Arti kata/frase "objek alam" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/objek-alam

Halaman ini menjelaskan kata atau frase objek alam menurut KBBI Edisi III

objek alam: objek wisata yg daya tariknya bersumber pd keindahan dan kekayaan alam

Lebih lanjut mengenai objek alam

objek alam terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 2309 kata terkait yakni sebagai berikut:

objek ob.jek [n] (1) hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; (2) Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb: -- penelitian ini adalah tata kehidupan suku terasing di Riau; (3) Ling nomina yg melengkapi verba transitif dl klausa, msl teh manis dl kalimat Kiki minum teh manis; (4) hal atau benda yg menjadi sasaran usaha sambilan: berdagang kain menjadi salah satu -- orang- orang di kota itu; (5) Fis titik atau himpunan yg bertindak sbg sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa; -- afektif objek langsung yg dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dng objek efektif); msl buku dl mereka membaca buku, jalan dl anak-anak sedang menyeberang jalan
alam [n] (1) segala yg ada di langit dan di bumi (spt bumi, bintang, kekuatan): -- sekeliling; (2) lingkungan kehidupan: -- akhirat; (3) segala sesuatu yg termasuk dl satu lingkungan (golongan dsb) dan dianggap sbg satu keutuhan: -- pikiran; -- tumbuh-tumbuhan; (4) segala daya (gaya, kekuatan, dsb) yg menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yg ada di dunia ini: hukum --; ilmu --; (5) yg bukan buatan manusia: karet --; (6) dunia: -- semesta; syah --; (7) kerajaan; daerah; negeri: -- Minangkabau , meng.a.lami v merasai (menjalani, menanggung) suatu peristiwa dsb: selama di rantau ia ~ banyak kesulitan [n] bendera (panji-panji) sbg tanda (pd pasukan dsb)
objek alam objek wisata yg daya tariknya bersumber pd keindahan dan kekayaan alam
alam akhirat alam sesudah kehidupan di dunia
alam arwah alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal
alam astral alam tempat roh halus atau roh yg sudah meninggal
alam barzakh alam dr waktu mati sampai dibangkitkan dr mati pd hari kiamat; alam samar; alam kubur
alam kabir alam besar; alam semesta; makrokosmos
alam kelanggengan alam baka
alam kubur alam barzakh
alam malakut alam tempat malaikat dan roh
alam nabati alam tumbuh-tumbuhan
alam rahim alam pd saat manusia masih dl kandungan ibu; gua garba
alam sagir alam kecil; mikrokosmos
alam samar alam barzakh
objek budaya objek wisata yg daya tariknya bersumber pd objek kebudayaan, spt peninggalan sejarah, museum, atau atraksi kesenian; -- efektif Ling objek langsung yg ditimbulkan sbg hasil perbuatan yg terdapat dl predikat verbal, msl rumah dl mereka membayar rumah, sumur dl para pekerja menggali sumur, nasi dl ibunya menanak nasi
objek faktitif objek efektif
objek pengenal objek yg menjadi tanda khas suatu ilmu atau cabang ilmu
objek wisata budaya objek budaya
objek wisata tirta objek wisata yg menggunakan kawasan perairan, baik untuk rekreasi maupun kegiatan olahraga air, spt menyelam, berselancar, atau memancing
objek wisata alam sumber daya alam yg berpotensi serta mempunyai daya tarik bagi wisatawan, baik yg alami maupun yg sudah dibudidayakan
objek sekunder [Ling] objek taklangsung; -- taklangsung Ling nomina atau kelompok nominal yg menyertai verba transitif, dan merupakan bagian dr frasa verbal tsb, msl kata Tuti dalam Ibu membuatkan Tuti baju
alam besar dunia yg luas ini -- gaib alam yg berada di luar jangkauan manusia biasa, tempat makhluk halus dan tenaga yg luar biasa
alam misal tempat kehidupan makhluk lain di alam yg merupakan gambaran dr bentuk sebenarnya di alam asalnya atau aslinya
alam semesta seluruh alam
alami ala.mi [a] bersangkutan dng alam; bersifat alam; wajar; bakat --; karet --
alamiah ala.mi.ah [a] alami: tanpa dipacu, anak-anak itu akan tumbuh secara ~
alamin ala.min [ark n] alam semesta
objek formal aspek atau sudut pandang suatu ilmu dl melihat objek ilmu dsb
objek hukum [Huk] objek atau kepentingan yg dilindungi dl hukum
objek langsung [Ling] nomina atau kelompok nominal yg melengkapi verba transitif dl frasa verbal dan yg sifatnya sangat erat dng verba tsb, dl beberapa bahasa tertentu ditandai dng kasus akusatif, msl adik dl kakak memukul adik adalah objek langsung
objek material benda atau hal yg menjadi objek atau bidang ilmu
objek preposisional [Ling] objek yg didahului oleh preposisi yg dapat menjadi subjek dl klausa pasif
objek primer [Ling] objek langsung
objek wisata perwujudan ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya, sejarah bangsa, dan keadaan alam yg mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan
objektivisme ob.jek.ti.vis.me [n] paham atau aliran yg menerima segala sesuatu secara objektif
objektivitas ob.jek.ti.vi.tas [n] sikap jujur, tidak dipengaruhi pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan dl mengambil putusan atau tindakan; keobjektifan
alam baka tempat kekal roh (zat hidup) manusia yg telah meninggal; akhirat
alam pikiran segala (cara berpikir dsb) yg ada dl pikiran
alamah ala.mah [Ar n] orang yg sangat pandai (berilmu)
alamak ala.mak [p] kata seru untuk menyatakan keheranan yg mengandung kekecewaan
alamanda ala.man.da [n] semak bergetah yg banyak ditanam sbg tanaman hias, bunganya besar berwarna kuning dan berbentuk trompet; Allamanda cathartica
alamas ala.mas [ark n] intan
alamat ala.mat [n] (1) tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu): diberi -- dng bunyi meriam; mendungnya pekat -- akan hujan; (2) sasaran; tujuan: empat kali menembak -- itu tidak kena juga; (3) nama orang dan tempat yg menjadi tujuan surat (telegram dsb); nama dan tempat tinggal seseorang; adres: -- surat ini kurang jelas; ia menuliskan -- nya di buku tamu; (4) ark nama buku dsb; judul: -- buku ini ditulis dng huruf besar-besar
alamatulhayat ala.ma.tul.ha.yat [Ar n] tanda hidup (berupa surat, pemberian, dsb)
objek hukum pajak pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak
objekan ob.jek.an [n] hal, perkara, atau benda yg dijadikan sasaran usaha sambilan untuk menambah penghasilan: -- di kota-kota besar biasanya berupa jual beli tanah, rumah, mobil, dsb
objektif ob.jek.tif [a] mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi [n Fis] kanta (lensa) pd peralatan optis yg terletak paling dekat dng benda yg diamati
dunia akhirat alam fana dan alam baka
dunia anak-anak alam kehidupan anak-anak
dunia fana alam tempat tinggal manusia yg masih hidup, yg tidak kekal (dapat rusak, mati, dsb)
dunia hewan alam kehidupan hewan; -- hitam lingkungan kehidupan yg bertentangan dng norma hukum yg berlaku; kehidupan tt orang-orang yg melakukan kejahatan dan pelacuran: penjahat yg tertangkap itu termasuk tokoh yg disegani dl -- hitam
dunia ramai alam kehidupan sekarang (bukan alam setelah mati)
dunia tumbuh-tumbuhan alam kehidupan tumbuh-tumbuhan
gelagat baik alamat baik
gelagat buruk alamat buruk
jagat raya alam semesta; seluruh dunia
khalikah raya alam semesta
nomor wisata objek wisata
surga jannah alam akhirat tempat jiwa (roh) manusia mengenyam kebahagiaan sbg pahala perbuatan baiknya semasa hidup di dunia; surga jannat
tala loka alam bawah
wisata alam perjalanan yg memanfaatkan potensi sumber daya alam dan tata lingkungannya sbg objek tujuan wisata
air alam air yg terdapat dl alam, baik dl atmosfer, dl laut dng kandungan garam yg tinggi, air permukaan yg tawar, spt sungai dan danau, maupun air tanah
air beriak tanda tak dalam air be.ri.ak tanda tak dalam [pb] orang yg sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi
alas dalam [Lay] pelat yg menutup sisi dalam dasar berganda dr kapal
aliran alam alir.an alam [Tek] aliran udara sbg akibat perbedaan panas antara dua titik pd tambang bawah tanah
angka halaman nomor urut halaman yg terdapat pd surat, majalah, atau buku
bagi laut dalam bagian air laut yg menutupi dasar perairan dr kedalaman 200 m sampai dng daerah paling dalam
bagi pengalaman saling memberitahukan pengalaman sehingga yg satu dapat memetik manfaat dr pengalaman yg lain
baju dalam baju yg dipakai di bagian dalam (tertutup oleh baju lain); anak baju
baju malam baju yg khusus dipakai oleh perempuan pd malam hari (untuk menghadiri pesta dsb)
balam ba.lam [n] burung tekukur (di Jawa disebut drekuku) [a] , ba.lam-ba.lam a tidak kelihatan nyata krn jauh (gelap, terliput kabut); berbalam; membalam: jauh di seberang lautan tampaklah -- sebuah negeri [n] tumbuhan (pokok) kecil yg dapat diambil getahnya, banyak macamnya spt -- beringin, Pavena leerii; -- merah, Palaqium gutta
balas salam menjawab salam
ban dalam ban sebelah dalam yg lebih tipis, tempat udara dipompakan
batu alam batu yg terdapat di alam (bukan buatan tangan manusia) yg dipakai sbg bahan bangunan (hanya memerlukan sedikit pengolahan)
batu pualam lihat pualam
bencana alam bencana yg disebabkan oleh alam (spt gempa bumi, angin besar, dan banjir)
bentang alam pemandangan alam atau daerah dng aneka ragam bentuk permukaan bumi (gunung, sawah, lembah, sungai, dsb) yg sekaligus merupakan satu kesatuan; lanskap
bentar malam nanti malam
beralam ber.a.lam [v] mempunyai alam
beralamat ber.a.la.mat [v] (1) ada alamatnya (adresnya): surat-surat yg tidak ~ si pengirim sudah disisihkannya; (2) ditujukan (kpd): kritik itu ~ kpd panitia; (3) memberi tanda (akan terjadi sesuatu): ~ kurang baik; (4) bersasaran; bertujuan
berbalam ber.ba.lam [v] balam-balam
berdalam-dalam ber.da.lam-da.lam [v] makin menjadi dalam; makin menjadi-jadi: pertentangan antara golongan kiri dan golongan kanan di negara itu telah ~
beriak tanda tak dalam [pb] orang yg suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
bermalam-malam ber.ma.lam-ma.lam [v] (dl) banyak malam; beberapa malam berturut-turut: -- kami menungguinya di rumah bersalin sampai bayi pertamanya lahir
berpengalaman ber.peng.a.lam.an [v] mempunyai pengalaman; telah banyak pengalaman: ia seorang pemain sepak bola yg ~
berpulang ke alam baka ber.pu.lang ke alam baka meninggal
bersalam ber.sa.lam [v] mengucapkan (memberi) salam
bersalam-salaman ber.sa.lam-sa.lam.an [v] saling memberi salam dng saling berjabat tangan
bersalaman ber.sa.lam.an [v] (1) saling menyalami; memberi salam dng saling berjabat tangan: mereka -- sebelum berpisah; (2) berjabat tangan
bersantap malam ber.san.tap malam perhubungan suami istri pd malam hari; persetubuhan
bertanggang malam ber.tang.gang malam berjaga pd malam hari (tidak tidur pd malam hari)
berteras ke dalam ber.te.ras ke dalam [ki] berilmu (mempunyai ilmu); memiliki kekayaan, yg tidak kelihatan: ~ ke luar (bagai pimping), ki spt mempunyai ilmu, kekayaan, ketampanan, dsb padahal sebenarnya tidak: ~ ke rusuk, ki dikuasai oleh kaum keluarganya
beruluk salam ber.u.luk sa.lam [v] memberi salam
bus malam bus yg melayani angkutan penumpang pd malam hari
busa alam bahan sintetis yg berpori dibuat dr karet alam
buta malam tidak dapat melihat pd waktu malam
cagar alam [Huk] daerah yg kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang (flora dan fauna) yg terdapat di dalamnya dilindungi oleh undang-undang dr bahaya kepunahan; suaka alam
celana dalam pakaian dalam yg berupa celana sbg penutup kemaluan (biasanya dibuat dr bahan yg tipis dan menyerap keringat); cawat
dalam laut boleh diajuk dalam laut boleh di.a.juk , dalam hati siapa tahu [pb] apa yg tersembunyi di dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
darusalam da.ru.sa.lam [n] (1) alam kesejahteraan (akhirat); (2) alam atau negeri yg aman; (3) surga yg ke-7
drainase alamiah pembuangan air permukaan suatu daerah secara alamiah
gas alam cair [Geo] gas alam yg dicairkan sehingga mudah diangkut
halaman belakang [Graf] halaman terakhir surat kabar dsb
halaman cetak [Graf] bagian halaman dng ukuran tertentu yg memuat cetakan
halaman depan [Graf] (1) halaman permukaan sebuah buku sebelum bab pertama; (2) halaman pertama surat kabar dsb yg memuat berita penting atau utama
halaman judul [Graf] halaman yg berisi judul buku, nama pengarang atau penerjemah, nama penerbit, merek dagang penerbit, dan tahun terbit
hilir malam jauh (larut) malam
hukum alam ketentuan menurut kodrat alam
hutan alam hutan yg terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia, memiliki berbagai jenis pohon campuran dan dari segala umur
hutan suaka alam kawasan hutan yg krn sifatnya yg khas diperuntukkan secara khusus untuk perlindungan alam hayati dan manfaat lainnya
ilmu alam pengetahuan tt keadaan alam
intiha alkalam akhirul kalam; akhir tulisan (atau bacaan); penutup surat
jalan pedalaman sungai, danau, kanal, atau saluran lainnya yg dijadikan jalan dl usaha pengangkutan di daerah pedalaman
jam malam larangan keluar rumah pd malam hari krn keadaan tidak aman
jauh malam (sampai) malam sekali; larut malam
kalamdan ka.lam.dan [kl n] tempat pena (kalam)
kalamin ka.la.min [n] zink karbonat alamiah
karangan objektif ka.rang.an objektif karangan yg terbentuk berdasarkan pembagian logis dr pokok karangan atau hal-hal utama dl karangan
kedalaman ke.da.lam.an [n] jarak dr permukaan sampai ke dasar; dalamnya: ~ laut itu kira-kira 100 m; (2) n ki kemampuan penguasaan (tt ilmu): saya akan menguji ~ ilmunya; (3) a cak terlalu dalam; lebih dalam dp yg seharusnya: hati-hati, jangan ~ , dua meter cukup
kekebalan alam ke.ke.bal.an alam daya tahan (tubuh) alamiah thd penyakit (dimiliki manusia secara alamiah)
kemalaman ke.ma.lam.an [v] kena malam (hingga waktu malam datang): kami -- di tengah jalan
khalikul alam kha.li.kul a.lam [Ar n] pencipta alam semesta (yakni Allah)
kodrat alam hukum alam
kokas alam kokas yg mengalami perubahan secara alamiah krn adanya sumber panas; -- alami Kim arang batubara, Carbonit
konservasi sumber daya alam pengelolaan sumber daya alam (hayati) dng pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin kesinambungan persediaan dng tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keragamannya
kupu-kupu malam ku.pu-ku.pu malam [ki] wanita tunasusila; pelacur
limbah halaman guntingan, pangkasan tanaman, dan bahan buangan lainnya dr halaman dan kebun
lingga alam daerah (hutan, pulau, dsb) yg sengaja dilestarikan (untuk melindungi tumbuhan dan binatang yg hidup di dalamnya supaya tidak punah dan tetap keadaannya); cagar alam; -- api semak, belukar, Dysoxylum dumosum
lingkungan alam ling.kung.an alam keadaan (kondisi, kekuatan) sekitar yg mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku organisme
loncatan ke dalam lon.cat.an ke dalam [Olr] loncatan ke belakang pd sikap tubuh membelakangi kolam dan membalikkan badan ke arah yg berlawanan dng arah loncatan
luar dalam lahir batin; (2) bagian luar dan bagian dalam
mahkota alam raja segala alam
makan malam makan pd malam hari
malam amal malam untuk mencari sumbangan (msl dng mengadakan pertunjukan, keramaian)
malam buta waktu malam yg sangat gelap; larut malam
malam dansa perjamuan (pesta) pd waktu malam dng acara berdansa
malam gembira pertemuan pd waktu malam untuk bersenang-senang
malam inai [Mk] malam menjelang hari perkawinan (pd waktu itu mempelai perempuan dihiasi)
malam kesenian pergelaran pd malam hari yg mempertunjukkan tarian, nyanyian, dsb
malam Minggu (Senin dsb) malam hari menjelang hari Minggu (Senin dsb)
malam muda-mudi malam untuk pertemuan (jamuan, pesta) muda-mudi
malam panjang malam Minggu; (2) malam menjelang hari libur
malam syukuran selamatan (pd malam hari) untuk mengucapkan atau menyatakan rasa syukur atas suatu peristiwa
malam-malam ma.lam-ma.lam [n] sudah malam benar; larut malam: mengapa -- datang kemari?
memalami me.ma.lami [Mk v] menunggui (orang sakit dsb) pd waktu malam (dng berjaga-jaga): dia -- anaknya di rumah sakit
memalamkan me.ma.lam.kan [v] membiarkan (menahan) bermalam; menaruh (obat, mayat, dsb) semalam
membalam mem.ba.lam [v] balam-balam: lurah dan gunung tampak --
membawa alamat mem.ba.wa alamat memberi alamat; menandakan
memperdalam mem.per.da.lam [v] (1) membuat menjadi lebih dalam: mereka berusaha ~ sumur itu sampai dua puluh meter; (2) ki menambah penguasaan dan kemampuan: ia mendapat kesempatan ~ ilmunya di luar negeri
mempermalamkan mem.per.ma.lam.kan [v] memalamkan
mendalam men.da.lam [v] (1) meresap (masuk) ke dalam (spt lebih paham, lebih mengerti): pengaruh peradaban Barat telah ~ di kota-kota besar; (2) makin sangat; bertambah parah (tt kemiskinan, penyakit): kemiskinan rakyat telah ~; penyakitnya semakin ~; (3) ki akrab (intim, mesra) sekali: hubungan antara kedua sejoli itu sudah ~; (4) luas (sampai hal yg sekecil-kecilnya): pengetahuannya dl bidang musik cukup ~; (5) berurat berakar (tt kebencian, dendam): kebenciannya telah ~; (6) sungguh-sungguh; benar-benar: kedua kepala negara itu menyatakan harapan yg ~ agar penyelesaian secara damai dapat tercapai; (7) intensif: akan diadakan penelitian (penyelidikan, pengusutan, pemeriksaan) yg lebih ~; (8) terperinci; matang: masalah itu akan dibahas secara ~
mendalami men.da.lami [v] meresapi; menyelami; mempelajari (menelaah, menyelidiki) dalam-dalam: ia hendak ~ agamanya; mahasiswa asing itu sedang ~ seni tari tradisional
mendalamkan men.da.lam.kan [v] menjadikan lebih dalam; memperdalam: kami bermaksud ~ selokan itu
mengalamati meng.a.la.mati [v] membubuhi alamat (pd surat dsb): gadis itu sedang ~ surat
menyalam me.nya.lam [v] memberi salam
menyalami me.nya.lami [v] (1) memberi hormat (salam) kpd; menjabat tangan: satu per satu mereka -- kepala kantor yg akan pindah itu
menyasar dalam me.nya.sar dalam sasaran yg mempunyai kedalaman
pakaian dalam pa.kai.an dalam pakaian yg khusus dikenakan pd bagian dalam, tertutup oleh baju dan celana, spt kaus dalam, singlet, celana dalam, kutang
pasar malam pasar yg dibuka pd malam hari; (2) tempat berlangsungnya berbagai-bagai pertunjukan (kedai, rumah makan, dsb), diadakan pd malam hari untuk beberapa hari lamanya dl rangka memperingati (merayakan) sesuatu
pelabuhan alam pe.la.buh.an alam pelabuhan yg menurut keadaannya sudah baik untuk tempat berlabuh
pelestarian alam pe.les.ta.ri.an alam upaya pengelolaan sumber daya alam beserta ekosistemnya dng tujuan mempertahankan sifat dan bentuknya, perubahan yg terjadi dikendalikan oleh alam
pelestarian sumber daya alam pe.les.ta.ri.an sumber daya alam upaya pengelolaan sumber daya alam dng tujuan mempertahankan sifat dan bentuknya, perubahan yg terjadi diserahkan atau dikembalikan pd alam
pemalaman pe.ma.lam.an [n] rumah dsb tempat bermalam; penginapan
penanaman modal dalam negeri pe.na.nam.an modal dalam negeri investasi yg dibiayai oleh modal dalam negeri
pencemar alamiah pen.ce.mar alamiah [Hid] bahan kimia alamiah yg terdapat di litosfer dan hidrosfer yg mengakibatkan turunnya mutu alamiah air tanah atau air permukaan sehingga tidak dapat digunakan oleh manusia
pendalaman pen.da.lam.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendalamkan: ~ selokan dan parit dilakukan untuk mencegah bahaya banjir; (2) proses, cara, perbuatan mendalami: ~ ilmu silat
pendidikan konservasi sumber daya alam pen.di.dik.an konservasi sumber daya alam kegiatan dl rangka mengubah perilaku (pengetahuan, sikap, kesadaran, dan keterampilan) yg ada kaitannya dng upaya konservasi sumber daya alam
pengalaman peng.a.lam.an [n] yg pernah dialami (dijalani, dirasai, ditanggung, dsb): ia suka menceritakan ~ nya semasa revolusi fisik
pengobjek peng.ob.jek [n] orang yg suka mengobjek
pengobjekan peng.ob.jek.an [n] proses, cara, perbuatan mengobjek(kan)
perdarahan dalam (luar) per.da.rah.an dalam (luar) pengeluaran darah di dalam (di luar) tubuh
permalaman per.ma.lam.an [n] pemalaman
persalaman per.sa.lam.an [n] hal-hal yg berhubungan dng pemberian salam
petang Ahad malam Senin Ahad malam menjelang hari Senin
rahasia alam kekayaan (keajaiban) alam yg belum diketahui orang
redaktur malam anggota redaksi yg ditugasi mengepalai atau bertanggung jawab pd malam hari dan ditugasi mempersiapkan naskah akhir
salam sa.lam [n] (1) damai; (2) pernyataan hormat; tabik: sampaikan -- saya kepadanya; (3) ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh [n] (1) tanaman termasuk suku Myartaceae, pohonnya bertajuk libat, tingginya mencapai 25 m, daunnya berbentuk bulat telur atau lonjong, berbau harum, biasanya digunakan sbg bumbu masak; Syzygium polyanthum; (2) daun salam
salam hormat salam sbg tanda hormat (menghormati)
salam takzim salam amat hormat
salam tempel [cak] salam yg disertai uang (atau amplop berisi uang) dsb yg diselipkan dl tangan orang yg disalami: di samping hadiah resmi, -- tempel pun masih tetap diterimanya
sapa salam ucapan salam
sbg ayam diasak malam sbg ayam di.a.sak malam [pb] tidak berdaya lagi
sebentar malam nanti malam
sedalam-dalamnya se.da.lam-da.lam.nya [adv] (1) sungguh-sungguh: menyatakan turut berduka cita ~; (2) sedalam mungkin; sampai yg paling dalam: galilah sumur itu ~
sedap malam tumbuhan terna berumpun, berdaun banyak, berbentuk pedang, tinggi kira-kira 30 cm, bunganya berwarna putih, bersusun, baunya harum (terutama pd waktu malam); Polianthes tuberosa
selamat malam mudah-mudahan selamat pd malam hari (ini)
seleksi alami tingkat kelangsungan hidup dan reproduksi individu organisme di alam, yg menghasilkan kenaikan jumlah beberapa sifat tertentu di samping menurunnya jumlah sifat yg lain
semalam se.ma.lam [n] satu malam: saya menginap di hotel itu -- saja; (2) adv malam kemarin; malam sebelum hari ini; malam tadi: -- ia mengajak tamu asingnya menonton wayang kulit; (3) sepanjang malam: lalu -- itu Hang Tuah pun berhikayat pelbagai cerita; (4) hari sebelum hari ini; kemarin: -- sebelum petang ia sudah sampai di rumah
semalam-malaman se.ma.lam-ma.lam.an [n] semalaman
semalaman se.ma.lam.an [n] sepanjang malam; segenap malam; satu malam penuh; semalam suntuk: gadis itu sanggup berdansa -; ia baru bangun pukul 11.00 krn -- tidak dapat tidur
sepertiga malam se.per.ti.ga malam [ki] waktu sesudah tengah malam
siang malam waktu siang dan malam
sistem alam cara sewajarnya spt yg dikehendaki oleh alam berdasarkan banyak atau sedikitnya persamaan sifat morfologis
suaka alam perlindungan yg diberikan pemerintah atau badan yg berwenang thd suatu daerah yg memiliki tumbuhan atau binatang yg terancam punah; cagar alam
sumber daya alam potensi alam yg dapat dikembangkan untuk proses produksi
supraalami sup.ra.a.lami [n] keajaiban alam: menurut pakar fisika, peristiwa -- tabrakan meteor itu jarang terjadi
takut suntuk malam takut akan sampai pd batas malam; takut kemalaman
tembaga alami bijih tembaga dl bentuk unsur logam dl alam
tengah malam waktu malam hari sekitar pukul 24.00
titik kedalaman kedudukan titik yg telah dihitung kedalamannya
ujian objektif uji.an objektif ujian yg dibuat sedemikian rupa sehingga pertanyaan dan jawabannya sudah disiapkan dan murid tinggal memilih jawaban itu
uluk salam uluk sa.lam [v] memberi salam
wassalam was.sa.lam ? wasalam
akhirulkalam akhi.rul.ka.lam [n] ungkapan yg dipakai untuk mengakhiri surat, uraian, pidato, dsb
alaihi salam alai.hi sa.lam [Ar a] damai padanya (lazim dipakai sesudah menyebutkan nama nabi, kecuali Nabi Muhammad saw.): Nabi Sulaiman --
alaika salam alai.ka sa.lam [Ar p] semoga kedamaian menyertai Anda
alaikum salam a.lai.kum sa.lam [Ar p] semoga kedamaian menyertai Anda semua (sekalian)
anak balam sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
ayam hitam terbang malam [pb] sukar ketahuan (tt perkara dsb)
babu dalam babu yg pekerjaannya membersihkan rumah dan merapikan kamar
bagai balam dng ketitir [pb] perihal dua orang yg selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
bahasa alamiah bahasa yg mencerminkan pemakaian yg lazim tanpa harus dipelajari terlebih dahulu; (2) bahasa dan dokumen yg diindeks; bahasa indeks; bahasa manusia
bakat alam kemampuan yg sudah ada atau dibawa sejak lahir
bangsawan dalam bangsawan yg tinggal di lingkungan istana raja
bank dalam bank kegiatan oknum karyawan bank yg mencari kredit dan meminjamkan hasil kredit itu kpd nasabah umum tanpa melalui administrasi bank
batang kalam pena
bensin alam campuran hidrokarbon cair yg diekstrak dr gas bumi dng bermacam-macam metode dan distabilkan agar mendapatkan titik didih yg cocok untuk dipadukan dng bensin kilangan
bentara dalam [kl] bentara yg bertugas hanya di dl istana; abdi dalem
beralam lapang ber.a.lam lapang [ki] tidak lekas marah
bermalam ber.ma.lam [v] (1) menumpang tidur; menginap: krn hotel sudah penuh, saya -- di stasiun; (2) telah dimasak kemarin; sudah basi (tidak segar atau baru lagi): sayur yg sudah -- jangan dihidangkan kpd tamu
bernalam ber.na.lam [v] membaca puisi atau bercerita dng lagu; bersajak (bersyair): sekali-kali ia ~ krn ingat masa mudanya
biak dalam galur [Ikn] sistem pengembangbiakan dng menggunakan sejumlah genotipe yg telah mantap supaya menghasilkan varietas yg diharapkan
biru malam biru yg agak gelap
buah kalam buah pena
buah manis berulat di dalamnya [pb] perkataan yg manis-manis biasanya mengandung maksud yg kurang baik
budak dalam budak istana
budi daya dalam reservoar pemeliharaan ikan secara buatan dl wadah
cetak dalam [Graf] sistem cetak dng pelat, bagian yg gambarnya dietsa ada di bawah permukaan
citra wisata ekspresi, gambaran, atau bayangan semua yg diketahui secara objektif, kesan, praduga perseorangan atau kelompok mengenai tempat tujuan wisata tt kebudayaan, keindahan alam, dan hasil kerajinan daerah wisata tertentu
cogan alam [kl] tombak kerajaan, bilah dan tangkainya dihiasi emas
daerah pedalaman daerah yg terletak jauh dr kota atau dr pantai
dalam negeri lingkungan negeri sendiri
dalam peninggal pd ketika (ayahnya dsb) tidak ada
dalam-dalam da.lam-da.lam [adv] (1) banyak-banyak: mengambil napas ~; (2) ki jauh ke lubuk hati (sehingga betul-betul dapat dihayatinya): nasihat ibunya diresapi se ~ nya sehingga menjelma di segala langkahnya
dalaman da.lam.an [n] semua yg ada dl perut atau bagian perut (spt babat, usus, paru-paru, hati); jeroan
di luar merah di dalam pahit [pb] kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya
diorama di.o.ra.ma [n] (1) sajian pemandangan dl ukuran kecil yg dilengkapi dng patung dan perincian lingkungan spt aslinya serta dipadukan dng latar yg berwarna alami; pola atau corak tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yg dihasilkan dng menempatkan objek dan tokoh di depan latar belakang dng perspektif yg sebenarnya sehingga dapat menggambarkan keadaan yg sebenarnya; (2) pameran spesimen satwa liar atau pemandangan dl ukuran aslinya yg dilengkapi dng lingkungan alam asli dan latar yg bercat
ekoturisme eko.tu.ris.me [n] wisata yg dilaksanakan di hutan atau di mana saja dng memanfaatkan lingkungan alam sbg objeknya; bagian dari alam semesta yg dapat dimanfaatkan oleh para turis; wisata alam
empat penjuru alam arah yg empat di dunia
gas alam gas yg diperoleh langsung dr tanah, dipakai sbg bahan bakar, bahan dasar dl industri pupuk urea, dsb; gas bumi
halaman ha.la.man [n] pekarangan rumah (sekolah dsb); tanah di sekitar rumah (sekolah dsb): -- rumahnya ditanami cemara [n] muka dr lembaran buku (majalah, surat kabar, dsb); pagina: lihat gambar pd -- 127
hilir malam mudik tak singgah [pb] merasa malu, segan, dsb krn sudah berutang budi atau krn perkariban
hukum objektif keseluruhan kaidah yg dapat diterapkan secara umum thd semua warga masyarakat selama mereka tunduk pd suatu sistem hukum umum
ilmu kalam ilmu tauhid
ilmu pengetahuan alam ilmu yg mencakupi biologi, fisika, dan kimia
kalam ka.lam [n] perkataan; kata (terutama bagi Allah): dl hal ini kita tidak perlu berpanjang -- , cukup membicarakan yg pokok-pokok saja [n] alat untuk menulis [kl n] kemaluan (laki-laki) [n] pasir hitam yg bercampur emas yg dilimbang
kalam batu anak batu tulis
kalamba ka.lam.ba [n] kubur batu peninggalan zaman megalitikum di Sulawesi Tengah [n Lay] perahu besar dr daerah Kepulauan Mentawai dan Hawai yg mempunyai satu atau dua tiang utama dan dua sayap imbang atau kater
kalambak ka.lam.bak [Lihat {kelembak}]
kalamisani ka.la.mi.sa.ni [n] keris Jawa yg berbentuk lebar, lurus, dan pangkalnya berkelok-kelok
kalamkari ka.lam.ka.ri [kl n] kain (cita) yg berbunga; cita kembang
kampung halaman daerah atau desa tempat kelahiran
kanan dalam [Olr] pemain depan dl permainan sepak bola yg bermain di sebelah kanan penyerang tengah atau antara sayap kanan dan penyerang tengah
karet alam karet yg berasal dr getah pohon perca atau para
kasus objektif [Ling] istilah untuk bentuk kasus miring (nonnominatif), dipertentangkan dng kasus subjektif
kealaman ke.a.lam.an [n] sifat; keadaan: usaha manusia mempengaruhi ~ suatu daerah
kelam bagai malam dua puluh tujuh [pb] suatu hal atau perkara yg sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya
kelana alam olahraga dng berkelana masuk keluar hutan, naik gunung turun gunung, biasanya untuk kesenangan atau sbg latihan
kemendalam ke.men.da.lam [kl n] buyung tempat air
kilat di dalam kilau [pb] ada maksud tertentu yg terselubung dl perkataan (gerak-gerik dsb)
kiri dalam [Olr] pemain depan sepak bola yg menduduki posisi sebelah kiri tengah
kobalamin ko.ba.la.min [n Kim] vitamin B12, suatu senyawa kompleks kobalt
kumulasi objektif [Huk] seorang penggugat mengajukan lebih dr satu gugatan thd tergugat yg sama
kuntul malam , Nycticorax nycticorax)
lanskap alam lanskap yg belum pernah dijamah oleh manusia
laut pedalaman semua sungai, danau, selat, terusan dan bagian laut dr suatu negara yg tidak termasuk laut teritorial
layu rumput di halaman [ki] ungkapan untuk menyatakan bahwa raja wafat
lintas alam olahraga jalan kaki, jalan cepat atau lari yg melewati pedesaan, sawah, gunung, sungai, hutan, dsb
lubuk dalam [pb] setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri
makan alami makanan ikan yg berupa jasad renik yg terdapat di dl kolam
malam ma.lam [n] waktu setelah matahari terbenam hingga matahari terbit [n] lilin (dipakai untuk membatik): pedagang itu menjual -- , nila, dan benang [n] massa plastis amorf yg berasal dr mineral, tumbuhan, dan hewan
malam di bawah nyiur pinang orang [pb] hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yg kita tempati
malam selimut embun [pb] tidak berumah (miskin sekali)
manis manis gula ada pasir di dalamnya (manis-manis gula berpasir jua [pb] bujuk rayu yg lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yg keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri
masak di luar mentah di dalam [pb] orang yg kelihatan baik pd lahirnya, tetapi hatinya jahat; mulut manis tetapi hati busuk
masak malam [pb] suatu hal yg telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah
mata alamat sasaran; tujuan
matalamat ma.ta.la.mat [n] (1) tujuan; sasaran; (2) kambing hitam; bulan-bulanan
memalam me.ma.lam [v] menyumbat; menutup: ia ~ lubang-lubang pd lunas perahu
menalamkan me.na.lam.kan [v] menceritakan dng lagu; menggubahkan; menyajakkan
mendapati men.da.pati [v] (1) memperoleh; menemukan: di toko itu engkau tidak akan ~ apa yg hendak kaubeli; (2) menemui; menjumpai: di negeri ini kita ~ banyak objek pariwisata; (3) mengalami: mereka tidak ~ kesulitan yg berarti dl pendakian gunung itu; (4) mengetahui (kenyataan adanya bukti, kesalahan, dsb): setelah memeriksa dng teliti, polisi ~ racun dl makanan korban; (5) melihat: tadi malam Ayah ~ jendela samping terbuka
menembak beralamat menembak ber.a.la.mat , berkata bertujuan [pb] suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya
mengalamatkan meng.a.la.mat.kan [v] menujukan (surat dsb): ia ~ surat itu kpd orang tuanya
mengobjek meng.ob.jek [v ki] mengerjakan usaha sambilan secara tidak tetap untuk menambah penghasilan: pagi hari dia menjadi guru, sore hari dia -
mengobjekkan meng.ob.jek.kan [v] menjadikan sesuatu sbg usaha sambilan: ia -- sepeda motornya siang hari setelah selesai mengajar
miang kalam kecil (sedikit) sekali
mualamat mu.a.la.mat [Ar n] ilmu pengetahuan
mula kalam (kata) kata pendahuluan
nalam na.lam [n] gubahan sajak (syair, karangan)
naturalisme na.tu.ra.lis.me [n] (1) usaha untuk menerapkan pandangan ilmiah tt dunia alamiah pd filsafat dan seni; (2) aliran dl seni yg menggambarkan sesuatu sebagaimana adanya; (3) karya seni rupa yg memiliki sifat kebenaran fisik dr alam; (4) ajaran yg tidak mengakui adanya kekuatan lain selain alam; (5) teknik atau cara menampilkan pandangan objektif tt manusia secara teliti dan jujur (baik atau buruk)
negeri (alam) yg baka [ki] akhirat
obat dalam obat untuk diminum atau ditelan
orang dalam orang yg ada di dl satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb)
padang rumput alam areal tanah yg sangat luas yg didominasi oleh famili rumput-rumputan dan semak belukar, tidak berpagar dan dapat digunakan sbg tempat ternak atau satwa liar
padi dalam padi berat
palam pa.lam [n] sumbat
palamarta pa.la.mar.ta [Jw a] baik hati; ramah
pasien dalam pasien yg memperoleh pelayanan tinggal atau dirawat pd suatu unit pelayanan kesehatan tertentu; pasien yg dirawat di rumah sakit
patah lidah alamat kalah [pb] tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dl berperkara)
pedalaman pe.da.lam.an [n] (1) daerah yg letaknya jauh dr pantai; (2) daerah terpencil yg terletak jauh dr kota dan kurang berhubungan dng dunia luar: pd masa perang, rakyat mengungsi ke ~
pemalam pe.ma.lam [n] alat untuk menyumbat; penutup
pengkar dalam pengkar yg berbentuk O
pergi ke alam baka [ki] mati
pualam pu.a.lam [n] marmer
pulang ke alam baka meninggal dunia
pupuk alam pupuk yg tidak melalui proses kimia (spt tahi binatang, daun-daunan); -- bawang ki tidak termasuk dl hitungan (tidak diperhitungkan): semua kesalahan yg dilakukan itu mungkin krn ia masih terhitung -- bawang
rima dalam rima antara dua kata atau lebih dl satu larik sajak
rumah pemalaman [ark] rumah penginapan
selawat talam [Mk] selawat dulang
semiang kalam [ki] kecil (sedikit) sekali
sempit alam lekas marah
silang dalam [Bio] perkawinan antara individu-individu yg masih memiliki pertalian keluarga yg dekat yg dapat meningkatkan jumlah ras tanaman atau hewan
spt biji saga rambat di atas talam [pb] tidak berpendirian tetap; selalu berubah
spt siang dng malam [pb] jauh (banyak) bedanya
sudah terlalu hilir malam [pb] perbuatan salah yg terlanjur
talam ta.lam [n] dulang yg tidak berkaki
talam dua muka [pb] bermuka dua; mendua hati
talam kuning konsentrat kuning yg merupakan hasil proses konsentrasi bijih uranium
talam tampung [Geo] daerah penampungan air hujan yg jatuh di daerah itu, kecuali sebagian air yg hilang krn penguapan, yg membentuk sungai yg mengalirkan air itu ke danau atau laut
tamatulkalam ta.ma.tul.ka.lam [Ar a] habis atau berakhir (cerita)
tanda alamiah tanda yg bukan dng sengaja diciptakan oleh manusia untuk suatu keperluan
tanggul alam tanggul yg terbentuk akibat banjir yg mengendapkan lumpur di daerah tertentu
teluknya dalam [pb] tidak mudah dikalahkan
tenaga dalam kekuatan yg dahsyat atau hebat pd seseorang yg bersumber dr jiwa; kekuatan batin; tenaga batin
ventilasi alam perputaran udara (msl tambang bawah tanah) sbg akibat adanya perbedaan suhu pd dua titik
wabakdu kalam dan sesudah pembicaraan itu
wallahualam wal.la.hu.a.lam [Ar p] ungkapan yg dipergunakan untuk menyatakan ketidakpastian (maknanya 'dan Allah Yang Mahatahu')
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
wallahualam bissawab dan Allah Yang Mahatahu sesungguhnya
warga dalam keluarga keraton; keluarga sunan; keluarga sultan
wasalam wa.sa.lam [Ar] (1) v selamatlah; sejahteralah; (2) p (dl penutup surat) hormat dan takzim dr
wisata bahari bepergian menikmati alam laut; -- budaya bepergian bersama-sama dng tujuan mengenali hasil kebudayaan setempat: untuk memajukan kepariwisataan di Indonesia, objek -- budaya harus digalakkan
wisma cinta alam bangunan yg diperuntukkan bagi pengunjung untuk dapat mengikuti kegiatan yg bersifat pendidikan konservasi
(pun lah) (...pun ...lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari -- malamlah; (5) untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda -- bertanya pula
-i (-iah [sufiks pembentuk adjektiva] berkenaan dng; berdasar pd: alami; alamiah; badani; badaniah; duniawi; duniawiah; surgawi; gerejani
-is [sufiks pembentuk adjektiva] berkaitan dng: astronomis; psikologis; strategis [sufiks pembentuk nomina] orang yg bergerak atau ahli dalam (insani): jurnalis; kartunis; linguis
abad keemasan masa kegemilangan dan kejayaan yg dialami suatu bangsa atau negara dl sejarahnya; zaman keemasan
abis [n Geo] bagian yg paling dalam dr lautan yg mempunyai kedalaman lebih dr 400 m
abisal abi.sal [n] (1) endapan lumpur atau tanah dr dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m; (2) teluk atau palung (lembah) yg sangat dalam
absorpsi aktif [Bio] absorpsi air oleh tumbuhan dr dalam tanah dng menggunakan energi metabolik
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
acap [a] (1) kerap; sering; (2) segera; lekas; acap-acap adv (1) kerap kali; sering kali; (2) lekas-lekas; cepat-cepat [v] (1) masuk dalam-dalam: keris itu pun -- lah; kakinya -- ke lumpur; (2) tergenang (oleh air); terendam (dl air); penuh berisi air: dua hari dua malam -- lah desa itu
adakala ada.ka.la [adv] kadang-kadang; sekali-sekali; sekali waktu: hidup ini -- mengalami pasang naik, -- mengalami pasang surut
adam [kl n] bumi; tanah: bermula segala peri yg suci menempati alam dan --
adar adar, meng.a.dar [v] (1) bermalam di rumah orang; (2) bertandang; singgah
adat pembiaran mayat adat perawatan jenazah dng cara membiarkan jenazah itu di suatu tempat terpencil agar hancur sendiri di alam terbuka
adikodrati adi.kod.ra.ti [a] melebihi atau di luar kodrat alam; supernatural
adipati adi.pa.ti [n] (1) gelar raja muda atau wakil raja (di Jawa dipunyai oleh Paku Alam dan Mangkunegara); (2) gelar kebangsawanan yg tinggi (msl di Kalimantan); (3) gelar bupati (sebelum zaman kemerdekaan)
adres ad.res [n] alamat (surat)
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
aeroterapia ae.ro.te.ra.pia [n Bio] pengobatan dng udara dan dl alam terbuka
afotik afo.tik [a] tanpa sinar (msl daerah laut yg dalam atau gua)
agak [n] perkiraan; persangkaan: -- hati saya ia tidak dapat datang malam ini; (2) adv kira-kira; lebih kurang; barang (dl arti lebih kurang): ia akan pergi -- dua minggu; (3) adv sedikit: -- jauh juga rumahnya
agak-agak [adv] (1) hati-hati: ~ bertutur pd malam hari; (2) kiranya; gerangan: apa ~ maksud kedatangannya kemari?
agogo ago.go [n] tarian dng diiringi musik pop di kelab malam, diskotik, dsb
ahli agama orang yg mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim
ahli seismologi orang yg ahli dl cabang ilmu yg menelaah getaran bumi, baik yg disebabkan oleh alam maupun buatan; ahli gempa
air juvenil [Geo] air yg bebas magma yg mengalami penurunan suhu atau tekanan
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
akhirat akhi.rat [n] alam setelah kehidupan di dunia; alam baka: perbuatan jahat akan mendapat hukuman di --
akomodasi ako.mo.da.si [n] (1) sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar daerah; (2) Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr objek yg berbeda; (3) Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; (4) Sos penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan; (5) Lay kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal
akusatif aku.sa.tif [n Ling] kasus yg menunjukkan fungsi sbg objek langsung atau objek berpreposisi dl kalimat
alah bisa tegal biasa [pb] sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi; pengalaman praktik lebih baik dp teori
alat perum alat untuk mengukur kedalaman perairan atau laut
alat suntik perkakas untuk menyuntik (semacam pompa kecil berujungkan jarum suntik untuk memasukkan obat ke dalam tubuh pasien)
albas al.bas [n] batu pualam yg berwarna putih
alf(u) [Ar num] seribu: -- lailah wa lailah, seribu satu malam
alinea ali.nea [n] bagian wacana yg mengungkapkan satu pikiran yg lengkap atau satu tema yg dl ragam tulis ditandai oleh baris pertama yg menjorok ke dalam atau jarak spasi yg lebih; paragraf
Allah [n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
almanak pelayaran almanak untuk pelayaran yg berisi catatan tt kejadian astronomi, spt posisi matahari, bulan, planet, dan bintang setiap saat, siang dan malam sepanjang tahun
almuazam al.mu.a.zam [Ar n] yg dimuliakan; yg mulia; yg terhormat (biasa ditulis pd alamat surat)
alosu alo.su [n] alat bunyi-bunyian berupa kotak bertangkai dr anyaman daun kelapa, di dalamnya diberi biji yang apabila digoyang-goyang akan mengeluarkan bunyi tertentu (dr Sulawesi Selatan)
alur sungai dasar sungai yg lekuknya dalam dan memanjang
aluvial alu.vi.al [a] berhubungan dng (terdiri atas atau terdapat di dalam) aluvium (spt tanah -- , berlian -- )
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
amatan amat.an [n Mil] hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yg berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dng orang atau objek yg diteliti
amerisium ame.ri.si.um [n] unsur dng nomor atom 95, berlambang Am dan bobot atom 241, tidak terdapat dl alam bebas dan semua isotopnya radioaktif
amnion am.ni.on [n Dok] selaput paling dalam yg mengelilingi janin sebelum kelahiran dan berisi cairan atau ketuban; selaput ketuban
amplifikasi am.pli.fi.ka.si [n] (1) pembesaran, perluasan, atau pengembangan (tt jumlah, kepentingan, dsb); (2) Filol pengembangan naskah berupa uraian, penjelasan, atau penggunaan banyak kata oleh penyalin (pembaca), kemudian masuk ke salinan naskah berikutnya; (3) Ling sarana dl bahasa yg digunakan untuk memperluas, memperbesar, atau memberi tekanan pd suatu objek
anak baju baju dalam
anak nakal anak yg krn sebab tertentu mengalami hambatan dl perkembangan pribadi, ketakseimbangan mental, sosial, atau pendidikan sehingga muncul tingkah laku yg menyimpang, msl mencopet -- negara anak yg diputuskan oleh pengadilan untuk diasuh oleh negara
analisis pekerjaan penelaahan secara mendalam dan sistematis thd suatu pekerjaan, yg dapat memberikan keterangan tt tugas, tanggung jawab, dan sifat pekerjaan, untuk dapat melaksanakan pekerjaan tsb dng baik
anatomi ana.to.mi [n] (1) ilmu yg melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan; (2) uraian yg mendalam tt sesuatu: -- revolusi
ancak an.cak [n] (1) talam dibuat dr anyaman (bambu, daun, atau lidi nyiur) untuk tempat barang yg disajikan kpd roh (hantu dsb); (2) para-para
ancang intrinsik [Sas] pendekatan thd karya sastra yg bertolak dr unsur-unsur dl karya sastra itu sendiri, yg objek kajiannya semata-mata unsur dl karya sastra itu
andalusit an.da.lu.sit [n Kim] aluminium silikat alam, ada yg berwarna abu-abu, kehijau-hijauan, kemerah-merahan, atau kebiru-biruan
andap sadar [Dok] (1) keadaan tidak menyadari isi pikiran; (2) daerah penyimpanan pengalaman yg kurang disadari; lubuk hati
andilau an.di.lau [Mk n] pohon tinggi, berbatang tebal, baik untuk reboisasi, kayunya ringan dan kering, bagian dalam kayunya baik untuk pagar rumah; Commersonia bartramia
angin darat [Lay] angin yg bertiup dr darat ke laut yg terjadi pd malam hari
angin gletser angin yg bertiup ke bawah sepanjang lereng gletser, pd siang dan malam hari
angin gunung [Met] angin katabatik yg bertiup pd malam hari dan pd jam-jam pertama setelah matahari terbit, dr arah lereng gunung menuju lembah dan dataran rendah
angin katabatik [Met] angin lokal yg berembus pd malam hari dr lereng gunung atau pegunungan ke lembah
anjing tanah binatang spt jangkrik yg kepalanya besar dan keluarnya pd waktu malam
anoa [n Zool] kerbau kecil yg tingginya sekitar 1 m, hidup di pedalaman atau di hutan kecil di Sulawesi; Bubalus depresicornis
anorgastik an.or.gas.tik [a] tidak mengalami orgasme
antariksa an.ta.rik.sa [n] bagian alam semesta yg berada di luar atmosfer bumi
anteliks an.te.liks [n Anat] tonjolan memanjang dan melengkung di sebelah dalam daun telinga
antipati an.ti.pa.ti [n] (1) Pol penolakan atau perasaan tidak suka yg kuat; (2) perasaan menentang objek tertentu yg bersifat persona dan abstrak
antisiklon panas [Met] antisiklon yg suhu di dalamnya lebih tinggi
antitesis an.ti.te.sis [n] (1) pertentangan yg benar-benar; (2) pengungkapan gagasan yg bertentangan dalam susunan kata yg sejajar, spt dl semboyan "Merdeka atau Mati"
antoi an.toi [n] pohon yg kayunya berwarna keputih-putihan, digunakan untuk pembuatan rumah sementara krn cepat lapuk, kulit kayunya yg sebelah dalam sangat kuat dan dapat dibuat tali; Cyathocalyx bancanus
antrasit an.tra.sit [n Geo] batu bara yg mengalami metamorfosis menjadi arang batu keras berkilat, mengandung karbon sangat tinggi
antroposentrisme an.tro.po.sen.tris.me [n] ajaran yg menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah manusia
antroposofi an.tro.po.so.fi [n] aliran filsafat yg berpandangan bahwa keseluruhan cara berpikir, tubuh, kesadaran, dan jiwa manusia akan membentuk satu kesatuan yg tidak dapat dipisah-pisahkan dan akan mengalami perubahan secara terus-menerus
api unggun api yg menyala dr tumpukan kayu yg terbakar; (2) acara (biasanya pd malam penutupan masa perkenalan anggota baru) dng membuat api unggun (msl dl kepramukaan)
apostrof apos.trof [n] tanda baca (spt ...'...) yg dipakai untuk menunjukkan bahwa ada huruf atau angka yg dihilangkan: Jakarta, 28 Oktober '99; malam 'lah tiba
apraksi ap.rak.si [n ] orang yg mengalami apraksia
apu-apu [n] tumbuhan apung, biasanya terdapat di perairan tenang yg tidak dalam, pd umumnya ditanam di kolam ikan sbg peneduh dan bahan makanan yg baik untuk ikan; Pistia strationes linnaeus
argentit ar.gen.tit [n Kim] perak sulfit alamiah
arik [kl v] , meng.a.rik v meraih; merengkuh: Baginda duduk di buritan sambil ~ pengayuhnya, sekali dikayuhnya serantau lajunya [v] (1) tidak tidur sepanjang malam; begadang; (2) tidak dapat tidur
artifisial ar.ti.fi.si.al [a] tidak alami; buatan
asam garam [ki] pengalaman hidup; liku-liku hidup; suka-duka dl kehidupan
asmaraloka as.ma.ra.lo.ka [kl n] dunia (alam) cinta kasih
asosiasi tanah sekelompok tanah, terutama yg berbeda dl tingkat drainase alamiah, dan secara geografis bersatu krn bahan induk yg relatif seragam sifatnya
aspal as.pal [n] (1) campuran hidrokarbon alam yg amorf, berwarna cokelat hitam dan berupa zat padat atau setengah padat yg dihasilkan dr minyak bumi dng suhu pembakaran tinggi; (2) bahan pelapis jalan yg rupanya spt ter
astrofisika as.tro.fi.si.ka [n Astron] bagian astronomi tt benda-benda angkasa dr sudut ilmu alam dan ilmu kimia
atraksi wisata seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau hiburan, yg merupakan daya tarik wisatawan di daerah tujuan wisata
aurora australis [Met] cahaya terang yg kadang-kadang terlihat pd malam hari di langit belahan bumi selatan
aurora borealis [Met] cahaya terang yg kadang-kadang terlihat pd malam hari di langit belahan bumi utara
auskultasi aus.kul.ta.si [n] tindakan mendengarkan suara bagian dalam tubuh untuk suatu diagnosis, lazimnya dng stetoskop
aven [n Geo] lubang tertentu di daerah kapur, dalamnya dapat mencapai 198 m (di Prancis)
aviari avi.a.ri [n] bangunan berukuran besar tempat memiara berbagai jenis burung agar burung itu dapat terbang bebas dan leluasa di dalamnya
ayam kampung ayam yg secara alami berasal dr daerah tertentu yg dipiara orang (lawan ayam negeri, ayam ras)
ayat [n] (1) alamat atau tanda; (2) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian surah dl kitab suci Alquran; (3) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian pasal dl undang-undang [n] kenyataan yg benar; bukti
ayat kauniah bukti yg ada dl alam nyata atau maujud (spt binatang, bulan, matahari); (2) (pd zaman Nabi Muhammad saw.) keadaan sekeliling Nabi Muhammad saw. atau dl diri kita masing-masing
aziz [kl a] terhormat; termulia; sangat berharga: daulat Tuanku Syah Alam, patik kalau-kalau durhaka ke bawah duli yg --
azurit azu.rit [n Min] tembaga karbonat alamiah, berwarna biru muda; Cu3(CO3)2(OH)2
babas ba.bas , mem.ba.bas v menghanyutkan; menjadikan terkatung-katung: cita-citanya terlalu tinggi sehingga -- dia ke alam khayal
badar ba.dar [n] ikan kecil-kecil (spt teri) [kl n] nama lauk-pauk [Ar a ] (1)purnama (tt bulan); (2)ki sangat cantik: mukanya spt bulan -- waktu malam [n] batu hablur untuk permata cincin (batu dr Badar, tempat Nabi Muhammad saw. memperoleh kemenangan besar) [kl n] , -- sila kain putih yg halus; raja badar
bagan ba.gan [n] (1) ark pangkalan; (2) kerangka rumah yg baru didirikan spt tiang, rusuk, kuda-kuda, bubungan; (3) tiang dan kayu palang pd para-para penjemur ikan dsb; (4) gambar rancangan; skema; (5) Man alat peraga grafik untuk menyajikan data agar mempermudah penafsiran; (6) Antr gambaran secara analisis dan statistik tt proses yg terjadi dl alam, teknologi, dan masyarakat manusia
bahasa aglutinatif tipe bahasa yg pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pd akar kata; -- akusatif tipe bahasa yg mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, msl bahasa Inggris yg mempunyai kalimat spt They kill him, kata him adalah bentuk akusatif dr kata he
bahasa dagang ragam bahasa yg lazim dipakai dl dunia perdagangan; -- dalam kata yg lazim dipakai di istana, raja spt beradu, bersiram, gering, mangkat, santap
bahasa flektif bahasa yg kata-katanya mengalami perubahan bentuk sehubungan dng perubahan jenis, subjek (pelaku), waktu, dsb
Baitulmakmur Bai.tul.mak.mur [Isl n] tempat yg dilalui Nabi Muhammad saw. pd malam Isra dan Mikraj, yaitu tempat berkumpulnya malaikat
Baitulmukadas Bai.tul.mu.ka.das [n Isl] nama masjid yg terkenal yg menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad saw. pd malam Isra dan Mikraj, terletak di Yerusalem (Palestina); rumah suci; Masjidilaksa
baju anggerka baju dalam yg panjang dan berkancing (model India) untuk pria
baju antari baju dalam yg panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yg bentuknya spt baju anggerka; (2) baju panjang yg dipakai oleh orang yg naik haji
bakal buah bagian pangkal putik, biasanya menggembung, di dalamnya terdapat bakal biji dan terdiri atas satu atau beberapa daun buah yg bersatu
bakat ba.kat [n] (1) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi): -- hujan; (2) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir: ia memiliki -- melukis (menyanyi dsb); (3) bekas; kesan; tanda-tanda (luka dsb): -- banjir yg melanda kampung itu masih tampak jelas; -- pasang di pantai
baki ba.ki [n] dulang kecil tidak berkaki untuk menyajikan makanan dan minuman; talam; nampan [Ar a] kekal; abadi; baka: Tuhan Yang -- [n] kelebihan (uang dsb); sisa: -- uangnya sebanyak Rp5.000,00 belum diambil [ark a] tidak dapat hamil lagi krn sudah tua; tidak dapat beranak lagi krn tua
baku ba.ku [n] (1) pokok; utama: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; (2) tolok ukur yg berlaku untuk kuantitas atau kualitas yg ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar [adv] saling [Jw n] anggota masyarakat desa yg merupakan penduduk inti yg mempunyai lahan pertanian, rumah, dan halamannya
bala bantuan regu atau pasukan yg didatangkan untuk membantu korban peperangan, bencana alam, atau ketika berjangkit epidemi
balai banjar [Bl] balai desa: ada yg berjaga semalam suntuk pd malam Siwaratri di -- banjar
baliu ba.liu [v Huk] memenggal kepala (di pedalaman Kalimantan)
balneologi bal.ne.o.lo.gi [n Dok] pengkajian tt manfaat mandi dl air alam dan air kesehatan
balneoterapi bal.ne.o.te.ra.pi [n Dok] penyembuhan penyakit dng mandi air alam atau air khusus
bambu batu bambu yg berasal dr India dan Myanmar, tinggi buluhnya mencapai 10-15 m, bergaris tengah 5 cm, berwarna hijau dan berdinding tebal dibiakkan dng biji atau rimpangnya; Dendrocalamus strictus
bambu betung bambu yg batangnya besar dan dapat dijadikan tiang rumah; Dendrocalamus asper
bambu sembilang bambu yg tingginya mencapai 30 m, bergaris tengah mencapai 3 m, berasal dr Myanmar dan Siam; Dendrocalamus giganteus
ban luar ban sebelah luar yg tebal dan keras sbg lapis penutup (pelindung) ban dalam
ban mati ban yg tidak berongga di dalamnya
bandea ban.dea [n] talam; baki
bangai ba.ngai , ter.ba.ngai a (1) terbengkalai; tidak diselesaikan (tt pekerjaan); ditinggalkan atau tidak dirawat (rumah, halaman, dsb); (2) ki tidak ada yg meminang (tt gadis): anak gadis itu --
bango tolak ba.ngo to.lak [n ] motif kain batik yg berupa kombinasi dua warna, yaitu hitam dan putih, warna hitam di sebelah luar memberi batas pd warna putih sebelah dalam
bangun ba.ngun [v] (1) bangkit; berdiri (dr duduk, tidur, dsb): anak itu berkali-kali terjatuh, namun ia selalu dapat -- kembali; (2) jaga (dr tidur): setiap pagi ia -- pukul 04.00; (3) belum (tidak) tidur; jaga: sewaktu suaminya pulang larut malam, ia masih --; (4) siuman dr pingsan; mendusin: ia -- setelah kepalanya diguyur air [n] (1) bentuk (bulat, segi empat, dsb): kaca meja itu bulat telur -- nya; (2) cara menyusun atau susunan yg merupakan suatu wujud; struktur: menyelidiki -- tanah [kl n] (1) uang ganti rugi krn membunuh, melukai, dsb; denda; (2) denda berupa uang duka yg harus diberikan oleh seorang laki-laki kpd wanita bersuami yg telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami wanita itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang)
bantu humaniter bantuan langsung dan cepat untuk menghapus atau meringankan penderitaan krn situasi darurat yg akut, spt bencana alam, musim kering, banjir, dan wabah
banyak makan (asam) garam [ki] banyak pengalaman hidup
banyak menelan garam hidup banyak me.ne.lan garam hidup [pb] banyak pengalaman hidup
barang tahan lama barang industri ataupun konsumsi dng masa penggunaan lebih lama (biasanya lebih dr tiga tahun) yg tidak habis terpakai serta tidak mengalami pengolahan lebih lanjut oleh pembelinya
baris ba.ris [n] (1) deret; leret; banjar; jajar: tiap petak ditanami sepuluh -- pohon ketela; (2) cak berbaris: anak-anak sedang belajar --; (3) garis lurus; coret; setrip: terangkanlah kata-kata yg diberi -- di bawahnya; (4) barisan; pasukan: -- Baret Merah; (5) deretan huruf pd tulisan atau cetakan: kalimat itu tertulis pd halaman 15 -- kelima dr atas; (6) tanda bunyi dl tulisan Arab (fatah, kasrah, damah) [n] tarian yg dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan kegagahan (kepahlawanan dsb), banyak jenisnya (dr Bali)
baris kolom deretan huruf yg menjorok ke dalam 5,5 titik lajur surat kabar dan iklan
barit ba.rit [n Kim] barium sulfat alamiah; BaSO4
barometer Fortin barometer air raksa dng kotak air raksa yg dibuat sedemikian rupa sehingga air raksa di dalamnya dapat berubah-ubah sampai ke kedudukan tertentu apabila terjadi perubahan tekanan udara
barongan ba.rong.an [Jw n] seni pertunjukan rakyat yg berupa tiruan binatang buas (singa dsb) yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya
barzakh bar.zakh lihat alam
basi ba.si [a] (1) mulai berbau tidak sedap atau berasa masam krn sudah mengalami proses pembusukan (tt makanan): nasi itu sudah -- , jangan dimakan; (2) tidak baru lagi; sudah lama diketahui atau dibicarakan orang: malas rasanya mendengarkan cerita yg sudah --; (3) tidak manjur (tt mantra): segala mantranya -- belaka [n] (1) uang yg ditambahkan (untuk cadangan atau persediaan); (2) tambahan (tugas, pekerjaan); (3) uang potongan (yg diambil ketika menukarkan uang besar dng uang kecil); (4) potongan harga (jika membeli barang banyak) [n] pinggan besar [n] wadah yg bentuknya menyerupai buah semangka, terbuat dr tanah liat, mempunyai tutup dan pegangan
bata api bata yg khusus dibuat sbg pelapis bagian dalam dapur, tungku, atau tanur
batas ba.tas [n] (1) garis (sisi) yg menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dsb); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dsb); sempadan: mana -- kebun ini?; sungai ini menjadi -- Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah; (2) ketentuan yg tidak boleh dilampaui: pembentukan kabinet diberi -- waktu seminggu; tindakan itu dianggap orang telah melampaui -- kekuasaannya; (3) perhinggaan: air sungai itu tidak dalam, hanya sampai -- lutut
batik ba.tik [n] kain bergambar yg pembuatannya secara khusus dng menuliskan atau menerakan malam pd kain itu, kemudian pengolahannya diproses dng cara tertentu; kain batik
batimetri ba.ti.met.ri [n] alat untuk mengukur kedalaman laut
batiplankton ba.ti.plank.ton [n ] plankton yg hidup di daerah kedalaman
batisfer ba.tis.fer [n] bola berongga untuk pengamatan di dasar laut yg dalam
batu ambar getah damar yg membatu yg di dalamnya kerap kali mengandung serangga atau jasad lainnya, biasanya terdapat di muara sungai (dapat dibuat sbg pipa rokok dsb)
batu duga batu (timah) bertali untuk mengukur kedalaman laut (sungai dsb)
batu endapan batuan sedimen, batuan yg terjadi dr bahan lepas atau fragmen (bongkah, pasir, lempung) yg mengalami proses akumulasi endapan yg mengeras yg terjadi di dasar laut, danau, sungai, atau rawa
batu giok [Geo] batu alam berwarna hijau yg berupa silikat kalsium dan magnesium atau berupa silikat sodium dan aluminium
batu kedap batuan yg tidak berpori dan tidak memungkinkan air meresap ke dalam (msl batuan granit)
batu lapuk batuan yg telah mengalami proses pelapukan
batu perum batu penduga untuk mengetahui dalamnya laut dsb
bau kencur baru mulai; (2) ki masih muda dan baru pd tahap belajar; (3) ki masih anak-anak dan belum banyak pengalaman
bawah sadar endapan perasaan dan tanggapan yg tersimpan dl hati; lubuk hati: kekuatan tenaga batin terdapat dl alam -- sadar manusia
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
bedak dingin bedak untuk menyejukkan muka supaya kulit tidak cepat rusak krn sinar matahari (biasa dipakai pd waktu malam)
begadang be.ga.dang [v] berjaga tidak tidur sampai larut malam: semalam dia -- sehingga pagi ini ia mengantuk
bekas be.kas [n] (1) tanda yg tertinggal atau tersisa (sesudah dipegang, diinjak, dilalui, dsb); kesan: ada -- ban mobil di halaman; pd tembok ini tampak -- tapak kaki; (2) sesuatu yg tertinggal sbg sisa (yg telah rusak, terbakar, tidak dipakai lagi, dsb): runtuhan -- gedung-gedung besar; tidak ada -- nya lagi; (3) pernah menjabat atau menjadi ..., tetapi sekarang tidak lagi; mantan: dia adalah -- guru saya; dia -- lurah; (4) sudah pernah dipakai: barang --; usahanya adalah menjual dan membeli mobil -- [n] tempat menaruh sesuatu; wadah: -- tinta; -- sirih
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
bel [n] (1) alat yg terbuat dr logam berongga, berbentuk setengah bulatan (atau kerucut) yg dapat bergetar dan menghasilkan bunyi dering kalau dipukul atau terpukul oleh pemukul (bandul) yg ada di dalamnya; lonceng: di puncak menara gereja itu ada -- nya; (2) alat yg dapat mengeluarkan bunyi dering krn bagiannya dapat digerakkan oleh listrik atau udara; (3) bunyi yg dihasilkan oleh alat tsb, digunakan sbg tanda: terdengar -- sbg tanda masuk kerja; -- masuk; -- istirahat [n Fis] satuan perbandingan daya dl skala logaritma berbasis sepuluh, biasa digunakan pd suara
belajar bel.a.jar [v] (1) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca; (2)berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu sedang ~ karate; (3) berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman
belek be.lek [n] kaleng [v] mem.be.lek v meretas panjang dan dalam dng benda tajam sehingga kelihatan bagian dalamnya (isinya); membelah; membedah: Ibu sedang -- perut ikan
belum tahu di pedas lada [pb] masih muda sekali; belum berpengalaman [pb] belum berpengalaman
benang wol prima benang wol yg dibuat dr serabut wol kualitas tinggi yg telah mengalami pembersihan dan penyisiran
benda ben.da [n] (1) segala yg ada dl alam yg berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (msl air, minyak); (2) barang yg berharga (sbg kekayaan); harta; (3) barang: rumah itu terbakar bersama -- yg ada di dalamnya
benda hitam [Fis] benda ideal yg menyerap semua radiasi yg jatuh padanya atau yg masuk ke dalamnya
benderung ben.de.rung [kl n] tanah kosong (halaman) antara dua rumah
benih sehat [Tern] benih yg berpotensi hidup maksimal, berdaya kecambah, dan berkekuatan tumbuh yg tinggi, serta tidak mengandung penyakit yg membahayakan dan tidak mengalami kerusakan fisik, terutama pd bagian embrionya
benitan be.ni.tan [n] pohon yg kayunya digunakan untuk membuat tiang kapal; Goniothalamus ridlcyi
benteng ben.teng [n] (1) bangunan tempat berlindung atau bertahan (dr serangan musuh): hanya yg sempat berlindung di dalam -- lah yg selamat; (2) dinding (tembok) untuk menahan serangan; (3) Olr nama salah satu buah catur yg penempatannya pd posisi awal permainan di kotak sudut paling kiri dan sudut paling kanan; (4) ki sesuatu yg dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dsb: agama adalah -- pribadi yg akan melindungi diri dr serangan nafsu
bentok ben.tok [v] ke.ben.tok v cak tertumbuk; terlanggar (pd): hati-hati berjalan, nanti kepalamu -- tiang
bentuk turunan [Ling] (1) bentuk yg berasal dr bentuk asal setelah mengalami berbagai proses; (2) struktur sintaksis yg berasal dr kalimat inti setelah mengalami rangkaian transformasi; -- ulang Ling bentuk yg mengalami perulangan, spt sia-sia, laba-laba
bentur ben.tur , mem.ben.tur v melentur (spt dahan kayu yg sarat dng buah); melentuk , ber.ben.tur.an v bertumbukan; berlanggaran: kedua kendaraan yg -- itu mengalami kerusakan hebat; pendapat mereka tidak pernah cocok, selalu -
ber ber -- an an [konfiks verba] (1) melakukan kegiatan, mengalami peristiwa, dan menyatakan pelaku atau pengalam yg lebih dr satu, serta perbuatan atau proses yg berkali-kali: bepergian; berguguran; berdatangan; (2) perbuatan atau peristiwa yg terjadi secara timbal balik: berpelukan, berciuman, bersentuhan; (3) berelasi satu sama lain: bermesraan; berseberangan; berdekatan; (4) merasa memilki: berakhiran; beralasan; berpikiran
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
berapa berat mata memandang [pb] betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yg mengalami (kesusahan dsb)
berasa be.ra.sa [v] (1) mendapat rasa (yg dialami oleh badan): seluruh badannya ~ sakit; (2) mempunyai rasa (pahit, manis, dsb): gulai itu ~ masin, cukup banyak garamnya; (3) Mk dirasa(i); terasa (sbg): rumahku ini tiada ~ rumahku lagi
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
berbintang-bintang ber.bin.tang-bin.tang [v] (1) ada banyak bintang; tampak berkilauan: malam ini langit bersih -; (2) ki berkunang-kunang (mata atau penglihatan): mata -- dan kepala pusing; (3) ki berlubang-lubang pd dinding (atap) sehingga cahaya matahari masuk: dinding rumahnya dr bambu dan telah -
bercahaya ber.ca.ha.ya [v] (1) memancarkan cahaya; bersinar (tt lampu, matahari): malam itu gelap gulita, tidak satu bintang pun ~; (2) berkilau (tt mata, permata): matanya ~ bagai intan; (3) berseri (tt wajah atau air muka): ia tersenyum simpul dan wajahnya tampak ~
bercepat-cepat ber.ce.pat-ce.pat [v] (1) berebut cepat; berlomba-lomba (saling mendahului): mereka ~ mencapai garis finis; (2) tergesa-gesa; terburu-buru: ~ lah ia keluar halaman menyongsong kedatangan ayahnya
berdalih ber.da.lih [v] mengemukakan alasan (yg dicari-cari) untuk menghindari tugas atau menutupi perbuatan yg salah atau tercela: ia selalu ~ setiap kali mendapat giliran berjaga malam
berdasarkan ber.da.sar.kan [v] (1) menurut: ~ keterangan para saksi, terbukti bahwa ia bersalah; pelanggar hukum akan ditindak ~ hukum yg berlaku; (2) memakai sbg dasar; beralaskan; bersendikan: kerja sama ini hanya ~ percaya-memercayai; (3) bersumber pd: cerita film itu disusun ~ pengalaman penulis yg hidup di kota besar
berdebur ber.de.bur [v] mengeluarkan bunyi debur: terdengar suara ombak ~ sepanjang malam
berderus-derus ber.de.rus-de.rus [v] berbunyi spt bunyi barang bergeser dsb: tadi malam atap rumahku ~ ditiup angin
berdesau ber.de.sau [v] berbunyi spt bunyi air dicurahkan dsb: angin malam yg ~ mendinginkan jasmani dan segala perasaan cintaku
berek-berek be.rek-be.rek [n] burung layang-layang, biasa terbang malam, Merops sumatranus
berekspansi ber.ek.span.si [v] mengadakan ekspansi: kendati sudah ~ ke industri elektronika, perusahaan itu tetap mengalami kerugian
berembun ber.em.bun [v] (1) ada embunnya; tersaput (oleh) embun: ketika itu daun dan rumput masih ~; (2) tidur di luar rumah dsb (pd malam hari); membiarkan diri kena embun: pd pagi hari lebih baik engkau ~
bererakan be.re.rak.an v mengalami rerak (semua)
berfalsafah ber.fal.sa.fah [v] (1) memikirkan dalam-dalam (tt sesuatu); (2) mengungkapkan pemikiran-pemikiran yg dalam yg dijadikan sbg pandangan hidup
berganti ber.gan.ti [v] (1) bertukar: saya mau ~ baju dulu; (2) beralih; berubah (tt pendirian dsb): ia telah ~ haluan; (3) berproses dan berubah secara alami (tt waktu): hari ~ hari
bergelegar ber.ge.le.gar [v] bergemuruh: dentuman meriam itu terdengar ~ sepanjang malam
berhanyut-hanyut ber.ha.nyut-ha.nyut [v] (1) terkatung-katung dibawa air (ombak): empat hari empat malam perahunya ~ dibawa ombak; (2) pergi ke mana-mana: ~ di perantauan, tiada sanak saudara; (3) berlarut-larut; bertele-tele: pembicaraannya ~ tidak menentu
berhubungan ber.hu.bung.an [v] (1) bersangkutan (dng); ada sangkut pautnya (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): penahanan itu ~ dng peristiwa pembunuhan baru-baru ini; (2) bertemu (dng); mengadakan hubungan (dng): ia sudah ~ langsung dng kepala kantor; (3) bersambung: bejana-bejana itu ~ sehingga tinggi permukaan air yg ada di dalamnya sama; (4) tukar-menukar atau beri-memberi (kabar, pikiran, dsb) dng perantaraan telepon, surat-menyurat, dsb: sekarang kita sudah dapat ~ langsung dng sanak saudara kita di Eropa
beri be.ri [v] , mem.be.ri v (1) menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu: ia -- uang dan pakaian kpd pengemis itu; (2) menyediakan (melakukan dsb) sesuatu untuk: dia berkewajiban membersihkan kandang dan -- makan kambing; -- pertolongan; (3) memperbolehkan; mengizinkan: dia tidak -- anak-anaknya bermain dng anak berandal itu; (4) menyebabkan (menjadikan) menderita (kena): perbuatanmu yg tidak baik telah -- malu keluarga kita; (5) menjadikan supaya: -- ingat; -- tahu; (6) membubuhi (meletakkan, mengenakan, dsb): dia -- gula pd air teh itu; -- warna pd gambar bunga mawar; (7) mengucapkan (menyampaikan): -- selamat; -- hormat; -- salam; (8) cak melayangkan, mengirimkan, dsb (pukulan, tendangan): ia -- tendangan yg mematikan ke arah perut lawan
beribu-ribu be.ri.bu-ri.bu [num] beberapa ribu: setiap malam ~ orang mengunjungi pekan raya itu
berida be.ri.da [a] (1) tua: selagi belum -- baiklah kita berbuat tanda; (2) ki banyak pengalaman; ulung: menteri --
berinfleksi ber.in.flek.si [v] mengalami proses infleksi
berinkarnasi ber.in.kar.na.si [v] mengalami inkarnasi
berita be.ri.ta [n] (1) cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yg hangat; kabar: semalam dia mendengar -- bahwa kampungnya dilanda banjir; (2) laporan: ia bertugas membuat -- harian; (3) pemberitahuan; pengumuman: -- redaksi
berjaga ber.ja.ga [v] (1) bertugas menjaga (menunggui orang sakit dsb): besok malam aku mendapat giliran ~ di rumah sakit; (2) tidak tidur pd malam hari; bergadang: semalaman ia ~ sehingga di sekolah mengantuk; (3) bersiap-siap; waspada: pasukan kita telah siap dan ~ menghadapi segala kemungkinan
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjeluk ber.je.luk [v] agak dalam; ada jeluknya (berkenaan dng mangkuk, pinggan)
berjerih ber.je.rih [v] berlelah-lelah; berusaha (berikhtiar, bekerja) dng sungguh-sungguh: jika segan ~ jangan harap akan menjadi kaya; ~ payah bersusah payah; berusaha dng kerja keras: para teknisi kita telah ~ payah siang malam untuk menyelesaikan bangunan itu tepat pd waktunya
berkaca ber.ka.ca [v] (1) memakai kaca: jendelanya tidak ~; (2) becermin: berkali-kali ia ~ untuk membetulkan sanggulnya; (3) ki mengambil sbg contoh teladan: ia selalu ~ kpd pengalamannya
berkacau ber.ka.cau [v] (1) bercampur aduk tidak keruan; sudah campur betul: aduklah telur dan tepung itu hingga ~ betul, kemudian masukkan gula ke dalamnya; (2) bercampur aduk (tidak dibeda-bedakan; bertukar-tukar dng; keliru dng): banyak masalah pribadi yg ~ dng masalah politik
berkat ber.kat [n] karunia Tuhan yg membawa kebaikan dl hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan -- Nya kpd kita; (2) n doa restu dan pengaruh baik (yg mendatangkan selamat dan bahagia) dr orang yg dihormati atau dianggap suci (keramat), spt orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon -- kpd gurunya; (3) n makanan dsb yg dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dng membawa -- ke rumahnya; (4) v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak -- [p] karena; akibat dr: -- bantuannyalah kami dapat selamat kembali ke kampung
berkata siang melihat-lihat ber.ka.ta siang melihat-lihat, ber.ka.ta malam mendengar-dengar [pb] jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkayu ber.ka.yu [v] (1) ada kayunya; mengandung kayu di dalamnya: pohon yg ~ keras; (2) mencari kayu (di hutan): pergi ~ ke hutan
berkelium ber.ke.li.um [n Kim] logam radioaktif yg tidak terdapat dl alam; unsur dng nomor atom 97, berlambang Bk, dan berbobot atom 249
berkemah ber.ke.mah [v] membuat (mendirikan) kemah (untuk bermalam dsb): rombongan pendaki gunung itu ~ di lereng Gunung Rinjani
berkenaan ber.ke.na.an [v] (1) bertepatan (dng); sehubungan (dng): ~ dng ulang tahun ygke-5 akan diadakan perayaan besar-besaran; (2) berhubungan (dng); berkaitan (dng): pengunduran dirinya sbg anggota organisasi itu diduga ~ dng peristiwa semalam; (3) setuju; sesuai; cocok: kedua orang muda itu sudah ~
berkenalan ber.ke.nal.an [v] (1) bersalaman dsb agar (saling) mengenal; (2) bergaul atau bersahabat (dng): ia tidak mau ~ dng tetangga
berkinja-kinja ber.kin.ja-kin.ja [v] melompat-lompat (meloncat-loncat, melonjak-lonjak) krn kegirangan: beberapa anak kecil sedang bermain-main dan ~ di halaman
berkurung ber.ku.rung [v] (1) tinggal di rumah saja: siang malam gadis itu ~ di rumahnya; (2) memakai tanda kurung: kata yg ~ itu hendaklah diganti dng kata lain yg bersamaan artinya
berlaku ber.la.ku [v] (1) masih berjalan (sedang dikerjakan dsb); berlangsung; terjadi: jam malam ~ dr pukul 18.00 sampai pukul 06.00 WIB; penahanan para sandera masih ~; peraturan itu sudah dinyatakan tidak ~ lagi; (2) berbuat; bertindak: ia suka ~ kasar thd istrinya; (3) bertindak menjadi; menjalankan tugas menjadi: dl pemilihan umum, presiden pun ~ sbg warga negara biasa; (4) boleh dipakai (tt surat, uang, dsb); sah: surat keterangan Saudara tidak ~ lagi krn sudah habis masa ~ nya; (5) dikenakan untuk atau pd: aturan ini ~ bagi sekalian warga negara Indonesia; peraturan lalu lintas itu ~ bagi semua pemakai jalan
berlalu ber.la.lu [v] (1) lewat; lampau: kesempatan itu jangan dibiarkan ~; (2) pergi: demikian katanya sambil ~; (3) mati: tadi malam ia telah ~; (4) tidak makan sahur (waktu puasa): dl bulan puasa ini kami dua kali ~
berlampu ber.lam.pu [v] memakai lampu; ada lampunya: halaman rumah berdinding bambu itu kelihatan agak gelap krn belum ~
berlanjut ber.lan.jut [v] (1) tidak selesai hanya di situ saja; ada rentetannya; bersambung: peristiwa yg didahului dng pertengkaran itu rupanya ~ dng perkelahian; (2) terus-menerus; berlarut-larut; berlama-lama: siapa yg tahan mengalami penderitaan yg ~ ini
berlayar bernakhoda ber.la.yar bernakhoda, berjalan dng yg tua [pb] setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yg ahli atau yg berpengalaman
berlengah-lengah ber.le.ngah-le.ngah [v] (1) bermalas-malas; berlalai-lalai; (2) bersenang-senang hati (berbuat sesuatu untuk melupakan kesusahan yg dialami)
berlibur ber.li.bur [v] (1) mengalami libur; (2) pergi (bersenang-senang, bersantai-santai, dsb) menghabiskan waktu libur; bervakansi: mereka merencanakan ~ ke Pulau Dewata
berloncatan ber.lon.cat.an [v] meloncat beramai-ramai; meloncat ke sana kemari: anak-anak ~ di halaman sekolah
berlurah ber.lu.rah [v] ada lurahnya; mempunyai lurah: bukit itu ~ dalam sekali
bermabuk-mabukan ber.ma.buk-ma.buk.an [v] membuat diri mabuk secara berlebihan: hampir setiap malam Minggu mereka -- dan membuat gaduh
bermakna ber.mak.na [v] berarti; mempunyai (mengandung) arti penting (dalam): kalimat itu -- rangkap
bermakrifat ber.mak.ri.fat [v] (1) memikirkan dalam-dalam; bertafakur; (2) tahu benar
bermamai ber.ma.mai [v] berkata-kata dl tidur; mengigau: semalam ia -- sehingga saya terbangun
bermimpi ber.mim.pi [v] (1) melihat (mengalami) sesuatu dl mimpi: semalam ia -- dikejar harimau; (2) berkhayal; berangan yg bukan-bukan
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bermunculan ber.mun.cul.an [v] muncul berturut-turut; muncul dl waktu yg hampir bersamaan: perusahaan bus malam kilat kian -
bernostalgia ber.nos.tal.gia [v] (1) melepaskan rindu setelah lama tidak bertemu; (2) mengingat peristiwa-peristiwa manis yg pernah dialami pd masa lalu
berpagar ber.pa.gar [v] (1) memakai pagar; ada pagarnya; (2) dipagari: halaman rumahnya ~ besi
berpaham ber.pa.ham [v] (1) mempunyai paham (pendapat, pendirian): golongan oposisi ~ lain dng pemerintah; (2) beraliran: pelukis terkenal itu ~ naturalisme; (3) berakal; berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi pemimpin
berpanjang ber.pan.jang, pan.jang kalam madah berkata (menerangkan dsb) dng panjang lebar
berpedoman ber.pe.do.man [v] (1) memakai pedoman: kita bentuk warga negara yg ber-Pancasila dan ~ kpd haluan negara; (2) menuju, mengarah (ke) ...; berpegang (kpd); menurut contoh: dl menentukan langkahnya ia selalu ~ kpd pengalamannya
berpelayaran ber.pe.la.yar.an [adv] telah biasa dan banyak pengalaman dl mengarungi lautan
berpijar-pijar ber.pi.jar-pi.jar [v] bersinar-sinar spt pijar: mengapa kunang-kunang itu ~ ekornya pd waktu malam?
berpikir ber.pi.kir [v] menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dl ingatan: lama ia ~ sebelum menjawab pertanyaan itu; pengalaman pd zaman lalu telah membuat ia matang ~
berprestasi ber.pres.ta.si [v] mempunyai prestasi dl suatu hal (dr yg telah dilakukan, dikerjakan, dsb): kotamadya itu ~ baik dalam bidang pembangunan
berproses ber.pro.ses [v] mengalami (mempunyai) proses: pengawasan dng mekanisme komputer bisa ~ cepat dl mengetahui segala angka (data)
berpulang ber.pu.lang [v] meninggal dunia; tutup usia: ia ~ malam tadi; akhirnya krn tidak kuasa lagi menahan sakit, ia pun ~ lah
berpusar ber.pu.sar [v] berkisar; berputar (tt olakan air, kisaran angin, dsb); air ~ pd bagian sungai yg dalam
berputar ber.pu.tar [v] (1) berpusing; berkisar: roda ~ pd porosnya; (2) berganti arah; berbelok: ~ haluan; (3) beredar: uang baru sudah ~; (4) berkeliling: pesawat udara itu ~ empat kali di atas kota; (5) ki berpikir terus: otak saya ~ dan semalaman tidak dapat tidur; (6) cak sedang dipergunakan untuk berniaga (tt uang): uang masih ~ , belum ada yg masuk
bersalin ber.sa.lin [v] (1) berganti: baginda sedang -- baju dng pakaian kebesaran; (2) berubah (rupa, warna): bunglon adalah binatang yg dapat -- warna sesuai dng warna alam sekitarnya; (3) melahirkan anak: selama empat puluh hari sesudah -, ia rajin minum jamu
bersambang ber.sam.bang [v] (1) berjaga malam; meronda: giliran saya -- kampung adalah malam Minggu; (2) berkunjung; bertandang: kami sudah lama tidak -- ke rumahnya
bersambutan ber.sam.but.an [v] (1) bersahutan; berbalasan; jawab-menjawab: pd malam pesta itu muda-mudi berpantun -- dng riang; (2)berkenaan (dng); sesuai (dng); menurut: -- dng anjuran Pemerintah, kita harus berusaha meningkatkan produksi pangan
bersantai ber.san.tai [v] (1) beristirahat sambil melakukan acara bebas: pd waktu jeda anak-anak -- di halaman sekolah; (2) omong-omong tidak resmi: Presiden sedang -- dng para perintis kemerdekaan
bersebar surat ber.se.bar surat menghamburkan surat (msl dr pesawat terbang); (2) membagi-bagikan surat kpd alamat
berseberangan ber.se.be.rang.an [v] (1) berhadapan duduknya atau letaknya: pd waktu makan malam ibunya selalu duduk -- dng bapaknya; (2) terletak di seberang jalan (sungai dsb), yg satu di seberang sana dan yg satu lagi di seberang sini: rumah kami -- jalan; (3) berada pd pandangan, pendirian, dsb yg berbeda: tokoh muda itu -- dng pemerintah
bersekat-sekat ber.se.kat-se.kat [v] berbagi-bagi atau terpisah-pisah dng sekat (hingga berpetak-petak): beberapa keluarga tinggal di rumah besar yg -- di dalamnya
bersemarak ber.se.ma.rak [v] ada semaraknya [a] berseri; gilang-gemilang; semarak: lampu neon -- menerangi seluruh kota; kuning -- cuaca alam
bersih desa membersihkan desa dr gangguan alam dsb dng upacara adat
bersinetron ber.si.net.ron [v] bermain dl sinetron: pengalamannya -- ternyata membekaskan trauma
bersitabik ber.si.ta.bik [v] menyambut kedatangan tamu dng memberi salam (hormat)
berspesialisasi ber.spe.si.a.li.sa.si [v] mempunyai spesialisasi: perusahaan yg -- dalam makanan bayi
bersuluk ber.su.luk [v] mengasingkan diri; berkhalwat: lima tahun lamanya beliau -- dan mendalami ilmu tasawuf
bertamasya ber.ta.ma.sya [v] pergi menikmati perjalanan yg menyenangkan; pergi bersenang-senang hati (melihat-lihat) keindahan alam dsb): para wisatawan ~ ke Candi Borobudur
bertingkah-tingkah ber.ting.kah-ting.kah [v] silih berganti (bersambut-sambutan, berselang-selang), spt bunyi gendang dng bunyi-bunyian yg lain, bunyi lesung: gendang dan canang ~; bunyi katak dan salak anjing ~ memecah kesunyian malam
bertujuan ber.tu.ju.an [v] (1) berhaluan; mempunyai tujuan; ada yg dituju (dimaksudkan dsb); (2) memakai tujuan (objek): kata kerja ~ , kata kerja yg berpelengkap penderita (transitif)
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar sepah [ki] tanda percintaan yg mendalam antara dua orang kekasih
beruban ber.u.ban [v] (1) sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban: orangnya masih muda, tetapi sudah ~; (2) ki sudah lama atau berpengalaman banyak dl suatu pekerjaan: ia pun sudah ~ dl perdagangan hasil bumi; (3) ki (sudah) tua; lanjut usia: kamu ini sudah ~ , tidak pantas bertingkah begitu
berumput be.rum.put [v] ditumbuhi rumput: halamannya yg ~ tebal itu terpelihara dng baik
berundak-undak ber.un.dak-un.dak [v] bertingkat-tingkat spt undakan; berlenggek-lenggek: susunan bata Candi Borobudur yg ~ itu menyebabkan air masuk ke dalam teras
berurat umbi ber.u.rat umbi sudah mendalam benar-benar (dl hati); sudah mengakar benar-benar (dl hati); (2) sudah lama menetap dan beranak-pinak di suatu tempat;
bestari bes.ta.ri [kl a] luas dan dalam pengetahuannya; berpendidikan baik; baik budi pekerti
betah be.tah [a] (1) tahan mengalami suatu penderitaan (keadaan yg tidak menyenangkan); tabah; (2) merasa senang (berdiam atau tinggal di suatu tempat): mereka sudah -- tinggal di sini dan tidak ingin kembali ke kampungnya; (3) kl sembuh: -- dr gering
beton bertulang beton yg di dalamnya terdapat kerangka besi (baja) supaya kuat
betung be.tung [n] bambu yg besar, Dendrocalamus asper
biblio bib.lio [n] catatan bibliografi dan/atau yg ditempatkan di balik halaman judul
bibliografi beranotasi bibliografi dng keterangan singkat pd tiap karangan, buku, atau karya yg judulnya terdaftar di dalamnya
bijaksana bi.jak.sa.na [a] (1) selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; (2) pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan dsb: dng -- ia menjawab pertanyaan yg bersifat menjerat
bikini bi.ki.ni [n] pakaian (renang) wanita yg hanya terdiri atas celana dalam dan kutang (kain) penutup buah dada: ia menutupi tubuhnya dng --
bikonkaf bi.kon.kaf [a] cekung pd kedua sisinya (tt lensa atau kaca); mencekung ke dalam
bilah bi.lah [n] (1) belahan bambu (kayu dsb) yg tipis dan panjang: pagar dr -- buluh; (2) sesuatu yg menyerupai bilah (terutama pisau, pedang, dsb): didapatnya -- keris tua di dalam gua itu; (3) kata penggolong bagi sesuatu yg tipis dan panjang: dua -- pedang; dua -- papan [v] mem.bi.lah-bi.lah v memisahkan (membelah dsb) sesuatu menjadi beberapa bagian: mereka tidak pernah -- kekuatan, baik dl menyerang maupun bertahan [n] bagian buldoser yg berfungsi sbg alat gali dan dorong
bimbing pembaca anggota staf profesional, berpengalaman, dan cendekia yg diberi tugas membimbing pembaca dl memilih buku, menarik perhatian pembaca, menjalin hubungan erat dng lembaga pendidikan, dan secara umum mengembangkan daya guna buku
bingung bi.ngung [a] (1) hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; (2) tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; (3) gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; (4) bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; (5) (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya
bintang bin.tang [n] (1) benda langit terdiri atas gas menyala spt matahari, terutama tampak pd malam hari: pd malam itu tampak -- bertaburan di langit; (2) planet atau gugusan planet yg menjadi pegangan dl astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; (3) nasib; peruntungan; untung malang: -- nya mulai terang nasibnya mulai baik (mudah mencari rezeki); -- nya gelap buruk nasibnya (sial, tidak beruntung); (4) tanda jasa yg berupa medali emas (perak dsb): krn jasanya beliau dianugerahi -- emas; (5) tanda pangkat perwira militer berbentuk spt bintang, berwarna keemasan; (6) tanda yg menyerupai bintang, spt tanda (*); (7) pemain yg terkemuka (dl film, sandiwara); (8) orang yg terbaik (terpandai dl suatu lingkungan)
binturung bin.tu.rung [n] binatang menyusui sejenis musang, bentuk badan dan bulunya menyerupai beruang, berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan kasar, ekornya panjang, biasa keluar malam untuk mencari makan, makanannya buah-buahan, pucuk daun, tetapi juga daging dan telur; Archictis binturong
biofilm bi.o.film [n] cabang ilmu yg bersangkutan dng penerapan metode dl masalah film: -- selalu hadir di dalam alam komposisi dan potensi yg bermacam-macam
bivak bi.vak [n] pondok (tempat bermalam) sementara di tengah hutan dsb (bagi tentara dsb)
blenda blen.da [n Kim] zink sulfida alamiah
blok buku [Graf] (1) setumpuk kuras dl urutan yg merupakan seluruh isi buku, dijilid bersama atau terpisah dng sampulnya; (2) bagian sisi buku berupa halaman atau kuras yg telah disusun berurut dan dijahit
bobok bo.bok [v cak] tidur (untuk anak-anak): -- lah anakku, hari sudah larut malam [v] , mem.bo.bok v membuat lubang (pd tembok dsb) [Jw n] daun, umbi-umbian, dsb yg dilumatkan (dng batu penggiling dsb) dipakai sbg obat luar dng cara menempelkannya pd bagian yg sakit
bocor bo.cor [v] (1) berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris: gantilah cepat-cepat genting yg -- itu; krn teko ini -- , isinya makin lama makin berkurang; (2) tersiar sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): hasil perundingan yg dirahasiakan itu akhirnya -- juga; (3) cak kerap kali buang air: krn banyak makan sambal, maka semalam anakku --; (4) cak mengeluarkan darah: dia jatuh sehingga -- kepalanya; (5) cak datang bulan; haid: hari ini aku tidak puasa krn sedang --; -- mulut tidak dapat menahan perkataan (suka membuka rahasia dsb): semua orang tahu bahwa dia itu -- mulut
bodoh bo.doh [a] (1) tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb): anak ini -- benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; (2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah; (3) cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --
bonus bo.nus [n] (1) upah tambahan di luar gaji atau upah sbg hadiah atau perangsang; gaji, upah ekstra yg dibayarkan kpd karyawan; gratifikasi; insentif; (2) halaman atau artikel tambahan (pd majalah, koran)
Brahma Brah.ma [n Hin] salah satu dewa Trimurti yg berperan sbg dewa pencipta alam semesta
brosur bro.sur [n] (1) bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yg disusun secara bersistem; (2) cetakan yg hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid; (3) Man selebaran cetakan yg berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tt perusahaan atau organisasi)
buat gawe melakukan zina; (2) bergaul bebas antara muda-mudi pd malam hari
bueng bu.eng [n] daerah berpaya yg dapat ditanami padi krn tidak terlalu dalam (di Aceh)
buku harian buku tulis yg berisi catatan tt kegiatan yg harus dilakukan dan kejadian yg dialami setiap hari; (2) Dag buku untuk mencatat perincian transaksi usaha berdasarkan urutan waktu
buku panduan wisata buku petunjuk, khusus diterbitkan dng bentuk dan teknik penyajian isi yg praktis, terutama memuat berbagai macam keterangan mengenai objek wisata, sarana wisata, dsb
buku telepon buku yg berisi nama, alamat, dan nomor telepon pemilik pesawat telepon
bulan bu.lan [n] (1) benda langit yg mengitari bumi, bersinar pd malam hari krn pantulan sinar matahari: pesawat antariksa Apollo berhasil mendarat di --; bumi bermandikan cahaya --; (2) masa atau jangka waktu perputaran bulan mengitari bumi dr mulai tampaknya bulan sampai hilang kembali (29 atau 30 hari); masa yg lamanya 1/12 tahun: penataran itu berlangsung selama dua --; istrinya sedang hamil empat -- lihat ikan
bulan gelap malam hari yg gelap krn bulan sama sekali tidak tampak
bulbul bul.bul [n] burung yg bernyanyi pd malam hari, bulunya berwarna keabu-abuan atau kecokelat-cokelatan (hidup di Iran pd zaman dahulu); Luscinia golzii
buluh betung bambu yg besar; Dendrocalamus asper
bunga padi pengakuan hukum yg dibayar dl bentuk hasil-hasil alam (in natura) berupa padi
burai bu.rai , ber.bu.rai v (1) keluar bertaburan (cerai-berai dsb spt usus dr dalam perut): -- isi perutnya; (2) terurai (ke luar) dan kusut: rambutnya -- diembus angin; (3) ki bocor dan tersiar ke mana-mana (tt rahasia dsb): hubungan gelap antara mereka itu akhirnya -- juga
burung hantu burung yg mencari makan pd malam hari dan bermata tajam spt celepuk; Strigidae
burung siak burung elang malam (atau burung hantu) yg mengeluarkan bunyi "rak, rak" (spt suara orang serak)
burung tuhu burung yg keluar dan mencari mangsa pd malam hari; mengeluarkan bunyi "tuhu" "tuhu" dng nyaring (disebut juga burung cakik)
butulan bu.tul.an [n] pintu (jalan) tembus dr samping atau dr belakang rumah atau halaman
cabak ca.bak [n] burung yg rupanya spt burung layang-layang, biasa keluar pd malam hari [a] koyak yg lebar
cairan gas bumi ca.ir.an gas bumi [Pet] cairan yg didapat dr gas alam (spt kondensat, gas minyak cair, bensin alam)
cakup-mencakup ca.kup-men.ca.kup [v] saling mencakup (termasuk di dalamnya): bahasa dan kesusastraan ~ satu sama lain
canang ca.nang [n] gong kecil (untuk memberi alamat, menguar-uarkan pengumuman, dsb)
candi kelir candi yg dibangun tepat di depan gerbang masuk menuju halaman kompleks percandian
canggih cang.gih [a] (1) banyak cakap; bawel; cerewet; (2) suka mengganggu (ribut); (3) tidak dl keadaan yg wajar, murni, atau asli; (4) Tek kehilangan kesederhanaan yg asli (spt sangat rumit, ruwet, atau terkembang): teknik elektronika yg --; (5) banyak mengetahui atau berpengalaman (dl hal-hal duniawi); (6) bergaya intelektual
cangkat cang.kat [a] (1) agak tinggi dan melereng (tt tanah); (2) dangkal; cetek; tidak dalam (tt air)
catatan kaki ca.tat.an kaki keterangan yg dicantumkan pd margin bawah pd halaman buku (biasanya dicetak dng huruf yg lebih kecil dp huruf di dl teks guna menambahkan rujukan uraian di dl naskah pokok)
catatan pinjaman ca.tat.an pinjaman catatan mengenai buku yg dipinjamkan, berisi keterangan mengenai buku, nama, serta alamat peminjam
cek silang [Ek] cek yg pd halaman mukanya diberi dua garis sejajar menyerong yg ditarik dr sisi kiri bawah ke sisi kanan atas, tanpa memuat keterangan apa pun (silang umum atau memuat nama bank silang khusus) yg tertulis di antara kedua garis itu
cekaman ce.kam.an [n] (1) pegangan atau genggaman dng cakar (kuku) atau tangan; cengkeraman; cengkaman: ayam itu meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dr ~ elang; (2) ki genggaman (kekuasaan, tekanan): mereka terpaksa meninggalkan kampung halamannya krn ~ keganasan gerombolan; ia dapat melepaskan diri dr ~ maut
cekung ce.kung [a] (1) berlekuk (tt mata, pipi) krn kurus, ompong dsb: pipinya tampak -- krn giginya sudah banyak yg tanggal; (2) melengkung ke dalam, tidak cembung (tt lensa): dng memakai lensa -- ia dapat melihat jarak jauh
cekur jerangau [pb] masih sangat muda (belum berpengalaman)
celana kolor celana (dalam) yg berkolor pd bagian pinggang
cengkerung ceng.ke.rung [ark n] teluk yg dalam; cekung; cengkuk: dinding penuh --
centeng cen.teng [n] (1) penjaga rumah (pabrik, gudang, dsb) pd waktu malam dsb; penjaga malam; (2) mandor di tanah partikelir; (3) Jk tukang pukul bayaran; (4) ark pengawas pd penjualan candu
cenung ce.nung , ter.ce.nung a (duduk dsb) diam-diam tafakaur krn memikirkan sesuatu dalam-dalam; termenung-menung; termangu-mangu: dia ~ saja di mulut pintu sejak kepergian suaminya pagi tadi
ceper ce.per [a] tidak berjeluk (tt piring dsb) [n] talam (piring) dr logam
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
cercak cer.cak [n] burik (bopeng) yg tidak berapa dalam; bercak ? ceracap
cerita ce.ri.ta [n] (1) tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing; (2) karangan yg menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dsb (baik yg sungguh-sungguh terjadi maupun yg hanya rekaan belaka); (3) lakon yg diwujudkan atau dipertunjukkan dl gambar hidup (sandiwara, wayang, dsb): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki omong kosong; dongengan (yg tidak benar); omongan: jangan banyak --
cerita berantai [Sas] rangkaian cerita yg cerita pertamanya membuahkan cerita kedua dan selanjutnya; -- berbingkai Sas cerita yg di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran dl cerita itu bercerita): Panca Tantra adalah -- berbingkai yg di dalamnya terdapat beberapa cerita lagi
cermin balik [Graf] cermin datar yg dipasang pd susunan objektif dan digunakan untuk mendapat bayangan terbaca (dilihat dr bayangan emulsi) dr hasil pemotretan
cermin cekung [Fis] cermin yg permukaannya lengkung dan bagian yg berkilap berada di sisi dalam
cerminan cer.min.an [n] bayangan; gambaran: seniman dan seninya adalah ~ alam
cetak ulang hasil pencetakan ulang buku, baik krn mengalami penyempurnaan maupun tidak
cetakan awal ce.tak.an awal buku yg baru selesai dicetak dan dikirimkan oleh percetakan kpd penerbit sebelum oplah seluruhnya diserahkan: ~ dalam cetak dalam
cetek ce.tek [Jk a] (1) tidak jauh jaraknya dr permukaan ke dasar (tt sungai, sumur, dsb); dangkal; tohor; (2) ki tidak mendalam (tt pengetahuan dsb)
cincin belah rotan cincin yg tidak berpermata, yg bulat di luar dan datar di dalamnya (spt belahan rotan)
cincin kawin cincin polos, biasanya tidak berpermata yg pd bagian dalamnya ada nama suami atau istri sbg tanda sudah menikah
comro com.ro [Sd n] penganan dr singkong yg diparut, dibentuk bulat panjang, di dalamnya diisi oncom yg dibumbui, kemudian digoreng
cukupan cu.kup.an [a] (1) sedang-sedang saja; tidak kurang dan tidak berlebih-lebihan: penghasilannya ~ saja; (2) lumayan: untuk sampai ke rumahnya, harus melalui halaman yg ~ luasnya
culik cu.lik [n] kulik-kulik, keluar mencari mangsa pd malam hari; Chalcococyx honorata [v] men.cu.lik v mencuri atau melarikan orang lain dng maksud tertentu (dibunuh, dijadikan sandera)
cuping cu.ping [n] bagian yg tidak bertulang pd daun telinga dan hidung [n] (1) Graf sudut atau kiri dan/atau kanan pd halaman pertama surat kabar; (2) cuatan kanan kiri pd matris huruf
curam cu.ram [a] terjal dan dalam: jurang yg --; tebing yg --
curi cu.ri [v] , men.cu.ri v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi: malam tadi maling masuk ke rumahnya dan ~ sebuah radio
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
dadak da.dak, men.da.dak [adv] tanpa diduga (diketahui, diperkirakan) sebelumnya; sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak orang mati ~ krn serangan jantung; kaum gerilya sering mengadakan serangan ~ pd malam hari; ~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak menjadi kaya krn menang lotre
daerah da.e.rah [n] (1) bagian permukaan bumi dl kaitannya dng keadaan alam dsb yg khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dsb); (2) lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dsb); (3) selingkungan tempat yg dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dsb); (4) tempat sekeliling atau yg termasuk dl lingkungan suatu kota (wilayah dsb): -- Jakarta dan sekitarnya; (5) tempat dl satu lingkungan yg sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dsb): -- tropis; -- penghasil kopra; (6) tempat yg terkena peristiwa yg sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dsb); (7) bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dsb); -- aliran sungai daerah sekitar sungai, yg melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yg merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yg jatuh di atasnya mengalir ke dl sungai: -- aliran sungai yg gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan
daerah haram daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yg mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dsb
daerah sublitoral daerah pantai yg biasanya mempunyai kedalaman kurang dr 200 m; (2) daerah pantai yg mencakup permukaan air sampai ke batas terendah tempat tanaman dapat tumbuh
daerah tujuan wisata daerah yg memiliki objek wisata yg ditunjang oleh masyarakat dan prasarana pariwisata; (2) tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisata; (3) daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan
daftar isi lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman
dah [ark n] dinas, jasa, kemanfaatan [n cak] (1) baiklah: biar -- , biarkan saja, tak apa; (2) kp sudah [n cak] ucapan salam waktu berpisah
dakhil da.khil [Ar n] (1) yg di dalam; yg mengenai batin; (2) ark yg telah karib benar
dalu da.lu [Jw a] (1) ranum; terlampau masak (tt buah-buahan); (2) larut malam; jauh malam
dambin dam.bin [ark] (1) n tiruan bunyi benda berat jatuh; debuk; degum: malam tadi terdengar -- di sebelah rumah; (2) a terlalu gemuk (besar) sehingga serba lamban: lakunya spt seekor kerbau yg --
dampak dam.pak [n] (1) benturan; (2) pengaruh kuat yg mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif); (3) Fis benturan yg cukup hebat antara dua benda sehingga menyebabkan perubahan yg berarti dl momentum (pusa) sistem yg mengalami benturan itu
dana moneter internasional [Ek] lembaga keuangan internasional yg membantu negara anggota, terutama yg mengalami defisit dl neraca pembayarannya
dangkal dang.kal [a] (1) tidak dalam (tt sungai dsb); tohor; cetek: perahu itu kandas di bagian sungai yg --; (2) ki belum paham atau belum mendalam benar (tt pengetahuan dsb); belum meresap benar: pengetahuannya tt kebudayaan bangsanya sendiri masih --; mendangkal v menjadi dangkal [Jk a] (1) keras dan tidak baik masaknya (tt buah-buahan); (2) tidak berair dan tidak subur (tt tanaman); (3) ki tebal hati tidak lemah lembut; (4) ki terbengkalai; tanggung-tanggung (tt pekerjaan)
dangkal telah keseberangan dangkal telah keseberangan, dalam telah ke.a.juk.an [pb] telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)
dar [Ar n] (1) tempat: darusalam; (2) daerah [n] tiruan bunyi sesuatu yg meledak
darab da.rab [ark n] pukulan keras: -- cemeti Johan Alam mengenai penghulu pendekar itu [n] perkalian; perbanyakan: daftar --
darah baru setampuk pinang [pb] masih muda sekali (belum banyak pengalaman)
darah se tampuk pinang [pb] masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)
darat da.rat [n] (1) bagian permukaan bumi yg padat; tanah yg tidak digenangi air (sbg lawan dr laut atau air): bukan main senangnya hati kami naik ke -- setelah lima hari terapung-apung di laut; (2) tanah atau bumi (sbg lawan dr angkasa): beberapa detik sebelum tiba di -- , payungnya baru mengembang; (3) tanah yg tinggi (sbg lawan dr tanah yg rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sbg lawan tanah persawahan dan rawa-rawa): b bagian terdiri atas rawa-rawa dan 1/3 bagian adalah tanah --; (4) daerah pedalaman (sbg lawan dr daerah pantai): ia bekerja di pelabuhan, padahal rumahnya jauh di --
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
darmawisata dar.ma.wi.sa.ta [n] perjalanan atau kunjungan singkat dng tujuan bersenang-senang dsb; perjalanan yg dilakukan untuk tujuan rekreasi sambil mengenal baik objek wisata dan lingkungannya
darulakhirat da.rul.a.khi.rat [Ar n] alam akhirat
darulbaka da.rul.ba.ka [Ar n] alam yg kekal
darulfana da.rul.fa.na [Ar n] alam yg tidak kekal (dunia tempat makhluk hidup)
daruljalal da.rul.ja.lal [Ar] alam kemuliaan (sebutan untuk surga yg terindah)
dasar da.sar [n] (1) tanah yg ada di bawah air (tt kali, laut, dsb): ia berhasil menyelam sampai ke -- laut; (2) bagian yg terbawah (tt kuali, botol, dsb) yg di sebelah dalam ataupun yg di sebelah luar: isi botol itu tinggal 1 cm dr -- nya; (3) lantai: rumah papan -- nya ubin; (4) latar (warna yg menjadi alas gambar dsb): gambar bulan sabit putih pd -- warna hijau; (5) lapisan yg paling bawah: meni dipakai sbg cat --; (6) bakat atau pembawaan sejak lahir: tidak ada -- dagang padanya; (7) alas; fondasi: gotong royong adalah -- masyarakat Indonesia; (8) pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan); asas: apa yg akan dijadikan -- pembicaraan kita nanti; tindakan itu bertentangan dng -- demokrasi yg sebenarnya; (9) cak memang begitu (tt adat, tabiat, kelakuan, dsb): -- pencuri, di mana pun tetap juga mencuri; -- miliknya, walaupun sudah dua hari hilang akhirnya ditemukan juga; (10) Ling bentuk gramatikal yg menjadi asal dr suatu bentukan [p] memang: -- bandel biar sudah diberi tahu masih bersikap masa bodoh
dasar laut bagian laut mulai dr batas pasang tertinggi sampai daerah yg paling dalam
data pribadi data yg berkenaan dng ciri seseorang, msl nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan kedudukan dl keluarga
data primer data yg diperoleh seorang peneliti langsung dr objeknya
data sekunder data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dr objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis
dataran abisal da.tar.an abisal [Geo] bagian dasar samudra yg datar, lerengnya kurang dr 1 km dng kedalaman antara 3.000-6.000 m, dan ditempati oleh sedimen tidak padat; dataran lubuk
datif da.tif [n Ling] kata yg menduduki fungsi sbg objek tidak langsung dr kata kerja (msl saya memberikan buku kepa danya; kepadanya adalah datif)
daur iklim proses pergantian iklim yg dialami suatu daerah selama setahun
daya dukung jumlah maksimum populasi yg mendukung kelangsungan kehidupan di alam; (2) Ikn jumlah maksimum ikan yg hidup di suatu perairan selama masa tertentu
daya gaib kekuatan atau pengaruh di luar hukum alam yg dimiliki oleh orang-orang sakti
daya ingat kemampuan mengingat kembali pengalaman yg telah lampau
definisi demonstratif definisi yg berupa penunjukan objek, benda, atau peristiwa konkretnya
deideologisasi de.i.de.o.lo.gi.sa.si [n] berhentinya proses pendalaman (penyebaran) ideologi: negara itu dl melaksanakan politik luar negerinya sekarang tidak akan melakukan --
deislamisasi de.is.la.mi.sa.si [n] penghilangan harkat Islam: mereka berusaha merusak ajaran Islam dr dalam dng menggerogoti nilai-nilai Islam yg disebut --
deisme de.is.me [n] pandangan hidup atau ajaran yg mengakui adanya Tuhan sbg pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama krn ajarannya didasarkan atas keyakinannya pd akal dan kenyataan hidup
dekam de.kam [v] ber.de.kam v (1) merendahkan tubuh dalam-dalam sambil berlutut dan menunduk (spt ayam yg sedang mengeram, harimau yg hendak menerkam mangsanya, maling yg sedang bersembunyi); (2) selalu tinggal di rumah saja; lama tinggal di suatu tempat (tidak berpindah-pindah); meringkuk: terpaksa ia harus ~ di rumah sakit untuk perawatan tulangnya yg patah; (3) cak selalu melekat dl ingatan: sukar melenyapkan cita-cita yg sudah lama ~ di hatiku
dekat de.kat [a] (1)pendek, tidak jauh (jarak atau antaranya): tinggalnya -- dr sini; (2) hampir: sudah -- malam; (3) berhampiran (dengan): rumahnya -- rumah saya; (4) akrab; rapat (tt hubungan persahabatan, persaudaraan, dsb): pertemuan itu hanya dihadiri oleh sahabat -- nya; dia itu masih saudara -- saya; (5) menjelang: ia baru pulang -- dinihari
dekontekstualisasi de.kon.teks.tu.a.li.sa.si [n Sas] jarak waktu yg memisahkan pembaca teks dng teks yg ditelitinya sbg tidak adanya kemungkinan pembaca bertanya secara langsung tt teks yg ditelitinya: -- muncul krn perbedaan situasi yg dialami pembaca dan saat teks itu sendiri dibuat
delapan tapak bayang-bayang [pb] alamat waktu kira-kira pukul 08.00
demineralisasi de.mi.ne.ra.li.sa.si [n] berhentinya proses mineralisasi: tulang-tulangnya mengalami -- dan lebih mudah patah
dendam kesumat rasa dendam dan benci yg sangat mendalam
denotasi de.no.ta.si [n Ling] makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas penunjukan yg lugas pd sesuatu di luar bahasa atau yg didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif
denudasi de.nu.da.si [n] (1) Geo pengikisan lapisan atas permukaan tanah yg disebabkan oleh hujan, angin, dan salju sehingga kesuburan tanah menjadi hilang; (2) Hut reduksi permukaan tanah karena fenomena alam
deplesi dep.le.si [n] (1) Ek kerugian akibat hilangnya atau berkurangnya nilai barang modal; (2) kehabisan, penipisan: -- sumber alam akan memaksa percepatan urbanisasi di negara ini; (3) Min keausan sumber alam, terutama tambang
derum de.rum [v] men.de.rum v berlutut dng kedua kaki depan atau dng keempat kakinya (tt binatang besar spt lembu, kerbau): kerbau ~ di dalam kandangnya [n] tiruan bunyi guruh (iringan mobil dsb) yg kedengaran dr jauh: penghuni kampung itu bersiap-siap mengungsi ketika mendengar -- konvoi musuh
desa de.sa [n] (1) kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa); (2) kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik; (3) udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung; (4) kl tanah; tempat; daerah
dewa de.wa [kl n] (1) roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; (2) ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; (3) Bl gelar kasta (golongan) Brahmana
di [p] (1) kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; (2) cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; (3) Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; (4) Mk dari: jauh -- mata [kp] adi, msl dipati adipati; diraja adiraja
diagram balok diagram yg dinyatakan dl tiga dimensi, lebar, tinggi, dan dalam; (2) Geo gambar sketsa untuk menjelaskan sesuatu dng melukiskan bagiannya, cara kerjanya, dsb
dialektika di.a.lek.ti.ka [n] (1) hal berbahasa dan bernalar dng dialog sbg cara untuk menyelidiki suatu masalah; (2) ajaran Hegel yg menyatakan bahwa segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dr hasil pertentangan antara dua hal dan yg menimbulkan hal lain lagi
difraksi dif.rak.si [n Fis] pengagihan (distribusi kembali di dl ruang intensitas gelombang sbg akibat kehadiran objek atau benda yg menyebabkan variasi baik dl amplitudo gelombang maupun dl fasenya); lenturan
dikandung di.kan.dung [v] dimuat; termuat di dalamnya
dikatakan berhuma lebar dikatakan ber.hu.ma lebar, sesapan di halaman [pb] memegahkan kekayaan (keberanian dsb), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)
dilasi di.la.si [n Fis] fraksi pemuaian volume bahan elastik atau benda yg mengalami deformasi
diletan di.le.tan [n] pencinta atau penggemar seni; orang yg mempelajari suatu cabang seni (melukis, musik, sastra, dsb) dng tidak penuh minat dan tanpa mendalaminya benar-benar
dimensi empat ruang (alam) di luar tiga dimensi; alam metafisis
dinamika di.na.mi.ka [n] (1) Fis bagian ilmu fisika yg berhubungan dng benda yg bergerak dan tenaga yg menggerakkan; (2) gerak (dr dalam); tenaga yg menggerakkan; semangat
dingin di.ngin [a] (1) bersuhu rendah apabila dibandingkan dng suhu tubuh manusia; tidak panas; sejuk: udara terasa -- malam ini; (2) ki tawar (tt rasa makanan dsb); (3) ki tidak ramah; kaku (tt suasana dsb)
dingin menyumsum perasaan dingin yg mendalam sekali, seakan-akan sampai ke tulang sumsum
dioksin di.ok.sin [n] bahan beracun berbentuk kristal putih yg dihasilkan saat terjadi pembakaran subtansi alami kimiawi, serta larut dl lemak
diopsida di.op.si.da [n Kim] kalsium magnesium silikat alamiah; suatu tipe piroksen
diplo dip.lo [n Anat] jaringan tulang bentuk spons yg diapit oleh lapisan luar dan lapisan dalam dr tulang pipih, spt pd susunan tulang tengkorak
disiplin di.sip.lin [n] (1) tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); (2) ketaatan (kepatuhan) kpd peraturan (tata tertib dsb); (3) bidang studi yg memiliki objek, sistem, dan metode tertentu
disjoki dis.jo.ki [n] pemandu dan penyiar musik di kelab malam (diskotek, radio) yg memutar lagu-lagu rekaman atau piringan hitam dng diselingi komentar yg tidak berhubungan dng lagu itu
disleksia dis.lek.sia [n Ling] gangguan pd penglihatan dan pendengaran yg disebabkan oleh kelainan saraf pd otak sehingga anak mengalami kesulitan membaca
dismembrasio dis.mem.bra.sio [n Huk] timbulnya suatu negara baru di dl wilayah suatu negara yg sedang mengalami keruntuhan
ditransitif di.tran.si.tif [n Ling] verba yg menghendaki dua objek gramatikal, satu objek langsung dan satu objek taklangsung
diurnal di.ur.nal [a] berhubungan dng siang hari; (2) n Bot keadaan bunga yg mekar pd siang hari dan menutup pd malam hari; (3) n Zool keadaan hewan yg sifatnya atau kebiasaannya aktif terutama pd siang hari
doang do.ang [Jk p] hanya; saja: malam ini kita disuguhi kopi -- tanpa kue
dokter umum dokter yg belum mendalami keahlian pd jenis penyakit tertentu (bukan spesialis): krn Puskesmas itu ditangani oleh -- umum, pasien yg mengidap penyakit jantung harus dikirim ke ahli jantung
domba umbaran domba yg dipelihara di padang penggembalaan alam, msl di Timor
dongeng do.ngeng [n] (1) cerita yg tidak benar-benar terjadi (terutama tt kejadian zaman dulu yg aneh-aneh): anak-anak gemar mendengarkan -- Seribu Satu Malam; (2) ki perkataan (berita dsb) yg bukan-bukan atau tidak benar: uraian yg panjang itu dianggapnya hanya -- belaka
dopis do.pis [n cak] mesiu pd persumbuan senapan kuno untuk meledakkan mesiu yg di dalamnya; penggalak senapan
drainase bawah permukaan drainase alam atau drainase buatan yg terdapat di bawah permukaan tanah
drama ria [Sen] drama ringan yg sifatnya menghibur walaupun selorohan di dalamnya dapat bersifat menyindir dan berakhir dng kebahagiaan; komedi
dropsi drop.si [n Anat] pembengkakan organ bagian dalam yg biasanya disebabkan oleh bakteri
dualisme semantis [Ling] teori dl semantik yg menganggap adanya hubungan timbal balik antara lambang (unsur bahasa) dan objek atau konsep yg ditunjuknya
duga du.ga [v] men.du.ga v (1) mengukur dalamnya laut (sungai dsb): kami harus ~ lebih dulu dalamnya muara sungai itu; (2) menyangka; memperkirakan (akan terjadi sesuatu): saya ~ dia akan marah; mereka ~ bahwa kita buta akan kecurangan-kecurangan mereka; (3) hendak mengetahui (isi hati dsb): berbagai pertanyaan kuajukan untuk ~ isi hatinya
dugder dug.der [n] festival yg diadakan pd malam hari sebelum bulan puasa
dukun jampi dukun yg menggunakan tumbuhan dan berbagai ramuan alami untuk menyembuhkan penyakit
dukun siwer dukun yg mempunyai kekhususan mencegah terjadinya kesialan yg diakibatkan oleh peristiwa alami (hujan dsb)
dulang-dulang du.lang-du.lang [n] talam kecil untuk mencuci barang sepuhan [n Lay] kayu lintang pd tiang kapal
duli du.li [kl n] (1) debu (tanah) yg melekat pd kaki; (2) kaki: bercemar -- , berjalan kaki; pergi [kl n] kata kehormatan yg dipakai apabila berkata kpd raja atau berbicara tt raja; baginda (spt -- Syah Alam; -- Tuanku
dunia du.nia [n] (1) bumi dng segala sesuatu yg terdapat di atasnya; planet tempat kita hidup: di seluruh -- ini terdapat kira-kira 4.000 bahasa; (2) alam kehidupan: kita mengharapkan -- baru yg adil dan makmur; (3) semua manusia yg ada di muka bumi: hampir seluruh -- menghargai cita-cita Mahatma Gandhi; (4) lingkungan atau lapangan kehidupan: ia sudah lama berkecimpung dl -- pendidikan; (5) (segala) yg bersifat kebendaan; yg tidak kekal: baginya tiada arti harta -- ini; (6) peringkat antarbangsa (seluruh jagat atau segenap manusia): kejuaraan -- bulu tangkis yg pertama diselenggarakan di Malmoe, Swedia [n] pembicaraan mengenai perkawinan (di Halmahera)
dureng du.reng [n] musim di Flores dng turun hujan setiap hari siang dan malam
dusin du.sin [Jk v] men.du.sin v (1) (sebentar) bangun dr tidur: semalam aku tidak ~ sampai pagi; (2) bangun; sadar (akan); insaf (akan): ~ dr pingsan, sadar dr pingsan
dwisegi dwi.se.gi [n] beraspek dua; dwimuka: pandangan ekasegi dr kedua metode ditinggalkan, diganti dng pandangan -- , dr dalam dan dr luar
eidetik ei.de.tik [a Psi] berkenaan dng kemampuan melihat kembali secara jelas hal-hal yg dialami pd masa lampau
ekografi eko.gra.fi [n] bagian ekologi yg mendalami pertelaan atau pencirian
ekologi eko.lo.gi [n] ilmu tt hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan (kondisi) alam sekitarnya (lingkungannya)
ekologi pelestarian cabang ekologi yg berkaitan dng pengelolaan wajar dr sumber daya alam, msl, air, tanah, dan laut untuk kesejahteraan manusia
ekologi sosial ilmu tt hubungan penduduk dng lingkungan alam, teknologi, dan masyarakat manusia
ekonom senior ahli ekonomi yg lebih matang dl pengalaman dan kemampuan
ekor [n] (1) bagian tubuh binatang dsb yg paling belakang, baik berupa sambungan dr tulang punggung maupun sbg lekatan; (2) kata penggolong untuk binatang: dua -- harimau; (3) sesuatu yg rupanya (keadaannya) spt ekor: -- layang-layang; (4) bagian yg di belakang sekali (tt pesawat, pasukan, dsb): -- pasukan itu baru saja lewat di sini; (5) akibat dr kejadian atau keadaan sebelumnya: perkara itu merupakan -- dr peristiwa semalam; (6) ki orang yg harus ditanggung (diurus, dibiayai, dsb); tanggungan: dia harus bekerja keras krn -- nya banyak
ekosistem eko.sis.tem [n] (1) keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yg berfungsi sbg suatu satuan ekologi dl alam; (2) komunitas organik yg terdiri atas tumbuhan dan hewan, bersama habitatnya; (3) keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dr suatu lingkungan yg saling berinteraksi
ekseget ek.se.get [n] (1) ahli eksegesis; (2) Bio fenomena alam atau takson yg dipakai sbg indikator proses ekologi
eksodermis ek.so.der.mis [n Bio] lapisan di luar sel korteks yg, setelah mengalami proses penebalan dng suberin atau kutin, akan menggantikan epidermis pd akar
eksodus ek.so.dus [n] bagian kedua dr Alkitab [n] perbuatan meninggalkan tempat asal (kampung halaman, kota, negeri) oleh penduduk secara besar-besaran
eksplorasi eks.plo.ra.si /Eksplorasi/ (1) n penjelajahan lapangan dng tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tt keadaan), terutama sumber-sumber alam yg terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan: -- sumber minyak di daerah lepas pantai sedang giat dilakukan; (2) Dik kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dr situasi yg baru; (3) Pet penyelidikan dan penjajakan daerah yg diperkirakan mengandung mineral berharga dng jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya
ekspresionisme eks.pre.si.o.nis.me [n] (1) Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; (2) aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata
ekstraversi eks.tra.ver.si [n Psi] sikap atau tipe kepribadian seseorang yg minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial dp thd dirinya dan pengalamannya sendiri
ekuinoks eku.i.noks [n] saat matahari melintasi ekuator sehingga siang dan malam bagi tempat-tempat di lintang Oo sama panjang; saat busur siang dan busur malam matahari sama panjang bagi semua tempat di bumi, diperkirakan pd tanggal 21 Maret dan 23 September
elaborasi ela.bo.ra.si [n] (1) penggarapan secara tekun dan cermat: nilai filsafat antropologi modern terletak dl -- dan pendalaman pengetahuan historis tt manusia; (2) Bio pembentukan zat-zat kompleks yg merupakan bagian dr tumbuh-tumbuhan atau hewan dr zat-zat yg lebih sederhana (tidak kompleks)
elang laut putih burung buas pemakan ikan, ular laut, anak burung, binatang air dan darat kecil lainnya, hidupnya di pinggir pantai, warna bulunya hampir sama dng bulu ulung-ulung; bahak; rajawali; Haliaetus leucogaster; -- malam, Machaerhamphus alcinus
elastik elas.tik [n] (1) karet; (2) tali atau pita yg dibuat lentur (mulur, kenyal) dng diberi bahan dr karet di dalamnya
elektrokoagulasi elek.tro.ko.a.gu.la.si [n Dok] perusakan jaringan dng mengalirkan arus listrik ke dalamnya
elemen ele.men [n] (1) zat sederhana (tunggal) yg dianggap sbg komposisi bahan alam semesta (spt udara, tanah, air, api); (2) bagian (yg penting, yg dibutuhkan) dr keseluruhan yg lebih besar; unsur: pendidikan merupakan -- penting dl suatu negara; (3) alat pembangkit tenaga listrik secara kimia; (4) Fis zat yg tidak dapat diuraikan menjadi zat yg lebih sederhana (yg tidak kompleks): air (H20) adalah senyawa yg mengandung -- hidrogen dan oksigen; (5) Fis zat yg terdiri atas atom yg semuanya memiliki bilangan atom yg sama; (6) Fis bagian dr sebuah tabung elektron, sebuah peranti semikonduktor, atau dr sebuah susunan antena yg langsung berhubungan dng penampilan sifat listriknya
elipsis elip.sis [n Ling] tanda berupa tiga titik yg diapit spasi (...), menggambarkan kalimat yg terputus-putus atau menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yg dihilangkan
embun em.bun [n] (1) titik-titik air yg jatuh dr udara (terutama pd malam hari); (2) uap yg menjadi titik-titik air; (3) Met endapan tetes air yg terdapat pd benda dekat atau di permukaan tanah yg terbentuk akibat pengembunan uap air dr udara di sekitarnya
embun asap embun halus spt asap pd malam hari
empiri em.pi.ri [n] pengalaman (yg ditemui dr alam ini) sbg sumber pengetahuan: sumber pengetahuan ialah pengamatan dan pengalaman atau --
empiris em.pi.ris [a] berdasarkan pengalaman (terutama yg diperoleh dr penemuan, percobaan, pengamatan yg telah dilakukan)
empirisme em.pi.ris.me [n] (1) aliran ilmu pengetahuan dan filsafat berdasarkan metode empiris; (2) teori yg mengatakan bahwa semua pengetahuan didapat dng pengalaman
empos em.pos [v] embus; tiup: kena -- tenaga dalamnya saja, kita sudah terjengkang
emposan em.pos.an [n] (1) embusan; tiupan: ia memberikan pukulan ~ tenaga dalam; (2) hasil mengempos (msl buah-buahan): pisang ~ ini rasanya kurang enak; (3) lubang tempat memeram
empulur em.pu.lur [n] batang yg lunak dl batang tumbuh-tumbuhan jenis palem (kelapa, pinang, dsb); bagian yg di dalam sekali (tt buah-buahan), spt cempedak, nangka
en- (em-) [bentuk terikat] (1) di dalam: ensefalon; (2) ke dalam: embargo
enak [a] (1) sedap, lezat (tt rasa): kue ini -- rasanya; (2) sehat atau segar (tt kondisi badan): pd hari ini kondisi badan saya kurang --; (3) nikmat atau menyenangkan (tt perasaan, suasana, dsb); nyaman: setelah mandi dng air hangat, badan terasa --; (4) cak pulas; lelap (tt tidur): pd malam itu, tidurnya -- sekali
endapan abisal en.dap.an abisal [Geo] lapisan lumpur atau tanah di dasar laut pd kedalaman 2.200-5.500 m
endodermis en.do.der.mis [n Bio] lapisan terdalam pembuluh kayu, biasanya berisi lapisan zat tepung
endogen en.do.gen [a] (1) Geo berasal dr dalam; bersumber dr kekuatan di dl bumi, spt pembentukan gunung api; (2) Dok berasal atau terbentuk di dl organisme atau salah satu bagiannya
endong en.dong /Endong/, meng.en.dong v bermalam di rumah orang lain
endoplasma en.do.plas.ma [n Bio] bagian dalam sitoplasma
entar en.tar [n cak] (1) sebentar: -- dia datang; (2) nanti: -- malam
entoderm en.to.derm [n Bio] lapisan terdalam dr tiga lapisan sel embrio pd hewan, yg kemudian berkembang menjadi lapisan selaput saluran pencernaan, saluran tenggorok, paru-paru, hati, dan pankreas; endoderm; hipoblas
episentrum epi.sen.trum [n] titik pd permukaan bumi yg terletak tegak lurus di atas pusat gempa yg ada di dalam bumi
erosi pertanian erosi yg disebabkan oleh peningkatan aliran permukaan, angin, penebangan hutan, pembakaran tanaman penutup tanah; penggembalaan liar, dan gangguan pd sistem drainase alamiah
estetis es.te.tis [a] (1) mengenai keindahan; menyangkut apresiasi keindahan (alam, seni, dan sastra); (2) mempunyai penilaian thd keindahan
eurosentris eu.ro.sen.tris [a] terpusat pd benua Eropa atau orang-orang Eropa; berkecenderungan untuk menafsirkan dunia berkenaan dng Barat dan nilai serta pengalaman Eropa
eviserasi evi.se.ra.si [n Dok] tindakan mengeluarkan dalaman spt isi perut, atau mengeluarkan bola mata
faal fa.al [n] (1) perbuatan; kerja; (2) Dok kerja alat tubuh sebagaimana mestinya: -- jantung berfungsi sbg pemompa darah ke seluruh dl tubuh [Ar n] alamat yg meramalkan sesuatu (nasib dsb); tanda
fadihat fa.di.hat [kl n] kejelekan; keaiban; kenistaan: nama isi istana Syah Alam pun tiada --
faktor intrinsik [Bio] (1) faktor atau pengaruh yg datang dr dalam; (2) zat yg dihasilkan oleh lambung yg mempermudah penyerapan vitamin B12 oleh tubuh
fatometer fa.to.me.ter [n] alat untuk mengukur kedalaman laut dng cara mengukur waktu yg dicapai oleh gelombang suara untuk mencapai dasar laut dan kembali
federalisme fe.de.ral.is.me [n] paham yg menganjurkan pembagian negara atas bagian-bagian yg berotonomi penuh mengenai urusan dalam negeri (spt di negara Amerika Serikat)
fenomena fe.no.me.na [n] (1) hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); gejala: gerhana adalah salah satu -- ilmu pengetahuan; (2) sesuatu yg luar biasa; keajaiban: sementara masyarakat tidak percaya akan adanya pemimpin yg berwibawa, tokoh itu merupakan -- tersendiri; (3) fakta; kenyataan: peristiwa itu merupakan -- sejarah yg tidak dapat diabaikan
fermium fer.mi.um [n Kim] unsur dng nomor 100, berlambang Fm, berbobot atom 254, tidak terdapat dl alam, dan semua isotopnya radioaktif
film [n] (1) selaput tipis yg dibuat dr seluloid untuk tempat gambar negatif (yg akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yg akan dimainkan dl bioskop): gulungan -- yg disita itu berisi cerita sadisme; (2) lakon (cerita) gambar hidup: malam itu ia hendak menonton sebuah -- komedi
filsafat fil.sa.fat [n] (1) pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; (2) teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; (3) ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; (4) falsafah
fimbria fim.bria [n] saluran indung telur tempat pembuahan terjadi: masalah yg dihadapi metode bayi tabung adalah kesulitan menyamai sifat alami -- dan rahim
fisioterapi fi.si.o.te.ra.pi [n Dok] pengobatan thd penderita yg mengalami kelumpuhan atau gangguan otot dng tujuan melatih otot tubuh agar dapat berfungsi secara normal
fitologi fi.to.lo.gi [n] cabang biologi yg mendalami tumbuhan; botani
fitrah fit.rah [n] sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan [n Isl] sedekah wajib berupa bahan makanan pokok (beras, gandum, dsb) yg harus diberikan pd akhir bulan Ramadan (malam sebelum satu Syawal sampai sebelum dimulai salat Idulfitri); zakat fitrah
flamingo fla.mi.ngo [n Zool] burung yg hidup di daerah tropis (di Afrika dan Amerika Selatan), berkaki dan berleher panjang, berparuh lengkung, tepi paruhnya bagian dalam bergerigi spt paruh itik, berbulu putih dng sayap hitam yg pangkalnya ditutupi bulu halus berwarna merah anggur; Phoenicopteridae
flora flo.ra [n] (1) keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; alam tumbuh-tumbuhan; (2) karya atau terbitan yg memuat daftar dan penelaahan jenis tumbuh-tumbuhan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu
fokus fo.kus [n] (1) Fis titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yg datang berada dl keadaan paralel dng sumbu cermin atau lensa itu; titik api: tempatkan objek itu dl -- kalau menginginkan hasil pemotretan yg bagus; (2) pusat: -- perhatian dunia internasional tertuju ke kejuaraan sepak bola dunia di Prancis; (3) Ling (a) unsur yg menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pd bagian itu; (b) ciri predikat verbal yg menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dng subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
fotoperiodisme fo.to.pe.ri.o.dis.me [n] reaksi tumbuhan thd perubahan panjang siang dan malam
fransium fran.si.um [n Kim] logam alkali radioaktif yg terdapat dl alam; unsur dng nomor atom 87, berlambang Fr, bobot atom 223
frasa apositif frasa endosentris berinduk banyak yg bagian-bagiannya tidak dihubungkan dng penghubung (sering kali dng jeda) dan yg masing-masing menunjuk pd referen yg sama dl alam di luar bahasa
frasa verbal frasa endosentris berinduk satu yg induknya verba dan modifikatornya berupa partikel modal; (2) bagian dr kalimat yg berupa verba dng atau tanpa objek dan/atau keterangan dl kaidah struktur frasa dan yg berfungsi sbg predikat
gadang ga.dang [Mk a] besar [Jk v] ber.ga.dang v berjaga (tidak tidur pd malam hari) [n] ayakan (beras dsb) yg besar; badang
gagau ga.gau [v] meng.ga.gau v meraba-raba (dl gelap dsb): orang buta itu ~ [Mk v] ber.ga.gau-ga.gau v berteriak-teriak tidak keruan: tidak baik ~ pd malam hari
gaib ga.ib [v] (1) tidak kelihatan; tersembunyi; tidak nyata: para ilmuwan mencoba meneliti hal-hal yg -- di alam semesta ini; (2) hilang; lenyap: sekalian dewa-dewa itu pun -- lah; (3) tidak diketahui sebab-sebabnya (halnya dsb): banyak peristiwa -- yg belum diselidiki
gait ga.it v, meng.ga.it v (1) menarik (mengambil dsb) dng benda yg berkait: mereka sedang ~ ember dr dalam sumur; (2) mengambil uang orang dng tipu daya: pemalas itu kerjanya hanya minta-minta, ~ kantong orang, atau mencuri
galaktosa ga.lak.to.sa [n Kim] gula sederhana, karbohidrat yg kadangkala terdapat secara alami di dl susu, otak, dan tumbuhan
gali ga.li [v] meng.ga.li v(1) membuat lubang di tanah dsb: mereka ~ sumur sedalam 12 m; (2) mengambil (mengeluarkan) sesuatu dr dl tanah dng membuat lubang: anak-anak itu ~ ubi jalar [n] kapal perang yg panjang [n akr] gabungan anak liar; pencoleng; penodong; perampok
gametangium ga.me.ta.ngi.um [n Bio] sel, struktur, atau organ yg membentuk gamet di dalamnya
gametosit ga.me.to.sit [n Bio] sel tertentu yg mengalami meiosis, membentuk gamet
ganggang biru ganggang yg berwarna biru atau biru kehijau-hijauan, di antaranya sbg makanan alami utama bagi ikan bandeng di tambak air payau; Cyanophyta
garau ga.rau [a] besar dan dalam (tt suara); parau
gas bumi semua jenis hidrokarbon berupa gas yg dihasilkan dr sumur, yg mencakup gas tambang basah, gas kering, gas pipa selubung, gas residu setelah ekstraksi hidrokarbon cair dan gas basah, dan gas nonhidrokarbon yg tercampur di dalamnya secara alamiah; (2) percampuran gas dan uap hidrokarbon yg terjadi secara alamiah, yg komponen terpentingnya adalah metana, etana, propana, butana, pentana, dan heksana
gelagat ge.la.gat [n] (1) yg menjadi tanda atau alamat akan terjadinya suatu peristiwa: ada -- pemerintah akan menaikkan gaji pegawai; (2) gerak-gerik; tingkah laku: menilik -- nya anak-anak nakal itu akan membuat gara-gara lagi
gelak ge.lak [n] suara tertawa yg keras: terdengar -- orang berpesta di tengah malam
gelang ge.lang [n] tumbuhan menjalar, batangnya berair, enak dimakan; Portulaca oleracea [a] , ter.ge.lang-ge.lang a gilang-gemilang [n] (1) barang yg berbentuk lingkaran atau cincin besar; (2) perhiasan (dr emas, perak, dsb) berbentuk lingkaran yg dipakai di lengan atau di kaki; (3) Bio sisa cadar dalam yg melingkari tangkai cendawan tertentu, tudungnya mekar
gelap ge.lap [a] (1) tidak ada cahaya; kelam; tidak terang: -- benar kamarmu itu; (2) malam: hari sudah -- , ayo cepat tidur; (3) tidak atau belum jelas (tt perihal, perkara, dsb); samar: tt benar atau tidaknya soal yg dihebohkan itu, bagi saya masih --; (4) rahasia (tidak secara terang-terangan); tidak halal atau tidak sah; tidak menurut aturan (undang-undang, hukum) yg berlaku: perdagangan --
gema duga cara mengukur kedalaman laut dng gema
Gemini Ge.mi.ni [n] (1) Astron nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa (tampak pd malam hari bulan Januari -- Mei); (2) Astrol zodiak ke-3 yg digambarkan dng orang kembar sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni; Mintuna; Jauza
gempa gem.pa [n] (1) guncangan; gerakan (bumi); (2) Geo peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pd kulit bumi yg ditimbulkan oleh tenaga asal dalam; gempa bumi
gendang gen.dang [n] alat bunyi-bunyian berupa kayu bulat panjang, di dalamnya ada rongga dan salah satu lubangnya atau kedua-duanya diberi berkulit (untuk dipukul) [n] gulung (untuk kertas) lihat gendis
generasi politik generasi masyarakat yg sezaman yg sama memiliki (merasakan) pengalaman sejarah yg bersifat mendasar pd usia formatif (antara 17-25 tahun)
genta gen.ta [n] (1) alat bunyi-bunyian yg terbuat dr logam berbentuk cangkir terbalik dng sebuah pemukul yg tergantung tepat di poros dalamnya, apabila pemukul itu mengenai dinding cangkir, cangkir tsb akan menghasilkan bunyi-bunyian; (2) lonceng besar (dipasang di menara gereja dsb); (3) giring-giring (dipasang pd leher lembu dsb)
gentat gen.tat [a] lekuk atau bengkok ke dalam
geobotani ge.o.bo.ta.ni [n] ilmu tt masyarakat tumbuh-tumbuhan di alam bebas
geofisika ge.o.fi.si.ka [n] ilmu tt sifat-sifat alami bumi (panas, magnetisme, dsb) dan gejala-gejalanya (mencakupi bidang-bidang meteorologi, oseanografi, seismologi, vulkanologi, magnetisme, dan geodesi)
geokimia ge.o.ki.mia [n] cabang ilmu kimia tt susunan bumi dan penggolongan unsur-unsur yg terdapat di dalam bumi
geosentris ge.o.sen.tris [a] (1) berkenaan dng pendirian bahwa bumi dianggap sbg pusat alam semesta; (2) mengenai titik tengah bumi
geotermometer ge.o.ter.mo.me.ter [n] termometer yg dipakai untuk mengukur panas pd tempat yg sangat dalam di bawah permukaan (msl dl tambang-tambang)
geronggang ge.rong.gang [n] lubang di dalam; rongga (di dl batu, kayu, dsb): selama hujan itu ia duduk dl -- itu [n] pohon, kayunya baik untuk dibuat perkakas rumah dsb; Cratoxylon cuncatum
gerowong ge.ro.wong [a] berongga di dalam (tt kayu dsb): tiang kayu rumah sudah mulai --; syukurlah pd saat ini masih belum banyak pohon-pohon yg -- krn tua
gerutu ge.ru.tu [n] perkataan yg diucapkan dng cara bergumam terus-menerus krn rasa mendongkol atau tidak puas dng keadaan atau peristiwa yg dialaminya [a] kesat; tidak licin; sangat kasap (berkerut-kerut dsb)
getir ge.tir [a] (1) rasa pahit agak pedas (spt rasa kulit jeruk); (2) ki susah dan sengsara (tt kehidupan): ia sudah merasai pahit -- kehidupan, sudah banyak pengalaman (senang dan susah) dl kehidupan [Lihat {getil}]
ginkang gin.kang [Cn n] penguasaan gerakan badan dl permainan silat melalui tenaga dalam
godokan go.dok.an [n] (1) rebusan: air ~ daun-daunan dipakainya merendam kaki yg sakit; (2) ki olahan; pertimbangan: sesudah mengalami pelbagai ~ , berita itu akan diteruskan kpd pembaca
gombang di lebuh [pb] (1) congkak; (2) elok di luar di dalamnya tidak
gonad go.nad [n Bio] organ hewan yg menghasilkan gamet-gamet; kelenjar kelamin: ~ lele dumbo pejantan itu tersembunyi cukup dalam sehingga sulit untuk diambil spermanya
gong [n] (1) canang besar (kadang-kadang dipukul sbg tanda pembukaan upacara dsb); (2) cak acara dsb yg terakhir (yg menarik perhatian): acara lawakan itu dijadikan -- dr keseluruhan acara malam itu
gonggong gong.gong [v] , meng.gong.gong v (1) membawa dng mulut; menggondol: kucing ~ tikus; (2) menyalak: anjing ~ ketika pencuri itu masuk ke halaman rumah itu
gongyo gong.yo [n Bud] doa; ibadat: -- malam; -- pagi
guar gu.ar, meng.gu.ar [Sd v] (1) membuka (bungkusan dsb) kemudian mengambil dan memperhatikan isinya: ~ oleh-oleh; (2) ki menceritakan: ~ pengalaman
guntang gun.tang [ark n] pelampung pd pancing [n] bagian perkakas tenun yg berbentuk torak yg di dalamnya berisi benang
gunung api gunung yg di dalamnya terdapat lahar panas
gurat gu.rat [n] gores (garis, coret) yg dalam
guru kula sistem pendidikan yg dilaksanakan di alam terbuka oleh Rabindranath Tagore
habitat ha.bi.tat [n] (1) tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelom-pok masyarakat; (2) Bio tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yg alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli; (3) Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dng kondisi tertentu pd permukaan bumi
hadapan ha.dap.an [n] (1) muka; depan: ia menunggu di ~ rumah; jangan membuat malu di ~ orang banyak; (2) yg akan datang: pameran itu diselenggarakan bulan ~; (3) pada (pd alamat surat): ke ~ Ayahanda
hadiah Nobel hadiah tahunan berupa uang yg diberikan oleh Yayasan Nobel di Swedia kpd mereka yg telah berjasa bagi kemanusiaan dl bidang ilmu alam, kimia, kedokteran, sastra, dan pemeliharaan perdamaian dunia
hadirin ha.di.rin [n] semua orang yg hadir: dl pertemuan itu -- diminta menyumbang sekadarnya untuk membantu para korban bencana alam
hadis ha.dis [n Isl] (1) sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad saw. yg diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam: -- itu diriwayatkan oleh sahabat Nabi terdekat; (2) sumber ajaran Islam yg kedua setelah Alquran: untuk lebih mendalami Islam, ia sangat tekun membaca -- Nabi Muhammad saw. di samping menghafal ayat-ayat Alquran
hak bersama hak yg dimiliki oleh beberapa orang terhadap suatu objek
hak guna ruang angkasa hak untuk menggunakan tenaga dan unsur-unsur dl ruang angkasa guna memelihara dan memperkembangkan kesuburan bumi, air, serta kekayaan alam yg terkandung di dalamnya dan hal lain yg berkaitan dng itu
halo ha.lo [p] (1) kata yg digunakan untuk mengawali percakapan melalui telepon; (2) kata seru untuk menarik perhatian (seseorang); (3) ucapan salam untuk menyapa (seseorang) [n] lingkaran atau berkas sinar sekeliling suatu benda angkasa yg berkilauan (matahari, bulan, dsb), sbg akibat dr pantulan atau pembiasan sumber cahaya itu sendiri
halo besar halo di sekitar matahari atau bulan yg berjari-jari sudut 45o, yg bagian dalamnya berwarna merah dan bagian luarnya berwarna biru
halusinasi ha.lu.si.na.si [n Psi] pengalaman indra tanpa adanya perangsang pd alat indra yg bersangkutan, msl mendengar suara tanpa ada sumber suara tsb
hambur ham.bur , ber.ham.bur.an v (1) (keluar) bertaburan ke sana-sini: berasnya ~ dr karung yg berlubang itu; (2) berserak-serak di sana-sini: mereka mencari batu karang yg ~ di sepanjang pantai; (3) berjalan (pergi, lari, dsb) ke berbagai arah: anak-anak ~ keluar dr halaman sekolah; (4) berjalan (pergi, lari, dsb) beramai-ramai (bersamaan waktu dsb): anak-anak ~ terjun ke sungai; (5) ki bercucuran; bertitik-titik (tt air mata): air matanya ~ spt mutiara putus karangan
hantu suluh hantu yg biasa kelihatan pd malam hari berkejar-kejaran dng suluhnya spt orang menangkap ikan
hantu tuyul hantu piaraan untuk disuruh mencuri uang pd malam hari
hari ha.ri [n] (1) waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; (2) waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; (3) keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; (4) waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima --
harta sesan harta atau bawaan istri yg dibawa oleh istri itu ke dalam perkawinan
hasil ha.sil [n] sesuatu yg diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dsb): kemerdekaan kita ini adalah -- perjuangan rakyat; -- sawahnya cukup untuk hidup setahun; barang-barang -- industri dalam negeri sudah banyak yg diekspor ke luar negeri; obat suntik ini -- penyelidikan yg dilakukan bertahun-tahun; (2) n pendapatan; perolehan; buah: hingga kini, usaha kita belum tampak -- nya; rumahmu ini kalau disewakan lumayan juga -- nya; (3) n akibat; kesudahan (dr pertandingan, ujian, dsb): demikianlah -- perbuatanmu yg tidak bertanggung jawab itu; -- pertandingan itu ialah 2-0 untuk kemenangan kesebelasan kita; (4) n pajak; sewa tanah; (5) cak v berhasil; mendapat hasil; tidak gagal: berkat kekerasan hatinya -- juga maksudnya
hati ha.ti [n] (1) Anat organ badan yg berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut, gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dl darah dan menghasilkan empedu; (2) daging dr hati sbg bahan makanan (terutama hati dr binatang sembelihan): masakan sambal goreng --; (3) jantung: -- nya berdebar-debar; (4) sesuatu yg ada di dl tubuh manusia yg dianggap sbg tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dsb): segala sesuatunya disimpan di dl --; membaca dalam -- , membaca dalam batin (tidak dilisankan) , ha.ti-ha.ti adv ingat-ingat; hemat-hemat; waspada
hati kedondong bagian dalam buah kedondong yg keras dan bercabang-cabang; (2) ki tidak punya rasa belas kasihan thd sesama manusia; jahat
hati nurani hati yg telah mendapat cahaya Tuhan; (2) perasaan hati yg murni dan yg sedalam-dalamnya
hebat-hebatan he.bat-he.bat.an [adv] besar-besaran: ia mengadakan pesta ~ selama tujuh hari tujuh malam
hemeralopi he.me.ra.lo.pi [n Dok] kurangnya penglihatan dl cahaya terang; penyakit buta malam
hempap hem.pap , meng.hem.pap v menindih: rumah yg roboh itu telah ~ beberapa orang yg berada di dalamnya
hening he.ning [a] (1) jernih; bening; bersih: air telaga itu sangat --; niat itu timbul dr hati yg --; (2) diam; sunyi; sepi; lengang: malam itu -- sekali, hanya gonggongan anjing terdengar di kejauhan
hidronan hid.ro.nan [n] pelopor penyelidik kedalaman lautan
hidup hi.dup [v] (1) masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia, binatang, tumbuhan, dsb): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama meninggal; (2) bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang dp di kota besar; (3) mengalami kehidupan dl keadaan atau dng cara tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dng hemat; (4) beroleh (mendapat) rezeki dng jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu -- dr berniaga; (5) berlangsung (ada) krn sesuatu: yayasan itu dapat -- krn uang sumbangan para dermawan; (6) tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih -- dl ingatannya; (7) masih berjalan (tt perusahaan, perkumpulan, dsb): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; (8) tetap menyala (tt lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh ke lantai; (9) masih tetap dipakai (tt bahasa, adat, sumur, dsb): adat itu masih tetap -- dl masyarakat; (10) ramai (tidak sepi dsb): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; (11) seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak spt keadaan sesungguhnya (tt lukisan, gambar): lukisan itu sangat --; (12) spt sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tt cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; (13) seruan yg menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat
hidup spt musang [pb] tt orang jahat (pencuri) yg pd siang hari tidak kelihatan tetapi pd malam hari merayap mencari mangsanya
hijau hi.jau [n] warna dasar yg serupa dng warna daun; (2) n gabungan warna biru dan kuning dl spektrum; (3) a mengandung atau memperlihatkan warna yg serupa warna daun; (4) a ki belum berpengalaman: masih --
hikayat hi.ka.yat [n] karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yg berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta, msl -- Hang Tuah; -- Perang Palembang; -- Seribu Satu Malam
hikmah hik.mah [n] (1) kebijaksanaan (dr Allah): kita memohon -- dr Allah Swt.; (2) sakti; kesaktian: -- kata-kata; (3) arti atau makna yg dalam; manfaat: wejangan yg penuh --
himpun him.pun [v] ber.him.pun v berkumpul: anak-anak ~ di halaman sekolah
hingga hing.ga [n] batas penghabisan; batas: tidak ada -- nya; (2) p sampai: terasa sakit dr kaki -- perut; ia menunggu di rumah -- petang hari; (3) p sampai menjadi (atau sampai pd keadaan ...): ia menangis sepanjang malam -- bengkak kedua matanya
historisisme his.to.ri.sis.me [n ] gerakan linguistik yg berpendirian bahwa penjelasan ilmiah harus bersifat historis krn bahasa dl sejarahnya mengalami perubahan krn faktor intern dan ekstern
holobentos ho.lo.ben.tos [n Bio] organisme yg hidup di dasar laut pd kedalaman tertentu sepanjang hidupnya
honae ho.nae [n] rumah bulat di pedalaman Irian Jaya
hostes hos.tes [n] wanita yg pekerjaannya menerima, menjamu, dan menghibur tamu (di hotel, kelab malam, bar, dsb); pramuria
hujan ekuinoks [Geo] hujan yg turun secara teratur di sebagian besar daerah khatulistiwa, pd saat-saat daerah itu mengalami siang dan malam hari yg sama panjangnya
hukum hu.kum [n] (1) peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; (2) undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; (3) patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; (4) keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis
hukum asasi undang-undang dasar suatu negara; (2) hukum alam
hukum pidana subjektif hak negara untuk menghukum orang yg melanggar peraturan hukum pidana objektif
humanis hu.ma.nis [n] (1) orang yg mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yg lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia; (2) penganut paham yg menganggap manusia sbg objek terpenting; (3) penganut humanisme
humanisme hu.ma.nis.me [n] (1) aliran yg bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yg lebih baik; (2) paham yg menganggap manusia sbg objek studi terpenting; (3) aliran zaman Renaissance yg menjadikan sastra klasik (dl bahasa Latin dan Yunani) sbg dasar seluruh peradaban manusia; (4) kemanusiaan
humus hu.mus [n] bahan organik, terutama berasal dr daun dan bagian tumbuhan lainnya yg menjadi lapuk sesudah mengalami pelapukan di atas permukaan tanah, berwarna hitam, banyak mengandung unsur hara yg diperlukan tumbuhan
hunjam hun.jam , meng.hun.jam v (1) menukik lurus-lurus ke bawah: burung itu sebentar-sebentar ~ , kemudian melayang; (2) masuk (menancap) lurus-lurus dan dalam (ke tanah dsb): ia mencabuti pancang-pancang yg ~ di tanah pekarangannya; (3) ki telah mendalam benar (meresap dl hati sanubari): hal itu sudah ~ benar dl hati sanubarinya; (4) ki menusuk hati atau perasaan (tt perkataan): kata-katanya yg pedas ~ perasaan wanita tua itu
huruf awal huruf pertama dr kalimat pertama pd halaman baru, dan disusun dng huruf kapital yg bagus, biasanya terdapat pd buku-buku bacaan yg bermutu
hutan lindung hutan yg mempunyai keadaan alam demikian rupa sehingga pengaruhnya yg baik thd tanah, alam sekelilingnya, dan tata air perlu dipertahankan dan dilindungi
hutan sekunder hutan alam atau buatan yg tumbuh setelah hutan primer -- semak belukar hutan yg ditumbuhi pohon-pohon rendah, berdaun kecil-kecil, dan berbatang keras
ibadat iba.dat [n] (1) ibadah; (2) segala usaha lahir dan batin sesuai dng perintah Tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan dan keseimbangan hidup, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun thd alam semesta; (3) upacara keagamaan
ibarat iba.rat [n] perkataan atau cerita yg dipakai sbg perumpamaan (perbandingan, lambang, kiasan): dl kesusastraan lama banyak terdapat cerita --; (2) n isi (maksud, ajaran) yg terkandung dl suatu perumpamaan (cerita dsb): ia pun tahu juga akan -- perkataan itu; (3) p seumpama: aku ini -- balam dl sangkar, mata lepas badan terkurung; (4) n perbandingan antara orang atau benda dan hal-hal yg lain dng menggunakan kata-kata bagai, seperti: -- anjing dan kucing
ibu jari jari yg paling besar, terletak di bagian dalam kalau kedua tangan atau kaki dijajarkan tertelungkup; empu jari; jempol
igau igau, meng.i.gau [v] berkata-kata tanpa disadari spt pd waktu tidur atau sakit; meracau: hampir setiap malam ia ~
ijtimak ij.ti.mak [n] saat berakhirnya bulan lalu dan munculnya bulan baru dl penanggalan Hijriah; perihal bertemunya posisi bulan dan matahari dalam satu garis edar: -- akhir Ramadan
ikan abisial ikan yg hanya hidup di laut yg sangat dalam
ikan batipelagis ikan yg hidup di antara samudra dalam dan ujung landaian benua
ikan belalang ikan laut, panjangnya mencapai 50 cm, sirip dalamnya amat panjang krn itu dapat melompat beberapa saat di atas air (umpamanya kalau dikejar ikan besar); ikan terbang
ikan enjel ikan yg terdapat di bagian laut yg dalam sekitar Lautan Pasifik, bentuk tubuh khas oval memanjang berukuran 12 cm, bersifat teritorial
ikonometer iko.no.me.ter [n] alat untuk memperkirakan ukuran dan jarak suatu objek
ilmu administrasi ilmu tt berbagai hasil pengalaman yg berhubungan dng masalah pemerintahan, baik negara maupun swasta
ilmu gaib pengetahuan tt segala yg tidak kelihatan (rahasia alam dsb)
ilmu praktis ilmu tt kebenaran sebab-akibat untuk diterapkan ke dalam dunia nyata
ilmu tabii ilmu alam (fisika)
ilmu terapan ilmu tt cara menerapkan prinsip umum untuk memecahkan masalah yg terjadi dl alam semesta dan masyarakat manusia
ilustrasi ilus.tra.si [n Graf] (1) gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dsb; (2) gambar, desain, atau diagram untuk penghias (halaman sampul dsb); (3) (pen-jelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dsb untuk lebih memperjelas paparan (tulisan dsb)
imajinasi ima.ji.na.si [n] (1) daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; (2) khayalan
imbauan im.bau.an [n] panggilan; permintaan (seruan); ajakan: tiap bulan ia pulang kampung krn ~ sanak saudara dan alam tempat ia dilahirkan
impi im.pi, meng.im.pi.kan [v] (1) mengharapkan dng sangat; meng-idamkan: sudah lama saya ~ sepatu model ini; (2) melihat (mengalami, merasai) ketika tidur: semalam saya ~ dia sudah menjadi sarjana
implikasi im.pli.ka.si [n] (1) keterlibatan atau keadaan terlibat: -- manusia sbg objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentingannya; (2) yg termasuk atau tersimpul; yg disugestikan, tetapi tidak dinyatakan: apakah ada -- dl pertanyaan itu?
implisit im.pli.sit [a] (1) termasuk (terkandung) di dalamnya (meskipun tidak dinyatakan secara jelas atau terang-terangan); tersimpul di dalamnya; terkandung halus; tersirat; (2) mutlak tanpa ragu-ragu; secara tulus (tt kepercayaan, dukungan, kepatuhan, dsb)
impresi im.pre.si [n] (1) kesan: saya mempunyai -- bahwa ia bukan orang yg dapat dipercaya; (2) efek pd indra: -- visual (melalui mata); (3) ki efek atau pengaruh yg dalam thd pikiran atau perasaan: pidatonya memberikan -- yg dalam pd hadirin [n Anat] lekukan pd suatu struktur krn adanya tekanan struktur lain
impresif im.pre.sif [a] (1) dapat memberi atau meninggalkan kesan yg dalam; mengharukan; mengesankan; (2) dapat mem-pengaruhi perbuatan atau tindakan: warna-warna dipilih dl komposisi yg --
inaugurasi inau.gu.ra.si [n] (1) pengukuhan resmi dl jabatan atau kedudukan: keputusan itu dirayakan dng malam --; (2) pembukaan resmi (gedung dsb); (3) pelantikan resmi (mahasiswa baru)
indehoi in.de.hoi [v cak] asyik bermesraan: pd malam Minggu banyak sekali anak muda yg -- di Ancol
indeks in.deks [n] (1) daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; (2) daftar harga sekarang dibandingkan dng harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang: -- biaya hidup di Jakarta setiap tahun naik; (3) Kom (artikel) daftar berita penting hari itu (dl majalah, surat kabar) yg dimuat di halaman depan; (4) Ling rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yg mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
indoktrinasi in.dok.tri.na.si [n] pemberian ajaran secara mendalam (tanpa kritik) atau penggemblengan mengenai suatu paham atau doktrin tertentu dng melihat suatu kebenaran dr arah tertentu saja
infiltrometer in.fil.tro.me.ter [n] alat ukur kecepatan cairan yg menembus bahan berpori-pori (msl penembusan air ke dalam tanah)
ingusan ingus.an [v] (1) keluar ingusnya; ada ingusnya; beringus: anak itu hidungnya ~; (2) ki muda sekali; belum tahu apa-apa; belum mempunyai pengalaman: sang juara itu tiga tahun yg lalu masih menjadi pemain ~
inset in.set [n] (1) peta, gambar, atau foto kecil yg terdapat di dl peta (koran, gambar, foto) yg lebih besar: gambar -- ini adalah gambar si pembunuh berdarah dingin yg masih dl buronan; (2) halaman tambahan yg disisipkan dl buku dsb
insting in.sting [n] (1) pola tingkah laku yg bersifat turun-temurun yg dibawa sejak lahir; naluri; garizah; (2) Zool kecenderungan pd tingkah laku yg diwarisi dr nenek moyang dan kebiasaan pd binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yg mendasar (spt pembuatan tempat tinggal yg khas, mendapat dan menyimpan serta mencernakan makan-annya yg mungkin dapat dimanfaatkan pd musim hujan); (3) Psi daya dorong utama pd manusia bagi kelangsungan hidupnya (spt nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yg tepat
inteligensi in.te.li.gen.si [n Psi] daya reaksi atau penyesuaian yg cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, thd pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yg telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pd fakta atau kondisi baru; kecerdasan
interior in.te.ri.or [n] (1) bagian dalam gedung (ruang dsb); (2) tatanan perabot (hiasan dsb) di dl ruang dalam gedung dsb
intern in.tern [a] sebelah dalam; di kalangan sendiri; dl lingkungan sendiri: sebaiknya kita jangan mencampuri urusan -- keluarga (organisasi, negara, dsb) lain
internal in.ter.nal [a] (1) menyangkut bagian dalam (tubuh, diri, mobil, dsb); (2) dalam (negeri)
internalisasi in.ter.na.li.sa.si [n] (1) penghayatan: proses -- falsafah negara secara mendalam berlangsung lewat penyuluhan, penatar-an, dsb; (2) Pol penghayatan thd suatu ajaran, doktrin, atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yg diwujudkan dl sikap dan perilaku
internis in.ter.nis [n] dokter ahli penyakit dalam
intervensionisme in.ter.ven.si.o.nis.me [n] campur tangan atas urusan dalam negeri suatu negara
intima in.ti.ma [n Anat] lapisan terdalam dinding pembuluh darah yg terdiri atas endotel dan jaringan ikat halus di bawahnya
intra- in.tra- [bentuk terikat] di dalam; bagian dalam: intrakardiak
intransitif in.tran.si.tif [a Ling] tanpa objek langsung atau pelengkap penderita (tt verba) spt pd kata loncat, terjun, jatuh
intrinsik in.trin.sik [a] terkandung di dalamnya (tt kadar logam mulia dl mata uang, harkat seseorang, atau suatu peristiwa): nilai -- mata uang, nilai logam yg terkandung di dalamnya, biasanya kurang dr nilai yg tertera di atasnya
intro- in.tro- [bentuk terikat] di dalam; ke dalam: introspeksi
introver in.tro.ver [a] (1) bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kpd orang lain; bersifat tertutup; (2) Zool (struktur yg) melekuk ke dalam, spt struktur hewan bertulang belakang
involusi konflik kemerosotan yg terjadi dl suatu negara yg disebabkan oleh peristiwa yg terjadi di dalam dan di luar negara itu
iradiasi ira.di.a.si [n] penyinaran; penyorotan: kelenjar itu telah meng-alami -- gamma
isalohipse isa.lo.hip.se [n Met] garis yg menghubungkan tempat-tempat yg mengalami perubahan tinggi dr bidang isobar yg sama dl jangka waktu tertentu
isi [n] (1) sesuatu yg ada (termuat, terkandung, dsb) di dl suatu benda dsb: -- gudang itu pupuk dan alat-alat pertanian; (2) besarnya suatu ruangan; volume: -- kaleng itu 20 liter; (3) apa yg tertulis di dalamnya (tt buku, surat, dsb); (4) inti atau bagian yg pokok dr suatu wejangan (pidato, pem-bicaraan, dsb)
isi perut bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); (2) cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan -- perut; (3) ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; (4) makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari -- perut bagi anak istrinya
isobat iso.bat [n Geo] garis pd peta yg menghubungkan tempat yg sama kedalaman lautnya
isohel iso.hel [n Met] garis lengkung yg menghubungkan tempat yg mengalami lama penyinaran matahari yg sama dl jangka waktu tertentu
isra is.ra [n Isl] perjalanan Nabi Muhammad saw. pd malam hari dr Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaksa di Baitulmukadas dng kendaraan burak
isra Mikraj [Isl] peristiwa perjalanan Nabi Muhammad saw. dr Masjidil haram ke Masjidilaksa, langsung ke Sidratul-muntaha pd malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu
isya [n] (1) waktu menjelang malam sesudah lenyapnya sinar merah di ufuk barat; (2) waktu salat wajib setelah lenyapnya sinar merah di ufuk barat sampai menjelang terbit fajar; (3) Isl (huruf awal ditulis dng kapital) salat wajib sebanyak empat rakaat pd malam hari antara habis waktu magrib dan menjelang subuh
isyarat isya.rat [n] segala sesuatu (gerakan tangan, anggukan kepala, dsb) yg dipakai sbg tanda atau alamat: ia memberikan -- tanda setuju dng kedipan matanya
Jabariah Ja.ba.ri.ah [n Isl] aliran dl ilmu kalam yg berpandangan bahwa segala yg wujud di alam semesta, termasuk manusia, terikat pd kodrat dan iradat Allah Swt. semata
jabat tangan ja.bat ta.ngan [v] ber.ja.bat ta.ngan v bersalaman dng saling menjabat tangan: kedua orang itu ~ dng erat dan mesra
jagang ja.gang [n] tiang penopang [n] parit yg dalam (di sekeliling benteng dsb): rumah Adipati Jipang diperkuat dng -- di sekelilingnya
jagat ja.gat [n] bumi; dunia; alam: tidak ada satu pun di -- ini yg tidak berubah
jalangkote ja.lang.ko.te [n] penganan yg dibuat dr tepung terigu di dalamnya diisi dng taoge dan mi
jam [n] (1) alat untuk mengukur waktu (spt arloji, lonceng dinding); (2) waktu yg lamanya 1/24 hari (dr sehari semalam); (3) saat tertentu, pd arloji jarumnya yg pendek menunjuk angka tertentu dan jarum panjang menunjuk angka 12 (pd lonceng disertai dng dentang suara bandul memukul logam atau bel); pukul: ia bangun -- lima pagi; (4) waktu; saat: -- berangkat kereta api senja ke Yogyakarta ialah pukul enam sore [Lihat {jem}]
jambu biji jambu yg dagingnya tidak terlalu berair, warnanya ada yg putih dan ada yg merah, berbiji kecil-kecil terletak di bagian dalam, bentuknya biasanya hampir bundar, batang pohonnya liat; Psidium guajava
jamu gendong jamu tradisional berupa minuman dl botol yg dijajakan di dalam bakul yg digendong
jamuan teh ja.mu.an teh jamuan yg diselenggarakan antara waktu makan siang dan waktu makan malam
jarak apsidal [Fis] jarak terdekat atau terjauh (diukur dr titik asal koordinat sbg acuannya) suatu benda yg mengalami gerak terbatas
jarum suntik peranti kedokteran yg bentuknya spt jarum, berlubang di dalamnya untuk memasukkan cairan obat ke dl badan melalui pembuluh darah
jati diri ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas; (2) inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dr dalam; spiritualitas: mencari -- diri pembangunan nasional
jauh berjalan banyak dilihat jauh ber.ja.lan banyak dilihat [pb] kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman
jawat ja.wat [n] , ber.ja.wat v (1) berpegang; (2) berganti (tt cuaca): senja ~ dng malam
jaz [n] musik (berasal dr bangsa Negro Amerika yg dikenal sejak kira-kira tahun 1915 kemudian mengalami perkembangan) dng ciri irama yg hidup dan dinamis, intonasi yg menarik serta peranan improvisasi yg besar
jelang je.lang [v] , men.je.lang v (1) mengunjungi; menengok; menjenguk; menghadap: sudah lama ia tidak ~ ibunya; (2) dialamatkan kpd; ditujukan kpd (pd alamat surat): ~ karibku Polan, Jalan Lembang, Jakarta Pusat; (3) menghadap; menyongsong: ~ tahun baru kita memperbaharui tekad untuk maju; (4) hampir: ~ tengah hari baru ia sampai ke kampung halamannya; (5) melihat; memandangi: ~ bulan purnama [Mk a] cair; encer (tt susu dsb)
jelatang je.la.tang [n] (1) tumbuhan yg daunnya dapat menimbulkan rasa gatal pd kulit apabila tersentuh (spt -- ayam; Fleurya interupta; -- gajah; Laportea stimulans); (2) ki penghasut; pengacau; perusuh; pengganggu keamanan: -- negeri itu telah tertangkap semalam
jelita je.li.ta [a] (1) cantik sekali; elok (tt wajah): pd masa mudanya dia merupakan seorang gadis --; (2) ki indah; manis (tt kota, pemandangan alam, dsb): Jakarta, dng hiasan lampu-lampu jalanan, tampak -- di malam hari
jeluk je.luk [a] dalam (tt mangkuk, pinggan, piring, dsb)
jeput je.put [a] penuh: ia harus menjaga ibunya semalam -- [v] men.je.put v memungut dng ujung jari (tt garam dsb); menjumput
jerangau je.ra.ngau [n] (1) tumbuhan tahunan yg umbinya dapat digunakan sbg obat atau campuran beberapa jenis minuman keras, akarnya dapat digunakan sbg bahan ramuan obat, bumbu dapur, dan insektisida; Acorus calamus; (2) akar (umbi) jerangau
jeroan je.ro.an [n] isi perut (babat, usus, limpa, dsb); dalaman
jidar ji.dar [n] (1) garis (sekeliling surat atau halaman buku); (2) penggaris
jinem ji.nem [Jw n] , -- keraton ruangan dalam istana
jiran ji.ran [n] (1) orang yg tinggal sebelah-menyebelah atau dekat (sekitar) rumah; tetangga: -- yg terdekat; (2) negara tetangga, msl Malaysia atau Brunei Darussalam [n Bio] segala yg terjadi di luar pembawaan keturunan atau genotipe organisme
jiwat ji.wat [n] tumbuhan salam, Eugenia cumini
jorjoran jor.jor.an [Jw v] bertindak unggul-mengungguli (lebih banyak bersifat negatif): pd malam tahun baru mereka -- memasang petasan
jorok jo.rok [Mk] men.jo.rok v menganjur (ke luar atau ke dalam): tanah yg ~ ke laut [a] (1) kotor; (2) cemar; (3) ki cabul
judul prancis halaman buku yg terletak di bagian kanan sebelum halaman judul utama yg hanya memuat judul buku saja
jukstaposisi juk.sta.po.si.si [n] penempatan dua objek secara berdampingan
junjungan jun.jung.an [n] (1) sesuatu yg dijunjung; (2) yg dimuliakan: selawat dan salam kita kirimkan kpd ~ kita Nabi Muhammad saw.; (3) suami: kalau anak gadisnya sudah dewasa sudah patut dicarikan ~ nya
jurang ju.rang [n] lembah yg dalam dan sempit, serta curam dindingnya; lurah: kendaraan itu jatuh ke -- yg dalam
juru atak [Graf] orang yg bertugas mengatur pengatakan cerita, artikel, atau gambar pd halaman media cetak
juru rias orang yg pekerjaannya merias wajah (wanita, pengantin, dsb); perias; (2) Kom orang yg tugasnya mengatur pemilihan foto yg tepat, warna yg serasi, dsb untuk dimuat pd halaman media cetak sehingga kelihatan indah
kabur ka.bur [a] (1) tidak dapat melihat sesuatu dng jelas (tt mata): matanya telah -- dimakan umur; (2) kurang terang (tt pemandangan); kurang nyata (tt lukisan); kurang jernih (tt kaca); kurang jelas (tt pertanyaan dsb); (3) Met yg tampak berkabut akibat adanya partikel yg sangat kecil dan kering yg cukup banyak terdapat di dalamnya (tt atmosfer) [v] (1) berlari cepat-cepat; melarikan diri: pengebut -- dikejar Polantas; (2) ki meninggalkan tugas (pekerjaan, keluarga, dsb) tanpa pamit; menghilang [n] kumbang kelapa
kabut radiasi kabut yg terjadi krn pendinginan permukaan bumi sehingga udara di dekatnya cukup dingin untuk mengembunkan uap air yg terdapat di dalamnya
kabut uap kabut yg kejenuhannya disebabkan oleh udara yg dingin dan mantap melewati permukaan air yg panas sehingga mengalami penguapan cepat
kaca ka.ca [n] (1) benda yg keras, biasanya bening dan mudah pecah (untuk jendela, botol, dsb); (2) cermin; kaca muka; (3) ki contoh; teladan: tokoh itu dapat kita jadikan -- dl kehidupan kita [n] muka (halaman buku): dr -- l5-20
Kadariah Ka.da.ri.ah [n] aliran dl ilmu kalam yg berpandangan bahwa manusia mempunyai kekuasaan mutlak atas segala usaha dan perbuatannya, bukan bergantung pd kodrat dan iradat Allah Swt.
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kadipaten ka.di.pa.ten [kl n] daerah yg dikuasai oleh adipati, yg lebih rendah dp kesultanan: -- Pakualaman
kain triko kain rajutan mesin, biasanya digunakan sbg bahan pakaian dalam atau baju santai
kain wol kain yg terbuat dr wol yg telah mengalami proses penyisiran sehingga berkualitas tinggi
kakaktua ka.kak.tua [n] catut besar, ujungnya menyerupai paruh burung kakaktua, biasanya dipakai untuk mencabut paku yg tertancap dalam-dalam [n] (1) burung panjat, paruhnya kuat dan bagian atasnya melengkung ke bawah, berwarna putih, bisa diajar berbicara; Cacatua [n] ikan laut, Callyodon
kaki sajak dua atau tiga suku kata yg tidak bertekanan lalu diikuti oleh suku kata yg bertekanan (di dalam puisi)
kaktus astrafitum kaktus yg bentuknya menyerupai bintang, bersegi-segi dng lekukan yg dalam menyerupai buah belimbing
kalah ka.lah [v] (1) tidak menang atau dl keadaan tidak menang (dl perkelahian, perang, pertandingan, pemilihan, dsb); dapat diungguli lawan: dia -- dl merebut bola itu; negara-negara yg -- dl perang harus membayar pampasan kpd pihak yg menang; (2) kehilangan atau merugi krn tidak menang: dl bertaruh dua hari yg lalu dia menang Rp1.000,00, tetapi semalam -- Rp5.000,00; (3) tidak lulus (dl ujian): sudah dua kali ia -- dl ujiannya; (4) tidak menyamai; kurang dr; tidak sebesar; tidak sekuat: luasnya -- dibandingkan dng luas stadion di kotaku
kaleidoskop ka.lei.dos.kop [n] (1) alat optik yg bentuk luarnya spt keker, dilengkapi dng dua kaca persegi panjang yg dipasang pd lapisan dalam pd salah satu ujungnya sehingga dapat memperlihatkan pelbagai gambaran yg indah dan simetris dr kepingan barang berwarna yg diletakkan di antaranya apabila dilihat dr ujung yg lain; (2) aneka peristiwa yg telah terjadi yg disajikan secara singkat
kalibit ka.li.bit [n Min] besi (II) karbonat alamiah; siderit; FeCO3
kalimat dwitransitif [Ling] kalimat yg mempunyai objek dan pelengkap atau keterangan yg wajib
kalong ka.long [n] kelelawar besar yg makan buah-buahan pd waktu malam, pd siang hari tidur dng menggantungkan diri pd dahan kayu; keluang; Pterocarpus edulis
kalsit kal.sit [n Geo] mineral berwarna putih atau tanpa warna (banyak terdapat di alam spt di dl batu gamping, pualam); kalsium karbonat (CaCO3)
kambing umbaran kambing yg dipelihara secara bebas di padang penggembalaan alam (tidak dikandangkan)
kambium kam.bi.um [n Bot] lapisan sel hidup pd tumbuhan berkeping dua, terletak di kulit dan di kayu, yg membuat jaringan kayu baru ke sebelah dalam dan jaringan kulit baru ke sebelah luar
kamera ka.me.ra [n] kotak kedap sinar yg dipasang dng lensa yg menyambung pd lubang lensa tempat gambar (objek) yg direkam dl alat yg pekat cahaya; alat potret
kamera televisi kamera yg digunakan untuk mengambil objek-objek yg akan disiarkan melalui televisi
kamerawan ka.me.ra.wan [n] orang yg tugasnya menggunakan kamera untuk merekam gambar (objek) film atau televisi
kamisol ka.mi.sol [n] baju tanpa lengan, spt kutang yg sudah dimodifikasi, baik bahan, model, maupun warnanya, dipakai sbg baju dalam atau baju luar
kamp [n] (1) tenda (kemah dsb) yg didirikan di alam terbuka sbg tempat perhentian serdadu, pramuka, atau musafir; barak; (2) pengasingan: pd zaman penjajahan, tidak sedikit -- untuk mengasingkan pemimpin kita yg tertawan
kanak-kanak anyir [ki] (1) bayi yg baru dilahirkan; (2) belum berpengalaman; masih sangat muda
kanal semisirkuler [Dok] kanal setengah lingkaran pd telinga bagian dalam
kanan ka.nan [n] (1) arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg tidak berisi jantung; sisi (pihak) yg merupakan lawan dr kiri; (2) Pol partai atau golongan yg berhaluan moderat, yaitu berdasarkan asas keagamaan, kebangsaan, atau tradisi yg sudah ada di dl percaturan politik dalam negeri sbg lawan golongan kiri yg berhaluan keras dan berdasar pd sosialisme
kancut kan.cut [n] kain penutup kemaluan; celana dalam
kandang kan.dang [n] (1) bangunan tempat tinggal binatang; ruang berpagar tempat memelihara binatang: kucing tidak pernah dipelihara dl --; (2) ruang yg diberi pagar atau batas dsb; garis dsb pd tepi halaman buku; kalangan; (3) cak garasi; (4) ki tempat tinggal; kampung; negeri: dia menang bertanding di -- sendiri
kandungan kan.dung.an [n] (1) barang yg terkandung (termuat, tercantum di dalamnya); (2) yg tersimpan dl hati; isi hati: sekarang barulah aku tahu ~ hatinya; (3) kantong peranakan di dl perut wanita: bayi itu telah meninggal ketika masih berada dl ~; (4) janin yg masih di dl perut wanita: menggugurkan ~ itu berdosa dan dapat dihukum; (5) kantong; pundi-pundi
kangkung kang.kung [n] katak yg besar, biasanya berbunyi 'kang, kung' pd malam hari kalau hari hujan [n] tumbuhan sayuran yg menjalar, batangnya berair, daunnya berbentuk tameng dan meruncing pd bagian ujungnya, bertangkai panjang dng permukaan daun sebelah atas berwarna hijau yg lebih tua dp permukaan sebelah bawah, bunganya berbentuk trompet berwarna lila, buahnya berbentuk bulat telur; Ipornoea reptans
kanjeng gusti gelar dimiliki oleh Mangkunegara di Surakarta dan Paku Alam di Yogyakarta
kanopi ka.no.pi [n] tirai atau langit-langit dr terpal, kain, logam dsb: pd teras terdapat -- bertiang sbg pemisah halaman dng bagian dalam rumah
kantong ketuban [Dok] bentuk spt kantong yg di dalamnya terdapat cairan ketuban dan janin
kanyon ka.nyon [n] lembah yg sempit dan dalam dng tepi yg terjal, biasanya ada sungai yg mengalir di dasarnya; jurang
kapak sepatu kapak yg berasal dr masa kebudayaan perunggu besi di Indonesia, berongga di bagian dalamnya, dan pemasangan tangkainya spt cara memakai sepatu, yaitu memasukkan tangkai kapak ke dl rongga
kapalan ka.pal.an [v] mengalami penebalan dan pengerasan (tt kulit, telapak tangan, telapak kaki, dsb): tangan petani itu sudah ~ krn setiap hari memegang cangkul
kaper ka.per [Lihat {karper}] [n] kupu-kupu kecil (biasa terbang malam)
Kaprikornus Kap.ri.kor.nus [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa, terlihat tengah malam pd bulan Agustus; (2) Astrol lambang ke-10 zodiak yg dilambangkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Desember-19 Januari; Makara
karang ka.rang [n] (1) batu kapur di laut yg terjadi dr zat yg dikeluarkan oleh binatang kecil jenis anthozoa (tidak bertulang punggung); batuan organik sbg tempat tinggal binatang karang; koral; (2) pulau (gunung, batu) di laut yg terjadi dr tumpukan karang yg sudah membatu; (3) tumbuhan laut yg menyerupai atau spt karang [v] me.nga.rang v (1) menyusun, merangkai bunga dsb: ada perlombaan ~ bunga; (2) mencocokkan atau mengikat permata dan intan: pandai emas itu sedang ~ intan pd cincin; (3) menulis dan menyusun sebuah cerita, buku, sajak, dsb: ia sedang sibuk ~ buku cerita kanak-kanak; siapa yg ~ lagu dan syair yg berjudul "Damai tapi Gersang"? , pe.ka.rang.an n (1) tanah sekitar rumah; halaman rumah: tiba-tiba kedengaran suara mobil berhenti di ~ rumah; (2) tanah yg disiapkan untuk tempat tinggal: kami sudah mempunyai ~ untuk mendirikan rumah [n] tempat kediaman; tempat berkumpul
karangkitri ka.rang.kit.ri [n] tanaman buah-buahan di halaman rumah
karbon kar.bon [n] (1) Kim unsur bukan logam, dl alam terdapat sbg intan, grafit, dan arang; zat arang; unsur dng nomor atom 6, berlambang C, bobot atom 12,0111; (2) kertas tipis berlumas zat hitam untuk membuat tembusan ketikan atau tulisan; (3) Graf batang arang yg dipakai pd lampu busur; (4) elektrode positif pd baterai kering; zat arang
karitas ka.ri.tas [n] uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dsb) yg disumbangkan untuk menolong orang miskin atau orang yg tertimpa bencana (alam, perang, dsb): sumbangan -- bagi korban bencana gempa bumi; (2) organisasi kemanusiaan yg mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan [n] tingkah laku yg simpatik thd orang lain
karkas dingin karkas yg telah mengalami pendinginan sehingga suhu di dl daging jauh di bawah suhu ruang
karma kar.ma [n] (1) perbuatan manusia ketika hidup di dunia: hidup sbg umat Tuhan itu sekadar melakukan darma dan --; (2) hukum sebab-akibat: -- bukan hanya menguasai manusia, tetapi juga merupakan suatu hukum mutlak dl alam
kartu nama kartu (kecil) yg bertuliskan nama dan alamat rumah (kantor dsb) seseorang: -- nasabah Ek kartu yg harus diisi dan ditandatangani nasabah pd saat pembukaan rekening
kartu pindah kartu yg berisi pemberitahuan akan pergantian alamat (biasanya disediakan di kantor pos)
kartu tanda penduduk kartu pengenal yg harus dimiliki setiap orang (warga negara) yg memuat nama, nomor, jenis kelamin, umur dan tempat lahir, pekerjaan, dan alamat yg jelas
karusi ka.ru.si [n] penyakit yg ditandai dng keinginan hidup hanya untuk bekerja, siang malam spt robot, dan akhirnya membawa kpd kehidupan yg tertekan krn tujuannya untuk mengejar karier dan prestasi, jika tidak tercapai timbul depresi yg berakhir dng bunuh diri: sekarang di negara Barat banyak orang dijangkiti penyakit --
karyasiswa kar.ya.sis.wa [n] siswa (pegawai) yg sedang menjalani pelatihan untuk memperdalam (meningkatkan) pengetahuannya
karyawisata kar.ya.wi.sa.ta [n] kunjungan ke suatu objek dl rangka memperluas pengetahuan dl hubungan dng pekerjaan seseorang atau sekelompok orang: seminar itu ditutup dng -- ke beberapa daerah industri
kasus akusatif [Ling] kasus yg menandai nomina atau yg sejenisnya sbg objek langsung
kasus datif [Ling] kasus yg menandai bahwa nomina adalah penerima suatu perbuatan atau objek tak langsung
kasus ergatif [Ling] bentuk kasus dr subjek atau pelaku dr verba transitifnya dl bahasa tertentu spt bahasa Baska, Hindi, yg subjek dr verba intransitifnya mempunyai bentuk kasus yg sama dng objek atau penderita dr verba transitif
kasus inesif [Ling] kasus yg menandai makna 'dalam' pd nomina atau sejenisnya
kasus penderita [Ling] kasus yg menggambarkan yg dialami oleh perbuatan atau keadaan psikologis yg diungkapkan oleh verba
kasus tujuan [Ling] hubungan kasus yg menandai objek atau keadaan (tujuan) sbg akibat perbuatan atau keadaan yg dinyatakan oleh verba
kata pembimbing kata yg dicantumkan pd sudut atas (kanan dan kiri) yg menyatakan lema pertama dan lema terakhir pd satu halaman kamus
katarsis ka.tar.sis [n] (1) Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; (2) Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; (3) Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
katastrofe ka.tas.tro.fe [n] (1) malapetaka besar yg datang secara tiba-tiba; (2) perubahan cepat dan mendadak pd permukaan bumi; bencana alam; (3) Sas penyelesaian (akhir) suatu drama, terutama drama klasik yg bersifat tragedi
kategori semantis [Ling] hasil pengelompokan unsur-unsur alam di luar bahasa dl wujud konsep yg abstrak, yg kadang-kadang muncul dl bahasa, kadang-kadang tidak
kategorisasi ka.te.go.ri.sa.si [n] (1) penyusunan berdasarkan kategori; penggolongan; (2) Ling (a) proses dan hasil pengelompokan unsur bahasa dan bagian pengalaman manusia yg digambarkan ke dl kategori; (b) cara untuk mengungkapkan makna dng pelbagai potensi yg ada dl bahasa
kateter ka.te.ter [n] (1) Dok slang kecil yg dapat dimasukkan ke dl alat berongga atau saluran; (2) pipa karet yg biasa dimasukkan ke dalam saluran kandung kencing untuk penyembuhan
katup ka.tup [n] (1) penutup (biasanya hanya dpt terbuka ke satu arah saja) yg dibuat (diciptakan) pas dengan lubangnya sehingga tidak bocor; klep (pd pompa dsb); (2) alat untuk membuka atau menutup saluran sehingga fluida yg mengalir di dalamnya dapat diteruskan atau dihentikan
kaum ka.um [n] (1) suku bangsa: dahulu perang antar -- sering terjadi di pedalaman; (2) sanak saudara; kerabat; keluarga: ia hidup terasing dr -- nya; (3) golongan (orang yg sekerja, sepaham, sepangkat, dsb): -- terpelajar; (4) ark lebai; modin: perbatin, penggawa, atau -- hanya berhenti sebab mati; (5) keluarga garis matrilineal
kawakan ka.wak.an [a] (1) sudah kawak; sudah tua sekali; (2) ki sudah berpengalaman: ia sudah ~ dl dunia pentas
ke ke -- an an [konfiks pembentuk verba] menderita; mengalami kejadian atau keadaan: kelaparan; kemalaman; keracunan [konfiks pembentuk adjektiva] terlalu; terlampau: kekecilan; kesempitan; kekurangan [konfiks pembentuk nomina] (1) abstraksi yg mempunyai ciri atau sifat: keadilan; kemanusiaan; (2) tempat: kediaman; kedudukan
ke- [prefiks pembentuk nomina] (1) yg mempunyai sifat atau ciri: ketua; (2) yg dituju dng: kekasih; kehendak [prefiks pembentuk verba cak] (1) telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dng tidak sengaja atau dng tiba-tiba): ketabrak; kepergok; ketemu; (2) dapat atau sanggup: kebaca; keangkat [prefiks pembentuk numeralia] (1) tingkat atau urutan: ketiga; kelima; kesebelas; (2) kumpulan: kedua (buku); ketiga (orang)
keabadian ke.a.ba.di.an [n] (1) kekekalan; (2) tempat yg abadi (alam baka): kenanglah pahlawan yg telah bersemayam di ~
keajaiban ke.a.ja.ib.an [n] keganjilan; keanehan: ~ alam
keajukan ke.a.juk.an [n] ketahuan dalamnya (isi hatinya, perangainya):
kebalikan ke.ba.lik.an [n] lawannya; sebaliknya: malam -- dr siang
kebijaksanaan ke.bi.jak.sa.na.an [n] (1) kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya): berkat -- beliau, terlepaslah kita dr bahaya besar; (2) kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dsb: perkara ini terserah kpd -- orang tua si anak
kebocoran ke.bo.cor.an [n] (1) kena air dr sesuatu yg bocor: semalam saya tidak dapat tidur krn --; (2) keadaan bocor (tersiar tt rahasia dsb): ia bertanggung jawab atas -- bahan ujian itu
kebudayaan ke.bu.da.ya.an [n] (1) hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; (2) Antr keseluruhan pengetahuan manusia sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya
kecerdasan emosional ke.cer.das.an emosional kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar
kecerdasan spiritual ke.cer.das.an spiritual kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa
kedok ke.dok [n] (1) tiruan muka untuk menutup muka; topeng: kawanan perampok yg datang tengah malam itu semua memakai --; (2) ki barang atau perbuatan yg dipakai untuk menutupi maksud sebenarnya: sopan santunnya hanya dipakai sbg -- belaka
keduk ke.duk [v] -- teplok memperdalam saluran dan petakan tambak yg sekaligus memperbaiki pematangnya
kedutan ke.dut.an [n] lipatan (pd kulit, kain, dsb); kedut [v] bergetarnya urat-urat pd kelompok mata dsb (yg dianggap sbg alamat atau pertanda)
kegelapan ke.ge.lap.an [v] tertimpa (mengalami) gelap (malam); kemalaman: krn kendaraannya mogok, terpaksa ia pulang ~; (2) n tempat dsb yg gelap: berbahaya berjalan sendiri di ~; (3) n ki kericuhan; kesulitan mencari jalan pemecahan; (4) a cak terlalu gelap (tt warna)
keindahan ke.in.dah.an [n] sifat-sifat (keadaan dsb) yg indah; keelokan: ~ alam Indonesia
keinsafan ke.in.saf.an [n] kesadaran, keyakinan; pengertian yg dalam: hendaklah ditanamkan ~ pd mereka bahwa hidup itu adalah perjuangan untuk mencapai cita-cita
kejadian ke.ja.di.an [n] perihal jadinya; kelahiran: buku itu memuat cerita tt ~ alam semesta; (2) v jadi; tidak urung (tidak batal); dilangsungkan (tt jual beli): sesudah tawar-menawar, ~ juga akhirnya; (3) n Sas peristiwa dl suatu drama yg dinyatakan dl gerak dan dialog; (4) v terjadi; sudah berlaku: keributan telah ~ di sana-sini; (5) n peristiwa; sesuatu yg terjadi: kita harus dapat mengambil hikmah dr setiap ~ itu
kejaga-jagaan ke.ja.ga-ja.ga.an [v] tidak dapat tidur semalam-malaman
kekalutan ke.ka.lut.an [n] (1) keadaan kalut; kekusutan: ~ rumah tangganya disebabkan oleh tekanan ekonomi yg semakin berat; (2) kekacauan; kerusuhan: akibat ~ yg terjadi di daerah hitam kemarin malam, banyak jiwa yg melayang
kekedotan ke.ke.dot.an [n] kekuatan (jasmani); kekebalan; kesaktian (dl ilmu bela diri): hatinya menciut krn ~ lawannya yg selalu dapat bangkit kembali sekalipun sudah mengalami pukulan parah dan tendangan yg cukup dahsyat
kekeringan ke.ke.ring.an [n] (1) perihal, keadaan (bersifat) kering: ratusan hektar tanaman padi mati ~; (2) sudah menjadi kering (tidak berair lagi, tidak basah lagi); (3) peristiwa alam berupa penyimpangan iklim yg sifatnya sewaktu-waktu yg terjadi apabila curah hujan berada di bawah normal; (4) ki kehabisan uang dsb
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kekuatan sakti ke.ku.at.an sakti [Antr] kekuatan gaib yg bersifat luar biasa yg ada di luar jangkauan akal manusia dan yg dianggap berada di dl alam, dl benda, dl tumbuhan, dl binatang, atau manusia yg tertentu
kelab ke.lab [n] , -- malam tempat hiburan (untuk bersenang-senang) yg buka pd malam hari, biasanya menyediakan minuman dan makanan, memiliki anjung (panggung) pertunjukan, yg dilengkapi dng musik dan tempat berdansa
kelangsungan ke.lang.sung.an [n] (1) perihal berlangsungnya suatu kejadian: demi ~ pesta, sanak saudaranya bersedia menyumbang; (2) kelanjutan; ketahanan: pemerintah harus memelihara ~ serta kelestarian sumber daya alam; (3) keterusterangan; keterbukaan: aku sangat menghargai sikap ~ mu krn hal ini akan menjauhkan salah paham
kelapa ke.la.pa [n] (1) tumbuhan palem yg berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yg keras, di dalamnya terdapat daging yg mengandung santan dan air, merupakan tumbuhan serba guna; Cocos nucifera; (2) buah kelapa
kelar ke.lar [n] (1) takik (pd batang pohon yg hendak ditebang dsb); (2) sayatan yg tidak dalam (pd ikan yg hendak digarami, dsb); (3) alur-alur (ringgit-ringgit) pd tanduk; (4) gelang-gelang pd jalan napas, pd tubuh lipan, kumbang, dsb; (5) gelang-gelang dr rotan dsb tempat mengikatkan tali dsb [a cak] selesai; siap
kelelawar ke.le.la.war [n] binatang menyusui pemakan serangga (keluang kecil) yg terbang untuk mencari makan pd malam hari
kelengahan ke.le.ngah.an [n] (1) kelalaian; kealpaan: kebakaran itu akibat ~ penjaga malam; (2) keadaan menganggur (tidak berbuat apa-apa): ~ merupakan pangkal segala kejahatan
kelenjar endokrin [Bio] kelenjar tanpa saluran yg mensekresi hormon langsung ke dalam darah
kelestarian ke.les.ta.ri.an [n] keadaan yg tetap spt semula; keadaan yg tidak berubah-ubah: kita harus selalu menjaga ~ alam
kelilip ke.li.lip [n] benda yg kecil sekali (spt abu, agas) yg masuk ke dalam mata sehingga mata menjadi sakit
kelindan ke.lin.dan [ark n] (1) benang yg baru dipintal; (2) benang untuk pemutar kincir; (3) benang berpilin untuk menjalankan jentera; (4) benang yg sudah dimasukkan ke dalam lubang jarum (untuk menjahit) [n] penggulung benang; gelendong [n] , ber.ke.lin.dan v ki erat menjadi satu: ajaran Hindu di India terjalin ~ dng Sungai Gangga yg suci itu
kelistrikan ke.lis.trik.an [n] perihal listrik; gejala alam yg timbul dr polaritas dua garis elementer, yakni proton yg bermuatan positif dan elektron yg bermuatan negatif
kelompok dominan [Antr] kelompok dl masyarakat yg mempunyai sifat-sifat lebih dibandingkan dng kelompok lain dl hal penguasaan atas sumber daya alam dan manusia dl masyarakat
kelong ke.long [n] belat besar yg di dalamnya memakai sekatan (kurung): ikan-ikan yg masuk ke dalam -- itu terperangkap di dalamnya [n Sas] pantun Bugis
kelopak ke.lo.pak [n] (1) sesuatu yg tipis yg menjadi penutup atau pembalut; (2) Bio bagian bunga yg berada pd lingkaran terluar, terdiri atas bagian yg umumnya berwarna hijau dan bentuknya menyerupai daun yg lazim disebut sepal, bagian ini melindungi bagian bunga lainnya yg ada pd lingkaran sebelah dalam pd waktu bunga belum mekar
keluai ke.lu.ai [n] binatang liar spt kucing, sering mencuri ayam pd malam hari; luak: musang --; Paradoseurus
keluak ke.lu.ak [n] buah pohon kepayang, bijinya direbus sampai masak dan diperami dalam abu selama satu bulan, biasa dipakai untuk bumbu masak rawon; Pangiun edule
keluar ke.lu.ar [v] (1) bergerak dr sebelah dalam ke sebelah luar: murid-murid disuruh -- dr kelas untuk berolahraga di lapangan sekolah; (2) tersembul: bunga teratai itu -- dr permukaan air; (3) menampakkan diri; timbul; muncul: pencuri itu -- dr tempat persembunyiannya; (4) terbit: surat kabar tidak -- hari ini; (5) terlahir: kata-kata yg -- dr hati nurani; (6) pergi ke luar (rumah dsb): ia baru saja --; (7) diumumkan: hasil ujian sudah --; (8) berhenti dr perkumpulan (pekerjaan, sekolah, dsb): ia sudah -- dr perusahaan itu; (9) muncul sbg pemenang pertandingan dsb: ia -- sbg pemenang pertama dl lomba cipta puisi untuk tahun ini
kelugasan ke.lu.gas.an [n] (1) hal mengenai yg pokok (yg penting, yg perlu): pembicaraan dilakukan dng bertolak dr asas kehematan, ~ , dan keefisienan; (2) kesederhanaan; keluguan; kepolosan: ~ dl sikap dan dl berpakaian merupakan daya tarik tersendiri; (3) perihal tidak berbelit-belit (tt bahasa, kalimat): ~ setiap kalimat yg diutarakannya memudahkan pemahaman bagi yg mendengarkannya; (4) tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan
kelung ke.lung [n] (1) lengkung di tengah-tengah; (2) lekuk dalam (tt piring dsb)
kemam ke.mam [v] (1) menahan (makanan, air, perkataan) di dalam mulut; (2) mengunyah dng mulut terkatup (tembakau, sirih, permen); (3) berkumur dan menyemprotkan air ke luar mulut
kemantapan ke.man.tap.an [n] (1) hal (keadaan) mantap (stabil, aman, teguh hati, tetap tidak berubah): Pemerintah menjamin -- harga barang menjelang Lebaran; (2) Antr keadaan suatu hal, gejala, atau masyarakat yg seimbang dan tidak banyak berubah krn pengaruh, baik dr dalam maupun dr luar
kemarin dulu dua hari sebelum hari ini; -- sore ki belum tahu apa-apa; belum berpengalaman: mana dia tahu, dia kan anak -- sore
kemit ke.mit [n] penjaga malam
kempal kem.pal [a] berpadu padat (tidak berongga di dalamnya); tidak gembur (tt tanah)
kena ke.na [v] (1) bersentuhan (dng); terantuk (pd): ujung tombak itu -- pd tengkuk pencuri itu; (2) tepat pd sasarannya; tidak luput: burung itu ditembaknya, tetapi tidak --; (3) tertimpa (oleh); mengalami; menderita (sesuatu); mendapat atau beroleh suatu perbuatan: sekarang banyak anak -- penyakit cacar; (4) tidak bebas dr (aturan, pajak, dsb): tidak ada yg terkecuali, semuanya -- aturan ini; (5) tepat benar; sesuai benar; cocok; berpatutan (berpaduan); sedang dan patut (tt pakaian dsb): pantun ini tidak -- sajaknya
kenangan ke.nang.an [n] (1) sesuatu yg membekas dl ingatan; kesan: ~ manis telah berlalu; banyak ~ indah saya alami selama saya melakukan widyawisata ke Pulau Bali; (2) kesan dl ingatan (pikiran); ingatan: ~ nya cukup tajam mengenai peristiwa itu
kencur ken.cur [n] (1) tanaman yg mempunyai akar batang yg tertanam di dl tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; cekur; Kaempferia galanga; (2) umbi kencur; (3) ki belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar: anak itu masih -- belum tahu liku-liku dunia ini; (4) ki belum dewasa; di bawah umur: anak masih bau -- sudah berpacaran
kengkeng keng.keng [n] tiruan bunyi dengking anjing: semalaman saya mendengar -- anjing yg diikat itu
kenyang ke.nyang [a] (1) sudah puas makan; sudah penuh perutnya: ia tidur nyenyak sesudah makan --; (2) ki (sudah) berisi (bermuatan) hingga penuh: airilah sawah hingga -- agar padi tumbuh dng subur; (3) ki sudah banyak merasai (mengalami); puas sekali: kami sudah -- thd cobaan hidup
kenyang (banyak) makan garam [pb] sudah berpengalaman dl hidup
kepadaman ke.pa.dam.an [n] perihal padam; (2) v mengalami sesuatu krn padam
kepala surat nama, alamat, dan keterangan lain dr pengirim (biasanya dr suatu lembaga atau kantor) yg tertera (tercetak) pd bagian atas kertas surat; kop surat
kepanikan ke.pa.nik.an [n] kegugupan (kebingungan dan ketakutan); kecemasan: kebakaran tadi malam sempat menimbulkan ~ di kalangan penduduk
kepek ke.pek /kepEk/ ? kempek /kepEk/ (1) a pipih; pesek; (2) n lekuk yg tidak dalam
kepengapan ke.pe.ngap.an [v] mengalami keadaan pengap; (2) keadaan pengap
keprihatinan ke.pri.ha.tin.an [n] kesedihan yg mendalam: kehidupan rakyat jelata, sehari-hari penuh dng ~
keras ke.ras [a] (1) padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah: besi dan batu tergolong barang yg --; (2) ki gigih; sungguh-sungguh hati: ia berusaha -- untuk menyelesaikan sekolahnya; (3) ki sangat kuat; sangat teguh: mereka berpegang -- pd adat-adat lama; (4) ki dng cepat (tt naik turunnya harga barang): harga barang naik --; (5) ki membahayakan nyawa; payah (tt sakit): ia diminta agar segera pulang krn ayahnya sakit --; (6) ki hebat; menjadi-jadi: tekanan musuh semakin --; (7) ki tidak mengenal belas kasihan: sikap dan tindakannya sangat --; (8) ki tidak lemah lembut: ia memang -- tabiatnya; (9) ki bersifat mengharuskan (memaksa, tegas, dan betul-betul): dilarang -- berjalan di sini; (10) ki kuat, ketat, dan sungguh-sungguh: gedung parlemen dijaga -- oleh alat-alat negara; (11) ki kencang, cepat (tt hembusan angin): angin bertiup dng -- nya; (12) ki deras (tt arus air): sungai ini tidak berapa -- alirannya; (13) ki nyaring (tt suara): ia menjawab dng suara --; (14) ki lebat sekali (tt curah hujan): semalam hujan --; (15) ki dapat memusingkan; berat (tt rokok, tembakau): untuk saya cerutu ini terlalu --; (16) ki dapat memabukkan (tt minuman): ia mabuk krn terlalu banyak minum minuman --; (17) ki terlampau kuat daya reaksinya (tt obat): krn termasuk obat -- , obat ini tidak dijual bebas; (18) ki sangat merangsang (tt bau): biang cuka ini -- baunya; (19) ki sukar dibuka atau ditarik (tt baut, sekrup, paku): bautnya -- , sukar dibuka; (20) ki liat (tt daging): dagingnya -- , sukar dikunyah; (21) ki tidak memegas lagi (tt per mobil): mobil ini pernya sudah -- sehingga kurang enak lagi untuk dinaiki lihat buah keras
keremangan ke.re.mang.an [n] kesamaran; keredupan; kekelaman: peristiwa pembunuhan itu terjadi dl ~ dan kesunyian malam
kerit dayung belalang yg berbunyi "kerit, kerit" pd malam hari; belalang kerit, kerit
kerja sambilan pekerjaan lain sbg selingan atau tambahan selain pekerjaan pokok (biasanya pd malam hari)
keroncong ke.ron.cong [n] (1) bunyi spt bunyi giring-giring; (2) ki tiruan bunyi perut yg lapar [n] (1) alat musik petik berupa gitar kecil berdawai empat atau lima; (2) irama (langgam) musik yg ciri khasnya terletak pd permainan alat musik keroncong, yaitu kendang, selo, dan gitar melodi yg dimainkan secara beruntun; (3) jenis orkes yg terdiri atas biola, seruling, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas [n] , ke.ron.cong.an n tumbuhan polong semacam orok-orok, dapat dibuat pupuk hijau; Crotalaria striata [n] bilik-bilik (bagian) bubu sebelah dalam
keropos ke.ro.pos [a] (1) tidak ada isinya (tt kelapa dsb); tidak bernas (tt padi, biji-bijian); (2) lapuk di dalam (tt kayu); (3) lapuk krn berkarat (tt besi, logam, dsb); (4) ki bodoh; tidak mempunyai pikiran; lemah; keropok
kerugian ke.ru.gi.an [v] (1) menanggung atau menderita rugi: dl delapan bulan saja perusahaan itu telah ~ sampai sembilan juta rupiah; (2) n perihal rugi: dng mendapat borongan ratusan juta rupiah, ~ dan utang perusahaan itu sudah teratasi; ~ yg disebabkan oleh bencana alam itu belum diketahui dng pasti; (3) n sesuatu yg dianggap mendatangkan rugi (tt kerusakan): pengeboman itu menimbulkan ~ besar kpd musuh; (4) n ganti rugi: pihak penabrak diharuskan membayar ~ sebesar Rp500.000,00
kesadaran ke.sa.dar.an [n] (1) keinsafan; keadaan mengerti: -- akan harga dirinya timbul krn ia diperlakukan secara tidak adil; (2) hal yg dirasakan atau dialami oleh seseorang
kesaktian ke.sak.ti.an [n] (1) kepandaian (kemampuan) berbuat sesuatu yg bersifat gaib (melampaui kodrat alam): -- itu diperolehnya dng jalan bertapa di puncak gunung; (2) kekuasaan gaib: krn -- yg dimilikinya, ia pun dapat menolak setiap guna-guna yg ditujukan kpd dirinya
kesan ke.san [n] (1) bekas (kaki dsb); jejak: di belakang rumah ditemukan -- kaki pencuri; (2) yg terasa (terpikir) sesudah melihat (mendengar) sesuatu: peristiwa itu menimbulkan -- yg sangat dalam pd dirinya
kesenjaan ke.sen.ja.an [v] sudah terlalu petang (hampir malam); kepetangan; kemalaman
kesunyian ke.su.nyi.an [n] (1) perihal sunyi; keheningan; kelengangan; kesenyapan: siulan burung itu memecah -- malam; (2) merasa sunyi (krn seorang diri dsb); kesepian: semenjak anak istrinya pergi, ia --
ketahanan nasional ke.ta.han.an nasional kekuatan, kemampuan, daya tahan, dan keuletan yg menjadi tujuan suatu bangsa untuk menghadapi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yg datang dr luar ataupun dr dalam, yg secara langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara
ketat ke.tat [a] (1) erat melekat (sehingga sukar dicabut atau dilepaskan spt keris pd sarungnya, sumbat pd botolnya); (2) sendat; sempit (pakaian): pernah ada mode celana --; (3) ki tetap tidak dapat diubah, tanpa kecuali (tt perkataan, janji, perintah, peraturan, dsb): seleksi -- dilakukan dl pemilihan guru teladan nasional; (4) ki teliti, cermat, dan rapi (tt penjagaan): tempat-tempat yg penting dikawal -- siang dan malam
keterusan ke.te.rus.an [n] keadaan terlewati: khawatir ~ , mereka menghentikan kendaraan untuk menanyakan alamat yg mereka cari
ketetapan MPR ke.te.tap.an MPR keputusan MPR yg mempunyai kekuatan hukum ke luar dan ke dalam MPR
ketolongan ke.to.long.an [v] tertolong; mendapat pertolongan: engkau jangan memilih sungai yg dalam dan air yg deras krn bila hanyut tidak akan ~
ketrek ket.rek [v] me.nget.rek v cak (1) menggoda (dng bersuit-suit dsb); (2) menarik hati (wanita); memikat: Anda tentunya punya pengalaman bagaimana cara ~ wanita
ketua ke.tua [n] (1) orang yg tertua dan banyak pengalamannya (dl suatu kampung dsb); (2) orang yg mengepalai atau memimpin (rapat, dewan, perkumpulan, dsb)
ketupuk ke.tu.puk [n] unggas elang malam; kokok beluk
khalikah kha.li.kah [Ar n] (1) yg diciptakan atau dijadikan oleh Tuhan (alam, makhluk, dsb); (2) pekerti; tabiat; kelakuan
kia [ark n] jahitan tangan yg menyerupai jahitan mesin jahit (sama luar dalamnya); setik
kijing ki.jing [n] kepah (remis) yg agak besar, tetapi lebih kecil dp kerang, halal dimakan, cangkangnya agak pipih; Tellina [n] batu penutup makam yg menyatu dng batu nisannya (terbuat dr pualam, tegel, atau semen)
kikisan ki.kis.an [n] hasil (akibat) mengikis; kerikan: lembah itu semakin dalam akibat ~ air sungai
kilau-mengilau ki.lau-me.ngi.lau [v] bercahaya gemerlapan: malam sangat indah, bintang di langit ~
kimpal kim.pal [a] padat (tidak berongga di dalamnya)
kinematograf ki.ne.ma.to.graf [n] alat untuk menunjukkan gambar-gambar objek dl gerakan
kirap ki.rap [v] me.ngi.rap v (1) ark mengepak-ngepakkan (sayap); (2) menangkis-nangkiskan (perisai) naik turun; (3) lenyap; hilang: lambat laun peristiwa itu ~ dr ingatannya; ~ sayap ki pergi meninggalkan kampung halaman; merantau: dia harus ~ sayap untuk menghidupi keluarganya
kista kis.ta [n Dok] (1) pembengkakan pd jaringan tubuh yg di dalamnya berongga dan berisi cairan kental menyerupai bubur; (2) selaput yg membentuk kantong tertutup, berisi kuman, tumbuh secara tidak normal dl suatu jaringan atau rongga badan
kitab kejadian kitab suci yg menceritakan terjadinya alam semesta
kitri kit.ri [n] (1) pohon buah-buahan (di halaman); (2) Sd benih pohon kelapa
klausa bebas klausa yg secara potensial dapat menjadi kalimat bebas; -- intransitif klausa yg predikat verbanya tidak disertai objek, msl gaji sudah datang
klausa terikat klausa yg tidak dapat berdiri sendiri sbg kalimat tunggal mandiri, menjadi bagian klausa lain atau bagian dr kalimat majemuk bertingkat; -- transitif klausa yg verbanya selalu disertai objek, msl mereka memilih perempuan
klinik kli.nik [n Dok] (1) (bagian) rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan thd kasus penyakit yg diderita para pasien; (2) balai pengobatan khusus: -- keluarga berencana; -- penyakit paru-paru; (3) organisasi kesehatan yg bergerak dalam penyediaan pelayanan kesehatan kuratif (diagnosis dan pengobatan), biasanya thd satu macam gangguan kesehatan
klitik kli.tik [n Ling] bentuk yg terikat secara fonologis, tetapi berstatus kata krn dapat mengisi gatra pd tingkat frasa atau klausa, msl bentuk -nya dalam bukunya
koala ko.a.la [n] beruang kantong yg memanjat, panjangnya sekitar 2 kaki dng kuping besar berbulu, berwarna abu-abu, dan kuku tajam, hidup sbg binatang malam, makanannya daun; Eucaliptus
kobak ko.bak ? kubak [n] (1) permainan anak-anak dng cara melemparkan karet dsb ke dalam lubang di tanah; (2) permainan judi dng melemparkan uang (logam) ke dalam lubang di tanah
kobok kiri golongan yg berpihak kpd rakyat, yaitu yg mempertahankan hak rakyat di dalam dewan perwakilan rakyat; pihak kiri
kodrat kod.rat [n] (1) kekuasaan (Tuhan): manusia tidak akan mampu menentang -- atas dirinya sbg makhluk hidup; (2) hukum (alam): benih itu tumbuh menurut -- nya; (3) sifat asli; sifat bawaan: kita harus bersikap dan bertindak sesuai dng -- kita masing-masing
kodrati kod.ra.ti [a] berhubungan dng kodrat; mengenai kekuasaan; berkaitan dng kemampuan alami
koefisien ko.e.fi.si.en [n Mat] bagian suku yg berupa bilangan atau konstan, biasanya dituliskan sebelum lambang peubah, spt angka 2 dalam 2 x atau dalam 2 (x + y)
kognisi kog.ni.si [n] (1) kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dsb) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; (2) Sos proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang; (3) hasil pemerolehan pengetahuan
koherensi ko.he.ren.si [n] (1) tersusunnya uraian atau pandangan sehingga bagian-bagiannya berkaitan satu dng yg lain; (2) Sas keselarasan yg mendalam antara bentuk dan isi karya sastra; (3) Ling hubungan logis antara bagian karangan atau antara kalimat dl satu paragraf; (4) Kim daya tarik antara molekul untuk menghindarkan terpisahnya bagian apabila ada kekuatan dr luar
koklea kok.lea [n Anat] saluran tulang yg melingkar dan berbentuk kerucut, yg membentuk sebagian telinga bagian dalam dan di dalamnya terdapat sel indra pendengar
kokokbeluk ko.kok.be.luk [n] burung hantu; elang malam
kolam ko.lam [n] (1) ceruk di tanah yg agak luas dan dalam berisi air (untuk memiara ikan dsb); (2) bak tempat air
koleksi ko.lek.si [n] (1) kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dsb) yg sering dikaitkan dng minat atau hobi objek (yg lengkap); (2) kumpulan yg berhubungan dng studi penelitian; (3) cara dsb mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dsb
kolom ko.lom [n] (1) ruang antara dua garis tegak pd lembar kertas atau halaman buku; lajur; (2) bagian vertikal pd halaman cetak yg dipisahkan oleh garis tebal atau ruang kosong (spt dl surat kabar); (3) bagian khusus yg utama dl surat kabar atau majalah: majalah itu memiliki -- pendidikan [n Tek] tiang (pilar) penyangga (biasanya dr beton yg bertulang besi)
komedi stambul komedi berbahasa Melayu yg menceritakan Hikayat 1001 Malam, dialognya dilagukan dng iringan musik; komedi bangsawan
kompon kom.pon [n] halaman tertutup; bahan campuran
kondensat kon.den.sat [n] (1) hasil penyulingan berupa cairan; (2) gas bumi berupa cairan yg didapat dr gas alam
konkordansi kon.kor.dan.si [n] (1) daftar alfabetis kata pokok dr sebuah buku atau karya seorang penulis dng konteks terdekat; (2) daftar kata (disusun secara alfabetis) dl Alkitab (kitab suci) disertai keterangan halaman buku dan kutipan naskah yg mengandung kata itu; indeks
konsentrat kon.sen.trat [n] mineral berharga yg dipisahkan dr bijih setelah mengalami pengolahan tertentu
konsep kon.sep [n] (1) rancangan atau buram surat dsb; (2) ide atau pengertian yg diabstrakkan dr peristiwa konkret: satu istilah dapat mengandung dua -- yg berbeda; (3) Ling gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yg ada di luar bahasa, yg digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain
konservasi kon.ser.va.si [n] (1) pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dng jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian; (2) proses menyaput bagian dalam badan mobil, kapal, dsb untuk mencegah karat
konservasionis kon.ser.va.si.o.nis [n] orang yg mempertahankan kelestarian alam atau lingkungan: kelompok -- marah besar thd alasan negara itu membunuh 68 ekor paus
konstanta kon.stan.ta [n Mat] lambang untuk menyatakan objek yg sama dl keseluruhan operasi matematika
konstruksi antipasif [Ling] konstruksi verba transitif yg disertai objek miring (bukan objek langsung): msl berbicara tt x (berlainan dr membicarakan x yg nonantipasif krn dapat dipasifkan secara biasa)
konstruksi nonantipasif [Ling] konstruksi verba transitif yg disertai objek langsung; -- predikatif Ling konstruksi ekosentris yg terjadi dr subjek dan predikat yg membentuk klausa, msl mereka berbunyi
konstruksi sintaktis [Ling] pengelompokan satuan yg sesuai dng kaidah sintaktis suatu bahasa, msl rumah makan (dan bukan makan rumah); sepeda ini (dan bukan ini sepeda); -- subordinatif Ling konstruksi endosentris dng konstituen, yg disebut induk, yg dimodifikasikan oleh konstituen lain, msl dalam konstruksi enak sekali, induk enak dimodifikasikan oleh sekali
kontak fatis [Ling] hubungan antara pembicara dan kawan bicara yg berlangsung sangat singkat yg dinyatakan dng perbuatan atau ungkapan yg tidak berisi informasi mendalam
konter kon.ter, me.ngon.ter [v cak] melawan; menentang: dl pemeriksaan selama 40 menit, ia ~ hujatan yg dialamatkan kepadanya berkaitan dng dana yayasan
kontrol biologi [Mik] pemberantasan hama dan penyakit tanaman dng menggunakan parasit atau musuh-musuh alam patogen penyebabnya
kop surat bagian atas surat yg berisi keterangan tt nama, alamat, dan nomor telepon suatu kantor, lembaga resmi pemerintah, badan usaha, dsb
korundum ko.run.dum [n Kim] aluminium oksida alamiah, biasa untuk ampelas
kosmogoni kos.mo.go.ni [n] teori tt asal mula terjadinya benda langit dan alam semesta
kosmografi kos.mo.gra.fi [n] (1) pengetahuan tt seluruh susunan alam; (2) pemerian (penggambaran) secara umum tt jagat raya termasuk bumi
kosmologi kos.mo.lo.gi [n] (1) ilmu (cabang astronomi yg menyelidiki asal-usul, struktur, dan hubungan ruang waktu dr alam semesta; (2) ilmu tt asal-usul kejadian bumi, hubungannya dng sistem matahari, serta hubungan sistem matahari dng jagat raya; (3) ilmu (cabang dr metafisika) yg menyelidiki alam semesta sbg sistem yg beraturan
kosmos kos.mos [n] jagat raya; alam semesta
kosong ko.song [a] (1) tidak berisi: peti -- itu rupanya menjadi sarang tikus; (2) tidak berpenghuni: rumah itu sudah lama --; (3) hampa; berongga: batang kangkung itu -- di dalamnya; (4) tidak mengandung arti: dia menerima tangan saya dng sikap dingin dan pandangan yg --; (5) tidak bergairah: sejak suaminya meninggal, hidupnya serasa --; (6) tidak ada yg menjabatnya; terluang: sudah tiga bulan jabatan kepala dinas itu -- dan belum ada yg menggantikannya; (7) tidak ada sesuatu yg berharga (penting): pidato yg berjam-jam itu -- belaka; (8) tidak ada muatannya: perahu itu --; (9) ki tidak pandai; tidak cerdas: otaknya --; (10) cak nol
kotak ko.tak [n] (1) peti kecil tempat barang perhiasan, barang kecil, dsb; (2) petak: setelah panen, -- sawah itu ditaburi dng benih ikan; (3) Olr tingkatan atau tempat yg tiada masuk dl hitungan: dl babak penyisihan kesebelasan itu sudah masuk --; (4) cak ruang (bidang) empat persegi: di dalamnya terdapat dua kolam renang, satu berbentuk lingkaran dan satunya lagi berbentuk --
kroket kro.ket [n] penganan yg dibuat dr kentang yg dihaluskan, diisi daging di dalamnya, dibentuk lonjong, lalu digoreng
kuak ku.ak [n] tiruan bunyi kerbau atau bunyi katak [n] burung yg keluar dr persembunyian pd malam hari; kuar [n] katak besar [v] me.ngu.ak v (1) menjadi terbuka (tersibak, terungkap); (2) membuka
kuantifikasi ku.an.ti.fi.ka.si [n Ek] pernyataan jumlah satuan dalam angka; perihal penjumlahan
kuar ku.ar [v] me.ngu.ar.kan v mengulurkan (tongkat dsb) untuk meraba-raba: orang buta itu ~ tongkatnya untuk mencari jalan [n] burung yg keluar dr persembunyiannya pd malam hari; kuak [kl a] diperoleh dr hubungan yg tidak sah (tt anak); haram jadah: anak -- [n] lingsa yg baru menetas
kuari ku.a.ri [n] sistem penambangan terbuka untuk bahan galian industri, biasa diterapkan untuk penambangan batu gamping, batuan andesit, granit, batu pualam, dsb
kubisme ku.bis.me [n] (1) bentuk permulaan seni abstrak (tt seni lukis), mengutamakan pemecahan bentuk menjadi bidang bersiku-siku dan berhimpitan, kemudian disusun kembali; (2) Sas usaha (dl puisi) untuk memecah-mecah unsur pengalaman, kemudian menyusunnya kembali dl sintesis baru
kukur ku.kur [n] alat untuk mengukur (menggaruk, memarut, mengorek) kelapa dsb [n] tiruan bunyi burung tekukur (balam)
kulik-kulik ku.lik-ku.lik [n] burung malam, yg berbunyi "kulik-kulik"
kulit belakang sampul belakang dr majalah (dl dunia periklanan biasanya dikenakan tarif yg lebih tinggi, harga khusus hanya berlaku untuk bagian dalam dan sampul belakang sebelah luar)
kumpul kum.pul [v] ber.kum.pul v (1) bersama-sama menjadi satu kesatuan atau kelompok (tidak terpisah-pisah): karyawan ~ di halaman kantor untuk mengadakan upacara; (2) berhimpun; berkampung; berapat (bersidang): mahasiswa diminta ~ di auditorium untuk mendengarkan ceramah; (3) berkerumun: setiap hari banyak orang ~ di ujung jalan itu
kunang-kunang ku.nang-ku.nang [n] binatang kecil sebesar lalat yg mengeluarkan cahaya berkelip-kelip pd malam hari
kunci sok kunci berbentuk silinder yg dapat disambung dng tangkai yg letaknya jauh atau di dalam
kungkum kung.kum [v] berendam dl air selama berjam-jam pd waktu malam dng maksud bertirakat
kurai ku.rai [n] urat (garis-garis, loreng, dsb) pd kayu, batu pualam, dsb; gambar (barik-barik dsb) pd bilah keris dsb yg berpamor
kuras ku.ras [n Graf] kertas yg telah dicetak dan sudah dilipat sedikitnya dua kali, merupakan bagian dr buku, biasanya terdapat huruf atau angka pd bagian bawah halaman pertama sbg pedoman bagi penjilidan [v] me.ngu.ras v (1) membersihkan (kulah dsb) dng air; mengalirkan air untuk membersihkan selokan dsb; (2) menghabiskan isi sesuatu; (3) ki mengeksploitasi sampai habis: kaum kolonialis (imperalis) biasanya ~ kekayaan tanah jajahannya; (4) ki menghabiskan; memeras: para pemain kita benar-benar sudah ~ tenaga demi mempertahankan piala kejuaraan
kurium ku.ri.um [n Kim] unsur tidak terdapat dl alam, semua isotopnya radio aktif, dibuat, antara lain, dng menggunakan Pu-239 dng partikel alfa, mengebom Am-241 dng neutron; unsur dng nomor atom 96, berlambang Cm, berat atom 244
kutang ku.tang [n] (1) pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara; (2) baju tanpa lengan: bajunya terdedah sehingga tampaklah kaus -- baru yg dikenakannya
kuyang ku.yang [n] hantu perempuan yg menurut kepercayaan orang Kalimantan Timur, pd malam hari kepala dan isi perutnya dapat terbang, mengisap darah orang hamil atau orang yg baru melahirkan
label la.bel [n] (1) sepotong kertas (kain, logam, kayu, dsb) yg ditempelkan pd barang dan menjelaskan tt nama barang, nama pemilik, tujuan, alamat, dsb; (2) etiket; merek dagang; (3) petunjuk singkat tt zat yg terkandung dl obat dsb; (4) petunjuk kelas kata, sumber kata, dsb dl kamus; (5) catatan analisis pengujian mutu fisik, fisiologis, dan genetik dr benih dsb
labirin akustik [Anat] telinga bagian dalam yg terdiri atas rumah siput dan saluran setengah lingkaran
labirin menyelaput [Anat] bagian yg menyerupai selaput pd telinga dalam
labur la.bur [v] me.la.bur v menyapu (mengoles, mengecat) dng kapur tembok: ia sedang ~ tembok [v] me.la.bur v memberi makanan atau uang makan kpd pekerja; memberi perbekalan (modal dsb) [n] ke.la.bur.an n lubang yg dalam (untuk menangkap binatang)
ladang la.dang [n] (1) tanah yg diusahakan dan ditanami (ubi, jagung, dsb) dng tidak diairi; tegal; (2) tanah atau tempat yg luas yg diusahakan krn mengandung sumber daya alam, spt minyak; (3) ki sumber ilham, pendapatan, dsb
ladenan la.den.an [n] layanan; pelayanan: pd jamuan semalam kami mendapat ~ yg sangat memuaskan
lahan kritis [Tan] lahan yg tidak mampu lagi berperan sebagai unsur produksi pertanian, baik sebagai media pengatur tata air maupun sebagai perlindungan alam lingkungan
lailah lai.lah [n] malam
lailatulkadar lai.la.tul.ka.dar [n Isl] malam turunnya wahyu Allah (yakni pd malam gasal bulan Puasa sesudah tanggal 20), yg apabila seseorang beramal kebaikan pd malam itu, pahalanya akan dilipatgandakan; malam kemuliaan
lajur la.jur [n] (1) deret beberapa benda (orang dsb) yg merupakan baris atau banjar: empat -- buku-buku baru yg disusun rapi di rak bukunya menambah semarak ruangan itu; (2) kolom (dl surat kabar dsb): halaman surat kabar itu terbagi atas sembilan --; (3) baris tebal memanjang (pd kain dsb): kain putih dng -- hijau; (4) ark baris; garis (pertahanan): -- pertahanan yg terdepan telah dihujani dng tembakan artileri
lampang lam.pang [Mk v] , ber.lam.pang v bertepuk-tepuk; bertamparan [n] tanda yg terdapat pd bagian tubuh atau organ yg diakibatkan oleh luka; bekas melekatnya suatu bagian tumbuhan (daun) atau otot, dapat berupa tanda alami atau buatan
lampu geladak [Lay] lampu untuk penerangan geladak sekoci pd waktu malam hari ketika kapal dl keadaan darurat
lampu jangkar lampu isyarat yg dipasang pd ujung haluan kapal yg memberikan isyarat pd waktu malam hari bahwa kapal sedang lego jangkar atau berlabuh
lampu navigasi [Lay] lampu kapal yg harus dipasang pd waktu kapal berlayar pd malam hari
lancong lan.cong , me.lan.cong 1 v bepergian untuk bersenang-senang; bertamasya; pesiar: ~ ke luar negeri; (2) n Antr cara berpacaran pd malam hari pd masyarakat Betawi
langgah lang.gah [n Geo] lubang dalam di daerah kapur tempat air masuk ke bawah permukaan daerah kapur itu; ponor
langsuir lang.su.ir [n] hantu perempuan yg berlubang punggungnya atau berupa burung elang malam
lanjut lan.jut [a] (1) tua; berumur: usianya sudah -- , anak cucunya sudah banyak; (2) panjang (perundingan, pembicaraan, dsb): saya jemu mengikuti pembicaraan yg -- spt itu; (3) tidak tanggung; terus: dia berusaha agar sekolah anaknya --; (4) lama; usang: bangunan itu sudah --; (5) tinggi; dalam: ilmunya sudah --
lanjutan lan.jut.an [n] (1) sambungan (percakapan, cerita, dsb): ~ cerita ini ada pd halaman berikutnya; (2) yg berikutnya: kursus ~
lanskap lan.skap [n] (1) tata ruang di luar gedung (untuk mengatur pemandangan alam): saya membuat desain-desain --; (2) jumlah total aspek setiap daerah, baik pedesaan maupun kota
lapangan tertutup la.pang.an tertutup lapangan olahraga di dalam gedung beratap
laparoskopi la.pa.ro.sko.pi [n Dok] pemeriksaan rongga perut dng peneropongan memakai alat melalui sayatan pd dinding perut, setelah lebih dahulu dilakukan pengisian dng udara atau gas ke dalamnya
lapis mutiara lapisan terdalam dr cangkang (kerang, dsb) yg dibentuk oleh sel-sel mantel dan sebagian besar terdiri atas kalsium karbonat
lapisan bahang la.pis.an bahang [Fis] lapisan yg berbeda-beda suhunya di dalam badan air
lapisan Henle la.pis.an Henle lapisan luar selubung akar bagian dalam dr rambut
lapisan Huxley la.pis.an Huxley lapisan dalam selubung akar bagian dalam rambut
laporan administrasi la.por.an administrasi pemberian bahan atau keterangan secara objektif dan berdasarkan kenyataan di bidang personel, material, keuangan, dan tata kantor
larat la.rat [v] (1) hanyut dan tidak menyangkut: sauh kapal itu -- hingga tidak dapat mengait dasar laut; (2) bertambah jauh (panjang, luas, mendalam, dsb): sakitnya bertambah --; kalau tidak kuat, -- jadi penyakit; (3) pergi jauh meninggalkan kampung halaman; mengembara; merantau: kita telah lama -- ke negeri orang untuk mencari peruntungan; (4) ki sedih sekali; melantur-lantur (tt perasaan dan pikiran): -- pikirannya; (5) ki terharu (tt perasaan); iba: -- hatinya mendengar perkataan anak itu [ark a] dapat; mampu; sanggup [n] anggrek, Dendrobium phalaenopsis
latar la.tar [n] (1) permukaan; (2) halaman; (3) rata; datar; (4) dasar warna (pd kain dsb); (5) Sas keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dl karya sastra; (6) keadaan atau situasi (yg menyertai ujaran atau percakapan); (7) Sen dekor pemandangan yg dipakai dl pementasan drama, spt pengaturan tempat kejadian, perlengkapan, dan pencahayaan
laut bebas perairan laut yg tidak termasuk, baik laut teritorial maupun laut pedalaman dr suatu negara
laut ingresi [Geo] laut yg terjadi krn gerakan tektonik (sehingga ada bagian-bagian yg turun yg membuat laut menjadi lebih dalam)
lawan la.wan [n] imbangan; bandingan; tandingan: permata seindah ini payah dicari -- nya; (2) n pasangan; teman: wanita -- nya mengibing terus mendampinginya semalaman; (3) n musuh; seteru: krn marahnya, dia mengamuk tanpa membedakan kawan dan --; (4) n kebalikan; yg bertentangan: -- kata 'kaya' ialah 'miskin'; (5) v menentang; menghadapi; berbanding: usul itu diterima dng 20 suara -- 3 suara
lawat la.wat, me.la.wat [v] (1) bepergian mengunjungi negeri lain: ~ ke negara lain akan menambah pengetahuan dan pengalaman; (2) datang menjenguk (orang meninggal dsb); melayat
layah la.yah , me.la.yah v meliuk (condong) ke kiri ke kanan, ke muka ke belakang (spt pohon kayu tertiup angin, orang menari) [n] tudung penutup muka; berguk , me.la.yah v melayang (terbang) rendah dekat permukaan tanah (air) [a] ceper (tt piring, talam, dsb)
layar tancap pertunjukan film di alam terbuka dng layar yg tiangnya ditancapkan di tanah
lebak le.bak [n] tiruan bunyi orang menampar; debak [n Ark] bagian tanah yg rendah di antara ranah atau di antara ranah dan talang [n] tempat air yg tergenang dan di dalamnya terdapat lumpur yg dalam
lebar bersih [Kap] lebar kapal terbesar diukur pd tiang tengah kapal dr sisi dalam ke sisi kulit kapal, diukur dr sisi luar ke sisi kapal (bagi kulit kapal yg terbuat dr kayu atau bukan logam)
lebat le.bat [a] (1) berbuah banyak (tt pohon): pohon mangga itu -- buahnya; (2) tebal dan rapat sekali (tt rambut, daun, hutan, dsb): rambutnya hitam dan --; pohon itu -- daunnya; (3) deras dan banyak (tt hujan, embun, dsb): semalam hujan sangat -- spt dicurahkan dr langit
lebur le.bur [a] (1) luluh atau hancur mencair (tt logam yg dipanaskan): baik besi maupun baja -- apabila dipanaskan dl suhu yg tinggi; (2) ki rusak binasa; punah sama sekali: seluruh kampung -- oleh gempa yg dahsyat itu [n] ke.le.bur.an ark n lubang yg dalam (untuk menangkap binatang besar dsb); pelubang [Lihat {debur}]
ledak le.dak, me.le.dak [v] (1) pecah dan mengeluarkan bunyi sangat keras; meletus: bom yg dilemparkannya itu ~ tepat mengenai sasarannya; (2) terbit perang (revolusi, huru-hara, kemarahan, dsb): perang saudara ~ kembali setelah perundingan antara kedua pihak yg bersengketa mengalami kegagalan; (3) menggema; gegap gempita (tt sambutan, tepuk tangan, sorak-sorai): sambutan hadirin ~ ketika ia tampil membawakan lagu yg sedang populer itu; (4) tergelak keras-keras (tt tertawa): tawa hadirin pun ~ melihat tingkah pelawak itu
lega le.ga [a] (1) lapang; luas; tidak sempit: halaman rumahnya cukup -- untuk tempat bermain keempat anaknya; (2) tidak sesak; kosong: mari kita pindah ke gerbong belakang, di sana --; (3) berasa senang (tenteram); tidak gelisah (khawatir) lagi: saya merasa -- mendengar kabar bahwa istri saya telah melahirkan dng selamat; (4) senggang; tidak sibuk: minggu ini aku agak --
legok le.gok [a] (1) lekuk; cekung; (2) lebih dalam atau rendah dp tempat lain (tt tanah, lembah)
lekuk le.kuk [a] (1) berongga lekung atau jeluk (spt tanah yg digali); (2) lepih spt topi yg ditekan; (3) berlekuk ke dalam (spt lensa)
lelah le.lah [a] (1) penat; letih; payah; lesu; tidak bertenaga: ia berbaring di rumput untuk melepaskan --; (2) Fis kecenderungan retak atau patah pd logam apabila mengalami tegangan berulang kali [Mk v] me.le.lah v mengejar
lemak manis jangan ditelan [pb] suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya
lembaga Pemilihan Umum badan yg dibentuk oleh Presiden untuk melaksanakan pemilihan umum yg diketuai oleh Menteri Dalam Negeri
lembang lem.bang [a] (1) lekuk (tt tanah, dahi, dsb): tanah ini -- krn tertimpa durian jatuh; (2) menjadi rendah dan dalam (spt tanah tempat air lalu); (3) lembah; tanah rendah , me.lem.bang v bercakap dng lemah lembut; membujuk
lemo le.mo [n] buah tidak merekah jenis buni, berkulit luar tebal menjangat dan berkulit dalam bersekat-sekat spt marga jeruk; Litsea Cubela pers
lempaung lem.pa.ung [n] (1) pohon yg buahnya masam, tumbuh di daerah pedalaman, kayunya untuk tiang-tiang rumah; Baccaurea laceolata; (2) buah lempaung
lemper lem.per [n] penganan dibuat dr nasi pulut, di dalamnya diisi daging cincang (dibungkus dng daun pisang)
lemur le.mur [n] kerabat monyet, sebesar kucing, terdapat di Madagaskar dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, ekornya panjang, moncongnya spt moncong rubah, termasuk hewan malam dan penghuni pohon, pemakan serangga, buah-buahan, dan mamalia kecil, gigi seri pd rahang bawah menjulur ke depan, bentuknya spt sisir, serasi untuk menyedot buah-buahan lunak, juga dipakai menyisir bulunya; Lemuridae
lengai le.ngai [a] (1) tidak tangkas; tidak giat; (2) lengah; lalai; (3) tidak mudah (tidak dapat) bereaksi atau tidak dapat mengalami perubahan kimia
lengking leng.king [n] (1) bunyi nyaring dan keras, biasanya tt suara jeritan manusia atau hewan; (2) bunyi nyaring dan keras dr peluit dsb; dengking: -- kereta memecah kesunyian malam; pekik -- binatang yg menandakan ketakutan dan kedinginan
lepih le.pih [v] terlipat tepi atau ujungnya ke dalam (spt tikar, sapu- tangan)
lereng kritis sudut antara garis horizontal (mendatar) dan lereng maksimum suatu tanah krn proses alami (dl tanah); (2) lereng yg akan memelihara keseragaman aliran pd kedalaman kritis di suatu saluran (dl hidrolika)
letusan le.tus.an [n] ledakan: ketika malam sering terdengar ~ senjata di daerah yg belum aman itu
leukoplakia leu.ko.pla.kia [n] penebalan lapisan tanduk selaput lendir mulut, terdapat pd lidah atau pipi bagian dalam yg batasnya tidak teratur, berwarna abu-abu dan banyak dijumpai pd orang lanjut usia
lewat le.wat /lEwat/ (1) v melalui; lalu di; menempuh: kereta api cepat Jakarta-Surabaya -- Semarang; (2) v lalu; lampau: waktu yg telah --; (3) adv lebih: pukul sembilan -- sepuluh menit; (4) adv sesudah: -- tengah malam; (5) a terlampau; sangat; terlalu: -- jenuh; (6) p dng perantaraan (memakai jasa, alat, dsb): barangnya dikirim -- pos
lidah mertua tumbuhan terna, termasuk suku Agavaceae, berasal dr Afrika, tinggi 0,4-1,75 m, daun berbentuk pedang, berdaging dng ujung meruncing tajam, berwarna hijau dng garis-garis kuning, perbungaan berupa tandan, bunga kecil berwarna putih kehijau-hijauan, mekar pd malam hari; Sansevieria trifasciata
lihat li.hat [v] me.li.hat v (1) menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan): kepala desa ~ rakyat membersihkan selokan; (2) menonton: nanti malam kami akan ~ pertandingan tinju; (3) mengetahui; membuktikan: saya ingin ~ sampai di mana kemampuannya; (4) menilik: ~ gelagatnya, kedatangan mereka mempunyai maksud yg kurang baik; (5) meramalkan: seorang ahli nujum atau astrolog dapat ~ nasib seseorang; (6) menengok (orang sakit); menjenguk: kami merencanakan untuk ~ kakek di rumah sakit
lilin batik lilin yg dipakai untuk membatik; lilin lebah; malam
lilin lebah lilin hasil penggetahan (sekresi) lebah madu atau jenis lebah lainnya; malam
lilin paskah lilin besar yg diberkati pd upacara malam Paskah, dan dinyalakan sbg lambang Kristus yg bangkit dr kematian selama masa Paskah, ditempatkan di samping meja altar dinyalakan pd setiap upacara liturgi sesudah hari raya Pantekosta yg merupakan penutup masa Paskah, dipadamkan setelah pembacaan Injil dl masa terakhir hari tsb
lima waktu salat lima kali sehari semalam (Subuh, Lohor, Asar, Magrib, Isya)
limnetik lim.ne.tik [n] perairan terbuka (yg tidak dibatasi tepian danau atau kolam) dr permukaan air sampai ke pedalaman tempat intensitas cahaya mencapai nilai yg menjadikan fotosintesis seimbang dng respirasi
limnologi lim.no.lo.gi [n] ilmu yg mendalami tanah, kolam, dan air tawar menggenang lain beserta biola yg terkait dengannya
lingkungan ling.kung.an [n] (1) daerah (kawasan dsb) yg termasuk di dalamnya; (2) bagian wilayah dl kelurahan yg merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan desa; (3) golongan; kalangan: ia berasal dr ~ bangsawan; (4) semua yg mempengaruhi pertumbuhan manusia atau hewan: kita harus mencegah pencemaran ~
lingkungan mati ling.kung.an mati lingkungan di luar suatu organisme yg terdiri atas benda atau faktor alam yg tidak hidup, spt bahan kimia, suhu, cahaya, gravitasi, atmosfer
linsang lin.sang [n] binatang sejenis musang, berkaki pendek atau panjang, ramping, cakarnya waktu istirahat ditarik ke dalam, cakar kaki depan terkatup spt pd kucing, sedangkan yg belakang dilindungi suatu lipatan kulit, berbulu perak, warna dasar putih atau abu-abu kecokelat-cokelatan, ada enam pita lebar tidak teratur berwarna hitam kecokelat-cokelatan di atas punggung, kedua sisi tengkuk, dan di badannya, pemakan serangga, burung, kadal, dan binatang menyusui yg kecil; Prionodon gracilis
lintasan balistik lin.tas.an balistik lintasan yg dilalui oleh titik berat peluru, jika peluru itu tidak mengalami daya dorong krn mengabaikan keadaan nyata cuaca serta lingkungan bumi, maka lintasan itu akan berbentuk parabola, sedangkan peluru yg ditembakkan dng sudut 45o akan mencatat jarak lintasan terbesar dr tanah ke tanah
lintir lin.tir , me.lin.tir a tergulung ke dalam lihat pelintir
lipas kudung jenis lipas yg hidup di dalam rumah; Periplaneta orientalis
lisimeter li.si.me.ter [n] alat untuk mengukur keseimbangan air alamiah di dl tanah pd sebidang tanah yg ditumbuhi tanaman, dikitari suatu penahan sehingga tidak terjadi hubungan hidrologis dng lingkungan sekitarnya, bagian bawahnya dilengkapi lubang penyaluran sehingga air yg merembes dr tanah dapat ditampung, perubahan dl kelembapan bidang tanah tsb dapat dihitung dr jumlah air yg hilang krn penguapan dan yg lenyap krn transpirasi
literer li.te.rer [n] berhubungan dng tradisi tulis: dia sedang merekam budaya dan isi alam negeri Jawa secara -- dan dng fakta visual berbentuk gambar
litoral li.to.ral [n] (1) daerah pantai yg terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah; (2) vegetasi yg tumbuh di lingkungan atau kedalaman laut antara garis pandang mata
liwan li.wan [n] bagian dr bangunan (masjid, istana) dng pintu muka yg melengkung dan pd satu sisi terbuka ke istana dalam
logika induktif alur berpikir yg menarik kesimpulan mulai dr pengalaman empiris menuju kpd yg umum atau general
lombong lom.bong [n] jeluk; dalam (tt mangkuk, pinggan, dsb) [n] tambang: -- timah
loneng lo.neng [Jk n] (1) kelek-kelek (pd jembatan dsb); langkan; (2) tembok rendah di depan halaman rumah
loyang lo.yang [n] tembaga kuning (kuningan); gangsa: tempat sirih itu dibuat dr -- [Jw n] (1) talam besar (dr kuningan atau gangsa): barang-barang --; (2) talam yg terbuat dr seng atau aluminium tempat adonan kue yg akan dimasak
luar lu.ar [n] (1) daerah, tempat, dsb yg tidak merupakan bagian dr sesuatu itu sendiri: ia berdiri di -- gedung; lima tahun ia tinggal di -- negeri; (2) bukan dr lingkungan (keluarga, negeri, daerah, dsb) sendiri; asing: meskipun ia orang -- , tetapi sudah spt keluarga sendiri; (3) bagian (sisi, permukaan, dsb) yg tidak di dalam: merk kecap itu tertempel di -- botol; obat -- , obat untuk mengobati bagian luar tubuh (kulit dsb)
lubuk lu.buk [n] bagian yg dalam di sungai (laut, danau, dsb): menangkap ikan di --; (2) n berlekuk dalam; jeluk: piring --; pinggan --; (3) a Hid daerah hidrosfer yg kedalamannya dapat mencapai 6.000 kaki atau lebih di lautan dan 1.000 kaki atau lebih di danau dan yg tidak tertembus oleh cahaya matahari
lubuk hati perasaan hati yg paling dalam; lubuk jiwa; (2) bawah sadar
lucup lu.cup [v] masuk ke dalam (terbenam) spt paku ke dl papan, duri ke dl daging, atau menyelam ke dl air
lugas lu.gas [a] (1) mengenai yg pokok-pokok (yg perlu-perlu) saja: pembicaraannya selalu -- , tidak pernah menyimpang ke sana-sini; (2) bersifat spt apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana: cara berdandannya -- , tidak mencolok; (3) tidak berbelit-belit: kalimatnya -- , tidak berbunga-bunga; (4) tidak bersifat pribadi; objektif: masalah itu dapat diselesaikan secara --
luka lu.ka [n] belah (pecah, cedera, lecet, dsb) pd kulit krn kena barang yg tajam dsb: -- nya dalam dan mengeluarkan banyak darah; (2) v menderita luka: kakinya -- kena peluru
lukah lu.kah [n] alat untuk menangkap ikan (spt bubu) yg dipasang di dl air yg tidak berapa dalam
lulus lu.lus [v] (1) dapat masuk atau lalu (ke dalam atau dr lubang dsb): benang sebesar itu tidak dapat -- ke lubang jarum yg kecil itu; (2) dapat lepas atau lucut (spt gelang dr tangan atau cincin dr jari): setelah dibasahi dng air sabun, cincin itu dapat -- dr jarinya; (3) terperosok masuk (spt kaki ke dl lantai bambu dsb); (4) berhasil (dl ujian); dapat melalui dng baik (dl menghadapi segala cobaan): dl ujian itu tiga orang dinyatakan --; (5) diperkenankan; terkabul (tt permohonan, permintaan, dsb): permintaannya sudah --; (6) hilang lenyap: rumahnya -- tertimbun tanah longsor; (7) lelap, tidak dapat ditebus lagi (tt barang gadai): cincin yg digadaikan sudah --
lunas dada bagian badan hewan yg di dalamnya terdapat tulang dada
lunasan lu.nas.an [n Huk] objek hukum yg harus diserahkan oleh debitur kpd kreditur
lurah lu.rah [n] (1) kepala pemerintahan tingkat terendah; kepala desa; (2) kepala atau pimpinan suatu bagian pekerjaan [n] (1) lembah; jurang; (2) alur (lekuk memanjang) di tepi papan: -- papan ini tidak dalam
lut [kl a] dapat terluka oleh senjata; tidak kebal terhadap senjata; lelap; mempan: orang itu tidak -- oleh senjata tajam [a cak] batu (timah dsb) yg digantungkan pd tali untuk menduga kedalaman laut dsb; batu anting; batu duga
luweng lu.weng [Jw n] (1) sumur yg sangat dalam yg terdapat di dl gua (di pegunungan); (2) lubang yg dalam; (3) balong pd tempat pembakaran kapur; (4) keran (dapur) besar yg terbuat dr bata atau tanah
luyu lu.yu [a] kelihatan sangat mengantuk (tt mata); ruyup: matanya -- krn semalam suntuk menjaga si sakit
madu satu tong [pb] jika baik asalnya, turunannya pun baik juga: dalam -- berisi empedu, pb dl perkataan yg manis-manis biasanya berisi tipu daya yg tidak baik
magainin ma.gai.nin [n] cairan yg mempunyai daya penyembuhan krn mengandung antibiotik alami yg kuat dr katak Afrika yg bercakar yg sengaja dilukai
magi ma.gi [n] sesuatu atau cara tertentu yg diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib dan dapat menguasai alam sekitar, termasuk alam pikiran dan tingkah laku manusia [n] golongan iman dr zaman Parsi Kuno [n] penyedap masakan, dibuat dr ekstrak daging dl bentuk cairan setengah kental atau padat, berbentuk dadu
mahkota mah.ko.ta [n] (1) hiasan kepala atau songkok kebesaran bagi raja atau ratu: Sri Ratu mengenakan -- emas bertatahkan berlian; (2) ki yg menguasai; raja; (3) ki kekuasaan (atas kerajaan): raja menyerahkan -- kpd putra beliau; (4) gelar orang besar: Datuk Raja --; (5) yg dihargai atau yg dijunjung tinggi: rambut adalah -- wanita; (6) yg dicintai: -- jiwa [n] bagian hiasan bunga yg merupakan lingkaran dalam, berwarna-warni, dan menentukan corak warna bunga, dapat terbagi atas daun mahkota (bersifat polipetal) atau bertautan (bersifat gamopetal atau simpetal)
makan asam garam [ki] sudah berpengalaman dl hidup
makan daging hewan yg pakannya daging, termasuk di dalamnya hewan predator (hewan pemakan hewan lain)
makan praktis makanan yg dibuat dr bahan alami yg mudah didapat, spt padi-padian, daging, dan limbah daging
makan tambahan [Tern] makanan buatan yg mengandung protein dan zat hara yg lain yg melebihi zat-zat yg terdapat pd makanan alami di lingkungan itu
makhluk halus makhluk yg dianggap hidup di alam gaib yg berada di luar alam fisik (msl setan, jin)
maklumat mak.lu.mat [n] (1) pemberitahuan; pengumuman: rakyat menyambut -- itu dng gembira; (2) pengetahuan; mualamat: mereka tidak mempunyai -- yg cukup atas segala hal yg bersangkut paut dng perkataan itu
makna ekstensi [Ling] makna yg mencakupi semua objek yg dapat dirujuk dng kata itu
makna kognitif [Ling] aspek-aspek makna satuan bahasa yg berhubungan dng ciri-ciri dl alam di luar bahasa atau penalaran
makna konotasi [Ling] makna (nilai rasa) yg timbul krn adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi
makna referensial [Ling] makna unsur bahasa yg sangat dekat hubungannya dng dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi
main ma.in [v] (1) melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dng menggunakan alat-alat tertentu atau tidak): -- bola; -- kelereng; -- cari-carian; (2) cak melakukan perbuatan untuk bersenang-senang (dng alat-alat tertentu atau tidak): anak-anak sedang -- di halaman; (3) berjudi: sepanjang hari kerjanya hanya -- domino; (4) dl keadaan berlangsung atau mempertunjukkan (tontonan dsb): filmnya sudah --; (5) bertindak sbg pelaku dl sandiwara (film, musik, dsb): dia sering ikut -- dl pementasan drama di sekolah; (6) berbuat serong: saya benci kpd laki-laki yg suka -- dng perempuan lain; (7) bekerja, bergerak, berputar, dsb secara sepatutnya (tt mesin dsb): jarum jamnya sudah tidak -- lagi; (8) cak berbuat sesuatu dng sesuka hati; berbuat asal berbuat saja: jangan -- pinjam saja, pikirkan juga bagaimana cara mengembalikannya; kalau sudah marah, ia suka -- pukul saja; (9) cak menjalankan usaha (taksi, becak, dsb); mencari nafkah dng: dulu -- becak, sekarang -- taksi; (10) cak selalu menggunakan (memakai): sekarang dia sudah tidak mau naik bus, -- taksi melulu
makroekonomi mak.ro.e.ko.no.mi [n] bagian dr teori ekonomi yg mendalami hubungan antara kumpulan besaran ekonomi, spt pembelanjaan, penanaman modal, pendapatan nasional, impor ekspor
makrokosmos mak.ro.kos.mos [n] alam semesta
makyong mak.yong [n] seni teater tradisional dr Pulau Bintan, Riau, yg dilakukan baik siang maupun malam selama kira-kira tiga jam, dng pelaku kurang lebih lima belas orang pria dan wanita yg semuanya memakai topeng dan canggai
malaran ma.lar.an [n Ling] ciri pembeda dr bunyi yg tidak mengalami hambatan, yakni vokal dan bunyi frikatif
maleman ma.lem.an [n] selamatan atau kenduri pd malam tanggal ganjil pd bulan Puasa (Ramadan) tanggal 20 tibanya Lebaran: pd waktu yg disebut -- itu penduduk banyak yg mengadakan kenduri
maling ma.ling [n] orang yg mengambil milik orang lain secara sembunyi-sembunyi; pencuri (terutama yg mencuri pd malam hari): -- itu dan masuk ke dl rumah melalui jendela
mambung mam.bung [a] kering dan kosong di dalamnya (tt buah-buahan dsb); mampung
manau ma.nau [n] rotan besar, Calamus manau
manerisme ma.ne.ris.me [n] gerak-gerik kebiasaan yg khas pd seseorang yg sering dijumpai pd penderita skizofrenia, sbg simbol fantasi yg dialami
manggung mang.gung [Jw v] berkicau (tt burung balam, ketitiran, dsb); memanggung
mani cair [Tern] air mani yg telah mengalami perlakuan dan disimpan pd suhu di atas 0oC
mani dingin [Tern] air mani yg telah mengalami perlakuan dan biasanya disimpan pd suhu sekitar 3oC
manifes ma.ni.fes [n] (1) pernyataan terbuka tt tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok; manifesto: -- Kebudayaan; (2) daftar isi muatan yg diangkut kapal, yg memuat jumlah merek dan nomor barang muatan, nama pengirim, serta alamat yg dituju; konosemen; surat muatan
manis mulut nya bercakap spt sa-utan manisan [pb] mulut manis (perkataan yg manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya
manzil man.zil [Ar n] rumah atau tempat perhentian (untuk mengaso, bermalam, dsb)
markusip mar.ku.sip [n Antr] cara berpacaran pd malam hari (dilakukan dng cara berbisik, si wanita di dl rumah, sedangkan yg laki-laki di luar rumah) pd masyarakat Mandailing
marmer mar.mer [n] batu gamping yg telah mengalami metamorfosis, dan dapat dipakai untuk lantai, dinding, dsb; pualam
martandang mar.tan.dang [v] mengadakan kunjungan bagi pemuda ke rumah gadis ketika menghadapi usia kawin atau pd waktu berpacaran, biasanya dilakukan pd waktu malam dan berlaku di antara beberapa muda-mudi dng senda gurau dan iringan nyanyian dan gitar (di Tapanuli)
masa gencat mesin waktu bagi mesin yg tersedia untuk produksi atau pekerjaan sampingan yg tidak dimanfaatkan krn kekurangan pekerjaan, bahan, atau karyawan, termasuk di dalamnya waktu pabrik tidak dl keseimbangan
masa peka masa yg dialami seseorang, baik dl perkembangan aspek emosinya maupun krn pengaruh kelenjar tubuhnya, msl masa menjelang menstruasi atau menopause; (2) saat ketika anak sangat mudah menerima rangsangan untuk tumbuh berkembang secara cepat
masak masai sudah berpengalaman; ulung
masif ma.sif [a] (1) utuh dan padat, di dalamnya tidak berongga (tt batu dsb); (2) kuat; kukuh: gedung itu tampak sangat --; (3) murni (tt logam mulia): ia memakai cincin emas -- di jari manisnya
masih berbau pupuk jeringau [pb] masih muda sekali (belum berpengalaman)
masih hijau [ki] belum berpengalaman
maskumambang mas.ku.mam.bang [Jw n] bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk melukiskan kisah sedih atau keprihatinan yg mendalam, mempunyai bait lagu yg terdiri atas empat baris, baris pertama mempunyai 12 suku kata yg berakhir dng bunyi i (12 i), kemudian berturut-turut 6 a, 8 i, dan 8 a
masuk ma.suk [v] (1) datang (pergi) ke dl (ruangan, kamar, lingkungan, dsb): ia -- ke kamarnya kemudian menguncinya dr dalam; (2) datang (pergi) ke tempat bekerja (sekolah dsb): ia -- agak siang krn harus pergi berobat ke rumah sakit; hari ini ia tidak -- kerja, tidak datang di tempat ia bekerja; (3) tergolong; terhitung; terbilang; tercantum: ia -- dl penilaian ibu rumah tangga teladan; hal itu tidak -- dl acara rapat; (4) menjadi (anggota perkumpulan, prajurit, penganut agama, warga negara, dsb): -- Islam (Kristen, Buddha, Hindu, dsb); -- warga negara Indonesia; (5) turut serta, mengikuti; turut campur: -- perang; -- ujian; (6) diterima; didapat: uang yg -- bulan ini lebih kecil dp bulan yg lalu; surat-surat yg -- harus segera dicatat dan dijawab
masuk ke sarang laba-laba [ki] masuk ke dalam perangkap musuh
mata air tempat air yg mengalir dr batuan atau tanah ke permukaan tanah secara alamiah; sumber air
mata batin bagian batin yg paling dalam; perasaan dl hati
mata hati perasaan yg dalam
mata listrik tabung radio yg sebagian di sebelah dalamnya dilapisi bahan yg mampu mengubah berkas cahaya, yg menimpa bahan itu, menjadi arus listrik
mata nurani hati nurani; rasa hati yg paling dalam
materialisme ma.te.ri.al.is.me [n] pandangan hidup yg men-cari dasar segala sesuatu yg termasuk kehidupan manusia di dl alam kebendaan semata-mata dng mengesampingkan segala sesuatu yg mengatasi alam indra
medan dingin [Geo] daerah pertemuan massa udara yg timbul ketika massa udara dingin menyusup di bawah massa udara panas sehingga massa udara panas terangkat, lalu mengalami kondensasi, membentuk awan, dan dapat mengakibatkan turun-nya hujan
medan panas [Geo] daerah pertemuan massa udara yg timbul ketika massa udara panas mendesak massa udara dingin sehingga massa udara panas terangkat, lalu mengalami kondensasi, membentuk awan, dan dapat mengakibatkan turunnya hujan
medula me.du.la [n] bagian tengah (terdalam) sesuatu, msl sumsum (pd tulang), empulur (pd batang tumbuhan)
megatruh me.gat.ruh [n Sen] bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk melukiskan perasaan kecewa atau kesedihan yg mendalam, mempunyai bait lagu yg terdiri atas lima baris, baris pertama mempunyai dua belas suku kata yg berakhir bunyi n (12 n), kemudian berturut-turut 8 i, 8 i, dan 8 o
mel [v cak] memberitahukan; menyebutkan (nama, alamat, dsb); melaporkan diri: sebelum masuk harus -- dulu kpd penjaga pintu; setelah bebas ia harus -- dua kali seminggu ke kantor polisi
melahirkan me.la.hir.kan [v] (1) mengeluarkan anak (dr kandungan); beroleh anak: istrinya meninggal ketika ~ anak yg pertama; (2) mengeluarkan (perasaan, pendapat, pikiran, dsb): di dl alam demokrasi, orang bebas ~ pendapat; (3) mengadakan; menjadikan; menimbulkan: tindakan untuk mengatasi kesulitan kerapkali ~ kesukaran baru
melalap me.la.lap [v] (1) memakan lalap; (2) ki menghabiskan: kebakaran yg terjadi Sabtu malam ~ dua puluh rumah penduduk; (3) ki mengalahkan dng mudah (tanpa perlawanan): kesebelasan itu ~ lawannya dng 5:0 langsung; (4) ki memerkosa; menyetubuhi; menggagahi: ia ditangkap krn ~ anak gadis di bawah umur
melantakkan me.lan.tak.kan [v] memukul kuat-kuat supaya masuk (terbenam) dalam-dalam (tt paku, pancang, dsb)
melati me.la.ti [n] (1) tumbuhan perdu suku Rubiaceae, sering ditanam di halaman rumah, warna bunganya putih berbentuk bintang, terletak pd tandan kecil, berbau sangat harum, sering digunakan dl berbagai upacara adat, spt perkawinan, juga pd waktu ada kematian; Jasminum sambac; (2) tanda pangkat perwira menengah dl ketentaraan dan kepolisian
melayapi me.la.yapi [v] melayang ke suatu arah: pikirannya melayang ~ malam yg gelap gulita itu
melegenda me.le.gen.da [v] menjadi legenda: kisah kepahlawanan pejuang itu ~ di kampung halamannya
melek me.lek /melEk/ (1) v tidak tidur; jaga: sepanjang malam ia -- untuk menyelesaikan pekerjaannya; (2) a cak celik mata; dapat melihat; (3) v cak insaf; mengerti
melek-melekan me.lek-me.lek.an [v cak] berjaga (tidak tidur) semalam suntuk
melingkungi me.ling.kungi [v] (1) mengelilingi; melingkari: hutan lebat ~ tempat pengasingan itu; (2) memasukkan ke dalamnya; melingkupi: ASEAN, antara lain, ~ Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam
melingkupi me.ling.kupi [v] (1) menutupi; menudungi: mereka ~ kepalanya dng kain putih; (2) mencakup; meliputi: bantuan pemerintah ~ seluruh kebutuhan pokok para penderita bencana alam; (3) ki menyelubungi; meliputi (suasana dsb): suasana sedih ~ upacara perpisahan itu
meluangkan me.lu.ang.kan [v] (1) mengosongkan (tempat dsb): ia telah ~ kamarnya untuk tempat kami bermalam; (2) melapangkan (waktu dsb): ia bersedia ~ waktunya untuk menerima kami di kamar kerjanya
melucup me.lu.cup [v] hilang masuk ke dalam: ikan itu ~ setelah meloncat ke udara; duri itu ~ ke dl betisnya
memagarkan me.ma.gar.kan [v] (1) menggunakan (sesuatu) untuk pagar: tukang kebun ~ pohon kemuning di halaman depan rumah itu; (2) memasangkan pagar: anak-anak sedang ~ kebun sayur-sayuran Paman
memamerkan me.ma.mer.kan [v] (1) mempertunjukkan dan membanggakan (kekayaan, kehebatan, dsb): dl pertemuan arisan itu banyak ibu yg suka ~ kekayaannya; (2) mempertunjukkan (hasil karya seni, hasil produksi, dsb): pelukis itu ~ lukisannya; (3) memeragakan: peragawati itu ~ hasil produksi dalam negeri
memanahi me.ma.nahi [v] berkali-kali melepaskan anak panah (kpd): penduduk dilarang ~ binatang penghuni cagar alam
memanjat bersengkelit me.man.jat bersengkelit [pb] belum berpengalaman
memantakkan me.man.tak.kan [v] memukulkan (paku dsb) hingga masuk dalam-dalam
memar me.mar [a] rusak atau remuk di sebelah dalam, tetapi dr luar tidak tampak: mempelam itu -- krn jatuh; krn pukulan itu, ia menderita luka --
memasang badan me.ma.sang badan mengalami hukuman di penjara
memasuki me.ma.suki [v] (1) masuk ke dalam: mereka harus -- gua untuk mendapatkan sarang burung itu; tersesat -- daerah terlarang; (2) mencampuri urusan orang lain: ia terkenal suka -- urusan orang lain; (3) mengikuti (kursus, kuliah, dsb): ia berniat -- kursus komputer
membabati mem.ba.bati [v] (1) menebasi; merambahi (tumbuhan, semak, rumput, dsb): ia sedang -- alang-alang di halaman rumahnya
membadai mem.ba.dai [v] (1) bertiup kencang (tt angin): angin -- semalaman; (2) bagaikan badai; menghebat: serangan yg -- telah mengobrak-abrik pertahanan lawan; (3) kl terbang tinggi: -- burung atas langit, merendah diharap jangan
membahana mem.ba.ha.na [v] bergema; berkumandang: alunan gamelan -- sepanjang malam
membahasakan mem.ba.ha.sa.kan [v] (1) mengungkapkan dng perkataan; menuturkan; menyatakan: tanpa -nya, orang lain tidak akan mengerti maksudnya; ia tidak mampu -- kesedihan yg dialaminya; (2) menyebutkan dirinya: ia -- (dirinya) adik kepadanya; (3) menegur (menyilakan dsb); menghormat: sekalian yg hadir -- dia duduk di kursi yg paling depan
membakat mem.ba.kat [v] (1) menjadi bakat: menipu itu sudah -- baginya; (2) meningggalkan bakat (kesan, bekas): buih air laut yg -- di pantai; jejaknya masih -, ia masih belum lama pergi; (3) memberi alamat akan terjadinya sesuatu; menandakan: yg -- adalah tibanya sinar seminar keemasan sang Dewi Matahari
membatasi mem.ba.tasi [v] (1) memberi batas; menentukan (menandai dsb) batas: ia -- pekarangan itu dng pancang; (2) menceraikan; mengantarai; menyekat: ia menyisipkan sehelai kertas dl buku itu untuk -- halaman buku yg sudah dibacanya; dl masjid itu dipasang tabir untuk -- ruang wanita dan ruang pria; (3) menentukan banyaknya (besarnya dsb): Pemerintah telah -- impor mobil; (4) menerangkan arti sesuatu dng tepat dan jelas; membuat batasan definisi: sukar -- suatu yg bersifat abstrak; (5) mengurangi; merintangi: orang tua harus mampu -- keinginan anak untuk berfoya-foya
membatik mem.ba.tik [v] (1) membuat corak atau gambar (terutama dng tangan) dng menerakan malam pd kain; membuat batik; (2) cak menulis dng cara spt membuat batik (sangat perlahan-lahan dan berhati-hati sekali krn takut salah)
membenamkan mem.be.nam.kan [v] (1) menyelamkan ke dl air atau lumpur; menenggelamkan: ia berusaha -- korbannya ke dl sungai; (2) ki memasukkan dalam-dalam: krn kedinginan, ia -- tangannya ke dl kantong mantelnya; (3) ki menghilangkan (membekukan, menyembunyikan, atau mendiamkan) perkara, urusan, dsb: mereka mencoba -- perkara korupsi di instansi itu; (4) ki memasukkan (menjebloskan) ke dl penjara dsb: yg berwajib telah -- penjahat itu ke dl penjara selama lima tahun; (5) ki menekan (kesedihan, kemarahan, dsb): ia berusaha -- kesedihannya dgn menyibukkan diri
memburuh mem.bu.ruh [v] bekerja sbg buruh: siang hari sebagian besar penduduk -, malam hari mereka mengikuti pelajaran agama
mementaskan me.men.tas.kan [v] memainkan sesuatu di panggung (tt sandiwara dsb): mereka akan ~ drama itu malam ini
memenungkan me.me.nung.kan [v] memikirkan dalam-dalam: masih berat bagi kita untuk -- isi buku filsafat itu
memerum me.me.rum [v] membuang perum; menduga dalamnya (laut dsb)
memicing me.mi.cing [v] (1) memejam(kan) (mata); (2) tidur: semalam-malaman aku tidak dapat ~ mata sedikit pun
memikir-mikir me.mi.kir-mi.kir [v] berpikir-pikir tt sesuatu; memikirkan sesuatu secara mendalam
memoar me.mo.ar [n] (1) kenang-kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yg ditulis dng menekankan pendapat, kesan, dan tanggapan pencerita atas peristiwa yg dialami dan tt tokoh yg berhubungan dengannya; (2) catatan atau rekaman tt pengalaman hidup seseorang
memorat me.mo.rat [n] legenda alam gaib yg merupakan pengetahuan pribadi seseorang, baik yg dialami sendiri maupun yg didengar dr pengalaman orang lain
memori me.mo.ri [n] (1) kesadaran akan pengalaman masa lampau yg hidup kembali; ingatan; (2) catatan yg berisi penjelasan; (3) peringatan; keterangan: -- jawaban Pemerintah; (4) peranti komputer yg dapat menyimpan dan merekam informasi
mempelajari mem.pel.a.jari [v] (1) belajar (sesuatu) dng sungguh-sungguh; mendalami (sesuatu): saya akan ~ ilmu akupuntur; (2) menelaah; menyelidiki: kami sedang ~ rancangan anggaran dasar
mempercermin mem.per.cer.min [v] (1) memakai sesuatu sbg cermin (contoh, teladan, dsb): biasanya anak itu ~ tabiat orang tuanya; (2) selalu melihat (menyaksikan): setiap hari aku ~ kesedihan yg dialami oleh rakyat kecil
memperguraukan mem.per.gu.rau.kan [v] menjadikan sbg bahan pergurauan: dia gemar benar ~ pengalamannya yg lucu itu
memperimpit mem.per.im.pit [v] menaruh (menumpuk dsb) berimpit-impit: siapa yg ~ gelas-gelas di dalam kotak ini?
mempermulus mem.per.mu.lus [v] menjadikan lebih mulus (halus, lancar): pemerintah daerah berusaha -- jalan dalam kota
mempertinggi tempat jatuh mem.per.ting.gi tempat jatuh, memperdalam tempat kena [pb] sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yg berat
memperumum mem.per.u.mum [v] menjadikan umum; memperluas: ia perlu ~ pengalamannya
memudikkan me.mu.dik.kan [v] menjalankan (perahu dsb) ke arah hulu: para nelayan itu -- perahunya ke daerah pedalaman
memustahilkan me.mus.ta.hil.kan [v] menganggap mustahil: jangan -- sesuatu yg belum engkau alami sendiri
menabik me.na.bik [v] (1) memberi salam; (2) memberi hormat
menandakan me.nan.da.kan [v] (1) menyatakan atau menunjukkan (bahwa): angka rapornya yg baik ~ kerajinan dan kecerdasan otaknya; (2) menjadi tanda (alamat); memberi alamat (bahwa ...): tidak dibalasnya suratmu itu ~ bahwa dia benci kepadamu; (3) menerangkan atau memberitahukan dng tanda (isyarat): tanda panah itu ~ arah jalan yg harus kita tempuh; (4) membuktikan (dng tanda): ia harus ~ bahwa ia benar-benar suami yg sah dr wanita itu
menang me.nang [v] (1) dapat mengalahkan (musuh, lawan, saingan); unggul: dl perang selalu ada yg kalah dan ada yg --; (2) meraih (mendapat) hasil (perolehan) krn dapat mengalahkan lawan (saingan): berapa rupiah kamu -- semalam?; (3) lulus (dl ujian): dl ujian susulan dia --; (4) mendapat hadiah (dl undian, sayembara, dsb): ia -- lotere; yg -- sayembara karang-mengarang mendapat piagam; (5) dapat melebihi; lebih dari: bukan krn -- pandai, tetapi memang nasib baik; ia bukan -- kaya melainkan -- pangkat; (6) dinyatakan benar (dl perkara): terdakwa itu -- perkara
menanggang mata me.nang.gang mata berjaga (tidak tidur) pd malam hari; bertanggang malam
menanggungkan me.nang.gung.kan [v] (1) menderita; mengalami (kesukaran, kesusahan, dsb): ia ~ derita hidup sbg istri yg dimadu; (2) memikulkan (kpd); mempercayakan (kpd): setelah pensiun, ia ~ biaya sekolah si bungsu kpd anak-anaknya yg sudah bekerja; (3) menyerahkan barang atau surat berharga sbg jaminan utang
menara api menara yg didirikan di tepi pantai atau di pulau kecil di tengah laut, di puncaknya dipasang lampu yg cahayanya sebentar terang sebentar padam, dan pd malam hari digunakan sbg pedoman pelayaran di laut; mercu suar
menawari me.na.wari [v] (1) mengobati dng air yg sudah dimantrai dsb; memantrai; menjampi: Ayah ~ orang yg kesambet dng jampi-jampi; (2) ki membujuk (perempuan): hamba laki-laki yg ~ tunangan atau istri tuannya dihukum cambuk; (3) meredakan hati orang (yg marah, sedih): seorang yg berpengalaman lagi bijaksana tahu ~ hati orang yg sedang marah; (4) membuang racunnya atau bisanya: ia akan ~ gadung itu sebelum memasaknya [v] mengunjukkan seseorang akan sesuatu (dng maksud supaya dibeli, dipakai, dsb): siapa yg ~ mu rumah di kampung itu?
mencangkuli men.cang.kuli [v] mencangkul berkali-kali: ia ~ tanah di halaman samping rumahnya
mencelung men.ce.lung [v] memasukkan ke dalam celung
mencemarkan men.ce.mar.kan [v] (1) menjadikan cemar; mengotorkan: sejuta galon minyak yg tumpah telah ~ Selat Malaka; gas yg keluar dr pabrik itu ~ udara serta alam sekelilingnya; (2) ki memburukkan atau merusakkan (nama dsb): hati-hati kelakuanmu jangan sampai ~ nama keluargamu
menanggung me.nang.gung [v] (1) menyangga (bahan yg berat); memikul; memanggul: ia tidak sanggup ~ beban berat itu; (2) menderita; mengalami (sesuatu yg tidak menyenangkan); menahan; tertimpa (oleh): para korban kecelakaan itu ~ cacat seumur hidup; perusahaan itu bangkrut krn banyak ~ rugi; (3) (bersedia) memikul biaya (mengurus, memelihara, dsb): sbg seorang suami dan kepala keluarga, ia harus ~ istri dan anak-anaknya; (4) menjamin: TNI ~ pertahanan negara; perusahaan yg bonafide harus ~ mutu barang produksinya; (5) menyungguhkan bahwa sesuatu baik (besar, tulen, dsb): ia ~ keaslian dokumen itu; (6) menyatakan kesediaan untuk membayar utang orang lain kalau orang itu tidak menepati janjinya: ia tidak mau ~ utang suaminya krn bermain judi; (7) bertanggung jawab (atas): ia harus ~ segala akibatnya
mencita-citakan men.ci.ta-ci.ta.kan [v] (1) menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh: sikap kritis objektif sangat diperlukan dl masyarakat yg ~ demokrasi; (2) membayangkan sesuatu kpd: mereka selalu ~ dunia baru yg segala-galanya aman dan senang; (3) menjadikan sbg tujuan (akhir): rakyat ~ masyarakat adil dan makmur segera terjelma
mencocokkan men.co.cok.kan [v] menusukkan; menyematkan [v] (1) membandingkan untuk mengetahui cocok tidaknya (benar tidaknya dsb): ~ alamat yg diberikan; (2) menjadikan cocok (setuju dsb); mengakurkan; menyesuaikan; (3) menyesuaikan jarum jam dng waktu tertentu atau jam lain
mencomeli men.co.meli [v] menggusari dng mencomel; mengomeli: semalam-malaman ia ~ istrinya
mencopoti men.co.poti [v] (1) mencopot berulang-ulang; (2) mencopot beberapa objek
mendapat men.da.pat [v] (1) beroleh; memperoleh: juara pertama ~ medali emas; dl setahun perusahaan itu ~ laba lima puluh juta rupiah; (2) menerima: ia ~ kabar buruk kemarin; (3) menemukan; memperoleh: penjelajah hutan ~ harta karun dl gua; (4) mengalami; memperoleh: berkali-kali ia ~ kesulitan; (5) menerima; dikenai: ia ~ hukuman yg setimpal dng kesalahannya
mendapatkan men.da.pat.kan [v] (1) pergi menemui (menjumpai): ia segera berlari ~ suaminya; (2) (dl alamat surat berarti) menjelang kpd: ~ Ayahanda yg tercinta; (3) mendapat; memperoleh: Indonesia telah ~ pasaran minyak di Asia
mendarat men.da.rat [v] (1) turun dr kapal (perahu) dan naik ke darat: sepasukan marinir ~ di Pantai Cilacap; (2) turun ke tanah (tt pesawat terbang): pesawat terbang itu tidak dapat ~ krn kabut sangat tebal; (3) menuju daerah pedalaman: dr Pontianak mereka terus ~; (4) ki mengenai: sebuah pukulan keras ~ di pelipis Muhammad Ali; (5) Mk berjalan di darat: lebih aman kita ~ saja dp naik perahu
mendiamkan men.di.am.kan [v] (1) mengusahakan (menjadikan) supaya tidak bersuara (berbicara, menangis, dsb): ibu itu ~ anaknya yg sedang menangis; (2) menghentikan untuk beberapa lama; menjadikan (membiasakan) tidak bergerak: ia biasa ~ dulu adonan roti itu satu malam sebelum dibakar; tidak pernah ~ tangannya, selalu bekerja; (3) membiarkan saja (tidak mau memedulikan, mengurus, dsb): yg berwajib tidak akan ~ perkara korupsi itu
menduduki men.du.duki [v] (1) duduk di: jangan ~ bangku orang lain; (2) mendiami atau tinggal di: suku terasing ~ daerah pedalaman; (3) menempati jabatan dsb: ia ~ jabatan penting di luar negeri; (4) merebut dan menempati atau menguasai (negeri, daerah, dsb): dl waktu singkat Jepang dapat ~ Singapura
mendukakan men.du.ka.kan [v] menyusahkan hati; menyedihkan: musibah yg dialaminya ~ orang tuanya
menekan me.ne.kan [v] (1) menindih (mendesak) kuat-kuat: kepalaku sakit serasa ada sesuatu yg ~ nya dr atas; tiba-tiba kesunyian terasa sangat ~ ketika burung malam itu berhenti berbunyi; (2) menghentikan atau menahan (mencegah, mengekang ) dng kekerasan: Pemerintah berusaha ~ kenaikan harga beras dng cara memasok langsung beras ke pasar; (3) mengadakan desakan berat kpd: digunakannya kesatuan-kesatuan tank yg kuat untuk ~ pertahanan musuh: (4)melakukan kekerasan, kekuatan, desakan, atau paksaan pd; menindas atau menggencet: yg kuat jangan ~ yg lemah; (5) memaksa-maksa; mendesak keras: rupanya ada yg ~ nya supaya menandatangani surat itu; (6) mengucapkan (kata, suku kata) dng suara yg agak keras; meletakkan aksen pd: pembicara bahasa Indonesia biasa ~ suku kata yg terakhir; (7) menitikberatkan pd; (sangat) mementingkan; (sangat) mengutamakan: Pemerintah ~ pembangunan pd sektor kesehatan dan pendidikan
meneliti me.ne.li.ti [v] memeriksa (menyelidiki dsb) dng cermat: ia ~ pendidikan dan pengalaman kerja calon karyawan
menempatkan me.nem.pat.kan [v] (1) menaruh; meletakkan; memasang (di): Ibu sedang ~ barang ukiran di ruang tamu; (2) memberikan tempat (bekas): petugas apotek sibuk ~ obat di dl kaleng; (3) memberi tempat (duduk, bermalam, bekerja); menentukan tempatnya: untuk sementara waktu ia ~ mereka di asrama; kepala personel belum berani ~ pegawai baru pd bagian penting
menemui me.ne.mui [v] (1) menjumpai; bertemu dng: aku berani bertaruh bahwa ia akan dapat juga ~ anaknya; ~ masalah baru yg sukar dipecahkan; (2) mendapatkan; pergi hendak bertemu dng; mengunjungi: baru sekarang aku sempat ~ nenek; sesampai di Jakarta, ia hendak ~ para pemimpin partai dan pemimpin gerakan sosial; (3) mendapat; mendapati: polisi ~ mayat itu di semak dekat kebun; (4) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu; ~ kegagalan; (5) memenuhi (panggilan dsb): semalam saya tidak sempat datang ~ panggilanmu
menemukan me.ne.mu.kan [v] (1) mendapatkan sesuatu yg belum ada sebelumnya; mendapatkan; mendapati: siapa yg ~ pesawat radio; baru malam harinya ia ~ cara itu; (2) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu
menepat me.ne.pat [v] (1) langsung menuju; terus arah ke ...: ditempuhnya jalan yg ~ ke pos yg terdekat; (2) terus datang ke (rumah orang dsb untuk bermalam, menumpang, dsb): orang yg datang dr Padang biasanya ~ ke rumah beliau; rombongan kami ~ rumah peristirahatan
menepatkan me.ne.pat.kan [v] (1) menjadikan tepat; mencocokkan (supaya tepat); menyamakan (supaya pas); (2) menunjukkan (mengerahkan) tepat-tepat; mengalamatkan (surat dsb) kpd; (3) membetulkan; memperbaiki
menerangi me.ne.rangi [v] (1) memberi terang (dng lampu dsb); menyuluhi; menyinari (hingga menjadi terang): petromaks itu ~ barang kelontong yg akan diobral; lampu-lampu itu ~ jalan-jalan utama pd malam hari; (2) membersihkan tumbuhan yg tidak berguna; menyiangi (thd semak-semak, kebun, dsb): hari Minggu adalah suatu kesempatan baik untuk ~ kebun; (3) mencari (minta) : tidak lain maksudnya hanya akan ~ saja; (4) ki memberi terang (pd hati, pikiran, dsb): semoga Yang Maha Esa ~ hati kita dan menunjukkan jalan yg benar
menempuh me.nem.puh [v] (1) melalui atau menyusuri: ~ jalan yg sangat curam; (2) berjalan (masuk, lalu, dsb) ke tempat yg sulit-sulit (spt hutan, belukar, lautan): ~ hutan yg lebat; ~ lautan api; (3) menyongsong (angin, ombak, dsb); menghadapi atau dng sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dsb): berlayar ~ ombak; ~ bahaya maut; ~ risiko yg berat; (4) melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis ): ia telah ~ bermacam-macam kesukaran; (5) turut atau masuk (ujian): berapa orang yg akan ~ ujian penghabisan; (6) mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dsb); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dsb): di sana ia hendak ~ kursus dagang; ia baru saja selesai ~ kursus montir; (7) masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dsb): sejak hari inilah kamu berdua ~ kehidupan baru; sekarang kita mulai ~ tingkat perjuangan yg kedua; (8) melakukan sesuatu yg sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dsb): demikianlah cara dia ~ cita-citanya itu; (9) maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu: bersiap-siap akan ~ musuh; dikerahkan untuk ~ kubu-kubu pertahanan musuh; (10) melanggar (tt ombak, badai, angin, dsb): sbg ombak ~ karang; (11) menimpa: tidak henti-hentinya malapetaka ~ kampung itu; (12) mendatangi (suatu tempat, rumah): dua bulan lamanya aku tidak ~ tempat dansa dan restoran; baru sekali itu ia ~ kota kelahirannya
menerindili me.ne.rin.dili [v ki] merampas seluruh pakaian dan harta benda; memereteli: tadi malam perampok ~ barang-barang tuan rumah hingga habis
menerjuni me.ner.juni [v] (1) terjun ke (di); (2) terjun untuk mengambil (mengejar, menolong, dsb): serombongan pasukan katak kemarin telah ~ kapal yg tenggelam; (3) ki menyelami; menyelidiki (mempelajari) dalam-dalam; mengikuti (perintah dsb); mengeluarkan uang untuk mengurangi kerugian yg diderita dsb: dng niat yg bulat ia ~ soal yg rumit itu
menetap me.ne.tap [v] bertempat tinggal tetap (di); bermukim di: banyak orang asing ~ di kota dagang itu; ada yg pulang ke kampung halamannya, ada pula yg ~ di kota-kota
mengadreskan meng.ad.res.kan [v] mengalamatkan (kpd)
mengaduh meng.a.duh [v] berseru aduh; mengeluh: si sakit ~ sepanjang malam
mengakar meng.a.kar [v] (1) menjadi akar; (2) menyerupai akar; (3) ki mendalam atau menyatu benar di dl hati, pikiran, dsb (tt ajaran, adat, dsb)
mengambang me.ngam.bang [v] (1) mengapung di air; tidak tenggelam: setelah dua hari mayat nelayan yg terbawa banjir itu tampak ~ di muara; (2) terkatung(-katung) di udara: makin lama makin malam dan bulan pun ~ kian bertambah tinggi; (3) ki tidak tetap (tentu): nilai rupiah dibiarkan ~; pikirannya ~ , tidak tentu yg dipikirkan; (4) ki tidak masuk ke suatu golongan (partai, dsb): massa ~
mengambil risiko meng.am.bil risiko siap menghadapi segala kemungkinan (bahaya, hambatan, dsb) yg akan dijumpai atau terjadi; (2) siap menghadapi segala akibat yg mungkin akan timbul atau akan dialami dr sikap atau perbuatannya
mengandung me.ngan.dung [v] (1) membawa sesuatu yg ditaruh di dl angkin (dl perut, dl saku, dsb): ia tidak ~ uang sesen pun; (2) tercantum di dalamnya; memuat; berisi: makanan kaleng pd umumnya ~ bahan pengawet; (3) hamil: istrinya sedang ~ tua
mengantuk me.ngan.tuk [v] berasa hendak tidur: krn malamnya ronda, ia ~ di tempat kerjanya
mengaplus meng.ap.lus [v] mengganti (orang bertugas dsb): karyawan itu ~ rekannya yg berdinas malam
mengedarkan meng.e.dar.kan [v] (1) membawa (menyampaikan) surat dsb dr orang yg satu kpd yg lain; membawa berkeliling: siapa gadis manis yg ~ talam berisi kue tadi?; (2) menyampaikan surat dsb ke alamat-alamat yg dituju: ia telah selesai ~ surat undangan itu; (3) mengeluarkan uang untuk dipakai masyarakat: Pemerintah telah ~ uang kertas baru bernilai Rp10.000,00
mengeksplorasi meng.ek.splo.ra.si [v] mengadakan penyelidikan (terutama mengenali sumber alam yg terdapat di suatu tempat): Columbus menemukan Amerika, tetapi tidak ~ benua baru itu
mengelar me.nge.lar [v] menakik (menetak) tidak dalam
mengeluarkan me.nge.lu.ar.kan [v] (1) membawa (menyebabkan dsb) keluar; memindahkan sesuatu dr sebelah dalam ke sebelah luar: ia ~ rokok dr kantongnya; (2) melahirkan perasaan (pendapat dsb): ia merasa lega dapat ~ isi hatinya; (3) memberikan perintah (surat keputusan dsb): Jaksa Agung ~ perintah penangkapan; (4) membelanjakan: ia sudah ~ uang banyak untuk pesta itu; (5) menerbitkan (buku dsb): Pusat Bahasa telah ~ Kamus Besar Bahasa Indonesia; (6) mengadakan atau menyediakan (uang dsb): apabila Anda bersedia menjalankan perusahaan itu, saya akan ~ modalnya; (7) mengirimkan ke luar negeri; mengekspor: Indonesia banyak ~ karet dan timah ke Eropa; (8) memecat (melepas) pegawai (murid dsb); memberhentikan dr pekerjaan (sekolah, dsb): perusahaan itu terpaksa ~ beberapa karyawannya; (9) menghasilkan (barang, bahan, dsb): pabrik itu baru saja ~ produk terbarunya
mengembunkan meng.em.bun.kan [v] (1) menjadikan embun; melakukan proses pengembunan; (2) menaruh di luar rumah (pd malam hari) supaya kena embun: ia biasa ~ air bersih segelas dan meminumnya sbg obat
mengenai me.nge.nai [n] kena pd sasarannya (tujuannya dsb): tembakannya tidak ~ sasaran; dua buah bom atom meledak ~ tempat penyimpanan mesiu; (2) v menyentuh: perban yg kotor itu jangan sampai ~ luka itu; (3) p berkenaan (berhubungan) dng; tt hal: pembicaraan ~ pembentukan panitia kursus ditunda sampai besok malam; (4) v cak menyetubuhi
mengenap meng.e.nap [v] memikirkan (mempertimbangkan) dalam-dalam
mengencingi me.ngen.cingi [v] (1) mengarahkan air kencing pd: anjing itu sering ~ pohon duku di halaman rumah; (2) kas meniduri
mengendapkan meng.en.dap.kan [v] (1) membiarkan atau mendiamkan supaya mengendap: ia ~ air kopinya sebelum meminumnya; (2) ki menggelapkan; menyembunyikan; tidak meneruskan (tt surat): dia dituduh ~ surat permohonan orang itu; (3) ki menunda untuk dipikirkan (dipertimbangkan) dalam-dalam: sebaiknya kita ~ masalah ini dulu, besok kita bicarakan lagi [v] menyembunyikan atau menggelapkan (uang dsb)
mengepung me.nge.pung [v] mengelilingi sesuatu sehingga yg dikelilingi atau yg ada di dalamnya tidak dapat meloloskan diri: penduduk kampung ~ pencuri itu; pasukan pemberontak telah ~ kota
mengeratkan meng.e.rat.kan [v] (1) menjadikan erat (tt ikatan); (2) meneguhkan (pertalian, persaudaraan): diadakan malam silaturahmi untuk ~ tali persaudaraan
mengerit me.nge.rit [v] berbunyi "rit, rit": jangkrik pun mulai ~ , pertanda sudah mulai malam
mengerukkan me.nge.ruk.kan [v] menggarukkan (mengorekkan) tangan; memasukkan tangan (ke dalam): ~ tangannya ke pasir
mengerumukkan me.nge.ru.muk.kan [v] merenyukkan; meremas-remas: ~ kertas ke dalam keranjang sampah
menggala meng.ga.la [v] memberi alamat baik; mendatangkan bahagia; berbahagia
menggelisahi meng.ge.li.sahi [v] mengganggu: jangan bertamu sampai larut malam, nanti ~ tuan rumah
menggeluti meng.ge.luti [v] (1) menggumuli; menggulati; memeluki: kedua anak itu ~ bapaknya; (2) ki mendalami (tt ilmu dsb); menekuni (tt pekerjaan dsb)
menggumuli meng.gu.muli [v ki] memperdalam; mempelajari sebaik- baiknya: kini dia sedang ~ filsafat eksistensialisme
menggurat meng.gu.rat [v] menggores (menggaris, mencoret) dalam-dalam; (2) a ki sangat membekas: semangat mencipta yg ~ dr sastrawan-sastrawan pd zaman kemerdekaan perlu dipertahankan
menggusarkan meng.gu.sar.kan [v] menyebabkan marah: perbuatannya itu ~ penjaga malam sehingga ia diusir seketika itu juga
menghabiskan meng.ha.bis.kan [v] (1) menyelesaikan: ia berhasil ~ sisa pe-kerjaannya dl waktu singkat; (2) menjadikan habis; memakai (membelanjakan, memakan, dsb) hingga habis: ia ~ dua piring nasi; ia ~ hartanya di meja judi; (3) menamatkan: ia ~ novel yg tebal itu dl satu malam
menghadapi meng.ha.dapi [v] (1) duduk dsb berhadapan dng: anak itu sedang asyik ~ mainannya; (2) bertemu muka dng; berjumpa dng: bagaimana perasaanmu ketika ~ mantan istrimu; (3) menjumpai; mengalami (bahaya, musibah, kesulitan, dsb): tahun ini kita tidak ~ kesulitan air; (4) menjelang (menyongsong): para petani sudah bersiap-siap ~ panen; (5) melawan; bertanding dng: minggu depan kesebelasan A ~ kesebelasan B; di kampung ini belum ada yg berani ~ jago silat itu; (6) menyambut: mereka sudah siap ~ Lebaran
menghalusi meng.ha.lusi [v] (1) memperlakukan dsb tidak dng kekerasan: guru itu selalu ~ murid-muridnya; (2) mengakali dng tipu muslihat yg licin: Pemerintah Belanda ~ Pangeran Diponegoro untuk mematahkan perlawanannya; (3) menyelidiki dalam-dalam: polisi ~ peristiwa pembunuhan itu
menghancurkan meng.han.cur.kan [v] (1) menjadikan kacau; meremukkan: para pekerja ~ batu besar dng dinamit; (2) meluluhkan; melarutkan: ia ~ garam di dalam air; (3) ki merusakkan; membinasakan: sebuah bom nuklir dapat ~ beberapa kota
menghantu meng.han.tu [v] (1) menjadi hantu; (2) ki menimbulkan rasa takut (resah, gelisah): di daerah yg terpencil ini malam terasa ~
menghantui meng.han.tui [v ki ] (1) menyebabkan takut (khawatir, gelisah, dsb); mempertakuti: sikapnya yg tidak bersahabat itu ~ anak-anak; (2) membayangi; mengganggu; mengusik: peristiwa yg dialaminya itu terus ~ pikirannya
menghapuskan meng.ha.pus.kan [v] (1) menghilangkan (tulisan, noda, dsb) dng digosok dsb: mereka ~ tulisan yg mengotori tembok; (2) ki menyatakan telah tidak berlaku lagi; menghilangkan; meniadakan: Dewan ~ peraturan yg tidak sesuai lagi; polisi ~ jam malam; (3) menganggap telah hapus (telah tidak ada); menganggap telah lunas (tt utang); mengampuni dosa dsb
mengharukan meng.ha.ru.kan [v] (1) merawankan hati: kematiannya sangat ~; (2) memesonakan; mengesankan: dialah satu-satunya pembaca Alquran yg amat ~ [v] mengacaukan; merusuhkan: gerombolan itu datang ~ kampung halaman kami
menghayati meng.ha.yati [v] mengalami dan merasakan sesuatu (dl batin): kita semua harus ~ dan mengamalkan Pancasila
menghelakan meng.he.la.kan [v] (1) menarik sesuatu supaya terseret (ikut dsb): ia ~ anaknya dr tempat orang yg berkerumun itu; (2) mengarahkan; menujukan: ~ senjata; ~ mukanya ke dalam
mengibakan meng.i.ba.kan [v] (1) merawankan; mengharukan: peristiwa kebakaran semalam sangat ~ hati orang yg menyaksikannya; (2) merasa belas kasihan (tt suatu hal): sebenarnya tiada guna ~ orang yg tidak tahu diri itu
mengimplisitkan meng.im.pli.sit.kan [v] menjadikan terkandung di dalamnya, tetapi tidak dinyatakan secara jelas; membuat tersirat
menginap meng.i.nap [v] menumpang tidur (di rumah orang, di hotel, dsb); bermalam: krn tidak bersanak keluarga di Jakarta, temanku itu ~ di rumahku
menginapkan meng.i.nap.kan [v] menaruh atau menempatkan untuk ber-malam: sebelum dimakamkan, mereka ~ jenazah itu di rumah duka
mengincar meng.in.car [v] (1) melihat sasaran dng memicingkan sebelah mata; membidik: ia bergaya di depan lensa seakan-akan sedang ~ harimau dng senapan; (2) ki melihat dan mem-perhatikan (mengawasi) dr jauh (dng maksud tidak baik, hendak mencuri, dsb): semalam tertangkaplah seorang pencuri ketika sedang ~ toko emas itu; (3) ki sangat meng-inginkan; sangat menghendaki (kedudukan, barang, dsb): ia ~ kedudukan wakil ketua [v] membuat lubang (pd kayu, besi) dng incar
mengintroduksi meng.in.tro.duk.si [v] (1) memperkenalkan (orang-orang) dng cara menyebutkan nama masing-masing dl tata cara resmi yg lazim: ketua perutusan itu ~ anggota perutusannya kpd Presiden; (2) mempergunakan atau memperlakukan sesuatu untuk pertama kalinya: Jepang ~ karet sintetis dl industri-nya, di samping pemakaian karet alam; (3) mengajukan: pemerintah ~ rancangan undang-undang kpd Dewan Per-wakilan Rakyat; (4) mengetengahkan: ~ pokok pembicaraan dl suatu pertemuan
mengirimkan me.ngi.rim.kan [v] menyampaikan dsb (dng perantara) ke berbagai alamat (tujuan dsb); mengirimkan ke berbagai alamat (tujuan dsb): kemarin saya telah ~ buku yg dipesannya
mengiring meng.i.ring [v] (1) mengikuti (menyertai) dng maksud meng-awal (mengantarkan dsb): beberapa pengawal pribadi ~ Presiden dl kunjungan kenegaraannya; (2) menyertai: salam rinduku ~ surat ini
mengiringkan meng.i.ring.kan [v] (1) mengiring: beberapa orang menteri ikut ~ tamu agung sampai ke lapangan terbang; (2) memper-ikutkan; menyertakan: ia selalu ~ salam dl suratnya
mengisi meng.i.si [v] memberi isi; memasukkan sesuatu ke dalam: kakak ~ termos dng air panas
mengisikan meng.i.si.kan [v] memasukkan sesuatu ke dalam: ia ~ uang logam ke dl celengan
mengkal meng.kal [Jk a] (1) baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tt buah): buah mangga yg masih -- enak untuk dirujak; (2) berasa keras dl perut: -- rasa perutku; (3) kesal dl hati; marah dl hati; berasa dongkol: hatinya sangat -- krn yg ditunggu tidak kunjung datang
mengobok me.ngo.bok [v] (1) memasukkan tangan ke dalam tempat yg berisi air; (2) mengambil nasi berkuah atau makan dng tangan (tidak memakai sendok)
mengorkestrasikan meng.or.kes.tra.si.kan [v] membuat suatu orkestrasi: mereka bersedia membantu kami -- lagu-lagu itu ke dalam jaz orkestra
mengotori me.ngo.tori [v] membuat kotor pd: janganlah selalu ~ halaman dng kulit kacang
mengoyak me.ngo.yak [v] (1) mencabik; (2) memecah(kan); mengganggu: suara ledakan dahsyat tiba-tiba ~ kesunyian malam
menguap me.ngu.ap [v] mengangakan mulut dng mengeluarkan napas krn mengantuk: saya ~ terus krn semalam kurang tidur
mengubur me.ngu.bur [v] (1) memakamkan ke dl kubur; menanamkan mayat; mengebumikan; (2) ki menyimpan baik-baik supaya tidak diketahui; menyembunyikan: ia ~ rahasia hidupnya dalam-dalam
mengudarakan meng.u.da.ra.kan [v] (1) membawa (menerbangkan) ke udara (angkasa): ~ kapal terbang; (2) menyiarkan (radio, televisi): TVRI akan ~ rekaman kejadian itu malam ini
menguduskan me.ngu.dus.kan [v] menganggap suci; menyucikan; mengeramatkan: umat Kristen ~ malam kelahiran Isa Almasih
mengukur me.ngu.kur [v] (1) menggaruk-garuk atau mengorek kelapa (memarut dng kukur): ibu ~ kelapa lalu diperasnya menjadi santan; (2) menggaruk-garuk (krn gatal dsb): ia ~ tangannya yg digigit nyamuk [v] berbunyi "kur, kur" (tt tekukur): balam di sangkar itu belum ~
mengulurkan meng.u.lur.kan [v] (1) melepaskan (tali dsb) supaya memanjang: ia ~ tali pancing itu panjang-panjang; (2) menjulurkan (lidah); menganjurkan (tangan, kaki) ke muka; menyembulkan (kepala): ia ~ kepalanya hendak melihat isi bakul itu; (3) memanjangkan; memperpanjang (waktu pembicaraan dsb): panitia ~ pasar malam itu beberapa hari lagi; (4) melepas atau memuaskan (hawa nafsu); menuruti (kemauan, keinginan, dsb): janganlah ~ nafsunya; ~ kemauan anaknya yg bengal itu; (5) menyampaikan atau memberikan (dng menganjurkan tangan ke muka); menunjukkan: sambil berkata demikian ia ~ kertas kepadaku; (6) Mk mengantarkan (nasi, uang, dsb): Adik ~ nasi ke sawah
mengulurkan tangan meng.u.lur.kan tangan menganjurkan tangan ke muka (mengajak bersalaman dsb); (2) ki memberikan pertolongan atau bantuan; (3) ki ikut menyelesaikan persoalan; ikut mencampuri urusan orang; turun tangan
menguntukkan meng.un.tuk.kan [v] menentukan (mencadangkan, menyediakan, menggunakan) bagi ...: sia-sialah bantuan pemerintah yg telah ~ tanah ini bagi para transmigran; panitia ~ seluruh hasil malam dana kpd yayasan anak yatim piatu
menikmati me.nik.mati [v] (1) merasai (sesuatu yg nikmat atau lezat): kami ~ makan minum; (2) mengecap; mengalami (sesuatu yg menyenangkan atau memuaskan): ~ hasil kemerdekaan
menimba me.nim.ba [v] (1) mengambil air (dr sumur dsb) dng timba: ia ~ air sumur untuk mandi; (2) mengeringkan air (dr perahu dsb); (3) ki mencari, mengambil, memperoleh, (tt ilmu, pengalaman, dsb): kadang-kadang saya ~ pengetahuan dr bacaan atau tulisan orang lain
meninggalkan me.ning.gal.kan [v] (1) membiarkan tinggal (tetap ada, tidak dibawa pergi, dsb): pamanku ~ anak-anak yg sudah dewasa; malam itu rombongan dr Jakarta ~ desa kami; (2) menyisakan: ia hanya ~ uang seribu rupiah untuk belanja besok; (3) pergi dr; menghindar dr: hari ini ia hendak ~ kota Jakarta; banyak orang ~ kampung halamannya; (4) membiarkan lepas (lewat, tetap demikian halnya, dsb); melepaskan (cita-cita, niat, dsb): sudah lama ia ~ cita-citanya yg semula; (5) sudah mendahului (melewati, melampaui, melebihi, dsb): dl hal ini, bangsa Barat sudah jauh ~ kita; (6) tidak memasukkan dl perhitungan (acara, pembicaraan, dsb); mengesampingkan: ia hanya menyebut masalah-masalah besar dan ~ yg kurang penting; (7) membuang (adat, kebiasaan buruk, keyakinan, dsb): ~ adatnya yg buruk; ~ ideologi yg bertentangan dng Pancasila; (8) mengalpakan; melalaikan: ~ kewajiban; ~ syariat
menjalani men.ja.lani [v] (1) menempuh (jalan dsb); melalui: ia ~ jarak 60 km dng berkendaraan sepeda dl 2 jam; (2) melakukan atau mengalami (hukuman dsb): ia telah ~ hukumannya dng penuh ketabahan; (3) melalui (masa, waktu, keadaan, dsb): mereka telah ~ masa percobaan
menjejalkan men.je.jal.kan [v] mengisikan (ke lubang, mulut, dsb) banyak-banyak; menyuapkan banyak-banyak: tidak berguna ~ beribu-ribu kata usang ke dalam sebuah kamus modern
menjembatani men.jem.ba.tani [v] (1) memasang jembatan di atas ...: penduduk setempat telah berhasil ~ sungai yg besar itu; (2) ki menghubungkan; menjadi perantara: kita harus mampu ~ alam pikiran generasi muda dng alam pikiran generasi tua
menjumpai men.jum.pai [v] (1) menemui; sengaja hendak bertemu dng: saya akan datang ~ nya; (2) mengalami; menghadapi: kita harus tabah apabila kita ~ berbagai kesulitan
menjumputi men.jum.puti [v] (1) memunguti (mengambil sedikit demi sedikit dng dua ujung jari); (2) ki mengungkapkan (mengenang) kembali satu per satu (tt kesan-kesan yg dialami): bapaknya suka ~ kisah perjuangannya di masa silam
menjustifikasikan men.jus.ti.fi.ka.si.kan [v] melakukan justifikasi: tanaman sejenis lumut justru ~ ilustrasi alam yg sesungguhnya
menstruasi men.stru.a.si [n] datang bulan; haid: seorang wanita dewasa yg normal akan mengalami -- secara teratur satu kali setiap bulan
mensyarahkan men.sya.rah.kan [v] membicarakan; menjelaskan: di halaman itu tercantum beberapa hadis yg -- ayat-ayat tsb
mentifakta men.ti.fak.ta [n] fakta dl dokumen yg merupakan hasil gambaran dr pembuatnya sehingga berbeda dng fakta yg objektif
mentilau men.ti.lau [n] burung sebesar balam, berwarna kuning
mentransformasikan men.trans.for.ma.si.kan [v] (1) mengubah rupa (bentuk, sifat, fungsi, dsb); mengalihkan: Pemerintah berhasil ~ benteng itu menjadi objek pariwisata; (2) Ling mengubah struktur dasar menjadi struktur lahir dng menerapkan kaidah transformasi
menuguri me.nu.guri [v] menunggui; menjagai: para pendeta ~ peti Sang Maharani selama 3 hari 3 malam
menujukan me.nu.ju.kan [v] (1) mengarahkan (ke); membawa sesuatu ke arah; mengacungkan (ke): ia mencabut pistolnya dan ~ kpd S; nakhoda ~ perahunya ke pelabuhan; (2) menyampaikan (mengalamatkan) kpd: ia ~ pidato itu kpd para pegawai
menuliskan me.nu.lis.kan [v] (1) menulis sesuatu di: para tamu ~ nama dan alamat masing-masing di dl buku tamu; (2) menulis sesuatu dng; memakai sesuatu untuk menulis: bagaimana hendak ~ pensil tumpul ini; (3) menulis sesuatu untuk orang lain: saya yg ~ surat untuknya
menumpang me.num.pang [v] (1) ada (terletak, tertaruh) di atas sesuatu: gumpalan awan hitam sbg kepala raksasa ~ di atas puncak gunung; (2) naik (kereta, kapal, dsb): kalau masih ada tempat saya mau ~ kereta senja saja; (3) ikut serta (bepergian dsb); turut tinggal (bermalam dsb) di rumah orang; membonceng (kereta, mobil, dsb); turut (makan, membaca, dsb): berapa orang yg ~ di rumahmu?; (4) minta supaya diizinkan (berjalan, bertanya, dsb): aku ingin ~ bicara sedikit; ~ bertanya di mana rumah Pak Lurah?
menumpangkan me.num.pang.kan [v] (1) menaruh (meletakkan dsb) di atas sesuatu: orang tua itu ~ tangannya di atas kepalaku sambil membaca mantra; (2) membiarkan supaya menumpang (menyuruh tinggal atau bermalam di; menyuruh menumpang kapal, dsb): ia telah ~ separuh dr anak buahnya di rumah paman; (3) memberikan sesuatu supaya dibawa serta dsb; menyertakan: kalau engkau berkirim surat kpd ayahmu, saya hendak ~ surat; (4) menyerahkan sesuatu (supaya dijaga, diurus, dsb); menitipkan; mengamanatkan: nenek itu sudah tidak menghendaki apa-apa lagi, ia hanya ~ diri kpd Tuhan
menung me.nung , ber.me.nung v diam sambil berpikir dalam-dalam; tepekur: dia duduk -- memikirkan rencana kepergiannya ke tanah suci
menungkup menelentang me.nung.kup menelentang [ki] menimbang (meneliti) dng sungguh-sungguh (dalam-dalam)
menyahut me.nya.hut [v] menjawab; membalas; menyambut (dng ucapan): murid itu -- salam gurunya dng penuh hormat
menyambangi me.nyam.bangi [v] (1) mengelilingi (untuk menjaga keamanan); merondai: setiap malam polisi -- daerah ini; (2) mengunjungi: kami sering -- kenalan lama
menyampah me.nyam.pah [v] (1) menjadi sampah: barang-barang itu dibiarkan -- di halaman; (2) mengotori: kerjamu setiap hari hanya -- halaman dan engkau tidak mau membersihkannya
menyangai me.nya.ngai [v] memanaskan: Ibu -- nasi sisa tadi malam
menyanggrah me.nyang.grah [v] beristirahat; mengaso: para pembesar kerajaan itu -- semalam di rumah lurah
menyangsikan me.nyang.si.kan [v] (1) menaruh syak (akan); meragukan: mereka masih juga -- kebenaran berita itu; (2) menimbulkan kebimbangan (keraguan): ucapan-ucapannya itu -; (3) masih ada syak di dalamnya; belum nyata benar; belum tentu benar: tindakan mereka masih -
menyaput me.nya.put [v] (1) menutup (membalut dsb) dng atau dng apa saja yg merupakan lapisan tipis: awan tipis -- bulan sehingga tampak redup cahayanya; (2) meliputi: kalau malam, kabut tebal selalu -- gunung itu
menyasar luas me.nya.sar luas sasaran yg tidak dapat tertutup tembakan, baik dng cara penembakan sasaran lebar maupun dng cara penembakan sasaran dalam
menyasar titik me.nya.sar titik sasaran yg kelebaran dan kedalamannya tidak lebih dp garis perkenaan
menyelam me.nye.lam [v] (1) masuk ke dl air: ikan paus itu tidak tahan lama -- dl air; (2) ki masuk dalam-dalam; membenam; menghunjam; menyuruk; menyeluduk: ia mencabut pisau yg -- ke dl dada musuhnya; (3) menyelam untuk mencari sesuatu [v] (1) masuk ke dl air: ikan paus itu tidak tahan lama -- dl air; (2) ki masuk dalam-dalam; membenam; menghunjam; menyuruk; menyeluduk: ia mencabut pisau yg -- ke dl dada musuhnya; (3) menyelam untuk mencari sesuatu
menyelami me.nye.lami [v] (1) menyelam ke dl (air, laut, dsb): tidak ada orang yg berani -- lubuk itu; (2) menyelam untuk mencari (mengambil dsb) sesuatu: penyelam itu -- kapal yg tenggelam di Selat Malaka; (3) menduga atau mengajuk (isi hati, batin, dsb): aku ingin -- isi hatinya; (4) memeriksa (menyelidiki, mempelajari) dalam-dalam: maksudnya hendak -- sejarah filsafat Barat; (5) memahami (merasai, mengetahui) dng sungguh-sungguh: ia tidak dapat -- pendirian (ideologi) kawan barunya itu; (6) mengarungi: tidak sedikit penderitaan yg dialaminya dl -- kehidupan dunia ini [v] (1) menyelam ke dl (air, laut, dsb): tidak ada orang yg berani -- lubuk itu; (2) menyelam untuk mencari (mengambil dsb) sesuatu: penyelam itu -- kapal yg tenggelam di Selat Malaka; (3) menduga atau mengajuk (isi hati, batin, dsb): aku ingin -- isi hatinya; (4) memeriksa (menyelidiki, mempelajari) dalam-dalam: maksudnya hendak -- sejarah filsafat Barat; (5) memahami (merasai, mengetahui) dng sungguh-sungguh: ia tidak dapat -- pendirian (ideologi) kawan barunya itu; (6) mengarungi: tidak sedikit penderitaan yg dialaminya dl -- kehidupan dunia ini
menyelap me.nye.lap [v] (1) masuk ke dl tubuh (tt roh jahat dsb); merasuk: hantu dapat -- orang yg lewat di bawah pohon itu; (2) menimpa (tt penyakit, kegelisahan, kemarahan, dsb); menyerang: bencana alam sering -- daerah yg tandus itu
menyelundupkan me.nye.lun.dup.kan [v] (1) menyeludukkan; menyurukkan: dia -- kepalanya ke dl belukar; (2) memasukkan dng sembunyi-sembunyi atau secara gelap: kapal patroli ALRI dapat menangkap beberapa buah perahu yg hendak -- barang-barang ke Sulawesi; (3) menyusupkan: yg -- mata-mata musuh itu ternyata orang dalam
menyemarak me.nye.ma.rak [v] menjadikan semarak (meriah, ramai): malam semakin -, pasangan muda-mudi yg datang tambah memadat
menyemboyankan me.nyem.bo.yan.kan [v] (1) memberitahukan (mengisyaratkan) dng tanda atau alamat: lambaian bendera merah itu -- bahwa kapal memuat bahan yg mudah terbakar; (2) menjadikan semboyan; memakai sesuatu sbg semboyan: semua peserta -- perkataan yg muluk-muluk
menyembur me.nyem.bur [v] (1) memancar atau menyemprot ke luar cepat-cepat: Gunung Agung meletus dng dahsyat, asap hitam -- ke udara; (2) memancarkan sesuatu (pd); menyemburi: ia sedang -- air ke halaman; (3) mengobati atau mengusir roh jahat dng sembur; memerciki dng air (yg sudah dimantrai dsb): ia siuman setelah dukun itu -nya dng air putih; (4) cak mengeluarkan kata-kata yg tidak patut (spt memaki-maki, marah-marah); (5) ki memancar ke luar dng tiba-tiba (tt warna air muka): darah -- ke mukanya, mukanya menjadi merah krn sangat marah (terkejut dsb)
menyibukkan me.nyi.buk.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) sibuk: kelakuan anak-anak berandal itu -- polisi; (2) menghiraukan; mengacuhkan (memikirkan dalam-dalam dsb): ia sama sekali tidak -- perkara itu
menyinari me.nyi.nari [v] (1) memancarkan cahaya kpd; menerangi dng cahaya; menyalai (dng obor dsb): bulan -- alam; (2) ki memberi terang (keterbukaan di hati, kebenaran, dsb): Alquran telah berhasil -- hatiku yg sedang gelap
menyumsum me.nyum.sum [v] sampai ke tulang sumsum; mendalam sekali (tt perasaan dingin dsb): udaranya dingin --
merancung me.ran.cung [v] meraut (mengasah) supaya runcing: ~ kalam
meranggas me.rang.gas [v] (1) menjadi ranggas; (2) menjadi kering dan luruh daunnya: pohon jati ~; (3) luruh bulunya: ayam ~; (4) luruh secara massal (tt dedaunan), baik krn sebab-sebab alami maupun krn serangan hama dan penyakit
merasa me.ra.sa [v] (1) mengalami rangsangan yg mengenai (menyentuh) indra (spt yg dialami lidah, kulit, atau badan): setelah ~ pahit, obat itu diludahkanya; (2) mengalami rasa dl hati (batin): ~ terhina
merasai me.ra.sai [v] (1) mengecap (makanan ); mencicipi: ~ minum sejuk setelah lama berjalan dl panas matahari; (2) mengalami (mendapat) kesenangan dsb: ~ kebahagiaan; (3) meraba dng tangan dan kaki untuk mendapatkan sesuatu; (4) ki menduga (mengajuk) hati orang dsb
merasai asin garam [ki] telah berpengalaman (banyak merasai kesusahan dsb)
meratakan me.ra.ta.kan [v] menjadikan rata (datar, papar): Ayah sedang ~ halaman yg tinggi rendah
meratibkan me.ra.tib.kan [v] meratib untuk mendoakan orang yg meninggal supaya Allah melapangkan arwah orang tsb di alam kubur; menzikirkan
mercusuar mer.cu.su.ar [n] (1) menara yg dibangun di pantai, pulau kecil di tengah laut, daerah berbatu karang, dsb, yg memancarkan sinar isyarat pd waktu malam hari untuk membantu navigasi; menara api; menara suar; (2) ki sesuatu yg dipakai untuk memperoleh nama dan untuk bergagah-gagah: proyek --
merenangi me.re.nangi [v] (1) berenang di (ke): ~ laut lepas tidaklah mudah; (2) ki menjalani; mengalami; melakukan: ~ liku-liku kehidupan
merendamkan me.ren.dam.kan [v] memasukkan sesuatu ke dl air agar terendam; merendam; menggenangkan: ia ~ baju kotornya ke dalam air
merenungkan me.re.nung.kan [v] memikirkan atau mempertimbang(kan) dalam-dalam: ia sering ~ nasihat kedua orang tuanya yg telah tiada
meresapkan me.re.sap.kan [v] memasukkan ke dl bidang atau sesuatu dng rata sehingga semua bidang atau sesuatu itu mendapat bagian yg sama; menjadikan meresap; memasukkan dalam-dalam (dl hati): guru itu berusaha ~ nasihat ke dl hati anak-anak
mesin me.sin [n] perkakas untuk menggerakkan atau membuat sesuatu yg dijalankan dng roda, digerakkan oleh tenaga manusia atau motor penggerak, menggunakan bahan bakar minyak atau tenaga alam
mesin perum alat mekanik di kapal untuk mengukur kedalaman laut atau perairan pd waktu kapal berlayar dng kecepatan normal
mesra mes.ra [a] (1) lekat (terpadu dsb) benar; merasuk: saat itu saya tidak dapat lagi membedakan yg baik dan buruk krn iblis sudah -- kpd hatiku; hal itu telah -- di dl hati; (2) sangat erat; karib; mendalam (tt hubungan persahabatan dsb): hubungan cintanya sudah terlalu --; pertalian batin yg --
metamorfosis me.ta.mor.fo.sis [n Geo] perubahan bentuk atau susunan; peralihan bentuk (msl dr ulat menjadi kupu-kupu): batu tulis terjadi dr tanah liat yg mengalami --
meteorologi percobaan meteorologi tt proses atmosfer dan gejala di dalamnya melalui percobaan laboratorium dan percobaan lapangan
metode asosiasi penyajian pesan yg dihubungkan dng suatu peristiwa atau objek yg populer dan menarik perhatian khalayak
metode penelitian cara mencari kebenaran dan asas-asas gejala alam, masyarakat, atau kemanusiaan berdasarkan disiplin ilmu yg bersangkutan
mewisuda me.wi.su.da [v] meresmikan atau melantik dng upacara khidmat: Menteri Dalam Negeri Rabu pagi ~ 47 orang sarjana muda lulusan akademi itu
midodareni mi.do.da.re.ni [Jw] (1) v menyelenggarakan serangkaian upacara adat bagi pengantin perempuan pd malam menjelang ijab kabul atau pesta pernikahan; (2) n malam sebelum hari upacara pernikahan berlangsung, pengantin putri ditemani oleh kawan-kawan putrinya
mikat mi.kat [n Isl] batas tempat atau waktu bagi seseorang yg akan melaksanakan ibadah haji atau umrah untuk memulai ihramnya, spt mulai berihram dr Bukit Yalamlam bagi jemaah yg datang dr Indonesia
mikologiwan mi.ko.lo.gi.wan [n] orang yg mempelajari, meneliti, dan mempunyai pengetahuan mendalam tt kehidupan jamur
mikraj mik.raj [n Isl] perjalanan yg dilakukan Nabi Muhammad saw. dr Masjidilaksa ke Sidratulmuntaha pd malam hari yg intinya menerima perintah salat lima waktu
mikrograf mik.ro.graf [n] (1) rekaman grafik dr gambar suatu objek yg dibentuk oleh mikroskop; (2) alat untuk menghasilkan salinan, tulisan, cetakan, atau ukiran yg sangat kecil; (3) alat untuk membuat tulisan atau rekaman yg sangat kecil
mikrokosmos mik.ro.kos.mos [n] dunia kecil, khususnya manusia dan sifat kemanusiaan yg merupakan contoh dl ukuran kecil dr alam semesta
mikrolinguistik mik.ro.lin.gu.is.tik [n] bidang linguistik yg mempelajari bahasa dr dalamnya (mempelajari struktur bahasa itu atau mempel-ajari bahan bahasa secara langsung)
mikrometri mik.ro.met.ri [n] pengukuran objek yg sangat kecil dng mikrometer
mikroskop elektron perkakas optik elektron yg di dalamnya sorotan elektron diarahkan pd layar pijar atau pelat fotografis dng menggunakan lensa elektron untuk menghasilkan gambar benda kecil yg diperbesar
mimikri mi.mik.ri [n] (1) tindakan menirukan (msl menirukan suara kera, jalannya katak); (2) Bio penyesuaian diri (dng mengubah warna dsb) sesuai dng alam sekitarnya untuk melindungi diri dr bahaya (msl pd bunglon)
mimpi mim.pi [n] (1) sesuatu yg terlihat atau dialami dl tidur; (2) ki angan-angan
mimpian mim.pi.an [n] (1) apa yg dialami dl mimpi; impian (2) ki cita-cita (keinginan) yg mustahil atau susah dicapai
Mina Mi.na [n] Pisces; Hut [n] tempat bermalam, melempar jumrah, dan menyembelih ternak kurban bagi orang yg sedang melaksanakan ibadah haji
mineral mi.ne.ral [n] (1) benda padat homogen bersifat takorganis yg terbentuk secara alamiah dan mempunyai komposisi kimia tertentu, jumlahnya sangat banyak, msl tembaga, emas, intan; barang tambang; pelikan; (2) zat organik yg dl jumlah tertentu diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme normal yg diperoleh melalui makanan sehari-hari
mineral primer mineral yg belum mengalami perubahan kimia sejak pengendapan dan kristalisasinya dr lava cair
minimal mi.ni.mal [a] sedikit-dikitnya; sekurang-kurangnya: untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi disyaratkan -- berijazah sekolah lanjutan tingkat atas; panjang makalah -- sepuluh halaman
mintakat lembap [Met] mintakat iklim yg sama sekali tidak pernah mengalami kegersangan
minyak dan gas bumi [Pet] minyak yg secara alami terdapat dl batuan petroleum
minyak kapur barus [Kim] minyak yg diperoleh dng menyuling kukus daun salam kapur barus Cinnamomun camphora, berupa cairan tanpa warna, berbau kuat, bersifat antiseptik
minyak pajan [Pet] minyak bumi yg telah kehilangan cukup banyak komponen ringannya krn penguapan dan sebab alamiah lain selama penyimpanan dan penanganan
mirat bawah mirat yg biasanya timbul di atas bentangan air, permukaan tanah, pantai, atau jalan yg mengalami pemanasan kuat, gambar bayangan tampak di bawah letak benda yg sebenarnya
misa mi.sa [n Kat] upacara ibadat utama dl Gereja Katolik, yg di dalamnya roti dan anggur yg dikurbankan berubah zatnya menjadi kehadiran Kristus
miskram mis.kram [v cak] (mengalami) keguguran kandungan: wanita hamil dua bulan dapat (mengalami) -- kalau ia terlalu lelah
mistik mis.tik [n] (1) subsistem yg ada dl hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dng Tuhan; tasawuf; suluk; (2) hal gaib yg tidak terjangkau dng akal manusia yg biasa
mitos mi.tos [n] (1) cerita suatu bangsa tt dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tt asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tsb mengandung arti mendalam yg diungkapkan dng cara gaib
mob [n Pol] sekelompok orang (tanpa dukungan masyarakat) yg dng marah menyerang dan berusaha melukai atau merusak suatu objek tanpa mengindahkan norma sosial dan hanya berpegang pd pertimbangan yg sederhana
modal matematik permodalan berdasarkan pengamatan, pengu kuran, dan pengolahan data, berturut-turut digunakan untuk melukiskan gejala alam atau perilaku sistem yg dimodalkan
modifikasi mo.di.fi.ka.si [n] (1) pengubahan: ia setuju untuk melakukan beberapa -- pd karangannya; (2) perubahan: rencana itu telah mengalami -- dr keputusan sebelumnya
modus indikatif modus yg menyatakan sikap objektif atau netral
mola mo.la [n Dok] gumpalan darah yg keluar dr rahim ketika wanita mengalami keguguran; mudigah yg tidak jadi (gugur) [n] ikan suku Cyprinidae, hidup di air tawar, berbadan panjang agak pipih dng sisik sangat kecil, makanannya plankton; Hypopthalmichthys molitrix
mongkok mong.kok [v] ber.mong.kok v (1) menganjur ke atas; lebih tinggi dp yg lain: menara pengawas tampak -- di atas bukit karang; (2) ki lebih baik (utama, unggul): ia -- dl hal pengalaman dp saudara-saudaranya [a] berbesar hati; bangga: kemajuan-kemajuan itu bisa menjadikan hati rakyat --
monisme mo.nis.me [n] (1) pandangan bahwa semesta itu merupakan satu satuan tunggal; (2) pandangan bahwa materi dan alam pikiran itu satu
monopoli mo.no.po.li [n] (1) situasi yg pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal atau nasional) sekurang-kurangnya sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau satu kelompok, sehingga harganya dapat dikendalikan: pengusahaan minyak bumi dan gas alam adalah -- pemerintah; (2) hak tunggal untuk berusaha (membuat dsb)
monsun musim panas monsun yg berasal dr samudra dan bertiup dalam musim panas
muat mu.at [v] ada ruang untuk diisi, ditempati, dimasuki, dipakai, dsb; dapat berisi: kamar itu -- empat orang; (2) ada di dalamnya, berisi, mengandung: surat kabar ini -- iklan obat-obatan
mudik mu.dik [v] (1) (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dr Palembang -- sampai ke Sakayu; (2) cak pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yg --
Muhammad [n] (1) nabi dan rasul terakhir yg diutus Allah Swt. untuk seluruh umat manusia sbg pembawa rahmat bagi sekalian alam; (2) surah ke-47 dl Alquran
muka mu.ka [n] (1) bagian depan kepala, dr dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yg satu dan telinga yg lain: setiap pagi ia membasuh -- nya dng air hangat; (2) wajah; air muka; rupa muka: disambut dng -- manis; (3) orang: pd malam itu kita dikenalkan dng beberapa -- baru; (4) bagian luar sebelah depan; depan; hadapan: mereka menunggu kami di -- kantor; (5) sisi bagian (sebelah depan): bagian -- rumah itu dibuat bergaya Spanyol; (6) halaman (buku); pagina: bagian yg kaucari itu terdapat dl bukumu pd -- 10; (7) bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dsb); permukaan: segala yg ada di -- bumi; (8) yg dahulu; yg terdahulu: di -- sudah saya uraikan tt hal itu; (9) yg akan datang: minggu --; mereka akan menikah pd bulan -- ini
musang mu.sang [n] binatang menyusui suku Viverrividae, bentuknya mirip kucing, bertungkai pendek, tetapi badannya lebih besar, warna bulunya dr abu-abu sampai abu-abu kehitam-hitaman, ekornya panjang, biasa keluar malam untuk mencari makan, terutama buah-buahan atau ayam; Paradoxurus hermaphroditus
mutakalim mu.ta.ka.lim [n Isl] (1) pembicara; (2) ahli ilmu kalam (teologi)
mutan mu.tan [n] makhluk hidup yg mengalami mutasi
nabatah na.ba.tah [n] dunia tumbuh-tumbuhan; alam tumbuh-tumbuhan; flora
naga-naganya na.ga-na.ga.nya [Jk n] keadaan yg menjadi gelagat atau alamat baik atau buruk: kalau begini ~ , ia tidak akan berhasil dl perundingan itu
naif na.if [a] (1) sangat bersahaja; tidak banyak tingkah; lugu (krn muda dan kurang pengalaman); sederhana: gambar-gambar -- penuh menghiasi dinding kamarnya; (2) celaka; bodoh; tidak masuk akal: -- nya, kerugian sebanyak itu hanya diganti sepertiga
naik mesin mulai (akan) dicetak (dl persuratkabaran): sampai berita ini -- mesin malam tadi, masih terus dilakukan pencarian mayat yg tertimbun; (2) mulai dipasang (mesin): sekarang mobilnya sudah -- mesin
naluri na.lu.ri [n] (1) dorongan hati atau nafsu yg dibawa sejak lahir; pembawaan alami yg tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting; (2) Psi perbuatan atau reaksi yg sangat majemuk dan tidak dipelajari yg dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pd semua jenis makhluk hidup; (3) Bio serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yg sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yg tidak bergantung pd pengalaman
nampan nam.pan [n] tempat untuk menyajikan makanan atau minuman, terbuat dr kayu, logam, dsb, ada yg berkaki dan ada yg bertelinga; baki; talam; dulang
nanang na.nang [a] memikirkan sesuatu dalam-dalam; merenung; tafakur
nanar na.nar [a] (1) berasa pusing (krn mabuk, kena pukul, dsb): pertimbangan itu akhirnya sampai juga ke otakku yg telah --; (2)agak hilang akal (krn kekalahan dsb) bingung; tercengang-cengang; : -- memandang kegersangan alam di hadapannya; (3) marah sekali (mata gelap); garang
nasabah na.sa.bah [n] (1) orang yg biasa berhubungan dng atau menjadi pelanggan bank (dl hal keuangan); pelanggan: bank itu mengadakan malam perkenalan dng para -- nya; (2) orang yg menjadi tanggungan asuransi: petugas asuransi itu dituduh menggelapkan uang --; (3) perbandingan; pertalian
natur na.tur [n] (1) alam semesta dan segala yg diciptakan oleh Tuhan; alam beserta isinya; (2) asli; (3) sifat; watak; pembawaan
natural na.tu.ral [a] (1) bersifat alam; alamiah; (2) bebas dr pengaruh; bukan buatan; asli; (3) dapat dipakai untuk warna apa saja (tt semir dsb)
naturalis na.tu.ra.lis [n] (1) orang yg mengadakan penyelidikan khusus mengenai binatang dan tumbuhan; (2) bersifat natural (alami); bercorak alam nyata (dl seni): barang yg dipasarkan adalah lukisan dr batik yg --; (3) orang yg menganut paham naturalisme: seorang pelukis --
naturopatis na.tu.ro.pa.tis [a] berkaitan dng pengobatan yg dilakukan dng menggunakan bahan yg diperoleh dr alam, spt air, udara, dan sinar matahari
negara berkembang negara yg ciri-cirinya, antara lain, pertanian tradisional merupakan faktor produksi primer, industri belum berkembang, jumlah dan tingkat pertumbuhan penduduk besar, pendapatan per kapita rendah, serta sumber alam belum banyak yg terolah
negara kesatuan negara yg kedaulatan ke luar dan ke dalam dan kekuasaan untuk mengatur dan memimpin seluruh daerah negara berada pd pemerintah pusat
negara maju negara yg industrinya merupakan tiang utama perekonomian, pendapatan per kapita relatif tinggi, teknologi berkembang, pertumbuhan penduduk relatif kecil, dan sumber alam terolah dan terawat
negara terbelakang negara belum berkembang, pendapatan per kapita sangat rendah, industri besar tidak ada, biasanya banyak utang, sumber alam sama sekali belum terolah
negeri ne.ge.ri [n] (1) tanah tempat tinggal suatu bangsa: ia melanjutkan sekolah ke -- Belanda; (2) kampung halaman; tempat kelahiran: -- nya yg asli bukanlah Makassar; (3) negara; pemerintah (lawan kata swasta): krn ia bersekolah di SMU -- , biayanya pun tidak begitu besar; (4) nagari
nekat ne.kat [a] (1) berkeras hati; dng keras atau kuat kemauan: meskipun sudah dilarang oleh polisi, mereka -- masuk; seorang demonstran -- melemparkan diri pd kawat berduri; (2) terlalu berani (dng tidak berpikir panjang lagi): sekarang banyak penodong yg --; (3) tidak mempedulikan apa-apa lagi (krn putus harap, hilang akal, malu sekali, dsb): krn sangat malu, ia -- meninggalkan kampung halaman dan keluarganya; (4) tetap tidak mau (mengalah, menurut, menyerah, dsb); bersikeras; mengotot: sebenarnya ia sudah kalah, tetapi masih -- saja
neraka ne.ra.ka [n] (1) alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan; (2) sial; celaka: -- , nyah dr sini; (3) cak keadaan atau tempat yg menyengsarakan (kemiskinan, penyakit parah): negara yg selalu bergolak merupakan -- bagi penduduknya
ngarai nga.rai [n] lembah (jurang) yg dalam dan luas di antara dua tebing yg curam; lembah sungai berdinding terjal yg terjadi krn erosi sisi pd batuan yg mudah gugur
ngeri nge.ri [a] berasa takut atau khawatir (krn melihat sesuatu yg menakutkan atau mengalami keadaan yg membahayakan): -- rasanya saya melihat perkelahian itu
niktigami nik.ti.ga.mi [n] bunga yg mekar pd malam hari dan menguncup pd siang hari
nokturia nok.tu.ria [a Dok] tt kencing berlebihan pd malam hari
nokturnal nok.tur.nal [a] (1) berhubungan dng malam hari: perjalanan --; (2) beraktivitas hidup (tt hewan) pd malam hari; (3) Bot keadaan bunga yg mekar pd malam hari dan menutup pd siang hari; (4) Zool keadaan hewan yg sifatnya atau kebiasaannya aktif terutama pd malam hari
nomenklatur no.men.kla.tur [n] (1) penamaan yg dipakai dl bidang atau ilmu tertentu; tata nama; (2) pembentukan (sering kali atas dasar kesepakatan internasional) tata susunan dan aturan pemberian nama objek studi bagi cabang ilmu pengetahuan
nomina no.mi.na [n Ling] kelas kata yg dl bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dng kata tidak, msl rumah adalah nomina krn tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sbg subjek atau objek dr klausa
nomina abstrak [Ling] nomina yg biasanya berasal dr adjektiva atau verba, yg tidak menunjuk pd sebuah objek tetapi pd suatu kejadian atau pd suatu abstraksi; -- atributif Ling nomina yg mewatasi nomina lain, msl hutan dl anjing hutan
nondepartemental non.de.par.te.men.tal [a] bersifat nondepartemen; bersifat tidak termasuk dl suatu departemen: undang-undang itu tidak hanya berlaku bagi Departemen Dalam Negeri, tetapi juga berlaku bagi lembaga yg --
nujum nu.jum [n] (1) perbintangan untuk meramalkan (mengetahui) nasib orang dsb: orang yg mengetahui segala alam --; (2) bintang-bintang
nurani nu.ra.ni [a] berkenaan dng atau sifat cahaya (sinar dsb): hati -- , perasaan hati yg murni yg sedalam-dalamnya; (2) n lubuk hati yg paling dalam: -- kita tidak dapat menerima pemberian yg bersumber dr harta curian
nyatuh nya.tuh [n] , -- beringin 1 pohon yg tingginya mencapai 38 m terdapat di bagian barat kepulauan Indonesia (di pedalaman), menghasilkan getah perca, kayunya berwarna cokelat muda, keras, dan kuat, digunakan sbg bahan perabot rumah tangga; Payena lavilandii; (2) kayu nyatuh beringin
nyeri alih [Dok] nyeri di permukaan akibat gangguan alat dalam
oasis oa.sis [n] (1) daerah di padang pasir yg berair cukup untuk tumbuhan dan permukiman manusia; wahah; (2) ki tempat, pengalaman, dsb yg menyenangkan di tengah-tengah suasana yg serba kalut dan tidak menyenangkan
obyek ob.yek /obyEk/ ? objek
obyektif ob.yek.tif /obyEktif/ ? objektif
obyektivisme ob.yek.ti.vis.me /obyEktivisme/ ? objektivisme
obyektivitas ob.yek.ti.vi.tas /obyEktivitas/ ? objektivitas
oftalmoskop of.tal.mo.skop [n] alat untuk memeriksa bagian dalam mata
ogak-agik [a cak] senang sekali; puas sekali: kami -- menonton film tadi malam
oleovitamin ole.o.vi.ta.min [n Kim] larutan vitamin A alami atau sintetis dl minyak makanan
oligosen oli.go.sen [n] zaman sejarah perkembangan kulit bumi kira-kira 40 juta sampai 25 juta tahun yg lalu, ketika alam hewan dan tumbuhan berangsur berkembang ke arah bentuknya yg sekarang
olivin oli.vin [n Kim] silikat magnesium-besi alam, terdapat dl batuan beku krn perapian, batuan metamorfik, dan terak tanur; krisolit (Mg, Fe)2SiO4
ondel-ondel on.del-on.del [Jk n] orang-orangan dl ukuran besar terbuat dr bahan ringan yg digerak-gerakkan oleh orang yg berada di dalamnya (biasanya digunakan dl arak-arakan pengantin, pawai, dsb)
onderok on.de.rok [Bld n] rok dalam
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
orang timpang jangan dicacat [pb] kecelakaan yg menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan krn boleh jadi kita mengalami hal yg sama di kemudian hari
orgasme or.gas.me [n] puncak kenikmatan seksual, khususnya dialami pd akhir sanggama
ortopedagogik or.to.pe.da.go.gik [n] ilmu mendidik yg bertujuan menyembuhkan kelainan psikis, objek didiknya, terutama yg terbelakang mental
oskulum os.ku.lum [n] lubang besar pd ujung bunga karang tempat air keluar dr dalam tubuh
otak besar [Anat] bagian depan otak manusia yg berukuran besar, berlekuk dalam, membujur berwarna abu-abu, yg membentuk bagian terbesar dr sistem saraf pusat; serebrum
otak kecil [Anat] bagian belakang otak manusia, yg terletak membelakangi bagian otak besar yg berlekuk-lekuk dalam, merupakan bagian dr sistem saraf pusat yg berkaitan dng gerakan otot refleks, bentuk tubuh, dan keseimbangan tubuh serebrum
ovarium ova.ri.um [n Dok] alat kelamin dalam yg membentuk sel telur pd wanita; indung telur
ozon [n] (1) Kim lapisan udara yg terdapat di atmosfer berasal dr oksigen yg mengalami perubahan akibat adanya aliran listrik setelah petir dan guruh silih berganti atau krn pengaruh sinar ultraviolet matahari; O3; (2) udara murni
padah pa.dah [n] (1) alamat yg memberi peringatan akan terjadinya sesuatu; gelagat: tidak baik -- nya; (2) Sas teknik penyusunan peristiwa dan penjelasan dl alur kisahan atau drama, yg berfungsi memberikan bayangan peristiwa sebelum peristiwa itu terjadi
padang perahu di lautan [pb] demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh
pagina pa.gi.na [n] halaman (buku dsb)
pahit pa.hit [a] (1) rasa tidak sedap spt rasa empedu: jamu temu hitam itu -- rasanya; (2) ki tidak menyenangkan hati; menyusahkan hati; menyedihkan: pengalaman yg -- [n] minuman keras; jenewer
pajak bumi dan bangunan (PBB) jenis pajak yg dikenakan thd objek pajak, berupa bumi dan/atau bangunan; pajak perponding
paket perangsang ekonomi paket (bantuan) keuangan luar negeri kpd negara yg sedang mengalami krisis ekonomi
palang merah organisasi kemanusiaan yg bertujuan memberikan pertolongan bagi orang sakit dan luka dl peperangan atau bencana alam
palem paris palem yg tumbuh merambat dan merumpun, daunnya berwarna hijau kelam berbentuk sirip melengkung, bagian tepinya berbulu halus; palem rotan; Calamus ciliaris
palem wregu palem yg tumbuh berumpun, daunnya berwarna hijau tua dan berbentuk kipas dng 5-10 torehan yg dalam, ukuran daunnya 15-50 cm, batang spt bambu yg beruas-ruas sbg tempat duduk daun, pd batangnya terdapat bulu-bulu halus yg menyelimuti batang; Rhapis exelse
paling pa.ling , ber.pa.ling v (1) menoleh (ke kiri dan ke kanan, atau ke belakang): ia berjalan sambil ~ ke kiri dan ke kanan; (2) ki beralih atau bertukar (perhatian dsb): kita harus ~ kpd barang produksi dalam negeri; (3) ki meninggalkan agama; murtad: ia telah ~ dr agama yg dianutnya [adv] ter-; teramat: anaknya yg -- besar duduk di kelas 3 SMU
palung pa.lung [n] (1) tanah yg berlekuk dalam dan berisi air; paluh; (2) Met daerah yg terletak di antara dua daerah tekanan tinggi dan mempunyai tekanan udara lebih rendah dp tekanan udara di sekitarnya
palung laut bagian dasar laut yg terdalam, bentuknya spt jurang memanjang dng tebing yg terjal
pameran pa.mer.an [n] pertunjukan (hasil karya seni, barang hasil produksi, dsb): di Pekan Raya Jakarta diselenggarakan ~ berbagai barang hasil produksi dalam negeri
pampang pam.pang [v] , me.mam.pang v memasang; memuat (dl bentuk gambar, tulisan): majalah wanita itu ~ gambar Ratih pd halaman sampul
panas buatan panas yg ditimbulkan oleh usaha manusia dng tujuan meningkatkan panas yg sudah ada secara alami
pancalomba modern meliputi menembak dng pistol pd jarak 30 m, naik kuda, berenang 400 m gaya dada, anggar, dan lari lintas alam
Pancasila Pan.ca.si.la [n] dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yg terdiri atas lima sila, yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
panggung pang.gung [n] (1) lantai (terbuat dr papan, bambu, dsb) yg diberi bertiang; (2) bangunan yg agak tinggi, lantainya bertiang; (3) lantai yg agak tinggi tempat bermain sandiwara, berpidato, dsb; pentas: biduan itu sudah biasa bermain di --; (4) tempat yg agak tinggi (di stadion, gelanggang pacuan kuda, dsb) untuk menonton; tribune: mereka berjejal-jejal memenuhi -- , me.mang.gung v bersuara; berkicau (tt burung ketitiran, balam): perkutut itu sering ~ kalau sangkarnya ditaruh di halaman
pangsa pang.sa [n] (1) petak-petak dl buah-buahan (spt dl buah durian); ulas; (2) bagian; jatah; jumlah banyaknya sesuatu; (3) garis-garis pd tapak tangan; (4) urat pd batu pualam
panorama pa.no.ra.ma [n] pemandangan alam yg bebas dan luas
pantak pan.tak [v] , me.man.tak v menekan (menurunkan) supaya menancap (masuk) dalam-dalam (tt paku, pasak, dsb): ia ~ sebuah tonggak ke dl tanah
pantang pan.tang [n] hal (perbuatan dsb) yg terlarang menurut adat atau kepercayaan; pantangan: membeli jarum dan garam pd malam hari adalah -- menurut orang-orang tua di sini; minum minuman keras adalah -- bagi umat beragama; (2) n makanan (minuman dsb) yg terlarang bagi penderita suatu penyakit; makanan (minuman dsb) yg sengaja dihindari; pantangan: daging kambing dan buah durian -- bagi penderita penyakit tekanan darah tinggi; makanan yg berasal dr makhluk yg bernyawa -- bagi seorang vegetaris; (3) v berpantang: ia masih dl --
panteisme pan.te.is.me [n] (1) ajaran yg menyamakan Tuhan dng kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum alam semesta; (2) penyembahan (pemujaan) kpd semua dewa dr berbagai kepercayaan
panteon pan.te.on [n] (1) kuil (candi) tempat pemujaan dewa; (2) bangunan makam yg di dalamnya terdapat tanda peringatan mengenang orang kenamaan yg telah meninggal (spt monumen, patung); (3) dewa-dewa suatu bangsa, terutama dewa yg diakui secara resmi; (4) sekelompok orang termasyhur
parafin pa.ra.fin [n ] (1) lilin putih dng bobot jenis 0,890 dan titik leleh 47oC-66oC yg tidak larut dl air, tetapi larut dl pelarut organik, merupakan campuran hidrokarbon yg jenuh secara alamiah, terdapat di dl gambut, arang, dan terutama dl minyak bumi; (2) campuran hidrokarbon, digunakan untuk membuat lilin penerang dan sbg bahan pelapis yg kedap air
pariwisata bahari pariwisata yg objeknya adalah laut dan isinya (berperahu, berselancar, menyelam, dsb)
pariwisata purbakala pariwisata yg objeknya adalah peninggalan purbakala, msl museum
pariwisata wana pariwisata yg objeknya adalah hutan dng segala isinya
partikel par.ti.kel [n] (1) unsur butir (dasar) benda atau bagian benda yg sangat kecil dan berdimensi; materi yg sangat kecil, spt butir pasir, elektron, atom, atau molekul; zarah; (2) Ling kata yg biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi; -- ingkar bentuk yg dipakai untuk mengubah klausa menjadi klausa ingkar, msl bunyi tak
partisipasi observasi kegiatan dl riset, berupa pengamatan yg aktif dan turut serta dl kehidupan lapangan atau objek yg diamati
pasien rawat inap pasien opname; pasien dalam
pasim pa.sim [a] tersebar di sana-sini, terdapat di beberapa halaman dl satu karangan atau buku
pastel pas.tel [n] penganan yg dibuat dr tepung terigu, bentuknya spt kerang atau bulat panjang, di dalamnya diisi dng daging dsb (biasanya digoreng atau dipanggang) [n] (1) kapur berwarna untuk menggambar; (2) gambar atau sketsa yg dibuat dng kapur berwarna; (3) warna lembut polos
pedisel pe.di.sel [n] tangkai atau penyuluran yg berfungsi sbg alat yg melekat pd suatu objek
pekan budaya pameran kegiatan kebudayaan selama sepekan; -- raya pasar malam besar dan bermacam-macam pameran (baik dr dl negeri maupun luar negeri) dan pertunjukan: pd setiap peringatan hari ulang tahun Jakarta diadakan -- raya Jakarta
pekik pe.kik [n] (1) teriakan; jeritan: terdengar -- tangis orang dl kapal yg sedang terbakar itu; (2) sorak atau teriakan (sbg semboyan dsb): disambut dng -- "merdeka", gemuruh suaranya; -- anak-anak bermain di halaman tidak henti-hentinya
pel [n] kain yg dipakai menyeka (mengesat) [n] (1) (helai) kertas; (2) lembaran kertas yg dicetak (8 atau l6 halaman)
pelanggi pe.lang.gi [n] batu pualam beraneka warna; marmar berwarna-warna; pelinggam
pelapis pe.la.pis [n] bahan untuk melapisi sesuatu (dr kain, kulit, dsb): ~ bagian dalam tas itu terbuat dr kain satin
pelarut mengionkan pe.la.rut mengionkan pelarut yg di dalamnya suatu elektrolit akan terionkan
pelataran pe.la.tar.an [n] (1)halaman rumah; tanah yg sudah diratakan; (2) serambi (pd stasiun kereta api dsb); (3) dasar warna (lukisan dsb): lukisan itu dibuat pd ~ abu-abu; (4) perihal memberi latar
pelataran parkir pe.la.tar.an parkir tempat (halaman) yg khusus disediakan untuk memarkir kendaraan
pelengkap penderita pe.leng.kap penderita objek langsung
pelengkap penyerta pe.leng.kap penyerta objek tak langsung
pelepasan pe.le.pas.an [n] (1) proses, cara, perbuatan (hal dsb) melepas(kan); (2) pemecatan (dr tugas); (3) dubur; anus; (4) Geo pengurangan atau penghilangan awan, baik secara alami maupun secara buatan
pelepasan kabut pe.le.pas.an kabut [Geo] perubahan alami atau perubahan krn usaha manusia yg menjurus ke penghilangan kabut di suatu tempat
pelestarian pe.les.ta.ri.an [n] (1) proses, cara, perbuatan melestarikan; (2) perlindungan dr kemusnahan atau kerusakan; pengawetan; konservasi: ~ sumber-sumber alam; (3) pengelolaan sumber daya alam yg menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin kesinambungan persediaannya dng tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya
pelestarian luar kawasan pe.les.ta.ri.an luar kawasan pelestarian thd satwa atau tumbuhan di luar habitat alaminya
pelestarian spesies pe.les.ta.ri.an spesies upaya mempertahankan keberadaan suatu spesies tumbuhan atau satwa dng menyerahkan perkembangannya pd alam
pelinggam pe.ling.gam [n] batu pualam yg berwarna (bermacam-macam)
pelombongan terbuka pe.lom.bong.an terbuka [Min] cara penggalian bahan tambang dng penyanggaan alami yg meninggalkan bahan galian sbg pilar-pilar
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
pelopor pe.lo.por [n] (1) yg berjalan terdahulu; yg berjalan di depan tt perarakan dsb; (2) perintis jalan; pembuka jalan; pionir: dia dipandang orang sbg -- dl dunia pendidikan wanita; (3) pasukan perintis (yg terdepan) gerak pembaharuan (tanpa memperhitungkan risiko yg mungkin dialami)
peluru demdem peluru yg di bagian depannya diberi retakan silang yg agak dalam sehingga apabila mengenai sasarannya dapat mengakibatkan lubang tembakan ke luar yg besar sekali
pemandangan pe.man.dang.an [n] (1) penglihatan: tajam ~ nya; (2) proses, cara, perbuatan memandang: laporan ini berdasarkan ~ sepihak; (3) keadaan alam yg indah dipandang: di pantai Senggigi, lombok banyak ~ yg indah; (4) pengetahuan (dl arti apa-apa yg diketahui); pendapat: ia hendak meluaskan ~ nya ke luar negeri; (5) ikhtisar, uraian, atau pembicaraan mengenai suatu hal: ~ dalam dan luar negeri
pemanfaatan pe.man.fa.at.an [n] proses, cara, perbuatan memanfaatkan: -- sumber alam untuk pembangunan
pemasukan pe.ma.suk.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memasukkan: -- barang itu mengalami hambatan; (2) pendapatan: -- daerah
pematung jalanan pe.ma.tung jalanan pematung yg bakatnya berdasarkan bakat alam (nonakademik)
pembiasan pem.bi.as.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membiaskan; (2) penyimpangan (pembelokan): berkas cahaya yg keluar dr prisma mengalami --
pembuktian pem.buk.ti.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membuktikan; (2) usaha menunjukkan benar atau salahnya si terdakwa dalam sidang pengadilan
pemeliharaan medis pe.me.li.ha.ra.an medis [Dok] interaksi yg terjadi antara pemberi dan penerima pelayanan kesehatan selama si penerima mengalami gangguan kesehatan
pemerintah pe.me.rin.tah [n] (1) sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; (2) sekelompok orang yg secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; (3) penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yg kuat dan bijaksana; (4) badan tertinggi yg memerintah suatu negara (spt kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri; (5) negara atau negeri (sbg lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat; (6) pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang
pemondokan pe.mon.dok.an [n] tempat (rumah dsb) memondokkan seseorang; rumah tempat menumpang (menumpang bermalam); penginapan; pondokan
pempek kapal selam pempek dl ukuran lebih besar, biasanya di dalamnya diisi telur rebus
pemudik pe.mu.dik [n] orang yg pulang ke kampung halaman (udik): sekitar 80% -- ke Yogyakarta adalah orang Wonosobo
pemukiman pe.mu.kim.an [n] proses, cara, perbuatan memukimkan: -- kembali penduduk yg mengungsi krn bencana alam akan segera dilaksanakan
penakar hujan pe.na.kar hujan alat untuk mengukur dalamnya curah hujan yg dianggap terbagi rata di atas permukaan mendatar
penalaran pe.na.lar.an [n] cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis; (2) hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar dan bukan dng perasaan atau pengalaman; (3) proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa fakta atau prinsip
penandusan pe.nan.dus.an [n] proses, cara, perbuatan menanduskan: penebangan pohon yg tanpa pilih-pilih mengakibatkan hutan mengalami ~
pencarian pen.ca.ri.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mencari: ~ buron yg dilakukan pihak polisi itu mengalami kegagalan; (2) pekerjaan dsb yg menjadi pokok penghidupan: ~ nya berdagang
pencinta pen.cin.ta [n] orang yg sangat suka akan: kelompok ~ alam akan memulai pendakian hari Selasa minggu depan
pencipta pen.cip.ta [n] yg menciptakan (mengadakan, menjadikan, membuat, dsb): Tuhan ~ alam semesta; siapa ~ lagu ini?
pendaftaran pen.daf.tar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mendaftar (mendaftarkan); pencatatan nama, alamat, dsb dl daftar; (2) perihal mendaftar (mendaftarkan): ~ murid baru diadakan dl bulan Desember
pendar pen.dar [n] cahaya spt yg tampak pd lendir kelemayar atau pd permukaan laut pd malam hari dsb
pendendang pen.den.dang [n] orang yg mendendangkan lagu: ~ lagu-lagu balada itu mengaku sekadar untuk menambah pengalaman
pendidikan akademis pen.di.dik.an akademis pendidikan yg berhubungan dng bidang ilmu (studi) spt bahasa, ilmu-ilmu sosial, matematika, ilmu pengetahuan alam
pendidikan konservasi pen.di.dik.an konservasi upaya secara sadar dan berencana, baik melalui pendidikan formal maupun informal, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat thd bidang konservasi alam, terutama kesadaran pada pengunjung kawasan konservasi
penduga pen.du.ga [n] (1) alat untuk menduga (mengukur dalamnya laut dsb); (2) orang yg menduga
penelitian pe.ne.li.ti.an [n] (1) pemeriksaan yg teliti; penyelidikan; (2) kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum
penelitian laboratorium pe.ne.li.ti.an laboratorium penelitian yg dilakukan dl keadaan tidak alamiah (di tempat-tempat khusus yg memungkinkan faktor-faktor tertentu dapat dikendalikan)
penerbangan pe.ner.bang.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menerbangkan; (2) perjalanan dng pesawat terbang; lalu lintas dng pesawat terbang; (3) segala sesuatu yg bertalian dng lalu lintas udara: keberangkatan kapal dapat dilihat pd jadwal ~; (4) perihal terbang dng pesawat terbang: ~ yg dialaminya cukup menyenangkan
pengajaran peng.a.jar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengajar atau mengajarkan; (2) perihal mengajar; segala sesuatu mengenai mengajar: ~ sejarah nasional sangat diutamakan; (3) peringatan (tt pengalaman, peristiwa yg dialami atau dilihatnya): musibah yg kalian alami itu menjadi ~ bagi kalian
pengajaran remedial peng.a.jar.an remedial pengajaran yg diberikan khusus untuk memperbaiki kesulitan belajar yg dialami murid
pengamatan udara atas peng.a.mat.an udara atas [Met] pengamatan meteorologi yg dilakukan di atmosfer bebas secara langsung dng pesawat terbang roket dsb atau secara tidak langsung dng melepaskan alat ke dalamnya
penganalisis peng.a.na.li.sis [n] orang yg melakukan analisis: sbg ~ Saudara harus objektif
pengangonan peng.a.ngon.an [n] padang rumput alami tempat menggembalakan ternak
pengembaraan peng.em.ba.ra.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengembara: dl ~ nya itu, ia sering mengalami kelaparan dan kehausan; (2) tempat mengembara
penghayatan peng.ha.yat.an [n] pengalaman batin: inti dr seni adalah ~ penciptanya
penghuluan peng.hu.lu.an [n] daerah hulu sungai; daerah pedalaman: ia bertugas di ~ Kalimantan Barat selama sepuluh tahun
penghunian peng.hu.ni.an [n] proses, cara, perbuatan menghuni: tingkat ~ hotel di Jakarta sedikit mengalami penurunan
penginapan peng.i.nap.an [n] (1) rumah tempat bermalam; losmen: tidak jauh dr sini ada ~ yg bersih lagi murah; (2) tumpangan (untuk bermalam): siapa yg akan memberi ~ kpd orang yg mengungsi itu?
pengindah peng.in.dah [n] sesuatu yg membuat atau menjadikan indah; sesuatu yg menimbulkan keindahan: pohon tsb dapat menjadi tanaman ~ halaman
pengindraan jauh peng.in.dra.an jauh teknik mendeteksi dan mempelajari objek dr jauh tanpa adanya kontak fisik dng objek atau sasaran tsb
pengkajian peng.ka.ji.an [n] proses, cara, perbuatan mengkaji; penyelidikan (pelajaran yg mendalam); penelaahan: mengadakan eksplorasi dan ~ dl bentuk proyek utama untuk membangun koperasi
pengkar peng.kar [a] bengkok (tt kaki, ada yg ke luar, ada yg ke dalam)
pengumpulan pe.ngum.pul.an [n] proses, cara, perbuatan mengumpulkan; perhimpunan; pengerahan: ~ pakaian untuk disumbangkan kpd korban bencana alam
pengungsian peng.ung.si.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengungsi; (2) hal mengungsi atau mengungsikan: dl ~ itu diutamakan orang-orang tua dan anak-anak; (3) tempat mengungsi: sesampai di ~ mereka masih mengalami hal-hal yg tidak enak
pengunjuk rasa peng.un.juk ra.sa [n] orang yg melakukan unjuk rasa; sekumpulan orang yg mengadakan unjuk rasa; demonstran: dng tersenyum, ia menerima dan menyalami wakil-wakil mahasiswa ~
pengupahan peng.u.pah.an [n] proses, cara, perbuatan memberi upah: masalah ~ buruh wanita menuntut perhatian lebih dalam
pengusaha peng.u.sa.ha [n] orang yg mengusahakan (perdagangan, industri, dsb); orang yg berusaha dl bidang perdagangan; saudagar; usahawan: ~ percetakan; sumbangan uang dr para ~ untuk korban bencana alam
penikmat pe.nik.mat [n] orang yg menikmati (merasai, merasakan, mengecap, mengalami): mereka ~ puisi; ia memang seorang ~ hidup
penjaga garis pen.ja.ga garis [Olr] orang yg ditugasi mengawasi apakah bola jatuh di dalam atau di luar garis permainan
penjemuran pen.je.mur.an [n] (1) proses, cara, perbuatan, menjemur; (2) tempat untuk menjemur; (3) alat (perkakas) untuk menjemur; (4) pengeringan secara alamiah dng menggunakan (energi) sinar matahari
penjepretan ganda pen.jep.ret.an ganda pemotretan dua objek sekaligus untuk disajikan sbg gambar dng kedua objek tsb
penjepretan gerak datar pen.jep.ret.an gerak datar pemotretan pd pemandangan alam dng menggerakkan kamera ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah tanpa meninggalkan tempat
penjepretan jauh pen.jep.ret.an jauh pemotretan suatu objek dr jarak yg jauh
penjuru pen.ju.ru [n] pojok; sudut: empat -- alam adalah timur, barat, utara, dan selatan
penuaan pe.nua.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menjadi tua: gudang yg bersejarah itu saat ini mulai banyak mengalami kerusakan krn ~; (2) Bio proses kemunduran fungsi tubuh yg tidak terelakkan sejalan dng peningkatan usia
penumpang pe.num.pang [n] (1) orang yg menumpang atau orang yg naik (kereta, kapal, dsb): ~ kereta api senja itu penuh sesak; (2) orang yg tinggal atau bermalam di rumah orang: tadi malam ~ di rumah sebelah telah melarikan mobil orang yg ditumpanginya
penyakar pe.nya.kar [n] penyamun; perompak; perampas: -- itu melarikan diri pd malam gelap
penyaluran pe.nya.lur.an n proses, cara, perbuatan menyalurkan: -- beras untuk korban bencana alam dilakukan melalui lembaga swadaya masyarakat
penyangkal pe.nyang.kal [n] orang yg menyangkal; pembantah; penyanggah: sbg -, ia harus bersikap objektif thd pendapat yg dibantahnya
penyutradaraan pe.nyut.ra.da.ra.an [n] proses, cara, perbuatan menyutradarai: dl bidang -- dan produksi film, ia telah cukup berpengalaman
perangsangan pe.rang.sang.an [n] proses, cara, perbuatan merangsang: menurut konselor dr Amerika, sekitar 80% wanita tidak mengalami orgasme sewaktu sanggama apabila tanpa disertai ~ klitoris
perasaian pe.ra.sai.an [n] proses, cara, perbuatan merasai(kan); penanggungan (kesusahan, kesedihan, dsb); pengalaman (sedih); penderitaan: ~ nya tidak terceritakan lagi;
perbandingan per.ban.ding.an [n] (1) perbedaan (selisih) kesamaan: -- pasukan musuh dng pasukan kita adalah lima lawan dua; (2) persamaan; ibarat: -- bulan dng putri malam kurang tepat; (3) pedoman pertimbangan: pengalaman dapat dijadikan -- dl memecahkan masalah rumah tangga
pergam gunung pergam yg tubuhnya panjang (45 cm atau lebih), berbadan gemuk, bulu badan, sayap, dan ekornya beraneka warna, matanya putih atau merah, hidup di hutan pegunungan, suaranya dalam, berkumandang jauh di dl hutan dan lembah pegunungan; Ducula badia
pergundalan per.gun.dal.an [n] (1) perihal gundal; (2) cara perbudakan: dl alam demokrasi ~ harus diberantas
periksa pe.rik.sa [v] lihat dng teliti: tolong -- lemari itu kalau-kalau ada yg aneh di dalamnya
perimpin pe.rim.pin [n] (1) tali seluar; tali kolor (pd celana dalam); (2) tali di tepi layar
peringkat pe.ring.kat [n] tingkat; pangkat: biasanya perjuangan untuk mencapai kemerdekaan kurang mengalami tantangan pd -- pertama
perjalanan kebudayaan per.ja.lan.an kebudayaan perjalanan yg diadakan dng tujuan mempelajari atau memperdalam seni budaya; (2) perjalanan yg bertujuan melihat atau menyaksikan hal-hal yg berhubungan dng kebudayaan, msl benda kuno, peninggalan sejarah, atau perikehidupan masyarakat
perjamuan suci per.ja.mu.an suci [Kris] santapan malam yg diadakan oleh Kristus dng murid-muridnya pd malam sebelum disalib
perkolator per.ko.la.tor [n] (1) alat untuk memasak kopi dng tempat kopi yg berlubang, yg menyebabkan air panas dapat masuk ke dalamnya dan mengisap sari kopi itu; (2)Kim bejana kaca panjang berbentuk kerucut dng dasar dikecilkan, spt tabung untuk mengekstrak obat
pernah per.nah [adv] (1) sudah menjalani (mengalami dsb): ia sendiri -- dihukum; belum (tidak) -- , belum sekali pun mengalami dsb; (2) ada kalanya: -- juga orang yg tidak bersalah pun dihukum
peron pe.ron [n] pelataran (halaman) pd stasiun kereta api, tempat penumpang menunggu atau tempat turun naik kereta
perondaan pe.ron.da.an [n] perjalanan berkeliling untuk menjaga keamanan: ~ malam ini dipimpin langsung oleh komandan hansip
perpisahan per.pi.sah.an [v] (1) perceraian; (2) hal berpisah: ia tampil ke depan dan mengucapkan kata sambutan pd acara ~ dng teman-temannya; malam ~ , pertemuan (perjamuan) pd malam hari untuk memberi ucapan selamat jalan
perseptif per.sep.tif [a] (1) mempunyai kesadaran yg tajam; tajam tilik; cepat mengerti; cerdik; (2) berhubungan dng pengertian: dl politik, realitalah yg penting krn realita bisa objektif, bisa subjektif, dan bisa pula --
persih per.sih [kl a] bersih; putih bersih: setelah larut malam, maka bulan pun terang --
personifikasi per.so.ni.fi.ka.si [n] pengumpamaan (pelambangan) benda mati sbg orang atau manusia, spt bentuk pengumpamaan alam dan rembulan menjadi saksi sumpah setia
perspektivisme per.spek.tiv.is.me [n] (1) mazhab yg menganggap bahwa ilmu itu selalu bersifat relatif; (2) aliran filsafat yg mengajarkan bahwa setiap pengetahuan pd hakikatnya adalah suatu interpretasi belaka yg bergantung pd "keadaan tempat berdirinya" seseorang thd objek yg diketahuinya
pertanda per.tan.da [kl n] pelebaya; algojo: -- itu pun dipanggil menghadap dan disuruhnya membunuh prajurit itu [n] gelagat; alamat: turunnya burung ke tanah merupakan -- akan hujan [n] (1) tanda; alamat: kokok ayam adalah ~ hari menjelang pagi; (2) pemberian pd saat bertunangan
pertandaan per.tan.da.an [n] alamat; gelagat
pertanian ekstraktif per.ta.ni.an ekstraktif pertanian yg pengusahaannya dng mengambil hasil dr alam dan tanah tanpa usaha menyuburkan kembali tanah dsb untuk keperluan pengambilan pd kemudian hari: ~ generatif pertanian yg memerlukan usaha pembibitan, pengolahan, pemeliharaan, dsb (pd tanaman dan hewan)
pertautan per.ta.ut.an [n] hal bertaut; pertalian; perhubungan: puisi adalah hasil ~ jiwa penyair dng alam sekitarnya
pertemuan per.te.mu.an [n] (1) perbuatan (hal dsb) bertemu; perjumpaan; (2) tempat bertemu (berkumpul dsb): balai ~; ia sedang pergi ke ~; (3) perkumpulan (spt rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; (4) pergaulan; (5) perjodohan; perkawinan
perum pe.rum [n Lay] batu penduga untuk mengetahui dalamnya laut dsb
perum gema alat yg digunakan untuk mengukur kedalaman perairan atau laut dng bantuan gema
perum tangan alat pengukur kedalaman laut dng tali perum secara manual
perunjung pe.run.jung [n] satuan ukuran tinggi (atau dalam) sepanjang antara kaki dan ujung jari tangan yg diulurkan ke atas
perusahaan nasional per.u.sa.ha.an nasional [Ek] perusahaan yg sekurang-kurangnya 51% dr modal dl negeri yg ditanam di dalamnya dimiliki oleh negara dan/atau swasta nasional
perut pe.rut [n] (1) bagian tubuh di bawah rongga dada: mandi lenggang -- (melenggang -- ) upacara mandi ketika hamil tujuh bulan; (2) alat pecernaan makanan di dl rongga, di bawah rongga dada (terutama yg berupa kantung tempat mencernakan makanan dan usus): -- nya mulas; -- nya sudah kosong; (3) kas makanan (rezeki, nafkah): sebenarnya bukan urusan politik lagi, melainkan urusan --; (4) bagian yg terdapat di tengah atau di dl suatu benda: tak berkelipat -- , ki tidak dapat menyimpan rahasia; (5) ki kandungan (rahim): pd waktu itu engkau masih di dalam -- ibumu; (6) ki barang apa yg yg rupanya atau bentuknya menyerupai perut 1 atau 2 [n] gulungan kecil: benang yg diurai itu digulung kecil-kecil seperut-seperut
perut jala perut hewan pemamah biak yg dinding dalamnya berbentuk spt jala
perut laut bagian laut yg kedalamannya melebihi bagian (laut) yg lain
perwajahan per.wa.jah.an [n] perihal pemberian corak dan motif pd kulit buku, halaman muka, dsb: rancanglah ~ yg bagus pd kulit majalah itu, agar betul-betul menarik
perwajahan sampul per.wa.jah.an sampul penataan bentuk, rupa, warna, ukuran, dsb dr sampul; (2) bagian sampul yg terdiri atas halaman sampul bagian luar yg dibuat menarik serta selaras dng isinya dan halaman lain
pesanggrahan pe.sang.grah.an [n] rumah peristirahatan atau penginapan, biasanya milik pemerintah [n] peristirahatan: kami menginap di -- Ujung Kulon selama tiga malam
petikut pe.ti.kut [n] rok dalam perempuan (dipakai sbg pelapis rok luar, biasanya terbuat dr bahan tipis dan berenda)
petrokimia pet.ro.ki.mia [n] bahan kimia yg diambil atau didapat dr petroleum atau gas alam
petrol pet.rol [n] bahan bakar terbuat dr campuran gas alam dan petroleum; bensin
petualang pe.tu.a.lang [n] (1) orang yg bertualang; (2) orang yg berusaha memperoleh sesuatu dng cara menekat (tidak jujur dsb); (3) orang yg suka mencari pengalaman yg sulit-sulit, berbahaya, dsb
petunjuk pe.tun.juk [n] (1) sesuatu (tanda, isyarat) untuk menunjukkan, memberi tahu, dsb: lampu-lampu di lapangan itu dipakai sbg ~ pesawat terbang yg akan mendarat pd malam hari; (2) ketentuan yg memberi arah atau bimbingan bagaimana sesuatu harus dilakukan; nasihat; (3) ajaran: mendapat ~ dr Tuhan; (4) tuntunan; ilham
peyorasi pe.yo.ra.si [n Ling] perubahan makna yg mengakibatkan sebuah ungkapan menggambarkan sesuatu yg lebih tidak enak, tidak baik, dsb, msl kata perempuan sudah mengalami peyorasi, dahulu artinya 'yg menjadi tuan'
pianola pi.a.no.la [n] piano yg dapat main sendiri (di dalamnya terdapat mekanik khusus)
piantan pi.an.tan [ark n] (1) waktu tertentu yg biasanya terjadi sesuatu; (2) sehari semalam (24 jam)
pias pi.as [n] (1) lajur tikar pandan yg mendatar dijahit menjadi layar; (2) lajur; jalur: permukaan bumi terbagi atas 24 -- membujur dr utara ke selatan, besar setiap -- 15 derajat; (3) Graf bagian di keempat pinggiran halaman yg kosong tidak dicetak (atas, muka, bawah, dan belakang)
pias tengah margin bagian dalam sebuah buku atau majalah
picik pi.cik [a] (1) tidak luas (tt pandangan, pengetahuan, pikiran, dsb): pandangannya sangat --; (2) hemat: dia -- memakai uangnya; (3) tidak lebar (luas); sempit: jurang itu -- lagi dalam
pihak pi.hak [n] (1) sisi (yg sebelah); bagian: -- atas; -- bawah; -- kanan; -- kiri; (2) arah; jurusan: seakan-akan angin datang dr segala --; (3) satu dr golongan (partai, orang) yg bertentangan atau berlawanan (dl perang, permainan, politik, perjanjian, dsb): dl perang ini -- yg menang dan -- yg kalah sama-sama menderita kerusakan; saya yakin dia akan melindungi -- yg benar; kedua (belah) -- , kedua-duanya (tt dua golongan atau dua orang yg bertentangan); (4) (pd -- ) dl hal; mengenai: pd -- agama, mereka itu bersikap netral; (5) orang yg termasuk dl satu lingkungan dan kepentingan; kalangan: lurah melaporkan hal tsb kpd -- berwajib; -- kejaksaan belum mengetahui tt ditangkap-nya penjahat itu; (6) orang; golongan: korban bencana alam itu memerlukan uluran tangan dr semua --
pijin pi.jin [n] alat komunikasi sosial dalam kontak yg singkat (msl dl perdagangan) antara orang-orang yg berlainan bahasanya dan tidak merupakan bahasa ibu para pemakainya
piket pi.ket /pikEt/ (1) n kelompok atau regu yg melakukan tugas jaga siang atau malam hari (biasanya dl kesatuan militer, rumah sakit, kantor, dsb); (2) menjalankan tugas piket
pilot studi [Ek] objek utama yg akan diteliti
pinggan ceper pinggan yg lekuknya tidak dalam (rata)
pintas pin.tas [v] me.min.tas v (1) mengambil jalan pintas; menempuh jalan yg terdekat; memotong jalan: supaya lekas sampai lebih baik kita ~ dusun ini; jalan ~ , jalan langsung (terdekat); (2) memenggal atau menyelang perkataan orang: suka benar ia memintas perkataan orang; (3) memotong perjalanan (tt orang, pesawat, dsb); memegat: barisan itu diberhentikan krn ~ iring-iringan mobil pejabat; (4) menadah (orang yg hanyut dsb): jika kamu hanyut, dialah yg akan ~ mu; (5) melintasi; melalui; melewati: kereta api itu ~ pesawahan di desa itu; (6) Kom memotong secara tiba-tiba proses pengambilan gambar suatu objek oleh kamera televisi atau film
pintu butulan pintu di samping rumah atau halaman bertembok
pintu gerbang pintu besar tempat keluar masuk (halaman, kota, dsb)
pintur pin.tur [n] perangkap berbentuk bundar yg diberi jaring dan umpan di dalamnya serta bandul yg dapat mengapung di permukaan air dan digunakan untuk menangkap kepiting
piogenik pi.o.ge.nik [n] sifat jasad renik yg menghasilkan nanah pd luka yg mengalami infeksi
pipa laut pipa yg diletakkan di dasar laut atau perairan untuk mengalirkan minyak, gas alam dsb
pita duga alat pengukur kedalaman (ketinggian) cairan di dl tangki-tangki kapal, terdiri atas pita ukuran terbuat dr logam yg dapat digulung dan bandul pemberat ujungnya
plastometer plas.to.me.ter [n ] (1) alat untuk mengukur kekerasan karet dng menentukan dalamnya tusukan suatu jasad keras; (2) rekaan untuk mengukur keplastisan bahan dng menentukan waktu alirannya melalui pertambahan berturut-turut jarak pipa rambut
pohon mata sudut mata sebelah dalam (dekat hidung)
pola pengeboran pola untuk tujuan peledakan yg menunjukkan jumlah lubang bor, kedalaman, dan arah lubang
politik dagang hal-hal yg berhubungan dng pemerintahan, lembaga dan proses politik yg berlaku dl perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri, berdasarkan undang-undang yg berlaku
positivisme po.si.tiv.is.me [n] aliran filsafat yg beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yg pasti
pot [n] tempat yg terbuat dr tanah, semen, plastik, dsb untuk menanam pohon (bunga), biasanya untuk menghias halaman rumah [n kp] pispot
prairi prai.ri [n] daerah datar atau bergelombang tanpa pohon-pohon, yg tertutup secara alami oleh jenis-jenis rumput atau tumbuhan yg mirip rumput
prakonsepsi pra.kon.sep.si [n] gagasan (gambaran, anggapan, pendapat) sebelum menyaksikan atau mengalami sendiri keadaan sebenarnya: perbedaan paham mereka sudah terlihat pd -- masing-masing
pramuria pra.mu.ria [n] karyawati kelab malam yg bertugas melayani dan menemani tamu
predisposisi pre.dis.po.si.si [n] (1) kecenderungan khusus ke arah suatu keadaan atau perkembangan tertentu; (2) kecenderungan untuk menerima atau menolak sesuatu berdasarkan pengalaman dan norma yg dimilikinya; (3) Dok keadaan mudah terjangkit oleh penyakit
pres ban penambalan ban dalam dng cara pemanasan dan penekanan (pembebanan) pd bagian tambalan
prisma pris.ma [n Fis] zat padat yg mempunyai bentuk geometris dng dua bidang sejajar yg identik: berkas cahaya yg keluar dr -- mengalami pembiasan
proleksem pro.lek.sem [Ling n] bentuk bahasa yg mempunyai makna leksikal spt kata, tetapi tidak dapat berdiri sendiri apabila tidak bergabung dng bahasa lain, dan tidak dapat mengalami pengimbuhan (msl awa-, catur-, dasa-, maha-)
proposisi pro.po.si.si [n] (1) rancangan usulan; (2) Ling ungkapan yg dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya; -- eksklusif proposisi yg di dalamnya terdapat kata-kata hanya, sendiri, tak lain, tak satu pun, kecuali
protaktinium pro.tak.ti.ni.um [n Kim] unsur yg semua isotopnya radioaktif, terdapat secara alamiah dan buatan; unsur dng nomor atom 91, lambang Pa, dan bobot atom 231,0359
psikoanalisis psi.ko.a.na.li.sis [n Psi] cara untuk mendapatkan secara terperinci pengalaman emosional yg dapat menjadi sumber atau sebab gangguan jiwa dan represinya
psikopat psi.ko.pat [n] orang yg krn kelainan jiwa menunjukkan perilaku yg menyimpang sehingga mengalami kesulitan dl pergaulan
psikopatologi psi.ko.pa.to.lo.gi [n] bagian psikologi yg menjadikan gejala kejiwaan sbg objeknya
psikotes psi.ko.tes [n] prosedur pemeriksaan yg telah mengalami pembakuan, yg dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental: seleksi kedua ialah wawancara dan -- untuk menjajaki kemampuan belajar
psikotropika psi.ko.tro.pi.ka [n] (1) segala yg dapat mempengaruhi aktivitas pikiran spt opium, ganja, obat bius; (2) Dok zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis dan bukan narkotika yg dapat menyebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan perilaku; obat yg dapat mempengaruhi atau mengubah cara berbicara ataupun tingkah laku seseorang
pub [n] tempat hiburan khusus untuk mendengarkan musik sambil minum-minum yg dibuka pd waktu malam (sampai larut malam)
publikasi pub.li.ka.si [n] (1) pengumuman; (2) penerbitan: -- tt objek-objek pariwisata janganlah diremehkan
pugar pu.gar [v] , me.mu.gar v memperbaiki kembali; membaharui; memulihkan: pemerintah daerah telah menyediakan biaya untuk ~ objek pariwisata di daerahnya [Mk v] , me.mu.gar v melakukan dng sungguh-sungguh
puisi pu.i.si [n] (1) ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; (2) gubahan dl bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; (3) sajak
pujangga gereja orang kudus (baik pria maupun wanita segala zaman, yg dihargai secara khusus krn ajaran yg dikemukakan benar, mendalam, dan sangat bijaksana)
pukat tahan pukat yg ditahan atau dipasang pd suatu tempat di antara karang-karang di laut, lalu ikan dihalau atau digiring ke dalamnya dng memukul-mukul air atau dng bersorak-sorak
pukat tangguk pukat (jala) yg diberi berbingkai sekelilingnya sehingga dapat ditahan dl selokan dan ikan dihalau ke dalamnya
pukauan pu.kau.an [n] pesona; pukau: ~ alam pegunungan sungguh menambat hati, manakala kita berjalan-jalan santai menikmati panorama alam sekitar
pulang pu.lang [v] pergi ke rumah atau ke tempat asalnya; kembali (ke); balik (ke): bila engkau -- ke Semarang?; sudah tengah malam ia belum juga --
pungguk pung.guk [n] burung elang malam (burung hantu) yg suka memandang bulan; Ninox sentulata malaccensis [a] buntung ekornya; tidak berekor: ayam --
pupa pu.pa [n] ulat yg berdiam dl kepompong untuk mengalami perubahan dirinya menjadi kupu-kupu
puruk pu.ruk [Mk v] me.mu.ruk.kan v (1) membenamkan; memerosokkan: ia ~ kakinya ke dl lumpur; (2) memasukkan (ke dalam, ke bawah); menyusupkan; menjejalkan: ia ~ badannya ke bawah longgokan kain
puso pu.so [a] (1) tidak mengeluarkan hasil (sawah): tahun ini para petani tidak menikmati panennya krn mengalami --; (2) ki rusak krn dibiarkan tidak berpenghuni
qiamulail qi.a.mu.la.il [n Isl] salat di tengah malam secara teratur (spt salat tahajud, tarawih, witir)
radiasi alfa pancaran partikel alfa dr suatu inti atom atau dr unsur radioaktif alam
rafaksi ra.fak.si [n] pemotongan (pengurangan) thd harga barang yg diserahkan krn mutunya lebih rendah dp contohnya atau krn mengalami kerusakan dl pengirimannya
rahasia ra.ha.sia [n] sesuatu yg sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain: ia mencoba mengorek -- temannya, tetapi tidak berhasil; (2) n sesuatu yg belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang: -- alam; (3) n sesuatu yg tersembunyi: pintu --; (4) n cara yg setepat-tepatnya (biasanya tersembunyi atau sukar diketahui); kiat: dl buku itu diterangkan -- bermain sulap; (5) n sesuatu yg dipercayakan kpd seseorang agar tidak diceritakan kpd orang lain yg tidak berwenang mengetahuinya; (6) a secara diam (sembunyi-sembunyi); tidak secara terangterangan (tt perkumpulan): gerakan --
rancung ran.cung [a] runcing dan tajam (spt kalam)
rantau ran.tau [n] (1) pantai sepanjang teluk (sungai); pesisir (lawan darat): berlayar sepanjang --; (2) daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; negeri asing
rasa ra.sa [n] (1) tanggapan indra thd rangsangan saraf, spt manis, pahit, masam thd indra pengecap, atau panas, dingin, nyeri thd indra perasa); (2) apa yg dialami oleh badan: -- pedih dan nyeri di perut merupakan gejala sakit lambung; (3) sifat rasa suatu benda: gula -- nya manis; (4) tanggapan hati thd sesuatu (indra): -- sedih (bimbang, takut); (5) pendapat (pertimbangan) mengenai baik atau buruk, salah atau benar: -- adil [n] , air -- air raksa
rasai ra.sai [Mk v] , me.ra.sai v (banyak) menderita (kesusahan); mengalami (kesedihan): ~ kesengsaraan hidup; menanggung susah
rasian ra.si.an [Mk n] mimpi (terutama yg mengandung arti atau alamat)
rasuk ra.suk [n] balok palang yg dipasang di antara tiang rumah untuk penahan atau penopang lantai (pd rumah panggung) [v] me.ra.suk v (1) memasuki tubuh manusia (tt roh jahat dsb): mereka terus menari sampai suatu kekuatan gaib ~ dan membuat mereka gagah berani; (2) mendalam; meresap benar; berkesan benar: adat yg bercampur agama telah lama ~ di sini; (3) bercampur-baur; bergaul: ia lebih banyak bergaul dan ~ di tengah-tengah masyarakat
rat [ark n] alam; jagat; dunia
raya ra.ya [a] besar (terbatas pemakaiannya); alam (jagat) --; badak --; hari --; jalan --; purnama --; rimba --
rayan ra.yan [Mk] , me.ra.yan 1 v mengigau; meracau: ia ~ krn demam panas; (2) n mimpi yg berhubungan dng pengalaman pd siang hari atau yg berhubungan dng peristiwa yg selalu mengganggu pikiran: siang menjadi angan-angan, malam menjadi ~
rebak re.bak [a] robek panjang (kain, layar, dsb); luka dalam (kena pisau dsb) [v] , me.re.bak v (1) menjalar atau menular (tt penyakit); tersebar atau tersiar (tt kabar dsb); (2) meluas atau merembet (tt api, perang): ajakan itu dikumandangkan berkaitan dng ~ nya penggunaan kekerasan [v] , me.re.bak v meleleh (air mata): air matanya ~ mendengar kabar itu
recak re.cak [n] burik yg tidak dalam; bopeng; bercak [kl n] beras recak [Mk v] , me.re.cak v menaiki; menunggangi (binatang, sepeda, dsb)
regresi re.gre.si [n] (1) (urutan dsb) mundur; urutan berbalik ke belakang; (2) Geo penyusutan luas (air) laut yg disebabkan oleh faktor tertentu; (3) Psi proses berbalik ke tahap perkembangan perilaku sebelumnya yg dialami orang krn frustasi; (4) Hid hubungan rata-rata antara variabel
rejeh re.jeh [a] merah dan berair pd pelupuk mata bagian dalam; belengset
reka re.ka /rEka/, me.re.ka v (1) menyusun (mengatur, mengarang) baik-baik: ~ sajak yg elok bentuknya dan dalam isinya; (2) mencari akal (ikhtiar, daya upaya): ia tidak jemu-jemunya ~ jalan yg manakah yg harus ditempuhnya kelak; (3) memikirkan (sesuatu); merancang; merencanakan: ~ undang-undang baru untuk menggantikan undangundang yg tidak sesuai lagi dng keadaan masyarakat itu; (4) membayangkan (dl angan-angan); mencita-citakan: ~ apa yg akan terjadi; (5) menduga; mengira-ngirakan: kami sudah ~ bahwa ia akan terpilih menjadi presiden
rekayasa internal [Man] rekayasa yg menyangkut bagian dalam
rekto rek.to [n] (1) halaman sebelah kanan pd buku atau naskah terbuka, biasanya bernomor halaman ganjil; (2) sisi pertama pd kertas cetak atau bergaris jika dilipat dan dijilid; bagian depan atau bagian muka lembaran kertas cetakan
reli re.li [n] (1) perlombaan kendaraan (mobil, sepeda, dsb) di jalan umum dan biasanya tunduk pd peraturan lalu lintas dl menetapkan kecepatan rata-rata: -- mobil Jawa-Sumatra itu melibatkan pembalap kawakan dalam dan luar negeri; (2) berjalan (berkendaraan) berbanyak di jalan-jalan untuk menunjukkan kekuatan massa, unjuk rasa
relung hati lubuk hati; dalam hati
reminisensi re.mi.ni.sen.si [n] (1) kenang-kenangan; (2) tindakan mengenang; pengenangan; (3) hal berpikir dan bercerita tt pengalaman atau kejadian masa lampau; (4) halaman atau ruang dl sebuah buku yg dapat digunakan untuk membangkitkan ingatan seseorang akan tulisan orang lain
reorientasi re.o.ri.en.ta.si [n] peninjauan kembali wawasan (untuk menentukan sikap dsb): pemerintah negara itu mengadakan -- dl politik luar negeri dan dalam negeri
repolarisasi re.po.la.ri.sa.si [n] proses polarisasi kembali dr membran, sel atau serabut, dng muatan positif di permukaan luar dan muatan negatif di dalam
rerugi re.ru.gi [n El] kerugian listrik di penghantar alat listrik lain: setiap penyaluran tenaga listrik mengalami kerugian daya sbg akibat -- ohm di penghantarnya
resam re.sam [n] tumbuhan pakis, batangnya keras dan dapat dibuat kalam; Gleichenia lineari [n] adat kebiasaan; aturan-aturan yg menjadi adat; pembawaan
resistansi biologis [Bio] daya tahan alami tubuh thd pengaruh buruk, spt racun dan kuman
retina re.ti.na [n] selaput jala mata; dinding mata sebelah dalam
retreatisme ret.re.a.tis.me [n Sos] proses yg terjadi apabila nilai-nilai yg berlaku tidak dapat dicapai melalui cara yg telah melembaga, tetapi warga masyarakat mempunyai kepercayaan yg mendalam sehingga mereka tidak mau menyimpang dr kaidah yg telah melembaga
riak ri.ak [n] (1) gerakan mengombak di permukaan air; ombak kecil; gerakan air yg merupakan lingkaran (spt bila kita menjatuhkan batu ke air): kedengaran -- air gemercik; (2) getaran (udara): pd tempat yg kepanasan itu tampak -- udara; (3) gelagat; gerak-gerik yg menjadi alamat bahwa ada sesuatu yg terkandung di dl hati: dr -- matanya tampak ia sangat berang kepadaku [n] lendir yg keluar dr tenggorok pd saat terserang batuk; dahak [a] ria
riba ri.ba [v] , me.ri.ba v memangku: berjaga siang dan malam berganti-ganti ~ putra baginda itu [n] (1) pelepas uang; lintah darat; (2) bunga uang; rente
rileks ri.leks [v cak] (1) bersenang-senang: ia sering dilihat orang -- di kelab malam; (2) berjalan-jalan untuk melihat lihat pemandangan alam; berekreasi: masa cutinya dipergunakan untuk -- ke Singapura dan Bangkok; (3) beristirahat; mengaso: ia sedang -- dl kamarnya; (4) tidak resmi; tidak kaku; santai
rindu rin.du [a] (1) sangat ingin dan berharap benar thd sesuatu: ia -- akan kemerdekaan; (2) memiliki keinginan yg kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman) : ia -- benar kpd anak-istrinya
ringkik ring.kik [v] , me.ring.kik v berbunyi (tt kuda): terdengar suara kuda ~ di halaman
riwayat hidup uraian tt segala sesuatu yg telah dialami (dijalankan) seseorang; biografi: telah diuraikan beberapa -- hidup orang-orang yg saleh
roboh ro.boh [v ] (1) runtuh (tt bangunan yg besar, spt rumah, tembok): gedung-gedung -- akibat gempa bumi yg hebat; (2) rebah; tumbang (tt pohon, tanaman): hujan dan angin ribut semalam menyebabkan pohon --; (3) ki jatuh (dl berbagai-bagai arti spt bangkrut, kalah, tidak dapat bertahan lagi, luntur imannya): pd ronde kedua petinju terkenal itu -- krn mendapat pukulan keras pd pelipisnya
robok ro.bok [v] , me.ro.bok v terluka di bagian dalam saja, di luar tidak tampak [v] , ber.si.ro.bok v (1) saling berpapasan; saling bertemu: tanpa sengaja mereka ~ di tikungan jalan; (2) saling bertemu pandang: ketika tatapan itu ~ , kedua kepala itu tertunduk [v] , me.ro.bok v menggelegak (spt botol kosong dsb yg dibenamkan ke dl air)
rohani ro.ha.ni [n] roh: di samping jasmani, -- juga memerlukan santapan; (2) a berkaitan dng roh; rohaniah: alam --
rompi rom.pi [n] baju luar yg tidak berlengan: malam itu ia memakai baju --
ronda ron.da [v] , me.ron.da v berjalan berkeliling untuk menjaga keamanan; berpatroli: malam itu ia harus ~
rongsokan rong.sok.an [n] yg sudah rusak sama sekali (tt barang); rosokan; rombengan: halaman rumahnya menjadi tempat pembuangan barang ~
rotan irit rotan yg tumbuh merumpun di tepi sungai, bermutu baik, dipanen pd umur 7-10 tahun; Calamus trachycoleus
rotan lilin rotan yg daun dan perbungaannya bervariasi, tumbuh di dataran rendah dan pegunungan ketinggian 1.800 m, digunakan untuk tali dan anyaman; Calamus javensis
rotan manau rotan yg berbatang besar dng garis tengah 10-15 cm, digunakan untuk perkakas rumah tangga; Calamus manan
rotan saga rotan yg kulitnya halus dan berkilap; Calamus caesius
rotasi bumi perputaran bumi pd porosnya dr arah barat ke timur selama sehari (24 jam) yg mengakibatkan terjadinya siang dan malam
rotograf ro.to.graf [n] potret satu halaman naskah
rumah pemondokan rumah tempat memondok seseorang; rumah tempat menumpang (menumpang bermalam)
rumah penginapan rumah tempat bermalam; losmen
runding run.ding [n] (1) kl perhitungan; perkiraan; (2) pembicaraan yg sungguh-sungguh lagi mendalam (tt suatu hal): berbanyak -- , banyak bicara
runut ru.nut [n] jejak (bekas tapak kaki dsb): -- orang yg masuk ke halaman rumah masih jelas kelihatan ; putus -- , kehilangan jejak; (2) alur di tanah (bekas roda pedati dsb): -- roda pedati dan sapi membekas di sepanjang jalan desa
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
rusuh ru.suh [a] (1) tidak aman krn banyak gangguan keamanan (spt pencurian, perampokan, pembegalan): pd malam hari tidak ada kendaraan yg berani lewat di daerah yg -- itu; (2) kacau; ribut; gaduh; huru-hara: di negara yg -- itu sering timbul pemberontakan; (3) tidak sopan (tt kelakuan, perkataan, dsb); ceroboh: perkataannya kasar dan --; (4) sangat kasar (tt permainan bola): kesebelasan kita tidak bermain -- spt mereka; (5) tidak beraturan; tidak menurut aturan: anak ini -- makannya, apa saja dimakannya [a] selalu gelisah (khawatir, sedih, susah), tidak tenteram hatinya: tenanglah jangan lekas -- hati
sabitah sa.bi.tah [ark n] bintang yg posisinya tetap di langit (dilihat dr bumi): dl pelayaran pd malam hari, nelayan itu selalu berpandukan bintang --
sadar sa.dar [a] insaf; merasa; tahu dan mengerti: kita harus -- bahwa hidup ini penuh perjuangan; (2) v ingat kembali (dr pingsan dsb); siuman: orang yg pingsan tadi kini sudah --; (3) v bangun (dr tidur): tengah malam dia -- dr tidurnya krn bermimpi buruk [Ar n] (1) dada; bagian depan; (2) permulaan; pendahuluan
sadar lingkungan kesadaran untuk mengarahkan sikap dan pengertian masyarakat thd pentingnya lingkungan yg bersih, sehat, dsb pengertian yg mendalam pd orang seorang atau sekelompok orang yg terwujud dl pemikiran, sikap, dan tingkah laku yg mendukung pengembangan lingkungan
sagar sa.gar [n] lidi ijuk (dapat dibuat kalam, pena, bubu, dsb): orang tua-tua dulu biasa menulis dng --; bubunya terbuat dr -- ? 1sakar
sagar jantan kalam besar dan bulat terbuat dr lidi ijuk: untuk menulis huruf Arab dng bagus sebaiknya memakai -- jantan
Sagitarius Sa.gi.ta.ri.us [n ] (1) Astrol nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa (tampak pd waktu malam bulan April -- Oktober); (2) Astrol zodiak ke-9 yg digambarkan dng pemanah sbg lambang bagi orang yg lahir antara 22 November dan 21 Desember; Danuh; Kaus
sahifah sa.hi.fah [Ar n] (1) lembaran yg bertulis; surat; (2) dokumen; (3) halaman (buku)
sains sa.ins [n] (1) ilmu pengetahuan pd umumnya; (2) pengetahuan sistematis tt alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dsb; ilmu pengetahuan alam; (3) pengetahuan sistematis yg diperoleh dr sesuatu observasi, penelitian, dan uji coba yg mengarah pd penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yg sedang diselidiki, dipelajari, dsb
saintis sa.in.tis [n] orang yg ahli dl ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan alam
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
sajak prosa sajak yg digubah dl bentuk prosa, tetapi tetap dicirikan oleh unsur-unsur puisi, spt irama yg teratur, majas, rima (dalam), asonansi, konsonansi, dan citraan
sakti sak.ti [a] (1) mampu (kuasa) berbuat sesuatu yg melampaui kodrat alam; mempunyai kesaktian: pendeta -- itu dapat berjalan di atas air; (2) mempunyai kuasa gaib; bertuah: umumnya masyarakat menganggap benda-benda peninggalan Wali Songo itu --; (3) keramat
salah urus tidak cakap mengurus (menata, membenahi, membereskan); sesuatu; -- wesel cak (1) salah alamat: kiriman obat-obatan ini harus sampai di tangan rakyat yg memerlukan jangan sampai -- wesel; (2) salah paham (pengertian): krn -- wesel ia memberikan penafsiran yg berbeda dng apa yg kumaksudkan
salak sa.lak [n] (1) tanaman termasuk suku Arecacea, batangnya tertutup rapat oleh pelepah daun, berduri pd pelepah dan tangkai daunnya, buahnya berdaging putih, berbiji keras berwarna cokelat kehitam-hitaman, kulit buah berwarna cokelat bersisik agak tajam; Salacca edulis; (2) buah salak [n] bunyi gonggongan anjing: kadang-kadang terdengar -- anjing pd malam hari
salat sa.lat [n Isl] (1) rukun Islam kedua, berupa ibadah kpd Allah Swt., wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dng syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dng takbir dan diakhiri dng salam; (2) doa kpd Allah
salat Hajat salat sunah, sedikitnya dua rakaat, yg dilakukan pd siang atau malam hari untuk memohon suatu hajat yg khusus kpd Allah agar Allah mengabulkannya
salat Istikharah salat sunah dua rakaat pd malam hari untuk meminta petunjuk yg paling baik dr beberapa pilihan
salat maktubah salat yg diwajibkan lima kali sehari semalam; salat lima waktu
salat Tahajud salat sunah, sedikitnya dua rakaat, dikerjakan sesudah bangun tidur pd separuh malam hingga menjelang subuh; qiamulail
saksi sak.si [n] (1) orang yg melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian): siapa -- nya bahwa saya berbuat begitu; langit dan bumi yg menjadi --; (2) orang yg dimintai hadir pd suatu peristiwa yg dianggap mengetahui kejadian tsb agar pd suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yg membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi: dua orang itu ikut menandatangani kontrak sbg --; (3) orang yg memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa: -- yg kedua itu oleh hakim dianggap tidak sah; (4) keterangan (bukti pernyataan) yg diberikan oleh orang yg melihat atau mengetahui; (5) bukti kebenaran: ia berani memberi -- dng sumpah; (6) orang yg dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tt suatu perkara pidana yg didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri
salat wajib salat fardu yg dilaksanakan lima waktu dl sehari semalam, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya
samar sa.mar [a] (1) kabur; tidak kelihatan nyata; agak gelap: dl lamunannya terbayang -- wajah ibunya; (2) sayup-sayup (tt pendengaran): dr jauh terdengar -- suara seruling gembala; (3) tersembunyi; kurang jelas (apa yg dilihat, dilakukan, dsb): keterangan pemerintah itu masih -- bagi rakyat; (4) gaib alam yg tidak dapat dilihat dng indra biasa; gaib: ahli kebatinan dapat melihat segala sesuatu dl alam --; (5)saru; keliru: kadang-kadang saya -- tidak dapat membedakan kedua anak kembar itu [Jw a] khawatir; waswas: relakan saja anakmu pergi, jangan --
samar muka waktu hampir gelap atau hampir terang; waktu menjelang malam atau menjelang pagi
sampai sam.pai [v] (1) mencapai; datang; tiba: setelah berjuang melawan badai, akhimya perahu kami -- di pantai dng selamat; kami -- di Bandung malam hari; (2) berbatas: kedalaman sungai hanya -- lutut; (3) terlaksana (tt cita-cita, harapan, niat, dsb); tercapai: mudah-mudahan cita-citamu --; (4)cukup: gaji kami tidak -- untuk hidup satu bulan; (5)lebih dr: harganya tidak -- seratus rupiah; (6)hingga: buku itu dibacanya -- tamat; perjanjian itu berlaku -- tahun depan; (7) mencapai tujuan; tamat: sekolahnya tidak -- [v] , me.nyam.pai.kan v menyampirkan; menggantungkan: Ibu -- cucian basah pd tali jemuran
sampai ke sumsum sangat mendalam (tt perasaan, dingin, dsb)
sampir sam.pir [n] bagian sarung keris sebelah atas (dibuat dr kayu kemuning) [v] , me.nyam.pir.kan v menyampaikan atau menggantungkan pakaian dsb pd gantungan (tali jemuran dsb): Ibu -- cucian basah di pagar halaman
sandang san.dang [n] bahan pakaian: mutu -- dalam negeri tidak kalah dng buatan luar negeri [n] (1) tali (dr kulit, kain, rotan, dsb) yg dipakai untuk membawa sesuatu dng disampirkan di bahu atau disilangkan di dada: bedil itu diikat dng -- kulit; (2) selendang; selempang: -- merah yg menggantung di bahunya menambah cantik pemakainya
sanseviera san.se.vi.e.ra [n] tumbuhan daerah tropis, sering ditanam di halaman rumah sbg tanaman hias, daunnya berbentuk pedang dng ujung yg meruncing tajam, berwarna hijau dng garis-garis kuning; lidah mertua; Sanseviera trifasciata
santap san.tap [v] , ber.san.tap v hor makan dan minum: sudilah Tuan datang untuk -- di rumah kami nanti malam
santri san.tri [n] (1) orang yg mendalami agama Islam; (2) orang yg beribadat dng sungguh-sungguh; orang yg saleh
sapi umbaran sapi yg dipiara dng melepaskannya di padang alam
sauk kering-kering [pb] jika menyelidiki (menuntut ilmu dsb), hendaknya sedalam-dalamnya
seayapan se.a.yap.an [n] sama-sama makan pd satu talam; sepinggan
sebaik se.ba.ik [a] sama baik: permainan yg mereka suguhkan pd malam ini tidak -- malam kemarin; (2) adv ketika: bendera-bendera dinaikkan setengah tiang -- diterima kabar kematian Gandhi
sedatif se.da.tif [n Far] zat alami atau zat sintetis yg dapat meredakan keaktifan dan kegembiraan; obat penenang
sedemikian se.de.mi.ki.an [pron] sebegitu: air danau itu ~ jernihnya sehingga dapat terlihat ikan-ikan yg berenang di dalamnya
sediakala se.di.a.ka.la [n] yg semula; yg sudah-sudah; (keadaan) yg dulu-dulu: kesehatannya telah pulih spt --; (2) kl adv selalu (spt yg sudah-sudah atau sebagaimana biasa): Baginda pun -- duduk menghadap Seri Batara bertunggu tunangan; (3) a setiap atau segenap waktu (hari dsb): -- malam
segi se.gi [n] (1) sisi (garis pd tepi bidang): -- tiga (empat, lima, dsb); (2) sanding (garis penjuru pd kubus, limas, dsb): tiang batu pualam delapan -- nya; (3) lajur atau pias pd kertas dsb (spt pd blangko wesel pos): -- ini tempat untuk menuliskan alamat pengirim; (4) faset (bidang kecil-kecil pd permukaan intan, berlian, dsb): segi-segi pd intan ini tidak sama luasnya; (5) aspek: jika dilihat dr -- ini, hasil rapat itu merugikan kita
seilometer sei.lo.me.ter [n Met] alat berupa lampu sorot untuk melihat ketinggian dasar awan pd waktu malam
sekaten se.ka.ten [n] pasar malam (terutama di Yogyakarta dan Surakarta) yg diadakan tiap bulan Maulud (untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad saw.)
sekosong-kosongnya se.ko.song-ko.song.nya [adv] sangat kosong; paling kosong: ~ dompetku, masih ada seribu rupiah di dalamnya
selagi se.la.gi [adv] (1) selama (masih, belum); sementara (masih, belum): ~ hayat dikandung badan, tidak akan lupa; (2) ketika; pd masa; semasa: pd malam hari, ~ orang tidur, ia keluar dr tempat persembunyiannya lihat lagi
selam se.lam [v] (perihal) masuk ke dl air: juru --; kapal --; (2) n Olr cabang olahraga renang yg masuk ke dl air sampai ke kedalaman yg jauh dr permukaan air [v] (perihal) masuk ke dl air: juru --; kapal --; (2) n Olr cabang olahraga renang yg masuk ke dl air sampai ke kedalaman yg jauh dr permukaan air
selamat se.la.mat [a] terbebas dr bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dr bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dsb: ia -- dr pembunuhan; (2) a sehat; (3) a tercapai maksud; tidak gagal; (4) n doa (ucapan, pernyataan, dsb) yg mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dsb): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yg memberi ucapan -- kepadanya; (5) n pemberian salam mudah-mudahan dl keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb): -- datang; -- jalan; -- malam (pagi, siang); -- tahun baru; -- tinggal
selaput jala [Anat] selaput dalam mata (tempat saraf penglihatan); retina
selaput jantung [Anat ] selaput yg mengeluarkan lendir, yg melapisi jantung sebelah dalam
selaput jantung luar [Anat] lapisan terdalam kantong luar jantung
selaput lendir selaput yg membentuk dinding lumen alat dalam
selaput lunak otak selaput lunak otak yg paling dalam
selaput paru selaput yg melapisi dinding dada sebelah dalam dan melapisi paru sebelah luar; pleura
selaput sega selaput licin yg menyalut sendi di sebelah dalam
selinap se.li.nap , me.nye.li.nap v (1) menyuruk (menyusup, menyelundup, dsb) lekas-lekas: ular -- ke dl semak-semak; (2) melantas ke dalam; masuk meresap; masuk terus: nasihat itu -- ke dl hati sanubari; (3) menghindarkan diri dng segera; mengendap (menyembunyikan diri dsb): buru-buru mereka -- dan bersembunyi , me.nye.li.nap v menyiangi (ikan dsb); membersihkan (ayam yg disembelih dsb)
selom se.lom [n Zool] rongga tubuh pd metazoa yg berisi alat pencernaan, jantung, dan organ dalam lainnya
semalu se.ma.lu [n] tumbuhan kecil berdaun sirip, jika tersentuh daunnya melipat (menutup), spt gerak tidur pd waktu malam; simalu; putri malu; Mimosa pudica
semambu se.mam.bu [n] rotan besar, biasa dibuat tongkat; Calamus scipionum [n] nama hantu [n] ikan laut, Germo sibi
semasa se.ma.sa [n] (1) sewaktu; ketika: -- gurunya keluar, murid yg terlambat datang itu menyelinap ke dalam kelas; (2) sama masa dng; pd ketika yg sama: kakeknya hidup -- dng pujangga terkenal itu
semayi se.ma.yi [Jw n] penganan dr ampas kelapa yg sedang tuanya, dimalamkan, diberi bumbu, dihaluskan, dan dibungkus dng daun pisang, lalu dikukus
semberip sem.be.rip [n] dulang atau talam berkaki dr kuningan; cerana
semboyan sem.bo.yan [n] (1) tanda atau alamat untuk memberitahukan sesuatu (tt bunyi kentungan, nyala api, lambaian bendera, dsb): kentungan di balai desa itu dipukul sbg -- agar penduduk desa berkumpul; tembakan peluru berasap itu sbg -- serangan dimulai; (2) kata atau perkataan rahasia yg dipakai sbg alamat untuk mengetahui (mengenal) kawan sendiri: pd malam itu -- yg dipakai oleh pasukan kita "elang" dan "gagak"; (3) perkataan atau kalimat pendek yg dipakai sbg dasar tuntunan (pegangan hidup); inti sari suatu usaha dsb; slogan; moto: " Bhinneka Tunggal Ika" ialah -- Republik Indonesia;"sekali murah, tetap murah", itulah -- tokonya
semesta se.mes.ta [num] seluruh; segenap; semuanya: semua yg ada di alam -- ini tidak dapat lepas dr takdirnya masing-masing; (2) a (berlaku untuk) seluruh dunia; universal
semiang se.mi.ang [a] kecil sekali; sedikit sekali [n] tempuling penusuk ikan di dl air; piarit; seruit [n] sedikit: tidak takut barang --; -- kalam sedikit sekali: -- kalam pun tidak ada
sempat sem.pat [v] ada waktu (untuk); ada peluang atau keluasan (untuk): kalau -- , saya akan datang ke sana malam ini; ia tidak -- membawa bekal makanan; (2) adv pernah: di daerah itu banyak pencuri yg -- menghebohkan masyarakat
sempurna sem.pur.na [a] (1) utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela): alam yg indah ini adalah ciptaan Tuhan yg sangat --; dng selesainya pekerjaan ini, -- sudahlah tugas Anda; (2) lengkap; komplet: ia lahir muda dan belum --; kalimat --; (3) selesai dng sebaik-baiknya; teratur dng sangat baiknya: segala perintah dilakukan dng --; (4) baik sekali; terbaik: saat yg -- untuk meminta maaf adalah pd hari Lebaran
senandika se.nan.di.ka [n] wacana seorang tokoh dl karya susastra dng dirinya sendiri di dl drama yg dipakai untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yg paling dalam dr tokoh tsb, atau untuk menyajikan informasi yg diperlukan pembaca atau pendengar
sendang sen.dang [Jw n] kolam di pegunungan dsb yg airnya berasal dr mata air yg ada di dalamnya, biasanya dipakai untuk mandi dan mencuci, airnya jernih krn mengalir terus; sumber air: gadis-gadis desa tiap pagi pergi ke -- untuk mengambil air minum di sana
senggugut bunga penyakit perdarahan yg dialami sesudah melahirkan
senior se.ni.or [a] (1) lebih tinggi dl pangkat dan jabatan kedinasan (pegawai, karyawan, dsb): seorang diplomat -- diangkat menjadi duta besar; (2) lebih matang dl pengalaman dan kemampuan; (3) berada dl tingkat sarjana bagi mahasiswa dan kelas terakhir bagi pelajar SMU dan SLTP; (4) lebih tua dl usia bagi dua orang (ayah dan anak) yg sama namanya (nama famili)
senioritas se.ni.o.ri.tas [n] (1) perihal senior; (2) keadaan lebih tinggi dl pangkat, pengalaman, dan usia; (3) prioritas status atau tingkatan yg diperoleh dr umur atau lamanya bekerja
senja sen.ja [n] waktu (hari) setengah gelap sesudah matahari terbenam: hari sudah --; lepas -- , kami akan berangkat; berebut -- , hari mulai malam
senjong sen.jong [ark n] talam kecil dr logam yg berkaki
sensibilitas sen.si.bi.li.tas [n] kemampuan untuk menafsirkan rangsangan dr luar atau dr dalam tubuh; kepekaan
sepada se.pa.da [cak kp] siapa ada (di rumah); kata salam pertama apabila mendatangi (bertamu ke) rumah seseorang
sepah se.pah [n] ampas sesuatu yg sudah dikunyah dan diisap air atau sarinya [n] -- raja cenderawasih [n] pohon yg kayunya sangat keras, getahnya dapat dibuat lilin; Irvingia malayana [n] nama batu permata (di dalamnya terdapat gambar akar kayu) /sEpah/, ber.se.pah v terserak-serak tidak keruan; berantakan
sepak sila tendangan dng kaki sebelah dalam
sepenggalah matahari naik [pb] alamat waktu, kira-kira pukul 08.00 atau 09.00
sepoi se.poi [a] se.poi-se.poi (basa) a perlahan-lahan dan silir-semilir (tt angin): lagu cintanya dibawa angin malam yg -; asap arang -- mengalun [Lihat {sipahi}]
serak se.rak [a] (1) parau (tt suara krn banyak berkata-kata dsb): semalaman ia menangis hingga suaranya --; (2) sendat jalan suaranya; (3) sendat jalan pernapasannya (krn berlendir dsb): jangan minum es, nanti -- [n] burung elang malam (atau burung hantu) yg bunyinya serak (spt suara orang yg serak) [n] -- serik tiruan bunyi yg terdengar ketika orang menggosok lantai dsb [v] , ber.se.rak v tersebar di mana-mana: buku itu -- di mana-mana
serambi se.ram.bi [n] (1) beranda atau selasar yg agak panjang, bersambung dng induk rumah (biasanya lebih rendah dp induk rumah): sesudah makan malam, ia berbaring di atas balai-balai bambu di -- rumah; (2) peron (untuk stasiun)
serap se.rap [v] -- mesra sangat mesra; mendalam benar-benar
serat sintetis serat hasil olahan manusia bukan dr alam; serat tiruan; serat buatan
serat sintil serat hasil olahan manusia bukan dr alam; serat tiruan; serat buatan
seriawan se.ri.a.wan [n] penyakit pd gusi, bibir bagian dalam, langit-langit mulut, atau lidah (tampak merah atau putih dan melepuh)
serik se.rik [a] tidak mau berbuat lagi (krn pernah mengalami se-suatu yg tidak menyenangkan); jera; kapok [n] , se.rak-se.rik n tiruan bunyi lantai digosok
seru se.ru [n] (1) panggilan (untuk memanggil, menarik perhatian, dsb); panggilan dng suara nyaring: "Mat", -- si Jamin; (2) ujaran yg biasa digunakan dng penegasan atau intonasi tinggi spt ketika marah [a] (1) bengis; (2) sengit; hebat: perkelahian yg -- [p] serba: Tuhan -- sekalian alam [n] (1) pohon yg kayunya dapat dijadikan papan dsb untuk bahan bangunan rumah dsb); Schima bancana; (2) kayu seru
seruak se.ru.ak , me.nye.ru.ak v (1) berjalan menyusup dng menguakkan (menyibakkan) sesuatu yg menghalanginya ke kiri dan kanan (dl kerumunan orang, semak-semak, tempat yg sempit, dsb): ia masuk -- orang banyak; (2) menjorok masuk: dagu-nya bercelah, dan matanya yg biru -- ke dalam; (3) ki menembus (tt tatapan mata): tatapan matanya tajam --
serumen se.ru.men [n] kotoran yg dihasilkan oleh kelenjar di dl liang telinga luar berupa bahan spt malam atau lilin; tahi telinga
sesepuh se.se.puh [n] (1) orang yg tertua dl masyarakat; (2) ki orang yg dituakan atau dijadikan pemimpin krn banyak pengalaman dl suatu organisasi dsb: gubernur itu diangkat sbg -- kontak tani; kelihatan -- organisasi itu hadir pd musyawarah itu lihat 2sepuh
setempuh se.tem.puh [v] sama-sama menempuh (mengalami)
setinggi-tinggi bangau terbang [pb] sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga
setinggi-tinggi melambung setinggi-tinggi me.lam.bung , surutnya ke tanah juga [pb] biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga
setip se.tip [n] karet penghapus tulisan (lukisan dsb) [a cak] sawan; kejang-kejang: anak saya sakit, bahkan tadi malam --
sfingofili sfi.ngo.fi.li [n Bot] penyerbukan bunga yg terlaksana dng bantuan kupu-kupu pd malam hari
siak si.ak [n] (1) orang (santri) penjaga atau perawat masjid; (2) orang yg biasanya tinggal di masjid dan mendapat rezeki dr sedekah orang [n] burung elang malam, berbunyi "rak, rak"; burung siak [n] (1) tumbuhan yg akarnya dapat dibuat sbg obat cacing dsb; rumput siak-siak; Dianelle ensifolia; (2) akar siak
siang si.ang [n] (1) bagian hari yg terang (yaitu dr matahari terbit sampai terbenam): -- kita bekerja, malam kita tidur; buta -- , penglihatan yg kurang awas pd siang hari atau apabila terlampau terang; nyctalopia; (2) waktu antara pagi dng petang (kira-kira pukul 11.00-14.00): ia berangkat pukul 11.00, pulang lebih kurang pukul 13.00 --; (3) sudah lepas pagi atau hampir tengah hari; sudah lepas tengah hari atau hampir petang: ia datang -- ketika kantor hampir ditutup; lekas berangkat ke sekolah, hari sudah -- [a] terang (dl arti bersih, tidak ada rumputnya dsb)
siang-siang si.ang-si.ang [a] agak lebih awal (tidak kasip, tidak terlambat, belum waktunya): datanglah -- supaya jangan kehabisan tempat; banyak orang yg -- sudah mengungsi ke pedalaman
siar si.ar [v] me.nyi.ar.kan v (1) meratakan ke mana-mana: darah -- sari makanan ke seluruh tubuh; (2) memberitahukan kpd umum (melalui radio, surat kabar, dsb); mengumumkan (berita dsb): ia hendak -- pertunangannya; (3) menyebarkan atau mempropagandakan (pendapat, paham, agama, dsb): siapa yg mula-mula -- ajaran agama Islam di Indonesia?; (4) menerbitkan dan menjual (buku, gambar, foto, dsb): satu-satunya penerbit yg -- foto-foto perang; (5) memancarkan (cahaya, terang, dsb): matahari mulai -- cahayanya; (6) mengirimkan (lagu-lagu, musik, pidato, dsb) melalui radio: sebulan sekali RRI Yogyakarta -- wayang kulit semalam suntuk [v] ber.si.ar v berjalan-jalan: aku membawanya -- ke taman bunga [Mk n] -- bakar perkara pembakaran (rumah dsb) [n] penyambung atau perekat antara batu bata yg satu dng batu bata yg lain lihat daun
siderit si.de.rit [n Min] besi karbonat alamiah, lazim, diperoleh dr meteor
sif [n cak] masuk atau bekerja, giliran dl pabrik dsb, baik masuk pagi, siang maupun malam: minggu ini ia mendapat giliran -- malam, minggu depan siang lagi
siklus sik.lus [n] putaran waktu yg di dalamnya terdapat rangkaian kejadian yg berulang-ulang secara tetap dan teratur; daur
sila si.la [v] si.la.kan v sudilah kiranya (kata perintah yg halus): -- duduk [v] duduk dng kaki berlipat dan bersilang: mengorak -- , bangkit dr duduknya [n] (1) aturan yg melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa; (2) kelakuan atau perbuatan yg menurut adab (sopan santun); (3) dasar; adab; akhlak; moral: -- dalam Pancasila saling terkait
silaturahmi si.la.tu.rah.mi [n] tali persahabatan (persaudaraan): malam --; tali --
silvika sil.vi.ka [n] ilmu yg mendalami pohon-pohon hutan
simpan sim.pan [v] me.nyim.pan v (1) menaruh di tempat yg aman supaya jangan rusak, hilang, dsb: -- surat di lemari; (2) menabung (uang): kami -- uang di bank; (3) memegang (rahasia) teguh-teguh; menyembunyikan: -- rahasia baik-baik; -- perasaan dl hati; (4) mempunyai (ilmu, kesaktian, dsb): rupanya ia juga -- kesaktian; (5) mengandung; ada sesuatu di dalamnya: gelang akar bahar itu -- berbagai-bagai khasiat [kl a] (1) singkat; pendek (tt cerita, pembicaraan, dsb); ringkas: risalah yg --; mengambil -- , meringkaskan; (2) terkemas (tt barang dagangan dsb); beres
simpati sim.pa.ti [n] (1) rasa kasih; rasa setuju (kpd); rasa suka: banyak negara yg menaruh -- kpd perjuangan bangsa itu; (2) keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dsb) orang lain: rakyat yg menderita akibat bencana alam itu mendapat -- dr berbagai kalangan
simpel sim.pel [a cak] (1) mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit); sederhana: berikan contoh yg -- saja; (2) tunggal (tt kalimat yg terdiri atas satu subjek, predikat, dan atau tanpa objek): kalimat --
Sinansari Si.nan.sa.ri [n] nama lain untuk Dewi Sri: adik sepantun -- , siang malam tidak akan lupa
sinar kosmis sinar dr alam semesta yg menembus atmosfer bumi
sinepleks si.ne.pleks [n] kompleks sinema (terdapat dl satu bangunan); gedung yg didalamnya terdapat beberapa ruangan (tiga atau lebih) yg dibangun sbg bioskop
sinestesia si.nes.te.sia [n Ling] metafora berupa ungkapan yg bersangkutan dng indria yg dipakai untuk objek atau konsep tertentu, biasanya disangkutkan dng indria lain, msl sayur itu pedas untuk kata-kata sangat pedas
singkang sing.kang [n] tenaga dalam (yg bersumber pd api) dl permainan silat dsb: tenaga -- mu sukar kulawan
singlet sing.let [n] baju dalam laki-laki, tidak berlengan dan tidak berleher, dibuat dr bahan kaus dsb: dia biasa memakai --
sinrili sin.ri.li [n Sas] tradisi lisan yg berasal dr Gowa, Sulawesi Selatan, berisi cerita kepahlawanan, keagamaan, dan percintaan, dibawakan oleh seorang pesinrili dng diiringi oleh musik instrumental dng gesekan keso-keso (rebab), dimainkan siang hari atau malam hari sesudah sembahyang Isya di anjungan rumah atau tempat terbuka pd waktu-waktu tertentu (perkawinan, syukuran, pesta panen dsb)
sintesis apriori sintesis yg pernyataannya bergantung pd suatu pengalaman tertentu, tetapi sebenarnya pernyataan lain sudah ada sebelumnya
sintesis organik [Kim] pembuatan tiruan zat-zat yg terdapat dl alam
sintesis posteriori sintesis yg pernyataannya bergantung pd suatu pengalaman tertentu
sintetis sin.te.tis [a] (1) mengenai sintesis; berdasarkan sintesis (tt hukum, kesimpulan, dsb): pengambilan hukum secara --; (2) Kim tidak diturunkan langsung dr hasil alam; bersifat hasil pengolahan manusia; tiruan: karet -- adalah karet tiruan yg terdiri atas bermacam unsur kimia
sistem sis.tem [n] (1) perangkat unsur yg secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas: -- pencernaan makanan, pernapasan, dan peredaran darah dl tubuh; -- telekomunikasi; (2) susunan yg teratur dr pandangan, teori, asas, dsb: -- pemerintahan negara (demokrasi, totaliter, parlementer, dsb); (3) metode: -- pendidikan (klasikal, individual, dsb); kita bekerja dng -- yg baik; -- dan pola permainan kesebelasan itu banyak mengalami perubahan
sistem drainase sistem pengarusan (agar air tergenang segera lenyap dng cara meresap ke tanah atau mengalir melalui saluran); sistem penyaliran: mereka tidak mempunyai peta geologi yg menunjukkan -- drainase alam secara mendetail
sistem merit mutasi karyawan yg didasarkan atas landasan yg bersifat ilmiah, objektif, dan prestasi kerjanya
sistem senioritas mutasi yg didasarkan atas landasan masa kerja, usia, dan pengalaman kerja dr karyawan yg bersangkutan
skeptis skep.tis [a] kurang percaya; ragu-ragu (thd keberhasilan ajaran dsb): penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan --
soket so.ket [n] (1) lubang pd suatu bagian alat tempat melekat sesuatu; (2) penyambung pipa yg berulir dr dalamnya
sol [n] telapak (alas) sepatu (sandal dsb): kerikil di halaman terasa panas menembus -- sepatu [n Mus] nada ke-5 pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 5
soliter so.li.ter [a] secara menyendiri atau sepasang-sepasang, tidak secara kelompok (tt pola hidup organisme di alam)
solum so.lum [n Geo] bagian atas tanah yg sebagian besar telah mengalami pelapukan
sonar so.nar [n Lay] (1) peranti untuk mengamati (mendeteksi, menyidik) keberadaan dan lokasi benda di bawah permukaan laut dng menggunakan gelombang suara yg dikirim dr peranti itu dan dipantulkan kembali oleh benda (objek) yg diamati; (2) alat yg menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menemukan benda dan menentukan letaknya di bawah permukaan air
sondase son.da.se [n Ark] parit dalam yg sengaja digali pd suatu situs dng maksud untuk mengetahui stratigrafinya
sorot belakang pencahayaan secara langsung ataupun tidak langsung dr belakang sebuah objek yg dibidik ke arah kamera guna memperjelas keberadaan objek dan menempatkan objek tersebut terpisah dr luar
sorot iringan jenis lampu yg sinarnya mengikuti objek yg bergerak
spekulatif spe.ku.la.tif [a] (1) dng pemikiran dalam-dalam secara teori; (2) bersifat spekulasi (untung-untungan)
spermatosit sper.ma.to.sit [n] (1) Bot sel yg berubah menjadi spermatozoid tanpa mengalami pembelahan sel lebih dahulu; (2) Zool sel yg mengalami meiosis kemudian membentuk sel sperma
spidometer spi.do.me.ter [n] alat untuk mengukur kecepatan (kendaraan dsb): dia terus menancap gas lebih dalam sehingga jarum -- naik terus
sporangium spo.ra.ngi.um [n] sel, struktur, atau organ yg membentuk spora di dalamnya
stan [n] (1) kedudukan; pertahanan: -- berakhir dng 5 -- 4 untuk kemenangan regu Indonesia; (2) tempat memamerkan (menjual dsb) produk di pasar malam dsb; ruang pamer; (3) mimbar; panggung
sterol ste.rol [n Kim] alkohol tidak jenuh, ditemukan dl alam pd setiap hewan dan sel tumbuhan (kecuali sel bakteri) yg memainkan peranan penting dl metabolisme
stoper sto.per [n Lay] alat yg berfungsi sbg penahan gerak ke dalam atau ke luar dr rantai jangkar atau tros
strukturalisme struk.tu.ral.is.me [n Ling] gerakan linguistik yg berpandangan bahwa hubungan antara unsur bahasa lebih penting dp unsur itu sendiri, satu-satunya objek bahasa adalah sistem bahasa, dan penelitian bahasa dapat dilakukan secara sinkronis
studi kasus pendekatan untuk meneliti gejala sosial dng menganalisis satu kasus secara mendalam dan utuh
sua [v] ber.sua v (1) datang saling mendekati (berdekat-dekatan): sbg dua ekor burung merpati -- di atas bubungan; (2) bertemu; berjumpa: di tengah perjalanan ia -- dng seorang sahabat lama yg kemudian membantunya mencapai tempat tujuan; di hutan itu ia -- binatang aneh; (3) bertemu (dl arti mendapat, memperoleh): lain yg dicari, lain pula yg -; (4) kedapatan; terdapat; ada; tersua: di tempat itu -- pula beberapa keping emas; (5) terjadi (atas); terlaksana (tt harapan dsb); benar-benar terjadi (tt ramalan dsb): apa yg dialaminya itu -- pula pd diri ibunya berpuluh tahun yg lalu lihat bulu
suaka margasatwa cagar alam yg secara khusus digunakan untuk melindungi binatang liar di dalamnya
subjek sub.jek [n] (1) pokok pembicaraan; pokok bahasan; (2) Ling bagian klausa yg menandai apa yg dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; (3) pelaku: dl pengkajian itu manusia dapat berperan sbg -- di samping sbg objek pengkajian; (4) mata pelajaran: bahasa Indonesia merupakan -- pokok di sekolah; (5) orang, tempat, atau benda yg diamati dl rangka pembuntutan sbg sasaran
subjektif sub.jek.tif [a] mengenai atau menurut pandangan (perasaan) sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya: segala sesuatu hendaklah dibahas secara objektif, jangan secara --
substrat sub.strat [n] (1) Bio landasan; alas; dasar; dasar hidup jasad: tanah adalah -- tanam-tanaman; (2) Kim senyawa yg mengalami perubahan oleh hasil kerja enzim; zat yg diubah oleh enzim
subur su.bur [a] (1) dapat tumbuh dng baik (lekas besar); tidak merana (tt tumbuhan): tanam-tanaman di lereng gunung itu tampak --; (2) baik dan sehat (tt badan): meskipun makan banyak, badannya tidak dapat --; (3) gemuk (tt tanah, yaitu banyak mengandung zat yg baik untuk tumbuhan): tanah di lereng gunung berapi biasanya --; (4) hidup dng baik (berkembang biak, bertambah maju, besar, kuat, dsb): perseroan ekspor- impor sangat -- , benar-benar mengalami zaman keemasan; (5) cak senang hidupnya (mudah mencari rezeki dsb): siapa yg sabar, tentu --
sudah biasa makan emping [pb] sudah banyak berpengalaman
sudah biasa makan kerak [pb] sudah biasa mengalami kesukaran
sudah kenyang makan kerak [pb] sudah banyak pengalaman
suhuf su.huf [Ar n] (1) kitab Allah yg diturunkan kpd para nabi dan rasul-Nya, merupakan dasar atau nasihat secara umum; (2) lembaran yg bertulis; halaman buku; surat; dokumen; sahifah; (3) kertas (bahan) hasil daur ulang
suiseki su.i.se.ki [Jp n] seni batu alami
sukar su.kar [a] (1) susah; sulit dipecahkan atau diselesaikan: hitungan ini -- benar; (2) musykil; tidak mudah: -- melafalkan huruf ini; (3) tidak mudah mendapat; jarang ada: sekarang ini sedang -- mencari pekerjaan; -- bandingannya; (4) ki dalam kekurangan; miskin: hidupnya selalu --; (5) tidak mudah sembuh (tt penyakit): penyakitnya terlalu --
sukar kaji pd orang alim [pb] orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya
sulur su.lur [n] (1) julai (dr tumbuhan yg menjalar dsb); pucuk batang muda (dr beberapa tumbuhan); (2) akar yg tumbuh dr cabang dsb (spt pd pohon beringin); (3) garis (kawat dsb) yg berlingkar-lingkar pd suatu pusat hingga menyerupai per rambut pd arloji (alur pd sekrup dsb); (4) batang atau bagian batang (cabang atau ranting), daun, tangkai daun, atau bagian daun lainnya yg telah mengalami perubahan bentuk dan berfungsi sbg alat pembantu tumbuhan untuk menjalar atau merambat pd sandaran atau penunjang tumbuhan [kl n] penyuluh; pengintai; suluh
sumber daya mineral kekayaan mineral yg ada di alam
sumbing sum.bing [a] (1) rompes pd tepi atau pd bagian yg tajam (tt pisau dsb); sompek: pisau yg --; (2) cabik yg dalam; terbelah (tt bibir): bibir --; (3) ki tidak sewajarnya; dibuat-buat: gelak (tertawa, tersenyum) --
sumengit su.me.ngit [a] mudah tersinggung (marah); galak: anak remaja yg sedang mengalami masa puber sering menjadi anak yg -- [n] tumbuhan yg banyak tumbuh sbg gulma di tegalan atau di pematang sawah, berdaun kecil dng perbungaan berbau sangit; Hyptis suaveolens
sunatullah su.na.tul.lah hukum Allah yg disampaikan kpd umat manusia melalui para rasul; (2) undang-undang keagamaan yg ditetapkan oleh Allah yg termaktub di dl Alquran; (3) hukum (kejadian dsb) alam yg berjalan secara tetap dan otomatis
sundal sun.dal [a] buruk kelakuan (tt perempuan); lacur; jalang; (2) n perempuan jalang; pelacur [n] , -- bolong hantu dsb berwujud perempuan cantik yg punggungnya bolong (berlubang); puntianak; langsuir [n] , -- malam pohon yg bunganya harum pd malam hari; Polianthes tuberosa
sungai su.ngai [n] aliran air yg besar (biasanya buatan alam); kali: -- itu dapat dilayari sampai ke pedalaman
sungkup sung.kup [n] barang yg berongga di dalamnya, dipakai untuk menutup dng jalan ditelungkupkan (spt tudung saji)
suntuk sun.tuk [adv] (1) sudah sampai pd batasnya (hingga tidak dapat maju, lanjut, atau naik lagi); (2) telah lampau atau habis (tt waktu): telah -- waktunya; (3) larut atau jauh (malam): -- malam baru ia kembali; (4) sepanjang (hari, malam, dsb): semalam -- [Mk a] pendek (tt akal, pikiran, dsb); singkat; picik: -- akal
sunyata su.nya.ta [Jw n] ke.su.nya.ta.an n kebenaran atau kenyataan (dl ilmu tasawuf atau agama): alam -; ilmu --
sunyi su.nyi [a] (1) tidak ada bunyi atau suara apa pun; hening; senyap: malam yg --; (2) kosong (tt rumah dsb); tidak ada orang; lengang; sepi: baru pukul 22.00 jalanan sudah --; rumah itu -- sekali; (3) tidak banyak transaksi (persetujuan jual beli); tidak banyak pembeli (dl perdagangan): pasar uang mulai --; (4) bebas (lepas, lekang, terhindar): tiada manusia yg -- dr kesalahan
surat buta surat yg tidak dibubuhi nama dan alamat pengirim (biasanya dng maksud mencela, mengkritik, dsb); surat kaleng; surat gelap
surga sur.ga [n] (1) alam akhirat yg membahagiakan roh manusia yg hendak tinggal di dalamnya (dl keabadian); (2) kayangan tempat kediaman Batara Guru (Siwa); Surgaloka
surut su.rut [a] (1) mundur; kembali (ke); balik (ke): berlaku -- dr bulan April; langkah sudah terlangkahkan tidak dapat -- lagi; (2) (makin) berkurang; reda (tt nafsu dsb); susut: hingga jauh malam api kebakaran itu belum -- juga; (3) berkurang (tt permukaan air sesudah pasang naik); turun; susut: apabila air -- , batu karang itu kelihatan
susastra su.sas.tra [n] karya sastra yg isi dan bentuknya sangat serius, berupa ungkapan pengalaman jiwa manusia yg ditimba dr kehidupan kemudian direka dan disusun dng bahasa yg indah sbg saranya sehingga mencapai syarat estetika yg tinggi
susu segar susu murni hasil pemerahan; susu yg masih dl keadaan segar dan tidak mengalami pemrosesan
swatabur swa.ta.bur [n Tan] penaburan benih yg tidak dilakukan oleh manusia, tetapi terjadi secara alami
syah [n] (1) raja; baginda raja; (2) raja (dl permainan catur); -- alam, kl raja segala alam (sbg sebutan thd raja, spt tuanku -- alam) [Lihat {sah}]
syahdu syah.du [a] khidmat; mulia; agung: suasana -- pd malam lailatulkadar menambah khusyuk hatiku
syariat sya.ri.at [n Isl] hukum agama yg menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dng Allah Swt., hubungan manusia dng manusia dan alam sekitar berdasarkan Alquran dan hadis: Alquran adalah sumber pertama dr -- Islam
syatar sya.tar [ark n] pagina; halaman (kitab dsb)
Syiwaratri Syi.wa.rat.ri [n Hin] hari suci yg dipercaya sbg hari penebusan dosa, diperingati setahun sekali, jatuh pd hari ke-14 paruh gelap bulan ke-7 menurut perhitungan tahun Saka dng cara berjaga (tidak tidur) semalam suntuk
syukur syu.kur [n] rasa terima kasih kpd Allah: ia mengucapkan -- kpd Allah krn terlepas dr marabahaya; (2) p untunglah (pernyataan lega, senang, dsb): -- suamiku tidak mengalami cedera dl kecelakaan itu
tabak ta.bak [n] talam (tetampan) besar tempat menghidangkan makanan; dulang , me.na.bak v menyanyikan lagu-lagu lama [n] kuali (belanga) tempat memasak nasi
tabik ta.bik [Mk n] (1) (ungkapan untuk memberi) salam; selamat (pagi, siang, malam); assalamualaikum; sepada; (2) perbuatan menghormati; (3) maaf (dikatakan apabila masuk ke tempat yg keramat dsb) [n] pengikut; penganut
tabuh ta.buh [n] (1) gendang raya; beduk (dl masjid, surau, dsb): memukul -- sambil bertakbir; (2) alat untuk menabuh bunyi-bunyian (gamelan dsb): (3) bunyi beduk sbg alamat: terdengar -- panjang, siapa gerangan yg meninggal?
tabung takaran tabung pengukur bahan yg tembus sinar, diberi guratan yg menunjukkan volume cairan yg diisikan ke dalamnya
tadah keringat kain (cita) yg dirangkapkan pd punggung baju sebelah dalam
tadi ta.di [n] (1) waktu yg belum lama berlalu; baru saja: -- ia duduk di sini; (2) saat yg baru saja lalu: sejak -- ia sudah kuperingatkan; dr -- ia belum duduk; (3) yg baru lalu: malam --; pagi --; siang --; orang -- pergi
tagih ta.gih [v] , me.na.gih v(1) meminta (memperingatkan, mendesak) supaya membayar (utang, pajak, iuran, dsb): belum tanggal satu ia sudah ~ uang langganan koran; (2) menuntut atau menggugat supaya melaksanakan janji (pernyataan dsb): kami ~ janji Ayah untuk pergi sekeluarga ke Taman Mini Indonesia Indah; (3) Huk objek hukum yg harus diterima kreditor dr debitur
tahajud ta.ha.jud [v] tidur sambil berjaga agar siap melakukan salat tengah malam atau membaca Alquran; (2) n Isl (huruf awal ditulis dng kapital) salat sunah pd tengah malam, seusai tidur
tahan ta.han [a] (1) tetap keadaannya (kedudukannya dsb) meskipun mengalami berbagai-bagai hal; tidak lekas rusak (berubah, kalah, luntur, dsb): kayu spt ini tidak -- kena panas matahari; (2) kuat atau sanggup menderita (menanggung) sesuatu: petapa harus -- lapar dan -- menderita; (3) dapat menyabarkan (menguasai) diri; betah: ia tidak -- tinggal di asrama; (4) sanggup dan tidak lekas merasa jijik (kasihan dsb): dia tidak -- melihat mayat korban pembunuhan itu; saya tidak -- mendengar rintihan anak itu; (5) cukup (sampai atau hingga): sediaan air hanya -- untuk lima hari [v] me.na.han.kan v memasang jerat (bubu, belat, dsb)
tahi bintang benda langit yg tampak berkilauan spt bintang dan melayang di angkasa untuk beberapa saat; bintang beralih; (2) kaki seribu, sebesar lidi, panjangnya sekitar 20 mm, berwarna hitam, kakinya cokelat, aktif malam hari mencari makan, bersembunyi di bawah tanah sedalam 3-4 cm atau pd tempat lembap; Orthomorpha gracilis
tahu ta.hu [v] (1) mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb): ia -- bahwa saya yg menolongnya; perkara mesin, dia lebih -- dp saya; (2) kenal (akan); mengenal: ia tidak -- akan sanak saudaranya lagi; (3) mengindahkan; memedulikan: ia sudah tidak mau -- lagi kpd anaknya; (4) mengerti; berpengertian: siapa yg -- apa maksud tanda ini?; (5) pandai; cakap: sedikit-sedikit saya -- juga tt mesin; (6) insaf; sadar: dia tidak -- akan kekurangannya; (7) cak pernah: petinju itu tidak -- menang; adikku tidak -- membolos [n] makanan dr kedelai putih yg digiling halus-halus, direbus, dan dicetak
tahu di asin garam [pb] banyak pengalaman
tahu pong tahu goreng yg di dalamnya berongga, berbentuk segi empat
tahu sumedang tahu yg berasal dr Sumedang, apabila digoreng, terdapat rongga di dalamnya, rasanya gurih
tahunan ta.hun.an [n] (1) (yg terjadi) tiap-tiap tahun atau setahun sekali: rapat ~; laporan ~; (2) bertahun-tahun; lama sekali: sudah ~ lamanya ia meninggalkan kampung halaman
tak ada guruh bagi orang pekak [pb] bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
tak lapuk di hujan [pb] tetap selamanya; tidak mengalami perubahan
takarir ta.ka.rir [Ar n] catatan yg dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat [Lihat {takrir}]
takat ta.kat [p] se.ta.kat p hingga; sampai: sungai ini ~ pinggang dalamnya [Jw a] tahan menderita sakit (tidak mudah atau tidak lekas mati)
takik ta.kik [n] (1) torehan yg agak dalam pd batang pohon untuk memudahkan pijakan orang memanjat; takuk kecil; gubang; (2) torehan pd kulit pohon (untuk mendapatkan getah)
takimeter ta.ki.me.ter [n] alat ukur untuk menentukan jarak suatu objek secara cepat, terutama dl penelitian
takrir tak.rir [n] peneguhan kebenaran dng alasan: guru itu -- nya banyak lagi dalam [n] pengulangan hafalan atau pelajaran
taksonomi tak.so.no.mi [n] (1) klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yg meliputi pengklasifikasian objek; (2) cabang biologi yg menelaah penamaan, perincian, dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan pembedaan sifatnya; (3) Ling klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis; urutan satuan fonologis atau gramatikal yg dimungkinkan dl satuan bahasa
takuk ta.kuk [n] takik yg agak dalam (pd pohon nyiur dsb), tempat tumpuan kaki ketika memanjat: -- takak, bermacam-macam takik dan takuk
takut ta.kut [a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):
takzim tak.zim [a] amat hormat dan sopan: sampaikan salam -- kami kpd bapak dan ibumu
tali duga tali untuk menentukan dalamnya laut
taman buru hutan wisata yg di dalamnya terdapat satwa buru yg memungkinkan diselenggarakannya perburuan yg teratur bagi kepentingan rekreasi
taman hutan raya kawasan pelestarian alam, terutama dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa alami atau buatan untuk tujuan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, budaya, pariwisata, dan rekreasi
taman laut taman (daerah) di dl laut yg penuh dng kerang, rumah binatang, koral berwarna-warni, dan beraneka ragam ikan; (2) wilayah lautan yg memiliki ciri khas berupa keindahan alam, bermanfaat bagi kepentingan pariwisata, rekreasi, dan pendidikan
taman mediterania taman yg berisi tanaman berkarakter keras serta menggunakan elemen batu-batu alam dan pasir sbg unsur estetis
taman nasional kawasan pelestarian alam yg dikelola, dimanfaatkan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, serta rekreasi dan pariwisata
taman wisata hutan wisata yg memiliki keindahan alam, baik keindahan nabati, hewani, maupun alam itu sendiri yg mempunyai corak khas untuk dimanfaatkan bagi kepentingan rekreasi dan kebudayaan
tamasya ta.ma.sya [n] perjalanan untuk menikmati pemandangan, keindahan alam, dsb: pd libur sekolah banyak sekolah yg mengadakan -- ke luar kota
tampan tam.pan [a] elok (rupanya, sikapnya, bentuknya, letaknya); gagah : ia tampak -- kalau memakai jas dan dasi; potongan badannya cukup --; (2) a cocok; patut: cakap dan -- menjadi penerbang; (3) n roman muka; air muka : -- mukanya mirip kakaknya; -- keduanya setara benar; (4) n wajah; sikap (badan); perawakan: usianya sudah lanjut, tetapi masih -- nya muda [Lihat {talam}]
tanah kritis [Geo] tanah yg mengalami erosi secara parah dan menuju ke ketandusan
tanah larangan tanah yg tidak boleh digarap atau dikerjakan oleh masyarakat krn digunakan sbg kuburan, cagar alam, dsb
tanah ledok dataran rendah; (2) tanah yg dalam dan bulat bentuknya
tanah matang tanah yg telah mengalami penyelesaian untuk urusan permohonan hak pemilikan, surat balik nama, dsb; tanah yg sudah siap dipakai untuk mendirikan bangunan, dsb
tanah tumpah darah tanah tempat kelahiran; kampung halaman
tanda tan.da [n] (1) yg menjadi alamat atau yg menyatakan sesuatu: dr kejauhan terdengar sirene -- bahaya; (2) gejala: sudah tampak -- nya; (3) bukti: itulah -- bahwa mereka tidak mau bekerja sama; (4) pengenal; lambang: kontingen Indonesia mengenakan -- Garuda Pancasila; (5) petunjuk
tandang diam tan.dang diam berkunjung dan bermalam satu dua malam
tanju tan.ju [kl n] lampu dinding: hari pun malam, -- terpasang
tantangan tan.tang.an [n] (1) ajakan berkelahi (berperang dsb); (2) hal atau objek yg menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah; rangsangan (untuk bekerja lebih giat dsb): kesulitan itu merupakan ~ untuk lebih giat bekerja; (3) hal atau objek yg perlu ditanggulangi
taoisme ta.o.is.me [n] ajaran filsafat dari Lao-Tzu di negeri Cina (abad ke-6 SM) yg menganjurkan bertindak sesuai dengan alam, dan bukan melawannya
tapai ta.pai [n] penganan yg dibuat dr beras ketan (ubi kayu dsb) yg direbus dan setelah dingin diberi ragi, kemudian dibiarkan semalam atau lebih hingga manis [n] ta.pai.an kl n tempayan
taptu tap.tu [n] (1) tanda (dng bunyi trompet dsb) pd malam hari untuk memanggil prajurit supaya pulang ke asramanya; (2) berbaris dng menggunakan irama musik pd malam hari sambil membawa obor
Tarawih Ta.ra.wih [n] salat sunah pd malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pd bulan Ramadan (bulan puasa)
taslim tas.lim [Ar n] penyerahan diri dan kepatuhan kpd perintah Allah [n] pemberian hormat; pemberian salam
tata letak pengaturan, penempatan, dan penataan unsur grafika pd halaman atau seluruh barang cetakan supaya yg disajikan kelihatan menarik dan mudah dibaca
tata rias pengaturan susunan hiasan thd objek yg akan dipertunjukkan
tawajuh ta.wa.juh [Ar v] ber.ta.wa.juh v menghadapkan diri dan membulatkan hati kpd Allah: dl sehari semalam umat Islam paling sedikit ~ sebanyak lima kali
tawak-tawak ta.wak-ta.wak [kl n] gong kecil untuk memberi alamat, mengerahkan orang supaya berkumpul; dsb; tetawak
teater absurd [Sen] aliran penulis drama pertengahan abad XX, yg lakonnya menyajikan kesia-siaan segala makna, tujuan, usaha, dan keberhasilan alam semesta
tegas te.gas [a] (1) jelas dan terang benar; nyata: tanda-tanda lalu lintas itu tidak berapa -- kelihatan pd malam hari; ia berkata dng suara yg -- dan jelas; (2) tentu dan pasti (tidak ragu-ragu lagi, tidak samar-samar): dng -- permintaan saya ditolaknya; jawablah dng -- , ya atau tidak; (3) tandas: perbuatan kedua orang itu tidak ada sangkut pautnya, -- nya masing-masing berbuat menurut kehendak dan kemauan sendiri
teh [n] pohon kecil, tumbuh di alam bebas, daunnya berbentuk jorong atau bulat telur, pucuknya dilayukan dan dikeringkan untuk dibuat minuman (di pabrik dsb); Camellia sinensis
tekanan mental te.kan.an mental keadaan emosi seseorang pd saat mengalami tekanan berbagai hal sehingga dapat menimbulkan gangguan jiwa, biasanya tercermin pd perilaku yg menyimpang
teknik penelitian penjabaran metode penelitian; sistem atau metode penelitian dng meneliti langsung objeknya
tekukur jarum burung ketitir, Streptopelia chinensis tigrina; -- merbuk burung balam, Geopelia s. striata
telatap te.la.tap [n] pondok untuk bermalam (dl hutan)
telekomunikasi te.le.ko.mu.ni.ka.si [n] komunikasi jarak jauh melalui kawat (telegrap, telepon) dan radio: perkembangan -- mengalami kemajuan
telur bungkus telur yg tidak menetas krn anaknya mati di dalam; telur busuk
telusuk te.lu.suk , me.ne.lu.suk v masuk dalam-dalam
temberang tem.be.rang [n Lay] tali-temali di perahu (kapal) untuk memperteguh tiang: badai yg dahsyat semalam memutuskan -- kapal tua itu [n] cakap yg muluk-muluk; bual
tempelan tem.pel.an [n] (1) tempat menempelkan (iklan dsb); (2) barang yg ditempelkan; (3) orang yg ditempeli (ditumpangi dsb); (4) cukai pasar (dng carik kertas kecil yg ditempelkan); (5) hasil menempel; (6) derma dng jalan membeli bunga dsb yg dicantumkan di baju dsb (di pasar malam amal dsb); (7) tempat substrat di lingkungan tempat perlindungan larva tiram atau kerang ketika mereka meninggalkan komunitas plankton
tenaga kerja te.na.ga ker.ja [n] (1) orang yg bekerja atau mengerjakan sesuatu; pekerja, pegawai, dsb: proyek itu masih memerlukan ratusan --; (2) orang yg mampu melakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja
tenaga terampil orang yg pekerja terampil krn melalui pengalaman tertentu
teng /tEng/ ? tank [n] tangki: kapasitas -- itu hanya 500 liter [n] tiruan bunyi lonceng: ketika tengah malam kami terbangun, terdengar suara lonceng berbunyi -- , -- dua kali
tengadah te.nga.dah [v] (1) melihat ke atas; memandang ke atas; (2) ki berpikir dalam-dalam; bekerja keras
tengar te.ngar [n] (1) bakau yg tumbuh di rawa-rawa di bagian dalam hutan bakau, kulit kayunya banyak dipakai sebagai pewarna batik atau penyamak jala, Ceriops tagal; (2) kulit kayu tengar
tenggadai teng.ga.dai [n] bakau yg tumbuh di rawa-rawa di bagian dalam hutan bakau; Ceriops decandra
tenggeran ayam teng.ger.an ayam tongkat atau benda panjang yg diletakkan melintang dl kandang untuk tempat ayam bertengger pd waktu malam
tengkarah teng.ka.rah [Mk n] perselisihan pendapat; pertengkaran yg mendalam: itu bukan lagi bergurau, tetapi sudah -- krn disertai ejek-mengejek yg melampaui batas
tengking teng.king [n] (1) bunyi nyaring dan tinggi (spt ringkik kuda dsb): apabila terdengar -- kuda malam hari pertanda ada binatang buas di sekitarnya; (2) suara tinggi keras (spt suara orang marah, membentak, menghardik): pesuruh itu sering kena -- bila salah mengerjakan tugasnya
teori onomatope teori linguistik yg menyatakan bahwa ujaran manusia itu berasal dr tiruan bunyi binatang dan alam; (2) kata yg dibentuk berdasarkan tiruan bunyi
tepatan te.pat.an [n] (1) orang atau tempat yg didatangi (untuk menumpang, bermalam, dsb); (2) orang sbg tempat meminta pertolongan, perlindungan, dsb; (3) tempat orang-orang datang (berkumpul)
tepuk perut tanya selera [pb] bila hendak melakukan hal yg baru, sebaiknya bertanya dahulu kpd orang yg sudah berpengalaman
terang te.rang [a] (1) dl keadaan dapat dilihat (didengar); nyata; jelas: terdengar suara lagu yg cukup -- dr arah timur; berita yg disampaikan melalui telepon itu kurang -- terdengar; naskahnya sudah tua, tulisannya tidak -- lagi; (2) cerah; bersinar: stadion Senayan pd malam pertandingan final sepak bola tampak bagaikan siang; bintangnya -- , ki nasibnya baik; mujur; (3) siang hari: krn bangunnya sudah -- , ia terlambat datang di sekolah; (4) bersih (tt halaman atau kebun) krn dibersihkan (disiangi, ditebangi, dsb): pekarangan itu tampak -- sesudah pohon-pohon yg rimbun ditebangi; (5) jernih; bersih (tt udara, langit): malam ini langit -- , kelihatan bintang-bintang bertaburan berkelap-kelip mengelilingi bulan purnama; (6) sah (tt bukti, barang-barang, dsb); sudah tidak meragukan (menyangsikan lagi): mengajukan bukti-bukti yg -- , agar dapat memperkuat gugatan; (7) terbukti (kebenarannya, kesalahannya, dsb): sekarang barulah -- apa kesalahannya; (8) cahaya; sinar: -- matahari; -- lampu
terang bulan cahaya bulan; (2) tidak gelap pd malam hari krn ada cahaya bulan
teraso te.ra.so [n] alas lantai, dinding, dsb yg dibuat dr batu alam kecil-kecil, diaduk dl adukan kapur pasir, dituang di atas dasar batu, lalu digiling: lantai -- itu digosok sehingga mengilap
teratai te.ra.tai [n] tumbuhan air berdaun melonjong lebar, bunganya putih, kadang-kadang merah jambu yg mekar pd malam hari; Nymphaca pubercens
terbalik ter.ba.lik [v] tidak sengaja membalik; sudah membalik; (2) a dl keadaan atau berkedudukan berlawanan dr yg biasa (yg di bawah menjadi di atas, yg di belakang menjadi di depan, yg di dalam menjadi di luar, dsb)
terbenam ter.be.nam [v] (1) masuk dalam-dalam sehingga tidak kelihatan: pakunya -- sehingga sukar dicabut; (2) masuk (krn terperosok dsb) turun ke dl air serta tidak muncul-muncul lagi; tenggelam: dia mati -- krn tidak pandai berenang; (3) tenggelam (tt matahari): matahari -- pukul enam sore; (4) ki tersembunyi: kampung itu -- di sela-sela bukit; (5) masuk ke dalam (keadaan yg buruk, kesengsaraan, dsb); terpendam: -- dl utang; -- dl kesedihan; (6) ki tidak diurus; beku (tt perkara): perkara yg telah lama --
tercakup ter.ca.kup [v] (1) kena cakup; sudah dicakup; (2) ki termasuk (di dalam); terangkum (di dalam)
tercemplung ter.cem.plung [v cak] (1) tidak sengaja masuk (jatuh) ke dl air (sumur dsb): ember timba itu ~ ke dl sumur; krn lengah sepedanya ~ ke dl selokan; (2) ki terlibat dl suatu perkara (krisis, perdebatan, dsb) tanpa disengaja (disadari): meninggalnya Raja Faisal dapat mengakibatkan organisasi minyak Eropa ~ ke dalam suatu krisis
terekspos ter.eks.pos [v] terlihat dng jelas; dapat diekspos; terbuka: koleksi lukisannya ditata dengan apik agar -- secara alami
terendam te.ren.dam [v] (1) sudah direndam; terbenam (tergenang) dl air: tanah itu dibiarkan ~ barang dua malam lamanya; (2) ki tinggal lama: dia ~ di rumah saja; (3) ki asyik: sewaktu kami datang ke rumahnya, ia sedang ~ dng bukunya
terguyur ter.gu.yur [v] tersiram: orang yg lewat itu ~ air sewaktu saya menyiram tanaman di halaman depan rumah
terhantar ter.han.tar [v] (1) terletak di tanah dsb; tergeletak: anak itu menemukan cincin emas yg ~ di halaman sekolah; (2) telantar; tidak terpelihara: panti asuhan itu merawat dan mendidik anak-anak yg ~
terharu biru ter.ha.ru bi.ru [v] terkacaukan: pikirannya ~ oleh peristiwa yg baru dialaminya
terisolasi ter.i.so.la.si [a] terasing; terpencil: penduduk daerah pedalaman itu hidupnya ~ dr dunia luar
terjaga ter.ja.ga [v] (1) terbangun dr tidur: tengah malam aku ~ krn mendengar lolong anjing yg sangat menyayat itu; (2) terpelihara; terawat: kebun itu ~ dng baik; (3) dapat (dipertahankan): daerah strategis itu tidak ~ lagi oleh pasukan yg kecil jumlahnya; (4) terlindungi: bibit tanaman itu ~ dr panas matahari
terjamin ter.ja.min [v] (1) ditanggung (keselamatannya, keamanannya, dsb): keselamatan dirimu tidak ~ kalau engkau bermalam di tengah hutan ini; (2) serba cukup (tt segala kebutuhan hidup): hidupnya ~ tidak kurang suatu apa
terkandung ter.kan.dung [v] termuat; tercantum (di dalamnya): mencurahkan apa-apa yg ~ di dalam hatinya
terkelepet ter.ke.le.pet [v] terlipat sedikit (spt sudut halaman buku yg sering dibuka)
terketuk ter.ke.tuk [v ki] tergugah; tergerak (tt niat atau keinginan): ~ hatiku untuk membantunya setelah ia memaparkan penderitaan yg dialaminya
terlantas ter.lan.tas [v] termasuk (terlangsung) ke dalam dsb
terlena ter.le.na [v] mengantuk lalu tidur; tertidur: malam tadi ia hanya dapat ~ empat jam saja; (2) v terlengah; terlalai: jagalah adikmu baik-baik jangan sampai ~; (3) a sangat asyik; dng asyiknya; bersenang-senang: ia ~ mendengar alunan musik
terlewati ter.le.wati [v] (1) terlampaui; terlalui; terlangkaui (tidak turut serta dibaca): halaman 10-15 ~ , tidak terbaca olehku; (2) sudah (dapat) ditempuh (dijalani): semua kepahitan hidupnya telah ~
terlingkup ter.ling.kup [v] (1) dilingkupi; tertutup; terselubung; (2) termasuk (di dalamnya); tercakup
terlukis ter.lu.kis [v] (1) sudah dilukis (digambar); tergambar: semua tanaman hias di rumahnya sudah ~ di dl buku gambarnya; (2) ki terkesan: suka duka yg kualami ~ di hatiku
terlukiskan ter.lu.kis.kan [v ki] terceritakan: sakit hatinya demikian mendalam sehingga tidak ~ dng kata-kata, melainkan hanya dapat dirasakan
terpancar ter.pan.car [v] (1) tersembur ke luar: darahnya ~; (2) memancar dng tiba-tiba: ~ cahaya lampu senter dr kegelapan malam; (3) terlahir: rasa haru ~ dr lubuk hatinya
tersembunyi ter.sem.bu.nyi [v] dirahasiakan; terselip (di dalamnya dsb)
tersiksa ter.sik.sa [v] telah mengalami (menderita) siksa; kena siksa
tersilam ter.si.lam [a] paling lampau; kemalaman
tersimpan ter.sim.pan [v] (1) sudah ditaruh di tempat yg aman: bajunya -- rapi di lemari; (2) dirahasiakan; disembunyikan baik-baik: -- dl hati; (3) terkandung di dalamnya; tercantum
tersimpul ter.sim.pul [v] (1) sudah disimpulkan (diikatkan): tali yg (sudah) -; (2) tercantum (termuat) di dalamnya: dl pujian itu -- nasihat kpd bangsanya sendiri; (3) ki tersungging: -- senyum manis di bibirnya
tersirat ter.si.rat [v] (1) tersimpul (tt tali-tali jala); (2) ki terkandung; tersembunyi (di dalamnya): entah apa yg -- di dl hati sanubarinya; kita dapat memahami apa yg -- dl penjelasan Presiden;
tersisip ter.si.sip [v] (1) termasuk atau termuat di dalamnya; terselip; terselit; terkandung: di dl tanggapannya -- kritik dan saran kpd pemerintah; dl sebuah kalimat kadang-kadang -- sebuah kalimat lain; (2) sudah disisip(kan)
tersuspensi ter.sus.pen.si [v] telah mengalami suspensi
tertegun-tegun ter.te.gun-te.gun [v] terhenti-henti; tertahan-tahan; sebentar-sebentar berhenti: begitu memasuki halaman rumah bekas istrinya, hatinya berdebar-debar dan langkahnya ~; suaranya ~
tertekan-tekan ter.te.kan-te.kan [v] tidak lancar; tersangkut-sangkut: krn gugupnya, kejadian yg baru dialaminya itu diceritakannya dng suara ~
tertera ter.te.ra [v] (1) tercap; tercetak: apa yg sudah ~ di dl SIM, sukar diubah; (2) tercantum; termuat: masalah itu sudah ~ pd halaman 10 buku karangannya
tertidur ter.ti.dur [v] (1) (sudah) tidur; mulai tidur: Upik sudah ~; (2) tidak sengaja tidur: semalam ia ~ di depan pesawat televisi
tertuju ter.tu.ju [v] (1) dituju; (2) ditujukan kpd; dialamatkan kpd; diarahkan ke; dapat dituju
tertumpang ter.tum.pang [v] (sudah) ditumpangkan; disertakan: ~ salam kpd, sampaikan salam kpd
terus te.rus [v] (1) lurus menuju ...; langsung pd (arah ke); lantas: kami tidak -- ke kota, tetapi singgah dahulu di perkebunan karet; permohonan itu disampaikan -- kpd kepala kantor; (2) tetap berlanjut: pertempuran itu -- menghebat hingga tengah malam; (3) tidak berhenti-henti: ia berjalan -- siang malam; (4) lanjut: bagaimana -- cerita itu; (5) tidak putus-putus; selalu: harga barang -- membubung; sampai pd hari ini, wajah almarhum yg tenang itu kuingat --; (6) tembus; menembus; melantas: peluru itu masuk -- sampai ke tulang belikat; jalan setapak ini -- ke terowongan yg menuju gudang mesiu; (7) langsung ...; lalu ...: sampai di rumah ia -- tidur; sekali tembak gajah itu -- mati [a] tulen (tidak bercampur atau tidak berlapis): gelang ini emas --
terus-menerus te.rus-me.ne.rus [adv] tidak berkeputusan; tiada hentinya; bersinambung: kuli itu bekerja ~ siang malam untuk menyelesaikan pembangunan gedung bank
tes pilihan berganda tes objektif yg mempunyai beberapa alternatif jawaban untuk dipilih satu jawaban yg benar
tetampan te.tam.pan [n] talam [kl n ] selampai dr sutra kuning (dipakai pd bahu oleh pegawai istana bila menghadap raja atau untuk menudungi barang-barang yg dipersembahkan kpd raja)
tidur ti.dur [v] (1) dl keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dng memejamkan mata): siang untuk bekerja, malam untuk istirahat dan --; obat -- (penidur), obat bius (obat yg menyebabkan dapat tidur nyenyak); (2) (masuk --; pergi -- ) hendak (mulai) mengistirahatkan badan dan kesadarannya: biar aku saja yg menyudahkan pekerjaan ini, engkau boleh pergi --; tempat -- , tempat untuk tidur; ranjang; (3) berbaring; terbaring (tidak berdiri): bubu --
tikung ti.kung [v] me.ni.kung v membelok; berkelok: mobil itu ~ tajam kemudian masuk ke dalam jurang
tirakatan ti.ra.kat.an [v] melakukan tirakat: malam itu ia tidak hadir dl acara ~ di kampungnya
toksikogenik tok.si.ko.ge.nik [n Bio] hewan yg dapat menghasilkan toksin sehingga tumbuhan yg dimakannya akan mengalami keracunan
tonggeret tong.ge.ret [n Bio] uir-uir (bunyinya ret-ret): malam sesepi ini hanya ditingkahi oleh suara -- dan jangkrik
tongpes tong.pes [kp] kantong kempes, tidak mempunyai uang: ketika tiba di alamat yg dituju, ternyata temannya mengaku -- alias bokek
tonton ton.ton [v] me.non.ton v melihat (pertunjukan, gambar hidup, dsb): kami ~ wayang kulit semalam suntuk
topi gabus topi yg bagian dalamnya berlapis gabus, biasanya berbentuk lonjong
torak to.rak [n] (1) alat tenun berupa tabung kecil yg dalamnya berisi kumparan benang pakan: batang -- , tangkai torak; (2) El bagian dr mesin atau motor yg bergerak mondar-mandir dl suatu silinder krn tenaga uap atau krn pembakaran bahan bakar
toreh to.reh [v] me.no.reh v (1) mengiris tidak terlalu dalam (pd kulit kayu dsb); menggores: ~ kulit kayu; (2) mengiris (meretas) supaya terbuka; membelek: ~ perut ikan; ~ bantal
torida to.ri.da [n Kim] radioisotop alamiah yg mengandung unsur logam torium
total to.tal [cak] (1) n jumlah; (2) a menyeluruh; sepenuh-penuhnya; semesta; (3) a sama sekali: gerhana matahari -- diperkirakan akan terjadi pd tanggal 20 Juni; kota itu mengalami kerusakan -- selama Perang Dunia II
totok to.tok [a] (1) asli; sejati (bukan peranakan): Belanda --; (2) cak masih baru (belum berpengalaman): dl hal ini aku sangat -- , belum pernah sekali juga berlayar; (3) cak kaku (belum biasa, belum lancar): dia masih dapat juga berbahasa Jawa, hanya -- sekali [Lihat {tutuk}]
transfusi trans.fu.si [n] pemindahan atau pemasukan obat atau darah dsb kpd orang yg memerlukan: untuk menolong penderita yg mengalami pendarahan, cara yg paling baik adalah dng memberikan -- darah
transitif tran.si.tif [a Ling] bersangkutan dng kata kerja yg memerlukan objek
transliterasi trans.li.te.ra.si [n] penyalinan dng penggantian huruf dr abjad yg satu ke abjad yg lain: untuk mengetahui sastra Melayu Klasik lebih mendalam, perlu dilakukan -- dr tulisan Arab Melayu ke dl tulisan Latin
transmutasi trans.mu.ta.si [n] (1) pemindahan; (2) Ling penggunaan kata dl kalimat dng kategori yg berbeda tanpa mengubah bentuknya, spt kata untung dalam untung dia cepat datang dan dia bekerja tanpa memikirkan untung rugi; (3) El proses nuklir yg mengubah suatu inti menjadi inti unsur lain
traumatis trau.ma.tis [a] menggoncangkan jiwa (tt pengalaman yg dahsyat)
trem [n] kereta yg dijalankan oleh tenaga listrik atau lokomotif kecil, biasanya digunakan sbg angkutan penumpang dalam kota
tua-tua [n] orang yg dipandang tua atau berpengalaman (spt pemimpin, kepala, penasihat): siapa ~ mereka?; (2) n bintik-bintik hitam di muka (di pipi); tetua: bedak untuk menghilangkan ~; (3) a sudah tua, tetapi ...: ~ masih giat bekerja
tubir tu.bir [n] (1) tebing (jurang dsb) yg curam; (2) tepi sesuatu yg dalam (spt tepi jurang, tepi kawah, tepi sungai); (3) tempat yg dekat sekali dng tepi sesuatu yg dalam (spt tepi jurang); (4) tempat yg dalam sekali (di laut dsb); (5) ki keadaan yg hampir pd sesuatu yg sangat berbahaya (mati dsb)
tuhu tu.hu [Jk n] burung yg keluar dan mencari mangsa pd malam hari, mengeluarkan bunyi "tuhu" "tuhu" dng nyaring; burung culik
tukik tu.kik [v] me.nu.kik v terbang (terjun dsb) arah ke bawah dng kepala di bawah; membidik (memandang dsb) arah ke bawah: dr jauh tampak pesawat pengebom ~ sambil menjatuhkan bom [ark n] takik [n] anak penyu: untuk mencegah musnahnya penyu-penyu di pantai, pihak perlindungan dan pengawetan alam terus-menerus menetaskan telur penyu hingga menjadi -- , me.nu.kik v, ~ api membuat api dng batu api; mencetus api
tuksedo tuk.se.do [n] jas untuk makan malam
tumben tum.ben [Jk p] (1) mula-mula sekali: -- ia baru minum jamu; (2) ganjil benar kali ini (tidak sbg biasa atau menyalahi dugaan): -- malam-malam begini keluar, ada apa sih!
tunduk tengadah [ki] berpikir dalam-dalam
turis tu.ris , me.nu.ris v (1) menggores (menoreh, menakik) tidak berapa dalam; (2) mencacar (imunisasi thd penyakit cacar) [n] pelancong; wisatawan
turis domestik wisatawan dalam negeri (bukan wisatawan asing)
turut tu.rut [v] (pergi dsb) bersama di dalam atau ke; ikut
tutup mulut diam, tidak berkata-kata: meskipun diperiksa siang malam, tertuduh tetap -- mulut
uang pintu biaya yg harus dibayar oleh pengunjung rumah makan, kelab malam, dsb di luar makanan dan minuman; uang masuk
udara bebas [ki] alam bebas; suasana bebas
ulung [a] sulung [a] berpengalaman; mahir; terbaik: pemimpin --; pencuri --
umur emosi taraf kesanggupan seseorang untuk mengalami perasaan-perasaan tertentu
umur setahun jagung (darah setampuk pinang) [pb] masih sangat muda; belum berpengalaman
undang un.dang [v] meng.un.dang v memanggil supaya datang; mempersilakan hadir (dl rapat, perjamuan, dsb): mereka ~ kita makan malam; kami ~ Tuan menginap di rumah kami [n] , un.dang-un.dang n (1) ketentuan dan peraturan negara yg dibuat oleh pemerintah (menteri, badan eksekutif, dsb), disahkan oleh parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat, badan legislatif, dsb), ditandatangani oleh kepala negara (presiden, kepala pemerintah, raja), dan mempunyai kekuatan yg mengikat; (2) aturan yg dibuat oleh orang atau badan yg berkuasa: taat pd ~ partai; (3) hukum (dl arti patokan yg bersifat alamiah atau sesuai dng sifat-sifat alam): ~ untuk membangun kalimat dr tiap-tiap bahasa memang berlainan [ark n] penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan)
ungkau ung.kau [n] elang malam
ungti ung.ti [Cn n] orang-orangan (boneka) yg besar sekali (di dalamnya ada orang yg menjalankan dan menggerakkannya); ondel-ondel
universum uni.ver.sum [n] (1) alam semesta; jagat raya; (2) sesuatu yg sifatnya semesta
urah [Mk] meng.u.rah v (1) membongkar (timbunan dsb): ~ lumbung; (2) membuka jahitan, ikatan, dsb: ~ bantal; (3) menceritakan (pengalaman, penderitaan, dsb): ~ tambo lama
ureter ure.ter [n Dok] saluran kemih bagian dalam yg mengalirkan air kencing dr ginjal ke kandung kemih
urine uri.ne [n Dok] zat cair buangan yg terhimpun di dl kandung kemih dan dikeluarkan dr dalam tubuh melalui saluran kemih; air kemih; air seni
urup , kl meng.u.rup v (1) kl menukar uang dng uang (msl uang besar dng uang kecil): pd suatu hari datanglah Raja Alam kpd Kapitan Holanda hendak ~ rial; (2) menukar barang dng barang; barter: penduduk desa itu pergi ke pasar untuk ~ hasil bumi dng barang-barang keperluan sehari-hari; urup-urup n uang penukar
usah [v] (1) perlu: tak --; perkara makanan tidak -- dikatakan lagi; (2) Mk tidak usah; jangan: sebab itu, pulanglah engkau -- merintangi aku berangkat; -- khawatir, malam ini juga Abang kembali
usaha usa.ha [n] (1) kegiatan dng mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: bermacam-macam -- telah ditempuhnya untuk mencukupi kebutuhan hidup; -- meningkatkan mutu pendidikan; (2) kegiatan di bidang perdagangan (dng maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan: -- perkayuan mengalami kemajuan; -- nya di bidang tenun ikat berkembang pesat
vampir vam.pir [n] (1) kelelawar raksasa yg mengisap darah; (2) makhluk halus yg menurut kepercayaan (orang Barat) bangkit kembali dr kubur, kemudian keluar pd malam hari dan mengisap darah manusia yg sedang tidur; (3) ki pemeras
vandalisme va.ndal.is.me [n] (1) perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dsb); (2) perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas
varises va.ri.ses [n] pelebaran pembuluh darah balik yg antara lain disebabkan oleh kebiasaan terlalu lama berdiri, biasa diderita oleh wanita yg sedang hamil: kaki saya tampaknya mengalami gejala --
veem [Bld n] (1) perseroan pemelihara gudang beserta barang-barang yg tersimpan di dalamnya; (2) gudang besar untuk menyimpan barang
verba intransitif verba yg tidak menggunakan objek
verba komposit verba yg terdiri atas dua bagian yg dl struktur kalimat dipisahkan oleh objek dr verba itu
verba performatif verba dl kalimat dng kala kini dng "saya" sbg subjek dng atau tanpa "Anda" sbg objek taklangsung, yg secara langsung menyatakan pertuturan yg dibuat pembicara pd waktu mengujarkan kalimat
verba transitif verba yg memiliki objek
verso ver.so [n] (1) halaman sebelah kiri buku atau naskah yg terbuka, biasanya bernomor halaman genap; (2) bagian belakang atau bagian kedua lembaran kertas yg akan dicetak
veteran ve.te.ran [n] (1) bekas prajurit (pasukan perang, pejuang): para -- Perang Dunia II; (2) orang yg sudah banyak pengalaman (dl suatu pekerjaan dsb): regu Indonesia terdiri atas pemain muda dan didukung oleh -- Piala Uber
vigia vi.gia [n] bahaya yg biasanya terjadi di laut dalam yg posisinya tidak tentu
vinyet vi.nyet [n] (1) bentuk hiasan dl seni grafika dan arsitektur yg diambil dr bentuk tumbuhan merambat, daun, dsb; (2) goresan atau potret kecil pd bidang tepi sekeliling halaman buku
visera vi.se.ra [n Anat] organ tubuh yg terdapat dl rongga dada dan rongga perut; dalaman; jeroan
vivarium vi.va.ri.um [n] tempat buatan yg menyerupai lingkungan alamiah bagi binatang
vuring vu.ring [n cak] kain pelapis baju sebelah dalam
wa [p] (1) dan (dl beberapa ungkapan Arab): wallahu alam, dan hanya Allah yg paling mengetahui; (2) demi (diucapkan untuk bersumpah dl ungkapan Arab): wallahi, demi Allah
wadam wa.dam [n akr] hawa dan adam; orang banci: dua ratus gelandangan dan -- dijaring pd malam itu
wahana wa.ha.na [n] (1) kendaraan; alat pengangkut; (2) alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan: koperasi diharapkan menjadi -- untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat [n] tafsir mimpi; alamat
waitankung wai.tan.kung [n] olahraga senam berasal dr Cina dng 12 jurus gerakan yg sederhana agar lima organ tubuh bagian dalam (paru-paru, jantung, ginjal, hati, dan limpa) selalu dl keadaan baik sekali
wajah buku apa yg tampak dr dalam dan dr luar sebuah buku (rupa, warna, bentuk, ukuran, tata huruf, gambar, dsb); (2) sampul luar buku
wajib wa.jib [v] (1) harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan): seorang muslim -- salat lima kali dl sehari semalam; (2) sudah semestinya; harus: kalau kita ingin berhasil dl usaha, kita -- berikhtiar
warna asli warna yg didapat dr alam, bukan buatan atau olahan manusia
waru wa.ru [n] pohon yg tumbuh di tempat yg lembap, warnanya biru keabu-abuan, ukurannya tidak besar, dipakai sbg pohon peneduh, kulit bagian dalam sangat ulet, baik dipakai untuk bahan tali; Hibiscus tiliaceus
Wasi Wa.si [Ar n] yg menguasai alam semesta; Allah
wawas wa.was [Jw v] , me.wa.was v meneliti; meninjau; memandang; mengamati: politik negara kita selama ini lebih banyak digunakan untuk ~ ke dalam
wayangan wa.yang.an [n] pertunjukan wayang: mereka mengadakan ~ semalam suntuk
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
wilayah antar wilayah yg ada dalam batas antar suatu kantor pos
wisata buru kegiatan wisata yg memanfaatkan satwa sbg objek kegiatan berburu
wisata kesehatan gerak atau kegiatan wisata yg dirangsang oleh adanya objek atau fasilitas yg diperlukan untuk mengembalikan kesehatan di daerah tujuan wisata, msl tempat sejuk yg lengkap dng tempat peristirahatan dan terdapat sumber air panas
wisata nusantara wisata domestik; -- puri Bl wisata yg objeknya adalah puri (istana) dng segala isi dan kegiatannya: Pemda Tabanan mengembangkan objek -- puri
wisatawan nusantara wisatawan yg berasal dr negeri sendiri; wisatawan dalam negeri
wisma tamu rumah (gedung) khusus untuk tamu yg mungkin bermalam
wreda wre.da [a] (1) lanjut usia; tua; (2) sudah banyak pengalaman tugas dsb; senior; (3) tingkat terakhir: taruna -- sedang digembleng untuk segera diterjunkan ke masyarakat
wungon wu.ngon [Jw v] tidak tidur semalam suntuk: cara memperbesar daya gaib, antara lain dng merendam diri, berkelana ke tempat sepi atau keramat dan --
xerofit xe.ro.fit [n] tanaman yg dapat hidup atau tumbuh di alam yg kering (gurun pasir dsb), msl kaktus
yakun ya.kun, kun fa ya.kun [Ar p] jadilah! lalu jadi (firman Allah ketika menciptakan alam)
zalir za.lir [n] (1) Fis cairan dan gas fase bahan yg hanya mampu menopang tekanan isotropik seragam tanpa mengalami erotasi atau distorsi; (2) a Kim zat yg dapat mengalir dan mengalah thd setiap gaya yg berusaha mengubah bentuk zat tanpa mengubah volumenya, spt air dan udara; zat alir; fluida
zaman malaise zaman ketika perekonomian dunia mengalami kesulitan; zaman serba sukar (biasanya dikatakan tt masa sekitar tahun 1930)
zantara zan.ta.ra [n Fis] zat yg di dalamnya terdapat besaran-besaran fisika dan terjadi gejala fisika, spt diteruskannya gaya atau tenaga; zat antara; medium
zat hara zat yg meliputi unsur fosfat, amonium, dan nitrat yg mempengaruhi kesuburan perairan (yg menentukan jenis hewan dan tumbuhan yg hidup di dalamnya)
zeolit ze.o.lit [n] mineral dr kelas silikat alami yg memiliki sifat pelunak air
zona ekonomi eksklusif wilayah laut sejauh 200 mil dr pantai suatu negara yg kekayaan ekonominya (msl ikan, sumber alam) menjadi hak milik negara itu
zona litoral daerah pantai yg dangkal, biasanya sampai batas kedalaman sekitar 365 m

Jika informasi mengenai "objek alam" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas