Arti kata/frase "obat hati" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/obat-hati

Halaman ini menjelaskan kata atau frase obat hati menurut KBBI Edisi III

obat hati: [ki] penghibur hati

Lebih lanjut mengenai obat hati

obat hati terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 2536 kata terkait yakni sebagai berikut:

hati ha.ti [n] (1) Anat organ badan yg berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut, gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dl darah dan menghasilkan empedu; (2) daging dr hati sbg bahan makanan (terutama hati dr binatang sembelihan): masakan sambal goreng --; (3) jantung: -- nya berdebar-debar; (4) sesuatu yg ada di dl tubuh manusia yg dianggap sbg tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dsb): segala sesuatunya disimpan di dl --; membaca dalam -- , membaca dalam batin (tidak dilisankan) , ha.ti-ha.ti adv ingat-ingat; hemat-hemat; waspada
obat [n] (1) Far bahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dr penyakit: daun ketepeng sering dibuat -- pencahar; (2) Kim bahan kimia (untuk pelbagai keperluan): hendak mencuci potret, tetapi tidak ada -- nya; (3) ki mesiu; peluru: membuang -- , menembak ke atas (hanya untuk menakut-nakuti dsb); (4) ki guna-guna: dia jadi penurut spt orang kena --
obat haus obat penawar dahaga; -- jerih 1 uang lelah; upah; persen: pekerjaan begitu berat, cuma diberi -- jerih lima ratus rupiah; (2) buah hati; yg dicintai; pelerai demam
hati bagai baling-baling (- di atas bukit) hati bagai ba.ling-ba.ling (- di atas bukit) [pb] tidak tetap hatinya (pendiriannya)
hati gajah sama dilapah hati gajah sama di.la.pah , hati tuma (tungau) sama dicecah [pb] laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)
hati nurani hati yg telah mendapat cahaya Tuhan; (2) perasaan hati yg murni dan yg sedalam-dalamnya
hati tawajuh hati yg telah diarahkan benar-benar kpd Tuhan
obat adiktif obat yg dapat menyebabkan ketergantungan bagi pemakainya
obat angin obat oles atau gosok (berupa minyak, cairan, dsb) untuk menghilangkan masuk angin
obat basah obat yg dicampur dng air (spt boreh); (2) ki kabar yg tidak dipercayai orang
obat batuk obat untuk menghilangkan batuk
obat bius obat yg menyebabkan orang tidak sadarkan diri dan sekaligus menghilangkan rasa nyeri
obat cacing obat pembunuh cacing di dl perut
obat daftar G obat yg hanya bisa dibeli dng menggunakan resep dokter, msl antibiotik (biasanya ditandai dng lingkaran warna biru tua bergaris tepi hitam dan tanda peringatan pd kemasannya); -- dahaga ki penghilang rasa dahaga (haus): segelas air putih cukuplah sbg -- dahaga
obat dalam obat untuk diminum atau ditelan
obat dokter obat yg diberikan oleh dokter; -- esensial obat umum tanpa merek dagang, biasanya dikonsumsikan untuk unit pelayanan kesehatan dsb: para dokter seharusnya memelopori penggunaan -- esensial, mengingat harganya murah dan khasiatnya sama
obat generik obat yg penamaannya didasarkan pd zat aktif yg terdapat dl obat tsb dan tidak menggunakan merek dagang
obat kampung obat dr tumbuh-tumbuhan dsb yg diramu sendiri atau oleh dukun (bukan dr apotek atau dr pabrik farmasi)
obat kuat obat untuk memperkuat daya kemampuan tubuh; (2) obat untuk menambah daya vitalitas seksual
obat lali obat bius
obat lelah obat jerih
obat luar obat yg dioleskan atau diteteskan untuk menyembuhkan penyakit luar (spt kudis, panu) dan bukan untuk diminum atau ditelan
obat mata obat untuk menyembuhkan penyakit mata
obat merah obat berwarna merah yg dibuat dr yodium yg dilarutkan dl alkohol untuk mengobati luka baru (goresan dsb)
obat nyamuk obat (ramuan) pembasmi (pengusir) nyamuk (berupa cairan yg disemprotkan atau benda padat pipih yg dibakar)
obat paten obat yg menggunakan merek atau nama dagang tertentu
obat pencahar obat untuk memudahkan buang air besar; obat untuk membersihkan perut; obat cuci perut; urus-urus
obat penenang obat untuk menenangkan (meredakan ketegangan) jiwa dsb
obat perangsang obat untuk merangsang nafsu seks dsb
obat rumah obat-obatan yg disediakan untuk keluarga di rumah
obat sinse obat yg diramu dan dikeluarkan oleh sinse (tabib Cina)
obat telekap obat yg pemakaiannya ditempelkan pd bagian tubuh yg sakit; koyok
obat tidur obat yg menyebabkan dapat tidur bagi orang yg susah tidur
obat tradisional obat yg diramu dr berbagai macam akar, kulit pohon, batang, bunga, buah, dan daun untuk berbagai macam penyakit; obat kampung
obat-obatan obat-obat.an [n] berbagai macam obat; ramuan obat
obat hati [ki] penghibur hati
hati kecil perasaan hati sebenarnya
hati terbuka senang hati; (2) lurus hati
obat bebas golongan obat yg tidak bersifat racun dan tidak mempunyai interaksi dng bahan makanan sehingga dapat dibeli bebas (biasanya ditandai dng warna lingkaran hijau dng garis tepi hitam)
obat jalan berobat tanpa dirawat di rumah sakit (klinik dsb), tetapi menjalani pengobatan secara teratur
obat jerih pelerai demam [ki] buah hati; anak dsb yg disayangi
obat kimiawi penggunaan senyawa kimia untuk mengobati tanaman yg terserang penyakit; terapi kimiawi
hati (sbg) baling-baling [pb] tidak tetap pendirian
hati bak serangkak dibungkus [pb] orang yg sangat berharap akan mendapat sesuatu yg diingininya
hati gatal mata digaruk [pb] sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yg tidak bersalah
hati kedondong bagian dalam buah kedondong yg keras dan bercabang-cabang; (2) ki tidak punya rasa belas kasihan thd sesama manusia; jahat
hati sanubari perasaan batin
hati tangan lekuk pd telapak tangan
hati terlonjak sangat girang; (2) menjadi sombong (krn pangkat, kedudukan, dsb)
hatif ha.tif [n] suara yg terdengar tanpa terlihat orangnya; suara dr langit; suara gaib
obat bedil mesiu; peluru
obat guna guna-guna; pekasih
obat jauh penyakit hampir [pb] dl kesusahan sukar mendapatkan pertolongan; berada dl kesukaran
obat pekasih guna-guna yg dapat membuat orang jatuh cinta
obat pengasih pekasih
jantung hati hati (dl arti pusat perasaan); (2) kekasih; yg tercinta; yg sangat disayangi (anak dsb)
beras kencur obat tradisional yg terbuat dr beras dan kencur ditumbuk halus (dapat diminum atau dioles) untuk obat pegal-pegal
keramas kutu obat pembersih kutu kepala
mata nurani hati nurani; rasa hati yg paling dalam
minyak angin obat untuk menyembuhkan kepala pusing (sakit perut dsb) yg dibuat dr campuran beberapa bahan
sagu pisang hati batang pisang
berobat ber.o.bat [v] (1) menggunakan obat: jika badan tidak nyaman, lebih baik -; (2) meminta atau mencari obat kpd: jangan -- kpd dukun, pergilah ke rumah sakit; (3) sudah diobati atau sudah mendapat obat; (4) ki mendapat balasan; terhibur: jerih payahnya sudah -; -- hatiku setelah anak yg kurindukan pulang dr rantau
menyobat me.nyo.bat [v] (1) menjadikan sobat baik; (2) ki mengambil hati orang; mendekati: ia suka -- siapa saja yg kaya
terobat ter.o.bat [v] (1) dapat diobati: penyakitnya sudah tidak -- lagi; (2) ki terhibur: hatinya yg sedih agak -- oleh kata-kata sahabatnya
aerobatik ae.ro.ba.tik [n] ketangkasan atau kecakapan berakrobat di udara
ahli obat orang yg ahli dl hal obat-obatan
akrobatik ak.ro.ba.tik [n] (1) pertunjukan atau peragaan yg dilakukan seorang pemain akrobat: permainan --; (2) pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dng ketangkasan
anggur obat air perahan buah anggur dng ramuan yg diminum sbg obat
arak obat arak yg biasa diminum untuk obat penat
asal ada sama di hati asal ada sama di hati, gajah te.ran.tai boleh dilepaskan [pb] kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi
beraerobatik ber.ae.ro.ba.tik [v] melakukan pertunjukan aerobatik
beraja di hati be.ra.ja di hati, bersultan di mata, ( be.ra.ja di mata, bersultan di hati) [pb] menurutkan kemauan sendiri
berakrobat ber.ak.ro.bat [v] bermain akrobat
berat hati kurang suka (enggan) melakukan; (2) tidak sampai hati (tidak tega) melakukan; (3) cenderung (hati) kpd; (4) keras sangkaan (dugaan)nya (thd sesuatu)
berhati ber.ha.ti [v] menaruh hati; menaruh belas kasihan (sayang dsb)
berhati baja berhati baja, ber.u.rat kawat [pb] tabah dan keras hati
berhati berlian ber.ha.ti berlian sangat baik hati
berhati emas ber.ha.ti emas berhati berlian
berhati pilu ber.ha.ti pilu bersedih hati
berhati sali ber.ha.ti sali mempunyai hati yg teguh (kuat, lurus)
berhati-hati ber.ha.ti-ha.ti [v] hati-hati
berkecil hati ber.ke.cil ha.ti [v] (1) agak marah; tersinggung; (2) tawar hatinya; takut; hilang keberaniannya
berkembang hatinya ber.kem.bang hatinya menjadi girang (gembira)
berlepas hati ber.le.pas hati puas
berperang hati ber.pe.rang hati bingung; bimbang
berprihatin ber.pri.ha.tin [a] prihatin
bersusah hati ber.su.sah ha.ti [v] berasa susah hati; berduka cita
berteguh hati ber.te.guh hati memperkuat hati; dng teguh hati
bertukar hati ber.tu.kar hati lain di mulut, lain di hati
berusak hati be.ru.sak hati menderita rasa sedih; bersedih hati; (2) buruk tabiatnya (akhlaknya, perangainya)
besar hati sombong; (2) bangga; girang hati; gembira menggembirakan hati; (2) memberanikan hati; (3) membanggakan
bisik hati suara hati
buah hati jantung hati; (2) kekasih yg tercinta
buku dl hati sesuatu yg selalu terasa dl hati
bulat hati lurus hati; jujur; (2) segenap hati; sungguh-sungguh memutuskan untuk berbuat sesuatu dng sungguh-sungguh
busuk hati iri hati; dengki; khianat; jahat
cacing hati cacing yg ada di dl hati dan saluran empedu ternak
cape hati bersusah hati; merasa kesal
datang hati sampai hati; tega
detak hati kata hati atau perasaan (hati) bahwa sesuatu akan terjadi
dingin hati tidak bergairah dan tidak bersemangat; tidak menaruh perhatian; tidak gembira
ekstrak hati pekatan sari antianemia dr hati mamalia yg dapat merangsang pembentukan eritrosit dl sumsum tulang
gendang hati perasaan yg timbul di dl hati
girang hati riang gembira; suka cita; suka hati; sangat girang (gembira, senang)
hangat hati girang hati; suka hati
hangus hati panas hati; (2) sangat rindu
ilmu obat pengetahuan mengenai berbagai obat (khasiatnya, takaran pemakaiannya, dsb); farmakologi
isi hati apa yg terkandung di dl hati; apa yg terasakan atau terpikirkan
kata hati perasaan yg timbul di dl hati; gerak hati
kecil hati ke.cil ha.ti [a ki] (1) (merasa) tersinggung; marah; (2) (merasa) tawar hatinya; kecewa; (3) hilang keberanian; takut
kecut hati takut; merasa ngeri; gentar; berdebar-debar hatinya; (2) kecewa (krn merasa berbuat salah)
kehangusan hati ke.ha.ngus.an hati panas hati; (2) kerinduan
kehati-hatian ke.ha.ti-ha.ti.an [n] perihal hati-hati; hal yg berhubungan dng hati-hati
keirihatian ke.i.ri.ha.ti.an [n] perihal iri hati; kecemburuan; melihat kelebihan orang lain
kekecilan hati ke.ke.cil.an hati kemarahan; perasaan kecil hati; (2) ketawaran hati; ketakutan
kena hati jatuh cinta kpd; (2) sebal; kesal hati
kering rongkong menasihati dia [ki] sudah berulang kali dinasihati, tetapi dia tidak mau mendengarkan
kurang perhatian tidak tertujunya perhatian kpd sesuatu; (2) perhatian yg terpecah-pecah dl pendidikan krn adanya perhatian yg ditujukan pd hal-hal lain di luar pelajaran -- periksa tidak tahu
kusut hati gelisah; merasa susah dl hati
lemah hati rapuh hati; (2) tidak keras hati; tidak mempunyai keteguhan hati
lembut hati baik hati; halus budi bahasanya
lempeng hati [ki] lurus hati; jujur
lubuk hati perasaan hati yg paling dalam; lubuk jiwa; (2) bawah sadar
luka hati [ki] sakit hati
lumut hati kelompok tumbuhan lumut yg bentuknya menyerupai hati
makan hati berulam jantung [pb] dikatakan kpd orang yg sangat bersedih hati [pb] bersusah hati krn perbuatan salah seorang teman karib
melalaikan hati me.la.lai.kan hati menghibur hati
melapangkan hati me.la.pang.kan hati melapangkan dada
melembutkan hati me.lem.but.kan hati melunakkan hati; menghilangkan rasa marah (kemarahan): jika ia akan marah, saya selalu berusaha membujuknya untuk ~ hati
melepaskan hati me.le.pas.kan hati menurutkan hawa nafsu
melihati me.li.hati [v] memperhatikan; mengamat-amati: dia asyik ~ pacarnya dr jauh
memadu hati (dng) me.ma.du hati (dng) menyatukan hati (dng); berunding (dng)
membaca dl hati mem.ba.ca dl hati membaca tanpa bersuara (tidak diucapkan)
membawa hati mem.ba.wa hati mencurahkan isi hatinya (kpd); (2) terpengaruh; menjadikan kecil hati (marah)
memberi hati mem.be.ri hati memanjakan; (2) memberi harapan
memedaskan hati me.me.das.kan hati [ki] menyakitkan hati: perkataan yg diucapkannya ~ hati saya
memelihara hati me.me.li.ha.ra hati [ki] menjaga agar orang lain tidak tersinggung (marah dsb); tenggang rasa
memindahkan perhatian me.min.dah.kan perhatian mengalihkan perhatian
memprihatinkan mem.pri.ha.tin.kan [v ] menimbulkan rasa prihatin; menyedihkan: stadion sepak bola itu sudah dl keadaan yg ~ sejak beberapa tahun yg lalu
menahan hati me.na.han hati mengekang diri sendiri (bersabar diri) untuk tidak berbuat sesuatu
menarik hati me.na.rik hati memikat
menaruh hati me.na.ruh hati suka (cinta) kpd
menasihati me.na.si.hati [v] memberi nasihat (kpd): tidak ada orang yg ~ anak itu; kepala satuan keamanan ~ anak buahnya supaya tetap waspada dan berdisiplin
menawarkan hati me.na.war.kan hati menjadikan tawar hatinya
mencabarkan hati men.ca.bar.kan hati menawarkan hati; menghilangkan keberanian; menjadikan takut
mendahsyatkan hati men.dah.syat.kan hati menakut-nakuti hati; (2) mengagumkan hati
mendua hati men.dua hati bimbang; ragu
menenangkan hati me.ne.nang.kan hati meredakan (menenteramkan) hati
mengambil di (ke) hati meng.am.bil di (ke) hati memasukkan di (ke) hati; agak gusar; kecewa dsb
mengambil hati meng.am.bil hati [ki] mempersenang hati orang supaya disayangi dsb
mengandung hati me.ngan.dung hati mendongkol; tidak senang
mengasah hati meng.a.sah hati [ki] memanaskan hati
mengembangkan hati me.ngem.bang.kan hati [ki] menggembirakan; menyenangkan
mengetuk hati me.nge.tuk hati [ki] menggugah hati; membangkitkan hati: ajakannya yg disampaikan secara tulus dan ikhlas itu benar-benar telah ~ hati para dermawan
mengganggu hati meng.gang.gu hati merusuhkan hati
menggelikan hati meng.ge.li.kan hati menjadikan hati geli; menimbulkan rasa lucu
menggores hati meng.go.res hati [ki] menyakitkan hati; merawankan hati
menggugah hati meng.gu.gah hati menimbulkan perasaan dl hati
menggunting hati meng.gun.ting hati melukai (menyakiti) hati
menghancurkan hati meng.han.cur.kan hati sangat menyedihkan hati
mengikat hati meng.i.kat hati menarik hati; menarik perhatian
mengitik hati me.ngi.tik hati menggelikan hati
mengobati meng.o.bati [v] memberi obat (kpd); menyembuhkan dng obat: siapa yg -- lukamu?
mengobatkan meng.o.bat.kan [v] (1) memakai sesuatu untuk obat atau untuk mengobati: daun ini dapat dipakai untuk -- penyakit kulit; (2) membawa berobat: orang kampung masih banyak yg -- orang yg sakit ke dukun
mengukir dl hati meng.u.kir dl hati [ki] mengingat baik-baik dl hati
mengumbut hati meng.um.but hati menarik hati; mengambil hati
mengurut hati meng.u.rut hati [ki] membujuk; merayu
menjadikan hati men.ja.di.kan hati menyebabkan marah (kurang senang dsb)
menjaga hati men.ja.ga hati menenggang perasaan
menjahati men.ja.hati [v] berbuat jahat thd: ia sering ~ orang yg tidak bersalah
menobatkan me.no.bat.kan [v] menaikkan ke takhta kerajaan; melantik menjadi raja: Baginda ~ putra sulungnya menjadi raja menggantikan beliau [v] (1) menjadikan (menyebabkan) orang bertobat (menyesalkan dosanya dan kembali kpd Tuhan); (2) cak menjerakan; mengapokkan
menurutkan hati me.nu.rut.kan hati mengikut (dl arti selalu memberi, tidak menegahkan) sekehendak hatinya
menusuk hati me.nu.suk hati menyusahkan atau menyakitkan hati
menyanjung hati me.nyan.jung hati mempersenangkan (memikat) hati; membujuk
menyirapkan hatinya me.nyi.rap.kan hatinya marah
menyobati me.nyo.bati [v] menyobat
merah hati merah spt warna hati; merah kehitam-hitaman
merasa hati me.ra.sa hati tertarik (kpd); (2) merasa kecewa; tidak senang; (3) yg terasa dl hati, yg terkandung di dl hati
merasuk hati me.ra.suk hati mengganggu (hati); menggoda; menggiurkan
merendahkan hati me.ren.dah.kan hati menjadikan diri tidak sombong; tidak congkak; tidak angkuh
merintang hati me.rin.tang hati menghiburkan hati; melipur hati
meruntuhkan hati me.run.tuh.kan hati menggiurkan hati; membangkitkan berahi (dl hati)
murah hati suka (mudah) memberi; tidak pelit; penyayang dan pengasih; suka menolong; baik hati kebaikan hati; sifat kasih dan sayang; kedermawanan
naik nobat [Mk] (1) menjadi pengantin; kawin; (2) dinobatkan menjadi raja
niat hati keinginan (harapan) hati yg mantap
nobat no.bat [kl n] (1) gendang besar; (2) gamelan Melayu yg hanya dibunyikan pd waktu upacara penobatan raja: pukul -- tiup nafiri, hendak tabal raja di Keling [v] keluar dr penghadapan; dihadap: maka empat puluh hari baginda tiada --
padi segenggam dng senang hati lebih baik dp padi selumbung dng bersusah hati [pb] kesenangan hati lebih berharga dp kekayaan
panas hati sangat iri; (2) marah dl hati; sakit hati
panggilan hati pang.gil.an hati panggilan jiwa
patah hati [ki] (1) cabar hati; hilang keberanian; (2) hilang kemauan; tidak mau berusaha (berkumpul) lagi; (3) kecewa krn putus percintaan; kecewa krn harapannya gagal
pautan hati pa.ut.an hati yg disayang; kekasih
pelengah hati pe.le.ngah hati penghibur hati; yg dapat menghibur hati
pemerhati pe.mer.ha.ti [n] orang yg memperhatikan; peminat; pengamat
pemikat hati pe.mi.kat hati penarik hati
penawar hati pe.na.war hati [ki] sesuatu yg menggembirakan hati yg sedang sedih
pendiris hati pen.di.ris hati sesuatu yg dipakai untuk menyejukkan hati
penerang hati pe.ne.rang hati sesuatu yg menjadikan mudah dimengerti; sesuatu yg menjadikan hati tidak merasa resah
penggeli hati peng.ge.li hati apa-apa yg menggelikan hati; lelucon
pengobat peng.o.bat [n] sesuatu yg dipakai untuk mengobati; orang yg mengobati
pengobatan peng.o.bat.an [n] proses, cara, perbuatan mengobati
penobatan pe.no.bat.an [n] proses, cara, perbuatan menobatkan; (2) pelantikan menjadi raja
penuju hati pe.nu.ju hati merasa senang (tertarik hati); (2) yg disukai
perhati per.ha.ti , ber.per.ha.ti.an v mempunyai perhatian; menaruh minat
perhatian per.ha.ti.an [n] hal memperhatikan; apa yg diperhatikan; minat
persobatan per.so.bat.an [n] hal (perihal) bersobat; persahabatan
pertobatan per.to.bat.an [n] (1) perihal bertobat; (2) perihal tobat
prihatin pri.ha.tin [a] bersedih hati, waswas, bimbang (krn usahanya gagal, mendapat kesulitan, mengingat akan nasibnya, dsb): kita selalu -- jika membaca berita-berita kebakaran yg menelan korban yg besar; masyarakat petani Jawa Tengah sedang -- dng adanya hama wereng yg menyerang tanaman padi; (2) v menahan diri; bertarak
pura hati segenap isi hati
pusat perhatian yg menjadi sasaran perhatian
putih hati lurus hati; jujur; (2) baik hati (suka menolong dsb); (3) suci (tidak ternoda)
rapuh hati mudah berputus asa; lemah hati; lembik; (2) mudah tersinggung perasaannya
relung hati lubuk hati; dalam hati
rengat hati sakit hati
rumah obat toko yg menjual obat-obatan; apotek
rumah sakit ketergantungan obat rumah sakit yg khusus memberikan layanan, pengobatan, dan perawatan bagi penderita yg tergantung pd obat-obat terlarang
rurut hati jatuh hati; terharu (hatinya)
sakit hati merasa tidak senang (dendam, benci, dsb) krn dihina (dilukai hatinya)
sampai hati tega: -- hati ia meninggalkan istrinya berbulan-bulan tanpa memberi nafkah
sehati se.ha.ti [n] bersatu hati; seia sekata lihat hati
sejuk hati lega (tt hati); senang
sempena hati bisikan hati; ilham
senang hati [ki] gembira dl hati menimbulkan rasa senang
sepenuh hati se.pe.nuh hati dng sungguh-sungguh
serbuk obat tepung obat
silap hati tidak ingat apa-apa lagi (krn sangat marah, kalah berjudi, dsb); terlupa: ketika itu saya sedang -- hati
simpul dl hati [ki] ada di dl hati; selalu diingat
singkap hatinya terbuka, terketuk (tt perasaan): -- hatinya melihat penderitaan anak itu; (2) suka hati
sita perhatian menarik; memikat: pertandingan tenis antara dua negara itu -- perhatian publik tenis dunia
suara hati kata hati; -- minor ki suara yg tidak enak didengar: ia tidak peduli kalau ada -- minor dl penampilannya
sudu hati tulang hulu hati; tulang dada yg di bawah sekali
surut hatinya tawar hatinya
susah hati su.sah ha.ti [a] merasa tidak aman (dl hati); sedih
sutan di mata beraja di hati [pb] orang yg suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang
syubhat hati keragu-raguan hati
tahan hati tetap teguh hati
tambatan hati tam.bat.an hati orang yg dicintai; kekasih: ~ larat orang yg disukai (dikasihi, dicintai); tambatan hati
tautan hati ta.ut.an hati [ki] tambatan hati; kekasih
tebal hati [ki] tidak menaruh belas kasihan; sampai hati; bengis
tegar hati keras hati
tempat hati [ki] kekasih; buah hati
tenggang hati dapat (ikut) mempertimbangkan perasaan orang lain: untuk kelancaran kerja, perlu ada rasa -- hati antarsesama pekerja
terdayuh hati ter.da.yuh hati bersedih hati; terharu
tergores dl hati ter.go.res dl hati [ki] terpatri (tersurat mantap atau terkesan tetap) di dl hati
terkilan di hati ter.ki.lan di hati, terkalang di mata [pb] terasa (terbayang) dl hati dan sulit dihilangkan
terkilat dl hati ter.ki.lat dl hati tiba-tiba terbayang dl hati
terobati ter.o.bati [v] terobat
tetap hati tabah hati; keras hati; tidak tergoda (tergiur) dsb: dng -- hati ia menghadapi segala tantangan dan rintangan; (2) teguh berpegang pd keyakinannya (adatnya dsb): ia -- hati tidak mau mengalah; (3) sudah tidak berubah lagi (tt niat, putusan, dsb): -- hatinya ingin berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji pd tahun ini juga
tinggi hati sombong; angkuh: orang yg -- hati selalu dijauhi kawan-kawannya
tumpahan hati tum.pah.an hati kekasih; kesayangan
tunggang hati tetap hati (dl mengerjakan atau menuntut sesuatu)
tunu hati tu.nu hati membakar hati (menyakitkan hati)
ulu hati [cak] hulu hati
akrobat ak.ro.bat [n] kemahiran dl melakukan berbagai ketangkasan (spt berjalan di atas tali, naik sepeda beroda satu, menerbangkan pesawat udara)
akrobat hukum putusan yg berubah-ubah secara mendadak dl persoalan yg sama dan sering terjadi cabut-mencabut atau ralat-meralat suatu putusan atau kebijakan
akrobat politik pernyataan yg dikeluarkan hari ini, bisa bertentangan dng pernyataan beberapa saat kemudian; (2) kader politik yg menyeberang ke partai lain
anak obat anak (orang) sakit yg sedang dl perawatan dokter; pasien
asi [kl n] perhatian [Mk a] benar; sah: keputusan itu tidak -- , asi.an a (1) bernasib baik; beroleh untung; mujur dl berdagang; (2) manjur (tt obat)
bagai empedu lekat di hati [pb] sangat karib, tidak terceraikan (tt persahabatan, orang berkasih-kasihan, dsb)
baik hati berbudi baik
balai pengobatan balai kesehatan
balik hati berubah pendirian
bangkit hatinya timbul keberaniannya (kemarahannya)
berhati batu ber.ha.ti batu tidak berperasaan; tidak menaruh belas kasihan
berhati berjantung ber.ha.ti berjantung berperasaan yg halus
berhati bimbang ber.ha.ti bimbang berada dl keadaan gelisah
berhati binatang ber.ha.ti binatang tidak berperikemanusiaan
berhati busuk ber.ha.ti busuk mempunyai sikap batin yg tidak baik, spt pendendam, pemfitnah
berhati keras ber.ha.ti keras berpendirian teguh
berhati mutu ber.ha.ti mutu putus harapan; putus asa
berhati putih ber.ha.ti putih mempunyai niat yg tulus ikhlas
berhati rendah ber.ha.ti rendah mempunyai tabiat yg baik, pemurah dsb
berhati tungau ber.ha.ti tungau penakut
berhati walang ber.ha.ti walang khawatir
bersobat ber.so.bat [v] bersahabat dng; berteman baik dng
bertobat ber.to.bat [v] (1) menyesal dan berniat hendak memperbaiki (perbuatan yg salah dsb): sekarang ia sudah ~; (2) kembali kpd Tuhan atau agama (jalan) yg benar
beruras ber.u.ras [v] (1) diobati (dilumasi) dng uras; (2) ki disembuhkan (dipersenang hatinya dsb)
bijak akrobatik kebijakan yg bertentangan 180o satu sama lain dl sekejap
bobato bo.ba.to [n] kepala desa yg warganya beragama Islam (di Ternate)
bratawali bra.ta.wa.li [n] tumbuhan merambat, daunnya spt bentuk hati, bertangkai panjang, batangnya berkutil-kutil, besarnya sejari kelingking, batangnya pahit rasanya dan dipakai untuk obat; Tinuspora terculata
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
buah hati cahaya mata [pb] dikatakan tt anak yg sangat disayang
buang obat membuang tembakan
bunga hati kekasih
buta hati tidak berperasaan belas kasihan; bengis; -- hukum tidak mengerti sama sekali tt hukum dng seluk beluknya: ahli hukum harus membantu rakyat kecil yg miskin dan -- hukum
cemas hati merasa sangat gelisah (takut, khawatir)
cocok co.cok [n] (1) benda yg runcing tajam untuk menusuk sesuatu (spt penyemat, jarum); tusuk: -- sanggul; -- satai; (2) kata penggolong bilangan bagi barang yg dirangkaikan dng tusuk: satai lima --; se -- ikan [a] (1) sama benar; tidak berlainan: pendapatnya -- dng pendapatku; (2) sepadan; sesuai: dia bebas mencari pekerjaan yg -- dng kecakapannya; (3) betul; tepat: ramalannya --; arlojimu tidak --; (4) berpatutan (dng); berpadanan (dng): warna sepatu ini -- dng baju yg kaupakai; perkataannya -- dng perbuatannya; (5) senang (suka) dng; setuju di hati: kalau -- , boleh Tuan beli; (6) serasi; baik benar untuk: obat itu sudah diminumnya, tetapi tidak --; (7) setuju; sepakat; akur: ia minta berhenti sebab tidak -- dng atasannya; (8) kena benar; pas benar: kunci ini -- juga untuk lemariku; (9) seimbang; sepadan: hadiah itu sudah -- dng jasanya; (10) memenuhi (syarat dsb) untuk; baik (layak) untuk: tanah ini sangat -- untuk ditanami sayur-sayuran; rumah ini hanya -- untuk restoran
condong hati suka atau tertarik kpd
dengki hati merasa dengki
efek kemurahan hati [Psi] kesalahan dl penilaian yg terjadi secara sistematis, disebabkan adanya kecenderungan memberikan nilai rendah kpd orang yg tidak disukai atau tidak dikenal
gemi ge.mi [n] ikan laut yg tulangnya dapat dipakai untuk obat, biasa hidup menempel pd ikan hiu dewasa, berukuran panjang mencapai 60 cm, mempunyai pengisap pd ubun-ubun kepala; Echeneis naucratus [Jw a] hemat; sangat hati-hati
gobar hati sedih
hasil ha.sil [n] sesuatu yg diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dsb): kemerdekaan kita ini adalah -- perjuangan rakyat; -- sawahnya cukup untuk hidup setahun; barang-barang -- industri dalam negeri sudah banyak yg diekspor ke luar negeri; obat suntik ini -- penyelidikan yg dilakukan bertahun-tahun; (2) n pendapatan; perolehan; buah: hingga kini, usaha kita belum tampak -- nya; rumahmu ini kalau disewakan lumayan juga -- nya; (3) n akibat; kesudahan (dr pertandingan, ujian, dsb): demikianlah -- perbuatanmu yg tidak bertanggung jawab itu; -- pertandingan itu ialah 2-0 untuk kemenangan kesebelasan kita; (4) n pajak; sewa tanah; (5) cak v berhasil; mendapat hasil; tidak gagal: berkat kekerasan hatinya -- juga maksudnya
hilang di mata di hati jangan [pb] biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yg ditinggalkan
hulu hati lekuk di antara perut dan tulang dada
husnulkhatimah hus.nul.kha.ti.mah [n] penutupan akhir hidup yg baik dr seseorang
ikut hati mati [pb] jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka
iri hati iri ha.ti [a] merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain
isobat iso.bat [n Geo] garis pd peta yg menghubungkan tempat yg sama kedalaman lautnya
jatuh hati (kpd menaruh cinta (kasih) kpd; (2) menaruh belas kasihan (kpd)
jauh di mata di hati jangan [pb] biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan
jodoh jo.doh [n] orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --; (2) n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana -- sepatu ini; (3) a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak --
karat hati [ki] kejahatan; perasaan tidak baik
kasih bersabung dl hati [ki] menanggung rindu (cinta berahi)
katarsis ka.tar.sis [n] (1) Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; (2) Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; (3) Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
kaya hati pemurah; dermawan
keprihatinan ke.pri.ha.tin.an [n] kesedihan yg mendalam: kehidupan rakyat jelata, sehari-hari penuh dng ~
keras hati tidak lekas putus asa; tidak akan berhenti bekerja sebelum yg dicita-citakan tercapai
kerobat ke.ro.bat, ke.ro.bat-ke.ra.bit [n] kerobak-kerobek
khatib kha.tib [n] (1) orang yg menyampaikan khotbah (pd waktu salat Jumat dsb); juru khotbah; (2) pegawai masjid
khatifah kha.ti.fah [n] kain tebal dr bulu domba; permadani
khatimah kha.ti.mah [n] (1) kesudahan; akhir; (2) akibat
kuncup hati [ki] merasa gentar (takut dsb)
kurang hati tidak bersemangat tidak berminat
lain sakit lain diobat [pb] jawab yg berlainan dng apa yg dinyatakan; yg diberikan berlainan dng yg diminta
keras ke.ras [a] (1) padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah: besi dan batu tergolong barang yg --; (2) ki gigih; sungguh-sungguh hati: ia berusaha -- untuk menyelesaikan sekolahnya; (3) ki sangat kuat; sangat teguh: mereka berpegang -- pd adat-adat lama; (4) ki dng cepat (tt naik turunnya harga barang): harga barang naik --; (5) ki membahayakan nyawa; payah (tt sakit): ia diminta agar segera pulang krn ayahnya sakit --; (6) ki hebat; menjadi-jadi: tekanan musuh semakin --; (7) ki tidak mengenal belas kasihan: sikap dan tindakannya sangat --; (8) ki tidak lemah lembut: ia memang -- tabiatnya; (9) ki bersifat mengharuskan (memaksa, tegas, dan betul-betul): dilarang -- berjalan di sini; (10) ki kuat, ketat, dan sungguh-sungguh: gedung parlemen dijaga -- oleh alat-alat negara; (11) ki kencang, cepat (tt hembusan angin): angin bertiup dng -- nya; (12) ki deras (tt arus air): sungai ini tidak berapa -- alirannya; (13) ki nyaring (tt suara): ia menjawab dng suara --; (14) ki lebat sekali (tt curah hujan): semalam hujan --; (15) ki dapat memusingkan; berat (tt rokok, tembakau): untuk saya cerutu ini terlalu --; (16) ki dapat memabukkan (tt minuman): ia mabuk krn terlalu banyak minum minuman --; (17) ki terlampau kuat daya reaksinya (tt obat): krn termasuk obat -- , obat ini tidak dijual bebas; (18) ki sangat merangsang (tt bau): biang cuka ini -- baunya; (19) ki sukar dibuka atau ditarik (tt baut, sekrup, paku): bautnya -- , sukar dibuka; (20) ki liat (tt daging): dagingnya -- , sukar dikunyah; (21) ki tidak memegas lagi (tt per mobil): mobil ini pernya sudah -- sehingga kurang enak lagi untuk dinaiki lihat buah keras
lapang hati merasa senang; merasa lega; (2) sabar
larat hati sedih; pilu
lega hati lega dada
lunak hati tidak keras kepala; mau mendengar kata
mahkota hati kekasih
main hati anak kesayangan
mata hati perasaan yg dalam
melekatkan me.le.kat.kan [v] (1) menempelkan supaya melekat: ia berusaha ~ kembali lembaran pengumuman yg sudah lepas itu; (2) mengenakan (pakaian, topi); memakai: ia ~ sapu tangan pd hidungnya; (3) menanam (modal, uang, dsb): ia ~ modalnya pd perusahaan film itu; (4) memakai untuk membeli barang: ia ~ uangnya pd barang-barang perhiasan; (5) memukulkan (tangan, kaki, tinju, dsb): tak segan-segan ia ~ tangan dan ka; kinya pd anak itu; (6) mengarahkan (pandangan, perhatian): ia ~ pandangannya pd wanita yg anggun itu; (7) menggunakan (obat, guna-guna): ia sudah berusaha ~ berbagai obat, tetapi tidak menolong juga
memerhatikan me.mer.ha.ti.kan [v] (1) melihat lama dan teliti; mengamati; menilik: Simon ~ segala tingkah laku abangnya; (2) merisaukan; mengindahkan
menawari me.na.wari [v] (1) mengobati dng air yg sudah dimantrai dsb; memantrai; menjampi: Ayah ~ orang yg kesambet dng jampi-jampi; (2) ki membujuk (perempuan): hamba laki-laki yg ~ tunangan atau istri tuannya dihukum cambuk; (3) meredakan hati orang (yg marah, sedih): seorang yg berpengalaman lagi bijaksana tahu ~ hati orang yg sedang marah; (4) membuang racunnya atau bisanya: ia akan ~ gadung itu sebelum memasaknya [v] mengunjukkan seseorang akan sesuatu (dng maksud supaya dibeli, dipakai, dsb): siapa yg ~ mu rumah di kampung itu?
mengilatkan me.ngi.lat.kan [v] (1) berkilat; (2) menggosok (menjadikan) supaya berkilat; mengilapkan: di pasar banyak beredar obat-obatan untuk ~ barang kuningan; (3) membayangkan (kehendaknya, isi hatinya, dsb); menyampaikan secara tidak langsung; menyindirkan: kata-katanya ~ keinginannya yg kuat
mental men.tal [v] (1) terpelanting; terpental; (2) terlempar kembali; berbalik arah [Sd a] ada gunanya, ada pengaruhnya (tt obat, nasihat, dsb) /mEntal/ (1) a bersangkutan dng batin dan watak manusia, yg bukan bersifat badan atau tenaga: bukan hanya pembangunan fisik yg diperhatikan, melainkan juga pembangunan --; (2) n batin dan watak
merasa me.ra.sa [v] (1) mengalami rangsangan yg mengenai (menyentuh) indra (spt yg dialami lidah, kulit, atau badan): setelah ~ pahit, obat itu diludahkanya; (2) mengalami rasa dl hati (batin): ~ terhina
muda hati (orang tua) yg tingkah lakunya spt orang muda
mutiara hati [ki] sesuatu yg sangat disayang (spt kekasih, anak kesayangan)
naik hati menjadi gembira (sombong dsb)
panjang hati sabar
patah batu hatinya [pb] hilang sama sekali kemauannya [ki] tidak mau berusaha (bekerja) lagi
pecah hati [ki] hilang keberanian
pekat hati tetap pendirian (pikiran, kemauan, dsb)
pelita hati [ki] kekasih
pikir itu pelita hati [pb] menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dng baik menjadikan seseorang lebih bijaksana
rambut sama hitam hati masing-masing [pb] tiap-tiap orang mempunyai pendapat yg berlainan
rendah hati hal (sifat) tidak sombong atau tidak angkuh
riang hati suka cita
robat-rabit ro.bat-ra.bit [a ] sobek-sobek; robak-rabik
rusak hatinya sangat sedih; (2) buruk tabiatnya
sagu hati [ki] pemberian (tanda mata, hadiah, dsb) sbg hiburan (tanda penghargaan, kenang-kenangan, dsb)
salah hati kesal; mendongkol; jengkel
satu hati sepakat; seia sekata
sayat hati menyayat jantung
sedap hati merasa senang dan enak (nyaman dsb)
sedu hati sedu
segala senang hati [pb] sangat senang
semak hati [ki] bingung; gelisah
sempit hati cepat marah
sobat so.bat [n cak] sahabat (yg karib): kelihatannya mereka sbg -- lama yg baru bertemu
sobat kental sahabat karib; teman baik (akrab)
suka hati sesuka
suntik sun.tik [v] , me.nyun.tik v (1) mengorek (duri dl kulit) dng jarum dsb: ia -- duri dr dl kulit dng menggunakan jarum berkarat; (2) memasukkan cairan obat ke dl badan dng jarum; menjarum; menginjeksi: dokter telah -- saya; (3) mencocok dng jarum; mengukir (nama dsb) pd logam dng benda tajam: di toko ini ongkos -- bak arloji tidak mahal; (4) memasukkan benih penyakit yg sudah dilemahkan ke dl tubuh untuk memperoleh kekebalan thd penyakit; menyerum: tim dokter sedang sibuk -- cacar di desa yg terjangkit wabah itu; (5) cak membangkit hati (memberanikan, menghasut, dsb); memberi petunjuk (ajaran, nasihat, dsb) sebelum terjadi sesuatu: kalau tidak ada yg -, masakan ia berani menentang usul saya
sunting hati [ki] anak kesayangan
tabah hati tabah
tangkai hati [ki] kekasih
terang hati mudah mengerti; mudah belajar; -- kain belum mengerti (ingat) benar: pembicaraan tt rumah murah kemarin masih -- kain bagiku
terkibuli ter.ki.buli [v] tertipu: pulanglah ia dng hati kesal krn merasa ~ oleh penjual obat di pinggir jalan
tertambat hati terpaut sayang [pb] sangat cinta
tidak lekang dr hati [ki] tidak lepas dr ingatan (selalu diingat)
tobat to.bat [v] sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yg salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan: sekarang ia sudah -- dr kejahatan yg pernah dilakukan; (2) v kembali kpd agama (jalan, hal) yg benar: setelah mendengar khotbah itu banyak orang yg -- kembali ke jalan yg sesuai dng ajaran Tuhan; (3) v merasa tidak sanggup lagi: -- aku mengajar anakmu; (4) p menyatakan rasa heran, kesal, atau sebal: -- ! -- !, bengal betul anak itu!; (5) v cak jera (tidak akan berbuat lagi): ia sudah -- tidak akan mengisap ganja lagi
upah hati penghilang rasa sedih dan gelisah; penghibur
(bagai) duri dl daging [pb] sesuatu yg selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran
abiseka abi.se.ka [n Hin] upacara yg dilakukan dng cara mandi dng air suci (tt penobatan raja atau pejabat tinggi)
abortiva abor.ti.va [n] obat-obatan yg dapat menggugurkan kandungan
acerang ace.rang [Jk n] tumbuhan, daunnya untuk obat; Caleus amboinecus
acuh tak acuh tidak menaruh perhatian; tidak mau tahu
adas [n] tumbuhan bergetah yg tingginya kira-kira 1,5 m, bijinya dijadikan minyak untuk obat; Foeniculum vulgare
adas manis tumbuhan palawija yg buahnya dipakai sbg obat serta rasa dan baunya sedap; Pimpinella anisum
adem [a cak] (1) dingin; sejuk; (2) tenteram (pikiran, hati); tenang; (3) hambar (rasa makanan); tawar
adisiswa adi.sis.wa [n] pelajar yg paling bermutu (pandai, terkenal, menarik perhatian, dsb)
adjuvan ad.ju.van [n Far] obat yg bekerja membantu berkhasiatnya obat lain
adsorben ad.sor.ben [n Kim] zat yg sifatnya dapat menyerap zat lain sehingga menempel pd permukaannya tanpa reaksi kimia (digunakan untuk obat menceret atau penawar racun)
aduhai adu.hai [p] kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dsb yg lebih mendalam dp aduh: -- biji mata Bunda, sampai hatikah Ananda meninggalkan Bunda; -- sungguh indah permata itu; (2) a cak hebat; luar biasa: selain pecatur yg -- , ia juga seorang pemain pingpong yg baik
aeroterapia ae.ro.te.ra.pia [n Bio] pengobatan dng udara dan dl alam terbuka
afrodisiak af.ro.di.si.ak [n] (1) Kim zat kimia yg digunakan untuk merangsang daya seksual, spt yohimbina; (2) Dok obat perangsang kegiatan seksual
agak [n] perkiraan; persangkaan: -- hati saya ia tidak dapat datang malam ini; (2) adv kira-kira; lebih kurang; barang (dl arti lebih kurang): ia akan pergi -- dua minggu; (3) adv sedikit: -- jauh juga rumahnya
agak-agak [adv] (1) hati-hati: ~ bertutur pd malam hari; (2) kiranya; gerangan: apa ~ maksud kedatangannya kemari?
agih-agih kungkang [pb] terlampau murah hati sehingga menderita kesusahan
air di daun keladi (daun keladi dimandikan) [pb] sukar diajar atau dinasihati
air mata duyung air jampi-jampi untuk memikat hati orang
air tepung tawar air yg telah dimantrai (untuk obat dsb)
ajak [v] , meng.a.jak v(1) meminta (menyilakan, menyuruh, dsb) supaya turut (datang dsb): Ibu ~ aku pergi ke pasar; (2) menantang (berkelahi dsb): ia ~ lawan mainnya untuk bertanding; (3) membangkitkan hati supaya melakukan sesuatu: pilot itu ~ penumpang membelot ke negara bebas [Mk p] serupa (dng); seperti [n] anjing hutan, Cuon javanicus
ajuk [v] , meng.a.juk v (1) menduga (kedalaman laut dsb); (2) memeriksa atau hendak mengetahui (isi hati, perasaan, atau pikiran orang) [v] , meng.a.juk v meniru tingkah laku orang (dng maksud mengejek dsb)
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akar beluru tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya dapat dibuat obat; Entada phaseoloides
akar kucing tumbuhan merambat, panjang 2-20 m, beraroma pahit dan tajam, digunakan sbg bumbu, obat mag, obat penurun panas; Toddalia aculeata
akar kuning tumbuhan merambat, tinggi 5-15 m, tumbuh di hutan liar atau hutan bambu, daunnya mengandung alkali dan dapat dipakai sbg obat sakit kepala; Fibraurea chloroleuca
akar pahit akar yg dipakai untuk obat penyakit sesak napas atau asma; Cyclea laxiflora
akar sentagi tumbuhan menjalar yg akarnya digunakan sbg obat
akar sepulih tumbuhan yg dibuat obat; Ophioxylon serpentinum
akar seruntun tumbuhan yg dapat dipakai sbg obat; bratawali yg pahit rasanya; Tinospora tuberculata; -- sulung tumbuhan memanjat, Gynochtodes sublanceolata
akar teriba tumbuhan yg akarnya digunakan untuk mengobati kurap, Rhinacanthus nasuta; -- tikus tumbuhan tropis yg banyak tumbuh di Asia Tenggara, akarnya dibuat obat, Rauwolfia serpentina
akuakultur aku.a.kul.tur [n] (1) pembudidayaan air sehingga menghasilkan; (2) pengusahaan laut untuk mendatangkan hasil (spt ikan, kerang, rumput laut): sudah saatnya Pemerintah mengalihkan perhatiannya pd bidang --
akupunktur aku.punk.tur [n ] pengobatan atau pemeriksaan orang sakit dng tusuk jarum (cara pengobatan Cina); tusuk jarum: pengobatan dng -- sudah populer di Indonesia
akupunkturis aku.punk.tu.ris [n] ahli pengobatan tusuk jarum
akur [a] (1) mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati: saya -- saja dng usulmu; rupanya orang-orang di kampung ini kurang --; (2) cocok; sesuai: salinan itu sudah -- dng aslinya
alang-alang [n] rumput yg tinggi, umumnya tumbuh di dataran rendah, berguna sbg makanan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; Imperata cylindrica
alang-alangan alang-alang.an [a] (1) setengah-setengah; dng segan-segan (setengah hati): dp bekerja ~ lebih baik jangan bekerja sama sekali; (2) sedikit sekali; tanggung-tanggung: ia memberinya bukan ~ melainkan terlalu banyak
alat pengisap oral [Bio] organ untuk mengisap di sekitar mulut pd cacing hati
alat suntik perkakas untuk menyuntik (semacam pompa kecil berujungkan jarum suntik untuk memasukkan obat ke dalam tubuh pasien)
ali [v] , meng.a.li v menampak-nampakkan (memperlihatkan) diri untuk menarik perhatian
alkah al.kah [Ar n] (1) darah beku (bakal bayi di kandungan); (2) hati kecil [n Huk] tanah yg tidak dikerjakan, tetapi pembuka tanah atau keturunannya masih mempunyai hak utama atas tanah itu
alkaloid al.ka.lo.id [n Kim] kelompok senyawa organik bersifat basa yg mengandung nitrogen, diperoleh dr tumbuhan dan hewan, banyak berkhasiat sbg obat
alkalometri al.ka.lo.met.ri [n Kim] (1) penetapan alkaloid; (2) penggunaan alkaloid untuk tujuan pengobatan
alkimia al.ki.mia [n Kim] kimia abad pertengahan yg mendambakan obat kekekalan hidup dan mengubah logam merah menjadi emas
alkohol al.ko.hol [n Kim] (1) cairan tidak berwarna yg mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dl industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yg memabukkan dl kebanyakan minuman keras; C2H5OH; etanol; (2) senyawa organik dng gugus OH pd atom karbon jenuh
allah subhanahu wa taala Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi; ke-Allah-an n hal (sifat-sifat) Allah, yg mengenai Allah
alpa al.pa [a] lalai dl kewajiban; kurang mengindahkan; kurang memperhatikan; lengah
alteratif al.te.ra.tif [n Far] obat pemacu fungsi nutrisi tubuh
altruisme al.tru.is.me [n] (1) paham (sifat) lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dr egoisme); (2) Antr sikap yg ada pd manusia, yg mungkin bersifat naluri berupa dorongan untuk berbuat jasa kpd manusia lain
alu [n] (1) alat untuk menumbuk padi dsb yg dibuat dr kayu; antan; (2) pengaduk yg terbuat dr porselen yg berujung membesar, untuk menggerus, mencampur, dan meracik sediaan obat di dl lumpang [Lihat {elu}]
aman [a] (1) bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg --; (2) bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak --; (3) terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg --; (4) pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- dp membeli di warung; (5) tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --
amat amat, meng.a.mati [v] melihat dan memperhatikan dng teliti: dia ~ barang-barang yg akan dibelinya
ambil marah [cak] jangan berkecil hati
ambil-mengambil am.bil-meng.am.bil [v] memperhatikan; memedulikan
ambung-ambung am.bung-am.bung [n] tumbuhan yg biasanya hidup di pantai, batangnya keras dan daunnya digunakan sbg obat; Scaevola frutescens
amfetamin am.fe.ta.min [n Far] kelompok obat perangsang yg mengimbas perasaan bugar
amfiston am.fis.ton [n Zool] cacing hati yg terdapat pd ujung belakang anggota tubuh
amonia amo.nia [n Kim] gas tidak berwarna, baunya menusuk, terdiri atas unsur nitrogen dan hidrogen, mudah sekali larut dl air, senyawaannya banyak dipakai dl pupuk, obat-obatan, dsb
ampisilin am.pi.si.lin [n Far] salah satu obat antibiotik: daftar itu menambahkan tiga antibiotik utama, yakni -- , tetrasiklin, dan trisulfa
ampo am.po [n] tanah liat merah yg dapat dimakan sbg obat; napal
ampul am.pul , meng.am.pul v menjadi besar; mengembang (spt kacang direndam) [n Dok] tempat obat suntik dr kaca berbentuk tabung kecil [n] tempat air dan anggur yg dipakai pd waktu misa
anak tolakan [Psi] anak yg tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dsb)
analeptik ana.lep.tik [n] obat untuk memulihkan kesehatan
analgesik anal.ge.sik [n Far] obat untuk meredakan rasa nyeri tanpa mengakibatkan hilangnya kesadaran
andap sadar [Dok] (1) keadaan tidak menyadari isi pikiran; (2) daerah penyimpanan pengalaman yg kurang disadari; lubuk hati
anestesi anes.te.si [n Dok] hilangnya rasa pd tubuh yg disebabkan oleh pengaruh obat bius; mati rasa: tanpa -- pembedahan tentu sangat menyiksa pasien
angan mengikat tubuh [pb] bersusah hati krn memikirkan yg bukan-bukan
anggal ang.gal [a] (1) ringan (tt penyakit, perasaan hati, dsb): sakitnya --; (2) senggang (tidak banyak kerja): masa yg --; (3) tidak tenang krn kurang muatan; sedikit muatan; sedikit muatannya: perahu itu --
angguk bukan [pb] lain di mulut lain di hati
angin lalu [ki] (1) sesuatu yg bersifat sementara; (2) kabar yg belum pasti (hanya kata orang); (3) sesuatu yg tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yg remeh
angin-anginan angin-angin.an [a] (1) lekas marah; baran; (2) ki tergantung pd perasaan hati; tidak tetap (dikatakan tt orang yg kadang-kadang baik hati dan suka menolong, kadang-kadang sombong tidak mau kenal orang dsb)
angker ang.ker [a] (1) tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya krn dianggap berhantu; (2) ki tampak menyeramkan (menakutkan): direktur yg -- itu ternyata berhati baik [n] jangkar
angkuh ang.kuh [a] sifat suka memandang rendah kpd orang lain; tinggi hati; sombong; congkak: krn sikapnya yg -- itu, ia tidak disukai orang [n] rupa
angsana ang.sa.na [n] pohon yg bunganya berwarna kuning dan berbau jeruk, kulitnya dapat dimanfaatkan untuk obat, kayunya digunakan untuk pembuatan alat-alat rumah tangga, bahan bangunan, kerajinan tangan, dsb; Pterocarpus indica
anilina ani.li.na [n Kim] zat cair berminyak tidak berwarna dng bau yg khas yg berubah menjadi cokelat pd waktu oksidasi dan mudah menguap dl air, digunakan untuk membuat zat warna, obat-obatan, dan plastik; C6H4NH2
anis [n] (1) tanaman yg banyak tumbuh di kawasan Laut Tengah, buahnya kecil-kecil dan berbau harum, dipakai sbg obat atau rempah-rempah; (2) minuman keras dibuat dr biji anis
anjang-anjang an.jang-an.jang [n] ikan laut, Scolopsis ghanam [n] ketam laut [n] pohon berdahan rendah, daunnya dipakai sbg obat penyakit sifilis; Elaeorpus grandiflora [Jw n] rangka kayu (bambu, besi, kawat) berbentuk anyaman atau kisi-kisi tempat menjalarnya tumbuhan hias
anodin ano.din [n Far] obat untuk meredakan rasa nyeri (msl candu)
anomali ano.ma.li [n] (1) ketidaknormalan; penyimpangan dr normal; kelainan; (2) Ling penyimpangan atau kelainan, dipandang dr sudut konvensi gramatikal atau semantis suatu bahasa; (3) Tek penyimpangan dr keseragaman sifat fisik, sering menjadi perhatian ekplorasi (msl anomali waktu-lintas, anomali magnetik)
antagonis an.ta.go.nis [n] (1) orang yg suka menentang (melawan dsb); (2) Dok dua macam obat atau racun yg mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing; (3) Sas tokoh dl karya sastra yg merupakan penentang dr tokoh utama; tokoh lawan
antagonisme an.ta.go.nis.me [n] (1) pertentangan antara dua paham (orang dsb) yg berlawanan; (2) Bio gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lainnya dng jalan menciptakan keadaan lingkungan yg tidak cocok, msl dng mengeluarkan antibiotika; (3) Dok sifat bertentangan antara benda serupa msl otot, obat, mikroorganisme, penghambatan perkembangan bakteri oleh bakteri lain
antasid an.ta.sid [n Far] zat atau obat yg menetralkan keasaman yg berlebihan dl saluran pencernaan makanan; penawar asam
antelmintik an.tel.min.tik [n Far] obat yg digunakan untuk memusnahkan cacing perut
anti- an.ti- [bentuk terikat] melawan, menentang, memusuhi: gerakan antipolusi; obat antialergi
antianemia an.ti.a.ne.mia [n] obat untuk mencegah atau memperbaiki keadaan kesehatan tubuh krn anemia
antiartritik an.ti.ar.tri.tik [n ] obat untuk meredakan (mencegah) radang selaput sendi
antidepresan an.ti.dep.re.san [n] obat yg berkhasiat mengurangi atau menghilangkan depresi mental: penggalian pengetahuan lebih banyak untuk mengatasi depresi dng obat-obat --
antidiuretik an.ti.di.u.re.tik [n] obat yg menghambat pembentukan air seni
antidot an.ti.dot [n] racun; obat penawar racun (bisa)
antihistamin an.ti.his.ta.min [n] obat yg digunakan untuk mengurangi atau mencegah reaksi histamin (msl alergi)
antipiretik an.ti.pi.re.tik [n] obat penurun demam
antipruritik an.ti.pru.ri.tik [n Far] obat yg berkhasiat menghilangkan rasa gatal
anyang [n] makanan (kerang mentah, daging, dsb) dng rempah-rempah dan garam atau buah-buahan mentah dng lada dan garam [v] meng.a.nyang ha.ti membuat (menyebabkan) sakit (hati): perkataannya ~ hati istrinya
apomorfin apo.mor.fin [n] alkaloid kristal yg dibuat dr morfin yg dikeringkan untuk dijadikan sbg obat perangsang muntah
apotek apo.tek [n] toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis; rumah obat
apotek hidup sebagian tanah yg ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari
apoteker apo.te.ker [n] ahli dl ilmu obat-obatan; yg berwenang membuat obat untuk dijual
arung arung, meng.a.rung [v] (1) berjalan menyeberang (sungai dsb): hati-hati ~ sungai itu; (2) menjelajah: ~ samudra luas; (3) berjalan melintas (rimba): (4) ki menempuh (kesukaran dsb): dng tabah ia ~ berbagai kesukaran hidup
asal menugal adalah benih asal me.nu.gal adalah benih [pb] setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yg memperhatikan)
asam suberat [Kim] asam berbasa dua, mula-mula ditemukan sbg hasil reaksi asam nitrat pd gabus, pd pemanasan tinggi mengeluarkan uap yg menyesakkan, digunakan sbg zat antara pd pembuatan obat, zat celup, dan polimer; HOOC(CH2)6COHH
asisten apoteker orang yg ahli dl pembuatan obat-obatan, setingkat di bawah apoteker
asmara as.ma.ra [n] perasaan senang kpd lain jenis (kelamin); (rasa) cinta: hatinya gundah krn dilanda --
asmarandana as.ma.ran.da.na [n Sen] bentuk komposisi tembang macapat, biasanya digunakan untuk mengungkapkan rasa sedih, prihatin, atau rasa cinta, mempunyai bait yg terdiri atas tujuh baris, masing-masing bervokal akhir i,a,e,a,a,u,a
aspirin as.pi.rin [n] obat sakit kepala (pilek, demam), berupa puyer atau tablet berwarna putih; asam asetilsalisilat
astringen as.trin.gen [n Far] zat yg menyebabkan pengerutan jaringan sehingga dapat mengurangi sekresi (dipakai sbg obat luar untuk merawat kulit)
asyik [a] (1) dl keadaan sibuk (melakukan sesuatu dng gemarnya): mereka sedang -- bekerja; (2) sangat terikat hatinya; penuh perhatian: ia sedang -- membaca buku detektif; (3) senang: saya belum merasakan bagaimana -- nya bermain golf?; (4) berahi; cinta kasih; sangat suka (gemar): putra mahkota itu teramat -- nya kpd tuan putri
atas [n] (1) bagian (tempat) yg lebih tinggi: dr -- bukit kita dapat menikmati pemandangan yg indah; bagian -- dan bagian bawah; (2) sehubungan dng; akan: kami ucapkan terima kasih -- kemurahan hati Saudara; (3) berdasarkan; menurut; sesuai dng: rencana itu harus disusun -- dasar bahan-bahan yg benar; (4) dari: buku itu terdiri -- beberapa bab; (5) dengan: -- kemauan sendiri; -- nama Tuhan; -- usahanya sendiri; (6) karena; disebabkan oleh: -- pertolongan gurunya, ia mendapat pekerjaan; (7) menjadi: barang-barang ini dibagi -- dua golongan; (8) tentang; terhadap: ia berlagak tidak mengerti -- masalah itu
atensi aten.si [n] perhatian; minat: dia menunjukkan -- yg besar thd masalah sosial
atraksi at.rak.si [n] (1) sesuatu yg menarik perhatian; daya tarik; (2) pertunjukan; tontonan: acara perpisahan itu dimeriahkan dng -- sulap oleh anak-anak
aturan atur.an [n] (1) hasil perbuatan mengatur; (segala sesuatu) yg sudah diatur: ~ rumahnya secara Barat; (2) cara (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah) yg telah ditetapkan supaya diturut: kita harus menurut ~ lalu lintas di jalan ; bagaimana ~ minum obat ini?; (3) tindakan atau perbuatan yg harus dijalankan: panitia sedang membicarakan ~ memberantas penyakit malaria; (4) adat sopan santun; ketertiban: dia tidak tahu ~; (5) cak seharusnya; menurut (kebiasaan dsb); biasanya: ~ (nya) dia harus datang sendiri
awas [v] (1) dapat melihat baik-baik; tajam penglihatan: ia sudah tua, tetapi matanya masih --; (2) tajam tiliknya; dapat mengetahui (melihat) segala yg gaib (rahasia dsb): ia mencari dukun yg --; (3) memperhatikan dng baik; waspada: kita harus tetap -- thd gerak-gerik musuh; (4) hati-hati; ingat: -- ada ular; -- copet
ayang-ayang [n ] (1) tumbuhan yg biasa dijadikan ramuan obat-obatan; Lasianthus longifalius; (2) obat yg dibuat dr ramuan tanam-tanaman
ayem [Jw a] tenteram dan damai di hati
bablas bab.las [Jw v] (1) terus; (2) ki lenyap (hilang): uangnya -- dilarikan orang; (3) ki mati: jika kebanyakan makan obat tidur bisa --
baca ba.ca [v] , mem.ba.ca v (1) melihat serta memahami isi dr apa yg tertulis (dng melisankan atau hanya dl hati): dia jangan diganggu, krn sedang -- buku; (2) mengeja atau melafalkan apa yg tertulis; (3)mengucapkan: -- doa, -- mantra; (4) mengetahui; meramalkan: ia dapat -- suratan tangan (garis-garis pd telapak tangan); (5) memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai -- permainan lawan
bagai bersesah kain dapat bagai ber.se.sah kain dapat [pb] memakai sesuatu barang (pinjaman) dng sekehendak hati saja
bagai bertanak di kuali bagai ber.ta.nak di kuali [pb] bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri
bagai berumah di tepi tebing bagai be.ru.mah di tepi tebing [pb] selalu tidak aman hatinya
bagai duri dl daging [pb] selalu terasa tidak menyenangkan hati
bagai menghela rambut dl tepung bagai meng.he.la rambut dl tepung [pb] pekerjaan yg sulit atau pekerjaan yg harus dikerjakan dng hati-hati sekali
bagai menghela tali jala [pb] sangat berhati-hati
bagai siamang kurang kayu [pb] sangat bersedih hati krn menderita kekurangan
bagai unta menyerahkan diri [pb] amat patuh menurut perintah; mengaku salah dan bertobat; menyerah dan menurut
bagak ba.gak [a] (1) besar hati; bangga; (2) Mk berani
bahimiah ba.hi.mi.ah [a] bersifat kebinatangan (dikatakan kpd orang yg hidupnya hanya makan, minum, dan bersanggama): puasa benar-benar mendidik hati nurani manusia untuk menjauhi sifat --
baik ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
bais ba.is [n Tas] tenaga pendorong dl hati manusia yg diperlukan untuk mendapatkan manfaat dan menolak kemudaratan
baja ba.ja [n] (1) logam yg keras; (2) ki sesuatu yg keras dan kuat (tt semangat, kemauan, dsb): bersemangat --; berhati -- [n] pupuk [n] bahan penghitam gigi (dibuat dr minyak dicampur dng arang tempurung kelapa)
bajetah ba.je.tah [Sd n] perdu yg termasuk suku Rutaceae, daunnya berbentuk lonjong, berkhasiat sbg obat demam dan untuk merangsang selera makan anak; daun tikusan, Clausea excavata
bakar ba.kar [v] , mem.ba.kar v menghanguskan (menyalakan, merusakkan) dng api: -- kayu; -- sampah; (2) memanggang (memanaskan) supaya masak: -- satai; (3) membuat sesuatu dng memanggangnya (memanaskannya) dng api: -- bata; (4) ki memanaskan; meradangkan: -- hati; -- perasaan; (5) ki membuat supaya berapi-api; mengobarkan (tt semangat): -- semangat perjuangan pemuda; (6) Olr mematikan (dl permainan bola bakar) pemukul atau pelari sebelum menginjak tempat singgah
balai kesehatan klinik (rumah tempat berobat); balai pengobatan
balas dendam ba.las den.dam [v] perbuatan membalas perbuatan orang lain krn sakit hati atau dengki: -- itu termasuk perbuatan tercela
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
balas-membalas ba.las-mem.ba.las [v] (1) berjawab-jawaban; bersambutan; saling membalas; (2) Huk bersambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); timbal balik; (3) saling memberi (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas sakit hati dsb
balasan ba.las.an [n] (1) jawab (surat dsb); (2) sambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); (3) perbuatan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas kebaikan dsb; (4) perbuatan (hukuman dsb) untuk membalas sakit hati dsb
baliho ba.li.ho [n] publikasi yg berlebih-lebihan ukurannya agar menarik perhatian masyarakat (biasanya dng gambar yg besar di tempat-tempat ramai)
balsam bal.sam [n] minyak kental yg mengandung minyak damar dan minyak asiri, terasa panas jika digosokkan pd kulit sbg obat sakit kepala, masuk angin, dsb
balur ba.lur [n] batu spt kaca; kristal gunung; hablur [n] (1) kulit yg tebal dan keras (di tengkuk kerbau dsb); (2) dendeng (daging atau ikan yg dikeringkan) [n] obat luar yg pemakaiannya dng cara mengoleskan (melumurkan) [Jw n] jalur merah-merah bekas kena cambuk, pukul, dsb
baluran ba.lur.an [n] (1) obat (minyak dsb) yg dibalurkan (dioleskan, dilumurkan); (2) hasil membalur
banar babi tumbuhan, daunnya digunakan sbg obat; Smilax helferi
bangga bang.ga [a] besar hati; merasa gagah (krn mempunyai keunggulan): regu Indonesia boleh -- krn dapat mempertahankan piala Thomas [Jw a] (1) tidak mau menurut; mendaga; membangkang; (2) ki tidak mudah dikerjakan
bangle bang.le [n] umbi-umbian untuk obat tradisional (jamu); Zingiber cassummunar
barbiton bar.bi.ton [n] obat tidur; veronal
barbiturat bar.bi.tu.rat [n Kim] turunan asam barbiturat yg menghasilkan penekanan pd sistem saraf pusat yg mengakibatkan tidur, digunakan untuk hipnotis dan anastetis, mempunyai khasiat sbg obat tidur
basat ba.sat [n Isl] harapan dl hati nurani untuk memperoleh rahmat dan keridaan Allah
basirah ba.si.rah [n] pandangan yg sungguh-sungguh dng mata hati: lihatlah dng -- tanda-tanda kekuasaan Allah
batang betung beruas-ruas batang betung be.ru.as-ru.as [pb] sangat jujur; lurus hati
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batu ba.tu [n] (1) benda keras dan padat yg berasal dr bumi atau planet lain, tetapi bukan logam; (2) akik (untuk mata cincin dsb); (3) intan buatan (untuk melicinkan poros-poros pd arloji): ia membeli jam tangan yg tujuh belas --; (4) baja kecil sbg pencetus api (pd geretan dsb): geretan ini telah habis -- nya; (5) baterai (pd lampu senter dsb): lampu senter dua --; (6) buah (dl permainan catur dsb): kami tidak dapat bermain catur krn beberapa -- catur hilang; (7) kata penggolong bagi gigi: gigi dua --; (8) tonggak (pal, mil): jauh dr sini ke kota itu dua --; (9) ki keras spt batu: berhati --
batu hitam tak bersanding [pb] tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dsb)
bawah sadar endapan perasaan dan tanggapan yg tersimpan dl hati; lubuk hati: kekuatan tenaga batin terdapat dl alam -- sadar manusia
bayam ba.yam n tumbuhan sayuran daun, bentuk daunnya bulat telur dng ujung meruncing dan urat-urat yg jelas, bunganya berbentuk malai yg tegak (banyak macamnya, ada yg dibuat sayur, ada yg untuk obat); Amarantus
bayam duri bayam yg berduri, hidupnya liar, biasa digunakan untuk obat bengkak; Amarantus spinosus
bayam merah bayam yg batang dan daunnya berwarna merah, dapat digunakan untuk obat mejan; Amarantus melancholicus
bayaran ba.yar.an [n] (1) uang yg dibayarkan; biaya; ongkos: orang dapat juga berobat dng -- murah; (2) orang yg dibayar: dia adalah pemain -; (3) upah; gaji: ia mendapat -- sebesar Rp250.000,00 sebulan
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
becermin be.cer.min [v] (1) melihat muka atau diri sendiri dl cermin (air dsb): sebentar-sebentar ia ~ mengamati sanggulnya; (2) ada cerminnya; memakai cermin: almari pakaiannya tidak ~; (3) ki mengambil pelajaran (contoh, teladan) kpd: kita dapat ~ pd pengalaman-pengalaman masa lalu; (4) ki memeriksa dng teliti; meneliti: jika tiap orang mau ~ dl hati sendiri, pasti diketahuinya bahwa dirinya pun tidak bersih dr cacat dan cela
bedah be.dah [n] pengobatan penyakit dng jalan memotong (mengiris dsb) bagian tubuh yg sakit; operasi [Jw a] sobek besar (tt kain dsb); rusak (tt tambak, bendungan, dsb); bobol; robek
bedak be.dak [n] serbuk halus untuk mempercantik muka atau untuk obat kulit; pupur
bekicot be.ki.cot [n] siput darat pemakan daun-daunan dan batang muda; Achatina fulica
beku be.ku [a] (1) padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC; (2) ki tidak mengalami perubahan; (kaku); statis: pepatah-pepatah lama merupakan kalimat yg sudah --; (3) ki tidak memedulikan keadaan sekelilingnya; tidak bereaksi: hatinya jadi -- sejak kegagalan cintanya; (4) tidak berlaku lagi, tetapi belum dicabut (tt dewan, undang-undang, dsb): setelah pemilihan umum selesai, sebelum pelantikan DPR baru, DPR lama dinyatakan --; (5) ki susah mengerti; tidak cerdas: susah mengajar anak yg otaknya --; (6) ki belum boleh diambil kembali (tt simpanan dl bank): simpanan dl bank di luar negeri masih --; (7) ki tidak diselesaikan (tt perkara): perkara itu sampai sekarang masih --
belerang be.le.rang [n] benda bukan logam yg berwarna kuning muda, jika dibakar bernyala biru merah, asapnya berbau busuk, banyak dipakai untuk bahan obat dan industri, terdapat di daerah (di kawah) gunung berapi; sulfur
belum duduk belunjur dulu [pb] sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yg dikehendaki
belum duduk sudah belunjur [pb] sudah bergirang hati dulu sebelum tercapai yg dikehendaki
belum duduk sudah mengunjur belum duduk sudah meng.un.jur [pb] sudah bergirang hati sebelum tercapai apa yg diinginkannya
beluntas be.lun.tas [n] tumbuhan semak yg sering dibuat pagar, daunnya kecil agak bulat berbau langu, dapat dimakan dan untuk obat; Pluchea indica
beluru be.lu.ru [n] tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya biasa dibuat obat; Entada phaseoloides [n] ikan laut jenis tamban
benar be.nar [a] (1) sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; (2) tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; (3) lurus (hati): orang ini amat --; (4) dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; (5) sah: keputusannya --; (6) sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini
bentok ben.tok [v] ke.ben.tok v cak tertumbuk; terlanggar (pd): hati-hati berjalan, nanti kepalamu -- tiang
benzedrin ben.zed.rin [n] obat perangsang saraf dan lazim digunakan dl obat semprot hidung
benzena ben.ze.na [n Kim] (1) zat cair tanpa warna, mudah terbakar, berbau harum, dipergunakan untuk membuat zat warna, bahan peledak, obat, minyak wangi, lak, dan sbg pelarut organik; C6H6; (2) benzol
beragak-agak ber.a.gak-a.gak [v] (1) bermaksud; berniat; berpikir-pikir: ia sudah beberapa kali ~ hendak berkenalan dng tetangganya yg baru itu; (2) ingat-ingat; hati-hati: ia mengatakan sesuatu dng tidak ~ sedikit juga
berangsang be.rang.sang , mem.be.rang.sang 1 a gusar sekali; (2) v merangsang atau membangkit-bangkit hati supaya menjadi berani (marah dsb): dia suka -- orang lain sehingga dibenci orang banyak [a] marah sekali: dia akan ~ kalau diejek spt itu
berani be.ra.ni [a] mempunyai hati yg mantap dan rasa percaya diri yg besar dl menghadapi bahaya, kesulitan, dsb; tidak takut (gentar, kecut): kita harus -- mempertahankan kebenaran
berantas be.ran.tas [v] mem.be.ran.tas v membasmi; memusnahkan: obat ini disediakan untuk -- penyakit malaria
berapa be.ra.pa [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu: -- ekor hewan yg dijual?; -- kilometer jauhnya dr sini?; -- jam kita harus menunggu?; -- rupiah kerugiannya?; (2) kapan; bilamana: tahun -- dia lahir; pukul -- dia datang?; (3) berulang-ulang; berkali-kali: -- pun dinasihati tidak diturutnya juga; (4) ark betapa: sekarang barulah dirasakannya -- malu dihinakan orang di depan umum
berat otak [cak] susah hati; rusuh hati
berawas ber.a.was [v] melihat(-lihat) dng sepenuh perhatian (dng berhati-hati)
berbangga ber.bang.ga [a] berbesar hati
berbatin ber.ba.tin [v] berkata (membaca) dl hati
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbelah-belah ber.be.lah-be.lah [v] terbagi-bagi; (2) kl a tidak tetap (tt hati, pendirian, dsb); bimbang
berbelian ber.be.li.an [v] memanggil dukun untuk mengobati orang sakit: orang kampung masih suka -- untuk mengobati penyakitnya
berbinar-binar ber.bi.nar-bi.nar [v] (1) bersinar-sinar; bercahaya-cahaya: matanya -- menandakan kegembiraan hatinya; (2) berkunang-kunang: penglihatannya --
berbisa ber.bi.sa [v] (1) mengandung zat racun: ular -; (2) ki dapat merusakkan akhlak kehidupan: ajarannya -- bagi masyarakat; (3) mengandung unsur jahat yg dapat menjerumuskan orang lain; (4) ki menyakitkan (hati): mulutnya -
berbudi ber.bu.di [v] mempunyai budi; (2) v mempunyai kebijaksanaan; berakal; (3) v berkelakuan baik; (4) a murah hati; baik hati
berbunga-bunga ber.bu.nga-bu.nga [v] (1) mempunyai hiasan yg bagus-bagus; (2) ki bangga; berbahagia: hatinya --
bercabang ber.ca.bang [v] (1) mempunyai cabang (tt batang pohon, tanduk, lembaga, atau kantor): tanduk rusa itu ~; di desa itu ada pohon nyiur yg ~; (2) terpecah; tidak terpusat pd satu saja (tt hati, pikiran, dsb); mendua; bimbang (tt hati, pikiran): hatinya sudah ~ sehingga sulit dipercaya; (3) berbelah cabang (tt jalan, sungai); bersimpang: jalan (sungai) itu ~ dua; (4) ki tidak dapat dipercaya (tt perkataan): lidahnya ~
bercabang-cabang ber.ca.bang-ca.bang [v] (1) banyak tumbuh cabang (tt pohon); (2) bersimpang-simpang (tt jalan, sungai); (3) terpecah-pecah atau terbagi-bagi (tt hati, perhatian, pikiran, dsb) thd beberapa masalah; tidak terpusat pd satu masalah (tt pikiran, hati)
bercacar ber.ca.car [v] (1) bersuntik cacar (untuk menolak penyakit cacar): ibu-ibu membawa bayinya ~ di balai pengobatan; (2) (sudah) disuntik cacar: agar tidak sakit, kita harus ~ v berlari-lari saja (tt kuda yg masih liar): kuda itu ~ , tidak mau diam
bercenduai ber.cen.du.ai [v] (1) bersenda gurau; (2) bercumbu-cumbuan dng perempuan dng maksud memikat hatinya
bercintakan ber.cin.ta.kan [v] (1) kasih sayang kpd; berahi kpd: krn banyaknya lelaki yg ~ dia, dia menjadi sombong; (2) berharap-harap (ingin) akan; merindukan: dia sakit krn ~ anaknya yg sedang merantau; (3) kl bersedih hati (akan); berduka cita (akan)
berdesah ber.de.sah [v] (1) mengeluarkan bunyi desah; (2) ki membuang napas kuat-kuat untuk menghilangkan kesal hati dsb
berdikit-dikit ber.di.kit-di.kit [v] (1) sedikit demi sedikit: uangnya dikumpulkan secara ~; (2) berhemat, berhati-hati (dl pengeluaran uang): mereka hidup sederhana dng ~
berduka ber.du.ka [v] bersedih; bersusah: janganlah ~ , tabahkan hatimu
berdukacita ber.du.ka.ci.ta [v] bersusah hati; bersedih hati: kami turut ~ sehubungan dng meninggalnya anak Anda
berdukun ber.du.kun [v] (1) berobat atau meminta pertolongan kpd dukun; (2) melakukan pekerjaan sbg dukun
beremas ber.e.mas [v] (1) memakai (perhiasan) emas: jari-jarinya yg ~ itu menarik perhatianku; (2) mempunyai emas (berharta, kaya): hanya orang yg ~ saja yg diundang
beresah-resah be.re.sah-re.sah [v] (1) berada dl resah; berusuh hati: sejak menerima kabar itu, ia ~ seorang diri di kamarnya
bergaris ber.ga.ris [v] ada garisnya; mempunyai garis: kertas ~; ~ bawah mempunyai garis bawah; ada garis bawahnya: perhatikanlah kata-kata yg ~ bawah
bergembira ber.gem.bi.ra [v] merasa bangga dan berani; bersuka hati; berbesar hati: mereka ~ krn dapat naik kelas
bergetah bibirnya ber.ge.tah bibirnya [ki] sangat pandai memikat hati (membujuk dsb)
berhemat ber.he.mat [v] berdikit-dikit atau berhati-hati
beriba-iba ber.iba-iba [v] merawankan hati; menimbulkan rasa belas kasihan: ia meratap dan menangis ~
beribarat ber.i.ba.rat [v] (1) mengandung ibarat: ia gemar membaca pantun yg ~; (2) memberi nasihat (pelajaran dsb) dng ibarat: guru itu suka ~ ketika menasihati muridnya
beribu ber.i.bu [v] (1) mempunyai ibu: sekarang saya tidak ~ lagi; (2) menganggap atau menyebut ibu: kami ~ kpd perempuan yg baik hati itu
berikrar ber.ik.rar [v] berjanji dng sungguh hati; berteguh janji; mengakui (mengesahkan, membenarkan) kebenaran: ia telah ~ mengharamkan laki-laki lain untuk menjadi suaminya
beriman ber.i.man [v] mempunyai iman (ketetapan hati); mempunyai keyakinan dan kepercayaan kpd Tuhan Yang Maha Esa
beringat-ingat ber.i.ngat-i.ngat [v] berhati-hati; dng hati-hati (teliti, cermat)
berita sensasi berita yg terlalu dibesar-besarkan dan untuk menarik perhatian masyarakat
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjalan selangkah menghadap surut ber.ja.lan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan [pb] selalu ingat-ingat (hati-hati) dl melakukan pekerjaan apa pun
berjauh ber.ja.uh [v] , ~ hati ki (1) iba hati; sayu; (2) merasa segan
berjimat ber.ji.mat [v] mempunyai jimat; memakai jimat [v] (1) berhemat; (2) berhati-hati; saksama
berkarat ber.ka.rat [v] ada karatnya; dimakan karat: pisau yg ~ jangan dipakai untuk menyembelih; (2) a ki tua; lapuk; (3) a ki jahat; buruk: hatinya ~
berkata ber.ka.ta [v] melahirkan isi hati dng kata-kata; berbicara: siapa yg ~ demikian?
berkata siang melihat-lihat ber.ka.ta siang melihat-lihat, ber.ka.ta malam mendengar-dengar [pb] jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati
berkeras ber.ke.ras [v] (1) tetap bertahan; tetap berpegang pd pendirian (kehendak, maksud hati); mengotot: biar bagaimanapun, ia ~ hendak pulang; (2) bertindak keras: jangan kamu ~ kpd murid-muridmu
berkeras batang leher ber.ke.ras batang leher mengotot; tidak mau mengalah; tegar hati
berketak-ketik ber.ke.tak-ke.tik [v] (1) berbunyi "ketak, ketik" (tt arloji dsb); (2) ki berdebar-debar hatinya
berketetapan ber.ke.te.tap.an [v] mempunyai kepastian, ketentuan, dan keteguhan: Singapura tetap ~ hati menjadikan dirinya sbg pusat mode di Asia Pasifik
berkocak ber.ko.cak [v] (1) berguncang (tt benda cair); (2) berpalu (tt ombak di pantai dsb): ombak ~ pd batu karang; (3) menjadi keruh atau tidak berseri-seri (tt mata); menjadi rusuh (gelisah): matanya (hatinya) ~
berkontemplasi ber.kon.tem.pla.si [v] merenung dan berpikir dng sepenuh perhatian
berkukuh ber.ku.kuh [v] berteguh hati; tetap berpegang (pd pendiriannya dsb): meskipun disiksa, dia ~ tidak mau memberitahukan tempat persembunyian teman-temannya
berlalai-lalai ber.la.lai-la.lai [v] (1) tidak memperhatikan; (2) bermalas-malas; (3) berlambat-lambat
berleluasa ber.le.lu.a.sa [v] berbuat dng bebas (sekehendak hati): dl menangani pekerjaan itu, kita tidak dapat ~; di asrama ini ia tidak dapat ~ lagi
berlengah-lengah ber.le.ngah-le.ngah [v] (1) bermalas-malas; berlalai-lalai; (2) bersenang-senang hati (berbuat sesuatu untuk melupakan kesusahan yg dialami)
bermacam ber.ma.cam [a] berbagai(-bagai): -- obat telah dicobanya, tetapi ia belum juga sembuh
bermadah ber.ma.dah [v] (1) memuji-muji; mengucapkan syair (sajak) sbg pujian: ia -- untuk mengambil hati gadis itu; (2) berkata: janganlah tuan hamba -- spt itu
bermadu ber.ma.du [v] mempunyai madu: kini ia -- krn suaminya kawin lagi; jarang perempuan -- yg tidak merasa sakit hati
bermengkal ber.meng.kal [v] -- hati memendam rasa marah dl hati; mendongkol: kalau sudah -- hati, satu hari pun dia bisa tidak berbicara
bermi ber.mi [n] tumbuhan menjalar yg hidup di air, daunnya biasa dipakai sbg obat perut kembung dng jalan mengunyahnya sbg lalap; Herpestis monnieria
berminat ber.mi.nat [v] mempunyai (menaruh) minat; cenderung hati kpd; ingin (akan): krn belum mempunyai pekerjaan tetap, ia belum -- untuk menikah
bermuka-muka ber.mu.ka-mu.ka [v] berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan -- antara para kepala suku; (2) adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara --; (3) adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; (4) num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian -- itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja
bernafsu ber.naf.su [v] mempunyai keinginan (dorongan atau gairah hati); ada nafsu; dng nafsu: aku jadi ~ untuk mengusutnya; tidak ~ membeli barang yg mahal-mahal; ia tidak ~ lagi bekerja di kantor itu
berpadang ber.pa.dang [v] , ~ luas ki (1) boleh berbuat atau memilih sekehendak hati; (2) sabar
berpadu ber.pa.du [v] (1) menjadi satu benar; luluh dan bercampur menjadi satu: angin laut dan desir ombak ~ suara; (2) beku dan menjadi keras (tt darah, air gula, dsb): darahnya ~; (3) kukuh krn telah disatukan: partai-partai politik ~ dl satu asas, Pancasila; (4) bercampur (dng): suka dan duka ~ mengharu hati
berpahit-pahit ber.pa.hit-pa.hit [v] (1) ki bersusah-susah; berprihatin; (2) ki menyatakan segalanya dng terus terang (tidak hanya yg baik-baik)
berpesiar ber.pe.si.ar [v] mengadakan perjalanan keliling kota dsb; mengadakan tamasya; berpelesir: ia sering ~ bersama keluarganya untuk menyenangkan hati
bersajak ber.sa.jak [v] (1) mempunyai persamaan bunyi: kata "hati" -- dng kata "sakti"; banyak peribahasa yg -; (2) berbentuk puisi: cerita yg dibacakannya itu -; (3) membacakan lirik; membacakan puisi: ia pandai -- di atas panggung; (4) mengarang puisi: saya -- pd waktu lengang, di saat hati tenang
bersedih ber.se.dih [v] bersusah hati; berduka cita; merasa pilu (belas kasihan dsb)
berselurus ber.se.lu.rus [v] berlaku (bertindak) dng lurus hati (jujur): krn dia selalu ~ saja, akhirnya selamat juga
bersenang-senang ber.se.nang-se.nang [v] berbuat sesuatu dng senang hati atau untuk menyenangkan hati; bersantai; bersuka-suka: disuruhnya orang bekerja mati-matian, tetapi ia sendiri -- saja
bersendu ber.sen.du [v] bersedih hati; berduka cita
berseru ber.se.ru [v] (1) memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: terdengar suara orang -, seolah-olah memanggil kita; (2) berkata atau bersuara nyaring: burung itu mengangguk-angguk sambil -, trilili, lili, lili; (3) mengajak atau menganjurkan: akhirnya, pembicara -- kpd hadirin supaya mem-bantu usahanya
bersesal ber.se.sal, sesal hati [v] menyesal
bersikeras ber.si.ke.ras [v] berkeras (hati); mengotot: dl rapat itu, ia ~ mempertahankan pendapatnya
bersih ber.sih [a] (1) bebas dr kotoran: supaya kita sehat, segala sesuatu diusahakan tetap --; sebelum tidur cucilah kaki dan tanganmu hingga --; (2) bening tidak keruh (tt air), tidak berawan (tt langit): langit -- bertabur bintang; (3) tidak tercemar (terkena kotoran): sungai itu tidak -- lagi krn limbah dr pabrik itu dibuang ke situ; (4) tulus; ikhlas: dng hati -- saya menyerahkan gaji saya kpd Anda; (5) tidak bernoda; suci: meskipun sudah beberapa hari dilarikan pemuda itu, ia masih tetap --; (6) tidak dicampur dng unsur atau zat lain; asli: kebudayaan di daerah itu masih -- dr pengaruh asing; (7) jelas dan rapi: laporannya diketik -- sehingga orang senang membacanya; (8) neto (pendapatan, berat, isi, dsb sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dsb): setelah pembungkusnya dibuang, berat -- barang itu 75 kg; pendapatan -- pertunjukan itu akan didermakan kpd PMI; (9) cak habis sama sekali: begitu disuguhkan, dng sekejap hidangan sudah --
bersiteguh ber.si.te.guh [v] berpegang pd pendapat; berteguh hati
bersukacita ber.su.ka.ci.ta [v] bersuka hati; bergirang hati
bersukaria ber.su.ka.ria [v] (1) bersuka-suka; bergirang hati; beramai-ramai (menyatakan kegirangan); bergembira ria; (2) bersenda gurau
bersungguh-sungguh ber.sung.guh-sung.guh [v] (1) berusaha dng sekuat-kuatnya (dng segenap hati, dng sepenuh minat): jika -- pasti tercapai juga cita-citamu itu; (2) sungguh-sungguh: saya yakin dia -- dng ucapannya
bersungkawa ber.sung.ka.wa [v] bersedih hati; berduka cita; berkabung
bertahan ber.ta.han [v] (1) tetap pd tempatnya (kedudukannya dsb); tidak beranjak (mundur dsb): kita akan ~ di benteng ini sampai titik darah penghabisan; (2) mempertahankan diri (thd serangan, godaan, dsb): mereka ~ thd serangan itu; (3) tidak mau menyerah; berteguh hati; berkeras hati: ia tetap ~ pd pendiriannya; (4) cukup untuk beberapa waktu (tt persediaan dsb): kalau kita berhemat, air ini akan ~ juga satu minggu
bertamasya ber.ta.ma.sya [v] pergi menikmati perjalanan yg menyenangkan; pergi bersenang-senang hati (melihat-lihat) keindahan alam dsb): para wisatawan ~ ke Candi Borobudur
bertanya-tanya 1 ber.ta.nya-ta.nya 1 [v] bertanya ke mana-mana; berkali-kali bertanya (meminta keterangan dsb): ia masuk ke kampung, lalu ~ barangkali ada orang yg tahu; (2) a dl kebimbangan atau heran (seakan-akan bertanya di hati): ia pun tertegun ~ dl hati, apakah sebabnya hal itu terjadi
berteguh ber.te.guh [v] memperkuat hati
bertekun ber.te.kun [v] (1) berkeras hati dan sungguh-sungguh (bekerja, belajar, berusaha, dsb): dl menghadapi ujian, ia ~ belajar; (2) tetap berpegang teguh pd (adat dsb): selama masih ~ pd adat lama, orang akan sukar mendapat kemajuan; (3) ark (pd, di, ke) bertelekan (pd): berdiri ~ ke langkan
bertindak ber.tin.dak [v] melakukan tindakan (aksi dsb); berbuat: saya harus ~ hati-hati; Pemerintah ~ untuk memberantas korupsi
beruas be.ru.as [n] pohon manggis hutan, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas; Garcinia hombroniana
berucap ber.u.cap [v] berkata: penyair ini selalu berusaha ~ dng kalimat yg memikat hati pendengarnya
beruras katang-katang ber.u.ras katang-katang dilumas dng daun katang-katang; (2) ki marah sekali; panas hati
berurat berumbi berurat ber.um.bi [ki] berurat berakar (sudah tertanam benar dl hati dsb)
berurat umbi ber.u.rat umbi sudah mendalam benar-benar (dl hati); sudah mengakar benar-benar (dl hati); (2) sudah lama menetap dan beranak-pinak di suatu tempat;
berusuh be.ru.suh [a] bersusah hati; berduka cita; gelisah: banyak orang yg ~ hati krn kematian ulama itu
besar kepala sukar dinasihati; keras kepala; bengal; (2) sombong
besaran be.sar.an [n] pohon, daunnya dapat dijadikan obat, dan digunakan untuk makanan ulat sutra; Morus alba
besit be.sit , mem.be.sit v menyebat (mencambuk) dng rotan , ter.be.sit a terharu; iba; rawan: hatinya -- mendengar berita itu
bestral bes.tral, pem.bes.tral.an [n ] pengobatan dng sinar-X
bibir nya bergetah [ki] sangat pandai memikat hati (membujuk dsb)
bidik bi.dik [v] mem.bi.dik v (1) mengarahkan (pistol, alat potret) ke sasaran; mengincar: baru -- hendak menembak, sudah kena tembak dr belakang; (2) memandang dng arah pandangan yg tetap: ia -- ke bawah seakan-akan ada yg menarik perhatiannya
bijaksana bi.jak.sa.na [a] (1) selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; (2) pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan dsb: dng -- ia menjawab pertanyaan yg bersifat menjerat
bimbang bim.bang [a] (1) (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu; (2) (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang [n] upacara atau pesta adat [v] berganti-ganti; bergantian
bimbing pembaca anggota staf profesional, berpengalaman, dan cendekia yg diberi tugas membimbing pembaca dl memilih buku, menarik perhatian pembaca, menjalin hubungan erat dng lembaga pendidikan, dan secara umum mengembangkan daya guna buku
binal bi.nal [a] (1) bengal; tidak menurut: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi --; (2) selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar: kuda yg -- itu terlepas kembali
bingit bi.ngit [a] (1) tidak senang; kurang nyaman; (2) Mk iri hati; dengki
bintan bin.tan [n] pohon kayu yg biasanya tumbuh di sepanjang tepi sungai, akarnya sering dicampur dng pinang untuk obat cuci perut; Cerbera mangkas
bismut bis.mut [n] (1) logam yg dipakai untuk mengobati sakit usus, perut, dsb; (2) Kim logam getas berwarna putih perak; unsur dng nomor atom 83, berlambang Bi, dan bobot atom 208,9804
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
bobok bo.bok [v cak] tidur (untuk anak-anak): -- lah anakku, hari sudah larut malam [v] , mem.bo.bok v membuat lubang (pd tembok dsb) [Jw n] daun, umbi-umbian, dsb yg dilumatkan (dng batu penggiling dsb) dipakai sbg obat luar dng cara menempelkannya pd bagian yg sakit
bongmeh bong.meh [Cn v] mem.bong.meh v (1) merasai debar jantung dng meraba pergelangan tangan; (2) mengajuk (hati atau pendapat orang)
botol infus botol berisi cairan makanan, obat, dsb yg dialirkan ke tubuh pasien melalui selang dan jarum: sejak dioperasi dia tidak boleh berpisah dng -- infus
buak bu.ak , mem.bu.ak v membual [Mk a] tidak tetap hati, pikiran, dsb; bertingkah
bual bu.al [n] (1) luapan (pancaran) air yg keluar (spt air mendidih, air dr mata air): mereka melihat -- mata air panas itu; (2) kepulan asap yg bergolong-golong (spt pd asap rokok yg dikeluarkan dr mulut pengisap rokok) [n] omong kosong; cakap besar (kesombongan): geli hatiku mendengar -- mereka
bubur Bordeaux [Tan] campuran 1 kg terusi dan 1 kg kapur dl 115 liter air yg digunakan sbg obat semprot pemberantas penyakit tanaman krn serangan jamur
bubur Burgundi [Tan] obat semprot spt bubur Bordeaux, tetapi dibuat dng mencampur 1 kg terusi dng 1 kg natrium karbonat dl 115 liter air
bulangan bu.lang.an [n] pohon yg daunnya dapat digunakan sbg obat mejan; Gmelina asiatica
bulat kata sepakat; seia; sehati
bulat pikiran bulat hati; sehati memusatkan pikiran
bulat tekad tetaphati membulatkan hati kesatuan tekad
bumping bum.ping [n] tidak rata (tt permukaan tanah dsb): stadion sepak bola itu -- sehingga para pemain harus berhati-hati
buncah bun.cah [a] (1) keruh (tt air); (2) gelisah; kacau (tt hati atau pikiran)
bunga landak tumbuh-tumbuhan yg berduri, akar dan daunnya dijadikan obat; Barleria prionitis
bunga manila tanaman hias; rebusan akarnya dapat digunakan sbg obat menceret; Tebernaemontana diviricata
bungkus tulang dng daun talas [pb] menyembunyikan rahasia dng tidak berhati-hati
bunglai bung.lai [n] tumbuhan yg akarnya dibuat obat, Zingiber cassumunar
cabar ca.bar [ark a] (1) hilang dayanya; tidak manjur (tt guna-guna dsb): keampuhan aji-aji itu akan -- manakala terdengar ayam berkokok; (2) tawar (tt hati, keberanian); (3) kurang ingat; lalai; lengah; (4) kurang (tidak) hemat; boros: orang yg -- tidak akan kaya
cah [p] kata seru untuk menyatakan perasaan tidak suka, menghina, terkejut, dsb [Cn n] masakan sayur (sawi, jamur, udang, hati ayam, dsb) yg berkuah sedikit
cahaya mata sinar mata; (2) ki kekasih; pelita hati
calir jerawat calir yg digunakan untuk mengobati jerawat
cam [v] berminat; memperhatikan: tidak berapa -- , tidak banyak memperhatikan sehingga tidak berapa mengerti ? kecam
camau ca.mau [n] (1) pohon yg akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit kencing nanah; Dracaena angustifolia; (2) akar camau
cangar ca.ngar, men.ca.ngar [Jw n] membuka mulut (anak kecil) dng paksa (dng memencet hidungnya) untuk meminumkan obat dsb
cangkang cang.kang [n] (1) kulit telur; (2) rumah siput atau kerang; (3) kulit keras yg menutupi badan (pd penyu, kura-kura, dsb) [a] kurang sopan; kurang ajar terutama suka menjawab dng keras apabila dimarahi (dinasihati)
cangkring cang.kring [n] (1) pohon yg batangnya berduri dan akarnya dapat dipakai sbg obat penyakit beri-beri; Erythrina fusca; (2) akar cangkring
cangkuk cang.kuk [Lihat {cangkok}] [n] benda yg melengkung yg merupakan kait (spt gancu, angkus, sangkutan kelambu) [n] obat yg dibuat dr bunga yg dikeringkan [Mk n] pekasam ikan
cantik can.tik [a] (1) elok; molek (tt wajah, muka perempuan); (2) indah dl bentuk dan buatannya: meja ini -- sekali [Mk a] (1) suka bersikap menarik perhatian laki-laki; genit; centil: anak gadis itu -- sekali; (2) amat suka bersetubuh; gasang
capa ca.pa [n] (1) tumbuhan yg akar dan daunnya dapat dibuat sbg obat; sembung; Blumea balsamifera; (2) daun sembung; (3) akar sembung [ark n ] permainan judi (dng taruhan uang)
catatan anekdot ca.tat.an anekdot catatan tt kejadian yg bertalian dng masalah yg sedang menjadi pusat perhatian pengamat, terutama catatan tt tingkah laku individu yg bersifat khas
cekok ce.kok [n] obat tradisional yg dibuat dr ramuan rempah-rempah yg digiling dan dibungkus kain untuk diminumkan secara paksa dng memeraskannya ke dl mulut (biasanya untuk anak kecil)
cekokan ce.kok.an [n] (1) obat cekok; (2) ki ajaran atau penerangan yg diterima begitu saja secara terus-menerus: pandangan hidup yg keliru ini adalah sisa-sisa ~ zaman penjajahan dahulu
ceku ce.ku [ark v] men.ce.ku v (1) menekan (melukai dsb) dng kuku; membenamkan barang-barang kecil yg tajam: ia ~ dng kukunya; (2) hendak muntah: anak itu ~ oleh pahitnya obat itu
cekur ce.kur [n] (1) tumbuhan yg umbinya untuk bahan obat-obatan, daunnya tumbuh rapat di atas tanah, bunganya putih, baunya wangi; Kaempferia galanga; (2) umbi cekur
cemas ce.mas [a ] tidak tenteram hati (krn khawatir, takut); gelisah: masyarakat -- mendengar kabar wabah cacar itu; -- hatinya selama menantikan keputusan hakim itu [kl adv] ce.mas-ce.mas adv hampir-hampir: penjahat itu ~ mati tertembak
cemburu cem.bu.ru [a] (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia -- melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; (2) kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu -- kalau suaminya pulang terlambat
cemekian ce.me.ki.an [n] (1) tumbuhan yg bijinya dibuat obat pencuci perut atau pencahar; Croton Tiglium; (2) biji cemekian
cempala mulut lancang mulut (suka melukai hati orang), terutama dng perkataan
cendera cen.de.ra [Lihat {candra}] [n] , -- mata 1 pemberian (sbg kenang- kenangan, sbg pertanda ingat, dsb); tanda mata; (2) kekasih; jantung hati [kl a] nyenyak (tt tidur): Baginda sedang tidur dng --
cenderai cen.de.rai [n] jenis pohon (daunnya digunakan sbg obat): Grewia paniculata
cenderung cen.de.rung [a] (1) agak miring; tidak tegak lurus; condong: bangunan itu tiangnya -- ke depan; (2) menaruh minat (keinginan, kasih, dsb) kepada; suka (ingin) akan: semakin nyata bahwa hatinya -- kpd gadis miskin itu; ia selalu -- berbuat yg tidak baik
cenduai cen.du.ai [n] guna-guna (mantra) untuk memikat hati wanita
cengkerama ceng.ke.ra.ma [n] (1) percakapan untuk menggembirakan hati; senda gurau; (2) perjalanan untuk bersenang-senang (bertamasya dsb)
cengli ceng.li [a cak] (1) sudah sepatutnya (semestinya); masuk akal; (2) lurus hati; jujur
ceraka ce.ra.ka [n] pengukup pakaian dsb (dibuat dr rotan dsb) [n] tumbuhan yg akarnya dapat dipakai sbg obat; jarak; Plumbago zeylanica
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
cerap ce.rap [a] acuh; memperhatikan: kurang --; tidak --
cerek ce.rek [n] (1) tempat air minum yg bercerat, dibuat dr loyang dsb; (2) alat untuk menjerang air, rupanya spt cerek, dibuat dr tembaga, kaleng, dsb; (3) alat untuk menyiram bunga yg berbentuk spt cerek yg besar; embrat; gembor [n] tumbuhan kecil (semak-semak) yg daunnya dapat dipakai sbg obat; Clausena excavata
ceria ce.ria [a] (1) bersih; suci; murni; (2) berseri-seri (tt air muka, wajah); bersinar; cerah [ark n] (1) perkataan tertentu (spt mantra) yg dibacakan ketika penobatan raja; (2) aturan-aturan dan adat kebiasaan thd raja (semacam pernyataan setia)
cermat cer.mat [a] (1) penuh minat (perhatian); saksama; teliti: ia mengerjakan soal-soal hitungan dng --; (2) berhati-hati dl memakai uang dsb; hemat: ia seorang wanita yg -- sehingga tidak ada uangnya yg terhambur begitu saja
cermin cer.min [n] (1) kaca bening yg salah satu mukanya dicat dng air raksa dsb sehingga dapat memperlihatkan bayangan benda yg ditaruh di depannya, biasanya untuk melihat wajah ketika bersolek dsb; (2) ki sesuatu yg menjadi teladan atau pelajaran: R.A. Kartini memang wajar menjadi -- kaum wanita; (3) ki sesuatu yg membayangkan perasaan (isi hati, keadaan batin, dsb): surat kabar ialah -- isi hati rakyat
ceroboh ce.ro.boh [a] (1) tidak sopan; kasar (kurang ajar dsb): anak itu sangat -- thd orang tuanya; (2) keji: buruk mukanya lagi -- hatinya; (3) sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik: ia sangat -- sehingga pekerjaannya banyak yg kurang beres; (4) tidak rapi; tidak bersih; gabas
cespleng ces.pleng [a cak] manjur (mujarab) sekali (tt obat-obatan dsb): obat ini betul-betul -- , sekali diminum penyakit akan hilang
cewang ce.wang [Mk a ] tidak tetap hati (pikiran)
cinta cin.ta [a] (1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup -- kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; (4) kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu
ciri ci.ri [n Sas] mantra (doa) yg dibacakan pd waktu penobatan raja; ceria: setelah orang yg hendak diberi gelar itu datang, dibacalah -- [n] (1) tanda khas yg membedakan sesuatu dr yg lain: apa -- anak yg hilang itu?; (2) Ikn tanda pd organisme yg merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan; (3) Ling tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
ciri ekstralinguistis ciri yg tidak menjadi perhatian utama linguistik atau yg dianggap tidak terlalu relevan bagi bahasa sbg alat komunikasi, msl isyarat badan atau nada suara
ciri intralinguistis ciri yg menjadi perhatian utama linguistik, msl ciri pembeda dr satuan fonologis atau ciri makna
cita ci.ta [n] (1) rasa; perasaan hati; (2) kl cipta; (3) cita-cita; (4) cinta; (5) ide; gagasan [n] kain tenun dr kapas dsb yg berbunga-bunga atau berwarna-warni (biasanya untuk bahan baju dsb)
ciut ci.ut [a] (1) sempit; picik; (2) menjadi sempit; menyusut; mengerut: ruang gerak perusahaannya semakin --; (3) ki tawar; takut (tt hati, perasaan): mendengar itu hatiku bertambah -- [n] tiruan bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
condong con.dong [a] miring (tt barang yg tegak): tiang itu -- sedikit; (2) v bergeser dr titik kulminasi (tt matahari): matahari sudah -- ke barat; (3) v cenderung (kpd); memihak (kpd); suka atau tertarik hatinya (kpd): hatinya -- kpd gadis itu
cuca cu.ca [kl n] men.cu.ca v mencerca; mengumpat [kl n] mantra (jampi) untuk menawar bisa, mengobati luka, mengebalkan tubuh, dsb
cuci perut membersihkan perut dng memakan obat pencahar (urus-urus)
culan cu.lan [n] (1) pohon perdu, biasanya dipergunakan untuk pagar hidup, bunganya harum, daunnya dipergunakan obat; pacar cina; Aglaia odorata; (2) daun culan
culas cu.las [a] malas sekali; tidak tangkas; lamban [a] curang; tidak jujur; tidak lurus hati: lakumu keji, hatimu --
cuma-cuma cu.ma-cu.ma [adv] (1) tidak ada gunanya; sia-sia: ~ dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; (2) tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis: obat-obatan diberikan dng ~; sekalian orang boleh menonton acara itu dng ~
cunam hidup alat yg berbentuk spt catut untuk menjepit hidung sapi atau kerbau agar mudah dikendalikan dan tidak berontak jika dipegang atau diperiksa untuk diobati
curang cu.rang [a] tidak jujur; tidak lurus hati; tidak adil: orang yg munafik senantiasa berhati --
curiga cu.ri.ga [kl n] keris [a] (1) berhati-hati atau berwaswas (krn khawatir, menaruh syak, dsb): kita harus tetap -- krn banyak pengacau yg berkedok sbg pembela bangsa; (2) (merasa) kurang percaya atau sangsi thd kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dsb): Ibu -- akan kebenaran ceritaku
dab dab, me.nge.dab [v Sen] (1) mengganti suara asli pemain film dng suara orang lain, biasanya dl bahasa lain, dng memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara: dia ~ film Itali dl bahasa Inggris; (2) mengisi suara orang lain (dl film): ia biasa ~ suara dl film silat
dabit da.bit [n Isl] orang yg kuat hafalnya, selalu berhati-hati dl menukil hadis, tidak keliru tt urutan perawi hadis
dablek dab.lek [Jw a] (1) tidak ambil pusing meskipun dimaki-maki, dinasihati, dsb; tebal telinga; (2) tidak tahu malu; tebal muka
dada lega [ki] senang hati
dadah da.dah [n] (1) berbagai obat yg tersedia (sudah terkemas, siap pakai); (2) bahan narkotik (spt ganja, heroin) yg membius, meracuni, dan membinasakan orang yg menggunakannya secara berlebihan [p cak] mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan)
dadap ayam dadap yg dapat tumbuh dng baik di tempat-tempat terbuka yg tanahnya bercampur pasir dan cukup lembap, daunnya biasa dipakai sbg peluruh air susu atau untuk obat sakit ginjal, kulit batang dan akarnya mengandung racun; Erythrina orientalis
dakar da.kar [a] (1) tetap tidak mau menurut (mengalah, menyerah); keras kepala; tegar hati; (2) terlalu berani (tanpa perhitungan); nekat [Lihat {zakar}]
dalam laut boleh diajuk dalam laut boleh di.a.juk , dalam hati siapa tahu [pb] apa yg tersembunyi di dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui
dalam-dalam da.lam-da.lam [adv] (1) banyak-banyak: mengambil napas ~; (2) ki jauh ke lubuk hati (sehingga betul-betul dapat dihayatinya): nasihat ibunya diresapi se ~ nya sehingga menjelma di segala langkahnya
dalaman da.lam.an [n] semua yg ada dl perut atau bagian perut (spt babat, usus, paru-paru, hati); jeroan
damai da.mai [n] tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman: dl masa -- perindustrian maju pesat; (2) a tenteram; tenang: betapa -- hati kami; (3) n keadaan tidak bermusuhan; rukun: penduduk kampung itu selalu hidup dng --; semuanya dapat diselesaikan secara --
damba dam.ba [a] sangat ingin; rindu: seorang anak yg -- akan kedamaian abadi [ark v] , men.dam.ba v merebahkan diri pd; memeluk [a] diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hati
damping dam.ping [a] dekat; karib; rapat (tt persaudaraan dsb): jauh di mata -- di hati ? dampeng [Lihat {dumping}]
dangkal dang.kal [a] (1) tidak dalam (tt sungai dsb); tohor; cetek: perahu itu kandas di bagian sungai yg --; (2) ki belum paham atau belum mendalam benar (tt pengetahuan dsb); belum meresap benar: pengetahuannya tt kebudayaan bangsanya sendiri masih --; mendangkal v menjadi dangkal [Jk a] (1) keras dan tidak baik masaknya (tt buah-buahan); (2) tidak berair dan tidak subur (tt tanaman); (3) ki tebal hati tidak lemah lembut; (4) ki terbengkalai; tanggung-tanggung (tt pekerjaan)
dangkal telah keseberangan dangkal telah keseberangan, dalam telah ke.a.juk.an [pb] telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)
dapat da.pat [adv] mampu; sanggup; bisa; boleh; mungkin: serangan musuh tidak -- ditahan; isi hatinya tidak -- kita ketahui; (2) v cak menerima; memperoleh: pemuda yg membacok temannya itu -- hukuman penjara tiga bulan; (3) v ditemukan; tertangkap dsb: ke mana pun dicarinya, anting itu tidak -- juga
darat da.rat [n] (1) bagian permukaan bumi yg padat; tanah yg tidak digenangi air (sbg lawan dr laut atau air): bukan main senangnya hati kami naik ke -- setelah lima hari terapung-apung di laut; (2) tanah atau bumi (sbg lawan dr angkasa): beberapa detik sebelum tiba di -- , payungnya baru mengembang; (3) tanah yg tinggi (sbg lawan dr tanah yg rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sbg lawan tanah persawahan dan rawa-rawa): b bagian terdiri atas rawa-rawa dan 1/3 bagian adalah tanah --; (4) daerah pedalaman (sbg lawan dr daerah pantai): ia bekerja di pelabuhan, padahal rumahnya jauh di --
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
datang da.tang [v] tiba di tempat yg dituju: ia -- pukul 08.00; (2) v berasal: mereka -- dr desa; dr mana -- nya cinta, dr mata turun ke hati; (3) v hadir; muncul: ia tidak -- krn sakit; tiba-tiba ia -- di tengah-tengah kita; (4) n kelak kemudian; nanti: masa --
datu da.tu [n] (1) Sas raja; ratu; (2) Mk orang yg pandai tt ramuan-ramuan obat; dukun; (3) orang yg keramat; orang yg telah meninggal
datuk da.tuk [n] (1) bapak dr orang tua kita; kakek; aki: orang tua itu bukan ayahnya, melainkan -- nya; (2) orang yg tertua dl keluarga; (3) gelar kehormatan bagi orang yg dituakan (berpangkat tinggi, tinggi martabatnya): -- Bendahara; -- Tumenggung; (4) Mk penghulu adat; (5) jin atau hantu penunggu (suatu tempat dsb); (6) berhala; toapekong; (7) kl harimau: hati-hati kalau bertemu dng -- di hutan itu
daun bangun-bangun tanaman untuk bumbu masak atau obat; Coleus amboinicuas
daun encok tumbuhan perdu (semak) yg tingginya mencapai 2,5 m, tumbuh tegak, daunnya tumbuh berseling, berwarna hijau, dapat digunakan sbg obat encok; Plumbago zeylanica
daun kepialu daun pohon lakum, biasanya dipakai untuk mengobati penyakit demam; Vitis trifolia
daun sendok tumbuhan herba yg daunnya berbentuk lonjong, buah lonjong, bijinya hitam, akar dan daun dapat digunakan untuk obat batuk; Plantago major; -- sepenuh tumbuhan, Eurycles amboinesis
daun sipat tumbuhan yg bisa dipakai untuk obat
daun swanggi daun yg digunakan untuk obat pencegah kehamilan (di Irian Jaya); Eclipta Alba
daya tanggap kemampuan menerima dng pancaindra dan memberikan reaksi terhadapnya; -- tangkap kemampuan memahami apa yg ditangkap atau diterima oleh pancaindra: banyak membaca adalah suatu cara untuk melatih -- tangkap anak; -- tarik kemampuan menarik (memikat) perhatian: -- tarik wanita itu ada pd keramahan dan keluwesannya dl bergaul
dayu da.yu [v] , men.da.yu v (1) berbunyi (bersuara) sayup-sayup sampai: dr jauh terdengar bunyi burung hantu ~ menyedihkan hati; (2) menimang-nimang anak sambil bersenandung (supaya tidur)
debat de.bat [n] pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing: debat tt calon presiden mendapat perhatian dr masyarakat
dedak de.dak [n] serbuk halus dr kulit padi (untuk makanan ayam, itik, dsb) [a] , ber.de.dak a bersesak-sesak; berapat-rapat (tt perahu dsb) [a] ber.de.dak a menaruh dendam; sakit hati: memang sudah lama aku ~ melihat tingkah lakumu selama ini
deg deg, deg-deg.an [v cak] berdebar-debar: hatinya ~ menanti kelahiran anak pertamanya
degenerasi de.ge.ne.ra.si [n] (1) kemunduran atau kemerosotan generasi (tidak sebaik generasi sebelumnya): penggunaan obat bius di kalangan anak-anak muda dapat mengakibatkan --; (2) Dok kemunduran, perubahan menjadi sesuatu yg rusak
degil de.gil [a] tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu: anak ini memang -- , tidak bisa dinasihati
deging de.ging [Jk v] ber.de.ging v berkeras hati; berkuat-kuat; mengotot
dekam de.kam [v] ber.de.kam v (1) merendahkan tubuh dalam-dalam sambil berlutut dan menunduk (spt ayam yg sedang mengeram, harimau yg hendak menerkam mangsanya, maling yg sedang bersembunyi); (2) selalu tinggal di rumah saja; lama tinggal di suatu tempat (tidak berpindah-pindah); meringkuk: terpaksa ia harus ~ di rumah sakit untuk perawatan tulangnya yg patah; (3) cak selalu melekat dl ingatan: sukar melenyapkan cita-cita yg sudah lama ~ di hatiku
dekantasi de.kan.ta.si [n Kim] proses mengenapkan semua endapan, kemudian menuang hati-hati cairan di atas endapan sehingga endapan tetap tinggal dl wadah semula
demabrasi de.mab.ra.si [n Dok] pengobatan dng pengikisan atau pengelupasan kulit
demoralisasi de.mo.ra.li.sa.si [n] kemerosotan akhlak; kerusakan moral: -- di kalangan remaja memprihatinkan semua pihak
dendam berahi perasaan cinta kasih yg berkobar dl hati
depot de.pot [n] (1) tempat menyimpan barang (dagangan dsb); (2) rumah kecil tempat berjualan es, rokok, obat, dsb
derana de.ra.na [ark a] tahan dan tabah menderita sesuatu (tidak lekas patah hati, putus asa, dsb)
derita de.ri.ta [n] sesuatu yg menyusahkan yg ditanggung dl hati (spt kesengsaraan, penyakit): ia telah merasakan berbagai --
derma der.ma [n] pemberian (kpd fakir miskin dsb) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dsb (kpd perkumpulan sosial dsb): orang kaya sebaiknya mau memberi -- kpd fakir miskin
dermatologi der.ma.to.lo.gi [n] ilmu penyakit kulit dan pengobatannya
dermawan der.ma.wan [n] pemurah hati; orang yg suka berderma (beramal, bersedekah): dia terkenal sbg seorang -- di kampung ini
despot des.pot [n] penguasa tunggal yg berbuat sekehendak hati; kepala negara atau raja yg menjalankan kekuasaan dng sewenang-wenang
dengan de.ngan [p] (1) beserta; bersama-sama: ia pergi -- anak istrinya; (2) dan: Saman -- Simin tinggal sekampung; (3) memakai (menggunakan) suatu alat: melempar -- batu; menusuk -- belati; melukis -- cat; (4) kata penghubung menyatakan hubungan kata kerja dng pelengkap atau keterangannya: bermain -- temannya; (5) kata penghubung untuk menerangkan cara (bagaimana terjadinya atau berlakunya); sambil; seraya: ia menjawab -- tersenyum; harus datang sendiri -- membawa ijazah; (6) kata penghubung menerangkan (sifat): diperhatikan -- sungguh-sungguh; gawangnya dijaga -- ketat; menyerang -- gagah berani; (7) oleh; karena: lemarinya penuh -- buku; (8) atas: -- kemauan sendiri; (9) penghubung untuk menyatakan keselarasan (kesamaan, kesesuaian): menyesuaikan -- keadaan lingkungan; mukanya mirip -- ibunya; -- sendirinya sendiri (dng arti yg lebih kuat); otomatis: bergerak -- sendirinya [kl n] (1) sahabat; (2) Mk hamba tebusan; budak: Datuk Bendahara itu banyak sekali -- nya; (3) saya; aku
determinasi de.ter.mi.na.si [n] (1) hal menentukan (menetapkan, memastikan): -- arti sebuah kata dilihat dr hubungannya dl kalimat secara keseluruhan; (2) ketetapan hati (dl mencapai maksud atau tujuan)
detikan kalbu de.tik.an kalbu getaran hati
dewi de.wi [kl n] (1) dewa perempuan; (2) ki perempuan yg cantik; (3) ki jantung hati
diaforetik di.a.fo.re.tik [n Dok] obat yg merangsang pengeluaran keringat
diatermi di.a.ter.mi [n Dok] pemanasan jaringan bagian tubuh dng mengalirkan listrik bertekanan tinggi untuk pengobatan tumor ganas
diberi bertali panjang diberi ber.ta.li panjang [pb] diberi kebebasan yg seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya: ~ boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing, pb ada tanda (bukti) yg jelas atau yg boleh dipegang teguh
diet makrobiotik usaha mencapai kondisi sehat melalui diet (dng memperhatikan faktor tradisi, ekologi, iklim, usia, jenis kelamin, dan faktor individual) dan menghindari makanan yg mengandung bahan kimia
digitalis di.gi.ta.lis [n] obat kuat yg diramu dr daun, Digitalis purpurea
dilayangkan di.la.yang.kan [v] (1) diterbangkan; (2) diarahkan; dikirimkan: pandang jauh ~ , pandang dekat ditukikkan, pb segala sesuatu diperhatikan dan diperiksa dng saksama
diplomatis dip.lo.ma.tis [a] bersifat sangat berhati-hati dl mengutarakan pendapat (dng menggunakan kata-kata atau kalimat yg samar-samar atau terselubung): anggota delegasi itu menjawab pertanyaan para wartawan dng kata-kata yg --
disinfektan dis.in.fek.tan [n] bahan kimia (spt lisol, kreolin) yg digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik; obat untuk membasmi kuman penyakit
diskusi panel diskusi yg dilakukan oleh sekelompok orang (yg disebut panel) yg membahas suatu topik yg menjadi perhatian umum di hadapan khalayak, pendengar (siaran radio), atau penonton (siaran televisi), khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat
disolventia di.sol.ven.tia [n Dok] obat pelarut yg menambah kadar zat cair badan dan membuat getah-buang lebih encer atau membuat batu, tumor, dsb larut
diuji sama merah di.u.ji sama merah, dl hati (ditail) sama berat [pb] sudah cocok benar (tt suami istri)
diuretik di.u.re.tik [n] obat pendorong produksi air seni
dokter dok.ter [n] lulusan pendidikan kedokteran yg ahli dl hal penyakit dan pengobatannya
dokter gigi dokter yg mempunyai keahlian dl pengobatan gigi
dokter praktik umum dokter yg memiliki kemampuan mengobati berbagai penyakit dan melakukan praktik medis untuk umum
dongak do.ngak , men.do.ngak v (1) terangkat sedikit ke atas dan ke muka (tt kepala, ujung meriam, dsb): meriam itu ditemukan dng ujung ~; (2) menengok ke atas; menengadah: ia ~ memperhatikan layang-layang yg sedang diadu
dongkol dong.kol [a] (1) tidak bertanduk: kerbau -- itu tidak bisa bertarung; dogol; (2) ki sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi: lurah -- [a] men.dong.kol v berperasaan kesal yg terpendam di dl hati; memendam rasa dongkol: banyak orang ~ kepadanya krn merasa ditipu
dosis do.sis [n Dok] (1) takaran obat untuk sekali pakai (dimakan, diminum, disuntikkan, dsb) dl jangka waktu tertentu: pasien itu pingsan krn menelan pil melebihi -- yg ditentukan oleh dokter; (2) ukuran pengobatan yg harus diberikan untuk jangka waktu tertentu (tt radiasi atau penyinaran pd daerah atau bagian tubuh tertentu); (3) Fis jumlah energi atau tenaga yg diberikan oleh zarah pengion kpd suatu satuan massa bahan yg disinari atau diradiasi pd tempat yg diselidiki atau diminati
duga du.ga [v] men.du.ga v (1) mengukur dalamnya laut (sungai dsb): kami harus ~ lebih dulu dalamnya muara sungai itu; (2) menyangka; memperkirakan (akan terjadi sesuatu): saya ~ dia akan marah; mereka ~ bahwa kita buta akan kecurangan-kecurangan mereka; (3) hendak mengetahui (isi hati dsb): berbagai pertanyaan kuajukan untuk ~ isi hatinya
duka du.ka [a] susah hati; sedih hati: kawan dl suka dan --
dukacita du.ka.ci.ta [n] kesedihan (hati); kesusahan (hati)
dukun du.kun [n] orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb)
dukun japa dukun yg mengandalkan mantra sbg sarana pengobatan
dukun susuk dukun yg mempunyai keahlian khusus mengobati penyakit dng menusukkan jarum emas pd bagian bawah kulit
dukun tiban orang yg dl waktu terbatas mempunyai kemampuan mengobati suatu penyakit krn adanya kekuatan gaib akibat kerasukan roh
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
e [p] kata seru untuk menarik perhatian, mengingatkan, dan memanggil
edit [v] meng.e.dit v (1) mempersiapkan naskah yg siap cetak atau siap terbit (dng memperhatikan terutama segi ejaan, diksi, dan struktur kalimat); menyunting: dia ~ naskah buku- buku yg akan diterbitkan; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun (film, pita rekaman) dng memotong dan memadukan kembali
editor bahasa penyunting naskah yg akan diterbitkan dng memperhatikan ejaan, diksi, dan struktur kalimat
efedrina efed.ri.na [n] (1) Kim alkaloid putih, menyerupai kristal yg larut dl air, terdapat dl berbagai jenis Ephreda, yg juga dibuat secara sintetis, C10H15NO; (2) Far obat untuk mengobati tekanan darah yg terlalu rendah
efektif efek.tif [a] (1) ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); (2) manjur atau mujarab (tt obat); (3) dapat membawa hasil; berhasil guna (tt usaha, tindakan); mangkus; (4) mulai berlaku (tt undang-undang, peraturan)
ekonomi lemah usaha (dagang) dng modal kecil: pengusaha -- lemah perlu mendapat perhatian pemerintah; (2) cak berpenghasilan rendah: pengaruh kenaikan harga sangat terasa bagi golongan -- lemah
ekonomis eko.no.mis [a] bersifat hati-hati dl pengeluaran uang, penggunaan barang, bahasa, waktu; tidak boros; hemat
eksaltasi ek.sal.ta.si [n] (1) keriangan spiritual; (2) peningkatan suasana hati secara abnormal; keriangan yg kuat
eksentrik ek.sen.trik [a] aneh; ganjil; tidak wajar: cara berpakaian yg -- menarik perhatian orang
eksipien ek.si.pi.en [n Far] zat yg digunakan dl farmasi untuk mencampur obat supaya memperoleh bentuk yg lebih mudah digunakan
ekspektoran ek.spek.to.ran [n] obat pelancar dahak krn menghasilkan air liur yg lebih banyak
eksplosif eks.plo.sif [a] (1) mudah meledak (tt sendawa, karbit, fosfor, gas, bensin, dsb); (2) ki dapat (mudah) meletus (tt perang dsb): kalau tidak dapat dicapai kompromi dl waktu singkat, maka situasi menjadi gawat dan --; (3) cepat marah (tt orang): kita perlu berhati-hati jika berbicara dng orang yg --
ekspresi eks.pre.si [n] (1) pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): sajak itu merupakan -- dr perasaan hatinya; (2) pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang: -- rasa tidak puas tergambar di wajahnya
eksteriorisasi eks.te.ri.o.ri.sa.si [n] (1) Dok pengeluaran alat tubuh untuk sementara untuk diperiksa tanpa melepaskannya dr tubuh; (2) pengarahan perhatian seseorang ke luar
ekstra eks.tra [n] (1) tambahan di luar yg resmi: gaji --; (2) sangat; luar biasa: rute tsb tergolong -- berat krn melewati rimba belantara; -- hati-hati hati-hati sekali: usaha menjinakkan bom itu harus dilakukan secara -- hati-hati; -- keras lebih dr keras: polisi harus bekerja -- keras mengungkap kasus pembunuhan itu
eliksir elik.sir [n] (1) zat cair yg oleh para ahli zaman dahulu (abad pertengahan) diharapkan dapat mengubah logam menjadi emas dan dapat memperpanjang kehidupan tanpa batas (usia); (2) obat yg serbaguna (untuk menyembuhkan segala penyakit); (3) Far ramuan untuk menyiapkan obat secara farmasi (spt larutan dng gula, etanol, atau bahan lain); yg memberi rasa enak
elok [a] (1) baik; bagus; cantik (tt cerita, baju, rupa, dsb): cerita yg --; pakaian yg --; (2) baik hati; tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti): -- budi bahasanya
elon /Elon/, meng.e.loni v memihak kpd; memenangkan (salah satu pihak): orang yg sedang menengahi perselisihan harus bertindak adil dng tidak ~ salah satu pihak /Elon/, meng.e.lon v mengambil hati supaya menurut; membujuk: ia berusaha ~ anak yg keras kepala itu menuruti nasihatnya
elus [v] , meng.e.lus v (1) mengusap-usap dng rasa sayang; membelai-belai: anak kecil itu ~ kucingnya dng penuh rasa sayang; (2) ki memperlakukan baik untuk memikat hati (supaya menurut); membujuk: dia selalu ~ kamu, maksudnya supaya kamu mau menjadi kaki tangannya
emas juita [ki] kekasih; buah hati
emas tempaan emas yg ditempa (emas yg baik); (2) ki puji-pujian kpd wanita yg elok parasnya; (3) ki kekasih; buah hati
emetik eme.tik [n Far] obat penyebab muntah
empedu em.pe.du [n] (1) zat yg dihasilkan hati yg berguna untuk mencerna lemak; (2) ki perkataan atau ucapan yg pedas dan menyakitkan hati (perasaan)
empenak em.pe.nak /empEnak/, meng.em.pe.nak ark v (1) mempersenang hati orang lain: ia ~ tamu-tamunya dng cerita tt petualangannya; (2) memanjakan (anak): jangan terlalu ~ anak, nanti dia tidak dapat maju
emulasi emu.la.si [n] (1) ambisi atau usaha keras untuk menyamai atau melebihi yg lain dl prestasi; kedengkian; iri hati; (2) imitasi; tiruan
enes [Jw] meng.e.nes a (1) merana krn sedih: dia benar-benar ~ setelah istrinya meninggal; (2) merasa kasihan atau pilu melihat kesusahan seseorang: ~ hatiku melihat wajah anak yg malang itu
entoderm en.to.derm [n Bio] lapisan terdalam dr tiga lapisan sel embrio pd hewan, yg kemudian berkembang menjadi lapisan selaput saluran pencernaan, saluran tenggorok, paru-paru, hati, dan pankreas; endoderm; hipoblas
epigastrium epi.gas.tri.um [n] (1) Dok bagian perut sebelah atas, di antara ujung tulang dada dan pusat; (2) cak ulu hati
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
ergasiofit er.ga.si.o.fit [n Bio] tumbuh-tumbuhan yg dibudidayakan untuk keperluan bahan makanan, makanan ternak, obat-obatan, dan tanaman hias
ergosterol er.gos.te.rol [n] (1) Kim hablur sterol nabati yg penting sbg sumber vitamin D2; (2) Far zat untuk obat yg dapat diekstrak dr jamur yg menyerang padi-padian
esa hilang [pb] berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai
esens [n] sari; ekstrak; bibit; biang: obat itu mengandung -- permen; sirop ini menggunakan -- nanas (jeruk, pisang ambon)
euforian eu.fo.ri.an [n] obat yg digunakan untuk menghilangkan depresi dan merangsang rasa nyaman
eyel [Jw] , meng.e.yel v tidak mau mengalah dl berbicara; ingin menang sendiri dl berbicara: ia memang suka ~ kalau dinasihati
falsafi fal.sa.fi [a] bersifat falsafah: dia terus memperhatikannya mulai dr yg estetis sampai yg --
farmakodinamika far.ma.ko.di.na.mi.ka [n] cabang farmasi tt reaksi antara obat dan sistem kehidupan
farmakokinetika far.ma.ko.ki.ne.ti.ka [n] studi tt absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat dl tubuh
farmakologi far.ma.ko.lo.gi [n] ilmu tt interaksi antara obat, sistem, dan proses hidup untuk kepentingan diagnosis, pencegahan, perawatan, dan pengobatan penyakit
farmakope far.ma.ko.pe [n Far] buku standar obat yg dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah yg menguraikan bahan obat-obatan, bahan kimia dl obat dan sifatnya, khasiat obat dan dosis yg dilazimkan
farmasi far.ma.si [n] cara dan teknologi pembuatan obat serta cara penyimpanan, penyediaan, dan penyalurannya
fasid fa.sid [Ar n] sesuatu yg rusak atau busuk (tt perbuatan, pekerjaan, isi hati)
feritin fe.ri.tin [n Bio] protein yg mengandung zat besi yg terdapat dl hati dan limpa
fibrinogen fib.ri.no.gen [n] globulin yg dihasilkan di dl hati, yg terdapat dl plasma darah, dan yg diubah menjadi fibrin selama terjadinya penggumpalan darah
figur fi.gur [n] (1) bentuk; wujud; (2) tokoh: peran ini merupakan -- sentral yg menjadi pusat perhatian
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
fisioterapi fi.si.o.te.ra.pi [n Dok] pengobatan thd penderita yg mengalami kelumpuhan atau gangguan otot dng tujuan melatih otot tubuh agar dapat berfungsi secara normal
flakon fla.kon [n] botol kecil yg berbentuk mungil, biasanya diberi hiasan dan tertutup rapat, untuk tempat minuman keras, minyak wangi, dan obat suntik
fokus fo.kus [n] (1) Fis titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yg datang berada dl keadaan paralel dng sumbu cermin atau lensa itu; titik api: tempatkan objek itu dl -- kalau menginginkan hasil pemotretan yg bagus; (2) pusat: -- perhatian dunia internasional tertuju ke kejuaraan sepak bola dunia di Prancis; (3) Ling (a) unsur yg menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pd bagian itu; (b) ciri predikat verbal yg menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dng subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
folklor bukan lisan folklor yg diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan tidak dl bentuk lisan (arsitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, pakaian dan perhiasan tradisional, obat-obatan tradisional, makanan dan minuman tradisional, bunyi isyarat, dan musik tradisional)
formula for.mu.la [n] susunan atau bentuk tetap; rumus: dng -- istimewa obat itu dapat melindungi gigi dr segala kerusakan
fosforilase fos.fo.ri.la.se [n Kim] enzim yg terdapat dl otot dan hati yg mengkatalisis pengubahan glikogen menjadi glukosa-1-fosfat
fuad fu.ad [Ar n] hati (perasaan hati)
gabus ga.bus [n] kayu yg lunak, biasanya dr pohon Alstonia scholaris atau Sonneratia acida (biasa dipakai untuk pengasah pisau, taji, dsb) [n] kayu atau hati kayu yg lunak untuk sumbat botol dsb [n] ikan air tawar, bentuknya spt ikan lele, tetapi tidak berpatil; ikan aruan; Ophiocephalus striatus
gaduk ga.duk [Mk a] congkak; sombong; angkuh: kakaknya -- , tetapi adiknya rendah hati
gaduk cina tumbuhan rimpang, akarnya direbus dan diminum sbg obat penyakit sifilis dsb; gadung sebrang; Smilax china
gairah gai.rah [n] keinginan (hasrat, keberanian) yg kuat: -- hatinya untuk menjadi dokter tiada terperikan
gamam ga.mam [a] tidak tetap hati (ragu-ragu, gelisah, khawatir, merasa takut-takut); tidak dapat berbuat sesuatu krn terkejut dsb: krn merasa bersalah, ia menjadi -- ketika ditegur
gambir gam.bir [n] (1) tumbuhan membelit, berbatang keras, bertangkai pendek dng daun berwarna hijau muda, pd ketiak daun terdapat bunga berbongkol bulat berwarna putih kecil-kecil, dipakai sbg obat batuk dan bahan penyamak, ditanam dng cara menyetek; Uncaria gambir; (2) endapan rebusan daun gambir yg airnya diuapkan, dicetak bulat atau persegi, dipakai sbg campuran makan sirih
gambir hutan tumbuhan memanjat, panjangnya mencapai 10 m, ditanam sbg pohon hias atau sbg bahan obat tradisional (jamu); melati hutan; pancasuda; Jasminum pubescons atau Trigonopleura malayana
gandapura gan.da.pu.ra [n] tumbuhan perdu, daunnya dipakai sbg campuran obat gosok (minyak -- ); Abelmoschus moschatus
gandarusa gan.da.ru.sa [n] tumbuhan yg tingginya 1-1,5 m dan daunnya dapat dibuat obat untuk mengeluarkan keringat; Yusticia gendarussa
ganggu gang.gu [v] , meng.gang.gu v (1) menggoda; mengusik: pemuda itu suka ~ gadis yg lewat; (2) merintangi; menyebabkan tidak berjalan sebagaimana mestinya (tt keadaan umum, kesehatan badan, dsb): pawai yg tidak teratur dapat ~ kelancaran lalu lintas; asap knalpot dapat ~ kesehatan badan; (3) merisaukan (tt hati, pikiran): kepergian gadis itu telah ~ hatinya; (4) merusak suasana: kehadirannya yg tidak diharapkan itu telah ~ pertemuan yg semula penuh tawa riang; (5) mendatangkan kekacauan (kerusuhan dsb): gerombolan penjahat itu sering ~ keamanan kota
garam ga.ram [n] (1) senyawa kristalin NaCl yg merupakan klorida dan sodium, dapat larut dl air, dan asin rasanya; (2) Kim hasil reaksi asam dng basa, yaitu satu atau lebih atom hidrogen pd asam diganti oleh satu atau lebih kation suatu basa; (3) cak pupuk (obat dsb) yg rupanya spt garam
garam inggris [Dok] obat untuk membersihkan perut (rupanya spt gula pasir)
gebang ge.bang [n] jenis palem yg tingginya dapat mencapai 15-20 m, hati batangnya dapat digunakan untuk makanan babi; Corypha utan
gegabah ge.ga.bah [Jw a] terlampau berani sehingga mengakibatkan kurang hati-hati (tt sikap, tindakan, perbuatan)
gejala ge.ja.la [n] (1) perihal (keadaan, peristiwa, dsb) yg tidak biasa dan patut diperhatikan (ada kalanya menandakan akan terjadi sesuatu): ahli bahasa sebaiknya mencatat segala -- bahasa yg terdapat dl perkembangan bahasa Indonesia sekarang; (2) keadaan yg menjadi tanda-tanda akan timbulnya (terjadinya, berjangkitnya) sesuatu
geletar ge.le.tar [v] , meng.ge.le.tar v menggigil; gemetar; menggentar (bergentar); berdebar-debar (tt hati)
geletik ge.le.tik [v] , meng.ge.le.tik v (1) bergerak-gerak spt menggelepar; meronta-ronta; geliang-geliut (spt ulat) dsb; (2) berdebar-debar (tt hati); (3) berbunyi "tik-tik" (spt detak arloji)
gelinggang ge.ling.gang [n] tumbuhan perdu besar, tingginya mencapai 5 m, daunnya lonjong (bulat telur), biasa digunakan untuk obat kadas, berbuah polong; ketepeng; Cassia alata
gelisah ge.li.sah [a] tidak tenteram, selalu merasa khawatir (tt suasana hati); tidak tenang (tt tidur); tidak sabar lagi dl menanti dsb; cemas: semua penduduk -- mendengar desas-desus bahwa rumah mereka akan digusur
gelora ge.lo.ra [n] (1) gerakan gelombang yg hebat spt dikarau; banjir besar: perahu kami pecah dipontang-pantingkan --; (2) hujan dan badai: pd musim -- pelayaran sangat berbahaya; (3) ki perasaan yg seakan-akan bergolak hebat: tenanglah jangan kauturutkan -- hatimu; (4) ki gejolak: tidak seorang pun yg dapat menentang -- semangat pemuda memberantas pemberontakan itu
geluncur ge.lun.cur , ter.ge.lun.cur v tergelincir; tergelongsor: berhati-hatilah memanjat pohon yg licin itu, salah-salah ~
gelundung ge.lun.dung [n] gulungan: -- tali [v] , ber.ge.lun.dung.an v (1) jatuh berguling-guling: krn tidak berhati-hati berpegangan, ia ~ dr lereng bukit itu; (2) bergulingan [n] hantu (setan) yg konon kepalanya menggelinding di tanah sambil menyeringai
gemas ge.mas [a] (1) sangat jengkel (marah) dl hati: saya sangat -- pd anak itu krn selalu mengotori lantai; (2) sangat suka (cinta) bercampur jengkel; jengkel-jengkel (cinta): -- aku melihat anak ini
gembira ria senang hati; bersuka cita; riang ria: perjalanan ke bawah dilanjutkan dng -- ria
genialitas ge.ni.a.li.tas [n] (1) keluarbiasaan (tt kecerdasan berpikir); kegenialan; (2) kemurahan hati
gentur gen.tur [Jw a] tekun dan dng sepenuh hati (tt bertapa dsb): ia sangat sakti krn memang -- tapanya
gerak ge.rak [n] (1) peralihan tempat atau kedudukan, baik hanya sekali maupun berkali-kali: tiap-tiap -- tentu ada sebab; (2) dorongan (batin, perasaan, dsb): jangan selalu kauperturutkan -- hatimu; (3) denyut-denyut atau kedut-kedut (pd mata, bibir, dsb) yg dianggap sbg firasat atau gelagat: ia risau akan -- pd matanya
gereneng ge.re.neng [Jw v] , ge.re.neng.an v menggerutu krn tidak berkenan di hati
gerunyam ge.ru.nyam [v] , meng.ge.ru.nyam v berkata-kata dl hati; menggunyam
getap ge.tap [v] pecah [Jw a] , ge.tap.an a (1) lekas terkejut; (2) lekas sakit hati
getas ge.tas [a] (1) rapuh; mudah pecah; mudah robek: gelas adalah barang --; (2) ki mudah patah hati
gigih gi.gih [a] (1) tetap teguh pd pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot: ia dikenal sbg seorang pejuang yg -- menentang penjajahan; (2) ulet (dl usaha) [v] gigil
gila-gilaan gi.la-gi.la.an [v] bertingkah laku spt orang gila; pura-pura gila dsb; (2) v berbuat dng sekehendak hati (seenak hati, asal-asalan saja): usul yg ~; ia menjalankan mobilnya dng ~; (3) a kurang ajar (berbuat yg melanggar kesopanan); keterlaluan: sikap dan perbuatannya sungguh ~ thd gadis itu; (4)a nekat (membangkang thd larangan): semakin dilarang semakin ~ dia melarikan motornya
ginseng gin.seng [n] tumbuhan yg berasal dr Asia Timur, dijadikan ramuan obat-obatan dan berkhasiat membangkitkan nafsu syahwat; Pandare aralia ginseng
giur gi.ur , meng.gi.ur.kan v membangkitkan berahi; membangkitkan keinginan di dl hati: senyumnya menawan dan ~
glikogen gli.ko.gen [n Kim] tepung putih manis yg menjadi tempat menyimpan karbohidrat, terutama dl hati
gliserol gli.se.rol [n] cairan kental tidak berwarna dan tidak berbau, rasanya manis dapat bercampur dng air dan alkohol yg diperoleh dr lemak hewani atau nabati atau dr fermentasi glukosa, digunakan sbg bahan kosmetik, pengawet obat-obatan, pelembap buah-buahan atau tembakau
glukagon glu.ka.gon [n] hormon yg digetahkan oleh pankreas yg menyebabkan kenaikan gula di dl darah krn kenaikan jumlah pemecahan glikogen hati
goda go.da [v] meng.go.da v (1) mengajak (menarik-narik hati) supaya berbuat dosa atau berbuat jahat: kemewahan (keglamoran) sering kali ~ iman para remaja; (2) mengganggu; mengusik: genit sekali anak ini, aku senang sekali ~ nya
godaan go.da.an [n] (1) sesuatu yg dapat menggoda ketabahan hati: ~ dunia; ~ setan; (2) gangguan: ~ pencuri; pada saat aku tidur tidak ada ~
gojlok goj.lok [v] meng.goj.lok v (1) menggerakkan sesuatu dng mengguncang-guncangkan tempatnya; (2) ki mengacau perasaan orang lain dng kata-kata kasar yg menyakitkan hati: para mahasiswa senior ~ calon-calon mahasiswa selama satu jam lebih
golak go.lak [v] ber.go.lak v (1) menggelegak; mendidih berbual-bual: rebuslah kentang dan telur itu ke dl air panas yg ~ selama lima menit; (2) bergelora keras; tidak tenang (tt keadaan politik dsb); terjadi kerusuhan (huru-hara dsb): daerah yg ~ di benua itu makin meluas; (3) rusuh hati (gelisah): hatinya ~ mendengar berita bahwa lamarannya ditolak
gombroh gom.broh [a] terlalu besar: ia tersenyum dl hati melihat anak yg mengenakan baju kakaknya yg -- , lusuh, dan tidak pantas itu
gong [n] (1) canang besar (kadang-kadang dipukul sbg tanda pembukaan upacara dsb); (2) cak acara dsb yg terakhir (yg menarik perhatian): acara lawakan itu dijadikan -- dr keseluruhan acara malam itu
guar gu.ar, meng.gu.ar [Sd v] (1) membuka (bungkusan dsb) kemudian mengambil dan memperhatikan isinya: ~ oleh-oleh; (2) ki menceritakan: ~ pengalaman
gubris gub.ris [v] meng.gub.ris v cak mempedulikan; mengindahkan; memperhatikan: tanpa ~ seruan petugas mereka terus melancarkan demonstrasi
gubrisan gub.ris.an [n cak] perhatian; hirauan: ia menegur lagi, tetapi tidak pernah mendapat ~ dr si gadis itu
gugah gu.gah [v] meng.gu.gah v (1) menjagakan; membangunkan orang tidur; (2) membangkitkan; menyentuh hati
gula-gula gu.la-gu.la [n] (1) penganan yg dibuat dr gula; permen; (2) cak ki segala yg menyenangkan hati; (3) cak ki perempuan yg diperlakukan untuk bersenang-senang; gundik; (4) ki pria ataupun wanita yg diperlakukan sbg suami ataupun istri oleh lawan jenisnya tanpa ikatan perkawinan yg sah menurut adat dan hukum yg berlaku dl masyarakat
gumbar gum.bar [ark n] hati batang enau (nipah dsb)
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
gunyam gu.nyam [v] meng.gu.nyam v berkata-kata dl hati: ia bertafakur dan ~
gurah gu.rah [v] ber.gu.rah v berkumur (membersihkan mulut dng air): ia ~ dng air yg dicampur getah angsana krn gusinya sakit [n] pohon yg buahnya dapat dipakai untuk menuba ikan; Sapium indicum [n] pengobatan tradisional untuk mengeluarkan lendir dr dl tubuh dng ramuan cairan srigunggu yg diteteskan melalui hidung
gusti gus.ti [Jw n] (1) sebutan bangsawan: ke mana pun -- pergi hamba akan ikut; (2) sebutan untuk Tuhan (atau yg dianggap Tuhan): aduh -- , saya mohon ampun, saya bertobat [kl v] ber.gus.ti v bergelut; bergumul
hai [p] kata seru untuk menarik perhatian (memanggil dsb): -- , tangkaplah bola ini
hajis ha.jis [n Isl] gerak hati
hakikat ha.ki.kat [n] (1) intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya): pd -- nya mereka orang baik-baik
halim ha.lim [ark a] lemah lembut; baik hati
halo ha.lo [p] (1) kata yg digunakan untuk mengawali percakapan melalui telepon; (2) kata seru untuk menarik perhatian (seseorang); (3) ucapan salam untuk menyapa (seseorang) [n] lingkaran atau berkas sinar sekeliling suatu benda angkasa yg berkilauan (matahari, bulan, dsb), sbg akibat dr pantulan atau pembiasan sumber cahaya itu sendiri
hambat ham.bat [v] , meng.ham.bat v membuat sesuatu (perjalanan, pekerjaan, dsb) menjadi lambat atau tidak lancar; menahan: jembatan yg rusak itu ~ perjalanan kereta api; kekurangan gizi dapat ~ pertumbuhan anak [v] , meng.ham.bat v (1) mengejar (hendak menangkap, menyerang, dsb): harimau itu ~ patik; (2) menawan (menarik): ia pandai ~ hati orang
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
hancur han.cur [v] (1) pecah menjadi kecil-kecil; remuk: kaca mobil yg bertabrakan itu -- berantakan; (2) tidak tampak lagi wujudnya; luluh; larut: gula itu -- dl air panas; (3) ki rusak; binasa: pd waktu Perang Dunia II banyak kota besar yg --; (4) ki sangat sedih (tt hati): -- hatinya mendengar berita bahwa suaminya gugur di medan perang
hanyut ha.nyut [v] (1) terbawa oleh arus (banjir, ombak, dsb); terbawa mengalir: beberapa rumah telah --; (2) habis; hilang; lenyap: -- harta bendanya; (3) ki terharu: -- hatinya menyaksikan keadaan para pengungsi itu; (4) ki terlalu asyik: ia sedang -- dl lamunannya; (5) ki pergi jauh-jauh; mengembara: lebih baik -- ke negeri orang dp hidup menanggung malu; (6) berhanyut
harap ha.rap [v] mohon; minta; hendaklah: -- sabar menunggu; -- tenang, jangan gelisah; (2) n keinginan supaya sesuatu terjadi: -- hati-hati
harga har.ga [n] (1) nilai barang yg ditentukan atau dirupakan dng uang: mobil ini sangat mahal -- nya; (2) jumlah uang atau alat tukar lain yg senilai, yg harus dibayarkan untuk produk atau jasa, pd waktu tertentu dan di pasar tertentu; (3) ki kehormatan (diri): tahu akan -- dirinya; (4) ki guna (arti, kepentingan, kabar, dsb): saran itu dianggap tidak ada -- nya untuk diperhatikan
hart [n] jenis kartu bridge dng gambar hati (spt daun waru), berwarna merah
hartal har.tal [n] bedak kuning dr berangan yg dicampur belerang, dipakai untuk bahan obat (boreh dsb), lulur pengantin, dan pemain wayang orang [n] pemogokan umum (salah satu cara perjuangan Gandhi melawan Inggris di India sebelum kemerdekaan)
haru ha.ru [n] rawan hati (kasihan, iba, dsb) krn mendengar atau melihat sesuatu: ia memandang dng -- kpd kedua anak piatu itu [Mk v] kacau
hasud ha.sud [a] dengki; iri hati; hasad
hasut ha.sut [v] meng.ha.sut v (1) membangkitkan hati orang supaya marah (melawan, memberontak, dsb): ia ditangkap polisi krn ~ rakyat; (2) menggalakkan (anjing): mudah sekali ~ anjing itu
hawa pantang kerendahan [pb] tidak mau kalah dng orang lain; -- nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dsb): ia tidak dapat menahan -- nafsunya
helioterapi he.li.o.te.ra.pi [n] pengobatan dng berjemur di bawah panas atau sinar matahari (mandi sinar matahari untuk menyembuhkan penyakit)
hemat he.mat [a] berhati-hati dl membelanjakan uang, dsb; tidak boros; cermat: kita harus -- dl penggunaan bahan bakar [a] penuh minat dan perhatian; (dng) saksama; teliti: ia mendengarkan pelajaran dng -- dan cermat [n] pikiran; pendapat: menurut -- kami, dia sebaiknya pulang saja
hemostatik he.mo.sta.tik [n Far] obat atau bahan lain yg apabila digunakan (sbg obat luar) akan menghentikan atau memperlambat aliran darah dng mempercepat pembekuan (pd luka)
hening he.ning [a] (1) jernih; bening; bersih: air telaga itu sangat --; niat itu timbul dr hati yg --; (2) diam; sunyi; sepi; lengang: malam itu -- sekali, hanya gonggongan anjing terdengar di kejauhan
hepar he.par [n Dok] hati
hepatitis he.pa.ti.tis [n Dok] radang hati
hibur hi.bur [v] meng.hi.bur v menyenangkan dan menyejukkan hati yg susah; melipur: kita harus ~ orang yg baru kematian anaknya itu
hiburan hi.bur.an [n] sesuatu atau perbuatan yg dapat menghibur hati (melupakan kesedihan dsb): taman ~ rakyat
hidroterapi hid.ro.te.ra.pi [n] pengobatan luar dng menggunakan air (panas atau dingin)
hijab hi.jab [n] (1) dinding yg membatasi sesuatu dng yg lain: (2) Isl dinding yg membatasi hati manusia dan Allah; (3) dinding yg menghalangi seseorang dr mendapat harta waris: anak laki-laki adalah -- dr saudara sebapak
hiosiamina hi.o.si.a.mi.na [n Kim] alkaloid beracun untuk obat
hiosin hi.o.sin [n Kim] alkaloid bersifat racun yg digunakan untuk obat hipnosis dan penekan saraf
hipnoterapi hip.no.te.ra.pi [n Psi] penyembuhan gangguan jiwa dng membawa penderita ke suatu keadaan trans agar penderita mengeluarkan isi hatinya (dl keadaan sadar ia tidak bersedia menceritakannya)
hirau hi.rau , meng.hi.rau.kan v memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan: ia tidak ~ nasihat orang tuanya
huh [p] kata seru untuk menyatakan rasa kesal hati: -- , sudah sore, belum datang juga anak itu
humor hu.mor [n] (1) sesuatu yg lucu: ia mempunyai rasa --; (2) keadaan (dl cerita dsb) yg menggelikan hati; kejenakaan; kelucuan [n] cairan atau zat setengah cair dl tubuh
hunjam hun.jam , meng.hun.jam v (1) menukik lurus-lurus ke bawah: burung itu sebentar-sebentar ~ , kemudian melayang; (2) masuk (menancap) lurus-lurus dan dalam (ke tanah dsb): ia mencabuti pancang-pancang yg ~ di tanah pekarangannya; (3) ki telah mendalam benar (meresap dl hati sanubari): hal itu sudah ~ benar dl hati sanubarinya; (4) ki menusuk hati atau perasaan (tt perkataan): kata-katanya yg pedas ~ perasaan wanita tua itu
hutan berdaun jarum hutan yg pohonnya berdahan tegak lurus, relatif pendek dan kecil, serta berdaun spt jarum; -- beton ki areal yg dipenuhi oleh gedung pencakar langit: program penghijauan kota perlu mendapatkan perhatian serius, apalagi Jakarta kian dipenuhi dng -- beton
iba [a] berbelas kasihan; terharu dan kasihan: sangat -- hatiku melihat anak itu
iba akan kacang sebuah iba akan kacang sebuah, tak jadi me.me.ngat [pb] krn sayang akan barang yg sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yg diinginkan dan menyenangkan hati
ikhlas ikh.las [a] bersih hati; tulus hati: memberi pertolongan dng --; mereka benar-benar --
ilat-ilatan ilat-ilat.an [n] pohon yg tingginya dapat mencapai 27 m, tumbuh liar di tanah datar dan pegunungan rendah, getah kulit batangnya dapat digunakan untuk obat bisul (supaya lekas pecah); pangsar; Ficus callosa
ilham il.ham [n] (1) petunjuk Tuhan yg timbul di hati: ibu Nabi Musa mendapat -- supaya memasukkan anaknya ke dl peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil; (2) pikiran (angan-angan) yg timbul dr hati; bisikan hati; (3) sesuatu yg menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb): di tempat pengasingannyalah ia mendapat -- untuk mencipta lagu-lagu perjuangan
ilmu kedokteran ilmu tt penyakit pd organisme manusia atau hewan, serta cara dan metode pengobatannya
ilmu kiat kepandaian mengobati dsb dng jampi-jampi
ilmu padi [pb] makin banyak pengetahuan makin rendah hati
ilmu putih ilmu batin yg digunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk mengobati orang sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dsb)
ilmu serum pengetahuan tt hal, sifat, dan reaksi serum darah serta cara mengobati penyakit dng berbagai serum
ilmu tib ilmu mengenai obat-obatan atau kesehatan; ilmu kedokteran
ilu [ark a] bersifat menimbulkan rasa iba (pilu) dl hati: dng suara lembut ia berkata -- seakan-akan bermohon
iman [n] (1) kepercayaan (yg berkenaan dng agama); keyakinan dan kepercayaan kpd Allah, nabi, kitab, dsb: -- tidak akan bertentangan dng ilmu; (2) ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin
imbang-imbangan im.bang-im.bang.an [a] hampir sama beratnya (kuatnya, kuasanya, dsb): kekuatan kedua petinju itu sebenarnya ~ [v] bimbang; ragu-ragu: hati di dl ~
iming-iming [n] sesuatu untuk membujuk (memikat hati); pemikat
imkan im.kan [v] meng.im.kan v (1) memungkinkan; mengusahakan; (2) menguatkan: untuk lebih ~ hatinya, diberikan kepadanya barang-barang emas berupa perhiasan
impuls im.puls [n] (1) rangsangan atau gerak hati yg timbul dng tiba-tiba untuk melakukan sesuatu tanpa pertimbangan; dorongan hati; (2) Fis hasil kali gaya yg bekerja pd suatu benda dan lamanya gaya itu bekerja
impulsif im.pul.sif [a] bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati
inas [n] bisul pd tengkuk: minumlah jamu cuci darah untuk mengobati -- mu itu
indah in.dah [a] dl keadaan enak dipandang; cantik; elok [v] peduli (akan); menaruh perhatian (akan): tiada ia -- akan diriku lagi
indikasi in.di.ka.si [n] tanda-tanda yg menarik perhatian; petunjuk: siap siaganya pasukan keamanan yg bersenjata lengkap di setiap perempatan jalan dan panser yg berderet merupakan -- adanya kerawanan di daerah itu
individualisme in.di.vi.du.al.is.me [n] (1) paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan); (2) paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara; (3) paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain
infus in.fus [n] pemasukan obat dsb (berupa cairan) tanpa tekanan istimewa melalui pembuluh darah atau rongga badan
ingat [v] (1) berada dl pikiran; tidak lupa: saya masih -- nama anak itu; (2) timbul kembali dl pikiran: keesokan harinya saya baru -- nama orang itu; (3) sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak -- akan dirinya; (4) menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak -- lagi akan kewajibannya; (5) hati-hati; berwaswas: -- , di kereta api banyak tukang copet; (6) mempertimbangkan (memikirkan nasib dsb): kalau tidak -- anak, sudah kubunuh orang itu; (7) cak berniat; hendak: kalau ia -- membaca koran, dibacalah koran
ingat-ingat [v] (1) hati-hati; awas-awas; tidak lengah: ~ di daerah itu banyak ular; (2) (peringatan, harapan, dsb) resap-kan di hati baik-baik; camkan; perhatikan: ~ akan pesanku tadi
ingatan ingat.an [n] (1) apa yg diingat (teringat); apa yg terbayang dl pikiran: sepanjang ~ ku, ia pernah juga mengajar di sekolah guru; (2) alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yg pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dsb): sekarang ~ ku tidak sekuat dulu; (3) pikiran (dl arti angan-angan); kesadaran: ~ nya melayang lagi ke rumah yg baru dikunjunginya; (4) apa yg terbit dl hati (spt niat atau cita-cita): ~ ku hanya satu agar berjumpa dng dia sebelum aku mati
inggu ing.gu [n] (1) getah tumbuhan yg dikentalkan, baunya tidak sedap, dibuat obat; Asa foetida; (2) tumbuhan yg daunnya berbau tidak sedap; Ruta angustifolia [n] ikan poleng; Holacanthus atau Amphiphrion
insektisida in.sek.ti.si.da [n] senyawa kimia yg digunakan untuk membunuh serangga (biasanya dng mengusapkan atau menyemprotkannya); obat pembunuh serangga
interes in.te.res [n] minat; perhatian: -- nya untuk menjadi guru tidak dapat dihalangi oleh orang tuanya
interesan in.te.re.san [a] membangkitkan minat atau selera; menarik hati; mengasyikkan: kisah pertualangan itu memang -- untuk dibaca
intramuskuler in.tra.mus.ku.ler [a Dok] mengenai pemasuk-an (tt suntikan) ke dl otot: obat suntik tidak dimasukkan secara intravena, melainkan --
intravena in.tra.ve.na [a Dok] mengenai pemasukan (tt suntikan ke dl pembuluh darah: dia kemudian mendapat obat suntik yg diberikan secara --
intuisi in.tu.i.si [n] daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati
intuitif in.tu.i.tif [a] bersifat (secara) intuisi, berdasar bisikan (gerak) hati: benarkah wanita lebih -- dp pria?
invasi in.va.si [n] (1) hal atau perbuatan memasuki wilayah negara lain dng mengerahkan angkatan bersenjata dng maksud menye-rang atau menguasai negara tsb; penyerbuan ke dl wilayah negara lain: mereka menuduh seakan-akan kita melakukan -- militer ke daerah itu; (2) ki hal berbondong-bondong mema-suki suatu daerah, tempat, atau negeri: -- para wisatawan asing ke Pulau Bali mendapat perhatian khusus dr Pemerintah Daerah Bali
investasi in.ves.ta.si [n] penanaman uang atau modal dl suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keun-tungan: negara berkembang kurang memperhatikan -- nya di sektor pertanian
inziaj in.zi.aj [n Isl] tergetarnya hati di hadapan Allah krn pengaruh mendengarkan ajaran agama
ipuk [Jw v] meng.i.puk v (1) menyemaikan (benih dsb); (2) ki mengusahakan supaya gembira, tenteram, dsb (tt hati, perasaan, dsb): ~ hati anak istri adalah kewajiban suami dl keadaan yg serba sulit
iritasi iri.ta.si [n] (1) kejengkelan (hati); (2) gangguan; (3) perangsangan
isi dada isi hati
isi perut bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); (2) cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan -- perut; (3) ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; (4) makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari -- perut bagi anak istrinya
isytiak isy.ti.ak [a Isl] perasaan tertarik hati seorang hamba kpd Allah ketika berkomunikasi dengan-Nya untuk mendapatkan kenikmatan
itisal iti.sal [Ar v] terbukanya hati untuk mengetahui dan melihat sesuatu yg tidak dapat dilakukan oleh orang lain
jadam ja.dam [n] (1) pati kayu gaharu berwarna hitam, biasa dipakai untuk obat perut dsb; (2) nama campuran logam berwarna biru tua, untuk melapis dan menghitamkan perak dsb
jaha ja.ha [n] (1) pohon rimba yg besar, buahnya yg masak biasa digunakan sbg obat, bahan untuk mengecat atau menyamak kulit, bahan untuk membuat tinta, dan zat warna; Terminalia belerica; (2) buah jaha
jahat ja.hat [a] sangat jelek, buruk; sangat tidak baik (tt kelakuan, tabiat, perbuatan): orang itu -- hatinya, suka sekali menghina orang yg tidak mampu
jahe ja.he [n] (1) tumbuhan berakar tunggang (umbinya pedas rasanya, dipakai sbg aromatik, bumbu dapur, atau obat), berdaun lonjong dan lancip, bunganya berbulir; halia; Zingiber officinale; (2) umbi jahe
jampi jam.pi [n] kata-kata atau kalimat yg dibaca atau diucapkan, dapat mendatangkan daya gaib (untuk mengobati penyakit dsb); mantra
jamu ja.mu [n] obat yg dibuat dr akar-akaran, daun-daunan, dsb [n] orang yg datang berkunjung (bertandang, melawat, dsb); (te)tamu
jamur brama jamur berbentuk kerang, berbatang pendek, untuk obat sakit perut, obat kencing nanah, dan obat gosok tulang linu; cendawan merah; Boletus sanguineus; -- karat jamur yg tergolong jenis Pucciniales
jarum suntik peranti kedokteran yg bentuknya spt jarum, berlubang di dalamnya untuk memasukkan cairan obat ke dl badan melalui pembuluh darah
jatuh semangat hilang keberanian; kecil hati
jauh di mata [pb] bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat
jawil ja.wil [v] men.ja.wil v menyentuh dng ujung jari (supaya diperhatikan dsb); mencolek; menggamit
jelu je.lu [Jw a] mendongkol; kesal hati
jelus je.lus [Jw a] (1) iri hati: kehidupan saya tampaknya membuat orang lain ~; (2) cemburu
jembar jem.bar [a] (1) luas, lebar; (2) lapang dada (hati)
jengkol jeng.kol [n] (1) pohon yg tingginya sampai 25 m, daunnya rimbun, buahnya gepeng bundar polong, rumpunnya berbelit, biasanya berisi 5-7 biji yg berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan sakit (bila kencing) jika terlalu banyak dimakan; jering; Pithecellobium lobatum; (2) buah jengkol
jenjam jen.jam [a] tenang; aman (hati)
jenu je.nu [Jw n] obat untuk meracuni ikan; tuba
jerangau je.ra.ngau [n] (1) tumbuhan tahunan yg umbinya dapat digunakan sbg obat atau campuran beberapa jenis minuman keras, akarnya dapat digunakan sbg bahan ramuan obat, bumbu dapur, dan insektisida; Acorus calamus; (2) akar (umbi) jerangau
jerat semata bunda kandung [pb] anak tunggal yg menjadi buah hati
jeri je.ri [a] cemas; takut; bimbang: kendati uangnya banyak, menginap di hotel bertaraf internasional hatinya masih --
jernih jer.nih [a] (1) terlihat terang (tt air); bening; bersih; tidak keruh: air itu --; (2) ki berseri (tt muka); tidak muram: mukanya -- pertanda hatinya bersih; (3) ki tidak kacau; runtut (tt jalan pikiran dsb)
jeruk kingkit perdu yg tingginya 1,55-2,2 m ditanam sbg pagar, buahnya mengandung zat lengket, untuk lem, bijinya direbus untuk obat batuk; Trikasia aurantifolia
jerumus je.ru.mus [v] , men.je.ru.mus.kan v (1) mendorong hingga jatuh tersungkur, atau jatuh masuk lubang, dsb: sampai hati ia ~ anak itu ke selokan; (2) ki menyesatkan; mencelakakan: ajakanmu hanya hendak ~ kami
jilah kening riang hati; senang
jingkrak jing.krak [v] , ber.jing.krak v melonjak-lonjak atau melompat-lompat (krn girang hati dsb)
jinsom jin.som [n] akar untuk ramuan obat kuat
jintan jin.tan [n] (1) tumbuhan menjalar yg bijinya dapat dipakai untuk rempah-rempah dan untuk obat-obatan; Carum roxburghianum; (2) biji-bijian berbentuk agak pipih lembut, berwarna kuning kecokelat-cokelatan, berbau sedap, dipakai untuk rempah-rempah atau ramuan obat
jintan hitam semak rendah, daunnya berbau segar, bijinya mengandung minyak asiri dan lemak, digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan, msl untuk obat sakit perut; Nigella sativa; -- putih Cuminum cyminum
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
johar jo.har [Jw n] (1) pohon yg tumbuh di daerah tropis, tingginya mencapai 20 m, biasa ditanam sbg pohon peneduh atau tanaman pagar, berbunga sepanjang tahun, bunganya malai, kuntumnya berwarna kuning, buahnya polong pipih dan panjang berwarna cokelat, daunnya dipergunakan sbg ramuan obat sakit malaria; Cassia siamea; (2) daun johar [n] intan; jauhar
jual muka memperagakan diri untuk menarik perhatian atau mencari keuntungan (msl mendapat pujian atau hadiah)
judes ju.des [a] lekas marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang; ketus; tajam mulut: seorang sekretaris harus ramah dan tidak boleh --
juita ju.i.ta [kl] (1) n nyawa; kekasih; buah hati: oh -- ku sayang, berilah aku harapan; (2) a cantik; elok (tt gadis, wanita)
jujur ju.jur [a] (1) lurus hati; tidak berbohong (msl dng berkata apa adanya); (2) tidak curang (msl dl permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg -- dan disegani; (3) tulus; ikhlas [n] uang yg diberikan oleh pengantin laki-laki kpd calon mertuanya
jukut ju.kut [n] (1) rumput (untuk ramuan obat demam atau obat sakit panas); (2) ulam
julab ju.lab [n] obat pencuci perut; pencahar
julung ju.lung, julung asar [n] nama ikan laut (Maluku): hasil perikanan di Seram Utara yg menonjol ialah minyak hati ikan hiu dan ikan --
jumeneng ju.me.neng, ju.me.neng.an [Jw n] (1) upacara penobatan raja atau ratu; (2) peringatan peristiwa penobatan raja atau ratu yg sedang memerintah
jurnalisme kuning [Kom] surat kabar atau majalah yg dng sengaja mengeksploitasi sesuatu untuk merebut perhatian dan minat pembaca dng muslihat yg membangkitkan emosi tanpa disertai fakta
juru resep orang yg menangani resep obat; orang yg paham tt resep obat
justifikasi jus.ti.fi.ka.si [n] putusan (alasan, pertimbangan) berdasarkan hati nurani: salah satu -- menaikkan gaji pegawai adalah untuk memperbaiki pelayanan jasa publik
kabar sedih kabar yg menyusahkan hati
kacang ka.cang [n] tanaman perdu yg ditanam di sawah atau di ladang, berbuah polong (macamnya banyak sekali) , me.nga.cang v (1) membagi-bagi (barang yg didapat dsb); (2) berbuat sesuka hati (atas milik orang)
kakofoni ka.ko.fo.ni [n] (1) Mus suara (musik) yg sumbang atau kasar sehingga menyakitkan pendengaran; (2) Sas rangkaian bunyi yg tidak harmonis yg sengaja digunakan dl puisi untuk mendapatkan efek artistik atau menggoda perhatian pembaca
kalau-kalau ka.lau-ka.lau [p] (1) kata penghubung untuk menandai pengandaian yg tidak pasti; barangkali: sebenarnya hatinya khawatir, ~ dia tidak datang pd acara ini
kalbu kal.bu [n] pangkal perasaan batin; hati yg suci (murni); hati: usul yg dikemukakan di dl rapat tadi timbul dr -- nya
kalimantang ka.li.man.tang [n] (1) panji-panji putih panjang: sederet -- telah dikibarkan sbg tanda bahwa upacara akan segera dimulai; (2) cahaya yg tampak sbg jalur putih memanjang: biarlah kabur kilat -- , tetapi di hatiku terang-temerang [n] kelemayar
kalomel ka.lo.mel [n] obat pencuci perut; urus-urus
kambing kam.bing [n] binatang pemamah biak dan pemakan rumput (daun-daunan), berkuku genap, tanduknya bergeronggang, biasanya dipelihara sbg hewan ternak untuk diambil daging, susu, kadang-kadang bulunya; Capra [n] rumput -- tanaman untuk mengobati luka [n] ikan -- , Pomacanthus annuliris
kamis putih [Kris] hari Kamis menjelang hari raya Paskah sbg peringatan hari wafatnya Isa Almasih, diisi dng kegiatan ibadat pertobatan atau penyucian diri
kamomil ka.mo.mil [n ] (1) tumbuhan berbau keras, ekstrak bunga dan daunnya untuk obat; (2) daun kamomil; (3) bunga kamomil
kamper kam.per [n] kristal (hablur) yg mudah menguap, terbuat dr getah pohon kapur barus, digunakan sbg bahan antihama atau untuk campuran obat-obatan; kapur barus [n] (1) pohon asli dr Cina, termasuk suku medang, tinggi pohon antara 20-30 m, daun bertulang utama tiga, buahnya bulat panjang, berdaging, jika masak berwarna hitam, tumbuh pd tanah lempung berpasir di daerah pegunungan dng ketinggian 600-1.500 m di atas permukaan laut; Cinnamomum comphon; (2) kayu kamper
kanang ka.nang [n] (1) pohon yg daunnya dapat digunakan sbg obat kudis atau sering dijadikan makanan ayam sabung (supaya kuat dan galak dl bersabung), kulit rantingnya dipakai untuk tali, dan buahnya dipergunakan untuk perekat; (2) daun kanang; (3) kulit kanang; (4) buah kanang
kandang jepit kandang untuk memeriksa dan mengobati ternak yg sakit (biasanya terbuat dr kayu atau bambu)
kandungan kan.dung.an [n] (1) barang yg terkandung (termuat, tercantum di dalamnya); (2) yg tersimpan dl hati; isi hati: sekarang barulah aku tahu ~ hatinya; (3) kantong peranakan di dl perut wanita: bayi itu telah meninggal ketika masih berada dl ~; (4) janin yg masih di dl perut wanita: menggugurkan ~ itu berdosa dan dapat dihukum; (5) kantong; pundi-pundi
kanjang kan.jang [a] ber.kan.jang a berkeras hati (dl melakukan pekerjaan dsb); tekun tidak jemu-jemunya: dl mencapai cita-cita, kita harus ~ jangan lekas putus asa
kantong empedu [Zool] alat tubuh berbentuk buah avokad tempat cairan empedu, terletak di antara hati dan usus dua belas jari
kaolin ka.o.lin [n] tanah liat lunak, halus, dan putih, terjadi dr pelapukan batuan granit, dijadikan bahan untuk membuat porselen atau untuk bahan campuran membuat kain tenun (kertas, karet, obat-obatan, dsb); tanah liat cina: bahan mineral -- telah ditemukan di daerah pegunungan itu
kapsul kap.sul [n] (1) pembungkus kecil dr sejenis agar-agar tempat obat yg harus ditelan; (2) ruang khusus yg bertekanan udara tertentu yg digunakan oleh penerbang ruang angkasa (astronaut) dl penerbangan ke angkasa luar: para astronaut bersiap-siap masuk ke dl -- setelah persiapan untuk melakukan penerbangan selesai
kapur ka.pur [n] bahan serbuk yg putih warnanya, diperoleh dr batu putih (sisa-sisa organisme laut) yg dibakar, digunakan sbg campuran makan sirih, pemutih dinding, bahan obat-obatan, dsb [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai untuk bahan membuat kayu lapis dsb; (2) kayu kapur
karar ka.rar [kl] (1) a tenang; tenteram; aman: hendaklah senantiasa -- hatinya; (2) a tetap tenang: maka negeri Malaka pun -- lah pd zaman Laksamana menjadi hulubalang itu; (3) v menetap; berdiam di: Sultan itu pindahlah ke istana barunya, -- lah dia di sana selama-lamanya
kardamunggu kar.da.mung.gu [n] tanaman tropis yg berdaun hijau lebar dan berbulu, bijinya dipakai sbg rempah-rempah dan obat; Elettaria cardamomum
karena ka.re.na [p] (1) kata penghubung untuk menandai sebab atau alasan: berani -- benar, takut -- salah; (2) disebabkan oleh; lantaran: dia sakit hati -- kamu
karier ka.ri.er [n] (1) perkembangan dan kemajuan dl kehidupan, pekerjaan, jabatan, dsb: ia seorang eksekutif muda yg sedang menanjak -- nya; (2) pekerjaan yg memberikan harapan untuk maju: bagaimanapun kita mempunyai -- yg harus kita perhatikan pula
karim ka.rim [Ar a] murah hati
karitas ka.ri.tas [n] uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dsb) yg disumbangkan untuk menolong orang miskin atau orang yg tertimpa bencana (alam, perang, dsb): sumbangan -- bagi korban bencana gempa bumi; (2) organisasi kemanusiaan yg mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan [n] tingkah laku yg simpatik thd orang lain
karminatif kar.mi.na.tif [n ] obat untuk meredakan kolik angin dl perut dng mengeluarkan gas dr saluran pencernaan makanan
kartu tindak lanjut formulir terbuat dr kertas tebal untuk mencatat surat yg memerlukan tindak lanjut agar mendapat perhatian sepenuhnya dr pejabat yg bersangkutan
karut-marut ka.rut-ma.rut [a] (1) kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati, dsb); banyak bohong dan dustanya (tt perkataan dsb); (2) berkerut-kerut tidak keruan (tt muka, wajah, dsb): kulit mukanya ~ dan penuh dng penyakit cacar
kasai ka.sai [n] (1) bau-bauan untuk mencuci rambut: saya membuat -- dr sari air mawar; (2) bedak basah yg harum baunya untuk melulur dan mengharumkan kulit tubuh; bedak wangi: di mana kamu membeli -- ini? [n] tumbuhan yg pohon kayunya untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat sakit kepala, daunnya untuk obat demam; Pometia pinnata [n] nama ikan laut; -- janggut, Setipinnataty; -- minyak, Thrissoeles mystax
kasihan ka.sih.an [n] rasa iba hati; rasa belas kasih: pengemis tua itu hidup dr -- orang; (2) p seruan menyatakan rasa belas (krn melihat dsb): -- benar anak ini; aduh, -- anak itu, tiba-tiba menjadi cacat seumur hidup
kastroli kas.tro.li [n] obat pencuci perut yg dibuat dr minyak jarak: selain garam inggris, -- pun dapat pula digunakan sbg obat pencuci perut
kasuarina ka.su.a.ri.na [n] pohon yg hidup di daratan atau pantai, kayunya berukuran besar dan berat, kulit pohonnya dapat digunakan sbg obat diare, disentri, dsb; Cassuarina equiaetifolia
kasuis ka.su.is [n] (1) orang yg ahli dl penentuan baik atau buruk berdasarkan kesesuaian antara perbuatan dan kata hati dan norma etika umum; (2) sofis
katartik ka.tar.tik [n Far] obat yg menyebabkan keluarnya tinja
katib ka.tib [Ar n] penulis atau penyalin (tulisan); sekretaris: maka -- pun segera menuliskan surat sesuai dng permintaan raja [Lihat {khatib}]
kausalitas kau.sa.li.tas [n] perihal kausal; perihal sebab akibat: kalau kita hendak berbuat sesuatu, harus kita perhatikan hukum --
kayu angin tumbuhan yg menempel pd kulit pohon spt halnya benalu, bentuknya mirip benang berwarna hijau kelabu dan dapat mencapai tinggi 30 cm, posisinya menjuntai, berkhasiat untuk obat batuk dan menolak angin, (umumnya terdapat di daerah berhawa dingin atau di pegunungan); Usnea misaminensis
kayu rapat tumbuhan menjalar, kulitnya dibuat obat; Parameria barbara; (2) kulit kayu rapat
kayu sepat pohon, buah, dan daunnya dibuat obat sakit buang-buang air; Macaranya triloba; (2) buah kayu sepat; (3) daun kayu sepat
kayu timur kulit kayu (dr pohon Peltophorum pterocarpum) yg dibuat obat-obatan; -- ular pohon, Strychos lingustrina; -- urang pohon, kayunya keras, Erythroxylon cuneatum
keajukan ke.a.juk.an [n] ketahuan dalamnya (isi hatinya, perangainya):
kealiman ke.a.lim.an [n] (1) kepandaian (dl pengetahuan agama): ~ nyalah yg menyebabkan dia diangkat sbg khatib di masjid raya; (2) kesalehan: saya sangat terkesan oleh ~ orang itu
keampuhan ke.am.puh.an [n] (1) kekuatan (yg luar biasa); kesaktian; (2) kemanjuran (tt obat dsb); (3) daya pengaruh yg luar biasa [n] kebanjiran
keangkuhan ke.ang.kuh.an [n] sifat (tabiat) angkuh; ketinggian hati; kesombongan
kebaikan ke.ba.ik.an [n] (1) sifat baik; perbuatan baik: terima kasih atas -- dan kemurahan hati Anda; (2) kegunaan: peristiwa itu akhirnya mempunyai -- pula bagi jalan hidupnya; (3) sifat manusia yg dianggap baik menurut sistem norma dan pandangan umum yg berlaku
kebanggaan ke.bang.ga.an [n] kebesaran hati; perasaan bangga; kepuasan diri
kebangsawanan ke.bang.sa.wan.an [n] kedudukan atau sifat bangsawan: yg perlu kita perhatikan bukan -nya, melainkan budi pekertinya
kebat ke.bat [n] ikat; balut , ke.bat-ke.bit v (1) Mk selalu bergerak (bekerja dsb); (2) tidak tenang, berdebar-debar (tt perasaan dsb): dng hati -- , ia menunggu kabar kelahiran putranya
kebatinan ke.ba.tin.an [n] (1) keadaan batin (dl hati); segala sesuatu yg mengenai batin; (2) ajaran atau kepercayaan bahwa pengetahuan kpd kebenaran dan ketuhanan dapat dicapai dng penglihatan batin; (3) ilmu yg mengajarkan jalan menuju ke kesempurnaan batin; suluk; tasawuf; (4) ilmu yg menyangkut masalah batin; mistik
kebegaran ke.be.gar.an [n] kekerasan hati
kebenaran ke.be.nar.an [n] (1) keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya: kita harus berani mempertahankan -; ia masih menyangsikan -- berita itu; (2) sesuatu yg sungguh-sungguh (benar-benar) ada: kita harus menyakini -- yg diajarkan oleh agama; (3) kelurusan hati; kejujuran: tidak seorang pun menyangsikan -- hatinya; (4) kl izin; persetujuan; perkenan: dng -- yg dipertuan, kami masuk istana; (5) Jk kebetulan: nah, -- dia datang sekarang, kita dapat bertanya langsung kepadanya
kebingungan ke.bi.ngung.an [n] (1) dl keadaan bingung (gugup, tidak tahu arah, dsb); kehilangan akal: dia sedang -- memikirkan caranya naik atap itu; (2) kekacauan hati (pikiran): ketetapan baru dr pemerintah menimbulkan -- di kalangan pedagang
kecabaran ke.ca.bar.an [n] perihal cabar; ketawaran (tt hati); ketakutan
kecemburuan ke.cem.bu.ru.an [n] (1) keirihatian; kesirikan; (2) kecurigaan; kekurangpercayaan
kecenderungan ke.cen.de.rung.an [n] kecondongan (hati); kesudian; keinginan (kesukaan) akan: ada ~ bahwa kesenian Bali disesuaikan dng selera turis; seluruh peserta rapat menyatakan ~ nya untuk menerima usul itu
kecerdasan emosional ke.cer.das.an emosional kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar
kecerdasan intelektual ke.cer.das.an intelektual kecerdasan yg menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dng yg lain
kecerdasan spiritual ke.cer.das.an spiritual kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa
kecermatan ke.cer.mat.an [n] (1) ketelitian; kesaksamaan; (2) kehematan; perihal hati-hati
kecewa ke.ce.wa [a] (1) kecil hati; tidak puas (krn tidak terkabul keinginannya, harapannya, dsb); tidak senang: kami -- thd penyambutannya yg dingin; (2) cacat; cela: tidak ada -- nya; (3) gagal (tidak berhasil) dl usahanya dsb: segala tindakan pengamanan akan tetap -- jika biang keladi kejahatannya tidak dibasmi; -- berat sangat kecewa: gitaris ceking berambut gondrong itu tampak -- berat
kecibeling ke.ci.be.ling [n] (1) tumbuhan yg daunnya dibuat obat untuk menghancurkan batu ginjal; Strobilanthes crispus; (2) daun kecibeling
kecil-kecil anak kalau sudah besar onak [pb] anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (krn kelakuannya dsb)
kecongkakan ke.cong.kak.an [n] ketinggian hati; kesombongan; kepongahan
kecut ke.cut [a] (1) kedut; kerut; lisut; (2) berkerut (tt kulit tubuh dsb); (3) ki takut; merasa ngeri; gentar (tt hati, perasaan, dsb): ketika melihat Pangeran ikut ambil bagian dl sayembara itu, semua putra mahkota yg datang bertanding merasa -- dan putus asa [a] (1) masam (spt rasa cuka): gulai ini enak sekali, terasa benar -- pedasnya; (2) ki cemberut; keruh (tt muka dsb): -- saja air mukanya pagi ini
kedalaman ke.da.lam.an [n] jarak dr permukaan sampai ke dasar; dalamnya: ~ laut itu kira-kira 100 m; (2) n ki kemampuan penguasaan (tt ilmu): saya akan menguji ~ ilmunya; (3) a cak terlalu dalam; lebih dalam dp yg seharusnya: hati-hati, jangan ~ , dua meter cukup
kedamaian ke.da.mai.an [n] keadaan damai; kehidupan dsb yg aman tenteram: yg kucari bukan harta, melainkan ~ di hati
kedangkai ke.dang.kai [n] tumbuhan yg tingginya mencapai 10 m, besar 20-30 cm, kulitnya dapat dibuat tali, daunnya dibuat obat; Glochidion molle
kedaung ke.da.ung [n] (1) pohon kayu besar yg berbuah polong (spt buah petai), dapat dibuat obat, bijinya berwarna hitam dan tidak berbau; Parkia roxburghii; (2) biji kedaung
kedekai ke.de.kai [n] (1) pohon yg buahnya untuk ramuan obat; Terminalis chebula; (2) buah dr pohon kedekai
kedekik ke.de.kik [Lihat {kedekai}] [n] obat semacam garam yg berwarna hijau untuk mencegah kerusakan gigi: ia setiap hari menggosok gigi dng -- supaya giginya tidak mudah rusak [v] ke.de.kak-ke.de.kik v bekerja membanting tulang
kedermawanan ke.der.ma.wan.an [n] kebaikan hati thd sesama manusia; kemurahan hati
kedokteran ke.dok.ter.an [n] segala sesuatu yg berhubungan dng dokter atau pengobatan penyakit
keefektifan ke.e.fek.tif.an [n] (1) keadaan berpengaruh; hal berkesan; (2) kemanjuran; kemujaraban (tt obat); (3) keberhasilan (tt usaha, tindakan); kemangkusan; (4) hal mulai berlakunya (tt undang- undang, peraturan)
kegelian ke.ge.li.an [n] perihal geli (hati); rasa geli hati; rasa hendak tertawa: ~ ku tidak habis-habisnya melihat tingkahnya yg lucu itu; (2) a cak sangat geli: ia tertawa ~
kegemasan ke.ge.mas.an [n] kemarahan; kejengkelan (dl hati): demikianlah dia melepas ~ nya
kegembiraan ke.gem.bi.ra.an [n] kesenangan hati; perasaan senang (bangga) yg menimbulkan kegiatan: semua bekerja dng ~
keharuan ke.ha.ru.an [n] perasaan haru: ia ingin menghilangkan ~ dr dl hatinya
keikhlasan ke.ikh.las.an [n] ketulusan hati; kejujuran; kerelaan: kita menghargai ~ nya menyerahkan sumbangan kpd yayasan yatim piatu
keimanan ke.i.man.an [n] keyakinan; ketetapan hati; keteguhan hati: kita wajib memperkuat ~ kita kpd Allah
kejamas ke.ja.mas [n] ramuan atau obat tradisional untuk mencuci rambut; langir
kejangkitan ke.jang.kit.an [v] kena penyakit menular; ketularan: penduduk yg kurang memperhatikan kebersihan lingkungan sering ~ penyakit kolera
kejelusan ke.je.lus.an [n] perasaan iri hati; kecemburuan: ia pandai sekali menyembunyikan ~ nya di hadapan orang lain
kejengkelan ke.jeng.kel.an [n] perasaan kesal; perasaan mendongkol; kekesalan hati
kejujuran ke.ju.jur.an [n] sifat (keadaan) jujur; ketulusan (hati); kelurusan (hati): ia meragukan ~ anak muda itu
kekasih ke.ka.sih [n] (orang) yg dicintai; buah hati: orang tempat mencurahkan isi hatinya hanyalah ~ nya
kekecutan ke.ke.cut.an [n] (1) kengerian (tt hati, perasaan, dsb); ketakutan; (2) perihal (yg bersifat, berciri) pengecut: jangan tunjukkan ~ mu kpd musuhmu
kekedotan ke.ke.dot.an [n] kekuatan (jasmani); kekebalan; kesaktian (dl ilmu bela diri): hatinya menciut krn ~ lawannya yg selalu dapat bangkit kembali sekalipun sudah mengalami pukulan parah dan tendangan yg cukup dahsyat
keki ke.ki [a] (1) merasa tidak senang, mendongkol, kesal (thd orang lain): ia merasa -- krn tidak satu pun pekerjaannya yg mendapat pujian; (2) merasa iri hati
keklisean ke.kli.se.an [n] keadaan yg berciri atau bersifat klise; keadaan meniru begitu saja: perlu diperhatikan ~ yg berasal dr bahasa asing yg merusak bahasa kita
kekok akalnya [Mk] busuk hati; tidak jujur
kekukuhan ke.ku.kuh.an [n] perihal (yg bersifat, berciri) kukuh; keteguhan; kekuatan (hati dsb)
kekusutan ke.ku.sut.an [n] perihal yg kusut; kekacauan (pikiran); kekusutan (hati)
kelabat ke.la.bat [n] (1) tumbuhan yg dibudidayakan, bijinya dibuat campuran param atau digunakan sbg rempah, akarnya dapat dibuat obat-obatan; halba; Trigonella foenumgraecum; (2) biji kelabat; (3) akar kelabat
kelakanji ke.la.kan.ji [n] (1) tumbuhan yg berbatang ramping, tumbuh di sela-sela rumput, berkhasiat untuk obat disentri; (2) daun kela kanji
kelapa hijau kelapa yg sabut mudanya, apabila dikupas, berwarna ungu, berguna untuk obat
kelasi ke.la.si [n] (1) awak kapal dng pangkat yg terendah; matros; (2) golongan pangkat paling rendah dl angkatan laut, mencakupi kelasi kepala, kelasi satu, dan kelasi dua [n] kera yg berhidung panjang; Hylobates leuciscus
kelebihan ke.le.bih.an [n] (1) lebihnya; sisanya: ~ padi di daerah itu dikirim ke daerah lain; (2) keadaan melebihi yg biasa; keunggulan: segala ~ murid itu menarik hati gurunya; (3) keadaan terlampau banyak
kelemayuh ke.le.ma.yuh [n] (1) pohon, kulit batangnya dapat dibuat obat; (2) kulit kelemayuh [n] penyakit yg disebabkan oleh matinya jaringan tubuh; gangraena
kelembekan ke.lem.bek.an [n] kelemahan; kekenduran: sekarang makin nyata ~ hatinya
kelentit ke.len.tit [n] daging atau gumpal jaringan kecil yg terdapat pd ujung lubang vulva (lubang pukas); klitoris; coles feminimus [n] tumbuhan rumput, biasa digunakan untuk obat; Clitoria ternatea
kelesah ke.le.sah [ark a] tidak tenteram hatinya; tidak dapat tenang; gelisah
kelinci percobaan kelinci yg dipelihara untuk mencobakan obat-obat, bahan kimia, dsb, yg masih dl penyelidikan; (2) ki orang yg pertama-tama dimanfaatkan sbg percobaan
kelompok sekepentingan [Antr] kelompok yg warganya terikat krn perhatian dan kepentingan yg sama dl kehidupan ekonomi, sosial, politik, agama, atau kesenian
kelompok setara [Antr] kelompok yg warganya berinteraksi, spt dl kelompok primer, terutama krn persamaan golongan, unsur, dan perhatian
kelontong ke.lon.tong [n] (1) alat kelentungan yg selalu dibunyikan oleh penjaja barang dagangan untuk menarik perhatian pembeli; (2) barang-barang untuk keperluan sehari-hari spt sabun, sikat gigi, gelas, cangkir, mangkuk
kelor ke.lor [n] (1) pohon merunggai, daunnya dibuat sayur atau obat; Moringa oleifera; (2) daun kelor; kelentang
keluar ke.lu.ar [v] (1) bergerak dr sebelah dalam ke sebelah luar: murid-murid disuruh -- dr kelas untuk berolahraga di lapangan sekolah; (2) tersembul: bunga teratai itu -- dr permukaan air; (3) menampakkan diri; timbul; muncul: pencuri itu -- dr tempat persembunyiannya; (4) terbit: surat kabar tidak -- hari ini; (5) terlahir: kata-kata yg -- dr hati nurani; (6) pergi ke luar (rumah dsb): ia baru saja --; (7) diumumkan: hasil ujian sudah --; (8) berhenti dr perkumpulan (pekerjaan, sekolah, dsb): ia sudah -- dr perusahaan itu; (9) muncul sbg pemenang pertandingan dsb: ia -- sbg pemenang pertama dl lomba cipta puisi untuk tahun ini
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
kemanjuran ke.man.jur.an [n] keadaan (hal, sifat) manjur: -- obat itu telah terbukti
kemantapan ke.man.tap.an [n] (1) hal (keadaan) mantap (stabil, aman, teguh hati, tetap tidak berubah): Pemerintah menjamin -- harga barang menjelang Lebaran; (2) Antr keadaan suatu hal, gejala, atau masyarakat yg seimbang dan tidak banyak berubah krn pengaruh, baik dr dalam maupun dr luar
kemasygulan ke.masy.gul.an [n] kesusahan (kesedihan) hati; (2) n kekesalan hati; (3) v menderita masygul
kembang semangkok pohon yg bijinya dipakai untuk obat sakit perut, Scaphium affinis
kemejan ke.me.jan [n] jenis hiu kia-kia; Zhinobatidae
kemopsikiatri ke.mo.psi.ki.a.tri [n Dok] penggunaan obat dl pengobatan gangguan mental dan emosional; psikofarmakologi
kemukus ke.mu.kus [n] tumbuhan merambat (asli Indonesia) termasuk suku lada-ladaan, daun berbentuk bulat telur dng ujung meruncing dan berbulu pd bagian bawah, bunga berupa butir, buah berbentuk bundar merah digunakan sbg obat penyakit kelamin, desentri, penyakit saluran kencing, dan bronkitis; lada berekor; Piper cubeba [n] bintang berekor; komet
kemunting ke.mun.ting [n] (1) tumbuhan perdu, daunnya dapat dimakan, berasa sepat, biasa digunakan untuk ramuan obat sakit perut; Rhodomyrtus tomentosa; (2) daun kemunting; -- bukit tumbuhan melata, Anplectrum divaricatum
kemuraman ke.mu.ram.an [n] perihal muram; kesuraman: gadis itu mencoba menyembunyikan -- hatinya
kemurungan ke.mu.rung.an [n] perihal murung; kemasygulan: berita itu menambah -- hatinya
kemutul ke.mu.tul [n] (1) pohon yg kayunya keras dan liat, getahnya biasa dipakai untuk obat kudis, Cratoxylon formosum; (2) kayu kemutul
kena pedang bermata dua [pb] amat sakit hatinya
kena sembur kena jampi-jampi (kunyahan obat-obatan dsb yg disemprotkan dr mulut); (2) cak kena marah; dimaki-maki
kenaikan pangkat reguler ke.na.ik.an pangkat reguler [Adm] kenaikan pangkat yg diberikan kpd pegawai negeri sipil yg memenuhi syarat yg ditentukan tanpa memperhatikan jabatan yg dipangkunya
kenalan ke.nal.an [n] orang yg sudah dikenal; sahabat; teman: dia adalah ~ saya yg baik hati
kenan ke.nan , ber.ke.nan v (1) merasa senang (suka, sudi, setuju): kami mohon Bapak ~ memimpin sidang pd pertemuan kita nanti; (2) dng segala senang hati (dipakai sbg kata penghormatan kpd orang besar): rombongan Presiden ~ mengunjungi daerah yg tertimpa malapetaka itu [n] noda pd kulit yg merupakan bawaan sejak lahir (msl tahi lalat): anak yg hilang itu mempunyai -- berupa warna merah pd pelipis kanannya
kencur ken.cur [n] (1) tanaman yg mempunyai akar batang yg tertanam di dl tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; cekur; Kaempferia galanga; (2) umbi kencur; (3) ki belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar: anak itu masih -- belum tahu liku-liku dunia ini; (4) ki belum dewasa; di bawah umur: anak masih bau -- sudah berpacaran
kenes ke.nes [cak a] (1) lincah dan menawan hati (tt sikap anak kecil) banyak bicara dan banyak tingkah yg menyenangkan; (2) suka bergaya dan bertingkah laku dibuat-buat supaya menarik perhatian; genit; keletah; (3) bangga akan keadaan dirinya; bermegah diri; mengagungkan diri
kenestapaan ke.nes.ta.pa.an [n] kesusahan hati; kesedihan
kenidai ke.ni.dai [n] (1) pohon yg tingginya antara 8-20 m, tumbuh di daerah tropis dan subtropis di pesisir pantai, daunnya dapat dijadikan obat perut; Bridelia (bermacam-macam jenisnya spt -- babi, Bridelia stipularis; -- hutan, Bridelia pustalata; (2) daun kenidai
kentut ken.tut, ken.tut.an [n] (1) tumbuhan yg daunnya berbau tidak sedap, biasa digunakan untuk obat sakit perut dsb; Paederia foetida; (2) daun kentutan
kepala batu [ki] tidak mau menuruti nasihat orang; tegar hati; keras kepala
kepedaran ke.pe.dar.an [n] kekesalan hati: pd bibirnya tergambar kepahitan hidup dan ~ hati
kepedihan ke.pe.dih.an [n] rasa pedih; (2) n kesakitan hati; (3) a sangat sakit: anak itu menangis ~ bila lukanya dicuci
kepedulian ke.pe.du.li.an [n] perihal sangat peduli; sikap mengindahkan (memprihatinkan)
kepedulian sosial ke.pe.du.li.an sosial sikap mengindahkan (memprihatinkan) sesuatu yg terjadi dl masyarakat
keperihan ke.pe.rih.an [n] (1) kepedihan; kesakitan: merintih menahan ~ perut; matanya ~ krn terkena tetesan air sabun; (2) perasaan tidak senang (tidak gembira dsb); kepahitan; kepedihan (perasaan): paman dapat merasakan ~ yg mencekam hati kemenakannya itu
kepiluan ke.pi.lu.an [n] kesedihan hati: kesakitan dan ~ hati ditanggungnya dng tabah
kepolosan ke.po.los.an [n] kesederhanaan (tt sikap dan tingkah laku); kejujuran (pikiran, hati, dsb)
kepuh ke.puh , me.nge.puh v melembung (menggelembung) krn penuh berisi angin atau kena angin (tt layar dsb) [n] (1) pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 30 m, bunganya berwarna merah, berbau busuk, daunnya mudah rontok, buahnya berupa bumbung, kulit buahnya tebal berwarna merah sbg obat untuk menghentikan perdarahan pd hidung, bijinya hitam dapat digunakan sbg obat batuk, mengandung minyak yg biasa digunakan sbg minyak goreng atau minyak lampu; Sterculia foetida; (2) biji kepuh , ke.puh-ke.puh n selepa tempat gambir, pinang, tembakau, dsb untuk makan sirih
kepulaga ke.pu.la.ga [n] (1) tumbuhan, bijinya dibuat obat dsb, berbau harum; Amomum cardamomum; (2) biji kepulaga
kepulangan ke.pu.lang.an [n] perihal pulang: ~ ayahnya dr rantau dapat membahagiakan hatinya
kerama ke.ra.ma [kl n] kutuk; tulah; kecelakaan (yg didatangkan krn kutuk): -- bagimu krn engkau tiada akan hal hati orang berahi
keramahan ke.ra.mah.an [n] sifat ramah; kebaikan hati dan keakraban (dl bergaul)
keramunting ke.ra.mun.ting [n] (1) tumbuhan yg tingginya antara 0,5 m-1,25 m, bunganya indah berwarna merah hijau, buahnya bulat berwarna merah kecokelat-cokelatan dan enak dimakan, daunnya dapat digunakan sbg obat luka; kemunting; Rhodomyrtus tomentosa; (2) buah keramunting
kerapuhan ke.ra.puh.an [n] perihal rapuh; kelemahan (hati dsb)
keras tulang tumbuhan yg akarnya dapat dibuat menjadi kapur barus, daunnya dibuat obat, Chilorantus officinalis; (2) ki kuat
kerawanan ke.ra.wan.an [n] keadaan rawan; perihal rawan: kebimbangan dan ~ hatinya terbayang pd mukanya yg murung
kerisauan ke.ri.sau.an [n] kerusuhan (hati); kegelisahan: ~ masyarakat timbul akibat tindakan beberapa orang terkemuka
kerlingan ker.ling.an [n] pandangan mata melirik; lirikan: ~ matanya yg lembut membuat hatiku terpesona
kermak ker.mak [n] (1) tumbuhan yg daunnya dapat dibuat obat sakit kepala; Alternanthera sessilis; (2) daun kermak
kermak jantan tumbuhan obat; Eclipta alba
kerumitan ke.ru.mit.an [n] perihal rumit; kesulitan; kesukaran; kesusahan: segala ~ dihadapinya dng hati tabah
kerut ke.rut [n] lipatan kulit (pd dahi dsb); kedut; gelembur: apa yg terasa dl hatinya terbayang pd -- dahinya [n] bunyi spt bunyi pisau yg digoreskan pd barang yg keras dsb
kerut merut banyak kerutnya; (2) kusut, kacau; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati); (3) ki banyak bohongnya (tt perkataan)
kesabaran ke.sa.bar.an [n] ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang (sabar): ia pun akan kehilangan -nya apabila diperlakukan tidak adil dan melampaui batas
kesayuan ke.sa.yu.an [n] hal menderita sayu; kesedihan; keibaan hati
kesedihan ke.se.dih.an [n] perasaan sedih; duka cita; kesusahan hati
kesembronoan ke.sem.bro.no.an [n] (1) kekuranghati-hatian; (2) kecerobohan
kesenakan ke.se.nak.an [v] menderita senak (perut, dada, hati, dsb)
kesengsem ke.seng.sem [Jw a] sangat tertarik hati (tergila-gila) sehingga terlupa diri; terpesona [v] tersengsem
kesenimanan ke.se.ni.man.an [n] perihal seniman; yg berhubungan dng seniman: sifat -nya dan gaya hidupnya yg liar membuat istrinya selalu makan hati
kesetiaan ke.se.ti.a.an [n] keteguhan hati; ketaatan (dl persahabatan, perhambaan, dsb); kepatuhan
kesimbukan ke.sim.bu.kan [n] (1) tumbuhan, daunnya berbau tidak sedap, biasa digunakan sbg obat sakit perut atau dimasak bersama parutan kelapa muda, sbg botok; Saprosma arboreum; (2) daun kesimbukan
kesirikan ke.si.rik.an [n] keirihatian; kedengkian
kesosialan ke.so.si.al.an [n] sifat-sifat kemasyarakatan (sifat suka memperhatikan umum, suka menolong, dsb): krn perasaan -- nya, beliau selalu disukai orang dl pergaulan
kesucian ke.su.ci.an [n] kebersihan (hati dsb); kemurnian
kesumpekan ke.sum.pek.an [n] kerisauan (tt hati); keresahan: ia merasa lega setelah menceritakan -- hatinya kpd teman karibnya
ketabahan ke.ta.bah.an [n] perihal tabah; keadaan tabah; ketetapan hati; kekuatan hati
ketahanan ke.ta.han.an [n] perihal tahan (kuat); kekuatan (hati, fisik); daya tahan
ketaksaan ke.tak.sa.an [n] perihal taksa; kekaburan; keraguan (tt makna); ambiguitas: ~ kalimat dapat diatasi dng memperhatikan konteks
ketegar ke.te.gar [a] tidak mau menurut kata (nasihat) orang; keras kepala; tegar hati
ketegaran ke.te.gar.an [n] kekerasan hati
keteguhan ke.te.guh.an [n] kekuatan atau ketetapan (hati, iman, niat, dsb); kekukuhan: ~ hati dan ketabahan jiwa yg beginilah yg menunjukkan sifat keperwiraannya; ~ setianya tidak diragukan lagi
ketenangan ke.te.nang.an [n] hal (keadaan dsb) tenang; ketentuan (hati, batin, pikiran)
ketenteraman ke.ten.te.ram.an [n] (1) keadaan tenteram; keamanan; (2) ketenangan (hati, pikiran)
keterbukaan ke.ter.bu.ka.an [n] hal terbuka: perasaan toleransi dan -- hati merupakan landasan utama untuk berkomunikasi
ketetapan ke.te.tap.an [n] (1) hal (keadaan) tetap; ketentuan; kepastian: adat perkawinan di kalangan suku terasing itu banyak yg bertentangan dng ~ hukum agama; (2) keteguhan (hati, niat, dsb); ketabahan (hati); kekerasan (hati, kemauan); (3) keputusan; beslit (pengangkatan dsb): sampai detik ini ~ yg resmi sebagai kepala sekolah belum ada
ketir-ketir ke.tir-ke.tir [Jw a] dl perasaan cemas (khawatir, waswas, gelisah) dan takut: pd umumnya hati bendaharawan selalu -- apabila akan diadakan pemeriksaan oleh pihak pemeriksa keuangan
ketrek ket.rek [v] me.nget.rek v cak (1) menggoda (dng bersuit-suit dsb); (2) menarik hati (wanita); memikat: Anda tentunya punya pengalaman bagaimana cara ~ wanita
ketulusan ke.tu.lus.an [v] kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran: dng segala ~ hatinya ia menghadiahkan sebagian hartanya kpd fakir miskin
ketumpang ke.tum.pang [n] (1) tumbuhan perdu, tumbuh di tempat lembap, digunakan sbg campuran obat kejang perut; (2) daun ketumpang
kewarasan ke.wa.ras.an [n cak] kesehatan jasmani dan rohani: setelah dibawa ke dokter dan diobati, ~ anak itu bertambah baik
khasiat kha.si.at [n] faedah (kegunaan) yg bersifat khas; kekuatan (kegunaan, faedah) yg istimewa (tt obat, azimat, dsb): sekarang sedang diselidiki -- obat-obatan Indonesia asli
khisit khi.sit [a] dengki; iri hati
khuduk khu.duk [a] rendah hati
khusyuk khu.syuk [a] penuh penyerahan dan kebulatan hati; sungguh-sungguh; penuh kerendahan hati: mereka sedang berdoa dng -- nya [n] tujuan; niat
kias ki.as [n] (1) perbandingan (persamaan); ibarat; contoh yg telah ada (terjadi): berita itu hendaklah diambil -- nya saja; (2) sindiran: ia sama sekali tidak merasakan -- temannya itu; (3) contoh (model) yg telah ada; analogi: kata "pemuda-pemudi" sebenarnya mengambil -- kata "putra-putri"; (4) alasan (hukum) yg berdasarkan perbandingan atau persamaan dng hal yg telah terjadi (dl hukum Islam) [n] kepandaian mengobati dsb dng jampi-jampi; ilmu kias, ilmu sihir
kijang-kijang ki.jang-ki.jang [n] karang berduri, warnanya merah, dan dipakai sbg obat
kilan ki.lan [Jw n] jengkal [v] ter.ki.lan v terasa (dl hati); terbayang
kilauan ki.lau.an [n] kilatan; kilapan: ~ golok tajam yg diarahkan kepadanya mengecilkan hatinya
kimbang kim.bang [v] ber.kim.bang-kim.bang v (1) terbang melayang berkeliling (spt burung layang-layang, burung elang yg sedang terbang); (2) ki merasa bimbang; tidak mempunyai pegangan dl berpikir; terombang-ambing (tt pikiran dan hati)
kimia farmasi cabang kimia tt susunan, pembuatan, dan pengujian obat-obatan
kimput kim.put [ark a] kecut (hati); gentar; takut
kina ki.na [n] (1) pohon yg termasuk genus Cinchona, rasa kulit batangnya sangat pahit, digunakan sbg obat antimalaria; Chinchona succirubra; (2) kulit kina
kinine ki.ni.ne [n] obat berupa pil dibuat dr kulit pohon kina; obat (pil) antimalaria
kira-kira ki.ra-ki.ra [adv] lebih kurang: ~ 50 orang anak sekolah ikut berlatih kegiatan Palang Merah Remaja; (2) adv agaknya; barangkali; mungkin (hampir pasti): ~ ia tidak akan berani melawan saya; (3) n dugaan; sangka-sangka; agak-agak: jangan ~ saja, katakan setepat-tepatnya; (4) n hitungan; taksiran; rancangan (pengeluaran uang dsb): menurut ~ , dia akan beruntung Rp100.000,00; (5) v timbang-timbang; pikir-pikir dulu: kalau bicara ~ agar tidak menyakiti hati orang lain
kiris ki.ris [n] (1) pohon kayu, akarnya dipakai untuk ramuan obat dan buahnya dapat dimakan, Belamcanda chinensis; (2) akar kiris; (3) buah kiris
klemensi kle.men.si [n] kemurahan hati; kerahiman; kesediaan mengampuni atau memaafkan: pemerintah dituntut agar berlaku adil dan selalu terbuka hati memberi --
klenik kle.nik [n cak] kegiatan perdukunan (pengobatan dsb) dng cara-cara yg sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang
klinik kli.nik [n Dok] (1) (bagian) rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan thd kasus penyakit yg diderita para pasien; (2) balai pengobatan khusus: -- keluarga berencana; -- penyakit paru-paru; (3) organisasi kesehatan yg bergerak dalam penyediaan pelayanan kesehatan kuratif (diagnosis dan pengobatan), biasanya thd satu macam gangguan kesehatan
klinisi kli.ni.si [n] orang yg berkecimpung dl bidang pengembangan ilmu kedokteran: dng susah payah, para -- berusaha menemukan obat penyakit kanker
kloral klo.ral [n Kim] zat cair spt minyak tanpa warna (CCL3CHO) terbentuk dr klor dan alkohol dan dapat merangsang rasa mengantuk (kadang-kadang digunakan sbg obat tidur)
klorokuin klo.ro.ku.in [n Far] obat penyakit malaria (biasanya berupa tablet); C18H26ClN3
kocok ko.cok [v] guncang (tt obat dl botol dsb): -- dulu obat itu sebelum diminum
kodein ko.de.in [n Dok] alkaloid bersifat narkotik lembut, terbuat dr candu, biasanya untuk mengobati batuk berat; C18H21NO
kokaina ko.ka.i.na [n] (1) Far zat dr daun koka, dipakai sbg obat pembiusan setempat sehingga tidak berasa sakit; (2) Kim zat tanpa warna, sangat sukar larut dl air, larut dl 10 bagian etanol, diperoleh dr daun koka; Erythroxylium coca dan Erythroxylium truxillense; C17H21NO4
kokainisasi ko.ka.i.ni.sa.si [n Dok] pembiusan atau pengobatan dng kokaina
kola ko.la [n] (1) Bot tumbuhan yg termasuk keluarga Sterculiaceae, bijinya mengandung kafeina, dapat dipakai sbg obat penyegar (antara lain, dicampurkan ke dl minuman dingin); (2) biji kola
kolesom ko.le.som [n Far] akar yg dibuat obat kuat; ginseng
komidi ko.mi.di [n] (1) pertunjukan berbagai kepandaian gerak badan (menjengkolet, meniti kawat, dsb); akrobat; (2) pertunjukan keterampilan: -- kuda
konon ko.non [adv] (1) agaknya (biasanya di belakang kata tanya); gerangan: apa -- yg tersimpan di hatinya; (2) kata orang; kabarnya; katanya: begitulah -- nasib orang yg tamak itu; (3) barangkali; mungkin: itulah sebabnya -- maka ia berani berbuat begitu; (4) Sas kabar: sekarang patik dengar kabar yg sah, bukan -- dikarang; (5) Mk istimewa pula; apalagi; jangan lagi: melihat darah saja ia pingsan, -- disuruh membunuh orang
konsentrasi kon.sen.tra.si [n] (1) pemusatan perhatian atau pikiran pd suatu hal; (2) pemusatan tenaga, kekuatan, pasukan, dsb di suatu tempat: ada -- pasukan di daerah perbatasan; (3) pemusatan beberapa penerbitan dl satu kekuasaan; (4) Kim persentase kandungan bahan di dl satu larutan
konsultasi medis perundingan antara pemberi dan penerima layanan kesehatan yg bertujuan mencari penyebab timbulnya penyakit dan menentukan cara pengobatannya
konsumen kon.su.men [n] (1) pemakai barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan, dsb): kepentingan -- pun harus diperhatikan; (2) penerima pesan iklan; (3) pemakai jasa (pelanggan dsb)
kontemplasi kon.tem.pla.si [n] renungan dsb dng kebulatan pikiran atau perhatian penuh
kontrasepsi kon.tra.sep.si [n] cara untuk mencegah kehamilan (dng menggunakan alat atau obat pencegah kehamilan, spt spiral, kondom, pil antihamil)
kontraseptif kon.tra.sep.tif [a] bersifat mencegah kehamilan: harus dipertimbangkan juga akibat sampingan dr penggunaan obat --
konvulsan kon.vul.san [n Far] obat yg menyebabkan kenyang
kopaiba ko.pa.i.ba [n Kim] resin aromatik yg digunakan untuk obat
koreferensialitas ko.re.fe.ren.si.a.li.tas [n Ling] persamaan referen antara konstituen kalimat, msl antara ia dan nya dl Ia dng senang hati meminjamkan bukunya
korek ko.rek [n] (1) cungkil; (2) gerek [n] alat pemantik api; geretan [a] hati-hati (sesuai dng segala sesuatu yg benar); teliti: pejabat harus bertindak -- thd aspirasi yg datang dr masyarakat
koreksi ko.rek.si [n] (1) pembetulan; perbaikan; pemeriksaan: -- thd diri sendiri akan menumbuhkan sikap rendah hati dan tidak cepat menyalahkan orang lain; (2) Graf pembacaan dan pembetulan cetak coba dng tanda-tanda tertentu untuk menjamin kecocokan cetak coba dng naskahnya
korenah ko.re.nah [Mk n] kelakuan; perangai: -- anak itu sangat menyenangkan hati orang tuanya
koreng ko.reng [a] loreng; coreng; belang: anjing -- [n] luka yg bernanah dan membusuk; borok: salep ini sangat manjur untuk mengobati --
korosif ko.ro.sif [n] (1) Far obat yg mengikis jaringan organ secara kimia atau secara peradangan; (2) bahan yg menyebabkan pengikisan
kosmetik kos.me.tik /kosmEtik/ (1) a berhubungan dng kecantikan (tt corak kulit); (2) n obat (bahan) untuk mempercantik wajah, kulit, rambut, dsb (spt bedak, pemerah bibir)
koyok ko.yok [n] anjing yg tidak dipiara orang; anjing liar [n] obat tempel (spt plester) yg berkhasiat menyembuhkan rematik, keseleo, dan masuk angin
kualitatif ku.a.li.ta.tif [a] berdasarkan mutu: pembangunan pendidikan harus memperhatikan baik segi -- maupun segi kuantitatifnya
kukuh ku.kuh [a] (1) kuat terpancang pd tempatnya; tidak mudah roboh atau rusak: benteng yg --; kuat; (2) teguh (tt pendirian, hati, dsb): dl diskusi dia selalu -- pd pendiriannya
kulim ku.lim [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 25 m, tumbuh di hutan dataran rendah, kulit pohonnya menghasilkan tanin, buahnya untuk obat, kayunya kuat dan tahan lama, dapat dijadikan bahan bangunan, bantalan kereta api, tiang listrik (telepon), bahan industri, kayu lapis, dan bahan pembuat kapal; Scorodocarpus borneensis; (2) buah kulim; (3) kayu kulim
kulit lawang pohon, kulitnya dibuat rempah-rempah dan minyaknya dibuat obat; Cinnamomun culilawan
kulit manis pohon yg kulitnya manis (banyak dijadikan bahan rempah-rempah dan bahan obat); Cinnamomun burmani
kulub ku.lub [Ar n] hati (jamak dr kalbu) [v] , me.ngu.lub v mengukus, merebus (sayuran)
kumbang tidak seekor (bunga tidak sekaki) [pb] masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati
kumis kucing ku.mis ku.cing [n] (1) tumbuhan, bunganya menyerupai kumis kucing, daunnya direbus untuk obat penyakit ginjal; Orthosiphon grandiflorus; (2) bunga kumis kucing; (3) daun kumis kucing
kungki kung.ki [n] (1) pohon yg kayunya dibuat lesung dsb, kulitnya dibuat obat luka yg bernanah, Pametia pinnata; (2) ark kayu kungki; (3) kulit kungki
kunyit ku.nyit [n] (1) tumbuhan, suku Zingiberaceae, marga Curcuma, banyak digunakan dl masakan, msl sbg bumbu penyedap, pemberi warna kuning, dan dapat membuat makanan lebih awet, dapat juga digunakan sbg obat; Curcuma domestica atau Curcuma longa; (2) umbi kunyit
kuping menjangan tumbuhan yg akar dan daunnya digunakan sbg obat batuk, Plantago major
kupur ku.pur [n] (1) tumbuhan yg daunnya dibuat obat batuk, akarnya direbus untuk obat disentri; Rubus moluccanus; (2) daun kupur; (3) akar kupur
kurang ingat agak lupa; tidak berapa ingat; (2) kurang hati-hati
kurang taksir [pb] kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dsb)
kurang-kurang ku.rang-ku.rang [adv] (1) kalau kurang; kalau tidak: ~ hati-hati kita bisa terjebak; (2) sangat kurang; makin kurang; ~ modal, kita bisa gulung tikar
kuratif ku.ra.tif [a] (dapat) menolong menyembuhkan (penyakit dsb); mempunyai daya untuk mengobati: daya -- dr sinar matahari dan air laut telah lama dikenal orang
kusut ku.sut [a] (1) tersimpul jalin-menjalin tidak keruan hingga sukar diuraikan (rambut, benang, dsb): rambutnya --; (2) kacau; tidak teratur: alas tempat tidur itu --; (3) ki rumit; rusuh, dan bingung (hati, pikiran, dsb): -- lah hatinya dan kacaulah pikirannya
kusut pikiran bingung; susah hati
kuyu ku.yu [a] (1) tidak berseri; muram (muka) dan lesu; kusam; (2) sedih: hati -- [Mk a] penakut
label la.bel [n] (1) sepotong kertas (kain, logam, kayu, dsb) yg ditempelkan pd barang dan menjelaskan tt nama barang, nama pemilik, tujuan, alamat, dsb; (2) etiket; merek dagang; (3) petunjuk singkat tt zat yg terkandung dl obat dsb; (4) petunjuk kelas kata, sumber kata, dsb dl kamus; (5) catatan analisis pengujian mutu fisik, fisiologis, dan genetik dr benih dsb
ladan la.dan [n] (1) pohon yg menghasilkan damar untuk perabot atau ramuan obat; (2) perekat yg dibuat dr damar
lahir batin [ki] dng segenap hati; dng setulus hati; dng hati yg tulus ikhlas
lain di mulut [pb] yg dikatakan berbeda dng isi hatinya
laksatif lak.sa.tif [n Far] obat untuk mengeluarkan tinja dr saluran pencernaan makanan (spt kastroli, garam inggris); pencahar; obat urus-urus
laku tirakat syarat yg dilakukan dng menahan hawa nafsu berupa berpuasa berpantang dsb (sbg syarat untuk mencapai suatu maksud); syarat berprihatin
lalai la.lai [a] kurang hati-hati; tidak mengindahkan (kewajiban, pekerjaan, dsb); lengah: krn -- dompetnya hilang disambar copet; (2) v tidak ingat krn asyik melakukan sesuatu; terlupa: semuanya -- bermain kartu [n Lay] tali di kapal (perahu) sbg pemutar kayu palang tempat menggantungkan layar
lamdukpai lam.duk.pai [n] tumbuhan melilit, akarnya dipakai untuk obat penyakit cacar; empis musang
lampu kuning lampu lalu lintas yg berwarna kuning yg mengisyaratkan kendaraan bersiap-siap untuk berhenti (sesudah lampu hijau) atau mengurangi kecepatan (jika berkedip-kedip); (2) isyarat untuk berhati-hati; (3) ki isyarat untuk bersiap-siap untuk melakukan kegiatan
lancang mulut suka mengeluarkan kata-kata yg kurang senonoh (menyakiti hati, membuka rahasia, dsb)
landas lan.das [n] alas; tumpuan [n] , -- bukit 1 pohon kecil, kayunya yg putih dan lunak untuk gagang pisau, getahnya untuk lem, rebusan daun dan buahnya untuk obat buang-buang air; Macaranga triloba; (2) kayu, daun, getah landas bukit
langgam lang.gam [n] (1) gaya; model; cara: -- permainannya khas, sukar ditiru orang lain; (2) adat atau kebiasaan: -- orang di daerah itu kalau berkata dng suara keras, tetapi hatinya baik dan suka berterus terang; (3) bentuk irama lagu (nyanyian): penyanyi lagu pop belum tentu dapat menyanyikan lagu --
langir antiketombe cairan sabun pencuci rambut yg mengandung obat penghilang ketombe
langkau lang.kau [v] me.lang.kaui v melampaui; melewati (melewatkan): krn tidak hati-hati menyalin, dia ~ satu baris [n] tempat menjemur kopra
lanolin la.no.lin [n Kim] zat mirip lilin yg diperoleh dr lemak bulu domba, digunakan sbg bahan dasar untuk obat luar dan kosmetik
lapang la.pang [a] (1) lebar (tt ruangan, kamar, dsb); luas; (2) lega; senang: hatinya --; -- pikiran; (3) tidak sibuk; tidak repot; senggang: waktu --; saat --; (4) longgar; tidak sempit: baju anak perlu dibuat -- krn dia cepat besar [n] tumbuhan memanjat, Bauhinia comifolia
lapang kira-kira lega hati
lara la.ra [kl a] (1) sedih; susah hati; (2) sakit
lara wirang [Jw] sakit hati krn malu
larai la.rai [v] me.la.rai v (1) memisahkan; menceraikan: ia berusaha untuk ~ orang yg berhantam itu; (2) menghindarkan; membuang; menawarkan: obat ini dapat ~ penyakit malaria
larat la.rat [v] (1) hanyut dan tidak menyangkut: sauh kapal itu -- hingga tidak dapat mengait dasar laut; (2) bertambah jauh (panjang, luas, mendalam, dsb): sakitnya bertambah --; kalau tidak kuat, -- jadi penyakit; (3) pergi jauh meninggalkan kampung halaman; mengembara; merantau: kita telah lama -- ke negeri orang untuk mencari peruntungan; (4) ki sedih sekali; melantur-lantur (tt perasaan dan pikiran): -- pikirannya; (5) ki terharu (tt perasaan); iba: -- hatinya mendengar perkataan anak itu [ark a] dapat; mampu; sanggup [n] anggrek, Dendrobium phalaenopsis
lawa la.wa [ark n] (1) papan yg dipasang melintang sbg galang (palang) pd perahu dsb; (2) rintangan; (3) palang jalan [a] menarik hati, indah: bentuk mukanya lebih -- dp kawannya
layat la.yat [v] me.la.yat v menjenguk (melawat) keluarga orang yg meninggal dng tujuan menghibur dan menyabarkan hatinya: Ibu sedang pergi ~ ke rumah tetangga
leban le.ban [n] (1) pohon yg kayunya putih kekuning-kuningan, kulit dan daunnya (yg lebih besar dp daun kenari) biasa digunakan untuk obat; Vilex pubescens (ada beberapa jenisnya, spt -- bunga, -- kunyit); (2) kulit (daun) leban
lega pikiran lega hati; lega dada
leka le.ka [a] lengah; lalai (krn tertarik hatinya kpd sesuatu): tak -- , tak lalai, selalu ...: tidak -- mengenangkan perasaiannya, selalu mengenangkan penderitaannya
lekang le.kang [a] (1) belah (spt tanah kepanasan); retak: musim kemarau panjang menyebabkan sawah menjadi kering dan -- tanahnya; (2) lepas (spt cat kena panas); tercerai (dr): pakaian yg satu itu tidak -- dr badan, tetapi selalu dipakainya; matanya menatap lembut dan tidak -- memperhatikan wajah gadis pujaannya
leluasa le.lu.a.sa [a] (1) lapang: pekarangannya --; (2) bebas: ternaknya -- ke sana-ke sini krn lepas dr tambatnya; (3) tidak terbatas (terlarang dsb): makanannya -- sejak dua bulan terakhir ini; (4) boleh berbuat sesuka hati: krn bapaknya berpengaruh, tampaknya anak itu -- di desanya
lelucon le.lu.con [n] hasil melucu; tindak (perkataan) yg lucu; penggeli hati; percakapan yg jenaka
leluing le.lu.ing [n] (1) pohon kayu yg buahnya, jika dicampur dedak, baik untuk makanan itik petelur, dapat juga ditumbuk halus dicampur dng bawang merah, daun turi putih dan adas sbg obat kutil; Ficus hispida; (2) buah dr pohon leluing ? luing
lemah le.mah [a] (1) tidak kuat; tidak bertenaga: badannya -- krn baru sembuh dr sakit; (2) tidak keras hati; lembut; tidak tegas: sikap -- , tidak tegas dl mengambil keputusan; (3) tidak kuat; kurang berdasar: alasan yg -- [n] ikan laut, Lactarius lactarius
lemah lembut baik hati (tidak pemarah dsb); peramah
lembek lem.bek [a] (1) lunak (spt nasi, bubur): ia sudah boleh makan nasi yg --; (2) kurang keras; agak empuk (tt bantal dsb): bantalnya -- sekali; (3) kendur; kurang tegang (tt tali, per): per mobil itu sudah --; (4) kurang (tidak) bersemangat; lemah hati: ia bermain sangat --
lembut lem.but [a] (1) lunak dan halus (tidak keras); lemas (tidak kaku); lemah (mudah dilentuk): kulit anak bayi --; (2) tidak keras atau tidak nyaring (tt suara, bunyi): penyanyi itu suaranya --; (3) baik hati (halus budi bahasanya); tidak bengis; tidak pemarah: orangnya -- dan sopan; (4) kecil sekali; sangat kecil (halus); (5) ki halus dan enak didengar; tidak kasar: -- tutur katanya
lempuyang lem.pu.yang [n] (1) tumbuhan menyerupai jahe, umbinya dipakai untuk obat pelancar peredaran darah, pegal, linu, dsb; Zingiber; (2) umbi lempuyang
lempuyang emprit lempuyang pahit, berimpang kecil, berwarna kuning, berasa pedas dan pahit, baunya tidak merangsang, tumbuh liar di hutan dan menyukai tempat lembap, tumbuhan muda berguna untuk aroma penyedap masakan dan lalap, rimpang tua untuk bahan jamu, dapat menghasilkan minyak asiri; Zingiber americanas; -- gajah lempuyang besar, mempunyai rimpang besar, berwarna kuning, berbau wangi, berbunga putih kekuning-kuningan, ditanam di kebun, rimpang muda untuk lalap, air rebusannya untuk obat berbagai macam penyakit, Zingiber zerumbeth
lempuyang pahit lempuyang emprit; -- wangi lempuyang berimpang harum, berasa pahit, pedas, berserat banyak, ditanam di pekarangan dan untuk obat campuran param, Zingiber aromaticum
lengah le.ngah /lEngah/ (1) a lalai; kurang perhatian; kurang berhati-hati; kurang awas: jangan -- bersepeda di tempat ramai; (2) v bermalas-malas: ia -- belajar; ia -- bekerja
lenggong leng.gong [ark] me.leng.gong v (1) ternganga (keheranan); (2) mempertimbangkan (dng hati-hati) merenungkan
lenggundi leng.gun.di [n] (1) tumbuhan perdu, berbatang segi empat, banyak cabangnya, bunganya berwarna ungu kebiru-biruan, buahnya bulat berwarna hitam, kulitnya keras, daunnya berbau harum dan berkhasiat sbg obat; Vitex trifolia; (2) daun lenggundi
lengket leng.ket [a] lekat /lEngkEt/, leng.ket-leng.ket n tumbuhan yg dapat digunakan untuk pupuk hijau, rambatannya 0,5-1,5 m, tumbuh di daerah tropis, daunnya untuk obat bisul; Clitoria Laurifolia
lengkuas leng.ku.as [n] tanaman berumbi, umbinya berserat kasar agak keras, berwarna putih kecokelat-cokelatan atau kekuning- ku; ningan, dipakai untuk bumbu atau obat; laos; Alpinia galanga
lengkuas merah lengkuas yg banyak digunakan sbg obat tradisional, aneka ragam serta pengobatan ternak
lepas ayam bebas sama sekali (boleh berbuat sekehendak hati); (2) kl sudah dibebaskan (tt budak belian)
lepas kira-kira senang hati; merasa lega; -- landas lepas dr landasan, pd waktu bergerak meninggalkan landasan (tt pesawat terbang): setelah -- landas suasana di bandara tampak sepi
lesitina le.si.ti.na [n] (1) Bio zat lemak yg diperoleh dr kuning telur, jaringan otak dan saraf, sperma, jamur, ragi, benih tanaman, empedu, dan darah, berfungsi sbg penghasil fosfor (pd pertukaran zat), penjaga penyaluran lemak dr hati, dan pembentuk sel membran dr sel darah merah; (2) zat yg digunakan sbg penapisan atau pemurnian dl industri margarin, sbg bahan penahan lemak dl industri cokelat, dan sbg bahan pengawet pd roti
lever le.ver [n] hati: penderita sakit -- tidak boleh makanmakanan yg berlemak [v] me.le.ver v cak mengirimkan (menyerahkan) barang-barang dagangan: agen tunggal itu harus cepat-cepat ~ barang ke daerah-daerah yg membutuhkan
lewa le.wa /lEwa/, me.le.wa v mendua hati; ragu-ragu; bata-bata
lidah ayam tumbuhan terna, dijumpai di berbagai tempat di Indonesia, tingginya mencapai 0,80 m, batang bagian atas berbulu, daun berbentuk pita, tajam, lonjong atau jorong, perbungaan berupa tandan yg normal muncul dr ketiak daun, buah agak bersayap, perbanyakan dng biji, daun dan akar untuk obat asma, bronkitis, atau sbg tonik, juga mengandung saponin, Polygala glomerata; (2) pisau kecil
lidah buaya tumbuhan, termasuk famili Liliaceae, daunnya panjang spt pedang, tebal, berdaging lembek dan berlendir yg biasa digunakan untuk obat pencuci rambut; Aloevera
lihat li.hat [v] me.li.hat v (1) menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan): kepala desa ~ rakyat membersihkan selokan; (2) menonton: nanti malam kami akan ~ pertandingan tinju; (3) mengetahui; membuktikan: saya ingin ~ sampai di mana kemampuannya; (4) menilik: ~ gelagatnya, kedatangan mereka mempunyai maksud yg kurang baik; (5) meramalkan: seorang ahli nujum atau astrolog dapat ~ nasib seseorang; (6) menengok (orang sakit); menjenguk: kami merencanakan untuk ~ kakek di rumah sakit
limau nipis limau, berbuah agak lonjong berkulit agak tebal, halus, dan berkilat, berasa masam, dapat dipakai sbg penyedap masakan, campuran obat tradisional, dan sbg minuman penyegar; Citrus aurantifolia
limau purut limau yg buahnya berkulit kasar berkerut-kerut, tidak untuk dimakan, tetapi dipakai sbg penyedap makanan, campuran obat tradisional, dan untuk berkeramas; Citrus hystrix
lintuh lin.tuh [Mk a] lemah; lunak: hatinya menjadi -- krn rayuan wanita itu
lipase li.pa.se [n Bio] enzim yg menguraikan lemak menjadi alkohol dan asam lemak, terdapat dl hati, pankreas, perut, dan organ pencerna lainnya, dan juga dl tumbuhan tertentu, msl pd biji-biji palem berkadar lemak (minyak)
lipur li.pur [v] (1) hilang; lenyap; hapus: lama-kelamaan nama itu -- dr ingatannya; (2) hilang sedihnya; terhibur hatinya: sampai sekarang hatinya belum -- juga
luar lu.ar [n] (1) daerah, tempat, dsb yg tidak merupakan bagian dr sesuatu itu sendiri: ia berdiri di -- gedung; lima tahun ia tinggal di -- negeri; (2) bukan dr lingkungan (keluarga, negeri, daerah, dsb) sendiri; asing: meskipun ia orang -- , tetapi sudah spt keluarga sendiri; (3) bagian (sisi, permukaan, dsb) yg tidak di dalam: merk kecap itu tertempel di -- botol; obat -- , obat untuk mengobati bagian luar tubuh (kulit dsb)
lubuk jiwa lubuk hati
lucu lu.cu [a] menggelikan hati; menimbulkan tertawa; jenaka: cerita ini -- sekali; tukang lawaknya tidak --
luluh lu.luh [v] (1) hancur menjadi kecil-kecil (spt serbuk); remuk sama sekali: hancur --; (2) menjadi lemah (tt hati) sehingga hilang marahnya: hatinya yg semula panas menjadi -- setelah melihat keadaan orang itu; -- hatinya melihat kenekatan anaknya; (3) melebar , lu.luh.an Jw n adukan pasir, semen, dsb (untuk membuat dinding tembok); lepa
lulut lu.lut [n] bedak dng wewangian untuk membersihkan badan [Jw a] (1) jinak (tt binatang); tidak takut-takut lagi (tt anak); tidak melawan lagi; tunduk patuh; menurut: burung itu sudah -- kepadanya; anak kecil itu -- pd bibinya; (2) jatuh hati; menaruh cinta kpd
lumer lu.mer [a] (1) encer hatinya; leleh: baja hanya dapat dicetak dl keadaan --; (2) ki mau menurut; tidak bersikeras lagi: setelah dinasihati, akhirnya -- juga hatinya
lunak lu.nak [a] (1) lembut; empuk: beliau hanya diperbolehkan menyantap makanan yg --; (2) ki tidak lekas marah; sabar; tidak terlampau keras mempertahankan pendiriannya dsb: mereka termasuk golongan kaum nasionalis yg --; (3) reda: hatinya -- setelah dinasihati
lurus akal jujur; lurus hati
lurus bagai piarit [pb] orang yg tampak baik, tetapi berhati jahat
lurus sbg sumpit [ki] lurus hati benar
lurus tabung sangat lurus hati
mabuk di enggang lalu [pb] sangat tertarik hatinya kpd orang yg belum dikenal
mahfuz mah.fuz [Ar n] yg dihafalkan; yg tersimpan di dl hati (ingatan, pikiran)
mahkota jiwa kekasih; jantung hati
main ma.in [v] (1) melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dng menggunakan alat-alat tertentu atau tidak): -- bola; -- kelereng; -- cari-carian; (2) cak melakukan perbuatan untuk bersenang-senang (dng alat-alat tertentu atau tidak): anak-anak sedang -- di halaman; (3) berjudi: sepanjang hari kerjanya hanya -- domino; (4) dl keadaan berlangsung atau mempertunjukkan (tontonan dsb): filmnya sudah --; (5) bertindak sbg pelaku dl sandiwara (film, musik, dsb): dia sering ikut -- dl pementasan drama di sekolah; (6) berbuat serong: saya benci kpd laki-laki yg suka -- dng perempuan lain; (7) bekerja, bergerak, berputar, dsb secara sepatutnya (tt mesin dsb): jarum jamnya sudah tidak -- lagi; (8) cak berbuat sesuatu dng sesuka hati; berbuat asal berbuat saja: jangan -- pinjam saja, pikirkan juga bagaimana cara mengembalikannya; kalau sudah marah, ia suka -- pukul saja; (9) cak menjalankan usaha (taksi, becak, dsb); mencari nafkah dng: dulu -- becak, sekarang -- taksi; (10) cak selalu menggunakan (memakai): sekarang dia sudah tidak mau naik bus, -- taksi melulu
maja ma.ja [n] (1) pohon yg berkembang biak dng biji, tingginya dapat mencapai 15 m, cabangnya berduri, berdaun majemuk, berbunga harum, kulit batangnya kalau diiris mengeluarkan getah berwarna putih, yg jika dibiarkan dl udara terbuka, warnanya berubah menjadi kuning jernih spt batu permata, kulit akarnya dapat dijadikan obat penyakit mulut dan kuku pd lembu; (ada berbagai jenis, spt -- batu, -- ingus); Aegle marmelos; (2) buah maja, bentuknya bulat atau agak lonjong, dagingnya berwarna jingga, rasanya pahit, dapat digunakan sbg obat diare, kolera, disentri
majakane ma.ja.ka.ne [n] buah keras untuk ramuan obat, jamu, atau dijadikan arang untuk menghitamkan gigi, mengandung tanin yg berkhasiat sbg bahan kesat; Quercus lusitanica
majakeling ma.ja.ke.ling [n] buah yg dikeringkan dr pohon Terminalia arborea, dipakai sbg campuran obat untuk penyakit keputihan pd wanita
majun ma.jun [n] potongan sisa bahan (bukan kain bekas) yg digunakan untuk lap [n] jamu atau obat kuat untuk lelaki yg dibuat dr bermacam-macam ramuan, yg membuat badan menjadi terasa hangat, sehat, kuat, dan bersemangat muda
makan darah [ki] (1) rusak hatinya atau dirinya krn sedih, mendongkol, dsb; (2) banyak mengambil untung
makan hak melanggar hak orang lain; menyebabkan susah hati (mendongkol dsb)
makbul mak.bul [Ar v] (1) diluluskan (tt permintaan, doa); terkabul: mudah-mudahan doa Ananda --; (2) berhasil; tercapai (tt maksud): selama cita-citanya belum -- , ia tidak akan pulang ke kampung; (3) manjur (tt obat, guna-guna, dsb): semoga obatnya --
makna mak.na [n] (1) arti: ia memperhatikan -- setiap kata yg terdapat dl tulisan kuno itu; (2) maksud pembicara atau penulis; pengertian yg diberikan kpd suatu bentuk kebahasaan
makan ma.kan [v] memasukkan makanan pokok ke dl mulut serta mengunyah dan menelannya: mereka -- tiga kali sehari; (2) v memasukkan sesuatu ke dl mulut, kemudian mengunyah dan menelannya: ia sedang -- pisang; (3) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan mengunyah-ngunyahnya: Nenek sedang -- sirih; (4) v memasukkan sesuatu ke dl mulut dan menelannya: pasien harus -- pil; (5) v mengisap: -- candu; (6) v memakai; memerlukan; menghabiskan (waktu, biaya, dsb): pembangunan jembatan ini -- waktu lama; upacara adat itu -- ongkos besar; (7) v menyerang, mematikan, mengambil (dl permainan catur): gajah -- bidak putih; (8) v bekerja sebagaimana mestinya (tt rem, gigi roda, dsb); (9) v melukai: air keras itu -- kulit; (10) v mengenai; menembus: ditembaknya tiga kali, tetapi tidak --; (11) v memperoleh sesuatu; mencapai sesuatu: layarnya tidak -- , tidak memperoleh angin [n] tempat berlindungnya hati dan kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yg disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani
makramat mak.ra.mat [Ar n] kehormatan; kemurahan hati
malah ma.lah [adv] (1) bahkan; semakin (bertambah): setelah minum obat itu, ia tidak menjadi baik -- bertambah sakitnya; (2) bahkan sebaliknya: disuruh duduk, -- berdiri; (3) justru: -- kamu yg harus datang, bukan orang tuamu
malan ma.lan [a] merasa kurang senang (agak mabuk, sedih, bingung, cemas, dsb): hatinya marah bercampur --; bimbang dan -- menggayuti hatinya
malapari ma.la.pa.ri [n] pohon, kulit kayunya digunakan sbg obat kudis, buahnya beracun, tetapi tidak mematikan; Pongamia pinnata
mali-mali ma.li-ma.li [n] perdu merambat bertangkai kecil-kecil, daunnya direbus untuk obat seriawan; Abrus precatorius
mali-mali hantu perdu atau pohon kecil, daunnya yg muda digerus, digunakan sbg obat sakit kepala; Leea indica
malu ma.lu [a] (1) merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) krn berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb): ia -- krn kedapatan sedang mencuri uang; aku -- menemui tamu krn belum mandi; (2) segan melakukan sesuatu krn ada rasa hormat, agak takut, dsb: murid yg merasa bersalah itu -- menemui gurunya; tidak usah -- untuk menanyakan masalah itu kpd ulama; (3) kurang senang (rendah, hina, dsb): ia berasa -- berada di tengah-tengah orang penting itu
mamang ma.mang [a] (1) kabur matanya (krn hendak pingsan dsb); (2) bingung; ketakutan [n] tumbuhan terna suku Capparidaceae, daunnya dibuat asinan dan sbg pewangi nasi, air remasan daun dipakai untuk obat masuk angin; Cleome gynandra [Mk n] peribahasa yg mengandung nasihat
mamano ma.ma.no [n] semak yg berbau enak, sering dipakai untuk wangi-wangian dan obat pd masyarakat Waropen di Irian Jaya
mampu mam.pu [a] (1) kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu; dapat: ia tidak -- membayar biaya pengobatan anaknya; kakeknya tidak -- berdiri lagi krn sangat tua; (2) berada; kaya; mempunyai harta berlebih: mereka cukup -- untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri
manah ma.nah [n cak] amanah; amanat [kl n] hati; perhatian; perasaan
manasuka ma.na.su.ka [a] sesuka hati; dng sukarela: tugas itu tidak diwajibkan, melainkan -- saja
mangkak mang.kak [a] besar hati; bangga: dadanya kembang kempis krn -- mendengar kata-kata pujian itu
mangkat mang.kat [v hor] meninggal (tt raja): setelah raja itu -- , putra mahkota dinobatkan sbg raja
mangkel mang.kel [Jw a] merasa tidak enak hati krn marah dsb; jengkel; mendongkol: tentu saja penonton yg tidak mendapat tempat duduk itu merasa -- krn sama-sama telah membayar
manifestasi ma.ni.fes.ta.si [n] (1) perwujudan sbg suatu pernyataan perasaan atau pendapat: tindakannya itu sbg suatu -- kemarahan hatinya; (2) perwujudan atau bentuk dr sesuatu yg tidak kelihatan: negara kesatuan Republik Indonesia merupakan -- cita-cita bangsa
manis ma.nis [a] (1) rasa spt rasa gula: campurkan madu supaya rasanya lebih --; (2) elok; mungil (tt gadis, benda): ia akan dipertunangkan dng gadis yg --; sudut ruang tamu itu ditatanya dng --; (3) sangat menarik hati (tt muka, senyum, perkataan, dsb); sangat ramah dan lemah-lembut: ia tidak cantik, tetapi senyumnya sangat --; (4) indah; menyenangkan: lagu itu menimbulkan kenangan yg -- baginya
manis muka guna-guna untuk memikat hati orang
manis mulut [ki] lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya
manja man.ja [a] (1) kurang baik adat kelakuannya krn selalu diberi hati, tidak pernah ditegur (dimarahi), dituruti semua kehendaknya, dsb: krn anak bungsu, ia sangat --; (2) sangat kasih, jinak, mesra (kpd): anak itu sangat -- kpd kakeknya; kucing itu -- sekali kpd tuannya
manja diri gejala yg normal pd anak-anak usia antara 4-6 tahun untuk selalu memperoleh perhatian orang tua atau lingkungannya thd diri sendiri, biasanya disebabkan oleh terpecahnya perhatian orang tua kpd adiknya atau krn makin berkurangnya perhatian orang tua bersamaan dng makin besarnya anak itu
manjur man.jur [a] (1) dapat menyembuhkan (tt obat dsb); mustajab; mujarab: obat ini -- sekali, sekali minum terus sembuh; (2) benar-benar besar dayanya (tt doa, mantra, dsb); sakti: mantranya untuk menolak hujan sangat --; (3) benar-benar dapat lekas mematikan (tt bisa, racun, dsb): ular yg sangat -- bisanya
mantap man.tap [a] (1) tetap hati; kukuh; kuat: ia mengutarakan pendapatnya dng suara --; (2) tetap (tidak berubah, tidak bergoyah); tidak ada gangguan; stabil: keadaan di daerah ini sudah kembali --
mantra penawar mantra pengobatan
marem ma.rem [a] puas hati; senang: asal sudah melihat wajah putrinya sebentar, hatinya sudah --
mas tempawan emas yg ditempa (emas yg baik); (2) kl puji-pujian kpd wanita yg elok parasnya; (3) kekasih; buah hati
masa bodoh ma.sa bo.doh [a] kata afektif untuk menyatakan tidak senang hati; terserahlah; sesukamulah: begini tidak mau, begitu tidak mau, --; (2) v tidak peduli apa-apa; tidak memperhatikan sama sekali; acuh tak acuh: tt pendidikan anaknya ia -- saja
masak di luar mentah di dalam [pb] orang yg kelihatan baik pd lahirnya, tetapi hatinya jahat; mulut manis tetapi hati busuk
masase ma.sa.se [n] pemijatan, pengurutan, dsb pd bagian badan ter-tentu dng tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sbg cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa capai
maskumambang mas.ku.mam.bang [Jw n] bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk melukiskan kisah sedih atau keprihatinan yg mendalam, mempunyai bait lagu yg terdiri atas empat baris, baris pertama mempunyai 12 suku kata yg berakhir dng bunyi i (12 i), kemudian berturut-turut 6 a, 8 i, dan 8 a
masoi ma.soi [n] mesiu [n] pohon, kulitnya untuk obat bermacam-macam penyakit, msl keputihan; Massoia aromatica
masuk ma.suk [v] (1) datang (pergi) ke dl (ruangan, kamar, lingkungan, dsb): ia -- ke kamarnya kemudian menguncinya dr dalam; (2) datang (pergi) ke tempat bekerja (sekolah dsb): ia -- agak siang krn harus pergi berobat ke rumah sakit; hari ini ia tidak -- kerja, tidak datang di tempat ia bekerja; (3) tergolong; terhitung; terbilang; tercantum: ia -- dl penilaian ibu rumah tangga teladan; hal itu tidak -- dl acara rapat; (4) menjadi (anggota perkumpulan, prajurit, penganut agama, warga negara, dsb): -- Islam (Kristen, Buddha, Hindu, dsb); -- warga negara Indonesia; (5) turut serta, mengikuti; turut campur: -- perang; -- ujian; (6) diterima; didapat: uang yg -- bulan ini lebih kecil dp bulan yg lalu; surat-surat yg -- harus segera dicatat dan dijawab
masygul masy.gul [a] (1) bersusah hati krn suatu sebab; sedih; murung: -- hatiku melihat penderitaan anak itu; (2) kesal; sebal: ia -- melihat pekerjaan pembantunya yg tidak beres itu
mata batin bagian batin yg paling dalam; perasaan dl hati
materi ma.te.ri [n] (1) benda; bahan; segala sesuatu yg tampak: bantuan berupa --; (2) sesuatu yg menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dsb): orang yg menyusun soal ujian harus tahu -- nya /matEri/, ter.ma.te.ri v terlekat; tersurat (di hati)
mati raga memperteguh hati dng menolak segala macam kesenangan diri; menahan hawa nafsu
mati tidak akan menyesal [pb] sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peris-tiwa yg tidak baik krn perbuatan itu
mau gue [cak] sesuka hati; sekehendak hati(ku)
medikamentosa me.di.ka.men.to.sa [a Dok] berkenaan dng obat-obatan dl pengobatan atau perawatan penyakit
medikasi me.di.ka.si [n Dok] terapi dng pemberian obat medula
medisinal me.di.si.nal [a] (1) bersifat menyembuhkan; (2) sbg obat
megal-megol me.gal-me.gol [v] berlenggak-lenggok menggerakkan pinggul ke kanan ke kiri: jalannya -- untuk menarik perhatian orang
mejeng me.jeng [Jk v] memperagakan diri dng penampilan atau dandanan yg berlebihan untuk menarik perhatian orang: gadis itu sering -- di pertokoan
mekar me.kar [v] (1) (mulai) berkembang; menjadi terbuka; mengurai: mawar itu -- disinari matahari pagi; mayang --; (2) menjadi besar dan gembung; menjadi banyak: adonan roti ini telah --; (3) menjadi bertambah luas (besar, ramai, bagus, dsb): jalan sudah makin besar, kota juga tambah --; (4) ki (mulai) timbul dan berkembang: di hatinya mulai -- perasaan cinta
melalaikan sedih me.la.lai.kan sedih melalaikan hati
melampiaskan me.lam.pi.as.kan [v] (1) menjadikan supaya lampias: obat untuk ~ air seni; (2) tidak menahan-nahan; memuaskan: ~ amarah; ~ hawa nafsu
melangkahi me.lang.kahi [v] (1) melewati; melalui: mereka ~ rintangan itu dng hati-hati; (2) menyalahi; melanggar: tidak pantas jika ~ petuah orang tua; (3) mendahului (kawin, memperoleh sesuatu, dsb): tidak baik adik ~ kakak; (4) tidak mengikutsertakan; melewatkan: ia sering ~ saudaranya dl pembagian rezeki
melanturkan me.lan.tur.kan [v] menjadikan melantur (perhatian, percakapan, dsb); menyesatkan
melapuk me.la.puk [v] menjadi lapuk: hati-hati, lantai jembatan itu sudah mulai ~ [v] menepuk; menampar
melarutkan me.la.rut.kan [v] menjadikan larut: Ibu ~ obat dng air sebelum Adik menelannya
melawan me.la.wan [v] (1) menghadapi (berperang, bertinju, bergulat, dsb): mereka tidak sanggup ~ musuh sebanyak itu; (2) menentang; menyalahi: siapa yg berani ~ perintahnya berarti ~ hukum; (3) bersaing lebih murah dp yg lain: harga-harga di toko itu ~; (4) melayani; mengajak: saya kurang suka berbicara ~ dia; (5) mencegah; menghilangkan; menjauhkan: obat ini gunanya untuk ~ bibit penyakit
melayang me.la.yang [v] (1) terbang (dng sayap tidak bergerak): pesawat terbang ~ rendah di atas kepala kami; (2) terbang krn dihembus angin: atap rumah banyak yg ~ oleh angin ribut; (3) ki tidak menentu; tidak terarah (tt pikiran, tembakan, perhatian, dsb): dng tidak disadarinya pikirannya ~ entah ke mana
meleluasakan me.le.lu.a.sa.kan [v] memberikan kebebasan untuk berbuat atau bertindak (sekehendak hati)
meleng me.leng [Jk a] tidak berhati-hati; lengah: awas, jangan -- , banyak kendaraan
melengah me.le.ngah [a] meleng; tidak awas-awas; lalai: kita tidak boleh ~ barang sekejap pun; kalau Anda ~ sebentar saja, hilang kopormu; (2) v mempersenang; menghibur: ia bernyanyi untuk ~ hati yg lara; (3) v mengasuh anak supaya jangan menangis: ia disuruh ibunya ~ adiknya
melengah-lengah me.le.ngah-le.ngah [v] (1) menghibur-hibur (hati); menyenang-nyenangkan: ia bersiul-siul untuk ~ hatinya; (2) mengisi waktu yg terluang dng mengerjakan sesuatu; melengah waktu
melengahkan me.le.ngah.kan [v] (1) melalaikan; tidak mempedulikan; melupakan: ia selalu ~ pesan-pesanku; (2) menjadikan orang lengah (lalai, terlupa): maksudnya tiada lain hendak ~ perhatian kita
melepas me.le.pas [v] (1) menjadikan lepas; membiarkan (lalu, pergi, berangkat, berlayar, dibeli, dsb): berat hatinya ~ ku pulang; Ayah tiada hendak ~ aku kemari; (2) mengantarkan orang (berjalan, berangkat, dsb): kami ~ Ayah ke stasiun; (3) memberhentikan (dr pekerjaan); memecat: ia memperingatkan para karyawannya bahwa ia akan ~ pekerja yg malas
melepaskan dendam me.le.pas.kan dendam membalas sakit hati
meleraikan me.le.rai.kan [v] (1) memisahkan (tt pertikaian); (2) mendamaikan; meredakan (tt perasaan hati, keterangan)
melihatkan me.li.hat.kan [ark v] (1) melihat (memandang); (2) memperhatikan
melipur me.li.pur [v] (1) menghilangkan; melenyapkan; menghapuskan: ~ lara; ~ jejak; (2) menghibur: ~ hati yg gundah
melepaskan me.le.pas.kan [v] (1) menjadikan lepas (tidak terikat, keluar dr kurungan, dsb): saya selalu ~ binatang piaraan saya, tidak pernah mengurungnya dl kandang; (2) ki mencurahkan (tt cinta kasih, isi hati, rindu): dia datang kemari untuk ~ rindunya kpd keluarga kami; (3) ki membalas (tt dendam, sakit hati): mereka melakukan kekejaman itu sekadar untuk ~ dendamnya kpd orang itu; (4) ki melancarkan (tt kecaman, serangan, tuduhan): ia selalu ~ kritik membangun kpd pihak yg berwenang; (5) ki membuang, menghilangkan, atau meninggalkan (tt suatu harapan, maksud, tuntutan): berusaha ~ niat yg kurang baik; (6) ki membiarkan lepas (tt anak panah dr busur): ia ~ anak panah agar mengenai sasarannya; (7) ki menyelamatkan atau menghindarkan (dr bahaya): kita harus berusaha ~ diri dr bahaya narkotika; (8) ki menjadikan puas (tt rasa hati); memuaskan: ia menjerit sekeras-kerasnya sambil memukul dinding tembok kamarnya untuk ~ kekesalan hatinya
melodramatis me.lo.dra.ma.tis [a Sas] bersifat melodrama; bersifat menggetarkan perasaan hati; sensasional: kisah hidup yg menyedihkan itu sangat mengesankan dan --
melonggari me.long.gari [v] melakukan sesuatu supaya longgar: dng hati-hati ia ~ bagian lengan baju yg sempit itu; Ibu selalu ~ ongkos perjalanan saya ke sekolah
meluahkan me.lu.ah.kan [v] memuntahkan: adik ~ obat itu krn terlalu pahit
melucu me.lu.cu [v] mengucapkan (berbuat) sesuatu yg menggelikan hati: ia pandai ~
melukai me.lu.kai [v] (1) membuat luka pd: ~ tangannya sendiri; (2) ki menyakiti (hati): perbuatan suaminya itu sangat ~ hatinya
melukut di tepi gantang [pb] perkara kecil yg tidak mendapat perhatian
meluluhkan me.lu.luh.kan [v] (1) menghancurkan lumat-lumat; (2) ki menyebabkan (menjadikan) lemah (tt hati)
melunak me.lu.nak [v] menjadi lunak; menjadi lembut (hati, sikap, dsb): matanya yg garang menyala itu lambat laun ~ kembali
melunakkan me.lu.nak.kan [v] (1) melembutkan; mengempukkan (makanan dsb); (2) melembutkan (hati, suara); meredakan atau menenangkan (perasaan)
meluntur me.lun.tur [v] menjadi luntur atau berkurang (tt rasa cinta, warna, dsb) [v] minum obat supaya gampang buang air (untuk cuci perut dsb)
meluputkan me.lu.put.kan [v] (1) menghilangkan (dr ingatan, hati, dsb); (2) melepaskan (diri); menghindarkan (diri); mengelakkan (serangan, tuduhan, pukulan, dsb); (3) menjadikan tidak kena (meleset): dng sengaja ia ~ tembakannya
memadakan me.ma.da.kan [v] (1) menganggap cukup (lumayan): ia ~ diri dng gaji yg sedikit itu; (2) memuaskan: hal itu dilakukan hanya untuk ~ hatinya
memahfuzkan me.mah.fuz.kan [v] menghafalkan; menyimpan di dl hati (ingatan)
memajalkan me.ma.jal.kan [v] menumpulkan: obat-obatan terlarang itu dapat -- otak pemakainya
memakati me.ma.kati [v] (1) menyetujui; memufakati; (2) menasihati
memaku me.ma.ku [v] (1) melekatkan dng paku: ~ peti kemas (papan dsb); (2) ki mengikat (tt hati, perhatian, dsb)
memakuk dng punggung lading [pb] sangat menyakiti hati orang
memalamkan me.ma.lam.kan [v] membiarkan (menahan) bermalam; menaruh (obat, mayat, dsb) semalam
memalaskan me.ma.las.kan [v] menjadikan (menyebabkan) malas: itulah yg -- hatiku membaca buku itu
memalis me.ma.lis [v] memandang arah lain (kiri, kanan, dsb) krn malu, berkecil hati, dsb
memancar me.man.car [v] (1) memancur dng deras seakan-akan disemprotkan (tt benda cair): darah ~ dr leher kerbau yg disembelih itu; (2) mengeluarkan sinar banyak-banyak (tt cahaya): cahaya ~ dr dl gedung itu; (3) lahir dr; keluar dr: sifat sosialnya itu ~ dr hati nuraninya
memandang me.man.dang [v] (1) melihat dan memperhatikan (biasanya arah dan jaraknya tetap): jika engkau ~ nya lebih lama, makin jelas kecantikannya; sejauh-jauh mata ~; (2) menganggap; memperlakukan (sbg): kami ~ dia sbg anggota keluarga; ~ enteng (ringan, gampang); (3) mempedulikan; memperhatikan; mengingat (akan): tidak ~ bangsa (bulu, orang); (4) menyegani; menghargai: masyarakat ~ dia krn budi, amal, dan jasanya
memantapkan me.man.tap.kan [v] (1) menjadikan teguh (tetap hati, kukuh); meningkatkan; mengukuhkan: majelis ini akan lebih -- rencana perbaikan ekonomi; (2) menjadi tetap (tidak berubah; tidak goyah); menjadikan stabil: perundingan itu akan -- perdamaian di kawasan itu
memastikan me.mas.ti.kan [v] mengatakan dng pasti; menentukan; menetapkan dng sungguh hati: kami sudah mempertimbangkan masak-masak sebelum ~ akan memungut seorang anak laki-laki
memasygulkan me.masy.gul.kan [v] (1) menyusahkan (hati); (2) masygul thd sesuatu
membaca batin mem.ba.ca batin membaca dl hati
membaca cepat mem.ba.ca cepat (jenis) membaca dl hati dng tujuan memperoleh informasi yg sebanyak-banyaknya dan dl waktu yg sesingkat-singkatnya
membaca teknis mem.ba.ca teknis (sbg mata pelajaran) membaca nyaring dng memperhatikan nada, dinamika, dan tempo
membalas mem.ba.las [v] (1) menjawab (surat dsb); mengimbangi (kebaikan orang dsb); memberikan (membayar) sesuatu sbg imbangan jasa (perbuatan dsb) yg sudah diterima: orang yg berbudi akan -- kejahatan dng kebaikan; (2) melakukan sesuatu untuk memulangkan kembali perbuatan yg dikenakan kepadanya: meskipun dipukul berkali-kali, ia tidak --; (3) melakukan sesuatu untuk memuaskan sakit hati dsb: -- dendam; (4) cak memutar kembali (kemudi mobil)
membandel mem.ban.del [v] bersikap kepala batu; tidak mau menurut (mendengar, memperhatikan) nasihat atau perintah orang lain
membangga mem.bang.ga [v] merasa bangga; berbesar hati
membanggakan mem.bang.ga.kan [v] (1) menimbulkan perasaan bangga; menjadikan besar hati; (2) memuji-muji dng bangga; mengagungkan
membantar demam mem.ban.tar demam pencegah demam (spt obat pahit)
membatik mem.ba.tik [v] (1) membuat corak atau gambar (terutama dng tangan) dng menerakan malam pd kain; membuat batik; (2) cak menulis dng cara spt membuat batik (sangat perlahan-lahan dan berhati-hati sekali krn takut salah)
membatin mem.ba.tin [v] memikir dl hati; memikirkan sampai meresap ke dl hati
membatinkan mem.ba.tin.kan [ark v] merahasiakan; menyembunyikan; menyimpan dl hati
membawa aturan sendiri mem.ba.wa aturan sendiri [cak] menurut kehendak hati sendiri
membeka mem.be.ka [v] membujuk dng perkataan yg manis-manis untuk menipu: hati-hati kpd lelaki itu, dia pandai -
membekas mem.be.kas [v] (1) meninggalkan bekas: telapak tangannya -- pd dinding tembok yg pernah dipegangnya; (2) memberikan kesan yg kuat: nasihat guru -- dl hatiku, tidak akan terlupakan
membelakang mem.be.la.kang [v] (1) dng arah ke belakang; menghadap ke belakang: dia berdiri -; (2) berada di belakang saja (tidak berani tampil ke depan): dia -- saja; (3) ki tidak sependapat; tidak sepaham: muka menghadap, hati -
membelokkan mem.be.lok.kan [v] (1) mengganti arah; mengubah haluan; mengelokkan: ia -- mobilnya ke arah jalan raya; (2) ki memindahkan; mengalihkan (pembicaraan, perhatian, dsb)
membenari mem.be.nari [Mk v] membujuk; menasihati: orang tua itu tidak bosan-bosan -- anaknya yg nakal
membentengi mem.ben.tengi [v] (1) membuatkan benteng pd: raja-raja dulu -- istananya dng dinding batu yg kukuh; (2) melindungi: untuk -- diri thd lawan politiknya, dia berusaha mengambil hati rakyat banyak
membentur mem.ben.tur [v] menubruk; melanggar: krn kurang berhati-hati dl mengemudi, mobilnya -- pohon; bola -- tiang gawang sehingga tidak menghasilkan gol
memberahikan mem.be.ra.hi.kan [v] (1) menimbulkan rasa berahi: cumbu rayu itulah yg -- hatinya; (2) kl berahi akan (kpd): paras putri itu demikian cantiknya sehingga Kaisar pun sangat -nya
memberangsangkan mem.be.rang.sang.kan [v] membangkit-bangkit hati supaya berani (marah dsb); memberanikan
memberi muka mem.be.ri muka [ki] memberi hati; tidak mempermalukan
membilangi mem.bi.langi [v cak] memberi tahu; menasihati: berkali-kali Ayah -- dia agar jangan suka menyakiti hati orang lain
membimbangkan mem.bim.bang.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) tidak tetap hati (kurang percaya, ragu-ragu): desas-desus itu sangat -- hatiku; kabar-kabar yg -; (2) cemas kpd; khawatir kpd: beliau sangat -- nasib anaknya yg ditahan polisi
membius mem.bi.us [v] (1) melakukan pembiusan; menjadikan tidak sadar (hilang kesadarannya): dokter anestesi itu -- pasiennya yg akan dioperasi; (2) ki membuat terlena: janji-janji yg manis itu telah -- hatiku sehingga aku terlena dan tenggelam dl pelukannya
membongkar mem.bong.kar [v] (1) mengangkat ke atas: -- sauh; (2) menurunkan muatan dr kapal (kereta api): kuli-kuli kapal itu telah selesai -- muatan; (3) merusak; merobohkan: petugas keamanan berhasil -- rumah (bangunan) liar; (4) menceraikan bagian-bagian mesin: montir sedang -- mesin mobil; (5) membuka dng paksa: kita terpaksa -- peti itu krn kuncinya hilang; (6) mencuri dng merusak pintu (jendela dsb): pencuri itu berhasil -- gudang obat; (7) membuka rahasia: pihak yg berwajib berhasil -- usaha pemalsuan ijazah
membuat mem.bu.at [v] (1) menciptakan (menjadikan, menghasilkan); membikin: manusia -- berita, tetapi berita pun membentuk manusia; (2) melakukan; mengerjakan: terserah kpd Anda bagaimana caranya -- lukisan itu; (3) menggunakan (untuk); memakai (untuk): sanggupkah engkau -- uang sekian untuk belanja sebulan?; (4) menyebabkan; mendatangkan: engkau -- aku takut; sikapnya yg kurang sopan itu -- orang lain sakit hati
membujuk mem.bu.juk [v] berusaha meyakinkan seseorang bahwa yg dikatakannya benar (untuk memikat hati, menipu, dsb); merayu
membuka mem.bu.ka [v] (1) menjadikan tidak tertutup atau tidak bertutup (spt menyingkap penutupnya, tudungnya, pagarnya): setiap pukul 05.00 pagi ia sudah -- jendela; jika -- lemari jangan lupa menutupnya kembali; (2) menanggalkan: -- baju; (3) mengangkat: -- topi; (4) membentangkan; mengembangkan: -- tangan; -- layar; (5) mengurai; meretas: -- tali; -- simpul; (6) merintis: -- jalan ; (7) membuat: -jembatan; (8) mengadakan atau memberi (kesempatan): -- kesempatan belajar; (9) memulai; mengusahakan; menyelenggarakan: -- bicara; -- sidang; (10) mengembangkan: -- pikiran; -- hati; (11) mengungkapkan; memperlihatkan: -- rahasia; -- warna
membuktikan mem.buk.ti.kan [v] (1) memperlihatkan bukti; meyakinkan dng bukti: ia bekerja keras untuk -- kebolehannya; (2) menandakan; menyatakan kebenaran sesuatu dng bukti: sekalian itu -- keikhlasan hatinya; (3) menyaksikan: ia tidak mau percaya sebelum -- sendiri
membuku mem.bu.ku [v ] (1) menjadi gumpal kecil-kecil: aduklah terus adonan supaya jangan -; (2) ki mengganggu perasaan: diceritakannya semua yg -- dl hatinya
membuta mem.bu.ta [v] (1) berlaku sbg orang buta; berpura-pura buta; (2) ki berbuat sesuka hati (tidak peduli, apa-apa, main serampangan saja); (3) kas tidur nyenyak
memedihkan me.me.dih.kan [v] menyebabkan pedih: asap api itu ~ mata; ia mengeluarkan kata-kata yg ~ hati
memedulikan me.me.du.li.kan [v] mengindahkan; menghiraukan; memperhatikan; mencampuri (perkara orang dsb): orang tua itu suka ~ orang lain
memeka me.me.ka [v] memedulikan; memerhatikan
memelet me.me.let [v] (1) menggetah burung; (2) menarik (memikat) hati perempuan dsb dng minyak pelet (guna-guna); (3) membujuk; mengambil hati; merayu dng kata-kata manis
memengkalkan me.meng.kal.kan [v] menjadikan mengkal (dl hati); mendongkolkan: kebiasaannya berbohong itulah yg -- hatiku
mementegai me.men.te.gai [v] (1) memolesi (mengusapi) sesuatu dng mentega: -- roti; (2) cak memberi apa-apa yg baik (untuk mengambil hati); menyogok
memerihkan me.me.rih.kan [v] menyusahkan; tidak menyenangkan: suara yg rawan itu ~ hati
memerlukan me.mer.lu.kan [v] (1) memandang perlu (penting, berguna, dsb): mereka lebih ~ pakaian dp makanan; (2) mementingkan; mengutamakan; memperhatikan (tt kepentingan sendiri, orang lain, dsb): jangankan ~ orang lain, anaknya sendiri saja tidak dipikirkannya; (3) membutuhkan; menghajatkan: pd umumnya mereka tidak ~ bantuan uang, tetapi bantuan tenaga ahli; untuk mencapai cita-cita diperlukan biaya dan ketekunan usaha; (4) ki menggunakan (waktu): perbaikan gedung itu ~ waktu tiga bulan; (5) menyempatkan diri (melakukan sesuatu krn dianggap perlu dng menyampingkan hal-hal lain): banyak orang ~ datang melihat kambing berkepala dua itu
memesona me.me.so.na [v] sangat menarik perhatian; mengagumkan: tari-tarian Minang klasik dng pakaiannya yg cemerlang sungguh ~
memfokuskan mem.fo.kus.kan [v] memusatkan (perhatian, pembicaraan, pandangan, sasaran, dsb): mereka ~ pembicaraan pd masalah pencalonan presiden dan wakil presiden
memikirkan me.mi.kir.kan [v] (1) mencari upaya untuk menyelesaikan sesuatu dng menggunakan akal budi; mempertimbangkan; merenungkan: rasanya tidak ada gunanya kita ~ perkara itu lagi; bingung ia ~ kehebohan yg tidak ada habis-habisnya itu; (2) mengingat akan; mengenangkan: sedih hatinya ~ nasib anaknya yg cacat itu; (3) mementingkan (diri dsb); mengutamakan (diri dsb): jangan hanya ~ makannya saja, tetapi pikirkan juga pendidikannya; banyak yg lebih ~ diri sendiri dp ~ kepentingan bersama; (4) memperhatikan; mempedulikan; mengindahkan: ia tidak ~ kritik dan protes yg dilancarkan kepadanya
memilih me.mi.lih [v] (1) menentukan (mengambil dsb) sesuatu yg dianggap sesuai dng kesukaan (selera dsb): hati-hati kalau Anda hendak ~ kawan hidup; (2) mencari atau memisah-misahkan mana yg baik (besar, kecil, dsb): pekerjaannya ~ daun teh yg sudah dikumpulkan di pabrik; (3) menunjuk (orang, calon, dsb) dng memberikan suaranya: rakyat boleh ~ wakilnya dng bebas; mereka ~ nya menjadi ketua rukun tetangga
memilukan me.mi.lu.kan [v] menyedihkan, merawankan (mengharukan) hati: terdengar rintih tangis yg sangat ~ hati; penderitaan rakyat di sana benar-benar ~ hati
meminati me.mi.nati [v] (1) menaruh minat (pd); memperhatikan; menginginkan: para wisatawan banyak yg -- barang kerajinan Indonesia; (2) menyayangi; menyukai: ia sangat -- penggembala yg rajin itu
meminumkan me.mi.num.kan [v] (1) memberi minum sesuatu kpd: ia -- obat itu kpd anaknya; (2) menyuruh (meminta dsb) minum: ia hendak -- kerbaunya ke danau
memohonkan me.mo.hon.kan [v] memohon untuk (kepentingan dsb) orang lain [v] memintakan dng hormat: ~ kemurahan hati Baginda
mempan mem.pan [v] (1) dapat dikenai (oleh senjata dsb); dapat terbakar (oleh api): berkali-kali ia ditembak, tetapi tidak pernah --; coba bakar, -- atau tidak; (2) dapat menyembuhkan penyakit (tt obat): segala macam obat sudah diminumnya, tetapi tidak -- juga; (3) ki dapat menerima nasihat (kritik dsb): seseorang yg keras kepala yg tidak -- kritik dan teguran
memperbagai-bagaikan mem.per.ba.gai-ba.gai.kan [v] mengata-ngatai sekehendak hati; memperolok-olokkan
mempercakap mem.per.ca.kap [v] menjadikan lebih cakap (mampu, mahir): kita harus berusaha ~ anak-anak agar dapat melahirkan isi hatinya dengan tepat
memperdengarkan mem.per.de.ngar.kan [v] (1) mengeluarkan suara (bunyi dsb) supaya didengar (diperhatikan) orang: di dl rapat itu ia tidak mau ~ suaranya; (2) menyiarkan (lagu-lagu dsb) melalui radio dsb: paduan suara itu ~ lagu Rayuan Pulau Kelapa
mempergegas mem.per.ge.gas [v] mempercepat; memperbangat; memperlekas: orang itu semakin ~ langkahnya ketika kami memperhatikannya
mempergembirakan mem.per.gem.bi.ra.kan [v] menjadikan bergembira; menjadikan bersenang hati: sekadar ~ diri, ia bersiul-siul sambil berjalan-jalan
mempergundah mem.per.gun.dah [v] menyebabkan gundah; menggundahkan: kelakuan anaknyalah yg ~ hatinya
memperlalaikan mem.per.la.lai.kan [v] (1) membuat (menyebabkan dsb) lalai (lupa, tidak sadar, dsb): untuk ~ anak itu, ia diberi mainan; (2) mengundurkan (maksud, niat, dsb); mempertangguhkan: ia ~ niatnya krn merasa tidak mampu; (3) menghibur (hati, sedih, dsb): penduduk desa itu berusaha ~ hati musafir yg malang itu
mempermainkan mem.per.ma.in.kan [v] (1) memperlakukan sesuatu sbg permainan atau untuk menyenangkan hati: ia berbicara sambil -- jari tangannya; (2) mempergunakan (senjata dsb): sebelum dia sempat -- kerisnya, pisau lawannya telah lebih dulu menan-cap di lambungnya; (3) membuat orang lain menjadi bahan tertawaan; mengolok-olok: dia suka -- orang; (4) ki memperlakukan sesuatu (atau seseorang) dng sesuka hati; memperdayakan: jangan -- harta anak yatim itu; lintah darat itu sampai hati -- nasib petani kecil
mempersangat mem.per.sa.ngat [v] menjadikan lebih hebat (keras, parah, dsb); menyebabkan bertambah sangat; memperhebat: penghinaannya yg berulang kali -- kebencianku kepadanya; obat itu -- penyakitnya, bukan mengurangi
mempersenang mem.per.se.nang [v] menjadikan senang; membuat suka hati
mempertinggi mem.per.ting.gi [v] menjadikan lebih atau bertambah tinggi: kekayaan dan kemurahan hatinya ~ derajatnya
memperyahudikan mem.per.ya.hu.di.kan [v] menganggap (memandang dsb) seseorang spt orang Yahudi (yg sangat kikir dsb); memandang jahat (hina, rendah, dsb); mengejikan: hatinya tidak rela melihat orang ~ saudaranya
mempropagandakan mem.pro.pa.gan.da.kan [v] (1) menyiarkan pendapat (paham politik dsb) dng maksud mencari pengikut atau dukungan: mereka ~ program kerjanya; (2) cak mereklamekan (barang dagangan dsb): tidak sedikit ongkos dikeluarkan untuk ~ obat-obatan itu
memujikan me.mu.ji.kan [v] (1) memuji untuk orang lain; (2) mengatakan atau menganjurkan bahwa hal itu baik (untuk dipakai dsb): para guru ~ penggunaan buku itu; para dokter ~ pemakaian obat ini
memukau me.mu.kau [v] (1) menggunakan pukau (untuk memabukkan atau membius orang); (2) ki mengakali; menipu; (3) menarik hati; memesona; (4) mengagumkan: permainannya sangat ~ para penonton
memulung me.mu.lung [v] (1) membuat menjadi berbutir-butir (bulat kecil); menggentel (obat dsb): (2) melinting (rokok dsb)
memulut me.mu.lut [v] (1) menggetah (burung dsb): ~ burung beo; (2) ki memikat hati; membujuk-bujuk: dng uangnya yg banyak saudagar itu berhasil ~ janda muda itu
memundurkan me.mun.dur.kan [v] menjadi(kan) mundur; mengundurkan: hati-hati -- mobil
memuntahkan me.mun.tah.kan [v] (1) mengeluarkan apa-apa yg sudah masuk ke dl perut (mulut): ia -- lagi kapsul yg ditelannya; (2) ki mengeluarkan banyak-banyak: musuh -- peluru meriamnya; -- bermiliar dolar; (3) ki mengeluarkan segala yg terkandung dl hatinya; melampiaskan: bapak -- semua kemarahannya kpd adikku
memusatkan me.mu.sat.kan [v] mengarahkan (mengumpulkan dsb) ke satu titik (tempat, hal, dsb): dia sekarang ~ seluruh perhatiannya ke pendidikan anak-anaknya
memutah me.mu.tah [n] pohon, akarnya dapat dibuat obat, kayunya ringan, tetapi kuat; Excoecaria agallocha
memutar me.mu.tar [v] (1) menggerakkan supaya berputar (berpusing); memusing: ~ arloji; ~ sekrup; (2) mengalihkan (tt perhatian, pandangan, arah): ~ haluan; ~ pandangan; (3) menjalankan uang di dl perniagaan: ia ~ uangnya dng usaha kecil-kecilan; (4) mengarau, mengaduk: ~ adonan hingga mengembang; (5) cak menyetel atau memasang supaya hidup atau berbunyi (tt radio, televisi, kaset): ia ~ kaset sepanjang hari; (6) cak membelokkan hingga arah menjadi berlawanan: ia ~ mobilnya
memutihkan mata me.mu.tih.kan mata [ki] (1) menyebabkan (membuat) malu; memalukan; (2) menyakiti hati; menjadikan tidak senang
menabahkan me.na.bah.kan [v] menjadikan tabah; mempertetap (hati); memberanikan: sikap tenang, sabar, dan tawakal ~ hati kita dl menghadapi segala kesulitan hidup ini
menabalkan me.na.bal.kan [v] mengumumkan penobatan raja; menobatkan
menaga me.na.ga [n] pohon, daun dan kulitnya dapat dibuat obat; Calophyllum inophyllum
menaksir me.nak.sir [v] (1) menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, dsb) dng kira-kira: ia ~ harga sepeda motor ini Rp4.000.000,00; (2) mengira; menyangka dng menilik keadaan: banyak orang ~ petinju kita ini dapat mengalahkan petinju Rusia; (3) ada keinginan hendak (perasaan tertarik hati): me-nilik gerak-geriknya ia ~ gadis itu juga; (4) cak ingin memi-liki (membeli dsb); menghendaki: sebetulnya saya ~ sepeda itu
menambak me.nam.bak [v] (1) menimbun-nimbun tanah supaya tinggi; membumbun tanah (pd tanaman dsb); (2) menampali pematang dsb dng tanah (untuk memperbaiki pematang itu); (3) membuat tambak; (4) ki melepakan, menempelkan (obat dsb) pada: ~ luka; ~ bengkak; (5) ki membendung; menahan: peraturan itu dimaksudkan untuk ~ mengalirnya benda-benda purbakala ke luar negeri
menambari me.nam.bari [v] mengobati; menawari (penyakit)
menambat me.nam.bat [v] (1) mengikat dng tali yg dikenakan pd tiang (pancang dsb): gembala itu ~ kerbaunya pd batang pohon; (2) ki mengikat (memikat, menawan, menarik) hati
menampalkan kersik ke buluh me.nam.pal.kan kersik ke buluh [pb] menasihati orang dng sia-sia saja (tidak dituruti)
menanap me.na.nap [v] memandang dng mata terbeliak; melihat dng teliti: hatinya sedih dan geram ~ seluruh ruangan yg sudah diacak-acak pencuri
menanggap me.nang.gap [v] (1) memperhatikan sungguh-sungguh: mereka ~ pembicaraan penghuni kamar sebelah; (2) menerima dng pancaindra (spt melihat, mendengar, merasai); mencerap: anak itu ~ segala yg terdapat dan terjadi di sekelilingnya
menanggapi me.nang.gapi [v] menyambut dan memperhatikan (ucapan, kritik, komentar, cinta dsb dr orang lain); melayani: kita tidak perlu ~ kecaman negara asing yg ingin campur tangan urusan dl negeri kita
menanggung budi me.nang.gung budi menaruh hati
menangisi me.na.ngisi [v] (1) menangis akan (untuk, bagi): anak itu ~ ayahnya yg baru saja meninggal; (2) menyesali; bersedih hati krn ...: ia ~ nasibnya yg malang
menarik me.na.rik [v] (1) menghela (supaya dekat, maju, ke atas, ke luar, dsb): anak perempuan itu ~ tangan kawannya; (2) membawa (mengambil dsb) ke luar; mengeluarkan dsb: (3) menyenangkan; (menggirangkan, menyukakan hati krn indahnya, cantiknya, bagusnya dsb); (4) membangkitkan rasa kasih (sayang, suka, ingin, dsb); (5) mempengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (mengindahkan dsb)
menarik minat me.na.rik minat membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (mengindahkan dsb)
menaruh di bawah paha me.na.ruh di bawah paha tidak memperhatikan; tidak mengacuhkan
menaruh pikiran me.na.ruh pikiran menaruh perhatian
menaruh me.na.ruh [v] (1) meletakkan; menempatkan: ia ~ buku itu di atas meja; (2) membubuh (cap, nama, dsb); menambah (rempah-rempah, garam, dst); mengenakan (memberi dsb) sesuatu pd: Ibu ~ garam dan gula pd sayur asam itu; (3) mencantumkan atau menentukan (harga dsb): pedagang itu ~ harga terlampau tinggi sehingga barangnya tidak laku; (4) memasang taruhan: barang siapa ~ Rp50.000,00, kalau menang mendapat Rp250.000,00; (5) menitipkan; menyimpan; menabung; menanam (modal): dia ~ uangnya dl bank supaya mendapat bunga enam persen setahun; (6) menyimpan (dl hati): ia ~ nasihat ayahnya itu dl hati; (7) mempunyai; memelihara (binatang, gundik, dsb): kakeknya ~ dua ekor lembu di kandang; (8) mengandung perasaan (cinta, kasih, sayang, harapan, dendam, dsb); mempunyai (minat, perhatian, kepercayaan, dsb): dia ~ kepercayaan kpd pembantunya
menautkan me.na.ut.kan [v] (1) menjadikan bertaut; menyambungkan; menutupkan; merapatkan; mengatupkan: ~ kaca yg pecah ternyata sangat sulit; (2) menggandengkan (tangan); (3) memperhubungkan; mempertalikan; mempertemukan; mempersatukan; (4) ki melekatkan (mengarahkan, memusatkan) pandangan, pikiran, perhatian, dsb kpd
menawarkan me.na.war.kan [v] (1) menyebabkan (menjadikan) tawar: zat kimia tertentu dapat ~ vitamin C sehingga rasa masamnya hilang; (2) menjadikan tawar hatinya [v] (1) mengunjukkan sesuatu kpd (dng maksud supaya dibeli, dikontrak, diambil, dipakai ): dia ~ rumahnya kpd saya untuk dikontrakkan; (2) memasang harga (mengemukakan harga yg diminta): dia ~ tanahnya Rp500.000,00 per m3
mencabarkan men.ca.bar.kan [v] menawarkan (hati); menghilangkan (keberanian dsb)
mencair men.ca.ir [v] (1) menjadi cair (encer): larutan yg mengental itu kini telah ~ kembali krn panas; (2) ki luluh; baik kembali (tidak marah lagi): hati istrinya telah ~ dan pelan-pelan ia menghampiri suaminya; (3) ki berubah menjadi bentuk lain: perang dingin kini ~ menjadi gugatan lisan; (4) ki pulih menjadi baik; tidak tegang lagi (tt hubungan persahabatan): betulkah hubungan kedua negara itu sekarang sudah ~ ?; (5) ki memperoleh pemecahan atau jalan keluar (tt perundingan yg hampir menemui jalan buntu)
mencamkan men.cam.kan [v] (1) memperhatikan (mengamat-amati) dng sungguh-sungguh: ia ~ dng baik apa yg sedang dilihatnya; (2) meresapkan ke dl pikiran dan hati: ia ~ benar-benar semua nasihat orang tuanya; (3) meyakinkan: kita harus ~ pikiran rakyat bahwa kemerdekaan tidak berarti boleh berbuat sekehendak hati
mencampurkan men.cam.pur.kan [v] menjadikan bercampur: sebelumnya ia ~ sedikit obat bius pd minuman itu
mencekalkan men.ce.kal.kan [v] menabahkan (hati): ia selalu berusaha ~ hatinya dl menghadapi kesukaran-kesukaran
mencekokkan men.ce.kok.kan [v] (1) meminumkan dng paksa: setiap waktu yg telah ditentukan dia ~ obat ini kpd anaknya; (2) ki mengajarkan atau memberikan pengetahuan (ajaran, paham, dsb) terus-menerus: tokoh-tokoh partai telah berhasil ~ paham politik partainya kpd anggotanya
mencemarkan men.ce.mar.kan [v] (1) menjadikan cemar; mengotorkan: sejuta galon minyak yg tumpah telah ~ Selat Malaka; gas yg keluar dr pabrik itu ~ udara serta alam sekelilingnya; (2) ki memburukkan atau merusakkan (nama dsb): hati-hati kelakuanmu jangan sampai ~ nama keluargamu
mencerap men.ce.rap [v] (1) memperhatikan; menaruh minat kpd; (2) menerima sesuatu dl hati (mengambil inti sari dr suatu kejadian dsb) dng indra (spt penglihatan, pendengaran); menanggap
mencermati men.cer.mati [v] memperhatikan dng cermat (saksama, teliti, penuh minat); mengamati dan memperhatikan dng sungguh-sungguh: dia tampak antusias ~ foto-foto yg terpampang
mencermatkan men.cer.mat.kan [v] (1) melakukan sesuatu dng cermat (teliti, hati-hati); (2) menghematkan (pengeluaran uang dsb): ia memberi tahu saya bagaimana cara ~ uang belanja
mencerna men.cer.na [v] (1) menjadi hancur (luluh): gadis itu ~ hati diimpit rindu; (2) ki menghancurkan (makanan hingga menjadi cair dan dapat menyerap ke dl darah); (3) ki menyerapkan (memasukkan) ke dl hati, pikiran, dsb: ia ~ benar-benar semua nasihat ibunya; (4) memahami; menyerapkan ke dl pikiran: ia belum dapat ~ hal-hal yg telah diterangkan
mencinta men.cin.ta [v] (1) kasih (kpd); (2) kl bersedih hati; selalu mengingat (akan); menyesal
menciumkan men.ci.um.kan [v] membiarkan dicium: dokter ~ obat bius kpd si sakit
menciut men.ci.ut [v] (1) menjadi kecil (sempit); menyusut; mengerut: dana yg tersedia semakin ~; (2) ki menjadi tawar atau takut (tt hati, perasaan): hatinya ~ mendengar bentakan itu
mencondongkan men.con.dong.kan [v] (1) memiringkan: ~ badan ke depan; (2) memilih (memihak) kpd; mengarahkan (hatinya) kpd: ~ hati kpd pihak lawan
mencukupi men.cu.kupi [v] (1) memenuhi keperluan (keinginan dsb): gajinya tidak ~ kebutuhan biaya hidup sebulan; ia terpaksa menjual perhiasan emasnya untuk ~ biaya berobat; (2) memadai atau dapat memenuhi (kebutuhan, syarat, permintaan, dsb); tidak kurang: hasil padi di daerah itu tidak ~ kebutuhan penduduk; (3) menambah supaya lengkap (tidak kurang dsb): ia harus bekerja keras untuk ~ kekurangan pendapatannya; (4) ark membalas (menyambut): ~ surat Tuan tanggal 16 Juli 1989, saya ...
mencundang men.cun.dang [v] mengeluarkan perkataan yg pedas-pedas yg dapat menyakiti hati orang yg mendengarnya; menghasut
mencurahkan men.cu.rah.kan [v] menuangkan banyak-banyak; menumpahkan; melimpahkan (dipakai juga dl arti kiasan): aku bisa ~ seluruh hidupku pd cita-citaku; tanpa basa-basi lagi, ia segera ~ isi hatinya
mendamaikan men.da.mai.kan [v] (1) mengusahakan agar kedua pihak berbaik kembali: kami akan mencoba ~ pertikaian mereka; (2) merundingkan supaya ada persesuaian: dia datang untuk ~ harga rumah itu dng kita; (3) menenangkan: tidak ada orang yg dapat ~ hatiku, kecuali aku sendiri
mendarah daging men.da.rah daging [ki] meresap benar ke dl hati sanubari; sudah menjadi kebiasaan
mendebarkan men.de.bar.kan [v] menyebabkan jantung (nadi dsb) berdebar-debar: cerita yg ~ hati
mendendangkan men.den.dang.kan [v] menyanyikan (untuk menyenangkan hati)
mendengarkan men.de.ngar.kan [v] (1) mendengar akan sesuatu dng sungguh-sungguh; memasang telinga baik-baik untuk mendengar: Bapak sedang ~ warta berita; (2) memperhatikan; mengindahkan; menurut (nasihat, bujukan, dsb): kita tidak usah ~ desas-desus yg belum tentu benar tidaknya
mendengki men.deng.ki [ark v] berdengki kpd; membenci (krn iri hati): dp ~ teman sekerja, lebih baik berusaha menyamainya
mendinginkan men.di.ngin.kan [v] (1) menjadikan dingin; menyejukkan: pilot ~ mesin pesawat terbangnya tidak dng air, tetapi dng angin; (2) membiarkan supaya dingin (air, adonan, kue, dsb); (3) ki menjadikan tawar (reda, tenang): perkataannya dapat ~ hatiku
mendukakan men.du.ka.kan [v] menyusahkan hati; menyedihkan: musibah yg dialaminya ~ orang tuanya
menduri men.du.ri [v] (1) spt duri: rambutnya ~ landak; (2) ki tajam; menyakiti hati: ucapan-ucapannya ~
menebus dosa me.ne.bus dosa melepaskan diri dr dosa; bertobat
menegarkan me.ne.gar.kan [v] menjadikan (menyebabkan) tegar; mengeraskan: ia ~ hatinya
menelap me.ne.lap [v] makan pd (tt senjata); melukai; mengena (tt senjata): pisau itu tiada ~; obat apa jua tidak akan ~
menempatkan me.nem.pat.kan [v] (1) menaruh; meletakkan; memasang (di): Ibu sedang ~ barang ukiran di ruang tamu; (2) memberikan tempat (bekas): petugas apotek sibuk ~ obat di dl kaleng; (3) memberi tempat (duduk, bermalam, bekerja); menentukan tempatnya: untuk sementara waktu ia ~ mereka di asrama; kepala personel belum berani ~ pegawai baru pd bagian penting
menempeli me.nem.peli [v] (1) melekati: ia sedang ~ biliknya dng kertas koran; (2) menyogok; (3) ki menumpang (tinggal, makan, dsb); (4) ki menyobat; mendekati (dng maksud mengajak bergendak, mencari untung, dsb): krn pandai ~ direkturnya, ia sering ditugasi ke luar negeri; (5) menyuap: saudagar-saudagar besar biasanya tidak sayang-sayang membuang uang untuk ~ orang-orang yg berpengaruh
menenang me.ne.nang [v] menjadi tenang: sebentar, gelora hatinya telah ~ pula
menengkel me.neng.kel [v] (1) menjadi butir-butir; membutir: bahan obat itu setelah diolah dng mesin, akhirnya ~ dng sendirinya; (2) melekat; berlekat-lekat: manisan cermai itu ~
menengok me.ne.ngok [v] (1) menjenguk; mengunjungi: sudah lama kami tidak ~ Nenek; (2) melihat; menonton: mereka senang ~ ke luar jendela itu; (3) menilik; memperhatikan: jika ~ paras mukanya, tentulah ia seorang bangsawan; (4) ki meramalkan: ia pandai ~ peruntungan orang
menenteramkan me.nen.te.ram.kan [v] (1) mengamankan: pasukan itu bertugas ~ daerah yg rawan dr gangguan gerombolan liar; (2) menenangkan (tt hati, pikiran, dsb): ayah itu ~ anak gadisnya yg sedang dilanda kesedihan krn ditinggalkan kekasihnya
menepak-nepak paha me.ne.pak-ne.pak paha [ki] bersusah hati
menerangi me.ne.rangi [v] (1) memberi terang (dng lampu dsb); menyuluhi; menyinari (hingga menjadi terang): petromaks itu ~ barang kelontong yg akan diobral; lampu-lampu itu ~ jalan-jalan utama pd malam hari; (2) membersihkan tumbuhan yg tidak berguna; menyiangi (thd semak-semak, kebun, dsb): hari Minggu adalah suatu kesempatan baik untuk ~ kebun; (3) mencari (minta) : tidak lain maksudnya hanya akan ~ saja; (4) ki memberi terang (pd hati, pikiran, dsb): semoga Yang Maha Esa ~ hati kita dan menunjukkan jalan yg benar
menerangkan me.ne.rang.kan [v] (1) membuat terang; menjadikan jelas; menguraikan dsb supaya jelas; memberi penjelasan: guru itu ~ peredaran darah dl tubuh kpd muridnya; ia ingin ~ tafsiran UUD '45 Pasal 33 itu secara lebih jelas; (2) mengatakan; mengungkapkan; mengemukakan; ~ pendiriannya dl rapat; ia ~ maksud hatinya kpd orang tuanya; (3) menyatakan dng tegas; menegaskan: ia telah ~ bahwa keputusan itu tidak bisa diubah lagi; (4) menjadikan terang pd penglihatan (pendengaran dsb); (5) menunjukkan (menandakan) bahwa ...: sudah tampak gejala yg ~ bahwa penyakitnya akan bertambah parah
meneteskan me.ne.tes.kan [v] menitikkan (air dsb): dng hati-hati ia ~ vitamin dl bentuk cairan ke dl mulut bayi
meng- (me- [prefiks pembentuk verba] (1) menjadi: mencair; menguning; mengkristal; (2) berfungsi sbg atau menyerupai: menyupir; menggunung; (3) makan atau minum: menyatai; mengopi; mengeteh; (4) menuju: mengutara; melaut; menepi; (5) mencari atau mengumpulkan: mendamar; merumput; (6) mengeluarkan bunyi: mengeong; mengaum; mencicit; (7) menimbulkan kesan spt seseorang atau sesuatu yg: membisu; membatu; merendah hati; (8) dasar verba: membaca; menulis; membajak; (9) membuat; menghasilkan: menyambal; menggulai; membatik; (10) menyatakan: mengaku
mengabar meng.a.bar [v] (1) mengurangi (ketegangan, penderitaan): obat ini dapat ~ penderitaan si sakit; (2) menghambat; menahan; mengerem
mengacau me.nga.cau [v] (1) mengaduk (mengocok dsb) hingga bercampur betul: ibu ~ telur dng bumbu; (2) menimbulkan (ketakutan, ketidakberesan, dsb); mengganggu keamanan (tata tertib dsb): diduga ada golongan tertentu yg hendak ~ negara kita ini; (3) merusuhkan (hati, pikiran): kelakuan anak-anaknyalah yg ~ hatinya
mengacaukan me.nga.cau.kan [v] (1) mencampuradukkan sehingga kacau betul; (2) mencampuradukkan dng yg lain (sehingga keliru dsb); (3) membuat menjadi kacau; mengacau (dl arti menimbulkan kerusuhan, kekalutan, hati, pikiran, dsb)
mengagakkan meng.a.gak.kan [v] menentukan (dng berhati-hati): mereka bersama-sama ~ biaya negeri
mengagumkan me.nga.gum.kan [v] menyebabkan kagum; menakjubkan: gedung yg tinggi-tinggi itulah yg ~ hatiku
mengail berumpan me.nga.il berumpan, berkata bertipuan [pb] kalau menghendaki sesuatu dr orang lain, harus pandai mengambil hatinya
mengakar meng.a.kar [v] (1) menjadi akar; (2) menyerupai akar; (3) ki mendalam atau menyatu benar di dl hati, pikiran, dsb (tt ajaran, adat, dsb)
mengamankan meng.a.man.kan [v] (1) menjadikan tidak berbahaya, tidak rusuh (kacau, kemelut, dsb): alat negara telah berhasil ~ daerah yg dilanda kerusuhan; (2) menjadikan tenteram (hati); (3) melindungi; menyelamatkan: penutupan perairan Maluku dimaksudkan untuk ~ kekayaan laut di sekitar kepulauan tsb; (4) menjinakkan (ranjau, granat, meriam); (5) menyimpan atau menyembunyikan supaya tidak diambil orang; (6) menahan orang yg melanggar hukum demi keamanan umum dan keamanan orang itu dr kemungkinan tindakan main hakim sendiri: polisi ~ penjambret itu
mengamat-amati meng.a.mat-a.mati [v] terus mengawasi dan memperhatikan dng saksama: polisi ~ gerak-gerik si tersangka dr jauh
mengambil berat meng.am.bil berat memasukkan ke dl hati; menerima dng sungguh-sungguh
mengambil marah meng.am.bil marah [cak] kecil hati; menjadi marah
mengangkat diri meng.ang.kat diri sombong; tinggi hati
mengasari me.nga.sari [v] memperlakukan dng kasar (tidak sopan, mengerasi, menyakiti hati): jangan coba-coba ~ orang itu
mengasi meng.a.si [v] (1) mengindahkan; mempedulikan; memperhatikan; (2) membenarkan; menyetujui
mengawan meng.a.wan [v] (1) menjadi awan; menyerupai awan; (2) naik ke awan; membubung tinggi: tinggi ~; (3) ki merasai sesuatu yg menyenangkan atau membahagiakan: berita tt kelahiran anaknya membuat hatinya ~
mengawasi meng.a.wasi [v] (1) melihat dan memperhatikan (tingkah laku orang); (2) mengamat-amati dan menjaga baik-baik; mengontrol
mengawaskan meng.a.was.kan [v] memperhatikan dng baik; menajamkan (penglihatan): di tempat yg gelap itu ia ~ matanya agar dapat menemukan benda yg dicarinya
mengecut me.nge.cut [v] (1) berkerut menjadi pendek; mengerut; (2) ki menjadi (merasa) kecut (tt hati, perasaan, dsb)
mengecutkan me.nge.cut.kan [v] (1) menyebabkan berkerut (menjadi pendek); mengerutkan; mengedutkan: siput dapat ~ badannya; (2) ki menyebabkan kecut hati, ngeri, takut, dsb: peristiwa itu ~ hatinya
mengeduk me.nge.duk [v] (1) mengeruk; mengorek; menggali; (2) ki mengumpulkan uang; mengambil untung sebanyak-banyaknya: para pengusaha dan pedagang jangan hanya ~ keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan konsumen
mengedutkan me.nge.dut.kan [v] (1) menjadikan berlipat-lipat atau berkedut (kulit dsb): ia termenung sambil ~ keningnya; (2) ki menguatkan (hati)
mengekalkan me.nge.kal.kan [v] memelihara (mengusahakan dsb) supaya kekal atau supaya tetap selama-lamanya: jasanya yg banyak dan perbuatannya yg baik telah ~ namanya di hati masyarakat
mengelus dada meng.e.lus dada [ki] menahan perasaan (kesal hati, marah) dng mengelus-elus (mengusap-usap dada)
mengembunkan meng.em.bun.kan [v] (1) menjadikan embun; melakukan proses pengembunan; (2) menaruh di luar rumah (pd malam hari) supaya kena embun: ia biasa ~ air bersih segelas dan meminumnya sbg obat
mengenaskan me.nge.nas.kan [v] menimbulkan rasa pedih hati: para jenderal tewas secara ~ akibat kebiadaban PKI
mengentak-entak meng.en.tak-en.tak [a] berasa spt dicocok-cocok (tt bisul dsb); berdenyut-denyut (tt ubun-ubun, hati, dsb): terasa pusing dan ~ kepala saya; biasanya kepala bayi masih ~
mengeluarkan me.nge.lu.ar.kan [v] (1) membawa (menyebabkan dsb) keluar; memindahkan sesuatu dr sebelah dalam ke sebelah luar: ia ~ rokok dr kantongnya; (2) melahirkan perasaan (pendapat dsb): ia merasa lega dapat ~ isi hatinya; (3) memberikan perintah (surat keputusan dsb): Jaksa Agung ~ perintah penangkapan; (4) membelanjakan: ia sudah ~ uang banyak untuk pesta itu; (5) menerbitkan (buku dsb): Pusat Bahasa telah ~ Kamus Besar Bahasa Indonesia; (6) mengadakan atau menyediakan (uang dsb): apabila Anda bersedia menjalankan perusahaan itu, saya akan ~ modalnya; (7) mengirimkan ke luar negeri; mengekspor: Indonesia banyak ~ karet dan timah ke Eropa; (8) memecat (melepas) pegawai (murid dsb); memberhentikan dr pekerjaan (sekolah, dsb): perusahaan itu terpaksa ~ beberapa karyawannya; (9) menghasilkan (barang, bahan, dsb): pabrik itu baru saja ~ produk terbarunya
mengeraskan me.nge.ras.kan [v] (1) menjadikan keras: batu dan aspal dapat ~ permukaan jalan; (2) ki menyangatkan (tt arti kata): fungsi kata "pun" dl kalimat itu ialah ~ arti; (3) ki menguatkan: itulah yg ~ dugaanku; (4) ki menggiatkan; menegarkan: ~ hatinya; (5) ark memaksa: ~ dia untuk segera melunasi utangnya
mengesan me.nge.san [v] meninggalkan (memberi) kesan; membekas: rupanya pujian dan sanjungan itu sedikit pun tidak ~ pd air mukanya bahwa ia berbesar hati karenanya
mengesir me.nge.sir [v] mempunyai hasrat; menaruh minat (hati); menaksir
mengetesi me.nge.tesi [v] menitikkan (air dsb) pd: ibu ~ obat mata pd mata adik
menggandrungi meng.gan.drungi [v] (1) sangat mencintai; tergila-gila pd: ia ~ gadis berkulit kuning itu; (2) sangat menyenangi; sangat senang akan; menaruh perhatian besar pd: seluruh rakyat ~ pembangunan
mengganggu pikiran meng.gang.gu pikiran mengganggu hati
mengganjal meng.gan.jal [v] (1) memberi berganjal (supaya kukuh dsb): ia ~ kaki kursi dng kertas; (2) memberi penghalang atau penahan (supaya tidak bergerak dsb): ia ~ roda mobilnya dng balok kayu; (3) ki terasa tidak menenangkan hati; terasa mengganggu pikiran
menggelitik meng.ge.li.tik [v] (1) menggilik-gilik (supaya geli): ia ~ orang yg tidur itu supaya bangun; (2) ki menghasut; memberanikan: laporan itu cukup ~ kita untuk meninjau kembali putusan yg lalu; tentu ada yg ~ , sebab kalau tidak, masakan ia berani; (3) berdebar-debar (tt hati): ~ hatinya membaca surat itu; (4) tergerak (tt hati): hatinya pun ~ lah hendak pergi melihat peristiwa itu
menggemarkan meng.ge.mar.kan [v] menyenangkan; menyebabkan suka (hati): berita itu sungguh ~ dia krn sesuai dng harapan hatinya
menggembirakan meng.gem.bi.ra.kan [v] (1) menjadikan gembira; membangkitkan rasa gembira; menyenangkan: kedatangannya ~ hati saya; (2) menyenangkan dan menggiatkan: gemuruh bunyi genderang ~ hatinya untuk menuju ke medan laga; (3) bergembira tt sesuatu: ia ~ kepandaian anaknya
menggerakkan meng.ge.rak.kan [v] (1) menjadikan bergerak: dialah yg ~ buruh untuk mengadakan aksi itu; (2) ki membangkitkan atau membangunkan (perasaan hati dsb): rintihannyalah yg ~ hati saya untuk memberi pertolongan; (3) ki mengubah kedudukan (untuk armada, pasukan, dsb)
menggerenik meng.ge.re.nik [kl v] membunyikan: maka orang pun ~ nobat
menggilakan meng.gi.la.kan [v] (1) menyebabkan (membuat) gila: kabarnya ada juga dukun yg pandai ~ orang; (2) menganggap (memperlakukan, mempermainkan) sbg orang gila: ia sering ~ anak yg satu ini; (3) ki menyebabkan (membuat) sangat suka (tertarik, jatuh hati, tergila-gila): rambut gadis yg bagaikan mayang terurai itulah yg sering ~ para pria yg memandangnya
menggodot-godot meng.go.dot-go.dot [v] (1) menggodot berulang-ulang; (2) ki menyayat-nyayat hati; menyedihkan; memilukan: tangis anaknya sangat ~ hatinya
menggorek-gorek meng.go.rek-go.rek [v] menggelitik agar berdebar-debar (tt hati)
menggosok meng.go.sok [v] (1) melicinkan (membersihkan, menggilapkan, dsb) dng tangan atau barang yg digeser-geserkan: pemuda itu ~ punggungnya dng obat gosok; kakak sedang ~ sepatu dng semir supaya berkilap; (2) menggesek: ~ biola; (3) mengasah (menggilapkan) batu permata dsb: ~ intan; (4) ki menghasut; membangkit-bangkit marah: kalau tidak ada yg ~ , masakan ia marah
menggundahkan meng.gun.dah.kan [v] menyedihkan; merisaukan; membimbangkan: apa gerangan yg ~ hatinya
mengguruh meng.gu.ruh [v] berbunyi spt guruh: di kejauhan terdengar bunyi mortir-mortir ~ , mendebarkan hati para pengungsi
menggurui meng.gu.rui [v] menjadikan dirinya sbg guru (dng mengajari, menasihati, dsb): Saudara tidak perlu ~ kami
mengharamkan meng.ha.ram.kan [v] (1) menyatakan atau menganggap haram; melarang: Islam ~ perkawinan antara saudara kandung; (2) mencegah; menolak: rakyat ~ pemerintahan diktator; (3) berteguh hati untuk tidak melakukannya
mengharukan meng.ha.ru.kan [v] (1) merawankan hati: kematiannya sangat ~; (2) memesonakan; mengesankan: dialah satu-satunya pembaca Alquran yg amat ~ [v] mengacaukan; merusuhkan: gerombolan itu datang ~ kampung halaman kami
menghemat meng.he.mat [v] menggunakan (sesuatu) dng cermat dan hati-hati (supaya jangan lekas habis, rusak, dsb)
mengheningkan meng.he.ning.kan [v] (1) menjernihkan: mereka ~ air yg keruh itu; ia selalu berusaha ~ hati dan pikiran; (2) mendiamkan; menyuruh diam: bunyi petir yg menggelegar itu ~ tangis adik; (3) merenungkan (mengenangkan) sesuatu: orang tua itu sering ~ anaknya yg baru meninggal
menghilangkan meng.hi.lang.kan [v] (1) melenyapkan; membuat supaya hilang: ~ uang; ~ aib; (2) menghapus(kan); membersihkan: ~ noda (pakaian, nama, dsb); (3) membuang supaya tidak ada lagi; meniadakan: ~ kesedihan hati; ~ malu
menghitamkan meng.hi.tam.kan [v] (1) menjadikan berwarna hitam: di manakah dijual obat untuk ~ kumis?; (2) ki memburuk-burukkan (nama dsb): ia biasa ~ nama orang yg tidak disukainya
menghitamputihkan meng.hi.tam.pu.tih.kan [v] menentukan (memperlakukan) dng sekehendak hatinya; menguasai: aku mengerti, engkaulah yg ~ kampung kita ini
mengibakan meng.i.ba.kan [v] (1) merawankan; mengharukan: peristiwa kebakaran semalam sangat ~ hati orang yg menyaksikannya; (2) merasa belas kasihan (tt suatu hal): sebenarnya tiada guna ~ orang yg tidak tahu diri itu
mengikhlaskan meng.ikh.las.kan [v] memberikan atau menyerahkan dng tulus hati; merelakan: kami telah ~ kepergiannya; dia ~ tanahnya untuk tempat pembangunan rumah sakit
mengiklankan meng.ik.lan.kan [v] memberitahukan atau memperkenalkan sesuatu kpd umum melalui iklan: pabrik obat itu ~ hasil pabriknya melalui siaran televisi
mengikuti meng.i.kuti [v] (1) menurutkan (sesuatu yg berjalan di depan, yg telah ada); mengiringi; menyertai: akhirnya tahulah dia bahwa yg ~ sejak tadi adalah seorang reserse; (2) turut belajar atau mendengarkan (dl kursus, kuliah, latihan, dsb): lebih dr seminggu ia tidak ~ kuliah krn sakit; (3) memperhatikan (mendengarkan, melihat, membaca, dsb) baik-baik: pemerintah selalu ~ perkembangan politik di luar negeri
mengilhami meng.il.hami [v] memberi ilham kpd; membisiki (dl hati)
mengincar meng.in.car [v] (1) melihat sasaran dng memicingkan sebelah mata; membidik: ia bergaya di depan lensa seakan-akan sedang ~ harimau dng senapan; (2) ki melihat dan mem-perhatikan (mengawasi) dr jauh (dng maksud tidak baik, hendak mencuri, dsb): semalam tertangkaplah seorang pencuri ketika sedang ~ toko emas itu; (3) ki sangat meng-inginkan; sangat menghendaki (kedudukan, barang, dsb): ia ~ kedudukan wakil ketua [v] membuat lubang (pd kayu, besi) dng incar
mengindahkan meng.in.dah.kan [v] memedulikan; memerhatikan; meresapkan ke dl hati (nasihat dsb): dia tidak ~ nasihat orang tuanya
mengingat meng.i.ngat [v] (1) ingat (akan): jangan hanya ~ uangnya saja; (2) memperhatikan; memikirkan; menilik (dng pikiran): selalu ~ kepentingan nusa bangsa
menginjeksi meng.in.jek.si [v] (1) memasukkan obat dsb dng jarum (sem-prot); memberi injeksi; menyuntik; (2) ki menambah (dana, modal, bantuan, dsb)
mengisar me.ngi.sar [v] (1) memutarkan; memusingkan: ~ roda; (2) menggiling (padi, gandum, dsb); (3) memutar jarum penunjuk pd jam (kompas); (4) memindahkan; menggeserkan: akhirnya mereka berhasil ~ peti itu; (5) mengubah pendapat (janji dsb): hatinya keras tidak ada yg dapat ~ pendiriannya; (6) memberikan (menyerahkan kpd orang lain); menghibahkan: sebelum meninggal ia telah ~ seluruh kekayaannya kpd anaknya; (7) menjual; menggadaikan: krn kalah main judi, laki-laki itu ~ sawahnya kpd orang lain
mengkal meng.kal [Jk a] (1) baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tt buah): buah mangga yg masih -- enak untuk dirujak; (2) berasa keras dl perut: -- rasa perutku; (3) kesal dl hati; marah dl hati; berasa dongkol: hatinya sangat -- krn yg ditunggu tidak kunjung datang
mengkudu meng.ku.du [n] pohon yg banyak manfaatnya, termasuk suku Rubiaceae, buahnya berwarna putih keruh berbentuk bulat sampai bulat telur, permukaannya berbenjol-benjol, berbiji banyak, daging buahnya yg masak lunak dan banyak mengandung air, rasanya agak masam, digunakan sbg obat peluruh kencing dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi, daunnya digunakan sbg obat sakit perut, akar dan kulit batangnya mengandung zat warna merah yg dipakai dl pembatikan; pace; kemudu; Morinda citrifolia
mengobor meng.o.bor [v] (1) mengasapi dng obor; (2) menangkap ikan (belut, katak) dng penerangan obor; (3) ki menghasut; membuat panas hati; membangkitkan marah
mengoleskan meng.o.les.kan [v] melumurkan; melumaskan: perawat itu -- obat pd bagian tubuh pasien yg sakit
mengoperasi meng.o.pe.ra.si [v Dok] membedah; membedel (untuk mengobati): dokter itu sedang -- seorang pasien korban kecelakaan lalu lintas
mengotot meng.o.tot [v] tidak mau mengalah; berkeras hati; bersikeras: berbicaralah baik-baik, jangan -- spt itu
menguatkan me.ngu.at.kan [v] (1) menjadikan kuat (dl berbagai arti); mengukuhkan: obat ini untuk ~ badan; tiba-tiba ia ~ pelukannya kepadaku; (2) meneguhkan (dugaan, pendapat, alasan, keputusan, dsb): saksi kedua ~ keterangan saksi pertama; contoh ini dimaksudkan untuk ~ pendapatnya; (3) mengeraskan (suara, tekanan): ia terpaksa ~ suaranya supaya terdengar jelas oleh yg duduk di kursi paling belakang; (4) menyangatkan: partikel "lah" dipakai untuk ~ arti saja
mengubak me.ngu.bak [v] mengupas; menguliti (membuang kulit): hati-hati ~ kelapa
mengubangkan me.ngu.bang.kan [v] memandikan ternak dl kubangan yg airnya sudah dicampuri obat pembasmi kutu atau caplak
mengukuhkan me.ngu.kuh.kan [v] (1) menguatkan atau memperkuat (supaya tidak mudah roboh atau rusak): kegunaan tiang beton yg besar adalah untuk ~ bangunan; (2) meneguhkan; menetapkan (hati dsb): kita perlu ~ semangat untuk menyukseskan pembangunan; (3) mengesahkan; menetapkan (tt kedudukan, jabatan): senat guru besar di universitas itulah yg ~ beliau sbg guru besar bidang linguistik
menguliahi me.ngu.li.ahi [v] mengajari: aku bukan ~ mu, tetapi sekadar menasihatimu agar engkau sadar
mengulur-ulur meng.u.lur-u.lur [v] (1) memanjang-manjangkan (waktu perundingan dsb); menunda-nunda (janji, persetujuan, dsb): kerjakanlah tugasmu sekarang, jangan ~ waktu; (2) cak menafsirkan (pasal dl undang-undang, ayat-ayat dl kitab suci, perjanjian, dsb) dng sekehendak hati (diperluas atau dipersempit maknanya dsb): pembela telah ~ pasal-pasal yg dituduhkan jaksa untuk membebaskan terdakwa
mengumbuk meng.um.buk [v] (1) membujuk dng kata-kata manis atau dng janji yg muluk-muluk (untuk memperdayakan dsb): ia ~ dng mulut manis; (2) menyapa dng manis; mempersenang hati: anak itu telah berhasil ~ ibunya sehingga ibunya menjadi senang hati
mengumpak meng.um.pak [v] (1) memberi berumpak; (2) ki memuji-muji; menyanjung-nyanjung: untuk mendapat perhatian, ia ~ kawannya
mengungkapkan meng.ung.kap.kan [v] (1) melahirkan perasaan hati (dng perkataan, air muka, gerak-gerik): mengarang itu dipakainya untuk ~ isi hati; (2) menunjukkan; membuktikan; menyingkapkan (tt sesuatu yg tadinya masih menjadi rahasia atau tidak banyak diketahui orang): keterangannya itu ~ bahwa dia sebenarnya banyak mempunyai utang; (3) mengemukakan; menyatakan; memaparkan: saya akan ~ garis-garis besarnya saja; (4) menerangkan dng jelas; menguraikan: ia belum ~ apa fungsi sebenarnya dr tulisan itu
mengurasi meng.u.rasi [v] (1) melumas (membasahi) badan dng param dsb; mengobati; (2) menyembuhkan
menguraskan meng.u.ras.kan [v] melumaskan obat; memakai sesuatu untuk mengobati (menyembuhkan): ia ~ param pd kedua kakinya yg pegal-pegal
mengutak-ngatikkan me.ngu.tak-nga.tik.kan [v] (1) mengguncang-guncangkan; menghuru-harakan (negeri dsb): ~ negeri; (2) memperlakukan dng sewenang-wenang atau sesuka hati; (3) melakukan sesuatu pd peralatan untuk memperbaiki atau menyempurnakannya
menikam me.ni.kam [Lihat {manikam}] [v] (1) menusuk dng senjata tajam: ia berhasil ~ lambung lawannya; (2) ki melukai (hati, perasaan): ucapannya itu benar-benar ~ hatiku [v] memasang petaruh (dl permainan tebak-tebakan, tombola, dsb); memasang lotre; membeli kupon undian
menilik me.ni.lik [v] (1) melihat dng sungguh-sungguh; mengamat-amati: lama ia ~ foto-foto dr zaman remajanya; (2) mengawasi; memeriksa: panitia khusus itu bertugas ~ pemakaian uang kas; (3) melihat (mengamati) dng mata hati (thd nasib orang); meramal; (4) memandang; menganggap: ia selalu ~ peristiwa yg terjadi itu sbg pelajaran baginya; (5) melihat (meninjau) dr: jika kita ~ silsilah keluarganya, jelaslah bahwa dia masih keturunan bangsawan; (6) menjenguk: ia pulang ke kampung untuk ~ orang tuanya [v] menenung; meneluh
menimbang me.nim.bang [v] (1) mengukur (menentukan) berat benda (dng neraca dsb): setelah ia ~ beras yg dibelinya, ternyata berat berasnya berkurang 1 ons; (2) memikirkan baik-baik untuk menentukan baik buruknya, salah tidaknya, dsb; (3) mengingat (akan); mengindahkan: segala-galanya dilakukan dng ~ kekuatan yg ada; tidak ~ hati orang, tidak mengingat perasaan hati orang
meninabobokan me.ni.na.bo.bo.kan [v] (1) menyanyikan lagu (untuk anak) supaya tidur; menidurkan (anak) dng nyanyian; (2) ki melemahkan semangat; mempersenang hati orang lain dng perkataan (janji) yg muluk-muluk: kemewahan telah berhasil ~ bangsa kita
menindih me.nin.dih [v] (1) menaruh sesuatu yg berat di atas ...: ia ~ kertas itu dng batu supaya tidak diterbangkan angin; (2) menekan ke bawah; menghimpit: terasa ada sesuatu yg ~ tubuhnya; (3) menindas (dl berbagai-bagai arti): tidak sanggup ~ perasaan hatinya; tertawa sejenak membuat orang lupa sebentar akan kesukaran hidup yg ~ perasaan
meniran me.nir.an [n] tumbuhan terna, daunnya mirip daun asam, tangkainya bersegi-segi dan halus berwarna hijau, air perasan batang dan akarnya digunakan untuk mengobati sakit batuk dan melancarkan air kencing; Phyllanthus urinaria [Jw n] nama makanan yg dibuat dr adonan beras menir dan santan, diberi daun pandan, dan garam dibungkus dng daun pisang dan dikukus
menjadi men.ja.di [v] (1) (diangkat, dipilih) sbg: ia diangkat (dipilih) ~ wakil presiden; (2) (dibuat) untuk: daun kumis kucing dapat diramu ~ obat penyakit kencing batu; (3) berubah keadaan (wujud, barang) lain; menjelma sbg: orang itu dapat mengubah dirinya ~ harimau; (4) menjabat pekerjaan (sbg): ayahnya ~ guru
menjaga diri men.ja.ga diri bertindak hati-hati agar tidak mendapat kesulitan
menjaga mata men.ja.ga mata bertindak hati-hati dng tidak memperhatikan hal-hal yg tidak patut dilihat
menjaga mulut men.ja.ga mulut berbicara hati-hati agar tidak menyakitkan hati orang lain
menjaga telinga men.ja.ga telinga bertindak hati-hati dng tidak mendengarkan hal-hal yg tidak patut didengar
menjaili men.ja.ili [v] mengganggu atau menjahati (krn dengki, iri, dsb): dia dimarahi ayah krn sering ~ anak-anak tetangga
menjeluskan men.je.lus.kan [v] menyebabkan (menimbulkan) iri hati atau menyebabkan cemburu
menjilat-jilat men.ji.lat-ji.lat [v] (1) menjulurkan lidah berulang-ulang untuk merasai; (2) menjulur-julur (tt lidah api); makin menjadi besar: nyala api yg besar itu ~ ke angkasa; (3) ki berkali-kali berusaha (berbuat) untuk mendapat pujian (dinaikkan pangkat, dsb) mengambil-ambil hati (atasan)
menjolok anak men.jo.lok anak menggugurkan kandungan: ~ hati mengajuk hati
menjual muka men.ju.al muka menjual tampang; memperagakan diri untuk menarik perhatian orang; ~ nyawa bunuh diri: di Jepang tidak sedikit orang yg ~ nyawa dr gedung bertingkat
menolong me.no.long [v] (1) membantu untuk meringankan beban (penderitaan, kesukaran, dsb): saya mencari badan atau yayasan yg sudi ~ penderitaan saya; (2) membantu supaya dapat melakukan sesuatu: kalau Anda tidak mau ~ (ku), tidak akan selesai pekerjaanku ini; (3) melepaskan diri dr (bahaya, bencana, dsb); menyelamatkan: dialah yg ~ jiwaku sehingga aku terlepas dr bahaya maut; (4) dapat meringankan (penderitaan dsb); dapat menyembuhkan (penyakit dsb); dapat melepaskan dr (bahaya dsb): berbagai obat diminumnya, tetapi tidak ~ juga
menorpedo me.nor.pe.do [v] (1) menembakkan (melepaskan) torpedo (untuk menenggelamkan kapal dsb): sebuah kapal selam berhasil ~ dua kapal pengangkut; (2) cak menggagalkan (usaha dsb); mencegah; menghalangi; (3) cak mengangkat (menaikkan pangkat dsb) dng sekehendak hati: ia ~ saudara sendiri menjadi direktur baru di perusahaan itu
mentaus men.ta.us [n] pohon, kayunya halus berwarna putih dan awet, disukai untuk dibuat barang ukiran, msl wayang golek, getahnya dapat dipakai untuk mengobati sakit mata; Wrightia javanica
mentol men.tol [n] terna tahunan, suku Lamiaceae yg membentuk stolon, bagian tanaman seluruhnya mengandung minyak asiri yg berbau harum dan dapat diekstrak dng penyulingan, setelah didinginkan menghasilkan mentol; Mentha arvensis [n Kim] alkohol, C10H20O, yg diperoleh dr pelbagai kristal, digunakan sbg bahan pengharum dan penyedap pd kembang gula, minuman keras, pasta gigi, dan obat-obatan
mentolo men.to.lo [Jw a] sampai hati; tega: ia tidak -- melihat keke-jaman itu
menuba me.nu.ba [v] (1) membunuh (ikan dsb) dng tuba; (2) ki menyakiti; menyiksa (hati dsb)
menukarkan me.nu.kar.kan [v] memberikan sesuatu supaya diganti dng yg lain: ia terpaksa ~ obat itu ke apotek
menukas me.nu.kas [v] mengulang lagi (permintaan, jawab, minum obat, panggilan, dsb)
menulang me.nu.lang v menjadi keras (spt tulang): hatimu ~ krn uang
menumpahkan me.num.pah.kan [v] (1) menyebabkan (menjadikan) tumpah: siapa yg ~ tinta merah tadi; (2) ki memberikan banyak (perhatian, kasih sayang, dsb); memusatkan; mencurahkan: guru itu telah ~ perhatiannya kpd murid yg cacat itu; ~ minat; ~ tenaga
menumplakkan me.num.plak.kan [v] menumpahkan semua; mencurahkan semua: ia ~ seluruh perhatiannya kpd bakat anak-anaknya di bidang seni musik
menunjuki me.nun.juki [v] memberi tahu (bagaimana melakukannya dsb); memberi petunjuk; menasihati: pd saat itu seakan-akan ada suara gaib yg ~ dia
menusuk perasaan me.nu.suk perasaan menusuk hati
menusuk-nusuk me.nu.suk-nu.suk [v ki] memanaskan hati orang; menghasut: tentu ada orang yg ~ , kalau tidak masa ia marah kpd saya
menutulkan me.nu.tul.kan [v] mencelupkan (sedikit) ke dl (kuah, kecap, tinta, dsb): cara mengobatinya cukup dng ~ ramuan pd luka itu; ia ~ pena ke dl tinta
menyabarkan me.nya.bar.kan [v] menenangkan perasaan (pikiran dsb); menenteramkan hati: sebaiknya kita -- kedua orang yg sedang bertengkar itu
menyakitkan me.nya.kit.kan [v] menjadikan (menyebabkan) sakit: ucapannya yg pedas itu sangat -- hati orang itu
menyalep me.nya.lep [v] mengobati dng salep; mengoleskan salep: Ibu sedang -- luka Adik
menyapu me.nya.pu [v] (1) membersihkan dng sapu: -- kebun; -- lantai; (2) mengusap; menghapus; menyeka (keringat dsb); menyapu-nyapu: -- mukanya dng saputangan; (3) melumas (dng cat dsb): ia -- bercak-bercak pd tembok itu dng cat putih; (4) ki menghancurkan: angin topan -- semua rumah penduduk; -- bersih ki (1) membasmi sampai tuntas: polisi bertekad -- bersih kawanan penjahat itu; (2) memenangkan semua cabang olahraga yg dipertandingkan; memenangkan semua nomor pertandingan; -- dada ki menyabarkan hati; bersabar diri: kami -- dada melihat tingkah laku anak-anak itu
menyatakan me.nya.ta.kan [v] (1) menerangkan; menjadikan nyata; menjelaskan: ucapannya belum ~ siapa di antara mereka yg bersalah; (2) menunjukkan; memperlihatkan; menandakan: daftar itu ~ betapa banyaknya korban yg jatuh; (3) mengatakan; mengemukakan (pikiran, isi hati); melahirkan (isi hati, perasaan, dsb); mempermaklumkan (perang): anak cucunya ~ setuju; ia ~ terima kasihnya kpd pengurus
menyayukan me.nya.yu.kan [v] membuat sayu; menyedihkan; mengharukan; mengibakan (hati): agaknya ada sesuatu yg -- hatinya
menyebalkan me.nye.bal.kan [v] menimbulkan rasa sebal; mengesalkan (hati): pelajaran itu -- benar hingga kami selalu mengantuk
menyeberang me.nye.be.rang [v] (1) berjalan dsb ke seberang sana: hati-hati kalau -- jalan; (2) mengarungi (sungai, jalan, dsb); (3) berpindah ke sebelah: bola yg sulit itu akhirnya -- dng baik; (4) menyeberangi; (5) cak membelot (ke pihak musuh)
menyedihkan me.nye.dih.kan [v] (1) menimbulkan rasa sedih (pilu); menyusahkan hati: kemalangan itu sangat -- hatinya: keadaan para pengungsi itu -- sekali; (2) bersedih hati (tt sesuatu): jangan -- kejadian itu lagi
menyejukkan me.nye.juk.kan [v] (1) menjadikan sejuk; menyamankan; menyegarkan: beberapa tamu berusaha -- badan dng duduk-duduk di serambi luar; (2) mempersenang (hati); menghiburkan: dng tutur katanya ia pandai -- hati orang lain
menyelami me.nye.lami [v] (1) menyelam ke dl (air, laut, dsb): tidak ada orang yg berani -- lubuk itu; (2) menyelam untuk mencari (mengambil dsb) sesuatu: penyelam itu -- kapal yg tenggelam di Selat Malaka; (3) menduga atau mengajuk (isi hati, batin, dsb): aku ingin -- isi hatinya; (4) memeriksa (menyelidiki, mempelajari) dalam-dalam: maksudnya hendak -- sejarah filsafat Barat; (5) memahami (merasai, mengetahui) dng sungguh-sungguh: ia tidak dapat -- pendirian (ideologi) kawan barunya itu; (6) mengarungi: tidak sedikit penderitaan yg dialaminya dl -- kehidupan dunia ini [v] (1) menyelam ke dl (air, laut, dsb): tidak ada orang yg berani -- lubuk itu; (2) menyelam untuk mencari (mengambil dsb) sesuatu: penyelam itu -- kapal yg tenggelam di Selat Malaka; (3) menduga atau mengajuk (isi hati, batin, dsb): aku ingin -- isi hatinya; (4) memeriksa (menyelidiki, mempelajari) dalam-dalam: maksudnya hendak -- sejarah filsafat Barat; (5) memahami (merasai, mengetahui) dng sungguh-sungguh: ia tidak dapat -- pendirian (ideologi) kawan barunya itu; (6) mengarungi: tidak sedikit penderitaan yg dialaminya dl -- kehidupan dunia ini
menyelenggarakan me.nye.leng.ga.ra.kan [v] (1) mengurus dan mengusahakan sesuatu (spt memelihara, memiara, merawat): ia -- sawah ladangnya baik-baik sehingga hasilnya sangat memuaskan; (2) melakukan atau melaksanakan (perintah, undang-undang, rencana, dsb): pemerintah -- pembangunan gedung-gedung sekolah; (3) menunaikan atau menyampaikan (maksud, cita-cita, harapan, tugas kewajiban, dsb): rasa persatuan seluruh bangsa Indonesia adalah modal yg terutama untuk -- cita-cita nasional kita; (4) mengurus dan memperhatikan (kepentingan, usaha, perkara, dsb): pengacara akan -- perkara penuntutan ganti rugi itu; (5) mengadakan, mengatur, dan mengurus (pesta, rapat, pertunjukan, pameran, perusahaan, dsb): panitia yg akan -- Kongres Pemuda seluruh Indonesia tahun ini sudah dibentuk
menyeluruhi me.nye.lu.ruhi [v] meratai (meliputi, mengenai) segenapnya: perasaan cinta kasih yg -- pikiran dan hatinya
menyemak me.nye.mak [a] (1) menyerupai semak; tumbuh sbg atau menjadi semak; (2) kotor krn banyak semaknya: tanaman bunga-bungaan itu -- krn tidak terurus; (3) ki kusut-kusut tidak keruan; tidak teratur (tersusun): rambutnya --; (4) ki kusut kacau (pikiran); bingung; gelisah; susah hati: -- pelbagai pikiran datang mendesak dr kiri kanan
menyemakkan me.nye.mak.kan [v] (1) membiarkan menjadi semak atau ditumbuhi semak; (2) mengusutkan (merusuhkan, membingungkan) hati atau pikiran
menyembuhkan me.nyem.buh.kan [v] menjadikan sembuh; mengobati dsb supaya sembuh: ia menjadi terkenal krn dapat -- orang sakit secara gaib
menyembur me.nyem.bur [v] (1) memancar atau menyemprot ke luar cepat-cepat: Gunung Agung meletus dng dahsyat, asap hitam -- ke udara; (2) memancarkan sesuatu (pd); menyemburi: ia sedang -- air ke halaman; (3) mengobati atau mengusir roh jahat dng sembur; memerciki dng air (yg sudah dimantrai dsb): ia siuman setelah dukun itu -nya dng air putih; (4) cak mengeluarkan kata-kata yg tidak patut (spt memaki-maki, marah-marah); (5) ki memancar ke luar dng tiba-tiba (tt warna air muka): darah -- ke mukanya, mukanya menjadi merah krn sangat marah (terkejut dsb)
menyemburi me.nyem.buri [v] (1) memancarkan sesuatu (pd); menyemprotkan sesuatu (pd): ia sedang asyik -- kaca mobil yg akan dibersihkan; (2) mengobati atau mengusir roh jahat dng sembur; memerciki dng air (yg sudah dimantrai dsb): pergilah dukun itu setelah selesai -- orang yg kerasukan setan itu
menyemu me.nye.mu [v] melakukan tipu muslihat kpd; mengakali; memperdayakan: ia dapat membolos dr sekolahnya dng -- gurunya; ada sekelompok orang yg sampai hati -- calon jemaah haji yg sedang dl kesulitan
menyenak me.nye.nak [v] (1) menjadi senak (rasa hati dsb): terasa -- hatiku melihat ulahnya yg selalu membuat kecewa; (2) terhenti dan menjadi penuh (tt air): bendar air -
menyenakkan me.nye.nak.kan [v] menjadikan senak (rasa hati dsb); menyesakkan: perasaan kecewa dan sedih saat ini sungguh-sungguh -- hatinya
menyenangkan me.nye.nang.kan [v] (1) menjadikan senang; membuat bersuka hati: ia menyayangi adiknya dan selalu berusaha -- hatinya; (2) membangkitkan rasa senang hati; memuaskan; menarik (hati): semoga perjalanan ini -- Tuan; (3) merasa senang (puas dsb) akan; menyukai
menyentuh me.nyen.tuh [v] (1) menyinggung sedikit; menjamah: roda-roda pesawat terbang kami mulai -- bumi kembali; (2) mengenai; terantuk: bagian depan mobilnya rusak sedikit krn -- tembok; (3) ki menimbulkan, membangkitkan perasaan (haru, sedih, dsb) di hati: tangis sedih para korban gempa itu telah -- hati para pejabat yg ada di sana
menyepit me.nye.pit [v] (1) menjepit dng sepit: ia -- besi panas itu dng hati-hati; (2) menggunakan alat jepit (tang, pinset, dsb): -- janggut; (3) menjepit atau menekan di antara kaki atau lengan: ia berusaha -- kepala lawan dng lengannya yg besar
menyerap me.nye.rap [v] (1) masuk ke dl melalui liang renik (terutama tt barang cair); meresap; merembes: air lebih cepat -- ke dl tanah pasir; (2) mengisap (tt suatu benda thd barang cair): kertas semacam ini mudah -- tinta; (3) ki masuk (meresap) benar-benar (ke dl badan, hati, dsb): dinginnya -- sampai ke tulang; kepercayaan yg sudah -- ke dl hati; (4) ki amat mesra (tt persahabatan); (5) ki membawa masuk sehingga spt menjadi sendiri (tt budaya asing dsb): bahasa kita telah -- unsur-unsur asing
menyerindaikan me.nye.rin.dai.kan [v] merawankan; memilukan (thd perasaan atau hati): sebuah lagu yg -- hati
menyeru me.nye.ru [v] memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: tiba-tiba terdengar suara orang -- dr dl gua itu; ia membakar dupa sambil -- nenek moyangnya
menyerum me.nye.rum [v] mengobati dng (menginjeksikan) serum
menyesalkan me.nye.sal.kan [v] (1) merasa menyesal akan; mempersalahkan: janganlah engkau selalu -- perbuatan anakmu, nasi sudah menjadi bubur; mengapa engkau harus -- dirimu, hal itu sudah terjadi; (2) menyebabkan menyesal: tindakanmu itu sangat -- hatiku
menyilih me.nyi.lih [v] (1) mengganti; menukar: -- baju; (2) memberi ganti (kerugian dsb): -- rugi; (3) bertukar kulit (ular, kadal, dsb): ular -; (4) berubah menjadi: tidak kusangka hatimu bisa -- sekejam itu; (5) Mk meminjam: -- uang orang
menyilukan me.nyi.lu.kan [v] (1) merawankan (menyedihkan) hati: tangis-nya sangat -- hati; (2) menyebabkan berasa tidak enak (sakit) pd pendengaran; memilukan: suara gergaji yg dikikir itu sangat -- telinga
menyinari me.nyi.nari [v] (1) memancarkan cahaya kpd; menerangi dng cahaya; menyalai (dng obor dsb): bulan -- alam; (2) ki memberi terang (keterbukaan di hati, kebenaran, dsb): Alquran telah berhasil -- hatiku yg sedang gelap
menyinggung me.nying.gung [v] (1) menyodok (mendesak, menolak, dsb) dng siku: petinju itu -- perut lawannya hingga jatuh; (2) menyentuh; menjamah; menyenggol: beliaulah yg -- gelas itu hingga pecah; (3) mengenai (sedikit); membicarakan (sedikit): bab pendahuluan telah -- soal itu; (4) melanggar (kehormatan, kekuasaan, dsb): tulisannya dianggap -- kehormatan Bapak Gubernur; (5) ki menyakiti (melukai) hati (perasaan): kata-katanya -- perasaan
menyorakkan me.nyo.rak.kan [v] menyerukan; meneriakkan dng suara nyaring: -- barang-barang yg akan dilelang; mereka -- pekik kemerdekaan yg menggembirakan hati rakyat
menyorong me.nyo.rong [v] (1) menolak(kan) ke muka; mendorong (mendesak) maju: -- mobil mogok; (2) menyogok; memberi suap: tidak ada sedikit juga ingatan hendak -- pegawai pabean itu; (3) menganjurkan (mengajak, mengusulkan); mengunjukkan (memberikan): negara yg kalah itu -- damai; (4) menyodorkan: orang selalu -- kegiatannya kepadanya, padahal bukan timbul dr hatinya; (5) cak menyetubuhi
menyucikan me.nyu.ci.kan [v] membersihkan (batin, hati, dsb); memurnikan; menguduskan
menyudikan me.nyu.di.kan [v] (1) menjadikan sudi (mau, suka, dsb); menggerakkan hati supaya sudi (mau dsb): itulah agaknya yg -- PBB turun tangan mencampuri persengketaan itu; (2) memancing (menarik supaya mau, berani, dsb): ia membuang tembakan ke atas untuk -- pemuda kita bertempur; (3) meminta supaya ...; mempersilakan
menyukakan me.nyu.ka.kan [v] (1) menyebabkan suka; menjadikan suka; menggirangkan hati; (2) cak menyukai
menyuntikkan me.nyun.tik.kan [v] (1) memasukkan cairan obat dsb dng jarum: untuk mengatasi wabah itu dokter -- serum ke dl tubuh sapi yg sakit; (2) ki memberikan petunjuk (hasutan dsb): sebelum menuju medan perang, komandan mengumpulkan anak buahnya untuk -- keberanian; (3) ki menambah sesuatu (dana dsb) sbg bantuan: -- dana
menyuruh me.nyu.ruh [v] (1) memerintah (supaya melakukan sesuatu): dia -- peragawati itu duduk dl berbagai pose; (2) memerintah supaya pergi ke ... (untuk melakukan sesuatu); mengutus: ia -- anaknya membelikan obat
menyusahkan me.nyu.sah.kan [v] (1) menyebabkan susah; menyedihkan: dr kecil kerjanya tidak lain hanya -- orang tuanya; (2) menyukarkan; menyulitkan: kejahatan yg dilakukannya -- ayahnya yg mempunyai kedudukan tinggi di kota itu; (3) bersusah hati atau bersedih krn suatu hal: ia -- suaminya yg dikabarkan gugur
menyusup me.nyu.sup [v] (1) menyuruk (menyeluduk) ke bawah atau ke dl sesuatu: anak-anak -- ke bawah pagar; (2) masuk ke dl (hutan, semak-semak, dsb): rusa adalah binatang yg pandai -- ke semak-semak apabila diburu; (3) masuk secara diam-diam ke daerah musuh; merembes ke daerah musuh: prajurit yg menyamar itu berhasil -- ke daerah musuh; (4) menyerap; meresap: udara sejuk itu seolah-olah -- ke tulang; rupanya nasihat itu -- juga ke dl hatinya; kalau di bawah melompat, lalu di atas -, pb menyesuaikan diri dng adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya
meraba me.ra.ba [v] (1) menyentuh (memegang, menjamah) dng telapak tangan krn hendak merasai atau mencari sesuatu: orang buta itu ~ tongkatnya; (2) ki mencari sesuatu dl saku; menggeledah: penjaga itu ~ saku orang yg dicurigainya; (3) ki menduga; mengira-ira: kami tidak dapat ~ isi hatinya
meracun me.ra.cun [v] memberi racun (supaya mati): ~ tikus; ~ hati mengganggu atau menggiurkan hati: senyumnya ~ hati
meraih me.ra.ih [v] (1) menggapai kemudian menarik (sesuatu) ke arah diri sendiri: ~ anaknya ke pangkuannya; (2) mencapai; memperoleh (dng susah payah): ia berhasil ~ gelar doktor dl ilmu ekonomi; (3) mengumpulkan; memperoleh: satu demi satu pemain kita ~ angka, mengejar ketinggalannya; (4) ki menarik (hati); memikat (orang): ~ hati; ~ dng uang
meraja me.ra.ja [v] (1) berbuat sbg raja (sesuka hati); berlagak sbg raja; (2) cak maharaja
merakan me.ra.kan [n] (1) rumput tinggi, batangnya keras, terdiri atas tangkai dan daun spt sereh, warna daun hitam atau cokelat tua; Andropogon amboinicus; (2) terna tahunan, termasuk suku Poaceae, berbatang kecil, tegak, berwarna ungu berkilap, daunnya berbentuk pita dan berbulu, digunakan sbg obat sakit pinggang; Themedia arguens
meramu me.ra.mu [v] (1) mencari dan mengumpulkan bahan-bahan (akar-akaran, kayu-kayuan) yg diperlukan; (2) meracik: dia ~ akar-akar dan daun-daunan untuk membuat obat
merana me.ra.na [a] (1) lama menderita sakit: sakit --; (2) selalu sakit-sakit; makin lama makin kurus: badannya --; (3) selalu menderita sedih (susah dsb): hati --; pikiran --
merangkum me.rang.kum [v] (1) membawa dl pelukan: ia ~ kain-kain itu dan membawanya ke luar; (2) meliputi; melingkung(i): rasa cemas selalu ~ hatinya; (3) menyatukan (merangkai) pokok-pokok pembicaraan (uraian, dsb) yg terpencar; meringkas (uraian, dsb) dl bentuk pokok-pokok saja; (4) ki memeluk: ibu itu ~ dan mencium anaknya yg baru tiba
merapati me.ra.pati [v] (1) mendekati dng perlahan-lahan dan berhati-hati; menghampiri: ia ~ rumah itu; (2) meramahi; mengaribi (untuk memperbaiki persahabatan): jika ingin bekerja sama dng mereka, ia harus ~ mereka lebih dahulu
merasai me.ra.sai [v] (1) mengecap (makanan ); mencicipi: ~ minum sejuk setelah lama berjalan dl panas matahari; (2) mengalami (mendapat) kesenangan dsb: ~ kebahagiaan; (3) meraba dng tangan dan kaki untuk mendapatkan sesuatu; (4) ki menduga (mengajuk) hati orang dsb
merawankan me.ra.wan.kan [v] menimbulkan rasa rawan (sedih, terharu, dsb): suaranya yg sedih sangat ~ hati orang yg mendengarkan
merayapi me.ra.yapi [v] (1) merayap (pd, di): semut ~ gula; sinar lampu senter ~ tempat gelap itu; (2) muncul pelan-pelan (di); menyelubungi: melihat gunung itu menyemburkan lumpur panas menggelegak, perasaan takut ~ hati mereka
merayu me.ra.yu [v] merasa pilu; terharu [v] (1) menyenangkan hati (menyedapkan hati, menawan), spt hiburan dsb: suara merdu yg ~; (2) membujuk (memikat) dng kata-kata manis dsb: ia ~ gadis itu dng kata-kata manis; (3) mengajukan permohonan: mereka ~ supaya yg berwajib mengambil tindakan tegas
merayukan me.ra.yu.kan [v] membuat sedih: ~ hati, membuat hati merasa sedih; mengibakan hati
merdeka ayam [ki] bebas merdeka (dapat berbuat sekehendak hatinya)
merebus tak empuk me.re.bus tak empuk [pb] tidak berubah pendirian; tetap hati (walaupun digoda dsb); mantap hati
merebut me.re.but [v] (1) mengambil sesuatu dng kekerasan atau dng paksa: ia berhasil ~ pisau belati dr tangan penjahat itu; (2) mengambil dng kekuatan senjata; merampas: mereka berjuang ~ kemerdekaan; pasukan kita berhasil ~ kotakota penting; (3) memperoleh sesuatu dng susah payah (pertandingan, perlombaan, dsb): tim kita berusaha ~ tempat yg terhormat dl kejuaraan sepak bola itu; belum ada yg dapat ~ hati gadis itu
meredut me.re.dut [v] menjadi kesal; mendongkol: hatinya ~ krn kelakuan anaknya yg kurang sopan itu
merefleksikan me.re.flek.si.kan [v] mencerminkan: kata atau ucapan seseorang, biasanya ~ isi hatinya
merekam me.re.kam [v] (1) mengecap; mencetak; memberi bergambar (garis-garis) berwarna pd kain dsb; (2) menyulam (dng benang emas atau benang berwarna); menyuji; (3) Mk lengkap; melekatkan (spt baju tubuh, sambungan kayu); (4) memindahkan suara (gambar, tulisan) ke dl pita kaset, piringan, dsb; (5) ki mencatat (dl hati, angan-angan, dsb): anak itu telah ~ semua peristiwa yg dilihatnya dl benaknya
merekamkan me.re.kam.kan [v] (1) mengecapkan; mencetakkan; menerangkan; menggambarkan garis-garis berwarna pd kain dsb; (2) memasangkan gambar pd majalah (surat kabar dsb); (3) menyulamkan; menyujikan; (4) memindahkan suara ke pita rekaman, piringan hitam dsb); (5) ki melekatkan (menyiratkan) ke dl hati
merelakan me.re.la.kan [v] memberikan dng ikhlas hati; melepaskan (menyerahkan) dng tulus hati: saya sudah ~ uang yg diambilnya itu
meremas jantung me.re.mas jantung ki membuat menjadi sebal (mendongkol, marah dl hati)
meremukkan me.re.muk.kan [v] menjadikan (menyebabkan) remuk; menghancurluluhkan; meluluhlantakkan: keadaan pasien yg gawat itu sungguh ~ hatinya
meresapkan me.re.sap.kan [v] memasukkan ke dl bidang atau sesuatu dng rata sehingga semua bidang atau sesuatu itu mendapat bagian yg sama; menjadikan meresap; memasukkan dalam-dalam (dl hati): guru itu berusaha ~ nasihat ke dl hati anak-anak
meriangkan me.ri.ang.kan [v] menggembirakan; menyenangkan hati; menggirangkan: hal itu benar-benar ~ hati kami
merindukan me.rin.du.kan [v] (1) sangat menginginkan dan mengharapkan (hendak bertemu): dia ~ kekasihnya; (2) menaruh cinta kpd; (3) membangkitkan rasa rindu: nyanyian yg merawankan dan ~ hati
merintang me.rin.tang [v] (1) melakukan sesuatu untuk menghilangkan susah (lelah dsb): dialah yg ~ hatiku yg sedih; (2) membujuk atau menghibur supaya diam (tidak menangis): Ibu berupaya ~ Adik yg sejak tadi menangis
merisaukan me.ri.sau.kan [v] (1) mengganggu (keamanan, ketenteraman): jika terbukti ~ ketenteraman masyarakat, dia pasti akan dituntut; (2) menggelisahkan: peristiwa itu sangat ~ hati kami
merkurokrom mer.ku.ro.krom [n] cairan yg tersusun dr kepingan hablur yg mengandung 26% air raksa yg terikat, warnanya merah tua hampir hitam, digunakan sbg bahan pemusnah hama pd luka; obat merah
merukunkan me.ru.kun.kan [v] (1) menjadikan rukun; mendamaikan: siapakah yg dapat ~ kakak beradik yg sedang berselisih itu; (2) menjadikan bersatu hati: pemerintah setempat berusaha ~ suku-suku yg sedang bermusuhan itu
merumahsakitkan me.ru.mah.sa.kit.kan [v] membawa ke rumah sakit untuk berobat; membawa berobat ke rumah sakit: untuk menghindarkan wabah penyakit, dinas kesehatan selalu menganjurkan agar masyarakat segera ~ orang yg terkena penyakit menular, spt demam berdarah
meruntuhkan iman me.run.tuh.kan iman merusakkan iman; menggoda hati orang
merusuh me.ru.suh [v] berbuat atau membuat rusuh (spt mengacau, mengganggu keamanan): masih banyak gerombolan bersenjata yg ~ di hutan jati itu [v] menjadi rusuh (gelisah, khawatir, duka cita): ia sudah tenang dan sudah dapat menguasai hatinya yg ~ itu
merusuhkan me.ru.suh.kan [v] menjadikan rusuh; menimbulkan huru-hara (kekacauan, keributan) [v] (1) menjadikan (menimbulkan) rasa rusuh; menyusahkan; menggelisahkan: kematian suami itulah yg sangat ~ hatinya; (2) mengkhawatirkan akan sesuatu; selalu memikirkan: apa gunanya engkau ~ anakmu yg sudah meninggal dunia itu
mesra mes.ra [a] (1) lekat (terpadu dsb) benar; merasuk: saat itu saya tidak dapat lagi membedakan yg baik dan buruk krn iblis sudah -- kpd hatiku; hal itu telah -- di dl hati; (2) sangat erat; karib; mendalam (tt hubungan persahabatan dsb): hubungan cintanya sudah terlalu --; pertalian batin yg --
metode asosiasi penyajian pesan yg dihubungkan dng suatu peristiwa atau objek yg populer dan menarik perhatian khalayak
mewaspadai me.was.pa.dai [v] berlaku waspada thd; memperhatikan dng waspada: bantuan asing itu patut diwaspadai
miana mi.a.na [n] tumbuhan terna, bunganya berwarna ungu dan bertangkai panjang, akarnya dapat dibuat obat sakit perut, pembiakannya dng cara menyetek; Coleus atropurpureus
minat mi.nat [n] kecenderungan hati yg tinggi thd sesuatu; gairah; keinginan: saya tidak ada -- untuk belajar melukis
mindi min.di [n] perdu berbatang lurus, bunganya berupa malai, berwarna lembayung, tumbuh pd ketiak daun dan berbau harum, buahnya berbentuk bulat lonjong, warnanya kuning berisi biji yg keras, kayunya ringan dan kuat, baik untuk pembuatan perkakas rumah tangga, hampir semua bagian tanaman, spt kulit batang, akar, daun, dan bunga berguna sbg bahan obat, bijinya banyak mengandung minyak; Melia azedarach
minta min.ta v (1) berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon: anak itu merengek-rengek -- dibelikan mainan; (2) mempersilakan: panitia -- para pengunjung mengisi daftar tamu; (3) cak beli: dia -- dua porsi nasi rames; (4) meminang; melamar: sudah banyak pemuda yg -- gadis itu, tetapi ia selalu menolaknya; (5) memerlukan: kenakalan remaja akhir-akhir ini -- perhatian kita semua; (6) membawa; menimbulkan: bencana tanah longsor itu ternyata -- banyak korban jiwa
minum serasa duri [pb] hal orang yg sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak
minuman mi.num.an [n] barang yg diminum: di depot itu dijual -, rokok, dan obat-obatan
minyak asiri minyak yg terdapat pd tumbuhan aromatik, mudah menguap, digunakan dl minyak wangi, bumbu, dan obat-obatan
minyak avokad minyak dr daging buah avokad yg mengandung vitamin A, D, dan E dan fitosterol serta lesitin, digunakan dl ramuan obat untuk melembutkan kulit
minyak bunga cengkih minyak yg diekstraksi dng bunga kering beraroma dr pohon cengkih, digunakan dl pengobatan
minyak cenduai minyak wangi guna-guna (untuk menarik hati perempuan)
minyak ikan minyak yg mula-mula diambil dr lemak ikan paus, tetapi kemudian juga dr ikan dan binatang laut lainnya, digunakan dl pengobatan krn mengandung vitamin A dan D berkadar tinggi
minyak kayu putih minyak asiri yg dibuat dr daun pohon kayu putih, digunakan sbg obat
minyak medis minyak hasil pengolahan yg bermutu tinggi, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa, berasal dr minyak bumi dan digunakan sbg obat
minyak pelet minyak (dr ikan duyung dsb) yg diisi guna-guna untuk memikat hati perempuan atau laki-laki yg dikehendaki
miotik mi.o.tik [a Dok] berkenaan dng mitosis; (2) n Far obat yg menyebabkan miosis
misai bertaring bagai panglima [pb] rupa saja yg hebat dan garang, tetapi berhati penakut
mongkok mong.kok [v] ber.mong.kok v (1) menganjur ke atas; lebih tinggi dp yg lain: menara pengawas tampak -- di atas bukit karang; (2) ki lebih baik (utama, unggul): ia -- dl hal pengalaman dp saudara-saudaranya [a] berbesar hati; bangga: kemajuan-kemajuan itu bisa menjadikan hati rakyat --
moral mo.ral [n] (1) (ajaran tt) baik buruk yg diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila: -- mereka sudah bejat, mereka hanya minum-minum dan mabuk-mabuk, bermain judi, dan bermain perempuan; (2) kondisi mental yg membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dsb; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dl perbuatan: tentara kita memiliki -- dan daya tempur yg tinggi; (3) ajaran kesusilaan yg dapat ditarik dr suatu cerita
moralis mo.ra.lis [n] (1) orang yg terlalu mementingkan moral; (2) orang yg mengajarkan atau mempelajari moral sbg cabang filsafat; (3) orang yg menaruh perhatian thd pengaturan moral orang lain
morfin mor.fin [n] zat yg diekstrasi dr opium dng proses maserasi opium dl air kemudian diendapkan dng amonia, digunakan sbg obat penghilang rasa nyeri dan penenteram, digunakan dng takaran besar berkhasiat sbg obat bius dan bila sering dipakai takarannya makin lama terpaksa makin diperbanyak sehingga mengakibatkan kecanduan
mota mo.ta [n] rumput yg batangnya agak besar dan liat, umbinya dibuat obat; Cyperus rotundus [n] kain tenunan kasar (untuk tenda, layar, dsb)
mual mu.al [a] (1) hendak muntah: jika perut terasa -- minumlah obat ini, supaya tidak muntah; (2) ki merasa bosan sekali; merasa jijik: kita -- mendengar ucapannya yg bombastis dan sikapnya yg sinis itu
muat mu.at [v] ada ruang untuk diisi, ditempati, dimasuki, dipakai, dsb; dapat berisi: kamar itu -- empat orang; (2) ada di dalamnya, berisi, mengandung: surat kabar ini -- iklan obat-obatan
muda pikiran muda hati
mudah mu.dah [a] (1) tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dl mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang: soal ujian itu --; (2) lekas sekali (menjadi, menderita, dsb): anak kecil -- ketularan penyakit; isi pensil ini -- patah; (3) cak tidak teguh imannya (gampang terbujuk atau gampang diajak berzina dsb) , mu.dah-mu.dah.an adv (1) moga-moga; semoga; diharapkan supaya: -- Anda selamat sampai ke tempat tujuan; ia sudah berobat pd dokter ahli, -- dapat sembuh dr penyakitnya; (2) dng harapan supaya: ia belajar sungguh-sungguh -- dapat maju dl ujian akhir; (3) (pd akhir kalimat atau uraian) demikianlah hendaknya: dikabulkan Tuhanlah kiranya maksud kita ini --
mudah tersinggung mudah sakit hati
muhsin muh.sin [Ar n] yg baik hati, akhlak, dan amalnya; yg baik perjalanan hidupnya; yg saleh
mujarab mu.ja.rab [a] manjur; mustajab: obat yg --
muka manis wajah yg menarik hati; (2) wajah yg riang gembira (dng senyum dsb) memperlihatkan muka manis (ramah tamah)
muka-muka (dng -) mu.ka-mu.ka (dng -) hanya pd lahirnya; tidak tulus hati; bermuka-muka
mukhlis mukh.lis [a] jujur, tulus ikhlas; lurus hati: ucapan seorang muslim yg --; (2) n orang yg ikhlas; orang yg lurus hati
mulas mu.las [a] sakit spt diremas-remas (tt perut): perutnya terasa -- [n] tumbuhan terna, daunnya dapat dibuat sbg obat sakit perut, Desmodium triflorum
mulia mu.lia [a] (1) tinggi (tt kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat: yg -- para duta besar negara sahabat; (2) luhur (budi dsb); baik budi (hati dsb): sangat -- hatinya; (3) bermutu tinggi; berharga (tt logam, msl emas, perak, dsb): logam --
mulus mu.lus [a] (1) (putih) bersih: ayam putih --; (2) halus; tanpa cacat: tangannya -- dng jari-jari tanpa warna merah di kukunya; (3) lancar; tidak ada halangan: hubungan mereka berlangsung --; (4) dapat berjalan baik: mobil sedan itu masih dl keadaan --; (5) ki jujur; suci hati; tulus: orangnya jujur, hatinya --
mulut bau madu [pb] mulut manis, tetapi hati busuk
mulut manis [ki] lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya berkata dng manis
mulut satu lidah bertopang [pb] perkataan berbeda dng isi hati
munafik mu.na.fik [a] berpura-pura percaya atau setia dsb kpd agama dsb, tetapi sebenarnya dl hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dng perbuatannya; bermuka dua: ia tidak pernah berpura-pura, selalu jujur dan tidak --
munajat mu.na.jat [n Isl] doa sepenuh hati kpd Tuhan untuk mengharapkan keridaan, ampunan, bantuan, hidayat, dsb
mundur maju bergerak (berjalan) mundur dan maju; (2) ki ragu-ragu; tidak tetap hati
mungil mu.ngil [a] (1) kecil elok; molek: rumahnya -- , sangat serasi dng pemiliknya; (2) lucu menarik hati krn eloknya (tt kanak-kanak)
mungsi mung.si [n] tumbuhan terna yg buahnya dapat dibuat obat sakit perut kembung atau mulas (dicampur dng jintan, jemuju, dsb); Carum copticum
muntah mun.tah [v] keluar kembali makanan (minuman dsb) yg telah masuk ke dl mulut atau perut: begitu tercium bau busuk, -- lah ia; (2) n barang yg dimuntahkan; muntahan: setelah diperiksa , -- itu mengandung alkohol dan larutan obat penenang; (3) v cak luntur (tt warna): baju ini sekali dicuci sudah --; (4) v ki lepas dr: tendangan bola yg keras itu -- dr tangan penjaga gawang
murah mu.rah [a] (1) lebih rendah dp harga yg dianggap berlaku di pasaran: harga barang produksi dl negeri jauh lebih -- dp harga barang impor; (2) suka memberi atau menolong (tt kebaikan): -- hati; (3) berlebih-lebih; banyak: -- rezeki; (4) gampang (mudah): -- senyum
murah senyum mudah tersenyum; banyak senyum (krn baik hati)
Murba Mur.ba [Jw n] , -- Wisesa Yang Mahakuasa, Mahatinggi
museum mu.se.um [n] gedung yg digunakan sbg tempat untuk pameran tetap benda-benda yg patut mendapat perhatian umum, spt peninggalan sejarah, seni, dan ilmu; tempat menyimpan barang kuno
musikalisasi mu.si.ka.li.sa.si [n] hal menjadikan sesuatu dl bentuk musik: usaha -- puisi kian menarik perhatian publik
mustajab mus.ta.jab [a] dapat dng mudah (lekas) menyembuhkan; manjur; mujarab: obat ini sangat -- untuk menyembuhkan penyakit malaria
mustakim mus.ta.kim [a] lurus hati; jujur
mutah mu.tah [n] pohon yg tumbuh di sepanjang pantai, akarnya dapat dibuat obat bengkak-bengkak pd tangan dan kaki, kayunya ringan dan tidak awet, digunakan untuk membuat tusuk gigi; Exocecaria agollocha
mutu mu.tu [n] (1) (ukuran) baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb); kualitas: kain yg -- nya rendah; meningkatkan -- pendidikan; (2) satuan ukuran ketulenan emas 24 karat: emas sepuluh -- , emas tulen (24 karat) [v] (1) terdiam krn sedih (sangat menyesal dsb); (2) sedih (tt suasana hati): berhati -- [a] terjepit, dl keadaan sulit (tt posisi raja dl permainan catur) [n] mutiara: ratna -- manikam
mutung mu.tung [v] patah hati sehingga tidak mau melanjutkan hubungan dsb: ia menjadi -- dan meninggalkan desanya yg penuh harapan [kl v] musnah terbakar
nada na.da [n] (1) tinggi rendahnya bunyi (dl lagu, musik, dsb): peserta bernomor undian dua akan menyanyikan lagu wajib dng -- dasar A; (2) ki ungkapan keadaan jiwa atau suasana hati; makna yg tersembunyi dl ucapan dsb; sikap: ia berkata dng -- mengejek; pernyataan yg -- nya keras
nafsi naf.si [n] (1) diri sendiri; orang-seorang; (2) sifat mementingkan diri sendiri [Jk n] kemarahan; panas hati; nafsu: sambil berkacak pinggang, mukanya merah penuh --
nafsu naf.su [n] (1) keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yg kuat: krn kecewa, -- nya untuk belajar mulai berkurang; (2) dorongan hati yg kuat untuk berbuat kurang baik; hawa nafsu: tidak mungkin hal baik itu dilakukan tanpa melawan -- pribadi; (3) selera; gairah atau keinginan (makan): ikan asin dan sayur asam menambah -- makan; (4) panas hati; marah; meradang: -- nya meluap ketika melihat saingannya itu
nafsu amarah dorongan batin untuk berbuat yg kurang baik, terutama marah; (2) kemarahan; panas hati
nafsu nafsi [pb] berbuat sekehendak hati sendiri
naftalena naf.ta.le.na [n Kim] hidrokarbon diperoleh dr ter batu bara, berupa zat padat kristal putih dng bau menusuk, digunakan dl pembuatan zat celup organik; obat pemusnah ngengat; C10H8
naga sekuik [Sen] lukisan pd kain batik yg berupa naga berenang dipakai oleh perempuan sbg jimat untuk menaklukkan hati suaminya
naik benang mendapat angin; mendapat hati; mendapat kesempatan berkembang: ketika pamannya menjadi ketua, partainya -- benang
naik bertabal mengumumkan penobatan raja; menobatkan
naik pitam (menjadi) marah sekali (panas hati); (2) menjadi pusing; menjadi pening
naik setom [cak] menjadi marah (panas hati)
naik takhta (dinobatkan) menjadi raja
naluri na.lu.ri [n] (1) dorongan hati atau nafsu yg dibawa sejak lahir; pembawaan alami yg tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting; (2) Psi perbuatan atau reaksi yg sangat majemuk dan tidak dipelajari yg dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pd semua jenis makhluk hidup; (3) Bio serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yg sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yg tidak bergantung pd pengalaman
napal na.pal [n] (1) tanah liat merah yg dapat dimakan sbg obat; ampo; (2) Geo batuan yg terdiri atas lempung dan kalium-karbonat
narkose nar.ko.se [n] (obat) pembius
narkosis nar.ko.sis [n] keadaan mati rasa seluruh badan krn pengaruh obat bius (narkotik dsb)
narkotik nar.ko.tik [n] obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk, atau merangsang (spt opium, ganja)
nasi-nasi na.si-na.si [n] (1) tumbuhan, akarnya direbus untuk obat sakit perut; Callicarpa longifolia; (2) akar nasi-nasi
nasihat genetika upaya seseorang atau lembaga untuk memberikan nasihat tt sifat dan cara penurunan suatu kebakaan dr suatu generasi ke generasi berikutnya, terutama berkaitan dng penyakit atau kelainan fisik agar diketahui cara pencegahan atau pengobatan sehingga tidak menurun
naturopatis na.tu.ro.pa.tis [a] berkaitan dng pengobatan yg dilakukan dng menggunakan bahan yg diperoleh dr alam, spt air, udara, dan sinar matahari
nekara ne.ka.ra [n Antr] gendang besar terbuat dr perunggu berhiaskan ukiran orang menari (perahu, topeng, dsb), peninggalan dr Zaman Perunggu, dipergunakan dl upacara keagamaan; kobah; nobat
nekat ne.kat [a] (1) berkeras hati; dng keras atau kuat kemauan: meskipun sudah dilarang oleh polisi, mereka -- masuk; seorang demonstran -- melemparkan diri pd kawat berduri; (2) terlalu berani (dng tidak berpikir panjang lagi): sekarang banyak penodong yg --; (3) tidak mempedulikan apa-apa lagi (krn putus harap, hilang akal, malu sekali, dsb): krn sangat malu, ia -- meninggalkan kampung halaman dan keluarganya; (4) tetap tidak mau (mengalah, menurut, menyerah, dsb); bersikeras; mengotot: sebenarnya ia sudah kalah, tetapi masih -- saja
nestapa nes.ta.pa [a] sedih sekali; susah hati
netralisasi net.ra.li.sa.si [n] (1) hal menjadikan netral (tt negara, daerah); hal menjadikan tidak terikat (bebas); penetralan: -- wilayah yg menjadi sengketa; (2) hal menawarkan (racun, bisa, dsb); hal melenyapkan (pengaruh, bau, dsb): obat untuk -- bau badan; (3) Ling (a) kondisi hilangnya kontras antara dua fonem dl lingkungan fonologis tertentu, msl dl bahasa Indonesia hilangnya kontras antara /d/ dan /t/ pd posisi akhir; (b) kondisi hilangnya kontras semantis antara beberapa unsur dl konteks tertentu, msl aktor yg dapat dinetralisasi untuk menyatakan laki-laki ataupun perempuan
ngenas nge.nas [v] me.nge.nas v bersusah hati; pedih hati
niat ni.at [n] (1) maksud atau tujuan suatu perbuatan: mudah-mudahan -- baik Anda terwujud; (2) kehendak (keinginan dl hati) akan melakukan sesuatu: timbul lagi -- nya untuk menyelesaikan studinya yg terhenti itu; -- nya hendak berziarah ke Tanah Suci tahun ini, sudah bulat; (3) janji untuk melakukan sesuatu jika cita-cita atau harapan terkabul; kaul; nazar: janji ditepati, -- harus dibayar; memasang -- , berkaul; bernazar
nikotin ni.ko.tin [n] zat racun yg terdapat dl tembakau, digunakan dl perobatan dan untuk insektisida
nistatin nis.ta.tin [n Far] antibiotika untuk mengobati penyakit krn jamur
nonmedis non.me.dis [a] tidak berhubungan dng ilmu pengobatan (kedokteran): rumah sakit masih memerlukan tenaga -- untuk mengurus administrasi
nonsilabis non.si.la.bis [a Ling] (bunyi bahasa yg) tidak dapat menjadi inti suku kata, msl bunyi pertama dan ketiga dl hati
norit no.rit [n] bubuk halus arang murni, tidak berbau dan tidak mempunyai rasa, dipakai sbg obat penyakit perut (pd keracunan, perut kembung, dsb)
nostrum nos.trum [n Far] obat dng susunan yg dirahasiakan yg dikatakan sangat mujarab, tetapi belum dibuktikan secara ilmiah; obat rahasia
notabene no.ta.be.ne [n] (1) (tanda peringatan, disingkat pd bagian akhir surat dsb yg berarti) perhatian; catatan tambahan; (2) sekaligus juga ...; di samping ... juga ...: yg saya panggil adalah juru potret yg -- wartawan; tugas polisi adalah melindungi hukum dr pelanggar hukum yg -- anggota masyarakat
novokaina no.vo.ka.i.na [n Dok] obat pemati rasa setempat
nurani nu.ra.ni [a] berkenaan dng atau sifat cahaya (sinar dsb): hati -- , perasaan hati yg murni yg sedalam-dalamnya; (2) n lubuk hati yg paling dalam: -- kita tidak dapat menerima pemberian yg bersumber dr harta curian
nyambing nyam.bing [n] (1) tumbuhan tegak berduri, berdaun spt tombak, yg masih muda dapat dimakan sbg lalap, hidup di paya-paya, akarnya untuk obat sakit perut; Lasia spinosa; (2) daun nyambing
nyamplung nyam.plung [n] (1) pohon yg hidup di pesisir yg berpasir dan berbatu karang, kulit pohonnya dapat digunakan untuk obat, kayunya keras, digunakan untuk bahan pembuat perahu dan tiang kapal; Calophyllum inophyllum; (2) kayu nyamplung; (3) kulit nyamplung
nyanyang nya.nyang [Mk a] tidak tenang hati; gelisah; resah
nyarang nya.rang [ark n] (1) tumbuhan liar, merambat, daunnya dapat diramu untuk obat sakit panas dan kejang-kejang (untuk anak-anak); Achyranthes aspera; (2) daun nyarang
nyelekit nye.le.kit [a cak] menyakitkan hati (tt perkataan dsb)
oksitetrasiklin ok.si.tet.ra.sik.lin [n Far] antibiotik yg digunakan dl pengobatan (sering dicampurkan pd makanan ternak)
olak [n] (1) gerak berputar (berpusing); (2) gelendong kayu yg berputar (pd alat tenun); (3) ombak kecil; (4) kembali; ulang: membayar -- , membayar kembali [Mk n] (1) hilir: sebelah -- , sebelah hilir , ber.o.lak a (1) tidak kuat lagi (tt badan dsb); (2) tidak manjur lagi (tt obat) , meng.o.lak v (1) melanting kembali; terpental lagi (krn tidak tembus dsb); (2) enggan atau tidak mau lagi (makan sesuatu)
objek ob.jek [n] (1) hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; (2) Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb: -- penelitian ini adalah tata kehidupan suku terasing di Riau; (3) Ling nomina yg melengkapi verba transitif dl klausa, msl teh manis dl kalimat Kiki minum teh manis; (4) hal atau benda yg menjadi sasaran usaha sambilan: berdagang kain menjadi salah satu -- orang- orang di kota itu; (5) Fis titik atau himpunan yg bertindak sbg sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa; -- afektif objek langsung yg dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dng objek efektif); msl buku dl mereka membaca buku, jalan dl anak-anak sedang menyeberang jalan
oleh [p] (1) kata penghubung untuk menandai pelaku: rumah ini dibeli -- ayahnya bulan lalu; tidak teringat -- ibuku bahwa hari ini hari ulang tahun anaknya; (2) sebab; karena: tidak lapuk -- hujan; binasa -- perbuatannya sendiri; (3) akibat: -- kurang hati-hatinya maka ia jatuh; (4) ark (ke)pada (yg menyatakan hubungan keluarga): ia pun kemenakan juga -- Engku Payo; (5) bagi (untuk): persoalan itu menjadi pikiran -- ku; (6) dengan: pohon itu sarat -- buah
ombak pikiran gerak pikiran atau rasa hati yg tidak tetap (kacau)
ombak yg kecil jangan diabaikan [pb] perkara kecil yg mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga
onkologi on.ko.lo.gi [n Dok] ilmu tt tumor (penyebab, pertumbuhan, sifat, dan pengobatannya)
operasi ope.ra.si [n] (1) Dok bedah; bedel (untuk mengobati penyakit): penyakit ginjal yg belum parah dapat disembuhkan tanpa --; (2) Mil tindakan atau gerakan militer: perwira muda itulah yg memimpin -- penumpasan pemberontakan itu; (3) pelaksanaan rencana yg telah dikembangkan
oplos op.los, meng.op.los [v] mencampur obat dsb: ia tengah -- cat yg berlainan warna
oral [a] (1) bersangkutan dng mulut; (2) melalui saluran pencernaan makanan (tt pemberian obat); (3) Ling berkaitan dng bunyi bahasa yg dihasilkan oleh udara yg seluruhnya melewati mulut; (4) bersangkutan dng wicara lisan yg dipertentangkan dng tulisan
oralit ora.lit [n] obat berupa bubuk garam untuk dicairkan sbg pengganti mineral dan cairan yg keluar akibat penyakit muntah berak
orang budi-budian [pb] dua orang yg sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
orientasi ori.en.ta.si [n] (1) peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yg tepat dan benar; (2) pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan
overdosis over.do.sis [Bld n] ukuran (obat dsb) yg berlebihan
pada pa.da [p] (1) kata depan yg dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dl hubungan dng, searti dng di (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau ke: -- dasarnya; ada -- nya (ku, mu); -- keesokan harinya; (2) menurut ...: -- sangkanya [a] (1) cukup (tidak kurang, tetapi tidak lebih); lumayan: asal ada, kecil pun --; sekian itu belum -- juga; (2) puas: belum -- hatinya [adv cak] sama-sama (untuk menyatakan bahwa yg melakukan banyak): mereka belum -- datang [n Ling] (1) satuan pola tekanan yg dipakai untuk mengukur struktur persajakan; (2) satuan fonologis yg terjadi dr sekelompok suku kata bertekanan dan/atau tidak bertekanan
padang perahu di lautan [pb] demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh
padat pa.dat [a] (1) sangat penuh hingga tidak berongga; padu; mampat; pejal: lumbung diisi padi sampai --; sudah -- hatinya, sudah tetap hatinya (berani dsb)
pahit pa.hit [a] (1) rasa tidak sedap spt rasa empedu: jamu temu hitam itu -- rasanya; (2) ki tidak menyenangkan hati; menyusahkan hati; menyedihkan: pengalaman yg -- [n] minuman keras; jenewer
pala pa.la [n] (1) pohon besar yg tingginya mencapai 20 m, bercabang banyak, bentuk pohonnya spt kerucut; Myristica fragrans; (2) buah batu yg berdaging kuning muda kehijau-hijauan untuk dibuat manisan, berbentuk bulat lonjong dan beralur memanjang, bijinya dibuat bumbu penyedap atau ramuan obat , se.pa.la-pa.la adv (1) (jika hendak atau terpaksa benar) sesempurna-sempurnanya sama sekali: ~ mencuri jangan tanggung-tanggung; (2) krn sudah terlanjur: ~ mandi biar basah ( ~ berdawat biar hitam)
palak pa.lak [Mk a] (1) panas badan (krn berkeringat); gerah: badannya -- dingin; (2) panas hati; marah; merasa benci; kesal: bangkit (naik) -- , menjadi marah: akibat tindakan penguasa tidak adil rakyat menjadi -- dan memberontak; (3) sangat berani; nekat: pasukan itu memang --
palamarta pa.la.mar.ta [Jw a] baik hati; ramah
paliatif pa.li.a.tif [n] (1) cara, ikhtiar yg melunakkan, meringankan, mengurangi penderitaan; (2) obat yg dapat meredakan rasa sakit
paling pa.ling , ber.pa.ling v (1) menoleh (ke kiri dan ke kanan, atau ke belakang): ia berjalan sambil ~ ke kiri dan ke kanan; (2) ki beralih atau bertukar (perhatian dsb): kita harus ~ kpd barang produksi dalam negeri; (3) ki meninggalkan agama; murtad: ia telah ~ dr agama yg dianutnya [adv] ter-; teramat: anaknya yg -- besar duduk di kelas 3 SMU
panas pa.nas [a] hangat sekali, lawan dingin: air mendidih itu sangat --; (2) n kemarau (tt musim): pd musim -- sawah menjadi kering dan tanah retak-retak; (3) n demam (suhu badannya lebih tinggi dp biasa): sejak kemarin ia --; (4) a terasa spt terbakar atau terasa dekat dng api; bersuhu relatif tinggi: hari ini udara --; (5) a gerah: badan terasa -- di dl ruangan ini; (6) a ki sangat iri; sakit hati: hatinya -- krn saudara-saudaranya mendapatkan harta warisan lebih banyak; (7) a genting sekali; berbahaya (mungkin pecah perang): keadaan berubah menjadi --; (8) a berpengaruh buruk (tt uang yg mudah memperolehnya, tetapi mudah juga menghabiskannya, uang pinjaman dng bunga besar, dsb)
panas bara panas sbg bara; (2) ki marah dl hati
panasea pa.na.sea [n] remedi bagi semua penyakit atau kesulitan; obat (mujarab);
pancabicara pan.ca.bi.ca.ra [kl n] (1) campuran lima macam bau-bauan (bunga dsb); (2) alat kerajaan zaman dahulu berbentuk lima jari dibuat dr emas (dipakai bila raja dinobatkan, dinikahkan, dsb)
pancingan pan.cing.an [n] yg dipakai untuk memancing (memikat, menarik hati, dsb); (2) n gerakan (tembakan dsb) untuk memancing musuh; (3) n kata-kata (perbuatan dsb) untuk mencari sebab perkelahian; (4) v berasa sakit pd tenggorok (ketika menelan); (5) n Sas teknik penyajian awal cerita rekaan untuk memancing minat pembaca
pandai pan.dai [a] cepat menangkap pelajaran dan mengerti sesuatu; pintar; cerdas: anak itu -- , rajin, dan jujur; (2) a mahir; cakap; terampil: karyawan itu -- lagi cekatan; ia -- berbahasa Inggris; (3) v dapat; sanggup: anak itu sudah -- membaca; (4) a berilmu: banyak orang -- di daerah ini [n] (1) tukang tempa: -- besi; (2) juru (tukang) ramu: -- obat
pandangan pan.dang.an [n] (1) hasil perbuatan memandang (memperhatikan, melihat, dsb): laporan ~ mata; (2) benda atau orang yg dipandang (disegani, dihormati, dsb): hanya dialah ~ orang di kampungku; (3) ki pengetahuan: meluaskan ~ nya; (4) ki pendapat: menurut ~ saya, gagasan itu realistis
panggilan hidup pang.gil.an hidup kecenderungan hati untuk melakukan suatu pekerjaan dsb
pangsek pang.sek, ke.pang.sek [Jk a] (1) tepat mengenai (sasaran); (2) ki menyentuh hati
panti husada balai atau tempat berobat; balai kesehatan
paraldehida pa.ral.de.hi.da [n] cairan bening tanpa warna dng rumus kimia (C2H4O3), trimer asetaldehida, digunakan sbg obat penenang dan hipnotis
param pa.ram [n] obat pelumur spt bedak basah yg dilumurkan pd bagian tubuh untuk menghilangkan rasa pegal (ketegangan urat) atau terkilir
parasetamol pa.ra.se.ta.mol [n] obat yg bersifat menghilangkan rasa nyeri dan menurunkan panas
pasak bumi tumbuhan hutan (di Kalimantan) yg akarnya dapat dijadikan obat penambah tenaga
pasal pa.sal [n] (1) bagian dr bab; artikel (dl undang-undang): bahasa negara adalah bahasa Indonesia tercantum dl salah satu -- UUD 1945; (2) hal; perkara; pokok pembicaraan (perselisihan dsb): -- begitu saja kaumasukkan ke dl hati; (3) sebab; lantaran: rupanya itulah -- nya mengapa dia merajuk
pasilan kelapa tumbuhan benalu yg dapat dibuat obat; Drynaria rigidula
pasrah pas.rah [v] menyerah(kan) sepenuhnya: marilah kita -- kpd takdir dng hati yg tabah; ia -- kpd apa yg akan diputuskan oleh pengadilan
pasta pas.ta [n] (1) zat perekat yg lengket; (2) bahan farmasi berupa salep (bubur) setengah padat pd umumnya dibungkus dl kemasan tabung pipih, mengandung antiseptik untuk obat luar; (3) bahan beracun untuk membasmi kutu atau tikus [n] bahan makanan yg dibuat dr terigu dicampur air dan telur, bentuknya bermacam-macam, ada yg pipih panjang spt lembaran dan ada yg bulat panjang spt pipa
pastiles pas.ti.les [n] jenis gula-gula, biasanya berbentuk butiran kecil, mengandung obat untuk melegakan pernapasan, menyegarkan mulut, menyembuhkan sakit kerongkongan, batuk, dsb
patah kemudi tumbuhan yg dapat dibuat obat; Senecio sonchifolius
patah tulang tulangnya patah; (2) ki tidak dapat menolak permintaan orang lagi; (3) pohon yg daunnya kecil-kecil, berbentuk batang beruas-ruas, terdapat pd ujung cabang yg masih muda, batang, cabang, dan getahnya beracun, berguna untuk obat penyakit kulit; Euphorbia tirucalli
pati pa.ti [n] (1) tepung halus dari endapan ubi, singkong, dsb yg diparut; hati batang sagu dsb setelah diremas-remas dng air: ia membuat -- singkong; -- sagu; (2) ki yg terpenting atau yg terutama; pokok isi; inti sari: -- pembicaraan; -- kata bukanlah hanya peribahasa semata-mata [n] kematian: denda -- , denda krn membunuh orang
paut sehasta tali pa.ut sehasta tali [pb] tidak dapat berbuat sekehendak hatinya
pedadah pe.da.dah [n] peti tempat menyimpan ramuan obat-obatan; cerakin
pedar pe.dar [a] (1) getir; (2) tengik (tt rasa dan bau): minyak kepala itu sudah --; (3) ki kesal hati: -- hati, kesal hati
pedas pe.das [n] rasa spt rasa cabai (lombok dsb): -- sambal ini sama dng -- cabai; (2) a terasa spt cabai atau merica; (3) a ki tajam atau keras (tt kritik dsb); menyakitkan hati (tt perkataan dsb): tulisan-tulisannya sangat --
pedih pe.dih [a] berasa sakit, spt luka dicuci dng sublimat: lukanya terasa -- kena obat
peduli pe.du.li [v] mengindahkan; memperhatikan; menghiraukan: mereka asyik memperkaya diri, mereka tidak -- orang lain yg menderita
pegagang pe.ga.gang [n] (1) tumbuhan menjalar, mempunyai sulur yg berakar, daunnya spt ginjal, melekat pd tangkai yg panjang dan menggerombol menjadi satu di seputar batang, tangkai daun yg agak melebar di bagian bawah kadang-kadang berwarna kemerah-merahan, daunnya untuk obat; Centella asiatica; (2) daun pegagang
pegal pe.gal [a] (1) berasa kaku (tt tulang-sendi dsb): krn terlalu banyak bekerja, seluruh anggota badan -- dan ngilu; (2) ki kesal; jengkel (tt hati): -- hati, kesal hati; -- hatinya krn temannya tidak menepati janjinya
pegari pe.ga.ri [kl v] tampak; kelihatan; muncul: diam pesolek tiada -- , hati di dl duduk merekam
pelangsing pe.lang.sing [n] obat untuk membuat langsing; obat ~
pelarian pe.la.ri.an [n] (1) perihal berlari; perihal melarikan diri: matanya liar memperhatikan sekeliling spt mata pencuri dl ~; (2) pengungsi; (3) tempat berlari
pelawan pe.la.wan [n] (1) orang yg suka (melawan, menentang, membantah); orang yg tidak suka menurut (nasihat, ajaran, dsb); (2) pencegah; penangkal: dokter sudah dapat menemukan obat ~ penyakit itu
pelayanan medis pe.la.yan.an medis [Dok] pelayanan yg diterima seseorang dl hubungannya dng pencegahan, diagnosis, dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu
pelet pe.let [n] belang-belang pd kayu [Jw n] (1) getah untuk menangkap burung; (2) minyak (dr ikan duyung) untuk memikat hati orang; (3) kata-kata manis untuk mengambil hati dsb; bujukan; (4) pesona; pikat (krn kagum akan sesuatu): mereka telah terkena --; kena -- keindahan kota itu [n] makanan ternak yg dicetak dl bentuk butiran sebesar pil setelah campuran bahan dihaluskan; makanan ikan yg dibuat dr berbagai macam bahan, spt dedak dan tepung daun
peletan pe.let.an [n] (1) hasil memelet; (2) perbuatan memelet; (3) pekasih; guna-guna; pesona: ia telah terkena ~ sehingga lupa akan dirinya; (4) kata-kata manis untuk mengambil (memikat) hati dsb; bujukan;
pelipur lara pe.li.pur lara penghibur hati yg duka
peluntur pe.lun.tur [n] alat atau sesuatu untuk melunturkan [n] (1) obat untuk cuci perut (memudahkan buang air); (2) cak obat untuk melancarkan haid: jamu ~
peluru pe.lu.ru [n] (1) barang tajam (dr timah, besi, dsb) pengisi patrun atau yg dilepaskan dng senjata api; obat bedil; pelor: kena --; dimakan -- , kena tembak; (2) Olr bola besi yg harus dilempar dng tolakan tangan; bola peluru
peluruh pe.lu.ruh [n] sesuatu yg meluruhkan; sesuatu yg menggugurkan [n] obat (yg diminum) untuk membangkitkan muntah
peluruh kencing pe.lu.ruh kencing obat yg digunakan untuk meluruhkan batu ginjal agar dapat keluar bersama air kemih
pembawaan pem.ba.wa.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membawa atau membawakan; (2) sifat (tabiat dsb) yg dibawa sejak lahir; bakat (kepandaian dsb); kecenderungan (hati): meskipun ada -- berdagang, harus ada modal juga; barangkali sudah -- hidupnya, sudah nasib hidupnya
pembenci pem.ben.ci [n] (1) orang yg membenci; (2) sesuatu yg membuat orang merasa benci: obat -
pembius pem.bi.us [n] (1) orang yg membius; (2) alat atau obat untuk membius
pemfokusan pem.fo.kus.an [n] proses, cara, perbuatan memfokuskan; pemusatan (perhatian, pandangan, pembicaraan, dsb)
pemurah pe.mu.rah [n] orang yg suka memberi; orang yg tidak pelit; orang yg murah hati: ia sangat baik hati dan -
pemutih pe.mu.tih [n] (1) orang yg memutihkan; (2) bahan atau obat yg dapat menjadikan kain (cucian) tampak cemerlang atau putih bersih; (3) yg dipakai untuk memutihkan atau menjadikan berwarna putih
penabalan pe.na.bal.an [n] pengumuman penobatan raja; penobatan
penambul pe.nam.bul [n] pemain komidi (akrobat, sulap, dsb)
penarung pe.na.rung [n] (1 a) rintangan; batu penarung; (b) ki sesuatu yg menyakitkan hati; (2) orang yg menjadi perintang; kaum penarung; kaum reaksioner
penasihat pe.na.si.hat [n] orang yg memberi nasihat dan saran; orang yg menasihati: dl kepanitiaan itu ia diangkat sbg ~
penatapan pe.na.tap.an [n] tatapan: menjadi ~ mata, dipandang (diperhatikan) orang banyak
penawar pe.na.war [n] (1) obat dsb untuk menghilangkan daya kekuatan bisa (racun, penyakit, dsb); (2) mantra (jampi) untuk menawar, menawari, atau menawarkan [n] orang yg menawar
penawar sedingin pe.na.war sedingin penghibur hati
pencahar pen.ca.har [n] obat pencuci perut; obat urus-urus (spt kastroli, garam inggris)
pencahayaan pen.ca.ha.ya.an [n] (1) penyinaran; pemberian cahaya (sinar): untuk memperoleh foto yg bagus, ~ harus diperhatikan; (2) proses, cara, perbuatan memberi cahaya (mencahayakan)
pencuci darah pen.cu.ci darah obat untuk membersihkan darah
pencuci perut pen.cu.ci perut obat pencahar; obat urus-urus
pencuci rambut pen.cu.ci rambut obat untuk membersihkan rambut (spt ramuan daun lidah buaya dan urang-aring); sampo: ~ tangan 1 alat untuk membasuh tangan; (2) obat untuk mencuci tangan
pendadah pen.da.dah [n] (1) peti tempat menyimpan dadah; (2) orang yg mempunyai ketergantungan pd obat atau bahan narkotik spt ganja, heroin
pendam pen.dam [v] me.men.dam v (1) menanam (untuk menyembunyikan dsb) dl tanah: ~ sesuatu di bawah pohon pisang; (2) menyembunyikan; menyimpan (tt perasaan, rahasia, dsb): ia hanya dapat menangis dan ~ kesedihannya dl hati; tidak dapat ~ rahasia
pendatang pen.da.tang [n] (1) orang datang; orang asing (bukan penduduk asli): daya pesona Pulau Bali menarik ~ untuk berkunjung ke Indonesia; kampung itu sebagian besar penduduknya ~; (2) tiang (penyangga) tambahan untuk memperkuat; (3) perasaan yg timbul dl hati sebelum terjadi sesuatu; firasat
pendekar elak jauh [pb] orang yg sangat hati-hati dan senantiasa bersiap mengelakkan bahaya yg mengancam,
penderma pen.der.ma [n] (1) orang yg memberi derma: ia terkenal sbg seorang ~ darah yg telah mendapatkan medali emas; (2) murah hati; suka memberi uang
peneman pe.ne.man [v] yg menemani; yg mengawani: suara syahdu penyanyi di radio menjadi satu-satunya ~ kegundahan hatinya
penengkar pe.neng.kar [a] tidak mau mendengarkan kata orang lain; degil; keras kepala: nasihat yg baik tidak dapat meresap ke hati anak ~ itu
penerbitan pe.ner.bit.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menerbitkan: ~ majalah dinding di sekolah itu diawasi oleh guru bahasa Indonesia; ~ majalah yg menampung kegiatan para remaja patut mendapat perhatian para pendidik; (2) pemunculan; (3) urusan (pekerjaan dsb) menerbitkan (buku dsb): dl ~ ini sengaja dimuat foto pelajar teladan; dl organisasi yg diterjuninya ia menangani bidang ~
pengaduan peng.a.du.an [n] (1) penyabungan; (2) proses, cara, perbuatan mengadu; (3) ungkapan rasa tidak senang atau tidak puas akan hal-hal yg tidak begitu penting, tetapi perlu diperhatikan
pengaduan berdengar pengaduan berdengar, salah ber.tim.bang [pb] keluh kesah mendapat perhatian dr orang yg berkuasa
pengambilan peng.am.bil.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengambil; pemungutan; pengutipan dsb: yg berwenang akan memperhatikan ~ barang-barang dr kawasan itu; (2) pendapat: sepanjang ~ saya, pasal ini melarang kita untuk berdagang senjata api
pengasih pe.nga.sih [n] orang yg mengasihi, yg suka menaruh belas kasihan; pemurah hati: Tuhan Maha ~ lagi Penyayang [n] (1) yg memberi; (2) pemberian; hadiah: baju yg dipakai Ibu adalah ~ kakakku
pengawawarna peng.a.wa.war.na [n] obat atau bahan penghilang warna
penggubahan peng.gu.bah.an [n] proses, cara, perbuatan menggubah (mengarang) lagu, sajak, dsb: masih sedikit sastrawan yg memusatkan perhatian pd ~ lakon-lakon tonil modern; secara keseluruhan dirasakan bahwa ~ lagu itu kurang cermat
pengintensifikasian peng.in.ten.si.fi.ka.si.an [n] proses, cara, perbuatan meng-intensifkan: ~ tanah pertanian harus benar-benar diperhati-kan untuk meningkatkan hasil produksinya
pengiri peng.i.ri [n] orang yg mudah iri hati
pengupahan peng.u.pah.an [n] proses, cara, perbuatan memberi upah: masalah ~ buruh wanita menuntut perhatian lebih dalam
penidur pe.ni.dur [n] (1) cak tukang tidur; orang yg suka tidur (mudah sekali tidur): sambil duduk pun ~ itu dapat tidur lelap walaupun keadaan di sekelilingnya sangat bising; (2) (obat dsb) untuk memudahkan atau menyebabkan tidur nyenyak: obat ~; hikmat ~
peningkatan pe.ning.kat.an [n] proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb): kini telah diadakan ~ di bidang pendidikan; Menteri Kesehatan menentukan perlunya ~ pengawasan thd usaha perdagangan eceran obat
penisilin pe.ni.si.lin [n Dok] antibiotik yg dihasilkan oleh beberapa jenis jamur, Penicillium notatum dan Penicillin chrysogenum, sangat mujarab untuk mengobati beberapa penyakit menular yg disebabkan oleh bakteri
pentotal pen.to.tal [n Dok] obat pemati rasa yg lazim disuntikkan
penuju pe.nu.ju [a] merasa senang (tertarik hati); suka; (2) n yg disukai
penurun pe.nu.run [n] (1) seseorang atau sesuatu yg menurunkan (mengurangi dsb); (2) alat untuk menurunkan: obat ~ panas
penurunan bentuk pe.nu.run.an bentuk pembuktian bahwa sesuatu diturunkan secara logis dr lainnya tanpa memperhatikan artinya
penyantun pe.nyan.tun [n] (1) orang yg baik budi bahasa dan tingkah lakunya; orang yg sopan; (2) orang yg suka menaruh belas kasihan; (3) orang yg suka menolong (membantu, memperhatikan kepentingan orang lain, dsb); (4) pelindung dan pengarah suatu perguruan tinggi: dewan -- Universitas Mataram
penyedia pe.nye.di.a [n] orang (badan dsb) yg menyediakan: -- obat
penyedih pe.nye.dih [n] (orang) yg mudah atau selalu bersedih hati
penyembuh pe.nyem.buh [n] (1) Tuhan yg menyembuhkan; Tuhan yg memberikan kesembuhan; (2) orang yg menyembuhkan; (3) bahan (obat dsb) yg menyembuhkan: telur madu adalah -- seriawan
penyembuhan pe.nyem.buh.an [n] proses, cara, perbuatan menyembuhkan; pemulihan: air suci itu disalahgunakan sbg obat -
penyembur pe.nyem.bur [n] (1) orang yg menyemburkan; (2) obat-obatan dsb yg disemburkan; (3) alat untuk menyemburkan
penyemprotan pe.nyem.prot.an [n] proses, cara, perbuatan menyemprot atau menyemprotkan: -- obat antihama dilakukan setengah tahun sekali
penyuci hama pe.nyu.ci ha.ma [n] alat atau obat untuk menyucihamakan
penyungguhan pe.nyung.guh.an [n] proses, cara, perbuatan menyungguhkan: penuturan itu merupakan -- dr maksud hatinya
pepat di luar [pb] baik (suci dsb) pd lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat
peram pe.ram , me.me.ram v mendekut (tt burung merpati) [v] me.me.ram v (1) menyimpan buah-buahan (dng membungkusnya dsb) supaya lekas masak; (2) menyimpan (rahasia, perasaan, dsb); menyembunyikan: ~ perasaannya dl hati [v] ber.pe.ram v tetap tinggal di rumah saja; tidak keluar-keluar (dr rumah, sarang, dsb): sepanjang hari dia ~ saja di rumah
perangkap pe.rang.kap [n] (1) alat untuk menangkap tikus, harimau, dsb, biasanya dipasang dng diberi umpan; jebak; (2) tipu muslihat untuk memperdaya orang [n] alat untuk menangkap binatang (spt kandang atau sangkar yg dapat menutup sendiri apabila binatang sudah masuk): ~ telah mengena, perangkap telah dimasuki binatang; masuk ~ , ki kena tipu; tertipu: hati-hati, jangan sampai masuk ~ penjahat
perangsang pe.rang.sang [n] (1) sesuatu yg dapat membangkitkan perasaan (hawa nafsu dsb); pembangkit perasaan: obat ~; (2) pembangkit gairah (marah, sedih, dsb): ia rajin setelah menerima uang ~ [n] yg merangsang; penyerbu; penggempur
perasa pe.ra.sa [n] (1) alat untuk merasa (spt lidah atau kulit); (2) peka perasaan; mudah merasa (berasa): hati-hati berbicara dng anak itu, ia sangat ~
perasaan pe.ra.sa.an [n] (1) hasil atau perbuatan merasa dng pancaindra: bagaimanakah menurut ~ mu, badan saya panas ataukah dingin?; (2) rasa atau keadaan batin sewaktu menghadapi (merasai) sesuatu: bekerja dng ~ gembira, hasilnya akan memuaskan; (3) kesanggupan untuk merasa atau merasai: sangat tajam ~ nya; (4) pertimbangan batin (hati) atas sesuatu; pendapat: pd ~ ku, itu tidak benar
perawas pe.ra.was [n] pohon jambu biji, daunnya yg dikeringkan dipakai sbg obat; Litsea odorifera
perbatasan per.ba.tas.an [n] (1) batas; (2) daerah atau jalur pemisah antara unit-unit politik (negara); daerah dekat batas: daerah -- Indonesia di wilayah Kalimantan Barat meminta perhatian khusus
percabangan per.ca.bang.an [n] (1) simpang; persimpangan (tt jalan, sungai); (2) perihal cabang; (3) tempat tumbuhnya cabang (pd pohon); (4) Anat pembagian menjadi struktur yg lebih halus: ~ ranting pembuluh darah hati
perdata per.da.ta [n Huk] sipil (sbg) lawan kriminal atau pidana [Jw a] (1) hati-hati; ingat-ingat; teliti; (2) memperhatikan; memedulikan
periang pe.ri.ang [ark n] waktu yg baik untuk melakukan sesuatu [n] orang yg selalu bersuka hati (bergembira)
peribudi pe.ri.bu.di [n] kebaikan hati
perintang pe.rin.tang [n] (1) alat dsb untuk merintangi: singkirkan dulu ~ itu sebelum dia lewat; (2) orang yg merintangi [n] sesuatu yg dilakukan untuk merintang atau merintang-rintang: ia berjalan-jalan sbg ~ hatinya yg gelisah
perintang-rintang pe.rin.tang-rin.tang [n] hal yg dilakukan untuk merintang- rintang hati (pikiran dsb): bernyanyi-nyanyi akan ~ hati yg sedih
periodisasi pe.ri.o.di.sa.si [n] pembagian menurut zamannya; penzamanan; pembabakan: masalah -- sejarah perjuangan bangsa Indonesia masih terus mendapat perhatian para ahli
peristiwa pe.ris.ti.wa [n] (1) kejadian (hal, perkara, dsb); kejadian yg luar biasa (menarik perhatian dsb); yg benar-benar terjadi: memperingati -- penting dl sejarah; (2) pd suatu kejadian (kerap kali dipakai untuk memulai cerita): sekali --
peristiwa khas intern peristiwa yg dilakukan oleh suatu badan dng memusatkan perhatian pd sponsor peristiwanya
peristiwa semu sebutan bagi orang-orang yg muncul sbg tokoh yg menarik perhatian masyarakat secara tidak wajar
perkenalan per.ke.nal.an [n] hal (perbuatan) berkenalan (memperkenalkan): ~ pertamanya dng wanita itu sangat mengesankan hatinya
perkenan per.ke.nan [n] izin; persetujuan: dng senang hati ayah telah memberi ~ kpd kami untuk berdarmawisata ke Pulau Bali
perkolator per.ko.la.tor [n] (1) alat untuk memasak kopi dng tempat kopi yg berlubang, yg menyebabkan air panas dapat masuk ke dalamnya dan mengisap sari kopi itu; (2)Kim bejana kaca panjang berbentuk kerucut dng dasar dikecilkan, spt tabung untuk mengekstrak obat
perli per.li [n] (1) sindiran; ejekan: kata-kata -- itu kian lama kian terasa menggores hatinya; (2) cak goda; rayu
permainan per.ma.in.an [n] (1) sesuatu yg digunakan untuk bermain; barang atau sesuatu yg dipermainkan; mainan: ia asyik dng -nya yg baru; (2) hal bermain; perbuatan bermain (bulu tangkis dsb): -- bulu tangkis sangat digemari masyarakat; (3) perbuatan yg dilakukan dng tidak sungguh-sungguh (hanya untuk main-main): ia melakukan olahraga itu sbg -- saja; (4) pertunjukan, tontonan, dsb: pemuda itu menggembirakan hati anak-anak dng -- sulapnya; (5) perhiasan yg digantungkan pd kalung dsb, spt medalion; (6) cak perempuan yg diajak untuk bersenang-senang saja (tidak untuk dijadikan istri yg sah)
perubalsem pe.ru.bal.sem [n] obat berupa salep yg baunya agak enak (berbau sirop), berwarna cokelat kekuning-kuningan
perupuk pe.ru.puk [n] tumbuhan yg menghasilkan kayu ringan untuk dibuat dayung dsb; Hemigyrosa longifolia [n] alat bunyi-bunyian (spt gong yg dibuat dr kayu dan digunakan dl upacara penobatan raja)
petia pe.tia [] me.me.tia ark v memperhatikan: orang itu sangat ~ anaknya
petirahan pe.ti.rah.an [n] tempat beristirahat (untuk berobat atau untuk memulihkan kesehatan); sanatorium
petisi pe.ti.si [n] (surat) permohonan resmi kpd pemerintah: Presiden telah memberi perhatian atas -- yg disampaikan masyarakat tani
picis pi.cis [ark n] uang yg bernilai sepuluh sen; ketip [n] pi.cis.an n tumbuhan merambat, berbatang kecil menyerupai akar, hidup liar pd batang pohon, berdaun bundar tebal, air perasan daunnya dapat dibuat obat batuk, burut, susah buang air besar; sisik naga; pakis duwitan; Drymoglossum heterophyllum
pikat pi.kat [n] lalat besar yg suka mengerumuni dan mengisap darah kuda atau kerbau [v] me.mi.kat v (1) menarik dan membujuk hati (penonton, pembeli, dsb): selama dua minggu penyanyi itu mampu ~ penonton; (2) memancing (musuh dsb): tembakan itu hanya untuk ~ gerombolan yg bersembunyi di situ; (3) menangkap burung dng burung yg jinak sbg penarik: ~ burung perkutut
pil [n] obat dl bentuk butiran kecil padat; gentel; tablet; -- pahit, ki kekalahan yg mencolok; kerugian; kekecewaan: semangat tanding tanpa kelincahan dan keuletan membuat kesebelasan itu menelan -- pahit terus-menerus
pilis pi.lis [n] (1) obat tradisional (berwarna agak hitam) yg dipaliskan atau dilekatkan di dahi dan di pelipis (untuk sakit kepala,; wanita yg baru melahirkan, dsb); (2) garis silang di dahi untukmenangkal penyakit (berdasarkan kepercayaan)
pilu pi.lu [a] (1) sangat sedih, terharu (rawan): -- hatiku mendengar cerita perjuangan anak itu; -- rasa hatiku, bagai diiris sembilu
pincuk pin.cuk [n] rujak buah (dng gula, lombok, belacan, dsb) [v] me.min.cuk v memikat (menggiurkan) hati: pedagang harus pandai ~ hati pembeli [n] wadah (rujak, gado-gado, dsb) dr daun pisang yg dilipat dan disemat dng lidi sehingga membentuk lekukan: satu -- pecal harganya seratus rupiah
pincut pin.cut , ter.pin.cut v tertarik hatinya; jatuh cinta
piretrum pi.ret.rum [n ] tumbuhan marga Compositae yg menghasilkan insektisida untuk obat nyamuk bakar
platina pla.ti.na [n] logam berwarna putih keabu-abuan (lazim disebut juga emas putih): dl bidang pengobatan tradisional banyak digunakan jarum -- atau jarum emas
plato pla.to [n Geo] dataran tinggi yg luas dng lembah dan bukit di sana-sini akibat pengikisan: pd tanjakan tajam naik ke -- Dieng, sopir harus berhati-hati, kalau-kalau ada kendaraan yg datang dr atas
plong [a] berasa lega; berasa bebas (dr beban pikiran dsb): hidungnya yg tersumbat dan berlendir itu menjadi -- setelah menggunakan obat ini
podemporem po.dem.po.rem [n cak] tepung berwarna kuning serta tajam baunya (persenyawaan dr yodium, hidrogen, dan karbon) untuk obat koreng, kudis, dsb; Far yodoform
pokok po.kok [n] (1) segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- beringin; (2) batang kayu dr pangkal ke atas; pokok kayu: pd -- pohon karet itu terdapat banyak torehan; (3) uang yg dipakai sbg induk dl berniaga; modal: -- perusahaan itu lima juta; (4) harga pembelian: kain ini dijual di bawah harga --; (5) lantaran; sebab: itulah yg menjadi -- perselisihan; (6) asas; dasar; inti sari: -- pikiran; pd -- nya, dasarnya; (7) pusat (yg menjadi titik perhatian dsb); -- pembicaraannya ialah masalah remaja; (8) tergantung; terserah: jadi atau tidak, -- nya kpd tuan; (9) ki yg terutama; yg sangat penting: makanan --; pelaku --; perkara --; soal --; syarat --
pola antena gambar yg memperhatikan hebatnya isyarat dl ruang angkasa, yg digambarkan oleh antena ke segala jurusan
polaritas po.la.ri.tas [n] (1) hal atau benda yg memperhatikan dua sifat yg berlawanan; (2) hal pertentangan langsung
poliklinik po.li.kli.nik [n] balai pengobatan umum (tidak untuk perawatan atau pasien menginap)
polos po.los [a] (1) berwarna semacam saja (tidak dihiasi atau diberi berbunga-bunga dsb): piring --; bajunya --; (2) ki sangat sederhana (sikap, tingkah laku, dsb); (3) ki apa adanya; dng sebenarnya: jawabannya -- saja; (4) ki tidak bermaksud jahat; jujur (tt hati, pikiran)
posesif po.se.sif [a] bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu: saya merasa telah menghancurkan hati X, saya sangat mencintai X, hati dan pikiran saya padanya, apakah saya terlalu -- ?
posologi po.so.lo.gi [n Dok] kajian tt dosis obat
prasasti pra.sas.ti [n] piagam (yg tertulis pd batu, tembaga, dsb): dua buah -- di pendapa Kraton Mataram menarik perhatian para pengunjung
preparat pre.pa.rat [n] (1) bahan yg disiapkan secara kimiawi; sediaan: dng ditemukannya penisilin pd tahun 1929, maka berkembang pulalah industri farmakologi -- obat-obat antibiotika
preskripsi pres.krip.si [n] (1)apa yg diharuskan; ketentuan (petunjuk) peraturan; (2) petunjuk tt penggunaan obat
propaganda pro.pa.gan.da [n] (1) penerangan (paham, pendapat, dsb) yg benar atau salah yg dikembangkan dng tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu: -- biasanya disertai dng janji yg muluk-muluk; (2) cak reklame (spt menawarkan obat, barang dagangan, dsb): perusahaan itu giat melakukan -- produknya
prospek pros.pek [n] kemungkinan; harapan: dl kongres akan dibicarakan juga masalah -- pemakaian obat untuk mempertinggi kecerdasan; masa depan minyak Indonesia mempunyai -- yg baik
psikofarmakologi psi.ko.far.ma.ko.lo.gi [n] (1) ilmu tt kerja obat pd pelbagai fungsi psikologis dan status kejiwaan; (2) penggunaan obat-obatan untuk mengubah fungsi psikologis dan status kejiwaan
psikoterapi psi.ko.te.ra.pi [n] cara pengobatan dng mempergunakan pengaruh (kekuatan batin) dokter atas jiwa (rohani) penderita, dng cara tidak mempergunakan obat-obatan, tetapi dng metode sugesti, nasihat, hiburan, hipnosis, dsb
psikotropika psi.ko.tro.pi.ka [n] (1) segala yg dapat mempengaruhi aktivitas pikiran spt opium, ganja, obat bius; (2) Dok zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis dan bukan narkotika yg dapat menyebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan perilaku; obat yg dapat mempengaruhi atau mengubah cara berbicara ataupun tingkah laku seseorang
puas pu.as [a] (1) merasa senang (lega, gembira, kenyang, dsb krn sudah terpenuhi hasrat hatinya): ia merasa -- sbg penyanyi; ia merasa -- melihat pekerjaan murid-muridnya; baru -- hatinya, kalau dapat mencelakakan saingannya; (2) lebih dr cukup; jemu: -- merasakan hinaan dan nistaan; -- bertanya-tanya, tiada seorang pun yg tahu
pucuk pu.cuk [n] (1) daun muda (di puncak pohon atau di ujung ranting): -- merunggai; -- enau; (2) ujung yg runcing; puncak (pohon, ombak, dsb): -- api; -- jala; -- ombak; (3) yg tertinggi: -- bulat; (4) penggolong bilangan bagi benda (yg ujungnya runcing, spt jarum, surat, dan senjata api): sepucuk surat; dua -- senapan; (5) bagian tanaman muda yg ada di atas tanah terdiri atas batang, ranting, dan daun-daunan [n] akar tumbuhan yg dikeringkan untuk obat
puder pu.der [n] (1) bubuk; tepung; (2) bedak berupa tepung; pupur; (3) (obat) mesiu: ditaburi -- halus khusus dan disapu dng kuas halus
pujaan pu.ja.an [n] (1) sesuatu atau orang yg dipuja(-puja); (2) sesuatu yg dipakai untuk memuja: api ~; dupa ~; tari-tarian ~; (3) hasil memuja: panah ~; ~ hati buah hati; kekasih: anakku, ~ hatiku!
pujuk empenak [ark] bujuk dan kata-kata manis untuk menyenangkan hati
pukauan pu.kau.an [n] pesona; pukau: ~ alam pegunungan sungguh menambat hati, manakala kita berjalan-jalan santai menikmati panorama alam sekitar
pulai pu.lai [n] pohon yg batangnya ringan, kulit pohonnya bergetah, sering dibuat obat; Alstonia scholaris
pulai pundak tumbuhan yg akarnya digunakan obat penyakit tekanan darah tinggi; Rauwolfia serpentina
pulasari pu.la.sa.ri [n] tumbuhan melilit, daunnya tipis, kulitnya harum, dipakai untuk obat; Alyxia stellata
pulut-pulut sapi pu.lut-pu.lut sapi pohon kecil, buahnya lekat; Urena lobata
pupuk pu.puk [n] penyubur tanaman yg ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawaan unsur yg diperlukan oleh tanaman [n] obat dr tumbuh-tumbuhan (daun-daunan dsb) yg digiling lumat-lumat, dilekatkan di dahi sebelah atas, dekat pd ubun-ubun
pusa pu.sa [Lihat {puso}] [n] dorongan (desakan, keinginan) hati; [n Fis] besaran yg berkaitan dng benda yg besarnya sama dng hasil kali (darab) massa benda yg bergerak itu dan kecepatan geraknya; momentum
pusang pu.sang [kl a] (1) rusuh hati; gelisah: di dl hati sangatlah -- melihat pangkalan ditutup air pasang; (2) busung: perut --
putih mata pu.tih ma.ta [n] , ber.pu.tih ma.ta v ki (1) mendapat malu; (2) kurang senang atau sakit hati (melihat perbuatan yg kurang senonoh atau krn menanti lama-lama)
puyer pu.yer [n] bubukan; tepung; serbuk (tt obat)
rabotase ra.bo.ta.se [n Ark] teknik menggaruk permukaan lapisan tanah yg dilakukan dng sangat hati-hati secara horizontal krn pd lapisan itu ditemukan tanda-tanda adanya fosil dan artefak
rabun ra.bun [a] kurang jelas; kurang awas; kabur (tt penglihatan): orang tua itu sudah -- matanya [n] asap (dr daun-daunan, dupa yg dibakar) untuk mengasapi rumah, mengobati orang sakit
racik ra.cik [v] , me.ra.cik v mengiris (mengerat) tipis-tipis; merajang: ia ~ mentimun hingga menjadi potongan yg tipis-tipis; ~ tembakau [n] jerat (dr ijuk, rambut kuda) untuk menangkap burung [v] me.ra.cik v mencampur bahan-bahan untuk dijadikan jamu (obat ): ~ jamu; ~ obat
radiasi ra.di.a.si [n] (1) Fis pemancaran dan kerambatan gelombang yg membawa tenaga melalui ruang atau zantara, msl pemancaran dan perambatan gelombang elektromagnetik, gelombang bunyi, gelombang lenting, penyinaran; (2)Fis tenaga yg dipancarkan gelombang melalui ruang dan zantara; tenaga sinaran; (3) Dok pengobatan dng zat radioaktif
radiologi ra.di.o.lo.gi [n] (1) ilmu pengobatan yg menggunakan sinar X atau sinar radioaktif untuk mengetahui penyakit; (2) ilmu tt radioaktif
radioterapi ra.di.o.te.ra.pi [n] pengobatan penyakit dng radiasi
ragam ra.gam [n] (1) tingkah; laku; ulah: lain orang lain -- nya; (2) macam; jenis: di toko itu banyak -- permainan; (3) lagu langgam; (4) warna; corak; ragi: kain yg bagus -- nya; (5) Ling laras (tt bahasa) [a] bersatu hati; rukun: penduduk kampung itu kurang -- rupanya
ragu ra.gu [a] (1) dl keadaan tidak tetap hati (dl mengambil keputusan, menentukan pilihan, dsb); bimbang: ia masih -- , arah mana yg akan diambilnya; (2) sangsi (kurang percaya); syak: ia -- akan kejujuran pemuda itu [Mk] , me.ra.gu v mengganggu; mengacau: jangan ~ di sini, mari pulang
rajalela ra.ja.le.la /rajalEla/, me.ra.ja.le.la v (1) berbuat sewenangwenang; melakukan sesuatu dng sesuka hati; (2) menjadi-jadi: belakangan ini penyelundupan candu ~ di seluruh dunia; (3) timbul (tt penyakit) dan tersebar (krn menular); bercabul: wabah cacar ~ di negeri itu
ramah ra.mah [a] baik hati dan menarik budi bahasanya; manis tutur kata dan sikapnya; suka bergaul dan menyenangkan dl pergaulan: memang menyenangkan bergaul dng orang yg -- , banyak tawa dan banyak bicara
rambang ram.bang [a] (1) tidak tetap hati (tujuan); ragu-ragu; (2) seadanya saja; acak; umum: contoh-contoh itu diambil secara -- [Jk] , me.ram.bang v membersihkan mata dng merendamnya di dl air pencuci mata [Lihat {rembang}]
ramuan ra.mu.an [n] hasil meramu; bahan-bahan untuk membuat sesuatu (kayu-kayuan untuk rumah, daun-daunan untuk obat) hasil meramu
rapat ra.pat [a] (1) hampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang): rumah-rumah di kota -- sekali; (2) kerap (tt tanaman, anyaman, dsb): padi jangan ditanam terlalu --; (3) tertutup benar-benar hingga tidak bercelah: ia menutup pintu dng --; (4) berhampiran sekali; dekat benar: kapal dapat berlabuh -- pd pangkalan; (5) karib; erat (tt persahabatan): teman --; menambah -- persahabatan [n] pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan se suatu; sidang; majelis [n] (1) tumbuhan menjalar, kulitnya dibuat obat; kayu rapat; Parameria barbata; (2) kulit dr kayu rapat
rasa ra.sa [n] (1) tanggapan indra thd rangsangan saraf, spt manis, pahit, masam thd indra pengecap, atau panas, dingin, nyeri thd indra perasa); (2) apa yg dialami oleh badan: -- pedih dan nyeri di perut merupakan gejala sakit lambung; (3) sifat rasa suatu benda: gula -- nya manis; (4) tanggapan hati thd sesuatu (indra): -- sedih (bimbang, takut); (5) pendapat (pertimbangan) mengenai baik atau buruk, salah atau benar: -- adil [n] , air -- air raksa
rata-rata ra.ta-ra.ta [a] (1) sama banyak di seluruh tempat: benih itu harus ditaburkan ~ di pesemaian; (2) disamakan saja tanpa memperhatikan perbedaan yg ada; pukul rata: duriannya memang ada yg besar dan ada yg amat kecil, tetapi ~ sedang dan manis rasanya; (3) hampir sama; berimbang jumlahnya: ~ pengeluarannya per bulan sama dng gajinya; (4) (angka, jumlah, dsb) diperoleh dr jumlah keseluruhan unsur dibagi banyaknya unsur: selama lima tahun ini pertambahan penduduk Indonesia ~ 2,5% setahun
ratap ra.tap [v] , me.ra.tap v menangis disertai ucapan yg menyedihkan; mengeluh (dng menangis, menjerit dsb): dia tiada hendak pulang meskipun hatinya ~ ingin pulang
ratna pakaya tumbuhan yg daunnya dapat disayur, Gomphrena globosa; (2) ki jantung hati
ratusan ra.tus.an [num] (1) bilangan seratus: satuan dikumpulkan dng satuan, puluhan dng puluhan, ~ dng ~; (2) cak beratus-ratus: setiap hari ~ orang berobat ke rumah sakit itu
rawat jalan perawatan pasien dng cara berobat jalan
rayu ra.yu [a] (1) mempunyai perasaan iba (sedih dsb); pilu hati; rawan hati; (2) merasa pilu; terharu [n] hiburan atau bujukan (janji muluk dsb) untuk menyenangkan hati: hatinya tidak tergoda oleh bujuk --
reaksi re.ak.si [n] (1) kegiatan (aksi, protes) yg timbul akibat suatu gejala atau suatu peristiwa: putusan rektor telah menimbulkan -- mahasiswa yg berupa pemasangan tulisan yg mengecam putusan itu; (2) tanggapan (respons) thd suatu aksi: dia tidak memberikan -- apa-apa ketika dimarahi ayahnya; (3) perubahan yg terjadi krn bekerjanya suatu unsur (obat)
regup re.gup [v] me.re.gup v mereguk; menikmati; merasai: hasrat hati remajanya ingin ~ dunia yg cemerlang
rejasa re.ja.sa [n] timah [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 26 m, batangnya tidak lurus sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat borok (luka lama), daunnya untuk obat lesu; Elacocarpus grandiflora; (2) kulit pohon rejasa; (3) daun rejasa
rekam medis rekaman mengenai hasil pengobatan thd pasien
rekomendasi re.ko.men.da.si [n] (1) hal minta perhatian bahwa orang yg disebut dapat dipercaya, baik (biasa dinyatakan dng surat); penyuguhan; (2) saran yg menganjurkan (membenarkan, menguatkan): pemerintah menyetujui -- DPR tt kenaikan gaji pegawai negeri
rekreasi re.kre.a.si [n] penyegaran kembali badan dan pikiran; sesuatu yg menggembirakan hati dan menyegarkan spt hiburan, piknik: kita memerlukan -- setelah lelah bekerja
rela re.la [v] (1) bersedia dng ikhlas hati: aku -- mati membela tanah tumpah darahku; (2) izin (persetujuan); perkenan: kedatangan saya ini hendak meminta -- tuan; (3) dapat diterima dng senang hati: semua itu kuberikan kepadamu dng --; (4) tidak mengharap imbalan, dng kehendak atau kemauan sendiri: dng suka --
rempah ratus bermacam-macam rempah (obat)
rempenai rem.pe.nai [n] (1) pohon yg tidak terlalu tinggi, daunnya dibuat obat kudis; Ardisia humilis; (2) daun rempenai
remujung re.mu.jung [n] tumbuhan yg daunnya dapat digunakan sbg obat penyakit kencing manis; kumis kucing; Orthosiphon grandiflorus; (2) daun remujung
remunggai re.mung.gai [n] (1) pohon yg daunnya dapat dimakan untuk obat dsb; kelor; Moringa oleifera (2) daun remunggai
renaisans re.nai.sans [n] masa peralihan dr abad pertengahan ke abad modern di Eropa (abad ke-14-ke-17) yg ditandai oleh perhatian kembali kpd kesusastraan klasik, berkembangnya kesenian dan kesusastraan baru, dan tumbuhnya ilmu pengetahuan modern
renjana ren.ja.na [n] rasa hati yg kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dsb)
renkinang ren.ki.nang [n ] (1) pohon yg tingginya mencapai 30 m, diameter batang 70 cm, berbatang tegak, cabang berada agak jauh dr tanah, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan, daunnya berasa masam, dapat digunakan sbg obat sakit gusi, buahnya yg matang digunakan sbg penyedap makanan; tempawat; kemesu; Elaeocarpus floribunda; (2) kayu renkinang
rentan ren.tan [a] (1) mudah terkena penyakit; (2) peka; mudah merasa: ketimpangan dan dominasi produksi swasta telah membuka peluang situasi pasar menjadi -- thd perubahan; (me) -- hati, pb lekas marah (sakit hati, patah hati)
renyam re.nyam [a] (1) gatal (pd tubuh); (2) rasa hati yg tidak keruan, tidak beres
renyang re.nyang [a] (1) gelisah; resah; tidak tetap hati: hatinya --; (2) tidak beres; tidak enak badan: badannya -- dan lesu
renyem re.nyem [a cak] (1) Sd gatal-gatal tubuhnya; (2) Jk ki tidak keruan (rasa hatinya); tidak beres: dia jadi -- memikirkan perkara itu; mengapa menjadi -- begini
reputasi re.pu.ta.si [n] perbuatan dsb sbg sebab mendapat nama baik; nama baik: -- nya dl gelanggang bulu tangkis dikenal di seluruh dunia; -- nya sbg pemain tinju cukup membanggakan hati penggemarnya
resa re.sa [n] (1) gerakan yg terasa di dl perut (spt gerak bayi akan lahir): perempuan itu pun makin bertambah-tambah sakit, datang -- nya bertimpa-timpa; (2) dorongan (gerak) hati: biarkanlah ia mengikuti -- hatinya
resah re.sah [a] gelisah; tidak tenang; gugup; rusuh hati: ia kelihatan -- dan serba salah
resan re.san [v] (1) merasa tersinggung (tersindir dsb) oleh perkataan orang lain: -- hatinya krn diejek; (2) merasa tidak senang hati thd kelebihan orang lain; merasa cemburu (dengki, iri hati)
resap re.sap , me.re.sap v (1) masuk pelan-pelan ke dl lubang- lubang kecil atau lembut (terutama tt barang cair): air itu pun lekas ~ ke dl tanah; (2) merembes (masuk atau keluar); menetes (tt keringat): peluh dingin ~ membasahi tubuhnya; (3) hilang lenyap (dr pandangan): apabila matahari terbit, kabut pun ~ lah; (4) masuk dan melekat benar (ke dl hati dsb): ajaran itu ~ benar ke dl hatinya
resep re.sep [n] (1) keterangan dokter tt obat serta takarannya, yg harus dipakai oleh si sakit dan dapat ditukar dng obat di apotek; (2) keterangan tt bahan dan cara memasak obat (makanan)
resinol re.si.nol [n Far] antiseptik yg digunakan untuk mengobati penyakit kulit
resorsinol re.sor.si.nol [n] senyawa pembuat obat atau zat warna dng rumus kimia C6H4 (OH)2
responsif res.pon.sif [a] cepat (suka) merespons; bersifat menanggapi; tergugah hati; bersifat memberi tanggapan (tidak masa bodoh)
restitusi res.ti.tu.si [n] (1) ganti kerugian; pembayaran kembali: pegawai berhak memperoleh -- pengobatan; (2) penyerahan bagian pembayaran yg masih bersisa: -- kenaikan gaji bulan Maret akan dibayar bersama-sama dng gaji bulan April; (3) Dok penyesuaian spontan kepala bayi dng badannya sesudah kepala keluar dr rahim ibu
ria [a] (1) riang; gembira; suka cita: ia disambut dng segala -- dan suka hati; (2) ramai (oleh suara orang bersuka-suka dsb): terlalu amat -- bunyinya; berhati -- , bersuka -- , ki bersuka-suka [Ar a] sombong; congkak; bangga (krn telah berbuat baik)
riak ri.ak [n] (1) gerakan mengombak di permukaan air; ombak kecil; gerakan air yg merupakan lingkaran (spt bila kita menjatuhkan batu ke air): kedengaran -- air gemercik; (2) getaran (udara): pd tempat yg kepanasan itu tampak -- udara; (3) gelagat; gerak-gerik yg menjadi alamat bahwa ada sesuatu yg terkandung di dl hati: dr -- matanya tampak ia sangat berang kepadaku [n] lendir yg keluar dr tenggorok pd saat terserang batuk; dahak [a] ria
riang ri.ang [a] suka hati; girang sekali: dng -- ia menyambut kedatanganku [a] -- semangat merasa pening (gamang); meriang
riang gembira suka hati dan gembira; suka ria
rias ri.as [n] hati batang pisang [v] hias
riboflavin ri.bo.fla.vin [n Kim] zat yg membantu pertumbuhan, ditemukan dl susu, ragi, hati, ginjal, putih telur; vitamin B2
rida ri.da [a] (1) rela; suka; senang hati: -- lah patik menjadi istri beliau; (2) perkenan; rahmat: negeri yg aman dan makmur serta mendapat -- Tuhan Yang Maha Esa
ridi ri.di [Ar a] rela hati: sudi dan --
rimas ri.mas [a] (1) berasa tidak senang atau nyaman (krn panas); (2) tidak senang hati
rindu dendam sangat berahi; menaruh cintakasih (kpd): -- dendam yg telah sekian lama terpendam dl hati
ring [n] tiruan bunyi spt bel, 'ring-ring' [n] (1)cincin; gelang-gelang; (2) alat untuk melakukan berbagai bentuk gerakan (dl senam ketangkasan atau akrobatik); lingkaran dr besi yg digantungan pd palang yg kuat (palang besi) [n] arena adu tinju; gelanggang tinju: dia berhasil mendesak lawannya ke sudut --
risau ri.sau [a] buruk kelakuan (suka berbuat jahat) [a] (1) gelisah; rusuh hati: hatinya merasa -- bercampur cemas; (2) rusuh (kacau, tidak aman): selama keadaan masih -- , tidak mungkin kita dapat hidup dng tenteram
rodan ro.dan [kl a] sangat nyeri (sakit): bertambah -- rasanya hati, putih kuning tolonglah tuan
ronta ron.ta, me.ron.ta [v] bergerak sekuat-kuatnya hendak melepaskan diri (dr pegangan, ikatan, dsb): meskipun telah diikat tangannya, masih juga ~ hendak lepas; pikirannya (hatinya) ~ , selalu gelisah
rotan jernang besar rotan jernang, bermutu rendah, buahnya untuk mengilatkan kayu dan campuran obat tradisional, panjangnya mencapai 15 m; Daemonotops draco
ruak ru.ak [v] me.ru.ak v (1) merata ke mana-mana; meluas (tt api dsb): api telah ~ menghabiskan rumah-rumah petak di dekat rumahku; (2) bertambah lebar; meroyak (tt kudis): luka pd kakinya ~ krn tidak diobati; (3) terbuka dan menjadi lebar; mengembang (tt gulungan tikar, bibir yg terkatup, gulungan ular): di luar dugaannya ~ lah gulungan ular dekat tempat duduknya [n] ru.ak-ru.ak n burung yg tinggal di rawa-rawa; Amaurornis phoenicuras
ruat ru.at [v] (1) goyah (tt gigi): gigi yg sudah -- pd anak-anak harus segera dicabut; (2) ki tidak tetap (tt hati, pendirian): kurang senang berkawan dng dia krn pendiriannya --
rubing ru.bing [n] dinding tambahan sementara untuk meninggikan pinggir perahu (dibuat dr anyaman, kain mota, dsb): awak perahu sedang sibuk memasang -- [n] tebing; tepi: hati-hatilah pesiar ke pegunungan, banyak -- yg curam
rubung ru.bung [v] me.ru.bung v mengerumuni; mengelilingi: orang-orang ~ tukang jual obat di kaki lima
rukun ru.kun [n] (1) yg harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan: tidak sah salat yg tidak cukup syarat dan -- nya; (2) asas; dasar; sendi: semuanya terlaksana dng baik, tidak suatu pun yg menyimpang dr -- nya [a] (1) baik dan damai; tidak bertengkar (tt pertalian persahabatan dsb): "Ibu berharap kamu berdua dapat hidup -- "; (2) bersatu hati; bersepakat: penduduk kampung ini -- sekali
rumah sakit kanker rumah sakit yg khusus memberikan layanan, pengobatan, dan perawatan bagi penderita penyakit kanker
rumah sakit khusus rumah sakit yg memberikan layanan pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan satu macam penyakit
rumah sakit mata rumah sakit yg khusus memberikan layanan, pengobatan, dan perawatan bagi penderita penyakit mata
rumah sakit umum rumah sakit yg memberikan layanan, pengobatan, perawatan bagi penderita berbagai penyakit yg dilengkapi dng dokter ahli: -- umum akan dapat melayani berbagai pasien yg mengidap penyakit yg beraneka macam
rumput perimping rumput raksasa yg tingginya mencapai 3 m, daunnya tersusun rapi spt kipas, bagian tepinya tajam, tunasnya yg muda dimakan sbg lalap krn rasanya manis; Themeda villosa; -- siak-siak tumbuhan yg akarnya dibuat obat cacing dsb, Dianella ensifolia; -- telur ikan nama rumput, Panicum trigonum
rusak tapai krn ragi [pb] usaha yg gagal krn kurang hati-hati mengerjakannya
rusuh ru.suh [a] (1) tidak aman krn banyak gangguan keamanan (spt pencurian, perampokan, pembegalan): pd malam hari tidak ada kendaraan yg berani lewat di daerah yg -- itu; (2) kacau; ribut; gaduh; huru-hara: di negara yg -- itu sering timbul pemberontakan; (3) tidak sopan (tt kelakuan, perkataan, dsb); ceroboh: perkataannya kasar dan --; (4) sangat kasar (tt permainan bola): kesebelasan kita tidak bermain -- spt mereka; (5) tidak beraturan; tidak menurut aturan: anak ini -- makannya, apa saja dimakannya [a] selalu gelisah (khawatir, sedih, susah), tidak tenteram hatinya: tenanglah jangan lekas -- hati
sabar sa.bar [a] (1) tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: ia menerima nasibnya dng --; hidup ini dihadapinya dng --; (2) tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: segala usahanya dijalankannya dng --
sabet sa.bet [v] , me.nya.bet v (1) memukul dng tali atau benda lain yg panjang kecil: krn marahnya, ia -- anaknya sepuas hati; (2) menyerang: pasukan itu telah -- dan melumpuhkan musuh dr belakang; (3) merampas; merebut: pemuda itu -- pacar kawannya; (4) ki menggondol; memperoleh: dl pertandingan itu regu Indonesia berhasil -- tiga medali emas
sabung selepas hari petang [pb] untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir): biar kalah -- asalkan menang sorak, pb biar harta habis asal hati senang (puas)
safi sa.fi [a] bersih; jujur; murni; tulus hati; (2) n sahabat sejati
sagu sa.gu [n] (1) tumbuhan yg hati batangnya dapat dibuat tepung (kebanyakan jenis Metroxylon); (2) hati batang pohon palem (spt enau, rumbia); (3) tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb)
sahi sa.hi [ark a] alpa; lalai; lupa: sifat manusia sekali-kali suka -- juga [ark n] air teh yg pekat dan harum: teh -- dapat juga diminum sbg obat untuk menghilangkan sakit perut; baki berisi juadah dan piala berisi -- [n] ikan pari
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
sajak suku kata sajak yg larik-lariknya disusun dng memperhatikan jumlah suku kata
sakhawat sa.kha.wat [Ar n] kemurahan hati
sakhi sa.khi [Ar a] murah hati
sakramen sak.ra.men [n Kat] upacara suci dan resmi untuk bertemu dng Tuhan dan untuk menerima rahmat Tuhan lewat tanda-tanda (ada 7 sakramen, yaitu baptis, mahakudus, penguatan, tobat, perkawinan, imamat, dan perminyakan)
salah urus tidak cakap mengurus (menata, membenahi, membereskan); sesuatu; -- wesel cak (1) salah alamat: kiriman obat-obatan ini harus sampai di tangan rakyat yg memerlukan jangan sampai -- wesel; (2) salah paham (pengertian): krn -- wesel ia memberikan penafsiran yg berbeda dng apa yg kumaksudkan
salep sa.lep [n] (1) obat luar yg terbuat dr campuran obat dng zat yg berkonsistensi, spt mentega, untuk dioleskan pd kulit (untuk kudis, luka, borok, dsb): untuk mengobati lukamu itu pakailah -- ini; (2) minyak kental atau vaselin untuk campuran bahan obat luar, pomade, dsb
sali sa.li [a] teguh; kuat: untuk menjalankan tugas yg berat itu, diperlukan hati yg --; kekuatan kedua ayam aduan itu sama --
salur data komputer kecil yg disimpan di dl komputer besar; - empedu saluran dr hati yg mengalirkan cairan empedu ke usus dua belas jari
salvarsan sal.var.san [n Far] obat semacan penisilin untuk mengobati penderita sifilis dsb
sambalewa sam.ba.le.wa [a] lalai; kurang berhati-hati
sambang sam.bang, sambang darah [n] perdu yg bercabang kuat, berbunga kuning, ujung daunnya berwarna hijau dan bagian bawahnya cokelat, akarnya dapat dibuat obat setelah disimpan dan dikeringkan; Excoecaria cochinchinensis
sambiloto sam.bi.lo.to [n] terna yg daunnya berasa pahit, digunakan sbg obat dan tonikum; Andrographis paniculata
sambung rasa komunikasi yg terjadi apabila gagasan dan perasaan yg disampaikan pembawa pesan dapat menggugah dan menggerakkan hati penerima pesan; kontak antara pihak yg satu dan pihak yg lain; kontak batin keberterimaan antara pihak yg satu dng pihak yg lain dl pemikiran, sikap, dan tingkah laku
sanatogen sa.na.to.gen [n] obat dl bentuk cairan untuk penguat darah
sangkak sang.kak [Mk n] (1) cabang kayu; dahan: katapel itu dibuat dr -- kayu; (2) tempat bertelur ayam yg dibuat dr anyaman bambu berbentuk kerucut terbalik; sarang ayam; petarangan: pakailah jerami itu untuk pelapis -- ayam , me.nyang.kak v (1) merinding (berdiri bulu roma krn takut, terkejut, dsb): -- bulu romanya mendengar cerita yg menyeramkan itu; (2) marah; mendongkol: -- hatinya mendengar olok-olok itu [v] me.nyang.kak v (1) merintangi; menegah; mencegah: ia berusaha -- niatnya yg buruk itu; (2) menentang; melawan: perahu itu -- angin
sanjung san.jung [v] me.nyan.jung v melontarkan kata-kata pujian untuk membangkitkan rasa senang; mempersenangkan hati; memuji: memang ia paling pandai -- perempuan
santir san.tir [Mk n] san.tir.an n (1) imbangan; banding; tara: kebaikan hatinya tidak ada -nya; (2) bayangan pd cermin; (3) tiruan (bayangan) dr benda yg sebenarnya
santonin san.to.nin [n] (1) Kim hablur tanpa warna yg diperoleh dr bunga Artemisia cina yg belum berkembang; C15H18O3; (2) obat yg digunakan untuk membasmi cacing perut
sanubari sa.nu.ba.ri [n] (1) jantung hati; (2) hati (dl arti batin); hati nurani; perasaan batin: sudah berurat dan berakar dl -- kita
saparantu sa.pa.ran.tu [n] bahan obat-obatan berasal dr pohon Sindora sumatrana
sarat sa.rat [a] (1) penuh dan berat (krn berisi muatan atau krn banyak buahnya dsb): kapal itu telah -- muatan beras berkarung-karung; pohon mangga itu -- dng buah; (2) terlalu banyak dan terlalu berat: perahu yg -- tidak dapat laju; (3) penuh mengandung (air, kesusahan, dsb): -- hati memikirkan anaknya itu; mendung hitam -- mengandung hujan; (4) ki bunting; mengandung: lembunya sedang --; perempuan itu dl -- [n Lay] jarak yg diukur tegak lurus dr titik paling bawah dr lunas kapal sampai ke permukaan air [Lihat {syarat}]
sarirah sa.ri.rah [n] pohon atau perdu yg tingginya 3-10 m, daun dan akarnya dapat dibuat obat, daun yg muda dapat dijadikan lalap; Acronychia laurifolia
sarkasme sar.kas.me [n] (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar
satu rayu peras`an pilu sayu; rawan hati
sawang sa.wang [n] -- langit ruang antara langit dan bumi; awang-awang: Sang Merah Putih naik menjulang -- langit [Mk n] , rimba -- rimba yg amat luas [n] (1) sarang laba-laba; (2) kotoran yg melekat di langit-langit rumah dsb: rumah tua itu penuh dng -- [n] tumbuhan untuk obat kurap, Cordyline fruticosa [n] burung jenis punai: punai --
sayang sa.yang [a] kasih sayang (kpd); cinta (kpd); kasih (kpd); (2) v sayang akan (kpd); amat suka akan (kpd); mengasihi; mencintai: tiada Ibu yg tidak -- kpd anaknya; (3) n cak kekasih; jantung hatiku: aduhai, -- [a] (1) kasihan; (2) (terasa) menyesal: -- benar, Anda tidak dapat mengunjungi rapat itu; -- nya, perkara itu tidak dilaporkan kpd polisi; (3) terasa rugi (tidak rela dsb) kalau ...: dimakan mabuk, dibuang --; ayam ini -- kalau disembelih; (4) tidak rela (akan); tidak ikhlas (akan): krn -- akan hartanya, ia tidak mau mengungsi ke tempat yg lebih aman
sayat jantung melukai hati; menyakiti hati; (2) menyedihkan hati
sayu sa.yu [a] (1) sangat sedih dan terharu (tt perasaan hati); sayu rayu; sayu rawan; iba: -- hatiku mendengar tangis anak yatim itu; (2) kuyu; suram (tt mata); tidak jernih dan kurang nyaring (tt suara, bunyi): mukanya pucat, matanya --; genderang perang itu -- bunyinya
sayur sa.yur [n] (1) daun-daunan (spt sawi), tumbuh-tumbuhan (taoge), polong atau bijian (kapri, buncis) dsb yg dapat dimasak; (2) masakan yg berkuah (spt gulai, sup): -- asam; -- bening [n] -- babi tumbuhan yg daunnya untuk obat luka; Borreria ocimoides
sebal se.bal [a] kesal (hati); mendongkol (krn kecewa, tidak senang, dsb): -- aku melihat tingkah lakunya yg kasar itu [a] sial; tidak mujur [Jw] me.nye.bal v menyimpang (dr patokan, hukum, dsb): -- dr asas Islam yg diajarkan oleh Alquran dan Hadis
sebel se.bel [Jk a] mendongkol (krn tidak senang, kecewa, dsb); kesal hati; sebal
seburu se.bu.ru [n] pohon yg kayunya keras, baik untuk bahan membuat perahu, sari akar dan daunnya dapat digunakan sbg obat disentri; Ouratea sumatrana
seburut se.bu.rut [n] tumbuhan semak, bunganya berwarna ungu merah, akarnya terkenal sbg obat kuat (tonikum); Thottea grandiflora
sedap se.dap [a] (1) enak (nyaman, senang) tt perasaan pd umumnya: bersih,rapi, dan -- dipandang mata; lagunya tidak -- didengar; tidak -- hatinya; (2) harum: -- baunya; (3) lezat: masakan yg dihidangkan -- sekali
sedatif se.da.tif [n Far] zat alami atau zat sintetis yg dapat meredakan keaktifan dan kegembiraan; obat penenang
sedih se.dih [n] sedu; isak: tangis dan -- [a] (1) merasa sangat pilu dl hati; susah hati: sejak kematian kedua orang tuanya ia selalu tampak --; (2) menimbulkan rasa susah (pilu dsb) dl hati; duka: peristiwa -- terjadi minggu lalu; kabar --; cerita --
sedingin se.di.ngin [n] tumbuhan yg daunnya untuk obat penyakit demam; Bryophyllum calycinum
sedini-dininya se.di.ni-di.ni.nya [adv] seawal mungkin; selekas-lekasnya: diagnosis ~ penting sekali dl pengobatan penderita kanker
sedu se.du [n] sedan [kl a] sedih; susah hati; sedu hati [Lihat {seduh}] [Lihat {sahda}]
seduayah se.du.a.yah [n] tumbuhan jenis rumput yg digunakan sbg obat; Woodfordia floribunda
seenaknya se.e.nak.nya [a cak] (1) semau hati; sesenang hati: duduklah ~; (2) sembarangan: jangan ~ engkau menuduh begitu
segeger se.ge.ger [n] tumbuhan pakis, dapat dibuat obat; Lycopodium cernuum
sehat se.hat [a] (1) baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga; (2) (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; (3) sembuh dr sakit: dokter yg merawatnya menyatakan ia telah -- dan boleh pulang segera; (4) ki baik dan normal (tt pikiran); (5) boleh dipercaya atau masuk akal (tt pendapat, usul, alasan, dsb); (6) berjalan dng baik atau sebagaimana mestinya (tt keadaan keuangan, ekonomi, dsb); (7) dijalankan dng hati-hati dan baik-baik (tt politik dsb)
sehat masyarakat kesehatan jasmani bagi rakyat: Pusat -- Masyarakat (Puskesmas), balai pengobatan (poliklinik) di tingkat kecamatan yg diselenggarakan oleh Pemerintah
sejuk se.juk [a] (1) berasa atau terasa dingin: tengkuknya berasa --; (2) dingin segar atau nyaman: minuman yg -- enak dinikmati di hari panas; (3) agak dingin; nyaman; segar (tt udara): udara -- di pegunungan; (4) senang; lega (tt hati); berkurang atau hilang susah hatinya (kegelisahannya dsb): -- hatinya mendengar tutur ayahnya
sekang mata [ki] (sesuatu yg) tidak menyenangkan hati (menyusahkan, mendongkolkan, dsb)
sekeduduk se.ke.du.duk [n] tumbuhan yg tingginya kira-kira 1 m, bercabang banyak, daun dan buahnya berwarna ungu, buahnya sebesar butir jagung, digunakan untuk obat; Melastoma polyanthum
sekiranya se.ki.ra.nya [adv] seandainya; jikalau: ~ buku ini bisa menggembirakan hatinya, aku akan memberikannya dng senang hati [p] seandainya; jika
selam air dl tonggak [pb] amat sukar mengajuk hati orang [pb] amat sukar mengajuk hati orang
selang waktu antara dr pemberian obat pertama ke pemberian berikutnya untuk memperoleh daya pengobatan yg efektif
selanjutnya se.lan.jut.nya [adv] seterusnya; sesudah itu; lalu; berikutnya: jadikanlah peristiwa ini sbg bahan pelajaran, ~ hendaknya lebih berhati-hati
selasih se.la.sih [n] terna yg tingginya lebih kurang 1 m dan berumur pendek, batangnya bersegi empat, daunnya berbentuk bundar telur, bunganya tersusun dl tanda yg tegak, daun mahkotanya putih atau ungu, bijinya mengembang menjadi massa yg menyerupai agar-agar, biasanya dicampur dl minuman dingin, daunnya mengandung minyak asiri, digunakan dl obat-obatan tradisional, juga sbg disinfektan; Ocimum basilicum
seleder se.le.der [Jk a] tidak hati-hati dl menaruh atau menyimpan barang; lalai; meleng; lengah
seleguri se.le.gu.ri [n] tumbuhan perdu, bunganya kuning, akarnya dijadikan obat; Sida rhombifolia
selepas-lepas se.le.pas-le.pas [adv] (1) sejauh-jauh: ~ mata memandang; (2) sebebas-bebas; sesuka-suka: ~ hati; (3) sekuat-kuat; sekeras-keras (tt suara): ~ suara
selinap se.li.nap , me.nye.li.nap v (1) menyuruk (menyusup, menyelundup, dsb) lekas-lekas: ular -- ke dl semak-semak; (2) melantas ke dalam; masuk meresap; masuk terus: nasihat itu -- ke dl hati sanubari; (3) menghindarkan diri dng segera; mengendap (menyembunyikan diri dsb): buru-buru mereka -- dan bersembunyi , me.nye.li.nap v menyiangi (ikan dsb); membersihkan (ayam yg disembelih dsb)
seludang menolakkan mayang [pb] memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dsb)
seluru se.lu.ru [n] sulur-suluran, daunnya dibuat obat; Percampylus glaucus
semacam se.ma.cam [a] (1) sejenis; sebangsa; segolongan: orang-orang -- dia memang harus prihatin; (2) seperti; serupa: jaksa tidak dapat menerima putusan yg -- itu
semak pikiran semak hati
semanak se.ma.nak [Jw a] bersifat ramah (akrab, kekeluargaan): ia seorang yg -- dan rendah hati
semangat se.ma.ngat [n] (1) roh kehidupan yg menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan): seorang dukun di desanya dapat memanggil --; (2) seluruh kehidupan batin manusia: -- budak dan -- pengemis harus kita berantas sampai ke akar-akarnya; (3) isi dan maksud yg tersirat dl suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dsb): bertentangan dng -- perjanjian; (4) kekuatan (kegembiraan, gairah) batin: -- rakyat semakin berkobar setelah mendengar pidato itu; (5) perasaan hati: terpengaruh oleh -- kedaerahan; (6) nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb: hendaknya diusahakan supaya -- bekerja para pegawai negeri jangan luntur; jatuh -- , hilang keberanian; cabar hati; kecut hati
semangkok se.mang.kok [n] pohon yg bijinya dipakai untuk obat sakit perut; kembang semangkok; Scaphium affinis
semau-maunya se.ma.u-ma.u.nya [adv] sesuka hatinya; sekehendaknya; sewenang-wenang: jangan bertindak -- saja
semayam se.ma.yam , ber.se.ma.yam v (1)hor duduk: baginda pun -- di atas singgasana dikelilingi oleh para menteri dan hulubalang; (2) hor berkediaman; tinggal: Sultan Iskandar Muda pernah -- di Kotaraja; (3) ki tersimpan; terpatri (dl hati): sudah lama cita-cita itu -- dl hatinya; keyakinan yg -- dl hati
semberap sem.be.rap [kl a] selengkap (pakaian, sirih, dsb): tujuh -- dihadiahkan kepadanya oleh induk semang yg baik hati itu
sembrono sem.bro.no [a cak] (1) kurang hati-hati; gegabah: kerjakan baik-baik, jangan --; (2) kurang sopan; agak kurang pantas (perbuatannya); berjenaka (tapi kurang sopan); ceroboh: memang ia sangat -- thd wanita; (3) secara sembarangan saja: itulah kalau -- memilih istri
sembung sem.bung [n] tumbuhan yg dapat dibuat bermacam-macam obat (akarnya untuk obat pembangkit selera, melancarkan kencing, dsb, daunnya juga untuk berbagai-bagai obat); Blumea balsamifera [n] alat bunyi-bunyian dr kerang
sembur sem.bur [n] apa yg dipancarkan (disemprotkan) dr mulut (spt kunyahan obat-obatan untuk mengobati orang sakit atau untuk mengusir roh jahat) [Lihat {sembul}]
semeleh se.me.leh [Jw a] penuh penyerahan: ayahnya sekarang telah -- hatinya
semilat se.mi.lat [n] tanaman merambat, daun dan akarnya digunakan sbg obat sakit perut; Rourea fulgens
sempit sem.pit [a] (1) kurang dr ukuran luas (besar) yg diperlukan: rumah ini terlalu -- untuk ukuran kita; kalau saja aku agak kurus sedikit, baju ini tentu tidak terasa -- lagi; (2) ki picik (tt buah pikiran, pandangan, pengetahuan, dsb): krn kurang bergaul, ia mempunyai pandangan yg -- sekali; (3) penuh sesak (tt kampung dsb): Jakarta dirasakan semakin -- krn penduduknya semakin bertambah; (4) ki serba sedikit atau hampir kurang (tt uang, pendapatan, dsb): rasanya uang sekian itu -- sekali untuk membiayai perayaan ini; (5) ki lekas marah; tidak sabar (tt sifat seseorang): -- hati; -- pikiran; (6) mepet (tt waktu): krn -- nya waktu, ia tidak sempat pamit pd sanak saudaranya; (7) susah (tt hidup): di daerah gersang ini banyak orang yg -- hidupnya
semprit sem.prit [n] (1) peluit kecil, terbuat dr logam atau buluh bambu yg kecil; (2) alat untuk memasukkan obat ke dl tubuh; semprot kecil [n] kue kering (bakaran oven) yg dicetak dr adonan tepung terigu, gula, telur, dsb yg dicetak dng menekannya ke luar dr corong yg ujungnya berkembang-kembang
semprot sem.prot [n] (1) alat semacam pompa untuk menyemburkan air, api, cat, dsb; (2) Dok alat untuk menyuntik (memasukkan obat ke dl tubuh); (3) ki cercaan; celaan; dampratan
semu daya daya upaya untuk mengelabui; tipuan; muslihat yg halus; tipu daya: segala -- daya dijalankan untuk memikat hatinya
semur se.mur [n] masakan (daging, ayam, hati, jengkol) berkuah yg dibumbui lada, kecap, dsb
senak se.nak [a] (1) berasa sesak dl perut atau dada (krn terlalu kenyang, masuk angin, dsb): -- rasa dadanya sesudah berlari kencang; (2) ki sedih; susah (tt perasaan atau pikiran): -- rasa hatinya memikirkan anaknya itu; (3) tergenang dan menjadi penuh (air) krn tidak dapat mengalir: selokan yg -- airnya menyebabkan banyak nyamuk
senam lantai senam yg terdiri atas berbagai gerakan mirip balet dan berjungkir balik biasanya dilakukan tanpa alat bantu; senam yg memeragakan gerakan akrobatik dan jungkir balik dng mengikuti irama lagu, di lantai empuk berukuran 12 x 12 m, mengutamakan keseimbangan, kekuatan, kelenturan, dan ketajaman antara 50-70 detik (bagi pria), serta keluwesan, irama, dan kelenturan antara 70-90 detik (bagi wanita)
senamaki se.na.ma.ki [n] pohon yg daunnya dibuat untuk obat cuci perut; Cassia angustifolia
senang se.nang [a] (1) puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, dsb: ia menyelesaikan pekerjaan itu dng --; hatiku -- kini setelah semua tugas terselesaikan; (2) betah: saya selalu -- tinggal di daerah yg dingin; (3) berbahagia (tidak ada sesuatu yg menyusahkan, tidak kurang suatu apa dl hidupnya): ia cukup -- dng kehidupannya sekarang; (4) suka; gembira: dng -- ia menyambut kelahiran bayinya; (5) sayang: orang tuanya -- kpd calon menantunya; (6) dl keadaan baik (tt kesehatan, kenyamanan, dsb): sudah beberapa hari ini saya merasakan tidak --; kami selalu dl keadaan --; (7) mudah; serba mudah; praktis: -- memakai kompor ini
sendok berdengar-dengar [pb] krn pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu krn rahasia terbuka kpd orang lain
senduduk sen.du.duk ? sekeduduk [n] tumbuhan belukar, daunnya untuk obat mencret; Melastoma polyanthum
sengaja se.nga.ja [v] (1) dimaksudkan (direncanakan); memang diniatkan begitu; tidak secara kebetulan: sering kita membuat kesalahan tidak --; -- ia sering datang dr jauh untuk menemuimu; (2) dibuat-buat; bersengaja: geli hatinya melihat tingkah laku anak muda yg -- itu
senggeruk seng.ge.ruk [Jw n] (1) tembakau untuk dicium-cium; (2) obat bius untuk orang yg akan dibedah
senggugu seng.gu.gu [n] tumbuhan yg daun dan akarnya untuk obat sakit perut; Clerodendron serratum [n] jenis udang kecil-kecil; geragau
sengit se.ngit [a] berbau tidak enak spt bau makanan (kain, rambut, dsb) hangus terbakar; angit: bau -- ini rupanya berasal dr masakan nasi yg hangus [a] (1) tajam, keras, dan sangat menyakiti hati (tt perkataan); pedas (tt kata-kata): dng -- ia menyatakan penolakannya atas usul saya; (2) hebat dan dahsyat (tt perkelahian dsb): mereka bertarung dng -- mempertaruhkan nama kelompok masing-masing dl pertandingan tsb; (3) bengis (tt roman muka, perbuatan, dsb): mukanya tampak -- jika sedang marah
sengsem seng.sem [a] ter.seng.sem a sangat tertarik hati sehingga terlupa diri; sangat asyik; sangat berahi; jatuh cinta: ia pun merasa -- memandang keindahan yg diciptakan Tuhan di sekelilingnya
sentimen sen.ti.men /sEntimEn/ (1) n pendapat atau pandangan yg didasarkan pd perasaan yg berlebih-lebihan thd sesuatu (bertentangan dng pertimbangan pikiran): keputusan yg dihasilkan akan tidak adil jika disertai rasa -- pribadi; (2) n emosi yg berlebihan: rasa -- sbg bangsa Indonesia akan tumbuh kuat jika kita jauh dr negeri ini; (3) a cak iri hati; tidak senang; dendam; (4) n reaksi yg tidak menguntungkan: penurunan harga saham hanya disebabkan oleh -- pasar
senyampang se.nyam.pang [p] (1) kebetulan; selagi: -- ia ada, mintalah saran; (2) mujurlah; untunglah: -- bertemu dng paman saya ini, saya dapat pertolongan; (3) kalau-kalau; sekiranya: bawalah payung, -- hujan di jalan; (4) mentang-mentang: -- ia berkuasa, bukan main sombongnya; sebaiknya kita berangkat sekarang -- ada teman; (5) jika; sekiranya; kalau: hatinya sangat rusuh krn -- ia meninggal dunia tidak ada orang yg dapat mengurus hartanya
senyum se.nyum [n] gerak tawa ekspresif yg tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dsb dng mengembangkan bibir sedikit: hatinya senang melihat -- kekasihnya
senyum hampa senyum yg lahir dr rasa (hati) kecewa dsb; senyum kecut; senyum tawar
senyum manis [ki] senyum yg menarik hati dan menimbulkan rasa gembira bagi yg melihatnya
senyum raja [ki] senyum yg dibuat-buat, tidak keluar dr hati
senyum simpul [ki] senyum yg menunjukkan kesenangan, kesayangan, dan kegembiraan hati; tersenyum sedikit
sepenuh se.pe.nuh [a] (1) seluruh isi (penghuni); semua(nya): berita itu menggoncangkan orang ~ kampung; (2) segenap; sebesar-besarnya; selengkap: dng ~ perhatian; mendapat bantuan ~ nya lihat daun
seperantu se.pe.ran.tu [n] bahan untuk obat-obatan yg berasal dr pohon; tampar hantu; Sindora sumatrana
sepuas-puasnya se.pu.as-pu.as.nya [adv] hingga puas (hingga jemu dsb); hingga tidak mau lagi; sepuas-puas hati
seragam sebahu se.ra.gam se.ba.hu [n] sehati (tt suami istri)
serang se.rang [v] me.nye.rang v (1) mendatangi untuk melawan (melukai, memerangi, dsb); menyerbu: penjahat yg -- polisi itu sudah tertangkap; (2) melanda; melanggar; menimpa (tt bencana, penyakit, dsb): banjir bandang baru-baru ini telah -- kota itu; (3) menentang (spt melancarkan kritik): ada yg membela, dan ada pula yg -- kebijakan pemerintah [Mk] ber.se.rang v bertambah: rusuh hati makin -- [n Lay] mandor di kapal; kepala kelasi
sernak ser.nak [a] me.nyer.nak v menjadi sernak (hati); menyesak (hati)
serong se.rong [a] (1) tidak lurus (tt arah); menyimpang dr garis (arah) yg lurus; menyudut (tidak merupakan siku-siku); mencong: tulisannya -- sedikit; (2) tidak sebagaimana mestinya; menyimpang dr arah yg lurus: berjalan --; (3) ki curang; tidak lurus hati; tidak jujur: berbuat (berlaku) --; siapa yg -- ketahuan juga akhirnya; (4) ki tidak setia; tidak tulus hati: berbuat -- dl perkawinan adalah perbuatan yg tidak terpuji
seronok se.ro.nok [a] menyenangkan hati; sedap dilihat (didengar dsb): dl dunia keronggengan ini suara pesinden itu sama-sama -- dan menarik hati
seru se.ru [n] (1) panggilan (untuk memanggil, menarik perhatian, dsb); panggilan dng suara nyaring: "Mat", -- si Jamin; (2) ujaran yg biasa digunakan dng penegasan atau intonasi tinggi spt ketika marah [a] (1) bengis; (2) sengit; hebat: perkelahian yg -- [p] serba: Tuhan -- sekalian alam [n] (1) pohon yg kayunya dapat dijadikan papan dsb untuk bahan bangunan rumah dsb); Schima bancana; (2) kayu seru
serumpun bagai serai se.rum.pun bagai serai, selubang (seliang) bagai tebu [pb] bersatu hati-hati dl segala hal
serunai se.ru.nai [n] alat musik tiup jenis klarinet yg dibuat dr kayu [n] , -- laut n tumbuhan yg hidup di pantai (laut) yg bunganya berwarna kuning, akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit keputihan; Wedelia biflora
sesudah-sudahnya se.su.dah-su.dah.nya [adv] (1) sebaik-baiknya; sepenuh-penuhnya; (2) sesuka hati(nya); sejadi-jadinya: ia menyelesaikan tugasnya --
sesuka se.su.ka [a] sekehendak hati; semau-maunya: janganlah ber-buat -- hatimu di rumah ini
sesuka-suka se.su.ka-su.ka [a] sesuka hati
setawar se.ta.war [n] tumbuhan yg daunnya dapat dibuat obat, banyak macamnya, spt -- betina, -- gajah, -- gunung, -- padang
setempat se.tem.pat [n] (1) satu tempat: kebunnya hanya ~; (2) (di) tempat (negeri, kota, dsb) itu sendiri: para calon imam dan khatib dididik sesuai dng kebutuhan masjid ~
setempuh lalu se.tem.puh lalu, sebondong surut [pb] tetap bersatu hati
setia se.tia [a] (1) berpegang teguh (pd janji, pendirian, dsb); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yg harus dijalankannya, ia tetap -- melaksanakannya; ia tetap -- memenuhi janjinya; (2) tetap dan teguh hati (dl persahabatan dsb): telah sekian lama suaminya merantau, ia tetap -- menunggu; (3) berpegang teguh (dl pendirian, janji, dsb): walau hujan turun dng lebatnya, ia tetap -- memenuhi janji pergi ke rumah kawannya
sesuai se.su.ai lihat suai [a] (1) pas; sedang (tt ukuran): ukuran baju (celana-) nya --; ukuran sepatunya --; (2) cocok (pas dl ukuran sbg pasangannya): carilah anak kunci yg -- dng lubang kunci lemari; (3) serasi (tt pasangan): pengantin itu benar-benar --; (4) sepadan; setaraf: ia akan diberi pekerjaan yg -- dng kecakapannya; ia merasa bahwa gajinya belum -- dng kedudukannya; (5) seimbang: hasilnya tidak -- dng kedudukannya; (6) selaras; seirama; berpatutan; bersamaan: suku kata terakhir pd baris kedua dan keempat harus -- bunyinya; (7) semufakat; setuju: rundingan antara majikan dan wakil buruh sudah --; (8) sama; sejalan; sependapat (tt buah pikiran): pendapat mereka -- dng pikiran saya; (9) sama; tidak bertentangan: keputusan hakim itu -- dng tuntutan jaksa; (10) cocok; kena benar: bermacam-macam obat yg diminumnya tidak ada yg --; (11) baik sekali: tanah dan hawanya -- untuk menanam sayur-mayur; (12) bergantung pd; berpadanan: hadiahnya -- dng besar kecilnya jasa masing-masing; (13) sejalan: -- dng in-struksi Gubernur, rumah yg tidak memiliki izin mendirikan bangunan harus dibongkar
setia merek [Kom] kesetiaan konsumen thd suatu merek yg ditunjukkan melalui perhatian dan perbuatan untuk mengulang pembelian merek tsb secara berkala
setuil se.tu.il [n] (1) tumbuhan memanjat yg daunnya dapat dibuat obat penyembuh penyakit kulit; (2) daun setuil
setuju se.tu.ju [n] setujuan; (2) v sepakat; semupakat; sependapat (tidak bertentangan, tidak berselisih): kedua belah pihak sudah ~; saya ~ dng usul Saudara; (3) a cak cocok; serasi; sesuai: saksi ~ dng yg tertulis dl berita acara; warna bajunya ~ benar dng kulitnya; (4) v merasa senang atau tertarik hati; suka; berkenan: kalau ~ , boleh Tuan beli; rupanya ia ~ benar melihat gadis itu
sia-sia si.a-sia [a] (1) terbuang-buang saja; tidak ada gunanya (harganya, manfaatnya, hasilnya); percuma: sudah minum obat ini, tetapi -- belaka; jerih payahnya -- saja; -- berbuat baik kpd orang yg tidak berbudi; (2) omong kosong; nonsens: pd pendapatnya kepercayaan kita ini -- belaka; (3) gagal; tidak berhasil; tidak mendapat apa-apa: segala usahanya --; harapanku -- belaka; (4) dng sembarangan saja; tidak dipikirkan baik-baik: kritik itu dilancarkan dng -- saja
sia-sia negeri alah [pb] pekerjaan yg dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya
sia-sia utang tumbuh [pb] pekerjaan yg dilakukan tidak hati-hati dan tidak rapi penjagaannya sehingga menimbulkan kerugian
siak si.ak [n] (1) orang (santri) penjaga atau perawat masjid; (2) orang yg biasanya tinggal di masjid dan mendapat rezeki dr sedekah orang [n] burung elang malam, berbunyi "rak, rak"; burung siak [n] (1) tumbuhan yg akarnya dapat dibuat sbg obat cacing dsb; rumput siak-siak; Dianelle ensifolia; (2) akar siak
sialit si.a.lit [n] tumbuhan untuk obat penyakit kencing nanah; Scleria sumatrensis
siap pakai (tt tamatan sekolah dsb) terampil dan profesional serta dapat langsung (tanpa pelatihan lagi) menjalankan pekerjaan; (2) persediaan (obat dsb) yg telah di siapkan sebelumnya jika sewaktu-waktu diperlukan
sibir tulang [ki] anak (jantung hati, kekasih)
sibusuk si.bu.suk [n] (1) pohon yg kayunya biasa untuk bahan rumah dsb, akarnya untuk obat pencuci pakaian; Cassia nodosa; (2) kayu sibusuk
sicerek si.ce.rek [n] (1) pohon kecil, daunnya biasa dibuat obat; Clausena excavata; (2) daun sicerek
silap mata salah penglihatan; (2) silau; (3) tidak sadar; (4) kurang hati-hati; (5) sulap
silu si.lu [a] (1) pilu; rayu; rawan hati: -- hatiku mendengar berita yg sangat mengharukan itu; (2) berasa tidak enak bagi pendengaran (spt mendengar gergaji dikikir dsb)
simak si.mak [v] me.nyi.mak v (1) mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yg diucapkan atau dibaca orang: ia sedang -- pembacaan Alquran dr radio; (2) meninjau (memeriksa, mempelajari) dng teliti: -- kembali laporan gubernur itu
simpan sim.pan [v] me.nyim.pan v (1) menaruh di tempat yg aman supaya jangan rusak, hilang, dsb: -- surat di lemari; (2) menabung (uang): kami -- uang di bank; (3) memegang (rahasia) teguh-teguh; menyembunyikan: -- rahasia baik-baik; -- perasaan dl hati; (4) mempunyai (ilmu, kesaktian, dsb): rupanya ia juga -- kesaktian; (5) mengandung; ada sesuatu di dalamnya: gelang akar bahar itu -- berbagai-bagai khasiat [kl a] (1) singkat; pendek (tt cerita, pembicaraan, dsb); ringkas: risalah yg --; mengambil -- , meringkaskan; (2) terkemas (tt barang dagangan dsb); beres
simpatik sim.pa.tik [a] bersifat membangkitkan rasa simpati; amat menarik hati: rupanya sangat --; jawaban menteri itu -- sekali
sinkronisasi sin.kro.ni.sa.si [n] (1) perihal menyinkronkan; penyerentakan: dl melaksanakan tugasnya masing-masing, semua unsur departemen wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan --; (2) penyesuaian antara bunyi (suara) dng sikap mulut atau mimik (tt film): -- bunyi (suara) dng sikap mulut harus diperhatikan
sintuk sin.tuk [n] pohon Cinnmomum, kulitnya dipakai sbg obat-obatan dan pencuci (pembersih) rambut [v] ber.sin.tuk v bergosok (badan): mandi -
sinyalemen si.nya.le.men [n] (1) peringatan (pemberitahuan dsb) supaya waspada atau memperhatikan: Dinas Kesehatan kita telah memberikan -- akan adanya wabah kolera di kota ini; (2) dugaan: menurut -- yg berwajib, pembunuhan itu ada unsur rasa dendam
sinyalir si.nya.lir , men.si.nya.lir v memperingatkan (memberitahukan dsb) supaya memperhatikan atau berawas-awas (thd, kpd): pihak intelejen merasa perlu -- adanya usaha mendiskredit-kan pemerintah
sir [Ar a] gaib; rahasia; tersembunyi (dl ilmu tasawuf): ia mendengar suara -- dr Allah Swt. [n] nafsu (akan); keinginan hati; ingin (akan): -- berahi [n] tiruan bunyi desir
sirik si.rik [a] iri hati; dengki: engkau jangan -- apabila tetanggamu kaya ? syirik [n] , me.nyi.rik v berpantang (makan makanan tertentu dsb): ia puasa "mutih", -- makan-makanan yg berwarna [Lihat {siri}]
sirkus sir.kus [n] pertunjukan hiburan yg mempertontonkan keterampilan berbagai binatang dan kemahiran pemain akrobat: pemain -- itu mampu berayun-ayun pd ketinggian 10 m dr tanah;
sirop si.rop [n] (1) air gula agak kental, terkadang diberi esens dan diwarnai; setrup; (2) obat berbentuk cairan berasa manis: tersedia obat dl bentuk -- untuk anak-anak di apotek itu
sistematika sis.te.ma.ti.ka [n] (1) pengetahuan mengenai klasifikasi (penggolongan); (2) Bio ilmu mengenai taksonomi tumbuhan atau hewan dng memperhatikan kekerabatan dan evolusinya secara eksperimental
skatologi ska.to.lo.gi [n] (1) perhatian (kecenderungan) akan hal-hal yg bersifat cabul (terutama dl bacaan); (2) pengkajian tt kotoran (msl tinja) untuk tujuan taksonomi
sombong som.bong [a] menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah: tabiatnya agak aneh, sebentar -- sebentar rendah hati; berkata dng --
someng so.meng [ark a] tidak sedap dilihat (didengar dsb); sumbang; janggal; memberi malu; menyakiti hati
soporifik so.po.ri.fik [n Far] obat tidur
sosial so.si.al [a] (1) berkenaan dng masyarakat: perlu adanya komunikasi -- dl usaha menunjang pembangunan ini; (2) cak suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma, dsb): ia sangat terkenal dan -- pula
spektakuler spek.ta.ku.ler [a] menarik perhatian; mencolok mata: tidak ada hasil yg -- dr kunjungan delegasi itu
spiritualisme spi.ri.tu.al.is.me [n] (1) aliran filsafat yg mengutamakan kerohanian: ia menumpahkan perhatian pd ilmu-ilmu gaib, spt mistik dan --; (2) kepercayaan untuk memanggil roh orang yg sudah meninggal; (3) spiritisme
spontan spon.tan [a] (1) serta merta, tanpa dipikir, atau tanpa direncanakan lebih dulu; melakukan sesuatu krn dorongan hati, tidak krn anjuran dsb: penduduk setempat memberikan bantuannya secara -- kpd para korban kecelakaan; surat-surat kabar telah memberikan reaksi -- thd kejadian tsb; (2) wajar; bebas pengaruh; tanpa pamrih: lukisan adik yg lugu dan -- telah menimbulkan keharuan di sana-sini
spt gajah masuk kampung [pb] orang yg berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dl lingkungan orang yg lemah
spt memegang tali layang-layang spt memegang tali la.yang-la.yang [pb] orang berkuasa (kaya) yg dapat berbuat sekehendak hatinya thd orang lemah
spt menating minyak penuh spt me.na.ting minyak penuh [pb] diperlakukan dng penuh kasih sayang (hati-hati dsb)
sreg [a cak] (1) enak di hati (mantap): ia merasa -- apabila memakai setelan jas dan berdasi jika pergi ke pesta; (2) pas; baik letaknya (kenanya); sesuai: yg dapat diterima hanyalah istilah-istilah yg benar-benar --
streptomisin strep.to.mi.sin [n Kim] antibiotik yg dapat larut dl air, dihasilkan oleh kapang Streptomyces griseus, terutama digunakan dl pengobatan penyakit tuberkulosis; C21H39N7O12
subhana sub.ha.na [Ar n] mahasuci (Allah): Allah subhanahu wa taala, Allah yg Mahasuci dan Mahatinggi
suci su.ci [a] (1) bersih (dl arti keagamaan, spt tidak kena najis, sele-sai mandi janabat): air --; badannya --; (2) bebas dr dosa; bebas dr cela; bebas dr noda; maksum: Nabi Muhammad saw. adalah orang --; (3) keramat; (4) murni (tt hati, batin): terbit dr hati yg --
sudu-sudu su.du-su.du, sudu hati sudu hati
suduayah su.du.a.yah [n] tumbuhan hias berbentuk perdu, bunganya berwarna putih, jika direbus dapat digunakan sbg obat, daunnya beracun dan dapat digunakan sbg pencegah serangan gegat dng menempelkannya di antara barang-barang yg perlu diamankan atau dijaga; Nerium oleander
sugesti su.ges.ti [n] (1) pendapat yg dikemukakan (untuk dipertimbangkan); anjuran; saran; (2) pengaruh dsb yg dapat menggerakkan hati orang dsb; dorongan
suka su.ka [a] berkeadaan senang (girang): sahabat dl -- dan duka; (2) a girang hati; senang hati: sekalian bantuan dan sokongan disambut dng -- hati; (3) v mau; sudi; rela: ia tidak -- membayar sekian; datanglah kalau Tuan --; kalau sudah -- sama -- , biarlah kawin saja; (4) v senang; gemar: neneknya -- benar makan sirih; memang banyak orang -- menonton bioskop; ada yg -- daging dan ada juga yg -- ikan laut; (5) v menaruh simpati; setuju: orang itu akan saya suruh bekerja di sini, itu pun kalau Tuan --; tiada seorang pun -- kepadanya; (6) v menaruh kasih; kasih sayang; cinta: rasanya jarang ibu yg tidak -- kpd anaknya; (7) a cak mudah sekali ...; kerap kali ...: memang dia -- lupa; pensil semacam ini -- patah
suka duka perasaan senang dan sedih dl hati
sukacita su.ka.ci.ta [a] suka hati; girang hati; kegirangan: dng -- ia disambut olehseluruh keluarga; alangkah -- nya ketika ia bertemu kembali dng ibunya
sukan su.kan [n] tumbuhan perdu, daunnya tebal berbentuk jantung dan beraroma, digunakan sbg obat luka, dapat pula sbg sayur, terutama untuk dimakan oleh wanita sehabis bersalin; Coleus aromaticus
sukarela su.ka.re.la [a] (1) dng kemauan sendiri; dng rela hati: mereka itu bekerja dng --; (2) atas kehendak sendiri (tidak krn diwajibkan): pasukan --; pekerja --
sukaria su.ka.ria [a] riang gembira; girang hati; suka hati
sukat su.kat [n] (1) takaran yg isinya empat gantang: beras lima --; (2) ukuran (panjang, luas, isi); sukatan [kl p] asalkan; kalau: adapun negeri Malaka itu -- binasa maka barulah puas hatiku
sulfanilamida sul.fa.ni.la.mi.da [n] senyawa organik yg mengandung belerang dan nitrogen berupa hablur tanpa warna, dipergunakan dl pengobatan untuk mengobati infeksi serta radang saluran kencing
sulfonamida sul.fo.na.mi.da [n Kim] nama kelompok obat penyembuh radang bakteri, molekulnya mengandung gugus -SO2N
sulit su.lit [a] (1) sukar sekali; susah (diselesaikan, dikerjakan, dsb): pekerjaan yg -- diselesaikan; rasanya -- baginya untuk memberitahukan hal itu kepadamu; (2) susah dicari; jarang terdapat: obat semacam itu -- didapat; (3) dirahasiakan (sukar diketahui dsb); tersembunyi: tempat -- pun ia tahu; ia dapat mengetahui hal yg --; (4) gelap (rahasia, tidak terang-terangan): apa yg mereka lakukan itu merupakan perbuatan yg --; (5) dl keadaan yg sukar (genting, gawat, dsb): penghidupan yg -- itu kita hadapi dng sabar dan tawakal; keadaan ekonomi yg semakin --
sumarah su.ma.rah [Jw a] menyerah kpd keadaan; pasrah: dng -- diterimanya musibah itu dng segala tawakal dan ketabahan hati
sumpek sum.pek [a] (1) sesak; sempit: kampung itu semakin -- krn kebanyakan penduduk; (2) pengap: kamarnya kecil dan --; (3) merasa tidak enak (melihat dsb) sesuatu: saya -- kalau melihat pakaian kotor bergelantungan; (4) resah, risau (tt hati dsb): yg penting saya ingin bercerita supaya hati saya tidak --
sungguh-sungguh sung.guh-sung.guh [adv] tidak main-main; dng segenap hati; dng tekun; benar-benar: pekerjaan itu dilaksanakan dng -
sungkan sung.kan [a] (1) malas (mengerjakan sesuatu); enggan: ia -- bekerja di kebun; (2) merasa tidak enak hati: ia -- menegur orang itu; (3) menaruh hormat; segan: ada perasaan -- dl hatiku thd guru itu
sungkawa sung.ka.wa [Jw a] sedih hati; duka cita
sungsang sung.sang [a] (1) terbalik (yg di atas menjadi di bawah, yg di depan menjadi di belakang, kepala di bawah kaki di atas, dsb): dl pertunjukan akrobat itu anak-anak senang melihat orang berjalan --; orang tua itu bertapa --; (2) kaki di bawah, kepala di atas (tt kedudukan bayi yg hendak lahir: tidak sedikit anak yg lahir -- lihat kembang
sunti sun.ti [n] umbi-umbian yg dapat dibuat obat atau rempah-rempah, dsb
sunting sun.ting [n] hiasan (bunga dsb) yg dicocokkan di rambut atau di belakang telinga [v] me.nyun.ting v (1) menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dng memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat); mengedit: pekerjaan -- naskah yg betul-betul menjadi naskah yg siap untuk dicetak memerlukan keterampilan khusus; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dng cara memotong-motong dan memasang kembali
supaya su.pa.ya [p] kata penghubung untuk menandai tujuan atau harapan; mudah-mudahan sampai pd maksudnya; hendaknya; agar: dijemur -- kering; ia minum obat -- lekas sembuh
surut darah menenangkan hati
susah su.sah [a] (1) rasa tidak senang (krn sukar, sulit, berat, dsb): -- benar memenuhi permintaannya; (2) merasa tidak aman (dl hati); selalu gelisah dan khawatir; sedih: bukan main -- hatinya menerima kenyataan pahit itu; (3) sukar: masalah itu -- sekali mengatasinya; (4) tidak mudah (mendapat, mencari, dsb): -- mendapat pembantu serajin dia; (5) kekurangan; miskin: hidupnya kini serba --
susu su.su [n] (1) organ tubuh yg terletak di bagian dada; (2) organ tubuh yg terletak di dada wanita yg dapat menghasilkan makanan untuk bayi, berupa cairan; buah dada; payu dara; tetek; (3) organ tubuh yg terletak di bagian perut atau dada (binatang) yg menghasilkan makanan untuk bayi, berupa cairan; (4) air yg keluar dr buah dada, susu binatang; (5) bahan minuman, berupa cairan atau bubuk [n] -- perada tumbuhan terna yg tingginya mencapai 65 cm, bunga tumbuh di ujung batang, rimpangnya membesar menjadi umbi, daunnya digunakan sbg obat; Globba atrosanguinea
syahadat sya.ha.dat [n] (1) persaksian; (2) Isl persaksian dan pengakuan (ikrar) yg benar, diikrarkan dng lisan dan dibenarkan dng hati bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah
syahdu syah.du [a] khidmat; mulia; agung: suasana -- pd malam lailatulkadar menambah khusyuk hatiku
syikak syi.kak [n] perselisihan atau perpecahan antara suami istri yg pd dasarnya suami dilarang memukul atau menyakiti istri, kecuali kalau nasihatnya tidak diperhatikan
syok [a cak] (1) sangat menarik hati; indah sekali; (2) sangat tertarik hatinya; sangat suka (akan); (3) berlagak (kaya, tahu, dsb); berpura-pura
syur [ark a] (1) sangat menarik hati: jalannya dibuat-buat supaya -- bagi yg memandangnya; (2) sangat tertarik hatinya; sangat suka (akan) [n] saran; nasihat; anjuran: jangan sia-siakan -- orang tuamu
taala ta.a.la [a Isl] Mahatinggi (Mahamulia) (biasa disebutkan sesudah menyebut nama Allah): Allah -- , Allah Mahatinggi
tabah ta.bah [Lihat {tebah}] [a] tetap dan kuat hati (dl menghadapi bahaya dsb); berani: kita harus -- dl menghadapi berbagai cobaan (ujian, kesulitan)
tabal ta.bal [kl n] tabuh (beduk) yg dipalu ketika meresmikan penobatan raja
tabar-tabar ta.bar-ta.bar [n] (1) tumbuhan yg daunnya dibuat obat; setawar; Costus speciosus; (2) daun tabar-tabar
tabib ta.bib [n] (1) orang yg pekerjaannya mengobati orang sakit secara tradisional, spt dukun; (2) dokter
tablet tab.let [n] (1) obat dl bentuk butiran atau pipih; gentel (obat padat); pil; (2) lempeng tanah liat; (3) bidang papan kayu
tadaruk ta.da.ruk [Ar n] kesederhanaan; kerendahan hati
tahu di angin berkisar [pb] tahu akan perubahan hati seseorang tahu akan perubahan hati (maksud, keinginan) seseorang
taib ta.ib [Ar n] orang yg bertobat
tajam mulut kata-katanya menyakiti hati
taji ta.ji [n] (1) bagian yg keras dan runcing pd kaki ayam jantan; susuk; (2) susuk dr tembaga, besi, dsb dipasang pd kaki ayam sabungan: -- bentuk, -- bengkok, -- golok, dsb [n] (1) pohon yg kayunya baik untuk kerangka rumah, daunnya direbus untuk obat penyakit encok; Podocarpus nerifolia; (2) kayu taji; (3) daun taji
tajur ta.jur [a] tampak memanjang (menganjur) [n] (1) tumbuhan, daunnya dapat dijadikan obat sakit perut; Clorodendron buchanani; (2) daun tajur
tak acuh (acuh tak acuh) tidak peduli; tidak mau tahu; masa bodoh; tidak menaruh perhatian
takhayul ta.kha.yul [n] (1) (sesuatu yg) hanya ada dl khayal belaka: banyak orang kampung yg masih percaya kpd --; (2) kepercayaan kpd sesuatu yg dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti: beliau membersihkan hati umat dr segala --
takziah tak.zi.ah [n] (1) kunjungan (ucapan) untuk menyatakan turut berduka cita atau belasungkawa; (2) hal menghibur hati orang yg mendapat musibah; penghiburan
talam dua muka [pb] bermuka dua; mendua hati
tali jiwa pangkal hidup; jantung hati; yg disayangi (dikasihi)
tali nyawa yg dikasihi (disayangi); jantung hati; tali jiwa
tali putus keluan putus [pb] anak muda (gadis) yg telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yg menjaganya (orang tuanya) meninggal
talk [n] (1) bedak halus yg mengandung zat tertentu untuk menjaga kesehatan kulit; talek; (2) Far serbuk kristal yg halus, berwarna putih atau agak keabu-abuan, bahan pelicin pd pembuatan tablet dan sebagai bahan bermacam-macam serbuk obat
tambak bukit tam.bak bu.kit [n] (1) tumbuhan rumput yg akarnya untuk obat batuk atau obat menceret; sembung hutan; Vernonia cinerea; (2) akar tambak bukit
tambar tam.bar [n] obat; penawar
tambul tam.bul [n] (1) kue yg dihidangkan sbg teman minuman; (2) minuman untuk dihidangkan (untuk menyegarkan badan) [v] ber.tam.bul v bermain komidi (akrobat, sulap, dsb)
tamparan tam.par.an [n] (1) pukulan dng telapak tangan; (2) ki sesuatu (kejadian, peristiwa) yg tidak mengenakkan hati; pukulan; hantaman: peristiwa skandal itu merupakan ~ berat bagi keluarganya
tampon tam.pon [n] sumbat dr kain kasa, dng atau tanpa obat untuk menghentikan perdarahan
tanaman inang ta.nam.an inang tanaman tambahan yg ditanam di sela-sela tanaman utama, berfungsi untuk mengalihkan perhatian hama dr tanaman utama
tanang ta.nang [v] me.na.nang v(1) menatang; menating; (2) mengangkat secara hati-hati dng kedua belah tangan yg ditinggikan
tanazul ta.na.zul [n Tas] pengenalan Allah Swt. melalui hati yg langsung terbuka untuk mengenalnya: manusia bisa mengenal Allah melalui berbagai jalan, antara lain, dng --
tanbihat tan.bi.hat [n] catatan yg memerlukan perhatian; peringatan: hal-hal tsb dimaklumatkan sbg --
tangan dingin sifat selalu membawa hasil (terutama dl usaha pertanian, pengobatan, dsb)
tangan terbuka suka menolong; murah hati; (2) (diterima) dng suka hati
tangar ta.ngar [a] hati-hati
tanggap tang.gap [a] (1) segera mengetahui (keadaan) dan memperhatikan sungguh-sungguh: pemerintah daerah harus -- thd aspirasi masyarakat setempat; (2) cepat dapat mengetahui dan menyadari gejala yg timbul [] me.nang.gap v (1) bertanya untuk meminta penjelasan (keterangan); (2) memanggil ke suatu tempat (ke rumah sendiri dsb) dan menyuruhnya untuk menggelarkan suatu pertunjukan (tontonan) serta membayar semua biaya yg diperlukan: setiap tanggal 1 Asyura, ia selalu ~ wayang kulit di rumahnya
tangisan ta.ngis.an [n] (1) tangis; perihal (perbuatan) menangis: hatinya tersayat mendengar ~ anaknya; (2) sesuatu yg ditangisi: apakah gerangan makna ~ anak itu?
tapak kuda ta.pak ku.da [n] tumbuhan yg rebusannya dapat dibuat obat, yakni sbg pencuci kaki penderita beri-beri; Ipomoea pescaprae
tapak liman ta.pak li.man [n] (1) tumbuhan yg disebut juga tutup bumi, berdaun hijau tua berlekuk-lekuk, tepinya bergerigi, daun dan akarnya dapat digunakan sbg obat; Elephantopus scaber; (2) daun tapak liman; (3) akar tapak liman
tapal ta.pal [n] obat dl bentuk cairan kental atau bubur (biasanya dilumaskan pd kulit perut); pasta [n] -- kuda ladam; kasut besi [n] pancang (patok) terbuat dr kayu, semen, dsb sbg tanda batas
taraksasin ta.rak.sa.sin [n] zat pahit dr akar dan rimpang rumput berbunga kuning, digunakan sbg tonikum dan obat pencahar; Tara- xacum officinale
tari kejang tari yg merupakan perpaduan antara olahraga dan pantomim yg disertai gerakan akrobatis
tasak ta.sak [n] obat untuk menghentikan darah yg keluar dr tubuh manusia atau hewan (penawar jampi, daun capa, dsb)
tasbih tas.bih [n Isl] pembacaan puji-pujian kpd Allah dng mengucap subhanallah 'Mahasuci Allah' atau subhana rabbiyal ?zim (a'la) 'segala kemuliaan bagi Tuhanku Yang Mahabesar (Mahatinggi)' [n] untaian butir manik-manik yg dipakai untuk menghitung ucapan tahlil, tasbih, dsb: -- itu, ada yg 33 dan ada yg 100 butir [n] tanaman hias berbunga besar, pelepah daunnya spt pohon pisang, bunganya beraneka ragam, berwarna merah tua, kuning, berbintik-bintik merah, merah muda, dsb; Canna orientalis
tata tanam pengaturan atau bercocok tanam atau cara pengelolaan tanah untuk tanaman sehingga tanah dimanfaatkan seefektif mungkin dng memperhatikan berbagai faktor, antara lain, keadaan kesuburan tanah, iklim, dan tersedianya air irigasi
tatang ta.tang [v] me.na.tang v (1) membawa (mengangkat) di atas telapak tangan; menating; (2) ki memperlakukan dng hati-hati sekali: ~ minyak
taubat tau.bat [Lihat {tobat}]
tawaduk ta.wa.duk [a] (1) rendah hati: salat harus dikerjakan pd waktunya dng khusyuk dan --; (2) patuh; taat: sebagai umat Islam yg -- , ia segera salat begitu mendengar azan
tawajuh ta.wa.juh [Ar v] ber.ta.wa.juh v menghadapkan diri dan membulatkan hati kpd Allah: dl sehari semalam umat Islam paling sedikit ~ sebanyak lima kali
tawakal ta.wa.kal [v] pasrah diri kpd kehendak Allah; percaya dng sepenuh hati kpd Allah (dl penderitaan dsb): habis akal baru -- , sesudah berikhtiar, baru berserah kpd Allah
tawan ta.wan [v] me.na.wan v(1) menangkap (menahan) musuh dsb; (2) merampas (merebut, menjarah) harta musuh dsb: perampok itu ~ harta korbannya; (3) menarik hati; memikat: wajahnya yg cantik itu ~ [v] tersedu-sedu [n] akar -- hutan, tumbuhan memanjat, Fissistigma mafiformo
tega te.ga [a] tidak menaruh belas kasihan; tidak merasa sayang (kasihan dsb); tidak peduli akan nasib (penderitaan) orang; sampai hati: ia telah -- meninggalkan anak istrinya; ia tidak -- melihat anaknya menderita sakit
teguh te.guh [a] (1) kukuh kuat (buatannya); erat kuat (tt ikatan): gedung itu sangat -- buatannya; (2) kuat berpegang (pd adat, janji, perkataan): prinsip yg dianut dl ketentuan yg lama masih -- pd adat nenek moyang; (3) tetap tidak berubah (tt hati, iman, pendirian, kesetiaan): siapa yg -- pd keyakinannya dan tidak kurang pula ikhtiarnya niscaya akan berhasil usahanya
teguk te.guk [v] me.ne.guk v meminum (air, obat): ia ~ obat; beliau menantikanku sambil ~ air teh sedikit-sedikit [a] tegar; keras kepala
tegur ajar celaan; kritik; peringatan (sentilan, jeweran): hatinya keras tidak mempan oleh -- ajar; -- sapa ucapan untuk menyapa (mengajak bercakap-cakap): betapa menarik tingkah laku dan -- sapanya
teh hutan tanaman perdu yg tajuknya rapat, padat, dan kuat, biasanya dipakai sbg pagar atau tanaman hias dng membentuknya menjadi pola-pola tertentu, daunnya dapat dimanfaatkan sbg obat penurun panas, penyakit usus, dan gangguan ginjal; Acalyoha siamensis; teh-tehan
teh pahit minuman yg dibuat dr akar-akaran direbus untuk obat kuat; (2) teh tanpa gula
teja te.ja [n] (1) cahaya (awan) yg merah kekuning-kuningan kelihatan di kaki langit sebelah barat (ketika matahari terbenam); (2) pelangi [n] -- badak tumbuhan yg akar dan daunnya dibuat obat, Cinnamomum iners
tekad te.kad [v] kemauan (kehendak) yg pasti; kebulatan hati; iktikad: memasang --; sudah bulat -- nya; membarui -- nya
tekah te.kah [n] kera yg berekor panjang, Nylobates leuciscus
tekak te.kak [n] (1) bagian yg lembut dr langit-langit mulut sebelah belakang (tempat saraf perasa); (2) lubang atau rongga kerongkongan; faring; (3) ki rasa atau perasa pd mulut: tidak sedap -- nya, tidak enak rasanya (tt makanan) [kl a] tegar (hati); tidak mau menurut; keras kepala
teknik kateterisasi [Dok] cara pengobatan dng menggunakan kateter
teknologi medis ilmu kedokteran yg menggunakan peralatan serta prosedur tertentu untuk membantu menemukan penyebab penyakit serta membantu pengobatannya
teknologi pendidikan [Dik] metode bersistem untuk merencanakan, menggunakan, dan menilai seluruh kegiatan pengajaran dan pembelajaran dng memperhatikan, baik sumber teknis maupun manusia dan interaksi antara keduanya, sehingga mendapatkan bentuk pendidikan yg lebih efektif
tekun te.kun [a] rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh: ia belajar; dng --
teler te.ler [a] keadaan tubuh tidak normal, lemas tidak berdaya (tt kesadaran syaraf) krn pengaruh obat, msl alkohol
telinga kuali tangkai untuk mengangkat kuali; (2) ki orang yg tahan hati walaupun dimarahi dan dikata-katai oleh orang lain
telingkah te.ling.kah [v] ber.te.ling.kah v (1) tidak bersatu hati; berselisih; bercekcok: suami istri itu selalu ~; dua orang tokoh yg senantiasa ~; (2) banyak tingkahnya; banyak akal busuk
teliti te.li.ti [a] (1) cermat; saksama: ia mengamat-amatinya dng --; ia kurang -- memeriksanya; (2) hati-hati; ingat-ingat: dia memelihara burung perkutut itu dng amat --
telunjuk lurus telunjuk lurus, kelingking ber.ka.it [pb] lahirnya tampak baik, tetapi di dl hatinya terkandung maksud jahat
telunjuk lurus kelingking berkait [pb] pd lahirnya kelihatan baik, tetapi dl hati tampak busuk
telur kodok biji kecil-kecil berwarna cokelat, digunakan sbg obat pendingin yg ditaruh di atas kepala si penderita
telur sesangkak [pb] bersatu hati dl segala hal
temas te.mas [v] , te.mas-te.mas v (1) mengobati orang sakit yg diganggu oleh orang halus (setan); (2) menenung atau meramal orang dng memakai kunyit
tembakau hutan tumbuhan yg daun dan akarnya dibuat obat; Solanum verbascifolium
tempat tem.pat [n] (1) sesuatu yg dipakai untuk menaruh (menyimpan, meletakkan, dsb); wadah; bekas: -- obat; -- tinta; (2) ruang (bidang, rumah, dsb) yg tersedia untuk melakukan sesuatu: -- belajar; -- duduk; (3) ruang (bidang dsb) yg dipakai untuk menaruh (menyimpan, mengumpulkan, dsb): -- pembuangan sampah
tempatan tem.pat.an [n] ~ hati tempat hati
tempawak tem.pa.wak [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 30 m, diameter batang 70 cm, berbatang tegak, cabang berada agak jauh dr tanah, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan, daunnya berasa masam, digunakan sbg obat sakit gusi, buahnya yg matang digunakan sbg penyedap masakan; Elaeocarpus floribundua; (2) buah tempawak
tempuyung tem.pu.yung [n] tumbuhan, dibuat obat, Nasturtium indicum
temu te.mu [v] sua; jumpa: upacara -- kedua mempelai telah berlangsung dng selamat [n] tumbuh-tumbuhan yg umbinya untuk ramuan obat dsb, sebangsa Curcuma, spt -- giring, Curcuma heyneana
tenang te.nang [a] (1) kelihatan diam tidak bergerak-gerak atau tidak berombak (tt air, laut): sungai ini -- airnya; seketika itu laut pun --; (2) diam tidak berubah-ubah (diam tidak bergerak-gerak); (3) tidak gelisah: tidak rusuh; tidak kacau; tidak ribut; aman dan tenteram (tt perasaan hati, keadaan): sekalian melihatnya dng --
tengah te.ngah [n] (1) tempat (arah, titik) di antara dua tepi (batas): letakkan tempat bunga itu di -- meja; (2) daerah yg bukan pinggiran; pusat: rumahnya terletak di -- kota; (3) tempat atau wilayah yg jauh dr tepi: perahu itu meluncur ke -- laut; (4) sela-sela; antara (orang banyak, kumpulan, dsb): ia menyelinap di -- penonton; (5) paruh; perdua: -- pertama tahun ini hujan terus turun [adv] sedang: seorang anak yg -- berdiri di tepi jalan, tiba-tiba terjatuh krn terserempet mobil; (2) p ketika; sementara: -- ia termenung, tiba-tiba tersentak hatinya krn teringat kakeknya yg telah meninggal dunia
tengkawang teng.ka.wang [n] (1) pohon yg bijinya mengandung lemak nabati bernilai gizi sbg minyak goreng, digunakan dl industri makanan, sabun, obat-obatan, dan kosmetik; Dipterocarpaceae; (2) biji tengkawang
tentangan ten.tang.an [p cak] dr hal: ~ menghilangnya pemuda itu dr kampung tidak seorang pun yg mengetahuinya; (2) n imbangan; padanan: kalau aku kalah, rumahkulah ~ nya; (3) n sesuatu yg menjadi bandingan (tanggungan): untuk uang pinjaman ini rumah yg menjadi ~ nya; (4) n perlawanan; penolakan; sanggahan: teorinya mendapat ~ hebat dr para ahli lain; (5) n seberang; hadapan: hampir tiba saatnya bagi saya di ~ Tuhan krn penyakit yg kuderita tidak mungkin terobati lagi
tentu ten.tu [a] pasti; tidak berubah lagi: -- ia dapat menepati janjinya; (2) a terang; positif; tegas: kabar kematian suaminya masih belum --; (3) adv niscaya; mesti; tidak boleh tidak: minumlah obat ini, -- penyakitmu cepat sembuh
tepatan pandang te.pat.an pandang orang (sesuatu) yg diperhatikan
terajam te.ra.jam [v] menanggung siksaan badan; tersiksa; sudah dirajam; sudah menanggung hukuman badan [n] pohon yg akarnya digunakan sbg ramuan obat; akar terajam
terala te.ra.la [kl a] luhur; sangat mulia; mahatinggi: kenaikan Sultan Raja yg --
teralang-alang bagaikan sampah dl mata [pb] hinaan dsb yg selalu teringat dan terasa di dl hati
terang pikiran terang hati
terapi te.ra.pi [n Dok] usaha untuk memulihkan kesehatan orang yg sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit: mula-mula tim dokter mempelajari gejala-gejala penyakitnya kemudian menentukan -- nya yg tepat
terapi bahasa [Dok] pengobatan dan perawatan untuk mengurangi atau menghilangkan kelainan wicara dan bahasa
terapi kimiawi pengobatan kimiawi
teratap te.ra.tap, me.ne.ra.tap [Jw a] terperanjat; serasa takut-takut dl hati; serasa berdebar-debar: banyak warga yg ~ melihat harga makanan pokok yg naik berlipat
terbang ter.bang [v] (1) bergerak atau melayang di udara dng tenaga sayap (tt burung dsb) atau dng tenaga mesin (tt pesawat terbang dsb): burung itu sanggup -- jauh sampai ke pantai; dng lincahnya pesawat kecil itu -- berakrobat di udara; (2) berhamburan atau melayang-layang di udara (tt debu, daun-daunan, dsb): seng dan atap rumah -- ditiup angin puyuh; pekerja itu mengenakan topeng muka untuk menghindarkan mata dr pasir yg --; (3) Fis mudah menjadi uap (gas); mudah menguap: minyak --; zat --; (4) ki hilang lenyap (dicuri orang): sepuluh peti berisi suku cadang mobil -- dr gudang pelabuhan; (5) ki berlari cepat; (6) melarikan diri; kabur: mobil yg menabrak anak itu -- dan menghilang; (7) ki naik pesawat terbang; bepergian dng pesawat terbang: pagi ini rombongan perutusan -- ke Bali [n] rebana
terbuai ter.bu.ai [v] (1) terayun; (2) ki menjadi lupa akan hal lain (krn sesuatu); terlena (krn sesuatu): kami berharap mudah-mudahan ia tidak -- oleh asmara yg sedang membara di hatinya
terbuang ter.bu.ang [v] (1) sudah dibuang; (2) sia-sia; tidak berguna; tidak diperhatikan orang
tercanang ter.ca.nang [v] terpatri: sudah ~ dl hati mereka satu keinginan, yaitu membinasakan musuhnya satu demi satu
tercantol ter.can.tol v (1) terkait; tersangkut; (2) ki terpaut hati (pd seseorang yg dicintai): ia sudah ~ kpd anak gadis tetangganya; (3) cak tinggal kelas; tidak naik kelas: selama sekolah ia belum pernah ~ , selalu naik kelas
tercantum ter.can.tum [v] (1) tertera, termuat (dl acara, karangan, dsb); (2) dicantumkan; (3) terkandung dl hati (cita-cita dsb)
tercekam ter.ce.kam [v ki] merasa tertekan dan ngeri (oleh hal-hal yg menakutkan, mencemaskan, dsb): ~ hatinya mendengarkan rentetan tembakan itu
terdaging ter.da.ging [v] (1) sampai ke daging (tt mengiris dsb); (2) ki sangat melukai hati
terfokus ter.fo.kus [v] terpusat: dl belajar bahasa asing, perhatian murid harus ~
terganggu ter.gang.gu [v] (1) terhalang; mendapat rintangan: perjalanan sedikit ~ krn adanya peristiwa kecelakaan di jalan; (2) tergoda: hatinya ~ oleh rayuan asmara; (3) kurang sehat; tidak normal (tt kesehatan, pikiran, jiwa): pikirannya ~; (4) tidak lancar; terhenti (untuk sementara): sekolahnya ~ krn ketiadaan biaya
tergedor ter.ge.dor [v] (1) terketuk (terpukul) pintu keras-keras; (2) tergugah (tt hati, tekad) untuk meningkatkan kemampuan (kemajuan, kehebatan, dsb): malah, saya sendiri yg ~ , tertantang, dan tersaingi oleh kemampuannya itu
tergelitik ter.ge.li.tik [v] (1) tergilik-gilik (terasa geli); (2) tergugah; terberanikan: dng adanya ancaman itu, ~ lah hatinya untuk memberanikan diri melawan tindakan itu
tergerak ter.ge.rak [v] (1) telah bergerak (digerakkan); tiba-tiba bergerak; (2) terbangkit (hati, keinginan, dsb): ~ hatinya untuk membantu ibunya yg dl kesusahan itu
tergila-gila ter.gi.la-gi.la [a] sangat menyukai yg berlebihan; keranjingan: beberapa hari ini ia ~ bermain catur sehingga ia melupakan kewajibannya; (2) v menjadi-jadi: entah apa sebabnya anak itu menangis ~; (3) v jatuh hati; jatuh cinta: baru melihat wajahnya yg mungil saja dia sudah ~
tergiur ter.gi.ur [v] terbangkit berahinya; tertarik hatinya
tergugah ter.gu.gah [v] terbangkitkan; terbangunkan: melihat kesengsaraan rakyat di daerah itu, banyak dermawan yg ~ hatinya untuk menolong
terguncang ter.gun.cang [v] tergoyang cepat-cepat; (2) a terganggu keseimbangan (hati); khawatir: dia ~ setelah mendengar berita kematian orang tuanya
terharu ter.ha.ru [v] merasa rawan hati (iba, kasihan, dsb) krn melihat atau mendengar sesuatu: kami benar-benar ~ mendengar nyanyian anak-anak itu
terhibur ter.hi.bur [v] terlipur (hatinya)
terjaring ter.ja.ring [v] (1) kena jaring; (2) tertangkap secara tiba-tiba: lima pemuda pengedar obat terlarang ~ petugas ketika operasi kamtibmas dilancarkan
terkalang ter.ka.lang [v] tergalang; terganjal: "Apa yg terasa di hati Ibu dan apa yg ~ di mata Ibu, ceritakanlah"
terkalang di mata ter.ka.lang di mata, terasa di hati [pb] ada sesuatu yg akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)
terkandung ter.kan.dung [v] termuat; tercantum (di dalamnya): mencurahkan apa-apa yg ~ di dalam hatinya
terkapar ter.ka.par [v ki] terbaring tidak diperhatikan atau tidak beraturan; terhantar: korban yg ditabrak truk itu ~ di tengah jalan
terkatakan ter.ka.ta.kan [v] dapat dikatakan; terceritakan; terlukiskan: tidak ~ duka hatinya setelah menerima berita duka itu
terkenal ter.ke.nal [v] dikenal atau diketahui umum; termasyhur; tersohor: kemanjuran obat ini telah ~ di seluruh dunia
terketuk ter.ke.tuk [v ki] tergugah; tergerak (tt niat atau keinginan): ~ hatiku untuk membantunya setelah ia memaparkan penderitaan yg dialaminya
terkocak ter.ko.cak [v] terguncang; tergerak; terkacau: ~ hati terguncang hatinya (pikirannya); gelisah
terlalai ter.la.lai [v] kurang ingat akan (kewajiban dsb); terlupa; (2) a tidak sadar lagi (spt tertidur); (3) v terhibur (hati, sedih); (4) v terlambat; (5) a tidak terpelihara baik-baik (dibiarkan saja)
terlangkaui ter.lang.kaui [v] terlewat; tidak turut diperhatikan (dibaca dsb): tidak ada satu huruf pun yg ~ , semua dibaca dng teliti
terlekat ter.le.kat [v] telah melekat atau dilekatkan: hatinya ~ pd anak kecil asuhannya itu
terlembut ter.lem.but [a] (1) paling lembut (baik hati); paling halus budi bahasanya: dialah yg ~ di antara teman-teman sekelasnya; (2) paling halus (kecil)
terlintas ter.lin.tas [v] (1) sudah dilalui (dilampaui, diatasi); (2) terbayang, teringat, dsb dl angan-angan, pikiran, dsb: tiba-tiba ~ dl hatinya peristiwa tiga tahun yg lalu
terluka ter.lu.ka [v] (1) menderita luka; telah dilukai; tidak sengaja dilukai: kakinya ~ kena pecahan kaca; (2) ki berasa sakit krn diejek, diremehkan, dsb (tt hati atau perasaan): hatinya ~ krn diremehkan temannya sendiri
terlukis ter.lu.kis [v] (1) sudah dilukis (digambar); tergambar: semua tanaman hias di rumahnya sudah ~ di dl buku gambarnya; (2) ki terkesan: suka duka yg kualami ~ di hatiku
terlukiskan ter.lu.kis.kan [v ki] terceritakan: sakit hatinya demikian mendalam sehingga tidak ~ dng kata-kata, melainkan hanya dapat dirasakan
termakan di sadah [pb] sangat kesal hati (krn tertipu dsb)
termeterai ter.me.te.rai [v] (1) kena cap; kena meterai; (2) ki menjadikan lekat sama sekali: -- dl hati, tersurat (terasa dsb) dl hati
terpaku ter.pa.ku [v] (1) sudah dipaku: peti-peti barang yg akan dikirimkan semuanya ~; (2) ki diam berdiri di tempat, tidak sempat bereaksi: penjaga gawang itu ~ ketika tendangan bola lawan mendadak membobolkan gawangnya; (3) ki berdiri (duduk) tidak bergerak-gerak: ia duduk ~ sambil memikirkan nasibnya; (4) ki melekat; tertanam: pesan ibunya sudah ~ di sanubarinya; (5) ki terhenti; terbenam; tertuju: perhatiannya ~ pd masalah yg satu itu saja
terpancar ter.pan.car [v] (1) tersembur ke luar: darahnya ~; (2) memancar dng tiba-tiba: ~ cahaya lampu senter dr kegelapan malam; (3) terlahir: rasa haru ~ dr lubuk hatinya
terpancing ter.pan.cing [v] (1) tertangkap dng pancing; kena pancing; terkail: banyak ikan besar ~; (2) ki tertarik hatinya oleh bujukan dsb; terpikat; terjebak: banyak orang ~ oleh propaganda yg muluk-muluk
terpandang ter.pan.dang [v] (1) terlihat; kelihatan: bakteri itu tidak ~ oleh mata; (2) teringat kpd; hanya memperhatikan: ~ kpd gaji dan pangkat; (3) disegani; dihormati: ia masuk orang ~ di kampungnya; (4) tiba-tiba atau tidak sengaja memandang: di rumah makan itu ~ lah ia kpd seseorang yg pernah dikenalnya
terpaut ter.pa.ut [v] (1) tersangkut dan terikat: bagian ujung tambang itu ~ pd tonggak di tepi dermaga; (2) tertambat (tt cinta kasih); terpikat: hatinya ~ pd kelembutan hati gadis itu; (3) terpaku: pandangannya ~ pd gadis semampai berambut panjang itu
terpendam ter.pen.dam [v] (1) tertanam (dl tanah dsb): mencari harta ~; (2) tersimpan dl hati: perasaan cinta itu sudah lama ~ dl hatinya; (3) tersembunyi (tidak diketahui atau digunakan): tidak sedikit tenaga-tenaga ~ yg sewaktu-waktu dapat digunakan untuk pembangunan
terperikan ter.pe.ri.kan [v] (1) terkatakan; terucapkan: sedih hatinya tidak ~; sengsaraku tiada ~; (2) dapat diperikan: masih ada bagian yg tidak ~ dl analisis morfologinya
terpesona ter.pe.so.na [v] (1) kena pesona (guna-guna); (2) terkena daya tarik; sangat terpikat (tergiur) hatinya; terkagum-kagum: saya ~ oleh pemandangan seindah itu
terpikat ter.pi.kat [v] (1) tertarik (hatinya): hatiku ~ oleh suasana yg menyenangkan di rumah itu; (2) kena pikat; (3) jatuh cinta kpd: hatinya ~ kpd gadis cantik itu
terpukau ter.pu.kau [v] (1) mabuk krn kena pukau; (2) terpesona; tertarik (hati): hadirin ~ oleh penampilan artis yg anggun itu; (3) ki tertipu: dng gerak tipu dia memasukkan bola, dan kiper pun seolah-olah ~
terpulut ter.pu.lut [v] (1) kena pulut; terlekat; (2) terpikat hatinya; terbujuk
terpupus ter.pu.pus [v] sudah hilang (hapus dsb): namanya telah ~ dr hatiku
tersangkut ter.sang.kut [v] (1) terkait; terkena; terjerat: tali layang-layangnya -- pd pohon asam; (2) terlibat (dl suatu perkara): ia -- kasus penipuan; (3) tersangsang: balon itu -- di pohon kayu; (4) terpikat (tt cinta, kasih, dsb): hatinya -- pd gadis cantik itu
tersemai ter.se.mai [v] (1) sudah disemaikan; (2) ki telah tersirat di dl hati: sudah sejak kecil cita-cita itu -- di dl hatinya
tersemat ter.se.mat [v] (1) sudah disemat(kan); sudah dicocokkan (pd); telah tercantum: di leher bajunya -- tanda pangkat yg baru; (2) ki terlekat; terpateri dl (hati, ingatan): tidak ada seorang pun yg mengetahui apa yg -- dl hatinya; (3) sudah ditambatkan; terlampir
tersengat ter.se.ngat [v] (1) telah disengat; dapat disengat: krn kurang hati-hati, ayah -- lebah ketika mengambil madu; (2) ki terkena rasa tidak enak; tertusuk (tt perasaan): -- hatiku krn ucapannya
tersentuh ter.sen.tuh [v] (1) terkena (tersinggung) sedikit; terjamah; (2) terantuk (pd); terlanggar sedikit: kakinya -- pd batu, terantuk (tersandung); (3) ki terkena rasa haru, sedih, dsb: hatinya mudah sekali -, tertarik atau terpikat dan bersimpati
tersimpan ter.sim.pan [v] (1) sudah ditaruh di tempat yg aman: bajunya -- rapi di lemari; (2) dirahasiakan; disembunyikan baik-baik: -- dl hati; (3) terkandung di dalamnya; tercantum
tersinggung ter.sing.gung [v] (1) tersentuh; terjamah; tersenggol: vasnya jatuh krn -- tanganku; (2) dibicarakan (sedikit): dl rapat itu, soal yg kecil-kecil tidak -- lagi; (3) ki merasa disakiti (dilukai dsb) hatinya; merasa difitnah dsb: wajahnya berubah mendengar kata-kata itu, kelihatannya dia agak -
tersirat ter.si.rat [v] (1) tersimpul (tt tali-tali jala); (2) ki terkandung; tersembunyi (di dalamnya): entah apa yg -- di dl hati sanubarinya; kita dapat memahami apa yg -- dl penjelasan Presiden;
tertambat ter.tam.bat [v] (1) terikat (pd): kuda itu ~ pd pokok kayu; (2) ki terpikat; tertawan (hati): hatinya sudah ~ pd gadis itu
tertarik ter.ta.rik [v] (1) kena tarik; ditarik (dihela dsb) bersama dng yg lain: tangannya yg patah itu ~ juga; (2) ki merasa senang (suka, ingin, dsb) kpd; terpikat (hatinya oleh ...; menaruh minat (perhatian) kpd: orang itu ~ pd kesenian Jawa
tertawan ter.ta.wan [v] (1) tertangkap: dr pihak musuh banyak yg ~; (2) terampas (dapat dirampas); (3) ki terpikat: hatinya ~ oleh kecantikan gadis itu
tertegun-tegun ter.te.gun-te.gun [v] terhenti-henti; tertahan-tahan; sebentar-sebentar berhenti: begitu memasuki halaman rumah bekas istrinya, hatinya berdebar-debar dan langkahnya ~; suaranya ~
tertumbuk ter.tum.buk [v] (1) terlanggar; tertubruk; terbentur: pot bunga yg bagus itu pecah ~ sepeda motor yg lewat di depan rumahnya; (2) sudah ditumbuk; sudah dilumatkan, dsb: setelah ~ semua gabah yg di dl gudang itu, barulah lega hatiku; (3) tergocoh; terpukul; tertinju: muka orang yg melerai perkelahian itu ~ beberapa kali; (4) terjumpa (pd, dng); tersuntuk; sampai (pd); jatuh di; timbul (tembus; tersembul) di: ~ akal; ~ pandangan
tertumpah ter.tum.pah [v] (1) sudah tumpah (ditumpahkan): tinta ~ di meja; (2) tercurahkan: hati ibu sudah ~ kepadanya; (3) dng tidak disengaja tumpah: krn kakinya terantuk batu, minyak yg dibawanya itu ~ di tanah
tertusuk ter.tu.suk [v] dapat ditusuk; tidak sengaja ditusuk; tercocok; tertikam: ~ hatinya, ki merasa sakit hatinya
terusi te.ru.si [n] benda yg kebiru-biruan warnanya, berasal dr tembaga untuk obat puru; CuSO45H2O
terusik ter.u.sik [v] terganggu; tergoda: hati gadis itu ~ oleh rayuannya
tetes te.tes [n] benda cair (air dsb) yg jatuh menitik krn berat; titik: beberapa -- air matanya menitik dr kedua kelopak matanya; takaran obat itu sekali minum lima -- [n] cairan sisa penghabluran gula; ceng: -- dapat dibuat alkohol
tiap ti.ap [a] (1) satu ...: -- anak menerima lima ribu rupiah; -- rumah dihuni oleh satu keluarga inti dng dua orang anak asuh; (2) saban: -- menit; -- tahun [n] (1) sekali makan atau minum (tt obat); dosis; (2) uang kunci (untuk menyewa rumah)
tib [n] (1) ilmu mengenai obat-obatan atau kesehatan; ilmu tib; ilmu kedokteran; (2) kitab mengenai jampi-jampi atau mantra; kitab tib
tidak pun meskipun tidak: -- pun ia berobat, meskipun ia tidak berobat
tidur ti.dur [v] (1) dl keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dng memejamkan mata): siang untuk bekerja, malam untuk istirahat dan --; obat -- (penidur), obat bius (obat yg menyebabkan dapat tidur nyenyak); (2) (masuk --; pergi -- ) hendak (mulai) mengistirahatkan badan dan kesadarannya: biar aku saja yg menyudahkan pekerjaan ini, engkau boleh pergi --; tempat -- , tempat untuk tidur; ranjang; (3) berbaring; terbaring (tidak berdiri): bubu --
tidur tak lelap [pb] sangat gelisah (krn bersusah hati, banyak pikiran, dsb)
tikim ti.kim [n] tanaman merambat, daunnya dapat dimakan dan dibuat obat radang kulit; Hydrocotyle sibthorpioides
timbang rasa sama-sama menaruh perasaan hati (perasaan kasih sayang, suka menolong, simpati, dsb): bantuan itu menandakan -- rasa kpd orang-orang yg tertimpa musibah
timbang-menimbang tim.bang-me.nim.bang [v] (1) menimbang-nimbang (memikirkan baik-baik tt baik buruknya, untung ruginya, dsb) dl menentukan sesuatu: ia langsung memutuskan perkara itu tanpa ~ lebih dahulu; (2) dng mengingat perasaan hati orang; menimbang rasa: jangan asal berbicara tanpa memikir dan ~
timbul tim.bul [v] (1) naik dan keluar ke atas (dr dl air, tanah, dsb): setelah lama menyelam lalu -- lagi; (2) menyembul sedikit dr permukaan yg rata: ia memesan kartu undangan dng huruf --; (3 a) terbit (bulan, matahari, dsb): sebelum matahari --; ia sudah berangkat ke tempat pekerjaannya; bulan --; (b) terbit (tt penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dsb): di mana-mana -- bencana kelaparan; dl hatinya -- perasaan takut; lalu -- hausnya dan berhentilah sebentar minum es avokad; melihat kuda yg bagus itu -- lah keinginannya untuk membeli; (4) ki tampak; muncul; keluar (dr semak-semak, hutan, dsb): pujangga muda yg baru --; tunas itu mulai -- [n] pe.nim.bul n mantra atau jampi-jampi untuk mengebalkan orang [n] (1) pohon keluih, buahnya dapat disayur; Artocarpus communis; (2) buah keluih
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
tintir tin.tir [n] lampu minyak tanah; pelita [n cak] obat merah; merkurokrom
tirani ti.ra.ni [n] (1) kekuasaan yg digunakan sewenang-wenang; (2) negara yg diperintah oleh seorang raja atau penguasa yg bertindak sekehendak hatinya: di bawah pemerintahan yg bersifat -- , kedaulatan rakyat akan hilang
titik mata titik yg menjadi pusat segenap penglihatan (pd gambar pemandangan); (2) sesuatu yg menarik perhatian orang banyak; pusat perhatian (minat)
tokcer tok.cer [a cak] (1) baik; bagus (tt mesin, mobil, dsb): mobilnya selalu dipelihara, mesinnya --; (2) manjur; mujarab: kini sudah ditemukan obat yg -- untuk penyakit malaria; (3) ki subur (mudah hamil)
tonggak tong.gak [n] (1) balok (kayu, batu, dsb) yg dipasang tegak; (2) tiang (rumah, jembatan, dsb); (3) pal (ukuran jauh 1.500 m); (4) tunggul (pangkal batang kayu yg masih tegak); sisa batang kayu yg sudah dipotong (yg ada di dl air dsb); (5) pokok; asal; (6) ki orang yg sangat pendiam [v] me.nong.gak v menuangkan (air dsb) ke mulut dr cerek, kendi, botol, dsb; menuangkan (obat, tepung, dsb) ke mulut
tonikum to.ni.kum [n Dok] obat berupa minuman berwarna dan berasa anggur, dipakai untuk memulihkan atau menambah tenaga (kekuatan) bagi orang yg kondisi badannya lemah, kurang darah, dsb
tontonan ton.ton.an [n] pertunjukan (gambar hidup, wayang orang, dsb); yg ditonton: akrobat itu merupakan ~ yg menyenangkan
topik to.pik [n] (1) pokok pembicaraan dl diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi: masalah yg akan menjadi -- sidang DPA ke-4 tahun itu ialah "Pemerataan dl Pembangunan Regional dan Pedesaan"; (2) hal yg menarik perhatian umum pd waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan
trampolin tram.po.lin [n] kerangka ulet dan lentur yg digunakan oleh seorang akrobat untuk meloncat-loncat
transfusi trans.fu.si [n] pemindahan atau pemasukan obat atau darah dsb kpd orang yg memerlukan: untuk menolong penderita yg mengalami pendarahan, cara yg paling baik adalah dng memberikan -- darah
tuan tu.an [n] (1) orang tempat mengabdi, sbg lawan kata hamba, abdi, budak: anjing itu sangat setia kpd -- nya; (2) orang yg memberi pekerjaan; majikan; kepala (perusahaan dsb); pemilik atau yg empunya (toko dsb): hari ini -- saya tidak ada di kantor; (3) orang laki-laki (yg patut dihormati): ada seorang -- datang kemari; sepeda -- , sepeda untuk orang laki-laki; (4) sebutan kpd orang laki-laki bangsa asing atau sebutan kpd orang laki-laki yg patut dihormati: -- haji; -- sayid; (5) sebutan bagi wanita bangsawan (putri raja dsb): -- putri; (6 a) persona orang kedua laki-laki (engkau atau -mu yg takzim): -- hendak ke mana? inilah sepeda --; (b) persona orang kedua perempuan (engkau atau -mu yg takzim): tidak sampai hati Kakanda melepaskan -- berjalan seorang diri
tulus tu.lus [a] sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dr hati yg suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas: orang lain belum tentu berhati -- kpd kita; ia menyumbangkan tenaga dan hartanya dng -- ikhlas
tumpuan tum.pu.an [n] (1) tempat bertumpu; sesuatu untuk menumpukan kaki dsb: bangku kecil itu dipakainya sbg ~; (2) dasar: hasil studi ini merupakan ~ yg baik untuk penyelidikan selanjutnya; (3) pangkalan (untuk menyerang dsb): Inggris mengkhawatirkan kalau-kalau Daendels menjadikan Pulau Jawa sbg ~ untuk menyerang India; (4) bagian bawah tempat kaki (tt tempat tidur); (5) ki sokongan; tunjangan; bantuan: ia masih dapat mempertahankan hidupnya berkat ~ bekas kawan-kawan seperjuangannya dahulu; (6) ki batu loncatan; (7) ki orang dsb yg menjadi pusat perhatian atau tempat bertanya (tempat menaruh cinta dsb); (8) ki yg menjadi sasaran (tujuan dsb)
tundung tun.dung [v] , me.nun.dung v mengusir (keluar dr rumah): sampai hati benar ayahnya ~ nya
tunggal tung.gal [num] satu-satunya: camat adalah penguasa -- di wilayahnya; agen --; anak --; (2) a bukan jamak (bukan majemuk); mufrad: kalimat --; (3) a utuh; bulat-bulat: ia selalu beramal dng -- hati; (4) v yg menjadi satu (tt kata majemuk): -- rasa; (5) n sebelah: berdiri berkaki -- , berdiri dng kaki sebelah
tunggang hilang tak hilang [pb] hal ketetapan hati berani melakukan suatu pekerjaan; tidak menghiraukan bahaya ataupun mati
tuntung tun.tung [n] ujung (yg runcing): -- jarum; -- keris; -- lembing [n] tabung kecil (untuk tempat garam dsb) [a] terlalu tinggi jika dibandingkan dng besar tubuh atau batang; ramping; langsing (msl badan orang kurus, batang tebu yg tumbuh kerdil) , me.nun.tung v mengerat; memotong: ~ tebu [v] , me.nun.tung.kan v (1) membalikkan (tabung, botol, dsb) agar isinya keluar; menjungkirbalikkan supaya isinya tumpah; (2) ki mencurahkan (perasaan hati, kasih sayang, dsb) [n] kura-kura yg hidup di darat, bertelur pd waktu musim kemarau, telurnya lebih besar dp telur itik
tusuk jarum cara mengobati penyakit dng jalan menusukkan jarum pd tempat-tempat tertentu; akupunktur (berasal dr Cina)
tutup bumi tumbuhan obat-obatan, akarnya untuk obat malaria, daunnya dapat untuk menurunkan panas dng menumbuknya lalu melekatkan kening dan perut
ubat ubat, uba.tan [Lihat {hobat(an)}]
ucapan ucap.an [n] (1) kata yg diucapkan (dilisankan, disebutkan); ujaran: ~ nya menyentuh perasaanku; (2) lafal; sebutan: ~ /w/ dl bahasa Belanda tidak sama dng ~ /w/ dl bahasa Indonesia; (3) kata-kata dl pidato atau sambutan: puas rasanya mendengarkan ~ beliau dl upacara itu; (4) perkataan sbg pernyataan rasa hati (spt rasa sukacita, rasa terima kasih, dsb): dia banyak menerima telegram ~ selamat atas keberhasilannya
udani uda.ni [n] (1) tumbuhan merambat, daunnya dibuat obat cacing; akar puntianak; Quisqualis indica; (2) daun udani
uduh [Lihat {odoh}] [Mk n] ramuan obat yg dipakai sbg penangkal (dipasang di kebun dsb supaya pencuri tidak dapat masuk)
uir-uir minta getah [pb] (1) orang yg melakukan suatu perbuatan yg membahayakan diri sendiri; (2) perempuan yg berusaha memikat hati laki-laki
ujung atap [Bot] pohon kecil, kayunya kuat, kokoh, berwarna merah tua, daunnya dapat direbus untuk obat demam dan lelah; Baeckea frutescens
ukir-ukiran ukir-ukir.an [n] lukisan (gambar, hiasan, dsb) yg terukir; relief: mereka sedang memperhatikan ~ indah pd dinding
ular kembang [ki] petualang yg tidak bertanggung jawab dsb; orang yg tampaknya baik, tetapi sebenarnya berhati jahat: agar pemerintahan kuat, golongan -- kembang harus disingkirkan dr pimpinan
umbang-ambing um.bang-am.bing [v] meng.um.bang-am.bing.kan v (1) mengapung-apungkan turun naik dl air: angin bertambah kencang dan laut yg bergelombang itu mampu ~ kapal yg cukup besar; (2) ki tidak memberikan kepastian; menjadikan bingung (tidak tenteram hati dsb): perusahaan itu telah ~ nasib buruhnya
umbar um.bar [v] meng.um.bar v (1) membiarkan lepas (bebas): ~ anak kuda di lapangan agar cepat besar; (2) ki membiarkan berbuat sekehendak hatinya; membiarkan terlepas: ~ hawa nafsu
umbul um.bul , um.bul-um.bul n bendera beraneka warna yg dipasang memanjang ke atas dan meruncing pd ujungnya, dipasang untuk memeriahkan suasana serta menarik perhatian [Mk a] lekas menjadi besar; subur [n] sumber air (minum): soal retribusi penggunaan -- masih dl pembahasan
ungka ung.ka [n] kera yg tangannya panjang dan tidak berekor, berbulu abu-abu atau hitam; wawa; Hylobates lar (agilis)
ungkapan ung.kap.an [n] (1) apa-apa yg diungkapkan: ~ kedua saksi itu benar adanya; (2) Ling kelompok kata atau gabungan kata yg menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur); (3) gerak mata (tangan dsb), perubahan air muka yg menyatakan perasaan hati
untal un.tal [n] gentel (obat); pel; gelintir; butir (biji) [Jw v] meng.un.tal v menelan (secara utuh) tanpa dikunyah dulu: ular ~ katak
uras [n] param (bedak) yg mengandung obat; air obat; (2) v sembuh; waras
urus [v] rawat; piara; pelihara; atur: tidak -- , cak tidak terpelihara; tidak terurus , urus-urus 1 n obat pencahar; obat pencuci perut (untuk menguras isi perut): ~ nya berupa manisan cokelat; (2) v cak membersihkan isi perut dng minum obat pencahar
usada usa.da [n] (1) obat; (2) ilmu pengobatan
utang budi mendapat kebaikan hati dr orang lain dan wajib dibalas
utang emas dapat dibayar [pb] kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya
utara uta.ra, meng.u.ta.ra.kan [v] melahirkan (pendapat, pikiran, dsb); mengemukakan; menyatakan; mengatakan; menceritakan: saya tidak berani ~ isi hati saya kpd Ibu; Pak Lurah pernah ~ kesulitannya kpd para ketua rukun tetangga
uzlah uz.lah [n Isl] pengasingan diri untuk memusatkan perhatian pd ibadah (berzikir dan tafakur) kpd Allah Swt.
valensi va.len.si [n] (1) pangkat; derajat; (2) tenaga gabungan reaksi atau interaksi; (3) Kim bilangan yg menyatakan kesanggupan bersenyawa suatu unsur dng unsur lain; (4) Psi derajat penarikan hati perseorangan; (5) Ling hubungan sintaksis antara verba dan unsur di sekitarnya, mencakupi ketransitifan dan penguasaan verba atas argumen di sekitarnya
valeria va.le.ria [n] perdu menahun dng bunga berkelompok merah atau putih yg akarnya dapat dijadikan obat
valium va.li.um [n] (1)obat penenang; (2) merek dagang obat penenang (dng huruf awal kapital)
variabel va.ri.a.bel [a] dapat berubah-ubah, berbeda-beda, bermacam-macam (tt mutu, harga, dsb); (2) n sesuatu yg dapat berubah; faktor atau unsur yg ikut menentukan perubahan: peubah dl penelitian itu sebaiknya diperhatikan berbagai -- spt guru, usia, dan pendidikan; (3) n Ling (a) satuan bahasa yg paling terpengaruh oleh variasi sosial dan stilistis, dl jangka panjang mudah berubah; (b) kelas kata yg dapat menyatakan hubungan gramatikal dng perubahan bentuk, dl hal ini kelas nomina, verba, dan adjektiva
verkoper ver.ko.per [n] pegawai perusahaan yg bertugas berkeliling menawarkan barang hasil perusahaan itu (spt obat-obatan dan tekstil); penjaja keliling
veronal ve.ro.nal [n Kim] obat penenang barbiturat
vitamin kompleks sekelompok zat yg larut dl air, terutama terdapat dl hati dan khamir
wafat wa.fat [v] meninggal dunia (biasanya untuk raja, orang-orang besar ternama): putra mahkota dinobatkan sebelum raja --
wahai wa.hai [p] kata seru untuk menarik perhatian, memanggil, memperingatkan, dsb: -- anakku, ingatlah pesanku!
waitankung wai.tan.kung [n] olahraga senam berasal dr Cina dng 12 jurus gerakan yg sederhana agar lima organ tubuh bagian dalam (paru-paru, jantung, ginjal, hati, dan limpa) selalu dl keadaan baik sekali
wajah wa.jah [n] (1) bagian depan dr kepala; roman muka; muka: ketika aku datang tampak -- ibunya berseri-seri; (2) tokoh (pemain dsb): -- baru; (3) ki apa-apa yg tampak lebih dulu: Jakarta adalah -- Indonesia; (4) gambaran; corak: -- remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi dng banyak yg terlibat penggunaan obat terlarang
wakaf wa.kaf [n ] (1) tanah negara yg tidak dapat diserahkan kpd siapa pun dan digunakan untuk tujuan amal; (2) benda bergerak atau tidak bergerak yg disediakan untuk kepentingan umum (Islam) sbg pemberian yg ikhlas: tanah -- ini disediakan untuk madrasah atau masjid; (3) hadiah atau pemberian yg bersifat suci [Ar n] penghentian sebentar (waktu membaca kalimat dsb); jeda: kalau membaca Alquran perlu memperhatikan panjang, pendek, mad, -- , dsb
walang wa.lang [Jw n] belalang [a] , -- hati Jw susah hati; cemas; gelisah
wasangka wa.sang.ka [n] kebimbangan hati; rasa khawatir; kecurigaan; syak; sangka: menimbulkan syak --; ia menaruh syak -- kpd orang yg baru datang itu
waspada was.pa.da [a] berhati-hati dan berjaga-jaga; bersiap siaga: kita harus selalu awas dan -- thd bahaya narkotik
wawa wa.wa [n] kera yg bertangan panjang tetapi tidak berekor, biasa mengeluarkan suara "wau wau" dng keras; wak-wak; ungka; Hylobateslar (agilis)
wawasan nasional wa.was.an nasional cara pandang suatu bangsa dl hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta dl hubungan antarnegara yg merupakan hasil perenungan filsafat tt diri dan lingkungannya dng memperhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya serta memanfaatkan konstelasi geografis guna menciptakan dorongan dan rangsangan dl usaha mencapai tujuan nasional
wejangan we.jang.an [n] (1) hasil mewejang; petuah; petunjuk; ajaran: dng penuh minat seorang murid mendengarkan ~ gurunya; (2) pidato yg bertujuan menasihati dsb
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
wisal wi.sal [n Tas] hal memandang Allah dng mata hatinya di dunia dan dng mata kepala di akhirat
wiweka wi.we.ka [ark] (1) a sangat berhati-hati; (2) n sikap berhati-hati (thd segala masalah)
yang [p] kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yg berikut diutamakan atau dibedakan dr yg lain: orang -- baik hati; (2) p kata yg menyatakan bahwa bagian kalimat yg berikutnya menjelaskan kata yg di depan: dijumpainya seorang pengemis -- sedang berteduh di bawah pohon asam itu; (3) pron kata yg dipakai sbg kata pembeda: -- kaya sama -- kaya, -- miskin sama -- miskin; (4) kl p adapun; akan: -- hamba ini diperanakkan di Malaka juga; (5) p cak bahwa: saya pun percaya -- Adinda kasih juga akan Kakanda [ark n] yang-yang n dewa
yg lahir menunjukkan yg batin [pb] kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya
yodium yo.di.um [n] unsur kimia bukan logam, biasanya berbentuk kristal, digunakan untuk obat dl fotografi dsb; iodin
yohimbina yo.him.bi.na [n Kim] alkaloid beracun yg diperoleh dr kulit pohon Corynanthe yohimbe yg tumbuh di Afrika sebelah barat, digunakan sbg afrodisiak untuk mengobati impotensi; C21H26N2O3
zikir kalbu zikir dl hati

Jika informasi mengenai "obat hati" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait