Arti kata/frase "olak" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/olak

Halaman ini menjelaskan kata atau frase olak menurut KBBI Edisi III

olak: [n] (1) gerak berputar (berpusing); (2) gelendong kayu yg berputar (pd alat tenun); (3) ombak kecil; (4) kembali; ulang: membayar -- , membayar kembali [Mk n] (1) hilir: sebelah -- , sebelah hilir , ber.o.lak a (1) tidak kuat lagi (tt badan dsb); (2) tidak manjur lagi (tt obat) , meng.o.lak v (1) melanting kembali; terpental lagi (krn tidak tembus dsb); (2) enggan atau tidak mau lagi (makan sesuatu)

Lebih lanjut mengenai olak

olak terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 307 kata terkait yakni sebagai berikut:

olak [n] (1) gerak berputar (berpusing); (2) gelendong kayu yg berputar (pd alat tenun); (3) ombak kecil; (4) kembali; ulang: membayar -- , membayar kembali [Mk n] (1) hilir: sebelah -- , sebelah hilir , ber.o.lak a (1) tidak kuat lagi (tt badan dsb); (2) tidak manjur lagi (tt obat) , meng.o.lak v (1) melanting kembali; terpental lagi (krn tidak tembus dsb); (2) enggan atau tidak mau lagi (makan sesuatu)
olakan olak.an [n] hasil berolak; gerakan berkisar (berpusing, berputar, berpusar); pusaran; kisaran
olak-alik [v] (1) selalu kembali; berulang-ulang; bolak-balik; (2) ki panjang lanjut (tt perkataan dsb); tidak tetap; berubah-ubah (tt pendirian dsb): orang yg -- itu tidak dapat dipegang perkataannya
olak air pusaran air
olak angin kisaran angin
olak-olak [n] itik laut; dendang laut; Sula leucogaster plotus
aliran bergolak alir.an bergolak [Fis] aliran yg kecepatan zat alirnya, di titik-titik yg tetap letaknya, bergejolak dng waktu secara hampir rambang atau acak; turbulen
berpangkal tolak ber.pang.kal to.lak [v] mempunyai pangkal tolak; berawal dr: pernyataan tt Pancasila sbg ideologi terbuka ~ pd pemahaman yg tepat tt ideologi nasional kita itu
bertolak-tolakan ber.to.lak-to.lak.an [v] saling menolak; dorong-mendorong; sorong-menyorong(kan)
colak co.lak, colak caling [ark a] tidak teratur; tidak keruan; colang-caling
curahan golakan cu.rah.an golakan [Hidm] curahan yg ditimbulkan oleh gerak golakan dl atmosfer
golak go.lak [v] ber.go.lak v (1) menggelegak; mendidih berbual-bual: rebuslah kentang dan telur itu ke dl air panas yg ~ selama lima menit; (2) bergelora keras; tidak tenang (tt keadaan politik dsb); terjadi kerusuhan (huru-hara dsb): daerah yg ~ di benua itu makin meluas; (3) rusuh hati (gelisah): hatinya ~ mendengar berita bahwa lamarannya ditolak
hak tolak hak wartawan untuk menolak memberitahukan sumber berita
kejolak ke.jo.lak [Lihat {gejolak}]
menggejolak meng.ge.jo.lak [v] menjadi bergejolak (menyala-nyala): semangat mudanya ~ setelah menonton film perjuangan itu
mengolak me.ngo.lak [v] memasak kolak
mengolak-alik meng.o.lak-a.lik [v] (1) ki memutarbalikkan: dia -- hasil pembicaraan kita kemarin; (2) membolak-balikkan: jangan -- keranjang sampah itu di sini; (3) mempermain-mainkan: dng mudah kucingku -- tikus kecil itu
mengolak-alikkan meng.o.lak-a.lik.kan [v] mengolak-alik
menjolak men.jo.lak [v] berjolak
penolak pe.no.lak [n] (1) alat untuk menolak; penangkal; penangkis; pencegah; (2) orang yg menolak
penolak bala pe.no.lak bala tolak bala
penolakan pe.no.lak.an [n] proses, cara, perbuatan menolak
tertolak ter.to.lak [v] (1) telah ditolak; (2) tidak sengaja ditolak; tersorong; terdorong
titik tolak titik pangkal; (2) ki pokok kesepakatan: kedua kubu belum mencapai -- tolak dl perundingan itu
tolak angsur saling menuruti (memberi); tolak raih
tolak bahara tolak bara
tolak peluru olahraga dng menolakkan peluru (alat yg bundar spt bola yg terbuat dr besi atau kuningan beratnya untuk putri 4 kg, untuk putra 71/4 kg)
tolak raih saling menuruti (memberi); tolak angsur
tolak sumpah hiasan kalung (dokoh); -- tarik saling menolak dan menarik: jauh sebelum muktamar berlangsung, terdengar -- tarik yg cukup keras antara kalangan intelektual dan birokrat
tolak-menolak to.lak-me.no.lak [v] bertolak-tolakan; saling menolak
tolakan to.lak.an [n] (1) desakan ke depan (ke samping); sorongan; dorongan; (2) sesuatu yg sudah ditolak; tampikan; (3) potongan (harga dsb)
adakah buaya menolak bangkai [pb] orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan
air tolak bala air untuk menjauhkan penyakit dsb
air tolak bara air balas; air penyeimbang beban
anak tolakan [Psi] anak yg tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dsb)
arus bolak-balik [El] arus listrik yg tegangan dan arahnya berganti-ganti secara berkala, msl seratus kaki per detik
arus olakan arus yg berputar (berpusing)
bango tolak ba.ngo to.lak [n ] motif kain batik yg berupa kombinasi dua warna, yaitu hitam dan putih, warna hitam di sebelah luar memberi batas pd warna putih sebelah dalam
berbolak-balik ber.bo.lak-ba.lik [v] berbalik-balik
bergejolak ber.ge.jo.lak [v] (1) meluap-luap (tt air); (2) berkobar; menyala-nyala (tt jiwa, perasaan, hawa nafsu)
bergolak-golak ber.go.lak-go.lak [v] bergelora keras: arus yg ~ itu telah menghanyutkan perahu-perahu nelayan
berolak ber.o.lak [v] berputar; berpusing; berkisar: bumi -- pd porosnya
bertolak ber.to.lak [v] (1) berangkat berlayar: kapal pesiar itu ~ dr Pelabuhan Tanjung Priok; (2) berangkat; pergi meninggalkan (menghindar dr): dia telah ~ menuju Jakarta; (3) berpangkal: ~ dr keyakinan itu, saya berusaha belajar lagi
bertolak angsur ber.to.lak angsur berkompromi
bertolak belakang ber.to.lak belakang berpisah saling membelakangi (msl seorang ke barat, seorang lagi ke timur); (2) ki sangat berbeda (tt pendapat, kebiasaan, keinginan, sifat, dsb)
bertolak pinggang ber.to.lak pinggang menaruh kedua belah tangan pd pinggang; kedua tangan bertumpu pd pinggang; bercekak pinggang
bertolak punggung ber.to.lak punggung berangkat
bertolak-tolak ber.to.lak-to.lak [v] saling menyorongkan (melepaskan) tanggung jawab dsb
bolak bo.lak [kl a] salah; keliru; tidak kena: tak -- lagi; jawabnya -- belaka
bolak-balik bo.lak-ba.lik [v] berulang-aling pergi dan pulang; berulang kali bergerak dr satu arah ke arah lain; (2) a berkenaan dng kedua sisi kertas dsb: KTP itu difotokopi -- agar menghemat kertas; (3) v berputar balik (tt perkataan): katakan terus terang jangan --
dolak-dalik do.lak-da.lik [a] selalu berubah-ubah; selalu berpindah-pindah; tidak tetap; tidak teguh pendiriannya
fiolaks fi.o.laks [n Kim] kaca bebas alkali yg tahan thd perubahan suhu
gejolak ge.jo.lak [n] (1) luapan (bualan) air spt pd waktu mendidih; (2) nyala api yg berkobar-kobar; (3) ki gerakan (pemberontakan dsb); huru-hara
gejolak jiwa [ki] gerak jiwa
gejolak matahari peningkatan intensitas, pemancaran proton, elektron, dan pancaran lain secara mendadak di dekat daerah noda matahari
golak-galik go.lak-ga.lik [v] berbalik-balik; berjungkir balik; berputar balik
golakan go.lak.an [n] gerakan memusar; pusaran
isi tolak [Lay] berat benaman
jolak jo.lak [] ber.jo.lak v menyala berkobar-kobar (tt api): api ~
jolakan jo.lak.an [n] kobaran api (yg sedang menyala)
kolak ko.lak [n] makanan yg dibuat dr pisang, ubi, dsb yg direbus dng gula dan santan [n] sepotong kayu yg bengkok dan bulat pd ujungnya, dipakai untuk menggiling lada atau rempah-rempah pd cobek [ark n] takaran beras sebanyak empat gantang atau dua puluh kati (= ? 125 ons = ? 12,5 kg)
kunci tolak anak kunci yg cocok dng berbagai-bagai kunci
lolak lo.lak [n] tiram laut, Trochus niloticus
malang tak boleh ditolak [pb] nasib buruk tidak dapat dicari-cari
mayang menolak seludang [pb] melupakan orang yg telah memelihara sejak kecil
membolak-balikkan mem.bo.lak-ba.lik.kan [v] (1) membalik-balikkan: kita tidak boleh -- urutan kata dl kalimat itu; (2) memutarbalikkan (perkataan dsb): akhirnya yg bengkok tetap bengkok juga meskipun dia berusaha -- masalahnya;
menggolak-galikkan meng.go.lak-ga.lik.kan [v] membalik-balikkan; memutarbalikkan: berpuluh-puluh ekor singa laut ~ badannya di atas pasir putih
mengidolakan meng.i.do.la.kan [v] menjadikan sesuatu sbg idola: ia mengaku sudah ~ sang kakak sejak masih kecil
menolak me.no.lak [v] (1) mendorong; menyorongkan; mendesak ke depan (ke samping): ia ~ temannya sehingga jatuh terjungkal; (2) mencegah (bahaya dsb); menangkal (penyakit dsb); mengelakkan atau menangkis (serangan dsb): ~ hujan; ~ penyakit cacar; ~ serangan musuh; (3) tidak menerima (memberi, meluluskan, mengabulkan); menampik: dia tidak pernah ~ permintaan anak kesayangannya; (4) tidak membenarkan (pendapat): guru itu ~ protes yg diajukan oleh muridnya; (5) mengusir; menghalau: akhirnya negara itu berhasil ~ penjajah; (6) mengurangi; memotong: tokoh itu ~ harga barang sebesar 10% selama bulan ini
menolakkan me.no.lak.kan [v] (1) mendesak (mendorong) ke depan; menyorongkan; mendorongkan; (2) menyodorkan (pekerjaan dsb) kpd; (3) menimpakan (kesalahan dsb) kpd: diharapkan para anggota tidak ~ kesalahan kpd pengurus; (4) mengusir; menghalau: akhirnya bangsa kita berhasil ~ penjajah
pangkal tolak pang.kal to.lak [n] sesuatu yg menjadi dasar (berpikir, bertindak, dsb)
pergolakan per.go.lak.an [n] keadaan tidak tenang; kekeruhan dl lapangan politik; huru-hara dsb; perjuangan hidup: pd tahun itu terjadi ~ besar-besaran antara pengikut kaisar melawan kaum bangsawan; waktu ~ merebut kemerdekaan, ia ikut berjuang sbg tentara pelajar
perolakan per.o.lak.an [n] perputaran; perkisaran (air, angin, dsb)
seludang menolakkan mayang [pb] memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dsb)
solak so.lak [ark a] suka; menyukai: tuan tidak -- , saya tak sudi
tengkolak teng.ko.lak [Lihat {tengkulak}]
tiada raja menolak sembah [pb] tidak ada orang yg tidak suka dihormati
tolak to.lak [v] sorong; dorong
tolak bala penangkal bencana (bahaya, penyakit, dsb) dng mantra (kenduri dsb)
tolak balik pergi pulang
tolak bara [Lay] pemberat yg terdiri atas cairan yg dimuat di kapal, ditempatkan di bagian dasar kapal dan bagian lain untuk tujuan stabilitas kapal dan balas atau rem kapal
tolak senjata uang dsb yg diberikan penduduk kpd musuh (supaya tidak diserang dsb)
tolak tangga berayun kaki [pb] membuang kehidupan yg sudah enak
uang tolak uang yg diberikan untuk melancarkan penyelesaian suatu urusan; uang sogok
adaptor adap.tor [n] (1) alat untuk menghubungkan dua bagian benda, msl yg berbeda diameternya; (2) alat listrik yg memungkinkan sesuatu dapat dipakai untuk tujuan tertentu yg berbeda dr tujuan yg dirancang semula, msl alat yg mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah untuk pemanfaatan listrik tertentu; (3) Fis (a) alat yg dapat menyesuaikan jenis dan besar tegangan listrik untuk suatu alat lain; (b) alat berbentuk tabung yg menyempit pd salah satu ujungnya dan dibengkokkan; (c) alat atau peranti yg dipasang pd kamera sehingga kamera itu dapat dipakai untuk keperluan lain
admitans ad.mi.tans [n Fis] ukuran kemudahan arus bolak-balik (rangga) untuk mengalir dl suatu untai listrik (kebalikan dr impedans, biasanya dilambangkan dng huruf y)
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
air bakat air yg berolak (berkisar)
air balas [Lay] air laut atau air tawar yg diisikan ke kapal untuk tujuan keseimbangan kapal; air tolak bara
akulturasi akul.tu.ra.si [n] (1) percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi: candi-candi yg ada sekarang merupakan bukti adanya -- antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India; (2) Antr proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; (3) Ling proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme
alasan alas.an [n] (1) dasar; asas; hakikat: rasa kebangsaan adalah ~ yg kuat untuk menegakkan negara; (2) dasar bukti (keterangan) yg dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dsb): tidak ada ~ yg kuat untuk menolak usul itu; (3) yg menjadi pendorong (untuk berbuat): apa ~ nya sehingga dia berbuat demikian; (4) yg membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa
alternator al.ter.na.tor [n] (1) generator elektris yg digunakan untuk menghasilkan arus bolak-balik; dinamo: sarana penerangan daerah itu menggunakan alat diesel yg berjenis --; (2) Fis peranti mekanis, elektris, atau elektromekanis yg memasok arus bolak-balik (rangga)
ancang intrinsik [Sas] pendekatan thd karya sastra yg bertolak dr unsur-unsur dl karya sastra itu sendiri, yg objek kajiannya semata-mata unsur dl karya sastra itu
ancang-ancang an.cang-an.cang [n] (1) persiapan hendak berbuat sesuatu; langkah akan melompat dsb; anju; (2) Olr gerakan permulaan untuk mendapat kecepatan pd waktu akan melakukan suatu bentuk gerakan (lompat jauh, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, menendang bola, dsb)
antipati an.ti.pa.ti [n] (1) Pol penolakan atau perasaan tidak suka yg kuat; (2) perasaan menentang objek tertentu yg bersifat persona dan abstrak
antroposentris an.tro.po.sen.tris [a] berpusat kpd manusia: humanisme Barat menolak dewa, memutuskan hubungan dng surga, lalu menjadi makhluk --
apkir ap.kir [v cak] ditolak; ditampik; tidak dapat dipakai
argumen ar.gu.men [n] (1) alasan yg dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan; (2) Ling nomina atau frasa nominal yg bersama-sama predikator membentuk proposisi
argumentasi ar.gu.men.ta.si [n] alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan
bah [n] air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir [p] (1) kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; (2) Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !
bais ba.is [n Tas] tenaga pendorong dl hati manusia yg diperlukan untuk mendapatkan manfaat dan menolak kemudaratan
bala ba.la [n] pasukan; prajurit [n] malapetaka; kemalangan; cobaan: kena --; mendapat --; menolak --
balas ba.las [v] (1) jawaban; reaksi; (2) ganjaran; hukuman [n] (1) tolak bahara; pengimbang kapal; pemberat; (2) ki beban yg tidak berguna, tetapi sangat memberatkan
bantar ban.tar [ark v] mem.ban.tar v menolak (mencegah) penyakit dsb
bencana ben.ca.na [n] (1) sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan -- bagi negara dan bangsa; dl -- , dl bahaya; dl kecelakaan; (2) ark gangguan; godaan: mereka mengadakan selamatan untuk menolak -- roh jahat
bentuk ben.tuk [n] (1) lengkung; lentur: -- taji; -- kuku; -- busur; (2) bangun; gambaran: benarkah setan itu -- nya spt manusia?; (3) rupa; wujud: -- rumah adat Palembang hampir sama dng rumah adat di Jawa Tengah; (4) sistem; susunan (pemerintahan, perserikatan, dsb): -- pemerintahan negara itu adalah republik; (5) wujud yg ditampilkan (tampak): menolak penjajahan dl segala -- nya; (6) acuan atau susunan kalimat: -- tunggal; -- (kalimat) pasif; (7) kata penggolong bagi benda yg berkeluk (cincin, gelang, dsb): ia membeli dua -- cincin emas
berargumen ber.ar.gu.men [v] berdebat dng saling mempertahankan atau menolak alasan masing-masing
berargumentasi ber.ar.gu.men.ta.si [v] memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat: sistem dan tradisi mahkamah peradilan kita hendaknya banyak memberikan kesempatan ~
berbasiskan ber.ba.sis.kan [v] menjadikan sesuatu sbg basis: selain partai -- Islam, banyak pula partai lain yg menolak usul yg berbau SARA itu
berbelakang-belakangan ber.be.la.kang-be.la.kang.an [v] saling membelakangi; saling menghadapi ke arah yg berlawanan: letak rumah mereka -; mereka duduk -, bertolak belakang
bercacar ber.ca.car [v] (1) bersuntik cacar (untuk menolak penyakit cacar): ibu-ibu membawa bayinya ~ di balai pengobatan; (2) (sudah) disuntik cacar: agar tidak sakit, kita harus ~ v berlari-lari saja (tt kuda yg masih liar): kuda itu ~ , tidak mau diam
bercekak pinggang ber.ce.kak pinggang berdiri dng kedua tangan dicekakkan pd pinggang; bertolak pinggang
bergelora ber.ge.lo.ra [v] bergolak hebat; bergejolak hebat (tt perasaan)
berjompakan ber.jom.pak.an [v] (1) berloncat-loncat dng kaki depan terangkat ke atas; (2) ki bergolak spt air dikarau baling-baling kapal
berlawanan ber.la.wan.an [v] (1) menjadi lawan (dr); bertentangan; bermusuhan: kami tidak pernah cocok, sehingga selalu ~ pendapat; (2) saling menjadi lawan; (saling) bertolak belakang; (saling) berbalikan (arah, arti): kedua mobil yg bertubrukan itu datang dr arah yg ~
berpair-pair ber.pa.ir-pa.ir [v] berlayar bolak-balik (untuk meronda dsb)
berpusar ber.pu.sar [v] berkisar; berputar (tt olakan air, kisaran angin, dsb); air ~ pd bagian sungai yg dalam
bersegera ber.se.ge.ra [v] lekas-lekas; bergegas: mereka -- menyiapkan perlengkapannya, lalu bertolak
bersoal ber.so.al [v] (1) bertanya; memajukan soal: -- jawab; (2) mempunyai soal; (3) ki beralasan (mengajukan alasan untuk menolak dsb): kalau tidak mau, katakan saja tidak mau, jangan -- juga
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
boikot boi.kot [v] , mem.boi.kot v bersekongkol menolak untuk bekerja sama (berurusan dagang, berbicara, ikut serta, dsb): wakil partai itu tetap akan -- pembicaraan undang-undang itu dl parlemen; sudah tiga bulan mereka -ku
bulat bu.lat [a] (1) berbentuk sbg bola: bumi ini -- bentuknya; (2) berbentuk lingkaran; bundar (tanpa bersudut): meja -- yg besar itu cocok untuk meja makan; (3) tidak terpecah; utuh: bilangan --; (4) tanpa kecuali: usul itu diterima rapat dng suara --; (5) seia sekata; sepenuhnya: rapat secara -- menolak usul itu
camil ca.mil , ca.mil.an n makanan kecil (kue, kolak, dsb); makanan yg dimakan di antara dua waktu makan; kudapan: untuk ~ disediakan buah segar, kacang- kacangan, dsb
colang-caling co.lang-ca.ling [ark a] colak-caling
curahan konvektif cu.rah.an konvektif [Met] hujan atau curahan dr golakan awan di dl atmosfer
dadaisme da.da.is.me [n Sen] aliran seni lukis dan sastra (muncul sekitar tahun l913 di Swiss) yg menolak segala aliran seni yg telah ada serta menanggalkan nilai tradisional dan memperjuangkan dikembalikannya seni kpd bentuknya yg paling primitif
daerah da.e.rah [n] (1) bagian permukaan bumi dl kaitannya dng keadaan alam dsb yg khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dsb); (2) lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dsb); (3) selingkungan tempat yg dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dsb); (4) tempat sekeliling atau yg termasuk dl lingkungan suatu kota (wilayah dsb): -- Jakarta dan sekitarnya; (5) tempat dl satu lingkungan yg sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dsb): -- tropis; -- penghasil kopra; (6) tempat yg terkena peristiwa yg sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dsb); (7) bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dsb); -- aliran sungai daerah sekitar sungai, yg melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yg merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yg jatuh di atasnya mengalir ke dl sungai: -- aliran sungai yg gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan
dasalomba da.sa.lom.ba [n] perlombaan pd cabang olahraga atletik yg terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yg dilakukan oleh seorang atau setiap atlet
desak de.sak [v] ber.de.sak v penuh berjejal-jejalan; tolak-menolak (krn kurang tempat dsb): anak-anak duduk ~ dl kelas yg sempit [n] tiruan bunyi kertas diremas-remas dsb
desakan de.sak.an [n] (1) dorongan (tolakan) yg keras: anak itu jatuh dr bus krn ~ para penumpang yg berebut hendak turun; (2) tekanan yg keras: ~ udara akibat ledakan bom itu memecahkan kaca-kaca pintu dan jendela; (3) permintaan (anjuran dsb) yg menekan keras: atas ~ masyarakat sekitarnya, persabungan itu akan segera ditutup
dimuntahkan di.mun.tah.kan [v] dikeluarkan apa-apa yg sudah masuk ke dl perut; manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas -, pb segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak
dorong do.rong [v] men.do.rong v (1) menolak dr bagian belakang atau bagian depan; menyorong: mereka beramai-ramai ~ mobil yg mogok; (2) menganjur (ke depan); bergerak dng kuat ke arah depan: seseorang di antara para demonstran itu ~ ke depan khalayak; (3) ki mendesak atau memaksa supaya berbuat sesuatu: kejadian ini ~ kami agar segera bertindak
dorongan do.rong.an [n] (1) tolakan; sorongan: ~ lawannya yg keras itu menyebabkan ia terhuyung-huyung; (2) desakan; anjuran yg keras: krn ~ ibunya, akhirnya ia mau juga mengawini gadis itu; (3) Fis kakas (gaya) yg merupakan reaksi terhadap semburan gas dr roket atau pesawat pancar gas
efek kulit kecenderungan arus bolak-balik untuk mengalir dekat permukaan penghantar, terutama pd frekuensi tinggi, sehingga menghasilkan efek kenaikan hambatan
eksepsi ek.sep.si [n] (1) pengecualian; (2) Huk tangkisan atau pembelaan yg tidak menyinggung isi surat tuduhan (gugatan), tetapi berisi permohonan agar pengadilan menolak perkara yg diajukan oleh penggugat krn tidak memenuhi persyaratan hukum: dl perkara itu pembela mengajukan -- kpd jaksa krn terdakwa menderita penyakit jiwa
filter fil.ter [n] (1) alat untuk menyaring; penyaring; penapis: -- pd ujung rokok itu dimaksudkan untuk menyaring nikotin; -- dipasangkan pd ujung pipa untuk menjaring lumpur; (2) Fis alat untuk meloloskan cahaya dr frekuensi atau selang frekuensi tertentu; (3) rangkaian listrik yg dapat meloloskan listrik arus rongga (bolak-balik) dr frekuensi atau selang frekuensi tertentu; tapis
galah ga.lah [n] (1) tongkat yg panjang (dr bambu atau kayu dsb untuk menjolok buah-buahan, menolak perahu, menjemur pakaian, dsb); (2) tombak (untuk memburu babi hutan dsb)
gaya magnet [Tek] besarnya gaya untuk menarik atau menolak besi dr suatu magnet
geleng kepala gerak kepala ke kiri dan ke kanan sbg tanda menolak (tidak setuju, tidak tahu, tidak mau)
gelojak ge.lo.jak [Lihat {gejolak}]
gelora ge.lo.ra [n] (1) gerakan gelombang yg hebat spt dikarau; banjir besar: perahu kami pecah dipontang-pantingkan --; (2) hujan dan badai: pd musim -- pelayaran sangat berbahaya; (3) ki perasaan yg seakan-akan bergolak hebat: tenanglah jangan kauturutkan -- hatimu; (4) ki gejolak: tidak seorang pun yg dapat menentang -- semangat pemuda memberantas pemberontakan itu
gerak jiwa gejolak jiwa
golongan putih go.long.an putih [Pol] (1) warga negara yg menolak memberikan suara dl pemilihan umum sbg tanda protes; (2) golongan muslim: ~ putih berhasil menghalau golongan merah dl konflik itu
guling gu.ling [n] bantal yg bentuknya bulat panjang [v] ber.gu.ling v bergulung (berputar) berbolak-balik: rumah ini roboh tertimpa batu besar yg ~ dr lereng gunung [n] masakan (berupa kambing dsb) yg dipanggang sepenuhnya [n Fis] gerak benda pd suatu permukaan secara translasi dan rotasi sekaligus
hak memilih hak untuk memberi suara dl pemilihan umum; (2) hak untuk memberi suara dl masalah politik, khususnya hak atau kekuasaan untuk berperan serta dl memilih atau menolak rencana undang-undang
hak veto hak yg dimiliki seseorang atau badan tertentu untuk menolak suatu keputusan
hilir mudik ke sana kemari; bolak-balik; mondar-mandir
hukum Coulomb [Fis] hukum yg menyatakan bahwa gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik berbanding lurus dng muatannya dan berbanding terbalik dng kuadrat jarak antara muatan serta bergantung pd medium muatan itu
induksi in.duk.si [n] (1) metode pemikiran yg bertolak dr kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yg umum; penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yg khusus untuk diperlakukan secara umum; penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah khusus; (2) proses pembangkitan tenaga listrik (elektrik) di dl sirkulasi tertutup oleh arus (gerak) magnetik melalui gerak putar
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
jeluk penetrasi [Fis] ketebalan lapisan yg dipanaskan pd sebuah penghantar akibat imbasan arus bolak balik padanya dan diukur dr permukaan penghantar itu
julang ju.lang , men.ju.lang v (1) tampak menyembul tinggi; membubung tinggi (tt api dsb): ombak ~ di permukaan laut; api berjolak ~ ke angkasa; (2) membawa (mendukung) anak dsb di atas bahu; (3) ki menjunjung tinggi; menghormati: rakyat ~ pemimpinnya yg jujur dan penuh pengabdian itu [v] , -- hulu ukuran tekanan fluida yg dinyatakan dng tingginya kolam air
kayu angin tumbuhan yg menempel pd kulit pohon spt halnya benalu, bentuknya mirip benang berwarna hijau kelabu dan dapat mencapai tinggi 30 cm, posisinya menjuntai, berkhasiat untuk obat batuk dan menolak angin, (umumnya terdapat di daerah berhawa dingin atau di pegunungan); Usnea misaminensis
keberlarut-larutan ke.ber.la.rut-la.rut.an [n] perihal berlarut-larut: karya tari yg ditampilkan itu menolak ~ yg menandai susunan klasik dr tari Jawa
kecak pinggang ke.cak ping.gang , ber.ke.cak ping.gang v menumpukan tangan di pinggang; bercekak pinggang; bertolak pinggang
kedok gas penutup muka untuk menolak gas beracun
kelugasan ke.lu.gas.an [n] (1) hal mengenai yg pokok (yg penting, yg perlu): pembicaraan dilakukan dng bertolak dr asas kehematan, ~ , dan keefisienan; (2) kesederhanaan; keluguan; kepolosan: ~ dl sikap dan dl berpakaian merupakan daya tarik tersendiri; (3) perihal tidak berbelit-belit (tt bahasa, kalimat): ~ setiap kalimat yg diutarakannya memudahkan pemahaman bagi yg mendengarkannya; (4) tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan
kesaktian ke.sak.ti.an [n] (1) kepandaian (kemampuan) berbuat sesuatu yg bersifat gaib (melampaui kodrat alam): -- itu diperolehnya dng jalan bertapa di puncak gunung; (2) kekuasaan gaib: krn -- yg dimilikinya, ia pun dapat menolak setiap guna-guna yg ditujukan kpd dirinya
kitar ki.tar [v] ber.ki.tar v berpusing (yg berpusat pd sumbu); berputar mengelilingi; berkisar; beredar [Mk v] me.ngi.tar.kan v menolakkan atau mendesakkan ke sisi (dng lengan dsb): ia ~ orang yg ingin menghadangnya [n] bilangan yg menunjukkan jumlah kegiatan yg dapat dilakukan oleh suatu sarana angkutan dari satu titik mula per satuan waktu
kocak ko.cak [n] gerak bolak-balik (kanan-kiri) yg cepat (tt benda cair); guncang [a] lucu; jenaka: dialah seorang pelawak yg sangat -- [a] gagah; bagus sekali; serba baik: berjalan dng -- nya [a] sombong; congkak: makin menjadi-jadi -- nya
kolang-kaling ko.lang-ka.ling [n] buah enau (yg sudah dikupas), bentuknya kecil agak bulat, berwarna putih bening, untuk bahan campuran kolak, es campur, dsb [v] (1) pulang pergi; ulang alik; (2) (bergerak) naik turun
komersialisasi ko.mer.si.a.li.sa.si [n] perbuatan menjadikan sesuatu sbg barang dagangan: seminar menolak setiap bentuk -- dr setiap misi kesenian ke luar negeri
konsinyasi kon.si.nya.si [n] (1) larangan bagi tentara untuk meninggalkan kesatrian (dl keadaan siaga); (2) larangan meninggalkan tempat kerja krn harus siap bertugas sewaktu-waktu atau harus menyelesaikan tugas yg mendesak; (3) berkumpulnya sejumlah petugas di suatu tempat untuk menggarap pekerjaan secara intensif serta tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja selama kegiatan berlangsung; (4) Huk penitipan uang kpd pengadilan (msl apabila penagih utang menolak menerima pembayaran); (5) Dag penitipan barang dagangan kpd agen atau orang untuk dijualkan dng pembayaran kemudian; jual titip
konstruktivisme kon.struk.ti.vis.me [n] aliran pementasan drama yg menolak pemakaian latar lukisan dan bentuk dekorasi realistik agar diganti dng konstruksi lain, spt tangga dsb
lais la.is [v] me.la.is v menolak (air dng dayung dsb) [n] ikan sungai berwarna kuning keemas-emasan, bagian kepala dan dada berbintik hitam kecil, kepala dan perut agak pipih, tubuh memanjang, bersisik halus, dan tidak bersirip punggung, makanannya plankton, ganggang, dan hewan air; Cyptopterus cryptopterus dan Ceratoglanis scleronema [n] bengkuang, Pacchyrhirus erosus
laku dramatis [Sas] laku yg sesuai dng kehendak perwatakan dan didasarkan pd pergolakan yg terjadi dl jiwa pelaku
lalu lintas la.lu lin.tas [v] (berjalan) bolak-balik; hilir mudik: banyak kendaraan -- di jalan raya; (2) n perihal perjalanan di jalan dsb: pedagang-pedagang di tepi jalan sangat mengganggu --; (3) n perhubungan antara sebuah tempat dng tempat yang lain (dng jalan pelayaran, kereta api, dsb): -- di Kalimantan banyak dilakukan melalui sungai
lamaran la.mar.an [n] (1) pinangan; permintaan untuk meminang: ia bersedih krn ~ nya ditolak; (2) permintaan pekerjaan: ia sudah mengajukan ~ untuk menjadi calon pegawai negeri
langsir lang.sir [v] me.lang.sir v (1) mengatur sambil menggandeng-gandengkan gerbong kereta api; (2) cak berjalan mondar-mandir (bolak-balik) [ark n] serdadu (pasukan) bertombak [Mk a] kurus
layas la.yas [v] me.la.yas v menolak; mengabaikan [ark n] bilah (kayu) tempat memasang atap
lemak manis jangan ditelan [pb] suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya
lempar peluru tolak peluru; -- tangan ki menyerahkan tanggung jawab kpd orang lain sehingga yg bersangkutan seolah-olah bebas dr tanggung jawab: insiden yg telah mencuat menjadi isu nasional itu, kini menimbulkan kesan adanya saling -- tangan di antara para pejabat pemerintah
lidah tergalang lidah ter.ga.lang [ki] tidak dapat berkata-kata lagi (tidak dapat menolak permintaan dsb)
lompat jauh [Olr] melompat ke depan dng bertolak pd satu kaki untuk mencapai suatu kejauhan yg dapat dijangkau, jarak loncatan diukur mulai dr titik tumpuan loncatan sampai dng jejak pertama di kotak pasir sesudah melompat; (2) ki naik (pangkat dsb) tidak secara berurutan, melampaui beberapa tingkatan
loncat tinggi meloncat ke atas dng bertolak pd satu kaki untuk mencapai ketinggian tertentu
manjur man.jur [a] (1) dapat menyembuhkan (tt obat dsb); mustajab; mujarab: obat ini -- sekali, sekali minum terus sembuh; (2) benar-benar besar dayanya (tt doa, mantra, dsb); sakti: mantranya untuk menolak hujan sangat --; (3) benar-benar dapat lekas mematikan (tt bisa, racun, dsb): ular yg sangat -- bisanya
manumpak ma.num.pak [n] upacara adat pd pesta perkawinan masyarakat Simalungun, para undangan datang dng membawa sumbangan secara sukarela, biasanya nasi dng hidangan daging yg dibentuk sehingga mirip hewan (babi, ayam) hidup, disuguhkan kpd kedua mempelai yg tidak boleh menolaknya
mardud mar.dud [Isl v] (1) ditolak krn diragukan kebenarannya (tt hadis); (2) ditolak krn kemusyrikan (tt iman)
matakao ma.ta.kao [n] gambar binatang yg digantungkan dan diletakkan di tengah-tengah tanaman tertentu sbg penolak secara gaib thd hewan yg sebenarnya (kebiasaan di Pulau Mentawai)
mati raga memperteguh hati dng menolak segala macam kesenangan diri; menahan hawa nafsu
membeli siaga mem.be.li siaga [Ek] pembeli saham yg baru masuk ketika pemegang yg lama menolak memanfaatkan hak belinya
memperkitarkan mem.per.ki.tar.kan [v] menolakkan atau mendesakkan ke sisi; mengitarkan
memunggungkan me.mung.gung.kan [v ki] menolak suatu kehadiran: ia ~ diriku di sidang itu
memungkiri me.mung.kiri [v] (1) mengingkari; tidak membenarkan: kita tidak -- bahwa perjuangan memerlukan pengorbanan; (2) tidak mau mengakui; menolak (tuduhan); tidak menepati (janji): -- janji
memveto mem.ve.to [v] menggunakan hak veto thd; membatalkan (menolak) keputusan: Amerika Serikat -- resolusi PBB untuk pencabutan embargo thd Irak
menadbirkan me.nad.bir.kan [v] (1) mengurus dan mengatur; memerintah; mengelolakan: ia ~ negeri itu selama dua puluh tahun; (2) memutuskan: manusia mengikhtiarkan, Allah ~
menafikan me.na.fi.kan [v] menolak; menampik; mengingkari; menyangkal: kita harus menolak atau ~ iktikad yg meragukan
menangkuptelentangkan me.nang.kup.te.len.tang.kan [v] (1) membolak-balikkan; (2) ki mempertimbangkan (menelaah dsb) secara masak-masak
mendegil men.de.gil [v] menolak nasihat orang
menentang me.nen.tang [v] (1) memandang; menatap: pd saat itu tiada seorang pun dr bawahannya yg berani ~ muka atasannya yg sedang marah; (2) mengarahkan pandangan kpd: berbaring di balai-balai sambil ~ langit-langit; (3) menuju; mengarah: berlayar ~ pulau; (4) menyongsong: berlayar ~ ombak (angin); (5) melawan; memerangi: tidak boleh ~ orang tua; (6) menolak (perintah, pendapat, usul, dsb); menampik; membangkang; menyanggah: banyak anggota yg ~ usul mosi itu; (7) menyalahi (aturan dsb): kita tidak boleh ~ aturan permainan yg telah ditentukan pemerintah; (8) menempuh (bahaya, bencana, dsb): demi kemerdekaan, rakyat Indonesia berani ~ maut
mengapkir meng.ap.kir [v] menolak; menampik
mengarangkan meng.a.rang.kan [v] menjadikan arang: pekerja membolak-balik bara tempurung sebelum ~ nya
mengarau me.nga.rau [v] mengaduk supaya bercampur: ia sedang ~ kolak
mengemohi meng.e.mohi [v] menolak: kita sudah ~ eksistensi PKI di Indonesia
menggalahkan meng.ga.lah.kan [v] menolak (menjalankan) perahu dng galah: ~ perahu
menggeleng meng.ge.leng [v] (1) menggoyangkan kepala ke kiri kanan; (2) ki menolak: ditawari makanan apa pun, ia tetap ~
mengharamkan meng.ha.ram.kan [v] (1) menyatakan atau menganggap haram; melarang: Islam ~ perkawinan antara saudara kandung; (2) mencegah; menolak: rakyat ~ pemerintahan diktator; (3) berteguh hati untuk tidak melakukannya
mengimbang meng.im.bang [v] menolak ( tt permintaan): sukar ~ per-mintaan tetangga yg sudah spt saudara sendiri
menguakkan me.ngu.ak.kan [v] (1) membuka dng menolakkan (menarik) ke kiri ke kanan: ~ kedua daun pintu itu; (2) menembus dng menolakkan ke kiri dan ke kanan (tt kerumunan orang atau barisan); (3) menyibakkan (tt kerimbunan semak dan lalang): ia ~ lalang yg merintangi jalan yg akan dilaluinya; (4) merobohkan: ~ pagar
menjilat muntah sendiri [ki] apa yg telah ditolak atau dicatat, (terpaksa) diterima lagi
mentah-mentah men.tah-men.tah [adv] (1) tidak dng dimasak (diolah): sayuran itu dimakannya -- dng sambal; (2) begitu saja; tidak dng syarat apa-apa; sama sekali: usulnya ditolak -
menumpukan me.num.pu.kan [v] (1) menekan (telapak kaki) pd; menjejakkan: ia ~ kakinya di batu; (2) menolak(kan): ayah ~ permintaan; (3) mendasarkan pd: ia ~ pendapat-pendapatnya pd hasil-hasil penyelidikan; (4) ki menyokong; menunjang: ia memperkuat barisan belakang untuk ~ barisan depan; (5) ki memusatkan atau mengerahkan (minat, tenaga, dsb) pd: ia ~ segenap usahanya pd usaha pembangunan; (6) ki meninggalkan: ~ tanah tumpah darahnya
menyangkal me.nyang.kal [v] (1) mengingkari; tidak mengakui; tidak membenarkan: ia telah -- segala tuduhan; (2) membantah; melawan; menentang; menyanggah: sekarang ada murid yg berani -- perintah gurunya; (3) menolak: ia -- permintaan atasannya untuk memegang jabatan yg tidak sesuai dng pendidikannya
menyerang hari me.nye.rang hari [Mk] menolak hujan; menangkal
menyertifikatkan me.nyer.ti.fi.kat.kan [v] mencatatkan (tanah, sawah, dsb) dl bentuk sertifikat; membuat sertifikat untuk: ketika pendatang berbondong-bondong -- tanahnya, lurah menolaknya
menyiah me.nyi.ah [v] mengelakkan (menggeserkan, menolakkan) ke sisi: -- kelambu; -- rambut
menyinggung me.nying.gung [v] (1) menyodok (mendesak, menolak, dsb) dng siku: petinju itu -- perut lawannya hingga jatuh; (2) menyentuh; menjamah; menyenggol: beliaulah yg -- gelas itu hingga pecah; (3) mengenai (sedikit); membicarakan (sedikit): bab pendahuluan telah -- soal itu; (4) melanggar (kehormatan, kekuasaan, dsb): tulisannya dianggap -- kehormatan Bapak Gubernur; (5) ki menyakiti (melukai) hati (perasaan): kata-katanya -- perasaan
menyorong me.nyo.rong [v] (1) menolak(kan) ke muka; mendorong (mendesak) maju: -- mobil mogok; (2) menyogok; memberi suap: tidak ada sedikit juga ingatan hendak -- pegawai pabean itu; (3) menganjurkan (mengajak, mengusulkan); mengunjukkan (memberikan): negara yg kalah itu -- damai; (4) menyodorkan: orang selalu -- kegiatannya kepadanya, padahal bukan timbul dr hatinya; (5) cak menyetubuhi
minta min.ta v (1) berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon: anak itu merengek-rengek -- dibelikan mainan; (2) mempersilakan: panitia -- para pengunjung mengisi daftar tamu; (3) cak beli: dia -- dua porsi nasi rames; (4) meminang; melamar: sudah banyak pemuda yg -- gadis itu, tetapi ia selalu menolaknya; (5) memerlukan: kenakalan remaja akhir-akhir ini -- perhatian kita semua; (6) membawa; menimbulkan: bencana tanah longsor itu ternyata -- banyak korban jiwa
mohon mo.hon [v] (1) minta dng hormat; berharap supaya mendapat sesuatu: ia -- agar permintaannya dikabulkan; (2) ampunlah (untuk menyatakan maksud menolak atau mengingkari, jadi berarti tidak mau): -- , hamba membunuh saudara hamba
muat listrik muatan yg tolak-menolak; muatan yg tidak tarik-menarik dng gaya yg besarnya ditentukan dng hukum Coulomb
mufakat mu.fa.kat [a] setuju; seia sekata; sepakat: semuanya sudah -- , tidak seorang pun yg menolak usul itu; (2) n persetujuan; kata sepakat: telah tercapai -- antara kedua belah pihak; kebulatan -- , persetujuan bulat
multivalensi mul.ti.va.len.si [n] sisi banyak: -- dl tiap nilai budaya memungkinkan suatu nilai diterima, diabaikan, atau ditolak
mungkir mung.kir [v] (1) tidak mengaku(i); tidak mengiakan: ia tetap -- atas tuduhan yg ditimpakan kepadanya; (2) tidak setia; tidak menepati (janji); menolak; menyangkal: -- akan janjinya
nafi na.fi [n] penolakan; penampikan; pengingkaran; (2) a sifat negatif; (3) v tidak mau; tidak menurut
nasionalistis na.si.o.na.lis.tis [a] selalu bertolak dr pemikiran yg bersifat nasional; bersifat nasional: pendidikan yg --
nativisme na.ti.vis.me [n] sikap atau paham suatu negara atau masyarakat thd kebudayaan sendiri berupa gerakan yg menolak pengaruh, gagasan, atau kaum pendatang
nativistik na.ti.vis.tik [a] bersifat menghidupkan kembali kebudayaan murni masyarakat untuk menolak serbuan kebudayaan asing
negativisme ne.ga.ti.vis.me [n] (1) sikap batin atau pandangan yg bersifat acuh tak acuh; (2) Psi sifat atau kecenderungan untuk menolak, menentang, atau mengingkari
neraka ne.ra.ka [n] (1) alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan; (2) sial; celaka: -- , nyah dr sini; (3) cak keadaan atau tempat yg menyengsarakan (kemiskinan, penyakit parah): negara yg selalu bergolak merupakan -- bagi penduduknya
nonkooperasi non.ko.o.pe.ra.si [n] hal tidak bekerja sama; hal menolak untuk bekerja sama
notifikasi no.ti.fi.ka.si [n] (1) pemberitahuan atau kabar tt penawaran barang dsb; (2) pemberitahuan oleh pemegang surat wesel kpd penarik tt adanya penolakan pembayaran
osilasi osi.la.si [n] (1) gerakan (goyangan) ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah atau ke depan dan ke belakang; ayunan; getaran; (2) Fis setiap peristiwa yg berubah secara berkala atau bolak-balik antara dua nilai
padam pa.dam [a] (1) mati (tt api); tidak menyala atau tidak berkobar lagi: api kebakaran itu sudah --; (2) reda (tt kemarahan); tenang kembali (tt hawa nafsu, berahi, dsb): seketika itu juga -- lah murka baginda; (3) aman kembali (tt huru hara, kerusuhan, dsb): pergolakan di negara itu belum juga --; (4) menjadi lemah (tt semangat): semangat juang mereka tidak pernah -- lihat merah
paluh pa.luh [n] pusaran air; olakan
pancalomba pan.ca.lom.ba [n Olr] perlombaan gabungan (dl cabang atletik), untuk wanita meliputi nomor tolak peluru, loncat tinggi, lari 200 m, lari 100 m gawang, lompat jauh, untuk putra meliputi nomor lari 200 m, tolak peluru, lontar jauh, lempar lembing, lari 1500 m (dilaksanakan dl satu hari):
panco pan.co [v] , ber.pan.co v beradu kekuatan tangan (tolak-menolak atau roboh-merobohkan tangan); main panco
patah siku [ki] sudut siku-siku; (2) ki tidak dapat menolak permintaan orang (krn sudah berutang budi dsb); tidak dapat melawan (membantah dsb) lagi; tidak berdaya lagi
patah tulang tulangnya patah; (2) ki tidak dapat menolak permintaan orang lagi; (3) pohon yg daunnya kecil-kecil, berbentuk batang beruas-ruas, terdapat pd ujung cabang yg masih muda, batang, cabang, dan getahnya beracun, berguna untuk obat penyakit kulit; Euphorbia tirucalli
pawang hujan orang yg pandai menolak hujan
peluru pe.lu.ru [n] (1) barang tajam (dr timah, besi, dsb) pengisi patrun atau yg dilepaskan dng senjata api; obat bedil; pelor: kena --; dimakan -- , kena tembak; (2) Olr bola besi yg harus dilempar dng tolakan tangan; bola peluru
pembenih pem.be.nih [n] orang atau pengusaha yg menyediakan (mengadakan) benih: pihak -- beralasan menolak permintaan itu krn permintaan sudah melebihi persediaan
pemberat pem.be.rat [n] benda yg dipakai untuk memberati atau memberatkan, spt tolak bara
pemberian pem.be.ri.an [n] (1) sesuatu yg diberikan: anak itu menolak -- orang asing itu; (2) sesuatu yg didapat dr orang lain (krn diberi): barang ini bukannya kami beli, melainkan -- Paman; (3) proses, cara, perbuatan memberi atau memberikan: -- ampun
pembonceng pem.bon.ceng [n] (1) orang yg membonceng; (2) pihak yg ikut ambil bagian dl suatu pergolakan (gerakan, peristiwa, dsb) yg diprakarsai dan dilaksanakan oleh pihak lain yg dianggap menguntungkan pihaknya; (3) orang atau golongan yg memanfaatkan kekuasaan (pengaruh, wibawa, popularitas, dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
penangkal pe.nang.kal [n] penolak bala (penyakit, roh jahat, dsb); pencegah bahaya (bencana dsb)
penangkal racun pe.nang.kal racun penolak racun
penangkalan pe.nang.kal.an [n] proses, cara, perbuatan menangkal; penolakan; pencegahan
pencegahan pen.ce.gah.an [n] proses, cara, perbuatan mencegah; penegahan; penolakan: usaha ~ kemusnahan bahasa daerah sedang diseminarkan; sedapat mungkin dilakukan ~ thd faktor yg dapat menimbulkan komplikasi
pendekatan intrinsik pen.de.kat.an intrinsik pendekatan karya sastra dng menerapkan teori dan kaidah sastra yg penelaahannya bertolak dr karya sastra itu sendiri
penentang pe.nen.tang [n] orang yg menentang (melawan, menolak, dsb): ia adalah salah seorang ~ pendapat baru itu
penentangan pe.nen.tang.an [n] proses, cara, perbuatan menentang; penolakan: pasukan itu tidak mendapatkan ~ yg berarti dr lawannya
pengidolaan peng.i.do.la.an [n] proses, cara, perbuatan mengidolakan
penjelmaan pen.jel.ma.an [n] (1) perwujudan: Rama dianggap sbg ~ Wisnu; (2) penerapan; pelaksanaan: rakyat Indonesia menolak segala ~ sistem penjajahan ke dl sistem pemerintahan demokrasi
penyearah pe.nye.a.rah [n El] alat listrik yg mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah
penyusupan pe.nyu.sup.an [n] proses, cara, perbuatan menyusup atau menyusupkan: kita menolak semua -- kebudayaan asing yg merusak generasi muda
perang terbatas perselisihan bersenjata yg dilakukan untuk tujuan politik terbatas dng pembatasan thd penggunaan kekuatan yg dilibatkan serta pembatasan wilayah pergolakannya
pergi datang ada yg datang dan ada yg pergi; bolak-balik; hilir mudik
piezoelektrik pi.e.zo.e.lek.trik [n Fis] berkenaan dng terjadinya arus listrik dl jenis kristal tertentu apabila diberi tekanan mekanis atau sebaliknya, dan apabila kristal ini dilalui arus listrik bolak-balik, kristalnya bergetar
pilihan pi.lih.an [n] (1) yg dipilih atau hasil memilih: ~ orang tuanya itu ditolaknya; (2) yg terpilih (terbaik, terkemuka, dsb): yg diundang hanya orang-orang ~; (3) jalan, upaya dsb yg dapat dilakukan: tidak ada lagi ~ lain, kita harus pergi sekarang
pinangan pi.nang.an [n] (1) permintaan hendak memperistri: ~ nya ditolak oleh orang tua gadis itu; (2) lamaran (pekerjaan dsb)
polifase po.li.fa.se [n El] dua arus listrik bolak-balik atau lebih yg sama frekuensinya, tetapi berbeda fasenya
predisposisi pre.dis.po.si.si [n] (1) kecenderungan khusus ke arah suatu keadaan atau perkembangan tertentu; (2) kecenderungan untuk menerima atau menolak sesuatu berdasarkan pengalaman dan norma yg dimilikinya; (3) Dok keadaan mudah terjangkit oleh penyakit
psikosastra psi.ko.sas.tra [n] pendekatan sastra yg bertolak dr psikologi
pulang paling bolak-balik; ke sana kemari; hilir mudik
punca pun.ca [n] (1) ujung (tali, benang, obor, dsb); ujung atau sudut kain (selendang, sebai, dsb) yg lepas atau terjulai; (2) tingkat permulaan (tt pengetahuan); pengantar (ilmu pengetahuan dsb): buku -- bahasa Jepang; (3) pangkal (asal mula, lantaran); pokok (pembicaraan dsb): -- perselisihan yg sukar diselesaikan; (4) sumber (berita, penghidupan, dsb): kabar-kabar kita peroleh dr -- yg layak dipercaya [n] -- beliung angin puting beliung; olakan angin: tiba-tiba turun angin -- beliung
putar balik pu.tar ba.lik [v] bolak-balik; berbelit-belit (tt perkataan dsb); (2) n mantra untuk membalikkan orang yg pergi
putaran air pu.tar.an air olakan air
rajah ra.jah [n] (1) suratan (gambaran, tanda, dsb) yg dipakai sbg azimat (untuk penolak penyakit dsb); (2) garis pd tapak tangan; guratan tangan; retak tangan; (3) coreng-coreng (cacahan) pd tubuh yg dibuat dng barang tajam; tato [v] , me.ra.jah kl v menusuk dng benda tajam (lembing, tombak); merodok
reaktans re.ak.tans [n El] komponen impedans dl rangkaian arus bolak-balik
reaktansi re.ak.tan.si [n] (1) perlawanan terhadap arus bolakbalik; (2) El bagian impedans yg disebabkan oleh kapasitor
realisme re.al.is.me [n] (1) paham atau ajaran yg selalu bertolak dr kenyataan; (2) aliran kesenian yg berusaha melukiskan (menceritakan sesuatu sebagaimana kenyataannya)
reduplikasi re.du.pli.ka.si [n Ling] proses atau hasil perulangan kata atau unsur kata, spt kata rumah-rumah, tetamu, bolak-balik
rekonvensi re.kon.ven.si [n Huk] tuntutan imbal: penggugat tetap menuntut ganti kerugian kpd tergugat sepuluh juta rupiah dan menolak -- dr tergugat
resensor re.sen.sor [n cak] pengawasan dan pemeriksaan kembali tt surat-surat atau sesuatu yg akan disiarkan: apabila hasil -- masih juga dirasakan tidak baik, kita tolak saja film itu beredar
rit [n] perjalanan bolak-balik (tt kendaraan umum spt bus, bemo) dl satu trayek: setiap -- harus terjual 100 karcis
satyagraha sat.ya.gra.ha [n] gerakan dl rangka perjuangan di India, dipelopori oleh Mahatma Gandhi, dng prinsip bahwa manusia harus memegang teguh kebenaran dan menolak segala yg tidak benar
seliwer se.li.wer , (ber.)se.li.wer.an v berjalan kian kemari; berjalan mondar-mandir (bolak-balik)
sendirinya sen.di.ri.nya, dng sendiri [adv] secara otomatis: dng -- aku menolak krn tuduhannya tidak benar
sengit se.ngit [a] berbau tidak enak spt bau makanan (kain, rambut, dsb) hangus terbakar; angit: bau -- ini rupanya berasal dr masakan nasi yg hangus [a] (1) tajam, keras, dan sangat menyakiti hati (tt perkataan); pedas (tt kata-kata): dng -- ia menyatakan penolakannya atas usul saya; (2) hebat dan dahsyat (tt perkelahian dsb): mereka bertarung dng -- mempertaruhkan nama kelompok masing-masing dl pertandingan tsb; (3) bengis (tt roman muka, perbuatan, dsb): mukanya tampak -- jika sedang marah
serum se.rum [n Dok] (1) barang yg serupa air yg terdapat di dl cairan tubuh (spt dl darah, limfa) yg menjadi kental; (2) air darah binatang (atau zat cair yg diambil dr darah binatang) yg telah dibuat kebal thd suatu penyakit (untuk menolak penyakit menular); (3) cairan darah yg terpisah setelah darah membeku
simplistis sim.plis.tis [a] bersifat terlalu disederhanakan (sehingga tidak wajar): usul yg -- itu langsung ditolak rapat
skeptisisme skep.tis.is.me [n] aliran (paham) yg memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan): kesulitan itu telah banyak menimbulkan -- thd kesanggupan dl menanggapi gejolak hubungan internasional
sodok so.dok [n] sekop; tajak [v] me.nyo.dok v (1) menolak; mendorong; menyorong (becak dsb); (2) menumbuk (menekan) dng tangan terkepal atau dng benda bulat panjang (di perut dsb); menggocok; (3) kas menyetubuhi; (4) cak mendahului kendaraan lain dng melarikan kendaraan sendiri cepat-cepat (dl suatu antrean kendaraan dsb); menyalib dng mengebut
sorong so.rong [v] bergeser maju: kotak --; pintu --; (2) v tolak; dorong: air -- buih, air pasang turun
sualak su.a.lak [Lihat {solak}]
suspensi sus.pen.si [n] (1) pelaksanaan penundaan atau penangguhan sesuatu untuk sementara; (2) pemecatan (dr jabatan, pekerjaan) untuk sementara waktu; (3) Kim sistem koloid zat padat yg terserak dl zat cair, partikelnya tidak mudah mengendap krn kecil ukurannya dan tidak mudah menggumpal krn sering menolak; (4) Tek sistem penggantungan roda mobil
tampik tam.pik [v] me.nam.pik v menolak (pinangan, pemberian, dsb); tidak bersedia (mau) menerima (memakai dsb): gadis itu ~ pemuda yg datang melamarnya; jangan ~ pemberian orang
tampikan tam.pik.an [n] (1) barang yg sudah ditampik; (2) tolakan
tangan jahil orang yg suka iseng spt corat-coret, colak-colek
tangkal tang.kal [v] me.nang.kal v menolak (bala, roh halus, penyakit, dsb); mencegah bencana dsb: ~ hantu; ~ penyakit sampar; ~ bencana banjir
tangkis tang.kis [v] me.nang.kis v (1) menolak atau menahan (pukulan atau serangan dng senjata dsb) dng menggunakan tangan, perisai, dsb): tangannya terluka ketika ~ serangan golok perampok; (2) menghadapi, melawan, dan menggagalkan (serangan dsb): satuan pertahanan pantai berhasil ~ serangan dr laut; (3) menahan dan memukul kembali: pesilat itu dng tangkas ~ serangan lawannya; (4) menjawab; menanggapi (kecaman, tuduhan, dsb): terdakwa ~ segala tuduhan terhadapnya
tangkisan tang.kis.an [n] (1) perbuatan (gerakan dsb) menangkis; perlawanan; penolakan; (2) hasil menangkis
tangkup telentang tang.kup te.len.tang [v] bolak-balik menghadap ke atas dan ke bawah, bergilir tengkurap dan telentang
tebeng te.beng [n] pendinding (dr kajang, layar, tikar, dsb) untuk menolak panas matahari: -- jendela; -- pintu [Jk v] me.ne.beng v menumpang (makan, merokok, membaca surat kabar, dsb) tanpa membayar: ia membawa mobil dan kami ikut ~ keliling kota [v] ber.te.beng v bergunting rambut: sebulan sekali dia ~ di salon dekat rumahnya
tegas te.gas [a] (1) jelas dan terang benar; nyata: tanda-tanda lalu lintas itu tidak berapa -- kelihatan pd malam hari; ia berkata dng suara yg -- dan jelas; (2) tentu dan pasti (tidak ragu-ragu lagi, tidak samar-samar): dng -- permintaan saya ditolaknya; jawablah dng -- , ya atau tidak; (3) tandas: perbuatan kedua orang itu tidak ada sangkut pautnya, -- nya masing-masing berbuat menurut kehendak dan kemauan sendiri
tempong tem.pong [v] me.nem.pong v melemparkan sesuatu menuju sasarannya [v] me.nem.pong v menolak perahu (dr tebing dng galah): ia ~ perahu, menggunakan kaki atau galah untuk menolakkan perahu dr tebing atau dr perahu lain
tentangan ten.tang.an [p cak] dr hal: ~ menghilangnya pemuda itu dr kampung tidak seorang pun yg mengetahuinya; (2) n imbangan; padanan: kalau aku kalah, rumahkulah ~ nya; (3) n sesuatu yg menjadi bandingan (tanggungan): untuk uang pinjaman ini rumah yg menjadi ~ nya; (4) n perlawanan; penolakan; sanggahan: teorinya mendapat ~ hebat dr para ahli lain; (5) n seberang; hadapan: hampir tiba saatnya bagi saya di ~ Tuhan krn penyakit yg kuderita tidak mungkin terobati lagi
tepis te.pis [v] me.ne.pis v menangkis (mengelakkan, menolak) dng belakang tangan: pendekar itu mencoba ~ pukulan lawannya [v] me.ne.pis v melayang (melayap dsb) menyisir tanah (air dsb); berjejak (kena) sedikit: camar melayang ~ buih; iringan itu ~ sepanjang tembok luar istana sebelum menemukan pintu masuk
terdorong ter.do.rong [v] (1) tertolak ke depan atau ke belakang; tersorong; (2) teranjur; terlebih ke depan; (3) terdesak (terpaksa) hingga mau berbuat sesuatu: ia berbuat itu krn ~ oleh keadaan; ~ oleh keinginan yg kuat untuk maju, ia bekerja keras tidak mengenal waktu
terkalang lidah ter.ka.lang lidah tidak berani membantah (menjawab, menolak)
tertangkal ter.tang.kal [v] dapat ditolak (dicegah)
tertumpu ter.tum.pu [v] telah ditumpukan; ditolak: ia sangat kecewa krn permintaannya ~
tidak ti.dak [adv] partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dsb; tiada: tempat kerjanya -- jauh dr rumahnya; apa yg dikatakannya itu -- benar
tohok raja tidak dapat dielakkan [pb] sukar menolak kehendak orang yg berkuasa
tornado tor.na.do [n] angin berolak (berpusar) berbentuk spiral, disertai turunnya gumpalan awan yg berbentuk corong dan dapat menimbulkan kerusakan
transformator trans.for.ma.tor [n] alat untuk mengubah tegangan listrik atau arus listrik bolak-balik
tropisme tro.pis.me [n] kecenderungan tumbuhan, binatang, atau bagiannya untuk bergerak atau berputar sbg reaksi atas rangsangan dr luar krn tertarik atau tertolak, spt bunga matahari yg berputar ke arah matahari
tuku tu.ku [n] , -- takal tanaman perdu, daunnya digunakan sbg penolak roh jahat, biasanya digantung pd pintu; Baaccaurea wallichii [Lihat {tengku}]
tumang tu.mang [n] pancang kecil (untuk menyangga, tambatan tali kemah, dsb) , me.nu.mang v (1) menampik; menolak: tidak ~ kerja; tidak ~ lawan; apa saja bolehlah, ia tidak akan ~; (2) takut akan; gentar akan; khawatir akan: saya sangat heran, badannya jadi amat kurus hanya krn ~ hal yg remeh itu; (3) membiarkan; meninggalkan: masakan kami ~ Tuan
tumbal tum.bal [Jw n] (1) sesuatu yg dipakai untuk menolak (penyakit dsb); tolak bala: putra raja Sibayak mengembara di kampung-kampung, sebab dibuang keluarganya sbg --; (2) kurban (persembahan dsb) untuk memperoleh sesuatu (yg lebih baik): mereka yg gugur itu merupakan -- negara dan -- bangsa
tunda tun.da [n] sesuatu yg ditarik di belakang perahu dng tali [v] me.nun.da v menghentikan dan akan dilangsungkan lain kali (lain waktu); mengundurkan waktu pelaksanaan; menangguhkan: dng adanya peristiwa itu, ketua ~ rapat pengurus yg sudah direncanakan [Mk] ber.tun.da v bertolak: katakan segala pesan Ibu, kapal akan segera ~
turbulensi tur.bu.len.si [n Fis] gerak bergolak tidak teratur yg merupakan ciri gerak zat alir
ulakan ulak.an [n] pusar (air, angin); ulak-ulak; olakan
ulang-alik [v] (1) pulang pergi; bolak-balik; mondar-mandir: penerbangan -- Jakarta-Surabaya; (2) mondar-mandir ke sana-sini
ulap-ulap [n] bubur atau kolak dng santan, keladi, dan pisang dicampur gula [Jk v] (1) melambaikan tangan untuk memanggil; (2) memainkan tangan ke depan mata seakan-akan melihat jauh (tt gerak tari)
veto ve.to [n] (1) hak konstitusional penguasa (pemegang pemerintahan dsb) untuk mencegah, menyatakan, menolak, atau membatalkan keputusan: Kongres memperdebatkan -- yg diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat thd keputusan Kongres; (2) hak membatalkan (melarang secara mutlak): kita mempunyai hak -- dl setiap pembicaraan keluarga

Jika informasi mengenai "olak" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas