahari terbit di sebelah --; (2) orang, bangsa, benua di bagian timur dunia; khususnya di benua Asia: filsafat dan kebudayaan --; -- Dekat; -- Jauh; -- Tengah; (3) blok timur
titis ti.tis [n] titik (air dsb): air matanya jatuh beberapa -- [v] me.ni.tis v pindah (beralih) ke tubuh manusia (binatang dsb); menjelma: kata orang, arwah neneknya ~ kepadanya
toas to.as [n] minum bersama sbg penghormatan kpd seseorang (tamu dsb): pd pesta yg meriah itu diadakan -- sbg penghormatan kpd tamu
tritunggal tri.tung.gal [n] (1) kesatuan dr tiga hal (orang): -- kecamatan ialah camat, polisi, dan anggota angkatan darat; (2) trinitas
tujuh bulan tu.juh bu.lan , me.nu.juh bu.lan v mengadakan upacara (selamatan dsb) pd saat seorang ibu mengandung tujuh bulan
tujuh hari tu.juh ha.ri [n] , me.nu.juh ha.ri v mengadakan selamatan pd hari ketujuh sesudah seseorang meninggal
tukang pukul [cak] orang yg pekerjaannya menjaga keselamatan majikannya (dng menghalalkan berbagai cara)
tunggang gunung petang hari ketika matahari di atas punggung gunung (mulai gelap): -- gunung ia baru pulang bekerja; (2) lanjut usia; tua: orang tuanya sudah -- gunung
tuntun tun.tun [v] ber.tun.tun v (1) berjalan dng memegang tangan atau menggandeng tangan orang lain; berbimbing: keluar masuk kamar, nenek itu harus ~ , kalau tidak ia pasti jatuh; kedua orang buta itu berjalan sambil ~ tangan; (2) menggunakan pedoman untuk melakukan sesuatu: melakukan pekerjaan yg pelik harus ~ [Mk n] sesuatu yg digunakan untuk penutup mata (muka)
tuntut tun.tut [v] , me.nun.tut v (1) meminta dng keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi): pihak keluarga ~ tanggung jawabnya atas keselamatan anak istrinya; (2) menagih (utang dsb): ~ utang yg telah lampau; (3) menggugat (untuk dijadikan perkara); membawa atau mengadu ke pengadilan: pihak yg dirugikan telah ~ penipu itu; (4) berusaha keras untuk mendapat (hak atas sesuatu): orang itu ~ hak atas warisan orang tuanya; (5) berusaha atau berdaya upaya mencapai (mendapat dsb) suatu tujuan dsb: buruh pabrik itu ~ perbaikan nasib; para pemuda ~ kemerdekaan; (6) berusaha supaya mendapat pengetahuan (ilmu dsb); mempelajari: ~ ilmu; ~ pelajaran; (7) menuju: berjalanlah mereka itu dng bergurauan dan jenaka akan ~ kota harapan
uang selawat uang yg diberikan sbg upah kpd orang yg membacakan doa (pd waktu selamatan dsb)
umur fisik taraf kematangan (kesiapan) bagian-bagian tubuh seseorang
usul menunjukkan asal [pb] kelakuan (budi bahasa) seseorang menunjukkan asal keturunannya; -- mula mula-mula sekali; keadaan (sebab-sebab dsb) yg semula: -- mula pertikaian itu krn salah paham saja; -- usul 1 asal keturunan; silsilah; susur galur: kalau dilihat dr ~ nya, dia masih keturunan Raja Mataram; (2) cerita (secara urut dr awal sampai terjadinya suatu peristiwa); riwayat; (3) yg menjadi sebab-sebabnya (tt suatu peristiwa atau kejadian); sebab mulanya [pb] dr tingkah laku (tabiat) dapat kita ketahui asalnya (tinggi rendahnya derajat dsb)
warna sawo matang cokelat kemerah-merahan; merah kehitam-hitaman
wayang orang wayang wong
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
(sbg durian) pangsa menunjukkan bangsa (sbg durian menunjukkan pangsa nya) [pb] kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb)
-is [sufiks pembentuk adjektiva] berkaitan dng: astronomis; psikologis; strategis [sufiks pembentuk nomina] orang yg bergerak atau ahli dalam (insani): jurnalis; kartunis; linguis
-kan [sufiks pembentuk verba] (1) menjadikan: jalankan; datangkan; hitamkan; (2) sungguh-sungguh: dengarkan; camkan; (3) untuk; kpd orang lain: sewakan; bacakan; jualkan
-wan (-man, -wati) sufiks pembentuk nomina (1) orang yg ahli dl bidang: ilmuwan; budayawan; seniman; (2) orang yg bergerak dl: karyawati; wartawan; (3) orang yg memiliki barang atau sifat khusus: dermawan; hartawan; rupawan; bangsawan
abad komputer zaman modern yg orang-orangnya memanfaatkan komputer dl menyimpan dan mengolah data
abai [a] (1) tidak dipedulikan (tidak dikerjakan baik-baik, tidak dipentingkan, dsb); (2) lalai: sbg seorang ayah, ia -- dr kewajiban keluarga
abang [n] (1) kakak laki-laki; saudara laki-laki yg lebih tua: -- nya tiga tahun lebih tua; (2) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua atau tidak dikenal: tahukah -- jalan ke kantor pos?; (3) panggilan istri kpd suami: sudah dua hari -- tidak pulang; (4) sebutan untuk penjual sayur, penjual ikan, pengemudi becak, dsb: ia biasa belanja pd -- sayur yg lewat di depan rumahnya [Jw a] merah
abdi ab.di [n] (1) orang bawahan; pelayan; hamba; (2) budak tebusan
abdikasi ab.di.ka.si [n] (1) pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan (tt pembesar atau penguasa); (2) turun takhta dng sukarela (tt seorang raja)
abdu ab.du [kl n] hamba (Allah), yaitu manusia (terutama dipakai untuk nama orang): Abdullah, hamba Allah; Abdurrahman, hamba Allah Yang Maha Pengasih
abid [ark a] tidak berkesudahan; kekal; abadi [Isl] (1) v beribadah; (2) n orang yg taat kpd Tuhan; orang yg saleh
abidin abi.din [Ar n] (bentuk jamak dr abid) orang-orang yg taat (beribadah atau mengabdi) kpd Tuhan
aboi [n] (1) sebutan bagi pembesar orang Cina; (2) kepala kampung orang Cina pd sebuah luak (msl di Kalimantan Barat)
abong-abong [p cak] mentang-mentang: -- saya orang miskin, selalu dihina
absente ab.sen.te [n] (1) seseorang yg tidak hadir; (2) ketidakhadiran seseorang [n] perkebunan, tanah, perusahaan, dsb yg jauh dr pemiliknya
absenteisme ab.sen.te.is.me [n] (1) ketidakhadiran yg terus-menerus (dl perusahaan, sekolah, dsb); (2) Huk pemilikan atau perwalian tanah oleh orang-orang yg tidak hidup di tanah tsb dan tidak mengolah tanah itu sendiri, tetapi mengambil hasilnya melalui penggarapnya
absolusi ab.so.lu.si [n Kat] pengampunan melalui upacara keagamaan atas kesalahan atau dosa yg telah diperoleh (dilakukan secara umum atau secara perseorangan dan diadakan secara berkala)
absolut ab.so.lut [a] (1) tidak terbatas; mutlak: seorang raja mempunyai kekuasaan --; (2) sepenuhnya; (3) tanpa syarat: penyerahan -- tentara kolonial Belanda kpd tentara pendudukan Jepang; (4) tidak dapat diragukan lagi; nyata: terbukti keterlibatannya dl peristiwa itu --
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abuk [n] serbuk (tt barang yg lumat halus spt tepung) [n] rambut: -- kaki; -- nya kusut masai [v] , meng.a.buk v mengambil atau mengakui barang orang lain sbg miliknya
abus [n] (1) mata uang timah yg terkecil zaman dahulu, harganya sepersepuluh duit; (2) ki tidak berharga; sedikit sekali [v kas] mampus: -- lah kamu sekalian
acang-acang [n] orang kepercayaan; pesuruh:
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
acuh [v] peduli; mengindahkan: ia tidak -- akan larangan orang tuanya
ada gula ada semut [pb] di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang [pb] orang akan berdatangan ke tempat yg menyenangkan
ada padi segala menjadi [pb] orang kaya dapat mencapai apa yg diinginkannya
ada-adanya ada-ada.nya [adv] mana boleh; mungkinkah: ~ orang mati hidup lagi
adab [n] kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak: ayahnya terkenal sbg orang yg tinggi -- nya
adakah buaya menolak bangkai [pb] orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adaptasi cahaya [Dok] penyesuaian pupil mata thd cahaya yg meningkat, msl sehabis menonton film yg langsung mendapat cahaya terang
adaptasi sosial perubahan yg mengakibatkan seseorang dl suatu kelompok sosial dapat hidup dan berfungsi lebih baik dl lingkungannya
adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dl limbahan sekalipun [pb] orang yg asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
adar adar, meng.a.dar [v] (1) bermalam di rumah orang; (2) bertandang; singgah
adat pasang berturun naik [pb] keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tt kekayaan atau kedudukan seseorang
adat periuk berkerak [pb] jika seseorang ingin beroleh keuntungan dl satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan
adat teluk timbunan kapal [pb] biasanya orang yg berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)
adika adi.ka [a] lebih; lebih baik; terbaik; (2) n gelar untuk orang besar: Datuk Seri -- Raja
adiratna adi.rat.na [n] (1) permata yg mulia; (2) ki perempuan yg cantik
administrator ad.mi.nis.tra.tor [n] (1) direktur perusahaan; (2) pengurus; penata usaha; (3) Pol pengusaha atau pembesar setempat; (4) Pol orang yg mempunyai kemampuan memerintah yg sangat baik; (5) Man pemimpin di bidang pelaksanaan peraturan, prosedur, dan kebijakan
adopsi adop.si [n] (1) pengangkatan anak orang lain sbg anak sendiri; (2) Huk penerimaan suatu usul atau laporan (msl dl proses legislatif); (3) pemungutan
afal af.al [n] kelakuan; perbuatan; tingkah laku: ia orang yg baik -- nya
afasia sensoris afasia yg menyebabkan penderita tidak dapat mengerti pembicaraan orang lain
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
agen publisitas [Kom] orang yg bekerja untuk memperkenalkan dan menjual nama perusaha-an, kehendak suatu golongan, personalitas seseorang, dsb kpd publik
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
agitator agi.ta.tor [n] orang yg melakukan agitasi; penghasut
aglutinat ag.lu.ti.nat [n Kim] lekatan bersama menjadi massa, digunakan sbg tes untuk mengetahui apakah darah seseorang yg sehat dapat dipindahkan ke dl tubuh seseorang yg sakit
agnostik ag.nos.tik [n] orang yg berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui
agresi ag.re.si [n] (1) penyerangan suatu negara thd negara lain; serangan; (2) Psi perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dl mencapai pemuasan atau tujuan yg dapat diarahkan kpd orang atau benda; (3) Antr perbuatan bermusuhan yg bersifat penyerangan fisik ataupun psikis thd pihak lain
agresor ag.re.sor [n] orang atau negara yg menyerang pihak lain; penyerang
ahli ah.li [n] orang yg mahir, paham sekali dl suatu ilmu (kepandaian); (2) a mahir benar: dia seorang yg -- menjalankan mesin itu [n] anggota; orang(-orang) yg termasuk dl suatu golongan; keluarga atau kaum
ahli media seseorang yg memiliki pengetahuan yg luas dl media pendidikan
ahli negara ah.li ne.ga.ra [n] orang yg paham benar tt ketatanegaraan
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
ain [n] (1) mata; (2) mata air; (3) sari; pati; inti sari [n] nama huruf ke-18 abjad Arab
ainunjariah ai.nun.ja.ri.ah [Ar n] mata air yg mengalir; kali yg mengalir
air beriak tanda tak dalam air be.ri.ak tanda tak dalam [pb] orang yg sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi
air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga air cucuran atap jatuh ke pe.lim.bah.an juga [pb] biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya
air talkin [Isl] air yg disiramkan ke atas jenazah dl kubur sebelum orang membaca talkin
air tanah limpasan hujan [Tan] bagian hujan yg telah meresap ke dl tanah menjadi air tanah dan masuk ke sungai sbg mata air
air tenang (biasa) menghanyutkan [pb] orang yg pendiam biasanya banyak pengetahuannya
air tenang menghanyutkan air tenang meng.ha.nyut.kan [pb] orang yg pendiam, tetapi banyak pengetahuannya
ajar [n] petunjuk yg diberikan kpd orang supaya diketahui (diturut)
ajaran ajar.an [n] segala sesuatu yg diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk: ia senantiasa memegang teguh ~ orang tuanya; paham: ~ terlarang
ajengan ajeng.an [Sd n] orang terkemuka, terutama guru agama Islam; kiai
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akademikus aka.de.mi.kus [n] (1) orang yg berpendidikan perguruan tinggi; (2) anggota akademi
akademisi aka.de.mi.si [n] (1) orang yg berpendidikan tinggi; (2) anggota akademi
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
akal dua jengkal merasa sama dng orang lain
akal sejengkal merasa diri lebih dr orang lain
akal tiga jengkal merasa diri kurang dr orang lain
akan [adv] (untuk menyatakan sesuatu yg hendak terjadi, berarti) hendak: disangkanya hari -- hujan; akan-akan a mirip benar; hampir sama benar [p] (1) (sbg kata perangkai untuk menghubungkan verba dsb dng pelengkapnya yg berarti:) kepada: ia lupa -- orang tuanya; (2) mengenai; tentang; terhadap: -- harta peninggalan orang tuanya itu tiada dipikirkannya lagi; (3) untuk: uang ini dapat kaupakai -- pembayar utangmu
akene ake.ne [n Bot] buah kering yg hanya berbiji satu, setelah matang kulit buahnya tetap tidak terbuka; buah padi-padian
akhtaj akh.taj [kl n] orang yg takluk
aki [n] nenek laki-laki; kakek; datuk; aki-aki n orang laki-laki yg sudah tua [n] (1) alat untuk menghimpun tenaga listrik (dipakai pd mesin mobil dsb); (2) Tek penghasil dan penyimpan daya listrik hasil reaksi kimia; (3) Fis peranti untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga kimia atau sebaliknya
akik [n] (1) batu berwarna yg dijadikan permata cincin dsb: batu --; (2) Geo batuan kalsedon (SiO2) yg tersusun berlapis-lapis dan berbagai warna
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
akreditasi ak.re.di.ta.si [n ] (1) pengakuan thd lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu; (2) pengakuan oleh suatu jawatan tt adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya
akrobatik ak.ro.ba.tik [n] (1) pertunjukan atau peragaan yg dilakukan seorang pemain akrobat: permainan --; (2) pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dng ketangkasan
aksarawan ak.sa.ra.wan [n] orang yg mampu membaca dan menulis
aksarawati ak.sa.ra.wa.ti [n] orang (perempuan) yg mampu membaca dan menulis
aksen ak.sen [n] (1) Ling tekanan suara pd kata atau suku kata: suku kata yg mengandung pepet dl bahasa Indonesia tidak mendapat --; (2) pelafalan khas yg menjadi ciri seseorang; logat: -- Jawanya sudah tidak terdengar lagi; (3) tekanan: lukisan itu diberinya -- tertentu agar kelihatan hidup; (4) tanda diakritik: pd huruf e itu terdapat -- , yaitu tanda tambahan pd huruf yg banyak mengubah nilai fonetis
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
aksi polisional aksi militer setempat yg dilakukan oleh tentara pemerintah tanpa pernyataan perang yg resmi thd orang yg dianggap melanggar keamanan dan ketertiban internasional; (2) gerakan yg bermaksud memulihkan keamanan (istilah yg digunakan Belanda ketika memerangi Indonesia untuk mendapatkan kembali jajahannya)
aktinik ak.ti.nik [a Kim] dihasilkan oleh kerja kimiawi cahaya matahari atau sinar ultraviolet yg serupa
aktinokimia ak.ti.no.ki.mia [n] cabang ilmu kimia tt perubahan kimia oleh cahaya matahari atau cahaya serupa
aktinometer ak.ti.no.me.ter [n Geo] instrumen (alat) untuk mengukur intensitas radiasi, khususnya radiasi matahari
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktor ak.tor [n] (1) pria yg berperan sbg pelaku dl pementasan cerita, drama, dsb di panggung, radio, televisi, atau film; (2) orang yg berperan dl suatu kejadian penting
aktual ak.tu.al [a] (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tt peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa dsb); hangat: berita --
akuan aku.an [n] (1) yg telah diakui; (2) orang halus (hantu dsb) yg menjadi pelindung atau yg memasuki orang [n] pekarangan atau ladang di Pulau Jawa bagian utara yg dipergunakan oleh seseorang untuk melakukan usaha atas dasar hak perbuatan untuk waktu tidak lebih dr satu tahun
akuaris aku.a.ris [n] orang yg memelihara akuarium
Akuarius Aku.a.ri.us [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa; (2) Astrol zodiak ke-11 yg digambarkan dng orang menuangkan air sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 20 Januari dan 18 Februari; Kumba; Delu
akun [n Man] (1) kumpulan catatan transaksi keuangan; buku; (2) daftar transaksi keuangan yg tersusun dl buku besar dan yg bertalian dng jenis harta dan kewajiban tertentu yg dimiliki atau ditanggung gugat oleh orang atau perusahaan; perkiraan
akun kekurangan [Ek] akun yg menyatakan kepentingan spekulatif seorang pelanggan dl sekuritas atau barang yg tidak dimilikinya, tetapi dijualnya, biasanya dng harapan dapat membeli lagi sesudah harga pasar menurun
akupunktur aku.punk.tur [n ] pengobatan atau pemeriksaan orang sakit dng tusuk jarum (cara pengobatan Cina); tusuk jarum: pengobatan dng -- sudah populer di Indonesia
akur [a] (1) mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati: saya -- saja dng usulmu; rupanya orang-orang di kampung ini kurang --; (2) cocok; sesuai: salinan itu sudah -- dng aslinya
akurasi aku.ra.si [n] kecermatan; ketelitian; ketepatan: -- pilihan kata pd laporan itu kurang baik
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
alah main [pb] biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara
alah menang tak tahu [pb] perihal seseorang yg tidak ikut campur dl dua pihak yg sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yg telah tentu kalah
alakrima alak.ri.ma [a Dok] kurang atau tidak mempunyai sekresi air mata
alam arwah alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal
alamah ala.mah [Ar n] orang yg sangat pandai (berilmu)
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alap-alap [n] (1) Zool elang belalang pemakan burung kecil; Acipiter virgatus gularis; (2) cak orang yg suka mengambil (dng cepat) milik orang lain; pencuri (penjambret, pencopet, dsb) kawakan
alas kubur [ki] orang yg memikul kesalahan (kerugian dsb) orang lain
alat [n] (1) benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas; perabot(an): -- pertanian; -- tukang kayu; (2) yg dipakai untuk mencapai maksud: pelaksanaan keluarga berencana adalah -- untuk menurunkan angka kelahiran dan menaikkan taraf hidup rakyat; (3) ki orang yg dipakai untuk mencapai suatu maksud: mereka itu hanya dipakai sbg -- untuk melemahkan semangat rakyat; (4) bagian tubuh (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) yg menjalankan fungsi sesuatu: -- pencium ; -- perasa; (5) yg dipakai untuk menjalankan kekuasaan negara (spt polisi, tentara): -- negara; (6) perlengkapan: -- kebesaran untuk upacara raja-raja, spt mahkota, tongkat, payung, pedang, tunggul, bendera, dan umbul-umbul; (7) Antr benda budaya yg dikembangkan manusia dl usahanya memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya, sbg penyambung keterbatasan organismenya [Mk n] (1) jamu (tamu); (2) perjamuan
alat bantu dengar alat elektronik yg memperkeras suara sebelum suara sampai ke telinga, biasa dipakai oleh orang yg pendengarannya kurang
alat kecantikan bahan atau ramuan yg dipakai untuk memperindah wajah, kulit, mata, dsb (spt bedak, cat bibir, cat kuku, maskara)
alat penglihatan [Bio] organ tubuh untuk melihat; mata
albino al.bi.no [n] organisme (makhluk hidup, terutama manusia dan binatang) yg memperlihatkan keadaan kekurangan pigmen, umumnya ditandai dng kebulaian (warna kulit dan rambut putih, serta mata kemerah-merahan)
albuginea al.bu.gi.nea [n Kim] zat serat putih dr bola mata dan organ lain
alergi aler.gi [n Dok] (1) perubahan reaksi tubuh thd kuman-kuman penyakit; (2) keadaan sangat peka thd penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dl kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang
algojo al.go.jo [n] (1) orang yg melaksanakan hukuman mati; (2) orang yg bengis dan kejam (suka membunuh)
alibi ali.bi [n Huk] bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)
alienasi ali.e.na.si [n] (1) keadaan merasa terasing (terisolasi); (2) penarikan diri atau pengasingan diri dr kelompok atau masyarakat; (3) pemindahan hak milik dan pangkat kpd orang lain
alim [a] (1) berilmu (terutama dl hal agama Islam): ia seorang -- yg sangat disegani di kampung ini; (2) saleh: kelihatannya ia sangat -- dan tidak pernah meninggalkan salat [n] pegawai urusan agama di Banten atau Madura
alir , meng.a.lir v (1) bergerak maju (tt air, barang cair, udara, dsb): air sungai ~ ke laut; (2) meleleh (tt air mata, peluh, dsb): air matanya ~ membasahi pipinya; (3) ki berpindah tempat secara beramai-ramai: penduduk dr daerah yg tidak aman banyak ~ ke kota besar [n] pancing dng umpan hidup untuk menangkap buaya; tali alir; umpan alir [Mk a] licin (permukaan)
alis [n] bulu di dahi di atas mata; kening: -- nya indah spt semut beriring
Allah [n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
almanak pelayaran almanak untuk pelayaran yg berisi catatan tt kejadian astronomi, spt posisi matahari, bulan, planet, dan bintang setiap saat, siang dan malam sepanjang tahun
almarhum al.mar.hum [n] (1) yg dirahmati Allah (sebutan kpd orang Islam yg telah meninggal); (2) yg telah meninggal; mendiang: di ruang tamu tergantung lukisan besar -- Jenderal Sudirman; (3) kata untuk menyebut orang yg telah meninggal: -- pernah menjabat sbg duta besar di Singapura
alter ego al.ter ego [Lat n Psi] (1) aku yg kedua; (2) orang yg membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) seseorang dl segala hal dan keadaan; kawan yg tidak terpisahkan, msl suami atau istri
alto al.to [n Mus] (1) nada yg mencakup suara terendah wanita dan nada suara tertinggi pria (antara sopran dan tenor); (2) orang (penyanyi) bersuara antara sopran dan tenor
altostratus al.to.stra.tus [n Met] awan berbentuk lapisan-lapisan berwarna keabu-abuan dan termasuk awan tengah yg tingginya sekitar 3-6 km sehingga matahari atau bulan yg terletak di belakangnya tampak spt di belakang kaca tembus cahaya, tetapi tidak menyebabkan perubahan lingkar matahari atau lingkar bulan
altruis al.tru.is [n] orang yg banyak mengutamakan kepentingan orang lain (tidak mementingkan diri sendiri)
altruisme al.tru.is.me [n] (1) paham (sifat) lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dr egoisme); (2) Antr sikap yg ada pd manusia, yg mungkin bersifat naluri berupa dorongan untuk berbuat jasa kpd manusia lain
altruistis al.tru.is.tis [a] bersifat mendahulukan kepentingan orang lain
alumni alum.ni [n n] orang-orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alumnus alum.nus [n] orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alung [n] barang (gundu, mata uang, bola kecil, atau keping logam) yg dilemparkan pd sasaran dl permainan anak-anak
alusi alu.si [n Sas] majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pd karya sastra; kilatan
am [a] (1) tidak terbatas pd orang atau golongan tertentu; umum; awam: orang --; (2) tidak terbatas pd bidang tertentu: pengetahuan --
amah [n] orang perempuan (Cina) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga; babu [n] rakyat biasa; orang kebanyakan: di hadapan Yang Mahakuasa tidak ada perbedaan antara -- dan bangsawan
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amanah ama.nah [n] kerabat [n] sesuatu yg dipercayakan (dititipkan) kpd orang lain: kemerdekaan Indonesia merupakan -- dr para pahlawan bangsa; (2) n keamanan; ketenteraman: bahagia dan -- yg sukar dicari; (3) a dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia: temanku adalah orang -- [Ar n] bidang hukum; kekuatan
amanat ama.nat [n] (1) pesan; perintah (dr atas): menyampaikan -- orang tuanya; (2) keterangan (dr pemerintah); (3) wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah -- Jenderal Sudirman; -- Presiden dl Kongres Pemuda; (4) Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; (5) Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar
amatir ama.tir [n] kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, msl orang yg bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sbg kesenangan
amatirisme ama.tir.is.me [n] paham bahwa suatu kegiatan dilaksanakan semata-mata sbg kesenangan, dan bukan untuk mencari uang
ambai am.bai, ber.am.bai-am.bai [v] bercucuran; tepercik-percik: ia pergi dng air mata ~
ambal am.bal [n] permadani [kl v] , ber.am.bal-am.bal.an v berarak-arak [Mk v] , meng.am.bal v membumbun (tanah); menambak [v] , meng.am.bal v melihat dng sudut mata; melirik; menjeling
ambalan am.bal.an [n] rombongan orang berarak; perarakan
ambilingual am.bi.li.ngu.al [n] orang atau masyarakat yg mempunyai kemampuan seimbang dl menggunakan dua bahasa
ambivalen am.bi.va.len [a] bercabang dua yg saling bertentangan (spt mencintai dan membenci sekaligus thd orang yg sama): ia mengakui adanya sikap -- pd dirinya thd gadis itu
ambivalensi am.bi.va.len.si [n Psi] perasaan tidak sadar yg saling bertentangan thd situasi yg sama atau thd seseorang pd waktu yg sama
ambliobia am.bli.o.bia [n Dok] kelainan pd mata yg menyebabkan ketajaman daya lihat menjadi kurang normal: jika tidak segera ditanggulangi, penyakit itu akan mengakibatkan --
ambulans am.bu.lans [n] kendaraan (mobil dsb) yg dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan: korban kecelakaan itu segera diangkut dng -- ke rumah sakit
ametis ame.tis [n Geo] batu permata kuarsa yg tembus cahaya dng warna yg beraneka, spt ungu, merah, biru
ametropia amet.ro.pia [n Dok] kehilangan kemampuan untuk memfokuskan bayangan pd retina krn ketidaksesuaian antara ukuran dan daya refraksi mata
amnesti am.nes.ti [n ] pengampunan atau penghapusan hukuman yg diberikan kepala negara kpd seseorang atau sekelompok orang yg telah melakukan tindak pidana tertentu
ampang am.pang [a] gampang; mudah; ringan [n] pematang dsb penahan air; bendungan [n] keranjang besar
amputasi am.pu.ta.si [n Dok] pemotongan (anggota badan), terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang
amuk [n] kerusuhan yg melibatkan banyak orang (spt perang saudara): dl -- di Liberia mayat bergelimpangan, darah membasahi tanah, dan inilah perang saudara sesama hitam
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak ajaib anak kecil yg sudah mampu menguasai kepandaian yg dimiliki oleh orang dewasa
anak Allah [Kris] gelar untuk Yesus Kristus yg menyatakan bahwa Ia berasal dr Allah dan melakukan penyelamatan manusia
anak angkat anak orang lain yg diambil (dipelihara) serta disahkan secara hukum sbg anak sendiri
anak asuh anak yg diberi biaya pendidikan (oleh seseorang), tetapi tetap tinggal pd orang tuanya
anak bala [ki] anak yg selalu mengganggu anak orang lain
anak balam sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli
anak buah anggota kelompok (regu pasukan) yg berada di bawah seorang pemimpin
anak didik murid; siswa; (2) anak yg berada dl pembinaan (asuhan) seseorang
anak dipangku dilepaskan [pb] selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan
anak emas [n] (1) anak budak belian yg diambil anak oleh tuannya; (2) orang yg paling disayangi (disenangi) oleh atasannya (keluarganya, kepalanya, majikannya, tuannya, dsb); (3) anak Indonesia yg diambil oleh bangsa lain
anak gahara anak raja dr permaisuri; -- gedongan anak orang kaya (yg rumahnya gedung): -- gedongan itu mau juga bermain dng anak kampung
anak liplap anak yg orang tuanya berlainan bangsa
anak luar nikah anak yg dilahirkan oleh seorang wanita di luar perkawinan yg dianggap sah menurut adat atau hukum yg berlaku; (2) anak haram
anak mampu rawat [Dik] anak yg tingkat kemampuan intelegensinya paling tinggi 25, membutuhkan perawatan orang lain sepanjang hayatnya
anak obat anak (orang) sakit yg sedang dl perawatan dokter; pasien
anak piara anak orang lain yg dipiara
anak sasian murid; pelajar; orang yg berguru
anak sekolah anak (orang) yg masih menuntut ilmu melalui pendidikan sekolah; murid; siswa
anak semang anak se.mang [n] (1) orang yg diambil orang lain (bukan keluarganya) sbg kerabatnya; (2) orang yg dipekerjakan atau yg bekerja pd orang lain (spt orang gajian, pegawai); (3) orang yg diberi modal untuk berdagang atau yg menjualkan dagangan orang lain; (4) orang yg menumpang makan (mondok); (5) orang yg bekerja pd orang lain krn terikat oleh utang
anak sendiri disayangi [pb] bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yg diutamakan
anak sipil [Dik] anak yg diserahkan oleh orang tuanya kpd negara
anak sumbang anak haram (terutama akibat dr perzinaan sesama antara sanak saudara dekat); (2) anak yg lahir dr seorang ibu yg dilarang kawin menurut undang-undang dng lelaki yg menghamilinya
anak susuan anak yg masih menyusu; (2) anak orang lain yg disusui
anak tolakan [Psi] anak yg tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dsb)
anaklisis anak.li.sis [n Psi] keadaan emosi yg bergantung pd orang lain
analis ana.lis [n] (1) orang yg menganalisis atau melakukan analisis; (2) ahli ilmu kimia yg bekerja di laboratorium (menjalankan penyelidikan dsb); (3) Ek orang yg mencari dan mengumpulkan data untuk penilaian kekayaan atau kemampuan perusahaan demi kepentingan pemodal
analisis jabatan [Man] penyelidikan tt kemampuan dan kepribadian seseorang dl hubungan dng pekerjaan yg menjadi tanggung jawabnya
analisis sistem prosedur atau proses sistematis yg memungkinkan pengombinasian pertimbangan para pakar dr berbagai bidang ilmu sehingga diperoleh hasil yg sempurna dr kegunaan tiap disiplin; (2) pengamatan mengenai suatu kegiatan, metode, prosedur, atau teknik untuk menentukan manfaat kegiatan tsb dan cara terbaik untuk memperolehnya
anamnesis anam.ne.sis [n] (1) Psi keterangan tt kehidupan seseorang (klien) yg diperoleh melalui wawancara dsb; (2) Dok riwayat orang sakit dan penyakitnya pd masa lampau
anarkis anar.kis [n] (1) penganjur (penganut) paham anarkisme; (2) orang yg melakukan tindakan anarki
anasir ana.sir [n] (1) sesuatu (orang, paham, sifat, dsb) yg menjadi bagian dr atau termasuk dl keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dsb): dl pergerakan itu terdapat -- yg kurang baik; (2) (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yg merupakan bagian dr segala benda: orang memperkirakan bumi ini ada -- nya, yaitu air, api, tanah, dan hawa; (3) segala yg ada di dunia; makhluk: daun-daun pun tiada bergerak sebab angin tiada bertiup sedikit jua, seolah-olah segala -- sama-sama menghormati hari yg mulia itu; (4) unsur
anatomis ana.to.mis [a] bersifat anatomi: ada alat-alat tertentu pd anak yg mempunyai bentuk dan letak -- yg tidak sama dng orang dewasa
ancang intrinsik [Sas] pendekatan thd karya sastra yg bertolak dr unsur-unsur dl karya sastra itu sendiri, yg objek kajiannya semata-mata unsur dl karya sastra itu
ancoa an.coa [pron] bagaimana (dl percakapan dng atau di antara orang Cina)
Anda An.da [pron] sapaan untuk orang yg diajak berbicara atau berkomunikasi (tidak membedakan tingkat, kedudukan, dan umur)
andalan an.dal.an [n] (1) orang yg dipercayai; yg dapat diandalkan; tumpuan: ia termasuk ~ kita dl kejuaraan dunia bulu tangkis tahun ini; (2) pembina (dl gerakan pramuka): Presiden Republik Indonesia adalah salah seorang ~ nasional gerakan pramuka; (3) (kuda dsb) yg kuat (sakti); (4) tanggungan; barang jaminan
andan an.dan [n] orang yg putih kulitnya krn lapisan kulitnya tidak mengandung (kekurangan) zat warna tubuh (pigmen); bulai [Mk v] berkerabat (bersanak) dekat krn perkawinan, bukan krn hubungan darah
andragogi an.dra.go.gi [n] ilmu tt cara orang dewasa belajar
anekdot anek.dot [n] cerita singkat yg menarik krn lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yg sebenarnya
aneksasi anek.sa.si [n] pengambilan dng paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dng tanah (negara) sendiri; penyerobotan; pencaplokan
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
angglap ang.glap [Jk v] , meng.ang.glap v menggelapkan milik orang lain (uang, barang, dsb); tidak membayar utang dsb
anggota ang.go.ta [n] (1) bagian tubuh (terutama tangan dan kaki): -- badannya lemah; (2) bagian dr sesuatu yg berangkai: kata majemuk "bumiputra" dua -- nya; (3) orang (badan) yg menjadi bagian atau masuk dl suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dsb): dia adalah seorang -- partai terlarang
anggota honorer anggota kehormatan
angin gunung [Met] angin katabatik yg bertiup pd malam hari dan pd jam-jam pertama setelah matahari terbit, dr arah lereng gunung menuju lembah dan dataran rendah
angin jahat angin yg buruk membuat orang mudah sakit, spt angin yg sangat dingin, angin pd musim pancaroba
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angin termal angin yg arah geraknya ke atas, disebabkan oleh permukaan bumi yg panas krn mendapat sinar matahari
angin-angin [n ki] kabar yg belum tentu kebenarannya; gelagat yg menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi: ada ~ bahwa ia akan mengundurkan diri; (2) a tidak tetap pendiriannya: orang tidak bisa percaya pd orang yg ~ ini
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angka fertilitas kumulatif [Dem] rata-rata banyaknya anak yg dilahirkan oleh seorang wanita sejak mereka mulai memasuki usia melahirkan sampai mereka mencapai umur tertentu (msl umur 20-24, 30-34, atau 45-49 tahun)
angka kematian kasar [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian per 1.000 orang penduduk dl satu tahun
angkara ang.ka.ra [n] kebengisan: janganlah Anda berbuat -- thd sesama manusia; (2) n kekurangajaran (thd perempuan dsb): ia tidak pernah berbuat -- thd istri orang; (3) a loba; tamak
angkasawan ang.ka.sa.wan [n] (1) orang yg bertugas sbg penyiar radio; orang yg berkecimpung di bidang siaran radio; (2) astronaut
angkat tangan mengangkat kedua belah tangan ke atas spt ketika orang mulai salat; (2) cak mengacungkan tangan ke atas tanda menunjukkan diri: coba siapa yg dapat mengerjakan, -- tangan; (3) cak ki menyerah (tidak akan melawan lagi); takluk; (4) cak ki tidak sanggup menghadapi; putus asa: ia sudah -- tangan kalau disuruh menghadapi orang itu
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
angkatan muda ang.kat.an muda jabatan pegawai negara; (2) orang yg diangkat oleh negara
angkatan negara ang.kat.an negara [ark] kelompok orang muda; turunan yg termuda
angkatan penerus ang.kat.an penerus kelompok orang yg akan menggantikan kelompok sebelumnya
angkatan perang ang.kat.an perang kelompok besar orang yg diperlengkapi dng senjata yg bertugas di bidang pertahanan dan keamanan, meliputi angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara; angkatan bersenjata
angkel ang.kel [ark ] (1) n uang kontrak yg diberikan kpd orang yg masuk serdadu (pd zaman penjajahan); (2) cak v menandatangani kontrak lagi (setelah kontrak berakhir)
angker ang.ker [a] (1) tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya krn dianggap berhantu; (2) ki tampak menyeramkan (menakutkan): direktur yg -- itu ternyata berhati baik [n] jangkar
angkong ang.kong [ark n] kereta beroda dua yg dihela orang [ark n] permainan judi dng kartu tiga
angku ang.ku [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) panggilan (sebutan) kpd orang yg patut dihormati; (3) kakek
angkuh ang.kuh [a] sifat suka memandang rendah kpd orang lain; tinggi hati; sombong; congkak: krn sikapnya yg -- itu, ia tidak disukai orang [n] rupa
angkuh terbawa [pb] baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kpd orang yg pesolek)
angkutan ang.kut.an [n] (1) barang-barang (orang-orang dsb) yg diangkut; (2) cara mengangkut: ~ dng kereta api lebih murah dp dng truk
anglap ang.lap [Jw] meng.ang.lap v mengambil milik orang lain; tidak membayar (msl utang); mencuri
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
animis ani.mis [n] orang yg menganut paham animisme
aniridia an.i.ri.dia [a Dok] keadaan tidak adanya iris sebagian atau seluruhnya pd mata
aniseikonia an.i.sei.ko.nia [n Dok] kerusakan pd lensa mata yg menyebabkan tidak samanya bentuk dan ukuran bayangan benda pd retina kedua mata
anisokoria an.i.so.ko.ria [n Dok] keadaan tidak samanya diameter kedua pupil; manik mata yg tidak sama besar
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
anjing geladak anjing liar (tidak dipiara orang); (2) ki penjahat yg hidup di pelabuhan-pelabuhan laut
anjing menyalak di ekor (pantat) gajah [pb] orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa
anjlok an.jlok [v] (1) meloncat ke bawah dr tempat ketinggian (dng posisi kedua kaki sbg tumpuan); (2) turun dr posisi semula (tt jembatan, bangunan, dsb); (3) keluar dr rel (tt kereta api); (4) turun banyak dl waktu sangat singkat (tt harga, berat badan, kesehatan orang, dsb)
anjuran an.jur.an [n] yg dianjurkan; usul; saran; nasihat; ajakan:; ~ orang tuanya dilaksanakannya dng baik
anoftalmus anof.tal.mus [n Dok] keadaan tidak bermata sejak lahir (sebuah atau keduanya)
anotasi ano.ta.si [n] catatan yg dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antah an.tah [n] (1) gabah (yg terdapat pd beras atau nasi); (2) ki orang yg tidak berguna (dl masyarakat); sesuatu yg kurang baik
antah berkumpul sama antah [pb] setiap orang selalu mencari orang yg setingkat atau sederajat
antarpribadi an.tar.pri.ba.di [a] antara pribadi seseorang dan pribadi orang lain
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
antek an.tek [Jw n] orang (negara) yg diperalat atau dijadikan pengikut orang (negara) lain; kaki tangan; budak
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
antik an.tik [a] kuno, tetapi tetap bernilai sbg hasil karya seni atau benda budaya (tt barang-barang): koleksi barang --; (2) n ki perilaku, sifat, penampilan, dsb yg tidak spt biasanya (tt orang)
antikristus an.ti.kris.tus [n Kris] kuasa yg melawan Allah dan Kristus yg semakin besar menjelang kedatangan Tuhan kembali yg dapat menjelma dl orang-orang tertentu
antikuari an.ti.ku.a.ri [n] orang yg mengoleksi atau mempelajari benda kuno (antik)
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
antisemitisme an.ti.se.mi.tis.me [n] paham yg dianut oleh orang-orang yg tidak suka pd segala sesuatu yg bersangkutan dng bangsa Yahudi
antologi an.to.lo.gi [n] kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang: sebuah -- sajak perjuangan bangsa Indonesia telah diterjemahkan ke dl bahasa Inggris
antrean an.tre.an [n] deretan orang, barang olahan, atau unit yg sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dsb
antropoid an.tro.po.id [a] menyerupai manusia, terutama dl wujud fisiknya, spt kera, orang utan, dan gorila
antroponimi an.tro.po.ni.mi [n] penyelidikan tt sistematik, arti, dan asal-usul nama orang
anu [n] (1) yg tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): si -- membeli -- di toko --; (2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung -- yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
anugerah anu.ge.rah [n] pemberian atau ganjaran dr pihak atas (orang besar dsb) kpd pihak bawah (orang rendah dsb); karunia (dr Tuhan): ia mendapat -- Bintang Mahaputra dr Pemerintah; bersyukurlah atas -- Nya
anumerta anu.mer.ta [a] setelah meninggal; (2) n penghargaan (gelar, pangkat, dsb) yg diberikan kpd anggota angkatan bersenjata yg dianggap berjasa kpd negara, sesudah orangnya meninggal
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar [pb] tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yg disimpan saja kalau tidak diajarkan kpd orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
apa yg kurang pd belida [pb] orang yg berkecukupan, tidak ada yg kurang padanya
apalagi apa.la.gi [p] kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yg telah dibicarakan terdahulu: anak kecil pun sudah mengerti, -- orang dewasa
apek [Lihat {apak}] [Cn n] kata untuk menyapa orang tua; tuan
apel [v Huk] naik banding pd pengadilan yg lebih tinggi; permohonan pemeriksaan ulang pd pengadilan tingkat kedua (pengadilan tinggi) thd keputusan pengadilan tingkat pertama (pengadilan negeri) /apEl/ (1) v Mil wajib hadir dl suatu upacara resmi (bersifat kemiliteran) untuk diketahui hadir tidaknya atau untuk mendengar amanat; (2) n upacara [n] kepala kampung (di bawah kepala desa) [n] (1) pohon yg buahnya bundar, berdaging tebal dan mengandung air serta berkulit lunak yg warnanya merah (kemerah-merahan) atau kuning (kekuning-kuningan), jika matang rasanya manis kemasam-masaman; Pyrus malus; (2) buah pohon apel
apersepsi aper.sep.si [n Psi] pengamatan secara sadar (penghayatan) tt segala sesuatu dl jiwanya (dirinya) sendiri yg menjadi dasar perbandingan serta landasan untuk menerima ide baru
aphelion ap.he.li.on [n Astron] titik pd garis edar suatu planet yg terjauh dr matahari
apheliotropisme ap.he.li.o.tro.pis.me [n Astron] sifat menjauhi matahari (pd beberapa tumbuhan)
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api penyuci [Kat] tempat siksaan di akhirat untuk membersihkan jiwa orang yg berdosa ringan
apit [n] (1) sesuatu yg terdapat di antara dua benda (orang dsb); sesuatu yg dihimpit (dijepit, ditindih, dsb); (2) alat untuk menghimpit (menjepit, menindih, dsb); (3) jejenang; ajudan
aplus ap.lus [v cak] bergilir (tt orang yg bertugas, berkawal, dsb) [Lihat {aplaus}]
apologetis apo.lo.ge.tis [a] bersifat pemaaf: orang yg paling -- pun tidak akan mengampuni tindakan yg sadis itu
apopleksi apo.plek.si [n Dok] penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah
apraksi ap.rak.si [n ] orang yg mengalami apraksia
arah arah, arah.an [ark n] orang yg menjadi pembantu
arahan arah.an [n] (1) petunjuk untuk melaksanakan sesuatu; (2) perintah resmi seorang pemimpin perusahaan kpd bawahannya yg berupa petunjuk untuk melaksanakan sesuatu dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi
arak-arakan arak-arak.an [n] iring-iringan orang dsb yg berarak; pawai: festival film yg diselenggarakan di Surabaya diawali dng ~ para artis film mengelilingi kota
aram [n] aram-aram n tangga berpara-para tempat orang bekerja di tempat tinggi, msl mengecat gedung bertingkat [kl a] -- temaram hampir gelap; suram (tidak bercahaya terang)
arang itu jikalau dibasuh dng air mawar sekalipun [pb] tabiat orang yg dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
arbiter ar.bi.ter [n] orang yg disepakati oleh dua belah pihak yg bersengketa untuk memberikan keputusan yg akan ditaati oleh kedua belah pihak
arca ar.ca [n] patung yg terutama dibuat dr batu yg dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang
arek [n cak] (1) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu daerah, kota, dsb); anak: -- Surabaya; -- Malang; (2) panggilan akrab antarteman sebaya atau dr yg lebih tua kpd yg lebih muda
areola are.o.la [n Dok] lingkaran berwarna merah, hitam, atau cokelat yg mengelilingi suatu titik sentral (spt pupil mata atau puting susu)
areta are.ta [n] keberanian dan kebajikan yg dimiliki seseorang yg menyebabkan dia dihormati oleh orang lain
argot ar.got [n Ling] bahasa dan perbendaharaan kata yg bersifat rahasia dr suatu kelompok orang, msl bahasa para pencopet
Aries Ari.es [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol zodiak pertama yg digambarkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Maret dan 19 April; Mesa; Hamal
arif [a] (1) bijaksana; cerdik dan pandai; berilmu: ia terkenal sbg orang yg --; (2) paham; mengerti: tidak mungkin seseorang itu -- akan segala hal
arifin ari.fin [n] (golongan) orang cerdik pandai (bijaksana)
aring [n] jebakan untuk menangkap kijang [a] berbau spt air kencing; pesing [n] ukiran pd pangkal mata keris [Lihat {urang-aring}]
arisan aris.an [n] kegiatan mengumpulkan uang atau barang yg bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya, undian dilaksanakan dl sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya
aristokrat aris.tok.rat [n] (1) penganut cita-cita kenegaraan yg berpendapat bahwa negara harus diperintah oleh kaum bangsawan (orang kaya dan orang-orang yg tinggi martabatnya); (2) orang dr golongan bangsawan; ningrat
arogan aro.gan [a] (1) sombong; congkak; angkuh; (2) Psi mempunyai perasaan superioritas yg dimanifestasikan dl sikap suka memaksa atau pongah: dl dunia yg penuh manusia -- dan kepalsuan ini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar
aron [Jk a] setengah matang (tt nasi dan ketan)
aronan aron.an [n] beras yg sudah direbus setengah matang yg siap untuk dikukus; hasil mengaron: krn sangat lapar, dimakannya ~ itu
artisan ar.ti.san [n] orang yg ahli membuat barang kerajinan tangan
arung-arungan arung-arung.an [n] (1) bagian sungai yg dangkal tempat orang menyeberang; (2) laut yg biasa dilayari (dilalui)
arus manusia keadaan hilir mudiknya orang yg berjalan atau lewat
arwah ar.wah [n] (1) jiwa orang yg meninggal; roh: semoga -- nya diterima di sisi Tuhan; (2) ki semangat: hilang --
arzak ar.zak [n] permata yg indah warnanya
asa-asaan asa-asa.an [a] selalu berharap-harap atau mengharapkan: supaya orang tuamu jangan ~ lekaslah pulang sekarang
asahan asah.an [n] (1) hasil mengasah: permata ini ~ nya kurang halus; (2) yg sudah diasah: intan ~
asal ayam pulang ke lumbung [pb] tabiat orang tidak akan berubah
asalnya dr kubang asalnya dr ku.bang [ki] (orang) yg hina sekali
asam kawak hasil olahan asam jawa agar dapat bertahan lama, dibuat dr asam yg matang di pohon, dikupas, dibuang serat dan isinya kemudian dijemur, diberi campuran garam dan gula merah lalu dikukus dan didinginkan serta dikemas rapi untuk menghindarkan kotoran
asam nitrat [Kim] zat cair tidak berwarna yg jika kena sinar matahari terjadi penguraian (warnanya berubah menjadi kuning hingga merah); asam sendawa; HNO3
asar [n] (1) waktu petang hari: pertemuan itu dilangsungkan pd waktu --; (2) waktu salat wajib pd petang hari antara habis waktu zuhur dan terbenam matahari; (3) Isl (huruf awal ditulis dng kapital) salat wajib sebanyak empat rakaat pd petang hari [n] bekas (tt sisa kenangan): kenangan itu tiada -- nya lagi
asar rendah petang hari ketika matahari sudah rendah (sekitar pukul 16.00)
asar tinggi petang hari ketika matahari masih tinggi (sekitar pukul 15.00)
asas keturunan asas yg menentukan bahwa kewarganegaraan seorang anak otomatis menurut kewarganegaraan ayahnya
asas praduga tidak bersalah asas yg menyatakan bahwa setiap orang yg disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau diperiksa pd sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hakim yg berkekuatan hukum yg menyatakan bahwa tersangka atau tertuduh bersalah
asas tempat kelahiran asas yg menentukan bahwa tempat lahirlah yg menentukan kewarganegaraan seseorang
asetilena ase.ti.le.na [n Kim] gas tanpa warna yg mudah terbakar, berbau eter apabila murni, dan digunakan untuk mempercepat proses kematangan buah-buahan
asimilasi asi.mi.la.si [n] (1) Sas penyesuaian (peleburan) sifat asli yg dimiliki dng sifat lingkungan sekitar; (2) Ling perubahan bunyi konsonan akibat pengaruh konsonan yg berdekatan; (3) Bot pengolahan zat pd tumbuh-tumbuhan yg mengandung butir hijau daun dng pertolongan sinar matahari; pengubahan zat bertenaga rendah menjadi zat bertenaga tinggi yg diproses oleh tumbuhan
asinyor asi.nyor [n Huk] seseorang yg menyerahkan hak atau miliknya (biasanya tanah) kpd orang lain
asisten asis.ten [n] orang yg bertugas membantu orang lain dl melaksanakan tugas profesional, msl dl pekerjaan, profesi, dan kedinasan
asistensi asis.ten.si [n] kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dl tugas profesionalnya)
asket as.ket [n] orang yg menjalani asketisisme; pertapa; aulia
asli as.li [n] (1) tidak ada campurannya; tulen; murni: emas --; (2) bukan peranakan: orang pribumi adalah penduduk --; (3) bukan salinan (fotokopi, saduran, terjemahan): ijazah --; naskah --; (4) baik-baik; tidak diragukan asal usulnya; (5) yg dibawa sejak lahir (sifat pembawaan): bagaimanapun disembunyikannya sifat -- nya, pasti akan kelihatan juga; (6) (tempat) asal: orang tsb -- nya dr Bandung
asma as.ma [n hor] nama (bagi Tuhan): kami berbuat baik thd siapa pun semata-mata untuk meluhurkan -- Tuhan [n] gangguan pernapasan yg sering bersifat alergis, ditandai dng sulit bernapas dan rasa sesak dl dada; penyakit sesak napas; bengek; asthma bronchiale
asosiasi aso.si.a.si [n] (1) persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; (2) perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama; (3) tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra
asparagus as.pa.ra.gus [n] tumbuhan keluarga Liliaceae, ujung akar tunggalnya (rebung) untuk sayur, terutama yg belum kena sinar matahari, berwarna putih, lunak, dan gemuk; Asparagus officinalis [n] asparaga
aspiran as.pi.ran [n] orang yg berambisi besar untuk menuntut suatu hal (pangkat, pengetahuan, dsb)
asrama as.ra.ma [n] bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama
asri as.ri [a] indah dan sedap dipandang mata: pertamanan itu menambah -- nya kota
astadikpala as.ta.dik.pa.la [n ] kelompok dewa penjaga arah mata angin (dl mitologi agama Hindu)
astenopia as.te.no.pia [n Dok] kelemahan otot mata dan ketajaman pandangan, kadang-kadang disertai nyeri dan sakit kepala
astigmatis astig.ma.tis [n Anat] kesalahan yg terjadi pd penglihatan jika kornea tidak merata kecembungannya sehingga sinar yg masuk ke mata tidak merata pembiasannya
astrologi as.tro.lo.gi [n] ilmu perbintangan yg dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang; nujum
astronomi as.tro.no.mi [n] ilmu tt matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya; ilmu falak
asuh [v] , meng.a.suh v (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; (2) ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; (3) ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa
asuransi korban perang asuransi yg mengatur jaminan hidup orang-orang yg menderita akibat peperangan
asuransi perusahaan asuransi atas jiwa seorang direktur perusahaan, pekerja, atau pejabat penting yg polisnya dapat dibayarkan kpd perusahaan yg mempekerjakan orang itu
asyik-asyiknya asyik-asyik.nya [a] enak-enaknya: sedang ~ bermain, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan orang minta tolong
Asytoret Asy.to.ret [n] dewi kesuburan orang Sidon yg dimasukkan ke Israel oleh istri-istri Salomon (Sulaiman)
atap serotong bentuk atap rumah orang kebanyakan atau lapisan masyarakat bawah
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
ateis ate.is [n] orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok -- tidak akan mengambil bagian dl suatu upacara agama
atribut at.ri.but [n] (1) tanda kelengkapan (berupa baret, lencana, dsb): setiap angkatan di lingkungan TNI memiliki -- sendiri; (2) ki lambang: -- keadilan ialah pedang dan timbangan; (3) sifat yg menjadi ciri khas (suatu benda atau orang): berani dan jujur adalah -- seorang kesatria; (4 a) Ling penjelas; (b) adjektiva yg menerangkan nomina dl frasa nominal; (c) kata berkelas tertentu yg mempunyai fungsi menerangkan nomina dl frasa nominal, msl sekarang dl pemuda sekarang; (5) kategori variabel kualitatif (spt laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin); (6) Ark ciri atau sifat yg terdapat pd setiap benda purbakala, yg dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok
au [n Astron] satuan jarak astronomis dl perbintangan yg sama besar dng jarak bumi ke matahari, yaitu 149.599.000 km
audiensi au.di.en.si [n] (1) kunjungan kehormatan; (2) pengunjung atau pendengar suatu ceramah dsb
audiofil au.di.o.fil [n] orang yg sangat menggemari reproduksi suara yg sangat teliti; penggemar fanatik reproduksi suara yg sangat teliti
aulia au.lia [n] orang suci; wali
autad au.tad [n Isl] anggapan tt adanya empat orang yg sangat alim dan saleh, masing-masing menempati empat penjuru dunia, yaitu timur, barat, utara, dan selatan
autisme au.tis.me [n] gangguan perkembangan pd anak yg berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dng orang lain terganggu
autistik au.tis.tik [a] terganggu jika berhubungan dng orang lain
autobiograf au.to.bi.o.graf [n] seseorang yg menulis sendiri autobiografinya
autodidak au.to.di.dak [n] orang yg mendapat keahlian dng belajar sendiri
autograf au.to.graf [n Filol] (1) tulisan pribadi; (2) naskah asli yg ditulis tangan oleh pengarangnya sendiri; (3) tanda tangan dr seseorang yg termasyhur
autokrasi au.to.kra.si [n Pol] (bentuk) pemerintahan dng kekuasaan mutlak pd diri seseorang; kediktatoran
autokrat au.to.krat [n Pol] orang yg mempunyai kekuasaan mutlak; diktator
avonturir avon.tu.rir [n] orang yg suka melakukan pertualangan; petualang
awak [n] (1) tubuh; badan: -- sakit, badan menimbun; (2) cak diri kita sendiri: masalah kemajuan perekonomian janganlah diserahkan kpd bangsa lain, -- lah yg bertanggung jawab; (3) sebutan bagi orang Minangkabau: orang --; (4) saya: -- tidak tahu apa yg harus -- lakukan; (5) engkau; kamu: ke mana aku hendak -- bawa; (6) orang yg menjadi anak buah pesawat terbang (kapal dsb)
awak penerbangan anak buah kapal terbang; orang yg bekerja pd sebuah maskapai penerbangan
awak yg payah membelah ruyung [pb] kita yg berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat faedahnya
awam [a] umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa; (2) n orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara)
awang awang, ber.a.wang [a] bersahabat; berjinak-jinakan: kedua orang itu tampaknya sudah mulai ~
awas [v] (1) dapat melihat baik-baik; tajam penglihatan: ia sudah tua, tetapi matanya masih --; (2) tajam tiliknya; dapat mengetahui (melihat) segala yg gaib (rahasia dsb): ia mencari dukun yg --; (3) memperhatikan dng baik; waspada: kita harus tetap -- thd gerak-gerik musuh; (4) hati-hati; ingat: -- ada ular; -- copet
awuran awur.an [n] sesuatu yg tidak teratur, terencana, dsb: orang itu menjawab pertanyaan secara ~ , tidak dipikir lebih dahulu
ayah [n] (1) orang tua kandung laki-laki; bapak; (2) panggilan kpd orang tua kandung laki-laki [Mal n] orang perempuan (India) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga
ayah bunda ibu bapak; orang tua
ayah tiri laki-laki (bukan ayah kandung) yg kawin dng ibu kandung seorang anak
ayam itik segala bangsa unggas yg dipiara orang (spt ayam, itik, angsa)
ayam itik raja pd tempatnya [pb] setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya
ayam kampung ayam yg secara alami berasal dr daerah tertentu yg dipiara orang (lawan ayam negeri, ayam ras)
ayam pelesung pemuda yg biasa datang ke rumah orang tua yg beranak gadis
ayam tedung ayam sabungan yg merah tua warna bulunya, hitam warna mata dan kakinya; ayam-ayam n (1) tiruan ayam (untuk permainan dsb); (2) unggas yg serupa ayam, berkaki panjang, biasa hidup di tambak atau di rawa-rawa (tidak kuat terbang); Gallierex cinerea
ayap [kl] meng.a.yap v makan atau minum (untuk merendahkan diri bagi orang biasa): semuanya pun ~ lah masing-masing pd hidangannya
ayat kauniah bukti yg ada dl alam nyata atau maujud (spt binatang, bulan, matahari); (2) (pd zaman Nabi Muhammad saw.) keadaan sekeliling Nabi Muhammad saw. atau dl diri kita masing-masing
ayeng , ayeng-ayeng.an Jk v (1) berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yg tidak-tidak spt orang yg kurang waras; (2) berkeliling mencari sesuatu hingga lelah; (3) pergi ke sana-sini
ayun-temayun ayun-te.ma.yun [v ki] (1) berayun-ayun; berbuai; (2) mulai turun (tt matahari): matahari ~ , mulai petang hari
azan [n] seruan untuk mengajak orang melakukan salat; bang: kedengaran -- sayup-sayup sampai; muazin ialah orang yg mengumandangkan --
Baal Ba.al [n] dewa kesuburan yg dipuja oleh orang Israel (disebut dl Perjanjian Lama)
baba ba.ba [n] sapaan untuk orang Cina (laki-laki) [n Lay] tikus
babe ba.be [Jk n] (1) bapak; ayah; (2) panggilan akrab thd orang tua (pemuka, pemimpin)
babi merasa gulai [pb] menyama-nyamai orang besar (kaya)
babit ba.bit [v] , mem.ba.bit.kan v melibatkan seseorang dl perkara dsb
bablas bab.las [Jw v] (1) terus; (2) ki lenyap (hilang): uangnya -- dilarikan orang; (3) ki mati: jika kebanyakan makan obat tidur bisa --
babu ba.bu [n cak] perempuan yg bekerja sbg pembantu (pelayan) di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga
baca ba.ca [v] , mem.ba.ca v (1) melihat serta memahami isi dr apa yg tertulis (dng melisankan atau hanya dl hati): dia jangan diganggu, krn sedang -- buku; (2) mengeja atau melafalkan apa yg tertulis; (3)mengucapkan: -- doa, -- mantra; (4) mengetahui; meramalkan: ia dapat -- suratan tangan (garis-garis pd telapak tangan); (5) memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai -- permainan lawan
badal ba.dal [n] pengganti (terutama bagi orang naik haji); wakil
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
badan astral [Fil] badan orang yg sudah meninggal yg tampak sbg bayangan sinar yg bercahaya (bersifat metafisika); badan (roh) halus
badan pembuat undang-undang [Pol] badan yg terdiri atas orang-orang yg menduduki jabatannya melalui pemilihan umum dan membuat keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
badar ba.dar [n] ikan kecil-kecil (spt teri) [kl n] nama lauk-pauk [Ar a ] (1)purnama (tt bulan); (2)ki sangat cantik: mukanya spt bulan -- waktu malam [n] batu hablur untuk permata cincin (batu dr Badar, tempat Nabi Muhammad saw. memperoleh kemenangan besar) [kl n] , -- sila kain putih yg halus; raja badar
badi ba.di [n] (1) kl pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); (2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan: anak itu memiliki -- kuda; (3) Dok zat yg menularkan penyakit
badik ba.dik [n] alat yg berbentuk pisau belati bermata satu [v] , mem.ba.dik v menyerobot dan menyepak bola dr belakang lawan [n] putik
bagai ba.gai [kl n] jenis; macam: permata sembilan --; (2) n sama; persamaan; banding: tidak ada -- nya; (3) p kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; laksana: -- kucing dan anjing
bagai balam dng ketitir [pb] perihal dua orang yg selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
bagai batu jatuh ke lubuk [pb] hilang lenyap (orang yg meninggalkan tempat)
bagai belut diregang [pb] seseorang yg tinggi kurus
bagai belut kena ranjau (getah) [pb] seseorang yg licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu
bagai bertanak di kuali bagai ber.ta.nak di kuali [pb] bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri
bagai dekan di bawah pangkal buluh [pb] seseorang yg pandai menyimpan rahasia
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bagai empedu lekat di hati [pb] sangat karib, tidak terceraikan (tt persahabatan, orang berkasih-kasihan, dsb)
bagai geluk tinggal di air [pb] orang yg hanya menunggu bantuan orang lain
bagai ikan kena tuba [pb] banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri)
bagai kena santung pelalai [pb] gadis yg lupa (tidak ingat) akan bersuami (krn diguna-gunai orang)
bagai kinantan hilang taji [pb] seseorang yg telah kehilangan penghargaan
bagai langau di ekor gajah [pb] selalu tunduk kpd kemauan orang besar atau orang pandai
bagai manik putus talinya (pengarang) [pb] perihal air mata yg bercucuran
bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran) [pb] seseorang yg merasa senang krn terlepas dr kesusahan
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bagai pahat [pb] orang yg mau bekerja apabila diperintah
bagai pimping di lereng [pb] orang yg tidak berpendirian tetap
bagai sambau di tengah jalan (yg rebah bangun krn terinjak) [ki] kehidupan orang yg turun naik, tidak menentu
bagai serdadu pulang baris [pb] orang yg kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya
bagai tikus membaiki labu [pb] orang yg mencoba memperbaiki sesuatu yg tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya
bagaimana ditanam bagaimana ditanam, begitulah di.tu.ai [pb] seseorang akan mendapat balasan spt yg diperbuatnya
bagaimana ditanam begitulah dituai bagaimana di.ta.nam begitulah dituai [pb] tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bahariwan ba.ha.ri.wan [n] orang yg bekerja di laut atau pelayaran; pelaut
bahasa buatan bahasa yg direka dng tujuan khusus untuk memperbaiki komunikasi internasional; (2) sistem kode berupa lambang abstrak, spt yg dipakai dl pemrograman komputer; (3) bahasa yg dibuat orang untuk pemakaian tertentu, msl bahasa Esperanto dan bahasa yg dipakai dl logika simbolis atau penggunaan komputer
bahasa gunung ragam bahasa Melayu yg dipakai oleh petani, orang desa, dsb
bahasa laut bahasa orang laut (pelaut)
bahasa menunjukkan bangsa [pb] budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)
bahasa pasar bahasa yg dipakai sbg alat komunikasi dl perdagangan oleh orang yg memiliki bahasa ibu yg berbeda-beda; (2) bahasa perantara yg terbentuk dr berbagai bahasa yg intinya berasal dr satu bahasa tertentu
bahasa roh [Kris] karunia Roh Kudus yg memuji Allah di dl doa dng bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yg memakainya maupun oleh orang lain
bahasa tarzan bahasa yg digunakan di antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak mudah saling mengerti, dicampuri gerak isyarat
bahasa umum bagian khazanah leksikal, gramatikal, dan stilistis suatu bahasa yg dimengerti dan diterima sbg pemakaian yg baik oleh semua orang yg mengenal bahasa itu
bahasawan ba.ha.sa.wan [n] (1) orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; (2) ahli bahasa
bahimiah ba.hi.mi.ah [a] bersifat kebinatangan (dikatakan kpd orang yg hidupnya hanya makan, minum, dan bersanggama): puasa benar-benar mendidik hati nurani manusia untuk menjauhi sifat --
bahuku ba.hu.ku [n] retribusi yg harus dibayar krn mengambil hasil tanah milik orang lain (di Halmahera)
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
baiduri bai.du.ri [n] batu permata yg berwarna dan banyak macamnya spt -- bulan, -- pandan, -- sepah
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
bajak selalu di tanah yg lembut [pb] orang yg selalu menderita adalah orang yg lemah
bajik ba.jik [n] , ke.ba.jik.an n sesuatu yg mendatangkan kebaikan (keselamatan, keberuntungan, dsb); perbuatan baik: kita wajib berbuat -- kpd sesama manusia
baju antari baju dalam yg panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yg bentuknya spt baju anggerka; (2) baju panjang yg dipakai oleh orang yg naik haji
baju biru [ki] orang hukuman (tahanan) yg menjalani hukuman penjara
baju jubah baju panjang spt yg biasa dipakai orang Arab, hakim, atau paderi
baju teluk belanga baju model Melayu, spt baju kurung untuk orang laki-laki
bajul buntung [ki] orang laki-laki yg suka mengganggu perempuan
bakal ba.kal [n] yg akan dijadikan (dibuat): hutan-hutan yg dirambah itu -- persawahan; (2) n sesuatu yg akan menjadi; calon: -- suaminya seorang pedagang; (3) n barang; bahan: -- rumah; (4) adv akan: lamarannya tidak -- diterima; (5) Jk p untuk; buat: uang itu -- beli apa?
bakalan ba.kal.an [v cak] akan dijadikan: terbetik kabar bahwa dia -- menjadi salah seorang sutradara film terkenal
bakam ba.kam [n] batu permata (mirip dng batu delima)
bakas lewu ba.kas le.wu [n] kelompok orang yg dituakan (di masyarakat Dayak Olo Ngaju); sesepuh
bakti bak.ti [n] (1) tunduk dan hormat; perbuatan yg menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): -- kpd Tuhan Yang Maha Esa; -- seorang anak kpd orang tuanya; (2) memperhambakan diri; setia: sbg tanda -- kpd nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaik-baiknya
bakup ba.kup [a] tampak tebal atau cembung (krn bengkak): matanya -- sehabis menangis; mukanya bengkak -- dan hidungnya berdarah akibat berkelahi
bala seribu hikmat (mantra) yg menjadikan seseorang memiliki kekuatan yg luar biasa
balai bendul [kl] rumah tempat menanti orang-orang yg hendak menghadap raja
balar ba.lar [a] (1) putih krn bulai (tt kerbau); (2) keputih-putihan (tt mata): matanya --
balas dendam ba.las den.dam [v] perbuatan membalas perbuatan orang lain krn sakit hati atau dengki: -- itu termasuk perbuatan tercela
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
balet ba.let [n] tari yg melukiskan suatu kisah (drama), boleh ditarikan oleh seseorang atau oleh kelompok orang
balik jurai bentuk perkawinan yg suaminya tinggal di kediaman kerabat istri setelah dia memberi antaran krn seorang anak dr keturunannya akan meneruskan garis keturunan laki-laki
balik mayat di kubur [pb] menyebut-nyebut nama orang yg sudah meninggal
balseros bal.se.ros [n] orang Kuba yg mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang ke Florida (Amerika Serikat)
balut ba.lut [n] (1) (kain dsb) pengikat atau pembebat luka; barut; pembungkus; (2) pembungkus pegangan atau gagang stik dl olahraga hoki [a] tebal spt bengkak (tt pelupuk mata): matanya -- krn menangis
balut bahasa bengkak sedikit sehingga tambah memaniskan (tt mata)
bambungan bam.bung.an [n] orang yg berkeliaran (bergelandangan) krn bodoh dsb
bancak ban.cak, ban.cak.an [n] (1) selamatan; kenduri; (2) hidangan yg disediakan dl selamatan; (3) selamatan bagi anak-anak dl merayakan ulang tahun atau memperingati hari kelahiran disertai pembagian makanan atau kue-kue
bancut ban.cut , ter.ban.cut ark v tersembul (tt mata); menonjol ke luar [Mk a] kerdil
bandar ban.dar [n] selokan aliran air (ke sawah dsb); selokan; parit: penduduk desa bergotong-royong memperbaiki -- air menjelang musim tanam [n] (1) tempat berlabuh (kapal, perahu, dsb); pelabuhan; (2) kota pelabuhan; kota perdagangan [n] (1) pemain yg menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dl permainan dadu, rolet, dsb); (2) orang yg menyelenggarakan perjudian; bandar judi; (3) orang yg mengendalikan suatu aksi (gerakan) dng sembunyi-sembunyi; (4) orang yg membiayai suatu gerakan yg kurang baik; (5) orang yg bermodal dl perdagangan dsb; tengkulak
bandel ban.del [a] melawan kata atau nasihat orang; tidak mau menurut atau mendengar kata orang; kepala batu: dasar anak-anak itu -- , tidak suka diperintah; kalau murid-murid itu tetap -- , gurunya terpaksa bertindak tegas
bandot ban.dot [n] (1) kambing jantan dewasa; (2) ki orang laki-laki yg sangat gila perempuan; orang laki-laki tua yg masih gemar kpd perempuan
bangkar bang.kar [a] keras dan kaku (spt tubuh orang mati); bangka
bangkit batang terendam [pb] mengangkat kembali nama orang yg sudah lama hilang dr ingatan; mengulangi perkara yg sudah lama dilupakan
bangsa Barat seseorang atau sekelompok besar rakyat yg mendiami sebagian benua Eropa dan benua Amerika dan yg termasuk dl suatu kebudayaan tertentu
bangsat bang.sat [n] (1) kepinding; kutu busuk; (2) cak orang yg bertabiat jahat (terutama yg suka mencuri, mencopet, dsb): dasar anak -- , menjadi -- juga [Mk a] jembel; miskin
bangsat tak tahu disukarnya [ki] orang yg tidak tahu diri
bangsawan bang.sa.wan [n] keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat; orang berbangsa: meskipun ia anak orang -- ia tidak sombong; seorang -- muda ingin memperistrinya lihat komidi
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
banjar ban.jar [n] jajar; deret; leret; baris [Bl n] (1) bagian desa setingkat dng rukun warga atau dukuh yg dikepalai oleh seorang kelian; (2) balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
banjir darah matinya orang dl jumlah banyak; pertumpahan darah
bank garansi bank yg mengeluarkan surat jaminan untuk membayar seseorang berdasarkan undang-undang tertentu yg berfungsi sbg alat pembayaran
bankir ban.kir [n] (1) orang yg mengusahakan bank; (2) orang yg memperdagangkan uang; (3) cak orang yg menjadi penyokong dl urusan keuangan; cukong
banter ban.ter [a cak] (1) sangat; keras (dl keadaan dsb): paling -- cuma dimarahi, paling keras hanya dimarahi; sangat-sangatnya hanya dimarahi; (2) tinggi (tt harga): paling -- hanya Rp5.000,00 harganya, paling mahal; semahal-mahalnya; (3) lekas; cepat: paling -- sekali setahun bisa bertemu; (4) lama; lambat (tt waktu): paling -- aku dapat menunggu sampai pukul 05.00, selambat-lambatnya; (5) banyak (tt jumlah): paling -- hanya dapat menampung 48 orang murid
bantu ban.tu [v] tolong: -- lah orang miskin dan melarat; (2) n penolong: guru --; kantor pos --
bantu teknik bantuan yg direncanakan untuk menyebarkan pengetahuan dan keahlian ke negara penerima dng jalan mengirimkan orang ahli dl bidang tertentu dr negara industri untuk memberikan nasihat teknis
banyak ba.nyak [a] (1) besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; (2) num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; (3) adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih
banyak sedikit banyaknya (jumlahnya, bilangannya): keuntungan banyak -- belum dapat diketahui; (2) meski sedikit atau banyak; barang sedikit: perbuatanmu itu -- merugikan kepentingan orang; (3) setidak-tidaknya: berusahan untuk membantu kita
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
bapa ba.pa [n] (1) orang laki-laki yg dipandang sbg orang tua; (2) bapak; (3) Kat sebutan untuk Allah
bapak ba.pak [n] (1) orang tua laki-laki; ayah; (2) orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): -- kecil; -- tiri; (3) orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt guru, kepala kampung); (4) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg memanggil; (5) orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional; (6) cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba kotor perusahaan
baplang bap.lang [a] lebat dan melintang (tt kumis): keluarlah seorang centeng yg berkumis --
baptis bap.tis [n Kris] penggunaan air untuk penyucian keagamaan, khususnya sbg sakramen penerimaan seseorang ke dl agama Kristen; permandian
baptis rindu sakramen baptis yg diperoleh orang yg ingin dibaptis, tetapi belum sempat diterima krn telah meninggal dunia lebih dahulu
barak ba.rak [n] (1) sebuah atau sekumpulan gedung tempat tinggal tentara; asrama (tentara) polisi; (2) bangsal khusus tempat merawat orang sakit (menular); (3) bangunan yg bersifat sementara bagi pekerja
barang komisi barang dagangan yg dijualkan (untuk orang lain) dng memperoleh imbalan (komisi)
barang larangan barang yg tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang
barang pusaka barang peninggalan orang tua (nenek moyang)
barang siapa menggali lubang [pb] siapa yg berniat (berbuat) jahat thd orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri
barbur bar.bur [v] (1) bercempung-cempung dl air; (2) suka menghambur-hamburkan uang; boros: orang --
barjad bar.jad [n cak] kristal yg dipakai untuk batu permata
barongan ba.rong.an [Jw n] seni pertunjukan rakyat yg berupa tiruan binatang buas (singa dsb) yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
baruh ba.ruh [n] (1) tanah yg lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dsb: orang --; (2) bawah: orang --; (3) sawah: padi --
baruje ba.ru.je [n Huk] hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yg tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku)
bas [n cak] (1) kepala pekerja (mandor); (2) pemborong pekerjaan: mereka mencari seorang -- yg biasa memborong pekerjaan memasang ubin; (3) kepala; pembesar: ia meminta izin kpd -- nya [n] (1) nada yg besar dan rendah (tt musik dan lagu); (2) alat musik yg mempunyai nada terendah
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
basir ba.sir [a Isl] (1) terang dan tajam pengamatannya (tt Allah): Albasir, Yang Mahatahu; (2) ark jelas terlihat; terang: cahaya pelita itu kurang --
basirah ba.si.rah [n] pandangan yg sungguh-sungguh dng mata hati: lihatlah dng -- tanda-tanda kekuasaan Allah
baskara bas.ka.ra [n] matahari
basket bas.ket [n Olr] (1) permainan bola yg dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang, yg berusaha mengumpulkan angka dng memasukkan bola ke dl basket; (2) lingkaran berjaring yg dipasang pd ketinggian tiga meter pd papan sbg tempat memasukkan bola pd permainan bola basket
basuh dusun [ark] selamatan membersihkan dusun dng menyembelih kerbau
batalion ba.ta.li.on [n] kesatuan tentara yg merupakan bagian dr resimen (300-1.000 orang)
batang hidung pangkal hidung (bagian yg keras pd hidung); (2) ki diri (wujud orangnya)
batas ba.tas [n] (1) garis (sisi) yg menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dsb); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dsb); sempadan: mana -- kebun ini?; sungai ini menjadi -- Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah; (2) ketentuan yg tidak boleh dilampaui: pembentukan kabinet diberi -- waktu seminggu; tindakan itu dianggap orang telah melampaui -- kekuasaannya; (3) perhinggaan: air sungai itu tidak dalam, hanya sampai -- lutut
baterai ba.te.rai [n] (1) alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; (2) lampu senter [n Mil] kesatuan yg terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yg melayaninya [n] sistem kandang ayam yg setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur
batih ba.tih [n] orang seisi rumah yg menjadi tanggungan seseorang
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batisfer ba.tis.fer [n] bola berongga untuk pengamatan di dasar laut yg dalam
batu ba.tu [n] (1) benda keras dan padat yg berasal dr bumi atau planet lain, tetapi bukan logam; (2) akik (untuk mata cincin dsb); (3) intan buatan (untuk melicinkan poros-poros pd arloji): ia membeli jam tangan yg tujuh belas --; (4) baja kecil sbg pencetus api (pd geretan dsb): geretan ini telah habis -- nya; (5) baterai (pd lampu senter dsb): lampu senter dua --; (6) buah (dl permainan catur dsb): kami tidak dapat bermain catur krn beberapa -- catur hilang; (7) kata penggolong bagi gigi: gigi dua --; (8) tonggak (pal, mil): jauh dr sini ke kota itu dua --; (9) ki keras spt batu: berhati --
batu anting batu (timah dsb) yg tergantung pd tali (untuk pemberat); anting; (2) orang yg menggelantung pd sisi perahu supaya perahu tidak terbalik
batu badar batu hablur untuk permata cincin
batu delima permata yg warnanya merah muda spt warna buah delima merah
batu kecubung permata (akik) yg warnanya ungu atau biru
batu petir batu yg menyerupai mata kapak
batu pirus batu permata yg warnanya kebiru-biruan
batu topas permata yg berwarna kuning; topas
bawah ba.wah [n] tempat (letak, sisi, bagian, arah) yg lebih rendah: -- duli (kadam, kaus, cerpu), kata penghormatan thd raja
bawah perintah (pengawasan [ki] diperintah (diawasi, dipimpin) oleh ...; -- sumpah keterangan dsb yg diberikan oleh orang yg sudah disumpah: meski telah memberi kesaksian tertulis -- sumpah, kehadirannya tetap diperlukan di pengadilan
bawahan ba.wah.an [n] (1) sesuatu yg berada di bawah; (2) orang yg di bawah perintah; (3) (orang, pegawai) rendahan
bawat ba.wat [n] payung kebesaran (bertangkai panjang dan warnanya sesuai dng pangkat pembesar yg memakainya) [a] (1) tergantung ke bawah (spt tali-temali di perahu, pakaian di sampaian, rumbai-rumbai pd pakaian, sulur pd beringin); (2) ki hampir tidak dapat dibuka lagi krn sangat mengantuk (tt mata)
bayaran ba.yar.an [n] (1) uang yg dibayarkan; biaya; ongkos: orang dapat juga berobat dng -- murah; (2) orang yg dibayar: dia adalah pemain -; (3) upah; gaji: ia mendapat -- sebesar Rp250.000,00 sebulan
bayung ba.yung [n] (1) pisau pengukir; pisau wali; (2) parang; golok [Jk n] daun kacang panjang (biasa disayur) [n] orang-orangan di sawah
beatifikasi be.a.ti.fi.ka.si [n] tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yg telah mati menjadi orang suci dl Gereja Katolik
bebas bidan selamatan pd hari keempat puluh setelah melahirkan
bebekel be.be.kel [Bl n Huk] harta yg dibawa suami atau istri (yg berasal dr pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yg merupakan harta warisan ke dl perkawinan)
beceng be.ceng [n cak] senjata api genggam; pistol: seorang laki-laki bertopeng menodongkan -- nya
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
bedak dingin bedak untuk menyejukkan muka supaya kulit tidak cepat rusak krn sinar matahari (biasa dipakai pd waktu malam)
bedawi be.da.wi [kl n ] orang Badui
bedeng be.deng [n] rumah darurat (sementara) bagi para pekerja [n] (1) tanah gembur yg ditinggikan sbg pematang di sawah (kadang-kadang ditanami sayuran); (2) Tan bidang tanah yg digunakan untuk perkecambahan biji di persemaian; (3) tanggul
bedinde be.din.de [n cak] orang gajian yg kerjanya membantu mengurus rumah tangga; pembantu rumah tangga; pelayan
begawan be.ga.wan [n] (1) gelar pendeta atau pertapa; (2) orang yg berbahagia (mulia, suci); -- ekonomi julukan bagi orang yg sangat ahli dl bidang ekonomi: sinyalemen -- ekonomi tt kebocoran 30% dana pembangunan terus menggelinding spt bola salju
bekakak be.ka.kak [n] ayam yg dimasak atau dipanggang secara utuh (tanpa dipotong-potong), biasanya untuk selamatan
bekam be.kam [v] mem.be.kam v (1) mengeluarkan (memantik) darah dr badan orang (dng menelungkupkan mangkuk yg diisi api pd kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dng benda tajam supaya darahnya keluar); (2) Jk mencengkam; mencengkeram [v] , mem.be.kam v memendam (menyembunyikan) perasaan dsb: wanita pandai -- perasaannya [n] bekas pijitan (tindihan) pd kulit
beker be.ker [n] jam yg dilengkapi dng alat yg dapat berdering pd waktu yg dikehendaki (untuk membangunkan orang) [n] piala
bekerja be.ker.ja [v] (1) melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu: ia ~ di perkebunan; (2) mengadakan perayaan nikah dsb: ketika ~ mengawinkan anaknya, aku tidak diundangnya; ~ bakti melakukan suatu pekerjaan, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dng suka rela untuk kepentingan umum: sebulan sekali warga desa diharuskan ~ bakti; ~ sama melakukan (melaksanakan) suatu kegiatan atau usaha (perniagaan dsb) yg ditangani oleh dua orang (pihak) atau lebih: orang tua dan guru harus ~ sama mencegah perkelahian antarpelajar
bekernyutan be.ker.nyut.an [v] bekernyut: kulit orang tua yg kurus itu ~
belahan be.lah.an [n] (1) celah panjang: menurut -- membujur panjang; (2) bagian hasil membelah; separuh; setengah: -- pepaya itu disimpannya di dl lemari es; -- bumi sebelah utara; (3) Mk sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan): baik -- yg dekat maupun yg jauh semuanya diperlakukan sama; (4) perihal mengerjakan sawah atau tanah orang lain yg hasilnya dibagi dua: orang yg tidak punya sawah kebanyakan mengambil -- saja
belaka be.la.ka [adv] (1) semuanya (tiada kecualinya): penghuni rumah itu perempuan --; (2) seluruhnya; sama sekali (tidak bercampur dng yg lain); semata-mata: perkataannya bohong --
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam [pb] sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
belalak be.la.lak [a] , mem.be.la.lak v terbuka lebar-lebar (tt mata) sehingga kelihatan membesar
belalakan be.la.lak.an [n] pandangan dng mata membelalak
belalang hendak menjadi elang [pb] orang bodoh (hina) berlaku spt orang pandai (terhormat)
Belanda Be.lan.da [n] (1) negara kerajaan (negeri) di Eropa Barat yg berbatasan dng Belgia dan Jerman Barat; Nederland; (2) orang atau bangsa yg mendiami Nederland; (3) nama bahasa dan bangsa Belanda
belanda hitam [cak] orang negro; (2) orang Indonesia yg memihak Belanda (pd zaman penjajahan Belanda)
belandang be.lan.dang [v] mem.be.lan.dang v berlari kencang-kencang (orang, kuda, dsb): setelah lepas dr ikatannya kuda itu -
belangkon be.lang.kon [n] penutup kepala (orang laki-laki) dr kain sejenis batik, berbentuk setengah bola
belantik be.lan.tik [n] alat untuk menangkap binatang, terbuat dr tali yg dihubungkan dng alat pembidas, apabila tali tersentuh, dapat membidaskan tombak atau menjerat binatang sasarannya [Jw n] (1) orang yg menjadi perantara pd jual beli ternak (spt sapi, kerbau); (2) cengkau; pialang; makelar lihat bintang
belas be.las [n] perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita: muncul rasa -- nya melihat pengemis tua itu [n] satuan bilangan dr 11-19
belasan be.las.an [num] bilangan antara 11 dan 19: tidak banyak yg hadir, hanya -- orang; remaja -- tahun, remaja yg berumur antara 11 dan 19 tahun
belasungkawa be.la.sung.ka.wa [n] pernyataan turut berduka cita: ketika orang tuanya meninggal, dia banyak menerima karangan bunga dan telegram -- dr teman-temannya
belau be.lau [n] (1) tepung berwarna biru sbg bahan pencampur air pembilas cucian agar warna pakaian menjadi kebiru-biruan, biasanya untuk pakaian berwarna putih; (2) cak warna biru [n] ikan laut; selangat belau; Dorosoma nasus [Mk] ber.be.lau-be.lau.an v mengaburkan mata (tt warna dsb); membuat pemandangan berkunang-kunang
beledang kering [ki] orang yg tinggi kurus
belelang be.le.lang [v] ter.be.le.lang v terbelalak; terbeliak (tt mata) [n] ikan laut yg lebar dan pipih badannya, ekornya panjang spt ekor tikus; ikan pari; Hypotremata
belencong be.len.cong [Jw n] lampu besar yg digantungkan di muka kelir pertunjukan wayang kulit [n] cangkul penggali atau pembelah, berukuran tebal dan bermata dua, ujung yg satu bermata runcing dan yg satu lagi bermata tajam; gancu
beleng be.leng [adv] saja; hanya (satu): tunggal -- , hanya seorang diri (tanpa adik tanpa kakak)
belengset be.leng.set [a] terlipat keluar (tt pelupuk mata yg sebelah bawah)
belesir be.le.sir [v] menarikan pedang dan tombak yg ditujukan kpd orang yg berpura-pura sbg musuh
beliak be.li.ak , mem.be.li.ak v membuka lebar-lebar (tt mata): krn terkejut, matanya -
beliau be.li.au [pron hor] orang yg dibicarakan (digunakan untuk menghormatinya)
belik be.lik [n] mata air kecil
beliung be.li.ung [n] perkakas tukang kayu, rupanya spt kapak dng mata melintang (tidak searah dng tangkainya)
belodok be.lo.dok [a] keluar dr lubangnya (tt mata); terbersil (mata kepiting dsb) [n] ikan, wujudnya spt katak dan dapat memanjat (disebut juga ikan tembakul); Periaphthalmus schlosseri
belok be.lok [a] becek; berlumpur; (2) n tanah becek, tetapi agak keras sehingga melekat jika diinjak [a] besar dan lebar (tt mata) [n] (1) kerek besar; kapi; (2) pasung (kayu untuk membelenggu kaki) [v] berkelok; berlekuk; bengkok
beludak be.lu.dak [Jw n] ular berbisa yg dapat menggembungkan lehernya (tengkuknya); ular sendok; ular tedung; Naiasptatrix [v] , mem.be.lu.dak v (1) mengalir atau meluap krn terlalu penuh: air dl bak itu sudah -; (2) ki banyak sekali; melebihi jumlah yg normal: tamatan siswa SMU tahun ini --
belum punya kuku hendak mencubit [pb] belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang
belum tegak hendak berlari [pb] lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur
bembam bem.bam [v] , mem.bem.bam v mematangkan (ubi, talas, dsb) dng membenamkannya dl abu hangat
bembarap bem.ba.rap [ark n] tandu untuk mengangkat orang
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
benalu be.na.lu [n] (1) tumbuhan yg menumpang pd tanaman lain dan mengisap makanan dr tanaman yg ditumpanginya; pasilan; (2) ki orang yg menumpang hidup pd orang lain
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
bencana ben.ca.na [n] (1) sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan -- bagi negara dan bangsa; dl -- , dl bahaya; dl kecelakaan; (2) ark gangguan; godaan: mereka mengadakan selamatan untuk menolak -- roh jahat
benci ben.ci [a] sangat tidak suka: saya -- kpd penjilat; ia -- benar kpd orang yg suka menonjolkan diri dan memburuk-burukkan orang lain
benda langit benda-benda, spt matahari, bulan, bintang, dan planet yg berada di ruang angkasa
bendahari ben.da.ha.ri [n] orang yg mengurus keuangan perkumpulan; bendahara
bendara ben.da.ra ? bendahara [kl n] (1) pengelola harta benda (kakayaan) negara atau raja; (2) orang yg mengepalai semua karyawan yg melayani tamu atau merapikan meja [Jw n] sebutan bagi bangsawan
benefaktif be.ne.fak.tif [a Ling] bersangkutan dng perbuatan (verba) yg dilakukan untuk orang lain, msl verba dl kalimat Ibu membukakan Ayah pintu
bengap be.ngap [a] (1) berasa pekak dl telinga (krn air masuk ke dl telinga, pilek, dsb); (2) tidak nyaring atau jernih (tt bunyi gendang, mata uang, dsb); (3) sukar mengeluarkan perkataan (krn takut, malu, dsb); gagap [a] bimbang
bengep be.ngep [Jk a] bengkak-bengkak (tt muka); sembap: mukanya -- krn dipukuli orang
benggol beng.gol [a] benjol; bincul [n] mata uang tembaga bernilai 21/2 sen (dipakai pd zaman penjajahan Belanda); gobang [n] beng.gol.an n cak kepala penjahat (perampok dsb); (2) tokoh terkemuka (dl partai); gembong
benggolan beng.gol.an [n] mata uang benggol
bengul be.ngul [Jk a] balut (tt mata yg baru habis menangis)
benian be.ni.an [n] peti kecil (koper kecil) tempat menyimpan barang-barang berharga (spt emas atau permata)
bening be.ning [a] (1) bersih, putih, dan tidak bercampur tanah dsb (tt air); jernih: air kolam itu -- hingga kelihatan dasarnya; langit -- tidak berawan; (2) bersih dan berkilau (tt mata, kaca, dsb) [v] , mem.be.ning v berpanas-panas di bawah sinar matahari
bentara kiri [kl] bentara yg bertugas, antara lain, menyebutkan nama orang yg ingin menghadap raja
bentuk makro semua medium, baik yg tembus cahaya maupun yg tidak, yg menghasilkan bayangan yg cukup besar sehingga mudah dibaca dng mata telanjang
benum be.num [v] mem.be.num v cak mengangkat (menetapkan) seseorang dl suatu jabatan dsb: sebelum Pemerintah -nya menjadi juru tulis, ia bekerja sbg tenaga harian
benuman be.num.an [n] (1) pengangkatan pegawai; penetapan (ketetapan) menjadi pegawai; (2) orang yg dibenum
benur be.nur [n] (1) benih udang yg hampir tidak kasatmata; (2) anak udang windu
bepergian be.per.gi.an [v] berjalan jauh: tiap hari Minggu banyak orang ~ ke luar kota
berabun-rabun be.ra.bun-ra.bun [v] bermain bercari-carian dng mata tertutup
berada ber.a.da [v] (1) ada (di): ketika itu ia ~ di luar negeri; (2) berpunya (tidak kekurangan): orang tuanya tergolong orang yg ~ di kampungnya
beradab ber.a.dab [v] (1) mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: perbuatannya spt kelakuan orang yg tidak ~; (2) telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya: bangsa-bangsa yg telah ~
beradegan ber.a.de.gan [v] memainkan adegan: salah seorang pemain ~ sbg orang tua yg papa
beradik ber.a.dik [v] (1) memanggil orang dng sebutan adik; (2) mempunyai adik
berahasia be.ra.ha.sia [v] (1) terdapat rahasia; mempunyai rahasia: di antara kami sudah tidak ~ lagi; (2) cak mengatakan rahasia kpd (dng): jangan ~ dng orang yg tidak dapat dipercaya
berahi be.ra.hi [n] perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; asyik: ketika dipandangnya wajah kekasihnya, bangkitlah -- nya; (2) a sangat suka; sangat tertarik: tuan putri pun sangat -- mendengar bunyi-bunyian itu; (3) n Tern gejala yg timbul secara berkala pd ternak betina sbg perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus
beraja di hati be.ra.ja di hati, bersultan di mata, ( be.ra.ja di mata, bersultan di hati) [pb] menurutkan kemauan sendiri
berajojing ber.a.jo.jing [v] melakukan ajojing: masih ada saja orang tua yg ~
berakal ber.a.kal [v] (1) mempunyai akal: manusia adalah makhluk yg ~; (2) pandai mencari ikhtiar; cerdik; pandai: orang yg ~ tidak mudah putus asa
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
beramah-tamah be.ra.mah-ta.mah [v] (1) bercakap-cakap (bergaul) antara orang yg bersahabat (berkeluarga) dl suasana santai; (2) menghadiri pertemuan ramah tamah
beramai-ramai be.ra.mai-ra.mai [v] (secara) bersama-sama; (dl jumlah banyak): orang datang ~ ke tempat kecelakaan itu sehingga lalu lintas terhenti sejenak; mereka ~ menyingkirkan kayu besar itu dr jalan raya
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
beranak ber.a.nak [v] (1) mempunyai anak: ia sudah ~ dua orang; (2) melahirkan anak: istrinya baru ~; (3) dng anaknya: saudagar tiga ~
berandal be.ran.dal [n] (1) orang yg tidak menuruti peraturan yg berlaku; (2) pengacau; (3) perampok
berang be.rang [a] sangat marah; sangat gusar: dia menjadi -- melihat kelakuan anaknya yg kurang ajar itu; Ayah tidak kuasa menahan -- nya melihat anaknya dipukul orang
beranggota ber.ang.go.ta [v] mempunyai anggota: perkumpulan itu ~ lima puluh orang
berangsang be.rang.sang , mem.be.rang.sang 1 a gusar sekali; (2) v merangsang atau membangkit-bangkit hati supaya menjadi berani (marah dsb): dia suka -- orang lain sehingga dibenci orang banyak [a] marah sekali: dia akan ~ kalau diejek spt itu
berani sendok pengedang [pb] perihal orang berani, tetapi bodoh
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
berapit ber.a.pit [v] (1) berdekatan rapat; berhimpit; (2) terletak di antara dua orang (benda dsb)
berarti ber.ar.ti [v] (1) mengandung maksud: jika ibu marah, itu tidak ~ beliau benci kepadamu; (2) berfaedah; berguna: mungkin pertolongan saya ini tak ~ bagi penderitaanmu yg begitu besar; (3) sama artinya dng; sama halnya dng: mengambil milik orang tanpa permisi ~ mencuri
berasak ber.a.sak [v] (1) berjejal(-jejal); penuh sesak; berdesak-desak: orang ~ di muka loket; (2) beringsut (bergeser pindah atau pergi); beranjak: ia tidak ~ dr tempatnya
berasal ber.a.sal [v] (1) bermula: peperangan itu ~ dr sengketa perbatasan; (2) bersumber: berita itu dapat dipercayai krn ~ dr pihak resmi; (3) bertempat asal (dibuat, dilahirkan, dsb): barang-barang yg ~ dr Jepang terdapat di mana-mana; dia ~ dr Jawa Timur; (4) keturunan: dia ~ dr orang baik-baik
beratus-ratus be.ra.tus-ra.tus [num] beberapa ratus: ~ orang yg bekerja di situ
berbangsa ber.bang.sa [v] (1) berasal dr bangsa: sekarang sudah ada beberapa ahli atom yg -- Indonesia; (2) bermartabat tinggi; berketurunan luhur (bangsawan): ia anak orang --; (3) termasuk dl keluarga: -- kpd ibu
berbanyak ber.ba.nyak [v] bersama-sama banyak (tt orang, barang, dsb); beramai-ramai; dng jumlah yg banyak: mereka datang -
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbayang ber.ba.yang [v] (1) ada bayang-bayangnya: kata orang, harimau jadi-jadian itu tidak -; (2) seakan-akan kelihatan dl angan-angan: hal itu tidak nyata, tetapi -- pd ingatan saya
berbeda ber.be.da [v] ada bedanya; berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yg -, seorang panjang dan seorang lagi pendek
berbeli-beli ber.be.li-be.li [v] (1) saling membeli: setelah berunding, kedua negara itu -- hasil negeri masing-masing; (2) cak berbelanja banyak (di pasar, di toko, dsb): menjelang Lebaran, banyak orang -- di pasar
berbelian ber.be.li.an [v] memanggil dukun untuk mengobati orang sakit: orang kampung masih suka -- untuk mengobati penyakitnya
berbelit-belit ber.be.lit-be.lit [v] (1) melilit-lilit: suluran-suluran itu -- pd pohon-pohon besar; (2) berkelok-kelok dan berlingkar-lingkar: jalan ke puncak gunung itu --; (3) berjalin-jalin; bertali-tali (dng); bersangkut paut (dng); kusut atau rumit sekali: masalah korupsi adalah masalah yg -- dan melibatkan orang banyak
berbelut ber.be.lut [Mk v] menangkap belut; bagai si kudung panji -, pb pekerjaan yg dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia; kena kecipuk orang -, pb terlibat dl perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain
berbesan ber.be.san [v] berhubungan menjadi besan: beliau tidak sudi -- dng orang sehina saya ini
berbinar-binar ber.bi.nar-bi.nar [v] (1) bersinar-sinar; bercahaya-cahaya: matanya -- menandakan kegembiraan hatinya; (2) berkunang-kunang: penglihatannya --
berbintang ber.bin.tang [v] (1) ada bintangnya: langit tiada -; (2) memakai bintang: dia seorang perwira tinggi -- dua; (3) mempunyai rasi; berzodiak: anakku -- Taurus
berbintang-bintang ber.bin.tang-bin.tang [v] (1) ada banyak bintang; tampak berkilauan: malam ini langit bersih -; (2) ki berkunang-kunang (mata atau penglihatan): mata -- dan kepala pusing; (3) ki berlubang-lubang pd dinding (atap) sehingga cahaya matahari masuk: dinding rumahnya dr bambu dan telah -
berbisa ber.bi.sa [v] (1) mengandung zat racun: ular -; (2) ki dapat merusakkan akhlak kehidupan: ajarannya -- bagi masyarakat; (3) mengandung unsur jahat yg dapat menjerumuskan orang lain; (4) ki menyakitkan (hati): mulutnya -
berbisik ber.bi.sik [v] (1) berkata dng suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring): bicaranya spt orang -, mana bisa kutangkap dng jelas; (2) ki berbuat dng diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain): rupanya ada yg -- hendak menyerang kita
berbondong-bondong ber.bon.dong-bon.dong [v] berduyun-duyun: orang -- menuju stadion Senayan untuk menonton pertandingan sepak bola
berbuntang ber.bun.tang [v] terbeliak tegang (tt mata)
berbunyi ber.bu.nyi [v] (1) mengeluarkan bunyi: roda -- berderit-derit; (2) bacaannya; lafalnya; bunyinya: keputusan itu -- sbg berikut [ark v] bersembunyi: maka disuruhnya beberapa orang sahaya -- di suatu tempat dng menghunus pedangnya
bercacah jiwa ber.ca.cah ji.wa [v] berjumlah penduduk; mempunyai jumlah penduduk: negara itu ~ seratus juta orang
bercahaya ber.ca.ha.ya [v] (1) memancarkan cahaya; bersinar (tt lampu, matahari): malam itu gelap gulita, tidak satu bintang pun ~; (2) berkilau (tt mata, permata): matanya ~ bagai intan; (3) berseri (tt wajah atau air muka): ia tersenyum simpul dan wajahnya tampak ~
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercakrawala ber.cak.ra.wa.la [v ki] mempunyai cakrawala; mempunyai pedoman tertentu: dl praktik, banyak orang yg hidupnya ti-dak ~
bercucuran ber.cu.cur.an [v] berpancaran turun; mengalir turun: air matanya ~; peluhnya ~
berdada-dadaan ber.da.da-da.da.an [v ki] berkelahi seorang lawan seorang; beradu dada
berdagang (diri) ber.da.gang (di.ri) [v] mengembara ke negeri orang
berdakwah ber.dak.wah [v] (1) mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; (2) berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: sekali seminggu datanglah seorang mubalig untuk ~ di desa itu
berdatuk ber.da.tuk [v] memanggil datuk kpd seseorang: anak-anak ~ kpd ayahku
berdegar-degar ber.de.gar-de.gar [v] berbunyi degar-degar: ~ pintu gerbang itu ditendang orang; (2) a keras (cakapnya): cakapnya ~ menakutkan anak-anak
berdentam ber.den.tam [v] berbunyi dentam: kedengaran suara drum kosong ~ dipukul orang
berderai ber.de.rai [v] berbunyi "tik, tik" spt bunyi titik-titik air hujan jatuh di kaca [v] (1) berbutir-butir, menjadi butir-butir kecil; gembur (tt tanah); (2) bertitik-titik: air matanya jatuh ~ membasahi pipinya
berderap ber.de.rap [v] berbunyi spt bunyi kaki orang berjalan [v] (1) berlari cepat (tt kuda dsb); (2) melangkah cepat; bergerak laju: pembangunan daerah dewasa ini ~ dng sangat menggembirakan
berdesus-desus ber.de.sus-de.sus [v] berbunyi spt orang berbisik-bisik
berdiam ber.di.am [v] (1) tidak berkata apa-apa: ia hanya ~ diri ketika polisi menginterogasinya; (2) tidak berbuat apa-apa: ia masih ~ saja walaupun orang sudah mengingat- kannya
berdikari ber.di.ka.ri [v] (1) cak berdiri di atas kaki sendiri; (2) ki tidak bergantung pd bantuan orang lain; mandiri: orang yg sudah dewasa harus hidup --
berdiri sendiri ber.di.ri sendiri [ki] (1) tidak tergantung pd orang lain; mandiri; (2) tidak diperintah atau dijajah negara lain; merdeka (tt negara)
berdosa ber.do.sa [v] (1) berbuat dosa: dilakukannya perbuatan yg nista itu tanpa perasaaan ~; (2) berbuat kesalahan: ia merasa ~ kpd orang tuanya krn tidak mematuhi perintah dan nasihatnya
berdua ber.dua [num] dua orang bersama-sama; terdiri atas dua orang: mereka ~ masuk warung hendak minum kopi
berdua-dua ber.du.a-dua [v] selalu berdua; membentuk kelompok terdiri atas dua orang: selesai membentuk lingkaran, para penari berjalan ~ menuju ke depan panggung
berduel ber.du.el [v] (1) melakukan duel (perang tanding); (2) cak berkelahi seorang lawan seorang
berduit ber.du.it [v cak] mempunyai uang banyak; beruang: hotel mewah hanyalah tempat penginapan orang-orang ~; kaum ~ yg mengunjungi tempat itu
berebes be.re.bes [Jw v] -- mili berlinang air mata
berebut temiang hanyut [pb] dua orang yg memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya
berebut-rebut be.re.but-re.but [v] berlomba-lomba atau dahulu-mendahului di antara orang banyak
beregu be.re.gu [v] berupa regu; berkelompok yg terdiri atas beberapa orang: balap sepeda ~ diadakan di jalan raya bebas hambatan;
beremas ber.e.mas [v] (1) memakai (perhiasan) emas: jari-jarinya yg ~ itu menarik perhatianku; (2) mempunyai emas (berharta, kaya): hanya orang yg ~ saja yg diundang
berempati ber.em.pa.ti [v] melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~
berenggil be.reng.gil [ark a] menonjol (tersembul) ke luar (spt mata kepiting, biji jambu monyet)
beresa-esaan ber.e.sa-e.sa.an [v] (1) cak berada seorang diri saja; (2) merasa lengang
beresah-resah be.re.sah-re.sah [v] (1) berada dl resah; berusuh hati: sejak menerima kabar itu, ia ~ seorang diri di kamarnya
bergaduh ber.ga.duh [v] (1) berbuat gaduh (ribut, rusuh): jangan ~ di sini krn ada orang sakit; (2) berbantah; bercekcok: tidak putus- putusnya ia ~ dng istrinya; (3) bercampur aduk; bercampur baur: yg buruk dng yg baik ~ , susah dibedakan lagi
bergajul ber.ga.jul [a] buruk kelakuannya (jahat); suka membangkitkan kemarahan orang
bergala ber.ga.la [v] (1) bersambung erat-erat; (2) berkaitan (antara dua hal); berhubungan (antara dua orang)
bergantung ber.gan.tung [v] (1) bersangkut atau berkait pd sesuatu yg lebih tinggi; (2) cak berpegang: ia ~ pd ambang pintu bus; (3) menyandarkan diri (kpd): meskipun telah kawin, hidupnya masih ~ pd orang tuanya; (4) terikat pd (kekuasaan, kemauan, keadaan, atau hal lain); terpulang kpd: berhasil tidaknya ~ kpd kita sendiri
bergantung (ke)pada ber.gan.tung (ke)pada berpaut; berpegang; bersangkut pd sesuatu yg tinggi; (2) bersandar pd orang lain; (3) dikuasai oleh keadaan, hal, atau orang lain
bergantung di ujung rambut ber.gan.tung di ujung rambut tidak tetap (tt nasib) seseorang; harap-harap cemas
bergantung pd tali rapuh ber.gan.tung pd tali rapuh [pb] menyandarkan hidupnya pd orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yg lemah atau tidak tetap
bergantung tidak bertali (sehasta tali) ber.gan.tung tidak bertali (sehasta tali) [pb] (a) perempuan yg ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan; (b) keadaan seorang gundik yg tidak sah
bergaya ber.ga.ya [v] berkekuatan; bertenaga; berdaya: penghuni rumah itu tidak ~ berhadapan dng perampok bersenjata itu [v] (1) mempunyai ragam yg khusus; (2) memakai ragam: hidup ~ kebarat-baratan; (3) mempunyai bentuk khas: candi ~ Hindu; (4) bersikap; bertingkah: ia ~ mencurigakan orang yg melihatnya; (5) memakai sikap (gerakan) tertentu (dl olahraga); (6) bersikap elok (bagus, pantas, dsb): peragawati itu ~ di depan penonton
bergelambir ber.ge.lam.bir [v] (1) mempunyai gelambir; (2) bergantung menggelepai spt gelambir (tt kulit orang tua)
bergelantungan ber.ge.lan.tung.an [v] bergantung (tt sesuatu yg berjumlah banyak): orang-orang itu ~ pd besi pegangan di dl bus kota
bergendang paha ber.gen.dang paha bersuka ria krn orang lain menderita celaka
bergosip ber.go.sip [v] melakukan gosip; bergunjing: banyak orang yg datang ke warung itu untuk sekadar ~ sambil melihat lalu lintas yg selalu ramai
bergunjing ber.gun.jing [v] berbicara (beromong-omong) tt kejelekan (kekurangan) seseorang dsb
berhajat ber.ha.jat [v] (1) bermaksud; berniat akan: setelah selesai ujian, ia ~ menengok orang tuanya di kampung; (2) berharap; membutuhkan; memerlukan: rakyat ~ akan pemerintahan yg adil dan bijak
berhakim ber.ha.kim [v] meminta supaya diadili perkaranya kpd: hendaklah ~ kpd orang yg jujur
berhakim kpd beruk ber.ha.kim kpd beruk [pb] meminta pengadilan kpd orang yg tamak niscaya akan rugi
berhal ber.hal [v] (1) ada suatu urusan (krn perselisihan dsb); berurusan: jika ada orang yg ~ dan meminta tolong kepadanya, ia selalu menerimanya dng baik; (2) mendapat kesukaran (halangan dsb): ia meminta izin tidak masuk bekerja krn sedang ~
berhamba ber.ham.ba [v] (1) menjadi hamba; mengabdi: mereka ~ kpd raja; (2) mempunyai hamba: sang putri ~ empat orang; (3) memakai kata hamba (menyebutkan dirinya hamba): ia selalu ~ jika berkata-kata dng atasannya
berharapkan ber.ha.rap.kan [v] berharap akan: anak yatim piatu ~ kasih sayang orang tua
berhiliran ber.hi.lir.an [v] selalu mengalir; mengalir ke sana ke sini: ~ keringatnya; ~ air matanya
berhindu bersuku ber.hin.du bersuku orang dr golongan bangsawan; orang baik-baik
berhulu ber.hu.lu [v] (1) memakai pegangan atau hulu (tt pedang, keris, pisau): keris ~ gading; (2) bermata air: sungai itu ~ di Gunung Semeru
beri tahu be.ri ta.hu [v] mem.be.ri ta.hu v menjadikan supaya tahu (mengerti): saya akan -- orang tuanya di kampung tt keadaan anak itu
beri-memberi be.ri-mem.be.ri [v] saling memberi: kedua sahabat itu -- cendera mata
beria-ria be.ria-ria [v] bersuka-suka; bersenang-senang; bergembira: orang lain ~ , dia tenggelam dl duka nestapa
beriak be.ri.ak [v] bergerak mengombak (tt air, udara): udara yg tenang mulia ~ , silau mata memandangnya [v] berdahak; mengeluarkan dahak
beriak tanda tak dalam [pb] orang yg suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
beribu-ribu be.ri.bu-ri.bu [num] beberapa ribu: setiap malam ~ orang mengunjungi pekan raya itu
berimpit-impit ber.im.pit-im.pit [v] berdesak-desak; sesak-menyesak: orang ~ di tepi jalan hendak melihat tamu agung itu
berimprovisasi ber.im.pro.vi.sa.si [v] melakukan sesuatu (berpidato, mem-bawakan puisi, musik, dsb) tanpa persiapan lebih dahulu: beberapa orang penyanyi yg tampil di layar televisi gagal krn tidak mampu ~
beringas be.ri.ngas [a] liar (tt pandangan mata): penjahat itu mengamuk dng pandangan yg --
beringsang be.ring.sang [a] panas (tt suhu udara): udara -- krn matahari bersinar terik
berintrospeksi ber.in.tro.spek.si [v] mengadakan atau melakukan intro-speksi; mengoreksi diri: ~ lah dulu sebelum mencela atau mengkritik orang lain
berisi ber.i.si [v] (1) ada isinya; tidak kosong; tidak hampa: senapan itu ~; (2) ki berilmu; mempunyai kesaktian: orang tua-tua pada zaman dulu banyak yg ~ sehingga tidak mempan oleh senjata apa pun; (3) padat dan kuat (tt tubuh): badannya kecil, tetapi ~; (4) mengandung; memuat: amplop itu ~ uang
berita keluarga berita yg berisikan hal-ihwal keluarga, spt kelahiran, ulang tahun, perkawinan, perceraian, dan kematian (biasanya disiarkan melalui radio): -- kematian berita tt kematian seseorang
beritawan be.ri.ta.wan [ark n] orang yg menyiarkan berita; pemberita; wartawan
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjahat ber.ja.hat [v] (1) berbuat jahat (spt berzina); berbuat dosa; (2) bercakap-cakap menjelek-jelekkan nama baik orang lain; memfitnah(kan)
berjajan ber.ja.jan [v] (1) membeli penganan dsb di kedai atau yg dijajakan orang; mengudap: jangan ~ sembarangan; (2) ki pergi ke tempat pelacuran
berjalan ber.ja.lan [v] (1) melangkahkan kaki bergerak maju: anak itu belum bisa ~ , meskipun umurnya sudah setahun lebih; (2) bergerak maju dr suatu titik (tempat) ke titik (tempat) lain: matahari itu seakan-akan ~ dr timur ke barat; (3) menggelinding atau berputar (tt sesuatu yg bundar spt roda); (4) bepergian: kalau hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya lebih dahulu; (5) berlangsung; dilangsungkan (tt perundingan, rapat, dsb): perundingan utara-selatan terus ~ meskipun ada perang dingin antara kedua belah pihak; (6) berlaku; ditaati (tt peraturan, undang-undang, hukum, dsb): tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima tahun
berjalan-jalan ber.ja.lan-ja.lan [v] bersenang-senang dng berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dsb): banyak orang ~ pd pagi hari untuk menghirup udara segar
berjampi ber.jam.pi [v] bermantra; telah dimantrai: kata orang, air ~ itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit
berjantan ber.jan.tan [v kas] bersetubuh (bagi orang perempuan)
berjelaga ber.je.la.ga [v] menimbulkan sulang asap berwarna hitam: kompor gas memiliki daya pemanasan yg cukup tinggi, masakan cepat matang, dan tidak ~
berjenaka ber.je.na.ka [v] berbuat atau mengucapkan sesuatu yg membuat orang tertawa; berbuat lucu; bergurau: orang yg pandai ~ selalu tampak awet muda
berjibun ber.ji.bun [v] berutang banyak; (2) Cn a cak banyak sekali (tt orang)
berjinjang ber.jin.jang [v] mempunyai pemimpin atau ketua (tt hantu): hantu tak ~ , ki hantu yg tidak berketua (dikatakan tt orang yg berkeliaran di mana-mana)
berjiwa ber.ji.wa [v] (1) ada jiwanya; bernyawa; hidup; (2) berisi (mengandung sesuatu yg utama, penting, dsb): sajak yg tidak ~; (3) mempunyai perasaan batin (bersemangat dsb) spt: orang yg ~ pelaut
berjual beli ber.ju.al be.li [v] bermata pencaharian menjual dan membeli barang-barang; berdagang
berkaca-kaca ber.ka.ca-ka.ca [a] (1) berkilau spt kaca; (2) ki berlinang-linang (tt mata): tampak matanya ~ krn dilanda rasa haru
berkaki ber.ka.ki [v] (1) ada kakinya; mempunyai (memakai) kaki: kerbau ~ empat; (2) bersandar (bergantung): ia masih ~ pd orang tuanya
berkamit-kamit ber.ka.mit-ka.mit [v] bergerak-gerak mulutnya atau bibirnya (spt orang berdoa dsb)
berkampuh ber.kam.puh [v] (1) memakai kampuh (bertudung, berselimut, dsb dng kampuh): permaisuri ~ kain dewangga yg bertepikan emas perada Siam; (2) berjahit (tt barang tipis yg terdiri atas dua helai): sarung ~; (3) ki bermata dua (tt keris dsb): keris ~
berkampung ber.kam.pung [kl v] berkumpul; berhimpun: sekalian orang pun ~ dulu sebelum berangkat
berkarang ber.ka.rang [v] (1) ada karangnya; (2) mencari karang di laut: mata pencahariannya ~; (3) ki sudah lama dan berurat berakar (tt penyakit dsb): kegemaran berjudi merupakan penyakit yg sudah ~ dl hidupnya
berkarya ber.kar.ya [v] (1) mempunyai pekerjaan tetap; berprofesi; (2) mencipta (mengarang, melukis, dsb): orang mencari kepuasan dl hal ~
berkasak-kusuk ber.ka.sak-ku.suk [v] berbuat (melakukan perbuatan) mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkata dua ber.ka.ta dua mengeluarkan perkataan yg berlainan sama sekali dng maksud yg sebenarnya: sukar benar menangkap maksud dan kemauan orang yg ~ dua itu krn antara yg dikatakan dan yg dimaksudkan sebenarnya berbeda
berkata peliharakan lidah [pb] ... tidak akan menghiraukan cemoohan orang
berkata-kata dng lutut [pb] berkata-kata dng orang bodoh
berkecimpung ber.ke.cim.pung [v] (1) ki bergerak (dl); berurusan (dl): orang yg ~ dl bidang pendidikan harus bersikap dinamis dan jujur; (2) bermain air dng menepuk-nepuk air atau memukul-mukulkan kaki ke air sehingga berbunyi "pung-pung" (pd waktu mandi); (3) berbunyi "pung-pung" spt air ditepuk
berkecumik ber.ke.cu.mik [v] berkomat-kamit; dng tidak disadarinya ia tersenyum seorang diri, mulutnya ~ seakan sedang berdoa
berkedai ber.ke.dai [v] (1) membuka kedai; berdagang kecil-kecilan: banyak orang ~ di tepi jalan; (2) berbelanja di kedai: ia hendak ~ ke pasar
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berkelebihan ber.ke.le.bih.an [adv] (1) bersisa; ada lebihnya: daerah itu ~ hasil padinya; (2) mempunyai keunggulan (kepandaian dsb yg melebihi orang lain): tidak sedikit orang yg ~ , tetapi tidak dikenal orang; (3) berlebihan; teramat banyak; (4) terlalu: perangaimu itu telah ~ benar
berkelijak ber.ke.li.jak [v] (1) berbulu mata; (2) berbulu spt bulu mata (tt daun); (3) berbulu getar (tt binatang air)
berkelip ber.ke.lip [v] (1) mengeluarkan cahaya kecil yg terputus-putus; (2) terbuka dan tertutup berganti-ganti dng cepat; berkedip-kedip: matanya ~
berkeluarga ber.ke.lu.ar.ga [v] (1) berumah tangga; mempunyai keluarga: bagi orang yg sudah ~ penghasilan sebanyak itu tidak akan cukup; (2) bersanak saudara (dng); berkerabat (dng): ia masih ~ dng kepala kampung; (3) menikah; mempunyai istri (suami): ia akan ~ kalau sudah menjadi sarjana
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berkemudi di haluan ber.ke.mu.di di haluan, bergilir ke buritan [pb] orang yg menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya
berkena-kenaan ber.ke.na-ke.na.an [v] saling mengena: perkataan kedua orang itu selalu ~
berkenaan ber.ke.na.an [v] (1) bertepatan (dng); sehubungan (dng): ~ dng ulang tahun ygke-5 akan diadakan perayaan besar-besaran; (2) berhubungan (dng); berkaitan (dng): pengunduran dirinya sbg anggota organisasi itu diduga ~ dng peristiwa semalam; (3) setuju; sesuai; cocok: kedua orang muda itu sudah ~
berkendara ber.ken.da.ra [v] (1) duduk di atas sesuatu yg dinaiki, ditunggangi, dsb (spt kuda atau kereta): pangeran datang ~ seekor kuda putih; (2) menaiki (menumpang) suatu alat tunggangan (tumpangan dsb): aturan ~ perlu dipatuhi untuk keselamatan penumpang; (3) menjalankan kendaraan, mobil
berkerudung ber.ke.ru.dung [v] memakai kerudung: seorang perempuan tua yg ~ mengacungkan (menadahkan) tangannya minta sedekah
berkilah ber.ki.lah [v] berusaha memutarbalikkan kebenaran (dng menyangkal dsb); mencari-cari alasan: di depan orang yg searif dan sebijaksana itu ia tidak dapat ~ lagi
berkilauan ber.ki.lau.an [a] gemerlap (seolah-olah sinarnya memantul-mantul): putri itu mengenakan permata yg ~
berkocak ber.ko.cak [v] (1) berguncang (tt benda cair); (2) berpalu (tt ombak di pantai dsb): ombak ~ pd batu karang; (3) menjadi keruh atau tidak berseri-seri (tt mata); menjadi rusuh (gelisah): matanya (hatinya) ~
berkocak tanda tak penuh ber.ko.cak tanda tak penuh [pb] orang yg banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya
berkubu ber.ku.bu [v] (1) memakai kubu; diperkuat dng kubu; bertahan dl kubu: tentara Islam ~ di bandar Medinah untuk menghindari serangan orang musyrik; (2) menangkap dng kubu
berkubur ber.ku.bur [v] (1) dimakamkan (tt mayat); mempunyai kubur: pd masa peperangan banyak orang mati tidak ~; (2) (sudah) mati: orang yg sudah ~ jangan dibicarakan lagi
berkunang-kunang ber.ku.nang-ku.nang [v] (1) berpendar-pendar; berkelip-kelip: air kelihatan ~ kena cahaya bulan; (2) seakan-akan melihat cahaya berkilap-kilap pd mata (ketika kepala pening, akan pingsan, dsb): tangannya gemetar dan matanya terasa sakit, kadang-kadang ~
berkung ber.kung [n] sampan kecil yg hanya dapat memuat beberapa orang
berkurik-kurik ber.ku.rik-ku.rik [v] berbintik-bintik: pisang itu ~ krn sudah matang sekali
berladang ber.la.dang [v] mempunyai (mengusahakan) ladang: di sini tidak banyak orang ~
berladung ber.la.dung [v] dipenuhi oleh (air mata dsb); dibasahi
berlagak ber.la.gak [v] (1) menyombongkan diri: baru jadi anggota Hansip, ia sudah ~ , apalagi jadi tentara; (2) berlaku spt (pemberani, orang pandai, dsb); berpura-pura: ketika ditanya polisi, ia ~ tidak tahu-menahu
berlain-lainan ber.la.in-la.in.an [v] tidak sama; bermacam-macam: pendapat orang ~
berlantai ber.lan.tai [v] mempunyai lantai: di sebuah rumah yg berukuran sangat minim, berdinding bilik, dan ~ tanah, hidup seorang nenek yg sudah uzur dan tua renta
berlapak judi ber.la.pak judi [Jk] tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi)
berlayar atas angin ber.la.yar atas angin [pb] mendapat bantuan atau sokongan orang lain
berlayar bernakhoda ber.la.yar bernakhoda, berjalan dng yg tua [pb] setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yg ahli atau yg berpengalaman
berlepas diri ber.le.pas diri tidak turut campur dl perkara orang lain; (2) menghindarkan tanggung jawab atas sesuatu yg telah diperbuat
berlepas taksir ber.le.pas taksir membersihkan diri dr kesalahan orang
berlidah panjang ber.li.dah panjang suka menyampaikan rahasia (perkataan) orang kpd orang lain
berlima ber.li.ma [num] bersama-sama lima (tt orang dsb): rumah itu mereka diami ~
berlomba ber.lom.ba [v] (1) beradu kecepatan: para atlet itu ~ mencapai garis finis; (2) beradu kecakapan (kemampuan dsb): para siswa tamatan SLTA ~ untuk dapat diterima di perguruan tinggi negeri
bermalaikan ber.ma.lai.kan [v] mengenakan (memakai) malai: -- emas berpermata dikarang
bermegah-megah ber.me.gah-me.gah [v] membanggakan (membesarkan, menyombongkan) diri; berlaku ingin lebih megah dp yg lain: ia membeli perabot rumah tangga dan perhiasan yg semata-mata untuk -
bermenantu ber.me.nan.tu [v] mempunyai menantu: ia -- seorang warga asing
bermesum ber.me.sum [v] berbuat mesum: dia menuduh orang lain yg telah membajak saluran teleponnya untuk keperluan --
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bermewah-mewahan ber.me.wah-me.wah.an [v] serba banyak dan berlebih-lebihan: sekelompok orang berharta mempunyai kebiasaan hidup --
bermiripan ber.mi.rip.an [v] mempunyai kemiripan: menurut para saksi mata, dan bentuk tubuh para perampok itu juga --
bermobil ber.mo.bil [v] (1) mempunyai mobil: sbg orang kaya dia -- banyak; (2) naik (mengendarai) mobil: tiap hari saya -- ke kantor
bermuatan ber.mu.at.an [v] berisi; dibebani dng; mengangkut: truk -- sayur-sayuran; bus itu -- tiga puluh empat orang
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bernafsi-nafsi ber.naf.si-naf.si [v] (menurut kepentingan) orang-seorang, sendiri-sendiri; secara perseorangan; mementingkan diri sendiri: mereka ~ mengemukakan keberatan masing-masing; di kota besar orang mulai hidup ~ tidak merasa perlu memikirkan orang lain
bernama ber.na.ma [v] (1) memakai nama; mempunyai nama: sbg orang yg ~ , aku tidak suka kaupanggil tanpa nama atau tanpa sapaan; (2) ark mendapat nama; masyhur; terkenal: ia menyuruh memanggil tabib yg ~ itu
bernapas ke luar badan ber.na.pas ke luar badan [pb] lebih percaya pd pendapat orang lain dp percaya pd pendapat sendiri
berniaga di ujung lidah [pb] orang pandai yg tidak jujur
bernilai ber.ni.lai [v] (1) mempunyai nilai (harga uang dsb): mata uang yg ~ seratus rupiah; (2) bermutu; berharga: ia berhasil menciptakan tarian baru yg ~ tinggi
bernyali ber.nya.li [v ki] mempunyai keberanian; berani: orang yg tidak ~ tidak dapat diajar berburu
berolah ber.o.lah [v] (1) bertingkah; bercanda; (2) berbuat sesuatu untuk mengelabui mata (mengenakan tipu muslihat dsb)
beron be.ron , mem.be.ron v menikahi seorang gadis yg masih sangat muda
berorientasi ber.o.ri.en.ta.si [v] (1) melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu); (2) mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg -- ke Barat
berotasi be.ro.ta.si [v] berputar; beredar: di ekuator matahari akan ~ lebih cepat sedikit dp di dekat kutub
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpalit ber.pa.lit [v] memakai palit (celak mata, cat alis, dsb)
berpamitan ber.pa.mit.an [v] minta pamit; minta diri: sebelum berangkat sekolah, dia selalu ~ kpd orang tuanya
berpamor ber.pa.mor [v] (1) memakai pamor: ia sangat menyayangi keris yg ~ itu; (2) bersemarak; beperbawa; mulia: sejak kejadian itu ia bukan orang ~ lagi di depan anak buahnya
berpanas ber.pa.nas [v] duduk (berbaring dsb) di panas matahari; berjemur
berpandai-pandai ber.pan.dai-pan.dai [v] berbuat sesuatu untuk orang lain tanpa bertanya dulu kpd yg berkepentingan
berpangkat ber.pang.kat [v] (1) mempunyai pangkat: ia ~ kolonel; (2) berkedudukan tinggi: gadis itu mendapatkan suami orang ~
berpaspor ber.pas.por [v] memiliki (mempunyai) paspor: lima orang wisatawan asing ditangkap krn ~ palsu
berpelajaran ber.pel.a.jar.an [v] mendapat pendidikan di sekolah: istrinya seorang yg ~
berpenampilan ber.pe.nam.pil.an [v] mempunyai penampilan; gaya penampilan; tampil dng ...: hilangnya masa kanak-kanak dapat membuat seorang anak ~ spt orang dewasa
berpendar-pendar ber.pen.dar-pen.dar [v] (1) berkelip-kelip (mengeluarkan pendar): tampak kunang-kunang ~ di kejauhan; (2) berkunang-kunang (tt mata): matanya ~ dan kepalanya pening
berpengalaman ber.peng.a.lam.an [v] mempunyai pengalaman; telah banyak pengalaman: ia seorang pemain sepak bola yg ~
berpengaruh ber.pe.nga.ruh [v] (1) ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; (2) berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu
berpesan ber.pe.san [v] (1) memberi pesan (kpd); menyuruh (meminta) supaya perkataan dsb dilakukan atau disampaikan kpd orang lain: sebelum berangkat ia ~ kpd istrinya supaya merawat anaknya baik-baik; ia sudah ~ kpd saya kalau ada orang datang agar menunggu sebentar; (2) memberi nasihat (wasiat ketika akan meninggal dunia): orang tua itu ~ kpd anak cucunya agar dia dikuburkan di dekat rumahnya
berpetaruh ber.pe.ta.ruh [v] (1) memberi wasiat (amanat); memberi nasihat; berpesan: neneknya ~ kpd cucu-cucunya agar mereka rukun dan saling membantu demi keutuhan dan kejayaan keluarga; (2) Mk menitipkan sesuatu kpd orang lain: Ibu ~ uang untuk adik pd tetangga
berpicing ber.pi.cing [v] memejam(kan) mata
berpikir ber.pi.kir [v] menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dl ingatan: lama ia ~ sebelum menjawab pertanyaan itu; pengalaman pd zaman lalu telah membuat ia matang ~
berpilih-pilih ber.pi.lih-pi.lih [v] memilih dng amat teliti (tidak sembarangan): dia ~ gadis untuk dijadikan istrinya; (2) a jarang dan susah didapat; sedikit saja (yg); tidak sembarang (orang dsb): pd waktu itu ~ orang yg mempunyai mobil; ~ orang yg bersedia menjadi pemimpin perkumpulan itu
berpilin ber.pi.lin [v] dl keadaan dipilin (dibelit): bungkusan itu diikatnya dng tali ~; tambang itu ~ tiga; orang gentar melihat misainya yg tebal ~ itu; (2) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpraktik ber.prak.tik [v] melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): mereka ~ selama dua minggu; ia ~ sbg seorang astrolog
berpropaganda ber.pro.pa.gan.da [v] mengadakan propaganda: dipilihnya beberapa orang yg pandai ~
berpuak-puak ber.pu.ak-pu.ak [v] bergerombol; berkelompok(-kelompok): kelakuan orang ramai itu berasal dr zaman purba pd waktu manusia masih hidup ~
berpuluh-puluh ber.pu.luh-pu.luh [num] beberapa puluh: dia melihat ~ orang hukuman yg akan dikirim ke Nusakambangan
berpunya ber.pu.nya [v] (1) ada yg empunya: harta tidak ~; (2) sudah bersuami (beristri); sudah bertunangan: rupanya dia sudah ~; (3) berada; kaya: anak orang ~
berpuru ber.pu.ru [v] menderita sakit puru: orang yg ~ selalu hendak menggaruk
berputra ber.put.ra [v] (1) mempunyai putra (anak); beranak; (2) melahirkan anak; bersalin: saat bulan purnama raya, permaisuri pun ~ lah seorang anak perempuan yg elok parasnya
berputrakan ber.put.ra.kan [v] mempunyai putra: baginda ~ seorang laki-laki yg elok parasnya
bersaf-saf ber.saf-saf [a] berderet-deret: orang yg melakukan salat di masjid itu --
bersagar ber.sa.gar [v] (1) menggunakan sagar: kakeknya masih -- untuk menulis surat; (2) ada sagarnya; ijuk tidak -, pb keluarga yg tidak mempunyai laki-laki yg disegani orang
bersahabat ber.sa.ha.bat [v] (1) berkawan; berteman: jangan -- dng orang jahat; (2) menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat --
bersahaja ber.sa.ha.ja [a] sederhana; tidak berlebih-lebihan: orang desa itu hidupnya -
bersahutan ber.sa.hut.an [v] (1) berbalasan; bersambutan; saling menjawab: untuk memeriahkan pesta itu, mereka berpantun -; (2) susul-menyusul: suara orang azan terdengar -
bersaingan ber.sa.ing.an [v] (1) saling berlawanan; saling bertentangan: kedua orang itu tidak ada yg mau mengalah, mereka terus -; (2) berlomba; dahulu-mendahului: mereka -- dl mengejar cita-cita
bersaksi ber.sak.si [v ] (1) ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: surat perjanjian itu seharusnya dibuat di atas kertas bermeterai dan -- sekurang-kurangnya dua orang; (2) menyatakan (mengakui) dng sesungguhnya
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersalahan ber.sa.lah.an [v] (1) berbeda; berlainan: raut wajah gadis itu -- dng raut wajah ibunya; (2) berselisih: ia -- pendapat dng atasannya tt cara menyusun laporan keuangan; (3) bertentangan; tidak sesuai dng: sepak terjangnya -- dng kepercayaan dan keyakinan yg dianutnya; (4) berbantah; bercekcok: dl banyak hal kedua orang itu sering -; (5) ki kurang sehat (badan); menyalah: badannya agak -- sehari ini
bersandar di lemang hangat [pb] berlindung kpd orang yg jahat (zalim dsb)
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
bersangka ber.sang.ka [v] (1) menduga; mengira: tidak seorang pun yg -- akan terjadi musibah; (2) menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian: jika ada yg -- akan kebenaran pendapat itu, boleh mengajukan bantahannya
bersangkal ber.sang.kal [v] (1) tidak mau menurut (mengerjakan dsb): ia -- akan nasihat orang tuanya; (2) ingkar; tidak mengaku: mula-mula ia -, tetapi akhirnya mengaku juga
bersangkutan ber.sang.kut.an [v] (1) berhubungan; bertalian: persoalan yg tidak -- dng usaha kita perlu dibicarakan dl rapat ini; (2) terlibat (dl suatu perkara, persoalan, dsb): beberapa orang yg -- dl perkara itu sudah ditahan polisi; (3) berkepentingan: mereka yg -- dapat berhubungan langsung dng kepala kantor
bersantap rohani ber.san.tap rohani sesuatu (spt bacaan) yg berguna untuk memperkaya batin seseorang; rezeki batin: kuliah subuh yg disiarkan setiap pagi itu merupakan -- rohani yg baik untuk muda-mudi kita
bersaudara ber.sau.da.ra [v] (1) mempunyai saudara: ia tidak -- lagi; (2) adik beradik; beradik berkakak: dua orang -- itu hidup rukun
bersedekah ber.se.de.kah [v] (1) memberi sedekah; berderma; (2) berkenduri; berselamatan
bersedu-sedu ber.se.du-se.du [v] mengeluarkan suara, spt pd orang yg lama menangis; keluar suara yg terputus-putus atau timbul tenggelam (krn lama menangis, dsb); isak
berselisih ber.se.li.sih [v] berbeda; ada selisihnya: jumlahnya -- Rp5.000,00; (2) adv berlainan pendapat dsb; bertikai; berbantah; bersengketa: mereka selalu hidup rukun, tidak pernah -; -- jalan berpapasan bertemu di jalan, tetapi masing-masing menempuh jalannya sendiri: jembatan bambu yg sempit itu hanya dapat dilalui oleh dua orang -- jalan
berselubung ber.se.lu.bung [v] memakai selubung (spt berkerudung, berselimut, bertutup kepala, dsb): dia melihat seorang -- kain putih
bersembahyang ber.sem.bah.yang [v] (1) melakukan sembahyang (salat): mereka- hari raya di lapangan dekat masjid Al-Azhar; (2) berdoa (memohon) kpd Tuhan: -- di gereja; (3) upacara selamatan untuk menghormati (memuliakan) para leluhur dsb: -- Tahun Baru
bersembilan ber.sem.bi.lan [v] menjadi kelompok yg terdiri atas sembilan orang
bersenang-senang ber.se.nang-se.nang [v] berbuat sesuatu dng senang hati atau untuk menyenangkan hati; bersantai; bersuka-suka: disuruhnya orang bekerja mati-matian, tetapi ia sendiri -- saja
bersendiri ber.sen.di.ri [v] terpisah dr yg lain; tidak berteman; menyendiri: ia -- mendatangi orang yg mengancamnya kemarin
bersengat ber.se.ngat [v] (1) mempunyai sengat; ada sengatnya; (2) ki disegani (ditakuti) orang
bersenjatakan ber.sen.ja.ta.kan [v] memakai senjata tertentu; menggunakan sbg senjata: mereka dikejar oleh beratus-ratus orang kampung yg -- tombak dan keris
bersep (kpd) ber.sep (kpd) [v] mempunyai kepala; mengabdi kpd: lebih baik saya keluar dp -- seorang pemarah
berserah kabil berserah ka.bil [pb] sudah memercayakan sesuatu kpd orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)
berserikat ber.se.ri.kat [v] (1) bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan agar orang-orang yg bermodal mau -- untuk mendirikan perusahaan penggilingan padi; (2) bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum buruh sudah insaf akan perlunya -; (3) bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang Dunia Kedua banyak negara yg -- untuk membasmi fasisme
berseru ber.se.ru [v] (1) memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: terdengar suara orang -, seolah-olah memanggil kita; (2) berkata atau bersuara nyaring: burung itu mengangguk-angguk sambil -, trilili, lili, lili; (3) mengajak atau menganjurkan: akhirnya, pembicara -- kpd hadirin supaya mem-bantu usahanya
bersetelan ber.se.tel.an [v] memakai setelan: seorang pemuda -- dan berdasai berjalan dng angkuhnya
bersikap masa bodoh [pb] tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bersimpati ber.sim.pa.ti [v] (1) menaruh kasih (kpd); suka (akan): dl pemilihan umum itu, banyak juga rakyat yg -- kpd golongannya; (2) ikut serta merasakan perasaan orang lain: banyak orang yg -- atas kemenangan tim itu
bersinar ber.si.nar [v] memancar (tt sinar); bercahaya: ruangan itu terang oleh lampu yg -; matanya -
bersiut ber.si.ut [v] (1) bersiul nyaring; bersuit; berbunyi spt peluit nyaring; (2) berbunyi spt orang kepedasan; (3) berbunyi "siut": sesaat kemudian -lah cemeti yg ujungnya dibubuhi paku-paku timah mendera dagingnya
bersombong ber.som.bong [v] meninggikan (memegahkan) diri; berkata (berbuat dsb) dng congkak: jadi orang jangan suka -, nanti tidak punya teman
bersongsong ber.song.song [v] berjalan (bergerak maju) menghadapi ...; bertemu (berlawanan arah); berpapasan (dng): ia dapat melihat seorang berkuda yg rupa-rupanya -- dng dia
bersuami ber.su.a.mi [v] (1) sudah kawin (tt wanita); mempunyai suami; (2) kawin dng (tt wanita): alangkah senangnya -(kan) seorang budiman spt beliau itu
bersungut-sungut ber.su.ngut-su.ngut [v] mencomel; menggerutu: setelah terjadi tawar-menawar harga, orang itu membayarnya juga meski-pun dng --
bersunyi-sunyi ber.su.nyi-su.nyi [v] mengasingkan diri ke tempat yg sunyi; menyendiri: rupanya ia seorang yg suka -
bersutan-sutan ber.su.tan-su.tan [v] (suka) menyombongkan kebangsawanannya; congkak krn kebangsawanannya: orang yg suka -- tidak akan banyak kawannya
bertaburkan ber.ta.bur.kan [v] (1) dihambur dng: duduk di hamparan yg ~ bunga aneka warna; langit ~ bintang; (2) diberi atau dipasangi (permata) banyak-banyak: di dadanya tersemat bros yg ~ intan berlian
bertadah amin ber.ta.dah amin memadukan kedua belah tangan selaku orang yg mengucapkan amin
bertadarus ber.ta.da.rus [v] melakukan tadarus: hampir di setiap masjid terdengar orang ~
bertakhta ber.takh.ta [v] (1) menjadi raja; memerintah (negeri); berkuasa: siapa yg ~ di kerajaan itu pertama kali?; (2) bersemayam: pd waktu itu raja Mataram ~ di Kartasura
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertakziah ber.tak.zi.ah [v] (1) menghibur orang yg mendapat musibah; (2) menyatakan turut berdukacita; melayat (orang mati): banyak kaum kerabat almarhum yg datang ~ dan mengantarkannya ke kubur
bertanding ber.tan.ding [v] (1) berlawanan (dl berlomba, beradu tenaga, dsb): regu voli A ~ dng regu B di babak final; (2) seorang lawan seorang: mereka tidak berani ~ , beraninya main keroyokan; (3) ada bandingnya (imbangannya, lawannya): kecantikannya tiada ~ di seluruh negeri; (4) melawan; menyaingi; menyamai: pemain muda berbakat itu sekarang sudah sanggup ~ dng pemain kawakan yg sudah punya nama
bertanduk ber.tan.duk [v] (1) memakai tanduk; ada tanduknya; (2) mempunyai kekuasaan (wewenang): mau tidak mau kita harus patuh kpd orang yg ~; hewan ~ , hewan yg memiliki tanduk (sapi, kerbau, domba, kambing)
bertanya-tanya 1 ber.ta.nya-ta.nya 1 [v] bertanya ke mana-mana; berkali-kali bertanya (meminta keterangan dsb): ia masuk ke kampung, lalu ~ barangkali ada orang yg tahu; (2) a dl kebimbangan atau heran (seakan-akan bertanya di hati): ia pun tertegun ~ dl hati, apakah sebabnya hal itu terjadi
bertasyakur ber.ta.sya.kur [v] selamatan untuk berterima kasih kpd Allah (krn cita-citanya terlaksana dsb): ia mengadakan ~ krn anaknya telah lulus ujian
bertatapan ber.ta.tap.an [v] saling melihat atau saling mengamati: kedua pemuda itu ~ dng pandangan mata menyala-nyala
bertegak nama ber.te.gak nama mengadakan selamatan untuk memberi nama
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
berteman ber.te.man [v] (1) berkawan; bersahabat; (2) tidak seorang diri; ada temannya; (3) beriring (dng): setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran
bertemu muka dng tedung [pb] bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertemu ruas dng buku ber.te.mu ruas dng buku [pb] sudah jodohnya (seorang laki-laki dng perempuan)
bertemu teras dng beliung [pb] dua orang bertengkar yg sifatnya sama-sama keras
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
bertenggang-tenggangan ber.teng.gang-teng.gang.an [v] hormat-menghormati; harga-menghargai (perasaan atau kepentingan orang lain): dl hidup bertetangga kita harus pandai ~ agar terhindar dr pertengkaran
bertenung ber.te.nung [v] (1) membaca tenung; meramalkan: minta pertolongan kpd orang yg pandai ~; (2) minta supaya dilihat untung malangnya dsb kpd: ia suka ~ kpd dukun
berteriak ber.te.ri.ak [v] berseru (berkata, memanggil, dsb) dng suara keras; memekik: terdengar suara orang ~ minta tolong; makin keras ia ~ , makin banyak orang mengerumuninya
bertertib ber.ter.tib [v] (1) teratur; (2) bersikap sopan: ia seorang anak yg tidak ~
bertiga ber.ti.ga [num] berbilangan tiga; berjumlah tiga sekawan atau sekelompok orang dsb: kita ~ menghadap kepala sekolah
bertitah lalu sembah berlaku ber.ti.tah lalu sembah berlaku [pb] jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga
bertiup ber.ti.up [v] (1) bergerak mengalir dng cepat (tt angin, udara); berembus: angin ~ dr sebelah barat; (2) ki merebak (tt kabar angin dsb); tersiar: dng segera berita yg ~ kencang itu disampaikannya kpd ketuanya; (3) Mk berkerumun (untuk melihat dsb): ~ orang melihat mobil itu
bertolak belakang ber.to.lak belakang berpisah saling membelakangi (msl seorang ke barat, seorang lagi ke timur); (2) ki sangat berbeda (tt pendapat, kebiasaan, keinginan, sifat, dsb)
bertopi ber.to.pi [v] memakai topi: pelaku utama dl lakon detektif itu selalu -- dan berkacamata hitam
bertuankan ber.tu.an.kan [v] (1) menghamba (mengabdi) kpd; menganggap sbg tuan kpd: hamba tak mau ~ anak raja yg lalim itu; (2) menyebut (memanggil) tuan (kpd): tiada aku sudi ~ orang yg lalim itu
bertuhan ber.tu.han [v] (1) percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; (2)memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar sepah [ki] tanda percintaan yg mendalam antara dua orang kekasih
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertunda-tunda ber.tun.da-tun.da [kl v] berduyun-duyun; banyak sekali: ~ orang datang ke jalan besar itu
bertuntun ber.tun.tun [v] menutup mata (muka) dng tuntun (dng sapu tangan dsb); memakai tuntun
berturun ber.tu.run [v] memberikan uang sbg iuran, derma, sokongan, dsb: kita ~ lima ratus rupiah seorang
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berumah be.ru.mah [v] (1) mempunyai rumah: ia seorang yg sukses, usianya masih muda, tetapi sudah berkedudukan tinggi dan ~ besar; (2) diam (di); tinggal (di): ia ~ di desa yg jauh dr kota
beruri be.ru.ri [n] periode atau jangka waktu ketika orang tidak boleh bekerja (untuk mengusir penyakit dl adat Dayak)
berusaha ber.u.sa.ha [v] (1) melakukan suatu usaha; bekerja giat (untuk mencapai sesuatu); berikhtiar; berdaya upaya: ia ~ menyembunyikan tangisnya; mereka ~ mencapai hasil yg memuaskan; (2) melakukan kegiatan di bidang perdagangan (perusahaan dsb): keadaan keuangan yg mantap akan menguntungkan orang-orang yg mulai ~
berusia ber.u.sia [v] mempunyai usia; berumur: seorang anak muda ~ kira-kira l7 tahun; ~ tinggi (lanjut); sudah tua
berusuh be.ru.suh [a] bersusah hati; berduka cita; gelisah: banyak orang yg ~ hati krn kematian ulama itu
berwajah ber.wa.jah [n] mempunyai wajah: betul-betul aku ini salah seorang di antara kalian yg ~ paling buruk
berwibawa ber.wi.ba.wa [v] mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi): seorang pemimpin haruslah ~
berwudu ber.wu.du [v] mengambil air wudu: masih ada orang yg ~ dng tidak mengikuti sunah Rasul
besan be.san [n] (1) orang tua dr menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); (2) hubungan keluarga antara dua orang tua yg terjadi krn anak mereka kawin
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besar berudu di kubangan [pb] tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing
besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya) [pb] orang yg besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
besuk be.suk [v cak] melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit yg dirawat
beta be.ta [pron] saya (digunakan orang-orang besar pd zaman dahulu dl cerita klasik Melayu, penyair dl karya sastra masa kemudian, atau masyarakat di Maluku [n] nama huruf ke-2 abjad Yunani
betapa be.ta.pa [ark pron] kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dsb; bagaimana: -- bicaramu?; (2) p kata seru penanda rasa heran, kagum, sedih, dsb; alangkah; sungguh: -- sedihnya orang yg kematian ibu; (3) p meskipun: -- dicarinya, tidak kunjung bertemu juga; (4) ark p sebagaimana; seperti: diperlakukan -- adat orang dahulu kala
beti be.ti [n] bukti yg nyata mengenai kesalahan seseorang; tanda bukti: tidak dapat memastikan seseorang bersalah sebelum -- nya ada
betik keluar didengar (diketahui) oleh orang luar; bocor atau tersiar (tt rahasia)
betul-betul be.tul-be.tul [a] sungguh benar; sungguh-sungguh: orang itu -- pelit; saya -- letih pd hari ini
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
biah bi.ah [ark n] (rumah) tempat sembahyang (orang Yahudi); gereja
biang keladi umbi keladi yg pokok; (2) ki orang yg menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan dsb; orang yg menjadi penyebab (dalang) terjadinya suatu perbuatan jahat dsb
biang kerok [ki] orang yg menjadi penyebab terjadinya suatu kericuhan (keributan)
biara bi.a.ra [n] (1) rumah (asrama) tempat para petapa (rubiah dsb); (2) Kris bangunan tempat tinggal orang-orang laki-laki atau perempuan yg mengkhususkan diri thd pelaksanaan ajaran agama di bawah pimpinan seorang ketua menurut aturan tarikatnya
biarawan bi.a.ra.wan [n] orang laki-laki yg hidup di dl biara
biarawati bi.a.ra.wa.ti [n] orang perempuan yg hidup di dl biara
biaya akanan [Man] mata neraca untuk utang yg telah bertambah secara berkala yg akan dibayar pd waktu tertentu
bibit bi.bit [n] (1) semaian (padi dsb yg akan ditanam): -- padi itu akan dipindahkan sesudah berumur empat puluh hari; (2) benih (dl arti sesuatu yg akan dikembangkan, diternakkan, dsb): kita memerlukan sapi yg baik untuk --; (3) anak (orang) yg akan dididik lebih lanjut; kader: murid-murid SMU dididik sbg -- untuk perguruan tinggi; (4) ki yg akan menyebabkan timbulnya (terjadinya) penyakit atau pertikaian dsb: -- penyakit cacar; perkara yg sekecil itu dapat menjadi -- pertengkaran yg hebat [v] , mem.bi.bit v menjinjing dng jari
bibit buwit [Sd] (1) orang yg dianggap sbg leluhur masyarakat suatu desa; (2) asli (tt penduduk suatu tempat)
bibit unggul bibit yg memiliki sifat tahan thd serangan hama (penyakit), cepat berbuah, banyak hasilnya, dan dapat digunakan secara meluas (biasanya diambil dr buah atau bagian tanaman yg subur dan matang yg siap untuk ditanam lagi dan dr ternak diambil pejantan yg baik)
bicara bi.ca.ra [n] akal budi; pikiran: dl menghadapi segala hal selalu dipergunakan budi -- nya; (2) n cak perundingan: rasanya tidak perlu diadakan -- lagi; (3) v beperkara; berurusan: orang yg membawa barang larangan itu akan dibawanya -- kpd hakim; (4) n kl pertimbangan pikiran; pendapat: spt -- Tuan, hamba pun demikian; pd -- patik; (5) v cak berbahasa; berkata: sedikit -- banyak bekerja; (6) a sedang dipakai untuk bercakap (dl telepon): sudah tiga kali saya menelepon, tetapi selalu dijawab " -- "; (7) Jk a cak tanggung, tentu (pasti): kata penjual durian itu, " -- " tebal dan manis
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
bidan bi.dan [n] wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya
bidan tarik bidan yg baru dipanggil waktu seorang ibu akan melahirkan (tanpa ada pemberitahuan atau perjanjian se- belumnya)
bidan tempuh bidan yg menolong suatu persalinan (orang melahirkan) berdasarkan persetujuan (perjanjian) sebelumnya
bidang studi pengelompokan sejumlah mata pelajaran yg sejenis atau memiliki ciri yg sama (mata pelajaran yg telah berkorelasi satu dng yg lain)
bidikan bi.dik.an [n] (1) hasil membidik; (2) cak pandangan mata: ketika bertemu dng pejabat tsb, ia bukan hanya mendapat kemudahan, tetapi juga -- asmara
biduk lalu [pb] orang yg berkelahi atau bertengkar yg akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tt orang ramai berkumpul)
biduk lalu kiambang bertaut biduk lalu kiambang ber.ta.ut [pb] spt dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali
bigamis bi.ga.mis [n] orang yg bigami; orang yg beristri (bersuami) dua; (2) a dl keadaan beristri (bersuami) dua
bijaksanawan bi.jak.sa.na.wan [n] orang yg bijaksana
biji bi.ji [n] (1) isi buah (yg apabila ditanam dapat tumbuh): -- nangka; -- mangga; (2) butir buah yg kecil-kecil (spt butir padi dan jagung): -- kacang; -- kedelai; (3) kata penggolong bagi bermacam-macam benda sbg pengganti butir, buah, batang, dsb: ia makan mangga lima --; ia mempunyai lima -- mata pena [n] angka yg menunjukkan hasil belajar (kepandaian); nilai; ponten: -- enam untuk bahasa Indonesia
biji ratap [ki] titik-titik air mata (waktu menangis); (2) buah ratap; isi ratap
bilal bi.lal [n Isl] orang yg bertugas menyerukan azan; muazin; modin: suara azan -- telah terdengar
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
bilis bi.lis [a] sakit dan merah warnanya (tt mata) [n] ikan kecil yg biasa dijadikan ikan peda; teri; Archoviella indica
bimbang bim.bang [a] (1) (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu; (2) (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang [n] upacara atau pesta adat [v] berganti-ganti; bergantian
bimbing kejuruan layanan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karier kejuruan yg diberikan oleh sekolah menengah kejuruan kpd calon siswa dan tamatannya
bimbit bim.bit , mem.bim.bit v (1) membawa dng ujung jari; menjinjing: -- tas; (2) memimpin dng memegang tangan orang yg dipimpin; menuntun: ia berkata sambil -- anaknya
bin [Ar] (1) n kata untuk menyatakan anak laki-laki dr seseorang: Amat -- Soleh, Amat anak dr Soleh; (2) p cak kata untuk menguatkan atau mengungkapkan dng perkataan lain: aneh -- ajaib
binal bi.nal [a] (1) bengal; tidak menurut: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi --; (2) selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar: kuda yg -- itu terlepas kembali
binar bi.nar [n] sinar: dia tetap membisu, hanya -- matanya kian redup
binaragawan bi.na.ra.ga.wan [n] orang yg melakukan olahraga binaraga: enam -- daerah akan mengikuti seleksi nasional
binder bin.der [n] (1) alat untuk menjilid buku, majalah, dsb; (2) orang yg (pekerjaannya dsb) menjilid buku, majalah, dsb
binen bi.nen [a cak] telah berhasil (memperoleh kedudukan, kekayaan, dsb); mapan: di sinilah tempat tinggal orang-orang yg sudah --
bingkai bing.kai [n] bilah (papan, rotan) yg dipasang di sekeliling suatu benda supaya kuat; simpai (roda); lis (pigura dsb); rangka (kacamata): -- batu tulis
bingkis bing.kis , mem.bing.kis v mengirimkan (memberikan) barang sbg tanda hormat (biasanya diantarkan orang bersama-sama surat)
bingung tak dapat diajar [pb] berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)
bini-binian bi.ni-bi.ni.an [n cak] (1) bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan -nya saja; (2) suka atau kerap- kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang -- spt dia
binokular bi.no.ku.lar [num] satu sistem penglihatan untuk dua mata; (2) a berkaitan dng dua mata: rancangan permukaan lensa varilux yg asimetris menjamin penglihatan -- yg seimbang dan nyaman
bintang beredar planet yg beredar mengelilingi matahari spt Zohrah (Venus), Marikh (Mars), Mustari (Yupiter)
bintang di langit boleh dibilang [pb] cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu
bintang siarah planet yg mengitari matahari dan mendapat cahayanya, spt Marikh (Mars), Mustari (Yupiter); Zohrah (Venus)
bintang timur planet Venus yg biasa kelihatan besar dan terang di sebelah timur pd dini hari; (2) dikatakan tt mata yg bagus (besar dan bercahaya)
bintangan bin.tang.an [n] (1) (gambar) tiruan bintang; (2) ark gugus bintang; (3) bintik putih di tengah mata
binti bin.ti [Ar n] anak perempuan (biasa dipakai untuk keterangan nama orang): Siti Aisyah -- Abu Bakar [n] burung pemakan serangga dan ikan, hidup di Asia dan Afrika; Alcedo ispida
bintit bin.tit [n] bintil (terutama di pinggir kelopak mata)
biografi bi.o.gra.fi [n] riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain
biologi perikanan biologi terapan perikanan dl kaitannya dng biologi hewan (ikan), msl hubungan panjang dan berat, kematangan telur, dan pola makan
bipatride bi.pat.ri.de [n] orang yg mempunyai kewarganegaraan rangkap sbg akibat perbedaan stelsel; asas kewarganegaraan yg dianut oleh negara yg berbeda
biras bi.ras [n] pertalian persaudaraan antara dua orang krn kawin dng dua orang yg bersaudara
biro klasifikasi [Lay] badan usaha jasa untuk menetapkan klasifikasi kapal, terutama yg menyangkut keselamatan konstruksi kapal
birokrat bi.ro.krat [n] (1) pegawai yg bertindak secara birokratis; (2) seorang yang menjadi bagian dari birokrasi
biru bulan gejala di atmosfer yg ditimbulkan oleh jumlah bahan atau partikel tertentu yg mempunyai sifat menyaring cahaya matahari sehingga cahaya biru dan merah lebih banyak dp gelombang cahaya hijau
bisa kawi kekuatan gaib (tulah dsb) yg menimpa orang krn melanggar adat dsb
bisbol bis.bol [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dng bulu halus kemerah-merahan, berbau spt mentega; Dyaspyros philipinses [n Olr] permainan olahraga dng menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yg masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain
bisul bi.sul [n] (1) bintil yg membengkak pd kulit yg berisi nanah dan bermata; barah; (2) ki sesuatu yg menyusahkan (menyulitkan): kehadirannya merupakan -- dl kehidupan rumah tangga adikku
bitisik bi.ti.sik [n] anak dr cicit; cucu dr cucu seseorang
biuku bi.u.ku [n] kura-kura yg sudut matanya bergaris kuning sehingga pandangan matanya tampak suram (tidak berseri-seri); Notochelys platynota
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
blokade blo.ka.de [n] pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal, dsb tidak dapat keluar masuk dng bebas
bludrek blud.rek [n cak] (1) tekanan darah; (2) tekanan darah tinggi yg menyebabkan orang merasa pusing yg berat: krn makan daging kambing, kontan -- nya kambuh
blues [n Mus] jenis lagu ratapan orang Negro, Amerika yg berkembang mulai tahun 1911 sbg perintis musik jaz
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bohemian bo.he.mi.an [n] orang yg hidup bebas spt kebanyakan seniman; orang yg hidup mengembara dan tidak teratur serta tidak memikirkan masa depannya: krn kecewa akhirnya pemuda itu bergabung pd kelompok --
bokong bo.kong [n] (1) pantat; (2) Jk belakang; pinggul [Mk a] bengkak; balut (tt mata); kembung; berjendul
bolos bo.los, mem.bo.los [v] (1) tidak masuk bekerja (sekolah dsb): hari ini sebenarnya bukan hari libur, tetapi banyak murid yg -; (2) meloloskan diri; melarikan diri: dua orang tahanan dapat --
bolpoin bol.po.in [n] pena yg bermata bulat (tumpul) yg dilengkapi dng tinta kental dl tabung; pena bola
bomber bom.ber [n] (1) pesawat terbang pengebom; (2) ki orang yg gemuk kekar
bonceng bon.ceng [v] mem.bon.ceng v (1) ikut naik (kendaraan beroda dua): ia naik sepeda motor dan adiknya -- di belakang; (2) ikut naik tanpa membayar: masih banyak orang yg -- bus kota; (3) ikut serta (makan, bertamasya, membaca koran, dsb) dng tidak turut membayar atau mengeluarkan biaya; (4) ikut-ikutan (menepuk dada, menganggap diri berjasa, mendapat nama, kedudukan, dsb): ada pejabat yg -- hasil perjuangan Angkatan 66; (5) memanfaatkan kekuasaan (pengaruh kewibawaan dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
bondong air bondong ikan [pb] gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kpd kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)
boneka bo.ne.ka [n] (1) tiruan anak untuk permainan; anak-anakan; (2) ki orang (negara dsb) yg hanya menjadi mainan orang (negara dsb) lain: negara Pasundan, Sumatra Timur, Indonesia Timur adalah negara -- buatan pemerintah kolonial Belanda pd masa itu
bong [n] pekuburan Cina [Jw n] orang yg pekerjaannya mengkhitankan (menyunat); dukun sunat
bongkong bong.kong [Mk a] belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu)
bongmeh bong.meh [Cn v] mem.bong.meh v (1) merasai debar jantung dng meraba pergelangan tangan; (2) mengajuk (hati atau pendapat orang)
bopeng bo.peng /bopEng/ (1) a cacat yg berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pd kulit; burik; capuk: orang itu mukanya -- akibat penyakit cacar yg pernah dideritanya; (2) v ki berlubang-lubang: jalan baru itu sekarang sudah --
bor linggis alat pengebor yg digerakkan dng udara tekan yg mempunyai mata bor berbentuk linggis
bor putar alat pengebor yg menggunakan gerak perputaran batang dan mata bor untuk menembus batuan
bor tumbuk pengeboran yg menggunakan prinsip tumbukan batang bor dng mata bornya pd batuan
boreh bo.reh [n cak] (1) barang (atau surat berharga) yg diserahkan oleh orang yg berutang sbg jaminan utangnya; agunan; jaminan: kalau hendak berutang harus ada -- nya; (2) orang yg menanggung utang orang lain (dl hal timbulnya kesulitan dl pembayaran utang dsb); penanggung; penjamin: saya sanggup menjadi -- kakakku
boros bo.ros [a] (1) berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang, dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya; (2) lepas, terurai (tt tali yg dikaitkan): tali gasingnya --; (3) banyak dl pemakaian tenaga, bensin, dsb (tt mesin dsb): mobilnya -- bensin
bos [n] bungkus besar yg berisi beberapa bungkus (tt rokok, korek api, dsb) [n] orang yg berkuasa mengawasi dan memberi perintah kpd para karyawan; pemimpin atau majikan (dl perusahaan)
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
brahmana brah.ma.na [n] (1) pendeta agama Hindu; (2) kasta tertinggi dl agama Hindu; (3) orang yg masuk golongan pendeta dl agama Hindu
brakiasi bra.ki.a.si [n] cara gerak orang utan dan jenis kera lainnya dng menggelantung pd cabang pohon dan mengayunkan tubuhnya ke depan dng bantuan lengan
bramacorah bra.ma.co.rah [n Huk] (1) orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (2) penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok
brankar bran.kar [n] usungan untuk mengangkat orang sakit (dng cara membaringkannya)
bren [n] senapan mesin ringan, dilayani oleh satu orang
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
brilian bri.li.an [a] pandai sekali; cemerlang; hebat (tt kemampuan otak, berpikir); mengagumkan: ia adalah seorang pelajar yg --
bronkodilator bron.ko.di.la.tor [n ] alat yg dapat memperlebar lubang saluran napas yg menyempit ketika seseorang mendapat serangan asma
bros [n] perhiasan terbuat dr emas, perak, dsb, bermata intan (berlian, mutiara, dsb) yg disematkan pd pakaian (biasanya di bagian dada)
bu [n] (1) kata sapaan untuk orang tua perempuan; (2) kp ibu
bua tanah bu.a ta.nah [n] harga (biaya dsb) yg harus dibayar oleh orang asing yg mengerjakan tanah di wilayah tertentu yg bukan wilayah masyarakat hukum adatnya (di Sulawesi)
buah bibir yg selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang
buah mulut yg menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; (2) buah bibir
buah pembicaraan yg menjadi pokok pembicaran; (2) yg menjadi sebutan orang; (3) hasil pembicaraan
buah perut [Mk] orang-orang yg menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dr nenek perempuan)
buah tutur yg menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut
bual bu.al [n] (1) luapan (pancaran) air yg keluar (spt air mendidih, air dr mata air): mereka melihat -- mata air panas itu; (2) kepulan asap yg bergolong-golong (spt pd asap rokok yg dikeluarkan dr mulut pengisap rokok) [n] omong kosong; cakap besar (kesombongan): geli hatiku mendengar -- mereka
buang baka menyimpang dr sifat (asal) yg asli (turun-temurun); (2) menodai kebaikan nama leluhur (orang tua dsb)
buang hidup mengasingkan orang ke negeri lain sbg hukuman; menghukum buang
buang ludah meladeni orang bersoal jawab yg tidak ada gunanya
buang pandang membuang mata
buang sepanjang adat mengeluarkan seseorang dr adat krn melawan adat
buang sial berbuat sesuatu spt selamatan dsb supaya kesialan hilang; menghilangkan sial
buang sirih mengeluarkan seseorang kelompok kekerabatan; menganggap seseorang bukan kerabat lagi
buang utang hukuman yg dijatuhkan kpd seseorang yg selalu berutang dan tidak pernah melunasinya, utang itu menjadi tanggung jawab keluarganya, tetapi orang itu dibuang dr keluarga
buangan bu.ang.an [n] (1) yg dibuang; hasil membuang; (2) orang yg dijatuhi hukuman buang: orang --
buari bu.a.ri [ark n] daging yg dijemur di panas matahari; dendeng
bubar bu.bar [v] (1) bercerai-berai ke mana-mana (tt orang ramai yg berkumpul); berserak-serak ke sana kemari: demonstran -- setelah petugas melepaskan tembakan; (2) selesai; usai (tt pasar, rapat, upacara, dsb): upacara -- pukul sepuluh siang; (3) selesai tugas; berhenti bertugas (tt panitia, dewan, kabinet, dsb): panitia perayaan -- setelah upacara selesai; (4) ditiadakan (tt perserikatan, kongsi, dsb): kalau suatu perkumpulan -- , harta bendanya dapat didermakan kpd badan sosial
bubul bu.bul [n] bisul pd tumit orang atau pd kuku kuda (ada beberapa jenis spt -- bubu, -- gantang, -- galai) [v] , mem.bu.bul v memperbaiki atau menambal jala, jaring, dsb: nelayan itu sedang asyik -- jaring dan -- pukat , mem.bu.bul v (1) naik; membubung; (2) keluar bersama-sama banyak-banyak: bagai anai-anai -- dr liangnya
bubus bu.bus , mem.bu.bus v beterbangan ke luar dng ramai; keluar beramai-ramai: bagai anai-anai -- [n] -- tumbang bentuk perkawinan antara orang-orang yg mempunyai hubungan kekerabatan yg relatif dekat
budak bu.dak [n ] (1) anak; kanak-kanak: -- bermain layang-layang; (2) hamba; jongos; orang gajian: aku bukan -- mu
budaya agraris kebudayaan yg hidup dl masyarakat yg mempunyai pertanian sbg mata pencaharian pokok
budaya rakyat unsur kebudayaan tradisional yg hidup dl golongan orang biasa dan yg dibedakan dr unsur kebudayaan yg timbul lebih kemudian dan yg dianggap lebih maju
budayawan bu.da.ya.wan [n] orang yg berkecimpung dl kebudayaan; ahli kebudayaan: ia seorang -- yg senantiasa mengikuti perkembangan zaman
Buddha Bud.dha [n] (1) agama yg diajarkan oleh Sidharta Gautama; (2) orang yg telah mencapai kesempurnaan Buddhisme; (3) penjelmaan Sidharta Gautama
Buddhisme Bud.dhis.me [n] ajaran yg dikembangkan oleh Sidharta Gautama yg antara lain mengajarkan bahwa kesengsaraan adalah bagian kehidupan yg tidak terpisahkan dan orang dapat membebaskan diri dr kesengsaraan dng menyucikan mental dan moral diri pribadi
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
budian bu.di.an [Jw n] orang desa yg mempunyai pekarangan, tetapi tidak mempunyai sawah
budiman bu.di.man [n] orang yg berbudi, pintar, dan bijaksana
budur bu.dur [v] , ter.bu.dur v tersembul ke luar: matanya menjadi -- melihat kejadian yg tidak disangka-sangka itu
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bujang andon anak angkat yg tidak diketahui asal-usulnya dan bekerja pd orang tua angkatnya
bujangga bu.jang.ga [n] (1) pendeta; petapa; orang cerdik pandai; (2) pengarang syair (sajak dsb); ahli sastra; pujangga
bujuk bu.juk [n] usaha untuk meyakinkan seseorang dng kata-kata manis dsb bahwa yg dikatakan benar; rayu: berbagai-bagai -- dikatakannya, tetapi tiada mengena [n] ikan aruan, Ophiocephalus
buk buk, me.nge.buk [v cak] memesan: tiap menjelang akhir tahun orang kaya dr Jakarta -- tiket ke Singapura
bukan budak makan pisang [pb] bukan orang yg dapat dipermainkan (ditipu)
bukan tanahnya menjadi padi [pb] bukan tampannya yg akan menjadi orang baik-baik
bukit jadi paya [pb] orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)
bukti diri surat keterangan yg membuktikan bahwa orang yg membawa surat tsb benar (sah); surat pengenal
bukti pembayaran surat keterangan yg menyatakan bahwa seseorang telah membayar sesuatu sesuai dng kesepakatan, dapat berupa kuitansi, resi, setruk, dsb
buku biru buku yg memuat nama-nama orang terkemuka; (2) buku yg memuat saran, pertimbangan, dan usulan tt suatu masalah: laporan berbentuk -- biru itu menyatakan bahwa roket pelambung harus diuji coba dl kedudukan horizontal; (3) buku laporan pemerintah
buku hitam buku yg berisi nama dan catatan tt orang-orang yg dianggap kurang baik
buku ilmiah populer buku ilmiah yg ditulis dng cara yg mudah untuk dipahami oleh orang awam
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
buku rapor buku yg berisi nilai yg diperoleh oleh anak sekolah dl setiap mata pelajaran
buku silsilah buku yg berisikan catatan asal-usul keturunan seseorang; (2) Tern buku yg berisikan catatan asal-usul ternak (mengenai keturunan asalnya) yg dilengkapi dng kemampuan produksinya masing-masing
bulan bu.lan [n] (1) benda langit yg mengitari bumi, bersinar pd malam hari krn pantulan sinar matahari: pesawat antariksa Apollo berhasil mendarat di --; bumi bermandikan cahaya --; (2) masa atau jangka waktu perputaran bulan mengitari bumi dr mulai tampaknya bulan sampai hilang kembali (29 atau 30 hari); masa yg lamanya 1/12 tahun: penataran itu berlangsung selama dua --; istrinya sedang hamil empat -- lihat ikan
bulan purnama keadaan bulan pd saat berada di arah yg bertentangan dng matahari (tanggal 14 dan 15) sehingga bagian yg kena sinar dapat terlihat sepenuhnya; bulan penuh
bulan-bulanan bu.lan-bu.lan.an [n] (1) (gambar) benda buatan menyerupai bulan; (2) ki orang yg (mudah) dijadikan korban sehingga spt alat permainan; sasaran: penumpang bus kota menjadi -- tukang copet
bulang ayam betina [pb] orang yg disangka berani dsb, ternyata tidak
bular bu.lar [n] warna keputih-putihan pd bagian mata yg hitam
bule bu.le [cak] (1) a bulai; (2) n orang (binatang dsb) berkulit putih; (3) orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika); orang Barat
bumi mana yg tak kena hujan [pb] setiap orang berbuat salah
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
bunda bun.da [n kp] ibunda; orang tua perempuan
bung [n] abang (panggilan akrab kpd seorang laki-laki): rumah -- Iskandar di mana? [n] bunyi spt bunyi gendang dipukul
bunga kubur pohon (bunga) kamboja yg biasa ditanam orang dl kuburan
bunga mulut yg selalu disebut-sebut atau dipercakapkan orang
bungkuk baru betul [pb] orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan
bungkuk sabut bungkuk spt sabut buah kelapa (tt orang tua yg sudah bungkuk)
bungkuk sejengkal tidak terkedang [pb] tidak mau mendengar kata orang; keras kepala
bungkuk udang bungkuk krn melengkung tulang belakangnya (juga pd orang muda)
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
bunian bu.ni.an [n] makhluk halus; siluman: orang -, siluman dl hutan; baju -, pakaian makhluk yg mempunyai khasiat tertentu
buntang bun.tang [a] terbuka lebar tidak berkedip (tt mata); melotot; terbeliak [Mk n] bangkai [n] bagian alat tenun
buntar bayang-bayang tengah hari benar ketika matahari tepat di atas kepala sehingga bayang-bayang kelihatan bundar
bunuh bu.nuh [v] , mem.bu.nuh v (1) menghilangkan (menghabisi; mencabut) nyawa; mematikan: ia dihukum mati krn merampok dan -- beberapa orang; (2) menghapus (tulisan); memadamkan (api dsb); menutup (yg bocor, pancuran, dsb)
buron bu.ron [n] orang yg (sedang) diburu (oleh polisi); orang yg melarikan diri (krn dicari polisi)
buru bu.ru [v] ber.bu.ru v mengejar atau mencari (binatang dl hutan dsb): orang -- gajah untuk mendapatkan gadingnya
buruan bu.ru.an [n] (1) binatang yg diburu; (2) orang atau penjahat yg dicari polisi untuk ditangkap; buron
buruh bu.ruh [n] orang yg bekerja untuk orang lain dng mendapat upah; pekerja: -- pelabuhan; -- tambang
buruh tani buruh yg menerima upah dng bekerja di kebun atau di sawah orang lain
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
buruk muka cermin dibelah [pb] menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yg salah, bodoh, dsb [pb] krn aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan [pb] krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan
buruk sangka salah menyangka orang; salah terima
buruk siku tidak pernah mengakui atau menghargai kebaikan (pemberian) orang lain
burung hantu burung yg mencari makan pd malam hari dan bermata tajam spt celepuk; Strigidae
burung perenjak burung kecil yg suka berkicau dan kicauannya bagi orang Jawa menandakan datangnya tamu
burung siak burung elang malam (atau burung hantu) yg mengeluarkan bunyi "rak, rak" (spt suara orang serak)
busa bu.sa [n] (1) gelembung-gelembung putih kecil-kecil (spt pd sabun dsb); buih: sabun yg baik banyak -- nya; (2) suspensi gas dl zat cair yg cukup stabil (dihasilkan oleh kocokan atau dng bantuan zat kimia) [n] karet gembus dan empuk, biasanya untuk isi jok atau kasur , mem.bu.sa v (1) mengembus keras-keras; menyembur; (2) mengembus-embus; engah-engah (spt napas orang terengah-engah)
busik bu.sik [a] burik-burik pd kaki atau tangan yg disebabkan kulit pecah-pecah (akibat panas matahari dsb)
busuk kerbau [pb] perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga
busut juga yg ditimbun anai-anai [pb] (1) yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; (2) orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya
buta bu.ta [a] (1) tidak dapat melihat krn rusak matanya; tunanetra: Braille telah berhasil menciptakan huruf untuk anak-anak --; (2) ki tidak tahu (mengerti) sedikit pun tt sesuatu: ia -- akan keadaan negeri itu [Jw n] raksasa
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
cacat bahasa kelainan dl bahasa seseorang yg disebabkan oleh gangguan atau cedera psikofisiologis
cacat tubuh kerusakan pd tubuh seseorang, baik badan maupun anggota badan, baik kehilangan fisik, ketidaknormalan bentuk maupun berkurangnya fungsi krn bawaan sejak lahir atau krn penyakit dan gangguan lain semasa hidupnya sehingga timbul keterbatasan yg nyata untuk melaksanakan tugas hidup dan penyesuaian diri
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
caci maki ca.ci ma.ki [n] kata-kata kotor (tidak sopan) yg dikeluarkan untuk mengumpat seseorang; kata-kata makian (sbg penghinaan); celaan; cercaan; nistaan; dampratan; maki-makian: ia menerima -- keji dr istrinya
cacing hendak menjadi naga [pb] orang hina hendak menyamai orang besar
cacing menjadi ular naga [pb] orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)
cadang ca.dang , ber.ca.dang v bersedia (akan): adakah engkau ~ mengadakan peraturan baru [n] hadiah perkawinan dr orang tua mempelai laki-laki
cadar awan [Geo] hamparan awan tipis tembus cahaya, yg menutupi matahari atau bulan
cadok ca.dok [Jw a] tidak dapat melihat jauh; rabun (tt mata): dia cantik, tetapi --
cagak hidup [cak] (bunga) uang yg harus dibayarkan setiap tahun (bulan) kpd orang yg ditunjuk selama ia masih hidup atau dl beberapa waktu tertentu untuk keperluan sehari-harinya
cahaya ca.ha.ya [n] (1) sinar atau terang (dr sesuatu yg bersinar spt matahari, bulan, lampu) yg memungkinkan mata menangkap bayangan benda-benda di sekitarnya; (2) kilau gemerlap (dr emas, berlian): -- nya berkilau bagai intan; (3) kejernihan yg terpancar dr air muka: -- mukanya berseri-seri; (4) Fis bentuk gelombang elektromagnetik dl kurun frekuensi getar tertentu yg dapat ditangkap dng mata manusia
cahaya awan cahaya yg ditimbulkan oleh sebaran atau pantulan partikel awan thd cahaya yg berasal dr matahari atau bulan yg mengenai awan itu
cahaya kutub cahaya yg terlihat di daerah kutub pd ketinggian antara 50-100 km di udara sbg akibat masuknya partikel matahari berenergi tinggi yg membentur molekul serta atom udara
cahaya lembayung sinar redup berwarna ungu yg terlihat ketika hari cerah di langit sebelah barat sesudah matahari terbenam
caima ca.i.ma [n] biarawati di kelenteng yg bertugas menyembahyangkan orang mati
cak [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan [n] ukuran sebesar lengkungan ujung jari kedua belah tangan (jari telunjuk kiri dipertemukan dng jari telunjuk kanan, ibu jari kiri dng ibu jari kanan) [n] pipit [n] tarian yg berlatar cerita Ramayana, dilakukan oleh puluhan orang laki-laki bertelanjang dada yg berperan sbg pasukan kera dan menyuarakan bunyi "cak, cak" sepanjang pertunjukan; kecak [Jw n] panggilan kpd laki-laki yg dianggap lebih tua atau yg dituakan (di Jawa Timur)
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakap berlauk (-lauk) cakap ber.la.uk (-lauk), makan dng sambal lada [pb] cakapnya spt orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan
cakapan ca.kap.an [n] (1) yg dipercakapkan; omongan: (2) Sas karya sastra atau bagiannya yg berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kpd dirinya sendiri atau kpd pembaca dan pendengar; dialog
cakapan tunggal ca.kap.an tunggal [Sas] cakapan panjang yg diucapkan oleh seorang tokoh dl sebuah karya sastra, baik yg ditujukan kpd diri sendiri maupun kpd pendengar; monolog
cakapan tunggal dramatik ca.kap.an tunggal dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis, yg mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yg dihadapinya
cakra cak.ra [n] (1) roda; (2) besi bundar, pipih, dan tajam (untuk senjata); (3) nama senjata sakti Dewa Wisnu yg berupa panah dng mata senjata yg bulat spt roda bergerigi yg dapat mengakhiri segala yg hidup (dl pewayangan)
calak ca.lak [a] (1) pandai bicara; (2) suka turut campur pembicaraan orang; lancang mulut; (3) banyak bicara; bawel [a] (1) bagus; elok; cakap: duhai, -- nian gaun yg dipakai wanita itu; (2) cemerlang [Mk n] alat untuk menggosok intan (pisau dsb)
calit ca.lit [n] cairan atau bubuk yg biasa ditempelkan untuk rias muka spt celak mata, cat alis, cat bibir; palit
calo ca.lo [n cak] orang yg menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah; perantara; makelar
calon ca.lon [n] (1) orang yg akan menjadi: -- menantu; (2) orang yg dididik dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan atau profesi tertentu: -- guru; -- perwira angkatan darat; banyak adat istiadat istana yg harus dipelajari oleh -- raja; (3) orang yg diusulkan atau dicadangkan supaya dipilih atau diangkat menjadi sesuatu: nama -- anggota Dewan Perwakilan Rakyat sudah disampaikan kpd Panitia Pemilihan
calon pembeli utama [Man] (kelompok) orang atau badan (dl pasar) yg diperkirakan mempunyai daya beli yg paling besar
camat ca.mat [n] kepala pemerintahan daerah di bawah bupati (wali kota) yg mengepalai kecamatan
campin cam.pin [a] (1) cekatan; gapah; tangkas: peranan yg penting itu dijalankan oleh pemain dng cukup --; (2) cakap; pandai; mahir: ia seorang pokrol bambu yg --
campur bekerja mengerjakan tanah orang lain secara melawan hukum
campur kode [Ling] (1) penggunaan satuan bahasa dr satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb; (2) interferensi; -- mulut turut mencampuri pembicaraan orang lain; turut berbicara dl urusan orang lain: bolehkah saya -- mulut dl perkara ini?
campur tangan turut mencampuri (memasuki) perkara orang lain; (2) tersangkut atau terlibat dl suatu tindakan kejahatan (perkara orang lain dsb)
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
candak can.dak [v] , -- cekel menyita sendiri barang-barang orang berutang yg tidak sanggup melunasi utangnya
candik can.dik [kl n] perempuan yg diperlakukan sbg istri oleh seorang laki-laki, tetapi tidak dinikahi; gundik
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cangkok cang.kok, cangkok ginjal [Dok] pembedahan dng mengangkat ginjal yg sakit dan menggantikannya dng ginjal sehat yg berasal dr donor atau yg diambil dr mayat seseorang yg baru saja meninggal
cangkul cang.kul, cang.kul.an [n] permainan dng kartu besar dilakukan oleh dua orang atau lebih dng cara salah seorang pemain menurunkan kartu dr kelompok gambar yg sama, permainan dianggap selesai jika salah seorang pemain dapat menghabiskan kartunya: mereka sedang bermain ~
cantik molek sangat rupawan (tt orang perempuan); (2) cantik (bagus) sekali (antara bentuk, rupa, dan lainnya tampak serasi)
cantrik can.trik [Jw n] (1) orang yg berguru kpd orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa); (2) pengikut
caos ca.os [Jw v] , -- bekti tanda penghormatan (kpd raja); mempersembahkan sesuatu kpd raja sbg tanda hormat dan bakti [v] menjaga; berjaga-jaga; melindungi
cap mohor [kl] tera (cap) kerajaan; cap pd mata uang
caping gunung caping yg besar dan lebar sbg penutup kepala dr terik matahari atau hujan (dibuat dr anyaman bambu atau daun pandan)
caplok cap.lok [v] men.cap.lok v (1) menangkap dng mulut (kemudian menelannya bulat-bulat (tt binatang spt buaya, ular); (2) cak mengambil milik (hak) orang; menyerobot; merampas; merebut: ia tega benar ~ rezeki teman sendiri; (3) menguasai; mengambil (negeri atau daerah orang lain) menjadikan sbg hak: negara itu telah ~ beberapa negara kecil di dekatnya
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
carak ca.rak [v] men.ca.rak v (1) meneguk (air) dng mencucurkannya ke mulut; (2) mengisap (telur ayam mentah); (3) mengambil secara berlebihan (untung dsb) [v] men.ca.rak v (1) mulai kelihatan (tt matahari); (2) membuka dan melihat (kartu)
caren ca.ren [n Ikn] palung di dasar tambak yg gunanya untuk mempermudah penangkapan ikan dan sbg tempat perlindungan ikan dr terik matahari
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
cebil ce.bil, men.ce.bil [v] memandang rendah thd pandangan seseorang; mencibir: sejak awal ia sudah ~ pendapat orang itu
cecar ce.car [Jk v] , men.ce.car v terus-menerus memukuli (menanyai, menembaki): pendekar Betawi ~ orang itu dng pukulan-pukulan tangan kosong
cecere ce.ce.re [n cak] (1) ikan-ikan kecil; (2) orang awam; rakyat jelata; anak kecil
cecunguk ce.cu.nguk [n] (1) lipas; (2) cak mata-mata; sersi (pd zaman penjajahan); (3) cak penjahat (pencuri) kecil-kecilan (kelas teri)
ceduk ce.duk [kl a] cekung; caung (tt pipi, mata) [Mk v] timbul: -- seleraku melihat makanan yg masam-masam itu
cek terbuka cek yg dapat dibayar sewaktu-waktu, dapat dibayarkan kpd seseorang tanpa kedatangan pemiliknya sendiri
cekakak ce.ka.kak, cekakak ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa geli yg ditahan-tahan
cekikik ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa kecil agak tertahan-tahan
cekuh ce.kuh [v] men.ce.kuh v merogoh: dng cepat tangannya ~ kantong celana orang yg sedang berbelanja itu [n] (1) tumbuh-tumbuhan yg bunganya biasa ditaburkan di atas kuburan dan daunnya dijadikan ulam atau lalap; (2) bunga cekuh; (3) daun cekuh
cekung ce.kung [a] (1) berlekuk (tt mata, pipi) krn kurus, ompong dsb: pipinya tampak -- krn giginya sudah banyak yg tanggal; (2) melengkung ke dalam, tidak cembung (tt lensa): dng memakai lensa -- ia dapat melihat jarak jauh
celak ce.lak [n] bubukan (hitam, biru, dsb) untuk memalit kening (bulu mata) atau disapukan di sekeliling mata: mata sipit akan terlihat lebih lebar dan menarik apabila pd pinggir mata itu diberi --
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
celana ce.la.na [n] (1) pakaian luar yg menutup pinggang sampai mata kaki, kadang-kadang hanya sampai lutut, yg membungkus batang kaki secara terpisah, terutama merupakan pakaian lelaki; (2) cak cawat
celana panjang celana yg panjang (sampai mata kaki)
celang ce.lang, men.ce.lang [v] mendelik (terbuka lebar matanya): mayat itu ~ matanya
celek ce.lek [Mk a] buta mata sebelah
celi ce.li [a] (1) Sd teliti; (2) Jk tajam matanya (penglihatannya); (3) tajam intuisinya sehingga pandai memilih yg baik; jeli
celung ce.lung [a] cekung (tt pipi, mata) [n] tiruan bunyi angklung dsb [n] kandang gajah atau kerbau yg sempit
celurut ce.lu.rut [n] tikus kecil yg berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; tikus kesturi; Suncus murinus linnacus
cemburu cem.bu.ru [a] (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia -- melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; (2) kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu -- kalau suaminya pulang terlambat
cemer ce.mer [a] buta yg tidak pejam matanya
cempaka cem.pa.ka [n] (1) pohon yg bunganya berbau harum, berwarna putih kekuning-kuningan atau kuning (ada bermacam-macam, spt -- ambon; Michelia figo [n] batu permata yg warnanya kuning muda
cempala mulut lancang mulut (suka melukai hati orang), terutama dng perkataan
cempelik cem.pe.lik [ark n] permainan judi dng dua keping mata uang yg dilemparkan ke atas
cemperling cem.per.ling [n] burung perling (nuri) yg merah matanya; Aplonis strigatus
cencang cen.cang, cencang latih [ark n] sawah (ladang) yg dibuka sendiri dan menjadi hak milik orang yg membuka tanah itu
cendala cen.da.la [kl a] hina; buruk; keji; cabul: orang yg --
cendana kering cendana yg sudah tidak berbau harum lagi; (2) ki orang yg sudah tidak berguna lagi; -- kuning cendana yg kayunya berwarna kuning, -- semut Exocarpus latifolia
cendekiawan cen.de.ki.a.wan [n] (1) orang cerdik pandai; orang intelek; (2) Sos orang yg memiliki sikap hidup yg terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu
cendera cen.de.ra [Lihat {candra}] [n] , -- mata 1 pemberian (sbg kenang- kenangan, sbg pertanda ingat, dsb); tanda mata; (2) kekasih; jantung hati [kl a] nyenyak (tt tidur): Baginda sedang tidur dng --
cengang ce.ngang [a] , ber.ce.ngang.an v merasa ganjil atau aneh ketika melihat (atau mendengar) sesuatu yg mengherankan (tt orang banyak); takjub; keheranan: sedang kami masih ~ , ia telah menghilang di balik pepohonan; mereka ~ melihat apa yg terjadi
cengbeng ceng.beng [n] hari raya Cina (hari orang berziarah ke kubur setiap tanggal 5 April)
cengkung ceng.kung [a] cekung (tt mata, pipi, dsb) [n] bunyi keras besar (spt bunyi anjing menyalak) , ber.ceng.kung v duduk dng lutut terangkat ke atas (spt berjongkok); bertinggung; mencangkung
cepak ce.pak [n] tiruan bunyi orang mengunyah makanan; kecap [a] pendek (tt potongan rambut): rambut potongan -- model tentara
cepengan ce.peng.an [n] mata uang setengah sen [n] tempat pelacuran kelas rendah
ceracau ce.ra.cau [n] , men.ce.ra.cau v berkata tidak keruan spt orang tidak sadar (tidur, gila, dsb); mengigau, mengaco-belo
ceramah ce.ra.mah [n] pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb: kami baru saja mendengarkan -- mengenai lingkungan hidup; (2) a suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah: hari ini bapak -- sekali kepadaku; (3) a cerewet; banyak cakap; nyinyir: nenek itu memang -- sekali [a] (1) ramah; (2) sifat suka menggerutu
cercah cer.cah [n] sinar yg dapat ditangkap mata [v] , men.cer.cah v memotong kecil-kecil
cerdas cer.das [a] (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya
cerdik cer.dik [a] (1) cepat mengerti (tt situasi dsb) dan pandai mencari pemecahannya dsb; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus -- pula; (2) banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yg -- , lima kali berhasil lolos dr penangkapan polisi
cerdik buruk pandai menipu; suka mengakali orang
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
ceritaan ce.ri.ta.an [Jk n] sesuatu yg diceritakan (diomongkan); omongan: jadi ~ orang, jadi sebut-sebutan orang
cermat cer.mat [a] (1) penuh minat (perhatian); saksama; teliti: ia mengerjakan soal-soal hitungan dng --; (2) berhati-hati dl memakai uang dsb; hemat: ia seorang wanita yg -- sehingga tidak ada uangnya yg terhambur begitu saja
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
ceteria ce.te.ria [kl n] anak raja; satria: maka duduklah segala menteri, segala orang kaya, segala -- , sida-sida, dan bentera hulubalang, masing-masing pd martabatnya
ceti ce.ti [n] (1) orang yg berasal dr India Selatan, biasanya menjadi pedagang (kebanyakan juga menjadi pelepas uang); (2) orang yg meminjamkan uang dng bunga (yg tinggi); pelepas uang [n] perantara di dl perhubungan antara laki- laki dan perempuan; muncikari; mak comblang: Ni Rawit -- penjual orang
cicil ci.cil [v] men.ci.cil v membayar dsb sedikit demi sedikit; mengangsur: ia harus ~ pembayaran pembelian tanah itu selama setahun [v] , men.ci.cil v melihat dng mata menyalang (membelalang)
cikal ci.kal [Jw n] pohon kelapa yg masih kecil; tunas kelapa; -- bakal 1 orang (sesepuh) yg mula-mula mendirikan desa atau negara; pendiri: dialah -- bakal di kampung ini, krn itu ia diangkat menjadi sesepuh; (2) orang yg menurunkan; nenek moyang: Palembang merupakan kota pelabuhan Sriwijaya dan negeri asal -- bakal orang Sriwijaya
cilawagi ci.la.wa.gi [n] nenek dr moyang kita (jadi tingkat kelima dr kita, yaitu: orang tua, nenek, moyang, buyut, cilawagi)
cilik ci.lik [a] kecil: ia seorang gadis -- , usianya baru empat tahun
cilok ci.lok [Mk v] men.ci.lok v mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet
cilukba ci.luk.ba [n] permainan anak kecil dng cara menutup dan membuka mata
cincin cin.cin [n] (1) perhiasan berupa lingkaran kecil yg dipakai di jari, ada yg berpermata, ada yg tidak; (2) segala sesuatu yg berbentuk lingkaran (spt gelang-gelang kecil pd tombak atau mata rantai)
cincin belah rotan cincin yg tidak berpermata, yg bulat di luar dan datar di dalamnya (spt belahan rotan)
cincin berapit cincin berpermata tiga, satu permata besar diapit oleh dua permata kecil
cincin delima cincin yg memakai batu delima (permata yg warnanya merah muda spt delima)
cincin kawin cincin polos, biasanya tidak berpermata yg pd bagian dalamnya ada nama suami atau istri sbg tanda sudah menikah
cincin pertunangan cincin sbg tanda sudah dilangsungkannya secara resmi pertunangan antara dua orang calon mempelai
cincin polos cincin yg bentuknya polos dan tidak berpermata
cincin rantai cincin (tidak berpermata) yg berbentuk rantai yg dilingkarkan
cincin uskup [Met] lingkaran cahaya keputih-putihan yg mengelilingi matahari atau bulan dng jari-jari sudut kurang lebih 22o
cindaku cin.da.ku [Mk n] (orang yg dapat menjadi) harimau jadi-jadian
cindur cin.dur [n] , -- mata 1 tanda mata; pemberian; cenderamata; (2) ki kekasih
cingge cing.ge [n] perarakan orang Cina dng berpakaian bermacam-macam pd hari besar Cina
cinta cin.ta [a] (1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup -- kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; (4) kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
coba co.ba [v] silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): -- lihat kalau-kalau ia ada di rumah; (2) p kata afektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb: -- , orang apa ini, begitu saja tidak dapat; (3) p seandainya; jika: -- tidak kutolong, celaka engkau
cokelat co.ke.lat [n] (1) pohon yg termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5-6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pd batang yg besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15-20 cm, mengandung biji spt kacang-kacangan antara 50-100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lainnya; Theobroma cacao; (2) bubuk tepung dr biji cokelat; (3) gula-gula yg dibuat dr bubuk cokelat [n] warna merah kehitam-hitaman spt sawo matang
cokok co.kok [Mk v] men.co.kok v menangkap (ayam, ikan, dsb) [ark n] teriak (jerit) orang yg latah bila terkejut
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
concong con.cong [ark] men.con.cong a berjalan terus dng tidak menoleh ke kanan atau ke kiri: semuanya berjalan ~ spt orang tergopoh-gopoh
condong con.dong [a] miring (tt barang yg tegak): tiang itu -- sedikit; (2) v bergeser dr titik kulminasi (tt matahari): matahari sudah -- ke barat; (3) v cenderung (kpd); memihak (kpd); suka atau tertarik hatinya (kpd): hatinya -- kpd gadis itu
condong ditumpil [pb] orang yg dl kesulitan uang dsb diberi pertolongan
congkak cong.kak [a] merasa dan bertindak dng memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dsb); sombong; pongah; angkuh: kelakuannya yg -- itu menjauhkan orang darinya [n] (1) kulit lokan yg dipakai dl permainan, ada bermacam-macam spt: -- baiduri, -- putih; (2) permainan dng kulit lokan (biji-bijian dsb) dan kayu yg bentuknya spt perahu yg berlubang-lubang (di Jawa disebut dakon): main --
copet co.pet [n] orang yg mencuri (sesuatu yg sedang dipakai, uang di dl saku, barang yg dikedaikan, dsb) dng cepat dan tangkas; tukang copet; pencopet
coplok cop.lok [v] tidak melekat lagi; tanggal; terlepas (spt permata dr ikatannya); copot
corong dengar alat untuk mendengar (bagi orang yg telinganya agak tuli)
cuaca cu.a.ca [n] keadaan udara (tt temperatur, cahaya matahari kelembapan, kecepatan angin, dsb) pd satu tempat tertentu dng jangka waktu terbatas: pd waktu -- buruk tidak dapat dilakukan penerbangan; hari ini -- terang
cuci tangan membasuh tangan dng air; (2) ki tidak turut campur dl suatu masalah walaupun mengetahuinya; (3) ki tidak mau terlibat dl kesalahan yg dibuat orang lain
cucur cu.cur [n] pancaran menurun (tt air mata dsb) [n Lay] (1) bagian perahu sebelah depan yg menganjur panjang; jungur; (2) layar segitiga (dipasang pd tiang terdepan) pd perahu; jib [n] penganan, dibuat dr adonan tepung beras dan gula (merah), kemudian digoreng
cucut cu.cut [n] hiu, Pleurotremata [v] , men.cu.cut v mencucup; mengucup
cukong cu.kong [n] (1) orang yg mempunyai uang banyak yg menyediakan dana atau modal yg diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain; (2) pemilik modal
cukup cu.kup [a] dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang: ia tidak dapat menabung, gajinya hanya -- untuk biaya hidup sehari-hari; kamar ini -- untuk dua orang; (2) a lengkap; genap (umur, waktu, dsb): tahun ini umurnya -- setengah abad; (3) a sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi): nama saya -- dipanggil Karno saja; jangan khawatir, persediaan --; (4) a lumayan; sedang: untungnya tidak banyak, hanya --; (5) a cak agak kaya; berada; tidak kekurangan: ayahnya orang yg --; (6) adv agak: tadi pagi saya terbangun sudah -- siang; hasilnya -- memuaskan
contoh con.toh [n] (1) barang atau sebagian dr barang yg rupa, macam, dan keadaannya sama dng semua barang yg ada; barang yg dapat mewakili barang yg lain krn sama sifat-sifatnya: barang-barang dl pameran itu tidak dijual hanya dipajang sbg --; beras ini tidak sesuai dng -- nya; (2) sesuatu yg akan atau yg disediakan untuk ditiru atau diikuti: Nenek memberi -- bagaimana cara merangkai bunga; buku itu berisi berbagai macam -- surat-menyurat; (3) pola (untuk membatik, membuat pakaian, dsb): orang membatik ada yg memakai -- , ada yg tidak; dl majalah wanita selalu dimuat -- menggunting baju; (4) model (rumah, pesawat terbang, dsb dl bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dsb sesungguhnya atau yg akan dibuat): kami diajak melihat pameran -- rumah sederhana; (5) teladan (tt kelakuan, perbuatan, dsb); hal (spt peristiwa) yg menjadi teladan: tindak-tanduk guru menjadi -- bagi murid; kegiatannya dl bekerja menjadi -- bagi teman-temannya
culik cu.lik [n] kulik-kulik, keluar mencari mangsa pd malam hari; Chalcococyx honorata [v] men.cu.lik v mencuri atau melarikan orang lain dng maksud tertentu (dibunuh, dijadikan sandera)
culun cu.lun [a] kecil: Kotamadya Cirebon bagaikan seorang gadis -- yg telah beranjak dewasa
cuma-cuma cu.ma-cu.ma [adv] (1) tidak ada gunanya; sia-sia: ~ dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; (2) tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis: obat-obatan diberikan dng ~; sekalian orang boleh menonton acara itu dng ~
cumepak cu.me.pak [Jw v] sudah tersedia dan mudah diambil: orang cenderung mengambil pola barang yg --
cumi-cumi cu.mi-cu.mi [n] (1) ikan laut, termasuk golongan binatang lunak (Mullusca), kelas Cephalopoda, tidak bertulang belakang, menggunakan kepala sbg alat untuk bergerak, mempunyai sepuluh belalai di sekeliling mulut dan kantong tinta yg terdapat di atas usus besar dan bermuara di dekat anus, yg berkontraksi dan mengeluarkan cairan hitam bila ada serangan, dagingnya kenyal berwarna putih; ikan mangsi; ikan tinta; Ommastreephes sloani pacificies; (2) ki penjahat; mata-mata musuh; pengkhianat
cupar cu.par [a] suka berkata-kata keji (serampangan saja dsb) [Jk a] sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tt seorang laki-laki)
cuplik cup.lik [v] men.cup.lik v menukil; mengutip; memetik: di bawah ini penulis ~ sedikit pendapat seorang ahli tt polusi udara
curang cu.rang [a] tidak jujur; tidak lurus hati; tidak adil: orang yg munafik senantiasa berhati --
curi cu.ri [v] , men.cu.ri v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi: malam tadi maling masuk ke rumahnya dan ~ sebuah radio
curiga cu.ri.ga [kl n] keris [a] (1) berhati-hati atau berwaswas (krn khawatir, menaruh syak, dsb): kita harus tetap -- krn banyak pengacau yg berkedok sbg pembela bangsa; (2) (merasa) kurang percaya atau sangsi thd kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dsb): Ibu -- akan kebenaran ceritaku
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
dabit da.bit [n Isl] orang yg kuat hafalnya, selalu berhati-hati dl menukil hadis, tidak keliru tt urutan perawi hadis
dabol da.bol [n] bentuk kesenian (musik) yg dimainkan oleh beberapa orang dng menggunakan genderang
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
dadu da.du [n] (1) kubus kecil bersisi enam (biasanya terbuat dr kayu, tulang, gading, atau plastik), pd keenam sisinya diberi bermata satu sampai enam yg diatur sedemikian rupa sehingga dua sisi yg saling berhadapan selalu berjumlah tujuh (digunakan dl permainan, berjudi, dsb); (2) benda berbentuk persegi empat yg mempunyai enam permukaan; kubus [a] (warna) merah muda: pipinya yg dulu biasa berwarna -- sekarang menjadi pucat
daerah haram daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yg mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dsb
daerah hitam lingkungan tempat orang melakukan kejahatan; (2) lingkungan pelacuran dsb
daerah Khusus Ibu Kota daerah pemerintahan ibu kota yg tingkatnya disamakan dng provinsi (kepala daerahnya seorang gubernur)
daerah penalti [Olr] bagian lapangan sepak bola di muka gawang yg diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dr kesebelasan yg sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan hukuman berupa tendangan bebas ke arah gawang
dafnah daf.nah [n] pohon yg selalu berwarna hijau, tingginya 2-8 m, terdapat di Eropa Selatan, karangan daunnya biasa dipakai sbg tanda kehormatan bagi para olahragawan di gelanggang Olimpiade; Laurus nobilis
daftar daf.tar [n] catatan sejumlah nama atau hal (tt kata-kata, nama orang, barang, dsb) yg disusun berderet dr atas ke bawah
daftar hadir daftar yg menyatakan kehadiran seseorang pd setiap hari belajar, bekerja, dsb
daftar hitam daf.tar hi.tam [n] daftar nama orang atau organisasi yg dianggap membahayakan keamanan atau daftar nama orang yg pernah dihukum krn melakukan kejahatan
daftar kelas daftar yg memuat catatan tt hal ihwal murid, spt identitas orang tua, kesehatan, daftar hadir, daftar nilai tiap caturwulan
daftar tunggu daftar yg berisi nama orang yg sedang menunggu giliran pelayanan (msl untuk memperoleh sambungan telepon, mendapat tempat di pesawat, mendapat perawatan kesehatan)
dagang da.gang [n] pekerjaan yg berhubungan dng menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga [kl] (1) a dr negeri asing; asing: anak --; (2) n orang dr negeri asing; pengembara: aku ini -- seorang [Mk v] men.da.gang v memikul: ~ barang
dagang melarat perantau yg hidup menderita di negeri orang
dagel da.gel [v] men.da.gel v melucu (berjenaka, melawak, dsb) untuk membuat orang tertawa
dahan pembaji batang [pb] (orang kepercayaan yg) menyalahgunakan harta benda tuannya
dahi da.hi [n] (1) bagian wajah di atas mata; bagian kepala sebelah depan atas antara rambut dan alis; kening; (2) ki bagian benda sebelah depan yg dianggap sbg dahi
dahriah dah.ri.ah [Ar n] orang-orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kaum --
dahulu timah [pb] dikatakan tt seseorang yg turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yg telah habis harta bendanya
dai [n Isl] orang yg kerjanya berdakwah; pendakwah: melalui kegiatan dakwah, para -- menyebarluaskan ajaran agama
dajal da.jal [n] (1) setan yg datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); (2) ki orang yg buruk kelakuannya; penipu; pembohong
daki da.ki [n] kotoran sisa debu bercampur keringat yg melekat pd tubuh (terutama pd kaki, lengan, leher) [v] , men.da.ki v (1) memanjat; menaiki (gunung, bukit, dsb): ~ bukit, menuruni lurah; (2) menanjak naik: jalannya berliku-liku, menurun, dan ~; (3) naik (tt matahari): matahari mulai ~
dakwa dak.wa [n] (1) tuduhan; (2) pengaduan atau tuntutan yg diajukan kpd hakim; (3)tuntutan atau gugatan yg diajukan oleh seseorang thd orang lain krn haknya telah dilanggar, dirugikan, dsb
dalal da.lal [Ar n] (1) perantara jual beli; makelar; pialang: jangan dibiasakan membeli barang (tanah, rumah, dsb) melalui seorang --; (2) wakil penjual; agen: ia adalah -- sepeda dan mesin jahit di kota itu; (3) potongan keuntungan untuk agen; (4) perantara dl penyelesaian pertikaian: kedua belah pihak ingin berdamai dng perantaraan --; (5) penunjuk jalan
dalam laut boleh diajuk dalam laut boleh di.a.juk , dalam hati siapa tahu [pb] apa yg tersembunyi di dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui
dalang da.lang [n] (1) orang yg memainkan wayang: -- wayang kulit; -- wayang golek; (2) ki orang yg mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi: -- gerakan pemberontakan itu telah tertangkap
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
damba dam.ba [a] sangat ingin; rindu: seorang anak yg -- akan kedamaian abadi [ark v] , men.dam.ba v merebahkan diri pd; memeluk [a] diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hati
damping dam.ping [a] dekat; karib; rapat (tt persaudaraan dsb): jauh di mata -- di hati ? dampeng [Lihat {dumping}]
dampung dam.pung [n] tiruan bunyi orang memukul besi
dana asuransi dana yg diciptakan untuk mengganti kerugian seseorang yg menanggung risiko sendiri; -- bantuan dana (persediaan uang) untuk membantu suatu usaha, terutama dl keadaan darurat: sudah tersedia -- bantuan untuk membangun kembali sekolah dasar yg ambruk itu
dandan dan.dan [v cak] (1) mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias; (2) memperbaiki; menjadikan baik (rapi) [n] panggung tambahan pd geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud) [n] (1) tali yg besar; (2) kabel [v] merampas milik seseorang dng kekerasan
dangau da.ngau [n] gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman
dangka dang.ka [ark] , ber.dang.ka v menyangka: jangan ~ yg bukan-bukan , ter.dang.ka-dang.ka kl v mendarat; mendekati darat: tiada seorang Peringgi boleh ~ lagi di Laut Johor
dangkung dang.kung [n] penyakit kusta yg telah parah (terutama yg telah membusukkan kulit) [v] , men.dang.kung v meninju: dia dihukum krn ~ orang sampai pingsan
Danuh Da.nuh [n] (1) orang memanah; nama rasi bintang yg ke-9; (2) Sagitarius (nama zodiak)
dapur umum tempat menyediakan makanan untuk cuma-cuma orang banyak (dl keadaan darurat dsb)
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
daro da.ro [n Antr] bagian dr rangkaian upacara kematian orang Dayak Ot Danum
dasalomba da.sa.lom.ba [n] perlombaan pd cabang olahraga atletik yg terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yg dilakukan oleh seorang atau setiap atlet
data kualitatif data tidak berbentuk angka yg diperoleh dr rekaman, pengamatan, wawancara, atau bahan tertulis
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
datang da.tang [v] tiba di tempat yg dituju: ia -- pukul 08.00; (2) v berasal: mereka -- dr desa; dr mana -- nya cinta, dr mata turun ke hati; (3) v hadir; muncul: ia tidak -- krn sakit; tiba-tiba ia -- di tengah-tengah kita; (4) n kelak kemudian; nanti: masa --
datang tak berjemput datang tak berjemput, pulang tak ber.han.tar [pb] perihal orang yg tidak diindahkan
datang tampak muka [pb] hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dr rumah orang [pb] datang dan pergi hendaklah memberi tahu
datu da.tu [n] (1) Sas raja; ratu; (2) Mk orang yg pandai tt ramuan-ramuan obat; dukun; (3) orang yg keramat; orang yg telah meninggal
datu petinggi da.tu pe.ting.gi [n] kepala adat suatu masyarakat hukum adat di Riau yg terdiri atas empat orang
daun nasi da.un na.si [n] tanda berupa tanaman belukar yg menunjukkan bahwa tanahnya adalah hak milik orang yg menanam belukar tsb
daya angkut kemampuan mengangkut muatan atau penumpang; -- antisipasi kemampuan untuk mengetahui sebelumnya (tt apa yg mungkin akan terjadi atau akan dihadapi): pertahanan yg ketat di garis belakang benar-benar menuntut -- antisipasi dan refleks yg spontan dr para pemain bola; -- baca ki Olr kemampuan membaca (memperkirakan langkah atau tindakan yg akan dilakukan orang lain dsb): dl bertahan, kesebelasan itu mempunyai pemain tengah yg defensif, -- bacanya jitu sekali sehingga dng mudah ia memotong bola yg diumpan lawan
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
daya gaib kekuatan atau pengaruh di luar hukum alam yg dimiliki oleh orang-orang sakti
daya guna da.ya gu.na [n] (1) kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; efisien; tepat guna; sangkil: para petani berusaha meningkatkan -- tanah mereka; (2) kemampuan menjalankan tugas dng baik (tt orang): dl pengangkatan pegawai, -- yg tinggi harus menjadi unsur pertimbangan pokok; (3) angka persen yg menunjukkan perbandingan antara tenaga (energi) yg diperoleh dan tenaga yg diperlukan
daya perbawa kemampuan yg timbul dr sesuatu yg dapat mempengaruhi seseorang
daya suai kemampuan menyesuaikan diri; daya adaptasi; (2) Fis kemampuan mata membias sinar; akomodasi
daya usaha kemampuan seseorang memulai suatu aktivitas baru
dayah da.yah [n] orang perempuan (ibu) yg diserahi mengasuh atau menyusui anak orang lain; inang pengasuh; ibu susu
debak de.bak n tiruan bunyi orang meninju; debuk
debik de.bik [n] tiruan bunyi orang menepuk [ark n] embik
debit de.bit [n] (1) uang yg harus ditagih dr orang lain; piutang; (2) Man catatan pd pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yg mengurangi deposito pemegang rekening pd banknya [Tan] volume air yg mengalir dr suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dl satuan waktu
debitur de.bi.tur [n] orang atau lembaga yg berutang kpd orang atau lembaga lain
debuk de.buk [n] tiruan bunyi orang meninju, barang jatuh, dsb
decap de.cap [n] tiruan bunyi orang mengecap makan [n] denyar
dedengkot de.deng.kot [Jk n] orang yg menjadi tokoh (pemimpin) dl suatu perkumpulan dsb, baik dl arti yg baik maupun yg buruk
dedikatif de.di.ka.tif [a] bersifat pengabdian: dia orang yg sangat -- , tidak pernah menyusahkan orang, dan siap menjalankan program
defender de.fen.der [n Olr] pemain belakang (pd sepak bola) yg bertugas menjaga daerah pertahanan dr serangan lawan: seorang -- harus benar-benar mempunyai keterampilan yg luar biasa dl menjaga daerah pertahanannya
deferens de.fe.rens [n] rasa hormat dan percaya kpd seseorang krn ia lebih tinggi kemampuannya, derajatnya, atau lebih tua dp kita
definisi de.fi.ni.si [n] (1) kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); (2) rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi
deflasi def.la.si [n] (1) Ek penambahan nilai mata uang, antara lain, dng pengurangan jumlah uang kertas yg beredar dng tujuan mengembalikan daya beli uang yg nilainya menurun; gejala perekonomian yg merupakan akibat keadaan tsb, spt penurunan produksi, langkanya lapangan kerja, rendahnya daya beli masyarakat; (2) Geo pemindahan atau pengangkutan bahan (pasir, abu) oleh angin
deformatif de.for.ma.tif [a] bersifat deformasi; bersifat mengubah bentuk: orang terperangah pd karya seni -- dr seniman itu
degen de.gen [n Olr] pedang, baik dng satu mata maupun dua mata (digunakan dl olahraga anggar)
degil de.gil [a] tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu: anak ini memang -- , tidak bisa dinasihati
deguk de.guk [n] tiruan bunyi orang meneguk air
dekat mencari indu [pb] jika merantau ke tempat yg dekat, kita mencari indu (orang yg seketurunan dng kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yg jauh, kita mencari orang yg satu suku saja dng kita sudah cukup
deklamator dek.la.ma.tor [n] orang yg mendeklamasikan sajak
dekorator de.ko.ra.tor [n] (1) orang yg mengerjakan dekorasi; penghias panggung teater; (2) orang yg merancang dekorasi untuk etalase, stan, dsb dan yg sekaligus mengerjakannya
delap de.lap [n] api dan asap yg keluar dr mulut senapan pd saat ditembakkan [ark a] suka meminta sesuatu kpd orang lain tanpa mempunyai rasa malu
delegasi de.le.ga.si [n] (1) orang (orang) yg ditunjuk dan diutus oleh suatu perkumpulan (negara dsb) dl suatu perundingan (musyawarah dsb); perutusan; (2) Dag penyerahan atau pelimpahan wewenang; (3) Adm pelimpahan wewenang
delik de.lik [n] pohon yg tingginya mencapai 20 m, berbatang besar, bercabang banyak dan tidak lurus; temberos; Memecylon caloneuron , men.de.lik v terbuka lebar-lebar (tt mata); membelalak; memelotot [n Huk] perbuatan yg dapat dikenakan hukuman krn merupakan pelanggaran thd undang-undang; tindak pidana
delik aduan pelanggaran (perbuatan, tindak pidana) berupa penghinaan (fitnah atau pencemaran) yg dilakukan secara tertulis atau lisan thd nama seseorang dan dapat dituntut di depan pengadilan jika ada pengaduan dr yg merasa dirugikan nama baiknya
delong de.long [ark a] , men.de.long a lekuk (tt mata); cekung
demagogi de.ma.go.gi [n Pol] penghasutan thd orang banyak dng kata-kata yg dusta untuk membangkitkan emosi rakyat
demi de.mi [p] untuk (kepentingan): ia menghentikan kebiasaan merokok, -- kesehatannya [p] lepas; per: satu -- satu (seorang -- seorang) para tamu memberi selamat kpd kedua mempelai [p] tatkala; pd ketika; segera setelah: ia berteriak kegirangan -- membaca namanya tercantum di papan pengumuman [p] atas nama (Tuhan, untuk bersumpah): -- Allah dan rasul-Nya saya tidak melakukan hal itu [kl p] sebagai; seperti (untuk membandingkan): suaranya merdu -- buluh perindu
demikian de.mi.ki.an [pron] kata untuk menunjukkan sesuatu yg sudah dibicarakan; begitu; spt itu; sbg itu: dl keadaan -- tidak seorang pun merasa dirinya aman
demokrasi formal corak pemerintahan yg semata-mata dilihat dr ada atau tidaknya lembaga politik demokrasi spt perwakilan rakyat
demokrasi plutokrat sistem demokrasi yg dikuasai oleh orang yg kaya atau bermodal
demon de.mon [n] (1) makhluk atau roh yg jahat; hantu; setan; (2) orang yg bengis, tidak mengenal belas kasihan
demoniak de.mo.ni.ak [n] orang yg dikuasai (dipengaruhi) oleh setan
demonstran de.mon.stran [n] orang yg berdemonstrasi; pelaku demonstrasi
demonstrativa de.mon.stra.ti.va [n Ling] kata yg berfungsi untuk menunjuk atau menandai secara khusus orang atau benda, msl ini dan itu
den [Jw n kp] raden (kata sapaan untuk seorang pemuda yg dianggap lebih muda derajatnya) [Mk pron] saya
denda kubra [Huk] denda adat di Jawa yg dijatuhkan kpd seluruh warga masyarakat apabila orang yg bersalah krn membunuh tidak tertangkap atau tidak diketahui dng pasti siapa orangnya
denda pati denda yg dikenakan kpd orang yg membunuh
denda paturunan [Huk] denda adat di Lombok atau ganti kerugian yg dibebankan pd desa apabila seseorang yg dituduh mencuri tidak tertangkap
dendeng ikan ikan olahan yg dibuat dng cara mengeringkannya di bawah sinar matahari, setelah ikan itu dibubuhi bumbu, msl campuran garam dan ketumbar
dengar de.ngar [v] , -- pendapat pertemuan yg diadakan untuk mendengarkan penjelasan atau pendapat seseorang yg berwenang mengenai pelaksanaan kegiatan dsb yg ada dl batas tugas dan kewenangannya (anggota masyarakat, lembaga atau badan pemerintah, dsb): DPR telah mengadakan -- pendapat dng Menteri Pendidikan Nasional tt masalah wajib belajar
dengar-dengaran de.ngar-de.ngar.an [v] (1) seakan-akan mendengar sesuatu: saya selalu ~ suaranya; (2) percaya atas pendengaran; mudah (lekas) percaya: jangan suka ~ saja, saksikan sendiri; (3) suka menurut (mengindahkan): sbg anak harus ~ pd orang tua
dengih de.ngih [n] tiruan bunyi napas orang yg sesak
dengkel deng.kel [a] tidak berair (tt buah-buahan); kering [n] penyakit kaku atau bengkak pd mata kaki
dengki deng.ki [a] menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) krn iri yg amat sangat kpd keberuntungan orang lain: perkataan itu timbul krn -- saja; mengapa engkau -- thd sahabatmu itu
dengking deng.king [n] tiruan bunyi salak anjing yg keras, teriak orang, dsb
dengkur deng.kur [n] (1) tiruan bunyi napas yg kuat dr orang tidur; keruh; (2) Dok napas yg berbunyi keras pd waktu tidur atau pd waktu kesadaran menurun; keruh
dengkus deng.kus [n] tiruan bunyi orang menarik dan menghembuskan napas kuat-kuat dr hidung
densitometer den.si.to.me.ter [n] alat untuk mengukur kepekatan warna hitam atau nilai nuansa warna (sbg ganti penilaian dng mata)
deoknumisasi de.ok.nu.mi.sa.si [n] proses menghilangkan (menghapuskan, mengurangi) peran oknum (orang): yg akan lebih penting adalah proses -- dl kebijakan pemerintah
depang de.pang [v] men.de.pang v (1) merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; (2) menghadang (merintangi dsb) dng kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri: di ujung jalan berdiri seorang polisi ~ setiap kendaraan yg melanggar peraturan
departemen de.par.te.men [n] (1) lembaga tinggi pemerintahan yg mengurus suatu bidang pekerjaan negara yg dipimpin seorang menteri; (2) Dik bagian dr fakultas, biasanya dipimpin oleh ketua jurusan (departemen) yg menggarap sekelompok disiplin ilmu yg tercakup dl suatu bidang studi tertentu: -- Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung; (3) cabang pekerjaan yg dikepalai oleh manajer tunggal
dependensi de.pen.den.si [n] (1) keadaan bergantung kpd orang lain krn belum dapat hidup sendiri (tt orang); ketergantungan; (2) keadaan tidak merdeka, di bawah kekuasaan atau pengaruh negara lain (tt negara); keadaan dijajah; (3) Ling hubungan antara unsur-unsur gramatikal dng salah satu sbg penguasa dan lainnya sbg unsur bergantung (dikuasai), msl frasa verba menguasai frasa nomina pd tataran klausa, vokal (inti) menguasai konsonan pd tataran suku kata
deportasi de.por.ta.si [n Huk] pembuangan, pengasingan, atau pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sbg hukuman, atau krn orang itu tidak berhak tinggal di situ
deposito de.po.si.to [n] (1) Ek uang yg disimpan dl rekening; (2) Ek tindakan menyimpan uang di bank; (3) Man kredit yg diberikan bank kpd seseorang; (4) Man hak atas saldo uang di bank bagi mereka yg telah menyimpannya di bank
depresi dep.re.si [n] (1) Ek keadaan perniagaan yg sukar dan lesu; (2) Psi gangguan jiwa pd seseorang yg ditandai dng perasaan yg merosot (spt muram, sedih, perasaan tertekan); (3) Geo daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pd waktu yg sama; (4) Met daerah yg bertekanan rendah
depresiasi dep.re.si.a.si [n] turunnya nilai, penyusutan nilai (spt mata uang)
deputasi de.pu.ta.si [n] perutusan yg terdiri atas beberapa orang yg diangkat dan diberi hak untuk mewakili (bertindak dan berbicara atas nama) orang-orang lain: kaum buruh yg mogok itu mengirim -- ke kantor wilayah perburuhan untuk berunding
deputi de.pu.ti [n] (1) orang yg diangkat sbg wakil atau pengganti dng kuasa jabatan untuk bertindak; (2) orang kedua dl organisasi yg mengambil alih pimpinan jika atasannya tidak di tempat
deraian de.rai.an [n] tetesan; cucuran: dng diiringi ~ air mata, ia menceritakan musibah itu
derap de.rap [n] tiruan bunyi kaki orang berjalan cepat [n] (1) gerak lari cepat (tt kuda dsb); (2) kecepatan langkah; laju gerak: rakyat tidak apatis thd -- pembangunan yg tengah berjalan sekarang
derap langkah bunyi langkah orang berbaris, kuda berjalan atau berlari, dsb; (2) ki kecepatan langkah; laju gerak: kita hendaknya menyesuaikan -- langkah pembangunan kita dng kemajuan dunia luar
derma der.ma [n] pemberian (kpd fakir miskin dsb) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dsb (kpd perkumpulan sosial dsb): orang kaya sebaiknya mau memberi -- kpd fakir miskin
dermatolog der.ma.to.log [n] ahli dermatologi: penyakit gatal di sekujur tubuh itu hendaknya dikonsultasikan kpd seorang --
dermawan der.ma.wan [n] pemurah hati; orang yg suka berderma (beramal, bersedekah): dia terkenal sbg seorang -- di kampung ini
derup de.rup [n] tiruan bunyi derap (langkah sekelompok orang secara serentak dsb)
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
desa kaputihan [Jw] desa yg terletak di dekat masjid atau pusat peribadahan yg didiami orang-orang saleh
desah de.sah [n] tiruan bunyi barang digosok, air hujan jatuh di daun-daunan, napas orang sakit bengek, dsb
desas-desus de.sas-de.sus [n] (1) suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; (2) percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi
desentralisasi fungsional pengakuan adanya hak pd seseorang atau golongan untuk mengurus hal-hal tertentu di daerah
desertir de.ser.tir [n] orang dsb yg melakukan desersi (lari meninggalkan dinas ketentaraan atau membelot kpd musuh)
desis de.sis [n] bunyi yg lebih lembut dp desus (spt orang meniup atau berbisik)
desit de.sit [n] bunyi spt orang mengisap (menyedot) melalui celah gigi
despotisme des.pot.is.me [n] (1) pemerintahan seorang despot; (2) sistem pemerintahan dng kekuasaan tidak terbatas dan sewenang-wenang
desus de.sus [n] tiruan bunyi orang berbisik
desut de.sut [n] tiruan bunyi orang meniup, angin kencang, dsb
detektor kebohongan alat untuk mencatat yg bertujuan menemukan tanda-tanda fisiologis tertentu pd seseorang yg berbohong
detenidos de.te.ni.dos [n Huk] orang yg ditahan krn melanggar hukum
determinis de.ter.mi.nis [n] orang yg menganut paham determinisme
deviasi searah [Dok] penyimpangan sikap kedua bola mata ke satu arah
devosi de.vo.si [n Kat] kebaktian yg tidak resmi, msl doa rosario, penghormatan kpd santo
dewan de.wan [n] (1) majelis atau badan yg terdiri atas beberapa orang anggota yg pekerjaannya memberi nasihat, memutuskan suatu hal, dsb dng jalan berunding; (2) mahkamah (tinggi)
di bawah di ba.wah [v] (1) berada di tempat yg lebih rendah; (2) ki berada dl kedudukan rendah: orang -, orang rendahan
di bawah tangan [ki] tidak di muka umum (tt pemborongan); tidak dilaksanakan secara resmi atau tidak disaksikan oleh pihak resmi (tt perkawinan dsb); di bawah kekuasaan (pemerintah) orang
di mana pinggan pecah [pb] di mana orang meninggal di situ dikuburkan
di mana ranting dipatah [pb] setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya
di muka di mu.ka [v] (1) di depan; di hadapan: -- umum, di depan orang banyak; (2) di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; (3) dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa
di muka (di puncak) hidung [pb] dekat sekali di depan orang
dialog batin [Sas] kata-kata yg diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukan kpd pemain lain; -- horizontal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang, spt antara mahasiswa dan mahasiswa, antara guru dan guru: -- horizontal sesama mahasiswa diperlukan saat ini untuk menyamakan visi dan misi
dialog pemancing [Sas] kata-kata pemancing yg diucapkan oleh seorang pemain kpd pemain lain yg lupa akan percakapan lanjutannya
dialog pribadi [Sas] ucapan pemain kpd penonton, dan ucapan itu tidak terdapat dl naskah; -- vertikal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih rendah dng seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih tinggi, spt antara buruh dan majikan, antara mahasiswa dan menteri: -- vertikal antara mahasiswa dan Menteri Pendidikan Nasional
diam-diam di.am-di.am [adv] tanpa memberi tahu orang lain; secara rahasia: dng ~ pasukan gerilya menerobos pertahanan musuh
diat di.at [kl n] denda (berupa uang atau barang) yg harus dibayar krn melukai atau membunuh orang
diberi kuku hendak mencengkam [pb] baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain
diberi sejari hendak setelempap diberi sejari hendak se.te.lem.pap [pb] orang yg diberi sedikit ingin lebih banyak lagi
dibuat krn allah [pb] dilakukan dng maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik
dibujuk ia menangis dibujuk ia me.na.ngis , ditendang ia tertawa [pb] orang baru bekerja dng baik dan sempurna sesudah ia dimarahi
didik di.dik [v] men.di.dik v memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran: seorang ibu wajib ~ anaknya baik-baik
didikan di.dik.an [n] (1) hasil mendidik: pd umumnya anak-anak ~ Taman Siswa pd zaman Belanda tebal rasa kebangsaannya; (2) anak atau hewan yg dididik: anak yg saleh itu ~ orang tuanya; (3) cara mendidik: bukan krn apa anak itu, hanya salah ~
didong di.dong [n cak] (1) orang Prancis; (2) orang asing berkulit putih (orang Eropa) [ark n] (1) pertunjukan komedi wayang boneka; (2) pertunjukan tari dan musik; (3) Antr kesenian tradisional Gayo yg dimainkan dng cara menyanyikan pantun sambil menari
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
diferensial di.fe.ren.si.al [a] bersangkutan dng, menunjukkan, atau menghasilkan perbedaan; -- semantis Ling alat yg dikembangkan oleh para ahli psikologi untuk mengukur makna yg diberikan oleh seorang informan kpd sebuah kata, msl si informan mendengar kata musik dan kemudian mencatat tanggapannya pd perangsang ini dng memilih satu di antara adjektiva yg berlawanan, spt gembira-sedih, keras-lembut, cepat-lambat
diiringkan menyepak di.i.ring.kan menyepak, dikemudiankan menanduk [pb] serba menyu-sahkan orang (msl tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)
dijual di.ju.al [v] diberikan sesuatu kpd orang lain untuk memperoleh uang
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
dikte dik.te [n] yg diucapkan atau dibaca keras-keras supaya ditulis orang lain; imla
dikte ulangan dikte untuk mengetahui kecakapan orang menuliskan kata-kata yg sudah dipelajari ejaannya
dilema di.le.ma [n] situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yg sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yg sulit dan membingungkan
diletan di.le.tan [n] pencinta atau penggemar seni; orang yg mempelajari suatu cabang seni (melukis, musik, sastra, dsb) dng tidak penuh minat dan tanpa mendalaminya benar-benar
dinamika kelompok gerak atau kekuatan yg dimiliki sekumpulan orang dl masyarakat yg dapat menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
dinar di.nar [kl n] (1) mata uang emas lama; (2) satuan mata uang Aljazair, Bahrain spt Irak, Kuwait, Tunisia, Yaman Selatan, Yordania (lihat lampiran)
dinding din.ding [n] penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dsb (dibuat) dr papan, anyaman bambu, tembok, dsb: -- nya terbuat dr papan [n Huk] , men.din.ding n bentuk perkawinan adat Batak yg mengharuskan suami bekerja untuk orang tua istrinya krn tidak sanggup membayar mahar
dinding teretas [pb] (1) sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian; (2) sesuatu yg telah cukup buktinya
diplomat dip.lo.mat [n] orang yg berkecimpung dl bidang diplomasi (menteri luar negeri, duta besar, dsb)
direktorat di.rek.to.rat [n] bagian dr departemen yg tugasnya mengurus suatu bidang tertentu, dikepalai oleh seorang direktur: -- Pendidikan Dasar
direktur di.rek.tur [n] (1) pemimpin tertinggi dl suatu perusahaan; (2) kepala sekolah menengah; (3) kepala direktorat (dl departemen); (4) orang yg bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, dsb
dirham dir.ham [n] (1) kl mata uang emas atau perak; (2) satuan mata uang Maroko dan Uni Emirat Arab
diri di.ri [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu
disagio di.sa.gio [a] perbedaan kurs mata uang yg mengakibatkan kerugian
disapa hantu [ki] demam sepulang berjalan-jalan (sesudah mandi di sungai) atau sesudah bermain-main di panas matahari
disiden di.si.den [n] (1) orang yg tidak sepakat dng pendapat seseorang atau kelompok; (2) orang yg tidak mau menurut pemerintahnya krn menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dsb); pembangkang
disinformasi dis.in.for.ma.si [n] penyampaian informasi yg salah (dng sengaja) untuk membingungkan orang lain: usaha subversi dapat dilakukan dng menyusun -- yg dimuat dl media massa
diskiasis dis.ki.a.sis [n Bio] tumbuhnya bulu mata baris yg kedua dan melengkung ke arah mata
diskonto dis.kon.to [n Dag] potongan atau bunga yg harus dibayar oleh orang yg menjual wesel atau surat dagang yg diuangkan sebelum waktunya
diskredit dis.kre.dit [v] men.dis.kre.dit.kan v (berusaha untuk) menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu: selebaran berupa pamflet gelap itu bertujuan ~ Pemerintah
diskualifikasi dis.ku.a.li.fi.ka.si [n Olr] (1) larangan turut bertanding bagi seseorang atau sebuah regu krn melanggar peraturan pertandingan; (2) pernyataan tidak cakap atau tidak mampu; (3) pencabutan hak; (4) hal tidak memenuhi syarat akibat kelainan atau cacat pd tubuhnya
diskusi panel diskusi yg dilakukan oleh sekelompok orang (yg disebut panel) yg membahas suatu topik yg menjadi perhatian umum di hadapan khalayak, pendengar (siaran radio), atau penonton (siaran televisi), khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat
disorientasi dis.o.ri.en.ta.si [n] (1) kekacauan kiblat; kesamaran arah: -- pandangan akan timbul apabila terdapat kesenjangan antara organisasi sosial dan sistem nilai kebudayaan; (2) Dok kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg berkenaan dng waktu tempat dan orang
dispensasi dis.pen.sa.si [n] (1) pengecualian dr aturan krn adanya pertimbangan yg khusus; pembebasan dr suatu kewajiban atau larangan: ia mendapat -- bebas membayar uang kuliah krn orang tuanya tidak mampu; (2) Huk pengecualian tindakan berdasarkan hukum yg menyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yg khusus (dl hukum administrasi negara)
dispepsia dis.pep.sia [n Dok] berkurangnya daya atau fungsi pencernaan; penyakit nyeri lambung: penderita -- di seluruh dunia diperkirakan ada 23 juta orang
disposisi dis.po.si.si [n] (1) Adm pendapat seorang pejabat mengenai urusan yg termuat dl suatu surat dinas, yg langsung dituliskan pd surat yg bersangkutan atau pd lembar khusus; (2) Dok kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak
distikiasis dis.ti.ki.a.sis [n Dok] tumbuhnya baris bulu mata ganda pd satu kelopak mata, yg satu atau keduanya melengkung ke arah bola mata
distorsi dis.tor.si [n] (1) pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- thd fakta yg ada; (2) gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; (3) Fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; (4) Dok hal terkilir (kaki dsb); (5) ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan
distribusi dis.tri.bu.si [n] (1) penyaluran (pembagian, pengiriman) kpd beberapa orang atau ke beberapa tempat; (2) pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dl masa darurat) oleh pemerintah kpd pegawai negeri, penduduk, dsb; (3) Ling semua posisi yg ditempati oleh unsur bahasa; (4) ark persebaran benda dl suatu wilayah geografi tertentu
distributor dis.tri.bu.tor [n] orang atau badan yg bertugas mendistribusikan barang (dagangan); penyalur
ditetak belah [pb] walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di -- , pb yg membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yg baik, melainkan memakai buatannya yg buruk-buruk
ditindih yg berat di.tin.dih yg berat, dililit yg panjang [pb] tidak dapat melepaskan diri dr kekuasaan orang (kemalangan dsb)
dl rumah membuat rumah [pb] mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pd orang lain
doa arwah doa untuk orang yg telah meninggal
doa halimunan mantra yg menjadikan orang tidak dapat dilihat oleh orang lain
doa pengasih jampi-jampi atau guna-guna yg menyebabkan orang jatuh cinta
doa sanjung ungkapan yg berisi doa dan pujian, khususnya kata penghargaan thd seseorang yg telah meninggal; elegi
dobi do.bi [n] orang yg pekerjaannya mencuci dan menyeterika pakaian; penatu
dokter pribadi dokter yg menjalankan praktik bagi perseorangan (keluarga) tertentu
dolar do.lar [n] mata uang, spt Amerika Serikat, Hongkong, Australia, Singapura (lihat lampiran)
domestik do.mes.tik [a] (1) berhubungan dng atau mengenai permasalahan dl negeri: lapangan terbang itu khusus untuk melayani penerbangan --; wisatawan --; (2) mengenai (bersifat) rumah tangga: membicarakan persoalan-persoalan --; (3) piaraan (tt binatang); jinak: kuda sbg binatang -- sudah lama dipelihara orang untuk alat pengangkutan
domino do.mi.no [n] permainan dng 28 kartu (kayu, tulang, dsb) yg bermata (bertitik besar), tiap kartu dibagi menjadi dua bidang, tiap bidang berisi 0-6 titik
domisili do.mi.si.li [n Huk] tempat kediaman yg sah dr seseorang; tempat tinggal resmi
domplengan dom.pleng.an [n] (1) yg didomplengkan pd sesuatu (seseorang) yg sudah lebih dulu ada: lagu ~ itu akan diorbitkan dng jalan diikutsertakan dl acara yg dibawakan pemusik kenamaan; (2) tempat mendompleng
donatur do.na.tur [n] orang yg secara tetap memberikan sumbangan berupa uang kpd suatu perkumpulan dsb; penyumbang tetap; penderma tetap
dongan do.ngan [n] (1) kawan; sahabat; (2) orang-orang satu marga
dongkak dong.kak [Mk v] men.dong.kak v melompat; menerjang; mendompak: orang gila itu ~ sambil mengayunkan golok
dongkok dong.kok, pen.dong.kok [n] cincin logam pd keris yg terletak antara tangkai dan mata keris
dongkol dong.kol [a] (1) tidak bertanduk: kerbau -- itu tidak bisa bertarung; dogol; (2) ki sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi: lurah -- [a] men.dong.kol v berperasaan kesal yg terpendam di dl hati; memendam rasa dongkol: banyak orang ~ kepadanya krn merasa ditipu
doni do.ni [n Huk] utang seseorang yg dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya
donor do.nor [n] (1) penderma; pemberi sumbangan; (2) penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan): -- darah; (3) Fis unsur kimia yg jika ditambahkan ke dl semikonduktor murni dapat menambah konsentrasi elektron bebas di dl semikonduktor itu
dorna dor.na [n] orang yg suka menghasut atau membangkit perselisihan, mengadudombakan dsb (bertabiat spt pendeta Dorna dl cerita pewayangan)
dorong do.rong [v] men.do.rong v (1) menolak dr bagian belakang atau bagian depan; menyorong: mereka beramai-ramai ~ mobil yg mogok; (2) menganjur (ke depan); bergerak dng kuat ke arah depan: seseorang di antara para demonstran itu ~ ke depan khalayak; (3) ki mendesak atau memaksa supaya berbuat sesuatu: kejadian ini ~ kami agar segera bertindak
dorongan nafsu mempertahankan diri do.rong.an nafsu mempertahankan diri dorongan yg menyebabkan manusia menjaga keselamatan dirinya
dosa do.sa [n] (1) perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan, ampunilah segala -- kami; (2) perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara): perbuatan itu dapat dianggap sbg -- besar thd nusa dan bangsa
draf [n] rancangan atau konsep (surat dsb); buram: -- komunike bersama itu disusun oleh dua orang dr kedua belah pihak
drop [v cak] , me.nge.drop v (1) memberikan (dr pejabat, atasan, dsb kpd masyarakat, bawahan, dsb): gubernur telah ~ biaya sebesar 16 juta rupiah untuk pembangunan jembatan itu; (2) mengirimkan atau menempatkan: pemerintah akan ~ 500 orang guru dr Jawa untuk Kalimantan Tengah; pemerintah ~ 1.000 orang transmigran di Sulawesi Selatan; (3) menyediakan; memasarkan: Bulog akan ~ daging untuk keperluan Lebaran
duafa du.a.fa [n Isl] orang-orang lemah (ekonominya dsb): daging kurban dibagi-bagikan kpd kaum fakir miskin dan --
duai du.ai [n Huk] adat perkawinan suku Dayak, antara dua orang laki-laki dng dua wanita kakak beradik, atau antara dua wanita dng dua orang laki-laki kakak beradik
dualis du.a.lis [n] (1) Ling kategori gramatikal jumlah kata untuk menunjukkan dua hal atau benda yg dipertentangkan dng singularis dan pluralis; (2) Fil orang yg menganut paham dualisme
dudu du.du [v] men.du.du v (1) berjalan (berenang, berlari, dsb) mengikuti dr belakang: itik-itik betina itu ~ itik jantannya saja; (2) berjalan (berlari, berenang, dsb) terus saja tanpa menoleh ke kiri kanan: orang itu ~ saja; (3) terpaksa menurut: dia ~ krn diancam
dudur du.dur [v] men.du.dur v menyerahkan seseorang kpd yg berwajib (di Gayo)
duel du.el [n] perkelahian antara dua orang untuk menyelesaikan persoalan (dng pedang atau pistol, di tempat dan pd waktu yg telah ditetapkan); perang tanding
duet du.et [n] gubahan musik untuk dua suara (orang) atau untuk dua alat musik; nyanyian yg dilagukan berdua atau musik yg dimainkan oleh dua orang
duit du.it [n] (1) satuan mata uang tembaga zaman dulu (120 duit = satu rupiah); (2) cak uang; alat pembayaran: sekarang susah mencari --
dukat du.kat [kl n] (satuan) mata uang emas atau perak (yg nilainya berbeda)
dukuh du.kuh [n] dusun atau kampung kecil; bagian dr desa [n] orang yg pekerjaannya menyembelih ternak (di Bali, Lombok)
dukun du.kun [n] orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb)
dukung du.kung [v] ber.du.kung v duduk di punggung atau di pinggang orang: yg buta berpimpin, yg lumpuh ~
dulang du.lang [n] nampan yg biasanya berbibir pd tepinya dan berkaki, dibuat dr kayu [Jw v] men.du.lang v menyuapi (anak kecil, orang sakit, dsb) [Mk v] men.du.lang v mengepul (tt asap) [n] pohon tengguli, Cassia fistula
duli du.li [kl n] (1) debu (tanah) yg melekat pd kaki; (2) kaki: bercemar -- , berjalan kaki; pergi [kl n] kata kehormatan yg dipakai apabila berkata kpd raja atau berbicara tt raja; baginda (spt -- Syah Alam; -- Tuanku
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
duodrama du.o.dra.ma [n] pertunjukan drama yg hanya dimainkan oleh dua orang pemain
durhaka dur.ha.ka [a] (1) ingkar thd perintah (Tuhan, orang tua, dsb); (2) tidak setia kpd kekuasaan yg sah (negara)
durno dur.no [n] (dikatakan tt) orang yg suka menghasut, memfitnah, berbuat licik, mengadu domba, dsb (berbuat spt Durno dl cerita wayang)
durnois dur.no.is [a] bersikap (bersifat) spt durno; (2) n orang yg melakukan persekongkolan
dusun du.sun [n] kampung; desa; dukuh [n] -- pengasihan Huk sebagian tanah pusaka di Ambon yg diberikan kpd orang lain krn jasa-jasanya atau untuk melunasi utang
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
duyun du.yun [adv] ber.du.yun-du.yun adv berbondong- bondong; berturut-turut banyak sekali: orang ~ pergi ke Pekan Raya
dwibahasawan dwi.ba.ha.sa.wan [n] orang yg dapat berbicara dl dua bahasa, spt bahasa nasional dan bahasa asing, bahasa daerah dan bahasa nasional; pemakai dua bahasa
dwitarung dwi.ta.rung [n] pertandingan atau pertarungan dua orang (regu atau kubu): ~ antara kedua pecatur itu sudah dimulai sejak akhir tahun 1995
ebek [n] tabir (anyaman bambu dsb) penutup jendela (pintu dsb) untuk menahan sinar matahari
editor edi.tor [n] orang yg mengedit naskah tulisan atau karangan yg akan diterbitkan dl majalah, surat kabar, dsb; penyunting
efek erupsi gangguan kecil pd medan magnet bumi krn masuknya sejumlah sinar ultraviolet yg dipancarkan matahari pd saat tertentu
efek kemurahan hati [Psi] kesalahan dl penilaian yg terjadi secara sistematis, disebabkan adanya kecenderungan memberikan nilai rendah kpd orang yg tidak disukai atau tidak dikenal
efelis efe.lis [n] bintik hitam cokelat dng pigmen yg berlebihan yg disebabkan oleh sinar matahari
efendi efen.di [ark n] tuan (sebutan thd orang yg dihormati)
egois ego.is [n] (1) Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri; (2) Fil penganut teori egoisme;
egoisme ego.is.me [n] (1) Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain; (2) Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri
egomania ego.ma.nia [n] orang yg tergila-gila kpd diri sendiri: -- sering terdapat pd orang yg kurang sehat jiwanya
ekabahasawan eka.ba.ha.sa.wan [n] orang yg hanya mampu menggunakan satu bahasa
eklektik ek.lek.tik [a] bersifat memilih yg terbaik dr berbagai sumber (tt orang, gaya, metode)
eklektikus ek.lek.ti.kus /EklEktikus/ n (1) orang yg mengerjakan sesuatu dng metode eklektis; (2) filsuf yg mengambil segala ajaran (sistem) yg menurut pandangannya adalah yang terbaik
eklips ek.lips [n Astron] penutupan sebagian atau seluruh sinar matahari apabila dilihat dr bumi (apabila bulan berada pd garis antara matahari dan bumi) atau penutupan sebagian atau seluruh pantulan sinar bulan dilihat dr bumi (apabila bumi berada di antara matahari dan bulan); gerhana
ekliptika ek.lip.ti.ka [n Astron] orbit atau lingkaran yg seakan-akan dilalui oleh matahari jika dilihat dr bumi; jalan peredaran matahari dl waktu satu tahun
ekolalia eko.la.lia [n] dorongan kuat yg tidak terkendalikan dr penderita gangguan jiwa untuk meniru ucapan atau perbuatan yg dilakukan orang lain; kelatahan
ekonom senior ahli ekonomi yg lebih matang dl pengalaman dan kemampuan
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
ekor kuning ikan laut yg hidup di atas karang, punggungnya berwarna biru, perut merah jambu, sirip punggung jingga kuning, ekornya kuning, sisip perut merah jambu, matanya merah; Caesio kuning
eks [n] nama huruf x [a] bekas; mantan: orang itu -- narapidana; dia adalah -- lurah di daerah Bogor; dia adalah -- pejuang [p] dari: -- pabrik
eksekusi ek.se.ku.si [n Huk] (1) pelaksanaan putusan hakim; pelaksanaan hukuman badan peradilan, khususnya hukuman mati: yg terhukum sudah menjalani -- nya; (2) penjualan harta orang krn berdasarkan penyitaan
eksekutor ek.se.ku.tor [n] orang yg melakukan eksekusi
eksentrik ek.sen.trik [a] aneh; ganjil; tidak wajar: cara berpakaian yg -- menarik perhatian orang
ekseptor ek.sep.tor [n] orang yg mengajukan eksepsi (pembelaan, tangkisan)
ekshibisionis eks.hi.bi.si.o.nis [n Psi] orang yg mempunyai dorongan melakukan ekshibisionisme
ekshibisionisme ek.shi.bi.si.o.nis.me [n Psi] kelainan atau ketidakwajaran yg ditandai dng kecenderungan memperlihatkan hal-hal yg tidak senonoh, spt alat kelamin kpd orang lain untuk pemuasan diri
eksklusif eks.klu.sif [a] (1) terpisah dr yg lain; khusus: wartawan itu beruntung krn mendapat kesempatan mengadakan wawancara -- dng bintang tenar itu; (2) tidak termasuk: tarif losmen itu Rp50.000,00 sehari -- makan dan cucian; bus itu bermuatan 38 orang, -- supir dan kenek
eksklusivisme eks.klu.si.vis.me [n] paham yg mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dr masyarakat: di kota besar terdapat gejala -- , terutama pd orang yg berada
ekskomunikasi eks.ko.mu.ni.ka.si [n Kat] pengucilan seseorang dr keanggotaan gereja
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
eksotis ek.so.tis [a] (1) memiliki daya tarik khas krn belum banyak dikenal umum: perusahaan ini menanami lahan dng pisang -- , yaitu jenis pisang yg belum banyak dikenal di pasaran internasional; (2) diperkenalkan atau dimasukkan dr luar negeri (tt mode, gagasan, dsb); (3) bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil: orang asing merasakan pertunjukan wayang kulit sbg sesuatu yg --
ekspansif ek.span.sif [a] (1) dapat atau cenderung meluas; (2) terus terang, terbuka, bebas, tanpa ditutup-tutupi (tt orang, bicaranya, sikapnya)
ekspatriasi eks.pat.ri.a.si [n Pol] (1) tindakan seseorang untuk melepaskan kesetiaan thd negaranya; (2) tindakan meninggalkan tanah air untuk berdiam selamanya di negara lain; (3) pembuangan yg dilakukan oleh negara atas warganya
ekspatriat eks.pat.ri.at [n] (1) orang yg melepaskan kewarganegaraannya; (2) orang yg meninggalkan negeri asalnya; warga negara asing yg menetap di sebuah negara: kompleks perumahan itu banyak dihuni oleh -- Belanda dan Jerman; (3) orang yg terbuang; (4) tenaga kerja asing: perusahaan asing biasanya juga mempekerjakan para --
ekspeditor ek.spe.di.tor [n] (1) badan atau perusahaan yg bergerak dl bidang pengangkutan atau pengiriman barang; (2) orang yg pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang melalui darat, laut, atau udara; (3) orang yg menjelajah (melakukan perjalanan) untuk keperluan penyelidikan ilmiah
eksper ek.sper [n] orang yg ahli dl bidangnya; pakar: ia -- dl konstruksi beton bertulang
eksplisit eks.pli.sit [a] gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit (sehingga orang dapat menangkap maksudnya dng mudah dan tidak mempunyai gambaran yg kabur atau salah mengenai berita, keputusan, pidato, dsb); tersurat
eksploitasi eks.ploi.ta.si [n] (1) pengusahaan; pendayagunaan: -- nikel di daerah itu dilakukan oleh perusahaan asing; (2) pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan (tt tenaga orang): -- atas diri orang lain merupakan tindakan yg tidak terpuji
eksplorator eks.plo.ra.tor [n] orang yg mengeksplorasi; penyelidik; penjelajah
eksplosif eks.plo.sif [a] (1) mudah meledak (tt sendawa, karbit, fosfor, gas, bensin, dsb); (2) ki dapat (mudah) meletus (tt perang dsb): kalau tidak dapat dicapai kompromi dl waktu singkat, maka situasi menjadi gawat dan --; (3) cepat marah (tt orang): kita perlu berhati-hati jika berbicara dng orang yg --
eksponen eks.po.nen [n] (1) Mat angka dsb yg ditulis di sebelah kanan atas angka lain yg menunjukkan pangkat dr angka tsb, spt angka 2 pd 2; (2) orang yg menerangkan atau menafsirkan suatu teori, yg dapat mewakili dan menjadi contoh dr teori tsb atau orang yg menganut teori tsb: Huxley merupakan seorang -- dr teori evolusi Darwin; (3) orang terkemuka dl suatu gerakan atau bidang kehidupan; tokoh: -- Angkatan 45
ekspor gelap jasa, baik finansial maupun perseorangan, yg diberikan oleh penduduk suatu negara kpd negara asing secara tersembunyi atau tidak melalui cara yg sah
ekspresi eks.pre.si [n] (1) pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): sajak itu merupakan -- dr perasaan hatinya; (2) pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang: -- rasa tidak puas tergambar di wajahnya
ekspresionisme eks.pre.si.o.nis.me [n] (1) Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; (2) aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata
ekstase eks.ta.se [n] keadaan di luar kesadaran diri (spt keadaan orang yg sedang khusyuk bersemadi)
eksteriorisasi eks.te.ri.o.ri.sa.si [n] (1) Dok pengeluaran alat tubuh untuk sementara untuk diperiksa tanpa melepaskannya dr tubuh; (2) pengarahan perhatian seseorang ke luar
ekstradisi eks.tra.di.si [n Huk] penyerahan orang yg dianggap melakukan kriminalitas oleh suatu negara kpd negara lain yg diatur dl perjanjian antara negara yg bersangkutan
ekstraksi ek.strak.si [n] (1) ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dr buku; (2) keturunan (suatu bangsa); (3) Dok penarikan ke luar; pencabutan: -- peluru dr luka korban penembakan; (4) ki pencurian: -- informasi dr seseorang yg tidak mau memberikannya [n] (1) Min penambangan batu bara atau bijih dr cebakannya; (2) Kim pemisahan suatu bahan dr campurannya, biasanya dng menggunakan pelarut
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
ekstraversi eks.tra.ver.si [n Psi] sikap atau tipe kepribadian seseorang yg minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial dp thd dirinya dan pengalamannya sendiri
ekstremis ek.stre.mis [n] (1) orang yg ekstrem; (2) orang yg melampaui batas kebiasaan (hukum dsb) dl membela atau menuntut sesuatu; (3) cak pejuang pd masa perang kemerdekaan melawan Belanda
ekstrinsik eks.trin.sik [a] berasal dr luar (tt nilai mata uang, sifat manusia, atau nilai suatu peristiwa); bukan merupakan bagian yg tidak terpisahkan dr sesuatu; tidak termasuk intinya
ekstrospeksi eks.tro.spek.si [n] hal membandingkan tingkah laku sendiri dng tingkah laku orang lain
ekstrover eks.tro.ver [n] orang yg minatnya ditujukan seluruhnya kpd yg ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kpd yg ada dl pikiran dan perasaannya sendiri (bersikap terbuka)
ekuinoks eku.i.noks [n] saat matahari melintasi ekuator sehingga siang dan malam bagi tempat-tempat di lintang Oo sama panjang; saat busur siang dan busur malam matahari sama panjang bagi semua tempat di bumi, diperkirakan pd tanggal 21 Maret dan 23 September
ekumenisme eku.me.nis.me [n] usaha untuk mendapatkan kembali persatuan penuh semua orang yg beriman Kristen
elektif elek.tif [n] bersifat pilihan (tt mata pelajaran di sekolah)
elektromiografi elek.tro.mi.o.gra.fi [n Ling] pengamatan dan pengukuran otot pd waktu wicara dng menusukkan elektrode atau menempelkan plester pd pelbagai bagian alat ucap
elevator ele.va.tor [n] (1) alat untuk membawa orang atau barang naik atau turun dr satu lantai ke lantai lainnya (dl gedung bertingkat); (2) alat yg digunakan untuk menaikkan atau menurunkan (gandum, terigu, atau padi-padian lainnya) ke atau dr kapal
eliminasi eli.mi.na.si [n] (1) pengeluaran (spt racun dr tubuh); penghilangan; (2) penyingkiran; pengasingan: -- orang-orang yg berbahaya dr tengah masyarakat; (3) penyisihan: -- juara dunia oleh pemain baru itu sangat mencengangkan
elite eli.te [n] (1) orang-orang terbaik atau pilihan dl suatu kelompok; (2) kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb)
elon /Elon/, meng.e.loni v memihak kpd; memenangkan (salah satu pihak): orang yg sedang menengahi perselisihan harus bertindak adil dng tidak ~ salah satu pihak /Elon/, meng.e.lon v mengambil hati supaya menurut; membujuk: ia berusaha ~ anak yg keras kepala itu menuruti nasihatnya
elongasi elo.nga.si [n Astron] sudut antara dua benda langit dilihat dr bumi, terutama sudut antara bulan dan matahari
emas [n] (1) logam mulia berwarna kuning yg dapat ditempa dan dibentuk, biasa dibuat perhiasan spt cincin, kalung (lambangnya Au, nomor atomnya 79, bobot atomnya 196,9665); logam adi; aurum: ia memakai cincin -- bermata mutiara; (2) ki uang; harta duniawi; (3) ki uang suap
emban em.ban [n] (1) kain pembebat badan (dada, susu, perut); (2) tali pembebat perut (pd kuda) [Jw n] inang pengasuh: permaisuri dikelilingi oleh empat orang -- nya
embarau em.ba.rau [n] pagar kayu atau tembok batu yg kuat dipasang di tepi laut atau di tepi sungai (untuk menahan luapan air); pematang yg besar dan kuat; tanggul
emblem em.blem [n] (1) rancangan atau lukisan yg mengandung makna tertentu; lambang; simbol; (2) tanda pengenal (berupa pita silang, lukisan pd kain, logam, dsb) yg dipakai orang di dada untuk menunjukkan keanggotaan suatu perkumpulan, kesatuan, angkatan, kontingen, dsb; lencana
emeritus eme.ri.tus [a] berhenti dr dinas aktif, biasanya krn usia, tetapi tetap memegang jabatan atau titelnya, msl profesor emeritus; (2) n seseorang yg berstatus emeritus
emigran emi.gran [n] orang yg meninggalkan tanah airnya dan pergi ke negeri lain untuk tinggal menetap di sana
eminensi emi.nen.si [n] (1) keunggulan; kedudukan tinggi: ia mencapai -- sbg olahragawan bulu tangkis; (2) orang yg unggul, ternama, dsb; orang yg berkedudukan tinggi; (3) gelar bagi para kardinal gereja Katolik
emirat emi.rat [n] pemerintahan (negeri, negara) yg dikepalai oleh seorang emir
emis , meng.e.mis v (1) meminta-minta sedekah: sbg orang gelandangan dia hidup dr ~; (2) ki meminta dng merendah- rendah dan dng penuh harapan: jangan suka ~ cinta, akibatnya tidak baik
emisi emi.si [n] (1) pancaran; (2) Fis pemancaran cahaya, panas, atau elektron dr suatu permukaan benda padat atau cair; pemancaran; (3) Ek pengeluaran (surat berharga spt saham, obligasi) oleh perusahaan pd saat perusahaan yg bersangkutan memerlukan tambahan modal; (4) Keu pengeluaran mata uang logam atau kertas oleh bank sentral
emol [v] meng.e.mol v cak (1) mengganggu atau menggoda orang lain: dia suka ~ anak kecil; (2) bertindak atau melakukan sesuatu yg kurang sopan dan tanpa malu-malu: tamu yg tidak diundang itu datang ~ di tempat pesta
emong [v] , meng.e.mong v mengasuh dan melayani; mendidik; mengurus: tugas pokok seorang pemimpin adalah ~ masyarakat luas
empang em.pang [n] (1) pematang penahan air; bendungan; tebat; (2) kolam tempat memelihara ikan; tambak
empangan em.pang.an [n] pematang dsb penahan air: sebelum musim hujan tiba, ~ perlu diperbaiki dan diperkokoh
empat likur [kl] dua puluh empat; -- mata ki berdua saja: saya ingin berbicara -- mata dng kamu
empati em.pa.ti [n Psi] keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain
empenak em.pe.nak /empEnak/, meng.em.pe.nak ark v (1) mempersenang hati orang lain: ia ~ tamu-tamunya dng cerita tt petualangannya; (2) memanjakan (anak): jangan terlalu ~ anak, nanti dia tidak dapat maju
emping berantah [pb] orang yg kebal tidak mempan benda tajam (besi dsb)
emping terserak hari hujan [pb] hal seseorang yg malang dl mengelola usahanya
empiri em.pi.ri [n] pengalaman (yg ditemui dr alam ini) sbg sumber pengetahuan: sumber pengetahuan ialah pengamatan dan pengalaman atau --
empiris em.pi.ris [a] berdasarkan pengalaman (terutama yg diperoleh dr penemuan, percobaan, pengamatan yg telah dilakukan)
empok em.pok [Jk n] (1) kakak perempuan: -- nya yg baru menikah akan mengikuti suaminya ke Mekah; (2) kata sapaan untuk orang perempuan yg lebih tua: -- , bolehkah saya bertanya?
empok-empok em.pok-em.pok [n] orang perempuan (wanita yg telah dewasa)
empuk em.puk [a] (1) lunak; tidak keras: duduk di kasur yg --; (2) tidak liat; mudah dikunyah: daging ini sudah sangat --; (3) mudah hancur (krn tuanya dsb); rapuh: kainnya sudah --; (4) merdu (tt suara): penyanyi yg bersuara -- itu banyak penggemarnya; (5)menyenangkan; enak (krn fasilitas yg cukup dsb): ia mempunyai jabatan yg --; (6) ki mudah (ditipu orang): penduduk desa menjadi sasaran -- para calo tanah
enak-enak [cak] (1) a asyik (tt berbuat sesuatu): pd waktu saya sedang ~ membaca buku terdengar orang berteriak "maling, maling"; (2) adv lelap-lelapnya; pulas-pulasnya (tt tidur): anak yg sedang ~ tidur itu tentu saja marah kalau diganggu; (3) v leha-leha; berpangku tangan; bersantai-santai: orang lain sibuk bekerja, ia hanya ~
encek en.cek [Jk n] panggilan (sapaan) thd orang laki-laki Cina totok
encik en.cik [n] (1) kata sapaan (sebutan) untuk orang laki-laki atau perempuan yg sedang kedudukannya atau yg tidak dikenal; (2) kata sapaan (sebutan untuk guru wanita); (3) kakak
endap en.dap , en.dap-en.dap n sesuatu yg bercampur dng air atau cairan lainnya yg turun ke bawah dan tertimbun di dasar: agar air selokan mengalir dng lancar ~ nya harus diangkat , meng.en.dap v membungkuk (menyeluduk dsb) supaya tidak kelihatan; menyembunyikan diri (dng maksud hendak mengintai, menyerang, dsb): ketika dilihatnya ada orang berjalan, segeralah pencuri itu ~ di rumpun tebu
endap di balik lalang sehelai en.dap di balik lalang sehelai [pb] menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yg mudah diketahui orang
endemis en.de.mis [a Dok] secara tetap terdapat di tempat-tempat atau di kalangan orang-orang tertentu dan terbatas pd mereka saja (spt penyakit malaria di daerah pesisir, penyakit cacing tambang di kalangan buruh tambang)
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
endonan en.don.an [n] (1) orang yg mengendon: kini di ibu kota banyak ~ yg berasal dr daerah; (2) tempat mengendon: daerah itu terkenal sbg ~ orang-orang jahat
endong en.dong /Endong/, meng.en.dong v bermalam di rumah orang lain
energi ener.gi [n Fis] kemampuan untuk melakukan kerja (msl untuk energi listrik dan mekanika); daya (kekuatan) yg dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, msl dapat merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pd bahan (spt sinar matahari); tenaga
enes [Jw] meng.e.nes a (1) merana krn sedih: dia benar-benar ~ setelah istrinya meninggal; (2) merasa kasihan atau pilu melihat kesusahan seseorang: ~ hatiku melihat wajah anak yg malang itu
engah [Jk a] tahu (sadar atau mengerti): dia baru -- bahwa dompetnya telah dicopet orang , engah-engah n napas yg mengembus keras-keras (spt napas orang yg baru berlari cepat) , ter.per.e.ngah a terdiam krn kaget, takut, dan bingung; termangu-mangu
engget eng.get [v] , meng.eng.get v mengambil buah-buahan, daun pisang, dsb dng galah yg diberi pisau pd ujungnya (mata pisau menghadap ke bawah)
engkau eng.kau [pron] yg diajak bicara, yg disapa (dipakai untuk orang yg sama atau lebih rendah kedudukannya), digunakan juga untuk berdoa kpd Tuhan (Engkau)
engku eng.ku [n] (1) sebutan thd keluarga raja; sebutan (kata sapaan) untuk orang yg patut dihormati (guru dsb) [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) sebutan (kata sapaan) kpd kakek (datuk); angku
epidiaskop epi.di.a.skop [n Fis] sistem proyeksi optis yg dapat dipakai untuk memproyeksikan gambar, baik dr benda tembus cahaya (spt film) maupun yg tidak tembus cahaya (spt mata uang, gambar) ke atas sebuah layar putih
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
epilog epi.log [n Sas] (1) bagian penutup pd karya sastra, yg fungsinya menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pd akhir cerita; (2) pidato singkat pd akhir drama yg memuat komentar tt apa yg dilakonkan; (3) peristiwa terakhir yg menyelesaikan peristiwa induk
episkopat epis.ko.pat [n Kat] (1) jabatan atau kedudukan uskup; (2) daerah yg berada di bawah bimbingan seorang uskup; keuskupan
epitaf epi.taf [n] (1) tulisan singkat pd batu nisan untuk mengenang orang yg dikubur di situ; (2) pernyataan singkat pd sebuah monumen
epitel epi.tel [n ] lapisan sebelah atas kulit dan selaput lendir; jaringan sel, terdiri atas satu lapis atau lebih, yg menutup permukaan bebas dr tubuh dan beberapa alat tubuh [n Sas] kata atau frasa yg ditambahkan pd nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khasnya; julukan
epitet epi.tet [n] (1) kata sifat, kata benda, atau frasa yg biasa digunakan untuk meremehkan/menghina orang atau benda; (2) deskripsi nama atau judul
eponim epo.nim [n] nama tempat atau pranata yg dibentuk menurut nama orang
epos [n Sas] cerita kepahlawanan; syair panjang yg menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan; wiracarita
ereh [Jw] meng.e.reh v (1)memerintah secara halus; (2) mengatur (organisasi, orang, dsb)
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
erpak er.pak [n] hak untuk menarik keuntungan sepenuh-penuhnya dr suatu benda tidak bergerak milik orang lain dng pembayaran tahunan berupa uang atau barang; hak temurun; hak guna pakai
esa hilang dua terbilang [pb] mati atau hidup dng kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya
estetikus es.te.ti.kus [n] orang yg mempelajari dan mengenal ilmu keindahan; ahli estetika
etilena eti.le.na [n] gas tidak berwarna dng berasa manis, digunakan sbg pembius dan untuk mengeluarkan bau limau, serta dapat mematangkan buah; CH2==CH2
etnomusikolog et.no.mu.si.ko.log [n] orang yg ahli dl etnomusikologi
etos kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
eulogi eu.lo.gi [n] (1) ucapan atau tulisan yg memuji atau menghormati seseorang, terutama yg sudah meninggal dunia; (2) penghargaan atau pujian yg tinggi
eurosentris eu.ro.sen.tris [a] terpusat pd benua Eropa atau orang-orang Eropa; berkecenderungan untuk menafsirkan dunia berkenaan dng Barat dan nilai serta pengalaman Eropa
eutanasia eu.ta.na.sia [n] tindakan mengakhiri dng sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yg sakit berat atau luka parah dng kematian yg tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan
evangelis eva.nge.lis [n] (1) penulis salah satu dr keempat Kitab Injil (Johannes, Markus, Lukas, atau Matheus); (2) pendeta Protestan atau orang biasa yg menyebarkan ajaran Injil
eviserasi evi.se.ra.si [n Dok] tindakan mengeluarkan dalaman spt isi perut, atau mengeluarkan bola mata
evokasi evo.ka.si [n] (1) (daya) penggugah rasa: apabila dibaca secara prosais, puisi tidak akan memberikan daya --; (2) Huk pengalihan pemeriksaan orang asing dr pengadilan kpd instansi lain
fabula tabernasia drama dr zaman Romawi Kuno, biasanya menggambarkan perwatakan atau tokoh orang kota
fajar fa.jar [n] cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur pd menjelang matahari terbit
fajar senja cahaya lemah yg bertambah kuat menjelang matahari terbit dan makin melemah setelah matahari terbenam
fajar senja astronomi [Met] (1) fajar pd waktu pagi hari yg dimulai sejak pusat bulatan matahari berada pd posisi 18o di bawah ufuk sampai pd saat matahari terbit; (2) fajar pd waktu senja hari yg dimulai sejak matahari terbenam sampai pusat bulatan matahari berada pd 18o di bawah ufuk
fajar senja nyata [Met] (1) fajar pd waktu pagi hari yg dimulai pd saat pusat bulatan matahari berada pd posisi 6o di bawah ufuk sampai pada saat matahari terbit; (2) fajar pd waktu senja hari yg dimulai pd waktu matahari terbenam sampai pusat bulatan matahari berada pd 6o di bawah horizon
fakir fa.kir [n] (1) orang yg sangat berkekurangan; orang yg terlalu miskin: setiap Jumat dia membagi-bagikan sedekah kpd -- dan miskin; (2) orang yg dng sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin; (3) aku (bagi pengarang dl syair dsb): -- bukan pandai mengarang, bukanlah hendak dipuji orang
fakir miskin kaum fakir dan kaum miskin; (2) orang-orang yg sangat kekurangan
faktor penarik hal yg dapat menarik minat seseorang sehingga orang tsb mau bekerja atau bertindak
falsafah fal.sa.fah [n] anggapan, gagasan, dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan hidup
fardu ain kewajiban perseorangan (untuk menjalankan salat dsb)
fardu kifayah kewajiban bersama bagi mukalaf, yg apabila sudah dilaksanakan oleh seseorang di antara mereka, yg lain bebas dr kewajiban itu, msl kewajiban menguburkan mayat
faset fa.set [n] (1) permukaan yg tergosok rata (pd permata, kaca, dsb); (2) segi atau bagian (dr suatu pembicaraan)
fasik fa.sik [Isl] (1) a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (2) n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa
fasilitator fa.si.li.ta.tor [n] orang yg menyediakan fasilitas; penyedia: di dl konsep belajar mandiri, guru dan sekolah tidak lagi menjadi titik pusat kegiatan, tetapi lebih bersifat sbg pendukung dan -- kebutuhan murid
fatalis fa.ta.lis [n] orang yg percaya atau menyerah saja kpd nasib
fatwa fat.wa [n] (1) jawab (keputusan, pendapat) yg diberikan oleh mufti tt suatu masalah; (2) ki nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah
favorit fa.vo.rit [n] (1) orang yg diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara: ia disebut-sebut sbg -- baru All England tahun ini; (2) kesayangan; kegemaran: penyanyi -- Anda akan tampil pd pertunjukan itu
favoritisme fa.vo.rit.is.me [n] pengunjukan rasa suka, senang, kasih, dsb thd seseorang
felon fe.lon [n Huk] orang yg telah melakukan tindak pidana atau kejahatan yg tergolong berat
fenakit fe.na.kit [n Kim] mineral bening spt kaca yg tidak berwarna atau berwarna putih, kuning anggur, merah jambu, biru, dan cokelat, umum dipakai sbg batu permata; Be2SiO4
fidiah fi.di.ah [n Isl] denda (biasanya berupa makanan pokok, msl beras) yg harus dibayar oleh seorang muslim krn meninggalkan puasa yg disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yg menimpa dirinya, dsb
filatelis fi.la.te.lis [n] (1) orang yg ahli dl filateli; (2) orang yg gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko
filsuf fil.suf [n] (1) ahli filsafat; ahli pikir; (2) orang yg berfilsafat
fisik fi.sik [n] jasmani; badan: seorang karateka harus terlatih, baik -- maupun mentalnya; -- nya sangat lelah, tetapi semangatnya tetap membara; (2) a jasmaniah; badaniah
fisiognomi fi.si.og.no.mi [n] ilmu wajah (penggambaran kualitas watak dan sikap seseorang)
fleksibel flek.si.bel [a] (1) lentur; mudah dibengkokkan; (2) luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri: orang yg kurang -- sukar menyesuaikan diri dng lingkungan baru yg masih asing baginya
floret flo.ret [n Olr] pedang penusuk untuk bermain anggar; pedang anggar [n] bunga kecil yang merupakan bagian dr bunga majemuk (spt pd bunga matahari)
forensik fo.ren.sik [n] (1) cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan fakta-fakta medis pd masalah-masalah hukum; (2) ilmu bedah yg berkaitan dng penentuan identitas mayat seseorang yg ada kaitannya dng kehakiman dan peradilan: polisi belum bisa menjelaskan identitas korban krn masih menunggu hasil pemeriksaan yg diselidiki oleh tim --
formasi for.ma.si [n] (1) susunan (pegawai, pengurus, kabinet, pesawat terbang, dsb): pesawat-pesawat terbang itu melintas dng kecepatan tinggi dl -- huruf V; -- pengurus PSSI akan disempurnakan; (2) Geo seperangkat lapisan atau strata yg memiliki ciri litologis yg sama dan mengandung sisa-sisa kehidupan (fosil) yang sama pula; (3) Olr susunan atau barisan (dl sepak bola, bola basket, dsb) sbg pola penyerangan atau pertahanan; penempatan pemain atau orang-orang yg akan melakukan senam
formatur for.ma.tur [n] orang(-orang) yg ditugasi membentuk suatu badan (kabinet, pengurus, organisasi, dsb): ia ditunjuk sbg anggota -- untuk menyusun pengurus koperasi yg baru
formatur kabinet seseorang atau beberapa orang yg ditunjuk oleh kepala negara untuk membentuk kabinet
formulator for.mu.la.tor [n] orang yg menyusun formulasi; orang yg merumuskan: gaya oratoris Bung Karno dikenal sbg -- yg andal
fotosfer fo.to.sfer [n] lapisan luar matahari atau bintang yg tampak bulat putih berpijar dan sinarnya sangat menyilaukan
fotosintesis fo.to.sin.te.sis [n Kim] pemanfaatan energi cahaya matahari (cahaya matahari buatan) oleh tumbuhan berhijau daun atau bakteri untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat
fovea fo.vea [n Bio] bagian kecil yg melekuk pd retina mata yg menghasilkan penglihatan yg tajam
fovea sentral [Bio] bagian kecil yg terletak di tengah-tengah retina mata
frenologi fre.no.lo.gi [n] ilmu tt kepribadian seseorang melalui bentuk tengkoraknya
fukara fu.ka.ra [Ar n] orang-orang fakir
gaco ga.co [n] (1) sesuatu (orang dsb) yg diandalkan dapat menang dl pertandingan atau permainan; (2) jagoan: beberapa mahasiswa yg mencoba menjadi -- terpaksa dikeluarkan dr universitas
gacok ga.cok [n cak] orang yg mengikuti ujian atas nama orang lain dng mendapatkan bayaran; joki: di antara -- itu ada yg sarjana
gacong ga.cong [Sd v] menuai padi di sawah orang lain dan mendapat upah sepersepuluh bagian dr pendapatannya
gading ga.ding [n] (1) taring yg panjang pd gajah; (2) tulang keras putih dan bersih dr gading: keris berhulu --; (3) (warna) putih kekuning-kuningan spt gading [kl n] dua orang anak perempuan yg mengipasi pengantin di pelaminan
gadungan ga.dung.an [a] (1) palsu; bukan yg sebenarnya (tt orang yg menyamar sbg polisi, pemimpin, dsb); (2) jadi-jadian (tt manusia yg menjadi harimau dsb): harimau --
gaek ga.ek [a cak] tua sekali; tua renta: orang --
gagah ga.gah [a] (1) kuat; bertenaga: orang itu masih -- meskipun usianya sudah lanjut; (2) besar dan tegap serta kuat (tt badan); (3) tampak mulia; megah: naik mobil dianggap lebih -- dp naik bus kota
gagau ga.gau [v] meng.ga.gau v meraba-raba (dl gelap dsb): orang buta itu ~ [Mk v] ber.ga.gau-ga.gau v berteriak-teriak tidak keruan: tidak baik ~ pd malam hari
gahar ga.har [v] meng.ga.har v menggosok kuat-kuat supaya bersih: orang di kampung itu ~ gigi dng pasir halus
gaharu dibakar kemenyan berbau [pb] memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang
gait ga.it v, meng.ga.it v (1) menarik (mengambil dsb) dng benda yg berkait: mereka sedang ~ ember dr dalam sumur; (2) mengambil uang orang dng tipu daya: pemalas itu kerjanya hanya minta-minta, ~ kantong orang, atau mencuri
gajah berjuang sama gajah [pb] jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yg celaka
gajah mati krn gadingnya [pb] orang yg mendapat kecelakaan atau binasa krn keunggulan (tabiatnya atau perbuatannya)
gajah mati tulang setimbun [pb] orang kaya (besar dsb) mati, banyak peninggalannya
gajah seekor gembala dua [pb] pekerjaan yg dikepalai (dipimpin) oleh dua orang
gaji pokok komponen dasar penghasilan seseorang yg digunakan sbg patokan untuk menghitung komponen lainnya, spt tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif; upah dasar (yg belum ditambah dng tunjangan lain)
gajian ga.ji.an [n ] hari pembayaran gaji; (2) v cak menerima gaji: utangku akan kulunasi setelah ~; (3) yg digaji: orang ~
gajul ga.jul [n] ber.ga.jul n orang yg tidak baik tingkah lakunya
galak ga.lak [a] (1) buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dsb tt binatang); ganas; garang: anjingnya -- sekali; (2) suka marah, mencaci maki, dsb: ayahnya termasuk orang yg -- sehingga ditakuti oleh anak-anaknya [n] peng.ga.lak n mesiu pd persumbuan bedil kuno untuk meledakkan mesiu bedil
galan ga.lan [a cak] tahu sopan santun dan pandai bergaul (khusus untuk laki-laki): ia seorang laki-laki yg --
galang ga.lang [n] barang yg dipasang melintang (spt bantal, penyangga, ganjal, landasan dr kayu, balok); kayu dsb penunjang atau penopang supaya tinggi atau supaya tidak rebah; kalang , meng.ga.lang v melintang: jika tiada aral ~ , kami akan datang besok [n] ga.lang.an n pematang sawah; galeng
galeng ga.leng [n] , ga.leng.an n pematang sawah
gambar gam.bar [n] tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yg dibuat dng coretan pensil dsb pd kertas dsb; lukisan
gamet ga.met [n Bio] sel sperma atau telur, terutama yg matang dan sudah berfungsi dl pembiakan secara seksual
gamit-gamitan ga.mit-ga.mit.an [n] sebut-sebutan; omongan; buah mulut: gadis yg nakal itu telah menjadi ~ orang di sekitarnya
gamitan ga.mit.an [n] (1) sesuatu atau seseorang yg disentuh atau digamit; (2) hasil menggamit
gampangan gam.pang.an [a cak] (1) lebih mudah: ~ berbicara dp bekerja; (2) tidak menuntut banyak syarat yg harus dipenuhi: orangnya sih ~ , tidak banyak tuntutan
gancu gan.cu [n] galah yg berpengait pd ujungnya; pengait [n] cangkul penggali atau pembelah, berukuran tebal dan bermata dua, ujung yg satu bermata runcing, dan ujung yg satu lagi bermata tajam; belencong
ganda campuran [Olr] pasangan pemain yg terdiri atas seorang putra dan seorang putri (dl permainan tenis, tenis meja, dan bulu tangkis)
gangster gang.ster [n] (1) penjahat; bandit; (2) anggota geng (kelompok orang yg mempunyai kegemaran berkelahi atau membuat keributan)
ganteng gan.teng [a] elok dan gagah (tt perawakan dan wajah, khusus untuk laki-laki); tampan: ia sangat -- lagi baik budi sehingga banyak orang yg menyenanginya
ganti gan.ti [n] sesuatu yg menjadi penukar yg tidak ada atau hilang, spt sulih, pampas: santan ini dapat dipakai akan -- susu; (2) n orang yg menggantikan pekerjaan, jabatan, dsb; wakil; pengganti: lurah yg meninggal itu belum ada -- nya; akulah -- ayahmu; (3) v cak berganti; bertukar; berpindah: -- kereta (api)
ganti lapik perkawinan antara seorang duda dan adik perempuan mendiang istrinya; turun ranjang
ganti semangat [Huk] peninggalan berupa keris dan sejumlah uang di ruang tidur gadis dr laki-laki yg melarikan gadis sbg pemberitahuan kpd orang tuanya bahwa gadis itu kawin lari
gantung layar [kl] hadiah untuk orang yg menolong perahu (kapal) yg karam
gapil ga.pil [a] suka mencampuri (mengganggu dsb) urusan orang lain; usil
garam di kulumnya tak hancur [pb] orang yg pandai menyimpan rahasia
garang ga.rang [a] (1) pemarah lagi bengis; galak; ganas: bininya sangat --; (2) Mk kuat (hebat, gemar) sekali: -- bekerja; (3) terik (tt panas matahari) [v] , meng.ga.rang v memanaskan (mengeringkan, memasak) di atas bara api; memanggang; mengganggang
garis balik selatan [Geo ] garis 23,5o lintang selatan yg merupakan batas yg paling selatan lintasan semu matahari
garis balik utara garis 23,5o lintang utara yg merupakan batas paling utara lintasan semu matahari
garis belakang barisan orang yg ada di belakang medan juang (yg tidak langsung terlibat dl pertempuran); (2) Olr pemain belakang dl permainan sepak bola
garis kemelaratan batas keperluan hidup minimum seseorang
garis posisi angkasa [Lay] garis posisi yg didapat dr pengamatan suatu benda angkasa
garis tinggi [Mat] garis tegak lurus pd segitiga (yg ditarik dr titik puncak ke garis dasar); (2) Lay garis letak posisi kapal pd salah satu titik, yg didapat dr pengamatan benda angkasa
garit ga.rit [n] gores [Mk n] gerak [n] (1) garis memanjang hasil torehan benda tajam; (2) ki gundukan tanah yg memanjang menyerupai pematang yg akan ditanami: benih kacang panjang itu harus ditanam di atas ~
gasab ga.sab [v] meng.ga.sab v mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri
gaul ga.ul , ber.ga.ul v hidup berteman (bersahabat): ia tidak suka ~ dng orang yg tidak berpangkat
gawar-gawar ga.war-ga.war [n] tali dr rotan dsb yg diberi berumbai-rumbai daun nyiur dsb sbg tanda bahwa orang dilarang datang atau dilarang berjalan di situ (krn adanya penyakit menular dsb)
gaya bahasa [Ling] (1) pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dl bertutur atau menulis; (2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; (3) keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra; (4) cara khas dl menyatakan pikiran dan perasaan dl bentuk tulis atau lisan
gaya-gayanya ga.ya-ga.ya.nya [adv] rupa-rupanya; menurut lagaknya: ~ ia seorang guru yg sabar
gayang-gayang ga.yang-ga.yang [n] para-para; pemidang: dibuatkannya -- rendah tempat orang duduk, menaruh piring, dsb
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gayung bersambut [pb] menangkis serangan orang; menjawab (melayani) perkataan orang
gayung tua [pb] perkataan orang tua-tua biasanya benar
gebah ge.bah [v] , meng.ge.bah v menggertak; mengusik; menghalau: mereka ~ pengemis itu; pasukan anti huru-hara itu membubarkan kerumunan orang spt ~ lalat saja
gebrakan geb.rak.an [n] (1) pukulan dng pemukul berbidang lebar; (2) tindakan keras untuk menakuti dsb; (3) ki tindakan yg berani (yg tidak diperkirakan sebelumnya oleh orang lain); (4) kerja sama untuk mengerjakan sawah milik kepala desa (di Cirebon)
gedebak-gedebuk ge.de.bak-ge.de.buk [n] tiruan bunyi barang berat jatuh yg berturut-turut (atau bunyi langkah-langkah kaki yg berat): suara -- itu mengganggu orang tidur
gedebar-gedebur ge.de.bar-ge.de.bur [n] bunyi orang terjun ke air secara bergantian
gedongan ge.dong.an [n] bangunan rumah tempat tinggal yg bagus: orang ~ , orang yg tinggal di gedongan
geiser gei.ser [n] mata air panas yg mengeluarkan uap air atau gas yg disemburkan ke udara
gelagap ge.la.gap, ge.la.gap.an [a] (1) dl keadaan sulit bernapas; mengap-mengap; (2) kebingungan (tidak tahu apa yg harus dibuat): krn salah menyapa orang, ia menjadi ~; (3) ki berkata terhenti-henti (krn gugup dsb); tergegap-gegap
gelak ge.lak [n] suara tertawa yg keras: terdengar -- orang berpesta di tengah malam
gelambir ge.lam.bir [n] kulit (daging) yg menggelepai pd leher lembu, orang tua, dsb; pial ayam
gelandang ge.lan.dang [v] ber.ge.lan.dang.an v berjalan ke sana sini tidak tentu tujuannya; berkeliaran (untuk orang); bertualangan: yg berani ~ di jalan raya akan diusir oleh petugas keamanan [Jw v] , meng.ge.lan.dang v menyeret orang (dng paksa) [n Olr] pemain sepak bola pd bagian tengah
gelandangan ge.lan.dang.an [n] orang yg bergelandangan; orang yg tidak tentu tempat kediaman dan pekerjaannya
gelandot ge.lan.dot , meng.ge.lan.doti v memegangi sambil bergayut pd tangan seseorang (sehingga memberatkan); mengganduli
gelanggang ge.lang.gang [n] (1) ruang atau lapangan tempat menyabung ayam, bertinju, berpacu (kuda), berolahraga, dsb; (2) medan perang (pertempuran, perjuangan); (3) lingkaran yg mengelilingi (bulan, matahari, dsb)
geledah ge.le.dah [v] , meng.ge.le.dah v memeriksa (orang, rumah, dsb) untuk mencari sesuatu (spt barang larangan, barang curian, surat-surat bukti): petugas keamanan ~ kopor yg dicurigai berisi barang-barang terlarang
geledang ge.le.dang , meng.ge.le.dang v mendepangkan tangan (spt hendak menahan atau menghadang orang lalu)
gelek ge.lek [v] , meng.ge.lek v (1) menggilas; melindas; menggiling: truk itu menabrak dan ~ seorang anak berumur tujuh tahun sehingga meninggal dunia; (2) berguling; bergolek: bola besi yg berat itu ~ perlahan-lahan; (3) menggulung-gulungkan (sagu, lilin, dsb) supaya bangunnya bulat torak: ~ lilin [v] , meng.ge.lek v mencenderungkan diri (mengubah sikap) supaya tidak kena pukulan dsb; mengelak
gelembur ge.lem.bur , meng.ge.lem.bur v berkerut-kerut (tt kulit): orang tua itu kulitnya telah ~
gelenang ge.le.nang , ter.ge.le.nang v tergenang (tt air mata); menggenang: tampak air mata ~ di matanya
geletak ge.le.tak /gelEtak/, meng.ge.le.tak v (1) menelentangkan (diri): krn lelah dan mengantuk, ia ~ begitu saja di pinggir jalan; (2) terkapar; terletak begitu saja: orang yg terserempet mobil itu masih ~ di tepi jalan, belum ada yg mengurusinya
geli geman berasa nyeri spt melihat orang yg kepalanya pecah atau terluka parah
gelimbir ge.lim.bir [a] bergantung menggelepai (spt pipi orang tua)
gelingsir ge.ling.sir , ber.ge.ling.sir v beringsut turun atau maju; turun (tt matahari); menggelingsir
gelintar ge.lin.tar , meng.ge.lin.tar v berkeliling spt mencari sesuatu: ada orang yg mencurigakan ~ di dekat rumahmu
gelintir ge.lin.tir [n] (1) gentel; butir (spt pil atau tablet); (2) penggolong benda untuk orang yg berjumlah tidak tentu: yg datang ke perpustakaan itu hanya beberapa -- manusia
gelintiran ge.lin.tir.an [n] butiran: orang-orang terlebih dahulu membeli ~ kemenyan sbg syarat
gelitar ge.li.tar , meng.ge.li.tar v meronta-ronta; menggelodar: orang yg sakit saraf itu ~ hendak melepaskan diri dr pegangan para perawat
gelora ge.lo.ra [n] (1) gerakan gelombang yg hebat spt dikarau; banjir besar: perahu kami pecah dipontang-pantingkan --; (2) hujan dan badai: pd musim -- pelayaran sangat berbahaya; (3) ki perasaan yg seakan-akan bergolak hebat: tenanglah jangan kauturutkan -- hatimu; (4) ki gejolak: tidak seorang pun yg dapat menentang -- semangat pemuda memberantas pemberontakan itu
gelosang ge.lo.sang [v] , meng.ge.lo.sang v menggesa-gesakan; memburu-buru (orang bekerja dsb) supaya lekas selesai: janganlah kau ~ , biar lambat asal selamat
gembong gem.bong [n] (1) harimau yg bulunya belang-belang; (2) cak jagoan; pendekar: ia -- pemuda di desa ini; (3) cak orang yg terkemuka: -- petani itu telah mendapat penghargaan
gemeletap ge.me.le.tap [v] berbunyi "tap, tap" spt bunyi kaki orang berlari
gemeresik ge.me.re.sik [v] berbunyi "kersik-kersik" spt bunyi sepatu orang berjalan di atas kersik kering atau batu kerikil: tiba-tiba ada suara -- lembut yg terdengar
Gemini Ge.mi.ni [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa (tampak pd malam hari bulan Januari -- Mei); (2) Astrol zodiak ke-3 yg digambarkan dng orang kembar sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni; Mintuna; Jauza
genang ge.nang , ber.ge.nang v (1) terhenti mengalir (tt air); (2) berlinang-linang di mata (tt air mata): ~ air matanya mendengar cerita sedih itu; (3) tertutup atau terendam air (yg tidak mengalir): tanaman padi menjadi busuk krn ~ berhari-hari
gendam gen.dam [n] mantra atau guna-guna yg dapat membuat orang menjadi terpesona; pesona
generalis ge.ne.ra.lis [n] orang yg keterampilan atau minatnya mencakupi beberapa bidang yg berbeda
generalisasi empiris tesis, hukum, atau hipotesis berdasarkan pengamatan thd kenyataan tertentu dan spesifik
generasi ge.ne.ra.si [n] (1) sekalian orang yg kira-kira sama waktu hidupnya; angkatan; turunan; (2) masa orang-orang satu angkatan hidup: kira-kira dua -- lagi bangsa Indonesia sudah dapat berbahasa nasional dng baik dan benar
genial ge.ni.al [a] luar biasa (tt kecerdasan berpikir); hebat: ia seorang yg --
geomansi ge.o.man.si [n] ilmu meramal yg berdasarkan pengamatan pd garis-garis atau gambar-gambar
gerabak ge.ra.bak [Lihat {gerabang}] , meng.ge.ra.bak v bercucuran (tt air mata dsb): air matanya ~ , ge.ra.bak-ge.ru.buk a (1) berbunyi ramai; gaduh (spt kursi jatuh); (2) berbuat sesuatu dng tergesa-gesa, tidak keruan
gerak ge.rak [n] (1) peralihan tempat atau kedudukan, baik hanya sekali maupun berkali-kali: tiap-tiap -- tentu ada sebab; (2) dorongan (batin, perasaan, dsb): jangan selalu kauperturutkan -- hatimu; (3) denyut-denyut atau kedut-kedut (pd mata, bibir, dsb) yg dianggap sbg firasat atau gelagat: ia risau akan -- pd matanya
gerak tentangan [Sas] gerak seorang pemain di atas pentas yg berlawanan dng gerak kelompok pemain pd umumnya
gerbong ger.bong [n] wagon kereta api (untuk orang atau barang)
gerebek ge.re.bek [Lihat {garebek}] [Jk v] , meng.ge.re.bek v mendatangi dng tiba-tiba untuk menangkap (menggeledah, menyergap, dsb) yg dilakukan orang banyak: polisi ~ orang yg sedang bermain judi itu
gergaji balik gergaji besar yg ditarik oleh dua orang untuk membuat papan dsb
gergasi ger.ga.si [kl n] raksasa yg besar, suka makan orang: di dl hutan pertapaan itu ada seorang -- perempuan
gerhana ger.ha.na [n] bulan (matahari) gelap sebagian atau seluruhnya dilihat dr bumi; eklips; (2) a ki dl kesulitan (kesusahan)
gerhana bulan cahaya bulan tidak sampai ke bumi krn titik pusat geometri bulan, bumi, dan matahari terletak pd satu garis dan bumi berada di tengahnya
gerhana sebagian gerhana bulan atau gerhana matahari sebagian
gerhana total gerhana bulan atau gerhana matahari total
geriap ge.ri.ap , meng.ge.ri.ap v menjadi kecil (tt mata krn mengantuk, atau tt lampu krn kekurangan minyak, dsb) , meng.ge.ri.ap Jk v (1) berdiri bulu roma krn terkejut; (2) terurai lepas (tt rambut)
gerigis ge.ri.gis [a] bergigi atau bertakik-takik tajam (spt mata pisau yg rusak, kikir)
gerilyawan ge.ril.ya.wan [n] orang (pasukan) yg bergerilya
gerombol ge.rom.bol , ber.ge.rom.bol v berkumpul membentuk kelompok (pasukan dsb): penjahat-penjahat ~ sepuluh sampai lima belas orang
gerontokrasi ge.ron.to.kra.si [n] pemerintah atau badan pemerintahan yg dikendalikan oleh orang-orang tua
gerumit ge.ru.mit [Lihat {gerupis}] [Jk] , meng.ge.ru.mit a lambat sekali (jalannya); menggeremet: orang yg sudah tua sekali jalannya ~
geser ge.ser [v] , ber.ge.ser v (1) bergesek; bergesel; bergosokan: dua benda yg ~ menimbulkan panas; (2) beringsut; beralih sedikit: batu besar itu tidak ~ sedikit pun meskipun didorong oleh beberapa orang
gesit ge.sit [a] giat; cekatan: ia seorang pemain bola yg --
gibah gi.bah [Ar v] membicarakan keburukan (keaiban) orang lain: -- dilarang dl agama Islam
gibang gi.bang [Jk v] , meng.gi.bang v menghalangi jalan orang
gibtah gib.tah [Ar n] keinginan thd suatu benda spt yg dimiliki orang lain tanpa rasa dengki thd orang yg memilikinya
gigih gi.gih [a] (1) tetap teguh pd pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot: ia dikenal sbg seorang pejuang yg -- menentang penjajahan; (2) ulet (dl usaha) [v] gigil
gigolo gi.go.lo [n] (1) laki-laki bayaran yg dipelihara seorang wanita sbg kekasih; (2) laki-laki sewaan yg pekerjaannya menjadi pasangan berdansa
gila harta terlalu mengejar-ngejar kekayaan; (2) mata duitan
gila hormat terlalu ingin dihormati orang lain
gila-gilaan gi.la-gi.la.an [v] bertingkah laku spt orang gila; pura-pura gila dsb; (2) v berbuat dng sekehendak hati (seenak hati, asal-asalan saja): usul yg ~; ia menjalankan mobilnya dng ~; (3) a kurang ajar (berbuat yg melanggar kesopanan); keterlaluan: sikap dan perbuatannya sungguh ~ thd gadis itu; (4)a nekat (membangkang thd larangan): semakin dilarang semakin ~ dia melarikan motornya
gili-gili gi.li-gi.li [n] (1) tambak; tanggul; pematang; (2) tempat yg ditinggikan di tepi jalan untuk pejalan kaki; trotoar
girah gi.rah [a Isl] cemburu thd musuh agama dsb: ia berpandangan tajam, jernih, fanatik, dan -- thd keselamatan dakwah [n] pohon, Ellipeia nervosa
gitapati gi.ta.pa.ti [n] orang yg memimpin drumben; mayoret
gitaris gi.ta.ris [n] orang yg ahli bermain gitar; pemain gitar yg terampil
glabela gla.be.la [n] dahi di antara alis mata kiri dan alis mata kanan
gladiator gla.di.a.tor [n] orang yg mendapat upah, biasanya tawanan atau budak-budak, dng berkelahi di depan penonton atau di atas arena (pd Zaman Romawi)
glaukoma glau.ko.ma [n] bular hijau pd mata krn tekanan di dl mata bertambah tinggi akibat cairan bening kornea dan lensa mata tertahan: -- sering menimbulkan nyeri pd mata
gnomon gno.mon [n] (1) Astron instrumen kuno untuk menentukan tinggi matahari; (2 a) Mat bilangan yg ditambahkan pd bilangan kuadrat untuk mendapatkan bilangan kuadrat yg baru; (b) bentuk yg harus ditambahkan pd bentuk tertentu untuk mendapatkan bentuk yg baru
godok go.dok [v] meng.go.dok v (1) merebus: menjelang Idulfitri ham pir setiap ibu rumah tangga ~ ketupat; (2) ki mematangkan: mengolah: Pemerintah saat ini sedang ~ suatu ide pembinaan kesehatan pedesaan
gojlok goj.lok [v] meng.goj.lok v (1) menggerakkan sesuatu dng mengguncang-guncangkan tempatnya; (2) ki mengacau perasaan orang lain dng kata-kata kasar yg menyakitkan hati: para mahasiswa senior ~ calon-calon mahasiswa selama satu jam lebih
golongan go.long.an [n] puak; tumpukan; kelompok (orang): yg datang kemari kebanyakan ~ kaya
golongan Eropa go.long.an Eropa golongan bangsa yg terdiri atas: (1) orang Belanda; (2) orang Eropa lain yg bukan Belanda; (3) orang-orang bukan Eropa (spt Jepang) yg di negeri asalnya menganut hukum kekeluargaan yg bersifat (bercorak) sama dng Belanda dan dipersamakan dng Belanda
golongan Timur Asing go.long.an Timur Asing golongan bangsa yg tergolong bukan orang Eropa atau bukan orang bumiputra (pribumi) spt Cina, Arab, India, Pakistan
gompal gom.pal [a] (1) rompes; sompek: krn dipakai menetak tulang, mata pisau itu --; (2) rekah-rekah (tt tembok, jalan, dsb): lantainya -- dan berlubang-lubang
gondrong gon.drong [a] panjang krn lama tidak dipangkas (tt rambut orang laki-laki): ketika pertama kali ditemukan di hutan, watak anak itu beringas, kukunya panjang, dan rambutnya -- sampai ke bahu
gongli gong.li [n] gadis yg melacurkan dirinya untuk kesenangan semata-mata tanpa memerlukan uang bayaran
gonyeh go.nyeh [v] meng.go.nyeh v mengunyah-ngunyah spt orang yg tidak bergigi
gonyel go.nyel /gonyEl/ v, meng.go.nyel v (1) menekan-nekan atau memijit-mijit perlahan-lahan (pd orang sakit); (2) menggonyeh; menggigit-gigit puting susu (tt bayi)
gorila go.ri.la [n] orang utan; mawas
gosip go.sip [n] obrolan tt orang-orang lain; cerita negatif tt seseorang; pergunjingan: keretakan rumah tangga itu berasal dr ~ yg sampai ke telinga istrinya dan dipercayainya begitu saja tanpa diteliti lebih dulu
gotong go.tong [v] meng.go.tong v membawa (barang yg berat) bersama-sama oleh dua orang atau lebih: mereka pulang dng ~ ikan yg besar [v] meng.go.tong v membayar utang orang yg telah meninggal secara bergotong-royong dilakukan oleh ahli warisnya
grasi gra.si [n] ampunan yg diberikan oleh kepala negara kpd orang yg telah dijatuhi hukuman
gravitasi semesta gaya tarik-menarik antara matahari dan anggota tata surya yg lain
grogi gro.gi [a] merasa canggung atau takut berhadapan dng orang banyak: saya -- tidak berani maju
gubang gu.bang [n ] perahu layar (pd suku Orang Laut di Riau) [n] takik-takik pd pohon untuk tumpuan memanjat [Lihat {gobang}]
gugah gu.gah [v] meng.gu.gah v (1) menjagakan; membangunkan orang tidur; (2) membangkitkan; menyentuh hati
gugur gu.gur [v] (1) jatuh sebelum masak (tt buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tt bayi); runtuh (tt tanah); (2) batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi: calon yg tidak datang dinyatakan -- sbg peserta; (3) mati dl pertempuran: dua orang prajurit -- dl pertempuran itu; (4) kalah; rontok: petinju harapan kita -- pd ronde kedua
gulah gu.lah [n] peribadatan seseorang yg melebihi ketentuan syarat Allah
gumul gu.mul [Bt n] bayi yg bentuk tubuhnya bundar spt bola: sewaktu lahir ke dunia, bentuk fisiknya -- [v] , ber.gu.mul v (1) bergulat; bergelut: keduanya ~ di muka orang banyak; (2) ki melibatkan diri dng: sehari-hari dia harus ~ dng sampah-sampah untuk menghidupi keluarganya
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
gunawan gu.na.wan [n] orang yg mempunyai sifat-sifat yg baik; orang atau benda yg banyak manfaatnya (gunanya)
gunjingan gun.jing.an [n] yg dipergunjingkan; umpatan; pembicaraan: ia tidak ingin menjadi ~ orang, ia terpaksa menceraikan istrinya
gunung juga yg dilejang panas [pb] (1) biasanya orang yg sudah kaya yg mendapat untung atau bertambah kaya; (2) orang yg telah berbuat kejahatan
guru agama guru yg mengajarkan mata pelajaran agama
guru kencing berdiri [pb] kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya)
gusar gu.sar [v] marah; berang: ia tidak -- thd orang-orang yg berduyun-duyun meminta sedekah itu
ha [p] kata seru untuk menyatakan girang: -- , itu dia yg kucari; (2) p kata seru untuk mengejek: -- , mana mungkin ia dapat memenangkan pertandingan itu; (3) p kata seru untuk menyatakan rasa lega: -- , akhirnya terungkap juga rahasianya; (4) p kata seru yg menyatakan terkejut; (5) n suara orang tertawa lepas; (ha kecil: ) n nama huruf ke-6 abjad Arab (ha besar: ) n nama huruf ke-27 abjad Arab [n] nama huruf h
habib ha.bib [n] (1) yg dicintai; kekasih; (2) panggilan kpd orang Arab yg berarti tuan; panggilan kpd orang yg bergelar sayid
habis manis sepah dibuang [pb] sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dsb) [pb] setelah tidak berguna atau disukai lagi, lalu dibuang atau dilupakan [pb] mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yg sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dr dirinya
habis-habisan ha.bis-ha.bis.an [adv] (1) hingga habis sama sekali (tidak ada yg tertinggal): rumah orang kaya itu telah dirampok ~; (2) terlampau sangat: krn kesalahan itu, ia dicaci maki ~
habitat ha.bi.tat [n] (1) tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelom-pok masyarakat; (2) Bio tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yg alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli; (3) Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dng kondisi tertentu pd permukaan bumi
habituasi ha.bi.tu.a.si [n] pembiasaan pd, dng, atau untuk sesuatu; penyesuaian supaya menjadi terbiasa (terlatih) pd habitat dsb: -- diri dng iklim tropis (bagi orang Eropa yg tinggal di daerah panas); -- kuda dng bunyi tembakan (melatih agar tidak ketakutan apabila mendengar bunyi tembakan)
hablur hab.lur [n] (1) benda keras yg bening spt kaca; kristal; (2) Kim bentuk padat yg homogen dan bersudut dr suatu zat; (3) ki sesuatu yg tampak bening berkilau (tt mata); bersinar-sinar: gadis itu bermata --
Habsyi Hab.syi [n Sas] (1) negeri Etiopia; (2) orang Afrika
habuan ha.bu.an [kl n] banyaknya makanan untuk tiap orang; porsi; bagian
hadapan ha.dap.an [n] (1) muka; depan: ia menunggu di ~ rumah; jangan membuat malu di ~ orang banyak; (2) yg akan datang: pameran itu diselenggarakan bulan ~; (3) pada (pd alamat surat): ke ~ Ayahanda
hadas ha.das [n] keadaan tidak suci pd diri seorang muslim yg menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dsb
hadiah ha.di.ah [n] (1) pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan): ia menerima bermacam-macam -- pd perayaan ulang tahunnya kemarin; (2) ganjaran (krn memenangkan suatu perlombaan): panitia menyediakan -- uang dan piala bagi pemenang pertama; (3) tanda kenang-kenangan (tt perpisahan); cendera mata: pd pesta perpisahan itu, kami menyampaikan -- untuk yg pergi
hadir ha.dir [v] ada; (ada) datang: semua orang yg diundang dapat -- dl rapat itu
hadirat ha.di.rat [n] (1) hadapan: dng tenang ia menghadap ke -- Tuhan; (2) yang mulia (dipakai di dl sastra lama untuk orang yg dimuliakan) [n] semua yg hadir (perempuan)
hadirin ha.di.rin [n] semua orang yg hadir: dl pertemuan itu -- diminta menyumbang sekadarnya untuk membantu para korban bencana alam
hadis sahih hadis yg benar (dapat ditelusuri dan diandalkan orang-orang yg meriwayatkannya)
hafal ha.fal [v] (1) telah masuk dl ingatan (tt pelajaran): saya sudah mempelajari dan juga -- isinya; (2) dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain): banyak orang yg -- nomor telepon barisan pemadam kebakaran
hagiografi ha.gi.o.gra.fi [n] (1) buku atau tulisan yg memuat riwayat hidup dan legenda orang-orang suci; (2) riwayat hidup orang-orang suci
haid pertama tanggal atau umur yg menyatakan awal dr masa reproduksi seorang wanita dan pd umumnya terjadi antara umur 10-14 tahun
hajar Aswad batu hitam yg menempel di sudut Kakbah sebelah tenggara, yg dr arahnya orang mulai dan mengakhiri tawaf dl melaksanakan ibadah haji dan umrah
hajat ha.jat [n] (1) maksud; keinginan; kehendak: apa -- mu datang ke sini?; (2) kebutuhan atau keperluan: aku merasa diberi -- hidup yg melimpah dan nikmat; (3) selamatan: semua kenalan akan kami undang dl -- itu; (4) kotoran; tinja: siapa yg membuang -- di kebun?
hajat masyarakat keperluan utama orang banyak, baik lahiriah maupun rohaniah: -- seni hajat kecil
haji ha.ji [n] (1) rukun Islam kelima (kewajiban ibadah) yg harus dilakukan oleh orang Islam yg mampu dng mengunjungi Kakbah pd bulan Haji dan mengerjakan amalan haji, spt ihram, tawaf, sai, dan wukuf; (2) sebutan untuk orang yg sudah melakukan ziarah ke Mekah untuk menunaikan rukun Islam yg kelima: sekembalinya dr Tanah Suci ia menambahkan gelar -- di depan namanya
haji badal ibadah haji yg amalan hajinya dikerjakan oleh seseorang yg telah melaksanakan haji untuk mewakili orang lain, pahalanya diniatkan untuk orang lain yg dimaksud (yg telah meninggal dunia)
hajib ha.jib [n] (1) Ar penjaga pintu; (2) Isl keluarga orang mati yg menghalangi (mendinding) keluarga lain yg sekerabat sehingga warisan keluarga orang yg mati itu tidak terbagikan ke luar
hak [a] benar: mereka telah dapat menilai mana yg -- dan mana yg batil; (2) n milik; kepunyaan: barang-barang ini bukan -- mu; (3) n kewenangan: dng ijazah itu ia mempunyai -- untuk mengajar; (4) n kekuasaan untuk berbuat sesuatu (krn telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb): semua warga negara yg telah berusia 18 tahun ke atas mempunyai -- untuk memilih dan dipilih dl pemilihan umum; (5) n kekuasaan yg benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu: menantu tidak ada -- atas harta peninggalan mertuanya; (6)n derajat atau martabat: orang Melayu pd waktu itu tidak sama -- nya dng orang Eropa; (7) n Huk wewenang menurut hukum [n] telapak sepatu pd bagian tumit yg relatif tinggi: sepatu dng -- tinggi sedang digemari oleh wanita karier [n] alat untuk merenda (yg ujungnya berkait) dibuat dr logam [n] logam berkait (sepasang) untuk mengancingkan pinggang celana atau baju perempuan
hak bersama hak yg dimiliki oleh beberapa orang terhadap suatu objek
hak bertanya hak anggota DPR, baik perseorangan maupun bersama-sama, untuk mengajukan pertanyaan kpd presiden atau pemerintah
hak cipta hak seseorang atas hasil penemuannya yg dilindungi oleh undang-undang (spt hak cipta dl mengarang, menggubah musik)
hak guna bangunan hak untuk membangun dan mempunyai bangunan di atas tanah orang lain atau tanah negara untuk jangka waktu tertentu
hak ingkar [Huk] hak seseorang yg diadili untuk mengajukan keberatan dng disertai alasan thd hakim yg akan mengadili perkaranya
hak kepribadian hak untuk menggunakan harkat martabat manusia (jiwa, tubuh, kehormatan) dng leluasa
hak menumpang karang hak untuk memiliki bangunan atau tanaman yg ada pd tanah milik orang lain, biasanya dng membayar sejumlah uang sbg pengganti kerugian bagi pemilik tanah; hak opstal
hak opstal hak untuk membangun atau menanam sesuatu di atas tanah yg menjadi milik orang lain
hak paten hak yg diberikan oleh pemerintah kpd seseorang atau perusahaan atas permohonannya untuk menikmati sendiri temuannya serta perlindungan thd kemungkinan peniruan oleh pihak lain atas ciptaan atau temuannya itu
hak peserta hak masyarakat hukum adat untuk memiliki tanah secara perseorangan mengambil hasil hutan, hasil air, berburu, menciptakan hak milik atas tumbuh-tumbuhan dsb
hak preferensi hak istimewa bagi penagih (orang yg berpiutang); (2) hak untuk memperoleh keuntungan dr suatu benda dng melalui penagih lainnya yg tidak mempunyai hak preferensi itu
hak prerogatif hak khusus atau hak istimewa yg ada pd seseorang krn kedudukannya sbg kepala negara, msl memberi tanda jasa, gelar, grasi, amnesti
hak pribadi wewenang seseorang mengenai hubungannya dng orang lain
hak rantau hak seseorang atau golongan atas jalur tanah sepanjang tepian sungai krn membuka tanah tsb
hak siar hak seseorang atau instansi untuk menyiarkan sesuatu
hak terbit [Graf] hak seorang penulis atas penerbitan karya tulisnya
hak veto hak yg dimiliki seseorang atau badan tertentu untuk menolak suatu keputusan
hakikat ha.ki.kat [n] (1) intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya): pd -- nya mereka orang baik-baik
hakiki ha.ki.ki [a] benar; sebenarnya; sesungguhnya: orang yg melaksanakan ajaran Islam secara sempurna akan mencapai kebahagiaan yg -- di dunia dan akhirat
hakim ha.kim [n] (1) orang yg mengadili perkara (dl pengadilan atau mahkamah): keputusan -- tidak dapat diganggu gugat; (2) pengadilan: perkaranya sudah diserahkan kpd --; (3) juri; penilai (dl perlombaan dsb) [n] orang pandai-pandai, budiman, dan ahli; orang yg bijak
hakul adam ha.kul adam [n] hak milik perseorangan
halaik ha.la.ik [kl n] penyembah berhala; orang yg tidak menganut agama
halalbihalal ha.lal.bi.ha.lal [n] hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang: -- merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia
halilintar ha.li.lin.tar [n] kilat; mata petir
halimunan ha.li.mun.an [a] tidak kelihatan, orang -- , orang halus (siluman, orang bunian)
halitosis ha.li.to.sis [n] mulut atau yg berbau busuk (kelainan pd seseorang)
halma hal.ma [n] permainan di atas papan atau karton bergambar bintang bersudut enam yg dimainkan oleh tiga orang, masing-masing memakai orang-orangan yg berlainan warnanya berjumlah lima belas buah yg kesemuanya harus dimasukkan ke dl kubu di seberang kubunya
halo besar halo di sekitar matahari atau bulan yg berjari-jari sudut 45o, yg bagian dalamnya berwarna merah dan bagian luarnya berwarna biru
halus ha.lus [a] (1) lumat; kecil-kecil: garam --; (2) tidak kasar; lembut; licin: baju itu dibuat dr bahan yg --; kulit wanita itu --; (3) baik (budi bahasa); sopan; beradab; tidak kasar (tt perbuatan dsb): -- budi bahasanya; -- tutur katanya; (4) tidak tampak dan tidak dapat diraba; berupa roh: orang --; (5) bermutu; baik (tt barang tenunan, ukir-ukiran, dsb): ia baru saja membeli barang-barang -- di toko itu
hambat ham.bat [v] , meng.ham.bat v membuat sesuatu (perjalanan, pekerjaan, dsb) menjadi lambat atau tidak lancar; menahan: jembatan yg rusak itu ~ perjalanan kereta api; kekurangan gizi dapat ~ pertumbuhan anak [v] , meng.ham.bat v (1) mengejar (hendak menangkap, menyerang, dsb): harimau itu ~ patik; (2) menawan (menarik): ia pandai ~ hati orang
hambur ham.bur , ber.ham.bur.an v (1) (keluar) bertaburan ke sana-sini: berasnya ~ dr karung yg berlubang itu; (2) berserak-serak di sana-sini: mereka mencari batu karang yg ~ di sepanjang pantai; (3) berjalan (pergi, lari, dsb) ke berbagai arah: anak-anak ~ keluar dr halaman sekolah; (4) berjalan (pergi, lari, dsb) beramai-ramai (bersamaan waktu dsb): anak-anak ~ terjun ke sungai; (5) ki bercucuran; bertitik-titik (tt air mata): air matanya ~ spt mutiara putus karangan
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
hancur badan dikandung tanah [pb] budi bahasa yg baik tidak akan dilupakan orang
handelar han.de.lar [n] orang yg melakukan usaha di bidang perdagangan; pedagang
hantu haru-haru hantu yg suka menculik orang dan membawanya ke tempat yg sukar dicapai
hantu suluh hantu yg biasa kelihatan pd malam hari berkejar-kejaran dng suluhnya spt orang menangkap ikan
hanyut ha.nyut [v] (1) terbawa oleh arus (banjir, ombak, dsb); terbawa mengalir: beberapa rumah telah --; (2) habis; hilang; lenyap: -- harta bendanya; (3) ki terharu: -- hatinya menyaksikan keadaan para pengungsi itu; (4) ki terlalu asyik: ia sedang -- dl lamunannya; (5) ki pergi jauh-jauh; mengembara: lebih baik -- ke negeri orang dp hidup menanggung malu; (6) berhanyut
hanyut dipintasi [pb] menolong orang pd waktu kesusahan
harapan ha.rap.an [n] (1) sesuatu yg (dapat) diharapkan: ia mempunyai ~ besar dapat memenangkan pertandingan itu; (2) keinginan supaya menjadi kenyataan: ~ ku agar ia kelak menjadi orang yg berguna bagi nusa dan bangsa; (3) orang yg diharapkan atau dipercaya: pemuda ~ bangsa
harga har.ga [n] (1) nilai barang yg ditentukan atau dirupakan dng uang: mobil ini sangat mahal -- nya; (2) jumlah uang atau alat tukar lain yg senilai, yg harus dibayarkan untuk produk atau jasa, pd waktu tertentu dan di pasar tertentu; (3) ki kehormatan (diri): tahu akan -- dirinya; (4) ki guna (arti, kepentingan, kabar, dsb): saran itu dianggap tidak ada -- nya untuk diperhatikan
harga hidup harga mati denda adat (di Manado) yg dijatuhkan kpd seseorang yg melukai atau membunuh orang
hari ha.ri [n] (1) waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; (2) waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; (3) keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; (4) waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima --
hari berbangkit [Isl] saat dibangkitkannya kembali orang-orang yg sudah mati; hari kiamat
hari bersalju hari dng adanya salju paling sedikit di atas separuh permukaan tanah yg terlihat dr stasiun pengamatan
hari kiamat hari berakhirnya kehidupan dunia ini yg ditandai dng kehancuran bumi dan benda angkasa, bersamaan dng dibangkitkannya kembali orang-orang yg telah meninggal untuk diadili perbuatannya yg sudah-sudah
hari takwim waktu selama 24 jam, dimulai dr pukul 00.00-24.00; (2) sepertiga ratus enam puluh lima bagian dr satu tahun matahari yg dinyatakan dl hari dng satu periode bumi mengelilingi matahari
hari tua masa ketika orang telah tua
hari ulang tahun hari yg bertepatan dng tanggal dan bulan lahir (seseorang atau sesuatu); (2) hari lahir
harimau ditakuti krn giginya [pb] orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang krn kekuasaan dan pangkatnya
harimau mati meninggalkan belang [pb] orang yg berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati
harimau mengaum takkan menangkap [pb] orang yg mengancam dsb dng perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa
harimau menunjukkan belang nya [pb] orang yg memperlihatkan kekuasaannya
harmonium har.mo.ni.um [n] (1) alat musik gamit spt orgel kamar, dibunyikan dng menekan tombol pembuka lidah-lidah yg bergetar krn angin yg dipompa (pedal kaki), banyak dipakai sbg alat musik pengiring di gereja; (2) alat musik spt orgel kecil: orang Jakarta menggemari lagu berirama India dan Melayu dng iringan --
harpis har.pis [n] orang yg ahli dl memainkan harpa; pemain harpa
harta har.ta [n] (1) barang (uang dsb) yg menjadi kekayaan; barang milik seseorang; (2) kekayaan berwujud dan tidak berwujud yg bernilai dan yg menurut hukum dimiliki perusahaan
harta kelalah harta peninggalan dr seseorang (krn meninggal dunia), yg tidak mempunyai anak dan bapak
harta kubur benda atau harta milik orang yg meninggal yg ikut dikuburkan bersamanya
harta milik barang-barang yg menjadi milik atau kepunyaan orang atau badan
harta pelayaran harta perseorangan yg dikumpulkan selama merantau
harta pembawaan harta perseorangan yg masing-masing dibawa oleh; mempelai laki-laki dan mempelai perempuan ke dl perkawinan
harta peninggalan barang warisan dr seseorang yg meninggal
harta pusaka bapak setengah dr harta warisan seorang bapak yg harus dibagi di antara anak-anak dr istri yg berbeda-beda
harta pusaka rendah harta yg ditinggalkan oleh seorang wanita bagi anak-anaknya
hartal har.tal [n] bedak kuning dr berangan yg dicampur belerang, dipakai untuk bahan obat (boreh dsb), lulur pengantin, dan pemain wayang orang [n] pemogokan umum (salah satu cara perjuangan Gandhi melawan Inggris di India sebelum kemerdekaan)
hartawan har.ta.wan [n] orang yg banyak hartanya; orang kaya
hasid ha.sid [n] orang yg dengki
hasil kepala padi pajak yg dikenakan thd orang yg mendapatkan izin untuk mengerjakan tanah
hasut ha.sut [v] meng.ha.sut v (1) membangkitkan hati orang supaya marah (melawan, memberontak, dsb): ia ditangkap polisi krn ~ rakyat; (2) menggalakkan (anjing): mudah sekali ~ anjing itu
hati bak serangkak dibungkus [pb] orang yg sangat berharap akan mendapat sesuatu yg diingininya
hatif ha.tif [n] suara yg terdengar tanpa terlihat orangnya; suara dr langit; suara gaib
haudah hau.dah [Ar n] kemah di atas punggung gajah; tempat orang duduk yg bertenda di atas punggung gajah
hawa pantang kerendahan [pb] tidak mau kalah dng orang lain; -- nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dsb): ia tidak dapat menahan -- nafsunya
hebat he.bat [a] terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dsb): pertempuran itu -- sekali; kedua orang itu menampilkan permainan yg --; gempa bumi yg --
heboh he.boh [a] gaduh; ribut; gempar: orang-orang di pasar menjadi -- ketika mengetahui adanya kebakaran di kios itu
hedonisme he.do.nis.me [n] pandangan yg menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sbg tujuan utama dl hidup
helat he.lat [a] asing; lain; bukan keluarga: di kota-kota besar banyak orang --; baik sanak keluarga maupun orang -- banyak yg hadir pd resepsi pernikahannya [n] (1) orang yg datang menghadiri suatu pesta perkawinan dsb; tamu: pesta spt biasanya disertai dng menyembelih sapi dan memberi makan seluruh --; (2) pesta perkawinan dsb: banyak tamu yg datang untuk meramaikan -- putri tunggalnya itu [n] (1) tipu muslihat; tipu daya; (2) akal; (3) dalih; alasan
heliofit he.li.o.fit [n Bio] tanaman yg akan tumbuh dng subur pd tempat yg mendapat sinar matahari langsung
heliofobi he.li.o.fo.bi [n] sifat makhluk yg selalu berusaha menjauhi sinar matahari
heliograf he.li.o.graf [n] (1) alat perekam penyinaran matahari yg merekam lamanya penyinaran dan memberikan ukuran jumlah penyinaran secara kualitatif; (2) alat untuk membuat isyarat dng pertolongan sinar matahari dan cermin yg dapat diputar-putar
heliometer he.li.o.me.ter [n] alat astronomi untuk mengukur garis tengah matahari, menurut ukuran garis lengkung pengukur matahari
heliosentrik he.li.o.sen.trik [n Astron] teori yg menganggap matahari sbg pusat peredaran benda ruang angkasa
helioskop he.lio.skop [n] teropong untuk melihat matahari; teropong matahari (untuk mengukur derajat)
heliotaksis he.li.o.tak.sis [n Bio] reaksi positif atau negatif yg diberikan suatu organisme thd rangsangan yg berasal dr sinar matahari
helioterapi he.li.o.te.ra.pi [n] pengobatan dng berjemur di bawah panas atau sinar matahari (mandi sinar matahari untuk menyembuhkan penyakit)
heliotrop he.li.o.trop [n] alat yg memantulkan sinar matahari ke sebuah titik yg jauh (pd pengukuran derajat untuk memberi isyarat) [n] (1) tumbuhan yg mengarahkan dirinya ke matahari; (2) tanaman hias berbunga kecil-kecil berwarna putih atau kebiru-biruan; Heliotropium peruvianum [n] batu permata hijau dng bercak-bercak merah [a] ungu kemerah-merahan
heliotropisme he.li.o.trop.is.me [n] sifat bagian tumbuhan yg tumbuh ke arah datangnya sinar matahari
hemat pangkal kaya [pb] orang yg hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai
hempap hem.pap , meng.hem.pap v menindih: rumah yg roboh itu telah ~ beberapa orang yg berada di dalamnya
hendak minyak air [pb] memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya
heran he.ran [a] (1) merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; (2) aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar
hereditas he.re.di.tas [n] penurunan sifat genetik dr orang tua ke anak
herediter he.re.di.ter [a] menurun secara genetik dr orang tua kpd anak
hero he.ro [n] (1) orang yg dihormati krn keberanian (pribadi yg mulia dsb); pahlawan; (2) orang yg dikagumi krn kecakapan, prestasi, atau krn sbg idola; (3) Sas tokoh utama dl novel, puisi, dsb yg mampu menimbulkan rasa simpati pembaca
hesperidin hes.pe.ri.din [n Kim] glikosida yg diperoleh dr jeruk manis (Citrus aurantium) yg tidak matang, melarut dl air dan etanol; C28H34O15
heteronomi he.te.ro.no.mi [n] hal ketergantungan pd undang-undang atau kuasa orang lain
heteroseksual he.te.ro.sek.su.al [a] cenderung untuk melakukan hubungan seks dng orang yg berbeda jenis kelamin
heteroseksualitas he.te.ro.sek.su.a.li.tas [n] kecenderungan seseorang untuk melakukan hubungan seks dng orang yg berbeda jenis kelamin
hewan mentari hewan bersel satu, bangsa Helizoa, berkaki semu banyak yg langsing dan kaku, membentuk jari-jari dr bagian tengah serta terlihat spt matahari
hibah hi.bah [n] pemberian (dng sukarela) dng mengalihkan hak atas sesuatu kpd orang lain: rumah ini kami terima sbg -- dr paman
hibur hi.bur [v] meng.hi.bur v menyenangkan dan menyejukkan hati yg susah; melipur: kita harus ~ orang yg baru kematian anaknya itu
hidang hi.dang [v] meng.hi.dang.kan v (1) menyuguhkan (tt makanan, minuman, dsb) kpd orang lain; menyajikan; menyediakan; (2) ki mengemukakan (membentangkan dsb) dl rapat, surat kabar, dsb: majalah hiburan itu ~ bacaan segar; (3) mempertontonkan; memperagakan (tt tontonan, permainan, dsb): Prancis telah ~ permainan bola yg menarik
hidung tak mancung [pb] orang yg tidak turut campur dl suatu pekerjaan menjadi susah dan yg patut susah berdiam diri
hidup di awang [ki] hidup dl kemewahan (spt orang besar, orang kaya)
hidup dikandung adat [pb] selama hidup orang harus taat pd adat kebiasaan dl masyarakat
hidup dua muara [pb] mempunyai dua macam mata pencaharian [pb] hidup dng dua mata pencaharian
hidup sandar-menyandar umpama aur dng tebing [pb] perihal orang berlaki istri yg berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yg setia dan saling menolong
hidup spt musang [pb] tt orang jahat (pencuri) yg pd siang hari tidak kelihatan tetapi pd malam hari merayap mencari mangsanya
hidup tidak krn doa [pb] orang harus berusaha dng tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain
higiene mental prinsip serta ukuran untuk mengetahui keadaan kesehatan jiwa seseorang atau masyarakat dl usaha mencegah segala macam gangguan jiwa
higrograf hig.ro.graf [n] higrometer yg mampu mengadakan pengamatan kelembapan udara terus-menerus secara tercatat
hijab hi.jab [n] (1) dinding yg membatasi sesuatu dng yg lain: (2) Isl dinding yg membatasi hati manusia dan Allah; (3) dinding yg menghalangi seseorang dr mendapat harta waris: anak laki-laki adalah -- dr saudara sebapak
hijrah hij.rah [n] perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dr Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dsb dr tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah; (2) v berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dr suatu tempat ke tempat lain yg lebih baik dng alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dsb)
hilang hi.lang [v] (1) tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan: tiba-tiba benda itu -- dr pemandangannya; (2) tidak ada lagi perasaan (spt marah, jengkel, suka, duka), kepercayaan, pertimbangan, dsb: rasa marahnya kpd anak yg nakal itu sudah --; kepercayaan kpd orang yg setiap kali ingkar janji itu telah --; (3) tidak dikenang lagi; tidak diingat lagi; lenyap: ketenarannya -- begitu saja krn kejadian itu; (4) tidak ada, tidak kedengaran lagi (tt suara, bunyi, dsb): suara yg memanggil-manggil itu semakin -- dr pendengaran; (5) meninggal: ayahnya -- beberapa bulan yg lalu
hilang kilat dl kilau [pb] (kepandaian, kebesaran, dsb) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dsb
hilang rona krn penyakit [pb] orang yg tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang
hilau hi.lau [Mk v] , ber.hi.lau v (1) menari-nari beramai-ramai (di dekat harimau atau buaya yg tertangkap mati dsb); (2) meratapi orang mati dsb
hilir hi.lir [n] (1) bagian sungai sebelah muara: sampai ke -- sungai; (2) daerah sepanjang bagian muara sungai (daerah pesisir): orang --
hina hi.na [a] (1) rendah kedudukannya (pangkatnya, martabatnya): sesungguhnya aku ini orang yg --; (2) keji, tercela; tidak baik (tt perbuatan, kelakuan): zina merupakan perbuatan yg --
hingga hing.ga [n] batas penghabisan; batas: tidak ada -- nya; (2) p sampai: terasa sakit dr kaki -- perut; ia menunggu di rumah -- petang hari; (3) p sampai menjadi (atau sampai pd keadaan ...): ia menangis sepanjang malam -- bengkak kedua matanya
hipergami hi.per.ga.mi [n Antr] adat perkawinan dl sistem kasta yg mendorong agar seorang gadis menikah dng seorang pria dr kastanya sendiri atau dng pria dr kasta yg lebih tinggi
hiperkinesis hi.per.ki.ne.sis [n Psi] kemampuan yg dimiliki seseorang untuk menghayati sesuatu secara fisik lebih dr rata-rata orang pd umumnya, msl dapat memperkirakan dng tepat jarak antara dirinya dan benda lain tanpa usaha yg besar
hipermetropia hi.per.met.ro.pia [n Dok] keadaan dapat melihat dr jarak jauh lebih baik dp dr jarak dekat (umumnya terjadi pd orang tua); rabun dekat; hiperopia
hipnosis hip.no.sis [n Dok] keadaan spt tidur krn sugesti, yg pd taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yg memberikan sugestinya, tetapi pd taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali
hipnotis hip.no.tis [a] membuat atau menyebabkan seseorang berada dl keadaan hipnosis; berkenaan dng hipnosis
hipokrit hi.po.krit [a] munafik; (2) n orang yg suka berpura-pura
hirap hi.rap [v] hilang: rasa gembiranya lenyap bagai kabut -- diburu sinar matahari pagi
hirau hi.rau , meng.hi.rau.kan v memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan: ia tidak ~ nasihat orang tuanya
hiruk hi.ruk [a] gempar; gaduh; ramai dan ribut sekali; riuh rendah; riuh dan bising: -- pikuk suara orang dl pelelangan ikan itu terdengar dr jauh
hitam bagai pantat belanga [pb] sangat buruk (tt tabiat seseorang)
hitung-hitungan hi.tung-hi.tung.an [v cak] banyak perhitungan: tidak baik terlalu ~ kpd orang tua
hobi ho.bi [n] kegemaran; kesenangan istimewa pd waktu senggang, bukan pekerjaan utama: melukis itu sbg -- saja, bukan sbg mata pencahariannya
homogami ho.mo.ga.mi [n] (1) Antr kecenderungan orang memilih suami atau istri dr kedudukan sosial yg sama; (2) Bio perkawinan antara dua individu yg memiliki fenotipe dan genotipe sama
homoseksual ho.mo.sek.su.al [a] dl keadaan tertarik thd orang dr jenis kelamin yg sama
homoseksualitas ho.mo.sek.su.a.li.tas [n] kecenderungan untuk tertarik kpd orang lain yg sejenis
honorer ho.no.rer [a] (1) bersifat sbg kehormatan: anggota -- , wasit --; (2) bersifat menerima honorarium (bukan gaji tetap): guru -- , pegawai --
hormat hor.mat [a] menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; (2) n perbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi -- kpd tamu yg datang
hotel ho.tel [n] bangunan berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat makan orang yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum
hubungan analogi hu.bung.an analogi [Ling] tersubstitusikannya satu konstituen dng konstituen lain dl konstruksi penyematan
hubungan bapak-anak buah hu.bung.an bapak-anak buah jaringan sosial yg terwujud krn interaksi seseorang yg berkedudukan sosial tinggi dng orang-orang yg berkedudukan sosial lebih rendah, dl hal ini pihak yg kedua memberi jasa kpd pihak pertama yg telah memberi perlindungan
hubungan informal hu.bung.an informal hubungan di antara orang-orang dl organisasi yg tidak diatur dl dasar hukum pendirian organisasi
hubungan kekaryaan hu.bung.an kekaryaan hubungan antara pengusaha dan karyawan yg lebih bersifat hubungan perseorangan dp hubungan sbg anggota organisasi karyawan
hubungan luar nikah hu.bung.an luar nikah hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yg belum atau tidak menjadi suami istri
hubungan seks hu.bung.an seks kontak jasmaniah antarmanusia untuk kenikmatan
hubungan sosial hu.bung.an sosial hubungan seseorang dng orang lain dl pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat
hufaz hu.faz [n] penghafal Alquran: sebanyak 40 orang -- telah mengkhatamkan Alquran pd tujuh majelis
hujaj hu.jaj [Ar n] (bentuk jamak) orang yg telah menunaikan ibadah haji
hujan berbalik ke langit [pb] orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kpd orang yg lemah (bodoh, miskin, dsb)
hujan menimpa bumi [pb] kita tidak dapat melepaskan diri dr perintah orang yg berkuasa
hujan tempat berteduh hujan tempat ber.te.duh , panas tempat berlindung [pb] orang yg selalu memberi pertolongan kpd orang banyak
hukama hu.ka.ma [Ar n] (1) orang-orang cerdik pandai: majelis itu mengeluarkan fatwa keagamaan yg dipatuhi oleh segala -- dan ulama; (2) hakim-hakim
hukum jemur hukuman yg dilaksanakan dng jalan menjemur terhukum di terik matahari
hukum mungkal denda adat yg tinggi yg dijatuhkan kpd seseorang yg membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu
hukum perbuatan keseluruhan peraturan hukum mengenai hubungan kerja yg mengakibatkan seseorang secara pribadi ditempatkan di bawah pimpinan orang lain dan mengenai keadaan penghidupan yg langsung bersangkut-paut dng hubungan kerja itu
hukum perdata hukum yg mengatur hak, harta benda, dan hubungan antara orang dan orang dl satu negara
hukum perdata materiil hukum perdata yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dikenai hukum perdata, dan hukuman perdata yg dapat dijatuhkan
hukum pidana materiil hukum pidana yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dipidana, dan pidana yg dapat dijatuhkan
hukum pidana subjektif hak negara untuk menghukum orang yg melanggar peraturan hukum pidana objektif
hukum politik hukum yg mengatur hubungan hukum negara dng orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yg satu dan negara lainnya
hukum taklifi [Ar] hukum yg mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf
hukuman hu.kum.an [n] (1) siksa dsb yg dikenakan kpd orang yg melanggar undang-undang dsb; (2) keputusan yg dijatuhkan oleh hakim; (3) hasil atau akibat menghukum: dia yg berbuat, dia yg boleh ~
hukuman kawalan hu.kum.an kawalan hukuman yg berupa pencabutan kebebasan orang (orang yg dihukum tidak boleh bepergian dsb dng bebas)
hukuman mati hu.kum.an mati hukuman yg dijalankan dng membunuh (menembak, menggantung) orang yg bersalah
hukuman rotan hu.kum.an rotan hukuman yg dijalankan dng menyebat orang yg bersalah dng rotan
hulu hu.lu [n] (1) kl bagian tubuh dr leher ke atas; kepala: gering --; kalang -- , bantal, alas kepala pd waktu tidur; (2) bagian atas (sungai dsb); udik; ujung: ia pernah berlayar ke -- Sungai Musi; (3) desa; udik: orang --; (4) pegangan (pd pisau, keris): -- pisau; -- keris; (5) permulaan; pangkal; awal: -- musim; -- malang
huma akuan lingkungan tanah milik perseorangan
humanis hu.ma.nis [n] (1) orang yg mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yg lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia; (2) penganut paham yg menganggap manusia sbg objek terpenting; (3) penganut humanisme
humanisasi hu.ma.ni.sa.si [n] penumbuhan rasa perikemanusiaan: proses -- harus ditumbuhkan sejak seorang anak di bangku pendidikan rendah
humoris hu.mo.ris [n] orang yg mempunyai rasa humor: dia seorang --
huria hu.ria [n] (1) (daerah) persekutuan umat Kristen Protestan (pd suku Batak): seorang lulusan sekolah teologi harus dapat memimpin suatu --; (2) sidang gereja Protestan (pd suku Batak)
husnulkhatimah hus.nul.kha.ti.mah [n] penutupan akhir hidup yg baik dr seseorang
hutan hu.tan [n] (1) tanah luas yg ditumbuhi pohon-pohon (biasanya tidak dipelihara orang); (2) tumbuhan yg tumbuh di atas tanah yg luas (biasanya di wilayah pegunungan); (3) yg tidak dipelihara orang; yg liar (tt binatang dsb): ayam --; anjing --
huyung [v] ter.hu.yung v (berjalan dsb) bergoyang-goyang ke kiri kanan spt orang mabuk: nenek berjalan ~ menyambut kedatanganku
ia [pron] (1) orang yg dibicarakan, tidak termasuk pembicara dan kawan bicara; dia; (2) benda yg dibicarakan: buku adalah teman yg setia, -- tidak pernah mengkhianati pemiliknya [p] ya
ibu [n] (1) wanita yg telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --; (2) sebutan untuk wanita yg sudah bersuami; (3) panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum; (4) bagian yg pokok (besar, asal, dsb): -- jari; (5) yg utama di antara beberapa hal lain; yg terpenting: -- negeri; -- kota
ibu angkat wanita yg mengambil dan memelihara anak orang lain; ibu dr anak angkat
idealis ide.a.lis [n] (1) orang yg bercita-cita tinggi; (2) pengikut aliran idealisme
idealistis ide.a.lis.tis [a] berwatak seorang idealis; bersifat menuju cita-cita: sikap hidupnya yg -- menyebabkan ia tidak mudah menyerah pd rintangan
identifikasi iden.ti.fi.ka.si [n] (1) tanda kenal diri; bukti diri; (2) penentu atau penetapan identitas seseorang, benda, dsb; (3) Psi proses psikologi yg terjadi pd diri seseorang krn secara tidak sadar dia membayangkan dirinya spt orang lain yg dikaguminya, lalu dia meniru tingkah laku orang yg dikaguminya itu
identitas iden.ti.tas [n] ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri: -- pembunuh itu sudah diketahui polisi
ideologi ide.o.lo.gi [n] (1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup: dl pertemuan itu penatar menjelaskan dasar -- negara; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan: hal itu menjadi makanan empuk bagi -- asing yg ingin menginfiltrasi kita; (3)paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik: -- komunis menjadi pegangan bagi negara-negara yg selama ini disebut Blok Timur
ideologi politik sistem kepercayaan yg menerangkan dan membenarkan suatu tataan politik yg ada atau yg dicita-citakan dan memberikan strategi berupa prosedur, rancangan, instruksi, serta program untuk mencapainya; (2) himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan yg dimiliki seseorang atau sekelompok orang yg menjadi dasar dl menentukan sikap thd kejadian dan problem politik yg dihadapinya dan yg menentukan tingkah laku politik
idep [Jw n] bulu mata
idiolek idi.o.lek [n Ling] keseluruhan ciri perseorangan dl berbahasa
idiosinkrasi idi.o.sin.kra.si [n] (1) sifat, keadaan, atau hal yg menyebabkan sesuatu menjadi berlainan (krn tidak mengikuti aturan yg umum); (2) kelainan yg khas pd seseorang
idola ido.la [n] orang, gambar, patung, dsb yg menjadi pujaan: ia senang sekali krn penyanyi -- nya tampil dl pertunjukan itu
igau-igauan igau-igau.an [a] dl keadaan mengigau; sudah bangun dr tidur tetapi masih mengantuk: ~ berdirilah Masri sambil menggosok-gosok matanya [a] ramai sekali; riuh rendah: kuda itu tidak mau lari krn mendengar suara ~
iglo ig.lo [n] rumah orang Eskimo yg dibuat dr bongkah es
ijtimak ij.ti.mak [n] saat berakhirnya bulan lalu dan munculnya bulan baru dl penanggalan Hijriah; perihal bertemunya posisi bulan dan matahari dalam satu garis edar: -- akhir Ramadan
ijuk tak bersagar lunak tak berbatu [pb] seseorang yg tidak ada sanak saudaranya yg dimalui (ditakuti) orang
ikan koki ikan hias yg hidup di laut, bermata besar melotot, berkulit keemas-emasan
ikan pipih ikan yg bentuk tubuhnya simetris dng kedua mata pd tiap sisi kepala, termasuk subkelas Pelacopterygii, kelas Astcichtyes
ikan sebelah ikan yg berbadan gepeng, kedua belah matanya terletak di atas dan berdekatan krn yg satu telah berubah tempat, pindah ke sebelah atas juga; -- selar ikan kembung kecil, jenisnya bermacam-macam, spt -- selar ayam, -- selar bagat, -- selar bantal
ikan sekambu rusak oleh ikan seekor [pb] hanya krn keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk: -- terkilat, jala tiba, pb (1) sangat pandai dan tajam dl menangkap perkataan orang; (2) tindakan yg cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)
ikatan dinas ikat.an dinas perjanjian antara seseorang (pelajar dsb) dan instansi yg memberinya bantuan beasiswa
ikhtiar menjalani untung menyudahi [pb] orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kpd nasib)
ikhwan ikh.wan [Ar n] saudara; teman: tidak seorang pun di antara -- nya mengetahui hal itu
iklim ik.lim [n] (1) keadaan hawa (suhu, kelembapan, awan, hujan, dan sinar matahari) pd suatu daerah dl jangka waktu yg agak lama (30 tahun) di suatu daerah: -- sangat mempengaruhi kesuburan suatu daerah; (2) ki suasana; keadaan: kita meng-usahakan stabilitas ekonomi agar tercapai -- kerja yg baik
iklim gunung iklim yg dikuasai oleh faktor ketinggian, ditandai oleh rendahnya tekanan udara dan kuatnya radiasi matahari yg banyak mengandung sinar ultraviolet
ikram ik.ram [n] penghormatan; pemuliaan: sbg tanda -- thd tamunya, dipotongnya kambing untuk dimasak
ikut [v] (1) menyertai orang bepergian (berjalan, bekerja, dsb); turut; serta; (2) melakukan sesuatu sebagaimana dikerjakan orang lain: ia pergi ke Bogor -- bermain bola dng teman-temannya
ikut-ikut [v] (1) turut campur: anak-anak jangan ~ urusan orang tua; (2) meniru: wanita itu senang ~ mode baru
ikut-ikutan ikut-ikut.an [v] mengikut saja (pikiran, perbuatan, dsb) orang lain (tanpa kesadaran atau keinsafan): perbuatan harus didasarkan pd keinsafan dan bukan hanya ~
ilai [v] , meng.i.lai v meringkik-ringkik (tt kuda); tertawa keras (tt orang): maka raja itu pun tertawalah ~
ilegal ile.gal [a] tidak legal; tidak menurut hukum; tidak sah: orang asing itu masuk ke Indonesia secara --
ilmu eksakta ilmu yg berdasarkan ketepatan dan kecermatan dl metode penelitian dan analisis
ilmu firasat pengetahuan tt keadaan muka orang dsb yg bertalian dng tabiatnya
ilmu hitam pengetahuan tt kebatinan yg berhubungan dng pekerjaan setan atau pekerjaan mencelakakan orang (spt membuat orang gila, mencuri dng bantuan makhluk halus)
ilmu kebidanan cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng kelahiran bayi dan pertolongan kpd orang bersalin; obstetri
ilmu klenik ilmu yg mengajarkan hal yg mengandung rahasia (spt ilmu yg dapat membuat orang tunduk atau jatuh cinta)
ilmu lintabung [ki] bodoh tetapi sombong (tt seseorang) [ki] orang yg bodoh tetapi sombong
ilmu pengetahuan sosial ilmu pengetahuan yg merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial (spt sejarah, ekonomi, geografi)
ilmu putih ilmu batin yg digunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk mengobati orang sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dsb)
ilmu sakti ilmu tt kekuatan yg dimiliki oleh seseorang yg didorong oleh tenaga gaib
ilmuwan il.mu.wan [n] orang yg ahli atau banyak pengetahuannya mengenai suatu ilmu; orang yg berkecimpung dl ilmu pengetahuan: kalangan -- kini merasa yakin bahwa bulan telah tercipta beribu-ribu tahun yg lalu
iluminasi ilu.mi.na.si [n] penerangan (dng sinar matahari atau sinar buatan, spt lampu hias)
ilusi ilu.si [n] sesuatu yg hanya dl angan-angan; khayalan; (2) n pengamatan yg tidak sesuai dng pengindraan; (3) a tidak dapat dipercaya; palsu
ilusionis ilu.si.o.nis [n] (1) pengkhayal; (2) orang yg dapat mengeluarkan suara tanpa menggerakkan mulut seolah-olah suaranya keluar dr sebuah boneka; (3) tukang sulap
ilustrator ilus.tra.tor [n] orang yg melukis gambar hias untuk majalah, buku, dsb: dia pernah menjadi -- buku-buku terbitan Balai Pustaka
imajinasi ima.ji.na.si [n] (1) daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; (2) khayalan
imbas im.bas [n] (1) gerakan atau aliran udara (ditimbulkan oleh gerakan kipas, benda bergerak, dsb); (2) dorongan; akibat (tanpa disengaja terjadinya); (3) penyakit yg disebabkan oleh hantu yg lewat dsb: kata orang tua-tua, pd waktu magrib janganlah keluar rumah krn dapat terkena -- hantu; (4) Fis perolehan sesuatu sbg akibat pengaruh sesuatu yg lain, msl imbas elektrostatik adalah pemberian muatan listrik statik pd sebuah benda dng cara mendekatkan benda itu (tetapi tidak menyentuh) kpd sebuah benda yg sudah bermuatan listrik statik
imbau im.bau [Mk v] meng.im.bau v (1) memanggil; menyebut nama orang; (2) meminta (menyerukan) dng sungguh-sungguh; mengajak: pemerintah ~ masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan
imbesil im.be.sil [a Psi] (1) dl keadaan mempunyai kecerdasan berpikir yg sangat rendah pd orang dewasa (IQ sekitar 40-60); (2) dungu; bodoh sekali
imbesilitas im.be.si.li.tas [n] taraf (tingkatan) kecerdasan berpikir yg rendah pd orang dewasa; keadaan imbesil
imigran imi.gran [n] orang yg datang dr negara lain dan tinggal menetap di suatu negara: -- Indonesia di Negeri Belanda ditawari untuk kembali ke Indonesia
imitator imi.ta.tor [n] orang yg meniru; peniru
imla im.la [n] sesuatu yg dikatakan atau dibaca keras-keras supaya ditulis oleh orang lain; dikte
impersonal im.per.so.nal [a] tidak bersifat pribadi; tidak berkaitan dng (tidak mengenai) seseorang
impersonalia im.per.so.na.lia [n Ling] yg tidak bersubjek perorangan
importasi im.por.ta.si [n] pemasukan barang-barang dsb dr luar negeri; pengimporan: dl rangka penghematan devisa -- barang-barang mewah harus dikurangi
importir im.por.tir [n] orang atau serikat dagang (perusahaan) yg memasukkan barang-barang dr luar negeri; pengimpor: perusahaan itu ditunjuk pemerintah sbg -- dan penyalur cengkih
impresariat im.pre.sa.ri.at [n] fungsi (kegiatan) seorang impresario
imun [a Dok] kebal thd suatu penyakit: kalau sudah disuntik TCD, orang akan -- thd penyakit tipus, kolera, dan disentri
imunologis imu.no.lo.gis [a] berkaitan dng imunologi: seorang dokter gigi harus mengetahui manifestasi kelainan sistemik dl mulut, spt penyakit oleh virus, kekurangan vitamin C, dan kelainan --
indekos in.de.kos [v cak] tinggal di rumah orang lain dng atau tanpa makan (dng membayar setiap bulan); memondok: tetangga saya tidak menerima orang -- , hanya menyewakan kamar
indeks prestasi angka yg menunjukkan prestasi seseorang dl belajar atau bekerja
indikator in.di.ka.tor [n] sesuatu yg dapat memberikan (menjadi) pe-tunjuk atau keterangan: seseorang yg akan melakukan suatu pekerjaan sebaiknya menggunakan -- yg sudah ada; kenaikan harga dapat menjadi -- adanya inflasi
inding in.ding [v] meng.in.ding v memandang dng penuh harapan (untuk memperoleh pemberian dsb); memasang telinga untuk mendengarkan percakapan orang lain
individu in.di.vi.du [n] (1) orang seorang; pribadi orang (terpisah dr yg lain): tindakan yg demikian itu berarti mengutamakan kepentingan -- belaka; (2) organisme yg hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dng sesamanya)
individual in.di.vi.du.al [a] mengenai atau berhubungan dng manusia secara pribadi; bersifat perseorangan: perebutan kejuaraan -- bukan beregu
individualis in.di.vi.du.a.lis [n] (1) orang yg tetap mempertahankan kepri-badian dan kebebasan diri; penganut paham individualisme; (2) orang yg mementingkan diri sendiri; orang yg egois
individualisme in.di.vi.du.al.is.me [n] (1) paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan); (2) paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara; (3) paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain
individualitas in.di.vi.du.a.li.tas [n] (1) keadaan atau sifat khusus sbg individu; (2) ciri-ciri yg dimiliki seseorang yg membedakannya dr orang lain; watak kepribadian: sikap -- sukar diubah
indra in.dra [n] alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri (intuitif) [n] (1) raja; (2) Hin (ditulis dng huruf kapital) nama seorang dewa yg menguasai angkasa
indra penglihat alat untuk melihat (mata)
industrialis in.dus.tri.a.lis [n] orang yg bergerak di bidang industri; peng-usaha industri
infantilisasi in.fan.ti.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan membuat seseorang menjadi spt kanak-kanak: masalah yg belum diatasi adalah -- mahasiswa
infeksi sosokomial [Dok] infeksi yg terjadi selama penderita dirawat di rumah sakit atau infeksi yg diderita oleh seseorang akibat dirawat di rumah sakit
informan in.for.man [n] (1) orang yg memberi informasi: dia adalah -- polisi; (2) orang yg menjadi sumber data dl penelitian; nara-sumber
ingat [v] (1) berada dl pikiran; tidak lupa: saya masih -- nama anak itu; (2) timbul kembali dl pikiran: keesokan harinya saya baru -- nama orang itu; (3) sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak -- akan dirinya; (4) menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak -- lagi akan kewajibannya; (5) hati-hati; berwaswas: -- , di kereta api banyak tukang copet; (6) mempertimbangkan (memikirkan nasib dsb): kalau tidak -- anak, sudah kubunuh orang itu; (7) cak berniat; hendak: kalau ia -- membaca koran, dibacalah koran
ingkar ing.kar [v] (1) mengingkari: orang yg memuja berhala, berarti -- akan keesaan Tuhan; (2) tidak menepati: ia -- janji; (3) tidak mau; tidak menurut: ia pun -- dan tidak lagi mempedulikan keaiban
ingkir ing.kir [n] hewan kecil nokturnal pemakan serangga, termasuk suku kera tanggung, bermata besar dan bulat, hidup di pohon, di ujung jari kaki ada pengisap sehingga mudah melekat di dahan-dahan, terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Filipina; Tarsius
ingus [n] air lendir yg keluar dr lubang hidung (pd orang yg sedang pilek atau sakit influenza)
inisial ini.si.al [n] (1) huruf pertama kata atau nama orang; (2) paraf
inisiasi ini.si.a.si [n] upacara atau ujian yg harus dijalani orang yg akan menjadi anggota suatu perkumpulan, suku, kelompok umur, dsb
inklusif in.klu.sif [a] termasuk; terhitung: kendaraan itu bermuatan 40 orang, -- pengemudi, kondektur, dan kenek
inkognito in.kog.ni.to [a] secara tidak resmi (tidak dikenal); dng menyamar sbg orang kebanyakan; dng menyembunyikan identitas
inkonsisten in.kon.sis.ten [a] (1) tidak taat asas; suka berubah-ubah (tt sikap atau pendirian seseorang, pemakaian atau pengejaan kata, dsb); (2) mempunyai bagian-bagian yg tidak bersesuaian; bertentangan; kontradiktif: pemberian itu --; (3) tidak serasi; tidak sesuai; tidak cocok: tindakan orang itu -- dng ucapan atau anjuran sendiri
inlander in.lan.der [n] sebutan ejekan bagi penduduk asli di Indonesia oleh orang Belanda pd masa penjajahan Belanda; pribumi
inovator ino.va.tor [n] orang yg memperkenalkan gagasan, metode, dsb yg baru: mahasiswa harus mempertahankan tradisinya sbg --
insan film [cak] orang yg berkecimpung dl dunia film
inses in.ses [n] hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yg bersaudara dekat yg dianggap melanggar adat, hukum, atau agama
instalatur in.sta.la.tur [n] orang yg bekerja atau ahli memasang instalasi
instruksional in.struk.si.o.nal [a] tt atau bersifat pengajaran; mengandung pelajaran (petunjuk, penerangan): sbg mata pelajaran tambahan perlu diwajibkan bagi pelajar menonton film --
instruktur in.struk.tur [n] orang yg bertugas mengajarkan sesuatu dan sekaligus memberikan latihan dan bimbingannya; pengajar; pelatih; pengasuh: seorang guru sangat diperlukan untuk menjadi -- di pusat pendidikan pertukangan itu
instrumen in.stru.men [n] (1) alat yg dipakai untuk me-ngerjakan sesuatu (spt alat yg dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas; (2) sarana penelitian (berupa seperangkat tes dsb) untuk mengumpul-kan data sbg bahan pengolahan; (3) alat-alat musik (spt piano, biola, gitar, suling, trompet); (4) ki orang yg dipakai sbg alat (diperalat) orang lain (pihak lain); (5) dokumen resmi spt akta, surat obligasi
intai in.tai [v] meng.in.tai v (1) mengamat-amati dr jarak jauh atau dr tempat tersembunyi (gerak-gerik orang yg dicurigai, musuh, dsb); (2) mengintip; melihat melalui lubang kecil, sela semak-semak, dan sambil bersembunyi
intan in.tan [n] (1) batu permata yg berkilauan berasal dr karbon murni dl bentuk kristal (zat yg terkenal paling keras, dipakai untuk permata cincin, gelang, kalung, giwang, bros, dsb); (2) kristal karbon murni yg dipakai sbg alat pemotong kaca, jarum gramofon, dsb; karbonado
intelijen in.te.li.jen [n] orang yg bertugas mencari (meng-amat-amati) seseorang; dinas rahasia
intens in.tens [a] (1) hebat atau sangat kuat (tt kekuatan, efek, dsb); (2) tinggi (tt mutu); (3) bergelora, penuh semangat, berapi-api, berkobar-kobar (tt perasaan); (4) sangat emosional (tt orang)
interaksi sosial hubungan sosial yg dinamis antara orang perse-orangan dan orang perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok
interaksi verbal hubungan antara orang yg satu dan yg lain dng mengguna-kan bahasa
interes in.te.res [n] minat; perhatian: -- nya untuk menjadi guru tidak dapat dihalangi oleh orang tuanya
internir in.ter.nir [v] meng.in.ter.nir v menempatkan orang atau ke-lompok orang (tawanan perang, pelarian, dsb) di suatu tempat tinggal tertentu dan melarangnya meninggalkan tempat tsb atau berhubungan dng orang lain; mengasingkan; memenjarakan
interniran in.ter.nir.an [n] (1) orang yg diinternir; (2) tempat menginternir; tempat pengasingan
interogasi in.te.ro.ga.si [n] (1) pertanyaan; (2) pemeriksaan thd seseorang melalui pertanyaan lisan yg bersistem
interogator in.te.ro.ga.tor [n] orang yg menginterogasi
interpelan in.ter.pe.lan [n Pol] orang (anggota Dewan Per-wakilan Rakyat) yg mengajukan interpelasi
interpretator in.ter.pre.ta.tor [n] orang yg menginterpretasi-kan
intervensi in.ter.ven.si [n] campur tangan dl perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara, dsb)
intimidasi in.ti.mi.da.si [n] tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman
intonasi in.to.na.si [n] (1) Ling lagu kalimat; (2) Mus ketepatan penyajian tinggi rendah nada (dr seorang penyanyi)
introjeksi in.tro.jek.si [n] pemasukan sikap atau gagasan ke dl diri seseorang secara tidak sadar
introver in.tro.ver [a] (1) bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kpd orang lain; bersifat tertutup; (2) Zool (struktur yg) melekuk ke dalam, spt struktur hewan bertulang belakang
inventor in.ven.tor [n] orang yg mencipta atau merancang sesuatu (yg sebelumnya tidak ada); pereka cipta
inventori in.ven.to.ri [n] daftar kemampuan untuk mengukur karakteristik kepribadian atau keterampilan seseorang
inventoriminat in.ven.to.ri.mi.nat [n] instrumen yg diguna-kan untuk mengukur minat atau kegemaran seseorang dl berbagai kegiatan
investor in.ves.tor [n] penanam uang atau modal; orang yg menanamkan uangnya dl usaha dng tujuan mendapatkan keuntungan: para -- yg ingin menanamkan modalnya dapat mendirikan perusahaan industri
inzar in.zar [v] berusaha menumbuhkan kesadaran dan keinsafan orang banyak agar menggunakan masa hidupnya untuk kebaikan dan menjauhi semua larangan
ionosfer io.no.sfer [n] (1) Geo lapisan atmosfer bumi, pd ke-tinggian l00 km di atas lapisan stratosfer, mengandung ion dan elektron bebas yg dihasilkan oleh radiasi matahari; (2) Fis lapisan atmosfer bumi yg tingginya mulai dr 50-1.000 km yg merupakan lapisan yg terdiri atas ion-ion
iram [a] menjadi pucat, berubah warnanya (tt warna kain dsb); luntur: kain itu -- krn dijemur di panas matahari
iri [a] merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb); cemburu; sirik; dengki: barangkali ia -- thd adiknya yg diberi uang, sedangkan ia tidak
iri hati iri ha.ti [a] merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain
iris [n Anat] selaput bola mata yg ada di belakang kornea mata, membentuk batas pupil yg memberikan warna khusus; selaput pelangi [n] penggal kecil; kerat; potong: ia sarapan roti dua --
ironi iro.ni [n] (1) kejadian atau situasi yg bertentangan dng yg diharapkan atau yg seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir: peristiwa pembunuhan Mahatma Gandhi adalah suatu -- krn ia adalah seorang pejuang tanpa kekerasan yg paling gigih; (2) Sas majas yg menyatakan makna yg bertentangan dng makna sesungguhnya, msl dng mengemukakan makna yg berlawanan dng makna yg sebe-narnya dan ketidaksesuaian antara suasana yg diketengahkan dan kenyataan yg mendasarinya
ironi dramatik [Sas] (1) situasi yg timbul dl drama, apabila seorang tokoh mengucapkan sesuatu yg bermakna bagi pembaca atau penonton, tetapi tidak disadari oleh tokoh lain; (2) informasi yg diberikan kpd penonton atau pembaca melalui ucapan mengenai identitas seorang tokoh, maksud, atau suatu peristiwa
isi perut bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); (2) cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan -- perut; (3) ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; (4) makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari -- perut bagi anak istrinya
isohel iso.hel [n Met] garis lengkung yg menghubungkan tempat yg mengalami lama penyinaran matahari yg sama dl jangka waktu tertentu
istibra is.tib.ra [Ar v] (1) berpantang bersetubuh; (2) mencari kepastian suci tidaknya seorang janda sebelum kawin lagi dng laki-laki lain yg bukan bekas suaminya (spt menunggu sampai tiga kali datang bulan atau haid); (3) mengeluarkan tinja yg tersisa pd dubur atau air seni pd kemaluan sesudah buang air
istidraj is.tid.raj [Ar n] hal atau keadaan luar biasa yg diberikan Allah Swt. kpd orang kafir sbg ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kpd Tuhan, spt Firaun dan Karun
istigasah sugra istigasah yg diikuti oleh beberapa orang
istikhlaf is.tikh.laf [n] penunjukan wakil sebelum seseorang meninggal
istilah kekerabatan [Antr] istilah untuk menyebut atau menyapa orang yg terikat kpd diri sendiri krn hubungan keturunan, darah, atau perkawinan; (2) Ling kata atau frasa yg meng-ungkapkan anggota suatu kelompok yg secara biologis berhubungan (berkerabat), msl kata ayah, abang, ipar, mertua
istirahat is.ti.ra.hat [v] , -- singkat istirahat dua hari yg dapat diberikan kpd seorang pegawai negeri krn sakit ataupun krn keperluan lain
istri is.tri [n] (1) wanita (perempuan) yg telah menikah atau yg bersuami; (2) wanita yg dinikahi: almarhum meninggalkan seorang -- dan dua orang anak
isyarat isya.rat [n] segala sesuatu (gerakan tangan, anggukan kepala, dsb) yg dipakai sbg tanda atau alamat: ia memberikan -- tanda setuju dng kedipan matanya
isyarat cermin [Kap] isyarat yg dikirimkan pd waktu siang hari dng meng-gunakan pantulan cahaya matahari melalui cermin
itisal iti.sal [Ar v] terbukanya hati untuk mengetahui dan melihat sesuatu yg tidak dapat dilakukan oleh orang lain
itulah itu.lah [pron] demikianlah akibatnya: ~ kalau orang berbuat durhaka thd orang tua
izah [Ar n] kehormatan; harga diri; kekuasaan
jabal ja.bal [Ar n] gunung atau bukit (terdapat dl nama, spt -- Kaf [Jk v] , men.ja.bal v merampas (milik orang); membegal; menyamun: penjahat yg ~ seorang penumpang bus itu sudah tertangkap
Jabariah Ja.ba.ri.ah [n Isl] aliran dl ilmu kalam yg berpandangan bahwa segala yg wujud di alam semesta, termasuk manusia, terikat pd kodrat dan iradat Allah Swt. semata
jabat tangan ja.bat ta.ngan [v] ber.ja.bat ta.ngan v bersalaman dng saling menjabat tangan: kedua orang itu ~ dng erat dan mesra
jabatan rangkap ja.bat.an rangkap dua atau lebih jabatan yg dipegang oleh seseorang dl pemerintahan atau organisasi, spt sekretaris jenderal, kepala biro
jadi bumi langit [pb] menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan
jadi-jadian ja.di-ja.di.an [n] bukan keadaan (rupa, wujud) yg sebenarnya: harimau ~ , orang yg mengubah perwujudan dirinya menjadi harimau; hantu ~; perempuan ~; laki-laki ~
jaduk ja.duk [Jw n] orang yg terkemuka; pemuka; jagoan
jaga ja.ga [v] (1) bangun; tidak tidur: -- atau tidurkah orang itu?
jagal ja.gal [n] pedagang kecil (di kedai dsb) [n] (1) orang yg bertugas menyembelih (memotong) binatang ternak (spt lembu, kambing, kerbau) di rumah pemotongan hewan; pembantai; (2) orang yg berusaha di bidang potong-memotong hewan atau sbg agen penjual daging hewan; (3) cak pembunuh orang yg tidak bersalah
jagawana ja.ga.wa.na [n] orang yg pekerjaannya menjaga atau mengawasi hutan
jago ja.go [n] (1) ayam jantan (yg berumur lebih dr 12 bulan): ia memiara -- yg bagus sekali untuk pejantan bagi ayam-ayam betina piaraannya; (2) calon utama (dl suatu pemilihan): ia diajukan sbg -- dl pemilihan lurah di desanya; (3) orang yg terkemuka; pemuka; penganjur: dialah -- dl pergerakan rakyat melawan penjajah; (4) juara; kampiun: ia -- bulutangkis di kampungnya; (5) yg diharapkan jadi pemenang: -- saya dl pacuan kuda itu adalah kuda cokelat berbelang putih
jagoan ja.go.an [n cak] (1) orang yg suka berkelahi; pendekar; samseng: dia dikenal sbg seorang ~ yg suka sekali berkelahi; (2) orang yg sangat gemar thd sesuatu (msl pesta, pertunjukan): ~ menonton wayang
jaharu ja.ha.ru [kl n] orang hina; orang kurang ajar; penjahat
jahat ja.hat [a] sangat jelek, buruk; sangat tidak baik (tt kelakuan, tabiat, perbuatan): orang itu -- hatinya, suka sekali menghina orang yg tidak mampu
jail ja.il [a cak] (1) dengki; (2) suka mengganggu (menggoda dsb) orang lain; nakal: tangan-tangan --
jaja ja.ja [v] ber.ja.ja v pergi berkeliling membawa dan menawarkan barang dagangan (supaya dibeli orang): ~ kue sekeliling kampung
jaksa jak.sa [n] pejabat di bidang hukum yg bertugas menyampaikan dakwaan atau tuduhan di dl proses pengadilan thd orang yg diduga melanggar hukum
jakun ja.kun [n] ujung kerongkongan yg tampak menonjol pd leher orang laki-laki dewasa; lekum
jala rambang jala yg lebar-lebar matanya
jalan ja.lan [n] tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dsb): mobil kami melewati -- yg sempit dan berbelok-belok; (2) n perlintasan (dr suatu tempat ke tempat lain): -- ke Bandung lewat Puncak selalu macet; (3) n yg dilalui atau dipakai untuk keluar masuk: -- masuk ke Tugu Monumen Nasional melalui lorong di bawah tanah; (4) n lintasan; orbit (tt benda di ruang angkasa): satelit itu berputar mengelilingi bumi melalui -- nya; (5) n gerak maju atau mundur (tt kendaraan): mobil itu sangat laju -- nya; (6) n putaran jarum: arloji itu kurang baik -- nya; (7) n perkembangan atau berlangsungnya (tt perundingan, rapat, cerita, dsb) dr awal sampai akhir: -- ceritanya kurang lancar; (8) n cara (akal, syarat, ikhtiar, dsb) untuk melakukan (mengerjakan, mencapai, mencari) sesuatu: rasanya tidak ada -- lain, kita harus segera mengambil keputusan; (9) n kesempatan (untuk mengerjakan sesuatu): tidak perlu khawatir, -- masih terbuka untuk Anda; (10) n lantaran; perantara (yg menjadi alat atau jalan penghubung): segala itu sudah ditakdirkan Tuhan, kejadian itu hanya sbg --; (11) v cak berjalan: kita tidak boleh -- di atas rumput taman; (12) v melangkahkan kaki: sekali -- , dua tiga maksud tercapai; (13) n kelangsungan hidup (tt organisasi, perkumpulan, dsb): dng begini, -- nya organisasi lebih susah; (14) a dapat dipahami; benar: kalimatnya sudah --
jalan umum jalan untuk umum (orang, kendaraan)
jalang ja.lang [a] (1) tidak dipelihara orang (tt binatang); liar: di daerah itu masih terdapat kerbau --; (2) nakal (tt perbuatan yg melanggar susila): perempuan -- , pelacur [v] men.ja.lang Mk v berkunjung; pergi ke: keluarga pengantin wanita ~ besannya
jalangkung ja.lang.kung [n] permainan dng memanggil roh orang yg sudah meninggal (orang halus)
jam sinoptik [Met] waktu (waktu Greenwich) sesuai dng perjanjian internasional, atau saat yg harus dilakukannya pengamatan meteorologi secara serentak di seluruh negara atau dunia
jamah ja.mah [v] men.ja.mah 1 v menyentuh dng jari; meraba; memegang: ia ~ tubuh orang itu; (2) ki meniduri; menodai: pemuda itu telah ~ gadis kampung itu
jambret jam.bret [v] men.jamb.ret v merenggut atau merebut (barang milik orang lain yg sedang dipakai atau dibawa): seorang pemuda berkendaraan sepeda motor ~ kalung emas seorang ibu yg sedang berjalan kaki
jamhur jam.hur [kl n] orang yg ahli dl pengetahuan agama
jaminan ja.min.an [n] (1) tanggungan atas pinjaman yg diterima; agunan: ia meminjam uang kpd bank dng ~ sebuah rumah dan sebidang tanah miliknya; (2) biaya yg ditanggung oleh penjual atas kerusakan barang yg dibeli oleh pembeli untuk jangka waktu tertentu; garansi: ia membeli televisi dng ~ satu tahun; (3) Ek janji seseorang untuk menanggung utang atau kewajiban pihak lain, apabila utang atau kewajiban tsb tidak dipenuhi
jampuk jam.puk [n] burung hantu; burung celepuk; Bubo orientalis [ark v] men.jam.puk v memotong (menyela) pembicaraan orang
jamu ja.mu [n] obat yg dibuat dr akar-akaran, daun-daunan, dsb [n] orang yg datang berkunjung (bertandang, melawat, dsb); (te)tamu
jamur supa kincir jamur yg banyak terdapat pd batang kayu yg telah lapuk, dapat dimakan, air rebusan jamur ini biasa untuk tetes mata; Polyporus arcularius
janggi jang.gi [n] (1) orang Habsi; orang hitam: dilihat dr cara berpakaian dia tampaknya spt wanita --; (2) ki segala sesuatu yg ajaib lihat pauh
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
jani ja.ni [Ar n] orang yg melakukan kesalahan; pelaku tindak pidana yg menyangkut penganiayaan atau pembunuhan
jarak waktu lamanya waktu antara dua peristiwa: -- waktu kelahiran kedua anak kembar hanya beberapa menit; (2) waktu yg diperlukan oleh tiap kendaraan atau perseorangan untuk berjalan di antara dua titik tertentu
jaras dikatakan raga jarang [pb] mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga
jaring ja.ring [n] (1) alat penangkap ikan, burung, dsb yg berupa siratan (rajutan) tali (benang) yg membentuk mata jala; (2) Olr net (dl tenis, badminton); (3) ki jebakan; perangkap: saya akan memasang -- untuk menangkap burung itu
jaring insang jaring berbentuk persegi empat panjang yg dilengkapi dng pemberat di bagian bawah dan pelampung di bagian atas, dipasang menghadang arah gerak ikan sehingga ikan tertangkap krn insangnya tersangkut pd mata jaring; (2) jaring ikan yg dipasang melingkar pd waktu penangkapan ikan
jasa ja.sa [n] (1) perbuatan yg baik atau berguna dan bernilai bagi orang lain, negara, instansi, dsb: pemimpin itu banyak -- nya bagi negara; (2) Man perbuatan yg memberikan segala sesuatu yg diperlukan orang lain; layanan; servis; (3) Ek aktivitas, kemudahan, manfaat, dsb yg dapat dijual kpd orang lain (konsumen) yg menggunakan atau menikmatinya
jatah ja.tah [n] (1) jumlah atau banyaknya barang dsb yg telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah): anak-anak yg kelaparan mendapat -- makanan; (2) jumlah atau banyaknya orang yg telah ditentukan (untuk imigrasi, pergi haji, dsb); kuota: jemaah haji setiap tahun ditentukan oleh -- nya
jati diri ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas; (2) inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dr dalam; spiritualitas: mencari -- diri pembangunan nasional
jatuh nama mendapat nama buruk (hilang kepercayaan orang dsb)
jauhari jau.ha.ri [n] (1) tukang (pedagang) intan; (2) orang pandai; orang cerdik atau ahli
jawi pekan peranakan orang Hindia dan Melayu
jebolan je.bol.an [n cak] keluaran (lulusan; tamatan) lembaga pendidikan formal
jebur je.bur [n] tiruan bunyi spt bunyi benda besar (orang dsb) jatuh atau terjun ke dl air
jedot je.dot [Jk] men.je.dot.kan v mengantukkan kepala kpd sesuatu (spt pintu, tembok, dan pohon): orang gila itu ~ kepalanya ke pagar tembok
jegal je.gal [v] men.je.gal v (1) menjatuhkan orang lain dng mengait kakinya; (2) ki menghalangi atau menjatuhkan karier orang lain dsb
jegil je.gil [v] , men.je.gil v menyalang; membeliak; melotot (tt mata): matanya ~
jejak je.jak [n] (1) bekas tapak kaki; bekas langkah: ada -- orang di tanah; (2) jatuhnya kaki di tanah dsb; (3) ki tingkah laku (perbuatan) yg telah dilakukan; perbuatan (kelakuan) yg jadi teladan: Isa mengikuti -- ibunya; (4) ki bekas yg menunjukkan adanya perbuatan dsb yg telah dilakukan: ia berusaha menghilangkan -- kejahatannya
jejak-jejak bara [ki] hampir-hampir sampai (spt orang bergantung yg kakinya hampir-hampir mencecah tanah)
jelagra je.lag.ra [n] orang yg pekerjaannya memahat batu, memecah batu, dsb
jelalat je.la.lat, je.la.lat.an [v] melihat ke mana-mana dng liar: matanya ~ spt ada yg sedang dicari
jelangkung je.lang.kung [n] boneka (orang-orangan, yg dilengkapi alat tulis di tangan, digunakan untuk memanggil arwah, dan jika arwah itu telah masuk ke dl boneka tsb diadakan tanya jawab, jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan tangan boneka itu)
jelata je.la.ta [a] bukan bangsawan atau hartawan (tt rakyat, orang); biasa
jelek je.lek [a] (1) tidak enak dipandang mata; buruk (tt wajah); (2) tidak menyenangkan (tidak menenteramkan, tidak membahagiakan, dsb); jahat; tidak baik (tt watak): -- benar tabiatmu; (3) ki tercemar: krn ia melakukan korupsi, namanya jadi --
jeli je.li [a] (1) elok dan bercahaya (tt mata): gadis itu bermata --; (2) awas; tajam (tt penglihatan): pihak yg berwajib tentunya perlu lebih --
jelita je.li.ta [a] (1) cantik sekali; elok (tt wajah): pd masa mudanya dia merupakan seorang gadis --; (2) ki indah; manis (tt kota, pemandangan alam, dsb): Jakarta, dng hiasan lampu-lampu jalanan, tampak -- di malam hari
jelus je.lus [Jw a] (1) iri hati: kehidupan saya tampaknya membuat orang lain ~; (2) cemburu
jemaah je.ma.ah [n] (1) kumpulan atau rombongan orang beribadah
jemawa je.ma.wa [kl a] (1) angkuh; congkak; (2) suka mencampuri perkara orang lain
jembel jem.bel [a] melarat; miskin sekali: setelah menjadi orang -- , hidupnya tidak menentu lagi
jembiah jem.bi.ah [n] kerambit (golok pendek bermata dua)
jemputan jem.put.an [n] (1) undangan; ajakan; (2) Mk peminangan kpd orang laki-laki untuk dijadikan menantu: bangsawan itu telah menerima lima ~ dr dara-dara sekampungnya; (3) Mk uang atau barang yg akan diserahkan kpd pihak calon pengantin laki-laki; (4) (kendaraan) yg dipakai menjemput: mobil ~; (5) tindak menjemput: saya tidak perlu ~ oleh siapa pun
jemur je.mur [v] ber.je.mur v memanaskan badan dng panas matahari: setiap pagi ia ~ selama setengah jam
jenang je.nang [n] tiang untuk memperkuat pintu (jendela dsb): diukirnya -- pintu itu [kl n] (1) orang yg mengawasi; mandor; pembantu; (2) pengapit; ajudan; (3) sebutan atau pangkat kepala daerah di bawah penghulu adat [Mk n] orang yg mengatur perjamuan [n] pelerai atau juara dl persabungan ayam [n] se.je.nang n sebentar; sejenak; sejurus [n] (1) bubur kental; (2) dodol
jendela langit jendela berupa lubang di atas langit-langit dsb untuk meneruskan cahaya matahari dan mengalirkan udara ke dl ruangan di bawahnya
jenderal jen.de.ral [n] (1) kelompok pangkat perwira tinggi dl angkatan darat yg meliputi jenderal besar TNI, jenderal TNI, letnan jenderal TNI, mayor jenderal TNI, dan brigadir jenderal TNI; (2) kelompok pangkat perwira tinggi dl kepolisian yg meliputi jenderal polisi, komisaris jenderal polisi, inspektur jenderal polisi, dan brigadir jenderal polisi; (3) cak orang yg paling berpengaruh (menentukan dsb) dl organisasi
jenguk je.nguk [v] , men.je.nguk v (1) melihat dng menjulurkan kepala ke depan atau ke luar atau dng membungkuk: ia ~ tamunya dr jendela; (2) menengok; mengunjungi; mendatangi: orang tua itu ~ anaknya yg dirawat di rumah sakit
jentelmen jen.tel.men [Ing] (1) n orang yg berpendidikan baik (sopan, berbudi bahasa baik); (2) cak a bersifat kesatria; berani
jerat je.rat [n] (1) tali yg ujungnya disimpulkan membentuk lubang yg dapat disempitkan atau dilonggarkan (untuk menangkap burung, kijang, dsb): pelanduk itu terkena -- yg dipasang petani; (2) ki tipu muslihat untuk menyusahkan atau mencelakakan orang
jereket je.re.ket [a] dl keadaan melekat (spt pisang sale, pelupuk mata ketika mengantuk); lengket
jerembap je.rem.bap , men.je.rem.bap.kan v (1) mendorong orang lain sehingga jatuh tertelungkup; (2) ki mencelakakan orang lain
jerepet je.re.pet /jerEpEt/ (1) a dl keadaan berangkaian paut-memaut (spt mata rantai); (2) v tumbuh melekat (spt jari); lekat; lengket
jerongkang je.rong.kang, jerongkang korang [adv] tunggang langgang
jetset jet.set [n] kelompok orang yg sangat kaya dng kebiasaan hidup bersenang-senang dan bermewah-mewahan
jihad ji.had [n Isl] (1) usaha dng segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; (2) usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dng mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; (3) perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam
jika benih yg baik jatuh ke laut [pb] orang yg berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga
jikalau di hulu airnya keruh [pb] jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya
jinayah ji.na.yah [n Isl] perkara yg berhubungan dng perusakan anggota badan atau jiwa orang lain; tindakan kriminal; kejahatan
jingo ji.ngo [n] orang yg terlampau memuja-muja tanah airnya (terlalu menonjolkan rasa patriotiknya)
jinjang jin.jang [kl n] (1) pemimpin atau ketua (golongan, hantu, dsb); (2) dukun yg menguasai hantu; (3) badan atau orang yg kemasukan setan; (4) orang yg menemani utusan raja
jip [n] (1) mobil kecil yg kuat, serba guna, bentuknya segi empat, lebih tinggi dr sedan, beroda empat, untuk 4-10 orang; (2) mobil jenis jip, tetapi lebih besar dan mewah
jiplak jip.lak [v] , men.jip.lak v (1) menggambar atau menulis garis-garis gambaran atau tulisan yg telah tersedia (dng menempelkan kertas kosong pd gambar atau tulisan yg akan ditiru); (2) mencontoh atau meniru (tulisan, pekerjaan orang lain); mencontek: anak-anak jangan sampai terbiasa ~ hitungan temannya; (3) mencuri karangan orang lain dan mengakui sbg karangan sendiri; mengutip karangan orang lain tanpa seizin penulisnya: ~ karangan orang lain adalah perbuatan yg tercela
jiran ji.ran [n] (1) orang yg tinggal sebelah-menyebelah atau dekat (sekitar) rumah; tetangga: -- yg terdekat; (2) negara tetangga, msl Malaysia atau Brunei Darussalam [n Bio] segala yg terjadi di luar pembawaan keturunan atau genotipe organisme
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
jizyah jiz.yah [Ar n] upeti atau pajak yg dikenakan kpd orang (negeri) bukan Islam oleh pemerintah (negeri) Islam yg menaklukkannya (terakhir dihapuskan oleh Khalifah Umar bin Khatab)
jodang jo.dang [Jw n] kotak panjang yg dipakai untuk menaruh penganan, barang-barang pinangan, dsb, biasanya diangkat dng dipikul oleh dua orang
jodoh jo.doh [n] orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --; (2) n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana -- sepatu ini; (3) a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak --
johan pahlawan pahlawan dunia; (orang) yg gagah berani; juara; kampiun
jojol jo.jol [n] tiang (pancang, cerocok) yg ditancapkan di sungai untuk membendung air dsb , men.jo.jol v menganjur ke luar, menonjol ke luar; tersembul (tt mata)
joki jo.ki [n] penunggang kuda pacuan [n] pengatur lagu yg menangani mesin perekam lagu atau piringan hitam (di studio radio atau diskotek) [n cak] (1) orang yg mengerjakan ujian untuk orang lain dng menyamar sbg peserta ujian yg sebenarnya dan menerima imbalan uang: risiko pd penyelenggaraan ujian masuk ke perguruan tinggi negeri ialah munculnya -- pd ujian tsb; (2) orang yg memberi layanan kpd pengemudi kendaraan yg bukan angkutan umum untuk memenuhi ketentuan jumlah penumpang (tiga orang) ketika melewati kawasan tertentu
jongkok jong.kok [v] (1) menempatkan badan dng cara melipat kedua lutut, bertumpu pd telapak kaki, dng pantat tidak menjejak tanah; bercangkung; berjongkok; (2) ki rendah (tt inteligensi); bebal: orang itu -- inteligensinya sehingga tidak dapat memahami persoalan yg sederhana sekalipun
jotosan jo.tos.an [v] saling menjotos (meninju); (2) n hasil menjotos; pukulan: ~ juara tinju itu dapat melukai mata lawannya
juak ju.ak [n] ju.ak-ju.ak n hamba laki-laki pengiring raja yg menjadi suruhan atau pembawa upacara tanda-tanda kebesaran: panglima itu membawa 1.000 orang ~ [v] ber.ju.ak v (1) berlomba (dengan); bersaing dengan; (2) berlawan; bertanding [Mk a] men.ju.ak a menganjur ke atas (tinggi) [v] ber.ju.ak v berjumpa dng tiba-tiba
jual fiktif jual beli saham secara fiktif (tidak nyata terjadi) yg dilakukan oleh dua orang makelar (komisioner) atau lebih dng tujuan menciptakan catatan harga tertentu (lazimnya tindakan ini dilarang oleh undang-undang ataupun peraturan bursa)
jual lelang menjual barang-barang di depan orang banyak yg diselenggarakan oleh juru lelang, peminat (calon pembeli) menyebutkan harga barang dng kesanggupannya masing-masing, sedangkan harga jual yg diputuskan ialah harga penawaran tertinggi yg diajukan oleh calon pembeli
jual nama menggunakan nama orang lain untuk menipu dsb
juara ju.a.ra [n] (1) Olr orang (regu) yg mendapat kemenangan dl pertandingan yg terakhir; (2) orang yg gagah berani; orang yg pandai bersilat; pendekar; jagoan; (3) pengatur dan pelerai dl persabungan ayam; (4) pemimpin peralatan (pesta dsb); (5) ahli; terpandai dl sesuatu (pelajaran dsb): siswa itu dua tahun berturut-turut berhasil menjadi -- di kelasnya [n] ikan sungai, Pangsius
jubah ju.bah [n] baju panjang (sampai di bawah lutut), berlengan panjang, spt yg dipakai oleh orang Arab, padri, atau hakim: perutusan dr Saudi Arabia itu semuanya mengenakan -- putih
jubel ju.bel , ber.ju.bel v penuh sesak (orang berkerumun dsb): penduduk desa yg datang menyaksikan helikopter itu semakin ~
judes ju.des [a] lekas marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang; ketus; tajam mulut: seorang sekretaris harus ramah dan tidak boleh --
jujai ju.jai [kl a] ber.ju.jai a terus-menerus, tidak berhentinya (tt hujan, orang yg pergi datang, dsb)
jujur ju.jur [a] (1) lurus hati; tidak berbohong (msl dng berkata apa adanya); (2) tidak curang (msl dl permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg -- dan disegani; (3) tulus; ikhlas [n] uang yg diberikan oleh pengantin laki-laki kpd calon mertuanya
juling ju.ling [a] miring (tt letak hitam mata yg tidak di tengah-tengah benar)
julir ju.lir [ark n] tombak pendek bermata dua yg dipakai untuk menangkap ikan yg besar-besar; piarit; tempuling
julo ju.lo, ju.lo-ju.lo [n] kegiatan pengumpulan uang atau barang yg sama nilainya untuk diundi di antara orang yg mengumpulkannya untuk menentukan siapa yg memperolehnya; arisan
juluk ju.luk [v] men.ju.luk v mengintai anak gadis: pd waktu itu anak-anak muda datang ~ nya [v] men.ju.luki v memberikan nama kpd orang di samping nama yg telah ada; memberikan julukan atau nama ejekan: ia ~ temannya si gendut
julukan ju.luk.an [n] (1) nama yg diberikan sehubungan dng keistimewaannya dsb; gelar kehormatan: Bunda Kandung adalah ~ raja perempuan; (2) nama sindiran; nama ejekan: krn gendutnya, ia diberi ~ si Gendut
jumbo jet pesawat jet yg besar, dapat mengangkut 300 orang penumpang atau lebih
jumpa pers pertemuan seorang tokoh atau pejabat resmi dng (beberapa) wartawan yg diorganisasi untuk menyiarkan kebijakan, rencana, pekerjaan, dsb tokoh atau pejabat resmi itu
jumud ju.mud [Ar a] beku; statis: iman yg tidak diikuti ibadah akan menyeret orang menjadi --
jundai jun.dai [Mk n] si.jun.dai n sihir untuk membuat orang menjadi gila
jung pecah yu yg kenyang [pb] jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yg akan beruntung
junior ju.ni.or [a] (1) lebih muda, khususnya antara dua orang bersaudara (kakak beradik) atau antara bapak dan anak yg mempunyai nama akhir sama; (2) berpangkat atau berkedudukan lebih rendah; lebih muda keanggotaannya: (mahasiswa, pegawai, pemain) --
junub ju.nub [n Isl] keadaan kotor krn keluar mani atau bersetubuh yg mewajibkan seseorang mandi dng membasahi (membersihkan) tubuh dr ujung rambut sampai ke ujung kaki
juragan ju.ra.gan [n] (1) sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya; (2) pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; (3) pemilik dan pemimpin perahu (kapal)
jurai ju.rai [n] (1) secarik yg panjang (kain dsb); lajur; (2) seikat barang yg berjuntai spt benang, rambut, setangkai kacang; (3) rentetan; deretan yg berturut-turut: -- keturunan raja-raja dan orang besar-besar [n] ju.rai-ju.rai n tumbuhan, putat nasi; Barringtonia spicata
juri ju.ri [n] (1) orang (panitia) yg menilai dan memutuskan kalah atau menang (dl perlombaan, sayembara, dsb): dia ditunjuk menjadi anggota -- dl perlombaan pidato itu; (2) orang yg menilai salah atau benar di pengadilan (di beberapa negeri Barat) [Lihat {jori}]
jurnalis jur.na.lis [n] orang yg pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dl surat kabar dsb; wartawan
juru atak [Graf] orang yg bertugas mengatur pengatakan cerita, artikel, atau gambar pd halaman media cetak
juru bicara ju.ru bi.ca.ra [n] orang yg kerjanya memberi keterangan resmi dsb kpd umum; pembicara yg mewakili suara kelompok atau lembaga; penyambung lidah
juru damai seseorang yg krn disegani atau dihormati oleh semua pihak atau krn jabatannya ditugaskan untuk mendamaikan pihak-pihak yg bersengketa; orang yg mendamaikan
juru panggil [Sas] orang yg bertugas memanggil para pemain dl pertunjukan drama
juru sungging pelukis; (2) orang yg ahli melukis atau memahat wayang
juru tala [Sen] orang yg pekerjaannya menala piano
jutawan ju.ta.wan [n] orang kaya yg mempunyai harta berjuta-juta; hartawan
juvenil ju.ve.nil [a] (1) muda, masuk golongan pemuda; terjadinya semasa masih muda; (2) Psi berkaitan dng orang muda, biasanya di bawah umur yg masih dl wajib belajar
kabupaten ka.bu.pa.ten [n] (1) daerah swatantra tingkat II yg dikepalai oleh bupati, setingkat dng kota madya, merupakan bagian langsung dr provinsi yg terdiri atas beberapa kecamatan; (2) kantor tempat kerja bupati; (3) rumah tempat tinggal bupati
kabur ka.bur [a] (1) tidak dapat melihat sesuatu dng jelas (tt mata): matanya telah -- dimakan umur; (2) kurang terang (tt pemandangan); kurang nyata (tt lukisan); kurang jernih (tt kaca); kurang jelas (tt pertanyaan dsb); (3) Met yg tampak berkabut akibat adanya partikel yg sangat kecil dan kering yg cukup banyak terdapat di dalamnya (tt atmosfer) [v] (1) berlari cepat-cepat; melarikan diri: pengebut -- dikejar Polantas; (2) ki meninggalkan tugas (pekerjaan, keluarga, dsb) tanpa pamit; menghilang [n] kumbang kelapa
kabus ka.bus [n] kabut; (2) a kabur; tidak nyata kelihatan (seakan-akan tertutup kabut krn jauh dsb); (3) a tidak jernih (tt mata, kaca, dsb seakan-akan berkabut)
kaca pembakar lensa yg dapat menumpukkan sinar matahari pd satu fokus sehingga timbul panas dan dapat membakar
kacang ka.cang [n] tanaman perdu yg ditanam di sawah atau di ladang, berbuah polong (macamnya banyak sekali) , me.nga.cang v (1) membagi-bagi (barang yg didapat dsb); (2) berbuat sesuka hati (atas milik orang)
kacang miang kacang merah yg gatal; (2) ki orang yg suka menghasut
kadang ka.dang , ka.dang-ka.dang adv adakalanya; sekali-sekali: tangannya gemetar dan matanya terasa sakit, ~ berkunang-kunang [Mk v] , me.nga.dang v mengeringkan (membuang) air nasi dr periuk (supaya lekas kering) [Jw n] keluarga; sanak saudara (ada pertalian darah): lakon ini dimulai dr kekalahan pasukan Astinapura dl perang besar -- Bharata
kadas ka.das [n] kurap (semacam penyakit kulit) yg disebabkan oleh jenis jamur , me.nga.das v memelihara ternak orang lain dng perjanjian bagi hasil
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kader ka.der [n] (1) perwira atau bintara dl ketentaraan; (2) orang yg diharapkan akan memegang peran yg penting dl pemerintahan, partai, dsb
kadok naik junjung [pb] orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb)
kafah ka.fah [a] sempurna: kerinduan untuk menempatkan diri sbg seorang muslim yg --; (2) keseluruhan
kafil ka.fil [n] orang yg menanggung tenaga kerja; majikan
kafir ka.fir [n] orang yg tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya
kahar ka.har [n] kereta yg ditarik oleh kuda, lembu, atau kerbau; pedati; dokar [a] (1) mahakuasa (sifat Allah): Tuhan Yang --; (2) sewenang-wenang: ia makin -- lakunya, sering menganiaya orang, sedikit pun tiada adilnya
kak [n kp] kakak; saudara tua [n] tiruan bunyi orang tertawa berbahak-bahak (bunyi itik dsb)
kakak ka.kak [n] (1) saudara tua; (2) panggilan kpd orang (laki-laki atau perempuan) yg dianggap lebih tua; (3) panggilan kpd suami , ber.ka.kak v (1) berbunyi; "kak, kak" spt itik, ayam; (2) tertawa gelak-gelak; terkekeh-kekeh
kakek ka.kek /kakEk/ (1) n bapak dr ayah atau bapak dr ibu; aki; datuk; (2) sebutan bagi orang laki-laki yg sudah tua sekali (sebaya kakek); (3) cak sudah tua sekali (bagi orang laki-laki)
kakek-kakek ka.kek-ka.kek [a] (1) sudah tua sekali (bagi orang laki-laki); (2) spt kakek
kaki tangan kaki dan tangan; (2) ki orang yg diperalat orang lain untuk membantu
kakostokrasi ka.ko.stok.ra.si [n Pol] pemerintahan yg dijalankan oleh orang-orang yg beriktikad paling buruk
kaku ka.ku [a] (1) keras tidak dapat dilentukkan; kejur; kejang; (2) keras dan liat (tt daging dsb): tubuhnya sudah --; (3) ki janggal: tingkah lakunya --; (4) sukar diberi tahu (menerima pendapat orang); tidak lemah lembut (tidak mudah bergaul; tidak luwes); (5) tumpul (tt pikiran); (6) berserat kasar, biasanya berdaun tegak dan tidak lembut (tt beberapa jenis rumput)
kalah suara kalah dl pemilihan; tidak disetujui oleh orang banyak
kalai ka.lai [Mk] , me.nga.lai v berbaring atau bersandar pd: orang tua itu duduk ~ pd kursi malasnya , me.nga.lai v membersihkan dng cara menggosok (barang yg berkarat dsb): Kakek sedang sibuk ~ keris kesayangannya
kalau getah meleleh kalau getah meleleh, kalau daun me.la.yang [pb] dl keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yg selalu dekat pd kita, sedangkan orang lain akan menjauh
kalau laba bercikun-cikun [pb] apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kpd orang lain
kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri kalau pandai meng.gu.lai badar pun menjadi tenggiri [pb] orang yg pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dng baik
kalempagi ka.lem.pa.gi [n] upacara sbg tanda bahwa seorang gadis mulai memasuki jenjang kedewasaan (di Sulawesi Tenggara)
kalian ka.li.an [pron] yg diajak bicara yg jumlahnya lebih dr satu orang (dl ragam akrab)
kaligraf ka.li.graf [n] orang yg ahli menulis indah
kalpataru kal.pa.ta.ru [n] (1) pohon lambang kehidupan yg menggambarkan pengharapan; pohon penghidupan; (2) penghargaan pemerintah yg diberikan kpd orang yg telah berjasa dl memelihara kelestarian lingkungan hidup: hadiah -- tahun itu telah diberikan kpd seorang petugas pengawas kehutanan
kalumet ka.lu.met [n] pipa bergagang panjang yg diberi hiasan bulu-bulu burung dsb, dipakai orang Indian Amerika Utara khusus pd upacara
kambing congek [ki] orang yg dungu
kambing hitam kam.bing hi.tam [n ki] orang yg dl suatu peristiwa sebenarnya tidak bersalah, tetapi dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan
kambing perahan; sapi perahan kambing pe.rah.an; sapi pe.rah.an [ki] (1) sapi yg biasa diperah; (2) ki orang yg bekerja keras untuk kepentingan orang lain
kamerad ka.me.rad [n] (1) saudara separtai; teman seperjuangan; (2) panggilan sesama anggota partai komunis (juga oleh orang anti komunis untuk mengejek orang komunis)
kamerawan ka.me.ra.wan [n] orang yg tugasnya menggunakan kamera untuk merekam gambar (objek) film atau televisi
kamhar kam.har [n] (1) benang dr bulu domba; (2) kain yg dibuat dr benang bulu domba: pd musim dingin banyak orang mencari --
kami ka.mi [pron] (1) yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; (2) yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)
kamil ka.mil [Ar a] sempurna: tidak seorang pun manusia di dunia ini yg bersifat --
kamit ka.mit , ka.mit-ka.mit v menggerak-gerakkan bibir (spt orang mengucapkan doa)
kamsia kam.sia [Cn p] kata yg dipergunakan untuk menyatakan kelegaan; terima kasih: " -- , Cik!", katanya sambil berlari setelah ia menerima hadiah dr orang itu
kanaah ka.na.ah [Ar a] rela menerima yg diberikan kepadanya oleh orang tua, atasan, ataupun oleh Allah
kanalisasi ka.na.li.sa.si [n] (1) perihal pembuatan kanal (terusan); (2) ki penyaluran (rasa tidak puas dsb): -- perasaan tidak puas; diperlukan oleh semua orang, tidak terbatas pd orang-orang yg hidup di kota besar saja
kancil kan.cil [n] (1) binatang pemakan tanaman yg cepat larinya, berbadan langsing, kaki depan lebih pendek dp kaki belakang, bulunya berwarna cokelat kemerah-merahan, jenis jantan bertaring, mencuat ke luar dari atas rahang; Tragulus javanicus; (2) ki tokoh utama binatang yg cerdik dl cerita rakyat di Asia Tenggara; (3) ki orang yg cerdik dan licik (banyak akal)
kandidiasis kan.di.di.a.sis [n Dok ] infeksi yg disebabkan oleh jamur: seorang dokter gigi harus mengetahui manifestasi kelainan sistemik dl mulut, spt penyakit infeksi oleh virus, infeksi bakteri, dan --
kanibal ka.ni.bal [n] (1) orang yg suka makan daging manusia; pemakan daging sejenis; (2) binatang yg suka membunuh dan memakan daging binatang lain yg sejenis; (3) ternak yg suka menggigit atau mematuki temannya sampai luka
kanigara ka.ni.ga.ra [n] tumbuhan yg bunganya besar dan bundar, berwarna kuning, bijinya dapat dibuat mentega; bunga matahari; Helianthus annuus
kanisah ka.ni.sah [Ar n] tempat ibadat orang Yahudi; sinagoga
kanjeng kan.jeng [n] pangkat atau gelar yg diberikan oleh Sultan Yogyakarta atau Sunan Surakarta kpd orang yg kedudukannya sepangkat bupati: ia dianugerahi pangkat Bupati Anom di samping mendapat gelar -- Raden Tumenggung
kanon ka.non [n] uang pajak untuk tanah sewa yg turun-temurun [n] (1) Mus komposisi musik yg dimainkan secara bersahut-sahutan; (2) Kris peraturan atau dogma yg dikeluarkan oleh gereja; (3) Kris buku-buku autentik yg dianggap bagian Kitab Suci [n] meriam [n Sas] karya drama yg dianggap ciptaan asli seorang penulis
kanonir ka.no.nir [n] orang yg mengurusi kanon (meriam); penembak dng kanon
kanselir kan.se.lir [n] (1) perdana menteri di Jerman atau Austria; (2) ketua perwakilan atau kedutaan; (3) sekretaris raja atau bangsawan; (4) rektor kehormatan dr sebuah universitas
Kanser Kan.ser [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol lambang zodiak ke-4 yg dilambangkan dng kepiting sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Juni-22 Juli; Karkata
kantor dinas perwakilan suatu departemen pd tingkat kecamatan
kapak ka.pak [n] alat terbuat dr logam, bermata, dan bertangkai panjang; beliung besar untuk menebang pohon (membelah kayu dsb) [Mk n] kepak; sayap [n] ikan laut, Pellona
kapal barang penumpang kapal yg terutama digunakan untuk mengangkut barang, jumlah penumpang kabinnya tidak lebih dr 12 orang
kapal besar ditunda jongkong [pb] orang berkuasa yg menurut perintah orang kecil
kapal satu nakhoda dua [pb] satu pekerjaan yg dikepalai dua orang
kapang ka.pang [n ] jenis kerang laut yg melubangi kayu atau papan yg terbenam di dl air sehingga dapat merusak kulit kapal kayu atau perahu; Toredo navalis [n] ber.ka.pang v bercendawan; bulukan [v] ka.pang.an n gerhana bulan (matahari)
kapitalis ka.pi.ta.lis [n] kaum bermodal; orang yg bermodal besar; golongan atau orang yg sangat kaya
kapitalis birokrat [Pol] orang yg mempunyai kedudukan di dl lembaga pemerintah atau di dl organisasi politik yg menyalahgunakan kekuasaan dan kedudukan untuk memperkaya golongan atau diri sendiri
kapitalis borjuis (golongan) orang bermodal dan bangsawan
Kaprikornus Kap.ri.kor.nus [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa, terlihat tengah malam pd bulan Agustus; (2) Astrol lambang ke-10 zodiak yg dilambangkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Desember-19 Januari; Makara
kapten kap.ten [n] (1) pangkat perwira pertama peringkat pertama dl ketentaraan, satu tingkat di bawah mayor, satu tingkat di atas letnan satu (tanda pangkatnya tiga balok emas lurus mendatar yg ditempatkan di bahu baju); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (regu, kapal, dll)
kapurancang ka.pu.ran.cang [n] sikap tangan ditumpukkan di perut sebelah bawah, biasanya merupakan sikap hormat seseorang apabila sedang berbicara
karam berdua [pb] dua orang berbuat salah, seorang saja yg kena hukum
karam sambal oleh belacan [pb] mendapat kerugian krn perbuatan orang kepercayaan atau yg dikasihi
karantinawan ka.ran.ti.na.wan [n] (1) orang yg bekerja di karantina; (2) orang yg dikarantinakan
karbonado kar.bo.na.do [n Geo] intan yg berwarna hitam (dipakai untuk memotong kaca atau sbg mata bor); intan hitam; intan karbon
karel ka.rel [n] ruangan di perpustakaan yg terletak dekat koleksi rujukan yg disediakan khusus untuk studi perseorangan atau kelompok, dapat dipakai untuk menyimpan buku dan catatan yg sewaktu-waktu dapat dikunci di saat ruangan tsb tidak digunakan
karier ka.ri.er [n] (1) perkembangan dan kemajuan dl kehidupan, pekerjaan, jabatan, dsb: ia seorang eksekutif muda yg sedang menanjak -- nya; (2) pekerjaan yg memberikan harapan untuk maju: bagaimanapun kita mempunyai -- yg harus kita perhatikan pula
karikaturis ka.ri.ka.tu.ris [n] pelukis gambar karikatur; orang yg biasa menciptakan karikatur
karisma ka.ris.ma [n] (1) keadaan atau bakat yg dihubungkan dng kemampuan yg luar biasa dl hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dr masyarakat thd dirinya; (2) atribut kepemimpinan yg didasarkan atas kualitas kepribadian individu [n Kris] karunia Roh Kudus yg luar biasa yg diberikan kpd orang beriman supaya melayani umat
karismatik ka.ris.ma.tik [a] bersifat karisma: salah satu penampilannya yg dianggap orang -- ialah cara berpidatonya yg berapi-api dan dapat memukau pendengarnya
karitas ka.ri.tas [n] uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dsb) yg disumbangkan untuk menolong orang miskin atau orang yg tertimpa bencana (alam, perang, dsb): sumbangan -- bagi korban bencana gempa bumi; (2) organisasi kemanusiaan yg mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan [n] tingkah laku yg simpatik thd orang lain
karang ka.rang [n] (1) batu kapur di laut yg terjadi dr zat yg dikeluarkan oleh binatang kecil jenis anthozoa (tidak bertulang punggung); batuan organik sbg tempat tinggal binatang karang; koral; (2) pulau (gunung, batu) di laut yg terjadi dr tumpukan karang yg sudah membatu; (3) tumbuhan laut yg menyerupai atau spt karang [v] me.nga.rang v (1) menyusun, merangkai bunga dsb: ada perlombaan ~ bunga; (2) mencocokkan atau mengikat permata dan intan: pandai emas itu sedang ~ intan pd cincin; (3) menulis dan menyusun sebuah cerita, buku, sajak, dsb: ia sedang sibuk ~ buku cerita kanak-kanak; siapa yg ~ lagu dan syair yg berjudul "Damai tapi Gersang"? , pe.ka.rang.an n (1) tanah sekitar rumah; halaman rumah: tiba-tiba kedengaran suara mobil berhenti di ~ rumah; (2) tanah yg disiapkan untuk tempat tinggal: kami sudah mempunyai ~ untuk mendirikan rumah [n] tempat kediaman; tempat berkumpul
karteker kar.te.ker [n cak] orang yg menangani jabatan (ketua, sekretaris, dsb) untuk sementara krn pejabatnya belum ada atau belum dipilih: ia ditunjuk sbg -- , sementara menunggu terpilihnya ketua umum yg baru
kartu anggota kartu yg memuat jati diri seseorang sbg tanda ke- anggotaan suatu perkumpulan (perusahaan dsb)
kartu as kartu truf; (2) ki senjata ampuh untuk menjatuhkan atau mematahkan lawan: dia siap ke pengadilan krn dia memegang -- as yg dapat memojokkan lawannya itu
kartu mati [ki] orang yg dianggap tidak produktif, bersifat menunggu (tidak berinisiatif)
kartu nama kartu (kecil) yg bertuliskan nama dan alamat rumah (kantor dsb) seseorang: -- nasabah Ek kartu yg harus diisi dan ditandatangani nasabah pd saat pembukaan rekening
kartu rencana studi kartu yg memuat daftar kode, nama mata kuliah, dan jumlah satuan kredit semester yg direncanakan oleh setiap mahasiswa untuk program satu semester, disahkan oleh penasihat akademik dan ketua jurusan pada setiap awal semester sebelum dimulainya perkuliahan
kartu tanda penduduk kartu pengenal yg harus dimiliki setiap orang (warga negara) yg memuat nama, nomor, jenis kelamin, umur dan tempat lahir, pekerjaan, dan alamat yg jelas
kartu truf jenis kartu yg dimenangkan atas ketiga jenis kartu lainnya dl permainan (bridge); (2) ki pernyataan untuk menghentikan perbuatan atau kesombongan seseorang
kartu valentin kartu yg disampaikan kpd orang yg dikasihi pd hari valentin
karu ka.ru [Mk] ber.ka.ru a tidak keruan (kalut, susah tt pikiran, perasaan) [v] , me.nga.ru v menyela orang yg sedang berbicara; melakukan interupsi
karuhun ka.ru.hun [Sd n] nenek moyang; leluhur: aku adalah orang baru yg tidak tahu soal di sana walaupun orang tua dan -- ku hidup di sana
karun ka.run [n] (1) orang yg kaya raya pd zaman Nabi Musa a.s., yg akibat kesombongannya ia dan harta bendanya tertimbun tanah; (2) ki tidak diketahui asal-usulnya (tt harta temuan dsb): salah seorang penduduk menemukan harta -- dl ladangnya; (3) ki tidak sah (tt pemerolehan atau pendapatan)
karusi ka.ru.si [n] penyakit yg ditandai dng keinginan hidup hanya untuk bekerja, siang malam spt robot, dan akhirnya membawa kpd kehidupan yg tertekan krn tujuannya untuk mengejar karier dan prestasi, jika tidak tercapai timbul depresi yg berakhir dng bunuh diri: sekarang di negara Barat banyak orang dijangkiti penyakit --
karya seni ciptaan yg dapat menimbulkan rasa indah bagi orang yg melihat, mendengar, atau merasakannya
karyawan kar.ya.wan [n] orang yg bekerja pd suatu lembaga (kantor, perusahaan, dsb) dng mendapat gaji (upah); pegawai; pekerja
karyawisata kar.ya.wi.sa.ta [n] kunjungan ke suatu objek dl rangka memperluas pengetahuan dl hubungan dng pekerjaan seseorang atau sekelompok orang: seminar itu ditutup dng -- ke beberapa daerah industri
kasad ka.sad [n] (1) maksud; tujuan: niat dan -- orang tua itu tidak lain hanya ingin menyenangkan anak-anaknya; (2) makna konotasi: fatwa -- nya agamawi, petuah -- nya sosial
kasak-kusuk ka.sak-ku.suk [v] mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan) dng tujuan tertentu (biasanya disampaikan dng suara berbisik)
kasihan ka.sih.an [n] rasa iba hati; rasa belas kasih: pengemis tua itu hidup dr -- orang; (2) p seruan menyatakan rasa belas (krn melihat dsb): -- benar anak ini; aduh, -- anak itu, tiba-tiba menjadi cacat seumur hidup
kasir ka.sir [n] pemegang kas (uang); orang yg bertugas menerima dan membayarkan uang: ia bekerja sbg -- di toko buku itu
kasualitas ka.su.a.li.tas [n] kecelakaan, terutama yg menyangkut hilangnya nyawa seseorang
kasuis ka.su.is [n] (1) orang yg ahli dl penentuan baik atau buruk berdasarkan kesesuaian antara perbuatan dan kata hati dan norma etika umum; (2) sofis
kasus ka.sus [n] (1) keadaan yg sebenarnya dr suatu urusan atau perkara; keadaan atau kondisi khusus yg berhubungan dng seseorang atau suatu hal; soal; perkara; (2) Ling (a) kategori gramatikal dr nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yg menunjukkan hubungannya dng kata lain dl konstruksi sintaksis; (b) hubungan antara argumen dan predikator dl suatu proposisi (dl teori kasus)
kasus vokatif [Ling] bentuk kasus dl bahasa inflektif untuk menandai orang atau benda yg diajak bicara
kata sapaan kata yg digunakan untuk menyapa seseorang (msl kata Anda, Saudara, Tuan, Nyonya, Ibu, Bapak, Kakak, dan Adik)
katak hendak jadi lembu [pb] orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong
katakomba ka.ta.kom.ba [n] (1) Kris ruang di bawah tanah tempat makam atau persembunyian orang Kristen pd zaman Romawi
katalisator ka.ta.li.sa.tor [n] (1) Kim katalis; (2) seseorang atau sesuatu yg menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa
katalog ka.ta.log [n] (1) carik kartu, daftar, atau buku yg memuat nama benda atau informasi tertentu yg ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis: kartu -- membantu memudahkan orang mencari buku di perpustakaan; (2) Man daftar barang yg dilengkapi dng nama, harga, mutu, dan cara pemesanannya
katalog nama katalog yg disusun berabjad menurut nama orang, nama tempat, atau keduanya, baik yg digunakan sbg pengarang maupun sbg subjek
katarak ka.ta.rak [n Dok] pengaburan lensa mata dan membran transparan di sekitarnya yg menghalangi jalan masuknya cahaya; bular mata [n Geo] (1) rangkaian beberapa air terjun pd sebuah sungai; (2) air terjun besar
katarsis ka.tar.sis [n] (1) Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; (2) Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; (3) Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
kaukasoid kau.ka.so.id [n Antr] golongan manusia yg mempunyai ciri-ciri fisik tertentu, yaitu kulit pucat, tinggi badan sedang sampai jangkung, rambut lurus sampai berombak, badan biasanya berbulu, mata biru muda sampai cokelat tua, hidung biasanya mancung
kaul ka.ul [Ar n] (1) ujaran; perkataan; (2) niat yg diucapkan sbg janji untuk melakukan sesuatu jika permintaanya dikabulkan dsb; nazar: ia mengadakan selamatan untuk membayar (melepas) --; (3) ark janji yg diikrarkan teguh-teguh; (4) Isl fatwa [n] bulu atau miang halus yg terdapat pd pelepah pohon enau; rabuk
kaum ka.um [n] (1) suku bangsa: dahulu perang antar -- sering terjadi di pedalaman; (2) sanak saudara; kerabat; keluarga: ia hidup terasing dr -- nya; (3) golongan (orang yg sekerja, sepaham, sepangkat, dsb): -- terpelajar; (4) ark lebai; modin: perbatin, penggawa, atau -- hanya berhenti sebab mati; (5) keluarga garis matrilineal
kaum dahrian [Ar] orang yg tidak memeluk suatu agama; orang yg ingin bebas dl pikiran dan pendirian
kaum konfederasi kelompok yg pro perbudakan, bahkan menghendaki pemerintahan sendiri yg lepas dr pemerintah pusat (di Amerika Serikat); -- mapan kelompok orang yg sudah mapan dl hal sosial, ekonomi, dan politik (biasanya kalangan eksekutif): bagi ~ mapan, pergaulan tidak saja sekadar hubungan sosial, tetapi sudah diidentikkan dng hubungan bisnis
kaum revolusioner [Pol] sekelompok minoritas yg terdiri atas berbagai strata sosial, yaitu orang yg mempunyai ideologi sama dan berjanji akan menentang penindasan, menghilangkan permainan penguasa dan birokrat
kawan ka.wan [n] orang yg sudah lama dikenal dan sering berhubungan dl hal tertentu (dl bermain, belajar, bekerja, dsb); teman; sahabat; sekutu: orang ramah banyak --
kawanan ka.wan.an [n] sekumpulan orang (binatang) yg berkawan; sekumpulan (binatang sejenis); sekelompok (manusia): ~ gajah; ~ penjahat
kawanua ka.wa.nua [n] (1) suku bangsa Minahasa; (2) orang senegeri (setanah air)
kawasan pecinan daerah pemukiman orang Cina
kawih ka.wih [Sd n] lagu tradisional dl bahasa Sunda yg iramanya tidak teratur, dinyanyikan sambil bersajak: lagu -- biasa dinyanyikan orang untuk mengiringi kecapi
kawin angkat bapak perkawinan antara seorang wanita yg sedang hamil di luar perkawinan yg sah dan seorang pemuda yg bersedia mengawini wanita itu, kadang-kadang dng bayaran atau upah
kawin roko kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan bersama untuk menutup rasa malu krn calon pengantin laki-laki tidak mampu memberikan maskawin; (2) kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan calon suami dan calon istri krn orang tua si gadis tidak menyetujuinya
kawin sirih pinang bentuk perkawinan dng cara suami tinggal di tempat orang tua istri dan membantu pekerjaan orang tua itu sampai mahar yg harus dibayarnya dapat dilunasi (di Timor)
kawin tukar gadis [Antr] adat perkawinan yg menuntut seorang pria yg melamar seorang wanita menyediakan seorang saudara wanita dr kerabatnya sendiri untuk dikawinkan dng seorang pria dr kerabat calon istrinya
kawula ka.wu.la [n] (1) hamba sahaya; budak; abdi; (2) rakyat dr suatu negara; orang yg di bawah perintah suatu negara; pengikut; (3) ark saya; aku (untuk menghormat): -- tidak dapat ikut ke sana, Gusti; -- muda orang yg masih muda umurnya; pemuda: -- muda ingin menunjukkan kreativitas dl pameran itu kpd khalayak
kayak ka.yak [p cak] seperti; sebagai [n] (1) perahu kecil Eskimo yg dibungkus kulit hewan; (2) Olr perahu kecil (dng seorang atau dua orang pendayung) untuk lomba mendayung
kayau ka.yau , me.nga.yau v Antr membunuh orang untuk diambil kepalanya (sbg adat kebiasaan beberapa suku bangsa yg masih primitif) , ber.ka.yau v menggenang; membanjir di: darah ~ di tempat penyembelihan sapi itu
kayu ka.yu [n] (1) pohon yg batangnya keras; (2) bagian batang (cabang, dahan, dsb) pokok yg keras (yg biasa dipakai untuk bahan bangunan, dsb) [n] gulungan (geblokan) kain putih, cita, dsb: membeli kain putih dua -- , ka.yu-ka.yu n cak (1) orang yg dijadikan alat oleh orang lain (spt orang yg disuruh membeli tanah atas namanya, tetapi sebenarnya yg memiliki tanah itu orang yg menyuruhnya); (2) laki-laki yg seakan-akan dipergundik oleh orang perempuan
ke bawah duli baginda [ki] kata kehormatan thd baginda
ke mana kelok lilin [pb] tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain
ke mana tumpah hujan dr bubungan [pb] anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya
ke- [prefiks pembentuk nomina] (1) yg mempunyai sifat atau ciri: ketua; (2) yg dituju dng: kekasih; kehendak [prefiks pembentuk verba cak] (1) telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dng tidak sengaja atau dng tiba-tiba): ketabrak; kepergok; ketemu; (2) dapat atau sanggup: kebaca; keangkat [prefiks pembentuk numeralia] (1) tingkat atau urutan: ketiga; kelima; kesebelas; (2) kumpulan: kedua (buku); ketiga (orang)
keabsahan ke.ab.sah.an [n] sifat yg sah; kesahan: puluhan tahun kemudian, orang meragukan ~ surat itu
keahlinegaraan ke.ah.li.ne.ga.ra.an [n] hal atau mengenai orang yg paham benar tt tata negara
keakuan ke.a.ku.an [n] sifat mementingkan diri sendiri: tiap orang, besar atau kecil, ada ~ nya
kealiman ke.a.lim.an [n] (1) kepandaian (dl pengetahuan agama): ~ nyalah yg menyebabkan dia diangkat sbg khatib di masjid raya; (2) kesalehan: saya sangat terkesan oleh ~ orang itu
kearab-araban ke.a.rab-a.rab.an [a] bersikap dan bertingkah laku spt orang Arab
keaslian ke.as.li.an [n] (1) kemurnian: kita harus menjaga ~ isi dan jiwa undang-undang dasar negara kita; (2) sifat-sifat yg asli: gerak dan gayanya masih menunjukkan ~ nya sbg orang Timur; (3) hal asli; ketulenan (dl arti bukan terjemahan atau saduran): ~ buku babad itu masih diperdebatkan
keayahan ke.a.yah.an [n] (1) hal-hal yg berhubungan dng tugas dan kewajiban ayah; (2) sifat-sifat yg dimiliki seorang ayah: ayah zaman sekarang kelihatannya sudah sadar akan peran ~ nya dan mulai menikmati partisipasi aktifnya dl mengasuh anak
kebangsaan ke.bang.sa.an [n] (1) ciri-ciri yg menandai golongan bangsa: korban pesawat yg terbakar itu sudah diketahui -nya; (2) perihal bangsa; mengenai (yg bertalian dng) bangsa: sejarah -- Indonesia; (3) kedudukan (sifat) sbg orang mulia (bangsawan): bukan -nya melainkan kelakuannya yg kita pandang; (4) kesadaran diri sbg warga dr suatu negara: memupuk rasa --
kebanyakan ke.ba.nyak.an [n] (1) perihal banyak; banyaknya; jumlahnya: bukan -- anggota yg penting, tetapi kualitasnya; (2) bagian yg terbanyak; sebagian besar: -- murid-murid di kelas kami mempunyai sepeda motor; (3) biasa: orang -, orang biasa; orang awam; (4) biasanya; pd umumnya: -- asal membayar lebih akan didahulukan pelayanannya; (5) terlampau banyak: -- merokok, tidak baik untuk kesehatan
kebarat-baratan ke.ba.rat-ba.rat.an [a] bertingkah laku spt orang Eropa atau Amerika; berlagak spt orang Eropa atau Amerika: kita boleh mengambil kebudayaan Barat, tetapi jangan sampai membuat kita --
kebayan ke.ba.yan [n] (1) Jw pegawai desa yg pekerjaannya menyampaikan perintah dan menjaga keamanan desa; (2) kl orang perempuan tua yg biasa berperan sbg perantara hubungan antara pria dan wanita; (3) kl orang yg pekerjaannya disuruh-suruh
kebelanda-belandaan ke.be.lan.da-be.lan.da.an [a] bertingkah laku spt orang Belanda; kebarat-baratan
kebenaran ke.be.nar.an [n] (1) keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya: kita harus berani mempertahankan -; ia masih menyangsikan -- berita itu; (2) sesuatu yg sungguh-sungguh (benar-benar) ada: kita harus menyakini -- yg diajarkan oleh agama; (3) kelurusan hati; kejujuran: tidak seorang pun menyangsikan -- hatinya; (4) kl izin; persetujuan; perkenan: dng -- yg dipertuan, kami masuk istana; (5) Jk kebetulan: nah, -- dia datang sekarang, kita dapat bertanya langsung kepadanya
kebencian ke.ben.ci.an [n] (1) perasaan benci; sifat-sifat benci: motif pemberontakan itu ialah -- thd kaum penjajah; (2) sesuatu yg dibenci: judi merupakan -- orang dl kampung itu
keberanjakan ke.ber.an.jak.an [n] perihal beranjak: upacara tsb merupakan ~ seseorang dr masa anak-anak ke masa dewasa
kebiasaan ke.bi.a.sa.an [n] (1) sesuatu yg biasa dikerjakan dsb; (2) Antr pola untuk melakukan tanggapan thd situasi tertentu yg dipelajari oleh seorang individu dan yg dilakukannya secara berulang untuk hal yg sama
kebidanan ke.bi.dan.an [n] segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak
kebijaksanaan ke.bi.jak.sa.na.an [n] (1) kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya): berkat -- beliau, terlepaslah kita dr bahaya besar; (2) kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dsb: perkara ini terserah kpd -- orang tua si anak
kebilangan ke.bi.lang.an [n] kenamaan (termasyhur, terkemuka, dsb): beliau termasuk orang -- di kampungnya
keblinger keb.li.nger [Jw v] sesat; keliru: pembajakan di udara yg terjadi baru-baru ini didorong oleh angan-angan yg -- dr seseorang yg mau jadi jagoan
kebrutalan ke.bru.tal.an [n] (1) kekejaman: -- perampok itu amat tidak manusiawi; (2) kekurangajaran: kenakalan dan -- anak-anak sering disebabkan oleh tingkah laku dan keadaan orang-orang di sekitarnya
kecak ke.cak [n] nama tarian Bali (yg dilakukan oleh puluhan orang laki-laki, menggambarkan pasukan kera pengikut Rama)
kecelakaan ke.ce.la.ka.an [n] perihal celaka; bencana; kemalangan; kesusahan: bukan harta benda, melainkan ~ yg diwariskan kpd anak cucunya; (2) v mendapat celaka: pasien di ruang ini pd umumnya krn ~; tidak sedikit yg mati krn ~; (3) n kejadian (peristiwa) yg menyebabkan orang celaka: salah satu sebab seringnya terjadi ~ lalu lintas ialah krn kurangnya kesadaran thd peraturan lalu lintas
keceng ke.ceng [a] dl keadaan tertutup sebelah (tt mata)
kecerewetan ke.ce.re.wet.an [n] perihal cerewet: orang awam harus memaklumi ~ ahli bahasa soal penulisan yg sesuai dng ejaan yang benar
keceriaan ke.ce.ri.a.an [n] (1) kebersihan; kesucian; (2) kecerahan sinar (seri) muka (menandakan bahagia, gembira, dsb): ~ yg pernah dimilikinya telah hilang sejak orang tuanya meninggal dunia
kecoh ke.coh [n] tipu daya (terutama kecurangan yg merugikan orang, spt barang palsu dikatakan tulen, mengurangi berat atau ukuran barang, mencampuri dng barang yg kurang baik); tipu: kita harus teliti, jangan sampai kena -- [a] gaduh; ribut
kecokelat-cokelatan ke.co.ke.lat-co.ke.lat.an [a] agak cokelat (tt warna): matanya berwarna ~; air sungai ini berwarna ~
kecolongan ke.co.long.an [v] (1) kecurian; kemalingan: ia ~ selembar uang lima ribuan; (2) terjadi di luar pengawasan dan pengamatan
kecopetan ke.co.pet.an [v cak] kehilangan sesuatu krn dicopet orang: seorang turis ~ di depan bioskop; (2) n perihal copet
keculasan ke.cu.las.an [n] kecurangan; ketidakjujuran; kepalsuan ~ laki-laki itu tampak dr pandangan matanya yg tidak menyenangkan
kecurian ke.cu.ri.an [v] (1) kehilangan sesuatu krn dicuri orang: kemarin saya ~ uang; (2) ki menderita sesuatu krn lengah (lalai, meleng, dsb): pendekar itu ~ juga, pundaknya kena pukul
kedau ke.dau [ark v] me.nge.dau v berteriak (minta tolong dsb): ia ~ sekuat-kuatnya, tetapi tidak seorang pun yg mendengarnya
kedegilan ke.de.gil.an [n] tabiat tidak mau menuruti nasihat orang; ketegaran
kedek ke.dek /kEdEk/, ke.dek-ke.dek v berjalan tergoyang-goyang: krn gemuk, orang itu berjalan ~
kedekut ke.de.kut [a] kikir (sekali); pelit (sekali): orang kaya banyak yg --
kedesa-desaan ke.de.sa-de.sa.an [a] (1) berlaku (berlagak) sbg orang desa; (2) bersuasana desa
kedesaan ke.de.sa.an [n] yg berhubungan dng sifat atau keadaan desa; perihal daerah: dia mulai berlaku layaknya anak orang kaya, meninggalkan tradisi ~ yg selama ini masih dia genggam erat
kediktatoran ke.dik.ta.tor.an [n] sistem pemerintahan yg dipimpin oleh seorang diktator
kedip ke.dip [n] (1) gerak kelopak mata (membuka dan menutup berganti-ganti); kejap: ia memberi isyarat dng -- mata; (2) gerak nyala api dsb yg kecil (sebentar kelihatan padam, sebentar menyala lagi); kelip
kedot ke.dot [Jk a] kuat; kebal; tahan pukulan: dialah orang yg paling -- yg pernah saya temui
kedua ke.dua [num] (1) nomor dua: anaknya yg ~ lahir kemarin; (2) kelompok yg terdiri atas dua (orang dan barang): ~ mobilnya disita kejaksaan
keduk ke.duk [v] -- teplok memperdalam saluran dan petakan tambak yg sekaligus memperbaiki pematangnya
kedutan ke.dut.an [n] lipatan (pd kulit, kain, dsb); kedut [v] bergetarnya urat-urat pd kelompok mata dsb (yg dianggap sbg alamat atau pertanda)
keekonomisan ke.e.ko.no.mis.an [n] kehematan
keemosian ke.e.mo.si.an [n] perihal emosi: kalau pendekatan ini yg dipakai, kita akan dapat menggambarkan derajat ~ seseorang
keempat-empatnya ke.em.pat-em.pat.nya [n] seluruhnya yg terdiri atas empat (orang dsb): kawanan perampok itu ~ sudah dapat ditangkap polisi
keenakan ke.e.nak.an [n] kesenangan; kenyamanan; (2) a terlalu merasa enak; (3) v cak menjadi terbiasa (biasanya hal-hal yg kurang baik): jangan dibiasakan memanjakan anak, nanti dia ~ bermanja-manja pd setiap orang
kegadisan ke.ga.dis.an [n] (1) kemurnian seorang gadis; keperawanan; (2) sifat gadis
kegelap-gelapan ke.ge.lap-ge.lap.an [a] (1) agak gelap; (2) menjadi gelap mata; kegelapan
kehabisan ke.ha.bis.an [v] (1) sudah habis (terpakai atau terjual): mobil itu mogok krn ~ bensin; mereka yg datang terlambat akan ~ karcis; (2) kehilangan: orang tua itu sudah ~ akal
kehadiran ke.ha.dir.an [n] perihal hadir; adanya (seseorang, sekumpulan orang) pd suatu tempat: ~ para remaja itu telah memeriahkan suasana pertemuan
kehangatan ke.ha.ngat.an [n] (1) perihal hangat; (2) keadaan gembira (senang, suka cita): kasih sayang seorang ibu memberikan ~ dl rumah tangganya; (3) cak kena hangat; terlampau hangat; kepanasan
kehendak ke.hen.dak [n] kemauan; keinginan dan harapan yg keras: demikianlah ~ orang tuanya
kehidupan ke.hi.dup.an [n] cara (keadaan, hal) hidup: ~ orang di desa berbeda dng ~ orang di kota
kehitam-hitaman ke.hi.tam-hi.tam.an [a] agak hitam: kulitnya tampak ~ krn terbakar sinar matahari
keimaman ke.i.mam.an [n] kedudukan (jabatan dsb) imam; yg ber-hubungan dng imam: orang yg saleh itu pantas sekali menduduki jabatan ~
keinggris-inggrisan ke.ing.gris-ing.gris.an [a] bersikap dan bertingkah laku spt orang Inggris
keirian ke.i.ri.an [n] kecemburuan melihat kelebihan orang lain: dl kehidupan suami-istri, ~ semacam ini akan bisa memunculkan tudingan kurang menyenangkan
keirihatian ke.i.ri.ha.ti.an [n] perihal iri hati; kecemburuan; melihat kelebihan orang lain
kejam ke.jam [a] (1) tidak menaruh belas kasihan; bengis; zalim: ketika berkuasa, ia sangat -- thd rakyatnya; (2) sangat kikir: majikan itu sangat -- , tidak mau menaikkan upah buruhnya barang sedikit juga [v] tertutup rapat (tt mata); pejam: sungguhpun matanya -- , ia tidak tidur
kejan ke.jan [v] me.nge.jan v menekan dng menahan napas (spt orang hendak melahirkan); meneran; merejan
kejapan ke.jap.an [n] gerakan mata ketika mengejap
kejelian ke.je.li.an [n] ketajaman (tt penglihatan): berkat ~ matanya dl sekejap ia dapat menemukan apa yg dicarinya
kejelusan ke.je.lus.an [n] perasaan iri hati; kecemburuan: ia pandai sekali menyembunyikan ~ nya di hadapan orang lain
kejen ke.jen [Jk n] mata bajak
kekaryaan ke.kar.ya.an [n] (1) segala yg berhubungan dng karya seseorang; (2) perihal (yg bersifat, berciri) karya
kekasaran ke.ka.sar.an [n] sifat (keadaan dsb) yg kasar: ia tidak heran akan ~ tingkah lakunya krn dia hidup di lingkungan orang-orang jahat
kekasih ke.ka.sih [n] (orang) yg dicintai; buah hati: orang tempat mencurahkan isi hatinya hanyalah ~ nya
kekayaan ke.ka.ya.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) kaya: ~ jangan menimbulkan kesombongan; (2) harta (benda) yg menjadi milik orang: ~ nya tidak seberapa; (3) Isl kekuasaan: ~ Allah
kekeba ke.ke.ba [Jk n] upacara selamatan menujuhbulani kehamilan pertama
kekebalan diplomatik ke.ke.bal.an diplomatik [Pol] pembebasan seseorang thd tuntutan hukum (spt gugatan proses kriminal, penangkapan, dsb) atau thd kewajiban tertentu (spt membayar pajak, memeriksakan barang bawaan) krn berstatus sbg diplomat atau staf kedutaan besar suatu negara
kekeh ke.keh /kEkEh/, ter.ke.keh-ke.keh v tertawa keras (tertawa orang tua yg berbunyi "keh, keh"); tergelak-gelak: terdengar orang itu tertawa ~
kekejaman ke.ke.jam.an [n] perihal (perbuatan, sifat) yg kejam; kebengisan: ~ seseorang biasanya bukanlah dibawa sejak lahir
kekerasan ke.ke.ras.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) keras; (2) perbuatan seseorang atau kelompok orang yg menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain; (3) paksaan
keki ke.ki [a] (1) merasa tidak senang, mendongkol, kesal (thd orang lain): ia merasa -- krn tidak satu pun pekerjaannya yg mendapat pujian; (2) merasa iri hati
kekota-kotaan ke.ko.ta-ko.ta.an [a] berlaku (berlagak) sbg orang kota
kekuasaan ke.ku.a.sa.an [n] (1) kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb): dia telah menggunakan ~ nya secara sewenang-wenang; (2) kemampuan; kesanggupan: tiada ~ selain ~ Allah untuk menciptakan dunia; (3) daerah (tempat dsb) yg dikuasai: bekas raja itu tidak mau pergi dr daerah bekas ~ nya meskipun sudah kalah perang; (4) kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik; (5) Huk fungsi menciptakan dan memantapkan kedamaian (keadilan) serta mencegah dan menindak ketidakdamaian atau ketidakadilan
kekuasaan marital ke.ku.a.sa.an marital [Huk] bantuan dan kekuasaan yg diberikan seorang suami kpd istri dl hal perbuatan hukum yg menyangkut harta kekayaan bersama
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kekuatan batin ke.ku.at.an batin kekuatan yg ditimbulkan oleh adanya daya jiwa seseorang; kekuatan rahasia; kekuatan jiwa
kekuningan ke.ku.ning.an [a cak] agak kuning; bercampur dng warna kuning: dibelinya anggur yg ~ warnanya; di sudut matanya ada benda lembek ~; (2) n barang-barang yg berwarna kuning (tanda kebesaran raja); (3) a terlalu kuning: jangan terlalu banyak memberi kunyit pd sayur itu nanti ~ warnanya
kekurangan ke.ku.rang.an [v] tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; (2) v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; (3) n perihal kurang; (4) n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~
kekurangan gizi ke.ku.rang.an gizi perihal kesehatan seseorang yg disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan bahan yg dimakan, baik kualitas maupun kuantitas
keladak perut tinja (tahi) yg terakhir yg dikeluarkan orang yg akan meninggal
kelah ke.lah [n] pemberitahuan yg disertai permintaan oleh pihak yg berkepentingan kpd pejabat yg berwenang untuk menindak, menurut hukum, orang yg melakukan perbuatan yg hanya dapat dituntut berdasarkan aduan; pengaduan
kelahiran sebelum kawin ke.la.hir.an sebelum kawin kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg belum pernah menikah
kelahiran tidak diinginkan ke.la.hir.an tidak diinginkan kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg sebenarnya belum ingin atau sudah tidak ingin mempunyai anak lagi
kelak ke.lak [n] yg akan datang; kemudian hari: diharapkan agar anak ini -- menjadi orang yg berguna bagi nusa dan bangsa [n] burung, Macrophygia assimilis ? kelah
kelakar ke.la.kar [n] (1) perkataan yg bersifat lucu untuk membuat orang tertawa (gembira); lawak; olok-olok; (2) senda gurau
kelalaian ke.la.lai.an [n] sifat (keadaan, perbuatan, dsb) lalai: kesalahan itu bukan krn kebodohan, melainkan krn ~ semata-mata
kelampauan ke.lam.pau.an [v] kelaluan; terlewati; telah didahului (oleh orang lain): anak gadis itu ~ , adiknya sudah kawin, ia belum
kelantang ke.lan.tang [v] , me.nge.lan.tang v menjemur (kain dsb) di bawah terik matahari (sesudah disabun atau direndam dl air sabun supaya putih bersih): ibu ~ seprai
kelap-kelip ke.lap-ke.lip [v] (1) berkelip-kelip (tt lampu, bintang, kunang-kunang, dsb); (2) berkedip-kedip (tt mata); (3) sekejap-sekejap
kelas baru [Pol] sekelompok orang yg memiliki hak istimewa dl bidang politik dan ekonomi krn monopoli administratif yg dipegangnya
kelas bawah [Antr] golongan orang dl masyarakat yg menduduki tingkat sosial yg terbawah
kelas kapal [Lay] kriteria kualifikasi kapal menurut ketentuan biro klasifikasi yg didasarkan atas konstruksi kapal ditinjau dr aspek keselamatan, dan dijadikan patokan nilai premi asuransi dan nilai asuransi
kelas madya golongan orang dl masyarakat yg menduduki tingkat sosial yg di tengah
kelas penguasa [Pol] sekelompok kecil orang dl masyarakat yg melakukan semua fungsi politik, monopoli kekuasaan, dan memperoleh hak-hak istimewa
kelas sosial golongan orang di kalangan masyarakat (petani, nelayan, pedagang, dsb)
kelas terbuka kelompok orang yg masih membuka kesempatan bagi orang lain untuk masuk menjadi anggota kelompok
kelas tertutup kelompok orang yg sudah menutup kesempatan bagi orang lain untuk masuk menjadi anggota kelompoknya
kelat ke.lat [n] (1) tali penarik layar perahu; (2) tali untuk menarik pohon yg ditebang supaya roboh [a] sepat (berasa spt rasa pinang, salak mentah, pisang mentah) [n] (1) pohon yg keras kayunya; (banyak macamnya spt -- api, -- kuning, -- merah); Eugenia; (2) kayu kelat [ark a] lekat: setelah mata mereka mulai -- , barulah berhenti berbual , -- bahu n gelang yg dipakai pd lengan atas, terutama pd waktu menari
kelaziman ke.la.zim.an [n] kebiasaan (yg sudah umum): memakan sirih merupakan ~ bagi orang tua-tua kita dulu
keledai ke.le.dai [n] (1) binatang berkuku satu, mirip kuda kecil, bertelinga panjang dng ekor yg hanya pd ujungnya berbulu; (2) ki orang bodoh
keledai hendak dijadikan kuda [pb] orang bodoh hendak disamakan dng orang pandai
keledar ke.le.dar [ark v] ber.ke.le.dar v bersiap-siap menghadapi bahaya (mempertahankan diri dsb) [n] sabuk (tali pinggang) yg dipakai untuk keselamatan (di dl mobil dsb); sabuk pengaman
kelenaan ke.le.na.an [n] lengah mata; dl keadaan spt tidur
kelenjar Meibom [Bio] kelenjar lemak yg terdapat pd pangkal pelupuk mata
keli dua selubang [pb] seorang perempuan mempunyai kekasih dua orang
kelih ke.lih [a] terbuka (mata); dapat melihat; awas; tidak buta; celik
kelijak ke.li.jak [n] (1) bulu mata; (2) bulu getar (tt binatang air)
kelilip ke.li.lip [n] benda yg kecil sekali (spt abu, agas) yg masuk ke dalam mata sehingga mata menjadi sakit
kelilipan ke.li.lip.an [v] kemasukan kelilip (tt mata): anak itu ~ saat naik sepeda
kelimpanan ke.lim.pa.nan [Mk v] mata yg kemasukan oleh benda kecil (spt debu, gas) sehingga mata menjadi sakit; kena; kelilip
kelimun ke.li.mun [n] kelompok orang banyak; kerumun
kelinci percobaan kelinci yg dipelihara untuk mencobakan obat-obat, bahan kimia, dsb, yg masih dl penyelidikan; (2) ki orang yg pertama-tama dimanfaatkan sbg percobaan
Keling Ke.ling [n] orang berkulit hitam yg berasal dr India sebelah selatan
kelompok ke.lom.pok [n] (1) kumpulan (tt orang, binatang, dsb); (2) golongan (tt profesi, aliran, lapisan masyarakat, dsb); (3) gugusan (tt bintang, pulau, dsb); (4) Antr kumpulan manusia yg merupakan kesatuan beridentitas dng adat-istiadat dan sistem norma yg mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu; (5) Pol kumpulan orang yg memiliki beberapa atribut sama atau hubungan dng pihak yg sama; (6) Kim kuantitas zat yg akan dimasak atau diolah dl satu waktu
kelompok informal [Sos] kelompok orang yg tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yg pasti
kelompok pendengar [Kom] kumpulan orang yg mendengar dan mendiskusikan siaran radio pedesaan atau pita rekaman, yg bersifat penyuluhan, terutama untuk masyarakat pedesaan
kelompok umur kelompok orang berdasarkan umur, msl anak-anak, remaja, dewasa
kelontang-kelantung ke.lon.tang-ke.lan.tung [v] hanya berjalan ke sana sini saja krn tidak punya mata pencaharian; luntang-lantung: pemuda yg pernah enam bulan duduk di bangku kuliah itu, sekarang menganggur dan --
keluangsa ke.lu.ang.sa [kl n] keluarga (untuk orang baik-baik); sanak saudara
keluar tak mengganjilkan keluar tak meng.gan.jil.kan , masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil) [pb] hal (orang) yg tidak terpandang sedikit juga dl masyarakat
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
keluarga ke.lu.ar.ga [n] (1) ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; (2) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; (3) (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; (4) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat
keluarga kerajaan seluruh kerabat raja atau ratu yg sedang berkuasa di dl suatu kerajaan -- luas satuan kerabat yg terdiri atas beberapa orang, yg berasal dr kerabat dekat suami istri
kelugasan ke.lu.gas.an [n] (1) hal mengenai yg pokok (yg penting, yg perlu): pembicaraan dilakukan dng bertolak dr asas kehematan, ~ , dan keefisienan; (2) kesederhanaan; keluguan; kepolosan: ~ dl sikap dan dl berpakaian merupakan daya tarik tersendiri; (3) perihal tidak berbelit-belit (tt bahasa, kalimat): ~ setiap kalimat yg diutarakannya memudahkan pemahaman bagi yg mendengarkannya; (4) tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan
keluhuran ke.lu.hur.an [n] kemuliaan; kebesaran: terkenang akan ~ tanah airnya; ~ budinya membuat setiap orang meng hor; matinya; ~ jiwa kemuliaan atau kebesaran jiwa: ~ jiwa seseorang dapat diketahui dr tingkah lakunya
kelurahan ke.lu.rah.an [n] (1) daerah pemerintahan yg paling bawah yg dipimpin oleh seorang lurah; (2) kantor (rumah) lurah
kemamang ke.ma.mang [n] hantu yg konon berupa kepala orang yg menyala kemerah-merahan
kemandirian ke.man.di.ri.an [n] hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pd orang lain
kemangkatan ke.mang.kat.an [n] hal mangkat; hal meninggal; kematian: berita -- raja itu mengejutkan banyak orang
kemanisan ke.ma.nis.an [n] rasa manis: -- jeruk yg dihasilkan oleh daerah ini sudah dikenal orang; (2) n kebaikan; kecantikan: ibu itu dicintai krn -- budinya; (3) a cak terlalu manis: kopinya jangan -, ya
kemaruk ke.ma.ruk [v] (1) selalu ingin makan (sesudah sembuh dr sakit); (2) ki selalu berbuat yg berlebih-lebih krn baru saja menjadi kaya dsb: itulah orang -- namanya, ke mana-mana naik mobil; (3) ki selalu ingin mendapat banyak; loba: ia adalah manusia yg -- thd harta
kemaslahatan ke.mas.la.hat.an [n] kegunaan; kebaikan; manfaat; kepentingan: seorang dermawan banyak beramal untuk -- manusia
kematian ke.ma.ti.an [n] perihal mati: -- itu disebabkan oleh penyakit disentri; (2) v menderita krn salah seorang meninggal: ia belum lama ini -- anak sulungnya; (3) v ki menderita krn sesuatu yg mati: perahu -- angin
kembali kem.ba.li [v] (1) balik ke tempat atau ke keadaan semula: pesawat antariksa itu sudah -- di bumi; orang yg sudah mati tidak akan hidup --; (2) lagi: pintu harap ditutup --; (3) sekali lagi; berulang lagi: residivis itu sudah ditangkap --
kembar dampit kembar dua (tt anak), seorang laki-laki dan seorang perempuan
kembeng kem.beng [Jk v] me.ngem.beng berlinang-linang air mata
kemenakan datang seseorang yg diangkat menjadi anggota keluarga
kemendur ke.men.dur [kl n] (1) orang yg memegang pimpinan pasukan; perwira tinggi; (2) syahbandar; pembesar pelabuhan; (3) kepala atau pengawas pekerja; mandor; (4) pejabat pamong praja pd zaman penjajahan Belanda, tugasnya sbg pengawas; kontrolir
kementerian ke.men.te.ri.an [n] (1) pekerjaan (urusan) negara yg dipegang oleh seorang menteri; (2) lembaga atau kantor tempat mengurusi pekerjaan menteri; departemen: ia bekerja di -- Pendidikan Nasional
kemesraan ke.mes.ra.an [n] hal yg bersifat mesra: anak itu memerlukan -- dr orang tuanya
kemlaka kem.la.ka [n] pohon, kayunya dibuat orang, buahnya yg masam dibuat asinan; malaka; Phyllanthus emblica
kempas-kempis kem.pas-kem.pis [v] bergerak mengembang dan mengempis berganti-ganti dng cepat, spt dada orang sehabis berlari; terengah-engah; mengap-mengap; megap-megap
kempunan kem.pu.nan [n] (1) hal sangat ingin (akan); keadaan selalu ingat krn sangat ingin (akan): setelah sepuluh tahun di perantauan, ia pun -- pulang ke kampung; (2) dl kesukaran (kebingungan, kebimbangan, serba salah, merugi, dsb); (3) keadaan merasa sangat celaka (krn kecewa sekali dsb): konon takkan lepas dr -- hidup sebatang kara di negeri orang
kemuda-mudaan ke.mu.da-mu.da.an [n] bertingkah laku sbg orang muda
kemuliaan ke.mu.li.a.an [n] hal (keadaan) mulia; keluhuran; keagungan; kehormatan: terpujilah -Mu, ya Tuhan
kemusnahan ke.mus.nah.an [n] perihal musnah; kebinasaan; kelenyapan: penyelamatan hewan langka dr --
kemut ke.mut [v] me.nge.mut v (1) bergerak naik turun (spt mulut orang ketika mengunyah): nenek sedang makan sirih, mulutnya ~; (2) berjalan perlahan-lahan (lambat-lambat) hampir-hampir terjatuh; terhuyung-huyung: pemabuk itu berjalan ~ memaksakan diri pulang; (3) cak menahan makanan di dl mulut (kadang-kadang dng mengunyah-ngunyah atau mengisap-isap, tidak segera menelannya); mengulum: anak kecil senang ~ gula-gula
kena kelikir [pb] berada di bawah kekuasaan seseorang
kena sepak belakang [pb] tertipu oleh perbuatan orang yg tidak mau berterus terang atau yg tidak jujur
kenaifan ke.na.if.an [n] perihal naif; keadaan naif: masyarakat Betawi banyak yg kecewa krn sinetron Betawi hanya mengeksploitasi keluguan dan ~ orang Betawi
kenakalan ke.na.kal.an [n] (1) sifat nakal; perbuatan nakal; (2) tingkah laku secara ringan yg menyalahi norma yg berlaku dl suatu masyarakat: salah satu sebab ~ remaja adalah kerenggangan ikatan kasih dng orang tuanya
kenal ke.nal [v] (1) tahu dan teringat kembali: baru mendengar suaranya, aku sudah -- siapa dia; (2) tahu; mempunyai rasa: tidak -- malu; (3) pernah tahu (bersahabat): saya belum -- dng orang itu; (4) mengerti; mempunyai pengetahuan tentang: sebagian warga kita belum -- (aturan) hukum dan pajak
kenalan ke.nal.an [n] orang yg sudah dikenal; sahabat; teman: dia adalah ~ saya yg baik hati
kenang-kenangan ke.nang-ke.nang.an [n] (1) sesuatu yg menjadi kenangan (tetap dl ingatan): peristiwa itu merupakan ~ yg tidak akan terlupakan selama hidupku; (2) sesuatu yg diberikan sbg tanda mata; cendera mata: cincin itu kuberikan sbg ~ untukmu; (3) sesuatu yg dimaksudkan agar dikenangkan; cita-cita: apakah ~ mu setelah kembali dr Eropa?
kenapa ke.na.pa [pron cak] kata tanya untuk menanyakan sebab atau alasan; mengapa: -- mereka berani melawan orang kuat itu?
kencing darah kencing yg bercampur darah atau semata-mata darah (krn sakit ginjal, sakit kandung kemih, dsb); haematuria
kendaraan umum ken.da.ra.an umum kendaraan yg dapat disewa oleh orang banyak
kendong ken.dong [v] me.ngen.dong v membawa sesuatu dng membungkusnya dl saputangan, sarung, dsb: orang tua itu memunguti buah rambutan yg berjatuhan lalu ~ nya
kenduri ken.du.ri [n] perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, minta berkat, dsb; selamatan: mereka mengadakan -- untuk menujuh hari neneknya
kenegarawanan ke.ne.ga.ra.wan.an [n] hal yg berhubungan dng orang-orang yg mengurus suatu negara: sikap ~ amat diperlukan dl menghadapi persoalan kemasyarakatan
kening ke.ning [n] (1) bulu di atas mata (di dahi sebelah bawah); alis; (2) dahi: mendengar jawaban yg tidak memuaskan itu -- nya berkerut
kental ken.tal [a] (1) antara cair dan keras; pekat (tidak cair); hampir beku: orang sakit itu sudah diperbolehkan makan bubur -- , bukan lagi bubur saring; (2) akrab (tt persahabatan); karib: sahabat --; (3) cak memperlihatkan keasliannya (tt pengucapan bahasa): logat Bataknya masih --
kentrung ken.trung [n] kesenian Jawa Timur yg berbentuk tembang (berisi cerita, sindiran, kritik, dsb) yg ditembangkan oleh satu orang dng iringan tepukan rebana dr penembang tsb
kenyam ke.nyam [v] , me.nge.nyam v (1) mengecap (makan dsb): saya belum pernah ~ masakan Eropa; (2) merasai; menikmati: sejak kecil ia belum ~ kebahagiaan spt yg dirasakan orang lain
kenyit ke.nyit , me.nge.nyit v mengerutkan alis (mengejapkan mata) untuk memberi isyarat; mengerling
kenyitan ke.nyit.an [n] kerling mata; kelipan; kedipan (mata): dng ~ ibu berisyarat supaya saya menyuguhkan hidangan
kepada ke.pa.da [p] kata depan untuk menandai tujuan orang: buku ini saya berikan -- mu
kepailitan ke.pai.lit.an [n ] (1) perihal pailit (bangkrut): Pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang --; (2) Ek keadaan atau kondisi seseorang atau badan hukum yg tidak mampu lagi membayar kewajibannya (dl hal utang-utangnya) kpd si piutang
kepala batu [ki] tidak mau menuruti nasihat orang; tegar hati; keras kepala
kepala negeri ibu negeri (kota); (2) orang yg mengepalai suatu negeri
kepala sama hitam (berbulu) [pb] tiap orang berlain-lain pendapatnya
kepam ke.pam [a] (1) lembap dan mudah robek krn lama tersimpan atau tertutup rapat (tt kain, sengkelat, dsb); (2) lembap dan susah dinyalakan (tt mesiu dsb); (3) kusam; hilang cahaya atau warnanya (krn panas matahari)
kepanasan ke.pa.nas.an [n] perihal (keadaan) panas; (2) n keadaan merasa panas; (3) v kena panas matahari; (4) a terlampau panas
kepandir-pandiran ke.pan.dir-pan.dir.an [n] berlaku spt orang yg pandir
kepecahan ke.pe.cah.an [n] perihal pecah: sbg seorang peternak, ~ sebutir telur ayam baginya sangat menyedihkan
kepeng ke.peng [n] (1) nama mata uang zaman dahulu (1/2 duit); (2) cak uang
kepengarangan ke.pe.nga.rang.an [n] perihal mengarang; (2) a berkaitan dng pengarang: ia mengaku,"Gaya ~ saya sekarang adalah gaya seorang penulis iklan"
keperawanan ke.pe.ra.wan.an [n] perihal perawan; kesucian (kemurnian) seorang gadis; kegadisan
keperawatan ke.pe.ra.wat.an [n] (1) segala sesuatu yg berkaitan dng perawat; (2) perihal cara merawat orang yg sakit
kepercayaan ke.per.ca.ya.an [n] (1) anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yg dipercayai itu benar atau nyata: ~ kpd makhluk halus masih kuat sekali di lingkungan petani; (2) sesuatu yg dipercayai: bagi mereka hal itu bisa menghilangkan ~ rakyat kpd para pemimpinnya; (3) harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan, dsb): hal itu dapat menghilangkan ~ rakyat kpd pemimpinnya; (4) orang yg dipercaya (diserahi sesuatu dsb): pemimpin itu sedang berunding dng orang-orang ~ nya dr daerah; (5) sebutan bagi sistem religi di Indonesia yg tidak termasuk salah satu dr kelima agama yg resmi: tokoh itu adalah penganut aliran ~
keperempuanan ke.pe.rem.pu.an.an [n] (1) perihal perempuan; (2) kehormatan sbg perempuan: banyak tentara pendudukan yg melanggar ~ wanita desa
keperihan ke.pe.rih.an [n] (1) kepedihan; kesakitan: merintih menahan ~ perut; matanya ~ krn terkena tetesan air sabun; (2) perasaan tidak senang (tidak gembira dsb); kepahitan; kepedihan (perasaan): paman dapat merasakan ~ yg mencekam hati kemenakannya itu
kepiting raja kepiting jenis Krustasca, terdapat di Samudra Pasifik Utara dan diperjualbelikan; (2) kepiting tapal kuda yg terdapat di sepanjang pesisir Atlantik dan lautan di Kepulauan Indonesia, jenis Acaknid primitif kelas Merostomata
kepribadian ke.pri.ba.di.an [n] sifat hakiki yg tercermin pd sikap seseorang atau suatu bangsa yg membedakannya dr orang atau bangsa lain
kepungan ke.pung.an [n] (1) hasil mengepung: lima ekor rusa ~ pemburu itu, tertangkap; (2) hal (perbuatan dsb) mengepung: mereka berusaha melepaskan diri dr ~ musuh; (3) upacara makan bersama; selamatan
kerajaan ke.ra.ja.an [n] bentuk pemerintahan yg dikepalai oleh raja: ~ Inggris; (2) n tanda-tanda kebesaran raja: payung ~; takhta ~; (3) kl n martabat (kedudukan) raja: setelah Nenekanda berpulang, ~ dipegang oleh Ayahanda; (4) n wilayah kekuasaan seorang raja: sebelah utara, negara itu berbatas dng ~ Belanda; (5) n sifat sbg raja: jika tiada diketahuinya tujuh perkara, tiada sempurna ~ nya; (6) kl v menjadi raja; naik takhta: jika ia ~ , tiada akan sempurna negeri ini
kerajaan konstitusional ke.ra.ja.an konstitusional negara yg diperintah oleh seorang raja, tetapi hak dan kekuasaan raja serta kewajibannya thd rakyat diatur dan dibatasi oleh undang-undang dasar
kerajaan parlementer ke.ra.ja.an parlementer negara yg kekuasaannya di bawah seorang raja yg pemerintahannya dilaksanakan berdasarkan konstitusi (UUD) dan wakil rakyat (parlemen) memegang kedaulatan tertinggi
kerak ke.rak [n] lapisan yg kering (keras) atau hangus yg melekat pd benda lain [n] tiruan bunyi orang dsb menggaruk-garuk barang yg keras
kerama ke.ra.ma [kl n] kutuk; tulah; kecelakaan (yg didatangkan krn kutuk): -- bagimu krn engkau tiada akan hal hati orang berahi
keramat ke.ra.mat [a] (1) suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa krn ketakwaannya kpd Tuhan (tt orang yg bertakwa); (2) suci dan bertuah yg dapat memberikan efek magis dan psikologis kpd pihak lain (tt barang atau tempat suci)
kerambit ke.ram.bit [n] sabit kecil atau jembiah yg melengkung matanya; golok pendek; beladau
keramikus ke.ra.mi.kus [n] orang yg pekerjaannya membuat keramik; pekeramik
kerangkeng ke.rang.keng [n] (1) kurungan berpagar besi (tempat harimau dsb); (2) bilik berterali besi (tempat orang hukuman); (3) tempat untuk mengurung anak kecil
keranta ke.ran.ta [ark n] kutu yg tampak pd tubuh orang yg (akan) mati
keras kepala tidak mau menurut nasihat orang; tegar tengkuk; kepala batu
kerasukan ke.ra.suk.an [n] kemasukan (roh jahat dsb); kesurupan: ia berbicara terus spt orang ~
keratitis ke.ra.ti.tis [n Dok] peradangan pd selaput bening mata
kerbau ker.bau [n] (1) binatang memamah biak yg biasa diternakkan untuk diambil dagingnya atau untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati), rupanya spt lembu dan agak besar, tanduknya panjang, suka berkubang, umumnya berbulu kelabu kehitam-hitaman; Bos bubalus; (2) ki orang bodoh
kerbau jalang kerbau hutan (tidak dipiara orang)
kerbau punya susu [pb] seseorang yg membuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat pujian
kerbau runcing tanduk [pb] orang yg telah terkenal kejahatannya
kerbau seratus dapat digembalakan [pb] menjaga seorang perempuan lebih sukar dp menjaga binatang yg banyak
kercap-kercip ker.cap-ker.cip [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan
kercing ker.cing , me.nger.cing.kan v memicingkan (mata)
kercit ker.cit , me.nger.cit.kan v (1) mengedipkan; mengejapkan (mata); (2) mengerutkan (kening atau alis)
kerdil ker.dil [a] (1) selalu kecil saja; tidak dapat menjadi besar (tt orang, binatang, tumbuhan, dsb) krn kekurangan gizi atau krn keturunan: orang -- tak perlu rendah diri; (2) ki tidak berkembang, tidak maju; picik (tt pikiran, pandangan, dsb)
kereceng ke.re.ceng [v] me.nge.re.ceng.kan (mata) v mengejap-ngejapkan (mata)
kerendahan ke.ren.dah.an [a] terlalu rendah: tanahnya ~; (2) v direndahkan; dihinakan; dikalahkan (oleh): orang yg pantang ~
kereng ke.reng [Jw a] (1) keras segala perintahnya (thd anak dsb); garang; (2) Jk hitam pekat (tt pensil dsb); tebal (sehingga tampak spt orang pemarah): hidungnya mancung, alisnya --
kereta penumpang kereta (gerbong) untuk mengangkut penumpang (orang)
kering embun waktu sekitar pukul 08.00-09.00 (ketika embun sudah hilang oleh sinar matahari)
keris ke.ris [n] senjata tajam bersarung, berujung tajam, dan bermata dua (bilahnya ada yg lurus, ada yg berkeluk- keluk)
keris sempana keris yg berkeluk tiga, lima, atau tujuh dan dipercaya dapat mendatangkan keselamatan kpd pemiliknya
kerisauan ke.ri.sau.an [n] kerusuhan (hati); kegelisahan: ~ masyarakat timbul akibat tindakan beberapa orang terkemuka
kerja ker.ja [n] kegiatan melakukan sesuatu; yg dilakukan (diperbuat): -- nya makan dan minum saja; (2) n sesuatu yg dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian: selama lima tahun -- nya berdagang; (3) n perayaan yg berhubungan dng perkawinan, khitanan, dsb; pesta perjamuan: -- nikah akan dilaksanakan pd tanggal 10 Syawal; (4) n cak pekerjaan: menguli adalah -- yg memerlukan tenaga fisik; (5) v cak bekerja: hari ini ia tidak -- krn sakit
kerja lapangan [Man] penelitian keadaan pasar melalui cara pengamatan atau penanyaan lewat wawancara, isian daftar kuesioner, dsb
kerja rodi kerja paksa; -- sama kegiatan atau usaha yg dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dsb) untuk mencapai tujuan bersama: -- sama rakyat dan pemerintah mutlak diperlukan untuk kelancaran pembangunan ini
kerjantara ker.jan.ta.ra [ark n] hubungan orang yg mencari pekerjaan dng pihak yg mencari tenaga kerja
kerjap ker.jap [v] , me.nger.jap v mengejapkan; mengerdip (tt mata)
kerkop ker.kop [n cak] kuburan orang Eropa
kerling ker.ling [n] pandangan mata ke sebelah kanan atau kiri tanpa menggerakkan kepala, hanya menggerakkan bola mata ke arah sudut mata sebelah kanan atau kiri: -- matanya membangkitkan berahi , me.nger.ling a gemerlap
kerlingan ker.ling.an [n] pandangan mata melirik; lirikan: ~ matanya yg lembut membuat hatiku terpesona
kerlip ker.lip [n] cahaya kecil yg sinarnya tampak terputus-putus (sebentar terang, sebentar redup); kelip (tt cahaya, mata): suasana hening, sepi, dan gelap, tiada suara dan -- lampu [v cak] jatuh cinta; perlip
kero ke.ro [n] tempat tidur dr pipa besi [Jw a] juling (tt mata)
keroco ke.ro.co [Jw n] (1) siput kecil; (2) ki yg hina; yg tidak berharga; (3) ki yg tidak berpangkat (berkedudukan): kepala dinasnya sedang keluar kantor, kami hanya diterima oleh beberapa orang --
kerokan ke.rok.an [n] hal atau perbuatan mengerok (menggaruk-garuk bagian tubuh, punggung, leher) orang yg masuk angin dng uang logam dsb agar cepat sembuh
keropok ke.ro.pok [Mk n] , se.ke.ro.pok n setumpuk; sekelompok: di sana sini kelihatan ~ orang berdiri di muka toko atau di muka rumah [a] (1) tidak ada isinya; kosong; (2) berlubang-lubang (berongga-rongga) krn lapuk dimakan rayap (tt kayu) atau dimakan panas (cuaca); (3) ki lemah; lembek
kerosok ular di rumpun bambu [pb] tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang
keroyok ke.ro.yok [v] , me.nge.ro.yok v menyerang beramai-ramai (orang banyak): orang kampung serentak ~ dan memukuli pencopet yg tertangkap basah itu
keroyokan ke.ro.yok.an [n] (1) serangan beramai-ramai (orang banyak); (2) perkelahian beramai-ramai
kertas berharga kertas yg berisi pernyataan tertulis atau tercetak dr seseorang atau orang yg berwenang sbg bukti suatu kejadian
kerubung ke.ru.bung [v] , ber.ke.ru.bung v berkerumun: di tempat kecelakaan banyak orang ~
kerubungan ke.ru.bung.an [n] kumpulan orang banyak yg tidak beraturan
kerumunan ke.ru.mun.an [n] kumpulan orang dsb yg tidak teratur dan bersifat sementara
keruntuhan ke.run.tuh.an [n] keadaan runtuh; kerusakan; kerobohan: kota yg diguncang gempa bumi itu sedang mendekati ~ nya; (2) v tertimpa oleh sesuatu yg runtuh: banyak orang yg mati ~ gedung itu; (3) ki kehancuran; kerusakan
kerupuk ke.ru.puk [n] makanan yg dibuat dr adonan tepung dicampur dng lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dng alat cetak dijemur agar mudah digoreng [Jk a] ke.ru.puk.an a kebingungan; tergopoh-gopoh; gugup
kesadaran ke.sa.dar.an [n] (1) keinsafan; keadaan mengerti: -- akan harga dirinya timbul krn ia diperlakukan secara tidak adil; (2) hal yg dirasakan atau dialami oleh seseorang
kesahajaan ke.sa.ha.ja.an [n] kesederhanaan; kewajaran: -- orang itu tampak dr tutur katanya yg polos dan perilakunya yg lugu
kesakitan ke.sa.kit.an [a] terasa sakit; menderita (rasa) sakit: tangannya -- krn terbentur batu; (2) n perasaan sakit: ada sejam lamanya ia menahan -- pd lukanya itu sampai datang seorang dokter untuk menolongnya
kesaksamaan ke.sak.sa.ma.an [n] kecermatan; ketelitian
kesalahan ke.sa.lah.an [n] perihal salah; kekeliruan; kealpaan: orang tua itu selalu teringat akan -- yg telah diperbuatnya ketika masih remaja
kesambet ke.sam.bet [Jw v] sakit dan mendadak pingsan krn gangguan roh jahat (orang halus, hantu)
kesampukan ke.sam.puk.an [v] kemasukan setan dsb: orang itu --
kesangatan ke.sa.ngat.an [a] melampaui batas (tt tingkah laku); keterlaluan: kenakalannya -- sehingga ia dibenci orang
kesap-kesip ke.sap-ke.sip [v] kedip-kedip (tt mata)
kesastrawanan ke.sas.tra.wan.an [n] perihal sastrawan: ketika itu ia begitu berkuasa atas karir dan status -- seseorang
kesat daun pimping [pb] dikatakan kpd orang yg tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)
kesatria ke.sat.ria [n] (1) orang (prajurit, perwira) yg gagah berani; pemberani; (2) kasta kedua dl masyarakat Hindu; kasta bangsawan atau kasta prajurit
kesayangan ke.sa.yang.an [n] cinta kasih: -- kpd cucu kadang-kadang lebih dp -- kpd anak; (2) a kesukaan: balap mobil adalah hobi -- mereka; (3) n orang, binatang, dsb yg sangat disayang: ia adalah satu-satunya -- orang tuanya krn ia anak tunggal; (4) kekasih: hubungan dng -nya terputus krn tidak mendapat restu orang tuanya [n] perasaan menyesal (tidak rela, tidak ikhlas, dsb)
kesebelasan ke.se.be.las.an [n Olr] regu sepak bola yg terdiri atas 11 orang
kesederhanaan ke.se.der.ha.na.an [n] (1) hal (keadaan, sifat) sederhana; (2) Ling syarat pemerian kebahasaan yg didasarkan atas pendekatan uraian (dng ketuntasan dan kehematan)
kesejahteraan ke.se.jah.te.ra.an [n] hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman
kesentuhan ke.sen.tuh.an [v ] (1) kena sentuh; disentuh; (2) ki menderita sakit krn disentuh (dimasuki) orang halus
kesepuhan ke.se.puh.an [n] golongan yg terdiri atas orang-orang lanjut usia yg sangat dihormati oleh warga desa yg berfungsi sbg penasihat kepala desa
kesia-siaan ke.si.a-si.a.an [n] perihal (yg bersifat) sia-sia: tindakan yg tanpa dipikirkan akhirnya akan menjadi -- semata
kesik ke.sik [n] bunyi spt orang berbisik-bisik
kesopanan ke.so.pan.an [n] (1) adat sopan santun; tingkah laku (tutur kata) yg baik; tata krama: perbuatan itu dapat dianggap melanggar -- orang Timur; (2) keadaban; peradaban: bangsa-bangsa di dunia mempunyai -- yg berbeda-beda; (3) kesusilaan: jangan tinggalkan sifat-sifat -- kita apabila hidup di rantau nanti
kesosialan ke.so.si.al.an [n] sifat-sifat kemasyarakatan (sifat suka memperhatikan umum, suka menolong, dsb): krn perasaan -- nya, beliau selalu disukai orang dl pergaulan
kesot ke.sot [v] ber.ke.sot v maju berangsur-angsur dng menggeserkan pantat (spt anak yg belum pandai berjalan, orang lumpuh)
kesu-kesi ke.su-ke.si [n] bunyi spt orang berbisik-bisik
kesuh-kesih ke.suh-ke.sih [n] bunyi "ngih, ngih" (spt orang sakit bengek) (tt bernapas)
kesuksesan ke.suk.ses.an [n] keberhasilan; keberuntungan: kebanyakan orang senang mempelajari -- orang lain untuk ditiru
kesunyian ke.su.nyi.an [n] (1) perihal sunyi; keheningan; kelengangan; kesenyapan: siulan burung itu memecah -- malam; (2) merasa sunyi (krn seorang diri dsb); kesepian: semenjak anak istrinya pergi, ia --
kesusupan ke.su.sup.an [v cak] berhasil disusupi; kemasukan; kesisipan: mereka sangat kecewa telah -- mata-mata di daerahnya; kakinya -- duri
kesyahduan ke.syah.du.an [n] kekhidmatan
ketakaburan ke.ta.ka.bur.an [n] perihal atau sifat takabur; kesombongan: -- membuat orang ingkar pd kebenaran
ketakar-keteker ke.ta.kar-ke.te.ker [v] menggapai-gapai (orang jatuh yg berusaha bangun)
ketam ke.tam [a] terkatup rapat-rapat (kuat-kuat) [n] pisau kecil tidak berhulu, melainkan berlandas kayu (untuk menuai padi); ani-ani [n] alat untuk melicinkan kayu; serut [n] kepiting berkaki enam dan bersepit, hidup di lumpur di tepi pantai, sungai, parit, atau di pematang sawah [v] me.nge.tam v mengerat, memotong (kuku): ibu ~ kuku adik , me.nge.tam v berangsur menciut: bulan ~ turun
ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul [pb] orang yg memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan spt yg dinasihatkannya itu
ketam sentada ketam beracun yg dapat membunuh orang
ketap-ketap ke.tap-ke.tap [v] ber.ke.tap-ke.tap v berkedip-kedip: setelah dimarahi ayah, ia menunduk dng mata ~
ketap-ketip ke.tap-ke.tip [v] kedap-kedip (tt mata): waktu dimarahi anak itu menunduk saja sambil ~
ketapakan ke.ta.pak.an [kl n] tempat kehormatan dl balai penghadapan
ketegar ke.te.gar [a] tidak mau menurut kata (nasihat) orang; keras kepala; tegar hati
keteladanan ke.te.la.dan.an [n] hal yg dapat ditiru atau dicontoh: tidak perlu kita ragukan lagi ~ nya sbg orang tua
ketelitian ke.te.li.ti.an [n] kesaksamaan; kecermatan
ketempuhan ke.tem.puh.an [v] (1) terpaksa atau wajib mengganti kerugian (krn merusakkan dsb): krn menyerempet mobil lain, ~ Rp250.000,00; (2) mendapat celaan (cercaan dsb); (3) mendapat malu (cela dsb) krn kesalahan orang lain: krn perbuatan temanku itu, aku jadi ~
keterampilan bahasa ke.te.ram.pil.an bahasa [Ling] kecakapan seseorang untuk memakai bahasa dl menulis, membaca, menyimak, atau berbicara
ketergantungan ke.ter.gan.tung.an [n] (1) hal (perbuatan) tergantung; (2) Psi perihal hubungan sosial seseorang yg tergantung kpd orang lain atau masyarakat; (3) Dik keadaan seseorang yg belum dapat memikul tanggung jawabnya sendiri
keterkaitan ke.ter.ka.it.an [n] (1) hal (perbuatan) terkait; (2) keadaan (seseorang, badan, dsb) yg belum dapat mandiri, ketergantungan: sektor ekonomi yg tumbuh pesat dan padat modal itu ternyata hanya memiliki ~ yg kecil sekali dng sektor tradisional dan sektor informal
ketiban pulung [cak] (1) beroleh bahagia (anugerah, hadiah, pangkat, dsb); kejatuhan bintang; (2) mendapat kemalangan (kesulitan) akibat perbuatan orang lain
ketiga ke.ti.ga [num] (1) tingkatan sesudah yg ke-2; urutan yg ke-3; yg nomor tiga: edisi ~; jilid yg ~; (2) kumpulan yg berjumlah tiga: ~ orang itu segera dibawa ke kantor polisi
ketimbis ke.tim.bis [n] bisul kecil di tepi pelupuk mata; timbil
ketinggian permukaan laut ke.ting.gi.an permukaan laut ketinggian rata-rata permukaan air laut yg dihitung atas dasar hasil pengamatan tinggi permukaan air laut tiap jam
ketip ke.tip [n] gigitan binatang kecil (spt agas, nyamuk) [ark n] mata uang yg nilainya sama dng sepersepuluh rupiah atau sepuluh sen; picis [n] kelip yg berlangsung cepat (tt benda yg kecil); kedip
ketiplak ke.tip.lak [n] tiruan bunyi orang berjalan memakai bakiak (sandal dr kayu): kami pulang bersama-sama sambil menikmati irama -- bakiak kami dl gelap
ketua ke.tua [n] (1) orang yg tertua dan ba