Arti kata/frase "odoh" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/odoh

Halaman ini menjelaskan kata atau frase odoh menurut KBBI Edisi III

odoh: o.doh [a] (1) jelek; buruk; keji; (2) bodoh sekali

Lebih lanjut mengenai odoh

odoh terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 195 kata terkait yakni sebagai berikut:

odoh o.doh [a] (1) jelek; buruk; keji; (2) bodoh sekali
biro jodoh badan usaha jasa untuk menjodohkan pria atau wanita
bodoh diri pura-pura bodoh; berlagak bodoh
bodoh-bodoh sepat [pb] meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yg baik dan mana yg buruk untuk dirinya
kebodohan ke.bo.doh.an [n] (1) sifat-sifat bodoh; ketidaktahuan; (2) kekeliruan; kesalahan
kemasabodohan ke.ma.sa.bo.doh.an [n] perihal masa bodoh
membodohkan mem.bo.doh.kan [v] (1) membiarkan bodoh (tidak berpengetahuan dsb): penjajah sengaja -- rakyat supaya dapat diperalat untuk kepentingan mereka; (2) menganggap (memandang) bodoh: ia sering -- teman sejawatnya; (3) menipu; mengakali: polisi gadungan itu telah berhasil -- beberapa toko
memperbodoh mem.per.bo.doh [v] membodohkan
memperjodohkan mem.per.jo.doh.kan [v] menjodohkan
mempertemukan jodoh mem.per.te.mu.kan jodoh mengawinkan
pembodohan pem.bo.doh.an [n] proses, cara, perbuatan membodohkan
penjodoh pen.jo.doh [n] yg menjodohkan
perjodohan per.jo.doh.an [n] perihal jodoh atau menjodohkan; perkawinan
sakit lodoh penyakit tumbuhan yg disebabkan oleh sejenis jamur sehingga mengakibatkan tumbuhan tsb lodoh
berjodoh ber.jo.doh [v] (1) cocok bersuamikan (beristrikan) dengan; (2) kawin
bersikap masa bodoh [pb] tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain
bodoh bo.doh [a] (1) tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb): anak ini -- benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; (2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah; (3) cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --
jodoh jo.doh [n] orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --; (2) n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana -- sepatu ini; (3) a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak --
lodoh lo.doh [a] menjadi lunak sekali krn busuk atau terlampau ranum (tt buah dsb); bonyok
masa bodoh ma.sa bo.doh [a] kata afektif untuk menyatakan tidak senang hati; terserahlah; sesukamulah: begini tidak mau, begitu tidak mau, --; (2) v tidak peduli apa-apa; tidak memperhatikan sama sekali; acuh tak acuh: tt pendidikan anaknya ia -- saja
memasabodohkan me.ma.sa.bo.doh.kan [v] bersikap tidak peduli: dia agak -- persoalan di sekelilingnya
menjodohkan men.jo.doh.kan [v] menjadikan dua hal (orang, barang) sbg pasangan; mengusahakan (menjadikan) bersuami istri; mengawinkan
sejodoh se.jo.doh [n] sepasang
ahmak ah.mak [a kl] bodoh; kurang pikir: orang --; pikiran yg --
amprung am.prung, am.prung-am.prung.an [Jk a] (1) selalu tidak sungguh-sungguh; (2) selalu masa bodoh; (3) kurang bertanggung jawab
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
apati apa.ti [n] ketiadaan perasaan, emosi, minat; sikap tidak acuh; sikap masa bodoh
apatis apa.tis [a] acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh: kita tidak boleh bersikap -- thd usaha pembangunan Pemerintah
asam di darat [pb] laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya
babat ba.bat [v] tebas [n] (1) golongan yg sama jenisnya (keadaannya); (2) pasangan (jodoh dsb) yg seimbang atau setara [n] (1) perut besar pd binatang memamah biak (spt lembu, kerbau); (2) daging perut besar: soto -- [Mk v] mem.ba.bat v membebat
bagai buntal kembung [pb] bodoh dan sombong
bagai dientak alu luncung [pb] dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
bagai membakar tunam basah [pb] hal mengajar anak yg bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bagai tanduk bersendi gading [pb] jodoh yg tidak sepadan
bakero ba.ke.ro [a] bodoh (makian dl bahasa Jepang)
bambung bam.bung [Jw a] bodoh; pandir
bambungan bam.bung.an [n] orang yg berkeliaran (bergelandangan) krn bodoh dsb
bebal be.bal [a] sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh
bego be.go [a cak] sangat bodoh; tolol: ia selalu berlagak -- , pura-pura tidak mengerti
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam [pb] sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
belalang hendak menjadi elang [pb] orang bodoh (hina) berlaku spt orang pandai (terhormat)
beloh be.loh [ark a] bodoh; dungu; tolol
beloon be.lo.on [a cak] bodoh; tolol; dungu
benak be.nak [n] (1) isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yg sudah matang sbg persediaan pengganti sel dan butir darah yg rusak; sumsum; (2) isi kepala; otak; (3) ki pikiran; belum terbayang dl -- saya, bagaimana memecahkan persoalan itu [a] (1) berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tt mata uang); bengap; (2) ki sukar mengerti; bodoh
berani sendok pengedang [pb] perihal orang berani, tetapi bodoh
berat kepala tidak mudah mengerti; sukar menerima pelajaran; bodoh
berbaja ber.ba.ja [v] berlapis baja; bercampur baja; jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul, pb anak yg dungu, makin diajar semakin bodoh
berbenak ber.be.nak [v] (1) berotak; (2) pintar: tidak -, ki bodoh sekali
berilmu lintabung ber.il.mu lintabung [ki] bodoh, tetapi sombong
berkata-kata dng lutut [pb] berkata-kata dng orang bodoh
berkekalan ber.ke.kal.an [v] hingga lama sekali (tetap selama-lamanya): semoga perjodohan mereka ~ dan membawa kebahagiaan
berpasang ber.pa.sang [v] merupakan pasang-pasangan; berdua-duaan (sejodoh, selengkap, seperangkat, sesetel): mereka duduk ~
berpasang-pasang ber.pa.sang-pa.sang [num] (1) beberapa pasang (jodoh, set, perangkat): ~ sandal; ~ pakaian; (2) berdua-dua; sepasang-pasang: menari ~; berjalan ~
bersaksi ke lutut [pb] (1) menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara; (2) minta nasihat kpd orang bodoh
bersikap ber.si.kap [v] (1) berdiri tegak (bersiap): setelah sampai di hadapan komandan, mereka -; (2) mengambil sikap (pendirian): -- masa bodoh, berbuat tidak peduli thd apa yg akan terjadi menimpa dirinya dsb
bertelinga lembut ber.te.li.nga lembut [ki] (1) kurang pandai; bodoh; (2) suka menolong; pemurah
bertemu ruas dng buku ber.te.mu ruas dng buku [pb] sudah jodohnya (seorang laki-laki dng perempuan)
besar cakap suka membual; sombong: -- gabuk 1 besar, tetapi tidak padat dan tidak berat; (2) besar badannya, tetapi masih bodoh (tt anak)
bilang bi.lang [v] ber.bi.lang v (1) menghitung: -- untung; (2) beberapa: -- kali; -- ratusan (ribuan); -- sen (rupiah); (3) perhitungan [v cak] berkata; mengatakan: siapa -- ia anak yg bodoh
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bongak bo.ngak [a] sombong; congkak; angkuh [a] bohong; dusta [Mk a] bodoh
buruk muka cermin dibelah [pb] menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yg salah, bodoh, dsb [pb] krn aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan [pb] krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan
buruk-buruk embacang ( embacang buruk kulit) [pb] kelihatannya tidak baik (bodoh dsb), tetapi sebenarnya baik sekali (pandai)
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
comblang com.blang [Jk n] (1) orang yg menghubungkan laki-laki dan perempuan dl perjodohan atau percintaan; (2) muncikari; jaruman
cuek cu.ek [a cak] masa bodoh; tidak acuh
dasar da.sar [n] (1) tanah yg ada di bawah air (tt kali, laut, dsb): ia berhasil menyelam sampai ke -- laut; (2) bagian yg terbawah (tt kuali, botol, dsb) yg di sebelah dalam ataupun yg di sebelah luar: isi botol itu tinggal 1 cm dr -- nya; (3) lantai: rumah papan -- nya ubin; (4) latar (warna yg menjadi alas gambar dsb): gambar bulan sabit putih pd -- warna hijau; (5) lapisan yg paling bawah: meni dipakai sbg cat --; (6) bakat atau pembawaan sejak lahir: tidak ada -- dagang padanya; (7) alas; fondasi: gotong royong adalah -- masyarakat Indonesia; (8) pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan); asas: apa yg akan dijadikan -- pembicaraan kita nanti; tindakan itu bertentangan dng -- demokrasi yg sebenarnya; (9) cak memang begitu (tt adat, tabiat, kelakuan, dsb): -- pencuri, di mana pun tetap juga mencuri; -- miliknya, walaupun sudah dua hari hilang akhirnya ditemukan juga; (10) Ling bentuk gramatikal yg menjadi asal dr suatu bentukan [p] memang: -- bandel biar sudah diberi tahu masih bersikap masa bodoh
dientak alu luncung [pb] dikalahkan oleh orang bodoh
dogol do.gol [a] (1) tidak bertanduk (tt lembu dsb); (2) tidak berbalung (tt ayam): ia lari bagai ayam -- [a] bodoh: dia memang -- , dua tambah dua saja tidak tahu [n] jendul
domot do.mot [a] dungu; bodoh: dasar -- , sudah berulang-ulang diterangkan tetap saja tidak mengerti
dua-duanya du.a-du.a.nya [num] keduanya: ~ bodoh
dungu du.ngu [a] sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh
egalitarianisme ega.li.ta.ri.an.is.me [n] (1) doktrin atau pandangan yg menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat; (2) asas pendirian yg menganggap bahwa kelas-kelas sosial yg berbeda mempunyai bermacam-macam anggota, dr yg sangat pandai sampai ke yg sangat bodoh dl proporsi yg relatif sama
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
enteng en.teng [a] (1) tidak berat timbangannya; ringan: meja ini -- , dapat saya angkat sendiri; (2) tidak perlu diperhitungkan; remeh: kesalahannya ialah bahwa ia menganggap -- lawannya; (3) ki tidak sukar; mudah: tugas yg tidak -- ini harus kita selesaikan bersama; -- jodoh mudah dan cepat mendapat atau memperoleh jodoh: ia termasuk gadis yg -- jodoh
garam di laut [pb] laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya
geblek geb.lek [a kas] bodoh sekali; bebal
gemblung gem.blung [Jw a] setengah gila; bandel; bodoh
goblok gob.lok [a] (1) bodoh sekali: -- engkau! masa lima ditambah lima saja tidak tahu; (2) Sd kas tuli
hamik ha.mik [a] kurang, rusak ingatan; bodoh
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
hujan berbalik ke langit [pb] orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kpd orang yg lemah (bodoh, miskin, dsb)
idiosi idi.o.si [n] (1) ketololan; kebodohan; (2) perbuatan yg bodoh
ikan di laut [pb] biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga
ilmu lintabung [ki] bodoh tetapi sombong (tt seseorang) [ki] orang yg bodoh tetapi sombong
imbesil im.be.sil [a Psi] (1) dl keadaan mempunyai kecerdasan berpikir yg sangat rendah pd orang dewasa (IQ sekitar 40-60); (2) dungu; bodoh sekali
jahil ja.hil [a] (1) bodoh; tidak tahu (terutama tt ajaran agama): para ulama berkewajiban menuntun golongan -- dan bebal; (2) cak jail
jahil murakab amat bodoh
jahiliah ja.hi.li.ah [n] kebodohan
kawin-mawin ka.win-ma.win [n] (1) berbagai-bagai urusan perjodohan (pernikahan); (2) pertalian (sanak) krn perjodohan (perkawinan dsb)
kebebalan ke.be.bal.an [n] kebodohan
kedogolan ke.do.gol.an [n] kebodohan: krn ~ nya ia celaka
kedunguan ke.du.ngu.an [n] kebodohan; kebebalan
kegilaan ke.gi.la.an [n] (1) sifat (keadaan, perihal) gila; (2) kegemaran (keasyikan, kesukaan) yg berlebih-lebihan; (3) sesuatu yg melampaui batas; (4) kebodohan, kesalahan (dng sengaja); (5) ketidakberesan; kericuhan; kekacauan: dr ~ ini aku mengharapkan suatu kebaikan
kegoblokan ke.gob.lok.an [n cak] kebodohan
kehampaan ke.ham.pa.an [n] (1) kekosongan; (2) ki kebodohan; (3) ki kekecewaan: tempat itu ditinggalkannya dng ~
kejahilan ke.ja.hil.an [n] (1) kebodohan; (2) kejailan
kekejian ke.ke.ji.an [n] perihal yg bersifat, berciri keji; perbuatan (kelakuan dsb) yg keji; keburukan; kehinaan: keseluruhan tingkah lakunya memancarkan ~ , ketamakan, kebodohan, dan kekejaman
kelalaian ke.la.lai.an [n] sifat (keadaan, perbuatan, dsb) lalai: kesalahan itu bukan krn kebodohan, melainkan krn ~ semata-mata
kelamin ke.la.min [n] (1) jodoh (laki-laki dan perempuan atau jantan dan betina); sepasang; (2) sifat jasmani atau rohani yg membedakan dua makhluk sbg betina dan jantan atau wanita dan pria; (3) jenis laki-laki atau perempuan; genus; (4) alat pd tubuh manusia, binatang, dsb untuk mengadakan keturunan; kemaluan; genitalia
keledai ke.le.dai [n] (1) binatang berkuku satu, mirip kuda kecil, bertelinga panjang dng ekor yg hanya pd ujungnya berbulu; (2) ki orang bodoh
keledai hendak dijadikan kuda [pb] orang bodoh hendak disamakan dng orang pandai
kepala angin [cak] bodoh; tidak berakal
kepala berat [ki] tumpul pikiran; tidak cepat menangkap (pelajaran dsb); sukar untuk mengerti; agak bodoh
kepala udang [ki] bodoh; tolol
kepandiran ke.pan.dir.an [n] kebodohan; kebebalan
kerbau ker.bau [n] (1) binatang memamah biak yg biasa diternakkan untuk diambil dagingnya atau untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati), rupanya spt lembu dan agak besar, tanduknya panjang, suka berkubang, umumnya berbulu kelabu kehitam-hitaman; Bos bubalus; (2) ki orang bodoh
keropos ke.ro.pos [a] (1) tidak ada isinya (tt kelapa dsb); tidak bernas (tt padi, biji-bijian); (2) lapuk di dalam (tt kayu); (3) lapuk krn berkarat (tt besi, logam, dsb); (4) ki bodoh; tidak mempunyai pikiran; lemah; keropok
ketololan ke.to.lol.an [n] kebodohan; kebebalan
ketul ke.tul [n] sebanyak isi tangan terkepal (tt nasi, tanah, dsb); gumpal; kepal [a] berkerut tegang (tt otot-otot, urat) [Jw a] (1) tumpul; (2) ki bodoh; kurang cerdas [n] tulang muda
konkuisnador kon.ku.is.na.dor [Prt n] perampas negeri: sbg -- , negara itu hanyalah membawa kesengsaraan dan kebodohan bagi rakyat setempat
kunyuk ku.nyuk [Jk n] (1) kera kecil; monyet; (2) kas orang bodoh (tidak tahu adat)
kurang pikiran kurang pandai; bodoh
larap la.rap [a] laku; laris [v] me.la.rap.kan v mengulurkan tali [n] jodoh
litotes li.to.tes [n] pernyataan yg memperkecil sesuatu atau melemahkan, dan menyatakan kebalikannya, msl untuk mengatakan pandai digunakan ungkapan tidak bodoh
lompong lom.pong [a] (1) kosong; hampa; (2) ki bodoh [n] -- sagu kue dibuat dr sagu dan pisang masak yg dibungkus dng daun rumbia, kemudian dipanggang [Jw n] talas
lonyok lo.nyok [a] lodoh kena api atau siraman air panas
makcomblang mak.com.blang [Jk n] perantara pencari jodoh; perantara yg menghubungkan atau mempertemukan calon suami istri
malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing) [pb] tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh
manusia tertarik oleh tanah airnya [pb] orang yg berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yg bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi
mata betung buta huruf; bodoh
memasangkan me.ma.sang.kan [v] menjadikan sepasang (dng); menjodohkan [v] (1) memasang sesuatu untuk orang lain: Ayah ~ bendera tetangga; (2) mengenakan sesuatu pd: nona itu ~ sepatu adiknya
memble [v cak] (1) terkelepai ke bawah (tt bibir); (2)bodoh; dungu
memerintahi me.me.rin.tahi [v] (1) memberi perintah kpd: kerjanya hanya ~ jongos-jongos; (2) membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai dp ~ orang bodoh; Raja Palembang yg bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu
memongahi me.mo.ngahi [v] memperbodohi (menipu, mengakali): jangan suka ~ orang desa
mempersetan mem.per.se.tan [v] (1) menyumpah dng mengucapkan setan: orang tuanya -- anaknya; (2) tidak mengindahkan; memasabodohkan: ia -- nasihat orangtuanya
mempertalikan mem.per.ta.li.kan [v] (1) mengikat menjadi satu: mereka ~ semua tawanan itu sebelum diseret ke markas; (2) menjalin-jalinkan; memperhubungkan: jangan ~ perkara itu dng urusan pribadimu; (3) menghubungkan: urat saraf yg ~ otak dng mata; dilaluinya kampung yg ~ Kota Serang dng Pandeglang; (4) menjodohkan: ia hendak ~ anak gadisnya dng pemuda itu; (5)menjadikan bertali
menara gading tempat atau kedudukan yg serba mulia, enak, dan menyenangkan; (2) tempat untuk menyendiri, msl tempat studi, yg memberi kesempatan untuk bersikap masa bodoh thd hal-hal yg terjadi di sekitarnya
mengaku meng.a.ku [v] (1) menyatakan (menganggap) dirinya (pandai, kaya, dsb): pemuda itu ~ (dirinya) bodoh; (2) membenarkan (tuduhan dsb thd dirinya): pencuri itu sudah ~; (3) menerima dan menyatakan (bahwa dirinya salah, keliru, dsb): ia ~ salah; (4) menanggung (akan): siapa yg ~ biayanya; (5) menyanggupi: ia pun ~ bunyi perjanjian itu; (6) menganggap (sbg): ~ anak; ~ bapak; (7) cak selalu menceritakan diri sendiri; memegahkan diri; membanggakan diri: di mana-mana ia selalu ~ saja
mengecekkan me.nge.cek.kan [v] (1) mempergunjingkan; mempercakapkan: orang itu suka -- orang lain; (2) menyombongkan (kekayaan, kelebihan, dsb): tanpa disadarinya dia hanya ~ kebodohannya
mengelite meng.e.lite [v] menjadi elite: organisasi kemasyarakatan itu kini cenderung ~ dan terpisah dr massa umat yg terbelakang, miskin, dan bodoh
menjahili men.ja.hili [v] membodohi
menyandingkan me.nyan.ding.kan [v] (1) mendampingkan; mendudukkan agar bersanding (berdekatan): sebelum upacara akad nikah, penghulu itu -- kedua mempelai; (2) mempertemukan; menjodohkan: ibu itu mau -- gadisnya dng pemuda yg masih famili
merasi me.ra.si lihat raras [v] meramalkan nasib, jodoh seseorang dng menilik perhitungan bintang kelahiran (mimpi dsb)
minyak habis sambal tak enak [pb] dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dl perjodohan anak dng menantu
naif na.if [a] (1) sangat bersahaja; tidak banyak tingkah; lugu (krn muda dan kurang pengalaman); sederhana: gambar-gambar -- penuh menghiasi dinding kamarnya; (2) celaka; bodoh; tidak masuk akal: -- nya, kerugian sebanyak itu hanya diganti sepertiga
ongok [Mk a] bodoh; tolol
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
otak udang [ki] sukar mengerti; bodoh; (2) pohon medang melukut; bengkaras, Norrisia malaccensis
pandir pan.dir [a] bodoh; bebal
pasangan pa.sang.an [n] (1) yg selalu dipakai bersama-sama sehingga menjadi sepasang: mana ~ sepatu ini?; (2) seorang perempuan bagi seorang laki-laki atau seekor binatang betina bagi seekor jantan atau sebaliknya: mana ~ menarimu?; (3) salah satu dr dua organ tubuh yg berpasangan; (4) yg merupakan pelengkap bagi yg lain: mana ~ baju ini?; (5) Ling huruf penanda konsonan yg ditulis untuk menutup konsonan lain di depannya [n] (1) barang apa yg dipasang; (2) petaruh (dl perjudian); (3) hasil memasang; (4) kayu yg diletakkan di tengkuk lembu untuk menarik pedati; (5) yg menjadi padanannya (jodohnya, teman bermainnya, dsb); partner
pasangan hidup pa.sang.an hidup suami atau istri; (2) jodoh
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
perahu papan bermuat intan [pb] sesuatu yg tidak layak diperjodohkan
persetan per.se.tan [p] (1) jahanam: -- , aku tidak peduli larangan itu; (2) kata seru untuk menyatakan tidak mau tahu lagi; masa bodoh; tidak peduli: -- kata teman-teman mahasiswa bahwa aku ini banci
pertemuan per.te.mu.an [n] (1) perbuatan (hal dsb) bertemu; perjumpaan; (2) tempat bertemu (berkumpul dsb): balai ~; ia sedang pergi ke ~; (3) perkumpulan (spt rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; (4) pergaulan; (5) perjodohan; perkawinan
pijat-pijat menjadi kura-kura pi.jat-pi.jat menjadi kura-kura [pb] orang hina (bodoh) yg menjadi orang besar
pikiran tumpul pi.kir.an tumpul bodoh
pilon pi.lon [Jk a] tidak tahu apa-apa; tidak tahu-menahu; bodoh: berlagak -- , pura-pura tidak tahu; pura-pura bodoh
pongah po.ngah [a] sangat sombong atau angkuh (baik perbuatan maupun perkataan); congkak [Jk a] bodoh; dungu
promiskuitas pro.mis.ku.i.tas [n] perilaku perkawinan dng tidak membatasi pd satu jodoh saja; hubungan seksual antara sejumlah pria dan wanita tanpa ada aturan yg mengikat
punggung parang sekalipun jika selalu diasah [pb] sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga
pusung pu.sung [Mk a] tolol; bodoh: -- , engkau percaya kpd kabar angin
responsif res.pon.sif [a] cepat (suka) merespons; bersifat menanggapi; tergugah hati; bersifat memberi tanggapan (tidak masa bodoh)
safih sa.fih [a] gila; bodoh; (2) n pemboros
salah bebal kekhilafan (kekeliruan, kesalahan) krn kedunguan (kebodohan)
sandingan san.ding.an [n] imbangan; jodoh: gadis itu belum menemukan -- yg diidamkannya
santung pelalai guna-guna yg menyebabkan gadis tidak dapat menemukan jodoh atau tidak mau menikah
sbg garam dng asam [pb] sudah sesuai benar (tt pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh
seidas bagai benang se.i.das bagai benang, sebentuk bagai cincin [pb] dua orang yg sejodoh benar
sekelamin se.ke.la.min [n] sejodoh (suami istri); sepasang (jantan betina)
selarap se.la.rap [n] sejodoh
sempit akal kurang cerdik [ki] kekurangcerdikan; kebodohan
sepasang se.pa.sang [n] satu pasang (sejodoh, selengkap, sesetel); (2) a sepadan (dng); cocok (dng), sesuai (dng): pakaiannya ~ benar dng badannya; (3) a merupakan pasangan atau selengkap (seperangkat): kuda ini ~ dng kuda itu; subang ini ~ dng itu
serigala berbulu domba [pb] orang yg kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang
serumpu se.rum.pu, serumpu telinga bodoh [n] tumbuhan, Crypteronia griffithii
setelan se.tel.an [n] (1) selengkap pakaian (celana dan baju); (2) seperangkat (cangkir, kain, dsb); (3) cak pasangan; jodoh; bagian sesuatu (perkakas) [n] (1) putaran (arloji dsb); tombol (radio dsb); (2) hasil menyetel; cara menyetel
setimpal se.tim.pal [a] (1) seimbang; sebanding; sepadan: ia mencarikan anaknya jodoh yg ~ dng derajatnya; semoga engkau mendapatkan pahala yg ~ dr Allah Swt.; hukumannya ~ dng kejahatannya; (2) sesuai; layak: ukuran rumah ini tidak ~ apabila digunakan untuk perkantoran; gajinya sudah ~
sial si.al [a] (1) tidak mujur dan segala usahanya selalu tidak berhasil (spt sukar mendapat rezeki, sukar mendapat jodoh): -- benar ia hari ini; membawa -- (kpd), menyebabkan tidak mujur
silengah si.le.ngah [Mk a] ber.si.le.ngah a bersifat masa bodoh; lengah; tidak perduli apa-apa
singkat akal [ki] bodoh; picik; mudah putus asa
sontok son.tok [Mk a] pendek; singkat: -- akal (pikiran), bodoh; picik [Jw v] me.nyon.tok v menumbuk; menggocoh [Lihat {suntuk}]
sontoloyo son.to.lo.yo [p cak] konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sbg kata makian)
spt kepiting tidak tahu bungkuknya (sbg udang tak tahu bungkuknya) [pb] orang yg tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya
spt kerbau dicocok hidung [pb] selalu menurut saja krn kebodohannya [pb] menurut saja
spt tudung saji dng delamak nya [ki] sudah jodohnya atau sehidup semati (tt suami istri)
tabuhan meminang anak labah-labah [pb] tidak seimbang (tt perjodohan)
tak acuh (acuh tak acuh) tidak peduli; tidak mau tahu; masa bodoh; tidak menaruh perhatian
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
tandingan tan.ding.an [n] (1) yg seimbang (sebanding, sama) dng yg lain; imbangan; lawan yg seimbang: dia bukanlah ~ pemain baru itu; (2) pasangan; jodoh: suami istri itu merupakan ~ yg harmonis, sudah cocok benar [n] tumpukan (timbunan, longgokan) dagangan sayur-sayuran atau buah-buahan yg dijual setumpuk-tumpuk (tidak ditimbang lebih dahulu)
teki te.ki [n] tumbuhan rumput berdaun pita kecil, umbinya dapat dibuat emping; Cyprus rotundus, banyak macamnya spt: -- bodoh, Kyllinga monocephala
teki sela teki bodoh
tele te.le [v] , ber.te.le-te.le v bercakap-cakap tidak jelas ujung pangkalnya; melantur-lantur; berlarut-larut: penjelasan tersangka ~ ketika ia diinterogasi polisi /tElE/, ber.te.le-te.le a bodoh; kurang akal [n] kain kelambu (tule)
terserah ter.se.rah [v] sudah diserahkan (kpd); pulang maklum (kpd); tinggal bergantung (kpd): hal itu -- kpd Anda; (2) a masa bodoh: usul saya ini diterima atau tidak, -
tersurat ter.su.rat [v] (1) telah ditulis; tertulis: ia maklum apa yg -- dan yg tersirat; (2) telah ditakdirkan: sudah -- rupanya, engkau berjodoh dengannya; (3) eksplisit
tinggi terbawa oleh ruas nya [pb] seseorang yg masih bodoh walaupun sudah besar
tolol to.lol [a] sangat bodoh; bebal: aku lupa menanyakan nama dan nomor telepon wanita itu, betapa -- nya aku
tong kosong nyaring bunyinya [pb] orang yg bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)
tumpul tum.pul [a] (1) papak pd ujungnya (tidak runcing); tebal pd bagian yg tajam (tidak tajam); majal: pisau yg amat -- ini tidak dapat dipakai mengiris bawang; ia meraut pensil yg --; dia sedang mengasah pisau yg -- itu; (2) ki tidak mudah mengerti; bodoh: pikirannya sangat --
udik [n] sungai yg sebelah atas (arah dekat sumber); (daerah) di hulu sungai: perahu yg ke -- harus didayung; (2) n desa; dusun; kampung (lawan kota): setiap Lebaran banyak orang Jakarta pulang ke --; (3) a ki kurang tahu sopan santun; canggung (kaku) tingkah lakunya; bodoh: masih -- benar orang ini
uduh [Lihat {odoh}] [Mk n] ramuan obat yg dipakai sbg penangkal (dipasang di kebun dsb supaya pencuri tidak dapat masuk)
yg enggang sama enggang juga [pb] lebih baik berkumpul (berjodoh dsb) dng orang yg sama derajatnya (tingkatannya)
yg pipit sama pipit [pb] bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing; persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya

Jika informasi mengenai "odoh" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas