Arti kata/frase "objek budaya" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/objek-budaya

Halaman ini menjelaskan kata atau frase objek budaya menurut KBBI Edisi III

objek budaya: objek wisata yg daya tariknya bersumber pd objek kebudayaan, spt peninggalan sejarah, museum, atau atraksi kesenian; -- efektif Ling objek langsung yg ditimbulkan sbg hasil perbuatan yg terdapat dl predikat verbal, msl rumah dl mereka membayar rumah, sumur dl para pekerja menggali sumur, nasi dl ibunya menanak nasi

Lebih lanjut mengenai objek budaya

objek budaya terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 373 kata terkait yakni sebagai berikut:

budaya bu.da.ya [n] (1) pikiran; akal budi: hasil --; (2) adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --; (3) sesuatu mengenai kebudayaan yg sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yg --; (4) cak sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan yg sudah sukar diubah
objek ob.jek [n] (1) hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; (2) Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb: -- penelitian ini adalah tata kehidupan suku terasing di Riau; (3) Ling nomina yg melengkapi verba transitif dl klausa, msl teh manis dl kalimat Kiki minum teh manis; (4) hal atau benda yg menjadi sasaran usaha sambilan: berdagang kain menjadi salah satu -- orang- orang di kota itu; (5) Fis titik atau himpunan yg bertindak sbg sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa; -- afektif objek langsung yg dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dng objek efektif); msl buku dl mereka membaca buku, jalan dl anak-anak sedang menyeberang jalan
objek budaya objek wisata yg daya tariknya bersumber pd objek kebudayaan, spt peninggalan sejarah, museum, atau atraksi kesenian; -- efektif Ling objek langsung yg ditimbulkan sbg hasil perbuatan yg terdapat dl predikat verbal, msl rumah dl mereka membayar rumah, sumur dl para pekerja menggali sumur, nasi dl ibunya menanak nasi
objek wisata budaya objek budaya
budaya global budaya yg salah satu atau sejumlah unsurnya memiliki kemiripan atau serupa antara satu wilayah budaya (biasanya mengacu pd batas wilayah kedaulatan negara) dan wilayah budaya yg lain
objek alam objek wisata yg daya tariknya bersumber pd keindahan dan kekayaan alam
objek faktitif objek efektif
objek pengenal objek yg menjadi tanda khas suatu ilmu atau cabang ilmu
objek wisata tirta objek wisata yg menggunakan kawasan perairan, baik untuk rekreasi maupun kegiatan olahraga air, spt menyelam, berselancar, atau memancing
budaya agraris kebudayaan yg hidup dl masyarakat yg mempunyai pertanian sbg mata pencaharian pokok
budaya asing [Antr] kebudayaan yg berkembang dl suatu wilayah atau negara yg berasal dr luar wilayah atau dr negara lain
budaya daerah kebudayaan yg hidup dl suatu wilayah bagian suatu negara yg merupakan daerah suatu suku bangsa tertentu
budaya nasional kebudayaan yg dianut oleh semua warga dl suatu negara
budaya rakyat unsur kebudayaan tradisional yg hidup dl golongan orang biasa dan yg dibedakan dr unsur kebudayaan yg timbul lebih kemudian dan yg dianggap lebih maju
budayawan bu.da.ya.wan [n] orang yg berkecimpung dl kebudayaan; ahli kebudayaan: ia seorang -- yg senantiasa mengikuti perkembangan zaman
objek formal aspek atau sudut pandang suatu ilmu dl melihat objek ilmu dsb
objek hukum [Huk] objek atau kepentingan yg dilindungi dl hukum
objek langsung [Ling] nomina atau kelompok nominal yg melengkapi verba transitif dl frasa verbal dan yg sifatnya sangat erat dng verba tsb, dl beberapa bahasa tertentu ditandai dng kasus akusatif, msl adik dl kakak memukul adik adalah objek langsung
objek material benda atau hal yg menjadi objek atau bidang ilmu
objek preposisional [Ling] objek yg didahului oleh preposisi yg dapat menjadi subjek dl klausa pasif
objek primer [Ling] objek langsung
objek sekunder [Ling] objek taklangsung; -- taklangsung Ling nomina atau kelompok nominal yg menyertai verba transitif, dan merupakan bagian dr frasa verbal tsb, msl kata Tuti dalam Ibu membuatkan Tuti baju
objek wisata perwujudan ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya, sejarah bangsa, dan keadaan alam yg mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan
objektivisme ob.jek.ti.vis.me [n] paham atau aliran yg menerima segala sesuatu secara objektif
objektivitas ob.jek.ti.vi.tas [n] sikap jujur, tidak dipengaruhi pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan dl mengambil putusan atau tindakan; keobjektifan
budaya barat keseluruhan cara hidup, cara berpikir, dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian barat (Eropa dan Amerika)
budaya malu [cak] sikap bawahan yg kurang berani mengatakan keadaan yg sebenarnya thd atasan; (2) sikap pegawai (karyawan dsb) yg merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh
budaya pemilikan kecenderungan manusia mencari, memperoleh, menggunakan, dan menyimpan barang
budaya politik pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yg mendasari, mengarahkan, dan memberi arti kpd tingkah laku dan proses politik dl suatu sistem politik, mencakup cita-cita politik ataupun norma yg sedang berlaku dl masyarakat politik
budaya timur keseluruhan cara hidup, cara berpikir, dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian timur (Asia)
budaya wilayah kecenderungan manusia mendapat ruang hidup yg sepadan, baik yg berbentuk fisik, psikologis, maupun keorganisasian
objek hukum pajak pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak
objek wisata alam sumber daya alam yg berpotensi serta mempunyai daya tarik bagi wisatawan, baik yg alami maupun yg sudah dibudidayakan
objekan ob.jek.an [n] hal, perkara, atau benda yg dijadikan sasaran usaha sambilan untuk menambah penghasilan: -- di kota-kota besar biasanya berupa jual beli tanah, rumah, mobil, dsb
objektif ob.jek.tif [a] mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi [n Fis] kanta (lensa) pd peralatan optis yg terletak paling dekat dng benda yg diamati
nomor wisata objek wisata
adaptasi kebudayaan perubahan dl unsur kebudayaan yg menyebabkan unsur itu dapat berfungsi lebih baik bagi manusia yg mendukungnya
aktivitas kebudayaan [Antr] aktivitas manusia yg bernilai budaya (pemerincian tahap pertama unsur kebudayaan yg universal)
alih kebudayaan [Antr] pengambilan unsur kompleks kebudayaan asing ke dl suatu kebudayaan sampai dianggap oleh pendukung kebudayaan itu sbg unsur kebudayaannya sendiri
antropologi budaya ilmu tt manusia ditinjau dr sudut sejarah kebudayaannya
asimilasi kebudayaan [Sos] penyesuaian diri thd kebudayaan dan pola-pola perilaku
berbudaya ber.bu.da.ya [v] mempunyai budaya; mempunyai pikiran dan akal yg sudah maju: bangsa yg -
bijak kebudayaan rangkaian konsep dan asas yg menjadi garis besar rencana atau aktivitas suatu negara untuk mengembangkan kebudayaan bangsanya
daerah kebudayaan daerah yg menyatukan sejumlah kebudayaan suku bangsa yg memiliki persamaan ciri yg mencolok
desentralisasi kebudayaan pengakuan adanya hak pd golongan kecil dl masyarakat untuk menyelenggarakan kebudayaan sendiri di daerah
diplomasi budaya diplomasi melalui pengenalan dan pemahaman pelbagai hasil seni budaya
etos kebudayaan sifat, nilai, dan adat-istiadat khas yg memberi watak kpd kebudayaan suatu golongan sosial dl masyarakat
hasrat budaya dorongan dl bentuk baru berkat pengaruh kebudayaan
hubungan kebudayaan hu.bung.an kebudayaan [Antr] kaitan di antara dua masyarakat krn adanya persamaan beberapa unsur kebudayaan
imperialisme kebudayaan [Antr] pandangan mengenai adanya kebudaya-an asing yg lebih kuat yg mendominasi suatu golongan masyarakat sehingga warganya kehilangan kepribadian dan identitasnya
integrasi kebudayaan [Antr] penyesuaian antara unsur kebudayaan yg saling berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dl kehidupan masyarakat
karangan objektif ka.rang.an objektif karangan yg terbentuk berdasarkan pembagian logis dr pokok karangan atau hal-hal utama dl karangan
ketahanan budaya ke.ta.han.an budaya kekuatan dan keteguhan sikap suatu bangsa dl mempertahankan budaya asli, termasuk budaya daerah, dr pengaruh budaya asing yg kemungkinan dapat merusak atau membahayakan kelangsungan hidup bangsa
konflik kebudayaan [Antr] persaingan antara dua masyarakat sosial yg mempunyai kebudayaan hampir sama
kontak kebudayaan [Antr] proses persatuan antara kebudayaan yg berbeda krn individu yg mengembannya saling berinteraksi
konteks budaya [Ling] keseluruhan budaya atau situasi nonlinguistis tempat sebuah komunikasi terjadi
konvergensi kebudayaan [Antr] proses perkembangan unsur kebudayaan yg sama pd dua kebudayaan atau lebih, terjadi krn difusi antara satu dan yg lain juga krn perkembangan sendiri-sendiri terlepas satu dr yg lain
krisis kebudayaan keadaan suatu kebudayaan tidak mampu lagi mencari jalan keluar dr kesulitan yg melibatnya
lingkungan kebudayaan ling.kung.an kebudayaan [Antr] keadaan sistem nilai budaya, adat istiadat, dan cara hidup masyarakat yg mengelilingi kehidupan seseorang
lintas budaya pertemuan antara dua budaya atau lebih yang berlangsung secara cepat
majalah budaya terbitan secara berkala yg isinya khusus mengenai masalah kebudayaan
membudaya mem.bu.da.ya [v] menjadi kebudayaan atau menjadi kebiasaan yg dianggap wajar; mendarah daging: hal itu sudah -- bagi bangsa Indonesia
membudayakan mem.bu.da.ya.kan [v] (1) mengajar supaya mempunyai budaya; mendidik supaya beradab (berbudaya): sejarah adalah pelajaran yg dapat -- manusia; (2) membiasakan suatu perbuatan yg baik sehingga dianggap sbg berbudaya: para pemimpin hendaknya memberi contoh dl -- pola hidup sederhana
pekan budaya pameran kegiatan kebudayaan selama sepekan; -- raya pasar malam besar dan bermacam-macam pameran (baik dr dl negeri maupun luar negeri) dan pertunjukan: pd setiap peringatan hari ulang tahun Jakarta diadakan -- raya Jakarta
pembudayaan pem.bu.da.ya.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membudayakan; (2) Antr proses dr segala sosial budaya menjadi suatu adat atau pranata yg mantap
pengobjek peng.ob.jek [n] orang yg suka mengobjek
pengobjekan peng.ob.jek.an [n] proses, cara, perbuatan mengobjek(kan)
perjalanan kebudayaan per.ja.lan.an kebudayaan perjalanan yg diadakan dng tujuan mempelajari atau memperdalam seni budaya; (2) perjalanan yg bertujuan melihat atau menyaksikan hal-hal yg berhubungan dng kebudayaan, msl benda kuno, peninggalan sejarah, atau perikehidupan masyarakat
pluralisme kebudayaan berbagai kebudayaan yg berbeda-beda dl suatu masyarakat
pusat kebudayaan tempat membina dan mengembangkan kebudayaan
seni budaya perihal kesenian dan kebudayaan
taman budaya tempat (terbuka) untuk kegiatan kebudayaan
ujian objektif uji.an objektif ujian yg dibuat sedemikian rupa sehingga pertanyaan dan jawabannya sudah disiapkan dan murid tinggal memilih jawaban itu
unsur kebudayaan bagian suatu kebudayaan yg dapat digunakan sbg satuan analisis tertentu
zona budaya sejarah bagian kawasan taman nasional yg diperlakukan tersendiri krn mengandung manifestasi budaya manusia
cagar budaya [Antr] daerah yg kelestarian hidup masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dr bahaya kepunahan
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
hasrat budaya pemilikan kecenderungan manusia mencari, memperoleh, menggunakan, dan menyimpan barang
hasrat budaya wilayah kecenderungan manusia mendapat ruang hidup yg sepadan, baik yg berbentuk fisik, psikologis, maupun keorganisasian
hukum objektif keseluruhan kaidah yg dapat diterapkan secara umum thd semua warga masyarakat selama mereka tunduk pd suatu sistem hukum umum
kasus objektif [Ling] istilah untuk bentuk kasus miring (nonnominatif), dipertentangkan dng kasus subjektif
kebudayaan ke.bu.da.ya.an [n] (1) hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; (2) Antr keseluruhan pengetahuan manusia sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya
kumulasi objektif [Huk] seorang penggugat mengajukan lebih dr satu gugatan thd tergugat yg sama
mengobjek meng.ob.jek [v ki] mengerjakan usaha sambilan secara tidak tetap untuk menambah penghasilan: pagi hari dia menjadi guru, sore hari dia -
mengobjekkan meng.ob.jek.kan [v] menjadikan sesuatu sbg usaha sambilan: ia -- sepeda motornya siang hari setelah selesai mengajar
nilai budaya konsep abstrak mengenai masalah dasar yg sangat penting dan bernilai dl kehidupan manusia
wisata bahari bepergian menikmati alam laut; -- budaya bepergian bersama-sama dng tujuan mengenali hasil kebudayaan setempat: untuk memajukan kepariwisataan di Indonesia, objek -- budaya harus digalakkan
-wan (-man, -wati) sufiks pembentuk nomina (1) orang yg ahli dl bidang: ilmuwan; budayawan; seniman; (2) orang yg bergerak dl: karyawati; wartawan; (3) orang yg memiliki barang atau sifat khusus: dermawan; hartawan; rupawan; bangsawan
abad pertengahan kurun waktu sekitar tahun 500-1500 dl sejarah peradaban atau kebudayaan Eropa Barat
adat [n] (1) aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala: menurut -- daerah ini, laki-lakilah yg berhak sbg ahli waris; (2) cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; kebiasaan: demikianlah -- nya apabila ia marah; (pd) -- nya; (3) wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem; (4) kl cukai menurut peraturan yg berlaku (di pelabuhan dsb) [Jk] meng.a.dat v (1) mogok, tidak mau jalan (tt kendaraan): krn sudah tua, mobil itu sering ~; (2) merajuk dan menangis: anak kecil itu manja dan sering ~;
adiluhung adi.lu.hung [a] tinggi mutunya: seni budaya yg bernilai -- wajib dipelihara
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
aksesibilitas ak.se.si.bi.li.tas [n] hal dapat dijadikan akses; hal dapat dikaitkan; keterkaitan: lewat forum itu dapat lebih dibudayakan -- guru dan pers nasional kita
aksiologi ak.si.o.lo.gi [n] (1) kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia; (2) kajian tt nilai, khususnya etika: kita harus melembagakan dan membudayakan ilmu pd setiap domain epistemologi ataupun -- profesi guru
akulturasi akul.tu.ra.si [n] (1) percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi: candi-candi yg ada sekarang merupakan bukti adanya -- antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India; (2) Antr proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; (3) Ling proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme
akusatif aku.sa.tif [n Ling] kasus yg menunjukkan fungsi sbg objek langsung atau objek berpreposisi dl kalimat
alat [n] (1) benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas; perabot(an): -- pertanian; -- tukang kayu; (2) yg dipakai untuk mencapai maksud: pelaksanaan keluarga berencana adalah -- untuk menurunkan angka kelahiran dan menaikkan taraf hidup rakyat; (3) ki orang yg dipakai untuk mencapai suatu maksud: mereka itu hanya dipakai sbg -- untuk melemahkan semangat rakyat; (4) bagian tubuh (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) yg menjalankan fungsi sesuatu: -- pencium ; -- perasa; (5) yg dipakai untuk menjalankan kekuasaan negara (spt polisi, tentara): -- negara; (6) perlengkapan: -- kebesaran untuk upacara raja-raja, spt mahkota, tongkat, payung, pedang, tunggul, bendera, dan umbul-umbul; (7) Antr benda budaya yg dikembangkan manusia dl usahanya memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya, sbg penyambung keterbatasan organismenya [Mk n] (1) jamu (tamu); (2) perjamuan
alkoholisme al.ko.hol.is.me [n] (1) gaya hidup membudayakan alkohol: ada kecenderungan anak muda berbudaya --; (2) hal kecanduan alkohol: dl mengatasi -- , aspek kerusakan biologis cenderung diabaikan
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
amplifikasi am.pli.fi.ka.si [n] (1) pembesaran, perluasan, atau pengembangan (tt jumlah, kepentingan, dsb); (2) Filol pengembangan naskah berupa uraian, penjelasan, atau penggunaan banyak kata oleh penyalin (pembaca), kemudian masuk ke salinan naskah berikutnya; (3) Ling sarana dl bahasa yg digunakan untuk memperluas, memperbesar, atau memberi tekanan pd suatu objek
anasional ana.si.o.nal [a] (1) tidak berwatak (bersifat, berciri) nasional: ilmu jangan digunakan untuk hal-hal yg -- atau asosial; (2) tidak setia kpd bangsa sendiri (termasuk budaya, produknya, dsb)
ancang intrinsik [Sas] pendekatan thd karya sastra yg bertolak dr unsur-unsur dl karya sastra itu sendiri, yg objek kajiannya semata-mata unsur dl karya sastra itu
antik an.tik [a] kuno, tetapi tetap bernilai sbg hasil karya seni atau benda budaya (tt barang-barang): koleksi barang --; (2) n ki perilaku, sifat, penampilan, dsb yg tidak spt biasanya (tt orang)
antipati an.ti.pa.ti [n] (1) Pol penolakan atau perasaan tidak suka yg kuat; (2) perasaan menentang objek tertentu yg bersifat persona dan abstrak
apresiasi ap.re.si.a.si [n] (1) kesadaran thd nilai seni dan budaya; (2) penilaian (penghargaan) thd sesuatu; (3) kenaikan nilai barang krn harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah
arkeologi ar.ke.o.lo.gi [n] ilmu tt kehidupan dan kebudayaan zaman kuno berdasarkan benda peninggalannya, spt patung dan perkakas rumah tangga; ilmu purbakala
asimilasi perkawinan proses terjadinya perkawinan campuran yg berbeda budaya, perilaku, dan golongan
atase ata.se [n] ahli yg diperbantukan pd kedutaan untuk mengurus (mewakili) suatu bidang: -- kebudayaan; -- militer; -- perdagangan; -- pers
atraksi wisata seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau hiburan, yg merupakan daya tarik wisatawan di daerah tujuan wisata
awik-awik [Bl n] hukum adat berupa peraturan atau undang- undang yg disusun dan ditetapkan oleh anggota masyarakat desa, banjar, dan subak tt aturan tata kehidupan masyarakat di bidang agama, budaya, dan sosial-ekonomi di Bali
bahasa aglutinatif tipe bahasa yg pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pd akar kata; -- akusatif tipe bahasa yg mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, msl bahasa Inggris yg mempunyai kalimat spt They kill him, kata him adalah bentuk akusatif dr kata he
bahasa klasik [Ling] (1) dialek temporal bahasa yg dianggap mewakili puncak perkembangan kebudayaan pemakaiannya; (2) bahasa kuno yg mempunyai kesusastraan tinggi
bangga nasional sikap jiwa yg terwujud, tampak pd sikap menghargai warisan budaya, hasil karya, dan hal-hal lain yg menjadi milik bangsa sendiri
bangsa bang.sa [n] (1) kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri: -- India; -- Indonesia; -- Mesir; (2) golongan manusia, binatang, atau tumbuhan yg mempunyai asal-usul dan sifat khas yg sama; (3) macam; jenis: tersedia segala makanan -- kue-kue dan minuman; (4) kedudukan (keturunan) mulia (luhur): bahasa menunjukkan --; (5) ark jenis kelamin: lajur pertama diisi dng nama, yg kedua dng -- , yg ketiga umur; (6) Antr kumpulan manusia yg biasanya terikat krn kesatuan bahasa dan kebudayaan dl arti umum, dan menempati wilayah tertentu di muka bumi; (7) Bio klasifikasi dl biologi, sesudah kelas dan sebelum suku; ordo
bangsa Barat seseorang atau sekelompok besar rakyat yg mendiami sebagian benua Eropa dan benua Amerika dan yg termasuk dl suatu kebudayaan tertentu
barang antik barang kuno yg bernilai hasil karya, atau benda budaya
barat ba.rat [n] (1) nama mata angin yg arahnya berlawanan dng timur; arah tempat matahari terbenam: matahari terbenam di sebelah --; (2) (huruf pertama kapital) orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika: bangsa --; kebudayaan --
berkesungguhan ber.ke.sung.guh.an [v] ada kesungguhan: -- dl melembagakan dan membudayakan ilmu
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bertamadun ber.ta.ma.dun [v] beradab; berkebudayaan; berkemajuan
bertujuan ber.tu.ju.an [v] (1) berhaluan; mempunyai tujuan; ada yg dituju (dimaksudkan dsb); (2) memakai tujuan (objek): kata kerja ~ , kata kerja yg berpelengkap penderita (transitif)
biadab bi.a.dab [a] (1) belum beradab; belum maju kebudayaannya: bangsa-bangsa -- masih banyak yg suka makan orang; (2) tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar: anak itu -- benar, tidak segan mengucapkan kata-kata kotor di hadapan umum; (3) cak tidak beradab; kejam: pemerkosa anak di bawah umur adalah perbuatan yg --
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
buku panduan wisata buku petunjuk, khusus diterbitkan dng bentuk dan teknik penyajian isi yg praktis, terutama memuat berbagai macam keterangan mengenai objek wisata, sarana wisata, dsb
cakrawala cak.ra.wa.la [n] (1) lengkung langit; (2) langit (tempat bintang-bintang); (3)peredaran bintang di langit (kerap pula berarti sbg bintang di langit); (4) kaki langit; tepi langit; batas pemandangan; horizon; (5) ki jangkauan pandangan: mahasiswa harus memperluas -- pengetahuan; (6) ki khazanah; kekayaan: dl acara -- Budaya Nusantara akan ditampilkan kesenian daerah Yogyakarta
cermin balik [Graf] cermin datar yg dipasang pd susunan objektif dan digunakan untuk mendapat bayangan terbaca (dilihat dr bayangan emulsi) dr hasil pemotretan
cina perantauan nenek moyang dan kebudayaan bangsa Cina yg hidup di luar perbatasan Cina daratan dan Taiwan; (2) keturunan Cina yg tinggal di luar RRC dan Taiwan
daerah kuno daerah geografis tempat tersebarnya kebudayaan suku bangsa yg mengandung unsur kuno, biasanya terletak di pinggiran suatu daerah kebudayaan
daerah tujuan wisata daerah yg memiliki objek wisata yg ditunjang oleh masyarakat dan prasarana pariwisata; (2) tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisata; (3) daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan
dangkal dang.kal [a] (1) tidak dalam (tt sungai dsb); tohor; cetek: perahu itu kandas di bagian sungai yg --; (2) ki belum paham atau belum mendalam benar (tt pengetahuan dsb); belum meresap benar: pengetahuannya tt kebudayaan bangsanya sendiri masih --; mendangkal v menjadi dangkal [Jk a] (1) keras dan tidak baik masaknya (tt buah-buahan); (2) tidak berair dan tidak subur (tt tanaman); (3) ki tebal hati tidak lemah lembut; (4) ki terbengkalai; tanggung-tanggung (tt pekerjaan)
darmawisata dar.ma.wi.sa.ta [n] perjalanan atau kunjungan singkat dng tujuan bersenang-senang dsb; perjalanan yg dilakukan untuk tujuan rekreasi sambil mengenal baik objek wisata dan lingkungannya
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
datif da.tif [n Ling] kata yg menduduki fungsi sbg objek tidak langsung dr kata kerja (msl saya memberikan buku kepa danya; kepadanya adalah datif)
definisi demonstratif definisi yg berupa penunjukan objek, benda, atau peristiwa konkretnya
denotasi de.no.ta.si [n Ling] makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas penunjukan yg lugas pd sesuatu di luar bahasa atau yg didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif
difraksi dif.rak.si [n Fis] pengagihan (distribusi kembali di dl ruang intensitas gelombang sbg akibat kehadiran objek atau benda yg menyebabkan variasi baik dl amplitudo gelombang maupun dl fasenya); lenturan
difusi di.fu.si [n] (1) Fis percampuran gas atau zat cair di luar daya mekanik; (2) penyebaran atau perembesan sesuatu (kebudayaan, teknologi, ide) dr satu pihak ke pihak lainnya; penghamburan; pemencaran; (3) Ling pengaruh migrasi dan pengalihan pranata budaya melewati batas-batas bahasa, khususnya inovasi dan peminjaman
diorama di.o.ra.ma [n] (1) sajian pemandangan dl ukuran kecil yg dilengkapi dng patung dan perincian lingkungan spt aslinya serta dipadukan dng latar yg berwarna alami; pola atau corak tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yg dihasilkan dng menempatkan objek dan tokoh di depan latar belakang dng perspektif yg sebenarnya sehingga dapat menggambarkan keadaan yg sebenarnya; (2) pameran spesimen satwa liar atau pemandangan dl ukuran aslinya yg dilengkapi dng lingkungan alam asli dan latar yg bercat
disekuilibrium dis.e.ku.i.lib.ri.um [n] ketakseimbangan: adanya -- sosial budaya dapat mengganggu jalannya pembangunan
disiplin di.sip.lin [n] (1) tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); (2) ketaatan (kepatuhan) kpd peraturan (tata tertib dsb); (3) bidang studi yg memiliki objek, sistem, dan metode tertentu
diskontinuitas dis.kon.ti.nu.i.tas [n] ketidaksinambungan: -- antara tradisi dan kebudayaan yg baru dapat menimbulkan kesenjangan antara kaum tua dan kaum muda
disorientasi dis.o.ri.en.ta.si [n] (1) kekacauan kiblat; kesamaran arah: -- pandangan akan timbul apabila terdapat kesenjangan antara organisasi sosial dan sistem nilai kebudayaan; (2) Dok kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg berkenaan dng waktu tempat dan orang
ditransitif di.tran.si.tif [n Ling] verba yg menghendaki dua objek gramatikal, satu objek langsung dan satu objek taklangsung
diversitas di.ver.si.tas [n] perbedaan, kelainan, keragaman: menurut kesimpulan tim peneliti, di daerah itu terdapat -- kebudayaan
dualisme semantis [Ling] teori dl semantik yg menganggap adanya hubungan timbal balik antara lambang (unsur bahasa) dan objek atau konsep yg ditunjuknya
ejaan Suwandi eja.an Suwandi sistem ejaan Latin untuk bahasa Indonesia sesudah Proklamasi Kemerdekaan yg dimuat dl Surat Keputusan Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan, Mr. Soewandi No. 264/Bhg. A tanggal 19 Maret 1947 yg merupakan penyederhanaan atas Ejaan van Ophuysen, antara lain, adalah perubahan oe menjadi u, sistem ini menjadi ejaan resmi sampai tahun 1972
ekoturisme eko.tu.ris.me [n] wisata yg dilaksanakan di hutan atau di mana saja dng memanfaatkan lingkungan alam sbg objeknya; bagian dari alam semesta yg dapat dimanfaatkan oleh para turis; wisata alam
eksklave eks.kla.ve [n] (1) bagian (daerah) suatu negara yg terpisah dan berbentuk suatu enklave; (2) daerah (wilayah) budaya yg berada jauh dr daerah asal budaya
ekuivalen eku.i.va.len [a] mempunyai nilai (ukuran, arti, atau efek) yg sama; seharga; sebanding; sepadan: pd umumnya pendapat yg menyatakan kultur -- dng kebudayaan dapat diterima
enklave en.kla.ve [n] (1) negara atau bagian negara yg dikelilingi oleh wilayah suatu negara lain; (2) daerah (wilayah) budaya yg terdapat di dl wilayah budaya lain
enkulturasi en.kul.tu.ra.si [n] pembudayaan
etnik et.nik [a Antr] bertalian dng kelompok sosial dl sistem sosial atau kebudayaan yg mempunyai arti atau kedudukan tertentu krn keturunan, adat, agama, bahasa, dsb; etnis
etnografi et.no.gra.fi [n] (1) deskripsi tt kebudayaan suku-suku bangsa yg hidup; (2) ilmu tt pelukisan kebudayaan suku-suku bangsa yg hidup tersebar di muka bumi
etnologi et.no.lo.gi [n] ilmu tt unsur atau masalah kebudayaan suku bangsa dan masyarakat penduduk suatu daerah di seluruh dunia secara komparatif dng tujuan mendapat pengertian tt sejarah dan proses evolusi serta penyebaran kebudayaan umat manusia di muka bumi
etnosentrisme et.no.sen.tris.me [n] sikap atau pandangan yg berpangkal pd masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dng sikap dan pandangan yg meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain
evolusionisme evo.lu.si.o.nis.me [n] pandangan bahwa segala bentuk kehidupan, baik organisme maupun sosial dan budaya, berkembang secara lambat dr bentuk sederhana ke arah bentuk yg lebih sempurna ataupun lebih rumit
film dokumenter dokumentasi dl bentuk film mengenai suatu peristiwa bersejarah atau suatu aspek seni budaya yg mempunyai makna khusus agar dapat menjadi alat penerangan dan alat pendidikan
filologi fi.lo.lo.gi [n Ling] ilmu tt bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dl bahan-bahan tertulis
fokus fo.kus [n] (1) Fis titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yg datang berada dl keadaan paralel dng sumbu cermin atau lensa itu; titik api: tempatkan objek itu dl -- kalau menginginkan hasil pemotretan yg bagus; (2) pusat: -- perhatian dunia internasional tertuju ke kejuaraan sepak bola dunia di Prancis; (3) Ling (a) unsur yg menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pd bagian itu; (b) ciri predikat verbal yg menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dng subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
frasa verbal frasa endosentris berinduk satu yg induknya verba dan modifikatornya berupa partikel modal; (2) bagian dr kalimat yg berupa verba dng atau tanpa objek dan/atau keterangan dl kaidah struktur frasa dan yg berfungsi sbg predikat
fundamen fun.da.men [n] (1) asas; dasar; hakikat: larangan kawin semarga bersangkutan dng -- dan filsafat kebudayaan suku Batak; (2) alas; dasar; fondasi: pembangunan fisik tanpa pembangunan mental seumpama bangunan tanpa --
fungsionalisme fung.si.o.nal.is.me [n] (1) Antr teori yg menekankan bahwa unsur-unsur di dl suatu masyarakat atau kebudayaan itu saling bergantung dan menjadi kesatuan yg berfungsi; doktrin atau ajaran yg menekankan manfaat kepraktisan atau hubungan fungsional; (2) Ling gerakan linguistik yg beranggapan bahwa struktur fonologis, gramatikal, dan semantis ditentukan oleh fungsi yg dijalankan dl masyarakat, dan bahwa bahasa itu sendiri mempunyai fungsi yg beraneka ragam
gerowot ge.ro.wot [v] , meng.ge.ro.wot v menggerogoti; mengerip: korupsi telah ~ kehidupan peradaban dan kebudayaan
glosematik glo.se.ma.tik [n Ling] aliran yg selain berusaha memahami kaidah bahasa juga berusaha memahami pelbagai bidang sosial budaya pd umumnya (dl konteks bahasa)
hak bersama hak yg dimiliki oleh beberapa orang terhadap suatu objek
hasil perkawinan hal-hal yg didapat setelah terjadinya perkawinan yg sah berdasarkan adat kebudayaan, agama, dan peraturan hukum yg berlaku
Hindu Hin.du [n] (1) agama yg berkitab suci Weda; (2) kebudayaan yg berdasarkan agama Hindu; (3) penduduk asli India
hukum pidana subjektif hak negara untuk menghukum orang yg melanggar peraturan hukum pidana objektif
humanis hu.ma.nis [n] (1) orang yg mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yg lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia; (2) penganut paham yg menganggap manusia sbg objek terpenting; (3) penganut humanisme
humanisme hu.ma.nis.me [n] (1) aliran yg bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yg lebih baik; (2) paham yg menganggap manusia sbg objek studi terpenting; (3) aliran zaman Renaissance yg menjadikan sastra klasik (dl bahasa Latin dan Yunani) sbg dasar seluruh peradaban manusia; (4) kemanusiaan
ikonometer iko.no.me.ter [n] alat untuk memperkirakan ukuran dan jarak suatu objek
implikasi im.pli.ka.si [n] (1) keterlibatan atau keadaan terlibat: -- manusia sbg objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentingannya; (2) yg termasuk atau tersimpul; yg disugestikan, tetapi tidak dinyatakan: apakah ada -- dl pertanyaan itu?
Indonesia In.do.ne.sia [n] (1) nama negara kepulauan di Asia Tenggara yg terletak di antara benua Asia dan benua Australia; (2) bangsa, budaya, bahasa yg ada di negara Indonesia
industri wisata kegiatan usaha dng penyediaan atau penyelenggaraan fasilitas perjalanan, akomodasi, makanan, rekreasi dan hiburan, atraksi kebudayaan, serta fasilitas lain yg diperlukan wisatawan
institut in.sti.tut [n] (1) organisasi, badan, atau perkumpulan yg ber-tujuan melakukan suatu penyelidikan ilmiah: mereka bekerja pd -- riset antariksa; (2) organisasi, badan, atau perkumpulan yg bertujuan menyelenggarakan usaha pendidikan, kebudayaan, sosial, persahabatan (antarbangsa), rehabilitasi, dsb: ia diterima di suatu -- kebudayaan sbg guru tari
integrasi bangsa [Pol] penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dl kesatuan wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional
integrasi wilayah [Pol] pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat atas unit-unit atau wilayah politik yg lebih kecil yg mungkin beranggotakan kelompok budaya atau sosial tertentu
intransitif in.tran.si.tif [a Ling] tanpa objek langsung atau pelengkap penderita (tt verba) spt pd kata loncat, terjun, jatuh
inventarisasi in.ven.ta.ri.sa.si [n Adm] (1) pencatatan atau pendaftaran barang-barang milik kantor, (sekolah, rumah tangga, dsb) yg dipakai dl melaksanakan tugas; (2) pencatat- an atau pengumpulan data (tt kegiatan, hasil yg dicapai, pendapat umum, persuratkabaran, kebudayaan, dsb): seka-rang sedang diadakan -- bahasa daerah di Indonesia; pemerintah mengadakan -- tenaga asing
isoplet iso.plet [n Ling] garis yg digambarkan pd peta bahasa yg menandai, baik batas pemakaian ciri bahasa maupun ciri adat istiadat, ciri geografis, dan ciri budaya yg menjadi faktor penyatu bagi dialek atau bahasa regional
jebol je.bol [v] (1) terangkat dr tempatnya tertanam (tt tanaman) sampai ke akar-akarnya; (2) rusak parah (terbongkar) hingga tidak berfungsi (tt tanggul air, dinding, dsb) krn tidak mampu menahan benturan keras yg melanda; (3) tidak mampu mempertahankan serangan lawan (msl dl pertandingan); (4) ki tidak mampu mempertahankan nilai-nilai budaya yg dimiliki menghadapi arus budaya lain (asing) yg melanda
jukstaposisi juk.sta.po.si.si [n] penempatan dua objek secara berdampingan
kalimat dwitransitif [Ling] kalimat yg mempunyai objek dan pelengkap atau keterangan yg wajib
kamera ka.me.ra [n] kotak kedap sinar yg dipasang dng lensa yg menyambung pd lubang lensa tempat gambar (objek) yg direkam dl alat yg pekat cahaya; alat potret
kamera televisi kamera yg digunakan untuk mengambil objek-objek yg akan disiarkan melalui televisi
kamerawan ka.me.ra.wan [n] orang yg tugasnya menggunakan kamera untuk merekam gambar (objek) film atau televisi
kapak lonjong kapak yg berpenampang lonjong, berasal dr kebudayaan neolitikum
kapak penetak kapak yg digunakan pd masa paleolitikum awal (hanya ditemukan di kawasan Asia, sezaman dng kebudayaan kapak genggam di Eropa
kapak persegi kapak yg berasal dr masa kebudayaan neolitikum (di Indonesia bagian barat)
kapak sepatu kapak yg berasal dr masa kebudayaan perunggu besi di Indonesia, berongga di bagian dalamnya, dan pemasangan tangkainya spt cara memakai sepatu, yaitu memasukkan tangkai kapak ke dl rongga
karyawisata kar.ya.wi.sa.ta [n] kunjungan ke suatu objek dl rangka memperluas pengetahuan dl hubungan dng pekerjaan seseorang atau sekelompok orang: seminar itu ditutup dng -- ke beberapa daerah industri
kasus akusatif [Ling] kasus yg menandai nomina atau yg sejenisnya sbg objek langsung
kasus datif [Ling] kasus yg menandai bahwa nomina adalah penerima suatu perbuatan atau objek tak langsung
kasus ergatif [Ling] bentuk kasus dr subjek atau pelaku dr verba transitifnya dl bahasa tertentu spt bahasa Baska, Hindi, yg subjek dr verba intransitifnya mempunyai bentuk kasus yg sama dng objek atau penderita dr verba transitif
kasus tujuan [Ling] hubungan kasus yg menandai objek atau keadaan (tujuan) sbg akibat perbuatan atau keadaan yg dinyatakan oleh verba
kawin campur [Sos] perkawinan di antara dua pihak yg berbeda agama, kebudayaan, golongan, atau suku bangsa
keanekaragaman ke.a.ne.ka.ra.gam.an [n] hal atau keadaan beraneka ragam: ~ kebudayaan bangsa Indonesia
kebarat-baratan ke.ba.rat-ba.rat.an [a] bertingkah laku spt orang Eropa atau Amerika; berlagak spt orang Eropa atau Amerika: kita boleh mengambil kebudayaan Barat, tetapi jangan sampai membuat kita --
keindonesiaan ke.in.do.ne.si.a.an [n] perihal Indonesia; yg bersangkut paut dng Indonesia: bagaimana mengembangkan kebudayaan yg berakar dan berada dl jiwa ~
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kelugasan ke.lu.gas.an [n] (1) hal mengenai yg pokok (yg penting, yg perlu): pembicaraan dilakukan dng bertolak dr asas kehematan, ~ , dan keefisienan; (2) kesederhanaan; keluguan; kepolosan: ~ dl sikap dan dl berpakaian merupakan daya tarik tersendiri; (3) perihal tidak berbelit-belit (tt bahasa, kalimat): ~ setiap kalimat yg diutarakannya memudahkan pemahaman bagi yg mendengarkannya; (4) tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan
kerangka teori tindakan ke.rang.ka teori tindakan konsep dl menganalisis sistem budaya, sistem sosial, sistem kepribadian, dan sistem organik yg mempengaruhi tingkah laku manusia dl interaksinya dng manusia lain
kinematograf ki.ne.ma.to.graf [n] alat untuk menunjukkan gambar-gambar objek dl gerakan
klasisisme kla.si.sis.me [n] (1) peniruan langgam seni (kebudayaan, sastra) Yunani dan Romawi Kuno, ditandai dng pengutamaan bentuk, kesederhanaan, dan penguasaan emosi, spt yg terjadi pd abad ke-18; (2) paham tt standar tradisional yg universal dan langgeng
klausa bebas klausa yg secara potensial dapat menjadi kalimat bebas; -- intransitif klausa yg predikat verbanya tidak disertai objek, msl gaji sudah datang
klausa terikat klausa yg tidak dapat berdiri sendiri sbg kalimat tunggal mandiri, menjadi bagian klausa lain atau bagian dr kalimat majemuk bertingkat; -- transitif klausa yg verbanya selalu disertai objek, msl mereka memilih perempuan
koleksi ko.lek.si [n] (1) kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dsb) yg sering dikaitkan dng minat atau hobi objek (yg lengkap); (2) kumpulan yg berhubungan dng studi penelitian; (3) cara dsb mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dsb
komersial ko.mer.si.al [a] (1) berhubungan dng niaga atau perdagangan; (2) dimaksudkan untuk diperdagangkan; (3) bernilai niaga tinggi, kadang-kadang mengorbankan nilai-nilai lain (sosial, budaya, dsb)
konsep kon.sep [n] (1) rancangan atau buram surat dsb; (2) ide atau pengertian yg diabstrakkan dr peristiwa konkret: satu istilah dapat mengandung dua -- yg berbeda; (3) Ling gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yg ada di luar bahasa, yg digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain
konstanta kon.stan.ta [n Mat] lambang untuk menyatakan objek yg sama dl keseluruhan operasi matematika
konstruksi antipasif [Ling] konstruksi verba transitif yg disertai objek miring (bukan objek langsung): msl berbicara tt x (berlainan dr membicarakan x yg nonantipasif krn dapat dipasifkan secara biasa)
konstruksi nonantipasif [Ling] konstruksi verba transitif yg disertai objek langsung; -- predikatif Ling konstruksi ekosentris yg terjadi dr subjek dan predikat yg membentuk klausa, msl mereka berbunyi
koran tembok surat kabar tempel yg banyak digunakan sbg aktivitas publikasi semasa revolusi kebudayaan di Republik Rakyat Cina
kota kosmopolitan kota besar yg mempunyai sifat internasional dng banyaknya lembaga yg mewakili lembaga negara lain dan banyaknya penduduk yg merasa dirinya mewakili kebudayaan dan pemikiran internasional
kultur kul.tur [n] kebudayaan: -- Barat; -- Timur [n Ikn] pemeliharaan; pembudidayaan
kultural kul.tu.ral [a] berhubungan dng kebudayaan: film kita harus mengandung nilai -- yg tinggi
kulturisasi kul.tu.ri.sa.si [n] (1) proses membudayakan; (2) Bio perbanyakan jasad hidup pd preparat zat makanan atau pd tanaman hidup
laporan administrasi la.por.an administrasi pemberian bahan atau keterangan secara objektif dan berdasarkan kenyataan di bidang personel, material, keuangan, dan tata kantor
latah la.tah [a] (1) menderita sakit saraf dng suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; (2) berlaku spt orang gila (msl krn kematian orang yg dikasihi); (3) meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain: kita jangan -- thd kebudayaan asing [ark n] sampah (daun-daun dsb yg telah membusuk) di bawah pohon-pohonan (di hutan dsb)
literer li.te.rer [n] berhubungan dng tradisi tulis: dia sedang merekam budaya dan isi alam negeri Jawa secara -- dan dng fakta visual berbentuk gambar
lugas lu.gas [a] (1) mengenai yg pokok-pokok (yg perlu-perlu) saja: pembicaraannya selalu -- , tidak pernah menyimpang ke sana-sini; (2) bersifat spt apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana: cara berdandannya -- , tidak mencolok; (3) tidak berbelit-belit: kalimatnya -- , tidak berbunga-bunga; (4) tidak bersifat pribadi; objektif: masalah itu dapat diselesaikan secara --
lunasan lu.nas.an [n Huk] objek hukum yg harus diserahkan oleh debitur kpd kreditur
maesenas mae.se.nas [n] orang kaya pendukung kebudayaan; pelindung seni dan kalangan seniman: kita memerlukan -- untuk menggairahkan kegiatan seni
makna ekstensi [Ling] makna yg mencakupi semua objek yg dapat dirujuk dng kata itu
makna referensial [Ling] makna unsur bahasa yg sangat dekat hubungannya dng dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi
manifes ma.ni.fes [n] (1) pernyataan terbuka tt tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok; manifesto: -- Kebudayaan; (2) daftar isi muatan yg diangkut kapal, yg memuat jumlah merek dan nomor barang muatan, nama pengirim, serta alamat yg dituju; konosemen; surat muatan
masyarakat ma.sya.ra.kat [n] sejumlah manusia dl arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yg mereka anggap sama: -- terpelajar
masyarakat desa masyarakat yg penduduknya mempunyai mata pencaharian utama dl sektor bercocok tanam, perikanan, peternakan, atau gabungan dr kesemuanya itu, dan yg sistem budaya dan sistem sosialnya mendukung mata pencaharian itu
masyarakat majemuk masyarakat yg terbagi dl kelompok persatuan yg sering memiliki budaya yg berbeda
memahami me.ma.hami [v] (1) mengerti benar (akan); mengetahui benar: ia ~ bahasa dan kebudayaan Arab; (2) memaklumi; mengetahui: pemimpin harus dapat ~ kehendak rakyat
membaurkan mem.ba.ur.kan [v] (1) mencampurkan: ia -- madu sesendok teh ke dl susu segelas; (2) mencampuradukkan: jangan -- beberapa masalah sekaligus supaya dapat dipecahkan satu-satu; (3) membiarkan bergaul; menyatu: Pemerintah berusaha -- warga negara asing dng pribumi melalui kegiatan kebudayaan; (4) ki mengawinkan: orang tua itu ingin -- anak gadisnya dng laki-laki pilihannya
membekaskan mem.be.kas.kan [v] memberikan bekas pd: kebudayaan daerah -- unsur-unsurnya pd jiwa orang di daerah ini
memfilter mem.fil.ter [v cak] menyaring: masyarakat diminta mampu ~ budaya asing
memperadabkan mem.per.a.dab.kan [v] mengusahakan supaya beradab; meningkatkan taraf hidup; membudayakan: Pemerintah berusaha ~ suku-suku bangsa terasing
menapaktilasi me.na.pak.ti.lasi [v] menyusuri jejak yg pernah dilalui bekas pejuang atau para wali: di samping pergelaran kebudayaan Islam, kami pun ingin mencoba ~ jejak-jejak sejarah Islam di Indonesia
mencita-citakan men.ci.ta-ci.ta.kan [v] (1) menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh: sikap kritis objektif sangat diperlukan dl masyarakat yg ~ demokrasi; (2) membayangkan sesuatu kpd: mereka selalu ~ dunia baru yg segala-galanya aman dan senang; (3) menjadikan sbg tujuan (akhir): rakyat ~ masyarakat adil dan makmur segera terjelma
mencopoti men.co.poti [v] (1) mencopot berulang-ulang; (2) mencopot beberapa objek
mendapati men.da.pati [v] (1) memperoleh; menemukan: di toko itu engkau tidak akan ~ apa yg hendak kaubeli; (2) menemui; menjumpai: di negeri ini kita ~ banyak objek pariwisata; (3) mengalami: mereka tidak ~ kesulitan yg berarti dl pendakian gunung itu; (4) mengetahui (kenyataan adanya bukti, kesalahan, dsb): setelah memeriksa dng teliti, polisi ~ racun dl makanan korban; (5) melihat: tadi malam Ayah ~ jendela samping terbuka
mengkhususkan meng.khu.sus.kan [v] menjadikan khusus; memperuntukkan bagi sesuatu yg tertentu; mengistimewakan: ~ diri dl bidang kebudayaan
mengklasifikasi meng.kla.si.fi.ka.si [v] menggolong-golongkan menurut jenis; menyusun ke dl golongan: etnologi ~ bangsa atas dasar ras dan kebudayaan
menhir men.hir [n] batu besar spt tiang atau tugu, yg ditegakkan di atas tanah, hasil kebudayaan megalit, sbg tanda peringatan dan lambang arwah nenek moyang
meniangpancangi me.ni.ang.pan.cangi [v ki] menunjang: bahasa yg ~ kebudayaan seluruh bangsa, disebut bahasa nasional
mentifakta men.ti.fak.ta [n] fakta dl dokumen yg merupakan hasil gambaran dr pembuatnya sehingga berbeda dng fakta yg objektif
mentransformasikan men.trans.for.ma.si.kan [v] (1) mengubah rupa (bentuk, sifat, fungsi, dsb); mengalihkan: Pemerintah berhasil ~ benteng itu menjadi objek pariwisata; (2) Ling mengubah struktur dasar menjadi struktur lahir dng menerapkan kaidah transformasi
menyerap me.nye.rap [v] (1) masuk ke dl melalui liang renik (terutama tt barang cair); meresap; merembes: air lebih cepat -- ke dl tanah pasir; (2) mengisap (tt suatu benda thd barang cair): kertas semacam ini mudah -- tinta; (3) ki masuk (meresap) benar-benar (ke dl badan, hati, dsb): dinginnya -- sampai ke tulang; kepercayaan yg sudah -- ke dl hati; (4) ki amat mesra (tt persahabatan); (5) ki membawa masuk sehingga spt menjadi sendiri (tt budaya asing dsb): bahasa kita telah -- unsur-unsur asing
merpati mer.pa.ti [n] (1) burung, termasuk bangsa Columbiformes, spt tekukur, perkutut, dl kepercayaan dan kebudayaan melambangkan perdamaian; burung dara; (2) ki muda-mudi yg sedang dl masa bercinta-cintaan (pacaran): sepasang -- sedang duduk bermesraan di pinggir danau
metode asosiasi penyajian pesan yg dihubungkan dng suatu peristiwa atau objek yg populer dan menarik perhatian khalayak
mikrograf mik.ro.graf [n] (1) rekaman grafik dr gambar suatu objek yg dibentuk oleh mikroskop; (2) alat untuk menghasilkan salinan, tulisan, cetakan, atau ukiran yg sangat kecil; (3) alat untuk membuat tulisan atau rekaman yg sangat kecil
mikrometri mik.ro.met.ri [n] pengukuran objek yg sangat kecil dng mikrometer
mitologi mi.to.lo.gi [n] ilmu tt bentuk sastra yg mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus dl suatu kebudayaan
mob [n Pol] sekelompok orang (tanpa dukungan masyarakat) yg dng marah menyerang dan berusaha melukai atau merusak suatu objek tanpa mengindahkan norma sosial dan hanya berpegang pd pertimbangan yg sederhana
modus indikatif modus yg menyatakan sikap objektif atau netral
multikulturalisme mul.ti.kul.tu.ral.is.me [n] gejala pd seseorang atau suatu masyarakat yg ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dr satu kebudayaan
multivalensi mul.ti.va.len.si [n] sisi banyak: -- dl tiap nilai budaya memungkinkan suatu nilai diterima, diabaikan, atau ditolak
murni mur.ni [a] (1) tidak bercampur dng unsur lain; tulen: cincin itu terbuat dr emas --; (2) belum mendapat pengaruh luar; polos; lugu: sikap anak itu masih -- , belum dipengaruhi oleh kehidupan kota besar; (3) tulus; suci; sejati (tt cinta): cinta ayah dan ibu kpd anaknya adalah cinta yg --; (4) ki belum terpengaruh oleh dunia luar; asli: kebudayaan masyarakat itu masih --; (5) ki dl keadaan yg masih suci (perawan); belum ternoda; belum pernah menikah: setahu saya dia itu masih gadis --
musik berahi seni budaya peninggalan zaman wali berupa nyanyian yg dibawakan oleh wanita, diiringi oleh tembang
nativisme na.ti.vis.me [n] sikap atau paham suatu negara atau masyarakat thd kebudayaan sendiri berupa gerakan yg menolak pengaruh, gagasan, atau kaum pendatang
nativistik na.ti.vis.tik [a] bersifat menghidupkan kembali kebudayaan murni masyarakat untuk menolak serbuan kebudayaan asing
naturalisme na.tu.ra.lis.me [n] (1) usaha untuk menerapkan pandangan ilmiah tt dunia alamiah pd filsafat dan seni; (2) aliran dl seni yg menggambarkan sesuatu sebagaimana adanya; (3) karya seni rupa yg memiliki sifat kebenaran fisik dr alam; (4) ajaran yg tidak mengakui adanya kekuatan lain selain alam; (5) teknik atau cara menampilkan pandangan objektif tt manusia secara teliti dan jujur (baik atau buruk)
neokolonialisme ne.o.ko.lo.ni.al.is.me [n] kolonialisme cara baru (msl penjajahan ekonomi, kebudayaan): bantuan negara asing yg terlalu mengikat akan menimbulkan bentuk --
neolitik ne.o.li.tik [n] fase atau tingkat kebudayaan pd zaman prasejarah yg mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, spt peralatan yg terbuat dr batu yg telah diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar
nomenklatur no.men.kla.tur [n] (1) penamaan yg dipakai dl bidang atau ilmu tertentu; tata nama; (2) pembentukan (sering kali atas dasar kesepakatan internasional) tata susunan dan aturan pemberian nama objek studi bagi cabang ilmu pengetahuan
nomina no.mi.na [n Ling] kelas kata yg dl bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dng kata tidak, msl rumah adalah nomina krn tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sbg subjek atau objek dr klausa
nomina abstrak [Ling] nomina yg biasanya berasal dr adjektiva atau verba, yg tidak menunjuk pd sebuah objek tetapi pd suatu kejadian atau pd suatu abstraksi; -- atributif Ling nomina yg mewatasi nomina lain, msl hutan dl anjing hutan
obyek ob.yek /obyEk/ ? objek
obyektif ob.yek.tif /obyEktif/ ? objektif
obyektivisme ob.yek.ti.vis.me /obyEktivisme/ ? objektivisme
obyektivitas ob.yek.ti.vi.tas /obyEktivitas/ ? objektivitas
organisasi nonpemerintah persekutuan antarlembaga internasional swasta yg mengabdikan diri dl bidang agama, ilmu pengetahuan, kebudayaan, kemanusiaan, dsb, baik yg berorientasi teknik maupun yg berorientasi ekonomi
orientalis ori.en.ta.lis [n] ahli bahasa, kesusastraan, dan kebudayaan bangsa-bangsa Timur (Asia)
ortopedagogik or.to.pe.da.go.gik [n] ilmu mendidik yg bertujuan menyembuhkan kelainan psikis, objek didiknya, terutama yg terbelakang mental
pajak bumi dan bangunan (PBB) jenis pajak yg dikenakan thd objek pajak, berupa bumi dan/atau bangunan; pajak perponding
paleolitik pa.le.o.li.tik [a] berhubungan dng penamaan tingkat tradisi kebudayaan atas dasar teknik pembuatan alat batu dari masa berburu dan mengumpulkan makanan
paleontologi bahasa penyelidikan mengenai segi-segi kebudayaan yg buktinya dapat ditemukan dl bahasa
pariwisata bahari pariwisata yg objeknya adalah laut dan isinya (berperahu, berselancar, menyelam, dsb)
pariwisata purbakala pariwisata yg objeknya adalah peninggalan purbakala, msl museum
pariwisata wana pariwisata yg objeknya adalah hutan dng segala isinya
partikularisme par.ti.ku.la.ris.me [n] (1) sistem yg mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum; (2) aliran politik, ekonomi, kebudayaan yg mementingkan daerah atau kelompok khusus; sukuisme
partisipasi observasi kegiatan dl riset, berupa pengamatan yg aktif dan turut serta dl kehidupan lapangan atau objek yg diamati
pedalang pe.da.lang [n] orang yg mendalang; dalang: selain budayawan, ia pun ~ sekaligus editor buku itu
pedisel pe.di.sel [n] tangkai atau penyuluran yg berfungsi sbg alat yg melekat pd suatu objek
pelengkap penderita pe.leng.kap penderita objek langsung
pelengkap penyerta pe.leng.kap penyerta objek tak langsung
pembaratan pem.ba.rat.an [n] pengambilan (peniruan) adat istiadat Barat secara membabi buta: pengambilan kebudayaan asing bukan berarti -- sama sekali
pembaruan pem.ba.ru.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membarui: sudah banyak dibahas mengenai -- cara berpikir masyarakat; (2) Antr proses mengembangkan kebudayaan, terutama dl lapangan teknologi dan ekonomi
penelitian pe.ne.li.ti.an [n] (1) pemeriksaan yg teliti; penyelidikan; (2) kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum
penetrasi pe.net.ra.si [n] penerobosan; penembusan; perembesan: -- kebudayaan luar mempengaruhi daerah itu
penganalisis peng.a.na.li.sis [n] orang yg melakukan analisis: sbg ~ Saudara harus objektif
penggagas peng.ga.gas [n] pemikir atau pencetus gagasan: para ~ budaya mengadakan lokakarya
pengindraan jauh peng.in.dra.an jauh teknik mendeteksi dan mempelajari objek dr jauh tanpa adanya kontak fisik dng objek atau sasaran tsb
pengutusan peng.u.tus.an [n] proses, cara, perbuatan mengutus: -- duta wisata ke manca negara dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya kita sehingga wisatawan manca negara tertarik ke Indonesia
penjepretan ganda pen.jep.ret.an ganda pemotretan dua objek sekaligus untuk disajikan sbg gambar dng kedua objek tsb
penjepretan jauh pen.jep.ret.an jauh pemotretan suatu objek dr jarak yg jauh
penyangkal pe.nyang.kal [n] orang yg menyangkal; pembantah; penyanggah: sbg -, ia harus bersikap objektif thd pendapat yg dibantahnya
penyungging pe.nyung.ging [n] juru sungging: para pengukir dan -- wayang kulit merupakan seniman yg melestarikan kebudayaan bangsa
penyusupan pe.nyu.sup.an [n] proses, cara, perbuatan menyusup atau menyusupkan: kita menolak semua -- kebudayaan asing yg merusak generasi muda
peradaban per.a.dab.an [n] (1) kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin: bangsa-bangsa di dunia ini tidak sama tingkat ~ nya; (2) hal yg menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa
perang ideologi pertentangan antara dua sistem nilai yg saling berlawanan; (2) cara hidup yg berusaha mewujudkan perubahan yg banyak dng memanfaatkan jalur propaganda, pendidikan, pengaruh asing, program kebudayaan, dan infiltrasi
perploncoan per.plon.co.an [n] hal yg berkaitan dng seluk-beluk plonco: belakangan ini ~ lebih berbudaya
perputaran zaman per.pu.tar.an zaman perubahan kehidupan sosial, kebudayaan, dsb
perseptif per.sep.tif [a] (1) mempunyai kesadaran yg tajam; tajam tilik; cepat mengerti; cerdik; (2) berhubungan dng pengertian: dl politik, realitalah yg penting krn realita bisa objektif, bisa subjektif, dan bisa pula --
perspektivisme per.spek.tiv.is.me [n] (1) mazhab yg menganggap bahwa ilmu itu selalu bersifat relatif; (2) aliran filsafat yg mengajarkan bahwa setiap pengetahuan pd hakikatnya adalah suatu interpretasi belaka yg bergantung pd "keadaan tempat berdirinya" seseorang thd objek yg diketahuinya
pertumbuhan per.tum.buh.an [n] hal (keadaan) tumbuh; perkembangan (kemajuan dsb): suasana rumah tangga yg serba harmonis sangat penting bagi ~ jiwa anak; ~ kebudayaan bangsa
perwujudan per.wu.jud.an [n] (1) rupa (bentuk) yg dapat dilihat: tempat-tempat suci spt pura merupakan ~ kebudayaan rakyat Bali; (2) sesuatu yg nyata; (3) pelaksanaan (cita-cita dsb); manifestasi; (4) barang yg berwujud (spt yg tampak dl mimpi dsb)
pilot studi [Ek] objek utama yg akan diteliti
pintas pin.tas [v] me.min.tas v (1) mengambil jalan pintas; menempuh jalan yg terdekat; memotong jalan: supaya lekas sampai lebih baik kita ~ dusun ini; jalan ~ , jalan langsung (terdekat); (2) memenggal atau menyelang perkataan orang: suka benar ia memintas perkataan orang; (3) memotong perjalanan (tt orang, pesawat, dsb); memegat: barisan itu diberhentikan krn ~ iring-iringan mobil pejabat; (4) menadah (orang yg hanyut dsb): jika kamu hanyut, dialah yg akan ~ mu; (5) melintasi; melalui; melewati: kereta api itu ~ pesawahan di desa itu; (6) Kom memotong secara tiba-tiba proses pengambilan gambar suatu objek oleh kamera televisi atau film
politik po.li.tik [n] (1) (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (spt tt sistem pemerintahan, dasar pemerintahan): bersekolah di akademi --; (2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau thd negara lain: -- dl dan luar negeri; kedua negara itu bekerja sama dl bidang -- , ekonomi, dan kebudayaan; partai --; organisasi --; (3) cara bertindak (dl menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan: -- dagang; -- bahasa nasional
prapustaka pra.pus.ta.ka [n] kebudayaan yg belum mengenal tulisan: telah berlangsung suatu loncatan dr kebudayaan -- ke kebudayaan pascapustaka akibat kemajuan teknologi yg pesat
prasejarah pra.se.ja.rah [n] bagian ilmu sejarah tt zaman ketika manusia hidup dl kebudayaan yg belum mengenal tulisan
prestise pres.ti.se [n] wibawa (perbawa) yg berkenaan dng prestasi atau kemampuan seseorang: korupsi yg telah membudaya ini sangat memalukan dan menjatuhkan -- bangsa di mata internasional
primitif pri.mi.tif [a] (1) dl keadaan yg sangat sederhana; belum maju (tt peradaban; terbelakang): kebudayaan --; (2) sederhana; kuno (tidak modern tt peralatan): senjata-senjata --
psikopatologi psi.ko.pa.to.lo.gi [n] bagian psikologi yg menjadikan gejala kejiwaan sbg objeknya
publikasi pub.li.ka.si [n] (1) pengumuman; (2) penerbitan: -- tt objek-objek pariwisata janganlah diremehkan
pugar pu.gar [v] , me.mu.gar v memperbaiki kembali; membaharui; memulihkan: pemerintah daerah telah menyediakan biaya untuk ~ objek pariwisata di daerahnya [Mk v] , me.mu.gar v melakukan dng sungguh-sungguh
reintegrasi re.in.teg.ra.si [n] penyatuan kembali; pengutuhan kembali: bila transisi kebudayaan berhasil, akan tercapai -- kebudayaan yg menyeluruh
revitalisasi re.vi.ta.li.sa.si [n] proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali: berbagai kegiatan kesenian tradisional diadakan dl rangka -- kebudayaan lama
Romawi Ro.ma.wi [a] (1) berkaitan dng kebudayaan, politik, bahasa, dsb dari kota Roma Kuno; (2) berkaitan dng huruf Latin; (3) berkaitan dng angka yg berasal dari daerah Mediterania (dipertentangkan dng angka Arab, spt 1, 2, 3, 4, 5,...): angka I, II, III... adalah angka --
sadar etnis [Antr] kesadaran seseorang bahwa kebudayaan suku bangsanya berbeda dng kebudayaan suku bangsa lain
sastra klasik sastra yg berkembang sebelum pertemuan adanya pertemuan dan pengaruh kebudayaan Barat
sastra lisan hasil kebudayaan lisan dl masyarakat tradisional yg isinya dapat disejajarkan dg sastra tulis dl masyarakat modern; (2) sastra yg diwariskan secara lisan, spt pantun, nyanyian rakyat, dan cerita rakyat
sastra modern sastra yg berkembang setelah adanya pertemuan dan pengaruh kebudayaan Barat
sastra tulisan sastra yg timbul setelah manusia mengenal tulisan, di Indonesia mulai berlangsung setelah bangsa Indonesia berkenalan dng kebudayaan asing, yakni kebudayaan Hindu, Islam, dan Barat
signifikasi sig.ni.fi.ka.si [n] proses pemahaman yg menggunakan tanda-tanda lahir yg mudah dilihat; pengertian: penghuni daerah itu perlu dihaluskan dan dibudayakan dng cara --
simpel sim.pel [a cak] (1) mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit); sederhana: berikan contoh yg -- saja; (2) tunggal (tt kalimat yg terdiri atas satu subjek, predikat, dan atau tanpa objek): kalimat --
sinestesia si.nes.te.sia [n Ling] metafora berupa ungkapan yg bersangkutan dng indria yg dipakai untuk objek atau konsep tertentu, biasanya disangkutkan dng indria lain, msl sayur itu pedas untuk kata-kata sangat pedas
sinologi si.no.lo.gi [n] ilmu pengetahuan tt bahasa dan kebudayaan Cina
sistem merit mutasi karyawan yg didasarkan atas landasan yg bersifat ilmiah, objektif, dan prestasi kerjanya
sonar so.nar [n Lay] (1) peranti untuk mengamati (mendeteksi, menyidik) keberadaan dan lokasi benda di bawah permukaan laut dng menggunakan gelombang suara yg dikirim dr peranti itu dan dipantulkan kembali oleh benda (objek) yg diamati; (2) alat yg menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menemukan benda dan menentukan letaknya di bawah permukaan air
sono budoyo tempat (pusat) kebudayaan
sorot belakang pencahayaan secara langsung ataupun tidak langsung dr belakang sebuah objek yg dibidik ke arah kamera guna memperjelas keberadaan objek dan menempatkan objek tersebut terpisah dr luar
sorot iringan jenis lampu yg sinarnya mengikuti objek yg bergerak
sosialisasi so.si.a.li.sa.si [n] (1) usaha untuk mengubah milik perseorangan menjadi milik umum (milik negara): tradisi tidak memperlancar proses -- perusahaan milik keluarga; (2) proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dl lingkungannya: tingkat-tingkat permulaan dr proses -- manusia itu terjadi dl lingkungan keluarga; (3) upaya memasyarakatkan sesuatu sehingga men-jadi dikenal, dipahami, dihayati oleh masyarakat; pemasyarakatan
sosiokultural so.si.o.kul.tu.ral [a] berkenaan dng segi sosial dan budaya masyarakat
spesifik spe.si.fik [a] khusus; bersifat khusus; khas: dl festival film internasional itu masing-masing peserta menampilkan film-film -- budaya bangsanya
strukturalisme struk.tu.ral.is.me [n Ling] gerakan linguistik yg berpandangan bahwa hubungan antara unsur bahasa lebih penting dp unsur itu sendiri, satu-satunya objek bahasa adalah sistem bahasa, dan penelitian bahasa dapat dilakukan secara sinkronis
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
subjektif sub.jek.tif [a] mengenai atau menurut pandangan (perasaan) sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya: segala sesuatu hendaklah dibahas secara objektif, jangan secara --
suku bangsa kesatuan sosial yg dapat dibedakan dr kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa
tagih ta.gih [v] , me.na.gih v(1) meminta (memperingatkan, mendesak) supaya membayar (utang, pajak, iuran, dsb): belum tanggal satu ia sudah ~ uang langganan koran; (2) menuntut atau menggugat supaya melaksanakan janji (pernyataan dsb): kami ~ janji Ayah untuk pergi sekeluarga ke Taman Mini Indonesia Indah; (3) Huk objek hukum yg harus diterima kreditor dr debitur
takimeter ta.ki.me.ter [n] alat ukur untuk menentukan jarak suatu objek secara cepat, terutama dl penelitian
taksonomi tak.so.no.mi [n] (1) klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yg meliputi pengklasifikasian objek; (2) cabang biologi yg menelaah penamaan, perincian, dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan pembedaan sifatnya; (3) Ling klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis; urutan satuan fonologis atau gramatikal yg dimungkinkan dl satuan bahasa
tamadun ta.ma.dun [n] peradaban; kebudayaan; kemajuan
taman hutan raya kawasan pelestarian alam, terutama dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa alami atau buatan untuk tujuan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, budaya, pariwisata, dan rekreasi
taman wisata hutan wisata yg memiliki keindahan alam, baik keindahan nabati, hewani, maupun alam itu sendiri yg mempunyai corak khas untuk dimanfaatkan bagi kepentingan rekreasi dan kebudayaan
tantangan tan.tang.an [n] (1) ajakan berkelahi (berperang dsb); (2) hal atau objek yg menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah; rangsangan (untuk bekerja lebih giat dsb): kesulitan itu merupakan ~ untuk lebih giat bekerja; (3) hal atau objek yg perlu ditanggulangi
tapal batas perbatasan (negara, daerah); (2) garis pembatas atau pemisah (antara unit administratif atau antara unit regional geografis yg berbeda, baik fisik maupun budaya); (3) sempadan
tata rias pengaturan susunan hiasan thd objek yg akan dipertunjukkan
teknik penelitian penjabaran metode penelitian; sistem atau metode penelitian dng meneliti langsung objeknya
temuan te.mu.an [n] (1) hasil memikirkan dan melakukan percobaan; (2) unsur kebudayaan baru yg diperoleh berdasarkan eksperimen
terbelakang ter.be.la.kang [a] (1) paling belakang; paling akhir (tt sesuatu yg berderet-deret dsb): ia duduk di bangku yg -; (2) tertinggal (dl kebudayaan); belum maju: disediakan dana untuk memajukan daerah-daerah yg -; (3) terakhir (tt kabar dsb): menurut kabar yg -, perundingan di Jenewa berakhir dng kegagalan; (4) lemah atau lambat (tumbuh, berkembang) terutama tt mental anak: anak -
terjabarkan ter.ja.bar.kan [v] dapat diuraikan (dijelaskan) secara terperinci: kebudayaan itu ~ dr komponen biologi, lingkungan, dan psikologi
tes pilihan berganda tes objektif yg mempunyai beberapa alternatif jawaban untuk dipilih satu jawaban yg benar
tiang pancang ti.ang pan.cang [n] (1) tiang utama yg tegak terhunjam ke tanah untuk penguat atau penyangga bangunan (rumah dsb); (2) ki penunjang (yg) utama; sakaguru: bahasa sbg -- kebudayaan
timur ti.mur [n] (1) mata angin yg arahnya berlawanan dng barat; asal matahari terbit: matahari terbit di sebelah --; (2) orang, bangsa, benua di bagian timur dunia; khususnya di benua Asia: filsafat dan kebudayaan --; -- Dekat; -- Jauh; -- Tengah; (3) blok timur
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
tokoh to.koh [n] (1) rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis: -- bulat spt uang ringgit; pesawat terbang yg baru dibeli itu sama -- nya dng B-25; (2) bentuk badan; perawakan: melihat -- badannya, banyak orang menyangka ia adalah seorang pegulat; (3) ki orang yg terkemuka dan kenamaan (dl bidang politik, kebudayaan, dsb): ia adalah seorang -- politik yg disegani; (4) Sas pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama [n] tipu; kecoh
toleransi to.le.ran.si [n] (1) sifat atau sikap toleran: dua kelompok yg berbeda kebudayaan itu saling berhubungan dng penuh --; (2) batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yg masih diperbolehkan; (3) penyimpangan yg masih dapat diterima dl pengukuran kerja
totalitas to.ta.li.tas [n] keutuhan; keseluruhan; kesemestaan: masyarakat dan kebudayaan dilukiskan sbg satu --
transitif tran.si.tif [a Ling] bersangkutan dng kata kerja yg memerlukan objek
ultimogenitur ul.ti.mo.ge.ni.tur [n Antr] asas-asas yg berisikan ikatan yg menentukan hubungan sosial budaya antarmanusia berdasarkan asas kekerabatan
varia va.ria [n] berbagai jenis; -- olah raga; (2) a serba-serbi: -- kebudayaan Sulawesi Selatan
verba intransitif verba yg tidak menggunakan objek
verba komposit verba yg terdiri atas dua bagian yg dl struktur kalimat dipisahkan oleh objek dr verba itu
verba performatif verba dl kalimat dng kala kini dng "saya" sbg subjek dng atau tanpa "Anda" sbg objek taklangsung, yg secara langsung menyatakan pertuturan yg dibuat pembicara pd waktu mengujarkan kalimat
verba transitif verba yg memiliki objek
wawasan nasional wa.was.an nasional cara pandang suatu bangsa dl hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta dl hubungan antarnegara yg merupakan hasil perenungan filsafat tt diri dan lingkungannya dng memperhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya serta memanfaatkan konstelasi geografis guna menciptakan dorongan dan rangsangan dl usaha mencapai tujuan nasional
wisata alam perjalanan yg memanfaatkan potensi sumber daya alam dan tata lingkungannya sbg objek tujuan wisata
wisata buru kegiatan wisata yg memanfaatkan satwa sbg objek kegiatan berburu
wisata kesehatan gerak atau kegiatan wisata yg dirangsang oleh adanya objek atau fasilitas yg diperlukan untuk mengembalikan kesehatan di daerah tujuan wisata, msl tempat sejuk yg lengkap dng tempat peristirahatan dan terdapat sumber air panas
wisata nusantara wisata domestik; -- puri Bl wisata yg objeknya adalah puri (istana) dng segala isi dan kegiatannya: Pemda Tabanan mengembangkan objek -- puri
Yunani Yu.na.ni [n] (1) negeri dan bangsa di Eropa Selatan; (2) kebudayaan, bahasa, dan huruf ciptaan bangsa itu
Zen [n] aliran agama Buddha di Asia Timur, terutama berkembang di Jepang dan berpengaruh besar thd kebudayaan Jepang

Jika informasi mengenai "objek budaya" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas