Arti kata/frase "kawin tukar gadis" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/kawin-tukar-gadis

Halaman ini menjelaskan kata atau frase kawin tukar gadis menurut KBBI Edisi III

kawin tukar gadis: [Antr] adat perkawinan yg menuntut seorang pria yg melamar seorang wanita menyediakan seorang saudara wanita dr kerabatnya sendiri untuk dikawinkan dng seorang pria dr kerabat calon istrinya

Lebih lanjut mengenai kawin tukar gadis

kawin tukar gadis terdiri dari 3 suku kata. Kata tersebut mempunyai 782 kata terkait yakni sebagai berikut:

gadis ga.dis [n] (1) anak perempuan yg sudah akil balig; anak dara; (2) anak perempuan yg belum kawin; perawan; (3) binatang yg belum beranak atau bertelur; dara: ayam --; lembu --
kawin ka.win [v] membentuk keluarga dng lawan jenis; bersuami atau beristri; menikah: ia -- dng anak kepala kampung; (2) v melakukan hubungan kelamin; berkelamin (untuk hewan); (3) v cak bersetubuh: -- sudah, menikah belum; (4) n perkawinan [kl v] , me.nga.win v memegang ayam pd kedua kaki dan kedua sayapnya dsb untuk disembelih
tukar tu.kar [v cak] bertukar; berganti
gadis tua gadis yg telah berumur lebih dr 35 tahun, tetapi belum kawin; perawan tua
kawin roko kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan bersama untuk menutup rasa malu krn calon pengantin laki-laki tidak mampu memberikan maskawin; (2) kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan calon suami dan calon istri krn orang tua si gadis tidak menyetujuinya
gadis besar gadis yg sudah sampai umur (18 tahun)
gadis kecil gadis yg masih sangat muda (13 tahun)
gadis pemerah gadis yg pekerjaannya memerah susu ternak perah
gadis tanggung gadis yg sedang besarnya (belum dewasa, tetapi tidak kanak-kanak lagi)
gadis taruhan gadis yg dipingit; pingitan
kawin amanua kawin masuk
kawin kontrak kawin berjangka
kawin liwat kawin angkat bapak
kawin tambahan kawin angkat bapak (di Jawa Barat)
tukar guling tukar lalu
kawin tukar gadis [Antr] adat perkawinan yg menuntut seorang pria yg melamar seorang wanita menyediakan seorang saudara wanita dr kerabatnya sendiri untuk dikawinkan dng seorang pria dr kerabat calon istrinya
kawin lari perkawinan dng cara melarikan gadis yg akan dikawininya dng persetujuan gadis itu untuk menghindarkan diri dr tata cara adat yg dianggap berlarut-larut dan memakan biaya yg terlalu mahal
gadis sampul julukan yg diberikan kpd gadis atau wanita cantik yg gambarnya dimuat pd kulit muka majalah
kawin acak [Tern] keadaan yg memungkinkan terjadinya perkawinan antara jantan dan betina dewasa secara acak
kawin angkat bapak perkawinan antara seorang wanita yg sedang hamil di luar perkawinan yg sah dan seorang pemuda yg bersedia mengawini wanita itu, kadang-kadang dng bayaran atau upah
kawin bantu perkawinan antarhewan jantan
kawin batin perkawinan yg tidak disahkan oleh penghulu
kawin belis perkawinan dng istri pindah ke rumah suami dan menjadi anggota kerabat suaminya
kawin campur [Sos] perkawinan di antara dua pihak yg berbeda agama, kebudayaan, golongan, atau suku bangsa
kawin gantung perkawinan yg sudah sah, tetapi suami dan istri belum boleh serumah (masih tinggal di rumah masing-masing); (2) perkawinan yg belum diresmikan penuh (pengesahannya ditunda setelah dewasa)
kawin kantor perkawinan yg dilaksanakan di kantor catatan sipil
kawin masuk perkawinan dng suami memasuki rumah tangga keluarga istri
kawin mutah [Isl] perkawinan yg berdasarkan perjanjian dl jangka waktu tertentu (yg dilarang dl agama)
kawin sirih pinang bentuk perkawinan dng cara suami tinggal di tempat orang tua istri dan membantu pekerjaan orang tua itu sampai mahar yg harus dibayarnya dapat dilunasi (di Timor)
kawin sumbang perkawinan antara kerabat terdekat yg tidak diizinkan oleh hukum, adat, atau agama
kawin-mawin ka.win-ma.win [n] (1) berbagai-bagai urusan perjodohan (pernikahan); (2) pertalian (sanak) krn perjodohan (perkawinan dsb)
tukar bangun bertukar tanah dan bangunan dng tanah dan bangunan di tempat lain yg sesuai harganya
tukar barang sistem perdagangan dng menggunakan barang atau benda sbg alat tukar untuk barang atau benda yg dibeli atau dijual
tukar cincin saling memberi cincin kawin ketika meresmikan pertunangan
tukar lalu bertukar barang dng tidak menambah uang
tukar pakai bertukar dl pemakaian (pakaian, kendaraan, dsb)
tukar tambah bertukar barang dng memberi tambahan uang
tukar-menukar tu.kar-me.nu.kar [v] saling menukar; bertukaran
kawin suntik [Tern] pembenihan dng jalan memasukkan benih jantan (sperma) ke dl vagina dng menggunakan (dng bantuan) alat suntik (tidak melalui hubungan seksual); inseminasi
bambang kabayan gadis yg dilarikan untuk dikawini
lari nikah kawin lari dng persetujuan gadis
alih kecek tukar percakapan (mempercakapkan perkara lain)
balik kerak kawin (menikah) kembali dng istrinya yg telah diceraikan; rujuk
kembang desa gadis yg dianggap paling cantik di sebuah desa
naik ranjang kawin dng kakak bekas istri/suami
perawan tua gadis yg sudah tua dan belum menikah
polemik sastra tukar pikiran antara dua pihak yg berbeda paham tt masalah sastra, jika berbentuk tulisan disebut (perang pena)
sumbang balai melintang kawin dng kaum keluarga yg terlarang oleh agama atau adat
perkawinan tungku per.ka.win.an tungku perkawinan antara pemuda dan anak gadis dr saudara laki-laki ibunya (di Flores)
asimilasi perkawinan proses terjadinya perkawinan campuran yg berbeda budaya, perilaku, dan golongan
bak tengguli ditukar cuka [pb] suatu kejadian yg bertukar dr keadaan yg menggembirakan ke keadaan yg menyedihkan
batu kawin biaya yg dibayarkan kpd pejabat resmi yg menikahkan dan meresmikan perkawinan mempelai
bertukar kecek ber.tu.kar kecek bertukar pokok pembicaraan
bertukar lalu ber.tu.kar lalu tukar lalu
bertukar pakaian ber.tu.kar pakaian bertukar baju
bertukar ranjang ber.tu.kar ranjang kawin lagi
bertukar-tukar ber.tu.kar-tu.kar [v] bertukar berkali-kali; berganti-ganti
bertukar-tukaran ber.tu.kar-tu.kar.an [v] saling bertukar; saling memberi sesuatu: ~ mahasiswa; ~ hasil bumi
bertukaran ber.tu.kar.an [v] saling bertukar
bini kawin wanita yg dikawin secara resmi dan sah
harga kawin maskawin
harta kawin benda-benda berharga atau uang yg harus diberikan oleh pihak laki-laki kpd pihak wanita dl proses perkawinan
harta perkawinan kesatuan harta yg dikuasai dan dimiliki oleh suatu keluarga selama perkawinannya
hasil perkawinan hal-hal yg didapat setelah terjadinya perkawinan yg sah berdasarkan adat kebudayaan, agama, dan peraturan hukum yg berlaku
isi kawin maskawin; mahar
kamar perkawinan [Zool] liang di dl tanah, tempat mengadakan perkawinan sepasang individu dewasa
kegadis-gadisan ke.ga.dis-ga.dis.an [a] tingkah laku dan lagak lagunya spt gadis (meskipun sudah bersuami)
kegadisan ke.ga.dis.an [n] (1) kemurnian seorang gadis; keperawanan; (2) sifat gadis
kekawin ke.ka.win [n] kakawin
kelahiran sebelum kawin ke.la.hir.an sebelum kawin kelahiran yg terjadi pd seorang wanita yg belum pernah menikah
kerabat kawin [Antr] kerabat berdasarkan ikatan perkawinan
kohor perkawinan [Dem] perkawinan yg dilakukan pd waktu yg bersamaan, biasanya pd tahun yg sama
masa kawin [Tern] jarak waktu antara perkawinan pertama sampai perkawinan terakhir pd masa bunting
mempertukarkan mem.per.tu.kar.kan [v] (1) menukarkan; (2) membiarkan (menjadikan) bertukar yg satu dng yg lain: sesudah selesai, suruhlah anak-anak ~ pekerjaan mereka
menggadis meng.ga.dis [v] tetap menjadi gadis; tidak pernah bersuami
musim kawin [Tern] periode waktu ternak betina dewasa berahi dan saatnya dikawini oleh jantannya
nilai tukar jumlah uang yg sebenarnya diterima yg diperoleh dl pertukaran suatu barang
nomor tukar surat kabar dan majalah yg diterima secara cuma-cuma berdasarkan prinsip saling tukar
perkawinan per.ka.win.an [n] (1) perihal (urusan dsb) kawin; pernikahan; (2) pertemuan hewan jantan dan betina secara seksual
perkawinan campuran per.ka.win.an campuran kawin campur
perkawinan levirat per.ka.win.an levirat perkawinan antara seorang janda dng saudara kandung bekas suaminya yg telah meninggal dunia berdasarkan adat-istiadat yg berlaku dl masyarakat yg bersangkutan
perkawinan sekerabat per.ka.win.an sekerabat perkawinan yg dilakukan di antara individu yg masih ada pertalian darah
perkawinan tempat mati per.ka.win.an tempat mati [pb] perkawinan yg sungguh-sungguh dilakukan sesuai dng cita-cita hidup berumah tangga yg bahagia
pertukaran per.tu.kar.an [n] perbuatan (hal dsb) bertukar atau mempertukarkan; pergantian, peralihan, dsb: ~ iklim; ~ pikiran; ~ hasil bumi dng hasil industri
pesta kawin pesta merayakan perkawinan
searah bertukar jalan se.a.rah bertukar jalan [pb] sama maksudnya, tetapi berlainan cara mencapainya
seiring bertukar jalan (sekandang tidak sebau se.i.ring bertukar jalan (sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut) [pb] berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama
sistem perkawinan skema yg mengatur pasangan untuk dikawinkan
tertukar ter.tu.kar [v] ditukar dng tidak sengaja
usia kawin usia yg dianggap cocok secara fisik dan mental untuk kawin (kira-kira di atas 20 tahun)
zaman beralih musim bertukar zaman ber.a.lih musim bertukar [pb] segala sesuatu hendaknya disesuaikan dng keadaan zaman
anak gadis anak perempuan yg sudah menginjak usia remaja
bagai gadis jolong bersubang [pb] sombong atau sangat riang (krn baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dsb)
berkawin ber.ka.win [v] menikah: sukakah Tuan Putri ~ dng hamba
bersemenda ber.se.men.da [v] kawin dng: ia akan -- dng gadis di depan rumahnya
bertanda-tandaan ber.tan.da-tan.da.an [v] bertukar cincin kawin (tanda bertunangan)
bertukar ber.tu.kar [v] (1) beroleh sesuatu dng memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dng sesuatu yg lain, spt seseorang memberikan sesuatu kpd seseorang lain yg memberikan sesuatu sbg gantinya: barang ~ dng uang, barang diganti dng uang; (2) berubah (dr atau menjadi yg lain); bersilih (bulu, kulit, dsb): siang ~ dng malam, siang berubah menjadi malam; (3) berpindah (dr kendaraan yg satu ke kendaraan yg lain): dr kota C kami ~ bus yg menuju kota D
bertukar adat ber.tu.kar adat berganti adat; (2) ki berubah adatnya (tidak sbg biasanya)
bertukar akal ber.tu.kar akal gila
bertukar baju ber.tu.kar baju berganti baju (pakaian)
bertukar beruk dng cigak [pb] sama saja halnya
bertukar bulu ber.tu.kar bulu bersilih bulu (bulunya berganti dng yg lain); (2) ki berubah keyakinan (pendapat, pendirian)
bertukar haluan ber.tu.kar haluan berganti haluan (arah, tujuan)
bertukar hati ber.tu.kar hati lain di mulut, lain di hati
bertukar jalan ber.tu.kar jalan berlainan jalan; (2) berselisih jalan; menempuh jalan masing-masing
bertukar kereta ber.tu.kar kereta berpindah ke kereta yg lain
bertukar kulit ber.tu.kar kulit bersilih kulit; berganti kulit (spt ular); (2) ki berubah keyakinan
bertukar pandang ber.tu.kar pandang saling memandang
bertukar pikiran ber.tu.kar pikiran berbahas (saling mengutarakan pendapat); berdiskusi; (2) berubah pendapat (keyakinan dsb)
bertukar sebut ber.tu.kar sebut berlain-lainan perkataannya (pendapatnya)
bertukar sepah [ki] tanda percintaan yg mendalam antara dua orang kekasih
bertukar tempat ber.tu.kar tempat yg satu berpindah ke tempat yg lain dan sebaliknya
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
cincin kawin cincin polos, biasanya tidak berpermata yg pd bagian dalamnya ada nama suami atau istri sbg tanda sudah menikah
dara da.ra [n] (1) anak perempuan yg belum kawin; gadis; perawan: ia akan menikah dng seorang -- dr Kalimantan; (2) keperawanan: sudah hilang -- nya, akibat pergaulan yg terlalu intim [n Tern] ternak betina yg berumur lebih dr satu tahun dan belum pernah beranak meskipun telah bunting [n] (burung) merpati; Columba domestica
ekospesies eko.spe.si.es [n Bio] kelompok ekotipe yg berperilaku sbg jenis sehingga mampu saling kawin, tetapi kurang mampu saling tukar bahan genetika secara bebas dng anggota kelompok ekotipe lain
ganti semangat [Huk] peninggalan berupa keris dan sejumlah uang di ruang tidur gadis dr laki-laki yg melarikan gadis sbg pemberitahuan kpd orang tuanya bahwa gadis itu kawin lari
hembak hem.bak [Bl n] maskawin dl jumlah besar yg harus dibayar krn melarikan gadis untuk dinikahi
hipergami hi.per.ga.mi [n Antr] adat perkawinan dl sistem kasta yg mendorong agar seorang gadis menikah dng seorang pria dr kastanya sendiri atau dng pria dr kasta yg lebih tinggi
hukum perkawinan undang-undang yg menata dan mengatur kehidupan bersama secara sah antara pria dan wanita serta hak dan kewajiban dr kedua pihak
hula-hula hu.la-hu.la [n] kelompok kekerabatan pemberi gadis dl sistem perkawinan adat Batak [n] tarian penduduk asli di Kepulauan Hawaii
kakawin ka.ka.win [n Sas] jenis puisi Jawa Kuno
kandang kawin kandang tempat mengawinkan ternak atau mengambil (menampung) mani pejantan dng cara memancingnya dng hewan betina agar timbul birahi
kelampauan ke.lam.pau.an [v] kelaluan; terlewati; telah didahului (oleh orang lain): anak gadis itu ~ , adiknya sudah kawin, ia belum
kelas perkawinan [Antr] kelompok sosial yg bersifat eksogam
libei li.bei [n] perjanjian antara dua keluarga yg saling memberikan gadis untuk dikawini laki-laki masing-masing pihak sehingga tidak diperlukan uang jujur (di Bengkulu)
malagandang ma.la.gan.dang [v] melarikan gadis dng paksa untuk dikawini (di Lombok)
martandang mar.tan.dang [v] mengadakan kunjungan bagi pemuda ke rumah gadis ketika menghadapi usia kawin atau pd waktu berpacaran, biasanya dilakukan pd waktu malam dan berlaku di antara beberapa muda-mudi dng senda gurau dan iringan nyanyian dan gitar (di Tapanuli)
maskawin mas.ka.win [n] pemberian pihak pengantin laki-laki (msl emas, barang, kitab suci) kpd pengantin perempuan pd waktu akad nikah, dapat diberikan secara kontan ataupun secara utang; mahar
membeli kerbau bertuntun membeli kerbau ber.tun.tun [pb] membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu; kawin dng gadis yg belum dikenal
mengambil anak meng.am.bil anak memungut anak orang lain dan menganggapnya sbg anak sendiri; (2) mengambil pemuda yg bukan kerabat untuk dikawinkan dng anak gadisnya dng tujuan menegakkan serta meneruskan kepemimpinan adat
meranda tua me.ran.da tua hingga tua tidak mau atau belum kawin (tt gadis)
pascakawin pas.ca.ka.win [a] berhubungan dng keadaan sesudah menikah
perawan pe.ra.wan [n] anak perempuan yg sudah patut kawin; anak dara; gadis; (2) a belum pernah bersetubuh dng laki-laki; masih murni (tt anak perempuan): meskipun umurnya 30 tahun, ia masih --; (3) a ki belum digarap (diusik-usik, dijamah tt hutan, daerah, dsb): sebagian besar hutan di pulau itu masih --
randa gadis perawan tua
seiring bertukar jalan seiring ber.tu.kar jalan, seia ber.tu.kar sebut [pb] kedua pihak semaksud dan sepaham, tetapi berlain cara melaksanakannya
spt gadis jolong bersubang [pb] sangat berlagak (sombong)
spt gadis sudah berlaki [pb] anak perawan yg tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dsb)
surat kawin surat nikah
telangkai te.lang.kai [n] (1) perantara dl perkawinan (juga dl perundingan): akhirnya pemuda itu menyuruh seorang -- meminang gadis idamannya untuk menjadi istrinya; dl -- , sudah dipinang orang; (2) perantara (wakil): orang tua tadi yg menjadi -- dl penjualan kerbau itu [v] , me.ne.lang.kai v menyerbu; menyergap; menyerang
abduksi ab.duk.si [n] (1) pengambilan secara paksa (terutama perempuan) untuk dikawini atau digauli; (2) Dok gerakan ke arah luar sumbu badan (tt tangan dan kaki) atau ke arah luar sumbu kaki (tt ibu jari kaki)
afair afa.ir [n] (1) hubungan asmara yg berlangsung singkat (tidak dilanjutkan dng perkawinan); (2) kejadian yg menghebohkan atau skandal
agamet aga.met [n] sel tunggal yg mampu berkembang biak tanpa perkawinan
agami aga.mi [n] kelompok manusia yg tidak mempunyai peraturan yg mengharuskan atau melarang perkawinan
agamogenesis aga.mo.ge.ne.sis [n] perkembangbiakan tanpa perkawinan
ajnabi aj.na.bi [Ar n] (1) orang asing; (2) Isl orang yg bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki- laki dan perempuan)
akta ak.ta [n ] surat tanda bukti berisi pernyataan (keterangan, pengakuan, keputusan, dsb) tt peristiwa hukum yg dibuat menurut peraturan yg berlaku, disaksikan dan disahkan oleh pejabat resmi: -- kelahiran; -- perkawinan
aktor pratean aktor pancaragam kostum yg selalu melakukan pertukaran kostum dng cepat ketika melakukan pertunjukan
alih [v] pindah; ganti; tukar; ubah
alih kedudukan [Kim] pertukaran tempat dua atom dl suatu molekul
alternasi al.ter.na.si [n] pertukaran; pergantian
ambivalen am.bi.va.len [a] bercabang dua yg saling bertentangan (spt mencintai dan membenci sekaligus thd orang yg sama): ia mengakui adanya sikap -- pd dirinya thd gadis itu
ampaian am.pai.an [n] tali (galah) tempat menggantungkan (menyangkutkan) pakaian: gadis itu sedang menjemur cucian di ~
anak andaman anak gadis yg dikurung atau dipingit beberapa waktu sebelum dinikahkan
anak dara anak perempuan yg sudah mencapai usia remaja dan belum kawin; (2) cak pengantin perempuan
anak luar nikah anak yg dilahirkan oleh seorang wanita di luar perkawinan yg dianggap sah menurut adat atau hukum yg berlaku; (2) anak haram
anak sumbang anak haram (terutama akibat dr perzinaan sesama antara sanak saudara dekat); (2) anak yg lahir dr seorang ibu yg dilarang kawin menurut undang-undang dng lelaki yg menghamilinya
anak sunti anak perempuan yg mulai jadi gadis (perawan kecil)
anak tiri anak ti.ri [n] anak bawaan suami atau istri yg bukan hasil perkawinan dng istri atau suami yg sekarang
anak-anakan anak-anak.an [n] tiruan anak (untuk mainan anak-anak); boneka: gadis cilik itu asyik bermain dng ~ nya
andam an.dam [n] -- surai anak rambut di dahi yg dipepat dan diatur baik-baik [a] , -- karam hilang lenyap; habis semuanya [v] , meng.an.dam v mengurung; memingit; mengikat: adat ~ gadis yg akan dinikahkan masih terdapat di daerah ini
andan an.dan [n] orang yg putih kulitnya krn lapisan kulitnya tidak mengandung (kekurangan) zat warna tubuh (pigmen); bulai [Mk v] berkerabat (bersanak) dekat krn perkawinan, bukan krn hubungan darah
anggan ang.gan [n] perkawinan dng janda bekas istri saudara
anggar ang.gar , meng.ang.gar adv mengira-ngira; memperhitungkan (belanja, biaya): ~ belanja pesta perkawinan [n] (1) permainan (perkelahian) yg kedua belah pihak menggunakan pedang; (2) Olr cabang olahraga bela diri yg menggunakan alat atau senjata (untuk menusuk, memarang, atau menusuk dan sekaligus memarang) [n] tenggeran burung dl sangkar [v] , ter.ang.gar-ang.gar v terlanggar-langgar
angpau ang.pau [Cn n] (1) amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yg diberikan kpd orang yg punya hajat (perkawinan dsb) dl adat Cina; (2) hadiah atau pemberian uang (pd hari Tahun Baru Cina dsb)
antaran an.tar.an [n] (1) barang yg diantarkan (dikirimkan); (2) uang dsb pemberian dr pihak laki-laki kpd calon mertua: ~ kawin
arus zaman proses pertukaran (perkembangan) zaman
aset [n] (1) sesuatu yg mempunyai nilai tukar; (2) modal; kekayaan: -- perusahaan; gerakan rakyat yg memerdekakan bangsa merupakan -- nasional
ayah tiri laki-laki (bukan ayah kandung) yg kawin dng ibu kandung seorang anak
ayam pelesung pemuda yg biasa datang ke rumah orang tua yg beranak gadis
bagai kena santung pelalai [pb] gadis yg lupa (tidak ingat) akan bersuami (krn diguna-gunai orang)
bahasa semu bahasa kiasan yg menyiratkan makna tersembunyi yg digunakan dl teks kakawin untuk memperkatakan ulah sanggama
baik-baik ba.ik-ba.ik [a] (1) tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia bukan orang jahat, melainkan orang -; dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang -; kau harus jadi orang -, jangan suka menipu; (2) hati-hati: -- membawa diri di perantauan; -- di jalan; (3) dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah -- agar tidak menyesal nanti
bakak ba.kak , ber.ba.kak ark v kawin; bersetubuh (tt binatang)
bakarat ba.ka.rat [ark n] (1) gadis atau dara; (2) alat kelamin gadis [n] permainan judi dng kartu besar
balai pancapersada [kl] balai tempat memandikan mempelai laki-laki dan perempuan pd perkawinan anak raja sesudah upacara pokok selesai
balangkep ba.lang.kep [n] laki-laki dan wanita yg terikat oleh hubungan perkawinan (di Manado)
balik jurai bentuk perkawinan yg suaminya tinggal di kediaman kerabat istri setelah dia memberi antaran krn seorang anak dr keturunannya akan meneruskan garis keturunan laki-laki
balik muka bertukar hadap (haluan, pikiran, pendapat); (2) berganti memihak kpd musuh; membelot memalingkan muka
bambang bam.bang [a] (1) pipih dan (luas) lebar; (2) kelihatan luas membentang [ark v Huk] melarikan gadis (di Palembang)
bandasrayan ban.das.ra.yan [n Sos] harta benda milik bersama suami istri selama masa perkawinan; harta gana-gini
banding ban.ding [n] (1) persamaan; tara; imbangan: kecantikan gadis itu tiada -- nya, tiada tolok -- nya; (2) Huk pertimbangan pemeriksaan ulang thd putusan pengadilan oleh pengadilan yg lebih tinggi atas permintaan terdakwa atau jaksa naik apel: apabila tidak puas dng putusan pengadilan negeri boleh minta -- kpd pengadilan tinggi
bangai ba.ngai , ter.ba.ngai a (1) terbengkalai; tidak diselesaikan (tt pekerjaan); ditinggalkan atau tidak dirawat (rumah, halaman, dsb); (2) ki tidak ada yg meminang (tt gadis): anak gadis itu --
bangkang bang.kang [ark] ter.bang.kang a terbangai; terbengkalai , mem.bang.kang v (1) tidak mau menurut (perintah); mendurhaka; (2) menentang; menyanggah [ark a] terbuka atau berjarak lebar (tt tanduk, sepit kala, dsb) [n] gadis yg telah kehilangan keperawanannya
bantal seraga bantal bundar yg dihiasi (bersulam), dipakai dl peralatan perkawinan
banua ba.nua [n Antr] masyarakat hukum adat, baik yg mencakupi rumah yg didiami keluarga virilokal maupun yg mencakupi keluarga, baik batih maupun yg sudah kawin (di Nias)
bapak tiri laki-laki (bukan ayah) yg kawin dng ibu kandung
barang asal harta yg dibawa oleh suami atau istri sbg hasil usaha masing-masing sebelum perkawinan berlangsung
barang bawaan barang yg dihadiahkan kpd istri pd waktu perkawinan
barang gawan [Huk] harta yg dibawa oleh suami dan istri ke dl perkawinan, yg bukan merupakan harta bersama
barang sulur [Huk] harta yg dibawa ke dl perkawinan yg merupakan hasil usaha mempelai pria (di Jawa Barat)
bare-bare ba.re-ba.re [n] perkawinan adat Bugis
barter bar.ter [n] perdagangan dng saling bertukar barang
batil belanja batil tempat maskawin dan uang dapur
baton ba.ton [n] serahan atau hadiah yg disampaikan pd upacara pelamaran gadis (adat Madura) [n Mus] tongkat kecil di tangan dirigen yg digunakan untuk memberi aba-aba kpd para pemain atau penyanyi yg dipimpinnya
bawaan ba.wa.an [n] (1) barang-barang yg dibawa (diangkat dsb): -nya dr luar negeri dikenakan pajak; (2) harta benda yg dibawa pd ketika kawin: apabila bercerai, -- perempuan tetap menjadi hak si perempuan; (3) buah tangan; oleh-oleh: apabila nenek datang, tentu banyak -- untuk cucunya; (4) pembawaan; sifat (tabiat dsb) yg dibawa sejak lahir; (5) akibat (dr): kekacauan ini adalah -- perang yg baru lalu
bebekel be.be.kel [Bl n Huk] harta yg dibawa suami atau istri (yg berasal dr pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yg merupakan harta warisan ke dl perkawinan)
belako be.la.ko [n] maskawin dr pihak laki-laki (adat Dayak)
belanja be.lan.ja [n] (1) uang yg dikeluarkan untuk suatu keperluan; ongkos; biaya: -- resepsi perkawinan itu ditanggung calon suaminya; (2) uang yg dipakai untuk keperluan sehari-hari (rutin): keuntungan penjualan di warungnya cukup untuk -- (sehari-hari); (3) upah; gaji: -- pembantunya Rp100.000,00 sebulan
belanja angin uang yg diberikan kpd pengantin perempuan untuk biaya pesta perkawinan
belanja menetek maskawin yg diberikan kpd ibu pengantin perempuan
belanja tubuh maskawin yg langsung diperuntukkan bagi pengantin perempuan sendiri
belis be.lis [Lihat {iblis}] [n] maskawin (di Sumba): besar kecilnya pembayaran -- biasanya bergantung pd tawar-menawar
belum (sudah) diasapi kemenyan [pb] belum (sudah) kawin
belum dipanjat asap kemenyan [pb] belum kawin
bentangkan ben.tang.kan [n] denda adat krn berzina atau mengingkari janji perkawinan (pd suku Dayak)
berahi be.ra.hi [n] perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; asyik: ketika dipandangnya wajah kekasihnya, bangkitlah -- nya; (2) a sangat suka; sangat tertarik: tuan putri pun sangat -- mendengar bunyi-bunyian itu; (3) n Tern gejala yg timbul secara berkala pd ternak betina sbg perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus
beralih ber.a.lih [v] (1) berpindah: acara kita sekarang ~ pd acara bebas; sekarang ia sudah ~ rumah; (2) berganti; bertukar; berubah: dr musim panas ~ ke musim hujan
berat be.rat [a] besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat -- , mobil derek, traktor, dsb; (2) a besar tekanannya (timbangannya): peti -- itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; (3) a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka --; kalau penyakit sudah -- susah diobati; (4) a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan -- bagi gadis itu; (5) a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb): kepala terasa -- dan pusing; mata terasa -- , mengantuk; (6) a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg --; (7) a memihak; cenderung: hatinya lebih -- kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; (8) ki v hamil: istrinya sedang dl --; (9) a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): -- dugaanku bahwa dia yg salah; (10) n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, -- nya berkurang 7 kg; (11) n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; (12) ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, -- kita
berbalik ber.ba.lik [v] (1) kembali (arahnya): kumandang ialah bunyi (suara) yg -; bola tenis yg dilemparkan ke tembok akan selalu --; (2) berubah letaknya (yg di atas menjadi di bawah, menelentang menjadi meniarap): tidurnya sangat gelisah, sebentar-sebentar --; (3) bertukar (haluan) hingga berlawanan dng yg semula; berputar (kembali); berpaling: ia -, lalu lari
berbaur ber.ba.ur [v] (1) bercampur: ketakutan dan penyesalan -- menjadi satu di dl hatinya; (2) bergaul (dng): janganlah engkau -- dng orang-orang yg bertabiat tidak baik; (3) hidup sbg suami istri; kawin: sudah sekian lama mereka hidup -, tetapi belum dikaruniai anak; (4) larut: minyak tidak dapat -- dng air
berbawaan ber.ba.wa.an [v] berpadanan (dng); selaras (dng): gadis itu menari -- dng musik pengiringnya
berbini ber.bi.ni [v] mempunyai bini; sudah kawin (tt laki-laki): ada lelaki yg -- empat; sudah cukup umurnya untuk -
berbinikan ber.bi.ni.kan [v] kawin dng (tt laki-laki); mengambil sbg bini: tidak patut engkau -- perempuan nakal itu
bercunduk ber.cun.duk [v] bertusuk konde: anak gadis tidak boleh ~ bunga
berdebat ber.de.bat [v] bertukar pikiran tt suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat
berdiskusi ber.dis.ku.si [v] mengadakan diskusi; bertukar pikiran: mereka ~ mengenai ketahanan nasional
berganduh ber.gan.duh [v] bertukar tambah; bertukar barang dng tambahan uang
berganti ber.gan.ti [v] (1) bertukar: saya mau ~ baju dulu; (2) beralih; berubah (tt pendirian dsb): ia telah ~ haluan; (3) berproses dan berubah secara alami (tt waktu): hari ~ hari
berganti-ganti ber.gan.ti-gan.ti [v] saling berganti; silih berganti; bertukar-tukar; bergilir-gilir
bergantung ber.gan.tung [v] (1) bersangkut atau berkait pd sesuatu yg lebih tinggi; (2) cak berpegang: ia ~ pd ambang pintu bus; (3) menyandarkan diri (kpd): meskipun telah kawin, hidupnya masih ~ pd orang tuanya; (4) terikat pd (kekuasaan, kemauan, keadaan, atau hal lain); terpulang kpd: berhasil tidaknya ~ kpd kita sendiri
berhidung ber.hi.dung [v] mempunyai hidung: gadis itu ~ mancung
berhubungan ber.hu.bung.an [v] (1) bersangkutan (dng); ada sangkut pautnya (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): penahanan itu ~ dng peristiwa pembunuhan baru-baru ini; (2) bertemu (dng); mengadakan hubungan (dng): ia sudah ~ langsung dng kepala kantor; (3) bersambung: bejana-bejana itu ~ sehingga tinggi permukaan air yg ada di dalamnya sama; (4) tukar-menukar atau beri-memberi (kabar, pikiran, dsb) dng perantaraan telepon, surat-menyurat, dsb: sekarang kita sudah dapat ~ langsung dng sanak saudara kita di Eropa
berian be.ri.an [n] (1) pemberian; (2) maskawin
beristrikan ber.is.tri.kan [v] beristri akan; mempunyai istri: ia ~ gadis tetangganya
berita keluarga berita yg berisikan hal-ihwal keluarga, spt kelahiran, ulang tahun, perkawinan, perceraian, dan kematian (biasanya disiarkan melalui radio): -- kematian berita tt kematian seseorang
berjalin-jalin ber.ja.lin-ja.lin [v] (1) saling berjalin; belit-membelit; gandeng-menggandeng; ikat-mengikat; berjalinan: rambut gadis itu ~; (2) bersangkut paut: cerita itu ~ dng sejarah Kerajaan Majapahit
berjodoh ber.jo.doh [v] (1) cocok bersuamikan (beristrikan) dengan; (2) kawin
berjunjungan ber.jun.jung.an [v] bersuami; menikah; kawin: putranya yg bungsu akan ~
berkacau ber.ka.cau [v] (1) bercampur aduk tidak keruan; sudah campur betul: aduklah telur dan tepung itu hingga ~ betul, kemudian masukkan gula ke dalamnya; (2) bercampur aduk (tidak dibeda-bedakan; bertukar-tukar dng; keliru dng): banyak masalah pribadi yg ~ dng masalah politik
berkelok ber.ke.lok [v] (1) melengkung (tt garis); berkeluk; (2) berbelok atau bertukar arah, ke kanan atau ke kiri (tt alur jalan dsb)
berkesan ber.ke.san [v] (1) meninggalkan bekas; berbekas: segala kebaikannya tiada ~ sedikit juga; (2) menimbulkan kesan: perjumpaannya yg pertama dng gadis itu sangat ~ sehingga tidak akan dilupakannya selama hidupnya
berkisar ber.ki.sar [v] (1) berpusing, berputar (tt roda, baling-baling, dsb): roda ~; (2) berpindah; beralih; bergeser; bertukar; (3) mengenai; bertumpu pd: penjelasan tsb ~ pd instruksi gubernur tt penertiban pedagang kaki lima
berkonsultasi ber.kon.sul.ta.si [v] (1) bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dl memutuskan sesuatu (tt usaha dagang dsb): tokoh-tokoh bank berkumpul di Jakarta dan saling ~ untuk memecahkan masalah perkreditan; (2) meminta nasihat (tt kesehatan, pendidikan, dsb)
berkurung ber.ku.rung [v] (1) tinggal di rumah saja: siang malam gadis itu ~ di rumahnya; (2) memakai tanda kurung: kata yg ~ itu hendaklah diganti dng kata lain yg bersamaan artinya
berlaki ber.la.ki [v] (sudah) kawin (tt perempuan); mempunyai laki
berlebih-lebih ber.le.bih-le.bih [a] (1) berlebih banyak: makanan dan minuman jangan ~ dl pesta perkawinan itu; (2) sangat berlebih dr keadaan sebenarnya: hemat saya berita ini ~ agaknya
bermadah ber.ma.dah [v] (1) memuji-muji; mengucapkan syair (sajak) sbg pujian: ia -- untuk mengambil hati gadis itu; (2) berkata: janganlah tuan hamba -- spt itu
bermadu ber.ma.du [v] mempunyai madu: kini ia -- krn suaminya kawin lagi; jarang perempuan -- yg tidak merasa sakit hati
bermini ber.mi.ni [v] memakai rok mini: dia senang melihat gadis -
beron be.ron , mem.be.ron v menikahi seorang gadis yg masih sangat muda
berpalu-palu ber.pa.lu-pa.lu [v] (berdagang) tukar-menukar barang; berdagang; barter
berpangkat ber.pang.kat [v] (1) mempunyai pangkat: ia ~ kolonel; (2) berkedudukan tinggi: gadis itu mendapatkan suami orang ~
berpengantin ber.pe.ngan.tin [v] (1) menjadi pengantin (kawin); (2) merayakan pesta perkawinan
berpilih-pilih ber.pi.lih-pi.lih [v] memilih dng amat teliti (tidak sembarangan): dia ~ gadis untuk dijadikan istrinya; (2) a jarang dan susah didapat; sedikit saja (yg); tidak sembarang (orang dsb): pd waktu itu ~ orang yg mempunyai mobil; ~ orang yg bersedia menjadi pemimpin perkumpulan itu
berpinggang ber.ping.gang [v] mempunyai pinggang: gadis itu ~ ramping
berputar kecek ber.pu.tar kecek [Mk] beralih pembicaraan; bertukar pokok pembicaraan
bersalahan ber.sa.lah.an [v] (1) berbeda; berlainan: raut wajah gadis itu -- dng raut wajah ibunya; (2) berselisih: ia -- pendapat dng atasannya tt cara menyusun laporan keuangan; (3) bertentangan; tidak sesuai dng: sepak terjangnya -- dng kepercayaan dan keyakinan yg dianutnya; (4) berbantah; bercekcok: dl banyak hal kedua orang itu sering -; (5) ki kurang sehat (badan); menyalah: badannya agak -- sehari ini
bersalin-salin ber.sa.lin-sa.lin [v] berganti-ganti; bertukar-tukar: ia suka -- pakaian sampai tiga atau empat kali dl sehari
bersanggul ber.sang.gul [v] (1) memakai sanggul; bergelung: wanita Indonesia akan tampak lebih cantik dan anggun jika berkebaya dan -; (2) menggelung rambutnya: sudah setengah jam gadis itu -- belum juga selesai
berselang-selang ber.se.lang-se.lang [v] (1) berganti-ganti (bertukar-tukar dng yg lain): drum dan gendang dimainkan -; (2) berantara-antara: Ibu pergi ke pasar -, hari ini pergi besok tidak, lusa pergi, dst
bersilih ber.si.lih [v] (1) bertukar: -- baju; (2) berubah (jadi); bertukar rupa dsb: dukun itu mampu -- rupa jadi harimau; (3) berganti-ganti; bergiliran; bertukar-tukar: berang dan sedih datang -- ganti mengacau perasaan
bersuami ber.su.a.mi [v] (1) sudah kawin (tt wanita); mempunyai suami; (2) kawin dng (tt wanita): alangkah senangnya -(kan) seorang budiman spt beliau itu
bertali ber.ta.li [v] (1) memakai tali; ada talinya: bungkusan yg ~ merah itu kepunyaanku; (2) ki sudah bertunangan: gadis itu sudah ~
bertambah ber.tam.bah [v] (1) menjadi lebih banyak (lebih besar dsb): utang terus ~; kita harus bekerja lebih keras supaya ~ hasilnya; (2) semakin: gadis itu ~ cantik apabila memakai pakaian hijau
bertanda ber.tan.da [v] (1) ada tandanya; ada cirinya; ada mereknya dsb; (2) sudah (bercincin) kawin
bertemu muka ber.te.mu muka berhadapan muka; ~ muka dan bertukar pikiran dng golongan tua telah diadakannya
bertimbang ber.tim.bang [v] (1) bertimbalan; berpadanan; bertimbang: kekuatan kedua belah pihak ~; (2) bersambutan; bertukar: ~ kata; ~ pandang
bertimbang pandang ber.tim.bang pandang bertukar pandang; pandang-memandang
bertimbang tanda ber.tim.bang tanda bertukar tanda (msl cincin) yg menyatakan sudah bertunangan
bertingkah ber.ting.kah [v] (1) berbuat aneh-aneh (nakal dsb): ia ~ spt anak-anak yg rewel; kuda itu ~; (2) berbuat tidak sewajarnya (minta ini minta itu, sebentar begini sebentar begitu, banyak cincong, dsb): ~ benar gadis ini
berwawanrembuk ber.wa.wan.rem.buk [v] berbincang-bincang; bertukar pikiran: pd saat ~ dng penduduk desa kita sering mendengar adanya masalah yg tidak terselesaikan
besan be.san [n] (1) orang tua dr menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); (2) hubungan keluarga antara dua orang tua yg terjadi krn anak mereka kawin
besar-besaran be.sar-be.sar.an [a] besar dan hebat: pesta perkawinannya akan dirayakan secara -; mereka melakukan serangan -
bikir bi.kir [kl n] gadis; perawan
bilas bi.las [v] ber.bi.las v mandi atau membasuh yg kedua kali dng air bersih (msl mandi dng air tawar sesudah mandi di laut atau di kolam renang dsb): setelah puas mandi di laut, mereka -- dahulu sebelum bertukar pakaian
binatak bi.na.tak [n Huk] bawaan laki-laki ke rumah istri pd bentuk perkawinan semenda; harta pembujangan (adat Bangka)
bincang panel pertukaran pendapat atau pikiran di antara sejumlah kecil peserta yg diselenggarakan di muka sejumlah peserta sebuah pertemuan
bini lari istri yg diperoleh dng jalan kawin lari
bini-binian bi.ni-bi.ni.an [n cak] (1) bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan -nya saja; (2) suka atau kerap- kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang -- spt dia
bintang mayang gugusan bintang rasi yg disebut Virgo (gadis)
biras bi.ras [n] pertalian persaudaraan antara dua orang krn kawin dng dua orang yg bersaudara
blaster blas.ter [n] (1) hasil perkawinan campuran dr dua jenis yg berbeda; hasil perkawinan silang; (2) cak peranakan (bukan keturunan asli)
blasteran blas.ter.an [n] hasil perkawinan campuran dr dua jenis yg berbeda; hasil perkawinan silang
boto bo.to [Jk a] elok (bagus, cantik) rupa dan bentuknya: gadis yg -- itu banyak pemujanya
bowo bo.wo [n] maskawin dr pihak laki-laki berupa beberapa ekor babi dng ukuran lingkar dada tertentu (di Pulau Nias)
buah tangisan beruk buah ta.ngis.an beruk [pb] gadis cantik yg menjadi idaman anak bujang
bubus bu.bus , mem.bu.bus v beterbangan ke luar dng ramai; keluar beramai-ramai: bagai anai-anai -- [n] -- tumbang bentuk perkawinan antara orang-orang yg mempunyai hubungan kekerabatan yg relatif dekat
bujangan bu.jang.an [n] (1) keadaan belum atau tidak kawin; (2) pria yg belum beristri
bulan madu masa pengantin baru menikmati perkawinannya (msl dng berlibur atau bepergian berdua ke tempat lain); saat-saat awal dl kehidupan berumah tangga
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunglon bung.lon [n] (1) kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; (2) ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)
bunting gelap keadaan hamil krn hubungan seksual di luar perkawinan tanpa diketahui dng jelas siapa yg menghamilinya
bunting suri keadaan bunting semu dan tidak mau kawin akibat perkawinan yg gagal atau krn sering dinaiki teman-temannya yg sejenis (tt ternak)
cacau ca.cau [a] (1) lincah; selalu berpindah-pindah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) banyak bicara, cerewet (tt orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tt burung dsb)
cadang ca.dang , ber.ca.dang v bersedia (akan): adakah engkau ~ mengadakan peraturan baru [n] hadiah perkawinan dr orang tua mempelai laki-laki
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cambahan cam.bah.an [Jw n] perkawinan tanpa maskawin
campur kaya harta yg diperoleh selama perkawinan, baik atas usaha istri maupun suami, masing-masing ataupun bersama-sama; guna kaya; tumpang kaya
cangget cang.get [n] -- pineng tarian adat pd waktu upacara peminangan gadis di Lampung
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cangkir cang.kir [n] mangkuk kecil yg bertelinga (tempat air teh atau kopi yg hendak diminum): setelah menghabiskan kopi dua -- dia merasa segar kembali; kami menghadiahi satu set -- buatan Cina kpd mereka pd hari perkawinannya [Mk n] jari cakar yg belakang (tt burung, ayam, dsb)
cantik can.tik [a] (1) elok; molek (tt wajah, muka perempuan); (2) indah dl bentuk dan buatannya: meja ini -- sekali [Mk a] (1) suka bersikap menarik perhatian laki-laki; genit; centil: anak gadis itu -- sekali; (2) amat suka bersetubuh; gasang
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
catatan sipil ca.tat.an sipil kantor yg bertugas membuat dan menyimpan surat-surat mengenai kelahiran, perkawinan, perceraian, dan kematian
cek [n cak] panggilan thd kakak perempuan; encek [n] perintah tertulis pemegang rekening kpd bank dsb yg ditunjuknya supaya membayar sejumlah uang: pembelian barang itu dibayar dng --; selembar -- bernilai Rp100.000,00 ditukar di bank [v] , me.nge.cek v mencocokkan kembali benar tidaknya (tt perhitungan, daftar angka, berita, dsb); memeriksa: dia disuruh ~ kebenaran berita itu
cempe lahir dini [Tern] anak domba yg lahir dr induk domba yg dikawinkan pd masa menjelang atau permulaan musim kawin
cempe lahir lambat [Tern] anak domba yg lahir dr induk domba yg dikawinkan pd akhir musim kawin
cenderung cen.de.rung [a] (1) agak miring; tidak tegak lurus; condong: bangunan itu tiangnya -- ke depan; (2) menaruh minat (keinginan, kasih, dsb) kepada; suka (ingin) akan: semakin nyata bahwa hatinya -- kpd gadis miskin itu; ia selalu -- berbuat yg tidak baik
cengeh ce.ngeh [a] manja; centil; genit: tingkah laku gadis itu --
cengeng ce.ngeng [a] (1) mudah menangis; suka menangis: anaknya -- sekali, dicubit sedikit saja menangis; (2) mudah tersinggung (terharu dsb): gadis remaja, biasanya lebih -- dp pria dl menghadapi suatu kejadian; (3) lemah semangat; tidak dapat mandiri: jadi pemuda janganlah --
centil cen.til [Lihat {sentil}] [a] suka bergaya (tt gadis); genit
ceriwis ce.ri.wis [a] sangat suka bercakap-cakap; banyak omong: sudah umum setiap gadis itu --
cewek ce.wek [n cak] sebutan kpd wanita atau perempuan yg masih muda (gadis): mayat -- berambut hitam ditemukan pejalan kaki di tepi hutan
cilik ci.lik [a] kecil: ia seorang gadis -- , usianya baru empat tahun
cina buta orang yg menikahi perempuan dng dibayar (supaya perempuan itu setelah dicerai dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg telah tiga kali menalaknya); muhalil
ciriwangi ci.ri.wa.ngi [n] tanda pengikat yg diberikan kpd pihak wanita pd hari perkawinan atau sehari sebelumnya yg nilainya sepuluh kali tanda pertunangan (di daerah Sunda)
condong con.dong [a] miring (tt barang yg tegak): tiang itu -- sedikit; (2) v bergeser dr titik kulminasi (tt matahari): matahari sudah -- ke barat; (3) v cenderung (kpd); memihak (kpd); suka atau tertarik hatinya (kpd): hatinya -- kpd gadis itu
culun cu.lun [a] kecil: Kotamadya Cirebon bagaikan seorang gadis -- yg telah beranjak dewasa
dadi da.di [n] pertemuan antara bujang dan gadis pd upacara adat di kalangan suku Pubian di Lampung
dan [p] penghubung satuan bahasa (kata, frasa, klausa, dan kalimat) yg setara, yg termasuk tipe yg sama serta memiliki fungsi yg tidak berbeda: ayah -- ibu, bibi -- paman, serta para anak, cucu, -- kemenakan bersama-sama merayakan 50 tahun perkawinan nenek mereka [n Olr] kelas atau tingkatan (I, II, III, IV, dsb) untuk yudo, karate, kempo
dayang da.yang [n] (1) gadis pelayan di istana; (2) kl anak perempuan, gadis
dayang-dayang da.yang-da.yang [n] gadis-gadis pelayan di istana
debat de.bat [n] pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing: debat tt calon presiden mendapat perhatian dr masyarakat
devisa de.vi.sa [n] alat pembayaran luar negeri yg dapat ditukarkan dng uang luar negeri
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
di bawah tangan [ki] tidak di muka umum (tt pemborongan); tidak dilaksanakan secara resmi atau tidak disaksikan oleh pihak resmi (tt perkawinan dsb); di bawah kekuasaan (pemerintah) orang
dinding din.ding [n] penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dsb (dibuat) dr papan, anyaman bambu, tembok, dsb: -- nya terbuat dr papan [n Huk] , men.din.ding n bentuk perkawinan adat Batak yg mengharuskan suami bekerja untuk orang tua istrinya krn tidak sanggup membayar mahar
diskusi dis.ku.si [n] pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah: -- tt peranan pemuda dl pembangunan
ditebuk (dikerobok) tikus [pb] sudah hilang kegadisannya (sudah tidak gadis lagi)
ditebuk tikus di.te.buk tikus [ki] dijadikan dl keadaan sudah tidak gadis lagi
doko do.ko [n Huk] mas kawin dl adat perkawinan di Tonsea (Manado) berupa hadiah dr mempelai laki-laki untuk mempelai wanita dan kerabatnya apabila wanita tsb sebelumnya pernah menikah
dorongan do.rong.an [n] (1) tolakan; sorongan: ~ lawannya yg keras itu menyebabkan ia terhuyung-huyung; (2) desakan; anjuran yg keras: krn ~ ibunya, akhirnya ia mau juga mengawini gadis itu; (3) Fis kakas (gaya) yg merupakan reaksi terhadap semburan gas dr roket atau pesawat pancar gas
duai du.ai [n Huk] adat perkawinan suku Dayak, antara dua orang laki-laki dng dua wanita kakak beradik, atau antara dua wanita dng dua orang laki-laki kakak beradik
duduk du.duk [v] (1) meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dng bertumpu pd pantat (ada bermacam-macam cara dan namanya spt bersila dan bersimpuh): ia -- di tikar; (2) ada di (dl peringkat belajar): ia -- di kelas III SMU; (3) kawin atau bertunangan: anaknya telah -- dng anak hakim; (4) tinggal; diam: ia pernah -- di Bandung selama tiga tahun [n] tumbuhan palma; Caryota mitis
duhe du.he [n] hadiah perkawinan dr suami istrinya dan pernikahan itu yg kedua bagi wanita tsb
dunia du.nia [n] (1) bumi dng segala sesuatu yg terdapat di atasnya; planet tempat kita hidup: di seluruh -- ini terdapat kira-kira 4.000 bahasa; (2) alam kehidupan: kita mengharapkan -- baru yg adil dan makmur; (3) semua manusia yg ada di muka bumi: hampir seluruh -- menghargai cita-cita Mahatma Gandhi; (4) lingkungan atau lapangan kehidupan: ia sudah lama berkecimpung dl -- pendidikan; (5) (segala) yg bersifat kebendaan; yg tidak kekal: baginya tiada arti harta -- ini; (6) peringkat antarbangsa (seluruh jagat atau segenap manusia): kejuaraan -- bulu tangkis yg pertama diselenggarakan di Malmoe, Swedia [n] pembicaraan mengenai perkawinan (di Halmahera)
ekdisis ek.di.sis [n Bio] pertukaran kulit (spt pd reptilia)
ekonomi pasar ekonomi yg sebagian besar dr produksi adalah untuk tujuan pemasaran atau pertukaran
eksogami ek.so.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang mencari jodoh di luar lingkungan sosialnya, spt di luar lingkungan kerabat, golongan sosial, dan lingkungan pemukiman; (2) Bio perkawinan individu gamet yg tidak mempunyai hubungan kekerabatan; (3) Bio penyerbukan bunga oleh serbuk sari dr bunga tumbuhan berbeda
embaran em.bar.an [n] (1) siaran (maklumat, undang-undang, dsb); (2) informasi: di dl pertemuan itu telah terjadi pertukaran pendapat dan ~ mengenai pentingnya peranan keluarga
endogami en.do.ga.mi [n] (1) Antr prinsip perkawinan yg mengharuskan orang untuk mencari jodoh di dl lingkungan sosialnya sendiri, msl di lingkungan kerabat, lingkungan kelas sosial, atau lingkungan pemukiman; (2) proses reproduksi secara perkawinan antarindividu yg sangat dekat kekerabatannya
eneng [Jk n] panggilan (kata sapaan untuk anak perempuan atau gadis dr golongan menengah); neng
enteng en.teng [a] (1) tidak berat timbangannya; ringan: meja ini -- , dapat saya angkat sendiri; (2) tidak perlu diperhitungkan; remeh: kesalahannya ialah bahwa ia menganggap -- lawannya; (3) ki tidak sukar; mudah: tugas yg tidak -- ini harus kita selesaikan bersama; -- jodoh mudah dan cepat mendapat atau memperoleh jodoh: ia termasuk gadis yg -- jodoh
eugenika eu.ge.ni.ka [n Bio] pengkajian tt kemungkinan memperbaiki mutu manusia dng cara mengubah susunan genetikanya, yaitu dng menganjurkan perkawinan antara mereka yg mempunyai gen-gen yg dikehendaki, dan tidak menganjurkan perkawinan antara mereka yg mempunyai gen-gen yg tidak dikehendaki; eugenetika
forum fo.rum [n] (1) lembaga atau badan; wadah: kita perlu membentuk suatu -- tempat membicarakan kepentingan bersama; (2) sidang: kedua perkara itu akan dibawa ke depan -- terbuka; (3) tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas: -- itu sering dimanfaatkan untuk diskusi ilmiah
fotogenik fo.to.ge.nik [a] memiliki wajah dan sikap tubuh yg menghasilkan potret yg menyenangkan: gadis yg berwajah -- itulah yg terpilih sbg gadis sampul majalah remaja
fundamen fun.da.men [n] (1) asas; dasar; hakikat: larangan kawin semarga bersangkutan dng -- dan filsafat kebudayaan suku Batak; (2) alas; dasar; fondasi: pembangunan fisik tanpa pembangunan mental seumpama bangunan tanpa --
gamit ga.mit [v] , ber.ga.mit v(1) saling menyentuh dng jari (saling memberi isyarat): dua remaja itu ~ dan bertukar kerling; (2) ki berlambaian: daun pokok kayu ~; (3) ki merangkul; mendekati: Presiden ~ dng salah satu partai di tengah silang pendapat tt kebangkitan partai itu pd masa datang
gamit-gamitan ga.mit-ga.mit.an [n] sebut-sebutan; omongan; buah mulut: gadis yg nakal itu telah menjadi ~ orang di sekitarnya
ganduh gan.duh [n] tokok; imbuh (tambahan sedikit dl bertukar barang dsb) [v] ber.gan.duh v bercampur; berkacau; menjadi kacau
ganggu gang.gu [v] , meng.gang.gu v (1) menggoda; mengusik: pemuda itu suka ~ gadis yg lewat; (2) merintangi; menyebabkan tidak berjalan sebagaimana mestinya (tt keadaan umum, kesehatan badan, dsb): pawai yg tidak teratur dapat ~ kelancaran lalu lintas; asap knalpot dapat ~ kesehatan badan; (3) merisaukan (tt hati, pikiran): kepergian gadis itu telah ~ hatinya; (4) merusak suasana: kehadirannya yg tidak diharapkan itu telah ~ pertemuan yg semula penuh tawa riang; (5) mendatangkan kekacauan (kerusuhan dsb): gerombolan penjahat itu sering ~ keamanan kota
ganti gan.ti [n] sesuatu yg menjadi penukar yg tidak ada atau hilang, spt sulih, pampas: santan ini dapat dipakai akan -- susu; (2) n orang yg menggantikan pekerjaan, jabatan, dsb; wakil; pengganti: lurah yg meninggal itu belum ada -- nya; akulah -- ayahmu; (3) v cak berganti; bertukar; berpindah: -- kereta (api)
ganti lapik perkawinan antara seorang duda dan adik perempuan mendiang istrinya; turun ranjang
garap ga.rap [v] , meng.ga.rap v (1) mengerjakan (sawah, laporan, dsb): banyak petani yg ~ sawah atas dasar bagi hasil; (2) ki memperkosa: ia ditangkap krn telah ~ gadis tetangganya
gawan ga.wan [Jw n] (1) harta bawaan suami atau istri di dl perkawinan, merupakan harta masing-masing dan tidak boleh dicampur dng harta gana-gini; (2) hadiah wajib yg menyertai maskawin
genap ge.nap [a] (1) penuh; utuh (tidak kurang); lengkap: perkawinan kita telah -- 32 tahun; (2) tidak ganjil (tidak gasal) sehingga habis dibagi dua (tt bilangan): enam itu bilangan --; (3) cocok; pantas: umurnya sudah -- benar untuk dikhitankan
genit ge.nit [a] bergaya-gaya (tingkah lakunya); banyak tingkahnya; keletah: siapa gadis yg -- itu
gila-gilaan gi.la-gi.la.an [v] bertingkah laku spt orang gila; pura-pura gila dsb; (2) v berbuat dng sekehendak hati (seenak hati, asal-asalan saja): usul yg ~; ia menjalankan mobilnya dng ~; (3) a kurang ajar (berbuat yg melanggar kesopanan); keterlaluan: sikap dan perbuatannya sungguh ~ thd gadis itu; (4)a nekat (membangkang thd larangan): semakin dilarang semakin ~ dia melarikan motornya
gilir gi.lir [v] ber.gi.lir v (1) berganti; bertukar; berputar: musim ~ tahun bertukar; (2) bergantian: untuk pergi berbelanja ke pasar dapat dilakukan secara ~
giliran gi.lir.an [n] (1) waktu (saat) atau kesempatan untuk mengerjakan (menjalankan) atau menerima sesuatu: sekarang tibalah ~ ku untuk menyanyi; kapal-kapal sedang menunggu ~ dibongkar muatannya; (2) pertukaran (pergantian) dng teratur (tt sesuatu yg beredar atau yg berlaku berganti-ganti); (3) hasil menggilir
gongli gong.li [n] gadis yg melacurkan dirinya untuk kesenangan semata-mata tanpa memerlukan uang bayaran
gubrisan gub.ris.an [n cak] perhatian; hirauan: ia menegur lagi, tetapi tidak pernah mendapat ~ dr si gadis itu
gula-gula gu.la-gu.la [n] (1) penganan yg dibuat dr gula; permen; (2) cak ki segala yg menyenangkan hati; (3) cak ki perempuan yg diperlakukan untuk bersenang-senang; gundik; (4) ki pria ataupun wanita yg diperlakukan sbg suami ataupun istri oleh lawan jenisnya tanpa ikatan perkawinan yg sah menurut adat dan hukum yg berlaku dl masyarakat
hablur hab.lur [n] (1) benda keras yg bening spt kaca; kristal; (2) Kim bentuk padat yg homogen dan bersudut dr suatu zat; (3) ki sesuatu yg tampak bening berkilau (tt mata); bersinar-sinar: gadis itu bermata --
hampa ham.pa [a] (1) tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; (2) ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; (3) ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; (4) ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --
haram jadah anak yg lahir di luar perkawinan yg sah; anak yg tidak sah; anak zadah
harem ha.rem [n] (1) bagian rumah terpisah khusus untuk kaum wanita di negeri Arab; (2) kelompok wanita yg dikawini oleh satu pria
harga har.ga [n] (1) nilai barang yg ditentukan atau dirupakan dng uang: mobil ini sangat mahal -- nya; (2) jumlah uang atau alat tukar lain yg senilai, yg harus dibayarkan untuk produk atau jasa, pd waktu tertentu dan di pasar tertentu; (3) ki kehormatan (diri): tahu akan -- dirinya; (4) ki guna (arti, kepentingan, kabar, dsb): saran itu dianggap tidak ada -- nya untuk diperhatikan
harta bawaan [Huk] harta sendiri yg dibawa dl perkawinan yg bukan harta bersama
harta besar harta kawin dl jumlah besar yg melebihi jumlah yg ditentukan oleh adat
harta pembawaan harta perseorangan yg masing-masing dibawa oleh; mempelai laki-laki dan mempelai perempuan ke dl perkawinan
harta penantian harta istri, baik yg dibawa maupun yg diperolehnya selama perkawinan
harta penyepogan harta yg bersama-sama diusahakan dan diperoleh suami dan istri selama perkawinan; harta carian; gana-gini
harta sesan harta atau bawaan istri yg dibawa oleh istri itu ke dalam perkawinan
helat he.lat [a] asing; lain; bukan keluarga: di kota-kota besar banyak orang --; baik sanak keluarga maupun orang -- banyak yg hadir pd resepsi pernikahannya [n] (1) orang yg datang menghadiri suatu pesta perkawinan dsb; tamu: pesta spt biasanya disertai dng menyembelih sapi dan memberi makan seluruh --; (2) pesta perkawinan dsb: banyak tamu yg datang untuk meramaikan -- putri tunggalnya itu [n] (1) tipu muslihat; tipu daya; (2) akal; (3) dalih; alasan
heterogami he.te.ro.ga.mi [n Bio] perkawinan antara dua gamet yg berbeda
hias hi.as v, ber.hi.as v memperelok diri dng pakaian atau perhiasan yg indah-indah; berdandan; bersolek: gadis itu sedang ~ di depan cermin
hibrida hib.ri.da [n] (1) Bio turunan yg dihasilkan dr perkawinan antara dua jenis yg berlainan (tentang hewan atau tumbuhan): pohon kelapa -- dapat berbuah pd usia empat tahun; (2) Ling kata kompleks yg bagian-bagiannya berasal dr bahasa berbeda, spt dwifungsi
hibrida antarjenis individu atau kelompok individu tumbuhan atau hewan yg merupakan hasil perkawinan silang atau individu yg berbeda jenisnya
hilang dara sudah bukan gadis lagi (tt gadis yg telah dinodai)
himanga hi.ma.nga [n Huk] hadiah dr pihak kerabat mempelai wanita kpd pihak kerabat mempelai pria dl adat Halmahera sbg balasan thd pemberian maskawin
homogami ho.mo.ga.mi [n] (1) Antr kecenderungan orang memilih suami atau istri dr kedudukan sosial yg sama; (2) Bio perkawinan antara dua individu yg memiliki fenotipe dan genotipe sama
hubungan paradigmatis hu.bung.an paradigmatis [Ling ] hubungan antara dua unsur pd tataran tertentu yg dapat dipertukarkan
hukum kibal adat bahwa sebagian maskawin tidak diberikan kpd pihak wanita krn sudah bukan perawan lagi
ideal ide.al [a] sangat sesuai dng yg dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki: gadis itu sangat -- untuk menjadi peragawati
ikan hibrida ikan yg dihasilkan dr perkawinan dua jenis ikan yg berbeda
iklan keluarga iklan yg berisi berita keluarga, msl kelahiran, ulang tahun, pertunangan, perkawinan, perceraian, atau kematian
induk in.duk [n] (1) ibu (terutama tt binatang); emak: -- ayam; (2) Ling konstituen terpenting dl konstruksi modifikasi yg ber-kemampuan menempati fungsi sintaktis yg sama dng seluruh konstruksi itu, msl berjalan dl berjalan cepat; (3) ki yg terutama; yg menjadi pokok atau pangkal yg menjadi asal: -- keributan itu adalah diganggunya gadis Minah oleh pemuda B; (4) ki inti; pati; bibit; biang: -- cuka; -- karbol; (5) ki pusat (yg menjadi penyatu bagian, cabang, dsb): -- per-usahaan; -- organisasi
inses in.ses [n] hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yg bersaudara dekat yg dianggap melanggar adat, hukum, atau agama
isi perut bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); (2) cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan -- perut; (3) ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; (4) makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari -- perut bagi anak istrinya
isolasi iso.la.si [n] (1) pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dr manusia lain; pengasingan; pe-mencilan; pengucilan; (2) keadaan terpencilnya satu wilayah krn jauh dr hubungan lalu lintas; (3) penyekatan (pengham-batan atau penahanan) arus listrik oleh suatu bahan sehingga arus itu tidak dapat mengalir; (4) Ikn pemisahan satu kelom-pok ikan dr kelompok ikan lain sehingga perkawinan antarkelompok dapat dihindari
istibra is.tib.ra [Ar v] (1) berpantang bersetubuh; (2) mencari kepastian suci tidaknya seorang janda sebelum kawin lagi dng laki-laki lain yg bukan bekas suaminya (spt menunggu sampai tiga kali datang bulan atau haid); (3) mengeluarkan tinja yg tersisa pd dubur atau air seni pd kemaluan sesudah buang air
istilah kekerabatan [Antr] istilah untuk menyebut atau menyapa orang yg terikat kpd diri sendiri krn hubungan keturunan, darah, atau perkawinan; (2) Ling kata atau frasa yg meng-ungkapkan anggota suatu kelompok yg secara biologis berhubungan (berkerabat), msl kata ayah, abang, ipar, mertua
item legit corak kulit berwarna cokelat gelap (tt gadis)
jamah ja.mah [v] men.ja.mah 1 v menyentuh dng jari; meraba; memegang: ia ~ tubuh orang itu; (2) ki meniduri; menodai: pemuda itu telah ~ gadis kampung itu
janda belum berlaki [pb] gadis yg dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan
janda berhias janda yg belum beranak, apabila kawin lagi boleh memakai pakaian pengantin
janji sampai [pb] sudah sampai ajalnya; -- gombal janji yg tidak ditepati; janji kosong; janji palsu: gadis manis itu menjadi korban sebuah -- gombal
jeli je.li [a] (1) elok dan bercahaya (tt mata): gadis itu bermata --; (2) awas; tajam (tt penglihatan): pihak yg berwajib tentunya perlu lebih --
jeling je.ling [v] men.je.ling v melihat ke samping tanpa menolehkan kepala: gadis itu pun ~ lalu pergi
jelita je.li.ta [a] (1) cantik sekali; elok (tt wajah): pd masa mudanya dia merupakan seorang gadis --; (2) ki indah; manis (tt kota, pemandangan alam, dsb): Jakarta, dng hiasan lampu-lampu jalanan, tampak -- di malam hari
jenjang jen.jang [n] (1) tingkat-tingkat yg beraturan dr bawah ke atas; tangga; tingkat; tahap: sekarang banyak sekali -- kepangkatan yg dulu tidak ada; (2) Olr palang bertingkat (dl cabang senam) terbuat dr kayu yg dibulatkan, dipasang ke atas, berjejer dng jarak antara 30-40 cm, untuk latihan bergantung (dl latihan otot perut, punggung, dsb) [a] panjang dan langsing (tt leher): rambut gadis itu bersanggul rapi sehingga lehernya yg -- tampak indah
jomlo jom.lo [n] gadis tua
juita ju.i.ta [kl] (1) n nyawa; kekasih; buah hati: oh -- ku sayang, berilah aku harapan; (2) a cantik; elok (tt gadis, wanita)
juluk ju.luk [v] men.ju.luk v mengintai anak gadis: pd waktu itu anak-anak muda datang ~ nya [v] men.ju.luki v memberikan nama kpd orang di samping nama yg telah ada; memberikan julukan atau nama ejekan: ia ~ temannya si gendut
junjungan jun.jung.an [n] (1) sesuatu yg dijunjung; (2) yg dimuliakan: selawat dan salam kita kirimkan kpd ~ kita Nabi Muhammad saw.; (3) suami: kalau anak gadisnya sudah dewasa sudah patut dicarikan ~ nya
jurus ju.rus [n] se.ju.rus n sebentar; sejenak: anak gadis itu berpikir ~ [n] (1) arah yg lurus (langsung); (2) bagian sikap (tegak dsb) dl permainan pencak silat
kacau ka.cau [a] campur aduk (sehingga tidak terbeda-bedakan lagi); bancuh: kelompokkan surat-surat itu berdasarkan tanggal dan nomornya, jangan sampai --; (2) a kusut (kalut) tidak keruan: pikirannya bertambah -- mendengar berita itu; (3) a rusuh; tidak aman; tidak tenteram: keadaan di negeri itu semakin --; (4) v bercampur aduk dng (tidak dibeda-bedakan dng); bertukar-tukar dng: pemakaian kata teras /tEras/ kerap kali -- dng kata teras; -- abu berantakan: keluarganya menjadi -- abu krn pemerintah menyatakan akan terus mengejar utangnya itu sampai ke anak-cicit
kahwin kah.win [Lihat {kawin}]
kalaka ka.la.ka [n] denda perceraian, biasanya telah ditetapkan pd waktu perkawinan
kalempagi ka.lem.pa.gi [n] upacara sbg tanda bahwa seorang gadis mulai memasuki jenjang kedewasaan (di Sulawesi Tenggara)
kapak menelan beliung [pb] yg baik ditukar dng yg buruk
kasih ka.sih [n] perasaan sayang (cinta, suka kpd): pria itu menaruh -- kpd gadis tetangganya [v cak] beri, memberi: siapa yg -- kue ini?
kaskaya kas.ka.ya [n] (1) kekuasaan; kecakapan; (2) kekayaan; (3) Huk harta yg dibawa oleh suami atau istri yg berasal dr usaha masing-masing sebelum atau selama perkawinan
kebelet ke.be.let [a cak] ingin sekali; tidak tertahankan lagi untuk melaksanakan keinginan: rongrongan pacarnya yg -- kawin mengganggu konsentrasinya dl menuntut ilmu
kecentilan ke.cen.til.an [n] tingkah yg dibuat-buat untuk bergaya (tt gadis); kegenitan: dia kewalahan menghadapi ~ gadis-gadis itu
kecocokan ke.co.cok.an [n] kesamaan; kesesuaian; keakuran; kata sepakat, dsb: kalau sudah ada ~ kalian boleh kawin
kedai urup-urup [kl] kedai tempat tukar-menukar uang
kelangkahan ke.lang.kah.an [v] didahului kawin (memperoleh sesuatu dsb); (2) v cak terlangkahi (sudah dilangkahi); terlalui (sudah dilalui); (3) n ki laki-laki yg istrinya bermukah
kelintasan ke.lin.tas.an [v] kelampauan; kelaluan (didahului): gadis itu ~ adiknya (adiknya sudah menikah, ia belum)
keliru ke.li.ru [a] (1) salah: anggapan yg --; (2) khilaf; silap: ia -- menendang bola ke gawang sendiri; (3) sesat: ajaran yg --; (4) tertukar: sandalnya -- dng sandalku
kelompok kekerabatan [Antr] kelompok yg terikat oleh hubungan darah atau perkawinan
kelongsong ular kulit tipis ular yg lepas dr badannya krn bertukar kulit
keluarga semenda pertalian keluarga krn perkawinan
kemayu ke.ma.yu [a] genit; centil (untuk gadis)
kemolekan ke.mo.lek.an [n] keelokan; kecantikan: -- gadis itu terkenal di kota kecil ini
kemuraman ke.mu.ram.an [n] perihal muram; kesuraman: gadis itu mencoba menyembunyikan -- hatinya
kenya ke.nya [Jw kl n] gadis; wanita (hormat)
keperawanan ke.pe.ra.wan.an [n] perihal perawan; kesucian (kemurnian) seorang gadis; kegadisan
kepincuk ke.pin.cuk [v] jatuh cinta; kepincut; terpincut: ia tidak dapat menjelaskan mengapa sampai ia ~ kpd gadis itu
kepincut ke.pin.cut [Jw a] terpincut: entah krn apa, ia sampai -- kpd gadis panggung itu
keriaan ke.ri.a.an [n] (1) kegembiraan; kegirangan: berita tt keberhasilan anaknya diterimanya dng ~ yg besar; (2) pesta (perkawinan, khitanan, dsb): ~ khitanan anaknya diramaikan dng orkes dangdut
kerja ker.ja [n] kegiatan melakukan sesuatu; yg dilakukan (diperbuat): -- nya makan dan minum saja; (2) n sesuatu yg dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian: selama lima tahun -- nya berdagang; (3) n perayaan yg berhubungan dng perkawinan, khitanan, dsb; pesta perjamuan: -- nikah akan dilaksanakan pd tanggal 10 Syawal; (4) n cak pekerjaan: menguli adalah -- yg memerlukan tenaga fisik; (5) v cak bekerja: hari ini ia tidak -- krn sakit
kesakralan ke.sak.ral.an [n] perihal (keadaan) sakral; kesucian: apakah dng membeli paket perkawinan bakal mengurangi -- upacara nikah?
ketetapan ke.te.tap.an [n] (1) hal (keadaan) tetap; ketentuan; kepastian: adat perkawinan di kalangan suku terasing itu banyak yg bertentangan dng ~ hukum agama; (2) keteguhan (hati, niat, dsb); ketabahan (hati); kekerasan (hati, kemauan); (3) keputusan; beslit (pengangkatan dsb): sampai detik ini ~ yg resmi sebagai kepala sekolah belum ada
khuluk khu.luk [n] sifat asli (dibawa sejak lahir); pembawaan; tabiat [n Isl] perceraian atas permintaan pihak perempuan dng membayar sejumlah uang atau mengembalikan maskawin yg diterimanya; tebus talak
kikih ki.kih [v] ter.ki.kih-ki.kih v terkekeh-kekeh; tertawa tidak keras (krn tertahan): krn melihat tingkah pemuda yg aneh itu, kedua gadis itu ~
kohabitasi ko.ha.bi.ta.si [n] perihal tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan
kondangan kon.dang.an [v cak] pergi menghadiri undangan perkawinan dsb (untuk mengucapkan selamat dsb)
konferensi kon.fe.ren.si [n] rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yg dihadapi bersama; permusyawaratan; muktamar: -- Wartawan Asia Afrika akan segera diselenggarakan
konjungtur kon.jung.tur [n Ek] pertukaran naik turunnya kemajuan dan kemunduran ekonomi yg terjadi secara berganti-ganti
konsultasi kon.sul.ta.si [n] pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dsb) yg sebaik-baiknya
kopulasi ko.pu.la.si [n] (1) pergabungan; (2) Bio persetubuhan; perkawinan
kuah tumpah (tertuang) ke nasi [pb] (1) dikatakan kpd anak yg dikawinkan dng kemenakan; (2) ki sudah sewajarnya
kubra kub.ra [a] (1) gagal; batal; tidak jadi; (2) tidak putus (tt perkara dsb); (3) bubar (tt perkumpulan); (4) menceraikan (tt perkawinan) lihat kiamat
kuluk ku.luk [Jw n] kopiah kebesaran (tinggi dan kaku, sekarang biasa dipakai oleh mempelai pria pd upacara perkawinan)
kuntum kun.tum [n] (1) kuncup bunga yg hampir mekar (berkembang: -- mawar merah; (2) penggolong bilangan untuk bunga: tiga -- bunga kemboja; (3) ki gadis muda
kupon ku.pon [n] (1) surat kecil atau karcis yg dapat ditukarkan dng barang atau untuk membeli barang dsb; (2) surat kecil tanda mendapat bunga uang; (3) surat kecil yg dapat disobek dr buku atau majalah untuk memesan barang dsb untuk memperoleh hadiah
labu dikerobok tikus [pb] gadis yg bukan perawan lagi
ladang yg berpunya [pb] perempuan yg sudah kawin
lajang la.jang [a] sendirian (belum kawin); bujangan [Mk v] me.la.jang v melompat; menerjang
lampik lam.pik [n] tikar kecil yg digunakan pd upacara perkawinan (di Lampung)
legalisasi le.ga.li.sa.si [n] pengesahan (menurut undang-undang atau hukum): -- abortus tidak menolong usaha pelembagaan perkawinan dl masyarakat
lekang le.kang [a] (1) belah (spt tanah kepanasan); retak: musim kemarau panjang menyebabkan sawah menjadi kering dan -- tanahnya; (2) lepas (spt cat kena panas); tercerai (dr): pakaian yg satu itu tidak -- dr badan, tetapi selalu dipakainya; matanya menatap lembut dan tidak -- memperhatikan wajah gadis pujaannya
lemas le.mas [a] (1) mudah dilentukkan (tidak kaku); lentur: badannya -- sehingga mudah meniru segala gerakan; (2) halus (tt bahasa): karangan ini bahasanya --; (3) lemah-lembut (tt tingkah laku): gerak gadis itu dl menari -- [a] susah bernapas atau tidak dapat bernapas (krn terkena asap gas, tenggelam dl air, dsb): ia kedapatan mati -- dl sumur mati
lengkung insang [Ikn] permukaan pd insang yg berfungsi untuk pertukaran gas dr udara dan karbondioksida dr darah
lepas bantal berganti tikar [pb] seorang laki-laki kawin dng saudara perempuan atau keluarga istrinya yg meninggal
lesitina le.si.ti.na [n] (1) Bio zat lemak yg diperoleh dr kuning telur, jaringan otak dan saraf, sperma, jamur, ragi, benih tanaman, empedu, dan darah, berfungsi sbg penghasil fosfor (pd pertukaran zat), penjaga penyaluran lemak dr hati, dan pembentuk sel membran dr sel darah merah; (2) zat yg digunakan sbg penapisan atau pemurnian dl industri margarin, sbg bahan penahan lemak dl industri cokelat, dan sbg bahan pengawet pd roti
lincah lin.cah [a] (1) selalu bergerak; tidak dapat diam; tidak tenang: anak yg sehat biasanya --; (2) tidak tetap (tempat tinggal, pikiran, dsb); selalu bertukar (pekerjaan dsb): dia benar-benar orang yg -- , baru bekerja seminggu sudah pindah kerja lagi
lintasan hidup individu lin.tas.an hidup individu [Antr] tahap kehidupan yg dilewati oleh setiap orang yg hidup, mulai dr pembuahan, kelahiran, masa anak-anak, dewasa, kawin, beranak, menjadi tua, dan akhirnya mati
mabuk andan tergila-gila krn hendak kawin
madik ma.dik [n Huk] utusan pihak laki-laki untuk melamar gadis (dl adat Palembang)
madinding ma.din.ding [n Huk] bentuk perkawinan yg menggambarkan si suami untuk sementara tinggal pd kerabat istri sampai jujurnya lunas (dl adat Batak)
mahar ma.har [n] pemberian wajib berupa uang atau barang dr mempelai laki-laki kpd mempelai perempuan ketika dilangsungkan akad nikah; maskawin
mahar misil [Isl ] maskawin yg tidak ditentukan jumlahnya (kadarnya) pd waktu melakukan akad nikah
mahar musama [Isl] maskawin yg ditentukan jumlahnya pd waktu melakukan akad nikah
mahram mah.ram [n] (1) orang (perempuan, laki-laki) yg masih termasuk sanak saudara dekat krn keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antaranya; (2) orang laki-laki yg dianggap dapat melindungi wanita yg akan melakukan ibadah haji (suami, anak laki-laki, dsb)
main-main ma.in-ma.in [v] (1) cak bermain-main; bersenang-senang dng melakukan sesuatu: kami -- di pasir dng membuat lubang sumur-sumuran dan gua-guaan; (2) tidak dng sungguh-sungguh; hanya berkelakar; bermain-main saja: engkau jangan -, ini masalah penting; (3) ki berbuat serong: belum sebulan kawin dia telah -- dng perempuan lain
makan sudah terhidang [pb] gadis yg telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yg datang meminangnya
malam inai [Mk] malam menjelang hari perkawinan (pd waktu itu mempelai perempuan dihiasi)
malih ma.lih [Jw v] berubah; bertukar (rupa dsb)
mandai man.dai [n] nama pohon [v] melamar gadis yg dilakukan sendiri oleh pemuda (di Kalimantan)
manis ma.nis [a] (1) rasa spt rasa gula: campurkan madu supaya rasanya lebih --; (2) elok; mungil (tt gadis, benda): ia akan dipertunangkan dng gadis yg --; sudut ruang tamu itu ditatanya dng --; (3) sangat menarik hati (tt muka, senyum, perkataan, dsb); sangat ramah dan lemah-lembut: ia tidak cantik, tetapi senyumnya sangat --; (4) indah; menyenangkan: lagu itu menimbulkan kenangan yg -- baginya
manjau man.jau [v] ber.man.jau v bertandang (tt anak laki-laki ke rumah gadis)
mantu man.tu [n] menantu; (2) cak v mengawinkan anak; mengadakan pesta perkawinan anak: Pak Camat akan -- minggu depan
manumpak ma.num.pak [n] upacara adat pd pesta perkawinan masyarakat Simalungun, para undangan datang dng membawa sumbangan secara sukarela, biasanya nasi dng hidangan daging yg dibentuk sehingga mirip hewan (babi, ayam) hidup, disuguhkan kpd kedua mempelai yg tidak boleh menolaknya
manuwa ma.nu.wa [n] kewajiban suami untuk bekerja bagi kepentingan kerabat istrinya sampai maskawinnya lunas (di Seram)
marak ma.rak [a] terang; mencolok (tt warna): warna itu sangat --; (2) n nyala: -- api; (3) a berseri; (4) a meningkat; ramai: isu pencatatan perkawinan -- belakangan ini
maras ma.ras [a] ketakutan; sangat khawatir [n] (1) perundingan antara dua keluarga mengenai perkawinan anak-anaknya (di daerah Batak); (2) bentuk perkawinan endogami (di Pulau Buru) [v] membuka tanah (di daerah Minahasa)
marital ma.ri.tal [a] (1) berhubungan dng perkawinan atau kedudukan perkawinan; (2) berhubungan dng seorang suami dan peranannya dl perkawinan
masa dewasa masa seseorang menginjak usia kawin dan krn itu dianggap sudah dapat berdiri sendiri dl menanggung hidupnya, lepas dr asuhan dan bantuan orang tua
mawin ma.win lihat kawin
mayoret ma.yo.ret [n] orang (biasanya gadis) yg memimpin drumben; gitapati
mejeng me.jeng [Jk v] memperagakan diri dng penampilan atau dandanan yg berlebihan untuk menarik perhatian orang: gadis itu sering -- di pertokoan
melakonkan me.la.kon.kan [v] (1) memainkan lakon (sandiwara): pertunjukan ketoprak itu ~ "Bende Mataram"; (2) mengarang (menyadur) cerita menjadi lakon sandiwara: dia ~ cerita Sandyakalaning Majapahit; (3) memainkan sebuah cerita sbg sandiwara: murid-murid kelas tiga ~ cerita yg terdapat dl buku bacaan itu; (4) menceritakan: film itu ~ seorang gadis Yahudi yg berusaha menyelamatkan diri dr pengejaran tentara Nazi
melalap me.la.lap [v] (1) memakan lalap; (2) ki menghabiskan: kebakaran yg terjadi Sabtu malam ~ dua puluh rumah penduduk; (3) ki mengalahkan dng mudah (tanpa perlawanan): kesebelasan itu ~ lawannya dng 5:0 langsung; (4) ki memerkosa; menyetubuhi; menggagahi: ia ditangkap krn ~ anak gadis di bawah umur
melampaui me.lam.paui [v] (1) melalui; melewati: ia berhasil ~ tiga pemain belakang (kesebelasan) itu; (2) melebihi (batas, ketentuan, dsb): tindakannya ~ batas; (3) melintasi; mengatasi (kesukaran, percobaan, dsb): ia telah ~ berbagai rintangan; (4) melanggar (adat, aturan, dsb): perkawinan antara pria dan wanita yg semarga dianggap ~ adat
melangkahi me.lang.kahi [v] (1) melewati; melalui: mereka ~ rintangan itu dng hati-hati; (2) menyalahi; melanggar: tidak pantas jika ~ petuah orang tua; (3) mendahului (kawin, memperoleh sesuatu, dsb): tidak baik adik ~ kakak; (4) tidak mengikutsertakan; melewatkan: ia sering ~ saudaranya dl pembagian rezeki
melarikan me.la.ri.kan [v] (1) membawa lari: dia ditangkap krn ~ gadis di bawah umur; (2) menjalankan kencang-kencang: dilarang ~ mobil kencang-kencang di tengah kota; (3) membawa cepat-cepat: mereka berusaha ~ semua miliknya sebelum musuh tiba
melati me.la.ti [n] (1) tumbuhan perdu suku Rubiaceae, sering ditanam di halaman rumah, warna bunganya putih berbentuk bintang, terletak pd tandan kecil, berbau sangat harum, sering digunakan dl berbagai upacara adat, spt perkawinan, juga pd waktu ada kematian; Jasminum sambac; (2) tanda pangkat perwira menengah dl ketentaraan dan kepolisian
melekat me.le.kat [v] menempel benar-benar (sehingga tidak mudah lepas): daki ini sudah ~ benar sehingga sukar dibersihkan; (2) a ki karib sekali (tt persahabatan): persahabatan mereka ~ benar; (3) v ki tertanam (tt modal): banyak modal asing yg ~ di negara ini; (4) v terpakai (tt pakaian, topi): tinggal sehelai kain yg ~ pd tubuhnya; (5) a ki tetap terpaku pd (tt pandangan mata): pandangan matanya ~ pd wajah gadis; (6) a ki terpaut: pandangan hidupnya masih ~ pd adat kuno
meletak tanda me.le.tak tanda memberikan barang (berupa cincin dsb) kpd pengantin perempuan sbg tanda perkawinan akan berlangsung
melincah-lincah me.lin.cah-lin.cah [v] selalu bertukar-tukar (beralih) tempat (pekerjaan dsb)
melingkarkan me.ling.kar.kan [v] mengalungkan: seorang gadis ~ karangan bunga pd tamu negara
meluruh me.lu.ruh [v] (1) bertukar bulu (tt ayam dsb); (2) rontok (tt daun)
memacari me.ma.cari [v] menjadikan sbg pacar; mengencani: sudah lama ia ~ gadis itu
memajuh me.ma.juh [v] melahap: sungguh tidak pantas, jika seorang gadis -- habis semua hidangan yg ada di meja [v] memakan banyak-banyak dan lekas-lekas; melahap: mereka ~ hidangan yg tersedia pd pesta itu
memaki-maki me.ma.ki-ma.ki [v] memaki berkali-kali: gadis itu -- orang yg mencoba mengganggunya
memancang gelanggang me.man.cang gelanggang membuat gelanggang (untuk mengadu ayam, bertanding, dsb); (2) mengadakan keramaian (pd perayaan perkawinan dsb)
memapar me.ma.par [v] menjadikan rata; memepat: gadis itu ~ giginya
membarui mem.ba.rui [v] (1) memperbaiki supaya menjadi baru: mereka sedang -- rumahnya; (2) mengulang sekali lagi; memulai lagi: mereka diminta -- pertanyaannya; mereka harus -- perkawinannya krn masih dianggap belum sah; (3) mengganti dng yg baru; memodernkan: kita harus -- cara kerja kita; -- sistem pendidikan
membaurkan mem.ba.ur.kan [v] (1) mencampurkan: ia -- madu sesendok teh ke dl susu segelas; (2) mencampuradukkan: jangan -- beberapa masalah sekaligus supaya dapat dipecahkan satu-satu; (3) membiarkan bergaul; menyatu: Pemerintah berusaha -- warga negara asing dng pribumi melalui kegiatan kebudayaan; (4) ki mengawinkan: orang tua itu ingin -- anak gadisnya dng laki-laki pilihannya
membekalkan mem.be.kal.kan [v] memberikan atau menyediakan sesuatu sbg bekal: mereka selalu -- perhiasan kpd anak-anak perempuan yg akan kawin
membelenggu mem.be.leng.gu [v] (1) mengenakan belenggu pd: polisi telah -- kaki dan tangan penjahat itu supaya jangan lari; (2) ki mengikat; menyebabkan tidak bebas: perkawinan ini dirasakan -nya
membetuli mem.be.tuli [v cak] (1) memperbaiki kerusakan: dia sedang -- rumahnya yg bocor; (2) mengatur supaya rapi dsb: gadis itu -- letak selendangnya; (3) sesuai; cocok: keputusannya benar-benar -- permintaan kami; (4) langsung menuju: dl amukan topan dan ombak nakhoda berusaha -- pulau itu
membujang mem.bu.jang [v] (1) menjadi orang yg belum atau tidak mau kawin; (2) bekerja menjadi bujang
membuntingi mem.bun.tingi [v] menjadikan bunting; menghamili: di muka hakim ia mengaku telah -- gadis itu
memeram me.me.ram [v] menyuruh tinggal di rumah saja; menyekap; memingit: ~ anak gadis
memereteli me.me.re.teli [v] (1) melepasi (mencabuti) satu per satu hingga habis: anak itu ~ kalung mutiaranya dng tenang; (2) mengambil seluruhnya (tt penjahat): penjahat itu ~ perhiasan gadis yg pergi sendirian
memerli me.mer.li [v] menyindir; mengejek; mencemooh; menggoda: setiap bersua dng gadis, selalu ia ~ nya
memestakan me.mes.ta.kan [v] merayakan (hari lahir dsb) dng perjamuan makan minum; mengadakan pesta untuk: bibi ~ hari perkawinan anaknya; mereka ~ anaknya yg baru saja menjadi dokter
memincuk silang me.min.cuk silang [Dok] saat yg pd proses itu kromosom homolog menjadi putus, kemudian bertukar dng bagian kromosom yg bersesuaian
memoncongkan me.mon.cong.kan [v] memajukan mulut atau kedua bibir ke muka untuk mengejek; memanjangkan mulut: gadis itu -- mulutnya sambil berlari menjauhi anak laki-laki itu
memperbinikan mem.per.bi.ni.kan [v] (1) menjadikan bini; mengawini (tt laki-laki): setelah tidak berhasil -- gadis itu, ia pergi meninggalkan kampungnya; (2) mengawinkan (anak laki-laki) dng: ia bermaksud -- anak laki-lakinya dng anak kepala desa
memperganduhkan mem.per.gan.duh.kan [v] mempertukarkan dng tokok (tambahan)
memperistrikan mem.per.is.tri.kan [v] mengawinkan (anak laki-laki): ia ~ anaknya dng gadis tetangganya
mempersandangkan mem.per.san.dang.kan [v] menyampirkan sesuatu pd bahu; meletakkan pd bahu (orang lain): ibu itu -- selendang kuning di pundak gadisnya
mempersunting mem.per.sun.ting [v] (1) memakai sesuatu sbg sunting; menyuntingkan: ibarat -- bunga layu; (2) ki meminang dng tujuan memperistri: banyak pemuda yg berhasrat -gadis itu; (3) ki berusaha memperoleh (sesuatu yg sangat berguna): mereka meninggalkan keluarga di tanah air untuk -- ilmu di negeri orang
mempertalikan mem.per.ta.li.kan [v] (1) mengikat menjadi satu: mereka ~ semua tawanan itu sebelum diseret ke markas; (2) menjalin-jalinkan; memperhubungkan: jangan ~ perkara itu dng urusan pribadimu; (3) menghubungkan: urat saraf yg ~ otak dng mata; dilaluinya kampung yg ~ Kota Serang dng Pandeglang; (4) menjodohkan: ia hendak ~ anak gadisnya dng pemuda itu; (5)menjadikan bertali
mempertenggangkan mem.per.teng.gang.kan [v] (1) mengingat akan; mempertimbangkan; memikirkan (sesuatu dng baik): kita harus dapat ~ masalahnya sebelum memberikan putusan; (2) menghematkan (uang belanja dsb); menyesuaikan pendapatan dng pengeluaran: hendaklah kita dapat ~ gaji yg kecil ini agar cukup untuk belanja satu bulan; (3) menjaga agar jangan menyinggung perasaan orang: kita harus dapat ~ perasaan anak gadis yg malang itu
menabukan me.na.bu.kan [v] menganggap sbg larangan; memantangkan: penduduk setempat ~ anak gadisnya menikah dng pemuda daerah lain
menakdirkan me.nak.dir.kan [v] (Tuhan) menentukan lebih dahulu (sejak semula): Tuhan sudah ~ perkawinan kita
menaksir me.nak.sir [v] (1) menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, dsb) dng kira-kira: ia ~ harga sepeda motor ini Rp4.000.000,00; (2) mengira; menyangka dng menilik keadaan: banyak orang ~ petinju kita ini dapat mengalahkan petinju Rusia; (3) ada keinginan hendak (perasaan tertarik hati): me-nilik gerak-geriknya ia ~ gadis itu juga; (4) cak ingin memi-liki (membeli dsb); menghendaki: sebetulnya saya ~ sepeda itu
menanyakan me.na.nya.kan [v] (1) bertanya sesuatu kpd; meminta keterangan tt sesuatu: saya akan ~ soal itu langsung kpd Pak Lurah; (2) meminang: ada juga yg ~ gadis itu, tetapi ia tidak mau
mencacau men.ca.cau v (1) selalu berpindah-pindah; lincah; (2) tidak tetap (tt pikiran, pendapat); (3) berbicara dng gugup (kebingungan); (4) sebentar-sebentar kawin (tt laki-laki); (5) meracau; mengigau
menceraikan men.ce.rai.kan [v] (1) menjadikan supaya tidak berhubungan (bercampur dsb) lagi; memisahkan: dia sedang berusaha ~ kata atas suku-sukunya; (2) meleraikan orang berkelahi dsb: pahanya tertusuk ketika berusaha ~ kedua orang yg sedang berkelahi itu; (3) memutuskan hubungan sbg suami istri; menjatuhkan talak; menalak: ia berusaha ~ istrinya supaya dapat kawin dng perempuan itu; (4) memberhentikan dr menyusu; menyapih: dr umur satu tahun saya telah ~ anak ini
mencerna men.cer.na [v] (1) menjadi hancur (luluh): gadis itu ~ hati diimpit rindu; (2) ki menghancurkan (makanan hingga menjadi cair dan dapat menyerap ke dl darah); (3) ki menyerapkan (memasukkan) ke dl hati, pikiran, dsb: ia ~ benar-benar semua nasihat ibunya; (4) memahami; menyerapkan ke dl pikiran: ia belum dapat ~ hal-hal yg telah diterangkan
mencolek men.co.lek [v] (1) mengambil (memalit) dng ujung jari (sudip dsb): ia ~ garam; ~ kapur; (2) mencungkil dsb dng ujung jari dsb untuk mengeluarkan (membuang dsb) sesuatu: ~ tahi telinga; ia ~ duri dr telapak kakinya dng jarum; (3) menggores (dng lidi, korek api, dsb): ~ geretan; (4) menggamit (dng ujung jari): gadis itu ~ pipi bayi yg gemuk itu
mendudukkan men.du.duk.kan [v] (1) meletakkan duduk: setelah ~ anaknya, ia pergi mengambil air; (2) menyilakan duduk: kami ~ para tamu di ruang tengah; (3) menyelesaikan (suatu perkara); menempatkan; (4) mempertunangkan; mengawinkan: ia tidak akan ~ anak gadisnya dng orang asing
menebus talak me.ne.bus talak bercerai atas permintaan pihak perempuan dng mengembalikan maskawin yg telah diterimanya
menelangkai me.ne.lang.kai [v] menanyakan (meminang) gadis untuk: dia ~ anaknya yg tertua
menenggelamkan me.neng.ge.lam.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) tenggelam; membenamkan (ke dl air); memasukkan (ke dl air): ibu itu ~ cuciannya ke dl air; (2) mengaramkan: dp jatuh ke tangan musuh, kapten kapal itu memerintahkan anak buahnya untuk ~ kapalnya; (3) menyembunyikan (muka dsb): anak itu ~ mukanya ke dl pelukan ibunya; (4) ki menjatuhkan diri ke dl kesengsaraan: krn kehilangan pedoman hidup, gadis itu pun terpaksa ~ dirinya dl dosa dan keaiban; (5) ki berkurung: ia ~ diri di dl kamar sejak kekasihnya tewas dl kecelakaan itu
menengkarkan me.neng.kar.kan [v] memperbantahkan; memperdebatkan: agak lama juga suami istri itu ~ masalah anaknya yg kawin lagi
menenteramkan me.nen.te.ram.kan [v] (1) mengamankan: pasukan itu bertugas ~ daerah yg rawan dr gangguan gerombolan liar; (2) menenangkan (tt hati, pikiran, dsb): ayah itu ~ anak gadisnya yg sedang dilanda kesedihan krn ditinggalkan kekasihnya
mengalamati meng.a.la.mati [v] membubuhi alamat (pd surat dsb): gadis itu sedang ~ surat
mengambung-ambung meng.am.bung-am.bung [v] (1) mengumbang-ambingkan:; gelombang ~ kapal kecil itu; (2) menyombong; meninggikan diri: ia suka ~ diri; (3) mengempas-empaskan diri: gadis itu ~ di tempat tidurnya
mengangankan meng.a.ngan.kan [v] memikirkan; melukiskan dl ingatan; mengenang-ngenangkan; mencita-citakan; mengingini: ia ~ gadis itu untuk dijadikan istrinya
mengarah-arahi meng.a.rah-a.rahi [v] (1) menyerupai; hampir menyamai: gadis itu romannya ~ ibunya; (2) melihat untuk mengenal: ia menandai sekalian orang, melihat-lihat, dan ~ rupa orang itu
mengawin me.nga.win [v] kawin; mengawinkan
mengawini me.nga.wini [v] mengambil sbg istri; memperistri: perkawinan ganda telah membuat ruwetnya hubungan dua keluarga krn dua orang bersaudara telah ~ seorang ibu dan anaknya secara serentak
mengedarkan meng.e.dar.kan [v] (1) membawa (menyampaikan) surat dsb dr orang yg satu kpd yg lain; membawa berkeliling: siapa gadis manis yg ~ talam berisi kue tadi?; (2) menyampaikan surat dsb ke alamat-alamat yg dituju: ia telah selesai ~ surat undangan itu; (3) mengeluarkan uang untuk dipakai masyarakat: Pemerintah telah ~ uang kertas baru bernilai Rp10.000,00
mengesahkan me.nge.sah.kan [v] (1) menjadikan (menyatakan, mengakui, dsb) sah: DPR telah -- Rancangan Undang-Undang Perkawinan; (2) menyetujui dan menguatkan (perjanjian dsb); membenarkan: pengadilan agama telah -- perceraian suami istri itu; (3) menetapkan; memastikan: tim dokter -- kematian orang tuanya; (4) meresmikan; memberlakukan: Presiden -- pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan pd tahun 1972
menggaet meng.ga.et [v] (1) menarik dng pengait; menggait: anak kecil itu berhasil ~ buah mangga dr pohon; (2) menjambret; mencopet: dia tertangkap basah sedang ~ arloji orang; (3) memikat: ia berhasil ~ gadis itu; (4) menipu (uang); mencari untung; (5) ki mengusahakan dng sungguh-sungguh sehingga memperoleh; merebut: untuk ~ posisi itu ia telah bekerja keras
menggagahi meng.ga.gahi [v] (1) menguasai dng kekerasan; memaksa: kau jangan ~ orang lain untuk melakukan kehendakmu; (2) ki memperkosa: ia dihukum krn ~ seorang gadis
menggaji meng.ga.ji [v] (1) membayar (memberi) gaji: saya tidak dapat ~ nya lebih dr itu; (2) mempekerjakan orang dng membayar gaji: kita tidak akan rugi ~ gadis cantik untuk menjaga kedai kita
menggamit meng.ga.mit [v] (1) menyentuh dng jari (untuk memberi isyarat): sang pemuda ~ lengan gadis itu mengajak pergi; (2) memetik, membunyikan (tt gitar dsb): ia ~ kecapi sambil bernyanyi
menggandrungi meng.gan.drungi [v] (1) sangat mencintai; tergila-gila pd: ia ~ gadis berkulit kuning itu; (2) sangat menyenangi; sangat senang akan; menaruh perhatian besar pd: seluruh rakyat ~ pembangunan
menggilakan meng.gi.la.kan [v] (1) menyebabkan (membuat) gila: kabarnya ada juga dukun yg pandai ~ orang; (2) menganggap (memperlakukan, mempermainkan) sbg orang gila: ia sering ~ anak yg satu ini; (3) ki menyebabkan (membuat) sangat suka (tertarik, jatuh hati, tergila-gila): rambut gadis yg bagaikan mayang terurai itulah yg sering ~ para pria yg memandangnya
menghamburi meng.ham.buri [v] menyebar atau menghamburkan pd; menaburi: gadis itu ~ pusara kekasihnya dng bunga-bunga
menghamili meng.ha.mili [v] menyebabkan hamil; membuahi: dia yg ~ gadis itu
mengharamkan meng.ha.ram.kan [v] (1) menyatakan atau menganggap haram; melarang: Islam ~ perkawinan antara saudara kandung; (2) mencegah; menolak: rakyat ~ pemerintahan diktator; (3) berteguh hati untuk tidak melakukannya
mengindang meng.in.dang [v] menampi beras dsb dng indang: pemudi-pemudi sedang ~ beras untuk pesta perkawinan itu; diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu, pb jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya
menginjak tanah meng.in.jak tanah bagian upacara perkawinan yg melambangkan bahwa mempelai laki-laki dan perempuan harus mengikuti jalan hidup yg sama
mengubrakan me.ngub.ra.kan [v] menggagalkan; membatalkan; (2) membiarkan tidak selesai (tt perkara dsb); (3) membubarkan (tt perkumpulan dsb); (4) menceraikan (tt perkawinan)
mengulit me.ngu.lit [v] (1) menyilih (bertukar kulit): ular itu sedang ~; (2) menjadi kulit; mendapat kulit (tumbuh kulitnya): lukanya mulai ~; (3) Dok membeset kulit kepala: ~ kepala mayat
mengurai meng.u.rai [v] (1) menjadi lepas terbuka (tidak terikat dsb): di depan jendela gadis itu ~ rambut; (2) mekar terbuka (tt mayang, padi, dsb); (3) melonggarkan; menguraikan: polisi lalu lintas dikerahkan untuk ~ pusat kemacetan lalu lintas
mengusik meng.u.sik [v] (1) mengganggu; menggodai: anak muda itu suka mabuk-mabukan dan sering ~ anak gadis yg lewat; (2) menyentuh-nyentuh; menyinggung-nyinggung: sudah hampir dua tahun pihak berwajib tidak ~ kasus pembunuhan itu; (3) mencela; mengkritik: pd masa itu tidak ada yg berani ~ tindakannya; (4) ki mencampuri (urusan orang lain): ia tidak berani ~ perkara itu
menikah me.ni.kah [v] melakukan nikah; kawin: ia akan ~ dng seorang guru
menilik ketika me.ni.lik ketika meramal waktu (baik atau buruk) yg didasarkan atas perhitungan bilangan waktu (ketika empat, ketika lima, dsb), msl untuk melakukan kegiatan, spt pindah rumah, perkawinan
menjijikkan men.ji.jik.kan [v] (1) merasa jijik akan; menganggap (memandang) jijik; sangat tidak suka akan: jangan engkau ~ dia sekalipun namanya sudah cemar; (2) menimbulkan rasa jijik; menyebabkan jijik: tingkah laku gadis itu ~
menodai me.no.dai [v] (1) menjadikan ada nodanya; mengotori: percikan tinta hitam itu ~ alas meja; (2) mencemarkan; menjelekkan (nama baik): ~ nama baik keluarga kita; (3) ki merusak (kesucian, keluhuran, dsb): pemuda itu ~ gadis yg belum berumur 10 tahun
menokohkan me.no.koh.kan [v] menjadikan tokoh; memerankan sbg tokoh: ia memilih adiknya untuk ~ gadis malang dl drama itu
mentas men.tas [Jw v] (1) keluar (dr dl air): setelah berenang-renang sebentar ia -- dan duduk-duduk di tepi kolam; (2) ki lepas dr tanggungan keluarga (msl bekerja atau kawin); berdiri sendiri: ia hidup dng istri dan delapan orang anak yg semuanya belum --
menyamai me.nya.mai [v] (1) menyerupai; sama dng: wajah gadis itu -- wajah ibunya; (2)membandingi; menandingi: aku akan giat belajar agar kelak dapat -- kepandaian mereka; kekayaannya tidak ada yg -nya
menyandingi me.nyan.dingi [v] (1) mendampingi; membarengi; menemani: kami ditugaskan -- tamu itu; (2) mempersunting; memperistri: pemuda itu beruntung dapat -- gadis cantik itu
menyandingkan me.nyan.ding.kan [v] (1) mendampingkan; mendudukkan agar bersanding (berdekatan): sebelum upacara akad nikah, penghulu itu -- kedua mempelai; (2) mempertemukan; menjodohkan: ibu itu mau -- gadisnya dng pemuda yg masih famili
menyeka me.nye.ka [v] menyapu (menggosok dsb) dng kain dsb supaya bersih (kering dsb): sesudah -- meja, ia membenahi kursi-kursi; gadis itu -- keringat di wajahnya dng saputangan
menyelang-nyelangkan me.nye.lang-nye.lang.kan [v] membuat berselang-selang; mempertukar-tukarkan
menyilangkan me.nyi.lang.kan [v] menaruh (mengikat dsb) menyilang (memotong garis lain dsb) [v] (1) mengadakan kawin campur (tt hewan); (2) membibitkan tumbuhan secara silang
menyilih me.nyi.lih [v] (1) mengganti; menukar: -- baju; (2) memberi ganti (kerugian dsb): -- rugi; (3) bertukar kulit (ular, kadal, dsb): ular -; (4) berubah menjadi: tidak kusangka hatimu bisa -- sekejam itu; (5) Mk meminjam: -- uang orang
menyumbangkan me.nyum.bang.kan [v] menjadikan (membuat menjadi) sumbang [v] (1) memberikan sesuatu sbg bantuan (pd pesta perkawinan dsb); (2) memberi bantuan atau sokongan (kpd)
menyunggingkan me.nyung.ging.kan [v ki] melukiskan (senyum): gadis itu -- senyum manis di bibirnya yg tipis
menyusunkan me.nyu.sun.kan [v] (1) menjadikan bersusun; menyusun: tukang itu -- batu bata yg berserakan menjadi satu tumpukan; (2) menyusun sesuatu untuk: ibu sedang -- buah untuk tetangga yg akan mengadakan pesta perkawinan
meranda me.ran.da [v] hidup menjadi randa (wanita); tidak kawin (wanita)
merayu me.ra.yu [v] merasa pilu; terharu [v] (1) menyenangkan hati (menyedapkan hati, menawan), spt hiburan dsb: suara merdu yg ~; (2) membujuk (memikat) dng kata-kata manis dsb: ia ~ gadis itu dng kata-kata manis; (3) mengajukan permohonan: mereka ~ supaya yg berwajib mengambil tindakan tegas
merebahkan me.re.bah.kan [n] (1) membuat (menjadikan) rebah; menumbangkan; merobohkan: ~ pohon; (2) membaringkan: dia ~ diri di atas rumput untuk melepaskan lelah; (3) ki menyembelih (binatang): mereka ~ kerbau dan kambing untuk pesta perkawinan itu; (4) ki menggulingkan; menjatuhkan (pemerintah); menggagalkan: ~ pemerintah
merebut me.re.but [v] (1) mengambil sesuatu dng kekerasan atau dng paksa: ia berhasil ~ pisau belati dr tangan penjahat itu; (2) mengambil dng kekuatan senjata; merampas: mereka berjuang ~ kemerdekaan; pasukan kita berhasil ~ kotakota penting; (3) memperoleh sesuatu dng susah payah (pertandingan, perlombaan, dsb): tim kita berusaha ~ tempat yg terhormat dl kejuaraan sepak bola itu; belum ada yg dapat ~ hati gadis itu
meretakkan me.re.tak.kan [v] menjadikan atau menyebabkan retak: dialah yg ~ hubunganku dng gadis itu
mestizo mes.ti.zo [n] orang yg merupakan hasil perkawinan orang Indian dng orang Eropa di Amerika Selatan
metabolisme me.ta.bo.lis.me [n Kim] (1) pertukaran zat pd organisme yg meliputi proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dl badan yg memungkinkan berlangsungnya hidup; (2) proses perputaran; gerak berputar: terjadinya -- mikrobiologis di dl tanah menghasilkan zat lemas
metode diskusi cara belajar atau mengajar yg melakukan tukar pikiran antara murid dng guru, murid dng murid sbg peserta diskusi
minta min.ta v (1) berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon: anak itu merengek-rengek -- dibelikan mainan; (2) mempersilakan: panitia -- para pengunjung mengisi daftar tamu; (3) cak beli: dia -- dua porsi nasi rames; (4) meminang; melamar: sudah banyak pemuda yg -- gadis itu, tetapi ia selalu menolaknya; (5) memerlukan: kenakalan remaja akhir-akhir ini -- perhatian kita semua; (6) membawa; menimbulkan: bencana tanah longsor itu ternyata -- banyak korban jiwa
misogami mi.so.ga.mi [n Sos] kebencian (keseganan) thd ikatan perkawinan
model mo.del [n] (1) pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dr sesuatu yg akan dibuat atau dihasilkan: rumahnya dibuat spt -- rumah adat; (2) orang yg dipakai sbg contoh untuk dilukis (difoto): pernah aku menjadi -- lukisan; (3) orang yg (pekerjaannya) memperagakan contoh pakaian yg akan dipasarkan: gadis -- yg cantik-cantik itu memperagakan pakaian dr bahan batik; (4) barang tiruan yg kecil dng bentuk (rupa) persis spt yg ditiru: -- pesawat terbang; -- dasar pola utama: ia menggunakan jenis tari bedaya sbg -- dasar ciptaannya
modeling mo.de.ling [n] (1) hal menjadi (gadis, pria) model: mereka memang pd dasarnya berbakat --; (2) sekolah (kursus) yg mendidik gadis atau pria model: salah satu penyakit para murid -- adalah kurang percaya diri
mojang mo.jang [Sd n] perawan; gadis: ia akan menikah dng -- Priangan
moko mo.ko [n] alat bunyi-bunyian zaman dulu berupa genderang dng selaput suara dr logam, dipakai sbg maskawin atau pelengkap upacara kebesaran
montok mon.tok [a] (1) gemuk berisi; gemuk padat; sintal: ia menggendong putri bungsunya yg sehat dan --; (2) besar dan berisi (tt buah dada): tubuh gadis itu sintal dng buah dada yg -- dan bagus bentuknya
muda diri kerap kali kawin
muhalil mu.ha.lil [Ar n] (1) orang yg nikah dng perempuan yg telah tiga kali ditalak suaminya, sesudah itu diceraikannya supaya perempuan itu dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg terdahulu; (2) cak cina buta
murni mur.ni [a] (1) tidak bercampur dng unsur lain; tulen: cincin itu terbuat dr emas --; (2) belum mendapat pengaruh luar; polos; lugu: sikap anak itu masih -- , belum dipengaruhi oleh kehidupan kota besar; (3) tulus; suci; sejati (tt cinta): cinta ayah dan ibu kpd anaknya adalah cinta yg --; (4) ki belum terpengaruh oleh dunia luar; asli: kebudayaan masyarakat itu masih --; (5) ki dl keadaan yg masih suci (perawan); belum ternoda; belum pernah menikah: setahu saya dia itu masih gadis --
muzakarah mu.za.ka.rah [n] (1) pertukaran pikiran tt suatu masalah: kemudian baginda pun meneruskan -- tt mazhab Syafii; -- alim ulama seluruh Indonesia akan diadakan bulan Syakban ini; (2) pengulangan pelajaran secara bersama-sama
naik nobat [Mk] (1) menjadi pengantin; kawin; (2) dinobatkan menjadi raja
narator na.ra.tor [n] orang yg bercerita; pencerita: kesan sadis terasa ketika -- nya menggambarkan gadis yg dicekik itu matanya melotot dan lidahnya terjulur keluar
netral net.ral [a] (1) tidak berpihak (tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak): kepala negara harus tetap -- menghadapi pertentangan antarpartai; (2) tidak berwarna (dapat dipakai untuk segala warna): semir sepatu berwarna hitam, cokelat, -- , dan merah; (3) Ling tidak dl kelompok jantan atau betina (tt kata-kata); (4) menunjukkan sifat yg secara kimia tidak asam dan tidak basa; (5) cak bebas; tidak terikat (oleh pekerjaan, perkawinan, dsb): saya sudah -- sekarang
ni [p cak] ini [p cak] nini [Mk kp] uni (kakak perempuan) [n] kata sapaan untuk wanita yg belum kawin; nona: keluarga Taman Siswa menggunakan kata -- sbg pengganti nama
nik [n] sapaan untuk gadis kecil
nikah ni.kah [n] ikatan (akad) perkawinan yg dilakukan sesuai dng ketentuan hukum dan ajaran agama: hidup sbg suami istri tanpa -- merupakan pelanggaran thd agama
nikah fasid [Isl] pernikahan yg tidak dapat dilangsungkan atau disahkan krn perbedaan agama, calon istri dl idah, muhrim, dsb yg melanggar aturan perkawinan dl Islam
nikah sigar [Isl] pernikahan dng cara tukar-menukar calon istri di antara para wali untuk dinikahkan dng calon suami yg telah disepakati atau untuk dirinya masing-masing dng suatu perjanjian tanpa mahar, hukumnya haram
noken no.ken [n] tas tradisional dr Irian Jaya yg terbuat dr serat kayu: sebanyak 11 ekor ayam dan 5 buah -- dipersembahkan sbg maskawin
noni no.ni [n] (1) nona kecil; (2) nona; gadis
nyai [n] (1) panggilan untuk orang perempuan yg belum atau sudah kawin; (2) panggilan untuk orang perempuan yg usianya lebih tua dp orang yg memanggil; (3) gundik orang asing (terutama orang Eropa); nyai-nyai n sebutan kpd wanita piaraan orang asing
orang semenda orang yg kawin dng anggota suatu kaum jika dipandang dr kaum itu
pajang pa.jang [v] , me.ma.jang v (1) menghiasi dng bunga-bunga, daun-daunan, kain, kertas, lampu warna-warni, bendera, panji-panji, umbul-umbul, dsb untuk memperindah; (2) menempatkan (mengatur) secara rapi untuk dipamerkan; (3) cak memamerkan diri: anak gadis diharapkan tidak ~ di pinggir jalan
pakau pa.kau [n] permainan kartu Cina dng kartu tiga helai di tangan dan dapat ditukar-tukarkan spt main ceki; permainan tiga helai [Mk a] bingung, pusing, kacau (tt perasaan) [ark n] (1) kelim (dr rotan) untuk menguatkan; (2) kayu palang (pd ember)
paksa pak.sa [v] mengerjakan sesuatu yg diharuskan walaupun tidak mau: kawin --; kerja --; bongkar --; (2) n kekerasan; perkosaan: negara diktator memerintah dng -- [kl n] waktu (saat, kesempatan) yg baik: menantikan -- yg baik [ark n] sayap; pihak; sisi [n] sistem penanggalan Jawa Kuno yg mencakupi waktu 15 hari (dl satu bulan ada dua paksa, yaitu suklapaksa 'paruh terang' dan kranapaksa 'paruh gelap')
paling pa.ling , ber.pa.ling v (1) menoleh (ke kiri dan ke kanan, atau ke belakang): ia berjalan sambil ~ ke kiri dan ke kanan; (2) ki beralih atau bertukar (perhatian dsb): kita harus ~ kpd barang produksi dalam negeri; (3) ki meninggalkan agama; murtad: ia telah ~ dr agama yg dianutnya [adv] ter-; teramat: anaknya yg -- besar duduk di kelas 3 SMU
pantas pan.tas [a] (1) patut; layak: ia memang sudah -- menjadi juara, permainannya mengagumkan; (2) sesuai; sepadan: ia -- menjadi pemain voli krn tubuhnya tinggi dan kekar; (3) kena benar; cocok: gadis itu -- mengenakan kebaya merah itu; (4) tidak mengherankan: -- anak itu tidak naik kelas, ternyata dia malas; (5) tampak elok (bagus, cantik, tampan): orang itu tidak -- memakai kumis dan janggut [kl a] cepat; tangkas; cekatan: kuda ini sangat --
panyembrama pa.nyem.bra.ma [Bl n] tarian untuk menyambut tamu terhormat, ditarikan oleh beberapa gadis
paradigmatis pa.ra.dig.ma.tis [a] (1) Ling berkaitan dng hubungan unsur bahasa dl tingkat tertentu dng unsur lain di luar tingkat itu yg dapat dipertukarkan; (2) berkaitan dng paradigma
patuh pa.tuh [a] suka menurut (perintah dsb); taat (pd perintah, aturan, dsb); berdisiplin: gadis itu sangat -- pd agamanya; rakyat selalu -- kpd pemerintah
pelalau pe.la.lau [kl n] (1) alat dsb untuk merintangi; perintang; (2) mantra untuk menghalang-halangi perkawinan (supaya tidak dipinang orang dsb)
pelangkah pe.lang.kah [n] barang yg diberikan oleh calon pengantin pria kpd kakak calon pengantin wanita yg belum menikah (yg dilangkahi atau didahului kawin)
pemalu pe.ma.lu [n] (orang) yg mudah merasa (yg mempunyai sifat) malu: gadis -- itu selalu menunduk jika diajak berbicara
pembauran pem.ba.ur.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membaurkan; pencampuran; (2) peniadaan sifat-sifat eksklusif kelompok etnik di dl masyarakat dl usaha mencapai kesatuan bangsa; (3) perkawinan campuran antara warga negara asli (pribumi) dan warga negara keturunan asing; (4) Fis proses bercampurnya molekul krn gerakan termal yg acak; (5) Fis pelintasan zarah melalui suatu bahan dng probabilitas (kebolehjadian, kementakan) hamburannya lebih besar dp penyerapan (absorpsi) ataupun penerusan (transmisi)nya; difusi
peminang pe.mi.nang [n] tempat sirih [n] (1) orang yg meminang: ~ gadis itu masih ada hubungan keluarga; (2) pelamar (pekerjaan)
pemudi pe.mu.di [n] orang muda perempuan; remaja putri; gadis: pd masa revolusi para -- juga ikut mengangkat senjata
pengakuan de jure peng.a.ku.an de jure pengakuan thd suatu pemerintahan secara hukum, ditandai dng adanya pertukaran wakil diplomatik di antara kedua negara
pengakuan pemerintah peng.a.ku.an pemerintah [Pol] tindakan resmi (spt tukar-menukar duta besar) yg mengakui adanya pemerintahan dan berarti kesiapan untuk mengadakan hubungan resmi
pengantin pe.ngan.tin [n] orang yg sedang melangsungkan perkawinannya; mempelai: -- laki-laki , n (1) tumbuhan yg bunganya harum, Nyctanthes arbortrisis; (2) kembang pengantin
pengulosan peng.u.los.an [n] pemberian dan pemasangan ulos pd seseorang sbg tanda penghormatan atau persahabatan: selesai acara, dilakukan ~ dan tukar-menukar cendera mata
peralihan per.a.lih.an [n] (1) pergantian; perlintasan (dr keadaan yg satu pd keadaan yg lain); (2) pertukaran: pd saat itu di negara kita terjadi ~ pemerintahan; (3) Kim perubahan bentuk atau raut luar
peramah pe.ra.mah [n] orang yg ramah; bertabiat ramah: ia gadis yg periang dan ~
perata pe.ra.ta , ber.pe.ra.ta v meniadakan larangan kawin antara dua orang yg masih mempunyai hubungan kekerabatan (menurut hukum adat di Gayo)
perawan sunti anak perempuan yg mulai jadi gadis (perawan kecil); gadis sunti; perawan kencur
perbahasan per.ba.has.an [n] perdebatan; pertukaran pikiran; perbantahan (tt suatu masalah)
perdaraan per.da.ra.an [kl n] (1) sekalian gadis dl istana; (2) Dok perihal keadaan masih gadis
pergantian per.gan.ti.an [n] perihal berganti (bergilir, beralih, berubah, bertukar); pergiliran; peralihan; perubahan; pertukaran
perhelatan per.he.lat.an [n] (1) pesta atau kenduri selamatan; (2) pesta perkawinan: mereka selalu bergotong-royong dl segala hal, juga waktu ada ~ perkawinan
perjamuan per.ja.mu.an [n] (1) pertemuan makan minum; pesta; resepsi (perkawinan dsb); (2) jamuan; (3) perihal berjamu
perjodohan per.jo.doh.an [n] perihal jodoh atau menjodohkan; perkawinan
perkosa per.ko.sa, me.mer.ko.sa [v] (1) menundukkan dng kekerasan; memaksa dng kekerasan; menggagahi; merogol: ~ negeri orang; laki-laki bejat itu telah ~ gadis di bawah umur; (2) melanggar (menyerang dsb) dng kekerasan: tindakan itu dianggapnya ~ hukum yg berlaku; negara itu dicap sbg negara yg ~ hak asasi manusia
permaduan per.ma.du.an [n] poligami (hal perkawinan seorang laki-laki dng perempuan lebih dr seorang)
perputaran per.pu.tar.an [n] (1) hal berputar: ~ keempat baling-baling itu sama cepatnya; (2) perubahan (pertukaran, pergantian) keadaan dsb: saat itu terjadi ~ nasib yg tidak disangka-sangka; (3) peredaran (tt uang): ~ uang semakin lancar; (4) peristiwa (tt kehidupan dsb) yg seakan-akan merupakan lingkaran; (5) jalan perdagangan atau perniagaan (spt bahan dijadikan barang, barang dijual jadi uang dibelikan bahan, lalu dijadikan barang lagi
persentase beranak [Tern] angka yg menunjukkan persentase banyaknya induk yg beranak per banyaknya induk yg dikawinkan
persilangan per.si.lang.an [n] (1) hal bersilang; (2) pertemuan atau persimpangan jalan dsb [n Bio] usaha yg menyebabkan terjadinya perkawinan antara dua individu yg berbeda galur, ras, atau jenisnya
persilihan per.si.lih.an [n] pertukaran; pergantian
pertemuan per.te.mu.an [n] (1) perbuatan (hal dsb) bertemu; perjumpaan; (2) tempat bertemu (berkumpul dsb): balai ~; ia sedang pergi ke ~; (3) perkumpulan (spt rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; (4) pergaulan; (5) perjodohan; perkawinan
perubahan per.u.bah.an [n] (1) hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran: rupanya ~ cuaca masih sulit diperhitungkan; (2) Man perbaikan aktiva tetap yg tidak menambah jumlah jasanya
perwara per.wa.ra [kl n] gadis pengiring raja atau permaisuri: ramailah dayang-dayang, biti-biti dan -- bergurau dan bersenda; permaisuri itu pun pergi ke mahligai diiringi oleh sekalian -- [n] candi kecil pelengkap kompleks percandian
pesolek pe.so.lek [n] (orang) yg suka bersolek: ia dikenal sbg gadis --
pesona pe.so.na [n] (1) guna-guna; jampi; mantra (sihir): dukun itu membuat (mengenakan) -- kpd gadis itu; (2) daya tarik; daya pikat: senyum gadis itu penuh --
pesta nikah pesta kawin
pestaka pes.ta.ka [n] (1) kitab primbon (yg berisi ramalan, mantra, dsb); pustaka: jika hendak melakukan pekerjaan yg besar (pesta perkawinan dsb) dilihatnya -- dahulu; (2) pengaruh baik atau buruk (yg ada pd suatu benda dsb): -- keris
pinangan pi.nang.an [n] (1) permintaan hendak memperistri: ~ nya ditolak oleh orang tua gadis itu; (2) lamaran (pekerjaan dsb)
pindah pin.dah [v] beralih atau bertukar tempat
pingitan pi.ngit.an [n] (1) yg dipingit: gadis ~; ayam ~; kuda ~; (2) tempat memingit (mengurung): gadis itu berhasil melepaskan diri dr ~
plasenta pla.sen.ta [n Dok] organ berbentuk cakram yg menghubungkan janin dng dinding rahim yg menjadi jalan perantara bagi pernapasan, pemberian makanan, dan pertukaran zat buangan antara janin dan darah ibu, keluar dr rahim mengikuti janin yg baru lahir; ari-ari; tembuni
poliandri po.li.an.dri [n] sistem perkawinan yg membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dr satu orang dl waktu yg bersamaan
poligami po.li.ga.mi [n] sistem perkawinan yg salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dl waktu yg bersamaan
poligini po.li.gi.ni [n] sistem perkawinan yg membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sbg istrinya dl waktu yg bersamaan
primadona pri.ma.do.na [n] (1) penyanyi wanita yg pertama atau utama dl pertunjukan opera; (2) pelaku wanita terpenting (dl pertunjukan sandiwara); sripanggung; (3) ki gadis (wanita) yg paling cantik, disukai, dikagumi, dsb di lingkungannya; (4) ki yg paling utama, penting, dsb (tt barang dagangan): dahulu karet merupakan -- daerah ini
promiskuitas pro.mis.ku.i.tas [n] perilaku perkawinan dng tidak membatasi pd satu jodoh saja; hubungan seksual antara sejumlah pria dan wanita tanpa ada aturan yg mengikat
prosesi pro.se.si [n] pawai khidmat (perarakan) dl upacara kegerejaan (perkawinan dsb)
prostitusi pros.ti.tu.si [n] pertukaran hubungan seksual dng uang atau hadiah sbg suatu transaksi perdagangan; pelacuran: sudah banyak tempat perjudian dan -- yg ditutup
puak pu.ak [n] (1) golongan; kelompok (orang dsb): perubahan nasib suatu -- dapat terjadi jika disertai dng ikhtiar dan usaha yg sungguh-sungguh; (2) partai: ada dua -- yg besar pengaruhnya dl pemerintahan Inggris; (3) kaum (golongan keluarga, suku bangsa): tiap-tiap -- mempunyai cara perkawinan yg sesuai dng adat istiadatnya
puber pu.ber [n] jenjang usia remaja: sikap itu umumnya terdapat pd para gadis, terutama pd masa --
pubertas pu.ber.tas [n] masa akil balig; masa remaja: -- seorang gadis lebih tampak (nyata) dp seorang perjaka
punya kerja berhajat (spt mengadakan perayaan perkawinan dsb)
putus arang putus sama sekali sehingga tidak dapat diperbaiki lagi (tt perkawinan, percintaan, dsb)
rambang mata [ki] suka bermain perempuan atau suka kawin; mata keranjang
rancau ran.cau [a] (1) kacau; rincu; (2) bertukar-tukar pemakaiannya, keliru penempatannya; (3) rusuh; tidak aman; tidak tenteram: penduduk di daerah itu semakin tidak --
randa tua perempuan tua yg belum kawin
raraha ra.ra.ha [n Min] gadis yg telah mencapai usia untuk menikah
ratna rat.na [n] (1) ki batu mulia; intan; permata; (2) ki putri (gadis) yg cantik
rebutan re.but.an [n] (1) hasil merebut; (2) yg direbut atau yg diperebutkan: ia seorang gadis cantik yg menjadi ~ pemuda di kampungnya; (3) perayaan (Cina) dng mengadakan sedekah yg diperebutkan orang banyak; (4) perlombaan memanjat batang (batang pinang) yg dilumasi lemak untuk memperoleh barang-barang yg digantungkan pd puncaknya; (5) cak berebutan
remaja re.ma.ja [a] mulai dewasa; sudah sampai umur untuk kawin: ia sekarang sudah -- , bukan kanak-kanak lagi; (2) a muda: pengantin perempuannya masih -- benar; (3) n pemuda: Pemerintah mendirikan gelanggang -- untuk sarana kegiatan olahraga
remeh re.meh [a] tidak penting; tidak berharga; kecil: perkawinan menjadi berantakan krn hal-hal yg --
resep re.sep [n] (1) keterangan dokter tt obat serta takarannya, yg harus dipakai oleh si sakit dan dapat ditukar dng obat di apotek; (2) keterangan tt bahan dan cara memasak obat (makanan)
resepsi re.sep.si [n] pertemuan (perjamuan) resmi yg diadakan untuk menerima tamu (pd pesta perkawinan, pelantikan)
rezeki musang [ki] gadis yg tidak terjaga
rokade ro.ka.de [n Olr] pertukaran tempat antara benteng dan raja dl permainan catur
roman ro.man [n] rupa muka; wajah: -- gadis itu spt ibunya [n] (1) karangan prosa yg melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing: -- lebih banyak membawa sifat-sifat zamannya dp drama atau puisi; (2) cak (cerita) percintaan [n] sekam (padi); tangkai padi (merang) lihat huruf
ruhbaniat ruh.ba.ni.at [a] tt hidup mengasingkan diri tidak kawin dsb, spt pastor; wadat
ruilslag ru.il.slag [Bld n] tukar guling: atas persetujuan pemerintah, direksi menawarkan -- dng swasta
runtang-runtung run.tang-run.tung [Jw v] selalu pergi ke mana-mana bersama-sama, tidak pernah bercerai: saya lihat engkau sudah -- dng gadis manis itu
rupawan ru.pa.wan [kl a] elok rupanya; cantik: gadis yg --
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
sabu-sabu sa.bu-sa.bu [n] bahan kimia untuk menciptakan halusinasi: gadis itu berhura-hura di diskotik dan mengonsumsi --
sakramen sak.ra.men [n Kat] upacara suci dan resmi untuk bertemu dng Tuhan dan untuk menerima rahmat Tuhan lewat tanda-tanda (ada 7 sakramen, yaitu baptis, mahakudus, penguatan, tobat, perkawinan, imamat, dan perminyakan)
salem sa.lem [n] ikan berbadan bujur telur dr suku Salmonidae, beberapa jenisnya bermigrasi dr air laut ke air tawar selama musim kawin; salmon; Salmo salar
salin sa.lin [v] ganti; tukar: sebelum berangkat, ia harus -- pakaian dulu; -- jirim Sd tukar bentuk; ganti bentuk: dng terbentuknya golongan berpendidikan, terjadilah -- jirim sosial kaum ningrat feodal menjadi kaum menengah kota [n] ikan yg baru memijahkan telur
sama sa.ma [a] (1) serupa (halnya, keadaannya, dsb), tidak berbeda; tidak berlainan: pd umumnya, mata pencaharian penduduk desa itu -- saja; kedua soal itu -- sulitnya; (2)berbarengan; bertepatan: kedua tamu itu datang pd waktu yg --; (3)sepadan; seimbang; sebanding; setara: sbg calon istri, pendidikan gadis itu tidak -- dng pendidikanmu [p cak] (1) dengan: anak itu ikut -- ayahnya ke kebun; (2)oleh: sekolahnya dibiayai -- pamannya; (3) pada (untuk menyatakan pelakunya banyak): penduduk -- meninggalkan desanya
sambil lalu sam.bil la.lu [adv ] (1) tidak secara khusus; sepintas lalu: dia bekerja di kantor itu hanya -- , sebelum mendapatkan pekerjaan yg lebih baik; (2)sembari lewat (berjalan): -- disapanya gadis itu dng ramah
samplok sam.plok [v] , ber.sam.plok v (1) bersenggolan (tt bagian anggota badan spt tangan): tanpa disengaja ia -- dng gadis itu; (2) ki beradu pandang: mata mereka --
sandingan san.ding.an [n] imbangan; jodoh: gadis itu belum menemukan -- yg diidamkannya
sanggar kecantikan tempat mempercantik wajah, kulit, rambut, tubuh, dsb; -- kerja pertemuan untuk mengadakan tukar pikiran (pembahasan, pengolahan, dsb) tt suatu bidang ilmu atau bidang kegiatan tertentu: dl -- kerja itu mereka berusaha membahas kelebihan dan kekurangan matematika modern
santung pelalai guna-guna yg menyebabkan gadis tidak dapat menemukan jodoh atau tidak mau menikah
sayib sa.yib [n] bukan perawan (gadis); janda
sebambang se.bam.bang [v] bersama-sama melarikan diri (bujang dan gadis)
secara se.ca.ra [p] (1) sebagai; selaku: hendaklah kamu bertindak ~ laki-laki; (2) menurut (tt adat, kebiasaan, dsb): perkawinan akan dilangsungkan ~ adat keraton; (3) dng cara; dng jalan: perselisihan itu akan diselesaikan ~ damai; ia diperlakukan ~ tidak adil; (4) dengan: hal itu diuraikan ~ ringkas; serangan itu dilakukan ~ besar-besaran
segata se.ga.ta [n] jenis pantun di daerah Peminggir, Lampung, biasa dipakai sbg lagu hiburan bagi bujang gadis
sehidangan se.hi.dang.an [n] (1) satu satuan hidangan: anak gadisnya keluar membawa ~ kopi dan kue; (2) sama (macam) hidangan: pd pesta perpisahan itu seluruh pegawai kantor itu makan ~
sejumlah se.jum.lah [n] (1) sebanyak; banyaknya: ia menerima uang dr ibunya ~ Rp15.000,00; (2) beberapa (yg tidak dinyatakan secara pasti): ~ gadis telah menjadi korban penipuan; (3) dl jumlah: ~ besar
sekufu se.ku.fu [n] sederajat (tt martabat); setaraf: pria itu kawin dng wanita yg tidak ~ dengannya
selamat se.la.mat [a] terbebas dr bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dr bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dsb: ia -- dr pembunuhan; (2) a sehat; (3) a tercapai maksud; tidak gagal; (4) n doa (ucapan, pernyataan, dsb) yg mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dsb): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yg memberi ucapan -- kepadanya; (5) n pemberian salam mudah-mudahan dl keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb): -- datang; -- jalan; -- malam (pagi, siang); -- tahun baru; -- tinggal
selibat se.li.bat [n] pranata yg menentukan bahwa orang-orang dl kedudukan tertentu tidak boleh kawin (dl gereja Katolik Roma, para rohaniwan yg telah ditahbiskan harus hidup membujang, tidak boleh kawin)
selumur se.lu.mur [n] kulit ular (yg lepas dr tubuh sesudah bertukar kulit)
semalaman se.ma.lam.an [n] sepanjang malam; segenap malam; satu malam penuh; semalam suntuk: gadis itu sanggup berdansa -; ia baru bangun pukul 11.00 krn -- tidak dapat tidur
semandan se.man.dan [n] pengiring (pengapit) pengantin (biasanya yg masih gadis)
semanis-manisnya se.ma.nis-ma.nis.nya [adv] sampai elok (cantik) betul: lukisan gadis itu dibuatnya --
sembarangan sem.ba.rang.an [a] tidak dng pilih-pilih; tidak dng pandang-memandang; asal ... saja: menuduh dng -- saja, asal menuduh saja (tidak dng alasan yg layak): kawin dng orang -, dng orang yg tidak terpilih (tidak berasal dsb): buku itu diletakkan -- saja, tidak memilih tempat atau tidak dng aturan
semenda se.men.da [n] pertalian keluarga krn perkawinan dng anggota suatu kaum, jika dipandang dr kaum itu (msl orang yg kawin dng saudara atau kemenakan istri atau suami); hubungan kekeluargaan krn ikatan perkawinan: adat -- , aturan adat bermamak kemenakan (menurut garis ibu)
sendang sen.dang [Jw n] kolam di pegunungan dsb yg airnya berasal dr mata air yg ada di dalamnya, biasanya dipakai untuk mandi dan mencuci, airnya jernih krn mengalir terus; sumber air: gadis-gadis desa tiap pagi pergi ke -- untuk mengambil air minum di sana
sendat sen.dat [a] (1) sempit (tt cincin dsb); ketat; tidak longgar: cincin kawin itu -- di jari manisnya; (2) tidak lancar (tt berlangsungnya sesuatu, msl lalu lintas dan upacara); tidak licin: lalu lintas di Jalan Sudirman tiap pagi selalu -- krn banyaknya kendaraan yg lalu di sana; (3) terhenti atau tertahan (di dl liang, pipa, dsb)
sentak sen.tak [Mk v] me.nyen.tak v menarik kuat-kuat; mencabut (keris, pedang, dsb); merenggut: tiba-tiba ikan besar -- tali kail itu; pencuri itu -- kalung gadis itu hingga putus [Jw v] me.nyen.tak v membentak; menghardik: guru yg biasa -- murid-muridnya pasti tidak disenangi
sepinggang se.ping.gang [adv] sampai ke pinggang: rambut gadis itu ~ panjangnya
seri se.ri [n] cahaya; semarak; (2) n kemuliaan; keindahan; (3) a cantik; bagus [kl n] yg mulia; sri [v] , me.nye.ri v mengisap madu bunga (tt kupu-kupu, kumbang, dsb) [a] (1) seimbang; tidak ada yg menang dan tidak ada yg kalah: pertandingan antara dua kesebelasan itu berhasil --; (2) tukar-menukar barang dng tidak memakai tambahan; tukar guling; (3) kedua belah pihak sama-sama mau; (4) cak pulang (kembali) pokok (tidak beruntung dan tidak rugi): kalau di-jual dua juta rupiah, -- saja
serius se.ri.us [a] (1) sungguh-sungguh: ia berbicara -- , tidak bergurau; ia sebenarnya tidak -- mencintai gadis itu; (2) gawat; genting (krn menghadapi bahaya, risiko, akibat, dsb yg mungkin terjadi): situasi (penyakit, kesulitan, kesalahan, dsb) yg --
serong se.rong [a] (1) tidak lurus (tt arah); menyimpang dr garis (arah) yg lurus; menyudut (tidak merupakan siku-siku); mencong: tulisannya -- sedikit; (2) tidak sebagaimana mestinya; menyimpang dr arah yg lurus: berjalan --; (3) ki curang; tidak lurus hati; tidak jujur: berbuat (berlaku) --; siapa yg -- ketahuan juga akhirnya; (4) ki tidak setia; tidak tulus hati: berbuat -- dl perkawinan adalah perbuatan yg tidak terpuji
serumah se.ru.mah [n] (1) seisi rumah; segenap isi rumah; (2) tinggal di suatu rumah; (3) sudah kawin (beristri atau bersuami)
setuju se.tu.ju [n] setujuan; (2) v sepakat; semupakat; sependapat (tidak bertentangan, tidak berselisih): kedua belah pihak sudah ~; saya ~ dng usul Saudara; (3) a cak cocok; serasi; sesuai: saksi ~ dng yg tertulis dl berita acara; warna bajunya ~ benar dng kulitnya; (4) v merasa senang atau tertarik hati; suka; berkenan: kalau ~ , boleh Tuan beli; rupanya ia ~ benar melihat gadis itu
silang si.lang [n] (1) tanda yg berupa satu garis dipotong garis yg lain, spt X, +; (2) kayu palang; (3) salib [v] (1) kawin campur (bukan sesuku, segolongan, dsb); (2) membibitkan dng mencampur (tt tumbuh-tumbuhan) [v] selang
silang dalam [Bio] perkawinan antara individu-individu yg masih memiliki pertalian keluarga yg dekat yg dapat meningkatkan jumlah ras tanaman atau hewan
silang pendapat [ki] (1) tukar pendapat; (2) bertentangan pendapat
silau si.lau [a] (1) berkilau-kilau pandangannya, tidak dapat melihat nyata krn terlampau terang cahayanya: -- mata apabila memandang matahari; (2) ki sangat kagum (tertarik, terpesona) sehingga tidak dapat melihat kenyataan (yg sebenarnya): dia -- dng kekayaannya hingga mau saja dikawini [kl v] me.nyi.lau v meninjau (sesuatu yg jauh letaknya); mengunjungi: dan juru batu pun -- ke laut, tampaklah ular-ular di tiang bendera
silih si.lih [v] saling; (2) ganti; tukar; (3) n Ling (a) konstituen yg tidak ditentukan atau tidak terdapat dl struktur dasar, diperlukan untuk menjelaskan suatu derivasi; (b) unsur tidak bermakna yg mempunyai fungsi sintaksis, tetapi tidak mempunyai fungsi semantis
silih berganti bergantian; bergiliran (satu per satu); bertukar-tukar
silih lapik [ki] kawin dng saudara atau sanak saudara dr istrinya yg telah meninggal
silih mata sesuatu yg dipakai untuk pandangan (pamer) saja (spt memberi maskawin banyak, tetapi akhirnya dikembalikan)
sindur sin.dur [Jw n] (1) sabuk dr kain merah muda yg tepinya putih: untuk membedakan dng tamu undangan maka tuan rumah itu memakai --; (2) motif kain batik yg dipakai oleh orang tua pengantin pd upacara perkawinan dng cara dililitkan di pinggang, berwarna merah dan putih, warna merah terdapat pd bagian tengah, warna putih pd bagian pinggir yg berbentuk gelombang
sinrili sin.ri.li [n Sas] tradisi lisan yg berasal dr Gowa, Sulawesi Selatan, berisi cerita kepahlawanan, keagamaan, dan percintaan, dibawakan oleh seorang pesinrili dng diiringi oleh musik instrumental dng gesekan keso-keso (rebab), dimainkan siang hari atau malam hari sesudah sembahyang Isya di anjungan rumah atau tempat terbuka pd waktu-waktu tertentu (perkawinan, syukuran, pesta panen dsb)
sintal sin.tal [a] (1) gemuk padat atau padat berisi (tt tubuh): ia menyenangi gadis yg bertubuh --; (2) kenyal atau tebal dan kencang (tt daging)
sintren sin.tren [Jw n] kesenian rakyat, khususnya di pantai Jawa Tengah, peranan utama dipegang gadis belasan tahun, dibantu oleh gadis lain sbg pengiring nyanyian, ditingkahi angklung, gong, dsb
sinyo si.nyo [n] anak laki-laki yg belum kawin (bangsa Eropa atau peranakan Eropa)
sipu si.pu [a] merasa segan krn belum kenal; malu: gadis itu tidak menjawab, tetapi tersenyum -- [Jk a] ter.si.pu-si.pu a (dng) segera; lekas-lekas; (dng) cepat
solok so.lok [n] , pe.so.lok n sumbangan (pemberian kpd orang yg mengadakan pesta perkawinan dsb, berupa bahan makanan dsb) [Mk n] lembah yg terletak di antara dua buah gunung
spageti spa.ge.ti [n] mi yg menjadi makanan utama orang Itali: gadis itu membawa baki dr dapur berisi selada dan --
spt rabuk dng api [pb] (1) mudah terbakar; (2) ki mudah terjadi hal yg kurang baik kalau didekatkan (spt gadis berdekatan dng bujang)
stasiun cuaca laut stasiun cuaca di kapal laut yg tetap di suatu tempat di laut dan melakukan pengamatan serta tukar-menukar data pengamatan tertentu
stasiun cuaca mobil stasiun meteorologi yg dipasang dl kendaraan khusus dan tidak merupakan stasiun tetap, melakukan pengamatan cuaca dan melaporkan hasil pengamatannya untuk keperluan tukar menukar secara internasional
sterilitas ste.ri.li.tas [n Bio] (1) keadaan tidak terdapatnya kemampuan untuk berkembang biak secara kawin; (2) kemandulan
suarang su.a.rang [Mk n] (1) harta milik bersama, hasil pencaharian suami istri selama dl perkawinan; gana-gini; (2) milik persekutuan (perserikatan)
suka su.ka [a] berkeadaan senang (girang): sahabat dl -- dan duka; (2) a girang hati; senang hati: sekalian bantuan dan sokongan disambut dng -- hati; (3) v mau; sudi; rela: ia tidak -- membayar sekian; datanglah kalau Tuan --; kalau sudah -- sama -- , biarlah kawin saja; (4) v senang; gemar: neneknya -- benar makan sirih; memang banyak orang -- menonton bioskop; ada yg -- daging dan ada juga yg -- ikan laut; (5) v menaruh simpati; setuju: orang itu akan saya suruh bekerja di sini, itu pun kalau Tuan --; tiada seorang pun -- kepadanya; (6) v menaruh kasih; kasih sayang; cinta: rasanya jarang ibu yg tidak -- kpd anaknya; (7) a cak mudah sekali ...; kerap kali ...: memang dia -- lupa; pensil semacam ini -- patah
sumbangan sum.bang.an [n] (1) pemberian sbg bantuan (pd pesta perkawinan dsb); penyolok; (2) bantuan; sokongan
surat nikah surat yg berisi penjelasan bahwa seorang perempuan dan seorang laki-laki kawin dng sah
surat undangan surat yg berisi panggilan (supaya datang) mengunjungi pesta perkawinan, rapat, dsb
surup su.rup [a] patut; pantas; layak; sepadan: warna baju dan kerudung gadis itu -- benar [v] ke.su.rup.an v kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yg aneh-aneh: penari kuda kepang yg -- itu makan padi dan pecahan bola lampu
syarak sya.rak [n] hukum yg bersendi ajaran Islam; hukum Islam: kawin menurut --; pembagian warisan menurut --
tahlil tah.lil [n] (1) Isl pengucapan kalimat tauhid l? il?ha illallah 'tidak ada Tuhan selain Allah' secara berulang-ulang; (2) nyanyian pujian [n] pengesahan perkawinan antara suami dan istri yg telah menjatuhkan talak tiga kali dng perantaraan muhalil
taklik tak.lik [n] perjanjian (kawin dsb); pernyataan [v] me.nak.lik v membaca dng teliti; mempelajari
talak ta.lak [n Isl] perceraian antara suami dan istri; lepasnya ikatan perkawinan
tali putus keluan putus [pb] anak muda (gadis) yg telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yg menjaganya (orang tuanya) meninggal
tambang tam.bang, ber.tam.bang.an [v] bertunangan (tt gadis) dng lebih dr seorang laki-laki, biasanya ayah gadis itu dihukum dng membayar denda adat (di Bengkulu)
tampik tam.pik [v] me.nam.pik v menolak (pinangan, pemberian, dsb); tidak bersedia (mau) menerima (memakai dsb): gadis itu ~ pemuda yg datang melamarnya; jangan ~ pemberian orang
tanggung tang.gung [v] beres tidak perlu khawatir; pasti beres (selesai, rapi, dsb) [a] lebih dr sedang, tetapi belum cukup (lebarnya, panjangnya, ukurannya, usianya, dsb): anak --; gadis --
tari inai tarian yg dilakukan oleh gadis-gadis dng memainkan piring dan lilin
tari pendet tarian yg dilakukan oleh gadis-gadis untuk menyambut kedatangan tamu
tayub ta.yub [n] ta.yub.an n tarian yg dilakukan oleh laki-laki dan perempuan diiringi gamelan dan tembang, biasanya untuk meramaikan pesta (perkawinan dsb): di daerah Indramayu sering diadakan ~ untuk meramaikan pesta perkawinan
tempaan tem.pa.an [n] (1) yg sudah ditempa; gemblengan; buatan (tt parang, keris, dsb): keris ~ Malaka; (2) ki model; potongan; sifat asli: dia seorang gadis juita, tetapi ~ dusun
tempat semenda kaum atau keluarga yg anggotanya dikawini; -- sirih wadah untuk menyimpan sirih: kepuasannya tampak sekali apabila dia duduk menghadapi -- sirihnya; -- tinggal rumah (bidang dsb) tempat orang diam (tinggal): rumah yg didatanginya ternyata bukan rumah -- tinggal; -- tujuan rumah (bidang, daerah, dsb) yg dituju: tibalah aku kini ke -- tujuan perjalananku
tenunan te.nun.an [n] hasil menenun; barang-barang yg ditenun: ia mengenakan kain ~ yg dibuat semasa ia masih gadis; gadis itu mengenakan sarung ~ ibunya
terbius ter.bi.us [v] (1) terkena bius sehingga tidak sadar (terlupa, tertidur): ia -- oleh rayuan gadis itu sehingga tega meninggalkan anak istrinya; (2) kehilangan rasa (pd saraf perasa), baik secara keseluruhan maupun sebagian; (3) ki terlena oleh harta, janji muluk dsb: gadis itu mau dinikahi penjahat itu krn -- oleh janji muluknya
tercantol ter.can.tol v (1) terkait; tersangkut; (2) ki terpaut hati (pd seseorang yg dicintai): ia sudah ~ kpd anak gadis tetangganya; (3) cak tinggal kelas; tidak naik kelas: selama sekolah ia belum pernah ~ , selalu naik kelas
terigau-igau ter.i.gau-i.gau [v] terimpi-impi: banyak pemuda ~ kpd gadis itu
terkedai ter.ke.dai [v] (1) telah dikedaikan; (2) ki telah dilamar orang (tt gadis)
terpaut ter.pa.ut [v] (1) tersangkut dan terikat: bagian ujung tambang itu ~ pd tonggak di tepi dermaga; (2) tertambat (tt cinta kasih); terpikat: hatinya ~ pd kelembutan hati gadis itu; (3) terpaku: pandangannya ~ pd gadis semampai berambut panjang itu
terpikat ter.pi.kat [v] (1) tertarik (hatinya): hatiku ~ oleh suasana yg menyenangkan di rumah itu; (2) kena pikat; (3) jatuh cinta kpd: hatinya ~ kpd gadis cantik itu
taut ta.ut [v] ber.ta.ut 1 menutup (berkatup) kembali; menjadi rapat (tt sesuatu yg renggang, bercerai, luka, dsb): luka itu berangsur kering dan ~; (2) berpaut (pd, dng); jalin-menjalin: belukar kecil yg bertemu dan ~ daun dan rantingnya; (3)berpegangan (bergandengan, berjabatan) tangan; (4) tumbuh serta melekat menjadi satu berlekatan (pd, dng): kelopak bunga yg terdiri atas empat atau lima helai itu, ada yg bercerai-berai dan ada pula yg ~; (5) bertemu (spt sungai dng sungai, garis dng garis, dsb): air dan langit keduanya ~ pd satu titik pandang; (6) ki melekat kpd (dl arti ditujukan atau dipusatkan kpd); tertuju kpd; terpusat kpd: matanya ~ pd gadis itu; (7) ki berhubungan (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): pendidikan Pancasila ~ dng pendidikan moral [n] tali yg diberi berkail (untuk menangkap ikan): anak-anak membuat -- untuk memancing ikan
tersabar ter.sa.bar [a] paling tenang (tidak mudah putus asa, marah, jengkel, dsb): ia termasuk gadis -- di antara teman-temannya sekelas
tersadai ter.sa.dai [v] (1) terbaring dng kaki terlunjur; (2) terletak di tempat yg agak tinggi (tt perahu): banyak perahu -- di pantai; (3) lama tidak laku (tt barang-barang jualan): krn mahal, banyak dagangannya yg -; (4) ki tidak ada yg meminang (tt gadis): krn angkuhnya, gadis itu -- sampai tua
tersangai ter.sa.ngai [v] (1) sudah disangai; sudah dipanaskan: nasi yg sudah -- hendaknya disimpan di lemari supaya jangan dihinggapi lalat; (2) ki tidak laku (tt gadis): gadis tua itu dianggap -- oleh penduduk sekampungnya krn terlalu bertingkah
tersangkut ter.sang.kut [v] (1) terkait; terkena; terjerat: tali layang-layangnya -- pd pohon asam; (2) terlibat (dl suatu perkara): ia -- kasus penipuan; (3) tersangsang: balon itu -- di pohon kayu; (4) terpikat (tt cinta, kasih, dsb): hatinya -- pd gadis cantik itu
tertambat ter.tam.bat [v] (1) terikat (pd): kuda itu ~ pd pokok kayu; (2) ki terpikat; tertawan (hati): hatinya sudah ~ pd gadis itu
tertawan ter.ta.wan [v] (1) tertangkap: dr pihak musuh banyak yg ~; (2) terampas (dapat dirampas); (3) ki terpikat: hatinya ~ oleh kecantikan gadis itu
terusik ter.u.sik [v] terganggu; tergoda: hati gadis itu ~ oleh rayuannya
tidak keruan tidak beraturan; tidak tentu; kalut; kacau: karangan ini -- keruan; (2) tidak menentu: ia berteriak-teriak -- keruan; pikirannya buncah (kacau) -- keruan; (3) bukan kepalang; amat sangat; tidak terkatakan: gadis itu gelisah -- keruan
tingkah ting.kah [n] (1) ulah (perbuatan) yg aneh-aneh atau yg tidak sewajarnya; lagak; canda: kuda itu bermacam-macam -- nya; gadis itu -- nya semakin keterlaluan; banyak --; (2) perangai; kelakuan [n] (1) gendang; (2) pukulan gendang dsb yg mengiringi lagu, bunyi-bunyian atau tari; (3) nyanyi (sorak, tepuk tangan, dsb) yg berselang-selangan atau bersambutan dng bunyi-bunyian
tumbakan tum.bak.an [n] bentuk perkawinan antara saudara sepupu secara paralel dl masyarakat Jawa
uang [n] alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yg sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yg dicetak dng bentuk dan gambar tertentu; (2) n harta; kekayaan: hidupnya seolah-olah hanya mencari --; (3) kl num sepertiga tali (= 8a sen uang zaman Hindia Belanda)
uang antaran uang dsb sbg pemberian dr pihak mempelai laki-laki kpd calon mertua (untuk biaya perkawinan)
uang hangus uang pemberian dr pihak mempelai laki-laki kpd pihak mempelai wanita untuk membantu biaya perkawinan; (2) Ek uang anggaran yg tersisa atau tidak habis terpakai krn melampaui batas waktu yg telah ditentukan (biasanya harus dikembalikan kpd pemerintah)
uang keras uang yg tetap mantap nilainya dl pertukaran dng uang lain di dunia internasional
uang sesai uang jujur atau maskawin yg belum dibayar
ubah [v] , ber.u.bah v (1) menjadi lain (berbeda) dr semula: wajahnya agak ~ ketika dirasanya sambutanku tidak begitu hangat; dunia rupanya sudah ~ , wanita sekarang berambut pendek; (2) bertukar (beralih, berganti) menjadi sesuatu yg lain: ia bersemadi, lalu badannya ~ menjadi raksasa; paham politik partai itu ~; (3) berganti (tt arah): ~ arahnya
upacara upa.ca.ra [n] (1) tanda-tanda kebesaran (spt payung kerajaan): dayang-dayang mengiringkan raja, masing-masing membawa --; (2) peralatan (menurut adat-istiadat); rangkaian tindakan atau perbuatan yg terikat pd aturan tertentu menurut adat atau agama: -- perkawinan dilakukan secara sederhana; (3) perbuatan atau perayaan yg dilakukan atau diadakan sehubungan dng peristiwa penting (spt pelantikan pejabat, pembukaan gedung baru): -- peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia; -- pelantikan bupati; -- peresmian pabrik pupuk yg baru
upacara panggih upacara mempertemukan secara resmi pengantin pria dan wanita (dl upacara perkawinan)
urup-urupan urup-urup.an [v] berdagang dng cara tukar-menukar barang
usilan usil.an [a] suka usil; bersifat usil: jika ada gadis lewat, kontan aksi ~ nya muncul; pemuda itu ~ benar
ventilasi ven.ti.la.si [n] (1) pertukaran udara; perputaran udara secara bebas di dl ruangan: rumah yg cukup -- dan cahaya; (2) (lubang) tempat udara dapat keluar masuk secara bebas: antara dinding dan atap terdapat jeruji besi sbg --
wacana wa.ca.na [n] (1) komunikasi verbal; percakapan; (2) Ling keseluruhan tutur yg merupakan suatu kesatuan; (3) Ling satuan bahasa terlengkap yg direalisasikan dl bentuk karangan atau laporan utuh, spt novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah; (4) Ling kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat; (5) pertukaran ide secara verbal
wadat wa.dat [n] orang yg membujang; orang yg tidak kawin: ia bertekad akan menjadi -- sampai nenek-nenek
wali mujbir [Isl] wali (orang tua, saudara laki-laki, dsb) yg berhak menikahkan seseorang yg masih gadis tanpa memerlukan izin gadis tsb
walimah urusy perjamuan untuk perkawinan; (2) akad nikah
wanodya wa.no.dya [n] gadis remaja: sudah selayaknyalah seorang -- harus berpakaian rapi dan elok dipandang
wasitah wa.si.tah [Ar n] (1) wasit perempuan; (2) perempuan yg dapat berhubungan dng orang halus; (3) perantara (dl perkawinan dsb)
wawanrembuk wa.wan.rem.buk [n] tukar pendapat; berunding: dl waktu dekat akan dibuka -- antara dua negara yg selalu bersengketa itu
wesel cek alat pembayaran berupa surat berharga, dapat ditukarkan dng uang
windu win.du [n] jangka waktu yg lamanya delapan tahun; daur kecil: minggu depan orang tuaku akan merayakan perkawinannya yg genap lima --
zina zi.na [n] (1) perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yg tidak terikat oleh hubungan pernikahan (perkawinan); (2) perbuatan bersanggama seorang laki-laki yg terikat perkawinan dng seorang perempuan yg bukan istrinya, atau seorang perempuan yg terikat perkawinan dng seorang laki-laki yg bukan suaminya

Jika informasi mengenai "kawin tukar gadis" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas