Arti kata/frase "opor" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/opor

Halaman ini menjelaskan kata atau frase opor menurut KBBI Edisi III

opor: [n] gulai ayam (itik dsb) berkuah santan kental, biasanya berwarna putih atau kekuning-kuningan, yg dimasak dng rempah-rempah

Lebih lanjut mengenai opor

opor terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 72 kata terkait yakni sebagai berikut:

opor [n] gulai ayam (itik dsb) berkuah santan kental, biasanya berwarna putih atau kekuning-kuningan, yg dimasak dng rempah-rempah
oportunis opor.tu.nis [n Pol] orang yg menganut paham oportunisme
oportunisme opor.tu.nis.me [n] paham yg semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dr kesempatan yg ada tanpa berpegang pd prinsip tertentu
oportunistis opor.tu.nis.tis [a] bersifat oportunis
oportunitas opor.tu.ni.tas [n] kesempatan yg baik untuk berbuat sesuatu; waktu yg tepat; peluang
kepeloporan ke.pe.lo.por.an [n] perihal pelopor; sifat sbg pelopor
memopor me.mo.por [v] memukul dng popor: ia ~ kepala penjahat itu
proporsional pro.por.si.o.nal [a] sesuai dng proporsi; sebanding; seimbang; berimbang: program dapat disusun secara rapi sehingga masalahnya dapat ditangani secara --
pukulan popor pu.kul.an popor pukulan dng ujung popor senapan
troli kopor troli untuk membawa kopor
ensopor en.so.por [p cak] dan sebagainya; dan lain-lain
industri pelopor industri yg menjadi awal munculnya industri lain yg serupa
kopor ko.por [Lihat {koper}]
lopor lo.por [n Lay] bagian rantai antara jangkar dan segel pertama yg panjangnya kira-kira sama dng panjang ulup jangkar
memelopori me.me.lo.pori [v] (1) berjalan mendahului: beberapa buah tank ~ perjalanan pasukan itu; (2) memimpin (memberi contoh atau teladan): ia bermasud hendak ~ rakyat ke jurusan koperasi; (3) merintis jalan: merekalah yg ~ perjuangan kemerdekaan
oposisi proporsional [Ling] oposisi antara dua fonem yg juga ada dl pasangan lain
osteoporosis os.teo.po.ro.sis [n] keadaan tulang yg menjadi keropos dan lapuk
pelopor pe.lo.por [n] (1) yg berjalan terdahulu; yg berjalan di depan tt perarakan dsb; (2) perintis jalan; pembuka jalan; pionir: dia dipandang orang sbg -- dl dunia pendidikan wanita; (3) pasukan perintis (yg terdepan) gerak pembaharuan (tanpa memperhitungkan risiko yg mungkin dialami)
popor po.por [Jk n] tangkai bedil; gagang senapan
proporsi pro.por.si [n] (1) perbandingan: -- antara yg lulus dan yg tidak lulus adalah tiga dng dua; (2) bagian: pemerintah merasa perlu menempatkan fungsi pengawasan pd -- yg semestinya; (3) perimbangan: sesuai dng --
soporifik so.po.ri.fik [n Far] obat tidur
angkatan empat puluh lima (45) ang.kat.an empat puluh lima (45) para pejuang kemerdekaan yg memelopori revolusi pd saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan pd tahun 1945; (2) Sas kelompok pengarang dan seniman yg muncul sekitar tahun 1945
bawa ba.wa [v] , mem.ba.wa v (1) memegang atau mengangkat sesuatu sambil berjalan atau bergerak dr satu tempat ke tempat lain: ia -- oleh-oleh untuk adiknya; hari ini ia tidak -- uang sepeser pun; (2) mengangkut; memuat; memindahkan; mengirimkan: kami menyewa kendaraan untuk -- belanjaan kami ke rumah; (3) mengajak pergi; pergi bersama-sama; memimpin: sewaktu pembantunya pulang ke kampung, ia terpaksa -- anaknya ke pasar; pemimpin-pemimpin kita berusaha -- kita ke kemakmuran; (4) mendatangkan; mengakibatkan; menyebabkan: kopor seberat ini tidak akan -- oleh anak itu; (5) menarik atau melibatkan (dl urusan, perkara, dsb): dl urusan itu, kamu jangan sampai -- nama keluargamu
berteman ber.te.man [v] (1) berkawan; bersahabat; (2) tidak seorang diri; ada temannya; (3) beriring (dng): setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran
berunding be.run.ding [v] (1) bercakap-cakap (tt suatu hal): letakkanlah kopor itu, mari kita ~ sedikit; (2) berbicara; berembuk: ia ingin ~ dulu dng teman-temannya
buka jalan perintis; pelopor
degup de.gup [n] (1) tiruan bunyi benda, spt kopor jatuh ke tanah; (2) tiruan bunyi denyut jantung yg keras
egalitarianisme ega.li.ta.ri.an.is.me [n] (1) doktrin atau pandangan yg menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat; (2) asas pendirian yg menganggap bahwa kelas-kelas sosial yg berbeda mempunyai bermacam-macam anggota, dr yg sangat pandai sampai ke yg sangat bodoh dl proporsi yg relatif sama
faksi fak.si [n Pol] kelompok di dl suatu partai politik, yg umumnya anggotanya para politisi yg mencoba menonjolkan diri dng cara-cara oportunistis atau dng cara mendorong perpecahan di dl partai politiknya, bahkan di dl negara secara keseluruhan
garda depan barisan depan; perintis; pelopor; (2) kelompok seniman muda yg bercita-cita maju
geledah ge.le.dah [v] , meng.ge.le.dah v memeriksa (orang, rumah, dsb) untuk mencari sesuatu (spt barang larangan, barang curian, surat-surat bukti): petugas keamanan ~ kopor yg dicurigai berisi barang-barang terlarang
Hambali Ham.ba.li [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Imam Ahmad bin Hambal, dng sumber hukum, yaitu Alquran, hadis marfuk, hadis mursal dan daif, fatwa sahabat, serta kias (qiyas)
Hanafi Ha.na.fi [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Imam Abu Hanifah, dng sumber hukum, yaitu Alquran, sunah Rasul, fatwa sahabat Nabi, istihsan, dan adat
hanya ha.nya [adv] (1) cuma: aku -- bertanya; (2) kecuali: semuanya lulus, -- saya yg tidak beruntung; (3) tetapi: kalian boleh bermain di sini, -- jangan terlalu berisik; (4) tidak lebih dr: ia -- membawa uang receh dl dompetnya; (5) tidak lain dr: barang yg dibawanya pulang dr luar negeri -- sebuah kopor; (6) saja (biasanya digunakan bersama "saja" untuk mengeraskan makna): -- itu saja yg dapat kusumbangkan
hidronan hid.ro.nan [n] pelopor penyelidik kedalaman lautan
industri perintis industri pelopor
kumbang sagu kumbang yg merusak pohon sagu, terutama merusak empulur batang sagu; Rhynchoporus ferrugineus
laju kematian spesifik [Dem] jumlah proporsi dr kematian thd sejumlah populasi yg spesifik
Maliki Ma.li.ki [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Imam Malik bin Anas dng sumber hukum Alquran, sunah Rasul, ijmak, kias (qiyas), dan Istislah
melengah me.le.ngah [a] meleng; tidak awas-awas; lalai: kita tidak boleh ~ barang sekejap pun; kalau Anda ~ sebentar saja, hilang kopormu; (2) v mempersenang; menghibur: ia bernyanyi untuk ~ hati yg lara; (3) v mengasuh anak supaya jangan menangis: ia disuruh ibunya ~ adiknya
memasakkan me.ma.sak.kan [v] (1) memasak untuk: bibi -- kami opor ayam; (2) membuat supaya masak: pedagang pisang itu selalu berusaha -- pisang dagangannya dng cara memeramnya di dl tanah [v] (1) memakai sesuatu untuk pasak: ~ sepotong kayu ke dl lubang; (2) ki menerangkan (menasihatkan dsb) benar-benar: dr dahulu Ayah telah ~ hal itu kepadamu
membidani mem.bi.dani [v] (1)bertindak sbg bidan; menolong orang melahirkan: meskipun dokter, ia tidak sanggup kalau harus -- istrinya sendiri; (2) ki mencetuskan gagasan lahirnya sesuatu (forum, organisasi, dsb); memelopori: tokoh reformasi itu telah -- kekuatan pengimbang di antara dua kubu calon presiden; Bung Karno telah -- negara Republik Indonesia
memprakarsai mem.pra.kar.sai [v] memelopori; mengikhtiarkan; mengusahakan (untuk pertama kalinya sebelum orang lain melakukan): para ibu ~ gerakan pemberantasan buta huruf di kampung itu
mengangkatkan meng.ang.kat.kan [v] (1) mengangkat untuk orang lain: ia ~ kopor saya; (2) mengangkat: ia pun ~ tangannya sambil mengucapkan doa
menganjuri meng.an.juri [v] (1) berjalan mendahului: seorang penunjuk jalan ~ rombongan wisatawan; (2) memelopori: Kartini ~ perjuangan emansipasi wanita
mengarak meng.a.rak [v] (1) mengiringkan (mengantarkan, membawa berkeliling, dsb) beramai-ramai: riuh rendah suara orang ~ pahlawan bulu tangkis mengelilingi kota; (2) mendahului (tt barang apa yg berturut-turut); memelopori: bintang timur ~ siang
merampas me.ram.pas [v] (1) mengambil dng paksa (dng kekerasan); merebut: pencopet ~ kalungnya sewaktu ia turun dr bus; (2) menyamun; membegal; menyabot: ia ~ uang dan kopor orang itu di jalan; (3) menyita: Pemerintah terpaksa ~ harta benda orang itu sbg pembayar utangnya kpd negara
merintis me.rin.tis [v] (1) membuka jalan kecil (setapak) dng menebangi kayu-kayu di hutan: beberapa hari lamanya mereka ~ hutan; (2) membuat batas-batas (pancang dsb) di tanah yg akan dipakai untuk jalan: pekerjaan ~ jalan kereta api itu memerlukan banyak tenaga dan biaya; (3) memelopori (mengerjakan untuk pertama kali): Ibu Kartini telah ~ jalan untuk memajukan kaum wanita
mortalitas mor.ta.li.tas [n] (1) kodrat bahwa setiap manusia pd akhirnya harus meninggal dunia; (2) angka rata-rata kematian penduduk di suatu daerah atau wilayah; (3) proporsi kematian akibat penyakit tertentu; (4) kematian
muktazilah muk.ta.zi.lah [n Isl] (1) yg mengasingkan diri; (2) kelompok orang yg memisahkan diri dr kelompok Muawiyah dan kelompok Hasan bin Ali setelah tahkim krn tidak setuju dng keputusan yg diumumkan oleh utusan kedua belah pihak; (3) kelompok orang yg memisahkan diri dr ajaran Hasan Basri, yg dipelopori oleh Wasil bin Atha; (4) aliran yg mendasarkan ajaran Islam kpd Alquran dan pikiran, serta sangat kritis thd hadis dan cara penafsiran Alquran
obat dokter obat yg diberikan oleh dokter; -- esensial obat umum tanpa merek dagang, biasanya dikonsumsikan untuk unit pelayanan kesehatan dsb: para dokter seharusnya memelopori penggunaan -- esensial, mengingat harganya murah dan khasiatnya sama
pangkal bedil gagang bedil; popor
pemrakarsa pem.ra.kar.sa [n] (orang) yg memprakarsai; (orang) yg memelopori
penjelasan nomotetik pen.je.las.an nomotetik [Pol] penjelasan berdasarkan proporsi umum yg dapat diterapkan
perintis pe.rin.tis [n] (1) orang yg memulai mengerjakan sesuatu; pelopor: para ~ kemerdekaan mendapat penghargaan dr Pemerintah; (2) usaha pertama atau permulaan; pembuka jalan: penerbangan ~ ke daerah-daerah terpencil; (3) pasukan polisi (tentara) yg melakukan serangan pendahuluan; (4) penduduk yg mula-mula membuka daerah baru
pion pi.on [n] (1) bidak; (2) Fis partikel elementer yg berusia pendek; (3) ki perintis; pelopor: TNI harus menjadi pion pembangunan di semua pelosok; (4) ki orang suruhan; bawahan
pionir pi.o.nir [n cak] penganjur; pelopor; perintis jalan; pembuka jalan: dialah -- pertama dl pembangunan pendidikan
Protestantisme Pro.tes.tan.tis.me [n] aliran dl agama Kristen yg terpisah dr gereja Katolik Roma pd zaman reformasi (abad ke-16), yg dipelopori oleh Martin Luther
rekam re.kam [n] (1) bekas atau kesan dr sesuatu yg diucapkan; bekas yg dituliskan (spt garis-garis atau gambar berwarna pd kain, garis-garis berwarna pd kain tenun, huruf, tanda, yg diterakan pd kopor, cetakan stensil); (2) sulam (suji) dng warna yg lain (dng benang emas); (3) alur-alur bunyi (suara) pd piringan hitam; (4) alur-alur (magnetik) pd piringan (atau pita kaset) yg dapat menghasilkan bunyi dan/atau gambar
revolusi re.vo.lu.si [n] (1) perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yg dilakukan dng kekerasan (spt dng perlawanan bersenjata); (2) perubahan yg cukup mendasar dl suatu bidang: dialah pelopor -- dl bidang arsitektur bangunan bertingkat; (3) peredaran bumi dan planet-planet lain dl mengelilingi matahari
satyagraha sat.ya.gra.ha [n] gerakan dl rangka perjuangan di India, dipelopori oleh Mahatma Gandhi, dng prinsip bahwa manusia harus memegang teguh kebenaran dan menolak segala yg tidak benar
sekali se.ka.li [n] satu kali: baru ~ saya berkunjung ke rumahnya [adv] satu kali: kopor yg berat itu terbawa dng -- angkat; (2) num semuanya; sekaligus: ketiga karcis itu diberikannya -- kpd petugas; (3) kl n suatu waktu: -- peristiwa adalah seorang raja yg bijaksana; (4) adv seluruhnya; tidak ada berkecuali; sama sekali: semua surat-suratnya dibakarnya --; (5) adv amat; sangat: kamus ini murah --; (6) adv cak yg paling: ia mendapat tempat di belakang --
siku si.ku [n] (1) sendi tangan antara lengan atas dan lengan bawah; (2) gagang (bedil); popor; (3) sudut yg terjadi dr pertemuan dua garis yg tegak lurus satu sama lain; sudut 90o; (4) perkakas tukang kayu yg berupa sudut 90o (berbentuk L dan T) untuk menentukan apakah bangunan dsb berdiri tegak lurus; siku- siku; (5) belokan (kelokan) jalan yg merupakan sudut
siku-siku si.ku-si.ku [n] (1) popor gagang bedil; (2) sudut siku (90o); (3) kasau-kasau (rusuk) yg melengkung pd lambung perahu; makan -, ki baik sifatnya; tidak -, ki tidak patut; tidak selayaknya; tidak jujur
sponsor spon.sor [n] (1) orang atau perusahaan yg mengusahakan (memelopori, memprakarsai, mengusulkan, menyelenggarakan) suatu kegiatan (siaran, pertunjukan, dsb): perusahaan itu bertindak sbg -- dl kejuaraan bulu tangkis dunia; (2) penanggung jawab (wali); (3) pendukung; pendorong: anak dan istrinya menjadi -- utamanya dl melanjutkan studi
swadesi swa.de.si [n] gerakan yg menganjurkan agar menggunakan barang-barang buatan bangsa sendiri: Mahatma Gandhi terkenal sbg pelopor gerakan -- di India
Syafii Sya.fii [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Muhammad bin Idris asy-Syafii dng sumber hukum, yaitu Alquran, sunah Rasul (hadis), ijmak, kias, dan istidlal;
taja ta.ja [v] me.na.ja v (1) memulai; memelopori; (2) mengatur; merancangkan; (3) mengurus segala keperluan (material); membiayai; mensponsori
terbawa ter.ba.wa [v] (1) sudah dibawa; (2) tidak sengaja dibawa serta: pakaian-pakaian yg tidak perlu -- juga; (3) terlibat (dl perkara, urusan, dsb); tersangkut; terseret; terbawa-bawa: kepala kampung itu pun -- juga dl perkara penjualan tanah yg tidak sah itu; (4) dapat dibawa: kopor seberat ini tidak akan -- oleh anak itu; (5) disebabkan oleh: hal ini -- oleh keadaan masyarakat
tiang turus tiang atau batang pohon untuk mengukuhkan pagar dsb; (2) ki pelopor; pembesar negeri
upakarti upa.kar.ti [n] penghargaan pemerintah yg diberikan kpd perajin dan pengusaha kecil atas karya jasa pengabdian dan kepeloporannya dl industri kecil dan kerajinan (ukir, anyaman, tenun, sulam, dsb)
wajar wa.jar [a] (1) biasa sebagaimana adanya tanpa tambahan apa pun; (2) menurut keadaan yg ada; sebagaimana mestinya: perlu mengembalikan tarian Bali kpd proporsi yg --

Jika informasi mengenai "opor" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas