Arti kata/frase "objek hukum pajak" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/objek-hukum-pajak

Halaman ini menjelaskan kata atau frase objek hukum pajak menurut KBBI Edisi III

objek hukum pajak: pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak

Lebih lanjut mengenai objek hukum pajak

objek hukum pajak terdiri dari 3 suku kata. Kata tersebut mempunyai 889 kata terkait yakni sebagai berikut:

objek ob.jek [n] (1) hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; (2) Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb: -- penelitian ini adalah tata kehidupan suku terasing di Riau; (3) Ling nomina yg melengkapi verba transitif dl klausa, msl teh manis dl kalimat Kiki minum teh manis; (4) hal atau benda yg menjadi sasaran usaha sambilan: berdagang kain menjadi salah satu -- orang- orang di kota itu; (5) Fis titik atau himpunan yg bertindak sbg sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa; -- afektif objek langsung yg dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dng objek efektif); msl buku dl mereka membaca buku, jalan dl anak-anak sedang menyeberang jalan
hukum hu.kum [n] (1) peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; (2) undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; (3) patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; (4) keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis
pajak pa.jak [n] pungutan wajib, biasanya berupa uang yg harus dibayar oleh penduduk sbg sumbangan wajib kpd negara atau pemerintah sehubungan dng pendapatan, pemilikan, harga beli barang, dsb [n] hak untuk mengusahakan sesuatu dng membayar sewa kpd negara; pak [n] (1) kedai; lepau: -- nasi; -- kopi; (2) los tempat berjualan (di Madura): -- ikan; -- sayur
objek hukum pajak pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak
hukum fiskal hukum mengenai pajak; hukum pajak
hukum acara hukum yg menentukan proses pengadilan dl penyelesaian sengketa
hukum acara perdata hukum acara yg melaksanakan dan mempertahankan hukum perdata materiil atau hukum perdata formal
hukum acara pidana hukum pidana formal
hukum adat hukum yg tidak tertulis (berdasarkan adat)
hukum administrasi hukum tt pelaksanaan fungsi (kegiatan kenegaraan)
hukum dagang hukum jual beli; hukum perniagaan
hukum harta kekayaan hukum yg menentukan hubungan antarpribadi mengenai kepentingan yg bernilai uang
hukum internasional hukum yg menentukan pelbagai peristiwa internasional
hukum jemur hukuman yg dilaksanakan dng jalan menjemur terhukum di terik matahari
hukum karma hukum yg menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas
hukum keluarga hukum yg menentukan hubungan yg timbul krn ikatan kekerabatan
hukum kisas hukuman yg dijatuhkan sama dng perbuatan yg dilakukan (hukuman mati dijatuhkan kpd pembunuh)
hukum laut hukum dan undang-undang yg berhubungan dng laut
hukum perdata hukum yg mengatur hak, harta benda, dan hubungan antara orang dan orang dl satu negara
hukum perdata formal hukum perdata materiil
hukum perdata materiil hukum perdata yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dikenai hukum perdata, dan hukuman perdata yg dapat dijatuhkan
hukum pidana hukum yg menentukan peristiwa (perbuatan kriminal) yg diancam dng pidana
hukum pidana formal hukum pidana yg mengatur tata cara penyelesaian perkara pidana melalui peradilan; hukum acara pidana
hukum pidana materiil hukum pidana yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dipidana, dan pidana yg dapat dijatuhkan
hukum politik hukum yg mengatur hubungan hukum negara dng orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yg satu dan negara lainnya
hukum positif hukum yg sedang berlaku
hukum pribadi hukum yg menentukan keadaan (kedudukan) serta hak dan kewajiban pribadi
hukum resam hukum adat
hukum rimba hukum yg berlaku yg menyatakan siapa yg menang atau yg kuat dialah yg berkuasa
hukum syarak hukum Islam
hukum taktertulis hukum kebiasaan atau hukum yg terkandung dl keputusan pengadilan yg tidak pernah mengurangi bentuk undang-undang
hukum Tuhan hukum dr Tuhan
hukum waris hukum yg mengatur tt nasib harta peninggalan pewaris
hukum yurisprudensi hukum berdasarkan putusan hakim yg mengandung kaidah hukum tertentu yg dijadikan ajaran, pedoman dan/atau diikuti oleh hakim lain dl memutuskan perkara yg serupa atau sejenis
objek alam objek wisata yg daya tariknya bersumber pd keindahan dan kekayaan alam
objek budaya objek wisata yg daya tariknya bersumber pd objek kebudayaan, spt peninggalan sejarah, museum, atau atraksi kesenian; -- efektif Ling objek langsung yg ditimbulkan sbg hasil perbuatan yg terdapat dl predikat verbal, msl rumah dl mereka membayar rumah, sumur dl para pekerja menggali sumur, nasi dl ibunya menanak nasi
objek faktitif objek efektif
objek pengenal objek yg menjadi tanda khas suatu ilmu atau cabang ilmu
objek wisata budaya objek budaya
objek wisata tirta objek wisata yg menggunakan kawasan perairan, baik untuk rekreasi maupun kegiatan olahraga air, spt menyelam, berselancar, atau memancing
pajak badan pajak yg dikenakan kpd badan usaha (perusahaan, bank, dsb)
pajak gelap pajak yg tidak resmi
pajak kekayaan pajak yg harus dibayar penduduk sehubungan dng pemilikan atas benda-benda, tanah, dsb
pajak langsung pajak yg dibebankan secara langsung kpd wajib pajak spt pajak pendapatan, pajak kekayaan
pajak modal pajak yg dikenakan atas besarnya modal, bukan besarnya hasil yg diperoleh dr modal
pajak pendapatan pajak yg dikenakan atas pendapatan tahunan dan laba dr usaha seseorang, perseroan terbatas, atau unit lain
pajak penghasilan pajak pendapatan
pajak penjualan pajak yg dibayarkan pd waktu terjadinya penjualan barang atau jasa yg dikenakan kpd pembeli
pajak perorangan pajak yg dikenakan pd orang seorang (dl kaitan dng pendapatannya)
pajak perponding pajak bumi dan bangunan
pajak tidak langsung pajak yg secara tidak langsung dikenakan kpd wajib pajak, spt cukai rokok
pajak transit pajak yg dipungut di tempat tertentu yg harus dilalui oleh pengangkutan orang atau barang dr suatu tempat ke tempat lain
objek hukum [Huk] objek atau kepentingan yg dilindungi dl hukum
hukum objektif keseluruhan kaidah yg dapat diterapkan secara umum thd semua warga masyarakat selama mereka tunduk pd suatu sistem hukum umum
hukum pidana subjektif hak negara untuk menghukum orang yg melanggar peraturan hukum pidana objektif
pajak bumi dan bangunan (PBB) jenis pajak yg dikenakan thd objek pajak, berupa bumi dan/atau bangunan; pajak perponding
hukum agraria keseluruhan kaidah hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis yg mengatur agraria; hukum yg mengatur tt pemanfaatan bumi, air, dan ruang angkasa
hukum asasi undang-undang dasar suatu negara; (2) hukum alam
hukum Coulomb [Fis] hukum yg menyatakan bahwa gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik berbanding lurus dng muatannya dan berbanding terbalik dng kuadrat jarak antara muatan serta bergantung pd medium muatan itu
hukum darurat [Pol] hukum yg disusun oleh suatu negara untuk menghadapi keadaan darurat
hukum Ferrel [Hid] hukum tt hubungan antara rotasi bumi dan gerakan angin serta arus laut
hukum formal sistem hukum yg didasarkan atas logika hukum, tanpa pertimbangan
hukum Islam peraturan dan ketentuan yg berkenaan dng kehidupan berdasarkan Alquran dan hadis; hukum syarak
hukum kelembapan [Fis] hukum yg dikemukakan oleh Newton (1687) yg menyatakan bahwa setiap benda tetap bertahan dl keadaan diam atau dl keadaan gerak lurus beraturan tidak dipercepat, kecuali bila ada gaya neto yg mempengaruhinya
hukum negara (ketentuan) hukum mengenai negara
hukum perbuatan keseluruhan peraturan hukum mengenai hubungan kerja yg mengakibatkan seseorang secara pribadi ditempatkan di bawah pimpinan orang lain dan mengenai keadaan penghidupan yg langsung bersangkut-paut dng hubungan kerja itu
hukum sipil [ark] hukum perdata
hukum taklifi [Ar] hukum yg mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf
hukum tata negara keseluruhan norma hukum yg mengatur pembentukan negara, pemerintahan, perundang-undangan
hukuman hu.kum.an [n] (1) siksa dsb yg dikenakan kpd orang yg melanggar undang-undang dsb; (2) keputusan yg dijatuhkan oleh hakim; (3) hasil atau akibat menghukum: dia yg berbuat, dia yg boleh ~
hukuman buang hu.kum.an buang hukuman yg dijatuhkan kpd terpidana dng dibuang ke tempat yg terpencil
hukuman gantung hu.kum.an gantung hukuman mati dng digantung
hukuman kawalan hu.kum.an kawalan hukuman yg berupa pencabutan kebebasan orang (orang yg dihukum tidak boleh bepergian dsb dng bebas)
hukuman kurungan hu.kum.an kurungan hukuman yg berupa penyekapan di dl penjara (tetapi bukan krn kejahatan)
hukuman mati hu.kum.an mati hukuman yg dijalankan dng membunuh (menembak, menggantung) orang yg bersalah
hukuman pancung hu.kum.an pancung hukuman yg dilakukan dng memancung atau menebas leher terpidana
hukuman penjara hu.kum.an penjara hukuman yg berupa penyekapan dl penjara
hukuman percobaan hu.kum.an percobaan hukuman penjara yg tidak dijalani di lembaga pemasyarakatan, tetapi selama dl masa percobaan itu terpidana tidak boleh melakukan hal-hal yg bertentangan dng hukum, apabila dl masa percobaan itu terpidana melawan hukum, hukuman yg diterimanya harus dijalani di lembaga pemasyarakatan
hukuman rotan hu.kum.an rotan hukuman yg dijalankan dng menyebat orang yg bersalah dng rotan
hukuman titipan hu.kum.an titipan hukuman kurungan
objek formal aspek atau sudut pandang suatu ilmu dl melihat objek ilmu dsb
objek langsung [Ling] nomina atau kelompok nominal yg melengkapi verba transitif dl frasa verbal dan yg sifatnya sangat erat dng verba tsb, dl beberapa bahasa tertentu ditandai dng kasus akusatif, msl adik dl kakak memukul adik adalah objek langsung
objek material benda atau hal yg menjadi objek atau bidang ilmu
objek preposisional [Ling] objek yg didahului oleh preposisi yg dapat menjadi subjek dl klausa pasif
objek primer [Ling] objek langsung
objek sekunder [Ling] objek taklangsung; -- taklangsung Ling nomina atau kelompok nominal yg menyertai verba transitif, dan merupakan bagian dr frasa verbal tsb, msl kata Tuti dalam Ibu membuatkan Tuti baju
objektivisme ob.jek.ti.vis.me [n] paham atau aliran yg menerima segala sesuatu secara objektif
objektivitas ob.jek.ti.vi.tas [n] sikap jujur, tidak dipengaruhi pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan dl mengambil putusan atau tindakan; keobjektifan
pajak candu hak untuk menjual candu (dng membayar pajak kpd negara); (2) tempat penjualan candu
pajak gadai hak untuk mengadakan pegadaian (dng membayar pajak kpd negara); (2) pegadaian; rumah gadai
pajak siluman pungutan secara tidak resmi; pajak gelap
hukum alam ketentuan menurut kodrat alam
hukum Allah kepastian yg ditentukan oleh Allah; takdir Allah
hukum Archimedes patokan (dalil) yg dibuat oleh Archimedes, yaitu benda yg dicelupkan ke dl zat cair mendapat tekanan ke atas seberat zat cair yg dipindahkan
hukum DM [Ling] konstruksi bahasa Indonesia, baik dl kata majemuk maupun dl kalimat bahwa bagian yg menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yg diterangkan (D) (msl rumah Ali, rumah diterangkan (D) dan Ali menerangkan (M)
hukum gereja peraturan dsb yg berkenaan dng kehidupan yg berdasarkan ajaran Kristen
hukum kibal adat bahwa sebagian maskawin tidak diberikan kpd pihak wanita krn sudah bukan perawan lagi
hukum mungkal denda adat yg tinggi yg dijatuhkan kpd seseorang yg membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu
hukum perkawinan undang-undang yg menata dan mengatur kehidupan bersama secara sah antara pria dan wanita serta hak dan kewajiban dr kedua pihak
objek wisata perwujudan ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya, sejarah bangsa, dan keadaan alam yg mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan
objek wisata alam sumber daya alam yg berpotensi serta mempunyai daya tarik bagi wisatawan, baik yg alami maupun yg sudah dibudidayakan
objekan ob.jek.an [n] hal, perkara, atau benda yg dijadikan sasaran usaha sambilan untuk menambah penghasilan: -- di kota-kota besar biasanya berupa jual beli tanah, rumah, mobil, dsb
objektif ob.jek.tif [a] mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi [n Fis] kanta (lensa) pd peralatan optis yg terletak paling dekat dng benda yg diamati
pajak perseroan pungutan wajib atas laba perseroan atau badan lain yg seluruh modalnya atau bagiannya terbagi atas saham-saham
pajak sarang burung hak untuk mengambil sarang burung dng membayar sewa setiap tahun
adat huma hukum adat mengenai masalah agraris
bea keluar pajak yg dikenakan pd barang yg diekspor
bea meterai pajak dl bentuk segel
bea warisan pajak yg dikenakan atas harta benda yg diterima sbg warisan
biasa ketatanegaraan hukum dasar tidak tertulis yg timbul dan terpelihara dl praktik penyelenggaraan negara dan ditaati oleh para penyelenggara negara sbg suatu kewajiban moral dan etika
buang utang hukuman yg dijatuhkan kpd seseorang yg selalu berutang dan tidak pernah melunasinya, utang itu menjadi tanggung jawab keluarganya, tetapi orang itu dibuang dr keluarga
hasil kepala padi pajak yg dikenakan thd orang yg mendapatkan izin untuk mengerjakan tanah
hasil pancung alas pajak thd hasil hutan yg diambil oleh pendatang
hasil rotan pajak sebesar 10% dr hasil rotan yg akan dijual ke luar
hasil sepuluh satu pajak sebesar 10% yg dikenakan thd hasil-hasil hutan yg dikumpulkan
hasil tanah pajak tanah; (2) hasil bumi; (3) retribusi yg harus diberikan pendatang krn mengambil hasil hutan atau membuka ladang
hasil tiga pajak thd barang-barang yg dijual di pasar
kodrat alam hukum alam
labuh api hukuman mati dng cara membakar si terhukum
labuh batu hukuman mati dng cara menceburkan si terhukum ke laut, dng terlebih dahulu memberati badannya dng batu
meterai efek pajak meterai yg dipungut dr efek
nomor wisata objek wisata
barang kena pajak barang hasil pengolahan yg menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, semuanya dikenakan pajak pertambahan nilai
ahli hukum orang yg mahir dl ilmu hukum
akibat hukum akibat yg timbul karena peristiwa hukum
badan hukum badan (perkumpulan dsb) yg dl hukum diakui sbg subjek hukum (perseroan, yayasan, lembaga, dsb)
banding hukum tata negara cabang ilmu hukum yg mempergunakan metode perbandingan satu atau beberapa aspek hukum tata negara antara dua negara atau lebih
berhukum ber.hu.kum [v] (1) menggunakan hukum; ada hukumnya; (2) mencari (meminta dsb) keadilan hukum (kpd); berhakim (kpd): ia sudah ~ kpd sekalian penghulu di dl negerinya; (3) beperkara; bersengketa
biro hukum unit kerja di suatu instansi yg mengurusi masalah yg berkaitan dng aspek hukum
difusi hukum penyebaran hukum di kalangan masyarakat agar diketahui dan dipahami meskipun belum tentu ditaati oleh warganya
dimensi hukum segi hukum yg menjadi pusat tinjauan ilmiah
hamba hukum petugas hukum; pelaksana hukum; polisi
hubungan hukum hu.bung.an hukum [Huk] ikatan yg disebabkan oleh peristiwa hukum
ilmu hukum [Antr] ilmu tt aturan, norma kehidupan masyarakat, serta adat-istiadat yg dibuat oleh penguasa dl suatu masyarakat; (2) pengetahuan tt hukum (undang-undang dsb)
jaminan hukum ja.min.an hukum kepastian yg dijamin oleh hukum
karangan objektif ka.rang.an objektif karangan yg terbentuk berdasarkan pembagian logis dr pokok karangan atau hal-hal utama dl karangan
kedaulatan hukum ke.dau.lat.an hukum kekuasaan tertinggi terletak atau ada pd hukum
kehukuman ke.hu.kum.an [n] hal ihwal hukum
kena hukum dijatuhi hukuman (yg diputuskan oleh hakim)
kepastian hukum ke.pas.ti.an hukum perangkat hukum suatu negara yg mampu menjamin hak dan kewajiban setiap warga negara
kepribadian hukum ke.pri.ba.di.an hukum kumpulan (kelompok) manusia atau keutuhan harta kekayaan (yayasan) yg dl hukum dianggap sbg subjek hukum
ketentuan hukum ke.ten.tu.an hukum kesadaran hukum yg cukup tinggi yg dimiliki oleh warga masyarakat yg tercermin pd cepat tercapainya kepastian hukum
ketetapan pajak ke.te.tap.an pajak keputusan Direktorat Jenderal Pajak mengenai besarnya pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak
libur pajak bebas dr kewajiban membayar pajak untuk sementara yg diberikan oleh negara kpd suatu perusahaan selama jangka waktu tertentu (maksimal 5 tahun)
masa pajak jangka waktu untuk menghitung jumlah pajak yg harus dibayar
masyarakat hukum [Huk] masyarakat yg menentukan hukumnya sendiri
mata pajak sesuatu yg menjadi sasaran pajak
melabuhkan hukum me.la.buh.kan hukum menjatuhkan hukuman
membina hukum mem.bi.na hukum kegiatan secara berencana dan terarah untuk lebih menyempurnakan tata hukum yg ada agar sesuai dng perkembangan masyarakat
memutuskan hukum me.mu.tus.kan hukum menjatuhkan keputusan
menghukum meng.hu.kum [v] (1) menjatuhkan hukuman kpd; membiarkan orang menderita atau susah sbg balasan atas pelanggaran yg telah dilakukannya: pemerintah selalu ~ orang yg bersalah; (2) mencela keras; sama sekali tidak membenarkan: semua orang ~ tindakan yg biadab itu
menghukumkan meng.hu.kum.kan [v] (1) menghukum; menjatuhkan hukuman kpd; (2) menjadikan hukum; memasukkan dl hukum; (3) menentukan (najis, haram, dsb) menurut hukum Islam; (4) Sos memerintah (negeri, rakyat, dsb)
menjatuhkan hukum men.ja.tuh.kan hukum memutuskan perkara
menjatuhkan hukuman men.ja.tuh.kan hukuman memberi hukuman
menuntut hukuman penjara me.nun.tut hukuman penjara menuntut supaya dijatuhi hukuman penjara
negara hukum negara yg menjadikan hukum sbg kekuasaan tertinggi
negara hukum formal negara yg segala tindakannya didasarkan hanya atas hukum tertulis, yg secara formal tercantum dl peraturan perundang-undangan
pendukung hukum pen.du.kung hukum subjek hukum (orang yg sedang dl beperkara spt tertuduh dl pengadilan pidana)
penegak hukum pe.ne.gak hukum petugas yg berhubungan dng masalah peradilan
pengobjek peng.ob.jek [n] orang yg suka mengobjek
pengobjekan peng.ob.jek.an [n] proses, cara, perbuatan mengobjek(kan)
peraturan hukum per.a.tur.an hukum prinsip yg menyatakan bahwa keunggulan hukum membatasi pejabat negara dl menyelenggarakan kekuasaannya
perilaku hukum perilaku yg berakibat tuntutan hukum krn merupakan kehendak yg melanggar (berlawanan dng) kepentingan orang lain
peristiwa hukum keadaan, kejadian, atau sikap tindak yg menimbulkan tindakan hukum
peristiwa hukum internasional peristiwa di bidang internasional yg dikuasai oleh hukum
perpajakan per.pa.jak.an [n] perihal pajak: Pemerintah menyederhanakan sistem ~
pokok hukum dasar hukum
polisi hukum polisi yg mengawasi pelaksanaan hukum atau peraturan
reformasi hukum perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang hukum dl suatu masyarakat atau negara
sadar hukum kesadaran untuk menegakkan hukum di dl kehidupan bermasyarakat kesadaran seseorang akan nilai-nilai yg terdapat dl diri manusia mengenai hukum yg ada; (2) kesadaran seseorang akan pengetahuan bahwa suatu perilaku tertentu diatur oleh hukum
selundup pajak perihal atau perbuatan melakukan pelanggaran thd ketentuan pidana di bidang perpajakan
sumber hukum internasional perjanjian internasional; (2) kebiasaan internasional; (3) asas umum dr hukum yg diakui oleh bangsa yg beradab; (4) putusan hakim dan ajaran para sarjana hukum internasional yg ternama mengenai peristiwa tertentu dl hubungan internasional
surat pajak surat penetapan pajak (berapa besar jumlah pajak yg wajib dibayar); (2) surat izin (tt pemakaian atau pemilikan senjata api dsb)
tagih ta.gih [v] , me.na.gih v(1) meminta (memperingatkan, mendesak) supaya membayar (utang, pajak, iuran, dsb): belum tanggal satu ia sudah ~ uang langganan koran; (2) menuntut atau menggugat supaya melaksanakan janji (pernyataan dsb): kami ~ janji Ayah untuk pergi sekeluarga ke Taman Mini Indonesia Indah; (3) Huk objek hukum yg harus diterima kreditor dr debitur
taksasi pajak proses atau penetapan jumlah pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak
tata hukum peraturan dan cara atau tata tertib hukum dl suatu negara
terhukum ter.hu.kum [v] dihukum; (2) n (orang) yg dihukum; orang yg dijatuhi hukuman
tertib hukum aturan yg bertalian dng hukum
tunggakan pajak tung.gak.an pajak pajak yg masih belum dilunasi pd atau setelah tanggal pengenaan denda
tuntutan hukuman tun.tut.an hukuman beratnya hukuman yg diajukan oleh jaksa
ujian objektif uji.an objektif ujian yg dibuat sedemikian rupa sehingga pertanyaan dan jawabannya sudah disiapkan dan murid tinggal memilih jawaban itu
undang-undang hukum perdata un.dang-un.dang hukum perdata undang-undang yg mengatur hubungan subjek hukum yg satu dng subjek hukum yg lain, msl tt pelanggaran perjanjian, warisan, utang-piutang
undang-undang hukum pidana un.dang-un.dang hukum pidana undang-undang yg menentukan hukuman bagi pelaku kejahatan
wajib pajak kewajiban membayar pajak (pendapatan, kekayaan, tanah, dsb) berdasarkan undang-undang; (2) orang yg mempunyai kewajiban membayar pajak: akhir-akhir ini para -- pajak dng kesadarannya sendiri telah melunasi pajak mereka
akrobat hukum putusan yg berubah-ubah secara mendadak dl persoalan yg sama dan sering terjadi cabut-mencabut atau ralat-meralat suatu putusan atau kebijakan
antropologi hukum ilmu yg meneliti sebab persengketaan dan cara penyelesaiannya, terutama pd masyarakat sederhana
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
denda den.da [n] hukuman yg berupa keharusan membayar dl bentuk uang (krn melanggar aturan, undang-undang, dsb): pemilik pesawat televisi yg lalai membayar pajak dikenakan --
kasus objektif [Ling] istilah untuk bentuk kasus miring (nonnominatif), dipertentangkan dng kasus subjektif
kekebalan diplomatik ke.ke.bal.an diplomatik [Pol] pembebasan seseorang thd tuntutan hukum (spt gugatan proses kriminal, penangkapan, dsb) atau thd kewajiban tertentu (spt membayar pajak, memeriksakan barang bawaan) krn berstatus sbg diplomat atau staf kedutaan besar suatu negara
kenal ke.nal [v] (1) tahu dan teringat kembali: baru mendengar suaranya, aku sudah -- siapa dia; (2) tahu; mempunyai rasa: tidak -- malu; (3) pernah tahu (bersahabat): saya belum -- dng orang itu; (4) mengerti; mempunyai pengetahuan tentang: sebagian warga kita belum -- (aturan) hukum dan pajak
kumulasi objektif [Huk] seorang penggugat mengajukan lebih dr satu gugatan thd tergugat yg sama
lisensi li.sen.si [n] (1) (surat) izin untuk mengangkut barang dagangan, usaha, dsb: -- usaha; (2) pajak yg harus dibayarkan untuk memperoleh surat izin, terutama tt ekspor-impor; (3) izin menggunakan oktroi pihak lain dl hukum tt milik industri, dapat diberikan oleh si pemegang oktroi atau berdasarkan ketetapan Dewan Oktroi
lunasan lu.nas.an [n Huk] objek hukum yg harus diserahkan oleh debitur kpd kreditur
mati hukumullah mati kumlah
mengobjek meng.ob.jek [v ki] mengerjakan usaha sambilan secara tidak tetap untuk menambah penghasilan: pagi hari dia menjadi guru, sore hari dia -
mengobjekkan meng.ob.jek.kan [v] menjadikan sesuatu sbg usaha sambilan: ia -- sepeda motornya siang hari setelah selesai mengajar
negara hukum material negara yg tidak hanya mendasarkan segala tindakannya pd peraturan perundang-undangan, tetapi juga menyelenggarakan kesejahteraan umum
pembebasan pem.be.bas.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membebaskan: -- tawanan perang; -- pajak buku-buku pelajaran; (2) perihal membebaskan terdakwa dr hukuman krn tidak terbukti kesalahannya (dinyatakan dng putusan hakim)
penalti pe.nal.ti [n] (1) Olr tendangan atau tembakan hukuman krn melanggar peraturan permainan di daerah depan gawang pd batas yg tentu (dl sepak bola, polo air, dsb); (2) hukuman; denda (krn lalai membayar pajak, utang, dsb)
peristiwa hukum pidana peristiwa yg mengakibatkan pemidanaan
ringan ri.ngan [a] (1) dapat diangkat dng mudah; sedikit bobotnya; enteng: kayu ini --; (2) ki tidak membahayakan; tidak parah: lima orang luka --; (3) ki mudah dikerjakan: pekerjaan itu -- sekali; (4) ki sedikit (tidak besar) jumlahnya: pajaknya --; (5) ki sebentar (tidak lama): hukumannya -- , tidak berat
sumber hukum segala sesuatu yg berupa tulisan, dokumen, naskah, dsb yg digunakan oleh suatu bangsa sbg pedoman hidupnya pd masa tertentu
wasiat hukum wasiat yg dibuat di muka notaris dan diumumkan setelah si pembuat meninggal dunia
abstraksi ab.strak.si [n] (1) proses atau perbuatan memisahkan; (2) penyusunan abstrak; (3) Psi keadaan linglung; (4) metode untuk mendapatkan kepastian hukum atau pengertian melalui penyaringan thd gejala atau peristiwa
adagium ada.gi.um [n] pepatah; peribahasa: sebuah -- Latin menyatakan "Ubi societas ibi justicia" , artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan)
adat [n] (1) aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala: menurut -- daerah ini, laki-lakilah yg berhak sbg ahli waris; (2) cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; kebiasaan: demikianlah -- nya apabila ia marah; (pd) -- nya; (3) wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem; (4) kl cukai menurut peraturan yg berlaku (di pelabuhan dsb) [Jk] meng.a.dat v (1) mogok, tidak mau jalan (tt kendaraan): krn sudah tua, mobil itu sering ~; (2) merajuk dan menangis: anak kecil itu manja dan sering ~;
advokasi ad.vo.ka.si [n] pembelaan: penggagas berdirinya lembaga bantuan hukum ini kembali menekuni dunia --
advokat ad.vo.kat [n] ahli hukum yg berwenang sbg penasihat atau pembela perkara dl pengadilan; pengacara [Lihat {avokad}]
afirmasi afir.ma.si [n] (1) penetapan yg positif; penegasan; peneguhan; (2) pernyataan atau pengakuan yg sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yg menolak melakukan sumpah; pengakuan
ahkam ah.kam [ark n] hukum; undang-undang
ahli filsafat orang yg memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; filsuf
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akhirat akhi.rat [n] alam setelah kehidupan di dunia; alam baka: perbuatan jahat akan mendapat hukuman di --
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
akta ak.ta [n ] surat tanda bukti berisi pernyataan (keterangan, pengakuan, keputusan, dsb) tt peristiwa hukum yg dibuat menurut peraturan yg berlaku, disaksikan dan disahkan oleh pejabat resmi: -- kelahiran; -- perkawinan
akusatif aku.sa.tif [n Ling] kasus yg menunjukkan fungsi sbg objek langsung atau objek berpreposisi dl kalimat
alam [n] (1) segala yg ada di langit dan di bumi (spt bumi, bintang, kekuatan): -- sekeliling; (2) lingkungan kehidupan: -- akhirat; (3) segala sesuatu yg termasuk dl satu lingkungan (golongan dsb) dan dianggap sbg satu keutuhan: -- pikiran; -- tumbuh-tumbuhan; (4) segala daya (gaya, kekuatan, dsb) yg menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yg ada di dunia ini: hukum --; ilmu --; (5) yg bukan buatan manusia: karet --; (6) dunia: -- semesta; syah --; (7) kerajaan; daerah; negeri: -- Minangkabau , meng.a.lami v merasai (menjalani, menanggung) suatu peristiwa dsb: selama di rantau ia ~ banyak kesulitan [n] bendera (panji-panji) sbg tanda (pd pasukan dsb)
algojo al.go.jo [n] (1) orang yg melaksanakan hukuman mati; (2) orang yg bengis dan kejam (suka membunuh)
amanah ama.nah [n] kerabat [n] sesuatu yg dipercayakan (dititipkan) kpd orang lain: kemerdekaan Indonesia merupakan -- dr para pahlawan bangsa; (2) n keamanan; ketenteraman: bahagia dan -- yg sukar dicari; (3) a dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia: temanku adalah orang -- [Ar n] bidang hukum; kekuatan
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
amnesti am.nes.ti [n ] pengampunan atau penghapusan hukuman yg diberikan kepala negara kpd seseorang atau sekelompok orang yg telah melakukan tindak pidana tertentu
amplifikasi am.pli.fi.ka.si [n] (1) pembesaran, perluasan, atau pengembangan (tt jumlah, kepentingan, dsb); (2) Filol pengembangan naskah berupa uraian, penjelasan, atau penggunaan banyak kata oleh penyalin (pembaca), kemudian masuk ke salinan naskah berikutnya; (3) Ling sarana dl bahasa yg digunakan untuk memperluas, memperbesar, atau memberi tekanan pd suatu objek
ampunan am.pun.an [n] (1) ampun; maaf: ia menerima ~ dr ibunya; (2) pembebasan dr hukuman atau tuntutan; pengampunan: Pemerintah memberikan ~ kpd gerombolan yg menyerahkan diri
anak angkat anak orang lain yg diambil (dipelihara) serta disahkan secara hukum sbg anak sendiri
anak luar nikah anak yg dilahirkan oleh seorang wanita di luar perkawinan yg dianggap sah menurut adat atau hukum yg berlaku; (2) anak haram
ancang intrinsik [Sas] pendekatan thd karya sastra yg bertolak dr unsur-unsur dl karya sastra itu sendiri, yg objek kajiannya semata-mata unsur dl karya sastra itu
angsuran ang.sur.an [n] uang yg dipakai untuk mengangsur (utang, pajak, dsb); cicilan: kakak membeli barang dng ~
anomi ano.mi [n] (1) perilaku tanpa arah dan apatis: kini muncul sikap-sikap yg mengarah pd --; (2) Antr keadaan masyarakat yg ditandai oleh pandangan sinis (negatif) thd sistem norma, hilangnya kewibawaan hukum, dan disorganisasi hubungan antara manusia; (3) Psi gejala ketidakseimbangan psikologis yg dapat melahirkan perilaku menyimpang dl berbagai manifestasi: sikap perilaku spt itu terlihat ambivalen yg merupakan gejala awal --
antipati an.ti.pa.ti [n] (1) Pol penolakan atau perasaan tidak suka yg kuat; (2) perasaan menentang objek tertentu yg bersifat persona dan abstrak
ares [n] (1) cak hukuman (berupa larangan keluar dr rumah dsb); (2) Huk penangkapan; penahanan; peniadaan kebebasan [n] inti batang pisang (yg sudah berbuah)
arestasi ares.ta.si [n] penangkapan thd pelaku tindak pidana yg pelaksanaannya diatur dl undang-undang hukum acara
asas Archimedes [Fis] hukum Archimedes
asas praduga tidak bersalah asas yg menyatakan bahwa setiap orang yg disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau diperiksa pd sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hakim yg berkekuatan hukum yg menyatakan bahwa tersangka atau tertuduh bersalah
aspek yuridis aspek menurut hukum
aurat au.rat [n] (1) bagian badan yg tidak boleh kelihatan (menurut hukum Islam); (2) kemaluan; (3) organ untuk mengadakan perkembangbiakan
awik-awik [Bl n] hukum adat berupa peraturan atau undang- undang yg disusun dan ditetapkan oleh anggota masyarakat desa, banjar, dan subak tt aturan tata kehidupan masyarakat di bidang agama, budaya, dan sosial-ekonomi di Bali
ayah angkat orang tua laki-laki yg bukan orang tua kandung, tetapi secara resmi menurut prosedur adat atau hukum diakui sbg ayah krn mengambil dan menganggap seseorang sbg anaknya sendiri dng segala hak dan kewajiban yg berhubungan dng kedudukan itu
badan judikatif badan yg menentukan atau menangani masalah (bidang) hukum
badan tanpa saham [Ek] badan (hukum) yg tidak memberikan saham kpd anggota atau pesertanya, termasuk perkumpulan keagamaan dan perusahaan asuransi
bahang Joule [Fis] bahang yg timbul apabila arus listrik (elektrik) mengalir melalui zat antara atau penghantar yg mempunyai hambatan elektrik yg besarnya ditentukan oleh hukum Joule
bahasa aglutinatif tipe bahasa yg pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pd akar kata; -- akusatif tipe bahasa yg mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, msl bahasa Inggris yg mempunyai kalimat spt They kill him, kata him adalah bentuk akusatif dr kata he
baju biru [ki] orang hukuman (tahanan) yg menjalani hukuman penjara
baju indah dr balai [pb] hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi
balai Harta Peninggalan lembaga yg mempunyai tugas mengawasi penyelesaian harta warisan yg ahli warisnya masih di bawah umur, baik pewaris maupun ahli waris, tunduk pd hukum perdata Barat
balas ba.las [v] (1) jawaban; reaksi; (2) ganjaran; hukuman [n] (1) tolak bahara; pengimbang kapal; pemberat; (2) ki beban yg tidak berguna, tetapi sangat memberatkan
balasan ba.las.an [n] (1) jawab (surat dsb); (2) sambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); (3) perbuatan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas kebaikan dsb; (4) perbuatan (hukuman dsb) untuk membalas sakit hati dsb
balen ba.len [n] pajak atas tanah apanase yg harus dibayar oleh pemerintah desa tsb (di Madura)
balistik ba.lis.tik [a] berkaitan dng balistika atau benda bergerak menurut hukum balistika
banderol ban.de.rol [n] pita cukai (pd rokok, cerutu, dsb) sbg tanda bahwa pajaknya sudah dibayar
bangsa taneh kelompok patrilineal yg merupakan keturunan pendiri suatu masyarakat hukum adat (di daerah Batak)
bangsawan sosial [Antr] golongan sosial dl masyarakat yg memiliki hak paling banyak dl lapangan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik berdasarkan hukum waris
bank syariah bank yg didasarkan atas hukum Islam
banua ba.nua [n Antr] masyarakat hukum adat, baik yg mencakupi rumah yg didiami keluarga virilokal maupun yg mencakupi keluarga, baik batih maupun yg sudah kawin (di Nias)
basa ba.sa [Lihat {bahasa}] [Mk p] kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian atas bagian kalimat yg di depan; bahasa; bahwa [n] kebun sagu milik bersama warga masyarakat hukum adat di Seram [n Kim] senyawa yg cenderung menyumbangkan sepasang elektron untuk digunakan bersama-sama dan cenderung menerima proton
bawaan ba.wa.an [n] (1) barang-barang yg dibawa (diangkat dsb): -nya dr luar negeri dikenakan pajak; (2) harta benda yg dibawa pd ketika kawin: apabila bercerai, -- perempuan tetap menjadi hak si perempuan; (3) buah tangan; oleh-oleh: apabila nenek datang, tentu banyak -- untuk cucunya; (4) pembawaan; sifat (tabiat dsb) yg dibawa sejak lahir; (5) akibat (dr): kekacauan ini adalah -- perang yg baru lalu
bea [n] (1) pajak; cukai; (2) biaya; ongkos
bea cukai perihal (urusan) yg berhubungan dng pajak
belasting be.las.ting [Bld n] pajak; bea; cukai
bengis be.ngis [a] (1) bersifat keras tanpa belas kasihan kpd manusia atau binatang; suka berbuat aniaya; kejam: raja itu sangat -- thd rakyatnya; (2) menyebabkan penderitaan (kesengsaraan) yg berat: hukuman yg --; tindakan yg --; (3) tajam dan pedas (tt perkataan): kata-katanya yg -- akan menimbulkan dendam [Mk a] marah; gusar
berdasarkan ber.da.sar.kan [v] (1) menurut: ~ keterangan para saksi, terbukti bahwa ia bersalah; pelanggar hukum akan ditindak ~ hukum yg berlaku; (2) memakai sbg dasar; beralaskan; bersendikan: kerja sama ini hanya ~ percaya-memercayai; (3) bersumber pd: cerita film itu disusun ~ pengalaman penulis yg hidup di kota besar
berijtihad ber.ij.ti.had [v] mengadakan ijtihad; menetapkan suatu hal atas dasar ijtihad; berpendapat (tt hukum Islam)
berjalan ber.ja.lan [v] (1) melangkahkan kaki bergerak maju: anak itu belum bisa ~ , meskipun umurnya sudah setahun lebih; (2) bergerak maju dr suatu titik (tempat) ke titik (tempat) lain: matahari itu seakan-akan ~ dr timur ke barat; (3) menggelinding atau berputar (tt sesuatu yg bundar spt roda); (4) bepergian: kalau hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya lebih dahulu; (5) berlangsung; dilangsungkan (tt perundingan, rapat, dsb): perundingan utara-selatan terus ~ meskipun ada perang dingin antara kedua belah pihak; (6) berlaku; ditaati (tt peraturan, undang-undang, hukum, dsb): tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima tahun
berpuluh-puluh ber.pu.luh-pu.luh [num] beberapa puluh: dia melihat ~ orang hukuman yg akan dikirim ke Nusakambangan
bersalah ber.sa.lah [v] (1) berbuat keliru; melakukan kekeliruan (kesalahan); mempunyai kesalahan: ia dianggap -- krn telah menggagalkan usaha pertemuan warga desa itu; (2) berbuat sesuatu yg melanggar peraturan (hukum dsb): hakim hanya akan menjatuhkan hukumannya kpd terdakwa yg terbukti -; (3) ada salahnya
bersanksi ber.sank.si [v] memiliki kekuatan hukum dl melakukan tindakan atau menerapkan sanksi; ada sanksinya
bertaklid ber.tak.lid [v] (1) berpegang pd pendapat ahli hukum yg sudah-sudah; (2) tunduk atau percaya pd kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; (3) meniru atau mengikuti suatu paham dsb tanpa mengetahui dalil atau alasannya
bertaklid buta ber.tak.lid buta hanya meniru (menuruti) paham dsb tanpa mengetahui dasar, hukum, bukti, atau alasan
bertapa ber.ta.pa [v] (1) mengasingkan diri dr keramaian dunia dng menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin; (2) cak ki menjalani hukuman penjara: sbg ganjaran yg diterima dr perbuatannya itu, ia terpaksa ~ selama dua tahun dl penjara
bertujuan ber.tu.ju.an [v] (1) berhaluan; mempunyai tujuan; ada yg dituju (dimaksudkan dsb); (2) memakai tujuan (objek): kata kerja ~ , kata kerja yg berpelengkap penderita (transitif)
berzina ber.zi.na [v] berbuat zina: siapa pun yg ~ akan dihukum Allah
biofisika bi.o.fi.si.ka [n] ilmu yg berkaitan dng penerapan prinsip (hukum) dan metode fisika dl masalah biologi
bua tanah bu.a ta.nah [n] harga (biaya dsb) yg harus dibayar oleh orang asing yg mengerjakan tanah di wilayah tertentu yg bukan wilayah masyarakat hukum adatnya (di Sulawesi)
buang hidup mengasingkan orang ke negeri lain sbg hukuman; menghukum buang
buangan bu.ang.an [n] (1) yg dibuang; hasil membuang; (2) orang yg dijatuhi hukuman buang: orang --
buku panduan wisata buku petunjuk, khusus diterbitkan dng bentuk dan teknik penyajian isi yg praktis, terutama memuat berbagai macam keterangan mengenai objek wisata, sarana wisata, dsb
bunga hau pengakuan hukum yg harus dibayar apabila mengambil hasil hutan di wilayah masyarakat hukum adat yg lain (di Batak)
bunga kayu biaya (pajak) yg harus dibayar krn menebang hutan
bunga padi pengakuan hukum yg dibayar dl bentuk hasil-hasil alam (in natura) berupa padi
bunga pancar pengakuan hukum yg harus dibayar apabila hendak membuka tanah untuk dijadikan ladang
bunga tanah lapisan tanah sebelah atas yg subur krn tanam-tanaman yg busuk; humus sejumlah uang yg harus dibayar sbg pengakuan hukum apabila mengerjakan sebidang tanah atau berdiam di atas tanah tsb
bunuh bu.nuh [v] , mem.bu.nuh v (1) menghilangkan (menghabisi; mencabut) nyawa; mematikan: ia dihukum mati krn merampok dan -- beberapa orang; (2) menghapus (tulisan); memadamkan (api dsb); menutup (yg bocor, pancuran, dsb)
buta hati tidak berperasaan belas kasihan; bengis; -- hukum tidak mengerti sama sekali tt hukum dng seluk beluknya: ahli hukum harus membantu rakyat kecil yg miskin dan -- hukum
campur bekerja mengerjakan tanah orang lain secara melawan hukum
cepal ce.pal ? cepol , ce.pal.an n ancaman hukuman thd delik adat yg berupa denda apabila hukuman dijatuhkan
cermin balik [Graf] cermin datar yg dipasang pd susunan objektif dan digunakan untuk mendapat bayangan terbaca (dilihat dr bayangan emulsi) dr hasil pemotretan
ceuki ceu.ki [ark n] hukuman mati dng cara dicekik (di Aceh)
cinta bebas hubungan antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan, tanpa ikatan berdasarkan adat atau hukum yg berlaku
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
cowokan co.wok.an [n cak] pajak tidak resmi
cukai cu.kai [n] (1) pajak atau bea yg dikenakan pd barang impor dan barang konsumsi: barang impor tidak boleh dikeluarkan dr pelabuhan sebelum -- nya dibayar; (2) sebagian dr hasil tanah (spt sawah, ladang) yg wajib diberikan kpd tuan (pemilik) tanah sbg ongkos tanah: krn musim kemarau yg lama, panen padi hanya cukup untuk membayar --
daerah buta [Tek] lapisan tersembunyi yg tidak terdeteksi oleh isyarat geofisik; -- gawang daerah sekitar gawang, tempat penjaga gawang boleh memegang bola: pelanggaran itu terjadi di -- gawang pemain lawan sehingga wasit menunjuk titik putih yg berarti harus dilakukan tendangan hukuman
daerah penalti [Olr] bagian lapangan sepak bola di muka gawang yg diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dr kesebelasan yg sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan hukuman berupa tendangan bebas ke arah gawang
daerah takluk daerah yg tunduk pd hukum negara tertentu
daerah tujuan wisata daerah yg memiliki objek wisata yg ditunjang oleh masyarakat dan prasarana pariwisata; (2) tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisata; (3) daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan
daftar gaji [Ek] daftar yg biasa dibuat sebulan sekali yg memuat nama, jabatan, jumlah gaji, serta potongan-potongan spt potongan pajak penghasilan dan iuran pegawai
daftar hitam daf.tar hi.tam [n] daftar nama orang atau organisasi yg dianggap membahayakan keamanan atau daftar nama orang yg pernah dihukum krn melakukan kejahatan
dandapati dan.da.pa.ti [kl n] hukuman mati
dangkung dang.kung [n] penyakit kusta yg telah parah (terutama yg telah membusukkan kulit) [v] , men.dang.kung v meninju: dia dihukum krn ~ orang sampai pingsan
dapat da.pat [adv] mampu; sanggup; bisa; boleh; mungkin: serangan musuh tidak -- ditahan; isi hatinya tidak -- kita ketahui; (2) v cak menerima; memperoleh: pemuda yg membacok temannya itu -- hukuman penjara tiga bulan; (3) v ditemukan; tertangkap dsb: ke mana pun dicarinya, anting itu tidak -- juga
darmawisata dar.ma.wi.sa.ta [n] perjalanan atau kunjungan singkat dng tujuan bersenang-senang dsb; perjalanan yg dilakukan untuk tujuan rekreasi sambil mengenal baik objek wisata dan lingkungannya
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
datif da.tif [n Ling] kata yg menduduki fungsi sbg objek tidak langsung dr kata kerja (msl saya memberikan buku kepa danya; kepadanya adalah datif)
datu petinggi da.tu pe.ting.gi [n] kepala adat suatu masyarakat hukum adat di Riau yg terdiri atas empat orang
daya gaib kekuatan atau pengaruh di luar hukum alam yg dimiliki oleh orang-orang sakti
definisi demonstratif definisi yg berupa penunjukan objek, benda, atau peristiwa konkretnya
delik de.lik [n] pohon yg tingginya mencapai 20 m, berbatang besar, bercabang banyak dan tidak lurus; temberos; Memecylon caloneuron , men.de.lik v terbuka lebar-lebar (tt mata); membelalak; memelotot [n Huk] perbuatan yg dapat dikenakan hukuman krn merupakan pelanggaran thd undang-undang; tindak pidana
delinkuensi de.lin.ku.en.si [n Huk] tingkah laku yg menyalahi secara ringan norma dan hukum yg berlaku dl suatu masyarakat
denasionalisasi de.na.si.o.na.li.sa.si [n Huk] penghilangan atau penghapusan kewarganegaraan yg dijatuhkan sbg hukuman
denotasi de.no.ta.si [n Ling] makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas penunjukan yg lugas pd sesuatu di luar bahasa atau yg didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif
deportasi de.por.ta.si [n Huk] pembuangan, pengasingan, atau pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sbg hukuman, atau krn orang itu tidak berhak tinggal di situ
dera de.ra [kl n] pukulan (dng rotan, cemeti, dsb) sbg hukuman
desa mijen [Jw] desa yg diserahkan oleh raja kpd keluarga tertentu dan mereka dibebaskan dr pajak tanah
desa perdikan [Jw] desa yg dibebaskan dr kewajiban membayar pajak kpd pemerintah pusat (pd zaman kerajaan)
desa praja kesatuan masyarakat hukum yg mempunyai batas daerah tertentu, berhak mengurus rumah tangga sendiri, memilih penguasa, dan mempunyai harta benda sendiri
detenidos de.te.ni.dos [n Huk] orang yg ditahan krn melanggar hukum
difraksi dif.rak.si [n Fis] pengagihan (distribusi kembali di dl ruang intensitas gelombang sbg akibat kehadiran objek atau benda yg menyebabkan variasi baik dl amplitudo gelombang maupun dl fasenya); lenturan
diorama di.o.ra.ma [n] (1) sajian pemandangan dl ukuran kecil yg dilengkapi dng patung dan perincian lingkungan spt aslinya serta dipadukan dng latar yg berwarna alami; pola atau corak tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yg dihasilkan dng menempatkan objek dan tokoh di depan latar belakang dng perspektif yg sebenarnya sehingga dapat menggambarkan keadaan yg sebenarnya; (2) pameran spesimen satwa liar atau pemandangan dl ukuran aslinya yg dilengkapi dng lingkungan alam asli dan latar yg bercat
disapu di.sa.pu [v] , -- Allah tertimpa hukuman Allah; terkutuk
disinsentif dis.in.sen.tif [a] bersifat tidak merangsang; tidak memberi insentif: sasaran pajak yg demikian besar dapat merupakan -- bagi dunia usaha
disiplin di.sip.lin [n] (1) tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); (2) ketaatan (kepatuhan) kpd peraturan (tata tertib dsb); (3) bidang studi yg memiliki objek, sistem, dan metode tertentu
disiplin nasional kondisi yg merupakan perwujudan sikap mental dan perilaku suatu bangsa ditinjau dr aspek kepatuhan dan ketaatan thd ketentuan peraturan dan hukum yg berlaku dl kehidupan berbangsa dan bernegara
diskulpasi dis.kul.pa.si [n] bebas dr hukuman; terlepas dr hukuman
dispensasi dis.pen.sa.si [n] (1) pengecualian dr aturan krn adanya pertimbangan yg khusus; pembebasan dr suatu kewajiban atau larangan: ia mendapat -- bebas membayar uang kuliah krn orang tuanya tidak mampu; (2) Huk pengecualian tindakan berdasarkan hukum yg menyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yg khusus (dl hukum administrasi negara)
ditransitif di.tran.si.tif [n Ling] verba yg menghendaki dua objek gramatikal, satu objek langsung dan satu objek taklangsung
dokter forensik dokter yg ahli dl penerapan ilmu pengetahuan medis bagi persoalan hukum pidana dan kejahatan dng menggunakan fakta-fakta medis
dosa do.sa [n] (1) perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan, ampunilah segala -- kami; (2) perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara): perbuatan itu dapat dianggap sbg -- besar thd nusa dan bangsa
dualisme semantis [Ling] teori dl semantik yg menganggap adanya hubungan timbal balik antara lambang (unsur bahasa) dan objek atau konsep yg ditunjuknya
dunia bebas negara-negara demokrasi; negara-negara nonkomunis; (2) ki tengah-tengah masyarakat; masyarakat luas: setelah lima tahun ia menjalani hukuman, kini ia kembali ke -- bebas
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
ekoturisme eko.tu.ris.me [n] wisata yg dilaksanakan di hutan atau di mana saja dng memanfaatkan lingkungan alam sbg objeknya; bagian dari alam semesta yg dapat dimanfaatkan oleh para turis; wisata alam
eksekusi ek.se.ku.si [n Huk] (1) pelaksanaan putusan hakim; pelaksanaan hukuman badan peradilan, khususnya hukuman mati: yg terhukum sudah menjalani -- nya; (2) penjualan harta orang krn berdasarkan penyitaan
eksepsi ek.sep.si [n] (1) pengecualian; (2) Huk tangkisan atau pembelaan yg tidak menyinggung isi surat tuduhan (gugatan), tetapi berisi permohonan agar pengadilan menolak perkara yg diajukan oleh penggugat krn tidak memenuhi persyaratan hukum: dl perkara itu pembela mengajukan -- kpd jaksa krn terdakwa menderita penyakit jiwa
eksteritorialitas eks.te.ri.to.ri.a.li.tas [n Huk] perwakilan diplomatik untuk tidak tunduk kpd hukum dr negara tempat mereka bekerja
ekstremis ek.stre.mis [n] (1) orang yg ekstrem; (2) orang yg melampaui batas kebiasaan (hukum dsb) dl membela atau menuntut sesuatu; (3) cak pejuang pd masa perang kemerdekaan melawan Belanda
elektorat elek.to.rat [n Pol] golongan masyarakat yg secara hukum memiliki hak untuk memilih
emansipasi wanita proses pelepasan diri para wanita dr kedudukan sosial ekonomi yg rendah atau dr pengekangan hukum yg membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju
entropi en.tro.pi [n Fis] keseimbangan termodinamis, terutama mengenai perubahan energi yg hukumnya disebut hukum termodinamika kedua yg menyatakan bahwa semua energi hanya dapat berpindah dr tempat yg mengandung banyak energi ke tempat yg kurang mengandung energi
epak , meng.e.pak v mengambil hak atas sesuatu yg mengeluarkan hasil dng membayar uang sewa atau pajak
fafa fa.fa [n Huk] tanah milik masyarakat menurut hukum adat (di daerah Aru); tanah ulayat
fakih fa.kih [Ar n] ahli hukum Islam; ahli fikih
fasakh fa.sakh [n Huk] pembatalan ikatan pernikahan oleh pengadilan agama berdasarkan dakwaan (tuntutan) istri atau suami yg dapat dibenarkan oleh pengadilan agama atau krn pernikahan yg telah terlanjur menyalahi hukum pernikahan: pengadilan agama telah memutuskan -- krn suami istri itu ternyata masih bersaudara dekat
fikih fi.kih [n Isl] ilmu tt hukum Islam
filsafat fil.sa.fat [n] (1) pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; (2) teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; (3) ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; (4) falsafah
fiskal fis.kal [a] berkenaan dng urusan pajak atau pendapatan negara
fokus fo.kus [n] (1) Fis titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yg datang berada dl keadaan paralel dng sumbu cermin atau lensa itu; titik api: tempatkan objek itu dl -- kalau menginginkan hasil pemotretan yg bagus; (2) pusat: -- perhatian dunia internasional tertuju ke kejuaraan sepak bola dunia di Prancis; (3) Ling (a) unsur yg menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pd bagian itu; (b) ciri predikat verbal yg menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dng subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
forensik fo.ren.sik [n] (1) cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan fakta-fakta medis pd masalah-masalah hukum; (2) ilmu bedah yg berkaitan dng penentuan identitas mayat seseorang yg ada kaitannya dng kehakiman dan peradilan: polisi belum bisa menjelaskan identitas korban krn masih menunggu hasil pemeriksaan yg diselidiki oleh tim --
frasa verbal frasa endosentris berinduk satu yg induknya verba dan modifikatornya berupa partikel modal; (2) bagian dr kalimat yg berupa verba dng atau tanpa objek dan/atau keterangan dl kaidah struktur frasa dan yg berfungsi sbg predikat
fukaha fu.ka.ha [Ar n] para ahli hukum Islam
furuk fu.ruk [n Isl] hukum tt kewajiban agama yg tidak pokok yg dijabarkan (bersumber) dr hukum dasar; hukum tambahan: perbedaan pendapat tt jumlah rakaat dl salat Tarawih itu bukanlah mengenai ajaran pokok, melainkan mengenai masalah --
ganjar gan.jar [v] meng.gan.jar v (1) memberikan hadiah atau upah (sbg pembalasan jasa, perbuatan baik, dsb); menghadiahi: sejumlah uang telah disediakan perusahaan untuk ~ para pekerja yg berjasa; (2) memberi hukuman: hakim telah memutuskan ~ penjahat itu dua tahun hukuman penjara
ganjaran gan.jar.an [n] (1) hadiah (sbg pembalas jasa); (2) hukuman; balasan
gara-gara ga.ra-ga.ra [n] (1) peristiwa yg menggemparkan; kegemparan; kerusuhan; keributan: perkara itu akan dapat menimbulkan -- dl masyarakat; (2) sebab; lantaran (sesuatu yg menjadi penyebab): -- uang lima puluh rupiah, dia dihukum; (3)pertanda: banyaknya binatang buas turun dr gunung adalah -- gunung itu akan meletus
gelap ge.lap [a] (1) tidak ada cahaya; kelam; tidak terang: -- benar kamarmu itu; (2) malam: hari sudah -- , ayo cepat tidur; (3) tidak atau belum jelas (tt perihal, perkara, dsb); samar: tt benar atau tidaknya soal yg dihebohkan itu, bagi saya masih --; (4) rahasia (tidak secara terang-terangan); tidak halal atau tidak sah; tidak menurut aturan (undang-undang, hukum) yg berlaku: perdagangan --
generalisasi empiris tesis, hukum, atau hipotesis berdasarkan pengamatan thd kenyataan tertentu dan spesifik
generalisasi metodologis prinsip atau hukum yg menjelaskan suatu keahlian dan teknik untuk mempelajari dan mendekati inti suatu ilmu
generalisasi teoretis tesis, hukum, atau hipotesis yg dicapai dng asumsi dasar bahwa variabel lainnya dianggap konstan
girik gi.rik [n] (1) kupon; surat kecil (sbg keterangan dsb); (2) kartu giliran (untuk jaga, ronda, dsb) [Mk n] gobek [Jk n] (1) surat pajak hasil bumi; (2) surat pemilikan tanah
gol [n] gawang pd permainan bola: bola itu melambung tinggi melampaui mistar --; (2) n masuknya bola ke dl gawang: wasit memutuskan -- kedua tidak sah; (3) v cak tercapai maksudnya (tujuan); berhasil (tt mosi, rancangan, dsb): kenaikan upah yg dituntut oleh buruh telah --; kalau RUU itu -- , hak cipta para pengarang akan terlindungi secara hukum; -- emas Olr gol yg dihasilkan pd masa perpanjangan waktu bertanding yg menjadi penentu kemenangan bagi sebuah kesebelasan: -- emas dihasilkan pd 30 menit perpanjangan waktu permainan
golongan Eropa go.long.an Eropa golongan bangsa yg terdiri atas: (1) orang Belanda; (2) orang Eropa lain yg bukan Belanda; (3) orang-orang bukan Eropa (spt Jepang) yg di negeri asalnya menganut hukum kekeluargaan yg bersifat (bercorak) sama dng Belanda dan dipersamakan dng Belanda
grasi gra.si [n] ampunan yg diberikan oleh kepala negara kpd orang yg telah dijatuhi hukuman
gula-gula gu.la-gu.la [n] (1) penganan yg dibuat dr gula; permen; (2) cak ki segala yg menyenangkan hati; (3) cak ki perempuan yg diperlakukan untuk bersenang-senang; gundik; (4) ki pria ataupun wanita yg diperlakukan sbg suami ataupun istri oleh lawan jenisnya tanpa ikatan perkawinan yg sah menurut adat dan hukum yg berlaku dl masyarakat
hadat selepah keseluruhan hukum adat yg berlaku dl masyarakat suku Dayak
hadis ha.dis [n Isl] (1) sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad saw. yg diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam: -- itu diriwayatkan oleh sahabat Nabi terdekat; (2) sumber ajaran Islam yg kedua setelah Alquran: untuk lebih mendalami Islam, ia sangat tekun membaca -- Nabi Muhammad saw. di samping menghafal ayat-ayat Alquran
hajar ha.jar [v] meng.ha.jar v (1) memukuli dsb supaya jera; memukuli sbg hukuman: dia ~ anaknya sendiri; (2) membuat tidak berdaya: sang juara telah berhasil secara beruntun ~ semua lawannya [n] batu
hak bersama hak yg dimiliki oleh beberapa orang terhadap suatu objek
hak eksteritorial hak untuk memberlakukan hukum dr suatu negara di wilayah negara lain; (2) hak imunitas
hak imunitas hak anggota lembaga perwakilan rakyat dan para menteri untuk membicarakan atau menyatakan secara tertulis segala hal di dl lembaga tsb tanpa boleh dituntut di muka pengadilan; (2) hak para kepala negara, anggota perwakilan diplomatik untuk tidak tunduk pd hukum pidana, hukum perdata, dan hukum administrasi negara yg dilalui atau negara tempat mereka bekerja; hak eksteritorial
hak pakai hak untuk memakai, msl hak memakai tanah sesuai dng ketentuan hukum
hak peserta hak masyarakat hukum adat untuk memiliki tanah secara perseorangan mengambil hasil hutan, hasil air, berburu, menciptakan hak milik atas tumbuh-tumbuhan dsb
hak ulayat [Huk] hak yg dimiliki suatu masyarakat hukum adat untuk menguasai tanah beserta isinya di lingkungan wilayahnya; hak pertuanan; hak purba
Hambali Ham.ba.li [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Imam Ahmad bin Hambal, dng sumber hukum, yaitu Alquran, hadis marfuk, hadis mursal dan daif, fatwa sahabat, serta kias (qiyas)
Hanafi Ha.na.fi [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Imam Abu Hanifah, dng sumber hukum, yaitu Alquran, sunah Rasul, fatwa sahabat Nabi, istihsan, dan adat
haram ha.ram [a] (1) terlarang (oleh agama Islam); tidak halal: -- hukumnya apabila makan bangkai; (2) suci; terpelihara; terlindung: tanah -- di Mekah itu adalah semulia-mulia tempat di atas bumi; (3) sama sekali tidak; sungguh-sungguh tidak: selangkah -- aku surut; (4) terlarang oleh undang-undang; tidak sah
harta har.ta [n] (1) barang (uang dsb) yg menjadi kekayaan; barang milik seseorang; (2) kekayaan berwujud dan tidak berwujud yg bernilai dan yg menurut hukum dimiliki perusahaan
hak [a] benar: mereka telah dapat menilai mana yg -- dan mana yg batil; (2) n milik; kepunyaan: barang-barang ini bukan -- mu; (3) n kewenangan: dng ijazah itu ia mempunyai -- untuk mengajar; (4) n kekuasaan untuk berbuat sesuatu (krn telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb): semua warga negara yg telah berusia 18 tahun ke atas mempunyai -- untuk memilih dan dipilih dl pemilihan umum; (5) n kekuasaan yg benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu: menantu tidak ada -- atas harta peninggalan mertuanya; (6)n derajat atau martabat: orang Melayu pd waktu itu tidak sama -- nya dng orang Eropa; (7) n Huk wewenang menurut hukum [n] telapak sepatu pd bagian tumit yg relatif tinggi: sepatu dng -- tinggi sedang digemari oleh wanita karier [n] alat untuk merenda (yg ujungnya berkait) dibuat dr logam [n] logam berkait (sepasang) untuk mengancingkan pinggang celana atau baju perempuan
harus ha.rus [adv] (1) patut; (2) wajib; mesti (tidak boleh tidak): kalau dia tidak datang, kau -- menggantikannya [v] boleh dilakukan dan boleh juga ditinggalkan; jaiz; mubah: hal yg demikian itu hukumnya --
hasil perkawinan hal-hal yg didapat setelah terjadinya perkawinan yg sah berdasarkan adat kebudayaan, agama, dan peraturan hukum yg berlaku
hasil ha.sil [n] sesuatu yg diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dsb): kemerdekaan kita ini adalah -- perjuangan rakyat; -- sawahnya cukup untuk hidup setahun; barang-barang -- industri dalam negeri sudah banyak yg diekspor ke luar negeri; obat suntik ini -- penyelidikan yg dilakukan bertahun-tahun; (2) n pendapatan; perolehan; buah: hingga kini, usaha kita belum tampak -- nya; rumahmu ini kalau disewakan lumayan juga -- nya; (3) n akibat; kesudahan (dr pertandingan, ujian, dsb): demikianlah -- perbuatanmu yg tidak bertanggung jawab itu; -- pertandingan itu ialah 2-0 untuk kemenangan kesebelasan kita; (4) n pajak; sewa tanah; (5) cak v berhasil; mendapat hasil; tidak gagal: berkat kekerasan hatinya -- juga maksudnya
hibah tergantung pemberian semasa hidup yg kemudian digugat oleh ahli waris; wasiat pemberian dng menggugat wasiat yg baru mempunyai kekuatan hukum setelah pembuat wasiat meninggal
hubungan informal hu.bung.an informal hubungan di antara orang-orang dl organisasi yg tidak diatur dl dasar hukum pendirian organisasi
hudud hu.dud [n Isl] hukum yg telah ditentukan bentuk dan kadarnya oleh Allah Swt., spt hukum potong tangan bagi pencuri
human hu.man [a] (1) bersifat manusiawi (spt manusia yg dibedakan dr binatang, jin, malaikat); (2) berperikemanusiaan (baik budi, luhur budi, dsb): anggota polisi diharapkan menjadi petugas hukum yg --
humaniora hu.ma.ni.o.ra [n] (1) ilmu pengetahuan yg meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, seni, dsb; (2) makna intrinsik nilai-nilai humanisme
humanis hu.ma.nis [n] (1) orang yg mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yg lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia; (2) penganut paham yg menganggap manusia sbg objek terpenting; (3) penganut humanisme
humanisme hu.ma.nis.me [n] (1) aliran yg bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yg lebih baik; (2) paham yg menganggap manusia sbg objek studi terpenting; (3) aliran zaman Renaissance yg menjadikan sastra klasik (dl bahasa Latin dan Yunani) sbg dasar seluruh peradaban manusia; (4) kemanusiaan
ibra ib.ra [Ar n] pembebasan dr tanggung jawab atas suatu tanggungan (spt membayar utang); pembebasan dr tuntutan hukum atas kesalahan atau kekeliruan
ijmak ulama kesesuaian pendapat para ulama (tt suatu hukum dl agama)
ijtihad ij.ti.had [n] (1) usaha sungguh-sungguh yg dilakukan para ahli agama untuk mencapai suatu putusan (simpulan) hukum syarak mengenai kasus yg penyelesaiannya belum tertera dl Alquran dan Sunah; (2) pendapat; tafsiran
ikab [Ar n] hukuman; siksa
ikonometer iko.no.me.ter [n] alat untuk memperkirakan ukuran dan jarak suatu objek
ilegal ile.gal [a] tidak legal; tidak menurut hukum; tidak sah: orang asing itu masuk ke Indonesia secara --
ilmu fikih pengetahuan tt kewajiban yg diperintahkan oleh agama Islam; ilmu tt hukum syarak
imbal negatif [Huk] imbalan yg berupa pembebanan atau penderitaan yg ditentukan dl hukum
imbal positif [Huk] imbalan yg berupa hadiah atau anugerah yg ditentukan dl hukum
imbalan im.bal.an [n] (1) upah sbg pembalas jasa; honorarium; (2) ba-lasan (berupa pujian, hukuman, dsb) atas tindakan yg di-lakukan
imperatif im.pe.ra.tif /impEratif/ (1) a bersifat memerintah atau memberi komando; mempunyai hak memberi komando; bersifat mengharuskan: hukum baru itu kelak harus berwibawa sbg kekuatan -- yg harus dihormati; (2) n Ling bentuk perintah untuk kalimat atau verba yg menyatakan larangan atau keharusan melaksanakan perbuatan: pergilah! bantulah!
implikasi im.pli.ka.si [n] (1) keterlibatan atau keadaan terlibat: -- manusia sbg objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentingannya; (2) yg termasuk atau tersimpul; yg disugestikan, tetapi tidak dinyatakan: apakah ada -- dl pertanyaan itu?
induksi in.duk.si [n] (1) metode pemikiran yg bertolak dr kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yg umum; penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yg khusus untuk diperlakukan secara umum; penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah khusus; (2) proses pembangkitan tenaga listrik (elektrik) di dl sirkulasi tertutup oleh arus (gerak) magnetik melalui gerak putar
inses in.ses [n] hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yg bersaudara dekat yg dianggap melanggar adat, hukum, atau agama
inspektur in.spek.tur [n] (1) pejabat pemerintah yg bertugas melakukan pemeriksaan; pemeriksa; penilik; pengawas (pendidikan, pajak, perburuhan, dsb); (2) nama pangkat dl kepolisian
intransitif in.tran.si.tif [a Ling] tanpa objek langsung atau pelengkap penderita (tt verba) spt pd kata loncat, terjun, jatuh
jaksa jak.sa [n] pejabat di bidang hukum yg bertugas menyampaikan dakwaan atau tuduhan di dl proses pengadilan thd orang yg diduga melanggar hukum
jalan pintas jalan yg lebih dekat (untuk sampai ke tempat tujuan); (2) ki cara bertindak yg tidak mengikuti aturan (hukum); terobosan
jari ampai cemeti untuk menghukum
jeblos jeb.los [a] , men.jeb.los.kan v (1) memasukkan dng sekuat-kuatnya ke dl lubang dsb: ia memegang kepala kerbau itu dan ~ nya ke dl kubangan; (2) ki memasukkan (ke dl penjara); menghukum (dng cara memasukkan ke dl penjara)
jizyah jiz.yah [Ar n] upeti atau pajak yg dikenakan kpd orang (negeri) bukan Islam oleh pemerintah (negeri) Islam yg menaklukkannya (terakhir dihapuskan oleh Khalifah Umar bin Khatab)
jukstaposisi juk.sta.po.si.si [n] penempatan dua objek secara berdampingan
kada ka.da [n Isl] peraturan (Allah); hukum (Allah); ketentuan (Allah): semua menteri pun ikut berduka cita atas -- Allah taala yg menimpa baginda [v] me.nga.da v membayar kewajiban ibadat di luar waktu yg telah ditentukan: ia telah -- puasa Ramadan yg lalu
kadaster ka.das.ter [n] badan (pemerintah) pencatat tanah milik yg menentukan letak rumah, luas tanah, serta ukuran batasnya untuk menentukan pajak dsb
kafarat ka.fa.rat [n Isl] (1) denda yg harus dibayar krn melanggar larangan Allah atau melanggar janji; (2) persembahan kpd Allah sbg tanda mohon pengampunan (krn telah melanggar hukum-Nya) [a Isl] tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya; keparat; kafir
kafir zimi orang kafir yg tunduk kpd pemerintahan Islam dng kewajiban membayar pajak bagi yg mampu
kaidah ka.i.dah [n] rumusan asas yg menjadi hukum; aturan yg sudah pasti; patokan; dalil (dl matematika)
kakagau ka.ka.gau [n] putusan lembaga hukum tertinggi (di Toraja)
kalimat dwitransitif [Ling] kalimat yg mempunyai objek dan pelengkap atau keterangan yg wajib
kamar gas ruang yg diisi dng gas untuk melaksanakan hukuman mati
kamera ka.me.ra [n] kotak kedap sinar yg dipasang dng lensa yg menyambung pd lubang lensa tempat gambar (objek) yg direkam dl alat yg pekat cahaya; alat potret
kamera televisi kamera yg digunakan untuk mengambil objek-objek yg akan disiarkan melalui televisi
kamerawan ka.me.ra.wan [n] orang yg tugasnya menggunakan kamera untuk merekam gambar (objek) film atau televisi
kamus istilah kamus yg memuat istilah dng makna konsepnya dr bidang ilmu tertentu (spt kamus hukum dan kamus kimia)
kandungan kan.dung.an [n] (1) barang yg terkandung (termuat, tercantum di dalamnya); (2) yg tersimpan dl hati; isi hati: sekarang barulah aku tahu ~ hatinya; (3) kantong peranakan di dl perut wanita: bayi itu telah meninggal ketika masih berada dl ~; (4) janin yg masih di dl perut wanita: menggugurkan ~ itu berdosa dan dapat dihukum; (5) kantong; pundi-pundi
kanon ka.non [n] uang pajak untuk tanah sewa yg turun-temurun [n] (1) Mus komposisi musik yg dimainkan secara bersahut-sahutan; (2) Kris peraturan atau dogma yg dikeluarkan oleh gereja; (3) Kris buku-buku autentik yg dianggap bagian Kitab Suci [n] meriam [n Sas] karya drama yg dianggap ciptaan asli seorang penulis
kanonis ka.no.nis [a] (1) Kat menurut (sesuai dng) hukum (undang-undang) gereja; yg termasuk kanon; (2) bersifat kuasa; (3) bersifat dasar (baku, standar); (4) Ling yg paling lazim (dikatakan tt pola bentuk kata); (5) Mat disederhanakan sampai ke nilai terendah
kanun ka.nun [n] (1) undang-undang; peraturan; hukum; kaidah; (2) kitab undang-undang
karam berdua [pb] dua orang berbuat salah, seorang saja yg kena hukum
karam berdua basah seorang karam ber.dua basah seorang [pb] dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yg kena hukum
karma kar.ma [n] (1) perbuatan manusia ketika hidup di dunia: hidup sbg umat Tuhan itu sekadar melakukan darma dan --; (2) hukum sebab-akibat: -- bukan hanya menguasai manusia, tetapi juga merupakan suatu hukum mutlak dl alam
karyawisata kar.ya.wi.sa.ta [n] kunjungan ke suatu objek dl rangka memperluas pengetahuan dl hubungan dng pekerjaan seseorang atau sekelompok orang: seminar itu ditutup dng -- ke beberapa daerah industri
kasus akusatif [Ling] kasus yg menandai nomina atau yg sejenisnya sbg objek langsung
kasus datif [Ling] kasus yg menandai bahwa nomina adalah penerima suatu perbuatan atau objek tak langsung
kasus ergatif [Ling] bentuk kasus dr subjek atau pelaku dr verba transitifnya dl bahasa tertentu spt bahasa Baska, Hindi, yg subjek dr verba intransitifnya mempunyai bentuk kasus yg sama dng objek atau penderita dr verba transitif
kasus tujuan [Ling] hubungan kasus yg menandai objek atau keadaan (tujuan) sbg akibat perbuatan atau keadaan yg dinyatakan oleh verba
kausalitas kau.sa.li.tas [n] perihal kausal; perihal sebab akibat: kalau kita hendak berbuat sesuatu, harus kita perhatikan hukum --
kawin sumbang perkawinan antara kerabat terdekat yg tidak diizinkan oleh hukum, adat, atau agama
keberatan ke.be.rat.an [n] perihal beratnya suatu benda, tugas, perasaan, penyakit, dsb: terasa benar -- pajak itu bagi rakyat; (2) a cak terlampau berat (beratnya melebihi dr yg biasa): barang ini -- jika diangkut dng sepeda; (3) v cak berkeberatan; tidak setuju: penduduk -- atas pemberian ganti rugi atas tanah mereka yg tidak seimbang
kecuali ke.cu.a.li [p] tidak termasuk (dl golongan, aturan, dsb yg umum); yg selain dr; yg lain dp: tidak ada yg menghiraukannya, -- keluarganya sendiri; (2) n sesuatu yg diistimewakan dr golongan aturan dsb yg tidak menurut hukum (menyimpang dr aturan umum dsb): aturan ini tidak ada -- nya; (3) p hanya; melainkan (hanya): yg lain tidak perlu digarap sekarang, -- yg perlu-perlu saja
kedokteran forensik ke.dok.ter.an forensik ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan ilmu pengetahuan medis bagi persoalan hukum pidana dan kejahatan dng menggunakan fakta-fakta medis; yurisprudensi kedokteran
kehakiman ke.ha.kim.an [n] urusan hakim dan pengadilan; (2) segala sesuatu yg berkenaan dng hukum (undang-undang, pengadilan, dsb)
kejahatan ke.ja.hat.an [n] (1) Huk perbuatan yg jahat: korupsi, merampok, dan mencuri merupakan ~ yg melanggar hukum; (2) sifat yg jahat; (3) dosa: hindarilah dirimu dr berbuat ~ di dunia ini; (4) perilaku yg bertentangan dng nilai dan norma yg berlaku yg telah disahkan oleh hukum tertulis
kekitir ke.ki.tir [n] tanda pemilikan tanah dan besarnya pajak (tanah) yg harus dibayar
kekuasaan marital ke.ku.a.sa.an marital [Huk] bantuan dan kekuasaan yg diberikan seorang suami kpd istri dl hal perbuatan hukum yg menyangkut harta kekayaan bersama
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kelah ke.lah [n] pemberitahuan yg disertai permintaan oleh pihak yg berkepentingan kpd pejabat yg berwenang untuk menindak, menurut hukum, orang yg melakukan perbuatan yg hanya dapat dituntut berdasarkan aduan; pengaduan
keleluasaan ke.le.lu.a.sa.an [n] (1) kebebasan (bergerak, bertindak, dsb): selama tinggal di Jakarta, mereka diberi ~ untuk mengunjungi tempat bersejarah; (2) Huk peranan untuk menentukan (memutuskan sendiri berdasarkan hukum)
kelonggaran ke.long.gar.an [n] keleluasaan; kelapangan: tidak ada ~ berbicara; (2) n kesempatan: dia diberi ~ tiga bulan untuk me; lunasi tunggakan pajaknya; (3) n keringanan: dia mendapat ~ dl membayar uang sekolahnya; (4) a cak terlalu longgar (besar): bajunya ~
kelugasan ke.lu.gas.an [n] (1) hal mengenai yg pokok (yg penting, yg perlu): pembicaraan dilakukan dng bertolak dr asas kehematan, ~ , dan keefisienan; (2) kesederhanaan; keluguan; kepolosan: ~ dl sikap dan dl berpakaian merupakan daya tarik tersendiri; (3) perihal tidak berbelit-belit (tt bahasa, kalimat): ~ setiap kalimat yg diutarakannya memudahkan pemahaman bagi yg mendengarkannya; (4) tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan
kena ke.na [v] (1) bersentuhan (dng); terantuk (pd): ujung tombak itu -- pd tengkuk pencuri itu; (2) tepat pd sasarannya; tidak luput: burung itu ditembaknya, tetapi tidak --; (3) tertimpa (oleh); mengalami; menderita (sesuatu); mendapat atau beroleh suatu perbuatan: sekarang banyak anak -- penyakit cacar; (4) tidak bebas dr (aturan, pajak, dsb): tidak ada yg terkecuali, semuanya -- aturan ini; (5) tepat benar; sesuai benar; cocok; berpatutan (berpaduan); sedang dan patut (tt pakaian dsb): pantun ini tidak -- sajaknya
kepailitan ke.pai.lit.an [n ] (1) perihal pailit (bangkrut): Pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang --; (2) Ek keadaan atau kondisi seseorang atau badan hukum yg tidak mampu lagi membayar kewajibannya (dl hal utang-utangnya) kpd si piutang
kerabat angkat [Antr] kerabat yg berdasarkan adat atau hukum tt adopsi yg berlaku dl suatu masyarakat
kerajat ke.ra.jat [ark n] anak rambut yg tumbuh di dahi [kl n] pajak; bea: hamba ini dititahkan oleh raja mengambil cukai -- di tengah laut ini
kerangkeng ke.rang.keng [n] (1) kurungan berpagar besi (tempat harimau dsb); (2) bilik berterali besi (tempat orang hukuman); (3) tempat untuk mengurung anak kecil
keringanan ke.ri.ngan.an [v] (1) pengurangan beban (tanggungan, tugas, dsb): mohon ~ dl pembayaran pajak; (2) sangat ringan
ketetapan ke.te.tap.an [n] (1) hal (keadaan) tetap; ketentuan; kepastian: adat perkawinan di kalangan suku terasing itu banyak yg bertentangan dng ~ hukum agama; (2) keteguhan (hati, niat, dsb); ketabahan (hati); kekerasan (hati, kemauan); (3) keputusan; beslit (pengangkatan dsb): sampai detik ini ~ yg resmi sebagai kepala sekolah belum ada
ketetapan MPR ke.te.tap.an MPR keputusan MPR yg mempunyai kekuatan hukum ke luar dan ke dalam MPR
kewajiban ke.wa.jib.an [n] (1) (sesuatu) yg diwajibkan; sesuatu yg harus dilaksanakan; keharusan: tugas penelitian sudah merupakan ~ bagi setiap calon sarjana; (2) pekerjaan; tugas: aku akan melaksanakan tugas ~ ku dng saksama; (3) Huk tugas menurut hukum
khalayak kha.la.yak [n] (1) segala yg diciptakan oleh Tuhan; makhluk (manusia dsb): maka segala -- yg banyak pun sujud menyembah; (2) kelompok tertentu dl masyarakat yg menjadi sasaran komunikasi; (3) orang banyak; masyarakat: orang itu akan dihukum di depan --
khalifah kha.li.fah [n] (1) wakil (pengganti) Nabi Muhammad saw. setelah Nabi wafat (dl urusan negara dan agama) yg melaksanakan syariat (hukum) Islam dl kehidupan negara; (2) (gelar) kepala agama dan raja di negara Islam; (3) penguasa; pengelola: manusia diciptakan Allah sbg -- di muka bumi
khilafiah khi.la.fi.ah [n] perbedaan pendapat di antara para ahli hukum Islam dl menentukan hukum
kias ki.as [n] (1) perbandingan (persamaan); ibarat; contoh yg telah ada (terjadi): berita itu hendaklah diambil -- nya saja; (2) sindiran: ia sama sekali tidak merasakan -- temannya itu; (3) contoh (model) yg telah ada; analogi: kata "pemuda-pemudi" sebenarnya mengambil -- kata "putra-putri"; (4) alasan (hukum) yg berdasarkan perbandingan atau persamaan dng hal yg telah terjadi (dl hukum Islam) [n] kepandaian mengobati dsb dng jampi-jampi; ilmu kias, ilmu sihir
kimia fisika cabang kimia tt aspek teori dr kimia berdasarkan partikel materi dan hukumnya, spt yg dirumuskan oleh fisika
kinematograf ki.ne.ma.to.graf [n] alat untuk menunjukkan gambar-gambar objek dl gerakan
kisas ki.sas [n] pembalasan (dl pelaksanaan hukum Islam spt hukuman bagi orang yg membunuh dibalas dng membunuh lagi)
kitir ki.tir [ark n] surat keterangan pajak bumi yg harus dibayar oleh pemilik tanah: untuk jual beli tanah hendaknya diteliti dulu hak milik, nomor -- , sertifikat hak guna bangunan, dsb [Jw] ki.tir.an n baling-baling
klausa bebas klausa yg secara potensial dapat menjadi kalimat bebas; -- intransitif klausa yg predikat verbanya tidak disertai objek, msl gaji sudah datang
klausa terikat klausa yg tidak dapat berdiri sendiri sbg kalimat tunggal mandiri, menjadi bagian klausa lain atau bagian dr kalimat majemuk bertingkat; -- transitif klausa yg verbanya selalu disertai objek, msl mereka memilih perempuan
klien kli.en [n] (1) Huk orang yg memperoleh bantuan hukum dr seorang pengacara dl pembelaan perkara di pengadilan: pengacara itu menuntut perusahaan yg telah memalsukan merek dagang -- nya; (2) orang yg membeli sesuatu atau memperoleh layanan (spt kesehatan, konsultasi jiwa) secara tetap; pelanggan: ia sudah lama menjadi -- dokter itu
kodifikasi ko.di.fi.ka.si [n] (1) himpunan berbagai peraturan menjadi undang-undang; hal penyusunan kitab perundang-undangan; (2) Huk penggolongan hukum dan undang-undang berdasarkan asas-asas tertentu dl buku undang-undang yg baku; (3) Ling pencatatan norma yg telah dihasilkan oleh pembakuan dl bentuk buku tata bahasa, spt pedoman lafal, pedoman ejaan, pedoman pembentukan istilah, atau kamus; (4) Ek pemberian nomor atau lambang pd perkiraan pos, jurnal, faktur, atau dokumen lain yg berfungsi sbg alat untuk membedakan pos yg satu dng lainnya yg termasuk satu golongan
kodrat kod.rat [n] (1) kekuasaan (Tuhan): manusia tidak akan mampu menentang -- atas dirinya sbg makhluk hidup; (2) hukum (alam): benih itu tumbuh menurut -- nya; (3) sifat asli; sifat bawaan: kita harus bersikap dan bertindak sesuai dng -- kita masing-masing
kohir ko.hir [n] surat atau daftar penetapan pajak
koleksi ko.lek.si [n] (1) kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dsb) yg sering dikaitkan dng minat atau hobi objek (yg lengkap); (2) kumpulan yg berhubungan dng studi penelitian; (3) cara dsb mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dsb
koluvium ko.lu.vi.um [n Geo] pecahan batu dan bahan tanah yg terhimpun dl dasar lereng yg curam krn hukum gaya tarik (gravitasi)
kompenian kom.pe.ni.an [n] (1) kewajiban bekerja untuk kepentingan pemerintah (jajahan) tanpa upah; rodi; (2) pajak tanah yg dikenakan kpd pemakai tanah partikelir
kompromistis kom.pro.mis.tis [a] bersifat kompromi; berlaku sbg orang kompromis: meskipun masih akomodatif -- , anutan mereka yg ketat pd pelaksanaan hukum fikih telah menjadi penghadang penyebaran modernisasi Islam
kongsian kong.si.an [ark n] pajak tanah bagi pengguna tanah partikelir
konsep kon.sep [n] (1) rancangan atau buram surat dsb; (2) ide atau pengertian yg diabstrakkan dr peristiwa konkret: satu istilah dapat mengandung dua -- yg berbeda; (3) Ling gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yg ada di luar bahasa, yg digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain
konstanta kon.stan.ta [n Mat] lambang untuk menyatakan objek yg sama dl keseluruhan operasi matematika
konstruksi antipasif [Ling] konstruksi verba transitif yg disertai objek miring (bukan objek langsung): msl berbicara tt x (berlainan dr membicarakan x yg nonantipasif krn dapat dipasifkan secara biasa)
konstruksi nonantipasif [Ling] konstruksi verba transitif yg disertai objek langsung; -- predikatif Ling konstruksi ekosentris yg terjadi dr subjek dan predikat yg membentuk klausa, msl mereka berbunyi
konsulen kon.su.len [n] orang yg diangkat menjadi penasihat atau pembela dl suatu perkara, msl soal perpajakan
konsuler kon.su.ler /konsulEr/ (1) n orang yg memberikan nasihat dng dibayar (khususnya dl bidang perpajakan); konsultan; (2) a berkenaan dng konsul atau konsulat
kontrak kon.trak [n] (1) perjanjian (secara tertulis) antara dua pihak dl perdagangan, sewa-menyewa, dsb; (2) persetujuan yg bersanksi hukum antara dua pihak atau lebih untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan
konvensi kon.ven.si [n] (1) permufakatan atau kesepakatan (terutama mengenai adat, tradisi, dsb): berdasarkan -- , sudah sewajarnya pria melindungi wanita; (2) perjanjian antarnegara, para penguasa pemerintahan, dsb: -- Hukum Laut telah disetujui oleh negara sedang berkembang; (3) konferensi tokoh masyarakat atau partai politik dng tujuan khusus (memilih calon untuk pemilihan anggota DPR dsb)
korporasi kor.po.ra.si [n] (1) badan usaha yg sah; badan hukum; (2) perusahaan atau badan usaha yg sangat besar atau beberapa perusahaan yg dikelola dan dijalankan sbg satu perusahaan besar
korporat kor.po.rat [a] bersifat atau berkaitan dng korporasi; berbadan hukum: identitas -- dapat berupa nonfisik spt nilai-nilai dan filosofi yg dianut perusahaan
korps [n] himpunan orang (badan, organisasi) yg merupakan satu kesatuan: seluruh -- polisi harus menegakkan hukum dan melindungi rakyat
kotor ko.tor [a] (1) tidak bersih; kena noda: pakaian-pakaian -- harus dicuci; (2) banyak sampahnya (barang bekas, barang busuk, dsb); jorok; menjijikkan: parit-parit yg -- akan mendatangkan penyakit; (3) melanggar kesusilaan; tidak patut; keji: anak yg kurang ajar gemar mengucapkan kata-kata --; (4) tidak mengikuti aturan; tidak jujur: mereka dapat menang krn bermain --; (5) (berat, isi, gaji, dsb) sebelum dikurangi wadah (pajak, dsb); bruto: berat -- 50 kg, berat bersih 48 kg
kriminal kri.mi.nal [a] berkaitan dng kejahatan (pelanggaran hukum) yg dapat dihukum menurut undang-undang; pidana
kriminalitas kri.mi.na.li.tas [n] hal-hal yg bersifat kriminal; perbuatan yg melanggar hukum pidana; kejahatan: korupsi merupakan tindakan --
kuli ajek golongan yg dianggap sbg pendiri suatu masyarakat yg menganut hukum adat tertentu (di Madura)
kungkung kung.kung [n] kayu atau besi berlubang yg dipasang atau digantungkan di leher (sbg hukuman atau supaya yg dipasung jangan melarikan diri); pasung
kursi listrik kursi beraliran listrik, tempat menghukum mati para penjahat
kutip ku.tip [v] me.ngu.tip v (1) memungut benda kecil-kecil satu demi satu: ~ uang yg berjatuhan di tanah; (2) mengambil perkataan atau kalimat dr buku dsb; memetik karangan dsb; menukil: untuk makalah itu ia ~ beberapa pasal yg penting dr kitab undang-undang; (3) mengumpulkan dr berbagai sumber: ~ derma; (4) menarik (memungut) biaya (ongkos, pajak, dsb)
laba perang keuntungan yg diperoleh dl masa perang (dr pemungutan pajak)
lain bengkak lain bengkak, lain me.na.nah [pb] lain orang yg bersalah, lain pula orang yg menerima hukuman
landasan lan.das.an [n] (1) alas; bantalan; paron (alas untuk menempa, terbuat dr besi); (2) lapangan terbang: pesawat kami mendarat di ~ dng selamat; (3) ki dasar; tumpuan: ~ hukum negara kita ialah Pancasila dan UUD 45
laporan administrasi la.por.an administrasi pemberian bahan atau keterangan secara objektif dan berdasarkan kenyataan di bidang personel, material, keuangan, dan tata kantor
larutan ideal la.rut.an ideal larutan yg volumenya adalah jumlah volume bagian-bagiannya, tiada terjadi panas pd percampuran dan memenuhi hukum Raoult
legal le.gal [a] sesuai dng peraturan perundang-undangan atau hukum: perusahaan yg -- lah yg mempunyai hak hidup di negara ini
legalisasi le.ga.li.sa.si [n] pengesahan (menurut undang-undang atau hukum): -- abortus tidak menolong usaha pelembagaan perkawinan dl masyarakat
legitimas le.gi.ti.mas [n Huk] pengakuan secara formal (hukum)
legitimitas le.gi.ti.mi.tas [n] perihal atau keadaan sah; keabsahan secara hukum
lembaga pemasyarakatan tempat orang-orang menjalani hukuman pidana; penjara
lepas le.pas [a] (1) dapat bergerak (lari) ke mana-mana; tidak tertambat: kuda itu -- sehingga pemiliknya sulit menangkapnya; (2) bebas dr ikatan; tidak terikat lagi: anjingnya --; (3) lolos dr kandang (kurungan, kerangkeng, dsb): burung piaraannya -- dan terbang entah ke mana; (4) melarikan diri: tahanan yg -- itu sudah tertangkap kembali; (5) bebas dr hukuman: baru saja seminggu -- dr penjara, ia sudah melakukan penodongan lagi; (6) tidak ada sangkut-pautnya lagi; tidak ada ikatan lagi: ia sudah -- , kontraknya sudah habis; (7) copot; tidak pd tempatnya la; gi: sekrupnya --; (8) tanggal (tt gigi): giginya sudah banyak yg --; (9) bebas; berdiri sendiri: negara itu sudah -- dr cengkeraman penjajah; (10) tidak melekat lagi; hilang: kejadian itu tidak pernah -- dr ingatannya; (11) sesudah; sehabis: -- salat subuh, kami selalu berjalan-jalan
liar li.ar [a] (1) tidak ada yg memelihara; tidak dipiara orang (tt binatang): binatang ini (binatang) --; (2) tidak (belum) jinak: ayam (burung) ini masih --; (3) tidak tenang (tt pandangan mata); buas; ganas: matanya -- memandang ke kiri kanan; pandangannya -- spt harimau akan menerkam mangsanya; (4) tidak teratur; tidak menurut aturan (hukum): sikap dan tingkahnya --; (5) belum beradab: orang --; (6) tidak resmi ditunjuk atau diakui oleh yg berwenang; tanpa izin resmi dr yg berwenang; tidak memiliki izin usaha, mendirikan, atau membangun, dsb: tukang parkir --; bangunan (rumah) --
likuidasi li.ku.i.da.si [n Man] pembubaran perusahaan sbg badan hukum yg meliputi pembayaran kewajiban kpd para kreditor dan pembagian harta yg tersisa kpd para pemegang saham (persero)
limau masak sebelah [pb] aturan (hukum dsb) yg tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dsb, tidak sama rata: spt -- masak seulas, pb (orang) yg menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dsb)
logika formal metodologi berpikir yg berkenaan dng struktur atau bentuk logika melalui abstraksi isi pemikiran yg merumuskan hukum dan asas yg disyaratkan untuk mencapai hasil yg berlaku dl mendapatkan pengetahuan melalui penarikan kesimpulan yg bagian-bagiannya dipertalikan dng isi tsb
loket lo.ket [n] jendela kecil di gedung, kantor, tempat pertunjukan, dsb tempat membayar pajak radio, membeli prangko, menjual karcis, dsb
lugas lu.gas [a] (1) mengenai yg pokok-pokok (yg perlu-perlu) saja: pembicaraannya selalu -- , tidak pernah menyimpang ke sana-sini; (2) bersifat spt apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana: cara berdandannya -- , tidak mencolok; (3) tidak berbelit-belit: kalimatnya -- , tidak berbunga-bunga; (4) tidak bersifat pribadi; objektif: masalah itu dapat diselesaikan secara --
maaf ma.af [n] (1) pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun: minta --; (2) ungkapan permintaan ampun atau penyesalan: -- , saya datang terlambat; (3) ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu: -- , bolehkah saya bertanya
madani ma.da.ni [a] (1) berhubungan dng hak-hak sipil; (2) berhubungan dng perkotaan; (3) menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yg ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yg berperadaban
madi ma.di [a] bersifat kebendaan; mengenai benda: hukum -- [Lihat {mazi}]
mafia ma.fia [n] perkumpulan rahasia yg bergerak di bidang kejahatan (kriminal); -- peradilan 1 kelompok advokat yg menguasai proses peradilan sehingga mereka dapat membebaskan terdakwa apabila terdakwa dapat menyediakan uang sesuai dng jumlah yg diminta mereka: isu mengenai -- peradilan disebarkan melalui pemberitaan di berbagai surat kabar; (2) persekongkolan di antara para penegak hukum dng pencari keadilan
mafsadat maf.sa.dat [Ar n] kerusakan atau akibat buruk yg menimpa seseorang (kelompok) krn perbuatan atau tindakan pelanggaran hukum: perjudian dapat menimbulkan -- berupa kemiskinan, kemalasan, dan kejahatan lainnya
magnetisme mag.net.is.me [n Fis] (1) gejala fisika pd bahan yg memiliki kemampuan menimbulkan medan magnet atau yg mampu berinteraksi dng medan magnet; (2) ilmu tt hukum dan keadaan gaya magnet dan pengaruhnya atau ilmu tt penyebar atau kualitas gaya magnet
mahkamah mah.ka.mah [n] badan tempat memutuskan hukum atas suatu perkara atau pelanggaran; pengadilan
mahkamah Agung Internasional badan kekuasaan yg diatur dl piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, bertugas mengatur perselisihan hukum antarnegara
mahkamah dunia [Pol] majelis pengadilan yg mengadili perkara atau pelanggaran hukum yg menyangkut beberapa negara atau yg bersifat internasional
mahkamah Militer badan pengadilan militer yg dibentuk untuk mengadili dl tingkat pertama segala perkara pelanggaran hukum yg dilakukan oleh anggota angkatan bersenjata
mahzurat mah.zu.rat [n Isl] hal-hal yg dilarang oleh agama, meliputi hukum haram dan makruh; larangan agama
main gila berbuat kurang sopan; bertindak semau-maunya; -- hakim sendiri menghakimi orang lain tanpa mempedulikan hukum yg ada (biasanya dilakukan dng pemukulan, penyiksaan, pembakaran, dsb): ia menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda mata gelap yg -- hakim sendiri
majalah khas terbitan berkala yg isinya khusus mengenai bidang profesi tertentu, msl ilmu hukum, ilmu sosial, fotografi, filateli
makar ma.kar [n] (1) akal busuk; tipu muslihat: segala -- nya itu sudah diketahui lawannya; (2) perbuatan (usaha) dng maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dsb: krn -- menghilangkan nyawa seseorang, ia dihukum; (3) perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yg sah: ia dituduh melakukan -- [a] kaku dan keras (tt buah-buahan); bangkar
makelar ma.ke.lar [n] (1) perantara perdagangan (antara pembeli dan penjual); orang yg menjualkan barang atau mencarikan pembeli; pialang: dia menjual langsung mobilnya kpd pembeli tanpa --; (2) orang atau badan hukum yg berjual beli sekuritas atau barang untuk orang lain atas dasar komisi
makna ekstensi [Ling] makna yg mencakupi semua objek yg dapat dirujuk dng kata itu
makna referensial [Ling] makna unsur bahasa yg sangat dekat hubungannya dng dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi
makurung ma.ku.rung [Bl n] hukuman berupa tahanan rumah selama 15 hari krn tidak ikut serta dl kerja bakti
Maliki Ma.li.ki [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Imam Malik bin Anas dng sumber hukum Alquran, sunah Rasul, ijmak, kias (qiyas), dan Istislah
mansukh man.sukh [Ar v] batal; ditiadakan; terhapus; tidak berlaku lagi: hukum itu sudah --
marsaoleh mar.sa.o.leh [n] sebutan bagi kepala masyarakat hukum adat di Gorontalo
masyarakat madani masyarakat kota; (2) masyarakat yg menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yg ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yg berperadaban
mazhab maz.hab [n] (1) Isl haluan atau aliran mengenai hukum fikih yg menjadi ikutan umat Islam (dikenal empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafii): umat Islam di Indonesia banyak yg menganut -- Syafii; (2) golongan pemikir yg sepaham dl teori, ajaran, atau aliran tertentu di bidang ilmu, cabang kesenian, dsb dan yg berusaha untuk memajukan hal itu: -- ekonomi; -- seni lukis
medikolegal me.di.ko.le.gal [a] berkaitan, baik dng kesehatan maupun hukum: universitas membuka program pendidikan praktisi bidang hukum perburuhan dan --
melakukan me.la.ku.kan [v] (1) mengerjakan (menjalankan dsb): ia gugur dl ~ tugasnya; (2) mengadakan (suatu perbuatan, tindakan, dsb): ~ pendaratan darurat; ~ demonstrasi; (3) melaksanakan; mempraktikkan; menunaikan: Pemerintah akan ~ tindakan tegas thd setiap penyelewengan yg terjadi; (4) melazimkan (kebiasaan, cara, dsb): kepala sekolah bermaksud ~ "Senam Pagi Indonesia" di sekolahnya; (5) menjadikan (membuat dsb) berlaku; menjadikan laku: ~ uang palsu adalah perbuatan yg melanggar hukum; (6) berbuat sesuatu thd (suatu hal, orang, dsb): ia ~ anak yatim itu sbg anaknya sendiri; (7) mengabulkan (permintaan, doa, dsb); meluluskan: orang tuanya selalu ~ permintaan anak itu
melancung me.lan.cung [v] memalsu(kan); meniru dng maksud menipu: ~ tanda tangan orang lain adalah perbuatan yg melanggar hukum
melanggar me.lang.gar [v] (1) menubruk; menabrak; menumbuk: mobilnya rusak krn ~ pohon; (2) menyalahi; melawan: mencuri adalah perbuatan yg ~ hukum; (3) melewati; melalui (secara tidak sah): dia dihukum krn ~ tapal batas negara lain; (4) menyerang; melanda: banjir besar ~ kampung itu yg mengakibatkan rumah-rumah hanyut
melawan me.la.wan [v] (1) menghadapi (berperang, bertinju, bergulat, dsb): mereka tidak sanggup ~ musuh sebanyak itu; (2) menentang; menyalahi: siapa yg berani ~ perintahnya berarti ~ hukum; (3) bersaing lebih murah dp yg lain: harga-harga di toko itu ~; (4) melayani; mengajak: saya kurang suka berbicara ~ dia; (5) mencegah; menghilangkan; menjauhkan: obat ini gunanya untuk ~ bibit penyakit
meletakkan me.le.tak.kan [v] (1) menempatkan; menaruh: ia ~ buku-bukunya di atas meja; (2) melepaskan; tidak melaksanakan lagi: krn gagal dl pemerintahannya, perdana menteri itu ~ jabatan; (3) menetapkan: pemerintah telah ~ undang-undang perpajakan thd barang-barang mewah
melikuidasi me.li.ku.i.da.si [v] membubarkan perusahaan sbg badan hukum
meluruskan me.lu.rus.kan [v] membuat supaya lurus; menjadikan lurus: ~ pelaksanaan hukum; (2) mengunjurkan (kaki): ia duduk sambil ~ kakinya
memajaki me.ma.jaki [v] (1) membayar pajak untuk: petani itu belum ~ sawahnya; (2) mengenakan pajak pd: Pemerintah ~ perusahaan setiap tahun [v] mengepak (sarang burung, rawa, dsb)
memanipulasi me.ma.ni.pu.la.si [v] (1) mengerjakan sesuatu dng menggunakan tangan; (2) mengatur (mengerjakan) dng cara yg pandai sehingga dapat mencapai tujuan yg dikehendaki: pembicara yg pandai dapat -- sidang sehingga semua hadirin diam terpukau; (3) berbuat curang (memalsu surat-surat, menggelapkan barang, dsb): ia dihukum krn -- cek
memasang badan me.ma.sang badan mengalami hukuman di penjara
memasok me.ma.sok [v] (1) membayar pajak; (2) mengadakan persediaan; menyuplai
mematuhi me.ma.tuhi [v] patuh kpd; menuruti; menaati: anjing yg setia itu ~ perintah tuannya; hukum merupakan peraturan yg memaksa masyarakat untuk ~ nya
membantukan mem.ban.tu.kan [v] menggunakan (mempekerjakan) untuk membantu: Pemerintah -- seorang ahli hukum dan keuangan di kantor kami
membayar mem.ba.yar [v] (1) memberikan uang (untuk pengganti harga barang yg diterima, melunasi utang, dsb): Anda harus -- barang-barang belanjaan Anda di bagian kasir; saya sudah -- pajak pesawat televisi saya setahun ini; (2) memenuhi; menunaikan (janji, nazar, hajat, dsb)
membebaskan mem.be.bas.kan [v] (1) melepaskan dr (ikatan, tuntutan, tekanan, hukuman, kekuasaan, dsb): pasukan bergerak untuk -- kota itu dr tangan pemberontak; petani kecil itu memikirkan suatu cara -- diri dr cengkeraman pemilik sawah yg disewanya; (2) memberi keleluasaan untuk bergerak (berkata, berbuat, dsb): negara demokrasi -- pers untuk menuliskan berita dan pendapat; (3) melepaskan dr (kekuasaan, asing); memerdekakan: bangsa itu sedang berjuang -- negaranya dr penjajahan; (4) memberhentikan (dr tugas dan jabatan): krn membuat kesalahan, direktur perusahaan telah -- sekretarisnya dr semua tugasnya
membelit mem.be.lit [v] (1) melilit; melingkar-lingkar; mengikat (membalut) berbelit-belit: sebelum menelan mangsanya, ular itu telah -nya lebih dahulu; (2) menyangkutkan ke dl perkara dsb; melibat: untuk meringankan hukuman, ia mencoba -- seorang pejabat tinggi
memberlakukan mem.ber.la.ku.kan [v] menjadikan berlaku: pemerintah telah ~ undang-undang perpajakan yg baru
membuang mem.bu.ang [v] (1) melepaskan (melemparkan) sesuatu yg tak berguna lagi dng sengaja dr tangan; melemparkan; mencampakkan: jangan -- sampah ke lantai, masukkan ke dl keranjang sampah; (2) menghilangkan; menghapuskan: -- daging yg tumbuh liar melalui operasi; (3) menyia-nyiakan (waktu, uang, dsb); memboroskan: pekerjaan spt itu hanya -- tenaga; (4) menghukum dng jalan mengasingkan ke tempat jauh atau terpencil: Pemerintah Belanda telah -- beliau ke Digul; (5) membelokkan (tt arah, haluan, dsb); memutar: ia -- setir mobilnya ke kiri
memegang me.me.gang [v] (1) memaut dng tangan; menggenggam (uang dsb): tangan kanannya ~ seikat bunga; (2) mempunyai (uang dsb); (3) mengemudi (menyetir): dia tidak berani ~ setir mobil di jalan yg berbelok-belok; (4) menangkap (pencuri); (5) memakai (mempergunakan, mempunyai) senjata dsb: siapa yg ~ senjata tanpa izin dihukum; (6) menguasai; mengurus atau memimpin (perusahaan, pemerintahan, dsb); memangku (jabatan dsb); menjabat (pangkat, pekerjaan, dsb): ~ daerah yg luas; ~ pemerintahan negeri; ~ jabatan penting; (7) menjalankan (aturan, janji, dsb): tetap ~ perintah dan aturan
memiagamkan me.mi.a.gam.kan [v] menetapkan sesuatu dl piagam: jangan ~ hal-hal yg menyalahi hukum negara
memidana me.mi.da.na [v] menuntut berdasarkan hukum pidana; menghukum seseorang krn melakukan tindak pidana
memperkedok mem.per.ke.dok [v] menggunakan sesuatu sbg kedok: janganlah ~ hukum untuk menipu rakyat kecil
memperlama mem.per.la.ma v membuat jadi lebih lama: menunda pencabutan Daerah Operasi Militer berarti ~ tindakan sewenang-wenang pelanggaran hukum dan HAM di Aceh
mempertinggi tempat jatuh mem.per.ting.gi tempat jatuh, memperdalam tempat kena [pb] sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yg berat
memvonis mem.vo.nis [v] (1) menjatuhkan putusan di pengadilan: hakim ~ tertuduh selama dua tahun penjara; (2) ki menuduh melakukan perbuatan melanggar hukum: tidak baik ~ orang yg belum tentu bersalah; masyarakat ~ bahwa saudaranya berbuat asusila
menaikkan me.na.ik.kan [v] (1) menjadikan naik (meningkat, bertambah banyak, bertambah besar, dsb); meninggikan: Pemerintah ~ kecerdasan masyarakat; (2) mengibarkan (tt bendera): mereka ~ bendera; (3) menjadikan (harga, pajak, pangkat, gaji, dsb) bertambah tinggi; (4) menjadikan (penumpang, barang) naik (masuk ke) kendaraan: dia sedang ~ penumpang
menasional me.na.si.o.nal [v] menjadi nasional: aspirasi masyarakat tertampung dl satu wadah hukum yg ~
menawari me.na.wari [v] (1) mengobati dng air yg sudah dimantrai dsb; memantrai; menjampi: Ayah ~ orang yg kesambet dng jampi-jampi; (2) ki membujuk (perempuan): hamba laki-laki yg ~ tunangan atau istri tuannya dihukum cambuk; (3) meredakan hati orang (yg marah, sedih): seorang yg berpengalaman lagi bijaksana tahu ~ hati orang yg sedang marah; (4) membuang racunnya atau bisanya: ia akan ~ gadung itu sebelum memasaknya [v] mengunjukkan seseorang akan sesuatu (dng maksud supaya dibeli, dipakai, dsb): siapa yg ~ mu rumah di kampung itu?
mencadangkan men.ca.dang.kan [v] (1) menjadikan (menyimpan) sesuatu sbg persediaan untuk suatu keperluan (yg akan dipakai apabila diperlukan saja): saya ~ uang ini untuk membayar pajak; (2) mencalonkan: beliau ~ saya untuk menjadi penggantinya; (3) mengemukakan (saran); menganjurkan; mengusulkan: dl rapat itu mereka akan ~ perubahan anggaran rumah tangga; mereka ~ perdamaian yg abadi; (4) mempersiapkan; merancang; merencanakan: panitia yg bertugas ~ perjanjian perdagangan dng Australia sudah dibentuk; (5) menyediakan sesuatu untuk: mereka ~ tanah ini untuk anggota keluarganya
mencita-citakan men.ci.ta-ci.ta.kan [v] (1) menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh: sikap kritis objektif sangat diperlukan dl masyarakat yg ~ demokrasi; (2) membayangkan sesuatu kpd: mereka selalu ~ dunia baru yg segala-galanya aman dan senang; (3) menjadikan sbg tujuan (akhir): rakyat ~ masyarakat adil dan makmur segera terjelma
mencopoti men.co.poti [v] (1) mencopot berulang-ulang; (2) mencopot beberapa objek
mendapat men.da.pat [v] (1) beroleh; memperoleh: juara pertama ~ medali emas; dl setahun perusahaan itu ~ laba lima puluh juta rupiah; (2) menerima: ia ~ kabar buruk kemarin; (3) menemukan; memperoleh: penjelajah hutan ~ harta karun dl gua; (4) mengalami; memperoleh: berkali-kali ia ~ kesulitan; (5) menerima; dikenai: ia ~ hukuman yg setimpal dng kesalahannya
mendapati men.da.pati [v] (1) memperoleh; menemukan: di toko itu engkau tidak akan ~ apa yg hendak kaubeli; (2) menemui; menjumpai: di negeri ini kita ~ banyak objek pariwisata; (3) mengalami: mereka tidak ~ kesulitan yg berarti dl pendakian gunung itu; (4) mengetahui (kenyataan adanya bukti, kesalahan, dsb): setelah memeriksa dng teliti, polisi ~ racun dl makanan korban; (5) melihat: tadi malam Ayah ~ jendela samping terbuka
mendenda men.den.da [v] menghukum dng denda; mengenakan denda: mahkamah ~ nelayan asing yg menangkap ikan di perairan wilayah negara kita tanpa izin
mendera men.de.ra [v] memukul (dng rotan, cemeti, dsb) sbg hukuman: ~ terpidana dng cambuk sepuluh kali /mendEra/ ? mendira /mendEra/ ? bendera [kl a] elok; alap santun: manis --
menegakkan me.ne.gak.kan [v] (1) mendirikan (dr arti kiasan juga): ~ tiang; ~ perkumpulan; ia ~ rumah; (2) menaruh (meletakkan, memasang) tegak lurus: ibarat ~ benang basah; (3) menjadikan (menyebabkan) tegak: ~ telinga; ~ bulu roma; (4) mengusahakan supaya tetap berdiri; mempertahankan (negara, keadilan, keyakinan, dsb); memelihara dan mempertahankan (kemerdekaan, tata tertib, hukum, dsb); mewujudkan atau melaksanakan (cita-cita): berjuang untuk ~ kemerdekaan; ~ syariat Nabi Muhammad saw.; (5) memegang teguh atau mempertahankan (pendapat, pendirian, dsb)
mengacara meng.a.ca.ra [v] menjatuhkan keputusan hukum
mengajar meng.a.jar [v] memberi pelajaran: guru ~ murid matematika; (2) melatih: ia ~ berenang; Kakak ~ menari; (3) memarahi (memukuli, menghukum, dsb) supaya jera
mengamankan meng.a.man.kan [v] (1) menjadikan tidak berbahaya, tidak rusuh (kacau, kemelut, dsb): alat negara telah berhasil ~ daerah yg dilanda kerusuhan; (2) menjadikan tenteram (hati); (3) melindungi; menyelamatkan: penutupan perairan Maluku dimaksudkan untuk ~ kekayaan laut di sekitar kepulauan tsb; (4) menjinakkan (ranjau, granat, meriam); (5) menyimpan atau menyembunyikan supaya tidak diambil orang; (6) menahan orang yg melanggar hukum demi keamanan umum dan keamanan orang itu dr kemungkinan tindakan main hakim sendiri: polisi ~ penjambret itu
mengares meng.a.res [v] (1) menghukum; (2) menahan; menangkap; (3) membenarkan
mengartumerahkan me.ngar.tu.me.rah.kan [v] menghukum dng pemberian kartu merah: selama permainan berlangsung, wasit telah ~ tiga pemain
mengazab meng.a.zab [v] menghukum; menyiksa: Tuhan Yang Mahakuasa akan ~ hambanya yg ingkar
mengazabkan meng.a.zab.kan [v] menyiksa; menghukum: dia ~ budak itu dng berbagai macam cara
mengecuali me.nge.cu.a.li [ark v] menyalahi (hukum); tidak sebagaimana biasa: membebaskan penjahat dr tuntutan hukuman krn alasan kekeluargaan adalah ~ hukum dan undang-undang
mengecualikan me.nge.cu.a.li.kan [v] memperlainkan dr yg lain; membuat tidak termasuk ke dl golongan yg umum: tanpa ~ keluarga raja, semua yg bersalah harus dihukum
mengenakan me.nge.na.kan [v] (1) memakai (pakaian, topi, dsb): ia selalu ~ pakaian barunya apabila datang ke pesta; ia ~ topi kesayangannya; (2) menggunakan (tipu muslihat, teori, guna-guna, dsb): untuk mencapai tujuan itu, ia ~ tipu dayanya secara baik; (3) menipu; memperdayakan: mereka selalu berusaha ~ kita agar mau menerima usul-usulnya; (4) menjalankan atau melaksanakan (aturan, pajak, denda, dsb): ia selalu ~ ketentuan yg berlaku dl urusan perpajakan; (5) mengarahkan (bidikan, tembakan) pd sasaran: pemburu itu ~ bidikannya dng tepat pd sasarannya
mengenakan (menjatuhkan) tangan [ki] menghukum; menangani
mengentengkan meng.en.teng.kan [v] meringankan: hal yg ~ hukumannya adalah bahwa dia selalu berterus terang di dl sidang
mengepak me.nge.pak [v] membungkus (mengemas) barang-barang (dl pak) [v] mengusahakan sesuatu (spt mengambil sarang burung) dng membayar sewa (pajak) setiap tahun: saudagar-saudagar asing banyak yg ~ gua-gua sarang burung di daerah itu
mengerpus me.nger.pus [v] menghukum dng cara memasukkan (prajurit) ke dl kerpus; menghukum dl kurungan
mengeting me.nge.ting [v] (1) memotong urat keting (sbg hukuman); (2) ki memutuskan hubungan (bantuan dsb): pihaknya ~ jalur perekonomian negara musuh
menggagahi meng.ga.gahi [v] (1) menguasai dng kekerasan; memaksa: kau jangan ~ orang lain untuk melakukan kehendakmu; (2) ki memperkosa: ia dihukum krn ~ seorang gadis
mengganjarkan meng.gan.jar.kan [v] (1) menghadiahkan; (2) menghukum
menginjak-injak meng.in.jak-in.jak [v] (1) berkali-kali memijak: dia ~ buku itu dng geramnya; (2) ki tidak mengindahkan larangan dsb; melanggar hukum (perjanjian dsb); tidak menghargai (sangat menghinakan): siapa yg berani ~ peraturan itu akan menanggung akibatnya
menginsafkan meng.in.saf.kan [v] mengusahakan (dng memberi nasihat, memberi hukuman, dsb) supaya insaf: dia berusaha ~ saudaranya
mengodifikasikan me.ngo.di.fi.ka.si.kan [v] (1) menyusun (membukukan) peraturan sehingga menjadi kitab perundang-undangan: para pemuka adat sedang bermusyawarah untuk ~ hukum adat; (2) mencatat dan membukukan hasil strandardisasi yg dapat berupa buku tata bahasa atau kamus
menimbang sama berat me.nim.bang sama berat [pb] menjatuhkan hukuman dng adil, tidak berat sebelah
menjalani men.ja.lani [v] (1) menempuh (jalan dsb); melalui: ia ~ jarak 60 km dng berkendaraan sepeda dl 2 jam; (2) melakukan atau mengalami (hukuman dsb): ia telah ~ hukumannya dng penuh ketabahan; (3) melalui (masa, waktu, keadaan, dsb): mereka telah ~ masa percobaan
menjatuhi men.ja.tuhi [v] (1) jatuh mengenai (menimpa) ...; melepaskan dsb supaya jatuh pd: jangan berlempar-lempar batu, nanti ~ genting; (2) mengenai (hukuman): pengadilan ~ hukuman satu tahun tiga bulan kpd perampok itu
menjatuhkan men.ja.tuh.kan [v] (1) menyebabkan, membuat, membiarkan dsb jatuh; melemparkan (membuang) dr atas ke bawah: dialah yg ~ bola itu dr atas genting; (2) menjadikan merosot; menurunkan harga (nilai, nama, dsb): usahanya untuk ~ nama Indonesia di dunia internasional gagal sama sekali; (3) mengalahkan (musuh, negeri, dsb); membangkrutkan (perusahaan, toko, dsb); merobohkan (pemerintah, kabinet, dsb); menjadikan tidak lulus (dl ujian, percobaan, dsb); menyebabkan miskin (turun derajat dsb): sesudah ~ Singapura lalu bersiap-siap hendak menyerang Palembang; (4) mengenakan (kpd); menimpakan (kpd); (5) menempatkan (menunjukkan) kpd; (6) memutuskan (hukuman dsb)
menjatuhkan tangan men.ja.tuh.kan tangan memberi hukuman
mentifakta men.ti.fak.ta [n] fakta dl dokumen yg merupakan hasil gambaran dr pembuatnya sehingga berbeda dng fakta yg objektif
mentransformasikan men.trans.for.ma.si.kan [v] (1) mengubah rupa (bentuk, sifat, fungsi, dsb); mengalihkan: Pemerintah berhasil ~ benteng itu menjadi objek pariwisata; (2) Ling mengubah struktur dasar menjadi struktur lahir dng menerapkan kaidah transformasi
menunggak me.nung.gak [v] (1) menyisakan pangkal kayu yg ditebang; (2) membiarkan sbg tunggak (pancang, dsb); (3) ki membiarkan, menyisakan pembayaran atau belum membayar (angsuran, iuran pajak, dsb) yg seharusnya sudah dibayar: usahakan tidak ~ uang sekolah anakmu; (4) ki menyisakan pekerjaan (ada sebagian pekerjaan yg belum diselesaikan): sebelum mengambil cuti, selesaikan pekerjaanmu, jangan sampai ~
menuntut bela me.nun.tut bela membalas dng membunuh seseorang yg telah membunuh orang lain: anak itu bertekad untuk ~ belas atas kematian ayahnya; ~ hukuman meminta agar (terdakwa) dihukum: jaksa ~ hukuman dua tahun penjara
menuruskan me.nu.rus.kan [v] mengikat (seseorang dsb) di turus (sbg hukuman): baginda memerintahkan prajuritnya untuk ~ keempat penjahat itu di bawah terik matahari
menyalang me.nya.lang [v] menikam belikat sampai ke jantung dng keris panjang (sbg hukuman); menikam dng salang
menyalib me.nya.lib [v] menghukum mati pd kayu salib (tangan dan kaki orang yg dihukum direntangkan dng dipakukan pd kayu salib): pd zaman dahulu penguasa di Eropa -- budak-budaknya yg bersalah
menyamun me.nya.mun [v] merampok (harta orang); merampas: ia dijatuhi hukuman krn -
menyeragamkan me.nye.ra.gam.kan [v] menjadikan seragam (sama, sesuai, sejenis): ~ peraturan tt pajak kendaraan di seluruh Indonesia [v] menjadikan seragam
menyetrap me.nyet.rap [v] menghukum
menyiasat me.nyi.a.sat [v] (1) memeriksa; menyelidiki; mengusut: baik kita teruskan -nya; ia -- siapa yg salah; (2) mengupas (suatu masalah dsb): untuk mengerti isi sajak, tidak perlu orang -- tiap-tiap susunan kata atau kalimat; (3) mengadakan muslihat (taktik); (4) menanyai (untuk mengetahui sesuatu): kalau aku susah, siapa akan -- [v] menyiksa; menganiaya; menghukum
menurunkan me.nu.run.kan [v] (1) membawa (menjadikan) turun, spt menarik turun, mengerek ke bawah, membongkar muatan, dsb: ~ bendera; ~ sauh; ~ barang dr kapal; ~ pasukan payung; (2) merendahkan (derajat, kedudukan, dsb); memerosotkan atau mengurangkan (harga, nilai, dsb) menyurutkan (menyusutkan); memakzulkan (raja): ~ derajat (pangkat, gengsi); ~ harga (pajak, ongkos, biaya); (3) memperanakkan; meninggalkan (warisan, pusaka, dsb) kpd; memindahkan kpd (anak, cucu, dsb): lurah itu ~ jabatannya kpd anaknya; (4) menggembalakan: ~ lembu; (5) menyampaikan wahyu (sabda, ajaran, dsb): Allah ~ wahyu kpd Nabi Muhammad saw.; (6) memilih untuk ikut bermain (bertandang dsb); menyertakan; mengikutkan: Persija ~ pemain-pemain terbaik; (7) Ling membentuk (kata dsb) jadian (spt dng awalan, akhiran, atau sisipan): kata 'makan' dng akhiran '-an' ~ kata 'makanan'
menyelesaikan me.nye.le.sai.kan [v] (1) menyudahkan (menyiapkan) pekerjaan dsb; menyempurnakan (kalimat dsb): ia -- kalimat itu dng cepat; (2) menjadikan berakhir; menamatkan: krn suatu hal, ia tidak dapat -- pelajarannya di Eropa; (3) membereskan atau melunasi (utang dsb): ia dipanggil ke kantor bank untuk -- utang piutang almarhum ayahnya; (4) memutuskan atau membereskan (perkara, harga, dsb): terpaksa ia harus -- pembayaran tunggakan pajak itu; (5) mengatur (rambut) rapi-rapi atau mengurai supaya jangan kusut; menyisir; membenahi: -- rambut yg kusut; anak-anak -- tempat tidur masing-masing; (6) menguraikan suatu hal yg kusut; memecahkan (soal, masalah, dsb): ia dapat -- perkara yg sulit itu; (7) memperdamaikan (perselisihan, pertengkaran, dsb): mereka mencoba -- pertikaian kedua negara itu; (8) mengurus dan mengatur sesuatu hingga baik: walaupun sibuk bekerja, ia dapat -- rumah tangganya
menyiksa me.nyik.sa [v] (1) menghukum dng menyengsarakan (menyakiti, menganiaya, dsb); (2) berbuat dng menyengsarakan (menyakiti, menganiaya, dsb); berbuat bengis kpd yg lain dng menyakiti (menganiaya dsb): dilarang keras- binatang
menyimpang me.nyim.pang [v] (1) membelok menempuh jalan yg lain atau jalan simpangan: sampai ke perempatan, kita -- ke kiri; (2) membelok supaya jangan melanggar atau terlanggar (oleh kendaraan dsb); menghindar: jika tidak -- ke kanan, tentu ia akan tertabrak mobil; (3) tidak menurut apa yg sudah ditentukan; tidak sesuai dng rencana dsb: usahakan jangan sampai -- dr rencana; (4) menyalahi (kebiasaan dsb): tindakannya -- dr adat di negeri itu; (5) menyeleweng (dr hukum, kebenaran, agama, dsb): ajarannya -- jauh dr agama
menyubsider me.nyub.si.der [v] mengganti apabila hal pokok tidak terjadi; menggantikan: undang-undang itu tidak mengatur bahwa hukuman kurungan dapat digunakan untuk -- uang hasil korupsi
menyulakan me.nyu.la.kan [ark v] menikam dr pantat sampai ke perut dng sula (sbg hukuman): membunuh dng sula: seorang juru sula telah -- pembunuh keparat itu
menyuluh me.nyu.luh [v] (1) menerangi (dng suluh): ia -- lorong yg gelap itu dng lampu senter; (2) mencari ikan (lebah dsb) dng suluh: -- ikan; -- lebah; (3) kl mencari keterangan; menyelidiki; memata-matai: -- keadaan musuh; (4) memberi petunjuk, penjelasan, penggunaan, dsb (tt bahasa, hukum, dsb) dl waktu tertentu, dan diakhiri dng tes: ia -- di Sekretariat DPR
merajam me.ra.jam [kl v] menghukum dng hukuman badan sampai yg bersalah merasa sangat menderita; menyakiti (sbg hukuman badan dng siksaan yg menyebabkan sangat menderita); menyiksa: maka beramai-ramailah orang ~ orang yg berzina itu
merek dagang [Dag] nama, simbol, gambar, huruf, kata, atau tanda lainnya yg digunakan oleh industri dan perusahaan dagang untuk memberi nama pd barang-barangnya dan membedakan diri dr yg lain, biasanya dilindungi oleh hukum
merumuskan me.ru.mus.kan [v] (1) menyatakan sesuatu (spt hukum) dng rumus: hak pegawai negeri telah dirumuskan dl undang-undang kepegawaian; (2) menjadikan rumus; menyebutkan (menyimpulkan) sesuatu dng ringkas dan tepat: pimpinan yg berwibawa harus dapat menggodok dan ~ putusan terakhir secara tepat
merwatin mer.wa.tin [v Sos] melakukan musyawarah di antara pemuka adat mengenai masalah adat dan hukum adat (di Lampung)
meterai upah meterai tanda pembayaran pajak upah yg ditempelkan pd daftar upah pekerja
metode asosiasi penyajian pesan yg dihubungkan dng suatu peristiwa atau objek yg populer dan menarik perhatian khalayak
mikrograf mik.ro.graf [n] (1) rekaman grafik dr gambar suatu objek yg dibentuk oleh mikroskop; (2) alat untuk menghasilkan salinan, tulisan, cetakan, atau ukiran yg sangat kecil; (3) alat untuk membuat tulisan atau rekaman yg sangat kecil
mikrometri mik.ro.met.ri [n] pengukuran objek yg sangat kecil dng mikrometer
mob [n Pol] sekelompok orang (tanpa dukungan masyarakat) yg dng marah menyerang dan berusaha melukai atau merusak suatu objek tanpa mengindahkan norma sosial dan hanya berpegang pd pertimbangan yg sederhana
modus indikatif modus yg menyatakan sikap objektif atau netral
mores mo.res [n] adat istiadat yg mengandung arti hukum susila [n] adat; sopan santun
muat listrik muatan yg tolak-menolak; muatan yg tidak tarik-menarik dng gaya yg besarnya ditentukan dng hukum Coulomb
mufti muf.ti [n Isl] pemberi fatwa untuk memutuskan masalah yg berhubungan dng hukum Islam
mukalaf mu.ka.laf [n Isl] orang dewasa yg wajib menjalankan hukum agama
najis berat najis yg hukumnya diberatkan (spt anjing dan babi)
najis ringan najis yg hukumnya diringankan, spt air kencing bayi laki-laki yg belum makan dan belum minum, selain air susu ibu (di bawah umur dua tahun)
narapidana na.ra.pi.da.na [n] orang hukuman (orang yg sedang menjalani hukuman krn tindak pidana); terhukum
nas [n] (1) perkataan atau kalimat dr Alquran atau hadis yg dipakai sbg alasan atau dasar untuk memutuskan suatu masalah (sbg pegangan dl hukum syarak): saya dapat mengubah pendirian ini kalau saya diberi -- yg sahih; (2) teks
naturalisme na.tu.ra.lis.me [n] (1) usaha untuk menerapkan pandangan ilmiah tt dunia alamiah pd filsafat dan seni; (2) aliran dl seni yg menggambarkan sesuatu sebagaimana adanya; (3) karya seni rupa yg memiliki sifat kebenaran fisik dr alam; (4) ajaran yg tidak mengakui adanya kekuatan lain selain alam; (5) teknik atau cara menampilkan pandangan objektif tt manusia secara teliti dan jujur (baik atau buruk)
nawalapradata na.wa.la.pra.da.ta [n] nama buku tt hukum keraton (kerajaan) Jawa Yogyakarta dan Surakarta
negara kesejahteraan negara hukum material
neraca yg palingan [pb] sangat adil dl memberikan hukuman atau putusan (hakim)
nikah ni.kah [n] ikatan (akad) perkawinan yg dilakukan sesuai dng ketentuan hukum dan ajaran agama: hidup sbg suami istri tanpa -- merupakan pelanggaran thd agama
nikah sigar [Isl] pernikahan dng cara tukar-menukar calon istri di antara para wali untuk dinikahkan dng calon suami yg telah disepakati atau untuk dirinya masing-masing dng suatu perjanjian tanpa mahar, hukumnya haram
nomenklatur no.men.kla.tur [n] (1) penamaan yg dipakai dl bidang atau ilmu tertentu; tata nama; (2) pembentukan (sering kali atas dasar kesepakatan internasional) tata susunan dan aturan pemberian nama objek studi bagi cabang ilmu pengetahuan
nomina no.mi.na [n Ling] kelas kata yg dl bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dng kata tidak, msl rumah adalah nomina krn tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sbg subjek atau objek dr klausa
nomina abstrak [Ling] nomina yg biasanya berasal dr adjektiva atau verba, yg tidak menunjuk pd sebuah objek tetapi pd suatu kejadian atau pd suatu abstraksi; -- atributif Ling nomina yg mewatasi nomina lain, msl hutan dl anjing hutan
notabene no.ta.be.ne [n] (1) (tanda peringatan, disingkat pd bagian akhir surat dsb yg berarti) perhatian; catatan tambahan; (2) sekaligus juga ...; di samping ... juga ...: yg saya panggil adalah juru potret yg -- wartawan; tugas polisi adalah melindungi hukum dr pelanggar hukum yg -- anggota masyarakat
nusyu nu.syu [n Isl] perbuatan tidak taat dan membangkang seorang istri thd suami (tanpa alasan) yg tidak dibenarkan oleh hukum
nyamuk mati gatal tak lepas [pb] menaruh dendam kpd orang yg berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum
obyek ob.yek /obyEk/ ? objek
obyektif ob.yek.tif /obyEktif/ ? objektif
obyektivisme ob.yek.ti.vis.me /obyEktivisme/ ? objektivisme
obyektivitas ob.yek.ti.vi.tas /obyEktivitas/ ? objektivitas
opsen op.sen [n] tambahan pajak menurut persentase tertentu, biasanya untuk kepentingan kas pemerintah daerah
orang buangan orang yg dijatuhi hukuman buang
orang tua angkat pria dan wanita yg menjadi ayah dan ibu seseorang berdasarkan adat atau hukum yg berlaku; -- tua asuh orang yg membiayai (sekolah dsb) anak yg bukan anaknya sendiri atas dasar kemanusiaan: penyaluran dana -- asuh berjalan lancar
ordo or.do [n Kat] (1) perserikatan keagamaan yg diakui oleh Paus dan yg anggotanya hidup sesuai dng aturan dan hukum gereja; orde: -- Serikat Yesus; -- Ursulin; (2) tarekat biarawan [n Bio] klasifikasi dl biologi yg lebih rendah dp kelas dan lebih tinggi dp famili [n] burung pemakan biji-bijian, famili Plocedere dr jenis burung berkicau
ortopedagogik or.to.pe.da.go.gik [n] ilmu mendidik yg bertujuan menyembuhkan kelainan psikis, objek didiknya, terutama yg terbelakang mental
pagar adat ketentuan (peraturan) adat; hukum adat; adat istiadat
pak [cak kp] bapak [n] (1) bungkusan dr pabrik berisi barang dl jumlah tertentu (tt rokok, teh, garam, dsb); (2) peti berisi barang-barang; kemasan barang; bandela [n] hak mengusahakan milik (tanah dsb) orang atau memborong sesuatu yg mendatangkan hasil dng membayar sewa (pajak) setiap tahun
palat pa.lat [ark n] kayu penjepit kaki yg dahulu biasanya dipakai untuk menghukum anak-anak [n] zakar
pangkek pang.kek /pangkEk/, me.mang.kek v menghukum mati tanpa pemeriksaan
panteisme pan.te.is.me [n] (1) ajaran yg menyamakan Tuhan dng kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum alam semesta; (2) penyembahan (pemujaan) kpd semua dewa dr berbagai kepercayaan
pariwisata bahari pariwisata yg objeknya adalah laut dan isinya (berperahu, berselancar, menyelam, dsb)
pariwisata purbakala pariwisata yg objeknya adalah peninggalan purbakala, msl museum
pariwisata wana pariwisata yg objeknya adalah hutan dng segala isinya
parlementarisme par.le.men.ta.ris.me [n] paham bahwa semua proses kenegaraan dan hukum harus dikendalikan oleh parlemen
partisipasi observasi kegiatan dl riset, berupa pengamatan yg aktif dan turut serta dl kehidupan lapangan atau objek yg diamati
pasok pa.sok [n] (1) pembayaran, msl pajak kpd; (2) pengadaan persediaan; perbekalan; suplai
pasung pa.sung [n] alat untuk menghukum orang, berbentuk kayu apit atau kayu berlubang, dipasangkan pd kaki, tangan, atau leher
patgulipat pat.gu.li.pat [n] (1) permainan anak-anak (sembunyi-sembunyi); (2) selingkuh; (3) (main) curang: banyak pedagang yg pandai main -- sehingga terbebas dr pajak
patokan pa.tok.an [n] (1) tonggak; pancang: pd tiap sudut lapangan dipasang orang ~; (2) ketentuan yg menjadi dasar atau pegangan untuk melakukan sesuatu; syarat (hukum); kaidah: ia menggambar tidak menurut ~; harga ~ ekspor karet telah diturunkan
patut pa.tut [a] (1) baik; layak; pantas; senonoh: perbuatan baik itu -- dipuji; tidak -- seorang anak melawan orang tua; diperlakukan dng --; (2) sesuai benar (dng); sepadan (dng); seimbang (dng): rumahnya kurang -- dng jabatannya yg tinggi itu; (3) masuk akal; wajar: pd hemat saya tuntutan mereka itu tidak boleh dikatakan tidak --; (4) sudah seharusnya (sepantasnya, selayaknya): orang yg berjasa kpd negara -- diberi penghargaan; penjahat itu -- dihukum seumur hidup; (5) tentu saja; sebenarnya: -- ia tidak sanggup membayar utang krn uangnya sudah habis
pedagang besar pe.da.gang besar pedagang yg berjualan secara besar-besaran (dng modal besar); pedagang yg melakukan penyerahan barang kena pajak, bukan sebagai pedagang eceran
pedagang eceran besar pe.da.gang eceran besar pengusaha di bidang eceran, yg peredaran brutonya, baik barang kena pajak maupun tidak kena pajak yg dl tahun 1991 berjumlah 1 miliar rupiah ke atas
pedagogis pe.da.go.gis [a] bersifat pedagogi; bersifat mendidik: hukuman kpd anak dapat memberikan manfaat jika itu --
pedisel pe.di.sel [n] tangkai atau penyuluran yg berfungsi sbg alat yg melekat pd suatu objek
pelecehan pe.le.ceh.an [n] proses, perbuatan, cara melecehkan: seorang hakim harus bertindak bijaksana supaya tidak terjadi ~ hukum
pelengkap penderita pe.leng.kap penderita objek langsung
pelengkap penyerta pe.leng.kap penyerta objek tak langsung
pemajakan pe.ma.jak.an [n] proses, cara, perbuatan mengenakan pajak
pembuangan pem.bu.ang.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membuang; (2) tempat membuang; (3) tempat menghukum buang
pemungut pe.mu.ngut [n] orang yg memungut; tukang pungut: ~ iuran; ~ pajak; ~ derma; ~ sampah
pemutihan pe.mu.tih.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memutihkan; (2) keringanan bagi wajib pajak untuk tidak membayar pajak tahun-tahun sebelumnya walaupun barang atau harta itu sudah menjadi miliknya sejak beberapa tahun
pendapatan akomodasi pen.da.pat.an akomodasi pendapatan yg digunakan untuk kebutuhan makan, tempat tinggal, pajak, dsb
pendapatan masyarakat pen.da.pat.an masyarakat pendapatan bersih masyarakat ditambah dng upah keluarga yg layak, upah tenaga luar dl bentuk uang atau bahan, dan pajak
pendapatan neto pen.da.pat.an neto pendapatan bersih setelah dikurangi pajak, biaya, dsb
pendapatan umum pen.da.pat.an umum penerimaan suatu negara yg bersumber dr pajak dan sumber lainnya untuk membiayai kepentingan umum
pendekatan ideologi pen.de.kat.an ideologi [Huk] pendekatan dl penelitian hukum yg menekankan pd pencarian kaidah ideal
penegak pe.ne.gak [n] orang yg menegakkan (mendirikan): para hakim adalah para ~ hukum
penelitian pe.ne.li.ti.an [n] (1) pemeriksaan yg teliti; penyelidikan; (2) kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum
penetapan pe.ne.tap.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menetapkan; penentuan; pengangkatan (jabatan dsb); pelaksanaan (janji, kewajiban, dsb): ~ bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan terjadi pd tahun 1928; (2) Huk tindakan sepihak menentukan kaidah hukum konkret yg berlaku khusus
pengadilan negeri peng.a.dil.an negeri badan peradilan pd tingkat pertama yg berkuasa mengadili semua perkara penyelewengan hukum dl daerah hukumnya
pengadilan tinggi peng.a.dil.an tinggi badan yg berkuasa mengadili perkara banding yg berasal dr pengadilan negeri dl daerah hukumnya
pengadu peng.a.du [n] (1) orang yg suka mengadu: anak itu ~ benar; (2) orang yg mengadukan: tiba-tiba saja perkara itu sudah di tangan polisi, siapa gerangan ~ nya; (3) Huk orang yg membuat pengaduan dng mengajukan permohonan untuk penuntutan atas diri seseorang melalui prosedur hukum
pengakuan de jure peng.a.ku.an de jure pengakuan thd suatu pemerintahan secara hukum, ditandai dng adanya pertukaran wakil diplomatik di antara kedua negara
pengakuan negara peng.a.ku.an negara [Pol] proses yg menjadikan suatu kesatuan politik menjadi anggota hukum internasional dan diterima sbg anggota baru masyarakat internasional
pengampunan peng.am.pun.an [n] pembebasan dr hukuman atau tuntutan; ampunan
penganalisis peng.a.na.li.sis [n] orang yg melakukan analisis: sbg ~ Saudara harus objektif
pengantar peng.an.tar [n] (1) orang yg mengantar(kan); (2) alat untuk mengantar(kan); (3) pembimbing; (4) pandangan umum secara ringkas sbg pendahuluan (mengenai isi buku, ceramah, dsb); kata pendahuluan: ~ ilmu hukum
pengawalan pe.nga.wal.an [n] penjagaan (keselamatan); pengawasan dsb: ~ orang hukuman yg sedang bekerja di lapangan dilakukan dng dekat
pengebut pe.nge.but [n] (1) alat untuk menghilangkan debu; bulu ayam; (2) tukang kebut [n] orang yg (suka) mengebut: harus dipikirkan segi edukatif dl penjatuhan hukuman untuk ~ remaja
pengesahan pe.nge.sah.an [n] proses, cara, perbuatan mengesahkan; pengakuan berdasarkan hukum; peresmian; pembenaran: surat pengangkatannya tinggal menunggu -- dr kepala kantornya
penggantungan peng.gan.tung.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menggantung atau menggantungkan; (2) alat atau tempat melaksanakan hukuman gantung
penggenjotan peng.gen.jot.an [n] proses, cara, perbuatan menggenjot: ~ pajak dilakukan sejak dini
pengindraan jauh peng.in.dra.an jauh teknik mendeteksi dan mempelajari objek dr jauh tanpa adanya kontak fisik dng objek atau sasaran tsb
pengitaban pe.ngi.tab.an [n Huk] pengumpulan larangan dan suruhan kitab (undang-undang); pencatatan hukum
pengulangan peng.u.lang.an [n] proses, cara, perbuatan mengulang: ~ atas kejahatan yg sama akan dihukum lebih berat
pengusiran peng.u.sir.an [n] proses, cara, perbuatan mengusir: ~ yg disertai dng ancaman hukuman itu membuat penyelundup heroin itu tidak berdaya
penjahat kambuhan pen.ja.hat kambuhan penjahat yg melakukan kejahatan lagi setelah keluar beberapa lama dr lembaga pemasyarakatan; residivis; bramacorah: jika seorang ~ kambuhan tertangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dia akan berusaha meloloskan diri
penjara pen.ja.ra [n] bangunan tempat mengurung orang hukuman; bui; lembaga pemasyarakatan
penjatuhan pidana pen.ja.tuh.an pidana [Huk] hal yg berhubungan dng pernyataan hakim dl memutuskan perkara dan menjatuhkan hukuman
penjepretan ganda pen.jep.ret.an ganda pemotretan dua objek sekaligus untuk disajikan sbg gambar dng kedua objek tsb
penjepretan jauh pen.jep.ret.an jauh pemotretan suatu objek dr jarak yg jauh
penunggak pe.nung.gak [n] orang yg menunggak: tercatat cukup banyak ~ pajak pd tahun yg lalu
penunggakan pe.nung.gak.an [n] proses, cara, perbuatan menunggak: ~ pajak tahun lalu agak meningkat
penyangkal pe.nyang.kal [n] orang yg menyangkal; pembantah; penyanggah: sbg -, ia harus bersikap objektif thd pendapat yg dibantahnya
penyensor pe.nyen.sor [n] (1) orang atau badan yg ditugasi memeriksa atau mempertimbangkan berita, surat, buku, film, dsb yg akan disiarkan supaya tidak bertentangan dng norma, peraturan, atau hukum yg berlaku; (2) penyiasat; pengkritik
penyetrapan pe.nyet.rap.an [n] penghukuman
peradilan per.a.dil.an [n] segala sesuatu mengenai perkara pengadilan: lembaga hukum bertugas memperbaiki ~
perata pe.ra.ta , ber.pe.ra.ta v meniadakan larangan kawin antara dua orang yg masih mempunyai hubungan kekerabatan (menurut hukum adat di Gayo)
perdikan per.dik.an [n] orang (daerah) yg dibebaskan dr kewajiban membayar pajak kpd pemerintah (pd zaman Belanda)
perilaku legal perilaku nyata, sesuai dng apa yg dianggap pantas oleh kaidah hukum yg berlaku
perkosa per.ko.sa, me.mer.ko.sa [v] (1) menundukkan dng kekerasan; memaksa dng kekerasan; menggagahi; merogol: ~ negeri orang; laki-laki bejat itu telah ~ gadis di bawah umur; (2) melanggar (menyerang dsb) dng kekerasan: tindakan itu dianggapnya ~ hukum yg berlaku; negara itu dicap sbg negara yg ~ hak asasi manusia
pernah per.nah [adv] (1) sudah menjalani (mengalami dsb): ia sendiri -- dihukum; belum (tidak) -- , belum sekali pun mengalami dsb; (2) ada kalanya: -- juga orang yg tidak bersalah pun dihukum
perseptif per.sep.tif [a] (1) mempunyai kesadaran yg tajam; tajam tilik; cepat mengerti; cerdik; (2) berhubungan dng pengertian: dl politik, realitalah yg penting krn realita bisa objektif, bisa subjektif, dan bisa pula --
perspektivisme per.spek.tiv.is.me [n] (1) mazhab yg menganggap bahwa ilmu itu selalu bersifat relatif; (2) aliran filsafat yg mengajarkan bahwa setiap pengetahuan pd hakikatnya adalah suatu interpretasi belaka yg bergantung pd "keadaan tempat berdirinya" seseorang thd objek yg diketahuinya
peruang pe.ru.ang [kl n] mantra yg menyebabkan dapat tahan lama menyelam di dl air; ilmu peruang [kl n] siksaan atau hukuman dng mengikatkan si terhukum pd tiang, kemudian kepalanya disiram dng minyak babi yg mendidih hingga terhukum meninggal dunia
perusahaan per.u.sa.ha.an [n] (1) kegiatan (pekerjaan dsb) yg diselenggarakan dng peralatan atau dng cara teratur dng tujuan mencari keuntungan (dng menghasilkan sesuatu, mengolah atau membuat barang-barang, berdagang, memberikan jasa, dsb); (2) organisasi berbadan hukum yg mengadakan transaksi atau usaha
pesakitan pe.sa.kit.an [n] (1) orang hukuman: -- itu dimasukkan ke dl sel; (2) terdakwa: hakim meminta agar -- itu dibawa ke sidang pengadilan
pesta kritik perayaan untuk bebas mengkritik suatu masalah yg berkaitan dng (politik, ekonomi, hukum, dsb)
petuk pe.tuk [n] surat keterangan pemerintah yg menunjukkan jumlah milik seseorang untuk menentukan pajak [n] alat gamelan jenis ketuk (dl gamelan Jawa), dimainkan secara berpasangan
pidana anak-anak pidana yg dikenakan thd anak-anak yg melakukan perbuatan yg bertentangan dng hukum pidana
pidana badan pidana yg dikenakan thd tubuh atau anggota badan seseorang yg melanggar hukum (spt pemotongan anggota badan, pencambukan, atau cap bakar)
pidana kurungan pidana berupa hilangnya kemerdekaan yg bersifat sementara bagi seseorang yg melanggar hukum, lebih ringan dp pidana penjara
pilot studi [Ek] objek utama yg akan diteliti
pintas pin.tas [v] me.min.tas v (1) mengambil jalan pintas; menempuh jalan yg terdekat; memotong jalan: supaya lekas sampai lebih baik kita ~ dusun ini; jalan ~ , jalan langsung (terdekat); (2) memenggal atau menyelang perkataan orang: suka benar ia memintas perkataan orang; (3) memotong perjalanan (tt orang, pesawat, dsb); memegat: barisan itu diberhentikan krn ~ iring-iringan mobil pejabat; (4) menadah (orang yg hanyut dsb): jika kamu hanyut, dialah yg akan ~ mu; (5) melintasi; melalui; melewati: kereta api itu ~ pesawahan di desa itu; (6) Kom memotong secara tiba-tiba proses pengambilan gambar suatu objek oleh kamera televisi atau film
plombir plom.bir [n] (1) meterai dr timah dsb dipakai sbg tanda sudah membayar pajak kendaraan [n] pengisi (penampal) gigi yg berlubang
politik fiskal [Pol] tindakan atau kebijakan pemerintah di pusat dan di daerah yg berhubungan dng masalah perpajakan
potong paruh [Tern] memotong ujung paruh unggas, -- tahanan mendapat pengurangan waktu hukuman penjara bagi tersangka yg menjalani masa penahanan selama proses pengadilan berlangsung
prerogatif pre.ro.ga.tif [n] hak istimewa yg dipunyai oleh kepala negara mengenai hukum dan undang-undang di luar kekuasaan badan-badan perwakilan
progresif prog.re.sif [a] (1) ke arah kemajuan; (2) berhaluan ke arah perbaikan keadaan sekarang (tt politk); (3) bertingkat-tingkat naik (tt aturan pemungutan pajak dsb)
prohibisi pro.hi.bi.si [n] larangan dng memakai dasar hukum
proses peradilan proses menyelesaikan pertentangan pendapat melalui tuntutan hukum
psikopatologi psi.ko.pa.to.lo.gi [n] bagian psikologi yg menjadikan gejala kejiwaan sbg objeknya
publikasi pub.li.ka.si [n] (1) pengumuman; (2) penerbitan: -- tt objek-objek pariwisata janganlah diremehkan
pugar pu.gar [v] , me.mu.gar v memperbaiki kembali; membaharui; memulihkan: pemerintah daerah telah menyediakan biaya untuk ~ objek pariwisata di daerahnya [Mk v] , me.mu.gar v melakukan dng sungguh-sungguh
pujut pu.jut [v] me.mu.jut v mencekik (mengikat) leher (sbg hukuman); mengujut
pungut v pu.ngut v, me.mu.ngut [v] (1) mengambil yg ada di tanah atau di lantai (krn jatuh dsb): jangan ~ makanan yg sudah jatuh ke tanah; (2) memetik (buah, hasil tanaman, dsb): para petani mulai ~ hasil tanamannya; (3) menarik (biaya, derma, dsb): lurah-lurah diserahi pekerjaan ~ pajak tanah; (4) mengutip (karangan dsb): ia ~ pernyataan dr buku Tata Bahasa Baku; (5) meminjam kata-kata (dr bahasa asing): dl kontak bahasa sering terjadi bahasa yg satu ~ kosakata dr bahasa lainnya
putusan akhir pu.tus.an akhir [Huk] putusan pd akhir pemeriksaan perkara dl sidang pengadilan yg berisi pertimbangan menurut kenyataan, pertimbangan hukum, dan putusan pokok perkara
putusan pengadilan pu.tus.an pengadilan [Huk] pernyataan hakim dl sidang pengadilan yg dapat berupa pemidanaan, putusan bebas, atau lepas dr segala tuntutan hukum
rad agama pengadilan yg menyelesaikan perkara pelanggaran hukum Islam (pd zaman Belanda)
rajam ra.jam [n] hukuman atau siksaan badan bagi pelanggar hukum agama (msl orang berzina) dng lemparan batu dsb
rajim ra.jim [n] orang yg dihukum lemparan batu (krn melakukan zina)
rantai kangkang rantai dr besi untuk mengikat kaki orang hukuman agar tidak melarikan diri
rantaian ran.tai.an [n] (1) deretan berturut-turut; rangkaian; rentetan; (2) ki orang hukuman; orang yg dirantai
rapat desa majelis yg menurut hukum adat terdiri atas berbagai golongan penduduk yg berhak hadir dan berhak memberikan suara dl rapat desa
ratifikasi ra.ti.fi.ka.si [n] pengesahan suatu dokumen negara oleh parlemen, khususnya pengesahan undang-undang, perjanjian antarnegara, dan persetujuan hukum internasional
reklasering re.kla.se.ring [n Huk] pengembalian kpd masyarakat atau kpd kehidupan yg biasa (spt memberi bantuan kpd orang-orang yg baru keluar dr penjara, mengawasi orang yg dihukum dng syarat)
remisi re.mi.si [n Huk] pengurangan hukuman yg diberikan kpd orang yg terhukum: narapidana itu mendapat -- krn membantu membongkar kejahatan narkotik
residivis re.si.di.vis [n] orang yg pernah dihukum mengulangi tindak kejahatan yg serupa; penjahat kambuhan: terdakwa tergolong -- yg pernah dijatuhi hukuman dua tahun
residivisme re.si.di.vis.me [n] kecenderungan individu atau kelompok untuk mengulangi perbuatan tercela walaupun ia sudah pernah dihukum krn melakukan perbuatan itu
rintih rin.tih [v] , me.rin.tih v (1) mengerang (krn kesakitan dsb): si sakit ~ krn tiada berkeputusan; (2) ki mengeluh; mengesah: mereka ~ tiada sanggup lagi membayar pajak seberat itu
rotan ro.tan [n] (1) tumbuhan menjalar yg batangnya digunakan untuk berbagai barang atau perabot (spt kursi, tali, gelang); (2) pukulan sbg hukuman: hukumannya 6 tahun buangan dan 200 --
rumah tahanan tempat orang yg ditahan sementara atau dikenakan hukuman kurungan
rumus ru.mus [n] (1) ringkasan (hukum, patokan, dsb dl ilmu kimia, matematika, dsb) yg dilambangkan oleh huruf, angka, atau tanda: -- kimia untuk air ialah H2O; (2) pernyataan atau simpulan tt asas, pendirian, ketetapan, dsb yg disebutkan dng kalimat yg ringkas dan tepat
sadis sa.dis [a] tidak mengenal belas kasihan; kejam; buas; ganas; kasar: dng -- mereka menghukum tawanannya; (2) n orang yg sadis
sah [v] dilakukan menurut hukum (undang-undang, peraturan) yg berlaku: berdasarkan akta notaris, pendirian yayasan itu sudah --; (2) v tidak batal (tt keagamaan): salatnya tetap -- meskipun tidak memakai peci; (3) v berlaku; diakui kebenarannya; diakui oleh pihak resmi: para pelamar harus membawa surat-surat keterangan yg --; karangan untuk media massa harus ditulis dng ejaan yg --; (4) a boleh dipercaya; tidak diragukan (disangsikan); benar; asli; autentik: naskah proklamasi yg dibacakan pd setiap peringatan tanggal 17 Agustus adalah naskah yg --; (5) a nyata dan tentu; pasti: peti ini -- berisi uang
sahih sa.hih [a] sah; benar; sempurna; tiada cela (dusta, palsu); sesuai dng hukum (peraturan): kesaksiannya kurang -- krn tidak dikuatkan oleh sumpah
salar sa.lar [n] pajak pasar yg dipungut dr pedagang keliling
salat Jenazah salat untuk orang muslim yg meninggal, dilakukan dng empat takbir, hukumnya fardu kifayah
salat Jumat salat berjamaah dua rakaat pd hari Jumat didahului dng khotbah, hukumnya wajib bagi laki-laki, waktunya sama dng salat Zuhur
salib sa.lib [n] (1) dua batang kayu yg bersilang; (2) Kris kayu bersilang tempat Yesus dihukum orang Yahudi; (3) tanda silang; (4) Kat syarat dng tangan yg menggambarkan tanda silang sbg pengungkapan doa: sebelum berdoa ia membuat tanda -- dng menggerakkan tangan dr dahi ke dada dan dr pangkal lengan kiri ke pangkal lengan kanan
sanksi sank.si [n] (1) tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan 1022 undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan dsb): dl aturan tata tertib harus ditegaskan apa -- nya kalau ada anggota yg melanggar aturan-aturan itu; (2) tindakan (mengenai perekonomian dsb) sbg hukuman kpd suatu negara: Dewan Keamanan PBB mengadakan -- thd negara yg menyerang negara lain; (3) Huk (a) imbalan negatif, berupa pembebanan atau penderitaan yg ditentukan dl hukum; (b) imbalan positif, yg berupa hadiah atau anugerah yg ditentukan dl hukum
sapu sa.pu, me.nya.pu [v ki] merotan (memukul dng rotan, biasanya sbg hukuman)
sebal se.bal [a] kesal (hati); mendongkol (krn kecewa, tidak senang, dsb): -- aku melihat tingkah lakunya yg kasar itu [a] sial; tidak mujur [Jw] me.nye.bal v menyimpang (dr patokan, hukum, dsb): -- dr asas Islam yg diajarkan oleh Alquran dan Hadis
sedahan se.da.han [n] salah satu lembaga di dl sistem pemerintahan di Bali yg bertugas memungut pajak dr para petani
seharusnya se.ha.rus.nya [adv] sepatutnya; semestinya; sepantasnya: kalau benar mencuri, sudah ~ dia dihukum
sekularitas se.ku.la.ri.tas [n] (1) kehidupan duniawi; (2) kedudukan seorang pejabat duniawi (bukan jabatan keagamaan); (3) daerah kekuasaan hukum duniawi dr organisasi keagamaan
selama-lamanya se.la.ma-la.ma.nya [adv] (1) paling lama: ia dapat dijatuhi hukuman penjara ~ dua tahun; (2) tidak habis-habisnya; sepanjang masa; kekal: semoga aman dan sentosa ~
selar se.lar [n] cap (tanda) yg diterakan dng besi yg membara pd kulit orang terhukum atau pd kulit binatang lihat ikan , me.nye.lar v menjalar (tt ular, tumbuhan merambat); melata;
sepadan (dng) se.pa.dan (dng) [a] mempunyai nilai (ukuran, arti, efek, dsb) yg sama; sebanding (dng); seimbang (dng); berpatutan (dng): hukuman itu ~ dng kesalahannya; pasangan suami istri yg tidak ~
sepatutnya se.pa.tut.nya [adv] (1) selayaknya; seyogianya; (2) dng sepantasnya; dng baik-baik: mereka menerima kedatangan kami dng ~; (3) sebenarnya; tentu saja; sudah selayaknya: ~ ia akan menghukum orang yg bersalah
serobot se.ro.bot [v] , me.nye.ro.bot v (1) mengambil hak atau harta dng sewenang-wenang atau dng tidak mengindahkan hukum dan aturan (spt mencuri, merampas, menempati tanah atau rumah orang lain yg bukan haknya, menculik): ia berbuat secara nekat -- sepeda orang; ia dipersalahkan -- kekuasaan pembesarnya; ia yg -- rumah kosong itu; (2) menyerang (melanggar, menubruk) secara nekat atau dng diam-diam: ia berhasil -- bola itu dr belakang sewaktu bola itu akan kuoperkan; kucing besar itu suka -- anak ayam; (3) melakukan perbuatan (spt masuk ke rumah orang, menyela perkataan orang, dsb) dng cara yg nekat atau menyimpang dr aturan: meskipun dijaga keras, masih ada juga yg -- masuk ke stasiun; kalau hendak mendebat, boleh, tetapi jangan -- saja; (4) menggunakan jalan semau-maunya tanpa mengindahkan aturan (tt kendaraan): kalau tidak ada polisi lalu lintas, banyak becak yg -- berjalan di jalan mobil
setakar se.ta.kar [n] seukuran; seimbang; sesuai: hukuman yg dijatuhkan kepadanya ~ dng kejahatan yg dilakukannya selama ini
setimbal se.tim.bal [a] sepadan; setimpal: hukum yg diberikan tidak ~ dng perbuatannya
setimpal se.tim.pal [a] (1) seimbang; sebanding; sepadan: ia mencarikan anaknya jodoh yg ~ dng derajatnya; semoga engkau mendapatkan pahala yg ~ dr Allah Swt.; hukumannya ~ dng kejahatannya; (2) sesuai; layak: ukuran rumah ini tidak ~ apabila digunakan untuk perkantoran; gajinya sudah ~
setor se.tor [v] me.nye.tor v membayar; memasukkan; menyerahkan: setiap tahun perusahaan itu harus -- pajak 10% dr hasil labanya
setrap set.rap [n cak] hukuman (di sekolah)
setrapan set.rap.an [n] hukuman
seumur se.u.mur [n] sama umurnya (dng); umur yg sama; sebaya: dia ~ dng ayahnya; dihukum ~ hidup, dihukum selama hidup (sampai mati)
siasat si.a.sat [n] (1) periksa; pemeriksaan yg teliti; penyelidikan: jangan Kakanda kurang -- , kurang periksa; (2) pertanyaan (yg bermaksud menyelidiki dsb): panjang dan dl benar -- nya; sudi -- , pemeriksaan dng mengajukan pertanyaan-pertanyaan; (3) teliti; saksama: ia amat perkasa dan -- memerintah rakyat; (4) kecaman; kritik; teguran; celaan: atas -- pembaca yg bermaksud memperbaiki buku ini, lebih dahulu saya ucapkan terima kasih; (5) politik (muslihat, taktik, tindakan, kebijakan, akal) untuk mencapai suatu maksud: tiap-tiap partai mempunyai -- untuk melaksanakan cita-citanya dl ketatanegaraan; -- pemerintah untuk mengembalikan keamanan dl negeri disetujui oleh parlemen; (6) muslihat dan cara berperang: Angkatan Laut kita harus mengatur -- dl menghadapi serangan-serangan kapal selam lawan; (7) cara bekerja; cara melakukan sesuatu; metode: -- pekerjaan; -- mengajar membaca yg mula-mula sekali [kl n] siksa; aniaya; hukuman
sidik pembantu pejabat kepolisian Republik Indonesia yg diberi kewenangan tertentu untuk melakukan tugas penyidikan, diatur dl Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
siksa sik.sa [n] (1) penderitaan (kesengsaraan dsb) sbg hukuman; (2) hukuman dng cara disengsarakan (disakiti): hukuman --
siksaan sik.sa.an [n] (1) hasil menyiksa; (2) penderitaan (kesengsaraan) sbg hukuman: -- batin; -- dunia; (3) perlakuan yg sewenang-wenang (spt menyakiti, menganiaya, dsb): dl sel itu dia menjalani -- yg berat
simpel sim.pel [a cak] (1) mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit); sederhana: berikan contoh yg -- saja; (2) tunggal (tt kalimat yg terdiri atas satu subjek, predikat, dan atau tanpa objek): kalimat --
sindikat kriminal gabungan (kerja sama) beberapa orang (perusahaan dsb) yg bergerak dl bidang usaha yg melanggar hukum, spt penyelundupan emas atau penjualan ganja; -- politik gabungan (kerja sama) beberapa orang (perusahaan dsb) yg bergerak dl bidang politik (pemerintahan): susunan kabinet itu telah dipaketkan dl -- politik yg bertugas mempertahankan kepentingan golongan berkuasa
sinestesia si.nes.te.sia [n Ling] metafora berupa ungkapan yg bersangkutan dng indria yg dipakai untuk objek atau konsep tertentu, biasanya disangkutkan dng indria lain, msl sayur itu pedas untuk kata-kata sangat pedas
singgang sing.gang [n] ikan yg direbus dan digarami supaya tahan lama [Mk v] panggang; salai: -- ayam ; ayam -- [kl v] jongkok, lalu berdiri dng menyilangkan tangan dan menarik telinga sendiri (sbg hukuman murid-murid dsb) secara berulang-ulang
sintesis sin.te.sis [n] (1) paduan (campuran) berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yg selaras: perkembangan manusia adalah hasil -- beberapa unsur; (2) penentuan hukum yg umum berdasarkan hukum yg khusus; (3) reaksi kimia antara dua atau lebih zat membentuk satu zat baru; (4) Ling penggabungan unsur-unsur untuk membentuk ujaran dng menggunakan alat-alat bahasa yg ada
sintetis sin.te.tis [a] (1) mengenai sintesis; berdasarkan sintesis (tt hukum, kesimpulan, dsb): pengambilan hukum secara --; (2) Kim tidak diturunkan langsung dr hasil alam; bersifat hasil pengolahan manusia; tiruan: karet -- adalah karet tiruan yg terdiri atas bermacam unsur kimia
sistem kelas [Sos] sistem kelas sosial yg mempunyai beberapa mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yg lebih rendah tanpa pembalasan berdasarkan hukum atau bentuk pelapisan sosial yg ditandai oleh lapisan masyarakat tertentu
sistem kelas terbuka [Sos] sistem kelas sosial yg mempunyai kebebasan mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yg lebih rendah tanpa pembalasan berdasarkan hukum atau tradisi
sistem merit mutasi karyawan yg didasarkan atas landasan yg bersifat ilmiah, objektif, dan prestasi kerjanya
skizofrenia ski.zo.fre.nia [n] penyakit jiwa yg ditandai oleh ketidakacuhan, halusinasi, waham untuk menghukum, dan merasa berkuasa, tetapi daya pikir tidak berkurang
sonar so.nar [n Lay] (1) peranti untuk mengamati (mendeteksi, menyidik) keberadaan dan lokasi benda di bawah permukaan laut dng menggunakan gelombang suara yg dikirim dr peranti itu dan dipantulkan kembali oleh benda (objek) yg diamati; (2) alat yg menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menemukan benda dan menentukan letaknya di bawah permukaan air
sorot belakang pencahayaan secara langsung ataupun tidak langsung dr belakang sebuah objek yg dibidik ke arah kamera guna memperjelas keberadaan objek dan menempatkan objek tersebut terpisah dr luar
sorot iringan jenis lampu yg sinarnya mengikuti objek yg bergerak
strukturalisme struk.tu.ral.is.me [n Ling] gerakan linguistik yg berpandangan bahwa hubungan antara unsur bahasa lebih penting dp unsur itu sendiri, satu-satunya objek bahasa adalah sistem bahasa, dan penelitian bahasa dapat dilakukan secara sinkronis
suap su.ap [n] (1) (nasi) sebanyak yg dijemput dng jari dan dimasukkan ke mulut ketika makan: kalau makan, -- mu jangan terlampau besar; (2) ki uang sogok: barang siapa memberi -- kpd pegawai negeri akan dihukum
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
subjektif sub.jek.tif [a] mengenai atau menurut pandangan (perasaan) sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya: segala sesuatu hendaklah dibahas secara objektif, jangan secara --
subsider sub.si.der [a Huk] sbg pengganti apabila hal pokok tidak terjadi (spt hukuman kurungan sbg pengganti hukuman denda apabila terhukum tidak membayarnya)
sula su.la [n] (1) tongkat besi dsb yg runcing atau tajam ujungnya (untuk mengupas kelapa dsb); linggis; (2) tongkat kayu atau bambu yg runcing atau tajam ujungnya untuk menghukum orang
sunatullah su.na.tul.lah hukum Allah yg disampaikan kpd umat manusia melalui para rasul; (2) undang-undang keagamaan yg ditetapkan oleh Allah yg termaktub di dl Alquran; (3) hukum (kejadian dsb) alam yg berjalan secara tetap dan otomatis
surat paksa surat ancaman yg diberikan kpd wajib pajak supaya memenuhi kewajibannya
swadarma swa.dar.ma [n] hukum, hak, atau kewajiban sendiri: masing-masing berusaha menjalankan -- dng baik
Syafii Sya.fii [n] mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Muhammad bin Idris asy-Syafii dng sumber hukum, yaitu Alquran, sunah Rasul (hadis), ijmak, kias, dan istidlal;
syarak sya.rak [n] hukum yg bersendi ajaran Islam; hukum Islam: kawin menurut --; pembagian warisan menurut --
syarat sya.rat [n] (1) janji (sbg tuntutan atau permintaan yg harus dipenuhi): saya mau hadir dl rapat itu, dng -- saya tidak mau dipilih jadi pengurus; (2) segala sesuatu yg perlu atau harus ada (sedia, dimiliki, dsb): keamanan dl negeri adalah -- mutlak bagi pembangunan negara; (3) segala sesuatu yg perlu untuk menyampaikan suatu maksud: niat untuk belajar sangat besar, tetapi -- nya tidak mencukupi; (4) ketentuan (peraturan, petunjuk) yg harus diindahkan dan dilakukan: sbg umat Islam kita harus selalu patuh pd -- dan hukum Islam; (5) biaya (barang-barang dsb) yg harus diberikan kpd guru pencak, dukun, dsb: -- apa saja yg harus dipenuhi jika berdukun kepadanya
syariat sya.ri.at [n Isl] hukum agama yg menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dng Allah Swt., hubungan manusia dng manusia dan alam sekitar berdasarkan Alquran dan hadis: Alquran adalah sumber pertama dr -- Islam
syubhat syub.hat [n Isl] keragu-raguan atau kekurangjelasan tt sesuatu (apakah halal atau haram dsb) krn kurang jelas status hukumnya; tidak terang (jelas) antara halal dan haram atau antara benar dan salah
tahsil tah.sil [n] (1) hal mendapat; (2) pengumpulan hasil (pajak dsb)
takimeter ta.ki.me.ter [n] alat ukur untuk menentukan jarak suatu objek secara cepat, terutama dl penelitian
taklid tak.lid [n Isl] keyakinan atau kepercayaan kpd suatu paham (pendapat) ahli hukum yg sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan
taksonomi tak.so.no.mi [n] (1) klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yg meliputi pengklasifikasian objek; (2) cabang biologi yg menelaah penamaan, perincian, dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan pembedaan sifatnya; (3) Ling klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis; urutan satuan fonologis atau gramatikal yg dimungkinkan dl satuan bahasa
takzir tak.zir [Ar n] hukuman yg dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim krn tidak terdapat dl Alquran dan hadis
tambang tam.bang, ber.tam.bang.an [v] bertunangan (tt gadis) dng lebih dr seorang laki-laki, biasanya ayah gadis itu dihukum dng membayar denda adat (di Bengkulu)
tanah adat tanah milik yg diatur menurut hukum adat
tanah negeri [Huk] tanah yg dimiliki dan dikuasai oleh masyarakat hukum adat
tanah yasan tanah milik perorangan menurut hukum adat
tangan kotor perbuatan curang (jahat); tindakan yg melanggar hukum
tangan mencencang (memetik [pb] siapa yg salah harus menanggung hukuman
tangan mencencang bahu memikul tangan men.cen.cang bahu memikul [pb] siapa yg bersalah harus dihukum; perbuatan jahat harus diberi hukuman yg setimpal
tantangan tan.tang.an [n] (1) ajakan berkelahi (berperang dsb); (2) hal atau objek yg menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah; rangsangan (untuk bekerja lebih giat dsb): kesulitan itu merupakan ~ untuk lebih giat bekerja; (3) hal atau objek yg perlu ditanggulangi
tata rias pengaturan susunan hiasan thd objek yg akan dipertunjukkan
Taurat Tau.rat [n] (1) kitab suci yg diturunkan Allah kpd Nabi Musa a.s.; (2) hukum Nabi Musa a.s. yg dianut oleh orang Yahudi; (3) kitab Perjanjian Lama, terutama Pentateuch (lima buah kitab yg diturunkan kpd Nabi Musa a.s.), yaitu: Kejadian (Genesis), Keluaran (Exodus), Imamat (Letviticus), Bilangan (Numeri), dan Ulangan (Deuteonomium)
teknik penelitian penjabaran metode penelitian; sistem atau metode penelitian dng meneliti langsung objeknya
tendangan bebas ten.dang.an bebas [Olr] sepakan bola yg diberikan kpd pihak yg tidak bersalah sbg hukuman kpd pihak yg salah (spt bermain curang)
tendangan penalti ten.dang.an penalti [Olr] sepakan bebas ke arah gawang lawan (sbg hukuman) yg dilakukan dr jarak dua belas langkah di muka gawang: kesebelasan itu memperoleh kemenangan dr ~ penalti
tentara ten.ta.ra [n] (1) laskar; prajurit: -- itu diperintahkan menjaga bangunan-bangunan vital; (2) pasukan (dr orang-orang yg berkewajiban berperang): -- itu diterjunkan di daerah musuh melalui udara; (3) kesatuan alat negara yg terdiri atas orang-orang terlatih berperang: -- tempur itu berbaris dng tegapnya; (4) orang yg menjadi anggota tentara nasional Indonesia (prajurit, bintara, perwira, dsb); militer; (5) sesuatu yg berhubungan (bertalian) dng angkatan bersenjata (msl hukum --; pendeta -- )
teokrasi te.o.kra.si [n] cara memerintah negara berdasarkan kepercayaan bahwa Tuhan langsung memerintah negara, hukum negara yg berlaku adalah hukum Tuhan, pemerintahan dipegang oleh ulama atau organisasi keagamaan
teori te.o.ri [n] (1) pendapat yg didasarkan pd penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; (2) penyelidikan eksperimental yg mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi: -- tt kejadian bumi; -- tt pembentukan negara; (3) asas dan hukum umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan: -- mengendarai mobil; -- karang-mengarang; -- hitung dagang; (4) pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu: -- nya memang mudah, tetapi praktiknya sukar
terajam te.ra.jam [v] menanggung siksaan badan; tersiksa; sudah dirajam; sudah menanggung hukuman badan [n] pohon yg akarnya digunakan sbg ramuan obat; akar terajam
teritorial te.ri.to.ri.al [a] mengenai bagian wilayah (daerah hukum) suatu negara: perairan -- , lautan dekat pantai suatu negara yg menjadi hak negara tsb
terlanjur ter.lan.jur [v] terdorong mengerjakan (mengucapkan) sesuatu dng tidak sengaja: apa pun alasannya, kalau sudah ~ berbuat salah harus dihukum [Lihat {telanjur}]
terlarang ter.la.rang [v] tidak diperbolehkan (diperkenankan): krn melakukan perbuatan yg ~ , dia dihukum
terlepas ter.le.pas [v] (1) sudah lepas; sudah dilepas (tt ikatan); copot: ikatannya ~; (2) ki terhindar (dr bahaya): ia bersyukur krn anaknya ~ dr bahaya maut; (3) ki hilang; musnah; lenyap (tt ingatan); terlupakan: semuanya akan tetap dikenangnya, tidak akan ~ dr ingatannya; (4) ki lepas dr pegangan (ikatan): tiba-tiba pegangannya ~ , dia terjatuh dan kehilangan keseimbangan; (5) bebas (dr kewajiban); tidak ada tanggung jawab lagi: dia ~ dr kewajiban membayar pajak
terluput ter.lu.put [v] terhindar (dr); terlepas (dr); bebas (dr): tidak seorang pun ~ dr tuntutan hukum; baru saja kampung itu ~ dr bahaya banjir, sekarang terancam penyakit menular
termonuklir ter.mo.nuk.lir [n] (1) hubungan transformasi dl nuklir atom atau hukum berat atom yg pd permulaannya memerlukan suhu sangat tinggi; (2) keperluan atau hubungan untuk bom termonuklir
terpenjara ter.pen.ja.ra [v] disekap dl penjara: enam bulan ia ~ krn melanggar hukum
terpidana ter.pi.da.na [v] dikenai hukuman; (2) n orang yg dikenai hukuman
terutama ter.u.ta.ma [a] (1) paling utama (penting, perlu): yg ~ kita pikirkan sekarang ialah bantuan pangan kpd para korban gempa bumi; (2) pokok; pertama sekali: kenaikan pendapatan itu ~ berasal dr pajak; (3) lebih-lebih; teristimewa: tidak mudah menjadi ibu yg baik, ~ bagi wanita karier; seluruh pemuda, ~ pelajar dan mahasiswa, pasti mendukung rencana itu
tes pilihan berganda tes objektif yg mempunyai beberapa alternatif jawaban untuk dipilih satu jawaban yg benar
tetap te.tap [v] selalu berada (tinggal, berdiri, dsb) di tempatnya: orang tuanya -- tinggal di dusun; (2) a tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dsb): kalimat itu terbentuk menurut pola-pola -- dan tertentu; (3) v tidak berpindah-pindah; tidak beranjak: bertiup angin timur yg -- arahnya; (4) adv selalu demikian halnya (tt keadaan, perbuatan, dsb): sampai kini ia masih -- menjadi bupati; sekali merdeka -- merdeka; (5) adv tidak putus-putusnya; selalu; terus: matanya -- melihat pd satu tempat saja; biar bagaimanapun ia -- hendak mempertahankan haknya; (6) adv untuk selamanya (tidak untuk sementara): bangunan --; pegawai --; pembantu --; (7) a kekal selama-lamanya; lestari: di dunia ini tiada sesuatu pun yg --; mudah-mudahan persahabatan kita -- hingga akhir zaman; (8) a sudah pasti (tentu): tempat dan harinya sudah --; pajaknya sudah --; pekerjaannya tidak -- , tidak tentu [v] me.ne.tap v mengesat atau mengeringkan (sesuatu yg basah, spt tulisan tinta dsb) dng cara menekankan barang yg dapat mengisap (spt kertas kembang dan kain): ia ~ air matanya dng saputangan; ia segera ~ tinta pd tulisannya supaya cepat kering
timu-timu ti.mu-ti.mu [n] yg sudah menurut hukumnya; yg sebaik-baiknya; yg setepat-tepatnya (tt perbuatan dsb): menang -- , kalah -- , menang atau kalah menurut hukum
tindak tin.dak [n] (1) langkah; (2) perbuatan; -- pidana perbuatan pidana (perbuatan kejahatan): perlu ditingkatkan pemberantasan -- pidana ekonomi spt penyelundupan dan manipulasi pajak
tokong to.kong [a] (1) tidak berekor (tt ayam dsb); (2) Sas terpotong rambutnya (tt perempuan sbg hukuman); (3) cak berambut pendek (tt perempuan) [n] pulau kecil yg terjadi dr karang (tidak ada pohonnya) [n] kelenteng; toapekong [n] jendul; tonjol
tol [n] (1) pajak untuk memasuki jalan tertentu (msl jalan bebas hambatan, jalan layang); (2) jalan yg mengenakan bea bagi pemakainya; (3) bea masuk kendaraan dan barang impor lain; (4) pintu cukai; gerbang cukai
transitif tran.si.tif [a Ling] bersangkutan dng kata kerja yg memerlukan objek
tuduh tu.duh [v] me.nu.duh v (1) menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang berbuat kurang baik: ia ~ saya bersekongkol dng penjahat; (2) menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang melakukan perbuatan yg melanggar hukum; mendakwa: mereka ~ kedua pedagang itu menerima barang selundupan
tunggakan tung.gak.an [n] (1) angsuran (pajak) yg belum dibayar: bulan ini ia akan melunasi ~ nya; (2) sisa pekerjaan: jumlah tenaga baru sekarang ini cukup untuk menangani ~ itu
tunjangan perceraian tun.jang.an perceraian tunjangan yg wajib diberikan oleh bekas suami kpd bekas istrinya berdasarkan ketentuan hukum yg ada
ukuran pidana ukur.an pidana [Huk] penetapan berat ringannya hukuman oleh hakim dl batas maksimum dan minimum yg ditentukan oleh undang-undang
undang un.dang [v] meng.un.dang v memanggil supaya datang; mempersilakan hadir (dl rapat, perjamuan, dsb): mereka ~ kita makan malam; kami ~ Tuan menginap di rumah kami [n] , un.dang-un.dang n (1) ketentuan dan peraturan negara yg dibuat oleh pemerintah (menteri, badan eksekutif, dsb), disahkan oleh parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat, badan legislatif, dsb), ditandatangani oleh kepala negara (presiden, kepala pemerintah, raja), dan mempunyai kekuatan yg mengikat; (2) aturan yg dibuat oleh orang atau badan yg berkuasa: taat pd ~ partai; (3) hukum (dl arti patokan yg bersifat alamiah atau sesuai dng sifat-sifat alam): ~ untuk membangun kalimat dr tiap-tiap bahasa memang berlainan [ark n] penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan)
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
unifikasi uni.fi.ka.si [n] hal menyatukan; penyatuan; hal menjadikan seragam: penyempurnaan pembinaan hukum nasional dilakukan antara lain dng jalan pembaharuan, kodifikasi, dan -- hukum
untuk un.tuk [p] (1) kata depan untuk menyatakan bagi ...; bagian: ini -- ku, yg itu -- mu; (2) sebab atau alasan: -- kesalahan itu, ia dihukum dua tahun; -- semua itu, ia mau berkorban; (3) tujuan atau maksud; bagi: lemari -- (menyimpan) pakaian; pakaian -- segala usia; (4) penggantian (sbg ganti ...); (disediakan, dipergunakan, dipakai) sbg ...: peti itu dipakai -- meja makan; diberi pisau -- senjata; (5) selama: -- beberapa bulan ia terpaksa istirahat di rumah sakit; (6) sudah: -- ketiga kalinya saya memperingatkan [Mk n] bagian dr milik yg dibagi-bagikan [n] kemaluan perempuan (kata penghalus)
uraian urai.an [n] (1) keterangan atau penjelasan mengenai suatu hal: ~ mengenai candi itu belum pernah diterbitkan; (2) keterangan panjang lebar: ~ tt pajak bumi dan bangunan telah dikemukakan oleh Direktur Pajak di depan para petugas pajak
urusan urus.an [n] (1) sesuatu yg diurus: ada ~ penting; (2) perkara; masalah; hal ihwal; persoalan: untuk ~ ini, polisi telah menahan orang yg dicurigai; ~ politik adalah tanggung jawab kita juga; itu ~ mu, bukan ~ ku; (3) sesuatu yg berhubungan atau ada sangkut-pautnya dng: setelah ~ pabean selesai, kita masih berurusan dng calo-calo taksi; (4) bagian pekerjaan (jawatan, dinas, dsb) yg mengurus sesuatu: jawatan ~ pajak; bagian ~ pegawai; kantor ~ pegawai; (5) cara mengurus (merawat, menyelenggarakan, dsb): kurang beres ~ nya
validitas va.li.di.tas [n] sifat benar menurut bahan bukti yg ada, logika berpikir, atau kekuatan hukum; sifat valid; kesahihan: menentukan -- suatu tes dng tepat memang sukar
verba intransitif verba yg tidak menggunakan objek
verba komposit verba yg terdiri atas dua bagian yg dl struktur kalimat dipisahkan oleh objek dr verba itu
verba performatif verba dl kalimat dng kala kini dng "saya" sbg subjek dng atau tanpa "Anda" sbg objek taklangsung, yg secara langsung menyatakan pertuturan yg dibuat pembicara pd waktu mengujarkan kalimat
verba transitif verba yg memiliki objek
verset ver.set [n Huk] bantahan; banding: keputusan tersebut dinyatakan dapat dilaksanakan lebih dahulu walaupun ada -- dr pihak terhukum
versus ver.sus [p] (me)lawan (dipakai dl pertandingan olahraga, dl perselisihan hukum di pengadilan, dl perdebatan, dsb): pertandingan tinju Muhammad Ali -- George Foreman
vonis vo.nis [n Huk] putusan hakim (pd sidang pengadilan) yg berkaitan dng persengketaan di antara pihak yg maju ke pengadilan; hukuman (pd perkara pidana): ia dijatuhi -- enam bulan penjara
wali wa.li [n] (1) orang yg menurut hukum (agama, adat) diserahi kewajiban mengurus anak yatim serta hartanya, sebelum anak itu dewasa: penjualan tanah itu tidak dapat disahkan krn pemiliknya belum dewasa dan -- nya tidak menyetujuinya; (2) orang yg menjadi penjamin dl pengurusan dan pengasuhan anak: yg menjadi -- anak tsb adalah pamannya krn anak itu tinggal bersama pamannya; (3) pengasuh pengantin perempuan pd waktu menikah (yaitu yg melakukan janji nikah dng pengantin laki-laki): krn ayahnya telah meninggal, maka kakaknya yg menjadi -- untuk menikahkan anak perempuan itu; (4) orang saleh (suci); penyebar agama: -- sanga; (5) kepala pemerintah dsb: -- negeri [kl n] kain kuning yg dilekatkan pd bahu pejabat istana yg melaksanakan upacara kerajaan [n] pisau kecil untuk mengukir kayu dsb [Lihat {rajawali}]
waris sah penerima warisan yg sah berdasarkan hukum (agama, adat)
wet [n] undang-undang; hukum
wisata alam perjalanan yg memanfaatkan potensi sumber daya alam dan tata lingkungannya sbg objek tujuan wisata
wisata bahari bepergian menikmati alam laut; -- budaya bepergian bersama-sama dng tujuan mengenali hasil kebudayaan setempat: untuk memajukan kepariwisataan di Indonesia, objek -- budaya harus digalakkan
wisata buru kegiatan wisata yg memanfaatkan satwa sbg objek kegiatan berburu
wisata kesehatan gerak atau kegiatan wisata yg dirangsang oleh adanya objek atau fasilitas yg diperlukan untuk mengembalikan kesehatan di daerah tujuan wisata, msl tempat sejuk yg lengkap dng tempat peristirahatan dan terdapat sumber air panas
wisata nusantara wisata domestik; -- puri Bl wisata yg objeknya adalah puri (istana) dng segala isi dan kegiatannya: Pemda Tabanan mengembangkan objek -- puri
yasan ya.san [n] (tanah) milik perseorangan (dl hukum adat)
yayasan ya.ya.san [n] badan hukum yg tidak mempunyai anggota, dikelola oleh sebuah pengurus dan didirikan untuk tujuan sosial (mengusahakan layanan dan bantuan spt sekolah, rumah sakit)
yudisial yu.di.si.al [a] (1) berhubungan dng yudisium; (2) berhubungan dng lembaga hukum atau lembaga yudikatif
yura yu.ra [n] ilmu hukum; hukum
yuridis yu.ri.dis [a Huk] menurut hukum; secara hukum: bantuan -- , bantuan hukum (diberikan oleh pengacara kpd kliennya di muka pengadilan)
yuris yu.ris [n] ahli hukum; sarjana hukum
yurisdiksi yu.ris.dik.si [n Huk] (1) kekuasaan mengadili; lingkup kuasa kehakiman; peradilan; (2) lingkungan hak dan kewajiban, serta tanggung jawab dl suatu wilayah atau lingkungan kerja tertentu; kekuasaan hukum
yurisprudensi yu.ris.pru.den.si [n Huk] (1) ajaran hukum melalui peradilan; (2) himpunan putusan hakim

Jika informasi mengenai "objek hukum pajak" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas