Arti kata/frase "olah data 1" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/olah-data-1

Halaman ini menjelaskan kata atau frase olah data 1 menurut KBBI Edisi III

olah data 1: orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data

Lebih lanjut mengenai olah data 1

olah data 1 terdiri dari 3 suku kata. Kata tersebut mempunyai 14107 kata terkait yakni sebagai berikut:

data da.ta [n] (1) keterangan yg benar dan nyata: pengumpulan -- untuk memperoleh keterangan tt kehidupan petani; (2) keterangan atau bahan nyata yg dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan)
olah [n] (1) laku; ulah; cara (melakukan sesuatu); akal (daya upaya, tipu daya): berbagai macam -- dilakukannya untuk mencapai maksudnya; (2) perbuatan: hal itu terjadi krn -- nya juga; bukan -- , bukan buatan; bukan main; (3) tingkah; canda: orang itu sudah tua, tetapi masih banyak -- nya [v] , meng.o.lah v memasak (mengerjakan, mengusahakan) sesuatu (barang dsb) supaya menjadi lain atau menjadi lebih sempurna
olahan olah.an [a] suka bertingkah [n] (1) hasil mengolah: cerita pendek itu merupakan -- dr cerita lama; (2) tatanan mengolah siaran berita (radio, televisi) setelah pengambilan peristiwa
data digital data yg berhubungan dng angka untuk sistem perhitungan tertentu
data kualitatif data tidak berbentuk angka yg diperoleh dr rekaman, pengamatan, wawancara, atau bahan tertulis
data kuantitatif data berbentuk angka yg diperoleh dr perhitungan data kualitatif
data lisan data yg diperoleh dr informan
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data relevan data yg ada hubungan langsung dng persoalan yg sedang diteliti
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
data tertulis data yg diperoleh dr sumber tertulis
datang tak berjemput datang tak berjemput, pulang tak ber.han.tar [pb] perihal orang yg tidak diindahkan
datang tidak berjemput datang tidak berjemput, pulang tidak ber.an.tar [pb] tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tt tamu)
olah data 1 orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data
olah gerak olah ge.rak [n Lay] rangkaian kegiatan aktif dan pasif dl mengarahkan gerakan kapal di laut dan pelabuhan, msl sewaktu akan merapat di dermaga; manuver
olah tubuh olah tu.buh [Lihat {olahraga}]
olahraga olah.ra.ga [n] gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh (spt sepak bola, berenang, lempar lembing)
olahraga tarung olahraga adu kekuatan dng tujuan berusaha menjatuhkan lawan ke tanah dng pegangan dan gerakan tertentu
olahragawan olah.ra.ga.wan [n] orang yg suka berolahraga (yg banyak melakukan atau mengambil bagian dl olahraga)
datang-datang da.tang-da.tang [adv] (1) baru saja datang: ~ disuruh makan; (2) baru sekali datang: ~ mau pinjam uang; (3) selalu (seringkali) datang lagi: sudah diusir ~ saja
dataran da.tar.an [n] (1) tanah yg datar: ~ tinggi Dieng; (2) lapangan; padang
dataran abisal da.tar.an abisal [Geo] bagian dasar samudra yg datar, lerengnya kurang dr 1 km dng kedalaman antara 3.000-6.000 m, dan ditempati oleh sedimen tidak padat; dataran lubuk
data lapangan kumpulan data yg diperoleh dng cara melakukan pengukuran langsung (tidak menggunakan satelit); (2) kumpulan data yg diperoleh dng cara melakukan pengukuran langsung di lapangan
datang tampak muka [pb] hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dr rumah orang [pb] datang dan pergi hendaklah memberi tahu
dataran tinggi da.tar.an tinggi bagian permukaan bumi yg mendatar dan terletak pd ketinggian lebih dr 600 m dr permukaan laut
olah-olah [n] , bukan -- bukan buatan; bukan main; bukan olah
datang da.tang [v] tiba di tempat yg dituju: ia -- pukul 08.00; (2) v berasal: mereka -- dr desa; dr mana -- nya cinta, dr mata turun ke hati; (3) v hadir; muncul: ia tidak -- krn sakit; tiba-tiba ia -- di tengah-tengah kita; (4) n kelak kemudian; nanti: masa --
datang bulan haid
datang hati sampai hati; tega
datang-mendatangi da.tang-men.da.tangi [v] kunjung-mengunjungi; saling mengunjungi
datar da.tar [a] berpermukaan rata; tidak turun naik; tidak tinggi rendah; tidak berbukit-bukit: permukaan laut itu -- bagai cermin
dataran rendah da.tar.an rendah bagian permukaan bumi di daerah rendah yg relatif rata
datatamak da.ta.ta.mak [n Huk] denda adat (di Rote) yg harus dibayar krn berbuat cabul dng anak perempuan yg masih di bawah umur
olah napas melatih napas untuk menguatkan tenaga batin (kekuatan yg bersumber dr jiwa)
olahraga memanah panahan
korpus data data yg dipakai sbg sumber bahan penelitian; -- luteum massa jaringan kuning di dl ovarium yg dibentuk oleh sebuah faliker ovarium yg telah masak dan mengeluarkan ovumnya
tolak peluru olahraga dng menolakkan peluru (alat yg bundar spt bola yg terbuat dr besi atau kuningan beratnya untuk putri 4 kg, untuk putra 71/4 kg)
derajat busur 1/360 bagian dr keliling lingkaran
gerak badan olahraga
gerak jalan olahraga dl bentuk berjalan bersama-sama menurut aturan tertentu
gurun pasir dataran luas mengitari bukit dan padang batu yg terdiri atas pasir
kelana alam olahraga dng berkelana masuk keluar hutan, naik gunung turun gunung, biasanya untuk kesenangan atau sbg latihan
lempar cakram olahraga melempar cakram
lempar lembing olahraga melempar lembing
lintas alam olahraga jalan kaki, jalan cepat atau lari yg melewati pedesaan, sawah, gunung, sungai, hutan, dsb
masuk kerja datang atau hadir bekerja
mengolah data meng.o.lah data orang yg mengolah data; (2) alat (mesin, komputer) yg mengolah data proses, cara, perbuatan mengolah data
sistem olah data perangkat mesin dan prosedur penggunaannya dl pelaksanaan tugas mengolah data
ski air olah raga ski yg dilakukan diatas air (laut, danau, dsb) dng ditarik perahu motor; selancar
tanah ledok dataran rendah; (2) tanah yg dalam dan bulat bentuknya
bagan arus data [Man] gambar urutan operasi yg dijalankan dl mengolah data dan menunjukkan data yg diolah setiap tahap, biasanya menggambarkan seluruh sistem olah data
bersekolah ber.se.ko.lah [v] (1) belajar di sekolah; pergi ke sekolah; (2) mendapat pendidikan atau pengajaran di sekolah; berpelajaran; (3) cak belajar (pd); berguru (pd)
kedatangan ke.da.tang.an [n] (1) hal datang; datangnya: ~ delegasi kita disambut dng meriah; (2) cak telah didatangi (diserang, ditimpa, dsb): rumahnya ~ penjahat; negeri itu ~ musuh
landas data [El] kumpulan data dl berkas komputer yg dapat digunakan untuk pengolahan data
mendatakan men.da.ta.kan [v] (1) mengambil sbg data; (2) memasukkan data
mendatang men.da.tang [v] (1) muncul dng tiba-tiba: pd ketika itu ada pikiran ~; (2) datang menyusul: jika tidak ada aral, hendaklah Anda ~; (3) yg akan datang (tt waktu); kelak: semoga nasihat ini berguna pd hari ~
mendatangi men.da.tangi [v] (1) datang di; mengunjungi; menyinggahi; menghampiri: polisi ~ toko yg dibobol pencuri; (2) datang untuk menyerang: pasukan musuh ~ negeri itu
mendatar men.da.tar [v] (1) bersifat datar (tidak turun naik dsb): melalui jalan yg ~; (2) sejalan dng kaki langit; horizontal: garis ~
menyekolahkan me.nye.ko.lah.kan [v] (1) memasukkan ke sekolah; mengirimkan ke sekolah (untuk belajar); (2) menyuruh belajar ke sekolah; memberikan biaya sekolah
pendataan pen.da.ta.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendata; (2) pengumpulan data; pencarian data
pendatang pen.da.tang [n] (1) orang datang; orang asing (bukan penduduk asli): daya pesona Pulau Bali menarik ~ untuk berkunjung ke Indonesia; kampung itu sebagian besar penduduknya ~; (2) tiang (penyangga) tambahan untuk memperkuat; (3) perasaan yg timbul dl hati sebelum terjadi sesuatu; firasat
pusat data organisasi yg mengumpulkan, menampung, mengolah, dan menyajikan data perlengkapan pengolah data elektronik
sekolah se.ko.lah [n] (1) bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut tingkatannya, ada) -- dasar, -- lanjutan, -- tinggi; (menurut jurusannya, ada) -- dagang, -- guru, -- teknik, -- pertanian, dsb: keluar -- , sudah tidak belajar di sekolah lagi
sekolahan se.ko.lah.an [n] (1) gedung sekolah; (2) sekolah
seolah-olah se.o.lah-o.lah [n] selaku; seakan-akan: gayanya -- tidak ada orang yg menyamainya [adv] selaku; sepertinya; seakan-akan: dia bersikap -- tak ada orang pandai selain dia lihat 1olah
tata olah instruksi pd komputer yg memuat tata cara pengolahan data; program
anak prasekolah [Dik] anak yg berumur 4-5 tahun; murid taman kanak-kanak; anak yg berumur sebelum umur masuk sekolah dasar
anak sekolah anak (orang) yg masih menuntut ilmu melalui pendidikan sekolah; murid; siswa
analisis data penelaahan dan penguraian data hingga menghasilkan simpulan
antarmuka an.tar.mu.ka [n Komp] (1) hubungan atau batasan umum antara dua unit atau alat; (2) batasan umum antara sistem pengolahan data otomatis atau bagian suatu sistem tunggal
bank data pusat penyimpanan data (spt data komputer)
berburu-buru ber.bu.ru-bu.ru [v] (1) bersama-sama mengejar; berlarian mengejar: anak-anak berteriak-teriak sambil -- layang-layang; (2) tergesa-gesa; lekas-lekas (datang, pergi, dsb): ia -- berangkat ke sekolah krn sudah hampir pukul 07.00
berdatangan ber.da.tang.an [v] datang ramai-ramai; datang dr berbagai tempat: rakyat ~ dr seluruh pelosok kota
berolah ber.o.lah [v] (1) bertingkah; bercanda; (2) berbuat sesuatu untuk mengelabui mata (mengenakan tipu muslihat dsb)
bertanya-tanya 1 ber.ta.nya-ta.nya 1 [v] bertanya ke mana-mana; berkali-kali bertanya (meminta keterangan dsb): ia masuk ke kampung, lalu ~ barangkali ada orang yg tahu; (2) a dl kebimbangan atau heran (seakan-akan bertanya di hati): ia pun tertegun ~ dl hati, apakah sebabnya hal itu terjadi
bujang sekolah pesuruh atau penjaga sekolah
bus sekolah bus yg khusus melayani angkutan murid-murid sekolah
calak ganti asah (menanti tukang belum datang) ca.lak ganti asah (menanti tukang belum datang) [pb] sesuatu yg dipakai untuk sementara waktu saja sebelum ada yg lebih baik (jadi hanya sekadar mencukupi kebutuhan)
cermin datar cermin yg bagian mengilapnya datar
daya olah [Tan] mudah tidaknya tanah diolah dan menjadi hancur -- penurunan Tern kemampuan ternak menurunkan sifat-sifatnya kpd generasi berikutnya
elu , meng.e.lu.kan v (1) mengeluarkan kepala (dr jendela dsb) hendak melihat sesuatu: ia ~ kepalanya dr jendela sambil memanggil penjual koran yg lewat; (2) menjemput (menyambut) dng meriah kedatangan tamu dsb: anak-anak sekolah ikut ~ tamu negara itu
guru sekolah guru yg mengajar di sekolah
hari sekolah hari waktu anak-anak masuk sekolah (tidak libur)
hukum acara perdata hukum acara yg melaksanakan dan mempertahankan hukum perdata materiil atau hukum perdata formal
hukum perdata formal hukum perdata materiil
hukum perdata materiil hukum perdata yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dikenai hukum perdata, dan hukuman perdata yg dapat dijatuhkan
ikan olahan ikan yg telah diolah, msl ikan asin, pindang, atau ikan kaleng
instrumen in.stru.men [n] (1) alat yg dipakai untuk me-ngerjakan sesuatu (spt alat yg dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas; (2) sarana penelitian (berupa seperangkat tes dsb) untuk mengumpul-kan data sbg bahan pengolahan; (3) alat-alat musik (spt piano, biola, gitar, suling, trompet); (4) ki orang yg dipakai sbg alat (diperalat) orang lain (pihak lain); (5) dokumen resmi spt akta, surat obligasi
inventarisasi in.ven.ta.ri.sa.si [n Adm] (1) pencatatan atau pendaftaran barang-barang milik kantor, (sekolah, rumah tangga, dsb) yg dipakai dl melaksanakan tugas; (2) pencatat- an atau pengumpulan data (tt kegiatan, hasil yg dicapai, pendapat umum, persuratkabaran, kebudayaan, dsb): seka-rang sedang diadakan -- bahasa daerah di Indonesia; pemerintah mengadakan -- tenaga asing
jurnal olahraga catatan mengenai olahraga
kamar perdata bagian dr pengadilan yg bertugas dl bidang perdata
kartu data kartu berisi data yg diberi judul untuk mengidentifikasi data sehingga dapat dicari kembali dng mudah kalau disimpan di antara kartu lain
keluar sekolah sudah tidak belajar di sekolah
keolahragaan ke.o.lah.ra.ga.an [n] hal atau segala sesuatu yg berhubungan dng olahraga
kepadatan ke.pa.dat.an [n] (1) perihal (keadaan) padat; (2) Ikn jumlah ikan atau organisme lainnya dl satuan volume atau luasan tertentu
kepala sekolah orang (guru) yg memimpin suatu sekolah; guru kepala
klub olahraga perkumpulan yg menyelenggarakan kegiatan dl bidang olahraga bagi para anggotanya
kurun Masehi ke-10 abad Masehi ke-10
makan sekolah [cak] mendapat pendidikan di sekolah; berpelajaran
masuk ma.suk [v] (1) datang (pergi) ke dl (ruangan, kamar, lingkungan, dsb): ia -- ke kamarnya kemudian menguncinya dr dalam; (2) datang (pergi) ke tempat bekerja (sekolah dsb): ia -- agak siang krn harus pergi berobat ke rumah sakit; hari ini ia tidak -- kerja, tidak datang di tempat ia bekerja; (3) tergolong; terhitung; terbilang; tercantum: ia -- dl penilaian ibu rumah tangga teladan; hal itu tidak -- dl acara rapat; (4) menjadi (anggota perkumpulan, prajurit, penganut agama, warga negara, dsb): -- Islam (Kristen, Buddha, Hindu, dsb); -- warga negara Indonesia; (5) turut serta, mengikuti; turut campur: -- perang; -- ujian; (6) diterima; didapat: uang yg -- bulan ini lebih kecil dp bulan yg lalu; surat-surat yg -- harus segera dicatat dan dijawab
masuk sekolah pergi ke sekolah (untuk belajar); (2) menjadi murid (di sekolah)
memberolahragakan mem.ber.o.lah.ra.ga.kan [v] menjadikan gemar berolahraga: selama tiga bulan ini, rencana kami masih dl rangka -- karyawan
memperolahkan mem.per.o.lah.kan [v] (1) mempermainkan; memperolok-olokkan; (2) memperdayakan
menamatkan sekolah me.na.mat.kan sekolah menyelesaikan sampai tingkat akhir
mendata men.da.ta [v] melakukan pendataan
mendatangkan men.da.tang.kan [v] (1) membawa dr tempat lain: siapa yg mula-mula ~ pohon kina ke Indonesia; (2) memasukkan; mengimpor: pengusaha-pengusaha nasional diberi kesempatan untuk ~ mesin pertanian dr luar negeri; (3) memanggil: mereka ~ ambulans untuk mengangkut korban kecelakaan; (4) menyebabkan: banjir telah ~ kerugian besar; (5) mengundang untuk diajak bertanding: persatuan sepak bola Indonesia ~ kesebelasan Brazil
mendatarkan men.da.tar.kan [v] menjadikan datar; meratakan: ia ~ tanah dng traktor
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
menerbitkan me.ner.bit.kan [v] (1) menimbulkan (perselisihan dsb); membangkitkan (amarah dsb): ~ perselisihan; perbuatan itu ~ amarah orang tuanya; (2) mendatangkan (kebakaran, kerugian, bahaya, dsb): bencana itu ~ kerugian yg besar; (3) mengeluarkan (majalah, buku, dsb): sekolah kita akan ~ majalah untuk pelajar
mengolah meng.o.lah [v] berolah
menyongsong me.nyong.song [v] (1) berjalan maju untuk menghadapi (menempuh) sesuatu yg datang dr arah yg berlawanan: para keluarga berdatangan ke stasiun -- rombongan prajurit yg baru tiba; berlayar -- angin; (2) melawan; menentang: -- tindakan yg dianggap merugikan rakyat; (3) menyambut (kedatangan tamu dsb); mengelu-elukan: mereka -- pahlawan olahraga itu dng sorak sorai yg gegap gempita; (4) menyambut (hari raya, kelahiran bayi, dsb) dng perayaan, selamatan, dsb: untuk -- hari kemerdekaan, penduduk dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan kampung; (5) memberikan ganti rugi, santunan, dsb; menyilih; memenuhi (syarat, harapan, dsb); mengembalikan uang yg berlebih: ia bersedia -- biaya yg sudah kita keluarkan
padatan pa.dat.an [n] (1) hasil memadatkan; (2) Sas cerita yg disarikan atau dipendekkan dng membuang bagian tertentu
pangan olahan makanan jadi (penganan, kue, saus, dsb) yg diolah untuk diperdagangkan
pangkalan data pang.kal.an data koleksi data yg disusun secara sistematis untuk dapat dicari dan ditemukan kembali secara cepat (spt pd komputer); tempat mencari atau mendapatkan data
pelombongan datar pe.lom.bong.an datar [Min] cara penggalian bahan tambang yg arah penggaliannya mendatar atau horizontal
pelombongan punggung datar pe.lom.bong.an punggung datar [Min] cara penggalian bahan tambang yg arah penggaliannya ke atas dng menghancurkan tanah, gunung, dsb lapis demi lapis sejajar dng lantai kerja
pemadatan pe.ma.dat.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memakai madat; (2) cak perihal melakukan atau berbuat sesuatu yg kurang baik [n] proses, cara, perbuatan memadatkan: ~ jalan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum
penandatanganan pe.nan.da.ta.ngan.an [n] proses, cara, perbuatan menandatangani: ~ perjanjian jual beli
pendatangan pen.da.tang.an [n] proses, cara, perbuatan mendatangi atau mendatangkan
pendataran pen.da.tar.an [n] proses, cara, perbuatan mendatarkan (meratakan)
penegang 1 pe.ne.gang 1 [n] alat untuk menegangkan; (2) a orang yg mudah atau cepat menjadi tegang (khawatir, takut, dsb)
penelitian pe.ne.li.ti.an [n] (1) pemeriksaan yg teliti; penyelidikan; (2) kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum
pengolah peng.o.lah [n] alat (orang) yg mengolah
pengolahan peng.o.lah.an [n] proses, cara, perbuatan mengolah
penjepretan gerak datar pen.jep.ret.an gerak datar pemotretan pd pemandangan alam dng menggerakkan kamera ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah tanpa meninggalkan tempat
perdata per.da.ta [n Huk] sipil (sbg) lawan kriminal atau pidana [Jw a] (1) hati-hati; ingat-ingat; teliti; (2) memperhatikan; memedulikan
pergi datang ada yg datang dan ada yg pergi; bolak-balik; hilir mudik
peribadatan per.i.ba.dat.an [n] (1) hal (cara dsb) beribadat; (2) tempat beribadat
persekolahan per.se.ko.lah.an [n] segala sesuatu mengenai sekolah
pesta olahraga perayaan olahraga dng mengadakan pertandingan berbagai cabang olahraga
piagam pi.a.gam [n] (1) surat (tulisan pd batu, tembaga, dsb) resmi yg berisi pernyataan pemberian hak, tanah, dsb atau berisi pernyataan dan peneguhan mengenai suatu hal (tt ikrar dsb): -- itu ditandatangani oleh Presiden; -- yg mengingatkan kita kpd bukti sejarah masa lalu; (2) ijazah; diploma: kepala sekolah menyerahkan -- kpd siswa yg lulus
prasekolah pra.se.ko.lah [n] jenjang (tingkat) sekolah sebelum sekolah dasar; taman kanak-kanak
pukulan datar pu.kul.an datar [Olr] suatu pukulan yg keras, tetapi bukan smes (dl bulu tangkis, tenis); ~ mematikan pukulan yg dapat mematikan (merobohkan) lawan (dl pertandingan tinju): saya tidak menduga kalau dia memiliki ~ mematikan sekeras itu
putus sekolah belum sampai tamat sekolahnya sudah keluar
redaktur olahraga anggota redaksi yg ditugasi mengurus berita-berita olahraga
rumah sekolah gedung sekolah
sama sa.ma [a] (1) serupa (halnya, keadaannya, dsb), tidak berbeda; tidak berlainan: pd umumnya, mata pencaharian penduduk desa itu -- saja; kedua soal itu -- sulitnya; (2)berbarengan; bertepatan: kedua tamu itu datang pd waktu yg --; (3)sepadan; seimbang; sebanding; setara: sbg calon istri, pendidikan gadis itu tidak -- dng pendidikanmu [p cak] (1) dengan: anak itu ikut -- ayahnya ke kebun; (2)oleh: sekolahnya dibiayai -- pamannya; (3) pada (untuk menyatakan pelakunya banyak): penduduk -- meninggalkan desanya
sampai sam.pai [v] (1) mencapai; datang; tiba: setelah berjuang melawan badai, akhimya perahu kami -- di pantai dng selamat; kami -- di Bandung malam hari; (2) berbatas: kedalaman sungai hanya -- lutut; (3) terlaksana (tt cita-cita, harapan, niat, dsb); tercapai: mudah-mudahan cita-citamu --; (4)cukup: gaji kami tidak -- untuk hidup satu bulan; (5)lebih dr: harganya tidak -- seratus rupiah; (6)hingga: buku itu dibacanya -- tamat; perjanjian itu berlaku -- tahun depan; (7) mencapai tujuan; tamat: sekolahnya tidak -- [v] , me.nyam.pai.kan v menyampirkan; menggantungkan: Ibu -- cucian basah pd tali jemuran
sedatar se.da.tar [a] sama datar; sama rata
sehat se.hat [a] (1) baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga; (2) (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; (3) sembuh dr sakit: dokter yg merawatnya menyatakan ia telah -- dan boleh pulang segera; (4) ki baik dan normal (tt pikiran); (5) boleh dipercaya atau masuk akal (tt pendapat, usul, alasan, dsb); (6) berjalan dng baik atau sebagaimana mestinya (tt keadaan keuangan, ekonomi, dsb); (7) dijalankan dng hati-hati dan baik-baik (tt politik dsb)
sekolah agama sekolah yg memberi pendidikan dl hal keagamaan
sekolah ambah sekolah pertukangan pd zaman Hindia Belanda
sekolah dagang sekolah tempat orang belajar dan mengajarkan ilmu dagang (niaga)
sekolah dasar sekolah tempat memperoleh pendidikan sbg dasar pengetahuan untuk melanjutkan ke sekolah yg lebih tinggi
sekolah kejuruan sekolah tempat belajar bidang tertentu, spt ekonomi, pertanian, dan teknik
sekolah kesenian sekolah yg memberi pendidikan dl suatu cabang kesenian -- laboratorium sekolah (dasar dan menengah) yg langsung di bawah pengawasan suatu lembaga pendidikan guru untuk mengadakan latihan praktik, peragaan, dsb
sekolah lanjutan sekolah selepas sekolah dasar, sebelum perguruan tinggi
sekolah lanjutan tingkat atas sekolah menengah tingkat atas
sekolah lanjutan tingkat pertama sekolah menengah tingkat pertama
sekolah menengah sekolah lanjutan
sekolah menengah atas sekolah umum selepas sekolah menengah pertama sebelum perguruan tinggi
sekolah menengah kejuruan sekolah menengah setingkat sekolah menengah umum
sekolah menengah pertama sekolah umum selepas sekolah dasar, sebelum sekolah menengah umum
sekolah menengah tingkat atas sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah menengah tingkat pertama, sebelum perguruan tinggi
sekolah menengah tingkat pertama sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah dasar sebelum sekolah menengah tingkat atas
sekolah menengah umum sekolah umum selepas sekolah menengah tingkat pertama sebelum perguruan tinggi
sekolah penerbangan sekolah tempat belajar seluk-beluk ilmu penerbangan (tt hal terbang, pesawat terbang)
sekolah pertukangan sekolah tempat belajar berbagai kepandaian bertukang
sekolah raja [ark] sekolah guru
selamat datang mudah-mudahan selamat atas kedatangan (seseorang, tamu, dsb)
siang si.ang [n] (1) bagian hari yg terang (yaitu dr matahari terbit sampai terbenam): -- kita bekerja, malam kita tidur; buta -- , penglihatan yg kurang awas pd siang hari atau apabila terlampau terang; nyctalopia; (2) waktu antara pagi dng petang (kira-kira pukul 11.00-14.00): ia berangkat pukul 11.00, pulang lebih kurang pukul 13.00 --; (3) sudah lepas pagi atau hampir tengah hari; sudah lepas tengah hari atau hampir petang: ia datang -- ketika kantor hampir ditutup; lekas berangkat ke sekolah, hari sudah -- [a] terang (dl arti bersih, tidak ada rumputnya dsb)
sumbu mendatar [Mat] garis mendatar yg berpotongan tegak lurus dng garis lain pd suatu bidang
susul su.sul [v] me.nyu.sul v (1) mengikuti atau mengejar sesuatu yg di depan: dl perlombaan itu, ia dapat -- lawan-lawannya; (2) datang kemudian; mengikuti: pertanyaan dikirim dahulu, jawaban -- kemudian; berangkatlah kamu dahulu, sebentar lagi saya -- ke sana; (3) memperbaiki suatu keterbelakangan (msl dl pekerjaan, pelajaran, dsb) dng tindakan dan perbuatan spt bekerja atau belajar lebih rajin; mengerjakan sesuatu agar jangan ketinggalan: dng susah payah dapat juga ia -- ketinggalannya dl pelajaran-pelajaran di sekolah yg baru dimasukinya; (4) menurut atau mengikuti (jejak dsb); mengusut (menyelidiki) untuk menemukan sesuatu: sulit sekali -- jejak kelahiran Gajah Mada; (5) menyambung (isi) surat yg terdahulu: surat ini kami kirim -- telegram yg kemarin
tanah datar tanah yg rata; dataran rendah
tata bahasa sekolah tata bahasa yg disusun berdasarkan pertimbangan pedagogis, digunakan sbg acuan dan pedoman bagi pengajaran bahasa di sekolah
terang te.rang [a] (1) dl keadaan dapat dilihat (didengar); nyata; jelas: terdengar suara lagu yg cukup -- dr arah timur; berita yg disampaikan melalui telepon itu kurang -- terdengar; naskahnya sudah tua, tulisannya tidak -- lagi; (2) cerah; bersinar: stadion Senayan pd malam pertandingan final sepak bola tampak bagaikan siang; bintangnya -- , ki nasibnya baik; mujur; (3) siang hari: krn bangunnya sudah -- , ia terlambat datang di sekolah; (4) bersih (tt halaman atau kebun) krn dibersihkan (disiangi, ditebangi, dsb): pekarangan itu tampak -- sesudah pohon-pohon yg rimbun ditebangi; (5) jernih; bersih (tt udara, langit): malam ini langit -- , kelihatan bintang-bintang bertaburan berkelap-kelip mengelilingi bulan purnama; (6) sah (tt bukti, barang-barang, dsb); sudah tidak meragukan (menyangsikan lagi): mengajukan bukti-bukti yg -- , agar dapat memperkuat gugatan; (7) terbukti (kebenarannya, kesalahannya, dsb): sekarang barulah -- apa kesalahannya; (8) cahaya; sinar: -- matahari; -- lampu
tertandatangani ter.tan.da.ta.ngani [v] sudah ditandatangani
uang sekolah uang pembayaran biaya pendidikan di sekolah
ujian sekolah uji.an sekolah pemeriksaan kepandaian yg diadakan oleh sekolah, bukan oleh negara
undang-undang hukum perdata un.dang-un.dang hukum perdata undang-undang yg mengatur hubungan subjek hukum yg satu dng subjek hukum yg lain, msl tt pelanggaran perjanjian, warisan, utang-piutang
usia sekolah usia yg dianggap cocok bagi anak secara fisik dan mental untuk masuk sekolah
werdatama wer.da.ta.ma [Lihat {wredatama}]
yg bulat datang bergolek yg bulat datang ber.go.lek , yg pipih datang melayang [pb] keuntungan (kesenangan dsb) datang dr mana-mana
-kan [sufiks pembentuk verba] (1) menjadikan: jalankan; datangkan; hitamkan; (2) sungguh-sungguh: dengarkan; camkan; (3) untuk; kpd orang lain: sewakan; bacakan; jualkan
abad komputer zaman modern yg orang-orangnya memanfaatkan komputer dl menyimpan dan mengolah data
absenteisme ab.sen.te.is.me [n] (1) ketidakhadiran yg terus-menerus (dl perusahaan, sekolah, dsb); (2) Huk pemilikan atau perwalian tanah oleh orang-orang yg tidak hidup di tanah tsb dan tidak mengolah tanah itu sendiri, tetapi mengambil hasilnya melalui penggarapnya
aduk [v] , meng.a.duk v (1) mencampur dan mengacau; mengarau: ~ gulai; (2) membongkar-bongkar tidak keruan: ia telah ~ lemari pakaiannya untuk mencari barang itu; (3) cak membuat kerusuhan; mengacau: daerah itu belum aman betul, beberapa kali gerombolan datang ~ di tempat itu
adven ad.ven [n Kris] (1) kedatangan Kristus dl inkarnasinya (kedatangannya yg kedua); (2) masa yg dimulai empat minggu sebelum Natal dan diisi dng acara kebaktian dan puasa; (3) (ditulis dng huruf kapital) nama sebuah sekte dl agama Kristen
agak-agak [adv] (1) hati-hati: ~ bertutur pd malam hari; (2) kiranya; gerangan: apa ~ maksud kedatangannya kemari?
agenda agen.da [n] (1) buku catatan yg bertanggal untuk satu tahun: acara rapat itu telah dicatat dl --; (2) acara (yg akan dibicarakan dl rapat): hal itu tercantum juga dl -- rapat; -- politik tema yg akan dibicarakan dl rapat politik: perebutan kursi DPR dan jabatan dl pemerintahan sudah tidak akan ada lagi dl -- politik di masa datang
aib 1 [a] malu : bagimu, itu adalah -- yg tiada terhapuskan lagi; janganlah merasa -- melakukan pekerjaan yg kasar; (2) n cela; noda; salah; keliru: jika ada -- dan bebalnya, hendaklah dimaafkan
ajak [v] , meng.a.jak v(1) meminta (menyilakan, menyuruh, dsb) supaya turut (datang dsb): Ibu ~ aku pergi ke pasar; (2) menantang (berkelahi dsb): ia ~ lawan mainnya untuk bertanding; (3) membangkitkan hati supaya melakukan sesuatu: pilot itu ~ penumpang membelot ke negara bebas [Mk p] serupa (dng); seperti [n] anjing hutan, Cuon javanicus
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
aktif ak.tif [a] (1) giat (bekerja, berusaha): ia -- di bidang olahraga; (2) lebih banyak penerimaan dp pengeluaran: neraca pembayaran --; (3) dinamis atau bertenaga (sbg lawan statis atau lembam); (4) mampu beraksi dan bereaksi: nitrogen --; (5) Dok mempunyai kecenderungan menyebar atau berkembang biak (tt penyakit, sel, dsb): dia mengidap penyakit tuberkulosis --
akuakultur aku.a.kul.tur [n] (1) pembudidayaan air sehingga menghasilkan; (2) pengusahaan laut untuk mendatangkan hasil (spt ikan, kerang, rumput laut): sudah saatnya Pemerintah mengalihkan perhatiannya pd bidang --
akuisisi aku.i.si.si [n] (1) perolehan; pemerolehan: -- bahasa ibu oleh anak-anak; (2) masukan (tt data komputer): -- data direkam dan kemudian diproses komputer; (3) pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset (dl industri perbankan terjadi apabila pembelian saham di atas 50%); pengambilalihan kepemilikan perusahaan atau aset; (4) Ek cara memperbesar perusahaan dng cara memiliki perusahaan lain
alah [a] (1) kalah: tidak diketahui siapa yg -- dan siapa yg menang; (2) ark tewas [v] , meng.a.lah v menebat (mengempang, membendung, mengeringkan) sungai untuk mengambil ikan [p] kata seru untuk menyatakan ketidakpedulian; ah: -- , dia saja tidak pernah datang ke rumah saya
alangan alang.an [n] (1) balok (kayu dsb) yg (dipasang) melintang untuk merintangi jalan (sungai, dsb); busung pasir yg melintang di muara: segala ~ di jalan telah disingkirkan; (2) rintangan; aral: jika tidak ada ~ , ia hendak datang kemari dl minggu ini
albedo al.be.do [n Fis] (1) fraksi (bagian) pantulan cahaya yg datang ke suatu permukaan; (2) faktor pantulan (refleksi) sebuah permukaan spt parafin thd neutron
almanak al.ma.nak [n] (1) penanggalan (daftar hari, minggu, bulan, hari-hari raya dl setahun) yg disertai dng data keastronomian, ramalan cuaca, dsb; (2) buku berisi penanggalan dan karangan yg perlu diketahui umum, biasanya terbit tiap tahun
alokasi alo.ka.si [n Ek] (1) penentuan banyaknya barang yg disediakan untuk suatu tempat (pembeli dsb); penjatahan; (2) penentuan banyaknya uang (biaya) yg disediakan untuk suatu keperluan: Pemerintah memberi -- dana kpd tiap desa untuk membangun gedung sekolah dasar; (3) Sos pembagian pengeluaran dan pendapatan (di suatu departemen, instansi, atau cabang perusahaan), baik dl perencanaan maupun pelaksanaannya; (4) Man penentuan penggunaan sumber daya secara matematis (msl tt tenaga kerja, mesin, dan perlengkapan) demi pencapaian hasil yg optimal
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
analis ana.lis [n] (1) orang yg menganalisis atau melakukan analisis; (2) ahli ilmu kimia yg bekerja di laboratorium (menjalankan penyelidikan dsb); (3) Ek orang yg mencari dan mengumpulkan data untuk penilaian kekayaan atau kemampuan perusahaan demi kepentingan pemodal
anasir ana.sir [n] (1) sesuatu (orang, paham, sifat, dsb) yg menjadi bagian dr atau termasuk dl keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dsb): dl pergerakan itu terdapat -- yg kurang baik; (2) (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yg merupakan bagian dr segala benda: orang memperkirakan bumi ini ada -- nya, yaitu air, api, tanah, dan hawa; (3) segala yg ada di dunia; makhluk: daun-daun pun tiada bergerak sebab angin tiada bertiup sedikit jua, seolah-olah segala -- sama-sama menghormati hari yg mulia itu; (4) unsur
andil an.dil [n] (1) bagian modal dl perusahaan; saham; sero: ia mempunyai -- dl perusahaan itu; (2) jasa, usaha, atau bantuan (berupa uang, tenaga, dsb) yg diberikan: ia mempunyai -- besar dl memajukan olahraga nasional
anggar ang.gar , meng.ang.gar adv mengira-ngira; memperhitungkan (belanja, biaya): ~ belanja pesta perkawinan [n] (1) permainan (perkelahian) yg kedua belah pihak menggunakan pedang; (2) Olr cabang olahraga bela diri yg menggunakan alat atau senjata (untuk menusuk, memarang, atau menusuk dan sekaligus memarang) [n] tenggeran burung dl sangkar [v] , ter.ang.gar-ang.gar v terlanggar-langgar
anggaran ang.gar.an [n] (1) perkiraan; perhitungan; (2) aturan; (3) Ek taksiran mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yg diharapkan untuk periode yg akan datang; (4) Man rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang
angkel ang.kel [ark ] (1) n uang kontrak yg diberikan kpd orang yg masuk serdadu (pd zaman penjajahan); (2) cak v menandatangani kontrak lagi (setelah kontrak berakhir)
angket ang.ket [n] (1) daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dng ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan; (2) Huk pemeriksaan saksi dl persidangan perkara perdata, baik yg diajukan oleh penggugat maupun oleh tergugat; (3) penyelidikan oleh lembaga perwakilan rakyat thd kegiatan pemerintah
anonim ano.nim [a] (1) tanpa nama; tidak beridentitas; awanama; (2) Sos tidak ada penandatangannya
apikal api.kal [a Ling] (1) berkenaan dng ujung lidah; (2) bunyi atau fonem yg terjadi krn penyempitan antara ujung lidah dan gigi atas atau alveolum, msl bunyi pertama pd datang, lari
armada ar.ma.da [n] (1) rombongan (pasukan) kapal perang; (2) rombongan kapal-kapal dagang; (3) rombongan suatu kesatuan: kedatangan menteri disambut -- perahu nelayan
asimilasi asi.mi.la.si [n] (1) Sas penyesuaian (peleburan) sifat asli yg dimiliki dng sifat lingkungan sekitar; (2) Ling perubahan bunyi konsonan akibat pengaruh konsonan yg berdekatan; (3) Bot pengolahan zat pd tumbuh-tumbuhan yg mengandung butir hijau daun dng pertolongan sinar matahari; pengubahan zat bertenaga rendah menjadi zat bertenaga tinggi yg diproses oleh tumbuhan
asing [a] (1) aneh; tidak biasa: hal itu sangat -- bagiku; (2) belum biasa; kaku: bagiku masih terasa -- kalau bergaul dng mereka; (3) datang dr luar (negeri, daerah, lingkungan): Pulau Bali banyak dikunjungi wisatawan --; (4) tersendiri; terpisah sendiri; terpencil: ia merasa -- di daerah yg baru itu; (5) lain; berlainan; berbeda
aspirasi as.pi.ra.si [n] (1) harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang: Garis-Garis Besar Haluan Negara pd hakikatnya adalah -- bangsa; (2) ilham yg timbul dl mencipta [n Ling] artikulasi konsonan hambat yg disertai letupan napas yg cukup keras sehingga dapat didengar
aturan atur.an [n] (1) hasil perbuatan mengatur; (segala sesuatu) yg sudah diatur: ~ rumahnya secara Barat; (2) cara (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah) yg telah ditetapkan supaya diturut: kita harus menurut ~ lalu lintas di jalan ; bagaimana ~ minum obat ini?; (3) tindakan atau perbuatan yg harus dijalankan: panitia sedang membicarakan ~ memberantas penyakit malaria; (4) adat sopan santun; ketertiban: dia tidak tahu ~; (5) cak seharusnya; menurut (kebiasaan dsb); biasanya: ~ (nya) dia harus datang sendiri
aubade au.ba.de [n] (1) nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pd pagi hari; (2) nyanyian cinta pd pagi hari; (3) pujian yg disampaikan dl bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang: -- anak sekolah di depan Istana Merdeka pd peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
awal [n] (1) mula-mula (sekali); mula: dr -- hingga akhir; (2) permulaan; yg mula-mula: -- tahun ini; pd -- abad kesepuluh; (3) jauh sebelum waktu yg ditentukan: -- amat engkau datang
ayal [a] (1) lambat; laun: datanglah segera jangan -- lagi; (2) bimbang; ragu-ragu: tak -- lagi, ia memang guruku
badai ba.dai [n] angin kencang yg menyertai cuaca buruk (yg datang dng tiba-tiba) berkecepatan sekitar 64-72 knot; topan: kampung nelayan itu hancur diserang -- , ter.ba.dai v (1) terbaring menelentang; tersadai: telah lama Baginda -- di peraduannya; (2) terdampar; terserampang: perahu itu -- di muara
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
bagan ba.gan [n] (1) ark pangkalan; (2) kerangka rumah yg baru didirikan spt tiang, rusuk, kuda-kuda, bubungan; (3) tiang dan kayu palang pd para-para penjemur ikan dsb; (4) gambar rancangan; skema; (5) Man alat peraga grafik untuk menyajikan data agar mempermudah penafsiran; (6) Antr gambaran secara analisis dan statistik tt proses yg terjadi dl alam, teknologi, dan masyarakat manusia
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
baling ba.ling [n] , ba.ling-ba.ling n (1) kitiran bilah-bilah dr kayu dsb yg dapat berkisar apabila kena angin; (2) kitiran untuk menjalankan kapal atau pesawat terbang; propeler; (3) penunjuk arah angin; (4) Olr gerak meroda dl olahraga senam; gerakan berputar ke yg meroda dng bertumpu bergantian samping pd kedua telapak tangan dan kaki secara terus-menerus
balut ba.lut [n] (1) (kain dsb) pengikat atau pembebat luka; barut; pembungkus; (2) pembungkus pegangan atau gagang stik dl olahraga hoki [a] tebal spt bengkak (tt pelupuk mata): matanya -- krn menangis
ban [n] (1) benda bulat dr karet yg dipasang melingkar pd roda (sepeda, mobil, dsb); (2) secarik pita (kain dsb) yg dibalutkan pd lengan; (3) lingkar tenunan benang tebal berbentuk pita lebar tanpa ujung dipakai untuk memutar roda mesin pabrik; (4) ikat pinggang; sabuk; (5) sampul buku, biasanya dr kertas, dibuat terpisah dr blok buku [n] (1) jalan atau jalur (kereta api dsb); (2)landasan terbang (bagi pesawat terbang) di pelabuhan udara; (3) lapangan tenis (bulu tangkis dsb); (4) ikat pinggang; sabuk; (5) Olr tanda yg menunjukkan tingkatan kemahiran (putih, kuning, hijau, biru, cokelat, hitam) dl olahraga karate, yudo, dsb; (6) Olr lintasan (untuk lari, berenang) [n] panjang gelombang atau frekuensi pd radio
bandul ban.dul [n] (1) buaian (lonceng dsb); (2) benda yg digantungkan sbg pemberat; (3) Fis batang tegar atau tali yg satu ujungnya dihubungkan dng bola atau silinder pembobot dng massa tertentu dan ujung lainnya diikatkan pd suatu titik tetap sehingga ujung yg mempunyai pembobot dapat bergantung bebas dan berayun dng kala (periode) tertentu; (4) Fis pembobot yg dapat berayun dr suatu sistem ayunan; (5) Olr pukulan yg diayunkan dr bawah ke atas (terutama dl olahraga pencak silat)
banting ban.ting [v] mem.ban.ting v (1) memukul keras-keras (tt ombak dsb); mengempas: ombak -- ke pantai; (2) menjatuhkan kuat-kuat ke bawah; mengempaskan; (mencampakkan) ke bawah: ia -- tikus itu sampai mati; (3) cak berguncang keras: mobil yg terlalu keras bannya dan sedikit muatannya tentu -; (4) membelokkan (ke kiri atau ke kanan); membuang ke kiri atau ke kanan: ia -- setir mobilnya agar tidak terjadi kecelakaan [kl n] perahu Aceh bertiang dua: gali patik yg datang ini empat belas dan -- patik sembilan buah [Mk n] lembu; sapi; banteng
basah ba.sah [a] (1) mengandung air atau barang cair: bajunya -- kena hujan; (2) belum dikeringkan; masih baru: ikan --; (3) cak banyak mendatangkan keuntungan (uang dsb): ia ditempatkan di pos yg --
basis ba.sis [n] (1) asas; dasar; (2) Mat (dl geometri) sisi yg berupa garis lurus yg terletak paling bawah (tt segitiga atau bentuk lain dl bidang; sisi yg berupa bidang datar yg terletak paling bawah (tt alas kerucut atau bangun lainnya); (3) Mat (aljabar) himpunan vektor bebas linear yg merentang pd suatu ruang vektor; (4) pangkalan (angkatan laut, angkatan darat, dsb) untuk melakukan operasi: pasukan itu menggempur -- angkatan laut musuh; (5) bilangan atau besaran yg dipakai sbg rujukan
batu api 1 batu untuk membuat api; batu geretan; rijang; (2) baja pencetus api (pd geretan); (3) ki penghasut
batu loncatan 1 batu tumpuan melompat (meloncat); (2) ki sarana (jalan, usaha) untuk maju atau untuk memperoleh kedudukan (pekerjaan) yg lebih baik; (3) pangkalan untuk menyerang musuh
bawa ba.wa [v] , mem.ba.wa v (1) memegang atau mengangkat sesuatu sambil berjalan atau bergerak dr satu tempat ke tempat lain: ia -- oleh-oleh untuk adiknya; hari ini ia tidak -- uang sepeser pun; (2) mengangkut; memuat; memindahkan; mengirimkan: kami menyewa kendaraan untuk -- belanjaan kami ke rumah; (3) mengajak pergi; pergi bersama-sama; memimpin: sewaktu pembantunya pulang ke kampung, ia terpaksa -- anaknya ke pasar; pemimpin-pemimpin kita berusaha -- kita ke kemakmuran; (4) mendatangkan; mengakibatkan; menyebabkan: kopor seberat ini tidak akan -- oleh anak itu; (5) menarik atau melibatkan (dl urusan, perkara, dsb): dl urusan itu, kamu jangan sampai -- nama keluargamu
bawaan ba.wa.an [n] (1) barang-barang yg dibawa (diangkat dsb): -nya dr luar negeri dikenakan pajak; (2) harta benda yg dibawa pd ketika kawin: apabila bercerai, -- perempuan tetap menjadi hak si perempuan; (3) buah tangan; oleh-oleh: apabila nenek datang, tentu banyak -- untuk cucunya; (4) pembawaan; sifat (tabiat dsb) yg dibawa sejak lahir; (5) akibat (dr): kekacauan ini adalah -- perang yg baru lalu
begitu be.gi.tu [pron] (1) seperti itu; demikian itu: bukan begini, tetapi -- spt yg berada di pojok sana itu; -- sayangnya kpd kekasihnya sehingga dia tega meninggalkan kuliahnya; (2) sangat; terlalu: ia -- baik kepadaku; (3) cak segera setelah ...: -- dibayar, boleh dibawa; -- ia datang, kami terus berangkat
belakang be.la.kang [n] (1) bagian tubuh di balik dada atau perut; punggung: ia mendukung anaknya di -- tubuhnya; (2) bagian benda yg dianggap sbg punggung; (3) arah atau bagian yg menjadi lawan muka (depan): ia datang dr --; rumahnya di -- gedung bioskop; (4) (di) balik: anak-anak berlindung di -- pohon; (5) waktu yg akan datang; nanti; kelak: bekerjalah terus, berhasil tidaknya itu urusan --
belakangan be.la.kang.an [n] (1) akhirnya; kemudian: -- ketahuan juga siapa pencurinya; (2) baru-baru (ini); belum lama (ini): -- ini diadakan lomba sepatu roda di Jakarta; (3) menyusul; kemudian: saya membayar sebagian dulu, sisanya -; (4) Jk lebih belakang; kemudian: yg datang -- tidak mendapat kursi
belangkin be.lang.kin [n] (1) zat sisa pengolahan minyak tanah; ter; (2) semir sepatu
bentar ben.tar [a] belah: candi -- , bangunan gapura menyerupai belahan gunung yg simetri; (2) n Ark bangunan kuno berupa gapura atau gerbang yg tidak mempunyai atap , se.ben.tar a (1) dl waktu yg singkat; tidak lama: tunggulah -, saya mau salat dulu; (2) nanti: -- Ibu datang; (3) kadang-kadang: ia -- pergi, -- tidak [v] ber.ben.tar v berjalan (berlari) berkitar (berkeliling); berbegar: mengambil jalan -, menempuh jalan yg tidak langsung (memutar) ke arah tempat yg dituju
ber ber -- an an [konfiks verba] (1) melakukan kegiatan, mengalami peristiwa, dan menyatakan pelaku atau pengalam yg lebih dr satu, serta perbuatan atau proses yg berkali-kali: bepergian; berguguran; berdatangan; (2) perbuatan atau peristiwa yg terjadi secara timbal balik: berpelukan, berciuman, bersentuhan; (3) berelasi satu sama lain: bermesraan; berseberangan; berdekatan; (4) merasa memilki: berakhiran; beralasan; berpikiran
beragah-agah ber.a.gah-a.gah [v] (1) berpandangan muka (hendak berkelahi): yg bertabrakan itu sedang ~ ketika polisi datang; (2) bersabung (tt ayam): ayam ~
beragama ber.a.ga.ma [v] (1) menganut (memeluk) agama: saya ~ Islam dan dia ~ Kristen; (2) beribadat; taat kpd agama; baik hidupnya (menurut agama): ia datang dr keluarga yg ~; (3) cak sangat memuja-muja; gemar sekali pd; mementingkan: mereka ~ pd harta benda
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
beras setengah olah beras giling yg setelah penggilingan direndam dl air, dikukus, kemudian dikeringkan untuk ditanak kembali
berbahaya ber.ba.ha.ya [v] (1) ada bahayanya; (mungkin) mendatangkan bahaya; (dl keadaan) terancam bahaya: kanker dan tifus merupakan penyakit akut yg -; (2) (dl keadaan) terancam bahaya: -- sekali keadaannya, lukanya sangat parah
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
bercepat-cepat ber.ce.pat-ce.pat [v] (1) berebut cepat; berlomba-lomba (saling mendahului): mereka ~ mencapai garis finis; (2) tergesa-gesa; terburu-buru: ~ lah ia keluar halaman menyongsong kedatangan ayahnya
berdakwah ber.dak.wah [v] (1) mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; (2) berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: sekali seminggu datanglah seorang mubalig untuk ~ di desa itu
berdampak ber.dam.pak [v] (1) berbenturan; (2) mempunyai pengaruh kuat yg mendatangkan akibat
berdatang ber.da.tang, da.tang-da.tang sembah [kl v] berkata-kata dng hormat (pd waktu menghadap raja): utusan raja itu menghadap raja seraya ~ sembah
berdaya guna ber.da.ya gu.na [v] (1) berkemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; bertepat guna; efisien: cara yg paling ~ untuk membasmi parasit ialah dng mengadakan penyemprotan masal; (2) berkemampuan menjalankan tugas dng baik: tujuan penertiban aparatur negara ialah agar pegawai negeri dapat bekerja secara ~ dan berhasil guna
berdegap-degap ber.de.gap-de.gap [v] (1) berbunyi degap-degap; (2) berdebar-debar keras (tt jantung): dia datang dng terengah-engah dan jantungnya ~
bergaya ber.ga.ya [v] berkekuatan; bertenaga; berdaya: penghuni rumah itu tidak ~ berhadapan dng perampok bersenjata itu [v] (1) mempunyai ragam yg khusus; (2) memakai ragam: hidup ~ kebarat-baratan; (3) mempunyai bentuk khas: candi ~ Hindu; (4) bersikap; bertingkah: ia ~ mencurigakan orang yg melihatnya; (5) memakai sikap (gerakan) tertentu (dl olahraga); (6) bersikap elok (bagus, pantas, dsb): peragawati itu ~ di depan penonton
berhasil ber.ha.sil [v] (1) mendatangkan hasil; ada hasilnya: usahanya ~ baik dl tahun ini; (2) beroleh (mendapat) hasil; berbuah; tercapai maksudnya: segala usahanya ~; saya coba mendamaikan mereka, tetapi tidak ~
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjalan ber.ja.lan [v] (1) melangkahkan kaki bergerak maju: anak itu belum bisa ~ , meskipun umurnya sudah setahun lebih; (2) bergerak maju dr suatu titik (tempat) ke titik (tempat) lain: matahari itu seakan-akan ~ dr timur ke barat; (3) menggelinding atau berputar (tt sesuatu yg bundar spt roda); (4) bepergian: kalau hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya lebih dahulu; (5) berlangsung; dilangsungkan (tt perundingan, rapat, dsb): perundingan utara-selatan terus ~ meskipun ada perang dingin antara kedua belah pihak; (6) berlaku; ditaati (tt peraturan, undang-undang, hukum, dsb): tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima tahun
berjanji ber.jan.ji [v] (1) mengucapkan janji; menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu (memberi, menolong, datang, dsb): ia ~ hendak melunasi utang adiknya pd akhir bulan ini; (2) menyanggupi akan menepati apa yg telah dikatakan atau yg telah disetujui: kedua belah pihak ~ akan selalu bekerja sama
berkebetulan ber.ke.be.tul.an [v] (1) (tidak sengaja) bertepatan waktunya: sebenarnya hanya -- saja kami datang bersama-sama; (2) (tidak sengaja) bersamaan (selaras) halnya: untunglah keputusannya -- dng harapan saya
berkedip ber.ke.dip [v] (1) bergerak membuka dan menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); berkejap: mata orang itu ~ sebentar sebelum mengangguk setuju; (2) tampak seolah-olah bernyala dan padam berganti-ganti (tt nyala lampu, dian, dsb); berkelip(-kelip)
berkendara ber.ken.da.ra [v] (1) duduk di atas sesuatu yg dinaiki, ditunggangi, dsb (spt kuda atau kereta): pangeran datang ~ seekor kuda putih; (2) menaiki (menumpang) suatu alat tunggangan (tumpangan dsb): aturan ~ perlu dipatuhi untuk keselamatan penumpang; (3) menjalankan kendaraan, mobil
berkhayal ber.kha.yal [v] (1) melihat sesuatu yg hanya ada dl angan-angan: ia ~ seakan-akan anaknya yg telah meninggal datang mengunjunginya; (2) berbuat sesuatu spt benar-benar terjadi: anak-anak ~ seakan-akan kursi menjadi mobil dan ia menjadi supirnya
berlaga ber.la.ga [v] (1) berkelahi (tt ayam, kambing, dsb); (2) berlanggaran; bertumbuk (tt ombak, perahu, dsb): gemuruh bunyi ombak ~; (3) bertanding dl olahraga: kedua kesebelasan itu akan ~ berebut tempat di semifinal
berlawanan ber.la.wan.an [v] (1) menjadi lawan (dr); bertentangan; bermusuhan: kami tidak pernah cocok, sehingga selalu ~ pendapat; (2) saling menjadi lawan; (saling) bertolak belakang; (saling) berbalikan (arah, arti): kedua mobil yg bertubrukan itu datang dr arah yg ~
berlayapan ber.la.yap.an [v] (1) beterbangan (berdatangan) banyak sekali dekat permukaan tanah atau air (tt burung, ikan, dsb); (2) meliuk-liuk (berayun-ayun) ditiup angin (tt pohon, tumbuhan, dsb)
berolahraga ber.o.lah.ra.ga [v] melakukan gerak badan (berenang, bermain bola, dsb)
berpesan ber.pe.san [v] (1) memberi pesan (kpd); menyuruh (meminta) supaya perkataan dsb dilakukan atau disampaikan kpd orang lain: sebelum berangkat ia ~ kpd istrinya supaya merawat anaknya baik-baik; ia sudah ~ kpd saya kalau ada orang datang agar menunggu sebentar; (2) memberi nasihat (wasiat ketika akan meninggal dunia): orang tua itu ~ kpd anak cucunya agar dia dikuburkan di dekat rumahnya
berpindah ber.pin.dah [v] (1) beralih (beranjak dsb) ke tempat lain: tamat sekolah dasar, ~ lah ia ke SLTP
bersama ber.sa.ma [v] (1) berbareng; serentak: kami berangkat -- ke sekolah; (2)semua; sekalian: kewajiban itu telah dibebankan kpd kita -; (3) seiring dng: -- surat ini, kami sampaikan seberkas laporan tahunan perusahaan
bersantai ber.san.tai [v] (1) beristirahat sambil melakukan acara bebas: pd waktu jeda anak-anak -- di halaman sekolah; (2) omong-omong tidak resmi: Presiden sedang -- dng para perintis kemerdekaan
bersedia ber.se.dia [v] (1) bersiap; bersedia-sedia: murid-murid telah --; menghadapi ujian; (2) ada (siap untuk dipakai): ia sudah -- pakaian olahraga
berselang ber.se.lang [v] (1) berantara; (2) lewat; berlalu; sesudah ... kemudian; ada antaranya: setelah beberapa lama -- dia datang lagi
berseru ber.se.ru [v] (1) memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: terdengar suara orang -, seolah-olah memanggil kita; (2) berkata atau bersuara nyaring: burung itu mengangguk-angguk sambil -, trilili, lili, lili; (3) mengajak atau menganjurkan: akhirnya, pembicara -- kpd hadirin supaya mem-bantu usahanya
bersetuju ber.se.tu.ju [v] (1) bersepakat (mupakat, sependapat); cocok (serasi, sesuai); suka (berkenan); (2) bertepatan (dng); berbetulan (dng); bersetujuan (dng): taruhlah titik yg ~ dng angka 12 itu; pd hari yg ~ dng awal bulan Rajab, anak yg dirindukannya pun datanglah
bersilih ber.si.lih [v] (1) bertukar: -- baju; (2) berubah (jadi); bertukar rupa dsb: dukun itu mampu -- rupa jadi harimau; (3) berganti-ganti; bergiliran; bertukar-tukar: berang dan sedih datang -- ganti mengacau perasaan
bersopan-sopan ber.so.pan-so.pan [v] (1) berlaku sangat sopan; (2) berlaku seolah-olah sopan; berlagak sopan
bertakziah ber.tak.zi.ah [v] (1) menghibur orang yg mendapat musibah; (2) menyatakan turut berdukacita; melayat (orang mati): banyak kaum kerabat almarhum yg datang ~ dan mengantarkannya ke kubur
bertapak ber.ta.pak [v] (1) berjejak; berpijak; melangkah: seolah-olah kakinya tidak ~ ke bumi
bertelur ber.te.lur [v] (1) mengeluarkan telur; (2) cak berak; (3) cak menjatuhkan bom (tt pesawat terbang); (4) ki mendatangkan hasil (keuntungan dsb)
bertimbun ber.tim.bun [v] (1) bersusun hingga merupakan tumpukan; bertumpuk: banyak sampah ~ di depan rumah; (2) ki banyak: ~ lah surat-surat lamaran datang kepadanya
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
beruji ber.u.ji [v] (1) mengadu kekuatan (kepandaian dsb): pendeknya, kita boleh ~ , siapa yg terkuat di antara kita ini; (2) mengikuti ujian: pd ujian negara, murid sekolah swasta ~ di sekolah negeri
beruntung ber.un.tung [v] (1) berlaba; mendapat laba: bagaimana dapat ~ kalau ongkos angkutnya saja sudah mahal sekali; (2) bernasib baik; mujur; bahagia: yg ~ dapat mengenyam pelajaran di bangku sekolah dng cuma-cuma; (3) berhasil (maksudnya, usahanya, dsb); tidak gagal
besok be.sok [n] (1) hari sesudah hari ini; esok hari: hari ini hari Kamis, -- hari Jumat; (2) saat yg akan datang; kelak: menabunglah untuk persediaan hari --
biasa bi.a.sa [a] (1) lazim; umum: bagi masyarakat sekarang memakai sepatu sudah --; (2) spt sediakala (sbg yg sudah-sudah): ia makan dan bercanda sebagaimana -- , tidak tampak bahwa dia sedang menderita sakit parah; (3) sudah merupakan hal yg tidak terpisahkan dr kehidupan sehari-hari; sudah menjadi adat: setiap pagi dia -- minum kopi; (4) sudah seringkali: dia -- datang ke rumah kami
bingkas bing.kas , mem.bing.kas v (1) mengganjal atau melenting dng cepat; terlepas meloncat: jebakannya --; (2) bangkit (berdiri, meloncat, dsb) dng cepat: penjahat itu segera -- dr duduknya ketika melihat polisi datang
biodata bi.o.da.ta [n] riwayat hidup singkat
bisbol bis.bol [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dng bulu halus kemerah-merahan, berbau spt mentega; Dyaspyros philipinses [n Olr] permainan olahraga dng menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yg masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain
blok [n] (1) gulungan (cita dsb): dibelinya kain putih dua --; (2) deretan beberapa buah rumah yg tidak terpisah-pisah: rumah -- A disediakan untuk para perwira menengah; (3) bagian dr kampung yg besar yg dibatasi oleh jalan: Kebayoran Baru dibagi menjadi beberapa --; (4) persatuan beberapa negara (partai politik dsb) untuk memperkuat kedudukannya: partai-partai kanan merupakan -- penyokong pemerintah; (5) Olr pemukulan bola sebelum bola memantul ke tanah (dl olahraga tenis)
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bolos bo.los, mem.bo.los [v] (1) tidak masuk bekerja (sekolah dsb): hari ini sebenarnya bukan hari libur, tetapi banyak murid yg -; (2) meloloskan diri; melarikan diri: dua orang tahanan dapat --
buang malu 1 menghilangkan malu; (2) membalas dendam untuk menghilangkan malu
bubur sura bubur dr beras dng santan dan garam beserta lauk-pauknya, dibuat untuk menyambut datangnya tahun baru Kamariah (1 Muharam atau Asyura)
bujet bu.jet [n] (1) anggaran pemasukan dan pengeluaran uang; anggaran belanja; (2) Ek rencana anggaran terperinci sbg pedoman untuk menjalankan operasi pd masa yg akan datang dan juga digunakan sbg dasar untuk melakukan penilaian atas pelaksanaan
buku induk buku yg memuat daftar nama beserta jati diri orang yg tercatat sbg anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah: nama pendatang baru itu belum tercantum pd -- induk kelurahan
bumi bu.mi [n] (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dr matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --
buruk bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
cacat ca.cat [n] (1) kekurangan yg menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau kurang sempurna (yg terdapat pd badan, benda, batin, atau akhlak): krn -- nya itulah, ia tidak diterima di sekolah guru; (2) lecet (kerusakan, noda) yg menyebabkan keadaannya menjadi kurang baik (kurang sempurna): coba periksa barang itu baik-baik, barangkali ada -- nya; (3) cela; aib: segala yg baik tentu ada -- nya; (4) tidak (kurang) sempurna: akibat kecelakaan itu, sekarang ia menjadi --
cakah ca.kah [a] (1) lebar (tt sudut, cabang, kaki yg dilangkahkan); (2) lurus mendatar, tidak melengkung (tt tanduk kerbau)
cakram cak.ram [n] (1) besi bundar, pipih, dan tajam; cakra; (2) Olr salah satu alat nomor lempar pd cabang olahraga atletik, terbuat dr kayu bundar dan pipih, di pinggirannya dibalut dng besi (beratnya 2 kg untuk putra dan 1 kg untuk putri)
cambuk cam.buk [n] (1) alat untuk melecut binatang (kuda, kerbau, dsb), berupa jalinan tali dr serat tumbuhan, benang, atau kulit yg diikatkan pd sebuah tangkai; cemeti besar; (2) ki sesuatu yg dapat menimbulkan dorongan untuk maju (lebih baik): peristiwa itu menjadi -- baginya untuk belajar lebih tekun [n Olr] (1) gerakan melentingkan badan (pd olahraga senam) dng cara menggerakkan pinggul dan pinggang; (2) gerakan kaki pd olahraga renang
cedera ce.de.ra [n] perselisihan; pertengkaran [a] (1) cacat (luka) sedikit: akibat kecelakaan itu, kakinya --; (2) ada cacatnya; rusak; (3) merana (krn berpenyakitan dsb); (4) rugi [v] , ber.ce.de.ra v (1) berkhianat; tidak setia; tidak menepati janji; (2) membunuh atau menyerang dng tipu muslihat atau dng sembunyi-sembunyi [Lihat {cendera}] [v] , men.ce.de.ra v mendatangi (memeriksa) dng cara tiba-tiba
cengkih ceng.kih [n] (1) tanaman produksi, pohonnya tinggi, daunnya rimbun, hidup di dataran tinggi, yg bunganya (buahnya) harum dan pedas, segar rasanya, dipakai sbg rempah-rempah, isi rokok kretek, dsb; Eugenia aromatica; (2) bunga cengkih; (3) kartu besar (untuk berjudi) yg bergambar bunga cengkih
cepat ce.pat [a] (1) dl waktu singkat dapat menempuh jarak cukup jauh (perjalanan, gerakan, kejadian, dsb); laju; deras: ia berlari --; kejadian berlalu dng --; (2) cekatan; tangkas: dia berhasil menangkap bola dng --; (3) terdahulu (tt arloji, jam) maju; mendahului: arloji itu -- sepuluh menit; (4) dl waktu singkat; lekas; segera: siapa -- dia dapat, siapa yg lekas-lekas datang akan mendapat; penyakitnya -- baik
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
cerdas cer.das [a] (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya
cetak datar [Graf] sistem cetakan dng acuan atau pelat yg gambarnya sama tinggi dng permukaan; litograf
cintamani cin.ta.ma.ni [kl n] (1) intan yg bertuah; (2) ular yg mendatangkan bahagia (terutama dl percintaan)
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
citra cit.ra [kl n] (1) rupa; gambar; gambaran; (2) Man gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) Sas kesan mental atau bayangan visual yg ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yg khas dl karya prosa dan puisi; (4) Hut data atau informasi dr potret udara untuk bahan evaluasi; -- perbankan gambaran mengenai dunia perbankan: kejadian spt itu jelas tidak menguntungkan dl upaya meningkatkan -- perbankan kita di mata internasional
cokelat co.ke.lat [n] (1) pohon yg termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5-6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pd batang yg besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15-20 cm, mengandung biji spt kacang-kacangan antara 50-100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lainnya; Theobroma cacao; (2) bubuk tepung dr biji cokelat; (3) gula-gula yg dibuat dr bubuk cokelat [n] warna merah kehitam-hitaman spt sawo matang
cuma cu.ma [adv] (1) tidak ada yg lain (sendirian dl jenisnya): -- dia yg datang, tidak ada yg lain; (2) hanya; melainkan: aku -- anak pungut, tidak dapat berbuat banyak
cuma-cuma cu.ma-cu.ma [adv] (1) tidak ada gunanya; sia-sia: ~ dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; (2) tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis: obat-obatan diberikan dng ~; sekalian orang boleh menonton acara itu dng ~
dajal da.jal [n] (1) setan yg datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); (2) ki orang yg buruk kelakuannya; penipu; pembohong
dampak dam.pak [n] (1) benturan; (2) pengaruh kuat yg mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif); (3) Fis benturan yg cukup hebat antara dua benda sehingga menyebabkan perubahan yg berarti dl momentum (pusa) sistem yg mengalami benturan itu
dasalomba da.sa.lom.ba [n] perlombaan pd cabang olahraga atletik yg terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yg dilakukan oleh seorang atau setiap atlet
daun da.un [n] (1) bagian tanaman yg tumbuh berhelai-helai pd ranting (biasanya hijau) sbg alat bernapas dan mengolah zat makanan; (2) bagian barang yg tipis lebar (spt -- dayung; -- jendela; -- pintu); (3) barang yg berhelai-helai spt daun (spt kartu domino, kertas sigaret)
daur da.ur [n] (1) peredaran masa atau tahun; (2) Fis sistem keadaan (fase) yg keadaannya sekarang dapat berulang pd suatu saat di masa mendatang; (3) sistem fase yg melalui zat kerja di dl mesin pemampat (kompresor), pompa, turbin, atau sistem penyejuk
daya guna da.ya gu.na [n] (1) kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; efisien; tepat guna; sangkil: para petani berusaha meningkatkan -- tanah mereka; (2) kemampuan menjalankan tugas dng baik (tt orang): dl pengangkatan pegawai, -- yg tinggi harus menjadi unsur pertimbangan pokok; (3) angka persen yg menunjukkan perbandingan antara tenaga (energi) yg diperoleh dan tenaga yg diperlukan
dayung da.yung [n] (1) tongkat besar yg pipih dan lebar pd ujungnya untuk mengayuh (menjalankan, menggerakkan) perahu; pengayuh; (2) injak-injak pd sepeda (untuk menjalankannya); pedal; (3) sirip pd dada ikan sbg alat untuk berenang [n Olr] olahraga air dng menggunakan perahu
degung de.gung [n] (1) tiruan bunyi gong dsb; (2) gamelan Sunda: irama -- menyambut kedatangan mempelai yg berpakaian adat Cirebon
di [p] (1) kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; (2) cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; (3) Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; (4) Mk dari: jauh -- mata [kp] adi, msl dipati adipati; diraja adiraja
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
dengan de.ngan [p] (1) beserta; bersama-sama: ia pergi -- anak istrinya; (2) dan: Saman -- Simin tinggal sekampung; (3) memakai (menggunakan) suatu alat: melempar -- batu; menusuk -- belati; melukis -- cat; (4) kata penghubung menyatakan hubungan kata kerja dng pelengkap atau keterangannya: bermain -- temannya; (5) kata penghubung untuk menerangkan cara (bagaimana terjadinya atau berlakunya); sambil; seraya: ia menjawab -- tersenyum; harus datang sendiri -- membawa ijazah; (6) kata penghubung menerangkan (sifat): diperhatikan -- sungguh-sungguh; gawangnya dijaga -- ketat; menyerang -- gagah berani; (7) oleh; karena: lemarinya penuh -- buku; (8) atas: -- kemauan sendiri; (9) penghubung untuk menyatakan keselarasan (kesamaan, kesesuaian): menyesuaikan -- keadaan lingkungan; mukanya mirip -- ibunya; -- sendirinya sendiri (dng arti yg lebih kuat); otomatis: bergerak -- sendirinya [kl n] (1) sahabat; (2) Mk hamba tebusan; budak: Datuk Bendahara itu banyak sekali -- nya; (3) saya; aku
di mana di ma.na [pron] (1) kata tanya untuk menerangkan tempat: penandatanganan naskah ini harus kita lakukan -- ? (2) kata untuk menunjukkan tempat yg tidak tentu: -- ada uang, di situ ada pedagang
dinamometer di.na.mo.me.ter [n] (1) alat pengukur tenaga mesin, terutama daya atau kecepatan putarannya; (2) Tan pengukur jejak alat pengolah tanah
direktur di.rek.tur [n] (1) pemimpin tertinggi dl suatu perusahaan; (2) kepala sekolah menengah; (3) kepala direktorat (dl departemen); (4) orang yg bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, dsb
diri di.ri [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu
disiplin di.sip.lin [n] (1) tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); (2) ketaatan (kepatuhan) kpd peraturan (tata tertib dsb); (3) bidang studi yg memiliki objek, sistem, dan metode tertentu
divisi di.vi.si [n] (1) satuan militer yg besar (jumlahnya sampai puluhan ribu) yg biasanya lengkap dng peralatannya, dipimpin oleh perwira tinggi (biasanya mayor jenderal): satu -- didatangkan untuk memperkuat penjagaan keamanan; (2) kelompok dl suatu organisasi (sepak bola dsb): kesebelasan itu menjadi juara dl kompetisi -- II; (3) bagian dr suatu perusahaan besar: pegawai Pertamina -- Perkapalan; (4) Bot satuan taksonomi dl klasifikasi tumbuhan, berperingkat antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, spt Bryophyta
dobel do.bel [a cak] (1) rangkap dua: ikatannya harus -- supaya kuat; (2) lipat dua: penghasilan kami sudah -- dp tahun yg lalu; (3) dua sekaligus: bulan ini uang sekolah harus dibayar --; (4) kembar: saya tidak suka yg -- spt ini, saya ingin dua, tetapi berlainan; (5) Olr bermain berpasangan; bermain ganda: dl pertandingan bulu tangkis hari ini, ia akan bermain -- dng pemain sekota asalnya
dokumentasi do.ku.men.ta.si [n] (1) pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan informasi dl bidang pengetahuan; (2) pemberian atau pengumpulan bukti dan keterangan (spt gambar, kutipan, guntingan koran, dan bahan referensi lain): panitia dilengkapi dng seksi pameran, publikasi, dan --
dominasi do.mi.na.si [n] (1) penguasaan oleh pihak yg lebih kuat thd yg lebih lemah (dl bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dsb); (2) Ling hal tergantungnya suatu konstituen sintaktis pd simpai di atasnya
eminensi emi.nen.si [n] (1) keunggulan; kedudukan tinggi: ia mencapai -- sbg olahragawan bulu tangkis; (2) orang yg unggul, ternama, dsb; orang yg berkedudukan tinggi; (3) gelar bagi para kardinal gereja Katolik
emol [v] meng.e.mol v cak (1) mengganggu atau menggoda orang lain: dia suka ~ anak kecil; (2) bertindak atau melakukan sesuatu yg kurang sopan dan tanpa malu-malu: tamu yg tidak diundang itu datang ~ di tempat pesta
entah en.tah [adv] (1) kata untuk menyatakan atau menjawab bahwa tidak tahu: -- apa yg dibawa tadi, saya tidak melihatnya; (2) boleh jadi: -- datang -- tidak, boleh jadi datang, boleh jadi tidak; (3) baik ... maupun ...: -- mahal, -- murah, saya tidak peduli
entar en.tar [n cak] (1) sebentar: -- dia datang; (2) nanti: -- malam
faktor intrinsik [Bio] (1) faktor atau pengaruh yg datang dr dalam; (2) zat yg dihasilkan oleh lambung yg mempermudah penyerapan vitamin B12 oleh tubuh
filial fi.li.al [n] (1) bagian perusahaan yg berkedudukan tersendiri (terutama tt perusahaan perbankan dan pertokoan); anak perusahaan; (2) cabang (perusahaan, sekolah, dsb)
flis [n Tern] (1) bulu domba yg belum diolah menjadi wol; (2) bulu domba yg masih belum dicukur
fokus fo.kus [n] (1) Fis titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yg datang berada dl keadaan paralel dng sumbu cermin atau lensa itu; titik api: tempatkan objek itu dl -- kalau menginginkan hasil pemotretan yg bagus; (2) pusat: -- perhatian dunia internasional tertuju ke kejuaraan sepak bola dunia di Prancis; (3) Ling (a) unsur yg menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pd bagian itu; (b) ciri predikat verbal yg menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dng subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
formal for.mal [a] (1) sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku: permohonan itu harus diajukan secara -- , tidak cukup dng telepon; (2) resmi: pendidikan -- yg ditempuhnya hanya sekolah teknik menengah
formalitas for.ma.li.tas [n] (1) bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yg berlaku: tanpa -- dia langsung menerima kedatangan istri camat yg mendapat musibah itu; (2) sekadar mengikuti tata cara; basa-basi: penyambutan itu hanya --
gamit ga.mit [v] , ber.ga.mit v(1) saling menyentuh dng jari (saling memberi isyarat): dua remaja itu ~ dan bertukar kerling; (2) ki berlambaian: daun pokok kayu ~; (3) ki merangkul; mendekati: Presiden ~ dng salah satu partai di tengah silang pendapat tt kebangkitan partai itu pd masa datang
gandrung gan.drung [a] (1) sangat rindu (kasih) akan; tergila-gila krn asmara; (2) sangat ingin (mendambakan): kita -- akan adanya perpustakaan di tiap-tiap sekolah [n] tumbuhan yg buahnya spt enjelai; Andropogon sorghum
ganggu gang.gu [v] , meng.gang.gu v (1) menggoda; mengusik: pemuda itu suka ~ gadis yg lewat; (2) merintangi; menyebabkan tidak berjalan sebagaimana mestinya (tt keadaan umum, kesehatan badan, dsb): pawai yg tidak teratur dapat ~ kelancaran lalu lintas; asap knalpot dapat ~ kesehatan badan; (3) merisaukan (tt hati, pikiran): kepergian gadis itu telah ~ hatinya; (4) merusak suasana: kehadirannya yg tidak diharapkan itu telah ~ pertemuan yg semula penuh tawa riang; (5) mendatangkan kekacauan (kerusuhan dsb): gerombolan penjahat itu sering ~ keamanan kota
ganja datang (rawan) ganja yg menempel pd bilahnya
garapan ga.rap.an [n] (1) pekerjaan (apa yg dikerjakan); hasil menggarap: ~ meja ini kurang baik; (2) tanah (yg diolah): luas ~ saya hanya sehektar
garis berat 1 [Mat] garis yg ditarik dr sudut segitiga sampai sisi lain sehingga membagi kedua sisi itu sama panjang, yg pd segitiga sama sisi di samping membagi dua sisi sama panjang juga membentuk sudut 90o; (2) Graf garis-garis kasar dl klise atau pengetsaan
gatal ga.tal [a] (1) berasa sangat geli yg merangsang pd kulit tubuh (krn kutu dsb): kepalaku -- benar krn banyak ketombe; (2) cak mendatangkan perasaan gatal: ulat bulu itu -- bila tersentuh; (3) ki suka atau ingin bersetubuh (tt perempuan); gasang: ia dicaci maki, dikatakan perempuan --; (4) ki ingin sekali hendak berbuat sesuatu (memukul dsb): tangannya -- , hendak meninju kawannya
gaya ga.ya [n] (1) kesanggupan untuk berbuat dsb; kekuatan: dia terbanting krn kalah -- dr lawannya; (2) kuat: negara yg -- dan jaya; (3) Fis (a) dorongan atau tarikan yg akan menggerakkan benda bebas (tak terikat); (b) besaran yg mempunyai besar dan arah tertentu; (c) suatu interaksi yg bila bekerja sendiri menyebabkan perubahan keadaan gerak benda; (d) kakas [n] sikap; gerakan: tangannya bergerak dng -- seakan-akan ia terlepas dr suatu bahaya; (2) n irama dan lagu (dl nyanyian, musik, dsb): lagu ini hampir sama -- nya dng lagu-lagu Barat; (3) n ragam (cara rupa, bentuk, dsb) yg khusus (mengenai tulisan, karangan, pemakaian bahasa, bangunan rumah, dsb): telah dibangun balai pertemuan dng -- joglo; (4) n cara melakukan gerakan dl olahraga (renang, lompat, dsb): -- permainannya cukup mengesankan; (5) n lagak lagu; tingkah laku: -- nya nyata dibuat-buat; (6) n sikap yg elok; gerak-gerik yg bagus: peragawati itu muncul dng -- yg memesona; (7) a cak elok; bergaya: biar tidak garang, asal lebih --
gedung ge.dung [n] (1) bangunan tembok dsb yg berukuran besar sbg tempat kegiatan, spt perkantoran, pertemuan, perniagaan, pertunjukan, olahraga, dsb; (2) rumah tembok yg berukuran besar
gedung sekolah gedung tempat belajar dan mengajar
gelang-gelang ge.lang-ge.lang [n] (1) segala yg berbentuk spt gelang; (2) Olr alat (dl cabang olahraga senam) berbentuk bundar yg terbuat dr besi spt gelang diikat dng tali, digantungkan pd palang besi: untuk melakukan berbagai bentuk gerak senam (msl jungkir-balik, berdiri dng tangan) digunakan ~
gelanggang ge.lang.gang [n] (1) ruang atau lapangan tempat menyabung ayam, bertinju, berpacu (kuda), berolahraga, dsb; (2) medan perang (pertempuran, perjuangan); (3) lingkaran yg mengelilingi (bulan, matahari, dsb)
gelintir ge.lin.tir [n] (1) gentel; butir (spt pil atau tablet); (2) penggolong benda untuk orang yg berjumlah tidak tentu: yg datang ke perpustakaan itu hanya beberapa -- manusia
geng [n cak] (1) kelompok remaja (yg terkenal krn kesamaan latar belakang sosial, sekolah, daerah, dsb); (2) gerombolan
gerayang ge.ra.yang [v] meng.ge.ra.yang v (1) meraba-raba; merabai; memegang-megang (hendak mencopet dsb); (2) mendatangi (dng maksud jahat spt merampok, mencuri) [v] meng.ge.ra.yang v (1) menggaruk-garuk kepala dng jari; (2) merayap-rayap; mengeriap (tt kutu dsb)
gerbong datar gerbong yg tidak berdinding dan tidak beratap untuk mengangkut barang-barang yg berukuran panjang dan peti kemas
gimnasium gim.na.si.um [n] (1) ruangan besar untuk olahraga; (2) sekolah menengah yg muridnya dipersiapkan untuk masuk perguruan tinggi (sistem pendidikan di Eropa)
godok go.dok [v] meng.go.dok v (1) merebus: menjelang Idulfitri ham pir setiap ibu rumah tangga ~ ketupat; (2) ki mematangkan: mengolah: Pemerintah saat ini sedang ~ suatu ide pembinaan kesehatan pedesaan
godokan go.dok.an [n] (1) rebusan: air ~ daun-daunan dipakainya merendam kaki yg sakit; (2) ki olahan; pertimbangan: sesudah mengalami pelbagai ~ , berita itu akan diteruskan kpd pembaca
golf [n] cabang olahraga dng menggunakan bola kecil untuk dipukul dng tongkat pemukul ke dl tiap-tiap rentetan liang-liang (9 atau 18 liang berturut-turut)
gugur gu.gur [v] (1) jatuh sebelum masak (tt buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tt bayi); runtuh (tt tanah); (2) batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi: calon yg tidak datang dinyatakan -- sbg peserta; (3) mati dl pertempuran: dua orang prajurit -- dl pertempuran itu; (4) kalah; rontok: petinju harapan kita -- pd ronde kedua
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
hadapan ha.dap.an [n] (1) muka; depan: ia menunggu di ~ rumah; jangan membuat malu di ~ orang banyak; (2) yg akan datang: pameran itu diselenggarakan bulan ~; (3) pada (pd alamat surat): ke ~ Ayahanda
hajat ha.jat [n] (1) maksud; keinginan; kehendak: apa -- mu datang ke sini?; (2) kebutuhan atau keperluan: aku merasa diberi -- hidup yg melimpah dan nikmat; (3) selamatan: semua kenalan akan kami undang dl -- itu; (4) kotoran; tinja: siapa yg membuang -- di kebun?
halaman ha.la.man [n] pekarangan rumah (sekolah dsb); tanah di sekitar rumah (sekolah dsb): -- rumahnya ditanami cemara [n] muka dr lembaran buku (majalah, surat kabar, dsb); pagina: lihat gambar pd -- 127
halter hal.ter [n] (1) alat olahraga angkat besi berupa batang besi yg pd kedua ujungnya diberi besi pemberat dng ukuran berat tertentu; barbel; (2) Zool alat keseimbangan berbentuk batang dan berpasangan
hambar ham.bar [a] (1) tidak ada rasanya; tawar: sup ini rasanya --; (2) ki kurang bergairah (bersemangat): kedatangan saudaranya diterima dng --
hambur ham.bur , ber.ham.bur.an v (1) (keluar) bertaburan ke sana-sini: berasnya ~ dr karung yg berlubang itu; (2) berserak-serak di sana-sini: mereka mencari batu karang yg ~ di sepanjang pantai; (3) berjalan (pergi, lari, dsb) ke berbagai arah: anak-anak ~ keluar dr halaman sekolah; (4) berjalan (pergi, lari, dsb) beramai-ramai (bersamaan waktu dsb): anak-anak ~ terjun ke sungai; (5) ki bercucuran; bertitik-titik (tt air mata): air matanya ~ spt mutiara putus karangan
hampir ham.pir [adv] (1) kurang sedikit; nyaris: kapal itu -- tenggelam; (2) tidak lama lagi: kereta api dr Surabaya -- tiba; (3) dekat (pd, dng); menjelang: -- senja dia datang
hangat ha.ngat [a] (1) agak panas: masakannya masih --; (2) sedikit lebih dp timbangan (bobot) yg sebenarnya: gula itu -- timbangannya; (3) gembira: kedatangan Menteri Pertanian disambut -- oleh masyarakat tani setempat; (4) genting; tegang: suasana politik -- kembali; (5) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa, kabar): surat kabar itu selalu memuat berita-berita yg --
hari ha.ri [n] (1) waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; (2) waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; (3) keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; (4) waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima --
harus ha.rus [adv] (1) patut; (2) wajib; mesti (tidak boleh tidak): kalau dia tidak datang, kau -- menggantikannya [v] boleh dilakukan dan boleh juga ditinggalkan; jaiz; mubah: hal yg demikian itu hukumnya --
helat he.lat [a] asing; lain; bukan keluarga: di kota-kota besar banyak orang --; baik sanak keluarga maupun orang -- banyak yg hadir pd resepsi pernikahannya [n] (1) orang yg datang menghadiri suatu pesta perkawinan dsb; tamu: pesta spt biasanya disertai dng menyembelih sapi dan memberi makan seluruh --; (2) pesta perkawinan dsb: banyak tamu yg datang untuk meramaikan -- putri tunggalnya itu [n] (1) tipu muslihat; tipu daya; (2) akal; (3) dalih; alasan
hubung hu.bung , ber.hu.bung 1 v bersambung atau berangkai (yg satu dng yg lain): paviliun itu ~ dng rumah induk; (2) bertalian (dng); berkaitan (dng); bersangkutan (dng): kedatangannya di Jakarta itu ~ dng adanya Kongres Bahasa Indonesia; (3) p cak oleh sebab; karena: ~ hujan, saya tidak jadi ke rumahmu
hujan hu.jan [n] (1) titik-titik air yg berjatuhan dr udara krn proses pendinginan; (2) ki yg datang dsb banyak-banyak: -- uang; -- peluru; -- tinju
hukum perdata hukum yg mengatur hak, harta benda, dan hubungan antara orang dan orang dl satu negara
huria hu.ria [n] (1) (daerah) persekutuan umat Kristen Protestan (pd suku Batak): seorang lulusan sekolah teologi harus dapat memimpin suatu --; (2) sidang gereja Protestan (pd suku Batak)
ilusionis ilu.si.o.nis [n] (1) pengkhayal; (2) orang yg dapat mengeluarkan suara tanpa menggerakkan mulut seolah-olah suaranya keluar dr sebuah boneka; (3) tukang sulap
imsak im.sak [Isl] (1) n saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yg membatalkan puasa, spt makan dan minum; (2) v berpantang dan menahan diri dr makan, minum, dan hal-hal yg mem-batalkan puasa mulai terbit fajar sidik sampai datang waktu berbuka
informan in.for.man [n] (1) orang yg memberi informasi: dia adalah -- polisi; (2) orang yg menjadi sumber data dl penelitian; nara-sumber
ingatan ingat.an [n] (1) apa yg diingat (teringat); apa yg terbayang dl pikiran: sepanjang ~ ku, ia pernah juga mengajar di sekolah guru; (2) alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yg pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dsb): sekarang ~ ku tidak sekuat dulu; (3) pikiran (dl arti angan-angan); kesadaran: ~ nya melayang lagi ke rumah yg baru dikunjunginya; (4) apa yg terbit dl hati (spt niat atau cita-cita): ~ ku hanya satu agar berjumpa dng dia sebelum aku mati
inkompatibilitas in.kom.pa.ti.bi.li.tas [n ] (1) hal tidak dapat dirangkap (tt jabatan); (2) ketidakcocokan; ketidaksesuaian: sekarang banyak ditemukan aneka ragam jenis data dan -- perangkat keras komputer
internat in.ter.nat [n] (1) asrama sekolah; (2) sekolah yg sekaligus me-nyediakan pondokan bagi pelajarnya
inventaris in.ven.ta.ris [n] (1) Adm daftar yg memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dsb) yg dipakai dl melaksanakan tugas; (2) Tern daftar ternak yg menyebutkan macam, ukurannya, dsb
iseng [a] (1) merasa menganggur (tidak ada yg perlu segera dikerjakan); (2) (berbuat atau mengerjakan sesuatu supaya jangan menganggur) sbg perintang-rintang waktu; (3) tidak mau menganggur (rewel, suka mengganggu, suka omong, suka makan apa saja, dsb): krn tangan anak-anak yg -- , dinding sekolah itu penuh corat-coret; (4) sekadar main-main; tidak bersungguh-sungguh; iseng-iseng a sekadar main-main saja (dp menganggur) untuk perintang-rintang waktu
istibra is.tib.ra [Ar v] (1) berpantang bersetubuh; (2) mencari kepastian suci tidaknya seorang janda sebelum kawin lagi dng laki-laki lain yg bukan bekas suaminya (spt menunggu sampai tiga kali datang bulan atau haid); (3) mengeluarkan tinja yg tersisa pd dubur atau air seni pd kemaluan sesudah buang air
istimewa is.ti.me.wa [a] (1) khas (untuk tujuan dsb yg tentu); khusus: sekolah -- didirikan untuk anak-anak tunarungu dan tunawicara; (2) lain dp yg lain; luar biasa: di kota itu ia mendapat sambutan --; (3) terutama; lebih-lebih: ia pandai melukis, -- gambar pemandangan
jalan cepat [Olr] bagian atau nomor (dl cabang olahraga atletik): perlombaan -- cepat (5 km, 10 km, 20 km, 50 km) yg sebagian telapak kakinya harus menyentuh tanah
jambur jam.bur [n] (1) rumah untuk pendatang; (2) rumah untuk para pemuda dan untuk mengadakan rapat atau pertemuan
jangkau jang.kau [n] (1) jarak mendatar maksimum yg dapat dicapai peluru atau proyektil; (2) Fis jarak terbesar antara dua zarah sebelum interaksinya
janji jan.ji [n] (1) ucapan yg menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (spt hendak memberi, menolong, datang, bertemu): banyak -- , tetapi tidak satu pun yg ditepati; (2) persetujuan antara dua pihak (masing-masing menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu): jangan engkau berdua ingkar akan -- yg telah diteguhkan oleh penghulu; (3) syarat; ketentuan (yg harus dipenuhi): rumah ini diserahkan kpd adiknya tanpa -- apa-apa; (4) penundaan waktu (membayar dsb); penangguhan: kalau boleh, saya minta -- dua bulan; (5) batas waktu (hidup); ajal: sampai -- nya
jeda je.da [n] (1) waktu berhenti (mengaso) sebentar; waktu beristirahat di antara dua kegiatan atau dua babak (spt dl olahraga dsb); (2) Ling hentian sebentar dl ujaran (sering terjadi di depan unsur kalimat yg mempunyai isi informasi yg tinggi atau kemungkinan yg rendah)
jemput jem.put , ber.jem.put v diundang; disambut: datang tidak ~ , pulang tidak berantar [v] men.jem.put v (1) memungut dng ujung jari; menjumput: ~ garam; (2) ki mengutip; memetik: ~ pepatah itu dr naskah lama
jenguk je.nguk [v] , men.je.nguk v (1) melihat dng menjulurkan kepala ke depan atau ke luar atau dng membungkuk: ia ~ tamunya dr jendela; (2) menengok; mengunjungi; mendatangi: orang tua itu ~ anaknya yg dirawat di rumah sakit
jentik jen.tik [v] , men.jen.tik v (1) menjepit dng ibu jari dan jari yg lain; mencubit: ia berkata sambil ~ dagu istrinya; (2) memukul dng belakang ujung jari yg dibidaskan dng jempol; menyentil: guru itu ~ telinga muridnya; (3) ki menegur; memarahi: ia berkali-kali ~ bawahannya yg selalu datang terlambat [Jw n] kelingking
jingkat jing.kat [v] ber.jing.kat v (1) berjalan timpang krn kaki pendek sebelah; pincang; (2) berdiri atau berjalan dng ujung jari (kaki) yg berjejak; berjengket: pencuri masuk kamar dng ~ supaya tidak menimbulkan suara; (3) melompat atau berdiri secara tiba-tiba (krn terkejut); (4) Olr lompat bertumpu dan mendarat dng kaki yg sama (dl cabang olahraga atletik) pd nomor lompat jangkit; lompatan pertama pd lompat jangkit
juga ju.ga [adv] (1) selalu demikian halnya (kadang-kadang untuk menekankan kata di depannya): berkali-kali dipanggil, tetapi ia tidak mau datang --; (2) sama atau serupa halnya dng yg lain atau yg tersebut dahulu: ayahnya pandai, anaknya -- demikian
jurusan ju.rus.an [n] (1) arah; tuju(an): ia memutar haluan ke ~ lain; (2) bagian (pengkajian ilmu): ia mahasiswa ~ bahasa Indonesia; (3) bagian dr suatu fakultas atau sekolah tinggi yg bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi, msl jurusan akuntansi, jurusan manajemen
justru jus.tru [adv] (1) kata penghubung yg dipergunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu benar atau salah: -- waktu saya sedang sibuk-sibuknya dia datang; (2) malahan sebetulnya (sebaliknya); bahkan kebalikannya: sekali-kali saya tidak mencaci maki dia, -- saya memuji-mujinya
kadim ka.dim [ark a] (1) terdahulu dr tiap-tiap permulaan; awal dr segala permulaan yg tidak terbatas oleh masa: Allah sbg pencipta makhluk bersifat --; (2) pasti, tentu (tt perkara atau janji): hanya Allah yg bersifat -- [Ar n] waktu yg akan datang; kemudian hari; kelak [Ar n] saudara dekat; kerabat
kalau-kalau ka.lau-ka.lau [p] (1) kata penghubung untuk menandai pengandaian yg tidak pasti; barangkali: sebenarnya hatinya khawatir, ~ dia tidak datang pd acara ini
kali ka.li [n] (1) kata untuk menyatakan kekerapan tindakan: dl satu minggu ini, dia sudah empat -- datang ke rumahku; (2) kata untuk menyatakan kelipatan atau perbandingan (ukuran, harga, dsb): harga barang kebutuhan pokok pd tahun ini dua -- lebih mahal dp harga pd tahun yg lalu; (3) kata untuk menyatakan salah satu waktu terjadinya peristiwa yg merupakan bagian dr rangkaian peristiwa yg pernah dan masih akan terus terjadi: untuk -- ini ia kena batunya; (4) kata untuk menyatakan perbanyakan atau pergandaan: dua -- dua sama dng empat [n] sungai [adv cak] barangkali: -- dia sakit [n] pejabat tinggi di Sulawesi Selatan
kamikaze ka.mi.ka.ze [Jp n] (1) angin yg datang mendadak yg menyelamatkan bangsa Jepang dl suatu peperangan antara Jepang dan Tiongkok pd abad ke-18; (2) pasukan udara Jepang yg dl Perang Dunia II bersedia mati bersama pesawat terbang yg mereka tumpangi dng menumbukkannya pd sasaran
kapten kap.ten [n] (1) pangkat perwira pertama peringkat pertama dl ketentaraan, satu tingkat di bawah mayor, satu tingkat di atas letnan satu (tanda pangkatnya tiga balok emas lurus mendatar yg ditempatkan di bahu baju); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (regu, kapal, dll)
karantina ka.ran.ti.na [n] (1) tempat penampungan yg lokasinya terpencil guna mencegah terjadinya penularan (pengaruh dsb) penyakit dsb; (2) Tern tempat untuk menahan ternak impor yg baru datang dr luar negeri, guna mencegah penyebaran penyakit menular
kata ka.ta [n] (1) unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dl berbahasa; (2) ujar; bicara; (3) Ling (a) morfem atau kombinasi morfem yg oleh bahasawan dianggap sbg satuan terkecil yg dapat diujarkan sbg bentuk yg bebas; (b) satuan bahasa yg dapat berdiri sendiri, terjadi dr morfem tunggal (msl batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (msl pejuang, pancasila, mahakuasa)
katastrofe ka.tas.tro.fe [n] (1) malapetaka besar yg datang secara tiba-tiba; (2) perubahan cepat dan mendadak pd permukaan bumi; bencana alam; (3) Sas penyelesaian (akhir) suatu drama, terutama drama klasik yg bersifat tragedi
katuk ka.tuk [n] (1) tumbuhan perdu, daunnya dapat disayur, tumbuh di dataran rendah dan di pegunungan (tempat yg berair dan teduh), tingginya mencapai 2-3 m, tumbuh lurus ke atas dng ranting dipenuhi daun yg tumbuh berselang-selang pd tangkainya; Sauropus androgynus; (2) daun katuk
kebanjiran ke.ban.jir.an [v] (1) diserang banjir; tergenang air krn banjir; keempohan; (2) cak kedatangan banyak-banyak (melimpah): setelah memenangkan pertandingan itu, dia -- surat ucapan selamat dr para penggemarnya
kebenaran ke.be.nar.an [n] (1) keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya: kita harus berani mempertahankan -; ia masih menyangsikan -- berita itu; (2) sesuatu yg sungguh-sungguh (benar-benar) ada: kita harus menyakini -- yg diajarkan oleh agama; (3) kelurusan hati; kejujuran: tidak seorang pun menyangsikan -- hatinya; (4) kl izin; persetujuan; perkenan: dng -- yg dipertuan, kami masuk istana; (5) Jk kebetulan: nah, -- dia datang sekarang, kita dapat bertanya langsung kepadanya
kecut ke.cut [a] (1) kedut; kerut; lisut; (2) berkerut (tt kulit tubuh dsb); (3) ki takut; merasa ngeri; gentar (tt hati, perasaan, dsb): ketika melihat Pangeran ikut ambil bagian dl sayembara itu, semua putra mahkota yg datang bertanding merasa -- dan putus asa [a] (1) masam (spt rasa cuka): gulai ini enak sekali, terasa benar -- pedasnya; (2) ki cemberut; keruh (tt muka dsb): -- saja air mukanya pagi ini
kedi ke.di [n] (1) laki-laki yg bertingkah laku spt perempuan; perempuan yg bertingkah laku spt laki-laki; banci; (2) perempuan yg tidak pernah datang bulan (haid, menstruasi); (3) lemah syahwat; impoten
kedok ke.dok [n] (1) tiruan muka untuk menutup muka; topeng: kawanan perampok yg datang tengah malam itu semua memakai --; (2) ki barang atau perbuatan yg dipakai untuk menutupi maksud sebenarnya: sopan santunnya hanya dipakai sbg -- belaka
kegemparan ke.gem.par.an [n] (1) perihal gempar; (2) suara (keadaan) yg gempar (ribut, geger, seru): guruh susul-menyusul mendatangkan ~
kehabisan ke.ha.bis.an [v] (1) sudah habis (terpakai atau terjual): mobil itu mogok krn ~ bensin; mereka yg datang terlambat akan ~ karcis; (2) kehilangan: orang tua itu sudah ~ akal
kelas ke.las [n] (1) tingkat: ia naik ke -- tiga; (2) ruang tempat belajar di sekolah: gedung sekolah itu terdiri atas enam --; (3) kelompok masyarakat berdasarkan pendidikan, penghasilan, kekuasaan, dsb; (4) golongan, kumpulan (berdasarkan persamaan berbagai sifat tertentu): manusia termasuk di dl -- mamalia; (5) Bio klasifikasi dl biologi sesudah divisi dan sebelum bangsa [kl n] antara pasang dan surut
kelompok ke.lom.pok [n] (1) kumpulan (tt orang, binatang, dsb); (2) golongan (tt profesi, aliran, lapisan masyarakat, dsb); (3) gugusan (tt bintang, pulau, dsb); (4) Antr kumpulan manusia yg merupakan kesatuan beridentitas dng adat-istiadat dan sistem norma yg mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu; (5) Pol kumpulan orang yg memiliki beberapa atribut sama atau hubungan dng pihak yg sama; (6) Kim kuantitas zat yg akan dimasak atau diolah dl satu waktu
keluar ke.lu.ar [v] (1) bergerak dr sebelah dalam ke sebelah luar: murid-murid disuruh -- dr kelas untuk berolahraga di lapangan sekolah; (2) tersembul: bunga teratai itu -- dr permukaan air; (3) menampakkan diri; timbul; muncul: pencuri itu -- dr tempat persembunyiannya; (4) terbit: surat kabar tidak -- hari ini; (5) terlahir: kata-kata yg -- dr hati nurani; (6) pergi ke luar (rumah dsb): ia baru saja --; (7) diumumkan: hasil ujian sudah --; (8) berhenti dr perkumpulan (pekerjaan, sekolah, dsb): ia sudah -- dr perusahaan itu; (9) muncul sbg pemenang pertandingan dsb: ia -- sbg pemenang pertama dl lomba cipta puisi untuk tahun ini
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
kemenakan datang seseorang yg diangkat menjadi anggota keluarga
kemiringan ke.mi.ring.an [n] (1) hal (keadaan) miring; (2) sudut yg terbentuk oleh perpotongan antara bidang lapisan batuan dng bidang datar yg dihitung berdasarkan bidang vertikal dng menggunakan kilometer
kemudian ke.mu.di.an [n] (1) belakangan; yg ada di belakang: siapa yg datang -- akan mendapat giliran terakhir; (2) waktu yg akan datang; kelak; belakang hari: ia berangkat lebih dulu, keluarganya akan menyusul --; (3) sesudah itu; akhirnya (lalu): penjahat itu -- babak-belur diserahkan kpd yg berwajib
kemunculan ke.mun.cul.an [n] (1) perihal muncul; (2) kehadiran; kedatangan; keikutsertaan
kendati ken.da.ti [p] (1) kata penghubung untuk menandai hal tidak bersyarat; meskipun; biarpun: -- banyak yg tidak datang, rapat dilangsungkan juga; (2) jangankan: -- mengirim oleh-oleh, mengirim kabar saja tidak pernah
kepadatan penduduk ke.pa.dat.an penduduk jumlah rata-rata penduduk per satu satuan luas tanah
kepadatan salju ke.pa.dat.an salju berat salju per satuan volume
kepadatan udara kering ke.pa.dat.an udara kering berat udara tanpa uap air per satuan volume
kepadatan udara lengas ke.pa.dat.an udara lengas berat udara lengas per satuan volume
kerap ke.rap [a] (1) berkali-kali; berulang kali; sering: ia -- datang ke rumahku; (2) tidak jarang (tt anyaman, tenunan, dsb); rapat: anyamannya --; tapisan yg --; (3) tidak jauh antaranya (tt barang yg berderet-deret): jarak penanaman bibit itu sangat -- [a] , ke.rap-ke.rap v berderit-derit
keri ke.ri [n] (1) sabit kecil (untuk menyiangi rumput dsb); (2) Olr tendangan (dl olahraga karate, kempo)
kering ke.ring [a] (1) tidak basah; tidak berair; tidak lembap; tidak ada airnya lagi: kain pel itu dijemur supaya --; tiap musim kemarau banyak sumur yg --; (2) tidak mengeluarkan susu atau tidak diperah lagi susunya (tt sapi dsb); (3) ki sudah habis atau kosong (tt uang dsb): kantongnya --; (4) ki sudah tidak mendapat haid lagi; sudah tidak datang bulan lagi (tt perempuan); (5) ki tersirap (tt darah); kaget; keheranan: -- darahnya [n] tiruan bunyi bel berdering; tiruan bunyi "kring, kring"
kerubut ke.ru.but [v] , me.nge.ru.buti v (1) datang banyak-banyak hendak melihat, membeli, dsb; mengerubungi: pagi-pagi anak-anak sudah ~ tukang es; (2) mengeroyok: para pemuda sudah siap ~ penjahat yg akan mengganggu kampungnya [n] benalu yg banyak bunganya; ambai-ambai; Rafflesia hasseltii
kerugian ke.ru.gi.an [v] (1) menanggung atau menderita rugi: dl delapan bulan saja perusahaan itu telah ~ sampai sembilan juta rupiah; (2) n perihal rugi: dng mendapat borongan ratusan juta rupiah, ~ dan utang perusahaan itu sudah teratasi; ~ yg disebabkan oleh bencana alam itu belum diketahui dng pasti; (3) n sesuatu yg dianggap mendatangkan rugi (tt kerusakan): pengeboman itu menimbulkan ~ besar kpd musuh; (4) n ganti rugi: pihak penabrak diharuskan membayar ~ sebesar Rp500.000,00
keras ke.ras [a] (1) padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah: besi dan batu tergolong barang yg --; (2) ki gigih; sungguh-sungguh hati: ia berusaha -- untuk menyelesaikan sekolahnya; (3) ki sangat kuat; sangat teguh: mereka berpegang -- pd adat-adat lama; (4) ki dng cepat (tt naik turunnya harga barang): harga barang naik --; (5) ki membahayakan nyawa; payah (tt sakit): ia diminta agar segera pulang krn ayahnya sakit --; (6) ki hebat; menjadi-jadi: tekanan musuh semakin --; (7) ki tidak mengenal belas kasihan: sikap dan tindakannya sangat --; (8) ki tidak lemah lembut: ia memang -- tabiatnya; (9) ki bersifat mengharuskan (memaksa, tegas, dan betul-betul): dilarang -- berjalan di sini; (10) ki kuat, ketat, dan sungguh-sungguh: gedung parlemen dijaga -- oleh alat-alat negara; (11) ki kencang, cepat (tt hembusan angin): angin bertiup dng -- nya; (12) ki deras (tt arus air): sungai ini tidak berapa -- alirannya; (13) ki nyaring (tt suara): ia menjawab dng suara --; (14) ki lebat sekali (tt curah hujan): semalam hujan --; (15) ki dapat memusingkan; berat (tt rokok, tembakau): untuk saya cerutu ini terlalu --; (16) ki dapat memabukkan (tt minuman): ia mabuk krn terlalu banyak minum minuman --; (17) ki terlampau kuat daya reaksinya (tt obat): krn termasuk obat -- , obat ini tidak dijual bebas; (18) ki sangat merangsang (tt bau): biang cuka ini -- baunya; (19) ki sukar dibuka atau ditarik (tt baut, sekrup, paku): bautnya -- , sukar dibuka; (20) ki liat (tt daging): dagingnya -- , sukar dikunyah; (21) ki tidak memegas lagi (tt per mobil): mobil ini pernya sudah -- sehingga kurang enak lagi untuk dinaiki lihat buah keras
ketahuan ke.ta.hu.an [v] (1) sudah diketahui; dikenali: belum ~ benar salahnya; (2) diketahui; didapati: akhirnya ~ juga perbuatan curang itu; (3) kelihatan; terang (bukan rahasia lagi): dr jauh sudah ~ bahwa memang dialah yg datang; tidak ~ , tidak tentu; tidak keruan; porak-poranda
ketetapan ke.te.tap.an [n] (1) hal (keadaan) tetap; ketentuan; kepastian: adat perkawinan di kalangan suku terasing itu banyak yg bertentangan dng ~ hukum agama; (2) keteguhan (hati, niat, dsb); ketabahan (hati); kekerasan (hati, kemauan); (3) keputusan; beslit (pengangkatan dsb): sampai detik ini ~ yg resmi sebagai kepala sekolah belum ada
ketuntasan ke.tun.tas.an [n] (1) perihal (keadaan) tuntas; (2) Ling prinsip dl analisis bahasa yg tujuannya ialah memerinci sampai habis kontras-kontras dl suatu perangkat data, dan pd akhirnya semua kontras dl bahasa secara keseluruhan
kevakuman ke.va.kum.an [n] (1) hal (keadaan) hampa udara; (2) kekosongan (tt penguasa, pejabat, dsb yg tidak ada di tempat atau tidak berfungsi): sesudah kabinet sekarang jatuh, seolah-olah terjadi ~ pemerintah
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kilang ki.lang [n] (1) apitan yg berputar; penggilingan: -- getah, apitan karet, kilang tempat membuat getah keping; (2) bangunan (kelompok bangunan) tempat mengolah atau membuat barang-barang; pabrik: -- kopi; -- gula; (3) instalasi industri tempat minyak bumi dimurnikan menjadi produk yg lebih berguna dan yg dapat diperdagangkan: -- minyak [n] air tebu atau nira yg diasamkan sebelum menjadi tuak
kira-kira ki.ra-ki.ra [adv] lebih kurang: ~ 50 orang anak sekolah ikut berlatih kegiatan Palang Merah Remaja; (2) adv agaknya; barangkali; mungkin (hampir pasti): ~ ia tidak akan berani melawan saya; (3) n dugaan; sangka-sangka; agak-agak: jangan ~ saja, katakan setepat-tepatnya; (4) n hitungan; taksiran; rancangan (pengeluaran uang dsb): menurut ~ , dia akan beruntung Rp100.000,00; (5) v timbang-timbang; pikir-pikir dulu: kalau bicara ~ agar tidak menyakiti hati orang lain
kok [n] bola dl permainan bulu tangkis, terbuat dr gabus berbentuk setengah bulatan yg dilapisi kulit tipis, pd bagian yg rata diberi bulu-bulu unggas yg dipasang berdiri melingkar sepanjang pinggirnya [p] (1) cak kata yg digunakan untuk menekankan atau menguatkan maksud: bukan aku -- yg menyuruh; (2) mengapa; kenapa: -- dia tidak datang?
kolah ko.lah [Lihat {kulah}]
kolese ko.le.se [n] (1) dewan majelis; (2) sekolah; akademi
kompetisi kom.pe.ti.si [n] (1) persaingan: di antara para siswa harus diciptakan suasana -- yg sehat dl belajar; (2) Olr pertandingan untuk merebut kejuaraan dl gabungan perkumpulan olahraga (sepak bola dsb): klubnya keluar sbg juara -- PSSI wilayah III; (3) sistem pertandingan olahraga yg mengharuskan semua pihak saling bertanding (berhadapan)
komputer kom.pu.ter [n] alat elektronik otomatis yg dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yg diinstruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia (film, musik, televisi, faksimile, dsb), biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan
komputerisasi kom.pu.te.ri.sa.si [n] penggunaan komputer (dl menghitung, mengolah data, dsb) secara besar-besaran
konsistensi kon.sis.ten.si [n] (1) ketetapan dan kemantapan (dl bertindak); ketaatasasan: kebijakan pemerintah mencerminkan suatu -- dl menghadapi pembangunan yg sedang kita laksanakan; (2) kekentalan: -- agar-agar; (3) kepadatan, kepejalan, atau ketetalan jaringan yg menyusun bagian tubuh buah; (4) Geo (a) ketahanan suatu material terhadap perubahan bentuk atau perpecahan; (b) derajat kohesi atau adhesi massa tanah
kontan kon.tan [a] (1) tunai (tt pembayaran): membayar --; (2) cak pd ketika itu juga; langsung sekaligus: begitu musuhnya datang, -- diusirnya
korek ko.rek [n] (1) cungkil; (2) gerek [n] alat pemantik api; geretan [a] hati-hati (sesuai dng segala sesuatu yg benar); teliti: pejabat harus bertindak -- thd aspirasi yg datang dr masyarakat
kota ko.ta [n] (1) daerah permukiman yg terdiri atas bangunan rumah yg merupakan kesatuan tempat tinggal dr berbagai lapisan masyarakat; (2) Dem daerah pemusatan penduduk dng kepadatan tinggi serta fasilitas modern dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar pertanian; (3) dinding (tembok) yg mengelilingi tempat pertahanan [ark v] me.ngo.ta.kan v menepati (janji, kata, dsb)
kotor ko.tor [a] (1) tidak bersih; kena noda: pakaian-pakaian -- harus dicuci; (2) banyak sampahnya (barang bekas, barang busuk, dsb); jorok; menjijikkan: parit-parit yg -- akan mendatangkan penyakit; (3) melanggar kesusilaan; tidak patut; keji: anak yg kurang ajar gemar mengucapkan kata-kata --; (4) tidak mengikuti aturan; tidak jujur: mereka dapat menang krn bermain --; (5) (berat, isi, gaji, dsb) sebelum dikurangi wadah (pajak, dsb); bruto: berat -- 50 kg, berat bersih 48 kg
kredit kre.dit [n] (1) cara menjual barang dng pembayaran secara tidak tunai (pembayaran ditangguhkan atau diangsur); (2) pinjaman uang dng pembayaran pengembalian secara mengangsur; (3) penambahan saldo rekening, sisa utang, modal, dan pendataan bagi penabung; (4) pinjaman sampai batas jumlah tertentu yg diizinkan oleh bank atau badan lain; (5) sisi kanan neraca (di Indonesia) [n] (1) harga atau nilai untuk suatu tindakan (yg baik): pengabdian masyarakat merupakan -- tersendiri bagi seorang dosen; (2) nilai suatu mata pelajaran dl satu semester: mata pelajaran itu bernilai dua --
krida kri.da [n] (1) olah; perbuatan; tindakan; (2) olahraga
kriptografi krip.to.gra.fi [n] (1) Ling penyelidikan tt kode rahasia; (2) teknik yg mengubah data menjadi berbeda dr aslinya dng menggunakan algoritme matematika sehingga orang yg tidak mengetahui kuncinya tidak akan dapat membongkar data tsb
kuadran ku.ad.ran [n] (1) Mat seperempat lingkaran; setiap dr empat bagian suatu bidang datar yg terbagi oleh suatu sumbu silang; (2) alat kuno untuk mengukur sudut
kualifikasi ku.a.li.fi.ka.si [n] (1) pendidikan khusus untuk memperoleh suatu keahlian; (2) keahlian yg diperlukan untuk melakukan sesuatu (menduduki jabatan dsb); (3) tingkatan; (4) pembatasan; penyisihan (dl olah raga)
kuantitatif ku.an.ti.ta.tif [a] (1) berdasarkan jumlah atau banyaknya: pembangunan sekolah untuk berbagai tingkat pendidikan, dilihat dr segi -- dapat dianggap maju, tetapi dilihat dr segi kualitatif belum tentu; (2) berdasarkan bagian dari energi yg tidak dapat dibagi lagi
kudian ku.di.an [Mk n] (1) kemudian; kelak; (2) yg terakhir; yg belakangan: yg datang -- tidak mendapat tempat duduk
kuintet ku.in.tet [n] (1) komposisi musik yg terdiri atas lima instrumen atau lima suara; (2) kelompok atau regu (tt olahraga, musik, dsb) yg terdiri atas lima orang; (3) Sas puisi (sajak) yg setiap baitnya terdiri atas lima larik
kulim ku.lim [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 25 m, tumbuh di hutan dataran rendah, kulit pohonnya menghasilkan tanin, buahnya untuk obat, kayunya kuat dan tahan lama, dapat dijadikan bahan bangunan, bantalan kereta api, tiang listrik (telepon), bahan industri, kayu lapis, dan bahan pembuat kapal; Scorodocarpus borneensis; (2) buah kulim; (3) kayu kulim
kunjung kun.jung [v] ber.kun.jung v (1) pergi (datang) untuk menengok (menjumpai dsb): pada hari Minggu kami ~ ke rumah paman; (2) bepergian: rombongan wisatawan itu akan ~ ke Pulau Bali; (3) melawat: Presiden akan ~ ke Papua Nugini [a] lekas; pernah: dian yg tidak -- padam
kurang ku.rang [adv] (1) belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dsb): uangnya masih -- untuk membayar uang sekolah anaknya; (2) (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dsb yg) sedikit (satu, dua, dsb) lagi menjadi bilangan bulat: seribu -- sepuluh (990); pukul tujuh -- lima menit (pukul 06.55); (3) belum atau tidak sama dng yg seharusnya: masakan ini -- garam; adukan ini -- semen; (4) (dl perbandingan menyatakan) tidak lebih dr: peserta lomba deklamasi tahun ini -- dr tahun yg lalu; (5) tidak berapa; sedikit: mereka bekerja keras, tetapi penghasilannya --; (6) sesuatu yg tidak ada (yg menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dsb); cacat; cela: kami sekeluarga di sini sehat-sehat saja, tidak -- suatu apa
kurikulum kegiatan luar sekolah pemisahan atau sebagian ruang lingkup pelajaran yg diberikan di perguruan tinggi atau pendidikan menengah dan tidak merupakan bagian integral dr mata pelajaran yg sudah ditetapkan dl kurikulum
kursus kur.sus [n] (1) pelajaran tt suatu pengetahuan atau keterampilan, yg diberikan dl waktu singkat: -- bahasa Inggris: -- mengetik; (2) lembaga di luar sekolah yg memberikan pelajaran serta pengetahuan atau keterampilan yg diberikan dl waktu singkat: ia -- di LIA
lamun la.mun , me.la.mun v termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana [ark p] (1) tetapi; namun: biarpun sukar, -- tugas itu harus diselesaikan juga; (2) biarpun; meskipun: angin ribut melanda perahu kami, -- demikian kami masih dapat selamat; (3) asal(kan); jikalau: ia hendak datang menghadap, -- Tuanku panggil akan dia [Mk v] me.la.mun v (1) menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan: ~ barang bekas di gudang; (2) menggenangi; meliputi (spt air menutupi karang)
lanjut lan.jut [a] (1) tua; berumur: usianya sudah -- , anak cucunya sudah banyak; (2) panjang (perundingan, pembicaraan, dsb): saya jemu mengikuti pembicaraan yg -- spt itu; (3) tidak tanggung; terus: dia berusaha agar sekolah anaknya --; (4) lama; usang: bangunan itu sudah --; (5) tinggi; dalam: ilmunya sudah --
latar la.tar [n] (1) permukaan; (2) halaman; (3) rata; datar; (4) dasar warna (pd kain dsb); (5) Sas keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dl karya sastra; (6) keadaan atau situasi (yg menyertai ujaran atau percakapan); (7) Sen dekor pemandangan yg dipakai dl pementasan drama, spt pengaturan tempat kejadian, perlengkapan, dan pencahayaan
lawat la.wat, me.la.wat [v] (1) bepergian mengunjungi negeri lain: ~ ke negara lain akan menambah pengetahuan dan pengalaman; (2) datang menjenguk (orang meninggal dsb); melayat
layang la.yang [n] , -- gantung cabang olahraga yg menggunakan pesawat layang atau pesawat glider, yg pd waktu terbang mula-mula ditarik oleh pesawat terbang [v] me.la.yang v mengiris; menyayat (mangga dsb) hingga setengah bulatan , pe.la.yang.an n (1) perahu tambang yg digunakan di sungai untuk menyeberangkan orang atau barang: satu-satunya alat penyeberangan di daerah itu ialah ~; (2) tempat menyeberangkan orang atau barang dng perahu tambang
lebih le.bih [a] (1) lewat dr semestinya (tt ukuran, banyaknya, besarnya, dsb): sudah kuberi Rp10.000,00 -- dr uang sekolahnya; ia merasa -- dr kawan-kawannya; panjangnya -- dr 3 cm; (2) (ber)sisa; ada sisanya: kalau kaubayar Rp5.000,00, -- nya tinggal Rp2.000,00; (3) (dl perbandingan menyatakan) sangat (dp): di sini saya -- senang (dp di sana); -- baik membaca dp mengobrol; (4) kira-kira sekian bertambah sedikit: ia pernah ditahan polisi seminggu --; sudah kuberi seribu rupiah --; (5) bertambah; semakin: kesehatannya sudah -- baik; harganya menjadi -- mahal
lembing lem.bing [n] (1) tombak pandak (dapat ditohokkan, dapat dilemparkan); (2) tombak kayu atau bambu kecil panjang yg ujungnya berlapis logam yg runcing untuk berolahraga (dng cara melemparkannya jauh-jauh)
lendutan len.dut.an [n] (1) lekukan ke bawah; (2) El garis vertikal antara titik terendah dng garis datar penghubung ujung balok yg melengkung akibat dibebani
lengkap leng.kap [a] (1) tidak ada kurangnya; genap: tuliskan nama -- Anda dng huruf cetak; anggota pengurus telah --; (2) sedia segala-galanya; sempurna dng alat senjata dsb: toko itu menjual barang serba --; pasukan yg bersenjata -- telah dikirimkan ke garis depan; (3) berikut pasangannya (paduannya dsb): dia datang -- dng anak istrinya
lepasan le.pas.an [n] (1) yg telah dilepas(kan); (2) tamatan atau lulusan (sekolah dsb): ~ sekolah teknik; (3) bekas: dia adalah ~ serdadu
les /lEs/ (1) n cak pelajaran atau pelajaran tambahan di luar jam sekolah: ia memberi -- musik di rumahnya; (2) v cak belajar kpd seseorang di luar jam sekolah: kau -- matematika kpd siapa? ? lis [n] tali kekang; tali kendali
lihat li.hat [v] me.li.hat v (1) menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan): kepala desa ~ rakyat membersihkan selokan; (2) menonton: nanti malam kami akan ~ pertandingan tinju; (3) mengetahui; membuktikan: saya ingin ~ sampai di mana kemampuannya; (4) menilik: ~ gelagatnya, kedatangan mereka mempunyai maksud yg kurang baik; (5) meramalkan: seorang ahli nujum atau astrolog dapat ~ nasib seseorang; (6) menengok (orang sakit); menjenguk: kami merencanakan untuk ~ kakek di rumah sakit
lutu lu.tu , me.lu.tu v (1) menyerang (dng ganas); memukul(i) (2) ki menimpa: fitnah dan bala datang ~ [Mk n] kotoran
maaf ma.af [n] (1) pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun: minta --; (2) ungkapan permintaan ampun atau penyesalan: -- , saya datang terlambat; (3) ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu: -- , bolehkah saya bertanya
main ma.in [v] (1) melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dng menggunakan alat-alat tertentu atau tidak): -- bola; -- kelereng; -- cari-carian; (2) cak melakukan perbuatan untuk bersenang-senang (dng alat-alat tertentu atau tidak): anak-anak sedang -- di halaman; (3) berjudi: sepanjang hari kerjanya hanya -- domino; (4) dl keadaan berlangsung atau mempertunjukkan (tontonan dsb): filmnya sudah --; (5) bertindak sbg pelaku dl sandiwara (film, musik, dsb): dia sering ikut -- dl pementasan drama di sekolah; (6) berbuat serong: saya benci kpd laki-laki yg suka -- dng perempuan lain; (7) bekerja, bergerak, berputar, dsb secara sepatutnya (tt mesin dsb): jarum jamnya sudah tidak -- lagi; (8) cak berbuat sesuatu dng sesuka hati; berbuat asal berbuat saja: jangan -- pinjam saja, pikirkan juga bagaimana cara mengembalikannya; kalau sudah marah, ia suka -- pukul saja; (9) cak menjalankan usaha (taksi, becak, dsb); mencari nafkah dng: dulu -- becak, sekarang -- taksi; (10) cak selalu menggunakan (memakai): sekarang dia sudah tidak mau naik bus, -- taksi melulu
makalah ma.ka.lah [n] (1) tulisan resmi tt suatu pokok yg dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dl suatu persidangan dan yg sering disusun untuk diterbitkan; (2) karya tulis pelajar atau mahasiswa sbg laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi
maksud mak.sud [n] (1) yg dikehendaki; tujuan: telah tercapai -- nya; (2) niat; kehendak: kami datang dng -- baik; (3) arti; makna (dr suatu perbuatan, perkataan, peristiwa, dsb): -- kalimat itu sudah jelas
maktab mak.tab [Ar n] (1) tempat belajar (menulis dsb); sekolah; (2) kantor; lembaga; biro
malah ma.lah [adv] (1) bahkan; semakin (bertambah): setelah minum obat itu, ia tidak menjadi baik -- bertambah sakitnya; (2) bahkan sebaliknya: disuruh duduk, -- berdiri; (3) justru: -- kamu yg harus datang, bukan orang tuamu
mampu mam.pu [a] (1) kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu; dapat: ia tidak -- membayar biaya pengobatan anaknya; kakeknya tidak -- berdiri lagi krn sangat tua; (2) berada; kaya; mempunyai harta berlebih: mereka cukup -- untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri
mana ma.na [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan salah seorang atau salah satu benda atau hal dr suatu kelompok (kumpulan): rumah -- yg kosong?; (2) (di belakang di, dari, ke) kata tanya untuk menanyakan tempat: di -- buku saya?; engkau dr -- ?; orang -- , orang berasal dr mana; (3) kata untuk menanyakan keadaan atau cara sesuatu: macam -- , spt apa keadaannya (caranya); bagaimana; (4) kata ganti untuk menyatakan tempat yg tidak tentu: di -- ada asap, di situ ada api; di -- mungkin (perlu), kalau mungkin (perlu) [n] tenaga hidup yg tidak berpribadi dan ada pd manusia, binatang, tumbuhan, dan segala macam benda, biasanya untuk jimat atau fetis, serta membawa keberuntungan bagi pemiliknya, tetapi akan menimbulkan kerugian bagi orang yg tidak menghiraukannya (menurut pandangan orang Melanesia) [n] (1) keuntungan atau manfaat yg datang tiba-tiba; (2) makanan yg diterima orang Israel dl perjalanan mereka di padang gurun (dl Kitab Perjanjian Lama)
mandataris man.da.ta.ris [n] orang yg menerima (diserahi, menjalankan) mandat: Presiden adalah -- MPR
mangkir mang.kir [a cak] tidak datang (ke sekolah, ke tempat kerja, dsb); absen: karyawan itu -- dua hari krn anaknya sakit; muridnya tidak ada yg --
mantra man.tra [n] (1) perkataan atau ucapan yg memiliki kekuatan gaib (msl dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dsb): upacara itu dimulai dng pembacaan --; (2) susunan kata berunsur puisi (spt rima, irama) yg dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yg lain
mara ma.ra [n] bencana; bahaya: sesungguhnya banyak -- di jalan, tetapi beratus-ratus orang Malaka datang juga ke selat [v] (1) tampil ke hadapan; maju: ia -- tiga langkah ke depan; pasukan itu -- ke arah pertahanan musuh; (2) datang (ke suatu tempat) [n] (1) kota mara; (2) sangga mara
marhaban mar.ha.ban [Ar n] (1) kata seru (afektif) untuk menyambut atau menghormati tamu (yg berarti selamat datang); (2) lagu puji-pujian (yg dinyanyikan pd perayaan Maulid Nabi Muhammad saw., dng diiringi rebana)
mas [n] emas [n] (1) kata sapaan untuk saudara tua laki-laki atau laki-laki yg dianggap lebih tua; (2) kata sapaan hormat untuk laki-laki, tanpa memandang usia: apa kabar, -- ?; (3) panggilan karib istri kpd suami; bang; kak: -- , kemarin Ibu datang
masak sekolah sudah pandai
master mas.ter [n] (1) orang yg memimpin orang lain; (2) yg utama, yg paling tinggi (pandai, cakap, dsb) di antara yg lain; juara (olahraga catur): dr sekian puluh jago catur, hanya satu dua orang yg menjadi -- [n] acuan untuk pencetakan lebih lanjut; disket yg menjadi dasar untuk memperbanyak rekaman; [n] magister
mandat man.dat [n] (1) perintah atau arahan yg diberikan oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dsb) kpd seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dng kehendak orang banyak itu: kongres memberikan -- kpd pengurus lama untuk meneruskan tugasnya; (2) kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dr suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tsb: MPR memberikan -- kpd Presiden untuk menjalankan kekuasaan tertinggi negara; (3) instruksi atau wewenang yg diberikan oleh organisasi (perkumpulan dsb) kpd wakilnya untuk melakukan sesuatu dl perundingan, dewan, dsb: organisasi itu telah memberikan -- kpd ketua untuk ikut berunding; (4) surat perintah bayar: pegawai belum dapat menerima gaji krn -- nya belum ditandatangani oleh pejabat yg berwenang; (5) perwakilan atas suatu wilayah yg diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa; pemberian kekuasaan: Jepang diberi -- untuk mengurus kepulauan bekas jajahan Jerman di Pasifik
masukan ma.suk.an [n] (1) hasil memasukkan; apa yg dimasukkan: -- itu sedang diolah di dl komputer; (2) pengaruh yg membawa akibat thd jalannya fungsi suatu sistem politik
matras mat.ras [n] tabung gelas kimia dng ujung yg sebelah tertutup, badan bulat, dan lehernya panjang [n] (1) kasur tebal dan padat yg diisi dng kapuk (sabut kelapa dsb) untuk alas tempat tidur; bolsak; kasur karet busa; (2) alas lantai untuk olahraga loncat dsb
meja putaran keramik mesin pengolah tanah liat, terdiri atas piring datar bersumbu yg dapat bebas berputar dng stabil dan sebuah meja penyangga
melaknati me.lak.nati [v] (1) mengatakan laknat kpd; mengutuki; (2) mendatangkan laknat
melakukan me.la.ku.kan [v] (1) mengerjakan (menjalankan dsb): ia gugur dl ~ tugasnya; (2) mengadakan (suatu perbuatan, tindakan, dsb): ~ pendaratan darurat; ~ demonstrasi; (3) melaksanakan; mempraktikkan; menunaikan: Pemerintah akan ~ tindakan tegas thd setiap penyelewengan yg terjadi; (4) melazimkan (kebiasaan, cara, dsb): kepala sekolah bermaksud ~ "Senam Pagi Indonesia" di sekolahnya; (5) menjadikan (membuat dsb) berlaku; menjadikan laku: ~ uang palsu adalah perbuatan yg melanggar hukum; (6) berbuat sesuatu thd (suatu hal, orang, dsb): ia ~ anak yatim itu sbg anaknya sendiri; (7) mengabulkan (permintaan, doa, dsb); meluluskan: orang tuanya selalu ~ permintaan anak itu
melanjutkan me.lan.jut.kan [v] (1) meneruskan (tt perkataan, perundingan, cerita, dsb); menyambung: mereka akan ~ pembicaraan itu minggu depan; (2) mempertinggi: krn ketiadaan biaya, dia tidak mampu ~ pendidikan anaknya ke sekolah yg lebih tinggi
melepaskan me.le.pas.kan [v] (1) menjadikan lepas (tidak terikat, keluar dr kurungan, dsb): saya selalu ~ binatang piaraan saya, tidak pernah mengurungnya dl kandang; (2) ki mencurahkan (tt cinta kasih, isi hati, rindu): dia datang kemari untuk ~ rindunya kpd keluarga kami; (3) ki membalas (tt dendam, sakit hati): mereka melakukan kekejaman itu sekadar untuk ~ dendamnya kpd orang itu; (4) ki melancarkan (tt kecaman, serangan, tuduhan): ia selalu ~ kritik membangun kpd pihak yg berwenang; (5) ki membuang, menghilangkan, atau meninggalkan (tt suatu harapan, maksud, tuntutan): berusaha ~ niat yg kurang baik; (6) ki membiarkan lepas (tt anak panah dr busur): ia ~ anak panah agar mengenai sasarannya; (7) ki menyelamatkan atau menghindarkan (dr bahaya): kita harus berusaha ~ diri dr bahaya narkotika; (8) ki menjadikan puas (tt rasa hati); memuaskan: ia menjerit sekeras-kerasnya sambil memukul dinding tembok kamarnya untuk ~ kekesalan hatinya
melimpah me.lim.pah [a] (1) melembak tumpah krn sangat penuh; meluap: pd musim hujan air sungai itu ~ menggenangi sawah di sekitarnya; (2) berlebih-lebih; banyak sekali: makanan yg lezat-lezat ~ di pesta itu; (3) kl datang banyak-banyak (tt pemberian, cinta kasih, dsb): kebaikan Tuan yg ~ kpd kami sekalian tiada kami lupakan selama-lamanya
memancing me.man.cing [v] (1) menangkap ikan dng pancing; mengail; (2) ki memberikan sesuatu untuk memikat orang lain sehingga dapat memperoleh apa yg diinginkannya: kupon berhadiah yg dikeluarkan itu bertujuan ~ pembeli; (3) ki mengadakan provokasi supaya terjadi perkelahian (pertempuran, permusuhan, dsb): ~ perkelahian; (4) ki menuangi air (bensin) pd pompa supaya air (bensin) dapat keluar: ~ pompa air; (5) ki mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan keterangan atau data yg diperlukan: polisi ~ tertuduh dng pertanyaan-pertanyaan; (6) ki menjebak dng umpan untuk mendapatkan keuntungan bagi pihaknya: untuk menyelamatkan posisi raja yg terancam dl permainan catur itu, ia ~ lawan dng mengorbankan sebuah kudanya
memasak-masak me.ma.sak-ma.sak [v] (1) mengolah (membuat) berbagai macam penganan, lauk-pauk, dsb; (2) cara (aturan hal) memasak berbagai macam penganan, lauk-pauk, dsb
memasyarakatkan me.ma.sya.ra.kat.kan [v] (1) menjadikan sbg anggota masyarakat: mereka berusaha -- kembali para bekas narapidana; (2) menjadikan dikenal oleh masyarakat: usaha -- gerakan pramuka itu sudah menunjukkan hasil; Pemerintah berusaha keras -- olahraga kpd segala lapisan masyarakat
membahagiakan mem.ba.ha.gi.a.kan [v] (1) menjadikan (membuat) bahagia: ia berusaha keras -- keluarganya; (2) mendatangkan rasa bahagia: kehadirannya sangat -- keluarganya
membahayakan mem.ba.ha.ya.kan [v] (1) mengancam keselamatan; mendatangkan bahaya (kpd): letusan gunung itu -- daerah sekitarnya; (2) mempertaruhkan (nyawanya, kedudukannya): ia bersedia -- kedudukannya demi keadilan
membanjir mem.ban.jir [v] (1) menyerupai banjir (datang atau masuk banyak-banyak): penonton -- memasuki lapangan; uang -- bagi pemilik perusahaan itu; (2) menjadi banjir: lokasi kebocoran leding itu --
membanjiri mem.ban.jiri [v] (1) menggenangi; mengempohi; (2) memenuhi: barang-barang buatan Jepang -- pasaran dunia; beribu-ribu orang datang -- lapangan pd hari ulang tahun kemerdekaan
membanyaki mem.ba.nyaki [v] (1) menambah supaya jadi banyak; memperhebat: kita sedang -- persediaan tekstil untuk Lebaran; (2) mengerjakan (menyerang, mendatangi, dsb) bersama-sama oleh banyak orang; mengerubuti: -- lawan yg hanya seorang diri adalah perbuatan keji
membawakan mem.ba.wa.kan [v] (1) membawa sesuatu untuk orang lain: ia -- adiknya buah-buahan; (2) menyebabkan; mengakibatkan; mendatangkan: usaha yg -- keuntungan; (3) membacakan (puisi); menyampaikan: besok ia akan -- puisi ini di atas pentas; (4) menyanyikan: dl perlombaan menyanyi itu, dia -- lagu pilihan yg menjadi kesenangannya
membencanakan mem.ben.ca.na.kan [v] (1) menimbulkan (mendatangkan) bencana (kerusakan, kesengsaraan, dsb): kemunafikan dan pengkhianatan dapat -- bangsa dan negara; (2) membencanai
memberkati mem.ber.kati [v] (1) memberi berkat (tt Tuhan): semoga Allah -- usaha kita; (2) mendoakan supaya Tuhan mendatangkan berkah: penghulu itu -- kedua pengantin; (3) mendatangkan kebaikan, keselamatan, dsb: barang curian tidak akan -
membestel mem.bes.tel [v] (1) memesan (hendak membeli barang, makanan, dsb); (2) mendatangkan barang-barang
membuai mem.bu.ai [kl v] (1) mengayun; berayun; (2) mengayun-ayunkan; menggoncangkan hingga terbuai-buai: ibu itu -- anaknya sambil bernyanyi; (3) ki membuat lupa akan hal lain (seolah-olah tertidur): rayuannya telah -- diriku hingga aku terlena dibuatnya
membuat mem.bu.at [v] (1) menciptakan (menjadikan, menghasilkan); membikin: manusia -- berita, tetapi berita pun membentuk manusia; (2) melakukan; mengerjakan: terserah kpd Anda bagaimana caranya -- lukisan itu; (3) menggunakan (untuk); memakai (untuk): sanggupkah engkau -- uang sekian untuk belanja sebulan?; (4) menyebabkan; mendatangkan: engkau -- aku takut; sikapnya yg kurang sopan itu -- orang lain sakit hati
memelihara me.me.li.ha.ra [v] (1) menjaga dan merawat baik-baik: ~ kesehatan badan; ~ orang sakit; ~ anak bini; (2) mengusahakan dan menjaga (supaya tertib, aman, dsb): ~ keamanan dan ketertiban; (3) mengusahakan (mengolah): ~ sawah ladang; ~ tanam-tanaman; (4) menjaga dan mendidik baik-baik: ~ anak-anak yatim; (5) memiara atau menernakkan (tt binatang): ~ ayam, itik; (6) mempunyai: ~ gundik (bujang dsb); (7) membiarkan tumbuh (tt rambut): ~ kumis (cambang dsb); (8) menyelamatkan; melindungi; melepaskan (meluputkan) dr bahaya dsb: ~ negeri dr bencana; ~ hamba rakyatnya
memenuhi me.me.nuhi [v] (1) mengisi hingga penuh atau hampir penuh: ~ kolam dng air; beribu-ribu penonton ~ gedung olahraga; (2) mencukupi: ~ syarat; ~ kebutuhan; (3) meluluskan (permintaan, harapan, dsb); mengabulkan: ~ permintaan anggota-anggotanya; beliau ~ permohonan rakyat; (4) memuaskan: hasil pekerjaannya tidak ~ harapanku; (5) menunaikan atau menjalankan (kewajiban dsb): ~ kewajibannya; (6) menepati (janji); melaksanakan (nazar): ~ kata yg sudah terkatakan; baru sekarang ia bisa ~ nazarnya
memerlukan me.mer.lu.kan [v] (1) memandang perlu (penting, berguna, dsb): mereka lebih ~ pakaian dp makanan; (2) mementingkan; mengutamakan; memperhatikan (tt kepentingan sendiri, orang lain, dsb): jangankan ~ orang lain, anaknya sendiri saja tidak dipikirkannya; (3) membutuhkan; menghajatkan: pd umumnya mereka tidak ~ bantuan uang, tetapi bantuan tenaga ahli; untuk mencapai cita-cita diperlukan biaya dan ketekunan usaha; (4) ki menggunakan (waktu): perbaikan gedung itu ~ waktu tiga bulan; (5) menyempatkan diri (melakukan sesuatu krn dianggap perlu dng menyampingkan hal-hal lain): banyak orang ~ datang melihat kambing berkepala dua itu
memperkenalkan mem.per.ke.nal.kan [v] (1) memberitahukan (nama dsb) supaya saling mengenal: ia ~ adiknya kpd tamu yg baru datang itu; (2) memberitahukan supaya mengerti (mengetahui): uraian itu untuk ~ soal-soal yg kita hadapi sekarang ini; untuk ~ penemuan benda purbakala, diadakan pameran kepurbakalaan
mempermisikan mem.per.mi.si.kan [v] (1) memintakan izin (tidak masuk bekerja dsb): ia ~ si Amir kpd kepala sekolahnya; (2) mengizinkan
memproyeksikan mem.pro.yek.si.kan [v] (1) memberikan gambar suatu benda yg dibuat rata (mendatar) atau berupa garis-garis pd bidang datar; (2) memberi perkiraan (perhitungan) mengenai keadaan pada masa mendatang dng menggunakan data yg ada (sekarang)
memudakan me.mu.da.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) muda: kebiasaan berolahraga -- semangat Anda; (2) menganggap muda: seorang suami biasa -- istrinya dng memanggilnya "adik", walaupun adakalanya usia istrinya lebih tua
memudarkan me.mu.dar.kan [v] (1) menjadikan pudar; (2) menjadikan kacau (buyar); membuyarkan: kedatangannya ~ ilham yg baru datang padanya
memunculkan me.mun.cul.kan [v] (1) menimbulkan; menerbitkan; menjadikan muncul: hal itu -- gambaran seolah-olah negara itu negara netral; (2) menampakkan; menjadikan muncul (mementaskan dsb): dl pagelaran itu ia akan -- kreasi barunya
menamui me.na.mui [v] (1) datang mengunjungi (melawat dsb); (2) menemui (menemani) tamu yg datang
menandatangani me.nan.da.ta.ngani [v] membubuhkan tanda tangan pd: ~ surat perjanjian
menanggungkan me.nang.gung.kan [v] (1) menderita; mengalami (kesukaran, kesusahan, dsb): ia ~ derita hidup sbg istri yg dimadu; (2) memikulkan (kpd); mempercayakan (kpd): setelah pensiun, ia ~ biaya sekolah si bungsu kpd anak-anaknya yg sudah bekerja; (3) menyerahkan barang atau surat berharga sbg jaminan utang
mencelakakan men.ce.la.ka.kan [v] (1) mendatangkan (menimbulkan) celaka; menyebabkan mendapat celaka: perpecahan dan percekcokan itulah yg telah ~ kita; (2) menjerumuskan ke dl kesengsaraan hidup: mana ada orang tua hendak ~ anaknya
mencontoh men.con.toh [v] (1) berbuat atau membuat sesuatu menurut contoh; meneladan; meniru: murid-murid ~ gambar dr buku; anak-anak biasanya ~ tingkah laku orang tuanya; (2) meniru (menjiplak, menyalin) pekerjaan orang (tt murid sekolah): pikirkan dan kerjakan sendiri, jangan ~ saja
mencukil men.cu.kil [v] (1) mengorek (melepaskan dsb); (2) memahat (bidang datar) dng cukil; (3) ki mengutip (karangan dsb)
mendamaikan men.da.mai.kan [v] (1) mengusahakan agar kedua pihak berbaik kembali: kami akan mencoba ~ pertikaian mereka; (2) merundingkan supaya ada persesuaian: dia datang untuk ~ harga rumah itu dng kita; (3) menenangkan: tidak ada orang yg dapat ~ hatiku, kecuali aku sendiri
mendayagunakan men.da.ya.gu.na.kan [v] (1) mengusahakan agar mampu mendatangkan hasil dan manfaat: dl rangka ~ potensi pedesaan, Pemerintah memberikan bimbingan, arahan, dan pembinaan; (2) mengusahakan agar mampu menjalankan tugas dng baik: Pemerintah berusaha memperbaiki dan ~ aparatur negara
mendayung men.da.yung [v] (1) merengkuh dayung; mengayuh: beberapa orang ~ dan seorang memegang kemudi; (2) naik sepeda; mengendarai sepeda: ia ~ menuju sekolah
mendekat men.de.kat [v] (1) datang menghampiri: tentara musuh sudah ~; (2) hampir akan tiba: kereta dr Surabaya sudah ~; (3) mau berdamai (bersahabat, bergaul): kedua belah pihak telah ~ dan segera akan tercapai persetujuan
menegaskan me.ne.gas.kan [v] (1) menerangkan; menjelaskan: uraiannya hanya ~ maksud kedatangannya; (2) mengatakan dng tegas (pasti, tentu, tidak ragu-ragu); (3) membenarkan; memastikan: para pejabat yg berwenang belum dapat ~ kebenaran berita itu
menekan me.ne.kan [v] (1) menindih (mendesak) kuat-kuat: kepalaku sakit serasa ada sesuatu yg ~ nya dr atas; tiba-tiba kesunyian terasa sangat ~ ketika burung malam itu berhenti berbunyi; (2) menghentikan atau menahan (mencegah, mengekang ) dng kekerasan: Pemerintah berusaha ~ kenaikan harga beras dng cara memasok langsung beras ke pasar; (3) mengadakan desakan berat kpd: digunakannya kesatuan-kesatuan tank yg kuat untuk ~ pertahanan musuh: (4)melakukan kekerasan, kekuatan, desakan, atau paksaan pd; menindas atau menggencet: yg kuat jangan ~ yg lemah; (5) memaksa-maksa; mendesak keras: rupanya ada yg ~ nya supaya menandatangani surat itu; (6) mengucapkan (kata, suku kata) dng suara yg agak keras; meletakkan aksen pd: pembicara bahasa Indonesia biasa ~ suku kata yg terakhir; (7) menitikberatkan pd; (sangat) mementingkan; (sangat) mengutamakan: Pemerintah ~ pembangunan pd sektor kesehatan dan pendidikan
menempah me.nem.pah [v] (1) memesan dng memberi uang tempah; membeli sesuatu dng membayar lebih dulu; memberi panjar; membayar uang muka: Paman telah ~ kamar di hotel untuk tamunya yg akan datang; (2) membuatkan (pakaian, sepatu, peci, dsb) dng ukuran yg sesuai (dng si pemesan): dua minggu yg lalu saya sudah ~ baju dan celana); (3) ki sengaja mencari (bahaya dsb): orang itu ~ maut
menemui me.ne.mui [v] (1) menjumpai; bertemu dng: aku berani bertaruh bahwa ia akan dapat juga ~ anaknya; ~ masalah baru yg sukar dipecahkan; (2) mendapatkan; pergi hendak bertemu dng; mengunjungi: baru sekarang aku sempat ~ nenek; sesampai di Jakarta, ia hendak ~ para pemimpin partai dan pemimpin gerakan sosial; (3) mendapat; mendapati: polisi ~ mayat itu di semak dekat kebun; (4) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu; ~ kegagalan; (5) memenuhi (panggilan dsb): semalam saya tidak sempat datang ~ panggilanmu
menengkel me.neng.kel [v] (1) menjadi butir-butir; membutir: bahan obat itu setelah diolah dng mesin, akhirnya ~ dng sendirinya; (2) melekat; berlekat-lekat: manisan cermai itu ~
menentui me.nen.tui [v] (1) memeriksa; mengusut; menyelidiki: jangan tergesa-tesa mengambil tindakan sebelum ~ perkaranya; (2) mencari tahu (tt sesuatu); menanyakan (tt suatu hal): dia datang mau ~ tt diterima tidaknya lamaran keluarganya; (3) (datang, pergi untuk) menengok atau mengetahui: ~ padi di sawah; (4) menyelesaikan (tt utang piutang); menjelaskan
menepat me.ne.pat [v] (1) langsung menuju; terus arah ke ...: ditempuhnya jalan yg ~ ke pos yg terdekat; (2) terus datang ke (rumah orang dsb untuk bermalam, menumpang, dsb): orang yg datang dr Padang biasanya ~ ke rumah beliau; rombongan kami ~ rumah peristirahatan
meneruskan me.ne.rus.kan [v] (1) menembuskan; melantaskan; (2) melanjutkan: ia ingin ~ sekolahnya di perguruan tinggi; (3) melangsungkan; menyampaikan (memberikan) terus (kpd); mengirimkan terus (kpd): saya sudah ~ permintaannya kpd kepala bagian saya
mengadakan meng.a.da.kan [v] (1) menjadikan; menciptakan: Tuhan ~ langit dan bumi; (2) menyebabkan ada; menyediakan (uang, perlengkapan, tempat); mendirikan (perkumpulan): dng uang dia dapat ~ segala yg belum ada; (3) menimbulkan; mendatangkan: ~ perselisihan; (4) menyelenggarakan (pesta, pertunjukan); (5) melakukan (tindakan, perubahan): pesawat tempur musuh ~ serangan udara; Pemerintah ~ perubahan undang-undang
mengambil meng.am.bil [v] (1) memegang sesuatu lalu dibawa (diangkat, digunakan, disimpan, dsb); memungut: ia ~ buku dr lemari; (2) mengurangi: ~ empat dr sepuluh, bersisa enam; (3) memiliki; merebut: ia dipersalahkan ~ istri orang lain; (4) menjemput: ia ~ adiknya di sekolah; (5) menganggap sbg; memungut: ~ anak; (6) mengutip: ia ~ beberapa kalimat dr karangan itu; (7) memetik: Ibu sedang ~ bunga di kebun; (8) menerima; mempekerjakan: untuk sementara perusahaan itu tidak ~ pegawai baru; (9) menjalani: ia sedang ~ cuti tahunan; (10) membuat cedera (dl pertandingan sepak bola): pemain yg ~ lawannya itu diberi kartu kuning; (11) memberikan; mempertunjukkan: ia ~ contoh yg lain
mengantar meng.an.tar [v] (1) menemani (membawa) orang berjalan atau pergi: ia ~ adiknya ke sekolah; (2) mengirimkan (membawa) ke: ia disuruh gurunya ~ surat ke kantor pos
mengatakan me.nga.ta.kan [v] (1) menyebutkan; menuturkan: dia tidak ~ begitu; (2) menceritakan; memberitahukan: jangan ~ kpd Ibu bahwa saya tidak pergi ke sekolah
mengatrol me.ngat.rol [v] (1) mengangkat dng katrol; (2) ki menaikkan nilai atau angka secara tidak wajar (supaya lulus atau naik kelas): ketua panitia ujian berkeberatan untuk ~ nilai 5 menjadi 7; (3) ki menaikkan pangkat (kedudukan dsb) seseorang (biasanya tanpa memenuhi syarat yg umum atau lazim); (4) membantu menambah (meningkatkan): dana itu dpt ~ semangat pembina olahraga
mengenakan me.nge.na.kan [v] (1) memakai (pakaian, topi, dsb): ia selalu ~ pakaian barunya apabila datang ke pesta; ia ~ topi kesayangannya; (2) menggunakan (tipu muslihat, teori, guna-guna, dsb): untuk mencapai tujuan itu, ia ~ tipu dayanya secara baik; (3) menipu; memperdayakan: mereka selalu berusaha ~ kita agar mau menerima usul-usulnya; (4) menjalankan atau melaksanakan (aturan, pajak, denda, dsb): ia selalu ~ ketentuan yg berlaku dl urusan perpajakan; (5) mengarahkan (bidikan, tembakan) pd sasaran: pemburu itu ~ bidikannya dng tepat pd sasarannya
mengetahui me.nge.ta.hui [v] (1) memaklumi; menyaksikan; tahu akan: kami belum ~ apa sebabnya dia tidak datang; (2) tahu dng menilik ciri-ciri (tanda-tanda dsb); mengenal: saya ~ Ali dr suaranya; (3) menyadari; menginsafi: dia belum ~ bahwa pencuri itu sudah berada di kamarnya
menggamak-gamak meng.ga.mak-ga.mak [v] (1) memegang-megang (hendak mengetahui berapa besar dan beratnya); (2) menaksir (harganya): ia ~ kalung itu, lalu ditawarnya; (3) memegang-megang senjata (seolah-olah hendak mengancam)
menggelisahkan meng.ge.li.sah.kan [v] (1) menimbulkan rasa gelisah; menyebabkan gelisah; mencemaskan: berjangkitnya penyakit kolera eltor akhir-akhir ini ~ masyarakat; (2) mengkhawatirkan; merasa gelisah akan: ia ~ orang tuanya yg tidak datang-datang juga
menggembirakan meng.gem.bi.ra.kan [v] (1) menjadikan gembira; membangkitkan rasa gembira; menyenangkan: kedatangannya ~ hati saya; (2) menyenangkan dan menggiatkan: gemuruh bunyi genderang ~ hatinya untuk menuju ke medan laga; (3) bergembira tt sesuatu: ia ~ kepandaian anaknya
menggulingkan meng.gu.ling.kan [v] (1) mendorong (mengungkit dsb) supaya berguling: ~ batu besar ke bawah; (2) ki menjatuhkan; merobohkan; mengalahkan: pemain bulu tangkis junior itu berhasil ~ pemain senior; (3) Olr menggelundung badan ke depan atau ke belakang (dl cabang olahraga senam) bertumpu pd pundak
mengeluarkan me.nge.lu.ar.kan [v] (1) membawa (menyebabkan dsb) keluar; memindahkan sesuatu dr sebelah dalam ke sebelah luar: ia ~ rokok dr kantongnya; (2) melahirkan perasaan (pendapat dsb): ia merasa lega dapat ~ isi hatinya; (3) memberikan perintah (surat keputusan dsb): Jaksa Agung ~ perintah penangkapan; (4) membelanjakan: ia sudah ~ uang banyak untuk pesta itu; (5) menerbitkan (buku dsb): Pusat Bahasa telah ~ Kamus Besar Bahasa Indonesia; (6) mengadakan atau menyediakan (uang dsb): apabila Anda bersedia menjalankan perusahaan itu, saya akan ~ modalnya; (7) mengirimkan ke luar negeri; mengekspor: Indonesia banyak ~ karet dan timah ke Eropa; (8) memecat (melepas) pegawai (murid dsb); memberhentikan dr pekerjaan (sekolah, dsb): perusahaan itu terpaksa ~ beberapa karyawannya; (9) menghasilkan (barang, bahan, dsb): pabrik itu baru saja ~ produk terbarunya
menghadap meng.ha.dap [v] (1) menaruh ke (muka atau bagian depannya): rumahnya ~ ke barat; (2) datang bertemu dng; datang men-jumpai: murid yg datang terlambat harus ~ gurunya; (3) datang ke (kantor, pengadilan, dsb): ia sudah menerima panggilan untuk ~ ke pengadilan
mengharukan meng.ha.ru.kan [v] (1) merawankan hati: kematiannya sangat ~; (2) memesonakan; mengesankan: dialah satu-satunya pembaca Alquran yg amat ~ [v] mengacaukan; merusuhkan: gerombolan itu datang ~ kampung halaman kami
menghasilkan meng.ha.sil.kan [v] (1) mengeluarkan (mendatangkan, mengadakan) hasil: daerah ini banyak ~ karet; (2) membuat (mengadakan sesuatu): pabrik ini dapat ~ lima ratus ban mobil sehari; (3) mengakibatkan: perdebatan itu hanya ~ ketegangan saja; (4) menjadikan berhasil: ada faktor lain yg ~ segala usaha kita ini
menginjak meng.in.jak [v] (1) meletakkan kaki pd; memijak: ketika ber-diri berdesak-desakan, orang itu ~ kakiku; (2) mulai: anak itu sudah ~ dewasa; (3) ki mengunjungi; mendatangi: aku tidak akan ~ rumahmu lagi
menginventarisasi meng.in.ven.ta.ri.sa.si [v] (1) mencatat atau mendaftar barang-barang milik kantor (perumahan, rumah tangga, dsb); (2) me-ngumpulkan atau mendaftar data: rapat kerja tsb diadakan untuk ~ kegiatan yg telah dilakukan
mengkal meng.kal [Jk a] (1) baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tt buah): buah mangga yg masih -- enak untuk dirujak; (2) berasa keras dl perut: -- rasa perutku; (3) kesal dl hati; marah dl hati; berasa dongkol: hatinya sangat -- krn yg ditunggu tidak kunjung datang
mengolah bahan mentah meng.o.lah bahan mentah mengusahakan bahan mentah menjadi bahan industri dsb
mengolah bola meng.o.lah bola membawa bola dng berkelik: pemain itu mampu -- bola selama tiga menit sebelum memasukkan ke gawang
mengolah kue meng.o.lah kue memasak kue (membuat kue)
mengolah pikir meng.o.lah pikir melatih berpikir untuk mempertajam daya tangkap
mengolah rasa meng.o.lah rasa melatih rasa (batin) untuk menguatkan dan menyehatkan batin serta meningkatkan kemampuan daya tangkap batin
mengolah seni meng.o.lah seni mengadakan latihan seni: panggung atau arena dapat digunakan untuk -- seni
mengolah tanah meng.o.lah tanah menggarap tanah untuk ditanami
mengolah tanaman meng.o.lah tanaman kegiatan atau proses yg terdiri atas proses panen, pengeringan, pembersihan
mengolahragakan meng.o.lah.ra.ga.kan [v] menggerakkan badan atau anggota badan secara sistematis untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh
mengota me.ngo.ta [v] (1) mendirikan tembok sekeliling; membenteng; (2) cak datang bermukim ke kota
mengulangi meng.u.langi [v] (1) beberapa kali atau selalu mengulang; melakukan kembali hal yg dahulu; (2) ki selalu datang menengok dsb: mendatangi berkali-kali: dia ~ kubur istrinya setiap Kamis
mengundurkan meng.un.dur.kan [v] (1) menjalankan (menggerakkan) mundur (ke belakang): ~ mobil untuk membelok; (2) menarik mundur; menyuruh mundur: komandan terpaksa harus ~ pasukannya sampai ke garis belakang; (3) menarik diri; berhenti dr jabatan dsb; meninggalkan; pergi dr: ia ~ diri dr jabatannya sbg ketua; mendapat lawan yg lebih kuat itu, mereka ~ diri; (4) menunda; menangguhkan: Presiden minta kpd panitia agar ~ muktamar itu; (5) melambatkan (mengembalikan) waktu: ia khawatir datang terlambat krn anaknya tadi ~ jamnya
menguntungkan meng.un.tung.kan [v] (1) memberi (mendatangkan) laba: berjualan es pd musim panas begini pasti ~ penjualnya; (2) menjadikan beruntung (mujur, berbahagia); memberi keuntungan (manfaat, kefaedahan, dsb): tindakannya itu ~ pihak lawan
menimbulkan me.nim.bul.kan [v] (1) mengeluarkan ke atas (permukaan air, tanah, dsb): letusan gunung itu ~ beberapa bukit kecil; (2) membangkit kembali (perkara yg telah lampau); membangunkan (perasaan, kecurigaan, kecemburuan, dsb); menerbitkan (kebakaran, perang, dsb); (3) mengakibatkan atau mendatangkan (bencana, kerugian, kerusakan, penyakit, dsb); (4) menjadikan atau mendatangkan (kegembiraan, kemarahan, pertikaian, percederaan, dsb): ~ perkara lama; ~ kebencian di antara kita; perselisihan kecil ~ akibat besar; suhu badan yg terlalu tinggi pd anak dapat ~ kejang-kejang; hadiah itu ~ kegembiraan pd kedua anaknya; makanan yg terlalu pedas dapat ~ sakit perut
menjaga men.ja.ga [v] (1) menunggui (supaya selamat atau tidak ada gangguan): mereka selalu ~ kampungnya dng baik; (2) mengiringi untuk melindungi dr bahaya; mengawal: ajudan itu selalu ~ atasannya; (3) mengasuh (mengawasi anak kecil); (4) mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya; mencegah (bahaya, kesukaran, kerugian): tugas mereka ialah ~ bahaya api; (5) mempertahankan keselamatan (orang, barang, dsb): pemerintah memperkuat pasukan yg ~ pantai; (6) mengikhtiarkan (supaya); mengurus (supaya): kita harus ~ agar pemasukan tidak lebih besar dp pengeluaran; (7) memeliharakan; merawat: ia ~ baik-baik neneknya yg sakit
menjagoi men.ja.goi [v] (1) menjadi jago atau juara (dl suatu pemilihan, pertandingan, dsb): ia ~ kejuaraan renang dng memperoleh medali emas; (2) mencalonkan sbg jago; menjagokan: mereka datang untuk ~ dan memberi semangat kpd kesebelasan kotanya
menjejak men.je.jak [v] (1) menginjak, mengenjak; (2) hampir mengenai (tanah, dasar, dsb): sauh itu hampir ~ dasar laut; (3) ki datang di; mengunjungi: baru sekali ia ~ kota ini
menjemput men.jem.put [v] (1) pergi mendapatkan orang yg akan diajak pergi (berjalan bersama): sebelum pergi ia harus ~ adiknya di rumah nenek; (2) menyambut; menyongsong (kedatangan orang): ketua panitia ~ tamunya di pintu gerbang; (3) Mk menjadikan seorang laki-laki sbg menantu; (4) mendatangi dan mengantarkan ke suatu tempat
menjumpai men.jum.pai [v] (1) menemui; sengaja hendak bertemu dng: saya akan datang ~ nya; (2) mengalami; menghadapi: kita harus tabah apabila kita ~ berbagai kesulitan
mentah men.tah [a] (1) belum masak; belum waktunya untuk dipetik, diambil hasilnya dsb (spt buah-buahan): buahnya masih -- . rasanya asam dan sepat; (2) belum matang; belum selesai diolah untuk dimakan (tt makanan): nasi itu perlu ditanak lagi krn sebagian masih --; (3) belum mantap benar; belum sempurna; belum putus: perundingan itu masih -- , masih perlu dilanjutkan lagi
mentah-mentah men.tah-men.tah [adv] (1) tidak dng dimasak (diolah): sayuran itu dimakannya -- dng sambal; (2) begitu saja; tidak dng syarat apa-apa; sama sekali: usulnya ditolak -
menuahi me.nu.ahi [v] (1) memberi bertuah; mendatangkan tuah (kebaikan, kebahagiaan, dsb); mempengaruhi (memberkati) supaya baik; (2) mengatakan bertuah
menunggak me.nung.gak [v] (1) menyisakan pangkal kayu yg ditebang; (2) membiarkan sbg tunggak (pancang, dsb); (3) ki membiarkan, menyisakan pembayaran atau belum membayar (angsuran, iuran pajak, dsb) yg seharusnya sudah dibayar: usahakan tidak ~ uang sekolah anakmu; (4) ki menyisakan pekerjaan (ada sebagian pekerjaan yg belum diselesaikan): sebelum mengambil cuti, selesaikan pekerjaanmu, jangan sampai ~
menunggu me.nung.gu [v] (1) tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang): dia ~ ibunya yg sedang ke pasar; (2) tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dsb); menunggui: suami istri itu tinggal ~ dan memetik hasil ladangnya; (3) menantikan (sesuatu yg mesti datang atau terjadi); menunggukan: hidup di dunia hanyalah ~ giliran dipanggil Tuhan; (4) mengharap: sebenarnya sudah lama saya ~ uluran tangan Anda; (5) mendiami; menghuni; menunggui: dialah yg ~ rumah saya selama dua tahun; hantu yg ~ pohon beringin itu sudah dipindahkan
menyadur me.nya.dur [v] (1) menyepuh (dng emas, perak, dsb): tukang emas telah -- perhiasan itu sehingga tampak spt baru; (2) menyusun kembali cerita secara bebas tanpa merusak garis besar cerita, biasanya dr bahasa lain: pengarang itu suka -- cerita dr bahasa asing ke dl bahasa Indonesia; (3) mengolah (hasil penelitian, laporan, dsb); mengikhtisarkan: mereka sedang -- hasil penelitian mereka untuk dijadikan buku
menyaksikan me.nyak.si.kan [v] (1) melihat untuk membuktikan: kita dapat -- kebolehannya nanti di arena pertandingan; (2) melihat dng sesungguhnya: ia benar-benar -- peristiwa (kejadian) itu; (3) mengetahui (menghadiri) selaku saksi; menyatakan kebenaran: lurah dan camat -- penandatanganan perjanjian jual beli tanah itu
menyambut me.nyam.but [v] (1) menerima: kami -- penghargaan itu dng rasa haru; (2)memberi tanggapan (balasan, jawaban, reaksi, dsb) atas: penduduk -- kebijakan lurahnya dng sikap positif; (3)menangkap; menadah: saya -- bola yg dilemparkan kpd saya; (4) menyongsong (kedatangan orang, hari peringatan, dsb): kami -- hari depan yg lebih baik; (5)membalas (menangkis serangan): pasukan itu -- serangan musuh dng gigihnya; (6) membeli dng cara membayar kemudian; mengutang; mengebon: Paman -- sebungkus rokok ke warung
menyampaikan me.nyam.pai.kan [v] (1) memberikan: kami datang untuk -- surat; (2)mengantarkan; mengirimkan: kami sudah -- surat permohonan melalui pos; (3) memenuhi kewajiban; menunaikan: ia pergi merantau untuk -- cita-citanya; (4)mencukupkan; memadakan: sukar -- gaji yg sedikit itu untuk hidup satu bulan; (5)mengabulkan; meluluskan: mudah-mudahan Tuhan -- doamu itu
menyapu me.nya.pu [v] (1) membersihkan dng sapu: -- kebun; -- lantai; (2) mengusap; menghapus; menyeka (keringat dsb); menyapu-nyapu: -- mukanya dng saputangan; (3) melumas (dng cat dsb): ia -- bercak-bercak pd tembok itu dng cat putih; (4) ki menghancurkan: angin topan -- semua rumah penduduk; -- bersih ki (1) membasmi sampai tuntas: polisi bertekad -- bersih kawanan penjahat itu; (2) memenangkan semua cabang olahraga yg dipertandingkan; memenangkan semua nomor pertandingan; -- dada ki menyabarkan hati; bersabar diri: kami -- dada melihat tingkah laku anak-anak itu
menyebabkan me.nye.bab.kan [v] (1) mendatangkan (menimbulkan, menerbitkan) adanya suatu hal; menjadikan sebab: kelengahannya -- terjadinya kecelakaan itu; kata-kata yg kurang tepat seringkali -- salah paham; (2) memberi (menjadi) lantaran: benar, hanya perkara ini yg -- terjadinya perkelahian itu
menyemak me.nye.mak [a] (1) menyerupai semak; tumbuh sbg atau menjadi semak; (2) kotor krn banyak semaknya: tanaman bunga-bungaan itu -- krn tidak terurus; (3) ki kusut-kusut tidak keruan; tidak teratur (tersusun): rambutnya --; (4) ki kusut kacau (pikiran); bingung; gelisah; susah hati: -- pelbagai pikiran datang mendesak dr kiri kanan
menyemprot me.nyem.prot [v] (1) menyembur: minyak mentah itu -- keluar dr tanah; (2) memberi semprotan pd: petugas kesehatan kota datang untuk -- rumah kami agar suci hama; (3) menginjeksi: dokter itu tidak dapat -- pasiennya untuk menyembuhkan sakitnya; (4) ki memberikan kritik keras; memarahi; menggusari; mencela; mendamprat: atasannya selalu -nya apabila ia datang terlambat
menyetarafkan me.nye.ta.raf.kan [v] (1) menyamakan (derajatnya) (dng); menyejajarkan (dng): pemerintah ~ sekolah bersubsidi itu dng sekolah negeri; (2) menyepadankan (dng); menyesuaikan (dng): ~ pengeluaran uang dng pendapatan
menyingsetkan me.nying.set.kan [v] (1) mengeratkan: ia sedang -- sabuknya supaya tidak begitu lapar lagi; (2) melangsingkan (badan): olahraga yg teratur dapat -- badan
menyusup me.nyu.sup [v] (1) menyuruk (menyeluduk) ke bawah atau ke dl sesuatu: anak-anak -- ke bawah pagar; (2) masuk ke dl (hutan, semak-semak, dsb): rusa adalah binatang yg pandai -- ke semak-semak apabila diburu; (3) masuk secara diam-diam ke daerah musuh; merembes ke daerah musuh: prajurit yg menyamar itu berhasil -- ke daerah musuh; (4) menyerap; meresap: udara sejuk itu seolah-olah -- ke tulang; rupanya nasihat itu -- juga ke dl hatinya; kalau di bawah melompat, lalu di atas -, pb menyesuaikan diri dng adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya
meramal me.ra.mal [v] (1) melihat nasib orang dng membuka ramal; (2) menduga; menelaah: dr peristiwa penting, orang bijaksana dapat ~ malapetaka yg bakal datang
merampingkan me.ram.ping.kan [v] (1) menjadikan (tubuh) ramping; langsing, kecil: salah satu cara ~ tubuh ialah dng melakukan banyak olahraga dan mengurangi makan makanan yg mengandung banyak lemak; (2) ki menjadikan sedikit; menyusutkan
meresapi me.re.sapi [v] (1) masuk ke dl bidang atau sesuatu dng rata atau datar dan semua bidang atau sesuatu itu mendapat bagian yg sama; meresap ke dl: air tidak dapat ~ lantai yg dibuat istimewa itu; (2) ki menikmati
menyelenggarakan me.nye.leng.ga.ra.kan [v] (1) mengurus dan mengusahakan sesuatu (spt memelihara, memiara, merawat): ia -- sawah ladangnya baik-baik sehingga hasilnya sangat memuaskan; (2) melakukan atau melaksanakan (perintah, undang-undang, rencana, dsb): pemerintah -- pembangunan gedung-gedung sekolah; (3) menunaikan atau menyampaikan (maksud, cita-cita, harapan, tugas kewajiban, dsb): rasa persatuan seluruh bangsa Indonesia adalah modal yg terutama untuk -- cita-cita nasional kita; (4) mengurus dan memperhatikan (kepentingan, usaha, perkara, dsb): pengacara akan -- perkara penuntutan ganti rugi itu; (5) mengadakan, mengatur, dan mengurus (pesta, rapat, pertunjukan, pameran, perusahaan, dsb): panitia yg akan -- Kongres Pemuda seluruh Indonesia tahun ini sudah dibentuk
merugikan me.ru.gi.kan [v] (1) mendatangkan rugi kpd; menyebabkan rugi: pemogokan itu ~ perusahaan jutaan rupiah; (2) sengaja menjual lebih rendah dp harga pokok: ada pedagang yg ~ barang dagangannya krn perlu uang; (3) mendatangkan sesuatu yg kurang baik (spt kerusakan, kesusahan) kpd: peraturan ujian itu sangat ~ para peserta ujian
meteorologi bahari 1 meteorologi tt interaksi antara lautan dan atmosfer; (2) meteorologi yg menyediakan layanan khusus untuk kegiatan pelayaran dan kelautan
minus mi.nus [a Mat] kurang; dikurangi: tujuh -- tiga sama dng empat (7 -- 3 = 4); (2) n Mat jumlah yg kurang dr 0: -- sepuluh derajat celcius (-10o C); (3) adv tidak dng; tanpa: ia mengenakan pakaian daerahnya -- ikat kepala; (4) a yg kurang; yg kekurangan (dl hal menghasilkan bahan pangan): permukiman yg gersang itu merupakan daerah --; (5) a kurang dr yg diperlukan (untuk mencukupi keperluan hidup dsb): gajinya selalu --; nilainya -- sehingga ia tidak diterima di sekolah itu
miring mi.ring [a] (1) berkenaan dng sisi yg satu lebih tinggi dr sisi yg lain (tt garis atau permukaan) rendah sebelah; tidak datar; landai: cerobong ini -- sedikit; (2) tidak tegak lurus; condong: cerobong kapal itu -- ke belakang; (3) senget: kapal yg bocor itu -- ke kanan; (4) ki agak gila; kurang waras; sinting: orang itu sudah -- (otaknya); (5) ki agak murah: harga barang-barang di koperasi lebih -- dp di toko
mirip mi.rip [a] (1) hampir sama atau serupa (dng): mukanya -- muka ibunya; (2) sama halnya (rupanya) dng; seolah-olah: bunga mawar plastik itu -- bunga mawar asli
mnemonik mne.mo.nik /mnEmonik/ n (1) Komp sandi untuk mempermudah ingatan menyusun tata olah komputer dl bahasa rakitan; (2) Psi rumus atau ungkapan untuk membantu mengingat-ingat sesuatu
modal matematik permodalan berdasarkan pengamatan, pengu kuran, dan pengolahan data, berturut-turut digunakan untuk melukiskan gejala alam atau perilaku sistem yg dimodalkan
modeling mo.de.ling [n] (1) hal menjadi (gadis, pria) model: mereka memang pd dasarnya berbakat --; (2) sekolah (kursus) yg mendidik gadis atau pria model: salah satu penyakit para murid -- adalah kurang percaya diri
muka mu.ka [n] (1) bagian depan kepala, dr dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yg satu dan telinga yg lain: setiap pagi ia membasuh -- nya dng air hangat; (2) wajah; air muka; rupa muka: disambut dng -- manis; (3) orang: pd malam itu kita dikenalkan dng beberapa -- baru; (4) bagian luar sebelah depan; depan; hadapan: mereka menunggu kami di -- kantor; (5) sisi bagian (sebelah depan): bagian -- rumah itu dibuat bergaya Spanyol; (6) halaman (buku); pagina: bagian yg kaucari itu terdapat dl bukumu pd -- 10; (7) bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dsb); permukaan: segala yg ada di -- bumi; (8) yg dahulu; yg terdahulu: di -- sudah saya uraikan tt hal itu; (9) yg akan datang: minggu --; mereka akan menikah pd bulan -- ini
multiprosesor mul.ti.pro.se.sor [n Komp] sistem pengolah data yg pd saat yg sama dapat mengolah lebih dr satu operasi
musibah mu.si.bah [n] (1) kejadian (peristiwa) menyedihkan yg menimpa: dia mendapat -- yg beruntun, setelah ibunya meninggal, dia sendiri sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit; (2) malapetaka; bencana: -- banjir itu datang dng tiba-tiba
naik na.ik [v] (1) bergerak ke atas atau ke tempat yg lebih tinggi: anaknya segera -- ke tempat tidur; layang-layangku tidak dapat --; (2) timbul (tt matahari): matahari --; (3) mendaki; menanjak; memanjat: olahraga -- gunung; jalan ini -- terus; -- pohon jambu; (4) masuk rumah (melalui tangga); masuk ke kendaraan (angkutan, tumpangan, dsb): "silakan -- !", dng ramah sopir mempersilakan penumpangnya; (5) mengendarai; menunggang; menumpang (kapal, pesawat, dsb): ia tidak -- sepeda; -- unta; -- pesawat terbang; (6) bertambah tinggi (mahal, besar, banyak, dsb); meningkat: harga barang-barang terus --; gaji pegawai belum juga --; hasil padi tahun ini -- dibandingkan dng hasil tahun lalu; pangkatnya -- setingkat; (7) menjadi: tidak ada seorang pun yg mau -- saksi; (8) pergi ke: -- darat
naturalisasi na.tu.ra.li.sa.si [n] (1) pemerolehan kewarganegaraan bagi penduduk asing; hal menjadikan warga negara; pewarganegaraan yg diperoleh setelah memenuhi syarat sebagaimana yg ditetapkan dl peraturan perundang-undangan; (2) Bio gejala terjadinya penyesuaian diri tumbuhan yg didatangkan dr tempat lain dan menjadi anggota biasa masyarakat tumbuhan di tempat yg baru itu
nawalapradata na.wa.la.pra.da.ta [n] nama buku tt hukum keraton (kerajaan) Jawa Yogyakarta dan Surakarta
negeri ne.ge.ri [n] (1) tanah tempat tinggal suatu bangsa: ia melanjutkan sekolah ke -- Belanda; (2) kampung halaman; tempat kelahiran: -- nya yg asli bukanlah Makassar; (3) negara; pemerintah (lawan kata swasta): krn ia bersekolah di SMU -- , biayanya pun tidak begitu besar; (4) nagari
nekropolis nek.ro.po.lis [n] (1) pekuburan besar dr suatu kota kuno; (2) kota yg telah mendekati kehancuran krn kepadatan penduduk dan kemunduran mental
nendatan nen.da.tan [n] gerakan tanah yg terjadi krn mirosot, berbentuk gumpalan, tanpa terlepas dr ikatannya; longsor
net [n] (1) Olr jaring yg dibuat khusus untuk permainan olahraga, spt bulu tangkis dan tenis, dipasang melintang membagi lapangan permainan menjadi dua bagian; (2) rajut untuk pelindung rambut (sanggul dsb)
nimbrung nim.brung [v cak] (1) datang dan turut serta (makan, minum, bercakap-cakap, dsb); (2) mencampuri urusan orang lain
nomor sial nomor yg dianggap (dipercaya) dapat mendatangkan sial (msl nomor 13 bagi orang Eropa)
nomplok nom.plok [v cak] (1) hinggap; melekat; (2) datang (tt rezeki): rezeki --
nonformal non.for.mal [a] (1) tidak resmi: kegiatan -- sangat membantu dl meningkatkan keterampilan anak; (2) bersifat di luar kegiatan resmi sekolah: pendidikan -- , pendidikan di luar jalur sekolah
nota no.ta [n] (1) surat peringatan (penunjukan, catatan): dia datang kpd saya dng membawa -- dr Bapak Bupati; (2) surat keterangan resmi (dr duta kpd pemerintah suatu negara atau sebaliknya): Pemerintah Portugal telah menyampaikan -- kpd Duta Besar Indonesia; (3) surat penjelasan resmi dr jawatan (pemerintah, pemerintah daerah, dsb): Presiden telah menyampaikan -- keuangan 2000 kpd DPR; (4) tanda jual beli secara kontan
numerik nu.me.rik [a] yg berwujud nomor (angka); yg bersifat angka atau sistem angka: data statistik atau data -- memerlukan pengolahan yg cermat
nutrisi nut.ri.si [n Dok] (1) proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh; (2)makanan bergizi; (3) ilmu tt gizi
odol [n] tapal gigi; pasta gigi , meng.o.dol v (1) mengeluarkan biji-bijian dr dl buah; (2) mengolah lebih lanjut (spt membuang biji, mengupas kulit): para petani kapuk tidak dibenarkan -- kapuk hasil tanamannya sendiri
ongkang ong.kang , ong.kang-ong.kang v(1) duduk dng kaki berjuntai; (2) ki tidak berbuat apa-apa; berpangku tangan: rezeki tidak akan datang dng -- saja [Mk] meng.ong.kang-ong.kang v berjalan dng langkah panjang
orat-oret [n] (1) coret-coret; (2) tulisan tidak beraturan (dng cat dsb): dinding sekolah itu penuh dng --
oratorium ora.to.ri.um [n] (1) Kat tempat sembahyang atau tempat berdoa; kapel; (2) Mus jenis karya musik yg besar (yg tumbuh dr suatu kebiasaan di tempat peribadatan di kota Roma pd akhir abad ke-16) dng bersumberkan Alkitab untuk penciptaannya
pada pa.da [p] (1) kata depan yg dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dl hubungan dng, searti dng di (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau ke: -- dasarnya; ada -- nya (ku, mu); -- keesokan harinya; (2) menurut ...: -- sangkanya [a] (1) cukup (tidak kurang, tetapi tidak lebih); lumayan: asal ada, kecil pun --; sekian itu belum -- juga; (2) puas: belum -- hatinya [adv cak] sama-sama (untuk menyatakan bahwa yg melakukan banyak): mereka belum -- datang [n Ling] (1) satuan pola tekanan yg dipakai untuk mengukur struktur persajakan; (2) satuan fonologis yg terjadi dr sekelompok suku kata bertekanan dan/atau tidak bertekanan
pak [cak kp] bapak [n] (1) bungkusan dr pabrik berisi barang dl jumlah tertentu (tt rokok, teh, garam, dsb); (2) peti berisi barang-barang; kemasan barang; bandela [n] hak mengusahakan milik (tanah dsb) orang atau memborong sesuatu yg mendatangkan hasil dng membayar sewa (pajak) setiap tahun
panahan pa.nah.an [n] (1) hasil memanah; (2) cabang olahraga yg memakai panah sbg alat lomba; olahraga memanah
pangkal pang.kal [n] (1) bagian permulaan atau bagian yg dianggap sbg dasar (terutama tt benda yg panjang spt pohon, tongkat, tiang): -- pohon; (2) awal; permulaan; asal; sebab utama: -- perselisihan itu sebenarnya hanya persoalan yg sepele saja; hemat -- kaya; (3) pokok; bagian (isi) yg utama: baiklah kita kembali kpd -- pembicaraan semula; (4) modal; kapital: -- usahanya diperoleh dr kredit bank; (5) Ling morfem, kata, atau frasa yg bergabung dng afiks, msl olah pd mengolah, atau tani pd bertani
pangkat pang.kat [k l n] (1) tingkat (pd tangga atau sesuatu yg bersusun spt mahkota); (2) lantai yg ketinggian (pd pancapersada); (3) lenggek (rumah dsb) [n] (1) tingkatan dl jabatan kepegawaian (ketentaraan dsb): ia sudah naik -- dr kapten menjadi mayor; (2) kedudukan atau derajat kebangsawanan dl masyarakat; martabat: masih ada kaum ningrat yg mempertahankan -- nya spt pd masa lampau; (3) kelas (di sekolah, gedung pertunjukan, dsb): buku berhitung untuk murid -- tiga; -- dua sudah penuh [n Mat] eksponen
para pa.ra [p] kata penyerta yg menyatakan, pengacuan ke kelompok: -- tamu mulai berdatangan [n] karet; getah (perca): (per)kebun(an) -- [n] , pa.ra-pa.ra n (1) anyaman bambu dsb tempat menaruh perkakas dapur; pagu; (2) rak untuk menjemur ikan; (3) rak atau jala untuk menaruh barang-barang (di kereta api) [kp] parasut [n] (1) prajurit dl kesatuan angkatan udara; (2) kesatuan angkatan udara
parabola pa.ra.bo.la [n] (1) Mat garis lengkung datar yg terbentuk jika suatu bidang memotong kerucut sejajar dng garis titik sudut puncak dng salah satu titik pd keliling alas; (2) antena televisi berbentuk bundar spt piring cekung yg dapat menangkap siaran jarak jauh
parfum par.fum [n] (1) minyak wangi; bau wangi-wangian yg berupa cairan, padatan, dsb; (2) zat pewangi
partner part.ner [n] (1) orang (badan usaha dsb) dr dua pihak yg berbeda yg bekerja sama krn saling membutuhkan atau melengkapi (dl suatu kegiatan, usaha dagang, dsb); mitra; pasangan: pengusaha merupakan -- pemerintah dl usaha pembangunan negara; (2) pasangan main (dl olahraga, menari, dsb)
pasukan pa.suk.an [n] (1) kawanan; kumpulan: tampak di hutan itu satu ~ serigala menyerang seekor kuda; (2) kelompok atau golongan prajurit (laskar dsb): ~ berani mati; (3) regu (olahraga): Indonesia mempunyai ~ bulu tangkis yg kuat
patik pa.tik [kl n] (1) budak belian; hamba tebusan; (2) hor hamba (dipakai ketika berkata-kata dng raja): -- berdatang sembah ke hadapan Baginda [v] me.ma.tik v menyentuh dng jari; petik
pecandu pe.can.du [n] (1) pemadat; pengisap candu; (2) ki penggemar: ~ olahraga sepak bola; ~ olahraga bulu tangkis
pecat pe.cat [v] , me.me.cat v (1) melepaskan (dr jabatan); memberhentikan (dr keanggotaan perkumpulan dsb): bagaimana kita akan ~ nya, dia tidak bersalah; (2) mengeluarkan (dr sekolah dsb); (3) membebaskan dr pekerjaan (jabatan dsb untuk sementara waktu); (4) mengabaikan; tidak mengindahkan
pekan pe.kan [n] (1) pasar: mereka pergi ke -- membeli sayuran; (2) minggu (7 hari): harapanku dia datang -- ini
pelana pe.la.na [n] (1) lapik pd punggung kuda dsb; (2) tempat duduk orang yg menunggang (di punggung binatang yg ditunggangi); (3) alat untuk pegangan yg terpasang pd kuda-kuda (dl olahraga senam); sela
pelawat pe.la.wat [n] (1) orang yg datang menjenguk (orang mati dsb); (2) orang yg datang berkunjung ke negeri (negara) lain
pelayaran pe.la.yar.an [n] (1) perjalanan melalui laut; (2) segala sesuatu yg menyangkut perihal berlayar (spt ilmu ~ , sekolah ~ )
pelempar pe.lem.par [n] (1) orang yg melempar: siapa ~ nya hingga kaca-kaca jendela rumah ini pecah semua; (2) alat untuk melempar: batu ~ anjing; (3) alat untuk melemparkan: pesawat ~ bom; (4) orang yg ikut dl olahraga lempar-melempar (spt melempar lembing, melempar cakram)
pemanah pe.ma.nah [n] (1) orang yg memanah; (2) Olr atlet memanah; pemain olahraga panahan
pemasaran pe.ma.sar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memasarkan suatu barang dagangan: jika transportasi kurang lancar, ~ hasil bumi penduduk akan sulit; (2) perihal menyebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat: ~ olahraga sehat ke tengah-tengah masyarakat mendapat dukungan sepenuhnya dr pemerintah
pemerintah pe.me.rin.tah [n] (1) sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; (2) sekelompok orang yg secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; (3) penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yg kuat dan bijaksana; (4) badan tertinggi yg memerintah suatu negara (spt kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri; (5) negara atau negeri (sbg lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat; (6) pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang
pemula pe.mu.la [n] (1) orang yg mulai atau mula-mula melakukan sesuatu: bagi seorang -- dl olahraga ski air, meluncur di permukaan air yg berombak akan terasa sulit sekali; (2) anggota pramuka kecil yg baru pd tingkat awal: anak kelas tiga seko-lah dasar menjadi -- tetapi tidak harus memakai baju seragam; (3) sesuatu yg dipakai untuk memulai
pemusingan pe.mu.sing.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memusing(kan); pemutaran; (2) pemisahan padatan dr cairan dl alat yg berputar dng kecepatan sangat tinggi
pendayagunaan pen.da.ya.gu.na.an [n] (1) pengusahaan agar mampu mendatangkan hasil dan manfaat; (2) pengusahaan (tenaga dsb) agar mampu menjalankan tugas dng baik
penerbitan pe.ner.bit.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menerbitkan: ~ majalah dinding di sekolah itu diawasi oleh guru bahasa Indonesia; ~ majalah yg menampung kegiatan para remaja patut mendapat perhatian para pendidik; (2) pemunculan; (3) urusan (pekerjaan dsb) menerbitkan (buku dsb): dl ~ ini sengaja dimuat foto pelajar teladan; dl organisasi yg diterjuninya ia menangani bidang ~
penerimaan pe.ne.ri.ma.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menerima; penyambutan: ~ tamu; ~ murid baru; (2) sambutan: ~ rakyat Jawa Timur atas kedatangan Presiden sangat memuaskan; (3) perlakuan; sikap thd (kpd): ~ rakyat kpd camat yg baru kurang menggembirakan; (4) anggapan; pendapat: terjadinya percekcokan yg dahsyat itu krn adanya ~ yg salah saja; (5) besarnya uang yg diterima dr hasil penjualan barang atau jasa
pengembang pe.ngem.bang [n] (1) orang yg mengembangkan; (2) perusahaan yg melakukan kegiatan pengadaan dan pengolahan tanah serta pengadaan bangunan dan/atau sarana dan prasarana dng maksud dijual atau disewakan: beberapa ~ mencoba untuk bertahan pd masa krisis ini
pengetahuan pe.nge.ta.hu.an [n] (1) segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: dia mempunyai ~ dl bidang teknik; (2) segala sesuatu yg diketahui berkenaan dng hal (mata pelajaran): di sekolah kami diajarkan ~ jahit-menjahit
penggodokan peng.go.dok.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menggodok; (2) ki tempat menggodok (menggembleng); penggemblengan: setelah ~ dl penataran itu selesai, diharapkan akan lahir wartawan-wartawan yg bermutu; (3) ki pengolahan: film itu masih dl ~
pengindraan peng.in.dra.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengindra; (2) usaha untuk menyidik datangnya ancaman dng sarana yg canggih dan peka
penguji peng.u.ji [n] (1) orang yg menguji: ~ akan didatangkan dr Jakarta; (2) alat untuk menguji: sudah diciptakan ~ kesuburan tanah
penilik pe.ni.lik [n] (1) orang yg menilik atau mengawasi; pengawas (sekolah dsb): kepala sekolah dasar itu diusulkan menjadi ~; (2) orang yg tajam tiliknya (dapat mengetahui sesuatu yg gaib dsb); peramal
penuh pe.nuh [a] (1) sudah berisi seluruhnya (tidak ada yg terluang lagi); (2) banyak memuat: pidato sambutan -- nasihat bagi kaum tua dan remaja; (3) banyak sekali: di lapangan Monas pagi-pagi sudah -- anak berolahraga; (4) ki tidak kurang dr jumlah yg seharusnya: gajinya sudah dibayar --; ia bekerja selama satu bulan --; (5) ki lengkap; sempurna: kita telah memperoleh kemerdekaan yg --
penunjang pe.nun.jang [n] (1) alat untuk menunjang berupa kayu dsb agar tidak roboh; penopang; penahan; (2) pemberi tunjangan (uang dsb) penyokong; (3) dana (sarana) yg akan memperlancar (usaha dsb): lancarnya arus lalu lintas merupakan sarana ~ bagi perwujudan meningkatkan sektor perdagangan; (4) orang yg memihak kpd salah satu pihak yg bertanding (dl pertandingan olahraga dsb); suporter
penyakit pe.nya.kit [n] (1) sesuatu yg menyebabkan terjadinya gangguan pd makhluk hidup; (2) gangguan kesehatan yg disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem faal atau jaringan pd organ tubuh (pd makhluk hidup); (3) ki kebiasaan yg buruk; sesuatu yg mendatangkan keburukan: suka membual itulah yg menjadi -nya; mobil ini banyak -nya; (4) kas kurang ajar (kata afektif dl makian); bangsat:-, pergi kau
penyelidikan pe.nye.li.dik.an [n] (1) usaha memperoleh informasi melalui pengumpulan data; (2) proses, cara, perbuatan menyelidiki; pengusutan; pelacakan
penyendatan pe.nyen.dat.an [n] proses, cara, perbuatan menyendat
penyesah pe.nye.sah [n] (1) alat untuk menyesah; (2) Tek alat konsentrasi yg digunakan pd tahap awal pengolahan (tt bahan galian)
perai pe.rai [v] ber.pe.rai-pe.rai v bercerai-berai; berpisah-pisah: kembanglah bunga senduduk, bunga sembung ~; mereka lari ~ [v cak] (1) tidak masuk bekerja, sekolah, dsb; libur: pd hari besar nasional karyawan --; (2) tidak usah membayar; gratis: makan dan tempat tinggal -- [v] , ber.pe.rai-pe.rai v Lay membelokkan (kapal dsb) ke kiri dan ke kanan; membuang perai
percontoh per.con.toh [n] (1) bagian kecil atau butir tunggal yg mewakili kelompok atau keseluruhan yg lebih besar; sampel; (2) bagian kecil data penelitian yg dianggap dapat mewakili keseluruhan data, dianalisis untuk memperoleh informasi mengenai seluruh data penelitian; (3) Man kumpulan unsur dl populasi yg dipilih untuk pengukuran dng maksud mendapat informasi tt seluruh populasi itu
percuma per.cu.ma [adv] sia-sia; tidak ada gunanya (hasilnya dsb): ~ saja ia bersekolah, kepandaiannya tidak digunakannya [a] (1) tidak ada gunanya (hasilnya dsb); sia-sia: -- juga kita bekerja keras jika tanpa imbalan yg sesuai; (2) cuma-cuma; gratis
perdata formal yg mengatur hak, harta benda, dan hubungan antara orang atas dasar logika
perdata material yg mengatur hak, harta benda, hubungan antarorang atas dasar kebendaan;
perguruan per.gu.ru.an [n] (1) sekolah; gedung-gedung tempat belajar: ~ Nasional Taman Siswa; (2) pengajaran
perihal pe.ri.hal [n] (1) keadaan; (2) hal; peristiwa; kejadian; (3) tentang; mengenai: saya datang ke sini hendak melihat -- kota Medan dan adat istiadat penduduknya
perintah pe.rin.tah [n] (1) perkataan yg bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas -- sang Pangeran, beberapa pelayan datang; (2) aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dng --; (3) aturan dr pihak atas yg harus dilakukan: ia membacakan -- yg berkenaan dng pembasmian penyelundupan
periode pe.ri.o.de [n] (1) kurun waktu; lingkaran waktu (masa): -- 1945-1950 merupakan masa revolusi; -- Kerajaan Majapahit; (2) kelompok bilangan yg selalu berulang dl pecahan; (3) Kim baris mendatar dr unsur-unsur dl tabel periodik
perjanjian per.jan.ji.an [n] (1) persetujuan (tertulis atau dng lisan) yg dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yg tersebut dl persetujuan itu: ~ dagang antara Indonesia dan Jerman Barat telah ditandatangani; (2) syarat: surat keputusan itu diterima dng ~ jika ada kekeliruan akan diperbaiki kelak; (3) tenggang waktu; tempo: dng ~ dua bulan; (4) Pol persetujuan resmi antara dua negara atau lebih dl bidang keamanan, perdagangan, dsb; (5) Man persetujuan antara dua orang atau lebih, dl bentuk tertulis yg dibubuhi materai, yg meliputi hak dan kewajiban timbal balik, masing-masing pihak menerima tembusan perjanjian itu sbg tanda bukti keikutsertaannya dl perjanjian itu
perlenteh per.len.teh [n] (1) orang yg suka berkeliaran; pemalas (tidak suka bekerja): baru saja ia duduk, sudah datang seseorang -- meminta rokok; (2) kl penjahat; pencuri
permainan per.ma.in.an [n] (1) sesuatu yg digunakan untuk bermain; barang atau sesuatu yg dipermainkan; mainan: ia asyik dng -nya yg baru; (2) hal bermain; perbuatan bermain (bulu tangkis dsb): -- bulu tangkis sangat digemari masyarakat; (3) perbuatan yg dilakukan dng tidak sungguh-sungguh (hanya untuk main-main): ia melakukan olahraga itu sbg -- saja; (4) pertunjukan, tontonan, dsb: pemuda itu menggembirakan hati anak-anak dng -- sulapnya; (5) perhiasan yg digantungkan pd kalung dsb, spt medalion; (6) cak perempuan yg diajak untuk bersenang-senang saja (tidak untuk dijadikan istri yg sah)
persetujuan per.se.tu.ju.an [n] (1) pernyataan setuju (atau pernyataan menyetujui); pembenaran (pengesahan, perkenan, dsb): pengeluaran uang dilakukan dng ~ kepala jawatan; untuk menentukan besar dana sukarela yg akan diminta dr setiap murid, kepala sekolah harus meminta ~ orang tua murid; (2) kata sepakat (antara kedua belah pihak); sesuatu (perjanjian dsb) yg telah disetujui oleh kedua belah pihak dsb: mereka tetap menentang ~ perdamaian itu; (3) persesuaian; kecocokan; keselarasan: ~ antara batin dan lahir
perspektif per.spek.tif [n] (1) cara melukiskan suatu benda pd permukaan yg mendatar sebagaimana yg terlihat oleh mata dng tiga dimensi (panjang, lebar, dan tingginya); (2) sudut pandang; pandangan
pertandingan per.tan.ding.an [n] (1) perlombaan dl olahraga yg menghadapkan dua pemain (atau regu) untuk bertanding: ~ sepak bola; (2) persaingan; perbandingan
pertukangan per.tu.kang.an [n] (1) pekerjaan tukang: sekolah ~ , sekolah untuk melatih orang menjadi tukang (tukang kayu dsb); (2) himpunan para tukang; (3) perihal bertukang
perusahaan per.u.sa.ha.an [n] (1) kegiatan (pekerjaan dsb) yg diselenggarakan dng peralatan atau dng cara teratur dng tujuan mencari keuntungan (dng menghasilkan sesuatu, mengolah atau membuat barang-barang, berdagang, memberikan jasa, dsb); (2) organisasi berbadan hukum yg mengadakan transaksi atau usaha
petinggi pe.ting.gi lihat tinggi [n] (1) kepala desa; lurah; (2) orang yg mempunyai kedudukan tinggi (dl organisasi, masyarakat atau negara) pembesar: persetujuan itu telah ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri dng ~ negara itu
pias pi.as [n] (1) lajur tikar pandan yg mendatar dijahit menjadi layar; (2) lajur; jalur: permukaan bumi terbagi atas 24 -- membujur dr utara ke selatan, besar setiap -- 15 derajat; (3) Graf bagian di keempat pinggiran halaman yg kosong tidak dicetak (atas, muka, bawah, dan belakang)
pikiran pi.kir.an [n] (1) hasil berpikir (memikirkan): ia pandai menangkap ~ dan perasaan orang lain; (2) akal; ingatan; (3) akal (dl arti daya upaya): mendapat ~; (4) angan-angan; gagasan: ~ baru; (5) niat; maksud: tidak ada ~ akan berhenti bersekolah
pintu terbuka resepsi informal di sebuah rumah dng tamu yg bebas datang dan pergi; (2) waktu yg disediakan secara terbuka untuk kunjungan ke sekolah, lembaga, dsb untuk kegiatan spt inspeksi dan observasi
pojok po.jok [n] (1) tempat di antara dua garis atau dua sisi (ujung, permukaan, dsb) bertemu; sudut; penjuru; (2) tempat yg jauh atau yg tidak mudah kelihatan (didatangi, dihubungi, dsb): penduduk dr -- kota berdatangan untuk ikut menyambut dan mengelukannya; (3) lajur di sudut surat kabar tempat karangan pendek, berisikan hal-hal yg humoris, tetapi mengandung kritik atau sindiran
polah po.lah [Mk] , ber.po.lah-po.lah v bermewah-mewah (terlalu mewah); berlebih-lebihan [Jw n] tingkah laku; perbuatan; perilaku: hanya dia yg tahu apakah -- nya itu dibuatnya krn ia sedang linglung ataukah tidak
polah tingkah perilaku; tingkah laku
politik po.li.tik [n] (1) (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (spt tt sistem pemerintahan, dasar pemerintahan): bersekolah di akademi --; (2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau thd negara lain: -- dl dan luar negeri; kedua negara itu bekerja sama dl bidang -- , ekonomi, dan kebudayaan; partai --; organisasi --; (3) cara bertindak (dl menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan: -- dagang; -- bahasa nasional
ponggok pong.gok [a] buntung ekor; pokeng; kuntul: ayam -- [Mk v] , ter.pong.gok v (1) tampak melonggok: kelihatanlah bukit yg ~ di tengah-tengah dataran rendah itu; (2) duduk mencangkung
produktif pro.duk.tif [a] (1) bersifat atau mampu menghasilkan (dl jumlah besar): perkebunan itu sangat --; (2) mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dsb); menguntungkan: tabungan masyarakat dapat dipinjamkan kembali untuk keperluan --; (3) Ling mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru: prefiks meng- merupakan prefiks yg --
pihak pi.hak [n] (1) sisi (yg sebelah); bagian: -- atas; -- bawah; -- kanan; -- kiri; (2) arah; jurusan: seakan-akan angin datang dr segala --; (3) satu dr golongan (partai, orang) yg bertentangan atau berlawanan (dl perang, permainan, politik, perjanjian, dsb): dl perang ini -- yg menang dan -- yg kalah sama-sama menderita kerusakan; saya yakin dia akan melindungi -- yg benar; kedua (belah) -- , kedua-duanya (tt dua golongan atau dua orang yg bertentangan); (4) (pd -- ) dl hal; mengenai: pd -- agama, mereka itu bersikap netral; (5) orang yg termasuk dl satu lingkungan dan kepentingan; kalangan: lurah melaporkan hal tsb kpd -- berwajib; -- kejaksaan belum mengetahui tt ditangkap-nya penjahat itu; (6) orang; golongan: korban bencana alam itu memerlukan uluran tangan dr semua --
promotor pro.mo.tor [n] (1) orang yg menjadi penganjur atau pendorong suatu usaha (gerakan dsb); (2) guru besar yg memimpin dan mengarahkan orang yg akan mencapai gelar doktor; (3) orang yg bertanggung jawab atas keuangan suatu pertandingan olahraga, termasuk mencari dana, mengadakan kontrak, dsb
prosesor pro.se.sor [n] alat untuk memproses data; pengolah data
proyeksi pro.yek.si [n] (1) gambar suatu benda yg dibuat rata (mendatar) atau berupa garis pd bidang datar; (2) perkiraan tt keadaan masa yg akan datang dng menggunakan data yg ada (sekarang)
pul [n] (1) kelompok bertanding (dl pertandingan olahraga): juara -- A ialah regu Brazil; (2) tempat mengumpulkan atau memusatkan sesuatu: mobil itu mogok persis di depan -- bus PPD
pula pu.la [p] (1) sekali lagi; (kembali, berulang) lagi: rupanya penyakitnya kembali --; tadi sudah datang, sekarang datang --; (2) tambahan (lagi); lebih-lebih (lagi): lagi -- ia seorang terkemuka dan istimewa; (3) sama halnya dng yg terdahulu; juga: saya pun demikian --; (4) gerangan; konon (yg berarti tah); apa -- yg dimintanya; mengapa -- maka begitu; siapa -- yg berani melawan dia
radiasi global [Met] (1) radiasi surya langsung ke bawah; (2) radiasi surya yg datang dr piringan matahari dng sudut utuh yg tidak terhambur dan tidak terpantul oleh atmosfer atau benda-benda lain di dl atmosfer
rambah ram.bah, ram.bah.an [n] babak untuk setiap jarak (dl olahraga panahan), msl setiap jarak 8 atau 10 rambahan, tiap rambahan dilakukan dng 3 atau 4 anak panah
ranah ra.nah [n] (1) tanah rata; dataran rendah; lembah; (2) tanah yg berpaya-paya; (3) elemen atau unsur yg dibatasi; bidang disiplin; (4) Ling lingkungan yg memungkinkan terjadinya percakapan, merupakan kombinasi antara partisipan, topik, dan tempat (msl keluarga, pendidikan, tempat kerja, keagamaan, dsb); (5) Psi bagian (satuan) perilaku manusia: -- afektif, berbagai perilaku yg berkaitan dng perasaan
rasa-rasanya ra.sa-ra.sa.nya [adv v] (1) sekiranya; kira-kira: kalau ~ sangat perlu, belilah secukupnya; (2) seolah-olah (untuk menyatakan bimbang): ~ hendak ditinggalkannya pekerjaannya yg berat itu
rasio ra.sio [n] pemikiran menurut akal sehat; akal budi; nalar [n] hubungan taraf atau bilangan antara dua hal yg mirip; perbandingan antara berbagai gejala yg dapat dinyatakan dng angka; nisbah: di sekolah ini -- murid laki-laki dan perempuan adalah 2:1
reaktor re.ak.tor [n] (1) suatu (seorang) yg mengadakan reaksi; (2) sarana atau alat pembangkit tenaga (spt atom dan nuklir): kebocoran -- nuklir di Chernobyl telah mengingatkan dunia akan kemungkinan adanya bahaya yg serupa pd masa yg akan datang
refleksi re.flek.si [n] (1) gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sbg jawaban suatu hal atau kegiatan yg datang dr luar: penyair pd hakikatnya adalah suatu -- dr masyarakat sekelilingnya; (2) gerakan otot (bagian badan) yg terjadi krn suatu hal dr luar dan di luar kemauan atau kesadaran; (3) ki cerminan; gambaran: penggunaan bahasa merupakan -- dr kecintaan thd bahasa itu
regu re.gu [n] (1) rombongan (kelompok) orang bekerja: pekerja di pabrik itu dibagi atas tiga --; (2) kesatuan tentara yg terkecil (12 atau 14 orang); (3) satuan pemain dl satu cabang olahraga (spt kesebelasan dl sepak bola): Indonesia akan mengirimkan -- sepak bola dan bulu tangkis ke Malaysia; (4) Bio golongan jenis: pembagian tumbuh-tumbuhan dl beberapa golongan dan -- menurut jenisnya
rekapitulasi re.ka.pi.tu.la.si [n] (1) ringkasan; ikhtisar; (2) ringkasan isi atau ikhtisar pd akhir laporan atau akhir hitungan; (3) pembuatan rincian data yg bercampur aduk menurut kelompok utama
rekor re.kor [n] (1) hasil terbaik (tercepat, tertinggi) dl keolahragaan: -- lari 100 m Indonesia adalah 10,8 detik; dia memegang -- lari 400 m; (2) jumlah terbanyak: menurut laporan Dirjen Urusan Haji, tahun ini merupakan -- naik haji jika dibandingkan dng tahun yg sudah-sudah; (3) terbaik (tertinggi): Pulau Jawa memegang -- produksi sapi dan kerbau
rela re.la [v] (1) bersedia dng ikhlas hati: aku -- mati membela tanah tumpah darahku; (2) izin (persetujuan); perkenan: kedatangan saya ini hendak meminta -- tuan; (3) dapat diterima dng senang hati: semua itu kuberikan kepadamu dng --; (4) tidak mengharap imbalan, dng kehendak atau kemauan sendiri: dng suka --
reliabel re.li.a.bel [a] (1) mempunyai atau mendatangkan hasil yg sama pd setiap percobaan yg berhasil; (2) dapat dipercaya; andal
resa re.sa [n] (1) gerakan yg terasa di dl perut (spt gerak bayi akan lahir): perempuan itu pun makin bertambah-tambah sakit, datang -- nya bertimpa-timpa; (2) dorongan (gerak) hati: biarkanlah ia mengikuti -- hatinya
ribut ri.but [a] (1) sibuk sekali; banyak pekerjaan: menjelang Lebaran orang -- membeli barang, terutama pakaian dan bahan makanan; (2) recok; gaduh; ingar; ramai (rusuh) tidak keruan; marah-marah (mengamuk): kelas itu sangat -- , mungkin gurunya belum datang; (3) bertengkar mulut: seringkali ia -- dng suaminya [a] kencang, gemuruh, dan tidak tentu arahnya (tt angin)
risi ri.si [a ] (1) berasa jijik; (2) merasa malu (merasa tidak enak dng keadaan sekeliling): sedikit pun ia tidak merasa -- di tengah-tengah orang banyak itu; (3) ki merasa tersinggung [a] khawatir; cemas: pd periode mendatang ia tidak perlu -- walaupun tidak mendapat dorongan pemerintah
rotan lilin rotan yg daun dan perbungaannya bervariasi, tumbuh di dataran rendah dan pegunungan ketinggian 1.800 m, digunakan untuk tali dan anyaman; Calamus javensis
runjang run.jang [v] , me.run.jang v (1) menusuk (merodok, mencocok) ke dl lubang dsb; menjolok; (2) ki meraba-raba; mencari-cari (ke sana kemari): orang yg baru datang dr desa itu ~ ke sana ke mari
rupanya ru.pa.nya [adv] (1) rupa; (2) kelihatannya; tampak; (jika) menilik keadaannya (bentuknya, kelakuannya): ~ hari akan hujan; (3) agaknya; kiranya; barangkali: ~ ia tidak dapat datang; (4) gerangan; konon: siapa pula ~ yg mencoret-coret dinding itu; (5) kiranya (dl arti, alih-alih, sebetulnya, sebenarnya): kusangka sudah mati, ~ masih bergerak-gerak
sabel sa.bel [n ] (1) pedang; (2) alat atau senjata dl olahraga anggar, terbuat dr besi, berbentuk panjang kecil yg bagian depannya lancip, digunakan untuk menusuk dan memarang dng bidang sasaran terbatas, biasanya hanya untuk putra
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
saksi sak.si [n] (1) orang yg melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian): siapa -- nya bahwa saya berbuat begitu; langit dan bumi yg menjadi --; (2) orang yg dimintai hadir pd suatu peristiwa yg dianggap mengetahui kejadian tsb agar pd suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yg membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi: dua orang itu ikut menandatangani kontrak sbg --; (3) orang yg memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa: -- yg kedua itu oleh hakim dianggap tidak sah; (4) keterangan (bukti pernyataan) yg diberikan oleh orang yg melihat atau mengetahui; (5) bukti kebenaran: ia berani memberi -- dng sumpah; (6) orang yg dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tt suatu perkara pidana yg didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri
salah kira-kira keliru menghitungnya; -- langkah 1 keliru melangkah: ia -- langkah sehingga terperosok ke dl parit; (2) ki sial; malang: ia merasa -- langkah krn segala usahanya tidak pernah mendatangkan untung; (3) tersesat: ia -- langkah sehingga terjerumus ke dl dunia kejahatan
saleh sa.leh [a] (1) taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah; (2) suci dan beriman: mudah-mudahan ia akan menjadi anak yg -- [ark v] (1) datang: silakan Tuanku -- kembali esok pagi; (2) pergi: -- berlancang
salur data komputer kecil yg disimpan di dl komputer besar; - empedu saluran dr hati yg mengalirkan cairan empedu ke usus dua belas jari
sambil sam.bil [p] (1) kata penghubung untuk menandai peristiwa atau perbuatan bersamaan; seraya; sembari: ia berkata -- menyerahkan bungkusan itu; (2)dengan: kita berolahraga -- berlari; (3)sementara: -- bekerja, saya menawarkan barang dagangan kpd kawan-kawan
sambung nyawa 1 sambungan jiwa; (2)uang (rezeki) untuk kehidupan
sampai umur 1 sudah dewasa; akil balig; (2)sudah lanjut usia
sangat sa.ngat [adv] (1) terlebih-lebih (halnya, keadaannya, dsb); amat; terlalu: rumahnya -- jauh dr sini; (2) payah (tt penyakit); teruk: penyakitnya bertambah --; (3) sungguh-sungguh: Bapak diminta dng -- supaya datang di kantor hari ini
sangka sang.ka [v] duga; kira: saya -- kamu tidak akan datang hari ini; (2) n keraguan; kesangsian; syak: setelah melihat keadaan kehidupannya, timbul rasa -- ku terhadapnya [n] (1) kulit kerang besar (untuk trompet dsb); (2) sangkakala
satron sat.ron [Jk] me.nyat.roni v (1) memusuhi; (2) mendatangi (hendak mengganggu, mencuri, menangkap, dsb)
sebentar se.ben.tar [n] (1) singkat; sesaat; tidak lama: tunggulah -- , saya mau sembahyang dulu; (2) nanti: -- Ibu datang; (3) kadang-kadang: -- pergi, -- tidak
sececah se.ce.cah [n] (1) sebentar; sesaat: ia datang ke sini ~ saja; (2) secolek; sedikit sekali: ~ garam
sedatar saja lurah dng bukit se.da.tar saja lurah dng bukit [pb] menyamaratakan orang; tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dsb
sedia se.dia, se.di.a.nya [adv] (1) (pd) mulanya; tadinya: -- Bapak akan datang pd pertemuan itu sebelum beliau jatuh sakit; (2) seharusnya; sebetulnya: dl acara yg sangat penting itu -- ia hadir
sedikitnya se.di.kit.nya [adv] (1) sekurang-kurangnya; setidak-tidaknya; paling sedikit: -- lima keluarga kehilangan tempat tinggal krn peristiwa kebakaran itu; (2) meski sedikit, tetapi ...: walaupun hanya tamatan sekolah dasar, -- engkau telah berpendidikan juga; (3) jumlahnya sedikit: banyak --, banyaknya (jumlahnya, bilangannya)
segala se.ga.la [num] (1) sekalian (tidak ada kecualinya); semua: sebelum pindah, ia berusaha melunasi -- utangnya; -- sesuatu sudah; selesai; (2) seluruh; segenap: -- isi dunia; (3) sama sekali; serba: anak-anak sekolah berpakaian -- putih; kita -- salah; (4) kl para (untuk menyatakan banyak): hikayat -- rasul; (5) kas (untuk memaki) terlalu; benar-benar: dikatakannya saya ini -- udiklah, kampunganlah; masa, tidak apa-apa dikatakan bajingan --
sekolah dasar kecil lembaga pendidikan dasar yg didirikan di daerah terpencil dan berpenduduk sedikit, jumlah murid sedikit (minimal tiga orang)
sekolah tinggi perguruan tinggi yg menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau pendidikan profesional dl satu disiplin ilmu tertentu
selalu se.la.lu [adv] (1) senantiasa; selamanya: mereka -- baik thd kami; (2) sering; terus-menerus; tidak pernah tidak: ia -- marah- marah saja kalau di rumah; ia -- mengharapkan kedatangannya; (3) Mk seluruh
semasa se.ma.sa [n] (1) sewaktu; ketika: -- gurunya keluar, murid yg terlambat datang itu menyelinap ke dalam kelas; (2) sama masa dng; pd ketika yg sama: kakeknya hidup -- dng pujangga terkenal itu
sembah sem.bah [n] (1) pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dng cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh, lalu mengangkatnya hingga ke bawah dagu atau dng menyentuhkan ibu jari ke hidung) mengangkat -- , menghormat dng sembah; (2) kl kata atau perkataan yg ditujukan kpd orang yg dimuliakan: demikianlah -- Hang Tuah; berdatang -- , datang seraya berkata dng hormatnya
senam se.nam [n] gerak badan dng gerakan tertentu, spt menggeliat, menggerakkan, dan meregangkan anggota badan; gimnastik: olahraga -- sedang digemari ibu-ibu pd saat ini [n] (1) tarum; (2) warna biru (lebam); biru keungu-unguan spt warna nila; (3) biru pucat (warna muka dsb); (4) warna asli (dr barang-barang yg disepuh)
sendiri sen.di.ri [adv] (1) a seorang diri; tidak dng orang lain: ia tinggal -- di rumah itu; ia pergi ke Bandung -- saja; (2) a tidak dibantu (dipengaruhi) orang lain: rencana itu adalah hasil pikirannya --; (3) a tidak dibantu alat lain; otomatis: radio yg dapat berhenti --; berdiri -- , tidak diperintah orang lain; (4) n kepunyaan dr yg disebut (yg bersangkutan), bukan kepunyaan orang lain: ia tinggal di rumahnya --; (5) n diri dr yg bersangkutan (bukan wakil atau pengganti); orang yg sesungguhnya (berkepentingan): pelamar harus datang --; dr dia -- saya tidak pernah menerima surat; (6) a terpisah dr yg lain; terasing; sendiri-sendiri: setiap orang diperiksa --; (7) a yg paling: ia selalu mau menang -- , tidak mau menghiraukan pendapat orang lain
sengaja se.nga.ja [v] (1) dimaksudkan (direncanakan); memang diniatkan begitu; tidak secara kebetulan: sering kita membuat kesalahan tidak --; -- ia sering datang dr jauh untuk menemuimu; (2) dibuat-buat; bersengaja: geli hatinya melihat tingkah laku anak muda yg -- itu
seorang se.o.rang [n] (1) satu orang: yg datang hanya -- pegawai; (2) sendiri: tinggal dia -- yg belum makan
sepatutnya se.pa.tut.nya [adv] (1) selayaknya; seyogianya; (2) dng sepantasnya; dng baik-baik: mereka menerima kedatangan kami dng ~; (3) sebenarnya; tentu saja; sudah selayaknya: ~ ia akan menghukum orang yg bersalah
sepeninggal se.pe.ning.gal [n] (1) sepergi; seberangkat: ayahmu datang kemari ~ engkau; (2) sesudah meninggal (mati)
seperti se.per.ti [p] (1) serupa dng; sebagai; semacam: kue itu bentuknya -- martabak; rupanya -- ini; (2) sama halnya dng; tidak ubahnya: wajahnya kasar -- tengkorak; -- perahu patah kemudi begitulah halku ini; (3) sebagaimana; sesuai dng; menurut: segala-galanya dilakukan -- perintah tuannya; kerjakan -- kataku tadi; (4) seakan-akan; seolah-olah: -- tidak ada orang lain yg menyamai kepandaiannya; (5) misalnya; umpamanya; (6) adapun yg sbg; akan hal: -- saya ini tidak patut duduk sejajar dng beliau
serang se.rang [v] me.nye.rang v (1) mendatangi untuk melawan (melukai, memerangi, dsb); menyerbu: penjahat yg -- polisi itu sudah tertangkap; (2) melanda; melanggar; menimpa (tt bencana, penyakit, dsb): banjir bandang baru-baru ini telah -- kota itu; (3) menentang (spt melancarkan kritik): ada yg membela, dan ada pula yg -- kebijakan pemerintah [Mk] ber.se.rang v bertambah: rusuh hati makin -- [n Lay] mandor di kapal; kepala kelasi
seraya se.ra.ya [kl p] sambil; serta: ia duduk -- berdatang sembah [Mk n] (1) penolong; (2) pertolongan [n] pohon meranti; Shorea leprosula
serbu ser.bu [v] me.nyer.bu v (1) mendatangi dng maksud melawan (melukai, memerangi); menyerang: gerombolan bersenjata -- pos polisi; (2) mendatangi beramai-ramai atau memasuki: peminta-peminta itu -- seseorang yg membagi-bagikan uang; (3) mendatangi (mendekati) beramai-ramai untuk mendapat berita atau memotret: baru saja beliau turun dr pesawat terbang, para wartawan sudah -nya
serempak se.rem.pak [v] bersama-sama; serentak: datang ~; maju ~ [a] (1) pd saat yg sama dan tiba-tiba: serangan --; (2) bersama-sama; serentak: datang --; maju --
sergap ser.gap [v] , me.nyer.gap v (1) menyerang atau menyerbu dng tiba-tiba: sesudah -- truk barang itu, mereka melarikan diri ke arah perkampungan; (2) mendatangi dng mendadak untuk menangkap; menggerebek: polisi berhasil -- tempat per-judian itu; (3) menyergah: katanya dng --
serta ser.ta [p] (1) dan: Presiden -- rombongan disambut dng tarian selamat datang; (2) demi; begitu; pd ketika: -- mendapat perintah, ia lalu berangkat; ia pun jatuh pingsan -- mendengar kabar itu [v] ikut; turut: pd hari itu beliau tidak -- berunding; ke mana saja ia pergi, buku itu dibawa --
siah si.ah [a] -- layah 1 tergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri (spt daun lalang tertiup angin); (2) ki terhuyung-huyung ke kanan dan ke kiri (spt orang mabuk, anak yg baru berjalan) [v] ber.si.ah v (1) menghindar ke sisi (ke tepi); menepi (krn ada kendaraan lalu dsb); menyisi; (2) berlari cepat-cepat dan tidak keruan arahnya: waktu berpapasan jalan denganku, dia -- seolah-olah takut terkena najis
sialan si.al.an [n] (1) orang yg sial; (2) (yg) mendatangkan sial; (3) kas untuk memaki: -, bagaimana dia bisa tahu
siapa si.a.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan nomina insan: anak -- dia?; adik -- yg nakal itu?; (2) kata untuk menanyakan nama orang: -- namamu?; (3) seseorang yg tidak tentu: -- yg datang disambut dng baik
simpleks sim.pleks [a] (1) sederhana; (2) mengenai pengiriman data searah
sinder sin.der [n] (1) pengawas orang bekerja (di perkebunan, hutan, dsb); (2) ark penilik sekolah
singset sing.set [a] (1) erat: ikatannya sudah --; (2) langsing (tt badan): krn rajin berolahraga, badannya masih kelihatan -- walau umurnya sudah lanjut
sintetis sin.te.tis [a] (1) mengenai sintesis; berdasarkan sintesis (tt hukum, kesimpulan, dsb): pengambilan hukum secara --; (2) Kim tidak diturunkan langsung dr hasil alam; bersifat hasil pengolahan manusia; tiruan: karet -- adalah karet tiruan yg terdiri atas bermacam unsur kimia
sirna sir.na [a] (1) hilang (lenyap) dr pikiran atau perasaan; (2) hilang (lenyap) tanpa bekas: segala kerisauanku -- setelah melihat kedatangannya
solah so.lah [Jw n] kelakuan; sikap
spektograf spek.to.graf [n] (1) alat untuk menguraikan war- na: sinar komet yg datang dr teleskop melalui sebuah -- terpecah menjadi warna pelangi; (2) alat untuk membuat spektogram
spekulasi spe.ku.la.si [n] (1) pendapat atau dugaan yg tidak berdasarkan kenyataan; tindakan yg bersifat untung-untungan; (2) (perihal) membeli atau menjual sesuatu yg mungkin mendatangkan untung besar
staf [n] (1) Adm sekelompok orang yg bekerja sama membantu seorang ketua dl mengelola sesuatu: -- redaksi majalah dinding di sekolah kami berjumlah lima orang; ia berkedudukan sbg -- pimpinan di kantor itu; (2) sekelompok perwira yg memimpin (mengatur dsb) tentara: ia adalah salah seorang kepala -- dl kesatuan angkatan laut; (3) bagian organisasi yg tidak mempunyai hak memberikan perintah, tetapi mem-punyai hak membantu pimpinan, memberikan nasihat, dsb
stamina sta.mi.na [n] (1) kekuatan dan energi fisik seseorang yg memungkinkan dia dapat bertahan dl bekerja atau dl kesehatan tubuh; daya tahan: krn cuaca yg dingin, -- olahragawan kita menurun; (2) ki ketabahan dan ketahanan mental; keuletan
standar stan.dar [n] (1) panji-panji; bendera (sbg lambang): -- Kerajaan Inggris; (2) alat penopang yg berkaki (untuk menaruh bendera, menyangga sepeda, penopang alat potret, dsb) [n] ukuran tertentu yg dipakai sbg patokan: petugas dr instansi itu menguraikan -- gedung sekolah yg baik; (2) n ukuran atau tingkat biaya hidup: -- hidup di kota Medan lebih tinggi dp -- hidup di kota Bandung; (3) n Dag sesuatu yg dianggap tetap nilainya sehingga dapat dipakai sbg ukuran nilai (harga): negara-negara tertentu memakai -- emas; (4) a baku: bahasa yg dipakai pd surat kabar tertentu dapat dianggap telah --
statistik sta.tis.tik [n] (1) catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; (2) data yg berupa angka yg dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yg berarti mengenai suatu masalah atau gejala
statistika sta.tis.ti.ka [n] (1) ilmu tt cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari kete-rangan yg berarti dr data yg berupa angka; (2) pengetahuan yg berhubungan dng pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan (angka-angka)
stepa ste.pa [n] (1) tanah datar yg luas dan kering yg di sana-sini hanya dapat ditumbuhi belukar; (2) padang rumput yg luas
stratus stra.tus [n] (1) lapisan awan tipis yg dekat pd permukaan bumi; (2) awan tinggi yg terdapat pd ketinggian 3000-5000 m di daerah kutub, 5000-13000 m di daerah sedang, dan 6000-18000 m di daerah tropis; (3) genus awan yg berbentuk lembaran yg berlapis-lapis dan membentang mendatar, biasanya berwarna abu-abu dan dapat menyebabkan hujan gerimis
sua [v] ber.sua v (1) datang saling mendekati (berdekat-dekatan): sbg dua ekor burung merpati -- di atas bubungan; (2) bertemu; berjumpa: di tengah perjalanan ia -- dng seorang sahabat lama yg kemudian membantunya mencapai tempat tujuan; di hutan itu ia -- binatang aneh; (3) bertemu (dl arti mendapat, memperoleh): lain yg dicari, lain pula yg -; (4) kedapatan; terdapat; ada; tersua: di tempat itu -- pula beberapa keping emas; (5) terjadi (atas); terlaksana (tt harapan dsb); benar-benar terjadi (tt ramalan dsb): apa yg dialaminya itu -- pula pd diri ibunya berpuluh tahun yg lalu lihat bulu
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
substansi sub.stan.si [n] (1) watak yg sebenarnya dr sesuatu; isi; pokok; inti; (2) unsur; zat: pembakaran terjadi sbg hasil persenyawaan sebuah -- dng oksigen; dl konferensi akan dihimpun -- masalah yg akan kita bicarakan dl pertemuan tingkat tinggi mendatang; (3) kekayaan; harta: pikiran itu merupakan -- yg tidak kelihatan; (4) Ling medium yg dipakai untuk mengungkapkan bahasa
survei sur.vei [n] (1) teknik riset dng memberi batas yg jelas atas data; penyelidikan; peninjauan: hasil -- tanah di daerah itu membuktikan bahwa tanah itu mengandung bijih besi; (2) pengukuran (tanah)
susteran sus.ter.an [n] (1) sekolah yg dikelola oleh biarawati; (2) tempat biarawati
syahadatain sya.ha.da.ta.in [n] dua kalimat syahadat
takhta kerajaan 1 kursi kerajaan (tempat duduk raja); singgasana; (2) kekuasaan raja
takut ta.kut [a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):
tampung tam.pung [v] me.nam.pung v (1) menadah sesuatu (yg jatuh bertitik, tercurah, dsb) dr atas: ~ air hujan; ~ getah; (2) menerima dan mengumpulkan (barang-barang hasil dr suatu daerah, hasil-hasil yg berlebih, dsb): pelabuhan ini tidak mampu lagi ~ barang-barang dr sekian banyak pulau; (3) mencegat (menyambut) dan melawan (pasukan, pesawat terbang, dsb yg sedang dl perjalanan menyerang): kapal-kapal terbang kita mampu ~ serangan angkatan udara musuh; (4) ki memuat; menerbitkan: majalah itu mau ~ cerpen remaja; (5) ki menerima dan mengurus (anak yatim piatu, anak putus sekolah, pengungsi, dsb): perusahaan itu dapat ~ ratusan kaum penganggur [n] perca dsb yg ditampalkan atau disambungkan sbg pengganti kain yg koyak atau rusak [ark v] me.nam.pung v menampar (muka); menempeleng
tamu ta.mu [n] (1) orang yg datang berkunjung (melawat dsb) ke tempat orang lain atau ke perjamuan; (2) orang yg datang untuk menginap (di hotel), untuk membeli-beli (di toko); jamu
tanggung-tanggung tang.gung-tang.gung [a] (1) setengah-setengah; tidak cukup; kepalang tanggung: jangan ~; (2) ragu-ragu: jangan ~ , datanglah ke rumahnya
tegak pd yg datang [pb] tetap pendiriannya; tetap memegang keadilan (kebenaran)
teknik tek.nik [n] (1) pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yg berkenaan dng hasil industri (bangunan, mesin): sekolah --; ahli --; (2) cara (kepandaian dsb) membuat atau melakukan sesuatu yg berhubungan dng seni; (3) metode atau sistem mengerjakan sesuatu
tempoh tem.poh [v] (1) berhenti (tidak bekerja lagi dsb): tidak -- (tidak -- nya) tidak ada berhentinya; selalu: tidak -- lagi (dng tidak -- ), dng segera; (2) mengaso; beristirahat: boleh -- sebentar kalau lelah; (3) cak tidak masuk kerja (bersekolah dsb): ia acap kali minta -- kpd atasannya; anak itu ditegur wali kelasnya krn -- lima hari; (4) cak waktu -- (hari -- ) libur; vakansi: sekolah sedang --; waktu -- bulan Puasa yg baru lalu ini mereka ke Bandung; (5) bervakansi; berlibur: maksudnya hendak -- ke tempat dingin
tentatif ten.ta.tif [a] (1) belum pasti; masih dapat berubah: Menteri Riset dan Teknologi mengakui bahwa data itu belum final, masih --; (2) sementara waktu: penonaktifannya hanya bersifat --
teori te.o.ri [n] (1) pendapat yg didasarkan pd penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; (2) penyelidikan eksperimental yg mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi: -- tt kejadian bumi; -- tt pembentukan negara; (3) asas dan hukum umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan: -- mengendarai mobil; -- karang-mengarang; -- hitung dagang; (4) pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu: -- nya memang mudah, tetapi praktiknya sukar
tepatan te.pat.an [n] (1) orang atau tempat yg didatangi (untuk menumpang, bermalam, dsb); (2) orang sbg tempat meminta pertolongan, perlindungan, dsb; (3) tempat orang-orang datang (berkumpul)
teras te.ras [n] (1) bagian kayu yg keras; inti kayu: pd irisan penampang kelihatan -- yg dikelilingi lingkaran-lingkaran kayu yg dapat menunjukkan umurnya; (2) ki intisari; isi yg terutama; sesuatu yg terbaik; sesuatu yg terpenting: pasukan --; pejabat -- [n] (1) semen yg dibuat dr serbuk tanah yg keras (tanah cadas); (2) batuan berbentuk silinder yg dipotong dng mata bor khusus, untuk mempelajari formasi tempat batuan itu diambil; batu inti; (3) Geo tanah yg berasal dr letusan gunung api, dapat dipakai untuk bahan semen yg dicampur dng kapur [n] (1) bidang tanah datar yg miring; bidang tanah yg lebih tinggi dp yg lain (biasanya ditumbuhi rumput): pd -- yg lebih tinggi berdiri istana, sedangkan pd -- di bawahnya terbentang taman yg luas; (2) tanah atau lantai yg agak ketinggian di depan rumah: -- di bagian muka gedung itu dipenuhi dng pot-pot bunga yg indah; -- untuk tempat mimbar pemimpin upacara; (3) atap rumah yg datar (biasanya diberi pagar di pinggirnya); (4) landasan yg lebih tinggi dp tanah sekelilingnya untuk landasan candi (tempat berjalan-jalan atau tempat duduk-duduk); (5) bagian dr gili-gili di muka restoran yg diisi dng kursi untuk duduk-duduk; (6)keadaan tanah persawahan dsb yg bertangga-tangga dr atas ke bawah
terbilang ter.bi.lang [v] (1) dapat dihitung: tamu yg datang tidak -- banyaknya; (2) termasuk dl hitungan (golongan, lingkungan, dsb): Bapak -- orang alim di kampung kami; (3) terpandang; terkemuka
terbit ter.bit [v] (1) timbul, naik, keluar (tt bulan, matahari): matahari -- di sebelah timur; (2) bangkit (tt perasaan dsb): -- marahnya setelah mengetahui bahwa kopernya tidak ada dl kamar tempat ia menginap; -- pikiran jahatnya; (3) keluar untuk diedarkan (tt surat kabar, buku, dsb): mingguan itu -- tiap-tiap Kamis; cetakan kedua akan segera --; (4) mulai memancar (tt mata air dsb): dr celah batu-batu padas itu -- mata air panas yg mengandung belerang; (5) mulai keluar (tt air mata, peluh, dsb): keringat dingin selalu -- selama ia menderita sakit perut itu; (6) mulai timbul atau datang (dr): wabah kolera -- di daerah-daerah yg terkena banjir
tercantol ter.can.tol v (1) terkait; tersangkut; (2) ki terpaut hati (pd seseorang yg dicintai): ia sudah ~ kpd anak gadis tetangganya; (3) cak tinggal kelas; tidak naik kelas: selama sekolah ia belum pernah ~ , selalu naik kelas
tercuci ter.cu.ci [v] (1) sudah bersih (dicuci) dr kotoran dsb: anak itu datang dng baju yg ~ bersih; (2) dapat dicuci: pakaian kotor yg menumpuk itu belum ~ semuanya; (3) tidak sengaja dicuci: uang kertas yg ada di saku celana saya ikut ~ dng pakaian yg lain
terendam te.ren.dam [v] (1) sudah direndam; terbenam (tergenang) dl air: tanah itu dibiarkan ~ barang dua malam lamanya; (2) ki tinggal lama: dia ~ di rumah saja; (3) ki asyik: sewaktu kami datang ke rumahnya, ia sedang ~ dng bukunya
terganggu ter.gang.gu [v] (1) terhalang; mendapat rintangan: perjalanan sedikit ~ krn adanya peristiwa kecelakaan di jalan; (2) tergoda: hatinya ~ oleh rayuan asmara; (3) kurang sehat; tidak normal (tt kesehatan, pikiran, jiwa): pikirannya ~; (4) tidak lancar; terhenti (untuk sementara): sekolahnya ~ krn ketiadaan biaya
terhantar ter.han.tar [v] (1) terletak di tanah dsb; tergeletak: anak itu menemukan cincin emas yg ~ di halaman sekolah; (2) telantar; tidak terpelihara: panti asuhan itu merawat dan mendidik anak-anak yg ~
terkedip ter.ke.dip [v] (1) tergerak (bergerak) membuka menutup berganti-ganti (tt kelopak mata); terkejap: (2) tampak seolah-olah sebentar menyala dan sebentar padam (tt nyala api, dian, lampu, dsb); terkelip
terkuak ter.ku.ak [v] (1) terbuka (ke kiri ke kanan); (2) menjadi lebar (tt lubang, barang yg sobek, dsb); (3) menjadi renggang bercelah-celah; (4) menghindar (ke kiri ke kanan); menyisih: orang yg mengerumuni pencuri itu segera ~ setelah polisi datang; (5) terpisah; tersibak: mega yg menghitam itu pun ~ lah krn perubahan cuaca
terpanggil ter.pang.gil [v] (1) (sudah) dipanggil: dr sekian banyak pelamar hanya dialah yg ~; (2) (sudah) disebut namanya: yg sudah ~ harap datang ke loket; (3) merasa berkewajiban atau bertanggung jawab: tiap pemuda ~ untuk membela tanah air
terpukau ter.pu.kau [v] (1) mabuk krn kena pukau; (2) terpesona; tertarik (hati): hadirin ~ oleh penampilan artis yg anggun itu; (3) ki tertipu: dng gerak tipu dia memasukkan bola, dan kiper pun seolah-olah ~
teruna te.ru.na [n] (1) pemuda; muda: anak -- , muda -- , pemuda, anak muda; (2) pelajar (siswa) sekolah calon perwira; kadet; (3) pria remaja yg masih bujangan
teserbu te.ser.bu [v] (1) kena serbu; (2) didatangi beramai-ramai (msl oleh wartawan)
tiba ti.ba [v] (1) datang; sampai (di): kami yg -- lebih dahulu di terminal bus itu; rombongan -- di Bandung pukul sepuluh pagi; (2) sudah datang (tt masa, waktu); mulai (musim hujan dsb): bunyi beduk panjang itu menandakan bahwa bulan suci sudah --; musim kemarau telah --
timpa tim.pa [v] ber.tim.pa-tim.pa v (1) bertindih-tindih (banyak sekali); (datang, masuk) berturut-turut banyak (sering sekali): ~ surat datang; pesanan dr mana-mana ~ masuk ke kantor kami; (2) lempar-melempar hingga kena: ~ bola
tokoh datar [Sas] tokoh dl karya susastra yg hanya diungkapkan satu segi wataknya, tidak dikembangkan secara maksimal, dan apa yg dilakukan atau dikatakannya tidak menimbulkan kejutan pd pembaca
tonometer to.no.me.ter [n] (1) alat untuk mengukur penyaringan atau penghasil data dng penyaringan tertentu; (2) alat untuk mengukur tekanan bola mata: pemeriksaan tekanan bola mata dapat dilakukan dng --
tradisional tra.di.si.o.nal [a] (1) sikap dan cara berpikir serta bertindak yg selalu berpegang teguh pd norma dan adat kebiasaan yg ada secara turun-temurun: daerah itu mempunyai potensi cukup besar dl bidang perikanan, tetapi masih diolah secara --; (2) menurut tradisi (adat): upacara -- , upacara menurut adat
transmutasi trans.mu.ta.si [n] (1) pemindahan; (2) Ling penggunaan kata dl kalimat dng kategori yg berbeda tanpa mengubah bentuknya, spt kata untung dalam untung dia cepat datang dan dia bekerja tanpa memikirkan untung rugi; (3) El proses nuklir yg mengubah suatu inti menjadi inti unsur lain
tuah tu.ah [n] (1) sakti; keramat; berkat (pengaruh) yg mendatangkan keuntungan (kebahagiaan, keselamatan, dsb): ada juga yg percaya pd -- azimat; keris ini mahal harganya, bukan krn gunanya, tetapi krn -- nya; (2) untung (yg bukan sewajarnya); bahagia: mengadu -- , mengadu untung (dl perjudian dsb): untung ada, -- tiada, bekerja baik-baik akan ada juga hasilnya, tetapi tidak menjadi kaya; ada kekayaan, tetapi tidak terkenal namanya
tinggal ting.gal [v] (1) masih tetap di tempatnya dsb; masih selalu ada (sedang yg lain sudah hilang, pergi, dsb): saya disuruh -- di rumah; selamat --; (2) sisanya ialah ...; bersisa ...; tersisa ...; yg masih ada hanyalah ...: delapan dikurangi dua -- enam; uangnya -- dua puluh rupiah; tubuhnya kurus kering -- kulit pembalut tulang; ia disuruh menyelesaikan pekerjaannya yg --; (3) ada di belakang; terbelakang: pelajaran apa yg -- dr sekolah lain; (4) tidak naik kelas (tt murid sekolah): di kelas kami yg -- dua orang; (5) sudah lewat (lalu; lampau): masa yg gilang-gemilang itu sudah --; (6) diam (di): berapa tahun Saudara -- di Medan; saya -- di kampung; (7) selalu; tetap (demikian halnya): saudara -- saudara, uang -- uang; kita tidak -- diam, tetapi terus berusaha menolongmu; (8) melupakan: jangan -- adat; tidak -- memberi nasihat; (9) tidak usah berbuat apa-apa selain dr ...: semuanya sudah beres -- berangkat saja; kita -- menentukan betul atau salah; (10) bergantung kpd; terserah kpd; terpulang kpd: baik buruknya -- pd tuan; perkara ini -- tuan berhak memutuskannya; (11) (sbg keterangan pd kata majemuk berarti) (a) yg didiami: rumah --; tempat --; (b) yg ditinggalkan (dikosongkan dsb): ladang --; tanah --
tinggi ting.gi [a] (1) jauh jaraknya dr posisi sebelah bawah: gunung itu --; burung itu terbang --; pohon itu seratus meter -- nya; (2) panjang (tt badan): dia lebih -- dp saya; -- nya, 1,35 m; (3) sudah agak jauh ke atas (tt matahari); sudah hampir tengah hari: matahari telah --; bangunlah, hari sudah --; (4) luhur; mulia: cita-cita yg --; -- budinya; (5) yg sebelah atas (tt tingkatan, pangkat, derajat, mutu, dsb): kelas --; pegawai --; perwira --; perguruan --; sekolah --; (6) sudah lanjut (tt umur); banyak atau mahal (tt harga, nilai, dsb): mencapai usia yg --; ongkos penghidupan di Jakarta sangat --; harga bahan makanan semakin --; (7) sudah maju (tt kecerdasan, peradaban, dsb); sudah jauh pd tingkatan atas (tt pengetahuan, pelajaran, dsb): peradaban yg --; -- kajinya; (8) sombong (tt perkataan, tabiat, dsb): selalu -- cakapnya
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
tuan tu.an [n] (1) orang tempat mengabdi, sbg lawan kata hamba, abdi, budak: anjing itu sangat setia kpd -- nya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; kepala (perusahaan dsb); pemilik atau yg empunya (toko dsb): hari ini -- saya tidak ada di kantor; (3) orang laki-laki (yg patut dihormati): ada seorang -- datang kemari; sepeda -- , sepeda untuk orang laki-laki; (4) sebutan kpd orang laki-laki bangsa asing atau sebutan kpd orang laki-laki yg patut dihormati: -- haji; -- sayid; (5) sebutan bagi wanita bangsawan (putri raja dsb): -- putri; (6 a) persona orang kedua laki-laki (engkau atau -mu yg takzim): -- hendak ke mana? inilah sepeda --; (b) persona orang kedua perempuan (engkau atau -mu yg takzim): tidak sampai hati Kakanda melepaskan -- berjalan seorang diri
tuju tu.ju [v] , me.nu.ju v (1) pergi ke arah; mengarah (ke); pergi (ke) jurusan: keesokan harinya mereka ~ ke Bandung; kereta bergerak ~ Jakarta; (2) mengarah; mengabah: ditarik garis ~ titik A; (3) melemparkan, melontarkan, dsb arah ke: gelang-gelang rotan itu dipakai untuk ~ barang-barang yg di meja itu; (4) menjadikan maksud (sasaran, arah); memaksudkan; (5) mendatangi: bus itu ~ pelabuhan [n] sesuatu yg dilepaskan dng sihir (jampi, mantra, dsb) untuk membuat orang sakit atau mati: menurut dukun, orang itu terkena -- , bukan terserang penyakit biasa
tumplak tum.plak [v] (1) tertumpah semuanya; tercurah semuanya: nasi sebakul -- di meja; (2) ki datang banyak-banyak; bergerombol (berkerumun) sampai melebihi daya tampung tempat yg tersedia: ribuan pelajar seluruh wilayah Jakarta Raya -- di Stadion Utama Senayan
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
tutor tu.tor [n] (1) orang yg memberi pelajaran (membimbing) kpd seseorang atau sejumlah kecil siswa (di rumah, bukan di sekolah); (2) dosen yg membimbing sejumlah mahasiswa dl pelajarannya
ubudiah ubu.di.ah [Ar a] (1) bersifat peribadatan: ajaran Alquran tidak hanya memberikan tuntunan -- , melainkan juga keduniaan; (2) bersifat meninggalkan usaha dan rencana serta memandang apa yg telah terjadi merupakan takdir Allah (dl tasawuf)
ujian uji.an [n] (1) hasil menguji; hasil memeriksa; (2) sesuatu yg dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dsb): ~ kenaikan kelas diselenggarakan di sekolah masing-masing; (3) cobaan: musibah ini adalah ~ dr Tuhan
umpan um.pan [n] (1) makanan atau sesuatu (cacing dsb) yg digunakan untuk memikat atau menangkap binatang: kambing itu akan dipergunakan sbg -- untuk menangkap harimau; sebelum memancing harus sedia --; (2) material, spt bijih, yg dimasukkan ke dl alat atau mesin untuk diolah atau diproses; (3) sasaran yg mudah dijadikan korban; mangsa: bola yg melambung tanggung itu mudah menjadi -- bagi pukulan lawan; (4) ki sesuatu (seseorang) yg dipakai untuk memikat; alat untuk memikat
undang un.dang [v] meng.un.dang v memanggil supaya datang; mempersilakan hadir (dl rapat, perjamuan, dsb): mereka ~ kita makan malam; kami ~ Tuan menginap di rumah kami [n] , un.dang-un.dang n (1) ketentuan dan peraturan negara yg dibuat oleh pemerintah (menteri, badan eksekutif, dsb), disahkan oleh parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat, badan legislatif, dsb), ditandatangani oleh kepala negara (presiden, kepala pemerintah, raja), dan mempunyai kekuatan yg mengikat; (2) aturan yg dibuat oleh orang atau badan yg berkuasa: taat pd ~ partai; (3) hukum (dl arti patokan yg bersifat alamiah atau sesuai dng sifat-sifat alam): ~ untuk membangun kalimat dr tiap-tiap bahasa memang berlainan [ark n] penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan)
undangan un.dang.an [n] (1) hal (perbuatan, cara) mengundang; panggilan (supaya datang): ~ nya baru dapat saya penuhi sekarang; ~ orang itu untuk sekadar basa-basi; (2) orang yg diundang: ~ sudah memenuhi tempat yg disediakan; (3) surat untuk mengundang; surat undangan: ~ nya hanya ditulis tangan [ark n] dewan yg berkuasa membuat undang-undang; badan legislatif dsb
urup , kl meng.u.rup v (1) kl menukar uang dng uang (msl uang besar dng uang kecil): pd suatu hari datanglah Raja Alam kpd Kapitan Holanda hendak ~ rial; (2) menukar barang dng barang; barter: penduduk desa itu pergi ke pasar untuk ~ hasil bumi dng barang-barang keperluan sehari-hari; urup-urup n uang penukar
vak [n] (1) mata pelajaran; mata kuliah: dl kurikulum itu -- agama juga tercantum; (2) kepandaian khusus tt suatu hal (keterampilan dsb): setiap kali melamar pekerjaan, ia selalu ditanya -- nya apa; (3) sekolah yg mendidik murid-muridnya dl penguasaan keterampilan khusus; kejuruan: sekolah --
waad wa.ad [Ar] (1) n janji: Allah memerintahkan manusia melaksanakan peraturan itu dng amir dan -- Nya; (2) adv sampai janjinya: datanglah -- Allah atasnya
waitankung wai.tan.kung [n] olahraga senam berasal dr Cina dng 12 jurus gerakan yg sederhana agar lima organ tubuh bagian dalam (paru-paru, jantung, ginjal, hati, dan limpa) selalu dl keadaan baik sekali
wajah wa.jah [n] (1) bagian depan dr kepala; roman muka; muka: ketika aku datang tampak -- ibunya berseri-seri; (2) tokoh (pemain dsb): -- baru; (3) ki apa-apa yg tampak lebih dulu: Jakarta adalah -- Indonesia; (4) gambaran; corak: -- remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi dng banyak yg terlibat penggunaan obat terlarang
walau wa.lau [p] (1) dan jika: -- harus menembus bumi, tetap akan Kanda jalani; (2) kendati; meski: -- hujan lebat, ia tetap datang ke rumah pacarnya
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
wredatama wre.da.ta.ma [n] (orang) pensiunan: berpuluh-puluh -- telah diangkat oleh pimpinan sbg tenaga honorer
ya [p] (1) kata untuk menyatakan setuju (membenarkan dsb); ia: -- baiklah, saya datang nanti sore; (2) kata untuk memastikan, menegaskan dl bertanya (... bukan): ia pacarmu, -- ?; (3) tah; gerangan: siapa -- yg hendak ke pasar?; (4) kata untuk memberi tekanan pd suatu pernyataan: besok datang -- , jangan lupa [p] (1) (kata seru spt) hai; o: -- Allah; -- Tuhan; (2) kata untuk menyahut panggilan; saya [n] nama huruf ke-29 abjad Arab
Yakjuj wa Makjuj Yak.juj wa Mak.juj [n] (1) dua bangsa pd kekuasaan Zulkarnain yg telah membuat kerusakan di atas bumi, bertempat tinggal di antara dua gunung dan tidak dapat memahami pembicaraan orang lain, datang menyerbu dr balik tembok, turun dng cepat laksana air bah; (2) Ar dua suku bangsa yg akan membinasakan dunia apabila hampir kiamat
-an [sufiks pembentuk nomina] (1) hasil tindakan: buatan; catatan; didikan; (2) yg biasa dikenai tindakan; yg di-: makanan; bacaan; (3) tempat; lokasi: kubangan; pangkalan; tepian; awalan; (4) alat untuk mengukur atau menghitung: meteran; timbangan; (5) hal atau cara: tembakan [sufiks pembentuk nomina] (1) kumpulan; gugusan: puluhan; ribuan; sayuran; daratan; lautan; (2) yg mempunyai atau mengandung: durian; rambutan; (3) cak yg menyerupai: gunungan; piringan [sufiks pembentuk adjektiva] (1) sesuatu yg mempunyai sifat: manisan; asinan; (2) cak intensitas: tinggian; besaran [cak sufiks pembentuk verba] melakukan sesuatu yg pelaku atau tindakannya banyak (saling): jualan; pacaran; (2) sufiks pembentuk nomina kegiatan yg berkenaan dng pelaku atau tindakan yg banyak: lebaran; natalan; syukuran
-el- [infiks pembentuk nomina] (1) yg melakukan: pelatuk; (2) alat: telapak; telunjuk; (3) benda yg kelopak: gelembung; (4) kumpulan: gerigi [infiks pembentuk verba] terjadi, berlaku, atau melakukan: geleser; kelupas
-er- [infiks pembentuk nomina] (1) alat: seruling; (2) yg memiliki, mengandung, atau bersifat: gerigi [infiks pembentuk verba] berulang (terus-menerus): geresek; seruak; seruduk; (2) infiks pembentuk adjektiva mengandung (bersifat): kerontang
-i [sufiks pembentuk verba] (1) memberikan: sampuli; selimuti; pagari; (2) berulang-ulang: lempari; pukuli; sirami; (3) di; pada: jalani; turuni; naiki; kirimi
-iah lihat 1-i
-kah [bentuk terikat] (1) yg digunakan untuk mengukuhkan pertanyaan: mungkin -- dia kembali?; berenang atau berlari -- kawanmu itu?; (2) (dl ragam standar) digunakan untuk memperhalus pertanyaan dan ditambahkan pd kata tanya apa, mana, bagaimana, berapa, di mana, mengapa, siapa: siapa -- yg mau membantuku?
-ni lihat 1-i
-wan (-man, -wati) sufiks pembentuk nomina (1) orang yg ahli dl bidang: ilmuwan; budayawan; seniman; (2) orang yg bergerak dl: karyawati; wartawan; (3) orang yg memiliki barang atau sifat khusus: dermawan; hartawan; rupawan; bangsawan
-wi lihat 1-i
-wiah lihat 1-i
A [n] (1) huruf pertama abjad Indonesia; (2) nama huruf a; (3) penanda pertama dl urutan (mutu, nilai, dsb)
a- [bentuk terikat] (1) kekurangan : anemia; (2) tidak atau bukan: aseksual; (3) tanpa: anonim;
abad [n] (1) masa seratus tahun: bangunan itu diperkirakan dapat bertahan satu --; (2) jangka waktu yg lamanya seratus tahun: -- ke-20 mulai pd tahun 1901 sampai tahun 2000; (3) zaman (yg lamanya tidak tentu); (4) masa yg kekal, tidak berkesudahan
abad pertengahan kurun waktu sekitar tahun 500-1500 dl sejarah peradaban atau kebudayaan Eropa Barat
abah-abah [n] (1) alat; perkakas; (2) tali-temali
abai [a] (1) tidak dipedulikan (tidak dikerjakan baik-baik, tidak dipentingkan, dsb); (2) lalai: sbg seorang ayah, ia -- dr kewajiban keluarga
abaimana abai.ma.na [ark n] (1) lubang pelepasan; dubur; (2) kemaluan
abakus aba.kus [n] dekak-dekak; swipoa [n Ars] lempeng datar di atas kepala tiang dng pinggiran cekung atau beralur
abang [n] (1) kakak laki-laki; saudara laki-laki yg lebih tua: -- nya tiga tahun lebih tua; (2) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua atau tidak dikenal: tahukah -- jalan ke kantor pos?; (3) panggilan istri kpd suami: sudah dua hari -- tidak pulang; (4) sebutan untuk penjual sayur, penjual ikan, pengemudi becak, dsb: ia biasa belanja pd -- sayur yg lewat di depan rumahnya [Jw a] merah
abar [n] abar-abar; abar-abar n (1) dinding penghalang; penyekat; (2) rem
abdi ab.di [n] (1) orang bawahan; pelayan; hamba; (2) budak tebusan
abdikasi ab.di.ka.si [n] (1) pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan (tt pembesar atau penguasa); (2) turun takhta dng sukarela (tt seorang raja)
abdomen ab.do.men [n Bio] (1) bagian tubuh berupa rongga perut yg berisi alat pencernaan; (2) bagian di antara sekat rongga badan dan pinggul (perut bagian bawah); (3) bagian tubuh di belakang dada (toraks) pd antropoda
abduksi ab.duk.si [n] (1) pengambilan secara paksa (terutama perempuan) untuk dikawini atau digauli; (2) Dok gerakan ke arah luar sumbu badan (tt tangan dan kaki) atau ke arah luar sumbu kaki (tt ibu jari kaki)
abece abe.ce [n] (1) a-b-c (abjad Latin); (2) ki hal-hal pokok yg pertama-tama harus diketahui dr suatu keadaan atau perkara: belum tahu -- kehidupan
abid [ark a] tidak berkesudahan; kekal; abadi [Isl] (1) v beribadah; (2) n orang yg taat kpd Tuhan; orang yg saleh
abisal abi.sal [n] (1) endapan lumpur atau tanah dr dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m; (2) teluk atau palung (lembah) yg sangat dalam
abiturien abi.tu.ri.en [n] lulusan sekolah (terutama sekolah menengah tingkat atas)
abjad ab.jad [n] (1) kumpulan huruf (aksara) berdasarkan urutan yg lazim dl bahasa tertentu; (2) sistem aksara yg melambangkan bunyi bahasa yg dipakai untuk menuliskan bahasa
ablasi ab.la.si [n] (1) hal terlepasnya sesuatu dr sesuatu; (2) Bio penghilangan dng jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh; (3) Geo pemindahan bahan yg telah lapuk dr batuan induknya oleh arus air; (4) Geo pengikisan oleh tiupan angin; (5) Hid penggabungan (sublimasi, peleburan, penguapan, dsb) yg memindahkan salju atau es dr permukaan gletser atau medan salju; kikisan
aboi [n] (1) sebutan bagi pembesar orang Cina; (2) kepala kampung orang Cina pd sebuah luak (msl di Kalimantan Barat)
abolisi abo.li.si [n Huk] (1) peniadaan peristiwa pidana; (2) penghapusan (perbudakan di Amerika)
abonemen abo.ne.men [Bld n] (1)hal berlangganan; (2) uang untuk berlangganan
abortus abor.tus [n] (1) Dok fetus dng berat kurang dr 500 g pd saat dikeluarkan dr uterus, yg tidak mempunyai kemungkinan hidup; (2) guguran (janin); (3) keadaan terhentinya pertumbuhan yg normal (tt makhluk hidup)
abrasi ab.ra.si [n] (1) Geo pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yg mengandung dan mengangkut hancuran bahan; (2) Dok (a) luka lecet atau jejas krn pengikisan kulit oleh benda kasar; (b) pengikisan selaput lendir (dl membersihkan rahim dsb)
abreviasi ab.re.vi.a.si [n Ling] (1) pemendekan bentuk sbg pengganti bentuk yg lengkap; (2) bentuk singkatan tertulis sbg pengganti kata atau frasa
absen ab.sen [v] tidak masuk (sekolah, kerja, dsb); tidak hadir
absente ab.sen.te [n] (1) seseorang yg tidak hadir; (2) ketidakhadiran seseorang [n] perkebunan, tanah, perusahaan, dsb yg jauh dr pemiliknya
absolut ab.so.lut [a] (1) tidak terbatas; mutlak: seorang raja mempunyai kekuasaan --; (2) sepenuhnya; (3) tanpa syarat: penyerahan -- tentara kolonial Belanda kpd tentara pendudukan Jepang; (4) tidak dapat diragukan lagi; nyata: terbukti keterlibatannya dl peristiwa itu --
absorben ab.sor.ben [n] (1) Fis zat yg menyerap materi atau tenaga; (2) Kim zat yg dapat menyerap atau menarik gas lembapan atau cairan ke dl pori-porinya
absorpsi ab.sorp.si [n] (1) penyerapan; (2) Dok daya jaringan untuk menyerap benda-benda lain dr luar; (3) Kim hilangnya zat energi atau foton ke dl suatu bahan
abstain ab.stain [v] tidak memberikan suara (dl pemungutan suara); tidak menentukan sikap; (2) a Olr ragu-ragu: pembantu wasit -- dl memberikan jawaban kpd wasit untuk menentukan kena tidaknya suatu perkenaan dr tusukan yg dilakukan oleh pemain (dl olahraga anggar)
abstraksi ab.strak.si [n] (1) proses atau perbuatan memisahkan; (2) penyusunan abstrak; (3) Psi keadaan linglung; (4) metode untuk mendapatkan kepastian hukum atau pengertian melalui penyaringan thd gejala atau peristiwa
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abuan abu.an [n] (1) bagian hasil sawah yg disediakan untuk yg mengerjakan; (2)uang simpanan untuk cadangan
abulhayat a.bul.ha.yat [n] (1) bapak kehidupan; (2) hujan
abus [n] (1) mata uang timah yg terkecil zaman dahulu, harganya sepersepuluh duit; (2) ki tidak berharga; sedikit sekali [v kas] mampus: -- lah kamu sekalian
acan [kl] , meng.a.can v mengharapkan; mencita-citakan; memaksudkan ? 1acah
acap [a] (1) kerap; sering; (2) segera; lekas; acap-acap adv (1) kerap kali; sering kali; (2) lekas-lekas; cepat-cepat [v] (1) masuk dalam-dalam: keris itu pun -- lah; kakinya -- ke lumpur; (2) tergenang (oleh air); terendam (dl air); penuh berisi air: dua hari dua malam -- lah desa itu
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
acaram aca.ram [n] (1) kl cincin; (2) tanda bahwa suatu perjanjian jual beli telah dibuat; tanda jadi
aco , meng.a.co v (1) berkata tidak keruan; memberi keterangan asal berkata saja; (2) mengigau; (3) berjalan tidak betul (tt mesin arloji dsb): sudah beberapa hari ini arlojiku ~ saja
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
acuan acu.an [n] cetakan (kue, peluru, dsb) [n] (1) rujukan; referensi; (2) pola dasar penafsiran yg ditetapkan terlebih dahulu
acum [v] meng.a.cum v (1) menghasut: dialah yg ~ kedua bersaudara itu supaya berselisih; (2) mengajak berkelahi; menantang: ~ lawan
acuman acum.an [n] (1) hasutan; (2) tantangan
ada [v] (1) hadir; telah sedia: ia -- di sana; (2) mempunyai: ia tidak -- uang; (3) benar; sungguh (untuk menguatkan sebutan): ia -- menerima surat itu
ada bangkai ada hering [pb] jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yg datang
ada gula ada semut [pb] di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang [pb] orang akan berdatangan ke tempat yg menyenangkan
adalah ada.lah [v] (1) identik dng: Pancasila -- falsafah bangsa Indonesia; (2) sama maknanya dng: Desember -- bulan kedua belas; (3) termasuk dl kelompok atau golongan: saya -- pengagum Ki Hajar Dewantara
Adam [n] (1) nama manusia laki-laki pertama yg dijadikan oleh Tuhan; (2) (ditulis dng huruf kecil) laki-laki: pd waktu salat, umumnya kaum -- dan kaum hawa dipisah
adang [v] , meng.a.dang v (1) menghalangi (merintangi orang berjalan dsb) dng cara mendepang: jangan engkau ~ orang itu, biarkan dia lewat; (2) menunggu di tempat yg sunyi (biasanya dng maksud jahat, spt membunuh, merampok, menyamun); mencegat: gerombolan bersenjata ~ iring-iringan mobil; (3) menuju; memaksudkan; menghadapi; (4) menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dsb): mereka berani ~ bahaya maut; adang-adang n penyekat, kerai, dsb untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dsb) [Jw v] menanak nasi dng menggunakan dandang [n] (1) saudara tua dr ibu (biasanya wanita); kakak ibu; (2) nama atau gelar kehormatan; dang
adanya ada.nya [n] (1) keadaan; hal ada: ~ pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran; (2) demikianlah keadaannya: sekalian kaum keluarga selamat ~; (3) Jk orangnya: dia juga ~; belum diketahui juga siapa ~
adaptabilitas adap.ta.bi.li.tas [n] kemampuan beradaptasi: kaktus mempunyai -- yg luas, yaitu dapat hidup di dataran rendah sampai dataran tinggi, termasuk daerah yg bersalju
adaptor adap.tor [n] (1) alat untuk menghubungkan dua bagian benda, msl yg berbeda diameternya; (2) alat listrik yg memungkinkan sesuatu dapat dipakai untuk tujuan tertentu yg berbeda dr tujuan yg dirancang semula, msl alat yg mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah untuk pemanfaatan listrik tertentu; (3) Fis (a) alat yg dapat menyesuaikan jenis dan besar tegangan listrik untuk suatu alat lain; (b) alat berbentuk tabung yg menyempit pd salah satu ujungnya dan dibengkokkan; (c) alat atau peranti yg dipasang pd kamera sehingga kamera itu dapat dipakai untuk keperluan lain
adar adar, meng.a.dar [v] (1) bermalam di rumah orang; (2) bertandang; singgah
adas [n] tumbuhan bergetah yg tingginya kira-kira 1,5 m, bijinya dijadikan minyak untuk obat; Foeniculum vulgare
adat [n] (1) aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala: menurut -- daerah ini, laki-lakilah yg berhak sbg ahli waris; (2) cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; kebiasaan: demikianlah -- nya apabila ia marah; (pd) -- nya; (3) wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem; (4) kl cukai menurut peraturan yg berlaku (di pelabuhan dsb) [Jk] meng.a.dat v (1) mogok, tidak mau jalan (tt kendaraan): krn sudah tua, mobil itu sering ~; (2) merajuk dan menangis: anak kecil itu manja dan sering ~;
adegan ade.gan [n] (1)pemunculan tokoh baru atau pergantian susunan (layar) pd pertunjukan wayang; (2) bagian babak dl lakon (sandiwara film): beberapa -- dl film itu telah dipotong oleh bagian sensor
adem [a cak] (1) dingin; sejuk; (2) tenteram (pikiran, hati); tenang; (3) hambar (rasa makanan); tawar
adendum aden.dum [n] (1) jilid tambahan (pd buku); lampiran; (2) ketentuan atau pasal tambahan, msl dl akta
adenoid ade.no.id [n Dok] (1) pertumbuhan mirip kelenjar pd tenggorok dan bagian belakang hidung; (2) pembesaran dan peradangan pd tenggorok dan bagian belakang hidung
adhesi ad.he.si [n] (1) keadaan melekat pd benda lain; (2) Fis gaya atau kakas tarik-menarik antarmolekul yg tidak sejenis; (3) Bot penyatuan tumbuh-tumbuhan yg biasanya merupakan kelompok yg terpisah; (4) Dok jaringan tubuh yg tumbuh (melekat) menjadi satu krn radang; (5) kesepakatan, sikap, atau rasa sesuai: ia menyatakan -- nya
adibintang adi.bin.tang [n] (1) bintang lapangan; pemain andalan yg berbakat; (2) bintang panggung yg sangat berbakat
adik [n] (1) saudara kandung yg lebih muda (laki-laki atau perempuan): -- kandung; (2)kerabat yg lebih muda (dr pertalian kekeluargaan)
adik-beradik adik-ber.a.dik [n] (1) (berlaku) sbg saudara (adik dan kakak): marilah kita bicarakan perkara itu secara ~
adikara adi.ka.ra [kl] (1) a berkuasa; (2) a sewenang-wenang; (3) n kekuasaan; kewibawaan
adiktif adik.tif [a] (1) bersifat kecanduan; (2) bersifat menimbulkan ketergantungan pd pemakainya
adil [a] (1) sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak: keputusan hakim itu --; (2) berpihak kpd yg benar; berpegang pd kebenaran; (3) sepatutnya; tidak sewenang-wenang: para buruh mengemukakan tuntutan yg --
adipati adi.pa.ti [n] (1) gelar raja muda atau wakil raja (di Jawa dipunyai oleh Paku Alam dan Mangkunegara); (2) gelar kebangsawanan yg tinggi (msl di Kalimantan); (3) gelar bupati (sebelum zaman kemerdekaan)
adiratna adi.rat.na [n] (1) permata yg mulia; (2) ki perempuan yg cantik
adisi adi.si [n] (1) penambahan yg dilakukan secara terus-menerus; (2) hasil penambahan; tambahan; (3) Kim penambahan senyawa thd senyawa lain sehingga terjadi reaksi; (4) Kim zat-zat yg ditambahkan
aditokoh adi.to.koh [n] (1) tokoh utama; (2) tokoh yg dianggap mulia, membawa keberuntungan, dsb
adjektival ad.jek.ti.val [a Ling] (1) berfungsi sbg adjektiva, tetapi tidak dapat berinfleksi spt adjektiva biasa; (2) bersifat atau berfungsi sbg adjektiva, msl frasa --
administrasi ad.mi.nis.tra.si [n] (1) usaha dan kegiatan yg meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi; (2) usaha dan kegiatan yg berkaitan dng penyelenggaraan kebijakan untuk mencapai tujuan; (3) kegiatan yg berkaitan dng penyelenggaraan pemerintahan; (4) kegiatan kantor dan tata usaha
administrator ad.mi.nis.tra.tor [n] (1) direktur perusahaan; (2) pengurus; penata usaha; (3) Pol pengusaha atau pembesar setempat; (4) Pol orang yg mempunyai kemampuan memerintah yg sangat baik; (5) Man pemimpin di bidang pelaksanaan peraturan, prosedur, dan kebijakan
adon adon, meng.a.don [v] (1) mencampur dan mengaduk (tepung yg diberi air, santan, susu, dsb atau semen dng pasir, kapur, dan air)
adonan adon.an [n] (1) adukan tepung, santan, susu, dll (sbg bahan pembuat kue); (2) adukan semen dng pasir dsb untuk pelekat batu bata atau penghalus dinding batu
adopsi adop.si [n] (1) pengangkatan anak orang lain sbg anak sendiri; (2) Huk penerimaan suatu usul atau laporan (msl dl proses legislatif); (3) pemungutan
adrenalin ad.re.na.lin [n Dok] (1) hormon yg dihasilkan kelenjar adrenal; (2) hormon yg diperoleh dr kelenjar adrenal hewan atau hormon yg dibuat secara sintetis, digunakan dl bentuk suntikan untuk menaikkan tekanan darah dan denyut jantung; epinefrina
adu [v] , ber.a.du v (1) berlanggaran; bertumbukan: di perempatan itu sudah beberapa kali mobil ~; (2) berlaga; bersabung: ayam ~; (3) (sedang) memperlagakan: ~ ayam; ~ layang-layang; (4) bertanding berebut menang (dl pertandingan, perlombaan, dsb): ~ lari; ~ kuat; ~ tenaga; (5) bersentuhan: terdengar bunyi gelas ~; (6)terbentur; terantuk (pd): kepalanya ~ dng tembok , ber.a.du lihat radu
aduan adu.an [n] (1) perlombaan; pertandingan: ~ sapi; (2) sabungan; barang yg diadu: ayam ~; (3) perihal atau perkara yg diadukan; hal mengadukan
adukan aduk.an [n] (1) barang yg diaduk; (2) hasil mengaduk
aduksi aduk.si [n] (1) Dok gerakan mendekati sumbu memanjang; (2) Bio penggerakan anggota tubuh mendekati poros median atau mendekati badan
adverbial ad.ver.bi.al [a Ling] (1) berfungsi sbg adverbia, tetapi tidak berinfleksi spt adverbia biasa; (2) bersifat atau berfungsi sbg adverbia, msl frasa adverbial
aerob ae.rob [n Bio] (1) sifat makhluk yg untuk hidup dan pertumbuhannya memerlukan oksigen bebas; (2) makhluk yg dapat hidup hanya apabila tersedia oksigen bebas
aerologi ae.ro.lo.gi [n] (1) meteorologi; (2) cabang meteorologi yg berhubungan dng udara; (3) Geo ilmu mengenai atmosfer; (4) Fis ilmu tt udara, khususnya udara yg ada di atas
afair afa.ir [n] (1) hubungan asmara yg berlangsung singkat (tidak dilanjutkan dng perkawinan); (2) kejadian yg menghebohkan atau skandal
afdal af.dal [a] (1) lebih baik; lebih utama: salat baru -- apabila dilaksanakan dng baik dan tidak menyimpang dr rukunnya; (2) lengkap; komplet: bagi mereka rasanya kurang -- apabila pd waktu berbuka puasa tidak ada buah kurma
afek [n Dok] perubahan perasaan krn tanggapan dl kesadaran seseorang (terutama apabila tanggapan itu datangnya mendadak dan berlangsung tidak lama, spt marah)
afeksi afek.si [n Psi] (1) rasa kasih sayang; (2) perasaan dan emosi yg lunak
afektif afek.tif [a] (1) Psi berkenaan dng perasaan (spt takut, cinta); (2) mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi; (3) Ling mempunyai gaya atau makna yg menunjukkan perasaan (tt gaya bahasa atau makna)
afiliasi afi.li.a.si [n] (1) pertalian sbg anggota atau cabang; perhubungan: beberapa universitas di negeri ini mempunyai -- dng universitas atau perguruan tinggi di luar negeri; (2) bentuk kerja sama antara dua lembaga pendidikan, biasanya yg satu lebih besar dp yg lain, tetapi masing-masing berdiri sendiri; bantuan yg diberikan oleh lembaga yg lebih besar dl bentuk personel, peralatan, atau fasilitas pendidikan
afinitas afi.ni.tas [n] (1) ketertarikan atau simpati yg ditandai oleh persamaan kepentingan; (2) Kim kecenderungan suatu unsur atau senyawa untuk membentuk ikatan kimia dng unsur atau senyawa lain
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
afrodisiak af.ro.di.si.ak [n] (1) Kim zat kimia yg digunakan untuk merangsang daya seksual, spt yohimbina; (2) Dok obat perangsang kegiatan seksual
agak [n] perkiraan; persangkaan: -- hati saya ia tidak dapat datang malam ini; (2) adv kira-kira; lebih kurang; barang (dl arti lebih kurang): ia akan pergi -- dua minggu; (3) adv sedikit: -- jauh juga rumahnya
agak-agih , meng.a.gak-a.gih.kan v(1) menerangkan (mengatakan, memberitahukan) dng jelas; (2) suka mencela
agaknya agak.nya [adv] (1) kiranya; rupanya: ~ hari akan hujan; (2) gerangan: siapa ~ yg mengambil buku saya
agama aga.ma [n] ajaran, sistem yg mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kpd Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yg berhubungan dng pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya: -- Islam; -- Kristen; -- Buddha
agar-agar [n] (1) ganggang laut yg dapat dimakan; Eucheuma spinosum; (2) penganan yg dibuat dr ganggang laut tsb (agar-agar); (3) zat berlendir yg dihasilkan oleh Eucheuma spinosum atau ganggang laut tertentu lainnya (banyak digunakan sbg medium biakan bakteri dan jamur)
agas [n] (1) nyamuk kecil, yg apabila menyengat pedih sekali, warnanya abu-abu; (2) serangga kecil yg sangat mengganggu
agen [n] (1) Ek orang atau perusahaan perantara yg meng-usahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama peng-usaha; perwakilan; (2) cak kaki tangan atau mata-mata negara asing; (3) Adm wakil pengusaha yg merundingkan, memberi-kan jasa layanan, atau menutup perjanjian asuransi dng ketentuan yg ada
agen tunggal [Ek] (1) penyalur yg me-nyelenggarakan distribusi dan penjualan; (2) penyalur satu-satunya untuk daerah tertentu
agens [n] (1) Ling nomina yg menampilkan perbuatan, yg menyebabkan atau yg memulai suatu kejadian, atau yg mempengaruhi suatu proses; pelaku; (2) Dok penyebab
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
aglomerasi ag.lo.me.ra.si [n] (1) Ek pengumpulan atau pemusatan dl lokasi atau kawasan tertentu: Pemerintah DKI menetapkan daerah Pulogadung sbg tempat -- pabrik; (2) Kim pengumpulan, dan/atau penumpukan partikel atau zat menjadi satu
aglomerat ag.lo.me.rat [n Geo] (1) gumpalan batuan yg terdiri atas komponen batu bersudut, batu bulat, atau kerikil yg pekat menjadi satu krn adanya bahan perekat (msl tanah liat); (2) batuan sedimen untuk batuan endapan vulkanis yg diikat oleh abu kepundan
aglutinasi ag.lu.ti.na.si [n] (1) Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; (2) Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; (3) Ling (a) pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; (b) peleburan bunyi bahasa yg berdampingan
aglutinin ag.lu.ti.nin [n] (1) Bio substansi yg dapat menyebabkan penggumpalan bakteri atau sel darah merah; (2) Kim sekumpulan senyawa yg terbentuk dl darah akibat inokulasi atau infeksi bakteri yg dapat menyebabkan penggumpalan bersama bakteri itu
agonia ago.nia [Dok] (1) n penderitaan berat; (2) a sekarat
agraria ag.ra.ria [n] (1) urusan pertanian atau tanah pertanian; (2) urusan pemilikan tanah
agraris ag.ra.ris [a] (1) mengenai pertanian atau tanah pertanian; (2) mengenai pertanian atau cara hidup petani; (3) bersifat pertanian: negeri kita adalah negara ~
agregasi ag.re.ga.si [n] (1) pengumpulan sejumlah benda yg terpisah-pisah menjadi satu; (2) Bio sejumlah tumbuhan atau binatang yg merupakan suatu kesatuan dl kelompok yg lebih besar
agregat ag.re.gat [n] (1) hasil proses agregasi; (2) mesin kecil pembangkit listrik; (3) Tan bahan-bahan mineral tidak bergerak, msl pasir, debu, batu, kerikil, pecahan batu yg bercampur semen, kapur, atau bahan aspal untuk mengikat campuran itu menjadi spt beton; (4) Far satuan yg terbentuk oleh partikel yg terhimpun dl suatu kelompok
agresi ag.re.si [n] (1) penyerangan suatu negara thd negara lain; serangan; (2) Psi perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dl mencapai pemuasan atau tujuan yg dapat diarahkan kpd orang atau benda; (3) Antr perbuatan bermusuhan yg bersifat penyerangan fisik ataupun psikis thd pihak lain
agresif ag.re.sif [a] (1) bersifat atau bernafsu menyerang; (2) Psi cenderung (ingin) menyerang sesuatu yg dipandang sbg hal atau situasi yg mengecewakan, menghalangi, atau menghambat
agresif ofensif [a] bersifat maju dan menyerang dl suatu kegiatan (ekonomi, politik, olahraga, dsb)
agung [a] besar; mulia; luhur: kita kedatangan tamu -- dr negara tetangga ? gung
agus [n] (1)sebutan atau panggilan untuk anak laki-laki; (2)bagus; elok; mulia
Agustus Agus.tus [n] bulan ke-8 tahun Masehi (31 hari)
Ahad [n] (1) hari pertama dl jangka waktu satu minggu; Minggu; (2) (ditulis dng huruf kecil) satu; esa
ahadiat aha.di.at [Ar n] (1) keesaan (tt Tuhan); (2) persatuan
ahimsa ahim.sa [n] (1) ajaran agama Hindu dan Buddha untuk tidak menyakiti makhluk apa pun dan menghindari kekerasan; (2) ajaran Mahatma Gandhi yg melarang membunuh (menyakiti) dan menggunakan kekerasan
ahlulbait ah.lul.ba.it [Ar n] (1) ahli bait; (2) keluarga terdekat Nabi Muhammad saw.
ain [n] (1) mata; (2) mata air; (3) sari; pati; inti sari [n] nama huruf ke-18 abjad Arab
air [n] (1) cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yg terdapat dan diperlukan dl kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yg secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen; (2) benda cair yg biasa terdapat di sumur, sungai, danau yg mendidih pd suhu 100o C
air aki larutan elektrolit untuk sel (aki), dibuat dr 220 cm3 sulfat pekat yg ditambahkan 750 cm3 air suling samkel diaduk, lalu diencerkan sampai volumenya 1 dm3
air laut saniter air laut yg digunakan untuk pengerjaan dan pengolahan ikan yg tidak membahayakan kesehatan
aji [a] (1) berharga sekali dan dianggap bertuah (tt benda keramat); (2) tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati [n] baginda; raja: sang --
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
aju , meng.a.ju.kan v (1) mengemukakan (usul, permintaan, sanggahan, protes, dsb): ia ~ beberapa pertanyaan kpd ketua; (2) membawa ke depan; menampilkan (pasukan dsb): mereka ~ pasukan cadangan
ajuan aju.an [n] (1) hasil mengajukan; hasil pengajuan: tiga ~ proposal diterima oleh panitia untuk seminar itu; (2) usul; anjuran
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
ajun [Mk a] menyimpang jauh dr sasaran (tujuan) [n] maksud [n] (1) pembantu (dl jabatan): -- jaksa; (2) kelompok pangkat golongan bintara tinggi dl kepolisian di bawah perwira pertama dan di atas bintara, yang mencakupi ajun inspektur polisi satu dan ajun inspektur polisi dua
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akademikus aka.de.mi.kus [n] (1) orang yg berpendidikan perguruan tinggi; (2) anggota akademi
akademis aka.de.mis [a] (1) mengenai (berhubungan dng) akademi: soal-soal --; (2) bersifat ilmiah; bersifat ilmu pengetahuan; bersifat teori, tanpa arti praktis yg langsung: pelajaran yg diberikan terlalu --
akademisi aka.de.mi.si [n] (1) orang yg berpendidikan tinggi; (2) anggota akademi
akal [n] (1) daya pikir (untuk memahami sesuatu dsb); pikiran; ingatan: makhluk Tuhan yg mempunyai -- ialah manusia; (2) jalan atau cara melakukan sesuatu; daya upaya; ikhtiar: minta -- (kpd); (3) tipu daya; muslihat; kecerdikan; kelicikan: penipu tidak akan kekurangan --; (4) Antr kemampuan melihat cara memahami lingkungan
akal-akal a.kal-a.kal [a cak] pura-pura; dibuat-buat: ia sakit -- saja krn malas ke sekolah
akan [adv] (untuk menyatakan sesuatu yg hendak terjadi, berarti) hendak: disangkanya hari -- hujan; akan-akan a mirip benar; hampir sama benar [p] (1) (sbg kata perangkai untuk menghubungkan verba dsb dng pelengkapnya yg berarti:) kepada: ia lupa -- orang tuanya; (2) mengenai; tentang; terhadap: -- harta peninggalan orang tuanya itu tiada dipikirkannya lagi; (3) untuk: uang ini dapat kaupakai -- pembayar utangmu
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akar kuning tumbuhan merambat, tinggi 5-15 m, tumbuh di hutan liar atau hutan bambu, daunnya mengandung alkali dan dapat dipakai sbg obat sakit kepala; Fibraurea chloroleuca
akar-akaran akar-akar.an [n] (1) sesuatu yg menyerupai akar; (2) berbagai jenis akar
akhbar akh.bar [n] (1) kabar; berita; (2) Mal surat kabar; harian
akhir [n] (1) belakang; yg belakang sekali; kemudian: suku kata yg --; (2) kesudahan; penghabisan: pd -- tahun ini
akhlaki akh.la.ki [a] (1) memiliki akhlak (budi pekerti); (2) bersifat akhlak
akhwat akh.wat [Ar n] (bentuk jamak) (1) saudara perempuan; (2) teman perempuan
aki [n] nenek laki-laki; kakek; datuk; aki-aki n orang laki-laki yg sudah tua [n] (1) alat untuk menghimpun tenaga listrik (dipakai pd mesin mobil dsb); (2) Tek penghasil dan penyimpan daya listrik hasil reaksi kimia; (3) Fis peranti untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga kimia atau sebaliknya
akik [n] (1) batu berwarna yg dijadikan permata cincin dsb: batu --; (2) Geo batuan kalsedon (SiO2) yg tersusun berlapis-lapis dan berbagai warna
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
akil balig tahu membedakan baik dan buruk (laki-laki berumur 15 tahun ke atas); cukup umur; cukup akalnya; dewasa
aklimatisasi ak.li.ma.ti.sa.si [n] (1) penyesuaian (diri) dng iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru; (2) Tan penyesuaian tumbuhan atau binatang pd iklim yg berlainan dr iklim tempat asal sbg akibat pemindahan
akreditasi ak.re.di.ta.si [n ] (1) pengakuan thd lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu; (2) pengakuan oleh suatu jawatan tt adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya
akrilik ak.ri.lik [a Kim] (1) berkaitan dgn atau terbuat dr polimer ester poliakrilat; (2) mengandung asam akrilat, CH2=CHCOOH, yg bersifat merangsang
akrobatik ak.ro.ba.tik [n] (1) pertunjukan atau peragaan yg dilakukan seorang pemain akrobat: permainan --; (2) pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dng ketangkasan
aksara ak.sa.ra [n Ling] (1) sistem tanda grafis yg digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ujaran; (2) jenis sistem tanda grafis tertentu, msl aksara Pallawa, aksara Inka; (3) huruf
aksara Aramea aksara yg dipakai dl bahasa Aramea (di daerah sekitar Siria sekarang dan Mesopotamia) sejak sekitar abad ke-10 SM
akselerasi ak.se.le.ra.si [n] (1) proses mempercepat; (2) peningkatan kecepatan; percepatan; (3) laju perubahan kecepatan
aksen ak.sen [n] (1) Ling tekanan suara pd kata atau suku kata: suku kata yg mengandung pepet dl bahasa Indonesia tidak mendapat --; (2) pelafalan khas yg menjadi ciri seseorang; logat: -- Jawanya sudah tidak terdengar lagi; (3) tekanan: lukisan itu diberinya -- tertentu agar kelihatan hidup; (4) tanda diakritik: pd huruf e itu terdapat -- , yaitu tanda tambahan pd huruf yg banyak mengubah nilai fonetis
aksentuasi ak.sen.tu.a.si [n] (1) Ling pemberian tekanan suara pd suku kata atau kata; (2) pengutamaan; penitikberatan; penekanan: -- Rencana Pembangunan Lima Tahun adalah pd masalah pertanian; (3) Mus penempatan tekanan yg pas pd perangkat musik
akseptabel ak.sep.ta.bel [a] (1) dapat atau pantas diterima; berterima: usulnya praktis dan --; (2) cukup; memadai: tarian itu dianggap -- untuk ditampilkan di depan tamu
akseptasi ak.sep.ta.si [n] (1) penerimaan; pembenaran; (2) penerimaan secara umum makna suatu kata atau pemahaman konsep makna suatu kata (atau konsep) yg umum diterima
akseptor ak.sep.tor [n ] (1) orang yg menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana; (2) Ek orang yg membayar jumlah wesel; (3) orang yg menerima gagasan baru dan melaksanakannya; (4) Kim zat yg dapat bereaksi dng zat lain dng cara menerima partikel dr zat lain itu; (5) Fis unsur takmurnian yg menaikkan jumlah lubang pd hablur semipenghantar
akses ak.ses [n] jalan masuk: seluruh pembangunan -- ini dibiayai oleh dana obligasi [n El] pencapaian berkas di disket untuk penulisan atau pembacaan data
aksesori ak.se.so.ri [n] (1) barang tambahan; alat ekstra: radio pd mobil merupakan -- yg digemari banyak konsumen; (2)barang yg berfungsi sbg pelengkap dan pemanis busana: -- yg sedang digemari remaja saat ini adalah jepit rambut dan peniti berwarna sama dng pakaian yg dikenakan; (3) Anat yg merupakan tambahan (msl saraf aksesori, yakni otak ke-11)
aksiologi ak.si.o.lo.gi [n] (1) kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia; (2) kajian tt nilai, khususnya etika: kita harus melembagakan dan membudayakan ilmu pd setiap domain epistemologi ataupun -- profesi guru
akson ak.son [n] (1) Anat tonjolan serat saraf yg dimulai pd sel saraf; (2) Bio taji sel saraf yg secara normal membawa rangsangan dr badan sel saraf lain
akta mengajar dua [Dik] kewenangan mengajar di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama
akta mengajar empat [Dik] kewenangan mengajar di tingkat sekolah menengah atas
akta mengajar satu [Dik] kewenangan mengajar di tingkat sekolah dasar
akta mengajar tiga [Dik] kewenangan untuk mengajar di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktivisme ak.ti.vis.me [n] (1) kegiatan (para) aktivis; (2) Pol doktrin yg menekankan perlunya tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik; (3) Sen aliran ekspresionisme yg berpandangan bahwa drama harus dapat mencari pemecahan realistis mengenai masalah sosial
aktivitas ak.ti.vi.tas [n] (1) keaktifan; kegiatan; (2) kerja atau salah satu kegiatan kerja yg dilaksanakan dl tiap bagian di dl perusahaan
aktor ak.tor [n] (1) pria yg berperan sbg pelaku dl pementasan cerita, drama, dsb di panggung, radio, televisi, atau film; (2) orang yg berperan dl suatu kejadian penting
aktual ak.tu.al [a] (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tt peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa dsb); hangat: berita --
aktuaria ak.tu.a.ria [n] (1) pegawai asuransi yg bertugas melaksanakan perhitungan keuangan perusahaan; (2) hal yg berhubungan dng penafsiran sebelum penetapan asuransi
akuamarin aku.a.ma.rin [n] (1) beril bening yg berwarna hijau kebiruan; (2) warna hijau kebiruan
akuan aku.an [n] (1) yg telah diakui; (2) orang halus (hantu dsb) yg menjadi pelindung atau yg memasuki orang [n] pekarangan atau ladang di Pulau Jawa bagian utara yg dipergunakan oleh seseorang untuk melakukan usaha atas dasar hak perbuatan untuk waktu tidak lebih dr satu tahun
Akuarius Aku.a.ri.us [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa; (2) Astrol zodiak ke-11 yg digambarkan dng orang menuangkan air sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 20 Januari dan 18 Februari; Kumba; Delu
akulturasi akul.tu.ra.si [n] (1) percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi: candi-candi yg ada sekarang merupakan bukti adanya -- antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India; (2) Antr proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; (3) Ling proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme
akumulasi aku.mu.la.si [n] (1) pengumpulan; penimbunan; penghimpunan: -- modal; (2) Ek tambahan periodik suatu dana dr bunga atau tambahan lain pd tambahan laba neto pd laba yg ditahan
akun [n Man] (1) kumpulan catatan transaksi keuangan; buku; (2) daftar transaksi keuangan yg tersusun dl buku besar dan yg bertalian dng jenis harta dan kewajiban tertentu yg dimiliki atau ditanggung gugat oleh orang atau perusahaan; perkiraan
akuntan akun.tan [n Man] (1) ahli dl bidang akuntansi yg bertugas menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi, dan memperbaiki tata buku serta administrasi perusahaan atau instansi pemerintah; (2) gelar akademis bagi lulusan perguruan tinggi jurusan akuntansi
akuntansi akun.tan.si [n Man] (1) teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua kegiatannya; (2) hal yg berhubungan dng akuntan; (3) seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi thd suatu kesatuan ekonomi
akur [a] (1) mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati: saya -- saja dng usulmu; rupanya orang-orang di kampung ini kurang --; (2) cocok; sesuai: salinan itu sudah -- dng aslinya
akut [a] (1) timbul secara mendadak dan cepat memburuk (tt penyakit); (2) memerlukan pemecahan segera; mendesak (tt keadaan atau hal); gawat: penyediaan air bersih menjadi masalah yg --; (3) kurang dr 90o (tt sudut): sudut --
alah bisa krn (oleh) biasa [pb] (1) segala kesukaran dsb tidak akan terasa lagi sesudah biasa; (2) teori dikalahkan praktik
alahan alah.an [n] (1) yg sudah dikalahkan; (2) yg selalu kalah; (3) kerugian yg diderita (dl perjudian dsb) [n] (1) bekas alur sungai; selokan (sungai) yg dikeringkan; selokan; (2) tebat; bendungan
alam [n] (1) segala yg ada di langit dan di bumi (spt bumi, bintang, kekuatan): -- sekeliling; (2) lingkungan kehidupan: -- akhirat; (3) segala sesuatu yg termasuk dl satu lingkungan (golongan dsb) dan dianggap sbg satu keutuhan: -- pikiran; -- tumbuh-tumbuhan; (4) segala daya (gaya, kekuatan, dsb) yg menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yg ada di dunia ini: hukum --; ilmu --; (5) yg bukan buatan manusia: karet --; (6) dunia: -- semesta; syah --; (7) kerajaan; daerah; negeri: -- Minangkabau , meng.a.lami v merasai (menjalani, menanggung) suatu peristiwa dsb: selama di rantau ia ~ banyak kesulitan [n] bendera (panji-panji) sbg tanda (pd pasukan dsb)
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alang [n] (1) sesuatu yg melintang: ditariknya garis --; (2) kayu yg dipasang melintang (di antara dua tiang atau dua dinding perahu): -- muka perahu itu terbuat dr kayu yg kuat; (3) dinding penyekat (bilik dsb): -- kedai; -- balai; -- rumah [a] (1) sedang; (2) tanggung(-tanggung); setengah-setengah; (3) tengah-tengah: saudara yg -- , bukan bungsu bukan sulung [Mk n] hadiah; pemberian
alang-alang [n] rumput yg tinggi, umumnya tumbuh di dataran rendah, berguna sbg makanan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; Imperata cylindrica
alang-alangan alang-alang.an [a] (1) setengah-setengah; dng segan-segan (setengah hati): dp bekerja ~ lebih baik jangan bekerja sama sekali; (2) sedikit sekali; tanggung-tanggung: ia memberinya bukan ~ melainkan terlalu banyak
alap-alap [n] (1) Zool elang belalang pemakan burung kecil; Acipiter virgatus gularis; (2) cak orang yg suka mengambil (dng cepat) milik orang lain; pencuri (penjambret, pencopet, dsb) kawakan
alarm [n] (1) tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, sinar, dsb; (2) alat mekanik yg dirancang untuk memperingatkan akan adanya bahaya atau kerusakan
alas [n] (1) dasar; fondasi: -- rumah; (2) sarap; lapik: -- cawan [n] hutan; rimba , peng.a.las.an n jabatan hamba raja
alasan alas.an [n] (1) dasar; asas; hakikat: rasa kebangsaan adalah ~ yg kuat untuk menegakkan negara; (2) dasar bukti (keterangan) yg dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dsb): tidak ada ~ yg kuat untuk menolak usul itu; (3) yg menjadi pendorong (untuk berbuat): apa ~ nya sehingga dia berbuat demikian; (4) yg membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa
alat [n] (1) benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas; perabot(an): -- pertanian; -- tukang kayu; (2) yg dipakai untuk mencapai maksud: pelaksanaan keluarga berencana adalah -- untuk menurunkan angka kelahiran dan menaikkan taraf hidup rakyat; (3) ki orang yg dipakai untuk mencapai suatu maksud: mereka itu hanya dipakai sbg -- untuk melemahkan semangat rakyat; (4) bagian tubuh (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) yg menjalankan fungsi sesuatu: -- pencium ; -- perasa; (5) yg dipakai untuk menjalankan kekuasaan negara (spt polisi, tentara): -- negara; (6) perlengkapan: -- kebesaran untuk upacara raja-raja, spt mahkota, tongkat, payung, pedang, tunggul, bendera, dan umbul-umbul; (7) Antr benda budaya yg dikembangkan manusia dl usahanya memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya, sbg penyambung keterbatasan organismenya [Mk n] (1) jamu (tamu); (2) perjamuan
alat masukan perangkat untuk memasukkan data dan program ke dl komputer, msl papan tombol, dan perangkat optik dl temu kembali informasi
alat pengontrol [Tek] (1) perkakas untuk mengamat-amati atau mengawasi sesuatu; (2) perkakas untuk mengatur; transformator
albinoid al.bi.no.id [a] (1) mirip bulai; (2) Tern yg berkulit putih, tidak berpigmen (tt ternak kerbau, sapi), tetapi tanduk dan kuku berwarna hitam krn masih mengandung pigmen (zat tanduk): kerbau --
album al.bum [n] (1) buku tempat menyimpan kumpulan foto (potret), prangko, dsb: (2) kumpulan piringan hitam, kaset lagu-lagu, dsb; (3) kumpulan lagu dl rekaman kaset: -- terbarunya yg sudah muncul tahun ini berisi lagu ciptaannya sendiri; (4) buku yg berisi antologi
alergi aler.gi [n Dok] (1) perubahan reaksi tubuh thd kuman-kuman penyakit; (2) keadaan sangat peka thd penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dl kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang
alfa al.fa [n] (1) nama huruf pertama abjad Yunani; (2) yg pertama; permulaan; (3) Astron bintang utama atau yg paling terang dl suatu gugus bintang
alferes al.fe.res [ark n] (1) calon opsir; cadangan; (2) (dahulu) pembawa panji
algojo al.go.jo [n] (1) orang yg melaksanakan hukuman mati; (2) orang yg bengis dan kejam (suka membunuh)
algoritme al.go.rit.me [n] (1) prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dl langkah-langkah terbatas: pd sistem FM ini osilator dirangkaikan menurut pola modulasi frekuensi yg disebut --; (2) Man urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah
aliah ali.ah [n Dik] tingkat pendidikan menengah atas di bawah koordinasi Departemen Agama yg memberikan materi pelajaran umum dan terutama pelajaran agama Islam: pesantren ini memiliki tingkat sanawiah dan -- dng lama belajar enam tahun; (2) a berkenaan dng pendidikan tingkat atas: madrasah -- , sekolah menengah agama Islam tingkat atas
alias ali.as [cak] (1) p disebut juga; sama dng (digunakan pd nama): Parto -- Slamet; (2) n nama samaran
alienasi ali.e.na.si [n] (1) keadaan merasa terasing (terisolasi); (2) penarikan diri atau pengasingan diri dr kelompok atau masyarakat; (3) pemindahan hak milik dan pangkat kpd orang lain
alih-alih [p] (1) dng tidak disangka-sangka; (2) kiranya: disangkanya sudah pergi, -- masih tidur [p] sbg pengganti: ~ menonton film, ia menonton pertunjukan orkestra
alim [a] (1) berilmu (terutama dl hal agama Islam): ia seorang -- yg sangat disegani di kampung ini; (2) saleh: kelihatannya ia sangat -- dan tidak pernah meninggalkan salat [n] pegawai urusan agama di Banten atau Madura
alimiat ali.mi.at [Ar n] (1) kesarjanaan; (2) kealiman; (3) zaman ketika manusia dl keadaan tahu atau mengerti
alir , meng.a.lir v (1) bergerak maju (tt air, barang cair, udara, dsb): air sungai ~ ke laut; (2) meleleh (tt air mata, peluh, dsb): air matanya ~ membasahi pipinya; (3) ki berpindah tempat secara beramai-ramai: penduduk dr daerah yg tidak aman banyak ~ ke kota besar [n] pancing dng umpan hidup untuk menangkap buaya; tali alir; umpan alir [Mk a] licin (permukaan)
aliran alir.an [n] (1) sesuatu yg mengalir (tt hawa, air, listrik, dsb): ~ hawa; ~ listrik; (2) sungai kecil; selokan: di daerah pegunungan itu banyak ~ yg jernih; (3) saluran untuk benda cair yg mengalir (spt pipa air): gas ini patah ~ nya; (4) haluan; pendapat; paham (politik, pandangan hidup, dsb): ~ politik; ~ falsafah modern; (5) Fis gerakan maju zat alir (fluida), msl gas, uap, atau cairan secara berkesinambungan
aliterasi ali.te.ra.si [n Sas] (1) sajak awal (untuk mendapatkan efek kesedapan bunyi); (2) pengulangan bunyi konsonan dr kata-kata yg berurutan
alkah al.kah [Ar n] (1) darah beku (bakal bayi di kandungan); (2) hati kecil [n Huk] tanah yg tidak dikerjakan, tetapi pembuka tanah atau keturunannya masih mempunyai hak utama atas tanah itu
alkali al.ka.li [n Kim] (1) hidroksida dr logam Li, Na, K, Rb, dan Cs; (2) zat yg bersenyawa dng asam(an) yg merupakan garam, digunakan dl pembuatan sabun
alkalinitas al.ka.li.ni.tas [n Kim] (1) jumlah konsentrasi ion karbonat dan bikarbonat terlarut, biasanya dinyatakan dng miliekuivalen per liter kemampuan air untuk menetralkan asam kuat; (2) kualitas sifat basa
alkalometri al.ka.lo.met.ri [n Kim] (1) penetapan alkaloid; (2) penggunaan alkaloid untuk tujuan pengobatan
alkausar al.kau.sar [n] (1) sungai (telaga) di dl surga; (2) sesuatu yg banyak sekali; (3) surah ke-108 dl Alquran
alkil al.kil [n Kim] kumpulan radikal organik dng rumus umum CnH2n+1
Alkitab Al.ki.tab [n] (1) kitab suci agama Kristen, terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; (2) Isl Alquran
alkohol al.ko.hol [n Kim] (1) cairan tidak berwarna yg mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dl industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yg memabukkan dl kebanyakan minuman keras; C2H5OH; etanol; (2) senyawa organik dng gugus OH pd atom karbon jenuh
alkoholisme al.ko.hol.is.me [n] (1) gaya hidup membudayakan alkohol: ada kecenderungan anak muda berbudaya --; (2) hal kecanduan alkohol: dl mengatasi -- , aspek kerusakan biologis cenderung diabaikan
almarhum al.mar.hum [n] (1) yg dirahmati Allah (sebutan kpd orang Islam yg telah meninggal); (2) yg telah meninggal; mendiang: di ruang tamu tergantung lukisan besar -- Jenderal Sudirman; (3) kata untuk menyebut orang yg telah meninggal: -- pernah menjabat sbg duta besar di Singapura
Almasih Al.ma.sih [n] (1) Isl yg diselamatkan; (2) Kris yg diurapi: Isa --
alopesia alo.pe.sia [n] (1) kebotakan yg bukan krn pembawaan lahir; (2) Tern kerontokan bulu sebagian atau menyeluruh pd tubuh hewan
alot [Jw a] (1) tidak mudah putus; liat; (2) ki tidak lancar; sukar menemukan pemecahan (tt perundingan dsb): perundingan mengenai masalah Kamboja ternyata berjalan --
alperes al.pe.res [ark n] (1) pangkat di bawah letnan; (2) wakil kepala daerah (zaman Kompeni) [n] ikan laut, bermacam-macam jenisnya, spt -- batu; -- jawa
altar al.tar [n] (1) meja tempat kurban misa (di gereja Katolik); (2) mazbah (tempat mempersembahkan kurban); (3) Lay tangga pd dok gali yg digunakan untuk naik turun ke dan dr lantai dok
alter ego al.ter ego [Lat n Psi] (1) aku yg kedua; (2) orang yg membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) seseorang dl segala hal dan keadaan; kawan yg tidak terpisahkan, msl suami atau istri
alternator al.ter.na.tor [n] (1) generator elektris yg digunakan untuk menghasilkan arus bolak-balik; dinamo: sarana penerangan daerah itu menggunakan alat diesel yg berjenis --; (2) Fis peranti mekanis, elektris, atau elektromekanis yg memasok arus bolak-balik (rangga)
alto al.to [n Mus] (1) nada yg mencakup suara terendah wanita dan nada suara tertinggi pria (antara sopran dan tenor); (2) orang (penyanyi) bersuara antara sopran dan tenor
altokumulus al.to.ku.mu.lus [n Met] genus awan yg berwarna putih sampai abu-abu, berbentuk gundukan spt gelombang yg tersusun dl suatu lapisan atau tumpukan datar, pd ketinggian 4-6 km dan termasuk dl kelompok awan tengah
altruisme al.tru.is.me [n] (1) paham (sifat) lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dr egoisme); (2) Antr sikap yg ada pd manusia, yg mungkin bersifat naluri berupa dorongan untuk berbuat jasa kpd manusia lain
alu [n] (1) alat untuk menumbuk padi dsb yg dibuat dr kayu; antan; (2) pengaduk yg terbuat dr porselen yg berujung membesar, untuk menggerus, mencampur, dan meracik sediaan obat di dl lumpang [Lihat {elu}]
aluminium alu.mi.ni.um [n] logam putih perak, ringan, dan mulur; unsur dng nomor atom 13, lambang Al dan bobot atom 26,9815
alumni alum.ni [n n] orang-orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alumnus alum.nus [n] orang yg telah mengikuti atau tamat dr suatu sekolah atau perguruan tinggi
alur [n] (1) lekuk memanjang (di tanah, kayu, sungai, bagian tubuh, dsb); (2) jalan (aturan, adat) yg benar; (3) Sas rangkaian peristiwa yg direka dan dijalin dng saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian; (4) Sas jalinan peristiwa dl karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat)
aluran alur.an [n] (1) lekuk memanjang di sungai dsb; (2) silsilah kekeluargaan, susur galur
aluvium alu.vi.um [n Geo] (1) zaman geologi yg paling muda dr zaman kuarter atau zaman geologi yg sekarang; (2) lempung, pasir halus, pasir, kerikil, atau butir batuan lain yg terendapkan oleh air mengalir (banjir, arus sungai, arus laut)
alveolar al.ve.o.lar /alvEolar/ (1) a bertalian dng atau menyerupai alveolus; (2 a) a Ling bertalian dng pembentukan bunyi dng mendekatkan atau menempelkan ujung atau daun lidah pd pangkal gigi; (b) n bunyi (konsonan) yg dibuat dng cara demikian
alveolus al.ve.o.lus [n] (1) rongga atau ceruk kecil, spt rongga dl rahang tempat akar gigi tertanam; (2) kantong udara dl paru-paru; (3) Anat bagian mulut yg keras di belakang gigi atas
am [a] (1) tidak terbatas pd orang atau golongan tertentu; umum; awam: orang --; (2) tidak terbatas pd bidang tertentu: pengetahuan --
amalan amal.an [n] (1) perbuatan (baik): tiap ~ yg baik ada pahalanya; (2) perbuatan, bacaan yg harus dikerjakan dl rangkaian ibadah, spt dl ibadah haji dan salat
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amanat ama.nat [n] (1) pesan; perintah (dr atas): menyampaikan -- orang tuanya; (2) keterangan (dr pemerintah); (3) wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah -- Jenderal Sudirman; -- Presiden dl Kongres Pemuda; (4) Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; (5) Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar
amandel aman.del [n Dok] (1) alat tubuh menyerupai kelenjar yg terdapat di kiri kanan tekak (ada dua buah); (2) jaringan menyerupai sel limfa yg membesar
amar [n] (1) perintah; suruhan; (2) Huk bunyi putusan sesudah kata memutuskan, mengadili
ambah am.bah [ark n] pertukangan: sekolah --
ambaian am.bai.an [n] (1) hasil mengambai (ikan, udang, dsb); (2) tempat mengambai
ambang am.bang [n] (1) balok yg melintang (antara dua tiang pintu atau jendela); kayu palang (antara tiang dsb): ia berdiri di -- pintu; (2) ki saat mendekatnya kejadian atau peristiwa: sudah di -- pintu kemenangan; (3) ki muara: pengerukan -- Sungai Barito akan segera dimulai; (4) ki tingkat: pencemaran air sungai itu masih dl -- normal , meng.am.bang v (1) terapung; terapung-apung; melayang; (2) ki tidak jelas; tidak mengena: kesimpulan yg dibuatnya terlalu -- [n] lingkungan sekeliling suatu organisme
ambar am.bar [n] (1) damar yg keras spt batu yg terdapat di dasar laut dan berbau harum (ada yg berasal dr perut ikan laut); (2) Kim resin fosil yg digunakan dl perhiasan, zat celup, dan pernis; (3) batu ambar; kahrab
ambau am.bau [n] rakit yg dipasang di kiri kanan perahu supaya perahu tidak mudah terbalik; pelampung perahu; gandung [Mk v] meng.am.bau v (1) terjun; (2) ki menyerah
ambekan am.bek.an [a] (1) mudah marah; lekas marah; (2) giat
ambiguitas am.bi.gu.i.tas [n] (1) sifat atau hal yg bermakna dua; kemungkinan yg mempunyai dua pengertian; (2) ketidaktentuan; ke-tidakjelasan; (3) kemungkinan adanya makna atau penafsiran yg lebih dr satu atas suatu karya sastra; (4) Ling kemungkinan adanya makna lebih dr satu dl sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat; ketaksaan
ambing am.bing [n] (1) Dok kelenjar dl payudara yg mengeluarkan air susu; (2) Tern kelenjar berbentuk kantong yg berputing dua atau lebih: sebelum air susu diambil, -- sapi harus dibersihkan dulu
amblas am.blas [v] (1) cak hilang; lenyap: hartanya -- di meja judi; (2) ki tidak muncul-muncul lagi
ambruk am.bruk [v] (1) roboh; runtuh: jembatan yg belum lama ini diresmikan sudah --; (2) jatuh sakit: krn tidak mengindahkan nasihat dokter, ia -- lagi; (3) bangkrut; pailit (tt usaha dagang): perusahaannya sekarang sudah -- dan modalnya habis
ambul am.bul [v] , meng.am.bul v (1) mengenjal, memantul, atau melambung (spt bola jatuh ke tanah): jika dibanting ke tanah, bola itu ~; (2) tenggelam, lalu timbul kembali: kayu gabus akan ~ jika dilemparkan ke dl air
amebosit ame.bo.sit [n Zool] (1) sel jaringan pengikat primitif yg mampu bergerak spt ameba yg terdapat pd jaringan atau cairan tubuh hewan yg tidak mempunyai tulang belakang; (2) sel ameboid
ameliorasi ame.li.o.ra.si [n] (1) Tan cara berusaha untuk memperoleh kenaikan produksi serta menurunkan biaya pokok (msl dng perbaikan tanah); (2) Ling peningkatan nilai makna dr makna yg biasa atau buruk menjadi makna yg baik
amendemen amen.de.men [n] (1) usul perubahan undang-undang yg dibicarakan dl Dewan Perwakilan Rakyat dsb: hak --; (2) penambahan pd bagian yg sudah ada
amerisium ame.ri.si.um [n] unsur dng nomor atom 95, berlambang Am dan bobot atom 241, tidak terdapat dl alam bebas dan semua isotopnya radioaktif
amerta amer.ta [a] (1) tidak dapat mati; (2) abadi; (3) tidak terlupakan
amfi- am.fi- [bentuk terikat] (1) dua bidang: amfibi; (2) bulat, melingkar, utuh: amfiteater
amfibi am.fi.bi [n] (1) binatang berdarah dingin yg dapat hidup di air dan di darat, msl katak; (2) benda yg dapat berfungsi di air dan di darat: tank -- , tank yg dapat berjalan di darat dan di atas permukaan air; (3) pesawat yg dapat lepas landas dan mendarat, baik di darat maupun di air: pesawat --
amfiteater am.fi.te.a.ter [n] (1) arena pertunjukan pd zaman Romawi yg berbentuk lonjong atau bulat, tanpa atap, dng tempat duduk penonton bertingkat-tingkat; (2) bangunan yg berbentuk bundar atau lonjong dng tempat yg digunakan untuk pertandingan atau pertunjukan umum
ami [a] (1) bersifat kebanyakan; (2) pasaran; tidak baku: bahasa Arab -- , bahasa Arab pasaran [Lihat {umi}]
amir [n] (1) panggilan kpd anak raja; (2) pemimpin yg memerintah sebuah negeri; (3) pemimpin yg dipercaya mengetuai suatu pekerjaan
amoi [n] (1) anak perempuan Cina; (2) panggilan kpd anak perempuan Cina
amorf [a] (1) tidak mempunyai bentuk atau tidak jelas bentuknya; (2) Kim tidak menghablur dan tidak mempunyai bentuk geometri tertentu; (3) Geo tidak memiliki susunan atom (tt bahan mineral)
amortisasi amor.ti.sa.si [n Huk] (1) penghapusan atau pernyataan tidak berlaku thd surat-surat berharga yg nilainya telah dibayarkan kembali atau telah hilang; (2) penyusutan secara berangsur-angsur dr utang atau penyerapan nilai kekayaan yang tidak berwujud dan bersifat susut, spt kontrak atau jatah keuntungan (royalti) ke dl pos biaya, selama jangka (waktu) tertentu
ampai am.pai [a] panjang (tinggi) dan ramping; lampai: badannya -- , meng.am.pai v (1) bergantung spt disampirkan; menyampai: bangkai ular itu ~ di dahan; (2) memperanginkan supaya kering (pakaian, tembakau, dsb); menjemur: ~ tembakau [v] , ber.am.pai v pukul-memukul
ampelas am.pe.las [n] (1) pohon yg daunnya kasap untuk menggosok (melicinkan) kayu dsb; Ficus ampelas; (2) kertas yg berlapis serbuk kaca dsb untuk menggosok (melicinkan) kayu, besi, dsb; amril
ampere am.pe.re [n] (1) satuan ukuran arus listrik; (2) cak alat untuk mengukur (kekuatan) arus listrik
amplifikasi am.pli.fi.ka.si [n] (1) pembesaran, perluasan, atau pengembangan (tt jumlah, kepentingan, dsb); (2) Filol pengembangan naskah berupa uraian, penjelasan, atau penggunaan banyak kata oleh penyalin (pembaca), kemudian masuk ke salinan naskah berikutnya; (3) Ling sarana dl bahasa yg digunakan untuk memperluas, memperbesar, atau memberi tekanan pd suatu objek
amplitudo am.pli.tu.do [n] (1) Fis simpangan yg paling jauh dr titik keseimbangan pd getaran; (2) Geo selisih suhu tahunan atau suhu harian; (3) Ling jarak antara puncak gelombang bunyi dan titik rata-rata
amplop am.plop [n] (1) sampul surat: setelah diketik, surat itu dimasukkan ke dl --; (2) ki uang sogok: setelah diberi -- , barulah berkas saya dikerjakannya
amprung am.prung, am.prung-am.prung.an [Jk a] (1) selalu tidak sungguh-sungguh; (2) selalu masa bodoh; (3) kurang bertanggung jawab
ampu am.pu [v] , meng.am.pu v (1) menahan di bawah (dng telapak tangan); menyokong dr bawah (supaya tidak runtuh): para hamba sahaya ~ pakaian raja; (2) ki mengangkat; menyan-jung: siapa pandai ~ nya akan mendapat segala sesuatu darinya ? empu
ampuh am.puh [Jw a] (1) mempunyai kekuatan gaib yg luar biasa: bertuah; sakti [Mk n] banjir; bah; sebak: air -- , air bah , peng.am.puh n sesuatu yg tertinggi letaknya: layar ~
ampula am.pu.la [n Zool] (1) pembesaran berbentuk pundi-pundi pd sebuah saluran; (2) kantong membran berbentuk bola lampu atau perluasan suatu tabung; (3) Bot gelembung udara kecil pd beberapa tanaman air
ampun am.pun [n] (1) pembebasan dr tuntutan krn melakukan kesalahan atau kekeliruan; maaf: ia selalu berdoa dan memohon -- atas segala dosa dan kesalahannya; (2) kata yg menyatakan rasa heran kesal: -- , anak ini nakalnya bukan main; (3) cak bukan main: aduh baunya, -- , deh
ampunan am.pun.an [n] (1) ampun; maaf: ia menerima ~ dr ibunya; (2) pembebasan dr hukuman atau tuntutan; pengampunan: Pemerintah memberikan ~ kpd gerombolan yg menyerahkan diri
amputan am.put.an [n] (1) kemaluan (perempuan); (2) gundik
amunisi amu.ni.si [n] (1) bahan pengisi senjata api (spt mesiu, peluru); (2) bahan (alat) peledak yg ditembakkan kpd musuh (spt bom, granat, roket)
ana- (an-) [bentuk terikat] (1) belakang: anatropus; (2) kembali: analogi; (3) sampai habis atau menyeluruh: anatomi
anabolisme ana.bo.lis.me [n Bio] (1) pembentukan zat organik kompleks dr yg sederhana; (2) asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lainnya
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anaglif ana.glif [n] (1) hiasan ukiran dng relief dangkal; (2) gambar tiga dimensi
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak berbakat anak (terutama yg masih berada dl usia sekolah) yg diperhitungkan memiliki bakat dan kemampuan yg istimewa
anak emas [n] (1) anak budak belian yg diambil anak oleh tuannya; (2) orang yg paling disayangi (disenangi) oleh atasannya (keluarganya, kepalanya, majikannya, tuannya, dsb); (3) anak Indonesia yg diambil oleh bangsa lain
anak mampu didik [Dik] anak yg tingkat kemampuan intelegensinya sekitar 70-80, memungkinkan untuk dididik sampai kelas enam sekolah dasar
anak manusia [Kris] Yesus (ungkapan ini merujuk pd tokoh penyelamat di zaman yg akan datang)
anak murid anak sekolah; siswa; anak didik
anak semang anak se.mang [n] (1) orang yg diambil orang lain (bukan keluarganya) sbg kerabatnya; (2) orang yg dipekerjakan atau yg bekerja pd orang lain (spt orang gajian, pegawai); (3) orang yg diberi modal untuk berdagang atau yg menjualkan dagangan orang lain; (4) orang yg menumpang makan (mondok); (5) orang yg bekerja pd orang lain krn terikat oleh utang
anak timbangan perangkat timbangan berupa batu timbangan dr logam dng berbagai ukuran berat (100 g, 500 g, 1 kg, dst) sbg pengukur berat barang-barang, bahan makanan kering, sayuran, buah-buahan, dsb
anak zadah anak haram; anak jadah; anak-anak 1 a masih kecil (belum dewasa); (2) cak n anak buah
anakan anak.an [n] (1) bunga uang; rente: uang simpanan itu mendapat ~ 2 % sebulan; (2) Tan tunas yg tumbuh dr akar atau umbi; (3) Hidr siklon tropis kecil yg sering diikuti dng gangguan yg lebih hebat
anakronisme ana.kro.nis.me [n] (1) hal ketidakcocokan dng zaman tertentu; (2) penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yg tidak sesuai menurut waktu di dl karya sastra: dl kalimat "Hang Tuah melihat arloji titusnya, lalu menghidupkan pesawat televisinya" terdapat dua --
analisis ana.li.sis [n] (1) penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb); (2) Man penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan; (3) Kim penyelidikan kimia dng menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dsb; (4) penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya; (5) pemecahan persoalan yg dimulai dng dugaan akan kebenarannya
analisis bahasa [Ling] penelaahan yg dilakukan oleh peneliti atau pakar bahasa dl menggarap data kebahasaan yg diperoleh dr penelitian lapangan atau dr pengumpulan teks (penelitian kepustakaan)
analogi ana.lo.gi [n] (1) persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yg berlainan; kias: (2) Ling kesepadanan antara bentuk bahasa yg menjadi dasar terjadinya bentuk lain; (3) Mik sesuatu yg sama dl bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan; (4) Sas kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yg dapat dipakai untuk dasar perbandingan
anamnesis anam.ne.sis [n] (1) Psi keterangan tt kehidupan seseorang (klien) yg diperoleh melalui wawancara dsb; (2) Dok riwayat orang sakit dan penyakitnya pd masa lampau
anamorfosis ana.mor.fo.sis [n] (1) perubahan bentuk evolusi bertahap; (2) distorsi tumbuhan yg tidak normal; (3) pembentukan bayangan yg terdistorsi, tetapi dr sudut pandangan tertentu bayangan itu akan tampak normal
anarki anar.ki [n] (1) hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; (2) kekacauan (dl suatu negara)
anarkis anar.kis [n] (1) penganjur (penganut) paham anarkisme; (2) orang yg melakukan tindakan anarki
anasional ana.si.o.nal [a] (1) tidak berwatak (bersifat, berciri) nasional: ilmu jangan digunakan untuk hal-hal yg -- atau asosial; (2) tidak setia kpd bangsa sendiri (termasuk budaya, produknya, dsb)
anatase ana.ta.se [n Kim] kristal atom yg terbentuk dr titanium dioksida, mempunyai bobot jenis 3,8, indeks bias 2,5, dan titik lebur 1560oC
anatomi ana.to.mi [n] (1) ilmu yg melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan; (2) uraian yg mendalam tt sesuatu: -- revolusi
anca an.ca [n] (1) rintangan; (2) kerugian (krn kekeliruan dsb)
ancak an.cak [n] (1) talam dibuat dr anyaman (bambu, daun, atau lidi nyiur) untuk tempat barang yg disajikan kpd roh (hantu dsb); (2) para-para
ancak-ancak an.cak-an.cak [Mk a] (1) tidak mempedulikan baik buruknya, untung ruginya, dsb; (2) gila-gilaan; main-main
ancam an.cam [v] meng.an.cam v (1) menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yg merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain: kaum buruh ~ akan melakukan pemogokan; pembajak kapal terbang itu ~ akan membunuh para sandera; (2) memberi pertanda atau peringatan mengenai kemungkinan malapetaka yg bakal terjadi: dukungan negara lain thd kaum pemberontak di sini dapat ~ hubungan diplomatik antara kedua negara; (3) diperkirakan akan menimpa: penyakit pes sudah ~ daerah itu
ancaman an.cam.an [n] (1) sesuatu yg diancamkan: pengusaha itu menganggap sepi ~ itu; (2)perbuatan (hal dsb) mengancam: ~ akan pembongkaran daerah itulah yg menggelisahkan penduduk; (3) Pol usaha yg dilaksanakan secara konsepsional melalui tindak politik dan/atau kejahatan yg diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara dan bangsa
ancang-ancang an.cang-an.cang [n] (1) persiapan hendak berbuat sesuatu; langkah akan melompat dsb; anju; (2) Olr gerakan permulaan untuk mendapat kecepatan pd waktu akan melakukan suatu bentuk gerakan (lompat jauh, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, menendang bola, dsb)
ancangan an.cang.an [n] (1) tindakan atau perbuatan mendekat; (2) perkiraan: ~ biaya yg dibutuhkan untuk mengadakan diferensiasi perlu diperhitungkan; (3) pengambilan langkah awal untuk mencapai tujuan; cara khusus dl mengambil langkah awal untuk mencapai tujuan; (4) alat untuk mencapai tujuan; (5) Olr ancang-ancang
andak an.dak [v] , meng.an.dak v(1) Lay menggulung (layar) sebagian supaya lebih kecil sedikit: ia terpaksa ~ layarnya ketika angin mulai kencang; (2) menyusutkan atau mengurangi (uang belanja): kami harus ~ uang belanja dl bulan ini
andal an.dal [a] (1) dapat dipercaya; (2) memberikan hasil yg sama pd ujian atau percobaan yg berulang
andalan an.dal.an [n] (1) orang yg dipercayai; yg dapat diandalkan; tumpuan: ia termasuk ~ kita dl kejuaraan dunia bulu tangkis tahun ini; (2) pembina (dl gerakan pramuka): Presiden Republik Indonesia adalah salah seorang ~ nasional gerakan pramuka; (3) (kuda dsb) yg kuat (sakti); (4) tanggungan; barang jaminan
andante an.dan.te /andantE/ (1) a lambat (tt irama); (2) n komposisi musik dl tempo lambat
andap sadar [Dok] (1) keadaan tidak menyadari isi pikiran; (2) daerah penyimpanan pengalaman yg kurang disadari; lubuk hati
andika an.di.ka [kl] (1) n kehormatan tertinggi yg diberikan atau dimiliki raja atau penguasa dr zaman pra-Islam: -- Betara Majapahit; (2) pron sapaan hormat orang kedua; Tuanku
andong an.dong [Jw n] kereta kuda sewaan spt dokar atau sado beroda empat (di Yogyakarta dan Surakarta) [n] (1) tanaman perdu, tergolong tanaman hias, berhelai daun panjang meruncing lurus atau bergelombang, tangkai daunnya berbentuk tulang, warna daunnya hijau, hijau kemerah-merahan, ungu kemerah-merahan, merah sekali; Cordyline fruticosa; (2) daun andong
anduhan an.duh.an [n] (1) tali dsb untuk menganduh; (2) tali tempat sekoci bergantung di kapal
aneroid ane.ro.id /anEroid/ (1) a berisi bukan cairan atau dioperasikan tanpa menggunakan cairan (tt barometer); (2) n Fis barometer yg mengukur tekanan udara dng perpindahan tutup yg luwes dr kotak logam yang hampir hampa; (3) n Fis tidak mengandung atau tidak menggunakan cairan
angah [Mk a] , ter.a.ngah a (1) payah; (2) tercengang (tidak dapat berkata-kata)
angan [n] (1) pikiran; ingatan; (2) maksud; niat [Mk v] , meng.a.ngan v menjenguk
angan lalu paham bertumbuk [pb] menurut pikiran (dugaan dsb) mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar pelaksanaannya (msl kekurangan alat atau syarat); angan-angan n (1) pikiran; ingatan: ~ nya ke mana-mana; (2) cita-cita: ~ nya menjadi dokter; (3) maksud; niat: sedikit pun tidak ada ~ ku menghinakan beliau; (4) gambaran dl ingatan; harapan sendiri dl ingatan; khayal: kesusastraan itu berisikan kehidupan nyata, bukan ~ belaka; (5) proses berpikir yg dipengaruhi oleh harapan-harapan thd kenyataan yg logis
anggal ang.gal [a] (1) ringan (tt penyakit, perasaan hati, dsb): sakitnya --; (2) senggang (tidak banyak kerja): masa yg --; (3) tidak tenang krn kurang muatan; sedikit muatan; sedikit muatannya: perahu itu --
anggit ang.git [v] , meng.ang.git v (1) menyusun (lalang, bilah, dsb) berangkai-rangkai dng dicocok tali, rotan, dsb: ia ~ lalang untuk dijadikan atap; (2) memasang kulit (pd gendang, rebana, dsb): ~ gendang; (3) menggubah; mengarang: ia ~ gending asmarandana
anggitan ang.git.an [n] (1) barang yg dianggit; (2) gubahan; karangan rekaan
anggota ang.go.ta [n] (1) bagian tubuh (terutama tangan dan kaki): -- badannya lemah; (2) bagian dr sesuatu yg berangkai: kata majemuk "bumiputra" dua -- nya; (3) orang (badan) yg menjadi bagian atau masuk dl suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dsb): dia adalah seorang -- partai terlarang
anggrek ang.grek [n] (1) tumbuhan pasilan yg bunganya indah dan banyak macamnya, Orchidaceae; -- bulan Phalaenopsis amabilis
anggur ang.gur , meng.ang.gur v tidak melakukan apa-apa; tidak bekerja: ia sudah berbulan-bulan ~ [n] keratan cabang atau batang yg akan ditanam; setek [n] (1) tumbuhan memanjat (menjalar) yg buahnya kecil-kecil sebesar kelereng dan berangkai; (2) buah anggur; (3) minuman dr sari buah anggur yg difermentasi
angin [n] (1) gerakan udara dr daerah yg bertekanan tinggi ke daerah yg bertekanan rendah; tiupan -- kencang merobohkan beberapa rumah penduduk; (2) hawa; udara: ban berisi --; (3) kentut: jangan buang -- sembarangan; (4) ki kesempatan; kemungkinan: menantikan -- baik; (5) ki hampa; kosong: cakap --; (6) ki kecenderungan yg agak menggembirakan: sejak pertengahan tahun 1999 terasa ada -- baru dl percaturan politik negara itu
angin badai angin yg datang dr satu jurusan hingga beberapa waktu lamanya
angin bohorok angin kencang tipe fohn yg panas dan kering, terdapat di dataran Deli, Sumatra Utara, yg dapat menimbulkan kerusakan pd tumbuh-tumbuhan, khususnya tembakau
angin buritan ekuivalen angin membujur ekuivalen yg datang dr arah belakang tt pesawat terbang dsb
angin gunung [Met] angin katabatik yg bertiup pd malam hari dan pd jam-jam pertama setelah matahari terbit, dr arah lereng gunung menuju lembah dan dataran rendah
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angin lokal [Met] (1) angin yg bertiup dl daerah terbatas yg disebabkan oleh keadaan setempat; (2) gerakan udara yg untuk sementara waktu memperoleh sifat tertentu yg disebabkan oleh keadaan setempat
angin musim angin yg datang menurut musim tiap-tiap tahun
angin permukaan [Met] angin yg bertiup di dekat permukaan bumi, pd dasarnya diukur pd ketinggian 10 m dr permukaan tanah di lapangan terbuka
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angka ang.ka [n] (1) tanda atau lambang sbg pengganti bilangan; nomor: -- 13; (2) nilai (kepandaian, prestasi, dsb): -- rapornya cukup baik; petinju itu menang -- atas lawannya [v] meng.ang.ka v menyangka; menganggap; memikir
angka Arab angka yg berasal dr ejaan Arab yg sekarang menjadi angka internasional (1, 2, 3, dst); angka biasa
angka fertilitas umum [Dem] banyaknya kelahiran selama satu tahun per 1.000 wanita yg berumur 15-44 tahun (wanita dl usia melahirkan)
angka kematian anak-anak [Dem ] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian anak-anak umur 1-4 tahun per seribu penduduk
angka kematian kasar [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian per 1.000 orang penduduk dl satu tahun
angka kematian neonatal [Dem] bilangan yg menunjukkan jumlah kematian bayi (di bawah umur 1 bulan atau 28 hari) dr setiap 1.000 kelahiran (bayi) hidup selama satu tahun
angka reproduksi [Dem] banyaknya bayi perempuan yg akan menggantikan ibunya dl satu generasi pd masa yg akan datang
angka Romawi angka yg berasal dr Zaman Kerajaan Romawi, spt I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (= 50), C (= 500), M (= 1000)
angka urut nomor yg berturut-turut, spt 1, 2, 3, 4, dan 5
angkasa ang.ka.sa [n] (1) lapisan udara yg melingkupi bumi: -- bumi ini kurang lebih 300 km tebalnya; (2) awang-awang; langit: bintang-bintang berkilauan di -- biru
angkasawan ang.ka.sa.wan [n] (1) orang yg bertugas sbg penyiar radio; orang yg berkecimpung di bidang siaran radio; (2) astronaut
angkat berat [Olr] olahraga yg mempertandingkan adu tenaga atau kekuatan dl mengangkat beban (besi)
angkat besi [Olr] olahraga dng mengangkat halter (besi)
angkat kaki [ki] (1) pergi (meninggalkan tempat); (2) melarikan diri; kabur
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
angkatan empat puluh lima (45) ang.kat.an empat puluh lima (45) para pejuang kemerdekaan yg memelopori revolusi pd saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan pd tahun 1945; (2) Sas kelompok pengarang dan seniman yg muncul sekitar tahun 1945
angker ang.ker [a] (1) tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya krn dianggap berhantu; (2) ki tampak menyeramkan (menakutkan): direktur yg -- itu ternyata berhati baik [n] jangkar
angkringan ang.kring.an [n] (1) alat untuk memikul; pikulan; (2) barang yg dipikul
angku ang.ku [Mk n] (1) paman; mamak (dr pihak ibu); (2) panggilan (sebutan) kpd orang yg patut dihormati; (3) kakek
angkup ang.kup [n] penjepit untuk memegang barang yg kecil-kecil; sepit angkup [n] (1) pucuk (pepohonan); tunas; (2) tumbuhan herba, Cyathula prostrata
angkup-angkup ang.kup-ang.kup [n] (1) lidah-lidah penutup lubang pd pompa dsb; (2) penjepit
angkut ang.kut [v] meng.ang.kut v (1) mengangkat dan membawa: ia ~ padi ke lumbung; (2) memuat dan membawa atau mengirimkan ke: mereka ~ sayuran ke kota dng truk; (3) mengandung (berisi): luka yg ~ nanah
angkutan ang.kut.an [n] (1) barang-barang (orang-orang dsb) yg diangkut; (2) cara mengangkut: ~ dng kereta api lebih murah dp dng truk
angot [a cak] (1) sakit lagi; kambuh; (2) sakit gila (mengacau dsb)
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
angut , meng.a.ngut a (1) tertidur sebentar; terlelap; (2) mengantuk
animo ani.mo [n] (1) hasrat dan keinginan yg kuat untuk berbuat, melakukan, atau mengikuti sesuatu: -- untuk membeli barang-barang mewah agak berkurang; (2) semangat: kesebelasan kita bermain dng penuh --
anis [n] (1) tanaman yg banyak tumbuh di kawasan Laut Tengah, buahnya kecil-kecil dan berbau harum, dipakai sbg obat atau rempah-rempah; (2) minuman keras dibuat dr biji anis
anjak an.jak [v] ber.an.jak v (1) berpindah (sedikit); beringsut; bergerak: setapak ia tidak akan ~; (2) ki meningkat: anak-anak itu sudah ~ dewasa
anjangsana an.jang.sa.na [n] (1) kunjungan untuk melepaskan rasa rindu; (2) kunjungan silaturahmi (ke rumah tetangga, saudara, kawan lama, sahabat)
anjing-anjing an.jing-an.jing [n Lay] alat untuk menggulung layar (pd perahu) [n] (1) tanaman yg buahnya berbentuk agak pipih dan berlekuk-lekuk; namnam; puki anjing; Cynometra cauliflora; (2) buah anjing-anjing
anjlok an.jlok [v] (1) meloncat ke bawah dr tempat ketinggian (dng posisi kedua kaki sbg tumpuan); (2) turun dr posisi semula (tt jembatan, bangunan, dsb); (3) keluar dr rel (tt kereta api); (4) turun banyak dl waktu sangat singkat (tt harga, berat badan, kesehatan orang, dsb)
anju an.ju [ark n] (1) percobaan hendak melangkah, melompat, dsb; ancang-ancang; (2) maksud; tujuan
anjung-anjung an.jung-an.jung [n Lay] (1) panggung di buritan perahu; (2) panggung di kapal tempat memberi aba-aba
anjungan an.jung.an [n] (1) anjung-anjung; (2) bangunan di taman atau lapangan, yg kadang-kadang dibuat secara artistik, dipakai sbg tempat rekreasi; (3) bangunan yg dibuat khusus untuk pameran dsb; paviliun
ankilosis an.ki.lo.sis [n Dok] (1) tergabungnya tulang-tulang atau bagian lain yg keras dan membentuk satu tulang atau bagian yg keras; (2) kekakuan sendi krn penyakit atau pembedahan
anoa [n Zool] kerbau kecil yg tingginya sekitar 1 m, hidup di pedalaman atau di hutan kecil di Sulawesi; Bubalus depresicornis
anomali ano.ma.li [n] (1) ketidaknormalan; penyimpangan dr normal; kelainan; (2) Ling penyimpangan atau kelainan, dipandang dr sudut konvensi gramatikal atau semantis suatu bahasa; (3) Tek penyimpangan dr keseragaman sifat fisik, sering menjadi perhatian ekplorasi (msl anomali waktu-lintas, anomali magnetik)
anomi ano.mi [n] (1) perilaku tanpa arah dan apatis: kini muncul sikap-sikap yg mengarah pd --; (2) Antr keadaan masyarakat yg ditandai oleh pandangan sinis (negatif) thd sistem norma, hilangnya kewibawaan hukum, dan disorganisasi hubungan antara manusia; (3) Psi gejala ketidakseimbangan psikologis yg dapat melahirkan perilaku menyimpang dl berbagai manifestasi: sikap perilaku spt itu terlihat ambivalen yg merupakan gejala awal --
ansar an.sar [n ] (1) pembantu; penyokong; penolong; (2) Isl para pembantu perjuangan (sahabat) Nabi Muhammad saw. dr kalangan penduduk Medinah setelah beliau hijrah dr Mekah ke Medinah
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antah an.tah [n] (1) gabah (yg terdapat pd beras atau nasi); (2) ki orang yg tidak berguna (dl masyarakat); sesuatu yg kurang baik
antakesuma an.ta.ke.su.ma [n] (1) baju dr cita berbunga-bunga (baju yg dianggap sakti); (2) baju yg dipakai Gatotkaca (dl pewayangan) yg menyebabkannya dapat terbang
antar-mengantar an.tar-meng.an.tar [v] (1) saling mengantar; kirim-mengirim: pd hari Lebaran terdapat kebiasaan ~ makanan di antara tetangga; (2) mempunyai pekerjaan mengantarkan: kerjanya ~ surat; (3) berturut-turut, tetapi tidak tentu antaranya: napasnya yg ~ lepas dr dadanya menunjukkan bahwa ia masih hidup
antaran an.tar.an [n] (1) barang yg diantarkan (dikirimkan); (2) uang dsb pemberian dr pihak laki-laki kpd calon mertua: ~ kawin
antara an.ta.ra [n] jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda: tiang yg satu dng yg lain -- nya 4 m; (2) n waktu yg menyelang dua saat atau peristiwa; selang: tidak berapa lama -- nya, berangkatlah ia; (3) n di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dsb): ia berjalan di -- dua orang pengawal; (4) n di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot): kerajaan itu ditaklukkan -- tahun 1774 dan 1778; (5) n dl kelompok (himpunan, golongan): ada beberapa orang di -- mereka yg terlibat dl peristiwa pembunuhan itu; hal itu sebaiknya dibicarakan -- kita saja; (6) p sementara; dl pada itu: ingat -- belum kena; -- itu insaflah ia; (7) n tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); (8) a tidak jauh dr; dekat dng: ia pun sampailah pd -- pasar; (9) p cak lebih kurang; kira-kira: -- seratus orang residivis telah diamankan
ante- an.te- [bentuk terikat] (1) sebelum: anteseden ; (2) di depan; muka: antemeridiem
antelop an.te.lop [n ] binatang spt rusa berkaki ramping, mempunyai kemampuan lari yg sangat cepat, biasanya hidup liar dan berkelompok di dataran Afrika dan Asia
antena an.te.na [n] (1) kawat atau seperangkat sistem kawat untuk memancarkan atau menangkap isyarat gelombang radio atau televisi; (2) Zool alat perasa dan peraba berbentuk sungut pd sekelompok binatang yg badan dan anggota tubuhnya beruas-ruas
anteng an.teng [Jw a] (1) tenang; diam (tidak menangis, rewel, dsb tt anak-anak); (2) tidak banyak tingkah; (3) senang tinggal di rumah (tidak banyak keluar rumah)
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
antikristus an.ti.kris.tus [n Kris] kuasa yg melawan Allah dan Kristus yg semakin besar menjelang kedatangan Tuhan kembali yg dapat menjelma dl orang-orang tertentu
anting-anting an.ting-an.ting [n] (1) perhiasan telinga yg digantungkan pd cuping telinga; (2) bandul (dr timah dsb) pd lonceng, alat penduga, dsb
antinomi an.ti.no.mi [n] (1) kenyataan yg kontroversial; (2) Huk pertentangan antara dua ayat dl undang-undang
antipati an.ti.pa.ti [n] (1) Pol penolakan atau perasaan tidak suka yg kuat; (2) perasaan menentang objek tertentu yg bersifat persona dan abstrak
antipode an.ti.po.de [n] (1) dua tempat yg terletak di belahan bumi yg berlawanan; (2) belahan bumi yg letaknya berlawanan dng tempat kita; (3) ki orang-orang yg saling bertentangan atau berlawanan pendirian: "Pujangga Baru" bukan hanya Takdir, melainkan juga -- nya Sanusi Pane
antisepsis an.ti.sep.sis [n] (1) cara mencegah infeksi, pertumbuhan mikro-organisme, dsb; (2) keadaan atau kondisi bebas dr mikro-organisme
antiseptik an.ti.sep.tik /antisEptik/ (1) a Kim bersifat mencegah pembusuk- an dan pelapukan dng menghambat atau merusak mikroorganisme (msl etanol, asam borat, dan fenol); (2) n Bio zat yg terdapat pd jaringan hidup untuk menahan atau menghancurkan pertumbuhan jasad renik
antisipasi an.ti.si.pa.si [n] (1) perhitungan tt hal-hal yg akan (belum) terjadi; bayangan; ramalan; (2) penyesuaian mental thd peristiwa yg akan terjadi; (3) Ling perubahan bunyi oleh alat ucap yg menyediakan posisi yg diperlukan untuk menghasilkan bunyi berikutnya
antitesis an.ti.te.sis [n] (1) pertentangan yg benar-benar; (2) pengungkapan gagasan yg bertentangan dalam susunan kata yg sejajar, spt dl semboyan "Merdeka atau Mati"
antonim an.to.nim [n] (1) kata yg berlawanan makna dng kata lain: "buruk" adalah -- dr "baik" ; (2) Ling leksem yg berpasangan secara antonimi
antre an.tre /antrE/ (1) v berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran (membeli karcis, mengambil ransum, membeli bensin, dsb); (2) n antrean
antrean an.tre.an [n] deretan orang, barang olahan, atau unit yg sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dsb
anu [n] (1) yg tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): si -- membeli -- di toko --; (2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung -- yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
anulus anu.lus [n] (1) Tek daerah antara pipa bor dan dinding lubang bor; (2) Zool struktur berbentuk cincin berupa tanda atau lubang; (3) Zool tempat menerima sperma pd udang betina; (4) Zool cincin sirkulus pd sisik ikan
anutan anut.an [n] (1) contoh yg baik; ikutan: para pemimpin hendaknya dapat juga dijadikan ~ bagi rakyat; (2) keyakinan (ajaran) yg dianut
apak [a] (1) berbau tidak sedap krn telah lama disimpan dan sudah berjamur: roti yg -- itu belum juga dibuang; (2) berbau tidak sedap krn lapuk
apakah apa.kah [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan benda bukan manusia: -- yg menyebabkan kebakaran itu?; (2) kata tanya untuk menanyakan nama (sifat, jenis, dsb): ular -- ini?; (3) kata tanya untuk menyatakan pilihan dan menegaskan informasi yg ingin diketahui: -- suratku sudah sampai?
aparat apa.rat [n] (1) alat; perkakas: -- radio; (2) badan pemerintahan; instansi pemerintah; pegawai negeri; alat negara: -- Pemerintah; (3) perlengkapan: -- militer
apartemen apar.te.men [n] (1) tempat tinggal (terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dsb) yg berada pd satu lantai bangunan bertingkat yg besar dan mewah, dilengkapi dng berbagai fasilitas (kolam renang, pusat kebugaran, toko, dsb)
apel [v Huk] naik banding pd pengadilan yg lebih tinggi; permohonan pemeriksaan ulang pd pengadilan tingkat kedua (pengadilan tinggi) thd keputusan pengadilan tingkat pertama (pengadilan negeri) /apEl/ (1) v Mil wajib hadir dl suatu upacara resmi (bersifat kemiliteran) untuk diketahui hadir tidaknya atau untuk mendengar amanat; (2) n upacara [n] kepala kampung (di bawah kepala desa) [n] (1) pohon yg buahnya bundar, berdaging tebal dan mengandung air serta berkulit lunak yg warnanya merah (kemerah-merahan) atau kuning (kekuning-kuningan), jika matang rasanya manis kemasam-masaman; Pyrus malus; (2) buah pohon apel
apendiks apen.diks [n] (1) tambahan atau lampiran pd akhir buku atau karangan; (2) Dok umbai berbentuk cacing; usus buntu
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api-api [n] (1) geretan; korek api; (2) kunang-kunang; tali api [n] tumbuhan benalu; dedalu api; Viscum orientale
apik [a] (1) rapi; bersih dan bagus: pekerjaannya --; (2) baik-baik (tt perawatan): sepeda motornya dirawatnya dng --
apit [n] (1) sesuatu yg terdapat di antara dua benda (orang dsb); sesuatu yg dihimpit (dijepit, ditindih, dsb); (2) alat untuk menghimpit (menjepit, menindih, dsb); (3) jejenang; ajudan
aplikasi ap.li.ka.si [n] (1) karya hias dl seni jahit-menjahit dng menempelkan (menjahitkan) guntingan-guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, binatang, dsb) pd kain lain sbg hiasan; (2) tambahan: dl beberapa fakultas diadakan kursus -- bahasa Inggris; (3) penggunaan; penerapan; (4) lamaran; permohonan; pendaftaran: ia mendapatkan formulir -- di cabang bank terdekat
apo- (ap-) [bentuk terikat] (1) dari; bagian dr; dibentuk dr: apoenzim; (2) jauh dr; jauh: aphelion; (3) terlepas; terpisah: apokrin
apodal apo.dal [a] (1) bersifat tanpa kaki; (2) bersifat tanpa sirip pinggul spt pd belut
apoenzim apo.en.zim [n Bio] (1) bagian protein dr enzim; (2) enzim yg harus menyatu dng kofaktor agar berfungsi secara aktif
apokrifa apo.kri.fa [n] (1) yg diragukan keasliannya; tidak dapat dipercaya (tt asal usul naskah); (2) Kris bagian-bagian Alkitab yg diakui Gereja Katolik, tetapi tidak diakui oleh Gereja Protestan dan Yahudi
apolitis apo.li.tis [a] (1) tidak berminat pd politik; (2) tidak bersifat politis
apologia apo.lo.gia [n] (1) pengakuan kesalahan; (2) Kat pembelaan agama
apostel apos.tel [n] (1) rasul; (2) pembela; pembawa ajaran baru [n] catatan tepi (sekarang tidak dipakai lagi)
apresiasi ap.re.si.a.si [n] (1) kesadaran thd nilai seni dan budaya; (2) penilaian (penghargaan) thd sesuatu; (3) kenaikan nilai barang krn harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah
apung [v] , apung-apung n (1) sesuatu yg terapung-apung di permukaan air atau yg dapat ditempatkan di air dan tidak tenggelam (spt kayu di laut, pelampung); (2) Lay badan baling-baling (semacam baling-baling kecil yg dipasang di bagian ujung topdal yg ditarik) yg akan berputar selama kapal melaju dan putarannya diteruskan ke roda penerus serta ke piringan penunjuk jarak
Arab [n] (1) nama bangsa di Jazirah Arab dan Timur Tengah; (2) bahasa Semit yg digunakan bangsa Arab (Saudi Arabia, Suriah, Yordania, Irak, Mesir, dsb)
arahan arah.an [n] (1) petunjuk untuk melaksanakan sesuatu; (2) perintah resmi seorang pemimpin perusahaan kpd bawahannya yg berupa petunjuk untuk melaksanakan sesuatu dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi
arak [n] (1) minuman keras, biasanya dibuat dr beras yg difermentasikan; (2) zat cair mengandung alkohol (spt wiski, brendi, rum) yg diperoleh dr penyulingan anggur serta zat cair lain dng kadar etanol rendah [v] ber.a.rak v (1) berjalan bersama-sama dng beriring-iring: para pelajar ~ menuju stadion; (2) berjalan (bergerak) beriring-iring: mega ~ alap santun [Jk] ber.a.rak v berserakan; berantakan; tidak teratur
arang [n] (1) bahan bakar yg hitam warnanya dibuat atau terjadi dr bara kayu dsb yg dipengap; (2) serbuk hitam bekas kayu dsb yg terbakar [Mk n] mulut
aransemen aran.se.men [n] (1) Mus penyesuaian komposisi musik dng nomor suara penyanyi atau instrumen lain yg didasarkan pd sebuah komposisi yg telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah; (2) usaha yg dilakukan thd sebuah karya musik untuk suatu pergelaran yg pengerjaannya bukan sekadar perluasan teknis, tetapi juga menyangkut pencapaian nilai artistik yg dikandungnya
arasy [n] (1) takhta Tuhan; (2) surga yg tertinggi tempat takhta Tuhan
arbei ar.bei [n ] (1) tumbuhan buah, daunnya bertangkai panjang dan berbulu kasar, buahnya berwarna merah, mengandung banyak air dan berasa manis; Fragaria vesca; (2) buah arbei
arbitrase ar.bit.ra.se [n Dag] (1) pembelian dan penjualan secara simultan atas barang yg sama di dl dua pasar atau lebih dng harapan akan memperoleh laba dr perbedaan harganya; (2) usaha perantara dl meleraikan sengketa
arbitrer ar.bit.rer [a] (1) sewenang-wenang; (2) manasuka
arboreal ar.bo.re.al /arborEal/ (1) a berhubungan dng pohon; (2) n (organisme) yg hidup pd pohon atau di bawah naungan pohon (spt saprofit atau parasit)
are [n] satuan ukuran luas 100 m2
area [n] (1) bagian permukaan bumi; daerah; (2) wilayah geografis yg digunakan untuk keperluan khusus: hutan ini akan dibuka untuk -- pertanian; (3) Ling wilayah geografis yg memiliki ciri-ciri tipologi bahasa yg bersamaan, spt ciri-ciri lafal, leksikal, atau gramatikal
areal are.al /arEal/ (1) a bersangkutan dng area; (2) n cak area (makna 1 dan 2)
arek [n cak] (1) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu daerah, kota, dsb); anak: -- Surabaya; -- Malang; (2) panggilan akrab antarteman sebaya atau dr yg lebih tua kpd yg lebih muda
arena are.na [n] (1) gelanggang: -- tinju itu penuh sesak oleh penonton; (2) ki bidang (yg menjadi tempat bersaing, berjuang, dsb): terjun di -- politik
ares [n] (1) cak hukuman (berupa larangan keluar dr rumah dsb); (2) Huk penangkapan; penahanan; peniadaan kebebasan [n] inti batang pisang (yg sudah berbuah)
argentum ar.gen.tum [n Kim] logam putih berkilat; perak; unsur dng nomor atom 47, berlambang Ag, dan bobot atom 107,868
argon ar.gon [n] gas mulia yg terdapat dl atmosfer, tidak berwarna dan tidak berbau, biasa digunakan untuk mengisi bola lampu listrik; unsur nonlogam dng nomor atom 18, lambang Ar, dan bobot atom 39,948
argumen ar.gu.men [n] (1) alasan yg dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan; (2) Ling nomina atau frasa nominal yg bersama-sama predikator membentuk proposisi
argumentatif ar.gu.men.ta.tif [a] (1) memiliki (mengandung) alasan yg dapat dipakai sbg bukti: satu-satunya yg dapat meringankan terdakwa hanyalah kesaksian yg --; (2) karangan yg bertujuan membuktikan pendapat
Aries Ari.es [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa; (2) Astrol zodiak pertama yg digambarkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Maret dan 19 April; Mesa; Hamal
arif [a] (1) bijaksana; cerdik dan pandai; berilmu: ia terkenal sbg orang yg --; (2) paham; mengerti: tidak mungkin seseorang itu -- akan segala hal
arih arih, meng.a.rih [v] (1) mengulurkan atau menjulurkan (tangan, lidah, belalai, dsb) untuk menjangkau (memeluk dsb); meraih: dng cepat ayah ~ tangannya ke muka; (2) menambatkan; mengikatkan
arik [kl v] , meng.a.rik v meraih; merengkuh: Baginda duduk di buritan sambil ~ pengayuhnya, sekali dikayuhnya serantau lajunya [v] (1) tidak tidur sepanjang malam; begadang; (2) tidak dapat tidur
aris [n] (1) tepi atau kelim yg dibuat dr rotan, tali, dsb (pd kain, layar, jaring, dsb); (2) tali pukat (jaring besar) yg mengapung [n] getah pohon yg sudah beku
aristokrasi aris.tok.ra.si [n] (1) pemerintahan (kekuasaan) berada di tangan kaum bangsawan; (2) bentuk pemerintahan negara; (3) kaum bangsawan (ningrat)
aristokrat aris.tok.rat [n] (1) penganut cita-cita kenegaraan yg berpendapat bahwa negara harus diperintah oleh kaum bangsawan (orang kaya dan orang-orang yg tinggi martabatnya); (2) orang dr golongan bangsawan; ningrat
arit [n] (1) pisau bergagang yg bentuknya melengkung, dipakai untuk memotong rumput, padi, dsb; sabit; (2) pisau penyadap
arkais ar.ka.is [a] (1) berhubungan dng masa dahulu atau berciri kuno, tua; (2) tidak lazim dipakai lagi (tt kata); ketinggalan zaman
arkaisme ar.ka.is.me [n] (1) pemakaian kata atau bentuk kata yg bersifat arkais; (2) cara (gaya) yg bersifat arkais
arkeozoikum ar.ke.o.zo.i.kum [n] kala tertua dl sejarah perkembangan bumi beserta segala hal yg hidup di bumi, berlangsung kira-kira 2.000-1.200 juta tahun yg lalu
arkitraf ar.kit.raf [n] (1) kerangka tercetak dr kusen pintu dan jendela; (2) balok horizontal utama yg langsung disangga tiang-tiang
arogan aro.gan [a] (1) sombong; congkak; angkuh; (2) Psi mempunyai perasaan superioritas yg dimanifestasikan dl sikap suka memaksa atau pongah: dl dunia yg penuh manusia -- dan kepalsuan ini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar
aroma aro.ma [n] (1) bau-bauan yg harum (yg berasal dr tumbuh-tumbuhan atau akar-akaran); (2) bahan pewangi makanan atau minuman
arsenik ar.se.nik [n] unsur nonlogam dng nomor atom 33, berlambang As, dan bobot atom 74,9216
arsipelago ar.si.pe.la.go [n] (1) laut dan pulau-pulau; (2) gugusan pulau; kepulauan
arsis ar.sis [n Sas] (1) tekanan suara naik; (2) suku kata yg mendapat tekanan pd suatu kaki sajak
arsitek ar.si.tek [n] (1) ahli dl merancang dan menggambar bangunan, jembatan, dsb, biasanya sekaligus sbg penyelia konstruksinya; (2) ki perencana (pencipta suatu paham, negara, dsb)
arsitektur ar.si.tek.tur [n] (1) seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dsb; (2) metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan
arta ar.ta [n] (1) uang; (2) harta
artefak ar.te.fak [n Ark] (1) benda-benda, spt alat, perhiasan yg menunjukkan kecakapan kerja manusia (terutama pd zaman dahulu) yg ditemukan melalui penggalian arkeologi; (2) benda (barang-barang) hasil kecerdasan manusia, spt perkakas, senjata
arteri ar.te.ri [n] (1) Dok pembuluh darah yg mengalirkan darah dr jantung ke seluruh bagian badan; nadi; (2) ki tempat penyaluran transportasi atau komunikasi yg utama: jalan --
arti ar.ti [n] (1) maksud yg terkandung (dl perkataan, kalimat); makna: apa -- isyarat itu?; (2) guna; faedah: apa -- nya bagi kamu menyakiti binatang itu
artikel ar.ti.kel [n] (1) karya tulis lengkap, msl laporan berita atau esai dl majalah, surat kabar, dsb; (2) Huk bagian undang-undang atau peraturan yg berupa ketentuan; pasal; (3) Ling unsur yg dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, msl the dl bahasa Inggris
artikulasi ar.ti.ku.la.si [n] (1) Anat sendi; (2) Bot (a) sambungan di antara dua bagian, msl tempat melekatnya daun pd ranting; (b) buku pd batang; (3) Ling (a) lafal, pengucapan kata; (b) perubahan rongga dan ruang dl saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa
artileri ar.ti.le.ri [n] (1) Mil senjata untuk melontarkan proyektil; (2) pa-sukan tentara yg bersenjata berat; (3) ilmu tt mempergunakan senjata
artistik ar.tis.tik [a] (1) mempunyai nilai seni; bersifat seni; (2) mempunyai bakat dl kesenian; mempunyai rasa seni
aruk , meng.a.ruk v bersikap spt menari dng keris di tangan seolah-olah menyerang musuh sbg tanda setia kpd raja (adat Bugis pd zaman dahulu)
arung arung, meng.a.rung [v] (1) berjalan menyeberang (sungai dsb): hati-hati ~ sungai itu; (2) menjelajah: ~ samudra luas; (3) berjalan melintas (rimba): (4) ki menempuh (kesukaran dsb): dng tabah ia ~ berbagai kesukaran hidup
arung-arungan arung-arung.an [n] (1) bagian sungai yg dangkal tempat orang menyeberang; (2) laut yg biasa dilayari (dilalui)
arus [n] (1) gerak air yg mengalir; aliran: kami tidak berani menyeberangi sungai itu krn -- nya deras; (2) gerak (aliran) sesuatu spt air mengalir: -- udara, -- lalu lintas; (3) Fis gerakan atau aliran udara (listrik) yg melalui suatu benda; (4) peredaran (barang, uang, dsb)
arus informasi [Geo] gerakan udara di stratosfer daerah lintang sedang pd sepanjang jalur arus tertentu, kecepatan angin dapat sangat tinggi (1400 km per jam) dan bergerak dr barat ke timur
arus sentakan [Met] arus listrik yg kuat dan datang secara mendadak serta berlangsung dl waktu yg singkat, sering diakibatkan oleh badai guntur
arwah ar.wah [n] (1) jiwa orang yg meninggal; roh: semoga -- nya diterima di sisi Tuhan; (2) ki semangat: hilang --
arya ar.ya [n] gelar yg diberikan kpd pegawai tinggi (msl bupati) dl administrasi kerajaan Jawa pd zaman dahulu [n] (1) bangsa yg berasal dr Eropa yg menurunkan bangsa Iran dan India Utara; (2) bangsa yg dianggap menurunkan bangsa Eropa
asa [n] harap(an); semangat: ia sudah putus -- dl menghadapi persoalan itu [Mk v] (1) sangka; (2) sengaja
asabat asa.bat [n] urat yg menyebabkan kita dapat merasa (melihat dsb); saraf [n] (1) ahli waris yg berhubungan darah langsung dng yg meninggal; (2) ahli waris yg berhubungan dng yg meninggal secara kerabat dr pihak bapak; (3) ahli waris yg hanya mendapat sisa warisan setelah dibagikan kpd ahli waris yg mendapat bagian tertentu
asad [Ar n] (1) singa; (2) Leo
asahan asah.an [n] (1) hasil mengasah: permata ini ~ nya kurang halus; (2) yg sudah diasah: intan ~
asal [n] keadaan (tempat, wujud, rupa, dsb) yg semula; pangkal permulaan: patung-patung itu akan dikembalikan ke -- nya; (2) a mula-mula sekali; semula: batas-batasnya yg -- sudah tidak diketahui lagi [p] (1) dng syarat; apabila: engkau boleh pergi -- pekerjaanmu beres; (2) pokoknya; yg penting: biar lambat -- selamat [a cak] sembarangan; seenaknya saja: kalau bekerja jangan -- saja, ikutilah petunjuk yg ada
asali asa.li [Ar a] (1) bersifat asal; (2) berasal; berbangsa
asam bongkrek [Kim] yg dihasilkan oleh reaksi bakteri tertentu pd ampas kelapa (dl kadar cukup tinggi, dapat mematikan hewan ataupun manusia); C12H18O3
asam glukonat [Kim] hablur tanpa warna, digunakan dl penyediaan bahan makanan dan bahan farmasi; C6H12O7
asam kawak hasil olahan asam jawa agar dapat bertahan lama, dibuat dr asam yg matang di pohon, dikupas, dibuang serat dan isinya kemudian dijemur, diberi campuran garam dan gula merah lalu dikukus dan didinginkan serta dikemas rapi untuk menghindarkan kotoran
asaman asam.an [n] (1) buah-buahan dsb yg diasamkan; (2) Kim zat senyawaan dl ilmu kimia
asana asa.na [n Ark] (1) sikap kaki yg berbeda-beda menurut dewa yg diwujudkan; (2) tempat duduk, msl singgasana, yogasana
asar [n] (1) waktu petang hari: pertemuan itu dilangsungkan pd waktu --; (2) waktu salat wajib pd petang hari antara habis waktu zuhur dan terbenam matahari; (3) Isl (huruf awal ditulis dng kapital) salat wajib sebanyak empat rakaat pd petang hari [n] bekas (tt sisa kenangan): kenangan itu tiada -- nya lagi
asar rendah petang hari ketika matahari sudah rendah (sekitar pukul 16.00)
asar tinggi petang hari ketika matahari masih tinggi (sekitar pukul 15.00)
asas [n] (1) dasar (sesuatu yg menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat)
aseksual asek.su.al [a] (1) tanpa kelamin atau memiliki organ kelamin yg kurang fungsinya; (2) tanpa hubungan kelamin; (3) diproduksi tanpa melalui kegiatan seksual atau berkembang secara berlainan
aset [n] (1) sesuatu yg mempunyai nilai tukar; (2) modal; kekayaan: -- perusahaan; gerakan rakyat yg memerdekakan bangsa merupakan -- nasional
asfal as.fal [Ar n] (1) hina; rendah; (2) terendah [n] aspal
asi [kl n] perhatian [Mk a] benar; sah: keputusan itu tidak -- , asi.an a (1) bernasib baik; beroleh untung; mujur dl berdagang; (2) manjur (tt obat)
asil [n] tempat beras [n] tempat pelarian [n] (1) rumah perawatan; (2) rumah sakit gila
asindeton asin.de.ton [n Ling] penghilangan konjungsi dl frasa, klausa, atau kalimat, msl dia tidak datang, dia sakit
askariasis as.ka.ri.a.sis [n] (1) penyakit yg disebabkan oleh cacing yg menyerang pencernaan; (2) cacing gelang-gelang; askarid
asli as.li [n] (1) tidak ada campurannya; tulen; murni: emas --; (2) bukan peranakan: orang pribumi adalah penduduk --; (3) bukan salinan (fotokopi, saduran, terjemahan): ijazah --; naskah --; (4) baik-baik; tidak diragukan asal usulnya; (5) yg dibawa sejak lahir (sifat pembawaan): bagaimanapun disembunyikannya sifat -- nya, pasti akan kelihatan juga; (6) (tempat) asal: orang tsb -- nya dr Bandung
asnad as.nad [n] (1) penyokong; (2) bukti; nas
asosiasi aso.si.a.si [n] (1) persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; (2) perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama; (3) tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra
aspal as.pal [n] (1) campuran hidrokarbon alam yg amorf, berwarna cokelat hitam dan berupa zat padat atau setengah padat yg dihasilkan dr minyak bumi dng suhu pembakaran tinggi; (2) bahan pelapis jalan yg rupanya spt ter
aspartame as.par.ta.me [n Kim] pemanis buatan berkalori rendah dng kemanisan 160 kali gula sukrosa; C14H18N2O5
aspek as.pek [n] (1) tanda: linguis dapat mencatat dng baik ucapan-ucapan yg mempunyai -- fonemis; (2) sudut pandangan: mempertimbangkan sesuatu hendaknya dr berbagai --; (3) pemunculan atau penginterpretasian gagasan, masalah, situasi, dsb sbg pertimbangan yg dilihat dr sudut pandang tertentu; (4) Ling kategori gramatikal verba yg menunjukkan lama dan jenis perbuatan
asperses as.per.ses /aspErses/ ? 1asparagus
astagfirullah as.tag.fi.rul.lah [p] (1) semoga Allah mengampuni aku; (2) seruan untuk menyatakan rasa heran bercampur sedih; (3) seruan untuk menyatakan rasa pasrah (penyerahan diri) kpd Allah supaya diberi ampun
astatin as.ta.tin [n] halogen dng semua isotopnya radioaktif; unsur dng nomor atom 85, lambang At, dan bobot atom 211
astronautika as.tro.nau.ti.ka [n] (1) penjelajahan ke angkasa di luar atmosfer bumi; (2) ilmu tt penjelajahan ke angkasa luar dng kendaraan
asuh [v] , meng.a.suh v (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; (2) ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; (3) ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa
asuhan asuh.an [n] (1) hasil mengasuh; bimbingan; didikan: kenakalan anak itu adalah akibat salah ~; (2) (anak dsb) yg diasuh: ia lupa akan ~ nya
asumsi asum.si [n] (1) dugaan yg diterima sbg dasar; (2) landasan berpikir krn dianggap benar
asuransi asu.ran.si [n] (1) pertanggungan (perjanjian antara dua pihak, pihak yg satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yg lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kpd pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yg menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dng perjanjian yg dibuat); (2) cak uang yg dibayarkan oleh perusahaan asuransi yg memberi pertanggungan: seminggu sesudah kecelakaan itu, ia menerima uang -- sebesar sepuluh juta
aswasada as.wa.sa.da [n] (1) ahli menunggang kuda; (2) pasukan berkuda
asyik [a] (1) dl keadaan sibuk (melakukan sesuatu dng gemarnya): mereka sedang -- bekerja; (2) sangat terikat hatinya; penuh perhatian: ia sedang -- membaca buku detektif; (3) senang: saya belum merasakan bagaimana -- nya bermain golf?; (4) berahi; cinta kasih; sangat suka (gemar): putra mahkota itu teramat -- nya kpd tuan putri
Asyura Asyu.ra [n] (1) Muharam; (2) perayaan tanggal 10 Muharam (hari raya Hasan dan Husen)
atak [n Graf] (1) komposisi; tata letak; (2) tata letak huruf yg akan dicetak [ark n ] mobil beroda tiga (spt bemo)
atas [n] (1) bagian (tempat) yg lebih tinggi: dr -- bukit kita dapat menikmati pemandangan yg indah; bagian -- dan bagian bawah; (2) sehubungan dng; akan: kami ucapkan terima kasih -- kemurahan hati Saudara; (3) berdasarkan; menurut; sesuai dng: rencana itu harus disusun -- dasar bahan-bahan yg benar; (4) dari: buku itu terdiri -- beberapa bab; (5) dengan: -- kemauan sendiri; -- nama Tuhan; -- usahanya sendiri; (6) karena; disebabkan oleh: -- pertolongan gurunya, ia mendapat pekerjaan; (7) menjadi: barang-barang ini dibagi -- dua golongan; (8) tentang; terhadap: ia berlagak tidak mengerti -- masalah itu
atavisme ata.vis.me [n Psi] (1) pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; (2) adat kebiasaan kuno yg turun-temurun
atelir ate.lir [n] (1) bengkel tempat kerja para seniman; sanggar; studio; (2) bengkel
atlet at.let [n] olahragawan, terutama yg mengikuti perlombaan atau pertandingan (kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan)
atletik at.le.tik [n] cabang olahraga (terutama yg dilakukan di luar dan memerlukan kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan), terdiri atas nomor-nomor lari, jalan, lompat, dan lempar
atma at.ma [n] (1) jiwa; nyawa; (2) Hin roh: akhirnya -- Lubdhaka, setelah hari kematiannya, bisa masuk surga
atmosfer at.mo.sfer [n] (1) lapisan udara yg menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagai gas, yaitu nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain); (2) satuan tekanan yg besarnya sama dng tekanan udara pd permukaan laut (1,033 kg setiap cm2); (3) Sas suasana perasaan yg bersifat imajinatif dl naskah drama yg diciptakan oleh pengarangnya
ato- [bentuk terikat] kelipatan sepersejuta triliun (10-18)
atol [n] (1) pulau karang berbentuk lingkaran (biasanya di tengahnya terdapat danau atau laguna); (2) karang koral yg berbentuk lingkaran (gelang) atau ladam kuda; (3) pulau kecil berbentuk gelang yg terjadi krn puncak suatu bukit karang menonjol di atas muka laut
atom [n] (1) unsur kimia yg terkecil (setelah nuklir) yg dapat berdiri sendiri dan dapat bersenyawa dng yg lain: dua -- hidrogen dng satu -- oksigen menjadi molekul air; (2) ki modern; mutakhir: zaman --; (3) barang yg terbuat dr plastik: sisir --; ikat pinggang --
atomistis ato.mis.tis [a] (1) berkaitan dng analisis sampai ke bagian yg sekecil-kecilnya sehingga melupakan bahwa bagian-bagian itu ada hubungannya; (2) teliti sekali: tidak usah diselidiki secara --
atraksi at.rak.si [n] (1) sesuatu yg menarik perhatian; daya tarik; (2) pertunjukan; tontonan: acara perpisahan itu dimeriahkan dng -- sulap oleh anak-anak
atribut at.ri.but [n] (1) tanda kelengkapan (berupa baret, lencana, dsb): setiap angkatan di lingkungan TNI memiliki -- sendiri; (2) ki lambang: -- keadilan ialah pedang dan timbangan; (3) sifat yg menjadi ciri khas (suatu benda atau orang): berani dan jujur adalah -- seorang kesatria; (4 a) Ling penjelas; (b) adjektiva yg menerangkan nomina dl frasa nominal; (c) kata berkelas tertentu yg mempunyai fungsi menerangkan nomina dl frasa nominal, msl sekarang dl pemuda sekarang; (5) kategori variabel kualitatif (spt laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin); (6) Ark ciri atau sifat yg terdapat pd setiap benda purbakala, yg dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok
atrium at.ri.um [n] (1) rongga dada; (2) ruang tengah yg terbuka, biasanya beratap kaca, di dl sebuah gedung, spt pusat perbelanjaan dan hotel; beranda [n Anat] bagian jantung yg menerima darah dr pembuluh darah balik
au [n Astron] satuan jarak astronomis dl perbintangan yg sama besar dng jarak bumi ke matahari, yaitu 149.599.000 km
audiensi au.di.en.si [n] (1) kunjungan kehormatan; (2) pengunjung atau pendengar suatu ceramah dsb
audit au.dit [n] (1) pemeriksaan pembukuan tt keuangan (perusahaan, bank, dsb) secara berkala; (2) pengujian efektivitas keluar masuknya uang dan penilaian kewajaran laporan yg dihasilkannya
aula au.la [n] ruang besar atau pendapa (di gedung sekolah dsb) untuk berapat, mengadakan upacara, dsb
aurat au.rat [n] (1) bagian badan yg tidak boleh kelihatan (menurut hukum Islam); (2) kemaluan; (3) organ untuk mengadakan perkembangbiakan
aurum au.rum [n Kim] logam mulia kuning dan mulur; unsur dng nomor atom 79, lambang Au, dan bobot atom 196,9665; emas
autentik au.ten.tik [a] (1) dapat dipercaya; (2) asli; tulen; (3) sah
autograf au.to.graf [n Filol] (1) tulisan pribadi; (2) naskah asli yg ditulis tangan oleh pengarangnya sendiri; (3) tanda tangan dr seseorang yg termasyhur
autoklaf au.to.klaf [n] alat pensterilan berupa ruangan kedap udara yg menggunakan uap air jenuh yg dipanaskan di atas suhu 100oC dan tekanan lebih dr 1 atmosfer
automaton au.to.ma.ton [n] (1) benda yg bergerak sendiri; (2) mesin atau peranti mekanis yg bergerak serta-merta; sosok mekanis yg bergerak seakan-akan benda hidup; (3) manusia yg berperilaku seperti mesin
aven [n Geo] lubang tertentu di daerah kapur, dalamnya dapat mencapai 198 m (di Prancis)
Avesta Aves.ta [n] (1) nama kitab suci agama Zoroaster; (2) bahasa kuno Iranika yg digunakan sbg bahasa suci agama Zoroaster
avirulen avi.ru.len [a] tidak beracun; tidak mendatangkan penyakit
avokad avo.kad [n ] (1) tanaman yg tingginya mencapai 3-10 m, bentuk buahnya bulat lonjong, berkulit hijau atau cokelat keungu-unguan, berdaging tebal lunak berwarna kuning kehijau-hijauan dan enak dimakan; Porsea americana; (2) buah avokad
avtur av.tur [n ] bahan bakar untuk pesawat terbang turbin gas yg batas titik didihnya sekitar 150oC
awak [n] (1) tubuh; badan: -- sakit, badan menimbun; (2) cak diri kita sendiri: masalah kemajuan perekonomian janganlah diserahkan kpd bangsa lain, -- lah yg bertanggung jawab; (3) sebutan bagi orang Minangkabau: orang --; (4) saya: -- tidak tahu apa yg harus -- lakukan; (5) engkau; kamu: ke mana aku hendak -- bawa; (6) orang yg menjadi anak buah pesawat terbang (kapal dsb)
awalan awal.an [n] (1) Ling imbuhan yg dirangkaikan di depan kata; prefiks; (2) Olr ancang-ancang
awan [n] (1) kelompok butiran air, es, atau kedua-duanya yg tampak mengelompok di atmosfer; mega; (2) titik-titik air yg halus dng diameter 0,02-0,06 mm; (3) nama berbagai-bagai corak ukiran (perhiasan, lukisan, pola) spt -- biji timun dan -- bunga cengkih; (4) ki tempat yg tinggi sekali: anganku melayang jauh tinggi di -- [n Zool] kera yg bertangan panjang; (kera) ungka
awan pita bentuk awan yg berupa lapisan tipis, tidak terputus, dan terbentang mendatar
awas [v] (1) dapat melihat baik-baik; tajam penglihatan: ia sudah tua, tetapi matanya masih --; (2) tajam tiliknya; dapat mengetahui (melihat) segala yg gaib (rahasia dsb): ia mencari dukun yg --; (3) memperhatikan dng baik; waspada: kita harus tetap -- thd gerak-gerik musuh; (4) hati-hati; ingat: -- ada ular; -- copet
awet [a] (1) lama berubah; lama bertahan; (2) tidak mudah rusak (tua dsb): barang ini murah lagi --
awut [Jw] awut-awut.an a (1) tidak mengikuti aturan; seenaknya saja; sembarangan; (2) tidak beraturan (tt letak); berceceran
ayah [n] (1) orang tua kandung laki-laki; bapak; (2) panggilan kpd orang tua kandung laki-laki [Mal n] orang perempuan (India) yg bekerja sbg pembantu rumah tangga
ayakan ayak.an [n] (1) hasil mengayak; (2) perkakas untuk mengayak; (3) alat yg terbuat dr anyaman bilah bambu halus berbentuk bulat, biasanya digunakan untuk menangkap benih ikan atau untuk penampungan ikan sementara; alat yg bentuknya spt pengayak
ayam pelesung pemuda yg biasa datang ke rumah orang tua yg beranak gadis
ayam tedung ayam sabungan yg merah tua warna bulunya, hitam warna mata dan kakinya; ayam-ayam n (1) tiruan ayam (untuk permainan dsb); (2) unggas yg serupa ayam, berkaki panjang, biasa hidup di tambak atau di rawa-rawa (tidak kuat terbang); Gallierex cinerea
ayang-ayang [n ] (1) tumbuhan yg biasa dijadikan ramuan obat-obatan; Lasianthus longifalius; (2) obat yg dibuat dr ramuan tanam-tanaman
ayat [n] (1) alamat atau tanda; (2) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian surah dl kitab suci Alquran; (3) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian pasal dl undang-undang [n] kenyataan yg benar; bukti
ayatullah aya.tul.lah [n] (1) tanda-tanda kebesaran dan kekuatan Allah; (2) gelar tertinggi pemimpin spiritual dl kalangan Syiah di Iran
ayeng , ayeng-ayeng.an Jk v (1) berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yg tidak-tidak spt orang yg kurang waras; (2) berkeliling mencari sesuatu hingga lelah; (3) pergi ke sana-sini
ayun-temayun ayun-te.ma.yun [v ki] (1) berayun-ayun; berbuai; (2) mulai turun (tt matahari): matahari ~ , mulai petang hari
ayunan ayun.an [n] (1) perkakas yg bergantung untuk menidurkan anak, terbuat dr rotan, kain panjang, dsb; buaian: ibu menidurkan adik di ~; (2) mainan untuk berayun-ayun: di taman itu disediakan berbagai ~ untuk anak-anak; (3) bandul (buaian pd lonceng): lonceng dinding itu tidak memakai ~; (4) gerakan mengayun: elok benar ~ lenggangnya; (5) tali untuk melontarkan batu; pengumban: diambilnya batu lalu dilontarkannya dng ~; (6) hasil mengayun; (7) Fis satu periode lengkap dl gerakan berkala, msl dl gerak bandul, gerakan dr suatu titik asal itu lagi dng arah gerak yg sama
azal [a Isl] kekal (kekekalan) dl masa lampau; tidak bermula [kl n] (1) sejak dahulu kala; sejak permulaan zaman: demikianlah gerangan suratan -- kita; (2) wujud yg abadi dan tidak ada permulaannya; adanya bukan krn diciptakan atau krn suatu sebab
B [n] (1) huruf ke-2 abjad Indonesia; (2) penanda ke-2 dl urutan (mutu, nilai, dsb)
bab [n] (1) bagian isi buku, adakalanya dibagi atas: buku ini dibagi dl lima -- yang masing-masing terdiri atas beberapa subbab; (2) hal; masalah: -- itu tidak perlu dipersoalkan lagi [Ar n] pintu; gapura
babad ba.bad [n] (1) Sas kisahan berbahasa Jawa, Sunda, Bali, Sasak, dan Madura yg berisi peristiwa sejarah; cerita sejarah; (2) riwayat; sejarah; tambo; hikayat: -- Tanah Jawa
babak ba.bak [n] (1) bagian besar dl suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan): pertunjukan drama tiga --; (2) bagian dr suatu keseluruhan proses, kejadian, atau peristiwa: -- permulaan perundingan kedua negara yg bersengketa itu akan diadakan di negara ketiga; (3) Olr bagian permainan yg waktunya tertentu; ronde: pd -- pertama, kedua kesebelasan masih bermain sama kuat [Jw a] lecet (tt kulit) [v] mem.ba.bak v menahan darah mengalir keluar [Jk] , ba.bak.an n kulit kayu yg dikubak dr batangnya
babat ba.bat [v] tebas [n] (1) golongan yg sama jenisnya (keadaannya); (2) pasangan (jodoh dsb) yg seimbang atau setara [n] (1) perut besar pd binatang memamah biak (spt lembu, kerbau); (2) daging perut besar: soto -- [Mk v] mem.ba.bat v membebat
babe ba.be [Jk n] (1) bapak; ayah; (2) panggilan akrab thd orang tua (pemuka, pemimpin)
babi ba.bi [n] (1) binatang menyusui yg bermoncong panjang, berkulit tebal, dan berbulu kasar; (2) kas umpatan yg sangat kasar: enyah kau dr sini, -- !; (3) nama kartu kecil (kartu ceki)
bablas bab.las [Jw v] (1) terus; (2) ki lenyap (hilang): uangnya -- dilarikan orang; (3) ki mati: jika kebanyakan makan obat tidur bisa --
babon ba.bon [n] (1) induk ayam; (2) induk; (3) Filol naskah asli; naskah sumber
baca ba.ca [v] , mem.ba.ca v (1) melihat serta memahami isi dr apa yg tertulis (dng melisankan atau hanya dl hati): dia jangan diganggu, krn sedang -- buku; (2) mengeja atau melafalkan apa yg tertulis; (3)mengucapkan: -- doa, -- mantra; (4) mengetahui; meramalkan: ia dapat -- suratan tangan (garis-garis pd telapak tangan); (5) memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai -- permainan lawan
bacaan ba.ca.an [n] (1) (buku dsb) yg dibaca: buku -- untuk anak-anak; (2) cara membaca: -nya kurang lancar; (3) Ling penafsiran makna sebuah kalimat
bacem ba.cem [v] , mem.ba.cem v (1) merendam (tahu, tempe, dsb) dng bumbu dan merebusnya dl tempat yg tertutup sampai airnya habis; (2) membuat baceman
badai guntur [Met] (1) badai lokal yg ditimbulkan oleh awan kumulonimbus dan selalu disertai dng kilat dan guntur; (2) pelepasan muatan listrik secara mendadak di udara satu kali atau lebih yg ditandai dng kilatan cahaya dan disertai bunyi guntur
badak sumatra badak bercula dua, terdapat di hutan dataran rendah yg berawa-rawa sampai hutan pegunungan yg kering; Dicerorhinus sumatrensis
badam ba.dam [n] (1) pohon yg biji buahnya dapat dibuat minyak; ketapang; Terminalia catappa; (2) bunga badam; (3) buah badam, Amygdalus communis; [n] bintik-bintik merah pd kulit (tanda-tanda penyakit kusta)
badar ba.dar [n] ikan kecil-kecil (spt teri) [kl n] nama lauk-pauk [Ar a ] (1)purnama (tt bulan); (2)ki sangat cantik: mukanya spt bulan -- waktu malam [n] batu hablur untuk permata cincin (batu dr Badar, tempat Nabi Muhammad saw. memperoleh kemenangan besar) [kl n] , -- sila kain putih yg halus; raja badar
badi ba.di [n] (1) kl pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); (2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan: anak itu memiliki -- kuda; (3) Dok zat yg menularkan penyakit
Badui Ba.dui [n] (1) suku bangsa pengembara di Tanah Arab; (2) nama segolongan penduduk di Banten Selatan (Jawa Barat) yg masih tetap mempertahankan adat-istiadatnya
badung ba.dung [n] ikan laut, kadang-kadang ada yg sangat besar [a] nakal; bandel: jangan berkawan dng anak -- itu [kl n] (1) pelat perak (emas) penutup payudara atau kemaluan perempuan; (2) baju besi pelindung dada; (3) benda antik peninggalan zaman kerajaan Majapahit yg berbentuk segitiga dan terbuat dr emas; (4) Jw perlengkapan wayang, berfungsi sbg sayap
bagai bertanak di kuali bagai ber.ta.nak di kuali [pb] bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri
bagai galah di tengah arus [pb] (1) menggigil keras; (2) selalu berkeluh kesah (gelisah dsb)
bagai kambing harga dua kupang [pb] (1) berkelakuan yg kurang senonoh; (2) kekanak-kanakan
bagai kena buah malaka [pb] sangat terperanjat seolah-olah kena peluru krn penghinaan yg tidak disangka-sangka
bagaimana ba.gai.ma.na [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan (lazimnya diikuti kata cara): -- caranya membeli buku dr luar negeri?; (2) kata tanya untuk menanyakan akibat suatu tindakan: -- kalau dia lari nanti?; (3) kata tanya untuk meminta pendapat dr kawan bicara (diikuti kata kalau): -- kalau kita pergi ke Puncak?; (4) kata tanya untuk menanyakan penilaian atas suatu gagasan: -- pendapatmu?
bagak ba.gak [a] (1) besar hati; bangga; (2) Mk berani
bagal ba.gal [ark a] (1) terlampau besar (kuat); (2) kasar [ark n] tangkai mayang (nyiur) [n] peranakan keledai (turunan kuda jantan dng keledai betina) [n] tongkol jagung [n Tan] bibit tebu yg diperoleh lewat setek
bagas ba.gas [a] (1) tetap kuat (tt badan); (2) kuat dan kencang (tt angin) [n] sisa batang tebu setelah diperas sarinya
bagasi ba.ga.si [n] (1) barang muatan (kereta api dsb); (2) gerbong kereta api tempat memuat barang; (3) para-para besi tempat menaruh barang (di sepeda dsb); (4) tempat khusus untuk barang (di mobil)
bagi ba.gi [p] (1) kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk: disediakan hadiah -- pemenang pertama, kedua, dan ketiga; (2) kata depan untuk menyatakan perihal; akan (hal); tentang (hal); menurut (pendapat): -- saya, hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi [n] (1) pecahan dr sesuatu yg utuh; penggal; pecah; (2) Mat suatu operasi aljabar yg biasa dinyatakan dng simbol titik dua (:) atau garis bagi (-) atau garis miring (/) (a:b atau -- atau a/b) msl a:b = c (a dibagi b sama dng c), berarti a = c x b
bagian ba.gi.an [n] (1) hasil membagi: ruangan ini dibagi menjadi dua -; (2)perolehan atau penerimaan (dr barang yg diberi); yg diperuntukkan: siapa yg belum mendapat -; kita semua mendapat -- yg sama; (3) jatah: tiap jiwa mendapat -- beras 10 kg; (4) penggal (buku, cerita, dsb); jilid: -- kedua buku ini akan segera terbit; (5) sepenggal dr sesuatu yg utuh: -- atas dan -- bawah gedung itu sama; (6) sesuatu (benda, alat, dsb) yg menjadi pelengkap: otak termasuk -- tubuh manusia yg penting; (7) cabang dr suatu pekerjaan (jawatan dsb): ia menjabat sbg kepala -- tata usaha; (8) nasib (untung, malang); peruntungan: telah menjadi -ku hidup melarat begini; (9) pecahan dr kesatuan (spt dr dewan, panitia) yg bertugas mengurus sesuatu; seksi: -- konsumsi; -- penerima tamu
bagur ba.gur [a] (1) lekas menjadi besar (gemuk) dan tinggi (tt manusia, binatang); (2)besar dan tinggi yg luar biasa
bah [n] air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir [p] (1) kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; (2) Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !
bah betina banjir yg datang berikutnya
bahadur ba.ha.dur [kl n] (1) pahlawan; satria; (2) a gagah berani
bahan ba.han [n] pecahan kayu (yg terbuang ketika menarah); tatal kayu [n] (1) barang yg akan dibuat menjadi satu benda tertentu; bakal; (2) (segala) sesuatu yg dapat dipakai atau diperlukan untuk tujuan tertentu, spt untuk pedoman atau pegangan, untuk mengajar, memberi ceramah; (3) sesuatu yg menjadi sebab (pangkal) atau sikap (perbuatan): -- tertawaan; -- pertikaian (perselisihan); (4) barang yg akan dipakai untuk bukti (keterangan, alasan, dsb): ia sedang mengumpulkan -- untuk menyusun tesisnya
bahan baku bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu
bahan berita berita yg masih mentah yg dapat diolah menjadi pemberitaan
bahan dasar bahan untuk diolah melalui proses produksi dan menjadi bagian produk; bahan baku; (2) Zool bahan tidak berbentuk dr jaringan ikat yg terdapat di antara sel yg berfungsi sbg semen
bahan jadi barang hasil pengolahan bahan mentah sampai berbentuk dan sesuai dng keperluan (siap pakai)
bahan mentah bahan yg belum diolah dan dapat digunakan dl proses produksi; bahan baku; bahan dasar
bahana ba.ha.na [n] (1) bunyi (suara) nyaring: kedengaran -- halilintar menggelegar; (2)kumandang; gema: terdengar -- suara azan di kejauhan; (3) bunyi (suara) riuh rendah: -- pesawat yg naik dan turun di lapangan terbang itu mengganggu ketenangan penduduk di sekitarnya [kl a] (1) luar biasa; amat elok (besar dsb): kenaikan Sultan Raja yg gana dipandang heran terlalu --; tiada -- kelihatan; (2) terang; nyata [kl p] sebab, karena: tubuhnya kurus kering -- dijangkiti penyakit
bahang ba.hang [n] (1) hawa panas yg terjadi krn nyala api atau dr panas tubuh; (2) Fis tenaga gerak (energi kinetik), gerak rambang total atom atau molekul penyusun suatu benda
bahar ba.har [kl n] (1) laut; (2) sungai (danau) besar [ark n] satuan ukuran panjang dr ujung kaki ke ujung tangan yg lurus ke atas
bahara ba.ha.ra [kl n] (1) muatan; (2) satuan ukuran berat yg ukurannya tidak tetap bergantung pd barang yg ditimbang: agar-agar se -- (= 12 pikul)
bahari ba.ha.ri [kl] (1) a dahulu kala; kuno: adat yg --; zaman --; (2) v bertuah: keris -- [kl a] indah; elok sekali: duduk menyembah Sitti -- [ark a] mengenai laut; bahari
bahasa ba.ha.sa [n] (1) Ling sistem lambang bunyi yg arbitrer, yg digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; (2) percakapan (perkataan) yg baik; tingkah laku yg baik; sopan santun: baik budi -- nya [Mk p] kata yg digunakan untuk menghubungkan bagian ujaran: dia menerangkan -- dia berasal dr keluarga baik-baik [a] sedikit: angin berembus sepoi-sepoi -- (perlahan-lahan dan silir-semilir); rambutnya kusut-kusut -- (agak kusut)
bahasa klasik [Ling] (1) dialek temporal bahasa yg dianggap mewakili puncak perkembangan kebudayaan pemakaiannya; (2) bahasa kuno yg mempunyai kesusastraan tinggi
bahasa komputer sistem perlambangan yg biasa digunakan untuk memproses data dl komputer
bahasa pengantar bahasa yg dipakai untuk berkomunikasi dl perundingan, pemberian pelajaran di sekolah, dsb
bahasan ba.has.an [n] (1) yg dibahas; (2) hasil membahas; (3) hal (cara) membahas
bahasawan ba.ha.sa.wan [n] (1) orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; (2) ahli bahasa
bahaya ba.ha.ya [n] yg (mungkin) mendatangkan kecelakaan (bencana, kesengsaraan, kerugian, dsb): menempuh jalan yg tidak ada -- nya
bahaya kelaparan yg mendatangkan kelaparan
bahaya maut yg dapat menyebabkan mati atau mendatangkan kematian
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
baiat bai.at [n] (1) pelantikan secara resmi; pengangkatan; pengukuhan; (2) Isl pengucapan sumpah setia kpd imam (pemimpin)
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
baja ba.ja [n] (1) logam yg keras; (2) ki sesuatu yg keras dan kuat (tt semangat, kemauan, dsb): bersemangat --; berhati -- [n] pupuk [n] bahan penghitam gigi (dibuat dr minyak dicampur dng arang tempurung kelapa)
bajak singkat pengolah tanah utama yg terdiri atas bagian pemotong, bagian penghancur, dan bagian pembalik; pengolah tanah utama yg (bersifat) membalikkan tanah secara sempurna
bajan ba.jan [n] (1) tempat spt kuali; (2) penggoreng; wajan;
bajau ba.jau [n] (1) Antr kelompok sosial yg hidup di perahu, berdiam di perairan laut atau selat sekitar pantai timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores; (2) rakyat , mem.ba.jau v memukul
baji ba.ji [n] (1) ruyung (kayu, besi) tajam untuk membelah kayu; (2) pasak untuk merapatkan atau menjejal sesuatu supaya renggang
bajik ba.jik [n] , ke.ba.jik.an n sesuatu yg mendatangkan kebaikan (keselamatan, keberuntungan, dsb); perbuatan baik: kita wajib berbuat -- kpd sesama manusia
bajul ba.jul [Jw n] (1) buaya; (2) ki penjahat; pencuri; pencopet
bak [p] kata depan untuk menyatakan perbandingan; bagaikan: kedua anak muda itu wajahnya mirip, -- pinang dibelah dua [n] (1) kotak besar (tempat sampah, dsb); (2) kolam tempat air di kamar mandi [n] tinta cina (hitam warnanya) [n] tiruan bunyi tamparan (pukulan dsb); debak
bak mandi di air kiambang [pb] sesuatu yg diperoleh itu sekalipun berguna juga, tetapi kemudian men datangkan yg lebih menyiksa
baka ba.ka [a] tidak berubah selama-lamanya; abadi; kekal [Mk n] (1) keluarga yg menurunkan; (2) asal keturunan
bakarat ba.ka.rat [ark n] (1) gadis atau dara; (2) alat kelamin gadis [n] permainan judi dng kartu besar
bakat ba.kat [n] (1) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi): -- hujan; (2) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir: ia memiliki -- melukis (menyanyi dsb); (3) bekas; kesan; tanda-tanda (luka dsb): -- banjir yg melanda kampung itu masih tampak jelas; -- pasang di pantai
bakir ba.kir [n] susu atau santan yg sudah basi [a] (1) kaya; berada; (2) pandai; kaya (tt pengetahuan)
bakteri bak.te.ri [n] (1) makhluk hidup terkecil bersel tunggal, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dng kecepatan luar biasa dng jalan membelah diri, ada yg berbahaya dan ada yg tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit; (2) cak benih penyakit: air mentah banyak mengandung -- , sebelum diminum harus dimasak dulu
bakteriofag bak.te.ri.o.fag [n Bio] (1) tipe virus yg memerlukan suatu bakteri untuk menggandakan diri; (2) virus yg biasa menyerang bakteri dan dapat menyebabkan hancurnya bakteri tsb
bakti bak.ti [n] (1) tunduk dan hormat; perbuatan yg menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): -- kpd Tuhan Yang Maha Esa; -- seorang anak kpd orang tuanya; (2) memperhambakan diri; setia: sbg tanda -- kpd nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaik-baiknya
baku ba.ku [n] (1) pokok; utama: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; (2) tolok ukur yg berlaku untuk kuantitas atau kualitas yg ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar [adv] saling [Jw n] anggota masyarakat desa yg merupakan penduduk inti yg mempunyai lahan pertanian, rumah, dan halamannya
bakut ba.kut [v] (1) memerkosa; (2) memalsukan
bal [n cak] bola [n] (1) satuan ukuran jumlah (bahan pakaian dsb): membeli kain putih dua --; (2) bandela; karung (tt beras dsb) [n Lay] bungkusan yg terbuat dr bahan lunak, tidak kaku, berbentuk kotak
bala bantuan regu atau pasukan yg didatangkan untuk membantu korban peperangan, bencana alam, atau ketika berjangkit epidemi
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
balabad ba.la.bad [ark n] (1) atas angin; (2) angin darat; angin pegunungan
balai ba.lai [n] (1) gedung; rumah (umum); kantor; (2) kl rumah (dl lingkungan istana) [Mk n] pekan
balai Harta Peninggalan lembaga yg mempunyai tugas mengawasi penyelesaian harta warisan yg ahli warisnya masih di bawah umur, baik pewaris maupun ahli waris, tunduk pd hukum perdata Barat
balans ba.lans [n] (1) neraca (timbangan); (2) keseimbangan; (3) Ek daftar perhitungan laba rugi, utang-piutang, dsb
balap ba.lap [n] (1) (lomba) adu kecepatan: -- mobil; (2) pacuan: -- kuda
balapan ba.lap.an [cak] (1) v berbalapan; (2) n lomba adu kecepatan (mobil dsb)
balar ba.lar [a] (1) putih krn bulai (tt kerbau); (2) keputih-putihan (tt mata): matanya --
balas ba.las [v] (1) jawaban; reaksi; (2) ganjaran; hukuman [n] (1) tolak bahara; pengimbang kapal; pemberat; (2) ki beban yg tidak berguna, tetapi sangat memberatkan
balas-membalas ba.las-mem.ba.las [v] (1) berjawab-jawaban; bersambutan; saling membalas; (2) Huk bersambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); timbal balik; (3) saling memberi (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas sakit hati dsb
balasan ba.las.an [n] (1) jawab (surat dsb); (2) sambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); (3) perbuatan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas kebaikan dsb; (4) perbuatan (hukuman dsb) untuk membalas sakit hati dsb
balkon bal.kon [n] (1) sebangsa langkan atau serambi atas; (2) teras lantai atas pd bangunan bertingkat; (3) tempat duduk yg ada di tingkat atas, baik di samping kiri dan kanan maupun belakang menghadap ke panggung dl gedung kesenian atau gedung bioskop
balok ba.lok [n] (1) batang kayu yg telah dirimbas, tetapi belum dijadikan papan dsb: tiang-tiang rumah itu dibuat dr --; (2) cak tanda pangkat ketentaraan yg dipasang di pundak: sbg kapten di bahunya terpasang tanda pangkat -- tiga; (3) barang yg menyerupai bentuk balok: es --; (4) Olr papan tumpuan (terutama untuk lompat jauh, lompat jangkit); (5) bagian samping (lambung) perahu yg terlebar [n] satuan ukuran berat candu 1.030 kg
balon ba.lon [n] (1) bola atau pundi-pundi besar dibuat dr karet (kertas, kain, dsb) yg diisi udara (gas yg ringan); (2) mainan anak-anak terbuat dr karet yg dikembangkan (dng ditiup atau diisi gas); (3) ki kabar (pernyataan dsb) yg disiarkan untuk mengajuk pikiran atau pendapat pihak lain [Jw n] pelacur
balong ba.long [n] (1) Sd kolam untuk membudidayakan ikan; (2) Jw tanah rendah (lekuk) yg tergenang air dan berlumpur
balot ba.lot [n Pol] (1) suara yg diberikan dl pemilihan; (2) kertas yg memuat nama calon untuk dipilih yg dibagi-bagikan kpd para pemilih agar mereka dapat menentukan pilihannya atau menambahkan nama yg belum dicantumkan
baluh ba.luh [n] (1) kayu rangka tempat duduk (di punggung gajah); (2) kayu rangka gendang (tabuh-tabuhan)
balur ba.lur [n] batu spt kaca; kristal gunung; hablur [n] (1) kulit yg tebal dan keras (di tengkuk kerbau dsb); (2) dendeng (daging atau ikan yg dikeringkan) [n] obat luar yg pemakaiannya dng cara mengoleskan (melumurkan) [Jw n] jalur merah-merah bekas kena cambuk, pukul, dsb
baluran ba.lur.an [n] (1) obat (minyak dsb) yg dibalurkan (dioleskan, dilumurkan); (2) hasil membalur
bambang bam.bang [a] (1) pipih dan (luas) lebar; (2) kelihatan luas membentang [ark v Huk] melarikan gadis (di Palembang)
bambu bam.bu [n] tumbuhan berumpun, berakar serabut yg batangnya bulat berongga, beruas, keras, dan tinggi (antara 10-20 m), digunakan sbg bahan bangunan rumah dan perabot rumah tangga; buluh; aur
bambu ater bambu yg tingginya mencapai 15 m, buluhnya berwarna hijau tua, digunakan untuk pipa air, dinding rumah, dan pagar, rebungnya bisa untuk bahan sayuran; Gigantochloa atter
bambu batu bambu yg berasal dr India dan Myanmar, tinggi buluhnya mencapai 10-15 m, bergaris tengah 5 cm, berwarna hijau dan berdinding tebal dibiakkan dng biji atau rimpangnya; Dendrocalamus strictus
bambu bungkok bambu yg berasal dr Sumatra dan Jawa, tingginya mencapai 10 m, bergaris tengah 8 cm, dan dibiakkan dng rimpangnya; Schizotachyum caudatum
bambu gombong bambu yg tingginya mencapai 20 m, bergaris tengah 10 cm, berwarna hijau, digunakan sbg bahan anyaman dan kerajinan tangan; Gigantochloa verticillata
bambu jepang bambu yg berasal dr Jepang, tumbuh merumpun, batang lurus mirip kawat, meruncing, berukuran tinggi mencapai 7,1 m, berdiameter 2-10 cm, berwarna hijau dan dipenuhi bintik-bintik kekuningan; Dracaerna godreffiana
bambu lengka bambu yg tingginya mencapai 12 m, bergaris tengah 2-5 cm, berwarna hijau tua, digunakan untuk pagar, dinding rumah atau dangau di sawah; Gigantochloa nigrociliata; -- lengka tali bambu yg tingginya mencapai 6 m, berwarna hijau tua bergaris tengah 3-5 cm, rebungnya dapat dimakan, Gigantochloa hasskarliana
bambu perling bambu yg tingginya mencapai 15 m, bergaris tengah 5 cm, berwarna hijau tua, rebungnya dapat dimakan; Schizostachyum zollingeri
bambu talang bambu yg tingginya mencapai 15 m, bergaris tengah antara 8-10 cm, banyak digunakan sbg bahan atap, dinding, dan lantai rumah adat Toraja; Schizostachyum brachycladium
bambu tamiang bambu yg tingginya mencapai 10 m dan garis tengahnya 2-4 cm, berwarna hijau tua, berasal dr Indonesia menyebar ke Semenanjung Malaysia, Kamboja, dan Vietnam, digunakan sbg bahan pembuat suling, joran, dan barang kerajinan tangan; Schizostachyum blumei
bambu toi bambu yg tingginya mencapai 10 m, bergaris tengah 6 cm, dinding buluhnya tipis, tumbuh liar di Filipina, Sulawesi, Maluku hingga Irian Jaya atau Papua Nugini; Schizostachyum lima
bambu tutul bambu yg tingginya mencapai 12 m, berwarna hijau ketika muda dan berwarna tutul kecokelat-cokelatan setelah tua; Bambusa vulgaris
bancak ban.cak, ban.cak.an [n] (1) selamatan; kenduri; (2) hidangan yg disediakan dl selamatan; (3) selamatan bagi anak-anak dl merayakan ulang tahun atau memperingati hari kelahiran disertai pembagian makanan atau kue-kue
bandar ban.dar [n] selokan aliran air (ke sawah dsb); selokan; parit: penduduk desa bergotong-royong memperbaiki -- air menjelang musim tanam [n] (1) tempat berlabuh (kapal, perahu, dsb); pelabuhan; (2) kota pelabuhan; kota perdagangan [n] (1) pemain yg menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dl permainan dadu, rolet, dsb); (2) orang yg menyelenggarakan perjudian; bandar judi; (3) orang yg mengendalikan suatu aksi (gerakan) dng sembunyi-sembunyi; (4) orang yg membiayai suatu gerakan yg kurang baik; (5) orang yg bermodal dl perdagangan dsb; tengkulak
banding ban.ding [n] (1) persamaan; tara; imbangan: kecantikan gadis itu tiada -- nya, tiada tolok -- nya; (2) Huk pertimbangan pemeriksaan ulang thd putusan pengadilan oleh pengadilan yg lebih tinggi atas permintaan terdakwa atau jaksa naik apel: apabila tidak puas dng putusan pengadilan negeri boleh minta -- kpd pengadilan tinggi
bandit ban.dit [n] (1) penjahat; pencuri; (2) tokoh penjahat dl cerita drama
bandongan ban.dong.an [n] pengajaran dl bentuk kelas (pd sekolah agama)
bandos ban.dos [Jk n] (1) makanan dibuat dr ubi kayu; (2) makanan (kue) yg dibuat dr tepung beras ketan yg dicampur dng gula dan kelapa parut
bandot ban.dot [n] (1) kambing jantan dewasa; (2) ki orang laki-laki yg sangat gila perempuan; orang laki-laki tua yg masih gemar kpd perempuan
bandulan ban.dul.an [n] (1) buaian; ayunan; (2) benda yg digantungkan sbg pemberat
bangai ba.ngai , ter.ba.ngai a (1) terbengkalai; tidak diselesaikan (tt pekerjaan); ditinggalkan atau tidak dirawat (rumah, halaman, dsb); (2) ki tidak ada yg meminang (tt gadis): anak gadis itu --
bangar ba.ngar [n] (1) bau busuk spt bau bangkai; (2) tidak tulen lagi (tt rasa air): air di perigi itu -- [n] riuh, gemuruh; bunyi ramai; ingar bingar
bangga bang.ga [a] besar hati; merasa gagah (krn mempunyai keunggulan): regu Indonesia boleh -- krn dapat mempertahankan piala Thomas [Jw a] (1) tidak mau menurut; mendaga; membangkang; (2) ki tidak mudah dikerjakan
bangkai bang.kai [n] (1) tubuh yg sudah mati (biasanya untuk binatang): -- anjing; (2) barang yg telah tua dan rusak: -- kapal; -- mobil lihat kembang
bangkang bang.kang [ark] ter.bang.kang a terbangai; terbengkalai , mem.bang.kang v (1) tidak mau menurut (perintah); mendurhaka; (2) menentang; menyanggah [ark a] terbuka atau berjarak lebar (tt tanduk, sepit kala, dsb) [n] gadis yg telah kehilangan keperawanannya
bangkeh bang.keh [Mk n] (1) belang putih pd dahi kuda; (2) bangkas; (3) warna putih pd kaki, paruh, kuku, dan bulu, di ujung bulu terdapat warna hitam (tt ayam); (4) ki penjahat yg telah terkenal
bangket bang.ket [n] (1) perjamuan resmi yg diadakan untuk menghormati tamu undangan; (2) kue, spt tarcis yg manis
bangkit bang.kit [v] (1) bangun (dr tidur, duduk) lalu berdiri: ia -- dr duduknya; ia -- berdiri sambil mempersilakan tamunya duduk; (2) bangun (hidup) kembali: -- dr kubur; (3) timbul atau terbit (tt marah): -- amarahnya mendengar ejekan itu; (4) kambuh (tt penyakit): penyakitnya yg lama --; (5) beterbangan ke udara (tt debu dsb): debu pun -- ke udara; (6) mulai memuai (tt adonan): krn banyak raginya, adonan itu cepat --
bangkitan bang.kit.an [n] (1) perkara lama dsb yg dibangkit-bangkit; (2) Mk hasil tanaman (spt ubi, kacang)
bangkrut bang.krut [v] (1) menderita kerugian besar hingga jatuh (tt perusahaan, toko, dsb); gulung tikar: perusahaan itu hampir -- krn selalu rugi; (2) cak habis harta bendanya; jatuh miskin: krn kesukaannya berjudi, akhirnya ia --
bangsa bang.sa [n] (1) kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri: -- India; -- Indonesia; -- Mesir; (2) golongan manusia, binatang, atau tumbuhan yg mempunyai asal-usul dan sifat khas yg sama; (3) macam; jenis: tersedia segala makanan -- kue-kue dan minuman; (4) kedudukan (keturunan) mulia (luhur): bahasa menunjukkan --; (5) ark jenis kelamin: lajur pertama diisi dng nama, yg kedua dng -- , yg ketiga umur; (6) Antr kumpulan manusia yg biasanya terikat krn kesatuan bahasa dan kebudayaan dl arti umum, dan menempati wilayah tertentu di muka bumi; (7) Bio klasifikasi dl biologi, sesudah kelas dan sebelum suku; ordo
bangsai bang.sai [a] (1) rapuh dan buruk; lapuk (tt kayu); busuk; (2) ki kurus kering (tt badan dsb); (3) tidak bernas (tt padi)
bangsal bang.sal [n] (1) rumah yg dibuat dr kayu (untuk gudang, kandang, dsb); (2) los (di pasar dsb); (3) rumah besar (untuk pertemuan, bersenam, bermain-main, pertunjukan, dsb); (4) bedeng; (5) barak; (6) Jw balai (di istana)
bangsat bang.sat [n] (1) kepinding; kutu busuk; (2) cak orang yg bertabiat jahat (terutama yg suka mencuri, mencopet, dsb): dasar anak -- , menjadi -- juga [Mk a] jembel; miskin
bangsi bang.si [n] (1) alat musik tiup sejenis suling bambu dng empat sampai tujuh lubang nada; (2) suling; seruling; (3) suling dr batang padi
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
bangun dunia ikhtiar untuk mengubah keadaan dunia masa lampau yg tidak sesuai dng cita-cita kehidupan manusia lahir maupun batin dng tujuan agar dapat mewariskan masa depan yg membahagiakan bagi generasi yg akan datang
banjar ban.jar [n] jajar; deret; leret; baris [Bl n] (1) bagian desa setingkat dng rukun warga atau dukuh yg dikepalai oleh seorang kelian; (2) balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
banjir ban.jir [v] berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tt kali dsb): krn hujan turun terus-menerus, sungai itu --; (2) n air yg banyak dan mengalir deras; air bah: pd musim hujan, daerah itu sering dilanda --; (3) n Geo peristiwa terbenamnya daratan (yg biasanya kering) krn volume air yg meningkat; (4) v ki datang (ada) banyak sekali: menjelang Lebaran di pasar -- petasan
banjir bandang banjir besar yg datang dng tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar (kayu dsb); air bah
bankir ban.kir [n] (1) orang yg mengusahakan bank; (2) orang yg memperdagangkan uang; (3) cak orang yg menjadi penyokong dl urusan keuangan; cukong
bantaian ban.tai.an [n] (1) landasan untuk menyembelih; (2) binatang untuk disembelih; binatang sembelihan: sapi -; kerbau -
bantalan ban.tal.an [n] (1) barang yg menyerupai bantal (spt balok ganjal rel kereta api, bantal kecil tempat jarum, peniti); (2) alat atau tempat yg digunakan untuk menumpu poros benda, berputar sedemikian rupa hingga perputaran poros itu berjalan lancar
banteng ban.teng [n] (1) lembu hutan (lembu yg masih liar); Bos sondaicus; (2) lembu; sapi
banter ban.ter [a cak] (1) sangat; keras (dl keadaan dsb): paling -- cuma dimarahi, paling keras hanya dimarahi; sangat-sangatnya hanya dimarahi; (2) tinggi (tt harga): paling -- hanya Rp5.000,00 harganya, paling mahal; semahal-mahalnya; (3) lekas; cepat: paling -- sekali setahun bisa bertemu; (4) lama; lambat (tt waktu): paling -- aku dapat menunggu sampai pukul 05.00, selambat-lambatnya; (5) banyak (tt jumlah): paling -- hanya dapat menampung 48 orang murid
bantingan ban.ting.an [n] (1) hasil membanting: -- nya terlalu kuat sehingga lawannya pingsan; (2) guncangan keras; (3) ki yg murah sekali (tt harga)
banyak ba.nyak [a] (1) besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; (2) num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; (3) adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
bapa ba.pa [n] (1) orang laki-laki yg dipandang sbg orang tua; (2) bapak; (3) Kat sebutan untuk Allah
bapak ba.pak [n] (1) orang tua laki-laki; ayah; (2) orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): -- kecil; -- tiri; (3) orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt guru, kepala kampung); (4) panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg memanggil; (5) orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional; (6) cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba kotor perusahaan
bapet ba.pet [Jk a] (1) tidak mempunyai uang; (2) tidak berharga; buruk
bar [n] tempat minum-minum (biasanya minuman keras, spt anggur, bir, wiski) [n] (1) satuan ukuran tekanan udara 106 dyne per cm2 = 0,987 atmosfer = 14,5 pon per inci; (2) Fis satuan tekanan yg besarnya sama dng 105 Pascal (Pa) atau 105 Newton (N) per meter persegi atau kira-kira 0,987 atmosfer
baraat ba.ra.at [Ar n] (1) langkah; (2) pengawal
barak ba.rak [n] (1) sebuah atau sekumpulan gedung tempat tinggal tentara; asrama (tentara) polisi; (2) bangsal khusus tempat merawat orang sakit (menular); (3) bangunan yg bersifat sementara bagi pekerja
barang ba.rang [n] (1) benda umum (segala sesuatu yg berwujud atau berjasad): -- cair; -- keras; (2) semua perkakas rumah, perhiasan, dsb: -- nya untuk membayar utang; (3) bagasi; muatan (kereta api dsb); (4) muatan selain manusia atau ternak: truk yg mengangkut -- terguling di tikungan itu [adv] (1) sedikit banyak; sekadar; kira-kira: beri aku nasi -- sesuap; (2) kl mudah-mudahan: -- disampaikan Allah kiranya surat ini kpd anakku; (3) kata yg digunakan untuk menambah ketidakpastian
barang gelap barang yg datangnya secara tidak sah (spt barang curian, selundupan)
barang kena pajak barang hasil pengolahan yg menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, semuanya dikenakan pajak pertambahan nilai
barang tahan lama barang industri ataupun konsumsi dng masa penggunaan lebih lama (biasanya lebih dr tiga tahun) yg tidak habis terpakai serta tidak mengalami pengolahan lebih lanjut oleh pembelinya
barangkali ba.rang.ka.li [adv] mungkin; boleh jadi; kalau-kalau: dia tidak datang pd hari ini, -- besok; -- ayahmu berangkat hari ini; tanyakanlah -- ia mengerti
barat ba.rat [n] (1) nama mata angin yg arahnya berlawanan dng timur; arah tempat matahari terbenam: matahari terbenam di sebelah --; (2) (huruf pertama kapital) orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika: bangsa --; kebudayaan --
barbarisme bar.ba.ris.me [n] (1) paham, sifat, atau perbuatan yg tidak sesuai dng tata aturan peradaban; (2) Ling penyimpangan dl ucapan, tata bahasa, atau perbendaharaan kata dr ragam standar
barbel bar.bel [n Olr] batang besi yg pd kedua ujungnya dibubuhi piringan besi dng berat tertentu yg dapat dilepas, digunakan dl olahraga angkat besi; halter
barbital bar.bi.tal [n Kim] serbuk atau hablur putih yg rasanya pahit, tanpa bau, stabil dl udara; C8H12N203
barbur bar.bur [v] (1) bercempung-cempung dl air; (2) suka menghambur-hamburkan uang; boros: orang --
barel ba.rel [n] satuan ukuran isi 158,97 liter atau 42 galon
barid ba.rid [n] (1) utusan (yg mengantarkan surat dsb); (2) pos
barion ba.ri.on [n] (1) Kim nama kelompok partikel elementer jenis nukleon dan hiperon; (2) Fis zarah elementer yg berat dan dapat ditransformasi menjadi sebuah nukleon, beberapa meson dan zarah-zarah yg ringan
baris ba.ris [n] (1) deret; leret; banjar; jajar: tiap petak ditanami sepuluh -- pohon ketela; (2) cak berbaris: anak-anak sedang belajar --; (3) garis lurus; coret; setrip: terangkanlah kata-kata yg diberi -- di bawahnya; (4) barisan; pasukan: -- Baret Merah; (5) deretan huruf pd tulisan atau cetakan: kalimat itu tertulis pd halaman 15 -- kelima dr atas; (6) tanda bunyi dl tulisan Arab (fatah, kasrah, damah) [n] tarian yg dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan kegagahan (kepahlawanan dsb), banyak jenisnya (dr Bali)
baris tanggal [Kom] (1) tempat asal berita dan tanggal kejadian yg terletak pd bagian atas berita; (2) tanggal penerbitan surat kabar
barisan ba.ris.an [n] (1) deretan; banjaran; jajaran; (2) Mil kesatuan pasukan (prajurit); kesatuan tentara yg telah disiapkan (untuk bertempur dsb)
barisfer ba.ris.fer [n Geo] (1) seluruh inti bumi di bawah kulit bumi; (2) lapisan bumi yg terdapat di antara inti dan kulitnya; mantel bumi
barium ba.ri.um [n Kim] logam putih dan lunak; unsur dng nomor atom 56, lambang Ba, dan bobot atom 137,34
barkometer bar.ko.me.ter [n ] alat yg digunakan untuk mengukur kepekatan atau kekuatan cairan dl pengolahan kulit
barok ba.rok [n Sas] (1) ciri-ciri tertentu yg dimiliki oleh tokoh drama tragedi (spt sikap agung, tidak langsung); (2) Ars gaya dl seni bangunan dan hiasan, gaya agung dihias penuh (dr Italia abad ke-16)
barometer ba.ro.me.ter [n] (1) alat untuk mengukur tekanan udara, dipakai untuk meramalkan keadaan cuaca dan mengetahui ketinggian suatu tempat dr permukaan laut; (2) ki tolok ukur; ukuran (baik buruk dsb): keamanan di Jakarta merupakan -- keamanan di Indonesia
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
baruh ba.ruh [n] (1) tanah yg lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dsb: orang --; (2) bawah: orang --; (3) sawah: padi --
barung-barung ba.rung-ba.rung [n] (1) teratak; gubuk; pondok; (2) rumah kecil (untuk berkedai); warung
barut ba.rut [n] (1) kain pembalut luka; (2) kain pembebat bayi yg baru; lahir; bedung [v] oles; lumas [n] gores(an)
bas [n cak] (1) kepala pekerja (mandor); (2) pemborong pekerjaan: mereka mencari seorang -- yg biasa memborong pekerjaan memasang ubin; (3) kepala; pembesar: ia meminta izin kpd -- nya [n] (1) nada yg besar dan rendah (tt musik dan lagu); (2) alat musik yg mempunyai nada terendah
basa-basi ba.sa-ba.si [n] (1) adat sopan santun; tata krama pergaulan: tidak tahu di --; hal itu dilakukan hanyalah sbg -- dl pergaulan ini; (2) ungkapan yg digunakan hanya untuk sopan santun dan tidak untuk menyampaikan informasi, msl kalimat "apa kabar?" yg diucapkan apabila kita bertemu dng kawan; (3) perihal menggunakan ungkapan semacam itu
basahan ba.sah.an [n] (1) penutup badan yg dipakai ketika mandi: kain -; (2) yg dipakai sehari-hari: gelang -
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
basir ba.sir [a Isl] (1) terang dan tajam pengamatannya (tt Allah): Albasir, Yang Mahatahu; (2) ark jelas terlihat; terang: cahaya pelita itu kurang --
basket bas.ket [n Olr] (1) permainan bola yg dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang, yg berusaha mengumpulkan angka dng memasukkan bola ke dl basket; (2) lingkaran berjaring yg dipasang pd ketinggian tiga meter pd papan sbg tempat memasukkan bola pd permainan bola basket
basmi bas.mi [v] , mem.bas.mi v (1) membakar sampai habis: ia sedang -- rumput ilalang yg kering; (2) memberantas; memusnahkan: petugas negara berhasil -- penjahat; peraturan itu dibuat untuk -- penyelundupan
bastar bas.tar [n] (1) keturunan dua makhluk yg sebangsa (sejenis), tetapi mempunyai faktor keturunan yg berbeda; keturunan yg berdarah campuran (msl pd manusia, binatang); (2) Bio hibrida
bata ba.ta [n] (1) benda yg berbentuk persegi panjang spt kotak atau peti kecil: -- garam; (2) tanah liat yg diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar (dipakai untuk membuat dinding dsb); batu bata [n] pernikahan laki-laki kakak beradik dng wanita kakak beradik pd saat yg bersamaan
bata-bata ba.ta-ba.ta [a] , ter.ba.ta-ba.ta a (1) ragu-ragu; bimbang; kebingungan; (2) tergagap-gagap; tidak lancar berbicara: krn takut, ia berkata -
batal ba.tal [a] (1) tidak berlaku; tidak sah: perjanjian itu dinyatakan --; (2) tidak jadi dilangsungkan; ditunda; urung: rapat kemarin terpaksa -- krn yg hadir kurang dr dua pertiga jumlah anggota; (3) tidak berhasil; gagal: sudah berkali-kali dia menempuh ujian, tetapi selalu --
batalion ba.ta.li.on [n] kesatuan tentara yg merupakan bagian dr resimen (300-1.000 orang)
batang ba.tang [n] (1) bagian tumbuhan yg berada di atas tanah, tempat tumbuhnya cabang dan ranting (pd tumbuhan berkeping satu tempat melekatnya pelepah daun); (2) benda yg bentuknya panjang-panjang atau bulat panjang: -- emas; -- besi; (3) tangkai (bunga, cendawan, dayung, dsb): -- cendawan; (4) bagian tubuh yg berbentuk bulat panjang: -- leher; -- lengan; (5) kata penggolong bilangan bagi benda yg bentuknya panjang-panjang: pensil dua --; (6) kata penggolong untuk sungai: di tempat itu mengalir se -- sungai; (7) rangka sepeda kecuali roda: sepeda ini -- nya baik sekali; (8) sungai: -- Antokan [ark n] bangkai; mayat: ia telah menjadi --
batang tubuh tubuh tidak dng anggotanya; (2) diri; pribadi; (3) bagian isi yg utama (pokok): -- tubuh UUD 1945; nama -- tubuh, nama sebenarnya (bukan timang-timangan atau gelar)
batara ba.ta.ra [kl n] (1) dewa; (2) sebutan untuk dewa atau raja
batari ba.ta.ri [kl n] (1) dewi; (2) sebutan untuk dewi
batas ba.tas [n] (1) garis (sisi) yg menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dsb); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dsb); sempadan: mana -- kebun ini?; sungai ini menjadi -- Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah; (2) ketentuan yg tidak boleh dilampaui: pembentukan kabinet diberi -- waktu seminggu; tindakan itu dianggap orang telah melampaui -- kekuasaannya; (3) perhinggaan: air sungai itu tidak dalam, hanya sampai -- lutut
batas penanggalan internasional [Geo] garis batas yg letaknya kira-kira bertepatan dng meridian 180o dr utara ke selatan melalui Samudra Pasifik
batasan ba.tas.an [n] (1) batas; sempadan; perhinggaan; (2) penjelasan (ketentuan) arti; definisi
baterai ba.te.rai [n] (1) alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; (2) lampu senter [n Mil] kesatuan yg terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yg melayaninya [n] sistem kandang ayam yg setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur
batik ba.tik [n] kain bergambar yg pembuatannya secara khusus dng menuliskan atau menerakan malam pd kain itu, kemudian pengolahannya diproses dng cara tertentu; kain batik
batil ba.til [n] (1) pencedok air, dibuat dr tempurung; (2) wadah (bekas) yg dibuat dr tempurung (tembaga, kuningan, dsb yg bentuknya spt tempurung), ada yg bertutup ada yg tidak [ark a] (1) batal; sia-sia; (2) tidak benar [kl ? ] batel
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batok ba.tok [Jw n] (1) tempurung; (2) sukatan beras dsb; liter(an)
batu ba.tu [n] (1) benda keras dan padat yg berasal dr bumi atau planet lain, tetapi bukan logam; (2) akik (untuk mata cincin dsb); (3) intan buatan (untuk melicinkan poros-poros pd arloji): ia membeli jam tangan yg tujuh belas --; (4) baja kecil sbg pencetus api (pd geretan dsb): geretan ini telah habis -- nya; (5) baterai (pd lampu senter dsb): lampu senter dua --; (6) buah (dl permainan catur dsb): kami tidak dapat bermain catur krn beberapa -- catur hilang; (7) kata penggolong bagi gigi: gigi dua --; (8) tonggak (pal, mil): jauh dr sini ke kota itu dua --; (9) ki keras spt batu: berhati --
batu alam batu yg terdapat di alam (bukan buatan tangan manusia) yg dipakai sbg bahan bangunan (hanya memerlukan sedikit pengolahan)
batu sandungan sesuatu yg menjadi rintangan; sesuatu yg mendatangkan kesukaran dsb
batung ba.tung [n] (1) siput kecil; (2) ikat pinggang yg bertatahkan kulit siput
baud ba.ud [n Kom] satuan kecepatan penyaluran data atau informasi melalui saluran telekomunikasi
baut ba.ut [n] (1) besi batangan yg berulir (untuk menyambung atau mengikat dua benda), biasanya dipasangkan dng mur; (2) cak tukang pukul (jagoan yg dipiara tauke untuk mengawasi pekerja)
bawahan ba.wah.an [n] (1) sesuatu yg berada di bawah; (2) orang yg di bawah perintah; (3) (orang, pegawai) rendahan
bawat ba.wat [n] payung kebesaran (bertangkai panjang dan warnanya sesuai dng pangkat pembesar yg memakainya) [a] (1) tergantung ke bawah (spt tali-temali di perahu, pakaian di sampaian, rumbai-rumbai pd pakaian, sulur pd beringin); (2) ki hampir tidak dapat dibuka lagi krn sangat mengantuk (tt mata)
bayak ba.yak [a] (1) terlampau besar atau gemuk, tetapi kurang tinggi; (2) besar atau gendut (tt perut) [a] cerai-berai tidak beraturan; terserak
bayaran ba.yar.an [n] (1) uang yg dibayarkan; biaya; ongkos: orang dapat juga berobat dng -- murah; (2) orang yg dibayar: dia adalah pemain -; (3) upah; gaji: ia mendapat -- sebesar Rp250.000,00 sebulan
bayang ba.yang [n] , ba.yang-ba.yang n (1) ruang yg tidak kena sinar krn terlindung benda: muka adikku tidak nyata kelihatan krn ia berdiri pd -- pintu; (2) wujud hitam yg tampak di balik benda yg kena sinar; (3) gambar pd cermin, air, dsb: ia tersenyum kpd -nya pd cermin, sambil mengatur rambutnya; (4) rupa (wujud) yg kurang jelas dl gelap: dl gelap itu -- hitam melintas di hadapan mereka; (5) ki gambar dl pikiran; angan-angan; khayal: sudah ada -- dl ingatanku; (6) tanda-tanda akan terjadi sesuatu: rakyat kelihatan tenang-tenang saja, tidak ada -- akan pecah perang; (7) sesuatu yg seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada: kamu tidak usah takut krn yg kamu lihat itu hanyalah -- belaka, bukan benda yg sebenarnya; (8) sesuatu yg sudah siap bekerja bilamana diperlukan: pemerintah -; anggota -
bayung ba.yung [n] (1) pisau pengukir; pisau wali; (2) parang; golok [Jk n] daun kacang panjang (biasa disayur) [n] orang-orangan di sawah
bayur ba.yur [n] pohon kayu yg tingginya mencapai 50 m dan berdiameter 1 m, daun bersirip tunggal, berbentuk bulat telur, dan berwarna cokelat merah karat pd permukaan bawah, bunganya berbentuk malai berwarna merah karat dan berbulu, buahnya spt tabung melancip pd ujungnya dan bersudut lima; Pterospermum
bazoka ba.zo.ka [n] meriam sandang berbentuk tabung, panjang sekitar 1 m, untuk menembak tank, mobil lapis baja, dsb
bea [n] (1) pajak; cukai; (2) biaya; ongkos
beban be.ban [n] (1) barang (yg berat) yg dibawa (dipikul, dijunjung, dsb); muatan (yg ditaruhkan di punggung kuda, keledai, dsb): mana boleh kuda ini diberi -- yg seberat itu; (2) ki sesuatu yg berat (sukar) yg harus dilakukan (ditanggung); kewajiban; tanggungan; tanggung jawab: urusan ini menjadi -- kita [n] jarak terdekat antara lubang tembak dan bidang bebas pd suatu kegiatan peledakan
beber be.ber [v] , mem.be.ber v (1) membuka (layar, gulungan, payung, dll): ia berusaha -- layar; (2) membeberkan
beberan be.ber.an [n] (1) sesuatu yg dibentangkan; (2) uraian
bebotoh be.bo.toh [n] (1) bajingan; penjahat; (2) penjudi
bebuyutan be.bu.yut.an [a ki] turun-temurun (tt permusuhan) [v] (1) turun-temurun sampai ke anak cucu; (2) ki lama sekali
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
beda be.da [n] (1) sesuatu yg menjadikan berlainan (tidak sama) antara benda yg satu dan benda yg lain; ketidaksamaan: kelakuan anak itu tidak ada -- nya dng kelakuan ayahnya; (2) selisih; pautan: barang impor dan barang buatan dl negeri -- harganya tidak seberapa
bedaya be.da.ya [n] (1) penari wanita istana; serimpi: waktu itu ia bertugas menjadi --; (2) tari bedaya
bedeng be.deng [n] rumah darurat (sementara) bagi para pekerja [n] (1) tanah gembur yg ditinggikan sbg pematang di sawah (kadang-kadang ditanami sayuran); (2) Tan bidang tanah yg digunakan untuk perkecambahan biji di persemaian; (3) tanggul
bedolan be.dol.an [n] (1) hasil membedol; (2) cak panggilan kpd penghulu (naib) untuk menikahkan calon pengantin di rumah (di luar kantor): jika ingin menikahkan di rumah, ia akan dikenakan tarif -
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
bedung be.dung [n] (1) kain pembarut bayi; (2) kain pembarut dada bayi (anak kecil); oto
begap be.gap [a] (1)gemuk dan tegap (tt tubuh); (2) besar dan kokoh (tt kaki meja dsb)
begar be.gar [a] (1) tetap keras tidak dapat menjadi empuk (walaupun direbus atau diperam); (2) ki tidak dapat berubah lagi (tt tabiat, kelakuan buruk); (3) kasar (tt buatan suatu benda)
begawan be.ga.wan [n] (1) gelar pendeta atau pertapa; (2) orang yg berbahagia (mulia, suci); -- ekonomi julukan bagi orang yg sangat ahli dl bidang ekonomi: sinyalemen -- ekonomi tt kebocoran 30% dana pembangunan terus menggelinding spt bola salju
begituan be.gi.tu.an [pron cak] (1) asal saja; begitu saja: harap dikerjakan dng rapi jangan -- saja; (2) seperti itu: saya tidak suka sama sekali barang-barang -
bejat be.jat [Jw a] (1) rusak (anyaman, sol sepatu, dsb): tikar itu -- krn dimakan tikus; (2) ki rusak (tt akhlak, budi pekerti); buruk (kelakuan)
bekal be.kal [n] (1) sesuatu yg disediakan (spt makanan, uang) untuk digunakan dl perjalanan: mereka membawa -- dl perjalanan; (2) ki sesuatu yg dapat digunakan kelak apabila perlu: ilmu pengetahuan adalah -- untuk hari tua; (3) cak modal: -- saya dl menempuh hidup hanyalah keberanian dan kejujuran
bekam be.kam [v] mem.be.kam v (1) mengeluarkan (memantik) darah dr badan orang (dng menelungkupkan mangkuk yg diisi api pd kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dng benda tajam supaya darahnya keluar); (2) Jk mencengkam; mencengkeram [v] , mem.be.kam v memendam (menyembunyikan) perasaan dsb: wanita pandai -- perasaannya [n] bekas pijitan (tindihan) pd kulit
bekas be.kas [n] (1) tanda yg tertinggal atau tersisa (sesudah dipegang, diinjak, dilalui, dsb); kesan: ada -- ban mobil di halaman; pd tembok ini tampak -- tapak kaki; (2) sesuatu yg tertinggal sbg sisa (yg telah rusak, terbakar, tidak dipakai lagi, dsb): runtuhan -- gedung-gedung besar; tidak ada -- nya lagi; (3) pernah menjabat atau menjadi ..., tetapi sekarang tidak lagi; mantan: dia adalah -- guru saya; dia -- lurah; (4) sudah pernah dipakai: barang --; usahanya adalah menjual dan membeli mobil -- [n] tempat menaruh sesuatu; wadah: -- tinta; -- sirih
bekas tangan [ark] (1) tanda tangan; (2) tulisan tangan; (3) pukulan; (4) barang buatannya sendiri
bekel be.kel [ark n] (1) pamong desa pd zaman dahulu (setingkat di bawah lurah); (2) pengurus sawah milik bangsawan pd masa raja-raja masih memerintah Pulau Jawa
bekerja be.ker.ja [v] (1) melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu: ia ~ di perkebunan; (2) mengadakan perayaan nikah dsb: ketika ~ mengawinkan anaknya, aku tidak diundangnya; ~ bakti melakukan suatu pekerjaan, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dng suka rela untuk kepentingan umum: sebulan sekali warga desa diharuskan ~ bakti; ~ sama melakukan (melaksanakan) suatu kegiatan atau usaha (perniagaan dsb) yg ditangani oleh dua orang (pihak) atau lebih: orang tua dan guru harus ~ sama mencegah perkelahian antarpelajar
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
bekuk be.kuk [v] , mem.be.kuk v (1) membengkokkan atau melipat benda yg keras: -- tongkat besi; (2) ki menangkap (pencuri); mengalahkan (musuh): polisi berhasil -- batang leher pencuri mobil itu; (3) cak menipu; mengakali
bel [n] (1) alat yg terbuat dr logam berongga, berbentuk setengah bulatan (atau kerucut) yg dapat bergetar dan menghasilkan bunyi dering kalau dipukul atau terpukul oleh pemukul (bandul) yg ada di dalamnya; lonceng: di puncak menara gereja itu ada -- nya; (2) alat yg dapat mengeluarkan bunyi dering krn bagiannya dapat digerakkan oleh listrik atau udara; (3) bunyi yg dihasilkan oleh alat tsb, digunakan sbg tanda: terdengar -- sbg tanda masuk kerja; -- masuk; -- istirahat [n Fis] satuan perbandingan daya dl skala logaritma berbasis sepuluh, biasa digunakan pd suara
bela be.la [ark v] mem.be.la v (1) menjaga baik-baik; memelihara; merawat: dia -- ibunya yg sakit dng sabar; ibulah yg paling berjasa -- kita sejak kecil; (2) melepaskan dr bahaya; menolong: untunglah ia masih dapat -- jiwa perempuan yg malang itu
belah ketupat [Mat] bangun datar, bersegi empat, sisinya berhadapan sejajar dan sama panjangnya; jajaran genjang (tt bentuk)
belahan be.lah.an [n] (1) celah panjang: menurut -- membujur panjang; (2) bagian hasil membelah; separuh; setengah: -- pepaya itu disimpannya di dl lemari es; -- bumi sebelah utara; (3) Mk sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan): baik -- yg dekat maupun yg jauh semuanya diperlakukan sama; (4) perihal mengerjakan sawah atau tanah orang lain yg hasilnya dibagi dua: orang yg tidak punya sawah kebanyakan mengambil -- saja
belajar bel.a.jar [v] (1) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca; (2)berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu sedang ~ karate; (3) berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman
belak be.lak [n] (1) belang putih pd kulit (krn suatu penyakit); (2) telau (belang) berwarna hitam pd kayu (krn bentuk urat kayu): jati kembang adalah jati yg -- nya jelas kelihatan
belaka be.la.ka [adv] (1) semuanya (tiada kecualinya): penghuni rumah itu perempuan --; (2) seluruhnya; sama sekali (tidak bercampur dng yg lain); semata-mata: perkataannya bohong --
belakang hari masa yg akan datang; kemudian hari; kelak
belam be.lam [v] , mem.be.lam v memasukkan secara paksa; menjejalkan [n] , -- api puntung api yg tidak dipadamkan (untuk persediaan api) [a] , ter.be.lam v (1) menjadi kabur (tidak nyata, suram); (2) menjadi hilang dr pandangan [n] palang atau kancing pintu (pagar dsb)
belan be.lan [n] (1) rintangan; halangan; (2) gerendel
Belanda Be.lan.da [n] (1) negara kerajaan (negeri) di Eropa Barat yg berbatasan dng Belgia dan Jerman Barat; Nederland; (2) orang atau bangsa yg mendiami Nederland; (3) nama bahasa dan bangsa Belanda
belanda depok keturunan hamba sahaya Cornelis Chastelim (tuan tanah di Depok, abad ke-17/18) yg telah dimerdekakan, kemudian menganut agama Kristen
belang be.lang [n] (1) telau-telau pd dasar warna yg lain (tt kulit dsb); warna yg lebih dr semacam: kulitnya penuh -- bekas sakit; (2) berwarna loreng-loreng: harimau --; kuda --; ular --; (3) ki sifat-sifat (kelakuan) buruk; kejelekan; noda; cacat: sekarang barulah ketahuan -- nya
belangkas be.lang.kas [n] (1) ketam (betina) yg besar berkulit keras (menyerupai kulit penyu) pipih dan bundar, tepinya berduri (bergerigi), berekor panjang bergerigi spt sangkur yg dapat digerak-gerakkan (biasanya didapati berpasang-pasangan, di Jawa lazim disebut mimi); Limulus moluccanus; (2) sangkur yg bentuknya spt ekor belangkas [n] sejenis golok
belanja be.lan.ja [n] (1) uang yg dikeluarkan untuk suatu keperluan; ongkos; biaya: -- resepsi perkawinan itu ditanggung calon suaminya; (2) uang yg dipakai untuk keperluan sehari-hari (rutin): keuntungan penjualan di warungnya cukup untuk -- (sehari-hari); (3) upah; gaji: -- pembantunya Rp100.000,00 sebulan
belantik be.lan.tik [n] alat untuk menangkap binatang, terbuat dr tali yg dihubungkan dng alat pembidas, apabila tali tersentuh, dapat membidaskan tombak atau menjerat binatang sasarannya [Jw n] (1) orang yg menjadi perantara pd jual beli ternak (spt sapi, kerbau); (2) cengkau; pialang; makelar lihat bintang
belas be.las [n] perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita: muncul rasa -- nya melihat pengemis tua itu [n] satuan bilangan dr 11-19
belasan be.las.an [num] bilangan antara 11 dan 19: tidak banyak yg hadir, hanya -- orang; remaja -- tahun, remaja yg berumur antara 11 dan 19 tahun
belasut be.la.sut [v] mem.be.la.sut v (1) berbunyi spt mendengus (tt kucing, lembu, kerbau, dsb); (2) melawan atau menjawab dng suara keras
belat be.lat [n] (1) bilah bambu yg dijalin dng ijuk atau rotan, dipakai untuk mengurung ikan di laut atau di sungai; (2) kerai; bidai [n] papan kecil untuk membalut tulang yg patah dsb
belatik be.la.tik [ark n] (1) burung gelatik; (2) burung belatuk
belau be.lau [n] (1) tepung berwarna biru sbg bahan pencampur air pembilas cucian agar warna pakaian menjadi kebiru-biruan, biasanya untuk pakaian berwarna putih; (2) cak warna biru [n] ikan laut; selangat belau; Dorosoma nasus [Mk] ber.be.lau-be.lau.an v mengaburkan mata (tt warna dsb); membuat pemandangan berkunang-kunang
belebas be.le.bas [n] (1) bilah yg dipasang melintang pd dinding tempat memakukan dinding papan atau buluh sbg penguat dinding; (2) perkakas tenun berupa kayu pipih panjang untuk merapatkan (memadatkan) benang tenunan; (3) kayu untuk menahan pukulan (tekanan); (4) penggaris; mistar
belenggu be.leng.gu [n] (1) alat untuk mengikat kaki atau tangan; borgol: polisi memasang -- pd tangan pencuri yg baru ditangkap itu; (2) ki ikatan (sehingga tidak bebas lagi): negara kita sudah terlepas dr -- penjajahan
belengkok be.leng.kok [a] (1) tidak lurus; berlekuk; berkelok; (2) ki tidak jujur [a cak] bengkok; kelok; keluk
beli be.li [v] mem.be.li v (1) memperoleh sesuatu melalui penukaran (pembayaran) dng uang: Ibu pergi ke pasar untuk -- beras dan sayur; (2) memperoleh sesuatu dng pengorbanan (usaha dsb) yg berat; alah (kalah) -, menang memakai, pb biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama krn mutunya baik
belimbing be.lim.bing [a] bersanding-sanding menurut panjangnya (spt bentuk kayu penggaris) [n] (1) tumbuhan yg termasuk suku Oxalidaceae, tingginya mencapai 5-12 m, berdaun majemuk, buahnya ada yg manis (belimbing manis) dan ada yg dapat dibuat sayur (belimbing wuluh); (2) buah pohon belimbing
beling be.ling [n] (1) pecahan kaca (porselen dsb); (2) serbuk halus-halus dr pecahan kaca dsb; (3) barang pecah belah; tembikar; porselen lihat pecah [Lihat {mbeling}]
belinjo be.lin.jo [n] (1) pohon yg batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; Gnetum gnemon; (2) buah belinjo; (3) ki pelor (pistol, senapan)
belit be.lit [n] (1) lilit (spt lingkaran tali atau benang pd kumparan); (2) kelok-kelok (sungai, jalan, dsb)
belok be.lok [a] becek; berlumpur; (2) n tanah becek, tetapi agak keras sehingga melekat jika diinjak [a] besar dan lebar (tt mata) [n] (1) kerek besar; kapi; (2) pasung (kayu untuk membelenggu kaki) [v] berkelok; berlekuk; bengkok
belongkot be.long.kot, be.long.kot.an [a] masih belum diolah; sebagaimana adanya; utuh: kayu --
belongsong be.long.song [n] (1) sampul pembungkus (dr daun, kain, timah, dsb); kelongsong; (2) kain tenun, terdiri atas sebagian dr sutra dan sebagian lagi dr kapas, buatan Palembang
belot be.lot [v] mem.be.lot v (1) lari (dr pihaknya, golongannya, kaumnya, bangsanya) lalu, memihak kpd musuh: sekalipun kami disiksa, kami tidak akan mau -; (2) cak meninggalkan agamanya (keyakinannya); murtad
belu-belai be.lu-be.lai [ark a] (1) banyak mulut; cerewet; (2) kata-kata lembut dan manis
belubur be.lu.bur [n] (1) sumpit bulat panjang tempat beras (dianyam dr daun rumbia); (2) tempat menyimpan garam dan beras dl perahu; (3) lumbung padi, bagian bawah kecil, bagian atasnya besar dan lebar [n] dapur serupa lumbung tempat pembakaran arang (bata, periuk, sampah, dsb)
beludak be.lu.dak [Jw n] ular berbisa yg dapat menggembungkan lehernya (tengkuknya); ular sendok; ular tedung; Naiasptatrix [v] , mem.be.lu.dak v (1) mengalir atau meluap krn terlalu penuh: air dl bak itu sudah -; (2) ki banyak sekali; melebihi jumlah yg normal: tamatan siswa SMU tahun ini --
belukar be.lu.kar [n] (1) tumbuhan kayu-kayuan kecil dan rendah; (2) lahan yg ditumbuhi kayu-kayuan kecil dan rendah; hutan kecil
belulang be.lu.lang [n] (1) kulit (binatang) yg dikeringkan dng tidak disamak: kasut dr -- kerbau; (2) kulit yg menjadi tebal dan keras (pd kaki, tangan, dsb): -- pd telapak kaki; tinggal tulang -- , ki kurus sekali
beluluk be.lu.luk [n] (1) putik buah kelapa; mumbang; (2) buah enau
belungkang be.lung.kang [Jw n] (1) pangkal tangkai pelepah daun nyiur; (2) kelapa muda yg telah belah
beluwek be.lu.wek [a] (1) kabur warnanya krn sudah usang (tt pakaian dsb); sudah lusuh; (2) dekil, kotor, dan berdebu
bemo be.mo [n] (1) becak bermotor; (2) kendaraan penumpang umum bermotor, beroda tiga dng pengemudi di depan, antara pengemudi dan penumpang di belakang ada sekat, penumpang duduk menyamping berhadapan; (3) kendaraan bermotor angkutan penumpang umum dl kota, yg bukan bus, beroda empat
bena be.na [kl n] (1) ombak; (2) air pasang; banjir
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
benalu be.na.lu [n] (1) tumbuhan yg menumpang pd tanaman lain dan mengisap makanan dr tanaman yg ditumpanginya; pasilan; (2) ki orang yg menumpang hidup pd orang lain
benam be.nam , ber.be.nam v (1) berendam: krn hari panas, kerbau itu -- diri dl lumpur; (2) berkurung (dl rumah dsb krn tidak ingin menampakkan diri): krn malu kpd tetangganya, dia -- saja dl rumahnya
benang makao benang emas yg berpilin atau yg tidak; -- merah ki sesuatu yg menghubungkan beberapa hal (faktor) sehingga menjadi satu kesatuan: kalau disimak, perjalanan para alumni sekolah kejuruan ini mempunyai satu -- merah, yaitu semua dapat berdiri tegak mendapat tempat terhormat di masyarakat
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
bencana ben.ca.na [n] (1) sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan -- bagi negara dan bangsa; dl -- , dl bahaya; dl kecelakaan; (2) ark gangguan; godaan: mereka mengadakan selamatan untuk menolak -- roh jahat
benda ben.da [n] (1) segala yg ada dl alam yg berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (msl air, minyak); (2) barang yg berharga (sbg kekayaan); harta; (3) barang: rumah itu terbakar bersama -- yg ada di dalamnya
bendahara ben.da.ha.ra [n] (1) penanggung jawab (pemegang) atau pengurus keuangan (yayasan, perkumpulan, dsb); bendahari; (2) kl pemegang harta benda (kekayaan) negara atau raja; (3) kl perdana menteri; wazir; (4) menteri (dl permainan catur)
bendara ben.da.ra ? bendahara [kl n] (1) pengelola harta benda (kakayaan) negara atau raja; (2) orang yg mengepalai semua karyawan yg melayani tamu atau merapikan meja [Jw n] sebutan bagi bangsawan
bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih, bendera Merah Putih yg pertama-tama dikibarkan ketika diproklamasikan Negara Republik Indonesia pd tanggal 17 Agustus 1945, yg hingga kini masih disimpan dan dipelihara serta dihormati oleh bangsa dan pemerintah Indonesia
bendera sudut bendera yg didirikan pd tiap sudut lapangan dan pd ujung garis tengah dl olahraga hoki
benduan ben.du.an [kl n] (1) tawanan; (2) hamba
bendul ben.dul [n] (1) balok kayu yg dipasang melintang pd tiang rumah untuk menyangga lantai; (2) kl balai di istana tempat raja bermusyawarah tidak resmi; balai bendul
bendung ben.dung [n] (1) pengempang untuk menahan air di sungai (tepi laut dsb); tanggul; (2) Tan rintangan yg bersifat kontinu dan padat, letaknya tidak selalu melintangi sebuah sungai, tujuannya untuk mengalihkan, mengawasi, dan mengukur aliran air
bengah be.ngah [ark a] (1) dl keadaan duduk dng menegakkan badan dan kepala; (2) sombong; angkuh
bengal be.ngal [a] pekak atau tuli sementara (krn ditampar, menelan pil kinine, dsb) [a] (1) tidak mau mengindahkan nasihat dsb; keras kepala; (2) Jk nakal; suka mengganggu
bengap be.ngap [a] (1) berasa pekak dl telinga (krn air masuk ke dl telinga, pilek, dsb); (2) tidak nyaring atau jernih (tt bunyi gendang, mata uang, dsb); (3) sukar mengeluarkan perkataan (krn takut, malu, dsb); gagap [a] bimbang
bengawan be.nga.wan [n] (1) sungai besar: -- Solo; (2) Sas paya: jika kita langgar juga, niscaya menjadi -- hijaulah negeri Majapahit
bengek be.ngek /bengEk/ (1) a sesak napas; (2) n penyakit sesak napas, asthma bronchiale
benggol beng.gol [a] benjol; bincul [n] mata uang tembaga bernilai 21/2 sen (dipakai pd zaman penjajahan Belanda); gobang [n] beng.gol.an n cak kepala penjahat (perampok dsb); (2) tokoh terkemuka (dl partai); gembong
bengis be.ngis [a] (1) bersifat keras tanpa belas kasihan kpd manusia atau binatang; suka berbuat aniaya; kejam: raja itu sangat -- thd rakyatnya; (2) menyebabkan penderitaan (kesengsaraan) yg berat: hukuman yg --; tindakan yg --; (3) tajam dan pedas (tt perkataan): kata-katanya yg -- akan menimbulkan dendam [Mk a] marah; gusar
bengkalai beng.ka.lai , ter.beng.ka.lai v (1) terhenti sebelum selesai dikerjakan (tt pekerjaan, urusan, dsb); terlantar (tt pekerjaan dsb): banyak bangunan yg -- krn kekurangan biaya; (2) ark terdiam: ia duduk -- memikirkan kemalangannya
bengkawan beng.ka.wan [n] (1) bilah bambu untuk penguat atap dr daun nipah atau rumbia (daun nipah atau rumbia dilipatkan pd bilah itu); (2) ark kata penggolong bagi atap
bengkel beng.kel [n] (1) tempat memperbaiki mobil, sepeda, dsb; (2) pabrik kecil; tempat tukang bekerja; (3) Sen tempat berlatih sandiwara dsb; (4) tempat melakukan suatu kegiatan dng arah dan tujuan yg pasti
bengku beng.ku [n] (1) pohon yg banyak getahnya, buahnya dibuat minyak (untuk lampu pd zaman dahulu) dan kayunya baik dipakai untuk bahan bangunan rumah; Ganua motleyana; (2) buah bengku
bengkuang beng.ku.ang [n] (1) pohon, daunnya biasa dibuat lajang, tikar, tutup kepala, dsb; Pandanus antrocarpus; (2) buah bengkuang [n] (1) tumbuhan menjalar, berumbi putih, kaku, berbentuk gasing, kulitnya mudah dikupas, dan rasanya manis, banyak mengandung air, biasanya dimakan segar untuk rujak (asinan) dicampur dng buah-buahan lain; Pachyrrhizus erosus; (2) umbi bengkuang
bengot be.ngot [a] (1) tidak lurus benar; tidak tepat benar; serong (tt segi empat dsb); (2) agak miring (mendaki); landai: pantainya --
benguk be.nguk [a] murung; bersedih [n] (1) tumbuhan jenis kacang kara yg besar, kulitnya berbulu, bijinya dapat dibuat tempe; Mucuna pruriens; (2) biji benguk
benih be.nih [n] (1) biji atau buah yg disediakan untuk ditanam atau disemaikan: yg akan dijadikan -- haruslah buah yg baik dan cukup tua; (2) bibit atau semaian yg akan ditanam: -- cengkih itu sebaiknya dipindahkan setelah setengah meter tingginya; (3) sperma untuk bibit pengembangbiakan ternak dsb: -- sapi pejantan unggul dapat disimpan lama di tempat yg bersuhu dingin; -- penyakit cacar; (4) sesuatu yg menjadi sebab; asal mula: ucapan yg kasar dapat menjadi -- perkelahian; (5) keturunan; turunan; asal; (6) sesuatu yg akan tumbuh atau akan menjadi: -- penyakit cacar
bening be.ning [a] (1) bersih, putih, dan tidak bercampur tanah dsb (tt air); jernih: air kolam itu -- hingga kelihatan dasarnya; langit -- tidak berawan; (2) bersih dan berkilau (tt mata, kaca, dsb) [v] , mem.be.ning v berpanas-panas di bawah sinar matahari
benteh ben.teh /bEntEh/ (1) n permainan sepak-menyepak dng betis; (2) v menyepak, menendang, dan merusak
benteng ben.teng [n] (1) bangunan tempat berlindung atau bertahan (dr serangan musuh): hanya yg sempat berlindung di dalam -- lah yg selamat; (2) dinding (tembok) untuk menahan serangan; (3) Olr nama salah satu buah catur yg penempatannya pd posisi awal permainan di kotak sudut paling kiri dan sudut paling kanan; (4) ki sesuatu yg dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dsb: agama adalah -- pribadi yg akan melindungi diri dr serangan nafsu
bentik ben.tik [n] pepaya; betik [n] (1) Tern gambaran bagian lingkungan perairan yg dihuni oleh organisme yg hidup pd atau di dl sedimen; (2) gambaran bagian lingkungan perairan yg dihuni oleh organisme yg hidup pd atau di bagian dasar
bentrok ben.trok [v] (1) bercekcok; berselisih: krn kurang komunikasi, majikan sering -- dng buruh; (2) berlawanan; bertentangan: keterangan saksi A -- dng pengakuan terdakwa; (3) berlanggaran; bertumbukan: kemarin ada kapal -- di pelabuhan
bentuk ben.tuk [n] (1) lengkung; lentur: -- taji; -- kuku; -- busur; (2) bangun; gambaran: benarkah setan itu -- nya spt manusia?; (3) rupa; wujud: -- rumah adat Palembang hampir sama dng rumah adat di Jawa Tengah; (4) sistem; susunan (pemerintahan, perserikatan, dsb): -- pemerintahan negara itu adalah republik; (5) wujud yg ditampilkan (tampak): menolak penjajahan dl segala -- nya; (6) acuan atau susunan kalimat: -- tunggal; -- (kalimat) pasif; (7) kata penggolong bagi benda yg berkeluk (cincin, gelang, dsb): ia membeli dua -- cincin emas
bentuk bahasa [Ling] (1) penampakan atau rupa satuan bahasa; (2) penampakan atau rupa satuan gramatikal atau leksikal dipandang secara fonis atau grafemis
bentuk mikro bentuk rekaman mikro, baik pd sarana datar maupun pd golongan film, kertas atau bahan lainnya
bentuk tubuh [Tern] (1) bangun tubuh; perawakan; (2) imbangan bentuk tubuh ternak dilihat dr perbandingan kepala, leher, badan, dan anggota tubuh
bentuk turunan [Ling] (1) bentuk yg berasal dr bentuk asal setelah mengalami berbagai proses; (2) struktur sintaksis yg berasal dr kalimat inti setelah mengalami rangkaian transformasi; -- ulang Ling bentuk yg mengalami perulangan, spt sia-sia, laba-laba
benturan ben.tur.an [n] (1) perbuatan (hasil) membentur: -- yg begitu keras menimbulkan kerusakan hebat; (2) Fis interaksi (saling tindak) antara zarah bebas, gugusan zarah, atau antara benda tegar yg saling menghampiri sampai cukup dekat sehingga dapat saling mempengaruhi
benua be.nua [n] (1) bagian bumi berupa tanah atau daratan yg sangat luas sehingga bagian tengah benua itu tidak mendapat pengaruh langsung dari angin laut (spt Eropa, Australia, Amerika, Afrika, dan Asia); (2) kl negeri; kerajaan: -- Cina; -- Keling; -- Parsi
benuman be.num.an [n] (1) pengangkatan pegawai; penetapan (ketetapan) menjadi pegawai; (2) orang yg dibenum
benur be.nur [n] (1) benih udang yg hampir tidak kasatmata; (2) anak udang windu
benyai be.nyai [a] (1) terlalu lunak (spt nasi yg terlalu banyak airnya atau buah yg hampir busuk); terlalu lembek; (2) ki lelah sekali dan hampir tidak bertenaga; rengsa: si sakit sudah -- tidak kuasa duduk lagi
benzena ben.ze.na [n Kim] (1) zat cair tanpa warna, mudah terbakar, berbau harum, dipergunakan untuk membuat zat warna, bahan peledak, obat, minyak wangi, lak, dan sbg pelarut organik; C6H6; (2) benzol
benzil asetat [Kim] cairan tidak berwarna dng kesan bau melati, terdapat dl kenanga dan bakung, digunakan sbg pewangi sabun; C9H10O2
beol be.ol [v cak] (1) buang air besar; (2) ki berkata-kata tidak benar; dusta: tukang --
ber- (be- ) prefiks pembentuk verba (1) mempunyai: beratap; bercita-cita; beristri; (2) menggunakan atau memakai: belayar; bermobil; berbaju; (3) menghasilkan: bertelur; berkokok; (4) dl jumlah atau kelipatan: bertiga; berjuta-juta; (5) mengakui dan/atau memanggil sbg: beradik; berbapak; bertuan; (6) bertindak atau bekerja sbg: bertani; bertinju; (7) berada dl keadaan: bergembira; bersedih; (8) menyatakan perbuatan timbal-balik: bergulat; bertinju; (9) menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri: berhias; bercukur
bera be.ra [a] (1) merah yg tidak cerah; merah pucat (tt muka); merah tua; merah yg agak hitam (spt genting lama); (2) ki malu: membuang -- , membuang malu [a] (1) Jw tidak ditanami selama beberapa waktu, dimaksudkan untuk memulihkan kesuburan tanah (tt tanah pertanian atau sawah): sawah -; (2) tandus; kering; tidak subur (tt tanah)
berabang ber.a.bang [v] (1) mempunyai abang; (2) menyebut dng sebutan abang (kakak); memanggil abang: ia ~ kpd saya
berabjad ber.ab.jad [v] (1) menurut susunan abjad; (2) mempunyai abjad
beracara ber.a.ca.ra [v] (1) memakai acara; dng acara; (2) memeriksa dan mempertimbangkan perkara (di pengadilan)
berada ber.a.da [v] (1) ada (di): ketika itu ia ~ di luar negeri; (2) berpunya (tidak kekurangan): orang tuanya tergolong orang yg ~ di kampungnya
beradab ber.a.dab [v] (1) mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: perbuatannya spt kelakuan orang yg tidak ~; (2) telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya: bangsa-bangsa yg telah ~
beradat ber.a.dat [v] (1) mempunyai adat; (2) menurut atau melakukan secara adat; (3) menjalankan perhelatan dsb menurut adat; (4) tahu sopan santun
beradik ber.a.dik [v] (1) memanggil orang dng sebutan adik; (2) mempunyai adik
beradu be.ra.du [v] (1) berhenti : mobil itu ~ di tepi jalan krn mogok; (2) beristirahat: mereka ~ barang sebentar untuk melepas lelah; (3) hor tidur: Sang Raja dan Permaisuri sedang ~ di peraduan
beragak-agak ber.a.gak-a.gak [v] (1) bermaksud; berniat; berpikir-pikir: ia sudah beberapa kali ~ hendak berkenalan dng tetangganya yg baru itu; (2) ingat-ingat; hati-hati: ia mengatakan sesuatu dng tidak ~ sedikit juga
beragi be.ra.gi [v] (1) memakai ragi: roti yg tidak ~; (2) berbuih atau memuai (krn ragi): ketan itu mulai ~
beragustusan ber.a.gus.tus.an [v] melakukan perayaan hari Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus
berahasia be.ra.ha.sia [v] (1) terdapat rahasia; mempunyai rahasia: di antara kami sudah tidak ~ lagi; (2) cak mengatakan rahasia kpd (dng): jangan ~ dng orang yg tidak dapat dipercaya
berahi pertama kuda [Tern] berahi pertama setelah melahirkan bagi kuda betina, biasanya berkisar 2-11 hari setelah melahirkan
beraja be.ra.ja [Jk n] bintang beralih [v] (1) berlaku sbg raja; menjadi raja; (2) menghambakan diri (kpd): semua rakyat setuju ~ putra mahkota; (3) mempunyai raja: negara republik tidak ~ , tetapi berpresiden
berakah be.ra.kah [kl a] (1) sangat pemberani (krn terlalu bangga akan diri sendiri); (2) sombong
berakal ber.a.kal [v] (1) mempunyai akal: manusia adalah makhluk yg ~; (2) pandai mencari ikhtiar; cerdik; pandai: orang yg ~ tidak mudah putus asa
berakan ber.a.kan [v] seakan-akan; seolah-olah
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
berakhir ber.a.khir [v] (1) selesai; habis: perundingan telah ~; (2) berkesudahan; dihabisi: peristiwa itu ~ dng pembunuhan yg kejam
berakikah ber.a.ki.kah [v] mengadakan akikah: hari Minggu yg akan datang ia akan ~
beraksara ber.ak.sa.ra [v] (1) memiliki aksara; (2) ki mampu membaca dan menulis
beraksi ber.ak.si [v] (1) bergerak melakukan sesuatu; (2) bertindak; (3) bertingkah laku yg dibuat-buat; (4) berlagak
beraku-akuan ber.a.ku-a.ku.an [v] (1) sama-sama menyebut diri aku; (2) saling berjanji setia; bersepakat hendak berbuat sesuatu
beralamat ber.a.la.mat [v] (1) ada alamatnya (adresnya): surat-surat yg tidak ~ si pengirim sudah disisihkannya; (2) ditujukan (kpd): kritik itu ~ kpd panitia; (3) memberi tanda (akan terjadi sesuatu): ~ kurang baik; (4) bersasaran; bertujuan
beralang ber.a.lang [v] (1) mempunyai alang; berpalang; (2) mempunyai dinding penyekat; berdinding penyekat
beralangan ber.a.lang.an [v] (1) mendapat aral (rintangan); (2) sedang dl keadaan bertengkar (berselisih, bermusuhan)
beralas ber.a.las [v] (1) memakai alas (lapik, dasar); berdasar: cawan tidak ~; (2) kukuh kuat (krn ada alasnya): sekalian perkataannya tidak ~
beralih ber.a.lih [v] (1) berpindah: acara kita sekarang ~ pd acara bebas; sekarang ia sudah ~ rumah; (2) berganti; bertukar; berubah: dr musim panas ~ ke musim hujan
beralur ber.a.lur [v] (1) berlekuk memanjang: laras senapan itu ~; (2) berunding; bermusyawarah (mencari kebenaran)
beramah-tamah be.ra.mah-ta.mah [v] (1) bercakap-cakap (bergaul) antara orang yg bersahabat (berkeluarga) dl suasana santai; (2) menghadiri pertemuan ramah tamah
beramai-ramai be.ra.mai-ra.mai [v] (secara) bersama-sama; (dl jumlah banyak): orang datang ~ ke tempat kecelakaan itu sehingga lalu lintas terhenti sejenak; mereka ~ menyingkirkan kayu besar itu dr jalan raya
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
berampus be.ram.pus [v] (1) mengeluarkan kata-kata kasar; memaki-maki; sangat marah; (2) melakukan sesuatu secara kasar (serampangan)
beramuk ber.a.muk [v] (1) saling mengamuk: si A dan si B ~; (2) beramuk-amuk; (3) ki berkecamuk; kacau; bergelora: ~ pikirannya
beranak ber.a.nak [v] (1) mempunyai anak: ia sudah ~ dua orang; (2) melahirkan anak: istrinya baru ~; (3) dng anaknya: saudagar tiga ~
beranda be.ran.da [n] (1) ruang beratap yg terbuka (tidak berdinding) di bagian samping atau depan rumah (biasa dipakai untuk tempat duduk santai sambil makan angin dsb); teras; langkan: pd sore hari Bapak sering duduk di -- sambil membaca koran; (2) ark bilik di perahu
berandal be.ran.dal [n] (1) orang yg tidak menuruti peraturan yg berlaku; (2) pengacau; (3) perampok
berandam ber.an.dam [v] (1) sedang memepat dan mengatur anak rambut (janggut) baik-baik; (2) beranak rambut (janggut) yg dipepat dan diatur baik-baik
berangan be.rang.an [n] (1) pohon yg termasuk suku Fagaceae, berdaun tunggal, bagian atas daunnya berwarna hijau mengilat dan bagian bawahnya putih keperak-perakan, bunganya berkelompok, buahnya agak bulat dan berduri (ada bermacam-macam spt -- dangkal, Castanopsis argentea; -- duri (haji), Castanopsis javanica; -- landak, Quercus spicata; (2) buah berangan [n] racun tikus; barangan; warangan [n] berang-berang
berangan-angan ber.a.ngan-a.ngan [v] (1) mempunyai angan-angan (cita-cita, ingatan): boleh ~ asal jangan terlampau tinggi; (2) mengangan; mengangan-angan; (3) berniat; bermaksud: tiada ia ~ hendak membalas dendam
berangas be.ra.ngas, be.ra.ngas.an [Jw a] (1) mudah sekali naik darah dan gemar berkelahi; (2) ganas dan kasar
berangga be.rang.ga lihat 1rangga [v] mempunyai rangga: rusa ~
berangguk-angguk ber.ang.guk-ang.guk [v] (1) berkali-kali mengangguk; menggerakkan kepala turun naik; (2) turun naik (tt haluan perahu dsb)
berangin ber.a.ngin [v] (1) ada angin bertiup: hari ini tidak ~; (2) ki ada sedikit-sedikit: akhirnya perkara pembunuhan itu ~ juga
berangkat be.rang.kat [v] (1) mulai berjalan (pergi, bepergian): kereta akan segera -- , mari kita naik; (2) mulai menjadi (besar, akil balig); beranjak: anak itu sudah -- dewasa
berangkulan be.rang.kul.an [v] (1) saling merangkul: kedapatan ia sedang ~ dng kekasihnya; (2) ki bekerja sama: sudah saatnya Anda dan kami ~ dl usaha
berangsang be.rang.sang , mem.be.rang.sang 1 a gusar sekali; (2) v merangsang atau membangkit-bangkit hati supaya menjadi berani (marah dsb): dia suka -- orang lain sehingga dibenci orang banyak [a] marah sekali: dia akan ~ kalau diejek spt itu
berangsur ber.ang.sur [v] (1) sedikit demi sedikit (bergerak, bertambah-tambah, berkurang, dsb); lama-kelamaan menjadi baik (besar, penuh, dsb): keadaan kesehatannya ~ baik; (2) beringsut sedikit-sedikit; bergeser (maju) sedikit-sedikit: mula-mula meniarap lalu ~ ke depan
beranjangsana ber.an.jang.sa.na [v] (1) berkunjung untuk melepaskan rasa rindu; (2) berkunjung untuk bersilaturahmi
berantai be.ran.tai [v] (1) memakai rantai; (2) bersambung: lari ~; (3) saling berkait
berantak be.ran.tak , be.ran.tak.an a (1) cerai-berai (berserak-serak); tidak keruan letaknya: sungguh tidak sedap pemandangan di ruangan itu krn segala barang -; (2) tidak terpelihara dng baik: jika rumah tangga -, pendidikan anak-anak akan telantar
berantara ber.an.ta.ra [v] (1) ada antaranya (selangnya, selanya); berselang: pohon-pohon peneduh di pinggir jalan itu ~ 5 m; (2) tidak langsung; tidak sekaligus (setapak demi setapak): rumah itu dibangun secara ~
beranting be.ran.ting [v] (1) mempunyai ranting; ada rantingnya: pohon itu mulai bercabang dan ~; (2) bersambung (dng yg lain): surat itu dikirim secara ~
berapi-api ber.a.pi-a.pi [a ki] (1) bersemangat sekali; bergelora; berkobar- kobar (tt semangat, gairah): semangatnya ~ untuk menentang penindasan; (2) marah sekali: ia menatap dng pandangan yg ~
berapit ber.a.pit [v] (1) berdekatan rapat; berhimpit; (2) terletak di antara dua orang (benda dsb)
berarti ber.ar.ti [v] (1) mengandung maksud: jika ibu marah, itu tidak ~ beliau benci kepadamu; (2) berfaedah; berguna: mungkin pertolongan saya ini tak ~ bagi penderitaanmu yg begitu besar; (3) sama artinya dng; sama halnya dng: mengambil milik orang tanpa permisi ~ mencuri
beras be.ras [n] (1) padi yg telah terkelupas kulitnya (yg menjadi nasi setelah ditanak); (2) biji-bijian; butir-butiran (spt jagung, kopi)
beras pecah beras dng ukuran 5/10-2/10 bagian panjang butir aslinya; beras patah
beras setengah tanak beras setengah olah
berasa be.ra.sa [v] (1) mendapat rasa (yg dialami oleh badan): seluruh badannya ~ sakit; (2) mempunyai rasa (pahit, manis, dsb): gulai itu ~ masin, cukup banyak garamnya; (3) Mk dirasa(i); terasa (sbg): rumahku ini tiada ~ rumahku lagi
berasak ber.a.sak [v] (1) berjejal(-jejal); penuh sesak; berdesak-desak: orang ~ di muka loket; (2) beringsut (bergeser pindah atau pergi); beranjak: ia tidak ~ dr tempatnya
berasal ber.a.sal [v] (1) bermula: peperangan itu ~ dr sengketa perbatasan; (2) bersumber: berita itu dapat dipercayai krn ~ dr pihak resmi; (3) bertempat asal (dibuat, dilahirkan, dsb): barang-barang yg ~ dr Jepang terdapat di mana-mana; dia ~ dr Jawa Timur; (4) keturunan: dia ~ dr orang baik-baik
berasio be.ra.sio [v] (1) mempunyai rasio; (2) berkemampuan menggunakan rasio (akal) dng baik; berkemampuan untuk memahami, menyimpulkan, berpikir secara logis (masuk akal)
beraspal ber.as.pal [v] (1) mengandung aspal; ada aspalnya; (2) sudah dilapisi aspal; sudah diaspal: jalan-jalan ~ merupakan prasarana yg baik bagi kelancaran perputaran ekonomi
berasrama ber.as.ra.ma [v] (1) mempunyai asrama; (2) bersama-sama tinggal di dl suatu bangunan (kompleks)
berat jenis [Fis] perbandingan berat benda dng berat air yg sama besar volumenya (msl berat jenis marmer 2,8 artinya marmer yg besarnya 1 dm3 beratnya 2,8 kg)
beratapkan langit [ki] (1) banyak berlubang (tt atap), bocor: rumahnya sudah beratapkan -- , namun ia belum dapat memperbaikinya; (2) di l
beraturan ber.a.tur.an [v] (1) dng aturan; teratur baik-baik; memakai aturan; (2) tahu aturan (sopan santun)
berayah ber.a.yah [v] (1) mempunyai ayah (bapak); (2) menyebut (menganggap) ayah (kpd)
berbagai ber.ba.gai [v] (1) kl mempunyai persamaan; berbanding; bertara: parasnya elok tiada -; (2) bermacam-macam; berjenis-jenis: -- daya upaya telah dilakukan; -- cara telah dicoba
berbagi ber.ba.gi [v] (1) membagi sesuatu bersama; (2) membagi diri; bercabang
berbahagia ber.ba.ha.gia [a] (1) dl keadaan bahagia; bahagia; (2) v menikmati kebahagiaan; bahagia
berbahana ber.ba.ha.na [v] (1) berbunyi; bersuara; (2) ki (dl syair) berkata; berperi
berbahasa ber.ba.ha.sa [v] (1) menggunakan bahasa; (2) sopan santun; tahu adat
berbaik ber.ba.ik [v] (1) tidak bermusuhan (bertengkar); berdamai; rukun: dua utusan kelompok yg beritikad -- dan beramah-tamah satu sama lain; (2) damai kembali; menjadi karib lagi; rukun kembali: baru saja anak-anak itu bertengkar, sudah -- lagi
berbaik-baikan ber.ba.ik-ba.ik.an [v] (1) saling memaafkan; bermaaf-maafan; (2) saling berbuat baik
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
berbait ber.ba.it [v] (1) mengucapkan sajak dua baris; bergurindam; berseloka: bayan -, nuri berseloka; (2) bersajak dua baris; (3) staza
berbakat ber.ba.kat [v] (1) berbekas; ada bekasnya; (2) mempunyai dasar kepandaian yg dibawa sejak lahir; berpembawaan: ia -- dagang; anak itu -- melukis
berbalas ber.ba.las [v] (1) menjawab; menyahut: maka -lah suara dr bawah; (2) bersambut; dijawab; ada balasnya: cinta yg tidak -; (3) bertimbalan (dng); alang berjawab, tepuk -, pb baik dibalas dng baik, jahat dibalas dng jahat
berbalik ber.ba.lik [v] (1) kembali (arahnya): kumandang ialah bunyi (suara) yg -; bola tenis yg dilemparkan ke tembok akan selalu --; (2) berubah letaknya (yg di atas menjadi di bawah, menelentang menjadi meniarap): tidurnya sangat gelisah, sebentar-sebentar --; (3) bertukar (haluan) hingga berlawanan dng yg semula; berputar (kembali); berpaling: ia -, lalu lari
berbalik-balik ber.ba.lik-ba.lik [v] (1) berputar-putar; berulang-ulang berbalik; berputar balik; (2) selalu pulang kembali ke tempat semula
berbanding ber.ban.ding [v] (1) ada bandingnya; ada imbangannya: keindahannya tiada -- di dunia ini; (2) sebanding; seimbang: pengeluaran hendaknya -- dng pendapatan; (3) dibandingkan: 2 -- 3 sama dng 6 -- 9
berbangsa ber.bang.sa [v] (1) berasal dr bangsa: sekarang sudah ada beberapa ahli atom yg -- Indonesia; (2) bermartabat tinggi; berketurunan luhur (bangsawan): ia anak orang --; (3) termasuk dl keluarga: -- kpd ibu
berbanyak ber.ba.nyak [v] bersama-sama banyak (tt orang, barang, dsb); beramai-ramai; dng jumlah yg banyak: mereka datang -
berbapak ber.ba.pak [v] (1) mempunyai bapak; (2) menganggap (menyebut, memperlakukan sbg) bapak
berbasa-basi ber.ba.sa-ba.si [v] (1) berlaku dng sopan; (2) menggunakan basa-basi: pembicaraan itu dimulai tanpa -- lebih dahulu
berbasah-basah ber.ba.sah-ba.sah [v] (1) sengaja membuat diri supaya basah; (2) basah kuyup
berbatu-batu ber.ba.tu-ba.tu [num] (1) penuh batu; banyak batunya: jalan menuju ke sana --; (2) banyak batu jaraknya: ia terpaksa berjalan -- sebelum sampai di desanya
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbayang ber.ba.yang [v] (1) ada bayang-bayangnya: kata orang, harimau jadi-jadian itu tidak -; (2) seakan-akan kelihatan dl angan-angan: hal itu tidak nyata, tetapi -- pd ingatan saya
berbecak-becak ber.be.cak-be.cak [v] (1) berbintik-bintik; berintik-rintik; berkurik-kurik: bajunya terbuat dr kain -; (2) bernoda; kotor: celananya -- kena lumpur
berbekal ber.be.kal [v] mempunyai bekal; membawa bekal: ia datang kemari -- kemauan dan niat untuk maju
berbekas ber.be.kas [v] (1) ada (tampak) bekasnya: lecutan itu -- di punggungnya; (2) berkesan; memberikan kesan: kekecewaan yg dideritanya tidak -- pd sikapnya
berbelah ber.be.lah [v] (1) mempunyai belah; ada belahnya: bajunya -- di belakang; (2) kl berbagi; terbagi (menjadi dua): bulan -; cintanya -
berbeli-beli ber.be.li-be.li [v] (1) saling membeli: setelah berunding, kedua negara itu -- hasil negeri masing-masing; (2) cak berbelanja banyak (di pasar, di toko, dsb): menjelang Lebaran, banyak orang -- di pasar
berbelit ber.be.lit [v] (1) melingkar spt lingkaran tali pd kumparan benang; berlilit; melilit; (2) ki kusut dan sulit; banyak sangkut-pautnya
berbelit-belit ber.be.lit-be.lit [v] (1) melilit-lilit: suluran-suluran itu -- pd pohon-pohon besar; (2) berkelok-kelok dan berlingkar-lingkar: jalan ke puncak gunung itu --; (3) berjalin-jalin; bertali-tali (dng); bersangkut paut (dng); kusut atau rumit sekali: masalah korupsi adalah masalah yg -- dan melibatkan orang banyak
berbelok-belok ber.be.lok-be.lok [v] (1) berkelok-kelok; berkeluk-keluk (tidak lurus): jalan ke puncak gunung dibuat --; (2) sebentar-sebentar berbelok: ia berlari --
berbenak ber.be.nak [v] (1) berotak; (2) pintar: tidak -, ki bodoh sekali
berbenih ber.be.nih [v] (1) ark menggunakan benih: tiada lain selain dr Tuhan Allah yg dapat menjadikan pohon yg pertama tiada dng -; (2) mempunyai benih
berbentrok ber.ben.trok [v] (1) bercekcok; (2) bertentangan
berbentrokan ber.ben.trok.an [v] (1) bertubrukan: jalanan macet, rupanya ada mobil -; (2) berselisih (paham)
berbetulan ber.be.tul.an [v] (1) bertepatan: Lebaran tahun ini jatuh -- dng peringatan ulang tahunku; (2) cocok; sesuai: usulnya -- dng usul ketua; (3) bersamaan arah (tujuan, maksud): kedua pesawat itu tampak -- menuju London
berbicara ber.bi.ca.ra [v] (1) berkata; bercakap; berbahasa: siapa yg -- dng kamu tadi; ia dapat -- dl bahasa Jawa atau dl bahasa Sunda dng lancar; (2) melahirkan pendapat (dng perkataan, tulisan, dsb): menuntut ditiadakan larangan -- dan berkumpul; ia -- atas nama partainya; (3) berunding; merundingkan: lama juga mereka -- tt soal penjualan tanah itu; (4) ki digunakan untuk (membunuh, melukai): awas, senjata api ini bisa -- kalau kamu tidak mengaku
berbilang asli ber.bi.lang asli bilangan dihitung dr 1 ke atas (1, 2, 3, ...)
berbilang bulat ber.bi.lang bulat bilangan yg bukan pecahan (spt 1, 2, 3)
berbilang cacah ber.bi.lang cacah [Mat] bilangan yg dimulai dr nol ke atas (spt 0, 1, 2, 3)
berbilang desimal ber.bi.lang desimal bilangan pecahan yg ditulis dng angka lipatan persepuluhan, perseratusan, dsb, mis 1/2 = 0,5; 1/4 = 0,25
berbilang pecahan ber.bi.lang pecahan bilangan yg jumlahnya kurang atau lebih dr bilangan utuh (1/4, b, dsb)
berbimbing ber.bim.bing [ark v] berpegang tangan; berpimpin: yg buta datang -
berbimbingan ber.bim.bing.an [v] (1) (saling) berpegangan(tangan); bergandengan; (2) ki bekerja sama; tolong-menolong
berbinar-binar ber.bi.nar-bi.nar [v] (1) bersinar-sinar; bercahaya-cahaya: matanya -- menandakan kegembiraan hatinya; (2) berkunang-kunang: penglihatannya --
berbintang ber.bin.tang [v] (1) ada bintangnya: langit tiada -; (2) memakai bintang: dia seorang perwira tinggi -- dua; (3) mempunyai rasi; berzodiak: anakku -- Taurus
berbintang-bintang ber.bin.tang-bin.tang [v] (1) ada banyak bintang; tampak berkilauan: malam ini langit bersih -; (2) ki berkunang-kunang (mata atau penglihatan): mata -- dan kepala pusing; (3) ki berlubang-lubang pd dinding (atap) sehingga cahaya matahari masuk: dinding rumahnya dr bambu dan telah -
berbiola ber.bi.o.la [v] (1) mempunyai biola; (2) bermain (menggesek) biola: engkau beryanyi dan aku --
berbisa ber.bi.sa [v] (1) mengandung zat racun: ular -; (2) ki dapat merusakkan akhlak kehidupan: ajarannya -- bagi masyarakat; (3) mengandung unsur jahat yg dapat menjerumuskan orang lain; (4) ki menyakitkan (hati): mulutnya -
berbisik ber.bi.sik [v] (1) berkata dng suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring): bicaranya spt orang -, mana bisa kutangkap dng jelas; (2) ki berbuat dng diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain): rupanya ada yg -- hendak menyerang kita
berbobot ber.bo.bot [v] (1) mempunyai berat; (2) ada isinya; bermutu: tulisan-tulisannya itu penting krn --
berbongkah-bongkah ber.bong.kah-bong.kah [v] (1) beberapa bongkah (gumpal); (2) menjadi (merupakan) beberapa bongkah: sawah yg tanahnya sudah -- itu harus segera diempoh(i)
berbual ber.bu.al [v] (1) meluap (memancar) ke luar dan biasanya berbuih: timbul seleranya melihat bir -- dl gelas; tampak air -- di belakang kapal yg sedang berlayar; (2) ki keluar serentak: kenangan lama -- ke luar setelah aku berada kembali di desa tempat aku dibesarkan [v] mengobrol; bercakap yg bukan-bukan (sombong): kalau sudah -, dia lupa akan waktu
berbuku ber.bu.ku [v] (1) mempunyai buku: buluh -; (2) berbongkah (bergumpal) kecil-kecil: gula itu -- krn kena air
berbulan ber.bu.lan [v] (1) ada bulannya; (2) hingga sebulan lamanya
berbulang ber.bu.lang [v] (1) berikat kepala; berdestar: ia -- kain batik; (2) memakai taji (tt ayam sabung): ayam yg --
berbunga ber.bu.nga [v] (1) mempunyai bunga: mangga itu sudah mulai --; (2) mempunyai hiasan yg bagus-bagus: bajunya --; (3) berhasil: usaha kita sudah -- [v] (1) ada bunganya (rentenya): pinjaman ini tidak --; (2) gadai dng sejumlah uang sbg bunga
berbunga-bunga ber.bu.nga-bu.nga [v] (1) mempunyai hiasan yg bagus-bagus; (2) ki bangga; berbahagia: hatinya --
berbuntut ber.bun.tut [v] (1) mempunyai buntut; berekor; (2) ki ada lanjutannya (akibatnya): pembongkaran korupsi di instansi itu -- panjang
berbunyi ber.bu.nyi [v] (1) mengeluarkan bunyi: roda -- berderit-derit; (2) bacaannya; lafalnya; bunyinya: keputusan itu -- sbg berikut [ark v] bersembunyi: maka disuruhnya beberapa orang sahaya -- di suatu tempat dng menghunus pedangnya
bercabang ber.ca.bang [v] (1) mempunyai cabang (tt batang pohon, tanduk, lembaga, atau kantor): tanduk rusa itu ~; di desa itu ada pohon nyiur yg ~; (2) terpecah; tidak terpusat pd satu saja (tt hati, pikiran, dsb); mendua; bimbang (tt hati, pikiran): hatinya sudah ~ sehingga sulit dipercaya; (3) berbelah cabang (tt jalan, sungai); bersimpang: jalan (sungai) itu ~ dua; (4) ki tidak dapat dipercaya (tt perkataan): lidahnya ~
bercabang-cabang ber.ca.bang-ca.bang [v] (1) banyak tumbuh cabang (tt pohon); (2) bersimpang-simpang (tt jalan, sungai); (3) terpecah-pecah atau terbagi-bagi (tt hati, perhatian, pikiran, dsb) thd beberapa masalah; tidak terpusat pd satu masalah (tt pikiran, hati)
bercabul ber.ca.bul [v] (1) berbuat cabul; (2) cak timbul dan menular-nular; berjangkit (tt penyakit); (3) cak berkecamuk (tt badai, ombak, perang, dsb); (4) cak merajalela (tt kejahatan dsb)
bercabut ber.ca.but [v] (1) tercabut; terbantun; (2) terhunus (tt pisau dr sarungnya)
bercacar ber.ca.car [v] (1) bersuntik cacar (untuk menolak penyakit cacar): ibu-ibu membawa bayinya ~ di balai pengobatan; (2) (sudah) disuntik cacar: agar tidak sakit, kita harus ~ v berlari-lari saja (tt kuda yg masih liar): kuda itu ~ , tidak mau diam
bercadar ber.ca.dar [v] (1) memakai cadar; berselubung (bagi perempuan); (2) bertirai; bertabir (tt pintu, jendela); (3) beralas; bertutup (tt meja, kasur)
bercagak ber.ca.gak [v] (1) bercabang; (2) memakai cagak (penopang)
bercahaya ber.ca.ha.ya [v] (1) memancarkan cahaya; bersinar (tt lampu, matahari): malam itu gelap gulita, tidak satu bintang pun ~; (2) berkilau (tt mata, permata): matanya ~ bagai intan; (3) berseri (tt wajah atau air muka): ia tersenyum simpul dan wajahnya tampak ~
bercak ber.cak [n] (1) burik kecil-kecil; bintik-bintik; (2) noda atau kotoran pd lembaran bersih
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercakar-cakaran ber.ca.kar-ca.kar.an [v] (1) cakar-mencakar; saling mencakar; garuk-menggaruk; (2) ki berkelahi; bercekcok; (3) ki berperang pena (dl surat kabar dsb)
bercampur ber.cam.pur [v] (1) beraduk (berbaur) menjadi satu: saya terkejut ~ heran mendengar berita itu; (2) bersangkut-paut: kita tidak ~ dng urusan itu; (3) bergaul: ia senang sekali ~ dng kita; (4) cak bersetubuh: setelah ~ , suami istri diwajibkan mandi besar (dl agama Islam)
bercanda ber.can.da v (1) bertingkah; (2) berkelakar; bersenda gurau; berseloroh
bercanggah ber.cang.gah [v] (1) memakai canggah; (2) bercabang (mempunyai canggah): tombak ~
bercarang ber.ca.rang [v] (1) ada (tumbuh) carangnya; (2) mempunyai carang
bercari-carian ber.ca.ri-ca.ri.an [v] (1) saling mencari; (2) bermain saling mencari (ada yg bersembunyi dan ada yg mencari)
bercarut-carut ber.ca.rut-ca.rut [v] (1) mengeluarkan perkataan yg keji-keji; (2)memaki-maki (dng kata-kata yg kotor)
bercatur ber.ca.tur [v] (1) bermain catur (sekak): ia baru belajar ~; (2) bergambar (bersulam) berpetak-petak sbg papan catur: kasur yg ~; kain ~
bercekah ber.ce.kah [v] (1) merekah (tt buah-buahan): delima itu ~ sehingga tampak isinya yg merah; (2) pecah-pecah; berbelah-belah (tt kulit)
bercekakakan ber.ce.ka.kak.an [v] (1) mengeluarkan bunyi "kak, kak" berulang-ulang krn tertawa terbahak-bahak; (2) cak tertawa terbahak-bahak
bercekikikan ber.ce.ki.kik.an [v] (1) mengeluarkan bunyi "kik, kik" krn tertawa-tawa kecil agak tertahan-tahan; (2) tertawa-tawa kecil agak tertahan-tahan
bercemar kain ber.ce.mar kain [ki] sedang haid; sedang datang bulan
bercemar kaki ber.ce.mar kaki [ki] sudi datang (pergi) ke suatu tempat
bercenduai ber.cen.du.ai [v] (1) bersenda gurau; (2) bercumbu-cumbuan dng perempuan dng maksud memikat hatinya
bercengkerama ber.ceng.ke.ra.ma [v] (1) bercakap-cakap dng senang; bersenda gurau: kedua anak muda itu terus duduk ~; (2) kl berjalan-jalan untuk bersenang-senang (bermain-main, bertamasya, dsb): baginda pun ~ ke taman bunga
bercerai ber.ce.rai [v] (1) tidak bercampur (berhubungan, bersatu, dsb) lagi: sewaktu ditemukan kepalanya sudah ~ dr tubuhnya; (2) berhenti bersuami-istri
berceranggah ber.ce.rang.gah [v] (1) bercabang-cabang tanduknya: ia menembak seekor rusa yg ~; (2) tegak menganjur ke atas (tt batang yg panjang, lancip, atau tajam, spt tiang perahu, sangkur)
bercintakan ber.cin.ta.kan [v] (1) kasih sayang kpd; berahi kpd: krn banyaknya lelaki yg ~ dia, dia menjadi sombong; (2) berharap-harap (ingin) akan; merindukan: dia sakit krn ~ anaknya yg sedang merantau; (3) kl bersedih hati (akan); berduka cita (akan)
bercita-cita ber.ci.ta-ci.ta [v] (1) berkeinginan sungguh-sungguh: ia ~ mendirikan rumah sakit untuk rakyat; (2) mempunyai tujuan yg sempurna: bangsa yg ~ luhur
bercorak ber.co.rak [v] (1) mempunyai corak; beragi; bergambar (tt kain dsb): bahan yg ~ kecil-kecil lebih cocok untukmu; kain ~ batik Pekalongan; (2) berwarna (pd dasar): pelangi ~ tujuh; kain putih ~ hitam; (3) ki bersifat; berupa (berpaham dsb): perkumpulan ini tidak ~ politik
bercucu ber.cu.cu [v] (1) mempunyai cucu: ia sudah ~ , tetapi belum lagi bercicit; (2) memanggil cucu: saya ~ kepadanya
bercumbu ber.cum.bu [v] (1) bersenda gurau; berkelakar; (2) saling mencumbu (dl bercinta-cintaan)
bercumbu-cumbu ber.cum.bu-cum.bu [v] (1) saling mengggunakan kata-kata yg manis dl bercinta-cintaan (bersuka-sukaan dsb); (2) bersenda gurau; berkelakar
bercuti ber.cu.ti [v] (1) meninggalkan pekerjaan untuk beristirahat, berlibur; bervakansi; (2) pergi menghabiskan waktu cuti: mereka ~ ke Bali
berdaging ber.da.ging [v] (1) mempunyai daging; berisi daging; (2) ki gemuk; kaya: dia tidak ~ lagi, (1) sudah kurus benar; (2) ki sudah jatuh miskin
berdahak ber.da.hak [v] (1) mengandung dahak; ada dahaknya; (2) mengeluarkan dahak
berdalil ber.da.lil [v] (1) beralasan; berketerangan; (2) menafsirkan (Alquran)
berdamai ber.da.mai [v] (1) berbaik kembali; berhenti bermusuhan: kedua negara yg berperang itu telah ~; (2) berunding untuk mencari kesepakatan (tt harga): harga boleh ~
berdamar ber.da.mar [v] (1) memakai damar; (2) mendamar [v] bermain dng kemiri
berdampingan ber.dam.ping.an [v] (1) berdekatan; berhampiran: soal dan jawabnya ditulis ~; (2) bersama-sama (ada, hidup): mereka hidup ~; (3) bahu-membahu: rakyat dan TNI harus selalu ~ menghadapi bahaya dr luar
berdapat ber.da.pat [Mk v] (1) sesuai; cocok: tidak ~ harganya; (2) bertemu (dng); berjumpa (dng): kami ~ dng dia di stasiun
berdarah ber.da.rah [v] (1) mengeluarkan darah: hidungnya ~; (2) mengandung darah; ada darahnya; (3) ki berbakat; berpembawaan: bangsa yg ~ pelaut; (4) berketurunan: dia memang ~ bangsawan
berdasar ber.da.sar [v] (1) ada dasarnya; memakai dasar (dl berbagai arti): lukisan bunga teratai ~ warna biru muda; botol itu ~ tebal; (2) ki beralasan: tuduhan itu tidak ~
berdasarkan ber.da.sar.kan [v] (1) menurut: ~ keterangan para saksi, terbukti bahwa ia bersalah; pelanggar hukum akan ditindak ~ hukum yg berlaku; (2) memakai sbg dasar; beralaskan; bersendikan: kerja sama ini hanya ~ percaya-memercayai; (3) bersumber pd: cerita film itu disusun ~ pengalaman penulis yg hidup di kota besar
berdaya ber.da.ya [v] (1) berkekuatan; berkemampuan; bertenaga; (2) mempunyai akal (cara dsb) untuk mengatasi sesuatu dsb
berdaya upaya ber.da.ya upa.ya [v] berusaha dng sungguh-sungguh: Pemerintah sedang ~ mengatasi kepadatan penduduk di Pulau Jawa dng program transmigrasi
berdayung ber.da.yung [v] (1) naik perahu (yg menggunakan dayung); berkayuh: setelah itu, ~ lah mereka ke laut; (2) bersepeda
berdecak-decak ber.de.cak-de.cak [v] (1) mengeluarkan bunyi decak (jam); (2) membuat bunyi "cek" dng mulut untuk menyatakan kekaguman atau keheranan mengenai sesuatu
berdekat ber.de.kat [v] (1) berada (duduk dsb) dekat atau hampir (satu dng yg lain): dua anak ini tidak boleh ~ , kalau ~ pasti bertengkar; (2) kl berhubungan rapat; berbaik: siapa yg ~ dng penjudi akan menjadi penjudi; (3) ki berbareng; bergandengan: kesukaan itu selalu ~ dng kedukaan
berdekatan ber.de.kat.an [v] (1) berdekat; (2) tidak berjauhan (dng)
berdempang-dempang ber.dem.pang-dem.pang [v] (1) berbunyi spt bunyi tong (kaleng besar dsb) kosong jatuh; (2) ki berbual-bual; mengobrol
berdengkang-dengkang ber.deng.kang-deng.kang [v] (1) berbunyi "kang, kang" (tt katak); (2) terbahak-bahak (tt tertawa)
berdengung ber.de.ngung [v] (1) bergema: terdengar bunyi sirene pabrik ~; (2) ki bersuara (berbunyi) keras: propagandanya ~ di mana-mana, tetapi hasilnya tidak ada
berderai ber.de.rai [v] berbunyi "tik, tik" spt bunyi titik-titik air hujan jatuh di kaca [v] (1) berbutir-butir, menjadi butir-butir kecil; gembur (tt tanah); (2) bertitik-titik: air matanya jatuh ~ membasahi pipinya
berderap ber.de.rap [v] berbunyi spt bunyi kaki orang berjalan [v] (1) berlari cepat (tt kuda dsb); (2) melangkah cepat; bergerak laju: pembangunan daerah dewasa ini ~ dng sangat menggembirakan
berderet ber.de.ret [v] (1) bersusun (dl bentuk garis lurus) teratur: pembeli karcis ~ di depan loket; (2) merupakan deret yg panjang (berjajar atau beruntun-runtun): pohon asam ~ di sepanjang jalan
berdesah ber.de.sah [v] (1) mengeluarkan bunyi desah; (2) ki membuang napas kuat-kuat untuk menghilangkan kesal hati dsb
berdesingan ber.de.sing.an [v] (1) berdesing; (2) saling berdesing
berdiam ber.di.am [v] (1) tidak berkata apa-apa: ia hanya ~ diri ketika polisi menginterogasinya; (2) tidak berbuat apa-apa: ia masih ~ saja walaupun orang sudah mengingat- kannya
berdikari ber.di.ka.ri [v] (1) cak berdiri di atas kaki sendiri; (2) ki tidak bergantung pd bantuan orang lain; mandiri: orang yg sudah dewasa harus hidup --
berdikit-dikit ber.di.kit-di.kit [v] (1) sedikit demi sedikit: uangnya dikumpulkan secara ~; (2) berhemat, berhati-hati (dl pengeluaran uang): mereka hidup sederhana dng ~
berdiplomasi ber.dip.lo.ma.si [v] (1) menyelenggarakan urusan perhubungan antara negara dan negara; (2) cak menggunakan pilihan kata dan kalimat yg tepat bagi keuntungan pihak yg bersangkutan (dl perundingan dsb)
berdiri sendiri ber.di.ri sendiri [ki] (1) tidak tergantung pd orang lain; mandiri; (2) tidak diperintah atau dijajah negara lain; merdeka (tt negara)
berdosa ber.do.sa [v] (1) berbuat dosa: dilakukannya perbuatan yg nista itu tanpa perasaaan ~; (2) berbuat kesalahan: ia merasa ~ kpd orang tuanya krn tidak mematuhi perintah dan nasihatnya
berduel ber.du.el [v] (1) melakukan duel (perang tanding); (2) cak berkelahi seorang lawan seorang
berdukun ber.du.kun [v] (1) berobat atau meminta pertolongan kpd dukun; (2) melakukan pekerjaan sbg dukun
berduli ber.du.li [v] (1) berdebu; (2) berjalan kaki; pergi (ke)
berdurasi ber.du.ra.si [v] berlangsung (dl urutan waktu); memiliki rentang waktu: paket acara TVRI ~ 15 menit ini berkisah tt hal-hal yg umum dibicarakan masyarakat
berduri-duri ber.du.ri-du.ri [a] (1) mempunyai banyak duri; (2) ki banyak kesulitan
berebut be.re.but [v] (1) berlomba-lomba (dahulu-mendahului) mengambil sesuatu: ~ tempat; ~ kekuasaan; ~ mulut; (2) mulai: pd waktu hari ~ senja; (3) bersaing untuk mendapat sesuatu kedudukan (jabatan, juara ): ~ kursi bupati
berekonomi ber.e.ko.no.mi [v] (1) menjalankan suatu usaha (perdagangan, perindustrian) berdasarkan teori-teori ekonomi; (2) (berusaha); menghindari pemborosan uang, tenaga, waktu; berhemat
berekor ber.e.kor [v] (1) ada ekornya; (2) berturut-turut memanjang; (3) ki berkelanjutan
beremas ber.e.mas [v] (1) memakai (perhiasan) emas: jari-jarinya yg ~ itu menarik perhatianku; (2) mempunyai emas (berharta, kaya): hanya orang yg ~ saja yg diundang
berembang be.rem.bang [n] (1) pohon yg hidup di pantai, buahnya bulat pipih; Sonneratia acida; (2) buah pohon berembang; (3) ki bulatan pd puncak tiang yg bentuknya mirip buah berembang
berembun ber.em.bun [v] (1) ada embunnya; tersaput (oleh) embun: ketika itu daun dan rumput masih ~; (2) tidur di luar rumah dsb (pd malam hari); membiarkan diri kena embun: pd pagi hari lebih baik engkau ~
berengsek be.reng.sek [a cak] (1) kacau sekali (tt tata tertib, pelaksanaan kegiatan, dsb); tidak beres; tidak becus; (2) rewel; bandel
berenteng-renteng be.ren.teng-ren.teng [v] (1) beruntai-untai; berangkai-rangkai; (2) berendeng; beruntun-runtun
beres be.res [Mk a] sejuk sekali [a] (1) teratur baik-baik; rapi; tidak kacau: keadaan perabotan di ruangan itu --; rumah tangganya --; (2) selesai; tidak kusut: persoalannya sudah --; (3) lunas (tt utang); habis: utang saya sudah --; (4) cak bagus (terlaksana dng baik): jangan khawatir, pokoknya --
beresa-esaan ber.e.sa-e.sa.an [v] (1) cak berada seorang diri saja; (2) merasa lengang
beresah-resah be.re.sah-re.sah [v] (1) berada dl resah; berusuh hati: sejak menerima kabar itu, ia ~ seorang diri di kamarnya
berfalsafah ber.fal.sa.fah [v] (1) memikirkan dalam-dalam (tt sesuatu); (2) mengungkapkan pemikiran-pemikiran yg dalam yg dijadikan sbg pandangan hidup
berfirman ber.fir.man [v] berkata; bersabda; memerintahkan: Allah ~ dl surah Albaqarah, ayat 183 tt kewajiban berpuasa
berfungsi ber.fung.si [v] (1) berkedudukan atau bertugas (sbg): kepala kantor wilayah ~ sbg menteri di daerah; (2) berguna; menjalankan tugasnya: akibat banjir, jalan yg menghubungkan Jakarta -- Cirebon tidak ~ lagi
bergaduh ber.ga.duh [v] (1) berbuat gaduh (ribut, rusuh): jangan ~ di sini krn ada orang sakit; (2) berbantah; bercekcok: tidak putus- putusnya ia ~ dng istrinya; (3) bercampur aduk; bercampur baur: yg buruk dng yg baik ~ , susah dibedakan lagi
bergagah-gagahan ber.ga.gah-ga.gah.an v (1) berkuat-kuatan; paksa-memaksa; mengadu tenaga; (2) bermegah-megahan
bergala ber.ga.la [v] (1) bersambung erat-erat; (2) berkaitan (antara dua hal); berhubungan (antara dua orang)
bergalang ber.ga.lang [v] (1) memakai galang (bertumpu pd galang, berganjal, berbantal, dsb): ~ tanah, berbantal (berganjal) tanah; (2) sedang berada di galangan (tt perahu): perahu ~
bergambar ber.gam.bar [v] (1) dihiasi dng gambar; ada gambarnya; (2) berpotret (diambil gambarnya dng alat potret): dl acara perpisahan, pelajar kelas enam ~ bersama
bergandengan ber.gan.deng.an [v] (1) berpegangan (tangan); berangkaian; (2) berhubungan (dng); bertalian (dng): masalah keluarga berencana ~ dng masalah kependudukan; (3) bekerja sama: Indonesia harus ~ dng negara-negara Asia
bergandung ber.gan.dung [v] (1) berambau; memakai gandung; (2) bermuat barang yg diletakkan di gandung
berganggang ber.gang.gang [v] (1) bercelah; merenggang: sambungan kayu itu mulai ~ krn mengering; (2) bercerai (laki istri): suami istri itu kini sudah ~
berganti ber.gan.ti [v] (1) bertukar: saya mau ~ baju dulu; (2) beralih; berubah (tt pendirian dsb): ia telah ~ haluan; (3) berproses dan berubah secara alami (tt waktu): hari ~ hari
bergantung ber.gan.tung [v] (1) bersangkut atau berkait pd sesuatu yg lebih tinggi; (2) cak berpegang: ia ~ pd ambang pintu bus; (3) menyandarkan diri (kpd): meskipun telah kawin, hidupnya masih ~ pd orang tuanya; (4) terikat pd (kekuasaan, kemauan, keadaan, atau hal lain); terpulang kpd: berhasil tidaknya ~ kpd kita sendiri
bergaram ber.ga.ram [v] (1) mengandung garam; ada garamnya; (2) sudah dibubuhi garam
bergasing ber.ga.sing [v] (1) bermain gasing; (2) mempunyai gasing
bergaya-gaya ber.ga.ya-ga.ya [v] (1) bertingkah dng tidak sewajarnya (dibuat-buat): dl segala hal ia selalu ~; (2) bertingkah yg elok-elok: peragawati itu sedang ~ di atas panggung
bergejolak ber.ge.jo.lak [v] (1) meluap-luap (tt air); (2) berkobar; menyala-nyala (tt jiwa, perasaan, hawa nafsu)
bergelambir ber.ge.lam.bir [v] (1) mempunyai gelambir; (2) bergantung menggelepai spt gelambir (tt kulit orang tua)
bergelanggang ber.ge.lang.gang [v] (1) merupakan gelanggang (lingkaran); (2) ki berjuang; bertempur
bergelap-gelap ber.ge.lap-ge.lap [v] (1) berada di tempat yg gelap; (2) tidak berterus terang
bergelombang ber.ge.lom.bang [v] (1) bergulung-gulung sbg gelombang; mengombak; (2) ki bergerak bersama secara beruntun (tt serangan, pemogokan, dsb)
bergelung ber.ge.lung [v] (1) digulung menjadi selingkar bergulung; berlingkar: ia memanggul rotan ~; (2) memakai konde (sanggul)
bergendang ber.gen.dang [v] (1) memukul gendang; (2) ki bersuka ria; bergembira
bergerak ber.ge.rak [v] (1) berpindah dr tempat atau kedudukan (tidak diam saja): pasukan telah ~; (2) (mulai) melakukan suatu usaha; mengadakan aksi; berusaha giat (dl lapangan politik, sosial): mereka ~ untuk memperbaiki nasib
bergetah ber.ge.tah [v] (1) ada getahnya; pekat lekat; (2) mencari getah (di hutan): pergi ~ ke hutan; (3) berasa lekat-lekat (bagai kena getah): serasa badanku ~ krn berkeringat
bergiat ber.gi.at [v] berusaha dng sungguh-sungguh: penduduk kampung itu ~ mengumpulkan dana untuk mendirikan sekolah
bergigi ber.gi.gi [v] (1) ada giginya; giginya telah tumbuh; (2) mempunyai gigi-gigi: roda itu ~; (3) ki berkuasa; ia sudah tidak ~ lagi, ia sudah tidak berkuasa (mempunyai kekuasaan) lagi
bergincu ber.gin.cu [v] (1) memakai gincu (pewarna bibir); (2) ada gincunya (bahan pewarnanya)
bergolekan ber.go.lek.an [v] (1) berguling-guling: anak yg sakit itu sangat gelisah dan ~ ke kanan kiri; (2) berbaring-baring: ia ~ di dekat istrinya
bergosip ber.go.sip [v] melakukan gosip; bergunjing: banyak orang yg datang ke warung itu untuk sekadar ~ sambil melihat lalu lintas yg selalu ramai
bergosok ber.go.sok [v] (1) bergeser; bergesel; bersentuhan dan bergeseran: gajah ~ di batu; kedengaran bunyi kayu ~; (2) (sudah) digosok: ia memakai sepatu yg sudah ~ dan berkilat-kilat
bergoyang kaki ber.go.yang kaki [ki] (1) hidup dng senang, tidak perlu bekerja; (2) berenak-enak diri; bermalas-malas
bergulat ber.gu.lat [v] (1) berkelahi dng rangkul-merangkul, jatuh- menjatuhkan, dan tindih-menindih; bergumul; bergelut: pd saat itu saya lihat dia sedang ~ dng lawannya; (2) ki berjuang (untuk mempertahankan hidup dsb); bekerja dng susah payah: bapaknya harus ~ untuk memperbaiki nasibnya
bergulung ber.gu.lung [v] (1) berlipat melingkar: lengan bajunya ~ sebatas siku; (2) bergerak (berjalan) spt berguling (tt ombak dsb): ombak ~ dan memecah di pantai
berguna ber.gu.na [v] berfaedah; bermanfaat; mendatangkan kebaikan (keuntungan): makanan yg baik amat ~ bagi tubuh
berguru ber.gu.ru [v] (1) belajar: kepadanyalah ia banyak ~; (2) berlaku sbg guru: sebenarnya ia bukan guru, melainkan pandai ~
berhadapan (dng) ber.ha.dap.an (dng) [v] (1) bermuka (dng); bertentangan (dng); bertemu muka (dng): kantornya ~ dng Balai Kota; pasukan itu ~ dng musuh; (2) berdekatan dan tentang-menentang (ti-dak belakang-membelakangi): penumpang delman duduk ~; (3) bertanding (dng); melawan: regu A ~ dng regu B
berhajat ber.ha.jat [v] (1) bermaksud; berniat akan: setelah selesai ujian, ia ~ menengok orang tuanya di kampung; (2) berharap; membutuhkan; memerlukan: rakyat ~ akan pemerintahan yg adil dan bijak
berhak ber.hak [v] (1) mempunyai hak: dia ~ atas harta warisan itu; (2) berkuasa: ia ~ atas tanah ini
berhal ber.hal [v] (1) ada suatu urusan (krn perselisihan dsb); berurusan: jika ada orang yg ~ dan meminta tolong kepadanya, ia selalu menerimanya dng baik; (2) mendapat kesukaran (halangan dsb): ia meminta izin tidak masuk bekerja krn sedang ~
berhamba ber.ham.ba [v] (1) menjadi hamba; mengabdi: mereka ~ kpd raja; (2) mempunyai hamba: sang putri ~ empat orang; (3) memakai kata hamba (menyebutkan dirinya hamba): ia selalu ~ jika berkata-kata dng atasannya
berhantu ber.han.tu [v] (1) ada hantunya; (2) kemasukan hantu
berhanyut-hanyut ber.ha.nyut-ha.nyut [v] (1) terkatung-katung dibawa air (ombak): empat hari empat malam perahunya ~ dibawa ombak; (2) pergi ke mana-mana: ~ di perantauan, tiada sanak saudara; (3) berlarut-larut; bertele-tele: pembicaraannya ~ tidak menentu
berharap ber.ha.rap [v] (1) berkeinginan supaya terjadi: ibu itu ~ agar anaknya dapat segera sembuh kembali; (2) meminta supaya: kami ~ Saudara dapat melunasi utang Saudara selambat-lambatnya akhir bulan ini
berhelat ber.he.lat [v] (1) menggunakan tipu muslihat; (2) berdalih
berhenti ber.hen.ti [v] (1) tidak bergerak (berjalan, bekerja, dsb) lagi; tidak meneruskan lagi; mandek: jantungnya ~ berdenyut; (2) berakhir; selesai; tamat: siaran televisi ~ pd pukul dua puluh tiga; (3) mengaso; beristirahat; berjeda: maka ~ lah ia sebentar, beristirahat di bawah pohon; (4) meletakkan jabatan (pekerjaan dsb) lagi: Pak Lurah akan ~ pd akhir bulan ini
berhikmah ber.hik.mah [v] (1) berguna; bermanfaat; (2) memiliki kesaktian (kekuatan gaib dsb)
berhitung ber.hi.tung [v] (1) mengerjakan hitungan (menjumlahkan, mengurangi, dsb): anak-anak sedang ~; (2) berunding untuk memeriksa laba-rugi (perniagaan): tiap akhir tahun mereka ~
berhormat-hormat ber.hor.mat-hor.mat [v] (1) saling memberi hormat; saling menghormati; (2) terlalu menghormat; berulang-ulang memberi hormat
berhubungan ber.hu.bung.an [v] (1) bersangkutan (dng); ada sangkut pautnya (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): penahanan itu ~ dng peristiwa pembunuhan baru-baru ini; (2) bertemu (dng); mengadakan hubungan (dng): ia sudah ~ langsung dng kepala kantor; (3) bersambung: bejana-bejana itu ~ sehingga tinggi permukaan air yg ada di dalamnya sama; (4) tukar-menukar atau beri-memberi (kabar, pikiran, dsb) dng perantaraan telepon, surat-menyurat, dsb: sekarang kita sudah dapat ~ langsung dng sanak saudara kita di Eropa
berhukum ber.hu.kum [v] (1) menggunakan hukum; ada hukumnya; (2) mencari (meminta dsb) keadilan hukum (kpd); berhakim (kpd): ia sudah ~ kpd sekalian penghulu di dl negerinya; (3) beperkara; bersengketa
berhulu ber.hu.lu [v] (1) memakai pegangan atau hulu (tt pedang, keris, pisau): keris ~ gading; (2) bermata air: sungai itu ~ di Gunung Semeru
berhuma ber.hu.ma [v] (1) mempunyai huma; (2) mengusahakan huma; tanam-menanam di huma: pekerjaannya ~
beri be.ri [v] , mem.be.ri v (1) menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu: ia -- uang dan pakaian kpd pengemis itu; (2) menyediakan (melakukan dsb) sesuatu untuk: dia berkewajiban membersihkan kandang dan -- makan kambing; -- pertolongan; (3) memperbolehkan; mengizinkan: dia tidak -- anak-anaknya bermain dng anak berandal itu; (4) menyebabkan (menjadikan) menderita (kena): perbuatanmu yg tidak baik telah -- malu keluarga kita; (5) menjadikan supaya: -- ingat; -- tahu; (6) membubuhi (meletakkan, mengenakan, dsb): dia -- gula pd air teh itu; -- warna pd gambar bunga mawar; (7) mengucapkan (menyampaikan): -- selamat; -- hormat; -- salam; (8) cak melayangkan, mengirimkan, dsb (pukulan, tendangan): ia -- tendangan yg mematikan ke arah perut lawan
beri-beri be.ri-be.ri [n] penyakit radang urat saraf serempak di berbagai daerah saraf krn kekurangan vitamin B1
beria-ia ber.ia-ia [v] (1) selalu berkata "ya": jangan ~ saja, jawablah yg benar; (2) bercakap-cakap (berunding dsb)
berian be.ri.an [n] (1) pemberian; (2) maskawin
beribarat ber.i.ba.rat [v] (1) mengandung ibarat: ia gemar membaca pantun yg ~; (2) memberi nasihat (pelajaran dsb) dng ibarat: guru itu suka ~ ketika menasihati muridnya
beribu ber.i.bu [v] (1) mempunyai ibu: sekarang saya tidak ~ lagi; (2) menganggap atau menyebut ibu: kami ~ kpd perempuan yg baik hati itu
berida be.ri.da [a] (1) tua: selagi belum -- baiklah kita berbuat tanda; (2) ki banyak pengalaman; ulung: menteri --
berikut ber.i.kut [v] beserta; beriring dng: ~ surat ini saya kirimkan sehelai foto; akan dijual sebuah rumah ~ peka-rangannya; (2) n yg tsb di bawah ini; yg datang sesudah ini; yg menjadi lanjutannya: ~ merupakan tambahan saja
beril be.ril [n Kim] mineral yg sangat keras terdiri atas silikat dr berilium dan aluminium; Be3Al2Si6O18
berilium be.ri.li.um [n Kim] logam hitam abu-abu, keras, dan tidak mudah berkarat; unsur dng nomor atom 4, lambang Be, dan berbobot atom 9,0121
berimbang ber.im.bang [v] (1) sama berat (kuat, kuasa, banyak, dsb); setimbang; sebanding: pertandingan tidak berjalan lancar krn kedua kesebelasan itu tidak ~ kekuatannya; (2) ber-padanan (dng); berbanding (dng): hadiah yg diberikan ~ dng jasa yg dibuatnya
berinda be.rin.da [kl n] , se.be.rin.da n (1) segolongan (keluarga dsb); (2) seluruhnya; sekaliannya
berinduk ber.in.duk [v] (1) mempunyai induk; (2) berpangkal; berpokok: pembunuhan itu ~ pd ketidaksenangan pemuda A akan ejekan pemuda B
berinisial ber.i.ni.si.al [v] (1) bernama; (2) berciri (dl huruf): pencuri itu ~ PK
berisi ber.i.si [v] (1) ada isinya; tidak kosong; tidak hampa: senapan itu ~; (2) ki berilmu; mempunyai kesaktian: orang tua-tua pada zaman dulu banyak yg ~ sehingga tidak mempan oleh senjata apa pun; (3) padat dan kuat (tt tubuh): badannya kecil, tetapi ~; (4) mengandung; memuat: amplop itu ~ uang
berisik be.ri.sik [Jk a] (1) ribut (ramai, hingar-bingar) suaranya: saya tidak dapat tidur krn anak-anak -- di luar; (2) berasa mendengung pd telinga
beristirahat ber.is.ti.ra.hat [v] (1) berhenti sebentar untuk melepaskan lelah: mereka ~ selama sepuluh menit sebelum melanjutkan pertandingan; (2) berlibur untuk mengaso: sesudah kenaikan, anak-anak ~ selama sebulan
berita be.ri.ta [n] (1) cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yg hangat; kabar: semalam dia mendengar -- bahwa kampungnya dilanda banjir; (2) laporan: ia bertugas membuat -- harian; (3) pemberitahuan; pengumuman: -- redaksi
beriwayat be.ri.wa.yat [v] (1) mengemukakan riwayat; bercerita; (2) ada riwayatnya; mengandung sejarah; bersejarah; (3) a ki sangat penting; sangat berharga
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjahat ber.ja.hat [v] (1) berbuat jahat (spt berzina); berbuat dosa; (2) bercakap-cakap menjelek-jelekkan nama baik orang lain; memfitnah(kan)
berjajan ber.ja.jan [v] (1) membeli penganan dsb di kedai atau yg dijajakan orang; mengudap: jangan ~ sembarangan; (2) ki pergi ke tempat pelacuran
berjalin-jalin ber.ja.lin-ja.lin [v] (1) saling berjalin; belit-membelit; gandeng-menggandeng; ikat-mengikat; berjalinan: rambut gadis itu ~; (2) bersangkut paut: cerita itu ~ dng sejarah Kerajaan Majapahit
berjalinan ber.ja.lin.an [v] (1) mempunyai jalinan; (2) saling berjalin
berjalur ber.ja.lur [v] (1) bergaris lebar memanjang; berloreng lurus: kesebelasan itu berbaju kaus putih ~ biru; (2) berlajur(-lajur); berkolom(-kolom)
berjamu ber.ja.mu [v] (1) sedang menerima jamu: jangan ribut, ayah sedang ~; (2) berkunjung; bertamu: ia akan ~ ke rumah kakaknya
berjarum ber.ja.rum [v] (1) ada jarumnya; memakai jarum: alat pengukur gas itu ~ merah; (2) (sedang) disuntik; diinjeksi: anak-anak sedang ~ TCD di poliklinik
berjasa ber.ja.sa [v] (1) berbuat jasa; telah berbuat kebaikan kpd negara dsb; (2) berguna; berfaedah; (3) merasa senang (krn ...)
berjauh ber.ja.uh [v] , ~ hati ki (1) iba hati; sayu; (2) merasa segan
berjauh-jauhan ber.ja.uh-ja.uh.an [v] (1) saling tidak berdekatan; saling menghindari; (2) berebut jauh; beradu jauh
berjauhan ber.ja.uh.an [v] (1) tidak berdekatan; dl jarak jauh: mereka duduk ~; (2) tidak dekat hubungan (kekerabatan): hubungan saya dan Ida ~
berjawab ber.ja.wab [v] (1) ada jawabnya; berbalas; (2) disahuti; dijawab: hingga kini suratku tiada ~
berjeda ber.je.da [v] (1) berhenti sebentar; (2) ada jedanya; terputus-putus; ada antaranya
berjejak ber.je.jak [v] (1) menginjakkan kaki di sesuatu; bertumpu: kakinya ~ di bumi; (2) meninggalkan bekas kaki; berkesan
berjentera ber.jen.te.ra [v] (1) beroda; berpesawat; bermesin; (2) berputar; berpusing
berjilid ber.ji.lid [v] (1) disusun, dirangkaikan, dan dijahit (tt lembaran kertas dsb) sehingga berbentuk buku dsb; (2) dibagi-bagi (dipenggal-penggal) atas beberapa jilid
berjimat ber.ji.mat [v] mempunyai jimat; memakai jimat [v] (1) berhemat; (2) berhati-hati; saksama
berjiran ber.ji.ran [v] (1) tinggal berhampiran (berdekatan) dng rumah; bertetangga dng; (2) berkawan dng
berjiwa ber.ji.wa [v] (1) ada jiwanya; bernyawa; hidup; (2) berisi (mengandung sesuatu yg utama, penting, dsb): sajak yg tidak ~; (3) mempunyai perasaan batin (bersemangat dsb) spt: orang yg ~ pelaut
berjodoh ber.jo.doh [v] (1) cocok bersuamikan (beristrikan) dengan; (2) kawin
berjompakan ber.jom.pak.an [v] (1) berloncat-loncat dng kaki depan terangkat ke atas; (2) ki bergolak spt air dikarau baling-baling kapal
berjual ber.ju.al [v] (1) berjualan; berdagang (sesuatu): abangnya ~ rokok di tepi jalan; (2) (akan atau sudah) dijual: kambingnya sudah ~
berjudi ber.ju.di [v] (1) mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dl permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dng tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yg lebih besar dp jumlah uang atau harta semula; (2) bermain judi; bermain dadu (kartu dsb) dng bertaruh uang: ia jatuh miskin krn suka ~
berjulat ber.ju.lat [v] bersambung berturut-turut; tidak habis-habisnya: ~ tamu datang
berjumat ber.jum.at [v] (1) melakukan salat bersama-sama di masjid pd hari Jumat dng cara dan waktu tertentu (siang hari sekitar waktu salat zuhur); melakukan salat Jumat; (2) berhimpun; berkumpul
berkabung ber.ka.bung [v] (1) memakai kabung (sbg tanda berduka cita krn ada keluarga yg meninggal); (2) berduka cita krn keluarga, kerabat, dsb meninggal
berkaca ber.ka.ca [v] (1) memakai kaca: jendelanya tidak ~; (2) becermin: berkali-kali ia ~ untuk membetulkan sanggulnya; (3) ki mengambil sbg contoh teladan: ia selalu ~ kpd pengalamannya
berkaca-kaca ber.ka.ca-ka.ca [a] (1) berkilau spt kaca; (2) ki berlinang-linang (tt mata): tampak matanya ~ krn dilanda rasa haru
berkacau ber.ka.cau [v] (1) bercampur aduk tidak keruan; sudah campur betul: aduklah telur dan tepung itu hingga ~ betul, kemudian masukkan gula ke dalamnya; (2) bercampur aduk (tidak dibeda-bedakan; bertukar-tukar dng; keliru dng): banyak masalah pribadi yg ~ dng masalah politik
berkah ber.kah [n] karunia Tuhan yg mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat
berkain ber.ka.in [v] memakai kain (panjang dsb): pd peringatan Hari Kartini mereka ~ kebaya ke sekolah
berkaitan ber.ka.it.an [v] (1) saling mengait; (2) bersangkutan (yg satu dng yg lain): pembagian kerja yg setiap unsurnya saling ~
berkakak ber.ka.kak [v] (1) mempunyai kakak: ia tidak ~ dan tidak beradik kandung; (2) menyebut (memanggil dsb) dng kata kakak: ia ~ kepadaku
berkaki ber.ka.ki [v] (1) ada kakinya; mempunyai (memakai) kaki: kerbau ~ empat; (2) bersandar (bergantung): ia masih ~ pd orang tuanya
berkala-kala ber.ka.la-ka.la [v] (1) dr masa ke masa; (2) terkadang-kadang
berkampuh ber.kam.puh [v] (1) memakai kampuh (bertudung, berselimut, dsb dng kampuh): permaisuri ~ kain dewangga yg bertepikan emas perada Siam; (2) berjahit (tt barang tipis yg terdiri atas dua helai): sarung ~; (3) ki bermata dua (tt keris dsb): keris ~
berkantor ber.kan.tor [v] (1) membuka kantor di; kantornya berada di: perusahaan pelayaran itu ~ di Tanjung Priok; (2) berdinas
berkapitulasi ber.ka.pi.tu.la.si [v] menyerah kalah: Jepang ~ kpd Tentara Sekutu pd tanggal 14 Agustus 1945
berkarang ber.ka.rang [v] (1) ada karangnya; (2) mencari karang di laut: mata pencahariannya ~; (3) ki sudah lama dan berurat berakar (tt penyakit dsb): kegemaran berjudi merupakan penyakit yg sudah ~ dl hidupnya
berkarib ber.ka.rib [v] (1) rapat hubungannya dng; bersahabat: jangan kamu ~ dng jahanam itu; (2) ada hubungan darah; berfamili: anak itu masih ~ dng saya
berkarung-karung ber.ka.rung-ka.rung [num] (1) beberapa karung; (2) ki banyak sekali: beras ~
berkarya ber.kar.ya [v] (1) mempunyai pekerjaan tetap; berprofesi; (2) mencipta (mengarang, melukis, dsb): orang mencari kepuasan dl hal ~
berkas ber.kas [n] (1) kumpulan (gabungan) benda spt lidi, batang padi, kayu api, diikat menjadi satu: lidi tiga --; (2) bendel (surat-surat): -- surat laporan sudah disampaikan kpd kepala bagian tata usaha; (3) Adm lipatan kertas tebal persegi panjang untuk melindungi dan menyimpan surat
berkas komputer [Komp] kumpulan instruksi atau data yg berjudul, biasanya terekam di dl disket keras atau disket
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkaum ber.ka.um [v] (1) berkerabat (dng); bersanak (dng): ia ~ dng gubernur; (2) berpuak-puak; berkelompok-kelompok: mereka hidup ~ dan kesemuanya merupakan satu keluarga besar; (3) salat bersama-sama yg dipimpin oleh imam; berjemaah: salat ~ di masjid sangat utama
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkayu ber.ka.yu [v] (1) ada kayunya; mengandung kayu di dalamnya: pohon yg ~ keras; (2) mencari kayu (di hutan): pergi ~ ke hutan
berkayuh ber.ka.yuh [v] (1) menjalankan perahu dng pengayuh: nelayan itu masih juga ~ untuk mencari sesuap nasi
berkebun ber.ke.bun [v] (1) (sedang) menanam dsb di kebun; (2) mengusahakan kebun: pekerjaan tetapnya adalah ~ pisang
berkecil hati ber.ke.cil ha.ti [v] (1) agak marah; tersinggung; (2) tawar hatinya; takut; hilang keberaniannya
berkecil-kecilan ber.ke.cil-ke.cil.an [v] (1) beradu kecil (berebut mana yg lebih kecil); (2) bergaul ketika masih kecil
berkecimpung ber.ke.cim.pung [v] (1) ki bergerak (dl); berurusan (dl): orang yg ~ dl bidang pendidikan harus bersikap dinamis dan jujur; (2) bermain air dng menepuk-nepuk air atau memukul-mukulkan kaki ke air sehingga berbunyi "pung-pung" (pd waktu mandi); (3) berbunyi "pung-pung" spt air ditepuk
berkedai ber.ke.dai [v] (1) membuka kedai; berdagang kecil-kecilan: banyak orang ~ di tepi jalan; (2) berbelanja di kedai: ia hendak ~ ke pasar
berkedok ber.ke.dok [v] (1) memakai kedok untuk menutup muka dsb; bertopeng: semua pembajak itu ~ dan bersenjata pistol; (2) melakukan sesuatu sbg penutup maksud sebenarnya; menggunakan sesuatu sbg alat untuk menutupi diri: banyak modal asing yg diusahakan dng ~ perseroan nasional; untuk menutupi dirinya, ia selalu ~ agama apabila berdiskusi tt sesuatu
berkedut ber.ke.dut [v] (1) berlipat-lipat (tidak rata)); berkerut (kulit dsb); renyuk (kertas dsb); (2) kumal (baju dsb): bajunya sudah ~ [v] bergerak krn tarikan urat
berkehendak ber.ke.hen.dak [v] (1) bermaksud hendak; berharap akan; berkemauan akan: ia ~ menjadi guru; (2) mempunyai kehendak; berkemauan keras; bersemangat: anak itu ~ menjadi juara kelas
berkeji ber.ke.ji [v] (1) menghinakan diri; merendahkan martabat diri; (2) mau melakukan (berbuat) sesuatu yg keji, hina, dsb; apakah pekerjaanmu kemari hanya untuk ~ ?
berkelas ber.ke.las [v] (1) mempunyai kelas; (2) terbagi dl (berbagai) kelas (tingkat dsb)
berkelebihan ber.ke.le.bih.an [adv] (1) bersisa; ada lebihnya: daerah itu ~ hasil padinya; (2) mempunyai keunggulan (kepandaian dsb yg melebihi orang lain): tidak sedikit orang yg ~ , tetapi tidak dikenal orang; (3) berlebihan; teramat banyak; (4) terlalu: perangaimu itu telah ~ benar
berkelijak ber.ke.li.jak [v] (1) berbulu mata; (2) berbulu spt bulu mata (tt daun); (3) berbulu getar (tt binatang air)
berkeliling ber.ke.li.ling [v] (1) bergerak mengitari: anak-anak berlari pagi ~ Monas; (2) berjalan (naik mobil dsb) berputar-putar: para tamu bertamasya ~ kota
berkelip ber.ke.lip [v] (1) mengeluarkan cahaya kecil yg terputus-putus; (2) terbuka dan tertutup berganti-ganti dng cepat; berkedip-kedip: matanya ~
berkelok ber.ke.lok [v] (1) melengkung (tt garis); berkeluk; (2) berbelok atau bertukar arah, ke kanan atau ke kiri (tt alur jalan dsb)
berkeluarga ber.ke.lu.ar.ga [v] (1) berumah tangga; mempunyai keluarga: bagi orang yg sudah ~ penghasilan sebanyak itu tidak akan cukup; (2) bersanak saudara (dng); berkerabat (dng): ia masih ~ dng kepala kampung; (3) menikah; mempunyai istri (suami): ia akan ~ kalau sudah menjadi sarjana
berkemas ber.ke.mas [v] (1) memberes-bereskan; membungkus-bungkus supaya rapi; (2) bersiap-siap hendak berangkat dsb: mereka itu ~ hendak berangkat
berkembang ber.kem.bang [v] (1) mekar terbuka atau membentang (tt barang yg berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ~; (2) menjadi besar (luas, banyak, dsb); memuai: perusahaan itu ~ pesat; (3) menjadi bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb): dng kemampuan kosakata yg terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ~; (4) menjadi banyak (merata, meluas, dsb): usaha kerajinan tangan dan industri kecil ~ dng pesat di daerah ini
berkembar ber.kem.bar [v] (1) berpasangan; menjadi sepasang; (2) sama rupanya (keadaannya); (3) seragam (tt pakaian dsb)
berkemudi ber.ke.mu.di [v] (1) memakai kemudi; ada kemudinya; (2) (sedang) memegang kemudi (mengendarai)
berkenaan ber.ke.na.an [v] (1) bertepatan (dng); sehubungan (dng): ~ dng ulang tahun ygke-5 akan diadakan perayaan besar-besaran; (2) berhubungan (dng); berkaitan (dng): pengunduran dirinya sbg anggota organisasi itu diduga ~ dng peristiwa semalam; (3) setuju; sesuai; cocok: kedua orang muda itu sudah ~
berkenalan ber.ke.nal.an [v] (1) bersalaman dsb agar (saling) mengenal; (2) bergaul atau bersahabat (dng): ia tidak mau ~ dng tetangga
berkenduri ber.ken.du.ri [v] (1) mengadakan kenduri; (2) menghadiri acara kenduri
berkepak ber.ke.pak [v] (1) bersayap; (2) berkepak-kepak
berkepal-kepal ber.ke.pal-ke.pal [num] (1) merupakan gumpalan (kepulan-kepulan); bergumpal-gumpal: tanah di daerah itu pecah-pecah dan ~; (2) beberapa (banyak) kepal: anak yg baru pulih kesehatannya itu makan nasi ~
berkeping-keping ber.ke.ping-ke.ping [v] (1) pecah menjadi kepingan-kepingan kecil: kedua pesawat itu bertabrakan dan hancur ~; (2) terjadi dr beberapa kepingan
berkerak ber.ke.rak [v] (1) ada keraknya; (2) ki kotor: pakaiannya ~
berkeras ber.ke.ras [v] (1) tetap bertahan; tetap berpegang pd pendirian (kehendak, maksud hati); mengotot: biar bagaimanapun, ia ~ hendak pulang; (2) bertindak keras: jangan kamu ~ kpd murid-muridmu
berkeris ber.ke.ris [v] (1) memakai (mempergunakan) keris: ia tidak ~ , tetapi berpedang; (2) tikam-menikam dng keris: juara itu main ~; (3) menyandang keris; (4) ki mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri
berkerut ber.ke.rut [v] (1) ada kerutnya; berkedut; bergelembur (tt kulit dsb): wajahnya ~ keheranan; (2) menjadi lebih pendek; mengerut: urat itu dapat ~; (3) Mk keriting; ikal: rambutnya ~
berkesan ber.ke.san [v] (1) meninggalkan bekas; berbekas: segala kebaikannya tiada ~ sedikit juga; (2) menimbulkan kesan: perjumpaannya yg pertama dng gadis itu sangat ~ sehingga tidak akan dilupakannya selama hidupnya
berkesesuaian ber.ke.se.su.ai.an [v] (1) bersesuaian; berkeselarasan; tersesuaikan; (2) sudah disesuaikan; dapat diselaraskan
berketak ber.ke.tak [v] (1) berlipat (pd kulit leher dsb): lehernya jenjang ~ tiga, tempat peluh bermain; (2) berombak-ombak (rambut): ia menyikat rambutnya yg ~ itu
berketak-ketak ber.ke.tak-ke.tak [v] (1) berbunyi "ketak, ketak"; (2) berkotek-kotek (bunyi ayam)
berketak-ketik ber.ke.tak-ke.tik [v] (1) berbunyi "ketak, ketik" (tt arloji dsb); (2) ki berdebar-debar hatinya
berkhalwat ber.khal.wat [v] (1) mengasingkan diri di tempat yg sunyi untuk bertafakur, beribadah, dsb: selama bulan Ramadan ulama itu ~ di kampung yg terpencil; (2) berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yg bukan muhrim di tempat sunyi atau tersembunyi
berkhidmat ber.khid.mat [v] (1) berbuat khidmat; bersopan-santun; (2) mengabdi kpd; setia kpd: ~ kpd tanah air adalah kewajiban setiap warga negara
berkicau ber.ki.cau [v] (1) berbunyi (tt burung murai): tiada berhenti burung murai itu ~; (2) ki berkata-kata sebarang kata saja; berceloteh; mengoceh: biarkan dia ~ , kalau sudah capai akan berhenti sendiri
berkikir ber.ki.kir [v] (1) telah dikikir: besi ~; (2) tidak licin (tt kulit); berkerut-kerut; kesat atau kasap: kulit ~
berkilauan ber.ki.lau.an [a] gemerlap (seolah-olah sinarnya memantul-mantul): putri itu mengenakan permata yg ~
berkincir air ber.kin.cir air [Mk ki] (1) pintar (tangkas) dl menjawab dsb; (2) licik (licin; cerdik)
berkinerja ber.ki.ner.ja [v] (1) memperlihatkan prestasi; (2) berkemampuan (dng menggunakan tenaga): mesin ~ tinggi ini terdiri atas dua poros turbin gas, propeler, dan peralatan kontrol
berkipas ber.ki.pas [v] (1) memakai kipas; ada kipasnya; (2) (sedang) mengibas-ngibas dng kipas agar sejuk
berkira-kira ber.ki.ra-ki.ra [v] (1) menghitung-hitung; menaksir-naksir (berapa banyaknya); berpikir-pikir; mengira-ngira: ia ~ sebentar, lalu mengiakan tanda setuju; (2) beragak-agak; bersedia-sedia (hendak berbuat sesuatu); berniat hendak (melakukan sesuatu): ia hendak menanyakan tanggal ulang tahunnya
berkisar ber.ki.sar [v] (1) berpusing, berputar (tt roda, baling-baling, dsb): roda ~; (2) berpindah; beralih; bergeser; bertukar; (3) mengenai; bertumpu pd: penjelasan tsb ~ pd instruksi gubernur tt penertiban pedagang kaki lima
berkisi ber.ki.si [v] (1) memakai kisi-kisi; (2) berpusat pd; searah menuju ke
berkoak-koak ber.ko.ak-ko.ak [v] (1) berbunyi "koak-koak"; (2) berseru-seru; berteriak-teriak; bergembar-gembor; (3) ki mengeluarkan pendapat (kritik, dsb) yg keras atau tajam tanpa nalar yg kuat
berkobar-kobar ber.ko.bar-ko.bar [v] (1) menyala-nyala dng hebatnya (tt api): api yg ~ itu menjadikan kota itu spt lautan api; (2) ki berapi-api (menyala-nyala dsb tt semangat): para pemuda berjuang dng semangat yg ~
berkocak ber.ko.cak [v] (1) berguncang (tt benda cair); (2) berpalu (tt ombak di pantai dsb): ombak ~ pd batu karang; (3) menjadi keruh atau tidak berseri-seri (tt mata); menjadi rusuh (gelisah): matanya (hatinya) ~
berkokok ber.ko.kok [v] (1) berbunyi "kukuruyuk" (tt ayam jantan): umumnya ayam ~ pd dini hari; (2) ki mengeluarkan kata-kata untuk menunjukkan keberanian dsb: si Jampang (jago Betawi) ~ setelah mengalahkan lawan-lawannya
berkongsi ber.kong.si [v] (1) mengadakan persekutuan dagang (dng); (2) bersekutu; berkomplot
berkonsultasi ber.kon.sul.ta.si [v] (1) bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dl memutuskan sesuatu (tt usaha dagang dsb): tokoh-tokoh bank berkumpul di Jakarta dan saling ~ untuk memecahkan masalah perkreditan; (2) meminta nasihat (tt kesehatan, pendidikan, dsb)
berkontak ber.kon.tak [v] (1) mengadakan kontak; perhubungan; (2) cak ada arus listriknya (tt pesawat dsb)
berkorban ber.kor.ban [v] (1)menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; menjadi korban; menderita (rugi dsb); (2) memberikan sesuatu sbg korban: kami rela ~ demi kejayaan nusa dan bangsa
berkotak-kotak ber.ko.tak-ko.tak [v] (1) terdiri atas banyak kotak; (2) berpetak-petak; (3) terbagi-bagi; terpecah-pecah: jangan memandang persoalan itu secara sempit dan ~
berkubah ber.ku.bah [v] (1) memakai kubah; (2) beratap lengkung
berkubang ber.ku.bang [v] (1) berendam diri atau berguling-guling di air yg berlumpur (tt kerbau, babi, dsb); (2) berlumpur; berlumuran lumpur dsb: para petani pulang dng ~ tanah dan lumpur
berkubu ber.ku.bu [v] (1) memakai kubu; diperkuat dng kubu; bertahan dl kubu: tentara Islam ~ di bandar Medinah untuk menghindari serangan orang musyrik; (2) menangkap dng kubu
berkubur ber.ku.bur [v] (1) dimakamkan (tt mayat); mempunyai kubur: pd masa peperangan banyak orang mati tidak ~; (2) (sudah) mati: orang yg sudah ~ jangan dibicarakan lagi
berkuda ber.ku.da [v] (1) mempunyai kuda; (2) menunggang kuda
berkujut ber.ku.jut [v] (1) menggantung diri dng mengikat (mencekik) leher dng tali: dia mati krn ~; (2) terikat krn salah; (3) tersangkut; terlibat (dl perkara): semuanya ~ dl perkara itu
berkuku ber.ku.ku [v] (1) mempunyai kuku; (2) ki berkuasa (pandai, cerdik, dsb): pejabat itu sudah tidak ~ lagi di kantor kami
berkukus ber.ku.kus [v] (1) mengeluarkan kukus (uap); beruap: air yg dijerang itu mulai ~; (2) dimasak dsb dng ditaruh di atas air mendidih: bukan nasi bertanak, melainkan nasi ~; (3) dijadikan barang cair dr uap; barang cair yg dipanaskan (dng jalan disuling): ciu ialah semacam air tapai ~
berkuli ber.ku.li [v] (1) mempunyai kuli; (2) bekerja sbg kuli: mereka hidup dr ~
berkuliah ber.ku.li.ah [v] (1) menerima kuliah; (2) menuntut pelajaran di perguruan tinggi: pagi-pagi ia ~ di IKIP, sore ia mengajar; (3) kl memberi kuliah; mengajar (di perguruan tinggi)
berkulup ber.ku.lup [v] (1) mempunyai kulup; ada kulupnya; (2) belum (tidak) dikhitan: meskipun sudah besar, anak itu masih ~ krn belum dikhitan
berkumandang ber.ku.man.dang [v] (1) bergema; bergaung: suara azan ~ di masjid besar itu; (2) ki terngiang-ngiang; seakan-akan terdengar kembali: setiap peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ~ lagu Indonesia Raya di mana-mana; (3) ki sangat terkenal
berkumpai ber.kum.pai [v] (1) berjumbai; berumbai; (2) panjang, lebar, dan halus spt kumpai (tt ekor ikan dsb)
berkunang-kunang ber.ku.nang-ku.nang [v] (1) berpendar-pendar; berkelip-kelip: air kelihatan ~ kena cahaya bulan; (2) seakan-akan melihat cahaya berkilap-kilap pd mata (ketika kepala pening, akan pingsan, dsb): tangannya gemetar dan matanya terasa sakit, kadang-kadang ~
berkurap ber.ku.rap [v] (1) menderita penyakit kurap; (2) ki bercacat; buruk
berkurung ber.ku.rung [v] (1) tinggal di rumah saja: siang malam gadis itu ~ di rumahnya; (2) memakai tanda kurung: kata yg ~ itu hendaklah diganti dng kata lain yg bersamaan artinya
berkutu ber.ku.tu [v] (1) mempunyai kutu: rambutnya ~; (2) mencari kutu di kepala; menyelisik kepala sendiri [ark v] berkumpul; berserikat; bersekutu
berlabuh ber.la.buh [v] (1) tergelantung ke bawah; turun (tt kelambu, tirai, layar panggung, dsb): tirai ~; layar panggung ~; (2) berhenti; menurunkan sauh (tt kapal, perahu): kapal-kapal besar pun dapat ~ di Pelabuhan Cirebon; (3) berteduh, berdiam, dan menghentikan segala kegiatan: rumah adalah tempat ~ dr berbagai kegiatan
berlagak ber.la.gak [v] (1) menyombongkan diri: baru jadi anggota Hansip, ia sudah ~ , apalagi jadi tentara; (2) berlaku spt (pemberani, orang pandai, dsb); berpura-pura: ketika ditanya polisi, ia ~ tidak tahu-menahu
berlagu ber.la.gu [v] (1) dng lagu; (2) ark bernyanyi; menyanyi
berlaku ber.la.ku [v] (1) masih berjalan (sedang dikerjakan dsb); berlangsung; terjadi: jam malam ~ dr pukul 18.00 sampai pukul 06.00 WIB; penahanan para sandera masih ~; peraturan itu sudah dinyatakan tidak ~ lagi; (2) berbuat; bertindak: ia suka ~ kasar thd istrinya; (3) bertindak menjadi; menjalankan tugas menjadi: dl pemilihan umum, presiden pun ~ sbg warga negara biasa; (4) boleh dipakai (tt surat, uang, dsb); sah: surat keterangan Saudara tidak ~ lagi krn sudah habis masa ~ nya; (5) dikenakan untuk atau pd: aturan ini ~ bagi sekalian warga negara Indonesia; peraturan lalu lintas itu ~ bagi semua pemakai jalan
berlalai-lalai ber.la.lai-la.lai [v] (1) tidak memperhatikan; (2) bermalas-malas; (3) berlambat-lambat
berlalu ber.la.lu [v] (1) lewat; lampau: kesempatan itu jangan dibiarkan ~; (2) pergi: demikian katanya sambil ~; (3) mati: tadi malam ia telah ~; (4) tidak makan sahur (waktu puasa): dl bulan puasa ini kami dua kali ~
berlalu lintas ber.la.lu lin.tas [v] (1) ada lalu lintasnya; (2) berkenaan dng lalu lintas: aturan ~ perlu dipatuhi; (3) melakukan tindak lalu lintas (dng kendaraan)
berlambak ber.lam.bak [v] (1) berlonggok-longgok; bertimbun-timbun (tidak teratur); (2) banyak sekali; berlimpah: pd bulan Desember biasanya buah ~ di Jawa Barat
berlandasan ber.lan.das.an [v] (1) memakai landasan; (2) berdasar; beralasan
berlangsung ber.lang.sung [v] (1) terus berlaku; melanjut: pertempuran ~ hingga pagi; (2) sedang berlaku (diadakan, dibuat, dsb); terjadi: upacara pelantikan ~ baik; perundingan yg sedang ~
berlanjut ber.lan.jut [v] (1) tidak selesai hanya di situ saja; ada rentetannya; bersambung: peristiwa yg didahului dng pertengkaran itu rupanya ~ dng perkelahian; (2) terus-menerus; berlarut-larut; berlama-lama: siapa yg tahan mengalami penderitaan yg ~ ini
berlapis ber.la.pis [v] (1) memakai lapis: mobil yg ~ baja; (2) tersusun dr atau mempunyai lembaran tipis; berlamina
berlarat-larat ber.la.rat-la.rat [v] (1) berada dl keadaan larat; (2) bertambah jauh (hanyut, pergi); (3) semakin menjadi (melantur-lantur, berpanjang-panjang, berlanjut-lanjut) perundingan (percakapan) jadi ~; (4) bertambah melebar (meruak, merembet): kebakaran besar tidak dapat dicegah, api telah ~ ke mana-mana
berlauk ber.la.uk [v] (1) ada lauknya; (2) makan sesuatu dng lauk
berlawan ber.la.wan [v] (1) berimbang; berbanding: dialah satu-satunya jagoan yg tidak ~; (2) bertanding; bertempur: mereka berkurung dl benteng sebab tidak berani ~ dng musuhnya
berlayar ber.la.yar [v] (1) memakai (menggunakan) layar; (2) mengarungi lautan; bepergian dng kapal (perahu): pelaut itu sudah ~ ke mana-mana; (3) ki meninggal dunia
berlebih-lebih ber.le.bih-le.bih [a] (1) berlebih banyak: makanan dan minuman jangan ~ dl pesta perkawinan itu; (2) sangat berlebih dr keadaan sebenarnya: hemat saya berita ini ~ agaknya
berlebih-lebihan ber.le.bih-le.bih.an [adv] (1) atas-mengatasi: dl perdebatan itu mereka hanya ~ , bukan mencari kebenaran; (2) teramat sangat; sangat lebih dr keadaan sebenarnya: katakanlah apa adanya jangan ~
berlebihan ber.le.bih.an [a] (1) banyak sekali: membawa secukupnya saja jangan ~; (2) amat; sangat: harga barang itu ~ mahalnya; (3) aneh-aneh atau tidak sewajarnya (tt tingkah laku): tingkahnya ~
berleleran ber.le.ler.an [v] (1) berlelehan (tt peluh, ingus); (2) ki melantur-lantur tidak keruan; berkepanjangan (tt percakapan, pembicaraan): percakapan mereka ~ ke sana kemari
berlengah-lengah ber.le.ngah-le.ngah [v] (1) bermalas-malas; berlalai-lalai; (2) bersenang-senang hati (berbuat sesuatu untuk melupakan kesusahan yg dialami)
berlepas ber.le.pas [v] (1) tidak terikat lagi (bebas); (2) kl pergi; berangkat; (3) tidak turut campur tangan; menghindarkan diri (dr persengketaan, tanggung jawab, dsb); (4) lepas landas
berleret-leret ber.le.ret-leret [v] (1) berjajar-jajar; berbanjar-banjar; (2) berderet-deret; bersaf-saf
berlibur ber.li.bur [v] (1) mengalami libur; (2) pergi (bersenang-senang, bersantai-santai, dsb) menghabiskan waktu libur; bervakansi: mereka merencanakan ~ ke Pulau Dewata
berlidah ber.li.dah [v] (1) mempunyai lidah; (2) ki mempergunakan lidah
berliku-liku ber.li.ku-li.ku [v] (1) banyak tikungan; berkelok-kelok: balapan mobil itu menempuh jalan yg ~; (2) ki berbelit-belit: urusan itu menjadi panjang dan ~ sukar menyelesaikannya
berlilit ber.li.lit [v] (1) berpilin; berpintal: tali ember itu terbuat dr; ijuk ~; (2) berbelit: tumbuhan itu ~ pd tumbuhan lain; (3) dikebat; dibalut: kepalanya ~ perban
berlimau ber.li.mau [v] (1) mandi dng menyirami tubuh dan kepala dng air yg dicampur dng kulit limau purut; (2) berkeramas (dng air dicampur air limau)
berlinang-linang ber.li.nang-li.nang [n] (1) lelehan; (2) kilapan
berlipat ber.li.pat [v] (1) dilipat rangkap: kain yg ~ pd tepinya; (2) menjadi banyak sekian kali; berganda: keuntungannya ~
berlipat-lipat ber.li.pat-li.pat [v] (1) berlipat banyak; berlepit-lepit: bagian bawah gaunnya ~; (2) banyak sekali; berlipat ganda: keuntungannya ~
berlomba ber.lom.ba [v] (1) beradu kecepatan: para atlet itu ~ mencapai garis finis; (2) beradu kecakapan (kemampuan dsb): para siswa tamatan SLTA ~ untuk dapat diterima di perguruan tinggi negeri
berloncatan ber.lon.cat.an [v] meloncat beramai-ramai; meloncat ke sana kemari: anak-anak ~ di halaman sekolah
berlubang ber.lu.bang [v] (1) ada lubangnya: kelapa itu ~ digerek tupai; (2) berlekuk (tt tanah dsb): jalan yg baru selesai dibangun itu sudah ~ krn air hujan
berludah ber.lu.dah [v] (1) mempunyai ludah; (2) mengeluarkan ludah: mulutnya selalu ~ krn ia sakit seriawan; (3) membuang ludah; menyemburkan ludah; meludah: dilarang ~ di ruangan ini
berlumpur ber.lum.pur [v] (1) ada lumpurnya; (2) kena lumpur; kotor oleh lumpur; (3) berendam atau berguling-guling di air yg banyak lumpurnya (tt kerbau, babi, dsb); berkubang
berlutut ber.lu.tut [v] (1) melipat(kan) lutut sbg tumpuan untuk berdiri; (2) ki bertekuk lutut; menyerah (mengaku) kalah: akhirnya Jepang ~ juga kpd sekutu
bermadah ber.ma.dah [v] (1) memuji-muji; mengucapkan syair (sajak) sbg pujian: ia -- untuk mengambil hati gadis itu; (2) berkata: janganlah tuan hamba -- spt itu
bermahkota ber.mah.ko.ta [v] (1) memakai mahkota; menjadi raja; (2) ki mempunyai kekuasaan atau yg memerintah: dewasa ini terdapat beberapa raja yg tidak --
bermain-main ber.ma.in-ma.in [v] (1) bersenang-senang dng melakukan sesuatu: anak kecil itu sedang -- di lapangan rumput; (2) berkelakar saja; tidak dng sungguh-sungguh: ah, tidak apa-apa, kami hanya --
bermakrifat ber.mak.ri.fat [v] (1) memikirkan dalam-dalam; bertafakur; (2) tahu benar
bermaksud ber.mak.sud [v] (1) mempunyai maksud (tujuan, kehendak): ia -- mempererat persahabatan dng teman-teman sekota; (2) berniat (hendak): setelah sembuh dr sakit, ia -- pulang ke kampung; (3) mengandung arti (makna): jangan disangka pujian yg muluk-muluk itu tidak -- lain
bermalam ber.ma.lam [v] (1) menumpang tidur; menginap: krn hotel sudah penuh, saya -- di stasiun; (2) telah dimasak kemarin; sudah basi (tidak segar atau baru lagi): sayur yg sudah -- jangan dihidangkan kpd tamu
bermandi ber.man.di [v ki] (1) banyak memperoleh: benar-benar pd waktu itu para tengkulak -- uang; (2) bersimbah; bersiram (dng): ia bekerja sama sampai -- keringat; (3) berlumuran: -- darah
bermanfaat ber.man.fa.at [v] ada manfaatnya; berguna; berfaedah: olahraga itu -- bagi kesehatan
bermanik-manik ber.ma.nik-ma.nik [v] (1) memakai perhiasan (kalung dsb) manik-manik: penduduk di pulau itu hampir semuanya -- pd lehernya; (2) keluar peluh berbutir-butir, spt manik-manik: peluhnya -- di dahinya
bermara ber.ma.ra [v] (1) berbahaya; (2) menempuh bahaya
bermasak-masak ber.ma.sak-ma.sak [v] sedang mengolah (membuat) bermacam-macam penganan (gulai dsb)
bermasyarakat ber.ma.sya.ra.kat [v] (1) merupakan masyarakat: makhluk yg -; (2) bersekutu; bersatu membentuk masyarakat: hidup -- secara rukun
bermegah ber.me.gah [v] (1) mempunyai sifat megah; (2) bermegah-megah
bermerek ber.me.rek [v] (1) mempunyai atau menggunakan merek (cap, tanda, dsb); (2) ki mempunyai nama; terkenal
bermesin ber.me.sin [v] (1) mempunyai mesin; (2) menggunakan mesin
bermetamorfosis ber.me.ta.mor.fo.sis [n] (1) berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain (baru); (2) berubah kedudukan (tingkat, martabat): sejak zaman Belanda, Cina telah -- menjadi kelas pedagang dan pemegang modal di perkotaan, sementara orang Jawa tetap sbg buruh perkebunan
bermimpi ber.mim.pi [v] (1) melihat (mengalami) sesuatu dl mimpi: semalam ia -- dikejar harimau; (2) berkhayal; berangan yg bukan-bukan
berminyak ber.mi.nyak [v] (1) mengandung minyak: biji buah jarak -; (2) mengeluarkan minyak: mukanya selalu -; (3) memakai minyak: rambutnya -
bermobil ber.mo.bil [v] (1) mempunyai mobil: sbg orang kaya dia -- banyak; (2) naik (mengendarai) mobil: tiap hari saya -- ke kantor
bermohon ber.mo.hon [v] (1) minta izin; mohon; (2) pamit; minta diri: tanpa -- lagi, ia pun pulanglah
bermoncong ber.mon.cong [v] (1) mempunyai moncong: buaya yg -- pendek disebut buaya katak; (2) ki kas berkata sambil bersungut- sungut
bermoral ber.mo.ral [v] (1) mempunyai pertimbangan baik buruk; berakhlak baik: mana ada penjahat yg -; (2) sesuai dng moral (adat sopan santun dsb): ia melakukan perbuatan yg tidak -
bermotif ber.mo.tif [v] (1) mempunyai pola; bercorak: gaun yg dipakai-nya -- kembang-kembang besar; (2) mempunyai motif (sebab, alasan, latar belakang, dsb): penculikan itu ternyata -- pemerasan
bermotor ber.mo.tor [v] (1) mengendarai sepeda motor: ia -- dr Bandung ke Jakarta; (2) menggunakan motor (mesin); diperlengkapi dng motor: kendaraan --
bermula ber.mu.la [v] ada mulanya (awalnya): Tuhan yg tiada -- dan tiada berakhir; (2) adv pertama-tama; pertama sekali: beliaulah yg -- mendirikan sekolah partikelir di sini; (3) adv mula-mula; sediakala: tidak lama setelah bertengkar mereka sudah bersahabat lagi spt --; (4) v bersumber; berpenyebab awal; berpangkal (dr): perkelahian itu -- kesalahpahaman kecil belaka; (5) adv pertama-tama yg akan diceritakan; sebermula: -- maka tersebutlah seorang raja besar di negara anu
bermulut ber.mu.lut [v] (1) ada mulutnya; mempunyai mulut; memakai mulut, berlubang: meriamnya -- panjang; (2) kas berkata; bercakap-cakap
bermusim ber.mu.sim [v] (1) sudah sampai pd musimnya: buah durian belum -; (2) memiliki musim; menurut musim (tidak sebarang waktu ada): ditanami pohon buah-buahan yg -, spt ram-butan dan mangga; pohon kelapa berbuah sepanjang tahun, tidak -
bermusuh ber.mu.suh [v] (1) musuh-memusuhi; berlawanan (berlaku spt musuh dng musuh): kedua pihak selalu -; mendamaikan kedua suku yg -; (2) saling memusuhi
bermutu ber.mu.tu [v] (1) baik (tinggi) mutunya; berbobot: tulisan-tulisannya selalu --; (2) mempunyai mutu (kualitas): Anda dapat memilih sendiri cat yg -- tinggi; (3) bertaraf: pemain bulu tangkis yg -- internasional
bernama ber.na.ma [v] (1) memakai nama; mempunyai nama: sbg orang yg ~ , aku tidak suka kaupanggil tanpa nama atau tanpa sapaan; (2) ark mendapat nama; masyhur; terkenal: ia menyuruh memanggil tabib yg ~ itu
bernantian ber.nan.ti.an [v] (1) menunggu-nunggu; berjaga-jaga: mereka ~ di pantai; (2) saling menunggu
bernas ber.nas [a] (1) berisi penuh (tt butir padi, susu, bisul, dsb): buah padi --; (2) ki banyak isinya (tt pidato, petuah, ceramah, dsb); (3) dapat dipercaya: janjinya selalu --
bernegara ber.ne.ga.ra [v] (1) mempunyai negara; (2) menjalankan pemerintahan negara: berjuang krn ingin ~
berniat ber.ni.at [v] bermaksud (akan): ia ~ akan melanjutkan sekolahnya mulai tahun ini
bernilai ber.ni.lai [v] (1) mempunyai nilai (harga uang dsb): mata uang yg ~ seratus rupiah; (2) bermutu; berharga: ia berhasil menciptakan tarian baru yg ~ tinggi
bernoda ber.no.da [v] (1) ada nodanya (sehingga kotor dsb): baju putihnya ~ oleh getah pisang; (2) ki bercela (mendapat nama buruk): namanya sudah ~ di daerah itu
bernomor ber.no.mor [v] mempunyai nomor; ada nomornya: naskah itu di Museum Nasional ~ 21 Ml
bernostalgia ber.nos.tal.gia [v] (1) melepaskan rindu setelah lama tidak bertemu; (2) mengingat peristiwa-peristiwa manis yg pernah dialami pd masa lalu
bernyala ber.nya.la [v] (1) ada nyalanya; keluar nyalanya: kayu itu dibakar, tetapi tidak ~; (2) ki besar sekali: semangatnya ~
bernyala-nyala ber.nya.la-nya.la [v] (1) menyala besar dan tinggi; berkobar-kobar: api yg ~ menghanguskan hutan ini; (2) ki makin menjadi-jadi; berkobar-kobar (tt semangat, cinta, dsb): cintanya makin ~
berobat ber.o.bat [v] (1) menggunakan obat: jika badan tidak nyaman, lebih baik -; (2) meminta atau mencari obat kpd: jangan -- kpd dukun, pergilah ke rumah sakit; (3) sudah diobati atau sudah mendapat obat; (4) ki mendapat balasan; terhibur: jerih payahnya sudah -; -- hatiku setelah anak yg kurindukan pulang dr rantau
beroleh ber.o.leh [v] (1) mendapat; menerima: -- manfaat daripadanya; (2) kl boleh; dapat: mudah-mudahan anakmu -- selamat di jalan
berondong be.ron.dong [n] butir-butir jagung yg digoreng tanpa minyak atau dng sedikit minyak sehingga mengembang dan pecah [v] , mem.be.ron.dong v (1) menembak secara beruntun dng peluru banyak-banyak; (2) ki menghujani pukulan (pertanyaan, cacian, dsb)
berondongan be.ron.dong.an [n] (1) peluru dsb yg diberondongkan; tembakan; (2) hasil memberondong; (3) dentuman peluru beruntun
berongsong be.rong.song [n] (1) keranjang dsb pembungkus (penutup) buah di pohon supaya tidak dimakan kalong, keluang, dsb; (2) selongsong pd mulut anjing dsb; berangus
beronjong be.ron.jong [n] (1) keranjang panjang terbuat dr kawat atau bambu untuk tempat babi; (2) keranjang dr bambu atau anyaman kawat yg diisi batu-batu untuk penahan arus air (banjir, gelombang laut, dsb): di sungai itu dipasang --
berontak be.ron.tak [v] (1) meronta-ronta hendak melepaskan diri: walaupun sudah diikat, kuda itu -- hendak melepaskan diri; (2) cak melawan, tidak mau menurut perintah: adiknya -- , tidak mau disuruh belajar; (3) melawan pemerintah (kekuasaan dsb) secara serentak: suku bangsa itu -- krn merasa diperlakukan tidak adil
beroperasi ber.o.pe.ra.si [v] (1) melakukan gerakan militer: satu batalion tentara -- di daerah perbatasan; (2) melakukan aktivitas kerja: banyak tukang copet -- di kereta api
berorientasi ber.o.ri.en.ta.si [v] (1) melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu); (2) mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg -- ke Barat
berotak ber.o.tak [v] (1) berakal; mempunyai pikiran; mempunyai kecerdasan yg baik: anakmu tidak -; (2) mempunyai otak: apakah udang ada yg -?
berpacaran ber.pa.car.an [v] bercintaan; berkasih-kasihan: kedua remaja itu sudah ~ sejak mereka duduk di kelas tiga sekolah menengah tingkat atas
berpacu ber.pa.cu [v] (1) berlari kencang-kencang; (2) berusaha untuk saling mendahului
berpadanan ber.pa.dan.an [v] (1) berimbang (dng); sebanding (dng): upahnya tidak ~ dng tenaga yg dikeluarkannya; (2) menyesuaikan pendapat; bermufakat; berembuk: mereka ~ sebelum mengambil keputusan
berpadang ber.pa.dang [v] , ~ luas ki (1) boleh berbuat atau memilih sekehendak hati; (2) sabar
berpadi ber.pa.di [v] (1) mempunyai padi; (2) bertanam padi; bersawah; berladang
berpadu ber.pa.du [v] (1) menjadi satu benar; luluh dan bercampur menjadi satu: angin laut dan desir ombak ~ suara; (2) beku dan menjadi keras (tt darah, air gula, dsb): darahnya ~; (3) kukuh krn telah disatukan: partai-partai politik ~ dl satu asas, Pancasila; (4) bercampur (dng): suka dan duka ~ mengharu hati
berpadu-padu ber.pa.du-pa.du [v] (1) bersatu benar-benar; (2) menyesuaikan pendapat; bermusyawarah
berpagar ber.pa.gar [v] (1) memakai pagar; ada pagarnya; (2) dipagari: halaman rumahnya ~ besi
berpahala ber.pa.ha.la [v] (1) berbuat pahala; berbuat kebaikan; berbuat jasa; (2) ada pahalanya; mempunyai pahala
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpahit-pahit ber.pa.hit-pa.hit [v] (1) ki bersusah-susah; berprihatin; (2) ki menyatakan segalanya dng terus terang (tidak hanya yg baik-baik)
berpakaian ber.pa.kai.an [v] (1) mengenakan pakaian: tunggu sebentar, ia sedang ~; (2) berdandan
berpaku ber.pa.ku [v] (1) ada pakunya; dilekatkan dng paku: sepatu itu tidak ~ solnya, tetapi hanya dilekatkan dng lem; (2) ki berpegang teguh: mereka tetap ~ pd pendirian semula
berpaman ber.pa.man [v] (1) mempunyai paman; (2) menganggap atau menyebut paman
berpamitan ber.pa.mit.an [v] minta pamit; minta diri: sebelum berangkat sekolah, dia selalu ~ kpd orang tuanya
berpamor ber.pa.mor [v] (1) memakai pamor: ia sangat menyayangi keris yg ~ itu; (2) bersemarak; beperbawa; mulia: sejak kejadian itu ia bukan orang ~ lagi di depan anak buahnya
berpancuran ber.pan.cur.an [v] (1) mempunyai pancuran; (2) memancar kemana-mana
berpangkat ber.pang.kat [v] (1) mempunyai pangkat: ia ~ kolonel; (2) berkedudukan tinggi: gadis itu mendapatkan suami orang ~
berpanjang-panjang ber.pan.jang-pan.jang [a] (1) dng panjang lebar; (2) berkepanjangan
berpantang ber.pan.tang [v] (1) sedang dl keadaan tidak boleh makan sesuatu yg terlarang krn dapat mengganggu kesehatan dsb: ia ~ makan sambal krn sedang sakit perut; (2) tidak mau; tidak boleh (biar bagaimanapun): kita ~ menyerah kpd musuh; terus maju, ~ mundur
berpartner ber.part.ner [v] (1) berusaha bersama; menjadi mitra dl usaha; bekerja sama; (2) berpasangan main: dl permainan itu A ~ dng B
berpasang-pasang ber.pa.sang-pa.sang [num] (1) beberapa pasang (jodoh, set, perangkat): ~ sandal; ~ pakaian; (2) berdua-dua; sepasang-pasang: menari ~; berjalan ~
berpecah belah ber.pe.cah be.lah [v] (1) bercerai-berai; berpisah-pisah (tidak menjadi satu lagi); (2) kocar-kacir; morat-marit
berpedoman ber.pe.do.man [v] (1) memakai pedoman: kita bentuk warga negara yg ber-Pancasila dan ~ kpd haluan negara; (2) menuju, mengarah (ke) ...; berpegang (kpd); menurut contoh: dl menentukan langkahnya ia selalu ~ kpd pengalamannya
berpegangan ber.pe.gang.an [v] (1) saling berpegang: kami ~ ketika melintasi jembatan itu; (2) memakai pegangan: penggorengan itu ~ supaya mudah memakainya
berpelajaran ber.pel.a.jar.an [v] mendapat pendidikan di sekolah: istrinya seorang yg ~
berpeluh-peluh ber.pe.luh-pe.luh [v] (1) penuh dng keringat; (2) ki bekerja keras
berpeluk (berdekap) tangan [ki] (1) bersedekap; (2) ki malas
berpendar-pendar ber.pen.dar-pen.dar [v] (1) berkelip-kelip (mengeluarkan pendar): tampak kunang-kunang ~ di kejauhan; (2) berkunang-kunang (tt mata): matanya ~ dan kepalanya pening
berpengantin ber.pe.ngan.tin [v] (1) menjadi pengantin (kawin); (2) merayakan pesta perkawinan
berpengaruh ber.pe.nga.ruh [v] (1) ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; (2) berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu
berpenggal-penggal ber.peng.gal-peng.gal [v] (1) berkerat-kerat; tidak utuh: membeli ikan kakap yg ~; cerita yg ~; (2) beberapa penggal: ada ~ ubi kayu di dapur
berperan ber.pe.ran [v] (1) bermain sbg (dl sandiwara, film): di film itu ia ~ sbg pahlawan; (2) bertindak sbg: Jimmy Carter ~ sbg pendamai dl peperangan di Timur Tengah
berperang-perangan ber.pe.rang-pe.rang.an [v] (1) berlatih perang; (2) bermain perang-perangan
berperangai ber.pe.ra.ngai [v] (1) mempunyai perangai; berkelakuan: pelajar yg ~ baik; (2) berkelakuan yg aneh-aneh (yg tidak patut); bertingkah
berperut ber.pe.rut [v] (1) mempunyai perut; ada perutnya; berbentuk spt perut (besar di tengah-tengah): cacing yg --; (2) mulai berisi bunga (tt padi): padi sudah ~
berpesta pora ber.pes.ta po.ra [v] (1) berpesta besar; (2) bersuka ria (makan minum)
berpetaruh ber.pe.ta.ruh [v] (1) memberi wasiat (amanat); memberi nasihat; berpesan: neneknya ~ kpd cucu-cucunya agar mereka rukun dan saling membantu demi keutuhan dan kejayaan keluarga; (2) Mk menitipkan sesuatu kpd orang lain: Ibu ~ uang untuk adik pd tetangga
berpijak ber.pi.jak [v] (1) bertumpu (pd); berjejak (di); berdiri (di): seakan-akan tidak ~ di tanah; tempatku ~ , tempatku berdiri; (2) berpedoman (pd); berdasar (pd): marilah kita ~ pd kaidah yg sudah ada
berpisah ber.pi.sah [v] (1) bercerai (tidak berhubungan, tidak rapat; tidak berdampingan, dsb): ~ untuk selama-lamanya, meninggal
berpiuh-piuh ber.pi.uh-pi.uh [v] (1) berpilin-pilin (spt tali yg dipilin, rambut yg ikal, berjuntai-juntai); (2) lilit-melilit; saling melilit: otot-ototnya bagaikan kawat besi yg ~
berpiutang ber.pi.u.tang [v] mempunyai piutang: siapa-siapa yg berutang dan ~ kpd almarhum, diminta datang kpd ahli warisnya
berpokok ber.po.kok [v] (1) berasas (pd); berdasar (pd); (2) berasal dr; (3) bermodal; (4) bersebab; berlantaran
berpotongan ber.po.tong.an [adv] (1) mempunyai potongan; berbentuk; bermodel (ada bentuk atau modelnya); (2) ada pengurangan (tt harga barang); (3) tampak sepotong-potong
berproses ber.pro.ses [v] mengalami (mempunyai) proses: pengawasan dng mekanisme komputer bisa ~ cepat dl mengetahui segala angka (data)
berpucuk ber.pu.cuk [v] (1) keluar pucuknya; (2) ada pucuknya: kata tak ~ , putusan yg terakhir
berpunya ber.pu.nya [v] (1) ada yg empunya: harta tidak ~; (2) sudah bersuami (beristri); sudah bertunangan: rupanya dia sudah ~; (3) berada; kaya: anak orang ~
berpuput ber.pu.put [v] (1) bertiup; berhembus: hujan mulai teduh dan angin sejuk pun ~; (2) meniup puput
berpura-pura ber.pu.ra-pu.ra [v ] tampak berbuat (bekerja, melakukan, dsb), tetapi sebenarnya tidak berbuat atau tidak berniat berbuat; berbuat seolah-olah; berlagak: untuk mengelabuhi musuhnya, dia ~ mati
berpusing-pusing ber.pu.sing-pu.sing [v] (1) berputar-putar; berkeliling-keliling: setengah jam lamanya pesawat itu ~ di atas kota; (2) berjalan-jalan
berputar ber.pu.tar [v] (1) berpusing; berkisar: roda ~ pd porosnya; (2) berganti arah; berbelok: ~ haluan; (3) beredar: uang baru sudah ~; (4) berkeliling: pesawat udara itu ~ empat kali di atas kota; (5) ki berpikir terus: otak saya ~ dan semalaman tidak dapat tidur; (6) cak sedang dipergunakan untuk berniaga (tt uang): uang masih ~ , belum ada yg masuk
berputar lidah ber.pu.tar li.dah [v ki] (1) beringkar janji; berbalik haluan (pandangan); (2) membelit-belitkan perkataan
berputar-putar ber.pu.tar-pu.tar [v] (1) berpusing-pusing: baling-baling itu ~ dng kencangnya; (2) berjalan (terbang dsb) berkeliling: ia ~ di lapangan itu beberapa kali; (3) tidak langsung menuju tempat dsb yg dituju; tidak langsung pd sasaran yg dituju; tidak langsung menyatakan maksud yg sebenarnya (tidak berterus terang): untuk mengakui bahwa dia salah, mengapa dia harus ~ spt itu; (4) berjalan-jalan berkeliling mencari angin: sore ini ia ~ dl kota
berputik ber.pu.tik [v] (1) mulai keluar putiknya; mulai berbuah; (2) ki tampak tanda-tanda yg menyatakan akan berhasil (tercapai maksudnya dsb)
berputra ber.put.ra [v] (1) mempunyai putra (anak); beranak; (2) melahirkan anak; bersalin: saat bulan purnama raya, permaisuri pun ~ lah seorang anak perempuan yg elok parasnya
berputusan ber.pu.tus.an [adv] berputus-putus; terputus-putus: senantiasa tiada ~ tamu yg datang ke rumahnya
berpuyan ber.pu.yan [v] (1) ada kotorannya: perkakas rumah tangganya telah ~ dan berdebu; (2) berdaki
bersabung ber.sa.bung [v] (1) berlaga; beradu: ayam -; (2) berlanggaran; bertumbuk: ombak -; kilat -; (3) mengamuk: topan -; (4) ki berjuang: -- melawan ketidakadilan
bersagar ber.sa.gar [v] (1) menggunakan sagar: kakeknya masih -- untuk menulis surat; (2) ada sagarnya; ijuk tidak -, pb keluarga yg tidak mempunyai laki-laki yg disegani orang
bersahabat ber.sa.ha.bat [v] (1) berkawan; berteman: jangan -- dng orang jahat; (2) menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat --
bersahutan ber.sa.hut.an [v] (1) berbalasan; bersambutan; saling menjawab: untuk memeriahkan pesta itu, mereka berpantun -; (2) susul-menyusul: suara orang azan terdengar -
bersaingan ber.sa.ing.an [v] (1) saling berlawanan; saling bertentangan: kedua orang itu tidak ada yg mau mengalah, mereka terus -; (2) berlomba; dahulu-mendahului: mereka -- dl mengejar cita-cita
bersajak ber.sa.jak [v] (1) mempunyai persamaan bunyi: kata "hati" -- dng kata "sakti"; banyak peribahasa yg -; (2) berbentuk puisi: cerita yg dibacakannya itu -; (3) membacakan lirik; membacakan puisi: ia pandai -- di atas panggung; (4) mengarang puisi: saya -- pd waktu lengang, di saat hati tenang
bersakit-sakit ber.sa.kit-sa.kit [v] (1) bersusah payah (untuk mencapai sesuatu); berusaha dng tidak mengenal lelah: jika kamu segan -- tak akan berhasil usahamu; (2) selalu menderita sakit: sudah sebulan lebih ia -- saja; (3) menderita kesukaran (kesusahan dsb): dahulu ia hidup -, tetapi kini hidupnya senang
bersaksi ber.sak.si [v ] (1) ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: surat perjanjian itu seharusnya dibuat di atas kertas bermeterai dan -- sekurang-kurangnya dua orang; (2) menyatakan (mengakui) dng sesungguhnya
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersalah ber.sa.lah [v] (1) berbuat keliru; melakukan kekeliruan (kesalahan); mempunyai kesalahan: ia dianggap -- krn telah menggagalkan usaha pertemuan warga desa itu; (2) berbuat sesuatu yg melanggar peraturan (hukum dsb): hakim hanya akan menjatuhkan hukumannya kpd terdakwa yg terbukti -; (3) ada salahnya
bersalahan ber.sa.lah.an [v] (1) berbeda; berlainan: raut wajah gadis itu -- dng raut wajah ibunya; (2) berselisih: ia -- pendapat dng atasannya tt cara menyusun laporan keuangan; (3) bertentangan; tidak sesuai dng: sepak terjangnya -- dng kepercayaan dan keyakinan yg dianutnya; (4) berbantah; bercekcok: dl banyak hal kedua orang itu sering -; (5) ki kurang sehat (badan); menyalah: badannya agak -- sehari ini
bersalai ber.sa.lai [v] (1) (sedang) dipanggang atau diasapi di atas api; (2)berdiang di dekat api (tt perempuan yg hamil)
bersalaman ber.sa.lam.an [v] (1) saling menyalami; memberi salam dng saling berjabat tangan: mereka -- sebelum berpisah; (2) berjabat tangan
bersalin ber.sa.lin [v] (1) berganti: baginda sedang -- baju dng pakaian kebesaran; (2) berubah (rupa, warna): bunglon adalah binatang yg dapat -- warna sesuai dng warna alam sekitarnya; (3) melahirkan anak: selama empat puluh hari sesudah -, ia rajin minum jamu
bersamaan ber.sa.ma.an [v] (1) berbarengan; bertepatan: hari ulang tahunnya yg ke-25 -- dng hari pernikahannya; (2)sejenis; seragam; serupa: pakaian mereka ~ , semuanya mengenakan baju putih dan celana abu-abu; sifat kedua perkara yg diterima pengadilan hampir -; (3)sejalan; sesuai: anggaran rumah tangga harus -- dng anggaran dasarnya; (4)setara; sama; sebanding: kuasa bendahara itu -- dng kuasa raja muda
bersambang ber.sam.bang [v] (1) berjaga malam; meronda: giliran saya -- kampung adalah malam Minggu; (2) berkunjung; bertandang: kami sudah lama tidak -- ke rumahnya
bersambung ber.sam.bung v (1) diberi tambahan (agar lebih panjang): galah -- itu cukup panjang untuk menjolok mangga; (2) lanjut berturut-turut; ada sambungannya; beruntun: cerita -- itu mengasyikkan; (3)berhubungan; bertalian: rumahnya -- dng rumahku; (4)bersangkut paut; sesuai: jawabannya tidak -- dng pertanyaanku kepadanya
bersambut ber.sam.but [v] (1) mendapat balasan (jawaban, reaksi, dsb): pidatonya -- tepuk tangan para hadirin; (2)berbelanja (membeli) dng pembayaran kemudian; mengebon: kadang-kadang kami -- ke warung itu; (3)diterima: mudah-mudahan kehadiran kami di sana akan -- dng baik
bersambutan ber.sam.but.an [v] (1) bersahutan; berbalasan; jawab-menjawab: pd malam pesta itu muda-mudi berpantun -- dng riang; (2)berkenaan (dng); sesuai (dng); menurut: -- dng anjuran Pemerintah, kita harus berusaha meningkatkan produksi pangan
bersampiran ber.sam.pir.an [v] (1) mempunyai sampaian atau gantungan; (2) mempunyai sampiran: pantun adalah bidal yg --
bersandar ber.san.dar [v] (1) bersangga; bertumpu; bertopang: krn capainya, ia duduk -- pd tembok; ia berdiri sambil -- pd batang pohon; (2) membuang sauh; berlabuh: kapal itu- di pelabuhan
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
bersandiwara ber.san.di.wa.ra [v] (1) bermain sandiwara: banyak remaja yg pandai -; (2) ki berpura-pura: di depan ibunya ia -- seakan-akan pergi belajar, padahal sebenarnya ia pergi menonton film
bersanggul ber.sang.gul [v] (1) memakai sanggul; bergelung: wanita Indonesia akan tampak lebih cantik dan anggun jika berkebaya dan -; (2) menggelung rambutnya: sudah setengah jam gadis itu -- belum juga selesai
bersangka ber.sang.ka [v] (1) menduga; mengira: tidak seorang pun yg -- akan terjadi musibah; (2) menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian: jika ada yg -- akan kebenaran pendapat itu, boleh mengajukan bantahannya
bersangkal ber.sang.kal [v] (1) tidak mau menurut (mengerjakan dsb): ia -- akan nasihat orang tuanya; (2) ingkar; tidak mengaku: mula-mula ia -, tetapi akhirnya mengaku juga
bersangkar ber.sang.kar [v] (1) bersarang: burung pipit itu -- di pohon mangga; (2) berada dl sangkar: perkutut -- bambu
bersangkut paut ber.sang.kut pa.ut [v] (1) berhubungan; berkaitan; mempunyai pertalian: masalah itu tidak -- dng kegiatan politik; (2) berkepentingan: yg -- dng urusan keuangan supaya berhubungan dng bendahara
bersangkutan ber.sang.kut.an [v] (1) berhubungan; bertalian: persoalan yg tidak -- dng usaha kita perlu dibicarakan dl rapat ini; (2) terlibat (dl suatu perkara, persoalan, dsb): beberapa orang yg -- dl perkara itu sudah ditahan polisi; (3) berkepentingan: mereka yg -- dapat berhubungan langsung dng kepala kantor
bersara ber.sa.ra [v] (1) mendapat pensiun; pensiun; (2) turut serta (dl perusahaan dsb)
bersarang ber.sa.rang [v] (1) membuat sarang: burung pipit -- di pohon kemuning; (2) bertempat (berkediaman, bersembunyi, dsb): gerombolan bersenjata -- di lereng gunung; (3) mengenai (tt pukulan dsb); masuk (tt tikaman, peluru, dsb): pisau itu -- di lambungnya; (4) ki masuk ke dl gawang (gol): penjaga gawang itu gagal meraih bola yg akan -- di jalanya
bersarang-sarang ber.sa.rang-sa.rang [v] (1) banyak sarang; (2) berlubang-lubang (kena peluru dsb)
bersat ber.sat [ark v] (1) salah masuk (spt makanan masuk ke liang napas atau ke hidung); (2) tersesat; salah jalan
bersatu ber.sa.tu [v] (1) berkumpul atau bergabung menjadi satu; menjadi satu: bangsa-bangsa Asia Tenggara -- dl ASEAN; (2) sepakat; seia sekata: -- kita teguh bercerai kita runtuh
bersaudara ber.sau.da.ra [v] (1) mempunyai saudara: ia tidak -- lagi; (2) adik beradik; beradik berkakak: dua orang -- itu hidup rukun
bersauh ber.sa.uh [v] (1) memakai sauh; menggunakan sauh; (2) berlabuh (berhenti, singgah)
bersawah ber.sa.wah [v] (1) mempunyai sawah: petani kecil yg tidak -- ladang akan dipindahkan ke Sumatra; (2) menyawah
berseberangan ber.se.be.rang.an [v] (1) berhadapan duduknya atau letaknya: pd waktu makan malam ibunya selalu duduk -- dng bapaknya; (2) terletak di seberang jalan (sungai dsb), yg satu di seberang sana dan yg satu lagi di seberang sini: rumah kami -- jalan; (3) berada pd pandangan, pendirian, dsb yg berbeda: tokoh muda itu -- dng pemerintah
bersedekah ber.se.de.kah [v] (1) memberi sedekah; berderma; (2) berkenduri; berselamatan
bersegel ber.se.gel [v] (1) mempunyai segel; (2) memakai segel
bersejarah ber.se.ja.rah [v] (1) mengusut (tanya-menanyakan) asal-usul: lebih baik hamba -- dng dia; (2) mengandung sejarah: tanggal 17 Agustus 1945 merupakan saat yg -- bagi bangsa Indonesia
bersekat ber.se.kat [v] (1) ada sekatnya; memakai sekat: kamarnya -- papan setinggi 2 m; (2) berbatas; terbatas: kekuasaanya hampir tidak -- lagi
berseketiduran ber.se.ke.ti.dur.an [v] (1) tidur bersama-sama di tempat tidur; (2) bersetubuh
bersekutu ber.se.ku.tu [v] (1) berekanan (dng); berkawanan (dng); menggabungkan diri (dng): dua maskapai besar telah -- untuk mengusahakan tambang minyak itu; (2) berserikat (dng); menggabungkan diri (dng): negara itu tetap netral, tidak mau -- dng negara-negara tetangganya; (3) berkomplot; bersekongkol: bukan tidak mungkin di antara mereka ada yg -- dl penyelundupan; (4) merupakan himpunan (persekutuan): manusia adalah makhluk yg -
berselamatan ber.se.la.mat.an [v] (1) berkenduri; mengadakan selamatan; (2) saling memberi selamat
berselang-selang ber.se.lang-se.lang [v] (1) berganti-ganti (bertukar-tukar dng yg lain): drum dan gendang dimainkan -; (2) berantara-antara: Ibu pergi ke pasar -, hari ini pergi besok tidak, lusa pergi, dst
berselang-seling ber.se.lang-se.ling [v] (1) berganti-ganti; sela-menyela: bendera biru -- dng bendera hijau; (2) berantara: Ibu pergi ke pasar -, hari ini pergi besok tidak, lusa pergi, dan seterusnya
berselera ber.se.le.ra [v] (1) bernafsu (akan makan dsb); bercita rasa; (2) berkeinginan
berselimut ber.se.li.mut [v] (1) memakai selimut; berselubung: tidur --; (2) ki menggunakan sesuatu untuk menyembunyikan maksud jahat dsb: banyak anasir jahat yg -- gerakan politik dan agama
berseluk ber.se.luk [v] (1) belit-membelit (spt dua tiga akar dsb); berbelit: akarnya -; (2) dibelitkan; dililitkan: berselendang sutra merah jambu -- di leher; (3) berbelok; berkelok: tahu di karang nan melintang, tahu di angin nan -- ; (4) silang-siur; simpang-siur: di sana-sini -- berbagai-bagai kendaraan
berseluk-beluk ber.se.luk-be.luk [v] (1) bersangkut-paut (kekeluargaan dsb); ada sangkut pautnya (dng): mereka itu -- krn sekampung; (2) berbelit-belit (berjalin-jalin) dng: pekerjaan yg senantiasa -- dng pelbagai rahasia; (3) banyak seluk-beluknya; sulit; ruwet: masalah yg -- tidak keruan
bersemangat ber.se.ma.ngat [v] (1) ada semangatnya; mengandung semangat; (2) berjiwa: -- pelaut; -- pejuang; (3) bernafsu (berkemauan); berkegiatan: bangsa yg -- perang, bernafsu untuk berperang; bekerja dng -, dng giat dan gembira
bersembahyang ber.sem.bah.yang [v] (1) melakukan sembahyang (salat): mereka- hari raya di lapangan dekat masjid Al-Azhar; (2) berdoa (memohon) kpd Tuhan: -- di gereja; (3) upacara selamatan untuk menghormati (memuliakan) para leluhur dsb: -- Tahun Baru
bersempuras ber.sem.pu.ras [a] (1) ada kotorannya; kotor; (2) ada ampasnya atau sempelahnya
bersemuka ber.se.mu.ka [v] (1) berhadapan-hadapan muka; (2) bertemu muka (dng); berhadapan langsung (dng); bertatap muka (dng); (3) ki berterus terang; terang-terangan
bersenam ber.se.nam [v] (1) melakukan senam; (2) berlatih gerak badan (gimnastik)
bersendi ber.sen.di [v] mempunyai sendi; ada sendinya [v] (1) memakai batu sendi; (2) berdasar pd; berpedoman pd; berasaskan: kehidupan bangsa kita tetap -- Pancasila
bersendiri ber.sen.di.ri [v] terpisah dr yg lain; tidak berteman; menyendiri: ia -- mendatangi orang yg mengancamnya kemarin
bersengaja ber.se.nga.ja [v] (1) berbuat dng sengaja; (2) dibuat-buat
bersengat ber.se.ngat [v] (1) mempunyai sengat; ada sengatnya; (2) ki disegani (ditakuti) orang
bersentuhan ber.sen.tuh.an [v] (1) bersinggungan sedikit; bersenggolan: kulitku gatal rasanya -- dng baju bulu ini; (2) kontak (berkaitan) dng: apabila kedua kawat itu -- timbullah percikan api; (3) ki ada sangkut pautnya (dng): usul yg diajukannya tidak -- sedikit pun dng masalah yg sedang dibicarakan
berserah diri ber.se.rah diri menyerahkan diri (tidak ada usaha untuk melawan): ia selalu -- diri saja; (2)pasrah akan nasibnya: ia telah -- diri kpd Tuhan Yang Mahakuasa; - simpan pekerjaan menyerahkan sesuatu (msl buku, rekaman suara) untuk disimpan dan dilestarikan (msl dl museum atau perpustakaan) [ki] (1) mengaku kalah; takluk; (2) memberikan dirinya kpd yg berwenang
berserak-serak ber.se.rak-se.rak [a] (1) cerai-berai tidak keruan: tulang-tulang binatang -- di tepi danau itu; mereka lari -; (2) tersebar di mana-mana: rumahnya -- di setiap kota besar
berserama ber.se.ra.ma [v] (1) bermain gendang serama; (2) bermain silat (dng pedang)
berseri ber.se.ri [v] (1) bercahaya; bersemarak; tampak elok (indah): istana itu indah --; (2) tampak ceria atau cerah (tt air muka): mukanya --
berseri-seri ber.se.ri-se.ri [v] tampak ceria atau cerah sekali (tt air muka): mukanya -- menyambut kedatangan anaknya yg sudah lama dirindukan
berserikat ber.se.ri.kat [v] (1) bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan agar orang-orang yg bermodal mau -- untuk mendirikan perusahaan penggilingan padi; (2) bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum buruh sudah insaf akan perlunya -; (3) bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang Dunia Kedua banyak negara yg -- untuk membasmi fasisme
bersetunggang ber.se.tung.gang [v] berjungkir (kaki ke atas, kepala ke bawah): senam pagi adalah olahraga paling ringan, tidak terdapat gerakan badan ~
bersialang ber.si.a.lang [v] (1) beterbangan (berkerumun) banyak-banyak (tt lebah); (2) Mk mengambil air madu dr sarang lebah
bersiasat ber.si.a.sat [v] (1) melakukan siasat (penyelidikan, pemeriksaan); (2) menggunakan siasat (dng bijaksana, muslihat, taktik); bertindak atau bekerja dng cara baik; (3) bertanya: mereka -- adu domba; mereka -- pecah belah
bersibak ber.si.bak [v] (1) bercerai (ke kanan dan ke kiri); berbelah (ke kanan dan ke kiri spt air laut dibelah kapal): rambutnya -; airnya -- dan membuih ke kiri dan ke kanan; (2) menghindari (menyisi, menepi); memberi jalan dng menyisi ke kanan dan ke kiri: maka -lah mereka itu meluangkan jalan sambil membuka tudung masing-masing
bersibar ber.si.bar [v] (1) mempunyai sibar; (2) bertambah dng didirikannya rumah di kanan atau di kiri rumah besar: rumahnya --
bersikap ber.si.kap [v] (1) berdiri tegak (bersiap): setelah sampai di hadapan komandan, mereka -; (2) mengambil sikap (pendirian): -- masa bodoh, berbuat tidak peduli thd apa yg akan terjadi menimpa dirinya dsb
bersilang ber.si.lang [v] (1) saling memotong (memalang) antara dua garis dsb: membuat tanda dua garis -; tangannya -- di dada; (2) ki berselisih jalan dsb; berpapasan: -- jalan [v] berselang: perkataan keji keluar -
bersilangan ber.si.lang.an [v] (1) bersilang; (2) silang-menyilang
bersimaharajalela ber.si.ma.ha.ra.ja.le.la [v] (1) berbuat sewenang-wenang; merajalela: banyak penjahat besar -- di kota-kota; (2) bercabul (tt penyakit): penyakit disentri -- lagi
bersimpang ber.sim.pang [v] (1) berbelah menjadi berbelok dr yg lurus; bercabang: jalan -- dua; (2) ki berlainan pendapat; tidak sejalan
bersimpang siur ber.sim.pang si.ur [v] (1) bersilang selisih; hilir mudik (tt kendaraan, perahu, dsb); (2) ki tidak keruan (tt kabar dsb)
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bersimpangan ber.sim.pang.an [v] (1) bersilang jalan; berselisih jalan; (2) bertemu, tetapi masing-masing menyimpang
bersimpati ber.sim.pa.ti [v] (1) menaruh kasih (kpd); suka (akan): dl pemilihan umum itu, banyak juga rakyat yg -- kpd golongannya; (2) ikut serta merasakan perasaan orang lain: banyak orang yg -- atas kemenangan tim itu
bersisir ber.si.sir [v] (1) merapikan rambut dng sisir; (2) memakai sisir; (3) sudah disisir
bersit ber.sit , mem.ber.sit v (1) tersembul dng tiba-tiba; (2) memancar dan membias secara sekilas
bersitabik ber.si.ta.bik [v] menyambut kedatangan tamu dng memberi salam (hormat)
bersitan ber.sit.an [n] (1) pancaran (air, sinar, dsb); (2) gambaran; pengutaraan: dua tiga karyanya yg terakhir merupakan -- diri pengarang yg sangat individualistis
bersiul ber.si.ul [v] (1) mengeluarkan tiruan bunyi suling (dng mulut): ia -- memanggil anjing; sambil -- girang, ia keluar dr mobil; semudah -, gampang sekali; tinggal -(-siul), tinggal bersenang-senang; (2) berbunyi (tt beberapa macam burung); mendesis (tt ular): di sana-sini kedengaran burung -; bunyinya spt ular -
bersiut ber.si.ut [v] (1) bersiul nyaring; bersuit; berbunyi spt peluit nyaring; (2) berbunyi spt orang kepedasan; (3) berbunyi "siut": sesaat kemudian -lah cemeti yg ujungnya dibubuhi paku-paku timah mendera dagingnya
bersoal ber.so.al [v] (1) bertanya; memajukan soal: -- jawab; (2) mempunyai soal; (3) ki beralasan (mengajukan alasan untuk menolak dsb): kalau tidak mau, katakan saja tidak mau, jangan -- juga
bersopan santun ber.so.pan san.tun [v] (1) berlaku (berkata dsb) dng sopan sekali; (2) ada sopan santunnya
bersuami ber.su.a.mi [v] (1) sudah kawin (tt wanita); mempunyai suami; (2) kawin dng (tt wanita): alangkah senangnya -(kan) seorang budiman spt beliau itu
bersuara ber.su.a.ra [v] (1) mengeluarkan suara; (2) turut menentukan sesuatu (dl pemerintahan); (3) ki mengemukakan pendapat; (4) Ling dihasilkan dng getaran pita suara, msl bunyi [b], [d], [g]
bersubsidi ber.sub.si.di [v] mendapat subsidi; dng subsidi: sekolah --
bersuci ber.su.ci [v] (1) membersihkan diri (sebelum salat dsb); (2) hidup suci (saleh)
bersugi ber.su.gi [v] (1) membersihkan gigi dng sugi; (2) mengulum tembakau (ketika sedang makan sirih)
bersuit ber.su.it [v] (1) bersiul; (2) mengadakan bunyi (spt bunyi peluit) dng jari yg dimasukkan ke dl mulut dsb
bersuka-suka ber.su.ka-su.ka [v] (1) berfoya-foya; (2) bergembira; beramai-ramai; bergembira ria
bersuka-sukaan ber.su.ka-su.ka.an [v] (1) bersuka-suka; (2) bercinta-cintaan; berkendak
bersukaria ber.su.ka.ria [v] (1) bersuka-suka; bergirang hati; beramai-ramai (menyatakan kegirangan); bergembira ria; (2) bersenda gurau
bersukat ber.su.kat [v] (1) menakar dng sukat; (2) ditakar dng sukat
bersuku ber.su.ku [kl v] (1) berkaki: berdiri -- tunggal, berdiri dng sebelah kaki; (2) mempunyai suku (bagian dsb); berbagian; (3) masuk salah satu suku: tidak -, Mk (1) tidak masuk dl salah satu suku; (2) ki tidak tahu adat
bersumpah ber.sum.pah [v] (1) menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dng sumpah; mengangkat sumpah: Presiden harus -- setia kpd undang-undang dasar; (2) berjanji dng sungguh-sungguh; berikrar: dia -- akan membalas kematian saudaranya; (3) sudah disumpah: belum semua pegawai negeri di kota itu -; penerjemah --
bersungguh-sungguh ber.sung.guh-sung.guh [v] (1) berusaha dng sekuat-kuatnya (dng segenap hati, dng sepenuh minat): jika -- pasti tercapai juga cita-citamu itu; (2) sungguh-sungguh: saya yakin dia -- dng ucapannya
bersurat ber.su.rat [v] (1) ada tulisannya; bertulis; ditulisi: sekitar tahun ini ditemukan beberapa batu -- di berbagai-bagai tempat; (2) berkirim surat; berkirim kabar
bersusu ber.su.su [v] (1) ada (air) susunya; (2) mempunyai buah dada (tetek)
bersusuk ber.su.suk [v] (1) berpasak: masih sore pintu rumahnya sudah -- pula; (2) memakai susuk (jarum emas dsb)
bersusun ber.su.sun [v] (1) bertumpuk (tindih-menindih): bermacam barang dagangan -- rapi di tokonya; (2) berlapis-lapis; bersaf-saf: kue pengantinnya -; (3) bertingkat(-tingkat): kantor kami menempati gedung -- tiga; anaknya -- paku, anaknya turun tangga (dekat sekali jarak umurnya dan hampir sama besar tubuhnya); (4) teratur baik (berleret, berturut-turut): kalimat atau tulisan yg -- rapi selalu enak dibaca
bersyair ber.sya.ir [v] (1) sedang mengarang syair: jangan diganggu, ia sedang tekun -; (2) membacakan (melagukan) syair; deklamasi: anak itu pandai -
bersyarikat ber.sya.ri.kat [v] (1) bersama-sama (bersekutu, bermufakat, bergabung) mendirikan sesuatu; (2) bersekutu; berkawan; bersahabat
bertabiat ber.ta.bi.at [v] (1) berperangai; berwatak; (2) bertingkah laku
bertabir ber.ta.bir [v] (1) memakai tabir; (2) ki berkedok; berselubung; berselimut
bertaburkan ber.ta.bur.kan [v] (1) dihambur dng: duduk di hamparan yg ~ bunga aneka warna; langit ~ bintang; (2) diberi atau dipasangi (permata) banyak-banyak: di dadanya tersemat bros yg ~ intan berlian
bertahan ber.ta.han [v] (1) tetap pd tempatnya (kedudukannya dsb); tidak beranjak (mundur dsb): kita akan ~ di benteng ini sampai titik darah penghabisan; (2) mempertahankan diri (thd serangan, godaan, dsb): mereka ~ thd serangan itu; (3) tidak mau menyerah; berteguh hati; berkeras hati: ia tetap ~ pd pendiriannya; (4) cukup untuk beberapa waktu (tt persediaan dsb): kalau kita berhemat, air ini akan ~ juga satu minggu
bertahu-tahu ber.ta.hu-ta.hu [v] (1) berlagak tahu (pandai dsb); (2) dng setahu
bertakhta ber.takh.ta [v] (1) menjadi raja; memerintah (negeri); berkuasa: siapa yg ~ di kerajaan itu pertama kali?; (2) bersemayam: pd waktu itu raja Mataram ~ di Kartasura
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertali ber.ta.li [v] (1) memakai tali; ada talinya: bungkusan yg ~ merah itu kepunyaanku; (2) ki sudah bertunangan: gadis itu sudah ~
bertali-tali ber.ta.li-ta.li [v] (1) bersambung-sambung; sambung-menyambung; terus-menerus; beruntun-runtun: kata-kata keji ~ keluar dr mulutnya; bukit-bukit itu ~ dr utara ke selatan sepanjang 1.000 km; (2) berjalin-jalin; berlibat-libat; berbelit-belit: banyak hal yg ~ dng masalah kenakalan remaja
bertambah ber.tam.bah [v] (1) menjadi lebih banyak (lebih besar dsb): utang terus ~; kita harus bekerja lebih keras supaya ~ hasilnya; (2) semakin: gadis itu ~ cantik apabila memakai pakaian hijau
bertambatkan ber.tam.bat.kan [v] (1) bertalikan; berkaitan; (2) terikat pd
bertambun ber.tam.bun [v] (1) bertimbun(-timbun); bertumpuk-tumpuk; (2) ki berjejal; penuh sesak
bertamu ber.ta.mu [v] datang berkunjung (melawat dsb): ayah sedang ~ ke rumah tetangga
bertanah ber.ta.nah [v] (1) mempunyai tanah; ada tanahnya; (2) berurat berakar
bertanda ber.tan.da [v] (1) ada tandanya; ada cirinya; ada mereknya dsb; (2) sudah (bercincin) kawin
bertanding ber.tan.ding [v] (1) berlawanan (dl berlomba, beradu tenaga, dsb): regu voli A ~ dng regu B di babak final; (2) seorang lawan seorang: mereka tidak berani ~ , beraninya main keroyokan; (3) ada bandingnya (imbangannya, lawannya): kecantikannya tiada ~ di seluruh negeri; (4) melawan; menyaingi; menyamai: pemain muda berbakat itu sekarang sudah sanggup ~ dng pemain kawakan yg sudah punya nama
bertanduk ber.tan.duk [v] (1) memakai tanduk; ada tanduknya; (2) mempunyai kekuasaan (wewenang): mau tidak mau kita harus patuh kpd orang yg ~; hewan ~ , hewan yg memiliki tanduk (sapi, kerbau, domba, kambing)
bertanggam ber.tang.gam [v] (1) bersambung rapat (tt kayu); (2) tertancap erat; (3) ki berhubungan rapat dan erat
bertanggung jawab ber.tang.gung ja.wab [v] (1) berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab: pemimpin redaksi ~ atas isi majalahnya; (2) menanggung segala sesuatunya (kpd): kabinet ~ kpd Presiden; dia laki-laki yg tidak ~
bertangkup ber.tang.kup [v] (1) saling menutup antara kedua belah bagiannya: paruh burung itu ~; kedua telapak tangannya ~; (2) bertelangkup; bertelungkup: ia berbaring ~
bertapa ber.ta.pa [v] (1) mengasingkan diri dr keramaian dunia dng menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin; (2) cak ki menjalani hukuman penjara: sbg ganjaran yg diterima dr perbuatannya itu, ia terpaksa ~ selama dua tahun dl penjara
bertarak ber.ta.rak [v] (1) menahan hawa nafsu (dng memantangi kesenangan, berpuasa, dsb); (2) bertapa; mengasingkan diri; (3) berlama-lama di suatu tempat; lama sekali (menantikan dsb): ~ kami menantikan dia
bertaruh ber.ta.ruh [v] (1) (bermain dsb) dng taruhan; memasang taruh (spt dl perjudian): mereka bermain ceki hanya untuk bersenang-senang, tidak untuk ~; dl pacuan kuda itu hampir semua penonton ~; (2) mengatakan sesuatu dng memberi taruh (bahwa yg dikatakan itu benar): aku berani ~ bahwa pertandingan bulu tangkis dunia akan dimenangkan oleh regu kita
bertaruhan ber.ta.ruh.an [v] (1) bertaruh (dng); memasang taruh (dng): ada yg ~ uangnya dan ada pula yg ~ pakaiannya; (2) menyuruh simpan (rawat); menitipkan: maka bendahara pun ~ anak raja kpd saudagar itu
berteduh ber.te.duh [v] (1) berlindung (supaya jangan kehujanan atau kepanasan); bernaung: aku ~ di bawah pohon; (2) dilindungi dr; (3) menumpang tinggal; diam: aku gembira telah memberi tempat ~ di rumahku kpd anak yatim itu
bertekak ber.te.kak [v] (1) mempunyai tekak; (2) ki bertengkar; berbantah: mungkinkah akan didapat kata sepakat, kalau kita ~ saja
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
bertelau-telau ber.te.lau-te.lau [v] (1) berbelang-belang dng warna lebih muda atau terang: ibarat (laksana) celupan nila, kalau lama ~; (2) ki belum rata masaknya (tt padi dsb)
bertelekan bangku ber.te.le.kan bangku [Olr] jenis angkatan dl olahraga angkat besi yg dilakukan dng mengangkat barbel sambil tiduran di atas bangku
bertelepon ber.te.le.pon [v] (1) ada (mempunyai) pesawat telepon; (2) sedang berbicara dng perantaraan pesawat telepon
bertelinga lembut ber.te.li.nga lembut [ki] (1) kurang pandai; bodoh; (2) suka menolong; pemurah
bertemakan ber.te.ma.kan [v] berdasarkan (berlandaskan) tema: pesta olahraga itu ~ "di dl badan terdapat jiwa yg sehat"
berteman ber.te.man [v] (1) berkawan; bersahabat; (2) tidak seorang diri; ada temannya; (3) beriring (dng): setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran
bertempat ber.tem.pat [v] (1) menggunakan tempat; mengambil tempat: peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. ~ di Balai Prajurit; (2) mempunyai tempat; duduk (diam, terjadi, dsb di ...): ia belum ~ tinggal yg tetap
bertenaga ber.te.na.ga [v] (1) berkekuatan; (2) kuat; giat (bekerja)
bertemu ber.te.mu [v] (1) ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; (2) berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; (3) mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; (4) berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; (5) menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; (6) sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; (7) benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); (8) sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; (9) dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut; ~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai)
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
bertengking ber.teng.king [v] (1) berkata dng suara tinggi keras (spt membentak-bentak): dl keadaan marah pejabat itu selalu ~ kpd bawahannya; (2) bertengkar; berbantah: pasangan suami istri itu selalu rukun, tidak pernah ~
bertengkuluk ber.teng.ku.luk [v] (1) memakai tengkuluk; berdestar: setelah berpakaian rapi kemudian beliau pun ~ tenunan sutra; (2) bercadar: istri syekh itu ~ kain sutra pilihan
bertentang ber.ten.tang [v] (1) berhadapan: mereka duduk ~ satu sama lain; (2) menghadap (ke): rumahnya ~ ke arah selatan
bertentangan ber.ten.tang.an [v] (1) berhadapan; berhadap-hadapan: rumah saya ~ dng rumah Pak Camat; (2) berlawanan; tidak selaras: perasaan tidak selamanya ~ dng pikiran; (3) bersalahan (dng); tidak sesuai (tidak selaras, tidak cocok) dng: tindakan pemecatan buruh itu ~ dng jiwa Pancasila; (4) berselisih pendapat (paham dsb); bermusuhan; tidak sepaham (sependapat): sekarang partai politik tidak lagi ~ dl soal penghayatan dan pengamalan Pancasila
bertenung ber.te.nung [v] (1) membaca tenung; meramalkan: minta pertolongan kpd orang yg pandai ~; (2) minta supaya dilihat untung malangnya dsb kpd: ia suka ~ kpd dukun
bertepek-tepek ber.te.pek-te.pek [v] (1) terdiri atas beberapa tepek, spt gula dan tembakau; (2) lekat-lekat kotor (kena lumpur dsb): tiadalah kelihatan warna rambutnya, tetapi ~ dng tanah dan darah beku
bertepi ber.te.pi [v] (1) ada tepinya: laksana samudra tiada ~; (2) diberi pinggiran (birai, pelisir)
bertepuk sebelah tangan ber.te.puk sebelah tangan [pb] kasih sayang yg datang dr sebelah pihak
bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi ber.te.puk sebelah tangan tidak akan berbunyi [pb] kasih sayang tidak mungkin datang dr satu pihak
berterawang ber.te.ra.wang [v] (1) berkerawang; (2) berlubang-lubang; bertembuk-tembuk
bertertib ber.ter.tib [v] (1) teratur; (2) bersikap sopan: ia seorang anak yg tidak ~
bertetangga ber.te.tang.ga [v] (1) menjadi tetangga: sekarang ia ~ dng saya; (2) mempunyai tetangga: di kampung baru itu ia belum ~
bertiga ber.ti.ga [num] berbilangan tiga; berjumlah tiga sekawan atau sekelompok orang dsb: kita ~ menghadap kepala sekolah
bertikai ber.ti.kai [v] (1) berselisih; berlainan; berbeda: umurnya ~ dua tahun dng umur saya; (2) bercekcok; berbantah; bertengkar: mereka sering ~ mengenai soal yg sebenarnya kecil; (3) bertentangan (dng); bersalahan (dng); tidak sesuai (dng): hal itu dianggap ~ dng kesopanan Timur
bertimba ber.tim.ba [v] (1) menggunakan timba; (2) mencedok air dng timba
bertimbal ber.tim.bal [v] (1) bertimbang; berbanding; kedua belah pihak sama (derajatnya dsb): dilihat dr keturunan dan kekayaan kedua mempelai itu ~ juga; (2) pd kedua belah sisi (pihak): terdapat pohon bungur ~ jalan
bertimbalan ber.tim.bal.an [n] (1) bertimbangan (dng); sama derajatnya (kedudukannya dsb); berjajar dsb hingga berimbangan satu sama lain: ia pun duduk ~ dng Tumenggung; kapal itu pun hendak ~ dng gali itu; (2) bertimbal-timbalan
bertimbang ber.tim.bang [v] (1) bertimbalan; berpadanan; bertimbang: kekuatan kedua belah pihak ~; (2) bersambutan; bertukar: ~ kata; ~ pandang
bertindih ber.tin.dih [v] (1) menghimpit (bertumpuk) yg satu di atas yg lain: kursi itu disusun ~; (2) bersaf-saf (berlapis-lapis) rapat: berjalan ~
bertingkah ber.ting.kah [v] (1) berbuat aneh-aneh (nakal dsb): ia ~ spt anak-anak yg rewel; kuda itu ~; (2) berbuat tidak sewajarnya (minta ini minta itu, sebentar begini sebentar begitu, banyak cincong, dsb): ~ benar gadis ini
bertingkat ber.ting.kat [v] (1) memakai tingkat; berlenggek: gedung ~; di tanah yg sempit sebaiknya didirikan bangunan yg ~; (2) berpangkat-pangkat; berjenjang; merupakan tingkatan (naik-naik): kedudukan para pengawal diatur ~; harganya ~ dr Rp200.000,00 sampai Rp500.000,00; (3) naik setingkat demi setingkat; bertambah tinggi (sukar dsb) sedikit demi sedikit: pelajaran hendaknya dibuat ~ kesukarannya
bertinjau-tinjauan ber.tin.jau-tin.jau.an [v] (1) tengok-menengok; lihat-melihat dsb; (2) melihat-lihat ke sana-sini; berawas-awas; awas dan waspada
bertinju ber.tin.ju [v] (1) berpukul-pukulan dng tinju; (2) berkelahi dng saling meninju: kerap kali ia menantang anak-anak asrama lain untuk ~
bertiup ber.ti.up [v] (1) bergerak mengalir dng cepat (tt angin, udara); berembus: angin ~ dr sebelah barat; (2) ki merebak (tt kabar angin dsb); tersiar: dng segera berita yg ~ kencang itu disampaikannya kpd ketuanya; (3) Mk berkerumun (untuk melihat dsb): ~ orang melihat mobil itu
bertobat ber.to.bat [v] (1) menyesal dan berniat hendak memperbaiki (perbuatan yg salah dsb): sekarang ia sudah ~; (2) kembali kpd Tuhan atau agama (jalan) yg benar
bertoko ber.to.ko [v] (1) berjualan barang-barang di toko (spt berjualan kain, barang kelontong); (2) mempunyai toko
bertokok ber.to.kok [v] (1) mendapat tambahan sedikit (dl beratnya, panjangnya, dsb ketika mengukur sesuatu); (2) bertambah (lagi): ia mengidap penyakit ginjal dan ~ pula dng sakit kuning
bertolak ber.to.lak [v] (1) berangkat berlayar: kapal pesiar itu ~ dr Pelabuhan Tanjung Priok; (2) berangkat; pergi meninggalkan (menghindar dr): dia telah ~ menuju Jakarta; (3) berpangkal: ~ dr keyakinan itu, saya berusaha belajar lagi
bertopang ber.to.pang [v] (1) memakai topang; disokong; disangga; ditunjang: krn lebat buahnya, pohon pisang itu ~; (duduk) ~ dagu, a (duduk) dagunya disangga dng tangan; b ki melamun; bermalas-malas; (2) bertumpu (pd); berdasar (pd): pendapatnya ~ pd takhayul belaka
bertopeng ber.to.peng [v] (1) memakai topeng; (2) ki melakukan sesuatu untuk menutupi maksud yg sebenarnya; menyaru; berkedok
bertua-tua ber.tua-tua [v] (1) bertua-tuaan; (2) bersuami istri hingga sama-sama tua
bertualang ber.tu.a.lang [v] (1) mengembara ke mana-mana (tidak tentu tempat tinggalnya); berkeliaran; bergelandangan; (2) selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah); (3) berbuat sesuatu secara menekat (tidak jujur dsb)
bertuan ber.tu.an [v] (1) ada tuannya; ada pemiliknya: tanah yg tidak ~ dianggap tanah pemerintah; barang-barang tidak ~ di pelabuhan itu disita untuk negara; (2) menyebut (memanggil) tuan; bertuankan
bertuankan ber.tu.an.kan [v] (1) menghamba (mengabdi) kpd; menganggap sbg tuan kpd: hamba tak mau ~ anak raja yg lalim itu; (2) menyebut (memanggil) tuan (kpd): tiada aku sudi ~ orang yg lalim itu
bertubrukan ber.tub.ruk.an [v] (1) berlanggaran; (2) ki tidak cocok, bertentangan
bertuhan ber.tu.han [v] (1) percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; (2)memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala
bertujuan ber.tu.ju.an [v] (1) berhaluan; mempunyai tujuan; ada yg dituju (dimaksudkan dsb); (2) memakai tujuan (objek): kata kerja ~ , kata kerja yg berpelengkap penderita (transitif)
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
bertumis ber.tu.mis [v] (1) dimasak (direbus) tumis: di rumahnya, saya dijamu makan dng kangkung ~; (2) menumis
bertumpak-tumpak ber.tum.pak-tum.pak [v] (1) berkelompok-kelompok: tampaklah awan ~ pd siang hari; (2) bertempat-tempat (tidak rata): gambarmu ini sebetulnya bagus, sayang warna langitnya ~ terang dan gelap
bertumpuk-tumpuk ber.tum.puk-tum.puk [v] (1) bersusun-susun; bertimbun-timbun; bertumpang-tindih: ~ buku yg masih belum laku; (2) berkelompok-kelompok (sekumpulan-sekumpulan): ~ pulau besar dan kecil; rumah makan itu sangat laku, setiap hari yg makan ~; (3) ki banyak sekali, padat sekali, dsb: ~ kendaraan bermotor di Jakarta; kartu lebaran ~ di mejanya; uangnya ~; (4) ki setempat-setempat, tidak rata (tt warna): warna putih ~ pd dasar biru, dimaksudkan sbg awan yg melayang-layang di langit
bertunas ber.tu.nas [v] (1) timbul tunas; ada tunasnya; (2) ki beranak bercucu; mempunyai keturunan
bertunda ber.tun.da [v] (1) ada tundanya; (2) sedang menarik tunda (sampan dsb): sekoci -- [v cak] berlama-lama: ia mandi ~ di sungai itu
bertunda-tunda ber.tun.da-tun.da [kl v] berduyun-duyun; banyak sekali: ~ orang datang ke jalan besar itu
bertunjuk-tunjukan ber.tun.juk-tun.juk.an [v] (1) saling menunjuk (dng jari); (2) saling menuduh; saling menyalahkan
berturut-turut ber.tu.rut-tu.rut [v] (1) beruntun; bersambung; terus-menerus dng teratur: berjalan ~; roman yg diterbitkan ~; tiga hari ~; (2) berulang-ulang; bertubi-tubi: dipukulnya ~
beruas-ruas be.ru.as-ru.as [v] (1) ada ruas-ruasnya: batang tebu dan bambu ~; (2) beberapa ruas
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berufuk ber.u.fuk [v] (1) berkaki langit; (2) ki (tidak -- ) tidak berbatas; tidak ada batasnya (tt dunia): dunia yg tiada ~
berujung ber.u.jung [v] (1) ada ujungnya; mempunyai ujung: pisau itu ~ runcing; (2) berakhir (pd); berkesudahan (pd); berakibat (pd): perselisihan itu ~ dng perkelahian
berulang tahun ber.u.lang ta.hun [v] merayakan (memperingati) hari lahir (terjadinya suatu peristiwa penting, berdirinya suatu perkumpulan, negara, dsb): setiap 11 September RRI ~
berumah be.ru.mah [v] (1) mempunyai rumah: ia seorang yg sukses, usianya masih muda, tetapi sudah berkedudukan tinggi dan ~ besar; (2) diam (di); tinggal (di): ia ~ di desa yg jauh dr kota
berumur ber.u.mur [v] mempunyai umur: anak itu ~ 2 tahun; ~ genap 100 tahun; (2) a (sudah) dewasa; (sudah) agak tua (lebih dr 40 tahun): perempuan yg sudah ~; belum ~ , belum dewasa
berundang ber.un.dang [ark v] (1) mengerti benar tt adat; (2) ki pandai berbicara
berunding be.run.ding [v] (1) bercakap-cakap (tt suatu hal): letakkanlah kopor itu, mari kita ~ sedikit; (2) berbicara; berembuk: ia ingin ~ dulu dng teman-temannya
beruntuk ber.un.tuk [v] (1) telah mendapat (mempunyai) bagian masing-masing: anaknya telah ~ masing-masing; (2) telah ditentukan bagian masing-masing: harta peninggalannya telah ~
berupa be.ru.pa [v] (1) ada rupanya yg nyata (kelihatan); berwujud: dikatakan bahwa roh itu tidak ~ , tetapi eksistensinya tidak dapat disangkal; (2) berbentuk sbg: dibuatnya lambang yg ~ padi dan kapas; (3) terjadi dr; terdiri atas: bantuan yg diterima panitia ~ beras, gula pasir, susu bubuk, ikan asin, dan pakaian; (4) elok rupanya; cantik: rasanya sukar juga mencari istri yg berada, berbangsa, lagi ~
beruras ber.u.ras [v] (1) diobati (dilumasi) dng uras; (2) ki disembuhkan (dipersenang hatinya dsb)
berurat ber.u.rat [v] (1) ada uratnya; (2) berakar
berurusan ber.u.rus.an [v] (1) ada urusan (dng); berhubungan (dng): saya tidak mau ~ dng dia lagi; (2) tersangkut dl suatu hal (perkara kepolisian dsb): krn tidak mau membayar utang, ia harus ~ dng polisi
berurut ber.u.rut [v] (1) berderet; (2) beruntun
berusaha ber.u.sa.ha [v] (1) melakukan suatu usaha; bekerja giat (untuk mencapai sesuatu); berikhtiar; berdaya upaya: ia ~ menyembunyikan tangisnya; mereka ~ mencapai hasil yg memuaskan; (2) melakukan kegiatan di bidang perdagangan (perusahaan dsb): keadaan keuangan yg mantap akan menguntungkan orang-orang yg mulai ~
bervariasi ber.va.ri.a.si [v] mempunyai variasi; mempunyai berbagai bentuk (rupa, jenis, dsb); ada selingannya: sudutnya ~ antara 0o dan 180o
berwaspada ber.was.pa.da [v] berada dl keadaan waspada: ~ lah kalau menyeberang jalan krn kadang-kadang ada kendaraan yg datang dng tiba-tiba
besan be.san [n] (1) orang tua dr menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); (2) hubungan keluarga antara dua orang tua yg terjadi krn anak mereka kawin
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
besar cakap suka membual; sombong: -- gabuk 1 besar, tetapi tidak padat dan tidak berat; (2) besar badannya, tetapi masih bodoh (tt anak)
beserta be.ser.ta [v] (1) bersama(-sama): kirimkan kembali surat ini -- uang langganan; ia -- keluarganya berlibur di Malang; (2) ikut; turut: mereka -- juga mengerjakan tanah itu; (3) mengiringi; membarengi; menemani; mendampingi: Tuhan selalu -- kita
besi tua be.si tua [n] (1) senjata tajam (pedang, keris, dsb) yg berasal dr zaman dulu dan dianggap sakti; (2) besi bekas barang-barang yg tidak terpakai lagi, spt bekas mobil, kapal
besut be.sut [v] mem.be.sut v (1) menggosok logam untuk menghilangkan karat (kotoran)nya; (2) ki memperhalus supaya bertambah baik; memperbaiki , mem.be.sut v menyembur (tt darah, air, dsb)
betah be.tah [a] (1) tahan mengalami suatu penderitaan (keadaan yg tidak menyenangkan); tabah; (2) merasa senang (berdiam atau tinggal di suatu tempat): mereka sudah -- tinggal di sini dan tidak ingin kembali ke kampungnya; (3) kl sembuh: -- dr gering
betas be.tas [a] (1) sobek atau retas (tt barang tenunan, kelim, jahitan, dsb); (2) retak lalu pecah atau belah (tt telur dsb)
beterbangan be.ter.bang.an [v] (1) terbang ke mana-mana (banyak yg terbang): burung-burung ~ keluar dr sangkar raksasa itu; daun-daun ~ ditiup angin; (2) berhamburan atau melayang-layang di udara (tt debu, kapuk, dsb)
betina be.ti.na [n] (1) perempuan (biasanya dipakai untuk binatang atau benda): ayam --; kasau --; kotot --; (2) cak pasangan (bagi binatang jantan): kijang jantan itu seakan-akan menangisi -- nya yg tertembak;
betul be.tul [a] (1) benar; sesungguhnya; tidak bohong: -- , dia adalah kemenakan saya; (2) benar; tidak salah; tidak keliru: pendapatan hitungan ini --; (3) sejati; bukan tiruan; bukan campuran; tulen: perhiasan yg dipakainya spt emas --; (4) tepat; persis: tembakannya -- mengenai jantungnya; (5) langsung (tidak serong): rumahku dng rumahmu berhadapan --; (6) lurus (tegak) benar: jalan yg --; berdiri --
betulan be.tul.an [Jk a] (1) dekat benar: tabrakan itu terjadi di -- lampu lalu lintas; (2) cak betul: bunga di pojok kamar itu bukan bunga imitasi, tetapi bunga -
bhayangkara dua pangkat tamtama peringkat terendah dl kepolisian, satu tingkat di bawah bhayangkara satu (tanda pangkatnya satu balok lurus mendatar berwarna merah ditempatkan di lengan baju)
bhayangkara kepala pangkat tamtama peringkat keempat dl kepolisian, satu tingkat di bawah bhayangkara utama muda, satu tingkat di atas bhayangkara satu (tanda pangkatnya tiga balok lurus mendatar merah yg ditempatkan di lengan baju)
bhayangkara satu pangkat tamtama peringkat kelima dl kepolisian, satu tingkat di bawah bhayangkara kepala, satu tingkat di atas bhayangkara dua (tanda pangkatnya dua balok lurus mendatar berwarna merah ditempatkan di lengan baju)
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
biakan bi.ak.an [n] (1) barang yg dibiakkan; (2) hasil membiakkan; (3) Bio penumbuhan atau hasil penumbuhan jamur atau jasad renik lain pd media buatan
biar bi.ar [p] (1) cak agar; supaya: biasakan mandi pagi -- sehat; (2) kata penghubung untuk menyatakan hal-hal yg tidak bersyarat; meskipun; biarpun: -- hidup melarat, tetapi tenang; -- lambat asal selamat
biara bi.a.ra [n] (1) rumah (asrama) tempat para petapa (rubiah dsb); (2) Kris bangunan tempat tinggal orang-orang laki-laki atau perempuan yg mengkhususkan diri thd pelaksanaan ajaran agama di bawah pimpinan seorang ketua menurut aturan tarikatnya
bias bi.as [n] (1) simpangan; (2) Fis belokan arah dr garis tempuhan krn menembus benda bening yg lain (spt cahaya yg menembus kaca, bayangan yg berada dl air)
biawak bi.a.wak [n] binatang melata serupa dng bengkarung besar, panjang seluruh tubuhnya kira-kira 21/2 m, dapat lebih (jenis Varanus dan banyak macamnya, spt
biaya bi.a.ya [n] uang yg dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dsb) sesuatu; ongkos; belanja; pengeluaran: -- sekolahnya ditanggung oleh kakaknya; -- hidup di Jakarta sangat tinggi
biaya tetap [Ek] (1) beban atau pengeluaran yg jumlahnya tetap dan tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi; (2) semua pengeluaran yg jumlahnya tidak terpengaruh oleh perubahan tingkat kegiatan
bibi bi.bi [n] (1) adik (saudara muda) perempuan ayah atau ibu; (2) panggilan kpd perempuan yg agak tua; (3) kl sebutan bagi wanita (setingkat dng nyonya); (4) panggilan kpd perempuan pembantu rumah tangga
bibir bi.bir [n] (1) tepi (pinggir) mulut (sebelah bawah dan atas); (2) tepi sesuatu atau bagian barang yg menyerupai bibir: -- sumur; -- belanga; (3) cak mulut atau lidah (dl arti perkataan dsb): tutup -- mu, jangan banyak bicara; ancamannya itu hanya di -- saja
bibit bi.bit [n] (1) semaian (padi dsb yg akan ditanam): -- padi itu akan dipindahkan sesudah berumur empat puluh hari; (2) benih (dl arti sesuatu yg akan dikembangkan, diternakkan, dsb): kita memerlukan sapi yg baik untuk --; (3) anak (orang) yg akan dididik lebih lanjut; kader: murid-murid SMU dididik sbg -- untuk perguruan tinggi; (4) ki yg akan menyebabkan timbulnya (terjadinya) penyakit atau pertikaian dsb: -- penyakit cacar; perkara yg sekecil itu dapat menjadi -- pertengkaran yg hebat [v] , mem.bi.bit v menjinjing dng jari
bibit buwit [Sd] (1) orang yg dianggap sbg leluhur masyarakat suatu desa; (2) asli (tt penduduk suatu tempat)
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
bida bi.da [kl n] (1) kp bidadari; (2) dayang (pengasuh) dl istana
bidadari bi.da.da.ri [n] (1) putri atau dewi dr kayangan; (2) ki perempuan yg elok
bidah bid.ah [n Isl] (1) perbuatan yg dikerjakan tidak menurut contoh yg sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan; (2) pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pd Alquran dan hadis; (3) ki kebohongan; dusta
bidai bi.dai [n] (1) jalinan bilah (rotan, bambu) sbg kerai (untuk tikar, tirai penutup pintu, belat, dsb); (2) jalinan bilah bambu (kulit kayu randu dsb) untuk membalut tangan patah dsb [n Olr] batas atau tempat berhenti dl beberapa permainan
bidas bi.das , mem.bi.das v (1) bergerak (terlepas, memantul) dng cepat krn digerakkan oleh barang yg melenting atau krn dilepaskan tahanannya (spt anak panah terlepas dr tali busurnya): apabila terinjak tangkainya, -lah jerat itu; (2) bergerak membalik; memantul: apabila kaulepaskan, dahan itu akan -; (3) maju menyerang (menembus): serangan itu diperhebat supaya dapat -- daerah musuh; (4) membalas serangan (kecaman dsb): jawaban itu dimaksudkan untuk -- pihak oposisi
bidasan bi.das.an [v] (1) gerakan membidas; (2) reaksi; (3) serangan
bidik bi.dik [v] mem.bi.dik v (1) mengarahkan (pistol, alat potret) ke sasaran; mengincar: baru -- hendak menembak, sudah kena tembak dr belakang; (2) memandang dng arah pandangan yg tetap: ia -- ke bawah seakan-akan ada yg menarik perhatiannya
bidikan bi.dik.an [n] (1) hasil membidik; (2) cak pandangan mata: ketika bertemu dng pejabat tsb, ia bukan hanya mendapat kemudahan, tetapi juga -- asmara
bidur bi.dur [kl n] bongkah timah yg beratnya sekitar 3 pon (dipakai juga untuk ukuran harga): mahar putri, anak raja Perak, dikatakan 100 -- [n] gelegata
bijak bi.jak [a] (1) selalu menggunakan akal budinya; pandai; mahir: bukan beta -- berperi; engkau memang --; (2) Mk pandai bercakap-cakap; petah lidah
bijak akrobatik kebijakan yg bertentangan 180o satu sama lain dl sekejap
bijaksana bi.jak.sa.na [a] (1) selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; (2) pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan dsb: dng -- ia menjawab pertanyaan yg bersifat menjerat
biji bi.ji [n] (1) isi buah (yg apabila ditanam dapat tumbuh): -- nangka; -- mangga; (2) butir buah yg kecil-kecil (spt butir padi dan jagung): -- kacang; -- kedelai; (3) kata penggolong bagi bermacam-macam benda sbg pengganti butir, buah, batang, dsb: ia makan mangga lima --; ia mempunyai lima -- mata pena [n] angka yg menunjukkan hasil belajar (kepandaian); nilai; ponten: -- enam untuk bahasa Indonesia
bijih bi.jih [n] pasir, tanah, atau batuan yg mengandung cukup mineral yg berguna untuk diolah menjadi barang ekonomi spt -- besi; -- timah
bijih beku bijih yg dibentuk oleh pembekuan dan pemadatan zat cair
bijih besi batuan atau cebakan yg mengandung ikatan besi dl jumlah yg dapat diolah
biksah bik.sah [n] (1) kebangkitan: -- Nabi; (2) perutusan; pengutusan
biku bi.ku [ark n] biksu [n] (1) arah garis yg naik turun dng puncak dan dasar yg lancip; (2) lipatan-lipatan pd tepi kain, baju, dsb; (3) takik bergerigi pd tepi dsb sbg perhiasan
bilah bi.lah [n] (1) belahan bambu (kayu dsb) yg tipis dan panjang: pagar dr -- buluh; (2) sesuatu yg menyerupai bilah (terutama pisau, pedang, dsb): didapatnya -- keris tua di dalam gua itu; (3) kata penggolong bagi sesuatu yg tipis dan panjang: dua -- pedang; dua -- papan [v] mem.bi.lah-bi.lah v memisahkan (membelah dsb) sesuatu menjadi beberapa bagian: mereka tidak pernah -- kekuatan, baik dl menyerang maupun bertahan [n] bagian buldoser yg berfungsi sbg alat gali dan dorong
bilang bi.lang [v] ber.bi.lang v (1) menghitung: -- untung; (2) beberapa: -- kali; -- ratusan (ribuan); -- sen (rupiah); (3) perhitungan [v cak] berkata; mengatakan: siapa -- ia anak yg bodoh
bilangan bi.lang.an [n] (1) banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; (2) satuan jumlah: satu dan tiga adalah -- ganjil; (3) Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; (4) golongan (lingkungan): ia masuk -- orang berada; (5) cak lingkungan daerah: rumahnya di -- Kebayoran Baru; (6) ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut -- hari itu kurang baik untuk berziarah; (7) nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; (8) Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan
bilateral bi.la.te.ral [a] (1) dr dua belah pihak; antara dua pihak: perjanjian -- negara sahabat; (2) Huk prinsip keturunan yg memperhitungkan hubungan kekerabatan, baik melalui pria maupun wanita secara serentak
bilga bil.ga [n Lay] (1) bagian kapal yg berada di dl air (di tengah-tengah, antara tingkat atas, dan tingkat bawah); (2) tempat penampungan cairan (air, minyak) untuk menjaga agar ruangan tertentu, msl palka, kamar mesin tetap kering
bilik bi.lik [n] (1) anyaman dr bilah bambu (untuk dinding dsb); gedek; tepas; sasak: rumahnya berdinding --; (2) ruangan kecil yg tersekat; kamar: tidurnya di -- samping [n] kesatuan beberapa rumah keluarga yg berpusat pd rumah anak tertua (di Lampung)
bilingual bi.li.ngu.al [a] (1) mampu atau biasa memakai dua bahasa dng baik; (2) bersangkutan dng atau mengandung dua bahasa
biliun bi.li.un [num] (1) satuan bilangan yg dilambangkan dng dua belas nol (000.000.000.000) di belakang angka 1-999 (di Inggris dan Jerman); (2) satuan bilangan yg dilambangkan dng sembilan nol (000.000.000) di belakang angka 1-999 (di Amerika Serikat dan Prancis)
bilyet bil.yet [n] (1) kartu; karcis; (2) kertas berharga spt yg dikeluarkan oleh bank
bimbang bim.bang [a] (1) (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu; (2) (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang [n] upacara atau pesta adat [v] berganti-ganti; bergantian
bimbing bim.bing [v] (1) pimpin; asuh; (2) tuntun
bimbing kejuruan layanan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karier kejuruan yg diberikan oleh sekolah menengah kejuruan kpd calon siswa dan tamatannya
bimbingan bim.bing.an [n] (1) petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu; tuntunan; pimpinan: -- tes masuk universitas; (2) ark kata pendahuluan; kata pengantar
bimbit bim.bit , mem.bim.bit v (1) membawa dng ujung jari; menjinjing: -- tas; (2) memimpin dng memegang tangan orang yg dipimpin; menuntun: ia berkata sambil -- anaknya
bin [Ar] (1) n kata untuk menyatakan anak laki-laki dr seseorang: Amat -- Soleh, Amat anak dr Soleh; (2) p cak kata untuk menguatkan atau mengungkapkan dng perkataan lain: aneh -- ajaib
binal bi.nal [a] (1) bengal; tidak menurut: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi --; (2) selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar: kuda yg -- itu terlepas kembali
binaraga bi.na.ra.ga [n] olahraga yg membangun (membina) bentuk otot agar terwujud bentuk tubuh yg kekar dan ideal: olahraga -- akan membentuk badan yg kuat dng otot yg besar serta indah bentuknya
binaragawan bi.na.ra.ga.wan [n] orang yg melakukan olahraga binaraga: enam -- daerah akan mengikuti seleksi nasional
bincu bin.cu [ark n] (1) gincu; (2) bincul
binder bin.der [n] (1) alat untuk menjilid buku, majalah, dsb; (2) orang yg (pekerjaannya dsb) menjilid buku, majalah, dsb
biner bi.ner [a] (1) terjadi dr atau ditandai oleh dua benda atau dua bagian; serba dua; (2) Mat berdasar dua (tt bilangan pd sistem bilangan)
bingit bi.ngit [a] (1) tidak senang; kurang nyaman; (2) Mk iri hati; dengki
bingkisan bing.kis.an [n] (1) barang pemberian sbg tanda bakti, hormat, dsb; hadiah: -- Lebaran ; -- Natal; (2) barang kiriman; bungkusan
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bini-binian bi.ni-bi.ni.an [n cak] (1) bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan -nya saja; (2) suka atau kerap- kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang -- spt dia
binjai bin.jai [n] (1) tanaman yg buahnya menyerupai mangga, rasanya asam, tetapi nyaman; Mangifera caesia; (2) buah binjai
bintang bin.tang [n] (1) benda langit terdiri atas gas menyala spt matahari, terutama tampak pd malam hari: pd malam itu tampak -- bertaburan di langit; (2) planet atau gugusan planet yg menjadi pegangan dl astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; (3) nasib; peruntungan; untung malang: -- nya mulai terang nasibnya mulai baik (mudah mencari rezeki); -- nya gelap buruk nasibnya (sial, tidak beruntung); (4) tanda jasa yg berupa medali emas (perak dsb): krn jasanya beliau dianugerahi -- emas; (5) tanda pangkat perwira militer berbentuk spt bintang, berwarna keemasan; (6) tanda yg menyerupai bintang, spt tanda (*); (7) pemain yg terkemuka (dl film, sandiwara); (8) orang yg terbaik (terpandai dl suatu lingkungan)
bintang beralih bintang yg kelihatan seolah-olah berpindah atau jatuh
bintangan bin.tang.an [n] (1) (gambar) tiruan bintang; (2) ark gugus bintang; (3) bintik putih di tengah mata
bintara bin.ta.ra [n] (1) kelompok pangkat dl ketentaraan, satu tingkat di bawah kelompok perwira pertama dan satu tingkat di atas kelompok tamtama, meliputi pembantu letnan satu, pembantu letnan dua, sersan mayor, sersan kepala, sersan satu, dan sersan dua; (2) kelompok pangkat dl kepolisian, satu tingkat di bawah kelompok bintara tinggi dan satu tingkat di atas kelompok tamtama, meliputi sersan mayor polisi, sersan kepala polisi, sersan satu polisi, dan sersan dua polisi
biometri bi.o.met.ri [n Bio] (1) pengukuran yg dilakukan pd proses biologis; (2) pengukuran matematis yg biasa dipergunakan dl pemeriksaan biologis
biosfer bi.o.sfer [n] (1) bagian atmosfer yg paling bawah di dekat permukaan bumi, tempat tinggal makhluk hidup; (2) lingkungan yg berupa segala sesuatu yg hidup (manusia, hewan, tumbuhan)
bioskop bi.o.skop [n] (1) pertunjukan yg diperlihatkan dng gambar (film) yg disorot sehingga dapat bergerak (berbicara); film: hampir setahun aku tidak pernah melihat --; (2) gedung pertunjukan film cerita: ia sedang pergi ke --
biprisma bi.pris.ma [n Fis] prisma yg mempunyai sudut puncak hanya sedikit lebih kecil dr 1800 dan prisma ini dapat membuat dua bayangan dr sebuah sumber
birah bi.rah [n] talas yg besar dan gatal, umbinya enak setelah direbus dsb; Alocasia indica (ada bermacam-macam, spt -- air, Aglonema marantifolium, -- hitam, Alocasia danudata); (2) a ki gatal
birai bi.rai [n] (1) pagar (dinding) rendah di tepi jembatan (tangga) atau di pinggir perahu; (2) bingkai; lis; tepi
biram bi.ram [n] (1) gajah; (2) ular berkepala dua pd ujung dan pangkalnya (dl dongeng) [n] merah
birama bi.ra.ma [n Mus] (1) ayunan gerak kelompok beberapa pulsa yg pulsa pertamanya mendapat aksen kuat secara berulang dan teratur; (2) satuan kelompok ketukan tetap yg dimulai dng ketukan kuat sampai ketukan kuat berikutnya; metrum
biro bi.ro [n] (1) kantor; (2) bagian dr instansi yg mengurusi suatu urusan: -- kepegawaian; (3) perusahaan jasa: -- jasa
birofaks bi.ro.faks [n] pesawat telekomunikasi yg dapat dimanfaatkan untuk mengirim dokumen, data, gambar, dan sejenisnya ke negara lain
birokrasi bi.ro.kra.si [n] (1) sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah krn telah berpegang pd hierarki dan jenjang jabatan; (2) cara bekerja atau susunan pekerjaan yg serba lamban, serta menurut tata aturan (adat dsb) yg banyak liku-likunya dsb
birokrat bi.ro.krat [n] (1) pegawai yg bertindak secara birokratis; (2) seorang yang menjadi bagian dari birokrasi
bisa bi.sa [v] mampu (kuasa melakukan sesuatu); dapat: ia -- membaca, tetapi tidak -- menulis [n] (1) zat racun yg dapat menyebabkan luka, busuk, atau mati bagi sesuatu yg hidup (biasanya terdapat pd binatang); (2) ki sesuatu yg buruk, yg dapat merusakkan akhlak manusia atau masyarakat: ajaranmu itu akan menjadi -- bagi kami
bis [n] (1) kotak kecil (di tepi jalan, di depan kantor pos), milik kantor pos, tempat memasukkan surat yg akan dikirimkan melalui jasa kantor pos; kotak kecil di depan rumah (kantor), tempat meletakkan surat yg terkirim melalui jasa kantor pos; kotak surat: memasukkan surat ke dl --; (2) Olr tempat hinggap (dl permainan spt sofbol dan bisbol) pemukul atau pelari yg diletakkan di tiap sudut lapangan, biasanya terbuat dr kain terpal berbentuk segi empat spt bantal tipis [Lihat {bus}] [adv cak] (1) dua kali lagi; sekali lagi; diulang atau ditambah lagi (dl nyanyian dsb): penonton berseru gemuruh, " -- ! -- !"; (2) tambahan atau susulan pd pasal undang-undang: Pasal 161 -- (pasal yg ditambahkan pd Pasal 161) [n] (1) pipa dr besi atau semen, cor, plastik untuk got dsb; (2) pembuluh [n] kain (pita) untuk hiasan pd bagian tepi baju dsb; pelisir
bisa jadi mungkin; boleh jadi: -- jadi, ia datang kemari sore nanti
bisai bi.sai [kl] (1) a bagus; elok: dandanannya indah -- terlalu; (2) n pesolek (suka berdandan baik-baik)
biseksual bi.sek.su.al [a] (1) mempunyai sifat kedua jenis kelamin (laki-laki dan perempuan); (2) tertarik kpd kedua jenis kelamin (baik kpd laki-laki maupun kpd perempuan)
bisikan bi.sik.an [n] (1) yg dibisikkan; (2) ilham
bising bi.sing [a] (1) ramai (spt berdengung-dengung, berdesir-desir, berdesing-desing) hingga menyebabkan telinga spt pekak (tt suara atau bunyi): bunyi kapal terbang yg akan berangkat sangat --; (2) hiruk-pikuk; gempar: jangan -- , Bapak sedang tidur; (3) berasa pd telinga seakan-akan pekak (krn mendengar bunyi yg tidak keruan): -- telingaku mendengar deru mobil di jalan
bismut bis.mut [n] (1) logam yg dipakai untuk mengobati sakit usus, perut, dsb; (2) Kim logam getas berwarna putih perak; unsur dng nomor atom 83, berlambang Bi, dan bobot atom 208,9804
bisul bi.sul [n] (1) bintil yg membengkak pd kulit yg berisi nanah dan bermata; barah; (2) ki sesuatu yg menyusahkan (menyulitkan): kehadirannya merupakan -- dl kehidupan rumah tangga adikku
bit gula bit gu.la [n] tumbuhan dataran tinggi yg umbi akarnya, berwarna merah dapat digunakan untuk membuat gula krn kadar gulanya tinggi
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
blangko blang.ko [a] kosong (belum diisi); (2) a tidak memberikan suara (dl pemungutan suara): yg setuju 116 suara, yg tidak setuju 51 suara, dan yg -- 7 suara; (3) n surat isian: -- poswesel
blaster blas.ter [n] (1) hasil perkawinan campuran dr dua jenis yg berbeda; hasil perkawinan silang; (2) cak peranakan (bukan keturunan asli)
blewah ble.wah [n] tanaman menjalar atau merambat, panjangnya 1,5-3 m, daunnya lebar berbentuk jantung dng tangkai daun yg keras dan panjang, bunganya besar berwarna kuning dan harum, buahnya cepat busuk berbentuk bulat lonjong dan berlekuk-lekuk, dapat dimakan langsung atau dicampur dng sirop, berbulu licin jika masih muda, banyak bijinya dan berkulit sangat tipis; semangka Belanda; Cucumis melo;
blok buku [Graf] (1) setumpuk kuras dl urutan yg merupakan seluruh isi buku, dijilid bersama atau terpisah dng sampulnya; (2) bagian sisi buku berupa halaman atau kuras yg telah disusun berurut dan dijahit
bludrek blud.rek [n cak] (1) tekanan darah; (2) tekanan darah tinggi yg menyebabkan orang merasa pusing yg berat: krn makan daging kambing, kontan -- nya kambuh
blues [n Mus] jenis lagu ratapan orang Negro, Amerika yg berkembang mulai tahun 1911 sbg perintis musik jaz
bobot bo.bot [n] (1) berat suatu benda: pesawat itu -- nya lebih dr 10.000 kilogram; (2) berat seekor ternak pd suatu keadaan; (3) timbangan; arti penting; (4) ki nilai; mutu: sebuah film yg menitikberatkan -- seni; (5) Graf derajat warna hitam pd huruf cetak (mulai dr yg sangat tipis warna hitamnya sampai dng yg hitam sekali)
bobot atom [Kim] perbandingan massa atom unsur terhadap massa atom isotop karbon -12 yg diberi harga 12 (eksek)
bocoran bo.cor.an [n] (1) lubang yg menyebabkan air (udara) dapat keluar atau masuk; (2) air (udara) yg keluar atau masuk dr tempat yg bocor (berlubang); (3) cak hasil membocorkan
bodi bo.di [n cak] (1) bentuk tubuh; perawakan: -- nya bagus sehingga segala potongan baju pantas baginya; (2) badan kendaraan (mobil dsb)
bodoh bo.doh [a] (1) tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb): anak ini -- benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; (2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah; (3) cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --
bogem bo.gem, bogem mentah [n cak] (1) kepalan tangan; (2) pukulan dng kepalan tangan; tinju: ia belum puas sebelum berhasil menghunjamkan -- ke muka lawannya
bohong bo.hong [a] (1) tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya; dusta: kabar itu -- belaka; ia berkata --; (2) cak bukan yg sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan): uang --; lotre --
bohorok bo.ho.rok [n Geo] angin kencang yg terdapat di dataran Sumatra Utara selama musim timur laut, yg dapat menimbulkan kerusakan pd tumbuh-tumbuhan, khususnya tembakau
bokar bo.kar [ark n] bahan pengolah karet
bokong bo.kong [n] (1) pantat; (2) Jk belakang; pinggul [Mk a] bengkak; balut (tt mata); kembung; berjendul
boks [n] (1) tempat tidur bayi atau tempat menaruh anak-anak (sebelum dapat berjalan), berbentuk segi empat, berpagar pd sisi-sisinya; (2) bak bertutup pd mobil (truk), berbentuk kotak besar untuk mengangkut barang; (3) kotak; ruang kecil yg menyerupai kotak: -- telepon umum
boksen bok.sen [n cak] tinju; olahraga tinju
bola bo.la [n] (1) benda bulat yg dibuat dr karet dsb untuk bermain-main: ia senang sekali bermain-main dng --; (2) barang yg bentuknya menyerupai bulatan: -- bumi
bola air cabang olahraga yg berupa permainan bola dng berenang di air; polo air
bola bakar cabang olahraga bola kaki dng bola yg terbakar
bola basket cabang olahraga yg berupa permainan antara dua regu yg masing-masing terdiri atas lima pemain dng memakai bola besar yg ringan, pengumpulan angka dilakukan dng memasukkan bola ke dl keranjang pihak lawan; basket
bola keranjang cabang olahraga yg berupa permainan bola dng dua buah keranjang bertiang, nilai diperoleh apabila dapat memasukkan bola ke keranjang lawan (satu kali masuk nilainya dua)
bola sodok cabang olahraga yg berupa permainan yg menggunakan bola dan tongkat untuk menyodok yg dilakukan di atas meja yg dirancang secara khusus (untuk permainan itu); biliar
bola sudut bola yg harus ditendang dr pojok lapangan dl olahraga sepak bola
bola tampel [cak] cabang olahraga yg berupa permainan bola yg dipukul dng raket; tenis
bola tongkat cabang olahraga berupa permainan bola di lapangan yg bolanya dipukul dng tongkat hoki; -- wasit bola yg dilepas dr tangan wasit dan dinyatakan permainan dimulai lagi: sesudah pertandingan dihentikan beberapa menit, -- wasit dilepaskan
boleh bo.leh [adv] (1) diizinkan; tidak dilarang: anak-anak -- menonton; (2) dapat: ia belum -- berdiri krn belum sehat benar; (3) kl beroleh; mendapat: berdoalah, biar -- anak raja
bolehan bo.leh.an [a cak] bagus; bermutu; bernilai: ia berasal dr sekolah yg lebih -- dp kita
bolero bo.le.ro [n] (1) tarian khas Spanyol; (2) irama musik pengiring tarian bolero [n] jaket pendek untuk wanita
boling bo.ling [n] cabang olahraga yg berupa permainan dng menggelindingkan bola khusus untuk merobohkan sejumlah gada yg berderet yg kemudian dapat tertata lagi secara otomatis; bola gelinding: olahraga -- masih langka jika dibandingkan dng cabang olahraga yg lain
bom [n] senjata yg bentuknya spt peluru besar yg berisi bahan peledak untuk menimbulkan kerusakan besar [n] (1) kayu penarik pedati (dokar dsb); (2) kayu palang (perintang pelabuhan); (3) pelabuhan; pabean
bombas bom.bas [n] (1) ucapan yg baik terdengar, tetapi tidak mengandung arti; omong kosong; (2) Sas ungkapan yg berlebih-lebihan dl berlakon; bahasa atau kata yg muluk-muluk
bomber bom.ber [n] (1) pesawat terbang pengebom; (2) ki orang yg gemuk kekar
bomoh bo.moh [n] (1) dukun; (2) pawang
bon [n] surat kecil berisi keterangan pengambilan barang, peminjaman uang, dsb [n] gabungan perkumpulan olahraga; perserikatan
bonceng bon.ceng [v] mem.bon.ceng v (1) ikut naik (kendaraan beroda dua): ia naik sepeda motor dan adiknya -- di belakang; (2) ikut naik tanpa membayar: masih banyak orang yg -- bus kota; (3) ikut serta (makan, bertamasya, membaca koran, dsb) dng tidak turut membayar atau mengeluarkan biaya; (4) ikut-ikutan (menepuk dada, menganggap diri berjasa, mendapat nama, kedudukan, dsb): ada pejabat yg -- hasil perjuangan Angkatan 66; (5) memanfaatkan kekuasaan (pengaruh kewibawaan dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
boneka bo.ne.ka [n] (1) tiruan anak untuk permainan; anak-anakan; (2) ki orang (negara dsb) yg hanya menjadi mainan orang (negara dsb) lain: negara Pasundan, Sumatra Timur, Indonesia Timur adalah negara -- buatan pemerintah kolonial Belanda pd masa itu
bonet bo.net [n] (1) kopiah atau topi kecil terbuat dr kain halus dan tanpa pinggiran; (2) Kat tutup kepala bersudut tiga atau empat yg dipakai rohaniwan Katolik (untuk pastor berwarna hitam, untuk uskup berwarna ungu, untuk kardinal berwarna merah, dan untuk paus berwarna putih)
bonggol bong.gol [n] (1) bonjol pd batang kayu dsb; (2) daging pd tengkuk; punuk [Jk] , mem.bong.gol v memukul
bongkah bong.kah [n] (1) bingkah; gumpal; gumpalan (tanah dsb); (2) Geo gumpalan batu dng garis tengah lebih besar dr 265 mm
bongkaran bong.kar.an [n] (1) segala sesuatu yg telah terbongkar; (2) hasil membongkar
bongkor bong.kor [n] (1) bakul dr kulit kayu yg dipakai untuk mengambil sarang lebah (madu) [Jw n] sebidang tanah yg tidak dikerjakan, antara lain, krn tidak ada waktu untuk mengerjakannya
bongmeh bong.meh [Cn v] mem.bong.meh v (1) merasai debar jantung dng meraba pergelangan tangan; (2) mengajuk (hati atau pendapat orang)
bonus bo.nus [n] (1) upah tambahan di luar gaji atau upah sbg hadiah atau perangsang; gaji, upah ekstra yg dibayarkan kpd karyawan; gratifikasi; insentif; (2) halaman atau artikel tambahan (pd majalah, koran)
bopeng bo.peng /bopEng/ (1) a cacat yg berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pd kulit; burik; capuk: orang itu mukanya -- akibat penyakit cacar yg pernah dideritanya; (2) v ki berlubang-lubang: jalan baru itu sekarang sudah --
bopok bo.pok [a cak] (1) rusak; tidak terpakai lagi; (2) lemah sekali (tt badan)
bor sentak alat pengebor tangan yg digerakkan dng udara tekan, dapat membuat lubang dng diameter antara 1,25 inci dan 3 inci
bora bo.ra [n Met] angin dingin yg bertiup turun dr pegunungan, yg pd waktu mencapai dataran rendah berubah menjadi panas
bordil bor.dil [n] (1) rumah panjang terbagi oleh sekat-sekat yg membentuk banyak kamar; (2) rumah pelacuran
boreh bo.reh [n cak] (1) barang (atau surat berharga) yg diserahkan oleh orang yg berutang sbg jaminan utangnya; agunan; jaminan: kalau hendak berutang harus ada -- nya; (2) orang yg menanggung utang orang lain (dl hal timbulnya kesulitan dl pembayaran utang dsb); penanggung; penjamin: saya sanggup menjadi -- kakakku
borjuasi bor.ju.a.si [n] (1) golongan masyarakat yg penghasilannya melebihi penghasilan rata-rata rakyat biasa; golongan menengah ke atas; (2) sistem sosial yg dikuasai oleh golongan menengah
borok bo.rok [n] (1) luka bernanah dan busuk (krn infeksi); (2) ki cacat
boron bo.ron [n] (1) zat yg sekaligus meredam dan menetralkan neutron; (2) Kim unsur bukan logam dng nomor atom 5, berlambang B, dan bobot atom 10,81
borongan bo.rong.an [n] (1) penjualan (pembelian, lelang, dsb) secara keseluruhan (tidak satu-satu atau ketengan): anak ayam ras itu akan dijual --; (2) pekerjaan dsb yg diborongkan: instalatur itu menerima pekerjaan -- pemasangan instalasi listrik
boros bo.ros [a] (1) berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang, dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya; (2) lepas, terurai (tt tali yg dikaitkan): tali gasingnya --; (3) banyak dl pemakaian tenaga, bensin, dsb (tt mesin dsb): mobilnya -- bensin
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
botoh bo.toh [Jw n] (1) penyabung ayam dsb; (2) pejudi; (3) pelerai; wasit
boyak bo.yak [a] (1) hambar (tidak sedap) rasanya (lagi) krn sudah kering atau busuk (tt tembakau): tembakau yg sudah --; (2) menjemukan; membosankan; tidak menyenangkan; (3) bangkrut; remuk; berantakan: krn resesi, banyak perusahaan yg --
brahmana brah.ma.na [n] (1) pendeta agama Hindu; (2) kasta tertinggi dl agama Hindu; (3) orang yg masuk golongan pendeta dl agama Hindu
brakisefalik bra.ki.se.fa.lik [a Anat] (1) berkepala pendek; (2) bersifat (menjadi) bulat menunjukkan indeks 80 (tt atap kepala)
bramacorah bra.ma.co.rah [n Huk] (1) orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (2) penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
brigade bri.ga.de [n] (1) satuan angkatan bersenjata yg terdiri atas dua, tiga, atau empat resimen, merupakan bagian dr divisi; (2) satuan berseragam dng tugas khusus
briket bri.ket [n] (1) bata; (2) gumpalan (sebesar kepalan tangan) dr barang lunak yg dikeraskan melalui pembakaran: arang --
broiler bro.i.ler [n] (1) alat untuk memanggang daging atau ayam; (2) ayam pedaging muda yg besarnya cocok untuk dimasak pd pemanggangan; (3) ayam yg cepat pertumbuhannya yg dipiara khusus sbg ayam potong; ayam pedaging
brosur bro.sur [n] (1) bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yg disusun secara bersistem; (2) cetakan yg hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid; (3) Man selebaran cetakan yg berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tt perusahaan atau organisasi)
bruder bru.der [n] (1) saudara laki-laki; (2) Kat sebutan bagi biarawan laki-laki
brutal bru.tal [a cak] (1) kejam: mereka adalah penjahat --; (2) kurang ajar; tidak sopan; kasar, biadab (tt perilaku)
bruto bru.to [n] kotor (tt berat, gaji, hasil keuntungan, pendapatan): berat -- barang kiriman itu 102,5 kg; pendapatan -- sebulan sebanyak Rp75.000,00
bu [n] (1) kata sapaan untuk orang tua perempuan; (2) kp ibu
buah bu.ah [n] (1) bagian tumbuhan yg berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji): pohon mangga itu banyak -- nya; (2) kata penggolong bermacam-macam benda: dua -- kapal; se -- negeri; dua -- rencana; (3) pokok; bahan: -- percakapan; (4) hasil: -- jerih payahnya kini dapat dinikmati oleh keturunannya
buah meja buah yg disediakan untuk dimakan setelah makan, berupa buah masak tanpa diolah
buah-buahan bu.ah-bu.ah.an [n] (1) buah tiruan; (2) berbagai-bagai buah; bangsa buah
buai bu.ai [n] (1) gerak mengayun; (2) Fis gerak ayun pd kapal laut atau pesawat udara sekitar sumbu lintangnya
buaian bu.ai.an [n] (1) ayunan (untuk menidurkan anak kecil); (2) hasil membuai; (3) bandul (pd lonceng)
bual bu.al [n] (1) luapan (pancaran) air yg keluar (spt air mendidih, air dr mata air): mereka melihat -- mata air panas itu; (2) kepulan asap yg bergolong-golong (spt pd asap rokok yg dikeluarkan dr mulut pengisap rokok) [n] omong kosong; cakap besar (kesombongan): geli hatiku mendengar -- mereka
buangan bu.ang.an [n] (1) yg dibuang; hasil membuang; (2) orang yg dijatuhi hukuman buang: orang --
buas bu.as [a] (1) galak; liar; ganas: binatang itu --; (2) ki bengis; kejam
buat bu.at [v] (1) kerjakan; lakukan; (2) bikin [p cak] bagi; untuk: kue ini -- saya
buatan bu.at.an [n] (1) sesuatu yg telah dibuat; hasil pekerjaan
buaya bu.a.ya [n] (1) binatang berdarah dingin yg merangkak (reptilia) bertubuh besar dan berkulit keras, bernapas dng paru-paru, hidup di air (sungai, laut), (ada bermacam-macam: -- pandan; -- tembaga; dsb); Crocodilus porosus; (2) ki penjahat
buaya darat [ki] (1) penjahat (pencuri, pencopet, dsb); (2) penggemar perempuan
buaya-buaya bu.a.ya-bu.a.ya [n Lay] (1) lunas perahu; (2) balok pd lunas tempat menegakkan tiang perahu
bubar bu.bar [v] (1) bercerai-berai ke mana-mana (tt orang ramai yg berkumpul); berserak-serak ke sana kemari: demonstran -- setelah petugas melepaskan tembakan; (2) selesai; usai (tt pasar, rapat, upacara, dsb): upacara -- pukul sepuluh siang; (3) selesai tugas; berhenti bertugas (tt panitia, dewan, kabinet, dsb): panitia perayaan -- setelah upacara selesai; (4) ditiadakan (tt perserikatan, kongsi, dsb): kalau suatu perkumpulan -- , harta bendanya dapat didermakan kpd badan sosial
bubuhan bu.buh.an [n] (1) sesuatu yg dibubuhkan; (2) Ling imbuhan [ark n] anggota partai politik (di Banjarmasin)
bubuk bu.buk [n] binatang kecil yg berkulit keras, berupa kumbang yg suka makan kayu, balok, beras, dsb: tiang itu rusak dimakan -- [n] (1) serbuk dr barang yg lapuk; (2) barang yg ditumbuk menjadi tepung halus: -- kopi [ark] , mem.bu.buk v merebus
bubul bu.bul [n] bisul pd tumit orang atau pd kuku kuda (ada beberapa jenis spt -- bubu, -- gantang, -- galai) [v] , mem.bu.bul v memperbaiki atau menambal jala, jaring, dsb: nelayan itu sedang asyik -- jaring dan -- pukat , mem.bu.bul v (1) naik; membubung; (2) keluar bersama-sama banyak-banyak: bagai anai-anai -- dr liangnya
bubung bu.bung, mem.bu.bung [v] (1) naik; menaik; (2) mengepul ke atas (tt asap dsb); (3) makin mahal (tt harga); (4) makin tinggi (tt cita-cita)
bubur bu.bur [n] (1) makanan lembek dan berair yg dibuat dr beras, kacang-kacangan, dsb yg direbus: setiap pagi ia makan -- kacang hijau; (2) barang yg rupanya sbg bubur: -- kertas
bubur Bordeaux [Tan] campuran 1 kg terusi dan 1 kg kapur dl 115 liter air yg digunakan sbg obat semprot pemberantas penyakit tanaman krn serangan jamur
bubur Burgundi [Tan] obat semprot spt bubur Bordeaux, tetapi dibuat dng mencampur 1 kg terusi dng 1 kg natrium karbonat dl 115 liter air
bubutan bu.but.an [n] (1) hasil membubut; (2) cak bubut
budak bu.dak [n ] (1) anak; kanak-kanak: -- bermain layang-layang; (2) hamba; jongos; orang gajian: aku bukan -- mu
budaya bu.da.ya [n] (1) pikiran; akal budi: hasil --; (2) adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --; (3) sesuatu mengenai kebudayaan yg sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yg --; (4) cak sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan yg sudah sukar diubah
Buddha Bud.dha [n] (1) agama yg diajarkan oleh Sidharta Gautama; (2) orang yg telah mencapai kesempurnaan Buddhisme; (3) penjelmaan Sidharta Gautama
bude bu.de [Jw n akr] (1) ibu gede; kakak perempuan ibu atau ayah; (2) panggilan untuk kakak perempuan ibu atau ayah
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
budi daya ekstensif pemeliharaan ikan di kolam dng kepadatan rendah yg dilakukan secara sambilan oleh petani yg bersangkutan
buduk bu.duk [n] (1) Jw penyakit kusta; (2) Sd beruntus dan gatal-gatal krn kuman pd kulit
bufer bu.fer [n] (1) penyangga; dapar; (2) Kim larutan yg mampu menahan perubahan kepekatan ion H+
bufet bu.fet [n] (1) lemari tempat menyimpan makanan atau barang-barang pajangan (hiasan); (2) tempat berjual minuman, makanan, dsb di stasiun
bujal bu.jal [a] (1) tersembul; tersempal (spt pusat); (2) tumpul
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bujang juandang orang halus yg konon dapat mendatangkan malang atau mujur kpd orang berjudi (terutama orang menyabung ayam)
bujangan bu.jang.an [n] (1) keadaan belum atau tidak kawin; (2) pria yg belum beristri
bujangga bu.jang.ga [n] (1) pendeta; petapa; orang cerdik pandai; (2) pengarang syair (sajak dsb); ahli sastra; pujangga
bujur bu.jur [n] (1) panjang dr suatu bidang; tanah itu -- nya 15 m dan lintangnya 10 m; (2) panjang: muka --; (3) Geo posisi timur atau barat suatu tempat di permukaan bumi, yg ditentukan atau diukur dng meridian [Lihat {mujur}]
bujur standar meridian yg dipakai sbg dasar untuk menentukan waktu standar, pd umumnya dipilih setiap meridian yg jaraknya dr meridian 0o Greenwich sebesar kelipatan 15o atau 75o
buka bu.ka [v] (1) ark jarak; antara; lebar: jalan yg -- nya 5 m; (2) cak membuka; terbuka: tak berani -- mulut; (3) berjualan atau bekerja: kantor pemerintah mulai -- pukul 08.00, tutup pukul 15.00 [v Isl] minum atau makan pd petang hari sesudah berpuasa
bukan-bukan bu.kan-bu.kan [a] (1) mustahil; tidak mungkin: membicarakan hal yg -; (2) amat; sangat: -- mahalnya
bukti buk.ti [n] (1) sesuatu yg menyatakan kebenaran suatu peristiwa; keterangan nyata; tanda: surat ini sbg -- bahwa Tuan sudah meminjam uang saya; (2) hal yg menjadi tanda perbuatan jahat: ia dituduh mencuri, tetapi tidak ada -- nya
buku bu.ku [n] lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong; kitab [n] (1) tempat pertemuan dua ruas (jari, buluh, tebu); (2) bagian yg keras pd pertemuan dua ruas (buluh, tebu); (3) kata penggolong benda berupa bongkahan atau gumpalan kecil (spt garam, gula, tanah, sabun); (4) tampang (lempeng): tembakau tiga --
buku bacaan buku untuk pelajaran membaca (bagi anak sekolah); (2) buku yg dibaca sbg pengisi waktu
buku rapor buku yg berisi nilai yg diperoleh oleh anak sekolah dl setiap mata pelajaran
buku resepsi buku untuk mencatat nama-nama tamu yg datang berkunjung; buku tamu
bukung bu.kung [Jw a] (1) berambut pendek (tt perempuan); (2) tukung
bukut bu.kut , mem.bu.kut v (1) menutup; membungkus; (2) ki merahasiakan; mendiamkan (peristiwa, perkara, dsb)
bulan bu.lan [n] (1) benda langit yg mengitari bumi, bersinar pd malam hari krn pantulan sinar matahari: pesawat antariksa Apollo berhasil mendarat di --; bumi bermandikan cahaya --; (2) masa atau jangka waktu perputaran bulan mengitari bumi dr mulai tampaknya bulan sampai hilang kembali (29 atau 30 hari); masa yg lamanya 1/12 tahun: penataran itu berlangsung selama dua --; istrinya sedang hamil empat -- lihat ikan
bulan muda awal bulan dr tanggal 1-10
bulan purnama keadaan bulan pd saat berada di arah yg bertentangan dng matahari (tanggal 14 dan 15) sehingga bagian yg kena sinar dapat terlihat sepenuhnya; bulan penuh
bulan-bulanan bu.lan-bu.lan.an [n] (1) (gambar) benda buatan menyerupai bulan; (2) ki orang yg (mudah) dijadikan korban sehingga spt alat permainan; sasaran: penumpang bus kota menjadi -- tukang copet
bulang bu.lang [n] (1) kain dsb yg dililitkan pd kepala; (2) perhiasan dr emas dipakai pengantin di kepala; (3) tali pengikat taji; cara mengikat taji pd kaki ayam sabungan [n] tumbuhan merambat, Bougainvillea; bunga kertas; bugenvil; -- akar, Smythea pacifica
bulat bu.lat [a] (1) berbentuk sbg bola: bumi ini -- bentuknya; (2) berbentuk lingkaran; bundar (tanpa bersudut): meja -- yg besar itu cocok untuk meja makan; (3) tidak terpecah; utuh: bilangan --; (4) tanpa kecuali: usul itu diterima rapat dng suara --; (5) seia sekata; sepenuhnya: rapat secara -- menolak usul itu
bulatan bu.lat.an [n] (1) sesuatu yg bulat spt bola; (2) sesuatu yg bulat spt roda; (3) lingkaran
buldog bul.dog [n] (1) anjing yg berbulu tipis dan berkaki pendek,; bergelambir, dan berkepala besar (bermuka lebar); (2) ki pistol berlaras pendek berkaliber besar
bule bu.le [cak] (1) a bulai; (2) n orang (binatang dsb) berkulit putih; (3) orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika); orang Barat
buletin bu.le.tin [n] (1) media cetak berupa selebaran atau majalah, berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yg diterbitkan secara periodik oleh suatu organisasi atau lembaga untuk kelompok profesi tertentu; (2) siaran kilat resmi tt perkembangan atau hasil-hasil penyelidikan (pertandingan, dsb): -- sepak bola Piala Dunia
buletin ramalan buletin yg memuat berita tt keadaan cuaca yg telah lalu dan yg akan datang
bulir bu.lir n (1) tangkai beserta buah (bunga) majemuk yg terdapat pd tangkai itu, spt -- padi; -- jelai; (2) tipe susunan rangkum bunga dng satu sumbu utama yg tidak bercabang, tempat melekat bunga yg tidak bertangkai pendek
bulu bu.lu [n] (1) rambut pendek dan lembut pd tubuh manusia (bukan di kepala) atau binatang: -- kaki; -- kucing; (2) struktur lapisan luar kulit yg membentuk penutup tubuh bangsa unggas; kumpulan rambut banyak dan bertangkai spt pd unggas: -- ayam; (3) serabut halus pd tumbuh-tumbuhan; miang: -- padi; -- daun
bulu tangkis bu.lu tang.kis [n ] cabang olahraga yg berupa permainan yg dimainkan dng memakai raket dan kok yg dipukul melampaui jaring yg direntangkan di tengah lapangan; badminton
bulukan bu.luk.an [a] (1) jelek (tt makanan); (2) lusuh dan berjamur (krn lama tersimpan): kain itu sudah -- masih dipakai juga
bulus bu.lus [a] (1) gundul sama sekali (tidak berdaun, tidak berbulu, tidak beranting); (2) tidak dapat mempunyai anak krn mandul; (3) tidak memiliki apa-apa lagi; miskin; papa [a] (1) dapat masuk (lulus); (2) kena pukul (dl permainan pencak dsb); tembus [n] kura-kura kecil (di darat atau di air tawar); labi-labi
bum [n] (1) kayu palang penghalang (perintang) di pelabuhan; (2) pabean [n] peningkatan (perluasan, penambahan, dsb) yg pesat (tt ekonomi dsb)
bumbung bum.bung [n] (1) tabung bambu; perian; (2) ark pembuluh; buluh-buluh
bumerang bu.me.rang [n] (1) senjata lempar berbentuk lengkung dr kayu yg digunakan oleh penduduk asli Australia, yg dapat kembali kpd pelemparnya jika tidak mengenai sasaran; (2) ki perkataan (perbuatan, ulah, peraturan, dsb) yg dapat merugikan atau mencelakakan diri sendiri
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
buncah bun.cah [a] (1) keruh (tt air); (2) gelisah; kacau (tt hati atau pikiran)
buncang bun.cang [a] (1) goyang; oleng; (2) menjadi jauh; terpisah
buncit bun.cit [a] (1) besar perut; gendut; (2) kas bunting [Jk a] paling belakang; terakhir; bungsu
bundel bun.del [n] (1) kumpulan beberapa benda yg sejenis diikat menjadi satu; (2) berkas (surat-menyurat dsb) [Jw n] simpul; buhul
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunga bangkai pohon yg bunganya berbunga 1-3 tahun sekali, Amophophallus titanum (ditemukan di Sumatra oleh Beccari pd tahun 1868)
bunga tridasa [Ek] bunga yg diperhitungkan berdasarkan ketentuan bahwa 1 bulan sama dng 30 hari
bunga-bungaan bu.nga-bu.nga.an [n] (1) berbagai jenis bunga: di taman itu ditanam --; (2) bunga tiruan; (3) penghias: perkataan yg indah-indah itu hanya sbg -- saja
bungkal bung.kal [n] (1) gumpal; bongkah; (2) anak timbangan; (3) pemberat jala (timah dsb); (4) ukuran berat emas (tahil, setengah kati): membeli emas dua --
bungkam bung.kam [a] (1) tertutup (tt mulut); (2) tidak bersuara: mereka -- seribu bahasa
bungker bung.ker [n] (1) lubang perlindungan di bawah tanah; (2) ruangan yg dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dr serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir; (3) tempat dl kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak)
bungkus bung.kus [n] (1) kata penggolong untuk benda yg dibalut dng kertas (daun, plastik, dsb); pak: tiga -- nasi; dua -- rokok; (2) bahan yg dipakai untuk membalut: daun -- nasi
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
buni bu.ni [n] (1) pohon yg buahnya kecil-kecil dan masam rasanya; Antidesma bunius ; (2) buah buni [v] sembunyi; (2) n rahasia
buntak bun.tak [a] (1) pendek gemuk; (2) bundar
bunting bun.ting [v] (1) (dl keadaan) mengandung anak dl perut (biasanya dikatakan bagi binatang); hamil; berbadan dua (bagi manusia); (2) sudah berisi bakal buah atau bakal bunga (tt tumbuh-tumbuhan): padinya sudah --
bunting kerbau kandungan yg berumur lebih dr 9 bulan (kadang-kadang sampai 13 bulan)
buntung bun.tung [a] (1) putus (terpotong dsb) tt kaki, tangan, ekor, dsb; kutung: kaki --; kemeja --; (2) cak merugi; celaka: hendak beruntung menjadi --
buntut bun.tut [n] (1) (bagian) yg di belakang sekali; ekor; (2) kesudahan; akibat: kejadian ini masih ada -- nya; (3) cak permainan judi yg menebak angka-angka akhir dr suatu undian resmi; judi buntut: permainan menebak --
bunuh bu.nuh [v] , mem.bu.nuh v (1) menghilangkan (menghabisi; mencabut) nyawa; mematikan: ia dihukum mati krn merampok dan -- beberapa orang; (2) menghapus (tulisan); memadamkan (api dsb); menutup (yg bocor, pancuran, dsb)
bunyi bu.nyi [n] (1) sesuatu yg terdengar (didengar) atau ditangkap oleh telinga: -- meriam; -- burung; (2) nada; laras (pd alat musik atau nyanyian dsb): -- piano; -- gamelan; (3) Ling kesan pd pusat saraf sbg akibat getaran gendangan telinga yg bereaksi krn perubahan-perubahan dl tekanan udara: dl bahasa Jepang -- "n" dan "ng" pd akhir kata hampir tidak berbeda; (4) ucapan apa yg tertulis (surat, huruf, dsb): bagaimana -- surat itu [ark v] sembunyi
bunyi sengau [Ling] (1) bunyi yg dihasilkan dng keluarnya udara melalui hidung; (2) bunyi terjadi demikian, [m], [n], dan [n]
bupati bu.pa.ti [n] (1) (jabatan, sebutan) kepala daerah kabupaten (daerah tingkat II); (2) (jabatan, sebutan) pegawai istana yg tertinggi (di Yogyakarta dan Surakarta)
burai bu.rai , ber.bu.rai v (1) keluar bertaburan (cerai-berai dsb spt usus dr dalam perut): -- isi perutnya; (2) terurai (ke luar) dan kusut: rambutnya -- diembus angin; (3) ki bocor dan tersiar ke mana-mana (tt rahasia dsb): hubungan gelap antara mereka itu akhirnya -- juga
burayak kebul benih ikan berukuran 1-3 cm
burdah bur.dah [ark n] jubah dr bulu domba [n] (1) rebana besar terbuat dr batang pohon kelapa (gelugu); (2) seni musik tradisional Bali Utara dng tetabuhan rebana besar terbuat dr gelugu
burik bu.rik [a] (1) bopeng; (2) berbintik-bintik putih (pd bulu ayam); kurik
burnout bur.no.ut [n] (1) kelelahan fisik, emosional, dan mental: kalau benci thd pekerjaan Anda telah tertimpa --; (2) stres dan kelelahan emosional, frustasi, dan keletihan yg terjadi jika rangkaian peristiwa dl suatu hubungan, misi, cara hidup, pekerjaan, atau bisnis tidak menghasilkan sesuatu yg sesuai dng harapan
bursa bur.sa [n] (1) tempat memperjualbelikan saham, obligasi, dsb; (2) ki pemilihan (pencalonan dsb) tidak resmi; pembicaraan; desas-desus: ia hampir tidak terdengar dl -- calon ketua [n Tern ] kantong atau sesuatu yg menyerupai kantong yg berisi cairan kental (pd ternak)
bursa genital [Zool] (1) kantong yg mengandung dua spikul penis; (2) struktur untuk kopulasi berbentuk mangkuk yg dapat dijulurkan (pd ternak)
buruan bu.ru.an [n] (1) binatang yg diburu; (2) orang atau penjahat yg dicari polisi untuk ditangkap; buron
burung bu.rung [n] (1) binatang berkaki dua, bersayap dan berbulu, dan biasanya dapat terbang; unggas; (2) sebutan jenis unggas (biasanya yg dapat terbang); (3) cak kemaluan laki-laki
burung perenjak burung kecil yg suka berkicau dan kicauannya bagi orang Jawa menandakan datangnya tamu
busa bu.sa [n] (1) gelembung-gelembung putih kecil-kecil (spt pd sabun dsb); buih: sabun yg baik banyak -- nya; (2) suspensi gas dl zat cair yg cukup stabil (dihasilkan oleh kocokan atau dng bantuan zat kimia) [n] karet gembus dan empuk, biasanya untuk isi jok atau kasur , mem.bu.sa v (1) mengembus keras-keras; menyembur; (2) mengembus-embus; engah-engah (spt napas orang terengah-engah)
bushido bus.hi.do [n] (1) jalan ksatria; (2) kode etik prajurit Jepang pd masa feodal yg menekankan kesatriaan dan ketaatan para prajurit (samurai) tanpa syarat kpd tuannya
busi bu.si [n] (1) pangkal cahaya pd lampu listrik atau lampu gas; (2) alat pencetus api untuk meletupkan gas dl motor [n] pecahan beras yg halus; melukut; menir
busuk bu.suk [a] (1) rusak dan berbau tidak sedap (tt buah, daging, dsb): mangga itu sudah --; (2) berbau tidak sedap (tt bangkai dsb): bangkai tikus itu -- benar baunya; (3) buruk; jelek; tidak menyenangkan: kepala daerah itu sudah mendapat nama --; (4) Bio penyakit yg ditandai dng penghancuran jaringan sbg hasil kegiatan jamur atau bakteri
busung bu.sung [a] (1) gembung atau menjadi besar berisi cairan (tt perut); (2) gembung krn penuh berisi (tt susu, dada, saku, dsb): ibu yg baru melahirkan itu buah dadanya --; (3) tanah yg membukit; timbunan pasir di muara dsb; gosong: di muara itu banyak -- pasir [Jk n] daun kelapa yg masih muda; janur: ambilah -- untuk membuat kulit ketupat
busur bu.sur [n] (1) bilah kayu, bambu, dsb yg direntangkan dng tali untuk melepaskan anak panah; (2) alat (perkakas) untuk membersihkan kapas (kapuk) yg bentuknya spt busur; (3) alat berbentuk setengah lingkaran untuk mengukur derajat (dl matematika) [n] hak milik atas tanah perkebunan kopi (di Jawa Timur)
busut bu.sut [n] (1) longgok tanah sarang anai-anai, semut, dsb; (2) bukit kecil
busut juga yg ditimbun anai-anai [pb] (1) yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; (2) orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya
buta bu.ta [a] (1) tidak dapat melihat krn rusak matanya; tunanetra: Braille telah berhasil menciptakan huruf untuk anak-anak --; (2) ki tidak tahu (mengerti) sedikit pun tt sesuatu: ia -- akan keadaan negeri itu [Jw n] raksasa
butir bu.tir [n] (1) barang yg kecil-kecil spt beras, intan; (2) kata penggolong bagi barang yg bulat-bulat atau kecil-kecil:; dua -- peluru bersarang di tubuhnya; (3) ki salah satu bagian dr keseluruhan; perincian: keputusan musyawarah partai itu terdiri atas delapan --
buya bu.ya [n] (1) bapak; (2) gelar ulama; kiai
buyar bu.yar [v] (1) mengalir atau meresap mengembang (spt tinta pd kertas yg kurang baik); (2) terserak; tercerai; berantakan (tt awan, barang-barang yg berkumpul, dsb); (3) tidak terpusat lagi (tt pikiran)
buyut bu.yut [n] tempat keramat [n] (1) ibu dr nenek (urutannya: bapak/ibu, nenek, buyut); (2) anak dr cucu
C [n] (1) huruf ke-3 abjad Indonesia; (2) penanda ke-3 dl urutan (mutu, nilai, dsb); (3) (ditulis dng huruf kapital) lambang bilangan 100 angka Romawi; (4) (ditulis dng huruf kapital bergaris atas) lambang bilangan 100.000 angka Romawi
cabai ca.bai [n] (1) tanaman perdu yg buahnya berbentuk bulat panjang dng ujung meruncing, apabila sudah tua berwarna merah kecokelat-cokelatan atau hijau tua, berisi banyak biji yg pedas rasanya; lombok; Capsicum; (2) buah cabai (biasa dibuat sambal atau campuran sayur)
cabang ca.bang [n] (1) bagian batang kayu yg tumbuh dr pokok atau dahan (cabang yg besar disebut dahan dan cabang yg kecil disebut ranting): pohon ini tidak banyak -- nya; (2) galah (tongkat dsb) yg ujungnya berbelah menjadi sudut (Y); canggah; cagak: pohon itu ditopang dng --; (3) bagian yg terpecah atau terbelah dr pokoknya: -- jalan; -- sungai; (4) satuan usaha (kedai, toko), lembaga, perkumpulan, kantor, dsb yg merupakan bagian dr satuan yg lebih besar; filial: kantor --; perguruan itu mempunyai beratus-ratus -- di seluruh tanah air
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
cabut ca.but [v] , men.ca.but v(1) menarik supaya lepas (keluar) dr tempat tertanamnya (tumbuhnya): ~ bulu (rumput, paku, gigi, dsb); (2) menarik keluar dr sarungnya (keris, pedang, pistol, dsb); menghunus: dia mundur sambil berusaha ~ pistolnya; (3) mengambil salah satu dr kelompok yg besar (spt undian): ~ undian; (4) menarik kembali apa yg sudah dikatakan (dikeluarkan, diberikan, dsb): dia terpaksa ~ pernyataannya di hadapan wartawan; (5) menyatakan tidak berlaku; membatalkan (peraturan, izin, dsb): jika pelaksanaannya melanggar peraturan, yg berwenang akan segera ~ izin untuk mengadakan tontonan itu
cabutan ca.but.an [n] (1) sesuatu (benda) yg sudah dicabut; (2) hasil mencabut
cacah jiwa ca.cah ji.wa [n Stat] (1) perhitungan banyaknya penduduk (jiwa) di suatu daerah; (2) pencatatan atau pendaftaran untuk mengetahui banyaknya penduduk; sensus
cacahan ca.cah.an [n] (1) hasil mencacah; (2) gambar pd kulit yg dibuat dng cara melukai dng barang tajam atau runcing yg kemudian diwarnai; tato
cacak ca.cak [a] tegak lurus (tt barang panjang yg dipancangkan di tanah) [Mk v] men.ca.cak v (1) mencubit; (2) mencopet
cacap ca.cap [n] (1) lendir yg terdapat pd sendi tulang (sapi, kerbau, dsb); (2) cairan untuk memperlebat tumbuhnya rambut (dibuat dr lendir sendi tulang sapi, kerbau, dsb atau dr batang pisang, lendir daun lidah buaya, dsb)
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
cacian ca.ci.an [n] (1) kata-kata buruk yg dipakai untuk menjelekkan (mencerca, mencela, atau memaki); (2) hasil mencaci
cacing gila [Mk] (1) cacing yg berputar-putar apabila tubuhnya disentuh; (2) ki perempuan yg suka bepergian, bertandang, dsb
cadangan ca.dang.an [n] (1) anjuran; usul: ~ balasan; (2) persediaan; serep: uang ~; hutan ~; (3) ark rancangan; rencana: ~ lima tahun; (4) penyisihan dana yg berasal dr kelebihan atau dr laba yg tidak dibagi-bagikan dsb
cadangan bank ca.dang.an bank sejumlah uang dl bank yg dipisahkan untuk keperluan yg akan datang
cadar ca.dar [n] (1) kain penutup kepala atau muka (bagi perempuan); (2) kain penutup meja; alas meja; seprai (untuk kasur)
cadas ca.das [n Geo] lapisan tanah yg keras; batu yg terjadi dr padatan pasir atau tanah
cagak ca.gak [n] (1) tongkat (galah dsb) yg ujungnya bercabang (untuk penopang, penahan, penyangga); cabang (kayu); (2) tiang (listrik, telepon, dsb); kaki atau penyangga (perkakas potret, senapan mesin, dsb); (3) simpang; cabang (tt jalan); (4) ki tunjangan
cagar ca.gar [n] (1) barang yg dipakai sbg tanggungan utang; barang yg digadaikan; (2) panjar; uang muka [n] daerah perlindungan untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan, binatang, dsb; lindungan
cahaya ca.ha.ya [n] (1) sinar atau terang (dr sesuatu yg bersinar spt matahari, bulan, lampu) yg memungkinkan mata menangkap bayangan benda-benda di sekitarnya; (2) kilau gemerlap (dr emas, berlian): -- nya berkilau bagai intan; (3) kejernihan yg terpancar dr air muka: -- mukanya berseri-seri; (4) Fis bentuk gelombang elektromagnetik dl kurun frekuensi getar tertentu yg dapat ditangkap dng mata manusia
cahaya kutub cahaya yg terlihat di daerah kutub pd ketinggian antara 50-100 km di udara sbg akibat masuknya partikel matahari berenergi tinggi yg membentur molekul serta atom udara
cair ca.ir [a] (1) bersifat spt air, tidak padat dan tidak berupa gas: air raksa ialah benda --; (2) bersifat tidak kental (tidak pekat, tidak beku); encer: bubur --; larutan yg --; (3) ki bocor (tt rahasia, berita, atau kabar); (4) ki (sudah) dapat diuangkan (tt surat keputusan untuk memakai uang negara dr kas negara atau Kantor Perbendaharaan Negara); (5) ki lemah (kurang giat, kurang bersemangat); (6) Fis fase zat yg molekulnya secara relatif bebas mengubah kedudukannya satu thd yg lain, tetapi terkendala oleh gaya kohesif untuk mempertahankan volumenya yg relatif tetap
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cakapan ca.kap.an [n] (1) yg dipercakapkan; omongan: (2) Sas karya sastra atau bagiannya yg berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kpd dirinya sendiri atau kpd pembaca dan pendengar; dialog
cakar ca.kar [n] (1) kaki dan kuku yg panjang (pd ayam, itik, burung); (2) kuku yg panjang dan tajam (pd harimau, kucing, dsb); (3) gores (parut) bekas kena kuku atau digaruk; (4) penggaruk; kukur [n] barang bekas spt pakaian, sepatu, dan karung
cakep ca.kep ? 1cakap [a] dapat terangkul hingga kedua ujung tangannya bertemu
cakra cak.ra [n] (1) roda; (2) besi bundar, pipih, dan tajam (untuk senjata); (3) nama senjata sakti Dewa Wisnu yg berupa panah dng mata senjata yg bulat spt roda bergerigi yg dapat mengakhiri segala yg hidup (dl pewayangan)
cakrawala cak.ra.wa.la [n] (1) lengkung langit; (2) langit (tempat bintang-bintang); (3)peredaran bintang di langit (kerap pula berarti sbg bintang di langit); (4) kaki langit; tepi langit; batas pemandangan; horizon; (5) ki jangkauan pandangan: mahasiswa harus memperluas -- pengetahuan; (6) ki khazanah; kekayaan: dl acara -- Budaya Nusantara akan ditampilkan kesenian daerah Yogyakarta
cakrawala angkasa [Lay] lingkaran besar di bola langit yg berbentuk pd perpotongan bola langit dng bidang datar yg melalui pusat bumi, dan tegak lurus thd garis antara zenit dan nadir
cakup ca.kup [v] , men.ca.kup v menangkap dng mulut (spt buaya mengatupkan mulutnya apabila banyak lalat masuk ke mulutnya); mencakup-cakup v menangkup-nangkupkan mulut krn mengap-mengap dsb [v] , men.ca.kup v (1) kl menyauk; mencedok (dng tangan); (2) ki mencangkum (merangkum) beberapa hal: aspek yg diselidikinya tidak ~ semua aktivitas manusia
cakupan ca.kup.an [n] (1) hasil mencakup (menyauk); (2) jangkauan: pelayanan kesehatan lewat puskesmas semakin luas -- nya; (3) sebanyak tangan menyauk
calak ca.lak [a] (1) pandai bicara; (2) suka turut campur pembicaraan orang; lancang mulut; (3) banyak bicara; bawel [a] (1) bagus; elok; cakap: duhai, -- nian gaun yg dipakai wanita itu; (2) cemerlang [Mk n] alat untuk menggosok intan (pisau dsb)
calang ca.lang [v] men.ca.lang v meninjau; mengintai; mengintip [kl a] (1) tidak banyak daunnya; gundul (tt pohon); (2) ki tidak memakai perhiasan (perabotan dsb)
calon ca.lon [n] (1) orang yg akan menjadi: -- menantu; (2) orang yg dididik dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan atau profesi tertentu: -- guru; -- perwira angkatan darat; banyak adat istiadat istana yg harus dipelajari oleh -- raja; (3) orang yg diusulkan atau dicadangkan supaya dipilih atau diangkat menjadi sesuatu: nama -- anggota Dewan Perwakilan Rakyat sudah disampaikan kpd Panitia Pemilihan
calung ca.lung [Mk n] (1) tabung bambu untuk mengambil air; (2) timba kecil dr bambu; (3) mangkuk dr timah untuk menampung getah karet [Sd n] alat musik pukul dr bambu bulat, ada yg menyerupai gambang, ada yg tersusun melintang dr atas ke bawah
camau ca.mau [n] (1) pohon yg akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit kencing nanah; Dracaena angustifolia; (2) akar camau
campin cam.pin [a] (1) cekatan; gapah; tangkas: peranan yg penting itu dijalankan oleh pemain dng cukup --; (2) cakap; pandai; mahir: ia seorang pokrol bambu yg --
campur cam.pur [v] (1) berkumpul (beraduk, berbaur, berkacau) menjadi satu; (2) berkumpul; bersama-sama; (3) ki bersetubuh; bersanggama
campur kode [Ling] (1) penggunaan satuan bahasa dr satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb; (2) interferensi; -- mulut turut mencampuri pembicaraan orang lain; turut berbicara dl urusan orang lain: bolehkah saya -- mulut dl perkara ini?
campuran cam.pur.an [n] (1) sesuatu yg tercampur; (2) sesuatu yg dicampurkan atau untuk mencampurkan; (3) gabungan; kombinasi; (4) tidak asli; (5) peranakan (bukan keturunan asli)
camuk ca.muk [v] men.ca.muk v (1) menikam; memalu; memecut; (2) mengamuk; berkecamuk , ber.ca.muk v berselerak: buku-buku ~ di lantai kamarnya
canaian ca.nai.an [n] (1) sesuatu yg sudah dicanai; hasil mencanai; (2) ki pelatihan yg keras
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
candradimuka can.dra.di.mu.ka [n] (1) kl kawah di kayangan (dl pewayangan); (2) ki tempat penggemblengan diri pribadi supaya kuat, terlatih, dan tangkas
candu can.du [n] (1) getah kering pahit berwarna cokelat kekuning-kuningan yg diambil dr buah Papaver somniferum, dapat mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk serta menimbulkan rasa ketagihan bagi yg sering menggunakannya; (2) cairan kental berwarna hitam yg keluar dr rokok yg diisap yg melekat pd pipa; (3) ki sesuatu yg menjadi kegemaran
cangah ca.ngah , men.ca.ngah v (1) terbuka lebar; terbabang: keranjang itu ~ saja; (2) menganga (mulutnya); melongo
cangap ca.ngap [n] (1) takuk pd permukaan ujung atau pangkal galah (tiang dsb); (2) sesuatu yg bentuknya spt canggah [Mk a] rakus: anak yg --
canggah cang.gah [n] (1) galah (tongkat dsb) yg ujungnya bercabang (untuk senjata, menggancu, dsb); (2) dahan yg bercabang dua [n] keturunan yg kelima (anak, cucu, cicit atau buyut, canggah atau piut); cucu dr cucu
canggai cang.gai [n] (1) kuku jari (terutama kelingking) yg dibiarkan panjang (untuk hiasan); (2) kuku buatan (dr emas, perak) untuk hiasan jari: cahaya gemerlapan cincin di jari bersambutan dng -- di kuku
canggih cang.gih [a] (1) banyak cakap; bawel; cerewet; (2) suka mengganggu (ribut); (3) tidak dl keadaan yg wajar, murni, atau asli; (4) Tek kehilangan kesederhanaan yg asli (spt sangat rumit, ruwet, atau terkembang): teknik elektronika yg --; (5) banyak mengetahui atau berpengalaman (dl hal-hal duniawi); (6) bergaya intelektual
cangkang cang.kang [n] (1) kulit telur; (2) rumah siput atau kerang; (3) kulit keras yg menutupi badan (pd penyu, kura-kura, dsb) [a] kurang sopan; kurang ajar terutama suka menjawab dng keras apabila dimarahi (dinasihati)
cangkat cang.kat [a] (1) agak tinggi dan melereng (tt tanah); (2) dangkal; cetek; tidak dalam (tt air)
cangkau cang.kau ? 1cengkau
cangkel cang.kel [Jk v] men.cang.kel v (1) menggendong di pinggang; (2) menyangkut; tersangkut; (3) mencangkelkan
cangking cang.king [v] , men.cang.king v (1) memegang dng dua belah tangan lalu diangkat ke atas: ~ anak; (2) Jk membawa sesuatu di tangan (pd waktu berjalan); menjinjing; (3) cak mengajak (pergi, serta); mengikutsertakan [v] cang.king.an n gelar kepala adat yg diperoleh krn warisan
cangklong cang.klong [n] (1) pipa lengkung untuk mengisap tembakau yg salah satu ujungnya berbentuk cawan sbg tempat tembakau yg akan disulut; honcoe: pipa --; (2) pengudut (untuk mengisap madat): -- candu [n] pundi-pundi yg disangkutkan di bahu
cangkokan cang.kok.an [n] (1) dahan (cabang) yg dicangkok untuk ditanam; (2) sambungan atau pengganti anggota badan yg rusak atau tidak normal: kaki ~; (3) ark ki palsu; gadungan: rakyat akan tahu mana pemimpin sejati dan mana yg ~
cangkring cang.kring [n] (1) pohon yg batangnya berduri dan akarnya dapat dipakai sbg obat penyakit beri-beri; Erythrina fusca; (2) akar cangkring
cangkung cang.kung [v] ber.cang.kung v (1) duduk dng lutut dinaikkan; bertinggung; (2) duduk bertekan di atas telapak kaki; jongkok: ia ~ berpeluk lutut sambil berdiang
cantas can.tas [a] (1) gagah, tampan; (2) berani, tegas; terampil
cantik can.tik [a] (1) elok; molek (tt wajah, muka perempuan); (2) indah dl bentuk dan buatannya: meja ini -- sekali [Mk a] (1) suka bersikap menarik perhatian laki-laki; genit; centil: anak gadis itu -- sekali; (2) amat suka bersetubuh; gasang
canting can.ting [n] (1) sibur kecil (untuk mencedok minyak, sayur, dsb); (2) pencedok air (dibuat dr bambu dsb); (3) pencedok lilin yg bercarat, dibuat dr tembaga (alat untuk membatik)
cantolan can.tol.an [n] (1) yg dicantolkan; (2) hasil mencantol
cantrik can.trik [Jw n] (1) orang yg berguru kpd orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa); (2) pengikut
cantum can.tum [v] ber.can.tum v (1) bertaut kembali (spt luka yg sembuh); (2) bertemu dan melekat atau berhubungan (spt tepi baju di dada, bulu burung); (3) ditempelkan dng semat (peniti dsb): sebuah lencana ~ pd kelepak bajunya; (4) ada memuat (karangan dsb): di surat kabar hari ini ~ berita tt pembunuhan itu
capa ca.pa [n] (1) tumbuhan yg akar dan daunnya dapat dibuat sbg obat; sembung; Blumea balsamifera; (2) daun sembung; (3) akar sembung [ark n ] permainan judi (dng taruhan uang)
capai ca.pai [v] men.ca.pai v (1) hendak memegang (dng mengulurkan tangan, belalai, dsb): anak kecil itu mengulurkan tangan hendak ~ stoples di atas meja; ibarat si cebol hendak ~ bulan; (2) sampai (ke): pd keesokan harinya barulah mereka ~ Yogya; beliau hampir ~ usia seratus tahun; (3) menyampaikan (maksud, tujuan, cita-cita, dsb): untuk ~ tujuan itu kita harus bersatu dan berani berkorban; (4) memperoleh (mendapat) sesuatu dng usaha: ia ~ hasil yg memuaskan [a] lelah; letih
capang ca.pang [a] (1) panjang melengkung (tt tanduk, kumis); (2) panjang dan lebar (tt telinga)
capcai cap.cai [Cn n] (1) masakan yg terdiri atas sayur (wortel, sawi hijau, bunga kol, dsb) ditambah bakso, kembang tahu, udang dsb, dan diberi bumbu tertentu; (2) cak campur aduk
capgome cap.go.me [Cn n] hari raya tahun baru Cina (tanggal 15 bulan satu), biasanya dirayakan dng bermacam-macam pawai termasuk barongsai
capik ca.pik [a] (1) lumpuh (tt kaki dan tangan); (2) capai; lelah
caping ca.ping [n] (1) penutup yg dibuat dr barang yg tipis (spt penutup pd lubang kunci); (2) kl penutup kemaluan anak perempuan (bentuknya spt daun sirih, dibuat dr perak atau emas) [n] tudung kepala yg dibuat dr anyaman bambu, bentuknya lancip ke atas dan melebar kelilingnya; capelin; capil
caplak cap.lak [n] (1) kutu kucing (anjing dsb); (2) lalat kuda (kerbau dsb); pikat [n] kutil besar
caplok cap.lok [v] men.cap.lok v (1) menangkap dng mulut (kemudian menelannya bulat-bulat (tt binatang spt buaya, ular); (2) cak mengambil milik (hak) orang; menyerobot; merampas; merebut: ia tega benar ~ rezeki teman sendiri; (3) menguasai; mengambil (negeri atau daerah orang lain) menjadikan sbg hak: negara itu telah ~ beberapa negara kecil di dekatnya
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
carak ca.rak [v] men.ca.rak v (1) meneguk (air) dng mencucurkannya ke mulut; (2) mengisap (telur ayam mentah); (3) mengambil secara berlebihan (untung dsb) [v] men.ca.rak v (1) mulai kelihatan (tt matahari); (2) membuka dan melihat (kartu)
caraka ca.ra.ka [Jw n] (1) utusan, duta; (2) huruf Jawa
carang ca.rang [n] (1) sulur hijau atau bakal ranting muda yg tumbuh pd batang tumbuhan menjalar (spt mentimun, petola) dan bentuknya spt tali melingkar-lingkar; (2) daun yg muda (tt sirih)
carat ca.rat ? 1carak
carteran car.ter.an [n] (1) segala sesuatu yg dicarterkan (disewakan untuk keperluan pribadi): mobil yg digunakan untuk mengantar pengantin itu adalah mobil ~ , bukan milikku sendiri; (2) hasil mencarter
caruk ca.ruk [kl v] , men.ca.ruk v (1) mengupas kulit kayu; menguliti; (2) menakik (menggores) pohon untuk mengambil getah (damar dsb) [ark a] lahap; rakus; pajuh [Mdr v] berkelahi satu lawan satu atau secara massal dng menggunakan senjata tajam (celurit), dng latar belakang wanita, dendam, dsb
casciscus cas.cis.cus [a cak] (1) banyak cakap (omong); (2) banyak mempergunakan kata asing dl percakapan
cat [n] (1) bahan pewarna (berupa barang cair, cairan yg kental, atau tepung): -- air, -- alis, -- bibir; (2) Tek bahan cair kental yg dibuat dr bahan pigmen dan zat pengikat, dapat diberi zat pewarna (untuk mewarnai suatu permukaan kayu, logam yg berfungsi sbg lapisan pelindung atau dekorasi)
catat ca.tat [v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya
catatan ca.tat.an [n] (1) hasil mencatat: ~ harga; ~ rapat; (2) peringatan; syarat: saya dapat meminjamkan kamus ini kpd Anda dng ~ bahwa kamus ini hendaknya dipelihara baik-baik; (3) Graf kata di dl sebuah buku yg masih perlu dijelaskan (kata itu diberi tanda, yg diulang pd tempat lain dan di belakang tanda diberi penjelasan, biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp teksnya)
catek ca.tek [v] , men.ca.tek v (1) Jk memagut (tt ular); (2) Jw menggigit (tt anjing)
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
caturlarik ca.tur.la.rik [n Sas] (1) bait atau sajak yg terdiri atas empat larik, biasanya berpola rima a-b-a-b; (2) salah satu dr kedua bait dl oktaf soneta yg terdiri atas empat baris; kuatren
caturwarga ca.tur.war.ga [n] (1) empat warga; (2) keluarga yg terdiri atas empat anggota keluarga, yaitu ayah, ibu, dan dua anak
catut ca.tut [n] (1) angkup atau penjepit (untuk mencabut janggut dsb); (2) alat untuk mencabut (memotong) paku dsb, bentuknya spt paruh burung kakaktua
caul ca.ul [n] (1) kain halus dr sebuah kota pantai di India sebelah barat; (2) selendang sutra
cawan ca.wan [n] (1) cangkir yg tidak bertelinga; (2) mangkuk untuk makan nasi dsb; (3) lapik cangkir
cebok ce.bok [v] ber.ce.bok v (1) membersihkan (membasuh) dubur sesudah buang air besar; (2) membersihkan (membasuh) kemaluan dr kotoran (air kencing dsb)
cecak ce.cak [n] binatang merayap, biasa hidup di rumah (pd langit-langit, di dekat lampu), makanannya binatang kecil (nyamuk dsb), sering berbunyi "cek, cek"; cicak; Hemidactylus frenatus [Mk v] , men.ce.cak v (1) mencubit; (2) mencopet [n] (1) bintik-bintik atau belang-belang kecil; (2) berbintik-bintik atau berbelang-belang kecil (tt bulu kucing dsb): ayam --; kucing --
cecap ce.cap [v] , men.ce.cap v (1) menjilat dan mengecap makanan untuk mengetahui rasanya: setelah selesai memasak, ia lalu ~ gulai itu; (2) ki merasai; menikmati: ~ kebahagiaan hidup [n] burung kecil yg biasa mengisap sari bunga
cecere ce.ce.re [n cak] (1) ikan-ikan kecil; (2) orang awam; rakyat jelata; anak kecil
cecunguk ce.cu.nguk [n] (1) lipas; (2) cak mata-mata; sersi (pd zaman penjajahan); (3) cak penjahat (pencuri) kecil-kecilan (kelas teri)
cegak ce.gak [a] (1) tegak; (2) gagah; tegap; kuat (tt keadaan badan): perwira itu --; (3) ramai dan makmur: setelah menang perang, negeri itu makin --
cek [n cak] panggilan thd kakak perempuan; encek [n] perintah tertulis pemegang rekening kpd bank dsb yg ditunjuknya supaya membayar sejumlah uang: pembelian barang itu dibayar dng --; selembar -- bernilai Rp100.000,00 ditukar di bank [v] , me.nge.cek v mencocokkan kembali benar tidaknya (tt perhitungan, daftar angka, berita, dsb); memeriksa: dia disuruh ~ kebenaran berita itu
cek blanko [Ek] formulir cek yg telah ditandatangani oleh penarik tanpa dicantumkan jumlah uang yg harus dibayar
cek terbuka cek yg dapat dibayar sewaktu-waktu, dapat dibayarkan kpd seseorang tanpa kedatangan pemiliknya sendiri
cekal ce.kal [a] tahan menderita; (tetap) kuat; tabah: ia tetap -- dl menghadapi kesukaran ini dan tidak putus asa dl berusaha [v] men.ce.kal v (1) memegang: pendekar itu kembali ~ kedua tangan musuhnya sehingga musuhnya berteriak minta ampun; (2) menangkap (pencuri dsb) [v akr] cegah dan tangkal
cekam ce.kam [v] men.ce.kam v (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku) atau tangan; mencengkeram; mencengkam: ia menyelinap ke belakang ibunya sambil ~ gaunnya dng kedua tangannya; elang ~ ayam; (2) menjepit erat-erat: terasa ada sesuatu yg ~ kakinya; kedua tangannya ~ leher lawannya; (3) ki menggenggam (menguasai); tidak mau melepaskan apa-apa yg sudah dicapai; (4) ki menekan dan mengerikan: suasana sepi semakin ~ perasaan [n] tugal
cekaman ce.kam.an [n] (1) pegangan atau genggaman dng cakar (kuku) atau tangan; cengkeraman; cengkaman: ayam itu meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dr ~ elang; (2) ki genggaman (kekuasaan, tekanan): mereka terpaksa meninggalkan kampung halamannya krn ~ keganasan gerombolan; ia dapat melepaskan diri dr ~ maut
cekat ce.kat, ce.kat.an [a] (1) cepat mengerti; pintar; cerdik: ia memang anak yg ~ , selalu siap menghadapi masalah; (2) cepat dan mahir melakukan sesuatu; gapah; tangkas: sekarang ia menjadi tukang pangkas yg ~
ceki ce.ki [n] (1) kartu judi berbentuk empat persegi panjang kecil-kecil (sebanyak 180 helai); (2) permainan judi dng kartu kecil; koa: mereka tidak bermain domino, tetapi bermain --
cekik ce.kik [v] men.ce.kik v (1) memegang dan mencekam leher (merih) sehingga yg dipegang dan dicekam tidak dapat bernapas: dl perkelahian itu, ia berhasil ~ leher musuhnya hingga musuhnya itu lemas dan hampir mati; (2) ki mematikan; menindas: pengusaha besar itu berusaha dng segala cara untuk ~ pengusaha kecil; tengkulak dng sistem ijon selalu ~ petani; (3) ki mahal sekali (tt harga): harganya ~ leher; (4) ark kas makan [Mk v] ber.ce.kik v ki bertengkar (berbantah) dng hebat
ceking ce.king [Jk a] (1) kecil pd bagian tengah; genting; (2) hampir putus (tali, tambang); (3) kurus kering: abang saya tubuhnya -- , sedangkan istrinya gendut
cekit ce.kit [ark v] men.ce.kit v (1) mematuk; mencatuk: burung merpati sedang ~ makanan; (2) memegang dng ibu jari dan telunjuk; mencekak: ia ~ usus ayam itu; (3) mengambil sedikit-sedikit; (4) membagi sedikit-sedikit; mencatu: Pemerintah ~ makanan kpd para korban banjir di ibukota [kl] ber.ce.kit v bertengkar; berbantah; berkelahi
cekokan ce.kok.an [n] (1) obat cekok; (2) ki ajaran atau penerangan yg diterima begitu saja secara terus-menerus: pandangan hidup yg keliru ini adalah sisa-sisa ~ zaman penjajahan dahulu
ceku ce.ku [ark v] men.ce.ku v (1) menekan (melukai dsb) dng kuku; membenamkan barang-barang kecil yg tajam: ia ~ dng kukunya; (2) hendak muntah: anak itu ~ oleh pahitnya obat itu
cekuh ce.kuh [v] men.ce.kuh v merogoh: dng cepat tangannya ~ kantong celana orang yg sedang berbelanja itu [n] (1) tumbuh-tumbuhan yg bunganya biasa ditaburkan di atas kuburan dan daunnya dijadikan ulam atau lalap; (2) bunga cekuh; (3) daun cekuh
cekung ce.kung [a] (1) berlekuk (tt mata, pipi) krn kurus, ompong dsb: pipinya tampak -- krn giginya sudah banyak yg tanggal; (2) melengkung ke dalam, tidak cembung (tt lensa): dng memakai lensa -- ia dapat melihat jarak jauh
cekup ce.kup [v] men.ce.kup v (1) menutup telapak tangan; (2) menangkap (lalat dsb) dng menangkupkan kedua telapak tangan [Lihat {cekut}]
cekur ce.kur [n] (1) tumbuhan yg umbinya untuk bahan obat-obatan, daunnya tumbuh rapat di atas tanah, bunganya putih, baunya wangi; Kaempferia galanga; (2) umbi cekur
cela ce.la [n] (1) sesuatu yg menyebabkan kurang sempurna; cacat; kekurangan: tidak ada cacat -- nya sedikit pun; (2) aib; noda (tt kelakuan dsb); (3) hinaan; kecaman; kritik: puji dan -- harus kita terima dng lapang dada
celaka ce.la.ka [v] (1) (selalu) mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dsb; malang; sial: hilang bini boleh dicari, hilang budi badan --; apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, -- lah hidupnya nanti; (2) kas keparat, jahanam, bangsat: nih, upahmu jembel --; (3) cak kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dsb: ah -- , kunci saya hilang
celana ce.la.na [n] (1) pakaian luar yg menutup pinggang sampai mata kaki, kadang-kadang hanya sampai lutut, yg membungkus batang kaki secara terpisah, terutama merupakan pakaian lelaki; (2) cak cawat
celat ce.lat [v] , men.ce.lat v (1) terpelanting jauh atau terpelanting tinggi; (2) melompat jauh atau melompat tinggi; (3) ki membubung tinggi (tt harga)
celemek ce.le.mek [Jw n] (1) kain kecil penutup baju pd dada anak kecil sbg alat untuk menjaga kebersihan (dr ingus, makanan, dsb); (2) kain penutup baju dr dada atau pinggang sampai ke lutut sbg alat untuk menjaga kebersihan (dipakai pd waktu memasak, membersihkan rumah, dsb): para pelayan wanita mengenakan gaun biru dng ~ putih
celempong ce.lem.pong [n Mus] (1) alat musik perkusi yg terbuat dr logam, perunggu, atau besi, berbentuk bundar, terdapat di daerah Kuantan dan Riau; talempong; (2) alat musik tradisional terdiri atas lima sampai tujuh potong kayu sepanjang 5-7 cm dng lebar 6-8 cm, terdapat di daerah Tamiang, Aceh Timur
celempung ce.lem.pung [n Mus] (1) alat musik perkusi dng kotak suara berbentuk trapesium dng belasan dawai terentang di atasnya; (2) alat musik petik daerah Jawa Barat yg terbuat dr bambu beruas dng dawai dr lapisan kulit bambu itu sendiri yg dikelupas, ditarik ke atas dan diberi pasak di bawahnya
celengan ce.leng.an [n] (1) tabung (terbuat dr tanah, plastik, dsb, biasanya berbentuk binatang, spt babi hutan dsb) untuk menyimpan uang; (2) tabungan; uang simpanan: -- kami di bank tinggal Rp100.000,00
celi ce.li [a] (1) Sd teliti; (2) Jk tajam matanya (penglihatannya); (3) tajam intuisinya sehingga pandai memilih yg baik; jeli
celik ce.lik [v] (1) terbuka (tt mata): matanya sudah --; (2) mampu melihat; tidak buta; (3) ki sadar; insaf: baru sekaranglah orang Indonesia -- akan kejahatan penyelundupan itu
celis ce.lis [v] men.ce.lis v (1) mencencang (mengiris) halus-halus; (2) membelah kecil-kecil: ~ kayu bakar menjadi beberapa bagian
celorot ce.lo.rot [Jw n] (1) anak panah; (2) pintasan kilat; kilat
Celsius Cel.si.us [n] satuan suhu dl skala termometer yg memperlihatkan air membeku pd 0o dan mendidih pd 100o dl keadaan normal
celuk ce.luk [ark] men.ce.luk v (1) memasukkan tangan ke dl sesuatu (kaleng, kantong, dsb) untuk mengambil barang; mencelok: ~ pekasan; (2) ki mencopet; mencuri
celus ce.lus [a] (1) dapat lolos (masuk) ke dl lubang; (2) dapat lepas (spt cincin di jari tangan)
celutak ce.lu.tak [Jw a] (1) suka makan sesuatu yg tidak patut krn bukan hak atau jatahnya; (2) ki suka menggoda wanita
cema ce.ma [Mk n ] (1) tuduhan; (2) cemar
cemar ce.mar [a] (1) kotor; ternoda: udara menjadi -- krn asap gas yg keluar dr cerobong asap pabrik itu; (2) ki keji; cabul; mesum: perkataan yg --; (3) ki buruk (tt nama baik); tercela: krn perbuatan jahatnya, nama keluarganya menjadi --
cemara ce.ma.ra [n] (1) secekak bulu kuda (lembu, kerbau, dsb) yg dipakai sbg hiasan pd tombak dsb, (2) secekak bulu ekor kuda dsb yg diberi tangkai untuk berkipas, mengusir lalat, dsb; (3) secekak rambut yg dipakai untuk memperbesar konde atau sanggul; (4) benda yg rupanya spt bulu ekor kuda atau lembu (msl bulu pd buah jagung) [n] pohon yg berbatang tinggi lurus spt tiang, daunnya kecil-kecil spt lidi; eru; Casuarina eqnisetifolia
cembung cem.bung [a] (1) membusung bulat (tt pipi, dsb); melengkung ke luar (pipi dsb); (2) berbentuk tonjolan melengkung setengah bola; tidak cekung (tt lensa)
cemburu cem.bu.ru [a] (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia -- melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; (2) kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu -- kalau suaminya pulang terlambat
cemburuan cem.bu.ru.an [v] (1) saling cemburu; (2) mudah cemburu
cemeh ce.meh [a] (1) buta mata sebelah; celek; (2) buta dng mata melek spt orang normal (tidak pejam matanya); cemer [a ki] tidak penting; tidak berharga; remeh [Jk n] permainan judi dng kartu kecil
cemek ce.mek /cEmEk/ lihat 1cemeh /cEmEk/ ? 2cemeh
cemekian ce.me.ki.an [n] (1) tumbuhan yg bijinya dibuat obat pencuci perut atau pencahar; Croton Tiglium; (2) biji cemekian
cemerlang ce.mer.lang [a] (1) bercahaya atau bersinar sangat terang; berkilauan: dng bertaburan jutaan bintang, seluruh langit menjadi --; (2) cerdas (tt otak): ia memiliki otak yg --; (3) ki indah sekali; elok sekali: pakaiannya sangat --; (4) ki bagus (baik) sekali (tt hasil suatu pekerjaan dsb): nilai rapornya sangat --; permainannya sangat --
cempaka cem.pa.ka [n] (1) pohon yg bunganya berbau harum, berwarna putih kekuning-kuningan atau kuning (ada bermacam-macam, spt -- ambon; Michelia figo [n] batu permata yg warnanya kuning muda
cempedak cem.pe.dak [n] (1) pohon yg buahnya spt nangka, tetapi dagingnya lebih lembek dan lebih harum baunya; Artocarpus champeden; (2) buah cempedak
cempera cem.pe.ra [ark v] , ber.cem.pe.ra v berhamburan; bercerai-berai: penjudi-penjudi itu pun ~ krn ada polisi yg mendatanginya
cemplang cem.plang [Jw a] (1) kurang berasa (kurang asin, kurang sedap tt makanan); hambar: masakan yg kurang garam ini -- rasanya; (2) ki kurang menarik; kurang dapat dinikmati krn menyimpang dr kebiasaan dsb: pertunjukan wayang kulit dl bahasa Indonesia rasanya -- sebab tidak biasa
cena ce.na [n] (1) ciri; tanda; bukti; (2) bekas luka yg sudah baik kembali (bagi ayam sabungan yg menandakan tidak dapat dikalahkan); (3) sudah sembuh (tt ayam sabungan)
cenangkas ce.nang.kas [n] (1) pedang yg lurus; lamang; (2) jenis ayam sabungan yg berbulu putih dng kaki berwarna kuning
cendana cen.da.na [n] (1) pohon yg kayunya keras dan berbau harum; Santalum album; (2) kayu cendana
cendekia cen.de.kia [a] (1) tajam pikiran; lekas mengerti (kalau diberi tahu sesuatu); cerdas; pandai; (2) cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar (pandai menggunakan kesempatan); cerdik; (3) terpelajar; cerdik pandai; cerdik cendekia: kaum cerdik --
cendekiawan cen.de.ki.a.wan [n] (1) orang cerdik pandai; orang intelek; (2) Sos orang yg memiliki sikap hidup yg terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu
cendera cen.de.ra [Lihat {candra}] [n] , -- mata 1 pemberian (sbg kenang- kenangan, sbg pertanda ingat, dsb); tanda mata; (2) kekasih; jantung hati [kl a] nyenyak (tt tidur): Baginda sedang tidur dng --
cenderung cen.de.rung [a] (1) agak miring; tidak tegak lurus; condong: bangunan itu tiangnya -- ke depan; (2) menaruh minat (keinginan, kasih, dsb) kepada; suka (ingin) akan: semakin nyata bahwa hatinya -- kpd gadis miskin itu; ia selalu -- berbuat yg tidak baik
cengam ce.ngam [v] men.ce.ngam v (1) menangkap dng mulut; menangkup: buaya ~ mangsa; (2) kas makan
cengap ce.ngap [v] , men.ce.ngap v (1) menangkap dng mulut; (2) mengap-mengap
cengar-cengir ce.ngar-ce.ngir [v cak] (1) tersenyum-senyum kecil; tertawa-tawa kecil (krn malu dsb); (2) tersenyum-senyum atau tertawa-tawa kecil untuk menggoda dsb: ia bertambah kesal ketika melihat banyak lelaki -- meliriknya; (3) menyeringai (krn merasa sakit atau kesal)
cengeng ce.ngeng [a] (1) mudah menangis; suka menangis: anaknya -- sekali, dicubit sedikit saja menangis; (2) mudah tersinggung (terharu dsb): gadis remaja, biasanya lebih -- dp pria dl menghadapi suatu kejadian; (3) lemah semangat; tidak dapat mandiri: jadi pemuda janganlah --
cengkal ceng.kal [Jw n] satuan ukuran panjang sekitar 3,75 m atau 12 kaki; tombak: satu -- satu tombak [Jw n] tongkat penopang kain sarung yg dipakai oleh anak yg dikhitankan
cengkam ceng.kam [n] (1) genggaman (pegangan) dng cakar (kuku); cengkeraman: ia berhasil melepaskan diri dr -- beruang itu; (2) ki genggaman (kekuasaan, penindasan, pemerasan): hidupnya berada dl -- lintah darat
cengkeram ceng.ke.ram [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); (2) ki menguasai (menggenggam) [n] (1) uang muka (sebelum pesanan dsb dikerjakan); (2) uang panjar; sesuatu yg dipakai sbg tanggungan utang
cengkerama ceng.ke.ra.ma [n] (1) percakapan untuk menggembirakan hati; senda gurau; (2) perjalanan untuk bersenang-senang (bertamasya dsb)
cengkok ceng.kok /cEngkok/ (1) a bengkok; kelok: tangannya -- krn patah waktu ia jatuh; (2) n logat (bahasa); (3) n irama lagu [n] kera; cigak
cengli ceng.li [a cak] (1) sudah sepatutnya (semestinya); masuk akal; (2) lurus hati; jujur
centangan cen.tang.an [n] (1) tandu; (2) Jk kobokan
centeng cen.teng [n] (1) penjaga rumah (pabrik, gudang, dsb) pd waktu malam dsb; penjaga malam; (2) mandor di tanah partikelir; (3) Jk tukang pukul bayaran; (4) ark pengawas pd penjualan candu
centet cen.tet [Jk a] (1) tetap kecil (pendek dsb); mengerut; susut; (2) menghematkan
centung cen.tung [n] (1) sejambak rambut pd kepala burung dsb; jambul; (2) ujung rambut pd rambut (pendek) yg berikat
cepo ce.po [a] (1) uangnya habis (krn kalah dl permainan); (2) mudah putus (robek)
cepol ce.pol [Jw a] (1) tercabut; terlepas (tt barang yg melekat); terbantun; (2) rusak (bejat) [Jk v] , men.ce.pol v meninju (kepala dsb); menonjok
cerabut ce.ra.but [v] ter.ce.ra.but v (1) merosot; (2) terlepas
cerah ce.rah [a] (1) terang (tt hari, bulan, warna); jernih (tt kaca): langit --; (2) berseri (tt muka): wajahnya -- sekali; (3) ki baik; bahagia: ia tidak melihat hari depan yg -- [Sd] (1) a retak; (2) n garis
cerai ce.rai [v] (1) pisah; (2) putus hubungan sbg suami istri; talak
cerak ce.rak [v] , ber.ce.rak 1 v berbicara; berkata; (2) n pembicaraan pendahuluan sbg pengantar pd sesuatu yg penting
ceramah ce.ra.mah [n] pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb: kami baru saja mendengarkan -- mengenai lingkungan hidup; (2) a suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah: hari ini bapak -- sekali kepadaku; (3) a cerewet; banyak cakap; nyinyir: nenek itu memang -- sekali [a] (1) ramah; (2) sifat suka menggerutu
cerat ce.rat [n] (1) bagian pd cerek (kendi, teko, keran, dsb) yg berbentuk corong kecil untuk menuang air; (2) Fis talang yg berbentuk sedemikian rupa sehingga meningkatkan kecepatan air yg melaluinya, sementara tekanannya turun
cerdik cer.dik [a] (1) cepat mengerti (tt situasi dsb) dan pandai mencari pemecahannya dsb; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus -- pula; (2) banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yg -- , lima kali berhasil lolos dr penangkapan polisi
cerek ce.rek [n] (1) tempat air minum yg bercerat, dibuat dr loyang dsb; (2) alat untuk menjerang air, rupanya spt cerek, dibuat dr tembaga, kaleng, dsb; (3) alat untuk menyiram bunga yg berbentuk spt cerek yg besar; embrat; gembor [n] tumbuhan kecil (semak-semak) yg daunnya dapat dipakai sbg obat; Clausena excavata
ceret ce.ret /cErEt/ ? 1cerek
ceria ce.ria [a] (1) bersih; suci; murni; (2) berseri-seri (tt air muka, wajah); bersinar; cerah [ark n] (1) perkataan tertentu (spt mantra) yg dibacakan ketika penobatan raja; (2) aturan-aturan dan adat kebiasaan thd raja (semacam pernyataan setia)
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
cerita pendek [Sas] kisahan pendek (kurang dr 10.000 kata) yg memberikan kesan tunggal yg dominan dan memusatkan diri pd satu tokoh dl satu situasi (pd suatu ketika)
cermai cer.mai [n] (1) pohon yg batangnya lurus bercabang-cabang, kayunya mudah patah, daunnya sejajar, buahnya kecil-kecil, bentuknya bulat kecil dan beralur, berwarna kuning, dan rasanya masam; Phyllanthus acidus; (2) buah cermai
cermat cer.mat [a] (1) penuh minat (perhatian); saksama; teliti: ia mengerjakan soal-soal hitungan dng --; (2) berhati-hati dl memakai uang dsb; hemat: ia seorang wanita yg -- sehingga tidak ada uangnya yg terhambur begitu saja
cermin cer.min [n] (1) kaca bening yg salah satu mukanya dicat dng air raksa dsb sehingga dapat memperlihatkan bayangan benda yg ditaruh di depannya, biasanya untuk melihat wajah ketika bersolek dsb; (2) ki sesuatu yg menjadi teladan atau pelajaran: R.A. Kartini memang wajar menjadi -- kaum wanita; (3) ki sesuatu yg membayangkan perasaan (isi hati, keadaan batin, dsb): surat kabar ialah -- isi hati rakyat
cermin balik [Graf] cermin datar yg dipasang pd susunan objektif dan digunakan untuk mendapat bayangan terbaca (dilihat dr bayangan emulsi) dr hasil pemotretan
cerna cer.na [a] (1) hancur; luluh menjadi satu; (2) hancur menjadi cair (tt makanan dl perut)
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
cerocok ce.ro.cok [n] (1) pancang-pancang yg dipasang di tepi laut; (2) tembok tumpuan arus (pengempang ombak); (3) pangkalan di pelabuhan; jembatan di tepi laut atau yg menjorok ke laut; (4) Mk corong; cerat; pembuluh
ceroteh ce.ro.teh [v] , ber.ce.ro.teh v (1) melempar, membanting; (2) merengek; (3) beromong kosong
ceruk ce.ruk [n] (1) relung yg masuk ke dinding (tembok, tanah, dsb); lekuk, lubang; (2) lombong (dl tambang); (3) gua (di gunung); (4) ruang berpetak-petak (di lemari dsb); (5) sudut (pojok) di dapur (kamar, rumah, dsb); (6) lekuk (di geladak kapal dsb); (7) rongga (sela-sela dl timbunan barang dsb); (8) serokan; teluk kecil; (9) sudut jalan; jalan kecil (simpangan dsb)
cerup ce.rup [n] (1) tiruan bunyi mulut mengisap air dsb; (2) tiruan bunyi benda kecil yg jatuh
cetak ce.tak [n] (1) cap (terutama yg dipakai untuk membuat buku dsb); (2) acuan (untuk membuat batu bata, kue, dsb); cetakan
cetak awal [Graf] (1) cetakan dng atau tanpa tinta yg masih akan ditumpangi cetakan warna lain; (2) terbitan pendahuluan sebuah artikel atau karya tulis lain yg akan diterbitkan dl bentuk buku
cetak batu metode percetakan dng batu sbg acuan, yg gambarnya sama tinggi dng permukaan; cetak datar langsung; litografi
cetak ofset cetak datar tidak langsung, yg tintanya dr pelat dialihkan ke kain karet dan dr kain karet ke kertas
cetakan ce.tak.an [n] (1) sesuatu yg telah dicetak; hasil mencetak; (2) penerbitan (buku dsb); (3) acuan (kue dsb); (4) ki sesuatu yg sudah jadi; bentukan
cetek ce.tek [Jk a] (1) tidak jauh jaraknya dr permukaan ke dasar (tt sungai, sumur, dsb); dangkal; tohor; (2) ki tidak mendalam (tt pengetahuan dsb)
ceti ce.ti [n] (1) orang yg berasal dr India Selatan, biasanya menjadi pedagang (kebanyakan juga menjadi pelepas uang); (2) orang yg meminjamkan uang dng bunga (yg tinggi); pelepas uang [n] perantara di dl perhubungan antara laki- laki dan perempuan; muncikari; mak comblang: Ni Rawit -- penjual orang
cetok ce.tok [Jk n] (1) tudung kepala (spt yg dipakai oleh petani Cina); (2) topi gabus
cetusan ce.tus.an [n] (1) bunga api yg terloncat; kilatan api; (2) ki hasil mencetuskan pernyataan (perasaan, kehendak, dsb): surat ini merupakan ~ perasaanku
ci [ark n] satuan ukuran berat 1/10 tahil (untuk menimbang madat) [Lihat {encik}] [Lihat {taci}]
cibuk ci.buk [n] (1) bumbung tempat air untuk pencuci kaki; (2) cebok
cicik ci.cik [v] men.ci.cik v (1) mendesis atau mendesing (spt bunyi air mendidih); (2) ki mengalir ke luar (tt keringat): walaupun ~ peluh di badan, ia bekerja terus [ark a] jijik
cicilan ci.cil.an [n] uang untuk mencicil (utang dsb); angsuran: tiap bulan harus dibayar ~ nya sebesar Rp100.000,00
cik [n] (1) encik: -- Amat; (2) kecik (berarti kecil, muda): mak --; pak -- [Mk n] tahi; cirit [ark a] rapi, bagus, dan menarik [num] jumlah besar bubuk morfin sebanyak 300 cekak [n] tiruan bunyi untuk mengusir anjing
cikal ci.kal [Jw n] pohon kelapa yg masih kecil; tunas kelapa; -- bakal 1 orang (sesepuh) yg mula-mula mendirikan desa atau negara; pendiri: dialah -- bakal di kampung ini, krn itu ia diangkat menjadi sesepuh; (2) orang yg menurunkan; nenek moyang: Palembang merupakan kota pelabuhan Sriwijaya dan negeri asal -- bakal orang Sriwijaya
cili ci.li [n] (1) cabai (lombok) besar; (2) cabai rawit; lada cili
Cina Ci.na [n] (1) sebuah negeri di Asia; Tiongkok; (2) bangsa yg tinggal di Tiongkok; Tionghoa
cincang cin.cang [v] men.cin.cang v (1) mencencang (memotong) halus; (2) ki membunuh secara kejam
cincau cin.cau [n ] (1) tumbuhan yg daunnya dapat diperas menjadi kental untuk isi minuman; Cyclea barbata; (2) minuman dingin yg di antara isinya ada semacam agar-agar dibuat dr daun cincau
cincin cin.cin [n] (1) perhiasan berupa lingkaran kecil yg dipakai di jari, ada yg berpermata, ada yg tidak; (2) segala sesuatu yg berbentuk lingkaran (spt gelang-gelang kecil pd tombak atau mata rantai)
cincin belah rotan cincin yg tidak berpermata, yg bulat di luar dan datar di dalamnya (spt belahan rotan)
cincong cin.cong [n] (1) perbuatan yg tidak sewajarnya; tingkah; ulah: dia selalu banyak -- sebelum mulai bekerja; (2) banyak bicara; cerewet
cincu cin.cu [Cn n] (1) wakil pemilik perusahaan kapal; (2) nakhoda kapal
cindai cin.dai [n] (1) kain sutra yg berbunga-bunga; (2) sabuk dr sutra yg berbunga-bunga [Mk n] , si -- kuntilanak
cindur cin.dur [n] , -- mata 1 tanda mata; pemberian; cenderamata; (2) ki kekasih
cinta cin.ta [a] (1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup -- kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; (4) kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu
ciok ci.ok ? 1ciak
cirit ci.rit [n] (1) kotoran manusia (binatang); tahi; (2) endap-endap; ampas: -- kopi; -- madat; (3) penyakit berak-berak (buang-buang air)
cita ci.ta [n] (1) rasa; perasaan hati; (2) kl cipta; (3) cita-cita; (4) cinta; (5) ide; gagasan [n] kain tenun dr kapas dsb yg berbunga-bunga atau berwarna-warni (biasanya untuk bahan baju dsb)
cita-cita ci.ta-ci.ta [n] (1) keinginan (kehendak) yg selalu ada di dl pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yg baik; (2) tujuan yg sempurna (yg akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan
cium ci.um [v] , ber.ci.um.an v (1) saling melekatkan bibir atau hidung; (2) bersentuhan antara bagian depan dua benda: bus itu ~ dng truk
ciuman ci.um.an [n] (1) hirupan dng hidung; (2) kecupan: ia mendapat ~ dr ibunya; (3) cak tubrukan
ciut ci.ut [a] (1) sempit; picik; (2) menjadi sempit; menyusut; mengerut: ruang gerak perusahaannya semakin --; (3) ki tawar; takut (tt hati, perasaan): mendengar itu hatiku bertambah -- [n] tiruan bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb
cocor co.cor [n] (1) paruh yg lebar (spt paruh itik, angsa); sudu; (2) ujung depan kaki
cocor merah [ki] (1) pesawat pemburu Mustang (1945-1949); (2) pelacur
codak co.dak [] men.co.dak v (1) mengangkat leher (kepala) ke atas dan ke depan; mendongak; (2) menganjur ke depan
cocok co.cok [n] (1) benda yg runcing tajam untuk menusuk sesuatu (spt penyemat, jarum); tusuk: -- sanggul; -- satai; (2) kata penggolong bilangan bagi barang yg dirangkaikan dng tusuk: satai lima --; se -- ikan [a] (1) sama benar; tidak berlainan: pendapatnya -- dng pendapatku; (2) sepadan; sesuai: dia bebas mencari pekerjaan yg -- dng kecakapannya; (3) betul; tepat: ramalannya --; arlojimu tidak --; (4) berpatutan (dng); berpadanan (dng): warna sepatu ini -- dng baju yg kaupakai; perkataannya -- dng perbuatannya; (5) senang (suka) dng; setuju di hati: kalau -- , boleh Tuan beli; (6) serasi; baik benar untuk: obat itu sudah diminumnya, tetapi tidak --; (7) setuju; sepakat; akur: ia minta berhenti sebab tidak -- dng atasannya; (8) kena benar; pas benar: kunci ini -- juga untuk lemariku; (9) seimbang; sepadan: hadiah itu sudah -- dng jasanya; (10) memenuhi (syarat dsb) untuk; baik (layak) untuk: tanah ini sangat -- untuk ditanami sayur-sayuran; rumah ini hanya -- untuk restoran
cogah co.gah [Mk ark a] (1) gagah; bagus (tt pakaian dsb); (2) kaya
cogan co.gan [n] (1) panji-panji sbg tanda; lencana yg mengandung semboyan; (2) kata-kata semboyan
cokek co.kek [Jk n] (1) kesenian tradisional Betawi yg diiringi gambang keromong dng penari wanita yg juga bersedia diajak menari bersama para tamu; (2) penari wanita dr rombongan tontonan cokek yg dapat diajak menari bersama
cokol co.kol , ber.co.kol v (1) duduk-duduk berkumpul di: sehari-harian mereka ~ saja di depan rumah itu; (2) ki diam di; bertempat tinggal (bersarang tt kawanan penjahat dsb) di: mereka tidak ingin penjajah ~ kembali di Indonesia
colek co.lek [n] (1) sentuhan dng ujung jari dsb; (2) penggolong penyebutan sesuatu yg sedikit sekali (sebanyak yg diambil dng ujung jari): taruhlah sambal barang dua -- [Mk v] men.co.lek v membangkitkan marah; menghasut
colekan co.lek.an [n] (1)sentuhan; gamitan (palitan) dng ujung jari; (2) hasil mencolek
colet co.let /colEt/ ? 1colek
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
comel co.mel [a] kecil manis (cantik); mungil; bagus: anak kecil yg --; -- betul kucing itu [n] (1) perkataan yg dikeluarkan terus-menerus yg tidak keruan maksudnya (krn rasa marah, dongkol, tidak suka, dsb); (2) sifat suka mengomel (menggerutu)
condong yg akan menimpa [pb] perbuatan yg mendatangkan celaka
conet co.net /conEt/, men.co.net v (1) terangkat naik sedikit (tt ujung sesuatu spt ujung kumis, ujung ekor); (2) tumbuh ke luar (spt daging berlebih pd jari): ponoknya ~ pd bahunya; kulitnya ~ pd jarinya
congek co.ngek [n] (1) penyakit telinga yg mengeluarkan cairan bercampur nanah; (2) cak tuli
congkak cong.kak [a] merasa dan bertindak dng memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dsb); sombong; pongah; angkuh: kelakuannya yg -- itu menjauhkan orang darinya [n] (1) kulit lokan yg dipakai dl permainan, ada bermacam-macam spt: -- baiduri, -- putih; (2) permainan dng kulit lokan (biji-bijian dsb) dan kayu yg bentuknya spt perahu yg berlubang-lubang (di Jawa disebut dakon): main --
copak-capik co.pak-ca.pik [a] (1) terpincang-pincang (berjalan dng tidak teratur): jalannya --; (2) bergerak-gerak terus (tt mulut yg mengunyah): mulutnya selalu --
corak co.rak [n] (1) bunga atau gambar (ada yg berwarna-warna) pd kain (tenunan, anyaman, dsb): -- kain sarung ini kurang bagus; besar-besar -- kain batik itu; (2) berjenis-jenis warna pd warna dasar (tt kain, bendera, dsb): dasarnya putih, -- nya merah; (3) ki sifat (paham, macam, bentuk) tertentu: perkumpulan itu tidak tentu -- nya; -- politiknya tidak tegas
contoh con.toh [n] (1) barang atau sebagian dr barang yg rupa, macam, dan keadaannya sama dng semua barang yg ada; barang yg dapat mewakili barang yg lain krn sama sifat-sifatnya: barang-barang dl pameran itu tidak dijual hanya dipajang sbg --; beras ini tidak sesuai dng -- nya; (2) sesuatu yg akan atau yg disediakan untuk ditiru atau diikuti: Nenek memberi -- bagaimana cara merangkai bunga; buku itu berisi berbagai macam -- surat-menyurat; (3) pola (untuk membatik, membuat pakaian, dsb): orang membatik ada yg memakai -- , ada yg tidak; dl majalah wanita selalu dimuat -- menggunting baju; (4) model (rumah, pesawat terbang, dsb dl bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dsb sesungguhnya atau yg akan dibuat): kami diajak melihat pameran -- rumah sederhana; (5) teladan (tt kelakuan, perbuatan, dsb); hal (spt peristiwa) yg menjadi teladan: tindak-tanduk guru menjadi -- bagi murid; kegiatannya dl bekerja menjadi -- bagi teman-temannya
coran cor.an [n Tek] (1) hasil pengecoran; (2) adukan semen dan batu kerikil
coret-coret co.ret-co.ret [n] (1) garis-garis yg tidak keruan (pd kertas dsb); (2) cak gambar yg dibuat dr garis-garis saja (yg dibuat dng cepat dan hanya garis besarnya saja, spt untuk buram, sketsa); (3) cak gambar ejekan (karikatur); (4) cak tulisan yg buruk (asal ditulis saja); (5) cak karangan yg asal ditulis saja (tidak ada isinya dan rendah mutunya)
coretan co.ret.an [n] (1) hasil mencoret; (2) hal (cara, perbuatan) mencoret; (3) buah pena; karangan (ringkas)
corong co.rong [n] (1) pipa pembuang asap; cerobong; semprong; (2) teropong; keker; (3) alat untuk menuang barang cair ke botol dsb (bentuknya spt kerucut); (4) pembuluh kaca penutup nyala lampu [n] pelita; suluh: lampu --
cuai cu.ai [a] (1) remeh; tidak penting; tidak berharga; (2) lalai
cuatan cu.a.tan [n] (1) hasil mencuat atau menonjol (tt prestasi, karya, dsb): buku tsb merupakan ~ dr hasil karyanya selama ini; (2) pancaran (perasaan) pd air muka: hampir tidak ada ~ ketegangan yg tergambar di wajah para pemain
cubitan cu.bit.an [n] (1) perbuatan mencubit; getilan; (2) hasil mencubit
cucuk cu.cuk [Jw n] (1) cotok; paruh; patuk; (2) ki barisan atau pasukan yg paling depan [Sd n] duri
cucunda cu.cun.da [n] (1) kp cucu Anda; (2) cucu (untuk menyatakan takzim atau hormat): Baginda terlalu kasih akan --
cucup cu.cup [v] , men.cu.cup v (1) mengisap; (2) mencium; mengecup (mengucup): ia ~ cucunya
cucur cu.cur [n] pancaran menurun (tt air mata dsb) [n Lay] (1) bagian perahu sebelah depan yg menganjur panjang; jungur; (2) layar segitiga (dipasang pd tiang terdepan) pd perahu; jib [n] penganan, dibuat dr adonan tepung beras dan gula (merah), kemudian digoreng
cucuran cu.cur.an [n] (1) hasil mencucurkan; yg dicucurkan; (2) tepi atap tempat air hujan memancur turun
cuil cu.il [v] , men.cu.il v menyentuh dng ujung jari (untuk memberi isyarat); menggamit: ia ~ anaknya seraya menunjuk laki-laki yg datang menuju mereka [Jw a] rompal sedikit pd bagian pinggir atau luarnya
cuka cu.ka [n] (1) cairan yg masam rasanya, dibuat dr nira dsb; (2) Kim zat cair yg mengandung 3-6% asam asetat, diperoleh pd oksidasi etanol krn tindakan bakterium pd anggur; bir
cukai cu.kai [n] (1) pajak atau bea yg dikenakan pd barang impor dan barang konsumsi: barang impor tidak boleh dikeluarkan dr pelabuhan sebelum -- nya dibayar; (2) sebagian dr hasil tanah (spt sawah, ladang) yg wajib diberikan kpd tuan (pemilik) tanah sbg ongkos tanah: krn musim kemarau yg lama, panen padi hanya cukup untuk membayar --
cukilan cu.kil.an [n] (1) pembuatan gambar atau hiasan pd kayu dng cara memahat, melubangi, mengukir kayu tsb dng pahat; (2) hasil mencukil; pahatan: ~ yg indah itu menghiasi dinding kantornya
cukong cu.kong [n] (1) orang yg mempunyai uang banyak yg menyediakan dana atau modal yg diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain; (2) pemilik modal
cukupan cu.kup.an [a] (1) sedang-sedang saja; tidak kurang dan tidak berlebih-lebihan: penghasilannya ~ saja; (2) lumayan: untuk sampai ke rumahnya, harus melalui halaman yg ~ luasnya
cukur cu.kur [v] ber.cu.kur v (1) memotong (membersihkan) janggut (cambang) sendiri dng pisau cukur; (2