Arti kata/frase "orang bini beranak tak boleh disuruh" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orang-bini-beranak-tak-boleh-disuruh

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orang bini beranak tak boleh disuruh menurut KBBI Edisi III

orang bini beranak tak boleh disuruh: [pb] pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi

Lebih lanjut mengenai orang bini beranak tak boleh disuruh

orang bini beranak tak boleh disuruh terdiri dari 6 suku kata. Kata tersebut mempunyai 10456 kata terkait yakni sebagai berikut:

beranak ber.a.nak [v] (1) mempunyai anak: ia sudah ~ dua orang; (2) melahirkan anak: istrinya baru ~; (3) dng anaknya: saudagar tiga ~
bini bi.ni [n cak] perempuan yg sudah dinikahi; istri: -- nya sudah kembali dr kota
boleh bo.leh [adv] (1) diizinkan; tidak dilarang: anak-anak -- menonton; (2) dapat: ia belum -- berdiri krn belum sehat benar; (3) kl beroleh; mendapat: berdoalah, biar -- anak raja
orang [n] (1) manusia (dl arti khusus); (2) manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut --; (3) dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng -- nya; (4) kata penggolong untuk manusia: lima -- nelayan; (5) anak buah (bawahan): mereka itu -- nya Pak Camat; (6) rakyat (dr suatu negara); warga negara: -- Pakistan; (7) manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia -- Bogor; suaminya -- Eropa; (8) suku bangsa; (9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak -- pun saya tolong; negeri -- , negeri lain (bukan negeri kita); (10) cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, -- belum gajian
tak [adv] tidak: -- kenal maka -- sayang [n] tiruan bunyi tempurung diadu [n] jenis mesin (motor bakar) dilihat dari jumlah perputaran untuk setiap perubahan: dua -- , dua putaran untuk sekali pembakaran
orang bini beranak tak boleh disuruh [pb] pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi
tak ada pendekar yg tak bulus tak ada pen.de.kar yg tak bulus [pb] tidak ada orang yg tidak pernah membuat kesalahan
takbir tak.bir [n Isl] seruan atau ucapan Allahu Akbar 'Allah Mahabesar': menjelang Idulfitri dan Idhuladha orang mengumandangkan -- [Ar n] penyingkapan; takwil (biasanya tt mimpi): ia mendapat petunjuk melalui -- mimpinya
takjub tak.jub [a] kagum; heran (akan kehebatan, keindahan, keelokan seseorang atau sesuatu): kami -- akan kegesitan gerak petinju itu; wisatawan asing -- akan keindahan
taklif tak.lif [Ar n] penyerahan beban (pekerjaan, tugas, dsb) yg berat (kpd seseorang)
taklukan tak.luk.an [n] orang (daerah, negara, dsb) yg sudah ditaklukkan
takziah tak.zi.ah [n] (1) kunjungan (ucapan) untuk menyatakan turut berduka cita atau belasungkawa; (2) hal menghibur hati orang yg mendapat musibah; penghiburan
orang am orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli); orang awam
orang asing orang lain; orang dr negara lain; (2) orang yg tidak dikenal
orang atasan orang atau kelompok orang yg berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang awam orang biasa; orang am; (2) orang yg bukan ahli dl suatu bidang ilmu
orang Barat orang yg tinggal di belahan bumi sebelah barat, terutama orang Eropa dan Amerika; orang kulit putih
orang berdendang di pentasnya orang ber.den.dang di pentasnya [pb] orang berkuasa di rumahnya masing-masing
orang besar orang yg berpangkat tinggi; pejabat; pembesar; orang yg sudah dewasa
orang buangan orang yg dijatuhi hukuman buang
orang dagang orang asing; perantau; (2) orang yg berniaga; saudagar
orang dalam orang yg ada di dl satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb)
orang gajian orang yg bekerja diberi upah; abdi (bujang, babu, dsb)
orang halimunan orang yg dapat menghilang krn mempunyai ilmu gaib; (2) siluman
orang hanyut orang yg mengembara ke mana-mana
orang helat orang lain; bukan keluarga
orang hilir orang (penduduk) yg tinggal di hilir sungai (di daerah muara)
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
orang hutan orang yg tinggal di hutan; (2) orang utan
orang kampung orang atau penduduk yg tinggal di kampung (bukan di kota)
orang kaya orang yg banyak hartanya; hartawan; (2) orang yg berpangkat (berkedudukan) tinggi; (3) panggilan kpd istri orang berpangkat atau orang yg patut dihormati
orang kota orang atau penduduk yg tinggal di kota
orang kulit putih orang Barat (terutama orang Eropa dan Amerika)
orang luar orang yg tidak termasuk dl satu lingkungan (golongan, pekerjaan, dsb)
orang luntang-lantung orang yg berkeliaran; (2) orang yg tidak berpencarian
orang lurus orang yg jujur
orang muda orang yg masih muda; (2) pemuda; (3) Mk tukang salung (tari dsb)
orang pangan orang yg masih tinggal di hutan; orang dr suku terasing; (2) sebutan bagi suku bangsa di Tanah Melayu yg masih tinggal di hutan
orang penggamang mati jatuh orang peng.ga.mang mati jatuh [pb] siapa yg tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya
orang pesisir orang yg tinggal di daerah pesisir; -- pintar ki dukun; paranormal: dia terpaksa mendatangkan -- pintar di rumahnya untuk menangkal hal-hal yg tidak diinginkan
orang sabun orang bulai; orang balar
orang semenda orang yg kawin dng anggota suatu kaum jika dipandang dr kaum itu
orang sipil orang yg bukan anggota (dinas) militer
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
orang-orangan orang-orang.an [n] tiruan orang; boneka; patung: -- di tengah sawah itu gunanya untuk menakut-nakuti burung
tak kan lari gunung dikejar tak kan lari gunung di.ke.jar , hilang kabut tampaklah dia [pb] sesuatu yg sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dl mengerjakannya
tak lalu dandang di air tak lalu dandang di air, di gurun di.tan.jak.kan [pb] dng berbagai-bagai ikhtiar untuk menyampaikan maksudnya
tak terkayuhkan lagi biduk hilir tak ter.ka.yuh.kan lagi biduk hilir [pb] sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)
takbiran tak.bir.an [n] pujian kpd Allah dng menyerukan takbir
takbiratulihram tak.bi.ra.tul.ih.ram [Ar n] takbir yg diucapkan pd awal salat
takdir tak.dir [n] (1) ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; nasib: dng -- , akhirnya kutemukan anak yg hilang itu; (2) jika; seandainya: -- nya terjadi apa-apa dng diri abang kpd siapa kami akan beruntung; (3) kalau ... pun: -- pun harus menghadapi risiko yg berbahaya, akan diteruskan juga niatnya
takdir Ilahi takdir Allah
takdis tak.dis [Ar n] penyucian; pengudusan
takhlik takh.lik [Ar v] me.nakh.lik.kan v membentuk; menciptakan; menjadikan
takhsis takh.sis [Ar n] pembatasan; pengkhususan
takhta takh.ta [n] (1) tempat duduk raja; (2) ki kedudukan
takjil tak.jil [v Isl] mempercepat (dl berbuka puasa)
taklid tak.lid [n Isl] keyakinan atau kepercayaan kpd suatu paham (pendapat) ahli hukum yg sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan
taklik tak.lik [n] perjanjian (kawin dsb); pernyataan [v] me.nak.lik v membaca dng teliti; mempelajari
taklikat tak.li.kat [Ar n] catatan tepi; takarir
taklim tak.lim [n Ar] pengajaran agama (Islam); pengajian: mari, kita mulai -- ini dng membaca bismillah
taklimat tak.li.mat [n] perbuatan atau peristiwa pemberian arahan atau informasi yg tepat: -- itu disampaikan atas kehendak karyawan dan pimpinan perusahaan
takluk tak.luk [v] mengaku kalah dan mengakui kekuasaan pihak yg dianggap menang; menyerah kalah kpd; tunduk kpd: Pangeran Diponegoro tidak mau -- kpd penjajah
takma tak.ma [n Lay] jalinan tali (kabel dsb)
takmurni tak.mur.ni, tak.mur.ni.an pewarna atom-atom yg didadahkan ke dl bahan induk agar dapat memberikan cahaya dng warna yg diinginkan
takraw tak.raw [n] bola (barang bulat) yg terbuat dr anyaman rotan; bola rotan: sepak -- , bermain menyeberangkan takraw dng kaki pd rentangan jaring
takrif tak.rif [n] (1) pemberitahuan; (2) pernyataan; (3) penentuan; (4) definisi; batasan
takrim tak.rim [Ar n] (1) penghormatan; (2) penghargaan
takrir tak.rir [n] peneguhan kebenaran dng alasan: guru itu -- nya banyak lagi dalam [n] pengulangan hafalan atau pelajaran
taksa tak.sa [a] mempunyai makna lebih dr satu; kabur atau meragukan (tt makna); ambigu
taksasi tak.sa.si [n] taksiran (tt harga barang dsb): menurut -- , biaya kontrak itu 4,5 miliar dolar Amerika
taksem tak.sem [n Ling] unsur gramatikal terkecil dr seleksi, urutan, tekanan, titi nada, atau modifikasi fonetik
taksi tak.si [n] mobil (biasanya sedan) tambangan
taksi gelap taksi yg beroperasi tanpa izin resmi (secara gelap)
taksi liar taksi gelap
taksi resmi taksi yg beroperasi dng izin resmi
taksidermi tak.si.der.mi [n] seni mengolah dan mengawetkan binatang, sehingga tercipta burung, dsb serta mengisinya sehingga berbentuk spt aslinya
taksimeter tak.si.me.ter [n] alat untuk menunjukkan jarak tempuh yg dinyatakan dl kilometer per jam; meter kecepatan; spedometer
taksin tak.sin [n] zat resin yg diekstraksi dr daun sejenis pohon cemara
taksir tak.sir [n] kira-kira; hitungan (kasar) [Ar] (1) a tidak mengindahkan; lalai; alpa; (2) n kelalaian; kealpaan
taksiran tak.sir.an [v] kiraan; hitungan kasar: menurut ~ , harga gedung itu Rp500.000.000,00
taksis tak.sis [Lihat {takhsis}] [n Bio] kecenderungan organisme untuk bergerak ke arah sumber rangsangan atau menjauhi sumber rangsangan dr luar
taksologi tak.so.lo.gi [n] ilmu pengelompokan makhluk hidup secara bersistem
takson tak.son [n] kelompok taksonomi, tanpa memandang tingkatannya, msl suku, marga, jenis, variabel
taksonomi tak.so.no.mi [n] (1) klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yg meliputi pengklasifikasian objek; (2) cabang biologi yg menelaah penamaan, perincian, dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan pembedaan sifatnya; (3) Ling klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis; urutan satuan fonologis atau gramatikal yg dimungkinkan dl satuan bahasa
taktik tak.tik [n] (1) rencana atau tindakan yg bersistem untuk mencapai tujuan; pelaksanaan strategi; siasat: -- perang gerilya semakin mantap; (2) muslihat: dng -- yg jitu, akhirnya ia berhasil menangkap penjahat itu
taktil tak.til [a] berkaitan dng sentuhan atau rabaan
taktis tak.tis [a] secara taktik; dng siasat
takut suntuk malam takut akan sampai pd batas malam; takut kemalaman
takwa tak.wa [n] (1) terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; (2) keinsafan diri yg diikuti dng kepatuhan dan ketaatan dl melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; (3) kesalehan hidup [n] baju model Cina, leher tertutup tinggi, belakangnya tidak simetris, berkancing sampai ke leher dan bersaku dua yg terletak pd bagian depan bawah
takwil tak.wil [n] (1) keterangan; penjelasan (spt tafsir, takbir); (2) penafsiran makna ayat Alquran, mengandung pengertian yg tersirat (implisit)
takwim tak.wim [Ar n] penanggalan; kalender: tahun --
takwin tak.win [Ar] (1) v menjadikan; membentuk; (2) n uraian untuk menerangkan; penjelasan
takyin tak.yin [Ar n] penjelasan; penegasan
takzim tak.zim [a] amat hormat dan sopan: sampaikan salam -- kami kpd bapak dan ibumu
takzir tak.zir [Ar n] hukuman yg dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim krn tidak terdapat dl Alquran dan hadis
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
bini-binian bi.ni-bi.ni.an [n cak] (1) bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan -nya saja; (2) suka atau kerap- kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang -- spt dia
orang timpang jangan dicacat [pb] kecelakaan yg menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan krn boleh jadi kita mengalami hal yg sama di kemudian hari
tak boleh bertemu roma [pb] selalu berselisih (bertengkar dsb)
takik ta.kik [n] (1) torehan yg agak dalam pd batang pohon untuk memudahkan pijakan orang memanjat; takuk kecil; gubang; (2) torehan pd kulit pohon (untuk mendapatkan getah)
bini penunggu istri penghulu adat yg berasal dr lapisan sosial lebih rendah, bertugas mengurus rumah tangga selama belum ada bini ratu
boleh juga dapat juga; (2) cak agak baik juga; tak berapa buruk; lumayan
orang awak sebutan bagi orang yg berasal dr Minangkabau
orang berdendang di pentas nya [pb] orang laki-laki berkuasa dl rumah tangganya
orang biasa rakyat umum; bukan orang berpangkat atau bukan orang bangsawan
orang budi-budian [pb] dua orang yg sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)
orang dahaga diberi air [pb] menolong orang yg kesusahan; memberi pelajaran kpd orang yg sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya
orang darat bongkong [ki] orang hulu yg jarang keluar dr kampungnya sehingga masih sederhana
orang gedean [cak] orang atau kelompok orang yg berkedudukan atau berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang halus roh; jin; (2) ark orang pandai
orang mandi bersiselam [pb] orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja
orang merdeka bukan budak (hamba) tebusan; orang bebas
orang muda selendang dunia [pb] (untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yg pemurah
orang ombak [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati) [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati)
orang terpegang pd hulu nya [pb] dl perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya dp kita
orang tua ayah ibu kandung; (2) (orang tua) orang yg dianggap tua (cerdik pandai, ahli, dsb); orang-orang yg dihormati (disegani) di kampung; tetua
orang tua angkat pria dan wanita yg menjadi ayah dan ibu seseorang berdasarkan adat atau hukum yg berlaku; -- tua asuh orang yg membiayai (sekolah dsb) anak yg bukan anaknya sendiri atas dasar kemanusiaan: penyaluran dana -- asuh berjalan lancar
orang tua diajar makan pisang [pb] orang yg sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
tak (ber) pucuk di atas enau [pb] sangat angkuh (selalu memandang rendah kpd orang lain)
tak akan terlawan buaya menyelam air [pb] orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan
tak jauh rebung dr rumpun nya [pb] tabiat anak tidak akan berbeda jauh dng orang tuanya
tak sungguh seluang melaut [pb] tidak betah tinggal di perantauan; orang yg meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga
tak tentu kepala ekornya [pb] tak tentu ujung pangkalnya
takak ta.kak [v] ber.ta.kak v terjadi dr dua helai [Lihat {takuk}]
takang-takik ta.kang-ta.kik [ark n] bermacam-macam takik
takaran ambang ta.kar.an ambang takaran minimum yg menimbulkan gangguan; dosis ambang
takaran kehidupan ta.kar.an kehidupan jumlah uang yg digunakan untuk membelanjai hidup seseorang dng cukup
takarir ta.ka.rir [Ar n] catatan yg dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat [Lihat {takrir}]
takeh ta.keh /takEh/ lihat tekar
takel ta.kel ? takal
takhayul ta.kha.yul [n] (1) (sesuatu yg) hanya ada dl khayal belaka: banyak orang kampung yg masih percaya kpd --; (2) kepercayaan kpd sesuatu yg dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti: beliau membersihkan hati umat dr segala --
takuh ta.kuh [n] -- takah 1 takik-takik; takuk-takuk; bermacam-macam takik (takuk); (2) tidak rata
takuk ta.kuk [n] takik yg agak dalam (pd pohon nyiur dsb), tempat tumpuan kaki ketika memanjat: -- takak, bermacam-macam takik dan takuk
takut ta.kut [a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):
takut bayang-bayang perasaan takut tanpa alasan
takut di hantu [pb] mendapat kesusahan (kecelakaan) krn takut akan sesuatu yg sebenarnya tidak perlu ditakuti
takut-takut ta.kut-ta.kut [adv] selalu merasa takut; sangat takut
takut-takut berani ta.kut-ta.kut berani agak takut; bimbang; ragu-ragu: ~ segan berasa agak takut dan agak segan; segan-segan; malu-malu
takut-takutan ta.kut-ta.kut.an [a] (1) mudah terkejut; sangat penakut; (2) malu-malu; segan-segan; (3) pura-pura takut
beranak berbiak ber.a.nak berbiak berkembang biak
beranak bercucu ber.a.nak bercucu mempunyai anak dan cucu; (2) ki turun-temurun; ~ pinak mempunyai keturunan: Kiai Maja ~ di Minahasa
bini aji [kl] gundik raja
bini dapur istri yg tidak mempunyai kedudukan (dl keluarga)
bini gahara [kl] istri yg sah
bini gelap [cak] gundik (istri yg tidak dinikahi), istri yg dirahasiakan dr khalayak
bini kawin wanita yg dikawin secara resmi dan sah
bini lari istri yg diperoleh dng jalan kawin lari
bini ratu istri pertama penghulu adat yg berkedudukan sbg ibu rumah tangga yg sederajat kedudukannya dng suami
bini selir istri yg kedudukannya lebih rendah dp istri terhormat (pertama)
boleh jadi barangkali; mungkin
bolehan bo.leh.an [a cak] bagus; bermutu; bernilai: ia berasal dr sekolah yg lebih -- dp kita
orang banyak umum; publik; khalayak ramai
orang belakang [cak] istri
orang diri hanya sendiri; sendirian
orang haus diberi air [pb] mendapat apa yg sangat diinginkan
orang keblangsak anak yatim; gelandangan
orang mata bagian yg hitam pd mata
orang mengantuk disorongkan bantal [pb] memperoleh apa yg diinginkannya
orang ramai umum; publik; khalayak ramai
orang sebelah tetangga; jiran
orang setangga tetangga
orang tani petani; peladang
orang utan kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus
tak acuh (acuh tak acuh) tidak peduli; tidak mau tahu; masa bodoh; tidak menaruh perhatian
tak ada beras yg akan ditanak [pb] tidak ada kelebihan yg pantas dikemukakan
tak ada gading yg tak retak [pb] tidak ada sesuatu yg tidak ada cacatnya
tak ada kusut yg tak selesai [pb] tidak ada perselisihan yg tidak dapat didamaikan
tak ada laut yg tak berombak [pb] setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya
tak ada padi yg bernas setangkai [pb] tidak ada satu pun yg sempurna
tak air talang dipancung [pb] tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya
tak akan (takkan) lari gunung dikejar [pb] jangan tergesa-gesa dl mengerjakan (mencapai) sesuatu yg telah pasti
tak beban batu digalas (tiada beban mencari beban ) [pb] sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)
tak beras antah dikisik [pb] melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai
tak emas bungkal diasah [pb] tidak peduli apa pun diperbuat, asal tercapai maksudnya
tak lapuk di hujan [pb] tetap selamanya; tidak mengalami perubahan
tak lekang oleh panas [pb] tetap tidak berubah selamanya (tt adat)
tak lulus pd akal [ki] tidak masuk akal
tak pandang uang [ki] tidak membedakan kaya dan miskin
tak putus dirundung malang [pb] tiada putusnya, tiada henti-hentinya men- dapat celaka
tak segan sudi; mau; suka; (2) tidak malu; (3) berani juga
tak segan-segan tidak malu-malu; tidak dng perasaan ini itu; tidak pandang-memandang
tak tanduk telinga dipulas [pb] tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)
tak tentu hilir mudiknya [pb] tidak tentu ujung pangkalnya, tidak tentu asal muasalnya
tak tentu hilir nya [pb] tidak tentu maksud dan tujuannya
takabur ta.ka.bur [a] merasa diri mulia (hebat, pandai, dsb); angkuh; sombong
takaful ta.ka.ful [n] (1) penjaminan; (2) asuransi berdasarkan syariat Islam
takah ta.kah [Mk a] (1) tampan; gagah; cakap
takah-takahnya ta.kah-ta.kah.nya [a] rupa-rupanya; kelihatannya; tampaknya; agaknya
takal ta.kal [n] kerek (kapi, katrol) yg bersusun
takar ta.kar [n] (1) satuan ukuran isi (sukat, liter, dsb); (2) periuk
takaran ta.kar.an [n] (1) alat untuk menakar; sukatan (liter dsb); (2) ki ukuran: kadar gula yg terkandung di dl darah pasien itu sudah melebihi ~
takaran sudah hampir penuh ta.kar.an sudah hampir penuh [ki] sudah tua (hampir mati)
takarir gambar ta.ka.rir gambar [Kom] keterangan yg biasanya terdiri atas satu atau beberapa kalimat yg menjelaskan isi dan maksud gambar
takarub ta.ka.rub [v] mendekatkan diri kpd Allah Swt. dng cara yg layak, menunaikan ibadah sebaik-baiknya, dan melipatgandakan amalan yg baik
takat ta.kat [p] se.ta.kat p hingga; sampai: sungai ini ~ pinggang dalamnya [Jw a] tahan menderita sakit (tidak mudah atau tidak lekas mati)
takeyari ta.ke.ya.ri [n] tombak bambu runcing (Jepang)
takhta kerajaan 1 kursi kerajaan (tempat duduk raja); singgasana; (2) kekuasaan raja
taki ta.ki [ark v] ber.ta.ki v berbantah; berdebat [ark n] janji
takigrafi ta.ki.gra.fi [n Ling] penggunaan steno atau tulisan yg disingkat demi kecepatan
takik telinga [Tern] sobekan buatan pd daun telinga hewan, biasanya sbg penanda nomor hewan
takikan ta.kik.an [n] torehan pd batang pohon
takimeter ta.ki.me.ter [n] alat ukur untuk menentukan jarak suatu objek secara cepat, terutama dl penelitian
takir ta.kir [n] wadah atau tempat makanan dr daun pisang dsb yg disemat dng lidi pd kedua sisinya; limas
takisme ta.kis.me [n] teknik menghasilkan lukisan abstrak dng memercikkan cat ke kanvas
taklik talak pernyataan jatuhnya talak atau cerai, sesuai dng janji yg telah diucapkan (krn melanggar janji pernikahan)
takoah ta.ko.ah [n] makanan dr kedelai putih; tahu cina
takol ta.kol [Sd v] me.na.kol v memukul
takometer ta.ko.me.ter [n Met] alat untuk mengukur banyaknya putaran per detik atau kecepatan sudut poros yg berputar
taksasi pajak proses atau penetapan jumlah pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak
taksis negatif menjauhi sumber rangsangan
taksis positif mengarah atau bergerak ke sumber rangsangan
takung ta.kung [v] ber.ta.kung v (1) mengendap; (2) menggenang: meleleh berderai, turun ~ dl lopak
takur ta.kur [a] tunduk
takut akan lumpur [pb] menghindarkan diri dr kesusahan yg kecil, jatuh ke dl kesusahan yg lebih besar
takut titik lalu tumpah [pb] krn segan merugi sedikit, jadi menderita kerugian besar
takutkan tuma [pb] sayang akan sesuatu yg berharga, tetapi dapat kerugian besar
bukan sembarang orang orang yg terpilih; bukan orang biasa
juru rias orang yg pekerjaannya merias wajah (wanita, pengantin, dsb); perias; (2) Kom orang yg tugasnya mengatur pemilihan foto yg tepat, warna yg serasi, dsb untuk dimuat pd halaman media cetak sehingga kelihatan indah
pahlawan kesiangan orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; (2) orang yg ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang
pak turut orang yg selalu mengikut apa saja yg dikatakan (dilakukan dsb) orang lain (ikut-ikutan, penurut)
acang-acang (dl) kampung orang yg dipercayai oleh orang sekampung; para cerdik pandai dl kampung
acang-acang alat orang yg mengatur peralatan
agen pemain orang (ba-dan) yg bertugas mencari pemain untuk bermain drama dsb
agen pembaharuan orang atau lembaga yg mendorong ter-ciptanya perubahan sosial ekonomi secara berencana (spt penyuluh pertanian, guru)
agen pengarang orang yg mewakili pengarang dl hal urusan penjualan dan penerbitan karyanya dng penerbit buku, dan merundingkan hak tambahan untuk penerbitan, penyiaran, dan pembuatan film
ahli agama orang yg mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim
ahli bahasa orang yg mahir dl pengetahuan bahasa
ahli bumi orang yg ahli dl pengetahuan tanah
ahli filsafat orang yg memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; filsuf
ahli fisika orang yg ahli dl bidang fisika; fisikawan
ahli fitopatologi orang yg ahli dl bidang ilmu penyakit tumbuh-tumbuhan
ahli geofisika orang yg ahli dl menentukan ciri fisik bumi dg menggunakan metode fisika kuantitatif
ahli geologi orang yg ahli dl menafsirkan struktur, asal mula, dan perkembangan bumi serta isinya
ahli hadis orang yg ahli dl seluk-beluk hadis orang yg berpegang pd hadis; pemegang hadis
ahli hukum orang yg mahir dl ilmu hukum
ahli ibadah orang yg taat menjalankan kewajiban agama (Islam dsb)
ahli ilmu racun orang yg mahir dl pembuatan dan penawar racun
ahli kitab orang-orang yg berpegang pd ajaran kitab suci selain Alquran
ahli kubur orang-orang yg telah meninggal; penghuni kubur
ahli maksiat orang yg gemar melakukan perbuatan yg tercela, buruk, dsb
ahli matematika orang yg ahli dl bidang matematika; matematikawan
ahli mikologi orang yg ahli dl bidang cendawan
ahli multimedia orang yg menguasai bidang komunikasi perantara (perhubungan)
ahli nujum orang yg pandai meramalkan sesuatu dng melihat bintang; (2) orang yg pandai meramal nasib orang dng melihat tapak tangan dsb
ahli obat orang yg ahli dl hal obat-obatan
ahli patung orang yg ahli dl membuat patung
ahli purbakala orang yg ahli dl bidang ilmu sejarah dan benda purbakala
ahli seismologi orang yg ahli dl cabang ilmu yg menelaah getaran bumi, baik yg disebabkan oleh alam maupun buatan; ahli gempa
ahli sejarah orang yg paham dl ilmu sejarah
ahli sihir orang yg memiliki dan menguasai ilmu sihir; juru teluh
ahli sufah orang yg turut hijrah bersama Nabi Muhammad saw. dr Mekah ke Medinah dng membawa harta seadanya, dl keadaan serba kurang
ahli suluk orang yg menganut dan melaksanakan tarekat tertentu untuk mendekatkan diri kpd Tuhan
ahli tafsir orang yg ahli dl menerangkan maksud ayat-ayat Alquran
ahli tasawuf orang yg mahir dl ilmu tasawuf; (2) orang yg menganut dan melaksanakan tasawuf
ahli tetas orang yg mempunyai keahlian dl bidang penetasan telur
ahli waris orang yg berhak menerima warisan (harta pusaka)
alat musuh orang (golongan, organisasi, partai politik) yg diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri
alim ulama orang-orang pandai dl pengetahuan agama Islam
amil zakat orang yg bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat
anak dabus orang yg ikut serta bermain dabus; pemain dabus
anak dagang orang perantauan; anak rantau
anak dayung orang yg mendayung; pendayung
anak muda orang yg masih muda; pemuda; (2) anak keenam
anak panggung orang yg mencari nafkah dng bermain dl pertunjukan pentas (sandiwara, tonil, komidi, dsb)
anak rantau orang yg mencari penghidupan di negara atau daerah lain
anak wayang orang yg menjadi pelaku (pemain) pd pertunjukan wayang orang atau ketoprak
anggota penderma orang yg secara tetap memberi derma kpd perkumpulan
anggota tentara orang yg masuk dl angkatan bersenjata
asisten apoteker orang yg ahli dl pembuatan obat-obatan, setingkat di bawah apoteker
asisten dokter orang yg bertugas membantu dokter dl melakukan kegiatan kedokteran
asisten dosen orang yg membantu dosen melaksanakan tugas profesionalnya
asisten sutradara orang yg membantu sutradara dl melaksanakan tugas profesionalnya
ayah angkat orang tua laki-laki yg bukan orang tua kandung, tetapi secara resmi menurut prosedur adat atau hukum diakui sbg ayah krn mengambil dan menganggap seseorang sbg anaknya sendiri dng segala hak dan kewajiban yg berhubungan dng kedudukan itu
badal haji orang yg melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain (spt menggantikan orang yg sudah me-; ninggal); wakil haji
bakal calon orang yg akan dicalonkan untuk menduduki suatu jabatan pimpinan (spt bupati, gubernur)
bandar buntut orang yg menjadi bandar judi buntut
bantu rumah tangga orang yg membantu dl urusan rumah tangga
benalu masyarakat orang atau golongan yg hidup menumpang atau menjadi beban masyarakat
budak belian orang yg dibeli dan dijadikan budak
bujang juandang orang halus yg konon dapat mendatangkan malang atau mujur kpd orang berjudi (terutama orang menyabung ayam)
bukti politik orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi
cekarau besar orang yg suka menyombong atau membual; (2) orang yg suka mencampuri urusan orang lain
cina buta orang yg menikahi perempuan dng dibayar (supaya perempuan itu setelah dicerai dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg telah tiga kali menalaknya); muhalil
cina kolong orang Cina pekerja tambang
dagang piatu orang asing yg hidup seorang diri
dukun tiban orang yg dl waktu terbatas mempunyai kemampuan mengobati suatu penyakit krn adanya kekuatan gaib akibat kerasukan roh
gembala kerbau orang yg pekerjaannya menggembala kerbau
hamba nafsu orang yg suka menurutkan hawa nafsunya
hantu bunian orang halus yg tinggal di hutan; siluman
hitam birat orang yg kulitnya hitam lagi buruk rupa
homo kuadratus orang yg berbahu lebar atau persegi
ibu bapak orang tua; ayah dan ibu
induk semang orang perem-puan yg mengambil orang lain (bukan keluarga) menjadi karib baiknya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; (3) orang yg memegang rumah (mengusahakan, menyeleng-garakan) pemondokan
insan per-iklanan orang yg bergerak di bidang periklanan
insan pers orang yg berkecimpung dl dunia pers
instalatur air orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan air bersih ke rumah konsumen
instalatur listrik orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan aliran listrik di rumah konsumen
isi rumah orang-orang yg tinggal serumah; penghuni rumah
jago gelut orang yg gemar berkelahi
jago kandang orang yg hanya berani atau unggul (berbicara, melawan, dsb) di lingkungannya sendiri
jago karate orang yg pandai bermain karate
jago kepruk orang yg suka memukuli (berkelahi, dsb); tukang pukul
jago kertas orang yg tampaknya pemberani, padahal penakut
jago silat orang yg pandai bersilat
jago tinju orang yg pandai bertinju
johan arifin orang yg terutama di antara cerdik pandai
juru bahasa orang yg kerjanya menerjemahkan perkataan orang (bahasa lisan); penerjemah
juru bayar orang yg pekerjaannya membayarkan gaji, honorarium, dsb
juru gambar orang yg ahli dl gambar-menggambar
juru kemasan orang yg pekerjaannya membuat perhiasan dr emas dan intan
juru kira orang yg pekerjaannya memeriksa (menghitung dsb) keadaan keuangan dl buku, buku dagang, dsb; akuntan
juru lelang orang (jawatan) yg mengurus pelelangan barang-barang (hasil sitaan dsb)
juru mesin pesawat orang yg ahli memperbaiki mesin pesawat terbang
juru parkir orang yg pekerjaannya mengatur mobil yg parkir
juru ramal orang yg pekerjaannya meramal; peramal
juru rawat orang yg tugasnya merawat orang sakit; perawat
juru resep orang yg menangani resep obat; orang yg paham tt resep obat
juru runding orang yg menjadi perantara dl perundingan antara dua pihak; (2) Pol pejabat pemerintah yg pekerjaannya merundingkan masalah negara, msl perdamaian dan perang dng negara lain
juru selam orang yg ahli (pekerjaannya) menyelam di laut (sungai) untuk mencari benda-benda yg hilang, mutiara, dsb; peselam
juru selamat orang yg menyelamatkan atau bertindak sbg penolong dl kesukaran; penyelamat; (2) Kris sebutan bagi Yesus Kristus
juru suara orang yg bertugas mengatur sistem vokal (pemberian suara) dl pembuatan film
juru tafsir orang yg memberi ulasan (komentar)
juru tenung orang yg pekerjaannya menilik (meramalkan nasib orang dsb); tukang tenung; pandai tenung
juru teriak orang yg bertugas mengajak para penonton untuk menyaksikan pertunjukan drama
juru ukir orang yg pekerjaannya mengukir; pandai ukir; tukang ukir; pengukir
juru ulas orang yg mengulas soal-soal politik dsb dl surat kabar; komentator; (2) penulis atau penyiar (radio, televisi) yg memberikan ulasan tt suatu peristiwa berdasarkan pandangan dan pendapatnya sendiri
kafir harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
kafir muahid orang kafir yg telah mengadakan perjanjian dng umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dng umat Islam selama perjanjian berlaku
kafir zimi orang kafir yg tunduk kpd pemerintahan Islam dng kewajiban membayar pajak bagi yg mampu
karyawan manajerial orang yg berhak memerintah bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dan dikerjakan sesuai dng perintah
karyawan operasional orang yg secara langsung harus mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai dng perintah atasan -- tetap pegawai yg bekerja di suatu badan (perusahaan dsb) secara tetap berdasarkan surat keputusan
kaum dagang orang-orang yg berniaga
kaum eksekutif orang yg mempunyai kedudukan sbg pemimpin dl perusahaan
kaum non orang-orang yg tidak mau bekerja sama dng pemerintah (Belanda) pd zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia
kecut hati takut; merasa ngeri; gentar; berdebar-debar hatinya; (2) kecewa (krn merasa berbuat salah)
kepala daerah orang yg mengepalai suatu daerah (msl gubernur untuk daerah tingkat I dan bupati untuk daerah tingkat II)
kepala desa orang yg mengepalai desa; lurah
kepala kampung orang yg mengepalai kampung
kepala keluarga orang yg bertanggung jawab thd suatu keluarga (biasanya bapak)
kepala negara orang yg mengepalai suatu negara (kerajaan)
kepala sekolah orang (guru) yg memimpin suatu sekolah; guru kepala
kepala stasiun orang yg mengepalai stasiun; sep stasiun
kepala suku orang yg menjadi pemimpin (raja) suatu suku
kuli salang orang yg pekerjaannya menata tumpukan bawang di pasar agar tampak menarik
langau merah orang yg mencari keuntungan dr perbuatan atau hal yg kotor
makelar devisa orang yg menjualbelikan alat pembayaran luar negeri atas dasar komisi atau rekeningnya sendiri
makelar ekspor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melakukan pembelian dan penjualan barang-barang ekspor
makelar impor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melaku-kan pembelian dan penjualan barang-barang impor
mantri garam orang yg bertugas menjual garam negara
manusia perahu orang-orang yg secara berbondong-bondong meninggalkan negerinya menuju negara lain dng menggunakan perahu
meter kecepatan takometer
migran seumur hidup orang yg tinggal di daerah yg bukan tempat kelahirannya
mitra perjamuan orang yg duduk di sebelah kita mengelilingi meja dl suatu perjamuan
nenek moyang orang dulu yg menurunkan kita; leluhur
olah data 1 orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data
oto sewaan taksi
pakar bidang ilmu orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu, spt biologi, kimia, fisika
pasak negeri orang terkemuka dl suatu negeri tempat orang meminta nasihat; turus negeri
pawang belat orang yg empunya belat
pawang buaya orang yg pandai menangkap atau menjinakkan buaya
pawang gajah orang yg pandai menangkap atau menjinakkan gajah
pawang hujan orang yg pandai menolak hujan
pawang hutan orang yg tahu benar tt hal-hal yg berhubungan dng hutan
pawang lebah orang yg dapat menjinakkan lebah dan kebal thd sengatannya; orang yg ahli tt lebah; juru cari madu
pawang pukat orang yg ahli menangkap ikan dng pukat
pendekar pena orang yg pandai menulis (mengarang) dl surat kabar dsb
pihak kedua orang yg kedua (disebutkan atau dicantumkan setelah pihak kesatu), msl dl perjanjian
pihak kesatu orang yg pertama (disebutkan atau dicantumkan lebih dahulu), msl dl perjanjian
pihak ketiga orang lain yg tidak ikut serta, msl dl perjanjian; (2) bangsa atau negara lain dsb yg tidak berpihak dl persengkataan (peperangan dsb)
pujangga gereja orang kudus (baik pria maupun wanita segala zaman, yg dihargai secara khusus krn ajaran yg dikemukakan benar, mendalam, dan sangat bijaksana)
raja jenang orang yg mengatur segala sesuatu dl penyabungan ayam
rakyat biasa orang kebanyakan; bukan bangsawan; bukan hartawan
rakyat kecil orang yg tingkat sosial ekonominya sangat rendah; orang kebanyakan (bukan penguasa pemerintahan)
ruap (dan) sampah orang yg sangat hina dl masyarakat; sampah masyarakat
saji makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan ilmiah
saksi ahli orang yg dijadikan saksi krn keahliannya, bukan krn terlibat dng suatu perkara yg sedang disidangkan
saksi mata orang yg melihat sendiri akan suatu kejadian
sanak saudara orang yg masih mempunyai hubungan keluarga; kerabat: -- saudaranya baru kembali dr rantau
saudara belahan orang-orang yg senenek moyang
sekretaris kehormatan orang yg melaksanakan tugas sekretariat suatu klub, organisasi, dsb tanpa dibayar
sekretaris pribadi orang yg menjadi pembantu orang lain untuk mengerjakan tulis-menulis, surat-menyurat, mencatat pembicaraan, dsb
sidang Jumat orang-orang yg bersalat Jumat
sidang ramai orang banyak; umum
singgasana kiani takhta kerajaan
sumber belajar orang yg dapat dijadikan tempat bertanya tt berbagai pengetahuan
talang kuda orang yg menjadi perantara dl menjual kuda
tamu agung orang yg berkedudukan tinggi yg sedang berkunjung dsb
tamu di negeri sendiri orang yg merasa asing di negeri sendiri; tidak mempunyai kuasa di negeri sendiri
tangan jahat orang yg berbuat jahat spt menganiaya, membunuh, membakar rumah
tangan jahil orang yg suka iseng spt corat-coret, colak-colek
teman hidup orang yg dijadikan pasangan hidup (istri atau suami)
tempat bertanya orang yg ditanyai
tenaga profesional orang yg ahli menjalankan tugasnya dl suatu profesi tertentu
tenaga terampil orang yg pekerja terampil krn melalui pengalaman tertentu
tuangku kubur orang yg sudah meninggal; ahli kubur
tukang koran orang yg bekerja menyampaikan surat kabar kpd pelanggannya atau menjualnya kpd khalayak yg memerlukan
tukang kuda orang (buruh) yg pekerjaannya memelihara kuda (membersihkan kandang, membersihkan kuda, memberi makan, dsb)
tukang pijit orang yg pekerjaannya memijit; tukang urut
tukang rekening orang yg pekerjaannya menagih rekening
tukang sampah orang yg pekerjaannya membersihkan jalan (menyapu dan membuang sampah)
tukang serobot orang yg suka melanggar hak orang (mencuri, merampas, merebut, dsb)
tukang sulap orang yg ahli dl main sulap
tukang sunat orang yg mengkhitan; bengkong
tukang tadah orang yg menerima barang curian (selundupan dsb)
tukang temberang orang yg suka bercakap muluk-muluk (membual dsb)
uang ujian orang yg dibayarkan oleh siswa atau mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian; (2) uang vakasi
usia kehamilan taksiran usia janin yg dihitung dr hari pertama masa haid normal
wakil nikah orang yg menggantikan laki-laki dl melaksanakan upacara pernikahan
wakil rakyat orang-orang yg duduk sbg anggota badan perwakilan rakyat; utusan rakyat
wali murid orang yg menjamin dan bertanggung jawab thd seorang anak di sekolahnya, spt ibu, bapak, saudara
warga dunia orang yg tidak menjadi warga salah satu negara; orang yg tidak berkebangsaan
warga negara asing orang warga negara lain
wong agung orang besar; para pembesar; pejabat
menari (merentak) di ladang orang [pb] bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
menunjukkan ilmu kpd orang menetak [pb] nasihat yg baik itu tidak berguna bagi orang yg tidak mau menggunakannya
suku tak boleh dianjak [pb] orang yg sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)
air beriak tanda tak dalam air be.ri.ak tanda tak dalam [pb] orang yg sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi
berkocak tanda tak penuh ber.ko.cak tanda tak penuh [pb] orang yg banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya
berlepas taksir ber.le.pas taksir membersihkan diri dr kesalahan orang
berontak be.ron.tak [v] (1) meronta-ronta hendak melepaskan diri: walaupun sudah diikat, kuda itu -- hendak melepaskan diri; (2) cak melawan, tidak mau menurut perintah: adiknya -- , tidak mau disuruh belajar; (3) melawan pemerintah (kekuasaan dsb) secara serentak: suku bangsa itu -- krn merasa diperlakukan tidak adil
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertakziah ber.tak.zi.ah [v] (1) menghibur orang yg mendapat musibah; (2) menyatakan turut berdukacita; melayat (orang mati): banyak kaum kerabat almarhum yg datang ~ dan mengantarkannya ke kubur
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
dalam laut boleh diajuk dalam laut boleh di.a.juk , dalam hati siapa tahu [pb] apa yg tersembunyi di dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui
datang tak berjemput datang tak berjemput, pulang tak ber.han.tar [pb] perihal orang yg tidak diindahkan
geletak ge.le.tak /gelEtak/, meng.ge.le.tak v (1) menelentangkan (diri): krn lelah dan mengantuk, ia ~ begitu saja di pinggir jalan; (2) terkapar; terletak begitu saja: orang yg terserempet mobil itu masih ~ di tepi jalan, belum ada yg mengurusinya
harimau ditakuti krn giginya [pb] orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang krn kekuasaan dan pangkatnya
ijuk tak bersagar lunak tak berbatu [pb] seseorang yg tidak ada sanak saudaranya yg dimalui (ditakuti) orang
juru atak [Graf] orang yg bertugas mengatur pengatakan cerita, artikel, atau gambar pd halaman media cetak
keluar tak mengganjilkan keluar tak meng.gan.jil.kan , masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil) [pb] hal (orang) yg tidak terpandang sedikit juga dl masyarakat
kementakan ke.men.tak.an [n] kemungkinan; kebolehjadian: -- terjadinya banjir sangat kecil
ketakaburan ke.ta.ka.bur.an [n] perihal atau sifat takabur; kesombongan: -- membuat orang ingkar pd kebenaran
kotak pos kotak di kantor pos yg disewakan kpd pelanggan, kuncinya dipegang oleh orang yg berlangganan surat untuk pelanggan dapat dimasukkan ke dl kotak tsb dan dapat diambil sewaktu-waktu oleh pelanggan
kotak sarang [Tern] kotak tempat kelinci bersarang dan beranak
malang tak boleh ditolak [pb] nasib buruk tidak dapat dicari-cari
memersonanongratakan me.mer.so.na.non.gra.ta.kan [v] menganggap (menyatakan) sbg orang yg tidak disukai; mengusir secara halus krn tidak disukai lagi (duta, konsul, dsb)
menakhtakan me.nakh.ta.kan [v] mendudukkan seseorang di takhta kerajaan; mengangkat seseorang menjadi raja: Napoleon ~ adiknya menjadi raja di Spanyol
mentak men.tak [Jk adv] mungkin; boleh jadi
menyamaratakan me.nya.ma.ra.ta.kan [v] (1) memperlakukan (menganggap) sama semuanya: kita tidak dapat dng semua kemampuan orang; (2) meratakan: pihak lawan -- kota itu dng tanah
menyertakan me.nyer.ta.kan [v] (1) mengikutsertakan: ia -- seorang anak buahnya dl konferensi itu; (2) menambahkan (sbg lampiran); melampirkan; mengirimkan bersama-sama
mutaki mu.ta.ki [n] orang yg takwa kpd Allah; orang yg saleh
pemberontak pem.be.ron.tak [n] (1) orang yg melawan atau menentang kekuasaan yg sah; pendurhaka; (2) orang yg sifatnya suka memberontak (melawan)
pencetak pen.ce.tak [n] (1) orang yg pekerjaannya mencetak buku dsb; tukang cetak; (2) perusahaan (orang) yg mencetak; (3) alat dsb untuk mencetak
penggertak peng.ger.tak [n] (1) orang yg menggertak; (2) alat dsb untuk menggertak; (3) sesuatu yg dipakai untuk membuat berani
perpustakaan khusus per.pus.ta.ka.an khusus perpustakaan atau pusat informasi yg dibiayai oleh perseorangan, badan korporasi, perhimpunan, badan pemerintah, kelompok lain; (2) koleksi khusus atau terpisah dl suatu perpustakaan
perpustakaan rujukan per.pus.ta.ka.an rujukan perpustakaan yg memiliki buku yg biasanya tidak boleh digunakan di luarnya
perwatakan per.wa.tak.an [n] hal-hal yg berhubungan dng watak: seorang aktor harus memahami ~ dramanya
pustakawan pus.ta.ka.wan [n] orang yg bergerak dl bidang perpustakaan; ahli perpustakaan
tergeletak ter.ge.le.tak [v] tertelentang; terkapar; terletak begitu saja: ia melihat seorang laki-laki tua ~ di pinggir jalan
acuan cetak acu.an cetak [Graf] bingkai atau pelat berisi teks dan/atau gambar yg akan dicetakkan pd bahan cetak
administrasi perpustakaan kegiatan pelengkap yg berkaitan dng rencana memajukan dan mengembangkan perpustakaan
ajang orang milik orang; -- seleksi tempat untuk menyeleksi (pemain dsb): kejuaraan atletik se-Jawa itu digunakan sbg -- seleksi bagi pemain daerah
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
alah menang tak tahu [pb] perihal seseorang yg tidak ikut campur dl dua pihak yg sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yg telah tentu kalah
alat baca cetak alat baca mikrofilm yg juga mencetak dan memperbesar mikrofilm secara cepat untuk reproduksi dokumen
anak orang [pb] seseorang yg asing bagi kita akan tetap asing juga
angkat tangan mengangkat kedua belah tangan ke atas spt ketika orang mulai salat; (2) cak mengacungkan tangan ke atas tanda menunjukkan diri: coba siapa yg dapat mengerjakan, -- tangan; (3) cak ki menyerah (tidak akan melawan lagi); takluk; (4) cak ki tidak sanggup menghadapi; putus asa: ia sudah -- tangan kalau disuruh menghadapi orang itu
atak [n Graf] (1) komposisi; tata letak; (2) tata letak huruf yg akan dicetak [ark n ] mobil beroda tiga (spt bemo)
atak kasar berbagai unsur karya seni (teks, gambar, foto, dan ilustrasi lain) yg disatukan dan diletakkan pd satu lembaran karton, kemudian difoto untuk dijadikan separasi
ataksia atak.sia [n Dok] kehilangan kendali atas fungsi tubuh
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bahan cetak karya tulis yg dicetak, kata-katanya tersusun dl bentuk yg mudah dimengerti dan dl bentuk yg penuh gaya
baju takwa lihat 2takwa
bak menanti orang dahulu bak menanti orang dahulu, bak me.la.lah orang kudian [pb] melakukan sesuatu yg sia-sia
bangsat tak tahu disukarnya [ki] orang yg tidak tahu diri
banyak orang banyak ragam nya [pb] tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri
barang cetakan barang yg dicetak (spt buku, majalah)
Batak Ba.tak [n] suku bangsa di daerah Sumatra Utara
batak ba.tak [n Sas] petualang; pengembara
bekertak be.ker.tak [Mk v] berbunyi "ketak-kertak", spt dahan patah, lantai pelupuh terinjak
bekertak-kertak be.ker.tak-ker.tak [v] membuat berbunyi "kertak-kertak" spt dahan patah atau lantai pelupuh terinjak
belum beranak sudah ditimang belum duduk sudah berlunjur belum beranak sudah di.ti.mang belum duduk sudah berlunjur [pb] terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai
bengkatak beng.ka.tak [n] kadal dng sisir di belakangnya
bentak ben.tak [v] mem.ben.tak v memarahi dng suara keras; menghardik: ia -- dan mengusir pengemis itu
bentakan ben.tak.an [n] suara keras dan kasar untuk memarahi
berani hilang tak hilang [pb] melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut
berantak be.ran.tak , be.ran.tak.an a (1) cerai-berai (berserak-serak); tidak keruan letaknya: sungguh tidak sedap pemandangan di ruangan itu krn segala barang -; (2) tidak terpelihara dng baik: jika rumah tangga -, pendidikan anak-anak akan telantar
berat pd mata orang lain [ki] disegani (dihormati) orang
berbini ber.bi.ni [v] mempunyai bini; sudah kawin (tt laki-laki): ada lelaki yg -- empat; sudah cukup umurnya untuk -
berbinikan ber.bi.ni.kan [v] kawin dng (tt laki-laki); mengambil sbg bini: tidak patut engkau -- perempuan nakal itu
bercetak ber.ce.tak [v] dicetak (dicap): kata-kata yg ~ miring adalah kata-kata asing
berdetak ber.de.tak [v] berbunyi spt berdetik, tetapi lebih berat
bergelanggang di mata orang banyak ber.ge.lang.gang di mata orang banyak [ki] nyata atau terang sekali
bergeretak ber.ge.re.tak [v] mengeluarkan bunyi "kertak-kertak": rumah ~ krn digoyang gempa
beriak tanda tak dalam [pb] orang yg suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
berkain tiga hasta; berkain tak cukup sebelit pinggang; tak berkain sehelai benang) ber.ka.in tiga hasta; ber.ka.in tak cukup sebelit pinggang; tak ber.ka.in sehelai benang) [pb] serba kekurangan (miskin sekali)
berkatak-katak ber.ka.tak-ka.tak [v] berlipit-lipit; bergelambir
berkerotak ber.ke.ro.tak [v] berderak-derak
berketak ber.ke.tak [v] (1) berlipat (pd kulit leher dsb): lehernya jenjang ~ tiga, tempat peluh bermain; (2) berombak-ombak (rambut): ia menyikat rambutnya yg ~ itu
berketak-ketak ber.ke.tak-ke.tak [v] (1) berbunyi "ketak, ketak"; (2) berkotek-kotek (bunyi ayam)
berketak-ketik ber.ke.tak-ke.tik [v] (1) berbunyi "ketak, ketik" (tt arloji dsb); (2) ki berdebar-debar hatinya
berketuk-ketak ber.ke.tuk-ke.tak [v] berketak-ketak
berkontak ber.kon.tak [v] (1) mengadakan kontak; perhubungan; (2) cak ada arus listriknya (tt pesawat dsb)
berkotak-kotak ber.ko.tak-ko.tak [v] (1) terdiri atas banyak kotak; (2) berpetak-petak; (3) terbagi-bagi; terpecah-pecah: jangan memandang persoalan itu secara sempit dan ~
berlidah di lidah orang ber.li.dah di lidah orang [pb] hanya menurut perkataan orang saja; ~ buaya ki kata-katanya penuh dng tipu daya licik: orang yg ~ buaya akhirnya dijauhi orang banyak
berorang-orang ber.o.rang-orang [Mk v] berlaku spt orang lain (bukan secara kekeluargaan)
berotak ber.o.tak [v] (1) berakal; mempunyai pikiran; mempunyai kecerdasan yg baik: anakmu tidak -; (2) mempunyai otak: apakah udang ada yg -?
berpetak ber.pe.tak [v] berkotak-kotak; berbilik-bilik: di samping rumahnya berderet panjang bangunan ~; rumahnya ~; (2) berbidang-bidang (sawah): tidak jauh dr tempat kami terhampar sawah ~
berpetak-petak ber.pe.tak-pe.tak [adv] berpetak
bersenjatakan ber.sen.ja.ta.kan [v] memakai senjata tertentu; menggunakan sbg senjata: mereka dikejar oleh beratus-ratus orang kampung yg -- tombak dan keris
bertakdir ber.tak.dir [v] bergantung takdir
bertakhta ber.takh.ta [v] (1) menjadi raja; memerintah (negeri); berkuasa: siapa yg ~ di kerajaan itu pertama kali?; (2) bersemayam: pd waktu itu raja Mataram ~ di Kartasura
bertakik ber.ta.kik [v] ada takiknya (takuknya)
bertakik-takik ber.ta.kik-ta.kik [v] banyak takiknya
bertaklid buta ber.tak.lid buta hanya meniru (menuruti) paham dsb tanpa mengetahui dasar, hukum, bukti, atau alasan
bertaklik ber.tak.lik [v] mengucapkan pernyataan; mengucapkan janji
bertakuk ber.ta.kuk [v] ada takuknya
bertakwa ber.tak.wa [v] menjalankan takwa
bertali boleh dieret bertali boleh dieret, ber.tam.puk boleh dijinjing [pb] perjanjian sudah erat dng syarat-syaratnya
bertetakan ber.te.tak.an [v] saling menetak; saling membacok
berwatak ber.wa.tak [v] mempunyai watak; berkepribadian; bertingkah laku
besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya) [pb] orang yg besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
betak-betak be.tak-be.tak [a] koyak-koyak; compang-camping (tt pakaian) [n] penyakit kulit; betik-betik
binatak bi.na.tak [n Huk] bawaan laki-laki ke rumah istri pd bentuk perkawinan semenda; harta pembujangan (adat Bangka)
bingkatak bing.ka.tak [Mk n] buaya yg pendek dan gemuk badannya; buaya katak
bingung tak dapat diajar [pb] berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)
bintak bin.tak [n] perahu bertiang dua
bintang di langit boleh dibilang [pb] cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu
bontak bon.tak [Mk a] gemuk bulat (tt pipi dsb)
buang bini menceraikan bini
bumi mana yg tak kena hujan [pb] setiap orang berbuat salah
buntak bun.tak [a] (1) pendek gemuk; (2) bundar
celutak ce.lu.tak [Jw a] (1) suka makan sesuatu yg tidak patut krn bukan hak atau jatahnya; (2) ki suka menggoda wanita
cetak ce.tak [n] (1) cap (terutama yg dipakai untuk membuat buku dsb); (2) acuan (untuk membuat batu bata, kue, dsb); cetakan
cetak awal [Graf] (1) cetakan dng atau tanpa tinta yg masih akan ditumpangi cetakan warna lain; (2) terbitan pendahuluan sebuah artikel atau karya tulis lain yg akan diterbitkan dl bentuk buku
cetak balik [Graf] cetakan yg huruf atau gambarnya putih di atas latar hitam atau warna hurufnya terang
cetak balikan [Graf] cetakan pd bagian belakang lembaran
cetak batu metode percetakan dng batu sbg acuan, yg gambarnya sama tinggi dng permukaan; cetak datar langsung; litografi
cetak biru cetakan gambar bagan rencana bangunan, berwarna putih di atas dasar biru
cetak buta [Graf] cetakan tanpa tinta; cetak timbul
cetak cahaya [Graf] sistem cetak dng menggunakan cahaya yg memakai acuan kaca
cetak coba [Graf] lembar cetakan permulaan dr susunan huruf di dl dulang (galai) untuk mengetahui benar salahnya susunan huruf, yg harus dikoreksi sesuai dng naskahnya
cetak coba bersih [Graf] cetak coba yg hanya sedikit atau tidak ada kesalahannya
cetak coba repro cetak coba yg dibuat untuk pemotretan reproduksi
cetak dalam [Graf] sistem cetak dng pelat, bagian yg gambarnya dietsa ada di bawah permukaan
cetak datar [Graf] sistem cetakan dng acuan atau pelat yg gambarnya sama tinggi dng permukaan; litograf
cetak dupleks [Graf] cetak dua warna yg dibuat dr model satu warna dng warna yg kedua dipakai sbg warna dasar
cetak lepas artikel yg terbit dl majalah dan dicetak ulang khusus untuk keperluan pengarang tanpa menghilangkan nomor terbitan yg memuat artikel itu
cetak ofset cetak datar tidak langsung, yg tintanya dr pelat dialihkan ke kain karet dan dr kain karet ke kertas
cetak oplah [Graf] pencetakan sejumlah pesanan yg telah ditentukan
cetak perada [Graf] proses cetak memakai tepung (serbuk) warna emas atau perak
cetak seni ukiran, litografi, dsb dr pelat cetakan yg dipersiapkan oleh senimannya
cetak timbul [Graf] cara mencetak dng tidak menggunakan tinta yg krn tekanan cetak, hasilnya agak menonjol berbentuk relief
cetak tinggi metode pencetakan yg huruf dan/atau gambarnya menonjol lebih tinggi di atas permukaan
cetak ulang hasil pencetakan ulang buku, baik krn mengalami penyempurnaan maupun tidak
cetak-mencetak ce.tak-men.ce.tak [n] perihal (yg berhubungan dng) pencetakan buku dsb: mereka bekerja dl bidang ~
cetakan ce.tak.an [n] (1) sesuatu yg telah dicetak; hasil mencetak; (2) penerbitan (buku dsb); (3) acuan (kue dsb); (4) ki sesuatu yg sudah jadi; bentukan
cetakan awal ce.tak.an awal buku yg baru selesai dicetak dan dikirimkan oleh percetakan kpd penerbit sebelum oplah seluruhnya diserahkan: ~ dalam cetak dalam
citak ci.tak ? cetak
cutak cu.tak [ark n] distrik
daftar kepustakaan daftar pustaka
detak de.tak [n] tiruan bunyi detik tetapi lebih berat, tiruan bunyi debar jantung yg memukul keras
detak jam suara atau bunyi "tak, tak" yg berasal dr jam
di padang orang berlari [pb] tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
dikatakan berhuma lebar dikatakan ber.hu.ma lebar, sesapan di halaman [pb] memegahkan kekayaan (keberanian dsb), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)
diserakkan padi awak diimbaukan orang lain [pb] orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan
ditetak belah [pb] walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di -- , pb yg membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yg baik, melainkan memakai buatannya yg buruk-buruk
duduk seorang bersempit-sempit duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama ber.la.pang-la.pang [pb Mk] dng musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan
ekologi taksonomi cabang ekologi menurut golongan taksonomi, msl ekologi serangga dan ekologi mikrob
emas lantakan emas lantak
entak en.tak [v] meng.en.tak v (1) menginjak (mengenyak, menekan ke bawah, menumbuk, dsb) kuat-kuat: dia menghardik seraya ~ lantai; (2) menusuk; menikam (dng tombak dsb): dia terjatuh ketika hendak ~ babi hutan itu
epistaksis epis.tak.sis [n Dok] pendarahan dr hidung; mimisan
epitaksi epi.tak.si [n Fis] pertumbuhan suatu hablur pd permukaan hablur lain yg berfungsi sbg substrat sehingga pertumbuhan itu diorientasikan oleh struktur substrat itu
fonotaktik fo.no.tak.tik [n Ling] (1) urutan fonem yg dimungkinkan dl suatu bahasa; (2) deskripsi tt urutan fonem
fototaksis fo.to.tak.sis [n] reaksi binatang thd cahaya
garam di kulumnya tak hancur [pb] orang yg pandai menyimpan rahasia
garis sentakan [Met] garis yg dibuat dl suatu daerah yg menyatakan bahwa di sepanjang garis itu terdapat perubahan kecepatan angin yg besar
gegar otak [Dok] penderitaan pd otak akibat guncangan dr luar (krn terjatuh, pukulan benda keras, dsb)
gelatak ge.la.tak [Lihat {geletak}] [a] cerewet; banyak mulut [v] , meng.ge.la.tak v menggelitik; menggelikan
gelotak ge.lo.tak [v] , meng.ge.lo.tak v mengupas buah yg keras kulitnya
gemeletak ge.me.le.tak [v] berbunyi "kertak, kertak" spt bunyi gigi yg beradu; gemeretak
gemeretak ge.me.re.tak [v] berbunyi "kertak-kertak" spt dahan besar yg patah
gemertak ge.mer.tak [v] berbunyi "kertak, kertak"
gerantak ge.ran.tak , meng.ge.ran.tak v mengentakkan (kaki) ke lantai
geratak ge.ra.tak [Jk v] pergi ke sana kemari untuk mencari sesuatu
geretak ge.re.tak [n] bunyi "kertak-kertak" spt gigi digesekkan
gertak ger.tak [n] suara keras (entakan kaki, ancaman, dsb) untuk menakut-nakuti: jangan takut, itu hanya --
gertakan ger.tak.an [n] (1) perbuatan menggertak; (2) gertak
getak-getuk ge.tak-ge.tuk [n] tiruan bunyi suara ketukan berulang-ulang secara teratur
gratak gra.tak [a] tidak dapat membiarkan sendiri (tt anak kecil)
guntak gun.tak [n] tiruan bunyi "kelotak-kelotak" spt bunyi biji di dl buah yg telah kering yg dikocak
halaman cetak [Graf] bagian halaman dng ukuran tertentu yg memuat cetakan
hari takwim waktu selama 24 jam, dimulai dr pukul 00.00-24.00; (2) sepertiga ratus enam puluh lima bagian dr satu tahun matahari yg dinyatakan dl hari dng satu periode bumi mengelilingi matahari
harimau mengaum takkan menangkap [pb] orang yg mengancam dsb dng perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa
heliotaksis he.li.o.tak.sis [n Bio] reaksi positif atau negatif yg diberikan suatu organisme thd rangsangan yg berasal dr sinar matahari
hidung tak mancung [pb] orang yg tidak turut campur dl suatu pekerjaan menjadi susah dan yg patut susah berdiam diri
hidup di ujung gurung orang [pb] orang yg hidup melarat
hipotaksis hi.po.tak.sis [n Ling] (1) hubungan gramatikal antara klausa utama dan klausa terikat; (2) penggabungan kalimat dng kalimat, klausa dng klausa, frasa dng frasa, atau kata dng kata, dng menggunakan kata penghubung
hitam dikatakan putih [pb] tidak mengatakan yg sebenarnya (yg baik dikatakan buruk dan sebaliknya)
hitam mata itu mana boleh bercerai dng putihnya [pb] orang yg sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
hujan emas di negeri orang [pb] sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
hukum taklifi [Ar] hukum yg mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf
huruf cetak huruf yg lazim dipakai dl cetak-mencetak (huruf-hurufnya tidak bergandengan)
ilmu perpustakaan pengetahuan dan keahlian mengenai administrasi perpustakaan berikut koleksinya, ekonomi perpustakaan, dan bibliografi
individualisme in.di.vi.du.al.is.me [n] (1) paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan); (2) paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara; (3) paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain
isi lemak dapat ke orang [pb] orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja
istimtak is.tim.tak [Ar v] bercumbu-cumbuan antara suami dan istri
jaras dikatakan raga jarang [pb] mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga
jasa perpustakaan segala fasilitas yg disediakan oleh sebuah perpustakaan untuk penggunaan buku dan penyebaran informasi
jika takut dilimbur pasang [pb] kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yg berbahaya
jitak ji.tak [v] , men.ji.tak v cak mengetuk (menampar) dahi atau kepala (dng buku tangan yg dikepalkan)
judes ju.des [a] lekas marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang; ketus; tajam mulut: seorang sekretaris harus ramah dan tidak boleh --
kain takwa kain (baju) potongan Cina berkancing sampai ke leher dan bersaku dua yg terletak pd bagian depan bawah; baju takwa
kalah gertak kalah krn ditakut-takuti; kalah dl hal menggertak
kalau tak ada angin [pb] jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi
kalau takut dilimbur pasang kalau takut di.lim.bur pasang, jangan berumah di tepi pantai [pb] kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu
jalan ja.lan [n] tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dsb): mobil kami melewati -- yg sempit dan berbelok-belok; (2) n perlintasan (dr suatu tempat ke tempat lain): -- ke Bandung lewat Puncak selalu macet; (3) n yg dilalui atau dipakai untuk keluar masuk: -- masuk ke Tugu Monumen Nasional melalui lorong di bawah tanah; (4) n lintasan; orbit (tt benda di ruang angkasa): satelit itu berputar mengelilingi bumi melalui -- nya; (5) n gerak maju atau mundur (tt kendaraan): mobil itu sangat laju -- nya; (6) n putaran jarum: arloji itu kurang baik -- nya; (7) n perkembangan atau berlangsungnya (tt perundingan, rapat, cerita, dsb) dr awal sampai akhir: -- ceritanya kurang lancar; (8) n cara (akal, syarat, ikhtiar, dsb) untuk melakukan (mengerjakan, mencapai, mencari) sesuatu: rasanya tidak ada -- lain, kita harus segera mengambil keputusan; (9) n kesempatan (untuk mengerjakan sesuatu): tidak perlu khawatir, -- masih terbuka untuk Anda; (10) n lantaran; perantara (yg menjadi alat atau jalan penghubung): segala itu sudah ditakdirkan Tuhan, kejadian itu hanya sbg --; (11) v cak berjalan: kita tidak boleh -- di atas rumput taman; (12) v melangkahkan kaki: sekali -- , dua tiga maksud tercapai; (13) n kelangsungan hidup (tt organisasi, perkumpulan, dsb): dng begini, -- nya organisasi lebih susah; (14) a dapat dipahami; benar: kalimatnya sudah --
karam berdua basah seorang karam ber.dua basah seorang [pb] dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yg kena hukum
karang otak karang yg berbentuk spt otak manusia
karya cetak segala sesuatu yg dicetak
katak ka.tak [n] binatang amfibi pemakan serangga yg hidup di air tawar atau di daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang dp kaki depan, pandai melompat dan berenang [ark n] lipit-lipit pd leher dsb; gelambir: ayam kalkun mempunyai keistimewaan, yaitu mempunyai -- pd lehernya [a] pendek: baju -- , jas berlengan pendek
katak betung katak yg nyaring bunyinya
katak hendak jadi lembu [pb] orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong
katak hijau katak berwarna hijau, hidup di sawah, makanannya nyamuk, jentik-jentik, dsb
katak kembung katak yg dapat menggembungkan dirinya
katak kuak katak yg besar
katak pohon katak yg mempunyai selaput spt kaki bebek, digunakan untuk meluncur dr satu pohon ke pohon lainnya, bagian atas tubuhnya berwarna hijau, bagian bawahnya berwarna cokelat kekuning-kuningan; katak terbang
katak puru katak yg berkulit kasar, berbintik-bintik, berwarna kehitam-hitaman, kadang-kadang berwarna spt tanah; bangkong
katak terbang katak pohon
kataklisme ka.tak.lis.me [n] (1) banjir besar; (2) huru-hara hebat; (3) perubahan sosiopolitik yg membawa malapetaka
katakomba ka.ta.kom.ba [n] (1) Kris ruang di bawah tanah tempat makam atau persembunyian orang Kristen pd zaman Romawi
kategori sintaksis [Ling] (1) golongan yg diperoleh suatu satuan sbg akibat hubungan dng kata lain dl konstruksi sintaksis; (2) kategori gramatikal
kebotakan ke.bo.tak.an [n] keadaan atau hal botak
keletak ke.le.tak [n] tiruan bunyi batu kecil yg jatuh di papan dsb
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
kental ken.tal [a] (1) antara cair dan keras; pekat (tidak cair); hampir beku: orang sakit itu sudah diperbolehkan makan bubur -- , bukan lagi bubur saring; (2) akrab (tt persahabatan); karib: sahabat --; (3) cak memperlihatkan keasliannya (tt pengucapan bahasa): logat Bataknya masih --
keretakan ke.re.tak.an [n] hal (keadaan) retak: ~ ini hendaknya dapat diatasi
kerotak ke.ro.tak [n] derak-derak
kertak ker.tak [n] bunyi spt dahan patah atau lantai papan yg terinjak
kertak-kertuk ker.tak-ker.tuk [v] berbunyi "kertak-kertuk"
kerutak ke.ru.tak [v] me.nge.ru.tak v mengerkah (tt tulang dsb)
keseorangan ke.se.o.rang.an [n] dl keadaan seorang diri (kesunyian, terpencil, dsb)
ketak ke.tak [a] bunyi "tak, tak" (bunyi ketukan pd papan) [n] pelipatan (kerut) pd kulit leher dsb
ketakar-keteker ke.ta.kar-ke.te.ker [v] menggapai-gapai (orang jatuh yg berusaha bangun)
ketakjuban ke.tak.jub.an [n] keadaan (perihal) takjub; kekaguman; keheranan: ~ arsitek Barat thd konstruksi Candi Borobudur dapat dipahami
ketakrifan ke.tak.rif.an [n Ling] hal yg bersangkutan dng sifat nomina atau frasa nomina yg acuannya (dianggap) telah sama-sama diketahui oleh pembicara dan pendengar dl situasi komunikasi
ketaksaan ke.tak.sa.an [n] perihal taksa; kekaburan; keraguan (tt makna); ambiguitas: ~ kalimat dapat diatasi dng memperhatikan konteks
ketakutan ke.ta.kut.an [n] perihal takut; rasa takut; keadaan takut; (2) n keseganan; (3) a kekhawatiran; kegelisahan; (4) a dl keadaan takut; menderita takut (khawatir gelisah)
ketakwaan ke.tak.wa.an [n] perihal takwa
kitorang ki.to.rang [pron] kita orang; kita (terutama digunakan di Manado dan Ambon): tinggal sedikit hari -- rayakan Natal
konstruksi sintaktis [Ling] pengelompokan satuan yg sesuai dng kaidah sintaktis suatu bahasa, msl rumah makan (dan bukan makan rumah); sepeda ini (dan bukan ini sepeda); -- subordinatif Ling konstruksi endosentris dng konstituen, yg disebut induk, yg dimodifikasikan oleh konstituen lain, msl dalam konstruksi enak sekali, induk enak dimodifikasikan oleh sekali
kontak kon.tak [n] hubungan satu dng yg lain: sejak berpisah kami kehilangan -- satu sama lain; (2) n cak sambungan arus listrik: walaupun kabelnya dipasang, jika belum ada -- nya, lampu listrik itu belum juga bisa menyala; (3) v cak bertemu (dng); tembak-menembak: patroli kita -- dng musuh di dekat pelabuhan
kontak fatis [Ling] hubungan antara pembicara dan kawan bicara yg berlangsung sangat singkat yg dinyatakan dng perbuatan atau ungkapan yg tidak berisi informasi mendalam
kotak ko.tak [n] (1) peti kecil tempat barang perhiasan, barang kecil, dsb; (2) petak: setelah panen, -- sawah itu ditaburi dng benih ikan; (3) Olr tingkatan atau tempat yg tiada masuk dl hitungan: dl babak penyisihan kesebelasan itu sudah masuk --; (4) cak ruang (bidang) empat persegi: di dalamnya terdapat dua kolam renang, satu berbentuk lingkaran dan satunya lagi berbentuk --
kotak hitam kotak kecil yg ditempatkan pd ekor pesawat terbang yg dapat merekam pembicaraan antara pilot pesawat dan petugas menara pengawas atau suara dl pesawat terbang
kotak katik ko.tak ka.tik [n] gerak-gerik (suara dsb): tidak terdengar -- nya, semuanya membisu
kotak perkakas kotak yg berisi seperangkat perkakas untuk menukang dsb
kotak suara kotak dl pemilihan calon anggota DPR (lurah, dsb) kotak tempat memasukkan lembaran yg sudah diisi oleh pemilih
kotak surat kotak tempat surat di depan rumah, surat untuk penghuni rumah dapat dimasukkan ke dl kotak tsb, dan dapat diambil sewaktu-waktu oleh pemiliknya
kotaklema ko.tak.le.ma [n] ikan laut yg besar bernapas dng paru-paru; ikan paus: lelaki tua itu dikenal sbg tukang tikam --
koyak tak berbunyi [pb] melakukan sesuatu yg kurang baik, tetapi tidak diketahui orang
kutak ku.tak [Mk v] mengguncangkan kuat-kuat
langkah tersentak [Tern] langkah tersentak-sentak pd anak ayam yg menderita kekurangan piridoksin (vitamin B6), biasanya diawali oleh penurunan selera makan, pertumbuhan, anemia, kelainan gerakan, dan akhirnya konvulsi
lantak lan.tak [v] me.lan.tak v (1) memukul kuat-kuat supaya keras atau padat; (2) memukul supaya masuk ke dl tanah: ~ pancang; (3) menggasak; menghantam; menghabiskan: mereka ~ semua hidangan itu [n] kayu yg digunakan untuk menahan tanah longsor: pasanglah -- pd tebing itu
lantakan lan.tak.an [n] sesuatu yg dilantak (msl senapan)
latak la.tak [Jw n] ampas (tahi) minyak (cat, gula, dsb)
latihan taktis la.tih.an taktis [Mil] latihan pasukan pd semua taraf operasi tempur, termasuk berbaris, pengamanan, serangan, pertahanan, dan pengunduran
lembek otak lemah otak
letak le.tak [n] (1) tempat beradanya sesuatu: di mana -- rumahnya; (2) kedudukan; keadaan: coba jelaskan bagaimana -- persoalannya
lidah tak bertulang [pb] mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu yg berat adalah melaksanakannya
litak li.tak [Mk a] letih; lunglai (krn kelaparan)
lompat katak permainan anak-anak dng melompat-lompat spt katak
lotak lo.tak [a] (1) mulai busuk: mayat itu sudah --; (2) lusuh (krn tua, usang, dsb): kain itu sudah --
luluh lantak lu.luh lan.tak [v] hancur sama sekali
main watak pemain yg memerankan watak tertentu
makan keringat orang [ki] mengecap kesenangan dsb dng jalan mempekerjakan orang lain [ki] mengambil keuntungan dr hasil kerja keras orang lain
mana boleh bagaimana akan boleh (dapat); tidak mungkin; mustahil: -- boleh sudah dijual diminta lagi
masuk tak genap [pb] orang yg tidak berharga dl masyarakat
matakao ma.ta.kao [n] gambar binatang yg digantungkan dan diletakkan di tengah-tengah tanaman tertentu sbg penolak secara gaib thd hewan yg sebenarnya (kebiasaan di Pulau Mentawai)
mati dicatuk katak [pb] orang yg berkuasa dikalahkan oleh orang yg lemah
mati katak mati spt katak, tidak ada yg mempedulikan
media cetak sarana media massa yg dicetak dan diterbitkan secara berkala spt surat kabar, majalah
mediastinum otak kecil [Anat] sekat tengah otak kecil
megasporangium me.ga.spo.ra.ngi.um [n Bot] sporangium yg menghasilkan megaspora, yg pd tumbuhan berbiji berupa bakal biji
melabuhkan orang me.la.buh.kan orang mencampakkan orang ke laut
melantakkan me.lan.tak.kan [v] memukul kuat-kuat supaya masuk (terbenam) dalam-dalam (tt paku, pancang, dsb)
meletak me.le.tak [Mk v] menaruh; menempatkan
meletak badan me.le.tak badan merebahkan badan untuk beristirahat
meletak nasi me.le.tak nasi menaruh sajian (nasi) kpd roh halus, hantu dsb
meletak tanda me.le.tak tanda memberikan barang (berupa cincin dsb) kpd pengantin perempuan sbg tanda perkawinan akan berlangsung
meletakan me.le.ta.kan [v] merendahkan (martabat orang dsb); menghinakan;
meletakkan me.le.tak.kan [v] (1) menempatkan; menaruh: ia ~ buku-bukunya di atas meja; (2) melepaskan; tidak melaksanakan lagi: krn gagal dl pemerintahannya, perdana menteri itu ~ jabatan; (3) menetapkan: pemerintah telah ~ undang-undang perpajakan thd barang-barang mewah
meletakkan batu pertama me.le.tak.kan batu pertama menempatkan batu yg mula-mula sekali pd waktu mendirikan bangunan (suatu kebiasaan yg bersifat simbolis)
meletakkan senjata me.le.tak.kan senjata menghentikan pertempuran; berhenti berperang
meluluhlantakkan me.lu.luh.lan.tak.kan [v] menghancurkan (menghabiskan) sama sekali: banjir bandang ketika itu sempat ~ delapan dusun
memantakkan me.man.tak.kan [v] memukulkan (paku dsb) hingga masuk dalam-dalam
membakar tak hangus direndam tak basah mem.ba.kar tak hangus direndam tak basah [pb] (1) sangat kikir; (2) sangat kuasa
membatak mem.ba.tak [v] (1) bertualang, melanglang; mengembara; (2) merampok; menyamun; merampas
membawakan cupak ke negeri orang [pb] memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang
memberantakkan mem.be.ran.tak.kan [v] membuat berantakan: sifat latah dan ikut-ikutan dng anak nakal telah -- studinya
memberi lauk kpd orang membantai [pb] memberi pertolongan kpd orang yg tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)
memberitakan mem.be.ri.ta.kan [v] (1) mengabarkan; mewartakan: mereka -- bahwa pelaksanaan konferensi itu ditunda; (2) melaporkan; memberitahukan: kantor cabang itu sudah -- kebakaran gedungnya ke kantor pusat
memberontak mem.be.ron.tak [v] berontak
membina watak mem.bi.na watak pembangunan watak manusia sbg pribadi dan makhluk sosial melalui pendidikan dl keluarga, sekolah, organisasi, pergaulan, ideologi, dan agama
membolehkan mem.bo.leh.kan [v] memperbolehkan
membotak mem.bo.tak [v] menjadi botak
membotaki mem.bo.taki [v] mencukur rambut sampai habis; membuat menjadi botak
memecahkan otak me.me.cah.kan otak [ki] sukar sekali untuk dipikirkan; sangat membebani pikiran
memeras otak me.me.ras otak [ki] berpikir keras
memetak-metak me.me.tak-me.tak [v] membagi menjadi beberapa bidang (petak) dng batas-batas tertentu
memijak kepala (orang) me.mi.jak kepala (orang) sangat menghina orang
memintakan me.min.ta.kan [v] meminta sesuatu untuk (orang lain dsb): orang tua murid itu -- izin tidak masuk bagi anaknya
memperbinikan mem.per.bi.ni.kan [v] (1) menjadikan bini; mengawini (tt laki-laki): setelah tidak berhasil -- gadis itu, ia pergi meninggalkan kampungnya; (2) mengawinkan (anak laki-laki) dng: ia bermaksud -- anak laki-lakinya dng anak kepala desa
memperkatakan mem.per.ka.ta.kan [v] menguraikan sesuatu dng perkataan; membicarakan; merundingkan: semua orang akan ~ cela orang itu yg tidak terhapuskan
mempertakut mem.per.ta.kut [v] (1) menimbulkan rasa takut pd; menakuti; mempertakuti: jangan ~ anak-anak itu dng berbagai cerita seram; (2) menjadikan lebih takut: mereka ~ rakyat yg sudah takut
memukulratakan me.mu.kul.ra.ta.kan [v] mengambil patokan menurut keadaan pd umumnya; menjadikan rata-rata; menyamaratakan
memutar otak me.mu.tar otak [ki] memeras otak; memikir dng sungguh-sungguh
menataki me.na.taki [v] memberi beralas atau berlapik
menceritakan men.ce.ri.ta.kan [v] (1) menuturkan cerita (kepada): ia paling pandai ~ cerita binatang; (2) memuat cerita: Serat Dewa Ruci ~ Zaman Purba; (3) mengatakan (memberitahukan) sesuatu kpd: Ibu sedang asyik ~ pendidikan anak-anaknya
mencetak men.ce.tak [v] (1) membuat tulisan atau gambar dr klise pd kertas dng melumas klise itu dng tinta lalu ditekankan pd kertas; mengecap: ~ kamus; (2) mengecap (kain dsb); (3) membuat sesuatu dng acuan; menuang logam (besi dsb) dl acuan: ~ uang perak; ~ kue; (4) memperoleh kemenangan dl (pertandingan); (5) memasukkan gol (dl sepak bola); (6) memperoleh: para pencatutlah yg berhasil ~ keuntungan luar biasa dr pertandingan itu
mencetakkan men.ce.tak.kan [v] (1) menyuruh mencetak; mencetak sesuatu untuk; (2) menerbitkan buku dsb
mendetak men.de.tak [v] berdetak
mendikte men.dik.te [v] (1) menyuruh orang menulis apa yg dibacakan atau dikatakan; (2) ki menyuruh berbuat dan menurut saja spt yg dikatakannya (dng tidak boleh membantah): jangan terus ~ , berikan kepadanya kebebasan berpikir
meneratak me.ne.ra.tak [v] mendirikan teratak
menetak meramu me.ne.tak meramu menebang kayu-kayuan untuk bahan rumah
menetakkan me.ne.tak.kan [v] memarangkan; membacokkan: sambil berteriak, ia ~ pedangnya yg sudah terhunus ke pundak lawannya [v] menetak
mengairi sawah orang meng.a.iri sawah orang [pb] menguntungkan orang lain
mengajar orang tua makan dadih [pb] mengajar orang yg lebih pandai
mengasah otak meng.a.sah otak [ki] mengasah pikiran
mengatak meng.a.tak [v] (1) mengatur tata letak huruf yg akan dicetak; (2) mengatur (menata) sesuai dng komposisi yg baik: mereka sibuk ~ pelaminan
mengatakan me.nga.ta.kan [v] (1) menyebutkan; menuturkan: dia tidak ~ begitu; (2) menceritakan; memberitahukan: jangan ~ kpd Ibu bahwa saya tidak pergi ke sekolah
mengentak-entak meng.en.tak-en.tak [a] berasa spt dicocok-cocok (tt bisul dsb); berdenyut-denyut (tt ubun-ubun, hati, dsb): terasa pusing dan ~ kepala saya; biasanya kepala bayi masih ~
mengentak-entakkan meng.en.tak-en.tak.kan [v] menumbukkan (memukulkan, menghantamkan) turun naik: dia ~ alu itu ke lesung
mengerami telur orang meng.e.rami telur orang [ki kas] mengawini perempuan yg sudah mengandung
mengertak-ngertakkan me.nger.tak-nger.tak.kan [Mk v] menggeserkan gigi dng gigi sehingga menimbulkan bunyi "kertak-kertak"
menggeletakkan meng.ge.le.tak.kan [v] menaruh (membiarkan) tergeletak: ia ~ anaknya di bawah sinar matahari pagi
menggemeretakkan meng.ge.me.re.tak.kan [v] menjadi bergeretak atau (berbunyi geretak-geretak)
menggertak meng.ger.tak [v] menakut-nakuti dng suara keras (dng ancaman dsb): maksudnya hanya ~ dng mengacungkan pistolnya
menggertakkan meng.ger.tak.kan [v] (1) memacu kuda agar berlari kencang: ia ~ kudanya; (2) mengeritkan atau mengertakkan (gigi, geraham) krn marah dsb: ia ~ giginya; ~ geraham
menggrataki meng.gra.taki [v] merusak
mengontak me.ngon.tak [v] menghubungi pihak lain: ~ polisi
mengorangkan meng.o.rang.kan [v] menganggap atau menghargai sbg orang
mengotak me.ngo.tak [v] menjadi berkotak-kotak
mengotak-ngatikkan me.ngo.tak-nga.tik.kan [v] mengguncangkan (negeri dsb)
mengotak-ngotakkan me.ngo.tak-ngo.tak.kan [v] membuat batas-batas lingkungan sehingga yg satu dng yg lain terpisah; memecah-belah (golongan, kelompok, dsb): golongan kiri berusaha ~ masyarakat agar mudah dihancurkan
mengotakan me.ngo.ta.kan [kl v] (1) menjadikan spt kota; menjadikan bersifat kota; menjadikan sbg konsumsi orang kota; (2) memperkuat dng benteng; memakai sesuatu untuk benteng
mengotaki meng.o.taki [v] mengatur siasat, memberikan pikiran yg dilakukan secara rahasia (tidak terang-terangan); mendalangi: ia dituduh -- berbagai kegiatan pencurian pd beberapa kantor pemerintah dan sekolah
menguati harta orang me.ngu.ati harta orang mengambil harta orang (lain) dng paksa
mengunyah orang bergigi mengunyah orang ber.gi.gi [pb] mengajar (memberitahu) orang yg sudah tahu
mengutak-atik meng.u.tak-a.tik [v] melakukan utak-atik; mencoba-coba
mengutak-ngatikkan me.ngu.tak-nga.tik.kan [v] (1) mengguncang-guncangkan; menghuru-harakan (negeri dsb): ~ negeri; (2) memperlakukan dng sewenang-wenang atau sesuka hati; (3) melakukan sesuatu pd peralatan untuk memperbaiki atau menyempurnakannya
menistakan me.nis.ta.kan [v] menjadikan (menganggap) nista; menghinakan; merendahkan (derajat dsb): janganlah suka ~ orang lain krn bagi Tuhan manusia itu semuanya sama
menodai nama orang tua [ki] merusak harga diri orang tua
menostaksis me.nos.tak.sis [n Dok] haid yg tidak normal dan berlangsung lama
menurut me.nu.rut [v] berjalan dsb melalui atau mengikuti (jalan, garis, jejak, dipakai juga dl arti kiasan, dsb): kereta api berjalan ~ rel; ~ garis yg telah ditentukan; (2) v meniru; mencontoh; meneladan: anak-anak disuruhnya menggambar ~ contoh di papan tulis; (3) v melakukan apa yg diperintahkan (disetujui, dikatakan, dsb); tidak melawan (membantah atau menentang); mengindahkan (nasihat, petunjuk, ajaran, dsb); patuh kpd: apa jadinya kalau ia tidak ~ kpd ajaran orang tuanya; (4) v memenuhi (syarat, ketentuan, harapan, permintaan, dsb); (5) v ikut: si bungsu itu selalu ~ ibunya, ke mana pun ibunya pergi; (6) p berdasar; sepanjang (kabar, pendapat, dsb): ~ berita radio pagi ini, Presiden akan meninjau daerah pertanian di Sulawesi; (7) v sesuai dng (tidak melanggar, tidak bertentangan dng); selaras dng: tindakan itu sudah ~ pd peraturan yg berlaku
menyandang lemang hangat orang [pb] menderita akibat perbuatan orang lain
menyantakkan me.nyan.tak.kan [v] menyantak
menyatakan me.nya.ta.kan [v] (1) menerangkan; menjadikan nyata; menjelaskan: ucapannya belum ~ siapa di antara mereka yg bersalah; (2) menunjukkan; memperlihatkan; menandakan: daftar itu ~ betapa banyaknya korban yg jatuh; (3) mengatakan; mengemukakan (pikiran, isi hati); melahirkan (isi hati, perasaan, dsb); mempermaklumkan (perang): anak cucunya ~ setuju; ia ~ terima kasihnya kpd pengurus
menyentak keris me.nyen.tak keris menghunus (mencabut) keris
menyentak tumbuk me.nyen.tak tumbuk meninju sekuat-kuatnya
menyentak-nyentak me.nyen.tak-nyen.tak [v] marah-marah disertai bentakan atau hardikan; membentak-bentak; menghardik-hardik: kalau ada masalah di kantor, ia selalu -- anak dan istrinya yg tidak bersalah
menyentakkan me.nyen.tak.kan [v] menyentak
menyerentakkan me.nye.ren.tak.kan [v] melakukan serentak
menyinggung mata bisul orang [pb] mengenai apa yg paling sakit (peka) bagi seseorang
merata-ratakan me.ra.ta-ra.ta.kan [v] membuat (angka) rata-rata; menghitung untuk memperoleh angka rata-rata; menjumlahkan, lalu membaginya dng banyaknya unsur yg menjadikan jumlah itu: dl 3 kali ulangan, nilainya 7, 5, 6, dan jika dirata-ratakan menjadi 7 + 5 + 6 dibagi 3, atau menjadi 6
merebus tak empuk me.re.bus tak empuk [pb] tidak berubah pendirian; tetap hati (walaupun digoda dsb); mantap hati
merecak tengkuk orang me.re.cak tengkuk orang duduk di atas tengkuk orang; (2) ki mengambil keuntungan atas jerih payah orang lain
merentak me.ren.tak [v] mengentak-entakkan kaki (krn marah dsb): ia pun bangkit dr duduknya, ~ dan memekik-mekik [v] menyentak; merenggut: anjing itu pun ~ rantai itu sampai putus
meretak me.re.tak [v] mulai retak; menjadi retak: gelas baru itu ~ krn dituangi air panas
meretakkan me.re.tak.kan [v] menjadikan atau menyebabkan retak: dialah yg ~ hubunganku dng gadis itu
mesin cetak mesin untuk mencetak buku, majalah, dsb
mewataki me.wa.taki [v] memberi watak: kalau situasi multiperspektif itu makin ~ konflik Teluk Persia, kejadian bisa lain sama sekali
minta dedak kpd orang mengubik [pb] minta pertolongan dsb kpd orang yg tidak punya
mintak min.tak [Ar n] ikat pinggang; sabuk; kendit
mintakat lembap [Met] mintakat iklim yg sama sekali tidak pernah mengalami kegersangan
minum darah orang [pb] banyak merugikan orang dng mengambil keuntungan yg berlebih-lebih darinya
minyak dng air adakah (bolehkah) bercampur? ( minyak dan air masa sama) [pb] orang yg bermusuhan atau yg tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu
minyak habis sambal tak enak [pb] dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dl perjodohan anak dng menantu
mujur tidak boleh diraih [pb] tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian
mulut bajan boleh ditutup [pb] rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kpd orang krn mulut manusia tidak dapat ditutup
mulut di mulut orang [pb] selalu meniru perkataan orang
mustak mus.tak [Lihat {musytak}]
musytak musy.tak [Ar v] diturunkan (dr); berasal (dr)
mutakhir mu.ta.khir [a] terakhir; terbaru; modern: perancang itu selalu menciptakan mode pakaian -- yg sesuai dng selera remaja
naik cetak mulai (akan) dicetak
nunatak nu.na.tak [n] puncak gunung atau tonjolan batuan yg mencuat di atas kawasan bersalju
nyamuk mati gatal tak lepas [pb] menaruh dendam kpd orang yg berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum
otak otak, otak-otak.an [Jk a] suka berbuat yg bukan-bukan (supaya disebut pemberani dsb); ugal-ugalan; gila-gilaan
otak ayam [ki] otak udang
otak besar [Anat] bagian depan otak manusia yg berukuran besar, berlekuk dalam, membujur berwarna abu-abu, yg membentuk bagian terbesar dr sistem saraf pusat; serebrum
otak depan otak besar
otak kecil [Anat] bagian belakang otak manusia, yg terletak membelakangi bagian otak besar yg berlekuk-lekuk dalam, merupakan bagian dr sistem saraf pusat yg berkaitan dng gerakan otot refleks, bentuk tubuh, dan keseimbangan tubuh serebrum
otak te- lum [ki] otak udang
otak-atik [v] , meng.o.tak-a.tik v mencoba-coba atau mereka-reka untuk memperbaiki (radio, arloji, dsb yg rusak) atau membuat sesuatu
pajak perorangan pajak yg dikenakan pd orang seorang (dl kaitan dng pendapatannya)
pantak pan.tak [v] , me.man.tak v menekan (menurunkan) supaya menancap (masuk) dalam-dalam (tt paku, pasak, dsb): ia ~ sebuah tonggak ke dl tanah
parataksis pa.ra.tak.sis [n Ling] (hubungan) konstruksi kalimat, klausa, atau frasa koordinatif yg tidak menggunakan kata penghubung (spt dan): besar kecil, tua muda
parataktis pa.ra.tak.tis [a Ling] berkaitan dng atau bersifat parataksis
patut pa.tut [a] (1) baik; layak; pantas; senonoh: perbuatan baik itu -- dipuji; tidak -- seorang anak melawan orang tua; diperlakukan dng --; (2) sesuai benar (dng); sepadan (dng); seimbang (dng): rumahnya kurang -- dng jabatannya yg tinggi itu; (3) masuk akal; wajar: pd hemat saya tuntutan mereka itu tidak boleh dikatakan tidak --; (4) sudah seharusnya (sepantasnya, selayaknya): orang yg berjasa kpd negara -- diberi penghargaan; penjahat itu -- dihukum seumur hidup; (5) tentu saja; sebenarnya: -- ia tidak sanggup membayar utang krn uangnya sudah habis
pelantak pe.lan.tak [n] (1) alat (dr kayu dsb) untuk melantak senapan; (2) pemukul pancang; (3) besi pelocok pompa dsb
peletakan pe.le.tak.an [n] proses, cara, perbuatan meletakkan: ~ batu pertama pembangunan gedung
peletakan senjata pe.le.tak.an senjata persetujuan antara negara-negara yg sedang berperang untuk tidak saling menyerang dl jangka waktu tertentu krn suatu alasan khusus; gencatan senjata
pembatak pem.ba.tak [n] perampok; penyamun
pemberontakan pem.be.ron.tak.an [n] proses, cara, perbuatan memberontak; penentangan thd kekuasaan yg sah
pencarak benak orang pen.ca.rak benak orang [pb] orang yg suka mengambil milik orang lain dng cara yg lalim
pencetak gol pen.ce.tak gol [n Olr] pemain (msl sepak bola) yg mencetak gol atau memasukkan bola ke dl gawang
pencetakan pen.ce.tak.an [n] proses, cara, perbuatan mencetak
pendidikan orang dewasa pen.di.dik.an orang dewasa kegiatan secara terorganisasi yg bertujuan memberikan pendidikan kpd orang dewasa, yg diselenggarakan pd waktu tertentu
pengatakan peng.a.tak.an [n] proses, cara, perbuatan mengatak
pengentak peng.en.tak [n] (1) alat untuk memadatkan (tanah dsb); (2) alu; antan
pengotak-ngotakan pe.ngo.tak-ngo.tak.an [n] pemisahan menjadi berkotak-kotak (berpetak-petak)
pengotakan pe.ngo.tak.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan berkotak-kotak (berpetak-petak)
penuh ketakutan sangat ketakutan
perah orang lain pe.rah orang lain , ki mencari untung dr orang lain dng jalan tidak halal
perah otak pe.rah otak [ki] (1) memikirkan sesuatu dng sungguh-sungguh; (2) belajar dng keras
percetakan per.ce.tak.an [n] (1) tempat (perusahaan) cetak-mencetak (buku dsb); kantor cetak: buku-buku ini dicetak di ~ yg ada di kawasan industri; (2) perihal cetak-mencetak; segala sesuatu yg berhubungan dng cetak-mencetak: para pengusaha ~ tidak lepas dr norma dan kebiasaan itu
peretakan pe.re.tak.an [n] (1) proses, cara, perbuatan meretakkan atau membuat retakan; (2) Pet penerapan tekanan hidraulis pd formasi untuk menciptakan retakan-retakan sehingga minyak dan gas dapat mengalir ke dl sumur
perorangan per.o.rang.an [n] perihal orang seorang
perpustakaan per.pus.ta.ka.an [n] (1) tempat, gedung, ruang yg disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsb; (2) koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yg disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan
perpustakaan acuan per.pus.ta.ka.an acuan perpustakaan rujukan
perpustakaan akademik per.pus.ta.ka.an akademik perpustakaan yg merupakan bagian dr universitas, akademi, lembaga pendidikan tinggi
perpustakaan filial per.pus.ta.ka.an filial perpustakaan yg merupakan bagian sebuah sistem perpustakaan, tetapi mempunyai dewan manajemen sendiri dan tidak dikelola sbg sistem tsb
perpustakaan keliling per.pus.ta.ka.an keliling perpustakaan yg didatangkan dng mobil di tempat-tempat tertentu, pd kesempatan itu para peminat dapat meminjam dan mengembalikan buku
perpustakaan mini per.pus.ta.ka.an mini perpustakaan yg menyediakan buku dl jumlah yg sangat terbatas
perpustakaan nasional per.pus.ta.ka.an nasional perpustakaan yg dibiayai oleh negara untuk mengumpulkan, menyiapkan, melestarikan buku, majalah, surat kabar, naskah kuno, mikrofilm, dsb
perpustakaan umum per.pus.ta.ka.an umum perpustakaan yg seluruhnya atau sebagian dr dananya disediakan oleh masyarakat dan penggunaannya tidak terbatas pd kelompok tertentu dan bebas digunakan oleh siapa pun
persentase beranak [Tern] angka yg menunjukkan persentase banyaknya induk yg beranak per banyaknya induk yg dikawinkan
perseorangan per.se.o.rang.an [n] yg berkaitan dng orang secara pribadi
pertuturan tak langsung per.tu.tur.an tak langsung [Ling] pertuturan dng menggunakan untuk maksud kalimat yg tidak umum pertuturan itu sendiri, msl permintaan yg disampaikan dng kalimat tanya
pestaka pes.ta.ka [n] (1) kitab primbon (yg berisi ramalan, mantra, dsb); pustaka: jika hendak melakukan pekerjaan yg besar (pesta perkawinan dsb) dilihatnya -- dahulu; (2) pengaruh baik atau buruk (yg ada pd suatu benda dsb): -- keris
petak pe.tak [n] (1) bagian ruang yg bersekat; kotak: ruang perahu itu ada delapan --; (2) bilik kamar; kamar kecil: rumahnya disekat-sekat menjadi lima --; (3) piring (sebidang sawah yg dibatasi oleh pematang): sawahnya sepuluh --; (4) bedeng (persemaian yg akan ditanami): tanah ladang itu dijadikan beberapa -- [Jw n] (1) belang pd kepala; (2) belang putih pd dahi kuda: kuda -- , kuda yg berdahi belang putih [Jk n] -- kadal permainan anak-anak dng bilah bambu
petak jalan bagian jalan kereta api yg terletak di antara dua stasiun yg bersebelahan
petak semai [Hut] petak yg dipersiapkan untuk perawatan benih
petak serong medan yg membentang di sepanjang poros serong, yg kanan-kirinya dibatasi oleh dua garis khayal yg letaknya relatif sejajar dng poros serong
petak umpet petak umpat
petakan pe.tak.an [n] hasil memetak
pitak pi.tak [Jk n] bekas luka atau bekas bisul di kepala atau dahi: ada -- di kepalanya
pitam otak keadaan yg disebabkan oleh jejas akut pd pembentuk darah otak, spt perdarahan, emboli, dan ditandai dng pingsan mati, biasanya diikuti dng kelumpuhan; apoplexicerebri
prapustaka pra.pus.ta.ka [n] kebudayaan yg belum mengenal tulisan: telah berlangsung suatu loncatan dr kebudayaan -- ke kebudayaan pascapustaka akibat kemajuan teknologi yg pesat
protaktinium pro.tak.ti.ni.um [n Kim] unsur yg semua isotopnya radioaktif, terdapat secara alamiah dan buatan; unsur dng nomor atom 91, lambang Pa, dan bobot atom 231,0359
pustakaloka pus.ta.ka.lo.ka [n] tempat atau ruang perpustakaan
radang otak penyakit radang pd otak
rantak ran.tak [Lihat {berantakan}]
rasa tak mengapa hidung dikeluani [pb] orang yg kurang pikir atas sesuatu yg terjadi pd dirinya sehingga mendapat susah juga
rebung tak miang [pb] orang yg tidak turut campur dl suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yg patut susah malahan berdiam diri
reduplikasi sintaksis pengulangan morfem krn tuntutan kaidah sintaksis, spt pembentukan keterangan (msl jauh-jauh, didatanginya = walaupun jauh, didatanginya)
rentak ren.tak [n] entakan kaki bersama-sama: berkata dng -- dan marahnya [v] sentak; renggut /rEntak/ ? 2rentak
retak re.tak [a] (1) tampak bergaris pd barang keras (spt piring, batu) yg menandakan akan pecah): piring ini sudah --; (2) kl cacat; cela: buku ini masih banyak -- nya; (3) berselisih; tak akrab lagi; sudah tidak utuh (bersatu) lagi: ditegaskan bahwa tidak ada -- sedikit jua di antara mereka
retak retai banyak retaknya
retak-retak re.tak-re.tak [n] banyak retaknya
retak-retak mentimun re.tak-re.tak mentimun [pb] retak halus-halus di luar saja
retakan re.tak.an [n] (1) hasil meretakkan; (2) sesuatu yg telah diretakkan
rezeki elang tak akan dapat (dimakan) oleh musang (burung pipit) [pb] setiap orang ada keuntungannya masing- masing
rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka [pb] jangan terlalu mesra bergaul dng seseorang sebab pergaulan spt itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat
rintak rin.tak [Lihat {rentak}]
rumah petak rumah yang disekat-sekat menjadi beberapa petak
runtak run.tak [Lihat {ronta}]
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
salah cetak tidak betul mencetaknya; salah tulisan dl cetakannya
santak san.tak [v] me.nyan.tak v meninju; menyentak: ia -- bantal berkali-kali sampai kain bantalnya hancur
satak sa.tak [kl n] (1) tali pencocok uang; (2) dua ratus picis
sbg orang mabuk gadung [pb] rupa seseorang yg lemah dan pucat krn mengidap penyakit
seboleh-bolehnya se.bo.leh-bo.leh.nya [adv] sedapat-dapatnya: -- kita jangan sampai menyusahkan orang lain
sebut se.but [v] me.nye.but v (1) memberi nama (kpd); menyatakan nama sesuatu; menamakan: orang -- batu yg mengapung dng nama batu timbul; (2) mengucapkan nama (benda, orang, dsb); memanggil nama: orang yg sakit itu disuruhnya -- nama Tuhan; (3) melisankan (kata dsb); mengucapkan; melafalkan: mereka disuruh -- kata-kata yg tertulis itu satu per satu; (4) memperkatakan (menceritakan dsb); mengatakan: supaya aman, engkau lebih baik tidak -- masalah itu lagi kepadanya
secupak tak jadi segantang secupak tak jadi se.gan.tang [pb] sesuatu yg tetap dan tidak dapat diubah lagi
segan tak segan mau saja; berani (tidak takut); tidak malu-malu
selaput lunak otak selaput lunak otak yg paling dalam
selaput otak selaput tipis penyalut otak
selubung otak kulit otak besar
sembarang orang asal orang saja
sentak sen.tak [Mk v] me.nyen.tak v menarik kuat-kuat; mencabut (keris, pedang, dsb); merenggut: tiba-tiba ikan besar -- tali kail itu; pencuri itu -- kalung gadis itu hingga putus [Jw v] me.nyen.tak v membentak; menghardik: guru yg biasa -- murid-muridnya pasti tidak disenangi
sentakan sen.tak.an [n] tarikan kuat dan tiba-tiba
seorang se.o.rang [n] (1) satu orang: yg datang hanya -- pegawai; (2) sendiri: tinggal dia -- yg belum makan
seorang ke hilir seorang ke mudik [pb] tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb
seorang makan cempedak [ki] seorang yg bersalah, semuanya mendapat nama yg tidak baik
seorang makan nangka [pb] seorang yg berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya
serentak se.ren.tak [a] bersama-sama melakukan sesuatu; serempak: mengadakan serangan ~ [a] (1) bersama-sama (tt gerakan dan waktunya); serempak: mereka -- meninggalkan pekerjaannya; hadirin -- menjawab tanda setuju; (2) seketika itu juga; spontan; serta-merta
seseorang se.se.o.rang [n] seorang yg tidak dikenal: tadi ada -- menelepon Anda
setaka se.ta.ka [Lihat {astaka}] [n] tumbuhan semak, Plumbagorosea [n] singgasana; kursi kerajaan
setakona setakona - se.ta.ko.na setakona - [Lihat {astakona}]
siap cetak tidak perlu ditulis ulang lagi, langsung dapat dicetak (tt bahan berita)
sintaksis sin.tak.sis [n Ling] (1) pengaturan dan hubungan kata dng kata atau dng satuan lain yg lebih besar; (2) cabang linguistik tt susunan kalimat dan bagiannya; ilmu tata kalimat; (3) sub-sistem bahasa yg mencakup hal tsb
sitak si.tak [n] tas (pundi-pundi dsb) tempat bekal dsb
sontak son.tak [a] sompek; sumbing [adv] mendadak -- (dng) sekonyong-konyong; (dng) tiba-tiba
sorang so.rang [n cak] seorang
sorangan so.rang.an [a] sendirian; seorang diri: janda yg tidak punya anak itu hidup -- saja
spt beranak besar hidung [pb] perihal seseorang yg sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yg baru diperolehnya
spt kepiting tidak tahu bungkuknya (sbg udang tak tahu bungkuknya) [pb] orang yg tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya
spt orang kecabaian spt orang ke.ca.bai.an [pb] sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)
spt orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak [pb] seseorang yg daif yg tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
stopkontak stop.kon.tak [n] tempat menghubungkan arus listrik; tempat steker ditusukkan; kotak kontak
struktur sintaksis [Ling] subsistem bahasa tempat unsur-unsur kalimat dan hubungannya secara horizon-tal yg dianalisis dl sintaksis
suka tak suka segan-segan; (2) tidak peduli; tidak acuh; (3) apa boleh buat; mau tidak mau
sukar kaji pd orang alim [pb] orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya
taman pustaka perpustakaan; bibliotek
tangan menetak (mencencang) bahu memikul tangan menetak (mencencang) bahu me.mi.kul [pb] harus berani menanggung kesalahan yg telah diperbuat
tata letak pengaturan, penempatan, dan penataan unsur grafika pd halaman atau seluruh barang cetakan supaya yg disajikan kelihatan menarik dan mudah dibaca
tatak ta.tak [n] , ta.tak.an n alas atau lapik (cangkir, gelas)
telotak te.lo.tak [n] ujung daun
terapung tak hanyut ter.a.pung tak hanyut, terendam tak basah [pb] belum tentu kesudahannya (tt perkara dsb)
teratak te.ra.tak [n] (1) dangau; gubuk; (2) rumah (untuk merendahkan diri); (3) atap dr tepas (anyaman bambu) diberi bertiang: di bawah -- itu, ia berjual nasi pecel; (4) dusun kecil yg hanya terdiri atas beberapa rumah; (5) panggung pertunjukan
terentak te.ren.tak [v] sudah (dapat) direntak; tersentak; tergoncang
terkatakan ter.ka.ta.kan [v] dapat dikatakan; terceritakan; terlukiskan: tidak ~ duka hatinya setelah menerima berita duka itu
terkotak ter.ko.tak [v cak] (sudah) masuk kotak; tidak masuk hitungan lagi (dl pertandingan dsb)
terkotak-kotak ter.ko.tak-ko.tak [v] terbagi-bagi; terpisah-pisah; terpecah-pecah: kaum muda hendaknya jangan berjuang secara ~ sebab hasilnya tidak baik
terletak ter.le.tak [v] berada (di); bertempat (di); terdapat (pd): Indonesia ~ di daerah khatulistiwa; uangnya ~ di atas meja
terlongsong perahu boleh balik [pb] perkataan yg tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu
ternyatakan ter.nya.ta.kan [v] dapat (mampu) dikemukakan (dikatakan): begitu sulitnya persoalan itu sehingga tidak ~ lagi
tersentak ter.sen.tak [v] (1) tertarik kuat-kuat; tercabut; (2) terbangun atau tersadar tiba-tiba (dr tidur, lamunan, dsb) krn terkejut
tetak te.tak [v] me.ne.tak v memotong dsb dng barang yg tajam yg dipukulkan keras-keras; membacok: dng sekuat tenaga ia ~ leher serigala yg akan menerkamnya [Mk v] me.ne.tak v menentukan; memastikan; menetapkan: para tetua berunding untuk ~ hari pernikahan bagi calon mempelai itu
tidak ada orang menggaruk ke luar badan tidak ada orang meng.ga.ruk ke luar badan [pb] biasanya orang berpihak kpd kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
tinta cetak tinta untuk mencetak (buku dsb)
tuah ayam boleh dilihat [pb] tidak ada orang yg dapat menentukan nasib seseorang
turun dr takhta kerajaan turun takhta
turun takhta meletakkan jabatan raja (tidak menjadi raja lagi)
tusuk kontak alat listrik untuk dimasukkan ke dl kotak-kotak guna menutup atau membuka rangkaian listrik
utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati [pb] budi baik orang hanya dapat dibalas dng kebaikan pula
watak wa.tak [n] sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat: dasar -- pencuri, meskipun telah beberapa kali masuk penjara, ia tetap mencuri lagi
yg sukat tak akan jadi segantang [pb] nasib orang tidak dapat diubah
abdikasi ab.di.ka.si [n] (1) pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan (tt pembesar atau penguasa); (2) turun takhta dng sukarela (tt seorang raja)
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
acuh tak acuh tidak menaruh perhatian; tidak mau tahu
ada-adanya ada-ada.nya [adv] mana boleh; mungkinkah: ~ orang mati hidup lagi
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
akal tak sekali tiba [pb] tidak ada suatu usaha yg sekali terus jadi dan sempurna
akan [adv] (untuk menyatakan sesuatu yg hendak terjadi, berarti) hendak: disangkanya hari -- hujan; akan-akan a mirip benar; hampir sama benar [p] (1) (sbg kata perangkai untuk menghubungkan verba dsb dng pelengkapnya yg berarti:) kepada: ia lupa -- orang tuanya; (2) mengenai; tentang; terhadap: -- harta peninggalan orang tuanya itu tiada dipikirkannya lagi; (3) untuk: uang ini dapat kaupakai -- pembayar utangmu
akhtaj akh.taj [kl n] orang yg takluk
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
aktiva takberwujud kekayaan yg nilainya bergantung pd kemampuan menghasilkan laba, spt hak paten, merek dagang, lisensi
akun kekurangan [Ek] akun yg menyatakan kepentingan spekulatif seorang pelanggan dl sekuritas atau barang yg tidak dimilikinya, tetapi dijualnya, biasanya dng harapan dapat membeli lagi sesudah harga pasar menurun
alat cetak jauh teleprinter
albinisme al.bi.nis.me [n] kondisi genetis yg tidak sempurna yg menyebabkan organisme tidak dapat membentuk pigmen
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amanah ama.nah [n] kerabat [n] sesuatu yg dipercayakan (dititipkan) kpd orang lain: kemerdekaan Indonesia merupakan -- dr para pahlawan bangsa; (2) n keamanan; ketenteraman: bahagia dan -- yg sukar dicari; (3) a dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia: temanku adalah orang -- [Ar n] bidang hukum; kekuatan
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
anak bini anak dan istri; keluarga
anak-beranak anak-ber.a.nak [n] suami, istri, dan anak-anaknya; seluruh anggota keluarga
anatomis ana.to.mis [a] bersifat anatomi: ada alat-alat tertentu pd anak yg mempunyai bentuk dan letak -- yg tidak sama dng orang dewasa
anggur beranak minuman untuk wanita yg baru melahirkan yg berkhasiat sbg penambah darah
angin tak dapat ditangkap [pb] rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga
angin-angin [n ki] kabar yg belum tentu kebenarannya; gelagat yg menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi: ada ~ bahwa ia akan mengundurkan diri; (2) a tidak tetap pendiriannya: orang tidak bisa percaya pd orang yg ~ ini
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antakesuma an.ta.ke.su.ma [n] (1) baju dr cita berbunga-bunga (baju yg dianggap sakti); (2) baju yg dipakai Gatotkaca (dl pewayangan) yg menyebabkannya dapat terbang
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apa boleh buat sudah tidak ada jalan lain lagi; biarlah krn tidak dapat berbuat lain lagi
apopleksi apo.plek.si [n Dok] penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah
arus sentakan [Met] arus listrik yg kuat dan datang secara mendadak serta berlangsung dl waktu yg singkat, sering diakibatkan oleh badai guntur
asan tak asan asa-asaan; selalu berharap-harap
asas praduga tidak bersalah asas yg menyatakan bahwa setiap orang yg disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau diperiksa pd sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hakim yg berkekuatan hukum yg menyatakan bahwa tersangka atau tertuduh bersalah
astaka as.ta.ka [kl n] nama balai di istana (tidak berdinding, tempat upacara dsb) tempat raja dihadap rakyatnya; balairung
astakona as.ta.ko.na [kl n] segi delapan
ayam pelesung pemuda yg biasa datang ke rumah orang tua yg beranak gadis
bagai anjing beranak enam [pb] kurus sekali
bagai orang kena miang [pb] gelisah sekali krn mendapat malu
bagai pintu tak berpasak [pb] sesuatu yg membahayakan
bagai rupa orang terkena beragih [pb] bermuka masam krn rugi dsb (dl perdagangan)
bahan rujukan buku dan bahan pustaka lain yg tidak boleh dipinjam atau digunakan di luar perpustakaan, baik krn penggunaannya hanya dl waktu singkat maupun krn bahan pustaka itu termasuk koleksi yg tidak boleh dipinjamkan
bahan taklangsung material yg dimanfaatkan dl produksi dan distribusi, tetapi bukan merupakan bagian produk sendiri
bahimiah ba.hi.mi.ah [a] bersifat kebinatangan (dikatakan kpd orang yg hidupnya hanya makan, minum, dan bersanggama): puasa benar-benar mendidik hati nurani manusia untuk menjauhi sifat --
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
baju antakusuma [kl] baju untuk terbang (dipakai oleh Gatotkaca dl cerita wayang)
baju katak jas berlengan pendek
bakti bak.ti [n] (1) tunduk dan hormat; perbuatan yg menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): -- kpd Tuhan Yang Maha Esa; -- seorang anak kpd orang tuanya; (2) memperhambakan diri; setia: sbg tanda -- kpd nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaik-baiknya
balai astaka [kl] balai di istana (tidak berdinding, tempat upacara, dsb)
balet ba.let [n] tari yg melukiskan suatu kisah (drama), boleh ditarikan oleh seseorang atau oleh kelompok orang
bapak ba.pak [n] (1) orang tua laki-laki; ayah; (2) orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): -- kecil; -- tiri; (3) orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt guru, kepala kampung); (4) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg memanggil; (5) orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional; (6) cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba kotor perusahaan
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
barang larangan barang yg tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang
batako ba.ta.ko [n] bata yg dibuat dr adukan pasir dan teras atau semen, dan berongga (ukurannya lebih besar dp batu bata biasa, biasanya berukuran 8 x 24 x 32 cm)
batas ba.tas [n] (1) garis (sisi) yg menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dsb); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dsb); sempadan: mana -- kebun ini?; sungai ini menjadi -- Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah; (2) ketentuan yg tidak boleh dilampaui: pembentukan kabinet diberi -- waktu seminggu; tindakan itu dianggap orang telah melampaui -- kekuasaannya; (3) perhinggaan: air sungai itu tidak dalam, hanya sampai -- lutut
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batu hitam tak bersanding [pb] tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dsb)
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
belum beranak sudah ditimang belum ber.a.nak sudah ditimang [pb] bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
berahasia be.ra.ha.sia [v] (1) terdapat rahasia; mempunyai rahasia: di antara kami sudah tidak ~ lagi; (2) cak mengatakan rahasia kpd (dng): jangan ~ dng orang yg tidak dapat dipercaya
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
beranggotakan ber.ang.go.ta.kan [v] mempunyai (beberapa) anggota
berapit ber.a.pit [v] (1) berdekatan rapat; berhimpit; (2) terletak di antara dua orang (benda dsb)
berarti ber.ar.ti [v] (1) mengandung maksud: jika ibu marah, itu tidak ~ beliau benci kepadamu; (2) berfaedah; berguna: mungkin pertolongan saya ini tak ~ bagi penderitaanmu yg begitu besar; (3) sama artinya dng; sama halnya dng: mengambil milik orang tanpa permisi ~ mencuri
berastakona ber.as.ta.ko.na [v] berbentuk segi delapan
berat otak [cak] susah hati; rusuh hati
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbunyi ber.bu.nyi [v] (1) mengeluarkan bunyi: roda -- berderit-derit; (2) bacaannya; lafalnya; bunyinya: keputusan itu -- sbg berikut [ark v] bersembunyi: maka disuruhnya beberapa orang sahaya -- di suatu tempat dng menghunus pedangnya
bercintakan ber.cin.ta.kan [v] (1) kasih sayang kpd; berahi kpd: krn banyaknya lelaki yg ~ dia, dia menjadi sombong; (2) berharap-harap (ingin) akan; merindukan: dia sakit krn ~ anaknya yg sedang merantau; (3) kl bersedih hati (akan); berduka cita (akan)
beri be.ri [v] , mem.be.ri v (1) menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu: ia -- uang dan pakaian kpd pengemis itu; (2) menyediakan (melakukan dsb) sesuatu untuk: dia berkewajiban membersihkan kandang dan -- makan kambing; -- pertolongan; (3) memperbolehkan; mengizinkan: dia tidak -- anak-anaknya bermain dng anak berandal itu; (4) menyebabkan (menjadikan) menderita (kena): perbuatanmu yg tidak baik telah -- malu keluarga kita; (5) menjadikan supaya: -- ingat; -- tahu; (6) membubuhi (meletakkan, mengenakan, dsb): dia -- gula pd air teh itu; -- warna pd gambar bunga mawar; (7) mengucapkan (menyampaikan): -- selamat; -- hormat; -- salam; (8) cak melayangkan, mengirimkan, dsb (pukulan, tendangan): ia -- tendangan yg mematikan ke arah perut lawan
berjinjang ber.jin.jang [v] mempunyai pemimpin atau ketua (tt hantu): hantu tak ~ , ki hantu yg tidak berketua (dikatakan tt orang yg berkeliaran di mana-mana)
berkata dua ber.ka.ta dua mengeluarkan perkataan yg berlainan sama sekali dng maksud yg sebenarnya: sukar benar menangkap maksud dan kemauan orang yg ~ dua itu krn antara yg dikatakan dan yg dimaksudkan sebenarnya berbeda
berketakutan ber.ke.ta.kut.an [v] hilang keberanian
berkotakan (bernegerikan [pb] mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)
berlaku ber.la.ku [v] (1) masih berjalan (sedang dikerjakan dsb); berlangsung; terjadi: jam malam ~ dr pukul 18.00 sampai pukul 06.00 WIB; penahanan para sandera masih ~; peraturan itu sudah dinyatakan tidak ~ lagi; (2) berbuat; bertindak: ia suka ~ kasar thd istrinya; (3) bertindak menjadi; menjalankan tugas menjadi: dl pemilihan umum, presiden pun ~ sbg warga negara biasa; (4) boleh dipakai (tt surat, uang, dsb); sah: surat keterangan Saudara tidak ~ lagi krn sudah habis masa ~ nya; (5) dikenakan untuk atau pd: aturan ini ~ bagi sekalian warga negara Indonesia; peraturan lalu lintas itu ~ bagi semua pemakai jalan
bermatakan ber.ma.ta.kan [v] mempunyai mata; bermata: cincin emas -- intan
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bernanti-nanti ber.nan.ti-nan.ti [v] selalu mengatakan "nanti" (kalau disuruh atau diingatkan) [v] selalu menunggu; lama menunggu
berpengaruh ber.pe.nga.ruh [v] (1) ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; (2) berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu
berputra ber.put.ra [v] (1) mempunyai putra (anak); beranak; (2) melahirkan anak; bersalin: saat bulan purnama raya, permaisuri pun ~ lah seorang anak perempuan yg elok parasnya
bersaksi ber.sak.si [v ] (1) ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: surat perjanjian itu seharusnya dibuat di atas kertas bermeterai dan -- sekurang-kurangnya dua orang; (2) menyatakan (mengakui) dng sesungguhnya
bersangka ber.sang.ka [v] (1) menduga; mengira: tidak seorang pun yg -- akan terjadi musibah; (2) menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian: jika ada yg -- akan kebenaran pendapat itu, boleh mengajukan bantahannya
bersenang-senang ber.se.nang-se.nang [v] berbuat sesuatu dng senang hati atau untuk menyenangkan hati; bersantai; bersuka-suka: disuruhnya orang bekerja mati-matian, tetapi ia sendiri -- saja
bersengat ber.se.ngat [v] (1) mempunyai sengat; ada sengatnya; (2) ki disegani (ditakuti) orang
bertaki ber.ta.ki [v] berjanji
bertuankan ber.tu.an.kan [v] (1) menghamba (mengabdi) kpd; menganggap sbg tuan kpd: hamba tak mau ~ anak raja yg lalim itu; (2) menyebut (memanggil) tuan (kpd): tiada aku sudi ~ orang yg lalim itu
beruri be.ru.ri [n] periode atau jangka waktu ketika orang tidak boleh bekerja (untuk mengusir penyakit dl adat Dayak)
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besi baik tiada berkarat (budi baik tak dilupakan) [pb] perbuatan yg baik selamanya terpuji
besi cetak besi cor
besi lantak besi batang
biaya tak terduga biaya cadangan yg disediakan untuk pengeluaran yg di luar perencanaan (tidak diperkirakan)
bibir nya bukan diretak panas [pb] perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
bin [Ar] (1) n kata untuk menyatakan anak laki-laki dr seseorang: Amat -- Soleh, Amat anak dr Soleh; (2) p cak kata untuk menguatkan atau mengungkapkan dng perkataan lain: aneh -- ajaib
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bor sentak alat pengebor tangan yg digerakkan dng udara tekan, dapat membuat lubang dng diameter antara 1,25 inci dan 3 inci
borang bo.rang [Jk n] ranjau [n] formulir
boros bo.ros [a] (1) berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang, dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya; (2) lepas, terurai (tt tali yg dikaitkan): tali gasingnya --; (3) banyak dl pemakaian tenaga, bensin, dsb (tt mesin dsb): mobilnya -- bensin
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
brilian bri.li.an [a] pandai sekali; cemerlang; hebat (tt kemampuan otak, berpikir); mengagumkan: ia adalah seorang pelajar yg --
buaya katak buaya pendek dan gemuk; bicokok
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
bujuk bu.juk [n] usaha untuk meyakinkan seseorang dng kata-kata manis dsb bahwa yg dikatakan benar; rayu: berbagai-bagai -- dikatakannya, tetapi tiada mengena [n] ikan aruan, Ophiocephalus
bukti pembayaran surat keterangan yg menyatakan bahwa seseorang telah membayar sesuatu sesuai dng kesepakatan, dapat berupa kuitansi, resi, setruk, dsb
buku biru buku yg memuat nama-nama orang terkemuka; (2) buku yg memuat saran, pertimbangan, dan usulan tt suatu masalah: laporan berbentuk -- biru itu menyatakan bahwa roket pelambung harus diuji coba dl kedudukan horizontal; (3) buku laporan pemerintah
bulat boleh digulingkan [pb] sudah sepakat benar; sudah putus mufakat
buntak bayang-bayang buntar bayang-bayang
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
campur kode [Ling] (1) penggunaan satuan bahasa dr satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb; (2) interferensi; -- mulut turut mencampuri pembicaraan orang lain; turut berbicara dl urusan orang lain: bolehkah saya -- mulut dl perkara ini?
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
cengang ce.ngang [a] , ber.ce.ngang.an v merasa ganjil atau aneh ketika melihat (atau mendengar) sesuatu yg mengherankan (tt orang banyak); takjub; keheranan: sedang kami masih ~ , ia telah menghilang di balik pepohonan; mereka ~ melihat apa yg terjadi
ceritaan ce.ri.ta.an [Jk n] sesuatu yg diceritakan (diomongkan); omongan: jadi ~ orang, jadi sebut-sebutan orang
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
coba co.ba [v] silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): -- lihat kalau-kalau ia ada di rumah; (2) p kata afektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb: -- , orang apa ini, begitu saja tidak dapat; (3) p seandainya; jika: -- tidak kutolong, celaka engkau
cuci otak proses mehilangkan pendapat, keyakinan, dsb yg ada dan menggantinya dng yg baru dng cara paksa dan siksaan psikis dan fisik
cuma-cuma cu.ma-cu.ma [adv] (1) tidak ada gunanya; sia-sia: ~ dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; (2) tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis: obat-obatan diberikan dng ~; sekalian orang boleh menonton acara itu dng ~
curiga cu.ri.ga [kl n] keris [a] (1) berhati-hati atau berwaswas (krn khawatir, menaruh syak, dsb): kita harus tetap -- krn banyak pengacau yg berkedok sbg pembela bangsa; (2) (merasa) kurang percaya atau sangsi thd kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dsb): Ibu -- akan kebenaran ceritaku
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
daerah takluk daerah yg tunduk pd hukum negara tertentu
daftar hadir daftar yg menyatakan kehadiran seseorang pd setiap hari belajar, bekerja, dsb
daftar pustaka daftar yg mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dsb yg ditempatkan pd bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad
dahulu timah [pb] dikatakan tt seseorang yg turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yg telah habis harta bendanya
dalang da.lang [n] (1) orang yg memainkan wayang: -- wayang kulit; -- wayang golek; (2) ki orang yg mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi: -- gerakan pemberontakan itu telah tertangkap
dana asuransi dana yg diciptakan untuk mengganti kerugian seseorang yg menanggung risiko sendiri; -- bantuan dana (persediaan uang) untuk membantu suatu usaha, terutama dl keadaan darurat: sudah tersedia -- bantuan untuk membangun kembali sekolah dasar yg ambruk itu
dana taktis dana cadangan untuk hal-hal atau keperluan yg mendadak (mendesak) yg tidak dapat direncanakan sebelumnya
dangka dang.ka [ark] , ber.dang.ka v menyangka: jangan ~ yg bukan-bukan , ter.dang.ka-dang.ka kl v mendarat; mendekati darat: tiada seorang Peringgi boleh ~ lagi di Laut Johor
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
dekat tak tercapai [pb] sesuatu yg dekat dng kita, tetapi tidak dapat kita ambil krn tiada upaya
dekat tak tercapai jauh tak berantara [pb] menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya
derup de.rup [n] tiruan bunyi derap (langkah sekelompok orang secara serentak dsb)
desa kaputihan [Jw] desa yg terletak di dekat masjid atau pusat peribadahan yg didiami orang-orang saleh
desas-desus de.sas-de.sus [n] (1) suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; (2) percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi
detak hati kata hati atau perasaan (hati) bahwa sesuatu akan terjadi
detak jantung denyut jantung; debar jantung
di mana tembilang terentak [pb] di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan
digenggam takut mati [pb] rasa gelisah, khawatir kacau-balau
dinding din.ding [n] penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dsb (dibuat) dr papan, anyaman bambu, tembok, dsb: -- nya terbuat dr papan [n Huk] , men.din.ding n bentuk perkawinan adat Batak yg mengharuskan suami bekerja untuk orang tua istrinya krn tidak sanggup membayar mahar
diri di.ri [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu
dispensasi dis.pen.sa.si [n] (1) pengecualian dr aturan krn adanya pertimbangan yg khusus; pembebasan dr suatu kewajiban atau larangan: ia mendapat -- bebas membayar uang kuliah krn orang tuanya tidak mampu; (2) Huk pengecualian tindakan berdasarkan hukum yg menyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yg khusus (dl hukum administrasi negara)
disposisi dis.po.si.si [n] (1) Adm pendapat seorang pejabat mengenai urusan yg termuat dl suatu surat dinas, yg langsung dituliskan pd surat yg bersangkutan atau pd lembar khusus; (2) Dok kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak
distorsi dis.tor.si [n] (1) pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- thd fakta yg ada; (2) gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; (3) Fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; (4) Dok hal terkilir (kaki dsb); (5) ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan
distosia dis.to.sia [n Dok] kelainan atau kesulitan sewaktu beranak krn letak anak dl kandungan tidak normal atau krn anak terlalu besar
domplengan dom.pleng.an [n] (1) yg didomplengkan pd sesuatu (seseorang) yg sudah lebih dulu ada: lagu ~ itu akan diorbitkan dng jalan diikutsertakan dl acara yg dibawakan pemusik kenamaan; (2) tempat mendompleng
dorang do.rang [n] ikan bawal [pron] mereka (di daerah Indonesia bagian timur)
dukun beranak dukun yg pekerjaannya menolong perempuan melahirkan
durno dur.no [n] (dikatakan tt) orang yg suka menghasut, memfitnah, berbuat licik, mengadu domba, dsb (berbuat spt Durno dl cerita wayang)
ekspresi eks.pre.si [n] (1) pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): sajak itu merupakan -- dr perasaan hatinya; (2) pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang: -- rasa tidak puas tergambar di wajahnya
emas lantak emas yg dibentuk berbatang-batang; emas batangan
empok em.pok [Jk n] (1) kakak perempuan: -- nya yg baru menikah akan mengikuti suaminya ke Mekah; (2) kata sapaan untuk orang perempuan yg lebih tua: -- , bolehkah saya bertanya?
engah [Jk a] tahu (sadar atau mengerti): dia baru -- bahwa dompetnya telah dicopet orang , engah-engah n napas yg mengembus keras-keras (spt napas orang yg baru berlari cepat) , ter.per.e.ngah a terdiam krn kaget, takut, dan bingung; termangu-mangu
entah en.tah [adv] (1) kata untuk menyatakan atau menjawab bahwa tidak tahu: -- apa yg dibawa tadi, saya tidak melihatnya; (2) boleh jadi: -- datang -- tidak, boleh jadi datang, boleh jadi tidak; (3) baik ... maupun ...: -- mahal, -- murah, saya tidak peduli
epos [n Sas] cerita kepahlawanan; syair panjang yg menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan; wiracarita
fabula tabernasia drama dr zaman Romawi Kuno, biasanya menggambarkan perwatakan atau tokoh orang kota
fisiognomi fi.si.og.no.mi [n] ilmu wajah (penggambaran kualitas watak dan sikap seseorang)
frasa parataktis frasa koordinatif yg tidak mempergunakan penghubung
galak ga.lak [a] (1) buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dsb tt binatang); ganas; garang: anjingnya -- sekali; (2) suka marah, mencaci maki, dsb: ayahnya termasuk orang yg -- sehingga ditakuti oleh anak-anaknya [n] peng.ga.lak n mesiu pd persumbuan bedil kuno untuk meledakkan mesiu bedil
garam kami tak masin padanya [pb] perkataan kami tidak diindahkannya
gaya bahasa [Ling] (1) pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dl bertutur atau menulis; (2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; (3) keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra; (4) cara khas dl menyatakan pikiran dan perasaan dl bentuk tulis atau lisan
gaya katak gaya dada
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gebah ge.bah [v] , meng.ge.bah v menggertak; mengusik; menghalau: mereka ~ pengemis itu; pasukan anti huru-hara itu membubarkan kerumunan orang spt ~ lalat saja
gelintir ge.lin.tir [n] (1) gentel; butir (spt pil atau tablet); (2) penggolong benda untuk orang yg berjumlah tidak tentu: yg datang ke perpustakaan itu hanya beberapa -- manusia
gelora ge.lo.ra [n] (1) gerakan gelombang yg hebat spt dikarau; banjir besar: perahu kami pecah dipontang-pantingkan --; (2) hujan dan badai: pd musim -- pelayaran sangat berbahaya; (3) ki perasaan yg seakan-akan bergolak hebat: tenanglah jangan kauturutkan -- hatimu; (4) ki gejolak: tidak seorang pun yg dapat menentang -- semangat pemuda memberantas pemberontakan itu
gertak sambal ancaman dsb hanya untuk menakut-nakuti
geruh tak mencium bau [pb] kecelakaan datang tidak dng memberitahukan (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)
gondrong gon.drong [a] panjang krn lama tidak dipangkas (tt rambut orang laki-laki): ketika pertama kali ditemukan di hutan, watak anak itu beringas, kukunya panjang, dan rambutnya -- sampai ke bahu
gosip go.sip [n] obrolan tt orang-orang lain; cerita negatif tt seseorang; pergunjingan: keretakan rumah tangga itu berasal dr ~ yg sampai ke telinga istrinya dan dipercayainya begitu saja tanpa diteliti lebih dulu
grogi gro.gi [a] merasa canggung atau takut berhadapan dng orang banyak: saya -- tidak berani maju
gubang gu.bang [n ] perahu layar (pd suku Orang Laut di Riau) [n] takik-takik pd pohon untuk tumpuan memanjat [Lihat {gobang}]
gudang arsip tak-aktif tempat menyimpan kumpulan surat yg sudah berkurang kegunaannya sebelum dimusnahkan; -- dingin penyimpan sesuatu sesudah dibekukan dng suhu di bawah titik beku (msl ikan atau daging); gudang penyimpan buah, ikan, daging, dsb yg bersuhu dingin agar tetap segar: kapal itu dilengkapi dng -- dingin
gugur gu.gur [v] (1) jatuh sebelum masak (tt buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tt bayi); runtuh (tt tanah); (2) batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi: calon yg tidak datang dinyatakan -- sbg peserta; (3) mati dl pertempuran: dua orang prajurit -- dl pertempuran itu; (4) kalah; rontok: petinju harapan kita -- pd ronde kedua
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
ha [p] kata seru untuk menyatakan girang: -- , itu dia yg kucari; (2) p kata seru untuk mengejek: -- , mana mungkin ia dapat memenangkan pertandingan itu; (3) p kata seru untuk menyatakan rasa lega: -- , akhirnya terungkap juga rahasianya; (4) p kata seru yg menyatakan terkejut; (5) n suara orang tertawa lepas; (ha kecil: ) n nama huruf ke-6 abjad Arab (ha besar: ) n nama huruf ke-27 abjad Arab [n] nama huruf h
habis umpan kerong tak dapat [pb] usaha yg mendatangkan kerugian
habituasi ha.bi.tu.a.si [n] pembiasaan pd, dng, atau untuk sesuatu; penyesuaian supaya menjadi terbiasa (terlatih) pd habitat dsb: -- diri dng iklim tropis (bagi orang Eropa yg tinggal di daerah panas); -- kuda dng bunyi tembakan (melatih agar tidak ketakutan apabila mendengar bunyi tembakan)
hadas ha.das [n] keadaan tidak suci pd diri seorang muslim yg menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dsb
haid pertama tanggal atau umur yg menyatakan awal dr masa reproduksi seorang wanita dan pd umumnya terjadi antara umur 10-14 tahun
hak imunitas hak anggota lembaga perwakilan rakyat dan para menteri untuk membicarakan atau menyatakan secara tertulis segala hal di dl lembaga tsb tanpa boleh dituntut di muka pengadilan; (2) hak para kepala negara, anggota perwakilan diplomatik untuk tidak tunduk pd hukum pidana, hukum perdata, dan hukum administrasi negara yg dilalui atau negara tempat mereka bekerja; hak eksteritorial
hak peserta hak masyarakat hukum adat untuk memiliki tanah secara perseorangan mengambil hasil hutan, hasil air, berburu, menciptakan hak milik atas tumbuh-tumbuhan dsb
hamba (orang) tebusan budak belian
harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus [pb] tidak mau berputus asa sampai saat terakhir
hasut ha.sut [v] meng.ha.sut v (1) membangkitkan hati orang supaya marah (melawan, memberontak, dsb): ia ditangkap polisi krn ~ rakyat; (2) menggalakkan (anjing): mudah sekali ~ anjing itu
haul ha.ul [Ar n] kekuasaan; kekuatan [a Isl ] cukup waktu satu tahun bagi pemilikan harta kekayaan, spt perniagaan, emas, ternak sbg batas kewajiban membayar zakat: perniagaan cukup -- (boleh dikenakan zakat krn sudah dimiliki oleh pemiliknya selama satu tahun) [n] peringatan hari wafat seseorang yg diadakan setahun sekali (biasanya disertai selamatan arwah): semua keluarga diundang untuk menghadiri -- mendiang neneknya
heran he.ran [a] (1) merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; (2) aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar
hidup segan mati tak hendak [pb] hidup yg merana (krn sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb)
hilang tak bercari [pb] tidak dipedulikan lagi
hilang tak tentu rimbanya [pb] hilang lenyap tanpa bekas; pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi
hilir malam mudik tak singgah [pb] merasa malu, segan, dsb krn sudah berutang budi atau krn perkariban
hormat hor.mat [a] menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; (2) n perbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi -- kpd tamu yg datang
hujan tak sekali jatuh [pb] suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus; keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang
hukum taktertulis hukum kebiasaan atau hukum yg terkandung dl keputusan pengadilan yg tidak pernah mengurangi bentuk undang-undang
hukuman hu.kum.an [n] (1) siksa dsb yg dikenakan kpd orang yg melanggar undang-undang dsb; (2) keputusan yg dijatuhkan oleh hakim; (3) hasil atau akibat menghukum: dia yg berbuat, dia yg boleh ~
hukuman kawalan hu.kum.an kawalan hukuman yg berupa pencabutan kebebasan orang (orang yg dihukum tidak boleh bepergian dsb dng bebas)
huria hu.ria [n] (1) (daerah) persekutuan umat Kristen Protestan (pd suku Batak): seorang lulusan sekolah teologi harus dapat memimpin suatu --; (2) sidang gereja Protestan (pd suku Batak)
ibu [n] (1) wanita yg telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --; (2) sebutan untuk wanita yg sudah bersuami; (3) panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum; (4) bagian yg pokok (besar, asal, dsb): -- jari; (5) yg utama di antara beberapa hal lain; yg terpenting: -- negeri; -- kota
idealistis ide.a.lis.tis [a] berwatak seorang idealis; bersifat menuju cita-cita: sikap hidupnya yg -- menyebabkan ia tidak mudah menyerah pd rintangan
ideologi politik sistem kepercayaan yg menerangkan dan membenarkan suatu tataan politik yg ada atau yg dicita-citakan dan memberikan strategi berupa prosedur, rancangan, instruksi, serta program untuk mencapainya; (2) himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan yg dimiliki seseorang atau sekelompok orang yg menjadi dasar dl menentukan sikap thd kejadian dan problem politik yg dihadapinya dan yg menentukan tingkah laku politik
ilustrator ilus.tra.tor [n] orang yg melukis gambar hias untuk majalah, buku, dsb: dia pernah menjadi -- buku-buku terbitan Balai Pustaka
imajinasi ima.ji.na.si [n] (1) daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; (2) khayalan
imla im.la [n] sesuatu yg dikatakan atau dibaca keras-keras supaya ditulis oleh orang lain; dikte
individualitas in.di.vi.du.a.li.tas [n] (1) keadaan atau sifat khusus sbg individu; (2) ciri-ciri yg dimiliki seseorang yg membedakannya dr orang lain; watak kepribadian: sikap -- sukar diubah
intimidasi in.ti.mi.da.si [n] tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman
ironi iro.ni [n] (1) kejadian atau situasi yg bertentangan dng yg diharapkan atau yg seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir: peristiwa pembunuhan Mahatma Gandhi adalah suatu -- krn ia adalah seorang pejuang tanpa kekerasan yg paling gigih; (2) Sas majas yg menyatakan makna yg bertentangan dng makna sesungguhnya, msl dng mengemukakan makna yg berlawanan dng makna yg sebe-narnya dan ketidaksesuaian antara suasana yg diketengahkan dan kenyataan yg mendasarinya
istidraj is.tid.raj [Ar n] hal atau keadaan luar biasa yg diberikan Allah Swt. kpd orang kafir sbg ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kpd Tuhan, spt Firaun dan Karun
jamak takdim [Isl] penggabungan pelaksanaan dua salat dl satu waktu dng cara memajukan salat yg belum masuk waktu ke dl salat yg telah masuk waktunya (spt penggabungan pelaksanaan salat Asar dng salat Zuhur pd waktu salat Zuhur atau pelaksanaan salat Isya dng salat Magrib pd waktu salat Magrib)
jamak takhir [Isl] penggabungan pelaksanaan dua salat dl satu waktu dng cara mengundurkan salat yg sudah masuk waktu ke dl waktu salat yg berikutnya (spt penggabungan pelaksanaan salat Zuhur dng salat Asar pd waktu salat Asar, atau pelaksanaan salat Magrib dng salat Isya pd waktu salat Isya)
janda berhias janda yg belum beranak, apabila kawin lagi boleh memakai pakaian pengantin
jangan ja.ngan [adv] kata yg menyatakan melarang, berarti tidak boleh; hendaknya tidak usah: -- bohong
janggal jang.gal [a] (1) tidak sedap dipandang mata (krn letaknya atau susunannya tidak tepat dsb): tampak -- kalau vas bunga itu kauletakkan di atas lemari; (2) tidak sedap didengar (krn iramanya, bunyinya tidak harmonis, dsb): lagu-lagu mars yg dibawakan dng irama keroncong -- kedengarannya; (3) tidak biasanya; tidak menurut kebiasaan (tt tingkah laku): tingkah lakunya -- benar hari ini; (4) canggung: saya merasa -- menghadapi orang itu
janji jan.ji [n] (1) ucapan yg menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (spt hendak memberi, menolong, datang, bertemu): banyak -- , tetapi tidak satu pun yg ditepati; (2) persetujuan antara dua pihak (masing-masing menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu): jangan engkau berdua ingkar akan -- yg telah diteguhkan oleh penghulu; (3) syarat; ketentuan (yg harus dipenuhi): rumah ini diserahkan kpd adiknya tanpa -- apa-apa; (4) penundaan waktu (membayar dsb); penangguhan: kalau boleh, saya minta -- dua bulan; (5) batas waktu (hidup); ajal: sampai -- nya
jentaka jen.ta.ka [a Sas] celaka; sengsara; sial
jerih menentang boleh [pb] suka menolong; (mengeluarkan uang) krn ingin mendapat pertolongan (keuntungan)
jika tak lalu dandang di air [pb] menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud
jodang jo.dang [Jw n] kotak panjang yg dipakai untuk menaruh penganan, barang-barang pinangan, dsb, biasanya diangkat dng dipikul oleh dua orang
jongjorang jong.jo.rang [n] alat kesenian tradisional Sunda, spt angklung
jual fiktif jual beli saham secara fiktif (tidak nyata terjadi) yg dilakukan oleh dua orang makelar (komisioner) atau lebih dng tujuan menciptakan catatan harga tertentu (lazimnya tindakan ini dilarang oleh undang-undang ataupun peraturan bursa)
jual sontak [Man] menjual suatu barang dng berkunjung ke rumah calon pembeli secara mendadak tanpa janji untuk menawarkan sebelumnya
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kampung kam.pung [n] kelompok rumah yg merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); (2) n desa; dusun; (3) n kesatuan administrasi terkecil yg menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; (4) a terkebelakang (belum modern); berkaitan dng kebiasaan di kampung; kolot
kamsia kam.sia [Cn p] kata yg dipergunakan untuk menyatakan kelegaan; terima kasih: " -- , Cik!", katanya sambil berlari setelah ia menerima hadiah dr orang itu
kapak penetak kapak yg digunakan pd masa paleolitikum awal (hanya ditemukan di kawasan Asia, sezaman dng kebudayaan kapak genggam di Eropa
karel ka.rel [n] ruangan di perpustakaan yg terletak dekat koleksi rujukan yg disediakan khusus untuk studi perseorangan atau kelompok, dapat dipakai untuk menyimpan buku dan catatan yg sewaktu-waktu dapat dikunci di saat ruangan tsb tidak digunakan
karikaturis ka.ri.ka.tu.ris [n] pelukis gambar karikatur; orang yg biasa menciptakan karikatur
kasihan ka.sih.an [n] rasa iba hati; rasa belas kasih: pengemis tua itu hidup dr -- orang; (2) p seruan menyatakan rasa belas (krn melihat dsb): -- benar anak ini; aduh, -- anak itu, tiba-tiba menjadi cacat seumur hidup
kasus ka.sus [n] (1) keadaan yg sebenarnya dr suatu urusan atau perkara; keadaan atau kondisi khusus yg berhubungan dng seseorang atau suatu hal; soal; perkara; (2) Ling (a) kategori gramatikal dr nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yg menunjukkan hubungannya dng kata lain dl konstruksi sintaksis; (b) hubungan antara argumen dan predikator dl suatu proposisi (dl teori kasus)
kata ganti orang pronomina persona
kata ganti taktentu pronomina tidak tentu
kataka ka.ta.ka [n Ark] perisai berbentuk bulat atau persegi panjang
katakana ka.ta.ka.na [n Ling] aksara silabis di Jepang yg lebih sederhana dp aksara kanji
katalog ka.ta.log [n] (1) carik kartu, daftar, atau buku yg memuat nama benda atau informasi tertentu yg ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis: kartu -- membantu memudahkan orang mencari buku di perpustakaan; (2) Man daftar barang yg dilengkapi dng nama, harga, mutu, dan cara pemesanannya
katup rentak pengatup sorong yg lentur terdiri atas dua pita bergigi, katup yg dilengkapi dng penghenti atas dan penghenti bawah, atau peralatan buka, dan alat sorong yg berfungsi untuk membuka dan menutup gigi
kayu ka.yu [n] (1) pohon yg batangnya keras; (2) bagian batang (cabang, dahan, dsb) pokok yg keras (yg biasa dipakai untuk bahan bangunan, dsb) [n] gulungan (geblokan) kain putih, cita, dsb: membeli kain putih dua -- , ka.yu-ka.yu n cak (1) orang yg dijadikan alat oleh orang lain (spt orang yg disuruh membeli tanah atas namanya, tetapi sebenarnya yg memiliki tanah itu orang yg menyuruhnya); (2) laki-laki yg seakan-akan dipergundik oleh orang perempuan
ke gunung tak dapat angin [pb] akan mendapat keuntungan tetapi gagal
ke langit tak sampai [pb] setengah-setengah, kepalang tanggung di dl menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu
kebarat-baratan ke.ba.rat-ba.rat.an [a] bertingkah laku spt orang Eropa atau Amerika; berlagak spt orang Eropa atau Amerika: kita boleh mengambil kebudayaan Barat, tetapi jangan sampai membuat kita --
kebayan ke.ba.yan [n] (1) Jw pegawai desa yg pekerjaannya menyampaikan perintah dan menjaga keamanan desa; (2) kl orang perempuan tua yg biasa berperan sbg perantara hubungan antara pria dan wanita; (3) kl orang yg pekerjaannya disuruh-suruh
kebencian ke.ben.ci.an [n] (1) perasaan benci; sifat-sifat benci: motif pemberontakan itu ialah -- thd kaum penjajah; (2) sesuatu yg dibenci: judi merupakan -- orang dl kampung itu
kebidanan ke.bi.dan.an [n] segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak
kebolehan ke.bo.leh.an [n] kepandaian; kemampuan; kebisaan: artis-artis cilik memperlihatkan -nya di atas pentas
kecemerlangan ke.ce.mer.lang.an [n] (1) keindahan; keelokan; (2) kegemilangan; kecerdasan (otak): ~ otaknya boleh diandalkan; (3) kejayaan: sejarah ~ Islam adalah sejarah zaman Umaiah dan Abasiah
kecoh ke.coh [n] tipu daya (terutama kecurangan yg merugikan orang, spt barang palsu dikatakan tulen, mengurangi berat atau ukuran barang, mencampuri dng barang yg kurang baik); tipu: kita harus teliti, jangan sampai kena -- [a] gaduh; ribut
kedudukan ke.du.duk.an [n] (1) tempat kediaman; (2) tempat pegawai (pengurus perkumpulan dsb) tinggal untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya; (3) letak atau tempat suatu benda: gerhana matahari terjadi pd waktu ~ bulan tepat di antara bumi dan matahari; (4) tingkatan atau martabat: ~ duta besar sama dng menteri; (5) keadaan yg sebenarnya (tt perkara dsb): hingga sekarang ~ perkara manipulasi uang proyek itu masih gelap; (6) status (keadaan atau tingkatan orang, badan atau negara, dsb): di sana ~ Saudara sbg apa?
kekuasaan ke.ku.a.sa.an [n] (1) kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb): dia telah menggunakan ~ nya secara sewenang-wenang; (2) kemampuan; kesanggupan: tiada ~ selain ~ Allah untuk menciptakan dunia; (3) daerah (tempat dsb) yg dikuasai: bekas raja itu tidak mau pergi dr daerah bekas ~ nya meskipun sudah kalah perang; (4) kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik; (5) Huk fungsi menciptakan dan memantapkan kedamaian (keadilan) serta mencegah dan menindak ketidakdamaian atau ketidakadilan
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
keluarga berantakan keluarga yg integritas, hubungan akrab, dan solidaritasnya telah rusak oleh ketegangan dan konflik
keluarga retak keluarga yg hubungan antara ayah dan ibu serta anak-anaknya tidak harmonis
kempunan kem.pu.nan [n] (1) hal sangat ingin (akan); keadaan selalu ingat krn sangat ingin (akan): setelah sepuluh tahun di perantauan, ia pun -- pulang ke kampung; (2) dl kesukaran (kebingungan, kebimbangan, serba salah, merugi, dsb); (3) keadaan merasa sangat celaka (krn kecewa sekali dsb): konon takkan lepas dr -- hidup sebatang kara di negeri orang
kenan ke.nan , ber.ke.nan v (1) merasa senang (suka, sudi, setuju): kami mohon Bapak ~ memimpin sidang pd pertemuan kita nanti; (2) dng segala senang hati (dipakai sbg kata penghormatan kpd orang besar): rombongan Presiden ~ mengunjungi daerah yg tertimpa malapetaka itu [n] noda pd kulit yg merupakan bawaan sejak lahir (msl tahi lalat): anak yg hilang itu mempunyai -- berupa warna merah pd pelipis kanannya
kepustakaan ke.pus.ta.ka.an [n] (1) buku-buku kesusastraan; kesusastraan; (2) daftar kitab yg dipakai sbg sumber acuan untuk mengarang dsb; bibliografi; (3) semua buku, karangan, dan tulisan mengenai suatu bidang ilmu, topik, gejala, atau kejadian
kerajaan ke.ra.ja.an [n] bentuk pemerintahan yg dikepalai oleh raja: ~ Inggris; (2) n tanda-tanda kebesaran raja: payung ~; takhta ~; (3) kl n martabat (kedudukan) raja: setelah Nenekanda berpulang, ~ dipegang oleh Ayahanda; (4) n wilayah kekuasaan seorang raja: sebelah utara, negara itu berbatas dng ~ Belanda; (5) n sifat sbg raja: jika tiada diketahuinya tujuh perkara, tiada sempurna ~ nya; (6) kl v menjadi raja; naik takhta: jika ia ~ , tiada akan sempurna negeri ini
keramat ke.ra.mat [a] (1) suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa krn ketakwaannya kpd Tuhan (tt orang yg bertakwa); (2) suci dan bertuah yg dapat memberikan efek magis dan psikologis kpd pihak lain (tt barang atau tempat suci)
keras ditakik [pb] segala perintah hendaklah diberikan dng penuh kebijaksanaan
kerdil ker.dil [a] (1) selalu kecil saja; tidak dapat menjadi besar (tt orang, binatang, tumbuhan, dsb) krn kekurangan gizi atau krn keturunan: orang -- tak perlu rendah diri; (2) ki tidak berkembang, tidak maju; picik (tt pikiran, pandangan, dsb)
kerosok ular di rumpun bambu [pb] tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang
keroyok ke.ro.yok [v] , me.nge.ro.yok v menyerang beramai-ramai (orang banyak): orang kampung serentak ~ dan memukuli pencopet yg tertangkap basah itu
kertas berharga kertas yg berisi pernyataan tertulis atau tercetak dr seseorang atau orang yg berwenang sbg bukti suatu kejadian
kesat daun pimping [pb] dikatakan kpd orang yg tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)
kesorangan ke.so.rang.an [a] tersendiri; terasing (dl kesendirian)
ketakong ke.ta.kong [n] tumbuhan yg dapat dipakai sbg pengganti rotan; Nepenthes ampullaria
keturunan menyambung ke.tu.run.an menyambung anak angkat atau anak pungut (bagi orang yg tidak beranak)
khalayak kha.la.yak [n] (1) segala yg diciptakan oleh Tuhan; makhluk (manusia dsb): maka segala -- yg banyak pun sujud menyembah; (2) kelompok tertentu dl masyarakat yg menjadi sasaran komunikasi; (3) orang banyak; masyarakat: orang itu akan dihukum di depan --
kiat ki.at [v] , ber.ki.at v (1) kaku atau kejang (tt anggota tubuh): tubuhnya sudah ~ krn meninggal; (2) bergeliat; salah urat; piuh [n] akal (seni atau cara) melakukan; taktik: pekerjaan itu sukar, tetapi kalau orang tahu -- nya, mudah sekali [ark v] , me.ngi.at v membuka kartu
kikir ki.kir [n] alat dr besi baja yg bergerigi, dipakai untuk meratakan (menajamkan dsb) sesuatu: Ayah mengambil -- untuk menajamkan mata gergaji [a] terlampau hemat memakai harta bendanya; pelit; lokek; kedekut: orang yg -- tidak banyak sahabat
kintaka kin.ta.ka [n] per.kin.ta.ka.an n arsip
kira-kira ki.ra-ki.ra [adv] lebih kurang: ~ 50 orang anak sekolah ikut berlatih kegiatan Palang Merah Remaja; (2) adv agaknya; barangkali; mungkin (hampir pasti): ~ ia tidak akan berani melawan saya; (3) n dugaan; sangka-sangka; agak-agak: jangan ~ saja, katakan setepat-tepatnya; (4) n hitungan; taksiran; rancangan (pengeluaran uang dsb): menurut ~ , dia akan beruntung Rp100.000,00; (5) v timbang-timbang; pikir-pikir dulu: kalau bicara ~ agar tidak menyakiti hati orang lain
kiranya ki.ra.nya [adv] (1) agaknya; rupanya: saya sangka orang baik, ~ dia pengkhianat; (2) semoga; mudah-mudahan (untuk menyatakan harapan): ~ Tuhan menyertai kita sekalian; (3) sekiranya
kita orang [cak] kita
kiwi ki.wi [ark n] juru petak (dl perahu); orang yg menyewa ruang perahu (turut berekanan) [n] burung sebesar ayam jantan yg bersayap kecil, tetapi; tidak dapat terbang, berbulu spt rambut, terdapat di Selandia Baru; Apterix
klik [n] kelompok kecil orang tanpa struktur formal yg mempunyai pandangan atau kepentingan bersama: kalau bukan -- nya, tidak akan dilayani dng cepat [n Ling] bunyi letup yg dihasilkan dng sentuhan lidah yg tersentak dilepaskan sehingga timbullah penghirupan udara
klop [a cak] sesuai dng yg seharusnya (tidak kurang dan tidak lebih) atau sesuai dng apa yg telah dikatakan orang sebelumnya; cocok: hasil perhitungannya tidak -- dng yg tertulis dl laporan;
koleksi rujukan koleksi buku yg tidak boleh dipinjam ke luar perpustakaan
kolportir kol.por.tir [n] orang yg pekerjaannya menjual atau mencari pelanggan surat kabar, majalah, atau barang cetakan lain
komunikasi ko.mu.ni.ka.si [n] (1) pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; (2) perhubungan
konon ko.non [adv] (1) agaknya (biasanya di belakang kata tanya); gerangan: apa -- yg tersimpan di hatinya; (2) kata orang; kabarnya; katanya: begitulah -- nasib orang yg tamak itu; (3) barangkali; mungkin: itulah sebabnya -- maka ia berani berbuat begitu; (4) Sas kabar: sekarang patik dengar kabar yg sah, bukan -- dikarang; (5) Mk istimewa pula; apalagi; jangan lagi: melihat darah saja ia pingsan, -- disuruh membunuh orang
kontak bahasa [Ling] saling mempengaruhi antara pelbagai bahasa krn para penuturnya sering bertemu
kontak dagang hubungan dagang: -- dagang antara para pengusaha kedua negara itu dilakukan lewat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) masing-masing
kontak kebudayaan [Antr] proses persatuan antara kebudayaan yg berbeda krn individu yg mengembannya saling berinteraksi
kontak senjata tembak-menembak
kontak sosial hubungan antara satu pihak dan pihak lain yg merupakan awal terjadinya interaksi sosial
konteks semotaktis [Ling] lingkungan semantis yg ada di sekitar suatu unsur bahasa; makna unsur bahasa
konteks sintaktis [Ling] lingkungan gramatikal dr suatu unsur bahasa yg menentukan kelas dan fungsi unsur tersebut
korban kor.ban [n] (1) pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; kurban: jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sbg --; (2) orang, binatang, dsb yg menjadi menderita (mati dsb) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dsb: sepuluh orang -- tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor
koreksi ko.rek.si [n] (1) pembetulan; perbaikan; pemeriksaan: -- thd diri sendiri akan menumbuhkan sikap rendah hati dan tidak cepat menyalahkan orang lain; (2) Graf pembacaan dan pembetulan cetak coba dng tanda-tanda tertentu untuk menjamin kecocokan cetak coba dng naskahnya
korektor ko.rek.tor [n] (1) orang yg (pekerjaannya) membetulkan kesalahan (pd cetak coba, naskah, dsb); orang yg bertugas membetulkan hasil susunan untuk disesuaikan dng contohnya; (2) pemeriksa hasil ujian tulis; pengoreksi
korsleting kor.sle.ting [a] (1) terputusnya arus listrik krn kawat yg bermuatan arus positif dan negatif bersentuhan sehingga terjadi hubungan pendek; (2) ki keretakan hubungan antara orang yg berkawan atau yg bersahabat; (3) ki keadaan tidak dapat berpikir dng baik
kotak kontak [El] suatu titik pd instalasi listrik dl gedung yg menjadi tempat pengambilan arus
kotak saran tempat menampung surat berupa usul dan saran
kunci kontak kunci untuk menghidupkan mesin mobil dsb
kuota ku.o.ta [n] (1) jatah; jumlah yg ditentukan: pemerintah akan menentukan -- transmigrasi dr berbagai kabupaten; menurut -- , daerah itu harus memenuhi 25% kebutuhan ternak potong; (2) jumlah tertinggi dr barang yg mendapat izin impor (ekspor) ke pasaran internasional, negara lain, dsb dl jumlah dan periode tertentu; jatah; (3) jumlah tertinggi orang yg boleh masuk (keluar) ke (dr) suatu negara (spt ketika menunaikan ibadah haji)
kurang taksir [pb] kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dsb)
kurator ku.ra.tor [n] (1) pengurus atau pengawas harta benda orang yg pailit dsb; (2) anggota pengawas dr perguruan tinggi; penyantun; (3) pengurus atau pengawas museum (gedung pameran seni lukis, perpustakaan, dsb)
kursemangat kur.se.ma.ngat [ark p] (1) kata seru (kata afektif) untuk menyadarkan orang pingsan, bayi baru lahir, dsb; (2) kata seru (kata afektif) untuk menyatakan sayang, kaget, dsb
kurva taksederhana [Mat] kurva yg mempunyai titik potong
kurva taktertutup [Mat] kurva yg ujung pangkalnya tidak mempunyai titik potong
kutuk ku.tuk [n] (1) doa atau kata-kata yg dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kpd seseorang; (2) kesusahan atau bencana yg menimpa seseorang disebabkan doa atau kata-kata yg diucapkan orang lain; laknat; sumpah: mereka tidak berani berbuat jahat krn takut kena -- [n] sukat beras (sebanyak empat genggam) [Jw n] anak ayam yg baru menetas
laki bini suami istri
lampas lam.pas [ark a] (1) halus: -- suaranya; (2) mudah tersinggung; lekas marah: orang itu terlalu -- [a] suka mengatakan sesuatu dng tidak berpikir panjang; lepas mulut: belum pernah selama ini aku berjumpa dng perempuan begitu -- dan kasar
larang la.rang [v] me.la.rang v memerintahkan supaya tidak melakukan sesuatu; tidak memperbolehkan berbuat sesuatu: tiada seorang pun berani ~ aku berjalan di sini [Mk a] jarang: Paman -- sekali mengunjungi Nenek;
larangan la.rang.an [n] (1) perintah (aturan) yg melarang suatu perbuatan: pemerintah mengeluarkan ~ mengirim emas ke luar negeri; (2) sesuatu yg terlarang krn dipandang keramat atau suci: tabuh ~; (3) sesuatu yg terlarang krn kekecualian: barang ~ ini tidak boleh dimiliki sebarang orang
laut mana yg tak berombak [pb] bagaimanapun manusia tidak akan luput dr kekhilafan (kesalahan)
leak le.ak [Bl n] hantu jadi-jadian, konon berupa binatang (kera, burung hantu, dsb) yg diciptakan seseorang dng jalan memantrai diri
legitimaris le.gi.ti.ma.ris [n Huk] orang yg dinyatakan sah menurut ketentuan undang-undang untuk menerima warisan
lemah otak terganggu pertumbuhan daya pikirnya dan tidak sempurna seluruh kepribadiannya; tidak cukup daya pikirnya menurut ukuran normal; tidak dapat hidup dng kekuatan sendiri di tempat sederhana dl masyarakat, dan jika dapat, hanyalah dl keadaan yg sangat baik
lembu dogol [ki] orang yg suka menggertak (mengancam dsb), tetapi tidak berbuat apa-apa
lensa kontak [Fis] lensa tipis yg dirancang secara khusus agar dapat melekat pd kornea mata
letak sungsang kaki di bawah, kepala di atas (tt bayi yg akan lahir); sungsang
lidah katak tumbuhan, Pternandra coerulescens
lintasan hidup individu lin.tas.an hidup individu [Antr] tahap kehidupan yg dilewati oleh setiap orang yg hidup, mulai dr pembuahan, kelahiran, masa anak-anak, dewasa, kawin, beranak, menjadi tua, dan akhirnya mati
lopak lo.pak [n] lekukan tanah yg berisi air (tidak mengalir); kobakan , lo.pak-lo.pak n tempat tembakau (sirih dsb) yg dibuat dr anyaman daun pandan, kayu, dsb [Mk n] petak (sawah): memiliki sawah tiga -- [a] (1) kembali bertingkah laku, berpikir, dsb sbg anak-anak (tt orang yg berusia lanjut); (2) tidak tahu yg akan dikatakannya; bingung [n Min] tempat menampung air atau cairan lumpur pd tambang yg kemudian dipompakan ke luar
lulus lu.lus [v] (1) dapat masuk atau lalu (ke dalam atau dr lubang dsb): benang sebesar itu tidak dapat -- ke lubang jarum yg kecil itu; (2) dapat lepas atau lucut (spt gelang dr tangan atau cincin dr jari): setelah dibasahi dng air sabun, cincin itu dapat -- dr jarinya; (3) terperosok masuk (spt kaki ke dl lantai bambu dsb); (4) berhasil (dl ujian); dapat melalui dng baik (dl menghadapi segala cobaan): dl ujian itu tiga orang dinyatakan --; (5) diperkenankan; terkabul (tt permohonan, permintaan, dsb): permintaannya sudah --; (6) hilang lenyap: rumahnya -- tertimbun tanah longsor; (7) lelap, tidak dapat ditebus lagi (tt barang gadai): cincin yg digadaikan sudah --
maaf ma.af [n] (1) pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun: minta --; (2) ungkapan permintaan ampun atau penyesalan: -- , saya datang terlambat; (3) ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu: -- , bolehkah saya bertanya
mah [a] maha (msl mahraja, maharaja) [p cak] kata untuk menyatakan penegasan ucapan, biasanya digunakan setelah kata ganti orang; sih: dia -- jarang di rumah
mahram mah.ram [n] (1) orang (perempuan, laki-laki) yg masih termasuk sanak saudara dekat krn keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antaranya; (2) orang laki-laki yg dianggap dapat melindungi wanita yg akan melakukan ibadah haji (suami, anak laki-laki, dsb)
maido ma.i.do [Jw v] mencela krn tidak percaya (perbuatan atau hasil pekerjaan orang lain): bukan watak kita untuk terus cengeng dan terus -- saja
makan hati berulam jantung [pb] dikatakan kpd orang yg sangat bersedih hati [pb] bersusah hati krn perbuatan salah seorang teman karib
makna tak berciri [Ling] makna pusat
malah ma.lah [adv] (1) bahkan; semakin (bertambah): setelah minum obat itu, ia tidak menjadi baik -- bertambah sakitnya; (2) bahkan sebaliknya: disuruh duduk, -- berdiri; (3) justru: -- kamu yg harus datang, bukan orang tuamu
malam di bawah nyiur pinang orang [pb] hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yg kita tempati
malang tak berbau [pb] kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya
malapetaka ma.la.pe.ta.ka [n] kecelakaan; kesengsaraan; musibah: siapa pun tidak mengharapkan -- datang menimpanya
malu ma.lu [a] (1) merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) krn berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb): ia -- krn kedapatan sedang mencuri uang; aku -- menemui tamu krn belum mandi; (2) segan melakukan sesuatu krn ada rasa hormat, agak takut, dsb: murid yg merasa bersalah itu -- menemui gurunya; tidak usah -- untuk menanyakan masalah itu kpd ulama; (3) kurang senang (rendah, hina, dsb): ia berasa -- berada di tengah-tengah orang penting itu
mandi (berendam) tak basah [pb] (1) berbuat sesuatu tanpa mengacuhkan teguran atau peringatan; (2) tidak menaruh perasaan (belas kasihan)
manimba ma.nim.ba [n] alat musik pukul jenis gambang kayu, penguat bunyinya berupa tabung logam yg diletakkan di bawah setiap bilahnya, dimainkan dng dua pemukul pd tiap-tiap tangan, bahkan sbg hiburan, sering dimainkan oleh lebih dr satu orang (di Afrika dan Amerika Tengah)
manusia mengikhtiarkan [pb] ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pd takdir Tuhan
manuver peta latihan taktis yg pesertanya disusun dl suatu tim staf yg menyelenggarakan operasi militer di atas peta di bawah pimpinan seorang pelatih
manuver taktis gerakan militer yg dilakukan dl rangka pertempuran dng tujuan menempatkan satuan dan senjata yg menguntungkan untuk pelaksanaan perkelahian dl pertempuran
mana ma.na [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan salah seorang atau salah satu benda atau hal dr suatu kelompok (kumpulan): rumah -- yg kosong?; (2) (di belakang di, dari, ke) kata tanya untuk menanyakan tempat: di -- buku saya?; engkau dr -- ?; orang -- , orang berasal dr mana; (3) kata untuk menanyakan keadaan atau cara sesuatu: macam -- , spt apa keadaannya (caranya); bagaimana; (4) kata ganti untuk menyatakan tempat yg tidak tentu: di -- ada asap, di situ ada api; di -- mungkin (perlu), kalau mungkin (perlu) [n] tenaga hidup yg tidak berpribadi dan ada pd manusia, binatang, tumbuhan, dan segala macam benda, biasanya untuk jimat atau fetis, serta membawa keberuntungan bagi pemiliknya, tetapi akan menimbulkan kerugian bagi orang yg tidak menghiraukannya (menurut pandangan orang Melanesia) [n] (1) keuntungan atau manfaat yg datang tiba-tiba; (2) makanan yg diterima orang Israel dl perjalanan mereka di padang gurun (dl Kitab Perjanjian Lama)
massal mas.sal [a] mengikutsertakan atau melibatkan orang banyak: khitanan --; tarian --
master mas.ter [n] (1) orang yg memimpin orang lain; (2) yg utama, yg paling tinggi (pandai, cakap, dsb) di antara yg lain; juara (olahraga catur): dr sekian puluh jago catur, hanya satu dua orang yg menjadi -- [n] acuan untuk pencetakan lebih lanjut; disket yg menjadi dasar untuk memperbanyak rekaman; [n] magister
matahari itu bolehkah ditutup dng nyiru [pb] suatu kebenaran yg nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan
mati beranak mati ketika melahirkan anak
mau tak mau segan-segan; (2) harus; terpaksa
media me.dia [n] (1) alat; (2) alat (sarana) komunikasi spt koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; (3) yg terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb): wayang bisa dipakai sbg -- pendidikan; (4) perantara; penghubung; (5) zat hara yg mengandung protein, karbohidrat, garam, air, dsb baik berupa cairan maupun yg dipadatkan dng menambah gelatin untuk menumbuhkan bakteri, sel, atau jaringan tumbuhan
melakonkan me.la.kon.kan [v] (1) memainkan lakon (sandiwara): pertunjukan ketoprak itu ~ "Bende Mataram"; (2) mengarang (menyadur) cerita menjadi lakon sandiwara: dia ~ cerita Sandyakalaning Majapahit; (3) memainkan sebuah cerita sbg sandiwara: murid-murid kelas tiga ~ cerita yg terdapat dl buku bacaan itu; (4) menceritakan: film itu ~ seorang gadis Yahudi yg berusaha menyelamatkan diri dr pengejaran tentara Nazi
melangkahi me.lang.kahi [v] (1) melewati; melalui: mereka ~ rintangan itu dng hati-hati; (2) menyalahi; melanggar: tidak pantas jika ~ petuah orang tua; (3) mendahului (kawin, memperoleh sesuatu, dsb): tidak baik adik ~ kakak; (4) tidak mengikutsertakan; melewatkan: ia sering ~ saudaranya dl pembagian rezeki
melangkup me.lang.kup [v Huk] melarikan istri orang lain, merupakan delik adat di daerah Batak
melengah me.le.ngah [a] meleng; tidak awas-awas; lalai: kita tidak boleh ~ barang sekejap pun; kalau Anda ~ sebentar saja, hilang kopormu; (2) v mempersenang; menghibur: ia bernyanyi untuk ~ hati yg lara; (3) v mengasuh anak supaya jangan menangis: ia disuruh ibunya ~ adiknya
meletakkan api di bubungan [pb] sengaja mencari bahaya
melukiskan me.lu.kis.kan [v] (1) melukis untuk orang lain: ia sedang ~ adiknya pemandangan sebuah danau; (2) ki menceritakan (membayangkan, menggambarkan) sesuatu: kenangan itu demikian indah sehingga sulit bagiku untuk ~ nya dng kata-kata; karangan itu ~ kehidupan desa yg aman dan damai
melupakan me.lu.pa.kan [v] (1) lupa akan; tidak ingat akan: sekali-kali tidak boleh ~ nasihat orang tua; (2) menjadikan lupa; menghapus dr ingatan: saya harap Saudara dapat ~ perselisihan kita itu; (3) melalaikan; tidak mengindahkan: dia dipecat krn telah ~ kewajibannya
memaksakan me.mak.sa.kan [v] (1) mendesakkan sesuatu kpd; memaksa orang agar mau menerima: kita tidak boleh ~ kehendak kita kpd orang lain; (2) berbuat melebihi batas kenyataan yg sebenarnya: jika tidak mampu, Anda jangan ~ diri
memalangi me.ma.langi [v] (1) merintangi jalan; terletak malang pd; meng-halangi: sebatang pohon kenari tua telah roboh dan -- jalan; (2) menyegani; menghormati: orang sekampung -- orang tua yg arif itu [v] (1) memasang palang pd; (2) merintangi
memandaikan me.man.dai.kan [kl v] menjadikan pandai: tugas seorang guru ialah ~ muridnya [kl v] membuatkan: maka disuruh oleh Putri segala orang utas ~ sebuah mahligai keemasan
memangkal me.mang.kal [v] berhenti di suatu tempat tertentu (tt orang berjualan, taksi, dsb): bus-bus ~ di terminal
memastikan me.mas.ti.kan [v] mengatakan dng pasti; menentukan; menetapkan dng sungguh hati: kami sudah mempertimbangkan masak-masak sebelum ~ akan memungut seorang anak laki-laki
membaca naskah mem.ba.ca naskah orang yg membaca dng nada keras suatu naskah yg sudah diperiksa oleh korektor cetak coba
membahasakan mem.ba.ha.sa.kan [v] (1) mengungkapkan dng perkataan; menuturkan; menyatakan: tanpa -nya, orang lain tidak akan mengerti maksudnya; ia tidak mampu -- kesedihan yg dialaminya; (2) menyebutkan dirinya: ia -- (dirinya) adik kepadanya; (3) menegur (menyilakan dsb); menghormat: sekalian yg hadir -- dia duduk di kursi yg paling depan
membaringkan mem.ba.ring.kan [v] meletakkan merata; menidurkan (sebagaimana layaknya orang tidur): ia -- anaknya di atas tikar; ia -- diri di atas balai-balai
membelintangkan mem.be.lin.tang.kan [v] meletakkan melintang: beberapa orang telah -- batang-batang kayu di jembatan yg hampir runtuh itu
membentuk mem.ben.tuk [v] (1) melengkung; berkeluk: alisnya -- spt taji; (2) membuat melengkung; mengelukkan: dia seorang pandai yg -- berjenis-jenis logam untuk perhiasan; (3) menjadikan (membuat) sesuatu dng bentuk tertentu: ia -- tanah liat menjadi burung-burungan; (4) mendirikan (perkumpulan, partai, kerajaan, negara, dsb): mereka -- organisasi baru; (5) menggalang (persahabatan, persekutuan, persatuan, dsb); (6) membimbing; mengarahkan (pendapat, pendidikan, watak, pikiran): hal itu telah -- pikiran baru; (7) menyusun (kabinet, pengurus, panitia, dsb): Presiden berhasil -- kabinet baru
membetulkan mem.be.tul.kan [v] (1) memperbaiki (kesalahan, kerusakan, dsb): tidak mudah -- kalimat ini; para pekerja -- jembatan yg rusak ; Pak Guru menyuruh kami -- kesalahan yg ada; (2) mengiakan (menyetujui); membenarkan: ia selalu -- apa yg dikatakan orang itu; (3) menunjukkan (mengarahkan) dng tepat: sebelum menembak, pasukan itu -- laras bedilnya; (4) meluruskan; melencangkan: pemimpin pasukan -- barisannya
membilang mem.bi.lang [v] (1) menghitung (dng menyebut satu per satu untuk mengetahui berapa banyaknya): -- uang tabungannya; -- dr seratus sampai seribu; (2) mengingat akan; mengindahkan; mempedulikan: dia hanya -- orang terpandang saja; tiada -- kaya dan miskin; (3) memandang sbg; memasukkan dl golongan (lingkungan); (4) memperhitungkan nasib (untung malang, baik buruk hari, dsb): dicarinya seorang dukun yg pandai -- nasib [v cak] mengatakan: banyak orang yg -- bahwa ongkos transpor dl kota akan naik
membisu mem.bi.su [v] (1) bersikap spt orang bisu (berdiam diri tidak mau berkata-kata): meskipun dibentak-bentak, ia tetap -; (2) ki diam saja (tidak memberi kabar): sudah lebih sebulan ia -- saja, tidak mau memberi kabar sedikit pun
membuat mem.bu.at [v] (1) menciptakan (menjadikan, menghasilkan); membikin: manusia -- berita, tetapi berita pun membentuk manusia; (2) melakukan; mengerjakan: terserah kpd Anda bagaimana caranya -- lukisan itu; (3) menggunakan (untuk); memakai (untuk): sanggupkah engkau -- uang sekian untuk belanja sebulan?; (4) menyebabkan; mendatangkan: engkau -- aku takut; sikapnya yg kurang sopan itu -- orang lain sakit hati
membujuk mem.bu.juk [v] berusaha meyakinkan seseorang bahwa yg dikatakannya benar (untuk memikat hati, menipu, dsb); merayu
membujur mem.bu.jur [v] (1) memanjang: jembatan itu -- dr timur ke barat; (2) terletak memanjang; (3) terbaring (tt mayat): mayat seorang perempuan -- di tepi sungai
membuktikan mem.buk.ti.kan [v] (1) memperlihatkan bukti; meyakinkan dng bukti: ia bekerja keras untuk -- kebolehannya; (2) menandakan; menyatakan kebenaran sesuatu dng bukti: sekalian itu -- keikhlasan hatinya; (3) menyaksikan: ia tidak mau percaya sebelum -- sendiri
memburuk-burukkan mem.bu.ruk-bu.ruk.kan [v] berulang kali mengatakan kejelekan-kejelekan seseorang: dia sering -- orang lain
membutakan mem.bu.ta.kan [v] menjadikan (menyebabkan) buta: infeksilah yg telah -- matanya
memelihara me.me.li.ha.ra [v] (1) menjaga dan merawat baik-baik: ~ kesehatan badan; ~ orang sakit; ~ anak bini; (2) mengusahakan dan menjaga (supaya tertib, aman, dsb): ~ keamanan dan ketertiban; (3) mengusahakan (mengolah): ~ sawah ladang; ~ tanam-tanaman; (4) menjaga dan mendidik baik-baik: ~ anak-anak yatim; (5) memiara atau menernakkan (tt binatang): ~ ayam, itik; (6) mempunyai: ~ gundik (bujang dsb); (7) membiarkan tumbuh (tt rambut): ~ kumis (cambang dsb); (8) menyelamatkan; melindungi; melepaskan (meluputkan) dr bahaya dsb: ~ negeri dr bencana; ~ hamba rakyatnya
memeratakan me.me.ra.ta.kan [v] (1) menjadikan merata; (2) menyebarkan (menyiarkan) ke segenap penjuru: Pemerintah ~ kemakmuran kpd seluruh rakyat
memerintah me.me.rin.tah [v] (1) memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia; (2) menguasai dan mengurus (negara, daerah, dsb): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yg ~ Majapahit pd masa itu
memestakan me.mes.ta.kan [v] merayakan (hari lahir dsb) dng perjamuan makan minum; mengadakan pesta untuk: bibi ~ hari perkawinan anaknya; mereka ~ anaknya yg baru saja menjadi dokter
memetakan me.me.ta.kan [v] (1) menggambarkan tanah (gunung dsb) dijadikan peta: pemerintah bermaksud menyelidiki dan ~ daerah Maluku; (2) menggambarkan; melukiskan: dia selalu ~ wajah anaknya yg baru meninggal
memikulkan me.mi.kul.kan [v] (1) memikul sesuatu untuk orang lain: ~ neneknya dua ember air; (2) meletakkan di pundak supaya dipikul: dia bersikeras hendak ~ karung beras itu ke atas pundaknya; (3) ki membebankan; menyuruh menanggung; menyerahkan (tanggung jawab, kewajiban, dsb) kpd: ketua menghendaki agar semua anggota ~ beban tugas yg berimbang
memilih me.mi.lih [v] (1) menentukan (mengambil dsb) sesuatu yg dianggap sesuai dng kesukaan (selera dsb): hati-hati kalau Anda hendak ~ kawan hidup; (2) mencari atau memisah-misahkan mana yg baik (besar, kecil, dsb): pekerjaannya ~ daun teh yg sudah dikumpulkan di pabrik; (3) menunjuk (orang, calon, dsb) dng memberikan suaranya: rakyat boleh ~ wakilnya dng bebas; mereka ~ nya menjadi ketua rukun tetangga
memindah me.min.dah [v cak] (1) memindah-mindah; menular(-nular): orang itu khawatir, jangan-jangan perasaan takutnya ~ ke anaknya; mula-mula anaknya yg tertimpa penyakit, kemudian ~ ke segenap penghuni rumah; (2) memindahkan
memohonkan me.mo.hon.kan [v] memohon untuk (kepentingan dsb) orang lain [v] memintakan dng hormat: ~ kemurahan hati Baginda
memondokkan me.mon.dok.kan [v] (1) menumpangkan untuk tinggal di rumah orang lain; (2) memberi tumpangan (memberi izin untuk menumpang tinggal): tidak boleh ~ orang yg tidak membawa surat keterangan yg sah
memperbolehkan mem.per.bo.leh.kan [v] memberi kesempatan (keleluasaan); mengizinkan: penjaga itu tidak -- kita masuk
mempersandangkan mem.per.san.dang.kan [v] menyampirkan sesuatu pd bahu; meletakkan pd bahu (orang lain): ibu itu -- selendang kuning di pundak gadisnya
mempersengketakan mem.per.seng.ke.ta.kan [v] (1) memperbantahkan; mempertengkarkan: -- kepercayaan tidak ada akhirnya dan tidak pula akan dapat diselesaikan; (2) memperebutkan sesuatu; menjadikan perkara: mereka -- tanah warisan
mempersuami mem.per.su.a.mi [v] menjadikan suami: bolehkan aku -- orang yg sudah menjadi saudara
mempesertakan mem.pe.ser.ta.kan [v] menjadikan peserta: Ibu -- adik dl acara arisan itu
memujikan me.mu.ji.kan [v] (1) memuji untuk orang lain; (2) mengatakan atau menganjurkan bahwa hal itu baik (untuk dipakai dsb): para guru ~ penggunaan buku itu; para dokter ~ pemakaian obat ini
memulangkan me.mu.lang.kan [v] (1) membawa (mengirimkan dsb) pulang (ke tempat asalnya, ke rumah, dsb) mengembalikan: ~ buku ke perpustakaan; (2) memulihkan: ~ napas; mengaso; beristirahat; (3) menyerahkan: ~ persoalan itu kpd orang tua-tua; (4) mengatakan bahwa (yg membuat, melakukan, dsb) itu ...: diantaranya ada yg ~ permainan catur itu kpd bangsa India kuno
menak me.nak [n] orang terhormat; bangsawan; ningrat; priayi: pd zaman dulu yg boleh menjadi amtenar itu para -- saja
menakik me.na.kik [v] (1) menoreh batang pohon untuk mempermudah orang memanjat; (2) menoreh batang pohon untuk mendapatkan getah; (3) menadah getah dr takik; menyadap
menamakan me.na.ma.kan [v] (1) menyebut dng nama ...; menyatakan namanya: krn badannya pendek, orang ~ nya si Pendek; (2) menyatakan; menganggap: ia ~ orang yg demikian itu kejam
menanam me.na.nam [v] (1) menaruh (bibit, benih, setek, dsb) di dl tanah supaya tumbuh: ~ pohon buah-buahan; (2) menaruh di dl tanah yg dilubangi, lalu ditimbuni dng tanah; memendam; menguburkan (mayat, bangkai): ia harta bendanya di kolong tempat tidur; ia ~ bangkai kucing di pekarangan; (3) menaburkan (paham, ajaran, dsb); memasukkan, membangkitkan, atau memelihara (perasaan, cinta kasih, semangat, dsb): perguruan Taman Siswa ~ semangat kebangsaan pd para siswa; (4) menyertakan (modal, uang, dsb) ke dl perusahaan dsb: banyak pengusaha asing ingin ~ modal di Indonesia; (5) menegakkan (kekuasaan); menempatkan (pengaruh, kepentingan, dsb): ia hendak ~ pengaruhnya kpd orang itu melalui orang lain; (6) mempertumbuhkan atau membiakkan (benih penyakit dsb): dokter hewan ~ benih penyakit cacar pd tubuh kuda; (7) mengandung (niat dsb): ia ~ niat untuk berontak; (8) mengangkat atau menempatkan (wakil, tenaga, agen, dsb): gerakan separatis itu ~ agen-agennya di seluruh negara
menandaskan me.nan.das.kan [v] menghabiskan sama sekali: ia hanya pandai ~ harta orang tuanya [v] mengatakan dng tegas; menegaskan: sekali lagi dia ~ bahwa dia tidak akan datang
menanggung me.nang.gung [v] (1) menyangga (bahan yg berat); memikul; memanggul: ia tidak sanggup ~ beban berat itu; (2) menderita; mengalami (sesuatu yg tidak menyenangkan); menahan; tertimpa (oleh): para korban kecelakaan itu ~ cacat seumur hidup; perusahaan itu bangkrut krn banyak ~ rugi; (3) (bersedia) memikul biaya (mengurus, memelihara, dsb): sbg seorang suami dan kepala keluarga, ia harus ~ istri dan anak-anaknya; (4) menjamin: TNI ~ pertahanan negara; perusahaan yg bonafide harus ~ mutu barang produksinya; (5) menyungguhkan bahwa sesuatu baik (besar, tulen, dsb): ia ~ keaslian dokumen itu; (6) menyatakan kesediaan untuk membayar utang orang lain kalau orang itu tidak menepati janjinya: ia tidak mau ~ utang suaminya krn bermain judi; (7) bertanggung jawab (atas): ia harus ~ segala akibatnya
menantikan ara tak bergetah [pb] mengharapkan sesuatu yg tidak mungkin terpenuhi
menawar me.na.war [v] menghilangkan daya kekuatan (racun, bisa, mantra): kata orang, air kelapa hijau dapat dipakai untuk ~ racun; dia ~ guna-guna dng mantra [v] (1) negosiasi yg terjadi dl transaksi jual beli; mengemukakan permintaan hendak membeli (menyewa dsb): hingga kini belum ada yg berani ~ rumah ini; (2) meminta pengurangan harga (sewa, tuntutan ): ia pandai ~ sehingga dapat membeli barang dng harga murah; (3) menyebutkan harga "kurang" dr harga (sewa dsb) yg ditetapkan penjual dsb: ~ sedikit, boleh
mencacat men.ca.cat [v] mengatakan kejelekan (kekurangan) orang dsb; mencela: suka ~ orang bukanlah perbuatan yg terpuji
mencaci men.ca.ci [v] (1) mencacat keras; memaki; mencela; menistakan: ia ~ orang di depan umum sehingga orang itu marah-marah; (2) mengeluarkan perkataan yg tidak sopan; memaki-maki: aku telah ~ orang itu habis-habisan sampai ia merasa malu
mencamkan men.cam.kan [v] (1) memperhatikan (mengamat-amati) dng sungguh-sungguh: ia ~ dng baik apa yg sedang dilihatnya; (2) meresapkan ke dl pikiran dan hati: ia ~ benar-benar semua nasihat orang tuanya; (3) meyakinkan: kita harus ~ pikiran rakyat bahwa kemerdekaan tidak berarti boleh berbuat sekehendak hati
mencibirkan men.ci.bir.kan [v] (1) menganjurkan bibir bawah ke depan; mencebikkan; (2) ki mencemooh; mengejekkan; menistakan: jangan suka ~ orang melarat
mencintakan men.cin.ta.kan [v] merindukan; menginginkan; mengharap-harapkan
menciptakan men.cip.ta.kan [v] (1) menjadikan sesuatu yg baru tidak dng bahan: Allah ~ bumi dan langit; (2) membuat atau mengadakan sesuatu dng kekuatan batin: menurut cerita, yg ~ Candi Prambanan ialah Bandung Bondowoso; (3) membuat (mengadakan) sesuatu yg baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dr yg lain): melalui perundingan kita dapat ~ suasana saling mengerti; (4) membuat suatu hasil kesenian (spt mengarang lagu, memahat patung): yg ~ lagu Indonesia Raya adalah W.R. Supratman
mencita-citakan men.ci.ta-ci.ta.kan [v] (1) menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh: sikap kritis objektif sangat diperlukan dl masyarakat yg ~ demokrasi; (2) membayangkan sesuatu kpd: mereka selalu ~ dunia baru yg segala-galanya aman dan senang; (3) menjadikan sbg tujuan (akhir): rakyat ~ masyarakat adil dan makmur segera terjelma
mencium men.ci.um [v] (1) menangkap bau dng hidung; membau: ~ bau bangkai dl onggokan sampah; (2) menghirup sesuatu dng hidung untuk mengetahui baunya: ada binatang yg selalu ~ apa yg akan dimakannya; (3) melekatkan hidung pd sesuatu (spt pipi, tangan, kening) serta menghirupnya: ia pun berlutut sambil ~ tangan orang tuanya; (4) ki mendapat endusan (kabar, keterangan, dsb); mengetahui (gelagat dsb): ~ adanya pemberontakan; (5) ki mencari keterangan dsb; mengusut; (6) cak menabrak; membentur; menubruk: mobil itu ~ gerobak
mencoba men.co.ba [v] (1) mengerjakan (berbuat) sesuatu untuk mengetahui keadaannya dsb: ia ~ sepeda yg baru dibelinya itu; (2) mengenakan (baju, sepatu) untuk mengetahui pas tidaknya: ~ baju baru; (3) berusaha melakukan (berbuat) sesuatu: dua orang tahanan ~ melarikan diri; (4) mencicipi (makanan): aku disuruh ~ masakannya; (5) menguji (kepandaian, kesetiaan, dsb): ~ kekuatan musuh
mencukai men.cu.kai [v] mengenakan (memungut) cukai (dr): negara boleh mendapat uang dng ~ orang banyak
mendatakan men.da.ta.kan [v] (1) mengambil sbg data; (2) memasukkan data
mendewatakan men.de.wa.ta.kan [v] menganggap atau memperlakukan sbg dewa; mendewakan
mendiskualifikasikan men.dis.ku.a.li.fi.ka.si.kan [v Olr] (1) melarang seseorang turut bertanding krn melanggar peraturan; (2) menyatakan tidak cakap atau tidak mampu; (3) mencabut hak
mendudukkan men.du.duk.kan [v] (1) meletakkan duduk: setelah ~ anaknya, ia pergi mengambil air; (2) menyilakan duduk: kami ~ para tamu di ruang tengah; (3) menyelesaikan (suatu perkara); menempatkan; (4) mempertunangkan; mengawinkan: ia tidak akan ~ anak gadisnya dng orang asing
mendukacitakan men.du.ka.ci.ta.kan [v] menyebabkan dukacita; mendukakan
mendurhaka men.dur.ha.ka [v] (1) menentang (membangkang) perintah (Tuhan, orang tua, dsb); (2) melawan kekuasaan yg sah (negara dsb); berontak: komplotan yg ~ itu telah berhasil digulung oleh alat keamanan negara
mendustakan men.dus.ta.kan [v] membohongkan; menganggap bohong
menegakkan sumpit tak berisi [pb] perbuatan yg sia-sia belaka
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
menentang me.nen.tang [v] (1) memandang; menatap: pd saat itu tiada seorang pun dr bawahannya yg berani ~ muka atasannya yg sedang marah; (2) mengarahkan pandangan kpd: berbaring di balai-balai sambil ~ langit-langit; (3) menuju; mengarah: berlayar ~ pulau; (4) menyongsong: berlayar ~ ombak (angin); (5) melawan; memerangi: tidak boleh ~ orang tua; (6) menolak (perintah, pendapat, usul, dsb); menampik; membangkang; menyanggah: banyak anggota yg ~ usul mosi itu; (7) menyalahi (aturan dsb): kita tidak boleh ~ aturan permainan yg telah ditentukan pemerintah; (8) menempuh (bahaya, bencana, dsb): demi kemerdekaan, rakyat Indonesia berani ~ maut
menerangkan me.ne.rang.kan [v] (1) membuat terang; menjadikan jelas; menguraikan dsb supaya jelas; memberi penjelasan: guru itu ~ peredaran darah dl tubuh kpd muridnya; ia ingin ~ tafsiran UUD '45 Pasal 33 itu secara lebih jelas; (2) mengatakan; mengungkapkan; mengemukakan; ~ pendiriannya dl rapat; ia ~ maksud hatinya kpd orang tuanya; (3) menyatakan dng tegas; menegaskan: ia telah ~ bahwa keputusan itu tidak bisa diubah lagi; (4) menjadikan terang pd penglihatan (pendengaran dsb); (5) menunjukkan (menandakan) bahwa ...: sudah tampak gejala yg ~ bahwa penyakitnya akan bertambah parah
menetapkan me.ne.tap.kan [v] (1) menjadikan tetap; mempertahankan supaya tetap (lestari, tidak berubah, dsb): mereka hendak ~ apa yg sudah ada; (2) menentukan; memastikan: ~ lokasi proyek-proyek pembangunan tidaklah mudah; (3) mengambil keputusan; memutuskan: Pemerintah ~ untuk melebur semua perkumpulan kepanduan yg ada di Indonesia menjadi satu "Gerakan Pramuka"; hakim ~ tertuduh wajib membayar ganti rugi sebesar lima juta rupiah; (4) menunjuk (memilih, mengangkat) jadi ...: rapat anggota tidak ~ dia menjadi ketua koperasi; (5) meneguhkan; menguatkan: orang itu ~ janji yg sudah dikatakannya
meng- (me- [prefiks pembentuk verba] (1) menjadi: mencair; menguning; mengkristal; (2) berfungsi sbg atau menyerupai: menyupir; menggunung; (3) makan atau minum: menyatai; mengopi; mengeteh; (4) menuju: mengutara; melaut; menepi; (5) mencari atau mengumpulkan: mendamar; merumput; (6) mengeluarkan bunyi: mengeong; mengaum; mencicit; (7) menimbulkan kesan spt seseorang atau sesuatu yg: membisu; membatu; merendah hati; (8) dasar verba: membaca; menulis; membajak; (9) membuat; menghasilkan: menyambal; menggulai; membatik; (10) menyatakan: mengaku
mengabarkan me.nga.bar.kan [v] memberitahukan; menceritakan (tt suatu kejadian); mewartakan: dia telah ~ hal itu kpd orang tuanya
mengagitasi meng.a.gi.ta.si [v] menghasut orang banyak untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik, ormas, dsb
mengakui meng.a.kui [v] (1) mengaku akan (kesalahan, dosa, dsb): terdakwa telah ~ perbuatannya; (2) menyatakan sah (benar, berlaku, dsb): belum semua negara ~ negara baru itu; (3) menyatakan berhak (atas): ia ~ barang itu padahal bukan miliknya; (4) memasuki (tt setan, jin, dsb): orang halus telah ~ anak yg malang itu
mengambekparamaartakan meng.am.bek.pa.ra.ma.ar.ta.kan [v] melakukan tindakan dng mendahulukan yg penting
mengamitkan me.nga.mit.kan [v] menggerakkan bibir (spt orang berdoa): orang-orang memandang kepadanya dng rasa takut ketika ia membuat tanda salib kemudian ~ suatu doa
mengangkat meng.ang.kat [v] (1) membawa ke atas; menaikkan; meninggikan: sang juara ~ piala yg telah berhasil diraihnya tinggi-tinggi; (2) membawa pergi; membawa dr satu tempat ke tempat yg lain: ia menyuruh anaknya ~ jemuran; (3) (mulai) melakukan (menyatakan): ~ sumpah; (4) menaikkan (pangkat dsb); menetapkan menjadi (pegawai dsb): tahun ini Pemerintah ~ empat orang duta besar; (5) mengambil, menjadikan, mengakui sbg (anak, saudara, dsb): mereka telah ~ anak itu sbg anak sendiri; (6) cak menangkap atau mengambil orang di rumahnya untuk dibawa ke kantor polisi dsb: polisi telah menemukan dan ~ penjahat itu di sebuah warung
mengantar meng.an.tar [v] (1) menemani (membawa) orang berjalan atau pergi: ia ~ adiknya ke sekolah; (2) mengirimkan (membawa) ke: ia disuruh gurunya ~ surat ke kantor pos
mengaruniai me.nga.ru.ni.ai [v] menyatakan kasih kpd; memberi sesuatu sbg tanda kasih: Tuhan ~ nya seorang putra
mengawini me.nga.wini [v] mengambil sbg istri; memperistri: perkawinan ganda telah membuat ruwetnya hubungan dua keluarga krn dua orang bersaudara telah ~ seorang ibu dan anaknya secara serentak
mengecap me.nge.cap [v] (1) membubuhkan cap; memberikan cap; menstempel: ada petugas khusus yg bertugas ~ surat-surat dinas; (2) mencetak (buku, kain, dsb): kami sanggup ~ buku dan majalah, pekerjaan ditanggung rapi; (3) memberi bermerek (bertanda): ia ~ semua sapinya dng besi panas; (4) ki menganggap sbg; menyatakan bahwa (buruk, baik, cakap, dsb); menamai: satu orang berbuat yg tidak senonoh, orang akan ~ seluruh keluarga itu kurang baik [v] (1) mengatup-ngatupkan mulut hingga terdengar bunyi kecap atau cap-cap (spt pd ketika makan); (2) mencoba (merasai) rasa (makanan dsb); mencicipi; (3) menikmati; mengenyam; merasai: ~ kenikmatan hidup
mengedrel me.nge.drel [v] menembak dng tembakan serentak (oleh beberapa orang): satu regu penembak disiapkan untuk ~ penjahat itu
mengeluh me.nge.luh [v] menyatakan susah (krn penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dsb): meskipun tugas itu sangat berat, tetapi tidak seorang pun yg ~
mengembari me.ngem.bari [v] (1) menandingi; melawan: ia berusaha hendak ~ sang juara; (2) menyamai: mana bisa kita ~ orang itu dl kepandaian berdagang; (3) menyertai (menemani); menolong; membantu: tidak boleh tidak, ia harus ~ kakak iparnya
mengemukakan me.nge.mu.ka.kan [v] (1) membawa ke muka; memajukan: ia -- kursinya ke meja agar lebih mudah menulis; (2) mengajukan (pendapat, pikiran, dsb) ke hadapan (orang, pembaca, pendengar) untuk dipertimbangkan; mengatakan; mengutarakan; mengetengahkan: engkau jangan ragu-ragu -- pendapat dl rapat itu; ia -- usul yg sulit diterima; (3) menganjurkan; mengusulkan: para warga sepakat -- bapak guru itu sbg ketua rukun tetangga
mengesahkan me.nge.sah.kan [v] (1) menjadikan (menyatakan, mengakui, dsb) sah: DPR telah -- Rancangan Undang-Undang Perkawinan; (2) menyetujui dan menguatkan (perjanjian dsb); membenarkan: pengadilan agama telah -- perceraian suami istri itu; (3) menetapkan; memastikan: tim dokter -- kematian orang tuanya; (4) meresmikan; memberlakukan: Presiden -- pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan pd tahun 1972
mengetam me.nge.tam [v] mengatupkan rapat-rapat; menjepit [v] menuai (memotong) padi dng ani-ani: pd waktu panen, ramailah orang di sawah ~ padi [v] melicinkan (meratakan) kayu dng ketam
menggentarkan meng.gen.tar.kan [v] (1) menggerakkan hingga bergetar: ledakan bom itu ~ tanah; (2) menimbulkan rasa gelisah (takut dsb): perampok bersenjata itu ~ orang sekampung; (3) merusuhkan; mengacau: pengacau yg ~ daerah ini telah tertangkap
menggeriak bagai anak nangui [pb] orang yg beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah
menggunjingkan meng.gun.jing.kan [v] memperkatakan (kejahatan orang dsb): banyak orang yg ~ peristiwa perampokan bank itu
menghardik meng.har.dik [v] mengata-ngatai dng kata-kata yg keras; membentak-bentak: mandor itu ~ dan mengancam supaya orang itu mengakui perbuatannya
menghina meng.hi.na [v] (1) merendahkan; memandang rendah (hina, tidak penting): ia sering ~ kedudukan orang tuanya; (2) memburukkan nama baik orang; menyinggung perasaan orang (spt memaki-maki, menistakan): tulisannya dl surat kabar itu dipandang ~ kepala kantor itu
menghormati meng.hor.mati [v] (1) menaruh hormat kpd; hormat (takzim, sopan) kpd: anak-anak wajib ~ orang tua; (2) menghargai; menjunjung tinggi: kita harus ~ pendapat dan keyakinan orang lain; (3) mengakui dan menaati (tt aturan, perjanjian): kita akan ~ persetujuan dan perjanjian yg telah kita buat
mengiaskan me.ngi.as.kan [v] (1) mengenakan kias (perbandingan, persamaan) pd: ~ suatu pasal undang-undang kpd suatu keadaan tertentu; (2) mengibaratkan; menunjukkan (mengemukakan) sbg perbandingan: cerita itu ~ kesetiaan orang bersahabat; (3) mengatakan sesuatu (sindiran dsb) dikenakan kpd: ayahnya pernah juga ~ kpd dia supaya membuat amal ibadah
mengikutsertakan meng.i.kut.ser.ta.kan [v] menjadikan agar turut berbuat sesuatu secara bersama: pelayanan kesehatan masyarakat ~ semua rumah sakit, baik negeri maupun swasta
mengimlakan meng.im.la.kan [v] mengatakan atau membacakan sesuatu dng keras supaya ditulis oleh orang lain; mendiktekan
menginjak meng.in.jak [v] (1) meletakkan kaki pd; memijak: ketika ber-diri berdesak-desakan, orang itu ~ kakiku; (2) mulai: anak itu sudah ~ dewasa; (3) ki mengunjungi; mendatangi: aku tidak akan ~ rumahmu lagi
mengiringkan meng.i.ring.kan [v] (1) mengiring: beberapa orang menteri ikut ~ tamu agung sampai ke lapangan terbang; (2) memper-ikutkan; menyertakan: ia selalu ~ salam dl suratnya
mengizinkan meng.i.zin.kan [v] memberi izin; mengabulkan; memboleh-kan; tidak melarang: orang tuanya telah ~ nya untuk segera menikah
mengkeret meng.ke.ret [v] (1) menjadi lebih pendek (kecil); mengerut (tt kain): baju itu -- setelah dicuci; (2) ki merasa takut: baru melihat orangnya saja dia sudah --
mengklaim meng.klaim [v] (1) meminta atau menuntut pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang (suatu organisasi, perkumpulan, negara, dsb) berhak memiliki atau mempunyai hak atas sesuatu: ada negara lain yg ~ kepulauan itu; (2) menyatakan suatu fakta atau kebenaran sesuatu: pemerintah baru ~ bahwa tokoh politik itu meninggal krn bunuh diri
mengononkan me.ngo.non.kan [v] menceritakan; memberitahukan; mengabarkan: orang tua-tua sering ~ adanya hantu-hantu yg beliau sendiri belum pernah melihatnya
menguar-uarkan meng.u.ar-u.ar.kan [v] (1) memberitahukan kpd orang banyak (biasanya tt hal yg menggemparkan); (2) memberitakan; menyiarkan kabar (dl koran, majalah, dsb)
mengujarkan meng.u.jar.kan [v] mengatakan; menuturkan: dia ~ sesuatu yg tidak dimengerti orang
mengungkapkan meng.ung.kap.kan [v] (1) melahirkan perasaan hati (dng perkataan, air muka, gerak-gerik): mengarang itu dipakainya untuk ~ isi hati; (2) menunjukkan; membuktikan; menyingkapkan (tt sesuatu yg tadinya masih menjadi rahasia atau tidak banyak diketahui orang): keterangannya itu ~ bahwa dia sebenarnya banyak mempunyai utang; (3) mengemukakan; menyatakan; memaparkan: saya akan ~ garis-garis besarnya saja; (4) menerangkan dng jelas; menguraikan: ia belum ~ apa fungsi sebenarnya dr tulisan itu
mengusil-usilkan meng.u.sil-u.sil.kan [v] mengatakan hal-hal yg bukan urusannya; mempergunjingkan: ia sering ~ persoalan orang lain
meniadakan me.ni.a.da.kan [v] (1) memandang (menyatakan dsb) tidak ada; mengingkari; memungkiri: menentang ajaran agama samalah spt ~ kebenaran; (2) menghapuskan; menghilangkan; mencabut peraturan dsb: kita harus selalu berusaha ~ pikiran yg negatif dl hidup kita; untuk sementara mereka akan ~ acara iklan; (3) menyatakan tidak sah (tidak berlaku); membatalkan: Kantor Agraria telah ~ hak atas tanah bekas perkebunan itu; (4) mengabaikan; menghinakan: kita tidak boleh ~ kekuatan lawan
menimpakan me.nim.pa.kan [v] (1) menjatuhkan benda berat supaya menimpa: ia ~ peti itu ke kepala orang; (2) mengenakan sesuatu yg kurang baik kpd: atasan yg tidak bertanggung jawab ~ segala kesalahannya kpd bawahannya; (3) memukulkan (menetakkan): penduduk ~ goloknya ke tangan penjahat itu
menjadikan men.ja.di.kan [v] (1) membuat sbg; merupakan: ia ~ sakit adiknya sbg alasan untuk tidak pergi kuliah; (2) menyebabkan: hal itu akan ~ orang lain marah-marah; (3) mengangkat (memilih) sbg: rakyat telah ~ dia kepala desa; (4) melaksanakan (rencana, janji, dsb): ia ~ penawarannya untuk membeli rumah itu; (5) menciptakan; mengadakan: Tuhan yg ~ langit dan bumi beserta isinya
menjanjikan men.jan.ji.kan [v] menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu kpd orang lain: aparat keamanan negara ~ akan segera membereskan kehebohan
menobatkan me.no.bat.kan [v] menaikkan ke takhta kerajaan; melantik menjadi raja: Baginda ~ putra sulungnya menjadi raja menggantikan beliau [v] (1) menjadikan (menyebabkan) orang bertobat (menyesalkan dosanya dan kembali kpd Tuhan); (2) cak menjerakan; mengapokkan
menstratakan men.stra.ta.kan [v] membuat berstrata
menswastakan men.swas.ta.kan [v] menjadikan swasta: -- perusahaan milik pemerintah
mentransfer men.trans.fer [v] (1) memindahkan (mengalihkan) sesuatu dr satu tempat ke tempat lain atau dr seseorang ke orang lain; (2) menyerahkan atau mengalihkan (hak milik, uang, dsb) kpd orang lain: membukukan kredit atau ~ ke luar negeri hanya boleh dilakukan oleh bank; (3) mengirim
mentransmisikan men.trans.mi.si.kan [v] mengirimkan atau meneruskan pesan dr seseorang (benda) kpd orang lain (benda lain): komputer yg mutakhir itu mampu ~ data ke seluruh jaringan komputer di pusat kota
menuahkan me.nu.ah.kan [v] (1) menceritakan kekayaan (keunggulan dsb) orang lain; (2) menentukan (mengecap dsb menjadi ...)
menumpang me.num.pang [v] (1) ada (terletak, tertaruh) di atas sesuatu: gumpalan awan hitam sbg kepala raksasa ~ di atas puncak gunung; (2) naik (kereta, kapal, dsb): kalau masih ada tempat saya mau ~ kereta senja saja; (3) ikut serta (bepergian dsb); turut tinggal (bermalam dsb) di rumah orang; membonceng (kereta, mobil, dsb); turut (makan, membaca, dsb): berapa orang yg ~ di rumahmu?; (4) minta supaya diizinkan (berjalan, bertanya, dsb): aku ingin ~ bicara sedikit; ~ bertanya di mana rumah Pak Lurah?
menumpangkan me.num.pang.kan [v] (1) menaruh (meletakkan dsb) di atas sesuatu: orang tua itu ~ tangannya di atas kepalaku sambil membaca mantra; (2) membiarkan supaya menumpang (menyuruh tinggal atau bermalam di; menyuruh menumpang kapal, dsb): ia telah ~ separuh dr anak buahnya di rumah paman; (3) memberikan sesuatu supaya dibawa serta dsb; menyertakan: kalau engkau berkirim surat kpd ayahmu, saya hendak ~ surat; (4) menyerahkan sesuatu (supaya dijaga, diurus, dsb); menitipkan; mengamanatkan: nenek itu sudah tidak menghendaki apa-apa lagi, ia hanya ~ diri kpd Tuhan
menunjuk me.nun.juk [v] (1) mengacungkan jari telunjuk ke ...: orang itu yg kucari, katanya sambil ~ ke arah anak laki-laki berbaju kumal itu; (2) memberi tahu dng sesuatu yg diarahkan ke ...: gambar itu ~ ke arah tempat yg hendak dituju; (3) mengacungkan jari telunjuk ke atas: siapa yg tahu jawabannya hendaklah ~; (4) menentukan (siapa-siapa yg diberi tugas, dipilih, diangkat, dsb): Bu Guru ~ anak terpandai di kelas sbg ketua kelas; (5) menyatakan (sesuatu); mengingatkan dng menyebut bukti (pasal, aturan, surat, dsb): ia ~ Pasal 15 sbg dasar tindakannya itu
menutup me.nu.tup [v] (1) menjadikan tidak terbuka (spt mengatupkan, mengunci, merapatkan): ~ buku; ~ jendela; ~ mata; ~ pintu; (2) memberi bertutup (dng) menudungi; menyelubungi dsb; (3) menyekat (menyumbat, menimbun, dsb) supaya buntu; menyatakan tidak boleh dilalui atau dimasuki (tt jalan dsb); (4) mengurung; memasukkan ke dl penjara; (5) mencukupi (ongkos, kekurangan, dsb); (6) menyudahi (rapat, pembicaraan, dsb); mengakhiri; (7) ki menyembunyikan; merahasiakan; (8) ki melunasi (tt utang); melengkapi (apa yg kurang): ~ utang; ~ kekurangan
menyakiti me.nya.kiti [v] (1) menyebabkan sakit (sedih, sengsara, dsb); mempersakiti: janganlah suka -- orang lain; (2) berasa sakit ketika hendak melahirkan; sakit beranak
menyaksikan me.nyak.si.kan [v] (1) melihat untuk membuktikan: kita dapat -- kebolehannya nanti di arena pertandingan; (2) melihat dng sesungguhnya: ia benar-benar -- peristiwa (kejadian) itu; (3) mengetahui (menghadiri) selaku saksi; menyatakan kebenaran: lurah dan camat -- penandatanganan perjanjian jual beli tanah itu
menyalahkan me.nya.lah.kan [v] (1) menyatakan (memandang, menganggap) salah: jangan -- dia sebelum terbukti kesalahannya; (2) melemparkan kesalahan kpd; mempersalahkan; menyesali: kalau usahamu tidak berhasil, jangan -- orang lain
menyalangkan me.nya.lang.kan [v] membelalakkan (mata); membuka (mata) lebar-lebar; memandang dng sinar mata yg tajam: orang itu membentak seraya ~ matanya
menyanyikan lagu lama (kuno) [pb] mengutarakan pendapat yg telah usang atau sudah sering dikatakan orang
menyebelahkan me.nye.be.lah.kan [v] (1) menyisihkan; menyampingkan: kita harus -- perasaan curiga yg tidak beralasan; (2) menaruh (meletakkan, mendudukkan) diri di sebelah: ketika -- orang yg berkelahi itu, ia sendiri kena pukul
menyegani me.nye.gani [v] menaruh hormat dan takut kpd: seorang anak wajib -- orang tuanya
menyela me.nye.la [v] (1) terletak (tersisip dsb) di antara dua benda dsb: beberapa rumah model kuno -- di antara gedung-gedung yg modern; (2) menaruh (menyisipkan dsb) sesuatu di antara dua benda dsb: tanaman kacang dapat dimanfaatkan untuk -- pohon cengkih yg belum besar; (3) menyelang: -- percakapan orang lain adalah perbuatan yg kurang sopan
menyerah me.nye.rah [v] (1) berserah; pasrah: kita tidak mampu berbuat apa-apa selain dr -- kpd Tuhan Yang Mahakuasa; (2) memberikan dirinya kpd yg berwenang: anggota gerombolan yg -- akan diampuni; (3) menurut saja (sekehendak orang); tidak melawan: pendek kata saya -- saja, disuruh apa pun baiklah; (4) ki mengaku kalah; tunduk (tidak akan melawan lagi): mereka tidak mau -- mentah-mentah; sesudah habis pelurunya, barulah mereka -- kalah
menyeratakan me.nye.ra.ta.kan [v] menyiarkan ke mana-mana
menyiasat me.nyi.a.sat [v] (1) memeriksa; menyelidiki; mengusut: baik kita teruskan -nya; ia -- siapa yg salah; (2) mengupas (suatu masalah dsb): untuk mengerti isi sajak, tidak perlu orang -- tiap-tiap susunan kata atau kalimat; (3) mengadakan muslihat (taktik); (4) menanyai (untuk mengetahui sesuatu): kalau aku susah, siapa akan -- [v] menyiksa; menganiaya; menghukum
menyisihkan me.nyi.sih.kan [v] (1) mengasingkan; menyendirikan: pemerintah jajahan -- para pejuang kemerdekaan ke tanah seberang; pd hari tuanya ia hidup -- diri sbg pertapa; (2) mencadangkan; memisahkan (untuk keperluan tertentu): ia -- sedikit gajinya tiap bulan untuk biaya studinya; walaupun gajinya tidak seberapa, tetap juga ia -nya tiap bulan untuk dikirimkan kpd orang tuanya; (3) memisahkan: pd saat itu sukar -- titanium dr baja; (4) mengalahkan, menundukkan (sehingga lawannya tidak boleh mengikuti pertandingan berikutnya): ia berhasil -- pemain-pemain RRC
menyumpah me.nyum.pah [v] (1) mengangkat sumpah; bersumpah; menyatakan sesuatu dng sumpah: ia -- demi Allah dan Rasulnya; (2) menyuruh bersumpah; mengambil sumpah; menyumpahi: pejabat itu bertugas -- para pegawai negeri sipil yg baru diangkat [v] (1) mengeluarkan kata-kata kotor (kutuk dsb); memaki-maki kpd: ia -- pengemudi yg menyerempet mobilnya; (2) mengenakan perkataan (harapan dsb) yg tidak baik kpd; mengutuk; memaki-maki; menyumpah: tidak akan orang tua -- anaknya
meramal me.ra.mal [v] (1) melihat nasib orang dng membuka ramal; (2) menduga; menelaah: dr peristiwa penting, orang bijaksana dapat ~ malapetaka yg bakal datang
merampat papan me.ram.pat papan [ki] menyalahkan semua orang tanpa memeriksa benar salahnya; menyamaratakan
meratakan me.ra.ta.kan [v] menjadikan rata (datar, papar): Ayah sedang ~ halaman yg tinggi rendah
meratakan jalan me.ra.ta.kan jalan [ki] membuka jalan; memberikan peluang
merdeka mer.de.ka [a] (1) bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah --; (2) tidak terkena atau lepas dr tuntutan: -- dr tuntutan penjara seumur hidup; (3) tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan --; boleh berbuat dng --
meriam katak [ark] mortir
mewartakan me.war.ta.kan [v] menyampaikan warta; memberitahukan; mengabarkan: dl suratnya ia ~ bahwa ia sudah lulus ujian terakhir
mewiraswastakan me.wi.ra.swas.ta.kan [v] menjadikan (membuat jadi) wiraswasta
miang tergeser kena miang [pb] dikatakan kpd orang yg berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya
mintakat min.ta.kat [n] daerah lingkungan; zona
mintakat iklim [Met] daerah yg memiliki kebiasaan cuaca yg sama di dl jangka waktu yg sama
mintakat kering [Met] daerah yg penguapan tahunannya rata-rata lebih besar atau sama dng hujan tahunan rata-rata
mintakulburuj min.ta.kul.bu.ruj [Ar n] garis lengkung di langit, yg terbagi menjadi 12 bagian, tiap-tiap bagian diberi nama menurut gugusan bintang (Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius, Pises)
minyak takmengering [Kim] minyak yg tidak mengambil oksigen dr udara dan tidak memadat, tidak mengering, dan tetap cair apabila disingkapkan di udara
miring mi.ring [a] (1) berkenaan dng sisi yg satu lebih tinggi dr sisi yg lain (tt garis atau permukaan) rendah sebelah; tidak datar; landai: cerobong ini -- sedikit; (2) tidak tegak lurus; condong: cerobong kapal itu -- ke belakang; (3) senget: kapal yg bocor itu -- ke kanan; (4) ki agak gila; kurang waras; sinting: orang itu sudah -- (otaknya); (5) ki agak murah: harga barang-barang di koperasi lebih -- dp di toko
mogok mo.gok [v] (1) tidak dapat berjalan (bekerja) sebagaimana biasanya (tt kendaraan): mobil yg -- di tengah jalan akan diderek; (2) tidak mau bekerja (berbuat) sebagaimana biasanya (tt orang): pekerja pelabuhan serentak --
monogami mo.no.ga.mi [n] sistem yg hanya memperbolehkan seorang laki-laki mempunyai satu istri pd jangka waktu tertentu
mubalig mu.ba.lig [n] (1) orang yg menyiarkan (menyampaikan) ajaran agama Islam: mendengarkan ceramah agama oleh para --; juru dakwah; (2) orang yg mengumandangkan takbir dan tahmid (dl salat berjamaah) agar terdengar dng jelas oleh makmum
mustaka mus.ta.ka [Jw n] (1) kepala; (2) ujung
mustakim mus.ta.kim [a] lurus hati; jujur
mutakadim mu.ta.ka.dim [a] terdahulu; terlebih dahulu: spt adat yg --
mutakalim mu.ta.ka.lim [n Isl] (1) pembicara; (2) ahli ilmu kalam (teologi)
naik takhta (dinobatkan) menjadi raja
nama berterima nama ilmiah yg dipakai seorang pengarang sbg nama marga yg tepat untuk suatu takson
nasib na.sib [n] sesuatu yg sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; takdir: -- membawanya tehempas di Jakarta
negeri orang tanah (negara) asing
noa [n Ling] kata penghalus yg dipakai sbg pengganti kata tabu, msl penghuni untuk menggantikan hantu, kalau orang takut pd hantu
norak no.rak [a cak] (1) merasa heran atau takjub melihat sesuatu; (2) sangat berlebih-lebihan; kurang serasi (tt dandanan dsb); kampungan: pakaianmu -- , pantas saja banyak orang tertawa
novel no.vel [n Sas] karangan prosa yg panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dng orang di sekelilingnya dng menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku
ode [n] sajak lirik untuk menyatakan pujian thd seseorang, benda, peristiwa yg dimuliakan, dsb
oklusif tak- beraspirat [Ling] oklusif yg dilepas tanpa embusan napas
omelan omel.an [n] perkataan yg menyatakan kurang senang: -nya cukup menyakitkan telinga orang yg mendengarnya
oposisi taklangsung [Ling] oposisi dl suatu pasangan minimal
otak encer [ki] cerdas; pintar
otak miring [ki] agak gila
otak tajam [ki] pandai
otak udang [ki] sukar mengerti; bodoh; (2) pohon medang melukut; bengkaras, Norrisia malaccensis
otak-otak [n] makanan yg dibuat dr ikan dsb dicampur dng bumbu, dibungkus daun pisang atau daun kelapa, dan dibakar (dipanggang)
pada pa.da [p] (1) kata depan yg dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dl hubungan dng, searti dng di (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau ke: -- dasarnya; ada -- nya (ku, mu); -- keesokan harinya; (2) menurut ...: -- sangkanya [a] (1) cukup (tidak kurang, tetapi tidak lebih); lumayan: asal ada, kecil pun --; sekian itu belum -- juga; (2) puas: belum -- hatinya [adv cak] sama-sama (untuk menyatakan bahwa yg melakukan banyak): mereka belum -- datang [n Ling] (1) satuan pola tekanan yg dipakai untuk mengukur struktur persajakan; (2) satuan fonologis yg terjadi dr sekelompok suku kata bertekanan dan/atau tidak bertekanan
padi selumbung dimakan orang banyak [pb] penghibur bagi istri yg suaminya beristri lebih dp satu
panik pa.nik [a] bingung, gugup, atau takut dng mendadak (sehingga tidak dapat berpikir dng tenang): dl situasi bagaimanapun kita tidak boleh --
panjang lidah [ki] suka mengomel; suka mengadukan hal kpd orang lain; suka memperkatakan orang
partai par.tai [n] (1) perkumpulan (segolongan orang) yg seasas, sehaluan, dan setujuan (terutama di bidang politik); (2) penggolongan pemain dl bulu tangkis dsb: -- ganda; -- tunggal; (3) kumpulan barang dagangan yg tidak tentu banyaknya: dijual satu -- kain sarung; kita boleh membeli -- besar atau -- kecil
pas [n] surat keterangan yg menyatakan boleh berjalan (masuk) ke daerah lain atau ke tempat terlarang, msl pelabuhan: mereka harus membawa -- apabila memasuki daerah itu; surat pas [a cak] (1) kena benar; tepat: tembakannya -- benar; (2) tidak lebih tidak kurang (tt jumlah): bayarlah dng uang --; (3) cocok; tidak longgar; tidak sempit (tt pakaian): -- benar baju itu di badanmu [kp] opas; sapaan kpd opas [n] jalan pintas sempit di daerah pegunungan: Puncak -- [Mal v] lulus (dl ujian)
pas naik kartu yg membenarkan seseorang boleh menaiki pesawat terbang, termuat tulisan nama penumpang, maskapai penerbangan, nomor pesawat, tempat tujuan, tanggal dan jam keberangkatan, nomor tempat duduk, dsb
pasangan pa.sang.an [n] (1) yg selalu dipakai bersama-sama sehingga menjadi sepasang: mana ~ sepatu ini?; (2) seorang perempuan bagi seorang laki-laki atau seekor binatang betina bagi seekor jantan atau sebaliknya: mana ~ menarimu?; (3) salah satu dr dua organ tubuh yg berpasangan; (4) yg merupakan pelengkap bagi yg lain: mana ~ baju ini?; (5) Ling huruf penanda konsonan yg ditulis untuk menutup konsonan lain di depannya [n] (1) barang apa yg dipasang; (2) petaruh (dl perjudian); (3) hasil memasang; (4) kayu yg diletakkan di tengkuk lembu untuk menarik pedati; (5) yg menjadi padanannya (jodohnya, teman bermainnya, dsb); partner
pataka pa.ta.ka n bendera lambang pasukan; panji-panji: komandan yg baru itu mengucapkan sumpah sambil memegang ujung --
pawukon pa.wu.kon [Jw n] perhitungan (hari baik, hari buruk, watak, dsb) berdasarkan tanggal dan wuku kelahiran seseorang
payung kebesaran payung khusus yg menyatakan pangkat atau kedudukan seseorang
pecah pe.cah [v] (1) terbelah menjadi beberapa bagian: piring yg dipegangnya jatuh dan -- berkeping-keping; (2) retak atau rekah (tt kulit, tanah, dsb): krn musim kemarau yg panjang, tanah persawahan banyak yg --; (3) rusak atau belah kulitnya (dindingnya) hingga isinya keluar (tt telur, ban, bisul, dsb): ban mobil itu -- ketika dipompa; bisulnya sudah -- dan nanahnya keluar; (4) menjadi cair atau bergumpal-gumpal (tt air susu, santan, dsb): air susu yg -- tidak baik untuk diminum; (5) bercerai-cerai (tidak bersatu atau tidak kompak lagi); hilang (tt kepercayaan): partai buruh -- menjadi beberapa partai; (6) tersiar (tt kabar, rahasia): -- kabar bahwa raja akan turun takhta; (7) mulai (tt perang): -- lah perang antara dua negara yg bertetangga itu; (8) kalah (tt perang): rakyat kalang kabut sbg negeri -- perangnya; (9) sember (tt bunyi suara): suaranya tidak baik didengar krn --; (10) kl bubar; usai: kemudian -- lah segala orang yg di dl majelis raja; (11) terkalahkan (tt lawan); tercipta (tt rekor baru): rekor lari 100 m --
pecak boleh dilayangkan [pb] sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan
pelanduk melupakan jerat pelanduk me.lu.pa.kan jerat, tetapi jerat tak me.lu.pa.kan pelanduk [pb] orang yg berutang biasanya mudah lupa akan yg berpiutang, sebaliknya yg berpiutang tidak lupa akan orang yg berutang kepadanya
pelesit pe.le.sit [v] hantu yg konon gemar sekali mengisap darah orang perempuan yg baru beranak dan darah anak yg baru lahir atau masih kecil sekali (kepercayaan lama) [n] (1) belalang kecil; belalang bajang; pelasik; (2) hantu yg suka mengisap darah (sering berwujud belalang bajang) [n] peluit
pelesit hidung pe.le.sit hidung hantu yg konon dapat mengirimkan kepalanya saja ke rumah orang perempuan yg baru beranak untuk mengisap darah perempuan itu
pelet pe.let [n] belang-belang pd kayu [Jw n] (1) getah untuk menangkap burung; (2) minyak (dr ikan duyung) untuk memikat hati orang; (3) kata-kata manis untuk mengambil hati dsb; bujukan; (4) pesona; pikat (krn kagum akan sesuatu): mereka telah terkena --; kena -- keindahan kota itu [n] makanan ternak yg dicetak dl bentuk butiran sebesar pil setelah campuran bahan dihaluskan; makanan ikan yg dibuat dr berbagai macam bahan, spt dedak dan tepung daun
peluh seni keringat dingin yg keluar dr tubuh seseorang krn sangat ketakutan dsb
pemantau pe.man.tau [n] (1) orang yg memantau; (2) alat yg dipakai untuk memantau: setelah peralatan anastesi, digunakan juga elektrokardiograf sbg ~ detak jantung
pembaca pem.ba.ca [n] (1) orang yg membaca; (2) orang yg gemar dan berbakat membacakan (puisi, cerita, dsb); (3) Graf orang yg oleh pencetak diberi tugas untuk membaca cetak coba dng kopinya untuk meyakinkan bahwa semua pembetulan sudah dikerjakan dng baik; (4) orang yg menggunakan bahan bacaan di perpustakaan; anggota perpustakaan yg sering meminjam buku
pembauran pem.ba.ur.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membaurkan; pencampuran; (2) peniadaan sifat-sifat eksklusif kelompok etnik di dl masyarakat dl usaha mencapai kesatuan bangsa; (3) perkawinan campuran antara warga negara asli (pribumi) dan warga negara keturunan asing; (4) Fis proses bercampurnya molekul krn gerakan termal yg acak; (5) Fis pelintasan zarah melalui suatu bahan dng probabilitas (kebolehjadian, kementakan) hamburannya lebih besar dp penyerapan (absorpsi) ataupun penerusan (transmisi)nya; difusi
pemberingas pem.be.ri.ngas [n] orang yg berwatak beringas: pembunuh itu bukan -- dr desa
pembilang pem.bi.lang [n ] (1) (orang) yg membilang; (2) Mat angka dl pecahan menunjukkan yg dibagi (terletak di sebelah atas): pecahan 6/7, berarti bahwa angka 6 adalah -- dan angka 7 penyebutnya
pembisik pem.bi.sik [n] (1) orang yg membisikkan sesuatu kpd orang lain; (2) orang yg bertugas membisikkan apa yg harus dikatakan oleh pemain lain dl sandiwara
peminangan pe.mi.nang.an [n] proses, cara, perbuatan meminang: dl hal ~ orang-orang tua harus diikutsertakan
penakut pe.na.kut [n] orang yg takut; (2) a mudah takut; mulai atau tampak takut; menjadi takut
pendongeng pen.do.ngeng [n] (1) orang yg menceritakan dongeng; (2) orang yg suka mendongeng
pendurhaka pen.dur.ha.ka [n] (1) orang yg ingkar kpd Tuhan, orang tua, dsb; (2) orang yg melawan kekuasaan; pemberontak
pendurhakaan pen.dur.ha.ka.an [n] (1) perbuatan durhaka thd Tuhan, orang tua, dsb; (2) pemberontakan thd kekuasaan yg sah
penegang 1 pe.ne.gang 1 [n] alat untuk menegangkan; (2) a orang yg mudah atau cepat menjadi tegang (khawatir, takut, dsb)
penerbit pe.ner.bit [n] (1) orang dsb yg menerbitkan; (2) perusahaan dsb yg menerbitkan (buku, majalah, dsb): buku ini diterbitkan oleh ~ Balai Pustaka
pengapit peng.a.pit [n] (1) apitan; (2) orang di kiri kanan pengantin; (3) barang yg diletakkan di kiri kanan sesuatu; (4) ajudan
pengaruh pe.nga.ruh [n] daya yg ada atau timbul dr sesuatu (orang, benda) yg ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang: besar sekali -- orang tua thd watak anaknya
pengasas peng.a.sas [n] pendiri (orang yg mendirikan); orang yg meletakkan dasar suatu perserikatan atau perkumpulan
pengejut pe.nge.jut [n] (1) mudah terkejut (kaget, takut, dsb); (2) orang yg membuat kejutan
pengeset pe.nge.set [n] orang yg menyusun huruf dl mesin cetak
pengganti peng.gan.ti [n] (1) yg menjadi ganti (tt barang); penukar; sulih: kartu nama ini sbg ~ surat undangan; (2) orang yg menggantikan kedudukan atau jabatan orang lain: apabila beliau meletakkan jabatan, siapa ~ nya
penggera peng.ge.ra [n] orang yg membuat gugup; orang yg membuat takut dsb
penghuni peng.hu.ni [n] (1) orang yg mendiami (rumah dsb): berapa orangkah ~ rumah petak ini; (2) hantu dsb yg menjaga tempat-tempat yg angker; penunggu; penjaga: pohon rindang itu ada ~ nya
penguji peng.u.ji [n] (1) orang yg menguji: ~ akan didatangkan dr Jakarta; (2) alat untuk menguji: sudah diciptakan ~ kesuburan tanah
pengusaha peng.u.sa.ha [n] orang yg mengusahakan (perdagangan, industri, dsb); orang yg berusaha dl bidang perdagangan; saudagar; usahawan: ~ percetakan; sumbangan uang dr para ~ untuk korban bencana alam
penyempal pe.nyem.pal [n] orang (kelompok) yg menyempal (menyimpang) dr lembaga atau organisasinya; penyeleweng; pemberontak: negeri itu agaknya akan segera dikuasai -- untuk mengakhiri 10 tahun kekuasaannya
penyunting pe.nyun.ting [n] (1) orang yg bertugas menyiapkan naskah siap cetak; (2) orang yg bertugas merencanakan dan mengarahkan penerbitan media (massa) cetak; (3) orang yg bertugas menyusun dan merakit film atau pita rekaman
peran watak peran yg terutama ditentukan oleh ciri-ciri individual yg sifatnya khas dan istimewa
peranakan per.a.nak.an [n] (1) kantong selaput dl perut (tempat bayi); rahim: ada gejala kanker pd ~ nya; (2) keturunan anak negeri dng orang asing: Cina ~ banyak di negeri itu; (3) yg dilahirkan di: tidak boleh ~ suatu marga masuk marga lain
perangai pe.ra.ngai [n] (1) sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan; watak: tidak seorang pun mampu mengubah -- nya; (2) cara berbuat; tingkah laku; kelakuan: ia memuji-muji -- calon menantunya; (3) cara khas seseorang dl beraksi thd berbagai macam fenomena
perempuan pe.rem.pu.an [n] (1) orang (manusia) yg mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; (2) istri; bini: -- nya sedang hamil; (3) betina (khusus untuk hewan)
perfeksionisme per.fek.si.o.nis.me [n] (1) watak atau sifat seseorang yg menganggap sesuatu yg tidak sempurna sbg hal yg tidak dapat diterima; (2) doktrin yg menyatakan bahwa kesempurnaan sifat moral seseorang menunjukkan ketinggian derajatnya; (3) doktrin mengenai ketuhanan yg menyatakan bahwa bebas dr perbuatan dosa adalah tujuan yg akan dicapai di dunia
perkataan per.ka.ta.an [n] (1) sesuatu yg dikatakan: ~ orang itu sangat menyinggung perasaanku; (2) kata; kumpulan kata: ia senang sekali memakai ~ asing dl berbicara; (3) ark Sas cerita; kisah: adapun ~ mengenai hal itu terlalu lanjut ceritanya
pers [n] (1) usaha percetakan dan penerbitan; (2) usaha pengumpulan dan penyiaran berita; (3) penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, dan radio; (4) orang yg bergerak dl penyiaran berita; (5) medium penyiaran berita, spt surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film
pertemanan per.te.man.an [n] perihal berteman: sebenarnya ~ saya dng dia memang boleh dikatakan kilat
pertuturan perlokusioner per.tu.tur.an perlokusioner [Ling] perbuatan yg dilakukan dng mengujarkan sesuatu dng maksud membuat orang lain percaya apa yg dikatakan sehingga mendorongnya untuk berbuat sesuatu dsb
perutusan per.u.tus.an [n] beberapa orang yg diutus (yg disuruh mewakili) atau yg bertugas sbg utusan (pemerintah dsb); delegasi: ~ Indonesia ke PBB dipimpin oleh Menteri Luar Negeri
pesiar pe.si.ar [v] berkeliling kota dsb dng kendaraan; berjalan-jalan; bertamasya; pelesir: sejam setengah kita boleh -- keliling kota [n] orang yg berjalan-jalan; pelancong
pesumo pe.su.mo [n] orang yg bermain sumo: Takahanada adalah -- yg berbakat
pesuruh pe.su.ruh [n] orang yg disuruh; suruhan
petak ranjau bagian terkecil dr lapangan ranjau yg berbentuk segi empat
petak umpat permainan sembunyi-sembunyian
petaka pe.ta.ka [kl n] bencana; kecelakaan
pewarta pe.war.ta [n] (orang) yg mewartakan
pijin pi.jin [n] alat komunikasi sosial dalam kontak yg singkat (msl dl perdagangan) antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak merupakan bahasa ibu para pemakainya
pindahan pin.dah.an [n] (1) hasil memindah(kan): barang-barang di gudang itu adalah barang ~; (2) yg dipindahkan: kita belum mengenal watak pegawai ~ dr pusat itu; (3) cak pindah tempat: menjelang pelantikan menteri Persatuan Pembangunan, banyak orang yg justru sibuk ~
pinggan tak retak nasi tak dingin [pb] cermat dl melakukan suatu pekerjaan
pinjam pin.jam [v] me.min.jam v memakai barang (uang dsb) orang lain untuk waktu tertentu (kalau sudah sampai waktunya harus dikembalikan): ia ~ uang lima juta rupiah kpd bank; kami ~ majalah dr perpustakaan
poliandri po.li.an.dri [n] sistem perkawinan yg membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dr satu orang dl waktu yg bersamaan
poligini po.li.gi.ni [n] sistem perkawinan yg membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sbg istrinya dl waktu yg bersamaan
pondong pon.dong [n] atap atau para-para pelindung (tanaman yg baru tumbuh dr panas matahari atau hujan) [v] , me.mon.dong v membawa anak, seseorang, atau sesuatu dng meletakkannya di atas kedua belah tangan di depan dada
posisi po.si.si [n] (1) letak: kedudukan (orang, barang); (2) jabatan; pangkat (dl jabatan)
posisi sintaksis [Ling] posisi suatu unsur dl kalimat
positif po.si.tif [a] pasti; tegas; tentu: hal itu diketahuinya secara --; ia memberi jawaban yg --; ia mempunyai bukti -- akan keterlibatan orang itu; (2) a yakin: ia sangat -- akan kebenaran pendapatnya; (3) a bersifat nyata dan membangun: keadaannya menunjukkan perkembangan yg --; hasilnya sangat --; (4) a menunjukkan adanya penyakit, kondisi tertentu, dsb (tt hasil pemeriksaan): hasil tes menyatakan bahwa ia -- hamil; (5) a Fis lebih besar dp nol: bilangan --; (6) n potret yg sudah jadi (bukan klise atau film); (7) a Fis bermuatan listrik lebih tinggi dp yg lain (tt kutub), yg merupakan sumber arus listrik; (8) a tidak menyangkal (membantah, dsb); mengiakan (tt kalimat, pernyataan, ucapan, dsb): kalimat -- , kalimat yg tidak mengandung kata sangkalan (spt tidak, bukan)
praduga tak bersalah [Huk] anggapan bahwa tertuduh tidak bersalah sampai dibuktikan di pengadilan
psitakosis psi.ta.ko.sis [n Dok] penyakit infeksi oleh virus, pd burung kakaktua dapat menular kpd manusia, dng gejala nyeri kepala, demam, mual, sembelit, dsb
pukul pu.kul [n] ketuk (dng sesuatu yg keras atau berat, dipakai juga dl arti kiasan): kena -- , kena ketuk (diketuk); (2) n ki kena rugi (marah, tipu, dsb): salah -- , salah memukul (mengetuk); (3) n ki salah terima; salah menuduh dsb: sekali -- , satu kali memukul (mengetuk); (4) n ki satu kali berbuat (bertindak, bekerja, dsb): tukang -- , orang yg biasa memukul orang (dng menerima upah); samseng; jagoan; (5) v cak memukul (mengetuk dsb): pakailah taktik dan cari kelemahan lawan jangan asal --; (6) a cak ambil: -- dulu, bayar belakang, barang diambil dulu, soal membayar urusan belakang [n] saat yg menyatakan waktu: hari sudah -- empat sore
pusaka pu.sa.ka [n] (1) harta benda peninggalan orang yg telah meninggal; warisan: -- yg ditinggalkan kpd anaknya hanya berupa sawah lima petak; (2) barang yg diturunkan dr nenek moyang: keris --
pusat pu.sat [n] (1) tempat yg letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; (2) titik yg di tengah-tengah benar (dl bulatan bola, lingkaran, dsb): -- bumi; -- lingkaran; (3) pusar; (4) pokok pangkal atau yg menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dsb): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; (5) orang yg membawahkan berbagai bagian; orang yg menjadi pumpunan dr bagian-bagian
pustaka pus.ta.ka [n] (1) kitab; buku; (2) buku primbon
putar otak [ki] mencari akal; berdaya upaya
ragam kasar ragam bahasa yg digunakan dl pemakaian takresmi di kalangan orang yg saling mengenal
rahasia ra.ha.sia [n] sesuatu yg sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain: ia mencoba mengorek -- temannya, tetapi tidak berhasil; (2) n sesuatu yg belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang: -- alam; (3) n sesuatu yg tersembunyi: pintu --; (4) n cara yg setepat-tepatnya (biasanya tersembunyi atau sukar diketahui); kiat: dl buku itu diterangkan -- bermain sulap; (5) n sesuatu yg dipercayakan kpd seseorang agar tidak diceritakan kpd orang lain yg tidak berwenang mengetahuinya; (6) a secara diam (sembunyi-sembunyi); tidak secara terangterangan (tt perkumpulan): gerakan --
rapat terbuka rapat yg boleh dihadiri oleh semua orang; rapat umum
rebah re.bah [v] bergerak dr posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring (spt orang, pohon); terletak berbaring; roboh; tumbang: banyak pohon yg -- ditiup angin kencang itu; membawa (memberi) -- , menggagalkan (menjatuhkan)
referensi re.fe.ren.si [n] (1) sumber acuan (rujukan, petunjuk): kamus dapat dipakai sbg bahan --; (2) buku-buku yg dianjurkan oleh dosen kpd mahasiswanya untuk dibaca: buku wajib dan buku -- tersedia lengkap di perpustakaan; (3) buku perpustakaan yg tidak boleh dibawa ke luar, harus dibaca di tempat yg telah disediakan; (4) Ling hubungan antara referen dan lambang (bentuk bahasa) yg dipakai untuk mewakilinya
rekomendasi re.ko.men.da.si [n] (1) hal minta perhatian bahwa orang yg disebut dapat dipercaya, baik (biasa dinyatakan dng surat); penyuguhan; (2) saran yg menganjurkan (membenarkan, menguatkan): pemerintah menyetujui -- DPR tt kenaikan gaji pegawai negeri
rentak sedegam [pb] seia sekata; mufakat
rentaka ren.ta.ka [n] meriam kecil yg dapat diputar-putar
retak batu tidak dapat didamaikan lagi (tt perselisihan)
retak bulu ayam mudah didamaikan lagi (tt perselisihan)
retak menanti belah [pb] perselisihan yg akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dsb) [pb] perkara kecil yg mungkin menjadi besar; tinggal menantikan timbulnya bencana yg lebih besar (kematian dsb)
retak tangan garis-garis pd telapak tangan
robot ro.bot [Jw v] , me.ro.bot v berbunyi mendedas (spt mercon, senapan) [n] (1) alat berupa orang-orangan dsb yg dapat bergerak (berbuat spt manusia) yg dikendalikan oleh mesin; (2) ki orang yg menurut saja perintah orang lain: pakailah otakmu, jangan menjadi -- saja; (3) ki orang yg bertindak tanpa pikiran dan perasaan
roh [n] (1) sesuatu (unsur) yg ada dl jasad yg diciptakan Tuhan sbg penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika -- sudah berpisah dr badan, berakhirlah kehidupan seseorang; (2) makhluk hidup yg tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dsb); (3) ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dng -- Islam
rumpun rum.pun [n] (1) kelompok tumbuhan yg tumbuh anak-beranak seakan-akan mempunyai akar yg sama (spt buluh, tebu, pisang, serai, dan talas); perdu; (2) golongan besar bangsa (bahasa) yg sama asal dan jenisnya; golongan hasil susastra yg sejenis: -- cerita rakyat; (3) ki orang-orang yg seketurunan sama nenek moyangnya
rupa boleh diubah [pb] terlalu susah mengubah perangai yg sudah menjadi tabiat
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
sakit otak sakit ingatan
salam takzim salam amat hormat
salat Jenazah salat untuk orang muslim yg meninggal, dilakukan dng empat takbir, hukumnya fardu kifayah
satire sa.ti.re [n] (1) Sas gaya bahasa yg dipakai dl kesusastraan untuk menyatakan sindiran thd suatu keadaan atau seseorang; (2) sindiran atau ejekan
satuan sa.tu.an [n] (1) bilangan bulat positif terkecil dr bilangan seluruhnya (bilangan satu): bilangan 235 -nya 5, puluhannya 3, dan ratusannya 2; (2) standar atau dasar ukuran (takaran, sukatan, uang, dsb): meter ialah -- ukuran panjang, sedangkan gram -- berat; (3) sekelompok orang (tentara, alat-alat, dsb) yg merupakan keutuhan: -- pasukan bermotor; (4) perangkat; unit
sawah kelatakan sawah yg tidak diairi
sebagai se.ba.gai [p] kata depan untuk menyatakan hal yg serupa; sama; semacam (itu): perabot rumah tangga ialah kursi, meja, lemari, dan -- nya; (2) kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; seakan-akan; seolah-olah: kelakuannya -- orang udik masuk kota; (3) adv seharusnya; sepatutnya; sewajarnya; semestinya: ia diperlakukan dng -nya; (4) p jadi (menjadi): ia diangkat -- gubernur; (5) kata depan untuk menyatakan status; berlaku seperti; selaku: -- orang tua, ia harus bertanggung jawab atas anak-anaknya lihat bagai
sebesar-besarnya bumi ditampar tak kena [pb] perkara yg kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya susah menyelesaikan
sebutan se.but.an [n] (1) sesuatu yg disebut atau disebutkan; panggilan; nama; gelar: ia disangka orang kaya, tetapi -nya saja kaya, sebenarnya tidak; buku itu dl -- berharga Rp10.000,00, sebenarnya hanya Rp9.000,00; (2) panggilan; nama; gelar: ia memperoleh -- "macan bola" krn ia pemain sepak bola yg ulung; (3) kutipan: dl karangan tercantum berpuluh-puluh -- dr berbagai-bagai kitab karangan orang-orang pandai; (4) lafal; ucapan: -- untuk huruf W adalah /wE/; (5) sesuatu yg selalu dipercakapkan orang; buah mulut; gamit-gamitan: ia menjadi -- banyak orang krn perbuatannya; (6) Ling bagian kalimat yg menceritakan atau memberi pernyataan tt pokok kalimat; predikat, msl "menangis" dl kalimat Adik menangis adalah sebutan
sedangkan bah kapal tak hanyut [pb] sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur
sedatar saja lurah dng bukit se.da.tar saja lurah dng bukit [pb] menyamaratakan orang; tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dsb
segitiga taksama kaki segitiga yg tidak mempunyai sepasang sisi sama panjang; ketiga sisinya tidak sama panjang
sehat se.hat [a] (1) baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga; (2) (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; (3) sembuh dr sakit: dokter yg merawatnya menyatakan ia telah -- dan boleh pulang segera; (4) ki baik dan normal (tt pikiran); (5) boleh dipercaya atau masuk akal (tt pendapat, usul, alasan, dsb); (6) berjalan dng baik atau sebagaimana mestinya (tt keadaan keuangan, ekonomi, dsb); (7) dijalankan dng hati-hati dan baik-baik (tt politik dsb)
sela se.la [kl n] pelana [n] batu [Mk a] juling (tt mata) /sEla/ ? 2sila [n] (1) tempat (ruang) di antara dua benda (barang): terletak di -- gunung; (2) celah: ia melihat dr -- dinding; (3) sesuatu yg tersisip (terletak) di antara benda-benda dsb; selang: nanas boleh juga digunakan sbg tanaman -- di antara tanaman rambutan
selaput takbersambung membran sel yg tidak bersambung dng membran sel lain
selibat se.li.bat [n] pranata yg menentukan bahwa orang-orang dl kedudukan tertentu tidak boleh kawin (dl gereja Katolik Roma, para rohaniwan yg telah ditahbiskan harus hidup membujang, tidak boleh kawin)
semaput se.ma.put [Jw v] tidak sadar diri; pingsan: seorang korban kecelakaan tergeletak -- di kamar rumah sakit
sembah sem.bah [n] (1) pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dng cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh, lalu mengangkatnya hingga ke bawah dagu atau dng menyentuhkan ibu jari ke hidung) mengangkat -- , menghormat dng sembah; (2) kl kata atau perkataan yg ditujukan kpd orang yg dimuliakan: demikianlah -- Hang Tuah; berdatang -- , datang seraya berkata dng hormatnya
sembarangan sem.ba.rang.an [a] tidak dng pilih-pilih; tidak dng pandang-memandang; asal ... saja: menuduh dng -- saja, asal menuduh saja (tidak dng alasan yg layak): kawin dng orang -, dng orang yg tidak terpilih (tidak berasal dsb): buku itu diletakkan -- saja, tidak memilih tempat atau tidak dng aturan
senapan lontak senapan yg pelurunya diisi dr mulutnya, kemudian dijejalkan (senapan kuno)
sendok besar tak mengenyang [pb] tidak ada buktinya
seni se.ni [a] (1) halus (tt rabaan); kecil dan halus; tipis dan halus: benda -- , benda yang halus bahannya dan buatannya [n] (1) keahlian membuat karya yg bermutu (dilihat dr segi kehalusannya, keindahannya, dsb); (2) karya yg diciptakan dng keahlian yg luar biasa, spt tari, lukisan, ukiran; seniman tari sering juga menciptakan -- susastra yg indah [n] (1) kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yg bernilai tinggi (luar biasa); (2) orang yg berkesanggupan luar biasa; genius lihat 1ular
seniman se.ni.man [n] orang yg mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan dan menggelarkan karya seni (pelukis, penyair, penyanyi, dsb)
sentaka sen.ta.ka [n] pohon jenis medang, Pygeum parviflorum
seolah-olah se.o.lah-o.lah [n] selaku; seakan-akan: gayanya -- tidak ada orang yg menyamainya [adv] selaku; sepertinya; seakan-akan: dia bersikap -- tak ada orang pandai selain dia lihat 1olah
sepak takraw sepak raga
seperti se.per.ti [p] (1) serupa dng; sebagai; semacam: kue itu bentuknya -- martabak; rupanya -- ini; (2) sama halnya dng; tidak ubahnya: wajahnya kasar -- tengkorak; -- perahu patah kemudi begitulah halku ini; (3) sebagaimana; sesuai dng; menurut: segala-galanya dilakukan -- perintah tuannya; kerjakan -- kataku tadi; (4) seakan-akan; seolah-olah: -- tidak ada orang lain yg menyamai kepandaiannya; (5) misalnya; umpamanya; (6) adapun yg sbg; akan hal: -- saya ini tidak patut duduk sejajar dng beliau
seperti katak di bawah tempurung [pb] sangat picik pengetahuannya; kurang luas pandangannya
sepesan anak beranak [pb] cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)
seram se.ram [a] (1) berdiri bulu roma (krn ketakutan dsb); meremang: mendengar cerita orang tua itu, menjadi -- perasaan saya; (2) berasa berkerut dan senyar (tt kulit tubuh krn ketakutan dsb): -- rasanya lewat di bawah pohon beringin itu; (3) menyebabkan ngeri (takut dsb); dahsyat; menakutkan: terdengar suara yg --; (4) kelihatan bengis (kejam, membahayakan): mukanya kelihatan --; matanya --
seranta se.ran.ta , me.nye.ran.ta.kan kl v memaklumkan kpd orang banyak; mengumumkan; menyeratakan
serobot se.ro.bot [v] , me.nye.ro.bot v (1) mengambil hak atau harta dng sewenang-wenang atau dng tidak mengindahkan hukum dan aturan (spt mencuri, merampas, menempati tanah atau rumah orang lain yg bukan haknya, menculik): ia berbuat secara nekat -- sepeda orang; ia dipersalahkan -- kekuasaan pembesarnya; ia yg -- rumah kosong itu; (2) menyerang (melanggar, menubruk) secara nekat atau dng diam-diam: ia berhasil -- bola itu dr belakang sewaktu bola itu akan kuoperkan; kucing besar itu suka -- anak ayam; (3) melakukan perbuatan (spt masuk ke rumah orang, menyela perkataan orang, dsb) dng cara yg nekat atau menyimpang dr aturan: meskipun dijaga keras, masih ada juga yg -- masuk ke stasiun; kalau hendak mendebat, boleh, tetapi jangan -- saja; (4) menggunakan jalan semau-maunya tanpa mengindahkan aturan (tt kendaraan): kalau tidak ada polisi lalu lintas, banyak becak yg -- berjalan di jalan mobil
sertifikat ser.ti.fi.kat [n] tanda atau surat keterangan (pernyataan) tertulis atau tercetak dr orang yg berwenang yg dapat digunakan sbg bukti pemilikan atau suatu kejadian: -- tanah
sesepuh se.se.puh [n] (1) orang yg tertua dl masyarakat; (2) ki orang yg dituakan atau dijadikan pemimpin krn banyak pengalaman dl suatu organisasi dsb: gubernur itu diangkat sbg -- kontak tani; kelihatan -- organisasi itu hadir pd musyawarah itu lihat 2sepuh
sesuatu se.su.a.tu lihat suatu [pron] kata untuk menyatakan barang atau hal yg tidak tentu: -- yg ada padanya sangat dibutuhkan oleh orang lain
setakar se.ta.kar [n] seukuran; seimbang; sesuai: hukuman yg dijatuhkan kepadanya ~ dng kejahatan yg dilakukannya selama ini
setan se.tan [n] (1) roh jahat (yg selalu menggoda manusia supaya berlaku jahat); (2) cak kata untuk menyatakan kemarahan; sumpah serapah: -- kau, enyah dr sini; (3) ki orang yg sangat buruk perangainya (suka mengadu domba dsb): pikiran -- nya bangkit; -- gundul ki orang yg berbuat jahat: mereka mendesak pimpinan universitas mengusut tuntas -- gundul yg memalsukan tanda tangan rektor
setengah se.te.ngah [num] (1) seperdua; separuh: anak laki-laki itu mendapat ~ dr harta warisan ayahnya; (2) sebagian; sejumlah: ~ dr jumlah penduduk desa masih hidup di bawah garis kemiskinan; (3) belum sempurna: nasi itu ~ masak; (4) ki agak gila; kurang waras (pikiran, otak, akal): ia masih berbicara melantur, tidak berpendirian, tetap spt orang ~ saja
siah si.ah [a] -- layah 1 tergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri (spt daun lalang tertiup angin); (2) ki terhuyung-huyung ke kanan dan ke kiri (spt orang mabuk, anak yg baru berjalan) [v] ber.si.ah v (1) menghindar ke sisi (ke tepi); menepi (krn ada kendaraan lalu dsb); menyisi; (2) berlari cepat-cepat dan tidak keruan arahnya: waktu berpapasan jalan denganku, dia -- seolah-olah takut terkena najis
siapa-siapa si.a.pa-si.a.pa [n] (1) siapa orang-orang (yg): -- yg dipanggilnya; (2) siapa pun; siapa jua: -- tidak boleh masuk, selain dia; (3) barang siapa: -- yg tidak membawa surat penduduk akan ditahan; (4) orang sembarangan; orang lain: bukan --
sidang si.dang [n] (1) pertemuan untuk membicarakan sesuatu; rapat: -- itu dihadiri oleh semua anggota; (2) segenap anggota dewan dsb: -- hakim; -- pengarang; -- pengurus; (3) orang banyak; publik; para (untuk menyatakan banyak); sekalian: -- jemaah; -- pembaca (pendengar); (4) ark dewan; majelis: -- perang
sifat si.fat [n] (1) rupa dan keadaan yg tampak pd suatu benda; tanda lahiriah: kalau menilik -- nya, tentulah ini sejenis serangga; tidak tentu -- nya, kadang-kadang bulat panjang; (2) peri keadaan yg menurut kodratnya ada pd sesuatu (benda, orang, dsb): salah satu -- anjing adalah setia kpd tuannya; (3) ciri khas yg ada pd sesuatu (untuk membedakan dr yg lain): -- puisi lain dp -- prosa; -- perawakan anak itu sudah dicatat polisi; (4) dasar watak (dibawa sejak lahir); tabiat: ia tidak mempunyai -- kesatria
simultan si.mul.tan [a] (1) terjadi atau berlaku pd waktu yg bersamaan; serentak; (2) Olr secara serentak dilakukan (tt pertandingan catur, biasanya seorang pemain catur melawan beberapa pemain sekaligus): pertandingan catur --
si [p] (1) kata yg dipakai di depan nama diri (pd ragam akrab atau kurang hormat): -- Achmad; -- Rukiah; (2) kata untuk mengkhususkan orang yg melakukan atau terkena sesuatu: -- pengirim; -- penipu; -- tertuduh; (3) kata yg dipakai di depan nama orang untuk merendahkan diri: -- Beni; -- Joni; (4) kata yg dipakai di depan kata sifat untuk timang-timangan, pujian, panggilan, ejekan, dsb yg menyatakan bahwa yg disebut itu mempunyai sesuatu atau menyerupai sesuatu yg sama dng sebutan itu: -- belang; -- celaka; -- durhaka; -- manis; -- tolol; (5) kata yg dipakai pd berbagai-bagai nama tumbuhan atau binatang: -- dingin; -- gasir; -- kedidi; -- tawar; (6) bentuk terikat yg lazim didahului ber- (menjadi bersi- atau berse-) yg menyatakan: (a) berbuat dirinya menjadi; melakukan dirinya menjadi: bersibisu, bersitegang; (b) saling (dl bentuk kata kerja ber-...-an); msl bersikutat, berkutat-kutatan; bersipandang, berpandang-pandangan [p cak] (1) tah; kah; gerangan; agaknya; sih: apa -- yg dicari; siapa -- yg dikata-katai itu; (2) memang; sebenarnya; sih: bagus -- bagus, tapi mahal; tidak apalah, saya -- tidak salah [n Mus] nada ke-7 pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 7
siratalmustakim si.ra.tal.mus.ta.kim [n Isl] (1) jalan yg lurus; jalan yg benar; (2) titian di neraka sebesar rambut dibelah tujuh dan tajam sekali
solok so.lok [n] , pe.so.lok n sumbangan (pemberian kpd orang yg mengadakan pesta perkawinan dsb, berupa bahan makanan dsb) [Mk n] lembah yg terletak di antara dua buah gunung
sopan so.pan [a] (1) hormat dan takzim (akan, kpd); tertib menurut adat yg baik: dng -- ia mempersilakan tamunya duduk; kpd orang tua kita wajib berlaku --; (2) beradab (tt tingkah laku, tutur kata, pakaian dsb); tahu adat; baik budi bahasanya: ia berlaku amat -- kpd kedua orang tuanya; (3) baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul): sekarang ini kita sukar untuk membedakan perempuan yg -- dan yg lacur
spektakel spek.ta.kel [n] pertunjukan; tontonan : penonton terpukau oleh segala macam -- politik di negara tercinta ini
spektakuler spek.ta.ku.ler [a] menarik perhatian; mencolok mata: tidak ada hasil yg -- dr kunjungan delegasi itu
sporangium spo.ra.ngi.um [n] sel, struktur, atau organ yg membentuk spora di dalamnya
spt katak di bawah tempurung [pb] berpengetahuan yg sangat picik
spt katak ditimpa kemarau [pb] berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dsb); sangat gaduh
spt menanti orang dahulu [pb] perbuatan yg sia-sia
spt sengkalan tak sudah [pb] buruk sekali (rupa dll)
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
sudah beruban baru berguam sudah ber.u.ban baru berguam [pb] dikatakan kpd orang tua yg tingkah lakunya spt orang muda
sudi tak sudi segan-segan
sumah su.mah [Ar a] suka menceritakan kelebihan atau kehebatan diri sendiri kpd orang lain agar mendapat simpati; senang (mengharap) pujian: kita harus menjauhkan diri dr sifat ria dan --
surat pujian surat yg menyatakan kebaikan sesuatu; (2) surat yg mengandung pujian atas jasa orang dsb
surat rekomendasi surat yg menyatakan, menguatkan, membenarkan, dsb bahwa orang yg disebut dapat di percaya, baik, dsb
surat takdir nasib; untung malang
suruhan su.ruh.an [n] (1) perintah: apakah Tuan khawatir -- Tuan tidak saya kerjakan?; (2) sesuatu yg disuruhkan; (3) perbuatan (hal dsb) menyuruh; penyuruh; (4) cak orang yg disuruh; pesuruh
tabernakel ta.ber.na.kel [n] (1) Kat lemari kecil yg diletakkan di tengah altar untuk menyimpan hosti; (2) kemah tempat penyimpanan peti perjanjian sebelum Baitullah dibangun di Yerusalem; (3) tempat ibadah orang Yahudi
tabung takaran tabung pengukur bahan yg tembus sinar, diberi guratan yg menunjukkan volume cairan yg diisikan ke dalamnya
tahalul ta.ha.lul [Ar] (1) v mencukur atau menggunting rambut kepala; (2) Isl a dl keadaan menjadi boleh; diperbolehkan seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan yg tadinya terlarang selama mengerjakan ibadah haji atau umrah (ditandai dng bercukur atau memotong beberapa helai rambut); (3) Isl n penghalalan
tahu takwa tahu yg padat dan gurih, berbentuk segi empat, biasanya berwarna kuning
tahun takwim tahun berdasarkan kalender (berawal dr 1 Januari dan berakhir pd 31 Desember)
tajam otak cerdas; pandai; mudah mengerti
talak tiga perceraian yg tidak boleh rujuk lagi kecuali jika bekas istri pernah nikah dng orang lain dan kemudian diceraikan (tidak dapat dijatuhkan tiga kali berturut-turut atau dijatuhkan sekaligus)
tali tiga lembar tak suang putus [pb] bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
tali yg tiga lembar itu tak suang-suang putus [pb] bersatu teguh, bercerai runtuh
tanam lalang tak akan tumbuh padi [pb] melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya
tanduk di kepala tak dapat digelengkan [pb] tidak dapat mengelakkan diri dr kewajiban yg harus dikerjakan
taruhan ta.ruh.an [n] (1) uang dsb yg dipasang dl perjudian; tagan; (2) tanggungan uang dsb; cagar; (3) yg dipertaruhkan (kalau perlu dikorbankan dsb): kalau engkau tidak berhasil, nyawalah ~ nya; (4) yg disuruh simpan (rawat, selenggarakan, dsb); titipan; rawatan, dsb: ketika peti ~ nya dibuka, terperanjatlah orang-orang melihat banyaknya surat yg diikat dng sutra berwarna-warni; (5) (pakaian, cincin, permadani, dsb) yg hanya dipakai apabila ada keperluan (pesta, perayaan, dsb); (6) hadiah yg dijanjikan (kpd mereka yg dapat menangkap penjahat dsb); (7) cak bertaruh
tebak te.bak [v] me.ne.bak v (1) menerka: seakan-akan ia dapat ~ apa yg ada dl pikiran temannya itu; (2) menduga; mengira-ngira(kan): sulit sekali ~ maksud gerakan tangan dan mimik muka orang bisu itu [ark n] (1) alat untuk memecah batu (dl tambang dsb); linggis; alabangka; (2) penggali; sekop [v] me.ne.bak v (1) menarah (dng kapak dsb); menetak; memenggal: ~ balok
tegak-tegak te.gak-te.gak [a] (1) selalu tegak (berdiri); berdiri asal berdiri saja: meskipun tidak ada bunga kampung, ~ juga mereka itu di muka kedai; (2) lurus-lurus (berdiri, duduk): disuruhnya berdiri ~; (3) ki dng begitu saja; hidup-hidup; mentah-mentah: tidak benar dikatakannya bahwa dia akan dijual ~ oleh saudaranya; saya ditipunya ~
telantar te.lan.tar [v] (1) terhantar; terletak tidak terpelihara; (2) serba tidak kecukupan (tt kehidupan): sejak orang tuanya meninggal, hidupnya --; (3) tidak terpelihara; tidak terawat; tidak terurus: tanaman ini dulu terawat baik, tetapi sekarang -- krn tidak ada yg mengurusnya; (4) terbengkalai; tidak terselesaikan: ia sibuk mengajar di mana-mana sehingga pekerjaan penelitiannya --
telap te.lap [v] (1) makan (mempan tt senjata tajam): keris itu tiada -- pd tubuhnya; orang Aceh dikatakan tidak -- oleh senjata; (2) (dapat) kena luka; (dapat) dilukai: tiada -- , tidak dapat luka (oleh senjata); kebal: ia tidak -- ditembak, tidak dapat kena luka oleh tembakan; kulitnya tiada cacat, tiada -- kena peluru [ark n] (1) bekas (tempat sesuatu); (2) bekas dr tembikar, kaca, dsb (tempat bau-bauan, gambir, tembakau, dsb)
tengah te.ngah [n] (1) tempat (arah, titik) di antara dua tepi (batas): letakkan tempat bunga itu di -- meja; (2) daerah yg bukan pinggiran; pusat: rumahnya terletak di -- kota; (3) tempat atau wilayah yg jauh dr tepi: perahu itu meluncur ke -- laut; (4) sela-sela; antara (orang banyak, kumpulan, dsb): ia menyelinap di -- penonton; (5) paruh; perdua: -- pertama tahun ini hujan terus turun [adv] sedang: seorang anak yg -- berdiri di tepi jalan, tiba-tiba terjatuh krn terserempet mobil; (2) p ketika; sementara: -- ia termenung, tiba-tiba tersentak hatinya krn teringat kakeknya yg telah meninggal dunia
tengking teng.king [n] (1) bunyi nyaring dan tinggi (spt ringkik kuda dsb): apabila terdengar -- kuda malam hari pertanda ada binatang buas di sekitarnya; (2) suara tinggi keras (spt suara orang marah, membentak, menghardik): pesuruh itu sering kena -- bila salah mengerjakan tugasnya
tengkingan teng.king.an [n] kata kasar dan keras; bentakan; hardikan: orang lain yg bersalah, dia yg kena ~
tentakel ten.ta.kel [n Zool] alat yg menyerupai tangan, yg berfungsi sbg peraba atau perangkap, terdapat pd sebagian invertebrata, msl cumi-cumi
terbaring ter.ba.ring [v] terletak membujur; tergeletak; tergelimpang: orang sakit itu sudah lama -- di tempat tidurnya
tercengang ter.ce.ngang [v] ternganga keheranan (kagum, takjub): kedua anak itu ~ melihat orang berlatih silat
terentak ruas ke buku [pb] hilang akal
terjual terbeli ter.ju.al terbeli [pb] apa yg disuruhkan kpd orang lain, hendaknya dapat dikerjakan sendiri juga
terkampai ter.kam.pai [v] terbaring tidak berdaya (krn lelah dsb); tergeletak: di dl kamar penginapan itu ~ mayat seorang wanita cantik
teror te.ror [n] usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan
teroris te.ro.ris [n] orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan -- telah mengganas dng membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen
terpekik ter.pe.kik [v] memekik dng tiba-tiba: orang tua itu ~ ketakutan
tersebut ter.se.but [v] (1) sudah disebutkan (dikatakan, diceritakan, dsb): sbg yg -- di atas; (2) terkemuka; terkenal; ternama: ia seorang yg -- di seluruh desa
tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang [pb] orang yg kecil dan hina hendak mendekat kpd orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu
tersingit-singit bagai katung di bawah reba [pb] sangat merendahkan diri spt orang kecil (orang bawahan) yg takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi
tertakung ter.ta.kung [v] (1) sudah diendapkan; (2) terhenti atau tergenang (tt air dsb)
tertelungkup ter.te.lung.kup [v] (jatuh, terletak, atau terbaring) menelungkup; tertiarap; terbalik: seorang anak diketemukan ~ di dasar jurang
tetapi te.ta.pi [p] kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yg bertentangan atau tidak selaras: orang itu kaya, -- kikir; rumah ini besar, -- sudah rusak; akan -- , penghubung antarkalimat atau antarparagraf untuk menyatakan hal yg bertentangan atau tidak selaras: akan -- , masalahnya tidak semudah itu
tiada ti.a.da [v] (1) tak ada; tidak ada: pengabdian yg -- hentinya; -- seorang pun yg dapat membantunya; (2) tidak: nasionalisme yg -- tergoyahkan; dng -- berkata sepatah pun ia pergi
tiap orang masing-masing
tidak (belum) bau telunjukmu [pb] tak boleh jadi; mustahil begitu
tidak boleh tidak diizinkan; dilarang
tidur tak lelap [pb] sangat gelisah (krn bersusah hati, banyak pikiran, dsb)
tiga satu penumpang mobil pribadi dsb paling sedikit berjumlah tiga orang dl satu mobil apabila melalui jalan tertentu pd jam-jam tertentu di Jakarta (kecuali taksi dan kendaraan umum)
tobat to.bat [v] sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yg salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan: sekarang ia sudah -- dr kejahatan yg pernah dilakukan; (2) v kembali kpd agama (jalan, hal) yg benar: setelah mendengar khotbah itu banyak orang yg -- kembali ke jalan yg sesuai dng ajaran Tuhan; (3) v merasa tidak sanggup lagi: -- aku mengajar anakmu; (4) p menyatakan rasa heran, kesal, atau sebal: -- ! -- !, bengal betul anak itu!; (5) v cak jera (tidak akan berbuat lagi): ia sudah -- tidak akan mengisap ganja lagi
tongkat membawa rebah [pb] orang yg disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yg merusaknya (mencuri dsb)
tua keladi (kelapa) [pb] dikatakan kpd orang yg makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)
tuan tu.an [n] (1) orang tempat mengabdi, sbg lawan kata hamba, abdi, budak: anjing itu sangat setia kpd -- nya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; kepala (perusahaan dsb); pemilik atau yg empunya (toko dsb): hari ini -- saya tidak ada di kantor; (3) orang laki-laki (yg patut dihormati): ada seorang -- datang kemari; sepeda -- , sepeda untuk orang laki-laki; (4) sebutan kpd orang laki-laki bangsa asing atau sebutan kpd orang laki-laki yg patut dihormati: -- haji; -- sayid; (5) sebutan bagi wanita bangsawan (putri raja dsb): -- putri; (6 a) persona orang kedua laki-laki (engkau atau -mu yg takzim): -- hendak ke mana? inilah sepeda --; (b) persona orang kedua perempuan (engkau atau -mu yg takzim): tidak sampai hati Kakanda melepaskan -- berjalan seorang diri
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tinggal ting.gal [v] (1) masih tetap di tempatnya dsb; masih selalu ada (sedang yg lain sudah hilang, pergi, dsb): saya disuruh -- di rumah; selamat --; (2) sisanya ialah ...; bersisa ...; tersisa ...; yg masih ada hanyalah ...: delapan dikurangi dua -- enam; uangnya -- dua puluh rupiah; tubuhnya kurus kering -- kulit pembalut tulang; ia disuruh menyelesaikan pekerjaannya yg --; (3) ada di belakang; terbelakang: pelajaran apa yg -- dr sekolah lain; (4) tidak naik kelas (tt murid sekolah): di kelas kami yg -- dua orang; (5) sudah lewat (lalu; lampau): masa yg gilang-gemilang itu sudah --; (6) diam (di): berapa tahun Saudara -- di Medan; saya -- di kampung; (7) selalu; tetap (demikian halnya): saudara -- saudara, uang -- uang; kita tidak -- diam, tetapi terus berusaha menolongmu; (8) melupakan: jangan -- adat; tidak -- memberi nasihat; (9) tidak usah berbuat apa-apa selain dr ...: semuanya sudah beres -- berangkat saja; kita -- menentukan betul atau salah; (10) bergantung kpd; terserah kpd; terpulang kpd: baik buruknya -- pd tuan; perkara ini -- tuan berhak memutuskannya; (11) (sbg keterangan pd kata majemuk berarti) (a) yg didiami: rumah --; tempat --; (b) yg ditinggalkan (dikosongkan dsb): ladang --; tanah --
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
tuduh tu.duh [v] me.nu.duh v (1) menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang berbuat kurang baik: ia ~ saya bersekongkol dng penjahat; (2) menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang melakukan perbuatan yg melanggar hukum; mendakwa: mereka ~ kedua pedagang itu menerima barang selundupan
tugas tu.gas [n] (1) yg wajib dikerjakan atau yg ditentukan untuk dilakukan; pekerjaan yg menjadi tanggung jawab seseorang; pekerjaan yg dibebankan: pegawai hendaklah menjalankan -- masing-masing dng baik; kerjakan -- Saudara baik-baik; (2) suruhan (perintah) untuk melakukan sesuatu: beliau diberi -- menyelidiki keadaan rakyat di pulau itu; surat -- , surat perintah; (3) Ling fungsi (jabatan): terangkan -- akhiran "-lah" pd kata "minumlah" dl kalimat itu; (4) Huk fungsi yg boleh tidak dikerjakan [Lihat {tukas}]
tukang tu.kang [n] (1) orang yg mempunyai kepandaian dl suatu pekerjaan tangan (dng alat atau bahan yg tertentu): -- batu, -- besi, -- kayu; (2) orang yg pekerjaannya membuat (menjual, memperbaiki, dsb) sesuatu yg tentu: -- daging (sayur, susu); -- arloji; -- pedati (gerobak, becak); (3) orang yg pekerjaannya melakukan sesuatu secara tetap: -- pangkas (cukur); -- las; -- jahit; -- masak; -- cetak; (4) orang yg biasa suka melakukan sesuatu (yg kurang baik): -- mabuk; -- serobot; -- copet; -- tadah; -- catut; (5) cak ahli (untuk mencemoohkan): -- menciptakan sajak; -- pidato
tumang tu.mang [n] pancang kecil (untuk menyangga, tambatan tali kemah, dsb) , me.nu.mang v (1) menampik; menolak: tidak ~ kerja; tidak ~ lawan; apa saja bolehlah, ia tidak akan ~; (2) takut akan; gentar akan; khawatir akan: saya sangat heran, badannya jadi amat kurus hanya krn ~ hal yg remeh itu; (3) membiarkan; meninggalkan: masakan kami ~ Tuan
tumbuk tum.buk [n] alat untuk melantak dsb supaya lumat hancur (spt antan, anak gobek); (2) v mengupas atau menghaluskan dng antan (bukan digiling): beras -- , ke.tum.buk.an n pasukan; rombongan; tumpuk: keluarga yg mempunyai 12 orang anak spt satu ~ pengawal raja saja [Jw n] persamaan frekuensi pd nada, senama antara slendro dan pelog pelengkapnya
tunang tu.nang , ber.tu.nang.an v (1) bersepakat (biasanya diumumkan secara resmi atau dinyatakan di hadapan orang banyak) akan menjadi suami istri: mereka belum menikah, baru ~; (2) mempunyai tunangan
tunggang hilang tak hilang [pb] hal ketetapan hati berani melakukan suatu pekerjaan; tidak menghiraukan bahaya ataupun mati
tunggul tung.gul [n] (1) pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang; (2) pokok batang yg masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dsb: -- padi; -- jagung; (3) tonggak (untuk menambatkan perahu dsb) [n] bendera; panji-panji: dua orang pembawa -- berjalan kaki di belakang pasukan [ark] me.nung.gul v memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu krn kalah dl berperang; tungkul
tunjuk hidung langsung mengatakan siapa orang yg dicari (yg dicurigai)
udang tak tahu bungkuk nya [pb] tidak tahu akan kekurangan dirinya
udang tak tahu di bungkuknya [pb] tidak tahu akan cacat dan celanya diri sendiri
udu [Mk n] musuh: orang takabur -- Allah [Lihat {wudu}]
uji [n] percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu (ketulenan, kecakapan ketahanan, dsb) [Mk v] ke.u.ji.an a kelihatan atau ketahuan (kejahatannya dsb): sekali lancung ~ , seumur hidup orang tak percaya
umum [a] mengenai seluruhnya atau semuanya; secara menyeluruh, tidak menyangkut yg khusus (tertentu) saja: DPR mengadakan pemandangan -- tt rencana undang-undang; (2) a untuk orang banyak; (untuk orang) siapa saja: setiap pagi bus -- penuh dng penumpang; kepentingan --; kamar mandi --; rapat --; (3) n orang banyak; khalayak ramai: pd jam-jam tertentu perpustakaan itu dibuka untuk --; (4) v tersiar (rata) ke mana-mana; (sudah) diketahui orang banyak: peristiwa itu sudah --; (pd) -- nya galibnya; kebanyakan: Budi Utomo pd -- nya dianggap sbg permulaan kebangkitan nasional [Lihat {umun}]
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
untung un.tung [n] sesuatu (keadaan) yg telah digariskan oleh Tuhan Yang Mahakuasa bagi perjalanan hidup seseorang; nasib: kalau ada -- di badan bolehlah kita bertemu lagi; (2) a mujur; bahagia: -- lah saat-saat demikian mereka dapat menyelamatkan diri; (3) n laba yg diperoleh dl berdagang dsb: kita bukan pedagang yg dapat membeli sayur di desa dan menjualnya dng -- besar di kota; (4) n guna; manfaat; faedah: apa -- nya menakut-nakuti orang
upah lalu bandar tak masuk [pb] tidak mendatangkan hasil sedikit pun
urusan urus.an [n] (1) sesuatu yg diurus: ada ~ penting; (2) perkara; masalah; hal ihwal; persoalan: untuk ~ ini, polisi telah menahan orang yg dicurigai; ~ politik adalah tanggung jawab kita juga; itu ~ mu, bukan ~ ku; (3) sesuatu yg berhubungan atau ada sangkut-pautnya dng: setelah ~ pabean selesai, kita masih berurusan dng calo-calo taksi; (4) bagian pekerjaan (jawatan, dinas, dsb) yg mengurus sesuatu: jawatan ~ pajak; bagian ~ pegawai; kantor ~ pegawai; (5) cara mengurus (merawat, menyelenggarakan, dsb): kurang beres ~ nya
usil [Jk a] suka mengusik (mengganggu, memperolok-olok, mencampuri urusan orang lain, ambil pusing, dsb): Anda boleh menyumbang usul, tetapi usul yg tidak --; jangan -- atas urusan orang lain
utak-atik [v] melakukan pekerjaan perbaikan dng mencoba-coba
utusan utus.an [n] (1) orang yg disuruh (ditugasi) menyampaikan sesuatu atau menjadi penghubung; kurir; suruhan; (2) orang yg diutus; yg (ditugasi) untuk mewakili; duta; (3) orang yg diutus (oleh Allah) untuk menyampaikan wahyu kpd umat manusia; rasul: Nabi Muhammad saw. adalah ~ Allah kpd umat manusia
valensi va.len.si [n] (1) pangkat; derajat; (2) tenaga gabungan reaksi atau interaksi; (3) Kim bilangan yg menyatakan kesanggupan bersenyawa suatu unsur dng unsur lain; (4) Psi derajat penarikan hati perseorangan; (5) Ling hubungan sintaksis antara verba dan unsur di sekitarnya, mencakupi ketransitifan dan penguasaan verba atas argumen di sekitarnya
verba takteratur verba yg berubah vokal akarnya untuk mengubah kala dan bukannya dng menambah sufiks inflektif
Virgo Vir.go [n] (1) Astron nama gugus bintang yg terletak di antara Leo dan Libra pd deklinasi 00; (2) Astrol zodiak ke-6 yg digambarkan dng wanita kembar sbg lambang bagi orang lahir antara tanggal 23 Agustus-22 September; Kanya; Mayang; Sunbulat
vitakultur vi.ta.kul.tur [n] perkebunan anggur
vokal takbersuara vokal yg dihasilkan dng saluran suara ada dl posisi vokal dan membiarkan udara mengalir dan menghasilkan aspirasi sebelum pita suara bergetar
vokal takbundar vokal hampar; -- tegang vokal yg dihasilkan dng otot menegang, msl [i] dl kiri
voli vo.li [n] permainan olahraga bola, terdiri atas dua regu yg masing-masing beranggotakan enam orang, bola dipukul dng (kedua) tangan ke arah lawan (dibatasi jaring tinggi) dng tidak membiarkan bola jatuh ke tanah
wajib wa.jib [v] (1) harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan): seorang muslim -- salat lima kali dl sehari semalam; (2) sudah semestinya; harus: kalau kita ingin berhasil dl usaha, kita -- berikhtiar
waktu wak.tu [n] seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung: tidak seorang pun tahu apa yg akan terjadi pd -- yg akan datang; (2) n lamanya (saat yg tertentu): pekerjaan itu harus selesai dl -- lima hari; (3) n saat yg tertentu untuk melakukan sesuatu: -- makan; (4) n kesempatan; tempo; peluang: sayang sekali -- yg baik untuk mencetak gol tidak dipergunakannya; (5) p ketika, saat: -- engkau datang, saya sedang mandi; (6) n hari (keadaan hari): -- terang bulan; (7) n saat yg ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia: -- Indonesia Barat
waktu mintakat [Lay] waktu menengah di suatu tempat dr zona waktu yg merupakan waktu menengah setempat dr derajat tengahnya
wayang orang wayang wong
wewenang we.we.nang [n] (1) hak dan kekuasaan untuk bertindak; kewenangan; (2) kekuasaan membuat keputusan, memerintah, dan melimpahkan tanggung jawab kpd orang lain; (3) Huk fungsi yg boleh tidak dilaksanakan
xenofobia xe.no.fo.bia [n Psi] perasaan benci (takut, waswas) thd orang asing atau sesuatu yg belum dikenal; kebencian pd yg serba asing
yang [p] kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yg berikut diutamakan atau dibedakan dr yg lain: orang -- baik hati; (2) p kata yg menyatakan bahwa bagian kalimat yg berikutnya menjelaskan kata yg di depan: dijumpainya seorang pengemis -- sedang berteduh di bawah pohon asam itu; (3) pron kata yg dipakai sbg kata pembeda: -- kaya sama -- kaya, -- miskin sama -- miskin; (4) kl p adapun; akan: -- hamba ini diperanakkan di Malaka juga; (5) p cak bahwa: saya pun percaya -- Adinda kasih juga akan Kakanda [ark n] yang-yang n dewa
yg bertakuk yg ditebang yg ber.ta.kuk yg ditebang, yg bergaris yg dipahat [pb] sudah menurut aturan (adat) yg biasa
yg se cupak takkan jadi segantang [pb] sesuatu yg sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)
(main) galah panjang permainan anak-anak dng garis-garis berbentuk petak-petak di tanah
(pun lah) (...pun ...lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari -- malamlah; (5) untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda -- bertanya pula
(sbg durian) pangsa menunjukkan bangsa (sbg durian menunjukkan pangsa nya) [pb] kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb)
-anda (-nda [bentuk terikat] menyatakan hormat atau kekeluargaan: ayahanda; ibunda; pamanda
-is [sufiks pembentuk adjektiva] berkaitan dng: astronomis; psikologis; strategis [sufiks pembentuk nomina] orang yg bergerak atau ahli dalam (insani): jurnalis; kartunis; linguis
-kan [sufiks pembentuk verba] (1) menjadikan: jalankan; datangkan; hitamkan; (2) sungguh-sungguh: dengarkan; camkan; (3) untuk; kpd orang lain: sewakan; bacakan; jualkan
-nya [bentuk terikat] yg merupakan varian pronomina persona ia/dia dan pronomina benda yg menyatakan milik, pelaku, atau penerima: rumahnya; mengambilnya; memperolehnya
-wan (-man, -wati) sufiks pembentuk nomina (1) orang yg ahli dl bidang: ilmuwan; budayawan; seniman; (2) orang yg bergerak dl: karyawati; wartawan; (3) orang yg memiliki barang atau sifat khusus: dermawan; hartawan; rupawan; bangsawan
abad komputer zaman modern yg orang-orangnya memanfaatkan komputer dl menyimpan dan mengolah data
abai [a] (1) tidak dipedulikan (tidak dikerjakan baik-baik, tidak dipentingkan, dsb); (2) lalai: sbg seorang ayah, ia -- dr kewajiban keluarga
abang [n] (1) kakak laki-laki; saudara laki-laki yg lebih tua: -- nya tiga tahun lebih tua; (2) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua atau tidak dikenal: tahukah -- jalan ke kantor pos?; (3) panggilan istri kpd suami: sudah dua hari -- tidak pulang; (4) sebutan untuk penjual sayur, penjual ikan, pengemudi becak, dsb: ia biasa belanja pd -- sayur yg lewat di depan rumahnya [Jw a] merah
abdi ab.di [n] (1) orang bawahan; pelayan; hamba; (2) budak tebusan
abdu ab.du [kl n] hamba (Allah), yaitu manusia (terutama dipakai untuk nama orang): Abdullah, hamba Allah; Abdurrahman, hamba Allah Yang Maha Pengasih
abid [ark a] tidak berkesudahan; kekal; abadi [Isl] (1) v beribadah; (2) n orang yg taat kpd Tuhan; orang yg saleh
abidin abi.din [Ar n] (bentuk jamak dr abid) orang-orang yg taat (beribadah atau mengabdi) kpd Tuhan
aboi [n] (1) sebutan bagi pembesar orang Cina; (2) kepala kampung orang Cina pd sebuah luak (msl di Kalimantan Barat)
abong-abong [p cak] mentang-mentang: -- saya orang miskin, selalu dihina
absente ab.sen.te [n] (1) seseorang yg tidak hadir; (2) ketidakhadiran seseorang [n] perkebunan, tanah, perusahaan, dsb yg jauh dr pemiliknya
absenteisme ab.sen.te.is.me [n] (1) ketidakhadiran yg terus-menerus (dl perusahaan, sekolah, dsb); (2) Huk pemilikan atau perwalian tanah oleh orang-orang yg tidak hidup di tanah tsb dan tidak mengolah tanah itu sendiri, tetapi mengambil hasilnya melalui penggarapnya
absolusi ab.so.lu.si [n Kat] pengampunan melalui upacara keagamaan atas kesalahan atau dosa yg telah diperoleh (dilakukan secara umum atau secara perseorangan dan diadakan secara berkala)
absolut ab.so.lut [a] (1) tidak terbatas; mutlak: seorang raja mempunyai kekuasaan --; (2) sepenuhnya; (3) tanpa syarat: penyerahan -- tentara kolonial Belanda kpd tentara pendudukan Jepang; (4) tidak dapat diragukan lagi; nyata: terbukti keterlibatannya dl peristiwa itu --
absolutisme ab.so.lut.is.me [n] bentuk pemerintahan tanpa undang-undang dasar; bentuk pemerintahan dng semua kekuasaan terletak di tangan penguasa (raja, kaisar, diktator, dsb)
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abuk [n] serbuk (tt barang yg lumat halus spt tepung) [n] rambut: -- kaki; -- nya kusut masai [v] , meng.a.buk v mengambil atau mengakui barang orang lain sbg miliknya
acala aca.la [n Ark] arca yg tidak dapat dipindah-pindahkan, biasanya dibuat dr batu dan diletakkan di tempat yg paling suci dl rumah perdewaan
acan [kl] , meng.a.can v mengharapkan; mencita-citakan; memaksudkan ? 1acah
acang-acang [n] orang kepercayaan; pesuruh:
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
acuan acu.an [n] cetakan (kue, peluru, dsb) [n] (1) rujukan; referensi; (2) pola dasar penafsiran yg ditetapkan terlebih dahulu
acuh [v] peduli; mengindahkan: ia tidak -- akan larangan orang tuanya
ada gula ada semut [pb] di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang [pb] orang akan berdatangan ke tempat yg menyenangkan
ada padi segala menjadi [pb] orang kaya dapat mencapai apa yg diinginkannya
ada-ada saja ada-ada sa.ja [v cak] selalu mempunyai sesuatu untuk dikatakan (diminta dsb): ~ kamu ini, masak ada kuda yg bertanduk
adab [n] kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak: ayahnya terkenal sbg orang yg tinggi -- nya
adagium ada.gi.um [n] pepatah; peribahasa: sebuah -- Latin menyatakan "Ubi societas ibi justicia" , artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan)
adakah buaya menolak bangkai [pb] orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan
adang [v] , meng.a.dang v (1) menghalangi (merintangi orang berjalan dsb) dng cara mendepang: jangan engkau ~ orang itu, biarkan dia lewat; (2) menunggu di tempat yg sunyi (biasanya dng maksud jahat, spt membunuh, merampok, menyamun); mencegat: gerombolan bersenjata ~ iring-iringan mobil; (3) menuju; memaksudkan; menghadapi; (4) menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dsb): mereka berani ~ bahaya maut; adang-adang n penyekat, kerai, dsb untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dsb) [Jw v] menanak nasi dng menggunakan dandang [n] (1) saudara tua dr ibu (biasanya wanita); kakak ibu; (2) nama atau gelar kehormatan; dang
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adaptasi sosial perubahan yg mengakibatkan seseorang dl suatu kelompok sosial dapat hidup dan berfungsi lebih baik dl lingkungannya
adapun ada.pun [p] tt hal; mengenai: -- saya ini disuruh juga olehnya meminta bantuan; (2) v walaupun ada: -- , belum tentu ia mau memberi
adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dl limbahan sekalipun [pb] orang yg asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
adar adar, meng.a.dar [v] (1) bermalam di rumah orang; (2) bertandang; singgah
adat dagang tahan tawar [pb] sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar
adat pasang berturun naik [pb] keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tt kekayaan atau kedudukan seseorang
adat periuk berkerak [pb] jika seseorang ingin beroleh keuntungan dl satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan
adat teluk timbunan kapal [pb] biasanya orang yg berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)
adhesi ad.he.si [n] (1) keadaan melekat pd benda lain; (2) Fis gaya atau kakas tarik-menarik antarmolekul yg tidak sejenis; (3) Bot penyatuan tumbuh-tumbuhan yg biasanya merupakan kelompok yg terpisah; (4) Dok jaringan tubuh yg tumbuh (melekat) menjadi satu krn radang; (5) kesepakatan, sikap, atau rasa sesuai: ia menyatakan -- nya
adika adi.ka [a] lebih; lebih baik; terbaik; (2) n gelar untuk orang besar: Datuk Seri -- Raja
administrator ad.mi.nis.tra.tor [n] (1) direktur perusahaan; (2) pengurus; penata usaha; (3) Pol pengusaha atau pembesar setempat; (4) Pol orang yg mempunyai kemampuan memerintah yg sangat baik; (5) Man pemimpin di bidang pelaksanaan peraturan, prosedur, dan kebijakan
adopsi adop.si [n] (1) pengangkatan anak orang lain sbg anak sendiri; (2) Huk penerimaan suatu usul atau laporan (msl dl proses legislatif); (3) pemungutan
adoptif adop.tif [a Adm] mengenai penyerahan suatu urusan dilakukan dng undang-undang yg memuat syarat bahwa penyerahan hanya direalisasi thd daerah yg menyatakan sanggup untuk menerima urusan itu
aduh [p] kata seru untuk menyatakan rasa heran, sakit, dsb
advertensi ad.ver.ten.si [n] iklan dl media massa cetak atau elektronik, antara lain, untuk menawarkan barang
afal af.al [n] kelakuan; perbuatan; tingkah laku: ia orang yg baik -- nya
afasia afa.sia [n Dok] kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara krn penyakit, cacat, atau cedera pd otak
afasia sensoris afasia yg menyebabkan penderita tidak dapat mengerti pembicaraan orang lain
afdruk af.druk [n cak] hasil mencetak film
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
afektif afek.tif [a] (1) Psi berkenaan dng perasaan (spt takut, cinta); (2) mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi; (3) Ling mempunyai gaya atau makna yg menunjukkan perasaan (tt gaya bahasa atau makna)
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
agak-agih , meng.a.gak-a.gih.kan v(1) menerangkan (mengatakan, memberitahukan) dng jelas; (2) suka mencela
agen [n] (1) Ek orang atau perusahaan perantara yg meng-usahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama peng-usaha; perwakilan; (2) cak kaki tangan atau mata-mata negara asing; (3) Adm wakil pengusaha yg merundingkan, memberi-kan jasa layanan, atau menutup perjanjian asuransi dng ketentuan yg ada
agen buku pedagang buku besar yg menyediakan berbagai jenis buku dr berbagai penerbit, pengecer, dan perpustakaan, biasanya ada dua jenis, yaitu yg menyediakan buku teks mutakhir dan buku teknik dan yg menyediakan buku lama yg masih beredar
agen publisitas [Kom] orang yg bekerja untuk memperkenalkan dan menjual nama perusaha-an, kehendak suatu golongan, personalitas seseorang, dsb kpd publik
agen rahasia seseorang yg ditugasi oleh orang atau negara tertentu untuk memata-matai dan menyelidiki pihak lawan agar memperoleh informasi yg diperlukan
agiria agi.ria [n Dok] keadaan tidak terdapat konvolusi permukaan otak krn gangguan perkembangan
agitator agi.ta.tor [n] orang yg melakukan agitasi; penghasut
aglutinat ag.lu.ti.nat [n Kim] lekatan bersama menjadi massa, digunakan sbg tes untuk mengetahui apakah darah seseorang yg sehat dapat dipindahkan ke dl tubuh seseorang yg sakit
agnosia ag.no.sia [n Dok] ketidaksanggupan mengenali benda dan artinya, biasanya disebabkan oleh kerusakan pd otak atau susunan saraf
agnostik ag.nos.tik [n] orang yg berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui
agorafobia ago.ra.fo.bia [n Psi] rasa takut ketika berada di tempat yg ramai
agrafia ag.ra.fia [n Dok] ketidakmampuan menulis sbg akibat kerusakan atau luka pd otak
agresi ag.re.si [n] (1) penyerangan suatu negara thd negara lain; serangan; (2) Psi perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dl mencapai pemuasan atau tujuan yg dapat diarahkan kpd orang atau benda; (3) Antr perbuatan bermusuhan yg bersifat penyerangan fisik ataupun psikis thd pihak lain
agresor ag.re.sor [n] orang atau negara yg menyerang pihak lain; penyerang
ah [p] kata seru yg menyatakan perasaan kecewa, menyesal, keheranan, tidak setuju: -- , jangan marah dulu, nanti akan saya terangkan duduk perkaranya; -- , mengapa itu yg kau ambil
ahli ah.li [n] orang yg mahir, paham sekali dl suatu ilmu (kepandaian); (2) a mahir benar: dia seorang yg -- menjalankan mesin itu [n] anggota; orang(-orang) yg termasuk dl suatu golongan; keluarga atau kaum
ahli informasi petugas informasi yg memiliki keahlian tertentu dan mampu mengelola perpustakaan ilmiah, penekanan tugasnya lebih diutamakan pd keahlian dl pemberian jasa informasi dp pengetahuan tt suatu ilmu
ahli media seseorang yg memiliki pengetahuan yg luas dl media pendidikan
ahli negara ah.li ne.ga.ra [n] orang yg paham benar tt ketatanegaraan
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
aho [p] kata seru untuk menyatakan heran, terkejut, dsb
ai [p] kata seru untuk menyatakan heran dsb: -- , dr mana kauperoleh bunga-bunga itu?
air celah [Tan] air di dl retakan terbuka, biasanya hanya terdapat di dekat permukaan tanah
air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga air cucuran atap jatuh ke pe.lim.bah.an juga [pb] biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya
air mata duyung air jampi-jampi untuk memikat hati orang
air talkin [Isl] air yg disiramkan ke atas jenazah dl kubur sebelum orang membaca talkin
air tenang (biasa) menghanyutkan [pb] orang yg pendiam biasanya banyak pengetahuannya
air tenang menghanyutkan air tenang meng.ha.nyut.kan [pb] orang yg pendiam, tetapi banyak pengetahuannya
air tersedia [Tan] banyaknya air dl tanah pd sebarang waktu yg dinyatakan dl persentase berat tanah kering
ajar [n] petunjuk yg diberikan kpd orang supaya diketahui (diturut)
ajaran ajar.an [n] segala sesuatu yg diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk: ia senantiasa memegang teguh ~ orang tuanya; paham: ~ terlarang
ajengan ajeng.an [Sd n] orang terkemuka, terutama guru agama Islam; kiai
aji [a] (1) berharga sekali dan dianggap bertuah (tt benda keramat); (2) tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati [n] baginda; raja: sang --
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akademikus aka.de.mi.kus [n] (1) orang yg berpendidikan perguruan tinggi; (2) anggota akademi
akademisi aka.de.mi.si [n] (1) orang yg berpendidikan tinggi; (2) anggota akademi
akaid aka.id [Ar n] kepercayaan agama yg telah pasti dan tidak boleh dipersoalkan lagi; akidah
akal dua jengkal merasa sama dng orang lain
akal sejengkal merasa diri lebih dr orang lain
akal tiga jengkal merasa diri kurang dr orang lain
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
aki [n] nenek laki-laki; kakek; datuk; aki-aki n orang laki-laki yg sudah tua [n] (1) alat untuk menghimpun tenaga listrik (dipakai pd mesin mobil dsb); (2) Tek penghasil dan penyimpan daya listrik hasil reaksi kimia; (3) Fis peranti untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga kimia atau sebaliknya
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
akreditasi ak.re.di.ta.si [n ] (1) pengakuan thd lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu; (2) pengakuan oleh suatu jawatan tt adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya
akrobatik ak.ro.ba.tik [n] (1) pertunjukan atau peragaan yg dilakukan seorang pemain akrobat: permainan --; (2) pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dng ketangkasan
akrofobia ak.ro.fo.bia [n Psi] rasa takut yg abnormal apabila berada di tempat yg tinggi
aksarawan ak.sa.ra.wan [n] orang yg mampu membaca dan menulis
aksarawati ak.sa.ra.wa.ti [n] orang (perempuan) yg mampu membaca dan menulis
aksen ak.sen [n] (1) Ling tekanan suara pd kata atau suku kata: suku kata yg mengandung pepet dl bahasa Indonesia tidak mendapat --; (2) pelafalan khas yg menjadi ciri seseorang; logat: -- Jawanya sudah tidak terdengar lagi; (3) tekanan: lukisan itu diberinya -- tertentu agar kelihatan hidup; (4) tanda diakritik: pd huruf e itu terdapat -- , yaitu tanda tambahan pd huruf yg banyak mengubah nilai fonetis
aksesori ak.se.so.ri [n] (1) barang tambahan; alat ekstra: radio pd mobil merupakan -- yg digemari banyak konsumen; (2)barang yg berfungsi sbg pelengkap dan pemanis busana: -- yg sedang digemari remaja saat ini adalah jepit rambut dan peniti berwarna sama dng pakaian yg dikenakan; (3) Anat yg merupakan tambahan (msl saraf aksesori, yakni otak ke-11)
aksi polisional aksi militer setempat yg dilakukan oleh tentara pemerintah tanpa pernyataan perang yg resmi thd orang yg dianggap melanggar keamanan dan ketertiban internasional; (2) gerakan yg bermaksud memulihkan keamanan (istilah yg digunakan Belanda ketika memerangi Indonesia untuk mendapatkan kembali jajahannya)
akta mengajar [Dik] ijazah yg menyatakan bahwa pemiliknya mempunyai kewenangan mengajar pd jenjang tertentu dl pendidikan formal
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktor ak.tor [n] (1) pria yg berperan sbg pelaku dl pementasan cerita, drama, dsb di panggung, radio, televisi, atau film; (2) orang yg berperan dl suatu kejadian penting
aktor intelektual otak berbagai tindakan yg menyimpang (spt kerusuhan, pembakaran, pembunuhan)
aktual ak.tu.al [a] (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tt peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa dsb); hangat: berita --
akuan aku.an [n] (1) yg telah diakui; (2) orang halus (hantu dsb) yg menjadi pelindung atau yg memasuki orang [n] pekarangan atau ladang di Pulau Jawa bagian utara yg dipergunakan oleh seseorang untuk melakukan usaha atas dasar hak perbuatan untuk waktu tidak lebih dr satu tahun
akuaris aku.a.ris [n] orang yg memelihara akuarium
Akuarius Aku.a.ri.us [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa; (2) Astrol zodiak ke-11 yg digambarkan dng orang menuangkan air sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 20 Januari dan 18 Februari; Kumba; Delu
akuifer aku.i.fer [n Geo] lapisan kulit bumi berpori yg dapat menahan air dan terletak di antara dua lapisan yg kedap air
akun [n Man] (1) kumpulan catatan transaksi keuangan; buku; (2) daftar transaksi keuangan yg tersusun dl buku besar dan yg bertalian dng jenis harta dan kewajiban tertentu yg dimiliki atau ditanggung gugat oleh orang atau perusahaan; perkiraan
akupunktur aku.punk.tur [n ] pengobatan atau pemeriksaan orang sakit dng tusuk jarum (cara pengobatan Cina); tusuk jarum: pengobatan dng -- sudah populer di Indonesia
akur [a] (1) mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati: saya -- saja dng usulmu; rupanya orang-orang di kampung ini kurang --; (2) cocok; sesuai: salinan itu sudah -- dng aslinya
alah [a] (1) kalah: tidak diketahui siapa yg -- dan siapa yg menang; (2) ark tewas [v] , meng.a.lah v menebat (mengempang, membendung, mengeringkan) sungai untuk mengambil ikan [p] kata seru untuk menyatakan ketidakpedulian; ah: -- , dia saja tidak pernah datang ke rumah saya
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
alam arwah alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal
alamah ala.mah [Ar n] orang yg sangat pandai (berilmu)
alamak ala.mak [p] kata seru untuk menyatakan keheranan yg mengandung kekecewaan
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alap-alap [n] (1) Zool elang belalang pemakan burung kecil; Acipiter virgatus gularis; (2) cak orang yg suka mengambil (dng cepat) milik orang lain; pencuri (penjambret, pencopet, dsb) kawakan
alas kubur [ki] orang yg memikul kesalahan (kerugian dsb) orang lain
alas tempat tidur tikar (kain tebal dsb) yg diletakkan di atas tempat tidur dan di bawah kasur
alat bantu dengar alat elektronik yg memperkeras suara sebelum suara sampai ke telinga, biasa dipakai oleh orang yg pendengarannya kurang
alat listrik [Tek] perlengkapan pemasangan (instalasi) listrik (spt kabel, sakelar, stopkontak, sekring, transformator)
aldehida al.de.hi.da [n Kim] senyawa organik dng rumus umum RCHO dan dicirikan oleh gugus karbonil takjenuh (>C=O); alkohol dehidrogenatum
aleksia alek.sia [n] hilangnya kesanggupan membaca kata-kata tertulis atau tercetak
alel [n] gen yg terletak dl suatu tempat (anggota badan) dan mengakibatkan sifat yg sama
alergi aler.gi [n Dok] (1) perubahan reaksi tubuh thd kuman-kuman penyakit; (2) keadaan sangat peka thd penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dl kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang
algojo al.go.jo [n] (1) orang yg melaksanakan hukuman mati; (2) orang yg bengis dan kejam (suka membunuh)
algrafi al.gra.fi [n Graf] proses cetak-mencetak dng menggunakan lempeng aluminium
alhamdulillah al.ham.du.lil.lah [p] ungkapan untuk menyatakan rasa syukur (maknanya 'segala puji bagi Allah'): -- , kita telah terhindar dr bahaya
alat [n] (1) benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas; perabot(an): -- pertanian; -- tukang kayu; (2) yg dipakai untuk mencapai maksud: pelaksanaan keluarga berencana adalah -- untuk menurunkan angka kelahiran dan menaikkan taraf hidup rakyat; (3) ki orang yg dipakai untuk mencapai suatu maksud: mereka itu hanya dipakai sbg -- untuk melemahkan semangat rakyat; (4) bagian tubuh (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) yg menjalankan fungsi sesuatu: -- pencium ; -- perasa; (5) yg dipakai untuk menjalankan kekuasaan negara (spt polisi, tentara): -- negara; (6) perlengkapan: -- kebesaran untuk upacara raja-raja, spt mahkota, tongkat, payung, pedang, tunggul, bendera, dan umbul-umbul; (7) Antr benda budaya yg dikembangkan manusia dl usahanya memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya, sbg penyambung keterbatasan organismenya [Mk n] (1) jamu (tamu); (2) perjamuan
alibi ali.bi [n Huk] bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)
alienasi ali.e.na.si [n] (1) keadaan merasa terasing (terisolasi); (2) penarikan diri atau pengasingan diri dr kelompok atau masyarakat; (3) pemindahan hak milik dan pangkat kpd orang lain
alim [a] (1) berilmu (terutama dl hal agama Islam): ia seorang -- yg sangat disegani di kampung ini; (2) saleh: kelihatannya ia sangat -- dan tidak pernah meninggalkan salat [n] pegawai urusan agama di Banten atau Madura
aliran bergolak alir.an bergolak [Fis] aliran yg kecepatan zat alirnya, di titik-titik yg tetap letaknya, bergejolak dng waktu secara hampir rambang atau acak; turbulen
alkalinitas al.ka.li.ni.tas [n Kim] (1) jumlah konsentrasi ion karbonat dan bikarbonat terlarut, biasanya dinyatakan dng miliekuivalen per liter kemampuan air untuk menetralkan asam kuat; (2) kualitas sifat basa
alkena al.ke.na [n Kim] nama kelompok hidrokarbon yg memiliki satu ikatan takjenuh CnH2n
Allah [n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
almarhum al.mar.hum [n] (1) yg dirahmati Allah (sebutan kpd orang Islam yg telah meninggal); (2) yg telah meninggal; mendiang: di ruang tamu tergantung lukisan besar -- Jenderal Sudirman; (3) kata untuk menyebut orang yg telah meninggal: -- pernah menjabat sbg duta besar di Singapura
alopesia alo.pe.sia [n] (1) kebotakan yg bukan krn pembawaan lahir; (2) Tern kerontokan bulu sebagian atau menyeluruh pd tubuh hewan
alosu alo.su [n] alat bunyi-bunyian berupa kotak bertangkai dr anyaman daun kelapa, di dalamnya diberi biji yang apabila digoyang-goyang akan mengeluarkan bunyi tertentu (dr Sulawesi Selatan)
alter ego al.ter ego [Lat n Psi] (1) aku yg kedua; (2) orang yg membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) seseorang dl segala hal dan keadaan; kawan yg tidak terpisahkan, msl suami atau istri
alto al.to [n Mus] (1) nada yg mencakup suara terendah wanita dan nada suara tertinggi pria (antara sopran dan tenor); (2) orang (penyanyi) bersuara antara sopran dan tenor
altostratus al.to.stra.tus [n Met] awan berbentuk lapisan-lapisan berwarna keabu-abuan dan termasuk awan tengah yg tingginya sekitar 3-6 km sehingga matahari atau bulan yg terletak di belakangnya tampak spt di belakang kaca tembus cahaya, tetapi tidak menyebabkan perubahan lingkar matahari atau lingkar bulan
altruis al.tru.is [n] orang yg banyak mengutamakan kepentingan orang lain (tidak mementingkan diri sendiri)
altruisme al.tru.is.me [n] (1) paham (sifat) lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dr egoisme); (2) Antr sikap yg ada pd manusia, yg mungkin bersifat naluri berupa dorongan untuk berbuat jasa kpd manusia lain
altruistis al.tru.is.tis [a] bersifat mendahulukan kepentingan orang lain
alumni alum.ni [n n] orang-orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alumnus alum.nus [n] orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alusi alu.si [n Sas] majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pd karya sastra; kilatan
am [a] (1) tidak terbatas pd orang atau golongan tertentu; umum; awam: orang --; (2) tidak terbatas pd bidang tertentu: pengetahuan --
amah [n] orang perempuan (Cina) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga; babu [n] rakyat biasa; orang kebanyakan: di hadapan Yang Mahakuasa tidak ada perbedaan antara -- dan bangsawan
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
amanat ama.nat [n] (1) pesan; perintah (dr atas): menyampaikan -- orang tuanya; (2) keterangan (dr pemerintah); (3) wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah -- Jenderal Sudirman; -- Presiden dl Kongres Pemuda; (4) Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; (5) Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar
amang boru amang bo.ru [n] suami dr adik atau kakak perempuan ayah dl keluarga Batak Toba
amar makruf nahi mungkar perintah untuk mengerjakan perbuatan yg baik dan larangan mengerjakan perbuatan yg keji (biasa digunakan untuk hal-hal yg sifatnya menyatakan perintah dan larangan)
amatir ama.tir [n] kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, msl orang yg bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sbg kesenangan
ambalan am.bal.an [n] rombongan orang berarak; perarakan
ambigu am.bi.gu [a] bermakna lebih dr satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dsb); bermakna ganda; taksa
ambiguitas am.bi.gu.i.tas [n] (1) sifat atau hal yg bermakna dua; kemungkinan yg mempunyai dua pengertian; (2) ketidaktentuan; ke-tidakjelasan; (3) kemungkinan adanya makna atau penafsiran yg lebih dr satu atas suatu karya sastra; (4) Ling kemungkinan adanya makna lebih dr satu dl sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat; ketaksaan
ambilingual am.bi.li.ngu.al [n] orang atau masyarakat yg mempunyai kemampuan seimbang dl menggunakan dua bahasa
ambivalen am.bi.va.len [a] bercabang dua yg saling bertentangan (spt mencintai dan membenci sekaligus thd orang yg sama): ia mengakui adanya sikap -- pd dirinya thd gadis itu
ambivalensi am.bi.va.len.si [n Psi] perasaan tidak sadar yg saling bertentangan thd situasi yg sama atau thd seseorang pd waktu yg sama
amboi am.boi [p] kata seru yg menyatakan rasa heran, kasihan, atau kagum: -- , alangkah indahnya awan di langit itu
ambring am.bring [Jk] , am.bring-am.bring.an a tidak keruan (hilang akal dsb); berantakan
ambulans am.bu.lans [n] kendaraan (mobil dsb) yg dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan: korban kecelakaan itu segera diangkut dng -- ke rumah sakit
amburadul am.bu.ra.dul [a cak] centang perenang; berantakan; porak-poranda: para penghuni di sekitar tempat itu hanya mampu diam dan kesal, tanpa dapat berbuat apa-apa menyaksikan keadaan yg --
amfibi am.fi.bi [n] (1) binatang berdarah dingin yg dapat hidup di air dan di darat, msl katak; (2) benda yg dapat berfungsi di air dan di darat: tank -- , tank yg dapat berjalan di darat dan di atas permukaan air; (3) pesawat yg dapat lepas landas dan mendarat, baik di darat maupun di air: pesawat --
amin [p] terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya (dikatakan pd waktu berdoa atau sesudah berdoa): doa itu diakhiri dng ucapan " -- " yg gemuruh
amino ami.no [n Kim] bentuk terikat pd istilah kimia organik untuk mengatakan bahwa suatu senyawa mengandung gugus NH2 yg dicantumkan langsung pd atom karbon
amit-amit [p cak] ungkapan yg menyatakan jangan sampai terjadi (menimpa) pd kita (tt bahaya dsb): -- , jauhkan sifat spt itu dr kita
amko am.ko [ark n] mobil kecil (untuk taksi)
amnesia / am.ne.sia / amnEsia/ n Dok kehilangan daya ingat, terutama tt masa lalu atau tt apa yg terjadi sebelumnya krn penyakit cacat atau cedera pd otak
amnesti am.nes.ti [n ] pengampunan atau penghapusan hukuman yg diberikan kepala negara kpd seseorang atau sekelompok orang yg telah melakukan tindak pidana tertentu
ampuh am.puh [Jw a] (1) mempunyai kekuatan gaib yg luar biasa: bertuah; sakti [Mk n] banjir; bah; sebak: air -- , air bah , peng.am.puh n sesuatu yg tertinggi letaknya: layar ~
ampun am.pun [n] (1) pembebasan dr tuntutan krn melakukan kesalahan atau kekeliruan; maaf: ia selalu berdoa dan memohon -- atas segala dosa dan kesalahannya; (2) kata yg menyatakan rasa heran kesal: -- , anak ini nakalnya bukan main; (3) cak bukan main: aduh baunya, -- , deh
amputasi am.pu.ta.si [n Dok] pemotongan (anggota badan), terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang
amuk [n] kerusuhan yg melibatkan banyak orang (spt perang saudara): dl -- di Liberia mayat bergelimpangan, darah membasahi tanah, dan inilah perang saudara sesama hitam
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak ajaib anak kecil yg sudah mampu menguasai kepandaian yg dimiliki oleh orang dewasa
anak Allah [Kris] gelar untuk Yesus Kristus yg menyatakan bahwa Ia berasal dr Allah dan melakukan penyelamatan manusia
anak angkat anak orang lain yg diambil (dipelihara) serta disahkan secara hukum sbg anak sendiri
anak asuh anak yg diberi biaya pendidikan (oleh seseorang), tetapi tetap tinggal pd orang tuanya
anak bala [ki] anak yg selalu mengganggu anak orang lain
anak balam sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli
anak buah anggota kelompok (regu pasukan) yg berada di bawah seorang pemimpin
anak didik murid; siswa; (2) anak yg berada dl pembinaan (asuhan) seseorang
anak dipangku dilepaskan [pb] selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan
anak emas [n] (1) anak budak belian yg diambil anak oleh tuannya; (2) orang yg paling disayangi (disenangi) oleh atasannya (keluarganya, kepalanya, majikannya, tuannya, dsb); (3) anak Indonesia yg diambil oleh bangsa lain
anak gahara anak raja dr permaisuri; -- gedongan anak orang kaya (yg rumahnya gedung): -- gedongan itu mau juga bermain dng anak kampung
anak liplap anak yg orang tuanya berlainan bangsa
anak luar nikah anak yg dilahirkan oleh seorang wanita di luar perkawinan yg dianggap sah menurut adat atau hukum yg berlaku; (2) anak haram
anak mampu rawat [Dik] anak yg tingkat kemampuan intelegensinya paling tinggi 25, membutuhkan perawatan orang lain sepanjang hayatnya
anak nakal anak yg krn sebab tertentu mengalami hambatan dl perkembangan pribadi, ketakseimbangan mental, sosial, atau pendidikan sehingga muncul tingkah laku yg menyimpang, msl mencopet -- negara anak yg diputuskan oleh pengadilan untuk diasuh oleh negara
anak obat anak (orang) sakit yg sedang dl perawatan dokter; pasien
anak piara anak orang lain yg dipiara
anak sasian murid; pelajar; orang yg berguru
anak sekolah anak (orang) yg masih menuntut ilmu melalui pendidikan sekolah; murid; siswa
anak semang anak se.mang [n] (1) orang yg diambil orang lain (bukan keluarganya) sbg kerabatnya; (2) orang yg dipekerjakan atau yg bekerja pd orang lain (spt orang gajian, pegawai); (3) orang yg diberi modal untuk berdagang atau yg menjualkan dagangan orang lain; (4) orang yg menumpang makan (mondok); (5) orang yg bekerja pd orang lain krn terikat oleh utang
anak sendiri disayangi [pb] bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yg diutamakan
anak sipil [Dik] anak yg diserahkan oleh orang tuanya kpd negara
anak sumbang anak haram (terutama akibat dr perzinaan sesama antara sanak saudara dekat); (2) anak yg lahir dr seorang ibu yg dilarang kawin menurut undang-undang dng lelaki yg menghamilinya
anak susuan anak yg masih menyusu; (2) anak orang lain yg disusui
anak tolakan [Psi] anak yg tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dsb)
anaklisis anak.li.sis [n Psi] keadaan emosi yg bergantung pd orang lain
analis ana.lis [n] (1) orang yg menganalisis atau melakukan analisis; (2) ahli ilmu kimia yg bekerja di laboratorium (menjalankan penyelidikan dsb); (3) Ek orang yg mencari dan mengumpulkan data untuk penilaian kekayaan atau kemampuan perusahaan demi kepentingan pemodal
analisis bahasa [Ling] penelaahan yg dilakukan oleh peneliti atau pakar bahasa dl menggarap data kebahasaan yg diperoleh dr penelitian lapangan atau dr pengumpulan teks (penelitian kepustakaan)
analisis jabatan [Man] penyelidikan tt kemampuan dan kepribadian seseorang dl hubungan dng pekerjaan yg menjadi tanggung jawabnya
anamnesis anam.ne.sis [n] (1) Psi keterangan tt kehidupan seseorang (klien) yg diperoleh melalui wawancara dsb; (2) Dok riwayat orang sakit dan penyakitnya pd masa lampau
anarkis anar.kis [n] (1) penganjur (penganut) paham anarkisme; (2) orang yg melakukan tindakan anarki
anasional ana.si.o.nal [a] (1) tidak berwatak (bersifat, berciri) nasional: ilmu jangan digunakan untuk hal-hal yg -- atau asosial; (2) tidak setia kpd bangsa sendiri (termasuk budaya, produknya, dsb)
anasir ana.sir [n] (1) sesuatu (orang, paham, sifat, dsb) yg menjadi bagian dr atau termasuk dl keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dsb): dl pergerakan itu terdapat -- yg kurang baik; (2) (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yg merupakan bagian dr segala benda: orang memperkirakan bumi ini ada -- nya, yaitu air, api, tanah, dan hawa; (3) segala yg ada di dunia; makhluk: daun-daun pun tiada bergerak sebab angin tiada bertiup sedikit jua, seolah-olah segala -- sama-sama menghormati hari yg mulia itu; (4) unsur
anatomi ana.to.mi [n] (1) ilmu yg melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan; (2) uraian yg mendalam tt sesuatu: -- revolusi
ancam an.cam [v] meng.an.cam v (1) menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yg merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain: kaum buruh ~ akan melakukan pemogokan; pembajak kapal terbang itu ~ akan membunuh para sandera; (2) memberi pertanda atau peringatan mengenai kemungkinan malapetaka yg bakal terjadi: dukungan negara lain thd kaum pemberontak di sini dapat ~ hubungan diplomatik antara kedua negara; (3) diperkirakan akan menimpa: penyakit pes sudah ~ daerah itu
ancoa an.coa [pron] bagaimana (dl percakapan dng atau di antara orang Cina)
Anda An.da [pron] sapaan untuk orang yg diajak berbicara atau berkomunikasi (tidak membedakan tingkat, kedudukan, dan umur)
andalan an.dal.an [n] (1) orang yg dipercayai; yg dapat diandalkan; tumpuan: ia termasuk ~ kita dl kejuaraan dunia bulu tangkis tahun ini; (2) pembina (dl gerakan pramuka): Presiden Republik Indonesia adalah salah seorang ~ nasional gerakan pramuka; (3) (kuda dsb) yg kuat (sakti); (4) tanggungan; barang jaminan
andan an.dan [n] orang yg putih kulitnya krn lapisan kulitnya tidak mengandung (kekurangan) zat warna tubuh (pigmen); bulai [Mk v] berkerabat (bersanak) dekat krn perkawinan, bukan krn hubungan darah
andika an.di.ka [kl] (1) n kehormatan tertinggi yg diberikan atau dimiliki raja atau penguasa dr zaman pra-Islam: -- Betara Majapahit; (2) pron sapaan hormat orang kedua; Tuanku
andragogi an.dra.go.gi [n] ilmu tt cara orang dewasa belajar
anekdot anek.dot [n] cerita singkat yg menarik krn lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yg sebenarnya
aneksasi anek.sa.si [n] pengambilan dng paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dng tanah (negara) sendiri; penyerobotan; pencaplokan
aneroid ane.ro.id /anEroid/ (1) a berisi bukan cairan atau dioperasikan tanpa menggunakan cairan (tt barometer); (2) n Fis barometer yg mengukur tekanan udara dng perpindahan tutup yg luwes dr kotak logam yang hampir hampa; (3) n Fis tidak mengandung atau tidak menggunakan cairan
angan menerawang langit [pb] mencita-citakan segala sesuatu yg tinggi-tinggi
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
anggaran ang.gar.an [n] (1) perkiraan; perhitungan; (2) aturan; (3) Ek taksiran mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yg diharapkan untuk periode yg akan datang; (4) Man rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang
angglap ang.glap [Jk v] , meng.ang.glap v menggelapkan milik orang lain (uang, barang, dsb); tidak membayar utang dsb
anggota ang.go.ta [n] (1) bagian tubuh (terutama tangan dan kaki): -- badannya lemah; (2) bagian dr sesuatu yg berangkai: kata majemuk "bumiputra" dua -- nya; (3) orang (badan) yg menjadi bagian atau masuk dl suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dsb): dia adalah seorang -- partai terlarang
angin alobar [Met] komponen angin yg secara teoretis dinyatakan sbg akibat perubahan tekanan thd waktu yg tidak seragam
angin jahat angin yg buruk membuat orang mudah sakit, spt angin yg sangat dingin, angin pd musim pancaroba
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angka biasa angka dng tanda 0 (nol) sampai 9 yg digunakan untuk menyatakan suatu bilangan; angka Arab
angka desimal bilangan desimal; -- dua tanda kata ulang berupa angka 2 (biasanya ditulis agak ke atas dan ukurannya agak kecil) yg dapat dipakai dl tulisan cepat dan notula untuk menyatakan pengulangan kata dasar, msl kata2, lebih2
angka fertilitas kumulatif [Dem] rata-rata banyaknya anak yg dilahirkan oleh seorang wanita sejak mereka mulai memasuki usia melahirkan sampai mereka mencapai umur tertentu (msl umur 20-24, 30-34, atau 45-49 tahun)
angka kematian kasar [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian per 1.000 orang penduduk dl satu tahun
angkal-angkal ang.kal-ang.kal [n] elang berbulu putih dan kelabu, pemangsa tikus (katak, belalang, dsb); Elamus caeruleus hypoleucus
angkara ang.ka.ra [n] kebengisan: janganlah Anda berbuat -- thd sesama manusia; (2) n kekurangajaran (thd perempuan dsb): ia tidak pernah berbuat -- thd istri orang; (3) a loba; tamak
angkasawan ang.ka.sa.wan [n] (1) orang yg bertugas sbg penyiar radio; orang yg berkecimpung di bidang siaran radio; (2) astronaut
angkatan muda ang.kat.an muda jabatan pegawai negara; (2) orang yg diangkat oleh negara
angkatan negara ang.kat.an negara [ark] kelompok orang muda; turunan yg termuda
angkatan penerus ang.kat.an penerus kelompok orang yg akan menggantikan kelompok sebelumnya
angkatan perang ang.kat.an perang kelompok besar orang yg diperlengkapi dng senjata yg bertugas di bidang pertahanan dan keamanan, meliputi angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara; angkatan bersenjata
angkel ang.kel [ark ] (1) n uang kontrak yg diberikan kpd orang yg masuk serdadu (pd zaman penjajahan); (2) cak v menandatangani kontrak lagi (setelah kontrak berakhir)
angker ang.ker [a] (1) tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya krn dianggap berhantu; (2) ki tampak menyeramkan (menakutkan): direktur yg -- itu ternyata berhati baik [n] jangkar
angkong ang.kong [ark n] kereta beroda dua yg dihela orang [ark n] permainan judi dng kartu tiga
angku ang.ku [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) panggilan (sebutan) kpd orang yg patut dihormati; (3) kakek
angkuh ang.kuh [a] sifat suka memandang rendah kpd orang lain; tinggi hati; sombong; congkak: krn sikapnya yg -- itu, ia tidak disukai orang [n] rupa
angkuh terbawa [pb] baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kpd orang yg pesolek)
angkutan ang.kut.an [n] (1) barang-barang (orang-orang dsb) yg diangkut; (2) cara mengangkut: ~ dng kereta api lebih murah dp dng truk
anglap ang.lap [Jw] meng.ang.lap v mengambil milik orang lain; tidak membayar (msl utang); mencuri
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
animis ani.mis [n] orang yg menganut paham animisme
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
anjing geladak anjing liar (tidak dipiara orang); (2) ki penjahat yg hidup di pelabuhan-pelabuhan laut
anjing menyalak di ekor (pantat) gajah [pb] orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa
anjlok an.jlok [v] (1) meloncat ke bawah dr tempat ketinggian (dng posisi kedua kaki sbg tumpuan); (2) turun dr posisi semula (tt jembatan, bangunan, dsb); (3) keluar dr rel (tt kereta api); (4) turun banyak dl waktu sangat singkat (tt harga, berat badan, kesehatan orang, dsb)
anjuran an.jur.an [n] yg dianjurkan; usul; saran; nasihat; ajakan:; ~ orang tuanya dilaksanakannya dng baik
anotasi ano.ta.si [n] catatan yg dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antah an.tah [n] (1) gabah (yg terdapat pd beras atau nasi); (2) ki orang yg tidak berguna (dl masyarakat); sesuatu yg kurang baik
antah berkumpul sama antah [pb] setiap orang selalu mencari orang yg setingkat atau sederajat
antarpribadi an.tar.pri.ba.di [a] antara pribadi seseorang dan pribadi orang lain
antek an.tek [Jw n] orang (negara) yg diperalat atau dijadikan pengikut orang (negara) lain; kaki tangan; budak
antenul an.te.nul [n Zool] antena kecil pd sejenis udang yg terletak lebih ke depan dan berukuran lebih kecil dp antena pd udang yg lain, berfungsi sbg alat peraba, perasa, dan penjaga keseimbangan
anterior an.te.ri.or [a] terletak di depan; lebih dahulu dr
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
antik an.tik [a] kuno, tetapi tetap bernilai sbg hasil karya seni atau benda budaya (tt barang-barang): koleksi barang --; (2) n ki perilaku, sifat, penampilan, dsb yg tidak spt biasanya (tt orang)
antikristus an.ti.kris.tus [n Kris] kuasa yg melawan Allah dan Kristus yg semakin besar menjelang kedatangan Tuhan kembali yg dapat menjelma dl orang-orang tertentu
antikuari an.ti.ku.a.ri [n] orang yg mengoleksi atau mempelajari benda kuno (antik)
antisemitisme an.ti.se.mi.tis.me [n] paham yg dianut oleh orang-orang yg tidak suka pd segala sesuatu yg bersangkutan dng bangsa Yahudi
antisimpul an.ti.sim.pul [n Fis] titik, garis, atau permukaan sistem gelombang stasioner tempat suatu watak medan gelombang mempunyai amplitudo maksimum
antologi an.to.lo.gi [n] kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang: sebuah -- sajak perjuangan bangsa Indonesia telah diterjemahkan ke dl bahasa Inggris
antrean an.tre.an [n] deretan orang, barang olahan, atau unit yg sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dsb
antropoda an.tro.po.da [n] kera tidak berekor dan berjalan agak tegak, dr keluarga primata (simpanse, gorila, orang utan, atau gibon)
antropoid an.tro.po.id [a] menyerupai manusia, terutama dl wujud fisiknya, spt kera, orang utan, dan gorila
antroponimi an.tro.po.ni.mi [n] penyelidikan tt sistematik, arti, dan asal-usul nama orang
antroposentrisme an.tro.po.sen.tris.me [n] ajaran yg menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah manusia
anu [n] (1) yg tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): si -- membeli -- di toko --; (2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung -- yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
anugerah anu.ge.rah [n] pemberian atau ganjaran dr pihak atas (orang besar dsb) kpd pihak bawah (orang rendah dsb); karunia (dr Tuhan): ia mendapat -- Bintang Mahaputra dr Pemerintah; bersyukurlah atas -- Nya
anumerta anu.mer.ta [a] setelah meninggal; (2) n penghargaan (gelar, pangkat, dsb) yg diberikan kpd anggota angkatan bersenjata yg dianggap berjasa kpd negara, sesudah orangnya meninggal
aorta aor.ta [n] batang nadi (pembuluh nadi yg besar) yg pangkalnya terletak pd bilik kiri jantung
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar [pb] tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yg disimpan saja kalau tidak diajarkan kpd orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
apa hendak dikata tidak ada lagi yg dapat dikatakan (diperbuat) krn semuanya sudah terjadi
apa mau [cak] apa boleh buat
apa yg kurang pd belida [pb] orang yg berkecukupan, tidak ada yg kurang padanya
apakah apa.kah [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan benda bukan manusia: -- yg menyebabkan kebakaran itu?; (2) kata tanya untuk menanyakan nama (sifat, jenis, dsb): ular -- ini?; (3) kata tanya untuk menyatakan pilihan dan menegaskan informasi yg ingin diketahui: -- suratku sudah sampai?
apalagi apa.la.gi [p] kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yg telah dibicarakan terdahulu: anak kecil pun sudah mengerti, -- orang dewasa
apatis apa.tis [a] acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh: kita tidak boleh bersikap -- thd usaha pembangunan Pemerintah
apek [Lihat {apak}] [Cn n] kata untuk menyapa orang tua; tuan
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api penyuci [Kat] tempat siksaan di akhirat untuk membersihkan jiwa orang yg berdosa ringan
apit [n] (1) sesuatu yg terdapat di antara dua benda (orang dsb); sesuatu yg dihimpit (dijepit, ditindih, dsb); (2) alat untuk menghimpit (menjepit, menindih, dsb); (3) jejenang; ajudan
aplaus ap.la.us [Bld n] tepuk tangan dng serentak tanda setuju, pujian, atau simpati (dl rapat, pertunjukan, dsb)
aplus ap.lus [v cak] bergilir (tt orang yg bertugas, berkawal, dsb) [Lihat {aplaus}]
apologetis apo.lo.ge.tis [a] bersifat pemaaf: orang yg paling -- pun tidak akan mengampuni tindakan yg sadis itu
apraksi ap.rak.si [n ] orang yg mengalami apraksia
apriori ap.ri.o.ri [a] berpraanggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dsb) keadaan yg sebenarnya: kita tidak boleh bersikap --
arah arah, arah.an [ark n] orang yg menjadi pembantu
arahan arah.an [n] (1) petunjuk untuk melaksanakan sesuatu; (2) perintah resmi seorang pemimpin perusahaan kpd bawahannya yg berupa petunjuk untuk melaksanakan sesuatu dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi
arai [Mk n] mayang-mayang: -- enau [ark n] takaran beras (dua cupak)
arak [n] (1) minuman keras, biasanya dibuat dr beras yg difermentasikan; (2) zat cair mengandung alkohol (spt wiski, brendi, rum) yg diperoleh dr penyulingan anggur serta zat cair lain dng kadar etanol rendah [v] ber.a.rak v (1) berjalan bersama-sama dng beriring-iring: para pelajar ~ menuju stadion; (2) berjalan (bergerak) beriring-iring: mega ~ alap santun [Jk] ber.a.rak v berserakan; berantakan; tidak teratur
arak-arakan arak-arak.an [n] iring-iringan orang dsb yg berarak; pawai: festival film yg diselenggarakan di Surabaya diawali dng ~ para artis film mengelilingi kota
araknitis arak.ni.tis [n Dok] peradangan selaput tengah yg membungkus otak dan urat saraf tulang belakang
araknoid arak.no.id [n Anat] selaput halus pembungkus otak dan sumsum tulang belakang
aram [n] aram-aram n tangga berpara-para tempat orang bekerja di tempat tinggi, msl mengecat gedung bertingkat [kl a] -- temaram hampir gelap; suram (tidak bercahaya terang)
arang itu jikalau dibasuh dng air mawar sekalipun [pb] tabiat orang yg dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
arasy [n] (1) takhta Tuhan; (2) surga yg tertinggi tempat takhta Tuhan
arbiter ar.bi.ter [n] orang yg disepakati oleh dua belah pihak yg bersengketa untuk memberikan keputusan yg akan ditaati oleh kedua belah pihak
arca ar.ca [n] patung yg terutama dibuat dr batu yg dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang
arek [n cak] (1) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu daerah, kota, dsb); anak: -- Surabaya; -- Malang; (2) panggilan akrab antarteman sebaya atau dr yg lebih tua kpd yg lebih muda
areta are.ta [n] keberanian dan kebajikan yg dimiliki seseorang yg menyebabkan dia dihormati oleh orang lain
argometer ar.go.me.ter [n] alat ukur banyaknya uang yg harus dibayar penumpang taksi berdasarkan jarak tempuh dan waktu penggunaan
argot ar.got [n Ling] bahasa dan perbendaharaan kata yg bersifat rahasia dr suatu kelompok orang, msl bahasa para pencopet
Aries Ari.es [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol zodiak pertama yg digambarkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Maret dan 19 April; Mesa; Hamal
arif [a] (1) bijaksana; cerdik dan pandai; berilmu: ia terkenal sbg orang yg --; (2) paham; mengerti: tidak mungkin seseorang itu -- akan segala hal
arifin ari.fin [n] (golongan) orang cerdik pandai (bijaksana)
arisan aris.an [n] kegiatan mengumpulkan uang atau barang yg bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya, undian dilaksanakan dl sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya
aristokrat aris.tok.rat [n] (1) penganut cita-cita kenegaraan yg berpendapat bahwa negara harus diperintah oleh kaum bangsawan (orang kaya dan orang-orang yg tinggi martabatnya); (2) orang dr golongan bangsawan; ningrat
aristotipe aris.to.ti.pe [n] proses cetak-mencetak yg menggunakan garam perak dl gelatin atau kolodion
arkitraf ar.kit.raf [n] (1) kerangka tercetak dr kusen pintu dan jendela; (2) balok horizontal utama yg langsung disangga tiang-tiang
arogan aro.gan [a] (1) sombong; congkak; angkuh; (2) Psi mempunyai perasaan superioritas yg dimanifestasikan dl sikap suka memaksa atau pongah: dl dunia yg penuh manusia -- dan kepalsuan ini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar
artisan ar.ti.san [n] orang yg ahli membuat barang kerajinan tangan
artotek ar.to.tek [n] perpustakaan gambar dan seni tempa
arung-arungan arung-arung.an [n] (1) bagian sungai yg dangkal tempat orang menyeberang; (2) laut yg biasa dilayari (dilalui)
arus manusia keadaan hilir mudiknya orang yg berjalan atau lewat
arwah ar.wah [n] (1) jiwa orang yg meninggal; roh: semoga -- nya diterima di sisi Tuhan; (2) ki semangat: hilang --
asa-asaan asa-asa.an [a] selalu berharap-harap atau mengharapkan: supaya orang tuamu jangan ~ lekaslah pulang sekarang
asal [n] keadaan (tempat, wujud, rupa, dsb) yg semula; pangkal permulaan: patung-patung itu akan dikembalikan ke -- nya; (2) a mula-mula sekali; semula: batas-batasnya yg -- sudah tidak diketahui lagi [p] (1) dng syarat; apabila: engkau boleh pergi -- pekerjaanmu beres; (2) pokoknya; yg penting: biar lambat -- selamat [a cak] sembarangan; seenaknya saja: kalau bekerja jangan -- saja, ikutilah petunjuk yg ada
asal ada sama di hati asal ada sama di hati, gajah te.ran.tai boleh dilepaskan [pb] kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi
asal ayam pulang ke lumbung [pb] tabiat orang tidak akan berubah
asalnya dr kubang asalnya dr ku.bang [ki] (orang) yg hina sekali
asam oleat [Kim] asam lemak takjenuh sbg bahan pembuatan sabun
asas keturunan asas yg menentukan bahwa kewarganegaraan seorang anak otomatis menurut kewarganegaraan ayahnya
asas tempat kelahiran asas yg menentukan bahwa tempat lahirlah yg menentukan kewarganegaraan seseorang
asimilasi jauh [Ling] asimilasi yg terjadi antara fonem yg letaknya tidak berdekatan
asinyor asi.nyor [n Huk] seseorang yg menyerahkan hak atau miliknya (biasanya tanah) kpd orang lain
asisten asis.ten [n] orang yg bertugas membantu orang lain dl melaksanakan tugas profesional, msl dl pekerjaan, profesi, dan kedinasan
asistensi asis.ten.si [n] kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dl tugas profesionalnya)
asket as.ket [n] orang yg menjalani asketisisme; pertapa; aulia
asli as.li [n] (1) tidak ada campurannya; tulen; murni: emas --; (2) bukan peranakan: orang pribumi adalah penduduk --; (3) bukan salinan (fotokopi, saduran, terjemahan): ijazah --; naskah --; (4) baik-baik; tidak diragukan asal usulnya; (5) yg dibawa sejak lahir (sifat pembawaan): bagaimanapun disembunyikannya sifat -- nya, pasti akan kelihatan juga; (6) (tempat) asal: orang tsb -- nya dr Bandung
asosiasi aso.si.a.si [n] (1) persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; (2) perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama; (3) tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra
aspek simulfaktif [Ling] aspek yg menggambarkan perbuatan berlangsung serentak
aspiran as.pi.ran [n] orang yg berambisi besar untuk menuntut suatu hal (pangkat, pengetahuan, dsb)
asrama as.ra.ma [n] bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
astagfirullah as.tag.fi.rul.lah [p] (1) semoga Allah mengampuni aku; (2) seruan untuk menyatakan rasa heran bercampur sedih; (3) seruan untuk menyatakan rasa pasrah (penyerahan diri) kpd Allah supaya diberi ampun
asteositoma as.te.o.si.to.ma [n] tumor ganas yg bersarang di otak
astrologi as.tro.lo.gi [n] ilmu perbintangan yg dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang; nujum
asuh [v] , meng.a.suh v (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; (2) ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; (3) ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa
asuransi korban perang asuransi yg mengatur jaminan hidup orang-orang yg menderita akibat peperangan
asuransi perusahaan asuransi atas jiwa seorang direktur perusahaan, pekerja, atau pejabat penting yg polisnya dapat dibayarkan kpd perusahaan yg mempekerjakan orang itu
asyik-asyiknya asyik-asyik.nya [a] enak-enaknya: sedang ~ bermain, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan orang minta tolong
Asytoret Asy.to.ret [n] dewi kesuburan orang Sidon yg dimasukkan ke Israel oleh istri-istri Salomon (Sulaiman)
atap serotong bentuk atap rumah orang kebanyakan atau lapisan masyarakat bawah
atau [p] kata penghubung untuk menandai pilihan di antara beberapa hal (pilihan): Anda boleh memilih yg mana saja, majalah, buletin, -- surat kabar
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
ateis ate.is [n] orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok -- tidak akan mengambil bagian dl suatu upacara agama
atmosfer at.mo.sfer [n] (1) lapisan udara yg menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagai gas, yaitu nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain); (2) satuan tekanan yg besarnya sama dng tekanan udara pd permukaan laut (1,033 kg setiap cm2); (3) Sas suasana perasaan yg bersifat imajinatif dl naskah drama yg diciptakan oleh pengarangnya
atom [n] (1) unsur kimia yg terkecil (setelah nuklir) yg dapat berdiri sendiri dan dapat bersenyawa dng yg lain: dua -- hidrogen dng satu -- oksigen menjadi molekul air; (2) ki modern; mutakhir: zaman --; (3) barang yg terbuat dr plastik: sisir --; ikat pinggang --
atribut at.ri.but [n] (1) tanda kelengkapan (berupa baret, lencana, dsb): setiap angkatan di lingkungan TNI memiliki -- sendiri; (2) ki lambang: -- keadilan ialah pedang dan timbangan; (3) sifat yg menjadi ciri khas (suatu benda atau orang): berani dan jujur adalah -- seorang kesatria; (4 a) Ling penjelas; (b) adjektiva yg menerangkan nomina dl frasa nominal; (c) kata berkelas tertentu yg mempunyai fungsi menerangkan nomina dl frasa nominal, msl sekarang dl pemuda sekarang; (5) kategori variabel kualitatif (spt laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin); (6) Ark ciri atau sifat yg terdapat pd setiap benda purbakala, yg dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok
aubade au.ba.de [n] (1) nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pd pagi hari; (2) nyanyian cinta pd pagi hari; (3) pujian yg disampaikan dl bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang: -- anak sekolah di depan Istana Merdeka pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
audiofil au.di.o.fil [n] orang yg sangat menggemari reproduksi suara yg sangat teliti; penggemar fanatik reproduksi suara yg sangat teliti
audiogram au.di.o.gram [n] catatan mengenai ketajaman pendengaran thd berbagai nada (dinyatakan dl bentuk grafik garis)
aulia au.lia [n] orang suci; wali
aurat au.rat [n] (1) bagian badan yg tidak boleh kelihatan (menurut hukum Islam); (2) kemaluan; (3) organ untuk mengadakan perkembangbiakan
autad au.tad [n Isl] anggapan tt adanya empat orang yg sangat alim dan saleh, masing-masing menempati empat penjuru dunia, yaitu timur, barat, utara, dan selatan
autisme au.tis.me [n] gangguan perkembangan pd anak yg berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dng orang lain terganggu
autistik au.tis.tik [a] terganggu jika berhubungan dng orang lain
autobiograf au.to.bi.o.graf [n] seseorang yg menulis sendiri autobiografinya
autodidak au.to.di.dak [n] orang yg mendapat keahlian dng belajar sendiri
autodin au.to.din [n El] elemen tabung yg sama, berfungsi serentak sbg osilator dan detektor (tt sirkuit listrik)
autograf au.to.graf [n Filol] (1) tulisan pribadi; (2) naskah asli yg ditulis tangan oleh pengarangnya sendiri; (3) tanda tangan dr seseorang yg termasyhur
autokrasi au.to.kra.si [n Pol] (bentuk) pemerintahan dng kekuasaan mutlak pd diri seseorang; kediktatoran
autokrat au.to.krat [n Pol] orang yg mempunyai kekuasaan mutlak; diktator
avonturir avon.tu.rir [n] orang yg suka melakukan pertualangan; petualang
awak [n] (1) tubuh; badan: -- sakit, badan menimbun; (2) cak diri kita sendiri: masalah kemajuan perekonomian janganlah diserahkan kpd bangsa lain, -- lah yg bertanggung jawab; (3) sebutan bagi orang Minangkabau: orang --; (4) saya: -- tidak tahu apa yg harus -- lakukan; (5) engkau; kamu: ke mana aku hendak -- bawa; (6) orang yg menjadi anak buah pesawat terbang (kapal dsb)
awak penerbangan anak buah kapal terbang; orang yg bekerja pd sebuah maskapai penerbangan
awak yg payah membelah ruyung [pb] kita yg berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat faedahnya
awam [a] umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa; (2) n orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara)
awan guntur awan yg pembentukannya disebabkan oleh konveksi dan ketakmantapan udara
awang awang, ber.a.wang [a] bersahabat; berjinak-jinakan: kedua orang itu tampaknya sudah mulai ~
awuran awur.an [n] sesuatu yg tidak teratur, terencana, dsb: orang itu menjawab pertanyaan secara ~ , tidak dipikir lebih dahulu
awut [Jw] awut-awut.an a (1) tidak mengikuti aturan; seenaknya saja; sembarangan; (2) tidak beraturan (tt letak); berceceran
ayah [n] (1) orang tua kandung laki-laki; bapak; (2) panggilan kpd orang tua kandung laki-laki [Mal n] orang perempuan (India) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga
ayah bunda ibu bapak; orang tua
ayah tiri laki-laki (bukan ayah kandung) yg kawin dng ibu kandung seorang anak
ayal [a] (1) lambat; laun: datanglah segera jangan -- lagi; (2) bimbang; ragu-ragu: tak -- lagi, ia memang guruku
ayam itik segala bangsa unggas yg dipiara orang (spt ayam, itik, angsa)
ayam itik raja pd tempatnya [pb] setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya
ayam kampung ayam yg secara alami berasal dr daerah tertentu yg dipiara orang (lawan ayam negeri, ayam ras)
ayap [kl] meng.a.yap v makan atau minum (untuk merendahkan diri bagi orang biasa): semuanya pun ~ lah masing-masing pd hidangannya
ayeng , ayeng-ayeng.an Jk v (1) berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yg tidak-tidak spt orang yg kurang waras; (2) berkeliling mencari sesuatu hingga lelah; (3) pergi ke sana-sini
azab [n] siksa Tuhan yg diganjarkan kpd manusia yg melanggar larangan agama: dia takut akan -- Allah
azal [a Isl] kekal (kekekalan) dl masa lampau; tidak bermula [kl n] (1) sejak dahulu kala; sejak permulaan zaman: demikianlah gerangan suratan -- kita; (2) wujud yg abadi dan tidak ada permulaannya; adanya bukan krn diciptakan atau krn suatu sebab
azan [n] seruan untuk mengajak orang melakukan salat; bang: kedengaran -- sayup-sayup sampai; muazin ialah orang yg mengumandangkan --
Baal Ba.al [n] dewa kesuburan yg dipuja oleh orang Israel (disebut dl Perjanjian Lama)
baba ba.ba [n] sapaan untuk orang Cina (laki-laki) [n Lay] tikus
babe ba.be [Jk n] (1) bapak; ayah; (2) panggilan akrab thd orang tua (pemuka, pemimpin)
babi dara babi betina dewasa yg belum pernah beranak
babi merasa gulai [pb] menyama-nyamai orang besar (kaya)
babit ba.bit [v] , mem.ba.bit.kan v melibatkan seseorang dl perkara dsb
bablas bab.las [Jw v] (1) terus; (2) ki lenyap (hilang): uangnya -- dilarikan orang; (3) ki mati: jika kebanyakan makan obat tidur bisa --
babu ba.bu [n cak] perempuan yg bekerja sbg pembantu (pelayan) di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga
baca ba.ca [v] , mem.ba.ca v (1) melihat serta memahami isi dr apa yg tertulis (dng melisankan atau hanya dl hati): dia jangan diganggu, krn sedang -- buku; (2) mengeja atau melafalkan apa yg tertulis; (3)mengucapkan: -- doa, -- mantra; (4) mengetahui; meramalkan: ia dapat -- suratan tangan (garis-garis pd telapak tangan); (5) memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai -- permainan lawan
bacok ba.cok [v] , mem.ba.cok v menetak (membelah dsb) dng barang tajam yg dihunjamkan keras-keras: perampok itu -- penghuni rumah dng golok
bada ba.da [Lihat {bakda}] [Mk v] ter.ba.da-ba.da v, tidak --, tidak terkatakan lagi; tidak terhingga (sangat, hebat, dsb) [n] , -- pisang penganan yg dibuat dr pisang yg dipotong-potong spt keping dan dipanggang
badak makan anak [pb] ayah membuang anaknya krn takut akan musnah kebesarannya (pd raja-raja zaman dahulu)
badal ba.dal [n] pengganti (terutama bagi orang naik haji); wakil
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
badan astral [Fil] badan orang yg sudah meninggal yg tampak sbg bayangan sinar yg bercahaya (bersifat metafisika); badan (roh) halus
badan pembuat undang-undang [Pol] badan yg terdiri atas orang-orang yg menduduki jabatannya melalui pemilihan umum dan membuat keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
badi ba.di [n] (1) kl pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); (2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan: anak itu memiliki -- kuda; (3) Dok zat yg menularkan penyakit
bagai ba.gai [kl n] jenis; macam: permata sembilan --; (2) n sama; persamaan; banding: tidak ada -- nya; (3) p kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; laksana: -- kucing dan anjing
bagai balam dng ketitir [pb] perihal dua orang yg selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
bagai batu jatuh ke lubuk [pb] hilang lenyap (orang yg meninggalkan tempat)
bagai belut diregang [pb] seseorang yg tinggi kurus
bagai belut kena ranjau (getah) [pb] seseorang yg licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu
bagai bertanak di kuali bagai ber.ta.nak di kuali [pb] bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri
bagai dekan di bawah pangkal buluh [pb] seseorang yg pandai menyimpan rahasia
bagai empedu lekat di hati [pb] sangat karib, tidak terceraikan (tt persahabatan, orang berkasih-kasihan, dsb)
bagai geluk tinggal di air [pb] orang yg hanya menunggu bantuan orang lain
bagai ikan kena tuba [pb] banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri)
bagai kena santung pelalai [pb] gadis yg lupa (tidak ingat) akan bersuami (krn diguna-gunai orang)
bagai kinantan hilang taji [pb] seseorang yg telah kehilangan penghargaan
bagai kucing dibawakan lidi [pb] sangat ketakutan
bagai langau di ekor gajah [pb] selalu tunduk kpd kemauan orang besar atau orang pandai
bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran) [pb] seseorang yg merasa senang krn terlepas dr kesusahan
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bagai pahat [pb] orang yg mau bekerja apabila diperintah
bagai pimping di lereng [pb] orang yg tidak berpendirian tetap
bagai sambau di tengah jalan (yg rebah bangun krn terinjak) [ki] kehidupan orang yg turun naik, tidak menentu
bagai serdadu pulang baris [pb] orang yg kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya
bagai si bisu berasian (bermimpi) [pb] tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)
bagai tikus membaiki labu [pb] orang yg mencoba memperbaiki sesuatu yg tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya
bagaikan ba.gai.kan [p] kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; laksana: terdengar suara membahana -- bumi akan runtuh
bagaimana ditanam bagaimana ditanam, begitulah di.tu.ai [pb] seseorang akan mendapat balasan spt yg diperbuatnya
bagaimana ditanam begitulah dituai bagaimana di.ta.nam begitulah dituai [pb] tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bagi ba.gi [p] (1) kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk: disediakan hadiah -- pemenang pertama, kedua, dan ketiga; (2) kata depan untuk menyatakan perihal; akan (hal); tentang (hal); menurut (pendapat): -- saya, hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi [n] (1) pecahan dr sesuatu yg utuh; penggal; pecah; (2) Mat suatu operasi aljabar yg biasa dinyatakan dng simbol titik dua (:) atau garis bagi (-) atau garis miring (/) (a:b atau -- atau a/b) msl a:b = c (a dibagi b sama dng c), berarti a = c x b
bagi mutlak bagian warisan yg sesuai dng ketetapan undang-undang yg tidak boleh dikurangi
bagi peminjaman bagian perpustakaan yg melayani anggota yg meminjam buku; bagian sirkulasi
bagi penerimaan bagian atau unit kerja perpustakaan yg melaksanakan kegiatan penerimaan buku
bagi penjilidan bagian perpustakaan atau percetakan tempat penjilidan buku dsb
bagi tambahan bagian karangan yg pd umumnya terdiri atas daftar pustaka, lampiran, indeks, dan riwayat hidup pengarang
bagian ba.gi.an [n] (1) hasil membagi: ruangan ini dibagi menjadi dua -; (2)perolehan atau penerimaan (dr barang yg diberi); yg diperuntukkan: siapa yg belum mendapat -; kita semua mendapat -- yg sama; (3) jatah: tiap jiwa mendapat -- beras 10 kg; (4) penggal (buku, cerita, dsb); jilid: -- kedua buku ini akan segera terbit; (5) sepenggal dr sesuatu yg utuh: -- atas dan -- bawah gedung itu sama; (6) sesuatu (benda, alat, dsb) yg menjadi pelengkap: otak termasuk -- tubuh manusia yg penting; (7) cabang dr suatu pekerjaan (jawatan dsb): ia menjabat sbg kepala -- tata usaha; (8) nasib (untung, malang); peruntungan: telah menjadi -ku hidup melarat begini; (9) pecahan dr kesatuan (spt dr dewan, panitia) yg bertugas mengurus sesuatu; seksi: -- konsumsi; -- penerima tamu
baguk ba.guk [n] ikan laut yg rupanya spt limbat air tawar [n] pohon yg kulit kayunya dipakai untuk bahan tali, Gnetum gnemon [n] ruang (petak-petak) dl buah-buahan (spt dl buah durian); pangsa
bah [n] air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir [p] (1) kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; (2) Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !
bahariwan ba.ha.ri.wan [n] orang yg bekerja di laut atau pelayaran; pelaut
bahasa analitis tipe bahasa yg menyatakan pelbagai segi gramatika, terutama dng kata terpisah dan urutan kata; bahasa isolatif
bahasa buatan bahasa yg direka dng tujuan khusus untuk memperbaiki komunikasi internasional; (2) sistem kode berupa lambang abstrak, spt yg dipakai dl pemrograman komputer; (3) bahasa yg dibuat orang untuk pemakaian tertentu, msl bahasa Esperanto dan bahasa yg dipakai dl logika simbolis atau penggunaan komputer
bahasa buku ragam bahasa yg dipakai dl karangan (tertulis); -- daerah bahasa yg lazim dipakai di suatu daerah; bahasa suku bangsa, spt -- Batak, -- Jawa, -- Sunda
bahasa gunung ragam bahasa Melayu yg dipakai oleh petani, orang desa, dsb
bahasa inkorporatif tipe bahasa yg menyatakan hubungan gramatikal dan struktur kata dng menderetkan morfem terikat menjadi kata tunggal, msl bahasa Eskimo
bahasa isyarat [Antr] bahasa yg tidak menggunakan bunyi ucapan manusia atau tulisan dl sistem perlambangannya; (2) Ling bahasa yg menggunakan isyarat (gerakan tangan, kepala, badan dsb), khusus diciptakan untuk tunarungu, tunawicara, tunanetra, dsb
bahasa laut bahasa orang laut (pelaut)
bahasa menunjukkan bangsa [pb] budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)
bahasa pasar bahasa yg dipakai sbg alat komunikasi dl perdagangan oleh orang yg memiliki bahasa ibu yg berbeda-beda; (2) bahasa perantara yg terbentuk dr berbagai bahasa yg intinya berasal dr satu bahasa tertentu
bahasa prokem [Ling] ragam bahasa dng leksikon tertentu digunakan oleh kaum remaja (spt kata bokap untuk bapak, sepokat untuk sepatu, dan bokin untuk bini); bahasa sandi remaja dan kelompok tertentu
bahasa roh [Kris] karunia Roh Kudus yg memuji Allah di dl doa dng bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yg memakainya maupun oleh orang lain
bahasa semu bahasa kiasan yg menyiratkan makna tersembunyi yg digunakan dl teks kakawin untuk memperkatakan ulah sanggama
bahasa sintetis tipe bahasa yg hubungan sintaktisnya diungkapkan dng infleksi dan peleburan afiks dl akar, msl bahasa Latin dan Arab
bahasa tarzan bahasa yg digunakan di antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak mudah saling mengerti, dicampuri gerak isyarat
bahasa umum bagian khazanah leksikal, gramatikal, dan stilistis suatu bahasa yg dimengerti dan diterima sbg pemakaian yg baik oleh semua orang yg mengenal bahasa itu
bahasa vokalis tipe bahasa yg dl fonotaktiknya mengharuskan kata-kata berakhir pd vokal, msl bahasa Jepang
bahasawan ba.ha.sa.wan [n] (1) orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; (2) ahli bahasa
bahkan bah.kan [p] kata penghubung bagian kalimat dng bagian yg lain atau kalimat dng kalimat untuk menyatakan penguatan; lebih-lebih; malahan: serangannya bukan berkurang, -- lebih gencar
bahuku ba.hu.ku [n] retribusi yg harus dibayar krn mengambil hasil tanah milik orang lain (di Halmahera)
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
Baitulmukadas Bai.tul.mu.ka.das [n Isl] nama masjid yg terkenal yg menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad saw. pd malam Isra dan Mikraj, terletak di Yerusalem (Palestina); rumah suci; Masjidilaksa
bajak selalu di tanah yg lembut [pb] orang yg selalu menderita adalah orang yg lemah
baju antari baju dalam yg panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yg bentuknya spt baju anggerka; (2) baju panjang yg dipakai oleh orang yg naik haji
baju biru [ki] orang hukuman (tahanan) yg menjalani hukuman penjara
baju indah dr balai [pb] hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi
baju jubah baju panjang spt yg biasa dipakai orang Arab, hakim, atau paderi
baju sika baju takwa
baju songsong barat baju antakusuma [ki] baju sayap (yg menyebabkan dapat terbang); baju antakusuma
baju teluk belanga baju model Melayu, spt baju kurung untuk orang laki-laki
bajul buntung [ki] orang laki-laki yg suka mengganggu perempuan
bak [p] kata depan untuk menyatakan perbandingan; bagaikan: kedua anak muda itu wajahnya mirip, -- pinang dibelah dua [n] (1) kotak besar (tempat sampah, dsb); (2) kolam tempat air di kamar mandi [n] tinta cina (hitam warnanya) [n] tiruan bunyi tamparan (pukulan dsb); debak
bak pengering bak atau kotak untuk mengeringkan pakan yg terdiri atas dua bagian, bagian atas tempat bahan yg akan dikeringkan dan bagian bawah tempat mengalirnya udara yg dipanaskan
bakal ba.kal [n] yg akan dijadikan (dibuat): hutan-hutan yg dirambah itu -- persawahan; (2) n sesuatu yg akan menjadi; calon: -- suaminya seorang pedagang; (3) n barang; bahan: -- rumah; (4) adv akan: lamarannya tidak -- diterima; (5) Jk p untuk; buat: uang itu -- beli apa?
bakalan ba.kal.an [v cak] akan dijadikan: terbetik kabar bahwa dia -- menjadi salah seorang sutradara film terkenal
bakas lewu ba.kas le.wu [n] kelompok orang yg dituakan (di masyarakat Dayak Olo Ngaju); sesepuh
baki ba.ki [n] dulang kecil tidak berkaki untuk menyajikan makanan dan minuman; talam; nampan [Ar a] kekal; abadi; baka: Tuhan Yang -- [n] kelebihan (uang dsb); sisa: -- uangnya sebanyak Rp5.000,00 belum diambil [ark a] tidak dapat hamil lagi krn sudah tua; tidak dapat beranak lagi krn tua
bal [n cak] bola [n] (1) satuan ukuran jumlah (bahan pakaian dsb): membeli kain putih dua --; (2) bandela; karung (tt beras dsb) [n Lay] bungkusan yg terbuat dr bahan lunak, tidak kaku, berbentuk kotak
bala ba.la [n] pasukan; prajurit [n] malapetaka; kemalangan; cobaan: kena --; mendapat --; menolak --
bala bencana malapetaka; kesengsaraan
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
bala seribu hikmat (mantra) yg menjadikan seseorang memiliki kekuatan yg luar biasa
balai bendul [kl] rumah tempat menanti orang-orang yg hendak menghadap raja
balai gading balai yg letaknya di kiri kanan pintu gerbang istana
balai latihan kerja industri balai pelatihan kerja khusus untuk bidang industri, biasanya terletak berdekatan dng kawasan industri
balai latihan kerja pedesaan balai pelatihan kerja khusus untuk bidang pedesaan dan letaknya berdekatan dng desa
balas dendam ba.las den.dam [v] perbuatan membalas perbuatan orang lain krn sakit hati atau dengki: -- itu termasuk perbuatan tercela
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
balela ba.le.la [v] membangkang; menentang (perintah); memberontak
balik jurai bentuk perkawinan yg suaminya tinggal di kediaman kerabat istri setelah dia memberi antaran krn seorang anak dr keturunannya akan meneruskan garis keturunan laki-laki
balik lidah tidak tetap perkataannya; selalu berubah-ubah apa yg dikatakannya
balik mata bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dng pura-pura tidak tahu dsb) terlampau lama melihat (menunggu dsb)
balik mayat di kubur [pb] menyebut-nyebut nama orang yg sudah meninggal
balik nama mengganti nama pd akta atau surat yg menyatakan hak milik (biasanya di hadapan notaris)
balik perkataan memutarbalikkan asal perkataan (perkataan dr A dikatakan dr B, dan perkataan dr B dikatakan dr A)
balseros bal.se.ros [n] orang Kuba yg mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang ke Florida (Amerika Serikat)
bambungan bam.bung.an [n] orang yg berkeliaran (bergelandangan) krn bodoh dsb
bancet ban.cet [n] katak kecil
bandar ban.dar [n] selokan aliran air (ke sawah dsb); selokan; parit: penduduk desa bergotong-royong memperbaiki -- air menjelang musim tanam [n] (1) tempat berlabuh (kapal, perahu, dsb); pelabuhan; (2) kota pelabuhan; kota perdagangan [n] (1) pemain yg menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dl permainan dadu, rolet, dsb); (2) orang yg menyelenggarakan perjudian; bandar judi; (3) orang yg mengendalikan suatu aksi (gerakan) dng sembunyi-sembunyi; (4) orang yg membiayai suatu gerakan yg kurang baik; (5) orang yg bermodal dl perdagangan dsb; tengkulak
bandel ban.del [a] melawan kata atau nasihat orang; tidak mau menurut atau mendengar kata orang; kepala batu: dasar anak-anak itu -- , tidak suka diperintah; kalau murid-murid itu tetap -- , gurunya terpaksa bertindak tegas
banding ban.ding [n] (1) persamaan; tara; imbangan: kecantikan gadis itu tiada -- nya, tiada tolok -- nya; (2) Huk pertimbangan pemeriksaan ulang thd putusan pengadilan oleh pengadilan yg lebih tinggi atas permintaan terdakwa atau jaksa naik apel: apabila tidak puas dng putusan pengadilan negeri boleh minta -- kpd pengadilan tinggi
bandot ban.dot [n] (1) kambing jantan dewasa; (2) ki orang laki-laki yg sangat gila perempuan; orang laki-laki tua yg masih gemar kpd perempuan
bandut ban.dut [n] tali pengikat barang yg akan disambung (krn retak, akan patah, hendak pecah)
bangga bang.ga [a] besar hati; merasa gagah (krn mempunyai keunggulan): regu Indonesia boleh -- krn dapat mempertahankan piala Thomas [Jw a] (1) tidak mau menurut; mendaga; membangkang; (2) ki tidak mudah dikerjakan
bangkar bang.kar [a] keras dan kaku (spt tubuh orang mati); bangka
bangkit batang terendam [pb] mengangkat kembali nama orang yg sudah lama hilang dr ingatan; mengulangi perkara yg sudah lama dilupakan
bangkit tambo lama menceritakan kembali perkara yg sudah-sudah
bangsa Barat seseorang atau sekelompok besar rakyat yg mendiami sebagian benua Eropa dan benua Amerika dan yg termasuk dl suatu kebudayaan tertentu
bangsa taneh kelompok patrilineal yg merupakan keturunan pendiri suatu masyarakat hukum adat (di daerah Batak)
bangsat bang.sat [n] (1) kepinding; kutu busuk; (2) cak orang yg bertabiat jahat (terutama yg suka mencuri, mencopet, dsb): dasar anak -- , menjadi -- juga [Mk a] jembel; miskin
bangsawan bang.sa.wan [n] keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat; orang berbangsa: meskipun ia anak orang -- ia tidak sombong; seorang -- muda ingin memperistrinya lihat komidi
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
bangun serba muka usaha mengubah keadaan masyarakat tertentu menjadi keadaan masyarakat yg lebih baik dan yg dicita-citakan
banjar ban.jar [n] jajar; deret; leret; baris [Bl n] (1) bagian desa setingkat dng rukun warga atau dukuh yg dikepalai oleh seorang kelian; (2) balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
banjar huma tempat tinggal atau perkampungan dekat ladang yg letaknya jauh dr kampung induk
banjar tangki kelompok tangki penyimpan minyak bumi yg terletak di lapangan produksi
banjir darah matinya orang dl jumlah banyak; pertumpahan darah
bank garansi bank yg mengeluarkan surat jaminan untuk membayar seseorang berdasarkan undang-undang tertentu yg berfungsi sbg alat pembayaran
bank plecit sebutan bagi lembaga bukan bank atau perseorangan yg meminjamkan uang, biasanya dng bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari -- sentral bank yg tugas pokoknya membantu pemerintah dl hal mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai mata uang negara, serta mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas kesempatan kerja
bankir ban.kir [n] (1) orang yg mengusahakan bank; (2) orang yg memperdagangkan uang; (3) cak orang yg menjadi penyokong dl urusan keuangan; cukong
banter ban.ter [a cak] (1) sangat; keras (dl keadaan dsb): paling -- cuma dimarahi, paling keras hanya dimarahi; sangat-sangatnya hanya dimarahi; (2) tinggi (tt harga): paling -- hanya Rp5.000,00 harganya, paling mahal; semahal-mahalnya; (3) lekas; cepat: paling -- sekali setahun bisa bertemu; (4) lama; lambat (tt waktu): paling -- aku dapat menunggu sampai pukul 05.00, selambat-lambatnya; (5) banyak (tt jumlah): paling -- hanya dapat menampung 48 orang murid
bantu ban.tu [v] tolong: -- lah orang miskin dan melarat; (2) n penolong: guru --; kantor pos --
bantu teknik bantuan yg direncanakan untuk menyebarkan pengetahuan dan keahlian ke negara penerima dng jalan mengirimkan orang ahli dl bidang tertentu dr negara industri untuk memberikan nasihat teknis
banyak ba.nyak [a] (1) besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; (2) num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; (3) adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih
banyak sedikit banyaknya (jumlahnya, bilangannya): keuntungan banyak -- belum dapat diketahui; (2) meski sedikit atau banyak; barang sedikit: perbuatanmu itu -- merugikan kepentingan orang; (3) setidak-tidaknya: berusahan untuk membantu kita
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
bapa ba.pa [n] (1) orang laki-laki yg dipandang sbg orang tua; (2) bapak; (3) Kat sebutan untuk Allah
bapak pendiri pendiri suatu lembaga atau pergerakan; (2) tokoh yg dianggap sbg yg meletakkan dasar pendirian suatu negara
baplang bap.lang [a] lebat dan melintang (tt kumis): keluarlah seorang centeng yg berkumis --
baptis bap.tis [n Kris] penggunaan air untuk penyucian keagamaan, khususnya sbg sakramen penerimaan seseorang ke dl agama Kristen; permandian
baptis rindu sakramen baptis yg diperoleh orang yg ingin dibaptis, tetapi belum sempat diterima krn telah meninggal dunia lebih dahulu
barak ba.rak [n] (1) sebuah atau sekumpulan gedung tempat tinggal tentara; asrama (tentara) polisi; (2) bangsal khusus tempat merawat orang sakit (menular); (3) bangunan yg bersifat sementara bagi pekerja
barang komisi barang dagangan yg dijualkan (untuk orang lain) dng memperoleh imbalan (komisi)
barang pusaka barang peninggalan orang tua (nenek moyang)
barang siapa menggali lubang [pb] siapa yg berniat (berbuat) jahat thd orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri
barangkali ba.rang.ka.li [adv] mungkin; boleh jadi; kalau-kalau: dia tidak datang pd hari ini, -- besok; -- ayahmu berangkat hari ini; tanyakanlah -- ia mengerti
barat ba.rat [n] (1) nama mata angin yg arahnya berlawanan dng timur; arah tempat matahari terbenam: matahari terbenam di sebelah --; (2) (huruf pertama kapital) orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika: bangsa --; kebudayaan --
baratan ba.rat.an [n Met] daerah yg terletak di antara lintang 35o dan 65o di belahan bumi utara, di atas daerah ini angin utamanya adalah angin barat
barbur bar.bur [v] (1) bercempung-cempung dl air; (2) suka menghambur-hamburkan uang; boros: orang --
baring ba.ring , ber.ba.ring v meletakkan badan dng punggung atau sisi badan di sebelah bawah; tidur-tiduran: anak itu senang -- di pangkuan ibunya; pd waktu hari panas, petani itu -- di bawah pohon yg rindang
baris ba.ris [n] (1) deret; leret; banjar; jajar: tiap petak ditanami sepuluh -- pohon ketela; (2) cak berbaris: anak-anak sedang belajar --; (3) garis lurus; coret; setrip: terangkanlah kata-kata yg diberi -- di bawahnya; (4) barisan; pasukan: -- Baret Merah; (5) deretan huruf pd tulisan atau cetakan: kalimat itu tertulis pd halaman 15 -- kelima dr atas; (6) tanda bunyi dl tulisan Arab (fatah, kasrah, damah) [n] tarian yg dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan kegagahan (kepahlawanan dsb), banyak jenisnya (dr Bali)
baris tanggal [Kom] (1) tempat asal berita dan tanggal kejadian yg terletak pd bagian atas berita; (2) tanggal penerbitan surat kabar
barometer aneroid barometer yg mempunyai bagian yg peka thd tekanan udara; (2) barometer yg dibuat berdasarkan asas bahwa udara di dl kotak logam yg tertutup rapat akan menekan dinding kotak ke luar apabila tekanan udara di luar kotak lebih kecil dp tekanan udara di dl kotak
barometer Fortin barometer air raksa dng kotak air raksa yg dibuat sedemikian rupa sehingga air raksa di dalamnya dapat berubah-ubah sampai ke kedudukan tertentu apabila terjadi perubahan tekanan udara
barometer Kew barometer air raksa yg tidak memerlukan penyesuaian air raksa di dl kotak air raksa thd perubahan tekanan udara
barongan ba.rong.an [Jw n] seni pertunjukan rakyat yg berupa tiruan binatang buas (singa dsb) yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya
barter beli kembali sistem penerapan alih teknologi dr suatu negara maju kpd negara berkembang dng cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang yg produksinya ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju
baruh ba.ruh [n] (1) tanah yg lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dsb: orang --; (2) bawah: orang --; (3) sawah: padi --
baruje ba.ru.je [n Huk] hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yg tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku)
barung-barung ba.rung-ba.rung [n] (1) teratak; gubuk; pondok; (2) rumah kecil (untuk berkedai); warung
bas [n cak] (1) kepala pekerja (mandor); (2) pemborong pekerjaan: mereka mencari seorang -- yg biasa memborong pekerjaan memasang ubin; (3) kepala; pembesar: ia meminta izin kpd -- nya [n] (1) nada yg besar dan rendah (tt musik dan lagu); (2) alat musik yg mempunyai nada terendah
basa ba.sa [Lihat {bahasa}] [Mk p] kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian atas bagian kalimat yg di depan; bahasa; bahwa [n] kebun sagu milik bersama warga masyarakat hukum adat di Seram [n Kim] senyawa yg cenderung menyumbangkan sepasang elektron untuk digunakan bersama-sama dan cenderung menerima proton
basalioma ba.sa.li.o.ma [n Dok] tumor kulit, terutama menyerang orang yg sering terkena sinar matahari, biasanya terdapat pd hidung, dahi, dan pipi yg mudah berdarah sehingga menjadi luka
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
basis ba.sis [n] (1) asas; dasar; (2) Mat (dl geometri) sisi yg berupa garis lurus yg terletak paling bawah (tt segitiga atau bentuk lain dl bidang; sisi yg berupa bidang datar yg terletak paling bawah (tt alas kerucut atau bangun lainnya); (3) Mat (aljabar) himpunan vektor bebas linear yg merentang pd suatu ruang vektor; (4) pangkalan (angkatan laut, angkatan darat, dsb) untuk melakukan operasi: pasukan itu menggempur -- angkatan laut musuh; (5) bilangan atau besaran yg dipakai sbg rujukan
basket bas.ket [n Olr] (1) permainan bola yg dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang, yg berusaha mengumpulkan angka dng memasukkan bola ke dl basket; (2) lingkaran berjaring yg dipasang pd ketinggian tiga meter pd papan sbg tempat memasukkan bola pd permainan bola basket
bata ba.ta [n] (1) benda yg berbentuk persegi panjang spt kotak atau peti kecil: -- garam; (2) tanah liat yg diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar (dipakai untuk membuat dinding dsb); batu bata [n] pernikahan laki-laki kakak beradik dng wanita kakak beradik pd saat yg bersamaan
bata garam garam yg tercetak padat berbentuk segi empat
bata-bata ba.ta-ba.ta [a] , ter.ba.ta-ba.ta a (1) ragu-ragu; bimbang; kebingungan; (2) tergagap-gagap; tidak lancar berbicara: krn takut, ia berkata -
batal ba.tal [a] (1) tidak berlaku; tidak sah: perjanjian itu dinyatakan --; (2) tidak jadi dilangsungkan; ditunda; urung: rapat kemarin terpaksa -- krn yg hadir kurang dr dua pertiga jumlah anggota; (3) tidak berhasil; gagal: sudah berkali-kali dia menempuh ujian, tetapi selalu --
batalion ba.ta.li.on [n] kesatuan tentara yg merupakan bagian dr resimen (300-1.000 orang)
batang hidung pangkal hidung (bagian yg keras pd hidung); (2) ki diri (wujud orangnya)
batas penanggalan internasional [Geo] garis batas yg letaknya kira-kira bertepatan dng meridian 180o dr utara ke selatan melalui Samudra Pasifik
baterai ba.te.rai [n] (1) alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; (2) lampu senter [n Mil] kesatuan yg terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yg melayaninya [n] sistem kandang ayam yg setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur
batih ba.tih [n] orang seisi rumah yg menjadi tanggungan seseorang
batu anting batu (timah dsb) yg tergantung pd tali (untuk pemberat); anting; (2) orang yg menggelantung pd sisi perahu supaya perahu tidak terbalik
bauran ba.ur.an [n] hasil membaurkan; campuran: ritual-ritual religi akan berubah bentuk dr pengotak-ngotakan menjadi -- nilai yg transparan
bawah ba.wah [n] tempat (letak, sisi, bagian, arah) yg lebih rendah: -- duli (kadam, kaus, cerpu), kata penghormatan thd raja
bawah perintah (pengawasan [ki] diperintah (diawasi, dipimpin) oleh ...; -- sumpah keterangan dsb yg diberikan oleh orang yg sudah disumpah: meski telah memberi kesaksian tertulis -- sumpah, kehadirannya tetap diperlukan di pengadilan
bawahan ba.wah.an [n] (1) sesuatu yg berada di bawah; (2) orang yg di bawah perintah; (3) (orang, pegawai) rendahan
bayang-bayang tidak sepanjang badan ba.yang-ba.yang tidak sepanjang badan [pb] berbuat sesuatu yg melebihi dr (tidak sesuai dng) kemampuannya; takut akan -nya, pb takut atau khawatir krn ingat akan perbuatan sendiri yg buruk
bayaran ba.yar.an [n] (1) uang yg dibayarkan; biaya; ongkos: orang dapat juga berobat dng -- murah; (2) orang yg dibayar: dia adalah pemain -; (3) upah; gaji: ia mendapat -- sebesar Rp250.000,00 sebulan
bayung ba.yung [n] (1) pisau pengukir; pisau wali; (2) parang; golok [Jk n] daun kacang panjang (biasa disayur) [n] orang-orangan di sawah
beatifikasi be.a.ti.fi.ka.si [n] tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yg telah mati menjadi orang suci dl Gereja Katolik
beban be.ban [n] (1) barang (yg berat) yg dibawa (dipikul, dijunjung, dsb); muatan (yg ditaruhkan di punggung kuda, keledai, dsb): mana boleh kuda ini diberi -- yg seberat itu; (2) ki sesuatu yg berat (sukar) yg harus dilakukan (ditanggung); kewajiban; tanggungan; tanggung jawab: urusan ini menjadi -- kita [n] jarak terdekat antara lubang tembak dan bidang bebas pd suatu kegiatan peledakan
bebekel be.be.kel [Bl n Huk] harta yg dibawa suami atau istri (yg berasal dr pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yg merupakan harta warisan ke dl perkawinan)
bebekisme be.bek.is.me [n] sifat atau sikap mengikuti secara membuta (membebek), apa pun yg dikatakan pemimpinnya diikuti tanpa dipikirkan lagi
beceng be.ceng [n cak] senjata api genggam; pistol: seorang laki-laki bertopeng menodongkan -- nya
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
bedawi be.da.wi [kl n ] orang Badui
bayang ba.yang [n] , ba.yang-ba.yang n (1) ruang yg tidak kena sinar krn terlindung benda: muka adikku tidak nyata kelihatan krn ia berdiri pd -- pintu; (2) wujud hitam yg tampak di balik benda yg kena sinar; (3) gambar pd cermin, air, dsb: ia tersenyum kpd -nya pd cermin, sambil mengatur rambutnya; (4) rupa (wujud) yg kurang jelas dl gelap: dl gelap itu -- hitam melintas di hadapan mereka; (5) ki gambar dl pikiran; angan-angan; khayal: sudah ada -- dl ingatanku; (6) tanda-tanda akan terjadi sesuatu: rakyat kelihatan tenang-tenang saja, tidak ada -- akan pecah perang; (7) sesuatu yg seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada: kamu tidak usah takut krn yg kamu lihat itu hanyalah -- belaka, bukan benda yg sebenarnya; (8) sesuatu yg sudah siap bekerja bilamana diperlukan: pemerintah -; anggota -
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
bedil buluh [ki cak] gertak sambal
bedinde be.din.de [n cak] orang gajian yg kerjanya membantu mengurus rumah tangga; pembantu rumah tangga; pelayan
begawan be.ga.wan [n] (1) gelar pendeta atau pertapa; (2) orang yg berbahagia (mulia, suci); -- ekonomi julukan bagi orang yg sangat ahli dl bidang ekonomi: sinyalemen -- ekonomi tt kebocoran 30% dana pembangunan terus menggelinding spt bola salju
begitu be.gi.tu [pron] (1) seperti itu; demikian itu: bukan begini, tetapi -- spt yg berada di pojok sana itu; -- sayangnya kpd kekasihnya sehingga dia tega meninggalkan kuliahnya; (2) sangat; terlalu: ia -- baik kepadaku; (3) cak segera setelah ...: -- dibayar, boleh dibawa; -- ia datang, kami terus berangkat
bekam be.kam [v] mem.be.kam v (1) mengeluarkan (memantik) darah dr badan orang (dng menelungkupkan mangkuk yg diisi api pd kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dng benda tajam supaya darahnya keluar); (2) Jk mencengkam; mencengkeram [v] , mem.be.kam v memendam (menyembunyikan) perasaan dsb: wanita pandai -- perasaannya [n] bekas pijitan (tindihan) pd kulit
beker be.ker [n] jam yg dilengkapi dng alat yg dapat berdering pd waktu yg dikehendaki (untuk membangunkan orang) [n] piala
bekerja be.ker.ja [v] (1) melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu: ia ~ di perkebunan; (2) mengadakan perayaan nikah dsb: ketika ~ mengawinkan anaknya, aku tidak diundangnya; ~ bakti melakukan suatu pekerjaan, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dng suka rela untuk kepentingan umum: sebulan sekali warga desa diharuskan ~ bakti; ~ sama melakukan (melaksanakan) suatu kegiatan atau usaha (perniagaan dsb) yg ditangani oleh dua orang (pihak) atau lebih: orang tua dan guru harus ~ sama mencegah perkelahian antarpelajar
bekernyutan be.ker.nyut.an [v] bekernyut: kulit orang tua yg kurus itu ~
belah be.lah [n] celah retak yg besar dan panjang dr suatu benda: banyak kutu busuk bersembunyi pd -- papan tempat tidur itu; (2) n sebagian (dr benda yg berpasangan); separuh: kedua -- tangannya buntung; (3) n sisi; pihak: hal itu telah disetujui oleh kedua -- pihak; (4) v pecah terbagi (menjadi dua): krn gempa hebat, bukit itu -- dua; (5) v terbagi (menjadi dua, tiga, dsb): -- tiga, -- empat [n] nama klan pd suku bangsa Gayo
belahan be.lah.an [n] (1) celah panjang: menurut -- membujur panjang; (2) bagian hasil membelah; separuh; setengah: -- pepaya itu disimpannya di dl lemari es; -- bumi sebelah utara; (3) Mk sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan): baik -- yg dekat maupun yg jauh semuanya diperlakukan sama; (4) perihal mengerjakan sawah atau tanah orang lain yg hasilnya dibagi dua: orang yg tidak punya sawah kebanyakan mengambil -- saja
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam [pb] sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
belalang hendak menjadi elang [pb] orang bodoh (hina) berlaku spt orang pandai (terhormat)
Belanda Be.lan.da [n] (1) negara kerajaan (negeri) di Eropa Barat yg berbatasan dng Belgia dan Jerman Barat; Nederland; (2) orang atau bangsa yg mendiami Nederland; (3) nama bahasa dan bangsa Belanda
belanda hitam [cak] orang negro; (2) orang Indonesia yg memihak Belanda (pd zaman penjajahan Belanda)
belandang be.lan.dang [v] mem.be.lan.dang v berlari kencang-kencang (orang, kuda, dsb): setelah lepas dr ikatannya kuda itu -
belangkon be.lang.kon [n] penutup kepala (orang laki-laki) dr kain sejenis batik, berbentuk setengah bola
belantik be.lan.tik [n] alat untuk menangkap binatang, terbuat dr tali yg dihubungkan dng alat pembidas, apabila tali tersentuh, dapat membidaskan tombak atau menjerat binatang sasarannya [Jw n] (1) orang yg menjadi perantara pd jual beli ternak (spt sapi, kerbau); (2) cengkau; pialang; makelar lihat bintang
belas be.las [n] perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita: muncul rasa -- nya melihat pengemis tua itu [n] satuan bilangan dr 11-19
belasan be.las.an [num] bilangan antara 11 dan 19: tidak banyak yg hadir, hanya -- orang; remaja -- tahun, remaja yg berumur antara 11 dan 19 tahun
belasungkawa be.la.sung.ka.wa [n] pernyataan turut berduka cita: ketika orang tuanya meninggal, dia banyak menerima karangan bunga dan telegram -- dr teman-temannya
beledang kering [ki] orang yg tinggi kurus
beleng be.leng [adv] saja; hanya (satu): tunggal -- , hanya seorang diri (tanpa adik tanpa kakak)
belentung be.len.tung [n] katak besar (yg berbunyi "tung, tung")
belesir be.le.sir [v] menarikan pedang dan tombak yg ditujukan kpd orang yg berpura-pura sbg musuh
beliau be.li.au [pron hor] orang yg dibicarakan (digunakan untuk menghormatinya)
belintang be.lin.tang , ber.be.lin.tang v terletak melintang: mereka melangkahi batang-batang pohon yg -- di tengah jalan
belodok be.lo.dok [a] keluar dr lubangnya (tt mata); terbersil (mata kepiting dsb) [n] ikan, wujudnya spt katak dan dapat memanjat (disebut juga ikan tembakul); Periaphthalmus schlosseri
belum punya kuku hendak mencubit [pb] belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang
belum tegak hendak berlari [pb] lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur
belungsing be.lung.sing [ark v] mem.be.lung.sing v membentak; menghardik
bembarap bem.ba.rap [ark n] tandu untuk mengangkat orang
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
benak kepala otak
benalu be.na.lu [n] (1) tumbuhan yg menumpang pd tanaman lain dan mengisap makanan dr tanaman yg ditumpanginya; pasilan; (2) ki orang yg menumpang hidup pd orang lain
benci ben.ci [a] sangat tidak suka: saya -- kpd penjilat; ia -- benar kpd orang yg suka menonjolkan diri dan memburuk-burukkan orang lain
bendahari ben.da.ha.ri [n] orang yg mengurus keuangan perkumpulan; bendahara
bendara ben.da.ra ? bendahara [kl n] (1) pengelola harta benda (kakayaan) negara atau raja; (2) orang yg mengepalai semua karyawan yg melayani tamu atau merapikan meja [Jw n] sebutan bagi bangsawan
bendung ben.dung [n] (1) pengempang untuk menahan air di sungai (tepi laut dsb); tanggul; (2) Tan rintangan yg bersifat kontinu dan padat, letaknya tidak selalu melintangi sebuah sungai, tujuannya untuk mengalihkan, mengawasi, dan mengukur aliran air
benefaktif be.ne.fak.tif [a Ling] bersangkutan dng perbuatan (verba) yg dilakukan untuk orang lain, msl verba dl kalimat Ibu membukakan Ayah pintu
bengap be.ngap [a] (1) berasa pekak dl telinga (krn air masuk ke dl telinga, pilek, dsb); (2) tidak nyaring atau jernih (tt bunyi gendang, mata uang, dsb); (3) sukar mengeluarkan perkataan (krn takut, malu, dsb); gagap [a] bimbang
bengep be.ngep [Jk a] bengkak-bengkak (tt muka); sembap: mukanya -- krn dipukuli orang
bengkah beng.kah [a] rengkah secara memanjang dan tidak teratur (tt batu karang, dinding, dsb) menandakan akan pecah (belah); retak: dinding itu -- kena gempa
bengkahan beng.kah.an [n] belahan; retakan: di -- itu tampak tanah memerah
benih murni [Tan] benih yg meliputi semua varietas dr tiap spesies tanaman yg diakui sebagaimana yg dinyatakan oleh pengirim atau yg ditemukan pd pengujian laboratorium
bentara kiri [kl] bentara yg bertugas, antara lain, menyebutkan nama orang yg ingin menghadap raja
benteng ben.teng [n] (1) bangunan tempat berlindung atau bertahan (dr serangan musuh): hanya yg sempat berlindung di dalam -- lah yg selamat; (2) dinding (tembok) untuk menahan serangan; (3) Olr nama salah satu buah catur yg penempatannya pd posisi awal permainan di kotak sudut paling kiri dan sudut paling kanan; (4) ki sesuatu yg dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dsb: agama adalah -- pribadi yg akan melindungi diri dr serangan nafsu
bentet ben.tet [Jw a] retak (tt barang yg mudah pecah)
bentuk akrab [Ling] unsur bahasa yg menyatakan keakraban para pembicara
bentuk turunan [Ling] (1) bentuk yg berasal dr bentuk asal setelah mengalami berbagai proses; (2) struktur sintaksis yg berasal dr kalimat inti setelah mengalami rangkaian transformasi; -- ulang Ling bentuk yg mengalami perulangan, spt sia-sia, laba-laba
benum be.num [v] mem.be.num v cak mengangkat (menetapkan) seseorang dl suatu jabatan dsb: sebelum Pemerintah -nya menjadi juru tulis, ia bekerja sbg tenaga harian
benuman be.num.an [n] (1) pengangkatan pegawai; penetapan (ketetapan) menjadi pegawai; (2) orang yg dibenum
bepergian be.per.gi.an [v] berjalan jauh: tiap hari Minggu banyak orang ~ ke luar kota
ber ber -- an an [konfiks verba] (1) melakukan kegiatan, mengalami peristiwa, dan menyatakan pelaku atau pengalam yg lebih dr satu, serta perbuatan atau proses yg berkali-kali: bepergian; berguguran; berdatangan; (2) perbuatan atau peristiwa yg terjadi secara timbal balik: berpelukan, berciuman, bersentuhan; (3) berelasi satu sama lain: bermesraan; berseberangan; berdekatan; (4) merasa memilki: berakhiran; beralasan; berpikiran
ber- (be- ) prefiks pembentuk verba (1) mempunyai: beratap; bercita-cita; beristri; (2) menggunakan atau memakai: belayar; bermobil; berbaju; (3) menghasilkan: bertelur; berkokok; (4) dl jumlah atau kelipatan: bertiga; berjuta-juta; (5) mengakui dan/atau memanggil sbg: beradik; berbapak; bertuan; (6) bertindak atau bekerja sbg: bertani; bertinju; (7) berada dl keadaan: bergembira; bersedih; (8) menyatakan perbuatan timbal-balik: bergulat; bertinju; (9) menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri: berhias; bercukur
berada ber.a.da [v] (1) ada (di): ketika itu ia ~ di luar negeri; (2) berpunya (tidak kekurangan): orang tuanya tergolong orang yg ~ di kampungnya
beradab ber.a.dab [v] (1) mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: perbuatannya spt kelakuan orang yg tidak ~; (2) telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya: bangsa-bangsa yg telah ~
beradegan ber.a.de.gan [v] memainkan adegan: salah seorang pemain ~ sbg orang tua yg papa
beradik ber.a.dik [v] (1) memanggil orang dng sebutan adik; (2) mempunyai adik
beragak-agak ber.a.gak-a.gak [v] (1) bermaksud; berniat; berpikir-pikir: ia sudah beberapa kali ~ hendak berkenalan dng tetangganya yg baru itu; (2) ingat-ingat; hati-hati: ia mengatakan sesuatu dng tidak ~ sedikit juga
berahi be.ra.hi [n] perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; asyik: ketika dipandangnya wajah kekasihnya, bangkitlah -- nya; (2) a sangat suka; sangat tertarik: tuan putri pun sangat -- mendengar bunyi-bunyian itu; (3) n Tern gejala yg timbul secara berkala pd ternak betina sbg perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus
berai be.rai , ber.be.rai.an a berpecah-pecah tidak keruan; cerai- berai: anak-anak lari -- mendengar bentakan itu
berajojing ber.a.jo.jing [v] melakukan ajojing: masih ada saja orang tua yg ~
berakal ber.a.kal [v] (1) mempunyai akal: manusia adalah makhluk yg ~; (2) pandai mencari ikhtiar; cerdik; pandai: orang yg ~ tidak mudah putus asa
berakuk be.ra.kuk [v] memiliki rakuk; bertakik; bertakuk
beramah-tamah be.ra.mah-ta.mah [v] (1) bercakap-cakap (bergaul) antara orang yg bersahabat (berkeluarga) dl suasana santai; (2) menghadiri pertemuan ramah tamah
beramai-ramai be.ra.mai-ra.mai [v] (secara) bersama-sama; (dl jumlah banyak): orang datang ~ ke tempat kecelakaan itu sehingga lalu lintas terhenti sejenak; mereka ~ menyingkirkan kayu besar itu dr jalan raya
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
berandal be.ran.dal [n] (1) orang yg tidak menuruti peraturan yg berlaku; (2) pengacau; (3) perampok
berandam ber.an.dam [v] (1) sedang memepat dan mengatur anak rambut (janggut) baik-baik; (2) beranak rambut (janggut) yg dipepat dan diatur baik-baik
berang be.rang [a] sangat marah; sangat gusar: dia menjadi -- melihat kelakuan anaknya yg kurang ajar itu; Ayah tidak kuasa menahan -- nya melihat anaknya dipukul orang
berangan-angan ber.a.ngan-a.ngan [v] (1) mempunyai angan-angan (cita-cita, ingatan): boleh ~ asal jangan terlampau tinggi; (2) mengangan; mengangan-angan; (3) berniat; bermaksud: tiada ia ~ hendak membalas dendam
beranggota ber.ang.go.ta [v] mempunyai anggota: perkumpulan itu ~ lima puluh orang
berangsang be.rang.sang , mem.be.rang.sang 1 a gusar sekali; (2) v merangsang atau membangkit-bangkit hati supaya menjadi berani (marah dsb): dia suka -- orang lain sehingga dibenci orang banyak [a] marah sekali: dia akan ~ kalau diejek spt itu
berangus pers undang-undang (peraturan) yg melarang penerbitan media cetak, spt surat kabar jika dianggap isinya dapat mengganggu keamanan negara
berani be.ra.ni [a] mempunyai hati yg mantap dan rasa percaya diri yg besar dl menghadapi bahaya, kesulitan, dsb; tidak takut (gentar, kecut): kita harus -- mempertahankan kebenaran
berani menjual [pb] jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga
berani sendok pengedang [pb] perihal orang berani, tetapi bodoh
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
berapa berat mata memandang [pb] betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yg mengalami (kesusahan dsb)
berasak ber.a.sak [v] (1) berjejal(-jejal); penuh sesak; berdesak-desak: orang ~ di muka loket; (2) beringsut (bergeser pindah atau pergi); beranjak: ia tidak ~ dr tempatnya
berasal ber.a.sal [v] (1) bermula: peperangan itu ~ dr sengketa perbatasan; (2) bersumber: berita itu dapat dipercayai krn ~ dr pihak resmi; (3) bertempat asal (dibuat, dilahirkan, dsb): barang-barang yg ~ dr Jepang terdapat di mana-mana; dia ~ dr Jawa Timur; (4) keturunan: dia ~ dr orang baik-baik
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
beratus-ratus be.ra.tus-ra.tus [num] beberapa ratus: ~ orang yg bekerja di situ
berbalik ber.ba.lik [v] (1) kembali (arahnya): kumandang ialah bunyi (suara) yg -; bola tenis yg dilemparkan ke tembok akan selalu --; (2) berubah letaknya (yg di atas menjadi di bawah, menelentang menjadi meniarap): tidurnya sangat gelisah, sebentar-sebentar --; (3) bertukar (haluan) hingga berlawanan dng yg semula; berputar (kembali); berpaling: ia -, lalu lari
berbangsa ber.bang.sa [v] (1) berasal dr bangsa: sekarang sudah ada beberapa ahli atom yg -- Indonesia; (2) bermartabat tinggi; berketurunan luhur (bangsawan): ia anak orang --; (3) termasuk dl keluarga: -- kpd ibu
berbanyak ber.ba.nyak [v] bersama-sama banyak (tt orang, barang, dsb); beramai-ramai; dng jumlah yg banyak: mereka datang -
berbayang ber.ba.yang [v] (1) ada bayang-bayangnya: kata orang, harimau jadi-jadian itu tidak -; (2) seakan-akan kelihatan dl angan-angan: hal itu tidak nyata, tetapi -- pd ingatan saya
berbeda ber.be.da [v] ada bedanya; berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yg -, seorang panjang dan seorang lagi pendek
berbelakang-belakangan ber.be.la.kang-be.la.kang.an [v] saling membelakangi; saling menghadapi ke arah yg berlawanan: letak rumah mereka -; mereka duduk -, bertolak belakang
berbelasungkawa ber.be.la.sung.ka.wa [v] menyatakan ikut berduka cita
berbeli-beli ber.be.li-be.li [v] (1) saling membeli: setelah berunding, kedua negara itu -- hasil negeri masing-masing; (2) cak berbelanja banyak (di pasar, di toko, dsb): menjelang Lebaran, banyak orang -- di pasar
berbelian ber.be.li.an [v] memanggil dukun untuk mengobati orang sakit: orang kampung masih suka -- untuk mengobati penyakitnya
berbelit-belit ber.be.lit-be.lit [v] (1) melilit-lilit: suluran-suluran itu -- pd pohon-pohon besar; (2) berkelok-kelok dan berlingkar-lingkar: jalan ke puncak gunung itu --; (3) berjalin-jalin; bertali-tali (dng); bersangkut paut (dng); kusut atau rumit sekali: masalah korupsi adalah masalah yg -- dan melibatkan orang banyak
berbelon ber.be.lon [v] berusaha menyeberangi garis pemisah petak yg satu dr yg lain pd permainan galah panjang
berbelut ber.be.lut [Mk v] menangkap belut; bagai si kudung panji -, pb pekerjaan yg dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia; kena kecipuk orang -, pb terlibat dl perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain
berbenak ber.be.nak [v] (1) berotak; (2) pintar: tidak -, ki bodoh sekali
berbesan ber.be.san [v] berhubungan menjadi besan: beliau tidak sudi -- dng orang sehina saya ini
berbetul ber.be.tul [ark v] mengatur atau memperbaiki letak pakaian (sanggul dsb)
berbidan ber.bi.dan [v] meminta pertolongan (ditolong oleh) bidan waktu melahirkan (anak); beranak tiada -, pb mendapat kesusahan (kecelakaan dsb) krn salahnya sendiri
berbiku-biku ber.bi.ku-bi.ku [v] mempunyai (ada) lipatan (pd tepi kain dsb); bertakik; bergerigi
berbilang irasional ber.bi.lang irasional [Mat] bilangan yg tidak dapat dinyatakan dng bilangan pecahan atau bilangan yg bukan bilangan rasional (spt 2, 3, 5, 7)
berbilang kardinal ber.bi.lang kardinal [Mat] bilangan yg menyatakan banyaknya anggota suatu himpunan
berbilang utuh ber.bi.lang utuh bilangan yg menyatakan jumlah satuan secara penuh; bilangan bulat
berbintang ber.bin.tang [v] (1) ada bintangnya: langit tiada -; (2) memakai bintang: dia seorang perwira tinggi -- dua; (3) mempunyai rasi; berzodiak: anakku -- Taurus
berbisa ber.bi.sa [v] (1) mengandung zat racun: ular -; (2) ki dapat merusakkan akhlak kehidupan: ajarannya -- bagi masyarakat; (3) mengandung unsur jahat yg dapat menjerumuskan orang lain; (4) ki menyakitkan (hati): mulutnya -
berbisik ber.bi.sik [v] (1) berkata dng suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring): bicaranya spt orang -, mana bisa kutangkap dng jelas; (2) ki berbuat dng diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain): rupanya ada yg -- hendak menyerang kita
berbohong ber.bo.hong [v] menyatakan sesuatu yg tidak benar; berbuat bohong; berdusta: jangan coba-coba -, nanti pasti ketahuan
berbondong-bondong ber.bon.dong-bon.dong [v] berduyun-duyun: orang -- menuju stadion Senayan untuk menonton pertandingan sepak bola
berbual ber.bu.al [v] (1) meluap (memancar) ke luar dan biasanya berbuih: timbul seleranya melihat bir -- dl gelas; tampak air -- di belakang kapal yg sedang berlayar; (2) ki keluar serentak: kenangan lama -- ke luar setelah aku berada kembali di desa tempat aku dibesarkan [v] mengobrol; bercakap yg bukan-bukan (sombong): kalau sudah -, dia lupa akan waktu
bercacah jiwa ber.ca.cah ji.wa [v] berjumlah penduduk; mempunyai jumlah penduduk: negara itu ~ seratus juta orang
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercakrawala ber.cak.ra.wa.la [v ki] mempunyai cakrawala; mempunyai pedoman tertentu: dl praktik, banyak orang yg hidupnya ti-dak ~
bercatur ber.ca.tur [v] (1) bermain catur (sekak): ia baru belajar ~; (2) bergambar (bersulam) berpetak-petak sbg papan catur: kasur yg ~; kain ~
bercemas ber.ce.mas [v] merasa cemas (khawatir, takut) akan sesuatu: jangan kau ~ akan nasibnya
bercerai-cerai ber.ce.rai-ce.rai [v] terpisah-pisah; berantakan: setelah direndam di air, kerak nasi itu menjadi ~
bercunduk ber.cun.duk [v] bertusuk konde: anak gadis tidak boleh ~ bunga
berdada-dadaan ber.da.da-da.da.an [v ki] berkelahi seorang lawan seorang; beradu dada
berdagang (diri) ber.da.gang (di.ri) [v] mengembara ke negeri orang
berdakwah ber.dak.wah [v] (1) mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; (2) berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: sekali seminggu datanglah seorang mubalig untuk ~ di desa itu
berdamai ber.da.mai [v] (1) berbaik kembali; berhenti bermusuhan: kedua negara yg berperang itu telah ~; (2) berunding untuk mencari kesepakatan (tt harga): harga boleh ~
berdarah dingin ber.da.rah dingin memiliki jenis darah yg memungkinkan dapat hidup di darat dan di air (spt katak, buaya, anjing laut); (2) ki tidak berperasaan; tidak mempunyai rasa belas kasihan
berdatuk ber.da.tuk [v] memanggil datuk kpd seseorang: anak-anak ~ kpd ayahku
berdecak-decak ber.de.cak-de.cak [v] (1) mengeluarkan bunyi decak (jam); (2) membuat bunyi "cek" dng mulut untuk menyatakan kekaguman atau keheranan mengenai sesuatu
berdegar-degar ber.de.gar-de.gar [v] berbunyi degar-degar: ~ pintu gerbang itu ditendang orang; (2) a keras (cakapnya): cakapnya ~ menakutkan anak-anak
berdekat ber.de.kat [v] (1) berada (duduk dsb) dekat atau hampir (satu dng yg lain): dua anak ini tidak boleh ~ , kalau ~ pasti bertengkar; (2) kl berhubungan rapat; berbaik: siapa yg ~ dng penjudi akan menjadi penjudi; (3) ki berbareng; bergandengan: kesukaan itu selalu ~ dng kedukaan
berdengkang-dengkang ber.deng.kang-deng.kang [v] (1) berbunyi "kang, kang" (tt katak); (2) terbahak-bahak (tt tertawa)
berdentam ber.den.tam [v] berbunyi dentam: kedengaran suara drum kosong ~ dipukul orang
berderak ber.de.rak [v] berkertak
berderak-derak ber.de.rak-de.rak [v] berkertak-kertak
berderap ber.de.rap [v] berbunyi spt bunyi kaki orang berjalan [v] (1) berlari cepat (tt kuda dsb); (2) melangkah cepat; bergerak laju: pembangunan daerah dewasa ini ~ dng sangat menggembirakan
berdesau ber.de.sau [v] berbunyi spt bunyi air dicurahkan dsb: angin malam yg ~ mendinginkan jasmani dan segala perasaan cintaku
berdesus-desus ber.de.sus-de.sus [v] berbunyi spt orang berbisik-bisik
berdiam ber.di.am [v] (1) tidak berkata apa-apa: ia hanya ~ diri ketika polisi menginterogasinya; (2) tidak berbuat apa-apa: ia masih ~ saja walaupun orang sudah mengingat- kannya
berdikari ber.di.ka.ri [v] (1) cak berdiri di atas kaki sendiri; (2) ki tidak bergantung pd bantuan orang lain; mandiri: orang yg sudah dewasa harus hidup --
berdiri sendiri ber.di.ri sendiri [ki] (1) tidak tergantung pd orang lain; mandiri; (2) tidak diperintah atau dijajah negara lain; merdeka (tt negara)
berdosa ber.do.sa [v] (1) berbuat dosa: dilakukannya perbuatan yg nista itu tanpa perasaaan ~; (2) berbuat kesalahan: ia merasa ~ kpd orang tuanya krn tidak mematuhi perintah dan nasihatnya
berdua ber.dua [num] dua orang bersama-sama; terdiri atas dua orang: mereka ~ masuk warung hendak minum kopi
berdua-dua ber.du.a-dua [v] selalu berdua; membentuk kelompok terdiri atas dua orang: selesai membentuk lingkaran, para penari berjalan ~ menuju ke depan panggung
berduel ber.du.el [v] (1) melakukan duel (perang tanding); (2) cak berkelahi seorang lawan seorang
berduit ber.du.it [v cak] mempunyai uang banyak; beruang: hotel mewah hanyalah tempat penginapan orang-orang ~; kaum ~ yg mengunjungi tempat itu
berebut temiang hanyut [pb] dua orang yg memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya
berebut-rebut be.re.but-re.but [v] berlomba-lomba atau dahulu-mendahului di antara orang banyak
beregu be.re.gu [v] berupa regu; berkelompok yg terdiri atas beberapa orang: balap sepeda ~ diadakan di jalan raya bebas hambatan;
beremas ber.e.mas [v] (1) memakai (perhiasan) emas: jari-jarinya yg ~ itu menarik perhatianku; (2) mempunyai emas (berharta, kaya): hanya orang yg ~ saja yg diundang
berempati ber.em.pa.ti [v] melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~
berenggan-enggan ber.eng.gan-eng.gan [a] acuh tak acuh; bermalas-malasan; agak enggan: janganlah ~ , kerjakanlah cepat-cepat supaya lekas selesai
berengkau ber.eng.kau [v] menggunakan kata engkau (dl bercakap-cakap); menyebut engkau (kurang takzim)
berentang be.ren.tang [v] , mem.be.ren.tang v menyentak (tali dsb) supaya lepas; merentak
beresa-esaan ber.e.sa-e.sa.an [v] (1) cak berada seorang diri saja; (2) merasa lengang
beresah-resah be.re.sah-re.sah [v] (1) berada dl resah; berusuh hati: sejak menerima kabar itu, ia ~ seorang diri di kamarnya
bergaduh ber.ga.duh [v] (1) berbuat gaduh (ribut, rusuh): jangan ~ di sini krn ada orang sakit; (2) berbantah; bercekcok: tidak putus- putusnya ia ~ dng istrinya; (3) bercampur aduk; bercampur baur: yg buruk dng yg baik ~ , susah dibedakan lagi
bergajul ber.ga.jul [a] buruk kelakuannya (jahat); suka membangkitkan kemarahan orang
bergala ber.ga.la [v] (1) bersambung erat-erat; (2) berkaitan (antara dua hal); berhubungan (antara dua orang)
bergandung ber.gan.dung [v] (1) berambau; memakai gandung; (2) bermuat barang yg diletakkan di gandung
bergantung ber.gan.tung [v] (1) bersangkut atau berkait pd sesuatu yg lebih tinggi; (2) cak berpegang: ia ~ pd ambang pintu bus; (3) menyandarkan diri (kpd): meskipun telah kawin, hidupnya masih ~ pd orang tuanya; (4) terikat pd (kekuasaan, kemauan, keadaan, atau hal lain); terpulang kpd: berhasil tidaknya ~ kpd kita sendiri
bergantung (ke)pada ber.gan.tung (ke)pada berpaut; berpegang; bersangkut pd sesuatu yg tinggi; (2) bersandar pd orang lain; (3) dikuasai oleh keadaan, hal, atau orang lain
bergantung di ujung rambut ber.gan.tung di ujung rambut tidak tetap (tt nasib) seseorang; harap-harap cemas
bergantung pd tali rapuh ber.gan.tung pd tali rapuh [pb] menyandarkan hidupnya pd orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yg lemah atau tidak tetap
bergantung tidak bertali (sehasta tali) ber.gan.tung tidak bertali (sehasta tali) [pb] (a) perempuan yg ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan; (b) keadaan seorang gundik yg tidak sah
bergaya ber.ga.ya [v] berkekuatan; bertenaga; berdaya: penghuni rumah itu tidak ~ berhadapan dng perampok bersenjata itu [v] (1) mempunyai ragam yg khusus; (2) memakai ragam: hidup ~ kebarat-baratan; (3) mempunyai bentuk khas: candi ~ Hindu; (4) bersikap; bertingkah: ia ~ mencurigakan orang yg melihatnya; (5) memakai sikap (gerakan) tertentu (dl olahraga); (6) bersikap elok (bagus, pantas, dsb): peragawati itu ~ di depan penonton
bergelambir ber.ge.lam.bir [v] (1) mempunyai gelambir; (2) bergantung menggelepai spt gelambir (tt kulit orang tua)
bergelantungan ber.ge.lan.tung.an [v] bergantung (tt sesuatu yg berjumlah banyak): orang-orang itu ~ pd besi pegangan di dl bus kota
bergelimpangan ber.ge.lim.pang.an [v] bergeletakan; berkaparan: mayat-mayat ~ di lapangan
bergendang paha ber.gen.dang paha bersuka ria krn orang lain menderita celaka
bergentar ber.gen.tar [v] bergerak berulang-ulang dng cepatnya (krn ketakutan); menggetar
bergerilya ber.ge.ril.ya [v] berperang dng taktik (siasat) gerilya: mereka ~ di hutan-hutan melawan serdadu Belanda
bergosip ber.go.sip [v] melakukan gosip; bergunjing: banyak orang yg datang ke warung itu untuk sekadar ~ sambil melihat lalu lintas yg selalu ramai
bergunjing ber.gun.jing [v] berbicara (beromong-omong) tt kejelekan (kekurangan) seseorang dsb
berhajat ber.ha.jat [v] (1) bermaksud; berniat akan: setelah selesai ujian, ia ~ menengok orang tuanya di kampung; (2) berharap; membutuhkan; memerlukan: rakyat ~ akan pemerintahan yg adil dan bijak
berhakim ber.ha.kim [v] meminta supaya diadili perkaranya kpd: hendaklah ~ kpd orang yg jujur
berhakim kpd beruk ber.ha.kim kpd beruk [pb] meminta pengadilan kpd orang yg tamak niscaya akan rugi
berhal ber.hal [v] (1) ada suatu urusan (krn perselisihan dsb); berurusan: jika ada orang yg ~ dan meminta tolong kepadanya, ia selalu menerimanya dng baik; (2) mendapat kesukaran (halangan dsb): ia meminta izin tidak masuk bekerja krn sedang ~
berhamba ber.ham.ba [v] (1) menjadi hamba; mengabdi: mereka ~ kpd raja; (2) mempunyai hamba: sang putri ~ empat orang; (3) memakai kata hamba (menyebutkan dirinya hamba): ia selalu ~ jika berkata-kata dng atasannya
berhampiran (dng) ber.ham.pir.an (dng) [v] berdekatan (dng): sumur tidak boleh ~ dng jamban
berharapkan ber.ha.rap.kan [v] berharap akan: anak yatim piatu ~ kasih sayang orang tua
berhenti ber.hen.ti [v] (1) tidak bergerak (berjalan, bekerja, dsb) lagi; tidak meneruskan lagi; mandek: jantungnya ~ berdenyut; (2) berakhir; selesai; tamat: siaran televisi ~ pd pukul dua puluh tiga; (3) mengaso; beristirahat; berjeda: maka ~ lah ia sebentar, beristirahat di bawah pohon; (4) meletakkan jabatan (pekerjaan dsb) lagi: Pak Lurah akan ~ pd akhir bulan ini
berhindu bersuku ber.hin.du bersuku orang dr golongan bangsawan; orang baik-baik
beri tahu be.ri ta.hu [v] mem.be.ri ta.hu v menjadikan supaya tahu (mengerti): saya akan -- orang tuanya di kampung tt keadaan anak itu
beria-ria be.ria-ria [v] bersuka-suka; bersenang-senang; bergembira: orang lain ~ , dia tenggelam dl duka nestapa
beribu-ribu be.ri.bu-ri.bu [num] beberapa ribu: setiap malam ~ orang mengunjungi pekan raya itu
berimpit-impit ber.im.pit-im.pit [v] berdesak-desak; sesak-menyesak: orang ~ di tepi jalan hendak melihat tamu agung itu
berimprovisasi ber.im.pro.vi.sa.si [v] melakukan sesuatu (berpidato, mem-bawakan puisi, musik, dsb) tanpa persiapan lebih dahulu: beberapa orang penyanyi yg tampil di layar televisi gagal krn tidak mampu ~
berintrospeksi ber.in.tro.spek.si [v] mengadakan atau melakukan intro-speksi; mengoreksi diri: ~ lah dulu sebelum mencela atau mengkritik orang lain
berisi ber.i.si [v] (1) ada isinya; tidak kosong; tidak hampa: senapan itu ~; (2) ki berilmu; mempunyai kesaktian: orang tua-tua pada zaman dulu banyak yg ~ sehingga tidak mempan oleh senjata apa pun; (3) padat dan kuat (tt tubuh): badannya kecil, tetapi ~; (4) mengandung; memuat: amplop itu ~ uang
berita keluarga berita yg berisikan hal-ihwal keluarga, spt kelahiran, ulang tahun, perkawinan, perceraian, dan kematian (biasanya disiarkan melalui radio): -- kematian berita tt kematian seseorang
beritawan be.ri.ta.wan [ark n] orang yg menyiarkan berita; pemberita; wartawan
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjahat ber.ja.hat [v] (1) berbuat jahat (spt berzina); berbuat dosa; (2) bercakap-cakap menjelek-jelekkan nama baik orang lain; memfitnah(kan)
berjajan ber.ja.jan [v] (1) membeli penganan dsb di kedai atau yg dijajakan orang; mengudap: jangan ~ sembarangan; (2) ki pergi ke tempat pelacuran
berjalan-jalan ber.ja.lan-ja.lan [v] bersenang-senang dng berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dsb): banyak orang ~ pd pagi hari untuk menghirup udara segar
berjambar ber.jam.bar [v] berhidangan: Bendahara boleh makan ~ tunggal
berjampi ber.jam.pi [v] bermantra; telah dimantrai: kata orang, air ~ itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit
berjanji ber.jan.ji [v] (1) mengucapkan janji; menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu (memberi, menolong, datang, dsb): ia ~ hendak melunasi utang adiknya pd akhir bulan ini; (2) menyanggupi akan menepati apa yg telah dikatakan atau yg telah disetujui: kedua belah pihak ~ akan selalu bekerja sama
berjantan ber.jan.tan [v kas] bersetubuh (bagi orang perempuan)
berjenaka ber.je.na.ka [v] berbuat atau mengucapkan sesuatu yg membuat orang tertawa; berbuat lucu; bergurau: orang yg pandai ~ selalu tampak awet muda
berjibun ber.ji.bun [v] berutang banyak; (2) Cn a cak banyak sekali (tt orang)
berjiwa ber.ji.wa [v] (1) ada jiwanya; bernyawa; hidup; (2) berisi (mengandung sesuatu yg utama, penting, dsb): sajak yg tidak ~; (3) mempunyai perasaan batin (bersemangat dsb) spt: orang yg ~ pelaut
berkaki ber.ka.ki [v] (1) ada kakinya; mempunyai (memakai) kaki: kerbau ~ empat; (2) bersandar (bergantung): ia masih ~ pd orang tuanya
berkamit-kamit ber.ka.mit-ka.mit [v] bergerak-gerak mulutnya atau bibirnya (spt orang berdoa dsb)
berkampung ber.kam.pung [kl v] berkumpul; berhimpun: sekalian orang pun ~ dulu sebelum berangkat
berkapar ber.ka.par [v ki] terletak (terhantar, berhanyutan) berserak-serak tidak keruan: pd dini hari itu, ditemukan beberapa sosok mayat ~ di sungai
berkarya ber.kar.ya [v] (1) mempunyai pekerjaan tetap; berprofesi; (2) mencipta (mengarang, melukis, dsb): orang mencari kepuasan dl hal ~
berkasak-kusuk ber.ka.sak-ku.suk [v] berbuat (melakukan perbuatan) mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkata peliharakan lidah [pb] ... tidak akan menghiraukan cemoohan orang
berkata-kata dng lutut [pb] berkata-kata dng orang bodoh
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkecil hati ber.ke.cil ha.ti [v] (1) agak marah; tersinggung; (2) tawar hatinya; takut; hilang keberaniannya
berkecimpung ber.ke.cim.pung [v] (1) ki bergerak (dl); berurusan (dl): orang yg ~ dl bidang pendidikan harus bersikap dinamis dan jujur; (2) bermain air dng menepuk-nepuk air atau memukul-mukulkan kaki ke air sehingga berbunyi "pung-pung" (pd waktu mandi); (3) berbunyi "pung-pung" spt air ditepuk
berkecumik ber.ke.cu.mik [v] berkomat-kamit; dng tidak disadarinya ia tersenyum seorang diri, mulutnya ~ seakan sedang berdoa
berkedai ber.ke.dai [v] (1) membuka kedai; berdagang kecil-kecilan: banyak orang ~ di tepi jalan; (2) berbelanja di kedai: ia hendak ~ ke pasar
berkedip ber.ke.dip [v] (1) bergerak membuka dan menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); berkejap: mata orang itu ~ sebentar sebelum mengangguk setuju; (2) tampak seolah-olah bernyala dan padam berganti-ganti (tt nyala lampu, dian, dsb); berkelip(-kelip)
berkelainan ber.ke.la.in.an [v] mempunyai kelainan; cacat: anak-anak ~ tidak boleh diisolasi krn mereka juga merupakan bagian dr masyarakat
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berkelar ber.ke.lar [v] bertakik-takik; berjalur-jalur; bergelang-gelang (pd lipan dsb)
berkelebihan ber.ke.le.bih.an [adv] (1) bersisa; ada lebihnya: daerah itu ~ hasil padinya; (2) mempunyai keunggulan (kepandaian dsb yg melebihi orang lain): tidak sedikit orang yg ~ , tetapi tidak dikenal orang; (3) berlebihan; teramat banyak; (4) terlalu: perangaimu itu telah ~ benar
berkeluarga ber.ke.lu.ar.ga [v] (1) berumah tangga; mempunyai keluarga: bagi orang yg sudah ~ penghasilan sebanyak itu tidak akan cukup; (2) bersanak saudara (dng); berkerabat (dng): ia masih ~ dng kepala kampung; (3) menikah; mempunyai istri (suami): ia akan ~ kalau sudah menjadi sarjana
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berkemudi di haluan ber.ke.mu.di di haluan, bergilir ke buritan [pb] orang yg menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya
berkena-kenaan ber.ke.na-ke.na.an [v] saling mengena: perkataan kedua orang itu selalu ~
berkenaan ber.ke.na.an [v] (1) bertepatan (dng); sehubungan (dng): ~ dng ulang tahun ygke-5 akan diadakan perayaan besar-besaran; (2) berhubungan (dng); berkaitan (dng): pengunduran dirinya sbg anggota organisasi itu diduga ~ dng peristiwa semalam; (3) setuju; sesuai; cocok: kedua orang muda itu sudah ~
berkeringat dingin ber.ke.ri.ngat dingin berpeluh bukan krn bekerja, hawa panas, dsb, melainkan krn takut, masuk angin, dsb; (2) ki gemetar tidak keruan (krn takut, perasaan cemas)
berkerudung ber.ke.ru.dung [v] memakai kerudung: seorang perempuan tua yg ~ mengacungkan (menadahkan) tangannya minta sedekah
berketar-ketar ber.ke.tar-ke.tar [v] menggeletar; gemetar (krn takut dsb); menggigil: dia kelihatan takut dan ~
berkilah ber.ki.lah [v] berusaha memutarbalikkan kebenaran (dng menyangkal dsb); mencari-cari alasan: di depan orang yg searif dan sebijaksana itu ia tidak dapat ~ lagi
berkisaran ber.ki.sar.an [v] berputar (terus-menerus); beputaran: matanya ~ dng liar, spt mata orang mabuk
berkorban ber.kor.ban [v] (1)menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; menjadi korban; menderita (rugi dsb); (2) memberikan sesuatu sbg korban: kami rela ~ demi kejayaan nusa dan bangsa
berkubu ber.ku.bu [v] (1) memakai kubu; diperkuat dng kubu; bertahan dl kubu: tentara Islam ~ di bandar Medinah untuk menghindari serangan orang musyrik; (2) menangkap dng kubu
berkubur ber.ku.bur [v] (1) dimakamkan (tt mayat); mempunyai kubur: pd masa peperangan banyak orang mati tidak ~; (2) (sudah) mati: orang yg sudah ~ jangan dibicarakan lagi
berkung ber.kung [n] sampan kecil yg hanya dapat memuat beberapa orang
berladang ber.la.dang [v] mempunyai (mengusahakan) ladang: di sini tidak banyak orang ~
berlagak ber.la.gak [v] (1) menyombongkan diri: baru jadi anggota Hansip, ia sudah ~ , apalagi jadi tentara; (2) berlaku spt (pemberani, orang pandai, dsb); berpura-pura: ketika ditanya polisi, ia ~ tidak tahu-menahu
berlain-lainan ber.la.in-la.in.an [v] tidak sama; bermacam-macam: pendapat orang ~
berlantai ber.lan.tai [v] mempunyai lantai: di sebuah rumah yg berukuran sangat minim, berdinding bilik, dan ~ tanah, hidup seorang nenek yg sudah uzur dan tua renta
berlapak judi ber.la.pak judi [Jk] tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi)
berlayar atas angin ber.la.yar atas angin [pb] mendapat bantuan atau sokongan orang lain
berlayar bernakhoda ber.la.yar bernakhoda, berjalan dng yg tua [pb] setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yg ahli atau yg berpengalaman
berlebih-lebihan ber.le.bih-le.bih.an [adv] (1) atas-mengatasi: dl perdebatan itu mereka hanya ~ , bukan mencari kebenaran; (2) teramat sangat; sangat lebih dr keadaan sebenarnya: katakanlah apa adanya jangan ~
berlena ber.le.na [v] berlalai-lalai; berlama-lama: ia suka ~ jika disuruh ibunya pergi
berlepas diri ber.le.pas diri tidak turut campur dl perkara orang lain; (2) menghindarkan tanggung jawab atas sesuatu yg telah diperbuat
berlidah panjang ber.li.dah panjang suka menyampaikan rahasia (perkataan) orang kpd orang lain
berlima ber.li.ma [num] bersama-sama lima (tt orang dsb): rumah itu mereka diami ~
bermenantu ber.me.nan.tu [v] mempunyai menantu: ia -- seorang warga asing
bermesum ber.me.sum [v] berbuat mesum: dia menuduh orang lain yg telah membajak saluran teleponnya untuk keperluan --
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bermewah-mewahan ber.me.wah-me.wah.an [v] serba banyak dan berlebih-lebihan: sekelompok orang berharta mempunyai kebiasaan hidup --
bermitra ber.mit.ra [v] menyatakan atau mengakui sbg mitra
bermobil ber.mo.bil [v] (1) mempunyai mobil: sbg orang kaya dia -- banyak; (2) naik (mengendarai) mobil: tiap hari saya -- ke kantor
bermoncong ber.mon.cong [v] (1) mempunyai moncong: buaya yg -- pendek disebut buaya katak; (2) ki kas berkata sambil bersungut- sungut
bermuatan ber.mu.at.an [v] berisi; dibebani dng; mengangkut: truk -- sayur-sayuran; bus itu -- tiga puluh empat orang
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bernafsi-nafsi ber.naf.si-naf.si [v] (menurut kepentingan) orang-seorang, sendiri-sendiri; secara perseorangan; mementingkan diri sendiri: mereka ~ mengemukakan keberatan masing-masing; di kota besar orang mulai hidup ~ tidak merasa perlu memikirkan orang lain
bernama ber.na.ma [v] (1) memakai nama; mempunyai nama: sbg orang yg ~ , aku tidak suka kaupanggil tanpa nama atau tanpa sapaan; (2) ark mendapat nama; masyhur; terkenal: ia menyuruh memanggil tabib yg ~ itu
bernapas ke luar badan ber.na.pas ke luar badan [pb] lebih percaya pd pendapat orang lain dp percaya pd pendapat sendiri
berniaga di ujung lidah [pb] orang pandai yg tidak jujur
bernilai ber.ni.lai [v] (1) mempunyai nilai (harga uang dsb): mata uang yg ~ seratus rupiah; (2) bermutu; berharga: ia berhasil menciptakan tarian baru yg ~ tinggi
bernyali ber.nya.li [v ki] mempunyai keberanian; berani: orang yg tidak ~ tidak dapat diajar berburu
bernyali kecil ber.nya.li kecil takut
berodi be.ro.di [v] bekerja rodi: mereka disuruh ~ memperbaiki jalan
beroleh ber.o.leh [v] (1) mendapat; menerima: -- manfaat daripadanya; (2) kl boleh; dapat: mudah-mudahan anakmu -- selamat di jalan
beron be.ron , mem.be.ron v menikahi seorang gadis yg masih sangat muda
berorientasi ber.o.ri.en.ta.si [v] (1) melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu); (2) mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg -- ke Barat
berpadang ber.pa.dang [v] , ~ luas ki (1) boleh berbuat atau memilih sekehendak hati; (2) sabar
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpahit-pahit ber.pa.hit-pa.hit [v] (1) ki bersusah-susah; berprihatin; (2) ki menyatakan segalanya dng terus terang (tidak hanya yg baik-baik)
berpamitan ber.pa.mit.an [v] minta pamit; minta diri: sebelum berangkat sekolah, dia selalu ~ kpd orang tuanya
berpamor ber.pa.mor [v] (1) memakai pamor: ia sangat menyayangi keris yg ~ itu; (2) bersemarak; beperbawa; mulia: sejak kejadian itu ia bukan orang ~ lagi di depan anak buahnya
berpandai-pandai ber.pan.dai-pan.dai [v] berbuat sesuatu untuk orang lain tanpa bertanya dulu kpd yg berkepentingan
berpangkat ber.pang.kat [v] (1) mempunyai pangkat: ia ~ kolonel; (2) berkedudukan tinggi: gadis itu mendapatkan suami orang ~
berpantang ber.pan.tang [v] (1) sedang dl keadaan tidak boleh makan sesuatu yg terlarang krn dapat mengganggu kesehatan dsb: ia ~ makan sambal krn sedang sakit perut; (2) tidak mau; tidak boleh (biar bagaimanapun): kita ~ menyerah kpd musuh; terus maju, ~ mundur
berpaspor ber.pas.por [v] memiliki (mempunyai) paspor: lima orang wisatawan asing ditangkap krn ~ palsu
berpasrah ber.pas.rah [v] berserah (diri): ~ diri kpd Tuhan sambil berdoa agar terhindar dr malapetaka
berpelajaran ber.pel.a.jar.an [v] mendapat pendidikan di sekolah: istrinya seorang yg ~
berpenampilan ber.pe.nam.pil.an [v] mempunyai penampilan; gaya penampilan; tampil dng ...: hilangnya masa kanak-kanak dapat membuat seorang anak ~ spt orang dewasa
berpengalaman ber.peng.a.lam.an [v] mempunyai pengalaman; telah banyak pengalaman: ia seorang pemain sepak bola yg ~
berpesan ber.pe.san [v] (1) memberi pesan (kpd); menyuruh (meminta) supaya perkataan dsb dilakukan atau disampaikan kpd orang lain: sebelum berangkat ia ~ kpd istrinya supaya merawat anaknya baik-baik; ia sudah ~ kpd saya kalau ada orang datang agar menunggu sebentar; (2) memberi nasihat (wasiat ketika akan meninggal dunia): orang tua itu ~ kpd anak cucunya agar dia dikuburkan di dekat rumahnya
berpetaruh ber.pe.ta.ruh [v] (1) memberi wasiat (amanat); memberi nasihat; berpesan: neneknya ~ kpd cucu-cucunya agar mereka rukun dan saling membantu demi keutuhan dan kejayaan keluarga; (2) Mk menitipkan sesuatu kpd orang lain: Ibu ~ uang untuk adik pd tetangga
berpilih-pilih ber.pi.lih-pi.lih [v] memilih dng amat teliti (tidak sembarangan): dia ~ gadis untuk dijadikan istrinya; (2) a jarang dan susah didapat; sedikit saja (yg); tidak sembarang (orang dsb): pd waktu itu ~ orang yg mempunyai mobil; ~ orang yg bersedia menjadi pemimpin perkumpulan itu
berpilin ber.pi.lin [v] dl keadaan dipilin (dibelit): bungkusan itu diikatnya dng tali ~; tambang itu ~ tiga; orang gentar melihat misainya yg tebal ~ itu; (2) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpondong ber.pon.dong [v] memakai pondong; memakai pelindung dr panas matahari atau hujan dng pondong (untuk tanaman yg baru tumbuh): pohon-pohon jeruk yg masih ~ pun habis dicuri orang
berpraktik ber.prak.tik [v] melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): mereka ~ selama dua minggu; ia ~ sbg seorang astrolog
berpropaganda ber.pro.pa.gan.da [v] mengadakan propaganda: dipilihnya beberapa orang yg pandai ~
berpuak-puak ber.pu.ak-pu.ak [v] bergerombol; berkelompok(-kelompok): kelakuan orang ramai itu berasal dr zaman purba pd waktu manusia masih hidup ~
berpucuk ber.pu.cuk [v] (1) keluar pucuknya; (2) ada pucuknya: kata tak ~ , putusan yg terakhir
berpuluh-puluh ber.pu.luh-pu.luh [num] beberapa puluh: dia melihat ~ orang hukuman yg akan dikirim ke Nusakambangan
berpunya ber.pu.nya [v] (1) ada yg empunya: harta tidak ~; (2) sudah bersuami (beristri); sudah bertunangan: rupanya dia sudah ~; (3) berada; kaya: anak orang ~
berpuru ber.pu.ru [v] menderita sakit puru: orang yg ~ selalu hendak menggaruk
berputar ber.pu.tar [v] (1) berpusing; berkisar: roda ~ pd porosnya; (2) berganti arah; berbelok: ~ haluan; (3) beredar: uang baru sudah ~; (4) berkeliling: pesawat udara itu ~ empat kali di atas kota; (5) ki berpikir terus: otak saya ~ dan semalaman tidak dapat tidur; (6) cak sedang dipergunakan untuk berniaga (tt uang): uang masih ~ , belum ada yg masuk
berputar-putar ber.pu.tar-pu.tar [v] (1) berpusing-pusing: baling-baling itu ~ dng kencangnya; (2) berjalan (terbang dsb) berkeliling: ia ~ di lapangan itu beberapa kali; (3) tidak langsung menuju tempat dsb yg dituju; tidak langsung pd sasaran yg dituju; tidak langsung menyatakan maksud yg sebenarnya (tidak berterus terang): untuk mengakui bahwa dia salah, mengapa dia harus ~ spt itu; (4) berjalan-jalan berkeliling mencari angin: sore ini ia ~ dl kota
berputik ber.pu.tik [v] (1) mulai keluar putiknya; mulai berbuah; (2) ki tampak tanda-tanda yg menyatakan akan berhasil (tercapai maksudnya dsb)
berputrakan ber.put.ra.kan [v] mempunyai putra: baginda ~ seorang laki-laki yg elok parasnya
bersaf-saf ber.saf-saf [a] berderet-deret: orang yg melakukan salat di masjid itu --
bersagar ber.sa.gar [v] (1) menggunakan sagar: kakeknya masih -- untuk menulis surat; (2) ada sagarnya; ijuk tidak -, pb keluarga yg tidak mempunyai laki-laki yg disegani orang
bersahabat ber.sa.ha.bat [v] (1) berkawan; berteman: jangan -- dng orang jahat; (2) menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat --
bersahaja ber.sa.ha.ja [a] sederhana; tidak berlebih-lebihan: orang desa itu hidupnya -
bersahutan ber.sa.hut.an [v] (1) berbalasan; bersambutan; saling menjawab: untuk memeriahkan pesta itu, mereka berpantun -; (2) susul-menyusul: suara orang azan terdengar -
bersaingan ber.sa.ing.an [v] (1) saling berlawanan; saling bertentangan: kedua orang itu tidak ada yg mau mengalah, mereka terus -; (2) berlomba; dahulu-mendahului: mereka -- dl mengejar cita-cita
bersakit-sakit ber.sa.kit-sa.kit [v] (1) bersusah payah (untuk mencapai sesuatu); berusaha dng tidak mengenal lelah: jika kamu segan -- tak akan berhasil usahamu; (2) selalu menderita sakit: sudah sebulan lebih ia -- saja; (3) menderita kesukaran (kesusahan dsb): dahulu ia hidup -, tetapi kini hidupnya senang
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersalahan ber.sa.lah.an [v] (1) berbeda; berlainan: raut wajah gadis itu -- dng raut wajah ibunya; (2) berselisih: ia -- pendapat dng atasannya tt cara menyusun laporan keuangan; (3) bertentangan; tidak sesuai dng: sepak terjangnya -- dng kepercayaan dan keyakinan yg dianutnya; (4) berbantah; bercekcok: dl banyak hal kedua orang itu sering -; (5) ki kurang sehat (badan); menyalah: badannya agak -- sehari ini
bersama ber.sa.ma [v] (1) berbareng; serentak: kami berangkat -- ke sekolah; (2)semua; sekalian: kewajiban itu telah dibebankan kpd kita -; (3) seiring dng: -- surat ini, kami sampaikan seberkas laporan tahunan perusahaan
bersandar di lemang hangat [pb] berlindung kpd orang yg jahat (zalim dsb)
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
bersangkal ber.sang.kal [v] (1) tidak mau menurut (mengerjakan dsb): ia -- akan nasihat orang tuanya; (2) ingkar; tidak mengaku: mula-mula ia -, tetapi akhirnya mengaku juga
bersangkutan ber.sang.kut.an [v] (1) berhubungan; bertalian: persoalan yg tidak -- dng usaha kita perlu dibicarakan dl rapat ini; (2) terlibat (dl suatu perkara, persoalan, dsb): beberapa orang yg -- dl perkara itu sudah ditahan polisi; (3) berkepentingan: mereka yg -- dapat berhubungan langsung dng kepala kantor
bersantap rohani ber.san.tap rohani sesuatu (spt bacaan) yg berguna untuk memperkaya batin seseorang; rezeki batin: kuliah subuh yg disiarkan setiap pagi itu merupakan -- rohani yg baik untuk muda-mudi kita
bersaudara ber.sau.da.ra [v] (1) mempunyai saudara: ia tidak -- lagi; (2) adik beradik; beradik berkakak: dua orang -- itu hidup rukun
berseberangan ber.se.be.rang.an [v] (1) berhadapan duduknya atau letaknya: pd waktu makan malam ibunya selalu duduk -- dng bapaknya; (2) terletak di seberang jalan (sungai dsb), yg satu di seberang sana dan yg satu lagi di seberang sini: rumah kami -- jalan; (3) berada pd pandangan, pendirian, dsb yg berbeda: tokoh muda itu -- dng pemerintah
bersedu-sedu ber.se.du-se.du [v] mengeluarkan suara, spt pd orang yg lama menangis; keluar suara yg terputus-putus atau timbul tenggelam (krn lama menangis, dsb); isak
bersekat-sekat ber.se.kat-se.kat [v] berbagi-bagi atau terpisah-pisah dng sekat (hingga berpetak-petak): beberapa keluarga tinggal di rumah besar yg -- di dalamnya
berselisih ber.se.li.sih [v] berbeda; ada selisihnya: jumlahnya -- Rp5.000,00; (2) adv berlainan pendapat dsb; bertikai; berbantah; bersengketa: mereka selalu hidup rukun, tidak pernah -; -- jalan berpapasan bertemu di jalan, tetapi masing-masing menempuh jalannya sendiri: jembatan bambu yg sempit itu hanya dapat dilalui oleh dua orang -- jalan
berselubung ber.se.lu.bung [v] memakai selubung (spt berkerudung, berselimut, bertutup kepala, dsb): dia melihat seorang -- kain putih
bersembilan ber.sem.bi.lan [v] menjadi kelompok yg terdiri atas sembilan orang
bersenapan ber.se.na.pan [v] bersenjatakan senapan; membawa atau menyandang senapan
bersendengan ber.sen.deng.an [v] agak miring (senget dsb) letaknya: ketika angin kencang layar perahu --
bersendiri ber.sen.di.ri [v] terpisah dr yg lain; tidak berteman; menyendiri: ia -- mendatangi orang yg mengancamnya kemarin
bersentuhan ber.sen.tuh.an [v] (1) bersinggungan sedikit; bersenggolan: kulitku gatal rasanya -- dng baju bulu ini; (2) kontak (berkaitan) dng: apabila kedua kawat itu -- timbullah percikan api; (3) ki ada sangkut pautnya (dng): usul yg diajukannya tidak -- sedikit pun dng masalah yg sedang dibicarakan
bersep (kpd) ber.sep (kpd) [v] mempunyai kepala; mengabdi kpd: lebih baik saya keluar dp -- seorang pemarah
berserah diri ber.se.rah diri menyerahkan diri (tidak ada usaha untuk melawan): ia selalu -- diri saja; (2)pasrah akan nasibnya: ia telah -- diri kpd Tuhan Yang Mahakuasa; - simpan pekerjaan menyerahkan sesuatu (msl buku, rekaman suara) untuk disimpan dan dilestarikan (msl dl museum atau perpustakaan) [ki] (1) mengaku kalah; takluk; (2) memberikan dirinya kpd yg berwenang
berserah kabil berserah ka.bil [pb] sudah memercayakan sesuatu kpd orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)
berserakan ber.se.rak.an [v] berantakan; porak poranda; terletak tidak beraturan: muatan truk yg terbalik itu -- di lokasi kejadian
berserikat ber.se.ri.kat [v] (1) bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan agar orang-orang yg bermodal mau -- untuk mendirikan perusahaan penggilingan padi; (2) bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum buruh sudah insaf akan perlunya -; (3) bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang Dunia Kedua banyak negara yg -- untuk membasmi fasisme
berseru ber.se.ru [v] (1) memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: terdengar suara orang -, seolah-olah memanggil kita; (2) berkata atau bersuara nyaring: burung itu mengangguk-angguk sambil -, trilili, lili, lili; (3) mengajak atau menganjurkan: akhirnya, pembicara -- kpd hadirin supaya mem-bantu usahanya
bersetelan ber.se.tel.an [v] memakai setelan: seorang pemuda -- dan berdasai berjalan dng angkuhnya
bersiasat ber.si.a.sat [v] (1) melakukan siasat (penyelidikan, pemeriksaan); (2) menggunakan siasat (dng bijaksana, muslihat, taktik); bertindak atau bekerja dng cara baik; (3) bertanya: mereka -- adu domba; mereka -- pecah belah
bersikap masa bodoh [pb] tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain
bersimpati ber.sim.pa.ti [v] (1) menaruh kasih (kpd); suka (akan): dl pemilihan umum itu, banyak juga rakyat yg -- kpd golongannya; (2) ikut serta merasakan perasaan orang lain: banyak orang yg -- atas kemenangan tim itu
bersiut ber.si.ut [v] (1) bersiul nyaring; bersuit; berbunyi spt peluit nyaring; (2) berbunyi spt orang kepedasan; (3) berbunyi "siut": sesaat kemudian -lah cemeti yg ujungnya dibubuhi paku-paku timah mendera dagingnya
bersoal ber.so.al [v] (1) bertanya; memajukan soal: -- jawab; (2) mempunyai soal; (3) ki beralasan (mengajukan alasan untuk menolak dsb): kalau tidak mau, katakan saja tidak mau, jangan -- juga
bersombong ber.som.bong [v] meninggikan (memegahkan) diri; berkata (berbuat dsb) dng congkak: jadi orang jangan suka -, nanti tidak punya teman
bersongsong ber.song.song [v] berjalan (bergerak maju) menghadapi ...; bertemu (berlawanan arah); berpapasan (dng): ia dapat melihat seorang berkuda yg rupa-rupanya -- dng dia
bersuami ber.su.a.mi [v] (1) sudah kawin (tt wanita); mempunyai suami; (2) kawin dng (tt wanita): alangkah senangnya -(kan) seorang budiman spt beliau itu
bersudah-sudah ber.su.dah-su.dah [v] telah berakhir atau putus (tt perhubungan keluarga, laki-bini, persahabatan, dsb)
bersujud ber.su.jud [v] membungkuk dng meletakkan dahi ke lantai dan bertelekan dng kedua belah tangan
bersukaria ber.su.ka.ria [v] (1) bersuka-suka; bergirang hati; beramai-ramai (menyatakan kegirangan); bergembira ria; (2) bersenda gurau
bersukat ber.su.kat [v] (1) menakar dng sukat; (2) ditakar dng sukat
bersumpah ber.sum.pah [v] (1) menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dng sumpah; mengangkat sumpah: Presiden harus -- setia kpd undang-undang dasar; (2) berjanji dng sungguh-sungguh; berikrar: dia -- akan membalas kematian saudaranya; (3) sudah disumpah: belum semua pegawai negeri di kota itu -; penerjemah --
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bersungut-sungut ber.su.ngut-su.ngut [v] mencomel; menggerutu: setelah terjadi tawar-menawar harga, orang itu membayarnya juga meski-pun dng --
bersunyi-sunyi ber.su.nyi-su.nyi [v] mengasingkan diri ke tempat yg sunyi; menyendiri: rupanya ia seorang yg suka -
bersutan-sutan ber.su.tan-su.tan [v] (suka) menyombongkan kebangsawanannya; congkak krn kebangsawanannya: orang yg suka -- tidak akan banyak kawannya
bertabiat ber.ta.bi.at [v] (1) berperangai; berwatak; (2) bertingkah laku
bertadah amin ber.ta.dah amin memadukan kedua belah tangan selaku orang yg mengucapkan amin
bertadarus ber.ta.da.rus [v] melakukan tadarus: hampir di setiap masjid terdengar orang ~
bertanding ber.tan.ding [v] (1) berlawanan (dl berlomba, beradu tenaga, dsb): regu voli A ~ dng regu B di babak final; (2) seorang lawan seorang: mereka tidak berani ~ , beraninya main keroyokan; (3) ada bandingnya (imbangannya, lawannya): kecantikannya tiada ~ di seluruh negeri; (4) melawan; menyaingi; menyamai: pemain muda berbakat itu sekarang sudah sanggup ~ dng pemain kawakan yg sudah punya nama
bertanduk ber.tan.duk [v] (1) memakai tanduk; ada tanduknya; (2) mempunyai kekuasaan (wewenang): mau tidak mau kita harus patuh kpd orang yg ~; hewan ~ , hewan yg memiliki tanduk (sapi, kerbau, domba, kambing)
bertanya-tanya 1 ber.ta.nya-ta.nya 1 [v] bertanya ke mana-mana; berkali-kali bertanya (meminta keterangan dsb): ia masuk ke kampung, lalu ~ barangkali ada orang yg tahu; (2) a dl kebimbangan atau heran (seakan-akan bertanya di hati): ia pun tertegun ~ dl hati, apakah sebabnya hal itu terjadi
bertarah ber.ta.rah [v] sudah diratakan (dilicinkan) dng rimbas dsb (tt batang kayu)
bertaruh ber.ta.ruh [v] (1) (bermain dsb) dng taruhan; memasang taruh (spt dl perjudian): mereka bermain ceki hanya untuk bersenang-senang, tidak untuk ~; dl pacuan kuda itu hampir semua penonton ~; (2) mengatakan sesuatu dng memberi taruh (bahwa yg dikatakan itu benar): aku berani ~ bahwa pertandingan bulu tangkis dunia akan dimenangkan oleh regu kita
bertasyhid ber.tasy.hid [v] mengucapkan kalimat syahadat; menyatakan pengakuan iman (bersaksi dsb) dng mengucapkan kalimat syahadat
berteguh-teguh janji ber.te.guh-te.guh janji berjanji akan menepati apa yg dikatakan: setelah kedua sahabat itu ~ janji, berpisahlah mereka meneruskan perjalanan masing-masing
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
bertelepuk ber.te.le.puk [v] memakai telepuk: kain itu ~ , kain itu bercap bunga (bercetak kembang)
berteman ber.te.man [v] (1) berkawan; bersahabat; (2) tidak seorang diri; ada temannya; (3) beriring (dng): setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran
bertemu duga ber.te.mu du.ga [v] bertanya jawab; berwawancara: besok dia boleh ~ dng para calon pekerja yg benar-benar berminat dan berkemampuan
bertemu muka dng tedung [pb] bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertemu ruas dng buku ber.te.mu ruas dng buku [pb] sudah jodohnya (seorang laki-laki dng perempuan)
bertemu teras dng beliung [pb] dua orang bertengkar yg sifatnya sama-sama keras
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
bertenggang-tenggangan ber.teng.gang-teng.gang.an [v] hormat-menghormati; harga-menghargai (perasaan atau kepentingan orang lain): dl hidup bertetangga kita harus pandai ~ agar terhindar dr pertengkaran
bertengger burung ber.teng.ger burung kayu (besi) bulat panjang yg diletakkan melintang di sangar untuk tempat bertengger burung
bertengking ber.teng.king [v] (1) berkata dng suara tinggi keras (spt membentak-bentak): dl keadaan marah pejabat itu selalu ~ kpd bawahannya; (2) bertengkar; berbantah: pasangan suami istri itu selalu rukun, tidak pernah ~
bertenung ber.te.nung [v] (1) membaca tenung; meramalkan: minta pertolongan kpd orang yg pandai ~; (2) minta supaya dilihat untung malangnya dsb kpd: ia suka ~ kpd dukun
berterang-terang ber.te.rang-te.rang [v] tidak sembunyi-sembunyi; menyatakan secara jujur; berterus-terang: ~ saja dl hal itu, tidak perlu malu-malu
berteriak ber.te.ri.ak [v] berseru (berkata, memanggil, dsb) dng suara keras; memekik: terdengar suara orang ~ minta tolong; makin keras ia ~ , makin banyak orang mengerumuninya
bertertib ber.ter.tib [v] (1) teratur; (2) bersikap sopan: ia seorang anak yg tidak ~
berterus terang ber.te.rus te.rang [v] mengaku (mengatakan) secara jujur sesuai dng keadaan yg sebenarnya
bertiga ber.ti.ga [num] berbilangan tiga; berjumlah tiga sekawan atau sekelompok orang dsb: kita ~ menghadap kepala sekolah
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertimbang tanda ber.tim.bang tanda bertukar tanda (msl cincin) yg menyatakan sudah bertunangan
bertingkah-tingkah ber.ting.kah-ting.kah [v] silih berganti (bersambut-sambutan, berselang-selang), spt bunyi gendang dng bunyi-bunyian yg lain, bunyi lesung: gendang dan canang ~; bunyi katak dan salak anjing ~ memecah kesunyian malam
bertitah lalu sembah berlaku ber.ti.tah lalu sembah berlaku [pb] jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga
bertiup ber.ti.up [v] (1) bergerak mengalir dng cepat (tt angin, udara); berembus: angin ~ dr sebelah barat; (2) ki merebak (tt kabar angin dsb); tersiar: dng segera berita yg ~ kencang itu disampaikannya kpd ketuanya; (3) Mk berkerumun (untuk melihat dsb): ~ orang melihat mobil itu
bertolak belakang ber.to.lak belakang berpisah saling membelakangi (msl seorang ke barat, seorang lagi ke timur); (2) ki sangat berbeda (tt pendapat, kebiasaan, keinginan, sifat, dsb)
bertopang ber.to.pang [v] (1) memakai topang; disokong; disangga; ditunjang: krn lebat buahnya, pohon pisang itu ~; (duduk) ~ dagu, a (duduk) dagunya disangga dng tangan; b ki melamun; bermalas-malas; (2) bertumpu (pd); berdasar (pd): pendapatnya ~ pd takhayul belaka
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
bertuang ber.tu.ang [v] dicetak dr logam yg dicairkan: emas ~
bertuhan ber.tu.han [v] (1) percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; (2)memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar sepah [ki] tanda percintaan yg mendalam antara dua orang kekasih
bertulis tangan ber.tu.lis tangan ditulis dng tangan (tidak dicetak)
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertunas ber.tu.nas [v] (1) timbul tunas; ada tunasnya; (2) ki beranak bercucu; mempunyai keturunan
bertunda-tunda ber.tun.da-tun.da [kl v] berduyun-duyun; banyak sekali: ~ orang datang ke jalan besar itu
berturun ber.tu.run [v] memberikan uang sbg iuran, derma, sokongan, dsb: kita ~ lima ratus rupiah seorang
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berubuh be.ru.buh [Jw n] perang amuk-amukan: tangannya memberi tanda kpd seluruh bala tentara agar mendekat kemudian serentak melakukan --
berudu be.ru.du [n] anak katak yg masih spt ikan (berinsang)
beruji ber.u.ji [v] (1) mengadu kekuatan (kepandaian dsb): pendeknya, kita boleh ~ , siapa yg terkuat di antara kita ini; (2) mengikuti ujian: pd ujian negara, murid sekolah swasta ~ di sekolah negeri
berulang kata ber.u.lang kata selalu kembali mengucapkan apa-apa yg sudah dikatakan
berulang-ulang ber.u.lang-u.lang [v] terus-menerus berulang; berkali-kali: meskipun sudah ~ menceritakan hal itu, dia belum juga puas
berumah be.ru.mah [v] (1) mempunyai rumah: ia seorang yg sukses, usianya masih muda, tetapi sudah berkedudukan tinggi dan ~ besar; (2) diam (di); tinggal (di): ia ~ di desa yg jauh dr kota
berunding be.run.ding [v] (1) bercakap-cakap (tt suatu hal): letakkanlah kopor itu, mari kita ~ sedikit; (2) berbicara; berembuk: ia ingin ~ dulu dng teman-temannya
berupa be.ru.pa [v] (1) ada rupanya yg nyata (kelihatan); berwujud: dikatakan bahwa roh itu tidak ~ , tetapi eksistensinya tidak dapat disangkal; (2) berbentuk sbg: dibuatnya lambang yg ~ padi dan kapas; (3) terjadi dr; terdiri atas: bantuan yg diterima panitia ~ beras, gula pasir, susu bubuk, ikan asin, dan pakaian; (4) elok rupanya; cantik: rasanya sukar juga mencari istri yg berada, berbangsa, lagi ~
berurat umbi ber.u.rat umbi sudah mendalam benar-benar (dl hati); sudah mengakar benar-benar (dl hati); (2) sudah lama menetap dan beranak-pinak di suatu tempat;
berusaha ber.u.sa.ha [v] (1) melakukan suatu usaha; bekerja giat (untuk mencapai sesuatu); berikhtiar; berdaya upaya: ia ~ menyembunyikan tangisnya; mereka ~ mencapai hasil yg memuaskan; (2) melakukan kegiatan di bidang perdagangan (perusahaan dsb): keadaan keuangan yg mantap akan menguntungkan orang-orang yg mulai ~
berusia ber.u.sia [v] mempunyai usia; berumur: seorang anak muda ~ kira-kira l7 tahun; ~ tinggi (lanjut); sudah tua
berusuh be.ru.suh [a] bersusah hati; berduka cita; gelisah: banyak orang yg ~ hati krn kematian ulama itu
berwajah ber.wa.jah [n] mempunyai wajah: betul-betul aku ini salah seorang di antara kalian yg ~ paling buruk
berwakil ber.wa.kil [v] menggunakan wakil: dl melaksanakan pemilu tidak boleh ~
berwibawa ber.wi.ba.wa [v] mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi): seorang pemimpin haruslah ~
berwudu ber.wu.du [v] mengambil air wudu: masih ada orang yg ~ dng tidak mengikuti sunah Rasul
besan be.san [n] (1) orang tua dr menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); (2) hubungan keluarga antara dua orang tua yg terjadi krn anak mereka kawin
besar berudu di kubangan [pb] tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing
besi tuang besi yg dituangkan atau dicetak setelah lebih dahulu dipanaskan hingga mencair (mengandung unsur karbon yg relatif tinggi); besi cor
besuk be.suk [v cak] melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit yg dirawat
bet [n] pemukul bola dl permainan pingpong [n] tanah yg ditumbuhi oleh belukar yg letaknya dekat tanah yg sedang dikerjakan (di Bali, Lombok)
beta be.ta [pron] saya (digunakan orang-orang besar pd zaman dahulu dl cerita klasik Melayu, penyair dl karya sastra masa kemudian, atau masyarakat di Maluku [n] nama huruf ke-2 abjad Yunani
betapa be.ta.pa [ark pron] kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dsb; bagaimana: -- bicaramu?; (2) p kata seru penanda rasa heran, kagum, sedih, dsb; alangkah; sungguh: -- sedihnya orang yg kematian ibu; (3) p meskipun: -- dicarinya, tidak kunjung bertemu juga; (4) ark p sebagaimana; seperti: diperlakukan -- adat orang dahulu kala
betas be.tas [a] (1) sobek atau retas (tt barang tenunan, kelim, jahitan, dsb); (2) retak lalu pecah atau belah (tt telur dsb)
beti be.ti [n] bukti yg nyata mengenai kesalahan seseorang; tanda bukti: tidak dapat memastikan seseorang bersalah sebelum -- nya ada
betik keluar didengar (diketahui) oleh orang luar; bocor atau tersiar (tt rahasia)
beting buta beting yg letaknya di bawah permukaan air
betul-betul be.tul-be.tul [a] sungguh benar; sungguh-sungguh: orang itu -- pelit; saya -- letih pd hari ini
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
biah bi.ah [ark n] (rumah) tempat sembahyang (orang Yahudi); gereja
biang keladi umbi keladi yg pokok; (2) ki orang yg menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan dsb; orang yg menjadi penyebab (dalang) terjadinya suatu perbuatan jahat dsb
biang kerok [ki] orang yg menjadi penyebab terjadinya suatu kericuhan (keributan)
biar bi.ar [p] (1) cak agar; supaya: biasakan mandi pagi -- sehat; (2) kata penghubung untuk menyatakan hal-hal yg tidak bersyarat; meskipun; biarpun: -- hidup melarat, tetapi tenang; -- lambat asal selamat
biara bi.a.ra [n] (1) rumah (asrama) tempat para petapa (rubiah dsb); (2) Kris bangunan tempat tinggal orang-orang laki-laki atau perempuan yg mengkhususkan diri thd pelaksanaan ajaran agama di bawah pimpinan seorang ketua menurut aturan tarikatnya
biarawan bi.a.ra.wan [n] orang laki-laki yg hidup di dl biara
biarawati bi.a.ra.wa.ti [n] orang perempuan yg hidup di dl biara
biaya standar [Man] taksiran ongkos secermat-cermatnya berdasarkan operasi normal, sbg pembanding ongkos nyata
bibit bi.bit [n] (1) semaian (padi dsb yg akan ditanam): -- padi itu akan dipindahkan sesudah berumur empat puluh hari; (2) benih (dl arti sesuatu yg akan dikembangkan, diternakkan, dsb): kita memerlukan sapi yg baik untuk --; (3) anak (orang) yg akan dididik lebih lanjut; kader: murid-murid SMU dididik sbg -- untuk perguruan tinggi; (4) ki yg akan menyebabkan timbulnya (terjadinya) penyakit atau pertikaian dsb: -- penyakit cacar; perkara yg sekecil itu dapat menjadi -- pertengkaran yg hebat [v] , mem.bi.bit v menjinjing dng jari
bibit buwit [Sd] (1) orang yg dianggap sbg leluhur masyarakat suatu desa; (2) asli (tt penduduk suatu tempat)
bibliografi bib.li.o.gra.fi [n] daftar buku atau karangan yg merupakan sumber rujukan dr sebuah tulisan atau karangan atau daftar tt suatu subjek ilmu; daftar pustaka
bibliotek bib.li.o.tek [n] perpustakaan; taman pustaka
bicara bi.ca.ra [n] akal budi; pikiran: dl menghadapi segala hal selalu dipergunakan budi -- nya; (2) n cak perundingan: rasanya tidak perlu diadakan -- lagi; (3) v beperkara; berurusan: orang yg membawa barang larangan itu akan dibawanya -- kpd hakim; (4) n kl pertimbangan pikiran; pendapat: spt -- Tuan, hamba pun demikian; pd -- patik; (5) v cak berbahasa; berkata: sedikit -- banyak bekerja; (6) a sedang dipakai untuk bercakap (dl telepon): sudah tiga kali saya menelepon, tetapi selalu dijawab " -- "; (7) Jk a cak tanggung, tentu (pasti): kata penjual durian itu, " -- " tebal dan manis
bidan bi.dan [n] wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya
bidan tarik bidan yg baru dipanggil waktu seorang ibu akan melahirkan (tanpa ada pemberitahuan atau perjanjian se- belumnya)
bidan tempuh bidan yg menolong suatu persalinan (orang melahirkan) berdasarkan persetujuan (perjanjian) sebelumnya
bidangan bi.dang.an [ark n] petak (tanah): di daerah yg padat, kebanyakan penduduk hanya memiliki -- tanah yg sempit
biduk lalu [pb] orang yg berkelahi atau bertengkar yg akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tt orang ramai berkumpul)
biduk lalu kiambang bertaut biduk lalu kiambang ber.ta.ut [pb] spt dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali
bidur bi.dur [kl n] bongkah timah yg beratnya sekitar 3 pon (dipakai juga untuk ukuran harga): mahar putri, anak raja Perak, dikatakan 100 -- [n] gelegata
bigamis bi.ga.mis [n] orang yg bigami; orang yg beristri (bersuami) dua; (2) a dl keadaan beristri (bersuami) dua
bijaksanawan bi.jak.sa.na.wan [n] orang yg bijaksana
biku bi.ku [ark n] biksu [n] (1) arah garis yg naik turun dng puncak dan dasar yg lancip; (2) lipatan-lipatan pd tepi kain, baju, dsb; (3) takik bergerigi pd tepi dsb sbg perhiasan
bilal bi.lal [n Isl] orang yg bertugas menyerukan azan; muazin; modin: suara azan -- telah terdengar
bilang bi.lang [v] ber.bi.lang v (1) menghitung: -- untung; (2) beberapa: -- kali; -- ratusan (ribuan); -- sen (rupiah); (3) perhitungan [v cak] berkata; mengatakan: siapa -- ia anak yg bodoh
bilateral bi.la.te.ral [a] (1) dr dua belah pihak; antara dua pihak: perjanjian -- negara sahabat; (2) Huk prinsip keturunan yg memperhitungkan hubungan kekerabatan, baik melalui pria maupun wanita secara serentak
bilik jantung [Dok] rongga (petak) dl jantung
bimbang bim.bang [a] (1) (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu; (2) (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang [n] upacara atau pesta adat [v] berganti-ganti; bergantian
bimbit bim.bit , mem.bim.bit v (1) membawa dng ujung jari; menjinjing: -- tas; (2) memimpin dng memegang tangan orang yg dipimpin; menuntun: ia berkata sambil -- anaknya
binal bi.nal [a] (1) bengal; tidak menurut: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi --; (2) selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar: kuda yg -- itu terlepas kembali
binaragawan bi.na.ra.ga.wan [n] orang yg melakukan olahraga binaraga: enam -- daerah akan mengikuti seleksi nasional
binder bin.der [n] (1) alat untuk menjilid buku, majalah, dsb; (2) orang yg (pekerjaannya dsb) menjilid buku, majalah, dsb
binen bi.nen [a cak] telah berhasil (memperoleh kedudukan, kekayaan, dsb); mapan: di sinilah tempat tinggal orang-orang yg sudah --
bingkah bing.kah [n] kata takaran untuk tanah, kapur, dsb yg berkepal-kepal (besar dan padat): se -- tanah
bingkis bing.kis , mem.bing.kis v mengirimkan (memberikan) barang sbg tanda hormat (biasanya diantarkan orang bersama-sama surat)
bintang bin.tang [n] (1) benda langit terdiri atas gas menyala spt matahari, terutama tampak pd malam hari: pd malam itu tampak -- bertaburan di langit; (2) planet atau gugusan planet yg menjadi pegangan dl astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; (3) nasib; peruntungan; untung malang: -- nya mulai terang nasibnya mulai baik (mudah mencari rezeki); -- nya gelap buruk nasibnya (sial, tidak beruntung); (4) tanda jasa yg berupa medali emas (perak dsb): krn jasanya beliau dianugerahi -- emas; (5) tanda pangkat perwira militer berbentuk spt bintang, berwarna keemasan; (6) tanda yg menyerupai bintang, spt tanda (*); (7) pemain yg terkemuka (dl film, sandiwara); (8) orang yg terbaik (terpandai dl suatu lingkungan)
bintang timur planet Venus yg biasa kelihatan besar dan terang di sebelah timur pd dini hari; (2) dikatakan tt mata yg bagus (besar dan bercahaya)
binti bin.ti [Ar n] anak perempuan (biasa dipakai untuk keterangan nama orang): Siti Aisyah -- Abu Bakar [n] burung pemakan serangga dan ikan, hidup di Asia dan Afrika; Alcedo ispida
biografi bi.o.gra.fi [n] riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain
bipatride bi.pat.ri.de [n] orang yg mempunyai kewarganegaraan rangkap sbg akibat perbedaan stelsel; asas kewarganegaraan yg dianut oleh negara yg berbeda
biras bi.ras [n] pertalian persaudaraan antara dua orang krn kawin dng dua orang yg bersaudara
birit bi.rit [n] pantat , ter.bi.rit-bi.rit v berlari cepat-cepat (krn ketakutan dsb): dia -- menuju kantor polisi
birokrat bi.ro.krat [n] (1) pegawai yg bertindak secara birokratis; (2) seorang yang menjadi bagian dari birokrasi
bisa jadi mungkin; boleh jadi: -- jadi, ia datang kemari sore nanti
bisa kawi kekuatan gaib (tulah dsb) yg menimpa orang krn melanggar adat dsb
bisbol bis.bol [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dng bulu halus kemerah-merahan, berbau spt mentega; Dyaspyros philipinses [n Olr] permainan olahraga dng menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yg masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain
bitisik bi.ti.sik [n] anak dr cicit; cucu dr cucu seseorang
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
blekok ble.kok [n] burung berkaki dan berparuh panjang, pemakan daging (ikan, katak, siput, dsb), biasa hidup di sawah atau rawa-rawa, berbulu putih dan cokelat; Ardeola speciosa
blokade blo.ka.de [n] pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal, dsb tidak dapat keluar masuk dng bebas
bludrek blud.rek [n cak] (1) tekanan darah; (2) tekanan darah tinggi yg menyebabkan orang merasa pusing yg berat: krn makan daging kambing, kontan -- nya kambuh
bis [n] (1) kotak kecil (di tepi jalan, di depan kantor pos), milik kantor pos, tempat memasukkan surat yg akan dikirimkan melalui jasa kantor pos; kotak kecil di depan rumah (kantor), tempat meletakkan surat yg terkirim melalui jasa kantor pos; kotak surat: memasukkan surat ke dl --; (2) Olr tempat hinggap (dl permainan spt sofbol dan bisbol) pemukul atau pelari yg diletakkan di tiap sudut lapangan, biasanya terbuat dr kain terpal berbentuk segi empat spt bantal tipis [Lihat {bus}] [adv cak] (1) dua kali lagi; sekali lagi; diulang atau ditambah lagi (dl nyanyian dsb): penonton berseru gemuruh, " -- ! -- !"; (2) tambahan atau susulan pd pasal undang-undang: Pasal 161 -- (pasal yg ditambahkan pd Pasal 161) [n] (1) pipa dr besi atau semen, cor, plastik untuk got dsb; (2) pembuluh [n] kain (pita) untuk hiasan pd bagian tepi baju dsb; pelisir
blues [n Mus] jenis lagu ratapan orang Negro, Amerika yg berkembang mulai tahun 1911 sbg perintis musik jaz
bobot bo.bot [n] (1) berat suatu benda: pesawat itu -- nya lebih dr 10.000 kilogram; (2) berat seekor ternak pd suatu keadaan; (3) timbangan; arti penting; (4) ki nilai; mutu: sebuah film yg menitikberatkan -- seni; (5) Graf derajat warna hitam pd huruf cetak (mulai dr yg sangat tipis warna hitamnya sampai dng yg hitam sekali)
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bohemian bo.he.mi.an [n] orang yg hidup bebas spt kebanyakan seniman; orang yg hidup mengembara dan tidak teratur serta tidak memikirkan masa depannya: krn kecewa akhirnya pemuda itu bergabung pd kelompok --
boks [n] (1) tempat tidur bayi atau tempat menaruh anak-anak (sebelum dapat berjalan), berbentuk segi empat, berpagar pd sisi-sisinya; (2) bak bertutup pd mobil (truk), berbentuk kotak besar untuk mengangkut barang; (3) kotak; ruang kecil yg menyerupai kotak: -- telepon umum
bola tongkat cabang olahraga berupa permainan bola di lapangan yg bolanya dipukul dng tongkat hoki; -- wasit bola yg dilepas dr tangan wasit dan dinyatakan permainan dimulai lagi: sesudah pertandingan dihentikan beberapa menit, -- wasit dilepaskan
bolak bo.lak [kl a] salah; keliru; tidak kena: tak -- lagi; jawabnya -- belaka
bolak-balik bo.lak-ba.lik [v] berulang-aling pergi dan pulang; berulang kali bergerak dr satu arah ke arah lain; (2) a berkenaan dng kedua sisi kertas dsb: KTP itu difotokopi -- agar menghemat kertas; (3) v berputar balik (tt perkataan): katakan terus terang jangan --
bolos bo.los, mem.bo.los [v] (1) tidak masuk bekerja (sekolah dsb): hari ini sebenarnya bukan hari libur, tetapi banyak murid yg -; (2) meloloskan diri; melarikan diri: dua orang tahanan dapat --
bomber bom.ber [n] (1) pesawat terbang pengebom; (2) ki orang yg gemuk kekar
bonceng bon.ceng [v] mem.bon.ceng v (1) ikut naik (kendaraan beroda dua): ia naik sepeda motor dan adiknya -- di belakang; (2) ikut naik tanpa membayar: masih banyak orang yg -- bus kota; (3) ikut serta (makan, bertamasya, membaca koran, dsb) dng tidak turut membayar atau mengeluarkan biaya; (4) ikut-ikutan (menepuk dada, menganggap diri berjasa, mendapat nama, kedudukan, dsb): ada pejabat yg -- hasil perjuangan Angkatan 66; (5) memanfaatkan kekuasaan (pengaruh kewibawaan dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
bondong air bondong ikan [pb] gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kpd kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)
boneka bo.ne.ka [n] (1) tiruan anak untuk permainan; anak-anakan; (2) ki orang (negara dsb) yg hanya menjadi mainan orang (negara dsb) lain: negara Pasundan, Sumatra Timur, Indonesia Timur adalah negara -- buatan pemerintah kolonial Belanda pd masa itu
bong [n] pekuburan Cina [Jw n] orang yg pekerjaannya mengkhitankan (menyunat); dukun sunat
bongkar-bangkir bong.kar-bang.kir [a] berantakan; cerai-berai
bongkar-membongkar bong.kar-mem.bong.kar [v] menyatakan perbuatan membongkar
bongkong bong.kong [Mk a] belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu)
bongmeh bong.meh [Cn v] mem.bong.meh v (1) merasai debar jantung dng meraba pergelangan tangan; (2) mengajuk (hati atau pendapat orang)
bopeng bo.peng /bopEng/ (1) a cacat yg berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pd kulit; burik; capuk: orang itu mukanya -- akibat penyakit cacar yg pernah dideritanya; (2) v ki berlubang-lubang: jalan baru itu sekarang sudah --
boreh bo.reh [n cak] (1) barang (atau surat berharga) yg diserahkan oleh orang yg berutang sbg jaminan utangnya; agunan; jaminan: kalau hendak berutang harus ada -- nya; (2) orang yg menanggung utang orang lain (dl hal timbulnya kesulitan dl pembayaran utang dsb); penanggung; penjamin: saya sanggup menjadi -- kakakku
bos [n] bungkus besar yg berisi beberapa bungkus (tt rokok, korek api, dsb) [n] orang yg berkuasa mengawasi dan memberi perintah kpd para karyawan; pemimpin atau majikan (dl perusahaan)
botol infus botol berisi cairan makanan, obat, dsb yg dialirkan ke tubuh pasien melalui selang dan jarum: sejak dioperasi dia tidak boleh berpisah dng -- infus
boyak bo.yak [a] (1) hambar (tidak sedap) rasanya (lagi) krn sudah kering atau busuk (tt tembakau): tembakau yg sudah --; (2) menjemukan; membosankan; tidak menyenangkan; (3) bangkrut; remuk; berantakan: krn resesi, banyak perusahaan yg --
bradikardi bra.di.kar.di [n Dok] penurunan detak jantung secara drastis: pd pukul 09.00 napas anak itu terhenti dan terjadi --
brahmana brah.ma.na [n] (1) pendeta agama Hindu; (2) kasta tertinggi dl agama Hindu; (3) orang yg masuk golongan pendeta dl agama Hindu
braille brail.le [n] sistem tulisan dan cetakan (berdasarkan abjad Latin) untuk para tunanetra berupa kode yg terjadi dr 6 titik dl pelbagai kombinasi yg ditonjolkan pd kertas sehingga dapat diraba
brakiasi bra.ki.a.si [n] cara gerak orang utan dan jenis kera lainnya dng menggelantung pd cabang pohon dan mengayunkan tubuhnya ke depan dng bantuan lengan
bramacorah bra.ma.co.rah [n Huk] (1) orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (2) penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok
brankar bran.kar [n] usungan untuk mengangkat orang sakit (dng cara membaringkannya)
bren [n] senapan mesin ringan, dilayani oleh satu orang
brigade infanteri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur infanteri sbg intinya, dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dr komando lebih besar lagi
brigade kavaleri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng inti unsur kavaleri yg berupa batalion tank, batalion penyerbu mekanis, dan kompi pengintai
brigade lintas udara satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur pasukan payung sbg satuan khusus untuk melaksanakan tugas lintas udara, yg didaratkan ataupun diterjunkan dr udara;
bronkodilator bron.ko.di.la.tor [n ] alat yg dapat memperlebar lubang saluran napas yg menyempit ketika seseorang mendapat serangan asma
brosur bro.sur [n] (1) bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yg disusun secara bersistem; (2) cetakan yg hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid; (3) Man selebaran cetakan yg berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tt perusahaan atau organisasi)
bu [n] (1) kata sapaan untuk orang tua perempuan; (2) kp ibu
bua tanah bu.a ta.nah [n] harga (biaya dsb) yg harus dibayar oleh orang asing yg mengerjakan tanah di wilayah tertentu yg bukan wilayah masyarakat hukum adatnya (di Sulawesi)
buah bibir yg selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang
buah hati cahaya mata [pb] dikatakan tt anak yg sangat disayang
buah mulut yg menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; (2) buah bibir
buah pembicaraan yg menjadi pokok pembicaran; (2) yg menjadi sebutan orang; (3) hasil pembicaraan
buah perut [Mk] orang-orang yg menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dr nenek perempuan)
buah tutur yg menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut
buang baka menyimpang dr sifat (asal) yg asli (turun-temurun); (2) menodai kebaikan nama leluhur (orang tua dsb)
buang hidup mengasingkan orang ke negeri lain sbg hukuman; menghukum buang
buang ludah meladeni orang bersoal jawab yg tidak ada gunanya
buang mulut mengatakan sesuatu tidak dng terus terang
buang sepanjang adat mengeluarkan seseorang dr adat krn melawan adat
buang sipat melukai orang sehingga cacat (pd mata, kaki, dsb)
buang sirih mengeluarkan seseorang kelompok kekerabatan; menganggap seseorang bukan kerabat lagi
buang utang hukuman yg dijatuhkan kpd seseorang yg selalu berutang dan tidak pernah melunasinya, utang itu menjadi tanggung jawab keluarganya, tetapi orang itu dibuang dr keluarga
buangan bu.ang.an [n] (1) yg dibuang; hasil membuang; (2) orang yg dijatuhi hukuman buang: orang --
bubar bu.bar [v] (1) bercerai-berai ke mana-mana (tt orang ramai yg berkumpul); berserak-serak ke sana kemari: demonstran -- setelah petugas melepaskan tembakan; (2) selesai; usai (tt pasar, rapat, upacara, dsb): upacara -- pukul sepuluh siang; (3) selesai tugas; berhenti bertugas (tt panitia, dewan, kabinet, dsb): panitia perayaan -- setelah upacara selesai; (4) ditiadakan (tt perserikatan, kongsi, dsb): kalau suatu perkumpulan -- , harta bendanya dapat didermakan kpd badan sosial
bubuh bu.buh , mem.bu.buh v menaruh (meletakkan) sesuatu pd; memasang (memasukkan) pd; menambahkan (huruf, koma, titik, tanda tangan, dsb)
bubul bu.bul [n] bisul pd tumit orang atau pd kuku kuda (ada beberapa jenis spt -- bubu, -- gantang, -- galai) [v] , mem.bu.bul v memperbaiki atau menambal jala, jaring, dsb: nelayan itu sedang asyik -- jaring dan -- pukat , mem.bu.bul v (1) naik; membubung; (2) keluar bersama-sama banyak-banyak: bagai anai-anai -- dr liangnya
bubus bu.bus , mem.bu.bus v beterbangan ke luar dng ramai; keluar beramai-ramai: bagai anai-anai -- [n] -- tumbang bentuk perkawinan antara orang-orang yg mempunyai hubungan kekerabatan yg relatif dekat
budak bu.dak [n ] (1) anak; kanak-kanak: -- bermain layang-layang; (2) hamba; jongos; orang gajian: aku bukan -- mu
budaya malu [cak] sikap bawahan yg kurang berani mengatakan keadaan yg sebenarnya thd atasan; (2) sikap pegawai (karyawan dsb) yg merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh
budaya rakyat unsur kebudayaan tradisional yg hidup dl golongan orang biasa dan yg dibedakan dr unsur kebudayaan yg timbul lebih kemudian dan yg dianggap lebih maju
budayawan bu.da.ya.wan [n] orang yg berkecimpung dl kebudayaan; ahli kebudayaan: ia seorang -- yg senantiasa mengikuti perkembangan zaman
Buddha Bud.dha [n] (1) agama yg diajarkan oleh Sidharta Gautama; (2) orang yg telah mencapai kesempurnaan Buddhisme; (3) penjelmaan Sidharta Gautama
Buddhisme Bud.dhis.me [n] ajaran yg dikembangkan oleh Sidharta Gautama yg antara lain mengajarkan bahwa kesengsaraan adalah bagian kehidupan yg tidak terpisahkan dan orang dapat membebaskan diri dr kesengsaraan dng menyucikan mental dan moral diri pribadi
budian bu.di.an [Jw n] orang desa yg mempunyai pekarangan, tetapi tidak mempunyai sawah
budiman bu.di.man [n] orang yg berbudi, pintar, dan bijaksana
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bujang andon anak angkat yg tidak diketahui asal-usulnya dan bekerja pd orang tua angkatnya
bujang talang laki-laki yg tidak beristri; (2) duda yg tidak beranak
bujangga bu.jang.ga [n] (1) pendeta; petapa; orang cerdik pandai; (2) pengarang syair (sajak dsb); ahli sastra; pujangga
buk buk, me.nge.buk [v cak] memesan: tiap menjelang akhir tahun orang kaya dr Jakarta -- tiket ke Singapura
buka bu.ka [v] (1) ark jarak; antara; lebar: jalan yg -- nya 5 m; (2) cak membuka; terbuka: tak berani -- mulut; (3) berjualan atau bekerja: kantor pemerintah mulai -- pukul 08.00, tutup pukul 15.00 [v Isl] minum atau makan pd petang hari sesudah berpuasa
bukan budak makan pisang [pb] bukan orang yg dapat dipermainkan (ditipu)
bukan tanahnya menjadi padi [pb] bukan tampannya yg akan menjadi orang baik-baik
bukit jadi paya [pb] orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)
bukti buk.ti [n] (1) sesuatu yg menyatakan kebenaran suatu peristiwa; keterangan nyata; tanda: surat ini sbg -- bahwa Tuan sudah meminjam uang saya; (2) hal yg menjadi tanda perbuatan jahat: ia dituduh mencuri, tetapi tidak ada -- nya
bukti cabul yg menyatakan kebenaran suatu perbuatan yg tidak senonoh
bukti diri surat keterangan yg membuktikan bahwa orang yg membawa surat tsb benar (sah); surat pengenal
bukti hak [Ek] warkat yg menyatakan bukti tt hak untuk memperoleh (membeli) sebagian saham
bukti pengesahan [Ek] keterangan yg menyatakan bahwa warkat tetap sah walaupun tanda tangan pd saham dicantumkan di tempat yg salah
buku gambar buku untuk (belajar) menggambar; (2) buku berisi gambar cetak
buku hitam buku yg berisi nama dan catatan tt orang-orang yg dianggap kurang baik
buku ilmiah populer buku ilmiah yg ditulis dng cara yg mudah untuk dipahami oleh orang awam
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
buku silsilah buku yg berisikan catatan asal-usul keturunan seseorang; (2) Tern buku yg berisikan catatan asal-usul ternak (mengenai keturunan asalnya) yg dilengkapi dng kemampuan produksinya masing-masing
bulan-bulanan bu.lan-bu.lan.an [n] (1) (gambar) benda buatan menyerupai bulan; (2) ki orang yg (mudah) dijadikan korban sehingga spt alat permainan; sasaran: penumpang bus kota menjadi -- tukang copet
bulang ayam betina [pb] orang yg disangka berani dsb, ternyata tidak
bulat suara prosedur pemberian suara dl badan internasional yg menyatakan bahwa tidak ada negara yg dapat diikat dng suatu keputusan tanpa negara itu memberikan persetujuannya
buldoser bul.do.ser [n] traktor beroda rantai yg dilengkapi alat untuk meratakan tanah, menumbangkan pohon besar, dsb
bule bu.le [cak] (1) a bulai; (2) n orang (binatang dsb) berkulit putih; (3) orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika); orang Barat
buletin bu.le.tin [n] (1) media cetak berupa selebaran atau majalah, berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yg diterbitkan secara periodik oleh suatu organisasi atau lembaga untuk kelompok profesi tertentu; (2) siaran kilat resmi tt perkembangan atau hasil-hasil penyelidikan (pertandingan, dsb): -- sepak bola Piala Dunia
bulu mata melihat [ki] merasa benci (jijik, tidak suka) melihat; kepala sama -, pendapat berlain-lainan, pb setiap orang berlainan pendapatnya
bumi bu.mi [n] (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dr matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
bunda bun.da [n kp] ibunda; orang tua perempuan
bung [n] abang (panggilan akrab kpd seorang laki-laki): rumah -- Iskandar di mana? [n] bunyi spt bunyi gendang dipukul
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunga hau pengakuan hukum yg harus dibayar apabila mengambil hasil hutan di wilayah masyarakat hukum adat yg lain (di Batak)
bunga kubur pohon (bunga) kamboja yg biasa ditanam orang dl kuburan
bunga mulut yg selalu disebut-sebut atau dipercakapkan orang
bungkang bangking tergeletak di sana-sini
bungkuk baru betul [pb] orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan
bungkuk sabut bungkuk spt sabut buah kelapa (tt orang tua yg sudah bungkuk)
bungkuk sejengkal tidak terkedang [pb] tidak mau mendengar kata orang; keras kepala
bungkuk udang bungkuk krn melengkung tulang belakangnya (juga pd orang muda)
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
bunian bu.ni.an [n] makhluk halus; siluman: orang -, siluman dl hutan; baju -, pakaian makhluk yg mempunyai khasiat tertentu
bunting bun.ting [v] (1) (dl keadaan) mengandung anak dl perut (biasanya dikatakan bagi binatang); hamil; berbadan dua (bagi manusia); (2) sudah berisi bakal buah atau bakal bunga (tt tumbuh-tumbuhan): padinya sudah --
bunting bantang bunting yg sudah besar, sudah hampir beranak
bunuh bu.nuh [v] , mem.bu.nuh v (1) menghilangkan (menghabisi; mencabut) nyawa; mematikan: ia dihukum mati krn merampok dan -- beberapa orang; (2) menghapus (tulisan); memadamkan (api dsb); menutup (yg bocor, pancuran, dsb)
buron bu.ron [n] orang yg (sedang) diburu (oleh polisi); orang yg melarikan diri (krn dicari polisi)
buru bu.ru [v] ber.bu.ru v mengejar atau mencari (binatang dl hutan dsb): orang -- gajah untuk mendapatkan gadingnya
buruan bu.ru.an [n] (1) binatang yg diburu; (2) orang atau penjahat yg dicari polisi untuk ditangkap; buron
buruh bu.ruh [n] orang yg bekerja untuk orang lain dng mendapat upah; pekerja: -- pelabuhan; -- tambang
buruh tani buruh yg menerima upah dng bekerja di kebun atau di sawah orang lain
buruk muka cermin dibelah [pb] menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yg salah, bodoh, dsb [pb] krn aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan [pb] krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan
buruk sangka salah menyangka orang; salah terima
buruk siku tidak pernah mengakui atau menghargai kebaikan (pemberian) orang lain
burung perenjak burung kecil yg suka berkicau dan kicauannya bagi orang Jawa menandakan datangnya tamu
burung siak burung elang malam (atau burung hantu) yg mengeluarkan bunyi "rak, rak" (spt suara orang serak)
burung termometer burung yg berbakat besar mengatur suhu dr tumpukan tanah pasir dan dedaunan dl proses menetaskan telurnya krn burung ini tidak pernah membuat sarang untuk mengerami telur dan tidak membesarkan anak-anaknya, pandai memilih pelataran yg cocok untuk meletakkan dan menetaskan telurnya; maleo; Acrocaphalon maleo
busa bu.sa [n] (1) gelembung-gelembung putih kecil-kecil (spt pd sabun dsb); buih: sabun yg baik banyak -- nya; (2) suspensi gas dl zat cair yg cukup stabil (dihasilkan oleh kocokan atau dng bantuan zat kimia) [n] karet gembus dan empuk, biasanya untuk isi jok atau kasur , mem.bu.sa v (1) mengembus keras-keras; menyembur; (2) mengembus-embus; engah-engah (spt napas orang terengah-engah)
buset bu.set [n cak] kata makian lembut untuk menyatakan umpatan, keheranan, dsb
busuk kerbau [pb] perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga
busut juga yg ditimbun anai-anai [pb] (1) yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; (2) orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya
buta bu.ta [a] (1) tidak dapat melihat krn rusak matanya; tunanetra: Braille telah berhasil menciptakan huruf untuk anak-anak --; (2) ki tidak tahu (mengerti) sedikit pun tt sesuatu: ia -- akan keadaan negeri itu [Jw n] raksasa
butik bu.tik [n] toko pakaian eksklusif yg menjual pakaian modern, yg sesuai dng mode mutakhir, dng segala kelengkapannya (terutama untuk wanita)
buyar bu.yar [v] (1) mengalir atau meresap mengembang (spt tinta pd kertas yg kurang baik); (2) terserak; tercerai; berantakan (tt awan, barang-barang yg berkumpul, dsb); (3) tidak terpusat lagi (tt pikiran)
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
cabut ca.but [v] , men.ca.but v(1) menarik supaya lepas (keluar) dr tempat tertanamnya (tumbuhnya): ~ bulu (rumput, paku, gigi, dsb); (2) menarik keluar dr sarungnya (keris, pedang, pistol, dsb); menghunus: dia mundur sambil berusaha ~ pistolnya; (3) mengambil salah satu dr kelompok yg besar (spt undian): ~ undian; (4) menarik kembali apa yg sudah dikatakan (dikeluarkan, diberikan, dsb): dia terpaksa ~ pernyataannya di hadapan wartawan; (5) menyatakan tidak berlaku; membatalkan (peraturan, izin, dsb): jika pelaksanaannya melanggar peraturan, yg berwenang akan segera ~ izin untuk mengadakan tontonan itu
cacat bahasa kelainan dl bahasa seseorang yg disebabkan oleh gangguan atau cedera psikofisiologis
cacat tubuh kerusakan pd tubuh seseorang, baik badan maupun anggota badan, baik kehilangan fisik, ketidaknormalan bentuk maupun berkurangnya fungsi krn bawaan sejak lahir atau krn penyakit dan gangguan lain semasa hidupnya sehingga timbul keterbatasan yg nyata untuk melaksanakan tugas hidup dan penyesuaian diri
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
caci maki ca.ci ma.ki [n] kata-kata kotor (tidak sopan) yg dikeluarkan untuk mengumpat seseorang; kata-kata makian (sbg penghinaan); celaan; cercaan; nistaan; dampratan; maki-makian: ia menerima -- keji dr istrinya
cacing hendak menjadi naga [pb] orang hina hendak menyamai orang besar
cacing menjadi ular naga [pb] orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)
cadang ca.dang , ber.ca.dang v bersedia (akan): adakah engkau ~ mengadakan peraturan baru [n] hadiah perkawinan dr orang tua mempelai laki-laki
cagak hidup [cak] (bunga) uang yg harus dibayarkan setiap tahun (bulan) kpd orang yg ditunjuk selama ia masih hidup atau dl beberapa waktu tertentu untuk keperluan sehari-harinya
cah [p] kata seru untuk menyatakan perasaan tidak suka, menghina, terkejut, dsb [Cn n] masakan sayur (sawi, jamur, udang, hati ayam, dsb) yg berkuah sedikit
cailah ca.i.lah [p cak] kata seru untuk menyatakan rasa kagum; wah!
caima ca.i.ma [n] biarawati di kelenteng yg bertugas menyembahyangkan orang mati
cak [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan [n] ukuran sebesar lengkungan ujung jari kedua belah tangan (jari telunjuk kiri dipertemukan dng jari telunjuk kanan, ibu jari kiri dng ibu jari kanan) [n] pipit [n] tarian yg berlatar cerita Ramayana, dilakukan oleh puluhan orang laki-laki bertelanjang dada yg berperan sbg pasukan kera dan menyuarakan bunyi "cak, cak" sepanjang pertunjukan; kecak [Jw n] panggilan kpd laki-laki yg dianggap lebih tua atau yg dituakan (di Jawa Timur)
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakap berlauk (-lauk) cakap ber.la.uk (-lauk), makan dng sambal lada [pb] cakapnya spt orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan
cakapan ca.kap.an [n] (1) yg dipercakapkan; omongan: (2) Sas karya sastra atau bagiannya yg berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kpd dirinya sendiri atau kpd pembaca dan pendengar; dialog
cakapan tunggal ca.kap.an tunggal [Sas] cakapan panjang yg diucapkan oleh seorang tokoh dl sebuah karya sastra, baik yg ditujukan kpd diri sendiri maupun kpd pendengar; monolog
cakapan tunggal dramatik ca.kap.an tunggal dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis, yg mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yg dihadapinya
calak ca.lak [a] (1) pandai bicara; (2) suka turut campur pembicaraan orang; lancang mulut; (3) banyak bicara; bawel [a] (1) bagus; elok; cakap: duhai, -- nian gaun yg dipakai wanita itu; (2) cemerlang [Mk n] alat untuk menggosok intan (pisau dsb)
calo ca.lo [n cak] orang yg menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah; perantara; makelar
calon ca.lon [n] (1) orang yg akan menjadi: -- menantu; (2) orang yg dididik dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan atau profesi tertentu: -- guru; -- perwira angkatan darat; banyak adat istiadat istana yg harus dipelajari oleh -- raja; (3) orang yg diusulkan atau dicadangkan supaya dipilih atau diangkat menjadi sesuatu: nama -- anggota Dewan Perwakilan Rakyat sudah disampaikan kpd Panitia Pemilihan
calon pembeli utama [Man] (kelompok) orang atau badan (dl pasar) yg diperkirakan mempunyai daya beli yg paling besar
cambul cam.bul [n] kotak kecil (dr logam)
campin cam.pin [a] (1) cekatan; gapah; tangkas: peranan yg penting itu dijalankan oleh pemain dng cukup --; (2) cakap; pandai; mahir: ia seorang pokrol bambu yg --
campur bekerja mengerjakan tanah orang lain secara melawan hukum
campur tangan turut mencampuri (memasuki) perkara orang lain; (2) tersangkut atau terlibat dl suatu tindakan kejahatan (perkara orang lain dsb)
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
candak can.dak [v] , -- cekel menyita sendiri barang-barang orang berutang yg tidak sanggup melunasi utangnya
candi apit candi yg letaknya diapit oleh candi lain dl satu kompleks
candik can.dik [kl n] perempuan yg diperlakukan sbg istri oleh seorang laki-laki, tetapi tidak dinikahi; gundik
cangap ca.ngap [n] (1) takuk pd permukaan ujung atau pangkal galah (tiang dsb); (2) sesuatu yg bentuknya spt canggah [Mk a] rakus: anak yg --
cangking cang.king [v] , men.cang.king v (1) memegang dng dua belah tangan lalu diangkat ke atas: ~ anak; (2) Jk membawa sesuatu di tangan (pd waktu berjalan); menjinjing; (3) cak mengajak (pergi, serta); mengikutsertakan [v] cang.king.an n gelar kepala adat yg diperoleh krn warisan
cangkok cang.kok, cangkok ginjal [Dok] pembedahan dng mengangkat ginjal yg sakit dan menggantikannya dng ginjal sehat yg berasal dr donor atau yg diambil dr mayat seseorang yg baru saja meninggal
cangkul cang.kul, cang.kul.an [n] permainan dng kartu besar dilakukan oleh dua orang atau lebih dng cara salah seorang pemain menurunkan kartu dr kelompok gambar yg sama, permainan dianggap selesai jika salah seorang pemain dapat menghabiskan kartunya: mereka sedang bermain ~
cantik molek sangat rupawan (tt orang perempuan); (2) cantik (bagus) sekali (antara bentuk, rupa, dan lainnya tampak serasi)
cantrik can.trik [Jw n] (1) orang yg berguru kpd orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa); (2) pengikut
caplok cap.lok [v] men.cap.lok v (1) menangkap dng mulut (kemudian menelannya bulat-bulat (tt binatang spt buaya, ular); (2) cak mengambil milik (hak) orang; menyerobot; merampas; merebut: ia tega benar ~ rezeki teman sendiri; (3) menguasai; mengambil (negeri atau daerah orang lain) menjadikan sbg hak: negara itu telah ~ beberapa negara kecil di dekatnya
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
carter car.ter [v] , men.car.ter v memesan, menyewa sesuatu (mobil dsb) untuk dipergunakan secara pribadi dl jangka waktu menurut kebutuhan: ia ~ sebuah taksi untuk menjemput keluarganya; untuk keperluan itu ia telah ~ sebuah mobil temannya
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
catatan ca.tat.an [n] (1) hasil mencatat: ~ harga; ~ rapat; (2) peringatan; syarat: saya dapat meminjamkan kamus ini kpd Anda dng ~ bahwa kamus ini hendaknya dipelihara baik-baik; (3) Graf kata di dl sebuah buku yg masih perlu dijelaskan (kata itu diberi tanda, yg diulang pd tempat lain dan di belakang tanda diberi penjelasan, biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp teksnya)
catatan kaki ca.tat.an kaki keterangan yg dicantumkan pd margin bawah pd halaman buku (biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp huruf di dl teks guna menambahkan rujukan uraian di dl naskah pokok)
caturan ca.tur.an [n] sulaman yg berpetak-petak
cebil ce.bil, men.ce.bil [v] memandang rendah thd pandangan seseorang; mencibir: sejak awal ia sudah ~ pendapat orang itu
cecar ce.car [Jk v] , men.ce.car v terus-menerus memukuli (menanyai, menembaki): pendekar Betawi ~ orang itu dng pukulan-pukulan tangan kosong
cecere ce.ce.re [n cak] (1) ikan-ikan kecil; (2) orang awam; rakyat jelata; anak kecil
cek [n cak] panggilan thd kakak perempuan; encek [n] perintah tertulis pemegang rekening kpd bank dsb yg ditunjuknya supaya membayar sejumlah uang: pembelian barang itu dibayar dng --; selembar -- bernilai Rp100.000,00 ditukar di bank [v] , me.nge.cek v mencocokkan kembali benar tidaknya (tt perhitungan, daftar angka, berita, dsb); memeriksa: dia disuruh ~ kebenaran berita itu
cek terbuka cek yg dapat dibayar sewaktu-waktu, dapat dibayarkan kpd seseorang tanpa kedatangan pemiliknya sendiri
cekakak ce.ka.kak, cekakak ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa geli yg ditahan-tahan
cekikik ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa kecil agak tertahan-tahan
cekuh ce.kuh [v] men.ce.kuh v merogoh: dng cepat tangannya ~ kantong celana orang yg sedang berbelanja itu [n] (1) tumbuh-tumbuhan yg bunganya biasa ditaburkan di atas kuburan dan daunnya dijadikan ulam atau lalap; (2) bunga cekuh; (3) daun cekuh
cele ce.le [Jw n] kain (cita) yg coraknya berpetak-petak
celempung ce.lem.pung [n Mus] (1) alat musik perkusi dng kotak suara berbentuk trapesium dng belasan dawai terentang di atasnya; (2) alat musik petik daerah Jawa Barat yg terbuat dr bambu beruas dng dawai dr lapisan kulit bambu itu sendiri yg dikelupas, ditarik ke atas dan diberi pasak di bawahnya
celik ce.lik [v] (1) terbuka (tt mata): matanya sudah --; (2) mampu melihat; tidak buta; (3) ki sadar; insaf: baru sekaranglah orang Indonesia -- akan kejahatan penyelundupan itu
cemas ce.mas [a ] tidak tenteram hati (krn khawatir, takut); gelisah: masyarakat -- mendengar kabar wabah cacar itu; -- hatinya selama menantikan keputusan hakim itu [kl adv] ce.mas-ce.mas adv hampir-hampir: penjahat itu ~ mati tertembak
cemas hati merasa sangat gelisah (takut, khawatir)
cemberut cem.be.rut [a] masam mukanya: saat menjalankan tugasnya, pramugari harus ramah, tidak boleh --; seharian ini dia -- saja krn keinginannya tidak terpenuhi
cemburu cem.bu.ru [a] (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia -- melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; (2) kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu -- kalau suaminya pulang terlambat
cemeh ce.meh [a] (1) buta mata sebelah; celek; (2) buta dng mata melek spt orang normal (tidak pejam matanya); cemer [a ki] tidak penting; tidak berharga; remeh [Jk n] permainan judi dng kartu kecil
cemerlang ce.mer.lang [a] (1) bercahaya atau bersinar sangat terang; berkilauan: dng bertaburan jutaan bintang, seluruh langit menjadi --; (2) cerdas (tt otak): ia memiliki otak yg --; (3) ki indah sekali; elok sekali: pakaiannya sangat --; (4) ki bagus (baik) sekali (tt hasil suatu pekerjaan dsb): nilai rapornya sangat --; permainannya sangat --
cempala cem.pa.la [kl a] lancang [Jw n] kayu (alat) pemukul kotak wayang: -- dan keprak juga ada pd wayang beber
cempala mulut lancang mulut (suka melukai hati orang), terutama dng perkataan
cencang cen.cang, cencang latih [ark n] sawah (ladang) yg dibuka sendiri dan menjadi hak milik orang yg membuka tanah itu
cendala cen.da.la [kl a] hina; buruk; keji; cabul: orang yg --
cendana kering cendana yg sudah tidak berbau harum lagi; (2) ki orang yg sudah tidak berguna lagi; -- kuning cendana yg kayunya berwarna kuning, -- semut Exocarpus latifolia
cendekiawan cen.de.ki.a.wan [n] (1) orang cerdik pandai; orang intelek; (2) Sos orang yg memiliki sikap hidup yg terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu
cengbeng ceng.beng [n] hari raya Cina (hari orang berziarah ke kubur setiap tanggal 5 April)
centang cen.tang /cEntang/, cen.tang-pe.re.nang a tidak beraturan letaknya (malang melintang dsb); porak-parik; berantakan: segalanya ~ di ruangan itu [n] tanda koreksi, bentuknya spt huruf v atau tanda cawang [v] , men.cen.tang v memukul (menempeleng)
cepak ce.pak [n] tiruan bunyi orang mengunyah makanan; kecap [a] pendek (tt potongan rambut): rambut potongan -- model tentara
ceplos cep.los [v] , men.cep.los.kan v mengatakan dsb dng terus terang: dl rapat itu ia ~ kritiknya thd ketua
cepuk ce.puk [n] kotak kecil (dr kayu, logam, dsb) tempat perhiasan, sirih, dsb [n] tiruan bunyi batu jatuh ke dl air dsb
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
ceracau ce.ra.cau [n] , men.ce.ra.cau v berkata tidak keruan spt orang tidak sadar (tidur, gila, dsb); mengigau, mengaco-belo
cerah ce.rah [a] (1) terang (tt hari, bulan, warna); jernih (tt kaca): langit --; (2) berseri (tt muka): wajahnya -- sekali; (3) ki baik; bahagia: ia tidak melihat hari depan yg -- [Sd] (1) a retak; (2) n garis
cerai-berai ce.rai-be.rai [a] berpisah-pisah (berpecah-pecah, bubar) tidak keruan; bongkar-bangkir; porak-parik; berantakan
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
ceramah ce.ra.mah [n] pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb: kami baru saja mendengarkan -- mengenai lingkungan hidup; (2) a suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah: hari ini bapak -- sekali kepadaku; (3) a cerewet; banyak cakap; nyinyir: nenek itu memang -- sekali [a] (1) ramah; (2) sifat suka menggerutu
ceratai ce.ra.tai [ark v] , men.ce.ra.tai.kan v menceritakan (mempercakapkan) dng ramai
cerdas cer.das [a] (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya
cerdik cer.dik [a] (1) cepat mengerti (tt situasi dsb) dan pandai mencari pemecahannya dsb; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus -- pula; (2) banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yg -- , lima kali berhasil lolos dr penangkapan polisi
cerdik buruk pandai menipu; suka mengakali orang
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
cerita binatang [Sas] cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang, biasanya mengandung ibarat, hikmah, atau ajaran budi pekerti; fabel
cermat cer.mat [a] (1) penuh minat (perhatian); saksama; teliti: ia mengerjakan soal-soal hitungan dng --; (2) berhati-hati dl memakai uang dsb; hemat: ia seorang wanita yg -- sehingga tidak ada uangnya yg terhambur begitu saja
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
ceruk ce.ruk [n] (1) relung yg masuk ke dinding (tembok, tanah, dsb); lekuk, lubang; (2) lombong (dl tambang); (3) gua (di gunung); (4) ruang berpetak-petak (di lemari dsb); (5) sudut (pojok) di dapur (kamar, rumah, dsb); (6) lekuk (di geladak kapal dsb); (7) rongga (sela-sela dl timbunan barang dsb); (8) serokan; teluk kecil; (9) sudut jalan; jalan kecil (simpangan dsb)
ceteria ce.te.ria [kl n] anak raja; satria: maka duduklah segala menteri, segala orang kaya, segala -- , sida-sida, dan bentera hulubalang, masing-masing pd martabatnya
ceti ce.ti [n] (1) orang yg berasal dr India Selatan, biasanya menjadi pedagang (kebanyakan juga menjadi pelepas uang); (2) orang yg meminjamkan uang dng bunga (yg tinggi); pelepas uang [n] perantara di dl perhubungan antara laki- laki dan perempuan; muncikari; mak comblang: Ni Rawit -- penjual orang
cibir ci.bir [v] men.ci.bir v menganjurkan bibir bawah ke depan untuk menyatakan tidak senang (mengejek, mencemoohkan): mendengar perkataan itu ia ~
cicinda ci.cin.da [n] cicit (untuk menyatakan hormat)
cih [p] kata seru menyatakan tidak suka, mengejek, dsb: -- pembohong, tidak bermalu
cihui ci.hui [p] kata seru untuk menyatakan gembira
cikal ci.kal [Jw n] pohon kelapa yg masih kecil; tunas kelapa; -- bakal 1 orang (sesepuh) yg mula-mula mendirikan desa atau negara; pendiri: dialah -- bakal di kampung ini, krn itu ia diangkat menjadi sesepuh; (2) orang yg menurunkan; nenek moyang: Palembang merupakan kota pelabuhan Sriwijaya dan negeri asal -- bakal orang Sriwijaya
cilawagi ci.la.wa.gi [n] nenek dr moyang kita (jadi tingkat kelima dr kita, yaitu: orang tua, nenek, moyang, buyut, cilawagi)
cilik ci.lik [a] kecil: ia seorang gadis -- , usianya baru empat tahun
cilok ci.lok [Mk v] men.ci.lok v mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet
cincin pertunangan cincin sbg tanda sudah dilangsungkannya secara resmi pertunangan antara dua orang calon mempelai
cindaku cin.da.ku [Mk n] (orang yg dapat menjadi) harimau jadi-jadian
cingge cing.ge [n] perarakan orang Cina dng berpakaian bermacam-macam pd hari besar Cina
cinta cin.ta [a] (1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup -- kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; (4) kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu
ciptaan cip.ta.an [n] yg diciptakan; hasil mencipta: bumi ~ Allah disediakan untuk seluruh makhluk-Nya; sudah terbit kumpul-an sajak baru ~ Amir Hamzah
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
ciut ci.ut [a] (1) sempit; picik; (2) menjadi sempit; menyusut; mengerut: ruang gerak perusahaannya semakin --; (3) ki tawar; takut (tt hati, perasaan): mendengar itu hatiku bertambah -- [n] tiruan bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb
coak co.ak [v] men.co.aki v membuat takik
cocok co.cok [n] (1) benda yg runcing tajam untuk menusuk sesuatu (spt penyemat, jarum); tusuk: -- sanggul; -- satai; (2) kata penggolong bilangan bagi barang yg dirangkaikan dng tusuk: satai lima --; se -- ikan [a] (1) sama benar; tidak berlainan: pendapatnya -- dng pendapatku; (2) sepadan; sesuai: dia bebas mencari pekerjaan yg -- dng kecakapannya; (3) betul; tepat: ramalannya --; arlojimu tidak --; (4) berpatutan (dng); berpadanan (dng): warna sepatu ini -- dng baju yg kaupakai; perkataannya -- dng perbuatannya; (5) senang (suka) dng; setuju di hati: kalau -- , boleh Tuan beli; (6) serasi; baik benar untuk: obat itu sudah diminumnya, tetapi tidak --; (7) setuju; sepakat; akur: ia minta berhenti sebab tidak -- dng atasannya; (8) kena benar; pas benar: kunci ini -- juga untuk lemariku; (9) seimbang; sepadan: hadiah itu sudah -- dng jasanya; (10) memenuhi (syarat dsb) untuk; baik (layak) untuk: tanah ini sangat -- untuk ditanami sayur-sayuran; rumah ini hanya -- untuk restoran
cokok co.kok [Mk v] men.co.kok v menangkap (ayam, ikan, dsb) [ark n] teriak (jerit) orang yg latah bila terkejut
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
colot co.lot [Jw v] men.co.lot v meloncat; melompat (spt katak dsb)
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
concong con.cong [ark] men.con.cong a berjalan terus dng tidak menoleh ke kanan atau ke kiri: semuanya berjalan ~ spt orang tergopoh-gopoh
condong ditumpil [pb] orang yg dl kesulitan uang dsb diberi pertolongan
congak co.ngak [a] men.co.ngak v mengangkat muka (kepala) ke atas; mendongak: dia ~ memandang kpd saya [n] taksiran yg dibuat dl kepala saja, tidak ditulis: biaya pembelian barang baru dibuat dng -- saja
congkah-cangkih cong.kah-cang.kih [a] mencuat ke sana ke mari; tidak rata dan tidak teratur; berantakan tidak keruan
congkak cong.kak [a] merasa dan bertindak dng memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dsb); sombong; pongah; angkuh: kelakuannya yg -- itu menjauhkan orang darinya [n] (1) kulit lokan yg dipakai dl permainan, ada bermacam-macam spt: -- baiduri, -- putih; (2) permainan dng kulit lokan (biji-bijian dsb) dan kayu yg bentuknya spt perahu yg berlubang-lubang (di Jawa disebut dakon): main --
contoh bentuk [Graf] contoh rancangan tata letak huruf, klise, dsb
cop [p cak] kata afektif untuk menyatakan bahwa apa yg dikatakan atau diperbuat adalah keliru sehingga perkataan atau perbuatan itu dicabut atau tidak diteruskan (berarti: maaf!, tidak begitu!): telah ditetapkan "bermain", eh -- "berlangsung" di Australia ? kecup [n Olr] pukulan yg menyebabkan jatuhnya bola di depan lapangan dekat net (dl permainan bulu tangkis, tenis meja, tenis)
copet co.pet [n] orang yg mencuri (sesuatu yg sedang dipakai, uang di dl saku, barang yg dikedaikan, dsb) dng cepat dan tangkas; tukang copet; pencopet
corong dengar alat untuk mendengar (bagi orang yg telinganya agak tuli)
cuak cu.ak [ark n] binatang (spt kerbau, gajah) untuk memikat (gajah, kerbau liar) supaya dapat ditangkap [ark a] takut; gentar
cuci tangan membasuh tangan dng air; (2) ki tidak turut campur dl suatu masalah walaupun mengetahuinya; (3) ki tidak mau terlibat dl kesalahan yg dibuat orang lain
cucunda cu.cun.da [n] (1) kp cucu Anda; (2) cucu (untuk menyatakan takzim atau hormat): Baginda terlalu kasih akan --
cukai cu.kai [n] (1) pajak atau bea yg dikenakan pd barang impor dan barang konsumsi: barang impor tidak boleh dikeluarkan dr pelabuhan sebelum -- nya dibayar; (2) sebagian dr hasil tanah (spt sawah, ladang) yg wajib diberikan kpd tuan (pemilik) tanah sbg ongkos tanah: krn musim kemarau yg lama, panen padi hanya cukup untuk membayar --
cukong cu.kong [n] (1) orang yg mempunyai uang banyak yg menyediakan dana atau modal yg diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain; (2) pemilik modal
cukup cu.kup [a] dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang: ia tidak dapat menabung, gajinya hanya -- untuk biaya hidup sehari-hari; kamar ini -- untuk dua orang; (2) a lengkap; genap (umur, waktu, dsb): tahun ini umurnya -- setengah abad; (3) a sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi): nama saya -- dipanggil Karno saja; jangan khawatir, persediaan --; (4) a lumayan; sedang: untungnya tidak banyak, hanya --; (5) a cak agak kaya; berada; tidak kekurangan: ayahnya orang yg --; (6) adv agak: tadi pagi saya terbangun sudah -- siang; hasilnya -- memuaskan
culik cu.lik [n] kulik-kulik, keluar mencari mangsa pd malam hari; Chalcococyx honorata [v] men.cu.lik v mencuri atau melarikan orang lain dng maksud tertentu (dibunuh, dijadikan sandera)
contoh con.toh [n] (1) barang atau sebagian dr barang yg rupa, macam, dan keadaannya sama dng semua barang yg ada; barang yg dapat mewakili barang yg lain krn sama sifat-sifatnya: barang-barang dl pameran itu tidak dijual hanya dipajang sbg --; beras ini tidak sesuai dng -- nya; (2) sesuatu yg akan atau yg disediakan untuk ditiru atau diikuti: Nenek memberi -- bagaimana cara merangkai bunga; buku itu berisi berbagai macam -- surat-menyurat; (3) pola (untuk membatik, membuat pakaian, dsb): orang membatik ada yg memakai -- , ada yg tidak; dl majalah wanita selalu dimuat -- menggunting baju; (4) model (rumah, pesawat terbang, dsb dl bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dsb sesungguhnya atau yg akan dibuat): kami diajak melihat pameran -- rumah sederhana; (5) teladan (tt kelakuan, perbuatan, dsb); hal (spt peristiwa) yg menjadi teladan: tindak-tanduk guru menjadi -- bagi murid; kegiatannya dl bekerja menjadi -- bagi teman-temannya
culun cu.lun [a] kecil: Kotamadya Cirebon bagaikan seorang gadis -- yg telah beranjak dewasa
cumepak cu.me.pak [Jw v] sudah tersedia dan mudah diambil: orang cenderung mengambil pola barang yg --
cunam hidup alat yg berbentuk spt catut untuk menjepit hidung sapi atau kerbau agar mudah dikendalikan dan tidak berontak jika dipegang atau diperiksa untuk diobati
cup [n] tiruan bunyi barang yg dicelupkan dsb [Lihat {kecup}] [p] (1) kata seru untuk menyuruh diam; (2) cop; (3) kata seru untuk menyatakan bahwa sesuatu sudah dipilih (dimiliki)
cupak cu.pak [n] takaran beras (biasanya 1 cupak = 1/4 gantang) [n] kepala pengudut (tempat candu dibakar) [n] struktur berbentuk gelembung [n Graf] alat dr kain atau semacamnya berbentuk lipatan-lipatan yg kedap cahaya dan/atau kedap udara, dipakai pd kamera atau alat untuk mengembus udara
cupar cu.par [a] suka berkata-kata keji (serampangan saja dsb) [Jk a] sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tt seorang laki-laki)
cuplik cup.lik [v] men.cup.lik v menukil; mengutip; memetik: di bawah ini penulis ~ sedikit pendapat seorang ahli tt polusi udara
curang cu.rang [a] tidak jujur; tidak lurus hati; tidak adil: orang yg munafik senantiasa berhati --
curi cu.ri [v] , men.cu.ri v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi: malam tadi maling masuk ke rumahnya dan ~ sebuah radio
cus [n] tiruan bunyi api disiram air dsb [p] kata seru untuk menyatakan gerakan yg sangat cepat dsb: -- , kilat itu telah melintas
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
daba da.ba [n] (hanya digunakan dl kata majemuk: hawa -- ) gerakan (aliran) udara yg menyatakan bahwa ada sesuatu yg bergerak; bau suatu benda yg dibawa oleh udara
dabit da.bit [n Isl] orang yg kuat hafalnya, selalu berhati-hati dl menukil hadis, tidak keliru tt urutan perawi hadis
dabol da.bol [n] bentuk kesenian (musik) yg dimainkan oleh beberapa orang dng menggunakan genderang
dacin da.cin [n] alat untuk menimbang sesuatu berupa tongkat yg diberi skala yg dilengkapi dng anak timbangan dan tempat untuk meletakkan barang (yg ditimbang, digantungkan pd tongkat tsb)
dada da.da [n] (1) bagian tubuh sebelah depan di antara perut dan leher: ia memukul -- nya; (2) rongga tubuh tempat letak jantung dan paru-paru: ia akan menjalani operasi -- krn jantungnya sakit
daerah buta [Tek] lapisan tersembunyi yg tidak terdeteksi oleh isyarat geofisik; -- gawang daerah sekitar gawang, tempat penjaga gawang boleh memegang bola: pelanggaran itu terjadi di -- gawang pemain lawan sehingga wasit menunjuk titik putih yg berarti harus dilakukan tendangan hukuman
daerah haram daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yg mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dsb
daerah hitam lingkungan tempat orang melakukan kejahatan; (2) lingkungan pelacuran dsb
daerah Khusus Ibu Kota daerah pemerintahan ibu kota yg tingkatnya disamakan dng provinsi (kepala daerahnya seorang gubernur)
daerah kuno daerah geografis tempat tersebarnya kebudayaan suku bangsa yg mengandung unsur kuno, biasanya terletak di pinggiran suatu daerah kebudayaan
daerah pedalaman daerah yg terletak jauh dr kota atau dr pantai
daerah penalti [Olr] bagian lapangan sepak bola di muka gawang yg diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dr kesebelasan yg sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan hukuman berupa tendangan bebas ke arah gawang
daerah pinggiran daerah yg terletak di pinggir kota
daerah tujuan wisata daerah yg memiliki objek wisata yg ditunjang oleh masyarakat dan prasarana pariwisata; (2) tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisata; (3) daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan
daftar daf.tar [n] catatan sejumlah nama atau hal (tt kata-kata, nama orang, barang, dsb) yg disusun berderet dr atas ke bawah
daftar hitam daf.tar hi.tam [n] daftar nama orang atau organisasi yg dianggap membahayakan keamanan atau daftar nama orang yg pernah dihukum krn melakukan kejahatan
daftar kelas daftar yg memuat catatan tt hal ihwal murid, spt identitas orang tua, kesehatan, daftar hadir, daftar nilai tiap caturwulan
daftar tunggu daftar yg berisi nama orang yg sedang menunggu giliran pelayanan (msl untuk memperoleh sambungan telepon, mendapat tempat di pesawat, mendapat perawatan kesehatan)
dag-dig-dug [n] tiruan bunyi dr debaran jantung; (2) a berdebar-debar (tt jantung) krn sangat ketakutan
dagang da.gang [n] pekerjaan yg berhubungan dng menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga [kl] (1) a dr negeri asing; asing: anak --; (2) n orang dr negeri asing; pengembara: aku ini -- seorang [Mk v] men.da.gang v memikul: ~ barang
dagang melarat perantau yg hidup menderita di negeri orang
dagel da.gel [v] men.da.gel v melucu (berjenaka, melawak, dsb) untuk membuat orang tertawa
daging da.ging [n] (1) gumpal (berkas) lembut yg terdiri atas urat-urat pd tubuh manusia atau binatang (di antara kulit dan tulang); (2) bagian tubuh binatang sembelihan yg dijadikan makanan: Ibu membeli -- sapi di pasar; (3) ki tubuh manusia (sbg imbangan jiwa atau batin); (4) bagian dr buah yg lunak di bawah kulit, biasanya boleh dimakan: kelapa itu dibelah dan -- nya dicungkil
dah [ark n] dinas, jasa, kemanfaatan [n cak] (1) baiklah: biar -- , biarkan saja, tak apa; (2) kp sudah [n cak] ucapan salam waktu berpisah
dahan pembaji batang [pb] (orang kepercayaan yg) menyalahgunakan harta benda tuannya
dahriah dah.ri.ah [Ar n] orang-orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kaum --
dahsyat dah.syat [a] (1) mengerikan; menakutkan: tabrakan kereta api yg terjadi di daerah itu sangat --; (2) hebat; amat sangat: meriam berdentuman amat -- bunyinya; (3) kl takut; bingung; ketakutan; kebingungan: memberi --; menaruh --
dai [n Isl] orang yg kerjanya berdakwah; pendakwah: melalui kegiatan dakwah, para -- menyebarluaskan ajaran agama
dajal da.jal [n] (1) setan yg datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); (2) ki orang yg buruk kelakuannya; penipu; pembohong
dakwa dak.wa [n] (1) tuduhan; (2) pengaduan atau tuntutan yg diajukan kpd hakim; (3)tuntutan atau gugatan yg diajukan oleh seseorang thd orang lain krn haknya telah dilanggar, dirugikan, dsb
dalal da.lal [Ar n] (1) perantara jual beli; makelar; pialang: jangan dibiasakan membeli barang (tanah, rumah, dsb) melalui seorang --; (2) wakil penjual; agen: ia adalah -- sepeda dan mesin jahit di kota itu; (3) potongan keuntungan untuk agen; (4) perantara dl penyelesaian pertikaian: kedua belah pihak ingin berdamai dng perantaraan --; (5) penunjuk jalan
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
damah da.mah [Ar n] tanda spt koma di atas huruf Arab yg menyatakan bahwa huruf tsb berbunyi u
damba dam.ba [a] sangat ingin; rindu: seorang anak yg -- akan kedamaian abadi [ark v] , men.dam.ba v merebahkan diri pd; memeluk [a] diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hati
dampung dam.pung [n] tiruan bunyi orang memukul besi
dandan dan.dan [v cak] (1) mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias; (2) memperbaiki; menjadikan baik (rapi) [n] panggung tambahan pd geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud) [n] (1) tali yg besar; (2) kabel [v] merampas milik seseorang dng kekerasan
dangau da.ngau [n] gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman
dangkung dang.kung [n] penyakit kusta yg telah parah (terutama yg telah membusukkan kulit) [v] , men.dang.kung v meninju: dia dihukum krn ~ orang sampai pingsan
Danuh Da.nuh [n] (1) orang memanah; nama rasi bintang yg ke-9; (2) Sagitarius (nama zodiak)
dapat da.pat [adv] mampu; sanggup; bisa; boleh; mungkin: serangan musuh tidak -- ditahan; isi hatinya tidak -- kita ketahui; (2) v cak menerima; memperoleh: pemuda yg membacok temannya itu -- hukuman penjara tiga bulan; (3) v ditemukan; tertangkap dsb: ke mana pun dicarinya, anting itu tidak -- juga
dapur umum tempat menyediakan makanan untuk cuma-cuma orang banyak (dl keadaan darurat dsb)
dari sana da.ri sa.na [pron] kata penunjuk untuk menyatakan arah yg jauh dr pembicara
dari sini da.ri si.ni [pron] kata penunjuk untuk menyatakan arah yg dekat ke pembicara
dari situ da.ri si.tu [pron] kata penunjuk yg menyatakan arah yg agak mendekat dng pembicara
daro da.ro [n Antr] bagian dr rangkaian upacara kematian orang Dayak Ot Danum
darun da.run [Mk n] bunyi keras yg serentak; derum
dasalomba da.sa.lom.ba [n] perlombaan pd cabang olahraga atletik yg terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yg dilakukan oleh seorang atau setiap atlet
dasar awan [Met] bagian terendah dr awan yg tingkat ketaktampakannya bertambah jelas dr keadaan atmosfer cerah atau kabut
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
datang tampak muka [pb] hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dr rumah orang [pb] datang dan pergi hendaklah memberi tahu
datang-datang da.tang-da.tang [adv] (1) baru saja datang: ~ disuruh makan; (2) baru sekali datang: ~ mau pinjam uang; (3) selalu (seringkali) datang lagi: sudah diusir ~ saja
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
dataran tinggi da.tar.an tinggi bagian permukaan bumi yg mendatar dan terletak pd ketinggian lebih dr 600 m dr permukaan laut
dati da.ti [n Huk] tanah keluarga (di Maluku) yg dimiliki bersama dan tidak boleh dibagi-bagi
datu da.tu [n] (1) Sas raja; ratu; (2) Mk orang yg pandai tt ramuan-ramuan obat; dukun; (3) orang yg keramat; orang yg telah meninggal
datu petinggi da.tu pe.ting.gi [n] kepala adat suatu masyarakat hukum adat di Riau yg terdiri atas empat orang
datuk da.tuk [n] (1) bapak dr orang tua kita; kakek; aki: orang tua itu bukan ayahnya, melainkan -- nya; (2) orang yg tertua dl keluarga; (3) gelar kehormatan bagi orang yg dituakan (berpangkat tinggi, tinggi martabatnya): -- Bendahara; -- Tumenggung; (4) Mk penghulu adat; (5) jin atau hantu penunggu (suatu tempat dsb); (6) berhala; toapekong; (7) kl harimau: hati-hati kalau bertemu dng -- di hutan itu
daun nasi da.un na.si [n] tanda berupa tanaman belukar yg menunjukkan bahwa tanahnya adalah hak milik orang yg menanam belukar tsb
daya angkut kemampuan mengangkut muatan atau penumpang; -- antisipasi kemampuan untuk mengetahui sebelumnya (tt apa yg mungkin akan terjadi atau akan dihadapi): pertahanan yg ketat di garis belakang benar-benar menuntut -- antisipasi dan refleks yg spontan dr para pemain bola; -- baca ki Olr kemampuan membaca (memperkirakan langkah atau tindakan yg akan dilakukan orang lain dsb): dl bertahan, kesebelasan itu mempunyai pemain tengah yg defensif, -- bacanya jitu sekali sehingga dng mudah ia memotong bola yg diumpan lawan
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
daya gaib kekuatan atau pengaruh di luar hukum alam yg dimiliki oleh orang-orang sakti
daya guna da.ya gu.na [n] (1) kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; efisien; tepat guna; sangkil: para petani berusaha meningkatkan -- tanah mereka; (2) kemampuan menjalankan tugas dng baik (tt orang): dl pengangkatan pegawai, -- yg tinggi harus menjadi unsur pertimbangan pokok; (3) angka persen yg menunjukkan perbandingan antara tenaga (energi) yg diperoleh dan tenaga yg diperlukan
daya perbawa kemampuan yg timbul dr sesuatu yg dapat mempengaruhi seseorang
daya usaha kemampuan seseorang memulai suatu aktivitas baru
dayah da.yah [n] orang perempuan (ibu) yg diserahi mengasuh atau menyusui anak orang lain; inang pengasuh; ibu susu
debak de.bak n tiruan bunyi orang meninju; debuk
debik de.bik [n] tiruan bunyi orang menepuk [ark n] embik
debit de.bit [n] (1) uang yg harus ditagih dr orang lain; piutang; (2) Man catatan pd pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yg mengurangi deposito pemegang rekening pd banknya [Tan] volume air yg mengalir dr suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dl satuan waktu
debitur de.bi.tur [n] orang atau lembaga yg berutang kpd orang atau lembaga lain
debuk de.buk [n] tiruan bunyi orang meninju, barang jatuh, dsb
decap de.cap [n] tiruan bunyi orang mengecap makan [n] denyar
dedengkot de.deng.kot [Jk n] orang yg menjadi tokoh (pemimpin) dl suatu perkumpulan dsb, baik dl arti yg baik maupun yg buruk
dedikatif de.di.ka.tif [a] bersifat pengabdian: dia orang yg sangat -- , tidak pernah menyusahkan orang, dan siap menjalankan program
defender de.fen.der [n Olr] pemain belakang (pd sepak bola) yg bertugas menjaga daerah pertahanan dr serangan lawan: seorang -- harus benar-benar mempunyai keterampilan yg luar biasa dl menjaga daerah pertahanannya
deferens de.fe.rens [n] rasa hormat dan percaya kpd seseorang krn ia lebih tinggi kemampuannya, derajatnya, atau lebih tua dp kita
definisi de.fi.ni.si [n] (1) kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); (2) rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi
definisi riil proses atau hasil menyatakan makna kata dng memerinci unsur-unsur konsepnya
deflagrasi def.la.gra.si [n] (1) Kim proses pembakaran yg berlangsung dl waktu singkat, biasanya disertai nyala yg terang dan suara gemertak; (2) Idt pembersihan baja dng panas berukuran tinggi
deformatif de.for.ma.tif [a] bersifat deformasi; bersifat mengubah bentuk: orang terperangah pd karya seni -- dr seniman itu
degil de.gil [a] tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu: anak ini memang -- , tidak bisa dinasihati
deguk de.guk [n] tiruan bunyi orang meneguk air
dekat mencari indu [pb] jika merantau ke tempat yg dekat, kita mencari indu (orang yg seketurunan dng kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yg jauh, kita mencari orang yg satu suku saja dng kita sudah cukup
deklamator dek.la.ma.tor [n] orang yg mendeklamasikan sajak
deklarasi dek.la.ra.si [n] (1) pernyataan ringkas dan jelas (tt suatu hal): konferensi itu telah menghasilkan -- yg terdiri atas sepuluh pasal; (2) keterangan lengkap tt uang, biaya perjalanan, barang yg masuk, dsb; -- nasional deklarasi yg diumumkan secara nasional: sikap kelompok ketiga ini tercermin di dl -- nasional yg dinyatakan oleh ketuanya
deklinasi dek.li.na.si [n] (1) perubahan ke arah yg lebih kecil, lemah, atau rendah; (2) Fis sudut yg dibentuk oleh jarum magnet (pd kompas) dng arah utara; (3) Ling sistem fleksi mengenai bentuk (nomina, adjektiva, pronomina, dsb) untuk menyatakan perbedaan kategori (genus atau kasus); (4) Geo jarak sudut pd bola langit antara benda langit dan ekuator langit, diukur pd meridian yg melalui benda langit itu
deklinasi negatif [Geo] deklinasi yg terletak di belahan selatan langit, yaitu mulai dr ekuator sampai ke kutub selatan langit
deklinasi positif [Geo] deklinasi yg terletak di belahan utara langit, diukur mulai dr ekuator sampai ke kutub utara langit
dekoratif de.ko.ra.tif [a] berkenaan dng dekorasi: bunga-bunga yg dipasang di sudut itu menciptakan efek --
dekorator de.ko.ra.tor [n] (1) orang yg mengerjakan dekorasi; penghias panggung teater; (2) orang yg merancang dekorasi untuk etalase, stan, dsb dan yg sekaligus mengerjakannya
delap de.lap [n] api dan asap yg keluar dr mulut senapan pd saat ditembakkan [ark a] suka meminta sesuatu kpd orang lain tanpa mempunyai rasa malu
delegasi de.le.ga.si [n] (1) orang (orang) yg ditunjuk dan diutus oleh suatu perkumpulan (negara dsb) dl suatu perundingan (musyawarah dsb); perutusan; (2) Dag penyerahan atau pelimpahan wewenang; (3) Adm pelimpahan wewenang
delik aduan pelanggaran (perbuatan, tindak pidana) berupa penghinaan (fitnah atau pencemaran) yg dilakukan secara tertulis atau lisan thd nama seseorang dan dapat dituntut di depan pengadilan jika ada pengaduan dr yg merasa dirugikan nama baiknya
delikan de.lik.an [n] petak umpet
delirium de.li.ri.um [n] gangguan mental yg ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik
demagogi de.ma.go.gi [n Pol] penghasutan thd orang banyak dng kata-kata yg dusta untuk membangkitkan emosi rakyat
demarkasi de.mar.ka.si [n] batas pemisah, biasanya ditetapkan oleh pihak yg sedang berperang (bersengketa) yg tidak boleh dilanggar selama gencatan senjata berlangsung untuk memisahkan dua pasukan yg saling berlawanan dl medan pertempuran; perbatasan; tanda batas
demi de.mi [p] untuk (kepentingan): ia menghentikan kebiasaan merokok, -- kesehatannya [p] lepas; per: satu -- satu (seorang -- seorang) para tamu memberi selamat kpd kedua mempelai [p] tatkala; pd ketika; segera setelah: ia berteriak kegirangan -- membaca namanya tercantum di papan pengumuman [p] atas nama (Tuhan, untuk bersumpah): -- Allah dan rasul-Nya saya tidak melakukan hal itu [kl p] sebagai; seperti (untuk membandingkan): suaranya merdu -- buluh perindu
demikian de.mi.ki.an [pron] kata untuk menunjukkan sesuatu yg sudah dibicarakan; begitu; spt itu; sbg itu: dl keadaan -- tidak seorang pun merasa dirinya aman
demokrasi plutokrat sistem demokrasi yg dikuasai oleh orang yg kaya atau bermodal
demon de.mon [n] (1) makhluk atau roh yg jahat; hantu; setan; (2) orang yg bengis, tidak mengenal belas kasihan
demoniak de.mo.ni.ak [n] orang yg dikuasai (dipengaruhi) oleh setan
demonstran de.mon.stran [n] orang yg berdemonstrasi; pelaku demonstrasi
demonstrativa de.mon.stra.ti.va [n Ling] kata yg berfungsi untuk menunjuk atau menandai secara khusus orang atau benda, msl ini dan itu
dempet dem.pet [a] , ber.dem.pet v (1) berdampingan rapat (berdekatan); berimpit: rumah-rumah di kota umumnya ~ satu sama lain; (2) rapat melekat (dikatakan tt pisang, jari, bayi kembar siam, dsb)
den [Jw n kp] raden (kata sapaan untuk seorang pemuda yg dianggap lebih muda derajatnya) [Mk pron] saya
denah de.nah [n] (1) gambar yg menunjukkan letak kota, jalan, dsb; peta; (2) gambar rancangan (rumah, bangunan, dsb) [n] , -- jahat kl hantu yg menyebabkan kaki menjadi bengkak
denda kubra [Huk] denda adat di Jawa yg dijatuhkan kpd seluruh warga masyarakat apabila orang yg bersalah krn membunuh tidak tertangkap atau tidak diketahui dng pasti siapa orangnya
denda pati denda yg dikenakan kpd orang yg membunuh
denda paturunan [Huk] denda adat di Lombok atau ganti kerugian yg dibebankan pd desa apabila seseorang yg dituduh mencuri tidak tertangkap
dengar de.ngar [v] , -- pendapat pertemuan yg diadakan untuk mendengarkan penjelasan atau pendapat seseorang yg berwenang mengenai pelaksanaan kegiatan dsb yg ada dl batas tugas dan kewenangannya (anggota masyarakat, lembaga atau badan pemerintah, dsb): DPR telah mengadakan -- pendapat dng Menteri Pendidikan Nasional tt masalah wajib belajar
dengar-dengaran de.ngar-de.ngar.an [v] (1) seakan-akan mendengar sesuatu: saya selalu ~ suaranya; (2) percaya atas pendengaran; mudah (lekas) percaya: jangan suka ~ saja, saksikan sendiri; (3) suka menurut (mengindahkan): sbg anak harus ~ pd orang tua
dengih de.ngih [n] tiruan bunyi napas orang yg sesak
dengkang deng.kang [n] tiruan bunyi katak "kang, kang"
dengki deng.ki [a] menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) krn iri yg amat sangat kpd keberuntungan orang lain: perkataan itu timbul krn -- saja; mengapa engkau -- thd sahabatmu itu
dengking deng.king [n] tiruan bunyi salak anjing yg keras, teriak orang, dsb
dengkur deng.kur [n] (1) tiruan bunyi napas yg kuat dr orang tidur; keruh; (2) Dok napas yg berbunyi keras pd waktu tidur atau pd waktu kesadaran menurun; keruh
dengkus deng.kus [n] tiruan bunyi orang menarik dan menghembuskan napas kuat-kuat dr hidung
dentat den.tat [a] bertakik; bergigi
denyut nadi detak nadi yg dapat dirasakan dng meraba pergelangan tangan
deoknumisasi de.ok.nu.mi.sa.si [n] proses menghilangkan (menghapuskan, mengurangi) peran oknum (orang): yg akan lebih penting adalah proses -- dl kebijakan pemerintah
dengan de.ngan [p] (1) beserta; bersama-sama: ia pergi -- anak istrinya; (2) dan: Saman -- Simin tinggal sekampung; (3) memakai (menggunakan) suatu alat: melempar -- batu; menusuk -- belati; melukis -- cat; (4) kata penghubung menyatakan hubungan kata kerja dng pelengkap atau keterangannya: bermain -- temannya; (5) kata penghubung untuk menerangkan cara (bagaimana terjadinya atau berlakunya); sambil; seraya: ia menjawab -- tersenyum; harus datang sendiri -- membawa ijazah; (6) kata penghubung menerangkan (sifat): diperhatikan -- sungguh-sungguh; gawangnya dijaga -- ketat; menyerang -- gagah berani; (7) oleh; karena: lemarinya penuh -- buku; (8) atas: -- kemauan sendiri; (9) penghubung untuk menyatakan keselarasan (kesamaan, kesesuaian): menyesuaikan -- keadaan lingkungan; mukanya mirip -- ibunya; -- sendirinya sendiri (dng arti yg lebih kuat); otomatis: bergerak -- sendirinya [kl n] (1) sahabat; (2) Mk hamba tebusan; budak: Datuk Bendahara itu banyak sekali -- nya; (3) saya; aku
depang de.pang [v] men.de.pang v (1) merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; (2) menghadang (merintangi dsb) dng kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri: di ujung jalan berdiri seorang polisi ~ setiap kendaraan yg melanggar peraturan
departemen de.par.te.men [n] (1) lembaga tinggi pemerintahan yg mengurus suatu bidang pekerjaan negara yg dipimpin seorang menteri; (2) Dik bagian dr fakultas, biasanya dipimpin oleh ketua jurusan (departemen) yg menggarap sekelompok disiplin ilmu yg tercakup dl suatu bidang studi tertentu: -- Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung; (3) cabang pekerjaan yg dikepalai oleh manajer tunggal
dependensi de.pen.den.si [n] (1) keadaan bergantung kpd orang lain krn belum dapat hidup sendiri (tt orang); ketergantungan; (2) keadaan tidak merdeka, di bawah kekuasaan atau pengaruh negara lain (tt negara); keadaan dijajah; (3) Ling hubungan antara unsur-unsur gramatikal dng salah satu sbg penguasa dan lainnya sbg unsur bergantung (dikuasai), msl frasa verba menguasai frasa nomina pd tataran klausa, vokal (inti) menguasai konsonan pd tataran suku kata
deportasi de.por.ta.si [n Huk] pembuangan, pengasingan, atau pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sbg hukuman, atau krn orang itu tidak berhak tinggal di situ
deposan de.po.san [n] penyimpan uang di bank secara deposito: -- boleh mengambil bunga uang yg didepositokan setiap bulan
deposito de.po.si.to [n] (1) Ek uang yg disimpan dl rekening; (2) Ek tindakan menyimpan uang di bank; (3) Man kredit yg diberikan bank kpd seseorang; (4) Man hak atas saldo uang di bank bagi mereka yg telah menyimpannya di bank
depresi dep.re.si [n] (1) Ek keadaan perniagaan yg sukar dan lesu; (2) Psi gangguan jiwa pd seseorang yg ditandai dng perasaan yg merosot (spt muram, sedih, perasaan tertekan); (3) Geo daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pd waktu yg sama; (4) Met daerah yg bertekanan rendah
deputasi de.pu.ta.si [n] perutusan yg terdiri atas beberapa orang yg diangkat dan diberi hak untuk mewakili (bertindak dan berbicara atas nama) orang-orang lain: kaum buruh yg mogok itu mengirim -- ke kantor wilayah perburuhan untuk berunding
deputi de.pu.ti [n] (1) orang yg diangkat sbg wakil atau pengganti dng kuasa jabatan untuk bertindak; (2) orang kedua dl organisasi yg mengambil alih pimpinan jika atasannya tidak di tempat
deraian de.rai.an [n] tetesan; cucuran: dng diiringi ~ air mata, ia menceritakan musibah itu
derajat kebebasan [Fis] jumlah koordinat independen yg perlu untuk menentukan letak setiap zarah dl suatu sistem dinamis secara unit
derak de.rak [n] tiruan bunyi dahan patah (bambu dibelah dsb); bunyi kertak
derakan de.rak.an [n] bunyi derak; kertak
derap de.rap [n] tiruan bunyi kaki orang berjalan cepat [n] (1) gerak lari cepat (tt kuda dsb); (2) kecepatan langkah; laju gerak: rakyat tidak apatis thd -- pembangunan yg tengah berjalan sekarang
derap langkah bunyi langkah orang berbaris, kuda berjalan atau berlari, dsb; (2) ki kecepatan langkah; laju gerak: kita hendaknya menyesuaikan -- langkah pembangunan kita dng kemajuan dunia luar
derel de.rel [n] tembakan serentak; salvo
derma der.ma [n] pemberian (kpd fakir miskin dsb) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dsb (kpd perkumpulan sosial dsb): orang kaya sebaiknya mau memberi -- kpd fakir miskin
dermatolog der.ma.to.log [n] ahli dermatologi: penyakit gatal di sekujur tubuh itu hendaknya dikonsultasikan kpd seorang --
dermawan der.ma.wan [n] pemurah hati; orang yg suka berderma (beramal, bersedekah): dia terkenal sbg seorang -- di kampung ini
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
desah de.sah [n] tiruan bunyi barang digosok, air hujan jatuh di daun-daunan, napas orang sakit bengek, dsb
desentralisasi fungsional pengakuan adanya hak pd seseorang atau golongan untuk mengurus hal-hal tertentu di daerah
deserebrasi de.se.reb.ra.si [n Dok] pengangkatan otak besar
desertir de.ser.tir [n] orang dsb yg melakukan desersi (lari meninggalkan dinas ketentaraan atau membelot kpd musuh)
desibel de.si.bel [n] (1) satuan ukuran untuk mengukur kerasnya suara; satuan ukuran untuk mengukur ketajaman pendengaran; (2) Fis satuan untuk mengukur rasio dua daya atau intensitas, atau rasio antara suatu daya dan daya acuan; satuan yg sama dng 10 kali logaritme rasio tsb; (3) Ling satuan untuk menyatakan intensitas bunyi relatif pd skala dr 0 untuk rata-rata bunyi yg dapat didengar sampai 130 untuk rata-rata bunyi pd ambang pendengaran tertinggi
desis de.sis [n] bunyi yg lebih lembut dp desus (spt orang meniup atau berbisik)
desit de.sit [n] bunyi spt orang mengisap (menyedot) melalui celah gigi
deskripsi struktur [Ling] (1) penggambaran konstituen ujaran dan hubungannya dr sudut semantik, sintaksis, dan fonologi, kaidahnya terletak di sebelah kiri kaidah transformasi; (2) masukan yg memungkinkan terjadinya suatu transformasi
despotisme des.pot.is.me [n] (1) pemerintahan seorang despot; (2) sistem pemerintahan dng kekuasaan tidak terbatas dan sewenang-wenang
desus de.sus [n] tiruan bunyi orang berbisik
desut de.sut [n] tiruan bunyi orang meniup, angin kencang, dsb
detektor kebohongan alat untuk mencatat yg bertujuan menemukan tanda-tanda fisiologis tertentu pd seseorang yg berbohong
detenidos de.te.ni.dos [n Huk] orang yg ditahan krn melanggar hukum
determinis de.ter.mi.nis [n] orang yg menganut paham determinisme
dewa de.wa [kl n] (1) roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; (2) ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; (3) Bl gelar kasta (golongan) Brahmana
dewan de.wan [n] (1) majelis atau badan yg terdiri atas beberapa orang anggota yg pekerjaannya memberi nasihat, memutuskan suatu hal, dsb dng jalan berunding; (2) mahkamah (tinggi)
dewasa de.wa.sa [a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah -- [n] waktu, masa (akhir-akhir ini): -- ini pembangunan dilakukan di seluruh pelosok tanah air
di [p] (1) kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; (2) cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; (3) Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; (4) Mk dari: jauh -- mata [kp] adi, msl dipati adipati; diraja adiraja
di bawah di ba.wah [v] (1) berada di tempat yg lebih rendah; (2) ki berada dl kedudukan rendah: orang -, orang rendahan
di bawah tangan [ki] tidak di muka umum (tt pemborongan); tidak dilaksanakan secara resmi atau tidak disaksikan oleh pihak resmi (tt perkawinan dsb); di bawah kekuasaan (pemerintah) orang
di mana pinggan pecah [pb] di mana orang meninggal di situ dikuburkan
di mana ranting dipatah [pb] setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya
di muka di mu.ka [v] (1) di depan; di hadapan: -- umum, di depan orang banyak; (2) di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; (3) dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa
di muka (di puncak) hidung [pb] dekat sekali di depan orang
di sana di sa.na [pron] kata penunjuk untuk menyatakan tempat yg agak jauh dr pembicara
di sini di si.ni [pron] kata penunjuk yg menyatakan tempat yg dekat dng pembicara
di situ di si.tu [pron] kata penunjuk yg menyatakan tempat yg agak mendekat dng pembicara
di ujung lidah [ki] (1) dl perkataan saja tidak disertai pelaksanaannya; (2) disebut-sebut; dipercakapkan: perang Teluk Parsi selalu di -- lidah; (3) sudah hampir terkatakan
diagram balok diagram yg dinyatakan dl tiga dimensi, lebar, tinggi, dan dalam; (2) Geo gambar sketsa untuk menjelaskan sesuatu dng melukiskan bagiannya, cara kerjanya, dsb
diagram gambar diagram yg menyatakan suatu peristiwa dng bantuan kenyataan yg disederhanakan atau diperkecil
diagram garis diagram yg menyatakan suatu peristiwa dl bentuk kurva
diagram lingkaran diagram yg menyatakan suatu peristiwa dl bentuk lingkaran (360o) yg dipotong-potong menjadi segmen
dialektika di.a.lek.ti.ka [n] (1) hal berbahasa dan bernalar dng dialog sbg cara untuk menyelidiki suatu masalah; (2) ajaran Hegel yg menyatakan bahwa segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dr hasil pertentangan antara dua hal dan yg menimbulkan hal lain lagi
dialog batin [Sas] kata-kata yg diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukan kpd pemain lain; -- horizontal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang, spt antara mahasiswa dan mahasiswa, antara guru dan guru: -- horizontal sesama mahasiswa diperlukan saat ini untuk menyamakan visi dan misi
dialog pemancing [Sas] kata-kata pemancing yg diucapkan oleh seorang pemain kpd pemain lain yg lupa akan percakapan lanjutannya
dialog pribadi [Sas] ucapan pemain kpd penonton, dan ucapan itu tidak terdapat dl naskah; -- vertikal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih rendah dng seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih tinggi, spt antara buruh dan majikan, antara mahasiswa dan menteri: -- vertikal antara mahasiswa dan Menteri Pendidikan Nasional
diam-diam di.am-di.am [adv] tanpa memberi tahu orang lain; secara rahasia: dng ~ pasukan gerilya menerobos pertahanan musuh
dianjak layu di.an.jak layu, dibubut mati [pb] suatu kebenaran yg tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus
diapositif di.a.po.si.tif [n] (1) Graf gambar fotografi positif di atas alas bening, digunakan sbg bias yg diproyeksikan; (2) transparansi kecil yg dicetak dr negatif hasil pemotretan udara untuk keperluan kontur peta relief; (3) hasil cetakan yg dasarnya berwarna pekat, gambar atau teksnya putih; dias
diat di.at [kl n] denda (berupa uang atau barang) yg harus dibayar krn melukai atau membunuh orang
diatesis di.a.te.sis [n Ling] kategori gramatikal yg menunjukkan hubungan antara partisipan atau subjek dng perbuatan yg dinyatakan oleh verba
diatom di.a.tom [n Zool] ganggang yg selnya dikelilingi oleh suatu cangkang yg menyerupai kotak yg mengandung silika
diberi bertali panjang diberi ber.ta.li panjang [pb] diberi kebebasan yg seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya: ~ boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing, pb ada tanda (bukti) yg jelas atau yg boleh dipegang teguh
diberi kuku hendak mencengkam [pb] baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain
diberi sejari hendak setelempap diberi sejari hendak se.te.lem.pap [pb] orang yg diberi sedikit ingin lebih banyak lagi
dibuat krn allah [pb] dilakukan dng maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik
dibujuk ia menangis dibujuk ia me.na.ngis , ditendang ia tertawa [pb] orang baru bekerja dng baik dan sempurna sesudah ia dimarahi
didik di.dik [v] men.di.dik v memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran: seorang ibu wajib ~ anaknya baik-baik
didikan di.dik.an [n] (1) hasil mendidik: pd umumnya anak-anak ~ Taman Siswa pd zaman Belanda tebal rasa kebangsaannya; (2) anak atau hewan yg dididik: anak yg saleh itu ~ orang tuanya; (3) cara mendidik: bukan krn apa anak itu, hanya salah ~
didong di.dong [n cak] (1) orang Prancis; (2) orang asing berkulit putih (orang Eropa) [ark n] (1) pertunjukan komedi wayang boneka; (2) pertunjukan tari dan musik; (3) Antr kesenian tradisional Gayo yg dimainkan dng cara menyanyikan pantun sambil menari
diensefalon di.en.se.fa.lon [n Anat] otak tengah
diferensial di.fe.ren.si.al [a] bersangkutan dng, menunjukkan, atau menghasilkan perbedaan; -- semantis Ling alat yg dikembangkan oleh para ahli psikologi untuk mengukur makna yg diberikan oleh seorang informan kpd sebuah kata, msl si informan mendengar kata musik dan kemudian mencatat tanggapannya pd perangsang ini dng memilih satu di antara adjektiva yg berlawanan, spt gembira-sedih, keras-lembut, cepat-lambat
diftong dif.tong [n Ling] bunyi vokal rangkap yg tergolong dl satu suku kata (spt ai dl kata rantai, au dl kata imbau); -- lebar Ling diftong yg terjadi dng perubahan letak lidah yg agak banyak, msl ai pd lantai
diftong naik [Ling] diftong yg bagian paling nyaringnya terdapat sesudah peluncurnya; -- sempit Ling diftong yg terjadi dng sedikit perubahan letak lidah, msl ei pd survei; -- turun Ling diftong yg bagian paling nyaringnya terdapat sebelum peluncurnya, msl au pd harimau
digit di.git [n] (1) letak angka pd bilangan: 682 adalah bilangan tiga --; (2) angka Arab dr 0-9; setiap angka yg terdapat dl deret angka yg tidak merujuk kpd sistem desimal, msl nomor telepon
dihumasi di.hu.masi [v cak] dipimpin oleh kepala humas: bintang film itu berusaha menciptakan keakraban dng para tamu hotel yg ~ nya
diiringkan menyepak di.i.ring.kan menyepak, dikemudiankan menanduk [pb] serba menyu-sahkan orang (msl tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)
dijual di.ju.al [v] diberikan sesuatu kpd orang lain untuk memperoleh uang
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
diktat dik.tat [n] (1) catatan pelajaran yg dibuat oleh siswa pd waktu mengikuti pelajaran; (2) buku pelajaran yg disusun oleh guru berupa stensilan (bukan cetakan); (3) berita yg didiktekan melalui radio
dikte dik.te [n] yg diucapkan atau dibaca keras-keras supaya ditulis orang lain; imla
dikte ulangan dikte untuk mengetahui kecakapan orang menuliskan kata-kata yg sudah dipelajari ejaannya
dilema di.le.ma [n] situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yg sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yg sulit dan membingungkan
diletan di.le.tan [n] pencinta atau penggemar seni; orang yg mempelajari suatu cabang seni (melukis, musik, sastra, dsb) dng tidak penuh minat dan tanpa mendalaminya benar-benar
dimejahijaukan di.me.ja.hi.jau.kan [v] diajukan ke meja hijau; diadili: otak pembunuhan itu segera --
dinamika kelompok gerak atau kekuatan yg dimiliki sekumpulan orang dl masyarakat yg dapat menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
dinding teretas [pb] (1) sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian; (2) sesuatu yg telah cukup buktinya
dingklik ding.klik [Jw n] bangku pendek untuk duduk atau untuk meletakkan kaki
diploma dip.lo.ma [n] surat keterangan resmi yg menyatakan telah tamat sekolah (lulus ujian dsb): para pelamar diminta membawa -- asli
diplomat dip.lo.mat [n] orang yg berkecimpung dl bidang diplomasi (menteri luar negeri, duta besar, dsb)
direktorat di.rek.to.rat [n] bagian dr departemen yg tugasnya mengurus suatu bidang tertentu, dikepalai oleh seorang direktur: -- Pendidikan Dasar
direktur di.rek.tur [n] (1) pemimpin tertinggi dl suatu perusahaan; (2) kepala sekolah menengah; (3) kepala direktorat (dl departemen); (4) orang yg bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, dsb
dis- [bentuk terikat] (1) tidak; tak: diskualifikasi; (2) terpisah: diskriminasi; (3) bersifat kebalikan atau lawan dr: disekuilibrium
disekrup di.sek.rup [v] dipasang (diletakkan dsb) dng sekrup
disekuilibrium dis.e.ku.i.lib.ri.um [n] ketakseimbangan: adanya -- sosial budaya dapat mengganggu jalannya pembangunan
disiden di.si.den [n] (1) orang yg tidak sepakat dng pendapat seseorang atau kelompok; (2) orang yg tidak mau menurut pemerintahnya krn menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dsb); pembangkang
disimilasi dekat [Ling] disimilasi yg terjadi atas bunyi yg dekat; -- jauh disimilasi yg terjadi atas bunyi yg berjauhan letaknya, msl terantar menjadi telantar
disinformasi dis.in.for.ma.si [n] penyampaian informasi yg salah (dng sengaja) untuk membingungkan orang lain: usaha subversi dapat dilakukan dng menyusun -- yg dimuat dl media massa
disisih sbg antah [ki] tidak boleh ikut campur (krn hina, miskin, dsb)
diskonto dis.kon.to [n Dag] potongan atau bunga yg harus dibayar oleh orang yg menjual wesel atau surat dagang yg diuangkan sebelum waktunya
diskordans dis.kor.dans [n Geo] ketaksesuaian atau ketakselarasan lapisan batuan yg satu thd yg lain
diskredit dis.kre.dit [v] men.dis.kre.dit.kan v (berusaha untuk) menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu: selebaran berupa pamflet gelap itu bertujuan ~ Pemerintah
diskualifikasi dis.ku.a.li.fi.ka.si [n Olr] (1) larangan turut bertanding bagi seseorang atau sebuah regu krn melanggar peraturan pertandingan; (2) pernyataan tidak cakap atau tidak mampu; (3) pencabutan hak; (4) hal tidak memenuhi syarat akibat kelainan atau cacat pd tubuhnya
diskusi panel diskusi yg dilakukan oleh sekelompok orang (yg disebut panel) yg membahas suatu topik yg menjadi perhatian umum di hadapan khalayak, pendengar (siaran radio), atau penonton (siaran televisi), khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat
disleksia dis.lek.sia [n Ling] gangguan pd penglihatan dan pendengaran yg disebabkan oleh kelainan saraf pd otak sehingga anak mengalami kesulitan membaca
disorientasi dis.o.ri.en.ta.si [n] (1) kekacauan kiblat; kesamaran arah: -- pandangan akan timbul apabila terdapat kesenjangan antara organisasi sosial dan sistem nilai kebudayaan; (2) Dok kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg berkenaan dng waktu tempat dan orang
dispepsia dis.pep.sia [n Dok] berkurangnya daya atau fungsi pencernaan; penyakit nyeri lambung: penderita -- di seluruh dunia diperkirakan ada 23 juta orang
distal dis.tal [a] terletak jauh dr arah titik pusat suatu benda; jauh dr asalnya
distribusi dis.tri.bu.si [n] (1) penyaluran (pembagian, pengiriman) kpd beberapa orang atau ke beberapa tempat; (2) pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dl masa darurat) oleh pemerintah kpd pegawai negeri, penduduk, dsb; (3) Ling semua posisi yg ditempati oleh unsur bahasa; (4) ark persebaran benda dl suatu wilayah geografi tertentu
distributor dis.tri.bu.tor [n] orang atau badan yg bertugas mendistribusikan barang (dagangan); penyalur
ditindih yg berat di.tin.dih yg berat, dililit yg panjang [pb] tidak dapat melepaskan diri dr kekuasaan orang (kemalangan dsb)
ditransitif di.tran.si.tif [n Ling] verba yg menghendaki dua objek gramatikal, satu objek langsung dan satu objek taklangsung
divisi di.vi.si [n] (1) satuan militer yg besar (jumlahnya sampai puluhan ribu) yg biasanya lengkap dng peralatannya, dipimpin oleh perwira tinggi (biasanya mayor jenderal): satu -- didatangkan untuk memperkuat penjagaan keamanan; (2) kelompok dl suatu organisasi (sepak bola dsb): kesebelasan itu menjadi juara dl kompetisi -- II; (3) bagian dr suatu perusahaan besar: pegawai Pertamina -- Perkapalan; (4) Bot satuan taksonomi dl klasifikasi tumbuhan, berperingkat antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, spt Bryophyta
dl rumah membuat rumah [pb] mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pd orang lain
doa arwah doa untuk orang yg telah meninggal
doa halimunan mantra yg menjadikan orang tidak dapat dilihat oleh orang lain
doa pengasih jampi-jampi atau guna-guna yg menyebabkan orang jatuh cinta
doa sanjung ungkapan yg berisi doa dan pujian, khususnya kata penghargaan thd seseorang yg telah meninggal; elegi
dobi do.bi [n] orang yg pekerjaannya mencuci dan menyeterika pakaian; penatu
dogma dog.ma [n] (1) pokok ajaran (tt kepercayaan dsb) yg harus diterima sbg hal yg benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan; (2) keyakinan tertentu
dogmatik dog.ma.tik [n] hal ihwal ajaran serta keyakinan agama atau kepercayaan yg tidak boleh dipersoalkan (harus diterima sbg kebenaran)
dok tarik landasan miring yg menjorok ke dl air, terletak di tepi laut atau sungai yg dilengkapi dng rel-rel, kereta lori, dan mesin penarik
dokter pribadi dokter yg menjalankan praktik bagi perseorangan (keluarga) tertentu
doktor dok.tor [n] gelar kesarjanaan tertinggi yg diberikan oleh perguruan tinggi kpd seorang sarjana yg telah menulis dan mempertahankan disertasinya; -- kehormatan gelar doktor yg diberikan kpd seseorang oleh perguruan tinggi sbg penghormatan atas jasa-jasanya yg luar biasa dl bidang ilmu atau dl bidang kemasyarakatan; doktor honoris causa
dokumen do.ku.men [n] (1) surat yg tertulis atau tercetak yg dapat dipakai sbg bukti keterangan (spt akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian); (2) barang cetakan atau naskah karangan yg dikirim melalui pos; (3) rekaman suara, gambar dl film, dsb yg dapat dijadikan bukti keterangan
domestik do.mes.tik [a] (1) berhubungan dng atau mengenai permasalahan dl negeri: lapangan terbang itu khusus untuk melayani penerbangan --; wisatawan --; (2) mengenai (bersifat) rumah tangga: membicarakan persoalan-persoalan --; (3) piaraan (tt binatang); jinak: kuda sbg binatang -- sudah lama dipelihara orang untuk alat pengangkutan
dominasi do.mi.na.si [n] (1) penguasaan oleh pihak yg lebih kuat thd yg lebih lemah (dl bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dsb); (2) Ling hal tergantungnya suatu konstituen sintaktis pd simpai di atasnya
domisili do.mi.si.li [n Huk] tempat kediaman yg sah dr seseorang; tempat tinggal resmi
donatur do.na.tur [n] orang yg secara tetap memberikan sumbangan berupa uang kpd suatu perkumpulan dsb; penyumbang tetap; penderma tetap
dongan do.ngan [n] (1) kawan; sahabat; (2) orang-orang satu marga
dongkak dong.kak [Mk v] men.dong.kak v melompat; menerjang; mendompak: orang gila itu ~ sambil mengayunkan golok
dongkok dong.kok, pen.dong.kok [n] cincin logam pd keris yg terletak antara tangkai dan mata keris
dongkol dong.kol [a] (1) tidak bertanduk: kerbau -- itu tidak bisa bertarung; dogol; (2) ki sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi: lurah -- [a] men.dong.kol v berperasaan kesal yg terpendam di dl hati; memendam rasa dongkol: banyak orang ~ kepadanya krn merasa ditipu
doni do.ni [n Huk] utang seseorang yg dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya
donor do.nor [n] (1) penderma; pemberi sumbangan; (2) penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan): -- darah; (3) Fis unsur kimia yg jika ditambahkan ke dl semikonduktor murni dapat menambah konsentrasi elektron bebas di dl semikonduktor itu
dorna dor.na [n] orang yg suka menghasut atau membangkit perselisihan, mengadudombakan dsb (bertabiat spt pendeta Dorna dl cerita pewayangan)
dorong do.rong [v] men.do.rong v (1) menolak dr bagian belakang atau bagian depan; menyorong: mereka beramai-ramai ~ mobil yg mogok; (2) menganjur (ke depan); bergerak dng kuat ke arah depan: seseorang di antara para demonstran itu ~ ke depan khalayak; (3) ki mendesak atau memaksa supaya berbuat sesuatu: kejadian ini ~ kami agar segera bertindak
dosa do.sa [n] (1) perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan, ampunilah segala -- kami; (2) perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara): perbuatan itu dapat dianggap sbg -- besar thd nusa dan bangsa
dosen tamu tenaga pengajar dr perguruan tinggi lain yg diundang oleh suatu perguruan tinggi untuk mengajar dl jangka waktu tertentu; -- terbang cak dosen yg mengajar pd beberapa perguruan tinggi di luar kota (daerah) tempat tugas pokoknya yg letaknya berjauhan sehingga harus naik pesawat terbang: sbg -- terbang sebulan sekali ia mengajar di Medan dan dua bulan sekali di Kupang
dosis do.sis [n Dok] (1) takaran obat untuk sekali pakai (dimakan, diminum, disuntikkan, dsb) dl jangka waktu tertentu: pasien itu pingsan krn menelan pil melebihi -- yg ditentukan oleh dokter; (2) ukuran pengobatan yg harus diberikan untuk jangka waktu tertentu (tt radiasi atau penyinaran pd daerah atau bagian tubuh tertentu); (3) Fis jumlah energi atau tenaga yg diberikan oleh zarah pengion kpd suatu satuan massa bahan yg disinari atau diradiasi pd tempat yg diselidiki atau diminati
draf [n] rancangan atau konsep (surat dsb); buram: -- komunike bersama itu disusun oleh dua orang dr kedua belah pihak
drama dra.ma [n Sas] (1) komposisi syair atau prosa yg diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yg dipentaskan: dia gemar menonton --; (2) cerita atau kisah, terutama yg melibatkan konflik atau emosi, yg khusus disusun untuk pertunjukan teater; (3) cak kejadian yg menyedihkan
drama domestik drama yg menceritakan kehidupan rakyat biasa
drama duka [Sas] (1) drama yg khusus menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama; (2) drama yg melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yg luar biasa yg berakhir dng malapetaka atau kesedihan; tragedi
drel [n] tembakan sejumlah senapan yg dilepaskan serentak
drop [v cak] , me.nge.drop v (1) memberikan (dr pejabat, atasan, dsb kpd masyarakat, bawahan, dsb): gubernur telah ~ biaya sebesar 16 juta rupiah untuk pembangunan jembatan itu; (2) mengirimkan atau menempatkan: pemerintah akan ~ 500 orang guru dr Jawa untuk Kalimantan Tengah; pemerintah ~ 1.000 orang transmigran di Sulawesi Selatan; (3) menyediakan; memasarkan: Bulog akan ~ daging untuk keperluan Lebaran
duafa du.a.fa [n Isl] orang-orang lemah (ekonominya dsb): daging kurban dibagi-bagikan kpd kaum fakir miskin dan --
duai du.ai [n Huk] adat perkawinan suku Dayak, antara dua orang laki-laki dng dua wanita kakak beradik, atau antara dua wanita dng dua orang laki-laki kakak beradik
duaja du.a.ja [Skt n] (1) bendera, panji-panji; pataka; (2) lambang; lencana; isyarat
dualis du.a.lis [n] (1) Ling kategori gramatikal jumlah kata untuk menunjukkan dua hal atau benda yg dipertentangkan dng singularis dan pluralis; (2) Fil orang yg menganut paham dualisme
dudu du.du [v] men.du.du v (1) berjalan (berenang, berlari, dsb) mengikuti dr belakang: itik-itik betina itu ~ itik jantannya saja; (2) berjalan (berlari, berenang, dsb) terus saja tanpa menoleh ke kiri kanan: orang itu ~ saja; (3) terpaksa menurut: dia ~ krn diancam
duduk du.duk [v] (1) meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dng bertumpu pd pantat (ada bermacam-macam cara dan namanya spt bersila dan bersimpuh): ia -- di tikar; (2) ada di (dl peringkat belajar): ia -- di kelas III SMU; (3) kawin atau bertunangan: anaknya telah -- dng anak hakim; (4) tinggal; diam: ia pernah -- di Bandung selama tiga tahun [n] tumbuhan palma; Caryota mitis
dudur du.dur [v] men.du.dur v menyerahkan seseorang kpd yg berwajib (di Gayo)
duel du.el [n] perkelahian antara dua orang untuk menyelesaikan persoalan (dng pedang atau pistol, di tempat dan pd waktu yg telah ditetapkan); perang tanding
duet du.et [n] gubahan musik untuk dua suara (orang) atau untuk dua alat musik; nyanyian yg dilagukan berdua atau musik yg dimainkan oleh dua orang
dugaan du.ga.an [n] (1) hasil dr perbuatan menduga: kemungkinan ~ kita tidak akan meleset; (2) sangkaan: perkiraan; taksiran: di luar ~ , tidak diduga sama sekali
duh [p kp] aduh kata untuk menyatakan rasa sakit, keluhan
duhai du.hai [p] kata seru menyatakan kesedihan, kasih sayang, dsb: -- , malangnya nasibku
duilah du.i.lah [p] kata seru untuk menyatakan terkejut atau kagum: -- , anak itu gendut benar
dukuh du.kuh [n] dusun atau kampung kecil; bagian dr desa [n] orang yg pekerjaannya menyembelih ternak (di Bali, Lombok)
dukun du.kun [n] orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb)
dukung du.kung [v] ber.du.kung v duduk di punggung atau di pinggang orang: yg buta berpimpin, yg lumpuh ~
dukungan du.kung.an [n] (1) sesuatu yg didukung: ia meletakkan ~ nya; (2) ki sokongan; bantuan: tanpa ~ rakyat pembangunan tidak akan lancar
dulang du.lang [n] nampan yg biasanya berbibir pd tepinya dan berkaki, dibuat dr kayu [Jw v] men.du.lang v menyuapi (anak kecil, orang sakit, dsb) [Mk v] men.du.lang v mengepul (tt asap) [n] pohon tengguli, Cassia fistula
dungu du.ngu [a] sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
duodrama du.o.dra.ma [n] pertunjukan drama yg hanya dimainkan oleh dua orang pemain
duramater du.ra.ma.ter [n Dok] lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang, letaknya paling luar dng struktur paling padat atau keras; selaput keras otak
durhaka dur.ha.ka [a] (1) ingkar thd perintah (Tuhan, orang tua, dsb); (2) tidak setia kpd kekuasaan yg sah (negara)
durnois dur.no.is [a] bersikap (bersifat) spt durno; (2) n orang yg melakukan persekongkolan
dus [n cak] alat untuk memancarkan air mandi dsb: mandi di bawah -- [n] kotak dr kertas tebal (karton); dos; kardus
dustur dus.tur [Ar n] (1) undang-undang dasar suatu negara; (2) daftar nama tentara serta pangkat yg dijabatnya; (3) susunan kalimat bersajak berisi pujian kpd Nabi Muhammad saw.: acara pembukaan majelis taklim itu diawali dng pembacaan --
dusun du.sun [n] kampung; desa; dukuh [n] -- pengasihan Huk sebagian tanah pusaka di Ambon yg diberikan kpd orang lain krn jasa-jasanya atau untuk melunasi utang
duta du.ta [n] (1) orang yg diutus oleh pemerintah (raja dsb) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi: Raja akan mengirimkan -- penjemput yg dikawal oleh satuan kehormatan; (2) orang yg mewakili suatu negara di negara lain untuk mengurus kepentingan negara yg diwakilinya, membantu dan melindungi warga negaranya yg tinggal di negara itu, dsb
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
duyun du.yun [adv] ber.du.yun-du.yun adv berbondong- bondong; berturut-turut banyak sekali: orang ~ pergi ke Pekan Raya
dwibahasawan dwi.ba.ha.sa.wan [n] orang yg dapat berbicara dl dua bahasa, spt bahasa nasional dan bahasa asing, bahasa daerah dan bahasa nasional; pemakai dua bahasa
dwitarung dwi.ta.rung [n] pertandingan atau pertarungan dua orang (regu atau kubu): ~ antara kedua pecatur itu sudah dimulai sejak akhir tahun 1995
edisi pendahuluan [Kom] surat kabar yg dicetak dan dikirimkan lebih dahulu dp lembaran yg lain
edit [v] meng.e.dit v (1) mempersiapkan naskah yg siap cetak atau siap terbit (dng memperhatikan terutama segi ejaan, diksi, dan struktur kalimat); menyunting: dia ~ naskah buku- buku yg akan diterbitkan; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun (film, pita rekaman) dng memotong dan memadukan kembali
editor edi.tor [n] orang yg mengedit naskah tulisan atau karangan yg akan diterbitkan dl majalah, surat kabar, dsb; penyunting
efek halo [Psi] kecenderungan menilai terlalu tinggi seseorang berdasarkan prestasi tertentu; (2) kesalahan yg terjadi pd saat mengadakan pencatatan hasil pengamatan yg disebabkan oleh adanya sesuatu yg mempengaruhi pencatat
efek kemurahan hati [Psi] kesalahan dl penilaian yg terjadi secara sistematis, disebabkan adanya kecenderungan memberikan nilai rendah kpd orang yg tidak disukai atau tidak dikenal
efek suara efek yg dibuat untuk menciptakan kesan suatu kejadian dl pertunjukan
efendi efen.di [ark n] tuan (sebutan thd orang yg dihormati)
efisiensi irigasi persentase air irigasi yg digunakan untuk tanaman pd tanah, petak, atau proyek yg menggunakan air, yg dilimpahkan dr sumber persediaan
eforus efo.rus [n] pucuk pimpinan gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
egalitarianisme ega.li.ta.ri.an.is.me [n] (1) doktrin atau pandangan yg menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat; (2) asas pendirian yg menganggap bahwa kelas-kelas sosial yg berbeda mempunyai bermacam-macam anggota, dr yg sangat pandai sampai ke yg sangat bodoh dl proporsi yg relatif sama
egois ego.is [n] (1) Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri; (2) Fil penganut teori egoisme;
egoisme ego.is.me [n] (1) Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain; (2) Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri
egomania ego.ma.nia [n] orang yg tergila-gila kpd diri sendiri: -- sering terdapat pd orang yg kurang sehat jiwanya
eh [p] kata seru untuk menyatakan heran, kaget, dsb
ekabahasawan eka.ba.ha.sa.wan [n] orang yg hanya mampu menggunakan satu bahasa
eklektik ek.lek.tik [a] bersifat memilih yg terbaik dr berbagai sumber (tt orang, gaya, metode)
eklektikus ek.lek.ti.kus /EklEktikus/ n (1) orang yg mengerjakan sesuatu dng metode eklektis; (2) filsuf yg mengambil segala ajaran (sistem) yg menurut pandangannya adalah yang terbaik
ekolalia eko.la.lia [n] dorongan kuat yg tidak terkendalikan dr penderita gangguan jiwa untuk meniru ucapan atau perbuatan yg dilakukan orang lain; kelatahan
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
ekotipe eko.ti.pe [n Bot] bagian populasi suatu jenis yg menunjukkan ciri-ciri morfologi kimia atau fisiologi yg mantap dan agaknya diatur oleh faktor-faktor genetika yg berkorelasi dng keadaan ekologi tertentu, tetapi yg dianggap kurang berarti dr sudut taksonomi
eks [n] nama huruf x [a] bekas; mantan: orang itu -- narapidana; dia adalah -- lurah di daerah Bogor; dia adalah -- pejuang [p] dari: -- pabrik
ekseget ek.se.get [n] (1) ahli eksegesis; (2) Bio fenomena alam atau takson yg dipakai sbg indikator proses ekologi
eksekusi ek.se.ku.si [n Huk] (1) pelaksanaan putusan hakim; pelaksanaan hukuman badan peradilan, khususnya hukuman mati: yg terhukum sudah menjalani -- nya; (2) penjualan harta orang krn berdasarkan penyitaan
eksekutor ek.se.ku.tor [n] orang yg melakukan eksekusi
eksemplar ek.sem.plar [n] (1) lembar; helai; (2) kata penggolong benda untuk buku (barang cetakan): buku ini dicetak sebanyak 5.000 --
eksentrik ek.sen.trik [a] aneh; ganjil; tidak wajar: cara berpakaian yg -- menarik perhatian orang
ekseptor ek.sep.tor [n] orang yg mengajukan eksepsi (pembelaan, tangkisan)
ekses ek.ses [n] hal (peristiwa) yg melampaui batas: peristiwa itu boleh dianggap sbg -- dr reformasi
ekshibisionis eks.hi.bi.si.o.nis [n Psi] orang yg mempunyai dorongan melakukan ekshibisionisme
ekshibisionisme ek.shi.bi.si.o.nis.me [n Psi] kelainan atau ketidakwajaran yg ditandai dng kecenderungan memperlihatkan hal-hal yg tidak senonoh, spt alat kelamin kpd orang lain untuk pemuasan diri
eksklusif eks.klu.sif [a] (1) terpisah dr yg lain; khusus: wartawan itu beruntung krn mendapat kesempatan mengadakan wawancara -- dng bintang tenar itu; (2) tidak termasuk: tarif losmen itu Rp50.000,00 sehari -- makan dan cucian; bus itu bermuatan 38 orang, -- supir dan kenek
eksklusivisme eks.klu.si.vis.me [n] paham yg mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dr masyarakat: di kota besar terdapat gejala -- , terutama pd orang yg berada
ekskomunikasi eks.ko.mu.ni.ka.si [n Kat] pengucilan seseorang dr keanggotaan gereja
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
eksoterik ek.so.te.rik [n] pengetahuan yg boleh diketahui atau dimengerti oleh siapa saja
eksotis ek.so.tis [a] (1) memiliki daya tarik khas krn belum banyak dikenal umum: perusahaan ini menanami lahan dng pisang -- , yaitu jenis pisang yg belum banyak dikenal di pasaran internasional; (2) diperkenalkan atau dimasukkan dr luar negeri (tt mode, gagasan, dsb); (3) bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil: orang asing merasakan pertunjukan wayang kulit sbg sesuatu yg --
ekspansif ek.span.sif [a] (1) dapat atau cenderung meluas; (2) terus terang, terbuka, bebas, tanpa ditutup-tutupi (tt orang, bicaranya, sikapnya)
ekspatriasi eks.pat.ri.a.si [n Pol] (1) tindakan seseorang untuk melepaskan kesetiaan thd negaranya; (2) tindakan meninggalkan tanah air untuk berdiam selamanya di negara lain; (3) pembuangan yg dilakukan oleh negara atas warganya
ekspatriat eks.pat.ri.at [n] (1) orang yg melepaskan kewarganegaraannya; (2) orang yg meninggalkan negeri asalnya; warga negara asing yg menetap di sebuah negara: kompleks perumahan itu banyak dihuni oleh -- Belanda dan Jerman; (3) orang yg terbuang; (4) tenaga kerja asing: perusahaan asing biasanya juga mempekerjakan para --
ekspedisi ek.spe.di.si [n] (1) pengiriman surat, barang, dsb; (2) perusahaan pengangkutan barang; (3) Huk salinan yg sama bunyinya (tt vonis atau akta); (4) perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah yg kurang dikenal; (5) Mil pengiriman tentara untuk memerangi (menyerang, menaklukkan) musuh di suatu daerah yg jauh letaknya
ekspeditor ek.spe.di.tor [n] (1) badan atau perusahaan yg bergerak dl bidang pengangkutan atau pengiriman barang; (2) orang yg pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang melalui darat, laut, atau udara; (3) orang yg menjelajah (melakukan perjalanan) untuk keperluan penyelidikan ilmiah
eksper ek.sper [n] orang yg ahli dl bidangnya; pakar: ia -- dl konstruksi beton bertulang
eksplisit eks.pli.sit [a] gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit (sehingga orang dapat menangkap maksudnya dng mudah dan tidak mempunyai gambaran yg kabur atau salah mengenai berita, keputusan, pidato, dsb); tersurat
eksploitasi eks.ploi.ta.si [n] (1) pengusahaan; pendayagunaan: -- nikel di daerah itu dilakukan oleh perusahaan asing; (2) pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan (tt tenaga orang): -- atas diri orang lain merupakan tindakan yg tidak terpuji
eksplorasi akhir [Pet] penyelidikan terperinci untuk cebakan mineral atau batu bara setelah hasil penyelidikan pendahuluan menyatakan bahwa cebakan itu ada kemungkinan mempunyai nilai ekonomis
eksplorator eks.plo.ra.tor [n] orang yg mengeksplorasi; penyelidik; penjelajah
eksplosif eks.plo.sif [a] (1) mudah meledak (tt sendawa, karbit, fosfor, gas, bensin, dsb); (2) ki dapat (mudah) meletus (tt perang dsb): kalau tidak dapat dicapai kompromi dl waktu singkat, maka situasi menjadi gawat dan --; (3) cepat marah (tt orang): kita perlu berhati-hati jika berbicara dng orang yg --
eksponen eks.po.nen [n] (1) Mat angka dsb yg ditulis di sebelah kanan atas angka lain yg menunjukkan pangkat dr angka tsb, spt angka 2 pd 2; (2) orang yg menerangkan atau menafsirkan suatu teori, yg dapat mewakili dan menjadi contoh dr teori tsb atau orang yg menganut teori tsb: Huxley merupakan seorang -- dr teori evolusi Darwin; (3) orang terkemuka dl suatu gerakan atau bidang kehidupan; tokoh: -- Angkatan 45
ekspor gelap jasa, baik finansial maupun perseorangan, yg diberikan oleh penduduk suatu negara kpd negara asing secara tersembunyi atau tidak melalui cara yg sah
ekspresionisme eks.pre.si.o.nis.me [n] (1) Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; (2) aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata
ekstase eks.ta.se [n] keadaan di luar kesadaran diri (spt keadaan orang yg sedang khusyuk bersemadi)
ekstasi eks.ta.si [n] (1) ekstase; (2) tablet yg mengandung zat adiktif yg mampu memacu kekuatan daya tubuh hingga berjam-jam dan menimbulkan perasaan senang, gembira, dan riang yg luar biasa thd sesuatu, mempunyai efek dapat menyerang susunan syaraf pusat (otak)
eksteriorisasi eks.te.ri.o.ri.sa.si [n] (1) Dok pengeluaran alat tubuh untuk sementara untuk diperiksa tanpa melepaskannya dr tubuh; (2) pengarahan perhatian seseorang ke luar
ekstradisi eks.tra.di.si [n Huk] penyerahan orang yg dianggap melakukan kriminalitas oleh suatu negara kpd negara lain yg diatur dl perjanjian antara negara yg bersangkutan
ekstraksi ek.strak.si [n] (1) ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dr buku; (2) keturunan (suatu bangsa); (3) Dok penarikan ke luar; pencabutan: -- peluru dr luka korban penembakan; (4) ki pencurian: -- informasi dr seseorang yg tidak mau memberikannya [n] (1) Min penambangan batu bara atau bijih dr cebakannya; (2) Kim pemisahan suatu bahan dr campurannya, biasanya dng menggunakan pelarut
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
ekstraversi eks.tra.ver.si [n Psi] sikap atau tipe kepribadian seseorang yg minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial dp thd dirinya dan pengalamannya sendiri
ekstremis ek.stre.mis [n] (1) orang yg ekstrem; (2) orang yg melampaui batas kebiasaan (hukum dsb) dl membela atau menuntut sesuatu; (3) cak pejuang pd masa perang kemerdekaan melawan Belanda
ekstrospeksi eks.tro.spek.si [n] hal membandingkan tingkah laku sendiri dng tingkah laku orang lain
ekstrover eks.tro.ver [n] orang yg minatnya ditujukan seluruhnya kpd yg ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kpd yg ada dl pikiran dan perasaannya sendiri (bersikap terbuka)
ekuivalen eku.i.va.len [a] mempunyai nilai (ukuran, arti, atau efek) yg sama; seharga; sebanding; sepadan: pd umumnya pendapat yg menyatakan kultur -- dng kebudayaan dapat diterima
ekumenisme eku.me.nis.me [n] usaha untuk mendapatkan kembali persatuan penuh semua orang yg beriman Kristen
elaborasi ela.bo.ra.si [n] (1) penggarapan secara tekun dan cermat: nilai filsafat antropologi modern terletak dl -- dan pendalaman pengetahuan historis tt manusia; (2) Bio pembentukan zat-zat kompleks yg merupakan bagian dr tumbuh-tumbuhan atau hewan dr zat-zat yg lebih sederhana (tidak kompleks)
elang putih burung pemakan daging suku Acciptridae, yg menjadikan tikus sbg mangsanya, selain kadal, serangga, kepiting, dan katak; si alap-alap tikus; Elanus caerulens; -- sikap burung sikap, Accipiter virgatus
elektroensefalogram elek.tro.en.se.fa.lo.gram [n Dok] rekaman aliran listrik dl otak
elektrotipe elek.tro.ti.pe [n El] lempeng cetak-mencetak yg diperoleh secara pengendapan dng listrik
elevator ele.va.tor [n] (1) alat untuk membawa orang atau barang naik atau turun dr satu lantai ke lantai lainnya (dl gedung bertingkat); (2) alat yg digunakan untuk menaikkan atau menurunkan (gandum, terigu, atau padi-padian lainnya) ke atau dr kapal
eliminasi eli.mi.na.si [n] (1) pengeluaran (spt racun dr tubuh); penghilangan; (2) penyingkiran; pengasingan: -- orang-orang yg berbahaya dr tengah masyarakat; (3) penyisihan: -- juara dunia oleh pemain baru itu sangat mencengangkan
elite eli.te [n] (1) orang-orang terbaik atau pilihan dl suatu kelompok; (2) kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb)
elon /Elon/, meng.e.loni v memihak kpd; memenangkan (salah satu pihak): orang yg sedang menengahi perselisihan harus bertindak adil dng tidak ~ salah satu pihak /Elon/, meng.e.lon v mengambil hati supaya menurut; membujuk: ia berusaha ~ anak yg keras kepala itu menuruti nasihatnya
emat [p] kata seru untuk menyatakan bahwa raja atau perdana menteri dl permainan catur terancam bahaya [n cak] ukuran (baju, celana, dsb)
emban em.ban [n] (1) kain pembebat badan (dada, susu, perut); (2) tali pembebat perut (pd kuda) [Jw n] inang pengasuh: permaisuri dikelilingi oleh empat orang -- nya
emblem em.blem [n] (1) rancangan atau lukisan yg mengandung makna tertentu; lambang; simbol; (2) tanda pengenal (berupa pita silang, lukisan pd kain, logam, dsb) yg dipakai orang di dada untuk menunjukkan keanggotaan suatu perkumpulan, kesatuan, angkatan, kontingen, dsb; lencana
embuh em.buh [kl v] mau; ingin: tak -- , tak mau
emeritus eme.ri.tus [a] berhenti dr dinas aktif, biasanya krn usia, tetapi tetap memegang jabatan atau titelnya, msl profesor emeritus; (2) n seseorang yg berstatus emeritus
emigran emi.gran [n] orang yg meninggalkan tanah airnya dan pergi ke negeri lain untuk tinggal menetap di sana
eminensi emi.nen.si [n] (1) keunggulan; kedudukan tinggi: ia mencapai -- sbg olahragawan bulu tangkis; (2) orang yg unggul, ternama, dsb; orang yg berkedudukan tinggi; (3) gelar bagi para kardinal gereja Katolik
emirat emi.rat [n] pemerintahan (negeri, negara) yg dikepalai oleh seorang emir
emis , meng.e.mis v (1) meminta-minta sedekah: sbg orang gelandangan dia hidup dr ~; (2) ki meminta dng merendah- rendah dan dng penuh harapan: jangan suka ~ cinta, akibatnya tidak baik
emol [v] meng.e.mol v cak (1) mengganggu atau menggoda orang lain: dia suka ~ anak kecil; (2) bertindak atau melakukan sesuatu yg kurang sopan dan tanpa malu-malu: tamu yg tidak diundang itu datang ~ di tempat pesta
emong [v] , meng.e.mong v mengasuh dan melayani; mendidik; mengurus: tugas pokok seorang pemimpin adalah ~ masyarakat luas
empati em.pa.ti [n Psi] keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain
empenak em.pe.nak /empEnak/, meng.em.pe.nak ark v (1) mempersenang hati orang lain: ia ~ tamu-tamunya dng cerita tt petualangannya; (2) memanjakan (anak): jangan terlalu ~ anak, nanti dia tidak dapat maju
emping berantah [pb] orang yg kebal tidak mempan benda tajam (besi dsb)
emping terserak hari hujan [pb] hal seseorang yg malang dl mengelola usahanya
empirisme em.pi.ris.me [n] (1) aliran ilmu pengetahuan dan filsafat berdasarkan metode empiris; (2) teori yg mengatakan bahwa semua pengetahuan didapat dng pengalaman
empok-empok em.pok-em.pok [n] orang perempuan (wanita yg telah dewasa)
empot em.pot [a] , em.pot-em.pot.an adv cak (1) susah payah (dng mengeluarkan banyak tenaga dsb): saya ~ mendorong gerobak itu; (2) gelisah; resah; harap-harap cemas; tidak sabar: Bang Miun ~ menunggui bininya yg akan melahirkan
empu em.pu [kl n] (1) gelar kehormatan yg berarti "tuan"; (2) orang yg sangat ahli (terutama ahli membuat keris) [n] hulu; kepala
empuk em.puk [a] (1) lunak; tidak keras: duduk di kasur yg --; (2) tidak liat; mudah dikunyah: daging ini sudah sangat --; (3) mudah hancur (krn tuanya dsb); rapuh: kainnya sudah --; (4) merdu (tt suara): penyanyi yg bersuara -- itu banyak penggemarnya; (5)menyenangkan; enak (krn fasilitas yg cukup dsb): ia mempunyai jabatan yg --; (6) ki mudah (ditipu orang): penduduk desa menjadi sasaran -- para calo tanah
enak-enak [cak] (1) a asyik (tt berbuat sesuatu): pd waktu saya sedang ~ membaca buku terdengar orang berteriak "maling, maling"; (2) adv lelap-lelapnya; pulas-pulasnya (tt tidur): anak yg sedang ~ tidur itu tentu saja marah kalau diganggu; (3) v leha-leha; berpangku tangan; bersantai-santai: orang lain sibuk bekerja, ia hanya ~
encang en.cang [v] , meng.en.cang v menginjak secara tidak sengaja: ia ~ pecahan beling hingga kakinya luka [v] , meng.en.cang v memukul sesuatu dng keras: dia ~ pintu itu hingga hancur berantakan
encek en.cek [Jk n] panggilan (sapaan) thd orang laki-laki Cina totok
encer en.cer [a] (1) cair; tidak kental: minum kopi --; (2) menjadi cair: mentega kalau dipanaskan --; (3) bercampur air, tidak kental, atau sangat kurang sari patinya (tt barang cair yg mengandung suatu zat): tambahkan sedikit air, supaya --; (4) cak mudah mengerti; lekas menerima pelajaran; cerdas: anak ini memang -- otaknya; (5) cak sepele; mudah: dia selalu menganggap -- lawannya
encik en.cik [n] (1) kata sapaan (sebutan) untuk orang laki-laki atau perempuan yg sedang kedudukannya atau yg tidak dikenal; (2) kata sapaan (sebutan untuk guru wanita); (3) kakak
endap en.dap , en.dap-en.dap n sesuatu yg bercampur dng air atau cairan lainnya yg turun ke bawah dan tertimbun di dasar: agar air selokan mengalir dng lancar ~ nya harus diangkat , meng.en.dap v membungkuk (menyeluduk dsb) supaya tidak kelihatan; menyembunyikan diri (dng maksud hendak mengintai, menyerang, dsb): ketika dilihatnya ada orang berjalan, segeralah pencuri itu ~ di rumpun tebu
endap di balik lalang sehelai en.dap di balik lalang sehelai [pb] menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yg mudah diketahui orang
endemis en.de.mis [a Dok] secara tetap terdapat di tempat-tempat atau di kalangan orang-orang tertentu dan terbatas pd mereka saja (spt penyakit malaria di daerah pesisir, penyakit cacing tambang di kalangan buruh tambang)
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
endonan en.don.an [n] (1) orang yg mengendon: kini di ibu kota banyak ~ yg berasal dr daerah; (2) tempat mengendon: daerah itu terkenal sbg ~ orang-orang jahat
endong en.dong /Endong/, meng.en.dong v bermalam di rumah orang lain
endorfin en.dor.fin [n Bio] zat penekan rasa sakit yg dikeluarkan oleh otak apabila saraf tertentu dirangsang dng akupunktur
endosentris en.do.sen.tris [a Ling] (1) dikatakan tt ungkapan yg maknanya berasal dr makna-makna konstituennya (dl semantik); (2) berfungsi secara sintaktis dng cara yg sama dng pemadunya yg mana saja
energi potensial energi yg ada pd suatu benda krn letak benda itu dl medan gaya
enes [Jw] meng.e.nes a (1) merana krn sedih: dia benar-benar ~ setelah istrinya meninggal; (2) merasa kasihan atau pilu melihat kesusahan seseorang: ~ hatiku melihat wajah anak yg malang itu
enggan-enggan eng.gan-eng.gan [a] mau tak mau; acuh tak acuh: kalau kau mau, janganlah ~ , pakai saja baju itu
engkau eng.kau [pron] yg diajak bicara, yg disapa (dipakai untuk orang yg sama atau lebih rendah kedudukannya), digunakan juga untuk berdoa kpd Tuhan (Engkau)
engku eng.ku [n] (1) sebutan thd keluarga raja; sebutan (kata sapaan) untuk orang yg patut dihormati (guru dsb) [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) sebutan (kata sapaan) kpd kakek (datuk); angku
ensefalitis en.se.fa.li.tis [n] /EnsEfalitis/ n Dok radang otak dng gejala khas, spt koma, demam, kejang
ensefalitogen en.se.fa.li.to.gen [a Dok] hal atau cara yg menyebabkan radang otak
ensefalografi en.se.fa.lo.gra.fi [n Dok] pemotretan atau perekaman otak
ensefalogram en.se.fa.lo.gram [n Dok] gambar sinar r?ntgen otak yg diperoleh dng ensefalografi
ensefalomielitis en.se.fa.lo.mi.e.li.tis [n Dok] radang otak dan sumsum tulang belakang yg tersebar di beberapa tempat
ensefalon en.se.fa.lon [n Dok] otak bagian sumsum saraf pusat yg terdapat dl tengkorak
entah-berentah en.tah-ber.en.tah [a] tidak diketahui atau tidak terkatakan dng tentu, hanya khayal belaka; anu: negeri ~
entropi en.tro.pi [n Fis] keseimbangan termodinamis, terutama mengenai perubahan energi yg hukumnya disebut hukum termodinamika kedua yg menyatakan bahwa semua energi hanya dapat berpindah dr tempat yg mengandung banyak energi ke tempat yg kurang mengandung energi
enyah [v] pergi; lari: krn merasa tak senang, ia hendak -- dr kota ini
enyak [v] meng.e.nyak v (1) menginjak (menekan, mengentak, dsb) kuat-kuat; (2) memadatkan (tanah) dng menginjak kuat-kuat; (3) merebahkan, menjatuhkan badan untuk duduk, tidur
epifaring epi.fa.ring [n Ling] bagian nasal (dekat rongga hidung) pangkal kerongkongan (faring) yg terletak di atas dan di belakang langit-langit lunak
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
epikuris epi.ku.ris [n] orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah
epilog epi.log [n Sas] (1) bagian penutup pd karya sastra, yg fungsinya menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pd akhir cerita; (2) pidato singkat pd akhir drama yg memuat komentar tt apa yg dilakonkan; (3) peristiwa terakhir yg menyelesaikan peristiwa induk
episentrum epi.sen.trum [n] titik pd permukaan bumi yg terletak tegak lurus di atas pusat gempa yg ada di dalam bumi
episkopat epis.ko.pat [n Kat] (1) jabatan atau kedudukan uskup; (2) daerah yg berada di bawah bimbingan seorang uskup; keuskupan
epitaf epi.taf [n] (1) tulisan singkat pd batu nisan untuk mengenang orang yg dikubur di situ; (2) pernyataan singkat pd sebuah monumen
epitel epi.tel [n ] lapisan sebelah atas kulit dan selaput lendir; jaringan sel, terdiri atas satu lapis atau lebih, yg menutup permukaan bebas dr tubuh dan beberapa alat tubuh [n Sas] kata atau frasa yg ditambahkan pd nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khasnya; julukan
epitet epi.tet [n] (1) kata sifat, kata benda, atau frasa yg biasa digunakan untuk meremehkan/menghina orang atau benda; (2) deskripsi nama atau judul
epolet epo.let [n Mil] hiasan berupa lidah-lidah yg terletak pd bahu baju seragam perwira angkatan laut, darat, atau udara sbg tanda pangkat dsb
eponim epo.nim [n] nama tempat atau pranata yg dibentuk menurut nama orang
erata era.ta [n] daftar pembetulan kesalahan yg terdapat di dl buku yg sudah tercetak; pembetulan; ralat
ereh [Jw] meng.e.reh v (1)memerintah secara halus; (2) mengatur (organisasi, orang, dsb)
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
erpak er.pak [n] hak untuk menarik keuntungan sepenuh-penuhnya dr suatu benda tidak bergerak milik orang lain dng pembayaran tahunan berupa uang atau barang; hak temurun; hak guna pakai
esa hilang dua terbilang [pb] mati atau hidup dng kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya
estetikus es.te.ti.kus [n] orang yg mempelajari dan mengenal ilmu keindahan; ahli estetika
etnomusikolog et.no.mu.si.ko.log [n] orang yg ahli dl etnomusikologi
etos kebudayaan sifat, nilai, dan adat-istiadat khas yg memberi watak kpd kebudayaan suatu golongan sosial dl masyarakat
etos kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
eulogi eu.lo.gi [n] (1) ucapan atau tulisan yg memuji atau menghormati seseorang, terutama yg sudah meninggal dunia; (2) penghargaan atau pujian yg tinggi
eurosentris eu.ro.sen.tris [a] terpusat pd benua Eropa atau orang-orang Eropa; berkecenderungan untuk menafsirkan dunia berkenaan dng Barat dan nilai serta pengalaman Eropa
eutanasia eu.ta.na.sia [n] tindakan mengakhiri dng sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yg sakit berat atau luka parah dng kematian yg tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan
evangelis eva.nge.lis [n] (1) penulis salah satu dr keempat Kitab Injil (Johannes, Markus, Lukas, atau Matheus); (2) pendeta Protestan atau orang biasa yg menyebarkan ajaran Injil
evokasi evo.ka.si [n] (1) (daya) penggugah rasa: apabila dibaca secara prosais, puisi tidak akan memberikan daya --; (2) Huk pengalihan pemeriksaan orang asing dr pengadilan kpd instansi lain
fabel fa.bel [n Sas] cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti): kancil merupakan tokoh utama dl -- Indonesia yg berperan sbg manusia yg cerdik
fajar sidik fajar kedua setelah fajar kizib yg tampak menjelang terbit matahari; fajar yg sebenarnya (bagi orang Islam merupakan awal waktu salat Subuh dan imsak bagi yg berpuasa)
fakir fa.kir [n] (1) orang yg sangat berkekurangan; orang yg terlalu miskin: setiap Jumat dia membagi-bagikan sedekah kpd -- dan miskin; (2) orang yg dng sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin; (3) aku (bagi pengarang dl syair dsb): -- bukan pandai mengarang, bukanlah hendak dipuji orang
fakir miskin kaum fakir dan kaum miskin; (2) orang-orang yg sangat kekurangan
faktor muat [Lay] besarnya ruangan yg diperlukan untuk menyimpan satu ton muatan tertentu yg dinyatakan dl meter kubik
faktor penarik hal yg dapat menarik minat seseorang sehingga orang tsb mau bekerja atau bertindak
fakultatif fa.kul.ta.tif [a] (1) tidak diwajibkan (tt pelajaran, hari libur, dsb); (2) bersifat pilihan, boleh memilih salah satu bidang ilmu yg sesuai dng bakat atau yg disukai (tt jurusan bidang ilmu)
falsafah fal.sa.fah [n] anggapan, gagasan, dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan hidup
fantasi fan.ta.si [n] (1) gambar (bayangan) dl angan-angan; khayalan: cerita itu berdasarkan -- , bukan kejadian yg sebenarnya; (2) daya untuk menciptakan sesuatu dl angan-angan: pengarang harus kuat -- nya; (3) hiasan tiruan: gaun itu diberi kancing dan saku --; -- biologis bayangan secara biologi: krn -- biologis itu, keinginan untuk melakukan eksplorasi thd wilayah yg masih menyimpan misteri ilmu pengetahuan tsb makin meningkat
fardu ain kewajiban perseorangan (untuk menjalankan salat dsb)
fardu kifayah kewajiban bersama bagi mukalaf, yg apabila sudah dilaksanakan oleh seseorang di antara mereka, yg lain bebas dr kewajiban itu, msl kewajiban menguburkan mayat
faring fa.ring [n Anat] bagian tubuh yg terletak di antara rongga mulut dan pembuluh tenggorok; hulu kerongkongan
fasik fa.sik [Isl] (1) a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (2) n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa
fasilitator fa.si.li.ta.tor [n] orang yg menyediakan fasilitas; penyedia: di dl konsep belajar mandiri, guru dan sekolah tidak lagi menjadi titik pusat kegiatan, tetapi lebih bersifat sbg pendukung dan -- kebutuhan murid
fatah fa.tah [Ar n] (1) penaklukan; (2) kemenangan; (3) pembuka: Alfatah, pembuka pintu gerbang kerahiman Allah [Ar n] tanda diakritik berupa garis di atas huruf Arab yg menyatakan bunyi [a]
fatalis fa.ta.lis [n] orang yg percaya atau menyerah saja kpd nasib
fatwa fat.wa [n] (1) jawab (keputusan, pendapat) yg diberikan oleh mufti tt suatu masalah; (2) ki nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah
favorit fa.vo.rit [n] (1) orang yg diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara: ia disebut-sebut sbg -- baru All England tahun ini; (2) kesayangan; kegemaran: penyanyi -- Anda akan tampil pd pertunjukan itu
favoritisme fa.vo.rit.is.me [n] pengunjukan rasa suka, senang, kasih, dsb thd seseorang
felon fe.lon [n Huk] orang yg telah melakukan tindak pidana atau kejahatan yg tergolong berat
fengsui feng.sui [Cn n] letak bangunan atau rumah (dng bagian atau isinya) yg dianggap mempunyai pengaruh baik atau buruk pd suatu keluarga
fenomenalisme fe.no.me.nal.is.me [n] teori yg menyatakan bahwa semua pengetahuan adalah fenomena dan semua yg ada itu adalah fenomenal
fiat fi.at [n] persetujuan penuh dan resmi: setelah mendapat -- dr yg berwenang, naskah itu segera dapat dicetak
fider fi.der [n Lay] kotak atau corong persegi empat yg terbuat dr papan dan dipasang pd mulut palka untuk pengisian muatan curah biji-bijian ke ruang kosong di bagian bawah palka
fidiah fi.di.ah [n Isl] denda (biasanya berupa makanan pokok, msl beras) yg harus dibayar oleh seorang muslim krn meninggalkan puasa yg disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yg menimpa dirinya, dsb
filatelis fi.la.te.lis [n] (1) orang yg ahli dl filateli; (2) orang yg gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko
filibuster fi.li.bus.ter [n Pol] taktik menguasai sidang melalui pidato-pidato yg berkepanjangan dan tidak habis-habisnya dng tujuan menggagalkan penetapan suatu undang-undang oleh lembaga legislatif atau juga untuk memaksa diterimanya suatu pandangan tertentu dr si pembicara; (2) v melakukan serangan atau pemberontakan di luar negeri
filsuf fil.suf [n] (1) ahli filsafat; ahli pikir; (2) orang yg berfilsafat
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
fisik fi.sik [n] jasmani; badan: seorang karateka harus terlatih, baik -- maupun mentalnya; -- nya sangat lelah, tetapi semangatnya tetap membara; (2) a jasmaniah; badaniah
fitnah fit.nah [n] perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji
fitokimia fi.to.ki.mia [n Bio] ilmu tt seluk-beluk senyawa kimia pd tumbuh-tumbuhan, khususnya gatra taksonominya
fleksibel flek.si.bel [a] (1) lentur; mudah dibengkokkan; (2) luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri: orang yg kurang -- sukar menyesuaikan diri dng lingkungan baru yg masih asing baginya
flop [n Olr] gaya lompat tinggi dng gerak jungkir balik di udara dan menyentak-nyentakkan kaki: Fosbury Flop atlet dr Amerika Serikat pd Olimpiade ke XIX di Meksiko tahun 1968 melakukan untuk pertama kali teknik lompat tinggi -- [Bld n] kegagalan
fobia fo.bia [n] ketakutan yg sangat berlebihan thd benda atau keadaan tertentu yg dapat menghambat kehidupan penderitanya
folder fol.der [n] selebaran (barang cetakan) yg dilipat sedemikian rupa sehingga bagian yg tercetak tidak terkena lipatan
folklor bukan lisan folklor yg diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan tidak dl bentuk lisan (arsitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, pakaian dan perhiasan tradisional, obat-obatan tradisional, makanan dan minuman tradisional, bunyi isyarat, dan musik tradisional)
folklor lisan folklor yg diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan dl bentuk lisan (bahasa rakyat, teka-teki, puisi rakyat, cerita prosa rakyat, dan nyanyian rakyat)
fonemis fo.ne.mis [a Ling] (1) bersangkutan dng fonem; (2) bersangkutan dng fonemik; (3) berbeda dipandang dr sudut bahasa (dikatakan tt bunyi-bunyi yg berbeda krn mampu menya