Arti kata/frase "oh" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/oh

Halaman ini menjelaskan kata atau frase oh menurut KBBI Edisi III

oh: [p] kata seru untuk menyatakan rasa kecewa, haru, yakin, dsb

Lebih lanjut mengenai oh

oh terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 2278 kata terkait yakni sebagai berikut:

oh [p] kata seru untuk menyatakan rasa kecewa, haru, yakin, dsb
ohmmeter ohm.me.ter [n] alat untuk mengukur hambatan listrik
ohm [n] satuan hambatan listrik sbg tahanan antara dua ujung yg dilalui arus listrik, jika padanya diberikan tegangan satu volt dan menimbulkan arus listrik satu ampere
(ke)robohan (ke)ro.boh.an [n] runtuhan; reruntuhan; puing
aditokoh adi.to.koh [n] (1) tokoh utama; (2) tokoh yg dianggap mulia, membawa keberuntungan, dsb
air lalu kubang tohor air lalu ku.bang tohor [pb] uang yg diterimanya lekas habis untuk membayar utang dsb
alat penyosoh [Tan] mesin pembersih beras pecah kulit menjadi beras sosoh atau beras putih
alkohol al.ko.hol [n Kim] (1) cairan tidak berwarna yg mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dl industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yg memabukkan dl kebanyakan minuman keras; C2H5OH; etanol; (2) senyawa organik dng gugus OH pd atom karbon jenuh
alkoholisasi al.ko.ho.li.sa.si [n] pengalkoholan; pembuatan menjadi alkohol
alkoholisme al.ko.hol.is.me [n] (1) gaya hidup membudayakan alkohol: ada kecenderungan anak muda berbudaya --; (2) hal kecanduan alkohol: dl mengatasi -- , aspek kerusakan biologis cenderung diabaikan
alkoholometer al.ko.ho.lo.me.ter [n Far] radas untuk mengukur kandungan alkohol, (etanol) dl suatu cairan
alohtonus aloh.to.nus [n Ikn] zat (organis dan anorganis) yg berasal dr luar suatu perairan
angin bohorok angin kencang tipe fohn yg panas dan kering, terdapat di dataran Deli, Sumatra Utara, yg dapat menimbulkan kerusakan pd tumbuh-tumbuhan, khususnya tembakau
awan fohn awan yg terbentuk akibat angin fohn (pd umumnya terjadi di belakang dan sejajar dng punggung gunung)
bagan pohon bagan berupa pohon yg mengilustrasikan proses yg memusat
bahasa roh [Kris] karunia Roh Kudus yg memuji Allah di dl doa dng bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yg memakainya maupun oleh orang lain
bebotoh be.bo.toh [n] (1) bajingan; penjahat; (2) penjudi
beloh be.loh [ark a] bodoh; dungu; tolol
bengoh be.ngoh [ark v] bekerja mati-matian; bekerja keras
bentoh ben.toh /bEntoh/ ? bantah
benyoh be.nyoh [v] bekerja mati-matian; bekerja keras
berbohong ber.bo.hong [v] menyatakan sesuatu yg tidak benar; berbuat bohong; berdusta: jangan coba-coba -, nanti pasti ketahuan
berjodoh ber.jo.doh [v] (1) cocok bersuamikan (beristrikan) dengan; (2) kawin
bermohon ber.mo.hon [v] (1) minta izin; mohon; (2) pamit; minta diri: tanpa -- lagi, ia pun pulanglah
bersantap rohani ber.san.tap rohani sesuatu (spt bacaan) yg berguna untuk memperkaya batin seseorang; rezeki batin: kuliah subuh yg disiarkan setiap pagi itu merupakan -- rohani yg baik untuk muda-mudi kita
bersebar kabar bohong ber.se.bar kabar bohong menyiarkan kabar bohong
berselekoh ber.se.le.koh [v] berkelok
berseloroh ber.se.lo.roh [v] bersenda gurau; berkelakar; berolok-olok
bersosoh bekerja ber.so.soh bekerja bekerja banyak dng giatnya
bersosoh makan ber.so.soh makan makan banyak-banyak
bersosoh minum ber.so.soh minum minum banyak-banyak
bertempoh ber.tem.poh [v] bervakansi; berlibur: pd liburan semester ganjil tahun ini kelas kami ~ ke Bandung
bertoboh-toboh ber.to.boh-to.boh [v] berkelompok-kelompok; beregu-regu; berkawan-kawan
bertokoh ber.to.koh [v] berbentuk; berwujud
biro jodoh badan usaha jasa untuk menjodohkan pria atau wanita
bodoh bo.doh [a] (1) tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb): anak ini -- benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; (2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah; (3) cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --
bodoh diri pura-pura bodoh; berlagak bodoh
bodoh-bodoh sepat [pb] meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yg baik dan mana yg buruk untuk dirinya
bohlam boh.lam [n cak] bola lampu listrik; lampu busur
bohsia boh.sia [Mal n] wanita muda yg suka mengobral seks secara bebas tanpa minta imbalan
bokoh bo.koh [ark a] lemah; lembik
bomoh bo.moh [n] (1) dukun; (2) pawang
botoh bo.toh [Jw n] (1) penyabung ayam dsb; (2) pejudi; (3) pelerai; wasit
cemooh ce.mo.oh [n] ejekan; hinaan: cela dan -- angkatan muda thd angkatan sebelumnya perlu sekali dikritik
cemoohan ce.mo.oh.an [n] hasil mencemooh; ejekan; hinaan
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
compoh com.poh [Cn n] juru masak (di kapal)
contoh bentuk [Graf] contoh rancangan tata letak huruf, klise, dsb
contoh kenyataan [Dag] contoh yg diambil dr partai barang yg telah diterima
contoh pembelian [Dag] contoh yg menjadi dasar pembelian suatu jenis barang
contoh penawaran [Dag] contoh yg diambil dr partai barang yg ditawarkan
contoh tipe [Dag] contoh yg memperlihatkan sifat umum satu partai barang dagangan (komoditas), tetapi tidak diambil dr partai barang itu; contoh baku
contoh con.toh [n] (1) barang atau sebagian dr barang yg rupa, macam, dan keadaannya sama dng semua barang yg ada; barang yg dapat mewakili barang yg lain krn sama sifat-sifatnya: barang-barang dl pameran itu tidak dijual hanya dipajang sbg --; beras ini tidak sesuai dng -- nya; (2) sesuatu yg akan atau yg disediakan untuk ditiru atau diikuti: Nenek memberi -- bagaimana cara merangkai bunga; buku itu berisi berbagai macam -- surat-menyurat; (3) pola (untuk membatik, membuat pakaian, dsb): orang membatik ada yg memakai -- , ada yg tidak; dl majalah wanita selalu dimuat -- menggunting baju; (4) model (rumah, pesawat terbang, dsb dl bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dsb sesungguhnya atau yg akan dibuat): kami diajak melihat pameran -- rumah sederhana; (5) teladan (tt kelakuan, perbuatan, dsb); hal (spt peristiwa) yg menjadi teladan: tindak-tanduk guru menjadi -- bagi murid; kegiatannya dl bekerja menjadi -- bagi teman-temannya
detektor kebohongan alat untuk mencatat yg bertujuan menemukan tanda-tanda fisiologis tertentu pd seseorang yg berbohong
dohyo doh.yo [Jp n] ring atau arena gulat sumo: pesumo itu terlempar dr lingkaran --
dokoh do.koh [n] hiasan kalung berupa lempeng emas
dokoh sehari bulan dokoh berbentuk bulan sabit, biasanya tersusun dl perangkat yg berjumlah tiga buah atau lebih (dipakai oleh pengantin dsb)
empoh em.poh [v] , meng.em.poh v melampaui pinggirnya; naik dan meluap (tt air sungai dsb); banjir: kalau air sungai ini ~ beting itu tidak akan tampak
engkoh eng.koh [Cn n cak ] kakak (laki-laki)
etil alkohol etil al.ko.hol [n Kim] alkohol yg dibuat dr bulir padi-padian; etanol; C2H5OH
gapah-gopoh ga.pah-go.poh [a] tergesa-gesa; gopoh-gopoh
gelojoh ge.lo.joh [a] suka makan banyak; lahap; rakus: dia terlalu -- pd makanan
gerohok ge.ro.hok [n] lubang besar (pd pohon)
gerohong ge.ro.hong [n] gerohok
gocoh go.coh [v] ber.go.coh v bertinju; saling meninju dng keras: kedua pemuda itu ~ sama kuat
gogoh go.goh , meng.go.goh a menggigil keras: demam ~
gombroh gom.broh [a] terlalu besar: ia tersenyum dl hati melihat anak yg mengenakan baju kakaknya yg -- , lusuh, dan tidak pantas itu
gonyoh go.nyoh [v] meng.go.nyoh v menggosok (membersihkan)
gopoh go.poh [a] lekas-lekas (dl melakukan suatu pekerjaan)
goroh go.roh [v] meng.go.roh v menyembelih (sapi dsb)
heboh he.boh [a] gaduh; ribut; gempar: orang-orang di pasar menjadi -- ketika mengetahui adanya kebakaran di kios itu
hidangan rohani hi.dang.an rohani sajian atau makanan batin berupa ceramah keagamaan, buku, dsb untuk kepuasan batin; santapan rohani
jodoh jo.doh [n] orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --; (2) n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana -- sepatu ini; (3) a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak --
Johar Jo.har [n] bintang Timur; Venus; Zohrah
johar jo.har [Jw n] (1) pohon yg tumbuh di daerah tropis, tingginya mencapai 20 m, biasa ditanam sbg pohon peneduh atau tanaman pagar, berbunga sepanjang tahun, bunganya malai, kuntumnya berwarna kuning, buahnya polong pipih dan panjang berwarna cokelat, daunnya dipergunakan sbg ramuan obat sakit malaria; Cassia siamea; (2) daun johar [n] intan; jauhar
jontoh jon.toh [ark n] dongeng yg bertalian dng adat
karbohidrase kar.bo.hid.ra.se [n Kim] enzim yg memecah karbohidrat
katak pohon katak yg mempunyai selaput spt kaki bebek, digunakan untuk meluncur dr satu pohon ke pohon lainnya, bagian atas tubuhnya berwarna hijau, bagian bawahnya berwarna cokelat kekuning-kuningan; katak terbang
kebodohan ke.bo.doh.an [n] (1) sifat-sifat bodoh; ketidaktahuan; (2) kekeliruan; kesalahan
kebohongan ke.bo.hong.an [n] perihal bohong; sesuatu yg bohong: -nya suatu ketika akan ketahuan juga
kecerobohan ke.ce.ro.boh.an [n] kelakuan (perbuatan dsb) yg ceroboh; kekurangajaran: krn ~ nya, banyak pekerjaannya yg tidak beres
kecoh ke.coh [n] tipu daya (terutama kecurangan yg merugikan orang, spt barang palsu dikatakan tulen, mengurangi berat atau ukuran barang, mencampuri dng barang yg kurang baik); tipu: kita harus teliti, jangan sampai kena -- [a] gaduh; ribut
keempohan ke.em.poh.an [n] tergenang (terendam) air: hujan deras menyebabkan banyak kebun ~ sehingga tanaman menjadi rusak
kehebohan ke.he.boh.an [n] kegaduhan; keributan; huru-hara
kekohesifan ke.ko.he.sif.an [n] perihal kohesif: pekerjaan pokok yg harus dihadapi pengurus baru adalah membangun ~ dl tubuh kepemimpinan partai
kemasabodohan ke.ma.sa.bo.doh.an [n] perihal masa bodoh
kepoh ke.poh [v] me.nge.poh.kan v menangkis dan mementalkan (pukulan dsb) ke sisi
kerang-keroh ke.rang-ke.roh [a] (1) menyerong-nyerong; erang-erot; kepang-kepot; (2) ki sangat curang (suka menipu)
keroh ke.roh [Lihat {keruh}]
kerohanian ke.ro.ha.ni.an [n] sifat-sifat rohani; perihal rohani
kesohor ke.so.hor [a cak] tersohor
ketidaksenonohan ke.ti.dak.se.no.noh.an [n] keadaan tidak senonoh
ketokohan ke.to.koh.an [n] perihal tokoh
kicang-kecoh ki.cang-ke.coh [n] berbagai tipu muslihat
kocoh ko.coh [a] , ter.ko.coh-ko.coh a tergopoh-gopoh; sangat tergesa-gesa
koh [Cn n kp] engkoh
kohesi ko.he.si [n] (1) Fis gaya (kakas) tarik-menarik di antara molekul sejenis dl suatu benda; (2) hubungan yg erat; perpaduan yg kokoh: keangkuhan dapat mengancam rasa solidaritas sosial, -- , dan kekurangan masyarakat; (3) Ling keterikatan antarunsur dl struktur sintaksis atau struktur wacana yg ditandai antara lain konjungsi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan, spt dia tetap belajar meskipun sudah mengantuk
kohlea koh.lea /kohlEa/ ? koklea
kojoh ko.joh [a Tan] penuh berisi air (tt sawah); digenangi air; sebak
kokoh ko.koh [Lihat {kukuh}]
koroh ko.roh [Mk n] kerongkongan
lempoh lem.poh /lEmpoh/ ? lempuh
lengoh le.ngoh [Jk a] lengah
lepoh le.poh [Mk v] me.le.poh v melepa atau mengoles (dng semen dsb): ~ dinding dng semen [v] ter.le.poh v jatuh meringkuk (tergeliat)
limpoh lim.poh [Mk n] longgok atau timbunan (padi, barang dagangan, dsb)
lodoh lo.doh [a] menjadi lunak sekali krn busuk atau terlampau ranum (tt buah dsb); bonyok
loloh lo.loh [v] me.lo.loh v menyuapi: burung itu ~ anak-anaknya yg masih kecil [Mk a] longgar (tt baju, cincin, dsb)
masa bodoh ma.sa bo.doh [a] kata afektif untuk menyatakan tidak senang hati; terserahlah; sesukamulah: begini tidak mau, begitu tidak mau, --; (2) v tidak peduli apa-apa; tidak memperhatikan sama sekali; acuh tak acuh: tt pendidikan anaknya ia -- saja
megaohm me.ga.ohm [n Fis] tahanan listrik yg terdiri atas sejuta ohm
memasabodohkan me.ma.sa.bo.doh.kan [v] bersikap tidak peduli: dia agak -- persoalan di sekelilingnya
membodohkan mem.bo.doh.kan [v] (1) membiarkan bodoh (tidak berpengetahuan dsb): penjajah sengaja -- rakyat supaya dapat diperalat untuk kepentingan mereka; (2) menganggap (memandang) bodoh: ia sering -- teman sejawatnya; (3) menipu; mengakali: polisi gadungan itu telah berhasil -- beberapa toko
membohongi mem.bo.hongi [v] berbohong kpd; mendustai: sudah kerap kali dia -ku
membohongkan mem.bo.hong.kan [v] (1) menyatakan (mengatakan, meng anggap) bohong: ia -- kabar itu dan menganggapnya sbg fitnah belaka; (2) menyangkal; mengingkari: tertuduh -- semua keterangan saksi
memohonkan me.mo.hon.kan [v] memohon untuk (kepentingan dsb) orang lain [v] memintakan dng hormat: ~ kemurahan hati Baginda
memperbodoh mem.per.bo.doh [v] membodohkan
mempercontohkan mem.per.con.toh.kan [v] mencontohkan
memperjodohkan mem.per.jo.doh.kan [v] menjodohkan
mempertemukan jodoh mem.per.te.mu.kan jodoh mengawinkan
mencemooh men.ce.mo.oh [v] mengejek; menghina kpd: kemudian terdengar lagi suara tawa terkekeh-kekeh spt ~
mencemoohkan men.ce.mo.oh.kan [v] mengejek; menghinakan; menertawakan: sebanyak yg memuji, sebanyak itu pula yg mencela dan ~ nya
menceroboh men.ce.ro.boh [v] berbuat ceroboh (tidak senonoh dsb); mencabuli; memperkosa (hak, kedaulatan, dsb)
mencerobohi men.ce.ro.bohi [v] melakukan perbuatan tidak senonoh kpd
mencontoh men.con.toh [v] (1) berbuat atau membuat sesuatu menurut contoh; meneladan; meniru: murid-murid ~ gambar dr buku; anak-anak biasanya ~ tingkah laku orang tuanya; (2) meniru (menjiplak, menyalin) pekerjaan orang (tt murid sekolah): pikirkan dan kerjakan sendiri, jangan ~ saja
mencontohi men.con.tohi [v] memberi contoh kpd: Nabi Muhammad saw. ~ umat Islam bagaimana seharusnya sifat dan kepribadian yg baik
mencontohkan men.con.toh.kan [v] (1) mencontoh; (2) memberikan sesuatu sbg contoh; menjadikan contoh: ia ~ kopi bubuk hasil daerahnya; ia ~ cara membuat pola baju anak-anak
menempohkan me.nem.poh.kan [v] memberhentikan; membiarkan mengaso: tidak ~ tangan, selalu bekerja
mengambil contoh meng.am.bil contoh memberi sbg umpama; (2) mencontoh; meniru; (3) mengambil ibarat
mengecoh me.nge.coh [v] menipu, mengakali (terutama dng cara-cara yg kurang baik); membohongi (dng maksud menipu): percayalah, kain ini tidak luntur, masakan saya hendak ~ Saudara
mengecohkan me.nge.coh.kan [v] mengecoh
mengemohi meng.e.mohi [v] menolak: kita sudah ~ eksistensi PKI di Indonesia
mengempohi meng.em.pohi [v] menggenangi; merendam: hujan yg sangat lebat ~ sawah-sawah dan tanah yg rendah
menggocoh meng.go.coh [v] meninju keras-keras: ia ~ muka lawannya
menghebohkan meng.he.boh.kan [v] (1) menggaduhkan; menjadikan ribut; menggemparkan: skandal manipulasi di proyek reboisasi itu sangat ~; (2) ribut tentang: dia selalu ~ soal yg kecil-kecil
menjodohkan men.jo.doh.kan [v] menjadikan dua hal (orang, barang) sbg pasangan; mengusahakan (menjadikan) bersuami istri; mengawinkan
menohorkan me.no.hor.kan [v] (1) membawa ke tempat yg tohor (dangkal); (2) mengeringi; mengeringkan
menokoh me.no.koh [v] (1) menipu; mengecoh: sarjana gadungan itu berhasil ~ orang-orang kampung; (2) memperolok-olokkan; mempermainkan: si pandai suka sekali ~ si bingung sehingga teman-temannya tertawa
menokohi me.no.kohi [v] menjadi tokoh: yg ~ yayasan pendidikan ini adalah seorang putra Betawi asli
menokohkan me.no.koh.kan [v] menjadikan tokoh; memerankan sbg tokoh: ia memilih adiknya untuk ~ gadis malang dl drama itu
menyelekoh me.nye.le.koh [v] membelok
menyosoh me.nyo.soh [v] (1) menyerang secara serentak; menyerang bersama-sama; (2) melakukan sesuatu dng sangat giat dan bersemangat
merobohkan me.ro.boh.kan [v] (1) menyebabkan roboh; meruntuhkan (rumah dsb); (2) menyebabkan tumbang (rebah); merebahkan; menumbangkan (pohon, tanaman, dsb); (3) menjatuhkan (mengalahkan dsb): ia dng mudah ~ lawan-lawannya
merogoh kantong me.ro.goh kantong mencopet
mikrohm mik.rohm [n El] satuan resistans listrik yg sama dng sepersejuta ohm
nonoh no.noh [Lihat {senonoh}]
odoh o.doh [a] (1) jelek; buruk; keji; (2) bodoh sekali
pegoh pe.goh [n] lokan yg menghasilkan mutiara: di daerah Banda orang menyelam untuk mengambil --
peloh pe.loh [a] lemah zakar; impoten
pembodohan pem.bo.doh.an [n] proses, cara, perbuatan membodohkan
pembohong pem.bo.hong [n] (1) orang yg suka membohong; (2) suka membohong (berbohong)
pemercontoh pe.mer.con.toh [n] alat baku yg digunakan untuk mengambil percontoh
pemercontohan pe.mer.con.toh.an [n ] pengambilan sebagian kecil yg dibenarkan yg dapat mewakili keseluruhan untuk keperluan pengujian dan pemeriksaan
pemercontohan alur pe.mer.con.toh.an alur [El] cara pemercontohan dng membuat alur pd dinding batuan sbg percontoh yg diambil
pemohon pe.mo.hon [n] orang yg memohon
pengalkoholan peng.al.ko.hol.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan alkohol
pengecoh pe.nge.coh [n] (1) orang yg mengecoh; penipu; pembohong; (2) alat untuk mengecoh; pengabur (tt pilihan butir tes dl tes pilihan ganda); pilihan butir tes yg bukan menjadi kunci atau jawaban
pengecohan pe.nge.coh.an [n] proses, cara, perbuatan mengecoh; penipuan; pembohongan
pengempohan peng.em.poh.an [n] penggenangan; perendaman
penjodoh pen.jo.doh [n] yg menjodohkan
penokoh pe.no.koh [n] (1) orang yg suka menipu; penipu; pengecoh; (2) orang yg suka memperolok-olokkan
penokohan pe.no.koh.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menokohkan; (2) penciptaan citra tokoh dl karya susastra
penyosoh pe.nyo.soh [n] alat untuk menyosoh (beras dsb)
penyosohan pe.nyo.soh.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menyosoh; (2) ruang atau bangunan tempat menyosoh beras
pepohonan pe.po.hon.an [n] pohon-pohonan
percontoh per.con.toh [n] (1) bagian kecil atau butir tunggal yg mewakili kelompok atau keseluruhan yg lebih besar; sampel; (2) bagian kecil data penelitian yg dianggap dapat mewakili keseluruhan data, dianalisis untuk memperoleh informasi mengenai seluruh data penelitian; (3) Man kumpulan unsur dl populasi yg dipilih untuk pengukuran dng maksud mendapat informasi tt seluruh populasi itu
percontoh acak per.con.toh acak [Man] (1) jumlah percontoh dl populasi yg tiap unsurnya tanpa alasan tertentu mendapat kesempatan yg sama untuk dipilih sbg misal; (2) Stat percontoh yg telah dipilih dng menggunakan metode pemilihan acak
percontoh induk per.con.toh induk [Stat] percontoh yg diambil dr populasi untuk digunakan pd sejumlah peristiwa yg akan datang agar terhindar dr penarikan contoh sewaktu-waktu pd setiap peristiwa
percontoh senarai per.con.toh senarai [Stat] percontoh yg diseleksi dng mengambil masukan dr daftar barang yg membentuk populasi yg diamati
percontohan per.con.toh.an [n] (1) barang yg dijadikan contoh (spt barang dagangan): nomor ~ majalah untuk wanita; (2) benda, tempat, dsb untuk dicontoh: desa ~
pergocohan per.go.coh.an [n] perihal bergocoh (bertinju): mereka sering terlibat ~ dng pemuda-pemuda kampung itu
perjodohan per.jo.doh.an [n] perihal jodoh atau menjodohkan; perkawinan
perobohan pe.ro.boh.an [n] proses, cara, perbuatan merobohkan
pertokohan per.to.koh.an [n] perihal tokoh
pohon bahasa sendi (dasar-dasar) bahasa; -- bedaru jenis pohon besar, Urandra corniculata
pohon buah(-buahan) pohon yg menghasilkan buah-buahan
pohon buraksa pohon beringin; -- butun, Barringtomia asiatica
pohon induk [Hut] pohon yg dipilih untuk menghasilkan benih yg cukup banyak dng kualitas yg baik
pohon keben pohon yg berasal dr Asia Tenggara, termasuk keluarga Hecythidaceae, biasanya tumbuh di sepanjang pantai yg berpasir dan berbatu, bunganya spt sikat berwarna putih dan bertangkai panjang, buahnya apabila diperas akan mengeluarkan minyak berwarna merah, digunakan sbg bahan bakar krn mengandung oli/lemak dng kadar 3%; pohon perdamaian
pohon penitian pohon pelindung
pohon perdamaian pohon keben yg ditanam sbg lambang perdamaian
pohon rau pohon rawa; -- sapi tumbuhan perdu, Otophora spectobilis; -- sikat tumbuhan, Alchornea rugosa
pohon silsilah daftar asal-usul keluarga hewan yg disusun dl bentuk pohon; (2) susur galur (keturunan)
pohon upas pohon yg memiliki getah yg sangat beracun; Antiaris toxicoria
pohon-pohonan po.hon-po.hon.an [n] kelompok berbagai-bagai pohon kayu-kayuan
pondoh pon.doh [n] nama salak yg daging buahnya empuk, spt embut, rasanya tidak sepet dan tidak masam
pontoh pon.toh [kl n] gelang besar dr emas atau perak yg berukir naga atau merak yg dipakai di lengan atas (di atas siku) atau di atas pergelangan tangan
remoh re.moh [a] kepang-kepot; renyuk
roboh ro.boh [v ] (1) runtuh (tt bangunan yg besar, spt rumah, tembok): gedung-gedung -- akibat gempa bumi yg hebat; (2) rebah; tumbang (tt pohon, tanaman): hujan dan angin ribut semalam menyebabkan pohon --; (3) ki jatuh (dl berbagai-bagai arti spt bangkrut, kalah, tidak dapat bertahan lagi, luntur imannya): pd ronde kedua petinju terkenal itu -- krn mendapat pukulan keras pd pelipisnya
rogoh ro.goh [v] me.ro.goh v (1) memasukkan tangan ke dl kantong untuk mengambil sesuatu: ~ saku untuk mengambil dompet; (2) mengambil sesuatu dng memasukkan tangan ke dl saku: ~ pistol dr kocek celananya
roh Kudus Rohulkudus
rohani ro.ha.ni [n] roh: di samping jasmani, -- juga memerlukan santapan; (2) a berkaitan dng roh; rohaniah: alam --
rohaniah ro.ha.ni.ah [a] berkenaan dng rohani; kerohanian
rohaniwan ro.ha.ni.wan [n] (1) orang yg mementingkan kehidupan kerohanian dp yg lain; (2) orang yg ahli dl hal kerohanian
rohmat roh.mat [ark] ? rahmat
rompoh rom.poh [a] rusak atau hilang sedikit pd pinggirnya; rompong
ronggoh rong.goh [Lihat {rungguh}]
rongkoh rong.koh [a] (1) bungkuk (krn sudah tua sekali); (2) tua sekali
sakit lodoh penyakit tumbuhan yg disebabkan oleh sejenis jamur sehingga mengakibatkan tumbuhan tsb lodoh
sejodoh se.jo.doh [n] sepasang
selekoh se.le.koh [n] (1) kelok (jalan dsb); liku; (2) sudut atau penjuru yg menjorok keluar pd benteng (kubu); selekoh kota
seloroh se.lo.roh [a] lucu; (2) n lelucon; senda gurau; kelakar
selosoh se.lo.soh [Lihat {selusuh}]
senonoh se.no.noh [a] tidak -- , kurang -- tidak patut atau tidak sopan (tt perkataan, perbuatan, dsb); tidak menentu atau tidak manis dipandang (pakaian dsb): kelakuan yg tidak --; pakaian; tidak --
sepegoh se.pe.goh [n] lokan yg menghasilkan mutiara yg kurang baik mutunya dan murah harganya
serosoh se.ro.soh [Mk v] me.nye.ro.soh v menggelongsor; menyelusur
sompoh som.poh , me.nyom.poh v membawa atau mendukung (anak dsb) di atas bahu atau di atas tengkuk; menjulang: dng tergesa-gesa sang ayah -- anaknya, lalu pergi menyelamatkan diri dr banjir yg melanda desanya
sosoh so.soh [v] me.nyo.soh v memutihkan atau membersihkan beras dsb dng menumbuk perlahan-lahan; menceruh: -- jagung; -- padi [Mk v] ber.so.soh v berbuat sesuatu dng gigih, hebat, giat, atau dahsyat: kerja -; perang -
sosohan so.soh.an [n] hasil menyosoh
sotoh so.toh [n] atap rumah yg rata, dibuat dr tembok batu (spt rumah-rumah di Saudi Arabia)
tekoh te.koh [n] ketua (kepala) gudang
tempoh tem.poh [v] (1) berhenti (tidak bekerja lagi dsb): tidak -- (tidak -- nya) tidak ada berhentinya; selalu: tidak -- lagi (dng tidak -- ), dng segera; (2) mengaso; beristirahat: boleh -- sebentar kalau lelah; (3) cak tidak masuk kerja (bersekolah dsb): ia acap kali minta -- kpd atasannya; anak itu ditegur wali kelasnya krn -- lima hari; (4) cak waktu -- (hari -- ) libur; vakansi: sekolah sedang --; waktu -- bulan Puasa yg baru lalu ini mereka ke Bandung; (5) bervakansi; berlibur: maksudnya hendak -- ke tempat dingin
tengkoh teng.koh [Cn n] madat atau candu yg sudah dimasak, siap untuk diisap atau ditelan
tergopoh ter.go.poh [a] tergesa-gesa; terburu-buru: dng ~ ia menaiki tangga kapal yg sudah siap akan berangkat; bekerjalah dng tenang, jangan ~
terkecoh ter.ke.coh [v] tertipu; teperdaya: krn dibujuk dng kata-kata halus, dia ~
terkepoh ter.ke.poh [v] terdesak (tergelincir) mundur atau menyisi
termometer alkohol termometer yg menggunakan alkohol sbg cairan penerima panas
tersohor ter.so.hor [v] kesohor
tertawa membawa roboh ter.ta.wa membawa roboh [ki] tertawa dng suara spt batu berjatuhan dr gunung
toboh to.boh [n] regu; kelompok; sekawan
tokoh to.koh [n] (1) rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis: -- bulat spt uang ringgit; pesawat terbang yg baru dibeli itu sama -- nya dng B-25; (2) bentuk badan; perawakan: melihat -- badannya, banyak orang menyangka ia adalah seorang pegulat; (3) ki orang yg terkemuka dan kenamaan (dl bidang politik, kebudayaan, dsb): ia adalah seorang -- politik yg disegani; (4) Sas pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama [n] tipu; kecoh
tokoh bulat [Sas] tokoh dl karya susastra yg diperikan segi-segi wataknya sehingga dapat dibedakan dr tokoh yg lain
tokoh datar [Sas] tokoh dl karya susastra yg hanya diungkapkan satu segi wataknya, tidak dikembangkan secara maksimal, dan apa yg dilakukan atau dikatakannya tidak menimbulkan kejutan pd pembaca
tokoh keteladanan pemimpin yg baik yg dapat dijadikan contoh dan dapat diteladani sifat-sifat baiknya
tokoh kritis tokoh yg tajam dl menganalisis persoalan
tokoh pipih [Sas] tokoh datar
toyoh to.yoh [Lihat {toya}]
yohimbina yo.him.bi.na [n Kim] alkaloid beracun yg diperoleh dr kulit pohon Corynanthe yohimbe yg tumbuh di Afrika sebelah barat, digunakan sbg afrodisiak untuk mengobati impotensi; C21H26N2O3
Zohrah Zoh.rah [Ar n] nama salah satu bintang siarah; Venus
Zohrat Zoh.rat ? Zohrah
ada angin ada pohon nya (hujan berpohon [pb] segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)
air koloh-koloh sisa air bekas mencelup kain dsb
angin fohn angin yg bertiup kencang sepanjang lereng gunung atau pegunungan dng suhu tinggi dan kelembapan rendah
bagai anak sepat ketohoran [pb] berbaring bermalas saja
batu roboh membatu runtuh
beras sosoh beras yg sudah dibersihkan hingga hilang selaput bijinya; (2) beras yg telah dilepaskan sekam, lembaga, dan kulit arinya dng cara menumbuk (tanpa menggunakan tenaga motor)
bersikap masa bodoh [pb] tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain
bertohor ber.to.hor [v] menjadi kering; mengering
bertohor air liur ber.to.hor air liur [pb] sudah banyak memberi nasihat, tetapi tidak diindahkan
biawak pohon biawak kudung
bintang tohok gugus bintang yg berbentuk spt salib di sebelah selatan; bintang pari
bohemian bo.he.mi.an [n] orang yg hidup bebas spt kebanyakan seniman; orang yg hidup mengembara dan tidak teratur serta tidak memikirkan masa depannya: krn kecewa akhirnya pemuda itu bergabung pd kelompok --
bohok bo.hok [Lihat {buhuk}]
bohong bo.hong [a] (1) tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya; dusta: kabar itu -- belaka; ia berkata --; (2) cak bukan yg sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan): uang --; lotre --
bohong-bohongan bo.hong-bo.hong.an [n] bukan yg sebenarnya (tt permainan)
bohorok bo.ho.rok [n Geo] angin kencang yg terdapat di dataran Sumatra Utara selama musim timur laut, yg dapat menimbulkan kerusakan pd tumbuh-tumbuhan, khususnya tembakau
cacar pohon [Tan] penyakit atau luka pd tanaman yg dapat mengakibatkan kematian bagian tanaman tsb tanpa pembusukan
cap mohor [kl] tera (cap) kerajaan; cap pd mata uang
contoh huruf [Graf] jenis atau model huruf menurut penyebutannya
dahulu sorak kemudian tohok [pb] menggembar-gemborkan sesuatu yg belum terjadi (belum terbukti)
diagram pohon [Ling] gambaran visual penjabaran suatu satuan atas konstituen secara hierarkis
dohok do.hok [Mk v] , ter.do.hok terdorong (ke muka); terdorong hendak jatuh
ektohormon ek.to.hor.mon [n Bio] cairan yg dikeluarkan oleh hewan (msl serangga) yg mempunyai reaksi khas thd organisme lain yg dikenainya
emoh [v cak] tidak mau; tidak suka: ia -- diajak berpesta pora
gelohok ge.lo.hok , ter.ge.lo.hok v terbuka lebar
gemah ripah loh jinawi tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya
geohidrologi ge.o.hid.ro.lo.gi [n] (1) ilmu tt berbagai aliran air dl tanah; (2) ilmu tt cara-cara pemanfaatan air yg terdapat di bawah permukaan tanah serta akibatnya pd jentera hidrologi
gohok go.hok [n] tumbuhan yg buahnya bulat, ungu, dan masam rasanya; gowok; Eugenia polycephalata
gohong go.hong [n] (1) liang; lubang; (2) gua
gopoh mamang terburu-buru
hujan berpohon [pb] segala hal tentu ada sebabnya
isalohipse isa.lo.hip.se [n Met] garis yg menghubungkan tempat-tempat yg mengalami perubahan tinggi dr bidang isobar yg sama dl jangka waktu tertentu
isohalin iso.ha.lin [n Geo] garis pd peta yg menghubungkan tempat atau laut yg mempunyai kadar garam yg sama
isohel iso.hel [n Met] garis lengkung yg menghubungkan tempat yg mengalami lama penyinaran matahari yg sama dl jangka waktu tertentu
isohiet iso.hi.et [n Geo] garis pd peta yg menghubungkan tempat yg mempunyai jumlah curah hujan yg sama dl satu periode
isohips iso.hips [n Geo] garis pd peta yg menghubungkan tempat yg sama tinggi di atas permukaan laut
jerohok je.ro.hok , ter.je.ro.hok v terperosok
johan jo.han [kl n] (1) dunia; (2) juara; pahlawan
johan arifin orang yg terutama di antara cerdik pandai
johan pahlawan pahlawan dunia; (orang) yg gagah berani; juara; kampiun
johan tinju jago tinju
johari jo.ha.ri [n] jauhari
jurnalisme alkohol [Kom] jurnalisme yg tidak berdasarkan kebenaran, tetapi hanya isapan jempol
kapur tohor kapur mentah
karbohidrat kar.bo.hid.rat [n Kim] senyawa organik karbon, hidrogen, dan oksigen, terdiri atas satu molekul gula sederhana atau lebih yg merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga (banyak terdapat dl tumbuhan dan hewan)
kejohanan ke.jo.han.an [n] perihal, sifat pahlawan (spt keperkasaan, keberanian, kesatriaan, kerelaan berkorban); kepahlawanan: untuk ~ itu, ia memperoleh hadiah seratus juta rupiah
kenohong ke.no.hong [ark n] penyakit kusta
ketela pohon ubi kayu
ketohoran ke.to.hor.an [n] (1) kekeringan; kehausan; (2) ki kehabisan (uang dsb)
kicang-kecoh ciak [pb] perkara yg akan diperiksa hendaklah ada buktinya
kilohertz ki.lo.hertz [n] satuan ukuran gelombang 1.000 hertz (disingkat khz)
kohabitasi ko.ha.bi.ta.si [n] perihal tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan
koheren ko.he.ren [n] berhubungan; bersangkut paut: dl usaha perbaikan pendidikan, harus merupakan sistem yg logis dan --
koherensi ko.he.ren.si [n] (1) tersusunnya uraian atau pandangan sehingga bagian-bagiannya berkaitan satu dng yg lain; (2) Sas keselarasan yg mendalam antara bentuk dan isi karya sastra; (3) Ling hubungan logis antara bagian karangan atau antara kalimat dl satu paragraf; (4) Kim daya tarik antara molekul untuk menghindarkan terpisahnya bagian apabila ada kekuatan dr luar
kohesif ko.he.sif [a] melekat satu dng yg lain; padu; berlekatan
kohir ko.hir [n] surat atau daftar penetapan pajak
kohol ko.hol [ark n] sipat (celak) mata
kohong ko.hong [a] berbau busuk (spt bau bangkai, ikan busuk); (2) n bau lada atau lombok yg digoreng
kohor ko.hor [n] (1) pengikut; (2) kelompok
kohor kelahiran [Dem] banyaknya kelahiran hidup yg terjadi dl periode atau waktu tertentu
kohor perkawinan [Dem] perkawinan yg dilakukan pd waktu yg bersamaan, biasanya pd tahun yg sama
loh [Jw a] subur makmur berlimpah-limpah
loh mahfuz [Isl] tempat mencatat semua amal baik atau buruk manusia
loha lo.ha [Lihat {duha}]
lohok lo.hok [ark a] busuk sekali
lohor lo.hor ? zuhur
lolohan lo.lo.han [n] ruang resonansi di bawah cekungan gong, bonang, dan alat musik dl bentuk yg sama
makhluk rohaniah makhluk yg tidak mempunyai nafsu, tidak memerlukan makan dan minum, bukan laki-laki dan bukan perempuan; malaikat
makrohistori mak.ro.his.to.ri [n] penulisan sejarah dr masalah yg luas menuju masalah yg lebih terperinci
masohi ma.so.hi [n] bentuk tolong-menolong (di Ambon); masori
membohong mem.bo.hong [v] mengatakan sesuatu yg tidak benar kpd
memohon me.mo.hon [v] meminta dng hormat: kami -- maaf atas gangguan ini
menohok me.no.hok [v] menusuk miring (dng lembing, tombak, dsb) arah ke bawah
menohok kawan seiring me.no.hok kawan seiring [pb] mencelakakan kawan sendiri
menohokkan me.no.hok.kan [v] melemparkan (menusukkan) lembing dsb arah ke bawah
mikrohabitat mik.ro.ha.bi.tat [n Ikn] bagian dr habitat yg besar, msl kolam dapat merupakan bagian dr suatu perairan
mikrohistori mik.ro.his.to.ri [n] penulisan sejarah yg disusun berdasarkan bahan yg terurai secara terpisah-pisah, kemudian dikonstruksi kembali menjadi satu naskah yg lengkap
mohair mo.ha.ir [n] (1) tenunan yg dibuat dr bulu kambing angora; (2) bulu
mohon mo.hon [v] (1) minta dng hormat; berharap supaya mendapat sesuatu: ia -- agar permintaannya dikabulkan; (2) ampunlah (untuk menyatakan maksud menolak atau mengingkari, jadi berarti tidak mau): -- , hamba membunuh saudara hamba
mohon diri pamit; minta diri
mohor mo.hor [n] tera; meterai: cap --; cincin --
natrium karbohidrat garam natrium yg berasal dr asam karbonat, khususnya digunakan dl pembuatan sabun, bahan kimia, pemutih dan pembersih air, dan untuk fotografi
permohonan per.mo.hon.an [n] (1) permintaan kpd orang yg lebih tinggi kedudukannya dsb: -- sudah diajukan kpd Bapak Gubernur; (2) lamaran (pekerjaan dsb): ia mengajukan -- kpd kepala bagian personalia kantor itu
perohong pe.ro.hong [ark n] lubang yg tembus dan terbuka (di dinding dsb)
pohon po.hon [n] (1) tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- asam; -- mangga; (2) bagian yg permulaan atau yg dianggap dasar; pangkal; (3) asal mula; pokok sebab [v] , me.mo.hon v meminta dng hormat: ~ ampun kpd Allah
pohon bronkial percabangan bronkus menjadi cabang yg lebih kecil atau ranting pd paru-paru
pohon kayu batang kayu; pokok kayu
pohon mata sudut mata sebelah dalam (dekat hidung)
pohon telinga pangkal telinga
poikilohalin poi.ki.lo.ha.lin [n Zool] sifat hewan yg mempunyai kandungan garam cairan tubuh yg berubah-ubah mendekati kadar garam medium tempat ia hidup
prohibisi pro.hi.bi.si [n] larangan dng memakai dasar hukum
pulang pohon selamatan setahun (dua tahun dsb) sesudah orang meninggal
roh [n] (1) sesuatu (unsur) yg ada dl jasad yg diciptakan Tuhan sbg penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika -- sudah berpisah dr badan, berakhirlah kehidupan seseorang; (2) makhluk hidup yg tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dsb); (3) ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dng -- Islam
Rohulkudus Ro.hul.ku.dus [n] (1) Kris pribadi ketiga dr Allah Tritunggal; (2) Isl Jibril
rombohedron rom.bo.he.dron [n] bentuk yg dibatasi oleh enam muka berbentuk belah ketupat
saga pohon jenis saga yg berbatang; Adenanthera microsperma
salat Loha salat Duha
sebab buah dikenal pohonnya [pb] dr perbuatan atau perangai seseorang dapat diketahui asalnya
senohong se.no.hong [n] ikan laut, Polyunemus indicus
sohar so.har [n] perahu yg dibuat dr papan yg dijalin menjadi satu dng tali sabut kelapa: -- terapung-apung di daerah yg tidak berangin
sohib so.hib [n cak] sahabat: para -- nya mengatakan bahwa dia punya suara bagus
sohor so.hor , ke.so.hor v cak termasyhur; ternama; terkenal: Pulau Bali -- ke seluruh dunia
sohun so.hun [Cn n] vermiseli
sumpah bohong sumpah palsu
surat permohonan rekes
termohigrograf ter.mo.hig.ro.graf [n] alat untuk menggabungkan termograf dan higrograf
terperohong ter.pe.ro.hong [v] terbuka lebar-lebar; ternganga (tt lubang, luka, dsb)
toh [Jw n] noda hitam atau hitam kemerah-merahan pd kulit (biasanya sudah ada sejak lahir) [p] kata afektif sbg penguat maksud: walaupun begitu, Tuan -- harus hadir; biarpun ia tidak bekerja, gajinya -- dibayar juga
tohok to.hok [n] (1) tempuling yg diberi tali; (2) tusukan tombak (tempuling dsb) miring dng arah ke bawah [n] nama gugus bintang yg berbentuk spt salib di sebelah selatan; bintang pari
tohok lembing ke semak [pb] (perbuatan yg) sia-sia
tohok raja tidak dapat dielakkan [pb] sukar menolak kehendak orang yg berkuasa
tohok tunggang ke buruh (ke bawah) [pb] mudah mencelakakan orang yg di bawah perintahnya; -- telak tusukan yg benar-benar mengenai sasaran: manajer perusahaan yg masih muda itu kena -- telak
tohor to.hor [a] (1) dangkal; dangkar; (2) hampir kering (tidak berair krn ditimba dsb); (3) ki habis (tt uang dsb) lihat kapur
tokoh utama [Sas] peran utama dl cerita rekaan atau drama
Zohal Zo.hal [Ar n] nama salah satu bintang siarah; Saturnus
zohor zo.hor [Lihat {zuhur}]
-if [sufiks pembentuk adjektiva] bersifat melakukan atau menunjukkan mutu kegiatan: kohesif; relatif; responsif
abu soda [Kim] natrium karbonat komersial, berupa bubuk larut air, tetapi tidak larut dl alkohol, digunakan dl kaca dan pengilangan petroleum, sabun, dan detergen
adegan ade.gan [n] (1)pemunculan tokoh baru atau pergantian susunan (layar) pd pertunjukan wayang; (2) bagian babak dl lakon (sandiwara film): beberapa -- dl film itu telah dipotong oleh bagian sensor
adimarga adi.mar.ga [n] jalan raya yg lebar, biasanya dng deretan pohon di kiri-kanannya; bulevar
afair afa.ir [n] (1) hubungan asmara yg berlangsung singkat (tidak dilanjutkan dng perkawinan); (2) kejadian yg menghebohkan atau skandal
afrodisiak af.ro.di.si.ak [n] (1) Kim zat kimia yg digunakan untuk merangsang daya seksual, spt yohimbina; (2) Dok obat perangsang kegiatan seksual
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
aglikon ag.li.kon [n Kim] senyawa organik (spt fenol atau alkohol) yg bersenyawa dng bagian glikosida yg bergula; bagian bukan gula dr senyawa glikosida yg dapat dibebaskan dng proses hidrolisis
agon [n Sas] adegan dl drama yg menunjukkan perdebatan (perselisihan) antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis [n Lay] garis di peta yg menghubungkan tempat-tempat yg variasinya nol
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akar adventisius akar yg tumbuh dr daun atau batang, bukan dr pangkal pohon
akar batang akar yg besar dan panjang pd pohon, menjulur dr atas ke bawah, biasanya terdapat pd pohon beringin
akar gantung akar yg tumbuh pd cabang dan tidak mencecah tanah, spt pd pohon beringin; -- gerit-gerit tumbuhan yg getahnya spt karet, Urceola brachysepala
akar isap akar benalu untuk mengisap air serta zat makanan dr tanaman (pohon) tumpangan; haustorium
akar melilit akar yg membelit dan melekat pd pohon lain
akar tunjang akar yg tumbuh dr batang di atas tanah dan masuk ke tanah untuk menunjang batang supaya tidak roboh, msl pd pandan duri
akasia aka.sia [n] pohon atau perdu yg tumbuh di daerah tropis, bunganya berwarna kuning atau putih berangkai-rangkai; Acacia auriculiformia
akrilik ak.ri.lik [a Kim] (1) berkaitan dgn atau terbuat dr polimer ester poliakrilat; (2) mengandung asam akrilat, CH2=CHCOOH, yg bersifat merangsang
alam astral alam tempat roh halus atau roh yg sudah meninggal
alam baka tempat kekal roh (zat hidup) manusia yg telah meninggal; akhirat
alam malakut alam tempat malaikat dan roh
alazon ala.zon [n Sas] pelaku yg berperan sbg pembual, pembohong, dsb
aldehida al.de.hi.da [n Kim] senyawa organik dng rumus umum RCHO dan dicirikan oleh gugus karbonil takjenuh (>C=O); alkohol dehidrogenatum
alih tanam cara membiakkan pohon (tanaman) dng menempelkan tunas tanaman ke pohon (tanaman) yg lain
aliran getah alir.an getah [Tan] aliran cair-an dr pohon buah-buahan atau pohon hutan yg berpenyakit akibat serangan jamur yg menghasilkan fermentasi unsur kulit sampai ke dl kambium pohon
alizarin ali.za.rin [n Kim] senyawa yg terdiri atas kristal berwarna kuning kemerah-merahan; C6H4(CO)2C6H2(OH)2
alter ego al.ter ego [Lat n Psi] (1) aku yg kedua; (2) orang yg membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) seseorang dl segala hal dan keadaan; kawan yg tidak terpisahkan, msl suami atau istri
alur-alur [n] pohon yg tumbuh di pantai, Suaeda maritima
alusi alu.si [n Sas] majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pd karya sastra; kilatan
ambruk am.bruk [v] (1) roboh; runtuh: jembatan yg belum lama ini diresmikan sudah --; (2) jatuh sakit: krn tidak mengindahkan nasihat dokter, ia -- lagi; (3) bangkrut; pailit (tt usaha dagang): perusahaannya sekarang sudah -- dan modalnya habis
ampelas am.pe.las [n] (1) pohon yg daunnya kasap untuk menggosok (melicinkan) kayu dsb; Ficus ampelas; (2) kertas yg berlapis serbuk kaca dsb untuk menggosok (melicinkan) kayu, besi, dsb; amril
amprung am.prung, am.prung-am.prung.an [Jk a] (1) selalu tidak sungguh-sungguh; (2) selalu masa bodoh; (3) kurang bertanggung jawab
ampun am.pun [n] (1) pembebasan dr tuntutan krn melakukan kesalahan atau kekeliruan; maaf: ia selalu berdoa dan memohon -- atas segala dosa dan kesalahannya; (2) kata yg menyatakan rasa heran kesal: -- , anak ini nakalnya bukan main; (3) cak bukan main: aduh baunya, -- , deh
amung [n] ikan laut, gerepoh, Caronx ignoblis
anabiosis ana.bi.o.sis [n Bio] gejala mati suri yg terdapat pd benih, tepung sari, ganggang, dsb krn kekeringan, yg sewaktu-waktu dapat hidup lagi jika mendapatkan air: gejala -- sering melanda pohon buah-buahan
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak manusia [Kris] Yesus (ungkapan ini merujuk pd tokoh penyelamat di zaman yg akan datang)
anakronisme ana.kro.nis.me [n] (1) hal ketidakcocokan dng zaman tertentu; (2) penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yg tidak sesuai menurut waktu di dl karya sastra: dl kalimat "Hang Tuah melihat arloji titusnya, lalu menghidupkan pesawat televisinya" terdapat dua --
analisis kimia penentuan komponen kimia suatu senyawa yg dilakukan dng pemisahan dan pengukuran atas contoh yg mewakili
ancak an.cak [n] (1) talam dibuat dr anyaman (bambu, daun, atau lidi nyiur) untuk tempat barang yg disajikan kpd roh (hantu dsb); (2) para-para
andalas an.da.las [n] pohon yg tingginya mencapai 35 m, kayunya kuat dan keras mirip kayu jati, digunakan untuk lantai rumah atau mebel; Morus macroura
andilau an.di.lau [Mk n] pohon tinggi, berbatang tebal, baik untuk reboisasi, kayunya ringan dan kering, bagian dalam kayunya baik untuk pagar rumah; Commersonia bartramia
anduh an.duh [v] , meng.an.duh v mengikat supaya yg diikat itu bergantung (tidak roboh dsb)
angin [n] (1) gerakan udara dr daerah yg bertekanan tinggi ke daerah yg bertekanan rendah; tiupan -- kencang merobohkan beberapa rumah penduduk; (2) hawa; udara: ban berisi --; (3) kentut: jangan buang -- sembarangan; (4) ki kesempatan; kemungkinan: menantikan -- baik; (5) ki hampa; kosong: cakap --; (6) ki kecenderungan yg agak menggembirakan: sejak pertengahan tahun 1999 terasa ada -- baru dl percaturan politik negara itu
angin gending [Met] angin kencang tipe fohn yg berembus pd musim kemarau dan sifatnya panas serta kering, dapat merusak tanaman terdapat di daerah Pasuruan, Jawa Timur
angin jatuh angin fohn
angin kumbang [Met] angin kencang tipe fohn yg sifatnya panas dan kering, dapat menimbulkan kerusakan pd tanaman, spt tebu, terdapat di daerah Cirebon, Jawa Barat
angkup ang.kup [n] penjepit untuk memegang barang yg kecil-kecil; sepit angkup [n] (1) pucuk (pepohonan); tunas; (2) tumbuhan herba, Cyathula prostrata
angsana ang.sa.na [n] pohon yg bunganya berwarna kuning dan berbau jeruk, kulitnya dapat dimanfaatkan untuk obat, kayunya digunakan untuk pembuatan alat-alat rumah tangga, bahan bangunan, kerajinan tangan, dsb; Pterocarpus indica
animisme a.ni.mis.me [n] kepercayaan kpd roh yg mendiami semua benda (pohon, batu, sungai, gunung, dsb)
anjang-anjang an.jang-an.jang [n] ikan laut, Scolopsis ghanam [n] ketam laut [n] pohon berdahan rendah, daunnya dipakai sbg obat penyakit sifilis; Elaeorpus grandiflora [Jw n] rangka kayu (bambu, besi, kawat) berbentuk anyaman atau kisi-kisi tempat menjalarnya tumbuhan hias
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
anjur an.jur [v] , meng.an.jur v menjorok ke depan; menonjol ke muka; melampaui leret, jajaran, atau batas: tanjung adalah daratan yg ~ ke laut; pohon itu ~ ke pekarangan tetangga [v] , ber.an.jur v mulai melangkah (berjalan dsb) [v] tarik; hela; ganjur
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antawacana an.ta.wa.ca.na [n Sen] suara dalang dl pewayangan (wayang kulit) yg disesuaikan dng tokoh sebenarnya, msl suara Arjuna lemah lembut, suara Burisrawa keras dan gagah [n] dialog
antiwirawan an.ti.wi.ra.wan [n Sas] tokoh yg tidak memiliki nilai keagungan hidup (keberanian, idealisme, dan ketabahan), pikiran yg tercermin dl tindakan, dan maksud yg mulia
antoi an.toi [n] pohon yg kayunya berwarna keputih-putihan, digunakan untuk pembuatan rumah sementara krn cepat lapuk, kulit kayunya yg sebelah dalam sangat kuat dan dapat dibuat tali; Cyathocalyx bancanus
anutan anut.an [n] (1) contoh yg baik; ikutan: para pemimpin hendaknya dapat juga dijadikan ~ bagi rakyat; (2) keyakinan (ajaran) yg dianut
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apati apa.ti [n] ketiadaan perasaan, emosi, minat; sikap tidak acuh; sikap masa bodoh
apatis apa.tis [a] acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh: kita tidak boleh bersikap -- thd usaha pembangunan Pemerintah
apel [v Huk] naik banding pd pengadilan yg lebih tinggi; permohonan pemeriksaan ulang pd pengadilan tingkat kedua (pengadilan tinggi) thd keputusan pengadilan tingkat pertama (pengadilan negeri) /apEl/ (1) v Mil wajib hadir dl suatu upacara resmi (bersifat kemiliteran) untuk diketahui hadir tidaknya atau untuk mendengar amanat; (2) n upacara [n] kepala kampung (di bawah kepala desa) [n] (1) pohon yg buahnya bundar, berdaging tebal dan mengandung air serta berkulit lunak yg warnanya merah (kemerah-merahan) atau kuning (kekuning-kuningan), jika matang rasanya manis kemasam-masaman; Pyrus malus; (2) buah pohon apel
apelativa ape.la.ti.va [n Ling] penyebutan sesuatu berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya, atau nama dl sejarah, msl penyebutan laksamana yg tadinya nama tokoh, nama ikan mujahir berdasarkan penemunya, skala Richter, dsb
aplikasi ap.li.ka.si [n] (1) karya hias dl seni jahit-menjahit dng menempelkan (menjahitkan) guntingan-guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, binatang, dsb) pd kain lain sbg hiasan; (2) tambahan: dl beberapa fakultas diadakan kursus -- bahasa Inggris; (3) penggunaan; penerapan; (4) lamaran; permohonan; pendaftaran: ia mendapatkan formulir -- di cabang bank terdekat
ara [n ] pohon jenis fikus yg banyak getahnya, banyak jenisnya, ada yg berupa pohon, tumbuhan perdu, tumbuhan memanjat, spt -- akar; -- batu; -- burung
ara kelebuk pohon ara; Ficus roxburghii
arak [n] (1) minuman keras, biasanya dibuat dr beras yg difermentasikan; (2) zat cair mengandung alkohol (spt wiski, brendi, rum) yg diperoleh dr penyulingan anggur serta zat cair lain dng kadar etanol rendah [v] ber.a.rak v (1) berjalan bersama-sama dng beriring-iring: para pelajar ~ menuju stadion; (2) berjalan (bergerak) beriring-iring: mega ~ alap santun [Jk] ber.a.rak v berserakan; berantakan; tidak teratur
arboreal ar.bo.re.al /arborEal/ (1) a berhubungan dng pohon; (2) n (organisme) yg hidup pd pohon atau di bawah naungan pohon (spt saprofit atau parasit)
arboretum ar.bo.re.tum [n] tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan
arborikultur ar.bo.ri.kul.tur [n] budi daya pohon kayu
aren [n] pohon jenis palem yg umbut batangnya mengandung sagu yg dapat dimakan, ijuknya untuk atap rumah dsb, niranya disadap untuk gula; enau; kabung; Arenga pinnata
aris [n] (1) tepi atau kelim yg dibuat dr rotan, tali, dsb (pd kain, layar, jaring, dsb); (2) tali pukat (jaring besar) yg mengapung [n] getah pohon yg sudah beku
artona ar.to.na [n] ulat pemakan daun kelapa; hama pohon yg menyerang daun sehingga tinggal lidinya
arwah ar.wah [n] (1) jiwa orang yg meninggal; roh: semoga -- nya diterima di sisi Tuhan; (2) ki semangat: hilang --
asam [n] pohon yg besar batangnya, daunnya kecil-kecil, buahnya berpolong-polong, dan masam rasanya; Tamarindus indica; (2) n (a) Kim zat yg dapat memberikan proton; (b) zat yg dapat membentuk ikatan kovalen dng menerima sepasangan elektron; (3) a masam spt rasa cuka (buah mangga muda dsb): -- benar limau ini; (4) a ki tidak cerah; cemberut; masam: mukanya -- saja sejak pagi; (5) n buah asam
asam alginat karbohidrat dr ganggang laut yg dipakai dl pembuatan es krim
asam amino [Kim] asam organik yg mengandung paling sedikit satu gugusan amino (NH2) dan paling sedikit satu gugusan karboksil (COOH) atau turunannya, merupakan molekul dasar yg diikat satu sama lain melalui ikatan peptida dl pembentukan molekul protein yg lebih besar
asam asetat [Kim] asam berupa zat cair tanpa warna dan berbau sangit (sangat penting dl teknik industri, antara lain sbg bahan untuk pembuatan aseton dan selulosa asetat); asam cuka; CH3COOH
asam benzoat [Kim] zat padat berbentuk hablur (dipakai dl berbagai kegunaan msl dl bidang kedokteran sbg bakterisida, dl laboratorium sbg zat awal dl banyak sintesis organik, dl industri untuk pembuatan berbagai zat celup dan sbg pengawet makanan); C6H5OOH
asam di darat [pb] laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya
asam format [Kim] asam organik tanpa warna (bersifat mengikis dan berbau tajam) yg ditemukan dl semut merah, sengat lebah, dan serangga lainnya (digunakan dl pencelupan tekstil, penyamakan kulit, dan sbg zat antara bagi banyak zat kimia); HCOOH
asam kawak hasil olahan asam jawa agar dapat bertahan lama, dibuat dr asam yg matang di pohon, dikupas, dibuang serat dan isinya kemudian dijemur, diberi campuran garam dan gula merah lalu dikukus dan didinginkan serta dikemas rapi untuk menghindarkan kotoran
asam keranji pohon yg tingginya mencapai 35 m, berdiameter 2,5 m, kayunya kuat; Dralium indian
asam klorida [Kim] senyawaan HCl, dilarutkan dl air, berwujud cairan tidak berwarna atau kekuning-kuningan, menimbulkan bau yg merangsang dan beracun, larut dl alkohol dan eter; -- kumbang tumbuhan memanjat, Embelia rugasa
asam suberat [Kim] asam berbasa dua, mula-mula ditemukan sbg hasil reaksi asam nitrat pd gabus, pd pemanasan tinggi mengeluarkan uap yg menyesakkan, digunakan sbg zat antara pd pembuatan obat, zat celup, dan polimer; HOOC(CH2)6COHH
atma at.ma [n] (1) jiwa; nyawa; (2) Hin roh: akhirnya -- Lubdhaka, setelah hari kematiannya, bisa masuk surga
awam [a] umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa; (2) n orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara)
azurit azu.rit [n Min] tembaga karbonat alamiah, berwarna biru muda; Cu3(CO3)2(OH)2
babat ba.bat [v] tebas [n] (1) golongan yg sama jenisnya (keadaannya); (2) pasangan (jodoh dsb) yg seimbang atau setara [n] (1) perut besar pd binatang memamah biak (spt lembu, kerbau); (2) daging perut besar: soto -- [Mk v] mem.ba.bat v membebat
babi kurus pohon yg amat keras kayunya, Eurycoma longifolia
badam ba.dam [n] (1) pohon yg biji buahnya dapat dibuat minyak; ketapang; Terminalia catappa; (2) bunga badam; (3) buah badam, Amygdalus communis; [n] bintik-bintik merah pd kulit (tanda-tanda penyakit kusta)
badan astral [Fil] badan orang yg sudah meninggal yg tampak sbg bayangan sinar yg bercahaya (bersifat metafisika); badan (roh) halus
badani ba.da.ni [a] berhubungan dng badan; mengenai badan: kesehatan -- dan rohani
badi ba.di [n] (1) kl pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); (2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan: anak itu memiliki -- kuda; (3) Dok zat yg menularkan penyakit
bagai buntal kembung [pb] bodoh dan sombong
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bagai kambing harga dua kupang [pb] (1) berkelakuan yg kurang senonoh; (2) kekanak-kanakan
bagai membakar tunam basah [pb] hal mengajar anak yg bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bagai tanduk bersendi gading [pb] jodoh yg tidak sepadan
baguk ba.guk [n] ikan laut yg rupanya spt limbat air tawar [n] pohon yg kulit kayunya dipakai untuk bahan tali, Gnetum gnemon [n] ruang (petak-petak) dl buah-buahan (spt dl buah durian); pangsa
bakero ba.ke.ro [a] bodoh (makian dl bahasa Jepang)
balau ba.lau [n] nama pohon (ada bermacam-macam), spt -- betul, Shorea materialis, -- bukit, Shorea collina lihat kacau
balon lampu bola lampu listrik; bohlam
bambung bam.bung [Jw a] bodoh; pandir
bambungan bam.bung.an [n] orang yg berkeliaran (bergelandangan) krn bodoh dsb
banar ba.nar [n] akar pohon, Smilax helferi
bandit ban.dit [n] (1) penjahat; pencuri; (2) tokoh penjahat dl cerita drama
bangang ba.ngang [n] nama pohon, Litsea polyantha
bangas ba.ngas [n] nama pohon (ada bermacam-macam), spt -- merah, Memecylon garcinioides dan -- putih, medang kawan; merbau; Angelesia splendens
bangkal bang.kal [n] pohon yg tingginya mencapai 28 m dan besarnya mencapai garis tengah 50 cm; Albizzia procera
banir ba.nir [n] akar yg menganjur ke luar menyerupai dinding penopang pohon (pd pangkal pohon, spt kenari dan beringin)
banjaran ban.ja.ran [n] cerita wayang yg mengisahkan tokoh wayang sejak masa kejayaan hingga akhir atau gugur
bantun ban.tun [v] , mem.ban.tun v menarik supaya lepas; mencabut: -- tanaman; -- paku; -- rambut [n] se.ban.tun n pohon kecil, Toxotrophis ilicifolia
bapak pendiri pendiri suatu lembaga atau pergerakan; (2) tokoh yg dianggap sbg yg meletakkan dasar pendirian suatu negara
baring ba.ring , ber.ba.ring v meletakkan badan dng punggung atau sisi badan di sebelah bawah; tidur-tiduran: anak itu senang -- di pangkuan ibunya; pd waktu hari panas, petani itu -- di bawah pohon yg rindang
baris ba.ris [n] (1) deret; leret; banjar; jajar: tiap petak ditanami sepuluh -- pohon ketela; (2) cak berbaris: anak-anak sedang belajar --; (3) garis lurus; coret; setrip: terangkanlah kata-kata yg diberi -- di bawahnya; (4) barisan; pasukan: -- Baret Merah; (5) deretan huruf pd tulisan atau cetakan: kalimat itu tertulis pd halaman 15 -- kelima dr atas; (6) tanda bunyi dl tulisan Arab (fatah, kasrah, damah) [n] tarian yg dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan kegagahan (kepahlawanan dsb), banyak jenisnya (dr Bali)
barok ba.rok [n Sas] (1) ciri-ciri tertentu yg dimiliki oleh tokoh drama tragedi (spt sikap agung, tidak langsung); (2) Ars gaya dl seni bangunan dan hiasan, gaya agung dihias penuh (dr Italia abad ke-16)
baru ba.ru [a] belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; (2) a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; (3) a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; (4) a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; (5) a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; (6) a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; (7) a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; (8) a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; (9) a modern: zaman --; sastra --; (10) adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; (11) adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; (12) adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur [n] pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus
batai ba.tai [n] pohon tropis yg tumbuh di Asia (ada bermacam-macam jenisnya) spt Albizzia falzata, Cassia timorensis, Derris dalbergioides; -- laut tumbuhan pokok, Peltophorum ferrugineum
batang kayu pokok tumbuhan (pohon)
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
baureksa ba.u.rek.sa [Jw n] roh penjaga dan pelindung
bayan ba.yan [n] burung termasuk keluarga kakaktua, membuat sarang di lubang pohon, yg jantan sebagian besar bulunya berwarna hijau terang, sedangkan yg betina berwarna merah campur biru; nuri; Pelaeornis longicauda [a] nyata; terang
bayur ba.yur [n] pohon kayu yg tingginya mencapai 50 m dan berdiameter 1 m, daun bersirip tunggal, berbentuk bulat telur, dan berwarna cokelat merah karat pd permukaan bawah, bunganya berbentuk malai berwarna merah karat dan berbulu, buahnya spt tabung melancip pd ujungnya dan bersudut lima; Pterospermum
bebal be.bal [a] sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh
bebesaran be.be.sa.ran [Jk n] pohon murbei; Morus alba
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
becermin di air keruh be.cer.min di air keruh [pb] mencontoh perbuatan yg kurang baik
bedaru be.da.ru lihat pohon
begap be.gap [a] (1)gemuk dan tegap (tt tubuh); (2) besar dan kokoh (tt kaki meja dsb)
bego be.go [a cak] sangat bodoh; tolol: ia selalu berlagak -- , pura-pura tidak mengerti
bekerma be.ker.ma [n] pohon yg kayunya biasa digunakan untuk kayu bakar
belaka be.la.ka [adv] (1) semuanya (tiada kecualinya): penghuni rumah itu perempuan --; (2) seluruhnya; sama sekali (tidak bercampur dng yg lain); semata-mata: perkataannya bohong --
belakang be.la.kang [n] (1) bagian tubuh di balik dada atau perut; punggung: ia mendukung anaknya di -- tubuhnya; (2) bagian benda yg dianggap sbg punggung; (3) arah atau bagian yg menjadi lawan muka (depan): ia datang dr --; rumahnya di -- gedung bioskop; (4) (di) balik: anak-anak berlindung di -- pohon; (5) waktu yg akan datang; nanti; kelak: bekerjalah terus, berhasil tidaknya itu urusan --
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam [pb] sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
belalang hendak menjadi elang [pb] orang bodoh (hina) berlaku spt orang pandai (terhormat)
belangir be.la.ngir [n] pohon yg kayunya banyak digunakan sbg bahan rumah spt untuk tiang dan papan; Shorea balangeran
belawan be.la.wan [n] pohon kayu rajah, Terminalia citrina
belian be.li.an [n] hasil membeli: budak - [kl n] pawang; dukun [n] , pohon -- pohon kayu besi; Eusideroxylon zwageri
belimbing be.lim.bing [a] bersanding-sanding menurut panjangnya (spt bentuk kayu penggaris) [n] (1) tumbuhan yg termasuk suku Oxalidaceae, tingginya mencapai 5-12 m, berdaun majemuk, buahnya ada yg manis (belimbing manis) dan ada yg dapat dibuat sayur (belimbing wuluh); (2) buah pohon belimbing
belinjo be.lin.jo [n] (1) pohon yg batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; Gnetum gnemon; (2) buah belinjo; (3) ki pelor (pistol, senapan)
belintang be.lin.tang , ber.be.lin.tang v terletak melintang: mereka melangkahi batang-batang pohon yg -- di tengah jalan
belonggok be.long.gok [n] pohon medang tanduk, Alseodaphne peduncularis
beloon be.lo.on [a cak] bodoh; tolol; dungu
belum tentu hilir mudik nya [pb] belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara; kokoh, baik dl soal yg kecil-kecil maupun dl soal yg besar-besar
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
bencana ben.ca.na [n] (1) sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan -- bagi negara dan bangsa; dl -- , dl bahaya; dl kecelakaan; (2) ark gangguan; godaan: mereka mengadakan selamatan untuk menolak -- roh jahat
benda ben.da [n] (1) segala yg ada dl alam yg berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (msl air, minyak); (2) barang yg berharga (sbg kekayaan); harta; (3) barang: rumah itu terbakar bersama -- yg ada di dalamnya
benggol beng.gol [a] benjol; bincul [n] mata uang tembaga bernilai 21/2 sen (dipakai pd zaman penjajahan Belanda); gobang [n] beng.gol.an n cak kepala penjahat (perampok dsb); (2) tokoh terkemuka (dl partai); gembong
bengkaras beng.ka.ras [n] pohon medang melukut; mengkaras; Norrisia malaccensis
bengku beng.ku [n] (1) pohon yg banyak getahnya, buahnya dibuat minyak (untuk lampu pd zaman dahulu) dan kayunya baik dipakai untuk bahan bangunan rumah; Ganua motleyana; (2) buah bengku
bengkuang beng.ku.ang [n] (1) pohon, daunnya biasa dibuat lajang, tikar, tutup kepala, dsb; Pandanus antrocarpus; (2) buah bengkuang [n] (1) tumbuhan menjalar, berumbi putih, kaku, berbentuk gasing, kulitnya mudah dikupas, dan rasanya manis, banyak mengandung air, biasanya dimakan segar untuk rujak (asinan) dicampur dng buah-buahan lain; Pachyrrhizus erosus; (2) umbi bengkuang
bengkung beng.kung [a] bengkok (tt keris, pisau, dsb) [n] sabuk panjang atau kain untuk pembebat perut, pinggang, dsb [n] rambut (serabut) halus di antara pelepah pohon pd pohon kelapa (enau, nibung, dsb); ijuk
benitan be.ni.tan [n] pohon yg kayunya digunakan untuk membuat tiang kapal; Goniothalamus ridlcyi
bentangur ben.ta.ngur [n] pohon yg daunnya hijau tua dan kaku, buahnya bulat, kayunya kuat (tidak mudah patah), baik untuk bahan bangunan, banyak jenisnya; Calophyllum
benuang be.nu.ang [n] kerbau atau sapi hutan yg kecil yg warnanya kehitam-hitaman [n] pohon yg kayunya lunak dan ringan, Sterculia alata
beradak be.ra.dak [v] tombak-menombak (dl perang); tusuk-menusuk; tohok-menohok
beraksa be.rak.sa [n] pohon sebangsa beringin, Cassia fistula [n] kuda yg dapat terbang; kuda semberani (dl cerita)
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
berangan be.rang.an [n] (1) pohon yg termasuk suku Fagaceae, berdaun tunggal, bagian atas daunnya berwarna hijau mengilat dan bagian bawahnya putih keperak-perakan, bunganya berkelompok, buahnya agak bulat dan berduri (ada bermacam-macam spt -- dangkal, Castanopsis argentea; -- duri (haji), Castanopsis javanica; -- landak, Quercus spicata; (2) buah berangan [n] racun tikus; barangan; warangan [n] berang-berang
berangin-angin ber.a.ngin-a.ngin [v] duduk-duduk dsb di tempat yg ada angin (supaya sejuk): mari kita ~ di bawah pohon itu
berani sendok pengedang [pb] perihal orang berani, tetapi bodoh
berantara ber.an.ta.ra [v] (1) ada antaranya (selangnya, selanya); berselang: pohon-pohon peneduh di pinggir jalan itu ~ 5 m; (2) tidak langsung; tidak sekaligus (setapak demi setapak): rumah itu dibangun secara ~
beranting be.ran.ting [v] (1) mempunyai ranting; ada rantingnya: pohon itu mulai bercabang dan ~; (2) bersambung (dng yg lain): surat itu dikirim secara ~
beras cerah beras sosoh
beras pecah kulit butir padi yg kulitnya sudah dilepaskan, tetapi belum disosoh
beras putih beras giling dng derajat sosoh yg tinggi; beras sosoh
beras-beras be.ras-be.ras [n] ikan laut, Kyphosus [n] pohon, Antidesma bunius
berat kepala tidak mudah mengerti; sukar menerima pelajaran; bodoh
berayun ber.a.yun [v] bergantung dan bergerak ke depan dan ke belakang secara teratur; berbuai; bergoyang-goyang: anak-anak itu sedang melihat kera ~ di pohon
berbaja ber.ba.ja [v] berlapis baja; bercampur baja; jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul, pb anak yg dungu, makin diajar semakin bodoh
berbelit-belit ber.be.lit-be.lit [v] (1) melilit-lilit: suluran-suluran itu -- pd pohon-pohon besar; (2) berkelok-kelok dan berlingkar-lingkar: jalan ke puncak gunung itu --; (3) berjalin-jalin; bertali-tali (dng); bersangkut paut (dng); kusut atau rumit sekali: masalah korupsi adalah masalah yg -- dan melibatkan orang banyak
berbenak ber.be.nak [v] (1) berotak; (2) pintar: tidak -, ki bodoh sekali
berbenih ber.be.nih [v] (1) ark menggunakan benih: tiada lain selain dr Tuhan Allah yg dapat menjadikan pohon yg pertama tiada dng -; (2) mempunyai benih
berbongkah-bongkah ber.bong.kah-bong.kah [v] (1) beberapa bongkah (gumpal); (2) menjadi (merupakan) beberapa bongkah: sawah yg tanahnya sudah -- itu harus segera diempoh(i)
berbuah ber.bu.ah [v] ada buahnya: pohon kelapa itu belum -
bercabang ber.ca.bang [v] (1) mempunyai cabang (tt batang pohon, tanduk, lembaga, atau kantor): tanduk rusa itu ~; di desa itu ada pohon nyiur yg ~; (2) terpecah; tidak terpusat pd satu saja (tt hati, pikiran, dsb); mendua; bimbang (tt hati, pikiran): hatinya sudah ~ sehingga sulit dipercaya; (3) berbelah cabang (tt jalan, sungai); bersimpang: jalan (sungai) itu ~ dua; (4) ki tidak dapat dipercaya (tt perkataan): lidahnya ~
bercabang-cabang ber.ca.bang-ca.bang [v] (1) banyak tumbuh cabang (tt pohon); (2) bersimpang-simpang (tt jalan, sungai); (3) terpecah-pecah atau terbagi-bagi (tt hati, perhatian, pikiran, dsb) thd beberapa masalah; tidak terpusat pd satu masalah (tt pikiran, hati)
bercakap ber.ca.kap [kl v] mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu; berkuasa: seorang pun tiada ~ naik pohon nyiur itu; inilah prajurit yg ~ mencuri keris laksamana [v] (1) berbicara; berkata: kalau hanya ~ , semua orang juga dapat; (2) berbahasa; berbicara dng bahasa: mereka ~ Inggris
bercanda ber.can.da v (1) bertingkah; (2) berkelakar; bersenda gurau; berseloroh
berderet ber.de.ret [v] (1) bersusun (dl bentuk garis lurus) teratur: pembeli karcis ~ di depan loket; (2) merupakan deret yg panjang (berjajar atau beruntun-runtun): pohon asam ~ di sepanjang jalan
berdinas ber.di.nas [v] bekerja pd pemerintah dsb; menjalani dinas (tugas): sesudah ~ 30 tahun, ia mengajukan permohonan pensiun
berdusta ber.dus.ta [v] berkata tidak benar; berbohong
berembang be.rem.bang [n] (1) pohon yg hidup di pantai, buahnya bulat pipih; Sonneratia acida; (2) buah pohon berembang; (3) ki bulatan pd puncak tiang yg bentuknya mirip buah berembang
bergayutan ber.ga.yut.an [v] bergayut banyak-banyak; bergelantungan: di pilar teras menjalar pohon anggur, buahnya ~
berhenti ber.hen.ti [v] (1) tidak bergerak (berjalan, bekerja, dsb) lagi; tidak meneruskan lagi; mandek: jantungnya ~ berdenyut; (2) berakhir; selesai; tamat: siaran televisi ~ pd pukul dua puluh tiga; (3) mengaso; beristirahat; berjeda: maka ~ lah ia sebentar, beristirahat di bawah pohon; (4) meletakkan jabatan (pekerjaan dsb) lagi: Pak Lurah akan ~ pd akhir bulan ini
berilmu lintabung ber.il.mu lintabung [ki] bodoh, tetapi sombong
beringin be.ri.ngin [n] pohon besar yg tingginya mencapai 20-35 m, berakar tunggang, dr cabang-cabangnya keluar akar gantung, daunnya kecil berbentuk bulat telur yg meruncing ke ujung dan rimbun dng tajuk berbentuk payung, buahnya kecil, bulat, dng permukaan halus; Ficus benjamina
beristigfar ber.is.tig.far [v] bermohon (memohon) ampun kpd Allah dng mengucapkan astagfirullahalazim
beristikharah ber.is.ti.kha.rah [v Isl] bersalat sunah memohon kpd Allah supaya ditunjukkan pilihan yg benar
berkaca ber.ka.ca [v] (1) memakai kaca: jendelanya tidak ~; (2) becermin: berkali-kali ia ~ untuk membetulkan sanggulnya; (3) ki mengambil sbg contoh teladan: ia selalu ~ kpd pengalamannya
berkandungan ber.kan.dung.an [v] mempunyai kandungan; berisi: minuman itu ~ alkohol
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkata peliharakan lidah [pb] ... tidak akan menghiraukan cemoohan orang
berkata-kata dng lutut [pb] berkata-kata dng orang bodoh
berkayu ber.ka.yu [v] (1) ada kayunya; mengandung kayu di dalamnya: pohon yg ~ keras; (2) mencari kayu (di hutan): pergi ~ ke hutan
berkekalan ber.ke.kal.an [v] hingga lama sekali (tetap selama-lamanya): semoga perjodohan mereka ~ dan membawa kebahagiaan
berkonsultasi ber.kon.sul.ta.si [v] (1) bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dl memutuskan sesuatu (tt usaha dagang dsb): tokoh-tokoh bank berkumpul di Jakarta dan saling ~ untuk memecahkan masalah perkreditan; (2) meminta nasihat (tt kesehatan, pendidikan, dsb)
berlayapan ber.la.yap.an [v] (1) beterbangan (berdatangan) banyak sekali dekat permukaan tanah atau air (tt burung, ikan, dsb); (2) meliuk-liuk (berayun-ayun) ditiup angin (tt pohon, tumbuhan, dsb)
berleha-leha ber.le.ha-le.ha [v] menikmati suasana santai dng tidak melakukan apa-apa: dia menghabiskan waktu rehat siangnya sambil ~ di bawah pohon yg rindang
berlumutan ber.lu.mut.an [v] penuh ditumbuhi lumut: pohon tua itu ~
bermayang ber.ma.yang [v] ada mayangnya; keluar mayangnya: pohon pinang di kebunnya sedang -
bermusim ber.mu.sim [v] (1) sudah sampai pd musimnya: buah durian belum -; (2) memiliki musim; menurut musim (tidak sebarang waktu ada): ditanami pohon buah-buahan yg -, spt ram-butan dan mangga; pohon kelapa berbuah sepanjang tahun, tidak -
berongsong be.rong.song [n] (1) keranjang dsb pembungkus (penutup) buah di pohon supaya tidak dimakan kalong, keluang, dsb; (2) selongsong pd mulut anjing dsb; berangus
berpasang ber.pa.sang [v] merupakan pasang-pasangan; berdua-duaan (sejodoh, selengkap, seperangkat, sesetel): mereka duduk ~
berpasang-pasang ber.pa.sang-pa.sang [num] (1) beberapa pasang (jodoh, set, perangkat): ~ sandal; ~ pakaian; (2) berdua-dua; sepasang-pasang: menari ~; berjalan ~
berpedoman ber.pe.do.man [v] (1) memakai pedoman: kita bentuk warga negara yg ber-Pancasila dan ~ kpd haluan negara; (2) menuju, mengarah (ke) ...; berpegang (kpd); menurut contoh: dl menentukan langkahnya ia selalu ~ kpd pengalamannya
berpilin-pilin ber.pi.lin-pi.lin [v] berkeluk (berpiuh-piuh) dipilin (tt batang kayu dsb): batang pohon itu ~ , baik dibuat tongkat; (3) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpinta ber.pin.ta [v] meminta untuk diri sendiri; bermohon: saya ~ kpd Tuhan agar kesehatan saya lekas pulih kembali
berpondong ber.pon.dong [v] memakai pondong; memakai pelindung dr panas matahari atau hujan dng pondong (untuk tanaman yg baru tumbuh): pohon-pohon jeruk yg masih ~ pun habis dicuri orang
berpukas-pukas ber.pu.kas-pu.kas [v] sindir-menyindir dng menggunakan kata-kata yg tidak senonoh (tt kemaluan perempuan)
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersandar ber.san.dar [v] (1) bersangga; bertumpu; bertopang: krn capainya, ia duduk -- pd tembok; ia berdiri sambil -- pd batang pohon; (2) membuang sauh; berlabuh: kapal itu- di pelabuhan
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
bersangkak ber.sang.kak [v] bercabang: pohon itu -- banyak
bersangkar ber.sang.kar [v] (1) bersarang: burung pipit itu -- di pohon mangga; (2) berada dl sangkar: perkutut -- bambu
bersarang ber.sa.rang [v] (1) membuat sarang: burung pipit -- di pohon kemuning; (2) bertempat (berkediaman, bersembunyi, dsb): gerombolan bersenjata -- di lereng gunung; (3) mengenai (tt pukulan dsb); masuk (tt tikaman, peluru, dsb): pisau itu -- di lambungnya; (4) ki masuk ke dl gawang (gol): penjaga gawang itu gagal meraih bola yg akan -- di jalanya
berseberangan ber.se.be.rang.an [v] (1) berhadapan duduknya atau letaknya: pd waktu makan malam ibunya selalu duduk -- dng bapaknya; (2) terletak di seberang jalan (sungai dsb), yg satu di seberang sana dan yg satu lagi di seberang sini: rumah kami -- jalan; (3) berada pd pandangan, pendirian, dsb yg berbeda: tokoh muda itu -- dng pemerintah
bersembahyang ber.sem.bah.yang [v] (1) melakukan sembahyang (salat): mereka- hari raya di lapangan dekat masjid Al-Azhar; (2) berdoa (memohon) kpd Tuhan: -- di gereja; (3) upacara selamatan untuk menghormati (memuliakan) para leluhur dsb: -- Tahun Baru
bersenda gurau ber.sen.da gu.rau [v] berkelakar; berseloroh; bercanda (kata); bergurau
bersikap ber.si.kap [v] (1) berdiri tegak (bersiap): setelah sampai di hadapan komandan, mereka -; (2) mengambil sikap (pendirian): -- masa bodoh, berbuat tidak peduli thd apa yg akan terjadi menimpa dirinya dsb
bertam ber.tam [n] pohon sagu, Eugeissona tristis [n] burung kuau, Melanoperdix nigra
berteduh ber.te.duh [v] (1) berlindung (supaya jangan kehujanan atau kepanasan); bernaung: aku ~ di bawah pohon; (2) dilindungi dr; (3) menumpang tinggal; diam: aku gembira telah memberi tempat ~ di rumahku kpd anak yatim itu
bertelinga lembut ber.te.li.nga lembut [ki] (1) kurang pandai; bodoh; (2) suka menolong; pemurah
bertemu ruas dng buku ber.te.mu ruas dng buku [pb] sudah jodohnya (seorang laki-laki dng perempuan)
bertimbal ber.tim.bal [v] (1) bertimbang; berbanding; kedua belah pihak sama (derajatnya dsb): dilihat dr keturunan dan kekayaan kedua mempelai itu ~ juga; (2) pd kedua belah sisi (pihak): terdapat pohon bungur ~ jalan
bertopang ber.to.pang [v] (1) memakai topang; disokong; disangga; ditunjang: krn lebat buahnya, pohon pisang itu ~; (duduk) ~ dagu, a (duduk) dagunya disangga dng tangan; b ki melamun; bermalas-malas; (2) bertumpu (pd); berdasar (pd): pendapatnya ~ pd takhayul belaka
bertumbuk ber.tum.buk [v] (1) berlanggaran (dng); bertubrukan (dng): tadi pagi terjadi kecelakaan yg hebat, bus penumpang ~ dng truk; (2) terlanggar; tertubruk; terbentur: kepalanya berdarah ~ mobil; (3) bergocoh (tinju-meninju): kedua orang pemuda itu ~ krn masalah rokok; (4) berjumpa atau terjumpa (dng): yg pasti orang hidup ini suatu ketika akan ~ dng kesulitan-kesulitan; (5) bertepatan waktunya (dng): tahun 1977 Hari Pendidikan Nasional ~ dng Pemilu
beruas be.ru.as [n] pohon manggis hutan, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas; Garcinia hombroniana
berumbung be.rum.bung [n] pembuluh (tempat mengalirkan atau menyalurkan air, asap, dsb); pipa; corong [n] pohon yg bagus dan keras, warnanya kuning tua dan berbelang; Adina rubescens
berupa be.ru.pa [v] (1) ada rupanya yg nyata (kelihatan); berwujud: dikatakan bahwa roh itu tidak ~ , tetapi eksistensinya tidak dapat disangkal; (2) berbentuk sbg: dibuatnya lambang yg ~ padi dan kapas; (3) terjadi dr; terdiri atas: bantuan yg diterima panitia ~ beras, gula pasir, susu bubuk, ikan asin, dan pakaian; (4) elok rupanya; cantik: rasanya sukar juga mencari istri yg berada, berbangsa, lagi ~
besar cakap suka membual; sombong: -- gabuk 1 besar, tetapi tidak padat dan tidak berat; (2) besar badannya, tetapi masih bodoh (tt anak)
besaran be.sar.an [n] pohon, daunnya dapat dijadikan obat, dan digunakan untuk makanan ulat sutra; Morus alba
beti-beti be.ti-be.ti [n] pohon yg buahnya dapat dimakan, kulitnya untuk mengubar jala atau menyamak kulit, Flueggia virosa
betis be.tis [n] bagian kaki antara lutut dan pergelangan kaki, di belakang tulang kering [n] pohon belian
betul be.tul [a] (1) benar; sesungguhnya; tidak bohong: -- , dia adalah kemenakan saya; (2) benar; tidak salah; tidak keliru: pendapatan hitungan ini --; (3) sejati; bukan tiruan; bukan campuran; tulen: perhiasan yg dipakainya spt emas --; (4) tepat; persis: tembakannya -- mengenai jantungnya; (5) langsung (tidak serong): rumahku dng rumahmu berhadapan --; (6) lurus (tegak) benar: jalan yg --; berdiri --
betutu be.tu.tu [n] ikan (belut) yg hidupnya dl air berlumpur; Barbicthys laeris [n] nama pohon, Eurya japonica [n] daging ayam yg masih utuh, tetapi sudah diambil tulang-tulangnya
bidah bid.ah [n Isl] (1) perbuatan yg dikerjakan tidak menurut contoh yg sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan; (2) pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pd Alquran dan hadis; (3) ki kebohongan; dusta
bidara bi.da.ra [n] pohon yg banyak tumbuh di tepi laut, Zizyphus rotundifolia (banyak macamnya, spt -- cina, Zizyphus jujuba
biduri bi.du.ri [Lihat {baiduri}] [n] pohon yg seratnya dapat dijadikan pakaian; Colotropis gigantea
bilakmata bi.lak.ma.ta [n] pohon maja; Aegle marmelos
bilang bi.lang [v] ber.bi.lang v (1) menghitung: -- untung; (2) beberapa: -- kali; -- ratusan (ribuan); -- sen (rupiah); (3) perhitungan [v cak] berkata; mengatakan: siapa -- ia anak yg bodoh
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bintan bin.tan [n] pohon kayu yg biasanya tumbuh di sepanjang tepi sungai, akarnya sering dicampur dng pinang untuk obat cuci perut; Cerbera mangkas
bintang beredar planet yg beredar mengelilingi matahari spt Zohrah (Venus), Marikh (Mars), Mustari (Yupiter)
bintang pari gugusan bintang empat buah yg tampak spt salib di sebelah selatan; bintang tohok
bintang siarah planet yg mengitari matahari dan mendapat cahayanya, spt Marikh (Mars), Mustari (Yupiter); Zohrah (Venus)
bipolisentrisme bi.po.li.sen.tris.me [n Pol] sistem politik internasional yg ditandai dng pengendoran blok-blok yg bersaing menjadi aliansi yg tidak begitu kohesif (bersatu padu) dan bangkitnya negara Non-Blok yg berpengaruh
bir [n] minuman mengandung alkohol yg dibuat dng peragian lambat
bisbol bis.bol [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dng bulu halus kemerah-merahan, berbau spt mentega; Dyaspyros philipinses [n Olr] permainan olahraga dng menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yg masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain
bodhi bo.dhi [n] pohon yg menaungi Buddha Gautama pd waktu memperoleh petunjuk
bola lampu lampu listrik; bohlam
boling bo.ling [n] cabang olahraga yg berupa permainan dng menggelindingkan bola khusus untuk merobohkan sejumlah gada yg berderet yg kemudian dapat tertata lagi secara otomatis; bola gelinding: olahraga -- masih langka jika dibandingkan dng cabang olahraga yg lain
bomor bo.mor [Lihat {bomoh}]
bonet bo.net [n] (1) kopiah atau topi kecil terbuat dr kain halus dan tanpa pinggiran; (2) Kat tutup kepala bersudut tiga atau empat yg dipakai rohaniwan Katolik (untuk pastor berwarna hitam, untuk uskup berwarna ungu, untuk kardinal berwarna merah, dan untuk paus berwarna putih)
bongak bo.ngak [a] sombong; congkak; angkuh [a] bohong; dusta [Mk a] bodoh
bosor makan rakus; gelojoh
brakiasi bra.ki.a.si [n] cara gerak orang utan dan jenis kera lainnya dng menggelantung pd cabang pohon dan mengayunkan tubuhnya ke depan dng bantuan lengan
brem [n] makanan berupa lempengan keras berasa manis keasaman yg dibuat dr sari tapai ketan, warnanya putih kecokelatan; [n] minuman mengandung alkohol, terbuat dr peragian sari beras, dsb (Bali); beram
brunai bru.nai [n] pohon perdu yg tingginya dapat mencapai 4-5 m, kayunya lurus dan keras, biasanya untuk tongkat; Antidesma neurocarpum
buah bu.ah [n] (1) bagian tumbuhan yg berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji): pohon mangga itu banyak -- nya; (2) kata penggolong bermacam-macam benda: dua -- kapal; se -- negeri; dua -- rencana; (3) pokok; bahan: -- percakapan; (4) hasil: -- jerih payahnya kini dapat dinikmati oleh keturunannya
buah berembang buah pohon berembang; (2) bulatan pd puncak tiang
budaya malu [cak] sikap bawahan yg kurang berani mengatakan keadaan yg sebenarnya thd atasan; (2) sikap pegawai (karyawan dsb) yg merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh
bugenvil bu.gen.vil [n] tanaman hias, pohon tumbuh merambat, bunganya banyak (jenisnya bermacam-macam, ada yg berbunga merah, merah tua, merah muda, jingga, putih, dsb); bunga kertas; Bougainvillaea
buil bu.il [n] pohon, kayunya baik untuk ramuan rumah
buka lahan [Tan] pembersihan lahan, pohon, atau semak belukar untuk dipersiapkan menjadi pastura
bukti cabul yg menyatakan kebenaran suatu perbuatan yg tidak senonoh
bulangan bu.lang.an [n] pohon yg daunnya dapat digunakan sbg obat mejan; Gmelina asiatica
buldoser bul.do.ser [n] traktor beroda rantai yg dilengkapi alat untuk meratakan tanah, menumbangkan pohon besar, dsb
bulevar bu.le.var [n] jalan raya yg lebar, biasanya dng deretan pohon di kiri kanannya; adimarga
bulu-bulu bu.lu-bu.lu [n] pohon yg kayunya berwarna merah, keras, dan berat, tingginya dapat mencapai 25 m, diameter mencapai 60 cm, biasa digunakan untuk pasak rumah; Pallacalyx axillaris
bunga bangkai pohon yg bunganya berbunga 1-3 tahun sekali, Amophophallus titanum (ditemukan di Sumatra oleh Beccari pd tahun 1868)
bunga kertas bunga tiruan yg dibuat dr kertas untuk hiasan pengganti bunga hidup; (2) pohon hias yg banyak bunganya, batangnya berduri, Bougainvillea
bunga kubur pohon (bunga) kamboja yg biasa ditanam orang dl kuburan
bunga sepatu pohon hias, umumnya berbunga merah, ada yg kuning; Hibiscus rosasinensis
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
bungur bu.ngur [n] pohon yg berbunga ungu, merah muda, atau putih, kayunya dipakai untuk tiang rumah dsb; Langerstroemia speciosa
buni bu.ni [n] (1) pohon yg buahnya kecil-kecil dan masam rasanya; Antidesma bunius ; (2) buah buni [v] sembunyi; (2) n rahasia
bunut bu.nut [n] pohon yg batangnya dapat dibuat tali, bunganya halus; wunut; Cynometra remiflora
buraksa bu.rak.sa lihat pohon lihat kuda
burdah bur.dah [ark n] jubah dr bulu domba [n] (1) rebana besar terbuat dr batang pohon kelapa (gelugu); (2) seni musik tradisional Bali Utara dng tetabuhan rebana besar terbuat dr gelugu
buruk muka cermin dibelah [pb] menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yg salah, bodoh, dsb [pb] krn aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan [pb] krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan
buruk-buruk embacang ( embacang buruk kulit) [pb] kelihatannya tidak baik (bodoh dsb), tetapi sebenarnya baik sekali (pandai)
butun bu.tun lihat pohon
cabang ca.bang [n] (1) bagian batang kayu yg tumbuh dr pokok atau dahan (cabang yg besar disebut dahan dan cabang yg kecil disebut ranting): pohon ini tidak banyak -- nya; (2) galah (tongkat dsb) yg ujungnya berbelah menjadi sudut (Y); canggah; cagak: pohon itu ditopang dng --; (3) bagian yg terpecah atau terbelah dr pokoknya: -- jalan; -- sungai; (4) satuan usaha (kedai, toko), lembaga, perkumpulan, kantor, dsb yg merupakan bagian dr satuan yg lebih besar; filial: kantor --; perguruan itu mempunyai beratus-ratus -- di seluruh tanah air
cabuh ca.buh [Mk a] (dl keadaan) kacau; rusuh; heboh
cabul ca.bul [a] keji dan kotor; tidak senonoh (melanggar kesopanan, kesusilaan): ia suka sekali berkata (berbuat) --
cair ca.ir [a] (1) bersifat spt air, tidak padat dan tidak berupa gas: air raksa ialah benda --; (2) bersifat tidak kental (tidak pekat, tidak beku); encer: bubur --; larutan yg --; (3) ki bocor (tt rahasia, berita, atau kabar); (4) ki (sudah) dapat diuangkan (tt surat keputusan untuk memakai uang negara dr kas negara atau Kantor Perbendaharaan Negara); (5) ki lemah (kurang giat, kurang bersemangat); (6) Fis fase zat yg molekulnya secara relatif bebas mengubah kedudukannya satu thd yg lain, tetapi terkendala oleh gaya kohesif untuk mempertahankan volumenya yg relatif tetap
cakapan ca.kap.an [n] (1) yg dipercakapkan; omongan: (2) Sas karya sastra atau bagiannya yg berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kpd dirinya sendiri atau kpd pembaca dan pendengar; dialog
cakapan tunggal ca.kap.an tunggal [Sas] cakapan panjang yg diucapkan oleh seorang tokoh dl sebuah karya sastra, baik yg ditujukan kpd diri sendiri maupun kpd pendengar; monolog
cakapan tunggal dramatik ca.kap.an tunggal dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis, yg mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yg dihadapinya
calang ca.lang [v] men.ca.lang v meninjau; mengintai; mengintip [kl a] (1) tidak banyak daunnya; gundul (tt pohon); (2) ki tidak memakai perhiasan (perabotan dsb)
camau ca.mau [n] (1) pohon yg akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit kencing nanah; Dracaena angustifolia; (2) akar camau
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
cangkring cang.kring [n] (1) pohon yg batangnya berduri dan akarnya dapat dipakai sbg obat penyakit beri-beri; Erythrina fusca; (2) akar cangkring
caruk ca.ruk [kl v] , men.ca.ruk v (1) mengupas kulit kayu; menguliti; (2) menakik (menggores) pohon untuk mengambil getah (damar dsb) [ark a] lahap; rakus; pajuh [Mdr v] berkelahi satu lawan satu atau secara massal dng menggunakan senjata tajam (celurit), dng latar belakang wanita, dendam, dsb
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
cecak terbang cecak yg diam di pohon-pohon dan pandai melayang; cebikas; kubin; Dravo volans
ceding ce.ding [a] selalu kecil (kurus) saja (tt anak, tumbuh-tumbuhan, buah); kerdil; (2) n kuncup batang yg tumbuh setelah batang pohonnya dipotong; (3) n tunas
cekibar ce.ki.bar [n] cecak yg diam di pohon-pohon dan pandai melayang; cecak terbang; kubin; Draco volans
cekuh ce.kuh [v] men.ce.kuh v merogoh: dng cepat tangannya ~ kantong celana orang yg sedang berbelanja itu [n] (1) tumbuh-tumbuhan yg bunganya biasa ditaburkan di atas kuburan dan daunnya dijadikan ulam atau lalap; (2) bunga cekuh; (3) daun cekuh
cemara ce.ma.ra [n] (1) secekak bulu kuda (lembu, kerbau, dsb) yg dipakai sbg hiasan pd tombak dsb, (2) secekak bulu ekor kuda dsb yg diberi tangkai untuk berkipas, mengusir lalat, dsb; (3) secekak rambut yg dipakai untuk memperbesar konde atau sanggul; (4) benda yg rupanya spt bulu ekor kuda atau lembu (msl bulu pd buah jagung) [n] pohon yg berbatang tinggi lurus spt tiang, daunnya kecil-kecil spt lidi; eru; Casuarina eqnisetifolia
cemeeh ce.me.eh [Mk n] ejekan; hinaan; cemooh
cempaka cem.pa.ka [n] (1) pohon yg bunganya berbau harum, berwarna putih kekuning-kuningan atau kuning (ada bermacam-macam, spt -- ambon; Michelia figo [n] batu permata yg warnanya kuning muda
cempana cem.pa.na [n] pohon yg daunnya menyerupai daun terup; Teysmanniodendron pteropodum [Lihat {jempana}]
cempedak cem.pe.dak [n] (1) pohon yg buahnya spt nangka, tetapi dagingnya lebih lembek dan lebih harum baunya; Artocarpus champeden; (2) buah cempedak
cemperai cem.pe.rai [n] tumbuhan yg pohonnya kecil-kecil, daunnya untuk sayur (ada bermacam-macam: -- burung, -- batu); Champeria griffithii
cendana cen.da.na [n] (1) pohon yg kayunya keras dan berbau harum; Santalum album; (2) kayu cendana
cenderai cen.de.rai [n] jenis pohon (daunnya digunakan sbg obat): Grewia paniculata
cengal ce.ngal [n] jenis pohon (yg bagus untuk dibuat perabot); Balanocarpus
cengang ce.ngang [a] , ber.ce.ngang.an v merasa ganjil atau aneh ketika melihat (atau mendengar) sesuatu yg mengherankan (tt orang banyak); takjub; keheranan: sedang kami masih ~ , ia telah menghilang di balik pepohonan; mereka ~ melihat apa yg terjadi
cenggeret ceng.ge.ret [Jk n] serangga kecil sebangsa uir-uir, biasa hidup di pohon-pohon; tonggeret
cengkering ceng.ke.ring [n] pohon yg berduri besar dan berdaun kecil, sebangsa dedap; Erythrina ovalifolia
cengkih ceng.kih [n] (1) tanaman produksi, pohonnya tinggi, daunnya rimbun, hidup di dataran tinggi, yg bunganya (buahnya) harum dan pedas, segar rasanya, dipakai sbg rempah-rempah, isi rokok kretek, dsb; Eugenia aromatica; (2) bunga cengkih; (3) kartu besar (untuk berjudi) yg bergambar bunga cengkih
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
cerabih ce.ra.bih [ark v] men.ce.ra.bih v bercakap-cakap tidak keruan; banyak omong; berseloroh
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
cerang ce.rang [n] tempat di rimba yg sudah ditebang pohon-pohonnya (spt bekas ladang)
cerita pendek [Sas] kisahan pendek (kurang dr 10.000 kata) yg memberikan kesan tunggal yg dominan dan memusatkan diri pd satu tokoh dl satu situasi (pd suatu ketika)
cermai cer.mai [n] (1) pohon yg batangnya lurus bercabang-cabang, kayunya mudah patah, daunnya sejajar, buahnya kecil-kecil, bentuknya bulat kecil dan beralur, berwarna kuning, dan rasanya masam; Phyllanthus acidus; (2) buah cermai
cermin perbandingan contoh (pelajaran)
cetek ce.tek [Jk a] (1) tidak jauh jaraknya dr permukaan ke dasar (tt sungai, sumur, dsb); dangkal; tohor; (2) ki tidak mendalam (tt pengetahuan dsb)
cibir ci.bir [v] men.ci.bir v menganjurkan bibir bawah ke depan untuk menyatakan tidak senang (mengejek, mencemoohkan): mendengar perkataan itu ia ~
cih [p] kata seru menyatakan tidak suka, mengejek, dsb: -- pembohong, tidak bermalu
cikal ci.kal [Jw n] pohon kelapa yg masih kecil; tunas kelapa; -- bakal 1 orang (sesepuh) yg mula-mula mendirikan desa atau negara; pendiri: dialah -- bakal di kampung ini, krn itu ia diangkat menjadi sesepuh; (2) orang yg menurunkan; nenek moyang: Palembang merupakan kota pelabuhan Sriwijaya dan negeri asal -- bakal orang Sriwijaya
cincin cap cincin yg memakai cap; mohor
cis [p] kata seru untuk mencemoohkan dsb: -- , tidak tahu malu [n cak] senapan dng patrun kecil
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
ciut ci.ut [a] (1) sempit; picik; (2) menjadi sempit; menyusut; mengerut: ruang gerak perusahaannya semakin --; (3) ki tawar; takut (tt hati, perasaan): mendengar itu hatiku bertambah -- [n] tiruan bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb
cokelat co.ke.lat [n] (1) pohon yg termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5-6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pd batang yg besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15-20 cm, mengandung biji spt kacang-kacangan antara 50-100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lainnya; Theobroma cacao; (2) bubuk tepung dr biji cokelat; (3) gula-gula yg dibuat dr bubuk cokelat [n] warna merah kehitam-hitaman spt sawo matang
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
concong con.cong [ark] men.con.cong a berjalan terus dng tidak menoleh ke kanan atau ke kiri: semuanya berjalan ~ spt orang tergopoh-gopoh
cuar cu.ar , men.cu.ar a tegak menganjur ke atas (tt tiang, pohon yg tinggi, dsb); menganjur memanjang (tt kaki dsb): tiang benderanya ~; lembingnya tampak ~ di antara lautan prajurit
cuek cu.ek [a cak] masa bodoh; tidak acuh
culak cu.lak [n] pohon culak, Callicarpa maingayi [ark] men.cu.lak a menganjur ke atas; mencuar
culan cu.lan [n] (1) pohon perdu, biasanya dipergunakan untuk pagar hidup, bunganya harum, daunnya dipergunakan obat; pacar cina; Aglaia odorata; (2) daun culan
cuplikan cup.lik.an [n] hasil mencuplik; nukilan; kutipan: ini merupakan ~ dr sambutan Ketua Panitia Hari Kartini; demikianlah beberapa ~ contoh pasal dl peraturan itu
dafnah daf.nah [n] pohon yg selalu berwarna hijau, tingginya 2-8 m, terdapat di Eropa Selatan, karangan daunnya biasa dipakai sbg tanda kehormatan bagi para olahragawan di gelanggang Olimpiade; Laurus nobilis
dahan da.han [n] cabang batang pohon; bagian batang pohon yg tumbuh mencuat ke samping (beranting dan berdaun) [kl n] pendahan; lembing
dajal da.jal [n] (1) setan yg datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); (2) ki orang yg buruk kelakuannya; penipu; pembohong
dakwah bilhal dakwah dng contoh perbuatan yg nyata
daluang da.lu.ang [kl n] kain atau kertas dibuat dr kulit pohon
damar da.mar [n] (1) getah keras yg berasal dr bermacam-macam pohon (banyak macamnya, spt -- batu, -- daging, -- hitam); (2) lampu; pelita; (3) Kim sisa padat yg diperoleh dr terpentin (dng sifat keras rapuh, tembus sinar, tanpa rasa, berwarna kuning, dapat digunakan untuk membuat sabun, pernis, cat, dsb dl industri farmasi) [Mk n] kemiri
damar laut pohon yg tingginya mencapai 150 kaki, besarnya mencapai 5 kaki, kayunya empuk berwarna cokelat terang; Parashorea stellata
dame da.me [n Sas] tokoh wanita yg secara tradisional diperankan oleh laki-laki
danau da.nau [n] genangan air yg amat luas, dikelilingi daratan; telaga; tasik [Mk v] , men.da.nau v berbuat kurang senonoh (dng perempuan induk semang dsb)
danghyang dang.hyang [Jw n] roh pemelihara dan pelindung
dangir da.ngir [v] , men.da.ngir v mencangkuli (dng cangkul kecil) dan membersihkan tanah di sekitar pohon supaya tanah tetap subur
dangka dang.ka [ark] , ber.dang.ka v menyangka: jangan ~ yg bukan-bukan , ter.dang.ka-dang.ka kl v mendarat; mendekati darat: tiada seorang Peringgi boleh ~ lagi di Laut Johor
dangkal dang.kal [a] (1) tidak dalam (tt sungai dsb); tohor; cetek: perahu itu kandas di bagian sungai yg --; (2) ki belum paham atau belum mendalam benar (tt pengetahuan dsb); belum meresap benar: pengetahuannya tt kebudayaan bangsanya sendiri masih --; mendangkal v menjadi dangkal [Jk a] (1) keras dan tidak baik masaknya (tt buah-buahan); (2) tidak berair dan tidak subur (tt tanaman); (3) ki tebal hati tidak lemah lembut; (4) ki terbengkalai; tanggung-tanggung (tt pekerjaan)
dangkar dang.kar [a] dangkal; tohor; cetek: sungai itu menjadi -- akibat erosi [ark v] , men.dang.kar v menggulung: ~ tikar [a] sangat berani; dakar
danyang da.nyang [n] hantu penjaga (rumah, pohon, dsb)
darab da.rab [ark n] pukulan keras: -- cemeti Johan Alam mengenai penghulu pendekar itu [n] perkalian; perbanyakan: daftar --
daru-daru da.ru-da.ru [n] pohon, kayunya kuat dan berat, baik untuk bahan rumah; Urandra corniculata
dasar da.sar [n] (1) tanah yg ada di bawah air (tt kali, laut, dsb): ia berhasil menyelam sampai ke -- laut; (2) bagian yg terbawah (tt kuali, botol, dsb) yg di sebelah dalam ataupun yg di sebelah luar: isi botol itu tinggal 1 cm dr -- nya; (3) lantai: rumah papan -- nya ubin; (4) latar (warna yg menjadi alas gambar dsb): gambar bulan sabit putih pd -- warna hijau; (5) lapisan yg paling bawah: meni dipakai sbg cat --; (6) bakat atau pembawaan sejak lahir: tidak ada -- dagang padanya; (7) alas; fondasi: gotong royong adalah -- masyarakat Indonesia; (8) pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan); asas: apa yg akan dijadikan -- pembicaraan kita nanti; tindakan itu bertentangan dng -- demokrasi yg sebenarnya; (9) cak memang begitu (tt adat, tabiat, kelakuan, dsb): -- pencuri, di mana pun tetap juga mencuri; -- miliknya, walaupun sudah dua hari hilang akhirnya ditemukan juga; (10) Ling bentuk gramatikal yg menjadi asal dr suatu bentukan [p] memang: -- bandel biar sudah diberi tahu masih bersikap masa bodoh
daun kepialu daun pohon lakum, biasanya dipakai untuk mengobati penyakit demam; Vitis trifolia
dedap de.dap [n] pohon yg berduri dan bunganya merah; Erythrina (ada bermacam-macam, spt: -- batik, Erythrina subumbrans
dedemit de.de.mit [n] makhluk halus yg jahat dan suka mengganggu manusia; roh jahat
dedengkot de.deng.kot [Jk n] orang yg menjadi tokoh (pemimpin) dl suatu perkumpulan dsb, baik dl arti yg baik maupun yg buruk
dedulang de.du.lang [n] pohon merunggai; petai laut; dulang-dulang; Desmodium umbellatum
defoliasi de.fo.li.a.si [n] penggundulan pohon; perontokan daun
delas de.las [n] tanah yg semula dibuka dan dikerjakan, kemudian ditinggalkan sehingga ditumbuhi kembali oleh semak belukar dan pepohonan
delik de.lik [n] pohon yg tingginya mencapai 20 m, berbatang besar, bercabang banyak dan tidak lurus; temberos; Memecylon caloneuron , men.de.lik v terbuka lebar-lebar (tt mata); membelalak; memelotot [n Huk] perbuatan yg dapat dikenakan hukuman krn merupakan pelanggaran thd undang-undang; tindak pidana
delik bangas pohon kecil; medang nasi-nasi; Memecylon edule
delik bukit pohon kecil; medang berunit; Anisophyllea apetala
delik jambu putih pohon kecil; api-api hutan; kelat batu; Memecylon coeruleum
delima de.li.ma [n] (1) tumbuhan perdu dng cabang yg rendah dan berduri jarang, daunnya kecil-kecil agak kaku berwarna hijau berkilap, buahnya berkulit kekuning-kuningan sampai merah tua, dapat dimakan, kalau masak merekah; Punica granatum; (2) buah pohon delima; cempaka tanjung
delima katik pohon delima yg kecil (kerdil)
delima kuning pohon delima yg daging buahnya kuning
delima merah pohon delima yg daging buahnya merah
delima putih pohon delima yg bunga dan daging buahnya berwarna putih
demap de.map [ark a] gelojoh; rakus
demon de.mon [n] (1) makhluk atau roh yg jahat; hantu; setan; (2) orang yg bengis, tidak mengenal belas kasihan
dendrokronologi den.dro.kro.no.lo.gi [n] pengetahuan tt penentuan usia pohon atau batang berdasarkan tebal lingkaran yg terbentuk pd pohon
dendrologi den.dro.lo.gi [n] ilmu tt cara mengidentifikasi jenis pohon berdasarkan ciri
dengkul deng.kul [n] lutut; (2) a ki bohong; palsu; kosong: kabar --; modal --
deres de.res [v] , men.de.res v menyadap nira dsb dr pohon
dering de.ring [n] tiruan bunyi giring-giring [n] pohon, Cryptocarya griffithiana
dersana der.sa.na [Jw n] (1) pohon jambu yg berbatang tegak warnanya cokelat kotor, kasar, tingginya antara 10-15 m; Syzygium samarangense; (2) buah jambu berwarna merah keputihan; jambu dersana
determinisme de.ter.min.is.me [n] paham yg menganggap setiap kejadian atau tindakan, baik yg menyangkut jasmani maupun rohani, merupakan konsekuensi kejadian sebelumnya dan ada di luar kemauan
dewa de.wa [kl n] (1) roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; (2) ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; (3) Bl gelar kasta (golongan) Brahmana
dewadaru de.wa.da.ru [n] (1) pohon yg daunnya biasa dipakai untuk lalap; daru-daru; Urandra corniculata; (2) daun dewa daru
diabetes melitus [Dok] gangguan metabolisme karbohidrat krn kelenjar pankreas tidak mampu menyekresi insulin yg cukup dng gejala adanya gula dl urine, turunnya bobot badan, selalu haus dan lapar, dan banyak kencing; keadaan kekurangan insulin dng akibat glukosa tidak dapat diolah oleh badan sehingga kadar glukosa dl darah meninggi dan dikeluarkan dl urine
diakon di.a.kon [n Kat] rohaniwan yg sudah mendapat tahbisan yg kedua (tingkatnya di bawah imam)
dialog di.a.log [n] (1) percakapan (dl sandiwara, cerita, dsb); (2) karya tulis yg disajikan dl bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih
diam di.am [v] (1) tidak bersuara (berbicara): semuanya -- , tidak ada yg berani mengkritik; (2) tidak bergerak (tetap di tempat): pencuri itu -- saja ketika hendak ditangkap, tidak lari atau mengadakan perlawanan; (3) tidak berbuat (berusaha) apa-apa: ia -- saja walau dicemooh dan dihina [v] ber.di.am v berumah; bertempat tinggal: sudah berapa lama engkau ~ di kota ini?
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
diorama di.o.ra.ma [n] (1) sajian pemandangan dl ukuran kecil yg dilengkapi dng patung dan perincian lingkungan spt aslinya serta dipadukan dng latar yg berwarna alami; pola atau corak tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yg dihasilkan dng menempatkan objek dan tokoh di depan latar belakang dng perspektif yg sebenarnya sehingga dapat menggambarkan keadaan yg sebenarnya; (2) pameran spesimen satwa liar atau pemandangan dl ukuran aslinya yg dilengkapi dng lingkungan alam asli dan latar yg bercat
dipsomania dip.so.ma.nia [n] penyalahgunaan alkohol secara berlebihan
diserap di.se.rap [v] , -- hantu kemasukan roh jahat
doa [n] permohonan (harapan, permintaan, pujian) kpd Tuhan
doa selamat doa memohon berkat atau untuk memohon selamat (dr bahaya, penyakit, dsb) kpd Tuhan
dogol do.gol [a] (1) tidak bertanduk (tt lembu dsb); (2) tidak berbalung (tt ayam): ia lari bagai ayam -- [a] bodoh: dia memang -- , dua tambah dua saja tidak tahu [n] jendul
domot do.mot [a] dungu; bodoh: dasar -- , sudah berulang-ulang diterangkan tetap saja tidak mengerti
dongengan do.ngeng.an [n] cerita bohong; omong kosong: semuanya itu hanya ~ belaka, jangan terlalu kaupikirkan
dop [n] penutup pangkal poros roda (mobil dsb) [n] bohlam
doyong do.yong [a] condong; miring; hampir roboh (tt pohon, rumah, dsb)
drakula dra.ku.la [n] tokoh dl cerita horor di Eropa yg suka menghisap darah manusia yg menjadi mangsanya
drama absurd [Sas ] drama yg sengaja mengabaikan atau melanggar konvensi alur, penokohan, tematik
drama duka [Sas] (1) drama yg khusus menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama; (2) drama yg melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yg luar biasa yg berakhir dng malapetaka atau kesedihan; tragedi
drama ria [Sen] drama ringan yg sifatnya menghibur walaupun selorohan di dalamnya dapat bersifat menyindir dan berakhir dng kebahagiaan; komedi
dua-duanya du.a-du.a.nya [num] keduanya: ~ bodoh
duduk-duduk du.duk-du.duk [v cak] duduk santai: mari kita ~ di bawah pohon itu
dugang du.gang [v] men.du.gang v menahan dng tali agar tidak roboh: petani itu berusaha ~ pohon yg hampir tumbang
dugas du.gas [v] men.du.gas v berjalan tergopoh-gopoh; bergegas; terburu-buru: ketika didengarnya anaknya menjerit, ia pun ~ ke kamar anak itu
duku du.ku [n] (1) pohon tinggi (dpt mencapai 11-20 m), berbatang (pokok) lurus bergaris tengah 30-40 cm, bergetah; kulit batangnya abu-abu, cabang-cabangnya sedikit berbulu halus, bunganya putih-karang tersusun dl untaian; Lansium domesticum; (2) buah duku, bentuknya kecil-kecil bulat telur sampai bulat dan bergerombol, berwarna cokelat susu, berdaging putih dan berbiji, kadang-kadang bergetah
dukun tiban orang yg dl waktu terbatas mempunyai kemampuan mengobati suatu penyakit krn adanya kekuatan gaib akibat kerasukan roh
dulang du.lang [n] nampan yg biasanya berbibir pd tepinya dan berkaki, dibuat dr kayu [Jw v] men.du.lang v menyuapi (anak kecil, orang sakit, dsb) [Mk v] men.du.lang v mengepul (tt asap) [n] pohon tengguli, Cassia fistula
dumi du.mi [n Graf] benda tiruan yg dipakai sbg contoh majalah atau buku yg akan diterbitkan (sampul buku dsb)
dungu du.ngu [a] sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh
dungun du.ngun [n] pohon di pantai yg kayunya liat, Heritiera littoralis
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
durian du.ri.an [n] (1) pohon yg batangnya lurus, tingginya sekitar 20-40 m, dahannya jarang, kulit batangnya kasar dan berwarna kelabu, bunga tersusun dl malai, berwarna kuning; Durio zibethinus; (2) buah durian, berkulit tebal dan berduri, berbentuk bundar lonjong atau bundar telur, dagingnya berwarna putih, kuning tua atau putih kekuning-kuningan, berbau tajam dan dapat memabukkan
duruwiksa du.ru.wik.sa [Jw n] roh jahat
dusta dus.ta [a] tidak benar (tt perkataan); bohong
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
dwitunggal dwi.tung.gal [n] pasangan yg sangat erat dan kokoh antara dua hal (tokoh): -- Soekarno-Hatta
egalitarianisme ega.li.ta.ri.an.is.me [n] (1) doktrin atau pandangan yg menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat; (2) asas pendirian yg menganggap bahwa kelas-kelas sosial yg berbeda mempunyai bermacam-macam anggota, dr yg sangat pandai sampai ke yg sangat bodoh dl proporsi yg relatif sama
ekbalium ek.ba.li.um [n] suksesi ekologi sbg akibat penebangan pohon
eksepsi ek.sep.si [n] (1) pengecualian; (2) Huk tangkisan atau pembelaan yg tidak menyinggung isi surat tuduhan (gugatan), tetapi berisi permohonan agar pengadilan menolak perkara yg diajukan oleh penggugat krn tidak memenuhi persyaratan hukum: dl perkara itu pembela mengajukan -- kpd jaksa krn terdakwa menderita penyakit jiwa
ekshibisionisme ek.shi.bi.si.o.nis.me [n Psi] kelainan atau ketidakwajaran yg ditandai dng kecenderungan memperlihatkan hal-hal yg tidak senonoh, spt alat kelamin kpd orang lain untuk pemuasan diri
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
eksponen eks.po.nen [n] (1) Mat angka dsb yg ditulis di sebelah kanan atas angka lain yg menunjukkan pangkat dr angka tsb, spt angka 2 pd 2; (2) orang yg menerangkan atau menafsirkan suatu teori, yg dapat mewakili dan menjadi contoh dr teori tsb atau orang yg menganut teori tsb: Huxley merupakan seorang -- dr teori evolusi Darwin; (3) orang terkemuka dl suatu gerakan atau bidang kehidupan; tokoh: -- Angkatan 45
eksposisi eks.po.si.si [n] (1) uraian (paparan) yg bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan (msl suatu karangan); (2) pameran (barang hasil industri, karya seni, kerajinan tangan, dsb); (3) Sas bagian awal karya sastra yg berisi keterangan tt tokoh dan latar; paparan
ekstraksi ek.strak.si [n] (1) ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dr buku; (2) keturunan (suatu bangsa); (3) Dok penarikan ke luar; pencabutan: -- peluru dr luka korban penembakan; (4) ki pencurian: -- informasi dr seseorang yg tidak mau memberikannya [n] (1) Min penambangan batu bara atau bijih dr cebakannya; (2) Kim pemisahan suatu bahan dr campurannya, biasanya dng menggunakan pelarut
elang belalang elang terkecil, terdapat di Kepulauan Indonesia dan Malaysia; Microhierax caeralescens
emansipasi eman.si.pa.si [n] (1) pembebasan dr perbudakan; (2) persamaan hak dl berbagai aspek kehidupan masyarakat (spt persamaan hak kaum wanita dng kaum pria): Kartini adalah tokoh -- wanita Indonesia
embaru em.ba.ru [n] pohon, yg kulit dan dahannya dapat dibuat tali yg bermutu baik; Hibiscus tiliaceus
embusan em.bus.an [n] gerak udara yg bertiup; tiupan: ~ angin itu keras sekali sehingga banyak pohon yg tumbang karenanya
empangan em.pang.an [n] pematang dsb penahan air: sebelum musim hujan tiba, ~ perlu diperbaiki dan diperkokoh
endilau en.di.lau [n] pohon yg tingginya mencapai 15 m, mudah dan cepat tumbuh sehingga cocok untuk penghutanan kembali lereng-lereng gunung yg gundul; Commersonia bartramia
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
engkah eng.kah [n] getah (untuk melekatkan kayu); perekat; lem [a] eng.kah-eng.kah a (1) belum empuk (setengah masak tt sesuatu yg direbus); (2) mengkal; belum masak benar (tt buah-buahan dr pohonnya)
engket-engket eng.ket-eng.ket [n] hama pohon mangga
enten en.ten /entEn/, en.ten-en.ten n campuran parutan kelapa muda dan gula jawa direbus sampai kental, biasanya digunakan sbg isi penganan, spt mendut, onde-onde [v] meng.en.ten v (1) menempelkan tampang pd pohon lain (untuk memperoleh buah yg baik dan banyak); mencabangkan; (2) Zool pengaturan jaringan dr satu individu makhluk pd individu lain secara buatan, dr donor pd resipien atau inang
enteng en.teng [a] (1) tidak berat timbangannya; ringan: meja ini -- , dapat saya angkat sendiri; (2) tidak perlu diperhitungkan; remeh: kesalahannya ialah bahwa ia menganggap -- lawannya; (3) ki tidak sukar; mudah: tugas yg tidak -- ini harus kita selesaikan bersama; -- jodoh mudah dan cepat mendapat atau memperoleh jodoh: ia termasuk gadis yg -- jodoh
entri en.tri [n Ling] (1) kata atau frasa dl kamus beserta penjelasan maknanya dng tambahan penjelasan berupa kelas kata, lafal, etimologi, contoh pemakaian, dsb; (2) lema
epikuris epi.ku.ris [n] orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah
epinefrina epi.nef.ri.na [n] hormon yg diperoleh dr kelenjar anak ginjal hewan atau dibuat secara sintetis, digunakan untuk menaikkan tekanan darah dan denyut jantung; adrenalin; C6H3(OH)2CHOHCH2NHCH3
eru [n] pohon cemara; Casuarina equisetifolia
esensi esen.si [n] hakikat; inti; hal yg pokok: -- pertikaian antara kedua tokoh itu ialah pertentangan ideologi
ester es.ter [n Kim] senyawa yg terbentuk pd reaksi antara alkohol dan asam organik dng pengeluaran satu molekul air
etanol eta.nol [n Kim] alkohol dng rumus C2H5OH; etil alkohol
eukaliptus eu.ka.lip.tus [n] jenis pohon yg selalu hijau (di Australia)
evangelis eva.nge.lis [n] (1) penulis salah satu dr keempat Kitab Injil (Johannes, Markus, Lukas, atau Matheus); (2) pendeta Protestan atau orang biasa yg menyebarkan ajaran Injil
fabel fa.bel [n Sas] cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti): kancil merupakan tokoh utama dl -- Indonesia yg berperan sbg manusia yg cerdik
fabula tabernasia drama dr zaman Romawi Kuno, biasanya menggambarkan perwatakan atau tokoh orang kota
fadilat fa.di.lat [kl n] (1) kemuliaan; keluhuran: umat Islam disunatkan berdoa memohonkan -- untuk Nabi Muhammad; (2) keutamaan dl ibadah, amal, dsb: banyak hadis menguraikan -- puasa
fanatik fa.na.tik [a] teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb): tokoh partai itu berada di tengah-tengah pengikutnya yg --
fenomena fe.no.me.na [n] (1) hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); gejala: gerhana adalah salah satu -- ilmu pengetahuan; (2) sesuatu yg luar biasa; keajaiban: sementara masyarakat tidak percaya akan adanya pemimpin yg berwibawa, tokoh itu merupakan -- tersendiri; (3) fakta; kenyataan: peristiwa itu merupakan -- sejarah yg tidak dapat diabaikan
figur fi.gur [n] (1) bentuk; wujud; (2) tokoh: peran ini merupakan -- sentral yg menjadi pusat perhatian
fiksi fik.si [n] (1) Sas cerita rekaan (roman, novel, dsb); (2) rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan: nama Menak Moncer adalah nama tokoh -- , bukan tokoh sejarah; (3) pernyataan yg hanya berdasarkan khayalan atau pikiran
film seri film dng tokoh-tokoh utama yg sama tetapi dng cerita-cerita yg berbeda
fitnah fit.nah [n] perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji
fitosterol fi.tos.te.rol [n] alkohol yg berasal dr tanaman
flamboyan flam.bo.yan [n] (1) tumbuhan pelindung, berdaun rindang, bunganya indah berwarna merah; Poinciana regia; (2) a ki gemerlapan; serba megah: dia termasuk tokoh yg berpredikat -- di dl dunia mode dan musik
formal for.mal [a] (1) sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku: permohonan itu harus diajukan secara -- , tidak cukup dng telepon; (2) resmi: pendidikan -- yg ditempuhnya hanya sekolah teknik menengah
fosfit fos.fit [n Kim] ester yg mengandung gugus -OPHO(OH) atau garam yg mengandung ion HPO32-
fotokonduksi fo.to.kon.duk.si [n Fis] pertambahan hantaran listrik di dl sebuah benda sbg akibat penyerapan sinar elektromagnetik; fotohantaran
fotosintesis fo.to.sin.te.sis [n Kim] pemanfaatan energi cahaya matahari (cahaya matahari buatan) oleh tumbuhan berhijau daun atau bakteri untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat
fruktosa fruk.to.sa [n Kim] (1) karbohidrat; (2) senyawa karbohidrat yg termasuk golongan monosakarida, terdapat dl buah-buahan manis dan madu
gabas ga.bas [a] kasar buatannya; tidak rapi pengerjaannya: pekerjaannya cepat selesai, tetapi -- [Mk ark a] ter.ga.bas a tergesa-gesa; terburu-buru; tergopoh-gopoh
gabus ga.bus [n] kayu yg lunak, biasanya dr pohon Alstonia scholaris atau Sonneratia acida (biasa dipakai untuk pengasah pisau, taji, dsb) [n] kayu atau hati kayu yg lunak untuk sumbat botol dsb [n] ikan air tawar, bentuknya spt ikan lele, tetapi tidak berpatil; ikan aruan; Ophiocephalus striatus
gagai ga.gai [v] meng.ga.gai v memanjat pohon dsb dng mendekap dan menumpukan kaki pd pohon itu
gaharu ga.ha.ru [n] kayu yg harum baunya, biasanya dr pohon tengkaras; Aquilaria malaccensis
galaktosa ga.lak.to.sa [n Kim] gula sederhana, karbohidrat yg kadangkala terdapat secara alami di dl susu, otak, dan tumbuhan
gamal ga.mal [Ar n] unta [n] pohon (yg efektif dan murah untuk pembasmi alang-alang), Glerycidea
gamalisasi ga.ma.li.sa.si [n] penanaman pohon gamal untuk membasmi alang-alang
gambir hutan tumbuhan memanjat, panjangnya mencapai 10 m, ditanam sbg pohon hias atau sbg bahan obat tradisional (jamu); melati hutan; pancasuda; Jasminum pubescons atau Trigonopleura malayana
gandaria gan.da.ria [n] (1) tanaman yg menyerupai pohon mangga, tingginya dapat mencapai 20 m, buahnya berbentuk bulat lonjong dan berukuran kecil, berwarna kuning atau merah muda dan berair, daging buahnya tebal, yg muda masam rasanya, dibuat asinan, pencampur sambal, dsb, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan dan sarung keris; Bouea macrophylla; (2) buah gandaria
gandarukem gan.da.ru.kem [n] pohon yg menghasilkan damar untuk lem, patri, dsb; Colophonium
gandu gan.du [n] pohon yg buahnya berbentuk bundar dan berwarna hitam, biasa dipakai untuk bermain lecek; Entada phascoloides
ganja gan.ja [Jw n] bagian keris yg melekat pd bilah [n] tanaman setahun yg mudah tumbuh, merupakan tumbuhan berumah dua (pohon yg satu berbunga jantan, yg satu berbunga betina), pd bunga betina terdapat tudung bulu-bulu runcing mengeluarkan sj damar yg kemudian dikeringkan, damar dan daun mengandung zat narkotik aktif, terutama tetrahidrokanabinol yg dapat memabukkan, sering dijadikan ramuan tembakau untuk rokok; Cannabis sativa
garam di laut [pb] laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya
garis kontur [Geo] garis pd peta yg menghubungkan tempat-tempat yg mempunyai ketinggian sama dr permukaan laut; isohips
gayam ga.yam [n] (1) pohon yg daunnya lebat dan dapat dipakai sbg pembungkus, biasanya tumbuh di daerah yg banyak air; Inocarpus edulis; (2) buah gayam, enak dimakan
geblek geb.lek [a kas] bodoh sekali; bebal
geger ge.ger [a] riuh ramai tidak keruan; gempar; heboh; ribut
gelanting ge.lan.ting [v] , meng.ge.lan.ting v bergantung pd keadaan seakan-akan hendak lepas: kelelawar itu tidur ~ di atas pohon
gelap ge.lap [a] (1) tidak ada cahaya; kelam; tidak terang: -- benar kamarmu itu; (2) malam: hari sudah -- , ayo cepat tidur; (3) tidak atau belum jelas (tt perihal, perkara, dsb); samar: tt benar atau tidaknya soal yg dihebohkan itu, bagi saya masih --; (4) rahasia (tidak secara terang-terangan); tidak halal atau tidak sah; tidak menurut aturan (undang-undang, hukum) yg berlaku: perdagangan --
gelar ge.lar [n] (1) sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yg biasanya ditambahkan pada nama orang spt raden, tengku, doktor, sarjana ekonomi; (2) nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sbg kehormatan): ia diberi -- "Sutan" ; (3) sebutan (julukan) yg berhubungan dng keadaan atau tabiat orang; sebutan: krn gendut, ia mendapat -- si gendut; ia mendapat -- "Srikandi" dr kawan-kawannya [v] , -- wicara acara bincang-bincang di televisi atau radio yg dilakukan dl suatu panel yg terdiri atas beberapa tokoh dan dipandu oleh pembawa acara
gelayar ge.la.yar [Jw v] , ge.la.yar.an v (1) terhuyung-huyung: kalau kena pukul tengkukmu, engkau akan ~ dan roboh; (2) kas berkeluyuran; berkeliaran
gelongsor ge.long.sor [v] , meng.ge.long.sor v meluncur turun: kayu itu ~ dr lereng bukit menimpa pohon-pohon kecil
gelugu ge.lu.gu [n] batang pohon kelapa yg sudah ditebang
gelugur ge.lu.gur [n] pohon mangga hutan, buahnya berwarna merah kekuning-kuningan, dipakai untuk mengasami gulai; Garcinia macrophylla [n] alur (pd kaki meja dsb sbg perhiasan)
geluncur ge.lun.cur , ter.ge.lun.cur v tergelincir; tergelongsor: berhati-hatilah memanjat pohon yg licin itu, salah-salah ~
gemblung gem.blung [Jw a] setengah gila; bandel; bodoh
gembor gem.bor [n] ceret besar, ujung pancurannya bertutup corong yg diberi lubang-lubang kecil, dipakai untuk menyiram tanaman [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai sbg bahan bangunan atau industri (Kupang); (2) kayu gembor: aneka dupa wangi itu tidak lain dr campuran limbah industri kipas, patung, juga campuran dr kayu cendana, kulit kayu -- , dan eboni
gempol gem.pol [n] (1) tumbuhan yg buahnya majemuk, lebat, daunnya lebar berpasangan, berbentuk bulat telur atau jorong, tinggi pohon mencapai 35 m, diameter 0,5 m; Nauclea coadunata; (2) buah gempol
genegin ge.ne.gin [n Kim] minuman beralkohol dng jalan menyuling ekstrak fermentasi biji-bijian
gerak tipu cara atau taktik dl menipu (mengecoh dsb)
gerepes ge.re.pes /gerEpEs/, meng.ge.re.pes v (1) menguit-nguit dng jari; (2) menggerak-gerakkan jari [a] , ber.ge.re.pes a tidak rata (tidak licin) pd pinggirnya (bagian luarnya); rompoh
gerih ge.rih [Lihat {gereh}] [n] akar yg berbelit-belit pd pohon dan menghasilkan getah; akar gerit-gerit
geripis ge.ri.pis [a] cuil-cuil sedikit pd pinggirnya; gerepes; rompoh
gerobyak ge.rob.yak [Jw n] tiruan bunyi bilik bambu dsb roboh
geronggang ge.rong.gang [n] lubang di dalam; rongga (di dl batu, kayu, dsb): selama hujan itu ia duduk dl -- itu [n] pohon, kayunya baik untuk dibuat perkakas rumah dsb; Cratoxylon cuncatum
gerowong ge.ro.wong [a] berongga di dalam (tt kayu dsb): tiang kayu rumah sudah mulai --; syukurlah pd saat ini masih belum banyak pohon-pohon yg -- krn tua
gerunggung ge.rung.gung [n] pohon yg kayunya kuning dng bunga berwarna merah tua; Cratoxylon formosum
gesa ge.sa , ber.ge.sa-ge.sa v lekas-lekas; tergopoh-gopoh; terburu-buru: aku tidak sempat bertanya krn ia ~ pulang; surat itu dibacanya dng ~
getah ge.tah [n] (1) zat cair pekat dr batang kayu, buah-buahan, dsb yg bersifat melekat: -- jarak; -- kemboja; -- nangka; -- sawo; (2) zat cair pekat dr pohon karet (perca): -- karet mentah sering kali dibuat bola oleh anak-anak [n Dok] zat cair dr kelenjar (dl tubuh)
getah terap getah pohon terap untuk menangkap burung
giam gi.am [n] pohon yg kayunya baik untuk perkakas rumah dsb; Hopea celebia
gin [n Tan] mesin untuk memisahkan serat-serat kapas dr bijinya [n Kim] minuman beralkohol dng jalan menyuling ekstrak fermentasi bijian
girah gi.rah [a Isl] cemburu thd musuh agama dsb: ia berpandangan tajam, jernih, fanatik, dan -- thd keselamatan dakwah [n] pohon, Ellipeia nervosa
glikogen gli.ko.gen [n Kim] tepung putih manis yg menjadi tempat menyimpan karbohidrat, terutama dl hati
glikol gli.kol [n] alkohol dihidroksil yg diturunkan dr etilena
gliserol gli.se.rol [n] cairan kental tidak berwarna dan tidak berbau, rasanya manis dapat bercampur dng air dan alkohol yg diperoleh dr lemak hewani atau nabati atau dr fermentasi glukosa, digunakan sbg bahan kosmetik, pengawet obat-obatan, pelembap buah-buahan atau tembakau
goblok gob.lok [a] (1) bodoh sekali: -- engkau! masa lima ditambah lima saja tidak tahu; (2) Sd kas tuli
golongan karya go.long.an karya golongan fungsional; (2) (huruf pertama ditulis dng huruf kapital) partai politik berlambang pohon beringin, disingkat Golkar
gom [n] getah yg diperoleh dr dua jenis pohon akasia, berupa kristal bening yg mudah larut dl air, larutannya bersifat asam, yg digunakan sbg perekat (lem)
gombal gom.bal [n] kain yg sudah tua (sobek-sobek) [n cak] bohong; omong kosong: rayuan --
gombalan gom.bal.an [n] ucapan yg tidak benar, tidak sesuai dng kenyataan; omongan bohong: ~ developer yg berbahaya adalah beredarnya berbagai brosur yg menawarkan kondominium dan perumahan supermewah
gombrong gom.brong [Lihat {gombroh}]
gondang gon.dang [n] pohon yg tinggi besar, kulit batangnya mengeluarkan getah putih yg dapat diolah menjadi lilin untuk membatik; Ficus variegata
gonjak gon.jak [v] meng.gon.jak.kan v mempermainkan; memperolok- olok; mencemoohkan
gonyak go.nyak [v] meng.go.nyak.kan v mengejek; mencemoohkan
gowok go.wok [n] (1) pohon yg tingginya dapat mencapai 12 m, buahnya berbentuk bulat sebesar gundu, yg masih muda berwarna hijau dan masam rasanya, sedangkan yg tua berwarna ungu kehitam-hitaman dan manis, daunnya lebar, tumbuh berhadapan yg satu dng lainnya pd ranting daun; Syzigium polycephalum; (2) buah gowok
gubang gu.bang [n ] perahu layar (pd suku Orang Laut di Riau) [n] takik-takik pd pohon untuk tumpuan memanjat [Lihat {gobang}]
guling gu.ling [n] bantal yg bentuknya bulat panjang [v] ber.gu.ling v bergulung (berputar) berbolak-balik: rumah ini roboh tertimpa batu besar yg ~ dr lereng gunung [n] masakan (berupa kambing dsb) yg dipanggang sepenuhnya [n Fis] gerak benda pd suatu permukaan secara translasi dan rotasi sekaligus
gulut gu.lut , ber.gu.lut a tergesa-gesa; tergopoh-gopoh: ia berjalan dng ~
gundul gun.dul [a] (1) tidak berambut (tt kepala); (2) tidak ditumbuhi bulu atau bulu-bulunya telah rontok (tt binatang); (3) tidak ditumbuhi tanaman (tt daerah, tanah); (4) tidak berdaun (tt pohon)
gurah gu.rah [v] ber.gu.rah v berkumur (membersihkan mulut dng air): ia ~ dng air yg dicampur getah angsana krn gusinya sakit [n] pohon yg buahnya dapat dipakai untuk menuba ikan; Sapium indicum [n] pengobatan tradisional untuk mengeluarkan lendir dr dl tubuh dng ramuan cairan srigunggu yg diteteskan melalui hidung
guru kencing berdiri [pb] kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya)
gusti gus.ti [Jw n] (1) sebutan bangsawan: ke mana pun -- pergi hamba akan ikut; (2) sebutan untuk Tuhan (atau yg dianggap Tuhan): aduh -- , saya mohon ampun, saya bertobat [kl v] ber.gus.ti v bergelut; bergumul
hajat masyarakat keperluan utama orang banyak, baik lahiriah maupun rohaniah: -- seni hajat kecil
hak paten hak yg diberikan oleh pemerintah kpd seseorang atau perusahaan atas permohonannya untuk menikmati sendiri temuannya serta perlindungan thd kemungkinan peniruan oleh pihak lain atas ciptaan atau temuannya itu
halus ha.lus [a] (1) lumat; kecil-kecil: garam --; (2) tidak kasar; lembut; licin: baju itu dibuat dr bahan yg --; kulit wanita itu --; (3) baik (budi bahasa); sopan; beradab; tidak kasar (tt perbuatan dsb): -- budi bahasanya; -- tutur katanya; (4) tidak tampak dan tidak dapat diraba; berupa roh: orang --; (5) bermutu; baik (tt barang tenunan, ukir-ukiran, dsb): ia baru saja membeli barang-barang -- di toko itu
hamik ha.mik [a] kurang, rusak ingatan; bodoh
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
hantai han.tai [ark n] pohon yg kayunya baik untuk dipakai sbg bahan bangunan rumah
hantap han.tap [n] pohon, kayunya dipakai untuk membuat sampan, peti kemas, dsb; Sterculia macrophylla
hantu han.tu [n] roh jahat (yg dianggap terdapat di tempat-tempat tertentu)
harap ha.rap [v] mohon; minta; hendaklah: -- sabar menunggu; -- tenang, jangan gelisah; (2) n keinginan supaya sesuatu terjadi: -- hati-hati
harimau kumbang harimau yg warnanya hitam, dapat memanjat pohon
haukalah hau.ka.lah [Ar n] permohonan perlindungan kpd Allah Swt. krn ketidakberdayaan, ucapannya 'la haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil-'azim'
hawar ha.war [n] (1) ark (musim) penyakit yg menular (terutama pd binatang ternak); (2) penyakit yg serentak menyerang penduduk di daerah tertentu (spt malaria, kolera) [n] pohon rendah atau perdu, apabila terkena kulit, getahnya menyebabkan gatal-gatal
hempap hem.pap , meng.hem.pap v menindih: rumah yg roboh itu telah ~ beberapa orang yg berada di dalamnya
herbarium her.ba.ri.um [n] (1) sekumpulan contoh tumbuhan yg dikeringkan (diawetkan), diberi nama, disimpan, dan diatur berdasarkan sistem klasifikasi, digunakan dl penelitian botani; (2) kotak, kamar, atau gedung untuk menyimpan kumpulan contoh tumbuhan yg dikeringkan (diawetkan), disimpan dan diklasifikasikan, digunakan dl penelitian botani
hero he.ro [n] (1) orang yg dihormati krn keberanian (pribadi yg mulia dsb); pahlawan; (2) orang yg dikagumi krn kecakapan, prestasi, atau krn sbg idola; (3) Sas tokoh utama dl novel, puisi, dsb yg mampu menimbulkan rasa simpati pembaca
hibrida hib.ri.da [n] (1) Bio turunan yg dihasilkan dr perkawinan antara dua jenis yg berlainan (tentang hewan atau tumbuhan): pohon kelapa -- dapat berbuah pd usia empat tahun; (2) Ling kata kompleks yg bagian-bagiannya berasal dr bahasa berbeda, spt dwifungsi
hidrofit hid.ro.fit [n] tumbuhan yg telah menyesuaikan perikehidupannya dng lingkungan yg berair atau yg becek, msl pohon bakau
hidrogen peroksida [Kim] zat cair tidak berwarna, yg larut dl air dan alkohol, dipakai sbg antiseptik dan pemutih; H2O2
hidroksil hid.rok.sil [n Kim] radikal valensi satu OH, yg pd penggabungan dng radikal lain membentuk hidroksida
hiena hi.e.na [n] anjing hutan yg buas (pemakan bangkai dan daging) dr keluarga Hyaenidae, mempunyai rahang yg kokoh, berbulu tengkuk, kaki depannya lebih panjang dp kaki belakang, lolongannya melengking, hidup di Benua Asia dan Afrika
hikmah hik.mah [n] (1) kebijaksanaan (dr Allah): kita memohon -- dr Allah Swt.; (2) sakti; kesaktian: -- kata-kata; (3) arti atau makna yg dalam; manfaat: wejangan yg penuh --
hujan berbalik ke langit [pb] orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kpd orang yg lemah (bodoh, miskin, dsb)
hulul hu.lul [n Tas] terwujudnya hubungan yg seerat-eratnya antara manusia dan Allah dng segala ketenangan rohani yg dapat dirasakan
hutan hu.tan [n] (1) tanah luas yg ditumbuhi pohon-pohon (biasanya tidak dipelihara orang); (2) tumbuhan yg tumbuh di atas tanah yg luas (biasanya di wilayah pegunungan); (3) yg tidak dipelihara orang; yg liar (tt binatang dsb): ayam --; anjing --
hutan alam hutan yg terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia, memiliki berbagai jenis pohon campuran dan dari segala umur
hutan bakau hutan di daerah dekat pantai yg dipengaruhi air payau, biasanya ditumbuhi jenis bakau Rhizophora, api-api, Avicennia, dan pedada, Sohnetatia
hutan berdaun jarum hutan yg pohonnya berdahan tegak lurus, relatif pendek dan kecil, serta berdaun spt jarum; -- beton ki areal yg dipenuhi oleh gedung pencakar langit: program penghijauan kota perlu mendapatkan perhatian serius, apalagi Jakarta kian dipenuhi dng -- beton
hutan Boreal [Hut] kawasan hutan yg bersebelahan dng padang lumut (tundra) sepanjang garis pepohonan Kutub Utara
hutan buatan hutan yg terjadi melalui penanaman buatan, berjenis pohon murni dan seumur, umumnya untuk keperluan bahan mentah industri kehutanan, spt hutan tusam, hutan jati
hutan karet hutan yg ditanami (ditumbuhi) pohon karet
hutan larangan hutan yg pohonnya tidak boleh ditebang
hutan muda hutan yg ditumbuhi pohon baru; hutan yg belum pernah diolah (dimanfaatkan produknya)
hutan murni hutan yg sebagian besar dihuni oleh satu jenis pohon
hutan rimba hutan lebat dng pohon yg sudah berumur tua
hutan sekunder hutan alam atau buatan yg tumbuh setelah hutan primer -- semak belukar hutan yg ditumbuhi pohon-pohon rendah, berdaun kecil-kecil, dan berbatang keras
hutan tua hutan yg terdapat pd daerah yg beriklim tropis, ditumbuhi pohon berukuran tinggi, daunnya kurang lebat, tumbuhan di bawahnya sering lebat
iblis ib.lis [n] makhluk halus yg selalu berupaya menyesatkan manusia dr petunjuk Tuhan; roh jahat; setan: digoda --; ia kemasukan --
ibus [n] pohon gebang yg daunnya dapat dibuat tikar, dsb; Coryphya gebanga
idiosi idi.o.si [n] (1) ketololan; kebodohan; (2) perbuatan yg bodoh
ijab [n] (1) ucapan tanda penyerahan dr pihak yg menyerahkan dl suatu perjanjian (kontrak, jual beli); (2) kata-kata yg diucapkan oleh wali mempelai perempuan pd waktu menikahkan mempelai perempuan; (3) penawaran ketika membeli (lawan kabul); (4) lulus atau diterima (tt permohonan dl salat)
ijas [Ar n] (1) pohon pir; (2) buah pir
ijuk [n] serabut (di pangkal pelepah) pd pohon enau
ikan di laut [pb] biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga
iklim padang rumput tipe iklim yg memungkinkan terjadinya padang rumput, terlalu dingin bagi tumbuhan berpohon, tetapi daerahnya tidak pernah secara tetap tertutup salju atau es; (2) iklim suatu daerah dng suhu rata-rata 50oF dan lebih besar dp 32oF
iktibar ik.ti.bar [n] contoh; pengajaran: mengambil -- , mengambil contoh (pengajaran); itu menjadi -- kita
Ilahi Ila.hi [n] Tuhanku: aku memohon ampun kpd --; (2) v mempunyai sifat-sifat Tuhan
ilahiah ila.hi.ah [Ar n] ketuhanan: contoh peristiwa -- ialah pertumbuhan bayi dl kandungan ibu, buah-buahan ada yg masam dan ada yg manis, dsb
ilat-ilatan ilat-ilat.an [n] pohon yg tingginya dapat mencapai 27 m, tumbuh liar di tanah datar dan pegunungan rendah, getah kulit batangnya dapat digunakan untuk obat bisul (supaya lekas pecah); pangsar; Ficus callosa
ilmu lintabung [ki] bodoh tetapi sombong (tt seseorang) [ki] orang yg bodoh tetapi sombong
ilmu wasilah ilmu dan kepandaian menghubungkan diri dng roh
ilu [ark a] bersifat menimbulkan rasa iba (pilu) dl hati: dng suara lembut ia berkata -- seakan-akan bermohon
ilustrasi ilus.tra.si [n Graf] (1) gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dsb; (2) gambar, desain, atau diagram untuk penghias (halaman sampul dsb); (3) (pen-jelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dsb untuk lebih memperjelas paparan (tulisan dsb)
imbesil im.be.sil [a Psi] (1) dl keadaan mempunyai kecerdasan berpikir yg sangat rendah pd orang dewasa (IQ sekitar 40-60); (2) dungu; bodoh sekali
indayang in.da.yang [n] pelepah nyiur (yg sudah kering): jangan bermain-main di bawah pohon kelapa itu nanti kejatuhan -- kering
ingkir ing.kir [n] hewan kecil nokturnal pemakan serangga, termasuk suku kera tanggung, bermata besar dan bulat, hidup di pohon, di ujung jari kaki ada pengisap sehingga mudah melekat di dahan-dahan, terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Filipina; Tarsius
inkarnasi in.kar.na.si [n] (1) penjelmaan roh dl wujud makhluk lain (ter-utama manusia); titisan; (2) perwujudan makhluk halus dl bentuk yg nyata
intensi in.ten.si [n] (1) Ling perangkat atribut atau ciri yg menjelaskan sesuatu yg dapat diacu dng kata tertentu (di-bedakan dng ekstensi); (2) Kat keinginan atau permohonan khusus yg diajukan umat dl upacara misa; (3) maksud; tujuan: terdapat hubungan antara gaya hidup, konsep diri, citra produk, dan sistem nilai dng -- konsumen wanita mau membeli kosmetika lokal
intersepsi in.ter.sep.si [n] presipitasi yg tertahan oleh daun-daunan, ranting dan cabang pohon, belukar, serta tumbuhan lain
intrik in.trik [n] penyebaran kabar bohong yg sengaja untuk menjatuhkan lawan: mereka melakukan -- guna meng-hancurkan pihak lawan
ipuh [n] (1) pohon yg getahnya beracun, Antiaris toxicatia; (2) upas, racun dr getah pohon ipuh
irasan iras.an [n] bagian benda yg dibuat dr satu bahan dng induknya, tidak merupakan bahan sambungan: tokoh wayang itu dibuat dng tangan ~ , menjadi satu dng badan sehingga tangannya tidak dapat digerakkan
ironi dramatik [Sas] (1) situasi yg timbul dl drama, apabila seorang tokoh mengucapkan sesuatu yg bermakna bagi pembaca atau penonton, tetapi tidak disadari oleh tokoh lain; (2) informasi yg diberikan kpd penonton atau pembaca melalui ucapan mengenai identitas seorang tokoh, maksud, atau suatu peristiwa
isapan jempol isap.an jempol kabar yg tidak benar; kabar bohong
isodinamik iso.di.na.mik [a Bio] bersifat menghasilkan tenaga yg sama dl tubuh (l00 g lemak adalah isodinamik dng kira-kira 230 g protein atau karbohidrat)
istianah is.ti.a.nah [v Isl] permohonan pertolongan kpd Allah: upaya mencapai kebahagiaan selain bekerja keras adalah --
istiazah is.ti.a.zah [a Isl] (1) permohonan kpd Tuhan untuk mendapat perlindungan dr gangguan setan; (2) pembacaan auzu billahi minasysyaitanirrajim
istigasah is.ti.ga.sah [n] doa untuk memohon pertolongan kpd Allah Swt: Presiden hadir dl -- yg dilaksanakan di lapangan utama kota itu
istigfar is.tig.far [n Isl] permohonan ampun kpd Allah: membaca -- ialah berdoa memohon ampun kpd Allah
istikharah is.ti.kha.rah [n Isl] salat sunah mohon ditunjukkan pilihan yg benar
itibak iti.bak [Ar v] mengikuti (contoh): kita berpuasa, bersalat, dan beribadah sunah hanya -- kpd Nabi Muhammad saw.
jaha ja.ha [n] (1) pohon rimba yg besar, buahnya yg masak biasa digunakan sbg obat, bahan untuk mengecat atau menyamak kulit, bahan untuk membuat tinta, dan zat warna; Terminalia belerica; (2) buah jaha
jahil ja.hil [a] (1) bodoh; tidak tahu (terutama tt ajaran agama): para ulama berkewajiban menuntun golongan -- dan bebal; (2) cak jail
jahil murakab amat bodoh
jahiliah ja.hi.li.ah [n] kebodohan
jajar ja.jar [n] baris; deret; banjar: -- pohon cemara [n] lubang panjang bekas dibajak; alur [n] pe.ja.jar.an Jk n (1) makhluk halus yg jahat (seringkali berbentuk harimau, buaya, dsb); (2) kata umpatan "kurang ajar"
jalangkung ja.lang.kung [n] permainan dng memanggil roh orang yg sudah meninggal (orang halus)
jali ja.li [Ar a] terang (tt ilham, wahyu); nyata [n] (1) tanaman spt pohon jagung, bijinya dapat dimakan (dijadikan bubur atau perhiasan); Coix lacryma; (2) biji buah jali
jalur ja.lur [n] (1) kolom yg lurus; garis lebar; setrip lebar; (2) ruang di antara dua garis pd permukaan yg luas; (3) ruang memanjang di antara dua deret tanaman; (4) rel; (5) Olr ruang memanjang antara dua garis batas lurus; ruang antara garis permainan tunggal dan garis permainan ganda; (6) Kim suatu tahapan atau deret tahapan suatu proses metabolisme [kl n] sampan kecil yg dibuat dr sebatang pohon; perahu belongkang
jambe jam.be [Jw n] pinang: pohon --; buah --
jambu jam.bu [n] (1) pohon bercabang banyak, tinggi dapat mencapai 10 m, daunnya lonjong, bunganya berwarna putih atau kehijau-hijauan dan berambut halus yg menjadi kering cokelat atau hitam ketika bunganya menjadi buah; (2) buah jambu, banyak airnya, bentuknya menyerupai genta dan lebar di bawah, macam dan jenisnya banyak; Eugenia [n] jambul; gombak; bulu-bulu (pd ujung tombak dsb)
jambu biji jambu yg dagingnya tidak terlalu berair, warnanya ada yg putih dan ada yg merah, berbiji kecil-kecil terletak di bagian dalam, bentuknya biasanya hampir bundar, batang pohonnya liat; Psidium guajava
jamis ja.mis [n] nama pohon di Mesir
jangak ja.ngak [a] tidak senonoh tingkah lakunya; risau; cabul
jangan ja.ngan [adv] kata yg menyatakan melarang, berarti tidak boleh; hendaknya tidak usah: -- bohong
jangkang jang.kang [n] lebar antara dua belah kaki [n] pohon rawa yg berakar tunjang, kayunya kurang baik untuk dipakai sbg bahan bangunan rumah (ada beberapa macam spt: -- betina, -- bukit, -- hutan); Stercula foetida [Mk v kas] mati; meninggal
jara tanah bor tangan berbentuk ulir untuk mengambil percontoh lempung, tanah, atau cebakan dangkal
jarak ja.rak [n] (1) ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat: -- antara Mekah dan Medinah kami tempuh dng bus dl 5 jam; (2) jari-jari bulatan (lingkaran): bulatan yg -- nya 5 dm [n] (1) pohon perdu yg tingginya 2 m, bergetah, berwarna putih, batangnya mudah patah, berbiji polong, bijinya terletak dl pangsa, sebesar kacang tanah, apabila tua berwarna hitam dan dapat dipakai sbg bahan minyak pelumas, banyak macamnya, spt -- belanda; -- keling; -- pagar; -- cina; Ricinus communis; (2) biji jarak
jaranan ja.ran.an [n] pohon yg digunakan untuk penunjang sekaligus peneduh tanaman panili
jarum-jarum ja.rum-ja.rum [n] tumbuhan semak (sebangsa pohon soka atau angsoka); siantan hutan; Ixora concinna [n] jarum penunjuk ukuran berat pd timbangan
jasmani jas.ma.ni [n] tubuh; badan; benda sbg lawan rohani: ia sedang mengembangkan kekuatan --
jasmaniah jas.ma.ni.ah [a] berhubungan dng jasmani; mengenai tubuh atau badan: nasihat dan bimbingan itu disesuaikan dng tingkat pertumbuhan rohaniah dan -- para remaja
jati ja.ti [a] murni; asli [n] (1) pohon yg kayunya keras dan ulet, baik untuk bahan rumah dsb, daunnya besar, bulat, dan kasar pd permukaannya; Tectonia grandis; (2) kayu jati; (3) daun jati
jawang ja.wang [n] biawak pohon; jiawang; Varanus domerili
jedot je.dot [Jk] men.je.dot.kan v mengantukkan kepala kpd sesuatu (spt pintu, tembok, dan pohon): orang gila itu ~ kepalanya ke pagar tembok
jelabak je.la.bak [ark v] ter.je.la.bak v roboh; runtuh
jelarang je.la.rang [n] binatang pengerat, bentuknya spt bajing, tetapi lebih besar, warna bulunya hitam kecokelat-cokelatan pd punggung dan putih kejingga-jinggaan pd bagian bawah, hidup dr pohon ke pohon, makanannya buah, biji-bijian, serangga, dan telur burung; Ratufa bicolor
jelutung je.lu.tung [n] (1) pohon yg kayunya lunak, putih sampai agak kuning, berkilat, dan bertekstur halus; Dyena costulata, ada banyak macamnya: -- pipit; -- badak; -- laut; (2) kayu jelutung
jengkol jeng.kol [n] (1) pohon yg tingginya sampai 25 m, daunnya rimbun, buahnya gepeng bundar polong, rumpunnya berbelit, biasanya berisi 5-7 biji yg berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan sakit (bila kencing) jika terlalu banyak dimakan; jering; Pithecellobium lobatum; (2) buah jengkol
jeruk keprok jeruk manis yg pohonnya berbatang rendah, buahnya berwarna oranye, kulitnya mudah dikupas, celah dagingnya lekang; Citrus nobilis
jiawang ji.a.wang [n] biawak pohon; jawang; Varanus dumerili
jinawi ji.na.wi ? 2loh
jinjing jin.jing [v] , men.jin.jing v membawa sesuatu dng posisi tangan ke bawah dan tidak terlalu erat memegangnya: pulang dr pasar Ibu ~ keranjang mangga; ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, pb persahabatan yg karib, baik dl kesenangan maupun dl kesusahan [n] (1) pohon yg kayunya keras dapat dibuat papan dsb; Albizzia moluccana; (2) kayu jinjing
jipang ji.pang [ark n] perisai panjang yg dibuat dr kayu berlapis kulit (msl kulit kerbau); jebang [Mk n] cabang (pohon); dahan [n] buah labu kecil yg dagingnya keras dan berair, bergetah putih jika diiris, kulitnya berlekuk-lekuk dan berduri apabila sudah tua, dibuat sayur; labu siam; Sechium edule [n] kapak (untuk berperang) [n] penganan yg dibuat dr beras pulut dan gula
jiplak jip.lak [v] , men.jip.lak v (1) menggambar atau menulis garis-garis gambaran atau tulisan yg telah tersedia (dng menempelkan kertas kosong pd gambar atau tulisan yg akan ditiru); (2) mencontoh atau meniru (tulisan, pekerjaan orang lain); mencontek: anak-anak jangan sampai terbiasa ~ hitungan temannya; (3) mencuri karangan orang lain dan mengakui sbg karangan sendiri; mengutip karangan orang lain tanpa seizin penulisnya: ~ karangan orang lain adalah perbuatan yg tercela
jirak ji.rak [n] (1) pohon rendah yg buahnya dapat dimakan; beberas; Eurya japonica; (2) buah jirak
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
jolong jo.long [ark] men.jo.long v menganjur (menjulur) ke luar; tampak panjang lancip [Mk a] mula-mula; mulai; pertama-tama (tt pohon yg mulai berbuah dsb)
juar ju.ar [n] (1) pohon yg terasnya hitam dan keras sekali; biasa dibuat jadi hulu dan sarung keris; Cassia siamea; (2) kayu juar
juita ju.i.ta [kl] (1) n nyawa; kekasih; buah hati: oh -- ku sayang, berilah aku harapan; (2) a cantik; elok (tt gadis, wanita)
jujur ju.jur [a] (1) lurus hati; tidak berbohong (msl dng berkata apa adanya); (2) tidak curang (msl dl permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg -- dan disegani; (3) tulus; ikhlas [n] uang yg diberikan oleh pengantin laki-laki kpd calon mertuanya
jumpa pers pertemuan seorang tokoh atau pejabat resmi dng (beberapa) wartawan yg diorganisasi untuk menyiarkan kebijakan, rencana, pekerjaan, dsb tokoh atau pejabat resmi itu
jumpang jum.pang [n] (1) pohon yg serabut kulit batangnya dapat dibuat tali atau karung; Hilicteres isora; (2) kulit jumpang
kabar dengkul kabar bohong; berita yg tidak benar
kabau ka.bau [n] pohon yg buahnya berbau tidak sedap, tetapi dapat dimakan; jering hutan; jering tupai; Pithecolobium ellipticum
kabu-kabu ka.bu-ka.bu [n] (1) kapuk; (2) pohon kapuk; pohon randu; Ceiba pentandra; (3) segala sesuatu yg rupanya spt kapas
kaca ka.ca [n] (1) benda yg keras, biasanya bening dan mudah pecah (untuk jendela, botol, dsb); (2) cermin; kaca muka; (3) ki contoh; teladan: tokoh itu dapat kita jadikan -- dl kehidupan kita [n] muka (halaman buku): dr -- l5-20
kacang kara kacang yg pohonnya merambat, buahnya buah polong (sekitar 5-7 cm), lebar dan kurang berdaging, kalau sudah tua berwarna hijau keputih-putihan; Dolichos lablab
kacang panjang kacang yg pohonnya melilit, buahnya panjang berbiji-biji, dipakai untuk sayur; Vigna unguiculata
kadar air [Graf] persentase air yg ada pd pulp, kertas, dan karton, ditetapkan dng cara mengeringkan contoh uji pd suhu antara 100o-105o C; (2) Geo nisbah yg dinyatakan dl persentase antara air dl tanah, batuan (jenuh atau tidak jenuh) dan jumlah volume atau bobot percontoh
kafarat ka.fa.rat [n Isl] (1) denda yg harus dibayar krn melanggar larangan Allah atau melanggar janji; (2) persembahan kpd Allah sbg tanda mohon pengampunan (krn telah melanggar hukum-Nya) [a Isl] tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya; keparat; kafir
kahang ka.hang ? kohong
kakao ka.kao [n] (1) pohon cokelat, bijinya dibuat bubuk untuk minuman dsb; Theobroma cacao; (2) tepung (bubuk) biji cokelat
kalau guru makan berdiri [pb] kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal yg tidak baik
kalpataru kal.pa.ta.ru [n] (1) pohon lambang kehidupan yg menggambarkan pengharapan; pohon penghidupan; (2) penghargaan pemerintah yg diberikan kpd orang yg telah berjasa dl memelihara kelestarian lingkungan hidup: hadiah -- tahun itu telah diberikan kpd seorang petugas pengawas kehutanan
kambus kam.bus [ark v] ter.kam.bus v tertimbun oleh pasir; menjadi tohor krn penuh dng pasir (tt sungai)
kamfana kam.fa.na [n Kim] kristal putih yg larut dl alkohol dng titik 158-1590C dan rumus kimia C10H18
kampa kam.pa [n] pohon wijayakusuma yg tumbuh di air, bunganya amat elok, biasanya dipakai sbg lambang kemuliaan; Pisonia alba
kamper kam.per [n] kristal (hablur) yg mudah menguap, terbuat dr getah pohon kapur barus, digunakan sbg bahan antihama atau untuk campuran obat-obatan; kapur barus [n] (1) pohon asli dr Cina, termasuk suku medang, tinggi pohon antara 20-30 m, daun bertulang utama tiga, buahnya bulat panjang, berdaging, jika masak berwarna hitam, tumbuh pd tanah lempung berpasir di daerah pegunungan dng ketinggian 600-1.500 m di atas permukaan laut; Cinnamomum comphon; (2) kayu kamper
kamus dwibahasa kamus yg memuat kata atau gabungan kata suatu bahasa yg disusun secara alfabetis dng penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dl bahasa lain yg menjadi bahasa sasaran; kamus yg disusun dng menggunakan (terdiri atas) dua bahasa
kamus ekabahasa kamus yg memuat kosakata suatu bahasa yg disusun secara alfabetis dng penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dl kalimat dl bahasa yg sama; kamus yg disusun dng menggunakan (terdiri atas) satu bahasa
kamus ensiklopedis [Ling] kamus yg dilengkapi dng keterangan yg lebih luas, spt nama geografis, nama tokoh, gambar dan diagram
kamus multibahasa kamus yg memuat kosakata suatu bahasa dng penjelasan makna dan contoh pemakaiannya dl dua bahasa lain atau lebih sbg bahasa sasaran; kamus yg terdiri atas tiga bahasa atau lebih
kanang ka.nang [n] (1) pohon yg daunnya dapat digunakan sbg obat kudis atau sering dijadikan makanan ayam sabung (supaya kuat dan galak dl bersabung), kulit rantingnya dipakai untuk tali, dan buahnya dipergunakan untuk perekat; (2) daun kanang; (3) kulit kanang; (4) buah kanang
kancil kan.cil [n] (1) binatang pemakan tanaman yg cepat larinya, berbadan langsing, kaki depan lebih pendek dp kaki belakang, bulunya berwarna cokelat kemerah-merahan, jenis jantan bertaring, mencuat ke luar dari atas rahang; Tragulus javanicus; (2) ki tokoh utama binatang yg cerdik dl cerita rakyat di Asia Tenggara; (3) ki orang yg cerdik dan licik (banyak akal)
kangsar kang.sar [n] pohon, Hibiscus flocosus
kano ka.no [n] perahu panjang serta sempit, ujung haluan dan buritannya tajam (untuk memudahkan mengubah haluan), dulu dapat dibuat dr batang pohon yg dilubangi spt lesung
kapak ka.pak [n] alat terbuat dr logam, bermata, dan bertangkai panjang; beliung besar untuk menebang pohon (membelah kayu dsb) [Mk n] kepak; sayap [n] ikan laut, Pellona
kapas ka.pas [n] (1) serat yg berbulu putih yg dapat dipintal menjadi benang dsb; (2) pohon yg buahnya menghasilkan kapas; Gossypium; (ada bermacam-macam, spt -- belanda, Gossypium hirsutum
kapilaritas ka.pi.la.ri.tas [n El] peristiwa naik atau turunnya zat cair pd bahan yg terdiri atas beberapa pembuluh halus akibat gaya adhesi atau kohesi, msl naiknya minyak pd sumur
kapur ka.pur [n] bahan serbuk yg putih warnanya, diperoleh dr batu putih (sisa-sisa organisme laut) yg dibakar, digunakan sbg campuran makan sirih, pemutih dinding, bahan obat-obatan, dsb [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai untuk bahan membuat kayu lapis dsb; (2) kayu kapur
kara ka.ra [n] tumbuhan berbuah polongan, pohonnya merambat, buahnya sepanjang 5-7 cm, lebar dan kurang berdaging, kalau sudah tua berwarna hijau keputih-putihan; Dolichos lablab
karamel ka.ra.mel [n] cokelat yg diperoleh dr pemanasan gula tebu atau zat karbohidrat lainnya; gula bakar
karas ka.ras [n] kue atau penganan yg dibuat dr tepung beras [n] pohon yg getahnya dapat dibuat kapur barus; tengkaras; Aquilaria mallaccensis [n Sas] papan kayu atau keping batu yg dipakai oleh penyair susastra Jawa Kuno untuk menuliskan karyanya
karbol kar.bol [n] benda cair berwarna putih dan berbusa spt air sabun serta berbau harum yg dapat dipakai untuk mematikan kuman penyakit; C6H5OH
karbolat kar.bo.lat [n Kim] garam atau anion dr fenol; C6H5OH
karet ka.ret /karEt/ (1) n tumbuhan besar yg tingginya mencapai 25 m dan kulit batangnya menghasilkan getah yg digunakan sbg bahan membuat ban, bola, dsb; pohon para; Hevea brassiliensis; (2) n getah (perca); barang yg dibuat dr getah pohon para; (3) a cak dapat (mudah) mulur dan mengerut (tidak tentu, tidak pasti, dsb)
karet alam karet yg berasal dr getah pohon perca atau para
karisma ka.ris.ma [n] (1) keadaan atau bakat yg dihubungkan dng kemampuan yg luar biasa dl hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dr masyarakat thd dirinya; (2) atribut kepemimpinan yg didasarkan atas kualitas kepribadian individu [n Kris] karunia Roh Kudus yg luar biasa yg diberikan kpd orang beriman supaya melayani umat
karut-marut ka.rut-ma.rut [a] (1) kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati, dsb); banyak bohong dan dustanya (tt perkataan dsb); (2) berkerut-kerut tidak keruan (tt muka, wajah, dsb): kulit mukanya ~ dan penuh dng penyakit cacar
kasai ka.sai [n] (1) bau-bauan untuk mencuci rambut: saya membuat -- dr sari air mawar; (2) bedak basah yg harum baunya untuk melulur dan mengharumkan kulit tubuh; bedak wangi: di mana kamu membeli -- ini? [n] tumbuhan yg pohon kayunya untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat sakit kepala, daunnya untuk obat demam; Pometia pinnata [n] nama ikan laut; -- janggut, Setipinnataty; -- minyak, Thrissoeles mystax
kaserin ka.se.rin [ark n] nama pohon
kastal kas.tal [n] pohon kayu yg tumbuh di gurun atau di tanah yg kering
kasturi kas.tu.ri [n] (1) pohon (di Kalimantan Selatan) yg tumbuh besar, rindang, bijinya mudah tumbuh, berbuah setiap tahun sekali (pd bulan Oktober-November), buahnya sebesar telur itik, rasanya lezat, manis, berwarna cokelat tua apabila masak; Tapeinochilus ananassae; (2) buah kasturi; (3) bunga kasturi
kasuarina ka.su.a.ri.na [n] pohon yg hidup di daratan atau pantai, kayunya berukuran besar dan berat, kulit pohonnya dapat digunakan sbg obat diare, disentri, dsb; Cassuarina equiaetifolia
katah ka.tah [ark] ter.ka.tah-ka.tah v terguling-guling; terpelanting: ia ~ dr sepedanya ketika sepedanya menabrak pohon
katak terbang katak pohon
katarsis ka.tar.sis [n] (1) Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; (2) Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; (3) Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
katimaha ka.ti.ma.ha [n] (1) pohon yg kayunya dapat dibuat sarung keris dsb; Kleinhovia hospita; (2) kayu dr pohon katimaha
kaukus kau.kus [n] pertemuan tertutup antartokoh partai politik untuk merencanakan strategi, kebijakan, ataupun program yg akan dikemukakan dl pertemuan terbuka partai
kaul ka.ul [Ar n] (1) ujaran; perkataan; (2) niat yg diucapkan sbg janji untuk melakukan sesuatu jika permintaanya dikabulkan dsb; nazar: ia mengadakan selamatan untuk membayar (melepas) --; (3) ark janji yg diikrarkan teguh-teguh; (4) Isl fatwa [n] bulu atau miang halus yg terdapat pd pelepah pohon enau; rabuk
kawang ka.wang [n] minyak yg diperoleh dr pohon tengkawang; minyak tengkawang , me.nga.wang v mengikat kedua ujung sarung dsb di dada
kawin-mawin ka.win-ma.win [n] (1) berbagai-bagai urusan perjodohan (pernikahan); (2) pertalian (sanak) krn perjodohan (perkawinan dsb)
kawista ka.wis.ta [n] (1) pohon yg termasuk suku Rotaceae, tingginya 10-15 m, batangnya berduri, daunnya kecil berwarna hijau tua, buahnya mengelompok 5-9 buah pd setiap tangkai, kulit buah licin berkilap dan keras spt botol, bijinya kecil, pipih, berwarna kuning sampai hijau muda, buah yg masak dibuat sirop; (2) buah kawista
kayu ka.yu [n] (1) pohon yg batangnya keras; (2) bagian batang (cabang, dahan, dsb) pokok yg keras (yg biasa dipakai untuk bahan bangunan, dsb) [n] gulungan (geblokan) kain putih, cita, dsb: membeli kain putih dua -- , ka.yu-ka.yu n cak (1) orang yg dijadikan alat oleh orang lain (spt orang yg disuruh membeli tanah atas namanya, tetapi sebenarnya yg memiliki tanah itu orang yg menyuruhnya); (2) laki-laki yg seakan-akan dipergundik oleh orang perempuan
kayu anduan nama pohon
kayu angin tumbuhan yg menempel pd kulit pohon spt halnya benalu, bentuknya mirip benang berwarna hijau kelabu dan dapat mencapai tinggi 30 cm, posisinya menjuntai, berkhasiat untuk obat batuk dan menolak angin, (umumnya terdapat di daerah berhawa dingin atau di pegunungan); Usnea misaminensis
kayu gelondong(an) kayu yg masih utuh spt ketika dipotong dr pohonnya (belum dipotong dan dibelah secara vertikal dr aslinya); kayu log; kayu bundar
kayu keras kayu-kayuan yg padat, tidak lunak, yg umumnya berasal dr pohon berdaun lebar; kayu daun; -- kuda kayu-kayuan yg berasal dr pohon yg tumbuh di daerah pantai, Lannea grandis
kayu lunak kayu-kayuan yg berasal dr pohon yg berdaun spt jarum (pohon cemara, dsb); kayu jarum
kayu manis pohon yg tingginya 10-15 m, kulit batangnya berwarna abu-abu tua dan berbau manis yg tajam, merupakan bahan ekspor yg penting, manis jangan; keningar; Cinnamomum burmani
kayu putih pohon yg daunnya dijadikan bahan utama pembuatan minyak kayu putih; Melaleuca leucadendra
kayu samidra pohon yg kayunya biasa dibuat arang; Acronyclua laurifolia
kayu sepat pohon, buah, dan daunnya dibuat obat sakit buang-buang air; Macaranya triloba; (2) buah kayu sepat; (3) daun kayu sepat
kayu tahun kayu bahan bangunan yg kekuatannya di bawah sepuluh tahun; -- telur pohon, Xanthophyllum axecelsum
kayu timur kulit kayu (dr pohon Peltophorum pterocarpum) yg dibuat obat-obatan; -- ular pohon, Strychos lingustrina; -- urang pohon, kayunya keras, Erythroxylon cuneatum
keambrukan ke.am.bruk.an [n] (1) keadaan (hal) ambruk; keruntuhan; kerobohan; (2) kebangkrutan (tt usaha dagang)
kebanjiran ke.ban.jir.an [v] (1) diserang banjir; tergenang air krn banjir; keempohan; (2) cak kedatangan banyak-banyak (melimpah): setelah memenangkan pertandingan itu, dia -- surat ucapan selamat dr para penggemarnya
kebebalan ke.be.bal.an [n] kebodohan
kebel ke.bel [n] pohon yg tumbuh di pantai, Eurycoma longifolia
kebendaan ke.ben.da.an [n] sesuatu yg berhubungan dng benda; sesuatu yg berupa atau bersifat benda: di samping masalah -, perlu kita pikirkan pula masalah kerohanian
kebun ke.bun [n] (1) sebidang tanah yg ditanami pohon musiman (buah-buahan dsb); (2) tanah luas yg ditanami kopi, karet, dsb
kecabuhan ke.ca.buh.an [n] kekacauan; kerusuhan; kehebohan; huru-hara
kecik ke.cik ? kecil [n] biji sawo (manila dsb): pengisi lubang dakon itu ialah -- yg dicari dari bawah pohon sawo
kecong ke.cong [n] tipu; kecoh
kedabu ke.da.bu [n] pohon yg kayunya biasa untuk kayu bakar; Sonneratia ovata
kedaung ke.da.ung [n] (1) pohon kayu besar yg berbuah polong (spt buah petai), dapat dibuat obat, bijinya berwarna hitam dan tidak berbau; Parkia roxburghii; (2) biji kedaung
kedebong ke.de.bong [Jk n] (1) batang pohon pisang; (2) pelepah daun pisang
kedekai ke.de.kai [n] (1) pohon yg buahnya untuk ramuan obat; Terminalis chebula; (2) buah dr pohon kedekai
kedogolan ke.do.gol.an [n] kebodohan: krn ~ nya ia celaka
kedondong ke.don.dong [n] (1) pohon yg buahnya bulat telur, rasanya masam-masam manis, dan bijinya keras berserabut; Spondias dulcis; (2) buah kedondong
kedunguan ke.du.ngu.an [n] kebodohan; kebebalan
kegegeran ke.ge.ger.an [n] kegemparan; kehebohan; keributan: dia dikejutkan oleh ~ para penumpang
kegenangan ke.ge.nang.an [a cak] tergenang air; keempohan; kebanjiran
kegilaan ke.gi.la.an [n] (1) sifat (keadaan, perihal) gila; (2) kegemaran (keasyikan, kesukaan) yg berlebih-lebihan; (3) sesuatu yg melampaui batas; (4) kebodohan, kesalahan (dng sengaja); (5) ketidakberesan; kericuhan; kekacauan: dr ~ ini aku mengharapkan suatu kebaikan
kegoblokan ke.gob.lok.an [n cak] kebodohan
kegulanaan ke.gu.la.na.an [n] hal yg bersifat gulana: gesekan rebab yg resah, dimaksudkan untuk menggambarkan ~ sang tokoh
kehampaan ke.ham.pa.an [n] (1) kekosongan; (2) ki kebodohan; (3) ki kekecewaan: tempat itu ditinggalkannya dng ~
keheroikan ke.he.ro.ik.an [n] perihal heroik; kepahlawanan: krn kurang mengenal tokoh pewayangan spt Gatotkaca, Arjuna, Srikandi, anak-anak muda sekarang lebih senang pd ~ Rambo, Superman, dan Bionic Woman di layar perak dp kpd tokoh wayang itu
kejahilan ke.ja.hil.an [n] (1) kebodohan; (2) kejailan
kejai ke.jai [n] (1) pohon karet; (2) getah karet [v] ber.ke.jai v menggeliat dan merentang-rentangkan tangan dsb (sesudah tidur dsb)
kejiwaan ke.ji.wa.an [n] kebatinan; kerohanian: pemimpin ~ bagi umat manusia sama pentingnya dng pemimpin pemerintahan
kejumudan ke.ju.mud.an [n] perihal jumud; kebekuan; kemandekan: Muhammad Abduh termasuk tokoh yg memutus ~ ajaran Islam
kekejian ke.ke.ji.an [n] perihal yg bersifat, berciri keji; perbuatan (kelakuan dsb) yg keji; keburukan; kehinaan: keseluruhan tingkah lakunya memancarkan ~ , ketamakan, kebodohan, dan kekejaman
keladan ke.la.dan [n] (1) pohon suku meranti, tingginya mencapai 50 m dng diameter 180 cm, batangnya abu-abu, biasa digunakan sbg bahan bangunan, berdaun tunggal, berbentuk bulat telur dng ujung lancip, dapat tumbuh di kaki pegunungan sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut; Dipterocarpus gracillis; (2) kayu keladan
kelalaian ke.la.lai.an [n] sifat (keadaan, perbuatan, dsb) lalai: kesalahan itu bukan krn kebodohan, melainkan krn ~ semata-mata
kelamin ke.la.min [n] (1) jodoh (laki-laki dan perempuan atau jantan dan betina); sepasang; (2) sifat jasmani atau rohani yg membedakan dua makhluk sbg betina dan jantan atau wanita dan pria; (3) jenis laki-laki atau perempuan; genus; (4) alat pd tubuh manusia, binatang, dsb untuk mengadakan keturunan; kemaluan; genitalia
kelar ke.lar [n] (1) takik (pd batang pohon yg hendak ditebang dsb); (2) sayatan yg tidak dalam (pd ikan yg hendak digarami, dsb); (3) alur-alur (ringgit-ringgit) pd tanduk; (4) gelang-gelang pd jalan napas, pd tubuh lipan, kumbang, dsb; (5) gelang-gelang dr rotan dsb tempat mengikatkan tali dsb [a cak] selesai; siap
kelat ke.lat [n] (1) tali penarik layar perahu; (2) tali untuk menarik pohon yg ditebang supaya roboh [a] sepat (berasa spt rasa pinang, salak mentah, pisang mentah) [n] (1) pohon yg keras kayunya; (banyak macamnya spt -- api, -- kuning, -- merah); Eugenia; (2) kayu kelat [ark a] lekat: setelah mata mereka mulai -- , barulah berhenti berbual , -- bahu n gelang yg dipakai pd lengan atas, terutama pd waktu menari
kelayu ke.la.yu [n] (1) pohon yg buahnya berasa masam; Erioglossum rubiginosum; (2) buah kelayu
keledai ke.le.dai [n] (1) binatang berkuku satu, mirip kuda kecil, bertelinga panjang dng ekor yg hanya pd ujungnya berbulu; (2) ki orang bodoh
keledai hendak dijadikan kuda [pb] orang bodoh hendak disamakan dng orang pandai
keledang ke.le.dang [n] pohon yg kayunya baik, dibuat perkakas rumah, peti mati, dsb; Artocarpus
keledek ke.le.dek [n] ubi yg pohonnya menjalar; ubi jalar; Ipomoea batatas
kelemayuh ke.le.ma.yuh [n] (1) pohon, kulit batangnya dapat dibuat obat; (2) kulit kelemayuh [n] penyakit yg disebabkan oleh matinya jaringan tubuh; gangraena
kelembak ke.lem.bak [n] (1) pohon, kayunya harum; gaharu; karas; Aquilaria malaccensis; (2) kayu gaharu [n] (1) tumbuhan terna, akarnya harum; Rheum officinale; (2) akar kelembak [n] kupu-kupu besar
kelibang ke.li.bang , ber.ke.li.bang v beterbangan berkeliling; kalong ~ di atas pohon rambutan
keliki ke.li.ki [Mk n] buah betik; buah pepaya [Sd n] (1) pohon jarak; (2) buah jarak
kelikih ke.li.kih ? 1keliki [Sd n] pohon (buah) jarak
keliling ke.li.ling [n] (1) garis yg membatasi suatu bidang: -- persegi panjang ialah dua kali panjang ditambah dua kali lebar; (2) lingkungan di sekitar sesuatu: kebun di -- rumah itu ditanami pohon buah-buahan
kelintang ke.lin.tang [n] harmonika [n] buah pohon kelor; Moringa pterygosperma
kelor ke.lor [n] (1) pohon merunggai, daunnya dibuat sayur atau obat; Moringa oleifera; (2) daun kelor; kelentang
keluak ke.lu.ak [n] buah pohon kepayang, bijinya direbus sampai masak dan diperami dalam abu selama satu bulan, biasa dipakai untuk bumbu masak rawon; Pangiun edule
kelukup ke.lu.kup [n] (1) pohon yg kayunya biasa dipakai untuk bahan rumah, Shorea eximia; (2) kayu kelukup
kelumpang ke.lum.pang [n] (1) pohon, kayunya biasa dibuat perahu dsb; Sterculia foetida; (2) kayu kelumpang
kelutum ke.lu.tum [n] (1) pohon yg kayunya keras, tingginya mencapai 20 m, berwarna cokelat, dibuat kapal, alat rumah tangga, dsb; Antocarpus altissim; (2) kayu kelutum
kemang ke.mang [n] (1) pohon yg kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah, tinggi 20-40 m, bunganya terdapat dl malai, menyerupai bunga mangga, berwarna ungu tua, bagian tepi berwarna putih, buahnya besar berbentuk spt avokad dan tidak simetris, berwarna kecokelat-cokelatan, daging buah berwarna kuning kotor mengandung banyak cairan dan rasanya asam manis; Mangifera cereria; (2) buah kemang [n] hantu yg dipercayai suka mengganggu bayi
kemasukan ke.ma.suk.an [v] (1) dimasuki (dirasuki) roh halus (setan, hantu, dsb): matanya tampak merah membeliak spt orang yg -; (2) dimasuki (oleh); ada sesuatu yg masuk: telinganya -- air; rumahnya -- pencuri
kembang semangkok pohon yg bijinya dipakai untuk obat sakit perut, Scaphium affinis
kemerakan ke.me.rak.an [n] pohon, dipakai untuk penghijauan: untuk menghijaukan wilayah Tabanan, Dinas Kehutanan menyediakan bibit jenis bungur, --
kemesuman ke.me.sum.an [n] (1) hal (keadaan) mesum; kekotoran; (2) perbuatan yg tidak senonoh (keji, cabul, buruk)
kemiri ke.mi.ri [n] (1) pohon yg buahnya berkulit keras, isinya banyak mengandung minyak, dan biasa digunakan untuk bumbu; Aleurites moluccana; (2) buah kemiri, bentuknya agak bulat, sebesar ibu jari kaki, kulitnya hitam keras sekali, kulit luar kaku, isinya berwarna kuning terdiri dr dua belahan
kemiri turki pohon peluruh yg berdaun menyirip, bunga jantan dan betina tumbuh pd pohon yg sama, biji buah keras dan lezat, kayunya keras dan indah untuk perabot; Pterocarya rhoifolia
kemlaka kem.la.ka [n] pohon, kayunya dibuat orang, buahnya yg masam dibuat asinan; malaka; Phyllanthus emblica
kempas kem.pas [n] (1) pohon yg kayunya keras dan berat, biasa digunakan untuk tiang perahu dan dijadikan arang untuk melebur timah; Koompassia malaccensis; (2) kayu kempas
kemuning ke.mu.ning [n] (1) tumbuhan perdu, termasuk suku Rutaciae, tingginya mencapai 7 m, berdaun majemuk, berbentuk bulat telur terbalik dng ujung runcing, bagian atas licin berkilap, bunganya berwarna putih, banyak dimanfaatkan sbg tanaman hias, batangnya biasa dibuat tongkat, kotak, atau sarung keris; Murraya paniculata; (2) kayu pohon kemuning [a] merah keemasan
kemutul ke.mu.tul [n] (1) pohon yg kayunya keras dan liat, getahnya biasa dipakai untuk obat kudis, Cratoxylon formosum; (2) kayu kemutul
kenaf ke.naf [n] (1) tumbuhan yg tingginya mencapai 3 m, kulit pohon dibuat serat nabati untuk pembuatan tali, karung, dan kain kanvas; Hibiscus cannabinus; (2) serat kenaf
kenan ke.nan , ber.ke.nan v (1) merasa senang (suka, sudi, setuju): kami mohon Bapak ~ memimpin sidang pd pertemuan kita nanti; (2) dng segala senang hati (dipakai sbg kata penghormatan kpd orang besar): rombongan Presiden ~ mengunjungi daerah yg tertimpa malapetaka itu [n] noda pd kulit yg merupakan bawaan sejak lahir (msl tahi lalat): anak yg hilang itu mempunyai -- berupa warna merah pd pelipis kanannya
kenanga ke.na.nga [n] (1) pohon besar yg bunganya kecil berwarna hijau kekuning-kuningan, dan berbau harum; Canangium odoratum; (2) bunga kenanga
kenapang ke.na.pang [n] (1) pohon yg buahnya berkulit keras spt kemiri, rasanya spt rasa buah kenari; (2) buah kenapang
kenari ke.na.ri [n] (1) pohon yg tinggi besar, dapat mencapai 25-30 m, batangnya abu-abu keputih-putihan, daunnya kecil-kecil, buahnya berwarna hijau tua, berkulit keras, dan bijinya dibuat minyak; Canarium commune; (2) buah kenari [n] burung kecil yg bersuara merdu dan berbulu kuning yg indah; Serinus canarius germanicus
kenari belanda pohon yg bijinya biasa digunakan untuk pengisi roti; Amygdalus communis
kencar ken.car , ter.ken.car-ken.car a (1) tergopoh-gopoh; tergesa-gesa: dng ~ ia menyiapkan keperluannya, kemudian ia berangkat; (2) gugup
kendal ken.dal [n] (1) pohon yg buahnya lebat berwarna merah muda dan licin, spt buah kersen, cabang-cabangnya membengkok ke bawah; Cordia obliqua; (2) buah kendal
kendayakan ken.da.ya.kan [n] pohon yg tumbuh di sela-sela hutan jati, serat kulitnya dipakai sbg tali, daunnya yg muda berasa masam dimakan sbg lalap, dipakai untuk penghijauan; Baukimia malabirica
kendeka ken.de.ka [n] (1) pohon yg kayunya sangat besar dng garis tengah mencapai 140 cm, dipakai untuk tiang rumah dsb; Avicennia officinalis; (2) kayu kendeka
kenderi ken.de.ri [n] ukuran berat untuk menimbang emas (seberat biji saga) [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan lama; Adenanthera microsperma; (2) kayu kenderi
kendung ken.dung [n] pohon, yg kulit batangnya untuk menguatkan warna merah pd kain; Symplocos laurina
kenduri arwah selamatan memperingati atau mendoakan roh (jiwa) orang yg telah meninggal
kenidai ke.ni.dai [n] (1) pohon yg tingginya antara 8-20 m, tumbuh di daerah tropis dan subtropis di pesisir pantai, daunnya dapat dijadikan obat perut; Bridelia (bermacam-macam jenisnya spt -- babi, Bridelia stipularis; -- hutan, Bridelia pustalata; (2) daun kenidai
kepala angin [cak] bodoh; tidak berakal
kepala berat [ki] tumpul pikiran; tidak cepat menangkap (pelajaran dsb); sukar untuk mengerti; agak bodoh
kepala kodi kain yg diletakkan paling atas pd ikatan kain (biasanya yg bercorak paling baik yg dianggap sbg contoh)
kepala udang [ki] bodoh; tolol
kepandiran ke.pan.dir.an [n] kebodohan; kebebalan
kepang ke.pang [n] jalinan (anyaman) tali (rambut dsb) /kEpang/ ? kipang /kEpang/, ke.pang-ke.pot a gumal tidak keruan; berkerut-kerut [Jw n] anyaman silang miring terbuat dr bilah bambu tipis [n] (1) pohon yg kulitnya dapat dijadikan tali; Aquilaria malaccensis; (2) kulit kepang
kepayang ke.pa.yang [n] (1) pohon, bijinya memabukkan; Pangium edule; (2) biji kepayang
kepel ke.pel [n] pohon yg tingginya kira-kira 15-20 m, batangnya berbenjol-benjol, kulit batangnya berwarna cokelat tua, daunnya berbentuk jorong, lancip ke ujung, berwarna hijau tua, berkilap, bunganya berbentuk bundar atau jorong, wangi dan berbulu, biasanya menempel pd batang, bunga jantannya berbentuk lonjong dan bergerombol, buahnya berbentuk bulat, kadang-kadang agak jorong, berwarna cokelat, berdaging manis, berbiji enam buah; Stelechocarpus burahol
kepercayaan ke.per.ca.ya.an [n] (1) anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yg dipercayai itu benar atau nyata: ~ kpd makhluk halus masih kuat sekali di lingkungan petani; (2) sesuatu yg dipercayai: bagi mereka hal itu bisa menghilangkan ~ rakyat kpd para pemimpinnya; (3) harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan, dsb): hal itu dapat menghilangkan ~ rakyat kpd pemimpinnya; (4) orang yg dipercaya (diserahi sesuatu dsb): pemimpin itu sedang berunding dng orang-orang ~ nya dr daerah; (5) sebutan bagi sistem religi di Indonesia yg tidak termasuk salah satu dr kelima agama yg resmi: tokoh itu adalah penganut aliran ~
kepik cokelat kepik yg suka merusak pohon cokelat; Podops vermiculata
kepik teh kepik yg suka merusak pohon teh, kina, atau cokelat, banyak terdapat di perkebunan yg berair (lengas); Helopeltis
kepinis ke.pi.nis [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan lama; tempinis, Sloetia elongata; (2) kayu kepinis
kepok ke.pok [Lihat {kepoh}]
kepuh ke.puh , me.nge.puh v melembung (menggelembung) krn penuh berisi angin atau kena angin (tt layar dsb) [n] (1) pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 30 m, bunganya berwarna merah, berbau busuk, daunnya mudah rontok, buahnya berupa bumbung, kulit buahnya tebal berwarna merah sbg obat untuk menghentikan perdarahan pd hidung, bijinya hitam dapat digunakan sbg obat batuk, mengandung minyak yg biasa digunakan sbg minyak goreng atau minyak lampu; Sterculia foetida; (2) biji kepuh , ke.puh-ke.puh n selepa tempat gambir, pinang, tembakau, dsb untuk makan sirih
kepundung ke.pun.dung [n] (1) pohon, buahnya spt langsat, tetapi masam berkulit tebal, daging buah bersatu dng biji; Andropogon Nardus; (2) buah kepundung
kerangkai ke.rang.kai [n] (1) pohon yg kayunya keras, dipakai sbg bahan pembuat lingkar roda, tangkai pacul; Quercus rajah; (2) kayu kerangkai
keranji ke.ran.ji [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 40 m, baik untuk bahan bangunan, Dialium indum; (2) buah keranji
kerasukan ke.ra.suk.an [n] kemasukan (roh jahat dsb); kesurupan: ia berbicara terus spt orang ~
kerbang ker.bang [n] (1) pohon yg kulitnya dibuat tali dsb; Artcarpus elastica; (2) kulit kerbang
kerbau ker.bau [n] (1) binatang memamah biak yg biasa diternakkan untuk diambil dagingnya atau untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati), rupanya spt lembu dan agak besar, tanduknya panjang, suka berkubang, umumnya berbulu kelabu kehitam-hitaman; Bos bubalus; (2) ki orang bodoh
keriang-keriut ke.ri.ang-ke.ri.ut [n] tiruan bunyi "kiat-kiut", spt bunyi pohon bambu bergesek ditiup angin
keringanan ke.ri.ngan.an [v] (1) pengurangan beban (tanggungan, tugas, dsb): mohon ~ dl pembayaran pajak; (2) sangat ringan
kerinjing ke.rin.jing [n] (1) pohon yg kayunya keras, dibuat bahan bangunan rumah dsb; Bischofia javanica; (2) kayu kerinjing
keriut ke.ri.ut [n] bunyi "kiut-kiut", spt bunyi gesekan pohon bambu ditiup angin
keropos ke.ro.pos [a] (1) tidak ada isinya (tt kelapa dsb); tidak bernas (tt padi, biji-bijian); (2) lapuk di dalam (tt kayu); (3) lapuk krn berkarat (tt besi, logam, dsb); (4) ki bodoh; tidak mempunyai pikiran; lemah; keropok
kers [n] (1) pohon yg buahnya bulat kecil dan lunak, rasa buahnya manis; Prunus cerasus; (2) buah kers
kertau ker.tau [n] (1) pohon yg daunnya dijadikan makanan ulat sutra; Morus indica; (2) daun kertau [kl n] roh jahat
keruntuhan ke.run.tuh.an [n] keadaan runtuh; kerusakan; kerobohan: kota yg diguncang gempa bumi itu sedang mendekati ~ nya; (2) v tertimpa oleh sesuatu yg runtuh: banyak orang yg mati ~ gedung itu; (3) ki kehancuran; kerusakan
kerupuk ke.ru.puk [n] makanan yg dibuat dr adonan tepung dicampur dng lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dng alat cetak dijemur agar mudah digoreng [Jk a] ke.ru.puk.an a kebingungan; tergopoh-gopoh; gugup
kerut merut banyak kerutnya; (2) kusut, kacau; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati); (3) ki banyak bohongnya (tt perkataan)
kesambet ke.sam.bet [Jw v] sakit dan mendadak pingsan krn gangguan roh jahat (orang halus, hantu)
kesambi ke.sam.bi [n] (1) pohon, kayunya keras, baik dibuat arang; Schleichera oleosa; (2) kayu kesambi
kesamper ke.sam.per [v] terkena penyakit; kemasukan roh jahat
kesangsang ke.sang.sang [Jw v] tersangkut (msl pd atap, pohon) [v cak] tersangsang
kesembronoan ke.sem.bro.no.an [n] (1) kekuranghati-hatian; (2) kecerobohan
kesemek ke.se.mek [n] (1) pohon, buahnya dapat dimakan, manis rasanya; Diospyros kaki; (2) buah kesemek
ketal ke.tal [n] zat yg dihasilkan dr percampuran dua molekul alkohol dan satu molekul keton
ketapang ke.ta.pang [n] (1) pohon besar, daunnya lebar, buahnya bertempurung keras, kulitnya untuk menyamak kulit, bijinya dapat dibuat minyak; Terminalia catapa; (2) biji ketapang; (3) tumbuhan baru-baru; bebaru laut; Geutarda speciosa
keteduhan ke.te.duh.an [n] (1) keredaan; ketenangan; (2) (perihal) keadaan teduh: pd siang yg terik itu, dia duduk melepaskan lelah di bawah ~ pohon yg rindang itu
keteladanan ke.te.la.dan.an [n] hal yg dapat ditiru atau dicontoh: tidak perlu kita ragukan lagi ~ nya sbg orang tua
ketena ke.te.na [n Kim] gas racun yg dapat bereaksi dng air yg menghasilkan asam karboksitat dng alkohol yg menghasilkan ester
ketiap ke.ti.ap [n] perahu kecil untuk pelayaran di sungai [n] papan teratas dr susunan papan yg merupakan dinding sampan: -- sampan itu pecah ditimpa pohon kelapa
ketiau ke.ti.au [n] (1) pohon yg kayunya untuk bangunan rumah, bijinya biasa dibuat minyak; Ganua motleyana; (2) biji dr pohon ketiau
ketimbul ke.tim.bul [n] (1) pohon besar yg kayunya tidak keras, daunnya lebar berbulu halus dan berbentuk spt tangan terentang, buahnya bulat sebesar kelapa, berdaging dan berbiji, spt buah nangka, biasa dimakan sbg sayur; keluih; Artocarpus communis; (2) buah ketimbul
ketololan ke.to.lol.an [n] kebodohan; kebebalan
keton ke.ton [Lihat {ketun}] [n] (1) pohon yg kayunya biasa dibuat tripleks; Mitragyna speciosa; (2) kayu keton [n Kim ] golongan senyawa organik yg sifatnya dinyatakan oleh gugus karbonil (C=O) yg mengikat dua senyawa C lain yg bervalensi satu spt CH3
ketuangan ke.tu.ang.an [n Kris] hal curah: hari ~ Rohulkudus, hari raya turunnya Rohulkudus
ketul ke.tul [n] sebanyak isi tangan terkepal (tt nasi, tanah, dsb); gumpal; kepal [a] berkerut tegang (tt otot-otot, urat) [Jw a] (1) tumpul; (2) ki bodoh; kurang cerdas [n] tulang muda
kewarasan ke.wa.ras.an [n cak] kesehatan jasmani dan rohani: setelah dibawa ke dokter dan diobati, ~ anak itu bertambah baik
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kiara ki.a.ra [n] pohon ara; ara kelebuk; Ficus roxburghii
kias ki.as [n] (1) perbandingan (persamaan); ibarat; contoh yg telah ada (terjadi): berita itu hendaklah diambil -- nya saja; (2) sindiran: ia sama sekali tidak merasakan -- temannya itu; (3) contoh (model) yg telah ada; analogi: kata "pemuda-pemudi" sebenarnya mengambil -- kata "putra-putri"; (4) alasan (hukum) yg berdasarkan perbandingan atau persamaan dng hal yg telah terjadi (dl hukum Islam) [n] kepandaian mengobati dsb dng jampi-jampi; ilmu kias, ilmu sihir
kibul ki.bul [Jk n] pantat; dubur [n] bohong
kicang-kicu ki.cang-ki.cu [n] kicang-kecoh
kicau ki.cau [n] (1) bunyi burung (terutama burung murai); (2) ki celoteh; perkataan yg sebarang saja [n] tipu; kecoh
kijai ki.jai [n] (1) pohon, kayunya dibuat bahan bangunan rumah dsb; Santiria griffithii; (2) pohon yg dapat menghasilkan karet; (3) kayu kijai [v] ter.ki.jai-ki.jai v menggeletar (spt tangan orang tua); mengibas-ngibaskan jari atau tangan (krn kesakitan)
kilat ki.lat [n] (1) cahaya yg berkelebat dng cepat di langit (petir dsb): -- sabung-menyabung; (2) cahaya yg berkilau (berkilat): -- pisau; (3) yg sangat cepat: kereta api --; (4) yg dikerjakan dl waktu singkat: kursus -- [Lihat {kelat}] [n] (1) pohon yg banyak terdapat dl paya-paya di tepi laut, kulit batangnya untuk menyamak kulit, kayunya untuk kayu api; jangkar paya; bakau; Rhizophora conjugata; Rhizophora mucronata; (2) kayu (kulit) pohon bakau
kilatan ki.lat.an [n] (1) sekilas cahaya; (2) Sas ragam gaya bahasa perbandingan yg merujuk secara tidak langsung pd suatu karya sastra, salah seorang tokoh, atau peristiwanya; alusi
kilowattjam ki.lo.watt.jam [n El] satuan energi listrik bohlam sebesar 1.000 watt yg menyala selama 1 jam yg menghabiskan energi listrik sebanyak 1 kilowatt-jam
kina ki.na [n] (1) pohon yg termasuk genus Cinchona, rasa kulit batangnya sangat pahit, digunakan sbg obat antimalaria; Chinchona succirubra; (2) kulit kina
kincang kin.cang [Mk v] kecoh; tipu
kincung kin.cung [Mk n] kecoh; tipu
kinine ki.ni.ne [n] obat berupa pil dibuat dr kulit pohon kina; obat (pil) antimalaria
kirai ki.rai [v] me.ngi.rai v (1) mengibas-ngibaskan (mengirap dsb) supaya bersih atau hilang kotoran (air dsb) yg melekat; (2) menampi (beras, lada, dsb) dng menggoyang-goyangkan tampah agar diperoleh bagian yg akan dibuang dsb; (3) membentangkan; menyerakkan (padi dsb) yg dijemur; (4) mengepak-ngepakkan (sayap, bulu, dsb) [n] jalur; carik (yg paling panjang) [n] (1) pohon nipah, daunnya dapat dibuat atap; Metroxylon rumphii; (2) daun kirai [v] cerai
kiras ki.ras [n] (1) pohon yg kayunya dapat dijadikan bahan rumah dsb; Carcinis celebica; (2) kayu kiras
kiris ki.ris [n] (1) pohon kayu, akarnya dipakai untuk ramuan obat dan buahnya dapat dimakan, Belamcanda chinensis; (2) akar kiris; (3) buah kiris
kiru ki.ru [n] tumbuhan (pohon kecil) pisang-pisang bukit; Mitrephora retuculata
kitri kit.ri [n] (1) pohon buah-buahan (di halaman); (2) Sd benih pohon kelapa
kizib ki.zib [a] dusta; bohong; palsu: fajar --
klerikal kle.ri.kal [a] bersangkutan dng golongan rohaniawan
klerus kle.rus [n] golongan rohaniwan
kloral klo.ral [n Kim] zat cair spt minyak tanpa warna (CCL3CHO) terbentuk dr klor dan alkohol dan dapat merangsang rasa mengantuk (kadang-kadang digunakan sbg obat tidur)
klub wartawan klub untuk pertemuan para wartawan atau tempat menyelenggarakan pertemuan pers dng pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan tamu-tamu penting lainnya
koka ko.ka [n] (1) pohon yg daunnya mengandung zat kokaina, dapat merusakkan paru-paru dan melemahkan saraf otot, berasal dr Amerika Selatan; Erythroxylum coca; (2) daun koka
koktail kok.tail [n] minuman beralkohol dibuat dr campuran berbagai bahan, biasanya diminum dng es batu dan gula
kolaps ko.laps [v cak] (1) jatuh; roboh; (2) pingsan
kolesterin ko.les.te.rin [n Dok] lemak empedu semacam alkohol, biasanya terdapat dl darah, empedu, otak, dan terutama pd batu empedu
kolesterol ko.les.te.rol [n] (1) Kim lemak yg menyerupai alkohol, berkilau spt mutiara, terdapat di dl sel tubuh manusia dan hewan, terutama sel saraf dan otak, mempunyai peranan penting dl pengangkutan lemak dan pembuatan hormon; C27H45OH; (2) Dok steroid yg banyak terdapat dl minyak dan lemak hewan, kuning telur, jaringan saraf, empedu dan batu empedu; (3) lemak yg biasa terdapat dl darah, otak, empedu, dan batu empedu
kolonye ko.lo.nye [n] cairan harum, terbuat dr campuran alkohol dan minyak beraroma
komentar ko.men.tar [n] ulasan atau tanggapan atas berita, pidato, dsb (untuk menerangkan atau menjelaskan): kabar itu disertai -- dr redaksi; ia tidak memberikan -- apa-apa atas pidato tokoh partai itu
kompleks keibuan [Psi] keadaan seseorang yg semua tingkah lakunya sangat dipengaruhi oleh tokoh ibu, biasanya dl arti patologis
konferensi pers pertemuan pers yg diadakan oleh seorang tokoh untuk memberitahukan hal yg penting di hadapan wartawan dan utusan kantor berita untuk disebarluaskan melalui media massa
konflik kon.flik [n] (1) percekcokan; perselisihan; pertentangan; (2) Sas ketegangan atau pertentangan di dl cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dl diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dsb)
kongregasi kong.re.ga.si [n Kat] perkumpulan para biarawan, biarawati, rohaniwan, atau rohaniwati Katolik dari satu kesatuan khusus
konkret kon.kret [a] nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dsb): contoh benda -- adalah meja
konkuisnador kon.ku.is.na.dor [Prt n] perampas negeri: sbg -- , negara itu hanyalah membawa kesengsaraan dan kebodohan bagi rakyat setempat
konsistensi kon.sis.ten.si [n] (1) ketetapan dan kemantapan (dl bertindak); ketaatasasan: kebijakan pemerintah mencerminkan suatu -- dl menghadapi pembangunan yg sedang kita laksanakan; (2) kekentalan: -- agar-agar; (3) kepadatan, kepejalan, atau ketetalan jaringan yg menyusun bagian tubuh buah; (4) Geo (a) ketahanan suatu material terhadap perubahan bentuk atau perpecahan; (b) derajat kohesi atau adhesi massa tanah
konstruksi kon.struk.si [n] (1) susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dsb): rumah itu kokoh krn -- nya beton bertulang; (2) Ling susunan dan hubungan kata dl kalimat atau kelompok kata: makna suatu kata ditentukan oleh -- dl kalimat atau kelompok kata
kontroversial kon.tro.ver.si.al [a] bersifat menimbulkan perdebatan: krn pandangannya yg radikal, dia merupakan tokoh yg -- di negerinya
konvensi kon.ven.si [n] (1) permufakatan atau kesepakatan (terutama mengenai adat, tradisi, dsb): berdasarkan -- , sudah sewajarnya pria melindungi wanita; (2) perjanjian antarnegara, para penguasa pemerintahan, dsb: -- Hukum Laut telah disetujui oleh negara sedang berkembang; (3) konferensi tokoh masyarakat atau partai politik dng tujuan khusus (memilih calon untuk pemilihan anggota DPR dsb)
kopi ko.pi [n] (1) pohon yg banyak ditanam di Asia, Amerika Latin, dan Afrika, buahnya digoreng dan ditumbuk halus untuk dijadikan bahan pencampuran minuman; Coffea; (2) buah (biji) kopi; (3) serbuk kopi; (4) minuman yg bahannya serbuk kopi [n] (1) salinan sesuai dng asli yg diperoleh dng cara memfotokopi; (2) tindasan (surat dsb); tembusan; turunan; (3) naskah karangan yg akan dicetak; (4) eksemplar (tt buku cetakan); (5) positif atau negatif yg diperoleh dng penyinaran negatif atau positif; (6) salinan rol film, pita kaset, dsb
kopi arabika pohon kopi yg buahnya besar-besar dan jarang, produksinya rendah, daunnya lebih tipis dan kecil jika dibandingkan dng kopi lain, Coffea arabica
kopi ekselsa pohon kopi yg buahnya lebih kecil dp kopi liberika, tetapi lebih besar dp kopi robusta; Coffea excelsa
kopi liberika kopi yg pohonnya lebih tinggi dan lebih besar dp pohon kopi arabika dan robusta, demikian pula daun, bunga, dan buahnya; Coffea liberica
kopi robusta pohon kopi yg buahnya bulat telur, kebanyakan berbiji dua, produksinya tinggi, daunnya lebih lebar memanjang dng pangkalnya bulat, berdaun rimbun, Coffea conephora
koprak kop.rak [Jw n] alat bunyi-bunyian untuk menakut-nakuti tupai atau hewan lain, dibuat dr bambu dibelah yg diberi tali untuk diguncang-guncangkan supaya berbunyi, diletakkan pd pohon yg sedang berbuah
korektor ko.rek.tor [n] (1) orang yg (pekerjaannya) membetulkan kesalahan (pd cetak coba, naskah, dsb); orang yg bertugas membetulkan hasil susunan untuk disesuaikan dng contohnya; (2) pemeriksa hasil ujian tulis; pengoreksi
kortikulus kor.ti.ku.lus [n Bio] tumbuhan yg hidup pd kulit terluar dr pohon
kosar ko.sar [n] (1) pohon yg kayunya baik untuk bahan rumah dsb; Artocarpus rigida; (2) kayu kosar
kotor mulut suka mengeluarkan kata-kata yg keji atau tidak senonoh
kuau ku.au [n] burung yg berkaki panjang dan kuat, mengais dan membalik-balik tanah untuk mencari makanan yg berupa biji-bijian, keong, cacing, serangga, dsb, berbulu indah, bersarang di atas tanah dng dua atau tiga butir telurnya, tidur pd cabang pohon yg tidak begitu tinggi; Argusianus argus (termasuk burung yg dilindungi, hidup di Malaysia, Sumatra, Kalimantan)
kuau ranggas burung kuau yg tidak hidup di tanah, tetapi di atas pohon
kuayan ku.a.yan [n] pohon yg buahnya menyerupai buah gayam
kubu ku.bu [n] (1) pagar dr kayu yg diberi berlapis tanah dsb untuk menahan serangan dsb: sekeliling dusun itu dipasang -- untuk menahan serangan musuh; (2) tempat pertahanan yg diperkuat dng pagar-pagar pertahanan; benteng pertahanan: -- pertahanan telah jatuh ke tangan musuh; (3) tempat yg diberi berpagar kuat-kuat (untuk menangkap gajah dsb): mereka menghalau kawanan gajah ke dl --; (4) sekelompok pendukung atau penggembira: -- yg mendukung tim bulu tangkis Indonesia sebagian besar adalah mahasiswa dan pelajar [n] rotan yg melilit di pohon, akarnya biasa dibuat tali dsb; Treycinetia javanica
kudu ku.du [ark n] kuntum bunga [n] cat merah untuk mewarnai kain batik, dibuat dr akar atau kulit pohon mengkudu
kuini ku.i.ni [n] (1) pohon berbatang tegak, tingginya mencapai 20-30 m, kulit batangnya pecah-pecah berwarna abu-abu, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya terdapat pd malai yg tumbuh pd ujung ranting, berbau harum menusuk, buahnya berbentuk bulat panjang, berdaging tebal, berwarna kuning dan berserat, rasanya masam manis, kulit buahnya berwarna hijau kekuning-kuningan; kebembem; Mangifera odorata griff; (2) buah kuini
kuinina ku.i.ni.na [n Kim] alkaloid pahit yg terkandung di dl kulit pohon kina; C22H24N2O2
kukuh ku.kuh [a] (1) kuat terpancang pd tempatnya; tidak mudah roboh atau rusak: benteng yg --; kuat; (2) teguh (tt pendirian, hati, dsb): dl diskusi dia selalu -- pd pendiriannya
kulan ku.lan [n] (1) pohon yg kayunya dapat digunakan untuk perkakas rumah dsb; Payena ceerii; (2) kayu kulan
kulim ku.lim [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 25 m, tumbuh di hutan dataran rendah, kulit pohonnya menghasilkan tanin, buahnya untuk obat, kayunya kuat dan tahan lama, dapat dijadikan bahan bangunan, bantalan kereta api, tiang listrik (telepon), bahan industri, kayu lapis, dan bahan pembuat kapal; Scorodocarpus borneensis; (2) buah kulim; (3) kayu kulim
kulit kayu lapisan luar batang pohon yg sering digunakan untuk bahan pembuat pakaian dan perabot rumah tangga
kulit lawang pohon, kulitnya dibuat rempah-rempah dan minyaknya dibuat obat; Cinnamomun culilawan
kulit manis pohon yg kulitnya manis (banyak dijadikan bahan rempah-rempah dan bahan obat); Cinnamomun burmani
kulur ku.lur [n] (1) pohon keluih (timbul), Artacarpus communis; (2) buah keluih
kulut ku.lut [n] (1) pohon yg kayunya biasa dibuat balok atau papan; Dysoxylum ramiflorum; (2) kayu kulut
kumbang kum.bang [n] (1) serangga yg besar dan hitam berkilap warnanya (spt -- madu); (2) serangga yg berkepak dua pasang, kepak depan menebal keras menutupi tubuhnya, kepak belakang tipis (spt -- bertanduk, -- daun, -- gajah, -- hijau, -- nyiur); (3) ki hitam dan mengilat spt warna sayap kumbang [n] angin fohn yg sewaktu-waktu berembus di Pulau Jawa (pantai utara Jawa Tengah), sering merusak tanaman tembakau
kumbang kelapa kumbang yg memakan umbut kelapa, daun kelapa muda, dan mengisap cairan batang pohon; Xylotropes gideon
kumbang pisang kumbang yg merusak pohon pisang, terutama pd bagian upihnya; Cosmopolites sondidus
kumbang sagu kumbang yg merusak pohon sagu, terutama merusak empulur batang sagu; Rhynchoporus ferrugineus
kumbik kum.bik [n] (1) pohon kemiri, Aleurites moluccana; (2) buah kemiri
kumus ku.mus [n] (1) pohon besar yg kayunya biasa dibuat tiang rumah, jembatan, dsb; Shorea laevis; (2) kayu kumus
kundang kun.dang [Mk v] me.ngun.dang v selalu membawa ke mana saja [v] kun.dang.an n orang (sesuatu) yg sangat disayangi atau dimanjakan; anak berkundang [kl n] kun.dang.an n budak pengiring (raja); biduanda; juak-juak [n] (1) pohon yg daun dan buahnya dibuat lalap, kayunya dapat dijadikan perkakas rumah, Boueamaerophylla; (2) daun kundangan; (3) buah kundangan; (4) kayu kundangan
kungkang kung.kang [n] kera kecil, tidak berekor, suka bergantung di cabang pohon [n] katak besar
kungki kung.ki [n] (1) pohon yg kayunya dibuat lesung dsb, kulitnya dibuat obat luka yg bernanah, Pametia pinnata; (2) ark kayu kungki; (3) kulit kungki
kunyuk ku.nyuk [Jk n] (1) kera kecil; monyet; (2) kas orang bodoh (tidak tahu adat)
kupa ku.pa [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 12 m, berdaun rimbun, daunnya berbentuk lebar, buahnya tumbuh secara bergerombol pd tangkai buahnya, bentuknya bulat spt gundu, buah yg masak berwarna ungu kehitam-hitaman, rasanya masam-masam manis, dibuat campuran rujak, juga dapat dibuat selai; gowok; Syzygium polycephalum; (2) buah kupa
kupu-kupu ku.pu-ku.pu [n] serangga bersayap lebar, umumnya berwarna cerah, berasal dr kepompong ulat, dapat terbang, biasanya sering hinggap di bunga untuk mengisap madu; Lepidoptera; rama-rama [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan halus, biasanya dibuat hulu keris dsb, Bauhinia tementosa; (2) kayu kupu-kupu
kupui ku.pui [n] (1) pohon yg buahnya disayur atau dibuat manisan; Conneropsis griffithii (2) kayu kupui; (3) buah kupui
kurang jadi tidak banyak buahnya atau tidak banyak hasilnya (tt pohon buah-buahan dsb)
kurang pikiran kurang pandai; bodoh
kuripan ku.ri.pan [n] kapur yg belum disiram air; kapur tohor [n] (tanah) milik perseorangan
kurma kur.ma [n] (1) pohon yg termasuk suku Arecacear, berasal dr Arab, buahnya berbentuk bulat lonjong, dijadikan semacam manisan dan enak dimakan Phoenix dactylifera; (2) buah kurma
kurus ku.rus [a] (1) kurang berdaging; tidak gemuk (tt tubuh dsb): badannya -- krn kurang makan; (2) tandus; tidak subur (tt tanah dsb): lahan yg -- itu harus dipupuk supaya subur; (3) kurang berkayu; kurang lebat daunnya (tt pohon, tebu, dsb)
kutipan ku.tip.an [n] (1) pungutan; petikan; nukilan; sitat; (2) Ling pengambilalihan satu kalimat atau lebih dr karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dl tulisan sendiri
kwasiorkor kwa.si.or.kor [n Dok] keadaan kurang gizi yg berat pd anak-anak atau bayi yg disebabkan oleh kekurangan karbohidrat dan protein
labil la.bil [a] (1) goyah; tidak mantap; tidak kokoh (tt bangunan, pendirian, dsb); (2) goyang; tidak tenang (tt kendaraan, kapal, pesawat terbang, dsb); (3) tidak tetap; mudah berubah-ubah; naik turun (tt harga barang, nilai uang, dsb); (4) tidak stabil; cenderung berubah; (5) Fis tidak seimbang dan mudah berubah
ladan la.dan [n] (1) pohon yg menghasilkan damar untuk perabot atau ramuan obat; (2) perekat yg dibuat dr damar
lai [n] pohon yg tingginya mencapai 24 m, permukaan daun berwarna hijau, sedangkan bagian bawahnya berwarna cokelat, bunganya berwarna merah tua, buahnya lonjong dan berduri, daging buahnya berwarna kuning dan rasanya agak manis; Durio kutejeuses [kp] helai
lak [n] (1) perekat keras dr damar berwarna merah atau hitam, untuk cap, meterai, dsb; (2) Ent serangga yg bertubuh sangat kecil, tidak lebih dr 1 mm, hidupnya berkelompok mengisap cairan tanaman inangnya (pohon kesambi, bidara, dan akasia), dr perutnya keluar kotoran lak keras spt karang yg menempel pd pohon itu; Laccifer lacca; (3) zat anorganik yg menyerap warna
lampeni lam.pe.ni [n] (1) pohon yg banyak dahannya, tingginya sekitar 2 m, bentuk daunnya bujur telur, buahnya yg muda berasa masam dan berwarna merah, sedangkan yg sudah tua berasa manis dan berwarna merah tua, kalau dimakan menyebabkan bibir dan lidah menjadi ungu; Ardisia humilis; (2) buah lampeni
lampin budak pohon belukar, Clerodendron serratum
lampu busur [El] lampu yg antara dua batang arang runcing terdapat tegangan listrik dan jika batang-batang tsb disentuhkan satu dng lainnya, kemudian dijauhkan lagi, di antara ujung-ujung batang arang itu akan terjadi busur cahaya; bohlam
lancang mulut suka mengeluarkan kata-kata yg kurang senonoh (menyakiti hati, membuka rahasia, dsb)
lancar mulut lekas mengeluarkan perkataan yg tidak senonoh
landas lan.das [n] alas; tumpuan [n] , -- bukit 1 pohon kecil, kayunya yg putih dan lunak untuk gagang pisau, getahnya untuk lem, rebusan daun dan buahnya untuk obat buang-buang air; Macaranga triloba; (2) kayu, daun, getah landas bukit
langir la.ngir [n] (1) pohon kecil yg buah dan daunnya untuk pencuci rambut; Albizzia saponaria; (2) ramuan untuk pencuci rambut (kepala)
langkap lang.kap [n] (1) pohon palem hutan, daunnya dapat dianyam untuk nyiru, tampi, dsb; Arenga obtusifolia; (2) daun langkap [n] tepak tempat sirih, pinang, tembakau, dsb [n] lalat; langau
langsat lang.sat [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 10-20 m, batang pokoknya lurus, bunganya berwarna putih atau kuning, buahnya menyerupai duku, bergerombol dl tandan, rasanya asam-asam manis (lebih asam dp duku), berkulit tipis, bergetah; Lansium domesticum; (2) buah langsat
lanjung lan.jung [a] (1) kecil tinggi (tt batang tebu, pohon pinang, dsb); kecil panjang; (2) tinggi
lapuk la.puk [a] (1) bercendawan krn sudah lama: keranjang bambu ini sudah --; (2) rusak; busuk (krn sudah tua): rumah ini roboh krn tiang-tiangnya sudah --; (3) berhubungan dng penghancuran bahan yg berasal dr tumbuhan dan binatang oleh aktivitas jamur dan jasad renik lain; (4) ki ketinggalan zaman; usang; kolot: orang tua itu masih menganut paham yg sudah -- [Mk v] ber.la.puk-la.puk v (bunyi) bertepuk tangan
larap la.rap [a] laku; laris [v] me.la.rap.kan v mengulurkan tali [n] jodoh
laras la.ras [n] (1) (tinggi rendah) nada (suara, bunyi musik, dsb); tala: kecapi ini agak rendah -- nya; (2) kesesuaian; kesamaan: bentuk dan isi sajak itu menunjukkan -- [a] bulat panjang dan lurus (spt batang pohon, bambu) [n] (1) pembuluh senapan (bedil) tempat lewat peluru; (2) kata penggolong untuk senapan: mereka membawa lima -- senapan [n] (1) distrik di Minangkabau; (2) dasar pemerintahan menurut adat [ark v] gugur; luruh
laser la.ser [n Fis] pembangkit cahaya produk sains dan teknologi modern, yg dapat menghasilkan cahaya yg mempunyai intensitas tinggi, bersifat koheren dan monokromatis
latah la.tah [a] (1) menderita sakit saraf dng suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; (2) berlaku spt orang gila (msl krn kematian orang yg dikasihi); (3) meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain: kita jangan -- thd kebudayaan asing [ark n] sampah (daun-daun dsb yg telah membusuk) di bawah pohon-pohonan (di hutan dsb)
latah mulut mengeluarkan kata-kata yg tidak senonoh (krn marah dsb)
lateks la.teks [n] (1) getah pohon karet; (2) zat cair spt susu yg dihasilkan oleh tumbuhan tertentu, mengandung protein dan karbohidrat
lauh la.uh [n] ikan laut, Polynemus heptadactylus ? loh
lawak la.wak [a] lucu; jenaka [n] la.wak-la.wak n palung tempat makanan atau minuman kuda (burung dsb) [n Lay] sejenis perahu di Jawa Barat yg dibuat dr batang pohon yg ditakik (lawakan, lelawak)
lawang la.wang [n] pintu (gerbang) [n] pohon, Cinnamomum [n] ikan darat, Pangasius micronemus [n] kulit buah pala (yg sudah dikeringkan) yg digunakan sbg rempah-rempah lihat tapak
lawar la.war [n] sayatan (keratan) daging atau ikan , -- putih n (1) pohon yg kayunya baik digunakan untuk bahan rumah; Elaeocarpus parvefolius; (2) kayu dr pohon lawar
layah la.yah , me.la.yah v meliuk (condong) ke kiri ke kanan, ke muka ke belakang (spt pohon kayu tertiup angin, orang menari) [n] tudung penutup muka; berguk , me.la.yah v melayang (terbang) rendah dekat permukaan tanah (air) [a] ceper (tt piring, talam, dsb)
layuk la.yuk , me.la.yuk v meliuk (melayah) ke kiri kanan (tt pohon)
layut la.yut , me.la.yut v melentur; melendut (tt dahan pohon yg lebat buahnya) , me.la.yut v bersambung-sambung; mendayu-dayu (tt suara): bunyi sorak-sorai orang ~
lebah lilin serangga (lebah) yg hidup berkelompok, sarangnya bergetah, tidak mempunyai sengat, Trigona airdiipenus; -- madu lebah yg bersarang di dl lubang pohon tua atau lubang buatan lain dan menghasilkan madu, Apis indica
leban le.ban [n] (1) pohon yg kayunya putih kekuning-kuningan, kulit dan daunnya (yg lebih besar dp daun kenari) biasa digunakan untuk obat; Vilex pubescens (ada beberapa jenisnya, spt -- bunga, -- kunyit); (2) kulit (daun) leban
lebat le.bat [a] (1) berbuah banyak (tt pohon): pohon mangga itu -- buahnya; (2) tebal dan rapat sekali (tt rambut, daun, hutan, dsb): rambutnya hitam dan --; pohon itu -- daunnya; (3) deras dan banyak (tt hujan, embun, dsb): semalam hujan sangat -- spt dicurahkan dr langit
lebun le.bun [n] tipu; kecoh
lecup le.cup [n] (1) tiruan bunyi ketika orang mencium (dng bibir); cup; (2) tiruan bunyi tombak ditikamkan pd pohon pisang
legenda hidup tokoh cerita yg masih hidup
legendaris le.gen.da.ris [a] menurut atau spt legenda; terkenal spt dl legenda: Hang Tuah, seorang tokoh -- dl sastra lama
legum le.gum [n] degum [n] tumbuhan perdu yg berkeping ganda, berbuah polong, menghasilkan mineral, akarnya mengandung campuran nitrogen dan bakteri, termasuk makanan penting untuk ternak (spt pohon kacang tanah, semanggi); tumbuhan kacang-kacangan; Leguminoceae
legung le.gung [n] tiruan bunyi gong; degung [n] nama pohon
leluing le.lu.ing [n] (1) pohon kayu yg buahnya, jika dicampur dedak, baik untuk makanan itik petelur, dapat juga ditumbuk halus dicampur dng bawang merah, daun turi putih dan adas sbg obat kutil; Ficus hispida; (2) buah dr pohon leluing ? luing
lembing lem.bing [n] (1) tombak pandak (dapat ditohokkan, dapat dilemparkan); (2) tombak kayu atau bambu kecil panjang yg ujungnya berlapis logam yg runcing untuk berolahraga (dng cara melemparkannya jauh-jauh)
lempaung lem.pa.ung [n] (1) pohon yg buahnya masam, tumbuh di daerah pedalaman, kayunya untuk tiang-tiang rumah; Baccaurea laceolata; (2) buah lempaung
lemur le.mur [n] kerabat monyet, sebesar kucing, terdapat di Madagaskar dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, ekornya panjang, moncongnya spt moncong rubah, termasuk hewan malam dan penghuni pohon, pemakan serangga, buah-buahan, dan mamalia kecil, gigi seri pd rahang bawah menjulur ke depan, bentuknya spt sisir, serasi untuk menyedot buah-buahan lunak, juga dipakai menyisir bulunya; Lemuridae
lena le.na [a] (1) nyenyak; (2) tidak sadar; lengah; lali; (3) lama: tidak -- antaranya; (4) lambat-lambat: meminta (bermohon) berjalan --
lencir len.cir [a] tinggi, lurus, semampai [n] pohon yg berbatang lurus dan bertajuk sangat kecil, tidak mampu bereksistensi tanpa bantuan tumbuhan yg menjadi tetangganya
lengkeng leng.keng [n] (1) pohon yg tingginya 4-10 m, berasal dr Cina, kulit kayunya cokelat, daunnya rimbun, kecil-kecil dan kaku, buahnya bulat kecil berwarna cokelat dan berumpun, daging buahnya berwarna putih berasa manis, dan bijinya hitam keras berkilat; Euphoria longana; (2) buah lengkeng
lepang le.pang [n] (1) pohon yg warna buahnya hijau dan kalau dipecahkan berbunyi keras; Cucumis sativus; (2) buah lepang
lerak le.rak [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 7 m, buahnya berbusa, dapat digunakan sbg sabun; buah lemuran; Sapindus rarak; (2) buah lerak [a] rusak tercerai-cerai (tt rumah, perahu, dsb); sudah lepas (dr ikatan): perahu itu --; tulang-tulang orang yg mati itu kini sudah --
leret le.ret [n] (1) banjar; jajar: dua -- pohon kelapa; (2) deret; saf; baris [ark] me.le.ret v memanjang hingga terseret (spt tali yg panjang ke tanah): janggutnya yg panjang ~ ke tanah
lian li.an [n Isl] sumpah seorang suami dng tuduhan bahwa istrinya berzina, sebaliknya istrinya juga bersumpah dng tuduhan bahwa suaminya bohong (masing-masing mengucapkannya empat kali, sedangkan yg kelima mereka berikrar bersedia mendapat laknat Allah jika berdusta) sehingga suami istri itu bercerai dan haram menikah kembali seumur hidup
lici li.ci [n] (1) pohon yg tingginya 10-15 m, bercabang banyak dan rindang, bertajuk bundar, permukaan atas daunnya berkilap, bunganya tersusun dl bentuk malai, berwarna kuning, dan berbulu cokelat, buahnya bulat meruncing, kulitnya berbintil-bintil spt bekas rambut, bijinya berwarna hitam terbungkus oleh daging buah yg berwarna putih yg mengelupas dr biji, daging buahnya berair, harum dan manis; Litchi chinensis sonn; (2) buah lici
lidah badak tumbuhan memanjat, berbatang keras, sebesar ibu jari tangan, menempel di pohon aren, biasa digunakan untuk mengikat; Pothos latifolius
lilan li.lan [n] pohon, Xylopia elliptica
lilit li.lit [n] (1) kebatan yg membelit-belit; belit: lukanya diperban tiga --; (2) keliling (suatu bidang): -- penampang lintang pohon itu dua meter
lilit kutu li.lit ku.tu [n] pohon termasuk suku Urticaciae, tingginya mencapai 20 m, kulit kayunya berserabut dan dapat dibuat jala ikan; Pipturus argentius
lima waktu salat lima kali sehari semalam (Subuh, Lohor, Asar, Magrib, Isya)
lindap lin.dap [Mk a] (1) redup; samar; (mulai) kabur; berkurang (tt cahaya, panas, terang): krn kehabisan minyak, sinar lampu itu mulai --; (2) (mulai) padam: api sudah --; (3) mendung: langit semakin --; (4) kurang dapat ditangkap maknanya; kurang jelas: teriakannya -- ditelan lembah itu; (5) sejuk; teduh: marilah kita mencari tempat yg -- di antara pohon-pohon itu
liofilisasi li.o.fi.li.sa.si [n Kim] penyingkiran air dr dl contoh yg beku dng menghampakan air bersublimasi langsung dr es ke keadaan gas
lipase li.pa.se [n Bio] enzim yg menguraikan lemak menjadi alkohol dan asam lemak, terdapat dl hati, pankreas, perut, dan organ pencerna lainnya, dan juga dl tumbuhan tertentu, msl pd biji-biji palem berkadar lemak (minyak)
lipid li.pid [n Kim] zat lemak yg tidak larut dl air, tetapi umumnya larut dl alkohol dan eter dan yg memberi rasa lemah
litani li.ta.ni [n] (1) Kat doa yg tertentu kata-katanya dan diungkapkan secara sambut-menyambut pd upacara kebaktian di gereja, mula-mula oleh pendeta yg memimpin misa, kemudian disambut oleh seluruh jemaat (doa ini sering dinyanyikan); (2) puisi atau prosa berirama yg berisi doa, permohonan, mantra, bentuk yg sama dapat pula dituangkan dl suatu komposisi musik, msl litani ciptaan Mozart; (3) pembawaan puisi secara bersama dan bersahut-sahutan
litotes li.to.tes [n] pernyataan yg memperkecil sesuatu atau melemahkan, dan menyatakan kebalikannya, msl untuk mengatakan pandai digunakan ungkapan tidak bodoh
lobi-lobi lo.bi-lo.bi [n] (1) pohon yg tingginya 5-15 m, daunnya berbentuk bulat telur, daun mudanya berwarna merah muda, buahnya dapat dimakan; Flacourtia inermis; (2) buah berukuran kecil, bentuknya agak bundar, yg masak berwarna merah tua, rasanya masam atau manis, dapat dibuat rujak, sirup, selai, buah kalengan, asinan, atau manisan
lokos lo.kos [a] (1) gundul atau licin tidak ditumbuhi sesuatu, msl kepala, tanah; (2) ranggas (tt pohon)
lompong lom.pong [a] (1) kosong; hampa; (2) ki bodoh [n] -- sagu kue dibuat dr sagu dan pisang masak yg dibungkus dng daun rumbia, kemudian dipanggang [Jw n] talas
lonjak lon.jak [n] gerakan meloncat ke atas dng kedua belah kaki bersama-sama (spt orang hendak mencapai buah di pohon dsb)
lontar lon.tar [v] me.lon.tar v melempar [n] (1) pohon palem yg daunnya dapat ditulisi; siwalan; Borassus flabellifer; (2) daun pohon lontar yg digunakan orang untuk menulis cerita dsb; (3) naskah kuno yg tertulis pd daun lontar
lonyok lo.nyok [a] lodoh kena api atau siraman air panas
lucah lu.cah [a] hina sekali; tidak sopan; tidak senonoh; cabul: ia sering mengeluarkan kata-kata --
luhmahful luh.mah.ful [n Isl] loh mahfuz
lulai lu.lai [n] jenis pohon, Garcinia; -- paya pohon, Baccurea wallichii
lulup lu.lup [Jw n] kulit kayu (pohon waru, belinjo, dsb) yg dirabit untuk dibuat tali
lulus lu.lus [v] (1) dapat masuk atau lalu (ke dalam atau dr lubang dsb): benang sebesar itu tidak dapat -- ke lubang jarum yg kecil itu; (2) dapat lepas atau lucut (spt gelang dr tangan atau cincin dr jari): setelah dibasahi dng air sabun, cincin itu dapat -- dr jarinya; (3) terperosok masuk (spt kaki ke dl lantai bambu dsb); (4) berhasil (dl ujian); dapat melalui dng baik (dl menghadapi segala cobaan): dl ujian itu tiga orang dinyatakan --; (5) diperkenankan; terkabul (tt permohonan, permintaan, dsb): permintaannya sudah --; (6) hilang lenyap: rumahnya -- tertimbun tanah longsor; (7) lelap, tidak dapat ditebus lagi (tt barang gadai): cincin yg digadaikan sudah --
lundu lun.du [n] ikan sungai (air tawar), badannya spt belut tetapi pendek; Macrones guilo [n] pohon, Antidesma corioceum
lurus lu.rus [a] (1) memanjang hanya dl satu arah, tanpa belokan atau lengkungan (tt garis, jalan, dsb); lempeng: kampung A dan kampung B dihubungkan oleh sebuah jalan yg --; batang pohon ini --; (2) tegak benar: berdiri --; garis yg tegak --; (3) ki jujur; polos: jarang benar orang yg -- spt dia; (4) baik (tt budi dsb); tidak sesat: anak itu cantik dan -- budi; ikutilah petunjuk-petunjuk yg --; jalan hidupnya tidak --; (5) tepat benar; betul; (6) kata demi kata (tt terjemahan); (7) kejur; tidak ikal (tt rambut): rambutnya -- dan hitam; (8) sejajar (tt garis): buatlah garis yg -- dng garis A-B
mahang ma.hang [n] pohon yg tidak terlalu tinggi, kayunya lunak dan tidak tahan lama; Macaranga pruinosa, jenisnya bermacam-macam, spt -- api, -- bayan, Macaranga javanica; -- damar, -- kukur, Macaranga triloba
mahoni ma.ho.ni [n] pohon tropis yg tingginya mencapai 30 m, biasa-nya ditanam sbg pohon peneduh di tepi jalan, kayunya digunakan sbg bahan bangunan, perabot rumah tangga, papan dinding, lantai, industri kayu lapis, kerajinan tangan, dsb, meliputi beberapa jenis, antara lain, Swietenia macrophylla, Swietenia mahagoni
maja ma.ja [n] (1) pohon yg berkembang biak dng biji, tingginya dapat mencapai 15 m, cabangnya berduri, berdaun majemuk, berbunga harum, kulit batangnya kalau diiris mengeluarkan getah berwarna putih, yg jika dibiarkan dl udara terbuka, warnanya berubah menjadi kuning jernih spt batu permata, kulit akarnya dapat dijadikan obat penyakit mulut dan kuku pd lembu; (ada berbagai jenis, spt -- batu, -- ingus); Aegle marmelos; (2) buah maja, bentuknya bulat atau agak lonjong, dagingnya berwarna jingga, rasanya pahit, dapat digunakan sbg obat diare, kolera, disentri
majakeling ma.ja.ke.ling [n] buah yg dikeringkan dr pohon Terminalia arborea, dipakai sbg campuran obat untuk penyakit keputihan pd wanita
majuh ma.juh [a] lahap; rakus; gelojoh
makan empuk [ki] orang yg mudah dituju, dibohongi, dsb untuk kepentingan pribadi: orang menjadi -- empuk bagi penjahat
makcomblang mak.com.blang [Jk n] perantara pencari jodoh; perantara yg menghubungkan atau mempertemukan calon suami istri
makmur nasional semua harta milik dan kekayaan potensi yg dimiliki negara untuk keperluan seluruh rakyat; (2) keadaan kehidupan negara yg rakyatnya mendapat kebahagiaan jasmani dan rohani akibat terpenuhi kebutuhannya
malagizi ma.la.gi.zi [n] penyakit yg disebabkan oleh kekurangan gizi, yg biasanya meliputi beberapa jenis nutrien, spt protein, karbohidrat, dan vitamin
malai ma.lai [n] (1) untaian (bunga, butir padi, gandum, dsb); (2) rangkaian bunga, intan, dsb yg dipakai sbg hiasan kepala, tombak, dsb; (3) perbungaan yg bercabang-cabang, setiap cabang memiliki bunga yg bertangkai, yg mekarnya bergantian dr arah bawah ke atas [n] ma.lai-ma.lai n pohon yg banyak ditanam, kayunya digunakan dl pembuatan rumah, daunnya yg muda digunakan sbg pakan ternak, buahnya dimakan mentah atau dibuat lempuk; Litsea sebifera
malaka ma.la.ka [n] pohon, kayunya dibuat arang, buahnya yg masam dibuat asinan; Phyllanthus emblica
malapari ma.la.pa.ri [n] pohon, kulit kayunya digunakan sbg obat kudis, buahnya beracun, tetapi tidak mematikan; Pongamia pinnata
mali-mali hantu perdu atau pohon kecil, daunnya yg muda digerus, digunakan sbg obat sakit kepala; Leea indica
malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing) [pb] tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh
maman ma.man [n] pohon pinang, Areca catechu
mandai man.dai [n] nama pohon [v] melamar gadis yg dilakukan sendiri oleh pemuda (di Kalimantan)
mandi balai memandikan (seseorang, sesuatu) untuk mengusir roh jahat
mangas ma.ngas [n] pohon, kayunya untuk tiang rumah; Memecylon acuminatum
mangga mang.ga [n] pohon yg berbatang tegak, bunganya berbentuk malai, buahnya bulat panjang atau bulat pendek, warna daging, buah, dan rasanya bervariasi, dihidangkan sbg buah, dibuat rujak, manisan, selai, dsb; mempelam; Mangifera indica
manggala mang.ga.la [n] (1) pengantar puji-pujian; (2) pengantar bagi seorang penulis dl permulaan atau akhir karangannya; (3) anak sulung; (4) pelindung (rohani); pemimpin; panglima; (5) penatar tingkat tinggi: Presiden telah membuka penataran calon -- tingkat nasional
manila ma.ni.la lihat itik lihat bunga [n] pohon yg buahnya enak dimakan sehingga banyak ditanam [n] kertas tebal untuk kulit (sampul) buku dsb lihat serat
manusia tertarik oleh tanah airnya [pb] orang yg berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yg bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi
martini mar.ti.ni [n] minuman beralkohol
masak ma.sak [a] sudah tua dan sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dsb (tt buah-buahan): durian ini -- di pohon bukan -- krn diperam; jangan memetik mangga yg belum --; (2) a sudah matang (empuk, jadi) dan sampai waktunya untuk di-ambil, diangkat, dsb (tt makanan): nasi sudah -- , makanlah dulu; adonan ini belum --; (3) a ki sudah selesai dikerjakan (dididik dsb); sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui) bersama; sudah sempurna; sudah pd tingkatan yg terbaik (terakhir): dia pemuda yg sudah -- sehingga dapat berpikir (bekerja) secara baik; perkara yg sudah -- jangan diulang-ulang lagi; (4) a matang (dl berpikir); (5) v cak memasak [adv cak] mana boleh; masa
masoi ma.soi [n] mesiu [n] pohon, kulitnya untuk obat bermacam-macam penyakit, msl keputihan; Massoia aromatica
masori ma.so.ri [Lihat {masohi}]
mata betung buta huruf; bodoh
mata kucing batu permata; (2) damar yg jernih warnanya; (3) pohon, kayunya dibuat meja dan perabot lainnya, buahnya berbentuk spt kelengkeng, rasanya manis; Nephelium malaiense; (4) lampu kecil berwarna hijau pd pesawat radio untuk menentukan tepatnya gelombang; (5) kuarsa transparan berwarna kehijauan dng garis-garis warna sutra krn tercampur dng serat asbes, digunakan sbg batu perhiasan; (6) Dok kelainan mata yg ditandai suatu refleks atau massa putih di belakang manik mata yg merupakan kekeruhan lensa, kekeruhan badan kaca, radang dl mata, atau tumor selaput jala mata
matang ma.tang [a] (1) sudah tua dan sudah sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dsb (tt buah-buahan); masak: mangganya dibiarkan -- di pohon; (2) sudah empuk (kering dsb) dan sudah sampai waktunya untuk diambil, diangkat, dsb (tt makanan); masak: ubi yg direbus itu sudah --; (3) sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui bersama); sudah sempurna atau sudah pd tingkatan yg terbaik (terakhir): memerlukan pertimbangan yg --; rencana yg --; (4) mulai dewasa (tt perkembangan manusia secara fisik dan psikologis); (5) ki sudah selesai dikerjakan (dididik, disiapkan, dsb)
mati ma.ti [v] (1) sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi: anak yg tertabrak mobil itu -- seketika itu juga; pohon jeruk itu sudah -- , akarnya pun sudah busuk; (2) tidak bernyawa; tidak pernah hidup: batu ialah benda --; (3) tidak berair (tt mata air, sumur, dsb); (4) tidak berasa lagi (tt kulit dsb); (5) padam (tt lampu, api, dsb); (6) tidak terus; buntu (tt jalan, pikiran, dsb): krn pikirannya sudah -- , ia tidak dapat berbuat apa-apa; (7) tidak dapat berubah lagi; tetap (tt harga, simpul, dsb); (8) sudah tidak dipergunakan lagi (tt bahasa dsb); (9) ki tidak ada gerak atau kegiatan, spt bubar (tt perkumpulan dsb): kalau tidak diurus, koperasi itu akan --; (10) diam atau berhenti (tt angin dsb): perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut krn angin --; (11) tidak ramai (tt pasar, perdagangan, dsb): setelah ada pasar swalayan, pasar ini --; (12) tidak bergerak (tt mesin, arloji, dsb): saya terlambat krn jam saya ternyata --
mati bujang penyakit tanaman (terutama pd cengkih), mula-mula pucuknya layu, kemudian pohonnya kering dan mati sebelum menghasilkan bunga (buah); (2) mati muda sebelum menikah
matoa ma.toa [n] (1) pohon, kayunya digunakan sbg bahan bangunan dan perabot rumah tangga; (2) buah pohon matoa, bentuknya lonjong spt kelengkeng, rasanya manis legit; Ponnetia pinniata
mayang sondek [Jk] pohon yg bergetah, spt pohon karet; Payena leerii
medang me.dang [n] pohon tinggi dan besar, kayunya dijadikan papan untuk bangunan; Phoebe
media me.dia [n] (1) alat; (2) alat (sarana) komunikasi spt koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; (3) yg terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb): wayang bisa dipakai sbg -- pendidikan; (4) perantara; penghubung; (5) zat hara yg mengandung protein, karbohidrat, garam, air, dsb baik berupa cairan maupun yg dipadatkan dng menambah gelatin untuk menumbuhkan bakteri, sel, atau jaringan tumbuhan
medium me.di.um [n] (1) ukuran sedang; (2) alat untuk mengalihkan atau mencapai sesuatu; (3) media; (4) seseorang yg dapat bertindak sbg penghubung antara roh orang yg sudah meninggal dan manusia hidup dng cara membiarkan diri kemasukan roh itu; (5) zat perantara untuk merambatnya gelombang bunyi; (6) Bio zat digunakan untuk membiakkan bakteri, fungus, dsb
melabuai me.la.bu.ai [n] pohon besar jenis jelutung; Dyera
melambai me.lam.bai [v] (1) mengayun-ayun turun naik (spt daun-daunan tertiup angin): pohon nyiur ~ di sepanjang pantai; (2) menggerak(-gerak)kan tangan turun naik (untuk memanggil dsb): tangannya ~ dr tangga pesawat; (3) berkibar-kibar: Sang Saka ~ megah ditiup angin
melandas me.lan.das [v] (1) mendarat (tt pesawat terbang): setelah terbang selama 6 jam, pesawat kami ~; (2) tumbuh ke arah bawah, msl akar gantung pd pohon beringin
melanggar me.lang.gar [v] (1) menubruk; menabrak; menumbuk: mobilnya rusak krn ~ pohon; (2) menyalahi; melawan: mencuri adalah perbuatan yg ~ hukum; (3) melewati; melalui (secara tidak sah): dia dihukum krn ~ tapal batas negara lain; (4) menyerang; melanda: banjir besar ~ kampung itu yg mengakibatkan rumah-rumah hanyut
melarasi me.la.rasi [v] menjadi gugur seluruh daunnya (tt pohon)
melati jepang tanaman hias berbunga termasuk tanaman semak dng pertumbuhan yg tegak, daunnya berwarna hijau tua atau hijau muda dng campuran warna kuning, bunganya terdapat pd satu tangkai, bentuk mirip dng melati; pohon bokor; Graptophyllum pictum
melayapkan me.la.yap.kan [v] membuat terliuk-liuk; membuat tergoyang-goyang krn ditiup angin (tt pohon, daun kelapa, dsb)
melelaikan me.le.lai.kan [v] menjadikan terkulai; menarik supaya terkulai: anak-anak ~ cabang pohon jambu itu untuk memudahkan memetik buahnya
melembing me.lem.bing [v] menohok (melempar) sesuatu dng lembing
meletak nasi me.le.tak nasi menaruh sajian (nasi) kpd roh halus, hantu dsb
melon me.lon [n] pohon yg buahnya hampir sempurna bulat, kulit buahnya hijau kekuning-kuningan dan agak kasar, daging buahnya berwarna kuning dan manis rasanya; Citruslus vulgaris
meluluskan me.lu.lus.kan [v] (1) melalukan (membiarkan masuk); (2) mengabulkan (permintaan dsb); mengizinkan: mereka ~ permohonanku; (3) menjadikan lulus (berhasil dl ujian); (4) melucutkan (gelang dsb); (5) melepaskan (dr kurungan, tahanan, dsb); meloloskan; melarikan: mereka telah berhasil ~ teman-temannya dr kepungan musuh
melur me.lur [n] bunga melur; melati susun; mendur [n] pohon yg kayunya tidak begitu awet, berwarna cokelat pucat, digunakan sbg bahan dl industri kerajinan tangan, alat-alat tulis, peti, dsb; Durydium elatum
memagarkan me.ma.gar.kan [v] (1) menggunakan (sesuatu) untuk pagar: tukang kebun ~ pohon kemuning di halaman depan rumah itu; (2) memasangkan pagar: anak-anak sedang ~ kebun sayur-sayuran Paman
memainkan me.ma.in.kan [v] (1) memakai (melakukan dsb) sesuatu untuk bermain-main: anak itu -- pedang ayahnya; (2) membunyikan alat musik dsb dng memukul (memetik dsb): -- gitar; -- gamelan; (3) melagukan musik dsb dng bunyi-bunyian: -- lagu jali-jali; (4) melakukan (sbg sandiwara); menyandiwarakan; memperagakan: mereka telah -- lakon itu dng sangat baik; (5) mempertontonkan; mempertunjukkan: hampir semua gedung bioskop di Jakarta -- film ini; (6) melakukan peranan; memerankan (dl sandiwara, film, dsb): ia sering -- tokoh penjahat
memajukan me.ma.ju.kan [v] (1) menggerakkan (menjalankan, memindahkan) ke depan: ia -- meja itu sedikit; (2) membawa ke dl keadaan yg lebih baik (sempurna dsb); menjadikan berkembang: -- perekonomian rakyat; (3) mengemukakan (usul, permohonan, pendapat, dsb): -- usul; -- calon yg mendapat nilai rata-rata tujuh
memalangi me.ma.langi [v] (1) merintangi jalan; terletak malang pd; meng-halangi: sebatang pohon kenari tua telah roboh dan -- jalan; (2) menyegani; menghormati: orang sekampung -- orang tua yg arif itu [v] (1) memasang palang pd; (2) merintangi
memalun me.ma.lun [v] memeluk; membelit: akar gantung ~ batang pohon itu spt ular
memanjat me.man.jat [v] menaiki (pohon, tembok, tebing, dsb) dng kaki dan tangan: kera ~ pohon
memantrai me.man.trai [v] mengenakan mantra pd: setelah dukun -nya, ia roboh tidak sadarkan diri
memaras me.ma.ras [v] (1) meratakan, msl beras dl takaran: ~ beras takaran; (2) memotong (memangkas, menarah) supaya rata (tt kayu, pepohonan, dsb): ~ kayu; ~ pagar beluntas; (3) mencukur atau memangkas supaya rapi (tt rambut, janggut): ia sedang ~ janggut
memasangkan me.ma.sang.kan [v] menjadikan sepasang (dng); menjodohkan [v] (1) memasang sesuatu untuk orang lain: Ayah ~ bendera tetangga; (2) mengenakan sesuatu pd: nona itu ~ sepatu adiknya
memasukkan me.ma.suk.kan [v] (1) membawa (menyuruh, membiarkan, dsb) masuk: sopir sudah -- mobil ke dl garasi; ia -- orang yg belum dikenalnya; (2) mendaftarkan: ia telah -- nama temannya sbg peserta darmawisata; (3) menyampaikan: karyawan pabrik itu -- surat permohonan cuti kpd atasannya; (4) menempatkan; mencantumkan: ketua panitia setuju -- peragaan busana daerah dl acara itu; (5) menaruh uang dl perusahaan dsb; menanam modal: ia berminat -- modalnya dl perusahaan itu
memating me.ma.ting [v] memasang pating pd: dia ~ pohon randu
memaut me.ma.ut [v] (1) melekat (melilit, memegang, dsb) erat-erat; menyangkut; (2) mengikat: ia ~ batang pohon itu; tangannya ~ kedua lututnya
membabat mem.ba.bat [v] (1) menebas; merambah (pohon-pohon, semak belukar, rerumputan, dsb); (2) ki menghabiskan; menyikat habis (makanan dsb); (3) Olr mengalahkan lawan-lawan (dl pertandingan): dl babak penyisihan dia telah -- semua lawannya tanpa kesukaran
membanjiri mem.ban.jiri [v] (1) menggenangi; mengempohi; (2) memenuhi: barang-barang buatan Jepang -- pasaran dunia; beribu-ribu orang datang -- lapangan pd hari ulang tahun kemerdekaan
membedol mem.be.dol [v] mencabut (pohon dsb)
membelitkan mem.be.lit.kan [v] (1) membalutkan berlingkar-lingkar; melilitkan: gajah itu -- belalainya pd batang pohon yg akan ditumbangkannya; (2) menjadikan kusut dan rumit dng jalan menyangkutkannya ke dl perkara lain; menjadikan berbelit-belit: dia sengaja -- perkara itu
membelongsongi mem.be.long.songi [v] membungkus dng belongsong: petani -- buah yg masih muda di pohon supaya tidak dimakan ulat
membenar-benar mem.be.nar-be.nar [v] (1) berkata atau mengatakan yg sesungguhnya (terus-terang): ia minta belas kasihan dan -- serta mengakui kesalahannya; (2) meminta; memohon: meskipun telah berkali-kali ia -, tidak dikabulkan juga
membentangkan mem.ben.tang.kan [v] (1) menghamparkan (tikar, permadani, dsb): ia -- seluruh tikar untuk duduk-duduk di bawah pohon; (2) mengembangkan; membeber (sayap, kemah, layar, dsb); membabar; (3) menerangkan panjang lebar (pendapat dsb) menguraikan; memaparkan: ia -- makalahnya selama 30 menit
membentur mem.ben.tur [v] menubruk; melanggar: krn kurang berhati-hati dl mengemudi, mobilnya -- pohon; bola -- tiang gawang sehingga tidak menghasilkan gol
memberai-beraikan mem.be.rai-be.rai.kan [v] (1) membuat berserak-serak (terserak-serak): mereka berhasil -- pasukan musuh dng tembakan mortir dan meriam; (2) menyiarkan (menyebarkan) ke mana-mana: dialah yg -- kabar bohong itu
memberkas mem.ber.kas [v] (1) mengikat menjadi satu: -- rumput kering; (2) mengumpul menjadi: cahaya -- di balik pohon; bagai tanduk diberkas, pb sangat sukar untuk disatukan (krn tidak sepaham atau sependirian)
membidani mem.bi.dani [v] (1)bertindak sbg bidan; menolong orang melahirkan: meskipun dokter, ia tidak sanggup kalau harus -- istrinya sendiri; (2) ki mencetuskan gagasan lahirnya sesuatu (forum, organisasi, dsb); memelopori: tokoh reformasi itu telah -- kekuatan pengimbang di antara dua kubu calon presiden; Bung Karno telah -- negara Republik Indonesia
memble [v cak] (1) terkelepai ke bawah (tt bibir); (2)bodoh; dungu
membongkar mem.bong.kar [v] (1) mengangkat ke atas: -- sauh; (2) menurunkan muatan dr kapal (kereta api): kuli-kuli kapal itu telah selesai -- muatan; (3) merusak; merobohkan: petugas keamanan berhasil -- rumah (bangunan) liar; (4) menceraikan bagian-bagian mesin: montir sedang -- mesin mobil; (5) membuka dng paksa: kita terpaksa -- peti itu krn kuncinya hilang; (6) mencuri dng merusak pintu (jendela dsb): pencuri itu berhasil -- gudang obat; (7) membuka rahasia: pihak yg berwajib berhasil -- usaha pemalsuan ijazah
membudayakan mem.bu.da.ya.kan [v] (1) mengajar supaya mempunyai budaya; mendidik supaya beradab (berbudaya): sejarah adalah pelajaran yg dapat -- manusia; (2) membiasakan suatu perbuatan yg baik sehingga dianggap sbg berbudaya: para pemimpin hendaknya memberi contoh dl -- pola hidup sederhana
membuldoser mem.bul.do.ser [v] mengeruk (meratakan) tanah, menumbangkan pohon, dsb dng buldoser
membungkuk-bungkuk mem.bung.kuk-bung.kuk [v] (1) membungkuk; merunduk-runduk: ia -- di antara pohon-pohon teh supaya tidak kelihatan; (2) ki sangat merendahkan diri; sangat hormat: tidak sudi aku -- thd kaum penjajah
memelopori me.me.lo.pori [v] (1) berjalan mendahului: beberapa buah tank ~ perjalanan pasukan itu; (2) memimpin (memberi contoh atau teladan): ia bermasud hendak ~ rakyat ke jurusan koperasi; (3) merintis jalan: merekalah yg ~ perjuangan kemerdekaan
memengkalkan me.meng.kal.kan [v] menjadikan mengkal (dl hati); mendongkolkan: kebiasaannya berbohong itulah yg -- hatiku
memenuhi me.me.nuhi [v] (1) mengisi hingga penuh atau hampir penuh: ~ kolam dng air; beribu-ribu penonton ~ gedung olahraga; (2) mencukupi: ~ syarat; ~ kebutuhan; (3) meluluskan (permintaan, harapan, dsb); mengabulkan: ~ permintaan anggota-anggotanya; beliau ~ permohonan rakyat; (4) memuaskan: hasil pekerjaannya tidak ~ harapanku; (5) menunaikan atau menjalankan (kewajiban dsb): ~ kewajibannya; (6) menepati (janji); melaksanakan (nazar): ~ kata yg sudah terkatakan; baru sekarang ia bisa ~ nazarnya
memerintahi me.me.rin.tahi [v] (1) memberi perintah kpd: kerjanya hanya ~ jongos-jongos; (2) membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai dp ~ orang bodoh; Raja Palembang yg bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu
memerli me.mer.li [v] menyindir; mengejek; mencemooh; menggoda: setiap bersua dng gadis, selalu ia ~ nya
memiara me.mi.a.ra [v] memelihara (tt binatang atau tanaman): ~ ayam; ~ pohon mawar
memikirkan me.mi.kir.kan [v] (1) mencari upaya untuk menyelesaikan sesuatu dng menggunakan akal budi; mempertimbangkan; merenungkan: rasanya tidak ada gunanya kita ~ perkara itu lagi; bingung ia ~ kehebohan yg tidak ada habis-habisnya itu; (2) mengingat akan; mengenangkan: sedih hatinya ~ nasib anaknya yg cacat itu; (3) mementingkan (diri dsb); mengutamakan (diri dsb): jangan hanya ~ makannya saja, tetapi pikirkan juga pendidikannya; banyak yg lebih ~ diri sendiri dp ~ kepentingan bersama; (4) memperhatikan; mempedulikan; mengindahkan: ia tidak ~ kritik dan protes yg dilancarkan kepadanya
meminggirkan me.ming.gir.kan [v] (1) menjadikan ke pinggir; menepikan: supir itu berusaha ~ mobilnya; (2) ki menggeser (mengganti, memindahkan) pangkat, jabatan, dsb; menyisihkan (dr kegiatan dsb): secara diam-diam pemerintah berhasil ~ tokoh penting itu dr arena politik
memoar me.mo.ar [n] (1) kenang-kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yg ditulis dng menekankan pendapat, kesan, dan tanggapan pencerita atas peristiwa yg dialami dan tt tokoh yg berhubungan dengannya; (2) catatan atau rekaman tt pengalaman hidup seseorang
memongahi me.mo.ngahi [v] memperbodohi (menipu, mengakali): jangan suka ~ orang desa
memori banding [Huk] permohonan banding untuk memperoleh keadilan
memori kasasi [Huk] risalah pemohon kasasi yg berisi alasan atau keberatan thd putusan pengadilan tinggi
memorial me.mo.ri.al [n] sesuatu yg dibuat (didirikan) sbg peringatan peristiwa bersejarah atau sbg peringatan seorang tokoh
memotong me.mo.tong [v] (1) memutuskan dng barang tajam; mengerat; memenggal: ia ~ tali itu dng gunting; ia ~ tebu dng pisaunya yg tajam; (2) mengiris (tt roti, daging, dsb); (3) menyembelih: ~ ayam; ~ kambing; (4) menebang (tt kayu, pohon, dsb): ~ kayu di hutan; (5) memangkas (tt rambut): ~ rambut; (6) menggunting sesuai dng ukuran (tt bahan pakaian dsb); (7) menuai (tt padi dsb); (8) mengurangi (tt upah, gaji, pendapatan, dsb); (9) memendekkan (tt kata, kalimat, nama dsb); (10) memintas (tt jalan, perjalanan); (11) menyelang atau memenggal (tt perkataan orang dsb); (12) memepat (tt kuku): ia sedang ~ kuku
mempanitiai mem.pa.ni.ti.ai [v] menjadi panitia: sejumlah tokoh tampak hadir, di antaranya Gubernur... yg ~ peluncuran buku ini
mempening mem.pe.ning [n] pohon yg tinggi, kayunya digunakan untuk membuat mebel; Quercus argentata
mempercermin mem.per.cer.min [v] (1) memakai sesuatu sbg cermin (contoh, teladan, dsb): biasanya anak itu ~ tabiat orang tuanya; (2) selalu melihat (menyaksikan): setiap hari aku ~ kesedihan yg dialami oleh rakyat kecil
memperkebunkan mem.per.ke.bun.kan [v] menanam (pohon buah-buahan dsb; banyak-banyak di dl kebun)
mempersetan mem.per.se.tan [v] (1) menyumpah dng mengucapkan setan: orang tuanya -- anaknya; (2) tidak mengindahkan; memasabodohkan: ia -- nasihat orangtuanya
mempertalikan mem.per.ta.li.kan [v] (1) mengikat menjadi satu: mereka ~ semua tawanan itu sebelum diseret ke markas; (2) menjalin-jalinkan; memperhubungkan: jangan ~ perkara itu dng urusan pribadimu; (3) menghubungkan: urat saraf yg ~ otak dng mata; dilaluinya kampung yg ~ Kota Serang dng Pandeglang; (4) menjodohkan: ia hendak ~ anak gadisnya dng pemuda itu; (5)menjadikan bertali
mempertebarkan kecek mem.per.te.bar.kan kecek [ki] menyiarkan kabar bohong
memutah me.mu.tah [n] pohon, akarnya dapat dibuat obat, kayunya ringan, tetapi kuat; Excoecaria agallocha
menaga me.na.ga [n] pohon, daun dan kulitnya dapat dibuat obat; Calophyllum inophyllum
menakik me.na.kik [v] (1) menoreh batang pohon untuk mempermudah orang memanjat; (2) menoreh batang pohon untuk mendapatkan getah; (3) menadah getah dr takik; menyadap
menambat me.nam.bat [v] (1) mengikat dng tali yg dikenakan pd tiang (pancang dsb): gembala itu ~ kerbaunya pd batang pohon; (2) ki mengikat (memikat, menawan, menarik) hati
menamsilkan me.nam.sil.kan [v] mengumpamakan; mengibaratkan; melukiskan (sesuatu sbg contoh dsb): cerita itu ~ kemenangan kebaikan atas kejahatan
menapak tilas me.na.pak ti.las [v] berjalan kaki dng menelusuri jalan yg pernah dilalui oleh seseorang, pasukan, dsb untuk mengenang perjalanan pd masa perang dan atau sejarah masa lalu: tokoh masyarakat akan meneliti dan ~ kembali hari jadi Kota Garut
menahan me.na.han [v] (1) menghentikan: kami tidak dapat ~ kuda yg sedang berlari cepat itu; (2) mencegah; menanggulangi: dibuatkan tanggul untuk ~ banjir; (3) tidak membiarkan lepas (terus berlangsung): Pemerintah berusaha ~ kenaikan harga; (4) menopang (menyangga) supaya tidak rebah: carilah bambu untuk ~ pohon ini; (5) membiarkan tidak terjadi (terwujud dsb); mengekang (hawa nafsu, keinginan, dsb); (6) tidak meneruskan; tidak menyampaikan: kepala subbagian kepegawaian itu ~ kenaikan pangkat karyawan yg sering membolos; (7) tidak mengizinkan (untuk pergi, berangkat, dsb): biarkan dia pergi, jangan Ibu ~ nya lagi; (8) mengurung (memenjarakan) untuk sementara: yg berwajib telah ~ beberapa orang yg diduga terlibat dl perampokan itu; (9) tidak memberikan sesuatu (gaji dsb) kpd yg berhak: bendaharawan pun tidak berhak ~ gaji pegawai tanpa sebab yg jelas; (10) menyimpan (untuk persediaan, cadangan, dsb): dia ~ sebagian dr panen itu untuk persediaan musim paceklik; (11) menderita; menanggung: tidak sanggup lagi ~ malu seberat itu; (12) menguatkan diri supaya tahan: ~ lapar dan haus
menanam me.na.nam [v] (1) menaruh (bibit, benih, setek, dsb) di dl tanah supaya tumbuh: ~ pohon buah-buahan; (2) menaruh di dl tanah yg dilubangi, lalu ditimbuni dng tanah; memendam; menguburkan (mayat, bangkai): ia harta bendanya di kolong tempat tidur; ia ~ bangkai kucing di pekarangan; (3) menaburkan (paham, ajaran, dsb); memasukkan, membangkitkan, atau memelihara (perasaan, cinta kasih, semangat, dsb): perguruan Taman Siswa ~ semangat kebangsaan pd para siswa; (4) menyertakan (modal, uang, dsb) ke dl perusahaan dsb: banyak pengusaha asing ingin ~ modal di Indonesia; (5) menegakkan (kekuasaan); menempatkan (pengaruh, kepentingan, dsb): ia hendak ~ pengaruhnya kpd orang itu melalui orang lain; (6) mempertumbuhkan atau membiakkan (benih penyakit dsb): dokter hewan ~ benih penyakit cacar pd tubuh kuda; (7) mengandung (niat dsb): ia ~ niat untuk berontak; (8) mengangkat atau menempatkan (wakil, tenaga, agen, dsb): gerakan separatis itu ~ agen-agennya di seluruh negara
menara gading tempat atau kedudukan yg serba mulia, enak, dan menyenangkan; (2) tempat untuk menyendiri, msl tempat studi, yg memberi kesempatan untuk bersikap masa bodoh thd hal-hal yg terjadi di sekitarnya
menaungi me.na.ungi [v] menutup sbg payung di atas sesuatu; melindungi: pohon turi itu berguna untuk ~ tumbuhan yg masih muda
mencabangkan men.ca.bang.kan [v] (1) menempelkan tampang pd batang pohon (supaya menjadi cabang); mengenten; (2) menjadikan bercabang
mencari pasal men.ca.ri pasal berbuat sesuatu untuk menimbulkan kehebohan
mencekokkan men.ce.kok.kan [v] (1) meminumkan dng paksa: setiap waktu yg telah ditentukan dia ~ obat ini kpd anaknya; (2) ki mengajarkan atau memberikan pengetahuan (ajaran, paham, dsb) terus-menerus: tokoh-tokoh partai telah berhasil ~ paham politik partainya kpd anggotanya
mencermini men.cer.mini [v] menjadikan sbg contoh (cermin): jangan ~ perbuatannya yg jelek itu
menceruh men.ce.ruh [v] menumbuk dsb untuk yg kedua kali supaya lebih putih dan bersih; menyosoh: ia ~ beras hingga putih bersih
mencibirkan men.ci.bir.kan [v] (1) menganjurkan bibir bawah ke depan; mencebikkan; (2) ki mencemooh; mengejekkan; menistakan: jangan suka ~ orang melarat
menclok men.clok [v cak] hinggap: burung itu -- di ranting pohon mangga
mendahan men.da.han [v] tumbuh dahan: pohon kecil itu mulai ~
mendatangkan men.da.tang.kan [v] (1) membawa dr tempat lain: siapa yg mula-mula ~ pohon kina ke Indonesia; (2) memasukkan; mengimpor: pengusaha-pengusaha nasional diberi kesempatan untuk ~ mesin pertanian dr luar negeri; (3) memanggil: mereka ~ ambulans untuk mengangkut korban kecelakaan; (4) menyebabkan: banjir telah ~ kerugian besar; (5) mengundang untuk diajak bertanding: persatuan sepak bola Indonesia ~ kesebelasan Brazil
mendira men.di.ra [n] pohon beringin; Ficus benjamina
mendoa selamat men.doa selamat bersyukur kpd Tuhan atau memohon selamat (biasanya dng kenduri); (2) mengucapkan doa selamat (bersyukur dsb)
mendoakan men.do.a.kan [v] memohonkan berkat dsb kpd Tuhan (dng membaca atau mengucapkan doa): ia ~ anaknya supaya selamat terhindar dr mara bahaya
mendunia men.du.nia [a] terkenal (meluas) ke seluruh dunia; menjadi milik dunia: tokoh ini sudah ~ di mata kanak-kanak
mendusta men.dus.ta [v] berkata bohong; berbohong
mendustai men.dus.tai [v] berkata bohong kpd; membohongi
mendustakan men.dus.ta.kan [v] membohongkan; menganggap bohong
menebang me.ne.bang [v] memotong (pokok, batang) pohon, biasanya yg besar-besar: ia ~ pohon jambu; ~ kayu jati
menebangi me.ne.bangi [v] memotongi (pohon dsb) sampai roboh; membabati; menebasi
menebas hutan me.ne.bas hutan menebang pohon-pohonan di hutan; membuka hutan untuk ditanami: ~ jalan meretas (membuat) jalan di hutan
menebasi me.ne.basi [v] memotongi (merambahi) pohon-pohon sampai roboh
menegapkan me.ne.gap.kan [v] menguatkan; meneguhkan; mengukuhkan: akar ~ berdirinya pohon
meneladan me.ne.la.dan [v] mencontoh; meniru: anak akan selalu ~ kelakuan orang tuanya; orang lebih mudah ~ yg mudah dan menyenangkan dp ~ sesuatu yg sukar dan menyulitkan
menemu duga me.ne.mu du.ga [v] mewawancarai: ia ~ lebih dr seratus orang pemohon, tetapi hanya tiga puluh yg diterima
menengadahkan me.ne.nga.dah.kan [v] mengangkat kepala melihat ke atas; mendongakkan muka: ia mencoba memberanikan diri ~ mukanya ke arah muka atasannya krn ia tidak mau diperlakukan sbg budak; dng khusyuknya ia ~ kepalanya sambil berdoa mohon ampun kpd Tuhan atas segala dosanya
menepung me.ne.pung [v] (1) menumbuk (menggiling dsb) halus-halus supaya menjadi tepung: ~ beras; ~ jagung; (2) menggocoh; memukul
menerap me.ne.rap [v] menangkap burung dng getah pohon terap [v] (1) memasang permata pd cincin, keris, dsb; mengikat permata pd tempat ikatannya; (2) memasang ubin (lantai); (3) memasang mesin dsb
menetes me.ne.tes [v] jatuh menitik: dr atap gua itu ~ air yg berasal dr akar pohon besar; air mataku mulai ~
mengada-ada meng.a.da-a.da [v] (1) berkata (meminta, berpikir) yg bukan-bukan; membuat-buat: jangan kamu ~; (2) melebih-lebihkan; mempersangat; membohong; membual: jangan dipercaya semua omongannya, dia suka ~; (3) menyusahkan (krn selalu meminta dsb yg bukan-bukan): mengapa anak-anak selalu ~
mengagitasi meng.a.gi.ta.si [v] menghasut orang banyak untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik, ormas, dsb
mengajakkan meng.a.jak.kan [v] (1) menganggap sbg; (2) memperlihatkan bagaimana caranya dsb (melakukan sesuatu); mencontohkan: Pak Guru ~ cara menguraikan soal aljabar itu
mengajikan me.nga.ji.kan [v] mengaji (membaca Alquran) untuk orang lain (spt mengaji untuk roh orang meninggal)
mengaku meng.a.ku [v] (1) menyatakan (menganggap) dirinya (pandai, kaya, dsb): pemuda itu ~ (dirinya) bodoh; (2) membenarkan (tuduhan dsb thd dirinya): pencuri itu sudah ~; (3) menerima dan menyatakan (bahwa dirinya salah, keliru, dsb): ia ~ salah; (4) menanggung (akan): siapa yg ~ biayanya; (5) menyanggupi: ia pun ~ bunyi perjanjian itu; (6) menganggap (sbg): ~ anak; ~ bapak; (7) cak selalu menceritakan diri sendiri; memegahkan diri; membanggakan diri: di mana-mana ia selalu ~ saja
mengambil meng.am.bil [v] (1) memegang sesuatu lalu dibawa (diangkat, digunakan, disimpan, dsb); memungut: ia ~ buku dr lemari; (2) mengurangi: ~ empat dr sepuluh, bersisa enam; (3) memiliki; merebut: ia dipersalahkan ~ istri orang lain; (4) menjemput: ia ~ adiknya di sekolah; (5) menganggap sbg; memungut: ~ anak; (6) mengutip: ia ~ beberapa kalimat dr karangan itu; (7) memetik: Ibu sedang ~ bunga di kebun; (8) menerima; mempekerjakan: untuk sementara perusahaan itu tidak ~ pegawai baru; (9) menjalani: ia sedang ~ cuti tahunan; (10) membuat cedera (dl pertandingan sepak bola): pemain yg ~ lawannya itu diberi kartu kuning; (11) memberikan; mempertunjukkan: ia ~ contoh yg lain
mengambil ibarat meng.am.bil ibarat melakukan sesuatu menurut ibarat; mencontoh; meniru
menganalogikan meng.a.na.lo.gi.kan [v] membuat sesuatu yg baru berdasarkan contoh yg sudah ada; mereka-reka bentuk kata baru dng mencontoh bentuk yg telah ada
menganduh pokok kayu meng.an.duh pokok kayu mengikat pokok kayu, lalu ditarik supaya jangan roboh
mengangakan me.nga.nga.kan [v] (1) membuka (mulut, pintu, dsb) lebar-lebar: semua anak burung yg lapar itu ~ mulutnya krn ingin diloloh induknya; (2) menyebabkan ternganga: ia ~ pintu itu
menganggur meng.ang.gur [v] (1) mengerat cabang (batang) untuk ditanam: ia ~ batang mawar untuk ditanam di kebunnya; (2) menanam (ubi kayu dsb) dng setek: Paman sedang ~ ubi kayu di ladang; (3) menganjak atau memindahkan tanaman: kita harus ~ anak pohon pisang itu
menganvaskan me.ngan.vas.kan [v] memukul roboh sampai tergeletak di kanvas: ia merebut gelar juara setelah ~ lawannya pd ronde ketiga
mengarut me.nga.rut [v] (1) mengusutkan; mengacaukan; membuat rusuh tidak keruan; (2) berkata tidak keruan; berbohong
mengecap me.nge.cap [v] (1) membubuhkan cap; memberikan cap; menstempel: ada petugas khusus yg bertugas ~ surat-surat dinas; (2) mencetak (buku, kain, dsb): kami sanggup ~ buku dan majalah, pekerjaan ditanggung rapi; (3) memberi bermerek (bertanda): ia ~ semua sapinya dng besi panas; (4) ki menganggap sbg; menyatakan bahwa (buruk, baik, cakap, dsb); menamai: satu orang berbuat yg tidak senonoh, orang akan ~ seluruh keluarga itu kurang baik [v] (1) mengatup-ngatupkan mulut hingga terdengar bunyi kecap atau cap-cap (spt pd ketika makan); (2) mencoba (merasai) rasa (makanan dsb); mencicipi; (3) menikmati; mengenyam; merasai: ~ kenikmatan hidup
mengecekkan me.nge.cek.kan [v] (1) mempergunjingkan; mempercakapkan: orang itu suka -- orang lain; (2) menyombongkan (kekayaan, kelebihan, dsb): tanpa disadarinya dia hanya ~ kebodohannya
mengecimus me.nge.ci.mus [v] mengejek (mencemoohkan dsb) dng mencibirkan bibir
mengelepai me.nge.le.pai [v] bergantung terkulai (spt pipi orang tua); menjadi terkelepai: pohon itu ~ sampai ke tanah
mengelite meng.e.lite [v] menjadi elite: organisasi kemasyarakatan itu kini cenderung ~ dan terpisah dr massa umat yg terbelakang, miskin, dan bodoh
mengencingi me.ngen.cingi [v] (1) mengarahkan air kencing pd: anjing itu sering ~ pohon duku di halaman rumah; (2) kas meniduri
mengendapkan meng.en.dap.kan [v] (1) membiarkan atau mendiamkan supaya mengendap: ia ~ air kopinya sebelum meminumnya; (2) ki menggelapkan; menyembunyikan; tidak meneruskan (tt surat): dia dituduh ~ surat permohonan orang itu; (3) ki menunda untuk dipikirkan (dipertimbangkan) dalam-dalam: sebaiknya kita ~ masalah ini dulu, besok kita bicarakan lagi [v] menyembunyikan atau menggelapkan (uang dsb)
mengentuti me.ngen.tuti [v] (1) melepaskan kentut kpd; (2) ki membohongi; menipu: ~ teman-temannya sendiri
mengerawan me.nge.ra.wan [n] pohon berbatang tegak, kayunya awet sehingga disukai untuk dibuat perahu, sirap, juga untuk mebel; Hopea mengerawan
menggabungkan meng.ga.bung.kan [v] (1) mengumpulkan atau mengikatkan menjadi satu: anak itu sedang ~ ranting-ranting pohon untuk kayu bakar; (2) menjadikan satu; menyatukan
menggaet meng.ga.et [v] (1) menarik dng pengait; menggait: anak kecil itu berhasil ~ buah mangga dr pohon; (2) menjambret; mencopet: dia tertangkap basah sedang ~ arloji orang; (3) memikat: ia berhasil ~ gadis itu; (4) menipu (uang); mencari untung; (5) ki mengusahakan dng sungguh-sungguh sehingga memperoleh; merebut: untuk ~ posisi itu ia telah bekerja keras
menggeger meng.ge.ger [v] menjadi kacau (ribut, heboh)
menggegerkan meng.ge.ger.kan [v] menyebabkan geger (kacau, heboh); menggemparkan: peristiwa itu ~ masyarakat; peraturan itu ~ kaum pedagang
menggeliang-geliutkan meng.ge.li.ang-ge.li.ut.kan [v] membengkokkan dan melingkarkan (membelit-belitkan): ular itu ~ badannya pd cabang pohon itu
menggerugut meng.ge.ru.gut [a] berbongkol-bongkol; tidak licin: pohon itu ~ krn banyak bekas cabang yg ditebang pd pangkalnya; tanduk itu ~
menggeser meng.ge.ser [v] (1) menggesel; menggesek; menggosok: mobil itu rusak pintunya krn ~ tembok; (2) memindahkan; mendorong (menarik dsb) supaya bergeser (beralih): ia ~ meja itu ke depan; (3) ki memencilkan: pemerintah negara itu berusaha ~ tokoh oposisi itu dr dunia politik
menggigit lidah meng.gi.git lidah [ki] (1) tidak merasa malu thd kecaman atau cemoohan orang; (2) tidak dapat berkata terus terang krn merasa berutang budi
menggolekkan meng.go.lek.kan [v] (1) menggulingkan; (2) membaringkan: krn letihnya, ia ~ badan di bawah pohon rindang
menggulingkan meng.gu.ling.kan [v] (1) mendorong (mengungkit dsb) supaya berguling: ~ batu besar ke bawah; (2) ki menjatuhkan; merobohkan; mengalahkan: pemain bulu tangkis junior itu berhasil ~ pemain senior; (3) Olr menggelundung badan ke depan atau ke belakang (dl cabang olahraga senam) bertumpu pd pundak
menggunduli meng.gun.duli [v] (1) mencukur rambut hingga gundul; (2) menebangi pohon-pohon hingga habis: manusia dapat mengurangi bahaya banjir dng tidak ~ hutan-hutan; (3) ki mengalahkan dng tidak memberi angka kpd lawan: kesebelasan tamu berhasil ~ kesebelasan tuan rumah
menggunting meng.gun.ting [v] (1) memotong (memangkas dsb) dng memakai gunting; (2) cak menipu; membohongi; mendustai; mencatut
menghafal meng.ha.fal [v] berusaha meresapkan ke dl pikiran agar selalu ingat: anak itu rajin ~ nama tokoh pahlawan nasional
menghijaukan meng.hi.jau.kan [v] (1) membuat jadi hijau; (2) menanami (tanah atau lereng gunung yg gundul dsb) dng pohon-pohonan
menghinggut meng.hing.gut [v] menggoyang; mengguncang (pohon-pohon dsb)
menghutan meng.hu.tan [v] ditumbuhi pohon lebat yg tidak terpelihara menjadi (spt) hutan
menghutankan meng.hu.tan.kan [v] (1) membiarkan ditumbuhi pohon-pohon secara tidak teratur spt hutan; (2) menanami pohon-pohonan (besar) spt hutan; menjadikan hutan: Pemerintah ~ lereng-lereng gunung untuk mencegah banjir
mengibuli me.ngi.buli [v ki] membohongi; menipu: penipu itu berhasil ~ beberapa ibu rumah tangga
mengintimi meng.in.timi [v] (1) menjadikan akrab; (2) ki menggauli dng tidak senonoh; menzinahi: krn ketahuan ~ wanita tidak bersuami itu, pria itu dihajar massa
mengisolasikan meng.i.so.la.si.kan [v] mengasingkan; memencilkan: peme-rintah kolonial ~ tokoh pergerakan kebangsaan di tempat pengasingan
mengkaras meng.ka.ras [n] pohon yg kayunya ringan, serat kulit kayu sangat awet, digunakan untuk pelapis keranjang dsb sbg penahan air hujan; Aquilaria malaccensis
mengkirai meng.ki.rai [n] pohon, suku Ulmaceae, kayunya lunak dan ringan, digunakan untuk membuat korek api, peti, dsb, kulit batangnya digunakan sbg bahan penyamak jala dan seratnya untuk tali; Trema orientalis
mengklaim meng.klaim [v] (1) meminta atau menuntut pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang (suatu organisasi, perkumpulan, negara, dsb) berhak memiliki atau mempunyai hak atas sesuatu: ada negara lain yg ~ kepulauan itu; (2) menyatakan suatu fakta atau kebenaran sesuatu: pemerintah baru ~ bahwa tokoh politik itu meninggal krn bunuh diri
mengkudu meng.ku.du [n] pohon yg banyak manfaatnya, termasuk suku Rubiaceae, buahnya berwarna putih keruh berbentuk bulat sampai bulat telur, permukaannya berbenjol-benjol, berbiji banyak, daging buahnya yg masak lunak dan banyak mengandung air, rasanya agak masam, digunakan sbg obat peluruh kencing dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi, daunnya digunakan sbg obat sakit perut, akar dan kulit batangnya mengandung zat warna merah yg dipakai dl pembatikan; pace; kemudu; Morinda citrifolia
menguakkan me.ngu.ak.kan [v] (1) membuka dng menolakkan (menarik) ke kiri ke kanan: ~ kedua daun pintu itu; (2) menembus dng menolakkan ke kiri dan ke kanan (tt kerumunan orang atau barisan); (3) menyibakkan (tt kerimbunan semak dan lalang): ia ~ lalang yg merintangi jalan yg akan dilaluinya; (4) merobohkan: ~ pagar
menguatkan me.ngu.at.kan [v] (1) menjadikan kuat (dl berbagai arti); mengukuhkan: obat ini untuk ~ badan; tiba-tiba ia ~ pelukannya kepadaku; (2) meneguhkan (dugaan, pendapat, alasan, keputusan, dsb): saksi kedua ~ keterangan saksi pertama; contoh ini dimaksudkan untuk ~ pendapatnya; (3) mengeraskan (suara, tekanan): ia terpaksa ~ suaranya supaya terdengar jelas oleh yg duduk di kursi paling belakang; (4) menyangatkan: partikel "lah" dipakai untuk ~ arti saja
mengukuhkan me.ngu.kuh.kan [v] (1) menguatkan atau memperkuat (supaya tidak mudah roboh atau rusak): kegunaan tiang beton yg besar adalah untuk ~ bangunan; (2) meneguhkan; menetapkan (hati dsb): kita perlu ~ semangat untuk menyukseskan pembangunan; (3) mengesahkan; menetapkan (tt kedudukan, jabatan): senat guru besar di universitas itulah yg ~ beliau sbg guru besar bidang linguistik
mengunjukkan meng.un.juk.kan [v] (1) mengulurkan tangan ke atas (kpd): ketika ditanya hanya dua orang yg ~ tangan; (2) memberikan (dng tangan terulur); menyampaikan; mempersembahkan: demikian katanya seraya ~ uang lima ratus rupiah kpd orang itu; ~ surat permohonan; (3) menunjukkan; memperlihatkan: sekali-kali beliau tiada ~ kekerasan
mengurut meng.u.rut [v] (1) memijit (badan dsb) secara orang menggosok (tangan memegang, menekan, lalu mengangsurkan): orang itu terkenal krn pandai ~; (2) memetik (melepaskan dsb) dng dipijit atau digenggam lalu diangsurkan: ~ satai; ~ daun johar; (3) menggosok-gosok; mengelus-elus; mengusap-usap: ia menggendong anaknya sambil ~ kepala anak itu
meningkat me.ning.kat [v] (1) menginjak (tangga dsb) untuk naik; menaiki (kuda, sepeda, dsb); memanjat (pohon dsb): ~ tangga sampai ke lantai; ~ pohon yg tinggi; (2) naik (dl berbagai-bagai arti, spt meninggi, mengatas, membumbung): harga emas terus ~; panas tubuhnya ~; dr SLTP ~ ke SLTA; (3) beralih pd keadaan (peristiwa, masa, bulan, dsb) yg lain; berubah menjadi: percekcokan mulut ~ menjadi perkelahian yg sengit; sudah mulai ~ usia dewasa; November telah lewat, kini ~ permulaan Desember; (4) menjadi bertambah banyak (hebat, sangat, genting, dsb): produksi beras ~ hingga melebihi produksi sebelum perang; kejahatan dl kota semakin ~
menirukan me.ni.ru.kan [v] meniru; mengikuti contoh
menjahili men.ja.hili [v] membodohi
menjalar men.ja.lar [v] (1) berjalan melata (tt binatang yg panjang spt ular): ular itu ~ di sela-sela akar pepohonan; (2) merambat (tt tumbuhan yg berpokok panjang spt rotan): pohon rotan itu ~ ke mana-mana; (3) menular (tt penyakit): penyakit kolera telah ~ ke seluruh kampung; (4) merembet (tt api): api ~ dr satu bangunan ke bangunan lain di sekitarnya; (5) meluas; merata: berita itu sudah ~ ke seluruh pelosok kota
menjangak men.ja.ngak [v] (1) berbuat sesuatu yg tidak senonoh; hidup secara tidak senonoh; (2) berzina: laksanakanlah aturan agama, jangan ~ saja
menjanjikan men.jan.ji.kan [v] menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu kpd orang lain: aparat keamanan negara ~ akan segera membereskan kehebohan
menjarum men.ja.rum, menjarum me.rah [n] pohon kecil, kayunya dibuat tongkat; Ixora concinna
menjatuhkan men.ja.tuh.kan [v] (1) menyebabkan, membuat, membiarkan dsb jatuh; melemparkan (membuang) dr atas ke bawah: dialah yg ~ bola itu dr atas genting; (2) menjadikan merosot; menurunkan harga (nilai, nama, dsb): usahanya untuk ~ nama Indonesia di dunia internasional gagal sama sekali; (3) mengalahkan (musuh, negeri, dsb); membangkrutkan (perusahaan, toko, dsb); merobohkan (pemerintah, kabinet, dsb); menjadikan tidak lulus (dl ujian, percobaan, dsb); menyebabkan miskin (turun derajat dsb): sesudah ~ Singapura lalu bersiap-siap hendak menyerang Palembang; (4) mengenakan (kpd); menimpakan (kpd); (5) menempatkan (menunjukkan) kpd; (6) memutuskan (hukuman dsb)
menolak me.no.lak [v] (1) mendorong; menyorongkan; mendesak ke depan (ke samping): ia ~ temannya sehingga jatuh terjungkal; (2) mencegah (bahaya dsb); menangkal (penyakit dsb); mengelakkan atau menangkis (serangan dsb): ~ hujan; ~ penyakit cacar; ~ serangan musuh; (3) tidak menerima (memberi, meluluskan, mengabulkan); menampik: dia tidak pernah ~ permintaan anak kesayangannya; (4) tidak membenarkan (pendapat): guru itu ~ protes yg diajukan oleh muridnya; (5) mengusir; menghalau: akhirnya negara itu berhasil ~ penjajah; (6) mengurangi; memotong: tokoh itu ~ harga barang sebesar 10% selama bulan ini
menonjok me.non.jok [v] meninju; menggocoh
mentaruh men.ta.ruh [n] pohon yg kayunya ringan, lunak dan tidak awet, tetapi berbau harum, akar dan rantingnya yg kecil-kecil dapat dibuat tusuk gigi; Exoecaria agallocha
mentaus men.ta.us [n] pohon, kayunya halus berwarna putih dan awet, disukai untuk dibuat barang ukiran, msl wayang golek, getahnya dapat dipakai untuk mengobati sakit mata; Wrightia javanica
mentega men.te.ga [n] lemak kental, lunak, terbuat dr susu (biasa dipakai untuk membuat kue, memasak, atau sbg kelengkapan makan roti): rotinya diolesi dng -- , lalu dipanggang [n] pohon kecil yg ditanam sbg pohon hi-as, kayunya keras, buahnya dapat dimakan, berbau merangsang; Diospyros discolor
menteng men.teng [n] pohon yg tingginya 15-25 m, garis tengah batangnya 25-70 cm, suku Euphorbiaceae, bunganya berbentuk malai, buahnya berbentuk bulat, kulit buah agak berbulu, berwarna hijau kekuning-kuningan, daging buah berwarna putih kekuning-kuningan, rasanya masam manis; Baccaurea racemosa
mentibu men.ti.bu [n] pohon berukuran sedang, tumbuh di paya gambut dan tanah berpasir putih, susunan daun duduk berhadapan, bentuknya bundar telur, bunganya berbulir, terletak di ujung cabang, kayunya untuk bahan bangunan, kayu lapis, bahan pembungkus; Daclylocladus stenostachys
mentigi men.ti.gi [n] pohon perdu, kayunya dibuat barang hiasan spt hulu keris, sarung pedang; Pemphis acidula
mentol men.tol [n] terna tahunan, suku Lamiaceae yg membentuk stolon, bagian tanaman seluruhnya mengandung minyak asiri yg berbau harum dan dapat diekstrak dng penyulingan, setelah didinginkan menghasilkan mentol; Mentha arvensis [n Kim] alkohol, C10H20O, yg diperoleh dr pelbagai kristal, digunakan sbg bahan pengharum dan penyedap pd kembang gula, minuman keras, pasta gigi, dan obat-obatan
menujahkan me.nu.jah.kan [v] menohokkan; menusukkan tombak (lembing dsb) arah ke bawah
menumbangkan me.num.bang.kan [v] (1) merobohkan (pohon yg besar); (2) ki menjatuhkan (meruntuhkan) kekuasaan, negara, dsb; mengalahkan: pemberontakan itu bermaksud untuk ~ kekuasaan monarki di negeri itu; prestasinya itu sekaligus ~ rekor sebelumnya
menumbuhkan me.num.buh.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) tumbuh: lidah buaya gunanya untuk ~ rambut; usaha ~ pepohonan di daerah kering itu harus didukung oleh segenap penduduk di daerah tsb; (2) memelihara dsb supaya tumbuh (bertambah besar, sempurna, dsb); memperkembangkan: pelatihan itu untuk ~ bakat yg telah ada pd anak-anak; ia ~ rasa kasih sayang; (3) menimbulkan (kebencian, perselisihan, dsb): dialah yg mula-mula ~ kekecewaan itu; ia ~ kebersamaan di antara kita
menumbuk me.num.buk [v] (1) melantak (memukul dsb) supaya halus (hancur, terkupas, dsb): ~ lada, ~ padi; (2) menggocoh (meninju dng ujung tinju): anak itu ~ lawannya sampai rebah; (3) melanggar; menubruk; membentur: mobil yg ~ anak itu terus kabur; (4) berjalan kaki: kalau tidak ada kendaraan, baiklah kita ~ saja
menumbukkan me.num.buk.kan [v] (1) menumbuk (melumatkan dsb) sesuatu untuk; menyuruh tumbuk (lumatkan dsb) kpd; (2) melanggarkan; menubrukkan; membenturkan: penjahat ~ mobilnya ke tiang listrik; (3) menggocohkan (tinju dsb): tiba-tiba pemuda itu ~ tinjunya ke muka kondektur bus
menumpil me.num.pil [v] menunjang (supaya jangan roboh); menyangga; menyokong: bambu itu sekadar untuk ~ pohon pisang yg buahnya terlalu banyak
menunggu me.nung.gu [v] (1) tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang): dia ~ ibunya yg sedang ke pasar; (2) tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dsb); menunggui: suami istri itu tinggal ~ dan memetik hasil ladangnya; (3) menantikan (sesuatu yg mesti datang atau terjadi); menunggukan: hidup di dunia hanyalah ~ giliran dipanggil Tuhan; (4) mengharap: sebenarnya sudah lama saya ~ uluran tangan Anda; (5) mendiami; menghuni; menunggui: dialah yg ~ rumah saya selama dua tahun; hantu yg ~ pohon beringin itu sudah dipindahkan
menuruti jejak me.nu.ruti jejak mencontoh atau meneladani (perbuatan atau tingkah laku orang lain)
menyadau me.nya.dau [v] (1) mendayung dng dayung yg panjang: mereka itu -- perahunya sekuat tenaga; (2) merodok dng sesuatu yg panjang; menjolok: pawang itu -- sarang lebah yg tergantung di pohon itu
menyagang me.nya.gang [v] (1) menyandarkan (tombak, senjata, dsb): prajurit itu -- senjatanya pd batang pohon; (2) menopang; menunjang (dng bambu, kayu, dsb): ia -- senjatanya dng kayu
menyagu me.nya.gu [v] (1) membuat tepung dr sagu: sehari-harinya ia dapat -- sampai dua batang pohon enau; (2) menganji dng sagu: ia -- cuciannya agar menjadi kaku sedikit bila kering
menurut me.nu.rut [v] berjalan dsb melalui atau mengikuti (jalan, garis, jejak, dipakai juga dl arti kiasan, dsb): kereta api berjalan ~ rel; ~ garis yg telah ditentukan; (2) v meniru; mencontoh; meneladan: anak-anak disuruhnya menggambar ~ contoh di papan tulis; (3) v melakukan apa yg diperintahkan (disetujui, dikatakan, dsb); tidak melawan (membantah atau menentang); mengindahkan (nasihat, petunjuk, ajaran, dsb); patuh kpd: apa jadinya kalau ia tidak ~ kpd ajaran orang tuanya; (4) v memenuhi (syarat, ketentuan, harapan, permintaan, dsb); (5) v ikut: si bungsu itu selalu ~ ibunya, ke mana pun ibunya pergi; (6) p berdasar; sepanjang (kabar, pendapat, dsb): ~ berita radio pagi ini, Presiden akan meninjau daerah pertanian di Sulawesi; (7) v sesuai dng (tidak melanggar, tidak bertentangan dng); selaras dng: tindakan itu sudah ~ pd peraturan yg berlaku
menyamak me.nya.mak [v] memasak atau memproses kulit binatang agar menjadi berwarna, tahan lama, dan halus: pencaharian orang itu -- kulit; kulit pohon dipergunakan sbg bahan untuk -- kulit sapi, kerbau, atau kulit kambing [v] menggelas benang layang-layang: anak itu sedang -- benang layang-layangnya
menyampaikan me.nyam.pai.kan [v] (1) memberikan: kami datang untuk -- surat; (2)mengantarkan; mengirimkan: kami sudah -- surat permohonan melalui pos; (3) memenuhi kewajiban; menunaikan: ia pergi merantau untuk -- cita-citanya; (4)mencukupkan; memadakan: sukar -- gaji yg sedikit itu untuk hidup satu bulan; (5)mengabulkan; meluluskan: mudah-mudahan Tuhan -- doamu itu
menyampingkan me.nyam.ping.kan [v] (1) menyingkirkan ke arah sisi (pinggir); membersihkan: petugas itu -- runtuhan pohon yg merintangi jalan; (2)mengabaikan; meremehkan; menyepelekan; tidak menghiraukan: pejabat itu -- pendapat yg baik dr bawahannya
menyandingkan me.nyan.ding.kan [v] (1) mendampingkan; mendudukkan agar bersanding (berdekatan): sebelum upacara akad nikah, penghulu itu -- kedua mempelai; (2) mempertemukan; menjodohkan: ibu itu mau -- gadisnya dng pemuda yg masih famili
menyangga me.nyang.ga [v] menahan dr bawah agar tidak roboh dsb; menopang: tukang itu -- kusen pintu dng bambu agar berdiri tegak
menyangkut me.nyang.kut [v] (1) menyangsang (spt layang-layang di atas pohon); (2) berkaitan (bertalian) dng: Pemerintah mengutamakan pembangunan yg -- bidang produksi sandang pangan
menyela me.nye.la [v] (1) terletak (tersisip dsb) di antara dua benda dsb: beberapa rumah model kuno -- di antara gedung-gedung yg modern; (2) menaruh (menyisipkan dsb) sesuatu di antara dua benda dsb: tanaman kacang dapat dimanfaatkan untuk -- pohon cengkih yg belum besar; (3) menyelang: -- percakapan orang lain adalah perbuatan yg kurang sopan
menyelap me.nye.lap [v] (1) masuk ke dl tubuh (tt roh jahat dsb); merasuk: hantu dapat -- orang yg lewat di bawah pohon itu; (2) menimpa (tt penyakit, kegelisahan, kemarahan, dsb); menyerang: bencana alam sering -- daerah yg tandus itu
menyelara me.nye.la.ra [v] menjadi selara (kering): daun pohon itu telah -- akibat musim kemarau
menyelisihkan me.nye.li.sih.kan [v] (1) berlainan pendapat tt: mereka sedang -- arti kata "roh" dl kalimat itu; (2) mempertikaikan; memperbantahkan: kami -- kebenaran berita itu
menyelundupi me.nye.lun.dupi [v] memasuki; merasuk (tt roh halus)
menyelusurkan me.nye.lu.sur.kan [v] menggelincirkan (melorotkan dr pohon dsb); meluncurkan
menyembahkan me.nyem.bah.kan [v] (1) memberikan (mengunjukkan dsb) dng hormat: -- seekor burung bayan kpd baginda; (2) menghidangkan (mempertunjukkan) film dsb: mereka -- film tt perjuangan merebut kemerdekaan pd tahun 1945; (3) menyampaikan (permohonan, surat, pemberitahuan, dsb) dng hormat: -- sepucuk surat kpd Presiden; -- segala hal ihwalnya kpd Baginda
menyembur me.nyem.bur [v] (1) memancar atau menyemprot ke luar cepat-cepat: Gunung Agung meletus dng dahsyat, asap hitam -- ke udara; (2) memancarkan sesuatu (pd); menyemburi: ia sedang -- air ke halaman; (3) mengobati atau mengusir roh jahat dng sembur; memerciki dng air (yg sudah dimantrai dsb): ia siuman setelah dukun itu -nya dng air putih; (4) cak mengeluarkan kata-kata yg tidak patut (spt memaki-maki, marah-marah); (5) ki memancar ke luar dng tiba-tiba (tt warna air muka): darah -- ke mukanya, mukanya menjadi merah krn sangat marah (terkejut dsb)
menyemburi me.nyem.buri [v] (1) memancarkan sesuatu (pd); menyemprotkan sesuatu (pd): ia sedang asyik -- kaca mobil yg akan dibersihkan; (2) mengobati atau mengusir roh jahat dng sembur; memerciki dng air (yg sudah dimantrai dsb): pergilah dukun itu setelah selesai -- orang yg kerasukan setan itu
menyenggau me.nyeng.gau [v] (1) mencapai sesuatu yg agak jauh, tinggi, dsb: anak-anak berusaha -- mangga di pohon itu; (2) menjilat (tt api); membakar: api -- juga gudang itu
menyentalkan me.nyen.tal.kan [v] menggosokkan dng kuat: ia -- telapak tangannya ke batang pohon itu untuk menghilangkan getah yg melekat
menyeribu (hari) me.nye.ri.bu (hari) [v] mengadakan selamatan untuk memperingati dan mendoakan roh orang yg meninggal pd hari yg keseribu
menyigai me.nyi.gai [v] memanjat (pohon dsb) dng tangga bersigai: sehabis hujan janganlah coba-coba -- pohon kelapa
menyisik me.nyi.sik [v] (1) membuang sisiknya (tt ikan sebelum dimasak); (2) meraut (bambu, pensil, lidi, dsb); (3) membersihkan pohon atau batang dr duri-durinya; (4) memeriksa baik buruknya ayam sabung dng menilik sisik pd kaki ayam itu; (5) Mk menangkap ikan dng menyebarkan sisik ikan ke aliran air selokan dan menunggu ikan dng tangguk
menyogok me.nyo.gok [v] (1) merogoh; mencolok; menjolok (ke dl liang dsb): Ayah -- tekak Adik supaya muntah; petugas itu sedang -- saluran air dl pipa yg mampat; (2) ki menyuap; memberi suap: dana yg sangat besar digunakan untuk -- para petugas
menyokong me.nyo.kong [v] (1) menunjang (menyangga) supaya tidak rebah (roboh): bambu itu -- pohon pisang yg hampir roboh; (2) membantu; memberi bantuan (uang, tenaga, dsb): banyak tetangga yg turut -- hidupnya setelah kedua orang tuanya meninggal
meradak me.ra.dak [v] menusuk (menohok dng tombak terutama dr bawah)
merambah me.ram.bah [v] (1) membabat; menebang; memangkas (tumbuh-tumbuhan): mereka ~ pohon-pohon kecil; (2) membuka atau menebang (tt hutan): para transmigran sedang ~ hutan untuk permukiman; (3) merintis (jalan): mereka harus lebih dahulu ~ jalan agar dapat lewat; (4) memarang (menembaki, memukul banyak-banyak sekaligus): dng senapan mesin kami berhasil ~ pasukan musuh itu; 4 menjelajah
merambai me.ram.bai [n] pohon, Melanochyla
merambung me.ram.bung [n] pohon, kayunya ringan, lunak, dan tidak awet, digunakan untuk membuat korek api dan kotaknya
merampak me.ram.pak [v] melanggar hingga roboh; melanda; menyerang
meranggas me.rang.gas [v] (1) menjadi ranggas; (2) menjadi kering dan luruh daunnya: pohon jati ~; (3) luruh bulunya: ayam ~; (4) luruh secara massal (tt dedaunan), baik krn sebab-sebab alami maupun krn serangan hama dan penyakit
merangsi me.rang.si [n] pohon, Carrallia suffruticosa
meranti me.ran.ti [n] pohon, termasuk jenis Shorea, kayunya keras, digunakan untuk bahan bangunan, landasan rel kereta api, tiang listrik, dsb, jenisnya bermacam-macam
meranti bunga pohon, termasuk suku Dipterocarpaceae, berbatang tinggi dan tegak, sering mengeluarkan damar yg berwarna kuning sampai cokelat, kayunya baik untuk pembuatan perabot rumah tangga, kayu lapis, kertas, papan bangunan untuk lantai atau dinding, dan bahan pembungkus yg merupakan salah satu jenis bahan ekspor; Shorea leprosula
meranting me.ran.ting [v] (1) menjadi spt ranting; mencuat ke atas: kumisnya ~ betung; (2) (daunnya) gugur atau meranggas: pohon-pohon mulai ~; (3) memangkas (memotong) ranting tanaman): ~ pagar; ~ beluntas
merasi me.ra.si lihat raras [v] meramalkan nasib, jodoh seseorang dng menilik perhitungan bintang kelahiran (mimpi dsb)
merawan me.ra.wan [n] pohon tinggi besar, termasuk suku Dipterocarpaceae, kayunya digunakan sbg bahan bangunan, mebel, kayu lapis, alat olahraga, alat musik, dsb, kulit kayunya dibuat tali; Hopea mengerawan [v] merasa rawan thd
merayu me.ra.yu [v] merasa pilu; terharu [v] (1) menyenangkan hati (menyedapkan hati, menawan), spt hiburan dsb: suara merdu yg ~; (2) membujuk (memikat) dng kata-kata manis dsb: ia ~ gadis itu dng kata-kata manis; (3) mengajukan permohonan: mereka ~ supaya yg berwajib mengambil tindakan tegas
merbau mer.bau [n] pohon, termasuk suku Caesalpiniaceae, ada beberapa jenis, msl -- darat, -- pantai
merbau darat pohon berukuran sedang, kayunya tahan thd kelembapan sehingga sering digunakan untuk pembuatan perahu, bahan bangunan, bantalan rel kereta api, mebel yg berkualitas tinggi, tiang listrik dan telepon, termasuk kayu yg banyak diekspor; Intsia palembanica
merbau pantai pohon yg tinggi lurus, kayu terasnya yg berwarna merah tua digunakan sbg bahan bangunan, alat rumah tangga, bantalan, tiang listrik dan telepon, dipakai dl perkapalan dan pembuatan jembatan, kulit kayunya mengandung tanin dan dimanfaatkan sbg zat warna cokelat untuk kertas dan kain; Intsia bijuga
merbulan mer.bu.lan [n] pohon, kayunya tidak keras, biasanya untuk kayu bakar; Endospermum malaccense
merdinah mer.di.nah [n] pohon yg keras kayunya, sbg bahan minyak poo, minyak angin; Mentha merdinah
merebahkan me.re.bah.kan [n] (1) membuat (menjadikan) rebah; menumbangkan; merobohkan: ~ pohon; (2) membaringkan: dia ~ diri di atas rumput untuk melepaskan lelah; (3) ki menyembelih (binatang): mereka ~ kerbau dan kambing untuk pesta perkawinan itu; (4) ki menggulingkan; menjatuhkan (pemerintah); menggagalkan: ~ pemerintah
merekes me.re.kes [v] memasukkan surat permohonan, melamar pekerjaan, membuat surat permohonan (lamaran)
merembung me.rem.bung [n] pohon, termasuk suku meranti, Dipterocarpaceae, kayunya digunakan sbg bahan konstruksi ringan, bahan pembungkus, kayu lapis, papan, perkakas rumah, dan bahan kertas; Shorea smithiana
meretas me.re.tas [v] (1) memutuskan benang-benang pd jahitan: ~ kelim; (2) membuka (surat) dng pisau; (3) membedah atau membelah kulit (karung dsb): krn putus asa, ia ~ perutnya sendiri dng sebilah pisau; (4) menebangi pohon untuk membuat jalan; merintis; merentas; (5) menembus dng merusak dinding dsb: pencuri itu lolos setelah ~ dinding kamarku
merindang me.rin.dang [v] menjadi rindang: taman dng pohon- pohonnya yg tampak ~
merintangi me.rin.tangi [v] (1) mengalangi; mengalang-alangi: pohon yg tumbang di jalan itu ~ kendaraan yg akan lewat; (2) mengganggu; mengusik: jangan ~ orang yg sedang bekerja
merkubang mer.ku.bang [n] pohon, Mezzetia herveyana
merpitis mer.pi.tis [n] pohon, kayunya untuk bahan rumah; mempitis; Cratoxylon formosum
merpoyan mer.po.yan [n] jenis pohon (yg menghasilkan kayu bahan bangunan; arang); Rhodamnia trinervia
merserisasi mer.se.ri.sa.si [n Kim] pengolahan kapas dng larutan 25% NaOH sehingga kapas itu menyusut dan menjadi lebih berat, kuat, dan tebal, serta mudah diberi warna
mertapal mer.ta.pal [n] pohon yg tumbuh di rawa-rawa, kayunya baik untuk bangunan rumah atau jembatan; Ochamostachys amentacea
merumbu me.rum.bu [v] (1) berlaku tidak senonoh; (2) berjalan (berkeliaran) ke mana-mana
meruntuhkan me.run.tuh.kan [v] (1) merusakkan dan merobohkan; menjatuhkan; menerbankan: bom yg dahsyat itu telah ~ puluhan gedung di kota itu; (2) menyebabkan runtuh (gugur, longsor): hutan itu menjaga air hujan supaya tidak ~ tanah di lereng gunung; (3) ki menjatuhkan (merusakkan, menghancurkan) kekuasaan, pertahanan, pemerintahan, dsb: segala usaha untuk ~ pertahanan musuh itu telah gagal; (4) ki menghancurkan cita-cita (iman): akibat memakai narkoba, ia telah ~ cita-citanya menjadi seorang dokter
merusuk me.ru.suk [v] (1) menohok (menikam) dr sisi atau pd lambung tubuh: ia ~ penunggang kuda itu dng tombak; (2) menurut sisi; menepi; menyusur (tepi); mendekat dr samping: berjalan ~; (3) bertekankan tulang rusuk (msl merebahkan diri miring): berbaring ~ di atas tempat tidur; orang sakit itu tidur ~
mesum me.sum [a] (1) kotor; cemar (tt pakaian, badan, dsb): pakaiannya telah --; tempat yg --; (2) ki tidak senonoh; tidak patut; keji sekali (tt perbuatan, kelakuan, dsb); cabul: bacaan yg isinya sangat --; perbuatan yg --
metafil me.ta.fil [n] Bot daun pd semai yg bentuknya sudah spt daun pohon dewasa
metanol me.ta.nol [n] bahan bakar yg berasal dr gas bumi atau dr salah satu komponen tambang minyak bumi dng bahan baku komposisi karbon dan hidrogen; CH3OH
mikrokosmos mik.ro.kos.mos [n] dunia kecil, khususnya manusia dan sifat kemanusiaan yg merupakan contoh dl ukuran kecil dr alam semesta
minta min.ta v (1) berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon: anak itu merengek-rengek -- dibelikan mainan; (2) mempersilakan: panitia -- para pengunjung mengisi daftar tamu; (3) cak beli: dia -- dua porsi nasi rames; (4) meminang; melamar: sudah banyak pemuda yg -- gadis itu, tetapi ia selalu menolaknya; (5) memerlukan: kenakalan remaja akhir-akhir ini -- perhatian kita semua; (6) membawa; menimbulkan: bencana tanah longsor itu ternyata -- banyak korban jiwa
minta aman mohon supaya tidak dibunuh
minta ampun mohon supaya diberi ampun (diampuni)
minta berhenti mohon supaya diberhentikan dr pekerjaan
minta diri mohon agar diizinkan pergi (pulang dsb)
minta nyawa mengharap (mohon) supaya tidak dibunuh; (2) membawa (menyebabkan terjadinya) korban
minta selamat memohon (berdoa) agar selamat
minum ringan minuman yg tidak mengandung alkohol, msl teh botol, teh kotak, gula asam
minyak mi.nyak [n] zat cair berlemak, biasanya kental, tidak larut dl air, larut dl eter dan alkohol, mudah terbakar, bergantung pd asalnya, dikelompokkan sbg minyak nabati, hewani, atau mineral dan bergantung pd sifatnya pd pemanasan dapat dikelompokkan sbg asiri atau tetap
minyak arak minyak tanpa warna yg bau dan rasanya tidak enak, terdiri atas campuran alkohol yg tinggi, etanol, dan asam lemak, merupakan hasil sampingan pd pembuatan etanol secara peragian
minyak bunga cengkih minyak yg diekstraksi dng bunga kering beraroma dr pohon cengkih, digunakan dl pengobatan
minyak habis sambal tak enak [pb] dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dl perjodohan anak dng menantu
minyak kayu putih minyak asiri yg dibuat dr daun pohon kayu putih, digunakan sbg obat
minyak lemak minyak yg diperoleh dr hewan dan tumbuhan, merupakan senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen, tetapi bukan suatu karbohidrat
minyak tung minyak nabati yg berasal dr biji buah pohon Aleurites cordata, dng cara memeras biji tsb, berwarna kuning muda, berbau tidak enak, digunakan dl pembuatan cat, pernis, linoleum, dan pengering cat
misa rekuiem misa bagi roh orang yg sudah meninggal
misal mi.sal [n] (1) sesuatu yg menggambarkan sebagian dr suatu keseluruhan; contoh; perumpamaan: banyak binatang yg harus dilindungi, sbg -- , banteng, orang utan, burung cenderawasih; (2) sesuatu yg dianggap bukan sungguh-sungguh (tt peristiwa dsb): jangan marah, itu hanya sbg --
misal nya contohnya; umpamanya
miswat mis.wat [Ar n] setan yg tugasnya menyiarkan desas-desus, fitnah, kabar angin, dan pidato dusta sehingga masyarakat kacau dan berita bohong menjadi tolok ukur
mite mi.te [n] cerita yg mempunyai latar belakang sejarah, dipercayai oleh masyarakat sbg cerita yg benar-benar terjadi, dianggap suci, banyak mengandung hal-hal yg ajaib, dan umumnya ditokohi oleh dewa
model mo.del [n] (1) pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dr sesuatu yg akan dibuat atau dihasilkan: rumahnya dibuat spt -- rumah adat; (2) orang yg dipakai sbg contoh untuk dilukis (difoto): pernah aku menjadi -- lukisan; (3) orang yg (pekerjaannya) memperagakan contoh pakaian yg akan dipasarkan: gadis -- yg cantik-cantik itu memperagakan pakaian dr bahan batik; (4) barang tiruan yg kecil dng bentuk (rupa) persis spt yg ditiru: -- pesawat terbang; -- dasar pola utama: ia menggunakan jenis tari bedaya sbg -- dasar ciptaannya
monggol mong.gol [v] ada bonggolnya (tt pohon); berbonggol
monolit mo.no.lit [n] (1) Geo bongkahan batu besar yg sering kali berbentuk (atau dibentuk menjadi) pilar atau tugu; (2) sesuatu yg berbentuk kokoh kuat; (3) kesatuan terorganisasi yg membentuk kekuatan tunggal dan berpengaruh
monolog dramatik [Sas] sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis yg mengungkapkan keadaan dirinya dr situasi yg dihadapinya
monster mon.ster [n] contoh barang dagangan untuk dinilai mutunya (bobotnya, warnanya, dsb) [n] (1) binatang, orang, atau tumbuhan yg bentuk atau rupanya sangat menyimpang dr yg biasa; (2) makhluk yg berukuran luar biasa (sangat besar); (3) makhluk yg menakutkan, hanya terdapat dl dongeng, spt ular naga raksasa
mujari mu.ja.ri [Mk n] pohon, daunnya dikunyah sbg sirih
mukibat mu.ki.bat [n] ketela pohon hasil okulasi antara ketela pohon biasa dan batang karet, membuahkan ubi yg banyak, besar, dan berat [a] besar; kuat; tegap
mukoprotein mu.ko.pro.te.in [n Kim] protein yg mengandung karbohidrat
mullah mul.lah [Ar n] (1) tokoh agama; ulama; (2) sarjana; cendekiawan
mundu mun.du [n] pohon berbatang tegak, buahnya bulat, berwarna kuning, halus, dan berkulit tipis, daging buah berwarna kuning, berair, rasanya manis-manis masam, berbiji satu sampai empat, kulit batang digunakan sbg bahan pewarna tikar; Garcinia dulcis
munggur mung.gur [Jw n] pohon rindang, cepat tumbuh, ditanam sbg peneduh jalan, daunnya biasa untuk makanan ternak; Enterolobium saman [Lihat {mungkur}]
muntah mun.tah [v] keluar kembali makanan (minuman dsb) yg telah masuk ke dl mulut atau perut: begitu tercium bau busuk, -- lah ia; (2) n barang yg dimuntahkan; muntahan: setelah diperiksa , -- itu mengandung alkohol dan larutan obat penenang; (3) v cak luntur (tt warna): baju ini sekali dicuci sudah --; (4) v ki lepas dr: tendangan bola yg keras itu -- dr tangan penjaga gawang
musim mu.sim [n] (1) waktu tertentu yg bertalian dng keadaan iklim: di Indonesia terdapat dua -- , yaitu -- hujan dan -- kemarau; (2) bilangan waktu tertentu (tiga bulan, empat bulan, dsb ketika pohon buah-buahan, palawija, dsb banyak menghasilkan): hasil -- panen tahun ini memuaskan; -- durian tahun lalu cukup baik; (3) masa; waktu (ketika ada suatu peristiwa): anak perempuannya hilang ketika -- gerombolan pengacau masuk desa; -- cacar; (4) waktu atau masa ketika sesuatu (kegiatan, permainan, dsb) banyak terjadi atau sering berlangsung: -- layang-layang
muskovit mus.ko.vit [n Min] mineral jenis mika, tidak berwarna, keputih-putihan atau cokelat muda; KAl3Si3O10(OH)2
musnah mus.nah [v] (1) lenyap; binasa: segala hartanya -- dimakan api; (2) hilang: uap alkohol itu -- ke udara
mutah mu.tah [n] pohon yg tumbuh di sepanjang pantai, akarnya dapat dibuat obat bengkak-bengkak pd tangan dan kaki, kayunya ringan dan tidak awet, digunakan untuk membuat tusuk gigi; Exocecaria agollocha
naftol naf.tol [n Kim] zat kristal antiseptik C10H7OH dr ter batu bara, terdapat dl dua bentuk, alfa dan beta
nagasari na.ga.sa.ri [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 12 m, daun dan buahnya berbentuk lonjong berkulit keras, bijinya berwarna cokelat tua; Mesua ferrea; (2) buah nagasari [n] penganan terbuat dr tepung beras, santan, gula, dan pisang, dibungkus dng daun pisang dan dikukus
naif na.if [a] (1) sangat bersahaja; tidak banyak tingkah; lugu (krn muda dan kurang pengalaman); sederhana: gambar-gambar -- penuh menghiasi dinding kamarnya; (2) celaka; bodoh; tidak masuk akal: -- nya, kerugian sebanyak itu hanya diganti sepertiga
naik na.ik [v] (1) bergerak ke atas atau ke tempat yg lebih tinggi: anaknya segera -- ke tempat tidur; layang-layangku tidak dapat --; (2) timbul (tt matahari): matahari --; (3) mendaki; menanjak; memanjat: olahraga -- gunung; jalan ini -- terus; -- pohon jambu; (4) masuk rumah (melalui tangga); masuk ke kendaraan (angkutan, tumpangan, dsb): "silakan -- !", dng ramah sopir mempersilakan penumpangnya; (5) mengendarai; menunggang; menumpang (kapal, pesawat, dsb): ia tidak -- sepeda; -- unta; -- pesawat terbang; (6) bertambah tinggi (mahal, besar, banyak, dsb); meningkat: harga barang-barang terus --; gaji pegawai belum juga --; hasil padi tahun ini -- dibandingkan dng hasil tahun lalu; pangkatnya -- setingkat; (7) menjadi: tidak ada seorang pun yg mau -- saksi; (8) pergi ke: -- darat
namnam nam.nam [n] (1) pohon yg batangnya berbenjol-benjol, mencapai tinggi 12 m, buahnya melekat pd pohon berbentuk spt ginjal, berlekuk-lekuk, berwarna hijau kecokelat-cokelatan, dagingnya putih kekuning-kuningan, dan rasanya masam; Cynometra cauliflora; (2) buah namnam; buah anjing-anjing
nangka nang.ka [n] (1) pohon yg mencapai tinggi 10-15 m, kayunya berwarna kuning dan berkulit hitam, daunnya kaku agak bundar sebesar tapak tangan orang dewasa dan berwarna hijau tua, kulit buahnya penuh duri yg tidak tajam dan bergetah, buah yg muda untuk sayur, sedangkan yg masak dimakan sbg buah; Artocarpus heterophyllus; (2) buah nangka; (3) daging buah nangka, berbiji, kalau masak berwarna kuning tua
naung na.ung, ber.na.ung [v] (1) berada di bawah sesuatu (untuk menghindari panas, hujan, dsb); berlindung: pohon tempat ~ telah tumbang; (2) berada di bawah sesuatu yg besar (suci, berkuasa, dsb); minta perlindungan (pertolongan dsb): kita ~ di bawah Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila; kapal tanker itu ~ di bawah bendera Amerika
naungan na.ung.an [n] (1) lindungan; (2) tempat bernaung: ia duduk di bawah ~ pohon yg rindang
neurastenia neu.ras.te.nia [n Dok] kelelahan dan rasa lemah yg berlebihan, baik jasmani maupun rohani
nibung ni.bung [n] (1) tumbuhan asli kawasan Asia Tenggara, tinggi pohon mencapai 20 m, batangnya lurus berduri, digunakan untuk bahan bangunan atau lantai rumah, daun yg tua dipakai sbg atap rumah, umbutnya enak dimakan; Caryota rumphiana; (2) kayu nibung; (3) daun nibung
nilau ni.lau [n] (1) nama pohon yg kulitnya biasa dibuat anyaman, Commersonia bartramia; (2) kulit nilau
nipah ni.pah [n] (1) palem yg tumbuh merumpun di rawa-rawa daerah tropis tinggi mencapai 8 m, daunnya digunakan untuk bahan atap, tikar, keranjang, topi, dan payung, nira dr sadapan perbungaannya digunakan untuk pembuatan gula dan alkohol; Nipa fruticans; (2) daun nipah
nipis ni.pis [n] (1) pohon jeruk yg buahnya kecil (kira-kira sebesar telur ayam), kulitnya agak halus, rasanya masam, dipakai untuk minuman dsb; Citrus medica; (2) buah jeruk nipis
novena no.ve.na [n Kat] doa sembilan hari berturut-turut untuk memohon suatu wujud kpd Tuhan
nusaindah nu.sa.in.dah [n] (1) tanaman perdu, berasal dr Filipina, tingginya dapat mencapai 4 m, berdaun tunggal, berbunga di ujung ranting, ditanam sbg pohon hias; Nussaenda philippica; (2) bunga nusa indah
nyamplung nyam.plung [n] (1) pohon yg hidup di pesisir yg berpasir dan berbatu karang, kulit pohonnya dapat digunakan untuk obat, kayunya keras, digunakan untuk bahan pembuat perahu dan tiang kapal; Calophyllum inophyllum; (2) kayu nyamplung; (3) kulit nyamplung
nyatuh nya.tuh [n] , -- beringin 1 pohon yg tingginya mencapai 38 m terdapat di bagian barat kepulauan Indonesia (di pedalaman), menghasilkan getah perca, kayunya berwarna cokelat muda, keras, dan kuat, digunakan sbg bahan perabot rumah tangga; Payena lavilandii; (2) kayu nyatuh beringin
nyawa nya.wa [n] (1) pemberi hidup kpd badan wadak (organisme fisik) yg menyebabkan hidup (pd manusia, binatang, dsb): darah tertumpah -- melayang; (2) jiwa; roh; semangat: -- nya sudah pergi; (3) hidup; kehidupan: -- nya ada di tangan saya
nyemplong nyem.plong [n] (1) pohon yg kayunya dipakai untuk membuat perahu (Madura); (2) kayu nyemplong: kayu jati dipakai untuk lambung perahu, kayu -- untuk rusuk
nyiri nyi.ri [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 20 m, berkulit kasar tidak rata, bercabang berbentuk garpu, terdapat di hutan dekat pantai, kulit kayunya berwarna merah dipakai sbg bahan pewarna jaring ikan; Xylocarpus granatum; (2) kayu nyiri
nyungsung nyung.sung [v] mudah kerasukan (roh dsb) atau tidak sadarkan diri
obat merah obat berwarna merah yg dibuat dr yodium yg dilarutkan dl alkohol untuk mengobati luka baru (goresan dsb)
obat tradisional obat yg diramu dr berbagai macam akar, kulit pohon, batang, bunga, buah, dan daun untuk berbagai macam penyakit; obat kampung
odekolonye ode.ko.lo.nye [n] pewangi penyegar yg dibuat dr campuran minyak wangi dan alkohol
oknum ok.num [n] (1) penyebut diri Tuhan dl agama Katolik; pribadi: kesatuan antara Bapak, Anak, dan Roh Kudus sbg tiga -- keesaan Tuhan; (2) orang seorang; perseorangan; (3) orang atau anasir (dng arti yg kurang baik): -- yg bertindak sewenang-wenang itu sudah ditahan
okulasi oku.la.si [n Tan] cara meningkatkan mutu tumbuhan dng menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata dr batang atas pd suatu irisan pd kulit pohon lain dr batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman baru
oleh [p] (1) kata penghubung untuk menandai pelaku: rumah ini dibeli -- ayahnya bulan lalu; tidak teringat -- ibuku bahwa hari ini hari ulang tahun anaknya; (2) sebab; karena: tidak lapuk -- hujan; binasa -- perbuatannya sendiri; (3) akibat: -- kurang hati-hatinya maka ia jatuh; (4) ark (ke)pada (yg menyatakan hubungan keluarga): ia pun kemenakan juga -- Engku Payo; (5) bagi (untuk): persoalan itu menjadi pikiran -- ku; (6) dengan: pohon itu sarat -- buah
ongok [Mk a] bodoh; tolol
ontran-ontran on.tran-on.tran [Jw n] kehebohan atau keonaran: taktik semacam itu mempunyai risiko besar yg dapat menimbulkan -- di kalangan rakyat
orang halus roh; jin; (2) ark orang pandai
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
otak udang [ki] sukar mengerti; bodoh; (2) pohon medang melukut; bengkaras, Norrisia malaccensis
pacal pa.cal [n] (1) hamba raja: mereka adalah -- yg setia; (2) kl saya (untuk merendahkan diri): -- mohon beribu-ribu ampun [n] parang-parang
pacau pa.cau [n] (1) barang yg berbau busuk, dapat digunakan untuk menakut-nakuti burung; (2) guna-guna yg digantungkan di pohon supaya buah pohon itu tidak dipetik orang
padan pa.dan [n] banding; imbangan: ia menang dng mudah atas lawan yg bukan -- nya; (2) a cocok; sesuai; patut benar: ia bertubuh kekar dan atletis, -- lah menjadi seorang petinju [n] (1) sempadan; batas; (2) garis (titik dsb) yg menjadi batas atau tempat melemparkan batu (kelereng dsb) pd permainan lempar-lemparan [Mk n] janji: mengecoh -- , tidak menepati janji [Jk a] curang (terutama dl permainan)
padang pa.dang [n] tanah yg datar dan luas (tidak ditumbuhi pohon-pohon yg berkayu besar); lapangan
padri tentara rohaniwan yg ditugasi untuk memelihara kerohanian anggota tentara
pagar hidup pagar dr pohon-pohonan yg rendah
paham sekuler paham yg bersifat keduniawian atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian)
pakan pa.kan [n] benang yg dimasukkan melintang pd benang lungsin (ketika menenun kain) [n] pohon yg mencapai tinggi 27 m, kayunya jarang dipakai sbg bahan bangunan krn kurang baik; Croton argyatus [n] makanan ternak (hewan, ikan piaraan): -- burung; -- udang
pakis pa.kis [n] tumbuhan yg membiak dng spora, biji, atau tunas (anakan) yg muncul dr pangkal pohonnya (bermacam-macam yg mempunyai ciri khas masing-masing); paku: -- pohon Cyathea dan Alsophila -- haji, Cyras rumphii, -- hias, Cyras revoluta; -- air tumbuhan yg mengapung di permukaan air, Azolla pinnata
pala pa.la [n] (1) pohon besar yg tingginya mencapai 20 m, bercabang banyak, bentuk pohonnya spt kerucut; Myristica fragrans; (2) buah batu yg berdaging kuning muda kehijau-hijauan untuk dibuat manisan, berbentuk bulat lonjong dan beralur memanjang, bijinya dibuat bumbu penyedap atau ramuan obat , se.pa.la-pa.la adv (1) (jika hendak atau terpaksa benar) sesempurna-sempurnanya sama sekali: ~ mencuri jangan tanggung-tanggung; (2) krn sudah terlanjur: ~ mandi biar basah ( ~ berdawat biar hitam)
palas pa.las [n] pohon palem yg daunnya spt kipas, daun yg tua dapat dibuat atap, yg muda dipakai sbg kertas rokok atau pembungkus kue; Licuala [n Lay] geladak (termasuk anjungan)
palem jepang palem yg pohonnya berbatang lurus dng tinggi rata-rata 4-5 m, daun siripnya memiliki anak-anak daun yg berpasangan dan ujung anak daunnya bergerigi, pelepah daunnya berupa seludang berumpun, bunganya bertangkai dl malai dan menggantung serta tersusun berpasang-pasangan, buahnya berbentuk lonjong; Ptychotperma macarthurii
palem merah palem yg pohonnya ramping, warna pelepah daun merah menyala, tumbuh berumpun, berbatang lurus, dng tinggi 6-14 m, daun bersirip agak melengkung dng anak-anak daun yg agak kaku; Cyrtostachys lakka
palem raja palem yg berbatang tunggal dan tegak lurus, tingginya, mencapai 20 m lebih, mirip pohon kelapa, tetapi batangnya halus, daunnya hijau terang, menjuntai sepanjang 2-3 m; Roystonea reqia
pampa pam.pa [n] dataran rendah berumput dan tidak berpohon, terdapat di Amerika Selatan
panco pan.co [v] , ber.pan.co v beradu kekuatan tangan (tolak-menolak atau roboh-merobohkan tangan); main panco
pandir pan.dir [a] bodoh; bebal
pangkah pang.kah [ark v] , me.mang.kah v (1) membanting gasing, lalu dikenakan pd gasing yg lain (dl bermain gasing); (2) mengatasi atau mengalahkan lawan (dl main kartu, berdebat, dsb) [n] tanda silang atau coretan, msl pd dahi untuk penangkal roh jahat
pangkal pang.kal [n] (1) bagian permulaan atau bagian yg dianggap sbg dasar (terutama tt benda yg panjang spt pohon, tongkat, tiang): -- pohon; (2) awal; permulaan; asal; sebab utama: -- perselisihan itu sebenarnya hanya persoalan yg sepele saja; hemat -- kaya; (3) pokok; bagian (isi) yg utama: baiklah kita kembali kpd -- pembicaraan semula; (4) modal; kapital: -- usahanya diperoleh dr kredit bank; (5) Ling morfem, kata, atau frasa yg bergabung dng afiks, msl olah pd mengolah, atau tani pd bertani
panji pan.ji [n] , pan.ji-pan.ji n (1) bendera (terutama yg berbentuk segitiga memanjang); (2) tanda kebesaran (kebanggaan dsb); pedoman hidup: jadikan Pancasila sbg -- mu dl berjuang; (3) naungan (dilindungi oleh): di bawah -- revolusi, Indonesia merdeka [n] gelar bangsawan di Jawa lebih tinggi dp gelar raden, tetapi lebih rendah dp gelar raden mas [n Sas] tokoh cerita sastra nusantara lama yg dl pengembangannya menunjukkan sifat kepahlawanan yg mampu mengatasi segala tantangan
pantai bakau daerah perairan pantai yg ditumbuhi pohon bakau, biasanya terdapat di daerah tropis
Pantekosta Pan.te.kos.ta [n Kris] hari raya 50 hari sesudah Paskah untuk memperingati turunnya Rohulkudus
papi pa.pi [n cak] (1) ayah; bapak; (2) panggilan (sapaan) kpd orang tua laki-laki [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai sbg bahan industri, Exocarpus latifolia; (2) kayu papi
parameter pa.ra.me.ter [n] ukuran seluruh populasi dl penelitian yg harus diperkirakan dr yg terdapat di dl percontoh
parasitisme pa.ra.sit.is.me [n] (1) hubungan organisme yg hidup bersama-sama, tetapi hanya menguntungkan salah satu pihak: kehidupan cacing pita adalah contoh --; (2) pengambilan makanan yg dilakukan oleh suatu organisme thd sel-sel organisme lain
pasangan pa.sang.an [n] (1) yg selalu dipakai bersama-sama sehingga menjadi sepasang: mana ~ sepatu ini?; (2) seorang perempuan bagi seorang laki-laki atau seekor binatang betina bagi seekor jantan atau sebaliknya: mana ~ menarimu?; (3) salah satu dr dua organ tubuh yg berpasangan; (4) yg merupakan pelengkap bagi yg lain: mana ~ baju ini?; (5) Ling huruf penanda konsonan yg ditulis untuk menutup konsonan lain di depannya [n] (1) barang apa yg dipasang; (2) petaruh (dl perjudian); (3) hasil memasang; (4) kayu yg diletakkan di tengkuk lembu untuk menarik pedati; (5) yg menjadi padanannya (jodohnya, teman bermainnya, dsb); partner
pasangan hidup pa.sang.an hidup suami atau istri; (2) jodoh
patah tulang tulangnya patah; (2) ki tidak dapat menolak permintaan orang lagi; (3) pohon yg daunnya kecil-kecil, berbentuk batang beruas-ruas, terdapat pd ujung cabang yg masih muda, batang, cabang, dan getahnya beracun, berguna untuk obat penyakit kulit; Euphorbia tirucalli
pating pa.ting [n] pasak atau paku kayu (biasa dipantekkan di pohon untuk tumpuan memanjat dsb) [Jw p] kata yg memberi makna banyak atau berkali-kali pd perbuatan atau sifat
patka pat.ka [n] jimat berupa lembaran kertas merang yg ditulisi aksara Cina sbg penangkal segala unsur roh jahat
patut pa.tut [a] (1) baik; layak; pantas; senonoh: perbuatan baik itu -- dipuji; tidak -- seorang anak melawan orang tua; diperlakukan dng --; (2) sesuai benar (dng); sepadan (dng); seimbang (dng): rumahnya kurang -- dng jabatannya yg tinggi itu; (3) masuk akal; wajar: pd hemat saya tuntutan mereka itu tidak boleh dikatakan tidak --; (4) sudah seharusnya (sepantasnya, selayaknya): orang yg berjasa kpd negara -- diberi penghargaan; penjahat itu -- dihukum seumur hidup; (5) tentu saja; sebenarnya: -- ia tidak sanggup membayar utang krn uangnya sudah habis
pauh pa.uh [n] (1) tumbuhan yg batangnya berupa pohon tegak, tumbuh di daerah tropis, tinggi antara l0-13 m, buahnya terdapat dl malai dng warna hijau kekuning-kuningan, beraneka ragam bentuknya (bulat panjang agak pipih dan bulat pendek dng ujungnya pipih), enak dimakan; mangga; Mangifera indica; (2) buah pauh [n] satuan ukuran isi 1/4 cupak
pedada pe.da.da [n] pohon yg tumbuh di hutan-hutan bakau, tingginya mencapai 15 m, berakar napas yg keluar dr dl lumpur, bentuk daunnya bulat telur, ujungnya tumpul dan membundar, panjangnya 5-13 cm; beremban; Sonneratia acida
pedaka pe.da.ka [n] kalung aguk (dokoh)
pelakon pe.la.kon [n] pelaku; pemeran; pemain dl sandiwara; tokoh dl cerita
pelir kambing tumbuhan memanjat, ramping, tangkainya berwarna cokelat, tumbuh di rawa-rawa dekat laut atau di tepi sungai, hidupnya bergantung pd pasang surut air, kulit buahnya dapat dimanfaatkan sbg manisan; Sarcolobus globosus; -- musang tumbuhan, Fragroea auriculata; -- tikus tanaman pohon, Drypetes
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
peluh pe.luh ? peloh [n] air yg keluar dr lubang pd kulit (pori); keringat: mereka bekerja keras hingga -- bercucuran
pelukaan pe.lu.ka.an [n] proses, cara, perbuatan melukakan: untuk merangsang tanaman cepat berbuah, dapat dilakukan dng cara ~ pd pohonnya
peluluk pe.lu.luk [n] orang yg memata-matai atau mengintai (musuh dsb) [ark n] pohon aren; Arenga pinnata
pemancing pe.man.cing [n] orang yg memancing; pengail: seorang ~ harus sabar; ~ suara orang atau alat yg berfungsi sbg penarik suara: dl pemilihan umum banyak tokoh masyarakat yg dijadikan ~ suara
pemanjat pe.man.jat [n] (1) orang yg pekerjaannya memanjat pohon buah-buahan; tukang panjat; (2) alat untuk memanjat
pembuntut pem.bun.tut [n] pengikut suatu aliran, ajaran, atau seorang tokoh: tidak ada -- beliau yg berani mengungkapkan tanggal eksekusi mantan presiden itu
pemeran tambahan pe.me.ran tambahan tokoh dl lakon yg tidak mengucapkan sepatah kata pun
pemeran utama pe.me.ran utama pemeran (dl film dsb) yg menjadi tokoh utama dl cerita
pemindaan pe.min.da.an [n] proses, cara, perbuatan memperbaiki (membetulkan, mengoreksi, mengubah) [n] proses, cara, perbuatan meminda (mencontoh, meneladan)
pemusatan kekuasaan pe.mu.sat.an kekuasaan penempatan seluruh kekuasaan pd satu pusat atau tokoh
penandusan pe.nan.dus.an [n] proses, cara, perbuatan menanduskan: penebangan pohon yg tanpa pilih-pilih mengakibatkan hutan mengalami ~
penangkal pe.nang.kal [n] penolak bala (penyakit, roh jahat, dsb); pencegah bahaya (bencana dsb)
pendam pen.dam [v] me.men.dam v (1) menanam (untuk menyembunyikan dsb) dl tanah: ~ sesuatu di bawah pohon pisang; (2) menyembunyikan; menyimpan (tt perasaan, rahasia, dsb): ia hanya dapat menangis dan ~ kesedihannya dl hati; tidak dapat ~ rahasia
pendamai pen.da.mai [n] orang atau pihak yg mendamaikan: tokoh itu diharapkan dapat bertindak sbg ~ dl sengketa itu
pendek pen.dek [a] (1) dekat jaraknya dr ujung ke ujung: penggaris --; (2) dekat jaraknya dr sebelah bawah; tidak tinggi: buah jambu dapat dipetik anak-anak krn pohonnya masih --; (3) sebentar (tt waktu): dl waktu yg -- kemelut itu dapat diatasi; (4) ringkas; singkat (tt cerita dsb): cerita --
pendeta pen.de.ta [n] (1) orang pandai; (2) pertapa (dl cerita-cerita lama); (3) pemuka atau pemimpin agama atau jemaah (dl agama Hindu atau Protestan); rohaniwan; guru agama
pendusta pen.dus.ta [n] pembohong
penebang pe.ne.bang [n] (1) orang yg pekerjaannya menebang (pohon); (2) alat untuk menebang
penebangan pe.ne.bang.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menebang: ~ pohon itu dilakukan dng gergaji mesin; (2) tempat menebang kayu: daerah ~ kayu itu jauh terpencil di dl hutan
pengabulan pe.nga.bul.an [n] proses, cara, perbuatan mengabulkan (permohonan dsb)
pengadu peng.a.du [n] (1) orang yg suka mengadu: anak itu ~ benar; (2) orang yg mengadukan: tiba-tiba saja perkara itu sudah di tangan polisi, siapa gerangan ~ nya; (3) Huk orang yg membuat pengaduan dng mengajukan permohonan untuk penuntutan atas diri seseorang melalui prosedur hukum
pengampu peng.am.pu [n] (1) penyangga; penyokong; penopang: panggung darurat itu roboh krn ~ nya patah; (2) (orang) yg memerintah (negeri, kerajaan, dsb); (3) orang yg menjaga keselamatan orang lain; wali; orang tua; pembimbing; (4) ki orang yg mengangkat-angkat (suka menyanjung) seseorang
penggundulan peng.gun.dul.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menggunduli: ~ mahasiswa-mahasiswa baru sudah mulai; (2) penebangan pohon-pohon hingga habis: erosi krn ~ hutan mengakibatkan kekeruhan air sungai; (3) ki proses, cara, perbuatan menghabis kan harta benda dsb
penggundulan luas peng.gun.dul.an luas penebangan pohon-pohon di hutan sampai bersih
penghijauan peng.hi.jau.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membuat supaya menjadi hijau; (2) penanaman (tanah atau lereng gunung yg gundul) dng pohon-pohonan agar udara menjadi sejuk dan bersih atau agar erosi dapat dicegah
penghuni peng.hu.ni [n] (1) orang yg mendiami (rumah dsb): berapa orangkah ~ rumah petak ini; (2) hantu dsb yg menjaga tempat-tempat yg angker; penunggu; penjaga: pohon rindang itu ada ~ nya
penghutanan peng.hu.tan.an [n] proses, cara, perbuatan menjadikan hutan: proyek ~ tanah-tanah gundul dng tanaman pohon jati dan karet sudah lama dilaksanakan
pengibul pe.ngi.bul [n] pembohong; penipu: aku tidak percaya yg kamu katakan itu sebab kamu dikenal sbg ~
pengilapan beras pe.ngi.lap.an beras penyosohan kembali supaya permukaan butir beras menjadi berkilap
pengindah peng.in.dah [n] sesuatu yg membuat atau menjadikan indah; sesuatu yg menimbulkan keindahan: pohon tsb dapat menjadi tanaman ~ halaman
pengonsumsian pe.ngon.sum.si.an [n] proses, cara, perbuatan mengonsumsi: kegemukan dapat terjadi, tidak saja akibat kelebihan lemak, tetapi dapat juga akibat kelebihan ~ karbohidrat dan protein yg tersimpan dl tubuh dl bentuk lemak
penipu pe.ni.pu [n] orang yg menipu; pengecoh
penipuan pe.ni.pu.an [n] proses, cara, perbuatan menipu; perkara menipu (mengecoh): berbagai-bagai cerita tt ~ telah dilaporkan kpd polisi
penjaga pen.ja.ga [n] (1) orang yg bertugas menjaga; (2) penunggu (hantu atau roh yg menunggu atau mendiami suatu tempat): pohon beringin tua itu ada ~ nya
penjangak pen.ja.ngak [n] orang yg menjangak; orang yg berkelakuan tidak senonoh (cabul, jahat, dsb)
penunjang pe.nun.jang [n] (1) alat untuk menunjang berupa kayu dsb agar tidak roboh; penopang; penahan; (2) pemberi tunjangan (uang dsb) penyokong; (3) dana (sarana) yg akan memperlancar (usaha dsb): lancarnya arus lalu lintas merupakan sarana ~ bagi perwujudan meningkatkan sektor perdagangan; (4) orang yg memihak kpd salah satu pihak yg bertanding (dl pertandingan olahraga dsb); suporter
penyesalan pe.nye.sal.an [n] (1) perasaan menyesal (menyesali): -- yg tidak berguna; (2) proses, cara, perbuatan menyesali (menyesalkan): -nya memang beralasan; (3) penyanggahan; sanggahan: ia telah menyampaikan -nya atas berita bohong mengenai dirinya
penyokong pe.nyo.kong [n] (1) tiang dsb yg digunakan sbg penunjang (penyangga, penopang) pohon dsb supaya tidak roboh (rebah): -- pohon itu dibuat dr bambu; (2) orang yg menyokong; penderma
penyumpah pe.nyum.pah [n] orang yg menyumpah (para rohaniwan) [n] orang yg biasa atau suka mengeluarkan kata- kata kutukan
pepat kuku spt bulan tiga hari [pb] amat elok bentuk atau tokohnya
perahu belongkang sampan kecil yg dibuat dr sebatang pohon
perahu papan bermuat intan [pb] sesuatu yg tidak layak diperjodohkan
perak-perak pe.rak-pe.rak [n] serangga bangsa Thysanura berbadan pipih mengilap spt perak, berukuran 8-15 mm, memiliki sungut di depan dan tiga cemet di belakang, makanannya bahan yg mengandung karbohidrat
perang elektronik perang yg menggunakan peralatan elektronik untuk kekuatan militer, terutama radar, sinar inframerah, pengarah senjata ke sasaran yg tepat, dan peralatan yg dapat mengecoh serta membutakan intaian pasukan penyerang
perawas pe.ra.was [n] pohon jambu biji, daunnya yg dikeringkan dipakai sbg obat; Litsea odorifera
perca per.ca [n] sobekan (potongan) kecil kain sisa dr jahitan dsb; reja kain; carik kain: karena tidak ada kapuk, diisinya bantal itu dng -- kain [a] , getah -- getah yg diperoleh dr pohon suku Sapotaceae karet
percabangan per.ca.bang.an [n] (1) simpang; persimpangan (tt jalan, sungai); (2) perihal cabang; (3) tempat tumbuhnya cabang (pd pohon); (4) Anat pembagian menjadi struktur yg lebih halus: ~ ranting pembuluh darah hati
perepat pe.re.pat [n] pohon yg biasa tumbuh di pantai, kayunya keras, untuk gading-gading perahu dsb; Sonneratia alba [ark n] teman; kawan
pergam per.gam [n] burung yg bulunya beraneka warna, tergolong suku merpati, mempunyai tubuh yg besar, hidup di pohon dan jarang turun ke tanah, makanannya buah-buahan kecil, spt buah beringin, baik yg berukuran kecil maupun besar, rahang bawah dapat melar, terdorong, menjulur spt rahang ular; Duculinae
peri pe.ri [n] (1) hal; sifat; keadaan: maka dng -- yg demikian senanglah aku sedikit; menceritakan -- persahabatan kura-kura dng kera; (2) cara berbuat; laku: betapa -- nya, bagaimana caranya (halnya) [kl n] kata; curah hujan yg lebat dan mendadak [n] roh (jin) perempuan yg elok rupanya: anak-anak sekarang tidak lagi takut pd hantu, -- , dan setan
perindang pe.rin.dang [n] sesuatu yg menjadikan rindang; yg membuat jadi teduh krn rindang daunnya: pohon-pohon ~
perintian per.in.ti.an [n Geo] kegiatan untuk memperoleh percontoh berbentuk inti, dilakukan dng menggunakan alat bor
peristiwa semu sebutan bagi orang-orang yg muncul sbg tokoh yg menarik perhatian masyarakat secara tidak wajar
perit pe.rit [a] perih; pedih [n] burung kecil, paling panjang 12 cm, hidup berkelompok di pohon rendah dan semak dekat sawah, berbulu merah kecokelat-cokelatan, dng bulu leher hitam, pemakan biji-bijian, kadang-kadang makan serangga
perkasetan per.ka.set.an [n] seluk-beluk perdagangan kaset: dunia ~ sempat heboh
permisi per.mi.si [n] (1) izin; perkenan: kami sudah mendapat -- dr kepala jawatan; (2) (minta) maaf: -- , saya mau keluar sebentar; (3) minta izin: kalau tidak dapat bekerja, mesti -- dulu; (4) minta (mohon) diri: -- , saya akan pulang krn kepala saya pusing; (5) tidak masuk bekerja (dng izin): yg tidak masuk 6 orang, sakit 2 orang, dan -- 4 orang
persetan per.se.tan [p] (1) jahanam: -- , aku tidak peduli larangan itu; (2) kata seru untuk menyatakan tidak mau tahu lagi; masa bodoh; tidak peduli: -- kata teman-teman mahasiswa bahwa aku ini banci
pertanian komersial per.ta.ni.an komersial pertanian yg bertujuan memenuhi keperluan perdagangan: ~ ladang corak usaha tani primitif dng menebang pohon-pohonan untuk dibakar sehingga tanah dapat ditanami
pertemuan per.te.mu.an [n] (1) perbuatan (hal dsb) bertemu; perjumpaan; (2) tempat bertemu (berkumpul dsb): balai ~; ia sedang pergi ke ~; (3) perkumpulan (spt rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; (4) pergaulan; (5) perjodohan; perkawinan
pertimbangan per.tim.bang.an [n] pendapat (tt baik dan buruk): mohon ~ Bapak
pesemaian pe.se.mai.an [n] tempat menyemai(kan) bibit pohon (biji-biji): -- padi
petai pe.tai [n] (1) pohon tinggi rindang, buahnya berbentuk bilah pedang yg panjangnya 30 cm, tiap bilah berisikan 10-18 biji yg tersusun pd sepanjang bilah itu, berbau kurang sedap, dimakan sbg sayur atau lalap; Parkia speciosa; (2) biji petai (berbentuk polong, berwarna hijau, berkulit ari kuning); buah petai
petai cina pohon berdaun kecil berpasangan, berbunga gading berbentuk tandan yg bulat, berbuah polong berisikan 15-30 biji yg kecil-kecil, dapat dimakan sbg sayur atau lalap; Leucaena glauca; kemlandingan; lamtoro; (2) biji lamtoro
petaling pe.ta.ling [n] (1) pohon, kayunya dibuat bahan bangunan (tiang dan lantai rumah, jembatan dsb), buahnya dapat dimakan, Ochanostachys amentacea; (2) kayu petaling; (3) buah petaling
petisi pe.ti.si [n] (surat) permohonan resmi kpd pemerintah: Presiden telah memberi perhatian atas -- yg disampaikan masyarakat tani
petitum pe.ti.tum [n] bagian surat gugat yg dimohon untuk diputuskan atau diperintahkan oleh pengadilan
pewaka pe.wa.ka [n] makhluk halus yg jahat (tinggal di pohon kayu)
pianggu pi.ang.gu [n] pohon berbuah merah yg dapat dibuat sambal; Clerodendron umbatrile
picis pi.cis [ark n] uang yg bernilai sepuluh sen; ketip [n] pi.cis.an n tumbuhan merambat, berbatang kecil menyerupai akar, hidup liar pd batang pohon, berdaun bundar tebal, air perasan daunnya dapat dibuat obat batuk, burut, susah buang air besar; sisik naga; pakis duwitan; Drymoglossum heterophyllum
pijat-pijat menjadi kura-kura pi.jat-pi.jat menjadi kura-kura [pb] orang hina (bodoh) yg menjadi orang besar
pikiran tumpul pi.kir.an tumpul bodoh
pilang pi.lang [n] (1) pohon, tingginya mencapai 25 m, teras kayu berwarna cokelat kemerah-merahan, dapat digunakan untuk bahan bangunan, jembatan, dsb; akasia; Acacia leucophloea; (2) kayu pilang
pilon pi.lon [Jk a] tidak tahu apa-apa; tidak tahu-menahu; bodoh: berlagak -- , pura-pura tidak tahu; pura-pura bodoh
pilsener pil.se.ner [n] bir dng kadar alkohol rendah
pinda pin.da , me.min.da v memperbaiki; membetulkan (kesalahan dsb); mengoreksi; mengubah [v] me.min.da v meniru; mencontoh; meneladan
pindaan pin.da.an [n] (1) hasil atau cara memperbaiki (membetulkan, mengoreksi, mengubah); (2) yg diperbaiki (dibetulkan, dikoreksi, diubah) [n] (1) hasil meniru (mencontoh, meneladan); tiruan; (2) yg ditiru (dicontoh, diteladani)
pinggang ramping bagai ketiding [ki] pinggang besar dan sama sekali tidak ramping (sbg cemooh) [ki] ejekan kpd perempuan yg gemuk tidak berpinggang
pinus pi.nus [n] pohon yg biasa ditanam di lereng-lereng gunung, daunnya spt jarum; eru; kayu tusam; Pinus merkusii
pirofilit pi.ro.fi.lit [n ] mineral AlSi2O5(OH), berwarna putih atau kehijau-hijauan, terdapat dl bentuk helaian atau padat, terutama digunakan dl barang keramik
pitingan pi.ting.an [n] cara (hasil) memiting: ia merobohkan lawan dng teknik ~ yg baru dipelajarinya
poko po.ko [n] pohon yg tingginya mencapai 12 m, tumbuh di daerah yg lembap, daunnya sbg bahan minyak
pokok po.kok [n] (1) segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- beringin; (2) batang kayu dr pangkal ke atas; pokok kayu: pd -- pohon karet itu terdapat banyak torehan; (3) uang yg dipakai sbg induk dl berniaga; modal: -- perusahaan itu lima juta; (4) harga pembelian: kain ini dijual di bawah harga --; (5) lantaran; sebab: itulah yg menjadi -- perselisihan; (6) asas; dasar; inti sari: -- pikiran; pd -- nya, dasarnya; (7) pusat (yg menjadi titik perhatian dsb); -- pembicaraannya ialah masalah remaja; (8) tergantung; terserah: jadi atau tidak, -- nya kpd tuan; (9) ki yg terutama; yg sangat penting: makanan --; pelaku --; perkara --; soal --; syarat --
pokok kayu segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar (spt jati, pohon mangga); (2) batang kayu (pohon) dr pangkal ke atas
pokok sialang beberapa pohon yg disukai lebah untuk bersarang
pola po.la [n] (1) gambar yg dipakai untuk contoh batik; (2) corak batik atau tenun; ragi atau suri; (3) potongan kertas yg dipakai sbg contoh dl membuat baju dsb; model; (4) sistem; cara kerja: -- permainan; -- pemerintahan; (5) bentuk (struktur) yg tetap: -- kalimat: dl puisi, -- adalah bentuk sajak yg dinyatakan dng bunyi, gerak kata, atau arti
pola ilustratif pola organisasi karangan yg membuat pengertian suatu tesis atau kalimat pokok menjadi lebih jelas dng melalui pelbagai contoh, perbandingan, dan kontras
polisakarida po.li.sa.ka.ri.da [n Kim] karbohidrat yg dibentuk oleh penggabungan molekul monosakarida yg banyak, msl: pati dan selulosa
polka pol.ka [n] (1) tarian cepat (dr negeri Bohemia) dng tempo 2/4; (2) musik tarian polka
polong po.long [n] (1) hantu atau roh jahat yg suka mengganggu orang (menyebabkan penyakit dsb); (2) penyakit saraf yg disebabkan oleh guna-guna [n] bentuk biji tumbuhan yg bulat atau agak pipih, terdapat dl kelopak yg lunak atau agak keras, dl satu kelopak biasanya terdapat beberapa biji (spt pd kara, ercis); kacang polong [n] -- angin bintil-bintil pd kulit [n] bunga lawang (cengkih) [Mk n] , po.long.an n saluran air; pipa (air dsb); berumbung
pomologi po.mo.lo.gi [n] ilmu dan seni menumbuhkan pohon buah
pongah po.ngah [a] sangat sombong atau angkuh (baik perbuatan maupun perkataan); congkak [Jk a] bodoh; dungu
poo [n] minyak yg dibuat dr pohon merdinah (Mentha merdinah) dan pohon poko (Mentha orvensib) yg keras (pedas) rasa dan baunya; minyak permen
pot [n] tempat yg terbuat dr tanah, semen, plastik, dsb untuk menanam pohon (bunga), biasanya untuk menghias halaman rumah [n kp] pispot
pot gantung pot yg berisi tanaman hias yg digantungkan di tembok, pohon, dsb
potator po.ta.tor [n] peminum alkohol yg kronis
prairi prai.ri [n] daerah datar atau bergelombang tanpa pohon-pohon, yg tertutup secara alami oleh jenis-jenis rumput atau tumbuhan yg mirip rumput
preseden pre.se.den [n] hal yg telah terjadi lebih dahulu dan dapat dipakai sbg contoh: inilah saatnya menciptakan langkah-langkah yg adil sbg -- untuk masa depan
prewangan pre.wa.ngan [Jw n] penghubung dng dunia roh
promiskuitas pro.mis.ku.i.tas [n] perilaku perkawinan dng tidak membatasi pd satu jodoh saja; hubungan seksual antara sejumlah pria dan wanita tanpa ada aturan yg mengikat
protagonis pro.ta.go.nis [n] (1) Sas tokoh utama dl cerita rekaan; (2) penganjur suatu paham; (3) Dok otot yg dapat mengerut sehingga menyebabkan suatu gerak
prototipe pro.to.ti.pe [n] model yg mula-mula (model asli) yg menjadi contoh; contoh baku; contoh khas: ia merupakan -- manusia demokrat
psike psi.ke [n Psi] jiwa; sukma; rohani
psikoterapi psi.ko.te.ra.pi [n] cara pengobatan dng mempergunakan pengaruh (kekuatan batin) dokter atas jiwa (rohani) penderita, dng cara tidak mempergunakan obat-obatan, tetapi dng metode sugesti, nasihat, hiburan, hipnosis, dsb
publisitas pub.li.si.tas [n] penyiaran tt sesuatu atau seseorang kpd masyarakat luas (melalui pelbagai media): -- tokoh ini sampai ke luar Indonesia
pucang pu.cang [Jw n] (pohon) pinang
pucuk pu.cuk [n] (1) daun muda (di puncak pohon atau di ujung ranting): -- merunggai; -- enau; (2) ujung yg runcing; puncak (pohon, ombak, dsb): -- api; -- jala; -- ombak; (3) yg tertinggi: -- bulat; (4) penggolong bilangan bagi benda (yg ujungnya runcing, spt jarum, surat, dan senjata api): sepucuk surat; dua -- senapan; (5) bagian tanaman muda yg ada di atas tanah terdiri atas batang, ranting, dan daun-daunan [n] akar tumbuhan yg dikeringkan untuk obat
pucung pu.cung [n] burung bangau kecil, warna bulunya putih [Jw n] biji pohon kepayang [n] bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk menceritakan hal-hal yg ringan, jenaka, atau teka-teki
puki pu.ki [n cak] kemaluan perempuan [n] , -- anjing tumbuhan yg pohonnya kecil, daun bunganya berbentuk spt puki anjing, kayunya putih, buahnya dapat dimakan; namnam; Cynometra cauliflora
pukulan datar pu.kul.an datar [Olr] suatu pukulan yg keras, tetapi bukan smes (dl bulu tangkis, tenis); ~ mematikan pukulan yg dapat mematikan (merobohkan) lawan (dl pertandingan tinju): saya tidak menduga kalau dia memiliki ~ mematikan sekeras itu
pulai pu.lai [n] pohon yg batangnya ringan, kulit pohonnya bergetah, sering dibuat obat; Alstonia scholaris
pulut-pulut sapi pu.lut-pu.lut sapi pohon kecil, buahnya lekat; Urena lobata
puncak pun.cak [n] (1) bagian yg di atas sekali (tt gunung, menara, pohon, dsb): sampai ke -- gunung; (2) titik sudut segitiga yg berhadapan dng garis dasar: menarik garis lurus dr -- ke garis dasar; (3) ki yg tertinggi; teratas; tingkatan (harta, keadaan, dsb) yg tertinggi atau tersangat: sudah mencapai -- jabatan
punggai pung.gai [n] pohon tinggi, kayunya berwarna kemerah-merahan, keras dan awet, buahnya pahit dan tidak dapat dimakan, tetapi bijinya yg tua jika dibakar dapat dimakan; Coelostegia griffithii
punggung parang sekalipun jika selalu diasah [pb] sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga
pusung pu.sung [Mk a] tolol; bodoh: -- , engkau percaya kpd kabar angin
putar pu.tar [v] pusing [n] pohon yg tumbuh liar, tingginya mencapai 50 m, berbatang tegak lurus, bunganya berupa tandan, banyak benang sarinya, bentuk buah lonjong, kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga; Plenchonia valida
putat pu.tat [n] pohon yg tingginya mencapai 18 m, kayunya digunakan dl pembuatan rumah; Baringtoniaspicata
putih mata pu.tih ma.ta [n] , ber.pu.tih ma.ta v ki (1) mendapat malu; (2) kurang senang atau sakit hati (melihat perbuatan yg kurang senonoh atau krn menanti lama-lama)
rabuk ra.buk [n] jamur n (1) bulu atau miang halus yg terdapat pd pelepah pohon enau (biasanya dapat dipakai untuk menghidupkan api dr pemantik); ka(w)ul; (2) ki sesuatu yg mudah menyebabkan perselisihan [n] pupuk; baja
radak ra.dak [v] tohok (dr arah bawah, biasanya dng tombak); tusuk [Mk] , me.ra.dak v (1) berjalan melanggar; (2) menerobos; menyerang; mendobrak
radio dengkul [ki] kabar bohong
rafaksi ra.fak.si [n] pemotongan (pengurangan) thd harga barang yg diserahkan krn mutunya lebih rendah dp contohnya atau krn mengalami kerusakan dl pengirimannya
rajok ra.jok [Mk n] pancang dr pohon hidup (untuk tanda batas)
rakuk ra.kuk [Mk n] bagian pohon dsb yg ditoreh sebagian supaya mudah patah; takik; takuk
rakus ra.kus [a] (1) suka makan banyak dng tidak memilih; lahap; gelojoh; (2) ki ingin memperoleh lebih banyak dr yg diperlukan; loba; tamak; serakah
ramania ra.ma.nia [n] tumbuhan berbatang lurus dan bulat, berdaun kenyal, buahnya jika masak berwarna kuning oranye dan berbiji ungu kebiru-biruan, rasanya ada yg manis dan ada pula yg masam, bunganya kecil melekat pd ketiak daun yg telah gugur; pohon gandaria; Bonea macroplylla
rambai ram.bai [n] pohon yg tingginya mencapai 15-20 m, buahnya spt langsat, tersusun dl bentuk malai, kulitnya tipis berwarna kuning gading, isinya merah muda dan rasanya agak masam; Baccaurea motleyana [n] (1) bulu yg halus dan panjang (pd leher dan ekor ayam, dsb); bulu panjang (pd janggut biri-biri dsb); (2) akar-akar halus, panjang, dan berumbai-umbai (pd beberapa jenis pohon)
rambang ram.bang [a] (1) tidak tetap hati (tujuan); ragu-ragu; (2) seadanya saja; acak; umum: contoh-contoh itu diambil secara -- [Jk] , me.ram.bang v membersihkan mata dng merendamnya di dl air pencuci mata [Lihat {rembang}]
rambung ram.bung [n] pohon karet yg tingginya mencapai 20-40 m, daunnya lebat, tebal, licin, berkilap, dan berbentuk jorong, pucuk daun muda terbungkus daun pelindung berwarna merah, ditanam sbg tanaman hias; Ficus elastica
rambutan ram.but.an [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 15-20 m, bercabang banyak dan rindang, bunganya hijau kekuning-kuningan, buahnya bulat lonjong berambut, jika masih muda buahnya berwarna hijau dan kalau sudah matang berwarna merah (kuning), isinya putih dan rasanya manis atau masam; Nephelium lappaceum; (2) buah rambutan
rambutan jantan pohon rambutan berbunga, tetapi bunganya tidak menjadi buah
ramin ra.min [n] (1) pohon yg kayunya berwarna kuning ketika dibelah, sesudah itu berubah menjadi putih, tumbuh di daerah rawa-rawa; Gonystylus bancanus; (2) kayu pohon ramin [n] anyaman yg berbelit-belit;
rampak ram.pak [a] (1) berdahan atau bercabang banyak dan panjang memapar (spt pohon ketapang); (2) ki banyak pakaian dan perhiasan yg dikenakan: pakaian pengantin perempuan lebih -- dp pakaian pengantin lelaki [ark v] tumbang atau roboh (krn dilanggar dsb) [a] terdengar rapi; teratur; laras (tt bunyi-bunyian, tetabuhan)
ranap ra.nap [a] (hampir) rata dng tanah (krn tumbang, roboh, dsb): rumah itu -- dilanda angin puting beliung [Mk a] sunyi: daerah terpencil itu sangat --
randu ran.du [n] (1) pohon yg kayunya tidak keras dan berwarna putih, kulit kayu berwarna hijau, berdaun majemuk, terdiri atas 3-9 anak daun tersusun menjari, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan, berbuah lonjong, berbiji bulat kecil berwarna hitam, berserat kapuk, digunakan untuk mengisi bantal dan kasur; pohon kapuk; Ceiba pentandra; (2) kayu randu
rang [n] gambar; tulisan, dsb yg dibuat contoh (pola); buram; rancangan [n] tiruan bunyi genderang; bunyi derang [Mk n cak] orang: -- kaya, orang kaya
ranggah rang.gah , me.rang.gah v menjolok (memetik) buah-buahan pd pohon sampai habis; merodok (dng tongkat ) [n] gelambir yg tumbuh di kepala ayam; balung; jengger
rango-rango ra.ngo-ra.ngo [n] pohon yg batangnya selalu bengkok, Voacanga foetida
rangsang rang.sang [n] (1) sesuatu yg dapat mempengaruhi indra (pencium, peraba, perasa, dsb); (2) sesuatu yg dapat membangkitkan perasaan tertentu (kegembiraan, kesedihan, keberanian, kehangatan) [Jw v] , me.rang.sang v menyerbu; menyerang: ~ benteng musuh; (2) membantah (melawan) perkataan dsb; menyanggah: di rumah ia selalu ~ orang tuanya [n] (1) ranting kering (mati) yg telah jatuh; (2) rintangan dr ranting-ranting berduri yg dipasang pd batang pohon (supaya tidak dapat dipanjat orang)
ranjing ran.jing [a] , ke.ran.jing.an n (1) kemasukan roh jahat; kemasukan hantu; (2) ki tergila-gila kpd
rasamala ra.sa.ma.la [n] (1) pohon yg berdaun tunggal, berwarna hijau, dan berbentuk bulat telur dng tepi bergerigi, berbatang tegak lurus, tingginya mencapai 50 m, garis tengah batang mencapai 1,5 m, kulit batang pecah-pecah dan mengelupas berwarna abu-abu kemerah-merahan atau cokelat muda, kayunya berbau harum; Altingia excelsa; (2) kayu rasamala
rasau ra.sau [n] pandan yg tumbuh di tepi sungai, bunganya harum; Pandanus helicopus [ark n] tiruan bunyi daun-daunan atau pohon-pohonan yg ditiup angin kencang; desau
rasuk ra.suk [n] balok palang yg dipasang di antara tiang rumah untuk penahan atau penopang lantai (pd rumah panggung) [v] me.ra.suk v (1) memasuki tubuh manusia (tt roh jahat dsb): mereka terus menari sampai suatu kekuatan gaib ~ dan membuat mereka gagah berani; (2) mendalam; meresap benar; berkesan benar: adat yg bercampur agama telah lama ~ di sini; (3) bercampur-baur; bergaul: ia lebih banyak bergaul dan ~ di tengah-tengah masyarakat
ratu adil tokoh yg diharapkan (diidealkan) menjadi pembebas dr kesengsaraan
rau [Lihat {derau}] [n] pohon rawa; pohon rau
reba re.ba [kl n] tumpukan pohon dan ranting (kering) yg sudah ditebang
rebah re.bah [v] bergerak dr posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring (spt orang, pohon); terletak berbaring; roboh; tumbang: banyak pohon yg -- ditiup angin kencang itu; membawa (memberi) -- , menggagalkan (menjatuhkan)
rebat re.bat [v] me.re.bat v menutup jalan dng rintangan (kayu, duri, dsb); memasang duri (dng melilitkannya pd pohon supaya tidak dapat dipanjat); memagar (kebun) dng pohon-pohon dsb supaya tidak dapat dimasuki orang atau tidak dimasuki binatang
rejasa re.ja.sa [n] timah [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 26 m, batangnya tidak lurus sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat borok (luka lama), daunnya untuk obat lesu; Elacocarpus grandiflora; (2) kulit pohon rejasa; (3) daun rejasa
rekes re.kes [n] (1) (surat) permohonan; (2) (surat) lamaran pekerjaan
rektifikasi rek.ti.fi.ka.si [n] (1) pembetulan kesalahan; perbaikan; (2) Kim pemurnian alkohol dng penyulingan berulang-ulang
rembega rem.be.ga [n] (1) pohon yg kayunya dibakar dan dijadikan bara untuk penggerak mesin; widuri; Calotropis gigentea; (2) kayu rembega
remenia re.me.nia [n] (1) pohon yg buahnya enak dimakan, kayunya dibuat bahan rumah; Bouea burmanica; (2) buah remenia; (3) kayu remenia
rempenai rem.pe.nai [n] (1) pohon yg tidak terlalu tinggi, daunnya dibuat obat kudis; Ardisia humilis; (2) daun rempenai
remunggai re.mung.gai [n] (1) pohon yg daunnya dapat dimakan untuk obat dsb; kelor; Moringa oleifera (2) daun remunggai
rendah ren.dah [a] (1) dekat ke bawah; tidak tinggi: pohon-pohonan yg -- ditanam dng teratur; (2) hina; nista: -- budi [a] riuh; gemuruh; ramai sekali
rengadean re.nga.de.an [n] (1) pohon yg berwarna merah tua, kayunya sangat keras, dapat dipakai untuk bahan rumah; Ploiarum Alternifolium; (2) kayu rengadean
rengas re.ngas [n] (1) pohon yg merah kayunya, getahnya sangat tajam, jika getahnya tersentuh, dapat menyebabkan kulit melepuh, getahnya dapat juga dijadikan cat pernis atau minyak kayu dsb; Gluta renghas; (2) getah rengas
renkinang ren.ki.nang [n ] (1) pohon yg tingginya mencapai 30 m, diameter batang 70 cm, berbatang tegak, cabang berada agak jauh dr tanah, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan, daunnya berasa masam, dapat digunakan sbg obat sakit gusi, buahnya yg matang digunakan sbg penyedap makanan; tempawat; kemesu; Elaeocarpus floribunda; (2) kayu renkinang
rerugi re.ru.gi [n El] kerugian listrik di penghantar alat listrik lain: setiap penyaluran tenaga listrik mengalami kerugian daya sbg akibat -- ohm di penghantarnya
reruntuhan re.run.tuh.an [n] runtuhan barang yg telah roboh (rusak, jatuh, dsb); sisa-sisa bangunan yg rusak; puing; runtuhan-runtuhan: dikais-kaisnya ~ yg sudah menjadi puing itu untuk mencari sisa-sisa yg masih dapat dipakai
resak re.sak [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan awet; Shorea glauca; (2) kayu resak
resin re.sin [n Kim] zat padat tanpa bentuk, berwarna kuning kecokelat-cokelatan, berasal dr getah pohon sbg bahan pembuat pernis, lem, patri, dsb; damar
resorsinol re.sor.si.nol [n] senyawa pembuat obat atau zat warna dng rumus kimia C6H4 (OH)2
responsif res.pon.sif [a] cepat (suka) merespons; bersifat menanggapi; tergugah hati; bersifat memberi tanggapan (tidak masa bodoh)
reuni re.u.ni [n] pertemuan kembali (bekas teman sekolah, kawan seperjuangan, dsb) setelah berpisah cukup lama: tokoh-tokoh tua bulu tangkis akan mengadakan --
reyot re.yot [a] sudah sangat rusak dan akan roboh (tt gubuk, kursi, meja)
rezeki batin sesuatu yg berguna bagi batin; santapan rohani
riang-riang ri.ang-ri.ang [n] gangsir [n] pohon yg kayunya keras, Ploiarum alternifolium
ridan ri.dan [n] (1) pohon, kayunya dibuat papan, Nephelium maingayi; (2) kayu ridan
rijalulgaib ri.ja.lul.ga.ib [Ar n] roh (aulia) yg tersembunyi di atas bumi (yg melindungi manusia di dunia ini)
rimba rim.ba [n] hutan lebat (yg luas dng pohon yg besar-besar): hilang tidak tentu -- nya, hilang lenyap tanpa meninggalkan kesan atau jejak
rimbun rim.bun [a] (1) berdaun dan bercabang banyak: pohon-pohon- nya --; (2) lebat atau tebal (tt rambut kepala); (3) banyak layarnya (tt perahu): perahu yg -- layarnya; (4) banyak pakaian (dan perhiasan) yg dipakai: pakaian dan perhiasan pengantin itu --
rindang rin.dang [a] banyak cabang, ranting, dan daun (tt pohon): bernaung di bawah pohon yg --
ringkih ring.kih [a] lemah; rapuh; tidak kokoh; tidak kuat: orang itu sangat -- krn baru sembuh
riung ri.ung [Sd v] me.ri.ung v (duduk) berkumpul: mereka ~ di bawah pohon yg rindang sambil menikmati bekal yg mereka bawa
rompak rom.pak [v] , me.rom.pak v merampok atau menyamun di laut [v] , me.rom.pak v merobohkan; merusakkan: perampok dng mudah ~ pintu
ronde ron.de [n] babak pd pertandingan tinju: ia berhasil memukul roboh sang juara tinju dunia pd -- kedelapan
rontok ron.tok [v] (1) jatuh atau gugur dl jumlah yg banyak (tt buah-buahan, daun-daunan): angin kencang dan kemarau panjang telah membuat daun pepohonan --; (2) luruh (tt bulu, rambut, dsb): rambutnya jadi -- setelah ia melahirkan anaknya yg kelima; (3) lepas; mengelupas (tt cat, bedak): cat tembok itu sudah --; (4) banyak tanggal (tt gigi): giginya -- akibat kecelakaan; (5) ki kalah: para pemain kita -- di semi final
ros [n] tumbuhan perdu yg berasal dr Cina, pohonnya berduri, bunganya berbau wangi dan berwarna indah, terdiri atas daun bunga yg bersusun; bunga mawar; Rosa hybrida
rosok ro.sok [v] me.ro.sok v meraba; merogoh: ~ saku [Lihat {rongsok}]
rubuh ru.buh [Lihat {roboh}]
ruh [n] roh
ruhani ru.ha.ni [Lihat {rohani}]
rukam ru.kam [n] (1) pohon yg berduri, buahnya bulat, banyak bijinya dan dapat dimakan; (2) buah rukam
rumbu rum.bu [ark n] bubu [a] (1) tidak senonoh (kelakuan); (2) tidak tentu arah tujuan (perjalanan) [v] , me.rum.bu v penuh melimpah (tt cairan)
rundukan run.duk.an [n] yg merunduk (tunduk) spt pucuk pohon padi, rumput: kelihatan ~ pucuk padi bergoyang-goyang ditiup angin
runtuh run.tuh [v] (1) roboh krn rusak dsb (tt bangunan); jatuh ke bawah atau terban krn rusak (tt barang yg berat-berat): gedung yg megah itu -- krn gempa bumi; (2) jatuh; gugur (tt buah): mendapat durian --; (3) gugur atau longsor (tt tanah, lereng gunung): lereng gunung itu -- dan menutupi jalan raya; (4) ki rusak atau hancur sama sekali (tt kekuasaan, pertahanan, dsb): kekuasaan negara-negara kolonial telah --
rupa ru.pa [n] (1) keadaan yg tampak di luar (pd lahirnya): anak marmot itu -- nya mirip tikus; (2) roman muka; tampang muka; paras muka; raut muka: -- anak itu mirip kakaknya; (3) wujud; apa yg tampak (kelihatan): zat itu sudah berubah --; (4) bangun; tokoh; bentuk: kapal itu -- nya sbg kapal pemburu; (5) macam; jenis: sedia segala -- makanan dan minuman
rusuh ru.suh [a] (1) tidak aman krn banyak gangguan keamanan (spt pencurian, perampokan, pembegalan): pd malam hari tidak ada kendaraan yg berani lewat di daerah yg -- itu; (2) kacau; ribut; gaduh; huru-hara: di negara yg -- itu sering timbul pemberontakan; (3) tidak sopan (tt kelakuan, perkataan, dsb); ceroboh: perkataannya kasar dan --; (4) sangat kasar (tt permainan bola): kesebelasan kita tidak bermain -- spt mereka; (5) tidak beraturan; tidak menurut aturan: anak ini -- makannya, apa saja dimakannya [a] selalu gelisah (khawatir, sedih, susah), tidak tenteram hatinya: tenanglah jangan lekas -- hati
sabana sa.ba.na [n] padang rumput yg ada pepohonannya, terdapat di padang pasir atau gurun pasir
sabasani sa.ba.sa.ni [kl n] pohon yg bentuknya spt ular
sablon sab.lon [n] pola berdesain yg dapat dilukis, digunting, atau dipotong sesuai dng contoh
sabut sa.but [n] kulit yg berserat buah kelapa, pinang, dsb: -- kelapa dapat dibuat tali atau keset [n] (1) pohon besar, tingginya mencapai 20 m, kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan; Nauclea purpurescens; (2) kayu sabut
sadai sa.dai [v] ber.sa.dai v (1) berbaring atau duduk bersandar dng mengunjurkan kaki: krn mengantuk, ia -- di bawah pohon; (2) terletak di tempat yg lebih tinggi (tt perahu)
sadap sa.dap [v] me.nya.dap v (1) mengambil air (getah) dr pohon dng menoreh kulit atau memangkas mayang atau akar: petani itu -- enau untuk mendapatkan niranya; (2) ki mendengarkan (merekam) informasi (rahasia, pembicaraan) orang lain dng sengaja tanpa sepengetahuan orangnya: tugas agen rahasia itu -- pembicaraan lawannya
sadapan sa.dap.an [n] (1) hasil menyadap; (2) pohon kelapa, enau, dsb yg disadap; (3) tempat untuk menampung air nira dsb hasil menyadap
sadisme sa.dis.me [n] (1) kekejaman; kebuasan; keganasan; kekasaran; (2) Psi kepuasan seksual yg diperoleh dng menyakiti orang lain (yg disayangi) secara jasmani atau rohani
safih sa.fih [a] gila; bodoh; (2) n pemboros
saga gajah saga yg pohonnya besar dan tinggi, bijinya lebih besar pula; Pithecolobium ellipticum
saga kayu saga pohon
sagu sa.gu [n] (1) tumbuhan yg hati batangnya dapat dibuat tepung (kebanyakan jenis Metroxylon); (2) hati batang pohon palem (spt enau, rumbia); (3) tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb)
sagur sa.gur [n] perahu kecil terbuat dr sebatang pohon utuh, tanpa disambung-sambung
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
sakang sa.kang [n] roh jahat dl kepercayaan suku Dayak Sungkung di Kalimantan Barat
sakramentalia sak.ra.men.ta.lia [n Kat] barang yg dimiliki atau perbuatan yg dilakukan untuk memperoleh pahala rohani, spt jalan salib, air suci, lilin, rosario
salah bebal kekhilafan (kekeliruan, kesalahan) krn kedunguan (kebodohan)
salak masir lihat masir; -- pondoh salak yg berbuah kecil-kecil, rasanya gurih dan manis
salam sa.lam [n] (1) damai; (2) pernyataan hormat; tabik: sampaikan -- saya kepadanya; (3) ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh [n] (1) tanaman termasuk suku Myartaceae, pohonnya bertajuk libat, tingginya mencapai 25 m, daunnya berbentuk bulat telur atau lonjong, berbau harum, biasanya digunakan sbg bumbu masak; Syzygium polyanthum; (2) daun salam
salat Hajat salat sunah, sedikitnya dua rakaat, yg dilakukan pd siang atau malam hari untuk memohon suatu hajat yg khusus kpd Allah agar Allah mengabulkannya
salat Taubat salat sunah dua atau empat rakaat dng memperbanyak istigfar krn ingin mohon ampun kpd Allah atas dosa
sampanye sam.pa.nye [n] minuman yg mengandung alkohol, dibuat dr sari anggur cemerlang (berasal dr daerah Champagne, Prancis)
sampel sam.pel [n Stat ] (1) sesuatu yg digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yg lebih besar; (2) bagian kecil yg mewakili kelompok atau keseluruhan yg lebih besar; percontoh
sandingan san.ding.an [n] imbangan; jodoh: gadis itu belum menemukan -- yg diidamkannya
sanga sa.nga [n] (1) buih atau kotoran logam yg dilebur: besi-besi bekas itu dilebur kembali untuk menghilangkan -- nya; (2) material yg ditapis dr logam cair [Jw num] sembilan: nama Wali -- terkenal di Indonesia [Jk] ter.sa.nga-sa.nga v tergesa-gesa; terburu-buru; tergopoh-gopoh: krn kesiangan ia -- pergi ke kantor
sangga langit tumbuhan jenis pasilan yg hidup dan tumbuh di pohon lain; Cassytha filiformis
sangsang sang.sang , me.nyang.sang v menyangkut: layang-layang itu -- dipohon
santung pelalai guna-guna yg menyebabkan gadis tidak dapat menemukan jodoh atau tidak mau menikah
saparantu sa.pa.ran.tu [n] bahan obat-obatan berasal dr pohon Sindora sumatrana
sapi sa.pi [n] binatang pemamah biak, bertanduk, berkuku genap, berkaki empat, bertubuh besar, dipiara untuk diambil daging dan susunya; lembu lihat pohon
sarangan sa.rang.an [n] (1) pohon, kayunya dapat dibuat bahan bangunan, berdaun tunggal, berbentuk jorong memanjang, bagian atas daunnya berwarna hijau berkilat dan bagian bawahnya putih keperak-perakan, buahnya agak bulat dan berduri; berangan; Castanea argentea; (2) buah sarangan
sarat sa.rat [a] (1) penuh dan berat (krn berisi muatan atau krn banyak buahnya dsb): kapal itu telah -- muatan beras berkarung-karung; pohon mangga itu -- dng buah; (2) terlalu banyak dan terlalu berat: perahu yg -- tidak dapat laju; (3) penuh mengandung (air, kesusahan, dsb): -- hati memikirkan anaknya itu; mendung hitam -- mengandung hujan; (4) ki bunting; mengandung: lembunya sedang --; perempuan itu dl -- [n Lay] jarak yg diukur tegak lurus dr titik paling bawah dr lunas kapal sampai ke permukaan air [Lihat {syarat}]
sarirah sa.ri.rah [n] pohon atau perdu yg tingginya 3-10 m, daun dan akarnya dapat dibuat obat, daun yg muda dapat dijadikan lalap; Acronychia laurifolia
sarkasme sar.kas.me [n] (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar
sarsaparila sar.sa.pa.ri.la [n] minuman tidak beralkohol yg dibuat dr akar tumbuhan tropis marga Smilax, berwarna cokelat dan rasanya hangat menyegarkan
saru sa.ru [a] tidak nyata kelihatan (kedengaran); tidak terbedakan rupanya (suaranya dsb) krn bercampur atau tidak terbedakan antara yg satu dan yg lainnya; samar: bunyinya -- dng bunyi meriam [Jw a] tidak senonoh; tidak semenggah (tt perkataan atau perbuatan) [ark n] pohon cemara (eru); Casuarina equsetifolia [Lihat {seru}]
Saturnus Sa.tur.nus [n ] (1) dewa pertanian bagi bangsa Romawi; (2) planet ke-6 dr matahari; Zohal
sawo sa.wo [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 20 m, bercabang agak rendah, batangnya kasar berwarna cokelat tua, tajuknya berdaun lebat, buahnya berbentuk lonjong berwarna cokelat kemerah-merahan atau merah kehitam-hiataman, rasanya manis; Manilkara achras; (2) buah sawo [Mk n] ular sawa
sawo duren jenis sawo yg juga ditanam sbg pohon hias, buahnya dapat dimakan; Chrysophyllum cainito
sbg garam dng asam [pb] sudah sesuai benar (tt pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh
sebasah se.ba.sah [n] pohon yg tidak begitu tinggi, kayunya kadang-kadang dipakai untuk bahan bangunan, kulit kayunya dapat digunakan sbg bahan pewarna batik; Aporosa frutescens
sebura se.bu.ra [n] pohon yg kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan rumah dsb; Adinandra dumosa
seburu se.bu.ru [n] pohon yg kayunya keras, baik untuk bahan membuat perahu, sari akar dan daunnya dapat digunakan sbg obat disentri; Ouratea sumatrana
secang se.cang [Jw n] pohon yg menghasilkan zat pewarna merah; sepang
sedekah se.de.kah [n] (1) pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma; (2) selamatan; kenduri: -- arwah; -- kubur; (3) makanan (bunga-bunga dsb) yg disajikan kpd orang halus (roh penunggu dsb)
seidas bagai benang se.i.das bagai benang, sebentuk bagai cincin [pb] dua orang yg sejodoh benar
sejajar se.ja.jar [n] (1) sebaris; seleret: pohon-pohon karet itu berdiri ~; (2) sejalan (sama arah dan jaraknya); paralel: garis AB tidak ~ dng garis BC; (3) sama derajat (tingkat dsb): kedudukan wakil Republik Indonesia di PBB ~ dng duta besar
sekali pukul se.ka.li pukul sekali berbuat (bertindak dsb) sehingga ...: dng ~ pukul, robohlah jagoan itu
sekelamin se.ke.la.min [n] sejodoh (suami istri); sepasang (jantan betina)
sekendal se.ken.dal [n] jenis pohon Cordia
sekuler se.ku.ler [a] bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian): kekuasaan --; pendidikan -- [a Astron] berlangsung lama sekali (tt proses, perubahan), demikian lambat sehingga tidak mempunyai efek yg cukup besar untuk dicatat dl waktu ratusan tahun
sela-menyela se.la-me.nye.la [v] (1) berselang-selang: dl perdebatan terjadi -- perkataan; (2) berselang-seling: pohon rambutan -- dng pohon durian; (3) menyelang-nyeling
selap se.lap [v] pingsan (hilang ingatan dsb) krn kerasukan roh jahat
selarap se.la.rap [n] sejodoh
selawat se.la.wat (jamak dr salat) Ar n (1) permohonan kpd Tuhan; doa: membaca -- , berdoa memohon berkat Tuhan; (2) doa kpd Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabatnya
selibat se.li.bat [n] pranata yg menentukan bahwa orang-orang dl kedudukan tertentu tidak boleh kawin (dl gereja Katolik Roma, para rohaniwan yg telah ditahbiskan harus hidup membujang, tidak boleh kawin)
selingkung se.ling.kung [n] (1) sekeliling; sekitar: di ~ pekarangan itu ditanami pohon petai cina; (2) terbatas pd satu lingkungan: gaya ~
selok se.lok [Bt n] kemasukan, kesurupan, orang yg kesurupan dapat berhubungan langsung dng roh yg bersangkutan, berbicara, meminta nasihat, dsb dng roh yg datang kepadanya
seluk se.luk , me.nye.luk n memasukkan tangan (jari dsb) ke dl lubang (liang, saku, dsb); merogoh: -- hidung dng jari [Mk v] lilit; belit; belok; kelok [n] penutup kepala, terbuat dr kain panjang yg dilipat-lipat dng memakai lilin supaya kaku, dipakai sbg pelengkap pakaian seorang datuk atau pengantin laki-laki di Minangkabau
seluk saku merogoh saku
seluloid se.lu.lo.id [n Kim] campuran dr kamper, piroksitin, dan alkohol (bahan untuk membuat sisir, boneka, dsb)
selumar se.lu.mar [n] pohon, kayunya keras dan tidak mudah patah; Jackia ornata
selusuh se.lu.suh , me.nye.lu.suh v menggelincir; menggelongsor; melorot (dr pohon); menyelusur [n] barang (spt air) yg dimantrai untuk menolong orang yg akan melahirkan
selusur se.lu.sur , me.nye.lu.sur v (1) menggelincir; menggelongsor; melorot (dr pohon dsb); meluncur; (2) melangkah (pd jembatan dsb) [n] tempat berpegang pd jembatan dsb; langkan
semah se.mah /sEmah/, se.mah-se.mah n cadik perahu: pendayung itu memeluk buluh bekas -- perahunya [n] sajian (berupa makanan, kepala kerbau, dsb) yg diberikan kpd orang halus (roh jahat) dng berbagai-bagai maksud; semahan
semampat se.mam.pat [n] pohon yg kayunya dapat dibuat menjadi berbagai perkakas; Cratoxylon formosum
semangat se.ma.ngat [n] (1) roh kehidupan yg menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan): seorang dukun di desanya dapat memanggil --; (2) seluruh kehidupan batin manusia: -- budak dan -- pengemis harus kita berantas sampai ke akar-akarnya; (3) isi dan maksud yg tersirat dl suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dsb): bertentangan dng -- perjanjian; (4) kekuatan (kegembiraan, gairah) batin: -- rakyat semakin berkobar setelah mendengar pidato itu; (5) perasaan hati: terpengaruh oleh -- kedaerahan; (6) nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb: hendaknya diusahakan supaya -- bekerja para pegawai negeri jangan luntur; jatuh -- , hilang keberanian; cabar hati; kecut hati
semangkok se.mang.kok [n] pohon yg bijinya dipakai untuk obat sakit perut; kembang semangkok; Scaphium affinis
semaram se.ma.ram [n] pohon besar yg kayunya baik dibuat papan; Payena obscura [n] ikan laut, Centropagon indicus
semawang se.ma.wang [n] pohon, bijinya memabukkan; keluah; keluak; Kayea ferruginea
sembrono sem.bro.no [a cak] (1) kurang hati-hati; gegabah: kerjakan baik-baik, jangan --; (2) kurang sopan; agak kurang pantas (perbuatannya); berjenaka (tapi kurang sopan); ceroboh: memang ia sangat -- thd wanita; (3) secara sembarangan saja: itulah kalau -- memilih istri
sembul sem.bul , me.nyem.bul v (1) keluar dr liang atau permukaan air dsb: dng tiba-tiba kepala ular itu -- dr liang; (2) menganjur atau mencuat ke luar (ujungnya dsb); membersil: matahari -- dr segumpal awan hitam; (3) menampakkan diri; muncul; timbul: pd sangkanya ada sebuah bayangan -- dr balik pohon pisang [n Geo] bongkaran kerak bumi yg terangkat (bentuknya memanjang yg pd sisinya dibatasi sesaran)
sembur sem.bur [n] apa yg dipancarkan (disemprotkan) dr mulut (spt kunyahan obat-obatan untuk mengobati orang sakit atau untuk mengusir roh jahat) [Lihat {sembul}]
semenggah se.meng.gah [a] layak; patut; senonoh: tidak -- lakunya, tidak senonoh perbuatannya [a] , se.meng.gah-meng.gah a seutuhnya; semengga-mengga;
seminai se.mi.nai [n] pohon, kayunya sangat bagus, Madhuca utilis
sempat sem.pat [v] ada waktu (untuk); ada peluang atau keluasan (untuk): kalau -- , saya akan datang ke sana malam ini; ia tidak -- membawa bekal makanan; (2) adv pernah: di daerah itu banyak pencuri yg -- menghebohkan masyarakat
sempit akal kurang cerdik [ki] kekurangcerdikan; kebodohan
sempur sem.pur [n] pohon yg tingginya mencapai 15-20 m, kayunya baik untuk bangunan (rumah); Delliaia duria
semut kerengga semut yg berukuran besar, panjangnya sekitar 1 cm berwarna merah, biasanya terdapat di pohon-pohon; Occophylla smaragdina
senamaki se.na.ma.ki [n] pohon yg daunnya dibuat untuk obat cuci perut; Cassia angustifolia
senandika se.nan.di.ka [n] wacana seorang tokoh dl karya susastra dng dirinya sendiri di dl drama yg dipakai untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yg paling dalam dr tokoh tsb, atau untuk menyajikan informasi yg diperlukan pembaca atau pendengar
senda sen.da, senda gurau [n] main-main (canda) dng kata-kata spt olok-olok; kelakar; seloroh
senggayut seng.ga.yut , ber.seng.ga.yut v bergayut (bergantung spt kera dipohon); bergayutan
sengkawang seng.ka.wang [n] (1) pohon besar, tumbuh di hutan kering, kayunya lebih baik dp kayu meranti merah, buahnya besar, penghasil terpenting untuk lemak sengkawang; Shorea singkawang; (2) lemak sengkawang
sengkelit seng.ke.lit [n] tali yg diikatkan pd kedua belah kaki untuk memudahkan memanjat pohon yg licin (msl batang kelapa, pinang) [ark] ber.seng.ke.lit v berdesak-desak [Jw] me.nyeng.ke.lit v menyisipkan (keris, golok, dsb) pd pinggang atau di bagian belakang tubuh
sengkuang seng.ku.ang [n] (1) tanaman merambat, berumbi berwarna putih, mempunyai rasa agak manis, dan mengandung air; bengkuang; Pachyrrhizus erosus; (2) pohon, Dracontomelum mangiferum
sengon se.ngon [n] pohon yg kayunya lunak, gubalnya putih, terasnya cokelat, umumnya tidak tahan lama, biasanya digunakan untuk tangkai korek api; Albizzia chinensis
senilitas se.ni.li.tas [n Dok] penurunan kekuatan jasmani dan rohani sbg akibat usia lanjut; ketuarentaan
sensualitas sen.su.a.li.tas [n] segala sesuatu yg mengenai badani bukan rohani
sentada sen.ta.da [n] (1) pohon, spt pohon cemara, tumbuh di tepi laut, kayunya baik dan kuat untuk perahu dan rumah; Podocarpus neriifolia; (2) kayu sentada [n] jenis semut dan ketam: semut -- , ketam --
sentaka sen.ta.ka [n] pohon jenis medang, Pygeum parviflorum
sentul sen.tul [n] (1) pohon, buahnya dapat dimakan, masam rasanya, kayunya dibuat papan; kecapi; Sandoricum koetjape; (2) buah sentul; (3) kayu sentul
senyar se.nyar [a] (1) berasa geranyam di tangan dsb (ketika siku terantuk benda keras); (2) berasa geranyam di lidah (bila makan kulit jeruk atau minuman yg beralkohol)
senyum kambing [ki] senyum mengejek (mencemoohkan)
sepah se.pah [n] ampas sesuatu yg sudah dikunyah dan diisap air atau sarinya [n] -- raja cenderawasih [n] pohon yg kayunya sangat keras, getahnya dapat dibuat lilin; Irvingia malayana [n] nama batu permata (di dalamnya terdapat gambar akar kayu) /sEpah/, ber.se.pah v terserak-serak tidak keruan; berantakan
sepam se.pam [n] pohon mangga hutan, Mangifera maingayi
sepang se.pang [n] (1) pohon berduri, kayunya dapat dibuat bahan pencelup merah; secang; Caesalpinia sappan; (2) kayu sepang
sepasang se.pa.sang [n] satu pasang (sejodoh, selengkap, sesetel); (2) a sepadan (dng); cocok (dng), sesuai (dng): pakaiannya ~ benar dng badannya; (3) a merupakan pasangan atau selengkap (seperangkat): kuda ini ~ dng kuda itu; subang ini ~ dng itu
sependekap se.pen.de.kap [n] sepemeluk; sepemelukan: pohon di depan itu besarnya ~
seperantu se.pe.ran.tu [n] bahan untuk obat-obatan yg berasal dr pohon; tampar hantu; Sindora sumatrana
sepetir se.pe.tir [n] pohon, Ormosia parviflora
seram se.ram [a] (1) berdiri bulu roma (krn ketakutan dsb); meremang: mendengar cerita orang tua itu, menjadi -- perasaan saya; (2) berasa berkerut dan senyar (tt kulit tubuh krn ketakutan dsb): -- rasanya lewat di bawah pohon beringin itu; (3) menyebabkan ngeri (takut dsb); dahsyat; menakutkan: terdengar suara yg --; (4) kelihatan bengis (kejam, membahayakan): mukanya kelihatan --; matanya --
serangkak se.rang.kak [n] duri-duri (ranting-ranting kayu dsb) yg dipasang pd batang pohon buah-buahan supaya jangan dipanjat orang; sawar [Mk n] ketam kecil
serat selulosa segala macam serat yg tersisa setelah dipisahkan dr komponen yg bukan serat kayu; (2) bagian utama pohon atau tumbuhan yg digunakan untuk membuat kertas
seratung se.ra.tung [n] pohon kecil, berbunga indah, berwarna putih; Tabernemontana corymbosa
seraya se.ra.ya [kl p] sambil; serta: ia duduk -- berdatang sembah [Mk n] (1) penolong; (2) pertolongan [n] pohon meranti; Shorea leprosula
serendah se.ren.dah [n] pohon pisang yg berbatang pendek (tidak dapat tinggi)
sergam ser.gam [a] te.ser.gam a tampak lebih tinggi atau lebih besar dp yg lain (tt pohon, gunung, dsb)
seribulan se.ri.bu.lan [n] pohon jenis beringin; Phyllagathis rotundifolia
serigala berbulu domba [pb] orang yg kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang
seru se.ru [n] (1) panggilan (untuk memanggil, menarik perhatian, dsb); panggilan dng suara nyaring: "Mat", -- si Jamin; (2) ujaran yg biasa digunakan dng penegasan atau intonasi tinggi spt ketika marah [a] (1) bengis; (2) sengit; hebat: perkelahian yg -- [p] serba: Tuhan -- sekalian alam [n] (1) pohon yg kayunya dapat dijadikan papan dsb untuk bahan bangunan rumah dsb); Schima bancana; (2) kayu seru
seruda se.ru.da [n] serangkak (duri-duri, ranting-ranting yg dipasang pd pohon agar pohon tidak dipanjat orang)
serumpu se.rum.pu, serumpu telinga bodoh [n] tumbuhan, Crypteronia griffithii
sesat se.sat [a] (1) tidak melalui jalan yg benar; salah jalan: malu bertanya -- di jalan; mati --; (2) ki salah (keliru) benar; berbuat yg tidak senonoh; menyimpang dr kebenaran (tt agama dsb): ajaran yg --
sesat langkah melakukan perbuatan yg tidak patut; berbuat yg tidak senonoh
sesira se.si.ra [n] pohon kecil, Acronychia laurifolia
setambun se.tam.bun [n] (1) pohon kecil, buahnya dapat dimakan; Baccaurea parviflora; (2) buah setambun
setan se.tan [n] (1) roh jahat (yg selalu menggoda manusia supaya berlaku jahat); (2) cak kata untuk menyatakan kemarahan; sumpah serapah: -- kau, enyah dr sini; (3) ki orang yg sangat buruk perangainya (suka mengadu domba dsb): pikiran -- nya bangkit; -- gundul ki orang yg berbuat jahat: mereka mendesak pimpinan universitas mengusut tuntas -- gundul yg memalsukan tanda tangan rektor
setaria se.ta.ria [n] rumput yg mempunyai banyak tunas, spt pohon padi, daunnya lebar agak berbulu: rumput -- dapat ditemukan di mana-mana
setebal se.te.bal [n] pohon, kayunya keras dan tahan lama, digunakan sbg bahan bangunan; Alangium nobile [a] sama tebal dng
setek se.tek [n] (1) sepotong batang yg akan ditanam; (2) cara menanam pohon (jarak, singkong, dsb) dng jalan memotong batang yg akan ditanam
setekan se.te.kan [n] hasil menyetek (pohon, tanaman)
setelan se.tel.an [n] (1) selengkap pakaian (celana dan baju); (2) seperangkat (cangkir, kain, dsb); (3) cak pasangan; jodoh; bagian sesuatu (perkakas) [n] (1) putaran (arloji dsb); tombol (radio dsb); (2) hasil menyetel; cara menyetel
setimpal se.tim.pal [a] (1) seimbang; sebanding; sepadan: ia mencarikan anaknya jodoh yg ~ dng derajatnya; semoga engkau mendapatkan pahala yg ~ dr Allah Swt.; hukumannya ~ dng kejahatannya; (2) sesuai; layak: ukuran rumah ini tidak ~ apabila digunakan untuk perkantoran; gajinya sudah ~
setin se.tin [n Kim] zat lemak kristalin putih dng titik didih 50oC, larut dl alkohol dan eter, digunakan sbg bahan dasar salep dan dl pembuatan sabun dan lilin; C15H11C00C16H33
sewot-sewotan se.wot-se.wot.an [a] semakin mendongkol: pohon Natal sintetis dapat dipakai dua sampai tiga kali, hal ini membuat para pedagang pohon cemara --
sial si.al [a] (1) tidak mujur dan segala usahanya selalu tidak berhasil (spt sukar mendapat rezeki, sukar mendapat jodoh): -- benar ia hari ini; membawa -- (kpd), menyebabkan tidak mujur
siantan si.an.tan [n] pohon soka; angsoka; Ixora concinna
sibusuk si.bu.suk [n] (1) pohon yg kayunya biasa untuk bahan rumah dsb, akarnya untuk obat pencuci pakaian; Cassia nodosa; (2) kayu sibusuk
sicerek si.ce.rek [n] (1) pohon kecil, daunnya biasa dibuat obat; Clausena excavata; (2) daun sicerek
sikap si.kap [n] (1) tokoh atau bentuk tubuh: -- nya tegap; (2) cara berdiri (tegak, teratur, atau dipersiapkan untuk bertindak); kuda-kuda (tt pencak dsb): hebat sekali -- nya ketika akan mengucapkan sumpah; tepat sekali -- adik ketika menangkis pukulan itu; (3) perbuatan dsb yg berdasarkan pd pendirian, keyakinan: rakyat akan selalu mengutuk -- pemimpin-pemimpinnya yg kurang adil itu; (4) perilaku; gerak-gerik: -- di panggung sangat berbeda dng -- nya sehari-hari [a] sigap lihat burung lihat baju [Jw v] , me.nyi.kap v (1) memeluk erat- erat; mendekap; (2) memegang (senjata)
sikas si.kas [n] pohon yg batangnya mirip pakis, daunnya mirip palem, tetapi lebih kaku dan mengumpul tegak pd ujung batang; Cycas revolita
sikat si.kat [n] pembersih yg dibuat dr bulu (ijuk, serabut, dsb) diberi berdasar dan berpegangan (bermacam-macam rupanya): -- gigi; -- sepatu; (2) n sisir rambut; (3) n rangkaian (pisang) yg tumbuh dl satu sisir (bagian dr tandan): membeli se -- pisang di warung; (4) n penggaruk untuk menggemburkan tanah sesudah dibajak atau dicangkul; garu: koperasi tani menjual alat-alat pertanian, spt -- , bajak, dan pacul; (5) v ki rampas; (6) v ki makan sampai habis-habisan lihat pohon
silengah si.le.ngah [Mk a] ber.si.le.ngah a bersifat masa bodoh; lengah; tidak perduli apa-apa
siluk si.luk [n] pohon, batangnya tegak dan bulat, tingginya mencapai 28 m, kayunya digunakan sbg bahan bangunan, tetapi tidak awet; Gironniera nervosa [n] arwana
silvika sil.vi.ka [n] ilmu yg mendalami pohon-pohon hutan
silvikultur sil.vi.kul.tur [v] ilmu tt pembudidayaan pohon hutan atau ilmu pembinaan hutan, msl tt penanaman, pemeliharaan, pelestarian hutan, dan merupakan dasar dr ilmu kehutanan
silvisida sil.vi.si.da [n Tan] bahan kimia yg digunakan untuk mematikan pohon
simaung si.ma.ung [Mk n] (1) pohon yg daging buahnya memabukkan; kepayang; keluak; Pangium edule; (2) buah simaung
simbar sim.bar [n] tumbuhan berakar rimpang yg hidup melekat pd kayu tertentu, batu, dsb; Drynaria sparsisora; -- badak jenis pohon kecil, Tabernaemontana macrocarpa [n] bulu yg tumbuh di dada laki-laki
simbar menjangan tumbuh-tumbuhan jenis pakis yg menempel pd cabang pohon kayu lain; Platycerium bifurcatum
simpel sim.pel [a cak] (1) mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit); sederhana: berikan contoh yg -- saja; (2) tunggal (tt kalimat yg terdiri atas satu subjek, predikat, dan atau tanpa objek): kalimat --
simpur sim.pur [n] nama jenis pohon, spt -- hutan (jantan), Dillenia meliosmifolia; -- paya, Dillenia pulchella
sinawar si.na.war [Mk n] (1) pohon pinang yg besar, buahnya biasa dipakai untuk penawar atau penangkal penyakit; Ptychosperma silvertris; (2) buah sinawar
singkat akal [ki] bodoh; picik; mudah putus asa
sinkonina sin.ko.ni.na [n Kim] alkaloid dr kulit pohon kina; C19H22N2O
Sinterklas Sin.ter.klas [n] (1) tokoh suci (dl agama Kristen) yg konon sangat sayang dan selalu memberi hadiah kpd anak-anak pd hari-hari penting (terutama pd ulang tahunnya tanggal 6 Desember); (2) perayaan memperingati hari ulang tahun Sinterklas, tanggal 6 Desember
sintuk sin.tuk [n] pohon Cinnmomum, kulitnya dipakai sbg obat-obatan dan pencuci (pembersih) rambut [v] ber.sin.tuk v bergosok (badan): mandi -
sintulang sin.tu.lang [n] (1) pohon yg kayunya besar, biasanya dipakai untuk bahan bangunan rumah; Jackia ornata; (2) kayu sintulang
sirih si.rih [n] (1) tumbuhan merambat di pohon lain, daunnya berasa agak pedas, biasa dikunyah bersama dng pinang, kapur, gambir sbg makanan yg mencandu, penguat gigi, dsb; Piper betle; (2) daun sirih: makan -- , mengunyah sirih selengkapnya
sirsak sir.sak [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 8 m, kulit buahnya berduri-duri pendek dan lunak, isinya berwarna putih serta berbiji banyak, berwarna hitam, rasanya masam-masam ma-nis; nangka belanda; Annona muricata; (2) buah sirsak
siwalan si.wal.an [n] (1) pohon lontar, buahnya berkulit keras, berwarna hijau tua, daging buahnya lunak kenyal, berwarna putih bening, air buahnya manis dan dapat dibuat tuak; Borassus flabellifer; (2) buah siwalan
skandal skan.dal [n] perbuatan yg memalukan; perbuatan yg menurunkan martabat seseorang: -- penyelundupan mobil baru-baru ini menghebohkan masyarakat
soga so.ga [n] (1) pohon yg kulitnya dipakai sbg bahan pemerah pd kain batik dsb; Peltophorum pterocarpum; (2) kulit soga
sokong so.kong [n] tiang dsb yg dipasang miring untuk menyangga sesuatu agar tidak rebah (roboh)
sokongan so.kong.an [n] (1) alat yg menyokong; penunjang; penyangga: kalau tidak diberi -, pohon itu pasti roboh; (2) hasil menyokong; tunjangan; bantuan (uang dsb): pergerakan kemerdekaan Indonesia mendapat -- masyarakat; (3) yg disokongkan
solot so.lot [Jk a] (1) gemas; (2) marah sekali: krn sering berbohong, aku jadi -- kpd anak itu
somatis so.ma.tis [a] mengenai jasad; berkaitan dng fisik (badan kasar): keracunan alkohol kronis dapat menyebabkan perubahan-perubahan -- pd berbagai alat penting
sonokeling so.no.ke.ling [n] pohon, kayunya keras, Dalbergia latifolia
sontek son.tek [v] me.nyon.tek v menggocoh (dng sentuhan ringan); mencungkil (bola dsb) dng ujung kaki: untunglah penjaga gawang itu dapat -- bola sehingga selamat [v] me.nyon.tek v mengutip (tulisan dsb) sebagaimana aslinya; menjiplak: krn malas belajar, setiap ujian ia selalu --
sontok son.tok [Mk a] pendek; singkat: -- akal (pikiran), bodoh; picik [Jw v] me.nyon.tok v menumbuk; menggocoh [Lihat {suntuk}]
sontoloyo son.to.lo.yo [p cak] konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sbg kata makian)
sorogan so.rog.an [n] hasil menjolok: durian -- itu jatuh, bukan krn masak di pohon
sosialisme so.si.a.lis.me [n] ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yg berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik negara: berkecimpung dng tokoh-tokoh politik --
sosok so.sok [n] lubang (pd jerat dsb); lubang kancing baju; kelim (pelipit) yg berlubang (untuk memasukkan tali, tongkat, dsb) [n] (1) bentuk wujud atau rupa; rangka (perahu dsb); (2) bentuk (rupa) tubuh: -- tubuhnya sama spt ayahnya; (3) bayangan badan: baru saja ia keluar, dua -- tubuh mengikuti-nya dr belakang; (4) Mk bakal (ladang, negeri, dsb); permulaan; (5) tokoh; pribadi
sotor so.tor [Lihat {sotoh}]
spesimen spe.si.men [n] (1) bagian dr kelompok atau bagian dr keseluruhan; (2) contoh: tim itu tidak berhasil mendapatkan -- dr lapangan; -- uang kertas ribuan
spirit spi.rit [n] (1) semangat: -- yg tinggi merupakan salah satu faktor kemenangannya; (2) jiwa; sukma; roh
spiritisme spi.rit.is.me [n] (1) pemujaan kpd roh; (2) kepercayaan bahwa roh dapat berhubungan dng manusia yg masih hidup; (3) ajaran dan cara-cara memanggil roh
spiritual spi.ri.tu.al [a] berhubungan dng atau bersifat kejiwaan (rohani, batin)
spiritualisme spi.ri.tu.al.is.me [n] (1) aliran filsafat yg mengutamakan kerohanian: ia menumpahkan perhatian pd ilmu-ilmu gaib, spt mistik dan --; (2) kepercayaan untuk memanggil roh orang yg sudah meninggal; (3) spiritisme
spiritus spi.ri.tus [n] zat cair yg mengandung alkohol, mudah menguap dan terbakar: lampu itu dinyalakan dng menggunakan --
sport [n cak] olahraga: untuk memelihara kesehatan jasmani dan rohani setiap orang perlu --
spt kepiting tidak tahu bungkuknya (sbg udang tak tahu bungkuknya) [pb] orang yg tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya
spt kerbau dicocok hidung [pb] selalu menurut saja krn kebodohannya [pb] menurut saja
spt tudung saji dng delamak nya [ki] sudah jodohnya atau sehidup semati (tt suami istri)
Srikandi Sri.kan.di [n] (1) nama salah seorang istri Arjuna (tokoh wayang) yg sangat berani dan pandai memanah; (2) ki wanita yg gagah berani; pahlawan wanita; (3) ki atlet wanita, terutama atlet wanita pemanah
sterol ste.rol [n Kim] alkohol tidak jenuh, ditemukan dl alam pd setiap hewan dan sel tumbuhan (kecuali sel bakteri) yg memainkan peranan penting dl metabolisme
stirena sti.re.na [n Kim] cairan toksik tidak berwarna dng bau aromatik kuat, tidak larut dl air, tetapi larut dl alkohol dan eter, digunakan untuk membuat polimer, plastik, dan karet sintetik
sukun su.kun [Jw v] (1) tidak bergigi (tt gusi); (2) v tidak berbiji (untuk buah-buahan yg biasanya berbiji): jambu -- [n] pohon spt keluih yg buahnya tidak berbiji; Artocarpus incissus [n] penanda hilangnya vokal dl ejaan bahasa Arab yg diletakkan di atas konsonan
sultan sul.tan [n] raja; baginda: -- Yogya; -- Johor
sulur su.lur [n] (1) julai (dr tumbuhan yg menjalar dsb); pucuk batang muda (dr beberapa tumbuhan); (2) akar yg tumbuh dr cabang dsb (spt pd pohon beringin); (3) garis (kawat dsb) yg berlingkar-lingkar pd suatu pusat hingga menyerupai per rambut pd arloji (alur pd sekrup dsb); (4) batang atau bagian batang (cabang atau ranting), daun, tangkai daun, atau bagian daun lainnya yg telah mengalami perubahan bentuk dan berfungsi sbg alat pembantu tumbuhan untuk menjalar atau merambat pd sandaran atau penunjang tumbuhan [kl n] penyuluh; pengintai; suluh
sulur batang (berbentuk) melingkar-lingkar spt sulur; taruk yg berlingkar-lingkar yg tumbuh pd batang pohon
sumbang langkah perbuatan yg tidak senonoh; (2) salah (me)langkahnya (dl silat dsb); langkah sumbang sengaja membuat langkah yg salah (dl silat dsb) untuk mengumpan lawan; (2) berbuat yg melanggar adat (kesopanan dsb)
sundal sun.dal [a] buruk kelakuan (tt perempuan); lacur; jalang; (2) n perempuan jalang; pelacur [n] , -- bolong hantu dsb berwujud perempuan cantik yg punggungnya bolong (berlubang); puntianak; langsuir [n] , -- malam pohon yg bunganya harum pd malam hari; Polianthes tuberosa
sungguh sung.guh [a] (1) benar (cocok dng keadaan yg sebenarnya, tidak bohong, tidak lancung); betul: saya sangsi apakah janjinya itu -- dan dapat dipercaya; hendak saya periksa dulu jika -- spt katamu itu; (2) sungguh-sungguh; (3) amat; sangat: buku itu -- mahal; (4) memang; sebenarnya: -- ia gentar juga menghadapi orang itu
sungkai sung.kai [n] pohon yg biasanya ditanam untuk pagar, daunnya direbus untuk berkumur apabila sakit gigi; Peronema canescens
surat permintaan surat permohonan
surga sur.ga [n] (1) alam akhirat yg membahagiakan roh manusia yg hendak tinggal di dalamnya (dl keabadian); (2) kayangan tempat kediaman Batara Guru (Siwa); Surgaloka
surga jannah alam akhirat tempat jiwa (roh) manusia mengenyam kebahagiaan sbg pahala perbuatan baiknya semasa hidup di dunia; surga jannat
suri su.ri, suri teladan contoh yg baik, pantas untuk ditiru: pramuka yg baik patut dijadikan -- teladan bagi remaja-remaja sebayanya
surian su.ri.an [n] pohon yg kayunya dibuat papan dsb, Toona sinensis [ark n] sersan; sarean: -- alperes kapitan litnan
surup su.rup [a] patut; pantas; layak; sepadan: warna baju dan kerudung gadis itu -- benar [v] ke.su.rup.an v kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yg aneh-aneh: penari kuda kepang yg -- itu makan padi dan pecahan bola lampu
suster sus.ter [n] (1) wanita yg menjadi anggota perkumpulan kerohanian yg hidup di dl biara: -- itu sekarang tinggal di Biara Ursulin Bandung; (2) cak juru rawat wanita; perawat
syafaat sya.fa.at [n] perantaraan (pertolongan) untuk menyampaikan permohonan (kpd Allah): segala permintaannya telah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wataala dng -- Nabi Muhammad saw.
syajarah sya.ja.rah [Ar n] pohon
syala sya.la [Skt n] pohon jenis Artocarpus
syamanisme sya.ma.nis.me [n] ajaran yg berdasarkan keyakinan bahwa roh yg ada di sekeliling manusia dapat menyusup dl tubuh seorang dukun dl suatu upacara
taban ta.ban [n] pohon yg menghasilkan getah perca Palaquium
tabuhan ta.buh.an [n] hasil menabuh [n] lebah (tawon) besar, biasanya bersarang di pohon
tabuhan meminang anak labah-labah [pb] tidak seimbang (tt perjodohan)
tahlilan tah.lil.an [n] pembacaan ayat-ayat suci Alquran untuk memohonkan rahmat dan ampunan bagi arwah orang yg meninggal
taiga ta.i.ga [n] daerah hutan pohon jarum-jarum di Siberia, terdapat di antara daerah tundra di utara dan stepa di selatan
taji ta.ji [n] (1) bagian yg keras dan runcing pd kaki ayam jantan; susuk; (2) susuk dr tembaga, besi, dsb dipasang pd kaki ayam sabungan: -- bentuk, -- bengkok, -- golok, dsb [n] (1) pohon yg kayunya baik untuk kerangka rumah, daunnya direbus untuk obat penyakit encok; Podocarpus nerifolia; (2) kayu taji; (3) daun taji
tajuk ta.juk [n] (1) mahkota; petam; jamang (perhiasan kepala); (2) perhiasan kepala, spt jumbai dr bunga buatan yg dicocokkan di rambut (kundai, tudung kepala) hingga tampak menganjur ke atas; (3) cabang dan dedaunan sebuah pohon; bagian pohon di batang; (4) Lay kili-kili (sepotong kayu) yg dipasang mencuar atau menganjur di tepi perahu; (5) judul, kepala surat (makalah, surat kabar, dsb); (6) Bio seluruh sistem dedaunan pd pohon, kecuali batang [Mk n] tingkat; jenjang [Sd n] surau; langgar
tak acuh (acuh tak acuh) tidak peduli; tidak mau tahu; masa bodoh; tidak menaruh perhatian
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
tak kan lari gunung dikejar tak kan lari gunung di.ke.jar , hilang kabut tampaklah dia [pb] sesuatu yg sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dl mengerjakannya
takik ta.kik [n] (1) torehan yg agak dalam pd batang pohon untuk memudahkan pijakan orang memanjat; takuk kecil; gubang; (2) torehan pd kulit pohon (untuk mendapatkan getah)
takikan ta.kik.an [n] torehan pd batang pohon
taksin tak.sin [n] zat resin yg diekstraksi dr daun sejenis pohon cemara
takuk ta.kuk [n] takik yg agak dalam (pd pohon nyiur dsb), tempat tumpuan kaki ketika memanjat: -- takak, bermacam-macam takik dan takuk
tali dugang [Lay] tali penahan tiang dsb yg dipegang untuk menyeimbangkan perahu dng badan; (2) tali penahan pohon yg akan ditebang agar tidak menimpa rumah, pohon lain, dsb dan jatuhnya diarahkan ke tempat yg diinginkan
taman ternak pusat percontohan, pakan, kandang dan alat perlengkapan ternak, berfungsi juga sbg pusat peragaan atau penyuluhan ternak unggul
tambat tam.bat [v] ber.tam.bat v (1) terikat (pd): kambing itu ~ pd pohon waru; (2) berlabuh dan terikat pd pancang (tt perahu): kapal asing itu ~ di pelabuhan
tamsil tam.sil [n] (1) persamaan dng umpama (misal): -- hidupnya ialah sbg katak dl tempurung; (2) ajaran yg terkandung dl cerita; ibarat; lukisan (sesuatu sbg contoh): banyak cerita mengandung -- untuk kanak-kanak
tamsilan tam.sil.an [n] perumpamaan; ibarat; contoh
tanah gundul tanah yg sama sekali tidak ada pohon-pohonan di atasnya
tanah matang tanah yg telah mengalami penyelesaian untuk urusan permohonan hak pemilikan, surat balik nama, dsb; tanah yg sudah siap dipakai untuk mendirikan bangunan, dsb
tanaman pangan ta.nam.an pangan tanaman yg menjadi bahan makanan: ~ papan tanaman yg menghasilkan bahan untuk bangunan, termasuk perabot rumah tangga (msl pohon jati, meranti, kayu kamper, kayu besi)
tandikat tan.di.kat [n] pohon, biasanya jadi tempat sarang lebah, Canarium pseudodecumanum
tandingan tan.ding.an [n] (1) yg seimbang (sebanding, sama) dng yg lain; imbangan; lawan yg seimbang: dia bukanlah ~ pemain baru itu; (2) pasangan; jodoh: suami istri itu merupakan ~ yg harmonis, sudah cocok benar [n] tumpukan (timbunan, longgokan) dagangan sayur-sayuran atau buah-buahan yg dijual setumpuk-tumpuk (tidak ditimbang lebih dahulu)
tangkal tang.kal [v] me.nang.kal v menolak (bala, roh halus, penyakit, dsb); mencegah bencana dsb: ~ hantu; ~ penyakit sampar; ~ bencana banjir
tania ta.nia [n] zat dr kulit pohon merbau pantai yg dimanfaatkan sbg zat warna cokelat untuk kertas dan kain
tanjung tan.jung [n] tanah (ujung) atau pegunungan yg menganjur ke laut (ke danau) [n] (1) pohon yg bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan berbau harum, biasa dipakai untuk hiasan sanggul; Mimusops elengi; (2) bunga tanjung [n] tumbuhan paku yg tumbuh di rawa-rawa; Diplazium esculentum [n] bintang perak atau emas tanda pangkat (disematkan pd polet atau leher baju)
tapa sungsang bertapa di atas pohon dng kaki di atas dan kepala di bawah untuk memperoleh tingkat spiritual tertentu
tapus ta.pus [n] (1) pohon yg kayunya baik untuk perkakas rumah; Elateriospermum tapos; (2) kayu tapos [v] me.na.pus v memerah atau memeras: ia sedang ~ santan
taruk ta.ruk [n] tunas tumbuhan (pohon, rumput); daun dan ranting (pucuk) yg tumbuh pd cabang dahan atau batang kayu: -- padi; -- anggur; -- kayu-kayuan [Lihat {taruh}] [v kas] pukul; hantam
tarzan tar.zan [n] seorang tokoh dl cerita petualangan yg sangat kuat dan pemberani
tas [n] (1) kemasan atau wadah berbentuk persegi dsb, biasanya bertali, dipakai untuk menaruh, menyimpan, atau membawa sesuatu [n] (1) tiruan bunyi letusan (senapan dsb); detas; das; (2) bunyi lembut sekali [adv cak] segera; lantas [n] pohon yg menurut kepercayaan orang sbg penangkal harimau, buahnya dapat dimakan; Kurrimia paniculata
tasbih tas.bih [n Isl] pembacaan puji-pujian kpd Allah dng mengucap subhanallah 'Mahasuci Allah' atau subhana rabbiyal ?zim (a'la) 'segala kemuliaan bagi Tuhanku Yang Mahabesar (Mahatinggi)' [n] untaian butir manik-manik yg dipakai untuk menghitung ucapan tahlil, tasbih, dsb: -- itu, ada yg 33 dan ada yg 100 butir [n] tanaman hias berbunga besar, pelepah daunnya spt pohon pisang, bunganya beraneka ragam, berwarna merah tua, kuning, berbintik-bintik merah, merah muda, dsb; Canna orientalis
tawasul ta.wa.sul [n] (1) mengerjakan suatu amal yg dapat mendekatkan diri kpd Allah Swt.; (2) memohon atau berdoa kpd Allah Swt. dng perantaraan nama seseorang yg dianggap suci dan dekat kpd Tuhan
teater epik [Sas] teater bergaya antirealistik yg dapat mengundang penonton untuk mengamati tokoh dan watak, bukan untuk mengidentifikasi diri dng mereka
tebok te.bok [v] me.ne.bok v meninju keras-keras; menggocoh; menumbuk: ia ~ dada lawannya [n] alat untuk menampi beras; tampah (nyiru) kecil
tegakan te.gak.an [n] bagian atau contoh yg nyata dr suatu masyarakat tumbuhan, msl tegakan jati dl hutan jati
tegakan plus te.gak.an plus [Hut] pohon terpilih untuk penghasil biji
tegap te.gap [a] (1) kokoh kuat (tt badan); gagah kuat (tt sikap badan): badannya --; (2) ki kuat; kukuh; teguh: -- dan tegas pendiriannya [n] ikan laut, Chirocentrus dorab
teh [n] pohon kecil, tumbuh di alam bebas, daunnya berbentuk jorong atau bulat telur, pucuknya dilayukan dan dikeringkan untuk dibuat minuman (di pabrik dsb); Camellia sinensis
teh hutan tanaman perdu yg tajuknya rapat, padat, dan kuat, biasanya dipakai sbg pagar atau tanaman hias dng membentuknya menjadi pola-pola tertentu, daunnya dapat dimanfaatkan sbg obat penurun panas, penyakit usus, dan gangguan ginjal; Acalyoha siamensis; teh-tehan
tekam te.kam [n] pohon yg kayunya liat dan kuat, sangat baik untuk bahan bangunan; Shorea collina
teki te.ki [n] tumbuhan rumput berdaun pita kecil, umbinya dapat dibuat emping; Cyprus rotundus, banyak macamnya spt: -- bodoh, Kyllinga monocephala
teki sela teki bodoh
teladan te.la.dan [n] sesuatu yg patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tt perbuatan, kelakuan, sifat, dsb); contoh: ketekunannya menjadi -- bagi teman-temannya; ia terpilih sbg pelajar --
tele te.le [v] , ber.te.le-te.le v bercakap-cakap tidak jelas ujung pangkalnya; melantur-lantur; berlarut-larut: penjelasan tersangka ~ ketika ia diinterogasi polisi /tElE/, ber.te.le-te.le a bodoh; kurang akal [n] kain kelambu (tule)
teler te.ler [a] keadaan tubuh tidak normal, lemas tidak berdaya (tt kesadaran syaraf) krn pengaruh obat, msl alkohol
telinga gajah telinga yg lebar; (2) ikan laut; (3) pohon, Macaranga megalophylla
telingkah te.ling.kah [v] ber.te.ling.kah v (1) tidak bersatu hati; berselisih; bercekcok: suami istri itu selalu ~; dua orang tokoh yg senantiasa ~; (2) banyak tingkahnya; banyak akal busuk
tembesu tem.be.su [n] pohon yg kayunya dapat dibuat papan dsb, kebanyakan masuk jenis Fagraea; -- bukit tumbuhan yg kayunya dapat dijadikan papan, Fagraea sororia
tempat makan jangan dibenahi [pb] kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang; jangan berbuat jahat kpd orang yg berlaku baik kpd kita
tempawak tem.pa.wak [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 30 m, diameter batang 70 cm, berbatang tegak, cabang berada agak jauh dr tanah, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan, daunnya berasa masam, digunakan sbg obat sakit gusi, buahnya yg matang digunakan sbg penyedap masakan; Elaeocarpus floribundua; (2) buah tempawak
tempilai tem.pi.lai [n] (1) pohon yg kayunya baik untuk bahan rumah; Urandra corniculata; (2) kayu tempilai
tempinis tem.pi.nis [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan lama, Sloetia elongata, spt -- hitam, -- merah, -- putih; (2) kayu tempinis
tempui tem.pui [n] (1) pohon, kayunya baik untuk bahan rumah dsb, buahnya dapat dibuat arah; Baccaurea macrophylla; (2) buah tempui
tempunai tem.pu.nai [n] (1) pohon yg buahnya spt buah nangka berukuran kecil; mandalika; Atocarpus rigida; (2) buah tempunai
temu duga te.mu du.ga [n] tanya jawab antara yg memberi pekerjaan dan yg memohon pekerjaan dsb; wawancara
tenggayun teng.ga.yun [n] (1) pohon, getahnya beracun, dapat digunakan untuk membunuh tikus dsb; Parartocarpus triandra; (2) getah tenggayun
tengguli teng.gu.li [n] (1) pohon yg daunnya dapat menyebabkan orang mabuk, Cassia fistula; (2) daun tengguli [n] (1) air gula; (2) air tebu yg sudah dimasak; (gula); tetes
tengik te.ngik [a] (1) berbau atau berasa tidak sedap (spt bau minyak kelapa yg sudah lama); berbau busuk: jangan menggoreng dng minyak kelapa yg sudah --; (2) ki jahat, kejam, kasar (tt perbuatan, perkataan, dsb): sikap dan ucapannya yg -- menyebabkan dia dibenci kawan-kawannya [n ] (1) pohon yg berkayu empuk dan getahnya beracun; Antiaris toxicaria; (2) kayu tengik
tengkawang teng.ka.wang [n] (1) pohon yg bijinya mengandung lemak nabati bernilai gizi sbg minyak goreng, digunakan dl industri makanan, sabun, obat-obatan, dan kosmetik; Dipterocarpaceae; (2) biji tengkawang
teori gelombang [Ling] teori yg menyatakan bahwa bahasa yg berkerabat berasal dr pusat yg sama (bahasa induknya tersebar) ke segala penjuru (teori Johannes Schmidt)
tepa te.pa [Jw n] contoh; teladan
terada te.ra.da [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan tahan rayap; Sloetia elongata; (2) pohon yg kayunya kuat, digunakan untuk mebel dan tiang perahu; Diadilum indum; (3) kayu terada
terajam te.ra.jam [v] menanggung siksaan badan; tersiksa; sudah dirajam; sudah menanggung hukuman badan [n] pohon yg akarnya digunakan sbg ramuan obat; akar terajam
teraling te.ra.ling [n] pialing, Psitacula incerta [n] (1) pohon yg kayunya dibuat roda pedati, ramuan rumah, dsb; (2) kayu teraling; Tarrietia simplicifolia
terang te.rang [a] (1) dl keadaan dapat dilihat (didengar); nyata; jelas: terdengar suara lagu yg cukup -- dr arah timur; berita yg disampaikan melalui telepon itu kurang -- terdengar; naskahnya sudah tua, tulisannya tidak -- lagi; (2) cerah; bersinar: stadion Senayan pd malam pertandingan final sepak bola tampak bagaikan siang; bintangnya -- , ki nasibnya baik; mujur; (3) siang hari: krn bangunnya sudah -- , ia terlambat datang di sekolah; (4) bersih (tt halaman atau kebun) krn dibersihkan (disiangi, ditebangi, dsb): pekarangan itu tampak -- sesudah pohon-pohon yg rimbun ditebangi; (5) jernih; bersih (tt udara, langit): malam ini langit -- , kelihatan bintang-bintang bertaburan berkelap-kelip mengelilingi bulan purnama; (6) sah (tt bukti, barang-barang, dsb); sudah tidak meragukan (menyangsikan lagi): mengajukan bukti-bukti yg -- , agar dapat memperkuat gugatan; (7) terbukti (kebenarannya, kesalahannya, dsb): sekarang barulah -- apa kesalahannya; (8) cahaya; sinar: -- matahari; -- lampu
terap te.rap [n] (1) pohon sukun hutan, daunnya lebar-lebar, kayunya sangat cocok untuk bahan rumah krn tahan rayap; Artocarpus blumei; (2) kayu terap [v] ber.te.rap v berukir
terbelintang ter.be.lin.tang [v] terletak melintang: lalu lintas terhalang krn ada pohon kenari tumbang -- di tengah jalan
terentang te.ren.tang [v] (1) sudah direntangkan; terbentang; (2) teralang [n] nama pohon, ada bermacam-macam, spt: -- ayam, Buchaninia arborescens; -- burung, Buchanania sessilifolia; -- putih, Compnosperma auriculatum
teres te.res [n Hut] pemotongan kambium secara melingkar untuk mematikan pohon secara perlahan-lahan
terhempap ter.hem.pap [v] tertindih: kambing itu mati ~ pohon yg tumbang
teriba te.ri.ba [n] tumbuhan yg menyerupai pohon, tetapi tidak terlalu tinggi, kira-kira 1,5-2 m; semak tinggi; Rhinacanthus nasuta
teritik te.ri.tik [n] nama pohon, Parinarium corymbosum [v] ber.te.ri.tik v bertitik-titik
terjerahap ter.je.ra.hap [v] (1) jatuh tertiarap (tertelungkup); terjerembap; (2) roboh dng atap rata di atas tanah (tt rumah)
terkenal ter.ke.nal [v] dikenal atau diketahui umum; termasyhur; tersohor: kemanjuran obat ini telah ~ di seluruh dunia
terliuk-liuk ter.li.uk-li.uk [v] bergerak meliuk-liuk (spt pohon ditiup angin besar dsb)
termakan ter.ma.kan [v] (1) sudah dimakan: padinya habis -- tikus; (2) dapat dimakan: nasi sebanyak itu tidak mungkin -- habis olehnya; (3) tidak sengaja dimakan: kue bagiannya -- temannya; (4) ki dirusakkan; dihabiskan: rumahnya juga -- api; (5) ki dipengaruhi: kita jangan sampai -- oleh berita-berita bohong; (6) ki terserap; masuk: nasihat itu -- di akalnya; pelajaran itu tidak -- olehnya; (7) ki dikenai, dilukai, dsb: dia tidak -- senjata
terpantek ter.pan.tek [v] (1) terpasak; (2) ki tertancap (tt pisau; paku, dsb): tepat di tengah pohon mangga itu ~ sebilah pisau
terpinggirkan ter.ping.gir.kan [v] (1) sudah dipinggirkan; (2) disisihkan dr: suku itu merupakan contoh suku etnis yg ~ oleh percepatan zaman
terpotong ter.po.tong [v] (1) terpenggal; kena potong; (2) sudah dipotong (dipenggal, diputus); (3) kena pengurangan (tt gaji, harga); (4) tidak sengaja sudah digunting (tt bahan pakaian); (5) kena tebang (tt pohon, kayu); (6) teriris (tt roti, daging, dsb); (7) terpendekkan (tt kata, kalimat, nama); (8) terselang (tt perkataan orang)
tersangkut ter.sang.kut [v] (1) terkait; terkena; terjerat: tali layang-layangnya -- pd pohon asam; (2) terlibat (dl suatu perkara): ia -- kasus penipuan; (3) tersangsang: balon itu -- di pohon kayu; (4) terpikat (tt cinta, kasih, dsb): hatinya -- pd gadis cantik itu
tersangsang ter.sang.sang [v] tersangkut: kemarin pagi ditemukan mayat -- pd akar-akar pohon di tepi Sungai Ciliwung
terserah ter.se.rah [v] sudah diserahkan (kpd); pulang maklum (kpd); tinggal bergantung (kpd): hal itu -- kpd Anda; (2) a masa bodoh: usul saya ini diterima atau tidak, -
tersurat ter.su.rat [v] (1) telah ditulis; tertulis: ia maklum apa yg -- dan yg tersirat; (2) telah ditakdirkan: sudah -- rupanya, engkau berjodoh dengannya; (3) eksplisit
tertangkap basah ter.tang.kap basah terpergoki dan tertangkap (tt orang yg sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang): pencopet itu ~ basah ketika sedang merogoh tas seorang ibu
tertumbuk ter.tum.buk [v] (1) terlanggar; tertubruk; terbentur: pot bunga yg bagus itu pecah ~ sepeda motor yg lewat di depan rumahnya; (2) sudah ditumbuk; sudah dilumatkan, dsb: setelah ~ semua gabah yg di dl gudang itu, barulah lega hatiku; (3) tergocoh; terpukul; tertinju: muka orang yg melerai perkelahian itu ~ beberapa kali; (4) terjumpa (pd, dng); tersuntuk; sampai (pd); jatuh di; timbul (tembus; tersembul) di: ~ akal; ~ pandangan
teruntum te.run.tum [n] (1) pohon yg hidup di pantai, kayunya keras, bunganya spt bunga jeruk; Lumnitzera littorea; (2) kayu teruntum; (3) bunga teruntum
terus te.rus [v] (1) lurus menuju ...; langsung pd (arah ke); lantas: kami tidak -- ke kota, tetapi singgah dahulu di perkebunan karet; permohonan itu disampaikan -- kpd kepala kantor; (2) tetap berlanjut: pertempuran itu -- menghebat hingga tengah malam; (3) tidak berhenti-henti: ia berjalan -- siang malam; (4) lanjut: bagaimana -- cerita itu; (5) tidak putus-putus; selalu: harga barang -- membubung; sampai pd hari ini, wajah almarhum yg tenang itu kuingat --; (6) tembus; menembus; melantas: peluru itu masuk -- sampai ke tulang belikat; jalan setapak ini -- ke terowongan yg menuju gudang mesiu; (7) langsung ...; lalu ...: sampai di rumah ia -- tidur; sekali tembak gajah itu -- mati [a] tulen (tidak bercampur atau tidak berlapis): gelang ini emas --
tetes te.tes [n] benda cair (air dsb) yg jatuh menitik krn berat; titik: beberapa -- air matanya menitik dr kedua kelopak matanya; takaran obat itu sekali minum lima -- [n] cairan sisa penghabluran gula; ceng: -- dapat dibuat alkohol
tiang turus tiang atau batang pohon untuk mengukuhkan pagar dsb; (2) ki pelopor; pembesar negeri
tilde til.de [n] tanda ( ~ ) yg digunakan untuk menggantikan sublema yg terdapat dl deskripsi kamus atau dl contoh penggunaannya
timah-timah ti.mah-ti.mah [n] pohon jeruju, Ilex cymosa [n] ikan laut bersisik putih dan halus; selayur; Trichiurus savala
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tindakan subversif tin.dak.an subversif usaha terorganisasi yg bertujuan menumbangkan pemerintah yg sah melalui kekerasan atau bertujuan mengganti pemerintah itu dng cara-cara yg ditandai oleh penggelapan, kebohongan, dan gangguan keamanan
tinggi ting.gi [a] (1) jauh jaraknya dr posisi sebelah bawah: gunung itu --; burung itu terbang --; pohon itu seratus meter -- nya; (2) panjang (tt badan): dia lebih -- dp saya; -- nya, 1,35 m; (3) sudah agak jauh ke atas (tt matahari); sudah hampir tengah hari: matahari telah --; bangunlah, hari sudah --; (4) luhur; mulia: cita-cita yg --; -- budinya; (5) yg sebelah atas (tt tingkatan, pangkat, derajat, mutu, dsb): kelas --; pegawai --; perwira --; perguruan --; sekolah --; (6) sudah lanjut (tt umur); banyak atau mahal (tt harga, nilai, dsb): mencapai usia yg --; ongkos penghidupan di Jakarta sangat --; harga bahan makanan semakin --; (7) sudah maju (tt kecerdasan, peradaban, dsb); sudah jauh pd tingkatan atas (tt pengetahuan, pelajaran, dsb): peradaban yg --; -- kajinya; (8) sombong (tt perkataan, tabiat, dsb): selalu -- cakapnya
tinggi terbawa oleh ruas nya [pb] seseorang yg masih bodoh walaupun sudah besar
tingi ti.ngi [n] (1) pohon sejenis tengar yg kulitnya banyak digunakan untuk bahan perwarna atau soga batik; Ceriops candolleana; (2) kulit kayu tingi
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
tipe ti.pe [n] model; contoh; corak: mereka lebih menyukai -- yg tradisional
tipu ti.pu [n] perbuatan atau perkataan yg tidak jujur (bohong, palsu, dsb) dng maksud untuk menyesatkan, mengakali, atau mencari untung; kecoh: -- dibalas dng --; -- daya
tiru ti.ru [v] me.ni.ru v (1) melakukan sesuatu spt yg diperbuat orang lain dsb; mencontoh; meneladan: anak-anak biasa ~ orang tuanya; (2) berkata (berbunyi) sbg kata (bunyi) orang lain dsb: mula-mula guru berkata "kuda", lalu murid bersama-sama ~ nya; (3) membuat sesuatu yg tidak sejati (tiruan); memalsukan: tidak mudah ~ tanda tangannya
titrimetri tit.ri.met.ri [n Kim] pengukuran volume larutan baku yg setara dng kuantitas contoh
tiup ti.up [v] embus [n] ti.up-ti.up n (1) pohon yg kayunya biasa dibuat papan dsb; Adinandra clumosa; (2) kayu tiup-tiup
tokek to.kek [n] binatang merayap, kulitnya kasap berbintik-bintik, suaranya keras, hidup di rumah (pohon dsb) /tokEk/ ? takik (takuk) [n] kudis (borok) di kepala
tokong to.kong [a] (1) tidak berekor (tt ayam dsb); (2) Sas terpotong rambutnya (tt perempuan sbg hukuman); (3) cak berambut pendek (tt perempuan) [n] pulau kecil yg terjadi dr karang (tidak ada pohonnya) [n] kelenteng; toapekong [n] jendul; tonjol
tolak sumpah hiasan kalung (dokoh); -- tarik saling menolak dan menarik: jauh sebelum muktamar berlangsung, terdengar -- tarik yg cukup keras antara kalangan intelektual dan birokrat
tolol to.lol [a] sangat bodoh; bebal: aku lupa menanyakan nama dan nomor telepon wanita itu, betapa -- nya aku
tong kosong nyaring bunyinya [pb] orang yg bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)
topas to.pas [n] (1) batu permata berwarna macam-macam (kuning, cokelat, kemerah-merahan, tidak berwarna, dsb); (2) Kim aluminium silikat dng berbagai campuran; Al2(S1O4) (OH,F)2 [n Lay] awak kapal yg tugasnya melayani kebutuhan makan dan tempat tinggal awak kapal bawahan yg lain
toyor to.yor [v] , me.no.yor v memukul (dng tangan dsb); menggocoh
transendental tran.sen.den.tal [a] (1) menonjolkan hal-hal yg bersifat kerohanian; (2) sukar dipahami; (3) gaib; (4) abstrak
trembesi trem.be.si [n] (1) pohon yg keras kayunya, Pipturus nicanus; (2) kayu trembesi
trihidrik tri.hi.drik [n] alkohol yg dinyatakan dng tiga gugus OH
trinitas tri.ni.tas [n Kat] tritunggal, keesaan dr tiga bentuk ketuhanan (bapak, putra, dan Roh Kudus dl agama Kristen Katolik)
tuak tu.ak [n] minuman beralkohol yg dibuat dr nira aren (kelapa, siwalan) yg diragikan
tuak keras tuak yg banyak mengandung alkohol
tuak manis tuak yg tidak banyak mengandung alkohol (rasanya manis atau tidak begitu pahit)
tuba tu.ba [n] (1) pohon yg akarnya beracun, dapat memabukkan (meracun) ikan dsb; Derris elliptica; (2) akar pohon tuba; (3) racun ikan (dibuat dr akar tuba), [n] saluran; tabung; tube: -- uterina, saluran uterus
tuhur tu.hur [Lihat {tohor}]
tujah tu.jah [v] , me.nu.jah v menusuk dng tombak atau lembing dsb arah ke bawah; menohok; meradak
tukang tu.kang [n] (1) orang yg mempunyai kepandaian dl suatu pekerjaan tangan (dng alat atau bahan yg tertentu): -- batu, -- besi, -- kayu; (2) orang yg pekerjaannya membuat (menjual, memperbaiki, dsb) sesuatu yg tentu: -- daging (sayur, susu); -- arloji; -- pedati (gerobak, becak); (3) orang yg pekerjaannya melakukan sesuatu secara tetap: -- pangkas (cukur); -- las; -- jahit; -- masak; -- cetak; (4) orang yg biasa suka melakukan sesuatu (yg kurang baik): -- mabuk; -- serobot; -- copet; -- tadah; -- catut; (5) cak ahli (untuk mencemoohkan): -- menciptakan sajak; -- pidato
tuku tu.ku [n] , -- takal tanaman perdu, daunnya digunakan sbg penolak roh jahat, biasanya digantung pd pintu; Baaccaurea wallichii [Lihat {tengku}]
tulang tu.lang [n] (1) rangka atau bagian rangka tubuh manusia atau binatang: ada yg patah -- rusuknya; dl gua itu terdapat tulang-tulang manusia; (2) duri ikan: -- ikan bandeng; ikan sepat banyak -- nya; (3) ki barang yg menyerupai tulang atau rangka: -- daun , -- daing pohon, Milletia atropurpurea; kayu -- pohon, Arytera littoralis atau Memecylon costatum
tumbang tum.bang [v] (1) rebah (tt kayu besar yg terangkat akarnya dsb): pohon satu-satunya tempat bernaung -- krn hujan yg disertai angin kencang itu; (2) ki jatuh; runtuh (tt negara, kekuasaan, dsb): kekuasaan imperialis di Timur Tengah telah -- [Mk n] keladi (pisang, ubi) yg direbus, ditumbuk halus dan dicampur dng gula dan parutan kelapa
tumbuhan inang tum.buh.an inang tanaman yg menjadi tempat hidup dan berkembangnya tumbuhan atau hewan lain sbg parasit, msl pohon mangga sbg inang tumbuhan picisan
tumpak tum.pak [Mk n] (1) kelompok; kumpulan; rumpun (pohon-pohonan, belukar, dsb): -- belukar di seberang sungai itu sudah dipotong; (2) tempat; bidang (yg terdiri atas beberapa bidang kecil)
tumpul tum.pul [a] (1) papak pd ujungnya (tidak runcing); tebal pd bagian yg tajam (tidak tajam); majal: pisau yg amat -- ini tidak dapat dipakai mengiris bawang; ia meraut pensil yg --; dia sedang mengasah pisau yg -- itu; (2) ki tidak mudah mengerti; bodoh: pikirannya sangat --
tumu tu.mu [n] (1) pohon yg kayunya dapat dibuat kasau dsb, Bruguera eriopetala; (2) kayu tumu
tunggul tung.gul [n] (1) pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang; (2) pokok batang yg masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dsb: -- padi; -- jagung; (3) tonggak (untuk menambatkan perahu dsb) [n] bendera; panji-panji: dua orang pembawa -- berjalan kaki di belakang pasukan [ark] me.nung.gul v memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu krn kalah dl berperang; tungkul
tunjang tun.jang [v] , me.nun.jang v (1) menopang (menahan dsb) supaya jangan rebah (condong dsb): bambu yg ~ pagar itu sangat kokoh; (2) membantu kelancaran (usaha dsb) dng uang dsb; menyokong: perlu adanya komunikasi sosial dl usaha ~ pembangunan [n] kaki dr lutut ke bawah; tungkai bawah: panjang -- , panjang kaki [v] me.nun.jang v (1) menendang; menerjang; (2) melanggar; menubruk
tupai tu.pai [n] binatang pengunggis buah-buahan, berbulu halus, berwarna kuning atau cokelat, hidup di atas pohon; bajing, Sciurus [n] (1) tumbuhan, Uraria lagopodioides; ekor tupai; (2) tumbuhan, Ameilena nudiflorum; sarang tupai
tupai-tupai tu.pai-tu.pai [n] sekerat kayu yg dilekatkan (dipakukan) pd tiang, pohon, dsb
tupai-tupaian tu.pai-tu.pai.an [n] golongan binatang pengunggis buah-buahan, biasanya hidup di atas pohon
turi tu.ri [n] pohon berkayu lunak, tingginya mencapai 12 m, daunnya majemuk menyirip, digunakan sbg makanan ternak, bunganya dapat dijadikan sayur, biasa ditanam sbg tanaman pelindung; Sesbania grandiflora [n] cerita (dongeng yg berdasarkan kejadian zaman dahulu dsb di masyarakat Batak)
turinisasi tu.ri.ni.sa.si [n] penghijauan dng pohon turi: -- dianjurkan di desa itu untuk menghijaukan pematang-pematang sawah atau tegalan
turus tu.rus [n] (1) tiang atau tonggak (dr kayu dsb) untuk mengukuhkan pagar (belat, bendungan, dsb); (2) batang pohon untuk tiang pd pagar; (3) batang kayu atau bambu untuk tempat merambat kacang panjang (sirih, lada, dsb) menjalar
turutan tu.rut.an [n] (1) barang apa yg diturut (dicontoh); contoh; teladan; (orang) yg diturut; (2) sesuatu yg berturut-turut; (3) sesuatu yg turut (ikut); (4) Juz Amma
tusam tu.sam [n] (1) pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 60 m, dan garis penampang 1 m, kulitnya bergetah sangat lekat, digunakan sbg bahan terpentin, daunnya berbentuk jarum-jarum kaku, semula ditemukan di Sumatra Utara, kini banyak ditanam di seluruh Indonesia; Pinus merkusii; (2) kulit tusam
ubang , meng.u.bang ark v menakuk pohon (batang kayu) yg akan ditebang
ubar [n] (1) pohon yg kulitnya dijadikan bahan pewarna untuk mencelup jala, jaring, dsb; Eugenia cymosa; (2) bahan pewarna (cat) dr kulit ubar; (3) Mk cat [ark v] , meng.u.bar v mengorak (membuka) barang yg tergulung (layar dsb)
ubi kayu singkong; ketela pohon
udik [n] sungai yg sebelah atas (arah dekat sumber); (daerah) di hulu sungai: perahu yg ke -- harus didayung; (2) n desa; dusun; kampung (lawan kota): setiap Lebaran banyak orang Jakarta pulang ke --; (3) a ki kurang tahu sopan santun; canggung (kaku) tingkah lakunya; bodoh: masih -- benar orang ini
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
uduh [Lihat {odoh}] [Mk n] ramuan obat yg dipakai sbg penangkal (dipasang di kebun dsb supaya pencuri tidak dapat masuk)
ugal-ugalan ugal-ugal.an [a] kurang senonoh (kasar) dl bertingkah laku; kurang ajar; nakal: banyak pengendara sepeda motor yg suka -- di jalan umum
uir-uir [n] serangga yg lebih besar dp kumbang, bersayap ganda, suka hinggap pd pohon-pohon dan berbunyi nyaring (lebih nyaring dp suara jangkrik)
ujian kesehatan uji.an kesehatan [Adm] pemeriksaan dan penilaian kesehatan (baik jasmani maupun rohani)
ujung atap [Bot] pohon kecil, kayunya kuat, kokoh, berwarna merah tua, daunnya dapat direbus untuk obat demam dan lelah; Baeckea frutescens
ular [n] binatang melata, tidak berkaki, tubuhnya agak bulat memanjang, kulitnya bersisik, hidup di tanah atau di air, ada yg berbisa ada yg tidak [n] kayu -- pohon kayu ular; Strychnos lingustrina
ular jelutung ular yg bagian punggungnya berbintik-bintik kehijau-hijauan dng sebaris bintik merah, dapat melayang dr pohon sejauh 20 m; ular emas; Chrysopelea paradisi
ulin [n] (1) pohon yg tinggi, kayunya berat, kuat dan sangat awet, dipakai untuk bangunan rumah (tiang listrik, telepon, dsb), banyak tumbuh di Sumatra, Malaysia, dan Kalimantan; kayu besi; Eusideroxylon zwageri; (2) kayu ulin
umbi um.bi [n] (1) akar yg menjadi besar dan berisi (wortel, ketela, dsb): wortel adalah sayuran yg termasuk kelompok --; (2) pangkal batang yg menjadi besar dan berisi yg dapat dimakan (spt talas, keladi); (3) pangkal batang pohon berdaun tunggal (spt pd kelapa dan pisang); (4) pokok akar (dr batang) yg lurus menghunjam ke dl tanah; akar umbi; (5) bagian pasak (pancang, tiang, dsb) yg tertanam di tanah [Lihat {umbuk}]
umbi akar akar yg menjadi umbi (spt ketela pohon), tidak dapat menumbuhkan tunas
umbut kelapa pangkal pucuk kelapa yg belum berkembang di puncak pohon
umpama um.pa.ma [n] (1) yg menjadi contoh (persamaan, perbandingan) dng yg lain-lain; (2) adv cak sama halnya dng; bagaikan; seakan-akan (seumpama): aku ini -- burung dl sangkar; (3) yg diandaikan (bukan hal yg sebenarnya): ini baru -- saja, jadi belum benar-benar ada
upas [n] (1) racun dr tumbuh-tumbuhan; (2) pohon yg beracun; Antiaris toxicaria [Lihat {opas}]
urang ? orang [n] (1) pohon, kayunya keras, Erythroxylon cuneatum; (2) kayu urang
uskup us.kup [n Kat] rohaniwan Katolik, Anglikan, Lutheran, atau Yunani Ortodoks yg kedudukannya lebih tinggi dp imam, yg mempunyai hak memberi sakramen penguatan dan menahbiskan imam, dan yg bertugas mengorganisasi pekerjaan dan tugas gereja dl wilayah tertentu; biskop
Venus Ve.nus [n] (1) dewi cinta dan kecantikan, lambang daya cipta yg menopang segala kehidupan bagi bangsa Romawi; (2) planet ke-2 dr matahari; bintang barat; bintang fajar; bintang kejora; bintang timur; bintang zohrah
verba telis verba yg menggambarkan perbuatan yg tuntas, msl verba menebang pohon yg berbeda dng sedang menebang dl kalimat Mereka sedang menebang pohon yg merupakan verba jenis ini
virus vi.rus [n] (1) mikroorganisme yg tidak dapat dilihat dng menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dng menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, spt cacar, influenza, dan rabies; (2) program ilegal yg dimasukkan ke dl sistem komputer melalui jaringan atau disket sehingga menyebar dan dapat merusak program yg ada vi.sa n izin (persetujuan) memasuki negara lain atau tinggal sementara di negara lain yg berwujud cap dan paraf yg dibubuhkan oleh pejabat perwakilan negara yg bersangkutan pd paspor pemohon
vista vis.ta [n] (1) pemandangan (dr ujung jalan yg kanan kirinya berpohon); (2) rangkaian kejadian (pemandangan dsb)
volt [n] (1) El satuan potensial listrik yg diperlukan untuk mengalirkan satu ampere arus listrik melalui rintangan satu ohm; (2) satuan potensial motor listrik (diberikan menurut nama penemunya Allessandro Volta, orang Italia, hidup tahun 1745-1827)
wajah wa.jah [n] (1) bagian depan dr kepala; roman muka; muka: ketika aku datang tampak -- ibunya berseri-seri; (2) tokoh (pemain dsb): -- baru; (3) ki apa-apa yg tampak lebih dulu: Jakarta adalah -- Indonesia; (4) gambaran; corak: -- remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi dng banyak yg terlibat penggunaan obat terlarang
walikukun wa.li.ku.kun [n] pohon, Actinophora buurmani
wambrau wam.brau [n] angin yg kering dan panas (biasanya terjadi di Irian Jaya): angin -- di Eropa disebut angin Fohn
waras wa.ras [a] (1) sembuh jasmani; sehat; (2) sehat rohani (mental, ingatan): kematian anaknyalah yg menyebabkan ibu itu menjadi kurang --
waru wa.ru [n] pohon yg tumbuh di tempat yg lembap, warnanya biru keabu-abuan, ukurannya tidak besar, dipakai sbg pohon peneduh, kulit bagian dalam sangat ulet, baik dipakai untuk bahan tali; Hibiscus tiliaceus
watang wa.tang [Jw n] pohon kayu; batang
wayang wa.yang [n] (1) boneka tiruan orang yg terbuat dr pahatan kulit atau kayu dsb yg dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dl pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dsb), biasanya dimainkan oleh seseorang yg disebut dalang; (2) pertunjukan wayang (selengkapnya); (3) ki pelaku (yg hanya sbg pelaku, bukan sbg perencana); orang suruhan yg harus bertindak sesuai dng perintah orang lain: penembak calon presiden itu hanya -- bukan dalangnya; (4) bayang-bayang
widoro wi.do.ro [n] pohon yg cairannya diisap oleh sejenis serangga yg menghasilkan bahan lak (dr kotoran serangga tsb)
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
wiski wis.ki [n] minuman keras dng alkohol berkadar tinggi: dia kuat minum -- berseloki-seloki tanpa menjadi mabuk
wujud wu.jud [n] (1) rupa dan bentuk yg dapat diraba; (2) adanya sesuatu; (3) benda yg nyata (bukan roh dsb) [n] maksud; tujuan
yang [p] kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yg berikut diutamakan atau dibedakan dr yg lain: orang -- baik hati; (2) p kata yg menyatakan bahwa bagian kalimat yg berikutnya menjelaskan kata yg di depan: dijumpainya seorang pengemis -- sedang berteduh di bawah pohon asam itu; (3) pron kata yg dipakai sbg kata pembeda: -- kaya sama -- kaya, -- miskin sama -- miskin; (4) kl p adapun; akan: -- hamba ini diperanakkan di Malaka juga; (5) p cak bahwa: saya pun percaya -- Adinda kasih juga akan Kakanda [ark n] yang-yang n dewa
yg enggang sama enggang juga [pb] lebih baik berkumpul (berjodoh dsb) dng orang yg sama derajatnya (tingkatannya)
yg pipit sama pipit [pb] bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing; persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya
yoga yo.ga [n] (1) sistem filsafat Hindu yg bertujuan mengheningkan pikiran, bertafakur, dan menguasai diri; (2) senam gerak badan dng latihan pernapasan, pikiran, dsb untuk kesehatan rohani dan jasmani
yute yu.te [n] (1) tumbuhan yg serat kulit pohonnya dibuat bahan karung dsb; goni; rami; Corchorus capsularis; (2) serat yute
zaitun zai.tun [n] (1) tumbuhan perdu, pohonnya berwarna hijau, tumbuh di daerah Laut Tengah, Kalifornia, dipakai sbg bahan penghasil minyak zaitun; Olea europaea; (2) buah zaitun; (3) minyak zaitun
zakum za.kum [n Isl] pohon dl neraka yg buahnya menjadi makanan penghuni neraka
Zuhara Zu.ha.ra [Lihat {Zohrah}]

Jika informasi mengenai "oh" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas