Arti kata/frase "kik" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/kik

Halaman ini menjelaskan kata atau frase kik menurut KBBI Edisi III

kik: [n] perkakas tenun (bingkai tenunan) [Lihat {akik}] [n] kantong kulit, tempat air (air anggur, madu, dsb)

Lebih lanjut mengenai kik

kik terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 279 kata terkait yakni sebagai berikut:

kik [n] perkakas tenun (bingkai tenunan) [Lihat {akik}] [n] kantong kulit, tempat air (air anggur, madu, dsb)
kikir belah rotan kikir yg salah satu permukaannya melengkung
kikir kuku kikir kecil yg digunakan untuk meratakan dan membentuk ujung kuku -- pari kikir yg dibuat dr kulit pari
kikir parut kikir yg rigi-riginya tajam (dipakai untuk mengikis kayu yg akan diketam supaya tanah atau pasir yg melekat terbuang)
kikik ki.kik [v] ber.ki.kik.an v tertawa bercekikikan: kedua pramuria itu ~ krn melihat sesuatu yg lucu
kikiran ki.kir.an [n] serbuk (sisa) barang yg dikikir; tahi kikir
kikih ki.kih [v] ter.ki.kih-ki.kih v terkekeh-kekeh; tertawa tidak keras (krn tertahan): krn melihat tingkah pemuda yg aneh itu, kedua gadis itu ~
kikil ki.kil [n] daging pd kaki kerbau, sapi, atau kambing
kikir ki.kir [n] alat dr besi baja yg bergerigi, dipakai untuk meratakan (menajamkan dsb) sesuatu: Ayah mengambil -- untuk menajamkan mata gergaji [a] terlampau hemat memakai harta bendanya; pelit; lokek; kedekut: orang yg -- tidak banyak sahabat
kikis ki.kis [v] me.ngi.kis v (1) mengerik (menghilangkan, menghapuskan, dsb) dng benda tajam (spt pisau): ~ lumut atau kotoran dr dinding; (2) menghilangkan sedikit demi sedikit: air telah ~ tebing-tebing itu [Mk v] hilang; habis (harta benda)
kikisan ki.kis.an [n] hasil (akibat) mengikis; kerikan: lembah itu semakin dalam akibat ~ air sungai
kikitir ki.ki.tir [n] surat bukti dr lurah tt pemilikan tanah (sawah, kebun, dsb): dng memiliki -- , petani berhak mendapat kredit
kikuk ki.kuk [a] canggung; belum pandai; belum biasa: ia merasa -- bergaul dng orang-orang asing
kikus ki.kus [n] ikan laut jenis tenggiri; tenggiri musang; Scomberomorus lineolatus
ekor tikus kikir yg bentuknya bulat panjang
erosi percikan kikisan berbentuk butiran tanah yg tepercik karena tetesan air hujan
bakik ba.kik [n] tumbuhan merica yg daunnya dipakai sbg pengganti daun sirih; Piper betle [n] burung berkik, biasa hidup di pantai
batu akik lihat akik
berakikah ber.a.ki.kah [v] mengadakan akikah: hari Minggu yg akan datang ia akan ~
bercekakak cekikik ber.ce.ka.kak ce.ki.kik [v] mengeluarkan bunyi "kak, kak" dan "kik, kik" krn tertawa geli yg ditahan-tahan
bercekik merih ber.ce.kik me.rih [v] bercekik
bercekikikan ber.ce.ki.kik.an [v] (1) mengeluarkan bunyi "kik, kik" krn tertawa-tawa kecil agak tertahan-tahan; (2) tertawa-tawa kecil agak tertahan-tahan
berjingkik-jingkik ber.jing.kik-jing.kik [v] berjingkik
berkik ber.kik [n] burung rawa, spt belekok, pemakan binatang kecil-kecil yg terdapat di lumpur; Capella sternurs
berkikir ber.ki.kir [v] (1) telah dikikir: besi ~; (2) tidak licin (tt kulit); berkerut-kerut; kesat atau kasap: kulit ~
bertakik ber.ta.kik [v] ada takiknya (takuknya)
bertakik-takik ber.ta.kik-ta.kik [v] banyak takiknya
cekik ce.kik [v] men.ce.kik v (1) memegang dan mencekam leher (merih) sehingga yg dipegang dan dicekam tidak dapat bernapas: dl perkelahian itu, ia berhasil ~ leher musuhnya hingga musuhnya itu lemas dan hampir mati; (2) ki mematikan; menindas: pengusaha besar itu berusaha dng segala cara untuk ~ pengusaha kecil; tengkulak dng sistem ijon selalu ~ petani; (3) ki mahal sekali (tt harga): harganya ~ leher; (4) ark kas makan [Mk v] ber.ce.kik v ki bertengkar (berbantah) dng hebat
cekikan ce.kik.an [n] perbuatan mencekik; hasil mencekik: ~ nya kuat sekali sehingga lawannya tidak dapat bernapas lagi
cekikik ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa kecil agak tertahan-tahan
cekikikan ce.ki.kik.an [v] tertawa kecil yg agak tertahan-tahan; bercekikikan
dakik da.kik [Ar a] tidak dapat dibagi; subtil; halus
dekik de.kik [n] lekuk kecil (terutama pd pipi); lesung pipi
dengkik deng.kik [a] lunglai; tidak ada daya kerja; tanpa semangat
ditekik di.te.kik [v] dibelah sedikit demi sedikit dng linggis
jingkik jing.kik [v] , ber.jing.kik v berjalan meloncat-loncat
kedekik ke.de.kik [Lihat {kedekai}] [n] obat semacam garam yg berwarna hijau untuk mencegah kerusakan gigi: ia setiap hari menggosok gigi dng -- supaya giginya tidak mudah rusak [v] ke.de.kak-ke.de.kik v bekerja membanting tulang
kedengkik ke.deng.kik [a Dok] menjadi lemah, tenaga semakin berkurang krn berbagai penyakit dsb; Cachexia [a Dok] dl kondisi badan yg semakin melemah krn keadaan gizi (permakanan) semakin berkurang akibat sakit
kekikiran ke.ki.kir.an [n] perihal (sifat) kikir: ~ lintah darat itu terkenal di seluruh kampung
kekikukan ke.ki.kuk.an [n] keadaan kikuk; kecanggungan: dia tidak diterima sbg pramuniaga krn ~ nya melayani para pembeli
kelikik ke.li.kik [v] me.nge.li.kik v tertawa terkikik-kikik
memekik me.me.kik [v] berteriak; menjerit: ia ~ memanggil ibunya; adiknya ~ kegirangan
memekikkan me.me.kik.kan [v] (1) meneriakkan: ia membuka mulutnya hendak ~ segala kecemasannya; (2) ki menggembor-gemborkan; menyeru-nyerukan
mempercekikkan mem.per.ce.kik.kan [v] memperbantahkan; memperdebatkan
menahkikkan me.nah.kik.kan [v] (1) menetapkan (menentukan) kebenaran dng bukti; (2) mengesahkan
menakik me.na.kik [v] (1) menoreh batang pohon untuk mempermudah orang memanjat; (2) menoreh batang pohon untuk mendapatkan getah; (3) menadah getah dr takik; menyadap
menakik rezeki me.na.kik rezeki [ki] mencari untung: para pedagang ingin ikut ~ rezeki di hari raya ini
mengakikahkan (anak) meng.a.ki.kah.kan (anak) [v] mengadakan akikah untuk (anak)
mengikik me.ngi.kik [v] tertawa kecil
menukik me.nu.kik [v] menakik
menukikkan me.nu.kik.kan [v] melayangkan (menerjang, menaruhkan, menggerakkan, dsb) arah ke bawah atau menyerong ke bawah: ~ layang-layang; ~ tombak; pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan, pb memeriksa dng teliti
menukikkan layang-layang me.nu.kik.kan layang-layang menggerakkan layang-layang menukik
menukikkan pandang me.nu.kik.kan pandang melihat (memandang) ke arah bawah
menukikkan pemandangan me.nu.kik.kan pemandangan menukik pandang
menukikkan pesawat terbang me.nu.kik.kan pesawat terbang menerbangkan pesawat terbang ke arah bawah
menukikkan tombak me.nu.kik.kan tombak menusukkan tombak ke arah bawah
pekik pe.kik [n] (1) teriakan; jeritan: terdengar -- tangis orang dl kapal yg sedang terbakar itu; (2) sorak atau teriakan (sbg semboyan dsb): disambut dng -- "merdeka", gemuruh suaranya; -- anak-anak bermain di halaman tidak henti-hentinya
pekik-pekuk pe.kik-pe.kuk [v] berbagai pekik dan jerit
pekikan pe.kik.an [n] pekik
penakik pe.na.kik [n] (1) orang yg menakik; (2) alat untuk menakik
penakik getah pe.na.kik getah penyadap getah
pencekik pen.ce.kik [n] orang yg mencekik
perekik pe.re.kik [n cak] (1) tendangan bebas; (2) melanggar aturan permainan
rangkik rang.kik [n] siput laut, Canus
ringkik ring.kik [v] , me.ring.kik v berbunyi (tt kuda): terdengar suara kuda ~ di halaman
sikik si.kik [n] tumbuhan yg batangnya keras dan tahan lama; Dodonaea viscosa
tahi kikir serbuk dr besi dsb yg dikikir
tahkik tah.kik [n] (1) penetapan (penentuan) kebenaran dng bukti; (2) sah: keputusan --
takang-takik ta.kang-ta.kik [ark n] bermacam-macam takik
takik ta.kik [n] (1) torehan yg agak dalam pd batang pohon untuk memudahkan pijakan orang memanjat; takuk kecil; gubang; (2) torehan pd kulit pohon (untuk mendapatkan getah)
takikan ta.kik.an [n] torehan pd batang pohon
tekik te.kik [v] me.ne.kik v membelah sedikit demi sedikit dng linggis (tt batu gunung) [n] bengkarung; kadal: -- besar banyak terdapat di semak-semak
tengkik teng.kik [Lihat {tengkek}]
tercekik ter.ce.kik [v] (1) dicekik; kena cekik; (2) Mk tertelan makanan yg keras hingga tersangkut di kerongkongan; termengkelan
terkikik-kikik ter.ki.kik-ki.kik [v] mengikik
terkikis ter.ki.kis [v] sudah dikikis; tersapu; lenyap: segala peristiwa itu sudah hampir ~ dr ingatannya
terpekik ter.pe.kik [v] memekik dng tiba-tiba: orang tua itu ~ ketakutan
terpekik-pekik ter.pe.kik-pe.kik [v] menjerit-jerit (ketakutan dsb): nelayan itu ~ krn perahunya hampir-hampir terbalik
tukik tu.kik [v] me.nu.kik v terbang (terjun dsb) arah ke bawah dng kepala di bawah; membidik (memandang dsb) arah ke bawah: dr jauh tampak pesawat pengebom ~ sambil menjatuhkan bom [ark n] takik [n] anak penyu: untuk mencegah musnahnya penyu-penyu di pantai, pihak perlindungan dan pengawetan alam terus-menerus menetaskan telur penyu hingga menjadi -- , me.nu.kik v, ~ api membuat api dng batu api; mencetus api
tungkik tung.kik [Lihat {tukik}]
akik [n] (1) batu berwarna yg dijadikan permata cincin dsb: batu --; (2) Geo batuan kalsedon (SiO2) yg tersusun berlapis-lapis dan berbagai warna
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
bagai menakik darah mati dr alu (bagai menakik darah mati dr batu) [pb] bekerja keras tetapi sedikit hasilnya; -- belut tanaman memanjat, Mezoneuron sumatranum
burung cakik burung tuku
dapur tungkik dapur pencetus api
duktus torakikus [Dok] pembuluh getah bening terpenting yg menghimpun semua getah bening dr tungkai, perut, dada, dan punggung sebelah kiri yg bermuara pd pembuluh darah balik di bawah selangka kiri
hakikat ha.ki.kat [n] (1) intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya): pd -- nya mereka orang baik-baik
hakiki ha.ki.ki [a] benar; sebenarnya; sesungguhnya: orang yg melaksanakan ajaran Islam secara sempurna akan mencapai kebahagiaan yg -- di dunia dan akhirat
huruf akik huruf cetak yg kecil-kecil
keras ditakik [pb] segala perintah hendaklah diberikan dng penuh kebijaksanaan
lokika lo.ki.ka [n] penduduk dunia, masyarakat, keduniaan, adat
memperlakikan mem.per.la.ki.kan [v] mengawinkan (anak perempuan)
mendakikan men.da.ki.kan [v] memanjatkan; menaikkan
mendakikan perkara men.da.ki.kan perkara mengajukan perkara kpd pengadilan yg lebih tinggi
menghierarkikan meng.hi.e.rar.ki.kan [v] membuat hierarki-hierarki; membuat tingkatan-tingkatan
rangkik belang sawah siput yg kulitnya berbelang-belang
rangkik rintik siput yg kulitnya berbintik-bintik
sifat hakiki sifat khas yg mutlak perlu ada pd suatu hal sehingga membuat hal itu sebagaimana adanya
sikikih si.ki.kih [n] nama burung
takik telinga [Tern] sobekan buatan pd daun telinga hewan, biasanya sbg penanda nomor hewan
tenggiri kikus Scomberomorus lineolatus
ukik [n] permainan anak-anak dng buah keras atau uang
ablasi ab.la.si [n] (1) hal terlepasnya sesuatu dr sesuatu; (2) Bio penghilangan dng jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh; (3) Geo pemindahan bahan yg telah lapuk dr batuan induknya oleh arus air; (4) Geo pengikisan oleh tiupan angin; (5) Hid penggabungan (sublimasi, peleburan, penguapan, dsb) yg memindahkan salju atau es dr permukaan gletser atau medan salju; kikisan
ahli filsafat orang yg memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; filsuf
akekah ake.kah [Lihat {akikah}]
alasan alas.an [n] (1) dasar; asas; hakikat: rasa kebangsaan adalah ~ yg kuat untuk menegakkan negara; (2) dasar bukti (keterangan) yg dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dsb): tidak ada ~ yg kuat untuk menolak usul itu; (3) yg menjadi pendorong (untuk berbuat): apa ~ nya sehingga dia berbuat demikian; (4) yg membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa
almandit al.man.dit [n Kim] jenis batu akik yg berwarna merah tua atau merah kecokelat-cokelatan
aspirasi as.pi.ra.si [n] (1) harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang: Garis-Garis Besar Haluan Negara pd hakikatnya adalah -- bangsa; (2) ilham yg timbul dl mencipta [n Ling] artikulasi konsonan hambat yg disertai letupan napas yg cukup keras sehingga dapat didengar
bakau ba.kau [n] tumbuhan pokok di pantai, termasuk suku Rhizophora, kulit batangnya biasa dipakai sbg penyamak kulit, macamnya banyak sekali, spt -- akik, -- hitam, -- minyak, -- merah, -- jangkar
bakhil ba.khil [a] kikir; lokek; pelit
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
batu ba.tu [n] (1) benda keras dan padat yg berasal dr bumi atau planet lain, tetapi bukan logam; (2) akik (untuk mata cincin dsb); (3) intan buatan (untuk melicinkan poros-poros pd arloji): ia membeli jam tangan yg tujuh belas --; (4) baja kecil sbg pencetus api (pd geretan dsb): geretan ini telah habis -- nya; (5) baterai (pd lampu senter dsb): lampu senter dua --; (6) buah (dl permainan catur dsb): kami tidak dapat bermain catur krn beberapa -- catur hilang; (7) kata penggolong bagi gigi: gigi dua --; (8) tonggak (pal, mil): jauh dr sini ke kota itu dua --; (9) ki keras spt batu: berhati --
batu kecubung permata (akik) yg warnanya ungu atau biru
berakuk be.ra.kuk [v] memiliki rakuk; bertakik; bertakuk
berandai-randai be.ran.dai-ran.dai [v ki] berangkai berturut-turut: tampaklah gelombang memecah ke pasir pantai lalu berderai sambil memekik ~
berbaja ber.ba.ja [v] berlapis baja; bercampur baja; jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul, pb anak yg dungu, makin diajar semakin bodoh
berbiku-biku ber.bi.ku-bi.ku [v] mempunyai (ada) lipatan (pd tepi kain dsb); bertakik; bergerigi
bergontai ber.gon.tai [a] perlahan-lahan dan agak terhuyung-huyung (tt berjalan): si Belang pun meringkik sambil lari ~
berkaok-kaok ber.ka.ok-ka.ok [v ki] berseru-seru; berteriak-teriak; berpekik-pekik
berkelar ber.ke.lar [v] bertakik-takik; berjalur-jalur; bergelang-gelang (pd lipan dsb)
berkujut ber.ku.jut [v] (1) menggantung diri dng mengikat (mencekik) leher dng tali: dia mati krn ~; (2) terikat krn salah; (3) tersangkut; terlibat (dl perkara): semuanya ~ dl perkara itu
bertempik ber.tem.pik [v] memekik nyaring-nyaring; menjerit kuat-kuat: margasatwa ~ riuh menyambut fajar; ia ~ sorak kegirangan
berteriak ber.te.ri.ak [v] berseru (berkata, memanggil, dsb) dng suara keras; memekik: terdengar suara orang ~ minta tolong; makin keras ia ~ , makin banyak orang mengerumuninya
biku bi.ku [ark n] biksu [n] (1) arah garis yg naik turun dng puncak dan dasar yg lancip; (2) lipatan-lipatan pd tepi kain, baju, dsb; (3) takik bergerigi pd tepi dsb sbg perhiasan
burung tuhu burung yg keluar dan mencari mangsa pd malam hari; mengeluarkan bunyi "tuhu" "tuhu" dng nyaring (disebut juga burung cakik)
caruk ca.ruk [kl v] , men.ca.ruk v (1) mengupas kulit kayu; menguliti; (2) menakik (menggores) pohon untuk mengambil getah (damar dsb) [ark a] lahap; rakus; pajuh [Mdr v] berkelahi satu lawan satu atau secara massal dng menggunakan senjata tajam (celurit), dng latar belakang wanita, dendam, dsb
cekakak ce.ka.kak, cekakak ce.ki.kik [Jw n] tiruan bunyi suara orang tertawa geli yg ditahan-tahan
cekek ce.kek /cekEk/ ? cekik
cekel ce.kel [n] lembing yg kecil [a] kikir; bakhil; pelit [Jw n] cantrik (murid pendeta)
cekel berhabis [pb] terlampau kikir itu tidak berfaedah sebab akhirnya harta kekayaan itu akan habis juga
ceker ce.ker [n] kaki dan kuku yg panjang; cakar (pd ayam, itik, dsb) [ark a] kikir; pelit
celutuk ce.lu.tuk [n ] burung kedidi atau berkik
ceuki ceu.ki [ark n] hukuman mati dng cara dicekik (di Aceh)
coak co.ak [v] men.co.aki v membuat takik
dentat den.tat [a] bertakik; bergigi
dilayangkan di.la.yang.kan [v] (1) diterbangkan; (2) diarahkan; dikirimkan: pandang jauh ~ , pandang dekat ditukikkan, pb segala sesuatu diperhatikan dan diperiksa dng saksama
erik , meng.e.rik v (1) menjerit; memekik keras; (2) mendering (tt gajah)
esensi esen.si [n] hakikat; inti; hal yg pokok: -- pertikaian antara kedua tokoh itu ialah pertentangan ideologi
esensial esen.si.al [a] perlu sekali; mendasar; hakiki: gerak badan, udara segar, dan makanan bergizi adalah sesuatu yg -- untuk pemeliharaan kesehatan badan
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
filsafat fil.sa.fat [n] (1) pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; (2) teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; (3) ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; (4) falsafah
fundamen fun.da.men [n] (1) asas; dasar; hakikat: larangan kawin semarga bersangkutan dng -- dan filsafat kebudayaan suku Batak; (2) alas; dasar; fondasi: pembangunan fisik tanpa pembangunan mental seumpama bangunan tanpa --
gabir ga.bir [Mk ark a] kikuk; canggung; tidak tangkas; belum biasa; belum begitu pandai
gapah ga.pah [a] cekatan; tangkas; tidak kikuk
garnet gar.net [n Min] akik (batu mulia) merah tua yg termasuk kelompok mineral silika
gerigis ge.ri.gis [a] bergigi atau bertakik-takik tajam (spt mata pisau yg rusak, kikir)
geseran ge.ser.an [n] hasil menggesel (menggesek); gesekan; kikisan: tebing itu menjadi curam akibat ~ air terus-menerus
gogos go.gos [a] terkikis (rusak) bagian bawah atau longsor krn termakan aliran air (tt tanah): akibat banjir, tanah sepanjang 85 m telah --
gubang gu.bang [n ] perahu layar (pd suku Orang Laut di Riau) [n] takik-takik pd pohon untuk tumpuan memanjat [Lihat {gobang}]
gundal gun.dal [n] tanda berupa simpul pd tali, coretan, takik untuk catatan penghitungan (barang, pekerjaan, dsb) [Jk n] abdi; pengikut; kaki tangan
hendak mulia bertabur urai [pb] jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir
hunjam hun.jam , meng.hun.jam v (1) menukik lurus-lurus ke bawah: burung itu sebentar-sebentar ~ , kemudian melayang; (2) masuk (menancap) lurus-lurus dan dalam (ke tanah dsb): ia mencabuti pancang-pancang yg ~ di tanah pekarangannya; (3) ki telah mendalam benar (meresap dl hati sanubari): hal itu sudah ~ benar dl hati sanubarinya; (4) ki menusuk hati atau perasaan (tt perkataan): kata-katanya yg pedas ~ perasaan wanita tua itu
ilai [v] , meng.i.lai v meringkik-ringkik (tt kuda); tertawa keras (tt orang): maka raja itu pun tertawalah ~
ingresif in.gre.sif [n Ling] bunyi yg dihasilkan dng aliran udara bergerak ke dl saluran suara, msl bunyi cekik
jerit je.rit [n] suara yg keras melengking (dr manusia atau binatang); teriak; pekik: sering terdengar -- lengking dr rumah itu
jeritan je.rit.an [n] (1) teriakan; pekikan; jerit: ibunya segera keluar begitu mendengar ~ anak bungsunya; (2) ki keluh kesah yg sangat: ~ rakyat kecil sering tidak dihiraukan oleh penguasa
junam ju.nam [v] men.ju.nam v bergerak dng kepala ke bawah; terbang sambil menyambar (tt burung dsb); menukik
kain pendinding miang kain pen.din.ding miang, uang pen.din.ding malu [pb] segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir
kecanggungan ke.cang.gung.an [n] sikap yg kaku (kikuk); kekakuan: dl penyesuaian diri kadang-kadang timbul ~
kedaluwarsa ke.da.lu.war.sa [a] (1) tidak model lagi (baju, kendaraan, dsb); tidak sesuai dng zaman: hakikat cerita itu telah -- apabila diajarkan sekarang; (2) sudah lewat (habis) jangka waktunya (tt tuntutan dsb); habis tempo; (3) terlewat dr batas waktu berlakunya sebagaimana yg ditetapkan (tt makanan): jika dimakan, makanan yg -- akan membahayakan kesehatan
kedekut ke.de.kut [a] kikir (sekali); pelit (sekali): orang kaya banyak yg --
kejai berlapis [Mk ki] sangat kikir
kejam ke.jam [a] (1) tidak menaruh belas kasihan; bengis; zalim: ketika berkuasa, ia sangat -- thd rakyatnya; (2) sangat kikir: majikan itu sangat -- , tidak mau menaikkan upah buruhnya barang sedikit juga [v] tertutup rapat (tt mata); pejam: sungguhpun matanya -- , ia tidak tidur
kekah ke.kah [n] kera hitam bertangan panjang; siamang; Presbytes femoralis [Mk] me.nge.kah v (duduk dng) mengangkangkan kaki (tidak bersila rapat) /kEkah/ ? akikah
kekekalan ke.ke.kal.an [n] perihal (yg bersifat, berciri) tetap selama-lamanya; keabadian; kelestarian: ~ hakiki tidak terdapat di dunia fana ini
kekel ke.kel [a] kikir; pelit
kelar ke.lar [n] (1) takik (pd batang pohon yg hendak ditebang dsb); (2) sayatan yg tidak dalam (pd ikan yg hendak digarami, dsb); (3) alur-alur (ringgit-ringgit) pd tanduk; (4) gelang-gelang pd jalan napas, pd tubuh lipan, kumbang, dsb; (5) gelang-gelang dr rotan dsb tempat mengikatkan tali dsb [a cak] selesai; siap
kepelitan ke.pe.lit.an [n] perihal (yg bersifat, berciri) pelit atau kikir; kekikiran
kepribadian ke.pri.ba.di.an [n] sifat hakiki yg tercermin pd sikap seseorang atau suatu bangsa yg membedakannya dr orang atau bangsa lain
kerekot ke.re.kot [a] (1) bengkok-bengkok (sehingga sendinya mati) atau tumbuh saling melekat (tt jari tangan); (2) berkerut-kerut atau tidak rata (tt lantai); (3) ki sangat kikir
keriau ke.ri.au [ark v] ber.ke.ri.au v berteriak; memekik-mekik
kerikan ke.rik.an [n] (1) hasil mengerik; kikisan: siapkan ~ kayu cendana untuk rempah-rempah; (2) Jw kerokan
kerotot ke.ro.tot [a] berkerut-kerut, berlubang-lubang, atau beringgit-ringgit (spt kikir, limau purut)
kesemutan ke.se.mut.an [a] berasa senyar (geranyam) pd anggota badan, spt digigit semut, terutama kaki dan tangan (krn lama duduk tanpa bergerak-gerak atau tertekan terlalu lama dsb): krn terlalu lama bersimpuh, kakiku menjadi --
kowek ko.wek [v] takuk; takik
kowekan ko.wek.an [n] takikan berukuran kecil
kuai ku.ai [v] ter.ku.ai-ku.ai v memekik-mekik krn gembira: krn gembiranya, mereka ~ sambil melonjak-lonjak
kuintesens ku.in.te.sens [n] hakikat yg sangat mendasar
kuret ku.ret [n ] alat yg dilengkapi dng sebuah kikis pd salah satu ujungnya untuk membersihkan rahim
lawak la.wak [a] lucu; jenaka [n] la.wak-la.wak n palung tempat makanan atau minuman kuda (burung dsb) [n Lay] sejenis perahu di Jawa Barat yg dibuat dr batang pohon yg ditakik (lawakan, lelawak)
lengking leng.king [n] (1) bunyi nyaring dan keras, biasanya tt suara jeritan manusia atau hewan; (2) bunyi nyaring dan keras dr peluit dsb; dengking: -- kereta memecah kesunyian malam; pekik -- binatang yg menandakan ketakutan dan kedinginan
lokek lo.kek [a] sangat pelit; kikir sekali
lunak disudu lunak disudu, keras me.ne.kik [pb] waktu memberi perintah (menguasai), orang yg halus diperlakukan dng cara halus, orang yg membantah diperlakukan dng keras
manajemen pemasaran manajemen dng sistem berpegang pd hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional sbg dasar pengambilan putusan di bidang pemasaran
mata ma.ta [n] (1) indra untuk melihat; indra penglihat; (2) sesuatu yg menyerupai mata (spt lubang kecil, jala): nenek mencoba memasukkan benang ke -- jarum; (3) bagian yg tajam pd alat pemotong (pd pisau, kapak, dsb): -- pisau itu perlu dikikir supaya tajam; (4) sela antara dua baris (pd mistar, derajat, dsb); (5) tempat tumbuh tunas (pd dahan, ubi, dsb); (6) ki sesuatu yg menjadi pusat; yg di tengah-tengah benar: (7) yg terpenting (sumbu, pokok, dsb): -- pencaharian penduduk desa itu bertani [n] satuan ukuran berat untuk candu
mati lemas mati krn kekurangan oksigen (tenggelam dl air, tercekik, kena gas, dsb)
mati syahid mati di jalan Allah atau krn Allah (msl mati membela agama atau kebenaran hakiki)
medit me.dit [Jw a] kikir; pelit
melangkah me.lang.kah [v] (1) mengayunkan (menggerakkan) kaki (pd waktu berjalan dsb): aku berat ~ krn kakiku terbenam dl lumpur; (2) berangkat; berjalan; (3) melalui; mengarungi: ~ lautan; (4) bertindak; bekerja
melantai me.lan.tai [v] memasang lantai: sebelum ~ , bangunan harus diberi atap dahulu; (2) v berdansa: acara ~ merupakan acara rutin pd pesta muda-mudi; (3) a rata dan datar (menyerupai lantai): pd beberapa tempat kelihatan bentuk karang yg ~ krn kikisan air laut
melengking me.leng.king [v] berbunyi (bersuara) nyaring dan keras; mendengking: ~ spt ringkik kuda lepas kendali; ~ spt bunyi trompet perak
melolong me.lo.long [v] meraung (tt anjing); memekik keras (spt perempuan menangis dsb): terdengar anjing ~ di kejauhan; ia ~ kesakitan
membakar tak hangus direndam tak basah mem.ba.kar tak hangus direndam tak basah [pb] (1) sangat kikir; (2) sangat kuasa
memperyahudikan mem.per.ya.hu.di.kan [v] menganggap (memandang dsb) seseorang spt orang Yahudi (yg sangat kikir dsb); memandang jahat (hina, rendah, dsb); mengejikan: hatinya tidak rela melihat orang ~ saudaranya
menakuk me.na.kuk [v] (1) memarang dsb untuk membuat takuk; menakik: ~ batang nyiur; (2) menentukan (janji, hari, waktu, dsb): ~ hari untuk bekerja
mencekak men.ce.kak [v] (1) memegang dng ibu jari dan jari tengah atau telunjuk: ia ~ rambut; (2) bercekak pinggang; (3) mencekik: ~ leher musuhnya
mencengkam men.ceng.kam [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); mencengkeram: cakar ayam itu ~ batang jambu supaya tidak jatuh; (2) menjepit (mengapit) erat-erat: tangannya ~ merih, mencekik tenggorok; (3) ki menguasai: lintah darat itu berhasil ~ kehidupan beberapa warga kampung
mendompak men.dom.pak [v] mengangkat kaki depan tinggi-tinggi hendak menerjang (tt kuda): kudanya meringkik dan ~
menempikkan me.nem.pik.kan [v] memekikkan; meneriakkan; menjeritkan
mengelar me.nge.lar [v] menakik (menetak) tidak dalam
mengerikil me.nge.ri.kil [v] melapis dsb dng kerikil: beberapa orang buruh sedang ~ jalan yg terkikis oleh banjir
menghunjamkan meng.hun.jam.kan [v] (1) menukikkan lurus-lurus ke bawah: penerbang itu ~ pesawat terbangnya rendah-rendah kemudian baru membelokkannya; (2) menusukkan; menikamkan; menancapkan lurus-lurus dr atas ke bawah: ia ~ lembing ke tubuh babi hutan itu
mengikir me.ngi.kir [v] meratakan (menghaluskan dsb) dng kikir: ~ besi
menginjak meng.in.jak [v] (1) meletakkan kaki pd; memijak: ketika ber-diri berdesak-desakan, orang itu ~ kakiku; (2) mulai: anak itu sudah ~ dewasa; (3) ki mengunjungi; mendatangi: aku tidak akan ~ rumahmu lagi
mengujut me.ngu.jut [v] mengikat (mencekik) leher dng tali: krn putus asa, ia ~ dirinya
menjerit men.je.rit [v] (1) mengeluarkan suara keras melengking (krn kesakitan, memanggil, dsb); berteriak; memekik: krn tidak tahan menerima siksaan itu, ia ~ sekeras-kerasnya; (2) ki berkeluh kesah dng sangat: rakyat kecil hanya dapat ~ menghadapi kehidupan yg semakin sulit ini
menyilukan me.nyi.lu.kan [v] (1) merawankan (menyedihkan) hati: tangis-nya sangat -- hati; (2) menyebabkan berasa tidak enak (sakit) pd pendengaran; memilukan: suara gergaji yg dikikir itu sangat -- telinga
menyorakkan me.nyo.rak.kan [v] menyerukan; meneriakkan dng suara nyaring: -- barang-barang yg akan dilelang; mereka -- pekik kemerdekaan yg menggembirakan hati rakyat
menyunamkan me.nyu.nam.kan [v] menukikkan; menyelundupkan; menghunjamkan
meraung-raung me.ra.ung-ra.ung [v] (1) menangis dan memekik keras-keras; menggerung-gerung: anak itu ~ sambil berguling-guling di tanah; (2) berkali-kali meraung: sirene mobil polisi ~ sepanjang jalan yg didahului
merentak me.ren.tak [v] mengentak-entakkan kaki (krn marah dsb): ia pun bangkit dr duduknya, ~ dan memekik-mekik [v] menyentak; merenggut: anjing itu pun ~ rantai itu sampai putus
motivasi bawah sadar dorongan untuk bertindak yg pd hakikatnya terselubung bagi yg bersangkutan, tetapi dapat ditelusuri melalui perilakunya
narator na.ra.tor [n] orang yg bercerita; pencerita: kesan sadis terasa ketika -- nya menggambarkan gadis yg dicekik itu matanya melotot dan lidahnya terjulur keluar
nilai ni.lai [n] (1) harga (dl arti taksiran harga): sebenarnya tidak ada ukuran yg pasti untuk menentukan -- intan; (2) harga uang (dibandingkan dng harga uang yg lain): -- rupiah terus menurun; (3) angka kepandaian; biji; ponten: rata-rata -- mata pelajarannya adalah sembilan; sekurang-kurangnya -- tujuh untuk ilmu pasti baru dapat diterima di akademi teknik itu; (4) banyak sedikitnya isi; kadar; mutu: -- gizi berbagai jeruk hampir sama; suatu karya sastra yg tinggi -- nya; (5) sifat-sifat (hal-hal) yg penting atau berguna bagi kemanusiaan: -- tradisional yg dapat mendorong pembangunan perlu kita kembangkan; (6) sesuatu yg menyempurnakan manusia sesuai dng hakikatnya: etika dan -- berhubungan erat
objek ob.jek [n] (1) hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; (2) Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb: -- penelitian ini adalah tata kehidupan suku terasing di Riau; (3) Ling nomina yg melengkapi verba transitif dl klausa, msl teh manis dl kalimat Kiki minum teh manis; (4) hal atau benda yg menjadi sasaran usaha sambilan: berdagang kain menjadi salah satu -- orang- orang di kota itu; (5) Fis titik atau himpunan yg bertindak sbg sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa; -- afektif objek langsung yg dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dng objek efektif); msl buku dl mereka membaca buku, jalan dl anak-anak sedang menyeberang jalan
ogok , meng.o.gok.kan v memperlihatkan barang dsb dng maksud menawarkan supaya dibeli , meng.o.gok-o.gok v berjalan dng lambat; tertatih-tatih (krn lelah atau baru sembuh dr sakit dsb) , meng.o.gok v berhenti bekerja; mogok: karyawan pabrik itu -- menuntut kenaikan upah [a] kikir: orang -- itu tidak mau ikut menyumbang untuk pembangunan masjid di kampungnya
okok [a] lokek; kikir; bakhil; kedekut: hemat pangkal kaya, tetapi -- suatu cela
ontologi on.to.lo.gi [n] cabang ilmu filsafat yg berhubungan dng hakikat hidup
pangur pa.ngur [n] (1) alat untuk menggaruk (mengorek), msl kelapa; kukuran; (2) kikir besar dan kasar untuk melicinkan, msl kayu; patar; (3) kikir untuk meratakan gigi
pantat kuning [ki] sangat kikir; pelit
papa pa.pa [a] (1) miskin; sengsara; (2) Hin terbelenggu oleh indria dan tidak lagi ingat akan hakikatnya sbg manusia; berdosa: orang -- adalah manusia yg terbelenggu oleh indrianya dan tidak lagi ingat pd hakikatnya [n cak] (1) ayah; bapak; (2) sapaan (panggilan) kpd orang tua laki-laki
patar pa.tar [n] alat kikir besar dan kasar (untuk melicinkan kayu dsb)
pekau pe.kau , me.me.kau v menjerit; memekik
peking pe.king , me.me.king v (1) mendengking (tt anjing dsb); (2) menangis memekik-mekik [n] burung pipit [n] perangkat gamelan berupa bilah-bilah besi kecil dng bernada tinggi yg menjadi bagian dr perangkat gamelan
pekuk pe.kuk [ark a] mencong atau bengkok ke luar (tt tangan, kaki); bengkok: tangannya -- [Mk v] me.me.kuk v menetak; memakuk lihat pekik
pelit pe.lit [a] kikir; lokek: orang -- tidak suka memberi sedekah
penalaran pe.na.lar.an [n] cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis; (2) hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar dan bukan dng perasaan atau pengalaman; (3) proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa fakta atau prinsip
perspektivisme per.spek.tiv.is.me [n] (1) mazhab yg menganggap bahwa ilmu itu selalu bersifat relatif; (2) aliran filsafat yg mengajarkan bahwa setiap pengetahuan pd hakikatnya adalah suatu interpretasi belaka yg bergantung pd "keadaan tempat berdirinya" seseorang thd objek yg diketahuinya
pesawat penyelundup pesawat terbang yg dapat menyerang dng menukik
polet po.let [n] (1) tanda pangkat pd tentara dsb berupa sepotong kain atau logam yg dipasang pd bahu baju; (2) cak garis tebal berwarna atau takik pd batang kayu sbg tanda
pujut pu.jut [v] me.mu.jut v mencekik (mengikat) leher (sbg hukuman); mengujut
ragum ra.gum [n] alat untuk menjepit dr besi, biasanya untuk menjepit besi yg akan dikikir
rakuk ra.kuk [Mk n] bagian pohon dsb yg ditoreh sebagian supaya mudah patah; takik; takuk
refleksi re.flek.si [n] (1) gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sbg jawaban suatu hal atau kegiatan yg datang dr luar: penyair pd hakikatnya adalah suatu -- dr masyarakat sekelilingnya; (2) gerakan otot (bagian badan) yg terjadi krn suatu hal dr luar dan di luar kemauan atau kesadaran; (3) ki cerminan; gambaran: penggunaan bahasa merupakan -- dr kecintaan thd bahasa itu
rengeh re.ngeh [v] , me.re.ngeh v meringkik (tt kuda)
ringih ri.ngih , me.ri.ngih v meringkik
ringking ring.king [v] , me.ring.king v mendengking; menengking; memekik: terdengarlah teriakannya ~
rodolit ro.do.lit [n Min] varietas akik garnet yg berwarna merah jambu
sampilik sam.pi.lik [a] kikir; pelit
sbg kepiting batu [pb] sangat kikir
sekakar se.ka.kar [a cak] kikir (pelit) sekali
seludup se.lu.dup , me.nye.lu.dup v masuk dng diam-diam; menyuruk; menukik; menyelinap; menyelundup: -- ke bawah batu besar; -- dr pintu belakang
selundup se.lun.dup , me.nye.lun.dup v (1) menyeluduk; menyuruk: ada yg -- ke kolong tempat tidur dan ada pula yg bersembunyi di balik pintu; (2) masuk dng sembunyi-sembunyi atau secara gelap (tidak sah): kadang-kadang ada juga perahu-perahu yg membawa barang-barang gelap -- ke Toli-Toli; (3) menyusup; merembes: satu kompi dapat -- sampai ke tepi Sungai Han; (4) menukik; menghunjam: pesawat pemburu itu -- sambil memuntahkan pelurunya
seraut se.ra.ut [n] pisau kecil tajam (untuk menakik-nakik, meraut, dsb); pisau raut; siraut
silu si.lu [a] (1) pilu; rayu; rawan hati: -- hatiku mendengar berita yg sangat mengharukan itu; (2) berasa tidak enak bagi pendengaran (spt mendengar gergaji dikikir dsb)
simile si.mi.le [n] majas pertautan yg membandingkan dua hal yg secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yg serupa, dinyatakan secara eksplisit dng kata seperti, bagai, laksana
singkat tangan tidak suka memberi; pelit; kikir
siput memuji buntut [pb] memuji diri sendiri; -- akik jenis karang, Helix richmondia
siraut si.ra.ut [n] pisau kecil, tetapi tajam sekali, digunakan untuk meraut, menakik dsb
smes [n] pukulan keras yg menukik yg diarahkan kpd pihak lawan (dl bulu tangkis dsb): sering ia spt pasrah tanpa reaksi untuk mengembalikan -- lawannya
sorak so.rak [n] suara teriak dan pekik (tanda gembira atau senang): terdengar -- anak-anak yg sedang bermain
sorak-sorai so.rak-so.rai [n] suara teriak dan pekik beramai-ramai (tanda gembira, menghina, dsb): -- penonton terdengar saat menyaksikan pertandingan final sepak bola
spesialistis spe.si.a.lis.tis [a] bersifat keahlian dl keterampilan atau suatu cabang ilmu: dunia polisi terikat pd zamannya krn pd hakikatnya dia mengacu pd bentuk pekerjaan yg semakin berstruktur rasional dan --
sufal su.fal [kl n] takik pd busur
sunam su.nam , me.nyu.nam v menukik; menyelundup; mengunjam: pesawat terbang itu segera -- turun
tahu campur makanan yg terbuat dr tahu goreng, sayuran, mi, kikil yg berbumbu petis dan berkuah
takuh ta.kuh [n] -- takah 1 takik-takik; takuk-takuk; bermacam-macam takik (takuk); (2) tidak rata
takuk ta.kuk [n] takik yg agak dalam (pd pohon nyiur dsb), tempat tumpuan kaki ketika memanjat: -- takak, bermacam-macam takik dan takuk
tangan menggenggam tangan [pb] sangat kikir
tangga sokong tiang dsb yg bertakik-takik untuk memanjat
tangkai kering [ki] pelit; kikir
tembok kering [ki] orang yg amat kikir
tempik tem.pik [n] pekik keras [Jw n kas] alat kelamin perempuan
tempik sorak berbagai-bagai pekik dan sorak (dl perang dsb): ketika didengarnya -- sorak, mereka (pun) berlarian
tenggiri musang , tenggiri kikus
tengking teng.king [n] (1) bunyi nyaring dan tinggi (spt ringkik kuda dsb): apabila terdengar -- kuda malam hari pertanda ada binatang buas di sekitarnya; (2) suara tinggi keras (spt suara orang marah, membentak, menghardik): pesuruh itu sering kena -- bila salah mengerjakan tugasnya
teriak te.ri.ak [n] seruan yg keras; pekik: kedengaran -- orang dr arah sungai itu
teriakan te.ri.ak.an [n] hasil berteriak; pekikan
terjerit-jerit ter.je.rit-je.rit [v] memekik-mekik; mendengking-dengking
terlolong-lolong ter.lo.long-lo.long [v] menangis memekik-mekik: anak itu menangis ~
tetapi te.ta.pi [p] kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yg bertentangan atau tidak selaras: orang itu kaya, -- kikir; rumah ini besar, -- sudah rusak; akan -- , penghubung antarkalimat atau antarparagraf untuk menyatakan hal yg bertentangan atau tidak selaras: akan -- , masalahnya tidak semudah itu
tokak to.kak ? tukak [v] me.no.kak v menggigit (tt anjing, harimau, dsb) , to.kak-ta.kik n banyak takiknya [n] ikan laut yg dapat dimakan, Bodianus diana
tokek to.kek [n] binatang merayap, kulitnya kasap berbintik-bintik, suaranya keras, hidup di rumah (pohon dsb) /tokEk/ ? takik (takuk) [n] kudis (borok) di kepala
tungging tung.ging [v] me.nung.ging v membungkuk dng kepala ke bawah dan pantat terangkat ke atas (tt perahu, kapal, dsb); terjungkir (bagian depan ke bawah dan bagian belakang terangkat ke atas); menukik lurus ke bawah (tt pesawat terbang dsb) [n] hari keempat sejak hari ini; sesudah tulat; tubin
turis tu.ris , me.nu.ris v (1) menggores (menoreh, menakik) tidak berapa dalam; (2) mencacar (imunisasi thd penyakit cacar) [n] pelancong; wisatawan
umpama air digenggam tiada tiris [pb] hal orang yg sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yg sengsara
Yahudi Ya.hu.di [n] (1) bangsa (yg berasal dr) Israel (Yakub); Ibrani; (2) agama orang Israel (yg berasal dr ajaran Nabi Musa a.s.); (3) ki (negatif) sebutan bagi orang yg sangat kikir: kikir spt -- , sangat kikir
yel [n] pekikan atau sorakan para pelajar (mahasiswa, anggota perkumpulan, dsb) untuk memberi dorongan semangat kpd regunya yg sedang bermain (bertanding dsb); teriakan khusus di kalangan pramuka
zat [Ar n] (1) wujud; hakikat (Allah): -- Allah; (2) yg menyebabkan sesuatu menjadi ada; (3) bahan yg merupakan pembentuk (bagian-bagian yg mendukung) suatu benda; unsur

Jika informasi mengenai "kik" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas