Arti kata/frase "orak sila" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/orak-sila

Halaman ini menjelaskan kata atau frase orak sila menurut KBBI Edisi III

orak sila: bangkit berdiri dan pergi

Lebih lanjut mengenai orak sila

orak sila terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 653 kata terkait yakni sebagai berikut:

sila si.la [v] si.la.kan v sudilah kiranya (kata perintah yg halus): -- duduk [v] duduk dng kaki berlipat dan bersilang: mengorak -- , bangkit dr duduknya [n] (1) aturan yg melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa; (2) kelakuan atau perbuatan yg menurut adab (sopan santun); (3) dasar; adab; akhlak; moral: -- dalam Pancasila saling terkait
orak , meng.o.rak v menguraikan, membuka, mengungkai (tali, lingkar, gelung, dsb) [v] meng.o.rak v menimba: kelasi itu -- air dr perahu
silang sengketa silang selisih
orak sila bangkit berdiri dan pergi
sila panggung duduk bersila lututnya terangkat
silabis si.la.bis [a Ling] (1) bersangkutan dng silabe; (2) dapat berdiri sendiri sbg suku kata
silah si.lah, si.lah.kan [Lihat {sila}]
silakanlah si.la.kan.lah [v] silakan
silalah si.la.lah [v] silakan
silap si.lap [a] (1) salah penglihatan (penglihatan atau perasaannya berlainan dng keadaan sebenarnya); (2) kl silap mata; sulap
silap mata salah penglihatan; (2) silau; (3) tidak sadar; (4) kurang hati-hati; (5) sulap
silat lidah bersilat kata persilatan kata
silaturahim si.la.tu.ra.him [Lihat {silaturahmi}]
orak pura membayar utang
orak selimut membuka selimut
orak senyum tersenyum
orak-arik [a] (1) campur aduk; kacau balau: mengapa barang-barangku menjadi -- begini?; (2) masakan kol yg diiris-iris halus dicampur dng telur kocok, dicampur dng daging cacah atau udang
orakel ora.kel [n] (1) ramalan atau pesan yg diberikan oleh orang suci atas petunjuk dewa pd zaman Yunani Kuno; (2) keajaiban
sila angkat duduk dng meletakkan betis di atas paha yg sebelah
silabel si.la.bel [n Ling] suku kata
silabus si.la.bus [n] (1) Dik kerangka unsur kursus pendidikan, disajikan dl aturan yg logis, atau dl tingkat kesulitan yg makin meningkat; (2) ikhtisar suatu pelajaran
silaf si.laf [Lihat {khilaf}]
silalatu si.la.la.tu [Sd n] benda-benda ringan berasal dr benda yg terbakar dan beterbangan bila tertiup angin
silam si.lam [a] (1) gelap; kelam; redup: hari sudah --; (2) sudah tenggelam (tt matahari): pd -- matahari, pd waktu senja; (3) lenyap; hilang: ia terus saja mengenang kejayaan dan kebesaran nenek moyangnya yg telah --; (4) sudah lampau (tt masa dsb): masa -- , masa lalu; zaman dahulu
silampukau si.lam.pu.kau [n] burung kepodang
silang si.lang [n] (1) tanda yg berupa satu garis dipotong garis yg lain, spt X, +; (2) kayu palang; (3) salib [v] (1) kawin campur (bukan sesuku, segolongan, dsb); (2) membibitkan dng mencampur (tt tumbuh-tumbuhan) [v] selang
silang dalam [Bio] perkawinan antara individu-individu yg masih memiliki pertalian keluarga yg dekat yg dapat meningkatkan jumlah ras tanaman atau hewan
silang empat jalan simpang empat
silang pendapat [ki] (1) tukar pendapat; (2) bertentangan pendapat
silang selimpat kusut tidak keruan; amat sulit; kacau balau; (2) main cari-carian
silang selisih saling berpapasan; saling memotong; (2) pertikaian; percekcokan
silang siur simpang siur
silang-menyilang si.lang-me.nyi.lang [v] bersimpang siur (tt lalu lintas); bertumpuk palang-memalang
silangan si.lang.an [n] hasil menyilangkan
silap hati tidak ingat apa-apa lagi (krn sangat marah, kalah berjudi, dsb); terlupa: ketika itu saya sedang -- hati
silap mata pecah kepala [pb] kalau kurang waspada dl suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa [pb] kalau kurang penjagaan dl suatu pekerjaan yg berbahaya, binasalah akhirnya
silara si.la.ra [n] daun yg telah tua (kering); selara
silase si.la.se [n] batang-batang jagung yg dipotong (disabit) pd waktu tanaman tsb masih berwarna hijau, kemudian disimpan [n] cara mengawetkan hijauan pakan ternak dl bentuk segar (basah)
silat si.lat [n] olahraga (permainan) yg didasarkan pd ketangkasan menyerang dan membela diri, baik dng menggunakan senjata maupun tidak
silat kata berdalih atau berhelat; memutar-balikkan perkataan perihal mengadu kepandaian berkata; perdebatan
silaturahmi si.la.tu.rah.mi [n] tali persahabatan (persaudaraan): malam --; tali --
silau si.lau [a] (1) berkilau-kilau pandangannya, tidak dapat melihat nyata krn terlampau terang cahayanya: -- mata apabila memandang matahari; (2) ki sangat kagum (tertarik, terpesona) sehingga tidak dapat melihat kenyataan (yg sebenarnya): dia -- dng kekayaannya hingga mau saja dikawini [kl v] me.nyi.lau v meninjau (sesuatu yg jauh letaknya); mengunjungi: dan juru batu pun -- ke laut, tampaklah ular-ular di tiang bendera
asusila asu.si.la [a] tidak susila; tidak baik tingkah lakunya
bercorak ber.co.rak [v] (1) mempunyai corak; beragi; bergambar (tt kain dsb): bahan yg ~ kecil-kecil lebih cocok untukmu; kain ~ batik Pekalongan; (2) berwarna (pd dasar): pelangi ~ tujuh; kain putih ~ hitam; (3) ki bersifat; berupa (berpaham dsb): perkumpulan ini tidak ~ politik
bersila ber.si.la [v] duduk dng melipat kaki yg bersilangan: duduk -
bersilangan ber.si.lang.an [v] (1) bersilang; (2) silang-menyilang
bersilat ber.si.lat [v] bermain silat; bermain atau berkelahi dng menggunakan ketangkasan menyerang dan mempertahankan diri
bersorak-sorai ber.so.rak-so.rai [v] bersorak beramai-ramai: para remaja -- kegirangan sambil berjoget
bersusila ber.su.si.la [v] mempunyai sifat susila
cek silang [Ek] cek yg pd halaman mukanya diberi dua garis sejajar menyerong yg ditarik dr sisi kiri bawah ke sisi kanan atas, tanpa memuat keterangan apa pun (silang umum atau memuat nama bank silang khusus) yg tertulis di antara kedua garis itu
corak bangunan desain bangunan; -- kasual corak yg sederhana: untuk memunculkan -- kasual, dipilih kerah yg berkancing dan berwarna cerah
delik susila delik berupa pelanggaran susila
demokrasi Pancasila demokrasi yg berdasarkan sila Pancasila yg dilihat sbg suatu keseluruhan yg utuh
duduk bersila duduk dng kaki terlipat bersilangan di depan
film silat film yg mengisahkan tt cerita Cina dng banyak menampilkan adegan perkelahian dng adu ketangkasan bermain silat
horak ho.rak ? orak
jago silat orang yg pandai bersilat
katup pangkal-tengkorak tulang rawan berbentuk spt daun yg terletak dan menutupi lubang masuk pangkal tengkorak
kelenjar maksila [Bio] kelenjar yg merupakan alat ekskresi yg bermuara di pangkal maksila udang
kesilauan ke.si.lau.an [n] perihal (keadaan) silau; (2) v disilaukan oleh; menjadi silau krn
kesusilaan ke.su.si.la.an [n] (1) perihal susila; yg berkaitan dng adab dan sopan santun; (2) norma yg baik; kelakuan yg baik; tata krama yg luhur;
latihan silang la.tih.an silang latihan kemajuan dl keterampilan motorik pd salah satu tubuh yg tidak dilatih ~ staf Mil latihan taktis dng para peserta, terdiri atas personel staf satuan, markas, dan perhubungan
memincuk silang me.min.cuk silang [Dok] saat yg pd proses itu kromosom homolog menjadi putus, kemudian bertukar dng bagian kromosom yg bersesuaian
memorak-perandakan me.mo.rak-pe.ran.da.kan [v] memorak-porandakan
memorak-porandakan me.mo.rak-po.ran.da.kan [v] menjadikan porak-poranda; memorak-perandakan: perbuatan sabotase itu ~ semua rencana yg sudah disusun
mempersilangkan mem.per.si.lang.kan [v] membuat menjadi bersilang
menanjakkan silat me.nan.jak.kan silat pergi ke negeri lain untuk bertanding silat atau mengajarkan silat
mengalih sila meng.a.lih sila berpindah duduk
mengikat silaturahmi meng.i.kat silaturahmi bersilaturahmi
menyoraki me.nyo.raki [v] bersorak-sorak thd (kpd): mereka -- tim yg menang dl pertandingan itu
negara Pancasila negara yg menggunakan Pancasila sbg dasar negara; negara Indonesia
osilator osi.la.tor [n Fis] peranti yg menghasilkan osilasi listrik (seperti generator berfrekuensi radio)
Pancasila Pan.ca.si.la [n] dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yg terdiri atas lima sila, yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasilais Pan.ca.si.la.is [n] penganut ideologi Pancasila yg baik dan setia: anggota DPR Republik Indonesia haruslah seorang --
penghasilan bersih peng.ha.sil.an bersih seluruh penghasilan setelah dikurangi biaya
penghasilan kotor peng.ha.sil.an kotor seluruh penghasilan yg belum dikurangi biaya
pengorak peng.o.rak [n] (1) orang yg mengorak; (2) alat untuk mengorak
pengorak-arik peng.o.rak-a.rik [n] (1) orang yg mengorak-arik; (2) alat untuk mengorak-arik
penyorak pe.nyo.rak [n] orang yg bersorakan atau menyoraki (orang yg memberi dukungan semangat dl perlombaan dsb)
persilangan per.si.lang.an [n] (1) hal bersilang; (2) pertemuan atau persimpangan jalan dsb [n Bio] usaha yg menyebabkan terjadinya perkawinan antara dua individu yg berbeda galur, ras, atau jenisnya
persilatan per.si.lat.an [n] perihal bersilat: dunia -- sudah berkembang
pesilat pe.si.lat [n] orang yg bersilat; olahragawan silat
polisi susila polisi yg mengamat-amati pelanggaran susila
porak-parik po.rak-pa.rik [a] porak poranda
porak-peranda po.rak-pe.ran.da [a] porak poranda
porak-poranda po.rak-po.ran.da [a] (1) cerai-berai tidak keruan; berserakan; terserak ke mana-mana; porak-peranda; 2 kacau-balau; kucar-kacir; morat-marit
protoraks pro.to.raks [n Zool] ruas pertama (terdepan) pd bagian toraks tubuh serangga
salasilah sa.la.si.lah [Lihat {silsilah}]
sefalotoraks se.fa.lo.to.raks [n] persinggungan kepala dan toraks
sorak semarai sorak-sorai
subsidi silang subsidi dr pemerintah (atau badan swasta) kpd yg kurang mampu yg berasal dr mereka yg mampu (msl harga bensin naik banyak dng maksud untuk memberi subsidi kpd pemakai minyak tanah yg umumnya rakyat kurang mampu; ongkos pasien kaya ditinggikan untuk membantu pasien kurang mampu): dicari upaya untuk menumbuhkan -- silang antara pasien yg mampu dan yg kurang mampu
susila su.si.la [a] baik budi bahasanya; beradab; sopan: semua orang akan senang melihat remaja yg -- thd orang tua; (2) n adat istiadat yg baik; sopan santun; kesopanan; keadaban; kesusilaan: orang yg merasa terpelajar sudah seharusnyalah mengenal --; (3) n pengetahuan tt adab: di sekolah dasar anak-anak mulai diajar --
tanda silang dua garis yg bersilang
tari pencak silat tarian yg menggunakan unsur gerakan pencak silat
teka teki silang teka-teki gambar (dng mengisi huruf dsb dl petak-petak gambar dsb): -- silang dng hadiah menarik banyak termuat pd surat kabar harian
tempik sorak berbagai-bagai pekik dan sorak (dl perang dsb): ketika didengarnya -- sorak, mereka (pun) berlarian
tepuk sorak tepuk tangan dan sorak
tersilang ter.si.lang [v] berada dl keadaan bersilang; disilangkan
tersilau ter.si.lau [v] disilaukan; menjadi silau
torak to.rak [n] (1) alat tenun berupa tabung kecil yg dalamnya berisi kumparan benang pakan: batang -- , tangkai torak; (2) El bagian dr mesin atau motor yg bergerak mondar-mandir dl suatu silinder krn tenaga uap atau krn pembakaran bahan bakar
tunasusila tu.na.su.si.la [a] tidak mempunyai susila; lonte; pelacur
wasilat wa.si.lat [Lihat {wasilah}]
aksara silabis sistem tulisan yg menggunakan satu lambang untuk satu suku kata
aksila ak.si.la [n Bot] sudut antara tangkai daun dan batang tempat tunas tumbuh; ketiak daun
alah sabung menang sorak [pb] biarpun kalah, masih tinggi juga cakapnya
anak torak perkakas tenun pemintal benang
anorak ano.rak [n Olr] parka tanpa kancing di depan, cara memakainya dng memasukkannya melalui kepala spt kaus oblong
asam asetilsalisilat [Kim] hablur tanpa warna, banyak digunakan dl bentuk tablet sbg analgesik dan antipiretik; aspirin; C9H8O4
asam karboksilat [Kim] asam organik yg mengandung gugusan karboksil
asilabis asi.la.bis [a Ling] tidak dapat membentuk suku kata atau tidak dapat menjadi inti suku kata (tt bunyi bahasa)
awan bersilap jenis ragam hias yg rumit
basilari ba.si.la.ri [a Dok] berkenaan dng basil atau bentuk spt batang
bersilaju ber.si.la.ju [v] berlomba (bercepat-cepatan); adu cepat (tt kapal, perahu, dsb)
bersilang ber.si.lang [v] (1) saling memotong (memalang) antara dua garis dsb: membuat tanda dua garis -; tangannya -- di dada; (2) ki berselisih jalan dsb; berpapasan: -- jalan [v] berselang: perkataan keji keluar -
bersilap ber.si.lap [v] bermain sulap
bersilaturahmi ber.si.la.tu.rah.mi [v] mengikat tali persahabatan (persaudaraan): mereka -- ke rumah sanak saudaranya
bersorak ber.so.rak [v] berteriak-teriak "hore hore" dsb; bergembira (bersuka-suka) dng berteriak-teriak: penonton -- gemuruh
borak bo.rak [Lihat {burak}]
boraks bo.raks [n Kim] bahan pembersih (antiseptik; zat pembantu melelehkan zat padat) yg berupa hablur (kristal) berwarna kuning atau serbuk berwarna cokelat
buku silsilah buku yg berisikan catatan asal-usul keturunan seseorang; (2) Tern buku yg berisikan catatan asal-usul ternak (mengenai keturunan asalnya) yg dilengkapi dng kemampuan produksinya masing-masing
bulat torak bulat buluh
corak co.rak [n] (1) bunga atau gambar (ada yg berwarna-warna) pd kain (tenunan, anyaman, dsb): -- kain sarung ini kurang bagus; besar-besar -- kain batik itu; (2) berjenis-jenis warna pd warna dasar (tt kain, bendera, dsb): dasarnya putih, -- nya merah; (3) ki sifat (paham, macam, bentuk) tertentu: perkumpulan itu tidak tentu -- nya; -- politiknya tidak tegas
corak-carik co.rak-ca.rik [a] banyak cariknya; koyak-koyak; cabik-cabik
dahulu sorak kemudian tohok [pb] menggembar-gemborkan sesuatu yg belum terjadi (belum terbukti)
dasasila da.sa.si.la [n] sepuluh ketentuan dasar
dasasila Bandung sepuluh ketentuan dasar yg merupakan hasil keputusan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pd tahun 1955
diagram silsilah gambaran visual hubungan genealogis antara bahasa berkerabat dl keluarga atau kelompok bahasa
disilabik di.si.la.bik [a Ling] terjadi dr dua suku kata
duktus torakikus [Dok] pembuluh getah bening terpenting yg menghimpun semua getah bening dr tungkai, perut, dada, dan punggung sebelah kiri yg bermuara pd pembuluh darah balik di bawah selangka kiri
dursila dur.si.la [a] buruk kelakuan; jahat
garis silang garis yg saling memotong satu dng lainnya
ilmu wasilah ilmu dan kepandaian menghubungkan diri dng roh
isosilabisme iso.si.la.bis.me [n Ling] ciri bahasa bertempo suku kata dng tiap-tiap suku kata diucapkan dl waktu yg lebih kurang sama, baik dl ujaran cepat maupun dl ujaran lambat
kayu silang kayu palang
keberhasilan ke.ber.ha.sil.an [n] perihal (keadaan) berhasil
kelorak ke.lo.rak [n] tumbuhan memanjat, biasa ditanam di pagar, daunnya dibuat sayur, berbunga putih; Laphaterium grocite
konsonan ambisilabis [Ling] konsonan yg menjadi transisi dr dua suku kata
konsonan silabis [Ling] konsonan yg mendukung puncak kenyaringan dl suku kata
maksila mak.si.la [n Bio] tulang rahang atas yg terdapat pd vertebrata
mempersilakan mem.per.si.la.kan [v] minta secara lebih hormat supaya
menggelorakan meng.ge.lo.ra.kan [v] menjadikan bergelora; mengobarkan (semangat dsb)
mengorak-arik meng.o.rak-a.rik [v] mencampuradukkan; mengacaubalaukan: dialah yg -- buku-buku di kamar kerjamu
menyorakkan me.nyo.rak.kan [v] menyerukan; meneriakkan dng suara nyaring: -- barang-barang yg akan dilelang; mereka -- pekik kemerdekaan yg menggembirakan hati rakyat
mesotoraks me.so.to.raks [n Zool] daerah tengah dada, biasanya mengandung pasangan sayap pertama dan pasangan sayap kedua, spt pd serangga
monosilabel mo.no.si.la.bel [n Ling] kata yg terdiri atas satu suku kata
monosilabisme mo.no.si.la.bis.me [n Ling] gejala banyaknya kata yg bersuku satu dl struktur fonologi dan morfologi suatu bahasa
morak mo.rak, mo.rak-ma.rik [Lihat {morat-marit}]
nonsilabis non.si.la.bis [a Ling] (bunyi bahasa yg) tidak dapat menjadi inti suku kata, msl bunyi pertama dan ketiga dl hati
norak no.rak [a cak] (1) merasa heran atau takjub melihat sesuatu; (2) sangat berlebih-lebihan; kurang serasi (tt dandanan dsb); kampungan: pakaianmu -- , pantas saja banyak orang tertawa
norma susila aturan yg menata tindakan manusia dl pergaulan sosial sehari-hari, spt pergaulan antara pria dan wanita
osilasi osi.la.si [n] (1) gerakan (goyangan) ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah atau ke depan dan ke belakang; ayunan; getaran; (2) Fis setiap peristiwa yg berubah secara berkala atau bolak-balik antara dua nilai
pajak penghasilan pajak pendapatan
pasilan pa.si.lan [n] benalu; parasit
pasilan kelapa tumbuhan benalu yg dapat dibuat obat; Drynaria rigidula
pemfosilan pem.fo.sil.an [n] hal (keadaan, proses) menjadi fosil
pencak silat kepandaian berkelahi, seni bela diri khas Indonesia dng ketangkasan membela diri dan menyerang untuk pertandingan atau perkelahian
penghasilan peng.ha.sil.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menghasilkan; (2) pendapatan; perolehan (uang yg diterima dsb): ~ nya cukup untuk makan saja
pohon silsilah daftar asal-usul keluarga hewan yg disusun dl bentuk pohon; (2) susur galur (keturunan)
sambung tali silaturahmi menyambung tali persahabatan
segan orak lingkar [ki] sangat malas
sehabis kelahi teringat silat [pb] sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, baru teringat cara yg baik untuk menyelesaikannya
sepak sila tendangan dng kaki sebelah dalam
sepupu silang anak dr saudara perempuan ayah dan anak dr saudara laki-laki ayah
serbuk silang penyerbukan yg terjadi antara tepung sari dr bunga suatu tanaman dan putik dr bunga tanaman lain
silsilah sil.si.lah [n] (1) asal-usul suatu keluarga berupa bagan; susur galur (keturunan): menurut -- nya, ia berasal dr keluarga baik-baik; (2) catatan yg menggambarkan hubungan keluarga ternak sampai beberapa generasi; (3) Ling penggambaran hubungan antara bahasa induk dan bahasa-bahasa turunan dl keluarga bahasa
sorak so.rak [n] suara teriak dan pekik (tanda gembira atau senang): terdengar -- anak-anak yg sedang bermain
sorak-sorai so.rak-so.rai [n] suara teriak dan pekik beramai-ramai (tanda gembira, menghina, dsb): -- penonton terdengar saat menyaksikan pertandingan final sepak bola
stensilan sten.sil.an [n] hasil merekam atau mencetak dng stensil; rekaman atau cetakan yg dihasilkan oleh stensil; cetakan stensil
susilat su.si.lat [Jk n] sakit bengkak bernanah di leher
tali silaturahmi hubungan persaudaraan
tamsilan tam.sil.an [n] perumpamaan; ibarat; contoh
tanda rujuk silang tanda panah ( ? ) yg dipakai untuk mengacu kpd hal lain yg dijadikan acuan
tata susila adat sopan santun; etika
tengkorak teng.ko.rak [n] bagian yg keras dan bertulang dr kepala dan berfungsi melindungi otak; tulang kepala; kranium
terorak ter.o.rak [v] terurai; terbuka; terungkai
tersila ter.si.la [v] terserah; pulang maklum kpd: -- kepadamulah, mau pergi atau tidak
tersilam ter.si.lam [a] paling lampau; kemalaman
toraks to.raks [n] (1) Anat dada; (2) Zool bagian kedua atau bagian di belakang kepala pd tubuh serangga yg terdapat tiga pasang kaki dan satu atau dua pasang sayap
usilan usil.an [a] suka usil; bersifat usil: jika ada gadis lewat, kontan aksi ~ nya muncul; pemuda itu ~ benar
wanita tunasusila pelacur
wasilah wa.si.lah [Ar n] ikatan; perhubungan; pertalian
abdomen ab.do.men [n Bio] (1) bagian tubuh berupa rongga perut yg berisi alat pencernaan; (2) bagian di antara sekat rongga badan dan pinggul (perut bagian bawah); (3) bagian tubuh di belakang dada (toraks) pd antropoda
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
adalah ada.lah [v] (1) identik dng: Pancasila -- falsafah bangsa Indonesia; (2) sama maknanya dng: Desember -- bulan kedua belas; (3) termasuk dl kelompok atau golongan: saya -- pengagum Ki Hajar Dewantara
akustika akus.ti.ka [n ] cabang ilmu fisika yg menyelidiki penghasilan, pengendalian, penyampaian, penerimaan, dan pengaruh bunyi
algoritme al.go.rit.me [n] (1) prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dl langkah-langkah terbatas: pd sistem FM ini osilator dirangkaikan menurut pola modulasi frekuensi yg disebut --; (2) Man urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah
alku al.ku [kl n] induk semang wanita tunasusila; jaruman; muncikari; germo
alur leher lekuk pd sefalotoraks yg membatasi kepala dan dada, spt pd udang
aluran alur.an [n] (1) lekuk memanjang di sungai dsb; (2) silsilah kekeluargaan, susur galur
amburadul am.bu.ra.dul [a cak] centang perenang; berantakan; porak-poranda: para penghuni di sekitar tempat itu hanya mampu diam dan kesal, tanpa dapat berbuat apa-apa menyaksikan keadaan yg --
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
anggrek ang.grek [n] (1) tumbuhan pasilan yg bunganya indah dan banyak macamnya, Orchidaceae; -- bulan Phalaenopsis amabilis
anjangsana an.jang.sa.na [n] (1) kunjungan untuk melepaskan rasa rindu; (2) kunjungan silaturahmi (ke rumah tetangga, saudara, kawan lama, sahabat)
anyam [v] , meng.a.nyam v mengatur (bilah, daun pandan, dsb) tindih-menindih dan silang-menyilang (spt membuat tikar, bakul)
asam aromatik [Kim] senyawa organik rantai tertutup spt kumpulan benzena yg mengandung gugus asam karboksilat
asam lemak [Kim] turunan asam karboksilat, terdapat di dl lemak, minyak tumbuhan, atau binatang
aspirasi as.pi.ra.si [n] (1) harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang: Garis-Garis Besar Haluan Negara pd hakikatnya adalah -- bangsa; (2) ilham yg timbul dl mencipta [n Ling] artikulasi konsonan hambat yg disertai letupan napas yg cukup keras sehingga dapat didengar
aspirin as.pi.rin [n] obat sakit kepala (pilek, demam), berupa puyer atau tablet berwarna putih; asam asetilsalisilat
ateistis ate.is.tis [a] bersifat tidak mengakui adanya Tuhan: propaganda yg -- bertentangan dng Pancasila
autodin au.to.din [n El] elemen tabung yg sama, berfungsi serentak sbg osilator dan detektor (tt sirkuit listrik)
awan [n] (1) kelompok butiran air, es, atau kedua-duanya yg tampak mengelompok di atmosfer; mega; (2) titik-titik air yg halus dng diameter 0,02-0,06 mm; (3) nama berbagai-bagai corak ukiran (perhiasan, lukisan, pola) spt -- biji timun dan -- bunga cengkih; (4) ki tempat yg tinggi sekali: anganku melayang jauh tinggi di -- [n Zool] kera yg bertangan panjang; (kera) ungka
azmat az.mat [kl a] hebat; ramai sekali: tempik sorak kawan dan musuh terlalu -- bunyinya
babun ba.bun [n] kera genus Papio yg terdapat di Asia dan Afrika [n] alat musik jenis gendang (dr Kalimantan Selatan), biasanya dipakai untuk mengiringi pencak silat atau pertunjukan wayang
badar ba.dar [n] ikan kecil-kecil (spt teri) [kl n] nama lauk-pauk [Ar a ] (1)purnama (tt bulan); (2)ki sangat cantik: mukanya spt bulan -- waktu malam [n] batu hablur untuk permata cincin (batu dr Badar, tempat Nabi Muhammad saw. memperoleh kemenangan besar) [kl n] , -- sila kain putih yg halus; raja badar
bah [n] air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir [p] (1) kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; (2) Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !
bancik ban.cik [n] kuda-kuda dr kayu yg menahan berat gendang, biasanya berbentuk spt dua huruf x yg dihubungkan titik silangnya
bandul ban.dul [n] (1) buaian (lonceng dsb); (2) benda yg digantungkan sbg pemberat; (3) Fis batang tegar atau tali yg satu ujungnya dihubungkan dng bola atau silinder pembobot dng massa tertentu dan ujung lainnya diikatkan pd suatu titik tetap sehingga ujung yg mempunyai pembobot dapat bergantung bebas dan berayun dng kala (periode) tertentu; (4) Fis pembobot yg dapat berayun dr suatu sistem ayunan; (5) Olr pukulan yg diayunkan dr bawah ke atas (terutama dl olahraga pencak silat)
bangkit bang.kit [v] (1) bangun (dr tidur, duduk) lalu berdiri: ia -- dr duduknya; ia -- berdiri sambil mempersilakan tamunya duduk; (2) bangun (hidup) kembali: -- dr kubur; (3) timbul atau terbit (tt marah): -- amarahnya mendengar ejekan itu; (4) kambuh (tt penyakit): penyakitnya yg lama --; (5) beterbangan ke udara (tt debu dsb): debu pun -- ke udara; (6) mulai memuai (tt adonan): krn banyak raginya, adonan itu cepat --
bangsa murni [Tern] kelompok ternak berdarah murni, tidak tercampur dng darah bangsa ternak lain, yg dapat berasal dr persilangan beberapa bangsa (murni) untuk membentuk kelompok bibit awal yg kemudian dibentuk melalui seleksi beberapa generasi menjadi suatu bangsa murni baru
bantal guling bantal panjang, bulat torak bentuknya
batik Pekalongan (kain) batik yg dibuat dng corak dan gaya Pekalongan
batik Sala (kain) batik yg dibuat dng corak dan gaya Sala
batik Yogya (kain) batik yg dibuat dng corak dan gaya Yogyakarta
batok kepala tulang kepala; tengkorak
batu runtuh riuh rendah (spt sorak yg ramai)
bekisar be.ki.sar [n] ayam hasil persilangan antarspesies, yakni antara ayam hutan (jantan), Gallus varius, dan ayam piaraan (ayam jinak) betina, Gallus domistica
belanja mati penghasilan yg sudah pasti (tertentu) jumlahnya
benalu be.na.lu [n] (1) tumbuhan yg menumpang pd tanaman lain dan mengisap makanan dr tanaman yg ditumpanginya; pasilan; (2) ki orang yg menumpang hidup pd orang lain
benggala beng.ga.la [n] sapi keturunan asal Zebu (Benggala) yg berciri gagah, tegap, kuat, berwarna putih sampai keabu-abuan, diternakkan (secara silang) di Indonesia sbg sapi pedaging dan sapi penarik (ternak kerja)
beranggap-anggapan ber.ang.gap-ang.gap.an [kl v] berganti-ganti mempersilakan (mengajak) minum (menari): maka sekalian hulubalang itu pun ~ lah
beranjangsana ber.an.jang.sa.na [v] (1) berkunjung untuk melepaskan rasa rindu; (2) berkunjung untuk bersilaturahmi
berblirik ber.bli.rik [v] mempunyai corak lurik, berbintik-bintik hitam putih
berempat ber.em.pat [num] berjumlah empat (empat banyaknya): lalu kami ~ dipersilakan masuk
bergayung ber.ga.yung [v] bermain gayung (bertikam, bersilat, dsb)
beriak be.ri.ak [v] bergerak mengombak (tt air, udara): udara yg tenang mulia ~ , silau mata memandangnya [v] berdahak; mengeluarkan dahak
berideologi ber.i.de.o.lo.gi [v] mempunyai (menganut) ideologi: bangsa Indonesia ~ Pancasila
berkeluarga ber.ke.lu.ar.ga [v] (1) berumah tangga; mempunyai keluarga: bagi orang yg sudah ~ penghasilan sebanyak itu tidak akan cukup; (2) bersanak saudara (dng); berkerabat (dng): ia masih ~ dng kepala kampung; (3) menikah; mempunyai istri (suami): ia akan ~ kalau sudah menjadi sarjana
berlaju-laju ber.la.ju-la.ju [v] bersilaju
bermodalkan ber.mo.dal.kan [v] menggunakan sbg modal; menggunakan sesuatu sbg modal: jalan itu dibangun dng -- penghasilan desa yg berupa iuran hasil pertanian
bermotif ber.mo.tif [v] (1) mempunyai pola; bercorak: gaun yg dipakai-nya -- kembang-kembang besar; (2) mempunyai motif (sebab, alasan, latar belakang, dsb): penculikan itu ternyata -- pemerasan
berpadu ber.pa.du [v] (1) menjadi satu benar; luluh dan bercampur menjadi satu: angin laut dan desir ombak ~ suara; (2) beku dan menjadi keras (tt darah, air gula, dsb): darahnya ~; (3) kukuh krn telah disatukan: partai-partai politik ~ dl satu asas, Pancasila; (4) bercampur (dng): suka dan duka ~ mengharu hati
berpangkal tolak ber.pang.kal to.lak [v] mempunyai pangkal tolak; berawal dr: pernyataan tt Pancasila sbg ideologi terbuka ~ pd pemahaman yg tepat tt ideologi nasional kita itu
berpedoman ber.pe.do.man [v] (1) memakai pedoman: kita bentuk warga negara yg ber-Pancasila dan ~ kpd haluan negara; (2) menuju, mengarah (ke) ...; berpegang (kpd); menurut contoh: dl menentukan langkahnya ia selalu ~ kpd pengalamannya
berpikir-pikir ber.pi.kir-pi.kir [v] menimbang-nimbang (baik buruknya, untung ruginya, dsb): silakan ~ dahulu, saya beri waktu dua hari
berseluk ber.se.luk [v] (1) belit-membelit (spt dua tiga akar dsb); berbelit: akarnya -; (2) dibelitkan; dililitkan: berselendang sutra merah jambu -- di leher; (3) berbelok; berkelok: tahu di karang nan melintang, tahu di angin nan -- ; (4) silang-siur; simpang-siur: di sana-sini -- berbagai-bagai kendaraan
bersendi ber.sen.di [v] mempunyai sendi; ada sendinya [v] (1) memakai batu sendi; (2) berdasar pd; berpedoman pd; berasaskan: kehidupan bangsa kita tetap -- Pancasila
berserakan ber.se.rak.an [v] berantakan; porak poranda; terletak tidak beraturan: muatan truk yg terbalik itu -- di lokasi kejadian
berserama ber.se.ra.ma [v] (1) bermain gendang serama; (2) bermain silat (dng pedang)
bersimpang siur ber.sim.pang si.ur [v] (1) bersilang selisih; hilir mudik (tt kendaraan, perahu, dsb); (2) ki tidak keruan (tt kabar dsb)
bersimpangan ber.sim.pang.an [v] (1) bersilang jalan; berselisih jalan; (2) bertemu, tetapi masing-masing menyimpang
bertabur segan-segan ber.ta.bur segan-segan nama corak kain tenun
bertempik ber.tem.pik [v] memekik nyaring-nyaring; menjerit kuat-kuat: margasatwa ~ riuh menyambut fajar; ia ~ sorak kegirangan
bertentangan ber.ten.tang.an [v] (1) berhadapan; berhadap-hadapan: rumah saya ~ dng rumah Pak Camat; (2) berlawanan; tidak selaras: perasaan tidak selamanya ~ dng pikiran; (3) bersalahan (dng); tidak sesuai (tidak selaras, tidak cocok) dng: tindakan pemecatan buruh itu ~ dng jiwa Pancasila; (4) berselisih pendapat (paham dsb); bermusuhan; tidak sepaham (sependapat): sekarang partai politik tidak lagi ~ dl soal penghayatan dan pengamalan Pancasila
berteraskan ber.te.ras.kan [v ki] berdasarkan; berasaskan; mempunyai dasar (perjuangan dsb): Negara Republik Indonesia telah berhasil menyatukan rakyatnya ~ Pancasila
besar kayu besar bahan nya [pb] jika penghasilan besar, pengeluarannya pun besar pula
besar kayu besar bahannya ( besar periuk besar keraknya) [pb] banyak penghasilan banyak pula belanjanya
blaster blas.ter [n] (1) hasil perkawinan campuran dr dua jenis yg berbeda; hasil perkawinan silang; (2) cak peranakan (bukan keturunan asli)
blasteran blas.ter.an [n] hasil perkawinan campuran dr dua jenis yg berbeda; hasil perkawinan silang
blirik bli.rik [a] bercorak lurik, bintik-bintik hitam putih (tt bahan, kain, kulit, bulu binatang)
bor udara mesin pengebor kecil yg digerakkan secara putar atau torak maju mundur oleh udara tekan, banyak digunakan di tambang bawah tanah
borjuasi bor.ju.a.si [n] (1) golongan masyarakat yg penghasilannya melebihi penghasilan rata-rata rakyat biasa; golongan menengah ke atas; (2) sistem sosial yg dikuasai oleh golongan menengah
buang tangan mengayunkan tangan ketika berjalan; menggerakkan tangan untuk memukul dsb (spt dl silat)
buat cendol melakukan perbuatan yg bertentangan dng kesusilaan
bunga latar pelacur; wanita tuna susila
cabo ca.bo [Jk n] wanita tunasusila; perempuan lacur; pelacur; sundal
cabul ca.bul [a] keji dan kotor; tidak senonoh (melanggar kesopanan, kesusilaan): ia suka sekali berkata (berbuat) --
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
cekak ce.kak, ber.ce.kak henti, silat terkenang [pb] buah pikiran yg sudah terlambat tidak ada gunanya
celana pangsi celana yg lebar bagian bawah, panjangnya melewati lutut (dipakai untuk bermain pencak silat atau upacara adat tertentu)
cele ce.le [Jw n] kain (cita) yg coraknya berpetak-petak
centang cen.tang /cEntang/, cen.tang-pe.re.nang a tidak beraturan letaknya (malang melintang dsb); porak-parik; berantakan: segalanya ~ di ruangan itu [n] tanda koreksi, bentuknya spt huruf v atau tanda cawang [v] , men.cen.tang v memukul (menempeleng)
cerai-berai ce.rai-be.rai [a] berpisah-pisah (berpecah-pecah, bubar) tidak keruan; bongkar-bangkir; porak-parik; berantakan
cindai sari cindai kembang; -- kembang cindai yg bercorak kembang-kembang: rok dr -- kembang itu sangat serasi dipadukan dng blus warna polos
coba co.ba [v] silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): -- lihat kalau-kalau ia ada di rumah; (2) p kata afektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb: -- , orang apa ini, begitu saja tidak dapat; (3) p seandainya; jika: -- tidak kutolong, celaka engkau
cukupan cu.kup.an [a] (1) sedang-sedang saja; tidak kurang dan tidak berlebih-lebihan: penghasilannya ~ saja; (2) lumayan: untuk sampai ke rumahnya, harus melalui halaman yg ~ luasnya
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
daftar gaji [Ek] daftar yg biasa dibuat sebulan sekali yg memuat nama, jabatan, jumlah gaji, serta potongan-potongan spt potongan pajak penghasilan dan iuran pegawai
dahulu da.hu.lu [n] (1) (waktu) yg telah lalu; (masa) lampau: lain -- lain sekarang; (2) lebih awal; paling depan: -- bajak dp jawi; (3) yg mula-mula (dikerjakan, diperbuat, dsb); dulu: -- membaca, lalu menulis; silakan duduk --; (4) lebih awal; sebelum: terlebih -- saya ucapkan terima kasih; -- dp itu
dam [n] jenis permainan dng keping-keping bulat dan papan bertapak catur; dam-dam n dam [n] corak tapak catur (tt corak kain dsb) [n] pengempang air terbuat dr beton; bendungan; tanggul [n Isl] denda krn melanggar salah satu ketentuan yg berkenaan dng ibadah haji atau umrah: membayar -- seekor kambing
dampeng dam.peng [Mk a] bersilat beramai-ramai berdekat-dekat membentuk sebuah lingkaran (lingkungan) dng diiringi nyanyian
dana pensiun dana yg keuangannya diperoleh dr iuran tetap para peserta ditambah penghasilan perusahaan yg disisihkan dan para peserta berhak memperoleh bagian keuntungan itu setelah pensiun
dasa- da.sa- [bentuk terikat] sepuluh: dasawarsa; dasasila
daya gabung [Tern] kesanggupan dua bangsa atau galur ternak untuk menghasilkan hasil persilangan yg unggul
dedikasi de.di.ka.si [n] pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian: untuk melaksanakan cita-cita yg luhur diperlukan keyakinan dan --
demokrasi formal corak pemerintahan yg semata-mata dilihat dr ada atau tidaknya lembaga politik demokrasi spt perwakilan rakyat
demokrasi langsung corak pemerintahan demokrasi yg dilakukan secara langsung oleh semua warga negara, msl dl membuat keputusan politik
demokrasi material corak pemerintahan yg menjamin kemerdekaan dan persamaan, msl kemerdekaan berpikir dan mengeluarkan pendapat, kemerdekaan berapat dan berkumpul, kemerdekaan mengatur diri sendiri yg dilandasi corak pemerintahan
demokrasi terpimpin corak pemerintahan yg untuk pertama kali diumumkan secara resmi di dl pidato Presiden Soekarno pd tanggal 10 November 1956 ketika membuka Konstituante, yaitu corak demokrasi yg mengenal satu pemimpin menuju tujuan suatu masyarakat yg berkeadilan sosial
demokrasi tidak langsung corak pemerintahan demokrasi yg dilakukan melalui badan perwakilan rakyat yg dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kpd rakyat (warga negara diberi hak turut serta menentukan keputusan politik melalui badan perwakilan rakyat)
demonstrasi de.mon.stra.si [n] (1) pernyataan protes yg dikemukakan secara massal; unjuk rasa: mereka berbondong-bondong mengadakan -- menentang percobaan nuklir; (2) peragaan atau pertunjukan tt cara melakukan atau mengerjakan sesuatu: -- pencak silat perlu diadakan guna memperoleh bibit-bibit pesilat yg baik
desain de.sain [n] (1) kerangka bentuk; rancangan: -- mesin pertanian itu dibuat oleh mahasiswa fakultas teknik; (2) motif; pola; corak: -- batik Indonesia banyak ditiru di luar negeri
desain bangunan kerangka bentuk suatu bangunan (rumah, taman, dsb); (2) motif bangunan; pola bangunan; corak bangunan
dewangga de.wang.ga [n] kain yg bergambar-gambar indah, bercorak biru atau kuning pd dasar merah
diktat dik.tat [n] (1) catatan pelajaran yg dibuat oleh siswa pd waktu mengikuti pelajaran; (2) buku pelajaran yg disusun oleh guru berupa stensilan (bukan cetakan); (3) berita yg didiktekan melalui radio
dinamisme di.na.mis.me [n] kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yg dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dl mempertahankan hidup
diorama di.o.ra.ma [n] (1) sajian pemandangan dl ukuran kecil yg dilengkapi dng patung dan perincian lingkungan spt aslinya serta dipadukan dng latar yg berwarna alami; pola atau corak tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yg dihasilkan dng menempatkan objek dan tokoh di depan latar belakang dng perspektif yg sebenarnya sehingga dapat menggambarkan keadaan yg sebenarnya; (2) pameran spesimen satwa liar atau pemandangan dl ukuran aslinya yg dilengkapi dng lingkungan alam asli dan latar yg bercat
diplo dip.lo [n Anat] jaringan tulang bentuk spons yg diapit oleh lapisan luar dan lapisan dalam dr tulang pipih, spt pd susunan tulang tengkorak
diskonto obligasi [Dag] selisih antara jumlah nominal obligasi atau sejenisnya dan jumlah penghasilan bersih dr penjualan obligasi tsb
dobel do.bel [a cak] (1) rangkap dua: ikatannya harus -- supaya kuat; (2) lipat dua: penghasilan kami sudah -- dp tahun yg lalu; (3) dua sekaligus: bulan ini uang sekolah harus dibayar --; (4) kembar: saya tidak suka yg -- spt ini, saya ingin dua, tetapi berlainan; (5) Olr bermain berpasangan; bermain ganda: dl pertandingan bulu tangkis hari ini, ia akan bermain -- dng pemain sekota asalnya
dondon don.don [n] warna atau corak (kain dsb) [Bt v] men.don.don v menggadai(kan) sawah; menyerahkan hasil tanah dng sejumlah uang sbg penukarnya
duduk du.duk [v] (1) meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dng bertumpu pd pantat (ada bermacam-macam cara dan namanya spt bersila dan bersimpuh): ia -- di tikar; (2) ada di (dl peringkat belajar): ia -- di kelas III SMU; (3) kawin atau bertunangan: anaknya telah -- dng anak hakim; (4) tinggal; diam: ia pernah -- di Bandung selama tiga tahun [n] tumbuhan palma; Caryota mitis
ekonomi lemah usaha (dagang) dng modal kecil: pengusaha -- lemah perlu mendapat perhatian pemerintah; (2) cak berpenghasilan rendah: pengaruh kenaikan harga sangat terasa bagi golongan -- lemah
eksistensi ek.sis.ten.si [n] hal berada; keberadaan: partai-partai yg -- nya memang tidak dapat dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dr percaturan politik
emblem em.blem [n] (1) rancangan atau lukisan yg mengandung makna tertentu; lambang; simbol; (2) tanda pengenal (berupa pita silang, lukisan pd kain, logam, dsb) yg dipakai orang di dada untuk menunjukkan keanggotaan suatu perkumpulan, kesatuan, angkatan, kontingen, dsb; lencana
ensefalon en.se.fa.lon [n Dok] otak bagian sumsum saraf pusat yg terdapat dl tengkorak
etmoid et.mo.id [n Anat] salah satu tulang dasar tengkorak; tulang tapis
fonetik fo.ne.tik [n Ling] (1) bidang linguistik tt pengucapan (penghasilan) bunyi ujar; (2) sistem bunyi suatu bahasa
formika for.mi.ka [n] lembaran pelapis penggilap perabot kayu, spt daun pintu, daun meja, terbuat dr bahan plastik dng warna dan corak yg bermacam-macam
fotografi fo.to.gra.fi [n] seni dan penghasilan gambar dan cahaya pd film atau permukaan yg dipekakan
frenologi fre.no.lo.gi [n] ilmu tt kepribadian seseorang melalui bentuk tengkoraknya
gaji pokok komponen dasar penghasilan seseorang yg digunakan sbg patokan untuk menghitung komponen lainnya, spt tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif; upah dasar (yg belum ditambah dng tunjangan lain)
galur murni galur yg dihasilkan melalui seleksi dan silang dl beberapa generasi
gamit ga.mit [v] , ber.ga.mit v(1) saling menyentuh dng jari (saling memberi isyarat): dua remaja itu ~ dan bertukar kerling; (2) ki berlambaian: daun pokok kayu ~; (3) ki merangkul; mendekati: Presiden ~ dng salah satu partai di tengah silang pendapat tt kebangkitan partai itu pd masa datang
garuda ga.ru.da [n] (1) burung besar pemakan daging yg menyerupai elang dan mempunyai kekuatan terbang yg luar biasa (yg sudah punah, dan sekarang hanya dl dongeng); (2) lambang negara Indonesia (berupa gambar burung garuda dng bulu sayap berjumlah 17, bulu ekor 8, bulu leher 45, cakar mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, dan berperisai lambang Pancasila di dadanya); (3) cak nama perusahaan penerbangan negara Indonesia
gelek ge.lek [v] , meng.ge.lek v (1) menggilas; melindas; menggiling: truk itu menabrak dan ~ seorang anak berumur tujuh tahun sehingga meninggal dunia; (2) berguling; bergolek: bola besi yg berat itu ~ perlahan-lahan; (3) menggulung-gulungkan (sagu, lilin, dsb) supaya bangunnya bulat torak: ~ lilin [v] , meng.ge.lek v mencenderungkan diri (mengubah sikap) supaya tidak kena pukulan dsb; mengelak
gelembong ge.lem.bong [n] celana yg celah kangkangannya lebar dan longgar (biasa dipakai untuk bersilat)
gemang ge.mang [a] besar (tt barang yg bulat torak spt batang kayu) [a] gamang; takut; ngeri: jangan kau -- thd badai
geringsing ge.ring.sing [n] corak kain batik atau kain tenunan, berupa bulatan-bulatan kecil berwarna dasar cokelat muda atau cokelat tua [Lihat {gerising}]
ginkang gin.kang [Cn n] penguasaan gerakan badan dl permainan silat melalui tenaga dalam
gisik gi.sik [n] (1) pinggir (tt sungai); bagian pinggir; (2) Geo jalur yg agak miring di tepi laut yg terentang di antara garis muka laut rendah dan medan yg sudah bercorak lain (tebing curam dsb)
golongan Eropa go.long.an Eropa golongan bangsa yg terdiri atas: (1) orang Belanda; (2) orang Eropa lain yg bukan Belanda; (3) orang-orang bukan Eropa (spt Jepang) yg di negeri asalnya menganut hukum kekeluargaan yg bersifat (bercorak) sama dng Belanda dan dipersamakan dng Belanda
gramatika sejarah tata bahasa yg bercorak diakronis dan komparatif (menunjukkan bagaimana perkembangan sistemnya dr mula hingga zaman tertentu)
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
guntang gun.tang [ark n] pelampung pd pancing [n] bagian perkakas tenun yg berbentuk torak yg di dalamnya berisi benang
hematom he.ma.tom [n Dok] pembekuan darah dl rongga kepala (tengkorak)
hibrida antarjenis individu atau kelompok individu tumbuhan atau hewan yg merupakan hasil perkawinan silang atau individu yg berbeda jenisnya
hibridisasi hib.ri.di.sa.si [n] persilangan dr populasi yg berbeda
hikayat hi.ka.yat [n] karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yg berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta, msl -- Hang Tuah; -- Perang Palembang; -- Seribu Satu Malam
hotel apartemen bangunan bercorak hotel yang terdiri atas beberapa apartemen, yg tidak menyediakan jasa katering
ihtifal ih.ti.fal [Ar n] pertemuan silaturahmi (mempererat tali persahabatan); reuni
ikan mambo buntal ikan mas hasil persilangan antara ikan kancera domas dan varietas ikan mas lainnya
ilmu ekonomi mikro [Ek] ilmu ekonomi tt perilaku subjek dan barang ekonomi secara individual dl hubungannya dng perkembangan harga barang, faktor ekonomi, tingkat upah, penghasilan, dan laba perusahaan
insek in.sek [n] binatang kelas artropoda yg hidup di darat, berkaki enam, tubuhnya terdiri atas tiga bagian (kepala, toraks, dan perut), berbatang tenggorok untuk bernapas, dan bersayap satu atau dua pasang; serangga
insentif in.sen.tif [n] tambahan penghasilan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk meningkatkan gairah kerja; uang perangsang
item legit corak kulit berwarna cokelat gelap (tt gadis)
jajal ja.jal [v] men.ja.jal v mencoba; menguji; mengetes: pelatih ~ kepandaiannya bermain silat
jalang ja.lang [a] (1) tidak dipelihara orang (tt binatang); liar: di daerah itu masih terdapat kerbau --; (2) nakal (tt perbuatan yg melanggar susila): perempuan -- , pelacur [v] men.ja.lang Mk v berkunjung; pergi ke: keluarga pengantin wanita ~ besannya
jangkar penyaluk jangkar yg ujung batangnya mempunyai empat kait yg bersilangan, digunakan pd kapal-kapal
jantang jan.tang [Mk a] , men.jan.tang v terang dan nyata kelihatan (tt urat darah dsb) [v] , ter.jan.tang v terbeliak tidak dapat melihat (krn silau) [a] kaki -- kaki yg tidak lurus (tt kaki kuda)
jejer je.jer, je.jer.an [Jw n] adegan silaturahmi serta perembukan dl wayang kulit dsb: ~ negara Hastinapura
jelamprang je.lam.prang [Jw n] corak kain panjang
jemala je.ma.la [kl n] kepala; tengkorak
juara ju.a.ra [n] (1) Olr orang (regu) yg mendapat kemenangan dl pertandingan yg terakhir; (2) orang yg gagah berani; orang yg pandai bersilat; pendekar; jagoan; (3) pengatur dan pelerai dl persabungan ayam; (4) pemimpin peralatan (pesta dsb); (5) ahli; terpandai dl sesuatu (pelajaran dsb): siswa itu dua tahun berturut-turut berhasil menjadi -- di kelasnya [n] ikan sungai, Pangsius
jumjumah jum.ju.mah [Ar n] tengkorak
jurus ju.rus [n] se.ju.rus n sebentar; sejenak: anak gadis itu berpikir ~ [n] (1) arah yg lurus (langsung); (2) bagian sikap (tegak dsb) dl permainan pencak silat
kagum ka.gum [a] heran (dng rasa memuji); takjub; tercengang: dia -- menyaksikan ketangkasan pemain silat itu
kampung kam.pung [n] kelompok rumah yg merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); (2) n desa; dusun; (3) n kesatuan administrasi terkecil yg menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; (4) a terkebelakang (belum modern); berkaitan dng kebiasaan di kampung; kolot
karnaval kar.na.val [n] pawai dl rangka pesta perayaan (biasanya mengetengahkan bermacam corak hal yg menarik dr yg dirayakan itu): ia sibuk mempersiapkan -- untuk merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
kasdu kas.du [Jw ark v] sudi; suka (akan); berkenan; mau: barang siapa yg -- silakan mencicipi masakan itu
kata ka.ta [n] (1) unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dl berbahasa; (2) ujar; bicara; (3) Ling (a) morfem atau kombinasi morfem yg oleh bahasawan dianggap sbg satuan terkecil yg dapat diujarkan sbg bentuk yg bebas; (b) satuan bahasa yg dapat berdiri sendiri, terjadi dr morfem tunggal (msl batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (msl pejuang, pancasila, mahakuasa)
katakana ka.ta.ka.na [n Ling] aksara silabis di Jepang yg lebih sederhana dp aksara kanji
katvanga kat.va.nga [n Ark] gada yg bagian atasnya berupa tengkorak (senjata dewa Syiwa)
kawung ka.wung [Sd n] (1) kaung; enau; (2) rokok dng daun enau sbg pembungkusnya [n] motif (corak) batik
kayu lapis lembaran papan tipis yg dibuat secara mekanis dr lapisan kayu dan disusun secara bersilang
keberuntungan ke.ber.un.tung.an [n] (1) nasib; kemujuran: hanya mengandalkan ~ pd si kulit bundar; (2) keadaan beruntung; keberhasilan: saya ucapkan selamat atas ~ mereka mendapatkan kepercayaan dr pemerintah
keefektifan ke.e.fek.tif.an [n] (1) keadaan berpengaruh; hal berkesan; (2) kemanjuran; kemujaraban (tt obat); (3) keberhasilan (tt usaha, tindakan); kemangkusan; (4) hal mulai berlakunya (tt undang- undang, peraturan)
kegagalan ke.ga.gal.an [n] perihal gagal; ketidakberhasilan: ~ nya untuk menjadi lurah menyebabkan ia frustrasi
kegondrongan ke.gon.drong.an [n] perihal (yg bersifat) gondrong: ~ rambutnya serta corak pakaiannya menimbulkan prasangkaku bahwa ia perempuan
kejorokan ke.jo.rok.an [n] sifat jorok; kecabulan; kekotoran: ~ itu disebabkan oleh kurangnya pendidikan kesusilaan
kekah ke.kah [n] kera hitam bertangan panjang; siamang; Presbytes femoralis [Mk] me.nge.kah v (duduk dng) mengangkangkan kaki (tidak bersila rapat) /kEkah/ ? akikah
kelapa kecukan kelapa yg dihasilkan dr persilangan antara dua induk yg berbeda
kelarai ke.la.rai [n] (1) corak (tenunan, anyaman, dsb) yg berbentuk tapak catur; (2) Mk simpul anyaman di pinggir; (3) sulaman (tekat) pd tepi kain
kelas ke.las [n] (1) tingkat: ia naik ke -- tiga; (2) ruang tempat belajar di sekolah: gedung sekolah itu terdiri atas enam --; (3) kelompok masyarakat berdasarkan pendidikan, penghasilan, kekuasaan, dsb; (4) golongan, kumpulan (berdasarkan persamaan berbagai sifat tertentu): manusia termasuk di dl -- mamalia; (5) Bio klasifikasi dl biologi sesudah divisi dan sebelum bangsa [kl n] antara pasang dan surut
kelas menengah [Olr] (1) kelas petinju yg berat badannya di atas 71 kg, tetapi tidak lebih dr 76 kg; (2) kelompok masyarakat berpenghasilan sedang (di antara kelas atas dan kelas bawah)
keliru ke.li.ru [a] (1) salah: anggapan yg --; (2) khilaf; silap: ia -- menendang bola ke gawang sendiri; (3) sesat: ajaran yg --; (4) tertukar: sandalnya -- dng sandalku
kenong ke.nong [n ] (1) alat musik gamelan Jawa yg bernada tinggi dan nyaring dibuat dr perunggu, bentuknya spt gong, diletakkan pd posisi telungkup pd dua utas tali yg direntangkan bersilang pd sebuah landasan; (2) tiruan bunyi canang besar dipukul
kepala kain bagian kain yg coraknya (raginya) lain dr corak keseluruhannya
kepala kodi kain yg diletakkan paling atas pd ikatan kain (biasanya yg bercorak paling baik yg dianggap sbg contoh)
kepala sarung bagian sarung yg coraknya berbeda dng bagian yg lain
kepang ke.pang [n] jalinan (anyaman) tali (rambut dsb) /kEpang/ ? kipang /kEpang/, ke.pang-ke.pot a gumal tidak keruan; berkerut-kerut [Jw n] anyaman silang miring terbuat dr bilah bambu tipis [n] (1) pohon yg kulitnya dapat dijadikan tali; Aquilaria malaccensis; (2) kulit kepang
keriaan ke.ri.a.an [n] (1) kegembiraan; kegirangan: berita tt keberhasilan anaknya diterimanya dng ~ yg besar; (2) pesta (perkawinan, khitanan, dsb): ~ khitanan anaknya diramaikan dng orkes dangdut
kerinjang ke.rin.jang [kl] , me.nge.rin.jang v melangkah-langkahkan (menjejak-jejakkan) kaki: ia pun maju ke tengah gelanggang, ~ kakinya ke sana kemari siap untuk memencak silat
kerumpilan ke.rum.pil.an [n] perihal rumpil; kesukaran; kesulitan; kesusahan: berbagai ~ yg dihadapi untuk mencapai keberhasilan
kesopanan ke.so.pan.an [n] (1) adat sopan santun; tingkah laku (tutur kata) yg baik; tata krama: perbuatan itu dapat dianggap melanggar -- orang Timur; (2) keadaban; peradaban: bangsa-bangsa di dunia mempunyai -- yg berbeda-beda; (3) kesusilaan: jangan tinggalkan sifat-sifat -- kita apabila hidup di rantau nanti
kesuksesan ke.suk.ses.an [n] keberhasilan; keberuntungan: kebanyakan orang senang mempelajari -- orang lain untuk ditiru
ketahuan ke.ta.hu.an [v] (1) sudah diketahui; dikenali: belum ~ benar salahnya; (2) diketahui; didapati: akhirnya ~ juga perbuatan curang itu; (3) kelihatan; terang (bukan rahasia lagi): dr jauh sudah ~ bahwa memang dialah yg datang; tidak ~ , tidak tentu; tidak keruan; porak-poranda
kili ki.li [kl n] pertapa perempuan [n] ki.li-ki.li n (1) gelang-gelang, biasanya terbuat dr rotan yg dipasang di hidung kerbau; (2) tanduk berlubang untuk menyambung keluar dng tali kerbau atau sapi; (3) kumparan spt gulungan benang tenun (yg dimasukkan dl torak) dsb [Mk n] kelim (jahitan)
klistron klis.tron [n] (1) Kim tabung elektron yg mengubah aliran elektron menjadi gelombang cahaya berfrekuensi tinggi; (2) Fis tabung elektron yg bekerja sbg osilator dan pembangkit mikrogelombang elektromagnetik (yg berfrekuensi antara 1-100 gigahertz, 1 giga = 109)
kocar-kacir ko.car-ka.cir [a] (1) cerai-berai tidak keruan: setelah dibom, pihak musuh lari --; (2) porak-poranda; kusut masai (tt pekerjaan dsb); tidak beraturan (tidak beres dsb)
kode etik jurnalistik [Publ] aturan tata susila kewartawanan; norma tertulis yg mengatur sikap, tingkah laku, dan tata krama penerbitan
konkretisasi kon.kre.ti.sa.si [n] perwujudan: takwa kpd Tuhan adalah ~ hidup ber-Pancasila
konsonantal kon.so.nan.tal [n Ling] sifat sistem aksara yg silabis dan tidak menggambarkan vokal
kosen ko.sen [Jk a] (1) gagah; berani; (2) kebal (thd senjata tajam dsb); (3) ampuh (tt ilmu silat dsb) [n] kerangka kayu yg ditanamkan ke dinding tempat daun jendela (pintu) mengatup atau bergantung
kosmetik kos.me.tik /kosmEtik/ (1) a berhubungan dng kecantikan (tt corak kulit); (2) n obat (bahan) untuk mempercantik wajah, kulit, rambut, dsb (spt bedak, pemerah bibir)
kotor ko.tor [a] (1) tidak bersih; kena noda: pakaian-pakaian -- harus dicuci; (2) banyak sampahnya (barang bekas, barang busuk, dsb); jorok; menjijikkan: parit-parit yg -- akan mendatangkan penyakit; (3) melanggar kesusilaan; tidak patut; keji: anak yg kurang ajar gemar mengucapkan kata-kata --; (4) tidak mengikuti aturan; tidak jujur: mereka dapat menang krn bermain --; (5) (berat, isi, gaji, dsb) sebelum dikurangi wadah (pajak, dsb); bruto: berat -- 50 kg, berat bersih 48 kg
kraniologi kra.ni.o.lo.gi [n] ilmu tt tengkorak
kraniometri kra.ni.o.met.ri [n Antr] ilmu (cabang antropologi) ragawi yg mengukur tengkorak
kraniotomi kra.ni.o.to.mi [n Dok] operasi tulang tengkorak
kranium kra.ni.um [n] tengkorak
kuadran ku.ad.ran [n] (1) Mat seperempat lingkaran; setiap dr empat bagian suatu bidang datar yg terbagi oleh suatu sumbu silang; (2) alat kuno untuk mengukur sudut
kucar-kacir ku.car-ka.cir [Jw a] terserak-serak tidak keruan; kocar-kacir: beras yg diangkutnya -- di jalan; porak poranda; berantakan: segala usahanya --; rumah tangganya -- semenjak kematian istrinya
kuli tinta [cak] wartawan; (2) orang yg memperoleh penghasilan (bermata pencaharian) dr menulis karangan (artikel, buku, dsb)
kupu-kupu malam ku.pu-ku.pu malam [ki] wanita tunasusila; pelacur
kurang ku.rang [adv] (1) belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dsb): uangnya masih -- untuk membayar uang sekolah anaknya; (2) (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dsb yg) sedikit (satu, dua, dsb) lagi menjadi bilangan bulat: seribu -- sepuluh (990); pukul tujuh -- lima menit (pukul 06.55); (3) belum atau tidak sama dng yg seharusnya: masakan ini -- garam; adukan ini -- semen; (4) (dl perbandingan menyatakan) tidak lebih dr: peserta lomba deklamasi tahun ini -- dr tahun yg lalu; (5) tidak berapa; sedikit: mereka bekerja keras, tetapi penghasilannya --; (6) sesuatu yg tidak ada (yg menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dsb); cacat; cela: kami sekeluarga di sini sehat-sehat saja, tidak -- suatu apa
kursus penyegaran kursus untuk melanjutkan kegiatan terdahulu sesudah keberhasilan yg pertama; kursus untuk menyegarkan ingatan dan menambahkan teori baru
landasan lan.das.an [n] (1) alas; bantalan; paron (alas untuk menempa, terbuat dr besi); (2) lapangan terbang: pesawat kami mendarat di ~ dng selamat; (3) ki dasar; tumpuan: ~ hukum negara kita ialah Pancasila dan UUD 45
langkah sumbang perbuatan yg keliru; perbuatan yg kurang baik; (2) langkah yg salah dl bersilat
lasinia la.si.nia [n Bio] penjuluran pd ruas maksila, yg mirip duri, terletak lebih ke tengah
layut la.yut , me.la.yut v melentur; melendut (tt dahan pohon yg lebat buahnya) , me.la.yut v bersambung-sambung; mendayu-dayu (tt suara): bunyi sorak-sorai orang ~
lebah bergantung [ki] (1) bentuk dagu yg indah: dagunya indah bak -- bergantung; (2) nama ukiran pd jubung-jubung perahu; (3) corak atau gambar pd kain (spt lebah hinggap yg satu bergantung pd yg lain sbg membentuk corak separuh kalung bergantung)
ledak le.dak, me.le.dak [v] (1) pecah dan mengeluarkan bunyi sangat keras; meletus: bom yg dilemparkannya itu ~ tepat mengenai sasarannya; (2) terbit perang (revolusi, huru-hara, kemarahan, dsb): perang saudara ~ kembali setelah perundingan antara kedua pihak yg bersengketa mengalami kegagalan; (3) menggema; gegap gempita (tt sambutan, tepuk tangan, sorak-sorai): sambutan hadirin ~ ketika ia tampil membawakan lagu yg sedang populer itu; (4) tergelak keras-keras (tt tertawa): tawa hadirin pun ~ melihat tingkah pelawak itu
lele dumbo lele jenis unggul dng berat dan panjang badan dua kali lipat lele biasa, hasil silangan lele jantan Afrika dng lele betina Taiwan, berwarna kecokelat-cokelatan, bagian perutnya berwarna putih, patilnya tidak beracun, lebih agresif dp lele biasa; Clarias gariepinus
lencana len.ca.na [n] tanda yg berbentuk medali (bendera kecil, pita bersilang, dsb), dipasang di dada sbg tanda anggota suatu perkumpulan, panitia, dsb: di dada setiap putra-putri bangsa tersemat -- merah putih
lereng le.reng [n] (1) sisi (bidang, tanah) yg landai atau miring: -- gunung; (2) permukaan pd keliling barang yg pipih bundar atau bulat (spt uang, roda): -- uang ringgit Belanda berukiran tulisan [Jw n] berjalur-jalur menyerong (tt corak kain batik dsb)
leseh le.seh /lEsEh/ (1) a rendahan (tidak terhormat) tt tempat dsb: mulai dr tempat -- sederhana dng penonton duduk bersila di tikar hingga gedung mewah; (2) v duduk di lantai dng beralaskan tikar dsb: acara dialog kepemudaan diselenggarakan dng cara ~
limar li.mar [Jw n] kain sutra bercorak, biasa dipakai untuk sabuk dsb
liris li.ris [a] emosional (tt sajak, lagu, dsb); penuh perasaan [n] corak batik
lonte lon.te [n kas] perempuan jalang; wanita tunasusila; pelacur; sundal
lorek lo.rek [a] bercoreng-coreng panjang (berjalur-jalur tt kulit ular, corak cita, dsb); berjalur-jalur
lorong lo.rong [n] jalan kecil (terutama yg ada rumah kiri-kanannya): di sepanjang -- itu banyak orang berjualan , ber.lo.rong v berpenghasilan tetap; mempunyai mata pencaharian yg tetap: dia sekarang tidak ~ [Mk p] tentang; mengenai
lurik lu.rik [n] (1) kain tenun yg coraknya berjalur-jalur; (2) kurik
mahkota mah.ko.ta [n] (1) hiasan kepala atau songkok kebesaran bagi raja atau ratu: Sri Ratu mengenakan -- emas bertatahkan berlian; (2) ki yg menguasai; raja; (3) ki kekuasaan (atas kerajaan): raja menyerahkan -- kpd putra beliau; (4) gelar orang besar: Datuk Raja --; (5) yg dihargai atau yg dijunjung tinggi: rambut adalah -- wanita; (6) yg dicintai: -- jiwa [n] bagian hiasan bunga yg merupakan lingkaran dalam, berwarna-warni, dan menentukan corak warna bunga, dapat terbagi atas daun mahkota (bersifat polipetal) atau bertautan (bersifat gamopetal atau simpetal)
main gayung main silat
malang melintang terletak tidak beraturan (ada yg melintang ada yg membujur); (2) (dl cerita silat) mengembara atau berkeliaran ke sana kemari
masuk lima keluar sepuluh [pb] belanja yg dikeluarkan jauh lebih besar dp penghasilan (pendapatan)
mata kain corak kain; ragi atau gambar pd kain
melacur me.la.cur [v] berbuat lacur; menjual diri (sbg tunasusila atau pelacur)
melagakkan me.la.gak.kan [v] menyombongkan; memperagakan: ia suka sekali ~ kebolehannya bermain silat
melambangkan me.lam.bang.kan [v] menjadikan (merupakan) lambang: gambar tengkorak ~ bahaya; gambar neraca ~ keadilan
melembur me.lem.bur [v] bekerja di luar waktu dinas: untuk menambah penghasilan, ia selalu ~ di tempat kerjanya
memangkah me.mang.kah [v] memberi tanda silang pd dahi dng arang, kapur sirih, atau kunyit
memantulkan me.man.tul.kan [v] (1) membalikkan: dinding-dinding stadion ~ sorak sorai penonton; (2) Olr menjatuhkan bola ke lantai atau ke tanah (dl permainan bola basket, bola tangan)
membalik mem.ba.lik [v] (1) berbalik kembali arahnya (berputar arah): bumerang itu kalau dilemparkan akan --; (2) berubah letaknya (menelungkup menjadi menelentang dsb): adikku sudah pandai --; (3) memutar ke arah yg berlawanan: krn silau oleh sinar matahari, ia -- menghadap ke barat
membatik mem.ba.tik [v] (1) membuat corak atau gambar (terutama dng tangan) dng menerakan malam pd kain; membuat batik; (2) cak menulis dng cara spt membuat batik (sangat perlahan-lahan dan berhati-hati sekali krn takut salah)
membermaknakan mem.ber.mak.na.kan [v] menjadikan bermakna: terampilnya siswa berbahasa Indonesia berarti keberhasilan dl -- pengajaran bahasa Indonesia
membuang pelawa [ki] mempersilakan orang masuk ke rumah atau ke tempat terlarang
membutakan mem.bu.ta.kan [v] menjadikan (menyebabkan) buta: infeksilah yg telah -- matanya
mempersambungkan mem.per.sam.bung.kan [v] menjadikan (menyebabkan) bersambung; memperhubungkan; mempertalikan: silaturahmi akan -- tali persaudaraan kita
memperselukkan mem.per.se.luk.kan [v] membelitkan; mempersilangkan (tangan dsb)
mempersinggah mem.per.sing.gah [Mk v] (1) mempersilakan singgah; (2) menjamu orang yg singgah
memula me.mu.la [v] pertama sekali berbuat (melakukan) sesuatu; mengawali: kami persilakan wakil regu A untuk -- uraiannya tt percobaan ilmiahnya; mereka baru saja -- pekerjaannya
memvonis mem.vo.nis [v] (1) menjatuhkan putusan di pengadilan: hakim ~ tertuduh selama dua tahun penjara; (2) ki menuduh melakukan perbuatan melanggar hukum: tidak baik ~ orang yg belum tentu bersalah; masyarakat ~ bahwa saudaranya berbuat asusila
mencari nafkah men.ca.ri nafkah berusaha (bekerja dsb) mendapat penghasilan (rezeki) untuk memenuhi kehidupan hidup
mencerai-beraikan men.ce.rai-be.rai.kan [v] menjadikan cerai-berai (porak-poranda dsb); memecah-belah; membubarkan
mendaftarkan men.daf.tar.kan [v] mencatatkan nama untuk suatu maksud: para pelamar dipersilakan ~ diri pd bagian sekretariat
mendinding men.din.ding [v] (1) menjadi dinding (penyekat, pelindung, dsb) sbg dinding: bukti-bukti itu ~ sekeliling kita; (2) menghalangi; melindungi: ia ~ matanya dng kacamata hitam supaya tidak silau
mengandalkan meng.an.dal.kan [v] menaruh kepercayaan kpd; menjamin akan kesanggupan, kekuatan, atau kemampuannya: saya tak berani ~ mereka lagi; ia belum dapat ~ penghasilannya untuk hidup sebulan
mengangsur meng.ang.sur [v] (1) mengerjakan (mengumpulkan, membayar) secara sedikit-sedikit; mencicil: ia menyisihkan sebagian gajinya untuk ~ utangnya; (2) bergerak (beringsut, bergeser) sedikit-sedikit ke depan: perlahan-lahan mereka ~ maju; (3) menggeserkan (mengulurkan, mendorong) ke depan: ia mempersilakan duduk sambil ~ kursi kpd tamunya
mengaribkan me.nga.rib.kan [v] merapatkan (persaudaraan dsb); mempererat tali silaturahmi; mendekatkan: pertemuan ini dimaksudkan untuk ~ persaudaraan kita
mengasah meng.a.sah [v] (1) menggosok pisau dsb pd benda keras (batu dsb) supaya tajam atau runcing; (2) mendabung; memepat; meratakan (gigi dsb); (3) menghaluskan dan mengilapkan (intan, permata, dsb); menyerudi; (4) ki mempertajam (dng latihan) pikiran dsb supaya memiliki kemampuan: mari kita mengisi teka-teki silang ini untuk ~ otak
mengejawantahkan meng.e.ja.wan.tah.kan [v] menjelmakan (mewujudkan, melaksanakan, memanifestasikan) suatu posisi, kondisi, sikap, pendirian, dsb: kita harus ~ Pancasila dl kehidupan sehari-hari
mengelarai me.nge.la.rai [v] (1) membuat anyaman (tenunan) bercorak tapak catur; (2) menyimpul anyaman pd pinggirnya; (3) menyulam (menyuji, menekat) di tepi kain
mengeratkan meng.e.rat.kan [v] (1) menjadikan erat (tt ikatan); (2) meneguhkan (pertalian, persaudaraan): diadakan malam silaturahmi untuk ~ tali persaudaraan
menghadapi meng.ha.dapi [v] (1) duduk dsb berhadapan dng: anak itu sedang asyik ~ mainannya; (2) bertemu muka dng; berjumpa dng: bagaimana perasaanmu ketika ~ mantan istrimu; (3) menjumpai; mengalami (bahaya, musibah, kesulitan, dsb): tahun ini kita tidak ~ kesulitan air; (4) menjelang (menyongsong): para petani sudah bersiap-siap ~ panen; (5) melawan; bertanding dng: minggu depan kesebelasan A ~ kesebelasan B; di kampung ini belum ada yg berani ~ jago silat itu; (6) menyambut: mereka sudah siap ~ Lebaran
menghayati meng.ha.yati [v] mengalami dan merasakan sesuatu (dl batin): kita semua harus ~ dan mengamalkan Pancasila
mengimplementasikan meng.im.ple.men.ta.si.kan [v] melaksanakan; menerapkan: Gubernur mengharapkan agar guru-guru di Jawa Barat dapat ~ Pancasila dl profesinya
mengobjek meng.ob.jek [v ki] mengerjakan usaha sambilan secara tidak tetap untuk menambah penghasilan: pagi hari dia menjadi guru, sore hari dia -
mengojekkan meng.o.jek.kan [v] menjadikan ojek: lumayan juga penghasilannya dr -- sepeda motornya
mengonversikan me.ngon.ver.si.kan [v] mengubah atau menukar: ia mempersilakan nasabah ~ dolar yg sudah terkumpul ke rupiah
menilik me.ni.lik [v] (1) melihat dng sungguh-sungguh; mengamat-amati: lama ia ~ foto-foto dr zaman remajanya; (2) mengawasi; memeriksa: panitia khusus itu bertugas ~ pemakaian uang kas; (3) melihat (mengamati) dng mata hati (thd nasib orang); meramal; (4) memandang; menganggap: ia selalu ~ peristiwa yg terjadi itu sbg pelajaran baginya; (5) melihat (meninjau) dr: jika kita ~ silsilah keluarganya, jelaslah bahwa dia masih keturunan bangsawan; (6) menjenguk: ia pulang ke kampung untuk ~ orang tuanya [v] menenung; meneluh
meningkah me.ning.kah [v] (1) memukul gendang dsb untuk mengiringi (menyambut, menyeling bunyi-bunyian yg lain); (2) mengiringi (menyambut) lagu dsb dng sorak, tepuk tangan, dsb supaya bertambah ramai dan gembira: suara gesekan rebab dan dentingan kecapi ~ suara nyanyian anak-anak perahu; (3) menjawab (membalas, menyambut) perkataan orang: "benar juga kata ibu itu", demikian ia ~; (4) menyelang (perkataan); membantahi: dng tegas ia ~ setiap tuduhan yg diajukan kepadanya
meninggalkan me.ning.gal.kan [v] (1) membiarkan tinggal (tetap ada, tidak dibawa pergi, dsb): pamanku ~ anak-anak yg sudah dewasa; malam itu rombongan dr Jakarta ~ desa kami; (2) menyisakan: ia hanya ~ uang seribu rupiah untuk belanja besok; (3) pergi dr; menghindar dr: hari ini ia hendak ~ kota Jakarta; banyak orang ~ kampung halamannya; (4) membiarkan lepas (lewat, tetap demikian halnya, dsb); melepaskan (cita-cita, niat, dsb): sudah lama ia ~ cita-citanya yg semula; (5) sudah mendahului (melewati, melampaui, melebihi, dsb): dl hal ini, bangsa Barat sudah jauh ~ kita; (6) tidak memasukkan dl perhitungan (acara, pembicaraan, dsb); mengesampingkan: ia hanya menyebut masalah-masalah besar dan ~ yg kurang penting; (7) membuang (adat, kebiasaan buruk, keyakinan, dsb): ~ adatnya yg buruk; ~ ideologi yg bertentangan dng Pancasila; (8) mengalpakan; melalaikan: ~ kewajiban; ~ syariat
menjumputi men.jum.puti [v] (1) memunguti (mengambil sedikit demi sedikit dng dua ujung jari); (2) ki mengungkapkan (mengenang) kembali satu per satu (tt kesan-kesan yg dialami): bapaknya suka ~ kisah perjuangannya di masa silam
menyedangkan me.nye.dang.kan [v] mencukupkan; menghemat supaya cukup: para ibu rumah tangga harus pandai -- penghasilan suaminya
menyendikan me.nyen.di.kan [v] memakai sesuatu sbg dasar, alas, pedoman, dsb: Indonesia -- Pancasila sbg falsafah bangsa
menyengkelangkan me.nyeng.ke.lang.kan [v] mempersilangkan (tangan, kaki)
menyerakkan me.nye.rak.kan [v] (1) menjadikan berserak-serak (berantakan; porak-poranda); (2) memencarkan; menjadikan terpencar-pencar; (3) menyebarkan; menyiarkan (tt berita dsb)
menyertai me.nyer.tai [v] (1) mengiringi; membarengi: beberapa pesawat pemburu -- pesawat B-29; (2) menemani; mengawani; mendampingi: kemana saja ia melawat, ibunya selalu -nya; (3) ikut serta atau menemani untuk membantu atau menolong: siapa yg akan -ku dl perundingan ini; (4) ikut serta dl; ikut mengambil bagian dl: siapa yg hendak -- kongres itu dipersilakan mendaftarkan diri kpd panitia
menyilakan me.nyi.la.kan [v] minta (menyuruh, mengajak, mengundang) dng hormat supaya: tuan rumah -- tamu-tamu masuk [v] melipat dan menyilangkan kaki spt ketika bersila
menyilang me.nyi.lang [v] terletak (berada dl keadaan) bersilang (memotong garis lain dsb)
menyilangkan me.nyi.lang.kan [v] menaruh (mengikat dsb) menyilang (memotong garis lain dsb) [v] (1) mengadakan kawin campur (tt hewan); (2) membibitkan tumbuhan secara silang
menyilap me.nyi.lap [v] (1) menyebabkan silap (salah penglihatan); (2) ki mengelabui mata; menipu
menyilaukan me.nyi.lau.kan [v] menjadikan silau
menyongsong me.nyong.song [v] (1) berjalan maju untuk menghadapi (menempuh) sesuatu yg datang dr arah yg berlawanan: para keluarga berdatangan ke stasiun -- rombongan prajurit yg baru tiba; berlayar -- angin; (2) melawan; menentang: -- tindakan yg dianggap merugikan rakyat; (3) menyambut (kedatangan tamu dsb); mengelu-elukan: mereka -- pahlawan olahraga itu dng sorak sorai yg gegap gempita; (4) menyambut (hari raya, kelahiran bayi, dsb) dng perayaan, selamatan, dsb: untuk -- hari kemerdekaan, penduduk dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan kampung; (5) memberikan ganti rugi, santunan, dsb; menyilih; memenuhi (syarat, harapan, dsb); mengembalikan uang yg berlebih: ia bersedia -- biaya yg sudah kita keluarkan
menyudikan me.nyu.di.kan [v] (1) menjadikan sudi (mau, suka, dsb); menggerakkan hati supaya sudi (mau dsb): itulah agaknya yg -- PBB turun tangan mencampuri persengketaan itu; (2) memancing (menarik supaya mau, berani, dsb): ia membuang tembakan ke atas untuk -- pemuda kita bertempur; (3) meminta supaya ...; mempersilakan
meragam me.ra.gam [v] (1) melagukan ragam (lagu); menyanyi; (2) memberi ragam atau corak (kain); mewarnai
merenda me.ren.da [v] membuat renda: para wanita tunasusila diberi pelajaran kejuruan spt ~ dan menyulam
mewariskan me.wa.ris.kan [v] (1) memberikan harta warisan kpd; meninggalkan sesuatu kpd: gurunya ~ ilmu silat kepadanya; (2) menjadikan orang lain menjadi waris
minta min.ta v (1) berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon: anak itu merengek-rengek -- dibelikan mainan; (2) mempersilakan: panitia -- para pengunjung mengisi daftar tamu; (3) cak beli: dia -- dua porsi nasi rames; (4) meminang; melamar: sudah banyak pemuda yg -- gadis itu, tetapi ia selalu menolaknya; (5) memerlukan: kenakalan remaja akhir-akhir ini -- perhatian kita semua; (6) membawa; menimbulkan: bencana tanah longsor itu ternyata -- banyak korban jiwa
miskin mis.kin [a] tidak berharta; serba kekurangan (berpenghasilan sangat rendah): para mahasiswa melakukan kegiatan sosial untuk membantu orang-orang --
mode mo.de [n] ragam (cara, bentuk) yg terbaru pd suatu waktu tertentu (tt pakaian, potongan rambut, corak hiasan, dsb): ia selalu berpakaian mengikuti --; atelir -- , tempat membuat pakaian yg dilengkapi dng ruangan khusus untuk mencoba pakaian, mengukur pakaian, serta perlengkapan lain
modul mo.dul [n] (1) standar atau satuan pengukur; (2) satuan standar yg bersama-sama dng yg lain digunakan secara bersama; (3) satuan bebas yg merupakan bagian dr struktur keseluruhan; (4) komponen dr suatu sistem yg berdiri sendiri, tetapi menunjang program dr sistem itu; (5) unit kecil dr satu pelajaran yg dapat beroperasi sendiri; (6) Dik kegiatan program belajar-mengajar yg dapat dipelajari oleh murid dng bantuan yg minimal dr guru pembimbing, meliputi perencanaan tujuan yg akan dicapai secara jelas, penyediaan materi pelajaran, alat yg dibutuhkan, serta alat untuk penilai, mengukur keberhasilan murid dl penyelesaian pelajaran
moral mo.ral [n] (1) (ajaran tt) baik buruk yg diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila: -- mereka sudah bejat, mereka hanya minum-minum dan mabuk-mabuk, bermain judi, dan bermain perempuan; (2) kondisi mental yg membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dsb; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dl perbuatan: tentara kita memiliki -- dan daya tempur yg tinggi; (3) ajaran kesusilaan yg dapat ditarik dr suatu cerita
moralisme mo.ral.is.me [n] filsafat yg menitikberatkan pd moral dan menganggap nilai kesusilaan sbg nilai yg paling luhur se-hingga kewajiban manusia terutama adalah menyelenggarakan nilai kesusilaan itu, sedangkan ilmu pengetahuan dsb menjadi tidak penting
morat-marit mo.rat-ma.rit [a] (1) porak-poranda; cerai-berai; berantakan; kacau-balau: barang-barang yg di dl gudang itu -- , tidak teratur letaknya; (2) tidak beres keadaannya; kocar-kacir: rumah tangganya --
mores mo.res [n] adat istiadat yg mengandung arti hukum susila [n] adat; sopan santun
motif mo.tif [n] (1) pola; corak: ia menyukai kain batik dng -- parang; (2) salah satu dr antara gagasan yg dominan di dl karya sastra, yg dapat berupa peran, citra yg berulang, atau pola pemakaian kata; (3) alasan (sebab) seseorang melakukan sesuatu: polisi belum menemukan -- pembunuhan itu
motif hiasan corak hiasan yg indah pd kain, bagian rumah, dsb
muslin mus.lin [n] bahan tenun berupa katun putih polos dng corak spt kasa, tetapi kemudian juga digunakan untuk macam bahan yg bermotif bunga, bintik, dsb
naik na.ik [v] (1) bergerak ke atas atau ke tempat yg lebih tinggi: anaknya segera -- ke tempat tidur; layang-layangku tidak dapat --; (2) timbul (tt matahari): matahari --; (3) mendaki; menanjak; memanjat: olahraga -- gunung; jalan ini -- terus; -- pohon jambu; (4) masuk rumah (melalui tangga); masuk ke kendaraan (angkutan, tumpangan, dsb): "silakan -- !", dng ramah sopir mempersilakan penumpangnya; (5) mengendarai; menunggang; menumpang (kapal, pesawat, dsb): ia tidak -- sepeda; -- unta; -- pesawat terbang; (6) bertambah tinggi (mahal, besar, banyak, dsb); meningkat: harga barang-barang terus --; gaji pegawai belum juga --; hasil padi tahun ini -- dibandingkan dng hasil tahun lalu; pangkatnya -- setingkat; (7) menjadi: tidak ada seorang pun yg mau -- saksi; (8) pergi ke: -- darat
naturalis na.tu.ra.lis [n] (1) orang yg mengadakan penyelidikan khusus mengenai binatang dan tumbuhan; (2) bersifat natural (alami); bercorak alam nyata (dl seni): barang yg dipasarkan adalah lukisan dr batik yg --; (3) orang yg menganut paham naturalisme: seorang pelukis --
naung na.ung, ber.na.ung [v] (1) berada di bawah sesuatu (untuk menghindari panas, hujan, dsb); berlindung: pohon tempat ~ telah tumbang; (2) berada di bawah sesuatu yg besar (suci, berkuasa, dsb); minta perlindungan (pertolongan dsb): kita ~ di bawah Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila; kapal tanker itu ~ di bawah bendera Amerika
nihilisme ni.hil.is.me [n] paham aliran filsafat sosial yg tidak mengakui nilai-nilai kesusilaan, kemanusiaan, keindahan, dsb, juga segala bentuk kekuasaan pemerintahan, semua orang berhak mengikuti kemauannya sendiri
nostalgia nos.tal.gia [n] (1) kerinduan (kadang-kadang berlebihan) pd sesuatu yg sangat jauh letaknya atau yg sudah tidak ada sekarang; (2) kenangan manis pd masa yg telah lama silam
nyureng nyu.reng [v cak] melihat dng mata dikecilkan krn silau
obeng kembang obeng yg ujungnya berbentuk silang
objekan ob.jek.an [n] hal, perkara, atau benda yg dijadikan sasaran usaha sambilan untuk menambah penghasilan: -- di kota-kota besar biasanya berupa jual beli tanah, rumah, mobil, dsb
ompreng om.preng [n] besek kecil (dr kaleng, plastik, dsb) tempat menaruh nasi dan lauk pauk: untuk makan siang dia selalu membawa -- /omprEng/, meng.om.preng v (1) mencari penghasilan tambahan dng menambangkan mobil (bus): sopir mobil dinas yg ketahuan -- akan ditindak; (2) menumpang kendaraan yg diomprengkan: kalau mau pergi ke Bogor lebih murah -- dp naik taksi
omprengan om.preng.an [n] kendaraan yg ditambangkan untuk mencari penghasilan tambahan: kalau bus penuh sesak, lebih baik kita naik -- saja
overproduksi over.pro.duk.si [n] penghasilan barang yg melebihi yg dibutuhkan sehingga harga pasaran menjadi rendah; produksi berlebih
padmasana pad.ma.sa.na [n] (1) takhta; singgasana; kursi kerajaan; (2) bangunan dl pura (Bali) untuk tempat bersembahyang: warga desa itu sedang membangun --; (3) Ark tempat duduk yg berupa bunga teratai; (4) Ark sikap duduk dng cara menyilangkan kedua kaki di atas paha (bersila)
paksi pak.si [kl n] burung [n] (1) poros pd mesin bubut; (2) Fis batang pendek dan berujung tajam yg merupakan pusat perputaran dr benda yg berputar atau beralur (berosilasi)
panca- pan.ca- [bentuk terikat] (1) lima (terutama dl kata majemuk spt pancaindra, Pancasila); (2) tangan (kelima jari)
pangkah pang.kah [ark v] , me.mang.kah v (1) membanting gasing, lalu dikenakan pd gasing yg lain (dl bermain gasing); (2) mengatasi atau mengalahkan lawan (dl main kartu, berdebat, dsb) [n] tanda silang atau coretan, msl pd dahi untuk penangkal roh jahat
panji pan.ji [n] , pan.ji-pan.ji n (1) bendera (terutama yg berbentuk segitiga memanjang); (2) tanda kebesaran (kebanggaan dsb); pedoman hidup: jadikan Pancasila sbg -- mu dl berjuang; (3) naungan (dilindungi oleh): di bawah -- revolusi, Indonesia merdeka [n] gelar bangsawan di Jawa lebih tinggi dp gelar raden, tetapi lebih rendah dp gelar raden mas [n Sas] tokoh cerita sastra nusantara lama yg dl pengembangannya menunjukkan sifat kepahlawanan yg mampu mengatasi segala tantangan
papasan pa.pas.an [n] pertemuan, perjumpaan, persilangan jalan: ~ semu antara dua benda angkasa
parang pa.rang [n] pisau besar (lebih besar dp pisau biasa, tetapi lebih pendek dp pedang); ada bermacam-macam; golok: -- lading; -- mondok; -- pandak [n] pa.rang.an n penyakit kulit pd tengkuk atau hidung [n] corak batik klasik
parasit pa.ra.sit [n] (1) benalu; pasilan; (2) organisme yg hidup dan mengisap makanan dr organisme lain yg ditempelinya; (3) ki orang yg hidupnya menjadi beban (membebani) orang lain
parik pa.rik lihat porak-parik
paru pa.ru, pa.ru-pa.ru [n] organ tubuh yg berupa sepasang kantong berbentuk bulat toraks, terdapat dl rongga dada, berfungsi sbg alat pernapasan (untuk membersihkan darah dng oksigen yg diisap dr udara pd manusia dan sebagian binatang)
pas-pasan pas-pas.an [a] (1) sekadar cukup untuk hidup sederhana (tt penghasilan dsb): penghasilannya ~ saja; (2) hanya pas (tidak lebih tidak kurang untuk keperluan tertentu): uang yg dibawa untuk membeli buku ~
pekik pe.kik [n] (1) teriakan; jeritan: terdengar -- tangis orang dl kapal yg sedang terbakar itu; (2) sorak atau teriakan (sbg semboyan dsb): disambut dng -- "merdeka", gemuruh suaranya; -- anak-anak bermain di halaman tidak henti-hentinya
pelacur pe.la.cur [n] perempuan yg melacur; wanita tunasusila; sundal
peluru demdem peluru yg di bagian depannya diberi retakan silang yg agak dalam sehingga apabila mengenai sasarannya dapat mengakibatkan lubang tembakan ke luar yg besar sekali
pendalaman pen.da.lam.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendalamkan: ~ selokan dan parit dilakukan untuk mencegah bahaya banjir; (2) proses, cara, perbuatan mendalami: ~ ilmu silat
pendekar pen.de.kar [n] (1) orang yg pandai bersilat (bermain pedang dsb); (2) orang yg gagah berani (suka membela yg lemah dsb); pahlawan [n] (1) orang yg pandai bersilat (bermain pedang dsb); (2) orang yg gagah berani (suka membela yg lemah dsb); pahlawan
pendepositoan pen.de.po.si.to.an [n] proses, cara, perbuatan mendepositokan: masih lebih tinggi penghasilan ~ di bank dp keuntungan dng berjualan bunga
pendinamis pen.di.na.mis [n] yg mendinamiskan sesuatu atau seseorang: demokrasi Pancasila pd prinsipnya adalah sebuah sistem ~ kemajuan bangsa dan bukan sbg ancaman thd kesatuan republik tercinta ini
penelusuran pe.ne.lu.sur.an [n] penelaahan; penjajakan: ~ silsilah Brawijaya
peng peng -- an an (pe -- an, pem -- an, pen -- an, penge -- an, peny -- an) konfiks pembentuk nomina (1) proses, cara, perbuatan: pendaftaran; pengunduran; pengeboman; penyelarasan; (2) hasil, perbuatan: pendapatan; penghasilan; pengakuan; (3) tempat: penyeberangan; pemondokan; penginapan
pengamal peng.a.mal [n] (1) (orang) yg melaksanakan atau menerapkan suatu gagasan (doktrin, falsafah); pelaksana; penerap: alat negara seyogianya sekaligus berfungsi sbg penggerak dan ~ Pancasila; (2) (orang) yg beramal atau mengamalkan sesuatu (harta, ilmu)
penghambat peng.ham.bat [n] (1) orang yg menghambat: ia yg dituding sbg ~ keberhasilan program ini; (2) alat yg dipakai untuk menghambat
pengunjung pe.ngun.jung [n] orang yg mengunjungi: para ~ dipersilakan menempati kursi yg telah disediakan
penyamak pe.nya.mak [n] orang yg pekerjaannya menyamak kulit; tukang memasak kulit: penghasilannya sbg -- ternyata cukup untuk membiayai hidupnya
perempuan jalang perempuan yg nakal dan liar yg suka melacurkan diri; (2) pelacur; wanita tuna susila
perempuan lacur pelacur; wanita tuna susila
perempuan nakal perempuan (wanita) tuna susila; pelacur; sundal
pergonglian per.gong.li.an [n] pelacuran; persundalan; ketunasusilaan
perpuluhan per.pu.luh.an [n Kris] persembahan kpd gereja berupa sepuluh persen dr penghasilan
pers opini pers yg dng tegas membela dan mengemukakan doktrin dan gagasan sbg bagian politik pemberitaannya: -- perjuangan surat kabar yg terbit pd zaman Hindia Belanda, bercorak nasional dan menyuarakan kepentingan kaum pergerakan
pertanian komersial per.ta.ni.an komersial pertanian yg bertujuan memenuhi keperluan perdagangan: ~ ladang corak usaha tani primitif dng menebang pohon-pohonan untuk dibakar sehingga tanah dapat ditanami
perumahan rakyat pe.ru.mah.an rakyat rumah-rumah yg disediakan bagi golongan masyarakat yg berpenghasilan rendah sampai golongan masyarakat yg berpenghasilan sedang: dl program pembangunan nasional ini Pemerintah berusaha membangun ~ rakyat
perusahaan daerah per.u.sa.ha.an daerah badan usaha yg dibentuk oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan perekonomian daerah dan untuk menambah penghasilan daerah
perwajahan per.wa.jah.an [n] perihal pemberian corak dan motif pd kulit buku, halaman muka, dsb: rancanglah ~ yg bagus pd kulit majalah itu, agar betul-betul menarik
pesimistis pe.si.mis.tis [a] bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik atau mudah putus harapan; bersikap tidak mengandung harapan baik; (sikap) ragu akan kemampuan atau keberhasilan suatu usaha
pilis pi.lis [n] (1) obat tradisional (berwarna agak hitam) yg dipaliskan atau dilekatkan di dahi dan di pelipis (untuk sakit kepala,; wanita yg baru melahirkan, dsb); (2) garis silang di dahi untukmenangkal penyakit (berdasarkan kepercayaan)
pokrol-pokrolan pok.rol-pok.rol.an [v cak] bersilat lidah (mengadu kepandaian berbicara atau berputar lidah dsb)
pola po.la [n] (1) gambar yg dipakai untuk contoh batik; (2) corak batik atau tenun; ragi atau suri; (3) potongan kertas yg dipakai sbg contoh dl membuat baju dsb; model; (4) sistem; cara kerja: -- permainan; -- pemerintahan; (5) bentuk (struktur) yg tetap: -- kalimat: dl puisi, -- adalah bentuk sajak yg dinyatakan dng bunyi, gerak kata, atau arti
poleng po.leng [Jw] (1) a bercorak kotak-kotak, spt papan catur; (2) Sd n garis-garis hiasan (msl pd kain, tikar)
polkadot pol.ka.dot [n] corak pd kain berbentuk bulatan (berbagai ukuran) dng jarak yg sama, biasanya di atas dasar yg polos
pondok pon.dok [n] (1) bangunan untuk tempat sementara (spt yg didirikan di ladang, di hutan, dsb); teratak: di tepi hutan yg hendak dibuka itu didirikan beberapa buah --; (2) rumah (sebutan untuk merendahkan diri): jika Anda tidak berkeberatan, silakan singgah sebentar di -- saya; (3) bangunan tempat tinggal yg berpetak-petak yg berdinding bilik dan beratap rumbia (untuk tempat tinggal beberapa keluarga); (4) madrasah dan asrama (tempat mengaji, belajar agama Islam); di daerah itu terdapat beberapa -- yg dikelola secara modern
pondokan pon.dok.an [n] (1) rumah tempat tinggal menumpang; (2) bangunan bercorak hotel, tetapi dl kategori yg lebih rendah dan biasanya memiliki kamar sedikit
prapatan pra.pat.an [n cak] persilangan jalan; simpang empat; perempatan
prasmanan pras.ma.nan [n] cara menjamu makan dng mempersilakan tamu mengambil dan memilih sendiri hidangan yg sudah ditata secara menarik di beberapa meja
pro- [bentuk terikat] sebelum; di depan (terletak di depan): prolog; protoraks
produksi pro.duk.si [n] (1) proses mengeluarkan hasil; penghasilan: ongkos -- barang; (2) hasil: buku itu merupakan -- nya yg pertama; (3) pembuatan: -- film itu menelan biaya cukup besar
produksi massa pembuatan barang dl jumlah besar-besaran, biasanya dng mesin, baik yg berupa ulangan produk lama maupun produk yg coraknya telah diberi variasi, msl dl hal warna dan perlengkapannya
pukat tahan pukat yg ditahan atau dipasang pd suatu tempat di antara karang-karang di laut, lalu ikan dihalau atau digiring ke dalamnya dng memukul-mukul air atau dng bersorak-sorak
puruk-parak pu.ruk-pa.rak [kl a] porak-poranda; berkaparan; berserakan
ragam ra.gam [n] (1) tingkah; laku; ulah: lain orang lain -- nya; (2) macam; jenis: di toko itu banyak -- permainan; (3) lagu langgam; (4) warna; corak; ragi: kain yg bagus -- nya; (5) Ling laras (tt bahasa) [a] bersatu hati; rukun: penduduk kampung itu kurang -- rupanya
ragi ra.gi [n] (1) pulung yg dikeraskan yg dibuat dr beras, bawang putih, bawang merah, kayu manis, lombok, lengkuas, dsb untuk membuat tapai, arak, adonan roti, dsb; (2) zat yg mengandung ragi; fermen [n] warna (kain); corak (batik, anyaman): kain tenunan yg elok -- nya
regenerasi re.ge.ne.ra.si [n] (1) pembaruan semangat dan tata susila; (2) Bio penggantian alat yg rusak atau yg hilang dng pembentukan jaringan sel baru; (3) ki penggantian generasi tua kpd generasi muda; peremajaan
rekombinasi re.kom.bi.na.si [n] (1) penyatuan kembali elemen; (2) Bio terdapatnya progeni dng kombinasi gen yg lain yg terjadi krn pemilahan bebas atau pindah silang
rencana ren.ca.na [n] (1) kl cerita; (2) rancangan; buram (rangka sesuatu yg akan dikerjakan): -- kerja; (3) konsep; naskah (surat dsb); buram (surat): mana -- surat ini; (4) laporan pemberitaan; catatan mengenai pembicaraan dl rapat dsb: penulis dipersilakan membacakan -- rapat anggota yg lalu; (5) acara (pembicaraan); program: usulnya tercantum dl -- yg akan dibicarakan dl rapat besar; (6) artikel; makalah; kertas kerja: ia menulis -- untuk seminar bahasa; (7) cak maksud; niat
repetitif re.pe.ti.tif [a] bersifat pengulangan: untuk batik "cap" dan batik "tulis" yg sering terjadi pengulangan secara massal di satu corak, lebih cocok untuk dikatakan sbg seni --
rol [n] peranan: yg memegang -- dl peristiwa pembunuhan itu ternyata tetangganya sendiri [n] (1) gulungan (film): ia telah menghabiskan tiga -- untuk mengabadikan peristiwa itu; (2) kayu, besi, dsb yg bulat torak bangunnya untuk pelindis, penggaris, pengimpit: -- mesin tulis; (3) penggulung rambut; (4) alat untuk mengecat tembok dng cara menggelindingkannya supaya rata
royalti ro.yal.ti [n] (1) uang jasa yg dibayar oleh penerbit kpd pengarang untuk setiap buku yg diterbitkan: dng -- , kita dapat melengkapi sarana kerja kita sehari-hari; (2) bagian produksi atau penghasilan yg dibayarkan kpd orang yg mempunyai hak memberi izin pengusahaan (eksplorasi) minyak dsb; (3) uang jasa yg dibayarkan oleh orang (perusahaan) atas barang yg diproduksinya kpd orang (perusahaan) yg mempunyai hak paten atas barang tsb
ruang epidural [Anat] ruang yg terletak di antara dura mater dan tulang tengkorak
rujuk ru.juk [v] (1) kembalinya suami kpd istrinya yg ditalak, talak satu atau talak dua, ketika istri masih dl masa idah: setelah diberi nasihat oleh saudaranya, ia -- dng istrinya; (2) ki kembali bersatu (bersahabat dsb): kedua partai yg sudah -- itu ikut dl kabinet baru [n] , -- silang 1 cara untuk mengacu ke kata entri (lema) yg dicantumkan di tempat lain (dl kamus atau ensiklopedia) yg telah diberi definisi atau penjelasan; (2) apa yg ditunjuk kembali
rumah murah rumah yg dijual dng harga yg murah agar orang yg berpenghasilan rendah mampu membelinya (dng angsuran)
rungkau rung.kau [ark v] , me.rung.kau v terurai dan bergantung menutupi muka (tt rambut): rambutnya porak-parik dan setengah ~ menutupi wajahnya
sabung selepas hari petang [pb] untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir): biar kalah -- asalkan menang sorak, pb biar harta habis asal hati senang (puas)
sakat sa.kat [n] benalu; pasilan [v] me.nya.kat.kan v (1) mengganggu; mengusik; merintangi: ia suka -- orang lain; (2) menaruh (perahu dsb) di tanah; mendamparkan; menambatkan: pd musim barat banyak nelayan yg -- perahunya begitu saja di pantai lihat suku
saleh sa.leh [a] (1) taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah; (2) suci dan beriman: mudah-mudahan ia akan menjadi anak yg -- [ark v] (1) datang: silakan Tuanku -- kembali esok pagi; (2) pergi: -- berlancang
salib sa.lib [n] (1) dua batang kayu yg bersilang; (2) Kris kayu bersilang tempat Yesus dihukum orang Yahudi; (3) tanda silang; (4) Kat syarat dng tangan yg menggambarkan tanda silang sbg pengungkapan doa: sebelum berdoa ia membuat tanda -- dng menggerakkan tangan dr dahi ke dada dan dr pangkal lengan kiri ke pangkal lengan kanan
salihah sa.li.hah [a] saleh (untuk wanita): sungguh banyak wanita tunasusila yg berpotensi menjadi wanita --
salon sa.lon [n] ruang (kamar) yg diatur dan dihias dng baik (untuk menerima tamu dsb): tamu itu dipersilakan duduk di -- [n] tempat pengeras suara (pd radio dsb)
sampingan sam.ping.an [n] sesuatu yg bukan pokok; sambilan: ia memperoleh penghasilan -- yg lumayan
sampuk sam.puk [v] me.nyam.puk v (1) melanggar; menabrak; menumbuk; membentur: kepalanya -- tiang besi; (2) menyambut (pukulan dsb); menangkis: pendekar silat itu berhasil -- serangan lawannya; (3) menepis tangan (yg sedang memegang senjata dsb): polisi -- tangan penodong yg bersenjata itu; (4) memotong (pembicaraan orang); menyelang: kurang sopan kalau kita -- perkataan orang lain; (5) mencampuri (urusan orang dsb)
sandang san.dang [n] bahan pakaian: mutu -- dalam negeri tidak kalah dng buatan luar negeri [n] (1) tali (dr kulit, kain, rotan, dsb) yg dipakai untuk membawa sesuatu dng disampirkan di bahu atau disilangkan di dada: bedil itu diikat dng -- kulit; (2) selendang; selempang: -- merah yg menggantung di bahunya menambah cantik pemakainya
sangga langit tumbuhan jenis pasilan yg hidup dan tumbuh di pohon lain; Cassytha filiformis
sangling sang.ling [Jw v] me.nyang.ling v mengupam; menyepuh emas (perak dsb), supaya mengilap: dia hidup dr penghasilan -- barang-barang perhiasan
sanjungan san.jung.an [n] (1) kata pujian yg diucapkan sbg pernyataan kagum atau senang thd orang lain; pujian; penghormatan: berkat keberhasilannya, ia mendapat -- dr masyarakat luas; (2) (orang yg) suka dipuji-puji: sifat -nya itu menyebabkan ia dijauhi teman-temannya
sapi perahan [ki] orang yg diperas tenaganya (penghasilannya, dsb) oleh orang lain; orang yg dimanfaatkan secara terus-menerus oleh orang lain
sasar sa.sar [a] kurang pikir; tidak beres ingatan; setengah gila [Jw v] me.nya.sar v sesat; salah jalan: arah tembakannya -- mengenai orang yg sedang berjalan [v] me.nya.sar v membidik; menuju; mengarah (kpd) [Mk n] sa.sar.an n (1) tempat berlatih (belajar, menembak, mengaji, bersilat, dsb); gelanggang: -- perang; -- tenis; (2) sasarannya
sawit sa.wit lihat kelapa [Jw n] sa.wit.an n pakaian lengkap (kain panjang dan ikat kepala) yg sama warna dan coraknya; seperangkat sawit
seadanya se.a.da.nya [adv] apa adanya; apa yg ada saja: silakan makan ~
sedondon se.don.don [a] sama warna atau coraknya (tt kain)
sejarah se.ja.rah [n] (1) asal-usul (keturunan) silsilah; (2) kejadian dan peristiwa yg benar-benar terjadi pd masa lampau; riwayat; tambo: cerita --; (3)pengetahuan atau uraian tt peristiwa dan kejadian yg benar-benar terjadi dl masa lampau; ilmu sejarah
sektor formal lingkungan suatu usaha resmi yg dapat menampung tenaga kerja; -- informal 1 lingkungan usaha tidak resmi; lapangan pekerjaan yg diciptakan dan diusahakan sendiri oleh pencari kerja (spt wiraswasta): usaha yg paling menguntungkan dr -- informal adalah membuka rumah makan di tempat-tempat yg ramai; (2) unit usaha kecil yg melakukan kegiatan produksi dan/atau distribusi barang dan jasa untuk menciptakan lapangan kerja dan penghasilan bagi mereka yg terlibat unit tsb bekerja dng keterbatasan, baik modal, fisik, tenaga, maupun keahlian
sekularis se.ku.la.ris [n Fil] penganut aliran yg menghendaki agar kesusilaan atau budi pekerti tidak didasarkan pd ajaran agama
sela se.la [kl n] pelana [n] batu [Mk a] juling (tt mata) /sEla/ ? 2sila [n] (1) tempat (ruang) di antara dua benda (barang): terletak di -- gunung; (2) celah: ia melihat dr -- dinding; (3) sesuatu yg tersisip (terletak) di antara benda-benda dsb; selang: nanas boleh juga digunakan sbg tanaman -- di antara tanaman rambutan
selara se.la.ra [n] bulu-bulu halus pd tumbuhan yg dapat membuat gatal (pd tebu, rebung, jelatang, dsb); miang [n] ikan sembilang, siripnya lebih berbisa dp ikan yg lebih besar [Mk n] daun yg telah tua (kering); silara
selimpat se.lim.pat [n] cara menganyam [n] ular laut yg pipih kepalanya lihat silang v, me.nye.lim.pat v menghindarkan diri dng sembunyi-sembunyi (supaya tidak kelihatan dsb)
selonjor se.lon.jor [v] ber.se.lon.jor v duduk dng kaki terjulur lurus ke depan: ia ikut -- di samping si pembaca buku yg duduk bersila di atas tikar plastik
semarai se.ma.rai [Mk a] pecah belah; merekah; berkembang lihat sorak
sendi sen.di [n] (1) hubungan yg terbentuk antara tulang; sendi tulang; tulang sendi: ia berasa ngilu pd tulang -- nya; (2) tempat bersambung (perhubungan) antara dua bagian barang; sekeri (pintu, peti, dsb): tukang sedang memasang -- pintu; (3) simpai (bingkai) sbg penyalut: tongkat itu diberi -- emas; (4) Ling peralihan bermakna dr satu segmen fonologis ke segmen fonologis yg lain atau segmen fonologis ke kesenyapan, baik yg terbuka maupun yg tertutup [n] (1) batu pengalas atau pengganjal tiang rumah dsb: memasang batu --; (2) ki alas; dasar; asas; fundamen: Pancasila menjadi -- kehidupan bangsa kita
sendi mati sendi yg terdapat antara tulang-tulang yg mendinding tengkorak
senggakan seng.gak.an [n] sorak (dl lagu, tarian, dsb)
sengkang seng.kang [n] (1) palang dr kayu dsb (pd pintu, kaki meja, antara dua tiang, mulut ember, jari-jari roda, kayu yg dipasang pd kaki binatang supaya tidak bisa lari, kayu bersilang spt salib dsb); (2) garis tengah pd bulatan (lingkaran); (3) garis pendek melintang untuk pemisah suku kata dsb; tanda sengkang; tanda hubung
sengkelang seng.ke.lang [ark a] bersilang (tt tangan atau kaki); sengkeling
sengkeling seng.ke.ling [v] ber.seng.ke.ling v bersilang tindih-menindih (kaki, tangan): duduk di kursi dng -- kaki
sentosa sen.to.sa [a] bebas dr segala kesukaran dan bencana; aman dan tenteram; sejahtera: dng penghasilan yg cukup dan lingkungan yg aman, ia hidup dng -- bersama keluarganya di kampung
seperti se.per.ti [p] (1) serupa dng; sebagai; semacam: kue itu bentuknya -- martabak; rupanya -- ini; (2) sama halnya dng; tidak ubahnya: wajahnya kasar -- tengkorak; -- perahu patah kemudi begitulah halku ini; (3) sebagaimana; sesuai dng; menurut: segala-galanya dilakukan -- perintah tuannya; kerjakan -- kataku tadi; (4) seakan-akan; seolah-olah: -- tidak ada orang lain yg menyamai kepandaiannya; (5) misalnya; umpamanya; (6) adapun yg sbg; akan hal: -- saya ini tidak patut duduk sejajar dng beliau
serabutan se.ra.but.an [Jw a] (1) silang-menyilang tidak menentu (tt arus lalu lintas); (2) cenderung melakukan apa saja (tt pekerjaan, peran, dsb)
seragam se.ra.gam [n] (1) sama ragamnya; sejenis; sama; (2) (pakaian) yg sama potongan dan warnanya: baju ~ [n] sama ragam (corak, bentuk, susunan): pakaian --
serama se.ra.ma [kl n] (1) gendang yg sebelah dipukul dng tangan dan yg sebelah lagi dipukul dng pemukul; (2) permainan silat (dng pedang)
serandang se.ran.dang [n] dua batang kayu (buluh dsb) bersilang dan berikat di bagian atas untuk menyangga atau menunjang sesuatu
serebrum se.reb.rum [n] otak yg mengisi rongga tengkorak bagian atas; otak besar
seteranah se.te.ra.nah [a] girang sekali: ia -- mendapat hadiah teka-teki silang
sewingit se.wi.ngit [a] sama angkernya dng: dewasa ini hutan-hutan tepi pantai tidak ~ masa silam
sidamukti si.da.muk.ti [n] corak kain batik klasik, biasa dipakai pengantin Jawa yg melambangkan kebahagiaan
silempukau si.lem.pu.kau [Lihat {silampukau}]
silinder si.lin.der [n] (1) ruang yg berbatas bidang lengkung dan dua bulatan yg sama besar; tabung; (2) barang yg berbentuk bulat torak (dl mesin, roda arloji, dsb)
simpang siur sim.pang si.ur [v] (1) silang-menyilang tidak keruan (tt jalan, garis); (2) lilit-melilit tidak keruan (tt sulur, pita, dsb); (3) sangat rapat dan silang-menyilang (spt kawat telepon di kota-kota besar); (4) banyak seluk-beluknya (liku-likunya dsb)
singkang sing.kang [n] tenaga dalam (yg bersumber pd api) dl permainan silat dsb: tenaga -- mu sukar kulawan
skeptis skep.tis [a] kurang percaya; ragu-ragu (thd keberhasilan ajaran dsb): penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan --
sopan so.pan [a] (1) hormat dan takzim (akan, kpd); tertib menurut adat yg baik: dng -- ia mempersilakan tamunya duduk; kpd orang tua kita wajib berlaku --; (2) beradab (tt tingkah laku, tutur kata, pakaian dsb); tahu adat; baik budi bahasanya: ia berlaku amat -- kpd kedua orang tuanya; (3) baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul): sekarang ini kita sukar untuk membedakan perempuan yg -- dan yg lacur
sopan santun so.pan san.tun [n] budi pekerti yg baik; tata krama; peradaban; kesusilaan: -- dl pergaulan sangat diperlukan dl kehidupan bermasyarakat
stambon stam.bon [n cak] surat silsilah yg berisi asal-usul darah atau keturunan
stema ste.ma [n Sas] silsilah yg menggambarkan asal-usul naskah
suhu su.hu [n] ukuran kuantitatif thd temperatur; panas dan dingin, diukur dng termometer [n] guru dl dunia persilatan: tersangka dikenal sbg -- yg menguasai berbagai macam ilmu silat
sujud syukur [Isl] sujud ketika memperoleh kenikmatan, keberhasilan, kegembiraan atau terlepas dr kesu-litan atau musibah
sulalah su.la.lah [Ar n] asal-usul; turunan; silsilah; keturunan: Sulalatus Salatin, asal usul raja-raja
sulap su.lap [n] pertunjukan berbuat sesuatu yg menakjubkan (spt saputangan diubah menjadi burung merpati); silap mata [ark a] salah cara menenunnya (tt kain tenun)
sumbang langkah perbuatan yg tidak senonoh; (2) salah (me)langkahnya (dl silat dsb); langkah sumbang sengaja membuat langkah yg salah (dl silat dsb) untuk mengumpan lawan; (2) berbuat yg melanggar adat (kesopanan dsb)
sumbu sum.bu [n] (1) benang (kapas dsb) yg berfungsi sbg jalan peresapan minyak dsb ke bagian yg disulut (tt lampu, kompor, dsb): -- pelita; menyembulkan --; (2) tunam (pd petasan, meriam kuno, dsb); murang: -- meriam; -- mercon [n] (1) gandar roda; poros: pedati itu patah --; (2) garis lurus yg di sekelilingnya terdapat simetri: -- torak; (3) Ling bagian frasa eksosentrik yg berupa kata, frasa, atau klausa, spt frasa atau klausa yg mengikuti preposisi atau konjungtor [n] -- badak cula badak
susur galur silsilah keturunan
swakendali swa.ken.da.li [n] pengendalian sendiri: -- adalah satu unsur keberhasilan dl bisnis wiraswasta
swastika swas.ti.ka [n] (1) simbol atau ornamen dng bentuk yg menyeru- pai salib dng silang-silang membengkok dl sudut siku-siku, umumnya diartikan sbg lambang peredaran semesta, matahari, dsb; (2) lambang keagamaan umat Hindu Dharma di Bali; (3) simbol yg digunakan partai Nazi di Jerman
tafadal ta.fa.dal [Ar v] silakan: -- Anda yg menjadi imam
talu ta.lu, ber.ta.lu-ta.lu [v] terus-menerus tiada henti-hentinya; tidak putus-putus; berulang-ulang: dentuman meriam ~; sorak kedua belah pihak ~
taman wisata hutan wisata yg memiliki keindahan alam, baik keindahan nabati, hewani, maupun alam itu sendiri yg mempunyai corak khas untuk dimanfaatkan bagi kepentingan rekreasi dan kebudayaan
tambang emas tempat penggalian emas; (2) ki sumber penghasilan yg besar dan menguntungkan
tampil tam.pil [v] (1) melangkah maju (ke muka, ke depan): para pemenang dipersilakan -- ke depan untuk menerima hadiah; (2) menampakkan diri; muncul: dl tahap akhir -- tiga orang calon ketua
tanda tan.da [n] (1) yg menjadi alamat atau yg menyatakan sesuatu: dr kejauhan terdengar sirene -- bahaya; (2) gejala: sudah tampak -- nya; (3) bukti: itulah -- bahwa mereka tidak mau bekerja sama; (4) pengenal; lambang: kontingen Indonesia mengenakan -- Garuda Pancasila; (5) petunjuk
tangkar tang.kar [Jw n] tulang iga atau tulang paha (belakang) sapi, kambing yg masih berdaging sedikit-sedikit dan masih dapat digulai [v] me.nang.kar.kan v (1) membiakkan; menetaskan: orang Indonesia sudah dapat ~ burung perkutut Bangkok yg disilangkan dng burung perkutut lokal; (2) menggandakan
tangkas tang.kas [a] (1) cepat (tt gerakan); cekatan: dng -- ia berenang melawan arus; (2) sigap; gesit: pasukan yg -- sangat menentukan keberhasilan tugas di lapangan
tangkis tang.kis [v] me.nang.kis v (1) menolak atau menahan (pukulan atau serangan dng senjata dsb) dng menggunakan tangan, perisai, dsb): tangannya terluka ketika ~ serangan golok perampok; (2) menghadapi, melawan, dan menggagalkan (serangan dsb): satuan pertahanan pantai berhasil ~ serangan dr laut; (3) menahan dan memukul kembali: pesilat itu dng tangkas ~ serangan lawannya; (4) menjawab; menanggapi (kecaman, tuduhan, dsb): terdakwa ~ segala tuduhan terhadapnya
tapis ta.pis [n] alat yg dibuat dr kain dsb untuk memisahkan benda cair dr benda padat pencemar atau endapan untuk memisahkan benda padat yg berbeda ukurannya; penyaring [a] gesit; tangkas (dl bersilat dsb): ia tidak kalah -- dng pamannya [n] kain tenunan bersulamkan benang emas untuk upacara adat di Lampung, biasanya dipakai oleh wanita
taut ta.ut [v] ber.ta.ut 1 menutup (berkatup) kembali; menjadi rapat (tt sesuatu yg renggang, bercerai, luka, dsb): luka itu berangsur kering dan ~; (2) berpaut (pd, dng); jalin-menjalin: belukar kecil yg bertemu dan ~ daun dan rantingnya; (3)berpegangan (bergandengan, berjabatan) tangan; (4) tumbuh serta melekat menjadi satu berlekatan (pd, dng): kelopak bunga yg terdiri atas empat atau lima helai itu, ada yg bercerai-berai dan ada pula yg ~; (5) bertemu (spt sungai dng sungai, garis dng garis, dsb): air dan langit keduanya ~ pd satu titik pandang; (6) ki melekat kpd (dl arti ditujukan atau dipusatkan kpd); tertuju kpd; terpusat kpd: matanya ~ pd gadis itu; (7) ki berhubungan (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): pendidikan Pancasila ~ dng pendidikan moral [n] tali yg diberi berkail (untuk menangkap ikan): anak-anak membuat -- untuk memancing ikan
teater absurd [Sen] aliran penulis drama pertengahan abad XX, yg lakonnya menyajikan kesia-siaan segala makna, tujuan, usaha, dan keberhasilan alam semesta
tebar te.bar [v] ber.te.bar.an v bertaburan; berhamburan; tersebar: rumah makan banyak ~ di sekitar tempat itu; pulau-pulau kecil ~ di lautan yg luas [n] -- layar bagian rumah yg berbentuk segitiga yg menutupi ruang antara dua kasau jantan yg bersilang
tegak sumbang keliru tegaknya (dl silat)
teks [n] (1) naskah yg berupa (a) kata-kata asli dr pengarang; (b) kutipan dr kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan; (c) bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dsb: peringatan itu didahului dng pembacaan -- Pancasila; berulang kali ia melirik ke dl -- terjemahan sajak-sajak yg sedang dibacanya; (2) wacana tertulis
tempurung jantan belahan tempurung sebelah atas (belahan tempurung yg terletak di bagian atas jika buah kelapa itu tergantung tangkainya): -- kepala tulang kepala (yg melindungi bagian isi kepala, terutama otak); batok kepala; tengkorak; cranium
teokratis te.o.kra.tis [a] berdasarkan pd teokrasi: negara mereka -- , tetapi negara kita Pancasilais
tepat te.pat [a] (1) betul atau lurus (arah, jurusan); berbetulan benar: gang ini -- menuju rumah guruku; matahari -- di atas kepala kita; rumah kami letaknya -- di muka apotek; (2) kena benar (pd sasaran, tujuan, maksud, dsb): tembakan itu -- mengenai jantungnya; jurusan yg dipilihnya sudah --; (3) tidak ada selisih sedikit pun; tidak kurang dan tidak lebih; persis: -- di tengah jalan; -- sama dng wajah adiknya; pukul 08.00 -- kami berangkat; jumlah yg -- baru diketahui sesudah diadakan sensus; tengah hari --; (4) betul atau cocok (tt dugaan, ramalan, dsb): perhitungannya kurang --; alasan itu mungkin -- juga; (5) jitu (tt tindakan, aturan, kritik, dsb): segera diambil tindakan yg tegas dan --; (6) betul atau mengena tt perkataan, jawaban, dsb: isilah titik-titik di bawah ini dng kata-kata yg --; semua pertanyaan dijawabnya dng --
tercengang ter.ce.ngang [v] ternganga keheranan (kagum, takjub): kedua anak itu ~ melihat orang berlatih silat
terhimpun ter.him.pun [v] terkumpul; telah dikumpulkan: beberapa perkumpulan pencak silat sudah ~ dl satu organisasi
terlak ter.lak [ark n] silat (pencak)
ternak bibit ternak unggul yg berdarah murni untuk dipersilangkan sehingga menghasilkan ternak komersial
ternukil ter.nu.kil [v] tercantum; terpatri; terkutip: membantu orang melarat adalah tugas sosial yg ~ dl Pancasila
teropong te.ro.pong [n] (1) alat untuk melihat barang yg jauh-jauh; keker; (2) torak; buluh-buluh
tingkah ting.kah [n] (1) ulah (perbuatan) yg aneh-aneh atau yg tidak sewajarnya; lagak; canda: kuda itu bermacam-macam -- nya; gadis itu -- nya semakin keterlaluan; banyak --; (2) perangai; kelakuan [n] (1) gendang; (2) pukulan gendang dsb yg mengiringi lagu, bunyi-bunyian atau tari; (3) nyanyi (sorak, tepuk tangan, dsb) yg berselang-selangan atau bersambutan dng bunyi-bunyian
tingkal ting.kal [n Kim] garam natrium berwarna putih yg dapat larut dl air (dipakai untuk patri); boraks
tinta stensil tinta khusus untuk penstensilan, dibuat dr jelaga dicampuri minyak mineral atau minyak jarak dan bahan penanda
tipe ti.pe [n] model; contoh; corak: mereka lebih menyukai -- yg tradisional
tipologi ti.po.lo.gi [n] ilmu watak tt bagian manusia dl golongan-golongan menurut corak watak masing-masing
tong [n] tempat (air, paku, semen, dsb) yg dibuat dr papan kayu, plastik, dsb bentuknya bulat torak; tahang: setiap penduduk diperintahkan menyediakan -- sampah di rumahnya [n] tiruan bunyi kentungan [Jk n kp] entong (panggilan kpd anak laki-laki)
totaliterisme to.ta.li.ter.is.me [n] paham yg dianut oleh pemerintahan totaliter dan praktik-praktik yg dilaksanakan: di Indonesia sistem -- akan dijauhi krn tidak sesuai dng Pancasila
transgenik trans.ge.nik [a] silang gen: teknologi kedokteran sukses menghasilkan binatang --
trofi tro.fi [n] yg diperoleh sbg tanda kenang-kenangan atas kemenangan atau keberhasilan (dl perburuan, olahraga, dsb) dl bentuk piala, patung kecil, dsb; hadiah berupa uang atau barang bagi yg memenangi atau menjuarai turnamen olahraga
tuan-tuan tu.an-tu.an [n] (1) banyak orang laki-laki; banyak tuan: ~ dan nyonya-nyonya dipersilakan duduk; (2) bangsawan; ningrat: anak ~ , anak raja-raja; kaum ningrat
tukuk tu.kuk [n] tokok; -- tambah tambahan sedikit: penghasilan dr beternak ayam itu lumayan sbg -- tambah biaya sekolah anak-anaknya
tulang atlas ruas tulang belakang pertama yg menyangga tengkorak
tulang kepala tengkorak
turun gunung mengamalkan ilmu yg sudah diperoleh di perguruan (dl cerita silat)
uang jaga-jaga uang yg sengaja disimpan untuk dipakai apabila diperlukan (msl apabila uang yg telah disediakan tidak mencukupi); -- jajan uang yg diberikan (disediakan) untuk dibelanjakan sewaktu-waktu (biasanya untuk anak-anak yg belum punya penghasilan dan jumlahnya tidak terlalu besar): tiap hari ia mendapat -- jajan dr ibunya
ubar [n] (1) pohon yg kulitnya dijadikan bahan pewarna untuk mencelup jala, jaring, dsb; Eugenia cymosa; (2) bahan pewarna (cat) dr kulit ubar; (3) Mk cat [ark v] , meng.u.bar v mengorak (membuka) barang yg tergulung (layar dsb)
ubet [Jw a] rajin dan ulet dl mencari pekerjaan sambilan (penghasilan tambahan)
ucapan ucap.an [n] (1) kata yg diucapkan (dilisankan, disebutkan); ujaran: ~ nya menyentuh perasaanku; (2) lafal; sebutan: ~ /w/ dl bahasa Belanda tidak sama dng ~ /w/ dl bahasa Indonesia; (3) kata-kata dl pidato atau sambutan: puas rasanya mendengarkan ~ beliau dl upacara itu; (4) perkataan sbg pernyataan rasa hati (spt rasa sukacita, rasa terima kasih, dsb): dia banyak menerima telegram ~ selamat atas keberhasilannya
ukiran gelung ukir.an gelung ukiran yg bercorak gelungan
ukiran terawang ukir.an terawang ukiran yg bercorak spt renda yg berlubang tembus
undang un.dang [v] meng.un.dang v memanggil supaya datang; mempersilakan hadir (dl rapat, perjamuan, dsb): mereka ~ kita makan malam; kami ~ Tuan menginap di rumah kami [n] , un.dang-un.dang n (1) ketentuan dan peraturan negara yg dibuat oleh pemerintah (menteri, badan eksekutif, dsb), disahkan oleh parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat, badan legislatif, dsb), ditandatangani oleh kepala negara (presiden, kepala pemerintah, raja), dan mempunyai kekuatan yg mengikat; (2) aturan yg dibuat oleh orang atau badan yg berkuasa: taat pd ~ partai; (3) hukum (dl arti patokan yg bersifat alamiah atau sesuai dng sifat-sifat alam): ~ untuk membangun kalimat dr tiap-tiap bahasa memang berlainan [ark n] penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan)
ungkai ung.kai , meng.ung.kai v (1) menguraikan simpulan (tali, ikatan, dsb); (2) membuka (belenggu, borgol, dsb); (3) menanggalkan (baju); mengorak; (4) membongkar atau merombak (rumah, mesin, dsb); (5) membatalkan (janji, jual beli, dsb); (6) ki membongkar-bongkar untuk menyelidiki atau membangkit-bangkit perkara lama: untuk menggali sejarah, kita harus ~ bahan-bahan masa lampau
unitarisme uni.ta.ris.me [n] ajaran (paham, kecenderungan) yg menginginkan bentuk negara kesatuan: Mukadimah Konstitusi l945 mempunyai corak --
usul menunjukkan asal [pb] kelakuan (budi bahasa) seseorang menunjukkan asal keturunannya; -- mula mula-mula sekali; keadaan (sebab-sebab dsb) yg semula: -- mula pertikaian itu krn salah paham saja; -- usul 1 asal keturunan; silsilah; susur galur: kalau dilihat dr ~ nya, dia masih keturunan Raja Mataram; (2) cerita (secara urut dr awal sampai terjadinya suatu peristiwa); riwayat; (3) yg menjadi sebab-sebabnya (tt suatu peristiwa atau kejadian); sebab mulanya [pb] dr tingkah laku (tabiat) dapat kita ketahui asalnya (tinggi rendahnya derajat dsb)
utopis uto.pis [a] berupa khayal; bersifat khayal; (2) n orang yg memimpikan suatu tata masyarakat dan tata politik yg hanya bagus dl gambaran, tetapi sulit untuk diwujudkan: masyarakat adab dan susila tanpa polisi susila hanya terdapat dl impian kaum --
wajah wa.jah [n] (1) bagian depan dr kepala; roman muka; muka: ketika aku datang tampak -- ibunya berseri-seri; (2) tokoh (pemain dsb): -- baru; (3) ki apa-apa yg tampak lebih dulu: Jakarta adalah -- Indonesia; (4) gambaran; corak: -- remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi dng banyak yg terlibat penggunaan obat terlarang
warna war.na [n] (1) kesan yg diperoleh mata dr cahaya yg dipantulkan oleh benda-benda yg dikenainya; corak rupa, spt biru dan hijau: dia sering memakai baju yg biru -- nya; (2) kl kasta; golongan; tingkatan (dl masyarakat): masyarakat Hindu membagi manusia menjadi empat --; (3) corak; ragam (sifat sesuatu): usaha partai itu tidak jelas -- nya
wisudawan wi.su.da.wan [n] (sarjana muda, sarjana) laki-laki yg diwisuda: pewara mempersilakan para -- dan wisudawati untuk berkumpul dan berfoto bersama
yel [n] pekikan atau sorakan para pelajar (mahasiswa, anggota perkumpulan, dsb) untuk memberi dorongan semangat kpd regunya yg sedang bermain (bertanding dsb); teriakan khusus di kalangan pramuka

Jika informasi mengenai "orak sila" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas