Arti kata/frase "opini politik" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/opini-politik

Halaman ini menjelaskan kata atau frase opini politik menurut KBBI Edisi III

opini politik: pendirian atau pandangan politik; pendirian berdasarkan ideologi atau sikap politik

Lebih lanjut mengenai opini politik

opini politik terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 307 kata terkait yakni sebagai berikut:

opini opi.ni [n] pendapat; pikiran; pendirian
politik po.li.tik [n] (1) (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (spt tt sistem pemerintahan, dasar pemerintahan): bersekolah di akademi --; (2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau thd negara lain: -- dl dan luar negeri; kedua negara itu bekerja sama dl bidang -- , ekonomi, dan kebudayaan; partai --; organisasi --; (3) cara bertindak (dl menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan: -- dagang; -- bahasa nasional
opini umum opini publik
politik imperialisme politik luar negeri yg bertujuan menambah kekuasaan dng menyentuh esensi hubungan kekuasaan yg ada atau mengubah status kekuasaan yg ada
politik pemisahan politik yg jelas melakukan pemisahan rasial dan ditegaskan dng undang-undang
politik pintu terbuka politik yg membolehkan penanaman modal asing di dl negeri
opini politik pendirian atau pandangan politik; pendirian berdasarkan ideologi atau sikap politik
politik air hangat [Pol] kebijakan politik yg dianut Rusia yg mencerminkan usaha mencari pelabuhan bebas es sepanjang tahun
politik dagang hal-hal yg berhubungan dng pemerintahan, lembaga dan proses politik yg berlaku dl perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri, berdasarkan undang-undang yg berlaku
politik dagang sapi tawar-menawar antara beberapa partai politik dl menyusun suatu kabinet koalisi (lembaga dsb)
politikus po.li.ti.kus [n] (1) ahli politik; ahli kenegaraan; (2) orang yg berkecimpung dl bidang politik
opini publik pendapat umum; pendapat sebagian besar rakyat
politik bahasa nasional kebijakan nasional yg berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan yg dapat dipakai sbg dasar bagi pengolahan keseluruhan masalah bahasa
politik buka keran kebijaksanaan untuk menyediakan segala kebutuhan hidup sebanyak-banyaknya
politik burung unta hal tindakan dng sengaja dng menutup mata thd bahaya atau masalah yg mungkin ada
politik fiskal [Pol] tindakan atau kebijakan pemerintah di pusat dan di daerah yg berhubungan dng masalah perpajakan
politik kampung daya upaya mencapai tujuan dng sasaran masyarakat di kampung-kampung
politik moneter tindakan atau kebijakan yg diambil oleh pemerintah yg berhubungan dng masalah keuangan negara, spt tindakan mengadakan devaluasi
politik nasional asas, haluan, usaha, tindakan serta kebijakan tindakan negara tt pembinaan serta penggunaan secara menyeluruh potensi nasional, baik yg potensial maupun yg efektif, untuk tujuan nasional
siasat dunia politik dunia
siasat luar negeri politik luar negeri
akrobat politik pernyataan yg dikeluarkan hari ini, bisa bertentangan dng pernyataan beberapa saat kemudian; (2) kader politik yg menyeberang ke partai lain
arus politik kancah politik
asimilasi politik penyesuaian paham politik antara dua organisasi agar dapat bekerja sama
bangun politik pembangunan yg mengarah kpd keinginan perasaan dl arti warga negara aktif atau terlibat dl berbagai kegiatan politik
bebas aksi politik kemerdekaan atau keleluasaan setiap warga negara untuk melibatkan diri dl kegiatan politik (tanpa adanya berbagai paksaan dr pihak masyarakat dan pemerintah)
berpolitik ber.po.li.tik [v] menjalankan (menganut paham) politik; ikut serta dl urusan politik
bijak politik sistem konsep resmi yg menjadi landasan perilaku politik negara
budaya politik pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yg mendasari, mengarahkan, dan memberi arti kpd tingkah laku dan proses politik dl suatu sistem politik, mencakup cita-cita politik ataupun norma yg sedang berlaku dl masyarakat politik
bukti politik orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi
buta politik tidak tahu sedikit pun tt politik
demokrasi politik sistem politik yg ditandai dng berfungsinya lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif yg secara relatif bersifat otonom
desentralisasi politik pengakuan adanya hak mengurus kepentingan rumah tangga sendiri pd badan politik di daerah yg dipilih oleh rakyat di daerah tertentu
ekopolitik eko.po.li.tik [n] bagian (ilmu) geopolitik tt gejala ekonomi dl unit perusahaan dan hubungan antara berbagai badan usaha
etnopolitik et.no.po.li.tik [n] ilmu perbandingan politik mengenai sejarah, asal-usul, perkembangan, dan persebaran tata susunan politik pd masyarakat manusia, terutama yg belum mengenal industri
gelanggang politik arena politik; percaturan politik
haluan politik arah atau tujuan politik
ideologi politik sistem kepercayaan yg menerangkan dan membenarkan suatu tataan politik yg ada atau yg dicita-citakan dan memberikan strategi berupa prosedur, rancangan, instruksi, serta program untuk mencapainya; (2) himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan yg dimiliki seseorang atau sekelompok orang yg menjadi dasar dl menentukan sikap thd kejadian dan problem politik yg dihadapinya dan yg menentukan tingkah laku politik
iklim politik suasana politik; keadaan percaturan politik
ilmu politik ilmu tt pranata politik, asas, dan organisasi pemerintahan negara
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kelas politik kelas penguasa yg timbul di dl masyarakat (selalu dl jumlah yg sedikit) yg melakukan semua fungsi politik, monopoli kekuasaan, dan menikmati keuntungan yg didapat dl kekuasaan itu
manuver politik gerakan yg cepat dl bidang politik
nonpolitik non.po.li.tik [n] yg tidak bersifat politik; yg tidak berhubungan dng politik; yg tidak menganut suatu paham politik; bukan politik: organisasi itu bersifat --
partai politik perkumpulan yg didirikan untuk mewujudkan ideologi politik tertentu
pengungsi politik peng.ung.si politik penduduk suatu negara yg pindah ke negara lain krn alasan politik, biasanya mereka menganut aliran politik yg bertentangan dng politik penguasa di negara asalnya
pers opini pers yg dng tegas membela dan mengemukakan doktrin dan gagasan sbg bagian politik pemberitaannya: -- perjuangan surat kabar yg terbit pd zaman Hindia Belanda, bercorak nasional dan menyuarakan kepentingan kaum pergerakan
peta politik gambaran tt situasi politik (kekuatan partai, perkembangan organisasi politik, dsb)
pranata politik sistem yg menata terselenggaranya proses dan kegiatan politik secara resmi
realpolitik re.al.po.li.tik [n] aliran (paham) dl politik yg selalu ingin mendapatkan hasil yg nyata atau mengingatkan pd kenyataan
reformasi politik perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang politik dl suatu masyarakat atau negara
sadar politik kesadaran dan pengetahuan orang mengenai kekuatan politik dl masyarakat
suaka politik perlindungan secara politik thd orang asing yg terlibat dl perkara politik
subjek politik pemeran politik; -- psikologis topik suatu kalimat, msl orang itu dl kalimat orang itu rumahnya jauh
tahanan politik ta.han.an politik orang yg ditahan krn alasan politik
tujuan politik tu.ju.an politik kondisi atau hasil akhir yg ingin dicapai
tunapolitik tu.na.po.li.tik [a] tidak mempunyai pengetahuan tt politik
berpolitik kancil ber.po.li.tik kancil main cerdik dng segala macam tipu daya
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
dampak politik akibat suatu keputusan, tindakan, ataupun peristiwa thd pendapat umum atau sikap masyarakat
generasi politik generasi masyarakat yg sezaman yg sama memiliki (merasakan) pengalaman sejarah yg bersifat mendasar pd usia formatif (antara 17-25 tahun)
geopolitik ge.o.po.li.tik [n] (1) ilmu tt pengaruh faktor geografi thd ketatanegaraan; (2) kebijaksanaan negara atau bangsa sesuai dng posisi geografisnya
hukum politik hukum yg mengatur hubungan hukum negara dng orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yg satu dan negara lainnya
memperpolitikkan mem.per.po.li.tik.kan [v] memolitikkan
organisasi politik institusi atau seperangkat tatanan yg dipakai masyarakat umum untuk mengatur berbagai masalah bersama
sosiologi politik ilmu tt asas-asas sosial dr kekuasaan dl segala pranata yg ada di masyarakat
trias politika tri.as po.li.ti.ka [n Pol] pengelompokan kekuasaan negara atas kekuasaan legislatif (kekuasaan membuat undang-undang), kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang), dan kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengadili)
-isme [sufiks pembentuk nomina] sistem kepercayaan berda-sarkan politik, sosial, atau ekonomi: terorisme; liberalisme; komunisme
agenda agen.da [n] (1) buku catatan yg bertanggal untuk satu tahun: acara rapat itu telah dicatat dl --; (2) acara (yg akan dibicarakan dl rapat): hal itu tercantum juga dl -- rapat; -- politik tema yg akan dibicarakan dl rapat politik: perebutan kursi DPR dan jabatan dl pemerintahan sudah tidak akan ada lagi dl -- politik di masa datang
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
agresif ofensif [a] bersifat maju dan menyerang dl suatu kegiatan (ekonomi, politik, olahraga, dsb)
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktivisme ak.ti.vis.me [n] (1) kegiatan (para) aktivis; (2) Pol doktrin yg menekankan perlunya tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik; (3) Sen aliran ekspresionisme yg berpandangan bahwa drama harus dapat mencari pemecahan realistis mengenai masalah sosial
alat musuh orang (golongan, organisasi, partai politik) yg diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri
aliansi ali.an.si [n Pol] ikatan antara dua negara atau lebih dng tujuan politik
aliran alir.an [n] (1) sesuatu yg mengalir (tt hawa, air, listrik, dsb): ~ hawa; ~ listrik; (2) sungai kecil; selokan: di daerah pegunungan itu banyak ~ yg jernih; (3) saluran untuk benda cair yg mengalir (spt pipa air): gas ini patah ~ nya; (4) haluan; pendapat; paham (politik, pandangan hidup, dsb): ~ politik; ~ falsafah modern; (5) Fis gerakan maju zat alir (fluida), msl gas, uap, atau cairan secara berkesinambungan
anarkisme anar.kis.me [n] ajaran (paham) yg menentang setiap kekuatan negara; teori politik yg tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang
ancaman an.cam.an [n] (1) sesuatu yg diancamkan: pengusaha itu menganggap sepi ~ itu; (2)perbuatan (hal dsb) mengancam: ~ akan pembongkaran daerah itulah yg menggelisahkan penduduk; (3) Pol usaha yg dilaksanakan secara konsepsional melalui tindak politik dan/atau kejahatan yg diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara dan bangsa
angin [n] (1) gerakan udara dr daerah yg bertekanan tinggi ke daerah yg bertekanan rendah; tiupan -- kencang merobohkan beberapa rumah penduduk; (2) hawa; udara: ban berisi --; (3) kentut: jangan buang -- sembarangan; (4) ki kesempatan; kemungkinan: menantikan -- baik; (5) ki hampa; kosong: cakap --; (6) ki kecenderungan yg agak menggembirakan: sejak pertengahan tahun 1999 terasa ada -- baru dl percaturan politik negara itu
anut [v] meng.a.nut v mengikut(i); menurut (haluan politik, ajaran, aliran, dsb); memeluk (agama): ia ~ paham sosialisme; sebagian besar rakyat Birma ~ agama Buddha
apartheid apart.heid [Bld n ] politik diskriminasi warna kulit yg diterapkan (dahulu) oleh negara Afrika Selatan antara keturunan dr Eropa (kulit putih) thd penduduk kulit berwarna: dahulu politik -- Afrika Selatan mendapat kritikan dr berbagai negara
apolitis apo.li.tis [a] (1) tidak berminat pd politik; (2) tidak bersifat politis
arena are.na [n] (1) gelanggang: -- tinju itu penuh sesak oleh penonton; (2) ki bidang (yg menjadi tempat bersaing, berjuang, dsb): terjun di -- politik
balon percobaan [Kom] berita yg disiarkan secara sengaja untuk memancing reaksi atau pemberitaan lebih jauh, pd umumnya bersifat politik
bangsawan sosial [Antr] golongan sosial dl masyarakat yg memiliki hak paling banyak dl lapangan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik berdasarkan hukum waris
bangun prasarana pembangunan dasar kehidupan politik, ekonomi, dan sosial untuk mendorong masyarakat berusaha mencapai modernisasi, meliputi perubahan institusional untuk mendukung usaha nasional dl mengembangkan kemudahan, spt jalan, komunikasi, pengairan, dan sistem perhubungan
bebas aktif sikap politik luar negeri Indonesia yg tidak terikat oleh suatu ideologi, tidak masuk blok negara asing tertentu dan dng aktif ikut mengambil prakarsa dl mengembangkan persahabatan dan kerja sama internasional
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
berafiliasi ber.a.fi.li.a.si [v] mempunyai pertalian dan berhubungan sbg anggota atau cabang: organisasi pemuda itu sama sekali tidak ~ dng partai politik itu
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
bercorak ber.co.rak [v] (1) mempunyai corak; beragi; bergambar (tt kain dsb): bahan yg ~ kecil-kecil lebih cocok untukmu; kain ~ batik Pekalongan; (2) berwarna (pd dasar): pelangi ~ tujuh; kain putih ~ hitam; (3) ki bersifat; berupa (berpaham dsb): perkumpulan ini tidak ~ politik
berfusi ber.fu.si [v] bergabung; meleburkan diri: kedua partai politik itu telah ~
bergerak ber.ge.rak [v] (1) berpindah dr tempat atau kedudukan (tidak diam saja): pasukan telah ~; (2) (mulai) melakukan suatu usaha; mengadakan aksi; berusaha giat (dl lapangan politik, sosial): mereka ~ untuk memperbaiki nasib
berkacau ber.ka.cau [v] (1) bercampur aduk tidak keruan; sudah campur betul: aduklah telur dan tepung itu hingga ~ betul, kemudian masukkan gula ke dalamnya; (2) bercampur aduk (tidak dibeda-bedakan; bertukar-tukar dng; keliru dng): banyak masalah pribadi yg ~ dng masalah politik
berkiprah ber.kip.rah [v] melakukan kegiatan dng semangat tinggi; bergerak (di bidang); berusaha giat dl bidang (politik dsb): kita sedang ~ untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang
berpadu ber.pa.du [v] (1) menjadi satu benar; luluh dan bercampur menjadi satu: angin laut dan desir ombak ~ suara; (2) beku dan menjadi keras (tt darah, air gula, dsb): darahnya ~; (3) kukuh krn telah disatukan: partai-partai politik ~ dl satu asas, Pancasila; (4) bercampur (dng): suka dan duka ~ mengharu hati
berpartai ber.par.tai [v] menjadi pengikut (anggota) salah satu partai politik
bersangkut paut ber.sang.kut pa.ut [v] (1) berhubungan; berkaitan; mempunyai pertalian: masalah itu tidak -- dng kegiatan politik; (2) berkepentingan: yg -- dng urusan keuangan supaya berhubungan dng bendahara
berselimut ber.se.li.mut [v] (1) memakai selimut; berselubung: tidur --; (2) ki menggunakan sesuatu untuk menyembunyikan maksud jahat dsb: banyak anasir jahat yg -- gerakan politik dan agama
bertentangan ber.ten.tang.an [v] (1) berhadapan; berhadap-hadapan: rumah saya ~ dng rumah Pak Camat; (2) berlawanan; tidak selaras: perasaan tidak selamanya ~ dng pikiran; (3) bersalahan (dng); tidak sesuai (tidak selaras, tidak cocok) dng: tindakan pemecatan buruh itu ~ dng jiwa Pancasila; (4) berselisih pendapat (paham dsb); bermusuhan; tidak sepaham (sependapat): sekarang partai politik tidak lagi ~ dl soal penghayatan dan pengamalan Pancasila
bipolisentrisme bi.po.li.sen.tris.me [n Pol] sistem politik internasional yg ditandai dng pengendoran blok-blok yg bersaing menjadi aliansi yg tidak begitu kohesif (bersatu padu) dan bangkitnya negara Non-Blok yg berpengaruh
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
blok [n] (1) gulungan (cita dsb): dibelinya kain putih dua --; (2) deretan beberapa buah rumah yg tidak terpisah-pisah: rumah -- A disediakan untuk para perwira menengah; (3) bagian dr kampung yg besar yg dibatasi oleh jalan: Kebayoran Baru dibagi menjadi beberapa --; (4) persatuan beberapa negara (partai politik dsb) untuk memperkuat kedudukannya: partai-partai kanan merupakan -- penyokong pemerintah; (5) Olr pemukulan bola sebelum bola memantul ke tanah (dl olahraga tenis)
bubuhan bu.buh.an [n] (1) sesuatu yg dibubuhkan; (2) Ling imbuhan [ark n] anggota partai politik (di Banjarmasin)
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
corak co.rak [n] (1) bunga atau gambar (ada yg berwarna-warna) pd kain (tenunan, anyaman, dsb): -- kain sarung ini kurang bagus; besar-besar -- kain batik itu; (2) berjenis-jenis warna pd warna dasar (tt kain, bendera, dsb): dasarnya putih, -- nya merah; (3) ki sifat (paham, macam, bentuk) tertentu: perkumpulan itu tidak tentu -- nya; -- politiknya tidak tegas
dagang sapi [ki] permufakatan politik di antara partai untuk memenuhi keinginan masing-masing; perihal tawar-menawar dl pembentukan kabinet parlementer di antara partai politik
deideologisasi de.i.de.o.lo.gi.sa.si [n] berhentinya proses pendalaman (penyebaran) ideologi: negara itu dl melaksanakan politik luar negerinya sekarang tidak akan melakukan --
demografi de.mo.gra.fi [n] ilmu tt susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yg memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dr sudut sosial politik; ilmu kependudukan
demokrasi formal corak pemerintahan yg semata-mata dilihat dr ada atau tidaknya lembaga politik demokrasi spt perwakilan rakyat
demokrasi langsung corak pemerintahan demokrasi yg dilakukan secara langsung oleh semua warga negara, msl dl membuat keputusan politik
demokrasi liberal sistem politik dng banyak partai, kekuasaan politik berada di tangan politisi sipil yg berpusat di parlemen; demokrasi parlementer
demokrasi tidak langsung corak pemerintahan demokrasi yg dilakukan melalui badan perwakilan rakyat yg dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kpd rakyat (warga negara diberi hak turut serta menentukan keputusan politik melalui badan perwakilan rakyat)
deparpolisasi de.par.po.li.sa.si [n] pengurangan jumlah partai politik
depolitisasi de.po.li.ti.sa.si [n] penghilangan (penghapusan) kegiatan politik
detente de.ten.te [n] peredaan ketegangan (dl hubungan antarnegara dsb): semoga politik -- antara kedua negara itu dapat dipertahankan
dinas intelijen [Pol] dinas dl angkatan bersenjata atau badan khusus negara yg menyelidiki segala aliran politik di dl negeri dan kegiatan politik oleh agen dr negara lain
doktrin dok.trin [n] (1) ajaran (tt asas suatu aliran politik, keagamaan; (2) pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dl penyusunan kebijakan negara: dl sejarah Amerika kita kenal -- Monroe
dominasi do.mi.na.si [n] (1) penguasaan oleh pihak yg lebih kuat thd yg lebih lemah (dl bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dsb); (2) Ling hal tergantungnya suatu konstituen sintaktis pd simpai di atasnya
eksistensi ek.sis.ten.si [n] hal berada; keberadaan: partai-partai yg -- nya memang tidak dapat dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dr percaturan politik
ekspansi ek.span.si [n] (1) perluasan wilayah suatu negara dng menduduki (sebagian atau seluruhnya) wilayah negara lain; perluasan daerah: dl Perang Dunia II beberapa negara Asia Tenggara telah menjadi sasaran politik -- Jepang; (2) Fis pemuaian (khususnya gas dan uap): -- gas terjadi apabila gas itu kita panaskan; (3) Ek perluasan peredaran uang ke dl sirkulasi
ekspansionisme ek.span.si.o.nis.me [n] politik atau tindakan melakukan ekspansi, terutama ekspansi wilayah, oleh suatu bangsa
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
faksi fak.si [n Pol] kelompok di dl suatu partai politik, yg umumnya anggotanya para politisi yg mencoba menonjolkan diri dng cara-cara oportunistis atau dng cara mendorong perpecahan di dl partai politiknya, bahkan di dl negara secara keseluruhan
fanatik fa.na.tik [a] teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb): tokoh partai itu berada di tengah-tengah pengikutnya yg --
fanatisme fa.na.tis.me [n] keyakinan (kepercayaan) yg terlalu kuat thd ajaran (politik, agama, dsb)
feodalisme fe.o.dal.is.me [n] (1) sistem sosial atau politik yg memberikan kekuasaan yg besar kpd golongan bangsawan; (2) sistem sosial yg mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja; (3) sistem sosial di Eropa pd Abad Pertengahan yg ditandai oleh kekuasaan yg besar di tangan tuan tanah
front [n] (1) bagian terdepan; garis depan; (2) medan pertempuran; (3) gerakan kesatuan atau gerakan bersama dl mencapai suatu tujuan politik atau ideologi
gerakan ge.rak.an [n] (1) perbuatan atau keadaan bergerak (air, laut, mesin); (2) pergerakan, usaha, atau kegiatan dl lapangan sosial (politik dsb): ~ kaum buruh
gerpol ger.pol [n akr] gerakan politik: mereka melancarkan -- untuk mempengaruhi penduduk
glasnos glas.nos [n] keterbukaan, baik ucapan maupun kebijaksanaan dan kemauan politik yg dilaksanakan secara berani serta konsekuen (di Uni Soviet dahulu)
globalisme glo.bal.is.me [n] paham kebijakan nasional yg memperlakukan seluruh dunia sbg lingkungan yg layak diperhitungkan, terutama untuk bidang ekonomi dan politik: masyarakat dunia kini sedang menghadapi tujuan-tujuan baru, -- yg memukau, tetapi juga mengkhawatirkan
golak go.lak [v] ber.go.lak v (1) menggelegak; mendidih berbual-bual: rebuslah kentang dan telur itu ke dl air panas yg ~ selama lima menit; (2) bergelora keras; tidak tenang (tt keadaan politik dsb); terjadi kerusuhan (huru-hara dsb): daerah yg ~ di benua itu makin meluas; (3) rusuh hati (gelisah): hatinya ~ mendengar berita bahwa lamarannya ditolak
golongan fungsional go.long.an fungsional potensi nasional dl masyarakat Indonesia yg tumbuh dan bergerak secara dinamis yg ikut di dl perwakilan secara efektif guna kelancaran jalannya roda pemerintahan dan stabilitas politik
golongan karya go.long.an karya golongan fungsional; (2) (huruf pertama ditulis dng huruf kapital) partai politik berlambang pohon beringin, disingkat Golkar
guram gu.ram [a] suram; muram; tidak bercahaya: betapa sepi dan -- nya hidup saya tahun-tahun terakhir ini [Jw] (1) n kutu pd ayam yg sedang mengeram dsb; (2) a ki kecil dan tidak bermutu: dl percaturan politik partai-partai -- biasanya tersisihkan
hak memilih hak untuk memberi suara dl pemilihan umum; (2) hak untuk memberi suara dl masalah politik, khususnya hak atau kekuasaan untuk berperan serta dl memilih atau menolak rencana undang-undang
haluan negara arah, tujuan, pedoman, atau petunjuk resmi politik suatu negara
hangat ha.ngat [a] (1) agak panas: masakannya masih --; (2) sedikit lebih dp timbangan (bobot) yg sebenarnya: gula itu -- timbangannya; (3) gembira: kedatangan Menteri Pertanian disambut -- oleh masyarakat tani setempat; (4) genting; tegang: suasana politik -- kembali; (5) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa, kabar): surat kabar itu selalu memuat berita-berita yg --
harakah ha.ra.kah [Ar n] pergerakan kegiatan dl lapangan sosial (politik dsb)
ideologi ide.o.lo.gi [n] (1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup: dl pertemuan itu penatar menjelaskan dasar -- negara; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan: hal itu menjadi makanan empuk bagi -- asing yg ingin menginfiltrasi kita; (3)paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik: -- komunis menjadi pegangan bagi negara-negara yg selama ini disebut Blok Timur
ilmu kewarganegaraan cabang ilmu pengetahuan, khususnya bidang ilmu politik, mengenai hubungan antarwarga negara dan hubungan umum yg menyangkut masalah hak dan kewajiban warga negara thd negara dan sebaliknya
imperialis im.pe.ri.a.lis [n] bangsa (negara) yg menjalankan politik menjajah bangsa (negara) lain; negara yg memperluas daerah jajahannya untuk kepentingan industri dan modal: perasaan dendam kpd -- meluap-luap di dada para pahlawan kemerdekaan kita
imperialisme im.pe.ri.a.lis.me [n] sistem politik yg bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yg lebih besar
instabilitas in.sta.bi.li.tas [n] keadaan tidak stabil; ketidakstabilan; ke-tidakmantapan; keadaan goyah; keadaan labil; keadaan rawan (tt keamanan, politik, ekonomi, keadaan mental, dsb): adanya keresahan di kalangan rakyat dapat menimbulkan -- politik
instalasi in.sta.la.si [n El] perangkat peralatan teknik beserta perleng-kapannya yg dipasang pd posisinya dan siap dipergunakan (generator, mesin diesel, bangunan pabrik, dsb): rombongan tamu negara menuju Dumai meninjau -- minyak; -- rehabilitasi lokasi tahanan politik: tempat tahanan politik itu diubah namanya menjadi -- rehabilitasi
integrasi wilayah [Pol] pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat atas unit-unit atau wilayah politik yg lebih kecil yg mungkin beranggotakan kelompok budaya atau sosial tertentu
juru ulas orang yg mengulas soal-soal politik dsb dl surat kabar; komentator; (2) penulis atau penyiar (radio, televisi) yg memberikan ulasan tt suatu peristiwa berdasarkan pandangan dan pendapatnya sendiri
kabinet ekstra parlementer kabinet yg biasanya terbentuk apabila formatur tidak berhasil menyusun kabinet parlementer krn tidak mendapat persesuaian paham dr partai-partai politik besar di dl parlemen
kampanye kam.pa.nye [n] (1) gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dsb); (2) kegiatan yg dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yg bersaing memperebutkan kedudukan dl parlemen dsb untuk mendapat dukungan massa pemilih dl suatu pemungutan suara
kanan ka.nan [n] (1) arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg tidak berisi jantung; sisi (pihak) yg merupakan lawan dr kiri; (2) Pol partai atau golongan yg berhaluan moderat, yaitu berdasarkan asas keagamaan, kebangsaan, atau tradisi yg sudah ada di dl percaturan politik dalam negeri sbg lawan golongan kiri yg berhaluan keras dan berdasar pd sosialisme
kapitalis birokrat [Pol] orang yg mempunyai kedudukan di dl lembaga pemerintah atau di dl organisasi politik yg menyalahgunakan kekuasaan dan kedudukan untuk memperkaya golongan atau diri sendiri
kartun kar.tun [n] (1) film yg menciptakan khayalan gerak sbg hasil pemotretan rangkaian gambar yg melukiskan perubahan posisi; (2) gambar dng penampilan yg lucu, berkaitan dng keadaan yg sedang berlaku (terutama mengenai politik)
kataklisme ka.tak.lis.me [n] (1) banjir besar; (2) huru-hara hebat; (3) perubahan sosiopolitik yg membawa malapetaka
kaukus kau.kus [n] pertemuan tertutup antartokoh partai politik untuk merencanakan strategi, kebijakan, ataupun program yg akan dikemukakan dl pertemuan terbuka partai
kaum konfederasi kelompok yg pro perbudakan, bahkan menghendaki pemerintahan sendiri yg lepas dr pemerintah pusat (di Amerika Serikat); -- mapan kelompok orang yg sudah mapan dl hal sosial, ekonomi, dan politik (biasanya kalangan eksekutif): bagi ~ mapan, pergaulan tidak saja sekadar hubungan sosial, tetapi sudah diidentikkan dng hubungan bisnis
kekisruhan ke.kis.ruh.an [n] keadaan (perihal) kisruh; ketidakberesan (krn adanya penyimpangan dr peraturan, perkiraan, dsb); kekacauan: ~ politik dapat diselesaikan secara damai
kelas baru [Pol] sekelompok orang yg memiliki hak istimewa dl bidang politik dan ekonomi krn monopoli administratif yg dipegangnya
kelas penguasa [Pol] sekelompok kecil orang dl masyarakat yg melakukan semua fungsi politik, monopoli kekuasaan, dan memperoleh hak-hak istimewa
kelompok pendesak [Antr] kelompok yg mempunyai kekuatan tertentu sehingga dipakai oleh suatu kelompok untuk mempengaruhi kelompok lain dl percaturan politik
kelompok sekepentingan [Antr] kelompok yg warganya terikat krn perhatian dan kepentingan yg sama dl kehidupan ekonomi, sosial, politik, agama, atau kesenian
kemelut ke.me.lut [n] (1) keadaan yg berbahaya (tt menderita penyakit, terutama penyakit demam); (2) keadaan genting (berbahaya, kritis): negara-negara itu menghadapi -- politik baru
kenegatifan ke.ne.ga.tif.an [n] keadaan negatif (kurang baik, kurang pasti, dsb): berbagai ~ dapat disebabkan oleh sejarah politik
ketatanegaraan ke.ta.ta.ne.ga.ra.an [n] ihwal tata negara (politik dsb)
kewargaan ke.war.ga.an [n] hal yg berhubungan dng warga; keanggotaan: ia telah keluar dr ~ partai politik
kiri ki.ri [n] arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg berisi jantung; (2) a selalu berbuat (bekerja) dng tangan kiri; kidal: orang -- itu jika bekerja kelihatan janggal; (3) n Pol sebutan kpd partai (golongan) berhaluan sosialisme yg lama yg menghendaki perubahan secara radikal (tt politik, partai, dsb): orang-orang -- biasanya condong ke paham komunis; (4) a ki sial, tidak mujur: langkah --
koalisi ko.a.li.si [n Pol] kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dl parlemen: kabinet -- itu didukung oleh tiga partai politik yg besar
koeksistensi ko.ek.sis.ten.si [n Pol] keadaan hidup berdampingan secara damai antara dua negara (bangsa) atau lebih yg berbeda atau bertentangan pandangan politiknya
komisar ko.mi.sar [n] (1) kepala urusan pemerintahan di Rusia; (2) petugas politik partai komunis Rusia yg mendampingi komandan satuan militer
komisaris ko.mi.sa.ris [n] (1) orang yg ditunjuk oleh anggota (pemegang saham dsb) untuk melakukan suatu tugas, terutama menjadi anggota pengurus perkumpulan, perusahaan perseroan, dsb: sesudah memilih ketua, penulis, dan bendahara, lalu rapat itu memilih lima orang --; (2) pejabat pemerintah yg ditunjuk dan ditugasi sbg wakil pemerintah suatu negara menjadi anggota persatuan antarnegara; (3) Pol petugas partai politik pd tingkatan desa
komisi Pemilihan Umum lembaga atau badan yg dibentuk oleh presiden yg terdiri atas wakil pemerintah dan partai politik untuk melaksanakan pemilihan umum, dipimpin oleh seorang ketua dr salah satu wakil tsb
komunisme ko.mun.is.me [n] paham atau ideologi (dl bidang politik) yg menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels, yg hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dng hak milik bersama yg dikontrol oleh negara
kongres kong.res [n] (1) pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah; muktamar; rapat besar; (2) pertemuan wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah; (3) Pol dewan legislatif yg terdiri atas senat dan dewan perwakilan di Amerika Serikat, yg pd dasarnya bertugas mengawasi dan mencocokkan kegiatan pemerintah
konservatisme kon.ser.va.tis.me [n] paham politik yg ingin mempertahankan tradisi dan stabilitas sosial, melestarikan pranata yg sudah ada, menghendaki perkembangan setapak demi setapak, serta menentang perubahan yg radikal
konstelasi kon.ste.la.si [n] (1) kumpulan orang, sifat, atau benda yg berhubungan; (2) keadaan, tatanan: -- politik di Eropa; (3) bangun; bentuk; susunan; kaitan; (4) gambaran; keadaan yg dibayangkan: dl negara demokratis, pemerintah sedapat mungkin mencerminkan -- kekuatan yg ada dl masyarakat
kontra revolusi perlawanan terorganisasi thd gerakan politik revolusioner, dilakukan oleh orang yg menginginkan terjaganya kestabilan
konvensi kon.ven.si [n] (1) permufakatan atau kesepakatan (terutama mengenai adat, tradisi, dsb): berdasarkan -- , sudah sewajarnya pria melindungi wanita; (2) perjanjian antarnegara, para penguasa pemerintahan, dsb: -- Hukum Laut telah disetujui oleh negara sedang berkembang; (3) konferensi tokoh masyarakat atau partai politik dng tujuan khusus (memilih calon untuk pemilihan anggota DPR dsb)
krisis kabinet kegentingan politik yg terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat sehingga kabinet meletakkan jabatan
kronisme kro.nis.me [n] sikap atau tindakan yg memperlihatkan keberpihakan dl memilih, merekrut, dsb teman dekat tanpa melihat atau mempertimbangkan kualifikasinya (dl bidang politik): pejabat di daerah itu dituduh melakukan -- dl susunan pemerintahannya
krusial kru.si.al [a] (1) gawat; genting; (2) menentukan: kepincangan yg tampak, baik pd ketenagakerjaan maupun pendidikan dasar, merupakan aspek yg -- pd pembangunan sosial sehingga akan mempengaruhi sektor perekonomian; (3) rumit, sulit sekali: percaturan politik di negara itu menjadi -- krn ulah negara adikuasa; (4) berkenaan dng kehancuran perusahaan
lahir la.hir [v] keluar dr kandungan: ia -- di Jakarta pd tahun 1951; (2) v muncul di dunia (masyarakat): setelah itu, -- lah beberapa organisasi politik yg lain; (3) n yg tampak dr luar: -- nya amat peramah, tetapi batinnya siapa tahu; (4) n berupa benda yg kelihatan; keduniaan; jasmani: kemuliaan --; pengetahuan --; pendidikan --
lakon la.kon [n Sas] (1) peristiwa atau karangan yg disampaikan kembali dng tindak tanduk melalui benda perantara hidup (manusia) atau suatu (boneka, wayang) sbg pemain: pertunjukan wayang kulit dng -- Baratayuda; (2) peran utama; (3) karangan yg berupa cerita sandiwara (dng gaya percakapan langsung): cerita itu sudah dijadikan -- untuk dipentaskan; (4) ki perbuatan; kejadian; peristiwa: demikianlah kesudahannya -- seorang petualang politik
lobi lo.bi [n] (1) ruang teras di dekat pintu masuk hotel (bioskop dsb), yg dilengkapi dng perangkat meja kursi, yg berfungsi sbg ruang duduk atau ruang tunggu; (2) kegiatan yg dilakukan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dl kaitannya dng pemungutan suara menjelang pemilihan ketua suatu organisasi, spt parlemen dan partai politik
manifesto ma.ni.fes.to [n] pernyataan terbuka tt tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok: -- politik; -- komunis
manipol ma.ni.pol [n akr] Manifesto Politik, nama garis-garis besar haluan negara yg diambil dr amanat Presiden Soekarno, tanggal 17 Agustus 1959, berjudul "Penemuan kembali Revolusi Kita"
marhaenisme mar.ha.en.is.me [n Pol] (1) paham yg bertujuan memperjuangkan nasib kaum kecil untuk mendapatkan kebahagiaan hidup; (2) ideologi politik yg tumbuh dan berkembang di Indonesia berdasarkan keadaan dan keinginan masyarakat Indonesia dng asas sosionasional, sosiodemokrasi, gotong royong, kebangsaan, kemerdekaan beragama, dan kerakyatan
massa mengambang massa yg tidak tahu arah politik, biasanya massa ini mudah terbawa arus politik
masukan ma.suk.an [n] (1) hasil memasukkan; apa yg dimasukkan: -- itu sedang diolah di dl komputer; (2) pengaruh yg membawa akibat thd jalannya fungsi suatu sistem politik
melalui me.la.lui [v] (1) menempuh (jalan, ujian, percobaan, dsb); melintasi: untuk sampai di sana, kita dapat ~ jalan darat dan jalan sungai; (2) melewati: kemelut politik kedua negara itu dapat diatasi ~ berbagai saluran diplomatik; (3) melanggar; tidak mengindahkan (nasihat, perintah, dsb): jangan coba-coba ~ perintah atasanmu; (4) melampaui; melangkahi; melangkaui: kalau berani menjajah negeri ini, kaum penjajah harus ~ mayat para patriot bangsa
melebur me.le.bur [v] (1) menjadikan lebur (luluh); menjadi cair (tt logam): timah ~ pd 332oC; (2) membubarkan diri kemudian bergabung dng yg lain (tt perkumpulan): beberapa partai politik telah ~ menjadi satu
melihat arus me.li.hat arus menyesuaikan diri dng situasi (politik, pendapat, dsb) untuk keselamatan diri
membentengi mem.ben.tengi [v] (1) membuatkan benteng pd: raja-raja dulu -- istananya dng dinding batu yg kukuh; (2) melindungi: untuk -- diri thd lawan politiknya, dia berusaha mengambil hati rakyat banyak
memersekusi me.mer.se.ku.si [v] menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis
meminggirkan me.ming.gir.kan [v] (1) menjadikan ke pinggir; menepikan: supir itu berusaha ~ mobilnya; (2) ki menggeser (mengganti, memindahkan) pangkat, jabatan, dsb; menyisihkan (dr kegiatan dsb): secara diam-diam pemerintah berhasil ~ tokoh penting itu dr arena politik
memisah me.mi.sah [v] (1) menjauhkan diri (dr); mengasingkan diri; tidak mau bersatu (dng): ia sengaja ~ dr teman-temannya; gerakan ~ , gerakan politik yg merupakan sempalan dr organisasi induknya; (2) melerai
memolitikkan me.mo.li.tik.kan [v] menjadikan atau memasukkan ke dl urusan politik
mempropagandakan mem.pro.pa.gan.da.kan [v] (1) menyiarkan pendapat (paham politik dsb) dng maksud mencari pengikut atau dukungan: mereka ~ program kerjanya; (2) cak mereklamekan (barang dagangan dsb): tidak sedikit ongkos dikeluarkan untuk ~ obat-obatan itu
mencabuli men.ca.buli [v] (1) mencemari (kehormatan perempuan); (2) cak memperkosa atau melanggar hak (kedaulatan dsb): tindakannya telah ~ kebebasan politik negara lain
mencekokkan men.ce.kok.kan [v] (1) meminumkan dng paksa: setiap waktu yg telah ditentukan dia ~ obat ini kpd anaknya; (2) ki mengajarkan atau memberikan pengetahuan (ajaran, paham, dsb) terus-menerus: tokoh-tokoh partai telah berhasil ~ paham politik partainya kpd anggotanya
mencela men.ce.la [v] mengatakan bahwa ada celanya; mencacat; mengecam; mengkritik; menghina: dng terang-terangan ia ~ politik luar negeri kita; engkau harus berdiam diri walaupun ia ~ mu
mendepolitisasi men.de.po.li.ti.sa.si [v] menghilangkan (menghapuskan) kegiatan politik: mahasiswa berdemonstrasi di gedung DPR dan mendesak agar peraturan yg dianggap akan ~ kampus dicabut
mengagitasi meng.a.gi.ta.si [v] menghasut orang banyak untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik, ormas, dsb
mengalirkan meng.a.lir.kan [v] (1) menyalurkan (air dsb) ke ...; menyebab- kan mengalir: ~ air sungai ke sawah; (2) mengarahkan cita-cita (politik dsb): gubernur itu berusaha ~ pendapat yg beraneka ragam dr anggota masyarakat ke arah pembangunan
mengeliminasi meng.e.li.mi.na.si [v] (1) menghapuskan; menghilangkan: dokter berusaha ~ racun itu dr tubuh korban; (2) menyingkirkan; membuang; mengasingkan: pemerintah negara itu telah ~ para tahanan politik ke sebuah pulau terpencil; (3) menyisihkan
menggerpol meng.ger.pol [v] mengadakan gerpol (gerakan politik): mereka masih sering ~ penduduk
menggeser meng.ge.ser [v] (1) menggesel; menggesek; menggosok: mobil itu rusak pintunya krn ~ tembok; (2) memindahkan; mendorong (menarik dsb) supaya bergeser (beralih): ia ~ meja itu ke depan; (3) ki memencilkan: pemerintah negara itu berusaha ~ tokoh oposisi itu dr dunia politik
menghangat meng.ha.ngat [v] menjadi hangat: menjelang pemilihan umum suasana politik ~
mengikuti meng.i.kuti [v] (1) menurutkan (sesuatu yg berjalan di depan, yg telah ada); mengiringi; menyertai: akhirnya tahulah dia bahwa yg ~ sejak tadi adalah seorang reserse; (2) turut belajar atau mendengarkan (dl kursus, kuliah, latihan, dsb): lebih dr seminggu ia tidak ~ kuliah krn sakit; (3) memperhatikan (mendengarkan, melihat, membaca, dsb) baik-baik: pemerintah selalu ~ perkembangan politik di luar negeri
menginfiltrasikan meng.in.fil.tra.si.kan [v] menyusupkan: partai berhaluan kiri ~ kadernya ke semua organisasi massa dan partai politik
mengklaim meng.klaim [v] (1) meminta atau menuntut pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang (suatu organisasi, perkumpulan, negara, dsb) berhak memiliki atau mempunyai hak atas sesuatu: ada negara lain yg ~ kepulauan itu; (2) menyatakan suatu fakta atau kebenaran sesuatu: pemerintah baru ~ bahwa tokoh politik itu meninggal krn bunuh diri
mengorbitkan meng.or.bit.kan [v] (1) meluncurkan satelit dsb ke angkasa luar sehingga masuk ke dl orbit suatu benda langit: beberapa negara besar telah -- satelit bumi; (2) ki mendorong seseorang untuk tampil sbg jalan untuk membuat orang itu cepat terkenal (di bidang sosial, politik, dsb)
menunggang me.nung.gang [v] (1) menaiki; mengendarai dng duduk kaki mengangkangi (punggung kuda dsb): ~ kuda; ~ sepeda; (2) ki menggunakan (gerakan, perkumpulan, dsb) untuk kepentingan sendiri: salah satu partai politik sempat ~ gerakan buruh di kota A
menyubordinasikan me.nyub.or.di.na.si.kan [v] menjadikan subordinasi: ke-kuatan-kekuatan politik yg saling bertarung -- lembaga-lembaga agama yg sebelumnya otonom
misi mi.si [n] (1) perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dl bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian, dsb: -- perdagangan kita akan mengadakan kunjungan ke luar negeri; (2) tugas yg dirasakan orang sbg suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme, dsb; (3) Kris kegiatan menyebarkan Kabar Gembira (Injil) dan mendirikan jemaat setempat, dilakukan atas dasar pengutusan sbg kelanjutan misi Kristus;
negara ne.ga.ra [n] (1) organisasi dl suatu wilayah yg mempunyai kekuasaan tertinggi yg sah dan ditaati oleh rakyat; (2) kelompok sosial yg menduduki wilayah atau daerah tertentu yg diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yg efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya: kepentingan -- lebih penting dp kepentingan perseorangan
negara Islam negara yg setiap perilaku politiknya didasarkan atas nilai-nilai atau ajaran agama Islam yg bersumber pd Alquran dan hadis Nabi Muhammad saw.
negara sekular negara yg memisahkan agama politik negara
negara totaliter negara yg menggunakan segala-galanya (manusia dan benda) untuk kepentingan negara; negara yg menguasai segenap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik para warganya
negarawan ne.ga.ra.wan [n] ahli dl kenegaraan; ahli dl menjalankan negara (pemerintahan); pemimpin politik yg secara taat asas menyusun kebijakan negara dng suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dng kebijaksanaan dan kewibawaan: beliau merupakan pahlawan besar dan -- agung
neoliberalisme ne.o.li.be.ral.is.me [n] aliran politik ekonomi yg muncul setelah Perang Dunia I, ditandai dng tekanan berat pd segi positif ekonomi pasar bebas, disertai dng usaha menekan campur tangan pemerintah dan konsentrasi kekuasaan swasta thd perekonomian
neraca ne.ra.ca [n] (1) alat untuk mengukur berat (terutama yg berukuran kecil), biasanya berupa batang lurus dng dua mangkuk yg digantungkan pd kedua ujungnya untuk tempat anak timbangan dan benda yg ditimbang, spt alat yg dipakai untuk menimbang emas; (2) Dag catatan perbandingan untung rugi, utang-piutang, pemasukan dan pengeluaran, dsb: tiap akhir tahun perusahaan harus membuat --; (3) perimbangan (politik, kekuatan, dsb): -- politik di Vietnam bergeser ke kiri; (4) Fis peranti untuk menimbang massa benda
nominal no.mi.nal [a] (1) hanya namanya: ia hanya secara -- sbg presiden, sedangkan yg menentukan haluan politik adalah orang lain; (2) menurut yg tercatat atau apa yg tertulis saja: harga --; nilai -- [a Ling] bersangkutan dng nomina
nonblok non.blok [a] tidak bergabung dl satu blok tertentu (tt negara, partai politik, dsb); netral: negara itu telah menyatakan kesediaannya untuk mengambil bagian dl Konferensi Negara-Negara -- tahun ini
obstruksi ob.struk.si [n] (1) sumbatan, rintangan (cairan yg tidak dapat mengalir atau bergerak dl saluran, spt adanya batu dl empedu, adanya lumpur dl pipa air); (2) Pol penghambatan yg dilakukan oleh golongan politik tertentu untuk menghalangi diterimanya suatu undang-undang atau peraturan oleh Dewan Perwakilan Rakyat
oposisi opo.si.si [n] (1) Pol partai penentang di dewan perwakilan dsb yg menentang dan mengkritik pendapat atau kebijaksanaan politik golongan yg berkuasa; (2) Ling pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaan arti
parokial pa.ro.ki.al [a] (1) bersifat paroki; (2) ki terbatas; sempit; picik (tt pandangan politik dsb)
partai par.tai [n] (1) perkumpulan (segolongan orang) yg seasas, sehaluan, dan setujuan (terutama di bidang politik); (2) penggolongan pemain dl bulu tangkis dsb: -- ganda; -- tunggal; (3) kumpulan barang dagangan yg tidak tentu banyaknya: dijual satu -- kain sarung; kita boleh membeli -- besar atau -- kecil
partai massa partai politik yg mengutamakan kekuatan berdasarkan keunggulan jumlah anggota
partai oposisi partai politik yg tidak ikut serta dl kabinet
partai pemerintah partai politik yg mendukung pemerintah yg sedang berkuasa
partai revolusioner partai yg bertujuan meruntuhkan atau merombak sistem politik yg ada
partikularisme par.ti.ku.la.ris.me [n] (1) sistem yg mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum; (2) aliran politik, ekonomi, kebudayaan yg mementingkan daerah atau kelompok khusus; sukuisme
pegawai negeri pegawai pemerintah yg berada di luar politik, bertugas melaksanakan administrasi pemerintahan berdasarkan perundang-undangan yg telah ditetapkan
pelobian pe.lo.bi.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menghubungi atau melakukan pendekatan (thd pejabat pemerintah atau pemimpin politik) untuk mempengaruhi keputusan atau masalah yg dapat menguntungkan sejumlah orang; usaha untuk mempengaruhi pihak lain dl memutuskan suatu perkara atau soal, biasanya dng berunding secara tidak resmi atau secara pribadi; (2) Pol bentuk partisipasi politik yg mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau pemimpin politik dng tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yg dapat menguntungkan sejumlah orang
pemanggilan kembali pe.mang.gil.an kembali tindakan memanggil yg dilakukan oleh suatu partai politik atau golongan thd wakilnya agar keluar dr keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat
pemasyarakatan pe.ma.sya.ra.kat.an [n] proses, cara, perbuatan memasyarakatkan (memasukkan ke dl masyarakat, menjadikan sbg anggota masyarakat, dsb): tahap -- tahanan politik sudah selesai
pembakuan pem.ba.ku.an [n] proses, cara, perbuatan membakukan: salah satu tujuan politik bahasa nasional ialah -- bahasa Indonesia
pembelokan pem.be.lok.an [n] proses, cara, perbuatan membelok [n] (1) proses, cara, perbuatan membelok atau membelokkan: -- politik luar negeri ke arah perdamaian dan persahabatan mendapat dukungan luas; (2) tempat berbelok; tikungan
pemecah masalah pe.me.cah masalah pemimpin politik yg pragmatis, modern, dan cenderung bersifat birokratis-teknokratis dl memecahkan persoalan
pemerintah kesatuan pe.me.rin.tah kesatuan sistem politik dl seluruh kekuasaan yg dipusatkan pd pemerintah nasional
pemusatan pe.mu.sat.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pd tempat-tempat yg strategis; (2) Pol perubahan kekuasaan politik dr badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; (3) Pol penyerahan kekuasaan dr pembuat undang-undang kpd anggota eksekutif
pendapat umum pen.da.pat umum kepercayaan dan sikap orang yg umumnya berkisar pd masalah yg berhubungan dng fakta dan keinginan; pendapat sebagian besar masyarakat; opini publik
pendidikan massa pen.di.dik.an massa kegiatan yg bersifat pendidikan yg berskala luas melalui surat kabar, film, radio, televisi, perpustakaan, dan museum dng tujuan menyampaikan informasi dan mempengaruhi opini publik
pengakuan negara peng.a.ku.an negara [Pol] proses yg menjadikan suatu kesatuan politik menjadi anggota hukum internasional dan diterima sbg anggota baru masyarakat internasional
pemerintah pe.me.rin.tah [n] (1) sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; (2) sekelompok orang yg secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; (3) penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yg kuat dan bijaksana; (4) badan tertinggi yg memerintah suatu negara (spt kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri; (5) negara atau negeri (sbg lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat; (6) pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang
penganut peng.a.nut [n] pengikut (aliran politik); pemeluk (agama, kepercayaan): ia seorang ~ agama yg taat
pengasingan peng.a.sing.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengasingkan; (2) tempat mengasingkan orang (lawan politik); interniran
penggabungan peng.ga.bung.an [n] proses, cara, perbuatan menggabungkan:; ~ partai-partai politik itu berjalan lancar
penyederhanaan pe.nye.der.ha.na.an [n] proses, cara, perbuatan menyederhanakan: -- partai politik dilakukan menjelang pemilihan umum
perang terbatas perselisihan bersenjata yg dilakukan untuk tujuan politik terbatas dng pembatasan thd penggunaan kekuatan yg dilibatkan serta pembatasan wilayah pergolakannya
perbatasan per.ba.tas.an [n] (1) batas; (2) daerah atau jalur pemisah antara unit-unit politik (negara); daerah dekat batas: daerah -- Indonesia di wilayah Kalimantan Barat meminta perhatian khusus
perestroika pe.res.tro.i.ka [n] pembaruan dl berbagai bidang politik, ekonomi, sosial
pergolakan per.go.lak.an [n] keadaan tidak tenang; kekeruhan dl lapangan politik; huru-hara dsb; perjuangan hidup: pd tahun itu terjadi ~ besar-besaran antara pengikut kaisar melawan kaum bangsawan; waktu ~ merebut kemerdekaan, ia ikut berjuang sbg tentara pelajar
perseptif per.sep.tif [a] (1) mempunyai kesadaran yg tajam; tajam tilik; cepat mengerti; cerdik; (2) berhubungan dng pengertian: dl politik, realitalah yg penting krn realita bisa objektif, bisa subjektif, dan bisa pula --
persona nongrata per.so.na non.gra.ta [n] (1) orang yg tidak disukai (disenangi); (2) sikap politik yg dilaksanakan oleh pemerintah thd (seseorang) warga negara asing yg berada di wilayah negara tsb dan mempunyai kekebalan diplomatik
pertentangan per.ten.tang.an [n] (1) perihal bertentangan; perlawanan: ~ di antara partai politik tidak lagi sehebat dulu; (2) perselisihan; pertikaian: kedua negara itu memang mempunyai ~ politik
perut pe.rut [n] (1) bagian tubuh di bawah rongga dada: mandi lenggang -- (melenggang -- ) upacara mandi ketika hamil tujuh bulan; (2) alat pecernaan makanan di dl rongga, di bawah rongga dada (terutama yg berupa kantung tempat mencernakan makanan dan usus): -- nya mulas; -- nya sudah kosong; (3) kas makanan (rezeki, nafkah): sebenarnya bukan urusan politik lagi, melainkan urusan --; (4) bagian yg terdapat di tengah atau di dl suatu benda: tak berkelipat -- , ki tidak dapat menyimpan rahasia; (5) ki kandungan (rahim): pd waktu itu engkau masih di dalam -- ibumu; (6) ki barang apa yg yg rupanya atau bentuknya menyerupai perut 1 atau 2 [n] gulungan kecil: benang yg diurai itu digulung kecil-kecil seperut-seperut
pesta kritik perayaan untuk bebas mengkritik suatu masalah yg berkaitan dng (politik, ekonomi, hukum, dsb)
pihak pi.hak [n] (1) sisi (yg sebelah); bagian: -- atas; -- bawah; -- kanan; -- kiri; (2) arah; jurusan: seakan-akan angin datang dr segala --; (3) satu dr golongan (partai, orang) yg bertentangan atau berlawanan (dl perang, permainan, politik, perjanjian, dsb): dl perang ini -- yg menang dan -- yg kalah sama-sama menderita kerusakan; saya yakin dia akan melindungi -- yg benar; kedua (belah) -- , kedua-duanya (tt dua golongan atau dua orang yg bertentangan); (4) (pd -- ) dl hal; mengenai: pd -- agama, mereka itu bersikap netral; (5) orang yg termasuk dl satu lingkungan dan kepentingan; kalangan: lurah melaporkan hal tsb kpd -- berwajib; -- kejaksaan belum mengetahui tt ditangkap-nya penjahat itu; (6) orang; golongan: korban bencana alam itu memerlukan uluran tangan dr semua --
pluralisme plu.ra.lis.me [n] keadaan masyarakat yg majemuk (bersangkutan dng sistem sosial dan politiknya)
plutokrasi plu.to.kra.si [n Pol] sistem politik yg dikuasai oleh kaum kaya atau kaum pemilik modal (kapitalis)
politbiro po.lit.bi.ro [n] bagian dr partai komunis yg mengurus dan memutuskan masalah politik
politis po.li.tis [a] bersifat politik; bersangkutan dng politik
politisi po.li.ti.si [Lihat {politikus}]
prakondisi pra.kon.di.si [n] kondisi yg menjadi (dapat dijadikan) landasan bagi suatu proses (usaha, pelaksanaan) pembangunan, perdamaian, revolusi, pemberontakan, dsb; prasyarat: stabilitas politik dan keamanan sangat diperlukan sbg -- pembangunan ekonomi
radikalisme ra.di.kal.is.me [n] (1) paham atau aliran yg radikal dl politik; (2) paham atau aliran yg menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dng cara kekerasan atau drastis; (3) sikap ekstrem dl aliran politik
rasialis ra.si.a.lis [n] yg mempertahankan perbedaan (dl politik, sosial, ekonomi) ras, suku, bangsa, hak suku-suku bangsa; orang yg menganut paham rasialisme
rasionalisasi ra.si.o.na.li.sa.si [n] (1) proses, cara, perbuatan menjadikan bersifat rasional; proses, cara, perbuatan merasionalkan (sesuatu yg mungkin semula tidak rasional): untuk mempertahankan kebijakan politiknya, pejabat itu telah melakukan -- yg lemah; (2) proses, cara, perbuatan yg rasional (menurut rasio) atau menjadikan nisbahnya patut (baik); (3) Ek perbaikan dl perusahaan dng menghemat tenaga kerja dan biaya serta mempertinggi produksi; perbaikan nisbah antara berbagai komponen dl perusahaan sehingga perusahaan menjadi sehat: komite -- perusahaan itu mengambil langkah penghematan biaya dan pengefisienan kerja; pengurangan karyawan itu dilakukan dl rangka -- perusahaan
reformasi re.for.ma.si [n] perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dl suatu masyarakat atau negara; -- ekonomi perubahan secara drastis untuk perbaikan ekonomi dl suatu masyarakat atau negara: perdana menteri yg baru telah menyapu kalangan oposisi dan memberikan serangan telak dng -- ekonomi
regionalisme re.gi.o.nal.is.me [n] (1) paham atau kecenderungan untuk mengadakan kerja sama yg erat antarnegara dl satu kawasan: ASEAN adalah suatu bentuk -- yg mulai diperhitungkan dl percaturan politik internasional; (2) ilmu pengetahuan daerah (kedaerahan)
reorientasi re.o.ri.en.ta.si [n] peninjauan kembali wawasan (untuk menentukan sikap dsb): pemerintah negara itu mengadakan -- dl politik luar negeri dan dalam negeri
Romawi Ro.ma.wi [a] (1) berkaitan dng kebudayaan, politik, bahasa, dsb dari kota Roma Kuno; (2) berkaitan dng huruf Latin; (3) berkaitan dng angka yg berasal dari daerah Mediterania (dipertentangkan dng angka Arab, spt 1, 2, 3, 4, 5,...): angka I, II, III... adalah angka --
ruwet ru.wet [a] kusut; kalut; sulit; rumit: keadaan politik semakin --
sandiwara san.di.wa.ra [n] (1) pertunjukan lakon atau cerita (yg dimainkan oleh orang); drama; teater; tonil: umumnya -- modern tidak memakai layar sbg dekorasi; (2) perkumpulan drama (teater, tonil): banyak remaja yg menjadi anggota --; (3) ki kejadian (politik dsb) yg hanya dipertunjukkan untuk mengelabui mata, tidak sungguh-sungguh: penahanan thd orang itu hanya -- belaka
sastra protes sastra yg berisi protes (sosial, politik, ekonomi)
sehat se.hat [a] (1) baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga; (2) (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; (3) sembuh dr sakit: dokter yg merawatnya menyatakan ia telah -- dan boleh pulang segera; (4) ki baik dan normal (tt pikiran); (5) boleh dipercaya atau masuk akal (tt pendapat, usul, alasan, dsb); (6) berjalan dng baik atau sebagaimana mestinya (tt keadaan keuangan, ekonomi, dsb); (7) dijalankan dng hati-hati dan baik-baik (tt politik dsb)
sektarianisme sek.ta.ri.an.is.me [n] (1) semangat membela suatu sekte atau mazhab, kepercayaan, atau pandangan agama yg berbeda dr pandangan agama yg lebih lazim diterima oleh para penganut agama tsb; (2) aliran dl politik yg antikomunikasi, reaksioner, amat emosional, tidak kritis, angkuh, dan antidialog
semitisme se.mit.is.me [n] politik yg cenderung menguntungkan orang Yahudi
siasat si.a.sat [n] (1) periksa; pemeriksaan yg teliti; penyelidikan: jangan Kakanda kurang -- , kurang periksa; (2) pertanyaan (yg bermaksud menyelidiki dsb): panjang dan dl benar -- nya; sudi -- , pemeriksaan dng mengajukan pertanyaan-pertanyaan; (3) teliti; saksama: ia amat perkasa dan -- memerintah rakyat; (4) kecaman; kritik; teguran; celaan: atas -- pembaca yg bermaksud memperbaiki buku ini, lebih dahulu saya ucapkan terima kasih; (5) politik (muslihat, taktik, tindakan, kebijakan, akal) untuk mencapai suatu maksud: tiap-tiap partai mempunyai -- untuk melaksanakan cita-citanya dl ketatanegaraan; -- pemerintah untuk mengembalikan keamanan dl negeri disetujui oleh parlemen; (6) muslihat dan cara berperang: Angkatan Laut kita harus mengatur -- dl menghadapi serangan-serangan kapal selam lawan; (7) cara bekerja; cara melakukan sesuatu; metode: -- pekerjaan; -- mengajar membaca yg mula-mula sekali [kl n] siksa; aniaya; hukuman
simpatisan sim.pa.ti.san [n] orang yg bersimpati (kpd partai politik dsb)
sindikat kriminal gabungan (kerja sama) beberapa orang (perusahaan dsb) yg bergerak dl bidang usaha yg melanggar hukum, spt penyelundupan emas atau penjualan ganja; -- politik gabungan (kerja sama) beberapa orang (perusahaan dsb) yg bergerak dl bidang politik (pemerintahan): susunan kabinet itu telah dipaketkan dl -- politik yg bertugas mempertahankan kepentingan golongan berkuasa
sinis si.nis [a] (1) bersifat mengejek atau memandang rendah: ia tersenyum -- melihat orang itu; (2) tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yg ada pd sesuatu: dia sangat -- melihat perkembangan politik dewasa ini
slogan slo.gan [n] (1) perkataan atau kalimat pendek yg menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu: negara ASEAN berpegang pd -- untuk tetap hidup berdampingan secara damai; (2) perkataan atau kalimat pendek yg menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dsb: usaha peningkatan kesejahteraan rakyat tetap merupakan -- yg selalu memikat
sosialisme so.si.a.lis.me [n] ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yg berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik negara: berkecimpung dng tokoh-tokoh politik --
sosiodrama so.si.o.dra.ma [n] (1) drama yg bertujuan memberikan informasi kpd masyarakat tt masalah sosial politik; (2) Dik metode bel-ajar yg memakai drama kemasyarakatan sbg media
sosiologi perdesaan cabang sosiologi tt masalah kehidupan, ekonomi, sosial, dan politik dl masyarakat desa
sosiologi sastra sastra karya para kritikus dan sejarawan yg terutama mengungkapkan pengarang yg dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan sosialnya, kondisi ekonomi serta khalayak yg ditujunya
spektakel spek.ta.kel [n] pertunjukan; tontonan : penonton terpukau oleh segala macam -- politik di negara tercinta ini
stabil sta.bil [a] (1) mantap; kukuh; tidak goyah (tt bangunan, pemerintah, dsb): situasi politik dl negeri kita --; (2) tetap jalannya; tenang; tidak goyang (tt kendaraan, kapal, dsb): setelah barang-barang dibuang ke laut, kapal -- kembali; (3) tidak berubah-ubah; tetap; tidak naik turun (tt harga barang, nilai uang, dsb): harga kopra sekarang mulai --
strategi nasional seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan berbagai kekuatan nasional, baik dl masa damai maupun dl masa perang, untuk mendukung pencapaian tujuan yg ditetapkan oleh politik nasional
suasana su.a.sa.na [n] (1) hawa; udara: -- meliputi bumi; (2) keadaan sekitar sesuatu atau dl lingkungan sesuatu: -- pedusunan berlainan dng -- perkotaan; (3) keadaan suatu peristiwa: politik luar negeri disesuaikan dng -- internasional masa kini
tanda gambar gambar yg dipakai sbg tanda atau lambang suatu partai politik atau golongan masyarakat yg tampil sbg kontestan dl pemilihan umum
tegang te.gang [a] (1) kencang (regang, spt tali yg ditarik atau direntangkan); tidak lembap, regang (tt gendang dsb); rata tidak kendur (tt kulit tubuh): tarik tali ini supaya --; kalau angin kencang layar perahu --; (2) kaku (tt rambut, urat, dsb): rambutnya -- kepirangan; (3)keras dan liat (tt daging): rasanya otot perutku mulai mengeras dan --; (4) terasa mencekam (tt perasaan, jiwa): dl saat yg kritis itu, semua menunggu dng perasaan --; (5) ki bertentangan keras (tt perhubungan diplomatik, pertalian, dsb): hubungan politik kedua negara itu semakin --; (6) sangat berbahaya (tt perselisihan dsb); (7) Ling ciri pembeda yg ditandai dng penegangan otot dl artikulasi, msl [e] adalah tegang, [a] adalah kendur
teori domino teori ilmu politik yg beranggapan bahwa jatuhnya salah satu negara di Asia Tenggara ke tangan komunis akan menimbulkan serangkaian reaksi kemenangan komunis di negara lain
terjungkal ter.jung.kal [v] (1) terguling; terjatuh; (2) tersisih; kalah (dl pertandingan, percaturan politik, dsb): tim sepak bola itu ~ melawan kesebelasan yg lebih tangguh
teroris te.ro.ris [n] orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan -- telah mengganas dng membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen
terorisme te.ror.is.me [n] penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dl usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror; -- seks penggunaan kekerasan seksual untuk menimbulkan ketakutan dl usaha untuk mencapai tujuan (terutama tujuan politik): -- seks thd perempuan terjadi pd pertengahan bulan Mei di Jakarta
terwadahi ter.wa.dahi [v] tertampung (dl wadah): masalah kebahasaan lainnya harus sudah mulai ~ dl ketentuan Politik Bahasa Nasional
tokoh to.koh [n] (1) rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis: -- bulat spt uang ringgit; pesawat terbang yg baru dibeli itu sama -- nya dng B-25; (2) bentuk badan; perawakan: melihat -- badannya, banyak orang menyangka ia adalah seorang pegulat; (3) ki orang yg terkemuka dan kenamaan (dl bidang politik, kebudayaan, dsb): ia adalah seorang -- politik yg disegani; (4) Sas pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama [n] tipu; kecoh
ubah [v] , ber.u.bah v (1) menjadi lain (berbeda) dr semula: wajahnya agak ~ ketika dirasanya sambutanku tidak begitu hangat; dunia rupanya sudah ~ , wanita sekarang berambut pendek; (2) bertukar (beralih, berganti) menjadi sesuatu yg lain: ia bersemadi, lalu badannya ~ menjadi raksasa; paham politik partai itu ~; (3) berganti (tt arah): ~ arahnya
urusan urus.an [n] (1) sesuatu yg diurus: ada ~ penting; (2) perkara; masalah; hal ihwal; persoalan: untuk ~ ini, polisi telah menahan orang yg dicurigai; ~ politik adalah tanggung jawab kita juga; itu ~ mu, bukan ~ ku; (3) sesuatu yg berhubungan atau ada sangkut-pautnya dng: setelah ~ pabean selesai, kita masih berurusan dng calo-calo taksi; (4) bagian pekerjaan (jawatan, dinas, dsb) yg mengurus sesuatu: jawatan ~ pajak; bagian ~ pegawai; kantor ~ pegawai; (5) cara mengurus (merawat, menyelenggarakan, dsb): kurang beres ~ nya
usia formatif usia yg kritis (usia antara l7-25 tahun) bagi pembentukan sikap dan pandangan politik seseorang
utopia uto.pia [n] sistem sosial politik yg sempurna yg hanya ada dl bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dl kenyataan: kita tidak menghendaki --
utopis uto.pis [a] berupa khayal; bersifat khayal; (2) n orang yg memimpikan suatu tata masyarakat dan tata politik yg hanya bagus dl gambaran, tetapi sulit untuk diwujudkan: masyarakat adab dan susila tanpa polisi susila hanya terdapat dl impian kaum --
utopisme uto.pis.me [n] ajaran yg memberi gambaran tt tata masyarakat dan tata politik sempurna, bagus dl gambaran (angan-angan), tetapi sulit untuk diwujudkan
wawas wa.was [Jw v] , me.wa.was v meneliti; meninjau; memandang; mengamati: politik negara kita selama ini lebih banyak digunakan untuk ~ ke dalam
zionisme zi.on.is.me [n] gerakan (politik dsb) bangsa Yahudi yg ingin mendirikan negara sendiri yg merdeka dan berdaulat di Palestina

Jika informasi mengenai "opini politik" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas