Arti kata/frase "ombak pikiran" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/ombak-pikiran

Halaman ini menjelaskan kata atau frase ombak pikiran menurut KBBI Edisi III

ombak pikiran: gerak pikiran atau rasa hati yg tidak tetap (kacau)

Lebih lanjut mengenai ombak pikiran

ombak pikiran terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 639 kata terkait yakni sebagai berikut:

ombak om.bak [n] gerakan air laut yg turun-naik atau bergulung-gulung: -- memecah di pantai
pikiran pi.kir.an [n] (1) hasil berpikir (memikirkan): ia pandai menangkap ~ dan perasaan orang lain; (2) akal; ingatan; (3) akal (dl arti daya upaya): mendapat ~; (4) angan-angan; gagasan: ~ baru; (5) niat; maksud: tidak ada ~ akan berhenti bersekolah
ombak menebah pantai ombak me.ne.bah pantai ombak memukul pantai
ombak selaba ombak yg besar (di tengah lautan)
pikirannya mengawang pikirannya meng.a.wang [ki] memikirkan sesuatu yg terlampau tinggi (tidak mungkin tercapai)
ombak pikiran gerak pikiran atau rasa hati yg tidak tetap (kacau)
ombak nya kedengaran [pb] telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya
ombak yg kecil jangan diabaikan [pb] perkara kecil yg mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga
pikiran beramuk pi.kir.an beramuk menjadi bingung
pikiran bercabang pi.kir.an bercabang bimbang; ragu
pikiran buntu pi.kir.an buntu tidak dapat berpikir lebih lanjut; tidak dapat menemukan jalan pemecahan masalah
pikiran gila pi.kir.an gila pendapat yg tidak mungkin dilaksanakan
pikiran pendek pi.kir.an pendek picik
pikiran tumpul pi.kir.an tumpul bodoh
akal budi pikiran sehat
akal melintas pikiran yg tiba-tiba timbul
alam pikiran segala (cara berpikir dsb) yg ada dl pikiran
bakat ombak bagian (puncak) ombak yg berbuih; kepala ombak
beranggar pikiran ber.ang.gar pikiran [ki] berdiskusi; berbahasan
berombak ber.om.bak [v] ada ombaknya; bergelombang: laut pun tiada -- ketika itu
berpikiran ber.pi.kir.an [v] mempunyai pikiran; mempunyai akal
berputar pikiran ber.pu.tar pikiran berubah pikiran; beralih pandangan (pendapat); ~ tujuh keliling sangat pusing: setelah pil itu tertelan, ia merasakan kepalanya ~ tujuh keliling
bertukar pikiran ber.tu.kar pikiran berbahas (saling mengutarakan pendapat); berdiskusi; (2) berubah pendapat (keyakinan dsb)
berubah pikiran ber.u.bah pikiran berubah akal
bulat pikiran bulat hati; sehati memusatkan pikiran
lidah ombak bagian depan kepala ombak
mandi ombak tersiram oleh ombak
mata tombak bagian ujung tombak yg runcing
menaruh pikiran me.na.ruh pikiran menaruh perhatian
mencari pikiran men.ca.ri pikiran mencari akal
menenangkan pikiran me.ne.nang.kan pikiran menjadikan pikiran tenang (tidak rusuh, tidak gelisah, dsb); (2) mengheningkan cipta
mengasah pikiran meng.a.sah pikiran [ki] mempertajam pikiran sehingga lebih cepat berpikir dsb
mengganggu pikiran meng.gang.gu pikiran mengganggu hati
mengombak meng.om.bak [v] (1) menimbulkan adanya ombak: air danau yg tenang itu -- dng seketika; (2) berlekuk-lekuk menyerupai ombak: rambutnya -- pd bagian depan
menjadi pikiran men.ja.di pikiran menjadi masalah yg harus dipikirkan
menukikkan tombak me.nu.kik.kan tombak menusukkan tombak ke arah bawah
menunggalkan pikiran me.nung.gal.kan pikiran membuat pikiran menjadi terpusat; memusatkan (membulatkan) pikiran
merintang pikiran me.rin.tang pikiran menghilangkan susah dsb (dng membelokkan pikiran pd perkara lain)
payah-payah dilamun ombak payah-payah di.la.mun ombak, tercapai juga tanah tepi [pb] setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya
perombakan pe.rom.bak.an [n] proses, cara, perbuatan merombak: ~ gedung itu memerlukan biaya yg tidak sedikit
pucuk ombak kepala ombak
sepikiran se.pi.kir.an [n] sama pikiran; satu pendapat
tangkai tombak batang pd tombak
terbang pikiran hilang pikiran
tertumbuk pikiran ter.tum.buk pikiran tidak tahu apa yg harus dikerjakan
tombak benderang tombak kerajaan yg dibawa oleh pembawa tombak yg berada di kiri kanan raja; tombak yg tangkai dekat mata tombak dihiasi dng bulu kambing dsb
tombak kembar dua pemain yg menjadi ujung tombak (dl sepak bola)
tombak pengawinan tombak yg digunakan pd waktu upacara kerajaan
usul pikiran asas (pokok) pikiran
akar tombak akar tunggal
angin berputar ombak bersabung [pb] sangat sulit (tt perkara)
buah pikiran pendapat
gedombak ge.dom.bak [n] gendang yg hanya sebelah mukanya yg bertutup kulit
gelap pikiran tidak dapat berpikir lagi krn marah dsb sehingga mengamuk (mencuri, memukul, dsb); kehabisan akal
gombak gom.bak [n] jambul (pd ayam, burung, bunga, dsb); jambak (rambut di dahi kuda); rambut di atas dahi (yg ditinggalkan sehabis berpangkas)
hilang pikiran tidak tahu yg harus diperbuat; bingung
jalan pikiran cara berpikir (dl memecahkan atau mengatasi suatu persoalan)
kurang pikiran kurang pandai; bodoh
kusut pikiran bingung; susah hati
lanjut pikiran pandai mengatasi masalah; banyak akal; cerdik
laut mana yg tak berombak [pb] bagaimanapun manusia tidak akan luput dr kekhilafan (kesalahan)
lega pikiran lega hati; lega dada
lemah pikiran tidak dapat berpikir secara baik
mabuk ombak mabuk laut
memperadudombakan mem.per.a.du.dom.ba.kan [v] mengadu domba
memperlombakan mem.per.lom.ba.kan [v] menyebabkan (membiarkan) berlomba (kecepatan, keterampilan, kepandaian, ketangkasan, dsb): Panitia Peringatan Hari Kartini ~ keterampilan merangkai bunga
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
mengadudombakan meng.a.du.dom.ba.kan [v] menjadikan teradu domba
merombak me.rom.bak [v] (1) mengganti dng jalan membongkar (merusakkan) yg lama: dl waktu dekat ini pemerintah akan ~ gedung tua itu; (2) mengatur (menyusun) kembali dng mengubah (sebagian) atau membongkar semuanya: ~ susunan kabinet
muda pikiran muda hati
orang ombak [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati) [ki] orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati)
panjang pikiran [ki] tidak lekas kehilangan akal dl kesukaran; panjang akal; banyak akal; suka berpikir
pendek pikiran [ki] pendek akal
rombak rom.bak [v] terbongkar (dirusakkan) sama sekali
sakit pikiran sakit ingatan (2) lelah krn terlalu memikirkan sesuatu
sehat pikiran sehat akal
semak pikiran semak hati
sesat pikiran salah pendirian (pendapat)
singkat pikiran singkat akal
surut pikiran melepaskan niat
tahan ombak tidak mabuk krn gelombang (kecil)
tajam pikiran cerdas
tak ada laut yg tak berombak [pb] setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya
terang pikiran terang hati
tombak tom.bak [n] (1) senjata tajam dan runcing, bermata dua, bertangkai panjang, untuk menusuk dr jarak dekat atau jauh (dng cara melemparkannya); ada bermacam-macam
tombak pancing [Pet] alat penangkap yg diturunkan ke dl pipa yg jatuh di dl sumur untuk mengeluarkan pipa itu
(bagai) duri dl daging [pb] sesuatu yg selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
adem [a cak] (1) dingin; sejuk; (2) tenteram (pikiran, hati); tenang; (3) hambar (rasa makanan); tawar
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
akal [n] (1) daya pikir (untuk memahami sesuatu dsb); pikiran; ingatan: makhluk Tuhan yg mempunyai -- ialah manusia; (2) jalan atau cara melakukan sesuatu; daya upaya; ikhtiar: minta -- (kpd); (3) tipu daya; muslihat; kecerdikan; kelicikan: penipu tidak akan kekurangan --; (4) Antr kemampuan melihat cara memahami lingkungan
alam [n] (1) segala yg ada di langit dan di bumi (spt bumi, bintang, kekuatan): -- sekeliling; (2) lingkungan kehidupan: -- akhirat; (3) segala sesuatu yg termasuk dl satu lingkungan (golongan dsb) dan dianggap sbg satu keutuhan: -- pikiran; -- tumbuh-tumbuhan; (4) segala daya (gaya, kekuatan, dsb) yg menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yg ada di dunia ini: hukum --; ilmu --; (5) yg bukan buatan manusia: karet --; (6) dunia: -- semesta; syah --; (7) kerajaan; daerah; negeri: -- Minangkabau , meng.a.lami v merasai (menjalani, menanggung) suatu peristiwa dsb: selama di rantau ia ~ banyak kesulitan [n] bendera (panji-panji) sbg tanda (pd pasukan dsb)
alinea ali.nea [n] bagian wacana yg mengungkapkan satu pikiran yg lengkap atau satu tema yg dl ragam tulis ditandai oleh baris pertama yg menjorok ke dalam atau jarak spasi yg lebih; paragraf
alun [n] gelombang yg memanjang dan bergulung-gulung, biasanya lebih kecil dp ombak, tetapi lebih besar dp riak
alunan alun.an [n] ayunan ombak kecil; buaian
andap sadar [Dok] (1) keadaan tidak menyadari isi pikiran; (2) daerah penyimpanan pengalaman yg kurang disadari; lubuk hati
angan [n] (1) pikiran; ingatan; (2) maksud; niat [Mk v] , meng.a.ngan v menjenguk
angan lalu paham bertumbuk [pb] menurut pikiran (dugaan dsb) mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar pelaksanaannya (msl kekurangan alat atau syarat); angan-angan n (1) pikiran; ingatan: ~ nya ke mana-mana; (2) cita-cita: ~ nya menjadi dokter; (3) maksud; niat: sedikit pun tidak ada ~ ku menghinakan beliau; (4) gambaran dl ingatan; harapan sendiri dl ingatan; khayal: kesusastraan itu berisikan kehidupan nyata, bukan ~ belaka; (5) proses berpikir yg dipengaruhi oleh harapan-harapan thd kenyataan yg logis
angin membakat angin dr buritan dng ombak yg tinggi
antiwirawan an.ti.wi.ra.wan [n Sas] tokoh yg tidak memiliki nilai keagungan hidup (keberanian, idealisme, dan ketabahan), pikiran yg tercermin dl tindakan, dan maksud yg mulia
aposiopesis apo.si.o.pe.sis [n Ling] penghentian pikiran yg belum lengkap secara tiba-tiba (dapat berupa penghentian kata atau frasa, pemutusan kalimat)
asah terampil [ki] mempertajam pikiran agar menjadi terampil dl berdiskusi
autolisis au.to.li.sis [n Dok] perombakan tubuh organisme yg mati oleh enzim tanpa bantuan bakteri
awin [n] peng.a.win.an kl n pembawa tombak upacara kerajaan
ayam pelung ayam jantan yg mampu bersuara indah dan panjang (sering diperlombakan di Jawa Barat)
balik muka bertukar hadap (haluan, pikiran, pendapat); (2) berganti memihak kpd musuh; membelot memalingkan muka
balon ba.lon [n] (1) bola atau pundi-pundi besar dibuat dr karet (kertas, kain, dsb) yg diisi udara (gas yg ringan); (2) mainan anak-anak terbuat dr karet yg dikembangkan (dng ditiup atau diisi gas); (3) ki kabar (pernyataan dsb) yg disiarkan untuk mengajuk pikiran atau pendapat pihak lain [Jw n] pelacur
bambu runcing bambu yg diruncingkan ujungnya, dipakai sbg senjata dl perang merebut kemerdekaan; tombak bambu
banting ban.ting [v] mem.ban.ting v (1) memukul keras-keras (tt ombak dsb); mengempas: ombak -- ke pantai; (2) menjatuhkan kuat-kuat ke bawah; mengempaskan; (mencampakkan) ke bawah: ia -- tikus itu sampai mati; (3) cak berguncang keras: mobil yg terlalu keras bannya dan sedikit muatannya tentu -; (4) membelokkan (ke kiri atau ke kanan); membuang ke kiri atau ke kanan: ia -- setir mobilnya agar tidak terjadi kecelakaan [kl n] perahu Aceh bertiang dua: gali patik yg datang ini empat belas dan -- patik sembilan buah [Mk n] lembu; sapi; banteng
bau [n] apa yg dapat ditangkap oleh indra pencium (spt anyir, harum, busuk): -- napas yg keluar dr mulutnya busuk; (2) v ada baunya; mengeluarkan bau [n] satuan ukuran luas tanah 7.096 m2 atau 500 tombak persegi
bayang ba.yang [n] , ba.yang-ba.yang n (1) ruang yg tidak kena sinar krn terlindung benda: muka adikku tidak nyata kelihatan krn ia berdiri pd -- pintu; (2) wujud hitam yg tampak di balik benda yg kena sinar; (3) gambar pd cermin, air, dsb: ia tersenyum kpd -nya pd cermin, sambil mengatur rambutnya; (4) rupa (wujud) yg kurang jelas dl gelap: dl gelap itu -- hitam melintas di hadapan mereka; (5) ki gambar dl pikiran; angan-angan; khayal: sudah ada -- dl ingatanku; (6) tanda-tanda akan terjadi sesuatu: rakyat kelihatan tenang-tenang saja, tidak ada -- akan pecah perang; (7) sesuatu yg seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada: kamu tidak usah takut krn yg kamu lihat itu hanyalah -- belaka, bukan benda yg sebenarnya; (8) sesuatu yg sudah siap bekerja bilamana diperlukan: pemerintah -; anggota -
bebal be.bal [a] sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh
bebas pers kebebasan mengeluarkan pikiran dan pendapat melalui media massa
belanak bermain di atas karang [pb] ombak besar (sehingga ikan belanak yg biasanya senang diam dl pasir laut, naik ke permukaan laut)
belantik be.lan.tik [n] alat untuk menangkap binatang, terbuat dr tali yg dihubungkan dng alat pembidas, apabila tali tersentuh, dapat membidaskan tombak atau menjerat binatang sasarannya [Jw n] (1) orang yg menjadi perantara pd jual beli ternak (spt sapi, kerbau); (2) cengkau; pialang; makelar lihat bintang
belengkong be.leng.kong [a] tidak lurus; berlekuk: garis pantai itu -- krn pukulan ombak
belesir be.le.sir [v] menarikan pedang dan tombak yg ditujukan kpd orang yg berpura-pura sbg musuh
bena be.na [kl n] (1) ombak; (2) air pasang; banjir
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
benderang ben.de.rang [kl n] tombak yg tangkainya dihiasi dng bulu kambing (sbg tanda kebesaran); tombak benderang [a] terang benar (tt cahaya, warna): tunggulnya merah amat --; bulan --
ber ber -- an an [konfiks verba] (1) melakukan kegiatan, mengalami peristiwa, dan menyatakan pelaku atau pengalam yg lebih dr satu, serta perbuatan atau proses yg berkali-kali: bepergian; berguguran; berdatangan; (2) perbuatan atau peristiwa yg terjadi secara timbal balik: berpelukan, berciuman, bersentuhan; (3) berelasi satu sama lain: bermesraan; berseberangan; berdekatan; (4) merasa memilki: berakhiran; beralasan; berpikiran
beradak be.ra.dak [v] tombak-menombak (dl perang); tusuk-menusuk; tohok-menohok
beralih akal ber.a.lih akal berubah pendapat (pikiran)
beralun ber.a.lun [v] berombak memanjang: laut luas ~
beramuk ber.a.muk [v] (1) saling mengamuk: si A dan si B ~; (2) beramuk-amuk; (3) ki berkecamuk; kacau; bergelora: ~ pikirannya
berbudaya ber.bu.da.ya [v] mempunyai budaya; mempunyai pikiran dan akal yg sudah maju: bangsa yg -
bercabang ber.ca.bang [v] (1) mempunyai cabang (tt batang pohon, tanduk, lembaga, atau kantor): tanduk rusa itu ~; di desa itu ada pohon nyiur yg ~; (2) terpecah; tidak terpusat pd satu saja (tt hati, pikiran, dsb); mendua; bimbang (tt hati, pikiran): hatinya sudah ~ sehingga sulit dipercaya; (3) berbelah cabang (tt jalan, sungai); bersimpang: jalan (sungai) itu ~ dua; (4) ki tidak dapat dipercaya (tt perkataan): lidahnya ~
bercabang-cabang ber.ca.bang-ca.bang [v] (1) banyak tumbuh cabang (tt pohon); (2) bersimpang-simpang (tt jalan, sungai); (3) terpecah-pecah atau terbagi-bagi (tt hati, perhatian, pikiran, dsb) thd beberapa masalah; tidak terpusat pd satu masalah (tt pikiran, hati)
bercabul ber.ca.bul [v] (1) berbuat cabul; (2) cak timbul dan menular-nular; berjangkit (tt penyakit); (3) cak berkecamuk (tt badai, ombak, perang, dsb); (4) cak merajalela (tt kejahatan dsb)
bercanggah ber.cang.gah [v] (1) memakai canggah; (2) bercabang (mempunyai canggah): tombak ~
berdebat ber.de.bat [v] bertukar pikiran tt suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat
berdebur ber.de.bur [v] mengeluarkan bunyi debur: terdengar suara ombak ~ sepanjang malam
berdiskusi ber.dis.ku.si [v] mengadakan diskusi; bertukar pikiran: mereka ~ mengenai ketahanan nasional
berempati ber.em.pa.ti [v] melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~
bergelombang ber.ge.lom.bang [v] (1) bergulung-gulung sbg gelombang; mengombak; (2) ki bergerak bersama secara beruntun (tt serangan, pemogokan, dsb)
bergulung ber.gu.lung [v] (1) berlipat melingkar: lengan bajunya ~ sebatas siku; (2) bergerak (berjalan) spt berguling (tt ombak dsb): ombak ~ dan memecah di pantai
bergulung-gulung ber.gu.lung-gu.lung [n] beberapa gulung: ~ kawat duri diangkut dng mobilnya; (2) v berkali-kali bergulung: nun jauh di tengah kelihatan ombak ~
berhanyut-hanyut ber.ha.nyut-ha.nyut [v] (1) terkatung-katung dibawa air (ombak): empat hari empat malam perahunya ~ dibawa ombak; (2) pergi ke mana-mana: ~ di perantauan, tiada sanak saudara; (3) berlarut-larut; bertele-tele: pembicaraannya ~ tidak menentu
berhelai ber.he.lai [v] beberapa helai (lembar); terdiri atas helai (kertas yg tidak dijilid): ~ kertas itu dicoret-coretnya untuk menggambarkan buah pikirannya
berhubungan ber.hu.bung.an [v] (1) bersangkutan (dng); ada sangkut pautnya (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): penahanan itu ~ dng peristiwa pembunuhan baru-baru ini; (2) bertemu (dng); mengadakan hubungan (dng): ia sudah ~ langsung dng kepala kantor; (3) bersambung: bejana-bejana itu ~ sehingga tinggi permukaan air yg ada di dalamnya sama; (4) tukar-menukar atau beri-memberi (kabar, pikiran, dsb) dng perantaraan telepon, surat-menyurat, dsb: sekarang kita sudah dapat ~ langsung dng sanak saudara kita di Eropa
beriak be.ri.ak [v] bergerak mengombak (tt air, udara): udara yg tenang mulia ~ , silau mata memandangnya [v] berdahak; mengeluarkan dahak
beriak-riak be.ri.ak-ri.ak [v] bergerak-gerak mengombak (tt air)
berjalan-jalan ber.ja.lan-ja.lan [v] bersenang-senang dng berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dsb): banyak orang ~ pd pagi hari untuk menghirup udara segar
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berketak ber.ke.tak [v] (1) berlipat (pd kulit leher dsb): lehernya jenjang ~ tiga, tempat peluh bermain; (2) berombak-ombak (rambut): ia menyikat rambutnya yg ~ itu
berkocak ber.ko.cak [v] (1) berguncang (tt benda cair); (2) berpalu (tt ombak di pantai dsb): ombak ~ pd batu karang; (3) menjadi keruh atau tidak berseri-seri (tt mata); menjadi rusuh (gelisah): matanya (hatinya) ~
berkonsultasi ber.kon.sul.ta.si [v] (1) bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dl memutuskan sesuatu (tt usaha dagang dsb): tokoh-tokoh bank berkumpul di Jakarta dan saling ~ untuk memecahkan masalah perkreditan; (2) meminta nasihat (tt kesehatan, pendidikan, dsb)
berkreasi ber.kre.a.si [v] menghasilkan sesuatu sbg hasil buah pikiran; mencipta
berlaga ber.la.ga [v] (1) berkelahi (tt ayam, kambing, dsb); (2) berlanggaran; bertumbuk (tt ombak, perahu, dsb): gemuruh bunyi ombak ~; (3) bertanding dl olahraga: kedua kesebelasan itu akan ~ berebut tempat di semifinal
bermeditasi ber.me.di.ta.si [v] memusatkan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu; bertafakur
beroleng-oleng ber.o.leng-o.leng [v] bergoyang-goyang, terayun-ayun (spt perahu yg dipermainkan ombak)
berotak ber.o.tak [v] (1) berakal; mempunyai pikiran; mempunyai kecerdasan yg baik: anakmu tidak -; (2) mempunyai otak: apakah udang ada yg -?
berpadu ber.pa.du [v] (1) menjadi satu benar; luluh dan bercampur menjadi satu: angin laut dan desir ombak ~ suara; (2) beku dan menjadi keras (tt darah, air gula, dsb): darahnya ~; (3) kukuh krn telah disatukan: partai-partai politik ~ dl satu asas, Pancasila; (4) bercampur (dng): suka dan duka ~ mengharu hati
berpual-pual ber.pu.al-pu.al [v] membual-bual; berkepul-kepul (asap dsb); berpusing-pusing (pikiran dsb): demikianlah pikirannya ~ hingga akhirnya ia tertidur dng gelisah
bersabar ber.sa.bar [v] bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): hendaknya kita -- dl menghadapi cobaan hidup
bersabung ber.sa.bung [v] (1) berlaga; beradu: ayam -; (2) berlanggaran; bertumbuk: ombak -; kilat -; (3) mengamuk: topan -; (4) ki berjuang: -- melawan ketidakadilan
bersemadi ber.se.ma.di [v] memusatkan segenap pikiran (dng meniadakan segala hasrat jasmaniah)
bersenjatakan ber.sen.ja.ta.kan [v] memakai senjata tertentu; menggunakan sbg senjata: mereka dikejar oleh beratus-ratus orang kampung yg -- tombak dan keris
bertemu muka ber.te.mu muka berhadapan muka; ~ muka dan bertukar pikiran dng golongan tua telah diadakannya
bertentangan ber.ten.tang.an [v] (1) berhadapan; berhadap-hadapan: rumah saya ~ dng rumah Pak Camat; (2) berlawanan; tidak selaras: perasaan tidak selamanya ~ dng pikiran; (3) bersalahan (dng); tidak sesuai (tidak selaras, tidak cocok) dng: tindakan pemecatan buruh itu ~ dng jiwa Pancasila; (4) berselisih pendapat (paham dsb); bermusuhan; tidak sepaham (sependapat): sekarang partai politik tidak lagi ~ dl soal penghayatan dan pengamalan Pancasila
berubah akal ber.u.bah akal gila; (2) berganti (pikiran, haluan, arah, dsb)
berwawanrembuk ber.wa.wan.rem.buk [v] berbincang-bincang; bertukar pikiran: pd saat ~ dng penduduk desa kita sering mendengar adanya masalah yg tidak terselesaikan
bicara bi.ca.ra [n] akal budi; pikiran: dl menghadapi segala hal selalu dipergunakan budi -- nya; (2) n cak perundingan: rasanya tidak perlu diadakan -- lagi; (3) v beperkara; berurusan: orang yg membawa barang larangan itu akan dibawanya -- kpd hakim; (4) n kl pertimbangan pikiran; pendapat: spt -- Tuan, hamba pun demikian; pd -- patik; (5) v cak berbahasa; berkata: sedikit -- banyak bekerja; (6) a sedang dipakai untuk bercakap (dl telepon): sudah tiga kali saya menelepon, tetapi selalu dijawab " -- "; (7) Jk a cak tanggung, tentu (pasti): kata penjual durian itu, " -- " tebal dan manis
bijaksana bi.jak.sa.na [a] (1) selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; (2) pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan dsb: dng -- ia menjawab pertanyaan yg bersifat menjerat
bincang panel pertukaran pendapat atau pikiran di antara sejumlah kecil peserta yg diselenggarakan di muka sejumlah peserta sebuah pertemuan
brata bra.ta [n Hin] tindakan pengendalian diri: ada tiga -- yg mesti dilakukan berkaitan dng Syiwaratri, yaitu tidak tidur selama 36 jam, berpuasa selama 24 jam, dan tafakur memusatkan pikiran pd Syiwa
buak bu.ak , mem.bu.ak v membual [Mk a] tidak tetap hati, pikiran, dsb; bertingkah
budaya bu.da.ya [n] (1) pikiran; akal budi: hasil --; (2) adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --; (3) sesuatu mengenai kebudayaan yg sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yg --; (4) cak sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan yg sudah sukar diubah
buncah bun.cah [a] (1) keruh (tt air); (2) gelisah; kacau (tt hati atau pikiran)
buntu bun.tu [v] tertutup (tidak dapat terus tt pintu, jalan, pipa, dsb); tertutup salah satu ujungnya (jalan, pipa, dsb); terhalang (oleh sekatan dsb); tersekat; tersuntuk (tt akal, pikiran, dsb): gang --; menghadapi jalan --
buyar bu.yar [v] (1) mengalir atau meresap mengembang (spt tinta pd kertas yg kurang baik); (2) terserak; tercerai; berantakan (tt awan, barang-barang yg berkumpul, dsb); (3) tidak terpusat lagi (tt pikiran)
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
campuh cam.puh [Jw v] saling menikam (menombak) musuh (dl peperangan atau bentrokan ramai-ramai yg menggunakan senjata tajam dsb)
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
cekak ce.kak, ber.ce.kak henti, silat terkenang [pb] buah pikiran yg sudah terlambat tidak ada gunanya
cemara ce.ma.ra [n] (1) secekak bulu kuda (lembu, kerbau, dsb) yg dipakai sbg hiasan pd tombak dsb, (2) secekak bulu ekor kuda dsb yg diberi tangkai untuk berkipas, mengusir lalat, dsb; (3) secekak rambut yg dipakai untuk memperbesar konde atau sanggul; (4) benda yg rupanya spt bulu ekor kuda atau lembu (msl bulu pd buah jagung) [n] pohon yg berbatang tinggi lurus spt tiang, daunnya kecil-kecil spt lidi; eru; Casuarina eqnisetifolia
cendekia cen.de.kia [a] (1) tajam pikiran; lekas mengerti (kalau diberi tahu sesuatu); cerdas; pandai; (2) cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar (pandai menggunakan kesempatan); cerdik; (3) terpelajar; cerdik pandai; cerdik cendekia: kaum cerdik --
cengkal ceng.kal [Jw n] satuan ukuran panjang sekitar 3,75 m atau 12 kaki; tombak: satu -- satu tombak [Jw n] tongkat penopang kain sarung yg dipakai oleh anak yg dikhitankan
cerdas cer.das [a] (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya
cerocok ce.ro.cok [n] (1) pancang-pancang yg dipasang di tepi laut; (2) tembok tumpuan arus (pengempang ombak); (3) pangkalan di pelabuhan; jembatan di tepi laut atau yg menjorok ke laut; (4) Mk corong; cerat; pembuluh
cewang ce.wang [Mk a ] tidak tetap hati (pikiran)
cincin cin.cin [n] (1) perhiasan berupa lingkaran kecil yg dipakai di jari, ada yg berpermata, ada yg tidak; (2) segala sesuatu yg berbentuk lingkaran (spt gelang-gelang kecil pd tombak atau mata rantai)
cipta cip.ta [n] kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yg baru; angan-angan yg kreatif
cita-cita ci.ta-ci.ta [n] (1) keinginan (kehendak) yg selalu ada di dl pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yg baik; (2) tujuan yg sempurna (yg akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan
coang co.ang , ber.co.ang v tampak mencuar(-cuar) ke atas (tt barang yg panjang dan runcing atau lancip): bedil dan tombak bagai ranting ~ ke udara [Mk] men.co.ang-co.ang v hilir mudik tidak tentu tujuannya; mondar-mandir
cogan alam [kl] tombak kerajaan, bilah dan tangkainya dihiasi emas
cupet cu.pet [Jw a] (1) kurang mencukupi (panjangnya dsb); tidak sampai; cupul; (2) ki picik; sempit (tt akal atau pikiran)
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
debur de.bur [n] tiruan bunyi barang besar jatuh ke air, ombak memecah
dedikasi de.di.ka.si [n] pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian: untuk melaksanakan cita-cita yg luhur diperlukan keyakinan dan --
delusi de.lu.si [n Psi] pikiran atau pandangan yg tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yg tidak berdasarkan kenyataan; khayal
dermaga der.ma.ga [n] (1) tembok rendah yg memanjang di tepi pantai menjorok ke laut di kawasan pelabuhan (untuk pangkalan dan bongkar muat barang); kade: kapal itu sedang berlabuh di -- pelabuhan untuk membongkar muatannya; (2) tembok penahan ombak (di pelabuhan)
dewasa de.wa.sa [a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah -- [n] waktu, masa (akhir-akhir ini): -- ini pembangunan dilakukan di seluruh pelosok tanah air
dialog batin [Sas] kata-kata yg diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukan kpd pemain lain; -- horizontal dialog yg dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dsb) yg kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang, spt antara mahasiswa dan mahasiswa, antara guru dan guru: -- horizontal sesama mahasiswa diperlukan saat ini untuk menyamakan visi dan misi
didik di.dik [v] men.di.dik v memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran: seorang ibu wajib ~ anaknya baik-baik
dilamun di.la.mun [v] (1) digenangi; diliputi (spt karang tertutup air): bersama-sama tenggelam ~ ombak dan gelombang; (2) ki dirundung; diliputi (bencana, kesenangan, dsb): ia ~ bencana; ia ~ kebahagiaan hidup
dimabuk di.ma.buk [v] terganggu oleh sesuatu (pikiran dsb)
dingin kepala berpikiran tenang dan sehat; tidak lekas marah
disangka tiada akan mengaram disangka tiada akan me.nga.ram , ombak yg kecil diabaikan [pb] tiada mengindahkan bahaya yg kecil, akhirnya tertimpa bencana besar
diskusi dis.ku.si [n] pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah: -- tt peranan pemuda dl pembangunan
dorna dor.na [n] orang yg suka menghasut atau membangkit perselisihan, mengadudombakan dsb (bertabiat spt pendeta Dorna dl cerita pewayangan)
dragon dra.gon [n Olr] jenis nomor dl pertandingan mendayung: cuma nomor -- yg diperlombakan [n] naga
drastis dras.tis [a] (1) tegas dan cepat; keras dan berpengaruh cepat: tindakan-tindakan -- diharapkan akan mengakhiri kriminalitas di ibu kota; (2) menyeluruh; radikal: perombakan -- akan dilakukan thd pengurus partai itu; (3) hebat; luar biasa: harga kopi merosot secara --
dualistis du.a.lis.tis [a] mempunyai sifat dua (hal, pikiran, dsb); bersifat ganda
efek [n] (1) akibat; pengaruh: kenaikan harga bensin mempunyai -- thd harga barang kebutuhan sehari-hari; (2) kesan yg timbul pd pikiran penonton, pendengar, pembaca, dsb (sesudah mendengar atau melihat sesuatu) [n Ek] surat berharga yg dapat diperdagangkan (spt surat saham, surat obligasi)
ekstrover eks.tro.ver [n] orang yg minatnya ditujukan seluruhnya kpd yg ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kpd yg ada dl pikiran dan perasaannya sendiri (bersikap terbuka)
eling [Jw] (1) a berpikiran sehat; bijaksana; pantas; (2) v ingat akan Tuhan Yang Maha Esa (dl aliran kepercayaan)
empas em.pas [v] meng.em.pas v (1) membantingkan atau menjatuhkan diri: dia ~ ke tempat tidurnya; (2) memukul pd (tt ombak): ombak ~ ke pantai
empasan em.pas.an [n] (1) tempat ombak mengempas (di pantai atau di tempat yg dangkal); (2) hal mengempas (tt ombak); pukulan
empati em.pa.ti [n Psi] keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain
entak en.tak [v] meng.en.tak v (1) menginjak (mengenyak, menekan ke bawah, menumbuk, dsb) kuat-kuat: dia menghardik seraya ~ lantai; (2) menusuk; menikam (dng tombak dsb): dia terjatuh ketika hendak ~ babi hutan itu
fiksi fik.si [n] (1) Sas cerita rekaan (roman, novel, dsb); (2) rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan: nama Menak Moncer adalah nama tokoh -- , bukan tokoh sejarah; (3) pernyataan yg hanya berdasarkan khayalan atau pikiran
filsafat fil.sa.fat [n] (1) pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; (2) teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; (3) ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; (4) falsafah
forum fo.rum [n] (1) lembaga atau badan; wadah: kita perlu membentuk suatu -- tempat membicarakan kepentingan bersama; (2) sidang: kedua perkara itu akan dibawa ke depan -- terbuka; (3) tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas: -- itu sering dimanfaatkan untuk diskusi ilmiah
foto fo.to [n] (1) potret: -- nya dimuat di dl surat kabar; (2) ki gambaran; bayangan; pantulan: ragam ilmiah seakan-akan -- kegiatan pikiran
galah ga.lah [n] (1) tongkat yg panjang (dr bambu atau kayu dsb untuk menjolok buah-buahan, menolak perahu, menjemur pakaian, dsb); (2) tombak (untuk memburu babi hutan dsb)
galau ga.lau [a] ber.ga.lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran)
ganggang gang.gang , ber.gang.gang v berdiang; memanaskan diri (dekat api): krn tidak tahan udara dingin, ia ~ dekat api unggun itu [n] sela-sela di antara dua barang; celah: ia mengintip dr -- pintu; (2) a renggang; tidak rapat: persahabatan mereka semakin -- [n] aneka ragam jenis tanaman yg terdapat di pantai, terutama pantai berkarang dan berombak besar, digunakan sbg sumber bahan makanan atau bahan lainnya; Algae
ganggu gang.gu [v] , meng.gang.gu v (1) menggoda; mengusik: pemuda itu suka ~ gadis yg lewat; (2) merintangi; menyebabkan tidak berjalan sebagaimana mestinya (tt keadaan umum, kesehatan badan, dsb): pawai yg tidak teratur dapat ~ kelancaran lalu lintas; asap knalpot dapat ~ kesehatan badan; (3) merisaukan (tt hati, pikiran): kepergian gadis itu telah ~ hatinya; (4) merusak suasana: kehadirannya yg tidak diharapkan itu telah ~ pertemuan yg semula penuh tawa riang; (5) mendatangkan kekacauan (kerusuhan dsb): gerombolan penjahat itu sering ~ keamanan kota
gangguan gang.gu.an [n] (1) halangan; rintangan; godaan; (2) sesuatu yg menyusahkan; (3) hal yg menyebabkan ketidakwarasan atau ketidaknormalan (tt jiwa, kesehatan, pikiran); (4) hal yg menyebabkan ketidaklancaran
ganjalan gan.jal.an [n] (1) benda yg dipakai untuk mengganjal; pengganjal; (2) ki yg mengganggu pikiran dsb: mereka tidak mungkin dapat berbaik lagi krn ada ~ batin di antara keduanya
ganjur gan.jur [kl n] tombak [Mk v] tarik; hela; sentak
gaya bahasa [Ling] (1) pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dl bertutur atau menulis; (2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; (3) keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra; (4) cara khas dl menyatakan pikiran dan perasaan dl bentuk tulis atau lisan
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gelombang ge.lom.bang [n] (1) ombak besar yg bergulung-gulung (di laut); (2) ki aliran getaran suara yg bergerak dl eter (radio): radio amatir itu menyiarkan berita melalui -- 58; (3) ki kelompok; golongan (pasukan, pesawat terbang, dsb) yg bergerak maju beruntun-runtun: serangan yg pertama lima -- , tiap-tiap -- terdiri atas 50 buah pesawat terbang; (4) ki gerakan (pemogokan dsb) yg beruntun-runtun: -- pemogokan akan dilancarkan hari Sabtu
gemawan ge.ma.wan [a Sas] (1) berbagai-bagai rupa awan: spt bulan yg menyembul dr balik awan --; terlukis di awan --; (2) melayang (tt awan): awan putih -- memayungi telaga ombak-ombakan
gembak gem.bak [n] (1) rambut anak-anak yg dibiarkan tidak dipotong (sampai saat dikhitankan) pd ubun-ubunnya; gombak; (2) ombak (pd rambut); (3) rambut pd dahi kuda
gemulung ge.mu.lung [a] bergulung-gulung (tt ombak dsb)
gemuruh ge.mu.ruh [a] menderu-deru spt bunyi guruh atau suara ombak besar mengalun menepis pantai
gendeng gen.deng [Jw a] gila; tidak normal (ingatan, pikiran)
geranggang ge.rang.gang [n] bambu runcing; tombak bambu
gigih gi.gih [a] (1) tetap teguh pd pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot: ia dikenal sbg seorang pejuang yg -- menentang penjajahan; (2) ulet (dl usaha) [v] gigil
gila gi.la [a] sakit ingatan (kurang beres ingatannya); sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal): ia menjadi -- krn menderita tekanan batin yg sangat berat; (2) a tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yg bukan-bukan (tidak masuk akal): benar-benar -- , masakan dia dapat melompat setinggi itu; (3) a cak terlalu; kurang ajar (dipakai sbg kata seru, kata afektif); ungkapan kagum (hebat); (4) v terlanda perasaan sangat suka (gemar, asyik, cinta, kasih sayang): ia -- membaca buku roman; tidak sedang -- asmara; (5) a tidak masuk akal: menurut pendapat mereka, ide itu adalah ide yg --
grambyang gram.byang [v] ke sana kemari (tt pikiran)
gulung-menggulung gu.lung-meng.gu.lung [v] bergulung-gulung: angin ribut menderu-deru, ombak datang ~
gurur gu.rur [Ar ark n] impian yg sia-sia; harapan pd sesuatu yg tidak ada; pikiran yg bukan-bukan
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
hanyut ha.nyut [v] (1) terbawa oleh arus (banjir, ombak, dsb); terbawa mengalir: beberapa rumah telah --; (2) habis; hilang; lenyap: -- harta bendanya; (3) ki terharu: -- hatinya menyaksikan keadaan para pengungsi itu; (4) ki terlalu asyik: ia sedang -- dl lamunannya; (5) ki pergi jauh-jauh; mengembara: lebih baik -- ke negeri orang dp hidup menanggung malu; (6) berhanyut
hemat he.mat [a] berhati-hati dl membelanjakan uang, dsb; tidak boros; cermat: kita harus -- dl penggunaan bahan bakar [a] penuh minat dan perhatian; (dng) saksama; teliti: ia mendengarkan pelajaran dng -- dan cermat [n] pikiran; pendapat: menurut -- kami, dia sebaiknya pulang saja
hempas hem.pas [v] , meng.hem.pas v mencampak; membanting; menjatuhkan diri; memukul pd (tt ombak): adik ~ ke tempat tidurnya; ombak ~ ke pantai
hempasan hem.pas.an [n] tempat ombak memecah (di pantai atau di tempat yg dangkal)
hidup tidak krn doa [pb] orang harus berusaha dng tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain
ide [n] rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita: ia mempunyai -- yg bagus, tetapi sukar dilaksanakan
idealisme ide.al.is.me [n] (1) aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; (2) hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; (3) Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataan
ideograf ide.o.graf [n] lambang atau simbol yg merupakan gambaran pikiran atau angan-angan: beberapa -- , spt untuk kelelawar, ikan, dan burung tertentu mudah dibaca artinya
ideografi ide.o.gra.fi [n] gambaran gagasan atau pikiran dl bentuk lambang
ikal [a] berkeluk-keluk atau mengombak (tt rambut): rambutnya -- , lebat, dan hitam
ikhtilaf ikh.ti.laf [Ar n] perbedaan (pendapat, pikiran): masih ada -- di kalangan ulama dl hal itu
iktikaf ik.ti.kaf [v Isl] diam beberapa waktu di dl masjid sbg suatu ibadah dng syarat-syarat tertentu (sambil menjauhkan pikiran dr keduniaan untuk mendekatkan diri kpd Tuhan)
ikut-ikutan ikut-ikut.an [v] mengikut saja (pikiran, perbuatan, dsb) orang lain (tanpa kesadaran atau keinsafan): perbuatan harus didasarkan pd keinsafan dan bukan hanya ~
ilham il.ham [n] (1) petunjuk Tuhan yg timbul di hati: ibu Nabi Musa mendapat -- supaya memasukkan anaknya ke dl peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil; (2) pikiran (angan-angan) yg timbul dr hati; bisikan hati; (3) sesuatu yg menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb): di tempat pengasingannyalah ia mendapat -- untuk mencipta lagu-lagu perjuangan
ilmu kemanusiaan [Antr] ilmu tt hasil pikiran manusia serta hubungan antarmanusia, terutama yg tercantum dl kesusastraan dan yg diekpresikan oleh kesenian
ilmu mantik pengetahuan tt cara berpikir (atau hal menerangkan sesuatu) hanya berdasarkan pikiran belaka; logika
imaji ima.ji [n] (1) sesuatu yg dibayangkan dl pikiran; bayangan; (2) imajinasi
imanen ima.nen [a] berada dl kesadaran atau dl akal budi (pikiran)
impresi im.pre.si [n] (1) kesan: saya mempunyai -- bahwa ia bukan orang yg dapat dipercaya; (2) efek pd indra: -- visual (melalui mata); (3) ki efek atau pengaruh yg dalam thd pikiran atau perasaan: pidatonya memberikan -- yg dalam pd hadirin [n Anat] lekukan pd suatu struktur krn adanya tekanan struktur lain
ingat [v] (1) berada dl pikiran; tidak lupa: saya masih -- nama anak itu; (2) timbul kembali dl pikiran: keesokan harinya saya baru -- nama orang itu; (3) sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak -- akan dirinya; (4) menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak -- lagi akan kewajibannya; (5) hati-hati; berwaswas: -- , di kereta api banyak tukang copet; (6) mempertimbangkan (memikirkan nasib dsb): kalau tidak -- anak, sudah kubunuh orang itu; (7) cak berniat; hendak: kalau ia -- membaca koran, dibacalah koran
ingatan ingat.an [n] (1) apa yg diingat (teringat); apa yg terbayang dl pikiran: sepanjang ~ ku, ia pernah juga mengajar di sekolah guru; (2) alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yg pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dsb): sekarang ~ ku tidak sekuat dulu; (3) pikiran (dl arti angan-angan); kesadaran: ~ nya melayang lagi ke rumah yg baru dikunjunginya; (4) apa yg terbit dl hati (spt niat atau cita-cita): ~ ku hanya satu agar berjumpa dng dia sebelum aku mati
intelektual in.te.lek.tu.al /intelEktual/ (1) a cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan; (2) n (yg) mempunyai kecerdasan tinggi; cendekiawan; (3) n totalitas pengertian atau kesadaran, terutama yg menyangkut pemikiran dan pemahaman
intelektualisasi in.te.lek.tu.a.li.sa.si [n] proses, cara, per-buatan menjadikan sesuatu berdasarkan ketajaman pikiran; pencendekiaan: -- pemikiran agama Islam
inteligen in.te.li.gen [a] mempunyai atau menunjukkan ting-kat kecerdasan yg tinggi; berpikiran tajam; cerdas; berakal
introver in.tro.ver [a] (1) bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kpd orang lain; bersifat tertutup; (2) Zool (struktur yg) melekuk ke dalam, spt struktur hewan bertulang belakang
jalan angan-angan jalan pikiran
jambak jam.bak [n] jambul; gombak (bulu pd dahi kuda) [Mk n] jambu bol; jambu dersana; Eugenia malaccensis
jambu jam.bu [n] (1) pohon bercabang banyak, tinggi dapat mencapai 10 m, daunnya lonjong, bunganya berwarna putih atau kehijau-hijauan dan berambut halus yg menjadi kering cokelat atau hitam ketika bunganya menjadi buah; (2) buah jambu, banyak airnya, bentuknya menyerupai genta dan lebar di bawah, macam dan jenisnya banyak; Eugenia [n] jambul; gombak; bulu-bulu (pd ujung tombak dsb)
jernih jer.nih [a] (1) terlihat terang (tt air); bening; bersih; tidak keruh: air itu --; (2) ki berseri (tt muka); tidak muram: mukanya -- pertanda hatinya bersih; (3) ki tidak kacau; runtut (tt jalan pikiran dsb)
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
jogan jo.gan [kl n] tombak kebesaran sebagai tanda kebesaran raja
juang ju.ang , ber.ju.ang v (1) berlaga (tt binatang yg besar-besar); berlawan: dua ekor gajah jantan ~ memperebutkan betinanya; (2) memperebutkan sesuatu dng mengadu tenaga; berperang; berkelahi: segenap rakyat ikut serta ~ untuk mencapai kemerdekaan; (3) berlanggaran (tt perahu, ombak, dsb); (4) berusaha sekuat tenaga tt sesuatu; berusaha penuh dng kesukaran dan bahaya: pihak keamanan sudah ~ membebaskan saudara itu [n] , ju.ang-ju.ang ? lenjuang
judek ju.dek [Jw a] tidak tahu jalan ke luar; buntu pikiran: ia -- sekali memikirkan ulah anaknya yg bengal itu
julang ju.lang , men.ju.lang v (1) tampak menyembul tinggi; membubung tinggi (tt api dsb): ombak ~ di permukaan laut; api berjolak ~ ke angkasa; (2) membawa (mendukung) anak dsb di atas bahu; (3) ki menjunjung tinggi; menghormati: rakyat ~ pemimpinnya yg jujur dan penuh pengabdian itu [v] , -- hulu ukuran tekanan fluida yg dinyatakan dng tingginya kolam air
julir ju.lir [ark n] tombak pendek bermata dua yg dipakai untuk menangkap ikan yg besar-besar; piarit; tempuling
jungat ju.ngat [Jk v] men.ju.ngat v menjungkit ke atas pd sebelah depan atau belakang: kapal ~ ketika melalui ombak yg besar itu
kacau ka.cau [a] campur aduk (sehingga tidak terbeda-bedakan lagi); bancuh: kelompokkan surat-surat itu berdasarkan tanggal dan nomornya, jangan sampai --; (2) a kusut (kalut) tidak keruan: pikirannya bertambah -- mendengar berita itu; (3) a rusuh; tidak aman; tidak tenteram: keadaan di negeri itu semakin --; (4) v bercampur aduk dng (tidak dibeda-bedakan dng); bertukar-tukar dng: pemakaian kata teras /tEras/ kerap kali -- dng kata teras; -- abu berantakan: keluarganya menjadi -- abu krn pemerintah menyatakan akan terus mengejar utangnya itu sampai ke anak-cicit
kaku ka.ku [a] (1) keras tidak dapat dilentukkan; kejur; kejang; (2) keras dan liat (tt daging dsb): tubuhnya sudah --; (3) ki janggal: tingkah lakunya --; (4) sukar diberi tahu (menerima pendapat orang); tidak lemah lembut (tidak mudah bergaul; tidak luwes); (5) tumpul (tt pikiran); (6) berserat kasar, biasanya berdaun tegak dan tidak lembut (tt beberapa jenis rumput)
kaliber ka.li.ber [n] (1) garis tengah laras senapan (meriam, pistol): peluru -- 16 mm; (2) garis tengah peluru: peluru -- 5 mm; (3) cak ukuran (tingkatan) kecakapan atau sifat batin (pikiran, watak): dl hal itu, ia sudah termasuk -- internasional
kalimat ka.li.mat [n] (1) kesatuan ujar yg mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan; (2) perkataan; (3) Ling satuan bahasa yg secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa
kalut ka.lut [a] (1) kusut tidak keruan; kacau: keadaan rumah tangganya --; (2) kacau pikiran dan berkata tidak keruan: krn terlalu tinggi panas badannya, ia --
kamus ka.mus [n] (1) buku acuan yg memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tt makna, pemakaian, atau terjemahannya; (2) buku yg memuat kumpulan istilah atau nama yg disusun menurut abjad beserta penjelasan tt makna dan pemakaiannya; (3) ki diri, pikiran: tak ada istilah "takut" dl -- saya [Jw n] kulit yg sudah dimasak; samak
karu ka.ru [Mk] ber.ka.ru a tidak keruan (kalut, susah tt pikiran, perasaan) [v] , me.nga.ru v menyela orang yg sedang berbicara; melakukan interupsi
karut-marut ka.rut-ma.rut [a] (1) kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati, dsb); banyak bohong dan dustanya (tt perkataan dsb); (2) berkerut-kerut tidak keruan (tt muka, wajah, dsb): kulit mukanya ~ dan penuh dng penyakit cacar
kata ka.ta [n] (1) unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dl berbahasa; (2) ujar; bicara; (3) Ling (a) morfem atau kombinasi morfem yg oleh bahasawan dianggap sbg satuan terkecil yg dapat diujarkan sbg bentuk yg bebas; (b) satuan bahasa yg dapat berdiri sendiri, terjadi dr morfem tunggal (msl batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (msl pejuang, pancasila, mahakuasa)
kaukasoid kau.ka.so.id [n Antr] golongan manusia yg mempunyai ciri-ciri fisik tertentu, yaitu kulit pucat, tinggi badan sedang sampai jangkung, rambut lurus sampai berombak, badan biasanya berbulu, mata biru muda sampai cokelat tua, hidung biasanya mancung
kaum dahrian [Ar] orang yg tidak memeluk suatu agama; orang yg ingin bebas dl pikiran dan pendirian
kebernalaran ke.ber.na.lar.an [n] perihal atau keadaan yg sesuai dng nalar atau pikiran logis
kebingungan ke.bi.ngung.an [n] (1) dl keadaan bingung (gugup, tidak tahu arah, dsb); kehilangan akal: dia sedang -- memikirkan caranya naik atap itu; (2) kekacauan hati (pikiran): ketetapan baru dr pemerintah menimbulkan -- di kalangan pedagang
kecerdasan ke.cer.das.an [n] (1) perihal cerdas; (2) perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi (spt kepandaian, ketajaman pikiran): perpustakaan didirikan untuk meningkatkan ~ masyarakat
kedap cuaca tidak dapat ditembus oleh cuaca (ombak, angin, dsb)
kekacauan kepribadian ke.ka.cau.an kepribadian [Psi] keadaan pikiran, akal, perasaan, dan dorongan batin yg tidak berfungsi dan tidak dapat dikendalikan
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kekusutan ke.ku.sut.an [n] perihal yg kusut; kekacauan (pikiran); kekusutan (hati)
kelobotisme ke.lo.bot.is.me [n] paham, pikiran, atau wejangan yg bersifat klise yg selalu diulang
kelocak ke.lo.cak [ark v] me.nge.lo.cak v mengelupas [v] ber.ke.lo.cak v berguncangan (tt benda cair); berpalu (tt ombak di pantai dsb); berkocak
kena ke.na [v] (1) bersentuhan (dng); terantuk (pd): ujung tombak itu -- pd tengkuk pencuri itu; (2) tepat pd sasarannya; tidak luput: burung itu ditembaknya, tetapi tidak --; (3) tertimpa (oleh); mengalami; menderita (sesuatu); mendapat atau beroleh suatu perbuatan: sekarang banyak anak -- penyakit cacar; (4) tidak bebas dr (aturan, pajak, dsb): tidak ada yg terkecuali, semuanya -- aturan ini; (5) tepat benar; sesuai benar; cocok; berpatutan (berpaduan); sedang dan patut (tt pakaian dsb): pantun ini tidak -- sajaknya
kenangan ke.nang.an [n] (1) sesuatu yg membekas dl ingatan; kesan: ~ manis telah berlalu; banyak ~ indah saya alami selama saya melakukan widyawisata ke Pulau Bali; (2) kesan dl ingatan (pikiran); ingatan: ~ nya cukup tajam mengenai peristiwa itu
kencang ken.cang [a] (1) tegang; tidak kendur: rentangkan tali yg biru itu kencang-kencang; (2) laju; cepat: mobil itu terlalu -- jalannya; ia berlari -- dng kecepatan maksimal; (3) erat-erat; erat dan kuat: ia berpegang -- pd tiang kapal ketika ombak besar menggoncangkan kapal yg ditumpanginya [n] ken.cang-ken.cung n tiruan bunyi "cang, cing, cung"
kepaduan ke.pa.du.an [n] keadaan padu; kesatuan (pikiran dsb); kebulatan (pendapat dsb)
kepala ke.pa.la [n] (1) bagian tubuh yg di atas leher (pd manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, dan beberapa pusat indra): mayat wanita itu ditemukan tanpa --; (2) bagian tubuh yg di atas leher tempat tumbuhnya rambut: -- nya botak; (3) ki bagian suatu benda yg sebelah atas (ujung, depan, dsb): -- tongkat; (4) ki bagian yg terutama (yg penting, yg pokok, dsb): -- lakon; (5) ki pemimpin; ketua (kantor, pekerjaan, perkumpulan, dsb): -- pasukan; (6) ki otak (pikiran, akal, budi): jika kita masih punya -- , kita harus diberi jatah satu kilogram gula
kepala berat [ki] tumpul pikiran; tidak cepat menangkap (pelajaran dsb); sukar untuk mengerti; agak bodoh
kepolosan ke.po.los.an [n] kesederhanaan (tt sikap dan tingkah laku); kejujuran (pikiran, hati, dsb)
kerdil ker.dil [a] (1) selalu kecil saja; tidak dapat menjadi besar (tt orang, binatang, tumbuhan, dsb) krn kekurangan gizi atau krn keturunan: orang -- tak perlu rendah diri; (2) ki tidak berkembang, tidak maju; picik (tt pikiran, pandangan, dsb)
kerepyak ke.rep.yak [Jw n] tiruan bunyi hujan atau tombak bersentuhan dsb
keropos ke.ro.pos [a] (1) tidak ada isinya (tt kelapa dsb); tidak bernas (tt padi, biji-bijian); (2) lapuk di dalam (tt kayu); (3) lapuk krn berkarat (tt besi, logam, dsb); (4) ki bodoh; tidak mempunyai pikiran; lemah; keropok
keruh ke.ruh [a] (1) buram krn kotor; tidak bening; tidak jernih (tt air dsb); (2) kusut tidak keruan; kalut; kacau; tidak beres: pikirannya -- [n] dengkur; dengkus; dengus
kerut merut banyak kerutnya; (2) kusut, kacau; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati); (3) ki banyak bohongnya (tt perkataan)
kesesatan ke.se.sat.an [n] (1) kebingungan; (2) ki kesalahan jalan atau pikiran; kekeliruan; sesuatu yg sesat
kesetimbangan ke.se.tim.bang.an [n] (1) hal (keadaan, sifat) setimbang; keseimbangan; (2) ketenangan (pikiran, batin); kemantapan (keadaan): ia dapat memikirkan keadaan dirinya sendiri dan menetapkan ~ pendirian dan sikapnya kembali
kesintingan ke.sin.ting.an [n] perihal sinting; ketidakberesan pikiran: -- dapat juga disebabkan tekanan batin yg terus-menerus
ketegangan ke.te.gang.an [n] hal (keadaan) tegang; pertentangan yg keras: perbedaan pendapat antara mereka menimbulkan ~ kembali; segala ~ pikiran harus dihilangkan
ketenangan ke.te.nang.an [n] hal (keadaan dsb) tenang; ketentuan (hati, batin, pikiran)
ketenteraman ke.ten.te.ram.an [n] (1) keadaan tenteram; keamanan; (2) ketenangan (hati, pikiran)
ketunggalan ke.tung.gal.an [n] (1) hal mengenai tunggal; keesaan; satu-satunya; (2) kebulatan (pikiran dsb)
khalwat khal.wat [n] pengasingan diri (untuk menenangkan pikiran dsb)
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kibar ki.bar [v] , ber.ki.bar v (1) bergerak-gerak mengombak krn ditiup angin (tt bendera dsb): Sang Merah Putih ~ ditiup angin; (2) ki menjadi masyhur: namanya sbg sutradara makin ~ setelah filmnya berhasil memikat puluhan ribu penonton
kibaran ki.bar.an [n] gerakan mengombak (tt bendera yg berkibar): ~ bendera itu spt orang melambai-lambai
kiliran budi ki.lir.an budi alat untuk mempertajam pikiran; pengasah budi
kimbang kim.bang [v] ber.kim.bang-kim.bang v (1) terbang melayang berkeliling (spt burung layang-layang, burung elang yg sedang terbang); (2) ki merasa bimbang; tidak mempunyai pegangan dl berpikir; terombang-ambing (tt pikiran dan hati)
kiramat ki.ra.mat [kl n] doa restu: berkat -- Dang Tuanku, mendapatlah ia pikiran yg baik
kita semua mati [pb] lain orang lain pikirannya
konotasi ko.no.ta.si [n Ling] tautan pikiran yg menimbulkan nilai rasa pd seseorang ketika berhadapan dng sebuah kata; makna yg ditambahkan pd makna denotasi
konsentrasi kon.sen.tra.si [n] (1) pemusatan perhatian atau pikiran pd suatu hal; (2) pemusatan tenaga, kekuatan, pasukan, dsb di suatu tempat: ada -- pasukan di daerah perbatasan; (3) pemusatan beberapa penerbitan dl satu kekuasaan; (4) Kim persentase kandungan bahan di dl satu larutan
konsepsi kon.sep.si [n] (1) pengertian; pendapat (paham); (2) rancangan (cita-cita dsb) yg telah ada dl pikiran; (3) Bio percampuran antara inti sel jantan dan inti sel betina; pembuahan benih
konsepsional kon.sep.si.o.nal [a] berdasarkan konsepsi, pikiran, dan cita-cita
konsultasi kon.sul.ta.si [n] pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dsb) yg sebaik-baiknya
kontemplasi kon.tem.pla.si [n] renungan dsb dng kebulatan pikiran atau perhatian penuh
kreasi kre.a.si [n] (1) hasil daya cipta; hasil daya khayal (penyair, komponis, pelukis, dsb): lukisan Monalisa merupakan -- besar Leonardo da Vinci; (2) ciptaan buah pikiran atau kecerdasan akal manusia
kujur bercemara tombak yg berumbai-rumbai
kuncung kun.cung [Jw n] gombak
kusut ku.sut [a] (1) tersimpul jalin-menjalin tidak keruan hingga sukar diuraikan (rambut, benang, dsb): rambutnya --; (2) kacau; tidak teratur: alas tempat tidur itu --; (3) ki rumit; rusuh, dan bingung (hati, pikiran, dsb): -- lah hatinya dan kacaulah pikirannya
kuwur ku.wur [Jw a] bingung; kacau pikiran
lambuk lam.buk [a] gembur (tt tanah) [n] celana longgar langgam Aceh yg dibuat dr sutra [ark n] perahu: laksana -- di tengah laut, tenggelam timbul dilambung ombak
lambung lam.bung [n] (1) perut; (2) perut besar [n] bagian rusuk atau samping (badan, kapal, dsb): -- nya terluka ditusuk perampok [v] melompat tinggi (bola, perahu yg dipukul ombak, dsb); naik
lamun la.mun , me.la.mun v termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana [ark p] (1) tetapi; namun: biarpun sukar, -- tugas itu harus diselesaikan juga; (2) biarpun; meskipun: angin ribut melanda perahu kami, -- demikian kami masih dapat selamat; (3) asal(kan); jikalau: ia hendak datang menghadap, -- Tuanku panggil akan dia [Mk v] me.la.mun v (1) menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan: ~ barang bekas di gudang; (2) menggenangi; meliputi (spt air menutupi karang)
langsir lang.sir [v] me.lang.sir v (1) mengatur sambil menggandeng-gandengkan gerbong kereta api; (2) cak berjalan mondar-mandir (bolak-balik) [ark n] serdadu (pasukan) bertombak [Mk a] kurus
lanjut akal lanjut pikiran
lapang la.pang [a] (1) lebar (tt ruangan, kamar, dsb); luas; (2) lega; senang: hatinya --; -- pikiran; (3) tidak sibuk; tidak repot; senggang: waktu --; saat --; (4) longgar; tidak sempit: baju anak perlu dibuat -- krn dia cepat besar [n] tumbuhan memanjat, Bauhinia comifolia
larat la.rat [v] (1) hanyut dan tidak menyangkut: sauh kapal itu -- hingga tidak dapat mengait dasar laut; (2) bertambah jauh (panjang, luas, mendalam, dsb): sakitnya bertambah --; kalau tidak kuat, -- jadi penyakit; (3) pergi jauh meninggalkan kampung halaman; mengembara; merantau: kita telah lama -- ke negeri orang untuk mencari peruntungan; (4) ki sedih sekali; melantur-lantur (tt perasaan dan pikiran): -- pikirannya; (5) ki terharu (tt perasaan); iba: -- hatinya mendengar perkataan anak itu [ark a] dapat; mampu; sanggup [n] anggrek, Dendrobium phalaenopsis
larung la.rung [n] peti mayat yg tidak berdasar [Jw v] me.la.rung.kan v membiarkan hanyut; menghanyutkan: nelayan itu ~ topinya yg dibawa ombak kian kemari
larut la.rut [a] (1) hanyut semakin jauh; (2) bertambah lama; (jauh dsb): sementara waktu bertambah -- , dia belum bebas juga; (3) makin bertambah: kian hari penyakitnya kian --; (4) menjadi cair; luluh; hancur: garam cepat -- dl air; (5) asyik; tenggelam: krn sepi mencengkam kami, -- dl pikiran masing-masing [n] tumbuhan palma; sagu belanda; Maranta arundinacea
layar la.yar [n] (1) kain tebal yg dibentangkan untuk menadah angin agar perahu (kapal) dapat berjalan (laju); (2) tabir (tirai) penutup jendela (pintu); (3) tirai; kelir (dipakai pd pertunjukan gambar hidup, drama, wayang kulit, dsb); (4) bidang (berupa kain, papan, kaca) tempat menayangkan gambar (film, televisi, dsb) [n] ikan laut besar, berbentuk bulat panjang, bermoncong panjang membentuk tombak bulat, bersirip punggung panjang dan besar (bila ditegakkan waktu berenang tampak spt perahu layar); ikan layar; Istiphorus gladius
lecup le.cup [n] (1) tiruan bunyi ketika orang mencium (dng bibir); cup; (2) tiruan bunyi tombak ditikamkan pd pohon pisang
lemah mental lemah pikiran
lemah saraf agak gila; agak terganggu pikirannya; (2) mudah terkejut
lembing lem.bing [n] (1) tombak pandak (dapat ditohokkan, dapat dilemparkan); (2) tombak kayu atau bambu kecil panjang yg ujungnya berlapis logam yg runcing untuk berolahraga (dng cara melemparkannya jauh-jauh)
lenyap le.nyap [a] (1) tidak kelihatan lagi; tidak ada lagi; hilang; musnah: -- dr pandangan; perahu itu -- ditelan ombak; (2) tidak jaga lagi; nyenyak: -- tidurnya
lidah air bagian ujung air yg mengalir (pd banjir, air yg mengalir ke tepi pantai krn hempasan ombak, dsb)
limbung lim.bung [n] (1) tempat yg dipagari di tepi pantai tempat perahu berlabuh; galangan kapal; dok; (2) tempat mandi di pinggir laut [Jk a] (1) tidak mantap, goyah (berdirinya, duduknya, letaknya); (2) ki tidak tetap pendiriannya (pikirannya, tujuannya, dsb)
limpung lim.pung [kl n] tombak pendek dng mata di kedua ujungnya
lincah lin.cah [a] (1) selalu bergerak; tidak dapat diam; tidak tenang: anak yg sehat biasanya --; (2) tidak tetap (tempat tinggal, pikiran, dsb); selalu bertukar (pekerjaan dsb): dia benar-benar orang yg -- , baru bekerja seminggu sudah pindah kerja lagi
lintas akal dapat diterima oleh akal; masuk akal; pikiran
logika lo.gi.ka [n] (1) pengetahuan tt kaidah berpikir; (2) jalan pikiran yg masuk akal: keterangan saksi tidak ada -- nya
lopak-lapik lo.pak-la.pik [a] tidak tetap pikiran (tt orang tua)
lupa lu.pa [v] (1) lepas dr ingatan; tidak dl pikiran (ingatan) lagi: krn sudah lama, ia -- akan peristiwa itu; (2) tidak teringat: dia -- membawa buku tulis; (3) tidak sadar (tahu akan keadaan dirinya atau keadaan sekelilingnya, dsb): semenjak jatuh dia sering -- akan keadaan sekelilingnya; (4) lalai; tidak acuh: jangan -- akan kewajibanmu
macam apa bagaimana; (2) spt apa: -- apa pikiranmu ini
magalah ma.ga.lah [n] pasukan pengawal istana yg bersenjata tombak
magi ma.gi [n] sesuatu atau cara tertentu yg diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib dan dapat menguasai alam sekitar, termasuk alam pikiran dan tingkah laku manusia [n] golongan iman dr zaman Parsi Kuno [n] penyedap masakan, dibuat dr ekstrak daging dl bentuk cairan setengah kental atau padat, berbentuk dadu
mahfuz mah.fuz [Ar n] yg dihafalkan; yg tersimpan di dl hati (ingatan, pikiran)
maju ma.ju [v] berjalan (bergerak) ke muka; tampil ke muka: ia melangkah -- menuju ruang duduk; seorang murid diminta -- ke depan kelas untuk membacakan sajak itu; (2) v mendesak ke depan (tt pasukan); pergi atau keluar ke medan perang: -- ke medan perang; (3) v menjadi lebih baik (laku, pandai, dsb); berkembang: perusahaannya -- dng pesat; (4) v lulus (dl ujian): ia telah -- dl ujian akhirnya; (5) a telah mencapai atau berada pd tingkat peradaban yg tinggi: bangsa yg telah --; negara --; (6) a cerdas; berkembang pikirannya; berpikir dng baik: pria itu berpikiran --
makna konotasi [Ling] makna (nilai rasa) yg timbul krn adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi
maksum mak.sum [Ar v] terbagi; terpisah; tercerai; lepas (dr): pikirannya sudah -- kpd yg lain [Ar v] terpelihara dr dosa dan kesalahan; bebas dr dosa dan kesalahan: kita bukan spt para nabi yg --
makul ma.kul [Ar a] menurut akal (pikiran); berdasarkan akal budi; masuk akal; logis
malai ma.lai [n] (1) untaian (bunga, butir padi, gandum, dsb); (2) rangkaian bunga, intan, dsb yg dipakai sbg hiasan kepala, tombak, dsb; (3) perbungaan yg bercabang-cabang, setiap cabang memiliki bunga yg bertangkai, yg mekarnya bergantian dr arah bawah ke atas [n] ma.lai-ma.lai n pohon yg banyak ditanam, kayunya digunakan dl pembuatan rumah, daunnya yg muda digunakan sbg pakan ternak, buahnya dimakan mentah atau dibuat lempuk; Litsea sebifera
mamai ma.mai [a] spt hilang ingatan (mabuk, tidak sadar, dsb) rupanya; kelam ingatan atau pikiran (krn terlampau tua, habis sakit payah, dsb); (2) v mimpi dan mengigau
manora ma.no.ra [n] tombak ikan yg terbuat dr bambu halus spt sangkur
mantik man.tik [n] (1) cara berpikir yg hanya mendasarkan pikiran belaka; (2) perkataan yg benar
mantiki man.ti.ki [a] berdasarkan pikiran (bukan berdasarkan emosi); logis: jawabannya itu dapat dipandang -- krn ia adalah seorang pendidik
masak-masak ma.sak-ma.sak [adv] secara baik (tt buah pikiran): semua putusan yg diambilnya telah dipikirkan -
masinal ma.si.nal [a] (1) dng menggunakan mesin: pembuatan karung itu dilakukan secara --; (2) ki berlaku (bertindak, bekerja) spt mesin; spt tidak menggunakan pikiran lagi; tidak mau menyimpang dr yg sudah ditentukan: dl membuat barang-barang kerajinan itu mereka sudah sangat terampil, kerjanya secara -- saja; ia bertindak secara -- tanpa memperhitungkan akibatnya
meditasi me.di.ta.si [n] pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu
melahirkan me.la.hir.kan [v] (1) mengeluarkan anak (dr kandungan); beroleh anak: istrinya meninggal ketika ~ anak yg pertama; (2) mengeluarkan (perasaan, pendapat, pikiran, dsb): di dl alam demokrasi, orang bebas ~ pendapat; (3) mengadakan; menjadikan; menimbulkan: tindakan untuk mengatasi kesulitan kerapkali ~ kesukaran baru
mati ma.ti [v] (1) sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi: anak yg tertabrak mobil itu -- seketika itu juga; pohon jeruk itu sudah -- , akarnya pun sudah busuk; (2) tidak bernyawa; tidak pernah hidup: batu ialah benda --; (3) tidak berair (tt mata air, sumur, dsb); (4) tidak berasa lagi (tt kulit dsb); (5) padam (tt lampu, api, dsb); (6) tidak terus; buntu (tt jalan, pikiran, dsb): krn pikirannya sudah -- , ia tidak dapat berbuat apa-apa; (7) tidak dapat berubah lagi; tetap (tt harga, simpul, dsb); (8) sudah tidak dipergunakan lagi (tt bahasa dsb); (9) ki tidak ada gerak atau kegiatan, spt bubar (tt perkumpulan dsb): kalau tidak diurus, koperasi itu akan --; (10) diam atau berhenti (tt angin dsb): perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut krn angin --; (11) tidak ramai (tt pasar, perdagangan, dsb): setelah ada pasar swalayan, pasar ini --; (12) tidak bergerak (tt mesin, arloji, dsb): saya terlambat krn jam saya ternyata --
melambung me.lam.bung [v] (1) menyerang (memukul dsb) pd lambung; (2) menyerang (daerah, sasaran) dng cara bergerak melingkar (tidak lurus ke sasaran) [v] (1) naik (melonjak, terbang, dsb) tinggi-tinggi: bola ini tidak dapat ~; perahu itu sebentar ~ sebentar turun dimainkan ombak; (2) menaikkan (melonjakkan, menerbangkan, dsb) tinggi-tinggi: ~ layang-layang; (3) memuji-muji; menyanjung-nyanjung: ia suka ~ anaknya yg seorang itu
melantaskan me.lan.tas.kan [v] (1) menembuskan (tombak, bor, dsb); (2) menyampaikan (niat, maksud, angan, dsb); (3) melangsungkan (perjalanan, hubungan, dsb)
melapangkan dada me.la.pang.kan dada melegakan perasaan dan pikiran; menjadikan senang
melayang me.la.yang [v] (1) terbang (dng sayap tidak bergerak): pesawat terbang ~ rendah di atas kepala kami; (2) terbang krn dihembus angin: atap rumah banyak yg ~ oleh angin ribut; (3) ki tidak menentu; tidak terarah (tt pikiran, tembakan, perhatian, dsb): dng tidak disadarinya pikirannya ~ entah ke mana
melayang-layang me.la.yang-la.yang [v] (1) melayang sambil bergerak ke sana kemari; melayang dng berputar-putar: burung elang itu ~ di udara sebelum menyambar anak ayam; (2) tidak keruan (tt pikiran, perkataan, dsb); tidak tentu arah: pikirannya ~ ketika ia ditanya
melayapi me.la.yapi [v] melayang ke suatu arah: pikirannya melayang ~ malam yg gelap gulita itu
melayarkan me.la.yar.kan [v] (1) menjalankan (kapal, perahu,); (2) mengangkut dng kapal (perahu dsb): mereka sedang ~ beras impor dr Amerika ke Indonesia; (3) membiarkan hanyut atau melantur (tt pikiran); melamun: sudah menjadi kebiasaannya ~ pikiran entah ke mana pd waktu belajar di kelas
memandai-mandai me.man.dai-man.dai [v] berlagak pandai; menurut pikiran sendiri; berpegang pd pendirian sendiri
mematri me.mat.ri [v] (1) melekatkan dsb dng patri; menyolder: ia ~ panci yg bocor; (2) ki melekatkan; menetapkan; meneguhkan: saran-sarannya mungkin menolong untuk ~ ajaran ini dl pikiran kita
membayangkan mem.ba.yang.kan [v] (1) mengadakan bayang-bayang pd: sinar lampu kapal -- cahaya pd permukaan air; (2) menggambarkan dl pikiran: aku banyak -- yg indah-indah dr yg telah kita rencanakan; (3) mengemukakan pendapat (usul dsb) tidak dng terus terang: dia tidak mau terus terang, tetapi hanya -nya dl setiap ucapannya
membentuk mem.ben.tuk [v] (1) melengkung; berkeluk: alisnya -- spt taji; (2) membuat melengkung; mengelukkan: dia seorang pandai yg -- berjenis-jenis logam untuk perhiasan; (3) menjadikan (membuat) sesuatu dng bentuk tertentu: ia -- tanah liat menjadi burung-burungan; (4) mendirikan (perkumpulan, partai, kerajaan, negara, dsb): mereka -- organisasi baru; (5) menggalang (persahabatan, persekutuan, persatuan, dsb); (6) membimbing; mengarahkan (pendapat, pendidikan, watak, pikiran): hal itu telah -- pikiran baru; (7) menyusun (kabinet, pengurus, panitia, dsb): Presiden berhasil -- kabinet baru
membetuli mem.be.tuli [v cak] (1) memperbaiki kerusakan: dia sedang -- rumahnya yg bocor; (2) mengatur supaya rapi dsb: gadis itu -- letak selendangnya; (3) sesuai; cocok: keputusannya benar-benar -- permintaan kami; (4) langsung menuju: dl amukan topan dan ombak nakhoda berusaha -- pulau itu
membias mem.bi.as [v] (1) berbelok dr arah (spt perahu yg dilanggar ombak, hujan yg tertiup angin); (2) Fis berbelok arah dr garis tempuhan krn menembus benda bening yg lain (spt cahaya yg menembus kaca, bayangan yg berada dl air); (3) ki menyimpang (tt nilai, ukuran) dr yg sebenarnya
membuka mem.bu.ka [v] (1) menjadikan tidak tertutup atau tidak bertutup (spt menyingkap penutupnya, tudungnya, pagarnya): setiap pukul 05.00 pagi ia sudah -- jendela; jika -- lemari jangan lupa menutupnya kembali; (2) menanggalkan: -- baju; (3) mengangkat: -- topi; (4) membentangkan; mengembangkan: -- tangan; -- layar; (5) mengurai; meretas: -- tali; -- simpul; (6) merintis: -- jalan ; (7) membuat: -jembatan; (8) mengadakan atau memberi (kesempatan): -- kesempatan belajar; (9) memulai; mengusahakan; menyelenggarakan: -- bicara; -- sidang; (10) mengembangkan: -- pikiran; -- hati; (11) mengungkapkan; memperlihatkan: -- rahasia; -- warna
membuncah mem.bun.cah [v] (1) menjadi buncah: pikirannya -- sejak ditinggal kekasihnya; (2) mengeruhkan; menggelisahkan
membuncahkan mem.bun.cah.kan [v] mengacaukan; menggelisahkan: sampai sekarang kejadian yg kemarin masih -- pikirannya
memecah me.me.cah [v] (1) menjadi pecah-pecah (tt ombak dsb): ombak ~ di pantai; (2) merusak; mengganggu: aku tidak berani ~ suasana yg tenang itu
memecahkan otak me.me.cah.kan otak [ki] sukar sekali untuk dipikirkan; sangat membebani pikiran
memformulasikan mem.for.mu.la.si.kan [v] merumuskan atau menyusun dl bentuk yg tepat: diharapkan Saudara dapat ~ pikiran-pikiran itu
memicikkan me.mi.cik.kan [v] (1) menjadikan sempit (tt pandangan, pengetahuan, pikiran, dsb); (2) menjadikan hemat (tt uang dsb); (3) menjadikan sempit (tidak lebar atau luas)
memurnikan me.mur.ni.kan [v] menjadikan murni; membersihkan; meluruskan; menjernihkan (tt pandangan, buah pikiran): kita harus berusaha keras -- ajaran yg keliru itu; sekarang sudah banyak ditemukan cara -- air kotor
memutih me.mu.tih [v] (1) tampak putih-putih: ombak ~; (2) menjadi putih: rambutnya mulai ~
menautkan me.na.ut.kan [v] (1) menjadikan bertaut; menyambungkan; menutupkan; merapatkan; mengatupkan: ~ kaca yg pecah ternyata sangat sulit; (2) menggandengkan (tangan); (3) memperhubungkan; mempertalikan; mempertemukan; mempersatukan; (4) ki melekatkan (mengarahkan, memusatkan) pandangan, pikiran, perhatian, dsb kpd
mencacau men.ca.cau v (1) selalu berpindah-pindah; lincah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) berbicara dng gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) meracau; mengigau
mencamkan men.cam.kan [v] (1) memperhatikan (mengamat-amati) dng sungguh-sungguh: ia ~ dng baik apa yg sedang dilihatnya; (2) meresapkan ke dl pikiran dan hati: ia ~ benar-benar semua nasihat orang tuanya; (3) meyakinkan: kita harus ~ pikiran rakyat bahwa kemerdekaan tidak berarti boleh berbuat sekehendak hati
mencerna men.cer.na [v] (1) menjadi hancur (luluh): gadis itu ~ hati diimpit rindu; (2) ki menghancurkan (makanan hingga menjadi cair dan dapat menyerap ke dl darah); (3) ki menyerapkan (memasukkan) ke dl hati, pikiran, dsb: ia ~ benar-benar semua nasihat ibunya; (4) memahami; menyerapkan ke dl pikiran: ia belum dapat ~ hal-hal yg telah diterangkan
mencipta men.cip.ta [v] memusatkan pikiran (angan-angan) untuk mengadakan sesuatu: untuk dapat ~ cerita yg baik, diperlukan fantasi
mendatang men.da.tang [v] (1) muncul dng tiba-tiba: pd ketika itu ada pikiran ~; (2) datang menyusul: jika tidak ada aral, hendaklah Anda ~; (3) yg akan datang (tt waktu); kelak: semoga nasihat ini berguna pd hari ~
mendua men.dua [v] (1) menjadi dua kali dsb: jumlahnya telah ~ dng yg baru masuk ini; (2) berhaluan dua (tidak lurus, tidak hanya satu): pikirannya selalu ~ , tidak hanya satu yg dipikirkan; (3) samar-samar atau tidak jelas (krn bisa ditafsirkan lain): diplomat kerapkali menggunakan kalimat yg ~
menentang me.nen.tang [v] (1) memandang; menatap: pd saat itu tiada seorang pun dr bawahannya yg berani ~ muka atasannya yg sedang marah; (2) mengarahkan pandangan kpd: berbaring di balai-balai sambil ~ langit-langit; (3) menuju; mengarah: berlayar ~ pulau; (4) menyongsong: berlayar ~ ombak (angin); (5) melawan; memerangi: tidak boleh ~ orang tua; (6) menolak (perintah, pendapat, usul, dsb); menampik; membangkang; menyanggah: banyak anggota yg ~ usul mosi itu; (7) menyalahi (aturan dsb): kita tidak boleh ~ aturan permainan yg telah ditentukan pemerintah; (8) menempuh (bahaya, bencana, dsb): demi kemerdekaan, rakyat Indonesia berani ~ maut
menenteramkan me.nen.te.ram.kan [v] (1) mengamankan: pasukan itu bertugas ~ daerah yg rawan dr gangguan gerombolan liar; (2) menenangkan (tt hati, pikiran, dsb): ayah itu ~ anak gadisnya yg sedang dilanda kesedihan krn ditinggalkan kekasihnya
menerangi me.ne.rangi [v] (1) memberi terang (dng lampu dsb); menyuluhi; menyinari (hingga menjadi terang): petromaks itu ~ barang kelontong yg akan diobral; lampu-lampu itu ~ jalan-jalan utama pd malam hari; (2) membersihkan tumbuhan yg tidak berguna; menyiangi (thd semak-semak, kebun, dsb): hari Minggu adalah suatu kesempatan baik untuk ~ kebun; (3) mencari (minta) : tidak lain maksudnya hanya akan ~ saja; (4) ki memberi terang (pd hati, pikiran, dsb): semoga Yang Maha Esa ~ hati kita dan menunjukkan jalan yg benar
menerawang me.ne.ra.wang [v] (1) membuat terawang (pd saputangan, taplak meja, dsb): adikku sudah diajar merenda dan ~; (2) menembuk; menembus; melubangi kecil-kecil: ngengat sering ~ pakaian yg disimpan dl lemari; (3) melihat dr celah-celah kaca; (4) ki melihat dng mata batin (untuk melihat keadaan seseorang dr jarak jauh atau untuk meramal nasib seseorang); (5) melamun: pikirannya ~ ke sana-sini; ~ langit, ki mengangan-angankan yg mustahil (yg bukan-bukan dsb); melayangkan pikiran jauh-jauh: batinnya ~ langit mengangan-angankan lotre yg belum pasti diperolehnya
menerjang me.ner.jang [v] (1) menendang; menyepak (ke bawah atau ke depan); (2) menyerang; menyerbu: pasti ia sudah ~ sopir itu jika aku tidak cepat-cepat menahannya; (3) melanggar; menubruk; menyeruduk: ia berlayar ~ ombak; (4) melewati terus
mengacau me.nga.cau [v] (1) mengaduk (mengocok dsb) hingga bercampur betul: ibu ~ telur dng bumbu; (2) menimbulkan (ketakutan, ketidakberesan, dsb); mengganggu keamanan (tata tertib dsb): diduga ada golongan tertentu yg hendak ~ negara kita ini; (3) merusuhkan (hati, pikiran): kelakuan anak-anaknyalah yg ~ hatinya
mengacaukan me.nga.cau.kan [v] (1) mencampuradukkan sehingga kacau betul; (2) mencampuradukkan dng yg lain (sehingga keliru dsb); (3) membuat menjadi kacau; mengacau (dl arti menimbulkan kerusuhan, kekalutan, hati, pikiran, dsb)
mengakar meng.a.kar [v] (1) menjadi akar; (2) menyerupai akar; (3) ki mendalam atau menyatu benar di dl hati, pikiran, dsb (tt ajaran, adat, dsb)
mengalun meng.a.lun [v] (1) bergerak sbg gelombang kecil; mengombak memanjang; (2) perlahan-lahan tidak meninggi (tt suara, nyanyian): terdengar suara ~
mengambang me.ngam.bang [v] (1) mengapung di air; tidak tenggelam: setelah dua hari mayat nelayan yg terbawa banjir itu tampak ~ di muara; (2) terkatung(-katung) di udara: makin lama makin malam dan bulan pun ~ kian bertambah tinggi; (3) ki tidak tetap (tentu): nilai rupiah dibiarkan ~; pikirannya ~ , tidak tentu yg dipikirkan; (4) ki tidak masuk ke suatu golongan (partai, dsb): massa ~
mengamuk meng.a.muk [v] (1) menyerang dng membabi buta (krn marah, mata gelap, dsb): ternyata orang yg ~ itu kurang beres pikirannya; (2) ki berkecamuk; menjadi-jadi: badai ~; (3) ki; melanda: penyakit pes ~ di daerah itu
mengasah meng.a.sah [v] (1) menggosok pisau dsb pd benda keras (batu dsb) supaya tajam atau runcing; (2) mendabung; memepat; meratakan (gigi dsb); (3) menghaluskan dan mengilapkan (intan, permata, dsb); menyerudi; (4) ki mempertajam (dng latihan) pikiran dsb supaya memiliki kemampuan: mari kita mengisi teka-teki silang ini untuk ~ otak
mengasah budi meng.a.sah budi [ki] mengasah pikiran
mengasah otak meng.a.sah otak [ki] mengasah pikiran
mengasaskan meng.a.sas.kan [v] (1) mendasarkan: janganlah ~ pikiran kita pd khayal belaka; (2) membentuk; menegakkan: kaum pejuang ingin ~ sebuah negara yg merdeka dan berdaulat
mengecas me.nge.cas [v] menyepak (mengangkat) kaki lawan (untuk menjatuhkan) [Jk v] (1) memperkuat strum (tt baterai); (2) ki menyegarkan (pikiran, ilmu); memancing-mancing (merangsang) agar dapat (lebih) hidup, dsb: selain untuk ~ baterai para wartawan kami, forum diskusi itu berkembang menjadi pengabdian pd masyarakat
mengemukakan me.nge.mu.ka.kan [v] (1) membawa ke muka; memajukan: ia -- kursinya ke meja agar lebih mudah menulis; (2) mengajukan (pendapat, pikiran, dsb) ke hadapan (orang, pembaca, pendengar) untuk dipertimbangkan; mengatakan; mengutarakan; mengetengahkan: engkau jangan ragu-ragu -- pendapat dl rapat itu; ia -- usul yg sulit diterima; (3) menganjurkan; mengusulkan: para warga sepakat -- bapak guru itu sbg ketua rukun tetangga
mengganjal meng.gan.jal [v] (1) memberi berganjal (supaya kukuh dsb): ia ~ kaki kursi dng kertas; (2) memberi penghalang atau penahan (supaya tidak bergerak dsb): ia ~ roda mobilnya dng balok kayu; (3) ki terasa tidak menenangkan hati; terasa mengganggu pikiran
mengganjur meng.gan.jur [v] menombak [v] menarik; menyentak: ~ tali layang-layang; ~ diri menarik diri; mengundurkan diri: mereka hendak ~ diri dahulu supaya dapat berpikir agak tenang
mengganjuri meng.gan.juri [v] menombaki
menggayung meng.ga.yung [v] menciduk dng gayung [v] (1) mengayunkan pukulan (pedang, parang, dsb); menombak; memukul; menanduk; (2) memainkan kaki (dl pencak) [v] mengenakan mantra (dr jauh) untuk membunuh orang dsb
menggelombang meng.ge.lom.bang [v] mengombak
menghafal meng.ha.fal [v] berusaha meresapkan ke dl pikiran agar selalu ingat: anak itu rajin ~ nama tokoh pahlawan nasional
menghalakan meng.ha.la.kan [v] mengarahkan; menujukan: dia ~ tombaknya kpd Laksamana
menghantui meng.han.tui [v ki ] (1) menyebabkan takut (khawatir, gelisah, dsb); mempertakuti: sikapnya yg tidak bersahabat itu ~ anak-anak; (2) membayangi; mengganggu; mengusik: peristiwa yg dialaminya itu terus ~ pikirannya
menghempaskan meng.hem.pas.kan [v] mencampakkan; membantingkan; membuangkan (menjatuhkan) kuat-kuat: krn kesal, ia langsung ~ dirinya ke tanah; ombak ~ perahu itu ke pantai
mengheningkan meng.he.ning.kan [v] (1) menjernihkan: mereka ~ air yg keruh itu; ia selalu berusaha ~ hati dan pikiran; (2) mendiamkan; menyuruh diam: bunyi petir yg menggelegar itu ~ tangis adik; (3) merenungkan (mengenangkan) sesuatu: orang tua itu sering ~ anaknya yg baru meninggal
mengingat meng.i.ngat [v] (1) ingat (akan): jangan hanya ~ uangnya saja; (2) memperhatikan; memikirkan; menilik (dng pikiran): selalu ~ kepentingan nusa bangsa
mengisap benak meng.i.sap benak [ki] memeras tena-ga atau pikiran orang
mengombang-ambingkan meng.om.bang-am.bing.kan [v] (1) mengapung-apungkan turun-naik: gelombang besar -- kapal tua itu; (2) ki menjadikan tidak tenang (pikiran); menjadikan bergelora (perasaan)
mengotaki meng.o.taki [v] mengatur siasat, memberikan pikiran yg dilakukan secara rahasia (tidak terang-terangan); mendalangi: ia dituduh -- berbagai kegiatan pencurian pd beberapa kantor pemerintah dan sekolah
mengumuhkan me.ngu.muh.kan [v] mengotorkan: duduk berpeluk lutut dapat mematikan semangat dan ~ pikiran
menguraikan meng.u.rai.kan [v] (1) menjadikan berurai; membuka simpul dsb: ~ ikatan tali; (2) menceraikan (melepaskan) hubungan bagian-bagian (sendi-sendi, suku-suku, dsb) dr induknya (bagian yg lebih besar, pusat, dsb): ~ kalimat; (3) menerangkan (membentangkan) panjang lebar (tt pendapat, pikiran, dsb); menjelaskan dng gamblang (tt sesuatu yg belum jelas): dl laporan itu panitia ~ hasil evaluasi penataran yg lalu; (4) memaparkan dan menjelaskan sesuatu yg ringkas; (5) menjabarkan; menganalisis
mengusutkan me.ngu.sut.kan [v] (1) membuat (menjadikan) kusut: ~ benang; (2) ki mengacaukan (pikiran dsb); merumitkan (perkara dsb): peristiwa itu ~ pikirannya; ~ perkara yg sudah hampir selesai
meniadakan me.ni.a.da.kan [v] (1) memandang (menyatakan dsb) tidak ada; mengingkari; memungkiri: menentang ajaran agama samalah spt ~ kebenaran; (2) menghapuskan; menghilangkan; mencabut peraturan dsb: kita harus selalu berusaha ~ pikiran yg negatif dl hidup kita; untuk sementara mereka akan ~ acara iklan; (3) menyatakan tidak sah (tidak berlaku); membatalkan: Kantor Agraria telah ~ hak atas tanah bekas perkebunan itu; (4) mengabaikan; menghinakan: kita tidak boleh ~ kekuatan lawan
menjawat men.ja.wat [v] (1) memegang: tangan kanan ~ lembing, tangan kiri ~ tombak; (2) mengulurkan kedua tangan (untuk menerima, menyambut): ia pun berdiri menyambut temannya seraya ~ pusaka itu
menjembatani men.jem.ba.tani [v] (1) memasang jembatan di atas ...: penduduk setempat telah berhasil ~ sungai yg besar itu; (2) ki menghubungkan; menjadi perantara: kita harus mampu ~ alam pikiran generasi muda dng alam pikiran generasi tua
menjernihkan men.jer.nih.kan [v] (1) membuat menjadi jernih: ~ air setiap pagi sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu; (2) ki menghilangkan perasaan susah (kacau); mengheningkan: setelah bekerja keras, ia keluar sebentar untuk ~ pikirannya; (3) ki menjadikan jelas (tt persoalan, kerumitan, kekacauan, dsb); menyelesaikan: seorang pemimpin harus dapat ~ persoalan yg timbul di kalangan bawahannya; (4) ki menjadikan tidak tegang (tt suasana, persahabatan, dsb)
menohok me.no.hok [v] menusuk miring (dng lembing, tombak, dsb) arah ke bawah
menujahkan me.nu.jah.kan [v] menohokkan; menusukkan tombak (lembing dsb) arah ke bawah
menukikkan me.nu.kik.kan [v] melayangkan (menerjang, menaruhkan, menggerakkan, dsb) arah ke bawah atau menyerong ke bawah: ~ layang-layang; ~ tombak; pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan, pb memeriksa dng teliti
menulis me.nu.lis [v] (1) membuat huruf (angka dsb) dng pena (pensil, kapur, dsb): anak-anak sedang belajar ~; melukis baginya merupakan kesenangan yg dimulai sebelum ia belajar ~; (2) melahirkan pikiran atau perasaan (spt mengarang, membuat surat) dng tulisan: ~ roman (cerita), mengarang cerita
menuntaskan me.nun.tas.kan [v] (1) menghabiskan (mencurahkan semua): pelukis kawakan itu ~ segala ide dan pikirannya di atas kanvas; (2) menyelesaikan semua: pd hari itu juga ia ~ semua tugasnya
menyabarkan me.nya.bar.kan [v] menenangkan perasaan (pikiran dsb); menenteramkan hati: sebaiknya kita -- kedua orang yg sedang bertengkar itu
menyagang me.nya.gang [v] (1) menyandarkan (tombak, senjata, dsb): prajurit itu -- senjatanya pd batang pohon; (2) menopang; menunjang (dng bambu, kayu, dsb): ia -- senjatanya dng kayu
menyalju me.nyal.ju [v] menyerupai salju: perahu itu membelah ombak, buih putih -- berkilauan
menyatakan me.nya.ta.kan [v] (1) menerangkan; menjadikan nyata; menjelaskan: ucapannya belum ~ siapa di antara mereka yg bersalah; (2) menunjukkan; memperlihatkan; menandakan: daftar itu ~ betapa banyaknya korban yg jatuh; (3) mengatakan; mengemukakan (pikiran, isi hati); melahirkan (isi hati, perasaan, dsb); mempermaklumkan (perang): anak cucunya ~ setuju; ia ~ terima kasihnya kpd pengurus
menyayembarakan me.nya.yem.ba.ra.kan [v] memperlombakan
menyegarkan me.nye.gar.kan [v] menjadikan segar (nyaman, sehat, kuat, dsb): minuman sari buah -- badan; rekreasi -- pikiran
menyeluruhi me.nye.lu.ruhi [v] meratai (meliputi, mengenai) segenapnya: perasaan cinta kasih yg -- pikiran dan hatinya
menyemak me.nye.mak [a] (1) menyerupai semak; tumbuh sbg atau menjadi semak; (2) kotor krn banyak semaknya: tanaman bunga-bungaan itu -- krn tidak terurus; (3) ki kusut-kusut tidak keruan; tidak teratur (tersusun): rambutnya --; (4) ki kusut kacau (pikiran); bingung; gelisah; susah hati: -- pelbagai pikiran datang mendesak dr kiri kanan
menyemakkan me.nye.mak.kan [v] (1) membiarkan menjadi semak atau ditumbuhi semak; (2) mengusutkan (merusuhkan, membingungkan) hati atau pikiran
menyerampang me.nye.ram.pang [v] menombak dng serampang (dng cara ditusukkan atau dilemparkan)
menyesatkan me.nye.sat.kan [v] (1) membawa ke jalan yg salah; menyebabkan sesat (salah jalan): mereka memang sengaja -- kita; (2) ki menyebabkan keliru (salah) dsb: -- pandangan; -- pikiran
menyia-nyiakan me.nyi.a-nyi.a.kan [v] (1) memandang (menganggap dsb) sia-sia: ia sudah -- istrinya; ia -- pengajaran gurunya; semoga aku tidak -- pesannya; (2) tidak mau mempergunakan (memanfaatkan dsb): jangan engkau -- kesempatan sebaik ini; niscaya aku tidak akan -- nasihatmu itu; (3) membuang-buang (waktu, uang, tenaga, dsb): -- tenaga, pikiran, dan uang untuk membuat bom nuklir itu; (4) mengabaikan (janji, usul, kewajiban, dsb); mengecewakan (kepercayaan dsb); menyalah-gunakan (kekuasaan, hak, dsb); memperlakukan dng sewenang-wenang
menyumbang me.nyum.bang [a] menjadi sumbang [v] (1) memberikan sesuatu kpd orang yg sedang mengadakan pesta dsb sbg sokongan: ketika mengawinkan anaknya, banyak orang yg --; (2) turut membantu (menyokong) dng tenaga, pikiran, dsb: justru saya ingin -- dng ide-ide baru untuk kemajuan dan perkembangan usahanya
meracuni me.ra.cuni [v] (1) memberi racun pd; (2) ki merusak pikiran, jiwa: Pemerintah melarang bacaan yg ~ jiwa para remaja
meradak me.ra.dak [v] menusuk (menohok dng tombak terutama dr bawah)
meradakkan me.ra.dak.kan [v] menusukkan (tombak dsb)
merana me.ra.na [a] (1) lama menderita sakit: sakit --; (2) selalu sakit-sakit; makin lama makin kurus: badannya --; (3) selalu menderita sedih (susah dsb): hati --; pikiran --
merobek me.ro.bek [v] (1) menyobek, mengoyak (tt tikar, baju, kain, dsb); (2) ki mengacaukan; meresahkan: inilah sebenarnya yg ~ pikiran dan perasaannya
merongga me.rong.ga [v] merupakan rongga: krn deburan ombak setiap hari, makin lama batu itu makin ~
merusuk me.ru.suk [v] (1) menohok (menikam) dr sisi atau pd lambung tubuh: ia ~ penunggang kuda itu dng tombak; (2) menurut sisi; menepi; menyusur (tepi); mendekat dr samping: berjalan ~; (3) bertekankan tulang rusuk (msl merebahkan diri miring): berbaring ~ di atas tempat tidur; orang sakit itu tidur ~
metode diskusi cara belajar atau mengajar yg melakukan tukar pikiran antara murid dng guru, murid dng murid sbg peserta diskusi
mimbar mim.bar [n] (1) panggung kecil tempat berkhotbah (berpidato); (2) ki tempat melahirkan pikiran dan menyatakan pendapat (spt surat kabar)
monisme mo.nis.me [n] (1) pandangan bahwa semesta itu merupakan satu satuan tunggal; (2) pandangan bahwa materi dan alam pikiran itu satu
mudah mu.dah [a] (1) tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dl mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang: soal ujian itu --; (2) lekas sekali (menjadi, menderita, dsb): anak kecil -- ketularan penyakit; isi pensil ini -- patah; (3) cak tidak teguh imannya (gampang terbujuk atau gampang diajak berzina dsb) , mu.dah-mu.dah.an adv (1) moga-moga; semoga; diharapkan supaya: -- Anda selamat sampai ke tempat tujuan; ia sudah berobat pd dokter ahli, -- dapat sembuh dr penyakitnya; (2) dng harapan supaya: ia belajar sungguh-sungguh -- dapat maju dl ujian akhir; (3) (pd akhir kalimat atau uraian) demikianlah hendaknya: dikabulkan Tuhanlah kiranya maksud kita ini --
muhadarah mu.ha.da.rah [n] (1) Isl pencurahan pikiran dan perasaan agar selalu ingat kpd Allah; (2) kuliah
muktazilah muk.ta.zi.lah [n Isl] (1) yg mengasingkan diri; (2) kelompok orang yg memisahkan diri dr kelompok Muawiyah dan kelompok Hasan bin Ali setelah tahkim krn tidak setuju dng keputusan yg diumumkan oleh utusan kedua belah pihak; (3) kelompok orang yg memisahkan diri dr ajaran Hasan Basri, yg dipelopori oleh Wasil bin Atha; (4) aliran yg mendasarkan ajaran Islam kpd Alquran dan pikiran, serta sangat kritis thd hadis dan cara penafsiran Alquran
muzakarah mu.za.ka.rah [n] (1) pertukaran pikiran tt suatu masalah: kemudian baginda pun meneruskan -- tt mazhab Syafii; -- alim ulama seluruh Indonesia akan diadakan bulan Syakban ini; (2) pengulangan pelajaran secara bersama-sama
nah [p] kata seru untuk menyudahi (menukas, menyimpulkan, dsb) perkataan atau jalan pikiran: -- , kalau begitu, siapa orangnya; -- , krn itulah, aku tidak mau berhenti bekerja
neraca palingan bungkal [pb] pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah
nyambing nyam.bing [n] (1) tumbuhan tegak berduri, berdaun spt tombak, yg masih muda dapat dimakan sbg lalap, hidup di paya-paya, akarnya untuk obat sakit perut; Lasia spinosa; (2) daun nyambing
nyanyuk nya.nyuk [a] tidak jernih pikirannya (suka termenung-menung dsb)
obsesi ob.se.si [n Psi] gangguan jiwa berupa pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan: mencari jalan ke Kepulauan Nusantara merupakan -- bagi orang Eropa pd abad ke-15
olak [n] (1) gerak berputar (berpusing); (2) gelendong kayu yg berputar (pd alat tenun); (3) ombak kecil; (4) kembali; ulang: membayar -- , membayar kembali [Mk n] (1) hilir: sebelah -- , sebelah hilir , ber.o.lak a (1) tidak kuat lagi (tt badan dsb); (2) tidak manjur lagi (tt obat) , meng.o.lak v (1) melanting kembali; terpental lagi (krn tidak tembus dsb); (2) enggan atau tidak mau lagi (makan sesuatu)
oleh [p] (1) kata penghubung untuk menandai pelaku: rumah ini dibeli -- ayahnya bulan lalu; tidak teringat -- ibuku bahwa hari ini hari ulang tahun anaknya; (2) sebab; karena: tidak lapuk -- hujan; binasa -- perbuatannya sendiri; (3) akibat: -- kurang hati-hatinya maka ia jatuh; (4) ark (ke)pada (yg menyatakan hubungan keluarga): ia pun kemenakan juga -- Engku Payo; (5) bagi (untuk): persoalan itu menjadi pikiran -- ku; (6) dengan: pohon itu sarat -- buah
oleng [a] berayun-ayun ke kiri ke kanan (tt perahu dsb); bergoyang-goyang: kepalanya -- krn ombak
opini opi.ni [n] pendapat; pikiran; pendirian
orde reformasi tata pemerintahan sesudah orde baru yg mengadakan perombakan sistem yg lama ke arah sistem demokrasi
orientasi ori.en.ta.si [n] (1) peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yg tepat dan benar; (2) pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan
padang perahu di lautan [pb] demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh
paham pa.ham [n] pengertian: pengetahuan banyak, -- nya kurang; (2) n pendapat; pikiran: -- nya tidak bersesuaian dng -- kebanyakan orang; (3) n aliran; haluan; pandangan: ia mempunyai -- nasionalis; (4) v mengerti benar (akan); tahu benar (akan): sebenarnya saya sendiri tidak begitu -- akan perkara itu; (5) a pandai dan mengerti benar (tt suatu hal): ia -- bahasa Sanskerta; ia -- dl pembuatan gula
paling haluan pa.ling haluan berputar haluan; (2) ki berganti pikiran (kemauan dsb): ~ sembah tidak setia (msl kpd raja)
partai revolusioner partai yg bertujuan meruntuhkan atau merombak sistem politik yg ada
patah mayang [ki] ikal mengombak (tt rambut)
pecahan pe.cah.an [n] (1) barang yg sudah pecah (dipecahkan, dicerai-beraikan, dsb); serpihan: ~ kaca; ~ bom; ~ ombak; (2) bilangan yg bukan bilangan bulat: b, d, 0,76
pekat hati tetap pendirian (pikiran, kemauan, dsb)
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
pembaktian pem.bak.ti.an [n] proses, cara, perbuatan membaktikan: -- tenaga dan pikirannya kpd perjuangan bangsa tidak dapat dinilai dng uang
pemula pe.mu.la [n] (1) orang yg mulai atau mula-mula melakukan sesuatu: bagi seorang -- dl olahraga ski air, meluncur di permukaan air yg berombak akan terasa sulit sekali; (2) anggota pramuka kecil yg baru pd tingkat awal: anak kelas tiga seko-lah dasar menjadi -- tetapi tidak harus memakai baju seragam; (3) sesuatu yg dipakai untuk memulai
pemusatan pe.mu.sat.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pd tempat-tempat yg strategis; (2) Pol perubahan kekuasaan politik dr badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; (3) Pol penyerahan kekuasaan dr pembuat undang-undang kpd anggota eksekutif
penalaran pe.na.lar.an [n] cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis; (2) hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar dan bukan dng perasaan atau pengalaman; (3) proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa fakta atau prinsip
pendapat pen.da.pat [n] (1) pikiran; anggapan: dl negara demokrasi setiap orang bebas mengemukakan ~ nya; (2) buah pemikiran atau perkiraan tt suatu hal (spt orang, peristiwa): apa ~ mu tt isi surat ini?; menurut ~ saya, dialah yg benar; (3) orang yg mula-mula menemukan atau menghasilkan (sesuatu yg tadinya belum ada atau belum diketahui): Nurtanio adalah ~ pesawat terbang jenis Gelatik; (4) kesimpulan (sesudah mempertimbangkan, menyelidiki, dsb): begitulah ~ hakim setelah mendengar keberatan-keberatan yg dikemukakan oleh pembela
pendek akal [ki] kurang luas pikiran, pengetahuan, dsb; picik
pengawinan pe.nga.win.an [n] proses, cara, perbuatan mempertemukan (binatang, tumbuh-tumbuhan, dsb) yg berlainan jenis untuk mengembangbiakkannya [kl n] pembawa tombak upacara kerajaan
pengertian peng.er.ti.an [n] (1) gambaran atau pengetahuan tt sesuatu di dl pikiran; pemahaman: guru itu dng sabar menanamkan ~ tt bilangan di dl pikiran murid-muridnya; ia memberi ~ tt susunan masyarakat Indonesia kpd orang asing dl ~ luas; (2) Psi kesanggupan inteligensi untuk menangkap makna suatu situasi atau perbuatan
pengutaraan peng.u.ta.ra.an [n] proses, cara, perbuatan mengutarakan; penguraian; penyampaian: isi pikirannya bagus, tetapi cara ~ nya yg kurang lancar
penyangga pe.nyang.ga [n] (1) alat untuk menyangga: sandaran: tiang adalah -- bangunan bagian atas; -- senapan; (2) ki penengah (terletak di antara dua negara dsb yg bertentangan): pasukan -- PBB ditempatkan di Sinai yg memisahkan tentara Israel dan Mesir; (3) besi yg dipasang melintang pd gagang tombak, pedang, dsb
perangai pe.ra.ngai [n] (1) sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan; watak: tidak seorang pun mampu mengubah -- nya; (2) cara berbuat; tingkah laku; kelakuan: ia memuji-muji -- calon menantunya; (3) cara khas seseorang dl beraksi thd berbagai macam fenomena
perbahasan per.ba.has.an [n] perdebatan; pertukaran pikiran; perbantahan (tt suatu masalah)
perintang-rintang pe.rin.tang-rin.tang [n] hal yg dilakukan untuk merintang- rintang hati (pikiran dsb): bernyanyi-nyanyi akan ~ hati yg sedih
permak per.mak [v cak] me.mer.mak v (1) merombak (agar dapat dimanfaatkan kembali, msl pakaian); (2) mengubah dr bentuk atau keadaan asli menjadi bentuk baru; (3) ki memukuli dan menyiksa
pertikaman per.ti.kam.an [n] (1) perbuatan (hal) bertikam; perkelahian dng bertikaman; (2) orang yg membawa tombak
pertukaran per.tu.kar.an [n] perbuatan (hal dsb) bertukar atau mempertukarkan; pergantian, peralihan, dsb: ~ iklim; ~ pikiran; ~ hasil bumi dng hasil industri
peta laut peta yg khusus menggambarkan laut, pulau, aliran ombak, dsb
picik pi.cik [a] (1) tidak luas (tt pandangan, pengetahuan, pikiran, dsb): pandangannya sangat --; (2) hemat: dia -- memakai uangnya; (3) tidak lebar (luas); sempit: jurang itu -- lagi dalam
pidato pi.da.to [n] (1) pengungkapan pikiran dl bentuk kata-kata yg ditujukan kpd orang banyak; (2) wacana yg disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak
pintu kedap cuaca pintu-pintu luar di atas geladak yg dibuat tahan thd siraman air hujan dan ombak
plong [a] berasa lega; berasa bebas (dr beban pikiran dsb): hidungnya yg tersumbat dan berlendir itu menjadi -- setelah menggunakan obat ini
pokok po.kok [n] (1) segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- beringin; (2) batang kayu dr pangkal ke atas; pokok kayu: pd -- pohon karet itu terdapat banyak torehan; (3) uang yg dipakai sbg induk dl berniaga; modal: -- perusahaan itu lima juta; (4) harga pembelian: kain ini dijual di bawah harga --; (5) lantaran; sebab: itulah yg menjadi -- perselisihan; (6) asas; dasar; inti sari: -- pikiran; pd -- nya, dasarnya; (7) pusat (yg menjadi titik perhatian dsb); -- pembicaraannya ialah masalah remaja; (8) tergantung; terserah: jadi atau tidak, -- nya kpd tuan; (9) ki yg terutama; yg sangat penting: makanan --; pelaku --; perkara --; soal --; syarat --
polemik sastra tukar pikiran antara dua pihak yg berbeda paham tt masalah sastra, jika berbentuk tulisan disebut (perang pena)
polos po.los [a] (1) berwarna semacam saja (tidak dihiasi atau diberi berbunga-bunga dsb): piring --; bajunya --; (2) ki sangat sederhana (sikap, tingkah laku, dsb); (3) ki apa adanya; dng sebenarnya: jawabannya -- saja; (4) ki tidak bermaksud jahat; jujur (tt hati, pikiran)
poros po.ros [n] (1) sumbu (gandar) roda dsb; (2) ujung puncak (tt tombak, tiang, kerucut, dsb); (3) Olr pemain sepak bola yg di tengah-tengah antara gelandang kanan dan gelandang kiri; gelandang tengah; poros halang
posesif po.se.sif [a] bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu: saya merasa telah menghancurkan hati X, saya sangat mencintai X, hati dan pikiran saya padanya, apakah saya terlalu -- ?
prasaran pra.sa.ran [n] buah pikiran yg diajukan dl suatu pertemuan, spt konferensi, muktamar, dan dimaksudkan sbg bahan untuk menyusun hasil pertemuan dsb
psikokinesis psi.ko.ki.ne.sis [n Psi] proses terpengaruhnya gerakan benda jasmaniah hanya oleh keuatan pikiran atau kemauan seseorang
psikotropika psi.ko.tro.pi.ka [n] (1) segala yg dapat mempengaruhi aktivitas pikiran spt opium, ganja, obat bius; (2) Dok zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis dan bukan narkotika yg dapat menyebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan perilaku; obat yg dapat mempengaruhi atau mengubah cara berbicara ataupun tingkah laku seseorang
pucuk pu.cuk [n] (1) daun muda (di puncak pohon atau di ujung ranting): -- merunggai; -- enau; (2) ujung yg runcing; puncak (pohon, ombak, dsb): -- api; -- jala; -- ombak; (3) yg tertinggi: -- bulat; (4) penggolong bilangan bagi benda (yg ujungnya runcing, spt jarum, surat, dan senjata api): sepucuk surat; dua -- senapan; (5) bagian tanaman muda yg ada di atas tanah terdiri atas batang, ranting, dan daun-daunan [n] akar tumbuhan yg dikeringkan untuk obat
putus pu.tus [v] (1) tidak berhubungan (bersambung) lagi (krn terpotong dsb): kawat telepon itu --; (2) habis: modalnya telah --; (3) selesai; rampung; berakhir: perundingan sudah --; (4) ada kepastian (ketentuan, ketetapan, penyelesaian); mendapat kepastian: sampai sekarang perkaranya belum --; (5) hilang; tidak ada lagi; tidak mempunyai lagi (tt harapan, pikiran); (6) mendapat; menang; (7) sudah mendapat atau memperoleh (dl permufakatan); (8) ki tidak ada hubungan lagi; berpisah (tt hubungan persahabatan, jalinan cinta, dsb): hubungan cinta mereka berdua sudah --
radak ra.dak [v] tohok (dr arah bawah, biasanya dng tombak); tusuk [Mk] , me.ra.dak v (1) berjalan melanggar; (2) menerobos; menyerang; mendobrak
rajah ra.jah [n] (1) suratan (gambaran, tanda, dsb) yg dipakai sbg azimat (untuk penolak penyakit dsb); (2) garis pd tapak tangan; guratan tangan; retak tangan; (3) coreng-coreng (cacahan) pd tubuh yg dibuat dng barang tajam; tato [v] , me.ra.jah kl v menusuk dng benda tajam (lembing, tombak); merodok
rasional ra.si.o.nal [a] (1) menurut pikiran dan pertimbangan yg logis; menurut pikiran yg sehat; cocok dng akal
rasionalisme ra.si.o.nal.is.me [n] teori (paham) yg menganggap bahwa pikiran dan akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan problem (kebenaran) yg lepas dr jangkauan indra; paham yg lebih mengutamakan (kemampuan) akal dp emosi, atau batin
rayan ra.yan [Mk] , me.ra.yan 1 v mengigau; meracau: ia ~ krn demam panas; (2) n mimpi yg berhubungan dng pengalaman pd siang hari atau yg berhubungan dng peristiwa yg selalu mengganggu pikiran: siang menjadi angan-angan, malam menjadi ~
rekreasi re.kre.a.si [n] penyegaran kembali badan dan pikiran; sesuatu yg menggembirakan hati dan menyegarkan spt hiburan, piknik: kita memerlukan -- setelah lelah bekerja
renungan re.nung.an [n] hasil merenung; buah pikiran
riak ri.ak [n] (1) gerakan mengombak di permukaan air; ombak kecil; gerakan air yg merupakan lingkaran (spt bila kita menjatuhkan batu ke air): kedengaran -- air gemercik; (2) getaran (udara): pd tempat yg kepanasan itu tampak -- udara; (3) gelagat; gerak-gerik yg menjadi alamat bahwa ada sesuatu yg terkandung di dl hati: dr -- matanya tampak ia sangat berang kepadaku [n] lendir yg keluar dr tenggorok pd saat terserang batuk; dahak [a] ria
ritul ri.tul [v] , me.ri.tul v (1) mengadakan perubahan; merombak; (2) memecat atau memberhentikan dr jabatan dan mengganti dng pegawai lain: dl masa satu tahun pemimpin perusahaan itu telah ~ lima orang karyawannya
robot ro.bot [Jw v] , me.ro.bot v berbunyi mendedas (spt mercon, senapan) [n] (1) alat berupa orang-orangan dsb yg dapat bergerak (berbuat spt manusia) yg dikendalikan oleh mesin; (2) ki orang yg menurut saja perintah orang lain: pakailah otakmu, jangan menjadi -- saja; (3) ki orang yg bertindak tanpa pikiran dan perasaan
roh [n] (1) sesuatu (unsur) yg ada dl jasad yg diciptakan Tuhan sbg penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika -- sudah berpisah dr badan, berakhirlah kehidupan seseorang; (2) makhluk hidup yg tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dsb); (3) ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dng -- Islam
romantisisme ro.man.tis.is.me [n] (1) haluan kesusastraan akhir abad ke-18 yg mengutamakan perasaan, pikiran, dan tindakan spontanitas; (2) aliran dl seni (drama) yg mengutamakan imajinasi, emosi, dan sentimen idealisme
ronta ron.ta, me.ron.ta [v] bergerak sekuat-kuatnya hendak melepaskan diri (dr pegangan, ikatan, dsb): meskipun telah diikat tangannya, masih juga ~ hendak lepas; pikirannya (hatinya) ~ , selalu gelisah
rontek ron.tek [Jw n] bendera kecil yg dihiaskan pd tombak
sagang sa.gang [n] penyangga tombak (senjata dsb); sandaran: senjata itu diletakkannya pd -- di ruang jaga [v] me.nya.gang v memegang; menangkis; mengelakkan: ia -- senjata lawannya dng cekatan
saham sa.ham [n] (1) bagian; andil; sero (tt permodalan): -- nya tertanam dl berbagai perusahaan; (2) ki sumbangan (pikiran dan tenaga): -- nya dl perjuangan kemerdekaan sangat besar; (3) Ek surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yg memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yg disetor; (4) hak yg dimiliki orang (pemegang saham) thd perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dl pemilikan dan pengawasan
sambaran sam.bar.an [n] (1) pukulan; tamparan: perahu itu oleng terkena -- ombak besar; (2)serangan; terkaman: -- elang itu sangat mengejutkan induk ayam yg kehilangan anaknya
sambat sam.bat [v] , ber.sam.bat v bersambung (dng); bertali (dng): perahu-perahu di pantai saling -- agar tidak hanyut oleh ombak [v] , ber.sam.bat v meminta bantuan tenaga untuk mengerjakan sesuatu: ia -- kpd tetangganya untuk mengerjakan sawahnya [v] , ber.sam.bat v mengaduh; mengeluh
sanggar kecantikan tempat mempercantik wajah, kulit, rambut, tubuh, dsb; -- kerja pertemuan untuk mengadakan tukar pikiran (pembahasan, pengolahan, dsb) tt suatu bidang ilmu atau bidang kegiatan tertentu: dl -- kerja itu mereka berusaha membahas kelebihan dan kekurangan matematika modern
satu bahasa [ki] satu anggapan (pikiran, pandangan, dsb); sependapat
seakal-akal se.a.kal-a.kal [adv] sekuat-kuatnya; dng segenap tenaga dan pikiran
sedat se.dat [a] sulit berpikir; tidak tetap pikiran; bingung; kacau; bimbang
sehat se.hat [a] (1) baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga; (2) (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; (3) sembuh dr sakit: dokter yg merawatnya menyatakan ia telah -- dan boleh pulang segera; (4) ki baik dan normal (tt pikiran); (5) boleh dipercaya atau masuk akal (tt pendapat, usul, alasan, dsb); (6) berjalan dng baik atau sebagaimana mestinya (tt keadaan keuangan, ekonomi, dsb); (7) dijalankan dng hati-hati dan baik-baik (tt politik dsb)
sejalan se.ja.lan [n] (1) sama jalannya (arahnya, tujuannya); setujuan; seiring setujuan (tt pikiran, kemauan, tujuan); (2) sejajar (tt garis): dua garis ~
selancar se.lan.car [n] olahraga yg dilakukan di atas air dng cara berdiri di atas sebilah papan, meluncur sambil melenggok-lenggok seirama dan lajunya ombak
seligi se.li.gi [n] tombak (yg dilemparkan) yg dibuat dr ruyung, bambu, dsb, ujungnya tajam
selirat se.li.rat , ber.se.li.rat a (1) kusut berjalin-jalin (spt jaring, sarang laba-laba); (2) ki berkecamuk (dl pikiran dsb): banyak benar kejadian sehari-hari -- dl kepala saya
selisih pendapat berbeda pendapat; tidak sejalan pendapat atau pikiran
semadi se.ma.di [n] pemusatan pikiran dan perasaan; meditasi
sempit sem.pit [a] (1) kurang dr ukuran luas (besar) yg diperlukan: rumah ini terlalu -- untuk ukuran kita; kalau saja aku agak kurus sedikit, baju ini tentu tidak terasa -- lagi; (2) ki picik (tt buah pikiran, pandangan, pengetahuan, dsb): krn kurang bergaul, ia mempunyai pandangan yg -- sekali; (3) penuh sesak (tt kampung dsb): Jakarta dirasakan semakin -- krn penduduknya semakin bertambah; (4) ki serba sedikit atau hampir kurang (tt uang, pendapatan, dsb): rasanya uang sekian itu -- sekali untuk membiayai perayaan ini; (5) ki lekas marah; tidak sabar (tt sifat seseorang): -- hati; -- pikiran; (6) mepet (tt waktu): krn -- nya waktu, ia tidak sempat pamit pd sanak saudaranya; (7) susah (tt hidup): di daerah gersang ini banyak orang yg -- hidupnya
senak se.nak [a] (1) berasa sesak dl perut atau dada (krn terlalu kenyang, masuk angin, dsb): -- rasa dadanya sesudah berlari kencang; (2) ki sedih; susah (tt perasaan atau pikiran): -- rasa hatinya memikirkan anaknya itu; (3) tergenang dan menjadi penuh (air) krn tidak dapat mengalir: selokan yg -- airnya menyebabkan banyak nyamuk
senapas se.na.pas [n ki] sejalan (mempunyai pikiran, teori) yg sama: semua pendapatnya ~ dng teori Kant
sendiri sen.di.ri [adv] (1) a seorang diri; tidak dng orang lain: ia tinggal -- di rumah itu; ia pergi ke Bandung -- saja; (2) a tidak dibantu (dipengaruhi) orang lain: rencana itu adalah hasil pikirannya --; (3) a tidak dibantu alat lain; otomatis: radio yg dapat berhenti --; berdiri -- , tidak diperintah orang lain; (4) n kepunyaan dr yg disebut (yg bersangkutan), bukan kepunyaan orang lain: ia tinggal di rumahnya --; (5) n diri dr yg bersangkutan (bukan wakil atau pengganti); orang yg sesungguhnya (berkepentingan): pelamar harus datang --; dr dia -- saya tidak pernah menerima surat; (6) a terpisah dr yg lain; terasing; sendiri-sendiri: setiap orang diperiksa --; (7) a yg paling: ia selalu mau menang -- , tidak mau menghiraukan pendapat orang lain
sentimen sen.ti.men /sEntimEn/ (1) n pendapat atau pandangan yg didasarkan pd perasaan yg berlebih-lebihan thd sesuatu (bertentangan dng pertimbangan pikiran): keputusan yg dihasilkan akan tidak adil jika disertai rasa -- pribadi; (2) n emosi yg berlebihan: rasa -- sbg bangsa Indonesia akan tumbuh kuat jika kita jauh dr negeri ini; (3) a cak iri hati; tidak senang; dendam; (4) n reaksi yg tidak menguntungkan: penurunan harga saham hanya disebabkan oleh -- pasar
seorang ke hilir seorang ke mudik [pb] tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb
serbaakal ser.ba.a.kal [n] paham yg mengagungkan pikiran yg dianggap dapat memberikan penjelasan segala-galanya; rasionalisme
serunjang se.run.jang [kl n] tombak kayu: mereka bersenjatakan --
setan se.tan [n] (1) roh jahat (yg selalu menggoda manusia supaya berlaku jahat); (2) cak kata untuk menyatakan kemarahan; sumpah serapah: -- kau, enyah dr sini; (3) ki orang yg sangat buruk perangainya (suka mengadu domba dsb): pikiran -- nya bangkit; -- gundul ki orang yg berbuat jahat: mereka mendesak pimpinan universitas mengusut tuntas -- gundul yg memalsukan tanda tangan rektor
setengah se.te.ngah [num] (1) seperdua; separuh: anak laki-laki itu mendapat ~ dr harta warisan ayahnya; (2) sebagian; sejumlah: ~ dr jumlah penduduk desa masih hidup di bawah garis kemiskinan; (3) belum sempurna: nasi itu ~ masak; (4) ki agak gila; kurang waras (pikiran, otak, akal): ia masih berbicara melantur, tidak berpendirian, tetap spt orang ~ saja
sesuai se.su.ai lihat suai [a] (1) pas; sedang (tt ukuran): ukuran baju (celana-) nya --; ukuran sepatunya --; (2) cocok (pas dl ukuran sbg pasangannya): carilah anak kunci yg -- dng lubang kunci lemari; (3) serasi (tt pasangan): pengantin itu benar-benar --; (4) sepadan; setaraf: ia akan diberi pekerjaan yg -- dng kecakapannya; ia merasa bahwa gajinya belum -- dng kedudukannya; (5) seimbang: hasilnya tidak -- dng kedudukannya; (6) selaras; seirama; berpatutan; bersamaan: suku kata terakhir pd baris kedua dan keempat harus -- bunyinya; (7) semufakat; setuju: rundingan antara majikan dan wakil buruh sudah --; (8) sama; sejalan; sependapat (tt buah pikiran): pendapat mereka -- dng pikiran saya; (9) sama; tidak bertentangan: keputusan hakim itu -- dng tuntutan jaksa; (10) cocok; kena benar: bermacam-macam obat yg diminumnya tidak ada yg --; (11) baik sekali: tanah dan hawanya -- untuk menanam sayur-mayur; (12) bergantung pd; berpadanan: hadiahnya -- dng besar kecilnya jasa masing-masing; (13) sejalan: -- dng in-struksi Gubernur, rumah yg tidak memiliki izin mendirikan bangunan harus dibongkar
sikari si.ka.ri [kl n] (1) pembawa tombak: tukang --; (2) tombak; pemburu
silih asah saling menajamkan pikiran; saling mengingatkan
sinting sin.ting [Lihat {senteng}] [a] sedeng; miring; tidak beres pikirannya; agak gila: dia mengigau spt orang --
sirna sir.na [a] (1) hilang (lenyap) dr pikiran atau perasaan; (2) hilang (lenyap) tanpa bekas: segala kerisauanku -- setelah melihat kedatangannya
siru si.ru [Mk] ber.si.ru v berubah atau beralih (berbalik) arah (tt angin dsb): angin -, ombak bersambung
sodor so.dor , me.nyo.dor.kan v (1) menganjurkan; merodokkan ke depan: dia -- bambu runcing; dia -- lengan dan kakinya ke depan; (2) menyorongkan; memberikan; mengulurkan (tangan): ia -- pepaya kpd tamunya; kami -- uang Rp3.000,00 untuk membayar becak; (3) mengajukan (menawarkan dsb setengah memaksa): pihak buruh -- tuntutan kenaikan gaji tiga kali lipat kpd pimpinan perusahaan [Jw n] tombak (bambu dsb) panjang
sondok son.dok [Mk n] gombak di dahi; jambak (jambul) pd dahi kuda
soneta so.ne.ta [n] sajak yg terdiri atas empat bait (2 bait pertama masing-masing terdiri atas 4 baris, 2 bait terakhir masing-masing terdiri atas 3 baris); sajak 14 baris yg merupakan satu pikiran atau perasaan yg bulat
sontok son.tok [Mk a] pendek; singkat: -- akal (pikiran), bodoh; picik [Jw v] me.nyon.tok v menumbuk; menggocoh [Lihat {suntuk}]
spaning spa.ning [n] (1) tekanan; tegangan; desakan: bola lampu listrik di rumahku sering terbakar krn -- yg tidak tetap; (2) a ki tegang (tt pikiran, suasana)
suara su.a.ra [n] (1) bunyi yg dikeluarkan dr mulut manusia (spt pd waktu bercakap-cakap, menyanyi, tertawa, dan menangis): penyanyi itu merdu -- nya; (2) bunyi binatang, alat perkakas, dsb: kedengaran -- harimau mengaum; -- pesawat radio ini agak sember; (3) ucapan (perkataan): hanya -- saja, tidak ada buktinya; (4) bunyi bahasa (bunyi ujar): fonem /w/ dl bahasa Belanda tidak sama -- nya dng fonem /w/ dl bahasa Indonesia; (5) sesuatu yg dianggap sbg perkataan (untuk melahirkan pikiran, perasaan, dsb): majalah ini merupakan -- kaum buruh, bukan -- suatu partai; (6) ki pendapat: dl rapat itu -- saya tidak diindahkan sama sekali; (7) ki pernyataan (setuju atau tidak): usulnya diterima dng -- bulat, semuanya setuju
substansi sub.stan.si [n] (1) watak yg sebenarnya dr sesuatu; isi; pokok; inti; (2) unsur; zat: pembakaran terjadi sbg hasil persenyawaan sebuah -- dng oksigen; dl konferensi akan dihimpun -- masalah yg akan kita bicarakan dl pertemuan tingkat tinggi mendatang; (3) kekayaan; harta: pikiran itu merupakan -- yg tidak kelihatan; (4) Ling medium yg dipakai untuk mengungkapkan bahasa
suntuk sun.tuk [adv] (1) sudah sampai pd batasnya (hingga tidak dapat maju, lanjut, atau naik lagi); (2) telah lampau atau habis (tt waktu): telah -- waktunya; (3) larut atau jauh (malam): -- malam baru ia kembali; (4) sepanjang (hari, malam, dsb): semalam -- [Mk a] pendek (tt akal, pikiran, dsb); singkat; picik: -- akal
suram su.ram [a] (1) kurang terang (tt cahaya); kurang kuat cahayanya: bulan pun -- seakan-akan ikut bersedih; (2) redup, berawan, mendung (tt cuaca): hari pun --; (3) kusam atau kuyu (tt mata): matanya sangat -- , seakan-akan sudah lepas nyawa dr tubuhnya; (4) muram tidak berseri-seri (tt muka): -- saja mukanya sehari ini; (5) tidak bening (tt kaca, intan, dsb); tidak berkilauan (tt emas, perak, dsb); buram; (6) ki susah (tt kehidupan); tidak tentu (tt nasib, masa depan, dsb): hidupnya semakin hari semakin --; masa depannya --; (7) ki tidak nyata dl ingatan atau pikiran: ingatan kpd tunangannya makin lama makin --
tagal ta.gal [n] batu-batu besar yg dilemparkan ombak ke tepi pantai pd waktu datang angin ribut dan gelombang besar mengempas ke pantai: orang-orang itu mengangkuti -- dr pantai untuk bahan bangunan
tahu angin bertiup tahu ke mana arah perkataan (pikiran dsb) orang; tahu
takeyari ta.ke.ya.ri [n] tombak bambu runcing (Jepang)
talas perak talas sbg tanaman hias, batangnya pendek, berupa umbi, tertutup daun, tangkai daun sekitar 75 cm, berwarna hijau bergaris-garis cokelat hitam, daun berbentuk ujung tombak; Xanthosoma lindenii
tangkai tang.kai [n] (1) gagang pd buah (daun, bunga); (2) batang tumbuhan yg kecil-kecil (spt kecambah, padi); (3) kata penggolong untuk bunga: tiga -- bunga mawar; (4) gagang atau pegangan suatu alat; batang (tombak, dayung, dsb); hulu (pisau dsb) [n] tempat menyimpan padi; rengkang; lumbung;
tasamuh ta.sa.muh [n] kelapangan dada; keluasan pikiran; toleransi: semoga Allah memberikan rasa -- kpd kita semua [Ar n] uraian; penjelasan
tebah te.bah [v] me.ne.bah v (1) memukul sesuatu dng barang yg pipih: ~ air dng dayung; ~ kasur; ombak ~; (2) Olr memukul dng memegang tangan bagian depan; (3) menebahkan
tebak te.bak [v] me.ne.bak v (1) menerka: seakan-akan ia dapat ~ apa yg ada dl pikiran temannya itu; (2) menduga; mengira-ngira(kan): sulit sekali ~ maksud gerakan tangan dan mimik muka orang bisu itu [ark n] (1) alat untuk memecah batu (dl tambang dsb); linggis; alabangka; (2) penggali; sekop [v] me.ne.bak v (1) menarah (dng kapak dsb); menetak; memenggal: ~ balok
tebu-tebu te.bu-te.bu [n] ruas-ruas (berbentuk spt ruas, spt pd gelang dsb); gelang-gelang (pd batang tombak, hulu keris, dsb)
teduh te.duh [a] (1) reda (tt angin ribut, ombak); berhenti (tt hujan): mereka bersenda gurau sambil menanti hujan --; (2) terlindung atau tidak kena panas matahari; lindap: setelah bermain-main, anak-anak beristirahat di tempat yg --; mereka berhenti di tepi jalan yg --; (3) tidak turun hujan (tt hari); redup atau tidak memancarkan sinar yg terik (tt matahari): sudah beberapa hari ini matahari --; (4) ki tenang; aman: Lautan -- , Samudra Pasifik
tajam ta.jam [a] (1) bermata tipis, halus, dan mudah mengiris, melukai, dsb (tt pisau, pedang, dsb): -- spt pisau cukur; (2) runcing; berujung lancip: tongkat yg berujung --; sudut yg --; kelok jalan yg --; (3) lekas dapat melakukan sesuatu (melihat, mendengar, mencium bau, merasa, dsb): kucing itu -- penglihatannya; (4) kelihatan galak (tt pandangan): matanya memandang dng -- nya; (5) pedas atau keras (tt perkataan, kritik, dsb): mendapat kritik yg sangat --; (6) mudah menangkap atau mengerti (tt akal, pikiran, dsb): kurang -- otaknya; (7) mudah dapat melukai atau menyakiti: air sabun ini -- benar, barangkali banyak sodanya; (8) (sangat) nyata, jelas, dsb: terdapat perbedaan pendapat yg -- antara mereka; gambar di layar televisi itu kurang --; (9) cerdas (tt pikiran): pikirannya --
teka teki te.ka te.ki [n] (1) soal yg berupa kalimat (cerita, gambar) yg dikemukakan secara samar-samar, biasanya untuk permainan atau untuk mengasah pikiran msl yg digantungkan di atas, yg menggantungkan di bawah, orang menaikkan layang-layang; tebakan; terkaan; (2) hal yg sulit dipecahkan (kurang terang, rahasia)
tekpi tek.pi [Cn n] tombak bercabang tiga; trisula
tema te.ma [n] pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah sajak, dsb): -- sandiwara ini ialah "yg keji dan yg jahat pasti akan kalah oleh yg baik dan mulia"
tembiang tem.bi.ang [n] lembing; tombak: mereka memburu babi dng menggunakan --
temin te.min [n] gelang-gelang dr besi (kuningan dsb) untuk menyimpan hulu pisau (tongkat, gagang tombak); simpai
temperamen tem.pe.ra.men [n] sifat batin yg tetap mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran (periang, penyedih, dsb): orang itu penuh -- , ia mudah tersinggung dan mudah marah
tempias tem.pi.as [n] (1) titik-titik air yg berhamburan atau bepercikan (dr air hujan, ombak yg menempuh perahu, pancaran air); (2) debu dsb yg berhamburan
tempuling tem.pu.ling [n] tombak pendek untuk menangkap ikan besar
tempur tem.pur [v] ber.tem.pur v (1) berlanggar; berlaga: ombak ~ dng karang; sbg ombak ~ bunyinya; (2) berkelahi; berjuang; berperang: sebab-musabab anak-anak itu ~ sedang diselidiki polisi; kita harus ingat kpd tentara kita yg sedang ~ di medan perang [n] tem.pur.an n tempat bertemu dua aliran sungai: hingga kini banyak di antara pengunjung yg memerlukan mandi di ~ sungai tempat pangeran itu pernah mandi [Jw v] me.nem.pur v membeli beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; ia terpaksa ~ 5 kg dulu krn sediaan beras di rumah sudah habis
tenang te.nang [a] (1) kelihatan diam tidak bergerak-gerak atau tidak berombak (tt air, laut): sungai ini -- airnya; seketika itu laut pun --; (2) diam tidak berubah-ubah (diam tidak bergerak-gerak); (3) tidak gelisah: tidak rusuh; tidak kacau; tidak ribut; aman dan tenteram (tt perasaan hati, keadaan): sekalian melihatnya dng --
tepa salira te.pa sa.li.ra [a] dapat merasakan (menjaga) perasaan (beban pikiran) orang lain sehingga tidak menyinggung perasaan atau dapat meringankan beban orang lain; tenggang rasa; toleransi: kita harus mempunyai rasa -- thd sesuatu yg dirasakan dan diderita orang lain
terajut te.ra.jut [v] (1) dapat dirajut; (2) terjalin: banyak pikiran dapat ~ dl waktu sependek itu
teralih ter.a.lih [v] berpindah (secara tidak sengaja): pikirannya ~ kembali ke masa lampau
terangkup te.rang.kup [v] dapat dirangkup; dapat dilingkup: menghadapi kematian serupa itu, Anda merasakan kegaiban yg tidak ~ oleh pikiran manusia
terbabas ter.ba.bas [v] hanyut dan kehilangan arah (krn diserang ombak, angin ribut); terkatung-katung: krn diserang badai, perahunya --
terbit ter.bit [v] (1) timbul, naik, keluar (tt bulan, matahari): matahari -- di sebelah timur; (2) bangkit (tt perasaan dsb): -- marahnya setelah mengetahui bahwa kopernya tidak ada dl kamar tempat ia menginap; -- pikiran jahatnya; (3) keluar untuk diedarkan (tt surat kabar, buku, dsb): mingguan itu -- tiap-tiap Kamis; cetakan kedua akan segera --; (4) mulai memancar (tt mata air dsb): dr celah batu-batu padas itu -- mata air panas yg mengandung belerang; (5) mulai keluar (tt air mata, peluh, dsb): keringat dingin selalu -- selama ia menderita sakit perut itu; (6) mulai timbul atau datang (dr): wabah kolera -- di daerah-daerah yg terkena banjir
terganggu ter.gang.gu [v] (1) terhalang; mendapat rintangan: perjalanan sedikit ~ krn adanya peristiwa kecelakaan di jalan; (2) tergoda: hatinya ~ oleh rayuan asmara; (3) kurang sehat; tidak normal (tt kesehatan, pikiran, jiwa): pikirannya ~; (4) tidak lancar; terhenti (untuk sementara): sekolahnya ~ krn ketiadaan biaya
tergeleng-geleng ter.ge.leng-ge.leng [v] (1) tergoyang-goyang (kepala); (2) ki terheran-heran: tidak jarang seniman ~ mengikuti jalan pikiran kritikus
terharu biru ter.ha.ru bi.ru [v] terkacaukan: pikirannya ~ oleh peristiwa yg baru dialaminya
teringat ter.i.ngat [v] tiba-tiba ingat; terkenang; terbit dl pikiran: aku ~ kpd si Badu
terkilas ter.ki.las [v] terkilat: jawaban sudah ~ dl pikiranku
terkocak ter.ko.cak [v] terguncang; tergerak; terkacau: ~ hati terguncang hatinya (pikirannya); gelisah
terlayang-layang ter.la.yang-la.yang [v] tidak terpusat; tidak menentu: aku berbaring seolah-olah tidur, tetapi sebenarnya pikiranku ~
terleka ter.le.ka [a] sangat asyik (berbuat sesuatu); terlalai (tidak ingat apa-apa lagi): terlihat Baginda sedang -- memetik kecapinya; dl semadi dia akan ~ mendengar deburan ombak merindu
terlintas ter.lin.tas [v] (1) sudah dilalui (dilampaui, diatasi); (2) terbayang, teringat, dsb dl angan-angan, pikiran, dsb: tiba-tiba ~ dl hatinya peristiwa tiga tahun yg lalu
terombang-ambing ter.om.bang-am.bing [v] (1) terapung-apung turun naik ke kiri dan ke kanan dibawa ombak: perahu itu -- di tengah laut; (2) ki terbawa-bawa ke sana kemari; tidak berketentuan (nasibnya dsb): ia sedang -- dl kebimbangan
tertekun ter.te.kun [v] sangat asyik dan sibuk (bekerja dsb); memusatkan segenap pikiran dan tenaga pd: sudah lebih setahun ia ~ melakukan penelitian di laboratorium
tidak keruan tidak beraturan; tidak tentu; kalut; kacau: karangan ini -- keruan; (2) tidak menentu: ia berteriak-teriak -- keruan; pikirannya buncah (kacau) -- keruan; (3) bukan kepalang; amat sangat; tidak terkatakan: gadis itu gelisah -- keruan
tidur tak lelap [pb] sangat gelisah (krn bersusah hati, banyak pikiran, dsb)
tikam ti.kam [n] tusukan (dng barang yg tajam, msl keris atau tombak) [v] -- dadu main dadu
timbul tenggelam kadang-kadang timbul, kadang-kadang tenggelam; turun naik, ke atas ke bawah (spt terkatung-katung diombang-ambingkan ombak); (2) ki pasang surut dl kehidupan (senang susah, sukses, gagal, dsb); terlibat dl utang; terlampau sibuk dl pekerjaan
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
tiwikrama ti.wi.kra.ma [n] (1) pengubahan diri menjadi raksasa dsb (dl cerita wayang); (2) pengerahan segenap tenaga dan pikiran untuk menyampaikan maksudnya
todak to.dak [n] ikan laut yg moncongnya panjang spt tombak; ikan gergaji
tohok to.hok [n] (1) tempuling yg diberi tali; (2) tusukan tombak (tempuling dsb) miring dng arah ke bawah [n] nama gugus bintang yg berbentuk spt salib di sebelah selatan; bintang pari
tonjolan ton.jol.an [n] benjol; jendul: kalau mendengar penyakit kanker, pikiran orang selalu membayangkan ~ di bagian tubuh yg tidak kunjung sembuh
trisula tri.su.la [n] tombak bermata tiga
tujah tu.jah [v] , me.nu.jah v menusuk dng tombak atau lembing dsb arah ke bawah; menohok; meradak
tukang sikari pemakai tombak; (2) pemburu
tumbak tum.bak [Lihat {tombak}]
tumpat tum.pat [a] (1) penuh padat (tt ruang, rongga, dsb); penuh krn terjejal; mampat: kamar itu pun -- oleh buku; kota-kota sudah -- oleh pengungsi; (2) ki tersuntuk akal (hilang akal, tidak tahu apa yg harus dikerjakan): pikirannya -- krn kehilangan anaknya
tumpul tum.pul [a] (1) papak pd ujungnya (tidak runcing); tebal pd bagian yg tajam (tidak tajam); majal: pisau yg amat -- ini tidak dapat dipakai mengiris bawang; ia meraut pensil yg --; dia sedang mengasah pisau yg -- itu; (2) ki tidak mudah mengerti; bodoh: pikirannya sangat --
tunagrahita tu.na.gra.hi.ta [a] cacat pikiran; lemah daya tangkap; idiot
turut-menurut tu.rut-me.nu.rut [v] (1) saling menurut (tidak tentang-menentang); (2) ikut-ikutan (hanya menurut pikiran orang)
ujung [n] bagian penghabisan dr suatu benda (yg panjang): serangga itu merusakkan -- akar anggrek; berbelok di -- jalan; (2) bagian barang yg diruncingkan (lancip, tajam, dsb); puncak: -- hidung; -- jari; -- tombak; (3) bagian darat yg menjorok (jauh) ke laut; (4) (bagian) akhir (pembicaraan, percakapan, tahun, dsb): -- pembicaraan baginda masih thd hal itu jua; gajinya tidak cukup sampai ke -- bulan; (5) ki maksud dan tujuan (perkataan dsb): saya maklum akan -- perkataannya itu [n] , -- atap tanaman semak; Baeckea frutescens
ungkai ung.kai , meng.ung.kai v (1) menguraikan simpulan (tali, ikatan, dsb); (2) membuka (belenggu, borgol, dsb); (3) menanggalkan (baju); mengorak; (4) membongkar atau merombak (rumah, mesin, dsb); (5) membatalkan (janji, jual beli, dsb); (6) ki membongkar-bongkar untuk menyelidiki atau membangkit-bangkit perkara lama: untuk menggali sejarah, kita harus ~ bahan-bahan masa lampau
usaha usa.ha [n] (1) kegiatan dng mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: bermacam-macam -- telah ditempuhnya untuk mencukupi kebutuhan hidup; -- meningkatkan mutu pendidikan; (2) kegiatan di bidang perdagangan (dng maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan: -- perkayuan mengalami kemajuan; -- nya di bidang tenun ikat berkembang pesat
utara uta.ra, meng.u.ta.ra.kan [v] melahirkan (pendapat, pikiran, dsb); mengemukakan; menyatakan; mengatakan; menceritakan: saya tidak berani ~ isi hati saya kpd Ibu; Pak Lurah pernah ~ kesulitannya kpd para ketua rukun tetangga
waham wa.ham [n] keyakinan atau pikiran yg salah krn bertentangan dng dunia nyata serta dibangun atas unsur yg tidak berdasarkan logika; sangka; curiga
watak wa.tak [n] sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat: dasar -- pencuri, meskipun telah beberapa kali masuk penjara, ia tetap mencuri lagi
yoga yo.ga [n] (1) sistem filsafat Hindu yg bertujuan mengheningkan pikiran, bertafakur, dan menguasai diri; (2) senam gerak badan dng latihan pernapasan, pikiran, dsb untuk kesehatan rohani dan jasmani

Jika informasi mengenai "ombak pikiran" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas