Arti kata/frase "okok" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/okok

Halaman ini menjelaskan kata atau frase okok menurut KBBI Edisi III

okok: [a] lokek; kikir; bakhil; kedekut: hemat pangkal kaya, tetapi -- suatu cela

Lebih lanjut mengenai okok

okok terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 422 kata terkait yakni sebagai berikut:

okok [a] lokek; kikir; bakhil; kedekut: hemat pangkal kaya, tetapi -- suatu cela
belum bertaji hendak berkokok belum ber.ta.ji hendak berkokok [pb] belum berilmu (kaya, kuasa, dsb) sudah hendak menyombongkan diri
berbilang pokok ber.bi.lang pokok bilangan yg dipakai untuk membilang atau untuk menunjukkan berapa banyak
bercokok ber.co.kok [Lihat {becokok}]
keperluan pokok ke.per.lu.an pokok keperluan utama manusia, spt makanan, perumahan, pakaian, dan pendidikan sbg syarat hidup demi pertahanannya thd lingkungan
kertas rokok kertas untuk menggulung tembakau rokok
memokokkan me.mo.kok.kan [v] memusatkan kpd; menumpukan pd: dia ~ diri pd pelajaran sekolah; membuat menjadi pokok (modal): dia ~ hasil penjualan sawahnya untuk berdagang
menganduh pokok kayu meng.an.duh pokok kayu mengikat pokok kayu, lalu ditarik supaya jangan roboh
menokok me.no.kok [v] (1) memberi tokok; menambah; mengimbuhi; (2) melengkapi (yg kurang): saya mempunyai persediaan barang untuk ~ kekurangan itu; sekadar untuk ~ pengetahuan [v] (1) memukul dng martil dsb; memalu; mengetuk: ~ paku; (2) memukul supaya pecah (menjadi kecil-kecil): ~ batu; (3) menabuh (gamelan dsb): ~ gamelan
merokok me.ro.kok [v] mengisap rokok
penokok pe.no.kok [n] tokok
perokok pe.ro.kok [n] (orang) yg suka merokok
perokok aktif pe.ro.kok aktif orang yg merokok secara aktif
perokok pasif pe.ro.kok pasif orang yg menerima asap rokok saja, bukan perokoknya sendiri
pokok po.kok [n] (1) segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- beringin; (2) batang kayu dr pangkal ke atas; pokok kayu: pd -- pohon karet itu terdapat banyak torehan; (3) uang yg dipakai sbg induk dl berniaga; modal: -- perusahaan itu lima juta; (4) harga pembelian: kain ini dijual di bawah harga --; (5) lantaran; sebab: itulah yg menjadi -- perselisihan; (6) asas; dasar; inti sari: -- pikiran; pd -- nya, dasarnya; (7) pusat (yg menjadi titik perhatian dsb); -- pembicaraannya ialah masalah remaja; (8) tergantung; terserah: jadi atau tidak, -- nya kpd tuan; (9) ki yg terutama; yg sangat penting: makanan --; pelaku --; perkara --; soal --; syarat --
pokok pencarian pokok pekerjaan
pokok penghidupan pokok pekerjaan
rokok kawung rokok yg penyalutnya (pembungkusnya) daun enau (aren)
rokok kelembak rokok yg tembakaunya dibubuhi kelembak
rokok kretek rokok yg tembakaunya dibubuhi cengkih
undang-undang pokok un.dang-un.dang pokok undang-undang yg menjadi pokok atau asas dl pengaturan sesuatu (masih memerlukan peraturan pelaksanaan)
baju pokok [ark] baju belah yg tidak berlengan
belokok be.lo.kok [n] ikan laut, Uranoscopus
berkokok ber.ko.kok [v] (1) berbunyi "kukuruyuk" (tt ayam jantan): umumnya ayam ~ pd dini hari; (2) ki mengeluarkan kata-kata untuk menunjukkan keberanian dsb: si Jampang (jago Betawi) ~ setelah mengalahkan lawan-lawannya
berpokok ber.po.kok [v] (1) berasas (pd); berdasar (pd); (2) berasal dr; (3) bermodal; (4) bersebab; berlantaran
bertokok ber.to.kok [v] (1) mendapat tambahan sedikit (dl beratnya, panjangnya, dsb ketika mengukur sesuatu); (2) bertambah (lagi): ia mengidap penyakit ginjal dan ~ pula dng sakit kuning
biaya tokok tambahan pembayaran karcis kereta api dsb
bicokok bi.co.kok [Jk n] (1) buaya kecil; buaya katak; (2) cak kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu; (3) ki orang yg tamak
cokok co.kok [Mk v] men.co.kok v menangkap (ayam, ikan, dsb) [ark n] teriak (jerit) orang yg latah bila terkejut
dokok-dokok do.kok-do.kok [n] kue dibuat dr tepung beras, kelapa, gula, dan pisang dibungkus dng daun pisang lalu dikukus
entri pokok bentuk kata yg menjadi masukan kamus yg merupakan bentuk dasar dr bentuk kata subentri
gaji pokok komponen dasar penghasilan seseorang yg digunakan sbg patokan untuk menghitung komponen lainnya, spt tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif; upah dasar (yg belum ditambah dng tunjangan lain)
gonokokus go.no.ko.kus [n] bakteri bundar penyebab penyakit kencing nanah
harga pokok harga yg diperhitungkan dr ongkos pembuatan, bahan baku, dsb (belum mengambil untung)
harga pokok penjualan jumlah biaya yg dikeluarkan untuk pengadaan barang yg telah terjual atau jasa yg telah diberikan
harga pokok produksi jumlah biaya yg dikeluarkan untuk membuat barang
kalau sorok lebih dahulu dp tokok [pb] kalau lagak atau bual yg didahulukan, maksud tidak akan tercapai; -- alu tenuk; tapir, Tapirus indicus
kokok ko.kok [n] tiruan bunyi ayam jantan: ketika fajar mulai merekah terdengarlah -- ayam memecah kesunyian
kokokbeluk ko.kok.be.luk [n] burung hantu; elang malam
memokoki me.mo.koki [v] memberi modal; memodali: paman ~ anaknya dua juta rupiah
menokok kawat me.no.kok kawat mengirim telegram
menokok pintu me.no.kok pintu mengetuk pintu
nomor pokok nomor induk
pidana pokok pidana yg dapat dijatuhkan tersendiri oleh hakim, msl pidana mati, pidana penjara, pidana kurungan, dan pidana denda
pokok angin awan atau mendung yg bergumpal-gumpal di kaki langit tanda hujan badai akan datang
pokok hujan mendung
pokok hukum dasar hukum
pokok kalimat yg menjadi dasar atau yg diuraikan dl kalimat
pokok kayu segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar (spt jati, pohon mangga); (2) batang kayu (pohon) dr pangkal ke atas
pokok masalah masalah yg utama
pokok pangkal sebab yg terutama
pokok pekerjaan pekerjaan utama; mata pencaharian utama
pokok ribut awan (mendung) pd waktu angin ribut
pokok sialang beberapa pohon yg disukai lebah untuk bersarang
pokok tentara induk tentara
pulang pokok tidak beruntung dan tidak merugi; kembali modal
rokok ro.kok [n] gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yg dibungkus (daun nipah, kertas)
sakrokoksigeal sak.ro.kok.si.ge.al [a Anat] berhubungan dng kelangkang dan ekor
streptokokus strep.to.ko.kus [n Bio] pembelahan kokus dng cara tertentu sehingga sel-selnya yg berbentuk bola-bola kecil tertata dl rantai
tokok to.kok [n] tambahan sedikit (ketika menimbang, mengukur, dsb) [n] pemukul; martil
tokok-menokok to.kok-me.no.kok [v] (1) pukul-memukul; ketuk-mengetuk; (2) ki saling mencela (saling menyalahkan)
tugas pokok [Adm] sasaran utama yg dibebankan kpd organisasi untuk dicapai
uang rokok uang yg diberikan sbg persen, hadiah, balas jasa, dsb
(pun lah) (...pun ...lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari -- malamlah; (5) untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda -- bertanya pula
abece abe.ce [n] (1) a-b-c (abjad Latin); (2) ki hal-hal pokok yg pertama-tama harus diketahui dr suatu keadaan atau perkara: belum tahu -- kehidupan
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
acara aca.ra [n] (1) hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat, perundingan, dsb); agenda: -- kongres akan disusun oleh panitia khusus; (2) hal atau pokok isi karangan: untuk ujian mengarang disediakan empat --; (3) kegiatan yg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dsb): -- televisi dan radio setiap hari dimuat dl surat kabar; (4) pemeriksaan dl pengadilan; perkara: dia sedang menyaksikan -- di mahkamah tinggi; (5) ark cara: setiap orang mempunyai -- berpikir yg berlainan [Jw v] , meng.a.ca.ra.kan v mempersilakan (duduk, makan, dsb)
acara surat pokok isi surat
acu [v] , meng.a.cu v menuang (kue, peluru, dsb); mencetak; membentuk [v] , meng.a.cu v (1) mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dsb) untuk mengancam atau menakut-nakuti: ia membentak sambil ~ hendak menikam; (2) mengarahkan (senapan dsb); menodongkan; membidikkan: mereka telah ~ meriam itu; (3) memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dsb); berniat (akan): telah lama kami ~ hendak mencarikan dia kawan hidup; (4) menunjuk (kpd); merujuk: untuk memperkuat kebenaran beberapa pokok dl artikelnya itu, ia ~ kpd beberapa buku karangan orang lain
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akidah aki.dah [n Isl] kepercayaan dasar; keyakinan pokok
ameliorasi ame.li.o.ra.si [n] (1) Tan cara berusaha untuk memperoleh kenaikan produksi serta menurunkan biaya pokok (msl dng perbaikan tanah); (2) Ling peningkatan nilai makna dr makna yg biasa atau buruk menjadi makna yg baik
analisis ana.li.sis [n] (1) penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb); (2) Man penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan; (3) Kim penyelidikan kimia dng menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dsb; (4) penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya; (5) pemecahan persoalan yg dimulai dng dugaan akan kebenarannya
anasir ana.sir [n] (1) sesuatu (orang, paham, sifat, dsb) yg menjadi bagian dr atau termasuk dl keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dsb): dl pergerakan itu terdapat -- yg kurang baik; (2) (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yg merupakan bagian dr segala benda: orang memperkirakan bumi ini ada -- nya, yaitu air, api, tanah, dan hawa; (3) segala yg ada di dunia; makhluk: daun-daun pun tiada bergerak sebab angin tiada bertiup sedikit jua, seolah-olah segala -- sama-sama menghormati hari yg mulia itu; (4) unsur
asal [n] keadaan (tempat, wujud, rupa, dsb) yg semula; pangkal permulaan: patung-patung itu akan dikembalikan ke -- nya; (2) a mula-mula sekali; semula: batas-batasnya yg -- sudah tidak diketahui lagi [p] (1) dng syarat; apabila: engkau boleh pergi -- pekerjaanmu beres; (2) pokoknya; yg penting: biar lambat -- selamat [a cak] sembarangan; seenaknya saja: kalau bekerja jangan -- saja, ikutilah petunjuk yg ada
asasi asa.si [a] bersifat dasar; pokok: tindakan itu melanggar hak -- manusia
asbak as.bak [n] tempat abu rokok
atlas klimatologi atlas yg menggambarkan peta iklim (tt sifat bulanan dan tahunan unsur-unsur iklim pokok sebuah daerah)
ayam [n] unggas yg pd umumnya tidak dapat terbang, dapat dijinakkan dan dipelihara, berjengger, yg jantan berkokok dan bertaji, sedangkan yg betina berkotek
bahan baku bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu
bahan pembicaraan bahan yg akan dibicarakan; pokok masalah yg akan dibincangkan
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
bakau ba.kau [n] tumbuhan pokok di pantai, termasuk suku Rhizophora, kulit batangnya biasa dipakai sbg penyamak kulit, macamnya banyak sekali, spt -- akik, -- hitam, -- minyak, -- merah, -- jangkar
baku ba.ku [n] (1) pokok; utama: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; (2) tolok ukur yg berlaku untuk kuantitas atau kualitas yg ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar [adv] saling [Jw n] anggota masyarakat desa yg merupakan penduduk inti yg mempunyai lahan pertanian, rumah, dan halamannya
balai diskonto [Ek] badan usaha yg tugas pokoknya memperjualbelikan sekuritas atas dasar diskonto
balai pancapersada [kl] balai tempat memandikan mempelai laki-laki dan perempuan pd perkawinan anak raja sesudah upacara pokok selesai
balam ba.lam [n] burung tekukur (di Jawa disebut drekuku) [a] , ba.lam-ba.lam a tidak kelihatan nyata krn jauh (gelap, terliput kabut); berbalam; membalam: jauh di seberang lautan tampaklah -- sebuah negeri [n] tumbuhan (pokok) kecil yg dapat diambil getahnya, banyak macamnya spt -- beringin, Pavena leerii; -- merah, Palaqium gutta
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
banderol ban.de.rol [n] pita cukai (pd rokok, cerutu, dsb) sbg tanda bahwa pajaknya sudah dibayar
bank plecit sebutan bagi lembaga bukan bank atau perseorangan yg meminjamkan uang, biasanya dng bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari -- sentral bank yg tugas pokoknya membantu pemerintah dl hal mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai mata uang negara, serta mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas kesempatan kerja
barang mewah barang yg mahal harganya, bukan merupakan kebutuhan pokok, melainkan untuk kemegahan, kebanggaan, kecantikan, kesenangan
barang primer barang yg merupakan kebutuhan pokok manusia (msl beras, pakaian)
barang sekunder barang yg bukan merupakan kebutuhan pokok
batai ba.tai [n] pohon tropis yg tumbuh di Asia (ada bermacam-macam jenisnya) spt Albizzia falzata, Cassia timorensis, Derris dalbergioides; -- laut tumbuhan pokok, Peltophorum ferrugineum
batang hari tengah hari; (2) pokok aliran sungai
batang kayu pokok tumbuhan (pohon)
batang tubuh tubuh tidak dng anggotanya; (2) diri; pribadi; (3) bagian isi yg utama (pokok): -- tubuh UUD 1945; nama -- tubuh, nama sebenarnya (bukan timang-timangan atau gelar)
batu ambar getah damar yg membatu yg di dalamnya kerap kali mengandung serangga atau jasad lainnya, biasanya terdapat di muara sungai (dapat dibuat sbg pipa rokok dsb)
becolok be.co.lok [Lihat {bicokok}]
ber- (be- ) prefiks pembentuk verba (1) mempunyai: beratap; bercita-cita; beristri; (2) menggunakan atau memakai: belayar; bermobil; berbaju; (3) menghasilkan: bertelur; berkokok; (4) dl jumlah atau kelipatan: bertiga; berjuta-juta; (5) mengakui dan/atau memanggil sbg: beradik; berbapak; bertuan; (6) bertindak atau bekerja sbg: bertani; bertinju; (7) berada dl keadaan: bergembira; bersedih; (8) menyatakan perbuatan timbal-balik: bergulat; bertinju; (9) menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri: berhias; bercukur
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
beres be.res [Mk a] sejuk sekali [a] (1) teratur baik-baik; rapi; tidak kacau: keadaan perabotan di ruangan itu --; rumah tangganya --; (2) selesai; tidak kusut: persoalannya sudah --; (3) lunas (tt utang); habis: utang saya sudah --; (4) cak bagus (terlaksana dng baik): jangan khawatir, pokoknya --
berinduk ber.in.duk [v] (1) mempunyai induk; (2) berpangkal; berpokok: pembunuhan itu ~ pd ketidaksenangan pemuda A akan ejekan pemuda B
berita inti berita yg paling pokok atau penting; berita utama
berjual ber.ju.al [v] (1) berjualan; berdagang (sesuatu): abangnya ~ rokok di tepi jalan; (2) (akan atau sudah) dijual: kambingnya sudah ~
berkas tersendiri [Adm] berkas yg mempunyai judul tertentu guna menyimpan surat yg mengandung nama atau pokok yg tercakup di bawah judul berkas itu
berkepak-kepak ber.ke.pak-ke.pak [v] mengibas-ngibaskan sayap: sebelum berkokok ayam jantan itu ~ lebih dahulu
berkeriuk ber.ke.ri.uk [v] berkokok (tt ayam jantan)
berkeruyuk ber.ke.ru.yuk [v] berkokok (tt ayam jantan)
berpusat ber.pu.sat [v] berpangkal atau berpokok di (pd, kpd): usaha ini ~ pd pengurangan jumlah kaum tuna-aksara
berputar kecek ber.pu.tar kecek [Mk] beralih pembicaraan; bertukar pokok pembicaraan
bertukar kecek ber.tu.kar kecek bertukar pokok pembicaraan
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
biang keladi umbi keladi yg pokok; (2) ki orang yg menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan dsb; orang yg menjadi penyebab (dalang) terjadinya suatu perbuatan jahat dsb
bos [n] bungkus besar yg berisi beberapa bungkus (tt rokok, korek api, dsb) [n] orang yg berkuasa mengawasi dan memberi perintah kpd para karyawan; pemimpin atau majikan (dl perusahaan)
buah bu.ah [n] (1) bagian tumbuhan yg berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji): pohon mangga itu banyak -- nya; (2) kata penggolong bermacam-macam benda: dua -- kapal; se -- negeri; dua -- rencana; (3) pokok; bahan: -- percakapan; (4) hasil: -- jerih payahnya kini dapat dinikmati oleh keturunannya
buah pembicaraan yg menjadi pokok pembicaran; (2) yg menjadi sebutan orang; (3) hasil pembicaraan
bual bu.al [n] (1) luapan (pancaran) air yg keluar (spt air mendidih, air dr mata air): mereka melihat -- mata air panas itu; (2) kepulan asap yg bergolong-golong (spt pd asap rokok yg dikeluarkan dr mulut pengisap rokok) [n] omong kosong; cakap besar (kesombongan): geli hatiku mendengar -- mereka
buaya katak buaya pendek dan gemuk; bicokok
budaya agraris kebudayaan yg hidup dl masyarakat yg mempunyai pertanian sbg mata pencaharian pokok
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunga majemuk rangkaian bunga yg tumbuh dr ujung batang atau dr ketiak daun [Man] biaya atas penggunaan uang yg diperhitungkan atas jumlah modal pokok beserta bunga yg berhak; bunga yg diperhitungkan atas bunga yg belum dibayar
bungkus bung.kus [n] (1) kata penggolong untuk benda yg dibalut dng kertas (daun, plastik, dsb); pak: tiga -- nasi; dua -- rokok; (2) bahan yg dipakai untuk membalut: daun -- nasi
buntu modal tidak mengambil untung dr penggunaan modal pokok
cabang ca.bang [n] (1) bagian batang kayu yg tumbuh dr pokok atau dahan (cabang yg besar disebut dahan dan cabang yg kecil disebut ranting): pohon ini tidak banyak -- nya; (2) galah (tongkat dsb) yg ujungnya berbelah menjadi sudut (Y); canggah; cagak: pohon itu ditopang dng --; (3) bagian yg terpecah atau terbelah dr pokoknya: -- jalan; -- sungai; (4) satuan usaha (kedai, toko), lembaga, perkumpulan, kantor, dsb yg merupakan bagian dr satuan yg lebih besar; filial: kantor --; perguruan itu mempunyai beratus-ratus -- di seluruh tanah air
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
candu can.du [n] (1) getah kering pahit berwarna cokelat kekuning-kuningan yg diambil dr buah Papaver somniferum, dapat mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk serta menimbulkan rasa ketagihan bagi yg sering menggunakannya; (2) cairan kental berwarna hitam yg keluar dr rokok yg diisap yg melekat pd pipa; (3) ki sesuatu yg menjadi kegemaran
cap [n] (1) alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dng menekankannya pd kertas (surat dsb); stempel; tera: surat itu sudah ditandatangani, tetapi belum diberi --; (2) rekaman (tanda gambar, tanda tangan yg dibuat dng cap): surat keterangan yg tidak mempunyai -- dr kelurahan, tidak berlaku; (3) cetak; cetakan (pd buku, kain, dsb); bukan tulisan tangan: huruf --; kain --; (4) merek dagang; etiket: anggur -- orang tua; (5) tanda atau gambar pengenal: semua kendaraan milik PMI memakai -- palang merah; (6) ki sifat (keadaan dsb) yg khusus; ciri: dng demikian kelihatan -- nya; (7) sebutan (krn sifat yg menjadi ciri pengenalnya): ia sudah mendapat -- kurang baik [n kl] ukuran sebesar tangan memegang (ujung jari bertemu dng ibu jari): tujuh hasta bidang dadanya, tujuh -- pokok lengannya [n] tiruan bunyi kecap (sewaktu orang makan atau mengecap makanan)
catatan kaki ca.tat.an kaki keterangan yg dicantumkan pd margin bawah pd halaman buku (biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp huruf di dl teks guna menambahkan rujukan uraian di dl naskah pokok)
cengkih ceng.kih [n] (1) tanaman produksi, pohonnya tinggi, daunnya rimbun, hidup di dataran tinggi, yg bunganya (buahnya) harum dan pedas, segar rasanya, dipakai sbg rempah-rempah, isi rokok kretek, dsb; Eugenia aromatica; (2) bunga cengkih; (3) kartu besar (untuk berjudi) yg bergambar bunga cengkih
cerutu ce.ru.tu [n] rokok yg dibuat dr gulungan daun tembakau kering; serutu; lisong
daftar isi lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman
daya guna da.ya gu.na [n] (1) kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; efisien; tepat guna; sangkil: para petani berusaha meningkatkan -- tanah mereka; (2) kemampuan menjalankan tugas dng baik (tt orang): dl pengangkatan pegawai, -- yg tinggi harus menjadi unsur pertimbangan pokok; (3) angka persen yg menunjukkan perbandingan antara tenaga (energi) yg diperoleh dan tenaga yg diperlukan
definisi de.fi.ni.si [n] (1) kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); (2) rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi
demi de.mi [p] untuk (kepentingan): ia menghentikan kebiasaan merokok, -- kesehatannya [p] lepas; per: satu -- satu (seorang -- seorang) para tamu memberi selamat kpd kedua mempelai [p] tatkala; pd ketika; segera setelah: ia berteriak kegirangan -- membaca namanya tercantum di papan pengumuman [p] atas nama (Tuhan, untuk bersumpah): -- Allah dan rasul-Nya saya tidak melakukan hal itu [kl p] sebagai; seperti (untuk membandingkan): suaranya merdu -- buluh perindu
depot de.pot [n] (1) tempat menyimpan barang (dagangan dsb); (2) rumah kecil tempat berjualan es, rokok, obat, dsb
dasar da.sar [n] (1) tanah yg ada di bawah air (tt kali, laut, dsb): ia berhasil menyelam sampai ke -- laut; (2) bagian yg terbawah (tt kuali, botol, dsb) yg di sebelah dalam ataupun yg di sebelah luar: isi botol itu tinggal 1 cm dr -- nya; (3) lantai: rumah papan -- nya ubin; (4) latar (warna yg menjadi alas gambar dsb): gambar bulan sabit putih pd -- warna hijau; (5) lapisan yg paling bawah: meni dipakai sbg cat --; (6) bakat atau pembawaan sejak lahir: tidak ada -- dagang padanya; (7) alas; fondasi: gotong royong adalah -- masyarakat Indonesia; (8) pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan); asas: apa yg akan dijadikan -- pembicaraan kita nanti; tindakan itu bertentangan dng -- demokrasi yg sebenarnya; (9) cak memang begitu (tt adat, tabiat, kelakuan, dsb): -- pencuri, di mana pun tetap juga mencuri; -- miliknya, walaupun sudah dua hari hilang akhirnya ditemukan juga; (10) Ling bentuk gramatikal yg menjadi asal dr suatu bentukan [p] memang: -- bandel biar sudah diberi tahu masih bersikap masa bodoh
digresi dig.re.si [n Sas] (1) peristiwa yg menyimpang dr pokok masalah yg sedang dihadapi dl karya sastra; (2) bagian yg tidak langsung bertalian dng tema dan alur karya sastra
dogma dog.ma [n] (1) pokok ajaran (tt kepercayaan dsb) yg harus diterima sbg hal yg benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan; (2) keyakinan tertentu
dosen tamu tenaga pengajar dr perguruan tinggi lain yg diundang oleh suatu perguruan tinggi untuk mengajar dl jangka waktu tertentu; -- terbang cak dosen yg mengajar pd beberapa perguruan tinggi di luar kota (daerah) tempat tugas pokoknya yg letaknya berjauhan sehingga harus naik pesawat terbang: sbg -- terbang sebulan sekali ia mengajar di Medan dan dua bulan sekali di Kupang
doyan do.yan [a cak] suka sekali; gemar sekali: kecil-kecil -- merokok
duku du.ku [n] (1) pohon tinggi (dpt mencapai 11-20 m), berbatang (pokok) lurus bergaris tengah 30-40 cm, bergetah; kulit batangnya abu-abu, cabang-cabangnya sedikit berbulu halus, bunganya putih-karang tersusun dl untaian; Lansium domesticum; (2) buah duku, bentuknya kecil-kecil bulat telur sampai bulat dan bergerombol, berwarna cokelat susu, berdaging putih dan berbiji, kadang-kadang bergetah
editorial edi.to.ri.al [Kom] (1) a mengenai atau berhubungan dng editor atau pengeditan: pekerjaan --; (2) n artikel dl surat kabar atau majalah yg mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tsb mengenai beberapa pokok masalah; tajuk rencana
emong [v] , meng.e.mong v mengasuh dan melayani; mendidik; mengurus: tugas pokok seorang pemimpin adalah ~ masyarakat luas
eror [n] (1) Huk kesesatan yg dapat menjadikan batalnya suatu perjanjian jika menyangkut sifat pokok benda yg diperjanjikan; (2) kesalahan teratur, terjadi dl pemerolehan atau belajar bahasa
esensi esen.si [n] hakikat; inti; hal yg pokok: -- pertikaian antara kedua tokoh itu ialah pertentangan ideologi
fidiah fi.di.ah [n Isl] denda (biasanya berupa makanan pokok, msl beras) yg harus dibayar oleh seorang muslim krn meninggalkan puasa yg disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yg menimpa dirinya, dsb
filter fil.ter [n] (1) alat untuk menyaring; penyaring; penapis: -- pd ujung rokok itu dimaksudkan untuk menyaring nikotin; -- dipasangkan pd ujung pipa untuk menjaring lumpur; (2) Fis alat untuk meloloskan cahaya dr frekuensi atau selang frekuensi tertentu; (3) rangkaian listrik yg dapat meloloskan listrik arus rongga (bolak-balik) dr frekuensi atau selang frekuensi tertentu; tapis
fitrah fit.rah [n] sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan [n Isl] sedekah wajib berupa bahan makanan pokok (beras, gandum, dsb) yg harus diberikan pd akhir bulan Ramadan (malam sebelum satu Syawal sampai sebelum dimulai salat Idulfitri); zakat fitrah
fundamental fun.da.men.tal [a] bersifat dasar (pokok); mendasar: iman merupakan suatu hal yg sangat -- di dl kehidupan manusia
furuk fu.ruk [n Isl] hukum tt kewajiban agama yg tidak pokok yg dijabarkan (bersumber) dr hukum dasar; hukum tambahan: perbedaan pendapat tt jumlah rakaat dl salat Tarawih itu bukanlah mengenai ajaran pokok, melainkan mengenai masalah --
gagasan dasar ga.gas.an dasar gagasan tt sesuatu sbg pokok atau tumpuan untuk pemikiran selanjutnya
gamit ga.mit [v] , ber.ga.mit v(1) saling menyentuh dng jari (saling memberi isyarat): dua remaja itu ~ dan bertukar kerling; (2) ki berlambaian: daun pokok kayu ~; (3) ki merangkul; mendekati: Presiden ~ dng salah satu partai di tengah silang pendapat tt kebangkitan partai itu pd masa datang
ganduh gan.duh [n] tokok; imbuh (tambahan sedikit dl bertukar barang dsb) [v] ber.gan.duh v bercampur; berkacau; menjadi kacau
ganggang laut kumpulan ganggang hijau, ganggang cokelat, ganggang merah yg tumbuh di laut yg merupakan sumber makanan pokok bagi binatang laut
ganja gan.ja [Jw n] bagian keris yg melekat pd bilah [n] tanaman setahun yg mudah tumbuh, merupakan tumbuhan berumah dua (pohon yg satu berbunga jantan, yg satu berbunga betina), pd bunga betina terdapat tudung bulu-bulu runcing mengeluarkan sj damar yg kemudian dikeringkan, damar dan daun mengandung zat narkotik aktif, terutama tetrahidrokanabinol yg dapat memabukkan, sering dijadikan ramuan tembakau untuk rokok; Cannabis sativa
garis besar pokok-pokok masalah; hal-hal yg penting
geladrah ge.lad.rah , meng.ge.lad.rah a (1) merembet-rembet ke hal lain di luar yg seharusnya: masyarakat melihat dan merasakan pungutan-pungutan yg ~; (2) berkepanjangan krn menyimpang dr pokok yg dibicarakan
gesel ge.sel [v] , ber.ge.sel v bergeseran; bergosokan; kena-mengena: dua cabang yg sepokok kalau rapat ~ juga
giling gi.ling [v] , meng.gi.ling v (1) melumatkan (memipihkan) sesuatu dng anak batu giling dan batu giling; (2) melumatkan dng mesin giling (tt kopi dsb); (3) mengupas kulit dng mesin penggiling (tt padi); (4) memerah dng mesin giling (tt tebu dsb); (5) meratakan dan memadatkan dng mesin giling (tt jalan dsb); (6) menggulung (tt rokok)
gizi gi.zi [n] zat makanan pokok yg diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan
gonore go.no.re [n] penyakit kelamin yg mudah menular akibat peradangan yg disebabkan oleh bakteri gonokokus; penyakit kencing nanah; Gonorrhea
gradual gra.du.al [a] (1) berangsur-angsur; sedikit demi sedikit: menjelang Lebaran terjadi kenaikan harga sembilan bahan pokok secara --; (2) sedikit; kecil: di sana-sini terdapat perbedaan- perbedaan secara --
gurik gu.rik [v] meng.gu.rik v mengorek; melubangi: penjual rokok itu ~ bungkus rokok dng telunjuk
hak asasi hak dasar atau pokok (spt hak hidup dan hak mendapat perlindungan)
hal [n] (1) keadaan; peristiwa; kejadian (sesuatu yg terjadi): -- spt itu tidak boleh terjadi lagi; (2) perkara, urusan, soal; masalah: pemuda itu mengadukan -- nya kpd polisi; ia ahli dl -- koperasi; lima -- yg menjadi pokok pertikaian; (3) sebab: apa pula -- nya maka jadi begitu; (4) tentang; mengenai: ceramah -- keluarga berencana [n cak] besi tipis berlapis seng
hasil ikutan hasil tambahan, yg diperoleh di luar hasil pokok (spt yg terdapat pd pabrik gas)
hasil sampingan hasil yg diperoleh di luar hasil pokok; hasil ikutan
hasil utama hasil yg pokok atau yg terutama
ibu [n] (1) wanita yg telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --; (2) sebutan untuk wanita yg sudah bersuami; (3) panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum; (4) bagian yg pokok (besar, asal, dsb): -- jari; (5) yg utama di antara beberapa hal lain; yg terpenting: -- negeri; -- kota
ibu akar akar yg utama; pokok akar
ikhtisar penunjuk tulisan ringkas yg merupakan intisari suatu karangan asli yg hanya menyebutkan pokok utama karangan
ilmu negara ilmu tt sendi-sendi dan pengertian pokok dr negara
impas im.pas [v] sama besar pendapatan dng modal, tanpa laba; pulang pokok
indeks iklim [Met] bilangan yg menunjukkan sifat iklim sbg fungsi unsur iklim pokok
induk in.duk [n] (1) ibu (terutama tt binatang); emak: -- ayam; (2) Ling konstituen terpenting dl konstruksi modifikasi yg ber-kemampuan menempati fungsi sintaktis yg sama dng seluruh konstruksi itu, msl berjalan dl berjalan cepat; (3) ki yg terutama; yg menjadi pokok atau pangkal yg menjadi asal: -- keributan itu adalah diganggunya gadis Minah oleh pemuda B; (4) ki inti; pati; bibit; biang: -- cuka; -- karbol; (5) ki pusat (yg menjadi penyatu bagian, cabang, dsb): -- per-usahaan; -- organisasi
induk pasukan pasukan inti yg menjadi pokok dl gerakan perang
induk rumah rumah besar yg menjadi pokok
induk utang utang yg asal (pokok), belum ditambah bunga
inti in.ti [n] (1) isi yg paling pokok atau penting; pokok isi; sari; pati; sari pati; (2) ki bagian yg utama, yg penting peranannya dl suatu proses atau pelaksanaan kerja: regu --; tenaga --; pemain --; (3) Ling bagian konstruksi yg paling bebas atau dominan; (4) Met partikel khusus di udara yg memungkin-kan terjadinya air atau es dr uap air; (5) Fis teras atom yg terdiri atas proton dan neutron, yg seluruh muatannya positif, dan hampir semua massanya terpusat; inti atom; nukleus
isi [n] (1) sesuatu yg ada (termuat, terkandung, dsb) di dl suatu benda dsb: -- gudang itu pupuk dan alat-alat pertanian; (2) besarnya suatu ruangan; volume: -- kaleng itu 20 liter; (3) apa yg tertulis di dalamnya (tt buku, surat, dsb); (4) inti atau bagian yg pokok dr suatu wejangan (pidato, pem-bicaraan, dsb)
jagung ja.gung [n] (1) tanaman yg termasuk keluarga Gramineae, batangnya pejal setinggi 2 m, berdaun pita lebar, umur sekitar 3 bulan, buahnya dapat dimakan sbg makanan pokok; Zea mays; (2) buah atau biji jagung
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
kaidah Behaghel kedua [Ling] prinsip bahwa unsur kalimat yg menjadi pokok pembicaraan cenderung untuk ditempatkan ke depan dan tekanannya dilemahkan dl intonasi atau dijadikan pronomina, sedangkan apa yg dibicarakan tt pokok itu cenderung untuk ditempatkan pd akhir kalimat dan ditonjolkan dl intonasi
kalam ka.lam [n] perkataan; kata (terutama bagi Allah): dl hal ini kita tidak perlu berpanjang -- , cukup membicarakan yg pokok-pokok saja [n] alat untuk menulis [kl n] kemaluan (laki-laki) [n] pasir hitam yg bercampur emas yg dilimbang
kali ka.li [n] (1) kata untuk menyatakan kekerapan tindakan: dl satu minggu ini, dia sudah empat -- datang ke rumahku; (2) kata untuk menyatakan kelipatan atau perbandingan (ukuran, harga, dsb): harga barang kebutuhan pokok pd tahun ini dua -- lebih mahal dp harga pd tahun yg lalu; (3) kata untuk menyatakan salah satu waktu terjadinya peristiwa yg merupakan bagian dr rangkaian peristiwa yg pernah dan masih akan terus terjadi: untuk -- ini ia kena batunya; (4) kata untuk menyatakan perbanyakan atau pergandaan: dua -- dua sama dng empat [n] sungai [adv cak] barangkali: -- dia sakit [n] pejabat tinggi di Sulawesi Selatan
kalipso ka.lip.so [n] anggrek yg bunganya kemerah-merahan; Calypso bulbosa [n] bentuk musik yg mengarah ke bentuk musik tradisional di Hindia Barat, yg digubah berdasarkan lagu rakyat atau berpokok pd hal-hal yg bersifat humor
kapital ka.pi.tal [n] modal (pokok) dl perniagaan [n] besar (tt huruf spt A, B, C, dst)
karangan objektif ka.rang.an objektif karangan yg terbentuk berdasarkan pembagian logis dr pokok karangan atau hal-hal utama dl karangan
kasualisme ka.su.a.lis.me [n] paham yg menyatakan bahwa kejadian yg tidak terduga-duga merupakan pokok pangkal dr segala kejadian
kata kepala kata yg diterangkan dl kamus atau ensiklopedia (biasanya dicetak dng huruf tebal); bentuk dasar dr subentri; entri pokok; lema
kawung ka.wung [Sd n] (1) kaung; enau; (2) rokok dng daun enau sbg pembungkusnya [n] motif (corak) batik
kayu ka.yu [n] (1) pohon yg batangnya keras; (2) bagian batang (cabang, dahan, dsb) pokok yg keras (yg biasa dipakai untuk bahan bangunan, dsb) [n] gulungan (geblokan) kain putih, cita, dsb: membeli kain putih dua -- , ka.yu-ka.yu n cak (1) orang yg dijadikan alat oleh orang lain (spt orang yg disuruh membeli tanah atas namanya, tetapi sebenarnya yg memiliki tanah itu orang yg menyuruhnya); (2) laki-laki yg seakan-akan dipergundik oleh orang perempuan
kayu pacat pokok yg kecil dan berbatang keras; Anisophyllea disticha
kayu ribu pokok yg kecil dan berbatang keras; Anysophylla scortechirii
kebanyakan ke.ba.nyak.an [n] (1) perihal banyak; banyaknya; jumlahnya: bukan -- anggota yg penting, tetapi kualitasnya; (2) bagian yg terbanyak; sebagian besar: -- murid-murid di kelas kami mempunyai sepeda motor; (3) biasa: orang -, orang biasa; orang awam; (4) biasanya; pd umumnya: -- asal membayar lebih akan didahulukan pelayanannya; (5) terlampau banyak: -- merokok, tidak baik untuk kesehatan
kedai bebas bea kedai atau toko kecil di bandara, di pesawat terbang atau di kapal, yg menjual parfum, rokok, dsb dng harga bebas bea
kekohesifan ke.ko.he.sif.an [n] perihal kohesif: pekerjaan pokok yg harus dihadapi pengurus baru adalah membangun ~ dl tubuh kepemimpinan partai
kelobot ke.lo.bot [n] (1) daun pembungkus tongkol jagung (biasa dibuat rokok); (2) ki benda (alat dsb) yg digunakan secara berulang-ulang
kelugasan ke.lu.gas.an [n] (1) hal mengenai yg pokok (yg penting, yg perlu): pembicaraan dilakukan dng bertolak dr asas kehematan, ~ , dan keefisienan; (2) kesederhanaan; keluguan; kepolosan: ~ dl sikap dan dl berpakaian merupakan daya tarik tersendiri; (3) perihal tidak berbelit-belit (tt bahasa, kalimat): ~ setiap kalimat yg diutarakannya memudahkan pemahaman bagi yg mendengarkannya; (4) tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan
kepala ke.pa.la [n] (1) bagian tubuh yg di atas leher (pd manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, dan beberapa pusat indra): mayat wanita itu ditemukan tanpa --; (2) bagian tubuh yg di atas leher tempat tumbuhnya rambut: -- nya botak; (3) ki bagian suatu benda yg sebelah atas (ujung, depan, dsb): -- tongkat; (4) ki bagian yg terutama (yg penting, yg pokok, dsb): -- lakon; (5) ki pemimpin; ketua (kantor, pekerjaan, perkumpulan, dsb): -- pasukan; (6) ki otak (pikiran, akal, budi): jika kita masih punya -- , kita harus diberi jatah satu kilogram gula
kepegawaian ke.pe.ga.wai.an [n] yg berhubungan dng pegawai: Rancangan Undang-Undang tt Pokok-Pokok ~; peraturan-peraturan ~
kepeningan ke.pe.ning.an [a] menderita pening (pusing): anak itu ~ setelah merokok terlalu banyak; (2) n perihal pening: ~ nya disebabkan oleh banyaknya masalah yg harus dipecahkan
keperluan primer ke.per.lu.an primer keperluan pokok
keperluan sekunder ke.per.lu.an sekunder keperluan manusia untuk melengkapi lebih lanjut keperluan pokoknya sesuai dng kemampuan
keras ke.ras [a] (1) padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah: besi dan batu tergolong barang yg --; (2) ki gigih; sungguh-sungguh hati: ia berusaha -- untuk menyelesaikan sekolahnya; (3) ki sangat kuat; sangat teguh: mereka berpegang -- pd adat-adat lama; (4) ki dng cepat (tt naik turunnya harga barang): harga barang naik --; (5) ki membahayakan nyawa; payah (tt sakit): ia diminta agar segera pulang krn ayahnya sakit --; (6) ki hebat; menjadi-jadi: tekanan musuh semakin --; (7) ki tidak mengenal belas kasihan: sikap dan tindakannya sangat --; (8) ki tidak lemah lembut: ia memang -- tabiatnya; (9) ki bersifat mengharuskan (memaksa, tegas, dan betul-betul): dilarang -- berjalan di sini; (10) ki kuat, ketat, dan sungguh-sungguh: gedung parlemen dijaga -- oleh alat-alat negara; (11) ki kencang, cepat (tt hembusan angin): angin bertiup dng -- nya; (12) ki deras (tt arus air): sungai ini tidak berapa -- alirannya; (13) ki nyaring (tt suara): ia menjawab dng suara --; (14) ki lebat sekali (tt curah hujan): semalam hujan --; (15) ki dapat memusingkan; berat (tt rokok, tembakau): untuk saya cerutu ini terlalu --; (16) ki dapat memabukkan (tt minuman): ia mabuk krn terlalu banyak minum minuman --; (17) ki terlampau kuat daya reaksinya (tt obat): krn termasuk obat -- , obat ini tidak dijual bebas; (18) ki sangat merangsang (tt bau): biang cuka ini -- baunya; (19) ki sukar dibuka atau ditarik (tt baut, sekrup, paku): bautnya -- , sukar dibuka; (20) ki liat (tt daging): dagingnya -- , sukar dikunyah; (21) ki tidak memegas lagi (tt per mobil): mobil ini pernya sudah -- sehingga kurang enak lagi untuk dinaiki lihat buah keras
keretek ke.re.tek [n] bunyi daun terbakar [n] rokok yg tembakaunya dicampuri serbuk cacahan cengkih [n] kereta berkuda beroda dua; dokar
keriuk ke.ri.uk [n] bunyi ayam jantan berkokok
kerja sambilan pekerjaan lain sbg selingan atau tambahan selain pekerjaan pokok (biasanya pd malam hari)
keruyuk ke.ru.yuk [n] tiruan bunyi kokok ayam jantan
ketagihan ke.ta.gih.an [v] terus-menerus meminta (ingin): sekali diberi kau pasti ~; (2) a merasa sangat ingin akan sesuatu (merokok, minum kopi, dsb) krn sudah menjadi kebiasaan: ia ~ makan durian
ketupuk ke.tu.puk [n] unggas elang malam; kokok beluk
kilas ki.las [n] (1) jerat atau gelang-gelang dr rotan (untuk mengikat kaki binatang, pengayuh, dsb); (2) gulungan kain sarung pd pinggang: ia mengeluarkan rokok dr -- sarungnya [n] kilat
klausul klau.sul [n] ketentuan tersendiri dr suatu perjanjian, yg salah satu pokok atau pasalnya diperluas atau dibatasi; yg memperluas atau membatasi: hasil persetujuan antarnegara itu memuat -- jaminan atas kemerdekaan negara-negara kecil
konkordansi kon.kor.dan.si [n] (1) daftar alfabetis kata pokok dr sebuah buku atau karya seorang penulis dng konteks terdekat; (2) daftar kata (disusun secara alfabetis) dl Alkitab (kitab suci) disertai keterangan halaman buku dan kutipan naskah yg mengandung kata itu; indeks
koreografi ko.re.o.gra.fi [n] (1) seni mencipta dan menggubah tari (balet); (2) seni tari (balet): dia berhasil memasukkan unsur- unsur pokok dr seni tari Timur ke dl -- nya
kotek ko.tek [n] tiruan bunyi kokok ayam betina (biasanya setelah selesai bertelur): terdengar sangat riuh -- ayam yg sudah selesai bertelur itu [n] ekor yg berbulu
kukuk ku.kuk [Lihat {kokok}] [n Lay] bangunan kecil atau rumah-rumahan yg digunakan sbg jalan keluar masuk atau lubang dr geladak cuaca ke ruangan di bawahnya
kukuk beluk ku.kuk be.luk [Lihat {kokok beluk}]
kukuruyuk ku.ku.ru.yuk [n] tiruan bunyi ayam berkokok
kurikulum pelengkap kurikulum yg bertalian dng kegiatan yg mengaitkan siswa dng situasi luar sekolah, tetapi dapat berupa kegiatan pokok di dl kelas dan/atau sesuai dng minat siswa
langsat lang.sat [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 10-20 m, batang pokoknya lurus, bunganya berwarna putih atau kuning, buahnya menyerupai duku, bergerombol dl tandan, rasanya asam-asam manis (lebih asam dp duku), berkulit tipis, bergetah; Lansium domesticum; (2) buah langsat
lantur lan.tur , me.lan.tur v menyimpang (tt pembicaraan, angan-angan, dsb); tersesat; teralih: kita telah cukup banyak ~ , marilah kembali ke pokok persoalan
lapah la.pah , me.la.pah v (1) menguliti dan memotong-motong binatang sesudah disembelih; (2) memotong-motong (makan) daging dng potongan besar: singa itu ~ babi itu dng lahapnya [n] kotak tempat rokok (tembakau dsb); selepa
lating la.ting [n] pemantik api berupa sepotong besi yg dipantikkan pd batu sehingga mengeluarkan bunga-bunga api: untuk memasang rokoknya, Sutan memasang api dng -- , me.la.ting v membingkas; mengambul: setelah rentangan tali busur dilepas, dng cepat anak panah ~
lembar fakta dokumen yg berisi fakta penting tt pokok tertentu
lembar kegiatan siswa [Dik] bagian pokok dr modul yg berisi tujuan umum topik yg dibahas
linting lin.ting [n] satuan barang yg digulung atau dilipat: menyita tiga -- ganja kering [v] me.lin.ting v menggulung, memilin (rokok dsb) dng kedua telapak tangan: pengedar ganja itu tertangkap basah ketika ~ daun ganja kering
lisong li.song [n] (1) rokok yg tembakaunya dicampur dng kemenyan dan kelembak; (2) Jk cerutu
lugas lu.gas [a] (1) mengenai yg pokok-pokok (yg perlu-perlu) saja: pembicaraannya selalu -- , tidak pernah menyimpang ke sana-sini; (2) bersifat spt apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana: cara berdandannya -- , tidak mencolok; (3) tidak berbelit-belit: kalimatnya -- , tidak berbunga-bunga; (4) tidak bersifat pribadi; objektif: masalah itu dapat diselesaikan secara --
majemuk ma.je.muk [a] (1) terdiri atas beberapa bagian yg merupakan kesatuan: masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yg --; (2) Ek mengenai penambahan bunga kpd pokok berdasarkan waktu dng tujuan mendapatkan dasar baru untuk menghitung bunga berikutnya
makalah ma.ka.lah [n] (1) tulisan resmi tt suatu pokok yg dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dl suatu persidangan dan yg sering disusun untuk diterbitkan; (2) karya tulis pelajar atau mahasiswa sbg laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi
makan ma.kan [v] memasukkan makanan pokok ke dl mulut serta mengunyah dan menelannya: mereka -- tiga kali sehari; (2) v memasukkan sesuatu ke dl mulut, kemudian mengunyah dan menelannya: ia sedang -- pisang; (3) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan mengunyah-ngunyahnya: Nenek sedang -- sirih; (4) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan menelannya: pasien harus -- pil; (5) v mengisap: -- candu; (6) v memakai; memerlukan; menghabiskan (waktu, biaya, dsb): pembangunan jembatan ini -- waktu lama; upacara adat itu -- ongkos besar; (7) v menyerang, mematikan, mengambil (dl permainan catur): gajah -- bidak putih; (8) v bekerja sebagaimana mestinya (tt rem, gigi roda, dsb); (9) v melukai: air keras itu -- kulit; (10) v mengenai; menembus: ditembaknya tiga kali, tetapi tidak --; (11) v memperoleh sesuatu; mencapai sesuatu: layarnya tidak -- , tidak memperoleh angin [n] tempat berlindungnya hati dan kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yg disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani
manajer lini manajer yg bertanggung jawab atas pencapaian hasil salah satu bagian kegiatan terpokok perusahaan
masa tenggang waktu penanggungan pengembalian pokok pinjaman dan/atau bunga selama jangka waktu tertentu, guna mencapai akselerasi penanaman modal
mata ma.ta [n] (1) indra untuk melihat; indra penglihat; (2) sesuatu yg menyerupai mata (spt lubang kecil, jala): nenek mencoba memasukkan benang ke -- jarum; (3) bagian yg tajam pd alat pemotong (pd pisau, kapak, dsb): -- pisau itu perlu dikikir supaya tajam; (4) sela antara dua baris (pd mistar, derajat, dsb); (5) tempat tumbuh tunas (pd dahan, ubi, dsb); (6) ki sesuatu yg menjadi pusat; yg di tengah-tengah benar: (7) yg terpenting (sumbu, pokok, dsb): -- pencaharian penduduk desa itu bertani [n] satuan ukuran berat untuk candu
melangit me.la.ngit [v] menuju (terbang) ke langit; (2) a ki berlebih-lebihan; muluk-muluk (tt cita-cita); membumbung tinggi; menanjak: sejak bermain dl film itu, namanya ~; (3) v ki menjadi mahal sekali (tt harga): harga barang kebutuhan pokok di Jakarta mulai ~
melingkupi me.ling.kupi [v] (1) menutupi; menudungi: mereka ~ kepalanya dng kain putih; (2) mencakup; meliputi: bantuan pemerintah ~ seluruh kebutuhan pokok para penderita bencana alam; (3) ki menyelubungi; meliputi (suasana dsb): suasana sedih ~ upacara perpisahan itu
membualkan mem.bu.al.kan [v] mengeluarkan kepulan; mengeluarkan bergolong-golong: -- asap rokok dr mulut [v] mengobrolkan; menyombongkan: ia selalu hendak -- kepandaiannya
memopokkan me.mo.pok.kan [v] menempelkan; melepakan: ~ segumpal tanah pd pokok batang
memperganduhkan mem.per.gan.duh.kan [v] mempertukarkan dng tokok (tambahan)
memperingatkan mem.per.i.ngat.kan [v] mengingatkan: kepala sekolah ~ murid-muridnya untuk tidak merokok di sekolah
memperlengah-lengahkan mem.per.le.ngah-le.ngah.kan [v] mencari sebab sehingga orang lupa pd persoalan pokok: jangan suka ~ kami
memukul me.mu.kul [v] (1) mengenakan suatu benda yg keras atau berat dng kekuatan (untuk mengetuk, memalu, meninju, menokok, menempa, dsb): tiba-tiba ia ~ lenganku
memulung me.mu.lung [v] (1) membuat menjadi berbutir-butir (bulat kecil); menggentel (obat dsb): (2) melinting (rokok dsb)
menanam modal me.na.nam modal menanamkan uang atau barang yg digunakan sbg pokok usaha atau niaga; menanam uang
menanam uang me.na.nam uang menggunakan uang sbg pokok usaha niaga dsb; menanam modal; (2) menyimpan uang di bank untuk diambil bunganya
mencandu men.can.du [v] (1) lekat-lekat spt candu: tembakau itu sudah ~; (2) ada candunya (tt pipa rokok); pipanya sampai ~ krn tidak pernah dibersihkan; (3) gemar dan biasa mengisap candu; (4) gemar sekali; keranjingan sekali (sehingga melupakan yg lain): ia sudah ~ minum kopi setiap pagi; dia telah ~ berdansa
mencuat men.cu.at [a] menganjur atau memanjang ke depan dsb (tt ekor ayam, rokok di bibir, dsb)
menangkap me.nang.kap [v] (1) memegang (sesuatu yg bergerak cepat, lepas, dsb); memegang (binatang, pencuri, penjahat, dsb) dng tangan atau alat: nelayan itu ~ ikan dng jala; polisi telah berhasil ~ para penjahat; (2) menerkam: harimau liar itu ~ kambing penduduk; (3) menadah (menyambut, menampung) barang yg dilemparkan: penjaga gawang ~ bola dng menjatuhkan diri; (4) mendapati (orang berbuat jahat, kesalahan, rahasia, dsb): guru itu ~ beberapa pelajar yg merokok di dl kelas; (5) menerima (suara, siaran radio, dsb): pesawat radio ini dapat ~ siaran dr luar negeri; (6) dapat memahami (mengetahui dsb): aku tidak dapat ~ isi pembicaraan mereka krn mereka menggunakan kata-kata sandi; (7) mencerap; menerima (dng pancaindra): pemimpin rakyat harus dapat ~ aspirasi rakyatnya; (8) makan atau mengena (tt pancing dsb): sudah sejam lebih pancingnya belum juga ~
mendasar men.da.sar [v] bersifat dasar (asas, pokok): hal itu merupakan permulaan dr persoalan besar yg lebih ~
mendasari men.da.sari [v] menjadi dasar (asas, pokok): ayat-ayat itulah yg ~ argumentasinya
mending men.ding [a cak] (1) lebih baik (dp yg lain); agak baik; lumayan: film ini -- dp yg dipertunjukkan sebelumnya; (2) lebih baik kalau ...: mengapa beli rokok, -- beli gado-gado; -- digaji dua bulan dp diberi ongkos jalan
menebang me.ne.bang [v] memotong (pokok, batang) pohon, biasanya yg besar-besar: ia ~ pohon jambu; ~ kayu jati
mengagihkan meng.a.gih.kan [v] membagi(kan); memberikan: ia sering ~ rokoknya kpd teman
mengasapi meng.a.sapi [v] (1) memberi asap kpd: ia ~ mata orang itu dng asap rokoknya; (2) memasak (mengeringkan, membersihkan, mengharumkan, dsb) dng asap
mengeluarkan me.nge.lu.ar.kan [v] (1) membawa (menyebabkan dsb) keluar; memindahkan sesuatu dr sebelah dalam ke sebelah luar: ia ~ rokok dr kantongnya; (2) melahirkan perasaan (pendapat dsb): ia merasa lega dapat ~ isi hatinya; (3) memberikan perintah (surat keputusan dsb): Jaksa Agung ~ perintah penangkapan; (4) membelanjakan: ia sudah ~ uang banyak untuk pesta itu; (5) menerbitkan (buku dsb): Pusat Bahasa telah ~ Kamus Besar Bahasa Indonesia; (6) mengadakan atau menyediakan (uang dsb): apabila Anda bersedia menjalankan perusahaan itu, saya akan ~ modalnya; (7) mengirimkan ke luar negeri; mengekspor: Indonesia banyak ~ karet dan timah ke Eropa; (8) memecat (melepas) pegawai (murid dsb); memberhentikan dr pekerjaan (sekolah, dsb): perusahaan itu terpaksa ~ beberapa karyawannya; (9) menghasilkan (barang, bahan, dsb): pabrik itu baru saja ~ produk terbarunya
mengepulkan me.nge.pul.kan [v] mengeluarkan asap berkepul-kepul: ia menjawab sambil ~ asap rokoknya
mengeroncongkan me.nge.ron.cong.kan [v] menganjurkan (bibir spt orang mengepulkan asap rokok)
menghilirkan meng.hi.lir.kan [v] (1) menghanyutkan ke hilir; melayarkan ke hilir (tt perahu, rakit); (2) ki membawa atau mengarahkan pembicaraan pd pokok tertentu
mengintroduksi meng.in.tro.duk.si [v] (1) memperkenalkan (orang-orang) dng cara menyebutkan nama masing-masing dl tata cara resmi yg lazim: ketua perutusan itu ~ anggota perutusannya kpd Presiden; (2) mempergunakan atau memperlakukan sesuatu untuk pertama kalinya: Jepang ~ karet sintetis dl industri-nya, di samping pemakaian karet alam; (3) mengajukan: pemerintah ~ rancangan undang-undang kpd Dewan Per-wakilan Rakyat; (4) mengetengahkan: ~ pokok pembicaraan dl suatu pertemuan
menjalar men.ja.lar [v] (1) berjalan melata (tt binatang yg panjang spt ular): ular itu ~ di sela-sela akar pepohonan; (2) merambat (tt tumbuhan yg berpokok panjang spt rotan): pohon rotan itu ~ ke mana-mana; (3) menular (tt penyakit): penyakit kolera telah ~ ke seluruh kampung; (4) merembet (tt api): api ~ dr satu bangunan ke bangunan lain di sekitarnya; (5) meluas; merata: berita itu sudah ~ ke seluruh pelosok kota
menyambilkan me.nyam.bil.kan [v] melakukan suatu pekerjaan bersamaan waktunya dng pekerjaan pokoknya: sementara menjaga warung, saya -- memperbaiki jam tangan
menyambut me.nyam.but [v] (1) menerima: kami -- penghargaan itu dng rasa haru; (2)memberi tanggapan (balasan, jawaban, reaksi, dsb) atas: penduduk -- kebijakan lurahnya dng sikap positif; (3)menangkap; menadah: saya -- bola yg dilemparkan kpd saya; (4) menyongsong (kedatangan orang, hari peringatan, dsb): kami -- hari depan yg lebih baik; (5)membalas (menangkis serangan): pasukan itu -- serangan musuh dng gigihnya; (6) membeli dng cara membayar kemudian; mengutang; mengebon: Paman -- sebungkus rokok ke warung
menyandari me.nyan.dari [v] (1) memasang sesuatu untuk bersandar; menyangga; (2) bersandar pd: ia merokok dng -- tembok
menyandarkan me.nyan.dar.kan [v] (1) meletakkan dsb bersandar pd: ia -- sepedanya pd tembok; (2) menggantungkan hidup pd; mempercayakan hidup pd: laki-laki itu -- hidup keluarganya pd hasil berjualan rokok [v] memberikan barang sbg sandar: saya mau -- cincin ini
menyarap me.nya.rap [v] berhamburan spt sarap: kartu, uang, rokok, dsb -- di lantai ruang perjudian itu; (2) a tidak berharga
menyasar serbuan me.nya.sar serbuan tempat atau bentuk medan yg terpilih, yg harus direbut sehubungan dng suatu serangan dan apabila medan ini sudah terebut berarti dapat diselesaikan suatu babak atau fase yg penting dr tugas pokok
menyirihi me.nyi.rihi [Mk v] menyorongkan atau menyuguhkan sirih (tembakau, rokok)
menyirihkan me.nyi.rih.kan [v] menyorongkan (rokok, tembakau, dsb)
menyubsider me.nyub.si.der [v] mengganti apabila hal pokok tidak terjadi; menggantikan: undang-undang itu tidak mengatur bahwa hukuman kurungan dapat digunakan untuk -- uang hasil korupsi
menyulut me.nyu.lut [v] memasang (api dsb); menyalakan: ia -- pelita; anak itu -- petasan ; orang itu -- rokok
menyundut me.nyun.dut [v] mencucuh (dng puntung rokok dsb); menyulut
merangkum me.rang.kum [v] (1) membawa dl pelukan: ia ~ kain-kain itu dan membawanya ke luar; (2) meliputi; melingkung(i): rasa cemas selalu ~ hatinya; (3) menyatukan (merangkai) pokok-pokok pembicaraan (uraian, dsb) yg terpencar; meringkas (uraian, dsb) dl bentuk pokok-pokok saja; (4) ki memeluk: ibu itu ~ dan mencium anaknya yg baru tiba
merugikan me.ru.gi.kan [v] (1) mendatangkan rugi kpd; menyebabkan rugi: pemogokan itu ~ perusahaan jutaan rupiah; (2) sengaja menjual lebih rendah dp harga pokok: ada pedagang yg ~ barang dagangannya krn perlu uang; (3) mendatangkan sesuatu yg kurang baik (spt kerusakan, kesusahan) kpd: peraturan ujian itu sangat ~ para peserta ujian
minum mi.num [v] (1) memasukkan air (atau benda cair) ke dl mulut dan meneguknya: hampir setiap pagi ayahku -- susu; (2) mengisap: dilarang -- rokok di tempat penjualan bensin; -- madat
minuman mi.num.an [n] barang yg diminum: di depot itu dijual -, rokok, dan obat-obatan
modal mo.dal [n] (1) uang yg dipakai sbg pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dsb; harta benda (uang, barang, dsb) yg dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yg menambah kekayaan dsb: ia menanam -- nya dl perusahaaan itu; (2) ki barang yg digunakan sbg dasar atau bekal untuk bekerja (berjuang dsb): keberanian merupakan -- pertama dl ujian
modul lengkap modul tt suatu masalah yg disusun untuk melengkapi modul pokok tt masalah itu
mole mo.le [n] tembakau yg biasa diisap sbg rokok
mula mu.la [n] (1) asal; awal; pokok asal: bagaimana -- nya sehingga kaudapatkan barang itu?; (2) yg paling awal; yg dahulu sekali; waktu (tempat, keadaan, dsb) yg menjadi pangkal: pd -- nya bukan kota, melainkan dusun kecil; (3) lantaran; sebab: apa -- nya sehingga engkau menjadi begini?
nilai keagamaan konsep mengenai penghargaan tinggi yg diberikan oleh warga masyarakat pd beberapa masalah pokok dl kehidupan keagamaan yg bersifat suci sehingga menjadikan pedoman bagi tingkah laku keagamaan warga masyarakat bersangkutan
nominatif no.mi.na.tif [n Ling] (1) kasus yg menandai nomina atau yg sejenisnya sbg pokok kalimat (subjek); (2) bentuk kata benda yg timbul sbg subjek; bagian kata benda dr suatu predikat atau sbg keterangan pd bagian kalimat
nomor induk nomor menurut catatan dl buku induk (buku pokok catatan daftar nama dsb)
nonindustri non.in.dus.tri [n] yg bukan industri: negara yg berpokok penghidupan bukan dr bidang industri disebut negara --
numeralia multiplikatif [Ling] numeralia yg menyatakan beberapa kali perbuatan terjadi, msl sekali, dua kali, dsb; -- partitif Ling numeralia yg menyatakan pecahan, msl setengah, sepertujuh, dsb; -- pokok Ling numeralia yg memberi jawaban atas pertanyaan berapa?; -- tingkat Ling numeralia yg memberi jawab atas pertanyaan ke berapa?
objek ob.jek [n] (1) hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; (2) Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb: -- penelitian ini adalah tata kehidupan suku terasing di Riau; (3) Ling nomina yg melengkapi verba transitif dl klausa, msl teh manis dl kalimat Kiki minum teh manis; (4) hal atau benda yg menjadi sasaran usaha sambilan: berdagang kain menjadi salah satu -- orang- orang di kota itu; (5) Fis titik atau himpunan yg bertindak sbg sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa; -- afektif objek langsung yg dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dng objek efektif); msl buku dl mereka membaca buku, jalan dl anak-anak sedang menyeberang jalan
obrol ob.rol , meng.ob.rol v bercakap-cakap atau berbincang-bincang secara santai tanpa pokok pembicaraan tertentu: setiap pagi mereka -- di warung kopi itu
onomatope ono.ma.to.pe [n] kata tiruan bunyi, msl "kokok" merupakan tiruan bunyi ayam, "cicit" merupakan tiruan bunyi tikus
pajak tidak langsung pajak yg secara tidak langsung dikenakan kpd wajib pajak, spt cukai rokok
pak [cak kp] bapak [n] (1) bungkusan dr pabrik berisi barang dl jumlah tertentu (tt rokok, teh, garam, dsb); (2) peti berisi barang-barang; kemasan barang; bandela [n] hak mengusahakan milik (tanah dsb) orang atau memborong sesuatu yg mendatangkan hasil dng membayar sewa (pajak) setiap tahun
pakpung pak.pung [n] rokok yg mengandung morfin
palas pa.las [n] pohon palem yg daunnya spt kipas, daun yg tua dapat dibuat atap, yg muda dipakai sbg kertas rokok atau pembungkus kue; Licuala [n Lay] geladak (termasuk anjungan)
pangkal pang.kal [n] (1) bagian permulaan atau bagian yg dianggap sbg dasar (terutama tt benda yg panjang spt pohon, tongkat, tiang): -- pohon; (2) awal; permulaan; asal; sebab utama: -- perselisihan itu sebenarnya hanya persoalan yg sepele saja; hemat -- kaya; (3) pokok; bagian (isi) yg utama: baiklah kita kembali kpd -- pembicaraan semula; (4) modal; kapital: -- usahanya diperoleh dr kredit bank; (5) Ling morfem, kata, atau frasa yg bergabung dng afiks, msl olah pd mengolah, atau tani pd bertani
pangkal cerita pokok cerita
pangkal kata kata pokok; (2) permulaan atau pokok pembicaraan
paragraf pa.ra.graf [n] bagian bab dl suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dng garis baru); alinea
pasal pa.sal [n] (1) bagian dr bab; artikel (dl undang-undang): bahasa negara adalah bahasa Indonesia tercantum dl salah satu -- UUD 1945; (2) hal; perkara; pokok pembicaraan (perselisihan dsb): -- begitu saja kaumasukkan ke dl hati; (3) sebab; lantaran: rupanya itulah -- nya mengapa dia merajuk
pati pa.ti [n] (1) tepung halus dari endapan ubi, singkong, dsb yg diparut; hati batang sagu dsb setelah diremas-remas dng air: ia membuat -- singkong; -- sagu; (2) ki yg terpenting atau yg terutama; pokok isi; inti sari: -- pembicaraan; -- kata bukanlah hanya peribahasa semata-mata [n] kematian: denda -- , denda krn membunuh orang
pedoman pe.do.man [n] (1) alat untuk menunjukkan arah atau mata angin (biasanya spt jam yg berjarum besi berani); kompas: sebelum ada -- , orang menggunakan bintang untuk menentukan arah perjalanan perahu; (2) kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan; (3) hal (pokok) yg menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu: di samping syarat-syarat yg lain, para penyunting perlu menguasai -- ejaan; (4) pemimpin (yg menerangkan cara menjalankan atau mengurus perkumpulan): surat edaran dr -- besar
pekerjaan pe.ker.ja.an [n] (1) barang apa yg dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dsb); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan: begitulah ~ nya sehari-hari, memelihara tanaman dan menata taman; (2) pencaharian; yg dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yg dilakukan untuk mendapat nafkah: ia sedang berusaha mencari ~; (3) hal bekerjanya sesuatu: berkat ~ mesin baru, hasilnya sangat memuaskan
pelintingan pe.lin.ting.an [n] proses, cara, perbuatan melinting: ~ rokok juga dilakukan oleh mesin
pemulung pe.mu.lung [n] orang yg mencari nafkah dng jalan mencari dan memungut serta memanfaatkan barang bekas (spt puntung rokok) dng menjualnya kpd pengusaha yg akan mengolahnya kembali menjadi barang komoditas; orang yg memulung
pencaharian pen.ca.ha.ri.an [n] pekerjaan dsb yg menjadi pokok penghidupan: mata ~
pencarian pen.ca.ri.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mencari: ~ buron yg dilakukan pihak polisi itu mengalami kegagalan; (2) pekerjaan dsb yg menjadi pokok penghidupan: ~ nya berdagang
pengawasan preventif peng.a.was.an preventif [Adm] pengawasan thd peraturan daerah dan keputusan kepala daerah mengenai pokok tertentu yg baru akan berlaku sesudah ada pengarahan pejabat yg berwenang
pengisap asap peng.i.sap asap orang yg mengisap asap rokok orang lain
pengomprong peng.om.prong [n] orang yg pekerjaannya mengomprong: banyak pabrik rokok yg melakukan pembelian langsung dr petani dan sekaligus juga menjadi -
pengudut peng.u.dut [n] (1) pengisap rokok (madat); (2) alat untuk mengisap rokok (madat) berupa pipa (panjang)
penjualan pen.ju.al.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menjual: ~ barang kebutuhan pokok lancar dan mantap; (2) tempat menjual: krn spekulasi, ~ valuta asing sangat ramai
penting pen.ting [a] (1) utama; pokok: perkara --; (2) sangat berharga (berguna): pelajaran itu -- bagi anak-anak; (3) mempunyai posisi yg menentukan (dl pemerintahan, perusahaan, dsb spt pejabat atau direktur): dia orang -- di negaranya [n] tiruan bunyi "ting", spt bunyi gitar dipetik, uang logam dilemparkan , ber.pen.ting.an v terpelanting ke mana-mana; berpelantingan
penyirihan pe.nyi.rih.an [n] proses, cara, perbuatan memberikan, menyorongkan sirih, tembakau, rokok kpd (tamu dsb)
per- (pe- ) prefiks pembentuk nomina (1) yg memiliki: persegi; pemalu; (2) yg menghasilkan: pedaging; petelur; (3) yg biasa melakukan (sbg profesi, kegemaran, kebiasaan): pertapa; petinju; pelajar; (4) yg melakukan pekerjaan mengenai diri: peubah; (5) yg dikenai tindakan: pesuruh; petatar; (6) orang yg biasa bekerja di: pelaut; peladang; (7) orang yg gemar: perokok; pendaki gunung
perfilman per.film.an [n] pokok (hal) yg bersangkutan dng film
pergi berempap pergi ber.em.pap , pulang eban [pb] pulang pokok (tidak beruntung dan tidak merugi)
periferal pe.ri.fe.ral /pErifEral/ (1) a tidak mengenai pokoknya; kurang penting; perifer; (2) n El peranti komputer yg dihubungkan dng kompresor, spt monitor tampilan, panel kunci ketik, pencetak, penggerak disket
perlenteh per.len.teh [n] (1) orang yg suka berkeliaran; pemalas (tidak suka bekerja): baru saja ia duduk, sudah datang seseorang -- meminta rokok; (2) kl penjahat; pencuri
perselisihan per.se.li.sih.an, selisih prayudisi [Huk] persengketaan yg harus diputus terlebih dahulu sebelum perkara pokok dapat diadili dan diputus
persen per.sen [n] hadiah; pemberian; uang sirih; uang rokok
perseverasi per.se.ve.ra.si [n] kemampuan berpegang teguh pd suatu pokok tertentu ketika berpikir atau menafsirkan sesuatu ataupun ketika mengamat-amati
pertanda per.tan.da [kl n] pelebaya; algojo: -- itu pun dipanggil menghadap dan disuruhnya membunuh prajurit itu [n] gelagat; alamat: turunnya burung ke tanah merupakan -- akan hujan [n] (1) tanda; alamat: kokok ayam adalah ~ hari menjelang pagi; (2) pemberian pd saat bertunangan
perumpung pe.rum.pung [n] tumbuhan gelagah (spt pokok tebu), biasanya tumbuh di tepi sungai dsb; gelagah perumpung; Eulia japonica
pilar pi.lar [n] (1) tiang penguat (dr batu, beton, dsb): sebuah monumen yg terdiri atas lima -- berdiri dng megahnya; (2) ki dasar (yg pokok); induk: partai itu disederhanakan menjadi tujuh organisasi --; (3) Kap tiang berbentuk silinder pejal atau berongga untuk menyangga balok geladak atau bagian konstruksi lain di kapal
pipa pi.pa [n] (1) barang yg bentuknya bulat panjang, tengahnya berongga dr ujung ke ujung, digunakan untuk mengalirkan barang cair atau gas; pembuluh; buluh-buluh: -- air; -- minyak; (2) alat untuk menyambung rokok (dibuat dr tulang, gading, dsb): -- rokok; -- tembakau; (3) cerobong: -- pabrik gula
pita pi.ta [n] (1) jalur (kain dsb) yg panjang: -- mesin tulis; kado itu dibungkus dng kertas dan dikebat dng -- merah; (2) cak lajur kertas pendek sbg tanda sudah membayar bea dan cukai: rokok tanpa -- seharga dua juta rupiah disita
pita cukai pita dr kertas yg bertuliskan harga ditempelkan pd bungkus rokok dsb
pohon po.hon [n] (1) tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- asam; -- mangga; (2) bagian yg permulaan atau yg dianggap dasar; pangkal; (3) asal mula; pokok sebab [v] , me.mo.hon v meminta dng hormat: ~ ampun kpd Allah
pohon kayu batang kayu; pokok kayu
pola ilustratif pola organisasi karangan yg membuat pengertian suatu tesis atau kalimat pokok menjadi lebih jelas dng melalui pelbagai contoh, perbandingan, dan kontras
pongkol pong.kol [Jk n] pangkal (pokok) batang (yg tertanam di tanah); umbi: -- pisang
primer pri.mer [a] yg pertama; yg terutama; yg pokok: kebutuhan --
prinsip prin.sip [n] asas (kebenaran yg menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dsb); dasar
prinsipiil prin.si.pi.il [a] mengenai atau bertalian dng prinsip (asas); yg terpenting; bagian utama (pokok) mendasar: perbedaan -- sebenarnya tidak ada
pulang kepada jatuh kpd: kalau ada suatu hal, -- kpd saya, saya yg menanggung; sekalian itu -- kpd soal yg satu itu, berpokok pd soal yg satu itu
pulang modal tidak beroleh untung ataupun menderita rugi; kembali pokok
punca pun.ca [n] (1) ujung (tali, benang, obor, dsb); ujung atau sudut kain (selendang, sebai, dsb) yg lepas atau terjulai; (2) tingkat permulaan (tt pengetahuan); pengantar (ilmu pengetahuan dsb): buku -- bahasa Jepang; (3) pangkal (asal mula, lantaran); pokok (pembicaraan dsb): -- perselisihan yg sukar diselesaikan; (4) sumber (berita, penghidupan, dsb): kabar-kabar kita peroleh dr -- yg layak dipercaya [n] -- beliung angin puting beliung; olakan angin: tiba-tiba turun angin -- beliung
puntung pun.tung [n] (1) sisa rokok (kayu dsb) yg sudah terbakar sebagian; (2) buntung; kudung: baju --; celana --; (3) cak merugi: dasar sial, sepuluh kali beruntung sebelas kali --
pusat pu.sat [n] (1) tempat yg letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; (2) titik yg di tengah-tengah benar (dl bulatan bola, lingkaran, dsb): -- bumi; -- lingkaran; (3) pusar; (4) pokok pangkal atau yg menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dsb): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; (5) orang yg membawahkan berbagai bagian; orang yg menjadi pumpunan dr bagian-bagian
pusat pembicaraan pokok pembicaraan
pusat pemerintahan tempat yg menjadi pokok kedudukan pemerintahan
putusan akhir pu.tus.an akhir [Huk] putusan pd akhir pemeriksaan perkara dl sidang pengadilan yg berisi pertimbangan menurut kenyataan, pertimbangan hukum, dan putusan pokok perkara
rafidi ra.fi.di [n] ajaran agama yg menyimpang dr ajaran yg pokok
rambai ayam pokok yg kecil dan berbatang keras; Baccaurea brevipes
roti ro.ti [n] makanan yg dibuat dr bahan pokok tepung terigu, banyak macamnya
rugi ru.gi [a] (terjual) kurang dr harga beli atau modalnya; tidak mendapat laba: -- sedikit dijualnya juga krn ia memerlukan uang tunai; (2) a kurang dr modal (krn menjual lebih rendah dp harga pokok): jika dijual Rp550.000,00, -- nya Rp50.000,00; (3) a tidak mendapat faedah (manfaat); tidak beroleh sesuatu yg berguna: ia merasa -- mengikuti kursus itu krn apa yg diajarkan di kursus itu telah dipelajarinya setahun yg lalu; (4) n sesuatu yg kurang baik (tidak menguntungkan); mudarat: apa -- nya kalau kaumaafkan kesalahan adikmu itu
rumah besar rumah yg pokok; rumah induk
sambi sam.bi [Jw v] , me.nyam.bi v melakukan pekerjaan lain di samping pekerjaan pokok pd waktu senggang; melakukan kegiatan rangkap: ia tidak hanya mengawasi pekerja, tetapi juga -- mengumpulkan tanaman hias; banyak mahasiswa yg -- bekerja
sampingan sam.ping.an [n] sesuatu yg bukan pokok; sambilan: ia memperoleh penghasilan -- yg lumayan
sandang pangan pakaian dan makanan (sbg kebutuhan pokok)
sangga sang.ga [n] sesuatu yg digunakan untuk menyangga (menopang dsb); penyangga; penopang [Jw n] ukuran banyaknya padi yg sama dng lima ikat: di lumbung masih terdapat -- padi [n] majelis biksu Buddha yg keanggotaannya dapat dr segala kasta, merupakan bagian dr tiga pokok keimanan dl agama Buddha [n] satuan terkecil dl pramuka
sari sa.ri [n] (1) isi utama (dr suatu benda); pati: -- buah-buahan; -- makanan; (2) pokok isi (karangan, berita, dsb); bagian terpenting (tt pelajaran dsb); ikhtisar (dr uraian, pidato, dsb): -- berita sepekan; (3) butir-butir pd bunga yg mengandung sel jantan (sbg alat pembiakan bagi tumbuh-tumbuhan), spt serbuk sari [kl n] bunga: taman -- [Jk n] , sa.ri-sa.ri n tiap-tiap hari; saban sari: tidak spt -- nya, tidak spt setiap hari; tidak spt biasanya; luar biasa [n] pakaian wanita tanpa jahitan, panjangnya 5-7 m, terlilit rapi, ujung yg satu menutup tubuh, ujung yg lain disampirkan di pundak dan terjuntai di dada
sari berita pokok isi berita
sari pati sa.ri pa.ti [n] inti atau pokok yg terpenting dr sesuatu (perkara, karangan, pembicaraan, dsb): -- ceramah
saron sa.ron [n] alat musik gamelan yg berupa bilah-bilah logam yg diletakkan di atas wadah kayu berongga, jumlah bilahnya sebanyak nada pokok tangga nada, antara 6-8
sastra erotik sastra yg tema pokoknya masalah cinta berahi
sebutan se.but.an [n] (1) sesuatu yg disebut atau disebutkan; panggilan; nama; gelar: ia disangka orang kaya, tetapi -nya saja kaya, sebenarnya tidak; buku itu dl -- berharga Rp10.000,00, sebenarnya hanya Rp9.000,00; (2) panggilan; nama; gelar: ia memperoleh -- "macan bola" krn ia pemain sepak bola yg ulung; (3) kutipan: dl karangan tercantum berpuluh-puluh -- dr berbagai-bagai kitab karangan orang-orang pandai; (4) lafal; ucapan: -- untuk huruf W adalah /wE/; (5) sesuatu yg selalu dipercakapkan orang; buah mulut; gamit-gamitan: ia menjadi -- banyak orang krn perbuatannya; (6) Ling bagian kalimat yg menceritakan atau memberi pernyataan tt pokok kalimat; predikat, msl "menangis" dl kalimat Adik menangis adalah sebutan
sedot se.dot [v] me.nye.dot v (1) mengisap; menghirup: -- udara; -- rokok; -- bensin; (2) ki mengambil bagian lain; menghabiskan: kongres itu -- dana ratusan juta; (3) ki menggunakan; mempekerjakan: pabrik itu -- tenaga kerja ribuan orang
selangit se.la.ngit [n ki] setinggi langit (tt harga); sangat tinggi (mahal): harga bahan pokok ~
selepa se.le.pa [n] wadah kecil yg terbuat dr perak dsb, bentuknya bermacam-macam, digunakan untuk menyimpan tembakau (rokok, sirih, dsb)
selepi se.le.pi [n] wadah kecil yg dibuat dr anyaman pandan dsb untuk menyimpan tembakau (rokok dsb)
sengketa seng.ke.ta [n] (1) sesuatu yg menyebabkan perbedaan pendapat; pertengkaran; perbantahan: perkara yg kecil dapat juga menimbulkan -- besar; daerah -- , daerah yg menjadi rebutan (pokok pertengkaran); (2) pertikaian; perselisihan: -- di dl partai itu akhirnya dapat diselesaikan dng baik; (3) perkara (dl pengadilan): tidak ada -- yg tidak dapat diselesaikan
seri se.ri [n] cahaya; semarak; (2) n kemuliaan; keindahan; (3) a cantik; bagus [kl n] yg mulia; sri [v] , me.nye.ri v mengisap madu bunga (tt kupu-kupu, kumbang, dsb) [a] (1) seimbang; tidak ada yg menang dan tidak ada yg kalah: pertandingan antara dua kesebelasan itu berhasil --; (2) tukar-menukar barang dng tidak memakai tambahan; tukar guling; (3) kedua belah pihak sama-sama mau; (4) cak pulang (kembali) pokok (tidak beruntung dan tidak rugi): kalau di-jual dua juta rupiah, -- saja
sewat se.wat [v] me.nye.wat v menyambar; menggaet; menjambret: sering ada orang yg pura-pura mencari puntung rokok, padahal mau -- pakaian di jemuran
sigaret si.ga.ret [n] rokok
singkat kata pendek kata; pendeknya; pokoknya
siong si.ong [n] rokok yg tembakaunya dibubuhi kelembak dan kemenyan (banyak terdapat di Jawa Tengah)
sistem pengarsipan cara penyimpanan arsip (dapat berupa sistem abjad, sistem nomor, atau sistem pokok soal)
slof [n] kemasan rokok berisi 5, 10, atau 20 bungkus: ia mampu menghabiskan lima -- rokok dl sebulan
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
subjektif sub.jek.tif [a] mengenai atau menurut pandangan (perasaan) sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya: segala sesuatu hendaklah dibahas secara objektif, jangan secara --
subsider sub.si.der [a Huk] sbg pengganti apabila hal pokok tidak terjadi (spt hukuman kurungan sbg pengganti hukuman denda apabila terhukum tidak membayarnya)
substansi sub.stan.si [n] (1) watak yg sebenarnya dr sesuatu; isi; pokok; inti; (2) unsur; zat: pembakaran terjadi sbg hasil persenyawaan sebuah -- dng oksigen; dl konferensi akan dihimpun -- masalah yg akan kita bicarakan dl pertemuan tingkat tinggi mendatang; (3) kekayaan; harta: pikiran itu merupakan -- yg tidak kelihatan; (4) Ling medium yg dipakai untuk mengungkapkan bahasa
sudut su.dut [n] (1) penjuru; pojok: -- bilik; -- mata; (2) Mat bangun yg dibuat oleh dua garis yg berpotongan di sekitar titik po tongnya: -- tumpul; -- siku-siku; (3) tempat yg jauh-jauh dan tidak mudah dikunjungi; pelosok: bendera merah putih berkibar sampai ke -- kota; (4) segi (arah pandangan, pokok, atau dasar pandangan yg tentu): ditinjau dr -- keamanan, daerah itu boleh dijadikan permukiman
tajuk berita kalimat pendek atau frasa yg ditempatkan secara mencolok pd sebuah berita dng menggunakan huruf yg menonjol; berita pokok; berita utama
tajuk rencana karangan pokok dl surat kabar, majalah, dsb
talas ta.las [n] (1) tumbuhan berumbi, daun muda dan tangkai mudanya dapat disayur, umbinya menjadi makanan pokok di Irian; keladi; Colocasia esculenta; keladi; (2) umbi talas
tali api tali dr sabut dsb yg dipakai sbg api-api; tali kain yg dibakar apabila memasang rokok orang besar pd zaman dahulu
tambah tam.bah [n] (1) yg dibubuhkan pd yg sudah ada supaya menjadi lebih banyak (lebih besar dsb); imbuh; tokok: sudah diberi banyak masih meminta --; (2) cak menjadi lebih banyak (besar dsb); (3) cak ditambah: dua -- satu sama dng tiga
tambahan tam.bah.an [n] (1) yg ditambahkan (dibubuhkan); (2) lampiran susulan; pelengkap; (3) imbuh; tokok; ekstra
tampang tam.pang [n] (1) keratan rata (spt keratan ubi, mangga); (2) irisan pipih rata (tt roti dsb); bungkah yg bentuknya spt bata (tt timah); (3) nama uang timah (1/16 ringgit); (4) ark garis tengah (bulatan) [n] rupa muka; bentuk muka: -- nya mirip benar dng adiknya [Mk n] (1) benih; bibit; biji; lembaga; janin; (2) pokok pangkal; asal mula: inilah -- sengketa antara kedua keluarga itu
tampuk tam.puk [n] (1) ujung tangkai yg melekat pd buah; (2) berbagai hiasan sbg penutup (di atas, di ujung, atau pd pangkal sesuatu); berbagai-bagai tangkai yg kecil atau pendek (spt gagang pistol, pegangan cerek); (3) ki pucuk (dl arti yg tertinggi); yg menjadi pokok pangkal; yg terutama
tanaman tumpang sari ta.nam.an tumpang sari tanaman yg ditanam pd waktu yg sama di sela-sela tanaman pokok
tar [Lihat {tir}] [n] tiruan bunyi mencambuk [n] kue yg dibuat dr tepung terigu, gula, mentega, telur, dsb berbentuk bulat dng ukuran besar [n] komponen dl asap rokok yg tinggal sbg sisa sesudah dihilangkannya komponen nikotin dan cairan, bersifat karsinogenik
tebeng te.beng [n] pendinding (dr kajang, layar, tikar, dsb) untuk menolak panas matahari: -- jendela; -- pintu [Jk v] me.ne.beng v menumpang (makan, merokok, membaca surat kabar, dsb) tanpa membayar: ia membawa mobil dan kami ikut ~ keliling kota [v] ber.te.beng v bergunting rambut: sebulan sekali dia ~ di salon dekat rumahnya
tema te.ma [n] pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah sajak, dsb): -- sandiwara ini ialah "yg keji dan yg jahat pasti akan kalah oleh yg baik dan mulia"
tembakau tem.ba.kau [n] (1) tumbuhan berdaun lebar, daunnya diracik halus dan dikeringkan untuk bahan rokok, cerutu, dsb; Nicotiana tabacum; (2) racikan daun tembakau yg sudah kering untuk rokok, sugi, dsb
tembakau deli [cak] daun tembakau yg dikirim ke Eropa untuk dijadikan daun penggulung rokok cerutu
tembakau sek tembakau rokok pilihan yg halus racikannya
tempaus tem.pa.us [n] bahan bau-bauan (untuk pengisi rokok dsb)
tenam te.nam [n] tumbuhan (pokok), damar mata kucing, mersawah merah; Anisophyllea costata
teratap te.ra.tap, me.ne.ra.tap [Jw a] terperanjat; serasa takut-takut dl hati; serasa berdebar-debar: banyak warga yg ~ melihat harga makanan pokok yg naik berlipat
terkait ter.ka.it [v] (1) sudah dikait; tidak sengaja mengait; (2) dapat dikaitkan: masalah itu ~ dng pembahasan sebelumnya; (3) bersangkut paut (dng); berhubungan (dng): kerusuhan itu ~ dng langkanya sebelum bahan pokok; (4) ada kaitannya; ada hubungannya: instansi yg ~ diundang dl seminar itu
terlayap ter.la.yap [v] tertidur: baru saja mereka ~ sudah pula diganggu suara kokok ayam
tertambat ter.tam.bat [v] (1) terikat (pd): kuda itu ~ pd pokok kayu; (2) ki terpikat; tertawan (hati): hatinya sudah ~ pd gadis itu
terutama ter.u.ta.ma [a] (1) paling utama (penting, perlu): yg ~ kita pikirkan sekarang ialah bantuan pangan kpd para korban gempa bumi; (2) pokok; pertama sekali: kenaikan pendapatan itu ~ berasal dr pajak; (3) lebih-lebih; teristimewa: tidak mudah menjadi ibu yg baik, ~ bagi wanita karier; seluruh pemuda, ~ pelajar dan mahasiswa, pasti mendukung rencana itu
tiang penghidupan pokok pencaharian
timarah ti.ma.rah [n] kertas timah (untuk membungkus teh, rokok, dsb)
tipe tenaga jenis ternak yg dikembangbiakkan dng tujuan pokok untuk mendapatkan tenaganya (sbg penarik pedati, penarik roda, dsb)
titik impas titik yg menunjukkan hasil penjualan hanya untuk menutup harga pokok produk (tidak ada untung atau rugi)
titik tolak titik pangkal; (2) ki pokok kesepakatan: kedua kubu belum mencapai -- tolak dl perundingan itu
tobang to.bang [n] pesuruh tentara atau polisi yg bertugas membelikan rokok, menyiapkan makanan, dan membersihkan perlengkapan militer
tonggak tong.gak [n] (1) balok (kayu, batu, dsb) yg dipasang tegak; (2) tiang (rumah, jembatan, dsb); (3) pal (ukuran jauh 1.500 m); (4) tunggul (pangkal batang kayu yg masih tegak); sisa batang kayu yg sudah dipotong (yg ada di dl air dsb); (5) pokok; asal; (6) ki orang yg sangat pendiam [v] me.nong.gak v menuangkan (air dsb) ke mulut dr cerek, kendi, botol, dsb; menuangkan (obat, tepung, dsb) ke mulut
topang to.pang [n] penyokong atau penunjang (kayu dsb) yg bercagak: krn buahnya sarat, pokok pisang itu terpaksa ditunjang dng -- [v] , ber.to.pang v (1) dibantah; ditegah: segala katanya tidak ~; (2) berbantah; bertengkar: suka ~ dng kawan akibatnya kurang baik
topik to.pik [n] (1) pokok pembicaraan dl diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi: masalah yg akan menjadi -- sidang DPA ke-4 tahun itu ialah "Pemerataan dl Pembangunan Regional dan Pedesaan"; (2) hal yg menarik perhatian umum pd waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan
tualang tu.a.lang [a] (1) beterbangan tidak keruan (tt lebah); (2) (orang yg) tidak tentu tempat tinggalnya (berkeliaran); gelandangan; pengembara [n] pokok sialang, Koompassia parvifelia
tujuan instruksional tu.ju.an instruksional tujuan atau sasaran yg ingin dicapai setelah mengajarkan pokok atau subpokok bahasan yg sudah direncanakan
tukuk tu.kuk [n] tokok; -- tambah tambahan sedikit: penghasilan dr beternak ayam itu lumayan sbg -- tambah biaya sekolah anak-anaknya
tulang punggung tulang yg beruas-ruas dr tengkuk ke bawah; (2) ki sesorang atau sesuatu yg menjadi pokok kekuatan (yg membantu dsb)
tunggul tung.gul [n] (1) pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang; (2) pokok batang yg masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dsb: -- padi; -- jagung; (3) tonggak (untuk menambatkan perahu dsb) [n] bendera; panji-panji: dua orang pembawa -- berjalan kaki di belakang pasukan [ark] me.nung.gul v memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu krn kalah dl berperang; tungkul
tunggul angin awan bertumpuk-tumpuk di kaki langit; pokok angin
ubi kentang ubi yg bentuknya bulat-bulat, menjadi makanan pokok di negeri Barat, Solanum tuberosum
udut [v] meng.u.dut v mengisap rokok (madat)
udutan udut.an [n cak] pipa untuk mengisap rokok (madat); pengudut
ujung pangkal ujung dan pangkal; (2) ki dasar dan tujuan; pokok pembicaraannya: tidak tentu -- pangkalnya
umbi um.bi [n] (1) akar yg menjadi besar dan berisi (wortel, ketela, dsb): wortel adalah sayuran yg termasuk kelompok --; (2) pangkal batang yg menjadi besar dan berisi yg dapat dimakan (spt talas, keladi); (3) pangkal batang pohon berdaun tunggal (spt pd kelapa dan pisang); (4) pokok akar (dr batang) yg lurus menghunjam ke dl tanah; akar umbi; (5) bagian pasak (pancang, tiang, dsb) yg tertanam di tanah [Lihat {umbuk}]
unsur ikonis [Ling] unsur bahasa yg langsung berkaitan dng perbuatan, benda, atau hal yg digambarkannya, spt kokok dng suara ayam, gemeretuk dng suara gigi, fonem /i/ dng sesuatu yg kecil, dsb
urat kata [ki] asal mula; pokok pangkal
usul pikiran asas (pokok) pikiran
utama uta.ma [a] (1) terbaik; nomor satu; amat baik; lebih baik dr yg lain-lain; (2) terpenting; pokok: soal tradisi di daerah menjadi soal -- dl uraian; tujuan -- pelajaran kesusastraan ialah untuk menumbuhkan minat baca anak-anak; hasil -- daerah itu ialah kedelai; dl drama itu ia memegang peran --
uwur [Jw n] ramuan berupa bubuk kelembak, cengkih, dsb (untuk rokok kretek)
virginia vir.gi.nia [n] varietas tembakau yg biasa digunakan untuk rokok tanpa campuran cengkih
zakat fitrah zakat yg wajib diberikan oleh setiap orang Islam setahun sekali (pd Idulfitri) berupa makanan pokok sehari-hari (beras, jagung, dsb)

Jika informasi mengenai "okok" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas