Arti kata/frase "orang biasa" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orang-biasa

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orang biasa menurut KBBI Edisi III

orang biasa: rakyat umum; bukan orang berpangkat atau bukan orang bangsawan

Lebih lanjut mengenai orang biasa

orang biasa terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 8673 kata terkait yakni sebagai berikut:

biasa bi.a.sa [a] (1) lazim; umum: bagi masyarakat sekarang memakai sepatu sudah --; (2) spt sediakala (sbg yg sudah-sudah): ia makan dan bercanda sebagaimana -- , tidak tampak bahwa dia sedang menderita sakit parah; (3) sudah merupakan hal yg tidak terpisahkan dr kehidupan sehari-hari; sudah menjadi adat: setiap pagi dia -- minum kopi; (4) sudah seringkali: dia -- datang ke rumah kami
orang [n] (1) manusia (dl arti khusus); (2) manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut --; (3) dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng -- nya; (4) kata penggolong untuk manusia: lima -- nelayan; (5) anak buah (bawahan): mereka itu -- nya Pak Camat; (6) rakyat (dr suatu negara); warga negara: -- Pakistan; (7) manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia -- Bogor; suaminya -- Eropa; (8) suku bangsa; (9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak -- pun saya tolong; negeri -- , negeri lain (bukan negeri kita); (10) cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, -- belum gajian
orang am orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli); orang awam
orang awam orang biasa; orang am; (2) orang yg bukan ahli dl suatu bidang ilmu
orang asing orang lain; orang dr negara lain; (2) orang yg tidak dikenal
orang atasan orang atau kelompok orang yg berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang Barat orang yg tinggal di belahan bumi sebelah barat, terutama orang Eropa dan Amerika; orang kulit putih
orang berdendang di pentasnya orang ber.den.dang di pentasnya [pb] orang berkuasa di rumahnya masing-masing
orang besar orang yg berpangkat tinggi; pejabat; pembesar; orang yg sudah dewasa
orang buangan orang yg dijatuhi hukuman buang
orang dagang orang asing; perantau; (2) orang yg berniaga; saudagar
orang dalam orang yg ada di dl satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb)
orang gajian orang yg bekerja diberi upah; abdi (bujang, babu, dsb)
orang halimunan orang yg dapat menghilang krn mempunyai ilmu gaib; (2) siluman
orang hanyut orang yg mengembara ke mana-mana
orang helat orang lain; bukan keluarga
orang hilir orang (penduduk) yg tinggal di hilir sungai (di daerah muara)
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
orang hutan orang yg tinggal di hutan; (2) orang utan
orang kampung orang atau penduduk yg tinggal di kampung (bukan di kota)
orang kaya orang yg banyak hartanya; hartawan; (2) orang yg berpangkat (berkedudukan) tinggi; (3) panggilan kpd istri orang berpangkat atau orang yg patut dihormati
orang kota orang atau penduduk yg tinggal di kota
orang kulit putih orang Barat (terutama orang Eropa dan Amerika)
orang luar orang yg tidak termasuk dl satu lingkungan (golongan, pekerjaan, dsb)
orang luntang-lantung orang yg berkeliaran; (2) orang yg tidak berpencarian
orang lurus orang yg jujur
orang muda orang yg masih muda; (2) pemuda; (3) Mk tukang salung (tari dsb)
orang pangan orang yg masih tinggal di hutan; orang dr suku terasing; (2) sebutan bagi suku bangsa di Tanah Melayu yg masih tinggal di hutan
orang penggamang mati jatuh orang peng.ga.mang mati jatuh [pb] siapa yg tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya
orang pesisir orang yg tinggal di daerah pesisir; -- pintar ki dukun; paranormal: dia terpaksa mendatangkan -- pintar di rumahnya untuk menangkal hal-hal yg tidak diinginkan
orang sabun orang bulai; orang balar
orang semenda orang yg kawin dng anggota suatu kaum jika dipandang dr kaum itu
orang sipil orang yg bukan anggota (dinas) militer
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
orang-orangan orang-orang.an [n] tiruan orang; boneka; patung: -- di tengah sawah itu gunanya untuk menakut-nakuti burung
orang biasa rakyat umum; bukan orang berpangkat atau bukan orang bangsawan
orang awak sebutan bagi orang yg berasal dr Minangkabau
orang berdendang di pentas nya [pb] orang laki-laki berkuasa dl rumah tangganya
orang budi-budian [pb] dua orang yg sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)
orang dahaga diberi air [pb] menolong orang yg kesusahan; memberi pelajaran kpd orang yg sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya
orang darat bongkong [ki] orang hulu yg jarang keluar dr kampungnya sehingga masih sederhana
orang gedean [cak] orang atau kelompok orang yg berkedudukan atau berstatus sosial tinggi dl masyarakat
orang halus roh; jin; (2) ark orang pandai
orang mandi bersiselam [pb] orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja
orang merdeka bukan budak (hamba) tebusan; orang bebas
orang muda selendang dunia [pb] (untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yg pemurah
orang ombak [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati) [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati)
orang terpegang pd hulu nya [pb] dl perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya dp kita
orang timpang jangan dicacat [pb] kecelakaan yg menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan krn boleh jadi kita mengalami hal yg sama di kemudian hari
orang tua ayah ibu kandung; (2) (orang tua) orang yg dianggap tua (cerdik pandai, ahli, dsb); orang-orang yg dihormati (disegani) di kampung; tetua
orang tua angkat pria dan wanita yg menjadi ayah dan ibu seseorang berdasarkan adat atau hukum yg berlaku; -- tua asuh orang yg membiayai (sekolah dsb) anak yg bukan anaknya sendiri atas dasar kemanusiaan: penyaluran dana -- asuh berjalan lancar
orang tua diajar makan pisang [pb] orang yg sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
biasa ketatanegaraan hukum dasar tidak tertulis yg timbul dan terpelihara dl praktik penyelenggaraan negara dan ditaati oleh para penyelenggara negara sbg suatu kewajiban moral dan etika
biasanya bi.a.sa.nya [adv] menurut apa yg sudah dilazimkan; lazimnya
orang banyak umum; publik; khalayak ramai
orang belakang [cak] istri
orang bini beranak tak boleh disuruh [pb] pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi
orang diri hanya sendiri; sendirian
orang haus diberi air [pb] mendapat apa yg sangat diinginkan
orang keblangsak anak yatim; gelandangan
orang mata bagian yg hitam pd mata
orang mengantuk disorongkan bantal [pb] memperoleh apa yg diinginkannya
orang ramai umum; publik; khalayak ramai
orang sebelah tetangga; jiran
orang setangga tetangga
orang tani petani; peladang
orang utan kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus
bukan sembarang orang orang yg terpilih; bukan orang biasa
rakyat biasa orang kebanyakan; bukan bangsawan; bukan hartawan
kepala keluarga orang yg bertanggung jawab thd suatu keluarga (biasanya bapak)
acang-acang (dl) kampung orang yg dipercayai oleh orang sekampung; para cerdik pandai dl kampung
acang-acang alat orang yg mengatur peralatan
agen pemain orang (ba-dan) yg bertugas mencari pemain untuk bermain drama dsb
agen pembaharuan orang atau lembaga yg mendorong ter-ciptanya perubahan sosial ekonomi secara berencana (spt penyuluh pertanian, guru)
agen pengarang orang yg mewakili pengarang dl hal urusan penjualan dan penerbitan karyanya dng penerbit buku, dan merundingkan hak tambahan untuk penerbitan, penyiaran, dan pembuatan film
ahli agama orang yg mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim
ahli bahasa orang yg mahir dl pengetahuan bahasa
ahli bumi orang yg ahli dl pengetahuan tanah
ahli filsafat orang yg memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; filsuf
ahli fisika orang yg ahli dl bidang fisika; fisikawan
ahli fitopatologi orang yg ahli dl bidang ilmu penyakit tumbuh-tumbuhan
ahli geofisika orang yg ahli dl menentukan ciri fisik bumi dg menggunakan metode fisika kuantitatif
ahli geologi orang yg ahli dl menafsirkan struktur, asal mula, dan perkembangan bumi serta isinya
ahli hadis orang yg ahli dl seluk-beluk hadis orang yg berpegang pd hadis; pemegang hadis
ahli hukum orang yg mahir dl ilmu hukum
ahli ibadah orang yg taat menjalankan kewajiban agama (Islam dsb)
ahli ilmu racun orang yg mahir dl pembuatan dan penawar racun
ahli kitab orang-orang yg berpegang pd ajaran kitab suci selain Alquran
ahli kubur orang-orang yg telah meninggal; penghuni kubur
ahli maksiat orang yg gemar melakukan perbuatan yg tercela, buruk, dsb
ahli matematika orang yg ahli dl bidang matematika; matematikawan
ahli mikologi orang yg ahli dl bidang cendawan
ahli multimedia orang yg menguasai bidang komunikasi perantara (perhubungan)
ahli nujum orang yg pandai meramalkan sesuatu dng melihat bintang; (2) orang yg pandai meramal nasib orang dng melihat tapak tangan dsb
ahli obat orang yg ahli dl hal obat-obatan
ahli patung orang yg ahli dl membuat patung
ahli purbakala orang yg ahli dl bidang ilmu sejarah dan benda purbakala
ahli seismologi orang yg ahli dl cabang ilmu yg menelaah getaran bumi, baik yg disebabkan oleh alam maupun buatan; ahli gempa
ahli sejarah orang yg paham dl ilmu sejarah
ahli sihir orang yg memiliki dan menguasai ilmu sihir; juru teluh
ahli sufah orang yg turut hijrah bersama Nabi Muhammad saw. dr Mekah ke Medinah dng membawa harta seadanya, dl keadaan serba kurang
ahli suluk orang yg menganut dan melaksanakan tarekat tertentu untuk mendekatkan diri kpd Tuhan
ahli tafsir orang yg ahli dl menerangkan maksud ayat-ayat Alquran
ahli tasawuf orang yg mahir dl ilmu tasawuf; (2) orang yg menganut dan melaksanakan tasawuf
ahli tetas orang yg mempunyai keahlian dl bidang penetasan telur
ahli waris orang yg berhak menerima warisan (harta pusaka)
alat musuh orang (golongan, organisasi, partai politik) yg diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri
alim ulama orang-orang pandai dl pengetahuan agama Islam
amil zakat orang yg bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat
anak dabus orang yg ikut serta bermain dabus; pemain dabus
anak dagang orang perantauan; anak rantau
anak dayung orang yg mendayung; pendayung
anak muda orang yg masih muda; pemuda; (2) anak keenam
anak panggung orang yg mencari nafkah dng bermain dl pertunjukan pentas (sandiwara, tonil, komidi, dsb)
anak rantau orang yg mencari penghidupan di negara atau daerah lain
anak wayang orang yg menjadi pelaku (pemain) pd pertunjukan wayang orang atau ketoprak
anggota penderma orang yg secara tetap memberi derma kpd perkumpulan
anggota tentara orang yg masuk dl angkatan bersenjata
asisten apoteker orang yg ahli dl pembuatan obat-obatan, setingkat di bawah apoteker
asisten dokter orang yg bertugas membantu dokter dl melakukan kegiatan kedokteran
asisten dosen orang yg membantu dosen melaksanakan tugas profesionalnya
asisten sutradara orang yg membantu sutradara dl melaksanakan tugas profesionalnya
ayah angkat orang tua laki-laki yg bukan orang tua kandung, tetapi secara resmi menurut prosedur adat atau hukum diakui sbg ayah krn mengambil dan menganggap seseorang sbg anaknya sendiri dng segala hak dan kewajiban yg berhubungan dng kedudukan itu
badal haji orang yg melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain (spt menggantikan orang yg sudah me-; ninggal); wakil haji
bakal calon orang yg akan dicalonkan untuk menduduki suatu jabatan pimpinan (spt bupati, gubernur)
bandar buntut orang yg menjadi bandar judi buntut
bantu rumah tangga orang yg membantu dl urusan rumah tangga
benalu masyarakat orang atau golongan yg hidup menumpang atau menjadi beban masyarakat
budak belian orang yg dibeli dan dijadikan budak
bujang juandang orang halus yg konon dapat mendatangkan malang atau mujur kpd orang berjudi (terutama orang menyabung ayam)
bukti politik orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi
cekarau besar orang yg suka menyombong atau membual; (2) orang yg suka mencampuri urusan orang lain
cina buta orang yg menikahi perempuan dng dibayar (supaya perempuan itu setelah dicerai dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg telah tiga kali menalaknya); muhalil
cina kolong orang Cina pekerja tambang
dagang piatu orang asing yg hidup seorang diri
dukun tiban orang yg dl waktu terbatas mempunyai kemampuan mengobati suatu penyakit krn adanya kekuatan gaib akibat kerasukan roh
gembala kerbau orang yg pekerjaannya menggembala kerbau
hamba nafsu orang yg suka menurutkan hawa nafsunya
hantu bunian orang halus yg tinggal di hutan; siluman
hitam birat orang yg kulitnya hitam lagi buruk rupa
homo kuadratus orang yg berbahu lebar atau persegi
ibu bapak orang tua; ayah dan ibu
induk semang orang perem-puan yg mengambil orang lain (bukan keluarga) menjadi karib baiknya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; (3) orang yg memegang rumah (mengusahakan, menyeleng-garakan) pemondokan
insan per-iklanan orang yg bergerak di bidang periklanan
insan pers orang yg berkecimpung dl dunia pers
instalatur air orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan air bersih ke rumah konsumen
instalatur listrik orang (perusahaan) yg memasang perlengkapan aliran listrik di rumah konsumen
isi rumah orang-orang yg tinggal serumah; penghuni rumah
jago gelut orang yg gemar berkelahi
jago kandang orang yg hanya berani atau unggul (berbicara, melawan, dsb) di lingkungannya sendiri
jago karate orang yg pandai bermain karate
jago kepruk orang yg suka memukuli (berkelahi, dsb); tukang pukul
jago kertas orang yg tampaknya pemberani, padahal penakut
jago silat orang yg pandai bersilat
jago tinju orang yg pandai bertinju
johan arifin orang yg terutama di antara cerdik pandai
juru bahasa orang yg kerjanya menerjemahkan perkataan orang (bahasa lisan); penerjemah
juru bayar orang yg pekerjaannya membayarkan gaji, honorarium, dsb
juru gambar orang yg ahli dl gambar-menggambar
juru kemasan orang yg pekerjaannya membuat perhiasan dr emas dan intan
juru kira orang yg pekerjaannya memeriksa (menghitung dsb) keadaan keuangan dl buku, buku dagang, dsb; akuntan
juru lelang orang (jawatan) yg mengurus pelelangan barang-barang (hasil sitaan dsb)
juru mesin pesawat orang yg ahli memperbaiki mesin pesawat terbang
juru parkir orang yg pekerjaannya mengatur mobil yg parkir
juru ramal orang yg pekerjaannya meramal; peramal
juru rawat orang yg tugasnya merawat orang sakit; perawat
juru resep orang yg menangani resep obat; orang yg paham tt resep obat
juru rias orang yg pekerjaannya merias wajah (wanita, pengantin, dsb); perias; (2) Kom orang yg tugasnya mengatur pemilihan foto yg tepat, warna yg serasi, dsb untuk dimuat pd halaman media cetak sehingga kelihatan indah
juru runding orang yg menjadi perantara dl perundingan antara dua pihak; (2) Pol pejabat pemerintah yg pekerjaannya merundingkan masalah negara, msl perdamaian dan perang dng negara lain
juru selam orang yg ahli (pekerjaannya) menyelam di laut (sungai) untuk mencari benda-benda yg hilang, mutiara, dsb; peselam
juru selamat orang yg menyelamatkan atau bertindak sbg penolong dl kesukaran; penyelamat; (2) Kris sebutan bagi Yesus Kristus
juru suara orang yg bertugas mengatur sistem vokal (pemberian suara) dl pembuatan film
juru tafsir orang yg memberi ulasan (komentar)
juru tenung orang yg pekerjaannya menilik (meramalkan nasib orang dsb); tukang tenung; pandai tenung
juru teriak orang yg bertugas mengajak para penonton untuk menyaksikan pertunjukan drama
juru ukir orang yg pekerjaannya mengukir; pandai ukir; tukang ukir; pengukir
juru ulas orang yg mengulas soal-soal politik dsb dl surat kabar; komentator; (2) penulis atau penyiar (radio, televisi) yg memberikan ulasan tt suatu peristiwa berdasarkan pandangan dan pendapatnya sendiri
kafir harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
kafir muahid orang kafir yg telah mengadakan perjanjian dng umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dng umat Islam selama perjanjian berlaku
kafir zimi orang kafir yg tunduk kpd pemerintahan Islam dng kewajiban membayar pajak bagi yg mampu
karyawan manajerial orang yg berhak memerintah bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dan dikerjakan sesuai dng perintah
karyawan operasional orang yg secara langsung harus mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai dng perintah atasan -- tetap pegawai yg bekerja di suatu badan (perusahaan dsb) secara tetap berdasarkan surat keputusan
kaum dagang orang-orang yg berniaga
kaum eksekutif orang yg mempunyai kedudukan sbg pemimpin dl perusahaan
kaum non orang-orang yg tidak mau bekerja sama dng pemerintah (Belanda) pd zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia
kepala daerah orang yg mengepalai suatu daerah (msl gubernur untuk daerah tingkat I dan bupati untuk daerah tingkat II)
kepala desa orang yg mengepalai desa; lurah
kepala kampung orang yg mengepalai kampung
kepala negara orang yg mengepalai suatu negara (kerajaan)
kepala sekolah orang (guru) yg memimpin suatu sekolah; guru kepala
kepala stasiun orang yg mengepalai stasiun; sep stasiun
kepala suku orang yg menjadi pemimpin (raja) suatu suku
kuli salang orang yg pekerjaannya menata tumpukan bawang di pasar agar tampak menarik
langau merah orang yg mencari keuntungan dr perbuatan atau hal yg kotor
makelar devisa orang yg menjualbelikan alat pembayaran luar negeri atas dasar komisi atau rekeningnya sendiri
makelar ekspor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melakukan pembelian dan penjualan barang-barang ekspor
makelar impor orang atau badan usaha yg menjadi perantara untuk melaku-kan pembelian dan penjualan barang-barang impor
mantri garam orang yg bertugas menjual garam negara
manusia perahu orang-orang yg secara berbondong-bondong meninggalkan negerinya menuju negara lain dng menggunakan perahu
migran seumur hidup orang yg tinggal di daerah yg bukan tempat kelahirannya
mitra perjamuan orang yg duduk di sebelah kita mengelilingi meja dl suatu perjamuan
nenek moyang orang dulu yg menurunkan kita; leluhur
olah data 1 orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data
pahlawan kesiangan orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; (2) orang yg ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang
pak turut orang yg selalu mengikut apa saja yg dikatakan (dilakukan dsb) orang lain (ikut-ikutan, penurut)
pakar bidang ilmu orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu, spt biologi, kimia, fisika
pasak negeri orang terkemuka dl suatu negeri tempat orang meminta nasihat; turus negeri
pawang belat orang yg empunya belat
pawang buaya orang yg pandai menangkap atau menjinakkan buaya
pawang gajah orang yg pandai menangkap atau menjinakkan gajah
pawang hujan orang yg pandai menolak hujan
pawang hutan orang yg tahu benar tt hal-hal yg berhubungan dng hutan
pawang lebah orang yg dapat menjinakkan lebah dan kebal thd sengatannya; orang yg ahli tt lebah; juru cari madu
pawang pukat orang yg ahli menangkap ikan dng pukat
pendekar pena orang yg pandai menulis (mengarang) dl surat kabar dsb
pihak kedua orang yg kedua (disebutkan atau dicantumkan setelah pihak kesatu), msl dl perjanjian
pihak kesatu orang yg pertama (disebutkan atau dicantumkan lebih dahulu), msl dl perjanjian
pihak ketiga orang lain yg tidak ikut serta, msl dl perjanjian; (2) bangsa atau negara lain dsb yg tidak berpihak dl persengkataan (peperangan dsb)
pujangga gereja orang kudus (baik pria maupun wanita segala zaman, yg dihargai secara khusus krn ajaran yg dikemukakan benar, mendalam, dan sangat bijaksana)
raja jenang orang yg mengatur segala sesuatu dl penyabungan ayam
rakyat kecil orang yg tingkat sosial ekonominya sangat rendah; orang kebanyakan (bukan penguasa pemerintahan)
ruap (dan) sampah orang yg sangat hina dl masyarakat; sampah masyarakat
saji makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan ilmiah
saksi ahli orang yg dijadikan saksi krn keahliannya, bukan krn terlibat dng suatu perkara yg sedang disidangkan
saksi mata orang yg melihat sendiri akan suatu kejadian
sanak saudara orang yg masih mempunyai hubungan keluarga; kerabat: -- saudaranya baru kembali dr rantau
saudara belahan orang-orang yg senenek moyang
sekretaris kehormatan orang yg melaksanakan tugas sekretariat suatu klub, organisasi, dsb tanpa dibayar
sekretaris pribadi orang yg menjadi pembantu orang lain untuk mengerjakan tulis-menulis, surat-menyurat, mencatat pembicaraan, dsb
sidang Jumat orang-orang yg bersalat Jumat
sidang ramai orang banyak; umum
sumber belajar orang yg dapat dijadikan tempat bertanya tt berbagai pengetahuan
talang kuda orang yg menjadi perantara dl menjual kuda
tamu agung orang yg berkedudukan tinggi yg sedang berkunjung dsb
tamu di negeri sendiri orang yg merasa asing di negeri sendiri; tidak mempunyai kuasa di negeri sendiri
tangan jahat orang yg berbuat jahat spt menganiaya, membunuh, membakar rumah
tangan jahil orang yg suka iseng spt corat-coret, colak-colek
teman hidup orang yg dijadikan pasangan hidup (istri atau suami)
tempat bertanya orang yg ditanyai
tenaga profesional orang yg ahli menjalankan tugasnya dl suatu profesi tertentu
tenaga terampil orang yg pekerja terampil krn melalui pengalaman tertentu
tuangku kubur orang yg sudah meninggal; ahli kubur
tukang koran orang yg bekerja menyampaikan surat kabar kpd pelanggannya atau menjualnya kpd khalayak yg memerlukan
tukang kuda orang (buruh) yg pekerjaannya memelihara kuda (membersihkan kandang, membersihkan kuda, memberi makan, dsb)
tukang pijit orang yg pekerjaannya memijit; tukang urut
tukang rekening orang yg pekerjaannya menagih rekening
tukang sampah orang yg pekerjaannya membersihkan jalan (menyapu dan membuang sampah)
tukang serobot orang yg suka melanggar hak orang (mencuri, merampas, merebut, dsb)
tukang sulap orang yg ahli dl main sulap
tukang sunat orang yg mengkhitan; bengkong
tukang tadah orang yg menerima barang curian (selundupan dsb)
tukang temberang orang yg suka bercakap muluk-muluk (membual dsb)
uang ujian orang yg dibayarkan oleh siswa atau mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian; (2) uang vakasi
wakil nikah orang yg menggantikan laki-laki dl melaksanakan upacara pernikahan
wakil rakyat orang-orang yg duduk sbg anggota badan perwakilan rakyat; utusan rakyat
wali murid orang yg menjamin dan bertanggung jawab thd seorang anak di sekolahnya, spt ibu, bapak, saudara
warga dunia orang yg tidak menjadi warga salah satu negara; orang yg tidak berkebangsaan
warga negara asing orang warga negara lain
wong agung orang besar; para pembesar; pejabat
air tenang (biasa) menghanyutkan [pb] orang yg pendiam biasanya banyak pengetahuannya
kebiasaan ke.bi.a.sa.an [n] (1) sesuatu yg biasa dikerjakan dsb; (2) Antr pola untuk melakukan tanggapan thd situasi tertentu yg dipelajari oleh seorang individu dan yg dilakukannya secara berulang untuk hal yg sama
sukar kaji pd orang alim [pb] orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya
tidak ada orang menggaruk ke luar badan tidak ada orang meng.ga.ruk ke luar badan [pb] biasanya orang berpihak kpd kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
ajang orang milik orang; -- seleksi tempat untuk menyeleksi (pemain dsb): kejuaraan atletik se-Jawa itu digunakan sbg -- seleksi bagi pemain daerah
alah bisa krn (oleh) biasa [pb] (1) segala kesukaran dsb tidak akan terasa lagi sesudah biasa; (2) teori dikalahkan praktik
alah bisa oleh (krn) biasa [pb] sesuatu yg sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi
alah bisa tegal biasa [pb] sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi; pengalaman praktik lebih baik dp teori
anak orang [pb] seseorang yg asing bagi kita akan tetap asing juga
bak menanti orang dahulu bak menanti orang dahulu, bak me.la.lah orang kudian [pb] melakukan sesuatu yg sia-sia
banyak orang banyak ragam nya [pb] tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri
benang wol biasa benang wol yg dibuat dr serabut wol kualitas biasa (serabut wolnya pendek)
berat pd mata orang lain [ki] disegani (dihormati) orang
bergelanggang di mata orang banyak ber.ge.lang.gang di mata orang banyak [ki] nyata atau terang sekali
berlidah di lidah orang ber.li.dah di lidah orang [pb] hanya menurut perkataan orang saja; ~ buaya ki kata-katanya penuh dng tipu daya licik: orang yg ~ buaya akhirnya dijauhi orang banyak
berorang-orang ber.o.rang-orang [Mk v] berlaku spt orang lain (bukan secara kekeluargaan)
di padang orang berlari [pb] tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
diserakkan padi awak diimbaukan orang lain [pb] orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan
duduk seorang bersempit-sempit duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama ber.la.pang-la.pang [pb Mk] dng musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan
hidup di ujung gurung orang [pb] orang yg hidup melarat
hujan emas di negeri orang [pb] sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
huruf biasa huruf yg lazim dipakai dl dunia pers, biasanya berukuran 8, 9, atau 10 titik
isi lemak dapat ke orang [pb] orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja
karam berdua basah seorang karam ber.dua basah seorang [pb] dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yg kena hukum
keluarbiasaan ke.lu.ar.bi.a.sa.an [n] perihal luar biasa; keistimewaan: kagum saya melihat ~ tukang sulap itu
keseorangan ke.se.o.rang.an [n] dl keadaan seorang diri (kesunyian, terpencil, dsb)
kitorang ki.to.rang [pron] kita orang; kita (terutama digunakan di Manado dan Ambon): tinggal sedikit hari -- rayakan Natal
luar biasa lu.ar bi.a.sa [a] tidak spt yg biasa; tidak sama dng yg lain; istimewa: penyanyi itu mendapat sambutan --
makan keringat orang [ki] mengecap kesenangan dsb dng jalan mempekerjakan orang lain [ki] mengambil keuntungan dr hasil kerja keras orang lain
megasporangium me.ga.spo.ra.ngi.um [n Bot] sporangium yg menghasilkan megaspora, yg pd tumbuhan berbiji berupa bakal biji
melabuhkan orang me.la.buh.kan orang mencampakkan orang ke laut
membawakan cupak ke negeri orang [pb] memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang
memberi lauk kpd orang membantai [pb] memberi pertolongan kpd orang yg tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)
membiasakan mem.bi.a.sa.kan [v] (1) menjadikan lazim (umum): sangat susah -- sesuatu yg baru kpd masyarakat; (2) menjadikan terbiasa: jangan sekali-kali -- anak bermalas-malasan
memijak kepala (orang) me.mi.jak kepala (orang) sangat menghina orang
menari (merentak) di ladang orang [pb] bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
mengairi sawah orang meng.a.iri sawah orang [pb] menguntungkan orang lain
mengajar orang tua makan dadih [pb] mengajar orang yg lebih pandai
mengerami telur orang meng.e.rami telur orang [ki kas] mengawini perempuan yg sudah mengandung
mengorangkan meng.o.rang.kan [v] menganggap atau menghargai sbg orang
menguati harta orang me.ngu.ati harta orang mengambil harta orang (lain) dng paksa
mengunyah orang bergigi mengunyah orang ber.gi.gi [pb] mengajar (memberitahu) orang yg sudah tahu
menodai nama orang tua [ki] merusak harga diri orang tua
menunjukkan ilmu kpd orang menetak [pb] nasihat yg baik itu tidak berguna bagi orang yg tidak mau menggunakannya
menyandang lemang hangat orang [pb] menderita akibat perbuatan orang lain
menyinggung mata bisul orang [pb] mengenai apa yg paling sakit (peka) bagi seseorang
merecak tengkuk orang me.re.cak tengkuk orang duduk di atas tengkuk orang; (2) ki mengambil keuntungan atas jerih payah orang lain
minta dedak kpd orang mengubik [pb] minta pertolongan dsb kpd orang yg tidak punya
minum darah orang [pb] banyak merugikan orang dng mengambil keuntungan yg berlebih-lebih darinya
mulut di mulut orang [pb] selalu meniru perkataan orang
pajak perorangan pajak yg dikenakan pd orang seorang (dl kaitan dng pendapatannya)
pencarak benak orang pen.ca.rak benak orang [pb] orang yg suka mengambil milik orang lain dng cara yg lalim
pendidikan luar biasa pen.di.dik.an luar biasa pendidikan yg khusus diselenggarakan untuk peserta didik yg menyandang kelainan fisik dan/atau mental
pendidikan orang dewasa pen.di.dik.an orang dewasa kegiatan secara terorganisasi yg bertujuan memberikan pendidikan kpd orang dewasa, yg diselenggarakan pd waktu tertentu
perah orang lain pe.rah orang lain , ki mencari untung dr orang lain dng jalan tidak halal
perorangan per.o.rang.an [n] perihal orang seorang
perseorangan per.se.o.rang.an [n] yg berkaitan dng orang secara pribadi
sbg orang mabuk gadung [pb] rupa seseorang yg lemah dan pucat krn mengidap penyakit
sembarang orang asal orang saja
seorang se.o.rang [n] (1) satu orang: yg datang hanya -- pegawai; (2) sendiri: tinggal dia -- yg belum makan
seorang makan cempedak [ki] seorang yg bersalah, semuanya mendapat nama yg tidak baik
seorang makan nangka [pb] seorang yg berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya
seseorang se.se.o.rang [n] seorang yg tidak dikenal: tadi ada -- menelepon Anda
sorang so.rang [n cak] seorang
sorangan so.rang.an [a] sendirian; seorang diri: janda yg tidak punya anak itu hidup -- saja
spt orang kecabaian spt orang ke.ca.bai.an [pb] sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)
spt orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak [pb] seseorang yg daif yg tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
sudah biasa makan kerak [pb] sudah biasa mengalami kesukaran
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
terbiasa ter.bi.a.sa [v] sudah biasa: dia -- hidup mewah
abang [n] (1) kakak laki-laki; saudara laki-laki yg lebih tua: -- nya tiga tahun lebih tua; (2) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua atau tidak dikenal: tahukah -- jalan ke kantor pos?; (3) panggilan istri kpd suami: sudah dua hari -- tidak pulang; (4) sebutan untuk penjual sayur, penjual ikan, pengemudi becak, dsb: ia biasa belanja pd -- sayur yg lewat di depan rumahnya [Jw a] merah
adang [v] , meng.a.dang v (1) menghalangi (merintangi orang berjalan dsb) dng cara mendepang: jangan engkau ~ orang itu, biarkan dia lewat; (2) menunggu di tempat yg sunyi (biasanya dng maksud jahat, spt membunuh, merampok, menyamun); mencegat: gerombolan bersenjata ~ iring-iringan mobil; (3) menuju; memaksudkan; menghadapi; (4) menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dsb): mereka berani ~ bahaya maut; adang-adang n penyekat, kerai, dsb untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dsb) [Jw v] menanak nasi dng menggunakan dandang [n] (1) saudara tua dr ibu (biasanya wanita); kakak ibu; (2) nama atau gelar kehormatan; dang
adat teluk timbunan kapal [pb] biasanya orang yg berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
air beriak tanda tak dalam air be.ri.ak tanda tak dalam [pb] orang yg sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi
air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga air cucuran atap jatuh ke pe.lim.bah.an juga [pb] biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya
akun kekurangan [Ek] akun yg menyatakan kepentingan spekulatif seorang pelanggan dl sekuritas atau barang yg tidak dimilikinya, tetapi dijualnya, biasanya dng harapan dapat membeli lagi sesudah harga pasar menurun
alah bisa krn biasa [pb] kalah kepandaian oleh latihan
alat bantu dengar alat elektronik yg memperkeras suara sebelum suara sampai ke telinga, biasa dipakai oleh orang yg pendengarannya kurang
amah [n] orang perempuan (Cina) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga; babu [n] rakyat biasa; orang kebanyakan: di hadapan Yang Mahakuasa tidak ada perbedaan antara -- dan bangsawan
anekdot anek.dot [n] cerita singkat yg menarik krn lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yg sebenarnya
anggota biasa anggota perkumpulan yg bukan pengurus
angka biasa angka dng tanda 0 (nol) sampai 9 yg digunakan untuk menyatakan suatu bilangan; angka Arab
antik an.tik [a] kuno, tetapi tetap bernilai sbg hasil karya seni atau benda budaya (tt barang-barang): koleksi barang --; (2) n ki perilaku, sifat, penampilan, dsb yg tidak spt biasanya (tt orang)
arung-arungan arung-arung.an [n] (1) bagian sungai yg dangkal tempat orang menyeberang; (2) laut yg biasa dilayari (dilalui)
asinyor asi.nyor [n Huk] seseorang yg menyerahkan hak atau miliknya (biasanya tanah) kpd orang lain
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
awam [a] umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa; (2) n orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara)
ayam pelesung pemuda yg biasa datang ke rumah orang tua yg beranak gadis
ayap [kl] meng.a.yap v makan atau minum (untuk merendahkan diri bagi orang biasa): semuanya pun ~ lah masing-masing pd hidangannya
badi ba.di [n] (1) kl pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); (2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan: anak itu memiliki -- kuda; (3) Dok zat yg menularkan penyakit
bagai orang kena miang [pb] gelisah sekali krn mendapat malu
bagai rupa orang terkena beragih [pb] bermuka masam krn rugi dsb (dl perdagangan)
bahasa roh [Kris] karunia Roh Kudus yg memuji Allah di dl doa dng bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yg memakainya maupun oleh orang lain
baju jubah baju panjang spt yg biasa dipakai orang Arab, hakim, atau paderi
bala seribu hikmat (mantra) yg menjadikan seseorang memiliki kekuatan yg luar biasa
bank plecit sebutan bagi lembaga bukan bank atau perseorangan yg meminjamkan uang, biasanya dng bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari -- sentral bank yg tugas pokoknya membantu pemerintah dl hal mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai mata uang negara, serta mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas kesempatan kerja
bas [n cak] (1) kepala pekerja (mandor); (2) pemborong pekerjaan: mereka mencari seorang -- yg biasa memborong pekerjaan memasang ubin; (3) kepala; pembesar: ia meminta izin kpd -- nya [n] (1) nada yg besar dan rendah (tt musik dan lagu); (2) alat musik yg mempunyai nada terendah
basalioma ba.sa.li.o.ma [n Dok] tumor kulit, terutama menyerang orang yg sering terkena sinar matahari, biasanya terdapat pd hidung, dahi, dan pipi yg mudah berdarah sehingga menjadi luka
baterai ba.te.rai [n] (1) alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; (2) lampu senter [n Mil] kesatuan yg terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yg melayaninya [n] sistem kandang ayam yg setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur
bayung ba.yung [n] (1) pisau pengukir; pisau wali; (2) parang; golok [Jk n] daun kacang panjang (biasa disayur) [n] orang-orangan di sawah
berita keluarga berita yg berisikan hal-ihwal keluarga, spt kelahiran, ulang tahun, perkawinan, perceraian, dan kematian (biasanya disiarkan melalui radio): -- kematian berita tt kematian seseorang
bermewah-mewahan ber.me.wah-me.wah.an [v] serba banyak dan berlebih-lebihan: sekelompok orang berharta mempunyai kebiasaan hidup --
bertolak belakang ber.to.lak belakang berpisah saling membelakangi (msl seorang ke barat, seorang lagi ke timur); (2) ki sangat berbeda (tt pendapat, kebiasaan, keinginan, sifat, dsb)
biawak biasa Varanus salvator
bingkis bing.kis , mem.bing.kis v mengirimkan (memberikan) barang sbg tanda hormat (biasanya diantarkan orang bersama-sama surat)
binti bin.ti [Ar n] anak perempuan (biasa dipakai untuk keterangan nama orang): Siti Aisyah -- Abu Bakar [n] burung pemakan serangga dan ikan, hidup di Asia dan Afrika; Alcedo ispida
bondong air bondong ikan [pb] gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kpd kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)
borang bo.rang [Jk n] ranjau [n] formulir
budaya rakyat unsur kebudayaan tradisional yg hidup dl golongan orang biasa dan yg dibedakan dr unsur kebudayaan yg timbul lebih kemudian dan yg dianggap lebih maju
bunga kubur pohon (bunga) kamboja yg biasa ditanam orang dl kuburan
busa bu.sa [n] (1) gelembung-gelembung putih kecil-kecil (spt pd sabun dsb); buih: sabun yg baik banyak -- nya; (2) suspensi gas dl zat cair yg cukup stabil (dihasilkan oleh kocokan atau dng bantuan zat kimia) [n] karet gembus dan empuk, biasanya untuk isi jok atau kasur , mem.bu.sa v (1) mengembus keras-keras; menyembur; (2) mengembus-embus; engah-engah (spt napas orang terengah-engah)
busut juga yg ditimbun anai-anai [pb] (1) yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; (2) orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
cekuh ce.kuh [v] men.ce.kuh v merogoh: dng cepat tangannya ~ kantong celana orang yg sedang berbelanja itu [n] (1) tumbuh-tumbuhan yg bunganya biasa ditaburkan di atas kuburan dan daunnya dijadikan ulam atau lalap; (2) bunga cekuh; (3) daun cekuh
ceti ce.ti [n] (1) orang yg berasal dr India Selatan, biasanya menjadi pedagang (kebanyakan juga menjadi pelepas uang); (2) orang yg meminjamkan uang dng bunga (yg tinggi); pelepas uang [n] perantara di dl perhubungan antara laki- laki dan perempuan; muncikari; mak comblang: Ni Rawit -- penjual orang
curi cu.ri [v] , men.cu.ri v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi: malam tadi maling masuk ke rumahnya dan ~ sebuah radio
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
dalal da.lal [Ar n] (1) perantara jual beli; makelar; pialang: jangan dibiasakan membeli barang (tanah, rumah, dsb) melalui seorang --; (2) wakil penjual; agen: ia adalah -- sepeda dan mesin jahit di kota itu; (3) potongan keuntungan untuk agen; (4) perantara dl penyelesaian pertikaian: kedua belah pihak ingin berdamai dng perantaraan --; (5) penunjuk jalan
defender de.fen.der [n Olr] pemain belakang (pd sepak bola) yg bertugas menjaga daerah pertahanan dr serangan lawan: seorang -- harus benar-benar mempunyai keterampilan yg luar biasa dl menjaga daerah pertahanannya
demi de.mi [p] untuk (kepentingan): ia menghentikan kebiasaan merokok, -- kesehatannya [p] lepas; per: satu -- satu (seorang -- seorang) para tamu memberi selamat kpd kedua mempelai [p] tatkala; pd ketika; segera setelah: ia berteriak kegirangan -- membaca namanya tercantum di papan pengumuman [p] atas nama (Tuhan, untuk bersumpah): -- Allah dan rasul-Nya saya tidak melakukan hal itu [kl p] sebagai; seperti (untuk membandingkan): suaranya merdu -- buluh perindu
departemen de.par.te.men [n] (1) lembaga tinggi pemerintahan yg mengurus suatu bidang pekerjaan negara yg dipimpin seorang menteri; (2) Dik bagian dr fakultas, biasanya dipimpin oleh ketua jurusan (departemen) yg menggarap sekelompok disiplin ilmu yg tercakup dl suatu bidang studi tertentu: -- Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung; (3) cabang pekerjaan yg dikepalai oleh manajer tunggal
di mana ranting dipatah [pb] setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya
ditetak belah [pb] walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di -- , pb yg membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yg baik, melainkan memakai buatannya yg buruk-buruk
doktor dok.tor [n] gelar kesarjanaan tertinggi yg diberikan oleh perguruan tinggi kpd seorang sarjana yg telah menulis dan mempertahankan disertasinya; -- kehormatan gelar doktor yg diberikan kpd seseorang oleh perguruan tinggi sbg penghormatan atas jasa-jasanya yg luar biasa dl bidang ilmu atau dl bidang kemasyarakatan; doktor honoris causa
dorang do.rang [n] ikan bawal [pron] mereka (di daerah Indonesia bagian timur)
dosen luar biasa dosen tidak tetap
dulang du.lang [n] nampan yg biasanya berbibir pd tepinya dan berkaki, dibuat dr kayu [Jw v] men.du.lang v menyuapi (anak kecil, orang sakit, dsb) [Mk v] men.du.lang v mengepul (tt asap) [n] pohon tengguli, Cassia fistula
duta du.ta [n] (1) orang yg diutus oleh pemerintah (raja dsb) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi: Raja akan mengirimkan -- penjemput yg dikawal oleh satuan kehormatan; (2) orang yg mewakili suatu negara di negara lain untuk mengurus kepentingan negara yg diwakilinya, membantu dan melindungi warga negaranya yg tinggal di negara itu, dsb
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
eksotis ek.so.tis [a] (1) memiliki daya tarik khas krn belum banyak dikenal umum: perusahaan ini menanami lahan dng pisang -- , yaitu jenis pisang yg belum banyak dikenal di pasaran internasional; (2) diperkenalkan atau dimasukkan dr luar negeri (tt mode, gagasan, dsb); (3) bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil: orang asing merasakan pertunjukan wayang kulit sbg sesuatu yg --
ekspatriat eks.pat.ri.at [n] (1) orang yg melepaskan kewarganegaraannya; (2) orang yg meninggalkan negeri asalnya; warga negara asing yg menetap di sebuah negara: kompleks perumahan itu banyak dihuni oleh -- Belanda dan Jerman; (3) orang yg terbuang; (4) tenaga kerja asing: perusahaan asing biasanya juga mempekerjakan para --
ekstraksi ek.strak.si [n] (1) ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dr buku; (2) keturunan (suatu bangsa); (3) Dok penarikan ke luar; pencabutan: -- peluru dr luka korban penembakan; (4) ki pencurian: -- informasi dr seseorang yg tidak mau memberikannya [n] (1) Min penambangan batu bara atau bijih dr cebakannya; (2) Kim pemisahan suatu bahan dr campurannya, biasanya dng menggunakan pelarut
ekstremis ek.stre.mis [n] (1) orang yg ekstrem; (2) orang yg melampaui batas kebiasaan (hukum dsb) dl membela atau menuntut sesuatu; (3) cak pejuang pd masa perang kemerdekaan melawan Belanda
emeritus eme.ri.tus [a] berhenti dr dinas aktif, biasanya krn usia, tetapi tetap memegang jabatan atau titelnya, msl profesor emeritus; (2) n seseorang yg berstatus emeritus
epitet epi.tet [n] (1) kata sifat, kata benda, atau frasa yg biasa digunakan untuk meremehkan/menghina orang atau benda; (2) deskripsi nama atau judul
evangelis eva.nge.lis [n] (1) penulis salah satu dr keempat Kitab Injil (Johannes, Markus, Lukas, atau Matheus); (2) pendeta Protestan atau orang biasa yg menyebarkan ajaran Injil
fabula tabernasia drama dr zaman Romawi Kuno, biasanya menggambarkan perwatakan atau tokoh orang kota
fidiah fi.di.ah [n Isl] denda (biasanya berupa makanan pokok, msl beras) yg harus dibayar oleh seorang muslim krn meninggalkan puasa yg disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yg menimpa dirinya, dsb
gayung tua [pb] perkataan orang tua-tua biasanya benar
gelar ge.lar [n] (1) sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yg biasanya ditambahkan pada nama orang spt raden, tengku, doktor, sarjana ekonomi; (2) nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sbg kehormatan): ia diberi -- "Sutan" ; (3) sebutan (julukan) yg berhubungan dng keadaan atau tabiat orang; sebutan: krn gendut, ia mendapat -- si gendut; ia mendapat -- "Srikandi" dr kawan-kawannya [v] , -- wicara acara bincang-bincang di televisi atau radio yg dilakukan dl suatu panel yg terdiri atas beberapa tokoh dan dipandu oleh pembawa acara
genial ge.ni.al [a] luar biasa (tt kecerdasan berpikir); hebat: ia seorang yg --
gladiator gla.di.a.tor [n] orang yg mendapat upah, biasanya tawanan atau budak-budak, dng berkelahi di depan penonton atau di atas arena (pd Zaman Romawi)
gunung juga yg dilejang panas [pb] (1) biasanya orang yg sudah kaya yg mendapat untung atau bertambah kaya; (2) orang yg telah berbuat kejahatan
habituasi ha.bi.tu.a.si [n] pembiasaan pd, dng, atau untuk sesuatu; penyesuaian supaya menjadi terbiasa (terlatih) pd habitat dsb: -- diri dng iklim tropis (bagi orang Eropa yg tinggal di daerah panas); -- kuda dng bunyi tembakan (melatih agar tidak ketakutan apabila mendengar bunyi tembakan)
hak menumpang karang hak untuk memiliki bangunan atau tanaman yg ada pd tanah milik orang lain, biasanya dng membayar sejumlah uang sbg pengganti kerugian bagi pemilik tanah; hak opstal
halalbihalal ha.lal.bi.ha.lal [n] hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang: -- merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia
halo ha.lo [p] (1) kata yg digunakan untuk mengawali percakapan melalui telepon; (2) kata seru untuk menarik perhatian (seseorang); (3) ucapan salam untuk menyapa (seseorang) [n] lingkaran atau berkas sinar sekeliling suatu benda angkasa yg berkilauan (matahari, bulan, dsb), sbg akibat dr pantulan atau pembiasan sumber cahaya itu sendiri
hamba (orang) tebusan budak belian
hantu suluh hantu yg biasa kelihatan pd malam hari berkejar-kejaran dng suluhnya spt orang menangkap ikan
harimau mengaum takkan menangkap [pb] orang yg mengancam dsb dng perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa
haul ha.ul [Ar n] kekuasaan; kekuatan [a Isl ] cukup waktu satu tahun bagi pemilikan harta kekayaan, spt perniagaan, emas, ternak sbg batas kewajiban membayar zakat: perniagaan cukup -- (boleh dikenakan zakat krn sudah dimiliki oleh pemiliknya selama satu tahun) [n] peringatan hari wafat seseorang yg diadakan setahun sekali (biasanya disertai selamatan arwah): semua keluarga diundang untuk menghadiri -- mendiang neneknya
helat he.lat [a] asing; lain; bukan keluarga: di kota-kota besar banyak orang --; baik sanak keluarga maupun orang -- banyak yg hadir pd resepsi pernikahannya [n] (1) orang yg datang menghadiri suatu pesta perkawinan dsb; tamu: pesta spt biasanya disertai dng menyembelih sapi dan memberi makan seluruh --; (2) pesta perkawinan dsb: banyak tamu yg datang untuk meramaikan -- putri tunggalnya itu [n] (1) tipu muslihat; tipu daya; (2) akal; (3) dalih; alasan
hidup dikandung adat [pb] selama hidup orang harus taat pd adat kebiasaan dl masyarakat
hutan hu.tan [n] (1) tanah luas yg ditumbuhi pohon-pohon (biasanya tidak dipelihara orang); (2) tumbuhan yg tumbuh di atas tanah yg luas (biasanya di wilayah pegunungan); (3) yg tidak dipelihara orang; yg liar (tt binatang dsb): ayam --; anjing --
intrinsik in.trin.sik [a] terkandung di dalamnya (tt kadar logam mulia dl mata uang, harkat seseorang, atau suatu peristiwa): nilai -- mata uang, nilai logam yg terkandung di dalamnya, biasanya kurang dr nilai yg tertera di atasnya
istidraj is.tid.raj [Ar n] hal atau keadaan luar biasa yg diberikan Allah Swt. kpd orang kafir sbg ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kpd Tuhan, spt Firaun dan Karun
janggal jang.gal [a] (1) tidak sedap dipandang mata (krn letaknya atau susunannya tidak tepat dsb): tampak -- kalau vas bunga itu kauletakkan di atas lemari; (2) tidak sedap didengar (krn iramanya, bunyinya tidak harmonis, dsb): lagu-lagu mars yg dibawakan dng irama keroncong -- kedengarannya; (3) tidak biasanya; tidak menurut kebiasaan (tt tingkah laku): tingkah lakunya -- benar hari ini; (4) canggung: saya merasa -- menghadapi orang itu
jelata je.la.ta [a] bukan bangsawan atau hartawan (tt rakyat, orang); biasa
jetset jet.set [n] kelompok orang yg sangat kaya dng kebiasaan hidup bersenang-senang dan bermewah-mewahan
jiplak jip.lak [v] , men.jip.lak v (1) menggambar atau menulis garis-garis gambaran atau tulisan yg telah tersedia (dng menempelkan kertas kosong pd gambar atau tulisan yg akan ditiru); (2) mencontoh atau meniru (tulisan, pekerjaan orang lain); mencontek: anak-anak jangan sampai terbiasa ~ hitungan temannya; (3) mencuri karangan orang lain dan mengakui sbg karangan sendiri; mengutip karangan orang lain tanpa seizin penulisnya: ~ karangan orang lain adalah perbuatan yg tercela
jodang jo.dang [Jw n] kotak panjang yg dipakai untuk menaruh penganan, barang-barang pinangan, dsb, biasanya diangkat dng dipikul oleh dua orang
jongjorang jong.jo.rang [n] alat kesenian tradisional Sunda, spt angklung
juvenil ju.ve.nil [a] (1) muda, masuk golongan pemuda; terjadinya semasa masih muda; (2) Psi berkaitan dng orang muda, biasanya di bawah umur yg masih dl wajib belajar
kaku ka.ku [a] (1) keras tidak dapat dilentukkan; kejur; kejang; (2) keras dan liat (tt daging dsb): tubuhnya sudah --; (3) ki janggal: tingkah lakunya --; (4) sukar diberi tahu (menerima pendapat orang); tidak lemah lembut (tidak mudah bergaul; tidak luwes); (5) tumpul (tt pikiran); (6) berserat kasar, biasanya berdaun tegak dan tidak lembut (tt beberapa jenis rumput)
kambing perahan; sapi perahan kambing pe.rah.an; sapi pe.rah.an [ki] (1) sapi yg biasa diperah; (2) ki orang yg bekerja keras untuk kepentingan orang lain
kampung kam.pung [n] kelompok rumah yg merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); (2) n desa; dusun; (3) n kesatuan administrasi terkecil yg menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; (4) a terkebelakang (belum modern); berkaitan dng kebiasaan di kampung; kolot
kapurancang ka.pu.ran.cang [n] sikap tangan ditumpukkan di perut sebelah bawah, biasanya merupakan sikap hormat seseorang apabila sedang berbicara
karikaturis ka.ri.ka.tu.ris [n] pelukis gambar karikatur; orang yg biasa menciptakan karikatur
karisma ka.ris.ma [n] (1) keadaan atau bakat yg dihubungkan dng kemampuan yg luar biasa dl hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dr masyarakat thd dirinya; (2) atribut kepemimpinan yg didasarkan atas kualitas kepribadian individu [n Kris] karunia Roh Kudus yg luar biasa yg diberikan kpd orang beriman supaya melayani umat
kasak-kusuk ka.sak-ku.suk [v] mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan) dng tujuan tertentu (biasanya disampaikan dng suara berbisik)
kata ganti orang pronomina persona
kaum konfederasi kelompok yg pro perbudakan, bahkan menghendaki pemerintahan sendiri yg lepas dr pemerintah pusat (di Amerika Serikat); -- mapan kelompok orang yg sudah mapan dl hal sosial, ekonomi, dan politik (biasanya kalangan eksekutif): bagi ~ mapan, pergaulan tidak saja sekadar hubungan sosial, tetapi sudah diidentikkan dng hubungan bisnis
kawih ka.wih [Sd n] lagu tradisional dl bahasa Sunda yg iramanya tidak teratur, dinyanyikan sambil bersajak: lagu -- biasa dinyanyikan orang untuk mengiringi kecapi
kayau ka.yau , me.nga.yau v Antr membunuh orang untuk diambil kepalanya (sbg adat kebiasaan beberapa suku bangsa yg masih primitif) , ber.ka.yau v menggenang; membanjir di: darah ~ di tempat penyembelihan sapi itu
kayu ka.yu [n] (1) pohon yg batangnya keras; (2) bagian batang (cabang, dahan, dsb) pokok yg keras (yg biasa dipakai untuk bahan bangunan, dsb) [n] gulungan (geblokan) kain putih, cita, dsb: membeli kain putih dua -- , ka.yu-ka.yu n cak (1) orang yg dijadikan alat oleh orang lain (spt orang yg disuruh membeli tanah atas namanya, tetapi sebenarnya yg memiliki tanah itu orang yg menyuruhnya); (2) laki-laki yg seakan-akan dipergundik oleh orang perempuan
kebanyakan ke.ba.nyak.an [n] (1) perihal banyak; banyaknya; jumlahnya: bukan -- anggota yg penting, tetapi kualitasnya; (2) bagian yg terbanyak; sebagian besar: -- murid-murid di kelas kami mempunyai sepeda motor; (3) biasa: orang -, orang biasa; orang awam; (4) biasanya; pd umumnya: -- asal membayar lebih akan didahulukan pelayanannya; (5) terlampau banyak: -- merokok, tidak baik untuk kesehatan
kebayan ke.ba.yan [n] (1) Jw pegawai desa yg pekerjaannya menyampaikan perintah dan menjaga keamanan desa; (2) kl orang perempuan tua yg biasa berperan sbg perantara hubungan antara pria dan wanita; (3) kl orang yg pekerjaannya disuruh-suruh
keenakan ke.e.nak.an [n] kesenangan; kenyamanan; (2) a terlalu merasa enak; (3) v cak menjadi terbiasa (biasanya hal-hal yg kurang baik): jangan dibiasakan memanjakan anak, nanti dia ~ bermanja-manja pd setiap orang
kekejaman ke.ke.jam.an [n] perihal (perbuatan, sifat) yg kejam; kebengisan: ~ seseorang biasanya bukanlah dibawa sejak lahir
kelaziman ke.la.zim.an [n] kebiasaan (yg sudah umum): memakan sirih merupakan ~ bagi orang tua-tua kita dulu
kentang biasa kentang yg daging umbinya berwarna putih kekuning-kuningan, banyak mengandung air, digunakan untuk sambal goreng, sayur sup, dsb
keramat ke.ra.mat [a] (1) suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa krn ketakwaannya kpd Tuhan (tt orang yg bertakwa); (2) suci dan bertuah yg dapat memberikan efek magis dan psikologis kpd pihak lain (tt barang atau tempat suci)
kerbau ker.bau [n] (1) binatang memamah biak yg biasa diternakkan untuk diambil dagingnya atau untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati), rupanya spt lembu dan agak besar, tanduknya panjang, suka berkubang, umumnya berbulu kelabu kehitam-hitaman; Bos bubalus; (2) ki orang bodoh
kesorangan ke.so.rang.an [a] tersendiri; terasing (dl kesendirian)
kikuk ki.kuk [a] canggung; belum pandai; belum biasa: ia merasa -- bergaul dng orang-orang asing
kinantan ki.nan.tan [n] (1) sesuatu yg seluruh (sekujur) tubuhnya putih (tt ayam, kuda, dsb); (2) nama ayam aduan (Sumatra Utara); (3) ki sesuatu atau seseorang yg luar biasa (kepandaian, keberanian, dsb): pemuda itu seorang --
kiprah kip.rah [n Sen] (1) gerakan cepat dan dinamis tarian Jawa dl pertunjukan wayang orang dsb (biasanya ditarikan seorang laki-laki); (2) ki derap kegiatan
kiri ki.ri [n] arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg berisi jantung; (2) a selalu berbuat (bekerja) dng tangan kiri; kidal: orang -- itu jika bekerja kelihatan janggal; (3) n Pol sebutan kpd partai (golongan) berhaluan sosialisme yg lama yg menghendaki perubahan secara radikal (tt politik, partai, dsb): orang-orang -- biasanya condong ke paham komunis; (4) a ki sial, tidak mujur: langkah --
kisa ki.sa [n] jala kecil yg ditarik oleh 4 atau 5 orang, biasanya dapat ditarik dr pinggir pantai [n] pundi-pundi (kantong uang) yg kecil [n] kantong anyaman daun kelapa yg digunakan untuk membungkus buah nangka, ayam, dsb: nangka yg baru dipetik masih terbungkus dl --
kita orang [cak] kita
klinik kli.nik [n Dok] (1) (bagian) rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan thd kasus penyakit yg diderita para pasien; (2) balai pengobatan khusus: -- keluarga berencana; -- penyakit paru-paru; (3) organisasi kesehatan yg bergerak dalam penyediaan pelayanan kesehatan kuratif (diagnosis dan pengobatan), biasanya thd satu macam gangguan kesehatan
koja ko.ja [n] kendi berleher panjang yg tidak bercerat; gamuh; balang [Lihat {khojah}] [n] kain tenun untuk ikat kepala, biasanya dibuat dan dipakai oleh orang Badui
kompleks keibuan [Psi] keadaan seseorang yg semua tingkah lakunya sangat dipengaruhi oleh tokoh ibu, biasanya dl arti patologis
konon ko.non [adv] (1) agaknya (biasanya di belakang kata tanya); gerangan: apa -- yg tersimpan di hatinya; (2) kata orang; kabarnya; katanya: begitulah -- nasib orang yg tamak itu; (3) barangkali; mungkin: itulah sebabnya -- maka ia berani berbuat begitu; (4) Sas kabar: sekarang patik dengar kabar yg sah, bukan -- dikarang; (5) Mk istimewa pula; apalagi; jangan lagi: melihat darah saja ia pingsan, -- disuruh membunuh orang
kopiah ko.pi.ah [n] peci; (biasa dipakai orang Islam waktu salat)
kroto kro.to [Jw n] (1) telur semut rangrang: -- biasa diambil orang untuk makanan burung; (2) nama pentil buah melinjo
kucing ku.cing [n] binatang yg rupanya spt harimau kecil, biasa dipiara orang
kuda ku.da [n] binatang menyusui, berkuku satu, biasa dipiara orang sbg kendaraan (tunggangan, angkutan) atau penarik kendaraan dsb; Equus caballus
laku sosial laku atau cara bertingkah laku seseorang yg disesuaikan dng tuntutan yg ada dan biasa berlaku dl kelompok sosialnya agar ia memperoleh pengakuan atau diterima oleh kelompoknya itu
lambat lam.bat [a] (1) perlahan-lahan (geraknya, jalannya, dsb); tidak cepat: orang buta -- jalannya; (2) memerlukan waktu banyak: ia bekerja sangat --; biar -- asal selamat; (3) tidak tepat pd waktunya; ketinggalan: arlojiku -- lima menit; ia biasa pulang --
landahur lan.da.hur [n cak] orang yg berukuran luar biasa (tinggi dan sangat besar)
langgam lang.gam [n] (1) gaya; model; cara: -- permainannya khas, sukar ditiru orang lain; (2) adat atau kebiasaan: -- orang di daerah itu kalau berkata dng suara keras, tetapi hatinya baik dan suka berterus terang; (3) bentuk irama lagu (nyanyian): penyanyi lagu pop belum tentu dapat menyanyikan lagu --
lari beranting [Olr] lari yg dilakukan oleh beberapa orang pelari (biasanya 4 orang) secara sambung-menyambung (yg satu melanjutkan larinya yg lain); estafet
latah la.tah [a] (1) menderita sakit saraf dng suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; (2) berlaku spt orang gila (msl krn kematian orang yg dikasihi); (3) meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain: kita jangan -- thd kebudayaan asing [ark n] sampah (daun-daun dsb yg telah membusuk) di bawah pohon-pohonan (di hutan dsb)
latih la.tih [v] ber.la.tih v (1) belajar dan membiasakan diri agar mampu (dapat) melakukan sesuatu: dia menjadi seorang ahli setelah ~ bertahun-tahun; (2) berbuat agar menjadi biasa: kuda pacu itu sedang ~ di gelanggang
lincah lin.cah [a] (1) selalu bergerak; tidak dapat diam; tidak tenang: anak yg sehat biasanya --; (2) tidak tetap (tempat tinggal, pikiran, dsb); selalu bertukar (pekerjaan dsb): dia benar-benar orang yg -- , baru bekerja seminggu sudah pindah kerja lagi
mah [a] maha (msl mahraja, maharaja) [p cak] kata untuk menyatakan penegasan ucapan, biasanya digunakan setelah kata ganti orang; sih: dia -- jarang di rumah
mahkamah Militer Luar Biasa badan pengadilan yg ditugasi memeriksa dan memutuskan perkara pidana dl tingkat pertama dan terakhir mengenai perkara khusus yg ditentukan oleh kepala negara
main gila berbuat kurang sopan; bertindak semau-maunya; -- hakim sendiri menghakimi orang lain tanpa mempedulikan hukum yg ada (biasanya dilakukan dng pemukulan, penyiksaan, pembakaran, dsb): ia menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda mata gelap yg -- hakim sendiri
malam di bawah nyiur pinang orang [pb] hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yg kita tempati
malu ma.lu [a] (1) merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) krn berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb): ia -- krn kedapatan sedang mencuri uang; aku -- menemui tamu krn belum mandi; (2) segan melakukan sesuatu krn ada rasa hormat, agak takut, dsb: murid yg merasa bersalah itu -- menemui gurunya; tidak usah -- untuk menanyakan masalah itu kpd ulama; (3) kurang senang (rendah, hina, dsb): ia berasa -- berada di tengah-tengah orang penting itu
mana ma.na [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan salah seorang atau salah satu benda atau hal dr suatu kelompok (kumpulan): rumah -- yg kosong?; (2) (di belakang di, dari, ke) kata tanya untuk menanyakan tempat: di -- buku saya?; engkau dr -- ?; orang -- , orang berasal dr mana; (3) kata untuk menanyakan keadaan atau cara sesuatu: macam -- , spt apa keadaannya (caranya); bagaimana; (4) kata ganti untuk menyatakan tempat yg tidak tentu: di -- ada asap, di situ ada api; di -- mungkin (perlu), kalau mungkin (perlu) [n] tenaga hidup yg tidak berpribadi dan ada pd manusia, binatang, tumbuhan, dan segala macam benda, biasanya untuk jimat atau fetis, serta membawa keberuntungan bagi pemiliknya, tetapi akan menimbulkan kerugian bagi orang yg tidak menghiraukannya (menurut pandangan orang Melanesia) [n] (1) keuntungan atau manfaat yg datang tiba-tiba; (2) makanan yg diterima orang Israel dl perjalanan mereka di padang gurun (dl Kitab Perjanjian Lama)
mandiri man.di.ri [a] dl keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pd orang lain: sejak kecil ia sudah biasa -- sehingga bebas dr ketergantungan pd orang lain
mandor man.dor [n] (1) orang yg mengepalai beberapa orang atau kelompok dan bertugas mengawasi pekerjaan mereka; (2) karyawan biasa yg tugasnya sama dng tugas karyawan yg lain dan di samping itu merangkap tugas pengawasan atas rekan-rekannya
manerisme ma.ne.ris.me [n] gerak-gerik kebiasaan yg khas pd seseorang yg sering dijumpai pd penderita skizofrenia, sbg simbol fantasi yg dialami
manikur ma.ni.kur [n] (1) orang yg mempunyai pekerjaan merawat tangan dan kuku (biasanya dilakukan di salon); (2) perawatan tangan dan kuku
manis daging [pb] orang yg biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah
manja diri gejala yg normal pd anak-anak usia antara 4-6 tahun untuk selalu memperoleh perhatian orang tua atau lingkungannya thd diri sendiri, biasanya disebabkan oleh terpecahnya perhatian orang tua kpd adiknya atau krn makin berkurangnya perhatian orang tua bersamaan dng makin besarnya anak itu
manol ma.nol [Jw n] orang yg bekerja pd orang lain untuk mengangkut barang (biasanya di pasar atau gudang); kuli
manusia ma.nu.sia [n] makhluk yg berakal budi (mampu menguasai makhluk lain); insan; orang: sbg -- biasa, ia bisa juga khilaf
mayoret ma.yo.ret [n] orang (biasanya gadis) yg memimpin drumben; gitapati
melakukan me.la.ku.kan [v] (1) mengerjakan (menjalankan dsb): ia gugur dl ~ tugasnya; (2) mengadakan (suatu perbuatan, tindakan, dsb): ~ pendaratan darurat; ~ demonstrasi; (3) melaksanakan; mempraktikkan; menunaikan: Pemerintah akan ~ tindakan tegas thd setiap penyelewengan yg terjadi; (4) melazimkan (kebiasaan, cara, dsb): kepala sekolah bermaksud ~ "Senam Pagi Indonesia" di sekolahnya; (5) menjadikan (membuat dsb) berlaku; menjadikan laku: ~ uang palsu adalah perbuatan yg melanggar hukum; (6) berbuat sesuatu thd (suatu hal, orang, dsb): ia ~ anak yatim itu sbg anaknya sendiri; (7) mengabulkan (permintaan, doa, dsb); meluluskan: orang tuanya selalu ~ permintaan anak itu
melatih me.la.tih [v] mengajar seseorang dsb agar terbiasa (mampu) melakukan sesuatu; membiasakan diri (belajar)
melayang luncur me.la.yang luncur olahraga udara yg menggunakan parasut, biasanya diluncurkan dr tempat ketinggian tertentu, msl dr gunung yg diliputi salju, agar orangnya dapat melayang-layang beberapa saat di udara
memandang me.man.dang [v] (1) melihat dan memperhatikan (biasanya arah dan jaraknya tetap): jika engkau ~ nya lebih lama, makin jelas kecantikannya; sejauh-jauh mata ~; (2) menganggap; memperlakukan (sbg): kami ~ dia sbg anggota keluarga; ~ enteng (ringan, gampang); (3) mempedulikan; memperhatikan; mengingat (akan): tidak ~ bangsa (bulu, orang); (4) menyegani; menghargai: masyarakat ~ dia krn budi, amal, dan jasanya
memandikan me.man.di.kan [v] (1) membersihkan tubuh (orang, hewan, dsb) dng cara menyiramkan atau memasukkannya dl air: -- kerbau di sungai; (2) menyucikan (tt mayat): Pak Lebai itu juga biasa -- mayat; (3) memasukkan ke dl air (atau barang cair); mencelupkan: -- pedang wasiat untuk menghilangkan karatnya; sambil -- keris itu mulutnya membaca mantera
mempercermin mem.per.cer.min [v] (1) memakai sesuatu sbg cermin (contoh, teladan, dsb): biasanya anak itu ~ tabiat orang tuanya; (2) selalu melihat (menyaksikan): setiap hari aku ~ kesedihan yg dialami oleh rakyat kecil
memudakan me.mu.da.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) muda: kebiasaan berolahraga -- semangat Anda; (2) menganggap muda: seorang suami biasa -- istrinya dng memanggilnya "adik", walaupun adakalanya usia istrinya lebih tua
mencontoh men.con.toh [v] (1) berbuat atau membuat sesuatu menurut contoh; meneladan; meniru: murid-murid ~ gambar dr buku; anak-anak biasanya ~ tingkah laku orang tuanya; (2) meniru (menjiplak, menyalin) pekerjaan orang (tt murid sekolah): pikirkan dan kerjakan sendiri, jangan ~ saja
mencuci men.cu.ci [v] membersihkan dng memakai air atau barang cair, biasanya dng sabun: orang kampung ~ pakaiannya di sungai
mendagangkan men.da.gang.kan [v] menjualbelikan secara niaga (biasanya harga jual lebih mahal dp harga beli): dl pasar gelap banyak orang ~ barang selundupan
menegur-neguri me.ne.gur-ne.guri [v] memeriksa (biasanya dng kunyit dibelah dua) sebab-sebab orang jatuh sakit (akibat gangguan orang halus atau bukan): ~ orang yg demam itu
menempeli me.nem.peli [v] (1) melekati: ia sedang ~ biliknya dng kertas koran; (2) menyogok; (3) ki menumpang (tinggal, makan, dsb); (4) ki menyobat; mendekati (dng maksud mengajak bergendak, mencari untung, dsb): krn pandai ~ direkturnya, ia sering ditugasi ke luar negeri; (5) menyuap: saudagar-saudagar besar biasanya tidak sayang-sayang membuang uang untuk ~ orang-orang yg berpengaruh
menepat me.ne.pat [v] (1) langsung menuju; terus arah ke ...: ditempuhnya jalan yg ~ ke pos yg terdekat; (2) terus datang ke (rumah orang dsb untuk bermalam, menumpang, dsb): orang yg datang dr Padang biasanya ~ ke rumah beliau; rombongan kami ~ rumah peristirahatan
mengadaptasikan meng.a.dap.ta.si.kan [v] menyesuaikan: orang tidak mudah ~ diri thd kebiasaan orang lain
mengagitasi meng.a.gi.ta.si [v] menghasut orang banyak untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik, ormas, dsb
mengakali meng.a.kali [v] (1) mencari akal (ikhtiar, daya upaya) untuk melakukan sesuatu: ia berusaha ~ radionya yg rusak sebelum membawanya ke tukang servis; (2) memperdayakan; menipu secara licik sekali: penipu itu sudah biasa ~ orang
mengambil muka meng.am.bil muka [ki] berbuat sesuatu yg membuat orang supaya senang atau sayang (biasanya dng cara yg kurang baik)
mengatrol me.ngat.rol [v] (1) mengangkat dng katrol; (2) ki menaikkan nilai atau angka secara tidak wajar (supaya lulus atau naik kelas): ketua panitia ujian berkeberatan untuk ~ nilai 5 menjadi 7; (3) ki menaikkan pangkat (kedudukan dsb) seseorang (biasanya tanpa memenuhi syarat yg umum atau lazim); (4) membantu menambah (meningkatkan): dana itu dpt ~ semangat pembina olahraga
menggantungi meng.gan.tungi [v] (1) menggantung berkali-kali: algojo itu sudah biasa ~ orang; (2) menjadikan sesuatu sbg tempat menggantungkan barang-barang dsb
menghibahkan meng.hi.bah.kan [v] memberikan sesuatu (rumah, sawah, dsb) sbg hibah kpd seseorang, biasanya diperkuat oleh akta notaris, pemerintah setempat, saksi dsb
menghitamkan meng.hi.tam.kan [v] (1) menjadikan berwarna hitam: di manakah dijual obat untuk ~ kumis?; (2) ki memburuk-burukkan (nama dsb): ia biasa ~ nama orang yg tidak disukainya
menguar-uarkan meng.u.ar-u.ar.kan [v] (1) memberitahukan kpd orang banyak (biasanya tt hal yg menggemparkan); (2) memberitakan; menyiarkan kabar (dl koran, majalah, dsb)
menikamkan me.ni.kam.kan [v] (1) menusukkan (senjata tajam) ke: salah seorang dr perampok itu ~ goloknya ke leher korbannya; (2) ki mengajukan pertanyaan dsb dng tiba-tiba (biasanya dng keras atau pedas): pemuda itu bangkit dan ~ pertanyaan
menjernihkan men.jer.nih.kan [v] (1) membuat menjadi jernih: ~ air setiap pagi sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu; (2) ki menghilangkan perasaan susah (kacau); mengheningkan: setelah bekerja keras, ia keluar sebentar untuk ~ pikirannya; (3) ki menjadikan jelas (tt persoalan, kerumitan, kekacauan, dsb); menyelesaikan: seorang pemimpin harus dapat ~ persoalan yg timbul di kalangan bawahannya; (4) ki menjadikan tidak tegang (tt suasana, persahabatan, dsb)
mentor men.tor [n] pembimbing atau pengasuh (biasanya untuk mahasiswa): tiap mahasiswa diberi seorang --
menukilkan me.nu.kil.kan [v] (1) menuliskan kembali apa yg pernah ditulis (diucapkan) orang lain: kami telah ~ berita dr salah satu kantor berita asing; (2) mencantumkan; mematrikan tulisan pd suatu benda (sbg tanda peringatan dsb): kebiasaan orang di daerah itu ialah ~ nasihat orang tua pd setiap cincin
menyeduai me.nye.du.ai [v Tan] memiara ternak atau mengerjakan sawah orang lain dng mendapat bagian keuntungan (biasanya seperduanya); memperduai: hidup kami dr ~ ternak dan ladang orang lain
merampok me.ram.pok [v] (1) mencuri dng paksa (biasanya dilakukan oleh lebih dr satu orang): sebelum ~ , mereka menganiaya korbannya; (2) merampas dng kekerasan: penjahat tidak berhasil ~ uang saudagar itu; (3) mencuri barang (uang) dl jumlah banyak
merefleksikan me.re.flek.si.kan [v] mencerminkan: kata atau ucapan seseorang, biasanya ~ isi hatinya
meruang me.ru.ang [v] menyucikan mayat (dng jalan mengeluarkan kotoran dr dl perut); membersihkan: di kampung kami hanya ada dua orang yg biasa memandikan dan ~ mayat; setiap minggu prajurit itu ~ senjata
meninggalkan me.ning.gal.kan [v] (1) membiarkan tinggal (tetap ada, tidak dibawa pergi, dsb): pamanku ~ anak-anak yg sudah dewasa; malam itu rombongan dr Jakarta ~ desa kami; (2) menyisakan: ia hanya ~ uang seribu rupiah untuk belanja besok; (3) pergi dr; menghindar dr: hari ini ia hendak ~ kota Jakarta; banyak orang ~ kampung halamannya; (4) membiarkan lepas (lewat, tetap demikian halnya, dsb); melepaskan (cita-cita, niat, dsb): sudah lama ia ~ cita-citanya yg semula; (5) sudah mendahului (melewati, melampaui, melebihi, dsb): dl hal ini, bangsa Barat sudah jauh ~ kita; (6) tidak memasukkan dl perhitungan (acara, pembicaraan, dsb); mengesampingkan: ia hanya menyebut masalah-masalah besar dan ~ yg kurang penting; (7) membuang (adat, kebiasaan buruk, keyakinan, dsb): ~ adatnya yg buruk; ~ ideologi yg bertentangan dng Pancasila; (8) mengalpakan; melalaikan: ~ kewajiban; ~ syariat
mogok mo.gok [v] (1) tidak dapat berjalan (bekerja) sebagaimana biasanya (tt kendaraan): mobil yg -- di tengah jalan akan diderek; (2) tidak mau bekerja (berbuat) sebagaimana biasanya (tt orang): pekerja pelabuhan serentak --
monogram mo.no.gram [n] (1) tanda berupa dua huruf atau lebih yg digabungkan menjadi satu; (2) tanda atau lambang identitas seseorang (organisasi, lembaga, perusahaan, dsb), biasanya dibentuk dr huruf-huruf awal namanya
monster mon.ster [n] contoh barang dagangan untuk dinilai mutunya (bobotnya, warnanya, dsb) [n] (1) binatang, orang, atau tumbuhan yg bentuk atau rupanya sangat menyimpang dr yg biasa; (2) makhluk yg berukuran luar biasa (sangat besar); (3) makhluk yg menakutkan, hanya terdapat dl dongeng, spt ular naga raksasa
multikulturalisme mul.ti.kul.tu.ral.is.me [n] gejala pd seseorang atau suatu masyarakat yg ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dr satu kebudayaan
multilingualisme mul.ti.li.ngu.al.is.me [n] gejala pd seseorang atau suatu masyarakat yg ditandai oleh kemampuan dan kebiasaan memakai lebih dr satu bahasa
nasabah na.sa.bah [n] (1) orang yg biasa berhubungan dng atau menjadi pelanggan bank (dl hal keuangan); pelanggan: bank itu mengadakan malam perkenalan dng para -- nya; (2) orang yg menjadi tanggungan asuransi: petugas asuransi itu dituduh menggelapkan uang --; (3) perbandingan; pertalian
negeri orang tanah (negara) asing
nomad no.mad [n] kelompok orang yg tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berkelana dr satu tempat ke tempat lain, biasanya pindah pd musim tertentu ke tempat tertentu sesuai dng keperluan kelompok itu; (2) v cak (hidup) berkelana, tidak menetap
nyali nya.li [n] (1) empedu; (2) ki perasaan: tidak punya -- orang yg memukuli anak kecil itu; (3) ki keberanian: pecah -- nya, hilang keberaniannya; (4) Bio proliferasi lokal jaringan tumbuhan yg menghasilkan pembengkakan dng bentuk khas dan amat berbeda dng organ normal lain, biasa terbentuk sbg responsi thd serangan patogen
obituarium obi.tu.a.ri.um [n] berita kematian seseorang yg dimuat dl surat kabar dsb, biasanya disertai riwayat hidup singkat
okultis okul.tis [n] ahli ilmu gaib (kekuatan yg tersembunyi) yg tidak dimiliki oleh orang biasa
ondel-ondel on.del-on.del [Jk n] orang-orangan dl ukuran besar terbuat dr bahan ringan yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya (biasanya digunakan dl arak-arakan pengantin, pawai, dsb)
ontogeni on.to.ge.ni [n] (1) sejarah pertumbuhan makhluk hidup; (2) Ling penyelidikan mengenai kebiasaan berbahasa seseorang sepanjang hidupnya
padi selumbung dimakan orang banyak [pb] penghibur bagi istri yg suaminya beristri lebih dp satu
payung pa.yung [n] (1) alat pelindung badan supaya tidak terkena panas matahari atau hujan, biasanya dibuat dr kain atau kertas diberi bertangkai dan dapat dilipat-lipat, dan ada juga yg dipakai sbg tanda kebesaran (spt -- bawat, -- ubur-ubur, -- iram-iram); (2) kain berbentuk setengah bulatan diberi bertali pd tepinya, dipakai untuk terjun dr pesawat terbang atau balon; parasut; payung udara; (3) ki barang apa yg melindungi (di atas kepala); pelindung dsb; (4) ki orang yg melindungi; pelindung
pedoman pe.do.man [n] (1) alat untuk menunjukkan arah atau mata angin (biasanya spt jam yg berjarum besi berani); kompas: sebelum ada -- , orang menggunakan bintang untuk menentukan arah perjalanan perahu; (2) kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan; (3) hal (pokok) yg menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu: di samping syarat-syarat yg lain, para penyunting perlu menguasai -- ejaan; (4) pemimpin (yg menerangkan cara menjalankan atau mengurus perkumpulan): surat edaran dr -- besar
pejalan pe.ja.lan [n] (1) orang yg suka atau biasa berjalan; (2) orang yg berjalan kaki
pelanduk melupakan jerat pelanduk me.lu.pa.kan jerat, tetapi jerat tak me.lu.pa.kan pelanduk [pb] orang yg berutang biasanya mudah lupa akan yg berpiutang, sebaliknya yg berpiutang tidak lupa akan orang yg berutang kepadanya
pelobian pe.lo.bi.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menghubungi atau melakukan pendekatan (thd pejabat pemerintah atau pemimpin politik) untuk mempengaruhi keputusan atau masalah yg dapat menguntungkan sejumlah orang; usaha untuk mempengaruhi pihak lain dl memutuskan suatu perkara atau soal, biasanya dng berunding secara tidak resmi atau secara pribadi; (2) Pol bentuk partisipasi politik yg mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau pemimpin politik dng tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yg dapat menguntungkan sejumlah orang
pemabuk pe.ma.buk [n] orang yg suka atau biasa mabuk
pemadat pe.ma.dat [n] orang yg suka atau biasa mengisap madat [n] alat untuk memadatkan
pemarap pe.ma.rap [n] (1) alat untuk memarap (memukul); (2) orang yg memarap; (3) punggung tangan yg biasa dipakai sbg peninju lawan
pembiasan pem.bi.as.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membiaskan; (2) penyimpangan (pembelokan): berkas cahaya yg keluar dr prisma mengalami --
pemodal pe.mo.dal [n] orang yg mempunyai modal; orang yg biasa menanamkan modal: diharapkan agar -- mau menanamkan modalnya dl perusahaan pengalengan udang
pendengar pen.de.ngar [n] (1) alat untuk mendengar atau mendengarkan; (2) indra untuk mendengar; telinga; (3) orang yg mendengarkan (pidato, musik, dsb); (4) pelajar (mahasiswa) yg ikut mendengarkan pelajaran (kuliah), tetapi tidak terdaftar sbg pelajar (mahasiswa) biasa
penekat pe.ne.kat [n] orang yg biasa berbuat nekat: ia memang pemberani dan ~
penenung pe.ne.nung [n] orang yg (biasa) menenung; juru tenung
penganti pe.ngan.ti [n] orang yg menemani; pengiring (biasanya pd pengantin Jawa)
pengkhayal peng.kha.yal [n] orang yg (biasa) mengkhayal
penyabar pe.nya.bar [n] orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak lekas marah): seorang -- biasanya tidak cepat marah krn persoalan kecil
penyabungan pe.nya.bung.an [n] proses, cara, perbuatan menyabung (memperlagakan): biasanya -- ayam banyak dilakukan orang setelah musim panen
penyumpah pe.nyum.pah [n] orang yg menyumpah (para rohaniwan) [n] orang yg biasa atau suka mengeluarkan kata- kata kutukan
pepatah pe.pa.tah [n] peribahasa yg mengandung nasihat atau ajaran dr orang tua-tua (biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara), spt tong kosong nyaring bunyinya, orang yg tidak berilmu banyak bualnya
per- (pe- ) prefiks pembentuk nomina (1) yg memiliki: persegi; pemalu; (2) yg menghasilkan: pedaging; petelur; (3) yg biasa melakukan (sbg profesi, kegemaran, kebiasaan): pertapa; petinju; pelajar; (4) yg melakukan pekerjaan mengenai diri: peubah; (5) yg dikenai tindakan: pesuruh; petatar; (6) orang yg biasa bekerja di: pelaut; peladang; (7) orang yg gemar: perokok; pendaki gunung
perangkap pe.rang.kap [n] (1) alat untuk menangkap tikus, harimau, dsb, biasanya dipasang dng diberi umpan; jebak; (2) tipu muslihat untuk memperdaya orang [n] alat untuk menangkap binatang (spt kandang atau sangkar yg dapat menutup sendiri apabila binatang sudah masuk): ~ telah mengena, perangkap telah dimasuki binatang; masuk ~ , ki kena tipu; tertipu: hati-hati, jangan sampai masuk ~ penjahat
perengut pe.re.ngut [v] me.me.re.ngut v bermuka masam; cemberut [n] orang yg biasanya merengut; pencomel; perengus
perkecualian per.ke.cu.a.li.an [n] (1) hal memperkecualikan: ~ itu tidak pernah berlaku bagi orang banyak; (2) segala yg luar biasa (istimewa); segala yg lain dr yg umum
perunut pe.ru.nut [n] (1) orang yg merunut; (2) Kim entitas kimiawi (biasanya radioaktif) yg ditambahkan pd unsur atau senyawa pereaksi dl proses kimia, yg dapat ditelusuri sepanjang proses itu dng metode deteksi yg tepat
piala pi.a.la [n] (1) cawan berkaki dibuat dr emas, perak, dsb dipakai sbg tempat minum raja-raja dan orang-orang besar; (2) cawan berkaki, kadang-kadang bertelinga, biasanya diberi tulisan, sbg tanda peringatan, dibuat dr emas, perak, dsb, dipakai sbg hadiah para pemenang perlombaan
pikun pi.kun [a] (1) kelainan tingkah laku (sering lupa dsb) yg biasa terjadi pd orang yg sudah berusia lanjut; linglung; pelupa; (2) ki tidak berfungsi dng baik krn sudah lama atau tua (mesin, perkakas, dsb): alat pencatat gempa yg sudah -- krn tuanya
pispot pis.pot [n] panci bertutup dan bertangkai untuk tempat air kencing atau kotoran (biasanya untuk orang sakit)
polong po.long [n] (1) hantu atau roh jahat yg suka mengganggu orang (menyebabkan penyakit dsb); (2) penyakit saraf yg disebabkan oleh guna-guna [n] bentuk biji tumbuhan yg bulat atau agak pipih, terdapat dl kelopak yg lunak atau agak keras, dl satu kelopak biasanya terdapat beberapa biji (spt pd kara, ercis); kacang polong [n] -- angin bintil-bintil pd kulit [n] bunga lawang (cengkih) [Mk n] , po.long.an n saluran air; pipa (air dsb); berumbung
presentasi pre.sen.ta.si [n] (1) pemberian (tt hadiah); (2) pengucapan pidato (pd penerimaan suatu jabatan); (3) perkenalan (tt seseorang kpd seseorang, biasanya kedudukannya lebih tinggi); (4)penyajian atau pertunjukan (tt sandiwara, film, dsb) kpd orang-orang yg diundang
propaganda pro.pa.gan.da [n] (1) penerangan (paham, pendapat, dsb) yg benar atau salah yg dikembangkan dng tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu: -- biasanya disertai dng janji yg muluk-muluk; (2) cak reklame (spt menawarkan obat, barang dagangan, dsb): perusahaan itu giat melakukan -- produknya
pukul pu.kul [n] ketuk (dng sesuatu yg keras atau berat, dipakai juga dl arti kiasan): kena -- , kena ketuk (diketuk); (2) n ki kena rugi (marah, tipu, dsb): salah -- , salah memukul (mengetuk); (3) n ki salah terima; salah menuduh dsb: sekali -- , satu kali memukul (mengetuk); (4) n ki satu kali berbuat (bertindak, bekerja, dsb): tukang -- , orang yg biasa memukul orang (dng menerima upah); samseng; jagoan; (5) v cak memukul (mengetuk dsb): pakailah taktik dan cari kelemahan lawan jangan asal --; (6) a cak ambil: -- dulu, bayar belakang, barang diambil dulu, soal membayar urusan belakang [n] saat yg menyatakan waktu: hari sudah -- empat sore
punduh pun.duh [n] orang yg berperan sbg dalang dl permainan sintren, biasanya wanita berusia lanjut
purik pu.rik [v] pergi meninggalkan rumah krn marah (biasanya istri yg marah kpd suami): kabarnya istrinya sedang -- , pulang ke rumah orang tuanya
rahasia ra.ha.sia [n] sesuatu yg sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain: ia mencoba mengorek -- temannya, tetapi tidak berhasil; (2) n sesuatu yg belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang: -- alam; (3) n sesuatu yg tersembunyi: pintu --; (4) n cara yg setepat-tepatnya (biasanya tersembunyi atau sukar diketahui); kiat: dl buku itu diterangkan -- bermain sulap; (5) n sesuatu yg dipercayakan kpd seseorang agar tidak diceritakan kpd orang lain yg tidak berwenang mengetahuinya; (6) a secara diam (sembunyi-sembunyi); tidak secara terangterangan (tt perkumpulan): gerakan --
raja ra.ja [n] (1) penguasa tertinggi pd suatu kerajaan (biasanya diperoleh sbg warisan); orang yg mengepalai dan memerintah suatu bangsa atau negara: negara kerajaan diperintah oleh seorang --; (2) kepala daerah istimewa; kepala suku; sultan; (3) sebutan untuk penguasa tertinggi dr suatu kerajaan; (4) orang yg besar kekuasaannya (pengaruhnya) dl suatu lingkungan (perusahaan): -- minyak; (5) orang yg mempunyai keistimewaan khusus (spt sifat, kepandaian, kelicikan): -- kumis; -- copet; (6) binatang (jin dsb) yg dianggap berkuasa thd sesamanya: -- buaya; -- jin; (7) buah catur yg terpenting; (8) kartu (truf) yg bergambar raja
rakyat rak.yat [n] (1) penduduk suatu negara: segenap -- Indonesia berdiri di belakang pemerintah; (2) orang kebanyakan; orang biasa: bioskop untuk --; (3) kl pasukan (balatentara): maka raksasa itu pun terbang diiringkan segenap -- lengkap dng senjatanya; (4) cak anak buah; bawahan: Lurah harus melindungi -- nya
rakyat jelata rakyat biasa (bukan bangsawan, bukan hartawan); orang kebanyakan
rampok ram.pok [n] (1) orang yg mengambil dng paksa dan kekerasan barang milik orang; (2) nama sejenis pancing yg memakai 4-5 mata kail yg dijadikan satu: selain memancing dng cara biasa, ada istilah --
rapat paripurna luar biasa rapat paripurna yg diadakan dl masa reses
reklasering re.kla.se.ring [n Huk] pengembalian kpd masyarakat atau kpd kehidupan yg biasa (spt memberi bantuan kpd orang-orang yg baru keluar dr penjara, mengawasi orang yg dihukum dng syarat)
rekomendasi re.ko.men.da.si [n] (1) hal minta perhatian bahwa orang yg disebut dapat dipercaya, baik (biasa dinyatakan dng surat); penyuguhan; (2) saran yg menganjurkan (membenarkan, menguatkan): pemerintah menyetujui -- DPR tt kenaikan gaji pegawai negeri
resimen re.si.men [n] pasukan tentara yg terdiri atas beberapa batalion yg biasanya dikepalai oleh seorang perwira menengah
sabun karbol sabun yg dibuat dng campuran karbol, biasanya digunakan oleh orang yg mempunyai penyakit kulit yg ringan
sadar ras kesadaran seseorang bahwa rasnya berbeda dng ras orang lain, biasanya dl arti bahwa sifat rasnya lebih unggul dp sifat ras orang lain
sagar sa.gar [n] lidi ijuk (dapat dibuat kalam, pena, bubu, dsb): orang tua-tua dulu biasa menulis dng --; bubunya terbuat dr -- ? 1sakar
saham biasa [Ek] saham tanpa hak istimewa, msl atas dividen, penentuan pengurus, dan sisa harta perusahaan dl hal terjadinya likuidasi
sahur sa.hur [v Isl] makan pd dini hari (disunahkan menjelang fajar sebelum subuh) bagi orang-orang yg akan menjalankan ibadah puasa: biasanya kami -- sekitar pukul tiga
saku sa.ku [n] kantong (pd baju, celana, rok, dsb): -- kemeja biasanya terdapat pd bagian dada sebelah kiri; pd -- jasnya terselip saputangan putih yg dilipat bentuk piramida [ark] sa.ku-sa.ku adv sembunyi-sembunyi; diam-diam: -- ia memusuhi orang itu [ark v] me.nya.ku.kan v memisahkan; mengasingkan
salah paham salah dan keliru dl memahami pembicaraan, pernyataan, sikap orang lain (biasanya menimbulkan reaksi bagi yg bersangkutan); salah tangkap
sampah itu di tepi juga [pb] orang yg hina biasanya tidak diindahkan orang
sanjang san.jang [n] tarian magis kuno, dilakukan oleh dua penari pria, dl ketidaksadarannya pemain menari di atas payung yg dipegang oleh orang lain, kemudian penari menusuk-nusuk tubuhnya dng sebilah keris tanpa tampak cedera, biasanya diiringi beberapa suling panjang dan sebuah gong
sarjana muda tingkatan yg dicapai oleh seseorang yg telah menyelesaikan program tertentu di perguruan tinggi, biasanya menyelesaikan tingkat III
sawar sa.war [n] perintang atau pagar dibuat dr cabang kayu (duri, rotan, dsb), biasanya dipakai untuk memaksa binatang (ikan) masuk ke perangkap atau untuk merintangi orang (binatang) supaya tidak dapat lewat
saya sa.ya [pron] (1) orang yg berbicara atau menulis (dl ragam resmi atau biasa); aku; (2) ya: -- , Tuan!
seblang seb.lang [n] tarian rakyat Banyuwangi, penarinya dipoles hartal, bertutup kepala daun pisang, menari dl ketidaksadaran, dimaksudkan sbg tanda gembira setelah seseorang pulih dr sakit yg lama, biasanya diiringi permainan gambang, rebab, kendang, dan gong kecil
selawatan se.la.wat.an [n] pembacaan selawat oleh sekumpulan orang secara bersama-sama serta bersambut-sambutan, biasanya diiringi pukulan rebana dan beberapa alat musik setempat
selebriti se.le.bri.ti [n] orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis): lima wanita -- Amerika berlibur di Bali
seni se.ni [a] (1) halus (tt rabaan); kecil dan halus; tipis dan halus: benda -- , benda yang halus bahannya dan buatannya [n] (1) keahlian membuat karya yg bermutu (dilihat dr segi kehalusannya, keindahannya, dsb); (2) karya yg diciptakan dng keahlian yg luar biasa, spt tari, lukisan, ukiran; seniman tari sering juga menciptakan -- susastra yg indah [n] (1) kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yg bernilai tinggi (luar biasa); (2) orang yg berkesanggupan luar biasa; genius lihat 1ular
seorang ke hilir seorang ke mudik [pb] tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb
siak si.ak [n] (1) orang (santri) penjaga atau perawat masjid; (2) orang yg biasanya tinggal di masjid dan mendapat rezeki dr sedekah orang [n] burung elang malam, berbunyi "rak, rak"; burung siak [n] (1) tumbuhan yg akarnya dapat dibuat sbg obat cacing dsb; rumput siak-siak; Dianelle ensifolia; (2) akar siak
simultan si.mul.tan [a] (1) terjadi atau berlaku pd waktu yg bersamaan; serentak; (2) Olr secara serentak dilakukan (tt pertandingan catur, biasanya seorang pemain catur melawan beberapa pemain sekaligus): pertandingan catur --
skuas sku.as [n] cabang olahraga yg menggunakan raket, dimainkan oleh dua orang dl ruangan berdinding dng cara memukulkan bola ke dinding sampai salah satu pemain tidak bisa memukul kembali bola yg melambung dr dinding [n] minuman jus sitrun, bergula, biasanya ditambah air soda
sporangium spo.ra.ngi.um [n] sel, struktur, atau organ yg membentuk spora di dalamnya
spt menanti orang dahulu [pb] perbuatan yg sia-sia
sudah biasa makan emping [pb] sudah banyak berpengalaman
takbir tak.bir [n Isl] seruan atau ucapan Allahu Akbar 'Allah Mahabesar': menjelang Idulfitri dan Idhuladha orang mengumandangkan -- [Ar n] penyingkapan; takwil (biasanya tt mimpi): ia mendapat petunjuk melalui -- mimpinya
tali rasa [ki] hubungan batin antara seseorang dan orang lain (biasanya orang yg mempunyai hubungan dekat)
tambang tam.bang, ber.tam.bang.an [v] bertunangan (tt gadis) dng lebih dr seorang laki-laki, biasanya ayah gadis itu dihukum dng membayar denda adat (di Bengkulu)
tanaman ta.nam.an [n] (1) tumbuhan yg biasa ditanam orang: ~ sayuran, buah-buahan, dsb; (2) hasil menanam; yg ditanam; pendaman: di rumah kuno itu telah ditemukan ~ harta karun
taraf prestasi hasil prestasi seseorang, biasanya dibandingkan dng tingkat aspirasinya
tarif biasa tarif tanpa potongan
tarif wisata tarif yg dikenakan kpd seseorang yg melakukan kunjungan singkat, biasanya kunjungan untuk bersenang-senang
tas [n] (1) kemasan atau wadah berbentuk persegi dsb, biasanya bertali, dipakai untuk menaruh, menyimpan, atau membawa sesuatu [n] (1) tiruan bunyi letusan (senapan dsb); detas; das; (2) bunyi lembut sekali [adv cak] segera; lantas [n] pohon yg menurut kepercayaan orang sbg penangkal harimau, buahnya dapat dimakan; Kurrimia paniculata
tegar te.gar [a] (1) keras dan kering: tanah --; (2) keras kaku; tidak dapat dilenturkan: rotan yg kasar itu -- , tetapi yg halus melentur; (3) ki tidak dapat diubah (pendiriannya, pendapatnya); tidak mau menurut; (4) tabah: kedua orang tua itu masih mencoba -- kendati bencana itu merenggut ketiga putra-putri mereka [v] me.ne.gar.kan v menjadikan kuat [n Tan] penampilan tanaman yg sehat dan kuat, biasanya diperlihatan oleh kemampuan berproduksi normal dl keadaan suboptimum
teka teki te.ka te.ki [n] (1) soal yg berupa kalimat (cerita, gambar) yg dikemukakan secara samar-samar, biasanya untuk permainan atau untuk mengasah pikiran msl yg digantungkan di atas, yg menggantungkan di bawah, orang menaikkan layang-layang; tebakan; terkaan; (2) hal yg sulit dipecahkan (kurang terang, rahasia)
tekanan mental te.kan.an mental keadaan emosi seseorang pd saat mengalami tekanan berbagai hal sehingga dapat menimbulkan gangguan jiwa, biasanya tercermin pd perilaku yg menyimpang
teman te.man [n] (1) kawan; sahabat: hanya -- dekat yg akan kuundang; (2) orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): -- seperjalanan; ia -- ku bekerja; (3) yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama: ada jenis lumut yg biasa dimakan untuk -- nasi
tendensi ten.den.si [n] kecenderungan; kecondongan (pd suatu hal): orang gemuk biasanya mempunyai -- untuk makan lebih banyak
teroris te.ro.ris [n] orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan -- telah mengganas dng membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen
terpakai ter.pa.kai [v] (1) dipakai tanpa sengaja: sepatunya yg ditinggalkan di tangga masjid ~ oleh orang lain; (2) dapat dipakai; ada gunanya (berguna): barang bekas pun kadang-kadang masih ~; (3) masih lazim dipakai: kebiasaan itu masih ~ di daerah itu
tiap orang masing-masing
tinggi mata [Lay] ketinggian mata orang yg sedang mengamati benda, msl benda di darat atau di angkasa, biasanya untuk membaringkan atau menentukan posisi kapal
tiran ti.ran [n] raja atau penguasa yg lalim dan sewenang-wenang (biasanya memperoleh kekuasaan dng jalan kekerasan): tidak seorang rakyat pun merasa tenteram di bawah kekuasaan seorang --
tiru ti.ru [v] me.ni.ru v (1) melakukan sesuatu spt yg diperbuat orang lain dsb; mencontoh; meneladan: anak-anak biasa ~ orang tuanya; (2) berkata (berbunyi) sbg kata (bunyi) orang lain dsb: mula-mula guru berkata "kuda", lalu murid bersama-sama ~ nya; (3) membuat sesuatu yg tidak sejati (tiruan); memalsukan: tidak mudah ~ tanda tangannya
tong kosong nyaring bunyinya [pb] orang yg bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)
tuju tu.ju [v] , me.nu.ju v (1) pergi ke arah; mengarah (ke); pergi (ke) jurusan: keesokan harinya mereka ~ ke Bandung; kereta bergerak ~ Jakarta; (2) mengarah; mengabah: ditarik garis ~ titik A; (3) melemparkan, melontarkan, dsb arah ke: gelang-gelang rotan itu dipakai untuk ~ barang-barang yg di meja itu; (4) menjadikan maksud (sasaran, arah); memaksudkan; (5) mendatangi: bus itu ~ pelabuhan [n] sesuatu yg dilepaskan dng sihir (jampi, mantra, dsb) untuk membuat orang sakit atau mati: menurut dukun, orang itu terkena -- , bukan terserang penyakit biasa
tukang tu.kang [n] (1) orang yg mempunyai kepandaian dl suatu pekerjaan tangan (dng alat atau bahan yg tertentu): -- batu, -- besi, -- kayu; (2) orang yg pekerjaannya membuat (menjual, memperbaiki, dsb) sesuatu yg tentu: -- daging (sayur, susu); -- arloji; -- pedati (gerobak, becak); (3) orang yg pekerjaannya melakukan sesuatu secara tetap: -- pangkas (cukur); -- las; -- jahit; -- masak; -- cetak; (4) orang yg biasa suka melakukan sesuatu (yg kurang baik): -- mabuk; -- serobot; -- copet; -- tadah; -- catut; (5) cak ahli (untuk mencemoohkan): -- menciptakan sajak; -- pidato
tukang kebut penjaga garis pd pertandingan sepak bola (yg biasa mengebutkan bendera bila ada pelanggaran); (2) orang, motor, dsb yg suka mengebut (menjalankan mobil dng kecepatan tinggi)
tukas tu.kas , me.nu.kas v mendakwa (menuduh) tanpa alasan yg cukup (asal menuduh saja) [Mk] , ber.tu.kas-tu.kas v berulang-ulang (datang dsb) [n] rotan (biasa dipakai untuk menjerat binatang buas); Caryota mitis [v] , me.nu.kas v menghentikan (memotong dsb) perkataan atau ucapan seseorang
tunang tu.nang , ber.tu.nang.an v (1) bersepakat (biasanya diumumkan secara resmi atau dinyatakan di hadapan orang banyak) akan menjadi suami istri: mereka belum menikah, baru ~; (2) mempunyai tunangan
umang-umang [n] (1) ketam kecil di laut (biasanya bersarang di bekas sarang unam); (2) ki orang yg suka berpakaian bagus, tetapi bukan kepunyaan sendiri
umur kronologis umur menurut kalender (biasa dipakai untuk mengukur taraf perkembangan kognitif seseorang)
usik [n] perbuatan mengganggu orang lain; gangguan: jangan mempedulikan -- orang itu; (2) v bergerak-gerak saja; tidak tenang: anak kecil biasa -- , ia tidak dapat duduk tenang
virtuoso vir.tu.o.so [n] orang yg memiliki kemahiran luar biasa dl menguasai teknik memainkan alat musik (piano dsb), membawakan suara (nyanyian) dsb, spt Paganini, Caruso
wafat wa.fat [v] meninggal dunia (biasanya untuk raja, orang-orang besar ternama): putra mahkota dinobatkan sebelum raja --
wantilan wan.til.an [n] tempat penggergajian kayu; tempat pemrosesan kayu gelondongan sehingga menjadi papan, kasau, dsb: di rumah -- biasanya banyak terdapat kayu bekas [Bl n] bangunan untuk umum, berbentuk persegi panjang, tidak berdinding, tempat orang berapat atau mengadakan sabungan ayam
wasiat wa.si.at [n] pesan terakhir yg disampaikan oleh orang yg akan meninggal (biasanya berkenaan dng harta kekayaan dsb) [n] (1) pusaka; (2) yg bertuah; yg gaib; yg dapat membuat sesuatu yg ganjil: tongkat --
wayang wa.yang [n] (1) boneka tiruan orang yg terbuat dr pahatan kulit atau kayu dsb yg dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dl pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dsb), biasanya dimainkan oleh seseorang yg disebut dalang; (2) pertunjukan wayang (selengkapnya); (3) ki pelaku (yg hanya sbg pelaku, bukan sbg perencana); orang suruhan yg harus bertindak sesuai dng perintah orang lain: penembak calon presiden itu hanya -- bukan dalangnya; (4) bayang-bayang
wayang mbeling cerita wayang yg menyimpang dr aturan yg ada, biasanya penuh humor dan berisikan kritik kpd orang atau lembaga tertentu
wayang orang wayang wong
werek we.rek [n cak] orang yg mencari tenaga kerja kontrak untuk perkebunan (asing) di luar Jawa, biasanya dilakukan dng cara tipu muslihat (pd zaman Belanda)
(sbg durian) pangsa menunjukkan bangsa (sbg durian menunjukkan pangsa nya) [pb] kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb)
-an [sufiks pembentuk nomina] (1) hasil tindakan: buatan; catatan; didikan; (2) yg biasa dikenai tindakan; yg di-: makanan; bacaan; (3) tempat; lokasi: kubangan; pangkalan; tepian; awalan; (4) alat untuk mengukur atau menghitung: meteran; timbangan; (5) hal atau cara: tembakan [sufiks pembentuk nomina] (1) kumpulan; gugusan: puluhan; ribuan; sayuran; daratan; lautan; (2) yg mempunyai atau mengandung: durian; rambutan; (3) cak yg menyerupai: gunungan; piringan [sufiks pembentuk adjektiva] (1) sesuatu yg mempunyai sifat: manisan; asinan; (2) cak intensitas: tinggian; besaran [cak sufiks pembentuk verba] melakukan sesuatu yg pelaku atau tindakannya banyak (saling): jualan; pacaran; (2) sufiks pembentuk nomina kegiatan yg berkenaan dng pelaku atau tindakan yg banyak: lebaran; natalan; syukuran
-is [sufiks pembentuk adjektiva] berkaitan dng: astronomis; psikologis; strategis [sufiks pembentuk nomina] orang yg bergerak atau ahli dalam (insani): jurnalis; kartunis; linguis
-kan [sufiks pembentuk verba] (1) menjadikan: jalankan; datangkan; hitamkan; (2) sungguh-sungguh: dengarkan; camkan; (3) untuk; kpd orang lain: sewakan; bacakan; jualkan
-wan (-man, -wati) sufiks pembentuk nomina (1) orang yg ahli dl bidang: ilmuwan; budayawan; seniman; (2) orang yg bergerak dl: karyawati; wartawan; (3) orang yg memiliki barang atau sifat khusus: dermawan; hartawan; rupawan; bangsawan
abad komputer zaman modern yg orang-orangnya memanfaatkan komputer dl menyimpan dan mengolah data
abai [a] (1) tidak dipedulikan (tidak dikerjakan baik-baik, tidak dipentingkan, dsb); (2) lalai: sbg seorang ayah, ia -- dr kewajiban keluarga
abdi ab.di [n] (1) orang bawahan; pelayan; hamba; (2) budak tebusan
abdikasi ab.di.ka.si [n] (1) pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan (tt pembesar atau penguasa); (2) turun takhta dng sukarela (tt seorang raja)
abdu ab.du [kl n] hamba (Allah), yaitu manusia (terutama dipakai untuk nama orang): Abdullah, hamba Allah; Abdurrahman, hamba Allah Yang Maha Pengasih
aberasi cahaya [Kim] pembiasan tidak seragam dr cahaya sehingga bayangan tampak berubah bentuk
abid [ark a] tidak berkesudahan; kekal; abadi [Isl] (1) v beribadah; (2) n orang yg taat kpd Tuhan; orang yg saleh
abidin abi.din [Ar n] (bentuk jamak dr abid) orang-orang yg taat (beribadah atau mengabdi) kpd Tuhan
abnormal ab.nor.mal [a] tidak sesuai dng keadaan yg biasa; mempunyai kelainan; tidak normal: sejak kecelakaan itu dia menjadi --
aboi [n] (1) sebutan bagi pembesar orang Cina; (2) kepala kampung orang Cina pd sebuah luak (msl di Kalimantan Barat)
abong-abong [p cak] mentang-mentang: -- saya orang miskin, selalu dihina
abortus inkomplet [Dok] abortus dng sebagian hasil pembuahan telah keluar, sedangkan sebagian lagi, biasanya plasenta, masih berada dl rahim
absente ab.sen.te [n] (1) seseorang yg tidak hadir; (2) ketidakhadiran seseorang [n] perkebunan, tanah, perusahaan, dsb yg jauh dr pemiliknya
absenteisme ab.sen.te.is.me [n] (1) ketidakhadiran yg terus-menerus (dl perusahaan, sekolah, dsb); (2) Huk pemilikan atau perwalian tanah oleh orang-orang yg tidak hidup di tanah tsb dan tidak mengolah tanah itu sendiri, tetapi mengambil hasilnya melalui penggarapnya
absolusi ab.so.lu.si [n Kat] pengampunan melalui upacara keagamaan atas kesalahan atau dosa yg telah diperoleh (dilakukan secara umum atau secara perseorangan dan diadakan secara berkala)
absolut ab.so.lut [a] (1) tidak terbatas; mutlak: seorang raja mempunyai kekuasaan --; (2) sepenuhnya; (3) tanpa syarat: penyerahan -- tentara kolonial Belanda kpd tentara pendudukan Jepang; (4) tidak dapat diragukan lagi; nyata: terbukti keterlibatannya dl peristiwa itu --
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abuk [n] serbuk (tt barang yg lumat halus spt tepung) [n] rambut: -- kaki; -- nya kusut masai [v] , meng.a.buk v mengambil atau mengakui barang orang lain sbg miliknya
acala aca.la [n Ark] arca yg tidak dapat dipindah-pindahkan, biasanya dibuat dr batu dan diletakkan di tempat yg paling suci dl rumah perdewaan
acang-acang [n] orang kepercayaan; pesuruh:
acar [n] makanan bercuka dr irisan buah mentimun, wortel, bawang, cabai, nanas, bengkuang, atau daun sawi, biasa dimakan bersama nasi
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
acuh [v] peduli; mengindahkan: ia tidak -- akan larangan orang tuanya
ada gula ada semut [pb] di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang [pb] orang akan berdatangan ke tempat yg menyenangkan
ada padi segala menjadi [pb] orang kaya dapat mencapai apa yg diinginkannya
ada-adanya ada-ada.nya [adv] mana boleh; mungkinkah: ~ orang mati hidup lagi
adab [n] kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak: ayahnya terkenal sbg orang yg tinggi -- nya
adakah buaya menolak bangkai [pb] orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adaptasi sosial perubahan yg mengakibatkan seseorang dl suatu kelompok sosial dapat hidup dan berfungsi lebih baik dl lingkungannya
adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dl limbahan sekalipun [pb] orang yg asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
adar adar, meng.a.dar [v] (1) bermalam di rumah orang; (2) bertandang; singgah
adat [n] (1) aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala: menurut -- daerah ini, laki-lakilah yg berhak sbg ahli waris; (2) cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; kebiasaan: demikianlah -- nya apabila ia marah; (pd) -- nya; (3) wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem; (4) kl cukai menurut peraturan yg berlaku (di pelabuhan dsb) [Jk] meng.a.dat v (1) mogok, tidak mau jalan (tt kendaraan): krn sudah tua, mobil itu sering ~; (2) merajuk dan menangis: anak kecil itu manja dan sering ~;
adat dagang tahan tawar [pb] sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar
adat diisi lembaga dituang [pb] hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan
adat pasang berturun naik [pb] keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tt kekayaan atau kedudukan seseorang
adat periuk berkerak [pb] jika seseorang ingin beroleh keuntungan dl satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan
adhesi ad.he.si [n] (1) keadaan melekat pd benda lain; (2) Fis gaya atau kakas tarik-menarik antarmolekul yg tidak sejenis; (3) Bot penyatuan tumbuh-tumbuhan yg biasanya merupakan kelompok yg terpisah; (4) Dok jaringan tubuh yg tumbuh (melekat) menjadi satu krn radang; (5) kesepakatan, sikap, atau rasa sesuai: ia menyatakan -- nya
adika adi.ka [a] lebih; lebih baik; terbaik; (2) n gelar untuk orang besar: Datuk Seri -- Raja
adikarya adi.kar.ya [n] karya yg dihasilkan dng kemampuan yg luar biasa; karya agung: Candi Borobudur termasuk -- nenek moyang bangsa Indonesia
adikuasa adi.ku.a.sa [a] berkekuatan amat besar atau luar biasa; (tt negara, bangsa): penyusunan kekuatan negara -- di wilayah itu berlangsung diam-diam
adimarga adi.mar.ga [n] jalan raya yg lebar, biasanya dng deretan pohon di kiri-kanannya; bulevar
adjektival ad.jek.ti.val [a Ling] (1) berfungsi sbg adjektiva, tetapi tidak dapat berinfleksi spt adjektiva biasa; (2) bersifat atau berfungsi sbg adjektiva, msl frasa --
administrator ad.mi.nis.tra.tor [n] (1) direktur perusahaan; (2) pengurus; penata usaha; (3) Pol pengusaha atau pembesar setempat; (4) Pol orang yg mempunyai kemampuan memerintah yg sangat baik; (5) Man pemimpin di bidang pelaksanaan peraturan, prosedur, dan kebijakan
admitans ad.mi.tans [n Fis] ukuran kemudahan arus bolak-balik (rangga) untuk mengalir dl suatu untai listrik (kebalikan dr impedans, biasanya dilambangkan dng huruf y)
adopsi adop.si [n] (1) pengangkatan anak orang lain sbg anak sendiri; (2) Huk penerimaan suatu usul atau laporan (msl dl proses legislatif); (3) pemungutan
adventisius ad.ven.ti.si.us [a] timbul atau terjadi secara sporadis atau di tempat yg tidak biasa
adverbial ad.ver.bi.al [a Ling] (1) berfungsi sbg adverbia, tetapi tidak berinfleksi spt adverbia biasa; (2) bersifat atau berfungsi sbg adverbia, msl frasa adverbial
afal af.al [n] kelakuan; perbuatan; tingkah laku: ia orang yg baik -- nya
afasia sensoris afasia yg menyebabkan penderita tidak dapat mengerti pembicaraan orang lain
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
afiliasi afi.li.a.si [n] (1) pertalian sbg anggota atau cabang; perhubungan: beberapa universitas di negeri ini mempunyai -- dng universitas atau perguruan tinggi di luar negeri; (2) bentuk kerja sama antara dua lembaga pendidikan, biasanya yg satu lebih besar dp yg lain, tetapi masing-masing berdiri sendiri; bantuan yg diberikan oleh lembaga yg lebih besar dl bentuk personel, peralatan, atau fasilitas pendidikan
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
aforisme afo.ris.me [n Sas] pernyataan yg padat dan ringkas tt sikap hidup atau kebenaran umum (spt peribahasa: alah bisa krn biasa)
agen [n] (1) Ek orang atau perusahaan perantara yg meng-usahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama peng-usaha; perwakilan; (2) cak kaki tangan atau mata-mata negara asing; (3) Adm wakil pengusaha yg merundingkan, memberi-kan jasa layanan, atau menutup perjanjian asuransi dng ketentuan yg ada
agen buku pedagang buku besar yg menyediakan berbagai jenis buku dr berbagai penerbit, pengecer, dan perpustakaan, biasanya ada dua jenis, yaitu yg menyediakan buku teks mutakhir dan buku teknik dan yg menyediakan buku lama yg masih beredar
agen publisitas [Kom] orang yg bekerja untuk memperkenalkan dan menjual nama perusaha-an, kehendak suatu golongan, personalitas seseorang, dsb kpd publik
agen rahasia seseorang yg ditugasi oleh orang atau negara tertentu untuk memata-matai dan menyelidiki pihak lawan agar memperoleh informasi yg diperlukan
agitator agi.ta.tor [n] orang yg melakukan agitasi; penghasut
aglutinat ag.lu.ti.nat [n Kim] lekatan bersama menjadi massa, digunakan sbg tes untuk mengetahui apakah darah seseorang yg sehat dapat dipindahkan ke dl tubuh seseorang yg sakit
agnosia ag.no.sia [n Dok] ketidaksanggupan mengenali benda dan artinya, biasanya disebabkan oleh kerusakan pd otak atau susunan saraf
agnostik ag.nos.tik [n] orang yg berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui
agresi ag.re.si [n] (1) penyerangan suatu negara thd negara lain; serangan; (2) Psi perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dl mencapai pemuasan atau tujuan yg dapat diarahkan kpd orang atau benda; (3) Antr perbuatan bermusuhan yg bersifat penyerangan fisik ataupun psikis thd pihak lain
agresor ag.re.sor [n] orang atau negara yg menyerang pihak lain; penyerang
ahli ah.li [n] orang yg mahir, paham sekali dl suatu ilmu (kepandaian); (2) a mahir benar: dia seorang yg -- menjalankan mesin itu [n] anggota; orang(-orang) yg termasuk dl suatu golongan; keluarga atau kaum
ahli media seseorang yg memiliki pengetahuan yg luas dl media pendidikan
ahli negara ah.li ne.ga.ra [n] orang yg paham benar tt ketatanegaraan
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
air [n] (1) cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yg terdapat dan diperlukan dl kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yg secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen; (2) benda cair yg biasa terdapat di sumur, sungai, danau yg mendidih pd suhu 100o C
air celah [Tan] air di dl retakan terbuka, biasanya hanya terdapat di dekat permukaan tanah
air landa air abu merang, biasa dipakai keramas untuk pembersih rambut
air laut air di laut yg biasanya mempunyai kadar garam 30-35%
air mandi air untuk mandi; (2) ki yg sudah menjadi kebiasaan
air mata duyung air jampi-jampi untuk memikat hati orang
air payau air yg tidak sedap rasanya akibat kelebihan kadar klorida; (2) campuran antara air laut dan air tawar, biasanya mempunyai kadar garam kurang dr 30 per mil
air talkin [Isl] air yg disiramkan ke atas jenazah dl kubur sebelum orang membaca talkin
air tawar air biasa (bukan air manis, bukan air asin); (2) Hid air yg mempunyai kadar garam kurang dr 0,5%
air tenang menghanyutkan air tenang meng.ha.nyut.kan [pb] orang yg pendiam, tetapi banyak pengetahuannya
ajaib aja.ib [a] ganjil; aneh; jarang ada; tidak spt biasa; mengherankan: pertunjukan yg --; (2) n Sas cak sesuatu yg aneh; keheranan; yg tidak dapat diterangkan dng akal: itulah -- Allah [n Bio] anyaman yg terjadi pd gumpalan ginjal yg arteri darahnya berubah menjadi kapiler, kemudian bersatu kembali menjadi arteri
ajar [n] petunjuk yg diberikan kpd orang supaya diketahui (diturut)
ajaran ajar.an [n] segala sesuatu yg diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk: ia senantiasa memegang teguh ~ orang tuanya; paham: ~ terlarang
ajengan ajeng.an [Sd n] orang terkemuka, terutama guru agama Islam; kiai
aji [a] (1) berharga sekali dan dianggap bertuah (tt benda keramat); (2) tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati [n] baginda; raja: sang --
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
ajudan aju.dan [n Mil] perwira yg diperbantukan kpd raja, presiden, atau perwira tinggi, biasanya diberi tugas mengurus segala keperluan yg berhubungan dng pekerjaannya
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akademikus aka.de.mi.kus [n] (1) orang yg berpendidikan perguruan tinggi; (2) anggota akademi
akademisi aka.de.mi.si [n] (1) orang yg berpendidikan tinggi; (2) anggota akademi
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
akal dua jengkal merasa sama dng orang lain
akal sejengkal merasa diri lebih dr orang lain
akal tiga jengkal merasa diri kurang dr orang lain
akan [adv] (untuk menyatakan sesuatu yg hendak terjadi, berarti) hendak: disangkanya hari -- hujan; akan-akan a mirip benar; hampir sama benar [p] (1) (sbg kata perangkai untuk menghubungkan verba dsb dng pelengkapnya yg berarti:) kepada: ia lupa -- orang tuanya; (2) mengenai; tentang; terhadap: -- harta peninggalan orang tuanya itu tiada dipikirkannya lagi; (3) untuk: uang ini dapat kaupakai -- pembayar utangmu
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akar bahar tumbuhan laut, biasanya dibuat gelang tangan untuk mencegah penyakit sengal
akar batang akar yg besar dan panjang pd pohon, menjulur dr atas ke bawah, biasanya terdapat pd pohon beringin
akar batu akar yg tumbuh di bukit-bukit, batangnya berwarna hitam dan tidak berdaun, biasanya dibuat ikat pinggang sbg penangkal sakit pinggang
akar wangi akar berbau harum yg biasa dibuat kipas atau ditaruh di antara pakaian; narwastu; Andropogon zizanivides
akhir larva [Bio] tahapan setelah bentuk larva, biasanya organisme tsb sudah memiliki bentuk yg pasti
akhtaj akh.taj [kl n] orang yg takluk
aki [n] nenek laki-laki; kakek; datuk; aki-aki n orang laki-laki yg sudah tua [n] (1) alat untuk menghimpun tenaga listrik (dipakai pd mesin mobil dsb); (2) Tek penghasil dan penyimpan daya listrik hasil reaksi kimia; (3) Fis peranti untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga kimia atau sebaliknya
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
aklasia ak.la.sia [n Dok] keadaan dapat rileks, tegang terus, biasanya mengenai otot jantung atau lainnya
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
akreditasi ak.re.di.ta.si [n ] (1) pengakuan thd lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu; (2) pengakuan oleh suatu jawatan tt adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya
akrobatik ak.ro.ba.tik [n] (1) pertunjukan atau peragaan yg dilakukan seorang pemain akrobat: permainan --; (2) pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dng ketangkasan
aksarawan ak.sa.ra.wan [n] orang yg mampu membaca dan menulis
aksarawati ak.sa.ra.wa.ti [n] orang (perempuan) yg mampu membaca dan menulis
aksen ak.sen [n] (1) Ling tekanan suara pd kata atau suku kata: suku kata yg mengandung pepet dl bahasa Indonesia tidak mendapat --; (2) pelafalan khas yg menjadi ciri seseorang; logat: -- Jawanya sudah tidak terdengar lagi; (3) tekanan: lukisan itu diberinya -- tertentu agar kelihatan hidup; (4) tanda diakritik: pd huruf e itu terdapat -- , yaitu tanda tambahan pd huruf yg banyak mengubah nilai fonetis
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
aksi polisional aksi militer setempat yg dilakukan oleh tentara pemerintah tanpa pernyataan perang yg resmi thd orang yg dianggap melanggar keamanan dan ketertiban internasional; (2) gerakan yg bermaksud memulihkan keamanan (istilah yg digunakan Belanda ketika memerangi Indonesia untuk mendapatkan kembali jajahannya)
aktiva tetap kekayaan berwujud yg secara relatif tahan lama dan biasanya digunakan dl menghasilkan barang dan jasa serta tidak disimpan untuk dijual lagi
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktor ak.tor [n] (1) pria yg berperan sbg pelaku dl pementasan cerita, drama, dsb di panggung, radio, televisi, atau film; (2) orang yg berperan dl suatu kejadian penting
aktual ak.tu.al [a] (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tt peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa dsb); hangat: berita --
akuan aku.an [n] (1) yg telah diakui; (2) orang halus (hantu dsb) yg menjadi pelindung atau yg memasuki orang [n] pekarangan atau ladang di Pulau Jawa bagian utara yg dipergunakan oleh seseorang untuk melakukan usaha atas dasar hak perbuatan untuk waktu tidak lebih dr satu tahun
akuarel aku.a.rel [n] gambar yg biasanya dibuat dng cat air transparan
akuaris aku.a.ris [n] orang yg memelihara akuarium
akuarium aku.a.ri.um [n] bak kaca (biasanya diberi tanaman air dsb) tempat memelihara ikan hias
Akuarius Aku.a.ri.us [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa; (2) Astrol zodiak ke-11 yg digambarkan dng orang menuangkan air sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 20 Januari dan 18 Februari; Kumba; Delu
akun [n Man] (1) kumpulan catatan transaksi keuangan; buku; (2) daftar transaksi keuangan yg tersusun dl buku besar dan yg bertalian dng jenis harta dan kewajiban tertentu yg dimiliki atau ditanggung gugat oleh orang atau perusahaan; perkiraan
akuntansi akun.tan.si [n Man] (1) teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua kegiatannya; (2) hal yg berhubungan dng akuntan; (3) seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi thd suatu kesatuan ekonomi
akupunktur aku.punk.tur [n ] pengobatan atau pemeriksaan orang sakit dng tusuk jarum (cara pengobatan Cina); tusuk jarum: pengobatan dng -- sudah populer di Indonesia
akur [a] (1) mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati: saya -- saja dng usulmu; rupanya orang-orang di kampung ini kurang --; (2) cocok; sesuai: salinan itu sudah -- dng aslinya
alah limau oleh benalu [pb] orang yg lama terdesak oleh orang yg baru [pb] orang yg merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang
alah menang tak tahu [pb] perihal seseorang yg tidak ikut campur dl dua pihak yg sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yg telah tentu kalah
alam arwah alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal
alam besar dunia yg luas ini -- gaib alam yg berada di luar jangkauan manusia biasa, tempat makhluk halus dan tenaga yg luar biasa
alamah ala.mah [Ar n] orang yg sangat pandai (berilmu)
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alang hari hari biasa (bukan hari pekan)
alap-alap [n] (1) Zool elang belalang pemakan burung kecil; Acipiter virgatus gularis; (2) cak orang yg suka mengambil (dng cepat) milik orang lain; pencuri (penjambret, pencopet, dsb) kawakan
alas kubur [ki] orang yg memikul kesalahan (kerugian dsb) orang lain
alas lantai kain kanvas tahan air, biasanya dipakai untuk menutupi seluruh lantai
alas tidur tikar, kain, dsb yg digunakan sbg lapik ketika tidur; (2) Tern alas untuk tidur ternak yg diberikan pd waktu menjelang melahirkan atau pd ternak sakit, biasanya berupa jerami atau rumput kering
alat [n] (1) benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas; perabot(an): -- pertanian; -- tukang kayu; (2) yg dipakai untuk mencapai maksud: pelaksanaan keluarga berencana adalah -- untuk menurunkan angka kelahiran dan menaikkan taraf hidup rakyat; (3) ki orang yg dipakai untuk mencapai suatu maksud: mereka itu hanya dipakai sbg -- untuk melemahkan semangat rakyat; (4) bagian tubuh (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) yg menjalankan fungsi sesuatu: -- pencium ; -- perasa; (5) yg dipakai untuk menjalankan kekuasaan negara (spt polisi, tentara): -- negara; (6) perlengkapan: -- kebesaran untuk upacara raja-raja, spt mahkota, tongkat, payung, pedang, tunggul, bendera, dan umbul-umbul; (7) Antr benda budaya yg dikembangkan manusia dl usahanya memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya, sbg penyambung keterbatasan organismenya [Mk n] (1) jamu (tamu); (2) perjamuan
alat pandang dengar alat peraga elektronis, bersifat dapat dilihat dan didengar, spt film, biasanya digunakan sbg penunjang kegiatan belajar-mengajar; audio visual
alat pemanas [Tern] alat yg berfungsi sbg induk buatan, biasanya digunakan pd ternak unggas dan babi
alat tani [Tan] perkakas yg biasa digunakan dl usaha tani, spt cangkul, arit, parang
alat ukur hujan otomatis alat ukur hujan yg mencatat secara otomatis banyaknya hujan yg akumulatif thd waktu, biasanya dl bentuk grafik
albuminuria al.bu.min.u.ria [a Dok] terdapatnya albumin dl air kencing, biasanya berkaitan dng penyakit ginjal
alergi aler.gi [n Dok] (1) perubahan reaksi tubuh thd kuman-kuman penyakit; (2) keadaan sangat peka thd penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dl kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang
algojo al.go.jo [n] (1) orang yg melaksanakan hukuman mati; (2) orang yg bengis dan kejam (suka membunuh)
alibi ali.bi [n Huk] bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)
alienasi ali.e.na.si [n] (1) keadaan merasa terasing (terisolasi); (2) penarikan diri atau pengasingan diri dr kelompok atau masyarakat; (3) pemindahan hak milik dan pangkat kpd orang lain
alim [a] (1) berilmu (terutama dl hal agama Islam): ia seorang -- yg sangat disegani di kampung ini; (2) saleh: kelihatannya ia sangat -- dan tidak pernah meninggalkan salat [n] pegawai urusan agama di Banten atau Madura
alkalinitas al.ka.li.ni.tas [n Kim] (1) jumlah konsentrasi ion karbonat dan bikarbonat terlarut, biasanya dinyatakan dng miliekuivalen per liter kemampuan air untuk menetralkan asam kuat; (2) kualitas sifat basa
Allah [n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
almanak al.ma.nak [n] (1) penanggalan (daftar hari, minggu, bulan, hari-hari raya dl setahun) yg disertai dng data keastronomian, ramalan cuaca, dsb; (2) buku berisi penanggalan dan karangan yg perlu diketahui umum, biasanya terbit tiap tahun
almanak dinding penanggalan yg biasanya digantungkan atau ditempelkan di dinding
almanak meja penanggalan yg biasanya ditaruh di atas meja
almarhum al.mar.hum [n] (1) yg dirahmati Allah (sebutan kpd orang Islam yg telah meninggal); (2) yg telah meninggal; mendiang: di ruang tamu tergantung lukisan besar -- Jenderal Sudirman; (3) kata untuk menyebut orang yg telah meninggal: -- pernah menjabat sbg duta besar di Singapura
almuazam al.mu.a.zam [Ar n] yg dimuliakan; yg mulia; yg terhormat (biasa ditulis pd alamat surat)
almukhlis al.mukh.lis [Ar n] yg jujur; yg setia (biasa ditulis mengakhiri surat di atas tanda tangan)
alter ego al.ter ego [Lat n Psi] (1) aku yg kedua; (2) orang yg membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) seseorang dl segala hal dan keadaan; kawan yg tidak terpisahkan, msl suami atau istri
altimeter al.ti.me.ter [n] alat untuk mengukur ketinggian atau tinggi suatu tempat dari permukaan bumi berdasarkan tekanan udara (biasa digunakan dl pesawat terbang)
alto al.to [n Mus] (1) nada yg mencakup suara terendah wanita dan nada suara tertinggi pria (antara sopran dan tenor); (2) orang (penyanyi) bersuara antara sopran dan tenor
altruis al.tru.is [n] orang yg banyak mengutamakan kepentingan orang lain (tidak mementingkan diri sendiri)
altruisme al.tru.is.me [n] (1) paham (sifat) lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dr egoisme); (2) Antr sikap yg ada pd manusia, yg mungkin bersifat naluri berupa dorongan untuk berbuat jasa kpd manusia lain
altruistis al.tru.is.tis [a] bersifat mendahulukan kepentingan orang lain
alumni alum.ni [n n] orang-orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alumnus alum.nus [n] orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alun [n] gelombang yg memanjang dan bergulung-gulung, biasanya lebih kecil dp ombak, tetapi lebih besar dp riak
alur bertempuh [pb] dilakukan menurut adat (kebiasaan) yg lazim
alusi alu.si [n Sas] majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pd karya sastra; kilatan
am [a] (1) tidak terbatas pd orang atau golongan tertentu; umum; awam: orang --; (2) tidak terbatas pd bidang tertentu: pengetahuan --
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amanah ama.nah [n] kerabat [n] sesuatu yg dipercayakan (dititipkan) kpd orang lain: kemerdekaan Indonesia merupakan -- dr para pahlawan bangsa; (2) n keamanan; ketenteraman: bahagia dan -- yg sukar dicari; (3) a dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia: temanku adalah orang -- [Ar n] bidang hukum; kekuatan
amanat ama.nat [n] (1) pesan; perintah (dr atas): menyampaikan -- orang tuanya; (2) keterangan (dr pemerintah); (3) wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah -- Jenderal Sudirman; -- Presiden dl Kongres Pemuda; (4) Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; (5) Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar
amar makruf nahi mungkar perintah untuk mengerjakan perbuatan yg baik dan larangan mengerjakan perbuatan yg keji (biasa digunakan untuk hal-hal yg sifatnya menyatakan perintah dan larangan)
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
amatir ama.tir [n] kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, msl orang yg bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sbg kesenangan
ambalan am.bal.an [n] rombongan orang berarak; perarakan
ambar kuning batu ambar yg biasa dipakai untuk membuat pipa
ambilingual am.bi.li.ngu.al [n] orang atau masyarakat yg mempunyai kemampuan seimbang dl menggunakan dua bahasa
ambivalen am.bi.va.len [a] bercabang dua yg saling bertentangan (spt mencintai dan membenci sekaligus thd orang yg sama): ia mengakui adanya sikap -- pd dirinya thd gadis itu
ambivalensi am.bi.va.len.si [n Psi] perasaan tidak sadar yg saling bertentangan thd situasi yg sama atau thd seseorang pd waktu yg sama
ambulans am.bu.lans [n] kendaraan (mobil dsb) yg dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan: korban kecelakaan itu segera diangkut dng -- ke rumah sakit
ambung-ambung am.bung-am.bung [n] tumbuhan yg biasanya hidup di pantai, batangnya keras dan daunnya digunakan sbg obat; Scaevola frutescens
ameliorasi ame.li.o.ra.si [n] (1) Tan cara berusaha untuk memperoleh kenaikan produksi serta menurunkan biaya pokok (msl dng perbaikan tanah); (2) Ling peningkatan nilai makna dr makna yg biasa atau buruk menjadi makna yg baik
amnesti am.nes.ti [n ] pengampunan atau penghapusan hukuman yg diberikan kepala negara kpd seseorang atau sekelompok orang yg telah melakukan tindak pidana tertentu
ampean am.pe.an [Jw n] selir (untuk raja-raja): raja-raja zaman dahulu biasanya mempunyai banyak --
ampuh am.puh [Jw a] (1) mempunyai kekuatan gaib yg luar biasa: bertuah; sakti [Mk n] banjir; bah; sebak: air -- , air bah , peng.am.puh n sesuatu yg tertinggi letaknya: layar ~
amputasi am.pu.ta.si [n Dok] pemotongan (anggota badan), terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang
amuk [n] kerusuhan yg melibatkan banyak orang (spt perang saudara): dl -- di Liberia mayat bergelimpangan, darah membasahi tanah, dan inilah perang saudara sesama hitam
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak ajaib anak kecil yg sudah mampu menguasai kepandaian yg dimiliki oleh orang dewasa
anak angkat anak orang lain yg diambil (dipelihara) serta disahkan secara hukum sbg anak sendiri
anak asuh anak yg diberi biaya pendidikan (oleh seseorang), tetapi tetap tinggal pd orang tuanya
anak bala [ki] anak yg selalu mengganggu anak orang lain
anak balam sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli
anak buah anggota kelompok (regu pasukan) yg berada di bawah seorang pemimpin
anak didik murid; siswa; (2) anak yg berada dl pembinaan (asuhan) seseorang
anak dipangku dilepaskan [pb] selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan
anak emas [n] (1) anak budak belian yg diambil anak oleh tuannya; (2) orang yg paling disayangi (disenangi) oleh atasannya (keluarganya, kepalanya, majikannya, tuannya, dsb); (3) anak Indonesia yg diambil oleh bangsa lain
anak gahara anak raja dr permaisuri; -- gedongan anak orang kaya (yg rumahnya gedung): -- gedongan itu mau juga bermain dng anak kampung
anak judul tambahan pd judul buku dsb (biasanya berupa kata-kata penjelas thd judul)
anak liplap anak yg orang tuanya berlainan bangsa
anak luar nikah anak yg dilahirkan oleh seorang wanita di luar perkawinan yg dianggap sah menurut adat atau hukum yg berlaku; (2) anak haram
anak mampu rawat [Dik] anak yg tingkat kemampuan intelegensinya paling tinggi 25, membutuhkan perawatan orang lain sepanjang hayatnya
anak obat anak (orang) sakit yg sedang dl perawatan dokter; pasien
anak piara anak orang lain yg dipiara
anak sasian murid; pelajar; orang yg berguru
anak sekolah anak (orang) yg masih menuntut ilmu melalui pendidikan sekolah; murid; siswa
anak semang anak se.mang [n] (1) orang yg diambil orang lain (bukan keluarganya) sbg kerabatnya; (2) orang yg dipekerjakan atau yg bekerja pd orang lain (spt orang gajian, pegawai); (3) orang yg diberi modal untuk berdagang atau yg menjualkan dagangan orang lain; (4) orang yg menumpang makan (mondok); (5) orang yg bekerja pd orang lain krn terikat oleh utang
anak sendiri disayangi [pb] bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yg diutamakan
anak sipil [Dik] anak yg diserahkan oleh orang tuanya kpd negara
anak sukar [Psi] anak yg bertingkah laku menyimpang dr norma-norma sosial (tidak dapat diatasi dng cara-cara biasa)
anak sumbang anak haram (terutama akibat dr perzinaan sesama antara sanak saudara dekat); (2) anak yg lahir dr seorang ibu yg dilarang kawin menurut undang-undang dng lelaki yg menghamilinya
anak susuan anak yg masih menyusu; (2) anak orang lain yg disusui
anak tolakan [Psi] anak yg tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dsb)
anaklisis anak.li.sis [n Psi] keadaan emosi yg bergantung pd orang lain
analis ana.lis [n] (1) orang yg menganalisis atau melakukan analisis; (2) ahli ilmu kimia yg bekerja di laboratorium (menjalankan penyelidikan dsb); (3) Ek orang yg mencari dan mengumpulkan data untuk penilaian kekayaan atau kemampuan perusahaan demi kepentingan pemodal
analisis jabatan [Man] penyelidikan tt kemampuan dan kepribadian seseorang dl hubungan dng pekerjaan yg menjadi tanggung jawabnya
anamnesis anam.ne.sis [n] (1) Psi keterangan tt kehidupan seseorang (klien) yg diperoleh melalui wawancara dsb; (2) Dok riwayat orang sakit dan penyakitnya pd masa lampau
anarkis anar.kis [n] (1) penganjur (penganut) paham anarkisme; (2) orang yg melakukan tindakan anarki
anasir ana.sir [n] (1) sesuatu (orang, paham, sifat, dsb) yg menjadi bagian dr atau termasuk dl keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dsb): dl pergerakan itu terdapat -- yg kurang baik; (2) (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yg merupakan bagian dr segala benda: orang memperkirakan bumi ini ada -- nya, yaitu air, api, tanah, dan hawa; (3) segala yg ada di dunia; makhluk: daun-daun pun tiada bergerak sebab angin tiada bertiup sedikit jua, seolah-olah segala -- sama-sama menghormati hari yg mulia itu; (4) unsur
anatomis ana.to.mis [a] bersifat anatomi: ada alat-alat tertentu pd anak yg mempunyai bentuk dan letak -- yg tidak sama dng orang dewasa
ancoa an.coa [pron] bagaimana (dl percakapan dng atau di antara orang Cina)
Anda An.da [pron] sapaan untuk orang yg diajak berbicara atau berkomunikasi (tidak membedakan tingkat, kedudukan, dan umur)
andalan an.dal.an [n] (1) orang yg dipercayai; yg dapat diandalkan; tumpuan: ia termasuk ~ kita dl kejuaraan dunia bulu tangkis tahun ini; (2) pembina (dl gerakan pramuka): Presiden Republik Indonesia adalah salah seorang ~ nasional gerakan pramuka; (3) (kuda dsb) yg kuat (sakti); (4) tanggungan; barang jaminan
andan an.dan [n] orang yg putih kulitnya krn lapisan kulitnya tidak mengandung (kekurangan) zat warna tubuh (pigmen); bulai [Mk v] berkerabat (bersanak) dekat krn perkawinan, bukan krn hubungan darah
andika an.di.ka [kl] (1) n kehormatan tertinggi yg diberikan atau dimiliki raja atau penguasa dr zaman pra-Islam: -- Betara Majapahit; (2) pron sapaan hormat orang kedua; Tuanku
andragogi an.dra.go.gi [n] ilmu tt cara orang dewasa belajar
aneh [a] tidak spt yg biasa kita lihat (dengar dsb); ajaib; ganjil: memang -- kalau ada kambing berkepala dua; aneh-aneh adv macam-macam
aneksasi anek.sa.si [n] pengambilan dng paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dng tanah (negara) sendiri; penyerobotan; pencaplokan
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
anggaran ang.gar.an [n] (1) perkiraan; perhitungan; (2) aturan; (3) Ek taksiran mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yg diharapkan untuk periode yg akan datang; (4) Man rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang
angglap ang.glap [Jk v] , meng.ang.glap v menggelapkan milik orang lain (uang, barang, dsb); tidak membayar utang dsb
anggota ang.go.ta [n] (1) bagian tubuh (terutama tangan dan kaki): -- badannya lemah; (2) bagian dr sesuatu yg berangkai: kata majemuk "bumiputra" dua -- nya; (3) orang (badan) yg menjadi bagian atau masuk dl suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dsb): dia adalah seorang -- partai terlarang
angin jahat angin yg buruk membuat orang mudah sakit, spt angin yg sangat dingin, angin pd musim pancaroba
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angin-angin [n ki] kabar yg belum tentu kebenarannya; gelagat yg menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi: ada ~ bahwa ia akan mengundurkan diri; (2) a tidak tetap pendiriannya: orang tidak bisa percaya pd orang yg ~ ini
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angka Arab angka yg berasal dr ejaan Arab yg sekarang menjadi angka internasional (1, 2, 3, dst); angka biasa
angka desimal bilangan desimal; -- dua tanda kata ulang berupa angka 2 (biasanya ditulis agak ke atas dan ukurannya agak kecil) yg dapat dipakai dl tulisan cepat dan notula untuk menyatakan pengulangan kata dasar, msl kata2, lebih2
angka fertilitas kumulatif [Dem] rata-rata banyaknya anak yg dilahirkan oleh seorang wanita sejak mereka mulai memasuki usia melahirkan sampai mereka mencapai umur tertentu (msl umur 20-24, 30-34, atau 45-49 tahun)
angka kematian kasar [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian per 1.000 orang penduduk dl satu tahun
angkara ang.ka.ra [n] kebengisan: janganlah Anda berbuat -- thd sesama manusia; (2) n kekurangajaran (thd perempuan dsb): ia tidak pernah berbuat -- thd istri orang; (3) a loba; tamak
angkasawan ang.ka.sa.wan [n] (1) orang yg bertugas sbg penyiar radio; orang yg berkecimpung di bidang siaran radio; (2) astronaut
angkat tangan mengangkat kedua belah tangan ke atas spt ketika orang mulai salat; (2) cak mengacungkan tangan ke atas tanda menunjukkan diri: coba siapa yg dapat mengerjakan, -- tangan; (3) cak ki menyerah (tidak akan melawan lagi); takluk; (4) cak ki tidak sanggup menghadapi; putus asa: ia sudah -- tangan kalau disuruh menghadapi orang itu
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
angkatan muda ang.kat.an muda jabatan pegawai negara; (2) orang yg diangkat oleh negara
angkatan negara ang.kat.an negara [ark] kelompok orang muda; turunan yg termuda
angkatan penerus ang.kat.an penerus kelompok orang yg akan menggantikan kelompok sebelumnya
angkatan perang ang.kat.an perang kelompok besar orang yg diperlengkapi dng senjata yg bertugas di bidang pertahanan dan keamanan, meliputi angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara; angkatan bersenjata
angkel ang.kel [ark ] (1) n uang kontrak yg diberikan kpd orang yg masuk serdadu (pd zaman penjajahan); (2) cak v menandatangani kontrak lagi (setelah kontrak berakhir)
angker ang.ker [a] (1) tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya krn dianggap berhantu; (2) ki tampak menyeramkan (menakutkan): direktur yg -- itu ternyata berhati baik [n] jangkar
angkin ang.kin [n] ikat pinggang yg dibuat dr cita dan kain, biasanya dipakai oleh wanita
angkong ang.kong [ark n] kereta beroda dua yg dihela orang [ark n] permainan judi dng kartu tiga
angku ang.ku [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) panggilan (sebutan) kpd orang yg patut dihormati; (3) kakek
angkuh ang.kuh [a] sifat suka memandang rendah kpd orang lain; tinggi hati; sombong; congkak: krn sikapnya yg -- itu, ia tidak disukai orang [n] rupa
angkuh terbawa [pb] baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kpd orang yg pesolek)
angkutan ang.kut.an [n] (1) barang-barang (orang-orang dsb) yg diangkut; (2) cara mengangkut: ~ dng kereta api lebih murah dp dng truk
anglap ang.lap [Jw] meng.ang.lap v mengambil milik orang lain; tidak membayar (msl utang); mencuri
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
angsoka ang.so.ka [n] tanaman berbunga yg biasa dijadikan sbg tanaman hias; Pavetta indica (ada berbagai jenis)
animis ani.mis [n] orang yg menganut paham animisme
anjangkarya an.jang.kar.ya [n] kunjungan ke suatu tempat untuk pelaksanaan tugas, biasanya dilakukan oleh pejabat pemerintah
anjing an.jing [n ] binatang menyusui yg biasa dipelihara untuk menjaga rumah, berburu, dsb; Canis familiaris
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
anjing geladak anjing liar (tidak dipiara orang); (2) ki penjahat yg hidup di pelabuhan-pelabuhan laut
anjing menyalak di ekor (pantat) gajah [pb] orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa
anjlok an.jlok [v] (1) meloncat ke bawah dr tempat ketinggian (dng posisi kedua kaki sbg tumpuan); (2) turun dr posisi semula (tt jembatan, bangunan, dsb); (3) keluar dr rel (tt kereta api); (4) turun banyak dl waktu sangat singkat (tt harga, berat badan, kesehatan orang, dsb)
anjuran an.jur.an [n] yg dianjurkan; usul; saran; nasihat; ajakan:; ~ orang tuanya dilaksanakannya dng baik
anotasi ano.ta.si [n] catatan yg dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antah an.tah [n] (1) gabah (yg terdapat pd beras atau nasi); (2) ki orang yg tidak berguna (dl masyarakat); sesuatu yg kurang baik
antah berkumpul sama antah [pb] setiap orang selalu mencari orang yg setingkat atau sederajat
antar-mengantar an.tar-meng.an.tar [v] (1) saling mengantar; kirim-mengirim: pd hari Lebaran terdapat kebiasaan ~ makanan di antara tetangga; (2) mempunyai pekerjaan mengantarkan: kerjanya ~ surat; (3) berturut-turut, tetapi tidak tentu antaranya: napasnya yg ~ lepas dr dadanya menunjukkan bahwa ia masih hidup
antarpribadi an.tar.pri.ba.di [a] antara pribadi seseorang dan pribadi orang lain
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
antek an.tek [Jw n] orang (negara) yg diperalat atau dijadikan pengikut orang (negara) lain; kaki tangan; budak
antelop an.te.lop [n ] binatang spt rusa berkaki ramping, mempunyai kemampuan lari yg sangat cepat, biasanya hidup liar dan berkelompok di dataran Afrika dan Asia
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
antikristus an.ti.kris.tus [n Kris] kuasa yg melawan Allah dan Kristus yg semakin besar menjelang kedatangan Tuhan kembali yg dapat menjelma dl orang-orang tertentu
antikuari an.ti.ku.a.ri [n] orang yg mengoleksi atau mempelajari benda kuno (antik)
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
antisemitisme an.ti.se.mi.tis.me [n] paham yg dianut oleh orang-orang yg tidak suka pd segala sesuatu yg bersangkutan dng bangsa Yahudi
antologi an.to.lo.gi [n] kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang: sebuah -- sajak perjuangan bangsa Indonesia telah diterjemahkan ke dl bahasa Inggris
antrean an.tre.an [n] deretan orang, barang olahan, atau unit yg sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dsb
antropoda an.tro.po.da [n] kera tidak berekor dan berjalan agak tegak, dr keluarga primata (simpanse, gorila, orang utan, atau gibon)
antropoid an.tro.po.id [a] menyerupai manusia, terutama dl wujud fisiknya, spt kera, orang utan, dan gorila
antroponimi an.tro.po.ni.mi [n] penyelidikan tt sistematik, arti, dan asal-usul nama orang
anu [n] (1) yg tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): si -- membeli -- di toko --; (2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung -- yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
anugerah anu.ge.rah [n] pemberian atau ganjaran dr pihak atas (orang besar dsb) kpd pihak bawah (orang rendah dsb); karunia (dr Tuhan): ia mendapat -- Bintang Mahaputra dr Pemerintah; bersyukurlah atas -- Nya
anumerta anu.mer.ta [a] setelah meninggal; (2) n penghargaan (gelar, pangkat, dsb) yg diberikan kpd anggota angkatan bersenjata yg dianggap berjasa kpd negara, sesudah orangnya meninggal
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar [pb] tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yg disimpan saja kalau tidak diajarkan kpd orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
apa yg kurang pd belida [pb] orang yg berkecukupan, tidak ada yg kurang padanya
apalagi apa.la.gi [p] kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yg telah dibicarakan terdahulu: anak kecil pun sudah mengerti, -- orang dewasa
apek [Lihat {apak}] [Cn n] kata untuk menyapa orang tua; tuan
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api lancip api yg lebih panas dp api biasa
api penyuci [Kat] tempat siksaan di akhirat untuk membersihkan jiwa orang yg berdosa ringan
api unggun api yg menyala dr tumpukan kayu yg terbakar; (2) acara (biasanya pd malam penutupan masa perkenalan anggota baru) dng membuat api unggun (msl dl kepramukaan)
apit [n] (1) sesuatu yg terdapat di antara dua benda (orang dsb); sesuatu yg dihimpit (dijepit, ditindih, dsb); (2) alat untuk menghimpit (menjepit, menindih, dsb); (3) jejenang; ajudan
aplus ap.lus [v cak] bergilir (tt orang yg bertugas, berkawal, dsb) [Lihat {aplaus}]
apologetis apo.lo.ge.tis [a] bersifat pemaaf: orang yg paling -- pun tidak akan mengampuni tindakan yg sadis itu
apopleksi apo.plek.si [n Dok] penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah
apraksi ap.rak.si [n ] orang yg mengalami apraksia
apu-apu [n] tumbuhan apung, biasanya terdapat di perairan tenang yg tidak dalam, pd umumnya ditanam di kolam ikan sbg peneduh dan bahan makanan yg baik untuk ikan; Pistia strationes linnaeus
arah arah, arah.an [ark n] orang yg menjadi pembantu
arahan arah.an [n] (1) petunjuk untuk melaksanakan sesuatu; (2) perintah resmi seorang pemimpin perusahaan kpd bawahannya yg berupa petunjuk untuk melaksanakan sesuatu dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi
arak [n] (1) minuman keras, biasanya dibuat dr beras yg difermentasikan; (2) zat cair mengandung alkohol (spt wiski, brendi, rum) yg diperoleh dr penyulingan anggur serta zat cair lain dng kadar etanol rendah [v] ber.a.rak v (1) berjalan bersama-sama dng beriring-iring: para pelajar ~ menuju stadion; (2) berjalan (bergerak) beriring-iring: mega ~ alap santun [Jk] ber.a.rak v berserakan; berantakan; tidak teratur
arak obat arak yg biasa diminum untuk obat penat
arak-arakan arak-arak.an [n] iring-iringan orang dsb yg berarak; pawai: festival film yg diselenggarakan di Surabaya diawali dng ~ para artis film mengelilingi kota
aram [n] aram-aram n tangga berpara-para tempat orang bekerja di tempat tinggi, msl mengecat gedung bertingkat [kl a] -- temaram hampir gelap; suram (tidak bercahaya terang)
arang itu jikalau dibasuh dng air mawar sekalipun [pb] tabiat orang yg dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
arbiter ar.bi.ter [n] orang yg disepakati oleh dua belah pihak yg bersengketa untuk memberikan keputusan yg akan ditaati oleh kedua belah pihak
arca ar.ca [n] patung yg terutama dibuat dr batu yg dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang
arek [n cak] (1) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu daerah, kota, dsb); anak: -- Surabaya; -- Malang; (2) panggilan akrab antarteman sebaya atau dr yg lebih tua kpd yg lebih muda
areta are.ta [n] keberanian dan kebajikan yg dimiliki seseorang yg menyebabkan dia dihormati oleh orang lain
argon ar.gon [n] gas mulia yg terdapat dl atmosfer, tidak berwarna dan tidak berbau, biasa digunakan untuk mengisi bola lampu listrik; unsur nonlogam dng nomor atom 18, lambang Ar, dan bobot atom 39,948
argot ar.got [n Ling] bahasa dan perbendaharaan kata yg bersifat rahasia dr suatu kelompok orang, msl bahasa para pencopet
Aries Ari.es [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol zodiak pertama yg digambarkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Maret dan 19 April; Mesa; Hamal
arif [a] (1) bijaksana; cerdik dan pandai; berilmu: ia terkenal sbg orang yg --; (2) paham; mengerti: tidak mungkin seseorang itu -- akan segala hal
arifin ari.fin [n] (golongan) orang cerdik pandai (bijaksana)
arisan aris.an [n] kegiatan mengumpulkan uang atau barang yg bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya, undian dilaksanakan dl sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya
aristokrat aris.tok.rat [n] (1) penganut cita-cita kenegaraan yg berpendapat bahwa negara harus diperintah oleh kaum bangsawan (orang kaya dan orang-orang yg tinggi martabatnya); (2) orang dr golongan bangsawan; ningrat
arja ar.ja [n Sen] drama tari tradisional Bali yg dimainkan dng menyanyi dan menari, penuh dng adegan yg lucu, biasanya mengambil cerita yg bersumber dr Mahabarata dan Panji
arloji ar.lo.ji [n] jam kecil, biasa dipakai pd pergelangan tangan atau ditaruh dl saku
arogan aro.gan [a] (1) sombong; congkak; angkuh; (2) Psi mempunyai perasaan superioritas yg dimanifestasikan dl sikap suka memaksa atau pongah: dl dunia yg penuh manusia -- dan kepalsuan ini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar
arsip ar.sip [n] dokumen tertulis (surat, akta, dsb), lisan (pidato, ceramah, dsb), atau bergambar (foto, film, dsb) dr waktu yg lampau, disimpan dl media tulis (kertas), elektronik (pita kaset, pita video, disket komputer, dsb), biasanya dikeluarkan oleh instansi resmi, disimpan dan dipelihara di tempat khusus untuk referensi
arsitek ar.si.tek [n] (1) ahli dl merancang dan menggambar bangunan, jembatan, dsb, biasanya sekaligus sbg penyelia konstruksinya; (2) ki perencana (pencipta suatu paham, negara, dsb)
artisan ar.ti.san [n] orang yg ahli membuat barang kerajinan tangan
arus horizontal arus air akibat tiupan angin, biasanya sesuai dng bentuk garis pantai dan formasi dasar perairan
arus manusia keadaan hilir mudiknya orang yg berjalan atau lewat
arwah ar.wah [n] (1) jiwa orang yg meninggal; roh: semoga -- nya diterima di sisi Tuhan; (2) ki semangat: hilang --
as [n] poros tempat roda (bumi dsb) berputar; sumbu [n] kartu yg bergambar di bagian tengah, (daun, wajik, dsb) dibubuhi huruf A (biasa dipakai pd permainan remi dsb) [n] pukulan servis yg tidak dapat (gagal) dikembalikan (dl tenis)
asa-asaan asa-asa.an [a] selalu berharap-harap atau mengharapkan: supaya orang tuamu jangan ~ lekaslah pulang sekarang
asal ayam pulang ke lumbung [pb] tabiat orang tidak akan berubah
asalnya dr kubang asalnya dr ku.bang [ki] (orang) yg hina sekali
asam samak [Kim] zat yg dapat mengubah kulit biasa menjadi berwarna dsb
asas keturunan asas yg menentukan bahwa kewarganegaraan seorang anak otomatis menurut kewarganegaraan ayahnya
asas praduga tidak bersalah asas yg menyatakan bahwa setiap orang yg disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau diperiksa pd sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hakim yg berkekuatan hukum yg menyatakan bahwa tersangka atau tertuduh bersalah
asas tempat kelahiran asas yg menentukan bahwa tempat lahirlah yg menentukan kewarganegaraan seseorang
asing [a] (1) aneh; tidak biasa: hal itu sangat -- bagiku; (2) belum biasa; kaku: bagiku masih terasa -- kalau bergaul dng mereka; (3) datang dr luar (negeri, daerah, lingkungan): Pulau Bali banyak dikunjungi wisatawan --; (4) tersendiri; terpisah sendiri; terpencil: ia merasa -- di daerah yg baru itu; (5) lain; berlainan; berbeda
asisten asis.ten [n] orang yg bertugas membantu orang lain dl melaksanakan tugas profesional, msl dl pekerjaan, profesi, dan kedinasan
asistensi asis.ten.si [n] kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dl tugas profesionalnya)
asket as.ket [n] orang yg menjalani asketisisme; pertapa; aulia
asli as.li [n] (1) tidak ada campurannya; tulen; murni: emas --; (2) bukan peranakan: orang pribumi adalah penduduk --; (3) bukan salinan (fotokopi, saduran, terjemahan): ijazah --; naskah --; (4) baik-baik; tidak diragukan asal usulnya; (5) yg dibawa sejak lahir (sifat pembawaan): bagaimanapun disembunyikannya sifat -- nya, pasti akan kelihatan juga; (6) (tempat) asal: orang tsb -- nya dr Bandung
asmarandana as.ma.ran.da.na [n Sen] bentuk komposisi tembang macapat, biasanya digunakan untuk mengungkapkan rasa sedih, prihatin, atau rasa cinta, mempunyai bait yg terdiri atas tujuh baris, masing-masing bervokal akhir i,a,e,a,a,u,a
asosiasi aso.si.a.si [n] (1) persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; (2) perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama; (3) tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra
aspek habituatif [Ling] aspek yg menggambarkan perbuatan yg menjadi kebiasaan
aspiran as.pi.ran [n] orang yg berambisi besar untuk menuntut suatu hal (pangkat, pengetahuan, dsb)
asrama as.ra.ma [n] bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama
astigmatis astig.ma.tis [n Anat] kesalahan yg terjadi pd penglihatan jika kornea tidak merata kecembungannya sehingga sinar yg masuk ke mata tidak merata pembiasannya
astrologi as.tro.lo.gi [n] ilmu perbintangan yg dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang; nujum
asuh [v] , meng.a.suh v (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; (2) ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; (3) ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa
asuransi korban perang asuransi yg mengatur jaminan hidup orang-orang yg menderita akibat peperangan
asuransi perusahaan asuransi atas jiwa seorang direktur perusahaan, pekerja, atau pejabat penting yg polisnya dapat dibayarkan kpd perusahaan yg mempekerjakan orang itu
asyik-asyiknya asyik-asyik.nya [a] enak-enaknya: sedang ~ bermain, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan orang minta tolong
Asytoret Asy.to.ret [n] dewi kesuburan orang Sidon yg dimasukkan ke Israel oleh istri-istri Salomon (Sulaiman)
atap joglo atap rumah berbentuk limas terpancung yg biasanya terdapat di Jawa
atap serotong bentuk atap rumah orang kebanyakan atau lapisan masyarakat bawah
ateis ate.is [n] orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok -- tidak akan mengambil bagian dl suatu upacara agama
atol [n] (1) pulau karang berbentuk lingkaran (biasanya di tengahnya terdapat danau atau laguna); (2) karang koral yg berbentuk lingkaran (gelang) atau ladam kuda; (3) pulau kecil berbentuk gelang yg terjadi krn puncak suatu bukit karang menonjol di atas muka laut
atribut at.ri.but [n] (1) tanda kelengkapan (berupa baret, lencana, dsb): setiap angkatan di lingkungan TNI memiliki -- sendiri; (2) ki lambang: -- keadilan ialah pedang dan timbangan; (3) sifat yg menjadi ciri khas (suatu benda atau orang): berani dan jujur adalah -- seorang kesatria; (4 a) Ling penjelas; (b) adjektiva yg menerangkan nomina dl frasa nominal; (c) kata berkelas tertentu yg mempunyai fungsi menerangkan nomina dl frasa nominal, msl sekarang dl pemuda sekarang; (5) kategori variabel kualitatif (spt laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin); (6) Ark ciri atau sifat yg terdapat pd setiap benda purbakala, yg dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok
atrium at.ri.um [n] (1) rongga dada; (2) ruang tengah yg terbuka, biasanya beratap kaca, di dl sebuah gedung, spt pusat perbelanjaan dan hotel; beranda [n Anat] bagian jantung yg menerima darah dr pembuluh darah balik
aturan atur.an [n] (1) hasil perbuatan mengatur; (segala sesuatu) yg sudah diatur: ~ rumahnya secara Barat; (2) cara (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah) yg telah ditetapkan supaya diturut: kita harus menurut ~ lalu lintas di jalan ; bagaimana ~ minum obat ini?; (3) tindakan atau perbuatan yg harus dijalankan: panitia sedang membicarakan ~ memberantas penyakit malaria; (4) adat sopan santun; ketertiban: dia tidak tahu ~; (5) cak seharusnya; menurut (kebiasaan dsb); biasanya: ~ (nya) dia harus datang sendiri
aubade au.ba.de [n] (1) nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pd pagi hari; (2) nyanyian cinta pd pagi hari; (3) pujian yg disampaikan dl bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang: -- anak sekolah di depan Istana Merdeka pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
audiofil au.di.o.fil [n] orang yg sangat menggemari reproduksi suara yg sangat teliti; penggemar fanatik reproduksi suara yg sangat teliti
aulia au.lia [n] orang suci; wali
aurora au.ro.ra [n] gejala berupa cahaya di langit yg berbentuk berkas, pita, atau tirai, biasanya berwarna merah, hijau, dan ungu
autad au.tad [n Isl] anggapan tt adanya empat orang yg sangat alim dan saleh, masing-masing menempati empat penjuru dunia, yaitu timur, barat, utara, dan selatan
autisme au.tis.me [n] gangguan perkembangan pd anak yg berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dng orang lain terganggu
autistik au.tis.tik [a] terganggu jika berhubungan dng orang lain
autobiograf au.to.bi.o.graf [n] seseorang yg menulis sendiri autobiografinya
autodidak au.to.di.dak [n] orang yg mendapat keahlian dng belajar sendiri
autograf au.to.graf [n Filol] (1) tulisan pribadi; (2) naskah asli yg ditulis tangan oleh pengarangnya sendiri; (3) tanda tangan dr seseorang yg termasyhur
autokrasi au.to.kra.si [n Pol] (bentuk) pemerintahan dng kekuasaan mutlak pd diri seseorang; kediktatoran
autokrat au.to.krat [n Pol] orang yg mempunyai kekuasaan mutlak; diktator
automobil au.to.mo.bil [n] kendaraan yg dapat bergerak sendiri, beroda tiga atau lebih, digerakkan oleh mesin atau motor, dan biasanya berbahan bakar bensin; mobil
avonturir avon.tu.rir [n] orang yg suka melakukan pertualangan; petualang
awak [n] (1) tubuh; badan: -- sakit, badan menimbun; (2) cak diri kita sendiri: masalah kemajuan perekonomian janganlah diserahkan kpd bangsa lain, -- lah yg bertanggung jawab; (3) sebutan bagi orang Minangkabau: orang --; (4) saya: -- tidak tahu apa yg harus -- lakukan; (5) engkau; kamu: ke mana aku hendak -- bawa; (6) orang yg menjadi anak buah pesawat terbang (kapal dsb)
awak penerbangan anak buah kapal terbang; orang yg bekerja pd sebuah maskapai penerbangan
awak yg payah membelah ruyung [pb] kita yg berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat faedahnya
awal larva tahapan sebelum berbentuk larva, biasanya merupakan tahapan dl embrio
awan perak awan yg bentuknya spt sirus yg tipis, biasanya berwarna putih spt perak dan kadang-kadang berwarna kekuning-kuningan sampai merah
awan rotor awan berbentuk gulungan, yg sering terjadi di bagian atas pusaran tetap yg berputar thd sumbu horizontal, biasanya terjadi di belakang gunung atau di lingkaran pegunungan
awang awang, ber.a.wang [a] bersahabat; berjinak-jinakan: kedua orang itu tampaknya sudah mulai ~
awuran awur.an [n] sesuatu yg tidak teratur, terencana, dsb: orang itu menjawab pertanyaan secara ~ , tidak dipikir lebih dahulu
ayah [n] (1) orang tua kandung laki-laki; bapak; (2) panggilan kpd orang tua kandung laki-laki [Mal n] orang perempuan (India) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga
ayah bunda ibu bapak; orang tua
ayah tiri laki-laki (bukan ayah kandung) yg kawin dng ibu kandung seorang anak
ayakan ayak.an [n] (1) hasil mengayak; (2) perkakas untuk mengayak; (3) alat yg terbuat dr anyaman bilah bambu halus berbentuk bulat, biasanya digunakan untuk menangkap benih ikan atau untuk penampungan ikan sementara; alat yg bentuknya spt pengayak
ayam bakaran ayam jantan dan betina, biasanya dr bangsa yg cepat pertumbuhannya, berumur kurang dr sepuluh minggu, cocok untuk dibakar (tidak terlalu keras)
ayam gorengan ayam yg masih muda, biasanya berumur kurang dr sepuluh minggu, cocok untuk digoreng (tidak terlalu keras)
ayam hutan ayam liar yg hidup di hutan (biasanya lebih gesit dp ayam kampung)
ayam itik segala bangsa unggas yg dipiara orang (spt ayam, itik, angsa)
ayam itik raja pd tempatnya [pb] setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya
ayam kampung ayam yg secara alami berasal dr daerah tertentu yg dipiara orang (lawan ayam negeri, ayam ras)
ayam peranggang ayam yg cepat pertumbuhannya, biasanya sudah siap disembelih pd umur antara 3-5 bulan (tidak terlalu muda)
ayam sabung(an) ayam jantan yg biasa disabung; ayam aduan
ayam sayur ayam yg biasa dipiara secara dilepaskan
ayam tedung ayam sabungan yg merah tua warna bulunya, hitam warna mata dan kakinya; ayam-ayam n (1) tiruan ayam (untuk permainan dsb); (2) unggas yg serupa ayam, berkaki panjang, biasa hidup di tambak atau di rawa-rawa (tidak kuat terbang); Gallierex cinerea
ayang-ayang [n ] (1) tumbuhan yg biasa dijadikan ramuan obat-obatan; Lasianthus longifalius; (2) obat yg dibuat dr ramuan tanam-tanaman
ayeng , ayeng-ayeng.an Jk v (1) berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yg tidak-tidak spt orang yg kurang waras; (2) berkeliling mencari sesuatu hingga lelah; (3) pergi ke sana-sini
azan [n] seruan untuk mengajak orang melakukan salat; bang: kedengaran -- sayup-sayup sampai; muazin ialah orang yg mengumandangkan --
Baal Ba.al [n] dewa kesuburan yg dipuja oleh orang Israel (disebut dl Perjanjian Lama)
baba ba.ba [n] sapaan untuk orang Cina (laki-laki) [n Lay] tikus
babe ba.be [Jk n] (1) bapak; ayah; (2) panggilan akrab thd orang tua (pemuka, pemimpin)
babi merasa gulai [pb] menyama-nyamai orang besar (kaya)
babi sapihan genjik lepas sapih, biasanya sampai umur dua belas minggu
babit ba.bit [v] , mem.ba.bit.kan v melibatkan seseorang dl perkara dsb
bablas bab.las [Jw v] (1) terus; (2) ki lenyap (hilang): uangnya -- dilarikan orang; (3) ki mati: jika kebanyakan makan obat tidur bisa --
babu ba.bu [n cak] perempuan yg bekerja sbg pembantu (pelayan) di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga
babun ba.bun [n] kera genus Papio yg terdapat di Asia dan Afrika [n] alat musik jenis gendang (dr Kalimantan Selatan), biasanya dipakai untuk mengiringi pencak silat atau pertunjukan wayang
baca ba.ca [v] , mem.ba.ca v (1) melihat serta memahami isi dr apa yg tertulis (dng melisankan atau hanya dl hati): dia jangan diganggu, krn sedang -- buku; (2) mengeja atau melafalkan apa yg tertulis; (3)mengucapkan: -- doa, -- mantra; (4) mengetahui; meramalkan: ia dapat -- suratan tangan (garis-garis pd telapak tangan); (5) memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai -- permainan lawan
bacar ba.car [a] lancar dan banyak (tt bicara, biasanya dl arti yg kurang baik)
bacar mulut suka berbicara (biasanya dr arti yg kurang baik)
badal ba.dal [n] pengganti (terutama bagi orang naik haji); wakil
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
badan astral [Fil] badan orang yg sudah meninggal yg tampak sbg bayangan sinar yg bercahaya (bersifat metafisika); badan (roh) halus
badan pembuat undang-undang [Pol] badan yg terdiri atas orang-orang yg menduduki jabatannya melalui pemilihan umum dan membuat keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
bagai balam dng ketitir [pb] perihal dua orang yg selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
bagai batu jatuh ke lubuk [pb] hilang lenyap (orang yg meninggalkan tempat)
bagai belut diregang [pb] seseorang yg tinggi kurus
bagai belut kena ranjau (getah) [pb] seseorang yg licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu
bagai bertanak di kuali bagai ber.ta.nak di kuali [pb] bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri
bagai dekan di bawah pangkal buluh [pb] seseorang yg pandai menyimpan rahasia
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bagai empedu lekat di hati [pb] sangat karib, tidak terceraikan (tt persahabatan, orang berkasih-kasihan, dsb)
bagai geluk tinggal di air [pb] orang yg hanya menunggu bantuan orang lain
bagai ikan kena tuba [pb] banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri)
bagai kena santung pelalai [pb] gadis yg lupa (tidak ingat) akan bersuami (krn diguna-gunai orang)
bagai kinantan hilang taji [pb] seseorang yg telah kehilangan penghargaan
bagai langau di ekor gajah [pb] selalu tunduk kpd kemauan orang besar atau orang pandai
bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran) [pb] seseorang yg merasa senang krn terlepas dr kesusahan
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bagai pahat [pb] orang yg mau bekerja apabila diperintah
bagai pimping di lereng [pb] orang yg tidak berpendirian tetap
bagai sambau di tengah jalan (yg rebah bangun krn terinjak) [ki] kehidupan orang yg turun naik, tidak menentu
bagai serdadu pulang baris [pb] orang yg kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya
bagai tikus membaiki labu [pb] orang yg mencoba memperbaiki sesuatu yg tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya
bagaimana ditanam bagaimana ditanam, begitulah di.tu.ai [pb] seseorang akan mendapat balasan spt yg diperbuatnya
bagaimana ditanam begitulah dituai bagaimana di.ta.nam begitulah dituai [pb] tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bagan arus data [Man] gambar urutan operasi yg dijalankan dl mengolah data dan menunjukkan data yg diolah setiap tahap, biasanya menggambarkan seluruh sistem olah data
bagan organisasi [Man] gambar yg menunjukkan tata hubungan berbagai posisi dl perusahaan, biasanya memperlihatkan cara pembagian tanggung jawab
bagi ba.gi [p] (1) kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk: disediakan hadiah -- pemenang pertama, kedua, dan ketiga; (2) kata depan untuk menyatakan perihal; akan (hal); tentang (hal); menurut (pendapat): -- saya, hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi [n] (1) pecahan dr sesuatu yg utuh; penggal; pecah; (2) Mat suatu operasi aljabar yg biasa dinyatakan dng simbol titik dua (:) atau garis bagi (-) atau garis miring (/) (a:b atau -- atau a/b) msl a:b = c (a dibagi b sama dng c), berarti a = c x b
bagi pembukaan bagian karangan, biasanya terdiri atas judul, pengantar, daftar isi, dan daftar ilustrasi
bagur ba.gur [a] (1) lekas menjadi besar (gemuk) dan tinggi (tt manusia, binatang); (2)besar dan tinggi yg luar biasa
bah [n] air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir [p] (1) kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; (2) Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !
bahan organik bahan yg biasanya berasal dr tanaman atau binatang
bahana ba.ha.na [n] (1) bunyi (suara) nyaring: kedengaran -- halilintar menggelegar; (2)kumandang; gema: terdengar -- suara azan di kejauhan; (3) bunyi (suara) riuh rendah: -- pesawat yg naik dan turun di lapangan terbang itu mengganggu ketenangan penduduk di sekitarnya [kl a] (1) luar biasa; amat elok (besar dsb): kenaikan Sultan Raja yg gana dipandang heran terlalu --; tiada -- kelihatan; (2) terang; nyata [kl p] sebab, karena: tubuhnya kurus kering -- dijangkiti penyakit
bahariwan ba.ha.ri.wan [n] orang yg bekerja di laut atau pelayaran; pelaut
bahasa asing bahasa milik bangsa lain yg dikuasai, biasanya melalui pendidikan formal dan yg secara sosiokultural tidak dianggap sbg bahasa sendiri
bahasa buatan bahasa yg direka dng tujuan khusus untuk memperbaiki komunikasi internasional; (2) sistem kode berupa lambang abstrak, spt yg dipakai dl pemrograman komputer; (3) bahasa yg dibuat orang untuk pemakaian tertentu, msl bahasa Esperanto dan bahasa yg dipakai dl logika simbolis atau penggunaan komputer
bahasa gunung ragam bahasa Melayu yg dipakai oleh petani, orang desa, dsb
bahasa hantu bahasa (kata-kata) yg biasa digunakan oleh pawang
bahasa kesat penggunaan kata atau frasa di luar jangkauan makna yg biasa, msl penggunaan nama binatang untuk manusia dl caci maki
bahasa komputer sistem perlambangan yg biasa digunakan untuk memproses data dl komputer
bahasa laut bahasa orang laut (pelaut)
bahasa menunjukkan bangsa [pb] budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)
bahasa pasar bahasa yg dipakai sbg alat komunikasi dl perdagangan oleh orang yg memiliki bahasa ibu yg berbeda-beda; (2) bahasa perantara yg terbentuk dr berbagai bahasa yg intinya berasal dr satu bahasa tertentu
bahasa tarzan bahasa yg digunakan di antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak mudah saling mengerti, dicampuri gerak isyarat
bahasa umum bagian khazanah leksikal, gramatikal, dan stilistis suatu bahasa yg dimengerti dan diterima sbg pemakaian yg baik oleh semua orang yg mengenal bahasa itu
bahasawan ba.ha.sa.wan [n] (1) orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; (2) ahli bahasa
bahimiah ba.hi.mi.ah [a] bersifat kebinatangan (dikatakan kpd orang yg hidupnya hanya makan, minum, dan bersanggama): puasa benar-benar mendidik hati nurani manusia untuk menjauhi sifat --
bahuku ba.hu.ku [n] retribusi yg harus dibayar krn mengambil hasil tanah milik orang lain (di Halmahera)
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
bajak selalu di tanah yg lembut [pb] orang yg selalu menderita adalah orang yg lemah
baju antari baju dalam yg panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yg bentuknya spt baju anggerka; (2) baju panjang yg dipakai oleh orang yg naik haji
baju biru [ki] orang hukuman (tahanan) yg menjalani hukuman penjara
baju jas pakaian resmi laki-laki berlengan panjang model Barat (biasanya dibuat satu setel dng celana) yg dipakai di luar kemeja
baju teluk belanga baju model Melayu, spt baju kurung untuk orang laki-laki
bajul buntung [ki] orang laki-laki yg suka mengganggu perempuan
bakal ba.kal [n] yg akan dijadikan (dibuat): hutan-hutan yg dirambah itu -- persawahan; (2) n sesuatu yg akan menjadi; calon: -- suaminya seorang pedagang; (3) n barang; bahan: -- rumah; (4) adv akan: lamarannya tidak -- diterima; (5) Jk p untuk; buat: uang itu -- beli apa?
bakal buah bagian pangkal putik, biasanya menggembung, di dalamnya terdapat bakal biji dan terdiri atas satu atau beberapa daun buah yg bersatu
bakalan ba.kal.an [v cak] akan dijadikan: terbetik kabar bahwa dia -- menjadi salah seorang sutradara film terkenal
bakas lewu ba.kas le.wu [n] kelompok orang yg dituakan (di masyarakat Dayak Olo Ngaju); sesepuh
bakau ba.kau [n] tumbuhan pokok di pantai, termasuk suku Rhizophora, kulit batangnya biasa dipakai sbg penyamak kulit, macamnya banyak sekali, spt -- akik, -- hitam, -- minyak, -- merah, -- jangkar
bakik ba.kik [n] tumbuhan merica yg daunnya dipakai sbg pengganti daun sirih; Piper betle [n] burung berkik, biasa hidup di pantai
bakso bak.so [n] makanan terbuat dr daging, udang, ikan yg dicincang dan dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat
bakteri bak.te.ri [n] (1) makhluk hidup terkecil bersel tunggal, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dng kecepatan luar biasa dng jalan membelah diri, ada yg berbahaya dan ada yg tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit; (2) cak benih penyakit: air mentah banyak mengandung -- , sebelum diminum harus dimasak dulu
bakteriofag bak.te.ri.o.fag [n Bio] (1) tipe virus yg memerlukan suatu bakteri untuk menggandakan diri; (2) virus yg biasa menyerang bakteri dan dapat menyebabkan hancurnya bakteri tsb
bakti bak.ti [n] (1) tunduk dan hormat; perbuatan yg menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): -- kpd Tuhan Yang Maha Esa; -- seorang anak kpd orang tuanya; (2) memperhambakan diri; setia: sbg tanda -- kpd nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaik-baiknya
bakul ba.kul [n] wadah atau tempat terbuat dr anyaman bambu atau rotan dng mulut berbentuk lingkaran, sedangkan bagian bawahnya berbentuk segi empat yg ukurannya lebih kecil dp ukuran bagian mulutnya [Jw n] pedagang kecil di pasar (biasanya perempuan): -- jamu
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
balai bendul [kl] rumah tempat menanti orang-orang yg hendak menghadap raja
balai latihan kerja industri balai pelatihan kerja khusus untuk bidang industri, biasanya terletak berdekatan dng kawasan industri
balas dendam ba.las den.dam [v] perbuatan membalas perbuatan orang lain krn sakit hati atau dengki: -- itu termasuk perbuatan tercela
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
balet ba.let [n] tari yg melukiskan suatu kisah (drama), boleh ditarikan oleh seseorang atau oleh kelompok orang
baliho ba.li.ho [n] publikasi yg berlebih-lebihan ukurannya agar menarik perhatian masyarakat (biasanya dng gambar yg besar di tempat-tempat ramai)
balik jurai bentuk perkawinan yg suaminya tinggal di kediaman kerabat istri setelah dia memberi antaran krn seorang anak dr keturunannya akan meneruskan garis keturunan laki-laki
balik mata bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dng pura-pura tidak tahu dsb) terlampau lama melihat (menunggu dsb)
balik mayat di kubur [pb] menyebut-nyebut nama orang yg sudah meninggal
balik nama mengganti nama pd akta atau surat yg menyatakan hak milik (biasanya di hadapan notaris)
balseros bal.se.ros [n] orang Kuba yg mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang ke Florida (Amerika Serikat)
bambungan bam.bung.an [n] orang yg berkeliaran (bergelandangan) krn bodoh dsb
ban [n] (1) benda bulat dr karet yg dipasang melingkar pd roda (sepeda, mobil, dsb); (2) secarik pita (kain dsb) yg dibalutkan pd lengan; (3) lingkar tenunan benang tebal berbentuk pita lebar tanpa ujung dipakai untuk memutar roda mesin pabrik; (4) ikat pinggang; sabuk; (5) sampul buku, biasanya dr kertas, dibuat terpisah dr blok buku [n] (1) jalan atau jalur (kereta api dsb); (2)landasan terbang (bagi pesawat terbang) di pelabuhan udara; (3) lapangan tenis (bulu tangkis dsb); (4) ikat pinggang; sabuk; (5) Olr tanda yg menunjukkan tingkatan kemahiran (putih, kuning, hijau, biru, cokelat, hitam) dl olahraga karate, yudo, dsb; (6) Olr lintasan (untuk lari, berenang) [n] panjang gelombang atau frekuensi pd radio
banal ba.nal [a] kasar (tidak elok); biasa sekali: beberapa sajak yg lemah, ya malahan sangat -- sekali
bancik ban.cik [n] kuda-kuda dr kayu yg menahan berat gendang, biasanya berbentuk spt dua huruf x yg dihubungkan titik silangnya
bandar ban.dar [n] selokan aliran air (ke sawah dsb); selokan; parit: penduduk desa bergotong-royong memperbaiki -- air menjelang musim tanam [n] (1) tempat berlabuh (kapal, perahu, dsb); pelabuhan; (2) kota pelabuhan; kota perdagangan [n] (1) pemain yg menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dl permainan dadu, rolet, dsb); (2) orang yg menyelenggarakan perjudian; bandar judi; (3) orang yg mengendalikan suatu aksi (gerakan) dng sembunyi-sembunyi; (4) orang yg membiayai suatu gerakan yg kurang baik; (5) orang yg bermodal dl perdagangan dsb; tengkulak
bandel ban.del [a] melawan kata atau nasihat orang; tidak mau menurut atau mendengar kata orang; kepala batu: dasar anak-anak itu -- , tidak suka diperintah; kalau murid-murid itu tetap -- , gurunya terpaksa bertindak tegas
bandeng ban.deng [n] ikan laut yg durinya halus, biasa dibudidayakan di tambak dekat pantai, makanannya lumut dan plankton; Chanos-chanos
bandot ban.dot [n] (1) kambing jantan dewasa; (2) ki orang laki-laki yg sangat gila perempuan; orang laki-laki tua yg masih gemar kpd perempuan
bangkai bang.kai [n] (1) tubuh yg sudah mati (biasanya untuk binatang): -- anjing; (2) barang yg telah tua dan rusak: -- kapal; -- mobil lihat kembang
bangkar bang.kar [a] keras dan kaku (spt tubuh orang mati); bangka
bangkit batang terendam [pb] mengangkat kembali nama orang yg sudah lama hilang dr ingatan; mengulangi perkara yg sudah lama dilupakan
bangku bang.ku [n] papan dsb (biasanya panjang) berkaki untuk tempat duduk
bangsa bang.sa [n] (1) kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri: -- India; -- Indonesia; -- Mesir; (2) golongan manusia, binatang, atau tumbuhan yg mempunyai asal-usul dan sifat khas yg sama; (3) macam; jenis: tersedia segala makanan -- kue-kue dan minuman; (4) kedudukan (keturunan) mulia (luhur): bahasa menunjukkan --; (5) ark jenis kelamin: lajur pertama diisi dng nama, yg kedua dng -- , yg ketiga umur; (6) Antr kumpulan manusia yg biasanya terikat krn kesatuan bahasa dan kebudayaan dl arti umum, dan menempati wilayah tertentu di muka bumi; (7) Bio klasifikasi dl biologi, sesudah kelas dan sebelum suku; ordo
bangsa Barat seseorang atau sekelompok besar rakyat yg mendiami sebagian benua Eropa dan benua Amerika dan yg termasuk dl suatu kebudayaan tertentu
bangsat bang.sat [n] (1) kepinding; kutu busuk; (2) cak orang yg bertabiat jahat (terutama yg suka mencuri, mencopet, dsb): dasar anak -- , menjadi -- juga [Mk a] jembel; miskin
bangsat tak tahu disukarnya [ki] orang yg tidak tahu diri
bangsawan bang.sa.wan [n] keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat; orang berbangsa: meskipun ia anak orang -- ia tidak sombong; seorang -- muda ingin memperistrinya lihat komidi
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
banjar ban.jar [n] jajar; deret; leret; baris [Bl n] (1) bagian desa setingkat dng rukun warga atau dukuh yg dikepalai oleh seorang kelian; (2) balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
banjir ban.jir [v] berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tt kali dsb): krn hujan turun terus-menerus, sungai itu --; (2) n air yg banyak dan mengalir deras; air bah: pd musim hujan, daerah itu sering dilanda --; (3) n Geo peristiwa terbenamnya daratan (yg biasanya kering) krn volume air yg meningkat; (4) v ki datang (ada) banyak sekali: menjelang Lebaran di pasar -- petasan
banjir darah matinya orang dl jumlah banyak; pertumpahan darah
bank garansi bank yg mengeluarkan surat jaminan untuk membayar seseorang berdasarkan undang-undang tertentu yg berfungsi sbg alat pembayaran
bankir ban.kir [n] (1) orang yg mengusahakan bank; (2) orang yg memperdagangkan uang; (3) cak orang yg menjadi penyokong dl urusan keuangan; cukong
bantal udara bantal yg dapat digembungkan, biasanya terbuat dr karet atau plastik
banter ban.ter [a cak] (1) sangat; keras (dl keadaan dsb): paling -- cuma dimarahi, paling keras hanya dimarahi; sangat-sangatnya hanya dimarahi; (2) tinggi (tt harga): paling -- hanya Rp5.000,00 harganya, paling mahal; semahal-mahalnya; (3) lekas; cepat: paling -- sekali setahun bisa bertemu; (4) lama; lambat (tt waktu): paling -- aku dapat menunggu sampai pukul 05.00, selambat-lambatnya; (5) banyak (tt jumlah): paling -- hanya dapat menampung 48 orang murid
bantu ban.tu [v] tolong: -- lah orang miskin dan melarat; (2) n penolong: guru --; kantor pos --
bantu teknik bantuan yg direncanakan untuk menyebarkan pengetahuan dan keahlian ke negara penerima dng jalan mengirimkan orang ahli dl bidang tertentu dr negara industri untuk memberikan nasihat teknis
banyak ba.nyak [a] (1) besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; (2) num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; (3) adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih
banyak sedikit banyaknya (jumlahnya, bilangannya): keuntungan banyak -- belum dapat diketahui; (2) meski sedikit atau banyak; barang sedikit: perbuatanmu itu -- merugikan kepentingan orang; (3) setidak-tidaknya: berusahan untuk membantu kita
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
bapa ba.pa [n] (1) orang laki-laki yg dipandang sbg orang tua; (2) bapak; (3) Kat sebutan untuk Allah
bapak ba.pak [n] (1) orang tua laki-laki; ayah; (2) orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): -- kecil; -- tiri; (3) orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt guru, kepala kampung); (4) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg memanggil; (5) orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional; (6) cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba kotor perusahaan
bapakisme ba.pak.is.me [n] praktik hubungan pemimpin dan bawahan yg meniru pola hubungan bapak dan anak; kebiasaan mengagung-agungkan pemimpin (atasan)
baplang bap.lang [a] lebat dan melintang (tt kumis): keluarlah seorang centeng yg berkumis --
baptis bap.tis [n Kris] penggunaan air untuk penyucian keagamaan, khususnya sbg sakramen penerimaan seseorang ke dl agama Kristen; permandian
baptis air sakramen baptis biasa
baptis rindu sakramen baptis yg diperoleh orang yg ingin dibaptis, tetapi belum sempat diterima krn telah meninggal dunia lebih dahulu
bar [n] tempat minum-minum (biasanya minuman keras, spt anggur, bir, wiski) [n] (1) satuan ukuran tekanan udara 106 dyne per cm2 = 0,987 atmosfer = 14,5 pon per inci; (2) Fis satuan tekanan yg besarnya sama dng 105 Pascal (Pa) atau 105 Newton (N) per meter persegi atau kira-kira 0,987 atmosfer
barak ba.rak [n] (1) sebuah atau sekumpulan gedung tempat tinggal tentara; asrama (tentara) polisi; (2) bangsal khusus tempat merawat orang sakit (menular); (3) bangunan yg bersifat sementara bagi pekerja
barang komisi barang dagangan yg dijualkan (untuk orang lain) dng memperoleh imbalan (komisi)
barang larangan barang yg tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang
barang pribadi barang milik sendiri; (2) barang bawaan wisatawan dsb yg biasanya tidak dikenakan ketentuan pelarangan oleh suatu negara
barang pusaka barang peninggalan orang tua (nenek moyang)
barang siapa menggali lubang [pb] siapa yg berniat (berbuat) jahat thd orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri
barang tahan lama barang industri ataupun konsumsi dng masa penggunaan lebih lama (biasanya lebih dr tiga tahun) yg tidak habis terpakai serta tidak mengalami pengolahan lebih lanjut oleh pembelinya
barat ba.rat [n] (1) nama mata angin yg arahnya berlawanan dng timur; arah tempat matahari terbenam: matahari terbenam di sebelah --; (2) (huruf pertama kapital) orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika: bangsa --; kebudayaan --
barbur bar.bur [v] (1) bercempung-cempung dl air; (2) suka menghambur-hamburkan uang; boros: orang --
barongan ba.rong.an [Jw n] seni pertunjukan rakyat yg berupa tiruan binatang buas (singa dsb) yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya
barongsai ba.rong.sai [n] barongan Cina yg biasa dipertunjukkan pd tahun baru Imlek
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
baruh ba.ruh [n] (1) tanah yg lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dsb: orang --; (2) bawah: orang --; (3) sawah: padi --
baruje ba.ru.je [n Huk] hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yg tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku)
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
basket bas.ket [n Olr] (1) permainan bola yg dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang, yg berusaha mengumpulkan angka dng memasukkan bola ke dl basket; (2) lingkaran berjaring yg dipasang pd ketinggian tiga meter pd papan sbg tempat memasukkan bola pd permainan bola basket
batako ba.ta.ko [n] bata yg dibuat dr adukan pasir dan teras atau semen, dan berongga (ukurannya lebih besar dp batu bata biasa, biasanya berukuran 8 x 24 x 32 cm)
batalion ba.ta.li.on [n] kesatuan tentara yg merupakan bagian dr resimen (300-1.000 orang)
batang hidung pangkal hidung (bagian yg keras pd hidung); (2) ki diri (wujud orangnya)
batas ba.tas [n] (1) garis (sisi) yg menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dsb); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dsb); sempadan: mana -- kebun ini?; sungai ini menjadi -- Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah; (2) ketentuan yg tidak boleh dilampaui: pembentukan kabinet diberi -- waktu seminggu; tindakan itu dianggap orang telah melampaui -- kekuasaannya; (3) perhinggaan: air sungai itu tidak dalam, hanya sampai -- lutut
batih ba.tih [n] orang seisi rumah yg menjadi tanggungan seseorang
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batu ambar getah damar yg membatu yg di dalamnya kerap kali mengandung serangga atau jasad lainnya, biasanya terdapat di muara sungai (dapat dibuat sbg pipa rokok dsb)
batu anting batu (timah dsb) yg tergantung pd tali (untuk pemberat); anting; (2) orang yg menggelantung pd sisi perahu supaya perahu tidak terbalik
batun ba.tun [n] tumbuhan yg daunnya biasa dijadikan ulam; Barringtonia asiatica
baut ba.ut [n] (1) besi batangan yg berulir (untuk menyambung atau mengikat dua benda), biasanya dipasangkan dng mur; (2) cak tukang pukul (jagoan yg dipiara tauke untuk mengawasi pekerja)
bawah perintah (pengawasan [ki] diperintah (diawasi, dipimpin) oleh ...; -- sumpah keterangan dsb yg diberikan oleh orang yg sudah disumpah: meski telah memberi kesaksian tertulis -- sumpah, kehadirannya tetap diperlukan di pengadilan
bawahan ba.wah.an [n] (1) sesuatu yg berada di bawah; (2) orang yg di bawah perintah; (3) (orang, pegawai) rendahan
bayam duri bayam yg berduri, hidupnya liar, biasa digunakan untuk obat bengkak; Amarantus spinosus
bayaran ba.yar.an [n] (1) uang yg dibayarkan; biaya; ongkos: orang dapat juga berobat dng -- murah; (2) orang yg dibayar: dia adalah pemain -; (3) upah; gaji: ia mendapat -- sebesar Rp250.000,00 sebulan
bayonet ba.yo.net [n] senjata tajam spt pisau, runcing sekali, biasanya dipasang pd ujung senapan; sangkur
beatifikasi be.a.ti.fi.ka.si [n] tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yg telah mati menjadi orang suci dl Gereja Katolik
bebekel be.be.kel [Bl n Huk] harta yg dibawa suami atau istri (yg berasal dr pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yg merupakan harta warisan ke dl perkawinan)
beceng be.ceng [n cak] senjata api genggam; pistol: seorang laki-laki bertopeng menodongkan -- nya
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
beda potensial [Fis] selisih tegangan listrik antara dua titik yg ditinjau, biasanya dilambangkan dng V
bedak bayi bedak khusus untuk bayi, biasanya untuk menyerap air dan keringat, dapat juga untuk mencegah lecet krn gesekan pakaian
bedak dingin bedak untuk menyejukkan muka supaya kulit tidak cepat rusak krn sinar matahari (biasa dipakai pd waktu malam)
bedawi be.da.wi [kl n ] orang Badui
bedinde be.din.de [n cak] orang gajian yg kerjanya membantu mengurus rumah tangga; pembantu rumah tangga; pelayan
begawan be.ga.wan [n] (1) gelar pendeta atau pertapa; (2) orang yg berbahagia (mulia, suci); -- ekonomi julukan bagi orang yg sangat ahli dl bidang ekonomi: sinyalemen -- ekonomi tt kebocoran 30% dana pembangunan terus menggelinding spt bola salju
bekakak be.ka.kak [n] ayam yg dimasak atau dipanggang secara utuh (tanpa dipotong-potong), biasanya untuk selamatan
bekam be.kam [v] mem.be.kam v (1) mengeluarkan (memantik) darah dr badan orang (dng menelungkupkan mangkuk yg diisi api pd kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dng benda tajam supaya darahnya keluar); (2) Jk mencengkam; mencengkeram [v] , mem.be.kam v memendam (menyembunyikan) perasaan dsb: wanita pandai -- perasaannya [n] bekas pijitan (tindihan) pd kulit
beker be.ker [n] jam yg dilengkapi dng alat yg dapat berdering pd waktu yg dikehendaki (untuk membangunkan orang) [n] piala
bekerja be.ker.ja [v] (1) melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu: ia ~ di perkebunan; (2) mengadakan perayaan nikah dsb: ketika ~ mengawinkan anaknya, aku tidak diundangnya; ~ bakti melakukan suatu pekerjaan, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dng suka rela untuk kepentingan umum: sebulan sekali warga desa diharuskan ~ bakti; ~ sama melakukan (melaksanakan) suatu kegiatan atau usaha (perniagaan dsb) yg ditangani oleh dua orang (pihak) atau lebih: orang tua dan guru harus ~ sama mencegah perkelahian antarpelajar
bekerma be.ker.ma [n] pohon yg kayunya biasa digunakan untuk kayu bakar
bekernyutan be.ker.nyut.an [v] bekernyut: kulit orang tua yg kurus itu ~
bel [n] (1) alat yg terbuat dr logam berongga, berbentuk setengah bulatan (atau kerucut) yg dapat bergetar dan menghasilkan bunyi dering kalau dipukul atau terpukul oleh pemukul (bandul) yg ada di dalamnya; lonceng: di puncak menara gereja itu ada -- nya; (2) alat yg dapat mengeluarkan bunyi dering krn bagiannya dapat digerakkan oleh listrik atau udara; (3) bunyi yg dihasilkan oleh alat tsb, digunakan sbg tanda: terdengar -- sbg tanda masuk kerja; -- masuk; -- istirahat [n Fis] satuan perbandingan daya dl skala logaritma berbasis sepuluh, biasa digunakan pd suara
belahan be.lah.an [n] (1) celah panjang: menurut -- membujur panjang; (2) bagian hasil membelah; separuh; setengah: -- pepaya itu disimpannya di dl lemari es; -- bumi sebelah utara; (3) Mk sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan): baik -- yg dekat maupun yg jauh semuanya diperlakukan sama; (4) perihal mengerjakan sawah atau tanah orang lain yg hasilnya dibagi dua: orang yg tidak punya sawah kebanyakan mengambil -- saja
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam [pb] sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
belalang hendak menjadi elang [pb] orang bodoh (hina) berlaku spt orang pandai (terhormat)
belanak bermain di atas karang [pb] ombak besar (sehingga ikan belanak yg biasanya senang diam dl pasir laut, naik ke permukaan laut)
Belanda Be.lan.da [n] (1) negara kerajaan (negeri) di Eropa Barat yg berbatasan dng Belgia dan Jerman Barat; Nederland; (2) orang atau bangsa yg mendiami Nederland; (3) nama bahasa dan bangsa Belanda
belanda hitam [cak] orang negro; (2) orang Indonesia yg memihak Belanda (pd zaman penjajahan Belanda)
belandang be.lan.dang [v] mem.be.lan.dang v berlari kencang-kencang (orang, kuda, dsb): setelah lepas dr ikatannya kuda itu -
belangkas be.lang.kas [n] (1) ketam (betina) yg besar berkulit keras (menyerupai kulit penyu) pipih dan bundar, tepinya berduri (bergerigi), berekor panjang bergerigi spt sangkur yg dapat digerak-gerakkan (biasanya didapati berpasang-pasangan, di Jawa lazim disebut mimi); Limulus moluccanus; (2) sangkur yg bentuknya spt ekor belangkas [n] sejenis golok
belangkon be.lang.kon [n] penutup kepala (orang laki-laki) dr kain sejenis batik, berbentuk setengah bola
belantik be.lan.tik [n] alat untuk menangkap binatang, terbuat dr tali yg dihubungkan dng alat pembidas, apabila tali tersentuh, dapat membidaskan tombak atau menjerat binatang sasarannya [Jw n] (1) orang yg menjadi perantara pd jual beli ternak (spt sapi, kerbau); (2) cengkau; pialang; makelar lihat bintang
belas be.las [n] perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita: muncul rasa -- nya melihat pengemis tua itu [n] satuan bilangan dr 11-19
belasan be.las.an [num] bilangan antara 11 dan 19: tidak banyak yg hadir, hanya -- orang; remaja -- tahun, remaja yg berumur antara 11 dan 19 tahun
belasungkawa be.la.sung.ka.wa [n] pernyataan turut berduka cita: ketika orang tuanya meninggal, dia banyak menerima karangan bunga dan telegram -- dr teman-temannya
belati be.la.ti [kl n] keluaran luar negeri (negeri asing): tali -- , tali buatan Eropa [n] pisau runcing, agak tebal, lebih banyak dipakai untuk menusuk dp mengiris (biasa dibawa sbg perlengkapan pramuka atau tentara)
belau be.lau [n] (1) tepung berwarna biru sbg bahan pencampur air pembilas cucian agar warna pakaian menjadi kebiru-biruan, biasanya untuk pakaian berwarna putih; (2) cak warna biru [n] ikan laut; selangat belau; Dorosoma nasus [Mk] ber.be.lau-be.lau.an v mengaburkan mata (tt warna dsb); membuat pemandangan berkunang-kunang
beledang kering [ki] orang yg tinggi kurus
beleng be.leng [adv] saja; hanya (satu): tunggal -- , hanya seorang diri (tanpa adik tanpa kakak)
belesir be.le.sir [v] menarikan pedang dan tombak yg ditujukan kpd orang yg berpura-pura sbg musuh
beliau be.li.au [pron hor] orang yg dibicarakan (digunakan untuk menghormatinya)
beliau-beliau be.li.au-be.li.au [pron cak] (bentuk jamak) mereka (biasanya digunakan untuk mengejek)
belinjo be.lin.jo [n] (1) pohon yg batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; Gnetum gnemon; (2) buah belinjo; (3) ki pelor (pistol, senapan)
belis be.lis [Lihat {iblis}] [n] maskawin (di Sumba): besar kecilnya pembayaran -- biasanya bergantung pd tawar-menawar
belum punya kuku hendak mencubit [pb] belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang
belum tegak hendak berlari [pb] lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur
beluru be.lu.ru [n] tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya biasa dibuat obat; Entada phaseoloides [n] ikan laut jenis tamban
belut be.lut [n] ikan yg bentuknya panjang spt ular, kulitnya licin, biasa hidup di lumpur; Monopterus albus
bemban bem.ban [n] tumbuhan menyerupai rotan, batangnya biasa dianyam untuk dijadikan bakul, tikar, bidai, dsb; Donax cannaeformis [n] alat penangkap ikan menyerupai bubu, bertali yg diikatkan pd tongkat [n] ikan sungai, Ompok Bimaculatus
bembarap bem.ba.rap [ark n] tandu untuk mengangkat orang
benalu be.na.lu [n] (1) tumbuhan yg menumpang pd tanaman lain dan mengisap makanan dr tanaman yg ditumpanginya; pasilan; (2) ki orang yg menumpang hidup pd orang lain
benang sayet benang (dr bulu domba dsb), yg biasanya berwarna (putih, merah, hitam, dsb)
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
benci ben.ci [a] sangat tidak suka: saya -- kpd penjilat; ia -- benar kpd orang yg suka menonjolkan diri dan memburuk-burukkan orang lain
bendahari ben.da.ha.ri [n] orang yg mengurus keuangan perkumpulan; bendahara
bendara ben.da.ra ? bendahara [kl n] (1) pengelola harta benda (kakayaan) negara atau raja; (2) orang yg mengepalai semua karyawan yg melayani tamu atau merapikan meja [Jw n] sebutan bagi bangsawan
bendera kuning bendera berwarna kuning yg biasanya dikibarkan sbg tanda adanya kematian (di daerah tertentu) atau tanda adanya wabah penyakit menular
bendera merah bendera berwarna merah yg biasanya dikibarkan sbg tanda adanya bahaya (kebakaran); (2) bendera berwarna merah (pd kapal tangki, mobil tangki) sbg tanda pengangkutan barang yg mudah terbakar (bensin dsb)
bendera putih bendera berwarna putih, biasanya dikibarkan sbg tanda menyerah (minta damai)
benefaktif be.ne.fak.tif [a Ling] bersangkutan dng perbuatan (verba) yg dilakukan untuk orang lain, msl verba dl kalimat Ibu membukakan Ayah pintu
bengep be.ngep [Jk a] bengkak-bengkak (tt muka); sembap: mukanya -- krn dipukuli orang
bengkuang beng.ku.ang [n] (1) pohon, daunnya biasa dibuat lajang, tikar, tutup kepala, dsb; Pandanus antrocarpus; (2) buah bengkuang [n] (1) tumbuhan menjalar, berumbi putih, kaku, berbentuk gasing, kulitnya mudah dikupas, dan rasanya manis, banyak mengandung air, biasanya dimakan segar untuk rujak (asinan) dicampur dng buah-buahan lain; Pachyrrhizus erosus; (2) umbi bengkuang
bensin cuci bensin yg digunakan untuk mencuci benda yg biasanya kotor krn lemak
bentara kiri [kl] bentara yg bertugas, antara lain, menyebutkan nama orang yg ingin menghadap raja
bentuk kata [Ling] wujud kata tentang yg mengisi fungsi tentang dl paradigma, msl bentuk nominatif dr nomina, bentuk lampau dr verba, dsb; -- lento Ling bentuk kata yg penuh yg berpadanan dng bentuk yg ringkas yg biasa dipakai dl ragam biasa atau ragam resmi, msl bapak, dahulu
benum be.num [v] mem.be.num v cak mengangkat (menetapkan) seseorang dl suatu jabatan dsb: sebelum Pemerintah -nya menjadi juru tulis, ia bekerja sbg tenaga harian
benuman be.num.an [n] (1) pengangkatan pegawai; penetapan (ketetapan) menjadi pegawai; (2) orang yg dibenum
bepergian be.per.gi.an [v] berjalan jauh: tiap hari Minggu banyak orang ~ ke luar kota
berada ber.a.da [v] (1) ada (di): ketika itu ia ~ di luar negeri; (2) berpunya (tidak kekurangan): orang tuanya tergolong orang yg ~ di kampungnya
beradab ber.a.dab [v] (1) mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: perbuatannya spt kelakuan orang yg tidak ~; (2) telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya: bangsa-bangsa yg telah ~
beradegan ber.a.de.gan [v] memainkan adegan: salah seorang pemain ~ sbg orang tua yg papa
beradik ber.a.dik [v] (1) memanggil orang dng sebutan adik; (2) mempunyai adik
berahasia be.ra.ha.sia [v] (1) terdapat rahasia; mempunyai rahasia: di antara kami sudah tidak ~ lagi; (2) cak mengatakan rahasia kpd (dng): jangan ~ dng orang yg tidak dapat dipercaya
berahi be.ra.hi [n] perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; asyik: ketika dipandangnya wajah kekasihnya, bangkitlah -- nya; (2) a sangat suka; sangat tertarik: tuan putri pun sangat -- mendengar bunyi-bunyian itu; (3) n Tern gejala yg timbul secara berkala pd ternak betina sbg perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus
berahi pertama kuda [Tern] berahi pertama setelah melahirkan bagi kuda betina, biasanya berkisar 2-11 hari setelah melahirkan
beraja-raja be.ra.ja-ra.ja [v] bergaul dng raja (tahu adat yg biasa dipakai di istana): baik-baiklah anakku, supaya engkau tahu ~
berajojing ber.a.jo.jing [v] melakukan ajojing: masih ada saja orang tua yg ~
berakal ber.a.kal [v] (1) mempunyai akal: manusia adalah makhluk yg ~; (2) pandai mencari ikhtiar; cerdik; pandai: orang yg ~ tidak mudah putus asa
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
beramah-tamah be.ra.mah-ta.mah [v] (1) bercakap-cakap (bergaul) antara orang yg bersahabat (berkeluarga) dl suasana santai; (2) menghadiri pertemuan ramah tamah
beramai-ramai be.ra.mai-ra.mai [v] (secara) bersama-sama; (dl jumlah banyak): orang datang ~ ke tempat kecelakaan itu sehingga lalu lintas terhenti sejenak; mereka ~ menyingkirkan kayu besar itu dr jalan raya
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
beranak ber.a.nak [v] (1) mempunyai anak: ia sudah ~ dua orang; (2) melahirkan anak: istrinya baru ~; (3) dng anaknya: saudagar tiga ~
beranda be.ran.da [n] (1) ruang beratap yg terbuka (tidak berdinding) di bagian samping atau depan rumah (biasa dipakai untuk tempat duduk santai sambil makan angin dsb); teras; langkan: pd sore hari Bapak sering duduk di -- sambil membaca koran; (2) ark bilik di perahu
berandal be.ran.dal [n] (1) orang yg tidak menuruti peraturan yg berlaku; (2) pengacau; (3) perampok
berang be.rang [a] sangat marah; sangat gusar: dia menjadi -- melihat kelakuan anaknya yg kurang ajar itu; Ayah tidak kuasa menahan -- nya melihat anaknya dipukul orang
beranggota ber.ang.go.ta [v] mempunyai anggota: perkumpulan itu ~ lima puluh orang
berangsang be.rang.sang , mem.be.rang.sang 1 a gusar sekali; (2) v merangsang atau membangkit-bangkit hati supaya menjadi berani (marah dsb): dia suka -- orang lain sehingga dibenci orang banyak [a] marah sekali: dia akan ~ kalau diejek spt itu
berani sendok pengedang [pb] perihal orang berani, tetapi bodoh
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
berapa berat mata memandang [pb] betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yg mengalami (kesusahan dsb)
berapit ber.a.pit [v] (1) berdekatan rapat; berhimpit; (2) terletak di antara dua orang (benda dsb)
berarti ber.ar.ti [v] (1) mengandung maksud: jika ibu marah, itu tidak ~ beliau benci kepadamu; (2) berfaedah; berguna: mungkin pertolongan saya ini tak ~ bagi penderitaanmu yg begitu besar; (3) sama artinya dng; sama halnya dng: mengambil milik orang tanpa permisi ~ mencuri
berasak ber.a.sak [v] (1) berjejal(-jejal); penuh sesak; berdesak-desak: orang ~ di muka loket; (2) beringsut (bergeser pindah atau pergi); beranjak: ia tidak ~ dr tempatnya
berasal ber.a.sal [v] (1) bermula: peperangan itu ~ dr sengketa perbatasan; (2) bersumber: berita itu dapat dipercayai krn ~ dr pihak resmi; (3) bertempat asal (dibuat, dilahirkan, dsb): barang-barang yg ~ dr Jepang terdapat di mana-mana; dia ~ dr Jawa Timur; (4) keturunan: dia ~ dr orang baik-baik
beratus-ratus be.ra.tus-ra.tus [num] beberapa ratus: ~ orang yg bekerja di situ
berbangsa ber.bang.sa [v] (1) berasal dr bangsa: sekarang sudah ada beberapa ahli atom yg -- Indonesia; (2) bermartabat tinggi; berketurunan luhur (bangsawan): ia anak orang --; (3) termasuk dl keluarga: -- kpd ibu
berbanyak ber.ba.nyak [v] bersama-sama banyak (tt orang, barang, dsb); beramai-ramai; dng jumlah yg banyak: mereka datang -
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbayang ber.ba.yang [v] (1) ada bayang-bayangnya: kata orang, harimau jadi-jadian itu tidak -; (2) seakan-akan kelihatan dl angan-angan: hal itu tidak nyata, tetapi -- pd ingatan saya
berbeda ber.be.da [v] ada bedanya; berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yg -, seorang panjang dan seorang lagi pendek
berbeli-beli ber.be.li-be.li [v] (1) saling membeli: setelah berunding, kedua negara itu -- hasil negeri masing-masing; (2) cak berbelanja banyak (di pasar, di toko, dsb): menjelang Lebaran, banyak orang -- di pasar
berbelian ber.be.li.an [v] memanggil dukun untuk mengobati orang sakit: orang kampung masih suka -- untuk mengobati penyakitnya
berbelit-belit ber.be.lit-be.lit [v] (1) melilit-lilit: suluran-suluran itu -- pd pohon-pohon besar; (2) berkelok-kelok dan berlingkar-lingkar: jalan ke puncak gunung itu --; (3) berjalin-jalin; bertali-tali (dng); bersangkut paut (dng); kusut atau rumit sekali: masalah korupsi adalah masalah yg -- dan melibatkan orang banyak
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
berbelut ber.be.lut [Mk v] menangkap belut; bagai si kudung panji -, pb pekerjaan yg dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia; kena kecipuk orang -, pb terlibat dl perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain
berbesan ber.be.san [v] berhubungan menjadi besan: beliau tidak sudi -- dng orang sehina saya ini
berbintang ber.bin.tang [v] (1) ada bintangnya: langit tiada -; (2) memakai bintang: dia seorang perwira tinggi -- dua; (3) mempunyai rasi; berzodiak: anakku -- Taurus
berbisa ber.bi.sa [v] (1) mengandung zat racun: ular -; (2) ki dapat merusakkan akhlak kehidupan: ajarannya -- bagi masyarakat; (3) mengandung unsur jahat yg dapat menjerumuskan orang lain; (4) ki menyakitkan (hati): mulutnya -
berbisik ber.bi.sik [v] (1) berkata dng suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring): bicaranya spt orang -, mana bisa kutangkap dng jelas; (2) ki berbuat dng diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain): rupanya ada yg -- hendak menyerang kita
berbondong-bondong ber.bon.dong-bon.dong [v] berduyun-duyun: orang -- menuju stadion Senayan untuk menonton pertandingan sepak bola
berbual ber.bu.al [v] (1) meluap (memancar) ke luar dan biasanya berbuih: timbul seleranya melihat bir -- dl gelas; tampak air -- di belakang kapal yg sedang berlayar; (2) ki keluar serentak: kenangan lama -- ke luar setelah aku berada kembali di desa tempat aku dibesarkan [v] mengobrol; bercakap yg bukan-bukan (sombong): kalau sudah -, dia lupa akan waktu
berbunyi ber.bu.nyi [v] (1) mengeluarkan bunyi: roda -- berderit-derit; (2) bacaannya; lafalnya; bunyinya: keputusan itu -- sbg berikut [ark v] bersembunyi: maka disuruhnya beberapa orang sahaya -- di suatu tempat dng menghunus pedangnya
bercacah jiwa ber.ca.cah ji.wa [v] berjumlah penduduk; mempunyai jumlah penduduk: negara itu ~ seratus juta orang
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercakrawala ber.cak.ra.wa.la [v ki] mempunyai cakrawala; mempunyai pedoman tertentu: dl praktik, banyak orang yg hidupnya ti-dak ~
berdada-dadaan ber.da.da-da.da.an [v ki] berkelahi seorang lawan seorang; beradu dada
berdagang (diri) ber.da.gang (di.ri) [v] mengembara ke negeri orang
berdakwah ber.dak.wah [v] (1) mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; (2) berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: sekali seminggu datanglah seorang mubalig untuk ~ di desa itu
berdatuk ber.da.tuk [v] memanggil datuk kpd seseorang: anak-anak ~ kpd ayahku
berdegar-degar ber.de.gar-de.gar [v] berbunyi degar-degar: ~ pintu gerbang itu ditendang orang; (2) a keras (cakapnya): cakapnya ~ menakutkan anak-anak
berdentam ber.den.tam [v] berbunyi dentam: kedengaran suara drum kosong ~ dipukul orang
berderap ber.de.rap [v] berbunyi spt bunyi kaki orang berjalan [v] (1) berlari cepat (tt kuda dsb); (2) melangkah cepat; bergerak laju: pembangunan daerah dewasa ini ~ dng sangat menggembirakan
berdesus-desus ber.de.sus-de.sus [v] berbunyi spt orang berbisik-bisik
berdiam ber.di.am [v] (1) tidak berkata apa-apa: ia hanya ~ diri ketika polisi menginterogasinya; (2) tidak berbuat apa-apa: ia masih ~ saja walaupun orang sudah mengingat- kannya
berdikari ber.di.ka.ri [v] (1) cak berdiri di atas kaki sendiri; (2) ki tidak bergantung pd bantuan orang lain; mandiri: orang yg sudah dewasa harus hidup --
berdiri sendiri ber.di.ri sendiri [ki] (1) tidak tergantung pd orang lain; mandiri; (2) tidak diperintah atau dijajah negara lain; merdeka (tt negara)
berdosa ber.do.sa [v] (1) berbuat dosa: dilakukannya perbuatan yg nista itu tanpa perasaaan ~; (2) berbuat kesalahan: ia merasa ~ kpd orang tuanya krn tidak mematuhi perintah dan nasihatnya
berdua ber.dua [num] dua orang bersama-sama; terdiri atas dua orang: mereka ~ masuk warung hendak minum kopi
berdua-dua ber.du.a-dua [v] selalu berdua; membentuk kelompok terdiri atas dua orang: selesai membentuk lingkaran, para penari berjalan ~ menuju ke depan panggung
berduel ber.du.el [v] (1) melakukan duel (perang tanding); (2) cak berkelahi seorang lawan seorang
berduit ber.du.it [v cak] mempunyai uang banyak; beruang: hotel mewah hanyalah tempat penginapan orang-orang ~; kaum ~ yg mengunjungi tempat itu
berebut temiang hanyut [pb] dua orang yg memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya
berebut-rebut be.re.but-re.but [v] berlomba-lomba atau dahulu-mendahului di antara orang banyak
beregu be.re.gu [v] berupa regu; berkelompok yg terdiri atas beberapa orang: balap sepeda ~ diadakan di jalan raya bebas hambatan;
berek-berek be.rek-be.rek [n] burung layang-layang, biasa terbang malam, Merops sumatranus
beremas ber.e.mas [v] (1) memakai (perhiasan) emas: jari-jarinya yg ~ itu menarik perhatianku; (2) mempunyai emas (berharta, kaya): hanya orang yg ~ saja yg diundang
berempati ber.em.pa.ti [v] melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~
beresa-esaan ber.e.sa-e.sa.an [v] (1) cak berada seorang diri saja; (2) merasa lengang
beresah-resah be.re.sah-re.sah [v] (1) berada dl resah; berusuh hati: sejak menerima kabar itu, ia ~ seorang diri di kamarnya
bergaduh ber.ga.duh [v] (1) berbuat gaduh (ribut, rusuh): jangan ~ di sini krn ada orang sakit; (2) berbantah; bercekcok: tidak putus- putusnya ia ~ dng istrinya; (3) bercampur aduk; bercampur baur: yg buruk dng yg baik ~ , susah dibedakan lagi
bergajul ber.ga.jul [a] buruk kelakuannya (jahat); suka membangkitkan kemarahan orang
bergala ber.ga.la [v] (1) bersambung erat-erat; (2) berkaitan (antara dua hal); berhubungan (antara dua orang)
bergantung ber.gan.tung [v] (1) bersangkut atau berkait pd sesuatu yg lebih tinggi; (2) cak berpegang: ia ~ pd ambang pintu bus; (3) menyandarkan diri (kpd): meskipun telah kawin, hidupnya masih ~ pd orang tuanya; (4) terikat pd (kekuasaan, kemauan, keadaan, atau hal lain); terpulang kpd: berhasil tidaknya ~ kpd kita sendiri
bergantung (ke)pada ber.gan.tung (ke)pada berpaut; berpegang; bersangkut pd sesuatu yg tinggi; (2) bersandar pd orang lain; (3) dikuasai oleh keadaan, hal, atau orang lain
bergantung di ujung rambut ber.gan.tung di ujung rambut tidak tetap (tt nasib) seseorang; harap-harap cemas
bergantung pd tali rapuh ber.gan.tung pd tali rapuh [pb] menyandarkan hidupnya pd orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yg lemah atau tidak tetap
bergantung tidak bertali (sehasta tali) ber.gan.tung tidak bertali (sehasta tali) [pb] (a) perempuan yg ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan; (b) keadaan seorang gundik yg tidak sah
bergaya ber.ga.ya [v] berkekuatan; bertenaga; berdaya: penghuni rumah itu tidak ~ berhadapan dng perampok bersenjata itu [v] (1) mempunyai ragam yg khusus; (2) memakai ragam: hidup ~ kebarat-baratan; (3) mempunyai bentuk khas: candi ~ Hindu; (4) bersikap; bertingkah: ia ~ mencurigakan orang yg melihatnya; (5) memakai sikap (gerakan) tertentu (dl olahraga); (6) bersikap elok (bagus, pantas, dsb): peragawati itu ~ di depan penonton
bergelambir ber.ge.lam.bir [v] (1) mempunyai gelambir; (2) bergantung menggelepai spt gelambir (tt kulit orang tua)
bergelantungan ber.ge.lan.tung.an [v] bergantung (tt sesuatu yg berjumlah banyak): orang-orang itu ~ pd besi pegangan di dl bus kota
bergemal-gemal ber.ge.mal-ge.mal [a] berberkas-berkas (secekak-secekak): sesudah padi dituai biasanya disimpan ~
bergendang paha ber.gen.dang paha bersuka ria krn orang lain menderita celaka
bergosip ber.go.sip [v] melakukan gosip; bergunjing: banyak orang yg datang ke warung itu untuk sekadar ~ sambil melihat lalu lintas yg selalu ramai
bergunjing ber.gun.jing [v] berbicara (beromong-omong) tt kejelekan (kekurangan) seseorang dsb
berhajat ber.ha.jat [v] (1) bermaksud; berniat akan: setelah selesai ujian, ia ~ menengok orang tuanya di kampung; (2) berharap; membutuhkan; memerlukan: rakyat ~ akan pemerintahan yg adil dan bijak
berhakim ber.ha.kim [v] meminta supaya diadili perkaranya kpd: hendaklah ~ kpd orang yg jujur
berhakim kpd beruk ber.ha.kim kpd beruk [pb] meminta pengadilan kpd orang yg tamak niscaya akan rugi
berhal ber.hal [v] (1) ada suatu urusan (krn perselisihan dsb); berurusan: jika ada orang yg ~ dan meminta tolong kepadanya, ia selalu menerimanya dng baik; (2) mendapat kesukaran (halangan dsb): ia meminta izin tidak masuk bekerja krn sedang ~
berhamba ber.ham.ba [v] (1) menjadi hamba; mengabdi: mereka ~ kpd raja; (2) mempunyai hamba: sang putri ~ empat orang; (3) memakai kata hamba (menyebutkan dirinya hamba): ia selalu ~ jika berkata-kata dng atasannya
berharapkan ber.ha.rap.kan [v] berharap akan: anak yatim piatu ~ kasih sayang orang tua
berhindu bersuku ber.hin.du bersuku orang dr golongan bangsawan; orang baik-baik
beri tahu be.ri ta.hu [v] mem.be.ri ta.hu v menjadikan supaya tahu (mengerti): saya akan -- orang tuanya di kampung tt keadaan anak itu
beria-ria be.ria-ria [v] bersuka-suka; bersenang-senang; bergembira: orang lain ~ , dia tenggelam dl duka nestapa
beriak tanda tak dalam [pb] orang yg suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
beribu-ribu be.ri.bu-ri.bu [num] beberapa ribu: setiap malam ~ orang mengunjungi pekan raya itu
berimpit-impit ber.im.pit-im.pit [v] berdesak-desak; sesak-menyesak: orang ~ di tepi jalan hendak melihat tamu agung itu
berimprovisasi ber.im.pro.vi.sa.si [v] melakukan sesuatu (berpidato, mem-bawakan puisi, musik, dsb) tanpa persiapan lebih dahulu: beberapa orang penyanyi yg tampil di layar televisi gagal krn tidak mampu ~
berintrospeksi ber.in.tro.spek.si [v] mengadakan atau melakukan intro-speksi; mengoreksi diri: ~ lah dulu sebelum mencela atau mengkritik orang lain
berisi ber.i.si [v] (1) ada isinya; tidak kosong; tidak hampa: senapan itu ~; (2) ki berilmu; mempunyai kesaktian: orang tua-tua pada zaman dulu banyak yg ~ sehingga tidak mempan oleh senjata apa pun; (3) padat dan kuat (tt tubuh): badannya kecil, tetapi ~; (4) mengandung; memuat: amplop itu ~ uang
berita negara berita resmi negara yg biasa diterbitkan pemerintah, berisi pengumuman yg ditujukan kpd seluruh warga negara mengenai berlakunya undang-undang, keputusan presiden, peraturan pemerintah, atau produk legislatif lainnya
berita polisi berita atau laporan yg berasal dr polisi, biasanya tt peristiwa yg menyangkut kejahatan
beritawan be.ri.ta.wan [ark n] orang yg menyiarkan berita; pemberita; wartawan
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjahat ber.ja.hat [v] (1) berbuat jahat (spt berzina); berbuat dosa; (2) bercakap-cakap menjelek-jelekkan nama baik orang lain; memfitnah(kan)
berjajan ber.ja.jan [v] (1) membeli penganan dsb di kedai atau yg dijajakan orang; mengudap: jangan ~ sembarangan; (2) ki pergi ke tempat pelacuran
berjalan-jalan ber.ja.lan-ja.lan [v] bersenang-senang dng berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dsb): banyak orang ~ pd pagi hari untuk menghirup udara segar
berjampi ber.jam.pi [v] bermantra; telah dimantrai: kata orang, air ~ itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit
berjantan ber.jan.tan [v kas] bersetubuh (bagi orang perempuan)
berjenaka ber.je.na.ka [v] berbuat atau mengucapkan sesuatu yg membuat orang tertawa; berbuat lucu; bergurau: orang yg pandai ~ selalu tampak awet muda
berjibun ber.ji.bun [v] berutang banyak; (2) Cn a cak banyak sekali (tt orang)
berjinjang ber.jin.jang [v] mempunyai pemimpin atau ketua (tt hantu): hantu tak ~ , ki hantu yg tidak berketua (dikatakan tt orang yg berkeliaran di mana-mana)
berjiwa ber.ji.wa [v] (1) ada jiwanya; bernyawa; hidup; (2) berisi (mengandung sesuatu yg utama, penting, dsb): sajak yg tidak ~; (3) mempunyai perasaan batin (bersemangat dsb) spt: orang yg ~ pelaut
berjoget ber.jo.get [v] menari (biasanya tidak sendirian)
berkaki ber.ka.ki [v] (1) ada kakinya; mempunyai (memakai) kaki: kerbau ~ empat; (2) bersandar (bergantung): ia masih ~ pd orang tuanya
berkamit-kamit ber.ka.mit-ka.mit [v] bergerak-gerak mulutnya atau bibirnya (spt orang berdoa dsb)
berkampung ber.kam.pung [kl v] berkumpul; berhimpun: sekalian orang pun ~ dulu sebelum berangkat
berkapal ber.ka.pal [v] menggunakan kapal; bepergian dng kapal (biasanya kapal laut): kami ~ menyusuri pantai
berkarya ber.kar.ya [v] (1) mempunyai pekerjaan tetap; berprofesi; (2) mencipta (mengarang, melukis, dsb): orang mencari kepuasan dl hal ~
berkas komputer [Komp] kumpulan instruksi atau data yg berjudul, biasanya terekam di dl disket keras atau disket
berkasak-kusuk ber.ka.sak-ku.suk [v] berbuat (melakukan perbuatan) mempengaruhi orang lain secara sembunyi-sembunyi
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkata dua ber.ka.ta dua mengeluarkan perkataan yg berlainan sama sekali dng maksud yg sebenarnya: sukar benar menangkap maksud dan kemauan orang yg ~ dua itu krn antara yg dikatakan dan yg dimaksudkan sebenarnya berbeda
berkata peliharakan lidah [pb] ... tidak akan menghiraukan cemoohan orang
berkata-kata dng lutut [pb] berkata-kata dng orang bodoh
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkecimpung ber.ke.cim.pung [v] (1) ki bergerak (dl); berurusan (dl): orang yg ~ dl bidang pendidikan harus bersikap dinamis dan jujur; (2) bermain air dng menepuk-nepuk air atau memukul-mukulkan kaki ke air sehingga berbunyi "pung-pung" (pd waktu mandi); (3) berbunyi "pung-pung" spt air ditepuk
berkecumik ber.ke.cu.mik [v] berkomat-kamit; dng tidak disadarinya ia tersenyum seorang diri, mulutnya ~ seakan sedang berdoa
berkedai ber.ke.dai [v] (1) membuka kedai; berdagang kecil-kecilan: banyak orang ~ di tepi jalan; (2) berbelanja di kedai: ia hendak ~ ke pasar
berkedip ber.ke.dip [v] (1) bergerak membuka dan menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); berkejap: mata orang itu ~ sebentar sebelum mengangguk setuju; (2) tampak seolah-olah bernyala dan padam berganti-ganti (tt nyala lampu, dian, dsb); berkelip(-kelip)
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berkelebihan ber.ke.le.bih.an [adv] (1) bersisa; ada lebihnya: daerah itu ~ hasil padinya; (2) mempunyai keunggulan (kepandaian dsb yg melebihi orang lain): tidak sedikit orang yg ~ , tetapi tidak dikenal orang; (3) berlebihan; teramat banyak; (4) terlalu: perangaimu itu telah ~ benar
berkeluarga ber.ke.lu.ar.ga [v] (1) berumah tangga; mempunyai keluarga: bagi orang yg sudah ~ penghasilan sebanyak itu tidak akan cukup; (2) bersanak saudara (dng); berkerabat (dng): ia masih ~ dng kepala kampung; (3) menikah; mempunyai istri (suami): ia akan ~ kalau sudah menjadi sarjana
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berkembur-kembur ber.kem.bur-kem.bur [v] bercakap-cakap (untuk berkelakar dsb): ia biasa ~ dng kawan-kawannya
berkemudi di haluan ber.ke.mu.di di haluan, bergilir ke buritan [pb] orang yg menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya
berkena-kenaan ber.ke.na-ke.na.an [v] saling mengena: perkataan kedua orang itu selalu ~
berkenaan ber.ke.na.an [v] (1) bertepatan (dng); sehubungan (dng): ~ dng ulang tahun ygke-5 akan diadakan perayaan besar-besaran; (2) berhubungan (dng); berkaitan (dng): pengunduran dirinya sbg anggota organisasi itu diduga ~ dng peristiwa semalam; (3) setuju; sesuai; cocok: kedua orang muda itu sudah ~
berkerudung ber.ke.ru.dung [v] memakai kerudung: seorang perempuan tua yg ~ mengacungkan (menadahkan) tangannya minta sedekah
berkilah ber.ki.lah [v] berusaha memutarbalikkan kebenaran (dng menyangkal dsb); mencari-cari alasan: di depan orang yg searif dan sebijaksana itu ia tidak dapat ~ lagi
berkisaran ber.ki.sar.an [v] berputar (terus-menerus); beputaran: matanya ~ dng liar, spt mata orang mabuk
berkocak tanda tak penuh ber.ko.cak tanda tak penuh [pb] orang yg banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya
berkubu ber.ku.bu [v] (1) memakai kubu; diperkuat dng kubu; bertahan dl kubu: tentara Islam ~ di bandar Medinah untuk menghindari serangan orang musyrik; (2) menangkap dng kubu
berkubur ber.ku.bur [v] (1) dimakamkan (tt mayat); mempunyai kubur: pd masa peperangan banyak orang mati tidak ~; (2) (sudah) mati: orang yg sudah ~ jangan dibicarakan lagi
berkung ber.kung [n] sampan kecil yg hanya dapat memuat beberapa orang
berladang ber.la.dang [v] mempunyai (mengusahakan) ladang: di sini tidak banyak orang ~
berlagak ber.la.gak [v] (1) menyombongkan diri: baru jadi anggota Hansip, ia sudah ~ , apalagi jadi tentara; (2) berlaku spt (pemberani, orang pandai, dsb); berpura-pura: ketika ditanya polisi, ia ~ tidak tahu-menahu
berlain-lainan ber.la.in-la.in.an [v] tidak sama; bermacam-macam: pendapat orang ~
berlaku ber.la.ku [v] (1) masih berjalan (sedang dikerjakan dsb); berlangsung; terjadi: jam malam ~ dr pukul 18.00 sampai pukul 06.00 WIB; penahanan para sandera masih ~; peraturan itu sudah dinyatakan tidak ~ lagi; (2) berbuat; bertindak: ia suka ~ kasar thd istrinya; (3) bertindak menjadi; menjalankan tugas menjadi: dl pemilihan umum, presiden pun ~ sbg warga negara biasa; (4) boleh dipakai (tt surat, uang, dsb); sah: surat keterangan Saudara tidak ~ lagi krn sudah habis masa ~ nya; (5) dikenakan untuk atau pd: aturan ini ~ bagi sekalian warga negara Indonesia; peraturan lalu lintas itu ~ bagi semua pemakai jalan
berlambak ber.lam.bak [v] (1) berlonggok-longgok; bertimbun-timbun (tidak teratur); (2) banyak sekali; berlimpah: pd bulan Desember biasanya buah ~ di Jawa Barat
berlantai ber.lan.tai [v] mempunyai lantai: di sebuah rumah yg berukuran sangat minim, berdinding bilik, dan ~ tanah, hidup seorang nenek yg sudah uzur dan tua renta
berlapak judi ber.la.pak judi [Jk] tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi)
berlayar atas angin ber.la.yar atas angin [pb] mendapat bantuan atau sokongan orang lain
berlayar bernakhoda ber.la.yar bernakhoda, berjalan dng yg tua [pb] setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yg ahli atau yg berpengalaman
berlepas diri ber.le.pas diri tidak turut campur dl perkara orang lain; (2) menghindarkan tanggung jawab atas sesuatu yg telah diperbuat
berlepas taksir ber.le.pas taksir membersihkan diri dr kesalahan orang
berlidah panjang ber.li.dah panjang suka menyampaikan rahasia (perkataan) orang kpd orang lain
berlima ber.li.ma [num] bersama-sama lima (tt orang dsb): rumah itu mereka diami ~
bermenantu ber.me.nan.tu [v] mempunyai menantu: ia -- seorang warga asing
bermesum ber.me.sum [v] berbuat mesum: dia menuduh orang lain yg telah membajak saluran teleponnya untuk keperluan --
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bermi ber.mi [n] tumbuhan menjalar yg hidup di air, daunnya biasa dipakai sbg obat perut kembung dng jalan mengunyahnya sbg lalap; Herpestis monnieria
bermobil ber.mo.bil [v] (1) mempunyai mobil: sbg orang kaya dia -- banyak; (2) naik (mengendarai) mobil: tiap hari saya -- ke kantor
bermuatan ber.mu.at.an [v] berisi; dibebani dng; mengangkut: truk -- sayur-sayuran; bus itu -- tiga puluh empat orang
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bernafsi-nafsi ber.naf.si-naf.si [v] (menurut kepentingan) orang-seorang, sendiri-sendiri; secara perseorangan; mementingkan diri sendiri: mereka ~ mengemukakan keberatan masing-masing; di kota besar orang mulai hidup ~ tidak merasa perlu memikirkan orang lain
bernama ber.na.ma [v] (1) memakai nama; mempunyai nama: sbg orang yg ~ , aku tidak suka kaupanggil tanpa nama atau tanpa sapaan; (2) ark mendapat nama; masyhur; terkenal: ia menyuruh memanggil tabib yg ~ itu
bernapas ke luar badan ber.na.pas ke luar badan [pb] lebih percaya pd pendapat orang lain dp percaya pd pendapat sendiri
bernga ber.nga [n] ulat kecil-kecil putih (bakal lalat dsb) yg biasa terdapat pd bangkai yg telah membusuk
berniaga di ujung lidah [pb] orang pandai yg tidak jujur
bernyali ber.nya.li [v ki] mempunyai keberanian; berani: orang yg tidak ~ tidak dapat diajar berburu
beron be.ron , mem.be.ron v menikahi seorang gadis yg masih sangat muda
berorientasi ber.o.ri.en.ta.si [v] (1) melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu); (2) mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg -- ke Barat
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpamitan ber.pa.mit.an [v] minta pamit; minta diri: sebelum berangkat sekolah, dia selalu ~ kpd orang tuanya
berpamor ber.pa.mor [v] (1) memakai pamor: ia sangat menyayangi keris yg ~ itu; (2) bersemarak; beperbawa; mulia: sejak kejadian itu ia bukan orang ~ lagi di depan anak buahnya
berpandai-pandai ber.pan.dai-pan.dai [v] berbuat sesuatu untuk orang lain tanpa bertanya dulu kpd yg berkepentingan
berpangkat ber.pang.kat [v] (1) mempunyai pangkat: ia ~ kolonel; (2) berkedudukan tinggi: gadis itu mendapatkan suami orang ~
berpaspor ber.pas.por [v] memiliki (mempunyai) paspor: lima orang wisatawan asing ditangkap krn ~ palsu
berpelajaran ber.pel.a.jar.an [v] mendapat pendidikan di sekolah: istrinya seorang yg ~
berpelayaran ber.pe.la.yar.an [adv] telah biasa dan banyak pengalaman dl mengarungi lautan
berpenampilan ber.pe.nam.pil.an [v] mempunyai penampilan; gaya penampilan; tampil dng ...: hilangnya masa kanak-kanak dapat membuat seorang anak ~ spt orang dewasa
berpengalaman ber.peng.a.lam.an [v] mempunyai pengalaman; telah banyak pengalaman: ia seorang pemain sepak bola yg ~
berpengaruh ber.pe.nga.ruh [v] (1) ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; (2) berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu
berpesan ber.pe.san [v] (1) memberi pesan (kpd); menyuruh (meminta) supaya perkataan dsb dilakukan atau disampaikan kpd orang lain: sebelum berangkat ia ~ kpd istrinya supaya merawat anaknya baik-baik; ia sudah ~ kpd saya kalau ada orang datang agar menunggu sebentar; (2) memberi nasihat (wasiat ketika akan meninggal dunia): orang tua itu ~ kpd anak cucunya agar dia dikuburkan di dekat rumahnya
berpetaruh ber.pe.ta.ruh [v] (1) memberi wasiat (amanat); memberi nasihat; berpesan: neneknya ~ kpd cucu-cucunya agar mereka rukun dan saling membantu demi keutuhan dan kejayaan keluarga; (2) Mk menitipkan sesuatu kpd orang lain: Ibu ~ uang untuk adik pd tetangga
berpilih-pilih ber.pi.lih-pi.lih [v] memilih dng amat teliti (tidak sembarangan): dia ~ gadis untuk dijadikan istrinya; (2) a jarang dan susah didapat; sedikit saja (yg); tidak sembarang (orang dsb): pd waktu itu ~ orang yg mempunyai mobil; ~ orang yg bersedia menjadi pemimpin perkumpulan itu
berpilin ber.pi.lin [v] dl keadaan dipilin (dibelit): bungkusan itu diikatnya dng tali ~; tambang itu ~ tiga; orang gentar melihat misainya yg tebal ~ itu; (2) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpondong ber.pon.dong [v] memakai pondong; memakai pelindung dr panas matahari atau hujan dng pondong (untuk tanaman yg baru tumbuh): pohon-pohon jeruk yg masih ~ pun habis dicuri orang
berpraktik ber.prak.tik [v] melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): mereka ~ selama dua minggu; ia ~ sbg seorang astrolog
berpropaganda ber.pro.pa.gan.da [v] mengadakan propaganda: dipilihnya beberapa orang yg pandai ~
berpuak-puak ber.pu.ak-pu.ak [v] bergerombol; berkelompok(-kelompok): kelakuan orang ramai itu berasal dr zaman purba pd waktu manusia masih hidup ~
berpuluh-puluh ber.pu.luh-pu.luh [num] beberapa puluh: dia melihat ~ orang hukuman yg akan dikirim ke Nusakambangan
berpunya ber.pu.nya [v] (1) ada yg empunya: harta tidak ~; (2) sudah bersuami (beristri); sudah bertunangan: rupanya dia sudah ~; (3) berada; kaya: anak orang ~
berpuru ber.pu.ru [v] menderita sakit puru: orang yg ~ selalu hendak menggaruk
berputra ber.put.ra [v] (1) mempunyai putra (anak); beranak; (2) melahirkan anak; bersalin: saat bulan purnama raya, permaisuri pun ~ lah seorang anak perempuan yg elok parasnya
berputrakan ber.put.ra.kan [v] mempunyai putra: baginda ~ seorang laki-laki yg elok parasnya
bersaf-saf ber.saf-saf [a] berderet-deret: orang yg melakukan salat di masjid itu --
bersagar ber.sa.gar [v] (1) menggunakan sagar: kakeknya masih -- untuk menulis surat; (2) ada sagarnya; ijuk tidak -, pb keluarga yg tidak mempunyai laki-laki yg disegani orang
bersahabat ber.sa.ha.bat [v] (1) berkawan; berteman: jangan -- dng orang jahat; (2) menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat --
bersahaja ber.sa.ha.ja [a] sederhana; tidak berlebih-lebihan: orang desa itu hidupnya -
bersahutan ber.sa.hut.an [v] (1) berbalasan; bersambutan; saling menjawab: untuk memeriahkan pesta itu, mereka berpantun -; (2) susul-menyusul: suara orang azan terdengar -
bersaingan ber.sa.ing.an [v] (1) saling berlawanan; saling bertentangan: kedua orang itu tidak ada yg mau mengalah, mereka terus -; (2) berlomba; dahulu-mendahului: mereka -- dl mengejar cita-cita
bersaksi ber.sak.si [v ] (1) ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: surat perjanjian itu seharusnya dibuat di atas kertas bermeterai dan -- sekurang-kurangnya dua orang; (2) menyatakan (mengakui) dng sesungguhnya
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersalahan ber.sa.lah.an [v] (1) berbeda; berlainan: raut wajah gadis itu -- dng raut wajah ibunya; (2) berselisih: ia -- pendapat dng atasannya tt cara menyusun laporan keuangan; (3) bertentangan; tidak sesuai dng: sepak terjangnya -- dng kepercayaan dan keyakinan yg dianutnya; (4) berbantah; bercekcok: dl banyak hal kedua orang itu sering -; (5) ki kurang sehat (badan); menyalah: badannya agak -- sehari ini
bersandar di lemang hangat [pb] berlindung kpd orang yg jahat (zalim dsb)
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
bersangka ber.sang.ka [v] (1) menduga; mengira: tidak seorang pun yg -- akan terjadi musibah; (2) menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian: jika ada yg -- akan kebenaran pendapat itu, boleh mengajukan bantahannya
bersangkal ber.sang.kal [v] (1) tidak mau menurut (mengerjakan dsb): ia -- akan nasihat orang tuanya; (2) ingkar; tidak mengaku: mula-mula ia -, tetapi akhirnya mengaku juga
bersangkutan ber.sang.kut.an [v] (1) berhubungan; bertalian: persoalan yg tidak -- dng usaha kita perlu dibicarakan dl rapat ini; (2) terlibat (dl suatu perkara, persoalan, dsb): beberapa orang yg -- dl perkara itu sudah ditahan polisi; (3) berkepentingan: mereka yg -- dapat berhubungan langsung dng kepala kantor
bersantap rohani ber.san.tap rohani sesuatu (spt bacaan) yg berguna untuk memperkaya batin seseorang; rezeki batin: kuliah subuh yg disiarkan setiap pagi itu merupakan -- rohani yg baik untuk muda-mudi kita
bersaudara ber.sau.da.ra [v] (1) mempunyai saudara: ia tidak -- lagi; (2) adik beradik; beradik berkakak: dua orang -- itu hidup rukun
bersedu-sedu ber.se.du-se.du [v] mengeluarkan suara, spt pd orang yg lama menangis; keluar suara yg terputus-putus atau timbul tenggelam (krn lama menangis, dsb); isak
berselisih ber.se.li.sih [v] berbeda; ada selisihnya: jumlahnya -- Rp5.000,00; (2) adv berlainan pendapat dsb; bertikai; berbantah; bersengketa: mereka selalu hidup rukun, tidak pernah -; -- jalan berpapasan bertemu di jalan, tetapi masing-masing menempuh jalannya sendiri: jembatan bambu yg sempit itu hanya dapat dilalui oleh dua orang -- jalan
berselubung ber.se.lu.bung [v] memakai selubung (spt berkerudung, berselimut, bertutup kepala, dsb): dia melihat seorang -- kain putih
bersembilan ber.sem.bi.lan [v] menjadi kelompok yg terdiri atas sembilan orang
bersenang-senang ber.se.nang-se.nang [v] berbuat sesuatu dng senang hati atau untuk menyenangkan hati; bersantai; bersuka-suka: disuruhnya orang bekerja mati-matian, tetapi ia sendiri -- saja
bersendiri ber.sen.di.ri [v] terpisah dr yg lain; tidak berteman; menyendiri: ia -- mendatangi orang yg mengancamnya kemarin
bersengat ber.se.ngat [v] (1) mempunyai sengat; ada sengatnya; (2) ki disegani (ditakuti) orang
bersenjatakan ber.sen.ja.ta.kan [v] memakai senjata tertentu; menggunakan sbg senjata: mereka dikejar oleh beratus-ratus orang kampung yg -- tombak dan keris
bersep (kpd) ber.sep (kpd) [v] mempunyai kepala; mengabdi kpd: lebih baik saya keluar dp -- seorang pemarah
berserah kabil berserah ka.bil [pb] sudah memercayakan sesuatu kpd orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)
berserikat ber.se.ri.kat [v] (1) bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan agar orang-orang yg bermodal mau -- untuk mendirikan perusahaan penggilingan padi; (2) bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum buruh sudah insaf akan perlunya -; (3) bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang Dunia Kedua banyak negara yg -- untuk membasmi fasisme
berseru ber.se.ru [v] (1) memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: terdengar suara orang -, seolah-olah memanggil kita; (2) berkata atau bersuara nyaring: burung itu mengangguk-angguk sambil -, trilili, lili, lili; (3) mengajak atau menganjurkan: akhirnya, pembicara -- kpd hadirin supaya mem-bantu usahanya
bersetelan ber.se.tel.an [v] memakai setelan: seorang pemuda -- dan berdasai berjalan dng angkuhnya
bersih kuku sediaan untuk menghilangkan cat kuku, biasanya berbentuk calir
bersikap masa bodoh [pb] tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain
bersimpati ber.sim.pa.ti [v] (1) menaruh kasih (kpd); suka (akan): dl pemilihan umum itu, banyak juga rakyat yg -- kpd golongannya; (2) ikut serta merasakan perasaan orang lain: banyak orang yg -- atas kemenangan tim itu
bersiut ber.si.ut [v] (1) bersiul nyaring; bersuit; berbunyi spt peluit nyaring; (2) berbunyi spt orang kepedasan; (3) berbunyi "siut": sesaat kemudian -lah cemeti yg ujungnya dibubuhi paku-paku timah mendera dagingnya
bersombong ber.som.bong [v] meninggikan (memegahkan) diri; berkata (berbuat dsb) dng congkak: jadi orang jangan suka -, nanti tidak punya teman
bersongsong ber.song.song [v] berjalan (bergerak maju) menghadapi ...; bertemu (berlawanan arah); berpapasan (dng): ia dapat melihat seorang berkuda yg rupa-rupanya -- dng dia
bersuami ber.su.a.mi [v] (1) sudah kawin (tt wanita); mempunyai suami; (2) kawin dng (tt wanita): alangkah senangnya -(kan) seorang budiman spt beliau itu
bersungut-sungut ber.su.ngut-su.ngut [v] mencomel; menggerutu: setelah terjadi tawar-menawar harga, orang itu membayarnya juga meski-pun dng --
bersunyi-sunyi ber.su.nyi-su.nyi [v] mengasingkan diri ke tempat yg sunyi; menyendiri: rupanya ia seorang yg suka -
bersutan-sutan ber.su.tan-su.tan [v] (suka) menyombongkan kebangsawanannya; congkak krn kebangsawanannya: orang yg suka -- tidak akan banyak kawannya
bertadah amin ber.ta.dah amin memadukan kedua belah tangan selaku orang yg mengucapkan amin
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bertadarus ber.ta.da.rus [v] melakukan tadarus: hampir di setiap masjid terdengar orang ~
bertahunan ber.ta.hun.an [num] sifat tumbuhan yg hidupnya lebih dr dua tahun (bahkan sampai ratusan tahun), biasanya berbunga setiap tahun
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertakziah ber.tak.zi.ah [v] (1) menghibur orang yg mendapat musibah; (2) menyatakan turut berdukacita; melayat (orang mati): banyak kaum kerabat almarhum yg datang ~ dan mengantarkannya ke kubur
bertanding ber.tan.ding [v] (1) berlawanan (dl berlomba, beradu tenaga, dsb): regu voli A ~ dng regu B di babak final; (2) seorang lawan seorang: mereka tidak berani ~ , beraninya main keroyokan; (3) ada bandingnya (imbangannya, lawannya): kecantikannya tiada ~ di seluruh negeri; (4) melawan; menyaingi; menyamai: pemain muda berbakat itu sekarang sudah sanggup ~ dng pemain kawakan yg sudah punya nama
bertanduk ber.tan.duk [v] (1) memakai tanduk; ada tanduknya; (2) mempunyai kekuasaan (wewenang): mau tidak mau kita harus patuh kpd orang yg ~; hewan ~ , hewan yg memiliki tanduk (sapi, kerbau, domba, kambing)
bertanya-tanya 1 ber.ta.nya-ta.nya 1 [v] bertanya ke mana-mana; berkali-kali bertanya (meminta keterangan dsb): ia masuk ke kampung, lalu ~ barangkali ada orang yg tahu; (2) a dl kebimbangan atau heran (seakan-akan bertanya di hati): ia pun tertegun ~ dl hati, apakah sebabnya hal itu terjadi
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
berteman ber.te.man [v] (1) berkawan; bersahabat; (2) tidak seorang diri; ada temannya; (3) beriring (dng): setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran
bertemu muka dng tedung [pb] bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertemu ruas dng buku ber.te.mu ruas dng buku [pb] sudah jodohnya (seorang laki-laki dng perempuan)
bertemu teras dng beliung [pb] dua orang bertengkar yg sifatnya sama-sama keras
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
bertenggang-tenggangan ber.teng.gang-teng.gang.an [v] hormat-menghormati; harga-menghargai (perasaan atau kepentingan orang lain): dl hidup bertetangga kita harus pandai ~ agar terhindar dr pertengkaran
bertenung ber.te.nung [v] (1) membaca tenung; meramalkan: minta pertolongan kpd orang yg pandai ~; (2) minta supaya dilihat untung malangnya dsb kpd: ia suka ~ kpd dukun
berteriak ber.te.ri.ak [v] berseru (berkata, memanggil, dsb) dng suara keras; memekik: terdengar suara orang ~ minta tolong; makin keras ia ~ , makin banyak orang mengerumuninya
bertertib ber.ter.tib [v] (1) teratur; (2) bersikap sopan: ia seorang anak yg tidak ~
bertiga ber.ti.ga [num] berbilangan tiga; berjumlah tiga sekawan atau sekelompok orang dsb: kita ~ menghadap kepala sekolah
bertitah lalu sembah berlaku ber.ti.tah lalu sembah berlaku [pb] jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga
bertiup ber.ti.up [v] (1) bergerak mengalir dng cepat (tt angin, udara); berembus: angin ~ dr sebelah barat; (2) ki merebak (tt kabar angin dsb); tersiar: dng segera berita yg ~ kencang itu disampaikannya kpd ketuanya; (3) Mk berkerumun (untuk melihat dsb): ~ orang melihat mobil itu
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
bertuankan ber.tu.an.kan [v] (1) menghamba (mengabdi) kpd; menganggap sbg tuan kpd: hamba tak mau ~ anak raja yg lalim itu; (2) menyebut (memanggil) tuan (kpd): tiada aku sudi ~ orang yg lalim itu
bertuhan ber.tu.han [v] (1) percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; (2)memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar adat ber.tu.kar adat berganti adat; (2) ki berubah adatnya (tidak sbg biasanya)
bertukar sepah [ki] tanda percintaan yg mendalam antara dua orang kekasih
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertunda-tunda ber.tun.da-tun.da [kl v] berduyun-duyun; banyak sekali: ~ orang datang ke jalan besar itu
berturun ber.tu.run [v] memberikan uang sbg iuran, derma, sokongan, dsb: kita ~ lima ratus rupiah seorang
beruas be.ru.as [n] pohon manggis hutan, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas; Garcinia hombroniana
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berulang-alik ber.u.lang-a.lik [v] bepergian dan kembali pulang; pergi (ke suatu tempat) dan kembali pd hari yg sama: ia biasa ~ Jakarta-Bandung
berumah be.ru.mah [v] (1) mempunyai rumah: ia seorang yg sukses, usianya masih muda, tetapi sudah berkedudukan tinggi dan ~ besar; (2) diam (di); tinggal (di): ia ~ di desa yg jauh dr kota
beruri be.ru.ri [n] periode atau jangka waktu ketika orang tidak boleh bekerja (untuk mengusir penyakit dl adat Dayak)
berusaha ber.u.sa.ha [v] (1) melakukan suatu usaha; bekerja giat (untuk mencapai sesuatu); berikhtiar; berdaya upaya: ia ~ menyembunyikan tangisnya; mereka ~ mencapai hasil yg memuaskan; (2) melakukan kegiatan di bidang perdagangan (perusahaan dsb): keadaan keuangan yg mantap akan menguntungkan orang-orang yg mulai ~
berusia ber.u.sia [v] mempunyai usia; berumur: seorang anak muda ~ kira-kira l7 tahun; ~ tinggi (lanjut); sudah tua
berusuh be.ru.suh [a] bersusah hati; berduka cita; gelisah: banyak orang yg ~ hati krn kematian ulama itu
berwajah ber.wa.jah [n] mempunyai wajah: betul-betul aku ini salah seorang di antara kalian yg ~ paling buruk
berwibawa ber.wi.ba.wa [v] mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi): seorang pemimpin haruslah ~
berwudu ber.wu.du [v] mengambil air wudu: masih ada orang yg ~ dng tidak mengikuti sunah Rasul
besan be.san [n] (1) orang tua dr menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); (2) hubungan keluarga antara dua orang tua yg terjadi krn anak mereka kawin
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besar berudu di kubangan [pb] tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing
besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya) [pb] orang yg besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
besi cor besi yg telah dilelehkan, lalu dituangkan ke dl suatu acuan, biasanya digunakan untuk membuat kerangka mesin; besi tuang
besuk be.suk [v cak] melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit yg dirawat
beta be.ta [pron] saya (digunakan orang-orang besar pd zaman dahulu dl cerita klasik Melayu, penyair dl karya sastra masa kemudian, atau masyarakat di Maluku [n] nama huruf ke-2 abjad Yunani
betapa be.ta.pa [ark pron] kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dsb; bagaimana: -- bicaramu?; (2) p kata seru penanda rasa heran, kagum, sedih, dsb; alangkah; sungguh: -- sedihnya orang yg kematian ibu; (3) p meskipun: -- dicarinya, tidak kunjung bertemu juga; (4) ark p sebagaimana; seperti: diperlakukan -- adat orang dahulu kala
beti be.ti [n] bukti yg nyata mengenai kesalahan seseorang; tanda bukti: tidak dapat memastikan seseorang bersalah sebelum -- nya ada
betik keluar didengar (diketahui) oleh orang luar; bocor atau tersiar (tt rahasia)
betina be.ti.na [n] (1) perempuan (biasanya dipakai untuk binatang atau benda): ayam --; kasau --; kotot --; (2) cak pasangan (bagi binatang jantan): kijang jantan itu seakan-akan menangisi -- nya yg tertembak;
betul-betul be.tul-be.tul [a] sungguh benar; sungguh-sungguh: orang itu -- pelit; saya -- letih pd hari ini
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
biah bi.ah [ark n] (rumah) tempat sembahyang (orang Yahudi); gereja
biak akar [Bio ] biakan yg berasal dr bagian akar tumbuhan, biasanya dilakukan di dl tabung reaksi
biang keladi umbi keladi yg pokok; (2) ki orang yg menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan dsb; orang yg menjadi penyebab (dalang) terjadinya suatu perbuatan jahat dsb
biang kerok [ki] orang yg menjadi penyebab terjadinya suatu kericuhan (keributan)
biar bi.ar [p] (1) cak agar; supaya: biasakan mandi pagi -- sehat; (2) kata penghubung untuk menyatakan hal-hal yg tidak bersyarat; meskipun; biarpun: -- hidup melarat, tetapi tenang; -- lambat asal selamat
biara bi.a.ra [n] (1) rumah (asrama) tempat para petapa (rubiah dsb); (2) Kris bangunan tempat tinggal orang-orang laki-laki atau perempuan yg mengkhususkan diri thd pelaksanaan ajaran agama di bawah pimpinan seorang ketua menurut aturan tarikatnya
biarawan bi.a.ra.wan [n] orang laki-laki yg hidup di dl biara
biarawati bi.a.ra.wa.ti [n] orang perempuan yg hidup di dl biara
biaya penaksiran biaya untuk memperkirakan tingginya biaya memproduksi suatu produk, biasanya untuk keperluan penentuan harga
biaya semasa [Man] jumlah pengeluaran yg tidak langsung dibebankan pd produk, tetapi biasanya dihitung berdasarkan suatu periode yg mencakupi biaya umum, biaya penjualan, dan biaya administrasi
bibinda bi.bin.da [n] bibi (lebih hormat, biasa dipakai dl surat-menyurat)
bibit bi.bit [n] (1) semaian (padi dsb yg akan ditanam): -- padi itu akan dipindahkan sesudah berumur empat puluh hari; (2) benih (dl arti sesuatu yg akan dikembangkan, diternakkan, dsb): kita memerlukan sapi yg baik untuk --; (3) anak (orang) yg akan dididik lebih lanjut; kader: murid-murid SMU dididik sbg -- untuk perguruan tinggi; (4) ki yg akan menyebabkan timbulnya (terjadinya) penyakit atau pertikaian dsb: -- penyakit cacar; perkara yg sekecil itu dapat menjadi -- pertengkaran yg hebat [v] , mem.bi.bit v menjinjing dng jari
bibit buwit [Sd] (1) orang yg dianggap sbg leluhur masyarakat suatu desa; (2) asli (tt penduduk suatu tempat)
bibit unggul bibit yg memiliki sifat tahan thd serangan hama (penyakit), cepat berbuah, banyak hasilnya, dan dapat digunakan secara meluas (biasanya diambil dr buah atau bagian tanaman yg subur dan matang yg siap untuk ditanam lagi dan dr ternak diambil pejantan yg baik)
bibliografi kini daftar buku yg disusun bersamaan dng waktu buku itu diterbitkan, biasanya terbit secara berkala
bicara bi.ca.ra [n] akal budi; pikiran: dl menghadapi segala hal selalu dipergunakan budi -- nya; (2) n cak perundingan: rasanya tidak perlu diadakan -- lagi; (3) v beperkara; berurusan: orang yg membawa barang larangan itu akan dibawanya -- kpd hakim; (4) n kl pertimbangan pikiran; pendapat: spt -- Tuan, hamba pun demikian; pd -- patik; (5) v cak berbahasa; berkata: sedikit -- banyak bekerja; (6) a sedang dipakai untuk bercakap (dl telepon): sudah tiga kali saya menelepon, tetapi selalu dijawab " -- "; (7) Jk a cak tanggung, tentu (pasti): kata penjual durian itu, " -- " tebal dan manis
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
bidan bi.dan [n] wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya
bidan tarik bidan yg baru dipanggil waktu seorang ibu akan melahirkan (tanpa ada pemberitahuan atau perjanjian se- belumnya)
bidan tempuh bidan yg menolong suatu persalinan (orang melahirkan) berdasarkan persetujuan (perjanjian) sebelumnya
bidang penyangga sebidang tanah yg ditanami rumput atau tanaman lain yg tahan erosi (biasanya mengikuti kontur daerah pertanian, bertujuan mengurangi aliran permukaan dan erosi)
biduk lalu [pb] orang yg berkelahi atau bertengkar yg akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tt orang ramai berkumpul)
biduk lalu kiambang bertaut biduk lalu kiambang ber.ta.ut [pb] spt dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali
bigamis bi.ga.mis [n] orang yg bigami; orang yg beristri (bersuami) dua; (2) a dl keadaan beristri (bersuami) dua
bijaksanawan bi.jak.sa.na.wan [n] orang yg bijaksana
bilal bi.lal [n Isl] orang yg bertugas menyerukan azan; muazin; modin: suara azan -- telah terdengar
bilang-bilang bi.lang-bi.lang [n] tumbuhan menjalar yg berdaun kecil-kecil, biasanya berwarna merah (kerokot); gelang
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
bilingual bi.li.ngu.al [a] (1) mampu atau biasa memakai dua bahasa dng baik; (2) bersangkutan dng atau mengandung dua bahasa
bilis bi.lis [a] sakit dan merah warnanya (tt mata) [n] ikan kecil yg biasa dijadikan ikan peda; teri; Archoviella indica
bimbang bim.bang [a] (1) (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu; (2) (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang [n] upacara atau pesta adat [v] berganti-ganti; bergantian
bimbit bim.bit , mem.bim.bit v (1) membawa dng ujung jari; menjinjing: -- tas; (2) memimpin dng memegang tangan orang yg dipimpin; menuntun: ia berkata sambil -- anaknya
bin [Ar] (1) n kata untuk menyatakan anak laki-laki dr seseorang: Amat -- Soleh, Amat anak dr Soleh; (2) p cak kata untuk menguatkan atau mengungkapkan dng perkataan lain: aneh -- ajaib
binal bi.nal [a] (1) bengal; tidak menurut: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi --; (2) selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar: kuda yg -- itu terlepas kembali
binaragawan bi.na.ra.ga.wan [n] orang yg melakukan olahraga binaraga: enam -- daerah akan mengikuti seleksi nasional
binatang buas binatang liar dan biasanya memusuhi manusia (biasanya ganas, spt harimau, serigala)
binatang piaraan binatang yg biasa dipiara untuk kesenangan (spt anjing, kucing, dan burung)
binatang ternak binatang yg (biasa) diternakkan untuk diambil manfaatnya (spt lembu dan kambing)
binder bin.der [n] (1) alat untuk menjilid buku, majalah, dsb; (2) orang yg (pekerjaannya dsb) menjilid buku, majalah, dsb
binen bi.nen [a cak] telah berhasil (memperoleh kedudukan, kekayaan, dsb); mapan: di sinilah tempat tinggal orang-orang yg sudah --
bingung tak dapat diajar [pb] berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)
bini-binian bi.ni-bi.ni.an [n cak] (1) bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan -nya saja; (2) suka atau kerap- kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang -- spt dia
bintan bin.tan [n] pohon kayu yg biasanya tumbuh di sepanjang tepi sungai, akarnya sering dicampur dng pinang untuk obat cuci perut; Cerbera mangkas
bintang bin.tang [n] (1) benda langit terdiri atas gas menyala spt matahari, terutama tampak pd malam hari: pd malam itu tampak -- bertaburan di langit; (2) planet atau gugusan planet yg menjadi pegangan dl astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; (3) nasib; peruntungan; untung malang: -- nya mulai terang nasibnya mulai baik (mudah mencari rezeki); -- nya gelap buruk nasibnya (sial, tidak beruntung); (4) tanda jasa yg berupa medali emas (perak dsb): krn jasanya beliau dianugerahi -- emas; (5) tanda pangkat perwira militer berbentuk spt bintang, berwarna keemasan; (6) tanda yg menyerupai bintang, spt tanda (*); (7) pemain yg terkemuka (dl film, sandiwara); (8) orang yg terbaik (terpandai dl suatu lingkungan)
bintang barat planet Venus yg biasa kelihatan besar dan terang di sebelah barat pd petang hari
bintang di langit boleh dibilang [pb] cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu
bintang kejora planet Venus yg biasa kelihatan besar dan terang di sebelah timur pd dini hari; bintang timur
bintang timur planet Venus yg biasa kelihatan besar dan terang di sebelah timur pd dini hari; (2) dikatakan tt mata yg bagus (besar dan bercahaya)
binturung bin.tu.rung [n] binatang menyusui sejenis musang, bentuk badan dan bulunya menyerupai beruang, berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan kasar, ekornya panjang, biasa keluar malam untuk mencari makan, makanannya buah-buahan, pucuk daun, tetapi juga daging dan telur; Archictis binturong
biografi bi.o.gra.fi [n] riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain
biometri bi.o.met.ri [n Bio] (1) pengukuran yg dilakukan pd proses biologis; (2) pengukuran matematis yg biasa dipergunakan dl pemeriksaan biologis
bipatride bi.pat.ri.de [n] orang yg mempunyai kewarganegaraan rangkap sbg akibat perbedaan stelsel; asas kewarganegaraan yg dianut oleh negara yg berbeda
biras bi.ras [n] pertalian persaudaraan antara dua orang krn kawin dng dua orang yg bersaudara
birokrat bi.ro.krat [n] (1) pegawai yg bertindak secara birokratis; (2) seorang yang menjadi bagian dari birokrasi
bisa bi.sa [v] mampu (kuasa melakukan sesuatu); dapat: ia -- membaca, tetapi tidak -- menulis [n] (1) zat racun yg dapat menyebabkan luka, busuk, atau mati bagi sesuatu yg hidup (biasanya terdapat pd binatang); (2) ki sesuatu yg buruk, yg dapat merusakkan akhlak manusia atau masyarakat: ajaranmu itu akan menjadi -- bagi kami
bis [n] (1) kotak kecil (di tepi jalan, di depan kantor pos), milik kantor pos, tempat memasukkan surat yg akan dikirimkan melalui jasa kantor pos; kotak kecil di depan rumah (kantor), tempat meletakkan surat yg terkirim melalui jasa kantor pos; kotak surat: memasukkan surat ke dl --; (2) Olr tempat hinggap (dl permainan spt sofbol dan bisbol) pemukul atau pelari yg diletakkan di tiap sudut lapangan, biasanya terbuat dr kain terpal berbentuk segi empat spt bantal tipis [Lihat {bus}] [adv cak] (1) dua kali lagi; sekali lagi; diulang atau ditambah lagi (dl nyanyian dsb): penonton berseru gemuruh, " -- ! -- !"; (2) tambahan atau susulan pd pasal undang-undang: Pasal 161 -- (pasal yg ditambahkan pd Pasal 161) [n] (1) pipa dr besi atau semen, cor, plastik untuk got dsb; (2) pembuluh [n] kain (pita) untuk hiasan pd bagian tepi baju dsb; pelisir
bisa kawi kekuatan gaib (tulah dsb) yg menimpa orang krn melanggar adat dsb
bisbol bis.bol [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dng bulu halus kemerah-merahan, berbau spt mentega; Dyaspyros philipinses [n Olr] permainan olahraga dng menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yg masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain
biskuit bis.ku.it [n] kue kering yg dibuat dr adonan tepung (terigu dsb) dan telur dng atau tanpa diberi gula (biasanya dibuat di pabrik dan dijual dl bentuk kalengan)
bismillah bis.mil.lah dng nama Allah (biasa diucapkan jika akan mulai melakukan sesuatu)
bitisik bi.ti.sik [n] anak dr cicit; cucu dr cucu seseorang
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
blekok ble.kok [n] burung berkaki dan berparuh panjang, pemakan daging (ikan, katak, siput, dsb), biasa hidup di sawah atau rawa-rawa, berbulu putih dan cokelat; Ardeola speciosa
blokade blo.ka.de [n] pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal, dsb tidak dapat keluar masuk dng bebas
bloknot blok.not [n] buku yg berisi helaian kertas kosong untuk catatan dsb dan mudah dilepas (biasanya berukuran kecil)
bludrek blud.rek [n cak] (1) tekanan darah; (2) tekanan darah tinggi yg menyebabkan orang merasa pusing yg berat: krn makan daging kambing, kontan -- nya kambuh
blues [n Mus] jenis lagu ratapan orang Negro, Amerika yg berkembang mulai tahun 1911 sbg perintis musik jaz
blus tunik blus panjang yg biasa dipakai dng celana panjang
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bogi bo.gi [n] kereta kecil (biasanya beroda dua dan ditarik oleh seekor kuda)
bohemian bo.he.mi.an [n] orang yg hidup bebas spt kebanyakan seniman; orang yg hidup mengembara dan tidak teratur serta tidak memikirkan masa depannya: krn kecewa akhirnya pemuda itu bergabung pd kelompok --
bohong bo.hong [a] (1) tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya; dusta: kabar itu -- belaka; ia berkata --; (2) cak bukan yg sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan): uang --; lotre --
bokor bo.kor [n] pinggan besar yg cekung dan bertepi lebar (biasanya dibuat dr logam); tembokor
bolos bo.los, mem.bo.los [v] (1) tidak masuk bekerja (sekolah dsb): hari ini sebenarnya bukan hari libur, tetapi banyak murid yg -; (2) meloloskan diri; melarikan diri: dua orang tahanan dapat --
bomber bom.ber [n] (1) pesawat terbang pengebom; (2) ki orang yg gemuk kekar
bonceng bon.ceng [v] mem.bon.ceng v (1) ikut naik (kendaraan beroda dua): ia naik sepeda motor dan adiknya -- di belakang; (2) ikut naik tanpa membayar: masih banyak orang yg -- bus kota; (3) ikut serta (makan, bertamasya, membaca koran, dsb) dng tidak turut membayar atau mengeluarkan biaya; (4) ikut-ikutan (menepuk dada, menganggap diri berjasa, mendapat nama, kedudukan, dsb): ada pejabat yg -- hasil perjuangan Angkatan 66; (5) memanfaatkan kekuasaan (pengaruh kewibawaan dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
boneka bo.ne.ka [n] (1) tiruan anak untuk permainan; anak-anakan; (2) ki orang (negara dsb) yg hanya menjadi mainan orang (negara dsb) lain: negara Pasundan, Sumatra Timur, Indonesia Timur adalah negara -- buatan pemerintah kolonial Belanda pd masa itu
bong [n] pekuburan Cina [Jw n] orang yg pekerjaannya mengkhitankan (menyunat); dukun sunat
bongkong bong.kong [Mk a] belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu)
bongmeh bong.meh [Cn v] mem.bong.meh v (1) merasai debar jantung dng meraba pergelangan tangan; (2) mengajuk (hati atau pendapat orang)
bongsang kawat keranjang kecil dibuat dr kawat, biasanya untuk wadah telur mentah
bongsor bong.sor [a cak] besar (gemuk dan tinggi); besar dan tingginya luar biasa, terutama kalau dibandingkan dng usianya (tt manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan)
bopeng bo.peng /bopEng/ (1) a cacat yg berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pd kulit; burik; capuk: orang itu mukanya -- akibat penyakit cacar yg pernah dideritanya; (2) v ki berlubang-lubang: jalan baru itu sekarang sudah --
bor batu alat pengebor batu biasanya untuk membuat lubang pd tembok
boreh bo.reh [n cak] (1) barang (atau surat berharga) yg diserahkan oleh orang yg berutang sbg jaminan utangnya; agunan; jaminan: kalau hendak berutang harus ada -- nya; (2) orang yg menanggung utang orang lain (dl hal timbulnya kesulitan dl pembayaran utang dsb); penanggung; penjamin: saya sanggup menjadi -- kakakku
borjuasi bor.ju.a.si [n] (1) golongan masyarakat yg penghasilannya melebihi penghasilan rata-rata rakyat biasa; golongan menengah ke atas; (2) sistem sosial yg dikuasai oleh golongan menengah
borjuis bor.ju.is [n] kelas masyarakat dr golongan menengah ke atas (biasanya dipertentangkan dng rakyat jelata)
boros bo.ros [a] (1) berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang, dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya; (2) lepas, terurai (tt tali yg dikaitkan): tali gasingnya --; (3) banyak dl pemakaian tenaga, bensin, dsb (tt mesin dsb): mobilnya -- bensin
bos [n] bungkus besar yg berisi beberapa bungkus (tt rokok, korek api, dsb) [n] orang yg berkuasa mengawasi dan memberi perintah kpd para karyawan; pemimpin atau majikan (dl perusahaan)
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
botol bo.tol [n] wadah untuk benda cair, yg berleher sempit dan biasanya dibuat dr kaca atau plastik
brahmana brah.ma.na [n] (1) pendeta agama Hindu; (2) kasta tertinggi dl agama Hindu; (3) orang yg masuk golongan pendeta dl agama Hindu
brakiasi bra.ki.a.si [n] cara gerak orang utan dan jenis kera lainnya dng menggelantung pd cabang pohon dan mengayunkan tubuhnya ke depan dng bantuan lengan
bramacorah bra.ma.co.rah [n Huk] (1) orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (2) penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok
brankar bran.kar [n] usungan untuk mengangkat orang sakit (dng cara membaringkannya)
bren [n] senapan mesin ringan, dilayani oleh satu orang
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
brilian bri.li.an [a] pandai sekali; cemerlang; hebat (tt kemampuan otak, berpikir); mengagumkan: ia adalah seorang pelajar yg --
brokoli bro.ko.li [n] sayuran bunga spt kembang kol, berwarna hijau tua agak keputih-putihan (biasanya digunakan untuk masakan Eropa dan Cina); Brassica oleraceavar bortrytis
bronkodilator bron.ko.di.la.tor [n ] alat yg dapat memperlebar lubang saluran napas yg menyempit ketika seseorang mendapat serangan asma
bros [n] perhiasan terbuat dr emas, perak, dsb, bermata intan (berlian, mutiara, dsb) yg disematkan pd pakaian (biasanya di bagian dada)
brunai bru.nai [n] pohon perdu yg tingginya dapat mencapai 4-5 m, kayunya lurus dan keras, biasanya untuk tongkat; Antidesma neurocarpum
bu [n] (1) kata sapaan untuk orang tua perempuan; (2) kp ibu
bua tanah bu.a ta.nah [n] harga (biaya dsb) yg harus dibayar oleh orang asing yg mengerjakan tanah di wilayah tertentu yg bukan wilayah masyarakat hukum adatnya (di Sulawesi)
buah bu.ah [n] (1) bagian tumbuhan yg berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji): pohon mangga itu banyak -- nya; (2) kata penggolong bermacam-macam benda: dua -- kapal; se -- negeri; dua -- rencana; (3) pokok; bahan: -- percakapan; (4) hasil: -- jerih payahnya kini dapat dinikmati oleh keturunannya
buah bibir yg selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang
buah kacapuri buah kecil di dl buah yg biasa (msl jeruk bali atau jeruk pandan)
buah manis berulat di dalamnya [pb] perkataan yg manis-manis biasanya mengandung maksud yg kurang baik
buah mulut yg menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; (2) buah bibir
buah pembicaraan yg menjadi pokok pembicaran; (2) yg menjadi sebutan orang; (3) hasil pembicaraan
buah perut [Mk] orang-orang yg menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dr nenek perempuan)
buah tutur yg menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut
buang baka menyimpang dr sifat (asal) yg asli (turun-temurun); (2) menodai kebaikan nama leluhur (orang tua dsb)
buang hidup mengasingkan orang ke negeri lain sbg hukuman; menghukum buang
buang ludah meladeni orang bersoal jawab yg tidak ada gunanya
buang sepanjang adat mengeluarkan seseorang dr adat krn melawan adat
buang sipat melukai orang sehingga cacat (pd mata, kaki, dsb)
buang sirih mengeluarkan seseorang kelompok kekerabatan; menganggap seseorang bukan kerabat lagi
buang utang hukuman yg dijatuhkan kpd seseorang yg selalu berutang dan tidak pernah melunasinya, utang itu menjadi tanggung jawab keluarganya, tetapi orang itu dibuang dr keluarga
buangan bu.ang.an [n] (1) yg dibuang; hasil membuang; (2) orang yg dijatuhi hukuman buang: orang --
bubar bu.bar [v] (1) bercerai-berai ke mana-mana (tt orang ramai yg berkumpul); berserak-serak ke sana kemari: demonstran -- setelah petugas melepaskan tembakan; (2) selesai; usai (tt pasar, rapat, upacara, dsb): upacara -- pukul sepuluh siang; (3) selesai tugas; berhenti bertugas (tt panitia, dewan, kabinet, dsb): panitia perayaan -- setelah upacara selesai; (4) ditiadakan (tt perserikatan, kongsi, dsb): kalau suatu perkumpulan -- , harta bendanya dapat didermakan kpd badan sosial
bubul bu.bul [n] bisul pd tumit orang atau pd kuku kuda (ada beberapa jenis spt -- bubu, -- gantang, -- galai) [v] , mem.bu.bul v memperbaiki atau menambal jala, jaring, dsb: nelayan itu sedang asyik -- jaring dan -- pukat , mem.bu.bul v (1) naik; membubung; (2) keluar bersama-sama banyak-banyak: bagai anai-anai -- dr liangnya
bubus bu.bus , mem.bu.bus v beterbangan ke luar dng ramai; keluar beramai-ramai: bagai anai-anai -- [n] -- tumbang bentuk perkawinan antara orang-orang yg mempunyai hubungan kekerabatan yg relatif dekat
budak bu.dak [n ] (1) anak; kanak-kanak: -- bermain layang-layang; (2) hamba; jongos; orang gajian: aku bukan -- mu
budaya bu.da.ya [n] (1) pikiran; akal budi: hasil --; (2) adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --; (3) sesuatu mengenai kebudayaan yg sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yg --; (4) cak sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan yg sudah sukar diubah
budaya global budaya yg salah satu atau sejumlah unsurnya memiliki kemiripan atau serupa antara satu wilayah budaya (biasanya mengacu pd batas wilayah kedaulatan negara) dan wilayah budaya yg lain
budayawan bu.da.ya.wan [n] orang yg berkecimpung dl kebudayaan; ahli kebudayaan: ia seorang -- yg senantiasa mengikuti perkembangan zaman
Buddha Bud.dha [n] (1) agama yg diajarkan oleh Sidharta Gautama; (2) orang yg telah mencapai kesempurnaan Buddhisme; (3) penjelmaan Sidharta Gautama
Buddhisme Bud.dhis.me [n] ajaran yg dikembangkan oleh Sidharta Gautama yg antara lain mengajarkan bahwa kesengsaraan adalah bagian kehidupan yg tidak terpisahkan dan orang dapat membebaskan diri dr kesengsaraan dng menyucikan mental dan moral diri pribadi
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
budian bu.di.an [Jw n] orang desa yg mempunyai pekarangan, tetapi tidak mempunyai sawah
budiman bu.di.man [n] orang yg berbudi, pintar, dan bijaksana
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bujang andon anak angkat yg tidak diketahui asal-usulnya dan bekerja pd orang tua angkatnya
bujangga bu.jang.ga [n] (1) pendeta; petapa; orang cerdik pandai; (2) pengarang syair (sajak dsb); ahli sastra; pujangga
bujuk bu.juk [n] usaha untuk meyakinkan seseorang dng kata-kata manis dsb bahwa yg dikatakan benar; rayu: berbagai-bagai -- dikatakannya, tetapi tiada mengena [n] ikan aruan, Ophiocephalus
buk buk, me.nge.buk [v cak] memesan: tiap menjelang akhir tahun orang kaya dr Jakarta -- tiket ke Singapura
bukan budak makan pisang [pb] bukan orang yg dapat dipermainkan (ditipu)
bukan tanahnya menjadi padi [pb] bukan tampannya yg akan menjadi orang baik-baik
bukit jadi paya [pb] orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)
bukti diri surat keterangan yg membuktikan bahwa orang yg membawa surat tsb benar (sah); surat pengenal
bukti pembayaran surat keterangan yg menyatakan bahwa seseorang telah membayar sesuatu sesuai dng kesepakatan, dapat berupa kuitansi, resi, setruk, dsb
buku biru buku yg memuat nama-nama orang terkemuka; (2) buku yg memuat saran, pertimbangan, dan usulan tt suatu masalah: laporan berbentuk -- biru itu menyatakan bahwa roket pelambung harus diuji coba dl kedudukan horizontal; (3) buku laporan pemerintah
buku hitam buku yg berisi nama dan catatan tt orang-orang yg dianggap kurang baik
buku ilmiah populer buku ilmiah yg ditulis dng cara yg mudah untuk dipahami oleh orang awam
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
buku putih buku yg memuat pernyataan tertentu, yg biasanya bersifat rahasia, belum pernah diungkapkan sebelumnya, dan dianggap benar; (2) buku yg isinya mempertahankan pendirian, kebijakan, atau prestasi pemerintah atau badan resmi
buku silsilah buku yg berisikan catatan asal-usul keturunan seseorang; (2) Tern buku yg berisikan catatan asal-usul ternak (mengenai keturunan asalnya) yg dilengkapi dng kemampuan produksinya masing-masing
bulan-bulanan bu.lan-bu.lan.an [n] (1) (gambar) benda buatan menyerupai bulan; (2) ki orang yg (mudah) dijadikan korban sehingga spt alat permainan; sasaran: penumpang bus kota menjadi -- tukang copet
bulang ayam betina [pb] orang yg disangka berani dsb, ternyata tidak
bule bu.le [cak] (1) a bulai; (2) n orang (binatang dsb) berkulit putih; (3) orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika); orang Barat
bulevar bu.le.var [n] jalan raya yg lebar, biasanya dng deretan pohon di kiri kanannya; adimarga
bulu mata melihat [ki] merasa benci (jijik, tidak suka) melihat; kepala sama -, pendapat berlain-lainan, pb setiap orang berlainan pendapatnya
bulu-bulu bu.lu-bu.lu [n] pohon yg kayunya berwarna merah, keras, dan berat, tingginya dapat mencapai 25 m, diameter mencapai 60 cm, biasa digunakan untuk pasak rumah; Pallacalyx axillaris
buluh cina buluh kecil yg biasa dipakai untuk pagar; Bambusa hama
bumi bu.mi [n] (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dr matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --
bumi mana yg tak kena hujan [pb] setiap orang berbuat salah
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
bunda bun.da [n kp] ibunda; orang tua perempuan
bung [n] abang (panggilan akrab kpd seorang laki-laki): rumah -- Iskandar di mana? [n] bunyi spt bunyi gendang dipukul
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunga mulut yg selalu disebut-sebut atau dipercakapkan orang
bunga pagoda tumbuhan perdu dng bunga merah kecil-kecil dl tandan berbentuk kerucut (pagoda), biasa diperbanyak dng setek cabang dan biji; Clerodendron buchanani
bungker bung.ker [n] (1) lubang perlindungan di bawah tanah; (2) ruangan yg dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dr serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir; (3) tempat dl kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak)
bungkuk baru betul [pb] orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan
bungkuk sabut bungkuk spt sabut buah kelapa (tt orang tua yg sudah bungkuk)
bungkuk sejengkal tidak terkedang [pb] tidak mau mendengar kata orang; keras kepala
bungkuk udang bungkuk krn melengkung tulang belakangnya (juga pd orang muda)
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
bunian bu.ni.an [n] makhluk halus; siluman: orang -, siluman dl hutan; baju -, pakaian makhluk yg mempunyai khasiat tertentu
buntil bun.til [n] lauk yg dibuat dr parutan kelapa muda (biasanya dicampuri ikan teri, diberi bumbu bawang, cabai, lengkuas, asam, garam, dsb), dibungkus dng daun keladi, pepaya, atau daun singkong dan dikukus [n] pundi-pundi yg dasarnya berpapan (untuk membawa pakaian dsb)
bunting bun.ting [v] (1) (dl keadaan) mengandung anak dl perut (biasanya dikatakan bagi binatang); hamil; berbadan dua (bagi manusia); (2) sudah berisi bakal buah atau bakal bunga (tt tumbuh-tumbuhan): padinya sudah --
bunuh bu.nuh [v] , mem.bu.nuh v (1) menghilangkan (menghabisi; mencabut) nyawa; mematikan: ia dihukum mati krn merampok dan -- beberapa orang; (2) menghapus (tulisan); memadamkan (api dsb); menutup (yg bocor, pancuran, dsb)
buron bu.ron [n] orang yg (sedang) diburu (oleh polisi); orang yg melarikan diri (krn dicari polisi)
buru bu.ru [v] ber.bu.ru v mengejar atau mencari (binatang dl hutan dsb): orang -- gajah untuk mendapatkan gadingnya
buruan bu.ru.an [n] (1) binatang yg diburu; (2) orang atau penjahat yg dicari polisi untuk ditangkap; buron
buruh bu.ruh [n] orang yg bekerja untuk orang lain dng mendapat upah; pekerja: -- pelabuhan; -- tambang
buruh tani buruh yg menerima upah dng bekerja di kebun atau di sawah orang lain
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
buruk muka cermin dibelah [pb] menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yg salah, bodoh, dsb [pb] krn aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan [pb] krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan
buruk sangka salah menyangka orang; salah terima
buruk siku tidak pernah mengakui atau menghargai kebaikan (pemberian) orang lain
burung bu.rung [n] (1) binatang berkaki dua, bersayap dan berbulu, dan biasanya dapat terbang; unggas; (2) sebutan jenis unggas (biasanya yg dapat terbang); (3) cak kemaluan laki-laki
burung foniks unggas yg hanya ada dl mitologi yg berkali-kali terbakar menjadi abu, tetapi hidup lagi dl bentuk yg lebih indah (biasa dijadikan simbol)
burung hiburan burung yg dipelihara sbg hiburan (biasanya krn suaranya merdu, spt perkutut): banyak anggota masyarakat yg ikut memelihara -- hiburan
burung perenjak burung kecil yg suka berkicau dan kicauannya bagi orang Jawa menandakan datangnya tamu
burung siak burung elang malam (atau burung hantu) yg mengeluarkan bunyi "rak, rak" (spt suara orang serak)
burut bu.rut [n] penyakit yg disebabkan krn isi perut (usus) turun dan biasanya kantong kemaluan menjadi besar; turun berok; hernia
busuk kerbau [pb] perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga
busung lapar penyakit busung yg disebabkan kekurangan gizi (biasanya disertai bengkak-bengkak)
cabai ca.bai [n] (1) tanaman perdu yg buahnya berbentuk bulat panjang dng ujung meruncing, apabila sudah tua berwarna merah kecokelat-cokelatan atau hijau tua, berisi banyak biji yg pedas rasanya; lombok; Capsicum; (2) buah cabai (biasa dibuat sambal atau campuran sayur)
cabai jawa tumbuhan merambat semacam sirih (merica) yg tumbuh di daerah pantai, buahnya berbentuk silinder, berwarna hijau dan keras ketika muda, setelah tua kemerah-merahan dan melunak, bijinya cokelat kehitam-hitaman sebesar butir beras, biasanya digunakan sbg bahan jamu tradisional dsb; Piper retrofractum; -- merah lombok biasa, Capsicum annuum
cabak ca.bak [n] burung yg rupanya spt burung layang-layang, biasa keluar pd malam hari [a] koyak yg lebar
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
cacat bahasa kelainan dl bahasa seseorang yg disebabkan oleh gangguan atau cedera psikofisiologis
cacat tubuh kerusakan pd tubuh seseorang, baik badan maupun anggota badan, baik kehilangan fisik, ketidaknormalan bentuk maupun berkurangnya fungsi krn bawaan sejak lahir atau krn penyakit dan gangguan lain semasa hidupnya sehingga timbul keterbatasan yg nyata untuk melaksanakan tugas hidup dan penyesuaian diri
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
caci maki ca.ci ma.ki [n] kata-kata kotor (tidak sopan) yg dikeluarkan untuk mengumpat seseorang; kata-kata makian (sbg penghinaan); celaan; cercaan; nistaan; dampratan; maki-makian: ia menerima -- keji dr istrinya
cacing hendak menjadi naga [pb] orang hina hendak menyamai orang besar
cacing hidatid cacing pita yg berukuran kecil yg terdiri atas empat segmen (biasanya terdapat pd anjing, kucing, dan karnivora lainnya)
cacing menjadi ular naga [pb] orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)
cacing pita cacing berkepala, beruas-ruas, panjang dan pipih spt pita, hidup di dl perut, biasanya dianggap sbg sumber penyakit
cadang ca.dang , ber.ca.dang v bersedia (akan): adakah engkau ~ mengadakan peraturan baru [n] hadiah perkawinan dr orang tua mempelai laki-laki
cagak hidup [cak] (bunga) uang yg harus dibayarkan setiap tahun (bulan) kpd orang yg ditunjuk selama ia masih hidup atau dl beberapa waktu tertentu untuk keperluan sehari-harinya
caima ca.i.ma [n] biarawati di kelenteng yg bertugas menyembahyangkan orang mati
cak [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan [n] ukuran sebesar lengkungan ujung jari kedua belah tangan (jari telunjuk kiri dipertemukan dng jari telunjuk kanan, ibu jari kiri dng ibu jari kanan) [n] pipit [n] tarian yg berlatar cerita Ramayana, dilakukan oleh puluhan orang laki-laki bertelanjang dada yg berperan sbg pasukan kera dan menyuarakan bunyi "cak, cak" sepanjang pertunjukan; kecak [Jw n] panggilan kpd laki-laki yg dianggap lebih tua atau yg dituakan (di Jawa Timur)
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakap berlauk (-lauk) cakap ber.la.uk (-lauk), makan dng sambal lada [pb] cakapnya spt orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan
cakapan ca.kap.an [n] (1) yg dipercakapkan; omongan: (2) Sas karya sastra atau bagiannya yg berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kpd dirinya sendiri atau kpd pembaca dan pendengar; dialog
cakapan tunggal ca.kap.an tunggal [Sas] cakapan panjang yg diucapkan oleh seorang tokoh dl sebuah karya sastra, baik yg ditujukan kpd diri sendiri maupun kpd pendengar; monolog
cakapan tunggal dramatik ca.kap.an tunggal dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis, yg mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yg dihadapinya
calak ca.lak [a] (1) pandai bicara; (2) suka turut campur pembicaraan orang; lancang mulut; (3) banyak bicara; bawel [a] (1) bagus; elok; cakap: duhai, -- nian gaun yg dipakai wanita itu; (2) cemerlang [Mk n] alat untuk menggosok intan (pisau dsb)
calir dasar calir yg biasa digunakan sbg alas sebelum berbedak
calit ca.lit [n] cairan atau bubuk yg biasa ditempelkan untuk rias muka spt celak mata, cat alis, cat bibir; palit
calo ca.lo [n cak] orang yg menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah; perantara; makelar
calon ca.lon [n] (1) orang yg akan menjadi: -- menantu; (2) orang yg dididik dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan atau profesi tertentu: -- guru; -- perwira angkatan darat; banyak adat istiadat istana yg harus dipelajari oleh -- raja; (3) orang yg diusulkan atau dicadangkan supaya dipilih atau diangkat menjadi sesuatu: nama -- anggota Dewan Perwakilan Rakyat sudah disampaikan kpd Panitia Pemilihan
calon pembeli utama [Man] (kelompok) orang atau badan (dl pasar) yg diperkirakan mempunyai daya beli yg paling besar
campin cam.pin [a] (1) cekatan; gapah; tangkas: peranan yg penting itu dijalankan oleh pemain dng cukup --; (2) cakap; pandai; mahir: ia seorang pokrol bambu yg --
campur bekerja mengerjakan tanah orang lain secara melawan hukum
campur kode [Ling] (1) penggunaan satuan bahasa dr satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb; (2) interferensi; -- mulut turut mencampuri pembicaraan orang lain; turut berbicara dl urusan orang lain: bolehkah saya -- mulut dl perkara ini?
campur tangan turut mencampuri (memasuki) perkara orang lain; (2) tersangkut atau terlibat dl suatu tindakan kejahatan (perkara orang lain dsb)
candak can.dak [v] , -- cekel menyita sendiri barang-barang orang berutang yg tidak sanggup melunasi utangnya
candik can.dik [kl n] perempuan yg diperlakukan sbg istri oleh seorang laki-laki, tetapi tidak dinikahi; gundik
canggaan cang.ga.an [n Fis] perubahan bentuk dan/atau ukuran suatu benda, biasanya dr yg baik menjadi kurang baik, membarengi terjadinya keadaan bertegangan; deformasi
cangkok cang.kok, cangkok ginjal [Dok] pembedahan dng mengangkat ginjal yg sakit dan menggantikannya dng ginjal sehat yg berasal dr donor atau yg diambil dr mayat seseorang yg baru saja meninggal
cangkul cang.kul, cang.kul.an [n] permainan dng kartu besar dilakukan oleh dua orang atau lebih dng cara salah seorang pemain menurunkan kartu dr kelompok gambar yg sama, permainan dianggap selesai jika salah seorang pemain dapat menghabiskan kartunya: mereka sedang bermain ~
canteng can.teng , can.teng.an Jw n sakit (bengkak) pd kuku jari (biasanya bernanah)
cantik molek sangat rupawan (tt orang perempuan); (2) cantik (bagus) sekali (antara bentuk, rupa, dan lainnya tampak serasi)
cantrik can.trik [Jw n] (1) orang yg berguru kpd orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa); (2) pengikut
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
capgome cap.go.me [Cn n] hari raya tahun baru Cina (tanggal 15 bulan satu), biasanya dirayakan dng bermacam-macam pawai termasuk barongsai
caplok cap.lok [v] men.cap.lok v (1) menangkap dng mulut (kemudian menelannya bulat-bulat (tt binatang spt buaya, ular); (2) cak mengambil milik (hak) orang; menyerobot; merampas; merebut: ia tega benar ~ rezeki teman sendiri; (3) menguasai; mengambil (negeri atau daerah orang lain) menjadikan sbg hak: negara itu telah ~ beberapa negara kecil di dekatnya
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
catatan ca.tat.an [n] (1) hasil mencatat: ~ harga; ~ rapat; (2) peringatan; syarat: saya dapat meminjamkan kamus ini kpd Anda dng ~ bahwa kamus ini hendaknya dipelihara baik-baik; (3) Graf kata di dl sebuah buku yg masih perlu dijelaskan (kata itu diberi tanda, yg diulang pd tempat lain dan di belakang tanda diberi penjelasan, biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp teksnya)
catatan kaki ca.tat.an kaki keterangan yg dicantumkan pd margin bawah pd halaman buku (biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp huruf di dl teks guna menambahkan rujukan uraian di dl naskah pokok)
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
caturlarik ca.tur.la.rik [n Sas] (1) bait atau sajak yg terdiri atas empat larik, biasanya berpola rima a-b-a-b; (2) salah satu dr kedua bait dl oktaf soneta yg terdiri atas empat baris; kuatren
cebil ce.bil, men.ce.bil [v] memandang rendah thd pandangan seseorang; mencibir: sejak awal ia sudah ~ pendapat orang itu
cecak ce.cak [n] binatang merayap, biasa hidup di rumah (pd langit-langit, di dekat lampu), makanannya binatang kecil (nyamuk dsb), sering berbunyi "cek, cek"; cicak; Hemidactylus frenatus [Mk v] , men.ce.cak v (1) mencubit; (2) mencopet [n] (1) bintik-bintik atau belang-belang kecil; (2) berbintik-bintik atau berbelang-belang kecil (tt bulu kucing dsb): ayam --; kucing --
cecap ce.cap [v] , men.ce.cap v (1) menjilat dan mengecap makanan untuk mengetahui rasanya: setelah selesai memasak, ia lalu ~ gulai itu; (2) ki merasai; menikmati: ~ kebahagiaan hidup [n] burung kecil yg biasa mengisap sari bunga
cecar ce.car [Jk v] , men.ce.car v terus-menerus memukuli (menanyai, menembaki): pendekar Betawi ~ orang itu dng pukulan-pukulan tangan kosong
cecere ce.ce.re [n cak] (1) ikan-ikan kecil; (2) orang awam; rakyat jelata; anak kecil
cek terbuka cek yg dapat dibayar sewaktu-waktu, dapat dibayarkan kpd seseorang tanpa kedatangan pemiliknya sendiri
cekakak ce.ka.kak, cekakak ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa geli yg ditahan-tahan
cekikik ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa kecil agak tertahan-tahan
cekok ce.kok [n] obat tradisional yg dibuat dr ramuan rempah-rempah yg digiling dan dibungkus kain untuk diminumkan secara paksa dng memeraskannya ke dl mulut (biasanya untuk anak kecil)
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
celana dalam pakaian dalam yg berupa celana sbg penutup kemaluan (biasanya dibuat dr bahan yg tipis dan menyerap keringat); cawat
celengan ce.leng.an [n] (1) tabung (terbuat dr tanah, plastik, dsb, biasanya berbentuk binatang, spt babi hutan dsb) untuk menyimpan uang; (2) tabungan; uang simpanan: -- kami di bank tinggal Rp100.000,00
celik ce.lik [v] (1) terbuka (tt mata): matanya sudah --; (2) mampu melihat; tidak buta; (3) ki sadar; insaf: baru sekaranglah orang Indonesia -- akan kejahatan penyelundupan itu
cembul cem.bul [n] tempat tembakau (gambir dsb) dibuat dr logam (biasa ditaruh dl cerana atau puan) [n] tonjolan kecil dan bundar (spt pd kepala jarum pentol)
cemburu cem.bu.ru [a] (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia -- melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; (2) kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu -- kalau suaminya pulang terlambat
cemeh ce.meh [a] (1) buta mata sebelah; celek; (2) buta dng mata melek spt orang normal (tidak pejam matanya); cemer [a ki] tidak penting; tidak berharga; remeh [Jk n] permainan judi dng kartu kecil
cempala mulut lancang mulut (suka melukai hati orang), terutama dng perkataan
cemplang cem.plang [Jw a] (1) kurang berasa (kurang asin, kurang sedap tt makanan); hambar: masakan yg kurang garam ini -- rasanya; (2) ki kurang menarik; kurang dapat dinikmati krn menyimpang dr kebiasaan dsb: pertunjukan wayang kulit dl bahasa Indonesia rasanya -- sebab tidak biasa
cempor cem.por [Sd n] lampu minyak yg tidak memakai semprong (biasanya dibuat dr kaleng bekas yg dilubangi untuk tempat sumbu)
cenangau ce.na.ngau [n] belalang yg berbau busuk, berwarna hijau kecokelat-cokelatan (di Jawa biasa disebut walang sangit); jenangau; pianggang
cencang cen.cang, cencang latih [ark n] sawah (ladang) yg dibuka sendiri dan menjadi hak milik orang yg membuka tanah itu
cendala cen.da.la [kl a] hina; buruk; keji; cabul: orang yg --
cendana kering cendana yg sudah tidak berbau harum lagi; (2) ki orang yg sudah tidak berguna lagi; -- kuning cendana yg kayunya berwarna kuning, -- semut Exocarpus latifolia
cendekiawan cen.de.ki.a.wan [n] (1) orang cerdik pandai; orang intelek; (2) Sos orang yg memiliki sikap hidup yg terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu
cengang ce.ngang [a] , ber.ce.ngang.an v merasa ganjil atau aneh ketika melihat (atau mendengar) sesuatu yg mengherankan (tt orang banyak); takjub; keheranan: sedang kami masih ~ , ia telah menghilang di balik pepohonan; mereka ~ melihat apa yg terjadi
cengbeng ceng.beng [n] hari raya Cina (hari orang berziarah ke kubur setiap tanggal 5 April)
cengeng ce.ngeng [a] (1) mudah menangis; suka menangis: anaknya -- sekali, dicubit sedikit saja menangis; (2) mudah tersinggung (terharu dsb): gadis remaja, biasanya lebih -- dp pria dl menghadapi suatu kejadian; (3) lemah semangat; tidak dapat mandiri: jadi pemuda janganlah --
cenggeret ceng.ge.ret [Jk n] serangga kecil sebangsa uir-uir, biasa hidup di pohon-pohon; tonggeret
cepak ce.pak [n] tiruan bunyi orang mengunyah makanan; kecap [a] pendek (tt potongan rambut): rambut potongan -- model tentara
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
ceracau ce.ra.cau [n] , men.ce.ra.cau v berkata tidak keruan spt orang tidak sadar (tidur, gila, dsb); mengigau, mengaco-belo
ceramah ce.ra.mah [n] pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb: kami baru saja mendengarkan -- mengenai lingkungan hidup; (2) a suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah: hari ini bapak -- sekali kepadaku; (3) a cerewet; banyak cakap; nyinyir: nenek itu memang -- sekali [a] (1) ramah; (2) sifat suka menggerutu
cerdas cer.das [a] (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya
cerdik cer.dik [a] (1) cepat mengerti (tt situasi dsb) dan pandai mencari pemecahannya dsb; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus -- pula; (2) banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yg -- , lima kali berhasil lolos dr penangkapan polisi
cerdik buruk pandai menipu; suka mengakali orang
cerepu ce.re.pu [n] alas kaki dr kulit yg tidak disamak: untuk berjalan kaki sejauh itu, Kakek lebih suka mengenakan -- dp sandal biasa
ceria ce.ria [a] (1) bersih; suci; murni; (2) berseri-seri (tt air muka, wajah); bersinar; cerah [ark n] (1) perkataan tertentu (spt mantra) yg dibacakan ketika penobatan raja; (2) aturan-aturan dan adat kebiasaan thd raja (semacam pernyataan setia)
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
cerita binatang [Sas] cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang, biasanya mengandung ibarat, hikmah, atau ajaran budi pekerti; fabel
ceritaan ce.ri.ta.an [Jk n] sesuatu yg diceritakan (diomongkan); omongan: jadi ~ orang, jadi sebut-sebutan orang
cermat cer.mat [a] (1) penuh minat (perhatian); saksama; teliti: ia mengerjakan soal-soal hitungan dng --; (2) berhati-hati dl memakai uang dsb; hemat: ia seorang wanita yg -- sehingga tidak ada uangnya yg terhambur begitu saja
cermin cer.min [n] (1) kaca bening yg salah satu mukanya dicat dng air raksa dsb sehingga dapat memperlihatkan bayangan benda yg ditaruh di depannya, biasanya untuk melihat wajah ketika bersolek dsb; (2) ki sesuatu yg menjadi teladan atau pelajaran: R.A. Kartini memang wajar menjadi -- kaum wanita; (3) ki sesuatu yg membayangkan perasaan (isi hati, keadaan batin, dsb): surat kabar ialah -- isi hati rakyat
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
ceruk rantai [Lay] tangki atau ruangan di bagian belakang atau buritan kapal, biasanya digunakan sbg tangki bilas atau tangki air tawar
ceteria ce.te.ria [kl n] anak raja; satria: maka duduklah segala menteri, segala orang kaya, segala -- , sida-sida, dan bentera hulubalang, masing-masing pd martabatnya
cikal ci.kal [Jw n] pohon kelapa yg masih kecil; tunas kelapa; -- bakal 1 orang (sesepuh) yg mula-mula mendirikan desa atau negara; pendiri: dialah -- bakal di kampung ini, krn itu ia diangkat menjadi sesepuh; (2) orang yg menurunkan; nenek moyang: Palembang merupakan kota pelabuhan Sriwijaya dan negeri asal -- bakal orang Sriwijaya
cikut ci.kut [Jk] ci.kut.an v terteguk-teguk; tersedak (biasanya habis makan, krn tidak minum); cegukan
cilawagi ci.la.wa.gi [n] nenek dr moyang kita (jadi tingkat kelima dr kita, yaitu: orang tua, nenek, moyang, buyut, cilawagi)
cilik ci.lik [a] kecil: ia seorang gadis -- , usianya baru empat tahun
cilok ci.lok [Mk v] men.ci.lok v mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet
cincin kawin cincin polos, biasanya tidak berpermata yg pd bagian dalamnya ada nama suami atau istri sbg tanda sudah menikah
cincin pertunangan cincin sbg tanda sudah dilangsungkannya secara resmi pertunangan antara dua orang calon mempelai
cindaku cin.da.ku [Mk n] (orang yg dapat menjadi) harimau jadi-jadian
cingam ci.ngam [n] tumbuhan pantai, kayunya biasa dibuat centong, dayung, dsb; Scyphiphora hydrophyllacea
cingge cing.ge [n] perarakan orang Cina dng berpakaian bermacam-macam pd hari besar Cina
cinta cin.ta [a] (1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup -- kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; (4) kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
cita ci.ta [n] (1) rasa; perasaan hati; (2) kl cipta; (3) cita-cita; (4) cinta; (5) ide; gagasan [n] kain tenun dr kapas dsb yg berbunga-bunga atau berwarna-warni (biasanya untuk bahan baju dsb)
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
coba co.ba [v] silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): -- lihat kalau-kalau ia ada di rumah; (2) p kata afektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb: -- , orang apa ini, begitu saja tidak dapat; (3) p seandainya; jika: -- tidak kutolong, celaka engkau
coba dan ralat [Man] kebiasaan mengatasi persoalan atau usaha mencapai hasil dng cara mencoba-coba atau untung-untungan
cok [n Lay] alat tambat yg dibuat dr baja tuang, biasanya berbentuk tanduk, digunakan untuk melewatkan tali atau tros kapal; sisir
cokelat co.ke.lat [n] (1) pohon yg termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5-6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pd batang yg besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15-20 cm, mengandung biji spt kacang-kacangan antara 50-100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lainnya; Theobroma cacao; (2) bubuk tepung dr biji cokelat; (3) gula-gula yg dibuat dr bubuk cokelat [n] warna merah kehitam-hitaman spt sawo matang
cokok co.kok [Mk v] men.co.kok v menangkap (ayam, ikan, dsb) [ark n] teriak (jerit) orang yg latah bila terkejut
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
concong con.cong [ark] men.con.cong a berjalan terus dng tidak menoleh ke kanan atau ke kiri: semuanya berjalan ~ spt orang tergopoh-gopoh
condong ditumpil [pb] orang yg dl kesulitan uang dsb diberi pertolongan
congkak cong.kak [a] merasa dan bertindak dng memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dsb); sombong; pongah; angkuh: kelakuannya yg -- itu menjauhkan orang darinya [n] (1) kulit lokan yg dipakai dl permainan, ada bermacam-macam spt: -- baiduri, -- putih; (2) permainan dng kulit lokan (biji-bijian dsb) dan kayu yg bentuknya spt perahu yg berlubang-lubang (di Jawa disebut dakon): main --
copet co.pet [n] orang yg mencuri (sesuatu yg sedang dipakai, uang di dl saku, barang yg dikedaikan, dsb) dng cepat dan tangkas; tukang copet; pencopet
contoh con.toh [n] (1) barang atau sebagian dr barang yg rupa, macam, dan keadaannya sama dng semua barang yg ada; barang yg dapat mewakili barang yg lain krn sama sifat-sifatnya: barang-barang dl pameran itu tidak dijual hanya dipajang sbg --; beras ini tidak sesuai dng -- nya; (2) sesuatu yg akan atau yg disediakan untuk ditiru atau diikuti: Nenek memberi -- bagaimana cara merangkai bunga; buku itu berisi berbagai macam -- surat-menyurat; (3) pola (untuk membatik, membuat pakaian, dsb): orang membatik ada yg memakai -- , ada yg tidak; dl majalah wanita selalu dimuat -- menggunting baju; (4) model (rumah, pesawat terbang, dsb dl bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dsb sesungguhnya atau yg akan dibuat): kami diajak melihat pameran -- rumah sederhana; (5) teladan (tt kelakuan, perbuatan, dsb); hal (spt peristiwa) yg menjadi teladan: tindak-tanduk guru menjadi -- bagi murid; kegiatannya dl bekerja menjadi -- bagi teman-temannya
corong dengar alat untuk mendengar (bagi orang yg telinganya agak tuli)
cuci tangan membasuh tangan dng air; (2) ki tidak turut campur dl suatu masalah walaupun mengetahuinya; (3) ki tidak mau terlibat dl kesalahan yg dibuat orang lain
cukong cu.kong [n] (1) orang yg mempunyai uang banyak yg menyediakan dana atau modal yg diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain; (2) pemilik modal
cukup cu.kup [a] dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang: ia tidak dapat menabung, gajinya hanya -- untuk biaya hidup sehari-hari; kamar ini -- untuk dua orang; (2) a lengkap; genap (umur, waktu, dsb): tahun ini umurnya -- setengah abad; (3) a sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi): nama saya -- dipanggil Karno saja; jangan khawatir, persediaan --; (4) a lumayan; sedang: untungnya tidak banyak, hanya --; (5) a cak agak kaya; berada; tidak kekurangan: ayahnya orang yg --; (6) adv agak: tadi pagi saya terbangun sudah -- siang; hasilnya -- memuaskan
culan cu.lan [n] (1) pohon perdu, biasanya dipergunakan untuk pagar hidup, bunganya harum, daunnya dipergunakan obat; pacar cina; Aglaia odorata; (2) daun culan
culik cu.lik [n] kulik-kulik, keluar mencari mangsa pd malam hari; Chalcococyx honorata [v] men.cu.lik v mencuri atau melarikan orang lain dng maksud tertentu (dibunuh, dijadikan sandera)
culun cu.lun [a] kecil: Kotamadya Cirebon bagaikan seorang gadis -- yg telah beranjak dewasa
cuma-cuma cu.ma-cu.ma [adv] (1) tidak ada gunanya; sia-sia: ~ dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; (2) tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis: obat-obatan diberikan dng ~; sekalian orang boleh menonton acara itu dng ~
cumepak cu.me.pak [Jw v] sudah tersedia dan mudah diambil: orang cenderung mengambil pola barang yg --
cupak cu.pak [n] takaran beras (biasanya 1 cupak = 1/4 gantang) [n] kepala pengudut (tempat candu dibakar) [n] struktur berbentuk gelembung [n Graf] alat dr kain atau semacamnya berbentuk lipatan-lipatan yg kedap cahaya dan/atau kedap udara, dipakai pd kamera atau alat untuk mengembus udara
cupang cu.pang [n] tanda merah bekas gigitan atau cubitan pd tubuh: mereka saling memagut dan mengibas sampai berjam-jam dan akhirnya mati dng tubuh penuh -- [n] ikan hias yg biasa diadu (terutama yg jantan), panjang badannya antara 5-10 cm, berwarna hijau kehitam-hitaman, merah kebiru-biruan, dan hitam kebiru-biruan pd sirip ekor, perut, dan punggung, telurnya dapat mencapai 100-200 butir; ikan adu siam; ikan laga; betok
cupar cu.par [a] suka berkata-kata keji (serampangan saja dsb) [Jk a] sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tt seorang laki-laki)
cuplik cup.lik [v] men.cup.lik v menukil; mengutip; memetik: di bawah ini penulis ~ sedikit pendapat seorang ahli tt polusi udara
curang cu.rang [a] tidak jujur; tidak lurus hati; tidak adil: orang yg munafik senantiasa berhati --
curiga cu.ri.ga [kl n] keris [a] (1) berhati-hati atau berwaswas (krn khawatir, menaruh syak, dsb): kita harus tetap -- krn banyak pengacau yg berkedok sbg pembela bangsa; (2) (merasa) kurang percaya atau sangsi thd kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dsb): Ibu -- akan kebenaran ceritaku
dabit da.bit [n Isl] orang yg kuat hafalnya, selalu berhati-hati dl menukil hadis, tidak keliru tt urutan perawi hadis
dabol da.bol [n] bentuk kesenian (musik) yg dimainkan oleh beberapa orang dng menggunakan genderang
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
dadap ayam dadap yg dapat tumbuh dng baik di tempat-tempat terbuka yg tanahnya bercampur pasir dan cukup lembap, daunnya biasa dipakai sbg peluruh air susu atau untuk obat sakit ginjal, kulit batang dan akarnya mengandung racun; Erythrina orientalis
dadu da.du [n] (1) kubus kecil bersisi enam (biasanya terbuat dr kayu, tulang, gading, atau plastik), pd keenam sisinya diberi bermata satu sampai enam yg diatur sedemikian rupa sehingga dua sisi yg saling berhadapan selalu berjumlah tujuh (digunakan dl permainan, berjudi, dsb); (2) benda berbentuk persegi empat yg mempunyai enam permukaan; kubus [a] (warna) merah muda: pipinya yg dulu biasa berwarna -- sekarang menjadi pucat
daerah haram daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yg mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dsb
daerah hitam lingkungan tempat orang melakukan kejahatan; (2) lingkungan pelacuran dsb
daerah Khusus Ibu Kota daerah pemerintahan ibu kota yg tingkatnya disamakan dng provinsi (kepala daerahnya seorang gubernur)
daerah kuno daerah geografis tempat tersebarnya kebudayaan suku bangsa yg mengandung unsur kuno, biasanya terletak di pinggiran suatu daerah kebudayaan
daerah penalti [Olr] bagian lapangan sepak bola di muka gawang yg diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dr kesebelasan yg sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan hukuman berupa tendangan bebas ke arah gawang
daerah sublitoral daerah pantai yg biasanya mempunyai kedalaman kurang dr 200 m; (2) daerah pantai yg mencakup permukaan air sampai ke batas terendah tempat tanaman dapat tumbuh
dafnah daf.nah [n] pohon yg selalu berwarna hijau, tingginya 2-8 m, terdapat di Eropa Selatan, karangan daunnya biasa dipakai sbg tanda kehormatan bagi para olahragawan di gelanggang Olimpiade; Laurus nobilis
daftar daf.tar [n] catatan sejumlah nama atau hal (tt kata-kata, nama orang, barang, dsb) yg disusun berderet dr atas ke bawah
daftar gaji [Ek] daftar yg biasa dibuat sebulan sekali yg memuat nama, jabatan, jumlah gaji, serta potongan-potongan spt potongan pajak penghasilan dan iuran pegawai
daftar hadir daftar yg menyatakan kehadiran seseorang pd setiap hari belajar, bekerja, dsb
daftar hitam daf.tar hi.tam [n] daftar nama orang atau organisasi yg dianggap membahayakan keamanan atau daftar nama orang yg pernah dihukum krn melakukan kejahatan
daftar istilah kumpulan istilah yg dipakai dl suatu bidang ilmu yg disusun menurut abjad dr atas ke bawah, biasanya disertai padanan asingnya
daftar kelas daftar yg memuat catatan tt hal ihwal murid, spt identitas orang tua, kesehatan, daftar hadir, daftar nilai tiap caturwulan
daftar tunggu daftar yg berisi nama orang yg sedang menunggu giliran pelayanan (msl untuk memperoleh sambungan telepon, mendapat tempat di pesawat, mendapat perawatan kesehatan)
dagang da.gang [n] pekerjaan yg berhubungan dng menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga [kl] (1) a dr negeri asing; asing: anak --; (2) n orang dr negeri asing; pengembara: aku ini -- seorang [Mk v] men.da.gang v memikul: ~ barang
dagang melarat perantau yg hidup menderita di negeri orang
dagel da.gel [v] men.da.gel v melucu (berjenaka, melawak, dsb) untuk membuat orang tertawa
daging da.ging [n] (1) gumpal (berkas) lembut yg terdiri atas urat-urat pd tubuh manusia atau binatang (di antara kulit dan tulang); (2) bagian tubuh binatang sembelihan yg dijadikan makanan: Ibu membeli -- sapi di pasar; (3) ki tubuh manusia (sbg imbangan jiwa atau batin); (4) bagian dr buah yg lunak di bawah kulit, biasanya boleh dimakan: kelapa itu dibelah dan -- nya dicungkil
dahan pembaji batang [pb] (orang kepercayaan yg) menyalahgunakan harta benda tuannya
dahriah dah.ri.ah [Ar n] orang-orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kaum --
dahulu bajak dp jawi [pb] sesuatu yg patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya; tidak menurut aturan yg biasa
dahulu timah [pb] dikatakan tt seseorang yg turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yg telah habis harta bendanya
dai [n Isl] orang yg kerjanya berdakwah; pendakwah: melalui kegiatan dakwah, para -- menyebarluaskan ajaran agama
dajal da.jal [n] (1) setan yg datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); (2) ki orang yg buruk kelakuannya; penipu; pembohong
daku da.ku [pron] aku (biasa dipergunakan di belakang kata berakhiran -n, msl akan daku)
dakwa dak.wa [n] (1) tuduhan; (2) pengaduan atau tuntutan yg diajukan kpd hakim; (3)tuntutan atau gugatan yg diajukan oleh seseorang thd orang lain krn haknya telah dilanggar, dirugikan, dsb
dalam laut boleh diajuk dalam laut boleh di.a.juk , dalam hati siapa tahu [pb] apa yg tersembunyi di dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui
dalang da.lang [n] (1) orang yg memainkan wayang: -- wayang kulit; -- wayang golek; (2) ki orang yg mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi: -- gerakan pemberontakan itu telah tertangkap
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
damba dam.ba [a] sangat ingin; rindu: seorang anak yg -- akan kedamaian abadi [ark v] , men.dam.ba v merebahkan diri pd; memeluk [a] diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hati
dampung dam.pung [n] tiruan bunyi orang memukul besi
dana asuransi dana yg diciptakan untuk mengganti kerugian seseorang yg menanggung risiko sendiri; -- bantuan dana (persediaan uang) untuk membantu suatu usaha, terutama dl keadaan darurat: sudah tersedia -- bantuan untuk membangun kembali sekolah dasar yg ambruk itu
dandan dan.dan [v cak] (1) mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias; (2) memperbaiki; menjadikan baik (rapi) [n] panggung tambahan pd geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud) [n] (1) tali yg besar; (2) kabel [v] merampas milik seseorang dng kekerasan
dandang dan.dang [n] (1) periuk besar untuk mengukus nasi, biasanya dibuat dr tembaga atau aluminium; (2) wadah terbuka atau bertutup untuk menguapkan zat cair atau membangkitkan uap air [n] perahu yg dibuat dr sebatang kayu yg besar; dendang [n] (burung) gagak; dendang
dangau da.ngau [n] gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman
dangka dang.ka [ark] , ber.dang.ka v menyangka: jangan ~ yg bukan-bukan , ter.dang.ka-dang.ka kl v mendarat; mendekati darat: tiada seorang Peringgi boleh ~ lagi di Laut Johor
dangkung dang.kung [n] penyakit kusta yg telah parah (terutama yg telah membusukkan kulit) [v] , men.dang.kung v meninju: dia dihukum krn ~ orang sampai pingsan
Danuh Da.nuh [n] (1) orang memanah; nama rasi bintang yg ke-9; (2) Sagitarius (nama zodiak)
dapur umum tempat menyediakan makanan untuk cuma-cuma orang banyak (dl keadaan darurat dsb)
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
darat da.rat [n] (1) bagian permukaan bumi yg padat; tanah yg tidak digenangi air (sbg lawan dr laut atau air): bukan main senangnya hati kami naik ke -- setelah lima hari terapung-apung di laut; (2) tanah atau bumi (sbg lawan dr angkasa): beberapa detik sebelum tiba di -- , payungnya baru mengembang; (3) tanah yg tinggi (sbg lawan dr tanah yg rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sbg lawan tanah persawahan dan rawa-rawa): b bagian terdiri atas rawa-rawa dan 1/3 bagian adalah tanah --; (4) daerah pedalaman (sbg lawan dr daerah pantai): ia bekerja di pelabuhan, padahal rumahnya jauh di --
daro da.ro [n Antr] bagian dr rangkaian upacara kematian orang Dayak Ot Danum
dasalomba da.sa.lom.ba [n] perlombaan pd cabang olahraga atletik yg terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yg dilakukan oleh seorang atau setiap atlet
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
datang tak berjemput datang tak berjemput, pulang tak ber.han.tar [pb] perihal orang yg tidak diindahkan
datang tampak muka [pb] hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dr rumah orang [pb] datang dan pergi hendaklah memberi tahu
datu da.tu [n] (1) Sas raja; ratu; (2) Mk orang yg pandai tt ramuan-ramuan obat; dukun; (3) orang yg keramat; orang yg telah meninggal
datu petinggi da.tu pe.ting.gi [n] kepala adat suatu masyarakat hukum adat di Riau yg terdiri atas empat orang
datuk da.tuk [n] (1) bapak dr orang tua kita; kakek; aki: orang tua itu bukan ayahnya, melainkan -- nya; (2) orang yg tertua dl keluarga; (3) gelar kehormatan bagi orang yg dituakan (berpangkat tinggi, tinggi martabatnya): -- Bendahara; -- Tumenggung; (4) Mk penghulu adat; (5) jin atau hantu penunggu (suatu tempat dsb); (6) berhala; toapekong; (7) kl harimau: hati-hati kalau bertemu dng -- di hutan itu
daun da.un [n] (1) bagian tanaman yg tumbuh berhelai-helai pd ranting (biasanya hijau) sbg alat bernapas dan mengolah zat makanan; (2) bagian barang yg tipis lebar (spt -- dayung; -- jendela; -- pintu); (3) barang yg berhelai-helai spt daun (spt kartu domino, kertas sigaret)
daun kepialu daun pohon lakum, biasanya dipakai untuk mengobati penyakit demam; Vitis trifolia
daun nasi da.un na.si [n] tanda berupa tanaman belukar yg menunjukkan bahwa tanahnya adalah hak milik orang yg menanam belukar tsb
daur niaga [Dag n] perubahan yg berturut-turut terjadi dl kegiatan dunia usaha dan biasanya secara melingkar
dawet da.wet [Jw n] minuman berupa campuran air gula, santan, dan cendol (biasanya dicampur es)
daya angkut kemampuan mengangkut muatan atau penumpang; -- antisipasi kemampuan untuk mengetahui sebelumnya (tt apa yg mungkin akan terjadi atau akan dihadapi): pertahanan yg ketat di garis belakang benar-benar menuntut -- antisipasi dan refleks yg spontan dr para pemain bola; -- baca ki Olr kemampuan membaca (memperkirakan langkah atau tindakan yg akan dilakukan orang lain dsb): dl bertahan, kesebelasan itu mempunyai pemain tengah yg defensif, -- bacanya jitu sekali sehingga dng mudah ia memotong bola yg diumpan lawan
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
daya gaib kekuatan atau pengaruh di luar hukum alam yg dimiliki oleh orang-orang sakti
daya guna da.ya gu.na [n] (1) kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; efisien; tepat guna; sangkil: para petani berusaha meningkatkan -- tanah mereka; (2) kemampuan menjalankan tugas dng baik (tt orang): dl pengangkatan pegawai, -- yg tinggi harus menjadi unsur pertimbangan pokok; (3) angka persen yg menunjukkan perbandingan antara tenaga (energi) yg diperoleh dan tenaga yg diperlukan
daya perbawa kemampuan yg timbul dr sesuatu yg dapat mempengaruhi seseorang
daya usaha kemampuan seseorang memulai suatu aktivitas baru
dayah da.yah [n] orang perempuan (ibu) yg diserahi mengasuh atau menyusui anak orang lain; inang pengasuh; ibu susu
debak de.bak n tiruan bunyi orang meninju; debuk
debar de.bar [v] , ber.de.bar v bergerak-gerak atau berdenyut lebih kencang dp biasa (tt jantung krn kaget dsb)
debik de.bik [n] tiruan bunyi orang menepuk [ark n] embik
debit de.bit [n] (1) uang yg harus ditagih dr orang lain; piutang; (2) Man catatan pd pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yg mengurangi deposito pemegang rekening pd banknya [Tan] volume air yg mengalir dr suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dl satuan waktu
debitur de.bi.tur [n] orang atau lembaga yg berutang kpd orang atau lembaga lain
debu batu batu gamping spt debu yg biasa digunakan di tambang batu bara bawah tanah untuk mencegah terjadinya kebakaran
debuk de.buk [n] tiruan bunyi orang meninju, barang jatuh, dsb
decap de.cap [n] tiruan bunyi orang mengecap makan [n] denyar
dedengkot de.deng.kot [Jk n] orang yg menjadi tokoh (pemimpin) dl suatu perkumpulan dsb, baik dl arti yg baik maupun yg buruk
dedikatif de.di.ka.tif [a] bersifat pengabdian: dia orang yg sangat -- , tidak pernah menyusahkan orang, dan siap menjalankan program
deferens de.fe.rens [n] rasa hormat dan percaya kpd seseorang krn ia lebih tinggi kemampuannya, derajatnya, atau lebih tua dp kita
definisi de.fi.ni.si [n] (1) kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); (2) rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi
definisi berputar definisi yg tidak dapat dipahami krn tidak ada yg diberi definisi, biasanya hanya diberi sinonim; definisi melingkar
deflagrasi def.la.gra.si [n] (1) Kim proses pembakaran yg berlangsung dl waktu singkat, biasanya disertai nyala yg terang dan suara gemertak; (2) Idt pembersihan baja dng panas berukuran tinggi
deformatif de.for.ma.tif [a] bersifat deformasi; bersifat mengubah bentuk: orang terperangah pd karya seni -- dr seniman itu
degil de.gil [a] tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu: anak ini memang -- , tidak bisa dinasihati
deguk de.guk [n] tiruan bunyi orang meneguk air
dekat mencari indu [pb] jika merantau ke tempat yg dekat, kita mencari indu (orang yg seketurunan dng kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yg jauh, kita mencari orang yg satu suku saja dng kita sudah cukup
deklamator dek.la.ma.tor [n] orang yg mendeklamasikan sajak
dekorator de.ko.ra.tor [n] (1) orang yg mengerjakan dekorasi; penghias panggung teater; (2) orang yg merancang dekorasi untuk etalase, stan, dsb dan yg sekaligus mengerjakannya
dekriminalisasi de.kri.mi.na.li.sa.si [n] penggolongan suatu perbuatan yg pd mulanya dianggap sbg peristiwa pidana, tetapi kemudian dianggap sbg perilaku biasa
delap de.lap [n] api dan asap yg keluar dr mulut senapan pd saat ditembakkan [ark a] suka meminta sesuatu kpd orang lain tanpa mempunyai rasa malu
delegasi de.le.ga.si [n] (1) orang (orang) yg ditunjuk dan diutus oleh suatu perkumpulan (negara dsb) dl suatu perundingan (musyawarah dsb); perutusan; (2) Dag penyerahan atau pelimpahan wewenang; (3) Adm pelimpahan wewenang
delik aduan pelanggaran (perbuatan, tindak pidana) berupa penghinaan (fitnah atau pencemaran) yg dilakukan secara tertulis atau lisan thd nama seseorang dan dapat dituntut di depan pengadilan jika ada pengaduan dr yg merasa dirugikan nama baiknya
delusi de.lu.si [n Psi] pikiran atau pandangan yg tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yg tidak berdasarkan kenyataan; khayal
demagogi de.ma.go.gi [n Pol] penghasutan thd orang banyak dng kata-kata yg dusta untuk membangkitkan emosi rakyat
demam de.mam [a] (1) panas badannya (suhu badan lebih tinggi dp biasanya, umumnya krn sakit); (2) sakit yg menyebabkan suhu badan menjadi lebih tinggi dp biasanya: seharian itu ia berbaring saja krn -- [a] tergila-gila: mereka -- lagu-lagu dangdut
demarkasi de.mar.ka.si [n] batas pemisah, biasanya ditetapkan oleh pihak yg sedang berperang (bersengketa) yg tidak boleh dilanggar selama gencatan senjata berlangsung untuk memisahkan dua pasukan yg saling berlawanan dl medan pertempuran; perbatasan; tanda batas
demikian de.mi.ki.an [pron] kata untuk menunjukkan sesuatu yg sudah dibicarakan; begitu; spt itu; sbg itu: dl keadaan -- tidak seorang pun merasa dirinya aman
demokrasi plutokrat sistem demokrasi yg dikuasai oleh orang yg kaya atau bermodal
demon de.mon [n] (1) makhluk atau roh yg jahat; hantu; setan; (2) orang yg bengis, tidak mengenal belas kasihan
demoniak de.mo.ni.ak [n] orang yg dikuasai (dipengaruhi) oleh setan
demonstran de.mon.stran [n] orang yg berdemonstrasi; pelaku demonstrasi
demonstrativa de.mon.stra.ti.va [n Ling] kata yg berfungsi untuk menunjuk atau menandai secara khusus orang atau benda, msl ini dan itu
den [Jw n kp] raden (kata sapaan untuk seorang pemuda yg dianggap lebih muda derajatnya) [Mk pron] saya
denda kubra [Huk] denda adat di Jawa yg dijatuhkan kpd seluruh warga masyarakat apabila orang yg bersalah krn membunuh tidak tertangkap atau tidak diketahui dng pasti siapa orangnya
denda pati denda yg dikenakan kpd orang yg membunuh
denda paturunan [Huk] denda adat di Lombok atau ganti kerugian yg dibebankan pd desa apabila seseorang yg dituduh mencuri tidak tertangkap
dengar de.ngar [v] , -- pendapat pertemuan yg diadakan untuk mendengarkan penjelasan atau pendapat seseorang yg berwenang mengenai pelaksanaan kegiatan dsb yg ada dl batas tugas dan kewenangannya (anggota masyarakat, lembaga atau badan pemerintah, dsb): DPR telah mengadakan -- pendapat dng Menteri Pendidikan Nasional tt masalah wajib belajar
dengar-dengaran de.ngar-de.ngar.an [v] (1) seakan-akan mendengar sesuatu: saya selalu ~ suaranya; (2) percaya atas pendengaran; mudah (lekas) percaya: jangan suka ~ saja, saksikan sendiri; (3) suka menurut (mengindahkan): sbg anak harus ~ pd orang tua
dengih de.ngih [n] tiruan bunyi napas orang yg sesak
dengki deng.ki [a] menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) krn iri yg amat sangat kpd keberuntungan orang lain: perkataan itu timbul krn -- saja; mengapa engkau -- thd sahabatmu itu
dengking deng.king [n] tiruan bunyi salak anjing yg keras, teriak orang, dsb
dengkur deng.kur [n] (1) tiruan bunyi napas yg kuat dr orang tidur; keruh; (2) Dok napas yg berbunyi keras pd waktu tidur atau pd waktu kesadaran menurun; keruh
dengkus deng.kus [n] tiruan bunyi orang menarik dan menghembuskan napas kuat-kuat dr hidung
denim de.nim [n] kain katun kasar yg tahan lasak dan berlarik-larik, mudah dicuci, biasa dipakai untuk pakaian kerja; kain dril
deoknumisasi de.ok.nu.mi.sa.si [n] proses menghilangkan (menghapuskan, mengurangi) peran oknum (orang): yg akan lebih penting adalah proses -- dl kebijakan pemerintah
depang de.pang [v] men.de.pang v (1) merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; (2) menghadang (merintangi dsb) dng kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri: di ujung jalan berdiri seorang polisi ~ setiap kendaraan yg melanggar peraturan
dependensi de.pen.den.si [n] (1) keadaan bergantung kpd orang lain krn belum dapat hidup sendiri (tt orang); ketergantungan; (2) keadaan tidak merdeka, di bawah kekuasaan atau pengaruh negara lain (tt negara); keadaan dijajah; (3) Ling hubungan antara unsur-unsur gramatikal dng salah satu sbg penguasa dan lainnya sbg unsur bergantung (dikuasai), msl frasa verba menguasai frasa nomina pd tataran klausa, vokal (inti) menguasai konsonan pd tataran suku kata
deportasi de.por.ta.si [n Huk] pembuangan, pengasingan, atau pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sbg hukuman, atau krn orang itu tidak berhak tinggal di situ
deposito de.po.si.to [n] (1) Ek uang yg disimpan dl rekening; (2) Ek tindakan menyimpan uang di bank; (3) Man kredit yg diberikan bank kpd seseorang; (4) Man hak atas saldo uang di bank bagi mereka yg telah menyimpannya di bank
depresi dep.re.si [n] (1) Ek keadaan perniagaan yg sukar dan lesu; (2) Psi gangguan jiwa pd seseorang yg ditandai dng perasaan yg merosot (spt muram, sedih, perasaan tertekan); (3) Geo daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pd waktu yg sama; (4) Met daerah yg bertekanan rendah
deputasi de.pu.ta.si [n] perutusan yg terdiri atas beberapa orang yg diangkat dan diberi hak untuk mewakili (bertindak dan berbicara atas nama) orang-orang lain: kaum buruh yg mogok itu mengirim -- ke kantor wilayah perburuhan untuk berunding
deputi de.pu.ti [n] (1) orang yg diangkat sbg wakil atau pengganti dng kuasa jabatan untuk bertindak; (2) orang kedua dl organisasi yg mengambil alih pimpinan jika atasannya tidak di tempat
derap de.rap [n] tiruan bunyi kaki orang berjalan cepat [n] (1) gerak lari cepat (tt kuda dsb); (2) kecepatan langkah; laju gerak: rakyat tidak apatis thd -- pembangunan yg tengah berjalan sekarang
derap langkah bunyi langkah orang berbaris, kuda berjalan atau berlari, dsb; (2) ki kecepatan langkah; laju gerak: kita hendaknya menyesuaikan -- langkah pembangunan kita dng kemajuan dunia luar
derma der.ma [n] pemberian (kpd fakir miskin dsb) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dsb (kpd perkumpulan sosial dsb): orang kaya sebaiknya mau memberi -- kpd fakir miskin
dermatolog der.ma.to.log [n] ahli dermatologi: penyakit gatal di sekujur tubuh itu hendaknya dikonsultasikan kpd seorang --
dermawan der.ma.wan [n] pemurah hati; orang yg suka berderma (beramal, bersedekah): dia terkenal sbg seorang -- di kampung ini
derup de.rup [n] tiruan bunyi derap (langkah sekelompok orang secara serentak dsb)
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
desa kaputihan [Jw] desa yg terletak di dekat masjid atau pusat peribadahan yg didiami orang-orang saleh
desah de.sah [n] tiruan bunyi barang digosok, air hujan jatuh di daun-daunan, napas orang sakit bengek, dsb
desas-desus de.sas-de.sus [n] (1) suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; (2) percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi
deselerasi de.se.le.ra.si [n] daya pengurangan kecepatan (mobil, sepeda motor, dsb): mobil 2000 cc itu mempunyai -- yg luar biasa untuk mendaki daerah yg memiliki tikungan yg tajam
desentralisasi fungsional pengakuan adanya hak pd seseorang atau golongan untuk mengurus hal-hal tertentu di daerah
desertir de.ser.tir [n] orang dsb yg melakukan desersi (lari meninggalkan dinas ketentaraan atau membelot kpd musuh)
desis de.sis [n] bunyi yg lebih lembut dp desus (spt orang meniup atau berbisik)
desit de.sit [n] bunyi spt orang mengisap (menyedot) melalui celah gigi
despotisme des.pot.is.me [n] (1) pemerintahan seorang despot; (2) sistem pemerintahan dng kekuasaan tidak terbatas dan sewenang-wenang
desus de.sus [n] tiruan bunyi orang berbisik
desut de.sut [n] tiruan bunyi orang meniup, angin kencang, dsb
detektor kebohongan alat untuk mencatat yg bertujuan menemukan tanda-tanda fisiologis tertentu pd seseorang yg berbohong
detenidos de.te.ni.dos [n Huk] orang yg ditahan krn melanggar hukum
determinis de.ter.mi.nis [n] orang yg menganut paham determinisme
deuterium deu.te.ri.um [n] (1) Fis isotop hidrogen yg berat jenisnya dua kali hidrogen biasa; hidrogen berat; (2) Kim isotop unsur hidrogen dng satu neutron dan satu proton di dl inti, dng bobot atom 2,0144
dewa de.wa [kl n] (1) roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; (2) ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; (3) Bl gelar kasta (golongan) Brahmana
dewadaru de.wa.da.ru [n] (1) pohon yg daunnya biasa dipakai untuk lalap; daru-daru; Urandra corniculata; (2) daun dewa daru
dewan de.wan [n] (1) majelis atau badan yg terdiri atas beberapa orang anggota yg pekerjaannya memberi nasihat, memutuskan suatu hal, dsb dng jalan berunding; (2) mahkamah (tinggi)
dewasa de.wa.sa [a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah -- [n] waktu, masa (akhir-akhir ini): -- ini pembangunan dilakukan di seluruh pelosok tanah air
di [p] (1) kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; (2) cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; (3) Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; (4) Mk dari: jauh -- mata [kp] adi, msl dipati adipati; diraja adiraja
di bawah di ba.wah [v] (1) berada di tempat yg lebih rendah; (2) ki berada dl kedudukan rendah: orang -, orang rendahan
di bawah tangan [ki] tidak di muka umum (tt pemborongan); tidak dilaksanakan secara resmi atau tidak disaksikan oleh pihak resmi (tt perkawinan dsb); di bawah kekuasaan (pemerintah) orang
di mana bumi dipijak [pb] menurutkan adat kebiasaan tempat yg didiami
di mana pinggan pecah [pb] di mana orang meninggal di situ dikuburkan
di muka di mu.ka [v] (1) di depan; di hadapan: -- umum, di depan orang banyak; (2) di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; (3) dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa
di muka (di puncak) hidung [pb] dekat sekali di depan orang
diagram peta diagram yg melukiskan peristiwa, biasanya berdasarkan peta bumi atau geografi
dialog batin [Sas] kata-kata yg diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukan kpd pemain lain; -- horizontal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang, spt antara mahasiswa dan mahasiswa, antara guru dan guru: -- horizontal sesama mahasiswa diperlukan saat ini untuk menyamakan visi dan misi
dialog pemancing [Sas] kata-kata pemancing yg diucapkan oleh seorang pemain kpd pemain lain yg lupa akan percakapan lanjutannya
dialog pribadi [Sas] ucapan pemain kpd penonton, dan ucapan itu tidak terdapat dl naskah; -- vertikal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih rendah dng seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukannya lebih tinggi, spt antara buruh dan majikan, antara mahasiswa dan menteri: -- vertikal antara mahasiswa dan Menteri Pendidikan Nasional
diam di laut masin tidak [pb] tidak mengikuti adat kebiasaan yg baik
diam-diam di.am-di.am [adv] tanpa memberi tahu orang lain; secara rahasia: dng ~ pasukan gerilya menerobos pertahanan musuh
diat di.at [kl n] denda (berupa uang atau barang) yg harus dibayar krn melukai atau membunuh orang
dibawa (terbawa) arus [ki] terikat (terlibat) dl suatu paham (aliran, kebiasaan) secara tidak sadar atau krn tidak kuasa melawannya
diberi kuku hendak mencengkam [pb] baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain
diberi sejari hendak setelempap diberi sejari hendak se.te.lem.pap [pb] orang yg diberi sedikit ingin lebih banyak lagi
dibuat krn allah [pb] dilakukan dng maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik
dibujuk ia menangis dibujuk ia me.na.ngis , ditendang ia tertawa [pb] orang baru bekerja dng baik dan sempurna sesudah ia dimarahi
didik di.dik [v] men.di.dik v memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran: seorang ibu wajib ~ anaknya baik-baik
didikan di.dik.an [n] (1) hasil mendidik: pd umumnya anak-anak ~ Taman Siswa pd zaman Belanda tebal rasa kebangsaannya; (2) anak atau hewan yg dididik: anak yg saleh itu ~ orang tuanya; (3) cara mendidik: bukan krn apa anak itu, hanya salah ~
didong di.dong [n cak] (1) orang Prancis; (2) orang asing berkulit putih (orang Eropa) [ark n] (1) pertunjukan komedi wayang boneka; (2) pertunjukan tari dan musik; (3) Antr kesenian tradisional Gayo yg dimainkan dng cara menyanyikan pantun sambil menari
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
diet di.et [n Dok] aturan makanan khusus untuk kesehatan dsb (biasanya atas petunjuk dokter)
diferensial di.fe.ren.si.al [a] bersangkutan dng, menunjukkan, atau menghasilkan perbedaan; -- semantis Ling alat yg dikembangkan oleh para ahli psikologi untuk mengukur makna yg diberikan oleh seorang informan kpd sebuah kata, msl si informan mendengar kata musik dan kemudian mencatat tanggapannya pd perangsang ini dng memilih satu di antara adjektiva yg berlawanan, spt gembira-sedih, keras-lembut, cepat-lambat
diiringkan menyepak di.i.ring.kan menyepak, dikemudiankan menanduk [pb] serba menyu-sahkan orang (msl tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)
dijual di.ju.al [v] diberikan sesuatu kpd orang lain untuk memperoleh uang
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
diktator dik.ta.tor [n] kepala pemerintahan yg mempunyai kekuasaan mutlak, biasanya diperoleh melalui kekerasan atau dng cara yg tidak demokratis
dikte dik.te [n] yg diucapkan atau dibaca keras-keras supaya ditulis orang lain; imla
dikte ulangan dikte untuk mengetahui kecakapan orang menuliskan kata-kata yg sudah dipelajari ejaannya
dilema di.le.ma [n] situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yg sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yg sulit dan membingungkan
diletan di.le.tan [n] pencinta atau penggemar seni; orang yg mempelajari suatu cabang seni (melukis, musik, sastra, dsb) dng tidak penuh minat dan tanpa mendalaminya benar-benar
diminutif di.mi.nu.tif [a Ling] berhubungan dng bentuk kata dng makna kecil, biasanya dng penambahan sebuah sufiks, msl dl bahasa Belanda tje dl Marietje adalah sufiks diminutif
dinamika kelompok gerak atau kekuatan yg dimiliki sekumpulan orang dl masyarakat yg dapat menimbulkan perubahan dl tata hidup masyarakat yg bersangkutan
dinamit di.na.mit [n] alat peledak yg sangat kuat (biasa dipakai dl tambang untuk menghancurkan batu cadas, karang, dsb)
dinas pabean badan yg mengurusi ketentuan tt perizinan, pembatasan, atau pelarangan membawa barang masuk atau keluar di suatu negara, biasanya tembakau, minuman keras, atau wewangian
dinding din.ding [n] penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dsb (dibuat) dr papan, anyaman bambu, tembok, dsb: -- nya terbuat dr papan [n Huk] , men.din.ding n bentuk perkawinan adat Batak yg mengharuskan suami bekerja untuk orang tua istrinya krn tidak sanggup membayar mahar
dinding teretas [pb] (1) sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian; (2) sesuatu yg telah cukup buktinya
diplomat dip.lo.mat [n] orang yg berkecimpung dl bidang diplomasi (menteri luar negeri, duta besar, dsb)
direktorat di.rek.to.rat [n] bagian dr departemen yg tugasnya mengurus suatu bidang tertentu, dikepalai oleh seorang direktur: -- Pendidikan Dasar
direktur di.rek.tur [n] (1) pemimpin tertinggi dl suatu perusahaan; (2) kepala sekolah menengah; (3) kepala direktorat (dl departemen); (4) orang yg bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, dsb
dirgahayu dir.ga.ha.yu [a] berumur panjang (biasanya ditujukan kpd negara atau organisasi yg sedang memperingati hari jadinya): -- Republik Indonesia, panjang umur Republik Indonesia
disiden di.si.den [n] (1) orang yg tidak sepakat dng pendapat seseorang atau kelompok; (2) orang yg tidak mau menurut pemerintahnya krn menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dsb); pembangkang
disinformasi dis.in.for.ma.si [n] penyampaian informasi yg salah (dng sengaja) untuk membingungkan orang lain: usaha subversi dapat dilakukan dng menyusun -- yg dimuat dl media massa
diskonto dis.kon.to [n Dag] potongan atau bunga yg harus dibayar oleh orang yg menjual wesel atau surat dagang yg diuangkan sebelum waktunya
diskredit dis.kre.dit [v] men.dis.kre.dit.kan v (berusaha untuk) menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu: selebaran berupa pamflet gelap itu bertujuan ~ Pemerintah
diskualifikasi dis.ku.a.li.fi.ka.si [n Olr] (1) larangan turut bertanding bagi seseorang atau sebuah regu krn melanggar peraturan pertandingan; (2) pernyataan tidak cakap atau tidak mampu; (3) pencabutan hak; (4) hal tidak memenuhi syarat akibat kelainan atau cacat pd tubuhnya
diskusi panel diskusi yg dilakukan oleh sekelompok orang (yg disebut panel) yg membahas suatu topik yg menjadi perhatian umum di hadapan khalayak, pendengar (siaran radio), atau penonton (siaran televisi), khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat
disorientasi dis.o.ri.en.ta.si [n] (1) kekacauan kiblat; kesamaran arah: -- pandangan akan timbul apabila terdapat kesenjangan antara organisasi sosial dan sistem nilai kebudayaan; (2) Dok kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg berkenaan dng waktu tempat dan orang
dispensasi dis.pen.sa.si [n] (1) pengecualian dr aturan krn adanya pertimbangan yg khusus; pembebasan dr suatu kewajiban atau larangan: ia mendapat -- bebas membayar uang kuliah krn orang tuanya tidak mampu; (2) Huk pengecualian tindakan berdasarkan hukum yg menyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yg khusus (dl hukum administrasi negara)
diri di.ri [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu
dispepsia dis.pep.sia [n Dok] berkurangnya daya atau fungsi pencernaan; penyakit nyeri lambung: penderita -- di seluruh dunia diperkirakan ada 23 juta orang
dispersi dis.per.si [n] (1) pergerakan untuk perpindahan individual, terutama untuk mendiami lingkungan baru; (2) Fis penguraian atau pembiasan warna
disposisi dis.po.si.si [n] (1) Adm pendapat seorang pejabat mengenai urusan yg termuat dl suatu surat dinas, yg langsung dituliskan pd surat yg bersangkutan atau pd lembar khusus; (2) Dok kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak
distikon dis.ti.kon [n Sas] puisi yg setiap baitnya terdiri atas dua baris, biasanya berirama akhir; kuplet tertutup
distorsi dis.tor.si [n] (1) pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- thd fakta yg ada; (2) gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; (3) Fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; (4) Dok hal terkilir (kaki dsb); (5) ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan
distribusi dis.tri.bu.si [n] (1) penyaluran (pembagian, pengiriman) kpd beberapa orang atau ke beberapa tempat; (2) pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dl masa darurat) oleh pemerintah kpd pegawai negeri, penduduk, dsb; (3) Ling semua posisi yg ditempati oleh unsur bahasa; (4) ark persebaran benda dl suatu wilayah geografi tertentu
distributor dis.tri.bu.tor [n] orang atau badan yg bertugas mendistribusikan barang (dagangan); penyalur
ditindih yg berat di.tin.dih yg berat, dililit yg panjang [pb] tidak dapat melepaskan diri dr kekuasaan orang (kemalangan dsb)
diurnal di.ur.nal [a] berhubungan dng siang hari; (2) n Bot keadaan bunga yg mekar pd siang hari dan menutup pd malam hari; (3) n Zool keadaan hewan yg sifatnya atau kebiasaannya aktif terutama pd siang hari
divisi di.vi.si [n] (1) satuan militer yg besar (jumlahnya sampai puluhan ribu) yg biasanya lengkap dng peralatannya, dipimpin oleh perwira tinggi (biasanya mayor jenderal): satu -- didatangkan untuk memperkuat penjagaan keamanan; (2) kelompok dl suatu organisasi (sepak bola dsb): kesebelasan itu menjadi juara dl kompetisi -- II; (3) bagian dr suatu perusahaan besar: pegawai Pertamina -- Perkapalan; (4) Bot satuan taksonomi dl klasifikasi tumbuhan, berperingkat antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, spt Bryophyta
dl rumah membuat rumah [pb] mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pd orang lain
doa arwah doa untuk orang yg telah meninggal
doa halimunan mantra yg menjadikan orang tidak dapat dilihat oleh orang lain
doa kunut [Isl] doa istimewa yg biasanya dibaca pd setiap salat subuh dan pd salat witir mulai tanggal 16-30 Ramadan
doa pengasih jampi-jampi atau guna-guna yg menyebabkan orang jatuh cinta
doa sanjung ungkapan yg berisi doa dan pujian, khususnya kata penghargaan thd seseorang yg telah meninggal; elegi
dobi do.bi [n] orang yg pekerjaannya mencuci dan menyeterika pakaian; penatu
dokoh sehari bulan dokoh berbentuk bulan sabit, biasanya tersusun dl perangkat yg berjumlah tiga buah atau lebih (dipakai oleh pengantin dsb)
dokter pribadi dokter yg menjalankan praktik bagi perseorangan (keluarga) tertentu
dokumenter do.ku.men.ter [a] bersifat dokumentasi: pd bulam Agustus biasanya ditayangkan film -- di televisi
dolomit do.lo.mit [n Geo] batu kapur yg kemasukan ion magnesium sehingga unsur kalsiumnya diganti oleh magnesium, biasa ditemukan di bawah suatu bukit batu kapur (untuk bahan batu tahan api, keramik, dsb)
domestik do.mes.tik [a] (1) berhubungan dng atau mengenai permasalahan dl negeri: lapangan terbang itu khusus untuk melayani penerbangan --; wisatawan --; (2) mengenai (bersifat) rumah tangga: membicarakan persoalan-persoalan --; (3) piaraan (tt binatang); jinak: kuda sbg binatang -- sudah lama dipelihara orang untuk alat pengangkutan
dominasi flora [Bot] keadaan unggul suatu spesies flora dl komunitasnya, biasanya diukur dr kepadatan populasi, frekuensi, dan biomassanya
domisili do.mi.si.li [n Huk] tempat kediaman yg sah dr seseorang; tempat tinggal resmi
dompet lipat dompet yg dapat dilipat atau dirangkapkan (biasa dipakai untuk menyimpan uang kertas)
domplengan dom.pleng.an [n] (1) yg didomplengkan pd sesuatu (seseorang) yg sudah lebih dulu ada: lagu ~ itu akan diorbitkan dng jalan diikutsertakan dl acara yg dibawakan pemusik kenamaan; (2) tempat mendompleng
donatur do.na.tur [n] orang yg secara tetap memberikan sumbangan berupa uang kpd suatu perkumpulan dsb; penyumbang tetap; penderma tetap
dongan do.ngan [n] (1) kawan; sahabat; (2) orang-orang satu marga
dongkak dong.kak [Mk v] men.dong.kak v melompat; menerjang; mendompak: orang gila itu ~ sambil mengayunkan golok
dongkol dong.kol [a] (1) tidak bertanduk: kerbau -- itu tidak bisa bertarung; dogol; (2) ki sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi: lurah -- [a] men.dong.kol v berperasaan kesal yg terpendam di dl hati; memendam rasa dongkol: banyak orang ~ kepadanya krn merasa ditipu
doni do.ni [n Huk] utang seseorang yg dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya
donor do.nor [n] (1) penderma; pemberi sumbangan; (2) penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan): -- darah; (3) Fis unsur kimia yg jika ditambahkan ke dl semikonduktor murni dapat menambah konsentrasi elektron bebas di dl semikonduktor itu
dorna dor.na [n] orang yg suka menghasut atau membangkit perselisihan, mengadudombakan dsb (bertabiat spt pendeta Dorna dl cerita pewayangan)
dorong do.rong [v] men.do.rong v (1) menolak dr bagian belakang atau bagian depan; menyorong: mereka beramai-ramai ~ mobil yg mogok; (2) menganjur (ke depan); bergerak dng kuat ke arah depan: seseorang di antara para demonstran itu ~ ke depan khalayak; (3) ki mendesak atau memaksa supaya berbuat sesuatu: kejadian ini ~ kami agar segera bertindak
dorslah dor.slah [n cak] kertas tipis yg biasanya dipakai untuk tindasan
dosa do.sa [n] (1) perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan, ampunilah segala -- kami; (2) perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara): perbuatan itu dapat dianggap sbg -- besar thd nusa dan bangsa
draf [n] rancangan atau konsep (surat dsb); buram: -- komunike bersama itu disusun oleh dua orang dr kedua belah pihak
drama domestik drama yg menceritakan kehidupan rakyat biasa
drama duka [Sas] (1) drama yg khusus menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama; (2) drama yg melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yg luar biasa yg berakhir dng malapetaka atau kesedihan; tragedi
drastis dras.tis [a] (1) tegas dan cepat; keras dan berpengaruh cepat: tindakan-tindakan -- diharapkan akan mengakhiri kriminalitas di ibu kota; (2) menyeluruh; radikal: perombakan -- akan dilakukan thd pengurus partai itu; (3) hebat; luar biasa: harga kopi merosot secara --
dresur dre.sur [n] latihan pembiasaan untuk menguasai kecakapan tertentu terutama pd hewan (spt anjing pelacak, kuda)
drop [v cak] , me.nge.drop v (1) memberikan (dr pejabat, atasan, dsb kpd masyarakat, bawahan, dsb): gubernur telah ~ biaya sebesar 16 juta rupiah untuk pembangunan jembatan itu; (2) mengirimkan atau menempatkan: pemerintah akan ~ 500 orang guru dr Jawa untuk Kalimantan Tengah; pemerintah ~ 1.000 orang transmigran di Sulawesi Selatan; (3) menyediakan; memasarkan: Bulog akan ~ daging untuk keperluan Lebaran
dropsi drop.si [n Anat] pembengkakan organ bagian dalam yg biasanya disebabkan oleh bakteri
duafa du.a.fa [n Isl] orang-orang lemah (ekonominya dsb): daging kurban dibagi-bagikan kpd kaum fakir miskin dan --
duai du.ai [n Huk] adat perkawinan suku Dayak, antara dua orang laki-laki dng dua wanita kakak beradik, atau antara dua wanita dng dua orang laki-laki kakak beradik
dualis du.a.lis [n] (1) Ling kategori gramatikal jumlah kata untuk menunjukkan dua hal atau benda yg dipertentangkan dng singularis dan pluralis; (2) Fil orang yg menganut paham dualisme
dudu du.du [v] men.du.du v (1) berjalan (berenang, berlari, dsb) mengikuti dr belakang: itik-itik betina itu ~ itik jantannya saja; (2) berjalan (berlari, berenang, dsb) terus saja tanpa menoleh ke kiri kanan: orang itu ~ saja; (3) terpaksa menurut: dia ~ krn diancam
dudur du.dur [v] men.du.dur v menyerahkan seseorang kpd yg berwajib (di Gayo)
duel du.el [n] perkelahian antara dua orang untuk menyelesaikan persoalan (dng pedang atau pistol, di tempat dan pd waktu yg telah ditetapkan); perang tanding
duet du.et [n] gubahan musik untuk dua suara (orang) atau untuk dua alat musik; nyanyian yg dilagukan berdua atau musik yg dimainkan oleh dua orang
dukuh du.kuh [n] dusun atau kampung kecil; bagian dr desa [n] orang yg pekerjaannya menyembelih ternak (di Bali, Lombok)
dukun du.kun [n] orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb)
dukung du.kung [v] ber.du.kung v duduk di punggung atau di pinggang orang: yg buta berpimpin, yg lumpuh ~
dula du.la [n] warga masyarakat biasa; rakyat biasa
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
duodrama du.o.dra.ma [n] pertunjukan drama yg hanya dimainkan oleh dua orang pemain
durhaka dur.ha.ka [a] (1) ingkar thd perintah (Tuhan, orang tua, dsb); (2) tidak setia kpd kekuasaan yg sah (negara)
durma dur.ma [n Sen] bentuk komposisi tembang jenis macapat (terdapat di Jawa, Sunda, Bali), biasanya untuk melukiskan cerita-cerita keras (perkelahian, perang)
durno dur.no [n] (dikatakan tt) orang yg suka menghasut, memfitnah, berbuat licik, mengadu domba, dsb (berbuat spt Durno dl cerita wayang)
durnois dur.no.is [a] bersikap (bersifat) spt durno; (2) n orang yg melakukan persekongkolan
dusun du.sun [n] kampung; desa; dukuh [n] -- pengasihan Huk sebagian tanah pusaka di Ambon yg diberikan kpd orang lain krn jasa-jasanya atau untuk melunasi utang
duta keliling duta luar biasa yg diutus pemerintah suatu negara ke beberapa negara lain untuk tugas khusus
duyun du.yun [adv] ber.du.yun-du.yun adv berbondong- bondong; berturut-turut banyak sekali: orang ~ pergi ke Pekan Raya
dwibahasawan dwi.ba.ha.sa.wan [n] orang yg dapat berbicara dl dua bahasa, spt bahasa nasional dan bahasa asing, bahasa daerah dan bahasa nasional; pemakai dua bahasa
dwitarung dwi.ta.rung [n] pertandingan atau pertarungan dua orang (regu atau kubu): ~ antara kedua pecatur itu sudah dimulai sejak akhir tahun 1995
ebi [n] udang yg sudah dikeringkan (biasanya dipakai untuk bumbu)
eboni ebo.ni [n] kayu yg keras, berat, dan tahan lama, digunakan untuk membuat mebel dan barang ukiran, biasanya berwarna hitam; kayu hitam; Diospyros ebenum
editor edi.tor [n] orang yg mengedit naskah tulisan atau karangan yg akan diterbitkan dl majalah, surat kabar, dsb; penyunting
efek halo [Psi] kecenderungan menilai terlalu tinggi seseorang berdasarkan prestasi tertentu; (2) kesalahan yg terjadi pd saat mengadakan pencatatan hasil pengamatan yg disebabkan oleh adanya sesuatu yg mempengaruhi pencatat
efek jenuh [Psi] menurunnya hasil kerja, tes, atau eksperimen sbg akibat kebosanan atau kelelahan, biasanya krn pekerjaan yg sama, rutin, atau tes yg terlalu lama
efek kemurahan hati [Psi] kesalahan dl penilaian yg terjadi secara sistematis, disebabkan adanya kecenderungan memberikan nilai rendah kpd orang yg tidak disukai atau tidak dikenal
efendi efen.di [ark n] tuan (sebutan thd orang yg dihormati)
egois ego.is [n] (1) Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri; (2) Fil penganut teori egoisme;
egoisme ego.is.me [n] (1) Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain; (2) Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri
egomania ego.ma.nia [n] orang yg tergila-gila kpd diri sendiri: -- sering terdapat pd orang yg kurang sehat jiwanya
ekabahasawan eka.ba.ha.sa.wan [n] orang yg hanya mampu menggunakan satu bahasa
ekaristi eka.ris.ti [n Kat] (1) perayaan ibadat mengucapkan pujian dan syukur kpd Allah, biasanya disebut Misa Kudus; (2) tubuh dan darah Kristus dl rupa roti dan anggur dl perayaan Misa Kudus
ekatantri eka.tan.tri [n] alat musik petik India, terdiri atas seutas dawai yg direntangkan antara ruang guna kecil yg bagian bawahnya ditutupi kulit dan berleher tegak, biasa digunakan oleh pengemis
eklektik ek.lek.tik [a] bersifat memilih yg terbaik dr berbagai sumber (tt orang, gaya, metode)
eklektikus ek.lek.ti.kus /EklEktikus/ n (1) orang yg mengerjakan sesuatu dng metode eklektis; (2) filsuf yg mengambil segala ajaran (sistem) yg menurut pandangannya adalah yang terbaik
ekolalia eko.la.lia [n] dorongan kuat yg tidak terkendalikan dr penderita gangguan jiwa untuk meniru ucapan atau perbuatan yg dilakukan orang lain; kelatahan
ekonomi pedesaan ekonomi yg berdasarkan hasil produksi dr daerah pedesaan, biasanya bersifat tradisional
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
eks [n] nama huruf x [a] bekas; mantan: orang itu -- narapidana; dia adalah -- lurah di daerah Bogor; dia adalah -- pejuang [p] dari: -- pabrik
eksekusi ek.se.ku.si [n Huk] (1) pelaksanaan putusan hakim; pelaksanaan hukuman badan peradilan, khususnya hukuman mati: yg terhukum sudah menjalani -- nya; (2) penjualan harta orang krn berdasarkan penyitaan
eksekutor ek.se.ku.tor [n] orang yg melakukan eksekusi
eksem ek.sem [n] penyakit kulit, biasanya berasa amat gatal, yg menimbulkan bintik-bintik atau gelembung-gelembung kecil, bercak berwarna kemerah-merahan yg mengerisik
eksentrik ek.sen.trik [a] aneh; ganjil; tidak wajar: cara berpakaian yg -- menarik perhatian orang
ekseptor ek.sep.tor [n] orang yg mengajukan eksepsi (pembelaan, tangkisan)
eksesif ek.se.sif [a] berkenaan dng keadaan yg melampaui kebiasaan (ketentuan dsb), dipandang dr sudut tertentu
ekshibisionis eks.hi.bi.si.o.nis [n Psi] orang yg mempunyai dorongan melakukan ekshibisionisme
ekshibisionisme ek.shi.bi.si.o.nis.me [n Psi] kelainan atau ketidakwajaran yg ditandai dng kecenderungan memperlihatkan hal-hal yg tidak senonoh, spt alat kelamin kpd orang lain untuk pemuasan diri
eksklusif eks.klu.sif [a] (1) terpisah dr yg lain; khusus: wartawan itu beruntung krn mendapat kesempatan mengadakan wawancara -- dng bintang tenar itu; (2) tidak termasuk: tarif losmen itu Rp50.000,00 sehari -- makan dan cucian; bus itu bermuatan 38 orang, -- supir dan kenek
eksklusivisme eks.klu.si.vis.me [n] paham yg mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dr masyarakat: di kota besar terdapat gejala -- , terutama pd orang yg berada
ekskomunikasi eks.ko.mu.ni.ka.si [n Kat] pengucilan seseorang dr keanggotaan gereja
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
ekspansif ek.span.sif [a] (1) dapat atau cenderung meluas; (2) terus terang, terbuka, bebas, tanpa ditutup-tutupi (tt orang, bicaranya, sikapnya)
ekspatriasi eks.pat.ri.a.si [n Pol] (1) tindakan seseorang untuk melepaskan kesetiaan thd negaranya; (2) tindakan meninggalkan tanah air untuk berdiam selamanya di negara lain; (3) pembuangan yg dilakukan oleh negara atas warganya
ekspeditor ek.spe.di.tor [n] (1) badan atau perusahaan yg bergerak dl bidang pengangkutan atau pengiriman barang; (2) orang yg pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang melalui darat, laut, atau udara; (3) orang yg menjelajah (melakukan perjalanan) untuk keperluan penyelidikan ilmiah
eksper ek.sper [n] orang yg ahli dl bidangnya; pakar: ia -- dl konstruksi beton bertulang
eksplisit eks.pli.sit [a] gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit (sehingga orang dapat menangkap maksudnya dng mudah dan tidak mempunyai gambaran yg kabur atau salah mengenai berita, keputusan, pidato, dsb); tersurat
eksploitasi eks.ploi.ta.si [n] (1) pengusahaan; pendayagunaan: -- nikel di daerah itu dilakukan oleh perusahaan asing; (2) pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan (tt tenaga orang): -- atas diri orang lain merupakan tindakan yg tidak terpuji
eksplorator eks.plo.ra.tor [n] orang yg mengeksplorasi; penyelidik; penjelajah
eksplosif eks.plo.sif [a] (1) mudah meledak (tt sendawa, karbit, fosfor, gas, bensin, dsb); (2) ki dapat (mudah) meletus (tt perang dsb): kalau tidak dapat dicapai kompromi dl waktu singkat, maka situasi menjadi gawat dan --; (3) cepat marah (tt orang): kita perlu berhati-hati jika berbicara dng orang yg --
eksponen eks.po.nen [n] (1) Mat angka dsb yg ditulis di sebelah kanan atas angka lain yg menunjukkan pangkat dr angka tsb, spt angka 2 pd 2; (2) orang yg menerangkan atau menafsirkan suatu teori, yg dapat mewakili dan menjadi contoh dr teori tsb atau orang yg menganut teori tsb: Huxley merupakan seorang -- dr teori evolusi Darwin; (3) orang terkemuka dl suatu gerakan atau bidang kehidupan; tokoh: -- Angkatan 45
ekspor gelap jasa, baik finansial maupun perseorangan, yg diberikan oleh penduduk suatu negara kpd negara asing secara tersembunyi atau tidak melalui cara yg sah
ekspresi eks.pre.si [n] (1) pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): sajak itu merupakan -- dr perasaan hatinya; (2) pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang: -- rasa tidak puas tergambar di wajahnya
ekspresionisme eks.pre.si.o.nis.me [n] (1) Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; (2) aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata
ekstase eks.ta.se [n] keadaan di luar kesadaran diri (spt keadaan orang yg sedang khusyuk bersemadi)
ekstasi eks.ta.si [n] (1) ekstase; (2) tablet yg mengandung zat adiktif yg mampu memacu kekuatan daya tubuh hingga berjam-jam dan menimbulkan perasaan senang, gembira, dan riang yg luar biasa thd sesuatu, mempunyai efek dapat menyerang susunan syaraf pusat (otak)
eksteriorisasi eks.te.ri.o.ri.sa.si [n] (1) Dok pengeluaran alat tubuh untuk sementara untuk diperiksa tanpa melepaskannya dr tubuh; (2) pengarahan perhatian seseorang ke luar
ekstra eks.tra [n] (1) tambahan di luar yg resmi: gaji --; (2) sangat; luar biasa: rute tsb tergolong -- berat krn melewati rimba belantara; -- hati-hati hati-hati sekali: usaha menjinakkan bom itu harus dilakukan secara -- hati-hati; -- keras lebih dr keras: polisi harus bekerja -- keras mengungkap kasus pembunuhan itu
ekstradisi eks.tra.di.si [n Huk] penyerahan orang yg dianggap melakukan kriminalitas oleh suatu negara kpd negara lain yg diatur dl perjanjian antara negara yg bersangkutan
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
ekstraversi eks.tra.ver.si [n Psi] sikap atau tipe kepribadian seseorang yg minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial dp thd dirinya dan pengalamannya sendiri
ekstrospeksi eks.tro.spek.si [n] hal membandingkan tingkah laku sendiri dng tingkah laku orang lain
ekstrover eks.tro.ver [n] orang yg minatnya ditujukan seluruhnya kpd yg ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kpd yg ada dl pikiran dan perasaannya sendiri (bersikap terbuka)
eksudat ek.su.dat [n Dok] campuran serum, sel, atau sel yg rusak yg keluar dr pembuluh darah ke dl jaringan, biasanya akibat radang
ekuitas eku.i.tas [n] kepemilikan dl bentuk nilai uang: kenaikan suku bunga biasanya mempunyai pengaruh negatif di pasar modal sebab investor dapat menempatkan dananya dl bentuk --
ekumenisme eku.me.nis.me [n] usaha untuk mendapatkan kembali persatuan penuh semua orang yg beriman Kristen
elefantiasis ele.fan.ti.a.sis [n Dok] penyakit yg menimbulkan pembengkakan bagian tubuh secara luar biasa krn kulit dan jaringan yg di bawahnya bertambah tebal terutama pd tungkai dan alat kelamin sebelah luar; penyakit kaki gajah
elektrolisis elek.tro.li.sis [n Kim] penguraian senyawa berbentuk larutan, lelehan, atau cairan biasa oleh arus listrik yg mengalir melalui senyawa tsb
elevator ele.va.tor [n] (1) alat untuk membawa orang atau barang naik atau turun dr satu lantai ke lantai lainnya (dl gedung bertingkat); (2) alat yg digunakan untuk menaikkan atau menurunkan (gandum, terigu, atau padi-padian lainnya) ke atau dr kapal
eliminasi eli.mi.na.si [n] (1) pengeluaran (spt racun dr tubuh); penghilangan; (2) penyingkiran; pengasingan: -- orang-orang yg berbahaya dr tengah masyarakat; (3) penyisihan: -- juara dunia oleh pemain baru itu sangat mencengangkan
elite eli.te [n] (1) orang-orang terbaik atau pilihan dl suatu kelompok; (2) kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb)
elon /Elon/, meng.e.loni v memihak kpd; memenangkan (salah satu pihak): orang yg sedang menengahi perselisihan harus bertindak adil dng tidak ~ salah satu pihak /Elon/, meng.e.lon v mengambil hati supaya menurut; membujuk: ia berusaha ~ anak yg keras kepala itu menuruti nasihatnya
emas [n] (1) logam mulia berwarna kuning yg dapat ditempa dan dibentuk, biasa dibuat perhiasan spt cincin, kalung (lambangnya Au, nomor atomnya 79, bobot atomnya 196,9665); logam adi; aurum: ia memakai cincin -- bermata mutiara; (2) ki uang; harta duniawi; (3) ki uang suap
emas muda emas yg rendah mutunya (biasanya berwarna kuning pucat); emas yg 14 karat
embacang em.ba.cang [n] (1) tumbuhan jenis mangga, kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah, pd bagian kulit yg pecah keluar getah yg membentuk damar berwarna jernih, daunnya kasar dan rapuh, bunganya berbentuk malai dan harum, buahnya besar berbentuk bulat telur dan berbiji besar, daging buahnya berserat, rasanya masam agak manis, biasa digunakan untuk campuran minuman dingin; Mangifera foetida; (2) buah embacang
emban em.ban [n] (1) kain pembebat badan (dada, susu, perut); (2) tali pembebat perut (pd kuda) [Jw n] inang pengasuh: permaisuri dikelilingi oleh empat orang -- nya
emblem em.blem [n] (1) rancangan atau lukisan yg mengandung makna tertentu; lambang; simbol; (2) tanda pengenal (berupa pita silang, lukisan pd kain, logam, dsb) yg dipakai orang di dada untuk menunjukkan keanggotaan suatu perkumpulan, kesatuan, angkatan, kontingen, dsb; lencana
emigran emi.gran [n] orang yg meninggalkan tanah airnya dan pergi ke negeri lain untuk tinggal menetap di sana
eminensi emi.nen.si [n] (1) keunggulan; kedudukan tinggi: ia mencapai -- sbg olahragawan bulu tangkis; (2) orang yg unggul, ternama, dsb; orang yg berkedudukan tinggi; (3) gelar bagi para kardinal gereja Katolik
emirat emi.rat [n] pemerintahan (negeri, negara) yg dikepalai oleh seorang emir
emis , meng.e.mis v (1) meminta-minta sedekah: sbg orang gelandangan dia hidup dr ~; (2) ki meminta dng merendah- rendah dan dng penuh harapan: jangan suka ~ cinta, akibatnya tidak baik
emol [v] meng.e.mol v cak (1) mengganggu atau menggoda orang lain: dia suka ~ anak kecil; (2) bertindak atau melakukan sesuatu yg kurang sopan dan tanpa malu-malu: tamu yg tidak diundang itu datang ~ di tempat pesta
emong [v] , meng.e.mong v mengasuh dan melayani; mendidik; mengurus: tugas pokok seorang pemimpin adalah ~ masyarakat luas
empati em.pa.ti [n Psi] keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain
empenak em.pe.nak /empEnak/, meng.em.pe.nak ark v (1) mempersenang hati orang lain: ia ~ tamu-tamunya dng cerita tt petualangannya; (2) memanjakan (anak): jangan terlalu ~ anak, nanti dia tidak dapat maju
empiema em.pi.e.ma [n Dok] nanah dl rongga suatu alat tubuh, biasanya dl rongga paru-paru
emping berantah [pb] orang yg kebal tidak mempan benda tajam (besi dsb)
emping terserak hari hujan [pb] hal seseorang yg malang dl mengelola usahanya
employe em.plo.ye [n] pegawai; pembantu (biasanya di kalangan swasta dan niaga)
empok em.pok [Jk n] (1) kakak perempuan: -- nya yg baru menikah akan mengikuti suaminya ke Mekah; (2) kata sapaan untuk orang perempuan yg lebih tua: -- , bolehkah saya bertanya?
empok-empok em.pok-em.pok [n] orang perempuan (wanita yg telah dewasa)
empu em.pu [kl n] (1) gelar kehormatan yg berarti "tuan"; (2) orang yg sangat ahli (terutama ahli membuat keris) [n] hulu; kepala
empuk em.puk [a] (1) lunak; tidak keras: duduk di kasur yg --; (2) tidak liat; mudah dikunyah: daging ini sudah sangat --; (3) mudah hancur (krn tuanya dsb); rapuh: kainnya sudah --; (4) merdu (tt suara): penyanyi yg bersuara -- itu banyak penggemarnya; (5)menyenangkan; enak (krn fasilitas yg cukup dsb): ia mempunyai jabatan yg --; (6) ki mudah (ditipu orang): penduduk desa menjadi sasaran -- para calo tanah
enak-enak [cak] (1) a asyik (tt berbuat sesuatu): pd waktu saya sedang ~ membaca buku terdengar orang berteriak "maling, maling"; (2) adv lelap-lelapnya; pulas-pulasnya (tt tidur): anak yg sedang ~ tidur itu tentu saja marah kalau diganggu; (3) v leha-leha; berpangku tangan; bersantai-santai: orang lain sibuk bekerja, ia hanya ~
encek en.cek [Jk n] panggilan (sapaan) thd orang laki-laki Cina totok
encik en.cik [n] (1) kata sapaan (sebutan) untuk orang laki-laki atau perempuan yg sedang kedudukannya atau yg tidak dikenal; (2) kata sapaan (sebutan untuk guru wanita); (3) kakak
endap en.dap , en.dap-en.dap n sesuatu yg bercampur dng air atau cairan lainnya yg turun ke bawah dan tertimbun di dasar: agar air selokan mengalir dng lancar ~ nya harus diangkat , meng.en.dap v membungkuk (menyeluduk dsb) supaya tidak kelihatan; menyembunyikan diri (dng maksud hendak mengintai, menyerang, dsb): ketika dilihatnya ada orang berjalan, segeralah pencuri itu ~ di rumpun tebu
endap di balik lalang sehelai en.dap di balik lalang sehelai [pb] menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yg mudah diketahui orang
endemis en.de.mis [a Dok] secara tetap terdapat di tempat-tempat atau di kalangan orang-orang tertentu dan terbatas pd mereka saja (spt penyakit malaria di daerah pesisir, penyakit cacing tambang di kalangan buruh tambang)
endodermis en.do.der.mis [n Bio] lapisan terdalam pembuluh kayu, biasanya berisi lapisan zat tepung
endofit en.do.fit [n Bio] tumbuhan yg hidup di dl tumbuhan lain atau di dl hewan, biasanya sbg parasit
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
endonan en.don.an [n] (1) orang yg mengendon: kini di ibu kota banyak ~ yg berasal dr daerah; (2) tempat mengendon: daerah itu terkenal sbg ~ orang-orang jahat
endong en.dong /Endong/, meng.en.dong v bermalam di rumah orang lain
endrin en.drin [n Kim] (1) cairan yg biasa dipakai sbg racun pembunuh tikus; (2) hablur putih berbentuk serbuk tidak melarut di dl air; C12H8OCl6
enes [Jw] meng.e.nes a (1) merana krn sedih: dia benar-benar ~ setelah istrinya meninggal; (2) merasa kasihan atau pilu melihat kesusahan seseorang: ~ hatiku melihat wajah anak yg malang itu
engah [Jk a] tahu (sadar atau mengerti): dia baru -- bahwa dompetnya telah dicopet orang , engah-engah n napas yg mengembus keras-keras (spt napas orang yg baru berlari cepat) , ter.per.e.ngah a terdiam krn kaget, takut, dan bingung; termangu-mangu
enggan seribu daya [pb] kalau tidak suka (tidak mau) thd sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya
engkau eng.kau [pron] yg diajak bicara, yg disapa (dipakai untuk orang yg sama atau lebih rendah kedudukannya), digunakan juga untuk berdoa kpd Tuhan (Engkau)
engku eng.ku [n] (1) sebutan thd keluarga raja; sebutan (kata sapaan) untuk orang yg patut dihormati (guru dsb) [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) sebutan (kata sapaan) kpd kakek (datuk); angku
engsel eng.sel [n] (1) sendi-sendi yg biasanya terbuat dr besi yg menghubungkan daun pintu (jendela) dng jejenangnya atau yg menghubungkan tutup peti dng petinya dsb; (2) wesel pd rel (jalan kereta api)
enten en.ten /entEn/, en.ten-en.ten n campuran parutan kelapa muda dan gula jawa direbus sampai kental, biasanya digunakan sbg isi penganan, spt mendut, onde-onde [v] meng.en.ten v (1) menempelkan tampang pd pohon lain (untuk memperoleh buah yg baik dan banyak); mencabangkan; (2) Zool pengaturan jaringan dr satu individu makhluk pd individu lain secara buatan, dr donor pd resipien atau inang
entente en.ten.te [n Pol] persetujuan (biasanya tidak tertulis) antara dua negara atau lebih dl melakukan tindakan atau kebijaksanaan kerja sama
enuresis enu.re.sis [n Dok] pengeluaran air seni tanpa terkendali (biasanya waktu tidur); hal mengompol
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
epigram epi.gram [n Sas] (1) syair atau ungkapan pendek yg mengandung gagasan atau peristiwa yg diakhiri dng pernyataan menarik dan biasanya merupakan sindiran; (2) peribahasa yg padat dan penuh kearifan dan sering mengandung paradoks
epikuris epi.ku.ris [n] orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah
epilog epi.log [n Sas] (1) bagian penutup pd karya sastra, yg fungsinya menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pd akhir cerita; (2) pidato singkat pd akhir drama yg memuat komentar tt apa yg dilakonkan; (3) peristiwa terakhir yg menyelesaikan peristiwa induk
episkopat epis.ko.pat [n Kat] (1) jabatan atau kedudukan uskup; (2) daerah yg berada di bawah bimbingan seorang uskup; keuskupan
epispora epi.spo.ra [n Bio] lapisan utama dinding spora, biasanya tebal dan kaku serta merupakan bagian yg menentukan bentuk dan warna spora
epitaf epi.taf [n] (1) tulisan singkat pd batu nisan untuk mengenang orang yg dikubur di situ; (2) pernyataan singkat pd sebuah monumen
epitel epi.tel [n ] lapisan sebelah atas kulit dan selaput lendir; jaringan sel, terdiri atas satu lapis atau lebih, yg menutup permukaan bebas dr tubuh dan beberapa alat tubuh [n Sas] kata atau frasa yg ditambahkan pd nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khasnya; julukan
epitelioma epi.te.li.o.ma [n Dok] tumor yg berasal dr epitel, biasanya berupa kanker kulit, kadang-kadang kanker selaput lendir
eponim epo.nim [n] nama tempat atau pranata yg dibentuk menurut nama orang
epos [n Sas] cerita kepahlawanan; syair panjang yg menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan; wiracarita
ereh [Jw] meng.e.reh v (1)memerintah secara halus; (2) mengatur (organisasi, orang, dsb)
erek-erek [n] permainan judi dng cara menjual kupon berisi angka, yg menang ditentukan oleh piringan berisi angka-angka yg diputar (biasanya hadiahnya berupa uang yg berlipat-lipat jumlahnya dr harga kupon): perjudian kupon berhadiah mirip -- semakin merajalela di sini
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
erpak er.pak [n] hak untuk menarik keuntungan sepenuh-penuhnya dr suatu benda tidak bergerak milik orang lain dng pembayaran tahunan berupa uang atau barang; hak temurun; hak guna pakai
esa hilang dua terbilang [pb] mati atau hidup dng kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya
eskalator es.ka.la.tor [n] tangga dng anak-anak tangga yg bergerak naik atau turun, merupakan bagian dr rangkaian rantai angkut tidak berujung yg bergerak terus-menerus dng motor listrik, biasanya diperlengkapi dng pegangan yg turut bergerak (terdapat di hotel-hotel besar, toko serba ada, stasiun, bandar udara); tangga berjalan
estetikus es.te.ti.kus [n] orang yg mempelajari dan mengenal ilmu keindahan; ahli estetika
etalase eta.la.se [n] tempat memamerkan barang-barang yg dijual (biasanya di bagian depan toko)
etnomusikolog et.no.mu.si.ko.log [n] orang yg ahli dl etnomusikologi
etnosentrisme et.no.sen.tris.me [n] sikap atau pandangan yg berpangkal pd masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dng sikap dan pandangan yg meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain
etos kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
eufonium eu.fo.ni.um [n] alat tiup logam berukuran besar mempunyai tiga sampai lima buah katup, biasanya dipakai dl band militer
eulogi eu.lo.gi [n] (1) ucapan atau tulisan yg memuji atau menghormati seseorang, terutama yg sudah meninggal dunia; (2) penghargaan atau pujian yg tinggi
eurosentris eu.ro.sen.tris [a] terpusat pd benua Eropa atau orang-orang Eropa; berkecenderungan untuk menafsirkan dunia berkenaan dng Barat dan nilai serta pengalaman Eropa
eutanasia eu.ta.na.sia [n] tindakan mengakhiri dng sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yg sakit berat atau luka parah dng kematian yg tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan
evokasi evo.ka.si [n] (1) (daya) penggugah rasa: apabila dibaca secara prosais, puisi tidak akan memberikan daya --; (2) Huk pengalihan pemeriksaan orang asing dr pengadilan kpd instansi lain
fajar sidik fajar kedua setelah fajar kizib yg tampak menjelang terbit matahari; fajar yg sebenarnya (bagi orang Islam merupakan awal waktu salat Subuh dan imsak bagi yg berpuasa)
fakir fa.kir [n] (1) orang yg sangat berkekurangan; orang yg terlalu miskin: setiap Jumat dia membagi-bagikan sedekah kpd -- dan miskin; (2) orang yg dng sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin; (3) aku (bagi pengarang dl syair dsb): -- bukan pandai mengarang, bukanlah hendak dipuji orang
fakir miskin kaum fakir dan kaum miskin; (2) orang-orang yg sangat kekurangan
faktor penarik hal yg dapat menarik minat seseorang sehingga orang tsb mau bekerja atau bertindak
falsafah fal.sa.fah [n] anggapan, gagasan, dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan hidup
fanfare fan.fa.re [n] komposisi musik pendek yg bersemangat dan gembira, biasanya dimainkan dng alat musik dari tembaga, terutama trompet (digunakan pd upacara kemiliteran dsb)
fantastis fan.tas.tis [a] (1) bersifat fantasi; tidak nyata; (2) tidak masuk akal; (3) sangat luar biasa; sangat hebat
fardu ain kewajiban perseorangan (untuk menjalankan salat dsb)
fardu kifayah kewajiban bersama bagi mukalaf, yg apabila sudah dilaksanakan oleh seseorang di antara mereka, yg lain bebas dr kewajiban itu, msl kewajiban menguburkan mayat
fasik fa.sik [Isl] (1) a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (2) n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa
fasilitator fa.si.li.ta.tor [n] orang yg menyediakan fasilitas; penyedia: di dl konsep belajar mandiri, guru dan sekolah tidak lagi menjadi titik pusat kegiatan, tetapi lebih bersifat sbg pendukung dan -- kebutuhan murid
fatalis fa.ta.lis [n] orang yg percaya atau menyerah saja kpd nasib
fatwa fat.wa [n] (1) jawab (keputusan, pendapat) yg diberikan oleh mufti tt suatu masalah; (2) ki nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah
favorit fa.vo.rit [n] (1) orang yg diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara: ia disebut-sebut sbg -- baru All England tahun ini; (2) kesayangan; kegemaran: penyanyi -- Anda akan tampil pd pertunjukan itu
favoritisme fa.vo.rit.is.me [n] pengunjukan rasa suka, senang, kasih, dsb thd seseorang
feko fe.ko [n ] seruling bambu dr daerah Timor, biasanya dimainkan oleh para penggembala
felon fe.lon [n Huk] orang yg telah melakukan tindak pidana atau kejahatan yg tergolong berat
fenomena fe.no.me.na [n] (1) hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); gejala: gerhana adalah salah satu -- ilmu pengetahuan; (2) sesuatu yg luar biasa; keajaiban: sementara masyarakat tidak percaya akan adanya pemimpin yg berwibawa, tokoh itu merupakan -- tersendiri; (3) fakta; kenyataan: peristiwa itu merupakan -- sejarah yg tidak dapat diabaikan
fenomenal fe.no.me.nal [a] luar biasa; hebat; dapat disaksikan dng pancaindra
filatelis fi.la.te.lis [n] (1) orang yg ahli dl filateli; (2) orang yg gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko
filsuf fil.suf [n] (1) ahli filsafat; ahli pikir; (2) orang yg berfilsafat
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
fisik fi.sik [n] jasmani; badan: seorang karateka harus terlatih, baik -- maupun mentalnya; -- nya sangat lelah, tetapi semangatnya tetap membara; (2) a jasmaniah; badaniah
fisiognomi fi.si.og.no.mi [n] ilmu wajah (penggambaran kualitas watak dan sikap seseorang)
fitnah fit.nah [n] perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji
flakon fla.kon [n] botol kecil yg berbentuk mungil, biasanya diberi hiasan dan tertutup rapat, untuk tempat minuman keras, minyak wangi, dan obat suntik
flegmatis fleg.ma.tis [a] bertemperamen lamban, tidak mudah terangsang, dan mempunyai kebiasaan yg sukar diubah
fleksibel flek.si.bel [a] (1) lentur; mudah dibengkokkan; (2) luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri: orang yg kurang -- sukar menyesuaikan diri dng lingkungan baru yg masih asing baginya
fluktuatif fluk.tu.a.tif [a] bersifat fluktuasi: kondisi usaha petani kita umumnya kurang mantap krn harga komoditas pertanian biasanya --
fokus fo.kus [n] (1) Fis titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yg datang berada dl keadaan paralel dng sumbu cermin atau lensa itu; titik api: tempatkan objek itu dl -- kalau menginginkan hasil pemotretan yg bagus; (2) pusat: -- perhatian dunia internasional tertuju ke kejuaraan sepak bola dunia di Prancis; (3) Ling (a) unsur yg menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pd bagian itu; (b) ciri predikat verbal yg menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dng subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
fon [n Ling] bunyi ujar yg dihasilkan oleh alat-alat ucap; bunyi bahasa [n Met] angin turun yg panas dan kering, biasanya terjadi di daerah pegunungan
fondasi fon.da.si [n] dasar bangunan yg kuat, biasanya (terdapat) di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan; fundamen
forensik fo.ren.sik [n] (1) cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan fakta-fakta medis pd masalah-masalah hukum; (2) ilmu bedah yg berkaitan dng penentuan identitas mayat seseorang yg ada kaitannya dng kehakiman dan peradilan: polisi belum bisa menjelaskan identitas korban krn masih menunggu hasil pemeriksaan yg diselidiki oleh tim --
formal for.mal [a] (1) sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku: permohonan itu harus diajukan secara -- , tidak cukup dng telepon; (2) resmi: pendidikan -- yg ditempuhnya hanya sekolah teknik menengah
formalitas for.ma.li.tas [n] (1) bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yg berlaku: tanpa -- dia langsung menerima kedatangan istri camat yg mendapat musibah itu; (2) sekadar mengikuti tata cara; basa-basi: penyambutan itu hanya --
formasi for.ma.si [n] (1) susunan (pegawai, pengurus, kabinet, pesawat terbang, dsb): pesawat-pesawat terbang itu melintas dng kecepatan tinggi dl -- huruf V; -- pengurus PSSI akan disempurnakan; (2) Geo seperangkat lapisan atau strata yg memiliki ciri litologis yg sama dan mengandung sisa-sisa kehidupan (fosil) yang sama pula; (3) Olr susunan atau barisan (dl sepak bola, bola basket, dsb) sbg pola penyerangan atau pertahanan; penempatan pemain atau orang-orang yg akan melakukan senam
formatur for.ma.tur [n] orang(-orang) yg ditugasi membentuk suatu badan (kabinet, pengurus, organisasi, dsb): ia ditunjuk sbg anggota -- untuk menyusun pengurus koperasi yg baru
formatur kabinet seseorang atau beberapa orang yg ditunjuk oleh kepala negara untuk membentuk kabinet
formulator for.mu.la.tor [n] orang yg menyusun formulasi; orang yg merumuskan: gaya oratoris Bung Karno dikenal sbg -- yg andal
frenologi fre.no.lo.gi [n] ilmu tt kepribadian seseorang melalui bentuk tengkoraknya
fukara fu.ka.ra [Ar n] orang-orang fakir
fulgurit ful.gu.rit [n Kim] (1) massa yg terkacaukan oleh hantaman halilintar; (2) zat spt kaca, biasanya berbentuk tabung, dibentuk oleh fusi pasir, batu, dsb yg tertabrak oleh halilintar
fumigan fu.mi.gan [n Kim] pestisida yg mudah menguap dan biasanya uapnya dipakai untuk membasmi jasad hidup
gabir ga.bir [Mk ark a] kikuk; canggung; tidak tangkas; belum biasa; belum begitu pandai
gabus ga.bus [n] kayu yg lunak, biasanya dr pohon Alstonia scholaris atau Sonneratia acida (biasa dipakai untuk pengasah pisau, taji, dsb) [n] kayu atau hati kayu yg lunak untuk sumbat botol dsb [n] ikan air tawar, bentuknya spt ikan lele, tetapi tidak berpatil; ikan aruan; Ophiocephalus striatus
gaco ga.co [n] (1) sesuatu (orang dsb) yg diandalkan dapat menang dl pertandingan atau permainan; (2) jagoan: beberapa mahasiswa yg mencoba menjadi -- terpaksa dikeluarkan dr universitas
gacok ga.cok [n cak] orang yg mengikuti ujian atas nama orang lain dng mendapatkan bayaran; joki: di antara -- itu ada yg sarjana
gacong ga.cong [Sd v] menuai padi di sawah orang lain dan mendapat upah sepersepuluh bagian dr pendapatannya
gadaian ga.dai.an [n] barang yg biasa digadaikan
gading ga.ding [n] (1) taring yg panjang pd gajah; (2) tulang keras putih dan bersih dr gading: keris berhulu --; (3) (warna) putih kekuning-kuningan spt gading [kl n] dua orang anak perempuan yg mengipasi pengantin di pelaminan
gading-gading ga.ding-ga.ding [n Lay] (1) rangka atau penguat konstruksi kapal secara melintang sekaligus tempat melekatnya kulit atau lambung kapal agar bentuk kapal tidak berubah, yg biasanya diberi nomor mulai dr nol di bagian buritan; (2) lingkar atau bingkai roda
gading-gading besar [Lay] gading-gading yg konstruksinya lebih besar dp gading-gading biasa, dipasang di tempat tertentu yg membutuhkan kekuatan ekstra, msl di samping lubang palka, di kamar mesin, buritan, haluan
gaduh ga.duh [a] rusuh dan gempar krn perkelahian (percekcokan dsb); ribut; huru-hara: yg membuat -- telah ditahan polisi [n] sistem bagi hasil dl usaha pertanian atau peternakan (biasanya separuh atau sepertiga dr hasil untuk penggaduh)
gadungan ga.dung.an [a] (1) palsu; bukan yg sebenarnya (tt orang yg menyamar sbg polisi, pemimpin, dsb); (2) jadi-jadian (tt manusia yg menjadi harimau dsb): harimau --
gaek ga.ek [a cak] tua sekali; tua renta: orang --
gagah ga.gah [a] (1) kuat; bertenaga: orang itu masih -- meskipun usianya sudah lanjut; (2) besar dan tegap serta kuat (tt badan); (3) tampak mulia; megah: naik mobil dianggap lebih -- dp naik bus kota
gagau ga.gau [v] meng.ga.gau v meraba-raba (dl gelap dsb): orang buta itu ~ [Mk v] ber.ga.gau-ga.gau v berteriak-teriak tidak keruan: tidak baik ~ pd malam hari
gahar ga.har [v] meng.ga.har v menggosok kuat-kuat supaya bersih: orang di kampung itu ~ gigi dng pasir halus
gaharu ga.ha.ru [n] kayu yg harum baunya, biasanya dr pohon tengkaras; Aquilaria malaccensis
gaharu dibakar kemenyan berbau [pb] memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang
gait ga.it v, meng.ga.it v (1) menarik (mengambil dsb) dng benda yg berkait: mereka sedang ~ ember dr dalam sumur; (2) mengambil uang orang dng tipu daya: pemalas itu kerjanya hanya minta-minta, ~ kantong orang, atau mencuri
gajah berjuang sama gajah [pb] jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yg celaka
gajah mati krn gadingnya [pb] orang yg mendapat kecelakaan atau binasa krn keunggulan (tabiatnya atau perbuatannya)
gajah mati tulang setimbun [pb] orang kaya (besar dsb) mati, banyak peninggalannya
gajah seekor gembala dua [pb] pekerjaan yg dikepalai (dipimpin) oleh dua orang
gajah tunggal gajah yg berpisah dr kawannya (biasanya sangat galak)
gaji pokok komponen dasar penghasilan seseorang yg digunakan sbg patokan untuk menghitung komponen lainnya, spt tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif; upah dasar (yg belum ditambah dng tunjangan lain)
gajian ga.ji.an [n ] hari pembayaran gaji; (2) v cak menerima gaji: utangku akan kulunasi setelah ~; (3) yg digaji: orang ~
gajul ga.jul [n] ber.ga.jul n orang yg tidak baik tingkah lakunya
galak ga.lak [a] (1) buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dsb tt binatang); ganas; garang: anjingnya -- sekali; (2) suka marah, mencaci maki, dsb: ayahnya termasuk orang yg -- sehingga ditakuti oleh anak-anaknya [n] peng.ga.lak n mesiu pd persumbuan bedil kuno untuk meledakkan mesiu bedil
galaksi ga.lak.si [n] tata surya dan kabut-kabut (biasanya terdiri atas beratus-ratus biliun bintang dan banyak sekali kabut): teleskop kita sanggup memotret -- yg cukup jauh di ruang angkasa
galan ga.lan [a cak] tahu sopan santun dan pandai bergaul (khusus untuk laki-laki): ia seorang laki-laki yg --
galing-galing ga.ling-ga.ling [n] tumbuhan yg kayunya biasa dibuat tajuk perahu; kepialu; Vitis trifolia
gambar gam.bar [n] tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yg dibuat dng coretan pensil dsb pd kertas dsb; lukisan
gambar sampul gambar yg dimuat pd kulit muka suatu majalah, biasanya gambar mengenai laporan utama atau khusus terbitan itu
gambus gam.bus [n] (1) alat musik petik mirip kecapi (mandolin) berasal dr Arab, biasanya diiringi gendang; (2) orkes dng gambus sbg alat musik utamanya
gambut gam.but [n] tanah lunak dan basah, terdiri atas lumut dan bahan tanaman lain yg membusuk (biasanya terbentuk di daerah rawa atau di danau yg dangkal)
gambut hitam tanah liat, berwarna gelap (hitam), biasanya mengandung kapur
gamit-gamitan ga.mit-ga.mit.an [n] sebut-sebutan; omongan; buah mulut: gadis yg nakal itu telah menjadi ~ orang di sekitarnya
gamitan ga.mit.an [n] (1) sesuatu atau seseorang yg disentuh atau digamit; (2) hasil menggamit
gampangan gam.pang.an [a cak] (1) lebih mudah: ~ berbicara dp bekerja; (2) tidak menuntut banyak syarat yg harus dipenuhi: orangnya sih ~ , tidak banyak tuntutan
ganda campuran [Olr] pasangan pemain yg terdiri atas seorang putra dan seorang putri (dl permainan tenis, tenis meja, dan bulu tangkis)
gandu gan.du [n] pohon yg buahnya berbentuk bundar dan berwarna hitam, biasa dipakai untuk bermain lecek; Entada phascoloides
gangster gang.ster [n] (1) penjahat; bandit; (2) anggota geng (kelompok orang yg mempunyai kegemaran berkelahi atau membuat keributan)
ganjil gan.jil [a] gasal; tidak genap: lima adalah bilangan yg -- [a] lain dp yg lain; tidak sebagaimana biasa; aneh; ajaib: bagi saya tidak ada yg -- , semuanya biasa saja; tingkah lakunya sangat --
gantang gan.tang [n] satuan ukuran isi atau takaran 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dsb
ganteng gan.teng [a] elok dan gagah (tt perawakan dan wajah, khusus untuk laki-laki); tampan: ia sangat -- lagi baik budi sehingga banyak orang yg menyenanginya
ganti gan.ti [n] sesuatu yg menjadi penukar yg tidak ada atau hilang, spt sulih, pampas: santan ini dapat dipakai akan -- susu; (2) n orang yg menggantikan pekerjaan, jabatan, dsb; wakil; pengganti: lurah yg meninggal itu belum ada -- nya; akulah -- ayahmu; (3) v cak berganti; bertukar; berpindah: -- kereta (api)
ganti lapik perkawinan antara seorang duda dan adik perempuan mendiang istrinya; turun ranjang
ganti semangat [Huk] peninggalan berupa keris dan sejumlah uang di ruang tidur gadis dr laki-laki yg melarikan gadis sbg pemberitahuan kpd orang tuanya bahwa gadis itu kawin lari
gantung layar [kl] hadiah untuk orang yg menolong perahu (kapal) yg karam
ganyong ga.nyong [n] tanaman umbi berumpun, berbatang spt bunga kana (tingginya 90-180 cm), bentuk umbinya bermacam-macam, biasanya direbus untuk dimakan; Canna edulis
gapil ga.pil [a] suka mencampuri (mengganggu dsb) urusan orang lain; usil
garam di kulumnya tak hancur [pb] orang yg pandai menyimpan rahasia
garib ga.rib [a] jarang didapat (aneh, ganjil, luar biasa); asing
garis basis [Stat] garis mendatar pd grafik yg berpaduan dng basis pengukuran yg mudah pd skala ordinat, biasanya sering dibuat melalui titik ordinat nol
garis belakang barisan orang yg ada di belakang medan juang (yg tidak langsung terlibat dl pertempuran); (2) Olr pemain belakang dl permainan sepak bola
garis kemelaratan batas keperluan hidup minimum seseorang
garuda ga.ru.da [n] (1) burung besar pemakan daging yg menyerupai elang dan mempunyai kekuatan terbang yg luar biasa (yg sudah punah, dan sekarang hanya dl dongeng); (2) lambang negara Indonesia (berupa gambar burung garuda dng bulu sayap berjumlah 17, bulu ekor 8, bulu leher 45, cakar mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, dan berperisai lambang Pancasila di dadanya); (3) cak nama perusahaan penerbangan negara Indonesia
garut ga.rut [v] , meng.ga.rut v menggaruk (hingga luka); menggores (menggaris) keras-keras; menggesel sampai calar [n] (1) tanaman umbi berpelepah spt pisang yg berukuran kecil (tinggi 60-80 cm), umbinya berserat, berwarna putih, berbentuk silinder yg tertutup oleh kulit bersisik, berwarna cokelat muda, biasa dibuat keripik atau direbus untuk dimakan atau diperas untuk diambil tepungnya; ararut; Maranta arundinacea; (2) umbi garut
gas [n] (1) zat ringan yg sifatnya spt udara (dl suhu biasa tidak menjadi cair); (2) uap dr bensin (bensol dsb); (3) Fis tingkat wujud zat yg molekul-molekulnya bergerak bebas sehingga seluruh massa cenderung mengembang dan menempati seluruh volume wadahnya; gas lamban; gas mulia
gasab ga.sab [v] meng.ga.sab v mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri
gaul ga.ul , ber.ga.ul v hidup berteman (bersahabat): ia tidak suka ~ dng orang yg tidak berpangkat
gawar-gawar ga.war-ga.war [n] tali dr rotan dsb yg diberi berumbai-rumbai daun nyiur dsb sbg tanda bahwa orang dilarang datang atau dilarang berjalan di situ (krn adanya penyakit menular dsb)
gaya bahasa [Ling] (1) pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dl bertutur atau menulis; (2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; (3) keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra; (4) cara khas dl menyatakan pikiran dan perasaan dl bentuk tulis atau lisan
gaya-gayanya ga.ya-ga.ya.nya [adv] rupa-rupanya; menurut lagaknya: ~ ia seorang guru yg sabar
gayam ga.yam [n] (1) pohon yg daunnya lebat dan dapat dipakai sbg pembungkus, biasanya tumbuh di daerah yg banyak air; Inocarpus edulis; (2) buah gayam, enak dimakan
gayang-gayang ga.yang-ga.yang [n] para-para; pemidang: dibuatkannya -- rendah tempat orang duduk, menaruh piring, dsb
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gayung bersambut [pb] menangkis serangan orang; menjawab (melayani) perkataan orang
gebah ge.bah [v] , meng.ge.bah v menggertak; mengusik; menghalau: mereka ~ pengemis itu; pasukan anti huru-hara itu membubarkan kerumunan orang spt ~ lalat saja
gebrakan geb.rak.an [n] (1) pukulan dng pemukul berbidang lebar; (2) tindakan keras untuk menakuti dsb; (3) ki tindakan yg berani (yg tidak diperkirakan sebelumnya oleh orang lain); (4) kerja sama untuk mengerjakan sawah milik kepala desa (di Cirebon)
gedebak-gedebuk ge.de.bak-ge.de.buk [n] tiruan bunyi barang berat jatuh yg berturut-turut (atau bunyi langkah-langkah kaki yg berat): suara -- itu mengganggu orang tidur
gedebar-gedebur ge.de.bar-ge.de.bur [n] bunyi orang terjun ke air secara bergantian
gedongan ge.dong.an [n] bangunan rumah tempat tinggal yg bagus: orang ~ , orang yg tinggal di gedongan
gedubang ge.du.bang [n] kelewang besar (di Aceh biasanya untuk berburu dsb)
gejala ge.ja.la [n] (1) perihal (keadaan, peristiwa, dsb) yg tidak biasa dan patut diperhatikan (ada kalanya menandakan akan terjadi sesuatu): ahli bahasa sebaiknya mencatat segala -- bahasa yg terdapat dl perkembangan bahasa Indonesia sekarang; (2) keadaan yg menjadi tanda-tanda akan timbulnya (terjadinya, berjangkitnya) sesuatu
gelagah perumpung gelagah yg biasa hidup di tepi sungai; Eulia japonica
gelagap ge.la.gap, ge.la.gap.an [a] (1) dl keadaan sulit bernapas; mengap-mengap; (2) kebingungan (tidak tahu apa yg harus dibuat): krn salah menyapa orang, ia menjadi ~; (3) ki berkata terhenti-henti (krn gugup dsb); tergegap-gegap
gelak ge.lak [n] suara tertawa yg keras: terdengar -- orang berpesta di tengah malam
gelambir ge.lam.bir [n] kulit (daging) yg menggelepai pd leher lembu, orang tua, dsb; pial ayam
gelandang ge.lan.dang [v] ber.ge.lan.dang.an v berjalan ke sana sini tidak tentu tujuannya; berkeliaran (untuk orang); bertualangan: yg berani ~ di jalan raya akan diusir oleh petugas keamanan [Jw v] , meng.ge.lan.dang v menyeret orang (dng paksa) [n Olr] pemain sepak bola pd bagian tengah
gelandangan ge.lan.dang.an [n] orang yg bergelandangan; orang yg tidak tentu tempat kediaman dan pekerjaannya
gelandot ge.lan.dot , meng.ge.lan.doti v memegangi sambil bergayut pd tangan seseorang (sehingga memberatkan); mengganduli
gelanggang remaja ruang atau tempat yg biasanya dipakai para remaja untuk memanfaatkan waktu luang dng melakukan berbagai kegiatan yg berguna; arena remaja
geledah ge.le.dah [v] , meng.ge.le.dah v memeriksa (orang, rumah, dsb) untuk mencari sesuatu (spt barang larangan, barang curian, surat-surat bukti): petugas keamanan ~ kopor yg dicurigai berisi barang-barang terlarang
geledang ge.le.dang , meng.ge.le.dang v mendepangkan tangan (spt hendak menahan atau menghadang orang lalu)
gelek ge.lek [v] , meng.ge.lek v (1) menggilas; melindas; menggiling: truk itu menabrak dan ~ seorang anak berumur tujuh tahun sehingga meninggal dunia; (2) berguling; bergolek: bola besi yg berat itu ~ perlahan-lahan; (3) menggulung-gulungkan (sagu, lilin, dsb) supaya bangunnya bulat torak: ~ lilin [v] , meng.ge.lek v mencenderungkan diri (mengubah sikap) supaya tidak kena pukulan dsb; mengelak
gelembong ge.lem.bong [n] celana yg celah kangkangannya lebar dan longgar (biasa dipakai untuk bersilat)
gelembur ge.lem.bur , meng.ge.lem.bur v berkerut-kerut (tt kulit): orang tua itu kulitnya telah ~
geletak ge.le.tak /gelEtak/, meng.ge.le.tak v (1) menelentangkan (diri): krn lelah dan mengantuk, ia ~ begitu saja di pinggir jalan; (2) terkapar; terletak begitu saja: orang yg terserempet mobil itu masih ~ di tepi jalan, belum ada yg mengurusinya
geli geman berasa nyeri spt melihat orang yg kepalanya pecah atau terluka parah
gelimbir ge.lim.bir [a] bergantung menggelepai (spt pipi orang tua)
gelinggang ge.ling.gang [n] tumbuhan perdu besar, tingginya mencapai 5 m, daunnya lonjong (bulat telur), biasa digunakan untuk obat kadas, berbuah polong; ketepeng; Cassia alata
gelintar ge.lin.tar , meng.ge.lin.tar v berkeliling spt mencari sesuatu: ada orang yg mencurigakan ~ di dekat rumahmu
gelintir ge.lin.tir [n] (1) gentel; butir (spt pil atau tablet); (2) penggolong benda untuk orang yg berjumlah tidak tentu: yg datang ke perpustakaan itu hanya beberapa -- manusia
gelintiran ge.lin.tir.an [n] butiran: orang-orang terlebih dahulu membeli ~ kemenyan sbg syarat
gelitar ge.li.tar , meng.ge.li.tar v meronta-ronta; menggelodar: orang yg sakit saraf itu ~ hendak melepaskan diri dr pegangan para perawat
gelora ge.lo.ra [n] (1) gerakan gelombang yg hebat spt dikarau; banjir besar: perahu kami pecah dipontang-pantingkan --; (2) hujan dan badai: pd musim -- pelayaran sangat berbahaya; (3) ki perasaan yg seakan-akan bergolak hebat: tenanglah jangan kauturutkan -- hatimu; (4) ki gejolak: tidak seorang pun yg dapat menentang -- semangat pemuda memberantas pemberontakan itu
gelosang ge.lo.sang [v] , meng.ge.lo.sang v menggesa-gesakan; memburu-buru (orang bekerja dsb) supaya lekas selesai: janganlah kau ~ , biar lambat asal selamat
gembala gem.ba.la [n] (1) penjaga atau pemiara binatang (ternak); (2) penjaga keselamatan orang banyak: dia menjadi -- kaum Nasrani
gembol gem.bol [v] meng.gem.bol v membawa barang di dl saku (baju, kain, dsb): penduduk di daerah itu biasa ~ beras dng sarung [n] bonggol (pd pipi); kutil (pd tumbuhan dsb): -- di pipinya dioperasi
gembong gem.bong [n] (1) harimau yg bulunya belang-belang; (2) cak jagoan; pendekar: ia -- pemuda di desa ini; (3) cak orang yg terkemuka: -- petani itu telah mendapat penghargaan
gemeletap ge.me.le.tap [v] berbunyi "tap, tap" spt bunyi kaki orang berlari
gemeresik ge.me.re.sik [v] berbunyi "kersik-kersik" spt bunyi sepatu orang berjalan di atas kersik kering atau batu kerikil: tiba-tiba ada suara -- lembut yg terdengar
gemi ge.mi [n] ikan laut yg tulangnya dapat dipakai untuk obat, biasa hidup menempel pd ikan hiu dewasa, berukuran panjang mencapai 60 cm, mempunyai pengisap pd ubun-ubun kepala; Echeneis naucratus [Jw a] hemat; sangat hati-hati
Gemini Ge.mi.ni [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa (tampak pd malam hari bulan Januari -- Mei); (2) Astrol zodiak ke-3 yg digambarkan dng orang kembar sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni; Mintuna; Jauza
gendam gen.dam [n] mantra atau guna-guna yg dapat membuat orang menjadi terpesona; pesona
generalis ge.ne.ra.lis [n] orang yg keterampilan atau minatnya mencakupi beberapa bidang yg berbeda
generasi ge.ne.ra.si [n] (1) sekalian orang yg kira-kira sama waktu hidupnya; angkatan; turunan; (2) masa orang-orang satu angkatan hidup: kira-kira dua -- lagi bangsa Indonesia sudah dapat berbahasa nasional dng baik dan benar
generik ge.ne.rik [a] (1) umum; lazim; (2) berhubungan dng kekhasan sifat yg dimiliki oleh suatu kelompok: tidak semua nama biasa menjadi -- untuk suatu produk
gengsi geng.si [n] (1) sanak keluarga (orang-orang yg masih ada hubungan keturunan); asal turunan: tidak ada -- nya yg tinggal di sini; ia terlalu membanggakan ketinggian -- nya; (2) kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat: tindakannya hanya untuk menjaga -- nya
genialitas ge.ni.a.li.tas [n] (1) keluarbiasaan (tt kecerdasan berpikir); kegenialan; (2) kemurahan hati
genius ge.ni.us [a] berkemampuan (berbakat) luar biasa dl berpikir dan mencipta
gentong gen.tong [n] tempat air yg berbentuk spt tempayan besar biasanya terbuat dr tanah liat
gerai kudapan tempat yg menyediakan makanan ringan dan kue-kue, biasanya dng cara swalayan
gerak tentangan [Sas] gerak seorang pemain di atas pentas yg berlawanan dng gerak kelompok pemain pd umumnya
gerbong ger.bong [n] wagon kereta api (untuk orang atau barang)
gerebek ge.re.bek [Lihat {garebek}] [Jk v] , meng.ge.re.bek v mendatangi dng tiba-tiba untuk menangkap (menggeledah, menyergap, dsb) yg dilakukan orang banyak: polisi ~ orang yg sedang bermain judi itu
gergaji balik gergaji besar yg ditarik oleh dua orang untuk membuat papan dsb
gergasi ger.ga.si [kl n] raksasa yg besar, suka makan orang: di dl hutan pertapaan itu ada seorang -- perempuan
gerilya ge.ril.ya [n] cara berperang yg tidak terikat secara resmi pd ketentuan perang (biasanya dilakukan dng sembunyi-sembunyi dan secara tiba-tiba); perang secara kecil-kecilan dan tidak terbuka
gerilyawan ge.ril.ya.wan [n] orang (pasukan) yg bergerilya
gerombol ge.rom.bol , ber.ge.rom.bol v berkumpul membentuk kelompok (pasukan dsb): penjahat-penjahat ~ sepuluh sampai lima belas orang
gerontokrasi ge.ron.to.kra.si [n] pemerintah atau badan pemerintahan yg dikendalikan oleh orang-orang tua
gerontol ge.ron.tol [n] penganan dr biji jagung yg direbus yg sudah dilepas dr tongkolnya (biasanya dicampur kelapa parut atau gula)
gerumit ge.ru.mit [Lihat {gerupis}] [Jk] , meng.ge.ru.mit a lambat sekali (jalannya); menggeremet: orang yg sudah tua sekali jalannya ~
geser ge.ser [v] , ber.ge.ser v (1) bergesek; bergesel; bergosokan: dua benda yg ~ menimbulkan panas; (2) beringsut; beralih sedikit: batu besar itu tidak ~ sedikit pun meskipun didorong oleh beberapa orang
gesit ge.sit [a] giat; cekatan: ia seorang pemain bola yg --
gibah gi.bah [Ar v] membicarakan keburukan (keaiban) orang lain: -- dilarang dl agama Islam
gibang gi.bang [Jk v] , meng.gi.bang v menghalangi jalan orang
gibtah gib.tah [Ar n] keinginan thd suatu benda spt yg dimiliki orang lain tanpa rasa dengki thd orang yg memilikinya
gigih gi.gih [a] (1) tetap teguh pd pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot: ia dikenal sbg seorang pejuang yg -- menentang penjajahan; (2) ulet (dl usaha) [v] gigil
gigolo gi.go.lo [n] (1) laki-laki bayaran yg dipelihara seorang wanita sbg kekasih; (2) laki-laki sewaan yg pekerjaannya menjadi pasangan berdansa
gila gi.la [a] sakit ingatan (kurang beres ingatannya); sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal): ia menjadi -- krn menderita tekanan batin yg sangat berat; (2) a tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yg bukan-bukan (tidak masuk akal): benar-benar -- , masakan dia dapat melompat setinggi itu; (3) a cak terlalu; kurang ajar (dipakai sbg kata seru, kata afektif); ungkapan kagum (hebat); (4) v terlanda perasaan sangat suka (gemar, asyik, cinta, kasih sayang): ia -- membaca buku roman; tidak sedang -- asmara; (5) a tidak masuk akal: menurut pendapat mereka, ide itu adalah ide yg --
gila hormat terlalu ingin dihormati orang lain
gila-gilaan gi.la-gi.la.an [v] bertingkah laku spt orang gila; pura-pura gila dsb; (2) v berbuat dng sekehendak hati (seenak hati, asal-asalan saja): usul yg ~; ia menjalankan mobilnya dng ~; (3) a kurang ajar (berbuat yg melanggar kesopanan); keterlaluan: sikap dan perbuatannya sungguh ~ thd gadis itu; (4)a nekat (membangkang thd larangan): semakin dilarang semakin ~ dia melarikan motornya
gips [n] (1) kapur batu, biasanya dipakai untuk membalut bagian tubuh yg tulangnya retak atau patah agar tidak berubah posisinya; (2) Kim kalsium sulfat dng dua molekul air kristal
gitapati gi.ta.pa.ti [n] orang yg memimpin drumben; mayoret
gitaris gi.ta.ris [n] orang yg ahli bermain gitar; pemain gitar yg terampil
glidik gli.dik [v] bekerja sbg buruh, biasanya di pabrik gula atau kebun tebu
gojlok goj.lok [v] meng.goj.lok v (1) menggerakkan sesuatu dng mengguncang-guncangkan tempatnya; (2) ki mengacau perasaan orang lain dng kata-kata kasar yg menyakitkan hati: para mahasiswa senior ~ calon-calon mahasiswa selama satu jam lebih
golek go.lek [v] ber.go.lek v (1) berguling: bola ~; (2) berbaring: sehari ini ia ~ di tempat tidurnya [n] boneka (biasanya dr kayu)
golongan go.long.an [n] puak; tumpukan; kelompok (orang): yg datang kemari kebanyakan ~ kaya
golongan Eropa go.long.an Eropa golongan bangsa yg terdiri atas: (1) orang Belanda; (2) orang Eropa lain yg bukan Belanda; (3) orang-orang bukan Eropa (spt Jepang) yg di negeri asalnya menganut hukum kekeluargaan yg bersifat (bercorak) sama dng Belanda dan dipersamakan dng Belanda
golongan Timur Asing go.long.an Timur Asing golongan bangsa yg tergolong bukan orang Eropa atau bukan orang bumiputra (pribumi) spt Cina, Arab, India, Pakistan
gondrong gon.drong [a] panjang krn lama tidak dipangkas (tt rambut orang laki-laki): ketika pertama kali ditemukan di hutan, watak anak itu beringas, kukunya panjang, dan rambutnya -- sampai ke bahu
gonyeh go.nyeh [v] meng.go.nyeh v mengunyah-ngunyah spt orang yg tidak bergigi
gonyel go.nyel /gonyEl/ v, meng.go.nyel v (1) menekan-nekan atau memijit-mijit perlahan-lahan (pd orang sakit); (2) menggonyeh; menggigit-gigit puting susu (tt bayi)
gori go.ri [n] buah nangka muda (biasa digunakan sbg sayur)
gorila go.ri.la [n] orang utan; mawas
gosan go.san [n] lapisan tudung mineral besi yg berada di atas urat bijih, biasanya terdiri atas mineral oksida besi
gosip go.sip [n] obrolan tt orang-orang lain; cerita negatif tt seseorang; pergunjingan: keretakan rumah tangga itu berasal dr ~ yg sampai ke telinga istrinya dan dipercayainya begitu saja tanpa diteliti lebih dulu
gotong go.tong [v] meng.go.tong v membawa (barang yg berat) bersama-sama oleh dua orang atau lebih: mereka pulang dng ~ ikan yg besar [v] meng.go.tong v membayar utang orang yg telah meninggal secara bergotong-royong dilakukan oleh ahli warisnya
gramatika stilistika bahasa yg meliputi kebiasaan atau ungkapan dl pemakaian bahasa yg mempunyai efek kpd pembacanya (menyelidiki pemakaian bahasa dl hubungannya dng gaya bahasa)
granat gra.nat [n] senjata peledak yg dilemparkan (biasanya sebesar kepal tangan)
grasi gra.si [n] ampunan yg diberikan oleh kepala negara kpd orang yg telah dijatuhi hukuman
grehon gre.hon [n cak] jenis anjing yg tinggi dan langsing (biasanya dipakai untuk pacuan)
grogi gro.gi [a] merasa canggung atau takut berhadapan dng orang banyak: saya -- tidak berani maju
gronjong gron.jong [n] keranjang bambu (biasanya untuk memagari tebing sungai, keranjang bambu itu diisi dng batu)
gubang gu.bang [n ] perahu layar (pd suku Orang Laut di Riau) [n] takik-takik pd pohon untuk tumpuan memanjat [Lihat {gobang}]
gubuk gu.buk [n] (1) rumah kecil (biasanya yg kurang baik dan bersifat sementara): mereka tinggal dl -- pengap beratap daun rumbia, berdinding kardus dan plastik; (2) dangau
gugah gu.gah [v] meng.gu.gah v (1) menjagakan; membangunkan orang tidur; (2) membangkitkan; menyentuh hati
gugur gu.gur [v] (1) jatuh sebelum masak (tt buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tt bayi); runtuh (tt tanah); (2) batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi: calon yg tidak datang dinyatakan -- sbg peserta; (3) mati dl pertempuran: dua orang prajurit -- dl pertempuran itu; (4) kalah; rontok: petinju harapan kita -- pd ronde kedua
gugur kandungan penyakit menular yg disebabkan oleh Brucela abortus, biasanya menyerang kandungan pd ternak
gula gu.la [n] bahan pemanis biasanya berbentuk kristal (butir-butir kecil) yg dibuat dr air tebu, aren (enau), atau nyiur
gulah gu.lah [n] peribadatan seseorang yg melebihi ketentuan syarat Allah
gulai gu.lai [n] sayur berkuah santan dan diberi kunyit serta bumbu khusus (biasanya dicampur dng ikan, daging kambing, daging sapi, dsb)
gumboro gum.bo.ro [n Tern] (1) virus yg biasa menyerang anak ayam, dng gejala mengantuk, bulu mengerut, menceret keputih-putihan; (2) penyakit yg disebabkan oleh virus gumboro
gumul gu.mul [Bt n] bayi yg bentuk tubuhnya bundar spt bola: sewaktu lahir ke dunia, bentuk fisiknya -- [v] , ber.gu.mul v (1) bergulat; bergelut: keduanya ~ di muka orang banyak; (2) ki melibatkan diri dng: sehari-hari dia harus ~ dng sampah-sampah untuk menghidupi keluarganya
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
gunawan gu.na.wan [n] orang yg mempunyai sifat-sifat yg baik; orang atau benda yg banyak manfaatnya (gunanya)
gunjingan gun.jing.an [n] yg dipergunjingkan; umpatan; pembicaraan: ia tidak ingin menjadi ~ orang, ia terpaksa menceraikan istrinya
gunung gu.nung [n] bukit yg sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dr 600 m)
guram gu.ram [a] suram; muram; tidak bercahaya: betapa sepi dan -- nya hidup saya tahun-tahun terakhir ini [Jw] (1) n kutu pd ayam yg sedang mengeram dsb; (2) a ki kecil dan tidak bermutu: dl percaturan politik partai-partai -- biasanya tersisihkan
gurami gu.ra.mi [n] ikan air tawar yg bersisik dan biasanya dibudidayakan di tebat (empang), enak dimakan; kalui; Osphromenus olfax
guru gu.ru [n] orang yg pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar
guru kencing berdiri [pb] kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya)
guruk gu.ruk [n] binatang buas, lebih besar dp anjing biasa
gusar gu.sar [v] marah; berang: ia tidak -- thd orang-orang yg berduyun-duyun meminta sedekah itu
gusuran gu.sur.an [n] (1) hasil menggusur; (2) bongkaran: bangunan bekas ~ biasanya dijual murah; (3) cak yg terkena penggusuran: ia tinggal di daerah ~
gutasi gu.ta.si [n] pengeluaran tetesan air dr permukaan tumbuhan (biasanya dr daun) tanpa terjadi pelukaan
ha [p] kata seru untuk menyatakan girang: -- , itu dia yg kucari; (2) p kata seru untuk mengejek: -- , mana mungkin ia dapat memenangkan pertandingan itu; (3) p kata seru untuk menyatakan rasa lega: -- , akhirnya terungkap juga rahasianya; (4) p kata seru yg menyatakan terkejut; (5) n suara orang tertawa lepas; (ha kecil: ) n nama huruf ke-6 abjad Arab (ha besar: ) n nama huruf ke-27 abjad Arab [n] nama huruf h
habib ha.bib [n] (1) yg dicintai; kekasih; (2) panggilan kpd orang Arab yg berarti tuan; panggilan kpd orang yg bergelar sayid
habis geli oleh gelitik [pb] (barang) yg kurang menyenangkan dsb akan hilang apabila telah biasa atau telah menjadi kebiasaan
habis manis sepah dibuang [pb] sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dsb) [pb] setelah tidak berguna atau disukai lagi, lalu dibuang atau dilupakan [pb] mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yg sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dr dirinya
habis miang krn bergeser [pb] segala kesukaran (ketakutan, malu, dsb) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan
habis-habisan ha.bis-ha.bis.an [adv] (1) hingga habis sama sekali (tidak ada yg tertinggal): rumah orang kaya itu telah dirampok ~; (2) terlampau sangat: krn kesalahan itu, ia dicaci maki ~
habitat ha.bi.tat [n] (1) tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelom-pok masyarakat; (2) Bio tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yg alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli; (3) Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dng kondisi tertentu pd permukaan bumi
Habsyi Hab.syi [n Sas] (1) negeri Etiopia; (2) orang Afrika
habuan ha.bu.an [kl n] banyaknya makanan untuk tiap orang; porsi; bagian
habung ha.bung [n] keranjang (biasanya terbuat dr rotan) untuk wadah gabah dsb, dapat memuat kurang lebih 40-45 kg
hadapan ha.dap.an [n] (1) muka; depan: ia menunggu di ~ rumah; jangan membuat malu di ~ orang banyak; (2) yg akan datang: pameran itu diselenggarakan bulan ~; (3) pada (pd alamat surat): ke ~ Ayahanda
hadas ha.das [n] keadaan tidak suci pd diri seorang muslim yg menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dsb
hadir ha.dir [v] ada; (ada) datang: semua orang yg diundang dapat -- dl rapat itu
hadirat ha.di.rat [n] (1) hadapan: dng tenang ia menghadap ke -- Tuhan; (2) yang mulia (dipakai di dl sastra lama untuk orang yg dimuliakan) [n] semua yg hadir (perempuan)
hadirin ha.di.rin [n] semua orang yg hadir: dl pertemuan itu -- diminta menyumbang sekadarnya untuk membantu para korban bencana alam
hadis sahih hadis yg benar (dapat ditelusuri dan diandalkan orang-orang yg meriwayatkannya)
hafal ha.fal [v] (1) telah masuk dl ingatan (tt pelajaran): saya sudah mempelajari dan juga -- isinya; (2) dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain): banyak orang yg -- nomor telepon barisan pemadam kebakaran
hagiografi ha.gi.o.gra.fi [n] (1) buku atau tulisan yg memuat riwayat hidup dan legenda orang-orang suci; (2) riwayat hidup orang-orang suci
haid pertama tanggal atau umur yg menyatakan awal dr masa reproduksi seorang wanita dan pd umumnya terjadi antara umur 10-14 tahun
haiku hai.ku [n Sas] puisi Jepang yg biasanya menggunakan ilusi dan perbandingan, terdiri atas 17 suku kata yg terbagi menjadi 3 larik, larik pertama 5 suku, larik kedua 7 suku, dan larik ketiga 5 suku
hajar Aswad batu hitam yg menempel di sudut Kakbah sebelah tenggara, yg dr arahnya orang mulai dan mengakhiri tawaf dl melaksanakan ibadah haji dan umrah
hajat masyarakat keperluan utama orang banyak, baik lahiriah maupun rohaniah: -- seni hajat kecil
hajatan ha.jat.an [n] acara (spt resepsi dan selamatan): dl bulan Maulid ini banyak orang mengadakan ~
haji ha.ji [n] (1) rukun Islam kelima (kewajiban ibadah) yg harus dilakukan oleh orang Islam yg mampu dng mengunjungi Kakbah pd bulan Haji dan mengerjakan amalan haji, spt ihram, tawaf, sai, dan wukuf; (2) sebutan untuk orang yg sudah melakukan ziarah ke Mekah untuk menunaikan rukun Islam yg kelima: sekembalinya dr Tanah Suci ia menambahkan gelar -- di depan namanya
haji badal ibadah haji yg amalan hajinya dikerjakan oleh seseorang yg telah melaksanakan haji untuk mewakili orang lain, pahalanya diniatkan untuk orang lain yg dimaksud (yg telah meninggal dunia)
hajib ha.jib [n] (1) Ar penjaga pintu; (2) Isl keluarga orang mati yg menghalangi (mendinding) keluarga lain yg sekerabat sehingga warisan keluarga orang yg mati itu tidak terbagikan ke luar
hak [a] benar: mereka telah dapat menilai mana yg -- dan mana yg batil; (2) n milik; kepunyaan: barang-barang ini bukan -- mu; (3) n kewenangan: dng ijazah itu ia mempunyai -- untuk mengajar; (4) n kekuasaan untuk berbuat sesuatu (krn telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb): semua warga negara yg telah berusia 18 tahun ke atas mempunyai -- untuk memilih dan dipilih dl pemilihan umum; (5) n kekuasaan yg benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu: menantu tidak ada -- atas harta peninggalan mertuanya; (6)n derajat atau martabat: orang Melayu pd waktu itu tidak sama -- nya dng orang Eropa; (7) n Huk wewenang menurut hukum [n] telapak sepatu pd bagian tumit yg relatif tinggi: sepatu dng -- tinggi sedang digemari oleh wanita karier [n] alat untuk merenda (yg ujungnya berkait) dibuat dr logam [n] logam berkait (sepasang) untuk mengancingkan pinggang celana atau baju perempuan
hak bersama hak yg dimiliki oleh beberapa orang terhadap suatu objek
hak bertanya hak anggota DPR, baik perseorangan maupun bersama-sama, untuk mengajukan pertanyaan kpd presiden atau pemerintah
hak cipta hak seseorang atas hasil penemuannya yg dilindungi oleh undang-undang (spt hak cipta dl mengarang, menggubah musik)
hak guna bangunan hak untuk membangun dan mempunyai bangunan di atas tanah orang lain atau tanah negara untuk jangka waktu tertentu
hak ingkar [Huk] hak seseorang yg diadili untuk mengajukan keberatan dng disertai alasan thd hakim yg akan mengadili perkaranya
hak opstal hak untuk membangun atau menanam sesuatu di atas tanah yg menjadi milik orang lain
hak paten hak yg diberikan oleh pemerintah kpd seseorang atau perusahaan atas permohonannya untuk menikmati sendiri temuannya serta perlindungan thd kemungkinan peniruan oleh pihak lain atas ciptaan atau temuannya itu
hak peserta hak masyarakat hukum adat untuk memiliki tanah secara perseorangan mengambil hasil hutan, hasil air, berburu, menciptakan hak milik atas tumbuh-tumbuhan dsb
hak preferensi hak istimewa bagi penagih (orang yg berpiutang); (2) hak untuk memperoleh keuntungan dr suatu benda dng melalui penagih lainnya yg tidak mempunyai hak preferensi itu
hak prerogatif hak khusus atau hak istimewa yg ada pd seseorang krn kedudukannya sbg kepala negara, msl memberi tanda jasa, gelar, grasi, amnesti
hak pribadi wewenang seseorang mengenai hubungannya dng orang lain
hak rantau hak seseorang atau golongan atas jalur tanah sepanjang tepian sungai krn membuka tanah tsb
hak siar hak seseorang atau instansi untuk menyiarkan sesuatu
hak terbit [Graf] hak seorang penulis atas penerbitan karya tulisnya
hak veto hak yg dimiliki seseorang atau badan tertentu untuk menolak suatu keputusan
hakikat ha.ki.kat [n] (1) intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya): pd -- nya mereka orang baik-baik
hakiki ha.ki.ki [a] benar; sebenarnya; sesungguhnya: orang yg melaksanakan ajaran Islam secara sempurna akan mencapai kebahagiaan yg -- di dunia dan akhirat
hakim ha.kim [n] (1) orang yg mengadili perkara (dl pengadilan atau mahkamah): keputusan -- tidak dapat diganggu gugat; (2) pengadilan: perkaranya sudah diserahkan kpd --; (3) juri; penilai (dl perlombaan dsb) [n] orang pandai-pandai, budiman, dan ahli; orang yg bijak
hakul adam ha.kul adam [n] hak milik perseorangan
halaik ha.la.ik [kl n] penyembah berhala; orang yg tidak menganut agama
halimunan ha.li.mun.an [a] tidak kelihatan, orang -- , orang halus (siluman, orang bunian)
halitosis ha.li.to.sis [n] mulut atau yg berbau busuk (kelainan pd seseorang)
halkah hal.kah [n] (1) gelang (kaki); (2) gelang-gelang pintu; (3) gelang-gelang untuk sasaran menembak dsb; (4) Isl diskusi, pengajian yg pesertanya duduk membentuk lingkaran untuk membahas masalah keislaman (biasanya di dl masjid, musala)
halma hal.ma [n] permainan di atas papan atau karton bergambar bintang bersudut enam yg dimainkan oleh tiga orang, masing-masing memakai orang-orangan yg berlainan warnanya berjumlah lima belas buah yg kesemuanya harus dimasukkan ke dl kubu di seberang kubunya
halte hal.te [n] perhentian kereta api, trem, atau bus (biasanya mempunyai ruang tunggu yg beratap, tetapi lebih kecil dp stasiun)
halus ha.lus [a] (1) lumat; kecil-kecil: garam --; (2) tidak kasar; lembut; licin: baju itu dibuat dr bahan yg --; kulit wanita itu --; (3) baik (budi bahasa); sopan; beradab; tidak kasar (tt perbuatan dsb): -- budi bahasanya; -- tutur katanya; (4) tidak tampak dan tidak dapat diraba; berupa roh: orang --; (5) bermutu; baik (tt barang tenunan, ukir-ukiran, dsb): ia baru saja membeli barang-barang -- di toko itu
hambat ham.bat [v] , meng.ham.bat v membuat sesuatu (perjalanan, pekerjaan, dsb) menjadi lambat atau tidak lancar; menahan: jembatan yg rusak itu ~ perjalanan kereta api; kekurangan gizi dapat ~ pertumbuhan anak [v] , meng.ham.bat v (1) mengejar (hendak menangkap, menyerang, dsb): harimau itu ~ patik; (2) menawan (menarik): ia pandai ~ hati orang
hamburger ham.bur.ger [n] daging cacah (biasanya daging sapi, tetapi kadang-kadang juga daging lain) yg dibentuk bulat, kemudian dipipihkan dan digoreng dng mentega atau dipanggang di atas bara, biasanya dimakan sbg isi roti bulat, diberi daun selada, saus tomat, dan bumbu lainnya
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
hancur badan dikandung tanah [pb] budi bahasa yg baik tidak akan dilupakan orang
handelar han.de.lar [n] orang yg melakukan usaha di bidang perdagangan; pedagang
hantu haru-haru hantu yg suka menculik orang dan membawanya ke tempat yg sukar dicapai
hanya ha.nya [adv] (1) cuma: aku -- bertanya; (2) kecuali: semuanya lulus, -- saya yg tidak beruntung; (3) tetapi: kalian boleh bermain di sini, -- jangan terlalu berisik; (4) tidak lebih dr: ia -- membawa uang receh dl dompetnya; (5) tidak lain dr: barang yg dibawanya pulang dr luar negeri -- sebuah kopor; (6) saja (biasanya digunakan bersama "saja" untuk mengeraskan makna): -- itu saja yg dapat kusumbangkan
hanyut ha.nyut [v] (1) terbawa oleh arus (banjir, ombak, dsb); terbawa mengalir: beberapa rumah telah --; (2) habis; hilang; lenyap: -- harta bendanya; (3) ki terharu: -- hatinya menyaksikan keadaan para pengungsi itu; (4) ki terlalu asyik: ia sedang -- dl lamunannya; (5) ki pergi jauh-jauh; mengembara: lebih baik -- ke negeri orang dp hidup menanggung malu; (6) berhanyut
hanyut dipintasi [pb] menolong orang pd waktu kesusahan
hapus ha.pus [v] (1) tidak terdapat atau tidak terlihat lagi; hilang: noda-noda hitam pd baju itu tidak dapat -- jika hanya dicuci dng sabun biasa; (2) musnah; lenyap: semuanya akan -- dr muka bumi; (3) diampuni: telah -- segala dosanya
harapan ha.rap.an [n] (1) sesuatu yg (dapat) diharapkan: ia mempunyai ~ besar dapat memenangkan pertandingan itu; (2) keinginan supaya menjadi kenyataan: ~ ku agar ia kelak menjadi orang yg berguna bagi nusa dan bangsa; (3) orang yg diharapkan atau dipercaya: pemuda ~ bangsa
harga hidup harga mati denda adat (di Manado) yg dijatuhkan kpd seseorang yg melukai atau membunuh orang
harga miring [cak] harga lebih murah dp biasa
harga terendah harga termurah untuk suatu barang atau jasa, biasanya ditetapkan oleh pemerintah
harga tertinggi harga termahal untuk suatu barang atau jasa, biasanya ditetapkan oleh pemerintah
hari berbangkit [Isl] saat dibangkitkannya kembali orang-orang yg sudah mati; hari kiamat
hari kiamat hari berakhirnya kehidupan dunia ini yg ditandai dng kehancuran bumi dan benda angkasa, bersamaan dng dibangkitkannya kembali orang-orang yg telah meninggal untuk diadili perbuatannya yg sudah-sudah
hari tua masa ketika orang telah tua
hari ulang tahun hari yg bertepatan dng tanggal dan bulan lahir (seseorang atau sesuatu); (2) hari lahir
harimau ditakuti krn giginya [pb] orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang krn kekuasaan dan pangkatnya
harimau mati meninggalkan belang [pb] orang yg berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati
harimau menunjukkan belang nya [pb] orang yg memperlihatkan kekuasaannya
harisah ha.ri.sah [n] bubur yg dicampur dng lauk-pauk (biasanya dibuat pd tanggal 10 Muharam)
harmonium har.mo.ni.um [n] (1) alat musik gamit spt orgel kamar, dibunyikan dng menekan tombol pembuka lidah-lidah yg bergetar krn angin yg dipompa (pedal kaki), banyak dipakai sbg alat musik pengiring di gereja; (2) alat musik spt orgel kecil: orang Jakarta menggemari lagu berirama India dan Melayu dng iringan --
harpis har.pis [n] orang yg ahli dl memainkan harpa; pemain harpa
harta har.ta [n] (1) barang (uang dsb) yg menjadi kekayaan; barang milik seseorang; (2) kekayaan berwujud dan tidak berwujud yg bernilai dan yg menurut hukum dimiliki perusahaan
harta kelalah harta peninggalan dr seseorang (krn meninggal dunia), yg tidak mempunyai anak dan bapak
harta kubur benda atau harta milik orang yg meninggal yg ikut dikuburkan bersamanya
harta milik barang-barang yg menjadi milik atau kepunyaan orang atau badan
harta pelayaran harta perseorangan yg dikumpulkan selama merantau
harta pembawaan harta perseorangan yg masing-masing dibawa oleh; mempelai laki-laki dan mempelai perempuan ke dl perkawinan
harta peninggalan barang warisan dr seseorang yg meninggal
harta pusaka bapak setengah dr harta warisan seorang bapak yg harus dibagi di antara anak-anak dr istri yg berbeda-beda
harta pusaka rendah harta yg ditinggalkan oleh seorang wanita bagi anak-anaknya
hartal har.tal [n] bedak kuning dr berangan yg dicampur belerang, dipakai untuk bahan obat (boreh dsb), lulur pengantin, dan pemain wayang orang [n] pemogokan umum (salah satu cara perjuangan Gandhi melawan Inggris di India sebelum kemerdekaan)
hartawan har.ta.wan [n] orang yg banyak hartanya; orang kaya
hasid ha.sid [n] orang yg dengki
hasil kepala padi pajak yg dikenakan thd orang yg mendapatkan izin untuk mengerjakan tanah
hasut ha.sut [v] meng.ha.sut v (1) membangkitkan hati orang supaya marah (melawan, memberontak, dsb): ia ditangkap polisi krn ~ rakyat; (2) menggalakkan (anjing): mudah sekali ~ anjing itu
hati bak serangkak dibungkus [pb] orang yg sangat berharap akan mendapat sesuatu yg diingininya
hati gatal mata digaruk [pb] sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yg tidak bersalah
hatif ha.tif [n] suara yg terdengar tanpa terlihat orangnya; suara dr langit; suara gaib
haudah hau.dah [Ar n] kemah di atas punggung gajah; tempat orang duduk yg bertenda di atas punggung gajah
hawa pantang kerendahan [pb] tidak mau kalah dng orang lain; -- nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dsb): ia tidak dapat menahan -- nafsunya
hebat he.bat [a] terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dsb): pertempuran itu -- sekali; kedua orang itu menampilkan permainan yg --; gempa bumi yg --
heboh he.boh [a] gaduh; ribut; gempar: orang-orang di pasar menjadi -- ketika mengetahui adanya kebakaran di kios itu
hemat pangkal kaya [pb] orang yg hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai
hemofilia he.mo.fi.lia [n Dok] penyakit yg darah penderitanya cenderung tidak mau membeku sehingga akan terus-menerus mengalir apabila penderita terluka (kelainan ini biasanya bersifat turun-temurun)
hempap hem.pap , meng.hem.pap v menindih: rumah yg roboh itu telah ~ beberapa orang yg berada di dalamnya
hendak minyak air [pb] memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya
hendak mulia bertabur urai [pb] jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir
heran he.ran [a] (1) merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; (2) aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar
hereditas he.re.di.tas [n] penurunan sifat genetik dr orang tua ke anak
herediter he.re.di.ter [a] menurun secara genetik dr orang tua kpd anak
hero he.ro [n] (1) orang yg dihormati krn keberanian (pribadi yg mulia dsb); pahlawan; (2) orang yg dikagumi krn kecakapan, prestasi, atau krn sbg idola; (3) Sas tokoh utama dl novel, puisi, dsb yg mampu menimbulkan rasa simpati pembaca
heteronomi he.te.ro.no.mi [n] hal ketergantungan pd undang-undang atau kuasa orang lain
heteroseksual he.te.ro.sek.su.al [a] cenderung untuk melakukan hubungan seks dng orang yg berbeda jenis kelamin
heteroseksualitas he.te.ro.sek.su.a.li.tas [n] kecenderungan seseorang untuk melakukan hubungan seks dng orang yg berbeda jenis kelamin
hibah hi.bah [n] pemberian (dng sukarela) dng mengalihkan hak atas sesuatu kpd orang lain: rumah ini kami terima sbg -- dr paman
hibur hi.bur [v] meng.hi.bur v menyenangkan dan menyejukkan hati yg susah; melipur: kita harus ~ orang yg baru kematian anaknya itu
hidang hi.dang [v] meng.hi.dang.kan v (1) menyuguhkan (tt makanan, minuman, dsb) kpd orang lain; menyajikan; menyediakan; (2) ki mengemukakan (membentangkan dsb) dl rapat, surat kabar, dsb: majalah hiburan itu ~ bacaan segar; (3) mempertontonkan; memperagakan (tt tontonan, permainan, dsb): Prancis telah ~ permainan bola yg menarik
hidrometer hid.ro.me.ter [n] (1) alat untuk mengukur kecepatan arus air yg mengalir; (2) timbangan air; alat untuk menimbang berat air, biasanya berupa batang kaca berongga dan berskala, yg akan terbenam sebagian dl cairan; (3) alat untuk mengukur berat jenis atau kepekatan air
hidroperoksida hid.ro.pe.rok.si.da [n Kim] cairan beracun, biasanya digunakan untuk membersihkan warna dng cara dibilas
hidroponik hid.ro.po.nik [n] cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, biasanya dikerjakan dl kamar kaca dng menggunakan medium air yg berisi zat hara
hidrotermal hid.ro.ter.mal [a Geo] berkaitan dng air panas yg biasa dipakai dl pembentukan logam melalui pemanasan (dng cairan panas yg naik dr magma yg mendingin)
hidung tak mancung [pb] orang yg tidak turut campur dl suatu pekerjaan menjadi susah dan yg patut susah berdiam diri
hidup di awang [ki] hidup dl kemewahan (spt orang besar, orang kaya)
hidup sandar-menyandar umpama aur dng tebing [pb] perihal orang berlaki istri yg berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yg setia dan saling menolong
hidup spt musang [pb] tt orang jahat (pencuri) yg pd siang hari tidak kelihatan tetapi pd malam hari merayap mencari mangsanya
hidup tidak krn doa [pb] orang harus berusaha dng tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain
higiene mental prinsip serta ukuran untuk mengetahui keadaan kesehatan jiwa seseorang atau masyarakat dl usaha mencegah segala macam gangguan jiwa
hijab hi.jab [n] (1) dinding yg membatasi sesuatu dng yg lain: (2) Isl dinding yg membatasi hati manusia dan Allah; (3) dinding yg menghalangi seseorang dr mendapat harta waris: anak laki-laki adalah -- dr saudara sebapak
hijauan kering hi.jau.an kering makanan ternak yg telah dikeringkan, kadar airnya biasanya lebih kurang 10 persen
hilang hi.lang [v] (1) tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan: tiba-tiba benda itu -- dr pemandangannya; (2) tidak ada lagi perasaan (spt marah, jengkel, suka, duka), kepercayaan, pertimbangan, dsb: rasa marahnya kpd anak yg nakal itu sudah --; kepercayaan kpd orang yg setiap kali ingkar janji itu telah --; (3) tidak dikenang lagi; tidak diingat lagi; lenyap: ketenarannya -- begitu saja krn kejadian itu; (4) tidak ada, tidak kedengaran lagi (tt suara, bunyi, dsb): suara yg memanggil-manggil itu semakin -- dr pendengaran; (5) meninggal: ayahnya -- beberapa bulan yg lalu
hilang di mata di hati jangan [pb] biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yg ditinggalkan
hilang geli krn gelitik [pb] kecanggungan akan hilang apabila telah menjadi kebiasaan
hilang kilat dl kilau [pb] (kepandaian, kebesaran, dsb) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dsb
hilang rona krn penyakit [pb] orang yg tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang
hilau hi.lau [Mk v] , ber.hi.lau v (1) menari-nari beramai-ramai (di dekat harimau atau buaya yg tertangkap mati dsb); (2) meratapi orang mati dsb
hilir hi.lir [n] (1) bagian sungai sebelah muara: sampai ke -- sungai; (2) daerah sepanjang bagian muara sungai (daerah pesisir): orang --
hina hi.na [a] (1) rendah kedudukannya (pangkatnya, martabatnya): sesungguhnya aku ini orang yg --; (2) keji, tercela; tidak baik (tt perbuatan, kelakuan): zina merupakan perbuatan yg --
hipergami hi.per.ga.mi [n Antr] adat perkawinan dl sistem kasta yg mendorong agar seorang gadis menikah dng seorang pria dr kastanya sendiri atau dng pria dr kasta yg lebih tinggi
hiperkinesis hi.per.ki.ne.sis [n Psi] kemampuan yg dimiliki seseorang untuk menghayati sesuatu secara fisik lebih dr rata-rata orang pd umumnya, msl dapat memperkirakan dng tepat jarak antara dirinya dan benda lain tanpa usaha yg besar
hipermetropia hi.per.met.ro.pia [n Dok] keadaan dapat melihat dr jarak jauh lebih baik dp dr jarak dekat (umumnya terjadi pd orang tua); rabun dekat; hiperopia
hipnosis hip.no.sis [n Dok] keadaan spt tidur krn sugesti, yg pd taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yg memberikan sugestinya, tetapi pd taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali
hipnotis hip.no.tis [a] membuat atau menyebabkan seseorang berada dl keadaan hipnosis; berkenaan dng hipnosis
hipokrit hi.po.krit [a] munafik; (2) n orang yg suka berpura-pura
hipoplasia hi.po.pla.sia [n Dok] keadaan suatu organ (tubuh) yg ukurannya lebih kecil dp biasanya krn perkembangan yg tidak sempurna
hipovitaminosis hi.po.vi.ta.mi.no.sis [n] gejala penyakit yg disebabkan oleh kekurangan salah satu vitamin, biasanya vitamin yg dapat larut dl lemak atau air
hirau hi.rau , meng.hi.rau.kan v memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan: ia tidak ~ nasihat orang tuanya
hiruk hi.ruk [a] gempar; gaduh; ramai dan ribut sekali; riuh rendah; riuh dan bising: -- pikuk suara orang dl pelelangan ikan itu terdengar dr jauh
hitam bagai pantat belanga [pb] sangat buruk (tt tabiat seseorang)
hitam mata itu mana boleh bercerai dng putihnya [pb] orang yg sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
hitung-hitungan hi.tung-hi.tung.an [v cak] banyak perhitungan: tidak baik terlalu ~ kpd orang tua
hiu [n] ikan laut kelas Chondrichtyes, pemakan ikan dan hewan laut lainnya, berbentuk torpedo, bertulang rawan, kulit tidak bersisik, tetapi berduri kecil-kecil yg mengarah ke belakang, mulut terletak di kepala bagian bawah, bergigi banyak, biasanya diburu manusia untuk diambil minyak dan kulitnya, banyak jenisnya, spt ikan mako; Isarus Oxyhyncus
homogami ho.mo.ga.mi [n] (1) Antr kecenderungan orang memilih suami atau istri dr kedudukan sosial yg sama; (2) Bio perkawinan antara dua individu yg memiliki fenotipe dan genotipe sama
homoseksual ho.mo.sek.su.al [a] dl keadaan tertarik thd orang dr jenis kelamin yg sama
homoseksualitas ho.mo.sek.su.a.li.tas [n] kecenderungan untuk tertarik kpd orang lain yg sejenis
honorifik ho.no.ri.fik [a Ling] berkenaan dng penggunaan ungkapan penghormatan dl bahasa untuk menyapa orang tertentu
hormat hor.mat [a] menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; (2) n perbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi -- kpd tamu yg datang
horoskop ho.ro.skop [n] (1) pengamatan posisi bintang-bintang pd waktu tertentu, spt pd hari lahir seseorang, dng tujuan meramalkan masa depannya; (2) peta bintang kelahiran seseorang, yg memperlihatkan posisi bintang-bintang tsb
hostel hos.tel [n] tempat untuk menginap yg murah (biasanya mendapat bantuan pemerintah) bagi mahasiswa, karyawan yg sedang dl pelatihan dsb; asrama
hotel ho.tel [n] bangunan berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat makan orang yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum
hubungan bapak-anak buah hu.bung.an bapak-anak buah jaringan sosial yg terwujud krn interaksi seseorang yg berkedudukan sosial tinggi dng orang-orang yg berkedudukan sosial lebih rendah, dl hal ini pihak yg kedua memberi jasa kpd pihak pertama yg telah memberi perlindungan
hubungan informal hu.bung.an informal hubungan di antara orang-orang dl organisasi yg tidak diatur dl dasar hukum pendirian organisasi
hubungan kekaryaan hu.bung.an kekaryaan hubungan antara pengusaha dan karyawan yg lebih bersifat hubungan perseorangan dp hubungan sbg anggota organisasi karyawan
hubungan luar nikah hu.bung.an luar nikah hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yg belum atau tidak menjadi suami istri
hubungan sosial hu.bung.an sosial hubungan seseorang dng orang lain dl pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat
hufaz hu.faz [n] penghafal Alquran: sebanyak 40 orang -- telah mengkhatamkan Alquran pd tujuh majelis
hujaj hu.jaj [Ar n] (bentuk jamak) orang yg telah menunaikan ibadah haji
hujan air mata banyak air mata yg dicucurkan; banyak orang menangis
hujan berbalik ke langit [pb] orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kpd orang yg lemah (bodoh, miskin, dsb)
hujan menimpa bumi [pb] kita tidak dapat melepaskan diri dr perintah orang yg berkuasa
hujan panas main hari [pb] telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang
hujan tempat berteduh hujan tempat ber.te.duh , panas tempat berlindung [pb] orang yg selalu memberi pertolongan kpd orang banyak
hukama hu.ka.ma [Ar n] (1) orang-orang cerdik pandai: majelis itu mengeluarkan fatwa keagamaan yg dipatuhi oleh segala -- dan ulama; (2) hakim-hakim
hukum mungkal denda adat yg tinggi yg dijatuhkan kpd seseorang yg membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu
hukum perbuatan keseluruhan peraturan hukum mengenai hubungan kerja yg mengakibatkan seseorang secara pribadi ditempatkan di bawah pimpinan orang lain dan mengenai keadaan penghidupan yg langsung bersangkut-paut dng hubungan kerja itu
hukum perdata hukum yg mengatur hak, harta benda, dan hubungan antara orang dan orang dl satu negara
hukum perdata materiil hukum perdata yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dikenai hukum perdata, dan hukuman perdata yg dapat dijatuhkan
hukum pidana materiil hukum pidana yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dipidana, dan pidana yg dapat dijatuhkan
hukum pidana subjektif hak negara untuk menghukum orang yg melanggar peraturan hukum pidana objektif
hukum politik hukum yg mengatur hubungan hukum negara dng orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yg satu dan negara lainnya
hukum taklifi [Ar] hukum yg mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf
hukum taktertulis hukum kebiasaan atau hukum yg terkandung dl keputusan pengadilan yg tidak pernah mengurangi bentuk undang-undang
hukuman hu.kum.an [n] (1) siksa dsb yg dikenakan kpd orang yg melanggar undang-undang dsb; (2) keputusan yg dijatuhkan oleh hakim; (3) hasil atau akibat menghukum: dia yg berbuat, dia yg boleh ~
hukuman kawalan hu.kum.an kawalan hukuman yg berupa pencabutan kebebasan orang (orang yg dihukum tidak boleh bepergian dsb dng bebas)
hukuman mati hu.kum.an mati hukuman yg dijalankan dng membunuh (menembak, menggantung) orang yg bersalah
hukuman rotan hu.kum.an rotan hukuman yg dijalankan dng menyebat orang yg bersalah dng rotan
hulu hu.lu [n] (1) kl bagian tubuh dr leher ke atas; kepala: gering --; kalang -- , bantal, alas kepala pd waktu tidur; (2) bagian atas (sungai dsb); udik; ujung: ia pernah berlayar ke -- Sungai Musi; (3) desa; udik: orang --; (4) pegangan (pd pisau, keris): -- pisau; -- keris; (5) permulaan; pangkal; awal: -- musim; -- malang
huma akuan lingkungan tanah milik perseorangan
humanis hu.ma.nis [n] (1) orang yg mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yg lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia; (2) penganut paham yg menganggap manusia sbg objek terpenting; (3) penganut humanisme
humanisasi hu.ma.ni.sa.si [n] penumbuhan rasa perikemanusiaan: proses -- harus ditumbuhkan sejak seorang anak di bangku pendidikan rendah
humoris hu.mo.ris [n] orang yg mempunyai rasa humor: dia seorang --
humus gembur gambut yg bersifat lebih gembur, biasanya kurang masak dan lebih subur
huria hu.ria [n] (1) (daerah) persekutuan umat Kristen Protestan (pd suku Batak): seorang lulusan sekolah teologi harus dapat memimpin suatu --; (2) sidang gereja Protestan (pd suku Batak)
hurikan hu.ri.kan [n] angin pusar dng kecepatan yg luar biasa di daerah tropis
huruf awal huruf pertama dr kalimat pertama pd halaman baru, dan disusun dng huruf kapital yg bagus, biasanya terdapat pd buku-buku bacaan yg bermutu
huruf hias huruf yg digunakan sbg daya tarik, biasanya berukuran besar; huruf pameran
huruf kapital huruf yg berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar dp huruf biasa), biasanya digunakan sbg huruf pertama dr kata pertama dl kalimat, huruf pertama nama diri dsb, spt A, B, H; huruf besar
huruf Latin huruf menurut abjad Latin; (2) huruf yg biasa digunakan dl tulisan tangan yg ditulis berangkai-rangkai
huruf lebar huruf yg gambarnya lebar-lebar, lebih lebar dp huruf biasa, yg apabila disusun memakan tempat
husnulkhatimah hus.nul.kha.ti.mah [n] penutupan akhir hidup yg baik dr seseorang
hutan bakau hutan di daerah dekat pantai yg dipengaruhi air payau, biasanya ditumbuhi jenis bakau Rhizophora, api-api, Avicennia, dan pedada, Sohnetatia
huyung [v] ter.hu.yung v (berjalan dsb) bergoyang-goyang ke kiri kanan spt orang mabuk: nenek berjalan ~ menyambut kedatanganku
ia [pron] (1) orang yg dibicarakan, tidak termasuk pembicara dan kawan bicara; dia; (2) benda yg dibicarakan: buku adalah teman yg setia, -- tidak pernah mengkhianati pemiliknya [p] ya
ibarat iba.rat [n] perkataan atau cerita yg dipakai sbg perumpamaan (perbandingan, lambang, kiasan): dl kesusastraan lama banyak terdapat cerita --; (2) n isi (maksud, ajaran) yg terkandung dl suatu perumpamaan (cerita dsb): ia pun tahu juga akan -- perkataan itu; (3) p seumpama: aku ini -- balam dl sangkar, mata lepas badan terkurung; (4) n perbandingan antara orang atau benda dan hal-hal yg lain dng menggunakan kata-kata bagai, seperti: -- anjing dan kucing
ibu [n] (1) wanita yg telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --; (2) sebutan untuk wanita yg sudah bersuami; (3) panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum; (4) bagian yg pokok (besar, asal, dsb): -- jari; (5) yg utama di antara beberapa hal lain; yg terpenting: -- negeri; -- kota
ibu angkat wanita yg mengambil dan memelihara anak orang lain; ibu dr anak angkat
idealis ide.a.lis [n] (1) orang yg bercita-cita tinggi; (2) pengikut aliran idealisme
idealistis ide.a.lis.tis [a] berwatak seorang idealis; bersifat menuju cita-cita: sikap hidupnya yg -- menyebabkan ia tidak mudah menyerah pd rintangan
identifikasi iden.ti.fi.ka.si [n] (1) tanda kenal diri; bukti diri; (2) penentu atau penetapan identitas seseorang, benda, dsb; (3) Psi proses psikologi yg terjadi pd diri seseorang krn secara tidak sadar dia membayangkan dirinya spt orang lain yg dikaguminya, lalu dia meniru tingkah laku orang yg dikaguminya itu
identitas iden.ti.tas [n] ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri: -- pembunuh itu sudah diketahui polisi
ideofon ide.o.fon [n Ling] ungkapan yg sering tidak lazim atau tidak teratur dl fonologi (msl dng memakai lambang bunyi) dan konstruksi sintaksisnya, terutama yg mengungkapkan konotasi yg spesifik, biasanya berupa kata yg sangat khas
ideologi ide.o.lo.gi [n] (1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup: dl pertemuan itu penatar menjelaskan dasar -- negara; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan: hal itu menjadi makanan empuk bagi -- asing yg ingin menginfiltrasi kita; (3)paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik: -- komunis menjadi pegangan bagi negara-negara yg selama ini disebut Blok Timur
ideologi politik sistem kepercayaan yg menerangkan dan membenarkan suatu tataan politik yg ada atau yg dicita-citakan dan memberikan strategi berupa prosedur, rancangan, instruksi, serta program untuk mencapainya; (2) himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan yg dimiliki seseorang atau sekelompok orang yg menjadi dasar dl menentukan sikap thd kejadian dan problem politik yg dihadapinya dan yg menentukan tingkah laku politik
idiolek idi.o.lek [n Ling] keseluruhan ciri perseorangan dl berbahasa
idiosinkrasi idi.o.sin.kra.si [n] (1) sifat, keadaan, atau hal yg menyebabkan sesuatu menjadi berlainan (krn tidak mengikuti aturan yg umum); (2) kelainan yg khas pd seseorang
idola ido.la [n] orang, gambar, patung, dsb yg menjadi pujaan: ia senang sekali krn penyanyi -- nya tampil dl pertunjukan itu
iglo ig.lo [n] rumah orang Eskimo yg dibuat dr bongkah es
ijuk tak bersagar lunak tak berbatu [pb] seseorang yg tidak ada sanak saudaranya yg dimalui (ditakuti) orang
ikan [n] (1) binatang bertulang belakang yg hidup dl air, berdarah dingin, umumnya bernapas dng insang, biasanya tubuhnya bersisik, bergerak dan menjaga keseimbangan badannya dng menggunakan sirip; (2) cak lauk: makan nasi -- nya tempe
ikan hias ikan yg dipelihara untuk hiasan, biasanya dl akuarium
ikan kawal ikan laut yg panjangnya dapat mencapai 0,5 m, biasanya mengiringi ikan hiu dng berenang di dekat sirip punggung ikan hiu dan makanannya ikan kecil-kecil; Naucratus ductur
ikan sekambu rusak oleh ikan seekor [pb] hanya krn keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk: -- terkilat, jala tiba, pb (1) sangat pandai dan tajam dl menangkap perkataan orang; (2) tindakan yg cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)
ikatan dinas ikat.an dinas perjanjian antara seseorang (pelajar dsb) dan instansi yg memberinya bantuan beasiswa
ikhtiar menjalani untung menyudahi [pb] orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kpd nasib)
ikhwan ikh.wan [Ar n] saudara; teman: tidak seorang pun di antara -- nya mengetahui hal itu
iklan kecil iklan yg dikelompokkan menurut klasifikasi tertentu dan umumnya hanya seluas satu kolom (biasanya tidak menggunakan gambar)
ikut [v] (1) menyertai orang bepergian (berjalan, bekerja, dsb); turut; serta; (2) melakukan sesuatu sebagaimana dikerjakan orang lain: ia pergi ke Bogor -- bermain bola dng teman-temannya
ikut-ikut [v] (1) turut campur: anak-anak jangan ~ urusan orang tua; (2) meniru: wanita itu senang ~ mode baru
ikut-ikutan ikut-ikut.an [v] mengikut saja (pikiran, perbuatan, dsb) orang lain (tanpa kesadaran atau keinsafan): perbuatan harus didasarkan pd keinsafan dan bukan hanya ~
ilai [v] , meng.i.lai v meringkik-ringkik (tt kuda); tertawa keras (tt orang): maka raja itu pun tertawalah ~
ilat [Ar ] (1) n kerugian; kecelakaan; kemalangan; kesakitan: turutlah nasihat orang tua, supaya terhindar dr --; (2) p sebab; lantaran: kematiannya, bukan -- apa-apa, melainkan krn ajal semata; (3) a Dok tidak dapat bekerja lagi krn anggota badannya rusak (krn kecelakaan, akibat peperangan, dsb): dia termasuk veteran --
ilegal ile.gal [a] tidak legal; tidak menurut hukum; tidak sah: orang asing itu masuk ke Indonesia secara --
ilmu firasat pengetahuan tt keadaan muka orang dsb yg bertalian dng tabiatnya
ilmu hitam pengetahuan tt kebatinan yg berhubungan dng pekerjaan setan atau pekerjaan mencelakakan orang (spt membuat orang gila, mencuri dng bantuan makhluk halus)
ilmu kebidanan cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng kelahiran bayi dan pertolongan kpd orang bersalin; obstetri
ilmu klenik ilmu yg mengajarkan hal yg mengandung rahasia (spt ilmu yg dapat membuat orang tunduk atau jatuh cinta)
ilmu lintabung [ki] bodoh tetapi sombong (tt seseorang) [ki] orang yg bodoh tetapi sombong
ilmu putih ilmu batin yg digunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk mengobati orang sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dsb)
ilmu sakti ilmu tt kekuatan yg dimiliki oleh seseorang yg didorong oleh tenaga gaib
ilmuwan il.mu.wan [n] orang yg ahli atau banyak pengetahuannya mengenai suatu ilmu; orang yg berkecimpung dl ilmu pengetahuan: kalangan -- kini merasa yakin bahwa bulan telah tercipta beribu-ribu tahun yg lalu
ilusionis ilu.si.o.nis [n] (1) pengkhayal; (2) orang yg dapat mengeluarkan suara tanpa menggerakkan mulut seolah-olah suaranya keluar dr sebuah boneka; (3) tukang sulap
ilustrator ilus.tra.tor [n] orang yg melukis gambar hias untuk majalah, buku, dsb: dia pernah menjadi -- buku-buku terbitan Balai Pustaka
imajinasi ima.ji.na.si [n] (1) daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; (2) khayalan
imbas im.bas [n] (1) gerakan atau aliran udara (ditimbulkan oleh gerakan kipas, benda bergerak, dsb); (2) dorongan; akibat (tanpa disengaja terjadinya); (3) penyakit yg disebabkan oleh hantu yg lewat dsb: kata orang tua-tua, pd waktu magrib janganlah keluar rumah krn dapat terkena -- hantu; (4) Fis perolehan sesuatu sbg akibat pengaruh sesuatu yg lain, msl imbas elektrostatik adalah pemberian muatan listrik statik pd sebuah benda dng cara mendekatkan benda itu (tetapi tidak menyentuh) kpd sebuah benda yg sudah bermuatan listrik statik
imbau im.bau [Mk v] meng.im.bau v (1) memanggil; menyebut nama orang; (2) meminta (menyerukan) dng sungguh-sungguh; mengajak: pemerintah ~ masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan
imbesil im.be.sil [a Psi] (1) dl keadaan mempunyai kecerdasan berpikir yg sangat rendah pd orang dewasa (IQ sekitar 40-60); (2) dungu; bodoh sekali
imbesilitas im.be.si.li.tas [n] taraf (tingkatan) kecerdasan berpikir yg rendah pd orang dewasa; keadaan imbesil
imbuh im.buh [n] tambahan (tidak banyak) pd barang yg ditimbang, dibeli, dimakan, dsb: kalau membeli barang banyak, biasanya mendapat --
imigran imi.gran [n] orang yg datang dr negara lain dan tinggal menetap di suatu negara: -- Indonesia di Negeri Belanda ditawari untuk kembali ke Indonesia
imitator imi.ta.tor [n] orang yg meniru; peniru
imla im.la [n] sesuatu yg dikatakan atau dibaca keras-keras supaya ditulis oleh orang lain; dikte
impersonal im.per.so.nal [a] tidak bersifat pribadi; tidak berkaitan dng (tidak mengenai) seseorang
impersonalia im.per.so.na.lia [n Ling] yg tidak bersubjek perorangan
importir im.por.tir [n] orang atau serikat dagang (perusahaan) yg memasukkan barang-barang dr luar negeri; pengimpor: perusahaan itu ditunjuk pemerintah sbg -- dan penyalur cengkih
impresariat im.pre.sa.ri.at [n] fungsi (kegiatan) seorang impresario
impresi im.pre.si [n] (1) kesan: saya mempunyai -- bahwa ia bukan orang yg dapat dipercaya; (2) efek pd indra: -- visual (melalui mata); (3) ki efek atau pengaruh yg dalam thd pikiran atau perasaan: pidatonya memberikan -- yg dalam pd hadirin [n Anat] lekukan pd suatu struktur krn adanya tekanan struktur lain
imun [a Dok] kebal thd suatu penyakit: kalau sudah disuntik TCD, orang akan -- thd penyakit tipus, kolera, dan disentri
imunologis imu.no.lo.gis [a] berkaitan dng imunologi: seorang dokter gigi harus mengetahui manifestasi kelainan sistemik dl mulut, spt penyakit oleh virus, kekurangan vitamin C, dan kelainan --
inayat ina.yat [Ar n] pertolongan; pemeliharaan (biasanya dr Tuhan)
indah kabar dr rupa [pb] biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya [pb] berita yg tersebar biasanya lebih hebat dp kenyataan yg sebenarnya [pb] biasanya kabar lebih baik dp keadaan yg sebenarnya
indekos in.de.kos [v cak] tinggal di rumah orang lain dng atau tanpa makan (dng membayar setiap bulan); memondok: tetangga saya tidak menerima orang -- , hanya menyewakan kamar
indeks in.deks [n] (1) daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; (2) daftar harga sekarang dibandingkan dng harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang: -- biaya hidup di Jakarta setiap tahun naik; (3) Kom (artikel) daftar berita penting hari itu (dl majalah, surat kabar) yg dimuat di halaman depan; (4) Ling rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yg mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
indeks prestasi angka yg menunjukkan prestasi seseorang dl belajar atau bekerja
indikan in.di.kan [n Kim] (1) glikosida beracun tidak berwarna yg terdapat dl beberapa jenis tumbuhan indigo; C14H17O6N; (2) senyawa yg bersekresi dl urine, biasanya dl bentuk garam potasium
indikator in.di.ka.tor [n] sesuatu yg dapat memberikan (menjadi) pe-tunjuk atau keterangan: seseorang yg akan melakukan suatu pekerjaan sebaiknya menggunakan -- yg sudah ada; kenaikan harga dapat menjadi -- adanya inflasi
inding in.ding [v] meng.in.ding v memandang dng penuh harapan (untuk memperoleh pemberian dsb); memasang telinga untuk mendengarkan percakapan orang lain
individu in.di.vi.du [n] (1) orang seorang; pribadi orang (terpisah dr yg lain): tindakan yg demikian itu berarti mengutamakan kepentingan -- belaka; (2) organisme yg hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dng sesamanya)
individual in.di.vi.du.al [a] mengenai atau berhubungan dng manusia secara pribadi; bersifat perseorangan: perebutan kejuaraan -- bukan beregu
individualis in.di.vi.du.a.lis [n] (1) orang yg tetap mempertahankan kepri-badian dan kebebasan diri; penganut paham individualisme; (2) orang yg mementingkan diri sendiri; orang yg egois
individualisme in.di.vi.du.al.is.me [n] (1) paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan); (2) paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara; (3) paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain
individualitas in.di.vi.du.a.li.tas [n] (1) keadaan atau sifat khusus sbg individu; (2) ciri-ciri yg dimiliki seseorang yg membedakannya dr orang lain; watak kepribadian: sikap -- sukar diubah
indra in.dra [n] alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri (intuitif) [n] (1) raja; (2) Hin (ditulis dng huruf kapital) nama seorang dewa yg menguasai angkasa
induk domba domba yg tidak memenuhi syarat lagi sbg induk untuk mengembangkan keturunan dan biasanya lalu dijual ke jagal
industri perdesaan usaha mengolah barang-barang (keperluan hidup) di daerah per-desaan, biasanya dilakukan dng tangan; kerajinan tangan
industrialis in.dus.tri.a.lis [n] orang yg bergerak di bidang industri; peng-usaha industri
infantilisasi in.fan.ti.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan membuat seseorang menjadi spt kanak-kanak: masalah yg belum diatasi adalah -- mahasiswa
infeksi sosokomial [Dok] infeksi yg terjadi selama penderita dirawat di rumah sakit atau infeksi yg diderita oleh seseorang akibat dirawat di rumah sakit
informan in.for.man [n] (1) orang yg memberi informasi: dia adalah -- polisi; (2) orang yg menjadi sumber data dl penelitian; nara-sumber
inframerah in.fra.me.rah [n Fis] sinar yg tidak tampak, ter-letak di luar bagian merah spektrum yg tampak, gelombang-nya lebih panjang dp biasa (yg dapat dilihat), dan mempunyai efek panas
ingat [v] (1) berada dl pikiran; tidak lupa: saya masih -- nama anak itu; (2) timbul kembali dl pikiran: keesokan harinya saya baru -- nama orang itu; (3) sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak -- akan dirinya; (4) menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak -- lagi akan kewajibannya; (5) hati-hati; berwaswas: -- , di kereta api banyak tukang copet; (6) mempertimbangkan (memikirkan nasib dsb): kalau tidak -- anak, sudah kubunuh orang itu; (7) cak berniat; hendak: kalau ia -- membaca koran, dibacalah koran
ingkar ing.kar [v] (1) mengingkari: orang yg memuja berhala, berarti -- akan keesaan Tuhan; (2) tidak menepati: ia -- janji; (3) tidak mau; tidak menurut: ia pun -- dan tidak lagi mempedulikan keaiban
ingus [n] air lendir yg keluar dr lubang hidung (pd orang yg sedang pilek atau sakit influenza)
inisial ini.si.al [n] (1) huruf pertama kata atau nama orang; (2) paraf
inisiasi ini.si.a.si [n] upacara atau ujian yg harus dijalani orang yg akan menjadi anggota suatu perkumpulan, suku, kelompok umur, dsb
inklusif in.klu.sif [a] termasuk; terhitung: kendaraan itu bermuatan 40 orang, -- pengemudi, kondektur, dan kenek
inkognito in.kog.ni.to [a] secara tidak resmi (tidak dikenal); dng menyamar sbg orang kebanyakan; dng menyembunyikan identitas
inkonsisten in.kon.sis.ten [a] (1) tidak taat asas; suka berubah-ubah (tt sikap atau pendirian seseorang, pemakaian atau pengejaan kata, dsb); (2) mempunyai bagian-bagian yg tidak bersesuaian; bertentangan; kontradiktif: pemberian itu --; (3) tidak serasi; tidak sesuai; tidak cocok: tindakan orang itu -- dng ucapan atau anjuran sendiri
inkonvensional in.kon.ven.si.o.nal [a] (1) tidak menurut konvensi; (2) tidak sesuai dng adat kebiasaan; menyimpang dr kebiasaan: tidak lazim: pemilihan kepala desa itu dilakukan secara --
inkubator in.ku.ba.tor [n] (1) perkakas yg dipanasi dng aliran listrik dsb dipakai untuk mengerami dan menetaskan telur; (2) Dok perkakas untuk memanaskan bayi yg lahir sebelum waktu-nya: alat itu terkenal sbg -- bayi; (3) Kim kamar atau kotak yg bersuhu tetap (biasanya 37oC), tempat kultur bakteri ditumbuhkan
inlander in.lan.der [n] sebutan ejekan bagi penduduk asli di Indonesia oleh orang Belanda pd masa penjajahan Belanda; pribumi
inovator ino.va.tor [n] orang yg memperkenalkan gagasan, metode, dsb yg baru: mahasiswa harus mempertahankan tradisinya sbg --
insan film [cak] orang yg berkecimpung dl dunia film
insektisida in.sek.ti.si.da [n] senyawa kimia yg digunakan untuk membunuh serangga (biasanya dng mengusapkan atau menyemprotkannya); obat pembunuh serangga
inses in.ses [n] hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yg bersaudara dekat yg dianggap melanggar adat, hukum, atau agama
insinye in.si.nye [n] tanda berupa medali dr logam sbg lambang ke-anggotaan dl suatu organisasi (biasanya disematkan pd baju bagian dada sebelah kiri); lencana
instalatur in.sta.la.tur [n] orang yg bekerja atau ahli memasang instalasi
insting in.sting [n] (1) pola tingkah laku yg bersifat turun-temurun yg dibawa sejak lahir; naluri; garizah; (2) Zool kecenderungan pd tingkah laku yg diwarisi dr nenek moyang dan kebiasaan pd binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yg mendasar (spt pembuatan tempat tinggal yg khas, mendapat dan menyimpan serta mencernakan makan-annya yg mungkin dapat dimanfaatkan pd musim hujan); (3) Psi daya dorong utama pd manusia bagi kelangsungan hidupnya (spt nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yg tepat
institusi in.sti.tu.si [n] (1) lembaga; pranata: telah disusun -- adat istiadat, kebiasaan, dan aturan-aturan; (2) sesuatu yg dilem-bagakan oleh undang-undang, adat atau kebiasaan (spt perkumpulan, paguyuban, organisasi sosial, dan kebiasaan berhalal-bihalal pd hari Lebaran); (3) gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi
instruktur in.struk.tur [n] orang yg bertugas mengajarkan sesuatu dan sekaligus memberikan latihan dan bimbingannya; pengajar; pelatih; pengasuh: seorang guru sangat diperlukan untuk menjadi -- di pusat pendidikan pertukangan itu
instrumen in.stru.men [n] (1) alat yg dipakai untuk me-ngerjakan sesuatu (spt alat yg dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas; (2) sarana penelitian (berupa seperangkat tes dsb) untuk mengumpul-kan data sbg bahan pengolahan; (3) alat-alat musik (spt piano, biola, gitar, suling, trompet); (4) ki orang yg dipakai sbg alat (diperalat) orang lain (pihak lain); (5) dokumen resmi spt akta, surat obligasi
intai in.tai [v] meng.in.tai v (1) mengamat-amati dr jarak jauh atau dr tempat tersembunyi (gerak-gerik orang yg dicurigai, musuh, dsb); (2) mengintip; melihat melalui lubang kecil, sela semak-semak, dan sambil bersembunyi
intelijen in.te.li.jen [n] orang yg bertugas mencari (meng-amat-amati) seseorang; dinas rahasia
intens in.tens [a] (1) hebat atau sangat kuat (tt kekuatan, efek, dsb); (2) tinggi (tt mutu); (3) bergelora, penuh semangat, berapi-api, berkobar-kobar (tt perasaan); (4) sangat emosional (tt orang)
interaksi sosial hubungan sosial yg dinamis antara orang perse-orangan dan orang perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok
interaksi verbal hubungan antara orang yg satu dan yg lain dng mengguna-kan bahasa
interes in.te.res [n] minat; perhatian: -- nya untuk menjadi guru tidak dapat dihalangi oleh orang tuanya
internir in.ter.nir [v] meng.in.ter.nir v menempatkan orang atau ke-lompok orang (tawanan perang, pelarian, dsb) di suatu tempat tinggal tertentu dan melarangnya meninggalkan tempat tsb atau berhubungan dng orang lain; mengasingkan; memenjarakan
interniran in.ter.nir.an [n] (1) orang yg diinternir; (2) tempat menginternir; tempat pengasingan
interogasi in.te.ro.ga.si [n] (1) pertanyaan; (2) pemeriksaan thd seseorang melalui pertanyaan lisan yg bersistem
interogator in.te.ro.ga.tor [n] orang yg menginterogasi
interpelan in.ter.pe.lan [n Pol] orang (anggota Dewan Per-wakilan Rakyat) yg mengajukan interpelasi
interpretator in.ter.pre.ta.tor [n] orang yg menginterpretasi-kan
intervensi in.ter.ven.si [n] campur tangan dl perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara, dsb)
intimidasi in.ti.mi.da.si [n] tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman
intonasi in.to.na.si [n] (1) Ling lagu kalimat; (2) Mus ketepatan penyajian tinggi rendah nada (dr seorang penyanyi)
introjeksi in.tro.jek.si [n] pemasukan sikap atau gagasan ke dl diri seseorang secara tidak sadar
introver in.tro.ver [a] (1) bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kpd orang lain; bersifat tertutup; (2) Zool (struktur yg) melekuk ke dalam, spt struktur hewan bertulang belakang
inventor in.ven.tor [n] orang yg mencipta atau merancang sesuatu (yg sebelumnya tidak ada); pereka cipta
inventori in.ven.to.ri [n] daftar kemampuan untuk mengukur karakteristik kepribadian atau keterampilan seseorang
inventoriminat in.ven.to.ri.mi.nat [n] instrumen yg diguna-kan untuk mengukur minat atau kegemaran seseorang dl berbagai kegiatan
investor in.ves.tor [n] penanam uang atau modal; orang yg menanamkan uangnya dl usaha dng tujuan mendapatkan keuntungan: para -- yg ingin menanamkan modalnya dapat mendirikan perusahaan industri
inzar in.zar [v] berusaha menumbuhkan kesadaran dan keinsafan orang banyak agar menggunakan masa hidupnya untuk kebaikan dan menjauhi semua larangan
iri [a] merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb); cemburu; sirik; dengki: barangkali ia -- thd adiknya yg diberi uang, sedangkan ia tidak
iri hati iri ha.ti [a] merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain
ironi iro.ni [n] (1) kejadian atau situasi yg bertentangan dng yg diharapkan atau yg seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir: peristiwa pembunuhan Mahatma Gandhi adalah suatu -- krn ia adalah seorang pejuang tanpa kekerasan yg paling gigih; (2) Sas majas yg menyatakan makna yg bertentangan dng makna sesungguhnya, msl dng mengemukakan makna yg berlawanan dng makna yg sebe-narnya dan ketidaksesuaian antara suasana yg diketengahkan dan kenyataan yg mendasarinya
ironi dramatik [Sas] (1) situasi yg timbul dl drama, apabila seorang tokoh mengucapkan sesuatu yg bermakna bagi pembaca atau penonton, tetapi tidak disadari oleh tokoh lain; (2) informasi yg diberikan kpd penonton atau pembaca melalui ucapan mengenai identitas seorang tokoh, maksud, atau suatu peristiwa
isi perut bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); (2) cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan -- perut; (3) ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; (4) makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari -- perut bagi anak istrinya
istiadat is.ti.a.dat [n] adat; kebiasaan
istibra is.tib.ra [Ar v] (1) berpantang bersetubuh; (2) mencari kepastian suci tidaknya seorang janda sebelum kawin lagi dng laki-laki lain yg bukan bekas suaminya (spt menunggu sampai tiga kali datang bulan atau haid); (3) mengeluarkan tinja yg tersisa pd dubur atau air seni pd kemaluan sesudah buang air
istigasah sugra istigasah yg diikuti oleh beberapa orang
istihadah is.ti.ha.dah [n] darah yg keluar dr faraj wanita yg tidak biasa spt darah haid dan nifas (darah penyakit)
istikhlaf is.tikh.laf [n] penunjukan wakil sebelum seseorang meninggal
istilah kekerabatan [Antr] istilah untuk menyebut atau menyapa orang yg terikat kpd diri sendiri krn hubungan keturunan, darah, atau perkawinan; (2) Ling kata atau frasa yg meng-ungkapkan anggota suatu kelompok yg secara biologis berhubungan (berkerabat), msl kata ayah, abang, ipar, mertua
istimewa is.ti.me.wa [a] (1) khas (untuk tujuan dsb yg tentu); khusus: sekolah -- didirikan untuk anak-anak tunarungu dan tunawicara; (2) lain dp yg lain; luar biasa: di kota itu ia mendapat sambutan --; (3) terutama; lebih-lebih: ia pandai melukis, -- gambar pemandangan
istirahat is.ti.ra.hat [v] , -- singkat istirahat dua hari yg dapat diberikan kpd seorang pegawai negeri krn sakit ataupun krn keperluan lain
istri is.tri [n] (1) wanita (perempuan) yg telah menikah atau yg bersuami; (2) wanita yg dinikahi: almarhum meninggalkan seorang -- dan dua orang anak
isytiak isy.ti.ak [a Isl] perasaan tertarik hati seorang hamba kpd Allah ketika berkomunikasi dengan-Nya untuk mendapatkan kenikmatan
itik alabio itik yg dikembangkan di daerah Alabio, Kalimantan Selatan, biasanya dipelihara dl lanting (rumah di atas rawa-rawa), mempunyai produksi telur yg tinggi
itik manila itik yg kakinya lebih pendek dan badannya lebih besar (gemuk bulat) dp itik biasa; entok
itisal iti.sal [Ar v] terbukanya hati untuk mengetahui dan melihat sesuatu yg tidak dapat dilakukan oleh orang lain
itulah itu.lah [pron] demikianlah akibatnya: ~ kalau orang berbuat durhaka thd orang tua
jabal ja.bal [Ar n] gunung atau bukit (terdapat dl nama, spt -- Kaf [Jk v] , men.ja.bal v merampas (milik orang); membegal; menyamun: penjahat yg ~ seorang penumpang bus itu sudah tertangkap
jabat tangan ja.bat ta.ngan [v] ber.ja.bat ta.ngan v bersalaman dng saling menjabat tangan: kedua orang itu ~ dng erat dan mesra
jabatan rangkap ja.bat.an rangkap dua atau lebih jabatan yg dipegang oleh seseorang dl pemerintahan atau organisasi, spt sekretaris jenderal, kepala biro
jadam ja.dam [n] (1) pati kayu gaharu berwarna hitam, biasa dipakai untuk obat perut dsb; (2) nama campuran logam berwarna biru tua, untuk melapis dan menghitamkan perak dsb
jadi bumi langit [pb] menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan
jadi mata telinga (jadi kaki tangan) [pb] seseorang yg menjadi harapan atau kepercayaan, yg selalu memberi pertolongan
jadi-jadian ja.di-ja.di.an [n] bukan keadaan (rupa, wujud) yg sebenarnya: harimau ~ , orang yg mengubah perwujudan dirinya menjadi harimau; hantu ~; perempuan ~; laki-laki ~
jaduk ja.duk [Jw n] orang yg terkemuka; pemuka; jagoan
jaga ja.ga [v] (1) bangun; tidak tidur: -- atau tidurkah orang itu?
jagal ja.gal [n] pedagang kecil (di kedai dsb) [n] (1) orang yg bertugas menyembelih (memotong) binatang ternak (spt lembu, kambing, kerbau) di rumah pemotongan hewan; pembantai; (2) orang yg berusaha di bidang potong-memotong hewan atau sbg agen penjual daging hewan; (3) cak pembunuh orang yg tidak bersalah
jagawana ja.ga.wa.na [n] orang yg pekerjaannya menjaga atau mengawasi hutan
jago ja.go [n] (1) ayam jantan (yg berumur lebih dr 12 bulan): ia memiara -- yg bagus sekali untuk pejantan bagi ayam-ayam betina piaraannya; (2) calon utama (dl suatu pemilihan): ia diajukan sbg -- dl pemilihan lurah di desanya; (3) orang yg terkemuka; pemuka; penganjur: dialah -- dl pergerakan rakyat melawan penjajah; (4) juara; kampiun: ia -- bulutangkis di kampungnya; (5) yg diharapkan jadi pemenang: -- saya dl pacuan kuda itu adalah kuda cokelat berbelang putih
jagoan ja.go.an [n cak] (1) orang yg suka berkelahi; pendekar; samseng: dia dikenal sbg seorang ~ yg suka sekali berkelahi; (2) orang yg sangat gemar thd sesuatu (msl pesta, pertunjukan): ~ menonton wayang
jaha ja.ha [n] (1) pohon rimba yg besar, buahnya yg masak biasa digunakan sbg obat, bahan untuk mengecat atau menyamak kulit, bahan untuk membuat tinta, dan zat warna; Terminalia belerica; (2) buah jaha
jaharu ja.ha.ru [kl n] orang hina; orang kurang ajar; penjahat
jahat ja.hat [a] sangat jelek, buruk; sangat tidak baik (tt kelakuan, tabiat, perbuatan): orang itu -- hatinya, suka sekali menghina orang yg tidak mampu
jail ja.il [a cak] (1) dengki; (2) suka mengganggu (menggoda dsb) orang lain; nakal: tangan-tangan --
jaja ja.ja [v] ber.ja.ja v pergi berkeliling membawa dan menawarkan barang dagangan (supaya dibeli orang): ~ kue sekeliling kampung
jaksa jak.sa [n] pejabat di bidang hukum yg bertugas menyampaikan dakwaan atau tuduhan di dl proses pengadilan thd orang yg diduga melanggar hukum
jakun ja.kun [n] ujung kerongkongan yg tampak menonjol pd leher orang laki-laki dewasa; lekum
jala-jala muat ja.la-ja.la muat [Lay] jala-jala yg biasanya dipasang pd sisi atau lambung kapal sewaktu bongkar muat untuk mencegah jatuhnya muatan
jalan bentar jalan (lintas) searah, biasanya mengelilingi (mengitari) kota
jalan layang jalan raya yg dibangun di atas tiang pancang (beberapa meter di atas jalan biasa)
jalan parkir udara bagian lapangan terbang yg mendapat pengerasan lebih dr yg biasa, tempat lalu lintas pesawat dl mengadakan persiapan lepas landas atau setelah melakukan pendaratan
jalan raya jalan besar dan lebar, biasanya beraspal, dapat dilalui kendaraan besar (truk, bus) dr dua arah berlawanan
jalan ja.lan [n] tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dsb): mobil kami melewati -- yg sempit dan berbelok-belok; (2) n perlintasan (dr suatu tempat ke tempat lain): -- ke Bandung lewat Puncak selalu macet; (3) n yg dilalui atau dipakai untuk keluar masuk: -- masuk ke Tugu Monumen Nasional melalui lorong di bawah tanah; (4) n lintasan; orbit (tt benda di ruang angkasa): satelit itu berputar mengelilingi bumi melalui -- nya; (5) n gerak maju atau mundur (tt kendaraan): mobil itu sangat laju -- nya; (6) n putaran jarum: arloji itu kurang baik -- nya; (7) n perkembangan atau berlangsungnya (tt perundingan, rapat, cerita, dsb) dr awal sampai akhir: -- ceritanya kurang lancar; (8) n cara (akal, syarat, ikhtiar, dsb) untuk melakukan (mengerjakan, mencapai, mencari) sesuatu: rasanya tidak ada -- lain, kita harus segera mengambil keputusan; (9) n kesempatan (untuk mengerjakan sesuatu): tidak perlu khawatir, -- masih terbuka untuk Anda; (10) n lantaran; perantara (yg menjadi alat atau jalan penghubung): segala itu sudah ditakdirkan Tuhan, kejadian itu hanya sbg --; (11) v cak berjalan: kita tidak boleh -- di atas rumput taman; (12) v melangkahkan kaki: sekali -- , dua tiga maksud tercapai; (13) n kelangsungan hidup (tt organisasi, perkumpulan, dsb): dng begini, -- nya organisasi lebih susah; (14) a dapat dipahami; benar: kalimatnya sudah --
jalan umum jalan untuk umum (orang, kendaraan)
jalang ja.lang [a] (1) tidak dipelihara orang (tt binatang); liar: di daerah itu masih terdapat kerbau --; (2) nakal (tt perbuatan yg melanggar susila): perempuan -- , pelacur [v] men.ja.lang Mk v berkunjung; pergi ke: keluarga pengantin wanita ~ besannya
jalangkung ja.lang.kung [n] permainan dng memanggil roh orang yg sudah meninggal (orang halus)
jalur pupuk [Tan] penempatan pupuk dl jalur sempit sepanjang deretan tanaman pd jarak tertentu setelah pupuk ditempatkan dl tanah, biasanya pupuk itu langsung ditimbun dan tidak diaduk dng tanah
jam saku jam (arloji) yg biasa disimpan dl saku
jamah ja.mah [v] men.ja.mah 1 v menyentuh dng jari; meraba; memegang: ia ~ tubuh orang itu; (2) ki meniduri; menodai: pemuda itu telah ~ gadis kampung itu
jambret jam.bret [v] men.jamb.ret v merenggut atau merebut (barang milik orang lain yg sedang dipakai atau dibawa): seorang pemuda berkendaraan sepeda motor ~ kalung emas seorang ibu yg sedang berjalan kaki
jambu biji jambu yg dagingnya tidak terlalu berair, warnanya ada yg putih dan ada yg merah, berbiji kecil-kecil terletak di bagian dalam, bentuknya biasanya hampir bundar, batang pohonnya liat; Psidium guajava
jamhur jam.hur [kl n] orang yg ahli dl pengetahuan agama
jamin ja.min [v] , men.ja.min v (1) menanggung (tt keselamatan, ketulenan, kebenaran dr orang, barang, harta benda, dsb): pemerintah berkewajiban ~ keselamatan jiwa dan harta benda warga negara; (2) berjanji akan memenuhi kewajiban (membayar utang dsb) orang lain yg membuat perjanjian apabila perjanjian itu tidak ditepati: aku yakin, ia pasti bersedia ~ utang istrinya; (3) cak menyediakan kebutuhan hidup: yayasan itu ~ anak-anak yatim piatu
jaminan ja.min.an [n] (1) tanggungan atas pinjaman yg diterima; agunan: ia meminjam uang kpd bank dng ~ sebuah rumah dan sebidang tanah miliknya; (2) biaya yg ditanggung oleh penjual atas kerusakan barang yg dibeli oleh pembeli untuk jangka waktu tertentu; garansi: ia membeli televisi dng ~ satu tahun; (3) Ek janji seseorang untuk menanggung utang atau kewajiban pihak lain, apabila utang atau kewajiban tsb tidak dipenuhi
jampuk jam.puk [n] burung hantu; burung celepuk; Bubo orientalis [ark v] men.jam.puk v memotong (menyela) pembicaraan orang
jamu ja.mu [n] obat yg dibuat dr akar-akaran, daun-daunan, dsb [n] orang yg datang berkunjung (bertandang, melawat, dsb); (te)tamu
jamur ja.mur [n] jenis tumbuhan yg tidak berdaun dan tidak berbuah, berkembang biak dng spora, biasanya berbentuk payung, tumbuh di daerah berair atau lembap atau batang busuk; cendawan; kulat
jamur supa kincir jamur yg banyak terdapat pd batang kayu yg telah lapuk, dapat dimakan, air rebusan jamur ini biasa untuk tetes mata; Polyporus arcularius
janggi jang.gi [n] (1) orang Habsi; orang hitam: dilihat dr cara berpakaian dia tampaknya spt wanita --; (2) ki segala sesuatu yg ajaib lihat pauh
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
jangkrik jang.krik [n] serangga, biasa hidup di tanah (sawah), berwarna cokelat atau hitam, bersayap ganda, mengeluarkan bunyi "krik, krik"; riang-riang
jani ja.ni [Ar n] orang yg melakukan kesalahan; pelaku tindak pidana yg menyangkut penganiayaan atau pembunuhan
jarak waktu lamanya waktu antara dua peristiwa: -- waktu kelahiran kedua anak kembar hanya beberapa menit; (2) waktu yg diperlukan oleh tiap kendaraan atau perseorangan untuk berjalan di antara dua titik tertentu
jaras dikatakan raga jarang [pb] mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga
jari manis jari tangan antara jari tengah dan jari kelingking, biasa diberi bercincin
jari telunjuk jari tangan antara jari tengah dan jempol, biasa dipakai untuk menunjuk
jasa ja.sa [n] (1) perbuatan yg baik atau berguna dan bernilai bagi orang lain, negara, instansi, dsb: pemimpin itu banyak -- nya bagi negara; (2) Man perbuatan yg memberikan segala sesuatu yg diperlukan orang lain; layanan; servis; (3) Ek aktivitas, kemudahan, manfaat, dsb yg dapat dijual kpd orang lain (konsumen) yg menggunakan atau menikmatinya
jasus ja.sus [Ar n] orang yg bertugas menyelidiki keadaan musuh; mata-mata
jatah ja.tah [n] (1) jumlah atau banyaknya barang dsb yg telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah): anak-anak yg kelaparan mendapat -- makanan; (2) jumlah atau banyaknya orang yg telah ditentukan (untuk imigrasi, pergi haji, dsb); kuota: jemaah haji setiap tahun ditentukan oleh -- nya
jati diri ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas; (2) inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dr dalam; spiritualitas: mencari -- diri pembangunan nasional
jatuh nama mendapat nama buruk (hilang kepercayaan orang dsb)
jauhari jau.ha.ri [n] (1) tukang (pedagang) intan; (2) orang pandai; orang cerdik atau ahli
jawawut ja.wa.wut [n] tumbuhan keluarga padi-padian, bijinya kecil dan lembut, biasa digunakan sbg makanan burung; sekoi; Panicum viride
jawi pekan peranakan orang Hindia dan Melayu
jayastamba ja.yas.tam.ba [n Ark] tugu kemenangan, biasanya pd tugu itu dipahatkan sebuah prasasti
jebur je.bur [n] tiruan bunyi spt bunyi benda besar (orang dsb) jatuh atau terjun ke dl air
jedot je.dot [Jk] men.je.dot.kan v mengantukkan kepala kpd sesuatu (spt pintu, tembok, dan pohon): orang gila itu ~ kepalanya ke pagar tembok
jegal je.gal [v] men.je.gal v (1) menjatuhkan orang lain dng mengait kakinya; (2) ki menghalangi atau menjatuhkan karier orang lain dsb
jejak je.jak [n] (1) bekas tapak kaki; bekas langkah: ada -- orang di tanah; (2) jatuhnya kaki di tanah dsb; (3) ki tingkah laku (perbuatan) yg telah dilakukan; perbuatan (kelakuan) yg jadi teladan: Isa mengikuti -- ibunya; (4) ki bekas yg menunjukkan adanya perbuatan dsb yg telah dilakukan: ia berusaha menghilangkan -- kejahatannya
jejak-jejak bara [ki] hampir-hampir sampai (spt orang bergantung yg kakinya hampir-hampir mencecah tanah)
jelagra je.lag.ra [n] orang yg pekerjaannya memahat batu, memecah batu, dsb
jelai je.lai [n] padi-padian yg biji atau buahnya keras, kadang-kadang dibuat tasbih dsb; enjelai; Coix lacryma jobi [n] selai (bubur kental dr buah-buahan yg biasa dimakan dng dioleskan pd roti dsb); jem
jelangkung je.lang.kung [n] boneka (orang-orangan, yg dilengkapi alat tulis di tangan, digunakan untuk memanggil arwah, dan jika arwah itu telah masuk ke dl boneka tsb diadakan tanya jawab, jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan tangan boneka itu)
jelita je.li.ta [a] (1) cantik sekali; elok (tt wajah): pd masa mudanya dia merupakan seorang gadis --; (2) ki indah; manis (tt kota, pemandangan alam, dsb): Jakarta, dng hiasan lampu-lampu jalanan, tampak -- di malam hari
jelus je.lus [Jw a] (1) iri hati: kehidupan saya tampaknya membuat orang lain ~; (2) cemburu
jemaah je.ma.ah [n] (1) kumpulan atau rombongan orang beribadah
jemawa je.ma.wa [kl a] (1) angkuh; congkak; (2) suka mencampuri perkara orang lain
jembatan gantung jembatan yg digantung pd kawat baja dan biasanya tanpa tiang penyangga
jembel jem.bel [a] melarat; miskin sekali: setelah menjadi orang -- , hidupnya tidak menentu lagi
jemputan jem.put.an [n] (1) undangan; ajakan; (2) Mk peminangan kpd orang laki-laki untuk dijadikan menantu: bangsawan itu telah menerima lima ~ dr dara-dara sekampungnya; (3) Mk uang atau barang yg akan diserahkan kpd pihak calon pengantin laki-laki; (4) (kendaraan) yg dipakai menjemput: mobil ~; (5) tindak menjemput: saya tidak perlu ~ oleh siapa pun
jemuju je.mu.ju [n] biji-bijian yg bentuknya spt jintan dan mungsi, biasanya untuk makanan burung, juga digunakan sbg campuran keju
jenang je.nang [n] tiang untuk memperkuat pintu (jendela dsb): diukirnya -- pintu itu [kl n] (1) orang yg mengawasi; mandor; pembantu; (2) pengapit; ajudan; (3) sebutan atau pangkat kepala daerah di bawah penghulu adat [Mk n] orang yg mengatur perjamuan [n] pelerai atau juara dl persabungan ayam [n] se.je.nang n sebentar; sejenak; sejurus [n] (1) bubur kental; (2) dodol
jenderal jen.de.ral [n] (1) kelompok pangkat perwira tinggi dl angkatan darat yg meliputi jenderal besar TNI, jenderal TNI, letnan jenderal TNI, mayor jenderal TNI, dan brigadir jenderal TNI; (2) kelompok pangkat perwira tinggi dl kepolisian yg meliputi jenderal polisi, komisaris jenderal polisi, inspektur jenderal polisi, dan brigadir jenderal polisi; (3) cak orang yg paling berpengaruh (menentukan dsb) dl organisasi
jengkol jeng.kol [n] (1) pohon yg tingginya sampai 25 m, daunnya rimbun, buahnya gepeng bundar polong, rumpunnya berbelit, biasanya berisi 5-7 biji yg berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan sakit (bila kencing) jika terlalu banyak dimakan; jering; Pithecellobium lobatum; (2) buah jengkol
jenguk je.nguk [v] , men.je.nguk v (1) melihat dng menjulurkan kepala ke depan atau ke luar atau dng membungkuk: ia ~ tamunya dr jendela; (2) menengok; mengunjungi; mendatangi: orang tua itu ~ anaknya yg dirawat di rumah sakit
jenis je.nis [n] (1) yg mempunyai ciri (sifat, keturunan, dsb) yg khusus; macam: padi yg biasa ditanam di sini -- padi apa?; (2) mutu: harga barang-barang banyak ditentukan oleh macam dan -- nya; (3) Bio satuan dasar klasifikasi biologi, terdiri atas gabungan populasi yg diperkirakan dapat saling mengawini dng bebas dan dapat dikenal cirinya secara morfologi, msl jenis sekerabat digabungkan dl satu marga, setiap jenis tumbuhan mewakili nama yg terdiri atas dua kata, yakni nama marga dan penunjuk jenisnya, spt Artocarpus altissima, Artocarpus communis; (4) Ling klasifikasi kata yg kadang-kadang bersangkutan dng kelamin, kadang-kadang tidak; gender
jentelmen jen.tel.men [Ing] (1) n orang yg berpendidikan baik (sopan, berbudi bahasa baik); (2) cak a bersifat kesatria; berani
jerambung je.ram.bung [n] cahaya api yg tiba-tiba timbul di permukaan rawa-rawa dsb (biasanya dianggap sbg hantu)
jerat je.rat [n] (1) tali yg ujungnya disimpulkan membentuk lubang yg dapat disempitkan atau dilonggarkan (untuk menangkap burung, kijang, dsb): pelanduk itu terkena -- yg dipasang petani; (2) ki tipu muslihat untuk menyusahkan atau mencelakakan orang
jerembap je.rem.bap , men.je.rem.bap.kan v (1) mendorong orang lain sehingga jatuh tertelungkup; (2) ki mencelakakan orang lain
jeriken je.ri.ken [n] (1) tempat (bensin, air, minyak tanah, dsb) biasanya berisi 20 liter, dibuat dr logam atau plastik, berbentuk empat persegi panjang, pipih, dan berkepala sempit; (2) wadah serupa itu, tetapi lebih kecil
jerongkang je.rong.kang, jerongkang korang [adv] tunggang langgang
jeruk sambal jeruk yg buahnya sangat kecil dng kulit tebal menggelembung berwarna hijau tua dan tidak mudah dikuliti, daunnya kenyal, biasa dipakai sbg pelengkap bumbu sambal; jeruk limau; Citrus ambluycarpa
jerumat je.ru.mat [v] , men.je.ru.mat v menjahit dng tangan (untuk menambal kain yg sobek dsb); menisik: meskipun masih kecil, ia sudah biasa ~ sendiri bajunya yg sobek
jihad ji.had [n Isl] (1) usaha dng segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; (2) usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dng mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; (3) perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam
jika benih yg baik jatuh ke laut [pb] orang yg berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga
jikalau di hulu airnya keruh [pb] jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya
jikalau tidak berada-ada (ada berada [pb] jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yg tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yg luar biasa
jilid lunak jilid buku yg kulitnya lembek, tidak dr linen, melainkan dr kertas biasa atau karton
jinayah ji.na.yah [n Isl] perkara yg berhubungan dng perusakan anggota badan atau jiwa orang lain; tindakan kriminal; kejahatan
jingo ji.ngo [n] orang yg terlampau memuja-muja tanah airnya (terlalu menonjolkan rasa patriotiknya)
jinjang jin.jang [kl n] (1) pemimpin atau ketua (golongan, hantu, dsb); (2) dukun yg menguasai hantu; (3) badan atau orang yg kemasukan setan; (4) orang yg menemani utusan raja
jip [n] (1) mobil kecil yg kuat, serba guna, bentuknya segi empat, lebih tinggi dr sedan, beroda empat, untuk 4-10 orang; (2) mobil jenis jip, tetapi lebih besar dan mewah
jiran ji.ran [n] (1) orang yg tinggal sebelah-menyebelah atau dekat (sekitar) rumah; tetangga: -- yg terdekat; (2) negara tetangga, msl Malaysia atau Brunei Darussalam [n Bio] segala yg terjadi di luar pembawaan keturunan atau genotipe organisme
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
jizyah jiz.yah [Ar n] upeti atau pajak yg dikenakan kpd orang (negeri) bukan Islam oleh pemerintah (negeri) Islam yg menaklukkannya (terakhir dihapuskan oleh Khalifah Umar bin Khatab)
jodoh jo.doh [n] orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --; (2) n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana -- sepatu ini; (3) a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak --
joglo jog.lo [n] gaya bangunan (terutama untuk tempat tinggal) khas Jawa, atapnya menyerupai trapesium, di bagian tengah menjulang ke atas berbentuk limas; serambi depan lebar dan ruang tengah tidak bersekat-sekat (biasanya dipergunakan sbg ruang tamu)
johan pahlawan pahlawan dunia; (orang) yg gagah berani; juara; kampiun
johar jo.har [Jw n] (1) pohon yg tumbuh di daerah tropis, tingginya mencapai 20 m, biasa ditanam sbg pohon peneduh atau tanaman pagar, berbunga sepanjang tahun, bunganya malai, kuntumnya berwarna kuning, buahnya polong pipih dan panjang berwarna cokelat, daunnya dipergunakan sbg ramuan obat sakit malaria; Cassia siamea; (2) daun johar [n] intan; jauhar
joki jo.ki [n] penunggang kuda pacuan [n] pengatur lagu yg menangani mesin perekam lagu atau piringan hitam (di studio radio atau diskotek) [n cak] (1) orang yg mengerjakan ujian untuk orang lain dng menyamar sbg peserta ujian yg sebenarnya dan menerima imbalan uang: risiko pd penyelenggaraan ujian masuk ke perguruan tinggi negeri ialah munculnya -- pd ujian tsb; (2) orang yg memberi layanan kpd pengemudi kendaraan yg bukan angkutan umum untuk memenuhi ketentuan jumlah penumpang (tiga orang) ketika melewati kawasan tertentu
jongkok jong.kok [v] (1) menempatkan badan dng cara melipat kedua lutut, bertumpu pd telapak kaki, dng pantat tidak menjejak tanah; bercangkung; berjongkok; (2) ki rendah (tt inteligensi); bebal: orang itu -- inteligensinya sehingga tidak dapat memahami persoalan yg sederhana sekalipun
jota jo.ta [n ] tarian Spanyol dl birama tiga dng tempo cepat, biasanya mengikuti permainan gitar dan kastanyet
jotang jo.tang [n] tumbuhan sayuran yg biasa dilalap mentah; Spilanthes acmella
juak ju.ak [n] ju.ak-ju.ak n hamba laki-laki pengiring raja yg menjadi suruhan atau pembawa upacara tanda-tanda kebesaran: panglima itu membawa 1.000 orang ~ [v] ber.ju.ak v (1) berlomba (dengan); bersaing dengan; (2) berlawan; bertanding [Mk a] men.ju.ak a menganjur ke atas (tinggi) [v] ber.ju.ak v berjumpa dng tiba-tiba
jual fiktif jual beli saham secara fiktif (tidak nyata terjadi) yg dilakukan oleh dua orang makelar (komisioner) atau lebih dng tujuan menciptakan catatan harga tertentu (lazimnya tindakan ini dilarang oleh undang-undang ataupun peraturan bursa)
jual lelang menjual barang-barang di depan orang banyak yg diselenggarakan oleh juru lelang, peminat (calon pembeli) menyebutkan harga barang dng kesanggupannya masing-masing, sedangkan harga jual yg diputuskan ialah harga penawaran tertinggi yg diajukan oleh calon pembeli
jual nama menggunakan nama orang lain untuk menipu dsb
juar ju.ar [n] (1) pohon yg terasnya hitam dan keras sekali; biasa dibuat jadi hulu dan sarung keris; Cassia siamea; (2) kayu juar
juara ju.a.ra [n] (1) Olr orang (regu) yg mendapat kemenangan dl pertandingan yg terakhir; (2) orang yg gagah berani; orang yg pandai bersilat; pendekar; jagoan; (3) pengatur dan pelerai dl persabungan ayam; (4) pemimpin peralatan (pesta dsb); (5) ahli; terpandai dl sesuatu (pelajaran dsb): siswa itu dua tahun berturut-turut berhasil menjadi -- di kelasnya [n] ikan sungai, Pangsius
jubah ju.bah [n] baju panjang (sampai di bawah lutut), berlengan panjang, spt yg dipakai oleh orang Arab, padri, atau hakim: perutusan dr Saudi Arabia itu semuanya mengenakan -- putih
jubel ju.bel , ber.ju.bel v penuh sesak (orang berkerumun dsb): penduduk desa yg datang menyaksikan helikopter itu semakin ~
judes ju.des [a] lekas marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang; ketus; tajam mulut: seorang sekretaris harus ramah dan tidak boleh --
jujai ju.jai [kl a] ber.ju.jai a terus-menerus, tidak berhentinya (tt hujan, orang yg pergi datang, dsb)
jujur ju.jur [a] (1) lurus hati; tidak berbohong (msl dng berkata apa adanya); (2) tidak curang (msl dl permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg -- dan disegani; (3) tulus; ikhlas [n] uang yg diberikan oleh pengantin laki-laki kpd calon mertuanya
julo ju.lo, ju.lo-ju.lo [n] kegiatan pengumpulan uang atau barang yg sama nilainya untuk diundi di antara orang yg mengumpulkannya untuk menentukan siapa yg memperolehnya; arisan
juluk ju.luk [v] men.ju.luk v mengintai anak gadis: pd waktu itu anak-anak muda datang ~ nya [v] men.ju.luki v memberikan nama kpd orang di samping nama yg telah ada; memberikan julukan atau nama ejekan: ia ~ temannya si gendut
jumbo jet pesawat jet yg besar, dapat mengangkut 300 orang penumpang atau lebih
jumpa pers pertemuan seorang tokoh atau pejabat resmi dng (beberapa) wartawan yg diorganisasi untuk menyiarkan kebijakan, rencana, pekerjaan, dsb tokoh atau pejabat resmi itu
jumud ju.mud [Ar a] beku; statis: iman yg tidak diikuti ibadah akan menyeret orang menjadi --
jundai jun.dai [Mk n] si.jun.dai n sihir untuk membuat orang menjadi gila
jung pecah yu yg kenyang [pb] jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yg akan beruntung
junior ju.ni.or [a] (1) lebih muda, khususnya antara dua orang bersaudara (kakak beradik) atau antara bapak dan anak yg mempunyai nama akhir sama; (2) berpangkat atau berkedudukan lebih rendah; lebih muda keanggotaannya: (mahasiswa, pegawai, pemain) --
junub ju.nub [n Isl] keadaan kotor krn keluar mani atau bersetubuh yg mewajibkan seseorang mandi dng membasahi (membersihkan) tubuh dr ujung rambut sampai ke ujung kaki
juragan ju.ra.gan [n] (1) sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya; (2) pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; (3) pemilik dan pemimpin perahu (kapal)
jurai ju.rai [n] (1) secarik yg panjang (kain dsb); lajur; (2) seikat barang yg berjuntai spt benang, rambut, setangkai kacang; (3) rentetan; deretan yg berturut-turut: -- keturunan raja-raja dan orang besar-besar [n] ju.rai-ju.rai n tumbuhan, putat nasi; Barringtonia spicata
juri ju.ri [n] (1) orang (panitia) yg menilai dan memutuskan kalah atau menang (dl perlombaan, sayembara, dsb): dia ditunjuk menjadi anggota -- dl perlombaan pidato itu; (2) orang yg menilai salah atau benar di pengadilan (di beberapa negeri Barat) [Lihat {jori}]
jurnalis jur.na.lis [n] orang yg pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dl surat kabar dsb; wartawan
juru ju.ru [n] orang yg pandai dl suatu pekerjaan yg memerlukan latihan, kecakapan dan kecermatan (keterampilan) [ark] men.ju.ru v menjorok; menganjur , pen.ju.ru n arah; ~ angin mata angin; arah datangnya angin: dr delapan ~ angin berdatanganlah tamu-tamu Baginda Raja [n] pangkat struktural pegawai negeri sipil golongan I/c, satu tingkat di bawah juru tingkat satu, satu tingkat di atas juru muda tingkat satu
juru atak [Graf] orang yg bertugas mengatur pengatakan cerita, artikel, atau gambar pd halaman media cetak
juru bicara ju.ru bi.ca.ra [n] orang yg kerjanya memberi keterangan resmi dsb kpd umum; pembicara yg mewakili suara kelompok atau lembaga; penyambung lidah
juru damai seseorang yg krn disegani atau dihormati oleh semua pihak atau krn jabatannya ditugaskan untuk mendamaikan pihak-pihak yg bersengketa; orang yg mendamaikan
juru panggil [Sas] orang yg bertugas memanggil para pemain dl pertunjukan drama
juru sungging pelukis; (2) orang yg ahli melukis atau memahat wayang
juru tala [Sen] orang yg pekerjaannya menala piano
jutawan ju.ta.wan [n] orang kaya yg mempunyai harta berjuta-juta; hartawan
kabak ka.bak [n] tumbuhan terna, biasanya dibuat sayur; Tetragonia expansa
kabang-kabang ka.bang-ka.bang [n] sarang laba-laba yg bercampur dng jelaga dan kotoran (biasanya terdapat di dapur)
kabar ka.bar [n] laporan tt peristiwa yg biasanya belum lama terjadi; berita; warta: dia mendapat -- bahwa saudaranya naik haji
kabinet ekstra parlementer kabinet yg biasanya terbentuk apabila formatur tidak berhasil menyusun kabinet parlementer krn tidak mendapat persesuaian paham dr partai-partai politik besar di dl parlemen
kabuki ka.bu.ki [Jp n] teater rakyat Jepang yg diperankan oleh para pemain laki-laki sbg perpaduan antara unsur sandiwara, tari, dan musik, biasanya mengetengahkan kisah nyata atau cerita sejarah
kabut ka.but [a] kelam; suram; tidak nyata; (2) n awan lembap yg melayang di dekat permukaan tanah; (3) n Geo uap air sbg hasil kondensasi yg masih dekat dng tanah yg terjadi krn peristiwa pemanasan atau pendinginan udara, biasanya menyebabkan jarak pandang di permukaan bumi berkurang [ark v] me.nga.but.kan v mengebaskan atau mengebutkan (pakaian dsb) [n Min] kombinasi beberapa macam gas yg terjadi di dl tambang bawah tanah
kaca ka.ca [n] (1) benda yg keras, biasanya bening dan mudah pecah (untuk jendela, botol, dsb); (2) cermin; kaca muka; (3) ki contoh; teladan: tokoh itu dapat kita jadikan -- dl kehidupan kita [n] muka (halaman buku): dr -- l5-20
kacamata ka.ca.ma.ta [n] (1) lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan (ada yg berangka dan ada yg tidak); (2) sepasang kaca yg berangka, berfungsi sbg pelindung lensa mata; (3) ki pandangan seseorang thd suatu hal yg ditinjau dr sudut (segi) tertentu; sudut pandang: tindakan itu salah jika dilihat dr -- agama
kacang ka.cang [n] tanaman perdu yg ditanam di sawah atau di ladang, berbuah polong (macamnya banyak sekali) , me.nga.cang v (1) membagi-bagi (barang yg didapat dsb); (2) berbuat sesuka hati (atas milik orang)
kacang goreng kacang tanah yg digoreng; (2) Mk kacang tanah yg disangrai (biasanya dng kulitnya)
kacang miang kacang merah yg gatal; (2) ki orang yg suka menghasut
kacang rebus kacang tanah yg direbus (biasanya dng kulit-kulitnya)
kacung ka.cung [n] pesuruh, pelayan, jongos (biasanya anak laki-laki)
kadas ka.das [n] kurap (semacam penyakit kulit) yg disebabkan oleh jenis jamur , me.nga.das v memelihara ternak orang lain dng perjanjian bagi hasil
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kader ka.der [n] (1) perwira atau bintara dl ketentaraan; (2) orang yg diharapkan akan memegang peran yg penting dl pemerintahan, partai, dsb
kadok naik junjung [pb] orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb)
kafah ka.fah [a] sempurna: kerinduan untuk menempatkan diri sbg seorang muslim yg --; (2) keseluruhan
kafil ka.fil [n] orang yg menanggung tenaga kerja; majikan
kafir ka.fir [n] orang yg tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya
kahar ka.har [n] kereta yg ditarik oleh kuda, lembu, atau kerbau; pedati; dokar [a] (1) mahakuasa (sifat Allah): Tuhan Yang --; (2) sewenang-wenang: ia makin -- lakunya, sering menganiaya orang, sedikit pun tiada adilnya
kain panjang kain yg panjang dan tidak dipertemukan kedua ujungnya (biasanya dipakai dng kebaya dsb)
kain rentang kain yg direntangkan, bertuliskan slogan (propaganda dsb), biasanya dipasang melintang di atas jalan agar masyarakat cepat mengetahui; spanduk
kain tampan [Lp] kain yg biasanya bermotif lima kapal bersusun warna merah, pd tiga kapal terdapat motif manusia dan ikan, pd satu sisinya terdapat motif kecil dng warna merah, biru dan kuning, ada juga motif manusia, pd sisi lain bermotif geometris yg berwarna biru, digunakan pd upacara adat, dan dipakai di kalangan masyarakat yg lebih luas
kain triko kain rajutan mesin, biasanya digunakan sbg bahan pakaian dalam atau baju santai
kak [n kp] kakak; saudara tua [n] tiruan bunyi orang tertawa berbahak-bahak (bunyi itik dsb)
kakak ka.kak [n] (1) saudara tua; (2) panggilan kpd orang (laki-laki atau perempuan) yg dianggap lebih tua; (3) panggilan kpd suami , ber.ka.kak v (1) berbunyi; "kak, kak" spt itik, ayam; (2) tertawa gelak-gelak; terkekeh-kekeh
kakaktua ka.kak.tua [n] catut besar, ujungnya menyerupai paruh burung kakaktua, biasanya dipakai untuk mencabut paku yg tertancap dalam-dalam [n] (1) burung panjat, paruhnya kuat dan bagian atasnya melengkung ke bawah, berwarna putih, bisa diajar berbicara; Cacatua [n] ikan laut, Callyodon
kakek ka.kek /kakEk/ (1) n bapak dr ayah atau bapak dr ibu; aki; datuk; (2) sebutan bagi orang laki-laki yg sudah tua sekali (sebaya kakek); (3) cak sudah tua sekali (bagi orang laki-laki)
kakek-kakek ka.kek-ka.kek [a] (1) sudah tua sekali (bagi orang laki-laki); (2) spt kakek
kaki lima lantai diberi beratap sbg penghubung rumah dng rumah; (2) serambi muka (emper) toko di pinggir jalan (biasanya berukuran lima kaki, biasanya dipakai sbg tempat berjualan); (3) (lantai di) tepi jalan
kaki tangan kaki dan tangan; (2) ki orang yg diperalat orang lain untuk membantu
kakostokrasi ka.ko.stok.ra.si [n Pol] pemerintahan yg dijalankan oleh orang-orang yg beriktikad paling buruk
kaktus kak.tus [n] tumbuhan yg termasuk suku Cactaceae, berbatang hijau lunak (berdaging) dan berduri, biasanya tumbuh di daerah panas dan kering
kalah suara kalah dl pemilihan; tidak disetujui oleh orang banyak
kalai ka.lai [Mk] , me.nga.lai v berbaring atau bersandar pd: orang tua itu duduk ~ pd kursi malasnya , me.nga.lai v membersihkan dng cara menggosok (barang yg berkarat dsb): Kakek sedang sibuk ~ keris kesayangannya
kalaka ka.la.ka [n] denda perceraian, biasanya telah ditetapkan pd waktu perkawinan
kalau getah meleleh kalau getah meleleh, kalau daun me.la.yang [pb] dl keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yg selalu dekat pd kita, sedangkan orang lain akan menjauh
kalau guru makan berdiri [pb] kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal yg tidak baik
kalau laba bercikun-cikun [pb] apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kpd orang lain
kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri kalau pandai meng.gu.lai badar pun menjadi tenggiri [pb] orang yg pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dng baik
kalempagi ka.lem.pa.gi [n] upacara sbg tanda bahwa seorang gadis mulai memasuki jenjang kedewasaan (di Sulawesi Tenggara)
kalian ka.li.an [pron] yg diajak bicara yg jumlahnya lebih dr satu orang (dl ragam akrab)
kaligraf ka.li.graf [n] orang yg ahli menulis indah
kalimat deklaratif [Ling] kalimat yg ditandai intonasi turun dan pd umumnya mengandung makna yg menyatakan atau memberitahukan sesuatu, dl ragam tulis, biasanya diberi tanda titik pd bagian akhirnya
kaliper ka.li.per [n Graf] (1) ketebalan selembar kertas yg diukur pd kondisi yg sudah dispesifikasikan; (2) alat pengukur ketebalan kertas semacam mikrometer [n] alat berbentuk lengkung atau lurus, biasanya dipakai untuk mengukur lebar dada, lebar pinggul, dsb
kalpataru kal.pa.ta.ru [n] (1) pohon lambang kehidupan yg menggambarkan pengharapan; pohon penghidupan; (2) penghargaan pemerintah yg diberikan kpd orang yg telah berjasa dl memelihara kelestarian lingkungan hidup: hadiah -- tahun itu telah diberikan kpd seorang petugas pengawas kehutanan
kalsedon kal.se.don [n Min] kuarsa bening, biasanya berwarna biru pucat atau abu-abu
kalumet ka.lu.met [n] pipa bergagang panjang yg diberi hiasan bulu-bulu burung dsb, dipakai orang Indian Amerika Utara khusus pd upacara
kamar ka.mar [n] ruang yg bersekat (tertutup) dinding yg menjadi bagian rumah atau bangunan (biasanya disekat atau dibatasi empat dinding); bilik [Ar n] bulan
kamar keluarga ruang tempat berkumpul keluarga, biasanya dilengkapi dng televisi
kamat ka.mat ? ikamah [n] kayu yg biasa digunakan untuk membuat cap (tera)
kambeli kam.be.li [n] kain kasar yg dibuat dr bulu domba; selimut: selimut -- biasanya digunakan oleh penduduk di daerah dingin
kambing kam.bing [n] binatang pemamah biak dan pemakan rumput (daun-daunan), berkuku genap, tanduknya bergeronggang, biasanya dipelihara sbg hewan ternak untuk diambil daging, susu, kadang-kadang bulunya; Capra [n] rumput -- tanaman untuk mengobati luka [n] ikan -- , Pomacanthus annuliris
kambing congek [ki] orang yg dungu
kambing etawa kambing yg berasal dr Etawa, India, berbadan besar (dapat mencapai tinggi 90 cm), hidungnya melengkung, telinga besar dan panjang terkulai ke bawah, biasa dipelihara sbg kambing perah
kambing hitam kam.bing hi.tam [n ki] orang yg dl suatu peristiwa sebenarnya tidak bersalah, tetapi dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan
kambing hutan kambing liar yg hidup di hutan, bentuk badan lebih besar dp kambing biasa, berbulu agak lebat dan kasar; Nemorrhaedus sumatrensis
kambing kacang kambing yg perawakannya lebih kecil dp kambing biasa
kambing kebiri kambing jantan yg biji zakarnya telah diambil, biasanya untuk dijadikan kambing potong
kambuh kam.buh [v] jatuh sakit lagi (biasanya lebih parah dp yg dahulu): sudah hampir seminggu ia tidak datang, rupanya penyakitnya -- lagi
kamerad ka.me.rad [n] (1) saudara separtai; teman seperjuangan; (2) panggilan sesama anggota partai komunis (juga oleh orang anti komunis untuk mengejek orang komunis)
kamerawan ka.me.ra.wan [n] orang yg tugasnya menggunakan kamera untuk merekam gambar (objek) film atau televisi
kamhar kam.har [n] (1) benang dr bulu domba; (2) kain yg dibuat dr benang bulu domba: pd musim dingin banyak orang mencari --
kami ka.mi [pron] (1) yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; (2) yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)
kamil ka.mil [Ar a] sempurna: tidak seorang pun manusia di dunia ini yg bersifat --
kamit ka.mit , ka.mit-ka.mit v menggerak-gerakkan bibir (spt orang mengucapkan doa)
kampa kam.pa [n] pohon wijayakusuma yg tumbuh di air, bunganya amat elok, biasanya dipakai sbg lambang kemuliaan; Pisonia alba
kampungan kam.pung.an [a] (1) ki berkaitan dng kebiasaan di kampung; terbelakang (belum modern); kolot; (2) ki tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar
kamsia kam.sia [Cn p] kata yg dipergunakan untuk menyatakan kelegaan; terima kasih: " -- , Cik!", katanya sambil berlari setelah ia menerima hadiah dr orang itu
kamus ka.mus [n] (1) buku acuan yg memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tt makna, pemakaian, atau terjemahannya; (2) buku yg memuat kumpulan istilah atau nama yg disusun menurut abjad beserta penjelasan tt makna dan pemakaiannya; (3) ki diri, pikiran: tak ada istilah "takut" dl -- saya [Jw n] kulit yg sudah dimasak; samak
kana ka.na [n] gelang lebar yg biasa dipakai oleh anak-anak atau oleh pengantin [n] buah yg diawetkan dng diasinkan atau dimaniskan [n] tumbuhan umbi termasuk keluarga ganyong, bunganya berwarna kuning atau merah, ditanam sbg tanaman hias; bunga tasbih; Canna oriantalis; Canna hibrida [Lihat {katakana}]
kanaah ka.na.ah [Ar a] rela menerima yg diberikan kepadanya oleh orang tua, atasan, ataupun oleh Allah
kanalisasi ka.na.li.sa.si [n] (1) perihal pembuatan kanal (terusan); (2) ki penyaluran (rasa tidak puas dsb): -- perasaan tidak puas; diperlukan oleh semua orang, tidak terbatas pd orang-orang yg hidup di kota besar saja
kancil kan.cil [n] (1) binatang pemakan tanaman yg cepat larinya, berbadan langsing, kaki depan lebih pendek dp kaki belakang, bulunya berwarna cokelat kemerah-merahan, jenis jantan bertaring, mencuat ke luar dari atas rahang; Tragulus javanicus; (2) ki tokoh utama binatang yg cerdik dl cerita rakyat di Asia Tenggara; (3) ki orang yg cerdik dan licik (banyak akal)
kandang jepit kandang untuk memeriksa dan mengobati ternak yg sakit (biasanya terbuat dr kayu atau bambu)
kandidiasis kan.di.di.a.sis [n Dok ] infeksi yg disebabkan oleh jamur: seorang dokter gigi harus mengetahui manifestasi kelainan sistemik dl mulut, spt penyakit infeksi oleh virus, infeksi bakteri, dan --
kandis kan.dis [n] mangga hutan yg buahnya sangat masam, biasa diiris-iris, kemudian dijemur untuk bumbu masak sbg pengganti jeruk [ark a] manis
kandul kan.dul [ark n] bakul (keranjang) yg biasa digunakan ketika membuat gambir [n] lipatan pd ujung jala yg membentuk kantong
kangkung kang.kung [n] katak yg besar, biasanya berbunyi 'kang, kung' pd malam hari kalau hari hujan [n] tumbuhan sayuran yg menjalar, batangnya berair, daunnya berbentuk tameng dan meruncing pd bagian ujungnya, bertangkai panjang dng permukaan daun sebelah atas berwarna hijau yg lebih tua dp permukaan sebelah bawah, bunganya berbentuk trompet berwarna lila, buahnya berbentuk bulat telur; Ipornoea reptans
kanibal ka.ni.bal [n] (1) orang yg suka makan daging manusia; pemakan daging sejenis; (2) binatang yg suka membunuh dan memakan daging binatang lain yg sejenis; (3) ternak yg suka menggigit atau mematuki temannya sampai luka
kanisah ka.ni.sah [Ar n] tempat ibadat orang Yahudi; sinagoga
kanjeng kan.jeng [n] pangkat atau gelar yg diberikan oleh Sultan Yogyakarta atau Sunan Surakarta kpd orang yg kedudukannya sepangkat bupati: ia dianugerahi pangkat Bupati Anom di samping mendapat gelar -- Raden Tumenggung
kanon ka.non [n] uang pajak untuk tanah sewa yg turun-temurun [n] (1) Mus komposisi musik yg dimainkan secara bersahut-sahutan; (2) Kris peraturan atau dogma yg dikeluarkan oleh gereja; (3) Kris buku-buku autentik yg dianggap bagian Kitab Suci [n] meriam [n Sas] karya drama yg dianggap ciptaan asli seorang penulis
kanonir ka.no.nir [n] orang yg mengurusi kanon (meriam); penembak dng kanon
Kanser Kan.ser [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol lambang zodiak ke-4 yg dilambangkan dng kepiting sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Juni-22 Juli; Karkata
kantong ibun [Met] tempat yg banyak terdapat ibun (embun) dibandingkan dng tempat di sekitarnya (biasanya berupa lubang atau lembah yg sempit)
kanyon ka.nyon [n] lembah yg sempit dan dalam dng tepi yg terjal, biasanya ada sungai yg mengalir di dasarnya; jurang
kapa ka.pa [n] nama huruf ke-10 abjad Yunani , ka.pa-ka.pa n Lay atap dan dinding perahu bersifat sementara untuk penahan gelombang dsb (biasa terbuat dr daun nipah)
kapal barang penumpang kapal yg terutama digunakan untuk mengangkut barang, jumlah penumpang kabinnya tidak lebih dr 12 orang
kapal besar ditunda jongkong [pb] orang berkuasa yg menurut perintah orang kecil
kapal dagang kapal yg khusus memuat dan mengangkut barang dagangan (biasanya antarpulau)
kapal layar kapal yg dijalankan dng layar (biasanya untuk pelayaran pantai atau perlombaan mengarungi selat dsb)
kapal motor kapal yg dijalankan oleh motor (biasanya kapal kecil bermotor)
kapal pamer kapal yg digunakan sbg promosi perusahaan, biasanya diberi nama sesuai dng nama perusahaan
kapal penyelamat kapal yg digunakan untuk menyelamatkan jiwa manusia dl musibah di laut, biasanya mempunyai stabilitas yg sangat baik dan kecepatan tinggi
kapal satu nakhoda dua [pb] satu pekerjaan yg dikepalai dua orang
kaper ka.per [Lihat {karper}] [n] kupu-kupu kecil (biasa terbang malam)
kapital besar [Graf] huruf kapital yg berukuran lebih besar dp huruf kapital biasa
kapital kecil [Graf] huruf kapital yg berukuran lebih kecil dp huruf kapital biasa
kapitalis ka.pi.ta.lis [n] kaum bermodal; orang yg bermodal besar; golongan atau orang yg sangat kaya
kapitalis birokrat [Pol] orang yg mempunyai kedudukan di dl lembaga pemerintah atau di dl organisasi politik yg menyalahgunakan kekuasaan dan kedudukan untuk memperkaya golongan atau diri sendiri
kapitalis borjuis (golongan) orang bermodal dan bangsawan
kaprah kap.rah [a] lazim; biasa
Kaprikornus Kap.ri.kor.nus [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa, terlihat tengah malam pd bulan Agustus; (2) Astrol lambang ke-10 zodiak yg dilambangkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Desember-19 Januari; Makara
kapstan kap.stan [n Lay] perangkat kapal yg ditempatkan di haluan dan di buritan kapal yg digunakan untuk menarik atau mengukur tros atau dadung kapal, biasanya digerakkan oleh tenaga listrik atau uap
kapten kap.ten [n] (1) pangkat perwira pertama peringkat pertama dl ketentaraan, satu tingkat di bawah mayor, satu tingkat di atas letnan satu (tanda pangkatnya tiga balok emas lurus mendatar yg ditempatkan di bahu baju); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (regu, kapal, dll)
karam berdua [pb] dua orang berbuat salah, seorang saja yg kena hukum
karam sambal oleh belacan [pb] mendapat kerugian krn perbuatan orang kepercayaan atau yg dikasihi
karantinawan ka.ran.ti.na.wan [n] (1) orang yg bekerja di karantina; (2) orang yg dikarantinakan
karavan ka.ra.van [n] (1) kereta bertutup yg berfungsi sbg tempat tinggal (bagi pengembara atau orang yg berlibur); (2) rombongan orang (haji, peziarah, pedagang) yg melakukan perjalanan bersama demi keselamatan
karel ka.rel [n] ruangan di perpustakaan yg terletak dekat koleksi rujukan yg disediakan khusus untuk studi perseorangan atau kelompok, dapat dipakai untuk menyimpan buku dan catatan yg sewaktu-waktu dapat dikunci di saat ruangan tsb tidak digunakan
karet busa karet yg empuk, biasa digunakan untuk jok atau kasur
kari ka.ri [n] sayur gulai yg diberi kunyit sehingga kuning warnanya, biasanya tidak pedas ? qari
karier ka.ri.er [n] (1) perkembangan dan kemajuan dl kehidupan, pekerjaan, jabatan, dsb: ia seorang eksekutif muda yg sedang menanjak -- nya; (2) pekerjaan yg memberikan harapan untuk maju: bagaimanapun kita mempunyai -- yg harus kita perhatikan pula
karismatik ka.ris.ma.tik [a] bersifat karisma: salah satu penampilannya yg dianggap orang -- ialah cara berpidatonya yg berapi-api dan dapat memukau pendengarnya
karitas ka.ri.tas [n] uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dsb) yg disumbangkan untuk menolong orang miskin atau orang yg tertimpa bencana (alam, perang, dsb): sumbangan -- bagi korban bencana gempa bumi; (2) organisasi kemanusiaan yg mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan [n] tingkah laku yg simpatik thd orang lain
karnaval kar.na.val [n] pawai dl rangka pesta perayaan (biasanya mengetengahkan bermacam corak hal yg menarik dr yg dirayakan itu): ia sibuk mempersiapkan -- untuk merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
karteker kar.te.ker [n cak] orang yg menangani jabatan (ketua, sekretaris, dsb) untuk sementara krn pejabatnya belum ada atau belum dipilih: ia ditunjuk sbg -- , sementara menunggu terpilihnya ketua umum yg baru
kartu anggota kartu yg memuat jati diri seseorang sbg tanda ke- anggotaan suatu perkumpulan (perusahaan dsb)
kartu jawaban kartu yg teksnya disusun berupa jawaban suatu permintaan atau pertanyaan, biasanya terdiri atas dua helai kartu pos yg disambung dan diberi tanda potongan
kartu mati [ki] orang yg dianggap tidak produktif, bersifat menunggu (tidak berinisiatif)
kartu nama kartu (kecil) yg bertuliskan nama dan alamat rumah (kantor dsb) seseorang: -- nasabah Ek kartu yg harus diisi dan ditandatangani nasabah pd saat pembukaan rekening
kartu pindah kartu yg berisi pemberitahuan akan pergantian alamat (biasanya disediakan di kantor pos)
kartu tanda penduduk kartu pengenal yg harus dimiliki setiap orang (warga negara) yg memuat nama, nomor, jenis kelamin, umur dan tempat lahir, pekerjaan, dan alamat yg jelas
kartu truf jenis kartu yg dimenangkan atas ketiga jenis kartu lainnya dl permainan (bridge); (2) ki pernyataan untuk menghentikan perbuatan atau kesombongan seseorang
kartu valentin kartu yg disampaikan kpd orang yg dikasihi pd hari valentin
karu ka.ru [Mk] ber.ka.ru a tidak keruan (kalut, susah tt pikiran, perasaan) [v] , me.nga.ru v menyela orang yg sedang berbicara; melakukan interupsi
karuhun ka.ru.hun [Sd n] nenek moyang; leluhur: aku adalah orang baru yg tidak tahu soal di sana walaupun orang tua dan -- ku hidup di sana
karun ka.run [n] (1) orang yg kaya raya pd zaman Nabi Musa a.s., yg akibat kesombongannya ia dan harta bendanya tertimbun tanah; (2) ki tidak diketahui asal-usulnya (tt harta temuan dsb): salah seorang penduduk menemukan harta -- dl ladangnya; (3) ki tidak sah (tt pemerolehan atau pendapatan)
karusi ka.ru.si [n] penyakit yg ditandai dng keinginan hidup hanya untuk bekerja, siang malam spt robot, dan akhirnya membawa kpd kehidupan yg tertekan krn tujuannya untuk mengejar karier dan prestasi, jika tidak tercapai timbul depresi yg berakhir dng bunuh diri: sekarang di negara Barat banyak orang dijangkiti penyakit --
karya seni ciptaan yg dapat menimbulkan rasa indah bagi orang yg melihat, mendengar, atau merasakannya
karyawan kar.ya.wan [n] orang yg bekerja pd suatu lembaga (kantor, perusahaan, dsb) dng mendapat gaji (upah); pegawai; pekerja
karyawisata kar.ya.wi.sa.ta [n] kunjungan ke suatu objek dl rangka memperluas pengetahuan dl hubungan dng pekerjaan seseorang atau sekelompok orang: seminar itu ditutup dng -- ke beberapa daerah industri
kasa ka.sa [n] (1) kain putih yg halus; kain putih yg tenunannya jarang: dipilihnya -- untuk tirai itu; (2) kawat halus yg dianyam (biasanya untuk penghalang nyamuk dsb) [n] (1) loket tempat membayar dan menerima uang; (2) kotak atau peti mesin yg mencatat dan menerima uang [kl n] angkasa
kasab ka.sab [Lihat {kasap}] [n] benang emas (perak dsb): pakaian mempelai biasanya dijahit dng -- agar lebih menarik dan bercahaya
kasad ka.sad [n] (1) maksud; tujuan: niat dan -- orang tua itu tidak lain hanya ingin menyenangkan anak-anaknya; (2) makna konotasi: fatwa -- nya agamawi, petuah -- nya sosial
kasau ka.sau [n] kayu (bambu) yg dipasang melintang seakan-akan merupakan tulang rusuk pd atap rumah, jembatan, balai-balai, dsb: kekuatan rumah yg memakai -- bambu lebih tahan dp rumah yg memakai -- kayu biasa
kasidah ka.si.dah [n] bentuk puisi, berasal dr kesusastraan Arab, bersifat pujaan (satire, keagamaan), biasanya dinyanyikan (dilagukan)
kasihan ka.sih.an [n] rasa iba hati; rasa belas kasih: pengemis tua itu hidup dr -- orang; (2) p seruan menyatakan rasa belas (krn melihat dsb): -- benar anak ini; aduh, -- anak itu, tiba-tiba menjadi cacat seumur hidup
kasiku ka.si.ku [Jw a] kena kutuk; kualat: menurut kepercayaannya, orang yg tidak mengadakan selamatan akan -- oleh para dewa
kasino ka.si.no [n] (1) gedung atau kamar yg digunakan untuk berdansa, berjudi, dsb: di -- biasanya ada lintah darat yg siap menutupi kekurangan uang para penjudi; (2) rumah peranginan
kasir ka.sir [n] pemegang kas (uang); orang yg bertugas menerima dan membayarkan uang: ia bekerja sbg -- di toko buku itu
kasregister kas.re.gis.ter [n] mesin yg digunakan dl usaha dagang untuk menunjukkan dan merekam jumlah uang yg diterima serta mencatat sisa uang yg harus dikembalikan, biasanya berlaci tempat menyimpan uang
kasta sudra golongan rakyat biasa dl masyarakat Hindu
kasualitas ka.su.a.li.tas [n] kecelakaan, terutama yg menyangkut hilangnya nyawa seseorang
kasuis ka.su.is [n] (1) orang yg ahli dl penentuan baik atau buruk berdasarkan kesesuaian antara perbuatan dan kata hati dan norma etika umum; (2) sofis
kasus ka.sus [n] (1) keadaan yg sebenarnya dr suatu urusan atau perkara; keadaan atau kondisi khusus yg berhubungan dng seseorang atau suatu hal; soal; perkara; (2) Ling (a) kategori gramatikal dr nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yg menunjukkan hubungannya dng kata lain dl konstruksi sintaksis; (b) hubungan antara argumen dan predikator dl suatu proposisi (dl teori kasus)
kasus vokatif [Ling] bentuk kasus dl bahasa inflektif untuk menandai orang atau benda yg diajak bicara
kata kepala kata yg diterangkan dl kamus atau ensiklopedia (biasanya dicetak dng huruf tebal); bentuk dasar dr subentri; entri pokok; lema
kata penggolong kata untuk menggolongkan nomina, biasanya mengikuti bilangan
kata sapaan kata yg digunakan untuk menyapa seseorang (msl kata Anda, Saudara, Tuan, Nyonya, Ibu, Bapak, Kakak, dan Adik)
katak hendak jadi lembu [pb] orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong
katakomba ka.ta.kom.ba [n] (1) Kris ruang di bawah tanah tempat makam atau persembunyian orang Kristen pd zaman Romawi
katalisator ka.ta.li.sa.tor [n] (1) Kim katalis; (2) seseorang atau sesuatu yg menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa
katalog ka.ta.log [n] (1) carik kartu, daftar, atau buku yg memuat nama benda atau informasi tertentu yg ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis: kartu -- membantu memudahkan orang mencari buku di perpustakaan; (2) Man daftar barang yg dilengkapi dng nama, harga, mutu, dan cara pemesanannya
katalog nama katalog yg disusun berabjad menurut nama orang, nama tempat, atau keduanya, baik yg digunakan sbg pengarang maupun sbg subjek
katarsis ka.tar.sis [n] (1) Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; (2) Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; (3) Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
kateter ka.te.ter [n] (1) Dok slang kecil yg dapat dimasukkan ke dl alat berongga atau saluran; (2) pipa karet yg biasa dimasukkan ke dalam saluran kandung kencing untuk penyembuhan
katup ka.tup [n] (1) penutup (biasanya hanya dpt terbuka ke satu arah saja) yg dibuat (diciptakan) pas dengan lubangnya sehingga tidak bocor; klep (pd pompa dsb); (2) alat untuk membuka atau menutup saluran sehingga fluida yg mengalir di dalamnya dapat diteruskan atau dihentikan
kaukasoid kau.ka.so.id [n Antr] golongan manusia yg mempunyai ciri-ciri fisik tertentu, yaitu kulit pucat, tinggi badan sedang sampai jangkung, rambut lurus sampai berombak, badan biasanya berbulu, mata biru muda sampai cokelat tua, hidung biasanya mancung
kaum ka.um [n] (1) suku bangsa: dahulu perang antar -- sering terjadi di pedalaman; (2) sanak saudara; kerabat; keluarga: ia hidup terasing dr -- nya; (3) golongan (orang yg sekerja, sepaham, sepangkat, dsb): -- terpelajar; (4) ark lebai; modin: perbatin, penggawa, atau -- hanya berhenti sebab mati; (5) keluarga garis matrilineal
kaum dahrian [Ar] orang yg tidak memeluk suatu agama; orang yg ingin bebas dl pikiran dan pendirian
kaum revolusioner [Pol] sekelompok minoritas yg terdiri atas berbagai strata sosial, yaitu orang yg mempunyai ideologi sama dan berjanji akan menentang penindasan, menghilangkan permainan penguasa dan birokrat
kauman ka.um.an [n] wilayah, biasanya di sekitar masjid yg penduduknya beragama Islam
kawan ka.wan [n] orang yg sudah lama dikenal dan sering berhubungan dl hal tertentu (dl bermain, belajar, bekerja, dsb); teman; sahabat; sekutu: orang ramah banyak --
kawanan ka.wan.an [n] sekumpulan orang (binatang) yg berkawan; sekumpulan (binatang sejenis); sekelompok (manusia): ~ gajah; ~ penjahat
kawanua ka.wa.nua [n] (1) suku bangsa Minahasa; (2) orang senegeri (setanah air)
kawasan pecinan daerah pemukiman orang Cina
kawat listrik kawat, biasanya dibuat dr tembaga untuk menghantarkan listrik
kawin angkat bapak perkawinan antara seorang wanita yg sedang hamil di luar perkawinan yg sah dan seorang pemuda yg bersedia mengawini wanita itu, kadang-kadang dng bayaran atau upah
kawin roko kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan bersama untuk menutup rasa malu krn calon pengantin laki-laki tidak mampu memberikan maskawin; (2) kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan calon suami dan calon istri krn orang tua si gadis tidak menyetujuinya
kawin sirih pinang bentuk perkawinan dng cara suami tinggal di tempat orang tua istri dan membantu pekerjaan orang tua itu sampai mahar yg harus dibayarnya dapat dilunasi (di Timor)
kawin tukar gadis [Antr] adat perkawinan yg menuntut seorang pria yg melamar seorang wanita menyediakan seorang saudara wanita dr kerabatnya sendiri untuk dikawinkan dng seorang pria dr kerabat calon istrinya
kawula ka.wu.la [n] (1) hamba sahaya; budak; abdi; (2) rakyat dr suatu negara; orang yg di bawah perintah suatu negara; pengikut; (3) ark saya; aku (untuk menghormat): -- tidak dapat ikut ke sana, Gusti; -- muda orang yg masih muda umurnya; pemuda: -- muda ingin menunjukkan kreativitas dl pameran itu kpd khalayak
kayak ka.yak [p cak] seperti; sebagai [n] (1) perahu kecil Eskimo yg dibungkus kulit hewan; (2) Olr perahu kecil (dng seorang atau dua orang pendayung) untuk lomba mendayung
kayu arang kayu yg keras, biasanya untuk membuat arang
kayu samidra pohon yg kayunya biasa dibuat arang; Acronyclua laurifolia
ke mana condong [pb] pekerjaan yg sudah dilakukan menurut adat atau kebiasaan
ke mana kelok lilin [pb] tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain
ke mana tumpah hujan dr bubungan [pb] anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya
ke sungai menuju sungai; (2) cak buang air besar (biasanya di sungai)
ke- [prefiks pembentuk nomina] (1) yg mempunyai sifat atau ciri: ketua; (2) yg dituju dng: kekasih; kehendak [prefiks pembentuk verba cak] (1) telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dng tidak sengaja atau dng tiba-tiba): ketabrak; kepergok; ketemu; (2) dapat atau sanggup: kebaca; keangkat [prefiks pembentuk numeralia] (1) tingkat atau urutan: ketiga; kelima; kesebelas; (2) kumpulan: kedua (buku); ketiga (orang)
keabsahan ke.ab.sah.an [n] sifat yg sah; kesahan: puluhan tahun kemudian, orang meragukan ~ surat itu
keahlinegaraan ke.ah.li.ne.ga.ra.an [n] hal atau mengenai orang yg paham benar tt tata negara
keakuan ke.a.ku.an [n] sifat mementingkan diri sendiri: tiap orang, besar atau kecil, ada ~ nya
kealiman ke.a.lim.an [n] (1) kepandaian (dl pengetahuan agama): ~ nyalah yg menyebabkan dia diangkat sbg khatib di masjid raya; (2) kesalehan: saya sangat terkesan oleh ~ orang itu
keampuhan ke.am.puh.an [n] (1) kekuatan (yg luar biasa); kesaktian; (2) kemanjuran (tt obat dsb); (3) daya pengaruh yg luar biasa [n] kebanjiran
kearab-araban ke.a.rab-a.rab.an [a] bersikap dan bertingkah laku spt orang Arab
keaslian ke.as.li.an [n] (1) kemurnian: kita harus menjaga ~ isi dan jiwa undang-undang dasar negara kita; (2) sifat-sifat yg asli: gerak dan gayanya masih menunjukkan ~ nya sbg orang Timur; (3) hal asli; ketulenan (dl arti bukan terjemahan atau saduran): ~ buku babad itu masih diperdebatkan
keayahan ke.a.yah.an [n] (1) hal-hal yg berhubungan dng tugas dan kewajiban ayah; (2) sifat-sifat yg dimiliki seorang ayah: ayah zaman sekarang kelihatannya sudah sadar akan peran ~ nya dan mulai menikmati partisipasi aktifnya dl mengasuh anak
kebal ke.bal [a] (1) tidak mempan senjata; tidak dapat terlukai oleh senjata: ia memang -- , kabarnya peluru pun tidak mempan terhadapnya; (2) Dok tidak dapat terkena sakit; tahan thd penyakit: kalau sudah disuntik TCD akan -- thd penyakit tipus, kolera, dan disentri; (3) tidak dapat dituntut dl perkara: sekalian anggota parlemen -- ketika berbicara dl sidang; (4) ki tidak mempan oleh caci maki; tidak malu lagi biarpun dicaci maki; tebal kulit: krn biasa diperlakukan secara kasar akhirnya ia -- thd caci maki
kebangsaan ke.bang.sa.an [n] (1) ciri-ciri yg menandai golongan bangsa: korban pesawat yg terbakar itu sudah diketahui -nya; (2) perihal bangsa; mengenai (yg bertalian dng) bangsa: sejarah -- Indonesia; (3) kedudukan (sifat) sbg orang mulia (bangsawan): bukan -nya melainkan kelakuannya yg kita pandang; (4) kesadaran diri sbg warga dr suatu negara: memupuk rasa --
kebarat-baratan ke.ba.rat-ba.rat.an [a] bertingkah laku spt orang Eropa atau Amerika; berlagak spt orang Eropa atau Amerika: kita boleh mengambil kebudayaan Barat, tetapi jangan sampai membuat kita --
kebelanda-belandaan ke.be.lan.da-be.lan.da.an [a] bertingkah laku spt orang Belanda; kebarat-baratan
kebenaran ke.be.nar.an [n] (1) keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya: kita harus berani mempertahankan -; ia masih menyangsikan -- berita itu; (2) sesuatu yg sungguh-sungguh (benar-benar) ada: kita harus menyakini -- yg diajarkan oleh agama; (3) kelurusan hati; kejujuran: tidak seorang pun menyangsikan -- hatinya; (4) kl izin; persetujuan; perkenan: dng -- yg dipertuan, kami masuk istana; (5) Jk kebetulan: nah, -- dia datang sekarang, kita dapat bertanya langsung kepadanya
kebencian ke.ben.ci.an [n] (1) perasaan benci; sifat-sifat benci: motif pemberontakan itu ialah -- thd kaum penjajah; (2) sesuatu yg dibenci: judi merupakan -- orang dl kampung itu
keberanjakan ke.ber.an.jak.an [n] perihal beranjak: upacara tsb merupakan ~ seseorang dr masa anak-anak ke masa dewasa
keberatan ke.be.rat.an [n] perihal beratnya suatu benda, tugas, perasaan, penyakit, dsb: terasa benar -- pajak itu bagi rakyat; (2) a cak terlampau berat (beratnya melebihi dr yg biasa): barang ini -- jika diangkut dng sepeda; (3) v cak berkeberatan; tidak setuju: penduduk -- atas pemberian ganti rugi atas tanah mereka yg tidak seimbang
kebidanan ke.bi.dan.an [n] segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak
kebijaksanaan ke.bi.jak.sa.na.an [n] (1) kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya): berkat -- beliau, terlepaslah kita dr bahaya besar; (2) kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dsb: perkara ini terserah kpd -- orang tua si anak
kebilangan ke.bi.lang.an [n] kenamaan (termasyhur, terkemuka, dsb): beliau termasuk orang -- di kampungnya
keblinger keb.li.nger [Jw v] sesat; keliru: pembajakan di udara yg terjadi baru-baru ini didorong oleh angan-angan yg -- dr seseorang yg mau jadi jagoan
kebrutalan ke.bru.tal.an [n] (1) kekejaman: -- perampok itu amat tidak manusiawi; (2) kekurangajaran: kenakalan dan -- anak-anak sering disebabkan oleh tingkah laku dan keadaan orang-orang di sekitarnya
kebugaran ke.bu.gar.an [n] hal sehat dan segar (tt badan); kesegaran: membiasakan makan sayuran mentah akan menambah -- jasmani
kecak ke.cak [n] nama tarian Bali (yg dilakukan oleh puluhan orang laki-laki, menggambarkan pasukan kera pengikut Rama)
kecamatan ke.ca.mat.an [n] (1) daerah bagian kabupaten (kota) yg membawahkan beberapa kelurahan, dikepalai oleh seorang camat; (2) bagian pemerintahan daerah yg dikepalai seorang camat; (3) kantor camat
kecelakaan ke.ce.la.ka.an [n] perihal celaka; bencana; kemalangan; kesusahan: bukan harta benda, melainkan ~ yg diwariskan kpd anak cucunya; (2) v mendapat celaka: pasien di ruang ini pd umumnya krn ~; tidak sedikit yg mati krn ~; (3) n kejadian (peristiwa) yg menyebabkan orang celaka: salah satu sebab seringnya terjadi ~ lalu lintas ialah krn kurangnya kesadaran thd peraturan lalu lintas
kecerewetan ke.ce.re.wet.an [n] perihal cerewet: orang awam harus memaklumi ~ ahli bahasa soal penulisan yg sesuai dng ejaan yang benar
keceriaan ke.ce.ri.a.an [n] (1) kebersihan; kesucian; (2) kecerahan sinar (seri) muka (menandakan bahagia, gembira, dsb): ~ yg pernah dimilikinya telah hilang sejak orang tuanya meninggal dunia
kecil ke.cil [a] (1) kurang besar (keadaannya dsb) dp yg biasa; tidak besar: kursi -- itu dirancang untuk anak-anak usia sekitar lima tahun; (2) muda; (3) sedikit: bagian harta warisanku sangat --; (4) sempit (tidak luas, tidak lebar, dsb): rumah -- itu dibangun untuk pegawai rendah; (5) tidak penting (tidak berharga dsb): saran baik yg disampaikan kepadanya itu dianggap --
kecil teranja-anja [pb] segala sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan dr kecil sukar untuk mengubahnya
kecipir ke.ci.pir [n] (1) tumbuhan merambat, buahnya berbentuk spt belimbing, panjang kira-kira sejengkal, besarnya kira-kira sebesar ibu jari, dan bersayap serta menggantung terkulai, biasa untuk sayur; Psophocarpus tetragonolobus; (2) buah kecipir
kecoh ke.coh [n] tipu daya (terutama kecurangan yg merugikan orang, spt barang palsu dikatakan tulen, mengurangi berat atau ukuran barang, mencampuri dng barang yg kurang baik); tipu: kita harus teliti, jangan sampai kena -- [a] gaduh; ribut
kecopetan ke.co.pet.an [v cak] kehilangan sesuatu krn dicopet orang: seorang turis ~ di depan bioskop; (2) n perihal copet
kecundang ke.cun.dang [n] yg dikalahkan (biasanya tanpa diduga): ayam aduannya menjadi ~; (2) v kalah (biasanya tanpa diduga): kesebelasan favorit ~ pd babak pertama lihat 1cundang ? 2cundang
kecurian ke.cu.ri.an [v] (1) kehilangan sesuatu krn dicuri orang: kemarin saya ~ uang; (2) ki menderita sesuatu krn lengah (lalai, meleng, dsb): pendekar itu ~ juga, pundaknya kena pukul
kedabu ke.da.bu [n] pohon yg kayunya biasa untuk kayu bakar; Sonneratia ovata
kedasih ke.da.sih [n] burung kecil berparuh tajam, ekornya panjang, lebar, dan bergaris melintang, biasanya bertelur di dl sarang burung lain, msl di sarang burung kipas atau burung betet; Cocomantis variolosus
kedau ke.dau [ark v] me.nge.dau v berteriak (minta tolong dsb): ia ~ sekuat-kuatnya, tetapi tidak seorang pun yg mendengarnya
kedegilan ke.de.gil.an [n] tabiat tidak mau menuruti nasihat orang; ketegaran
kedek ke.dek /kEdEk/, ke.dek-ke.dek v berjalan tergoyang-goyang: krn gemuk, orang itu berjalan ~
kedekut ke.de.kut [a] kikir (sekali); pelit (sekali): orang kaya banyak yg --
kedelai ke.de.lai [n] (1) tumbuhan kacang-kacangan, berbuah kecil-kecil, berwarna hitam atau kuning keputih-putihan, daunnya agak kasar dan berbulu halus, biasa ditanam di sawah; Glycine max; (2) buah (biji) kedelai (biasa dipakai bahan membuat tahu, tempe, susu, dsb);
kedesa-desaan ke.de.sa-de.sa.an [a] (1) berlaku (berlagak) sbg orang desa; (2) bersuasana desa
kedesaan ke.de.sa.an [n] yg berhubungan dng sifat atau keadaan desa; perihal daerah: dia mulai berlaku layaknya anak orang kaya, meninggalkan tradisi ~ yg selama ini masih dia genggam erat
kediktatoran ke.dik.ta.tor.an [n] sistem pemerintahan yg dipimpin oleh seorang diktator
kedot ke.dot [Jk a] kuat; kebal; tahan pukulan: dialah orang yg paling -- yg pernah saya temui
kedua ke.dua [num] (1) nomor dua: anaknya yg ~ lahir kemarin; (2) kelompok yg terdiri atas dua (orang dan barang): ~ mobilnya disita kejaksaan
kedudukan ke.du.duk.an [n] (1) tempat kediaman; (2) tempat pegawai (pengurus perkumpulan dsb) tinggal untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya; (3) letak atau tempat suatu benda: gerhana matahari terjadi pd waktu ~ bulan tepat di antara bumi dan matahari; (4) tingkatan atau martabat: ~ duta besar sama dng menteri; (5) keadaan yg sebenarnya (tt perkara dsb): hingga sekarang ~ perkara manipulasi uang proyek itu masih gelap; (6) status (keadaan atau tingkatan orang, badan atau negara, dsb): di sana ~ Saudara sbg apa?
keemosian ke.e.mo.si.an [n] perihal emosi: kalau pendekatan ini yg dipakai, kita akan dapat menggambarkan derajat ~ seseorang
keempat-empatnya ke.em.pat-em.pat.nya [n] seluruhnya yg terdiri atas empat (orang dsb): kawanan perampok itu ~ sudah dapat ditangkap polisi
kegadisan ke.ga.dis.an [n] (1) kemurnian seorang gadis; keperawanan; (2) sifat gadis
kegaliban ke.ga.lib.an [n] kebiasaan; kelaziman
kegemilangan ke.ge.mi.lang.an [n] keadaan gemilang (hebat, luar biasa, bukan main); kejayaan; kemasyhuran: ~ zaman Majapahit
kegenialan ke.ge.ni.al.an [n] kehebatan; keluarbiasaan (tt kecerdasan berpikir)
kehabisan ke.ha.bis.an [v] (1) sudah habis (terpakai atau terjual): mobil itu mogok krn ~ bensin; mereka yg datang terlambat akan ~ karcis; (2) kehilangan: orang tua itu sudah ~ akal
kehadiran ke.ha.dir.an [n] perihal hadir; adanya (seseorang, sekumpulan orang) pd suatu tempat: ~ para remaja itu telah memeriahkan suasana pertemuan
kehangatan ke.ha.ngat.an [n] (1) perihal hangat; (2) keadaan gembira (senang, suka cita): kasih sayang seorang ibu memberikan ~ dl rumah tangganya; (3) cak kena hangat; terlampau hangat; kepanasan
kehendak ke.hen.dak [n] kemauan; keinginan dan harapan yg keras: demikianlah ~ orang tuanya
kehidupan ke.hi.dup.an [n] cara (keadaan, hal) hidup: ~ orang di desa berbeda dng ~ orang di kota
kehormatan ke.hor.mat.an [n] (1) pernyataan hormat; penghargaan: ia mendapat ~ untuk memimpin sidang itu; barisan (pengawal) ~ , barisan (pengawal) yg khusus sbg pernyataan hormat (kpd tamu agung, orang besar, dsb); doktor ~ , gelar doktor yg diberikan sbg tanda pernyataan hormat; doktor honoris causa
keibuan ke.i.bu.an [a] bersifat spt ibu (lemah lembut, penuh kasih sayang, dsb); kewanitaan: perasaan ~ biasanya cepat tumbuh pd anak perempuan
keimaman ke.i.mam.an [n] kedudukan (jabatan dsb) imam; yg ber-hubungan dng imam: orang yg saleh itu pantas sekali menduduki jabatan ~
keinggris-inggrisan ke.ing.gris-ing.gris.an [a] bersikap dan bertingkah laku spt orang Inggris
keirian ke.i.ri.an [n] kecemburuan melihat kelebihan orang lain: dl kehidupan suami-istri, ~ semacam ini akan bisa memunculkan tudingan kurang menyenangkan
keirihatian ke.i.ri.ha.ti.an [n] perihal iri hati; kecemburuan; melihat kelebihan orang lain
kejamakan ke.ja.mak.an [n] hal yg lazim (lumrah, biasa); bukan hal yg istimewa
kejan ke.jan [v] me.nge.jan v menekan dng menahan napas (spt orang hendak melahirkan); meneran; merejan
kejelusan ke.je.lus.an [n] perasaan iri hati; kecemburuan: ia pandai sekali menyembunyikan ~ nya di hadapan orang lain
Kejora Ke.jo.ra [n] bintang yg biasanya terbit pd dini hari; Bintang Timur
kekaryaan ke.kar.ya.an [n] (1) segala yg berhubungan dng karya seseorang; (2) perihal (yg bersifat, berciri) karya
kekasaran ke.ka.sar.an [n] sifat (keadaan dsb) yg kasar: ia tidak heran akan ~ tingkah lakunya krn dia hidup di lingkungan orang-orang jahat
kekasih ke.ka.sih [n] (orang) yg dicintai; buah hati: orang tempat mencurahkan isi hatinya hanyalah ~ nya
kekayaan ke.ka.ya.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) kaya: ~ jangan menimbulkan kesombongan; (2) harta (benda) yg menjadi milik orang: ~ nya tidak seberapa; (3) Isl kekuasaan: ~ Allah
kekebalan diplomatik ke.ke.bal.an diplomatik [Pol] pembebasan seseorang thd tuntutan hukum (spt gugatan proses kriminal, penangkapan, dsb) atau thd kewajiban tertentu (spt membayar pajak, memeriksakan barang bawaan) krn berstatus sbg diplomat atau staf kedutaan besar suatu negara
kekeh ke.keh /kEkEh/, ter.ke.keh-ke.keh v tertawa keras (tertawa orang tua yg berbunyi "keh, keh"); tergelak-gelak: terdengar orang itu tertawa ~
kekerasan ke.ke.ras.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) keras; (2) perbuatan seseorang atau kelompok orang yg menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain; (3) paksaan
keki ke.ki [a] (1) merasa tidak senang, mendongkol, kesal (thd orang lain): ia merasa -- krn tidak satu pun pekerjaannya yg mendapat pujian; (2) merasa iri hati
kekok ke.kok [a] (1) tidak mudah memakainya (tt alat perkakas dsb): kemudi mobil ini -- benar; (2) tidak dapat memakai (menggunakan) dng senang: -- rasanya menulis dng pensil ini; (3) merasa canggung (kaku) krn belum biasa dsb: -- benar rasanya bekerja di situ
kekota-kotaan ke.ko.ta-ko.ta.an [a] berlaku (berlagak) sbg orang kota
kekuasaan ke.ku.a.sa.an [n] (1) kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb): dia telah menggunakan ~ nya secara sewenang-wenang; (2) kemampuan; kesanggupan: tiada ~ selain ~ Allah untuk menciptakan dunia; (3) daerah (tempat dsb) yg dikuasai: bekas raja itu tidak mau pergi dr daerah bekas ~ nya meskipun sudah kalah perang; (4) kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik; (5) Huk fungsi menciptakan dan memantapkan kedamaian (keadilan) serta mencegah dan menindak ketidakdamaian atau ketidakadilan
kekuasaan marital ke.ku.a.sa.an marital [Huk] bantuan dan kekuasaan yg diberikan seorang suami kpd istri dl hal perbuatan hukum yg menyangkut harta kekayaan bersama
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kekuatan batin ke.ku.at.an batin kekuatan yg ditimbulkan oleh adanya daya jiwa seseorang; kekuatan rahasia; kekuatan jiwa
kekuatan sakti ke.ku.at.an sakti [Antr] kekuatan gaib yg bersifat luar biasa yg ada di luar jangkauan akal manusia dan yg dianggap berada di dl alam, dl benda, dl tumbuhan, dl binatang, atau manusia yg tertentu
kekurangan ke.ku.rang.an [v] tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; (2) v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; (3) n perihal kurang; (4) n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~
kekurangan gizi ke.ku.rang.an gizi perihal kesehatan seseorang yg disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan bahan yg dimakan, baik kualitas maupun kuantitas
kelab ke.lab [n] , -- malam tempat hiburan (untuk bersenang-senang) yg buka pd malam hari, biasanya menyediakan minuman dan makanan, memiliki anjung (panggung) pertunjukan, yg dilengkapi dng musik dan tempat berdansa
keladak perut tinja (tahi) yg terakhir yg dikeluarkan orang yg akan meninggal
keladan ke.la.dan [n] (1) pohon suku meranti, tingginya mencapai 50 m dng diameter 180 cm, batangnya abu-abu, biasa digunakan sbg bahan bangunan, berdaun tunggal, berbentuk bulat telur dng ujung lancip, dapat tumbuh di kaki pegunungan sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut; Dipterocarpus gracillis; (2) kayu keladan
kelah ke.lah [n] pemberitahuan yg disertai permintaan oleh pihak yg berkepentingan kpd pejabat yg berwenang untuk menindak, menurut hukum, orang yg melakukan perbuatan yg hanya dapat dituntut berdasarkan aduan; pengaduan
kelahiran sebelum kawin ke.la.hir.an sebelum kawin kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg belum pernah menikah
kelahiran tidak diinginkan ke.la.hir.an tidak diinginkan kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg sebenarnya belum ingin atau sudah tidak ingin mempunyai anak lagi
kelainan ke.la.in.an [n] (1) perbedaan; (2) perihal (keadaan) yg menyalahi (atau menyimpang dr kebiasaan); penyimpangan
kelak ke.lak [n] yg akan datang; kemudian hari: diharapkan agar anak ini -- menjadi orang yg berguna bagi nusa dan bangsa [n] burung, Macrophygia assimilis ? kelah
kelakar ke.la.kar [n] (1) perkataan yg bersifat lucu untuk membuat orang tertawa (gembira); lawak; olok-olok; (2) senda gurau
kelampauan ke.lam.pau.an [v] kelaluan; terlewati; telah didahului (oleh orang lain): anak gadis itu ~ , adiknya sudah kawin, ia belum
kelana alam olahraga dng berkelana masuk keluar hutan, naik gunung turun gunung, biasanya untuk kesenangan atau sbg latihan
kelapa puan kelapa yg daging buahnya lunak sekali dan mudah lepas, biasa dibuat minuman dicampur dng es dan sirop
kelas baru [Pol] sekelompok orang yg memiliki hak istimewa dl bidang politik dan ekonomi krn monopoli administratif yg dipegangnya
kelas bawah [Antr] golongan orang dl masyarakat yg menduduki tingkat sosial yg terbawah
kelas madya golongan orang dl masyarakat yg menduduki tingkat sosial yg di tengah
kelas penguasa [Pol] sekelompok kecil orang dl masyarakat yg melakukan semua fungsi politik, monopoli kekuasaan, dan memperoleh hak-hak istimewa
kelas sosial golongan orang di kalangan masyarakat (petani, nelayan, pedagang, dsb)
kelas terbuka kelompok orang yg masih membuka kesempatan bagi orang lain untuk masuk menjadi anggota kelompok
kelas tertutup kelompok orang yg sudah menutup kesempatan bagi orang lain untuk masuk menjadi anggota kelompoknya
kelder kel.der [n] ruang pd rumah (gedung dsb) yg berada di bawah tanah, biasa dipakai untuk menyimpan barang
kelebihan ke.le.bih.an [n] (1) lebihnya; sisanya: ~ padi di daerah itu dikirim ke daerah lain; (2) keadaan melebihi yg biasa; keunggulan: segala ~ murid itu menarik hati gurunya; (3) keadaan terlampau banyak
keledai ke.le.dai [n] (1) binatang berkuku satu, mirip kuda kecil, bertelinga panjang dng ekor yg hanya pd ujungnya berbulu; (2) ki orang bodoh
keledai hendak dijadikan kuda [pb] orang bodoh hendak disamakan dng orang pandai
kelelahan fisik ke.le.lah.an fisik kelelahan yg ditandai oleh adanya keletihan, kejenuhan, ketegangan otot, perubahan dl kebiasaan makan dan tidur, serta secara umum tingkat energinya rendah
kelembuai ke.lem.bu.ai [n] siput (keong) yg besar, biasanya terdapat di rawa atau di sawah; Ampulla ampullacea
kelentit ke.len.tit [n] daging atau gumpal jaringan kecil yg terdapat pd ujung lubang vulva (lubang pukas); klitoris; coles feminimus [n] tumbuhan rumput, biasa digunakan untuk obat; Clitoria ternatea
keli dua selubang [pb] seorang perempuan mempunyai kekasih dua orang
kelika ke.li.ka [Jw n] kulit kayu yg keras, biasanya tebal dan kering
kelimun ke.li.mun [n] kelompok orang banyak; kerumun
kelinci percobaan kelinci yg dipelihara untuk mencobakan obat-obat, bahan kimia, dsb, yg masih dl penyelidikan; (2) ki orang yg pertama-tama dimanfaatkan sbg percobaan
Keling Ke.ling [n] orang berkulit hitam yg berasal dr India sebelah selatan
kelobot ke.lo.bot [n] (1) daun pembungkus tongkol jagung (biasa dibuat rokok); (2) ki benda (alat dsb) yg digunakan secara berulang-ulang
kelompok ke.lom.pok [n] (1) kumpulan (tt orang, binatang, dsb); (2) golongan (tt profesi, aliran, lapisan masyarakat, dsb); (3) gugusan (tt bintang, pulau, dsb); (4) Antr kumpulan manusia yg merupakan kesatuan beridentitas dng adat-istiadat dan sistem norma yg mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu; (5) Pol kumpulan orang yg memiliki beberapa atribut sama atau hubungan dng pihak yg sama; (6) Kim kuantitas zat yg akan dimasak atau diolah dl satu waktu
kelompok informal [Sos] kelompok orang yg tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yg pasti
kelompok pendengar [Kom] kumpulan orang yg mendengar dan mendiskusikan siaran radio pedesaan atau pita rekaman, yg bersifat penyuluhan, terutama untuk masyarakat pedesaan
kelompok umur kelompok orang berdasarkan umur, msl anak-anak, remaja, dewasa
kelongsong ke.long.song [n] (1) kulit, pembalut, atau tabung yg bentuknya bulat panjang (berbentuk silinder); (2) bumbung yg biasanya digunakan untuk menempatkan, menyimpan, atau melindungi sesuatu
kelorak ke.lo.rak [n] tumbuhan memanjat, biasa ditanam di pagar, daunnya dibuat sayur, berbunga putih; Laphaterium grocite
keluak ke.lu.ak [n] buah pohon kepayang, bijinya direbus sampai masak dan diperami dalam abu selama satu bulan, biasa dipakai untuk bumbu masak rawon; Pangiun edule
keluangsa ke.lu.ang.sa [kl n] keluarga (untuk orang baik-baik); sanak saudara
keluar tak mengganjilkan keluar tak meng.gan.jil.kan , masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil) [pb] hal (orang) yg tidak terpandang sedikit juga dl masyarakat
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
keluarga ke.lu.ar.ga [n] (1) ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; (2) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; (3) (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; (4) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat
keluarga kerajaan seluruh kerabat raja atau ratu yg sedang berkuasa di dl suatu kerajaan -- luas satuan kerabat yg terdiri atas beberapa orang, yg berasal dr kerabat dekat suami istri
keluhuran ke.lu.hur.an [n] kemuliaan; kebesaran: terkenang akan ~ tanah airnya; ~ budinya membuat setiap orang meng hor; matinya; ~ jiwa kemuliaan atau kebesaran jiwa: ~ jiwa seseorang dapat diketahui dr tingkah lakunya
kelui ke.lui [n] (1) tumbuhan yg seratnya biasa dibuat tali pancing, jaring, dsb, Bochmeria nivea; (2) serat kelui
kelukup ke.lu.kup [n] (1) pohon yg kayunya biasa dipakai untuk bahan rumah, Shorea eximia; (2) kayu kelukup
kelumpang ke.lum.pang [n] (1) pohon, kayunya biasa dibuat perahu dsb; Sterculia foetida; (2) kayu kelumpang
kelumrahan ke.lum.rah.an [n] keadaan (perihal) lumrah; kebiasaan
kelurahan ke.lu.rah.an [n] (1) daerah pemerintahan yg paling bawah yg dipimpin oleh seorang lurah; (2) kantor (rumah) lurah
kemah ke.mah [n] tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yg ujungnya hampir menyentuh tanah dibuat dr kain terpal dsb
kemamang ke.ma.mang [n] hantu yg konon berupa kepala orang yg menyala kemerah-merahan
kemandirian ke.man.di.ri.an [n] hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pd orang lain
kemangkatan ke.mang.kat.an [n] hal mangkat; hal meninggal; kematian: berita -- raja itu mengejutkan banyak orang
kemanisan ke.ma.nis.an [n] rasa manis: -- jeruk yg dihasilkan oleh daerah ini sudah dikenal orang; (2) n kebaikan; kecantikan: ibu itu dicintai krn -- budinya; (3) a cak terlalu manis: kopinya jangan -, ya
kemaruk ke.ma.ruk [v] (1) selalu ingin makan (sesudah sembuh dr sakit); (2) ki selalu berbuat yg berlebih-lebih krn baru saja menjadi kaya dsb: itulah orang -- namanya, ke mana-mana naik mobil; (3) ki selalu ingin mendapat banyak; loba: ia adalah manusia yg -- thd harta
kemasakan ke.ma.sak.an [n] hal (keadaan) masak (yg sebenarnya atau kiasan); (2) a terlalu masak; lebih dr masak (tt masakan, buah, dsb): jika merebus sayuran jangan -; (3) n kematangan jiwa seseorang dl proses perkembangan ke arah dewasa
kemaslahatan ke.mas.la.hat.an [n] kegunaan; kebaikan; manfaat; kepentingan: seorang dermawan banyak beramal untuk -- manusia
kemasukan ke.ma.suk.an [v] (1) dimasuki (dirasuki) roh halus (setan, hantu, dsb): matanya tampak merah membeliak spt orang yg -; (2) dimasuki (oleh); ada sesuatu yg masuk: telinganya -- air; rumahnya -- pencuri
kematian ke.ma.ti.an [n] perihal mati: -- itu disebabkan oleh penyakit disentri; (2) v menderita krn salah seorang meninggal: ia belum lama ini -- anak sulungnya; (3) v ki menderita krn sesuatu yg mati: perahu -- angin
kembali kem.ba.li [v] (1) balik ke tempat atau ke keadaan semula: pesawat antariksa itu sudah -- di bumi; orang yg sudah mati tidak akan hidup --; (2) lagi: pintu harap ditutup --; (3) sekali lagi; berulang lagi: residivis itu sudah ditangkap --
kemban kem.ban [n] kain pembebat dan penutup dada (wanita): putri Bali biasa memakai --
kembar kem.bar [a] (1) sama rupanya (keadaannya): anak-anak kucing itu berwarna -- , kelima-limanya belang tiga; (2) dilahirkan bersama-sama dr satu ibu (tt anak): anak -- biasanya berwajah mirip; (3) rangkap; dobel (tt nomor kendaraan, majalah, dsb)
kembar dampit kembar dua (tt anak), seorang laki-laki dan seorang perempuan
kemboja kem.bo.ja [n] (1) tumbuhan yg berkayu lunak, bunganya harum berwarna putih kekuning-kuningan, merah tua, dsb, biasa ditanam di pekuburan; Plumiera acuminata; (2) bunga kemboja
kembung kem.bung [a] (1) menjadi gembung; melembung (krn kemasukan angin); (2) senak dan terasa spt berisi angin (tt perut); (3) Dok hal perut membesar krn berisi gas hasil fermentasi yg tidak dapat dikeluarkan melalui mulut [n] ikan laut yg banyak dagingnya, biasa dikeringkan; Scomber kanagurta (jantan), Scomber negluctus (betina) [n] lumbung: -- padi
kemeja silir kemeja yg berkerah rebah (tidak kaku), biasanya kemeja olahraga
kemenakan datang seseorang yg diangkat menjadi anggota keluarga
kemendur ke.men.dur [kl n] (1) orang yg memegang pimpinan pasukan; perwira tinggi; (2) syahbandar; pembesar pelabuhan; (3) kepala atau pengawas pekerja; mandor; (4) pejabat pamong praja pd zaman penjajahan Belanda, tugasnya sbg pengawas; kontrolir
kementerian ke.men.te.ri.an [n] (1) pekerjaan (urusan) negara yg dipegang oleh seorang menteri; (2) lembaga atau kantor tempat mengurusi pekerjaan menteri; departemen: ia bekerja di -- Pendidikan Nasional
kemesraan ke.mes.ra.an [n] hal yg bersifat mesra: anak itu memerlukan -- dr orang tuanya
kemiri ke.mi.ri [n] (1) pohon yg buahnya berkulit keras, isinya banyak mengandung minyak, dan biasa digunakan untuk bumbu; Aleurites moluccana; (2) buah kemiri, bentuknya agak bulat, sebesar ibu jari kaki, kulitnya hitam keras sekali, kulit luar kaku, isinya berwarna kuning terdiri dr dua belahan
kemlaka kem.la.ka [n] pohon, kayunya dibuat orang, buahnya yg masam dibuat asinan; malaka; Phyllanthus emblica
kemlandingan kem.lan.ding.an [n] (1) tumbuhan yg biasa ditanam untuk menyuburkan tanah, buahnya spt petai kecil-kecil, dapat dimakan dan banyak mengandung protein; Leucaena glauca; (2) buah kemlandingan
kempas kem.pas [n] (1) pohon yg kayunya keras dan berat, biasa digunakan untuk tiang perahu dan dijadikan arang untuk melebur timah; Koompassia malaccensis; (2) kayu kempas
kempas-kempis kem.pas-kem.pis [v] bergerak mengembang dan mengempis berganti-ganti dng cepat, spt dada orang sehabis berlari; terengah-engah; mengap-mengap; megap-megap
kemplang kem.plang [v] me.ngem.plang v (1) memapas kepala keras-keras; menempeleng; (2) ki menghindar dr keharusan membayar utang: gara-gara harga aluminium jatuh, perusahaan itu ~ 28 miliar rupiah kpd bank; (3) ki mengambil yg bukan haknya dng tidak memberitahukannya kpd yg berhak memiliki [n] (1) kerupuk yg dibuat dr sagu dan ikan, bentuknya bulat; (2) penganan terbuat dr sagu yg diberi garam atau singkong diparut, dikukus, dijemur, kemudian digoreng, biasanya dibentuk dng kepalan tangan
kempul kem.pul [n] bagian gamelan, rupanya spt canang besar, biasa dibunyikan untuk peningkah bunyi , ber.kem.pul-kem.pul v terengah-engah (napasnya)
kempunan kem.pu.nan [n] (1) hal sangat ingin (akan); keadaan selalu ingat krn sangat ingin (akan): setelah sepuluh tahun di perantauan, ia pun -- pulang ke kampung; (2) dl kesukaran (kebingungan, kebimbangan, serba salah, merugi, dsb); (3) keadaan merasa sangat celaka (krn kecewa sekali dsb): konon takkan lepas dr -- hidup sebatang kara di negeri orang
kemuda-mudaan ke.mu.da-mu.da.an [n] bertingkah laku sbg orang muda
kemudi haluan kemudi yg dipasang di depan linggi haluan untuk memudahkan pengemudi pd waktu kapal mundur (biasa dipakai oleh kapal feri)
kemuning ke.mu.ning [n] (1) tumbuhan perdu, termasuk suku Rutaciae, tingginya mencapai 7 m, berdaun majemuk, berbentuk bulat telur terbalik dng ujung runcing, bagian atas licin berkilap, bunganya berwarna putih, banyak dimanfaatkan sbg tanaman hias, batangnya biasa dibuat tongkat, kotak, atau sarung keris; Murraya paniculata; (2) kayu pohon kemuning [a] merah keemasan
kemunting ke.mun.ting [n] (1) tumbuhan perdu, daunnya dapat dimakan, berasa sepat, biasa digunakan untuk ramuan obat sakit perut; Rhodomyrtus tomentosa; (2) daun kemunting; -- bukit tumbuhan melata, Anplectrum divaricatum
kemut ke.mut [v] me.nge.mut v (1) bergerak naik turun (spt mulut orang ketika mengunyah): nenek sedang makan sirih, mulutnya ~; (2) berjalan perlahan-lahan (lambat-lambat) hampir-hampir terjatuh; terhuyung-huyung: pemabuk itu berjalan ~ memaksakan diri pulang; (3) cak menahan makanan di dl mulut (kadang-kadang dng mengunyah-ngunyah atau mengisap-isap, tidak segera menelannya); mengulum: anak kecil senang ~ gula-gula
kemutul ke.mu.tul [n] (1) pohon yg kayunya keras dan liat, getahnya biasa dipakai untuk obat kudis, Cratoxylon formosum; (2) kayu kemutul
kena kelikir [pb] berada di bawah kekuasaan seseorang
kena sepak belakang [pb] tertipu oleh perbuatan orang yg tidak mau berterus terang atau yg tidak jujur
kenaifan ke.na.if.an [n] perihal naif; keadaan naif: masyarakat Betawi banyak yg kecewa krn sinetron Betawi hanya mengeksploitasi keluguan dan ~ orang Betawi
kenakalan ke.na.kal.an [n] (1) sifat nakal; perbuatan nakal; (2) tingkah laku secara ringan yg menyalahi norma yg berlaku dl suatu masyarakat: salah satu sebab ~ remaja adalah kerenggangan ikatan kasih dng orang tuanya
kenal ke.nal [v] (1) tahu dan teringat kembali: baru mendengar suaranya, aku sudah -- siapa dia; (2) tahu; mempunyai rasa: tidak -- malu; (3) pernah tahu (bersahabat): saya belum -- dng orang itu; (4) mengerti; mempunyai pengetahuan tentang: sebagian warga kita belum -- (aturan) hukum dan pajak
kenalan ke.nal.an [n] orang yg sudah dikenal; sahabat; teman: dia adalah ~ saya yg baik hati
kenan ke.nan , ber.ke.nan v (1) merasa senang (suka, sudi, setuju): kami mohon Bapak ~ memimpin sidang pd pertemuan kita nanti; (2) dng segala senang hati (dipakai sbg kata penghormatan kpd orang besar): rombongan Presiden ~ mengunjungi daerah yg tertimpa malapetaka itu [n] noda pd kulit yg merupakan bawaan sejak lahir (msl tahi lalat): anak yg hilang itu mempunyai -- berupa warna merah pd pelipis kanannya
kenapa ke.na.pa [pron cak] kata tanya untuk menanyakan sebab atau alasan; mengapa: -- mereka berani melawan orang kuat itu?
kenari belanda pohon yg bijinya biasa digunakan untuk pengisi roti; Amygdalus communis
kencur ken.cur [n] (1) tanaman yg mempunyai akar batang yg tertanam di dl tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; cekur; Kaempferia galanga; (2) umbi kencur; (3) ki belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar: anak itu masih -- belum tahu liku-liku dunia ini; (4) ki belum dewasa; di bawah umur: anak masih bau -- sudah berpacaran
kendaraan umum ken.da.ra.an umum kendaraan yg dapat disewa oleh orang banyak
kendong ken.dong [v] me.ngen.dong v membawa sesuatu dng membungkusnya dl saputangan, sarung, dsb: orang tua itu memunguti buah rambutan yg berjatuhan lalu ~ nya
kenduri arwah selamatan memperingati atau mendoakan roh (jiwa) orang yg telah meninggal
kenegarawanan ke.ne.ga.ra.wan.an [n] hal yg berhubungan dng orang-orang yg mengurus suatu negara: sikap ~ amat diperlukan dl menghadapi persoalan kemasyarakatan
keningrat-ningratan ke.ning.rat-ning.rat.an [v] (bertindak, berlaku) spt kaum ningrat (biasanya dianggap jelek, negatif, dsb): hidup ~
kental ken.tal [a] (1) antara cair dan keras; pekat (tidak cair); hampir beku: orang sakit itu sudah diperbolehkan makan bubur -- , bukan lagi bubur saring; (2) akrab (tt persahabatan); karib: sahabat --; (3) cak memperlihatkan keasliannya (tt pengucapan bahasa): logat Bataknya masih --
kentrung ken.trung [n] kesenian Jawa Timur yg berbentuk tembang (berisi cerita, sindiran, kritik, dsb) yg ditembangkan oleh satu orang dng iringan tepukan rebana dr penembang tsb
kentut ken.tut, ken.tut.an [n] (1) tumbuhan yg daunnya berbau tidak sedap, biasa digunakan untuk obat sakit perut dsb; Paederia foetida; (2) daun kentutan
kenyam ke.nyam [v] , me.nge.nyam v (1) mengecap (makan dsb): saya belum pernah ~ masakan Eropa; (2) merasai; menikmati: sejak kecil ia belum ~ kebahagiaan spt yg dirasakan orang lain
kepada ke.pa.da [p] kata depan untuk menandai tujuan orang: buku ini saya berikan -- mu
kepah ke.pah [n] kerang laut kecil, dagingnya biasa dikeringkan untuk dimakan (bermacam-macam jenisnya spt -- gading, Meritrix [v] me.nge.pah v memamah dan mengisap-isap: ia ~ tebu hingga habis airnya
kepailitan ke.pai.lit.an [n ] (1) perihal pailit (bangkrut): Pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang --; (2) Ek keadaan atau kondisi seseorang atau badan hukum yg tidak mampu lagi membayar kewajibannya (dl hal utang-utangnya) kpd si piutang
kepala batu [ki] tidak mau menuruti nasihat orang; tegar hati; keras kepala
kepala busung [Dok] kepala menjadi lebih besar dp ukuran biasa krn zat cair terkumpul dl rongga-rongga otak; hydrocephalus
kepala kodi kain yg diletakkan paling atas pd ikatan kain (biasanya yg bercorak paling baik yg dianggap sbg contoh)
kepala negeri ibu negeri (kota); (2) orang yg mengepalai suatu negeri
kepala sama hitam (berbulu) [pb] tiap orang berlain-lain pendapatnya
kepala surat nama, alamat, dan keterangan lain dr pengirim (biasanya dr suatu lembaga atau kantor) yg tertera (tercetak) pd bagian atas kertas surat; kop surat
kepandir-pandiran ke.pan.dir-pan.dir.an [n] berlaku spt orang yg pandir
kepecahan ke.pe.cah.an [n] perihal pecah: sbg seorang peternak, ~ sebutir telur ayam baginya sangat menyedihkan
kepel ke.pel [n] pohon yg tingginya kira-kira 15-20 m, batangnya berbenjol-benjol, kulit batangnya berwarna cokelat tua, daunnya berbentuk jorong, lancip ke ujung, berwarna hijau tua, berkilap, bunganya berbentuk bundar atau jorong, wangi dan berbulu, biasanya menempel pd batang, bunga jantannya berbentuk lonjong dan bergerombol, buahnya berbentuk bulat, kadang-kadang agak jorong, berwarna cokelat, berdaging manis, berbiji enam buah; Stelechocarpus burahol
kepengarangan ke.pe.nga.rang.an [n] perihal mengarang; (2) a berkaitan dng pengarang: ia mengaku,"Gaya ~ saya sekarang adalah gaya seorang penulis iklan"
keperawanan ke.pe.ra.wan.an [n] perihal perawan; kesucian (kemurnian) seorang gadis; kegadisan
keperawatan ke.pe.ra.wat.an [n] (1) segala sesuatu yg berkaitan dng perawat; (2) perihal cara merawat orang yg sakit
kepercayaan ke.per.ca.ya.an [n] (1) anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yg dipercayai itu benar atau nyata: ~ kpd makhluk halus masih kuat sekali di lingkungan petani; (2) sesuatu yg dipercayai: bagi mereka hal itu bisa menghilangkan ~ rakyat kpd para pemimpinnya; (3) harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan, dsb): hal itu dapat menghilangkan ~ rakyat kpd pemimpinnya; (4) orang yg dipercaya (diserahi sesuatu dsb): pemimpin itu sedang berunding dng orang-orang ~ nya dr daerah; (5) sebutan bagi sistem religi di Indonesia yg tidak termasuk salah satu dr kelima agama yg resmi: tokoh itu adalah penganut aliran ~
keperluan air ke.per.lu.an air [Tan] jumlah air yg diperoleh tanaman per satuan luas untuk pertumbuhan biasa, sesuai dng keadaan lapangan
kepinding ke.pin.ding [n] kutu pengisap darah manusia, berwarna merah, biasa hidup di sela-sela tempat duduk atau tempat tidur (kursi, tikar, dipan, dsb); kutu busuk; Cimex rotundanus
kepis ke.pis [n] bakul kecil tempat ikan yg baru ditangkap, biasanya digantungkan di pinggang pengail (penjala); kembu
kepompong ke.pom.pong [n] bakal serangga (kupu-kupu) yg berada dl stadium (kehidupan) ketiga sebelum berubah bentuk menjadi kupu-kupu atau serangga, biasanya terbungkus dan tidak bergerak
kepribadian ke.pri.ba.di.an [n] sifat hakiki yg tercermin pd sikap seseorang atau suatu bangsa yg membedakannya dr orang atau bangsa lain
kepuh ke.puh , me.nge.puh v melembung (menggelembung) krn penuh berisi angin atau kena angin (tt layar dsb) [n] (1) pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 30 m, bunganya berwarna merah, berbau busuk, daunnya mudah rontok, buahnya berupa bumbung, kulit buahnya tebal berwarna merah sbg obat untuk menghentikan perdarahan pd hidung, bijinya hitam dapat digunakan sbg obat batuk, mengandung minyak yg biasa digunakan sbg minyak goreng atau minyak lampu; Sterculia foetida; (2) biji kepuh , ke.puh-ke.puh n selepa tempat gambir, pinang, tembakau, dsb untuk makan sirih
kerajaan ke.ra.ja.an [n] bentuk pemerintahan yg dikepalai oleh raja: ~ Inggris; (2) n tanda-tanda kebesaran raja: payung ~; takhta ~; (3) kl n martabat (kedudukan) raja: setelah Nenekanda berpulang, ~ dipegang oleh Ayahanda; (4) n wilayah kekuasaan seorang raja: sebelah utara, negara itu berbatas dng ~ Belanda; (5) n sifat sbg raja: jika tiada diketahuinya tujuh perkara, tiada sempurna ~ nya; (6) kl v menjadi raja; naik takhta: jika ia ~ , tiada akan sempurna negeri ini
kerajaan konstitusional ke.ra.ja.an konstitusional negara yg diperintah oleh seorang raja, tetapi hak dan kekuasaan raja serta kewajibannya thd rakyat diatur dan dibatasi oleh undang-undang dasar
kerajaan parlementer ke.ra.ja.an parlementer negara yg kekuasaannya di bawah seorang raja yg pemerintahannya dilaksanakan berdasarkan konstitusi (UUD) dan wakil rakyat (parlemen) memegang kedaulatan tertinggi
kerajinan ke.ra.jin.an [n] (1) perihal rajin; kegiatan; kegetolan: engkau tidak dapat menyamainya dl hal ~; (2) barang yg dihasilkan melalui keterampilan tangan (spt tikar, anyaman, dsb): anyaman bambu merupakan hasil ~ daerah itu; (3) perusahaan (kecil) yg membuat; barang-barang sederhana, biasa mengandung unsur seni
kerak ke.rak [n] lapisan yg kering (keras) atau hangus yg melekat pd benda lain [n] tiruan bunyi orang dsb menggaruk-garuk barang yg keras
kerakap ke.ra.kap [Mk n] (1) sirih yg daunnya lebar-lebar, lebih lebar dp sirih biasa dan tidak enak rasanya; (2) daun sirih yg tebal dan keras (lawan dr sirih carang)
kerama ke.ra.ma [kl n] kutuk; tulah; kecelakaan (yg didatangkan krn kutuk): -- bagimu krn engkau tiada akan hal hati orang berahi
keramba ke.ram.ba [n] (1) keranjang pengangkut atau tempat ikan, bentuknya lonjong, terbuat dr anyaman bambu dng kerangka kayu, biasanya berlapis ter supaya kedap air; (2) keranjang atau kotak dr bilah bambu untuk membudidayakan ikan di sungai (danau, bendungan)
keramikus ke.ra.mi.kus [n] orang yg pekerjaannya membuat keramik; pekeramik
kerangkeng ke.rang.keng [n] (1) kurungan berpagar besi (tempat harimau dsb); (2) bilik berterali besi (tempat orang hukuman); (3) tempat untuk mengurung anak kecil
keranta ke.ran.ta [ark n] kutu yg tampak pd tubuh orang yg (akan) mati
keras kepala tidak mau menurut nasihat orang; tegar tengkuk; kepala batu
kerasukan ke.ra.suk.an [n] kemasukan (roh jahat dsb); kesurupan: ia berbicara terus spt orang ~
keratabasa ke.ra.ta.ba.sa [n] perihal menerangkan arti kata dng memperlakukannya sbg singkatan, biasanya untuk lelucon (msl kata benci ditafsirkan sbg 'benar-benar cinta'); etimologi rakyat
kerbau air kerbau yg biasa hidup di daerah yg berawa-rawa, terdapat di India
kerbau jalang kerbau hutan (tidak dipiara orang)
kerbau punya susu [pb] seseorang yg membuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat pujian
kerbau runcing tanduk [pb] orang yg telah terkenal kejahatannya
kerbau seratus dapat digembalakan [pb] menjaga seorang perempuan lebih sukar dp menjaga binatang yg banyak
kercap-kercip ker.cap-ker.cip [n] tiruan bunyi orang mengecap makanan
kerdil ker.dil [a] (1) selalu kecil saja; tidak dapat menjadi besar (tt orang, binatang, tumbuhan, dsb) krn kekurangan gizi atau krn keturunan: orang -- tak perlu rendah diri; (2) ki tidak berkembang, tidak maju; picik (tt pikiran, pandangan, dsb)
kerendahan ke.ren.dah.an [a] terlalu rendah: tanahnya ~; (2) v direndahkan; dihinakan; dikalahkan (oleh): orang yg pantang ~
kereng ke.reng [Jw a] (1) keras segala perintahnya (thd anak dsb); garang; (2) Jk hitam pekat (tt pensil dsb); tebal (sehingga tampak spt orang pemarah): hidungnya mancung, alisnya --
kereta ke.re.ta [n] (1) kendaraan yg beroda (biasanya ditarik oleh kuda); (2) kereta api
kereta bogi kereta kecil (biasanya beroda dua dan ditarik oleh seekor kuda)
kereta penumpang kereta (gerbong) untuk mengangkut penumpang (orang)
kereta saji meja kecil, pendek, beroda, biasa digunakan sbg tempat membawa makanan untuk diedarkan kpd para tamu
kerikal ke.ri.kal [kl n] pinggan besar berkaki (biasanya dibuat dr logam)
kerikil ke.ri.kil [n] (1) butiran batu lebih besar dp pasir dan lebih kecil dp kerakal (kira-kira sebesar biji kacang tanah atau biji nangka); (2) Geo endapan batuan yg komponennya bulat, biasanya bercampur dng tanah liat dan pasir
kerisauan ke.ri.sau.an [n] kerusuhan (hati); kegelisahan: ~ masyarakat timbul akibat tindakan beberapa orang terkemuka
kerja rodi kerja paksa; -- sama kegiatan atau usaha yg dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dsb) untuk mencapai tujuan bersama: -- sama rakyat dan pemerintah mutlak diperlukan untuk kelancaran pembangunan ini
kerja sambilan pekerjaan lain sbg selingan atau tambahan selain pekerjaan pokok (biasanya pd malam hari)
kerjantara ker.jan.ta.ra [ark n] hubungan orang yg mencari pekerjaan dng pihak yg mencari tenaga kerja
kerkop ker.kop [n cak] kuburan orang Eropa
keroco ke.ro.co [Jw n] (1) siput kecil; (2) ki yg hina; yg tidak berharga; (3) ki yg tidak berpangkat (berkedudukan): kepala dinasnya sedang keluar kantor, kami hanya diterima oleh beberapa orang --
kerokan ke.rok.an [n] hal atau perbuatan mengerok (menggaruk-garuk bagian tubuh, punggung, leher) orang yg masuk angin dng uang logam dsb agar cepat sembuh
kerong kerang ke.rong ke.rang [n] mainan untuk bayi, biasanya digantung dan apabila bergerak atau terayun-ayun akan berbunyi
keropok ke.ro.pok [Mk n] , se.ke.ro.pok n setumpuk; sekelompok: di sana sini kelihatan ~ orang berdiri di muka toko atau di muka rumah [a] (1) tidak ada isinya; kosong; (2) berlubang-lubang (berongga-rongga) krn lapuk dimakan rayap (tt kayu) atau dimakan panas (cuaca); (3) ki lemah; lembek
kerosok ular di rumpun bambu [pb] tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang
keroyok ke.ro.yok [v] , me.nge.ro.yok v menyerang beramai-ramai (orang banyak): orang kampung serentak ~ dan memukuli pencopet yg tertangkap basah itu
keroyokan ke.ro.yok.an [n] (1) serangan beramai-ramai (orang banyak); (2) perkelahian beramai-ramai
kertas ker.tas [n] barang lembaran dibuat dr bubur rumput, jerami, kayu, dsb yg biasa ditulisi atau untuk pembungkus dsb
kertas berharga kertas yg berisi pernyataan tertulis atau tercetak dr seseorang atau orang yg berwenang sbg bukti suatu kejadian
kertas dinding kertas (bergambar dsb) biasa ditempelkan pd dinding
kertas kado kertas untuk membungkus kado, biasanya berwarna-warni, polos, atau bermotif bunga dsb
kertas manila kertas yg dibuat dr serat manila (biasanya salah satu permukaannya halus)
kertas minyak kertas yg dapat menahan minyak atau air (biasanya untuk membungkus kue)
kertas tulis kertas yg khusus untuk ditulisi (biasanya bergaris-garis)
kerubung ke.ru.bung [v] , ber.ke.ru.bung v berkerumun: di tempat kecelakaan banyak orang ~
kerubungan ke.ru.bung.an [n] kumpulan orang banyak yg tidak beraturan
kerucil ke.ru.cil [n] wayang yg dibuat dr kayu pipih, biasanya untuk melakonkan cerita Panji, terdapat di Jawa Timur; wayang kelitik
kerumunan ke.ru.mun.an [n] kumpulan orang dsb yg tidak teratur dan bersifat sementara
keruntuhan ke.run.tuh.an [n] keadaan runtuh; kerusakan; kerobohan: kota yg diguncang gempa bumi itu sedang mendekati ~ nya; (2) v tertimpa oleh sesuatu yg runtuh: banyak orang yg mati ~ gedung itu; (3) ki kehancuran; kerusakan
kesadaran ke.sa.dar.an [n] (1) keinsafan; keadaan mengerti: -- akan harga dirinya timbul krn ia diperlakukan secara tidak adil; (2) hal yg dirasakan atau dialami oleh seseorang
kesahajaan ke.sa.ha.ja.an [n] kesederhanaan; kewajaran: -- orang itu tampak dr tutur katanya yg polos dan perilakunya yg lugu
kesakitan ke.sa.kit.an [a] terasa sakit; menderita (rasa) sakit: tangannya -- krn terbentur batu; (2) n perasaan sakit: ada sejam lamanya ia menahan -- pd lukanya itu sampai datang seorang dokter untuk menolongnya
kesalahan ke.sa.lah.an [n] perihal salah; kekeliruan; kealpaan: orang tua itu selalu teringat akan -- yg telah diperbuatnya ketika masih remaja
kesambet ke.sam.bet [Jw v] sakit dan mendadak pingsan krn gangguan roh jahat (orang halus, hantu)
kesampukan ke.sam.puk.an [v] kemasukan setan dsb: orang itu --
kesangatan ke.sa.ngat.an [a] melampaui batas (tt tingkah laku); keterlaluan: kenakalannya -- sehingga ia dibenci orang
kesastrawanan ke.sas.tra.wan.an [n] perihal sastrawan: ketika itu ia begitu berkuasa atas karir dan status -- seseorang
kesat daun pimping [pb] dikatakan kpd orang yg tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)
kesatria ke.sat.ria [n] (1) orang (prajurit, perwira) yg gagah berani; pemberani; (2) kasta kedua dl masyarakat Hindu; kasta bangsawan atau kasta prajurit
kesayangan ke.sa.yang.an [n] cinta kasih: -- kpd cucu kadang-kadang lebih dp -- kpd anak; (2) a kesukaan: balap mobil adalah hobi -- mereka; (3) n orang, binatang, dsb yg sangat disayang: ia adalah satu-satunya -- orang tuanya krn ia anak tunggal; (4) kekasih: hubungan dng -nya terputus krn tidak mendapat restu orang tuanya [n] perasaan menyesal (tidak rela, tidak ikhlas, dsb)
kesebelasan ke.se.be.las.an [n Olr] regu sepak bola yg terdiri atas 11 orang
keseharian ke.se.ha.ri.an [n] kebiasaan sehari-hari: ini memang ~ penduduk di sepanjang pantai
keselamatan ke.se.la.mat.an [n] perihal (keadaan dsb) selamat; kesejahteraan; kebahagiaan dsb: -- keluarga adalah tanggung jawab yg paling berat bagi seorang suami
kesentosaan ke.sen.to.sa.an [n] keadaan sentosa; keamanan; keselamatan; ketenteraman: semua orang menginginkan -- dl hidupnya
kesentuhan ke.sen.tuh.an [v ] (1) kena sentuh; disentuh; (2) ki menderita sakit krn disentuh (dimasuki) orang halus
kesepuhan ke.se.puh.an [n] golongan yg terdiri atas orang-orang lanjut usia yg sangat dihormati oleh warga desa yg berfungsi sbg penasihat kepala desa
kesik ke.sik [n] bunyi spt orang berbisik-bisik
kesimbukan ke.sim.bu.kan [n] (1) tumbuhan, daunnya berbau tidak sedap, biasa digunakan sbg obat sakit perut atau dimasak bersama parutan kelapa muda, sbg botok; Saprosma arboreum; (2) daun kesimbukan
keskul kes.kul [ark n] tempat makanan terbuat dr tempurung yg biasa dibawa oleh pengemis
kesopanan ke.so.pan.an [n] (1) adat sopan santun; tingkah laku (tutur kata) yg baik; tata krama: perbuatan itu dapat dianggap melanggar -- orang Timur; (2) keadaban; peradaban: bangsa-bangsa di dunia mempunyai -- yg berbeda-beda; (3) kesusilaan: jangan tinggalkan sifat-sifat -- kita apabila hidup di rantau nanti
kesosialan ke.so.si.al.an [n] sifat-sifat kemasyarakatan (sifat suka memperhatikan umum, suka menolong, dsb): krn perasaan -- nya, beliau selalu disukai orang dl pergaulan
kesot ke.sot [v] ber.ke.sot v maju berangsur-angsur dng menggeserkan pantat (spt anak yg belum pandai berjalan, orang lumpuh)
kesting kes.ting [ark n] kain (bahan baju dsb), biasanya berwarna hitam
kesu-kesi ke.su-ke.si [n] bunyi spt orang berbisik-bisik
kesuh-kesih ke.suh-ke.sih [n] bunyi "ngih, ngih" (spt orang sakit bengek) (tt bernapas)
kesuksesan ke.suk.ses.an [n] keberhasilan; keberuntungan: kebanyakan orang senang mempelajari -- orang lain untuk ditiru
kesunyian ke.su.nyi.an [n] (1) perihal sunyi; keheningan; kelengangan; kesenyapan: siulan burung itu memecah -- malam; (2) merasa sunyi (krn seorang diri dsb); kesepian: semenjak anak istrinya pergi, ia --
ketagihan ke.ta.gih.an [v] terus-menerus meminta (ingin): sekali diberi kau pasti ~; (2) a merasa sangat ingin akan sesuatu (merokok, minum kopi, dsb) krn sudah menjadi kebiasaan: ia ~ makan durian
ketakaburan ke.ta.ka.bur.an [n] perihal atau sifat takabur; kesombongan: -- membuat orang ingkar pd kebenaran
ketakar-keteker ke.ta.kar-ke.te.ker [v] menggapai-gapai (orang jatuh yg berusaha bangun)
ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul [pb] orang yg memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan spt yg dinasihatkannya itu
ketam sentada ketam beracun yg dapat membunuh orang
ketan ke.tan [n] beras pulut, kalau dimasak biasanya menjadi lengket atau lekat; Oryza sativa
ketang ke.tang [ark a] (1) erat mengikat (spt memakai ikat pinggang yg erat); (2) sempit atau ketat (tt baju): kemeja anak itu terlalu -- [n] ikan laut; kendang, Scatophagus argus; -- lada ikan laut, Siganidae , -- tanduk n tumbuhan jenis pakan jantan; Kibara chartacea /kEtang/, -- kenari ketam besar dan kuat yg hidup di daerah pantai yg berbatu, biasa makan buah nyiur (terdapat di Ternate dan sekitarnya)
ketegar ke.te.gar [a] tidak mau menurut kata (nasihat) orang; keras kepala; tegar hati
keteladanan ke.te.la.dan.an [n] hal yg dapat ditiru atau dicontoh: tidak perlu kita ragukan lagi ~ nya sbg orang tua
ketempuhan ke.tem.puh.an [v] (1) terpaksa atau wajib mengganti kerugian (krn merusakkan dsb): krn menyerempet mobil lain, ~ Rp250.000,00; (2) mendapat celaan (cercaan dsb); (3) mendapat malu (cela dsb) krn kesalahan orang lain: krn perbuatan temanku itu, aku jadi ~
keterampilan bahasa ke.te.ram.pil.an bahasa [Ling] kecakapan seseorang untuk memakai bahasa dl menulis, membaca, menyimak, atau berbicara
ketergantungan ke.ter.gan.tung.an [n] (1) hal (perbuatan) tergantung; (2) Psi perihal hubungan sosial seseorang yg tergantung kpd orang lain atau masyarakat; (3) Dik keadaan seseorang yg belum dapat memikul tanggung jawabnya sendiri
keterkaitan ke.ter.ka.it.an [n] (1) hal (perbuatan) terkait; (2) keadaan (seseorang, badan, dsb) yg belum dapat mandiri, ketergantungan: sektor ekonomi yg tumbuh pesat dan padat modal itu ternyata hanya memiliki ~ yg kecil sekali dng sektor tradisional dan sektor informal
ketiau ke.ti.au [n] (1) pohon yg kayunya untuk bangunan rumah, bijinya biasa dibuat minyak; Ganua motleyana; (2) biji dr pohon ketiau
ketiban pulung [cak] (1) beroleh bahagia (anugerah, hadiah, pangkat, dsb); kejatuhan bintang; (2) mendapat kemalangan (kesulitan) akibat perbuatan orang lain
ketiga ke.ti.ga [num] (1) tingkatan sesudah yg ke-2; urutan yg ke-3; yg nomor tiga: edisi ~; jilid yg ~; (2) kumpulan yg berjumlah tiga: ~ orang itu segera dibawa ke kantor polisi
ketimbul ke.tim.bul [n] (1) pohon besar yg kayunya tidak keras, daunnya lebar berbulu halus dan berbentuk spt tangan terentang, buahnya bulat sebesar kelapa, berdaging dan berbiji, spt buah nangka, biasa dimakan sbg sayur; keluih; Artocarpus communis; (2) buah ketimbul
ketinggian ke.ting.gi.an [n] hal (keadaan dsb) tinggi; (2) n (tempat dsb) yg lebih tinggi letaknya; (3) a terlampau tinggi: gantungan baju itu letaknya ~ sehingga agak sulit bagi saya yg pendek ini untuk menjangkaunya; (4) n tinggi suatu titik di atas bidang acuan yg biasanya digunakan tinggi rata-rata dr permukaan laut: pendaki gunung itu tewas di ~ 3.700 m
ketiplak ke.tip.lak [n] tiruan bunyi orang berjalan memakai bakiak (sandal dr kayu): kami pulang bersama-sama sambil menikmati irama -- bakiak kami dl gelap