Arti kata/frase "olok" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/olok

Halaman ini menjelaskan kata atau frase olok menurut KBBI Edisi III

olok: , olok-olok n perkataan yg mengandung sindiran (ejekan, lelucon) atau perkataan untuk bermain-main saja; kelakar, senda gurau: jangan marah, ini -- saja , olok-olok n cara menjahit dng jarum kasar

Lebih lanjut mengenai olok

olok terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 167 kata terkait yakni sebagai berikut:

olok , olok-olok n perkataan yg mengandung sindiran (ejekan, lelucon) atau perkataan untuk bermain-main saja; kelakar, senda gurau: jangan marah, ini -- saja , olok-olok n cara menjahit dng jarum kasar
olok-olokan olok-o.lok.an [n] olok-olok; ejekan; sindiran: dia menjadi berang mendengar -- spt itu; (2) v cak saling berolok-olok
bergolok ber.go.lok [v] memakai golok; mempunyai golok: bapak dan anak itu luka parah krn dibacok oleh lima perampok ~
memperolok-olok mem.per.o.lok-o.lok [v] mengolok-olok
mencolok men.co.lok [v] menyuluhi dng colok [v] mencelup (kain putih dsb): ~ kain putih dng warna biru
mencoloki men.co.loki [v] mencolok
menggolok meng.go.lok [v] memarang atau memotong dng golok: ~ kayu kasar
penjolok pen.jo.lok [n] (1) alat (galah, tongkat) yg dipakai untuk menjolok; (2) orang yg menjolok
penyolok pe.nyo.lok [n] pesolok
polok po.lok [v] ber.po.lok-po.lok v memolok
tergolok ter.go.lok [v] kena golok: walaupun lengannya ~ , juara itu masih dapat melumpuhkan musuhnya
tolok to.lok [n] banding; imbangan (yg sama); tara: tiada -- nya, tiada -- bandingannya [ark n cak] juru bahasa [n] (1) tumbuhan yg buahnya dapat dimakan, Incarpus edulis; (2) buah tolok
adat neolokal pola menetap setelah menikah, suami istri memilih tempat di luar pusat kediaman kerabat suami atau kerabat istri
becolok be.co.lok [Lihat {bicokok}]
belolok be.lo.lok [n] buah enau, Arenga pinnata
berkolokasi ber.ko.lo.ka.si [v] mempunyai tautan padu
berolok-olok ber.o.lok-o.lok [v] bermain-main (dng maksud menyindir, mengejek) dng perkataan; berkelakar; bersenda-gurau: ja-ngan -- lagi, nanti dia menangis
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
dolok do.lok [Bt n] gunung [n cak] potongan batang kayu yg belum dibelah
golok go.lok [n] (1) parang; (2) pedang yg pendek
holokrin ho.lo.krin [a ] berkenaan dng sifat kelenjar yg sekretnya terdiri atas sel-sel yg telah berdegenerasi
jatuh coloknya menjadi miskin; hilang kebesarannya, kemasyhurannya, dsb
jolok jo.lok [v] men.jo.lok v (1) merodokkan galah (tongkat dsb) ke suatu benda (buah dsb) yg berada di atas atau yg ada dl lubang (liang dsb): carilah galah untuk ~ buah mangga; (2) memasukkan jari ke lubang hidung atau kerongkongan: ia ~ hidungnya supaya dapat bersin; (3) ki memancing jawaban; bertanya-tanya untuk mencari dsb; (4) memenangkan: sastrawan itu telah berhasil ~ hadiah Nobel
kelenjar holokrin [Bio] kelenjar yg seluruh sel sekresinya larut menjadi sekresi kelenjar, spt kelenjar urat rambut
kolok ko.lok [Lihat {kuluk}] [Jk a] manja (untuk anak-anak)
kolokan ko.lok.an [a] manja sekali (senang disanjung, dipuji-puji, dsb)
kolokasi ko.lo.ka.si [n Ling] asosiasi tetap antara kata dan kata lain dl lingkungan yg sama
kolokium ko.lo.ki.um [n] (1) pertemuan keahlian; seminar; (2) Dik kegiatan belajar (pd tataran pendidikan sarjana) yg dilakukan dl bentuk seminar untuk membahas proyek penelitian bertaraf lanjutan
memolok me.mo.lok [v] makan lekas-lekas dan rakus
memperolok-olokkan mem.per.o.lok-o.lok.kan [v] mempermain-mainkan dng tindakan atau ucapan; ejekan: jangan -- orang tua itu
mengolok-olok meng.o.lok-o.lok [v] mempermainkan dng perkataan (spt mengejek): tidak baik -- kakak sendiri
menjolok anak men.jo.lok anak menggugurkan kandungan: ~ hati mengajuk hati
menjolok sarang tabuhan men.jo.lok sarang tabuhan [pb] berbuat sesuatu yg mendatangkan bahaya
menolok me.no.lok [v] membandingkan; menyamakan (ukuran, timbangan) dng ukuran (timbangan) yg benar
natolokal na.to.lo.kal [n Antr] adat menetap pd pasangan pengantin baru yg tinggal terpisah, suami dan istri masing-masing tinggal di tempat kerabatnya sendiri
neolokal ne.o.lo.kal [n Antr] tempat tinggal baru yg dipilih setelah menikah, di luar pusat tempat tinggal kerabat suami atau istri
penolok pe.no.lok [n] (1) ukuran (timbangan) yg dipakai sbg patokan (standar); (2) imbangan (yg sama)
radiolokasi ra.di.o.lo.ka.si [n] pelacakan atau penentuan posisi dan jalannya benda-benda berjarak jauh dng radar
rajin mengais tembolok berisi [pb] kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah
setolok se.to.lok [n] sama tingkatnya (kedudukannya dsb); sebanding; setara: tiada ~ (dng), tidak sebanding (dng), tidak seimbang dng
solok so.lok [n] , pe.so.lok n sumbangan (pemberian kpd orang yg mengadakan pesta perkawinan dsb, berupa bahan makanan dsb) [Mk n] lembah yg terletak di antara dua buah gunung
solokan so.lo.kan [n cak] selokan; parit
tembolok tem.bo.lok [n] (1) kantong tempat makanan pd leher (burung, ayam, dsb); (2) kas perut
tengkolok teng.ko.lok [Mk] ? tengkuluk
tercolok ter.co.lok [v] tercocok; tertusuk: kakinya ~ oleh bilah
tolok banding ukuran pembanding
tolok ukur sesuatu yg dipakai sbg dasar mengukur (menilai, dsb); patokan; standar
turun coloknya menjadi hina; turun derajat
utrolokal ut.ro.lo.kal [n Antr] adat yg memberi kebebasan kpd pasangan pengantin baru untuk tinggal menetap di dekat keluarga suami atau istri
alap [kl a] bagus; elok: berjalan -- santun, berjalan perlahan-lahan dng eloknya [v] meng.a.lap v mengambil (menjolok) buah yg berada pd tempat yg lebih tinggi
alem alem, alem.an [a cak] manja; kolokan
anak buyung perempuan bunting (untuk memperolok-olokkan); (2) muncikari
angkuh terbawa [pb] baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kpd orang yg pesolek)
aposematik apo.se.ma.tik [a Zool] bersifat mencolok dan dipakai untuk memperingatkan (msl warna pd lebah)
bacok ba.cok [v] , mem.ba.cok v menetak (membelah dsb) dng barang tajam yg dihunjamkan keras-keras: perampok itu -- penghuni rumah dng golok
baku ba.ku [n] (1) pokok; utama: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; (2) tolok ukur yg berlaku untuk kuantitas atau kualitas yg ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar [adv] saling [Jw n] anggota masyarakat desa yg merupakan penduduk inti yg mempunyai lahan pertanian, rumah, dan halamannya
banding ban.ding [n] (1) persamaan; tara; imbangan: kecantikan gadis itu tiada -- nya, tiada tolok -- nya; (2) Huk pertimbangan pemeriksaan ulang thd putusan pengadilan oleh pengadilan yg lebih tinggi atas permintaan terdakwa atau jaksa naik apel: apabila tidak puas dng putusan pengadilan negeri boleh minta -- kpd pengadilan tinggi
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
barometer ba.ro.me.ter [n] (1) alat untuk mengukur tekanan udara, dipakai untuk meramalkan keadaan cuaca dan mengetahui ketinggian suatu tempat dr permukaan laut; (2) ki tolok ukur; ukuran (baik buruk dsb): keamanan di Jakarta merupakan -- keamanan di Indonesia
bayung ba.yung [n] (1) pisau pengukir; pisau wali; (2) parang; golok [Jk n] daun kacang panjang (biasa disayur) [n] orang-orangan di sawah
belada be.la.da [n] golok (pisau) pendek
beladau be.la.dau [n] golok pendek
belangkas be.lang.kas [n] (1) ketam (betina) yg besar berkulit keras (menyerupai kulit penyu) pipih dan bundar, tepinya berduri (bergerigi), berekor panjang bergerigi spt sangkur yg dapat digerak-gerakkan (biasanya didapati berpasang-pasangan, di Jawa lazim disebut mimi); Limulus moluccanus; (2) sangkur yg bentuknya spt ekor belangkas [n] sejenis golok
bergarah ber.ga.rah [v] bersenda-gurau; berolok-olok
bergurau senda ber.gu.rau senda berkelakar; bermain-main (spt berolok-olok untuk tertawa-tawa, bercumbu-cumbuan)
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berlangsi ber.lang.si [v] berbunyi mendering (mendengung) dng nyaring: akan kedengaran kumbang ~ jika dijolok dl lubangnya
bersambung ber.sam.bung v (1) diberi tambahan (agar lebih panjang): galah -- itu cukup panjang untuk menjolok mangga; (2) lanjut berturut-turut; ada sambungannya; beruntun: cerita -- itu mengasyikkan; (3)berhubungan; bertalian: rumahnya -- dng rumahku; (4)bersangkut paut; sesuai: jawabannya tidak -- dng pertanyaanku kepadanya
berseloroh ber.se.lo.roh [v] bersenda gurau; berkelakar; berolok-olok
cadai ca.dai , men.ca.dai v bergurau; bermain-main; berolok-olok [n] kain basahan mandi
celapak ce.la.pak , men.ce.la.paki v mengangkangi: kemudian dia ~ musuhnya dan mencabut goloknya
ceriga ce.ri.ga [kl n] pedang pendek (spt golok yg agak lengkung sedikit); sewar [Lihat {curiga}]
cumbu cum.bu [n] (1) kata-kata manis yg dipakai untuk membujuk (waktu berkasih-kasihan dsb): -- rayu diperlukan terus-menerus untuk keutuhan rumah tangga; (2) senda gurau; lelucon (kelakar, olok-olok, dsb): spt -- si tukang lawak
cura cu.ra [n] kelakar; olok-olok; (2) a lucu: sembah si Lamat, hamba yg --; semuanya berbuat -- [Mk v] ber.cu.ra-cu.ra v mengeluarkan perkataan yg keji-keji (krn marah dsb)
curik cu.rik [n] golok pendek
daerah kebudayaan daerah yg menyatukan sejumlah kebudayaan suku bangsa yg memiliki persamaan ciri yg mencolok
dembai dem.bai [v] , ber.dem.bai-dem.bai v bercakap-cakap dan berolok-olok
demonstratif de.mon.stra.tif [a] bersifat mempertunjukkan (mempertontonkan) secara mencolok: pihak oposisi meninggalkan ruang sidang secara --
dodong do.dong [ark n] golok pendek; beladau [a] , ter.do.dong v terdorong; terlanjur
dongkak dong.kak [Mk v] men.dong.kak v melompat; menerjang; mendompak: orang gila itu ~ sambil mengayunkan golok
ejek [v] , meng.e.jek v mengolok-olok (menertawakan, menyindir) untuk menghinakan; (mempermainkan dng tingkah laku: ia tidak disukai temannya krn suka ~ anak-anak lain
ejekan ejek.an [n] (1) perbuatan mengejek; (2) olok-olok; sindiran
gagang ga.gang [n] (1) tangkai (daun, bunga, dsb); (2) hulu (pisau, golok, dsb); (3) Mk batang tumbuh-tumbuhan yg menjalar atau melilit (spt sirih); sulur; (4) Bot tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal
galah ga.lah [n] (1) tongkat yg panjang (dr bambu atau kayu dsb untuk menjolok buah-buahan, menolak perahu, menjemur pakaian, dsb); (2) tombak (untuk memburu babi hutan dsb)
gonjak gon.jak [v] meng.gon.jak.kan v mempermainkan; memperolok- olok; mencemoohkan
gonjok gon.jok [v] meng.gon.jok.kan v memperolokkan: jika ada salahnya, hendaknya diperbaiki, jangan Anda ~ nya
gurau senda kelakar; lelucon; main-main (spt olok-olok untuk tertawa-tawa)
jembiah jem.bi.ah [n] kerambit (golok pendek bermata dua)
jengekan je.ngek.an [n] ejekan; olok-olok
jual keras [Man] menjual dng cara-cara yg mencolok
karikatur ka.ri.ka.tur [n] gambar olok-olok yg mengandung pesan, sindirin, dsb
kelakar ke.la.kar [n] (1) perkataan yg bersifat lucu untuk membuat orang tertawa (gembira); lawak; olok-olok; (2) senda gurau
kelebatan ke.le.bat.an [n] gerakan cepat: ~ golok terhunus
kerambit ke.ram.bit [n] sabit kecil atau jembiah yg melengkung matanya; golok pendek; beladau
khanjar khan.jar [n] golok besar bermata dua, berpangkal lebar, makin ke ujung makin tirus dan sedikit melengkung
kilauan ki.lau.an [n] kilatan; kilapan: ~ golok tajam yg diarahkan kepadanya mengecilkan hatinya
klasik kla.sik [a] mempunyai nilai atau mutu yg diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yg abadi; tertinggi; (2) n karya sastra yg bernilai tinggi serta langgeng dan sering dijadikan tolok ukur atau karya susastra zaman kuno yg bernilai kekal; (3) a bersifat spt seni klasik, yaitu sederhana, serasi, dan tidak berlebihan; (4) a termasyhur krn bersejarah: bangunan -- peninggalan zaman Sriwijaya itu akan dipugar; (5) a tradisional dan indah (tt potongan pakaian, kesenian, dsb): pertunjukan tari-tarian Jawa --
lemak punggung [Tern] timbunan lemak sepanjang punggung yg merupakan salah satu tolok ukur mutu karkas
lembaran kerja lem.bar.an kerja [Adm] dokumen yg memuat patokan dan perhitungan yg menjadi dasar dr jumlah biaya yg tersedia dl setiap tolok ukur, jenis pengeluaran, dan uraian pengeluaran yg akan dicantumkan dl Daftar Isian Proyek
lugas lu.gas [a] (1) mengenai yg pokok-pokok (yg perlu-perlu) saja: pembicaraannya selalu -- , tidak pernah menyimpang ke sana-sini; (2) bersifat spt apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana: cara berdandannya -- , tidak mencolok; (3) tidak berbelit-belit: kalimatnya -- , tidak berbunga-bunga; (4) tidak bersifat pribadi; objektif: masalah itu dapat diselesaikan secara --
marak ma.rak [a] terang; mencolok (tt warna): warna itu sangat --; (2) n nyala: -- api; (3) a berseri; (4) a meningkat; ramai: isu pencatatan perkawinan -- belakangan ini
masam ma.sam [a] (1) asam (rasa spt rasa cuka atau buah asam): buah ini -- rasanya; (2) ki bersungut; merengut, tidak ramah (tt muka) krn marah dsb: mukanya -- saja krn diolok-olok
memarang me.ma.rang [v] (1) menetak dsb dng parang (pedang, golok, dsb); (2) mencoret (tulisan yg salah)
memarangkan me.ma.rang.kan [v] menetakkan: ~ pedang; ~ golok
membacokkan mem.ba.cok.kan [v] menetakkan senjata tajam (pedang, golok, dsb); ke(kpd)
membagaikan mem.ba.gai.kan [Mk v] memperolok-olokkan; menghinakan
memperbagai-bagaikan mem.per.ba.gai-ba.gai.kan [v] mengata-ngatai sekehendak hati; memperolok-olokkan
mempergarahkan mem.per.ga.rah.kan [v] mempermainkan; memperolok-olokkan
mempermainkan mem.per.ma.in.kan [v] (1) memperlakukan sesuatu sbg permainan atau untuk menyenangkan hati: ia berbicara sambil -- jari tangannya; (2) mempergunakan (senjata dsb): sebelum dia sempat -- kerisnya, pisau lawannya telah lebih dulu menan-cap di lambungnya; (3) membuat orang lain menjadi bahan tertawaan; mengolok-olok: dia suka -- orang; (4) ki memperlakukan sesuatu (atau seseorang) dng sesuka hati; memperdayakan: jangan -- harta anak yatim itu; lintah darat itu sampai hati -- nasib petani kecil
memperolahkan mem.per.o.lah.kan [v] (1) mempermainkan; memperolok-olokkan; (2) memperdayakan
mempersendakan mem.per.sen.da.kan [v] mempermainkan (orang) dng cara bersenda gurau, berolok-olok, berkelakar, dsb: jangan -- orang yg jujur itu
mencencang men.cen.cang [v] (1) memotong (mengiris) halus-halus: ~ daging; (2) memotong (membelah) dng kapak (golok dsb); membacok; (3) ki membunuh secara kejam (dng memotong-motong anggota badan) [v] membuka tanah untuk dijadikan sawah ladang
mencocok mata men.co.cok mata mencolok mata
mengaibkan meng.a.ib.kan [v] (1) mempermalukan: olok-olok mereka itu dianggap ~ dirinya; (2) mencela; menodai (nama baik): janganlah suka ~ orang
mengejut-ngejuti me.nge.jut-nge.juti [v] (1) berolok-olok dng mengejuti; (2) mengejuti
menikamkan me.ni.kam.kan [v] (1) menusukkan (senjata tajam) ke: salah seorang dr perampok itu ~ goloknya ke leher korbannya; (2) ki mengajukan pertanyaan dsb dng tiba-tiba (biasanya dng keras atau pedas): pemuda itu bangkit dan ~ pertanyaan
menimpakan me.nim.pa.kan [v] (1) menjatuhkan benda berat supaya menimpa: ia ~ peti itu ke kepala orang; (2) mengenakan sesuatu yg kurang baik kpd: atasan yg tidak bertanggung jawab ~ segala kesalahannya kpd bawahannya; (3) memukulkan (menetakkan): penduduk ~ goloknya ke tangan penjahat itu
menjengeki men.je.ngeki [v] mengolok-olok; mengejek; menertawakan
menokoh me.no.koh [v] (1) menipu; mengecoh: sarjana gadungan itu berhasil ~ orang-orang kampung; (2) memperolok-olokkan; mempermainkan: si pandai suka sekali ~ si bingung sehingga teman-temannya tertawa
menonjol me.non.jol [v] (1) berjendul; merupakan tonjol; menjorok: bibirnya ~ krn terantuk ke dinding; (2) menyembul; menganjur (menjorok) ke luar: kepalanya ~ dr jendela; semuanya harus rata, jangan ada yg ~; (3) kelihatan nyata; mencolok mata: tampak kesalahan besar yg ~ dl karangan itu; (4) lebih banyak atau sering: pd musim dan kawasan tertentu, beberapa jenis penyakit tampak ~
menor me.nor [a] mencolok cara berdandannya atau berhias-nya (dng berpakaian berwarna terang yg berwarna-warni)
menyadau me.nya.dau [v] (1) mendayung dng dayung yg panjang: mereka itu -- perahunya sekuat tenaga; (2) merodok dng sesuatu yg panjang; menjolok: pawang itu -- sarang lebah yg tergantung di pohon itu
menyandiwarakan me.nyan.di.wa.ra.kan [v] (1) memainkan lakon: mereka sedang berlatih -- cerita Lutung Kasarung; (2) mengarang lakon dr suatu cerita: pengarang itu sedang -- cerita rakyat; (3) mempermainkan; memperolokkan: mereka hanya -- keadaan yg dirasakannya kurang adil
menyogok me.nyo.gok [v] (1) merogoh; mencolok; menjolok (ke dl liang dsb): Ayah -- tekak Adik supaya muntah; petugas itu sedang -- saluran air dl pipa yg mampat; (2) ki menyuap; memberi suap: dana yg sangat besar digunakan untuk -- para petugas
menyumba me.nyum.ba [v] memberi warna dng sumba: ia -- bunga kertas dng warna-warna mencolok
miswat mis.wat [Ar n] setan yg tugasnya menyiarkan desas-desus, fitnah, kabar angin, dan pidato dusta sehingga masyarakat kacau dan berita bohong menjadi tolok ukur
musim hujan periode dl tahun yg ditandai dng jumlah curah hujan yg besar, yg berbeda secara mencolok dr jumlah curah hujan dl periode berikutnya
norma nor.ma [n] (1) aturan atau ketentuan yg mengikat warga kelompok dl masyarakat, dipakai sbg panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yg sesuai dan berterima: setiap warga masyarakat harus menaati -- yg berlaku; (2) aturan, ukuran, atau kaidah yg dipakai sbg tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu
palem kol palem yg daunnya berbentuk kipas bundar yg utuh dng diameter daun 60-100 cm, tangkai daun berduri pd kedua sisinya mulai dr pangkal hingga separuh panjang tangkai, helai daun berlipat kecil-kecil dng warna hijau mengilap dng tepi bergerigi, warna bunganya mencolok; Licuala grandis
panggal pang.gal, pang.gal.an [Mk n] galah panjang untuk menjolok buah-buahan
parang pa.rang [n] pisau besar (lebih besar dp pisau biasa, tetapi lebih pendek dp pedang); ada bermacam-macam; golok: -- lading; -- mondok; -- pandak [n] pa.rang.an n penyakit kulit pd tengkuk atau hidung [n] corak batik klasik
pelembungan pe.lem.bung.an [n] (1) balon kecil dr karet; (2) gelembung tembolok (ayam dsb); (3) buih sabun dsb yg melembung
pemeo pe.meo [n] (1) ejekan (olok-olok, sindiran) yg menjadi buah mulut orang; (2) perkataan yg lucu (untuk menyindir dsb), msl "undang-undang hanya berlaku untuk rakyat kecil"
penokoh pe.no.koh [n] (1) orang yg suka menipu; penipu; pengecoh; (2) orang yg suka memperolok-olokkan
peringis pe.ri.ngis, me.me.ri.ngis [v] (1) menyeringai: orang itu berolok-olok sambil ~; (2) bermasam muka krn kecewa dsb
perubahan iklim per.u.bah.an iklim peralihan cuaca yg mencolok yg terjadi di antara dua periode tertentu dr suatu wilayah iklim
pil [n] obat dl bentuk butiran kecil padat; gentel; tablet; -- pahit, ki kekalahan yg mencolok; kerugian; kekecewaan: semangat tanding tanpa kelincahan dan keuletan membuat kesebelasan itu menelan -- pahit terus-menerus
pol [n cak] (1) penuh: bus jurusan Medan itu sudah --; (2) batas yg paling tinggi atau paling banyak (tt masa kerja, gaji, dsb): akhir tahun ini gajinya sudah -- [n] pengumpulan pendapat umum melalui media massa: bisakah -- dijadikan tolok ukur gejala yg hidup dl masyarakat [Lihat {pul}]
ranggah rang.gah , me.rang.gah v menjolok (memetik) buah-buahan pd pohon sampai habis; merodok (dng tongkat ) [n] gelambir yg tumbuh di kepala ayam; balung; jengger
rencong ren.cong [n] sewar atau golok dr Aceh (bentuknya melengkung dan tipis tajam, biasanya untuk membela diri atau lambang kegagahan)
ringis ri.ngis [v] , me.ri.ngis v (1) menyeringai: orang itu berolok- olok sambil ~; (2) muka masam krn kecewa dsb
risak ri.sak [v] , me.ri.sak v mengusik; mengganggu: mereka tidak putus-putusnya ~ ku dng berbagai-bagai olok-olokan
rodok ro.dok [v] me.ro.dok v (1) menikamkan atau menusukkan (barang yg panjang) ke atas atau ke depan; menjolok; (2) kas meniduri [v] , me.ro.dok v berlari dng menjulurkan leher ke muka (spt angsa hendak menyudu); (2) berbuat sesuatu dng membabi buta
runjang run.jang [v] , me.run.jang v (1) menusuk (merodok, mencocok) ke dl lubang dsb; menjolok; (2) ki meraba-raba; mencari-cari (ke sana kemari): orang yg baru datang dr desa itu ~ ke sana ke mari
sampak sam.pak [n] simpai atau gelang-gelang dr besi dsb yg dipasang pd hulu pisau (golok dsb) supaya putingnya jangan goyah [n] permainan judi dng gambar pd uang yg dilemparkan ke atas [n] posisi gending gamelan Jawa yg cepat dan ramai, kempul dan kenong dibunyikan secara beruntun mengikuti nada-nada utama, dimainkan di bagian akhir dr rangkaian gending talu atau pd adegan keras di akhir cerita pewayangan
sang [p] (1) kata yg dipakai di depan nama orang, binatang, atau benda yg dianggap hidup atau dimuliakan: -- Arjuna, -- Kancil; -- Dwiwarna; -- nasib; (2) kata yg dipakai di depan nama benda untuk berolok-olok: -- suami
sangkak sang.kak [Mk n] (1) cabang kayu; dahan: katapel itu dibuat dr -- kayu; (2) tempat bertelur ayam yg dibuat dr anyaman bambu berbentuk kerucut terbalik; sarang ayam; petarangan: pakailah jerami itu untuk pelapis -- ayam , me.nyang.kak v (1) merinding (berdiri bulu roma krn takut, terkejut, dsb): -- bulu romanya mendengar cerita yg menyeramkan itu; (2) marah; mendongkol: -- hatinya mendengar olok-olok itu [v] me.nyang.kak v (1) merintangi; menegah; mencegah: ia berusaha -- niatnya yg buruk itu; (2) menentang; melawan: perahu itu -- angin
sekadar se.ka.dar [adv] (1) sesuai atau seimbang dng; menurut keadaan (kemungkinan, keperluan, dsb); sepadan (dng): ia berbicara ~ perlu dan pentingnya; (2) hanya untuk: ~ memperoleh ketepatan ejaan; semua itu ~ olok-olok; (3) seperlunya; seadanya: hal itu akan kuceritakan ~ nya lihat 1kadar
senda sen.da, senda gurau [n] main-main (canda) dng kata-kata spt olok-olok; kelakar; seloroh
sengget seng.get [Jw v] me.nyeng.get v menjolok (mengait) dng galah
sengkelit seng.ke.lit [n] tali yg diikatkan pd kedua belah kaki untuk memudahkan memanjat pohon yg licin (msl batang kelapa, pinang) [ark] ber.seng.ke.lit v berdesak-desak [Jw] me.nyeng.ke.lit v menyisipkan (keris, golok, dsb) pd pinggang atau di bagian belakang tubuh
senjata tajam senjata yg tajam, spt pisau, pedang, golok
sewar se.war [n] golok yg agak lengkung
sigi si.gi [n] suluh atau obor dibuat dr kayu berdamar atau dr bilah-bilah bambu [v] , me.nyi.gi v menjolok (mencungkil, mengorek) lubang atau liang
sikin si.kin [n] pisau; golok kecil
slogan slo.gan [n] (1) perkataan atau kalimat pendek yg menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu: negara ASEAN berpegang pd -- untuk tetap hidup berdampingan secara damai; (2) perkataan atau kalimat pendek yg menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dsb: usaha peningkatan kesejahteraan rakyat tetap merupakan -- yg selalu memikat
sorog so.rog [Jw n] kayu panjang untuk menjolok buah dsb
sorogan so.rog.an [n] hasil menjolok: durian -- itu jatuh, bukan krn masak di pohon
spektakuler spek.ta.ku.ler [a] menarik perhatian; mencolok mata: tidak ada hasil yg -- dr kunjungan delegasi itu
sumbangan sum.bang.an [n] (1) pemberian sbg bantuan (pd pesta perkawinan dsb); penyolok; (2) bantuan; sokongan
taji ta.ji [n] (1) bagian yg keras dan runcing pd kaki ayam jantan; susuk; (2) susuk dr tembaga, besi, dsb dipasang pd kaki ayam sabungan: -- bentuk, -- bengkok, -- golok, dsb [n] (1) pohon yg kayunya baik untuk kerangka rumah, daunnya direbus untuk obat penyakit encok; Podocarpus nerifolia; (2) kayu taji; (3) daun taji
tajuk berita kalimat pendek atau frasa yg ditempatkan secara mencolok pd sebuah berita dng menggunakan huruf yg menonjol; berita pokok; berita utama
tangkis tang.kis [v] me.nang.kis v (1) menolak atau menahan (pukulan atau serangan dng senjata dsb) dng menggunakan tangan, perisai, dsb): tangannya terluka ketika ~ serangan golok perampok; (2) menghadapi, melawan, dan menggagalkan (serangan dsb): satuan pertahanan pantai berhasil ~ serangan dr laut; (3) menahan dan memukul kembali: pesilat itu dng tangkas ~ serangan lawannya; (4) menjawab; menanggapi (kecaman, tuduhan, dsb): terdakwa ~ segala tuduhan terhadapnya
tempa tem.pa [v] me.nem.pa v (1) memukul-mukul (besi dsb) untuk dibuat perkakas (spt pisau); menggembleng: para pandai besi sedang ~ besi untuk dijadikan pacul dan golok; (2) membuat (pisau, keris, dsb): ~ parang (pisau); pabrik yg ~ barang-barang logam; (3) mencetak (batu bata dsb); membentuk: buruh pabrik itu sedang ~ ubin; (4) mendidik dan melatih: pemimpin Indonesia sedang ~ kader pembangunan
tempo hari [cak] (1) dahulu pd waktu itu; (2) baru-baru ini; belum lama ini: banjir bandang yg menimpa Kabupaten Solok -- hari mengakibatkan kerugian miliaran rupiah
undan un.dan , ber.un.dan-un.dan v berlama-lama (berhenti mengerjakan sesuatu dsb): ~ dl air, berlama-lama dl air ketika mandi [n] burung liar, berparuh spt senduk dan bertembolok; Pelicanus roseus
usil [Jk a] suka mengusik (mengganggu, memperolok-olok, mencampuri urusan orang lain, ambil pusing, dsb): Anda boleh menyumbang usul, tetapi usul yg tidak --; jangan -- atas urusan orang lain

Jika informasi mengenai "olok" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas