Arti kata/frase "hulu" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/hulu

Halaman ini menjelaskan kata atau frase hulu menurut KBBI Edisi III

hulu: hu.lu [n] (1) kl bagian tubuh dr leher ke atas; kepala: gering --; kalang -- , bantal, alas kepala pd waktu tidur; (2) bagian atas (sungai dsb); udik; ujung: ia pernah berlayar ke -- Sungai Musi; (3) desa; udik: orang --; (4) pegangan (pd pisau, keris): -- pisau; -- keris; (5) permulaan; pangkal; awal: -- musim; -- malang

Lebih lanjut mengenai hulu

hulu terdiri dari 1 suku kata. Kata tersebut mempunyai 539 kata terkait yakni sebagai berikut:

hulu hu.lu [n] (1) kl bagian tubuh dr leher ke atas; kepala: gering --; kalang -- , bantal, alas kepala pd waktu tidur; (2) bagian atas (sungai dsb); udik; ujung: ia pernah berlayar ke -- Sungai Musi; (3) desa; udik: orang --; (4) pegangan (pd pisau, keris): -- pisau; -- keris; (5) permulaan; pangkal; awal: -- musim; -- malang
hulu hilir hulu dan hilir; (2) ujung pangkal
hulu hati lekuk di antara perut dan tulang dada
hulu kepala ubun-ubun
hulu kerongkongan faring
hulu malang pangkal celaka [pb] asal suatu kecelakaan
hulu mujur pandai bertenggang (bertengkar) [pb] pandai hidup dan pandai bergaul
hulu sungai sungai sebelah atas; udik
hulubalang hu.lu.ba.lang [n] (1) kepala laskar; pemimpin pasukan; (2) kepala negeri (distrik); (3) prajurit pengawal; (4) polisi desa; dubalang
hulul hu.lul [n Tas] terwujudnya hubungan yg seerat-eratnya antara manusia dan Allah dng segala ketenangan rohani yg dapat dirasakan
hulur hu.lur ? ulur
atas sungai hulu sungai
pangkal pedang hulu pedang
aliran hulu alir.an hulu sungai di sebelah atas
bak menanti orang dahulu bak menanti orang dahulu, bak me.la.lah orang kudian [pb] melakukan sesuatu yg sia-sia
berakit-rakit ke hulu be.ra.kit-ra.kit ke hulu, berenang-renang ke tepian [pb] bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian
berdahulu-dahuluan ber.da.hu.lu-da.hu.lu.an [v] berlomba-lomba berebut dahulu: anak-anak ~ masuk ke dl kelas
berguru dahulu sebelum bergurau ber.gu.ru dahulu sebelum bergurau [pb] belajar dahulu sebelum bersenang-senang
berhulu ber.hu.lu [v] (1) memakai pegangan atau hulu (tt pedang, keris, pisau): keris ~ gading; (2) bermata air: sungai itu ~ di Gunung Semeru
berhulukan ber.hu.lu.kan [v] berhulu
bersidahulu ber.si.da.hu.lu [v] berusaha mendahului: dia harus ~ dng anak buahnya untuk menguasai pengetahuan tt penggunaan komputer
bertegak penghulu ber.te.gak penghulu meresmikan pengangkatan penghulu (di Minangkabau)
dahulu bajak dp jawi [pb] sesuatu yg patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya; tidak menurut aturan yg biasa
dahulu kala masa (zaman) yg sudah lampau; zaman dahulu
dahulu-mendahului da.hu.lu-men.da.hu.lui [v] saling mendahului
edisi pendahuluan [Kom] surat kabar yg dicetak dan dikirimkan lebih dahulu dp lembaran yg lain
kalau sorok lebih dahulu dp tokok [pb] kalau lagak atau bual yg didahulukan, maksud tidak akan tercapai; -- alu tenuk; tapir, Tapirus indicus
kata dahulu bertepati kata dahulu bertepati, kata kemudian kata ber.ca.ri [pb] sesuatu yg telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yg timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi
ke hulu menongkah surut ke hulu me.nong.kah surut, ke hilir me.nong.kah pasang [pb] selalu sial
kedahuluan ke.da.hu.lu.an [v cak] didahului; dilampaui; dilalui
lebai penghulu penghulu agama di distrik
lebih dahulu sebelumnya: -- dahulu, perkenankanlah kami mengucapkan terima kasih; (2) mula-mula; pertama-tama; paling awal: dialah yg mencapai garis finis -- dahulu; -- jauh selanjutnya; lebih lanjut: -- jauh ia menerangkan bahwa ...
mendahului men.da.hu.lui [v] (berjalan, berangkat, mengerjakan, dsb) lebih dahulu dp; lebih maju dp; menganjuri: jangan ~ waktu yg telah ditentukan
mendahulukan men.da.hu.lu.kan [v] mengerjakan sesuatu lebih dahulu dp yg lain: kita harus ~ kepentingan umum dp kepentingan pribadi
menghulu meng.hu.lu [v] pergi (berlayar) ke hulu sungai; mudik
menghulukan meng.hu.lu.kan [v] mendahului; memimpin; mengepalai
orang hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman)
pahit dahulu [pb] hendaklah ditentukan syarat-syarat yg nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dl membuat perjanjian)
pendahulu pen.da.hu.lu [n] orang dsb yg mendahului: Sumpah Pemuda kita warisi dr para ~ kita
penghuluan peng.hu.lu.an [n] daerah hulu sungai; daerah pedalaman: ia bertugas di ~ Kalimantan Barat selama sepuluh tahun
penongkat penghulu adat pe.nong.kat penghulu adat pembantu penghulu sbg pengganti kemudian
pikir dahulu pendapatan [pb] bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya
sedap dahulu pahit kemudian [pb] bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan
terdahulu ter.da.hu.lu [a] paling dahulu; mula-mula: akulah yg ~ bangun pagi ini
angin hulu timur angin yg bertiup tepat dr arah timur
bulang hulu ikat kepala; destar; (2) kekasih
dahulu da.hu.lu [n] (1) (waktu) yg telah lalu; (masa) lampau: lain -- lain sekarang; (2) lebih awal; paling depan: -- bajak dp jawi; (3) yg mula-mula (dikerjakan, diperbuat, dsb); dulu: -- membaca, lalu menulis; silakan duduk --; (4) lebih awal; sebelum: terlebih -- saya ucapkan terima kasih; -- dp itu
dahulu sorak kemudian tohok [pb] menggembar-gemborkan sesuatu yg belum terjadi (belum terbukti)
dahulu timah [pb] dikatakan tt seseorang yg turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yg telah habis harta bendanya
gering hulu sakit kepala; pening
ikan di hulu [pb] perbuatan yg sia-sia
industri hulu industri yg memproduksi bahan baku dan bahan penolong (besi, baja lembaran, dsb)
jelatang di hulu air [pb] sesuatu yg selalu menyusahkan
jikalau di hulu airnya keruh [pb] jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya
kalang hulu alas kepala pd waktu tidur; bantal (kepala)
kata pendahuluan keterangan (uraian dsb) sbg pengantar suatu karya tulis yg tertera di bagian depan suatu karangan (buku dsb, umumnya ditulis oleh pengarang); prakata
ke hulu kena bubu [pb] tidak dapat terhindar dr bahaya
ke mudik tentu hulunya [pb] suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya
ketupat bangkahulu ketupat bengkulu
khuluk khu.luk [n] sifat asli (dibawa sejak lahir); pembawaan; tabiat [n Isl] perceraian atas permintaan pihak perempuan dng membayar sejumlah uang atau mengembalikan maskawin yg diterimanya; tebus talak
orang terpegang pd hulu nya [pb] dl perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya dp kita
pendahuluan pen.da.hu.lu.an [n] (1) sesuatu yg mula-mula dilakukan; permulaan; (2) pembukaan atau kata pengantar dr sebuah pidato (buku, karangan, dsb): kata ~
penghulu peng.hu.lu [kl n] (1) kepala; ketua: -- kampung; -- negeri; -- kawal; (2) kepala adat; (3) kepala urusan agama Islam di kabupaten atau kota madya; (4) penasihat urusan agama Islam di pengadilan negeri; kadi
penghulu andika pemimpin yg memerintah
penghulu bendahari kepala bendahari
penghulu sambang kepala ronda
sesal (pikir) dahulu pendapatan [pb] pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)
sesal dahulu yg bertuah [pb] setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal
spt menanti orang dahulu [pb] perbuatan yg sia-sia
tampak gabak di hulu ( gabak di hulu tanda akan hujan) [pb] ada tanda- tanda akan terjadi sesuatu
tiada berketentuan hulu hilirnya [pb] tidak tentu maksud dan tujuannya
tiada mengetahui hulu hilir nya [pb] tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dl suatu urusan)
zaman dahulu masa yg telah lama lampau
abus [n] (1) mata uang timah yg terkecil zaman dahulu, harganya sepersepuluh duit; (2) ki tidak berharga; sedikit sekali [v kas] mampus: -- lah kamu sekalian
acuan acu.an [n] cetakan (kue, peluru, dsb) [n] (1) rujukan; referensi; (2) pola dasar penafsiran yg ditetapkan terlebih dahulu
adat [n] (1) aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala: menurut -- daerah ini, laki-lakilah yg berhak sbg ahli waris; (2) cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; kebiasaan: demikianlah -- nya apabila ia marah; (pd) -- nya; (3) wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem; (4) kl cukai menurut peraturan yg berlaku (di pelabuhan dsb) [Jk] meng.a.dat v (1) mogok, tidak mau jalan (tt kendaraan): krn sudah tua, mobil itu sering ~; (2) merajuk dan menangis: anak kecil itu manja dan sering ~;
akibat aki.bat [n] sesuatu yg merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (perbuatan, keputusan); persyaratan atau keadaan yg mendahuluinya: -- gempa bumi itu ratusan penduduk kehilangan tempat tinggalnya
alas kata kata pendahuluan
alferes al.fe.res [ark n] (1) calon opsir; cadangan; (2) (dahulu) pembawa panji
Alkadim Al.ka.dim [Ar n] Yang Mahadahulu (Allah)
altruistis al.tru.is.tis [a] bersifat mendahulukan kepentingan orang lain
alu-aluan alu-a.lu.an [n] kata pendahuluan
ambek paramaarta am.bek pa.ra.ma.ar.ta [Jw a] sifat mendahulukan yg perlu didahulukan; sifat mengutamakan yg lebih penting untuk didahulukan
ampean am.pe.an [Jw n] selir (untuk raja-raja): raja-raja zaman dahulu biasanya mempunyai banyak --
anakrus anak.rus [n Mus] nada atau sekelompok nada yg mendahului kalimat musik yg tidak mendapat tekanan
andiko an.di.ko [n] penghulu adat
anggai ang.gai [kl n] isyarat: hulubalang itu memberi -- , lalu berhamburanlah prajurit menyerbu
angina angi.na [n Dok] penyakit radang di dl rongga hulu kerongkongan
anterior an.te.ri.or [a] terletak di depan; lebih dahulu dr
anteseden an.te.se.den [n] (1) hal ihwal yg terjadi dahulu (terutama tt riwayat hidup atau masa lampau seseorang); (2) Ling informasi dl ingatan atau konteks yg ditunjukkan oleh suatu ungkapan, msl dl kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; (3) Ling unsur terdahulu yg ditunjuk oleh ungkapan dl suatu klausa atau kalimat, msl Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
apa [pron] kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu: ular -- ini?; pohon -- yg kautanam?; (2) pron kata tanya untuk pengganti sesuatu: -- yg dimaksudkan orang itu tadi?; (3) pron kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan: (pernah) -- mu anak itu?; (4) pron pengganti sesuatu yg kurang terang; pengganti barang sesuatu: ia tidak tahu -- isi kotak itu; (5) p hor untuk menghaluskan permintaan: sudi -- lah kiranya Bapak mengabulkan permohonan kami; (6) p cak untuk mendahului kalimat tanya: -- besok ada ulangan? -- tamu itu pamanmu?; (7) p cak atau: mau minum teh -- kopi; jadi berangkat hari ini -- besok
apalagi apa.la.gi [p] kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yg telah dibicarakan terdahulu: anak kecil pun sudah mengerti, -- orang dewasa
apartheid apart.heid [Bld n ] politik diskriminasi warna kulit yg diterapkan (dahulu) oleh negara Afrika Selatan antara keturunan dr Eropa (kulit putih) thd penduduk kulit berwarna: dahulu politik -- Afrika Selatan mendapat kritikan dr berbagai negara
arkais ar.ka.is [a] (1) berhubungan dng masa dahulu atau berciri kuno, tua; (2) tidak lazim dipakai lagi (tt kata); ketinggalan zaman
artefak ar.te.fak [n Ark] (1) benda-benda, spt alat, perhiasan yg menunjukkan kecakapan kerja manusia (terutama pd zaman dahulu) yg ditemukan melalui penggalian arkeologi; (2) benda (barang-barang) hasil kecerdasan manusia, spt perkakas, senjata
aruk , meng.a.ruk v bersikap spt menari dng keris di tangan seolah-olah menyerang musuh sbg tanda setia kpd raja (adat Bugis pd zaman dahulu)
arya ar.ya [n] gelar yg diberikan kpd pegawai tinggi (msl bupati) dl administrasi kerajaan Jawa pd zaman dahulu [n] (1) bangsa yg berasal dr Eropa yg menurunkan bangsa Iran dan India Utara; (2) bangsa yg dianggap menurunkan bangsa Eropa
asimilasi progresif [Ling] proses perubahan suatu bunyi menjadi mirip dng bunyi yg mendahuluinya
aura au.ra [n Dok] perasaan subjektif atau fenomena motorik yg mendahului dan menandai permulaan suatu serangan paroksismal, spt serangan epilepsi
awuran awur.an [n] sesuatu yg tidak teratur, terencana, dsb: orang itu menjawab pertanyaan secara ~ , tidak dipikir lebih dahulu
azal [a Isl] kekal (kekekalan) dl masa lampau; tidak bermula [kl n] (1) sejak dahulu kala; sejak permulaan zaman: demikianlah gerangan suratan -- kita; (2) wujud yg abadi dan tidak ada permulaannya; adanya bukan krn diciptakan atau krn suatu sebab
babi guling masakan babi yg dipanggang secara utuh (tidak dipotong-potong lebih dahulu) setelah dikeluarkan isi perutnya dan diganti (diisi) dng bumbu
badak makan anak [pb] ayah membuang anaknya krn takut akan musnah kebesarannya (pd raja-raja zaman dahulu)
bahari ba.ha.ri [kl] (1) a dahulu kala; kuno: adat yg --; zaman --; (2) v bertuah: keris -- [kl a] indah; elok sekali: duduk menyembah Sitti -- [ark a] mengenai laut; bahari
bahasa alamiah bahasa yg mencerminkan pemakaian yg lazim tanpa harus dipelajari terlebih dahulu; (2) bahasa dan dokumen yg diindeks; bahasa indeks; bahasa manusia
baheula ba.heu.la [adv cak] dahulu kala; kuno
bahwa bah.wa [p] (1) kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; (2) kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar
baptis rindu sakramen baptis yg diperoleh orang yg ingin dibaptis, tetapi belum sempat diterima krn telah meninggal dunia lebih dahulu
batin ba.tin [n] (1) sesuatu yg terdapat di dl hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yg terasa dl -- nya; (2) sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) -- seseorang; mohon maaf lahir dan --; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, -- nya menggolong, kelihatannya spt hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan [n] penghulu adat; kepala (daerah, negeri): maka sekonyong-konyong keluarlah -- Singapura
bedolan be.dol.an [n] (1) hasil membedol; (2) cak panggilan kpd penghulu (naib) untuk menikahkan calon pengantin di rumah (di luar kantor): jika ingin menikahkan di rumah, ia akan dikenakan tarif -
beka be.ka [v] , ber.be.ka v bercakap-cakap sambil beramah-tamah (merundingkan sesuatu); bermusyawarah: penduduk merasa berbahagia krn raja mau -- dng mereka; dia mendengar menteri -- dng para hulubalang
bekel be.kel [ark n] (1) pamong desa pd zaman dahulu (setingkat di bawah lurah); (2) pengurus sawah milik bangsawan pd masa raja-raja masih memerintah Pulau Jawa
belebat be.le.bat [n] kue yg dibuat dr campuran pisang dan ubi rebus yg dipotong-potong [n] langkah pendahuluan pd permainan pencak (tari) sebelum pencak (tari) yg sebenarnya dimulai [n] pedang yg dibuat dr kayu; pedang tumpul
belum duduk belunjur dulu [pb] sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yg dikehendaki
bengku beng.ku [n] (1) pohon yg banyak getahnya, buahnya dibuat minyak (untuk lampu pd zaman dahulu) dan kayunya baik dipakai untuk bahan bangunan rumah; Ganua motleyana; (2) buah bengku
bentuk kata [Ling] wujud kata tentang yg mengisi fungsi tentang dl paradigma, msl bentuk nominatif dr nomina, bentuk lampau dr verba, dsb; -- lento Ling bentuk kata yg penuh yg berpadanan dng bentuk yg ringkas yg biasa dipakai dl ragam biasa atau ragam resmi, msl bapak, dahulu
beramuk-amuk ber.a.muk-a.muk [kl v] bertempur (berjuang, bertarung, dsb) menentang musuh; bertikam: maka segala hulubalang Melayu pun tampil pula ~ dng Feringgi
berancang be.ran.cang [v] dng (mempunyai) rencana sebelumnya; telah diatur lebih dahulu: pembunuhan itu ~
beranggap-anggapan ber.ang.gap-ang.gap.an [kl v] berganti-ganti mempersilakan (mengajak) minum (menari): maka sekalian hulubalang itu pun ~ lah
berbasa-basi ber.ba.sa-ba.si [v] (1) berlaku dng sopan; (2) menggunakan basa-basi: pembicaraan itu dimulai tanpa -- lebih dahulu
bercepat-cepat ber.ce.pat-ce.pat [v] (1) berebut cepat; berlomba-lomba (saling mendahului): mereka ~ mencapai garis finis; (2) tergesa-gesa; terburu-buru: ~ lah ia keluar halaman menyongsong kedatangan ayahnya
berdarah muda ber.da.rah muda mudah bereaksi dan bertindak tanpa memikirkan lebih dahulu akibatnya; berjiwa muda
berebut be.re.but [v] (1) berlomba-lomba (dahulu-mendahului) mengambil sesuatu: ~ tempat; ~ kekuasaan; ~ mulut; (2) mulai: pd waktu hari ~ senja; (3) bersaing untuk mendapat sesuatu kedudukan (jabatan, juara ): ~ kursi bupati
berebut-rebut be.re.but-re.but [v] berlomba-lomba atau dahulu-mendahului di antara orang banyak
berebutan be.re.but.an [v] berganti-ganti mengambil sesuatu (dng kekerasan); saling mendahului dng paksa: anak-anak itu sangat senang makan ~; kedua partai itu ~ kursi
berhukum ber.hu.kum [v] (1) menggunakan hukum; ada hukumnya; (2) mencari (meminta dsb) keadilan hukum (kpd); berhakim (kpd): ia sudah ~ kpd sekalian penghulu di dl negerinya; (3) beperkara; bersengketa
berimprovisasi ber.im.pro.vi.sa.si [v] melakukan sesuatu (berpidato, mem-bawakan puisi, musik, dsb) tanpa persiapan lebih dahulu: beberapa orang penyanyi yg tampil di layar televisi gagal krn tidak mampu ~
berjaga-jaga ber.ja.ga-ja.ga [v] (1) tidak tidur semalam suntuk: zaman dahulu apabila raja mengawinkan anaknya, orang ~ empat puluh malam lamanya; (2) bersiap-siap; bersiap sedia; berawas-awas; berhati-hati: krn ujian sudah dekat, kamu sebaiknya ~
berjalan ber.ja.lan [v] (1) melangkahkan kaki bergerak maju: anak itu belum bisa ~ , meskipun umurnya sudah setahun lebih; (2) bergerak maju dr suatu titik (tempat) ke titik (tempat) lain: matahari itu seakan-akan ~ dr timur ke barat; (3) menggelinding atau berputar (tt sesuatu yg bundar spt roda); (4) bepergian: kalau hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya lebih dahulu; (5) berlangsung; dilangsungkan (tt perundingan, rapat, dsb): perundingan utara-selatan terus ~ meskipun ada perang dingin antara kedua belah pihak; (6) berlaku; ditaati (tt peraturan, undang-undang, hukum, dsb): tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima tahun
berkepak-kepak ber.ke.pak-ke.pak [v] mengibas-ngibaskan sayap: sebelum berkokok ayam jantan itu ~ lebih dahulu
berlanjut ber.lan.jut [v] (1) tidak selesai hanya di situ saja; ada rentetannya; bersambung: peristiwa yg didahului dng pertengkaran itu rupanya ~ dng perkelahian; (2) terus-menerus; berlarut-larut; berlama-lama: siapa yg tahan mengalami penderitaan yg ~ ini
berpacu ber.pa.cu [v] (1) berlari kencang-kencang; (2) berusaha untuk saling mendahului
berpikir-pikir ber.pi.kir-pi.kir [v] menimbang-nimbang (baik buruknya, untung ruginya, dsb): silakan ~ dahulu, saya beri waktu dua hari
bersaingan ber.sa.ing.an [v] (1) saling berlawanan; saling bertentangan: kedua orang itu tidak ada yg mau mengalah, mereka terus -; (2) berlomba; dahulu-mendahului: mereka -- dl mengejar cita-cita
bersakit-sakit ber.sa.kit-sa.kit [v] (1) bersusah payah (untuk mencapai sesuatu); berusaha dng tidak mengenal lelah: jika kamu segan -- tak akan berhasil usahamu; (2) selalu menderita sakit: sudah sebulan lebih ia -- saja; (3) menderita kesukaran (kesusahan dsb): dahulu ia hidup -, tetapi kini hidupnya senang
bersalip-salipan ber.sa.lip-sa.lip.an [v] kejar-mengejar untuk mendahului; dahulu-mendahului; saling mendahului: mereka -- terus dl perjalanan
bersaluk ber.sa.luk [v] memakai destar; berkain ikat kepala: penghulu adat itu tidak pernah lupa -- jika bepergian
bersenggulung ber.seng.gu.lung [v] memakai senggulung; menjunjung -, mencencang berlandasan, pb jika ingin melakukan suatu pekerjaan, sediakanlah lebih dahulu alat-alatnya dng lengkap
bertabrakan ber.tab.rak.an [v] saling menabrak; berlanggaran: kedua bus itu ~ krn mau saling mendahului
bertaharah ber.ta.ha.rah [v] bersuci: sebelum mengerjakan salat, kita harus ~ dahulu
bertanam berurutan ber.ta.nam berurutan penanaman tanaman segera setelah tanaman terdahulu dipanen pd sebidang tanah yg sama
bertegah ber.te.gah [v] terlarang: tiada ~; melakukan rapat tidak ~ , hanya harus meminta izin lebih dahulu
bertenggang ber.teng.gang [v] (1) berupaya; berikhtiar (tt pertolongan, pinjaman, dsb): sebelum meminta pertolongan pd orang lain, lebih baik saya ~ dahulu pd saudara sendiri; (2) berdamai: ia dapat ~ dng kawan-kawannya; (3) meminta pertolongan: orang pandai tempat kita ~; (4) berhemat (dl membelanjakan uang): krn gajinya kecil, mereka harus pandai ~
besi tuang besi yg dituangkan atau dicetak setelah lebih dahulu dipanaskan hingga mencair (mengandung unsur karbon yg relatif tinggi); besi cor
beta be.ta [pron] saya (digunakan orang-orang besar pd zaman dahulu dl cerita klasik Melayu, penyair dl karya sastra masa kemudian, atau masyarakat di Maluku [n] nama huruf ke-2 abjad Yunani
betapa be.ta.pa [ark pron] kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dsb; bagaimana: -- bicaramu?; (2) p kata seru penanda rasa heran, kagum, sedih, dsb; alangkah; sungguh: -- sedihnya orang yg kematian ibu; (3) p meskipun: -- dicarinya, tidak kunjung bertemu juga; (4) ark p sebagaimana; seperti: diperlakukan -- adat orang dahulu kala
bidan tawar bidan yg sudah dipesan terlebih dahulu untuk dimintai pertolongannya
biji saga biji berwarna merah yg dahulu dipakai sbg kesatuan bobot emas
bilas bi.las [v] ber.bi.las v mandi atau membasuh yg kedua kali dng air bersih (msl mandi dng air tawar sesudah mandi di laut atau di kolam renang dsb): setelah puas mandi di laut, mereka -- dahulu sebelum bertukar pakaian
bimbingan bim.bing.an [n] (1) petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu; tuntunan; pimpinan: -- tes masuk universitas; (2) ark kata pendahuluan; kata pengantar
bini penunggu istri penghulu adat yg berasal dr lapisan sosial lebih rendah, bertugas mengurus rumah tangga selama belum ada bini ratu
bini ratu istri pertama penghulu adat yg berkedudukan sbg ibu rumah tangga yg sederajat kedudukannya dng suami
bongkong bong.kong [Mk a] belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu)
bulbul bul.bul [n] burung yg bernyanyi pd malam hari, bulunya berwarna keabu-abuan atau kecokelat-cokelatan (hidup di Iran pd zaman dahulu); Luscinia golzii
bunga angin angin sepoi-sepoi yg mendahului angin besar atau angin ribut
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
candung can.dung [n] parang yg dibuat dr satu besi yg bilah dan hulunya bersambung
cangut ca.ngut [a] agak condong dan menonjol: hulu sebelah kiri keris itu --
cekokan ce.kok.an [n] (1) obat cekok; (2) ki ajaran atau penerangan yg diterima begitu saja secara terus-menerus: pandangan hidup yg keliru ini adalah sisa-sisa ~ zaman penjajahan dahulu
cepat ce.pat [a] (1) dl waktu singkat dapat menempuh jarak cukup jauh (perjalanan, gerakan, kejadian, dsb); laju; deras: ia berlari --; kejadian berlalu dng --; (2) cekatan; tangkas: dia berhasil menangkap bola dng --; (3) terdahulu (tt arloji, jam) maju; mendahului: arloji itu -- sepuluh menit; (4) dl waktu singkat; lekas; segera: siapa -- dia dapat, siapa yg lekas-lekas datang akan mendapat; penyakitnya -- baik
cepat lidah suka berkata tanpa dipikirkan lebih dahulu; lancang mulut
cepat mulut suka berkata tanpa dipikirkan lebih dahulu; tidak dapat menyimpan rahasia; lancang mulut
cerak ce.rak [v] , ber.ce.rak 1 v berbicara; berkata; (2) n pembicaraan pendahuluan sbg pengantar pd sesuatu yg penting
cerita rakyat [Sas] cerita dr zaman dahulu yg hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan
cetak awal [Graf] (1) cetakan dng atau tanpa tinta yg masih akan ditumpangi cetakan warna lain; (2) terbitan pendahuluan sebuah artikel atau karya tulis lain yg akan diterbitkan dl bentuk buku
ceteria ce.te.ria [kl n] anak raja; satria: maka duduklah segala menteri, segala orang kaya, segala -- , sida-sida, dan bentera hulubalang, masing-masing pd martabatnya
darab da.rab [ark n] pukulan keras: -- cemeti Johan Alam mengenai penghulu pendekar itu [n] perkalian; perbanyakan: daftar --
datuk da.tuk [n] (1) bapak dr orang tua kita; kakek; aki: orang tua itu bukan ayahnya, melainkan -- nya; (2) orang yg tertua dl keluarga; (3) gelar kehormatan bagi orang yg dituakan (berpangkat tinggi, tinggi martabatnya): -- Bendahara; -- Tumenggung; (4) Mk penghulu adat; (5) jin atau hantu penunggu (suatu tempat dsb); (6) berhala; toapekong; (7) kl harimau: hati-hati kalau bertemu dng -- di hutan itu
di muka di mu.ka [v] (1) di depan; di hadapan: -- umum, di depan orang banyak; (2) di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; (3) dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa
difteri dif.te.ri [n] penyakit menular berupa peradangan selaput lendir pd hulu kerongkongan, pangkal tenggorok, dan batang tenggorok
dimuntahkan di.mun.tah.kan [v] dikeluarkan apa-apa yg sudah masuk ke dl perut; manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas -, pb segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak
dito di.to [a] sama dng yg disebut terdahulu
dongeng sasakala cerita zaman dahulu (spt cerita para dewa)
dubalang du.ba.lang [Mk n] hulubalang
duduk bertongkat lutut duduk sambil menaikkan sebelah lutut; -- menukuk duduk sambil membungkuk: para menteri dan hulubalang -- menukuk ketika menghadap raja
dulu du.lu ? dahulu
efek pemanasan [Psi] efek thd prestasi penyelesaian suatu tugas yg didahului oleh pemanasan
eksordium ek.sor.di.um [n] pengantar atau pendahuluan dl ujaran resmi, pidato, karya sastra
eksplorasi akhir [Pet] penyelidikan terperinci untuk cebakan mineral atau batu bara setelah hasil penyelidikan pendahuluan menyatakan bahwa cebakan itu ada kemungkinan mempunyai nilai ekonomis
eliksir elik.sir [n] (1) zat cair yg oleh para ahli zaman dahulu (abad pertengahan) diharapkan dapat mengubah logam menjadi emas dan dapat memperpanjang kehidupan tanpa batas (usia); (2) obat yg serbaguna (untuk menyembuhkan segala penyakit); (3) Far ramuan untuk menyiapkan obat secara farmasi (spt larutan dng gula, etanol, atau bahan lain); yg memberi rasa enak
embalau em.ba.lau [n] damar yg dipakai sbg lak untuk mengetatkan puting keris dsb pd hulunya
empu em.pu [kl n] (1) gelar kehormatan yg berarti "tuan"; (2) orang yg sangat ahli (terutama ahli membuat keris) [n] hulu; kepala
endomiksis en.do.mik.sis [n Zool] peristiwa penyusunan kembali inti sel secara berkala tanpa adanya konjugasi terlebih dahulu, spt yg terjadi pd protozoa
enklitik en.kli.tik [n Ling] unsur tata bahasa yg tidak berdiri sendiri, selalu bergabung dng kata yg mendahuluinya (spt -mu dan -nya dl bahasa Indonesia)
epigon epi.gon [n] orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan
faring fa.ring [n Anat] bagian tubuh yg terletak di antara rongga mulut dan pembuluh tenggorok; hulu kerongkongan
farisi fa.ri.si [n] penganut aliran agama Yahudi zaman dahulu yg terkenal sangat fanatik pd ajaran agama dan tradisi mereka
fenomenologi fe.no.me.no.lo.gi [n] ilmu tt perkembangan kesadaran dan pengenalan diri manusia sbg ilmu yg mendahului ilmu filsafat atau bagian dr filsafat
gading ga.ding [n] (1) taring yg panjang pd gajah; (2) tulang keras putih dan bersih dr gading: keris berhulu --; (3) (warna) putih kekuning-kuningan spt gading [kl n] dua orang anak perempuan yg mengipasi pengantin di pelaminan
gadung ga.dung [n] tumbuhan melilit, umbinya memabukkan kalau dimakan langsung, tetapi jika direndam dahulu dl abu basah, racunnya akan hilang atau menjadi berkurang; Dioscorea hispida
gagang ga.gang [n] (1) tangkai (daun, bunga, dsb); (2) hulu (pisau, golok, dsb); (3) Mk batang tumbuh-tumbuhan yg menjalar atau melilit (spt sirih); sulur; (4) Bot tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal
garan ga.ran [Jk n] hulu (pisau dsb); tangkai [adv cak] gerangan
gelintiran ge.lin.tir.an [n] butiran: orang-orang terlebih dahulu membeli ~ kemenyan sbg syarat
geruh tak mencium bau [pb] kecelakaan datang tidak dng memberitahukan (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)
glasnos glas.nos [n] keterbukaan, baik ucapan maupun kebijaksanaan dan kemauan politik yg dilaksanakan secara berani serta konsekuen (di Uni Soviet dahulu)
haluan ha.lu.an [n] (1) bagian perahu (kapal) yg sebelah muka: sepucuk meriam dipasang di -- kapal; (2) yg terdahulu atau terdepan: -- barisan lomba gerak jalan itu sudah mencapai garis finis; (3) arah; tujuan: tiba-tiba pesawat terbang itu mengubah --; dialah yg mula-mula memutar -- percakapan; (4) ki pedoman (tt ajaran dsb): sbg warga negara kita mempunyai --
haluan kata (uraian dsb) yg tertera di muka karangan (buku dsb); kata pendahuluan
hidup hi.dup [v] (1) masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia, binatang, tumbuhan, dsb): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama meninggal; (2) bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang dp di kota besar; (3) mengalami kehidupan dl keadaan atau dng cara tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dng hemat; (4) beroleh (mendapat) rezeki dng jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu -- dr berniaga; (5) berlangsung (ada) krn sesuatu: yayasan itu dapat -- krn uang sumbangan para dermawan; (6) tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih -- dl ingatannya; (7) masih berjalan (tt perusahaan, perkumpulan, dsb): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; (8) tetap menyala (tt lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh ke lantai; (9) masih tetap dipakai (tt bahasa, adat, sumur, dsb): adat itu masih tetap -- dl masyarakat; (10) ramai (tidak sepi dsb): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; (11) seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak spt keadaan sesungguhnya (tt lukisan, gambar): lukisan itu sangat --; (12) spt sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tt cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; (13) seruan yg menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat
hinggap bak langau [pb] suatu hal yg tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu
histerisis his.te.ri.sis [n Fis] kebergantungan keadaan suatu sistem pd sejarahnya terdahulu, dl bentuk keterlambatan efek fisis dr penyebabnya
hukum mungkal denda adat yg tinggi yg dijatuhkan kpd seseorang yg membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu
imam [n] (1) pemimpin salat (pd salat yg dilakukan bersama-sama spt pd salat Jumat); (2) pemimpin; kepala (negeri dsb); (3) (di-pakai juga sbg gelar) pemimpin; penghulu: -- Bonjol; -- Mahdi; (4) Isl pemimpin mazhab: -- Syafei; -- Hambali; (5) Kat pastor yg mempersembahkan kurban misa atau memimpin upacara gereja; (6) padri
improvisasi im.pro.vi.sa.si [n] (1) pembuatan (penyediaan) sesuatu ber-dasarkan bahan yg ada (seadanya); (2) Sen penciptaan atau pertunjukan sesuatu (pembawaan puisi, musik, dsb) tanpa persiapan lebih dahulu: dl lagu ini saya merasa dapat melakukan -- dng baik
incling in.cling [n] bentuk kesenian semacam kuda lumping yg penam-pilannya didahului reog anak-anak, merupakan visualisasi bagian Babad Jenggala: pertunjukan kali ini mementaskan -- dr Sukomoyo, Kulonprogo
inden in.den [n] pembelian barang dng cara memesan dan membayar lebih dahulu
introduksi in.tro.duk.si [n] (1) perbuatan memperkenalkan atau melancar-kan untuk pertama kali; (2) bagian karangan yg menyatakan pendahuluan; (3) Mus bagian awal sajian musik sebelum penyanyi mulai menyanyikan lagu
iwad [n] (1) Isl imbalan atau tebusan yg diberikan istri kpd suami untuk minta khuluk; (2) pampasan; ganti rugi
jam pasir tabung kaca untuk mengukur waktu, berdasarkan mengalirnya suatu bahan berupa pasir dsb (pd zaman dahulu)
janji jan.ji [n] (1) ucapan yg menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (spt hendak memberi, menolong, datang, bertemu): banyak -- , tetapi tidak satu pun yg ditepati; (2) persetujuan antara dua pihak (masing-masing menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu): jangan engkau berdua ingkar akan -- yg telah diteguhkan oleh penghulu; (3) syarat; ketentuan (yg harus dipenuhi): rumah ini diserahkan kpd adiknya tanpa -- apa-apa; (4) penundaan waktu (membayar dsb); penangguhan: kalau boleh, saya minta -- dua bulan; (5) batas waktu (hidup); ajal: sampai -- nya
jejak keruh perbuatan yg terdahulu yg kurang baik
jenang je.nang [n] tiang untuk memperkuat pintu (jendela dsb): diukirnya -- pintu itu [kl n] (1) orang yg mengawasi; mandor; pembantu; (2) pengapit; ajudan; (3) sebutan atau pangkat kepala daerah di bawah penghulu adat [Mk n] orang yg mengatur perjamuan [n] pelerai atau juara dl persabungan ayam [n] se.je.nang n sebentar; sejenak; sejurus [n] (1) bubur kental; (2) dodol
jual kemplangan menjual tumbuh-tumbuhan dan ikan tebat secara keseluruhan, tumbuh-tumbuhannya diambil lebih dahulu, sedangkan ikannya diambil setelah tebat dikeringkan
juar ju.ar [n] (1) pohon yg terasnya hitam dan keras sekali; biasa dibuat jadi hulu dan sarung keris; Cassia siamea; (2) kayu juar
juga ju.ga [adv] (1) selalu demikian halnya (kadang-kadang untuk menekankan kata di depannya): berkali-kali dipanggil, tetapi ia tidak mau datang --; (2) sama atau serupa halnya dng yg lain atau yg tersebut dahulu: ayahnya pandai, anaknya -- demikian
julang ju.lang , men.ju.lang v (1) tampak menyembul tinggi; membubung tinggi (tt api dsb): ombak ~ di permukaan laut; api berjolak ~ ke angkasa; (2) membawa (mendukung) anak dsb di atas bahu; (3) ki menjunjung tinggi; menghormati: rakyat ~ pemimpinnya yg jujur dan penuh pengabdian itu [v] , -- hulu ukuran tekanan fluida yg dinyatakan dng tingginya kolam air
juru kerah jabatan di bawah batin (penghulu adat)
kadim ka.dim [ark a] (1) terdahulu dr tiap-tiap permulaan; awal dr segala permulaan yg tidak terbatas oleh masa: Allah sbg pencipta makhluk bersifat --; (2) pasti, tentu (tt perkara atau janji): hanya Allah yg bersifat -- [Ar n] waktu yg akan datang; kemudian hari; kelak [Ar n] saudara dekat; kerabat
kalimat inversi kalimat dng susunan predikat mendahului subjek; kalimat susun balik
kambuh kam.buh [v] jatuh sakit lagi (biasanya lebih parah dp yg dahulu): sudah hampir seminggu ia tidak datang, rupanya penyakitnya -- lagi
kapal kerakah [kl] kapal dagang pd zaman dahulu: maka diberi Raja Portugal dua buah -- kerakah yg besar
karaoke ka.ra.o.ke [Jp n] jenis hiburan dng menyanyikan lagu-lagu populer dng iringan musik yg telah direkam terlebih dahulu
karar ka.rar [kl] (1) a tenang; tenteram; aman: hendaklah senantiasa -- hatinya; (2) a tetap tenang: maka negeri Malaka pun -- lah pd zaman Laksamana menjadi hulubalang itu; (3) v menetap; berdiam di: Sultan itu pindahlah ke istana barunya, -- lah dia di sana selama-lamanya
kata pengantar kata pendahuluan
kaum ka.um [n] (1) suku bangsa: dahulu perang antar -- sering terjadi di pedalaman; (2) sanak saudara; kerabat; keluarga: ia hidup terasing dr -- nya; (3) golongan (orang yg sekerja, sepaham, sepangkat, dsb): -- terpelajar; (4) ark lebai; modin: perbatin, penggawa, atau -- hanya berhenti sebab mati; (5) keluarga garis matrilineal
kawi ka.wi [n] (1) bahasa Jawa Kuno; (2) bahasa Jawa yg lazim dipakai dl kesusastraan; (3) Jw pengarang; pujangga [a] kuat; kukuh; sakti: adat yg -- , adat yg kuat berlaku sejak dahulu kala
kawin batin perkawinan yg tidak disahkan oleh penghulu
kebanyakan ke.ba.nyak.an [n] (1) perihal banyak; banyaknya; jumlahnya: bukan -- anggota yg penting, tetapi kualitasnya; (2) bagian yg terbanyak; sebagian besar: -- murid-murid di kelas kami mempunyai sepeda motor; (3) biasa: orang -, orang biasa; orang awam; (4) biasanya; pd umumnya: -- asal membayar lebih akan didahulukan pelayanannya; (5) terlampau banyak: -- merokok, tidak baik untuk kesehatan
keburu ke.bu.ru [Jk v] dapat dikejar; sempat: kalau mau naik kereta api yg pukul 02.00 tidak akan -- lagi [Jk v] (1) lebih dahulu: pencuri cepat-cepat lari, takut penghuni rumah -- bangun; (2) belum terlambat: masih --; tidak -- , tidak terkejar; terlambat; ketinggalan; terlanjur; tidak sempat lagi; (3) tergesa-gesa
kecepatan ke.ce.pat.an [n] (1) waktu yg digunakan untuk menempuh jarak tertentu: bus itu lari dl ~ tinggi; pesawat itu terbang dng ~ 700 mil per jam; (2) cak terlampau cepat; terdahulu: arlojiku ~ lima menit
kejar-mengejar ke.jar-me.nge.jar [v] saling berusaha untuk mendahului: para pembalap itu ~ , masing-masing berusaha mendahului lawannya
kejat ke.jat [a] (1) kaku dan tegang (tt anggota tubuh); (2) kukuh dan ketat sekali (spt puting pisau pd hulunya); (3) rapat dan padat (hingga tidak bercelah-celah)
kelampauan ke.lam.pau.an [v] kelaluan; terlewati; telah didahului (oleh orang lain): anak gadis itu ~ , adiknya sudah kawin, ia belum
kelangkahan ke.lang.kah.an [v] didahului kawin (memperoleh sesuatu dsb); (2) v cak terlangkahi (sudah dilangkahi); terlalui (sudah dilalui); (3) n ki laki-laki yg istrinya bermukah
kelintasan ke.lin.tas.an [v] kelampauan; kelaluan (didahului): gadis itu ~ adiknya (adiknya sudah menikah, ia belum)
kentang rendang kentang berukuran kecil, berbentuk bulat, merupakan kentang sisa panen terdahulu atau yg memang sengaja ditanam, kentang ini baik untuk campuran masakan rendang atau digoreng untuk teman makan bistik
kepala raja [ark] perangko (dahulu bergambar kepala raja atau ratu)
kepala tongkat tempat pegangan tongkat; hulu tongkat
kepeng ke.peng [n] (1) nama mata uang zaman dahulu (1/2 duit); (2) cak uang
kepentingan ke.pen.ting.an [n] (1) keperluan; kebutuhan: mendahulukan ~ umum; (2) interes
kepintasan ke.pin.tas.an [n] (sudah) dipintasi (dilalui, dipegat, dsb): maksudnya ~ , maksudnya sudah diketahui lebih dahulu: akalnya ~ , akalnya sudah ketahuan
kerah-kerahan ke.rah-ke.rah.an [kl n] pegawai istana yg pekerjaannya menulis daftar nama hulubalang dsb
ketam ke.tam [a] terkatup rapat-rapat (kuat-kuat) [n] pisau kecil tidak berhulu, melainkan berlandas kayu (untuk menuai padi); ani-ani [n] alat untuk melicinkan kayu; serut [n] kepiting berkaki enam dan bersepit, hidup di lumpur di tepi pantai, sungai, parit, atau di pematang sawah [v] me.nge.tam v mengerat, memotong (kuku): ibu ~ kuku adik , me.nge.tam v berangsur menciut: bulan ~ turun
ketu ke.tu [n] kopiah berbentuk bulat panjang yg tidak beperhiasan (kadang dipakai dng sorban dan pd zaman dahulu biasa dipakai oleh pendeta atau pertapa)
ketuban ke.tu.ban [n] air yg keluar dr rahim, mendahului bayi yg akan lahir; tuban-tuban
khulak khu.lak [Lihat {khuluk}]
kiamat sugra kiamat kecil, yaitu kematian bagi tiap-tiap orang sejak dahulu kala hingga kiamat kubra
kici ki.ci [n] perahu kecil bertiang dua: dahulu -- sering digunakan orang
komisaris polisi (dahulu) nama pangkat perwira polisi, setingkat dng kolonel sekarang
konsekuensi kon.se.ku.en.si [n] (1) akibat (dr suatu perbuatan, pendirian, dsb); (2) persesuaian dng yg dahulu
koteks ko.teks [n Ling] kalimat yg mendahului dan/atau mengikuti sebuah kalimat dl wacana
kundi kun.di [Mk n] biji saga, dahulu digunakan untuk menimbang emas (1 emas = 24 kundi) [n] pengrajin barang yg terbuat dr tanah liat
kuno ku.no [a] (1) lama (dr zaman dahulu); dahulu kala: barang-barang --; (2) kolot; tidak modern: pendapat -- harus ditinggalkan
kupang ku.pang [n] (1) mata uang zaman dahulu yg nilainya berbeda-beda berdasarkan daerah sirkulasinya, msl di Penang 10 sen, di Kelantan 121/2 sen, di Padang 50 sen, di Agam 30 sen, di Payakumbuh 40 sen; (2) satuan ukuran berat emas (sekitar 1/2 real = 10 g) [n] siput laut yg dahulu digunakan sbg mata uang, Mytilus [n] gelinggang
kupu-kupu ku.pu-ku.pu [n] serangga bersayap lebar, umumnya berwarna cerah, berasal dr kepompong ulat, dapat terbang, biasanya sering hinggap di bunga untuk mengisap madu; Lepidoptera; rama-rama [n] (1) pohon yg kayunya kuat dan halus, biasanya dibuat hulu keris dsb, Bauhinia tementosa; (2) kayu kupu-kupu
kurang pikir tidak dipikirkan baik-baik terlebih dahulu
kursus penyegaran kursus untuk melanjutkan kegiatan terdahulu sesudah keberhasilan yg pertama; kursus untuk menyegarkan ingatan dan menambahkan teori baru
labuh batu hukuman mati dng cara menceburkan si terhukum ke laut, dng terlebih dahulu memberati badannya dng batu
lagi la.gi [adv] sedang (dl keadaan melakukan dsb); masih: jangan berisik, ayah -- tidur; (2) adv tambah sekian (atau sedemikian) pula: tunggu sebentar --; (3) adv kembali (berbuat dsb) spt semula; berulang spt semula; pula: kemarin sudah menonton, sekarang hendak menonton --; (4) p dan; serta; juga: anak itu pandai -- rajin; istrinya muda, cantik, -- kaya; (5) p partikel yg dipakai untuk menekankan kata atau kalimat yg mendahuluinya (mengandung makna; sama sekali, betul-betul, amat sangat, dsb): kekejaman tentara penjajah sungguh tak terkatakan --; penderitaan rakyat Kamboja sudah tidak tertahan --
laguna la.gu.na [n] (1) Geo danau asin dekat pantai yg dahulu merupakan bagian laut (yg dangkal), yg krn peristiwa geografi terpisah dr laut; (2) danau kecil atau tasik yg terjadi pd laut dangkal yg dikelilingi oleh beting karang atau gosong pasir yg menutup pesisir atau muara sungai
lain dulu [ki] tiap-tiap waktu (masa) ada adatnya sendiri; berbeda hal dahulu dng sekarang
lama la.ma [a] (1) panjang antaranya (tt waktu): sudah -- aku menunggu di sini; (2) panjangnya waktu (antara waktu): berapa jam -- nya; lima bulan -- nya; (3) kuno; sejak dahulu kala; dahulu telah ada: saya senang mempelajari kesusastraan --; (4) tua (tidak baru); usang: diberikannya baju-baju -- nya kpd fakir miskin
lancang lan.cang [a] (1) tidak tahu adat; kurang sopan thd orang tua dsb: dng -- nya anak itu mengucapkan kata-kata kasar thd ibunya; (2) terlalu berani mengambil keputusan sendiri, di luar yg disepakati: dng -- tanpa menyelidiki lebih dulu, ia telah menyampaikan berita yg belum pasti kebenarannya itu [n] perahu layar yg sangat laju, dipakai sbg kapal perang pd zaman dahulu [n] tempat sirih [n] tumbuhan (terna), Euphorbia hirta
laparoskopi la.pa.ro.sko.pi [n Dok] pemeriksaan rongga perut dng peneropongan memakai alat melalui sayatan pd dinding perut, setelah lebih dahulu dilakukan pengisian dng udara atau gas ke dalamnya
lapis la.pis [n] (1) susun; bagian: -- tanah yg di bawah terdiri atas pasir; (2) saf; deretan; banjar: untuk pertahanan, pasukan terdiri atas lima --; (3) benda tipis digunakan untuk menyadur atau menyalut benda lain: -- hulu pisau (cincin, gelang, dsb) itu dibuat dr emas [v] bersayat (tt daging dsb); beriris-iris
laringitis la.ri.ngi.tis [n] radang pd laring; radang selaput lendir hulu kerongkongan
larva sidat sidat (belut) muda yg sudah bermetamorfosis, biasanya tertangkap di muara atau ketika sedang menuju ke hulu
legenda le.gen.da [n] cerita rakyat pd zaman dahulu yg ada hubungannya dng peristiwa sejarah
lemak manis jangan ditelan [pb] suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya
lendaian len.dai.an [ark n] hulu keris
lihat anak pandang menantu [pb] segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yg tidak baik pd menantu, sekalipun hal itu akan menguntungkan anak itu sendiri; setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, maka baru dilakukan
lira li.ra [n] satuan mata uang Italia [n] alat musik Yunani Kuno dng rangka berbentuk huruf U dan berdawai, dianggap sbg pendahulu biola, dimainkan dng berbagai cara, yakni diletakkan di bahu (da spalla), diletakkan di lengan (lira dabraccio), model yg lebih besar dng 9-15 dawai yg diletakkan di antara lutut (da gamba), lira senor (lira iomperfetta), lira bas (lira perfecta) [n] burung mirip ayam hutan, kicauannya indah dan dapat menirukan suara burung lain; Menuridae
lulur lu.lur , me.lu.lur v (1) meluncur masuk dng mudah; meluncur: jangankan nasi, air pun tidak dapat ~ ke dl perutnya; (2) menelan: ular ~ mangsanya tanpa mengunyahnya terlebih dahulu [n] bedak kuning dng wangi-wangian untuk membersihkan badan dan menghaluskan kulit; lulut
mahabah ma.ha.bah [n] perasaan kasih sayang; (2) v Tas lupa akan kepentingan diri sendiri krn mendahulukan cintanya kpd Allah
mahatur ma.ha.tur [ark n] sebutan untuk salah satu istri raja Jawa pd zaman dahulu (Paduka -- )
majakaya ma.ja.ka.ya [a] tidak bersambung (tt tiang dsb): keris -- , keris yg mata dan hulunya terbuat dr satu kerat besi
makara ma.ka.ra [n Ark] binatang dl cerita yg bersifat mitologis dng rupa mengerikan, yg dipakai sbg motif hiasan, umumnya pd candi atau arca pd zaman dahulu, baik dikombinasi maupun tidak dng kepala kala
makmur mak.mur [a] (1) banyak hasil: Karawang dahulu dikenal sbg daerah -- beras; (2) banyak penduduk dan sejahtera: pembangunan menuju masyarakat yg adil dan --; (3) serba kecukupan; tidak kekurangan: hidupnya sudah --
malaise ma.lai.se [n] (1) keadaan lesu dan serba sulit (terutama dl bidang perekonomian): waktu -- melanda dunia (1930), daerah jajahan Belanda pun tidak luput dr kesulitan ekonomi; (2) (keadaan) perasaan kurang sehat dan lesu, yg mendahului timbulnya keadaan sakit yg lebih gawat
maling berteriak maling [pb] mendahului orang menyerahkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang
mamak ninik penghulu adat; orang tua-tua yg bijak
marginal mar.gi.nal [a] (1) berhubungan dng batas (tepi); tidak terlalu menguntungkan: mereka sama-sama melakukan ekonomi --; (2) berada di pinggir: kalau dahulu kelompok itu dipandang -- , tetapi sejak pemerintah baru sudah amat menentukan
masa lalu masa yg telah lewat; masa terdahulu
Masjidilaksa Mas.ji.dil.ak.sa [n] masjid di Yerusalem, kiblat pertama umat Islam dan tempat Nabi Muhammad saw. melakukan mikraj setelah terlebih dahulu melakukan isra; Baitulmukadas
mazi ma.zi [Ar n] air putih (kuning) yg encer, keluar dr kemaluan tatkala syahwat bangkit dan yg mendahului keluarnya air mani
melangkahi me.lang.kahi [v] (1) melewati; melalui: mereka ~ rintangan itu dng hati-hati; (2) menyalahi; melanggar: tidak pantas jika ~ petuah orang tua; (3) mendahului (kawin, memperoleh sesuatu, dsb): tidak baik adik ~ kakak; (4) tidak mengikutsertakan; melewatkan: ia sering ~ saudaranya dl pembagian rezeki
melantai me.lan.tai [v] memasang lantai: sebelum ~ , bangunan harus diberi atap dahulu; (2) v berdansa: acara ~ merupakan acara rutin pd pesta muda-mudi; (3) a rata dan datar (menyerupai lantai): pd beberapa tempat kelihatan bentuk karang yg ~ krn kikisan air laut
memamitkan me.ma.mit.kan [v] minta pamit untuk: dia ~ temannya yg telah berangkat lebih dahulu
memasakkan me.ma.sak.kan [v] (1) memasak untuk: bibi -- kami opor ayam; (2) membuat supaya masak: pedagang pisang itu selalu berusaha -- pisang dagangannya dng cara memeramnya di dl tanah [v] (1) memakai sesuatu untuk pasak: ~ sepotong kayu ke dl lubang; (2) ki menerangkan (menasihatkan dsb) benar-benar: dr dahulu Ayah telah ~ hal itu kepadamu
membalap mem.ba.lap [v] berlari kencang hendak mendahului orang yg berlari di depannya
membangkit batang terendam [pb] mengadakan (memunculkan) sesuatu yg telah lama hilang (spt mengangkat penghulu yg telah lama tidak ada)
membeli kerbau bertuntun membeli kerbau ber.tun.tun [pb] membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu; kawin dng gadis yg belum dikenal
membelit mem.be.lit [v] (1) melilit; melingkar-lingkar; mengikat (membalut) berbelit-belit: sebelum menelan mangsanya, ular itu telah -nya lebih dahulu; (2) menyangkutkan ke dl perkara dsb; melibat: untuk meringankan hukuman, ia mencoba -- seorang pejabat tinggi
memberkati mem.ber.kati [v] (1) memberi berkat (tt Tuhan): semoga Allah -- usaha kita; (2) mendoakan supaya Tuhan mendatangkan berkah: penghulu itu -- kedua pengantin; (3) mendatangkan kebaikan, keselamatan, dsb: barang curian tidak akan -
membokong mem.bo.kong [v] (1) Jk menyerang (memukul dsb) dr belakang; (2) mengerjakan sesuatu dng diam-diam (tanpa memberi tahu lebih dahulu); (3) membaca berbalik (dr belakang ke muka)
memelopori me.me.lo.pori [v] (1) berjalan mendahului: beberapa buah tank ~ perjalanan pasukan itu; (2) memimpin (memberi contoh atau teladan): ia bermasud hendak ~ rakyat ke jurusan koperasi; (3) merintis jalan: merekalah yg ~ perjuangan kemerdekaan
mementingkan me.men.ting.kan [v] (1) lebih mengutamakan: ada pula negara yg ~ perluasan wilayah dp pembangunan dl negeri; (2) mengutamakan; mendahulukan: ~ diri sendiri; ~ golongannya
memertamakan me.mer.ta.ma.kan [v] mengutamakan; mendahulukan
mempelai mem.pe.lai [n] orang yg sedang melangsungkan pernikahannya; pengantin: setelah dinikahkan oleh penghulu resmilah kedua -- menjadi suami istri
mempraperadilankan mem.pra.per.a.dil.an.kan [v] melakukan pemeriksaan pendahuluan
memprioritaskan mem.pri.o.ri.tas.kan [v] mendahulukan atau mengutamakan sesuatu dp yg lain
memudikkan me.mu.dik.kan [v] menjalankan (perahu dsb) ke arah hulu: para nelayan itu -- perahunya ke daerah pedalaman
menakdirkan me.nak.dir.kan [v] (Tuhan) menentukan lebih dahulu (sejak semula): Tuhan sudah ~ perkawinan kita
mencencang berlandasan men.cen.cang berlandasan, melompat bersetumpu (bertumpuan) [pb] jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu
mendongeng men.do.ngeng [v] (1) menceritakan dongeng: Nenek pandai ~ tt raja-raja zaman dahulu; (2) mengatakan yg tidak benar; berdusta: aku bukan ~ , melainkan menceritakan kejadian yg sebenarnya
menelan mentah-mentah me.ne.lan mentah-mentah menerima sesuatu bulat-bulat tanpa memikirkannya terlebih dahulu
mengambekparamaartakan meng.am.bek.pa.ra.ma.ar.ta.kan [v] melakukan tindakan dng mendahulukan yg penting
mengamini meng.a.mini [v] (1) mengucap amin ketika mengakhiri doa: serentak yg hadir ~ doa selamat yg dibacakan oleh penghulu; (2) ki mengiakan; menyetujui; membenarkan: mereka ~ saja apa yg dikatakan pemimpinnya
menganjuri meng.an.juri [v] (1) berjalan mendahului: seorang penunjuk jalan ~ rombongan wisatawan; (2) memelopori: Kartini ~ perjuangan emansipasi wanita
mengarak meng.a.rak [v] (1) mengiringkan (mengantarkan, membawa berkeliling, dsb) beramai-ramai: riuh rendah suara orang ~ pahlawan bulu tangkis mengelilingi kota; (2) mendahului (tt barang apa yg berturut-turut); memelopori: bintang timur ~ siang
mengemudiankan me.nge.mu.di.an.kan [v] (1) menaruh (menempatkan) di belakang; mengerjakan (membicarakan dsb) di bagian akhir: kita harus mendahulukan hal-hal yg perlu segera diselesaikan dan ~ hal-hal kurang penting; (2) mengundurkan; menunda; menangguhkan: kita sudah sepakat untuk ~ pembicaraan mengenai masalah yg belum terpecahkan dl pertemuan ini
mengganjur meng.gan.jur [v] menombak [v] menarik; menyentak: ~ tali layang-layang; ~ diri menarik diri; mengundurkan diri: mereka hendak ~ diri dahulu supaya dapat berpikir agak tenang
menggigit pangsa meng.gi.git pangsa [ki] meraih keuntungan: ia yakin dapat ~ pangsa lebih besar lagi dr kedua majalah wanita yg lebih dahulu beredar
mengingatkan meng.i.ngat.kan [v] (1) mengingat akan: aku bekerja krn ke-wajibanku dan krn ~ engkau juga; (2) memberi ingat; mem-beri nasihat (teguran dsb) supaya ingat akan kewajibannya dsb: meskipun ayahnya telah berkali-kali ~ , ia tetap tidak mau belajar; (3) menjadikan ingat (terkenang) kpd: bunyi gemuruh itu ~ kita kpd serangan pesawat udara dahulu
mengira-ngira me.ngi.ra-ngi.ra [v] membuat kira-kira (taksiran); menghitung (mengangan-angan) lebih dahulu: dapatkah kau ~ akan ke mana kita ini?
mengisyaratkan meng.i.sya.rat.kan [v] memberi isyarat: ia ~ kpd anaknya agar dia pulang lebih dahulu
mengulang meng.u.lang [v] (1) berbuat lagi serupa dng dahulu: ujiannya tahun ini gagal sehingga ia terpaksa ~ pd tahun berikutnya; (2) mempelajari kembali; menghafal: dicobanya ~ pidato yg akan diucapkannya
mengulangi meng.u.langi [v] (1) beberapa kali atau selalu mengulang; melakukan kembali hal yg dahulu; (2) ki selalu datang menengok dsb: mendatangi berkali-kali: dia ~ kubur istrinya setiap Kamis
mengundur meng.un.dur [v] (1) kl mundur: maka ~ lah hulubalang itu dr hadapan Paduka Raja; (2) cak mengundurkan
mengutamakan meng.u.ta.ma.kan [v] menjadikan (memandang dsb) utama; menganggap lebih penting (perlu); mementingkan; mendahulukan; menitikberatkan: kami lebih ~ kesehatan dp harta
meniatkan me.ni.at.kan [v] (1) melakukan sesuatu dng niat (memaksudkan): sejak dahulu saya memang sudah ~ semua itu; (2) menazarkan; mengaulkan: dia sudah ~ kalau anaknya sembuh, akan memotong kambing; (3) Mk mendoakan; mengharapkan
menjual petai hampa men.ju.al petai hampa [ki] membual; omong kosong; telah dijual, maka dibeli, pb pikirkan dahulu masak-masak sebelum sesuatu dikerjakan
mensiang yg baru dicari [pb] rundingan baru akan dimulai, tetapi keputusannya telah diambil terlebih dahulu
meninggalkan me.ning.gal.kan [v] (1) membiarkan tinggal (tetap ada, tidak dibawa pergi, dsb): pamanku ~ anak-anak yg sudah dewasa; malam itu rombongan dr Jakarta ~ desa kami; (2) menyisakan: ia hanya ~ uang seribu rupiah untuk belanja besok; (3) pergi dr; menghindar dr: hari ini ia hendak ~ kota Jakarta; banyak orang ~ kampung halamannya; (4) membiarkan lepas (lewat, tetap demikian halnya, dsb); melepaskan (cita-cita, niat, dsb): sudah lama ia ~ cita-citanya yg semula; (5) sudah mendahului (melewati, melampaui, melebihi, dsb): dl hal ini, bangsa Barat sudah jauh ~ kita; (6) tidak memasukkan dl perhitungan (acara, pembicaraan, dsb); mengesampingkan: ia hanya menyebut masalah-masalah besar dan ~ yg kurang penting; (7) membuang (adat, kebiasaan buruk, keyakinan, dsb): ~ adatnya yg buruk; ~ ideologi yg bertentangan dng Pancasila; (8) mengalpakan; melalaikan: ~ kewajiban; ~ syariat
mentigi men.ti.gi [n] pohon perdu, kayunya dibuat barang hiasan spt hulu keris, sarung pedang; Pemphis acidula
menunduk me.nun.duk [v] condong ke depan dan ke bawah (kepala atau muka); merunduk (tt malai padi dsb): pd zaman dahulu orang wajib ~ waktu berbicara dng orang tua
menyaingi me.nya.ingi [v] berusaha melawan (menyamai, mengatasi, mendahului): untuk merebut pasaran, pedagang itu berusaha membanting harga untuk -- lawan dagangnya
menyalib me.nya.lib [v] menghukum mati pd kayu salib (tangan dan kaki orang yg dihukum direntangkan dng dipakukan pd kayu salib): pd zaman dahulu penguasa di Eropa -- budak-budaknya yg bersalah
menyandingkan me.nyan.ding.kan [v] (1) mendampingkan; mendudukkan agar bersanding (berdekatan): sebelum upacara akad nikah, penghulu itu -- kedua mempelai; (2) mempertemukan; menjodohkan: ibu itu mau -- gadisnya dng pemuda yg masih famili
menyapa me.nya.pa [v] mengajak bercakap-cakap; menegur: kalau bertemu dng teman-temannya, ia selalu -- lebih dahulu
menyerang kombinasi me.nye.rang kombinasi serangan yg didahului dng bermacam-macam gerakan (dl olahraga anggar)
menyerang langsung me.nye.rang langsung serangan yg dilakukan secara langsung dng meluruskan tangan tanpa didahului dng gerakan lain (dl olahraga anggar)
menyiarkan tunda me.nyi.ar.kan tunda siaran yg direkam terlebih dahulu untuk disiarkan kemudian
menyinggung me.nying.gung [v] (1) menyodok (mendesak, menolak, dsb) dng siku: petinju itu -- perut lawannya hingga jatuh; (2) menyentuh; menjamah; menyenggol: beliaulah yg -- gelas itu hingga pecah; (3) mengenai (sedikit); membicarakan (sedikit): bab pendahuluan telah -- soal itu; (4) melanggar (kehormatan, kekuasaan, dsb): tulisannya dianggap -- kehormatan Bapak Gubernur; (5) ki menyakiti (melukai) hati (perasaan): kata-katanya -- perasaan
menyuntingkan me.nyun.ting.kan [v] (1) mencocokkan bunga dsb pd rambut atau di belakang telinga sbg hiasan; (2) ki mencantumkan (kata pendahuluan dl buku dsb)
merah me.rah [n] (1) gelar penghulu atau raja-raja kecil zaman dahulu: -- Silu; (2) gelar di Minangkabau (lebih rendah dp sutan); marah [a] molek; bagus: anak itu amat -- [n] ikan laut; -- cina ikan laut, Caesio pinjalu; (2) ikan laut, Caesio erythropterus /mErah/ (1) n warna dasar yg serupa dng warna darah: warna bajunya -- , sedangkan rok bawahnya hitam; (2) a mengandung atau memperlihatkan warna yg serupa warna darah: mukanya -- tersipu-sipu
merambah me.ram.bah [v] (1) membabat; menebang; memangkas (tumbuh-tumbuhan): mereka ~ pohon-pohon kecil; (2) membuka atau menebang (tt hutan): para transmigran sedang ~ hutan untuk permukiman; (3) merintis (jalan): mereka harus lebih dahulu ~ jalan agar dapat lewat; (4) memarang (menembaki, memukul banyak-banyak sekaligus): dng senapan mesin kami berhasil ~ pasukan musuh itu; 4 menjelajah
merapati me.ra.pati [v] (1) mendekati dng perlahan-lahan dan berhati-hati; menghampiri: ia ~ rumah itu; (2) meramahi; mengaribi (untuk memperbaiki persahabatan): jika ingin bekerja sama dng mereka, ia harus ~ mereka lebih dahulu
meraung-raung me.ra.ung-ra.ung [v] (1) menangis dan memekik keras-keras; menggerung-gerung: anak itu ~ sambil berguling-guling di tanah; (2) berkali-kali meraung: sirene mobil polisi ~ sepanjang jalan yg didahului
merawak rambang me.ra.wak rambang mengerjakan sesuatu tanpa memperhitungkan lebih dahulu tujuan atau sasarannya; mengawur
merehabilitasi me.re.ha.bi.li.ta.si [v] (1) melakukan rehabilitasi; memulihkan kpd (keadaan) yg dahulu (semula); (2) memulihkan kehormatan (nama baik): pengadilan ~ nama tertuduh yg tidak terbukti kesalahannya
meriam sundut meriam yg disulut pd zaman dahulu
merubi me.ru.bi [a] bentuk hulu keris yg spt ubi
mitos mi.tos [n] (1) cerita suatu bangsa tt dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tt asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tsb mengandung arti mendalam yg diungkapkan dng cara gaib
monsinyur mon.si.nyur [n Kat] gelar dan sebutan untuk semua wali gereja dl agama Kristen Katolik, umumnya bagi anggota rumah tangga kepausan yg dahulu merupakan gelar jabatan, tetapi sekarang sbg gelar kehormatan
mudik mu.dik [v] (1) (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dr Palembang -- sampai ke Sakayu; (2) cak pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yg --
muhalil mu.ha.lil [Ar n] (1) orang yg nikah dng perempuan yg telah tiga kali ditalak suaminya, sesudah itu diceraikannya supaya perempuan itu dapat kawin lagi dng bekas suaminya yg terdahulu; (2) cak cina buta
muka mu.ka [n] (1) bagian depan kepala, dr dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yg satu dan telinga yg lain: setiap pagi ia membasuh -- nya dng air hangat; (2) wajah; air muka; rupa muka: disambut dng -- manis; (3) orang: pd malam itu kita dikenalkan dng beberapa -- baru; (4) bagian luar sebelah depan; depan; hadapan: mereka menunggu kami di -- kantor; (5) sisi bagian (sebelah depan): bagian -- rumah itu dibuat bergaya Spanyol; (6) halaman (buku); pagina: bagian yg kaucari itu terdapat dl bukumu pd -- 10; (7) bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dsb); permukaan: segala yg ada di -- bumi; (8) yg dahulu; yg terdahulu: di -- sudah saya uraikan tt hal itu; (9) yg akan datang: minggu --; mereka akan menikah pd bulan -- ini
mukadam mu.ka.dam [n] (1) sesuatu yg mendahului; pendahuluan; (2) orang yg terkemuka; pemuka
mukadimah mu.ka.di.mah [n] (kata) pendahuluan; kata pengantar: -- Undang-Undang Dasar 1945
mula mu.la [n] (1) asal; awal; pokok asal: bagaimana -- nya sehingga kaudapatkan barang itu?; (2) yg paling awal; yg dahulu sekali; waktu (tempat, keadaan, dsb) yg menjadi pangkal: pd -- nya bukan kota, melainkan dusun kecil; (3) lantaran; sebab: apa -- nya sehingga engkau menjadi begini?
mula kalam (kata) kata pendahuluan
musuh mu.suh [n] (1) lawan (berkelahi, bertengkar, berperang, berjudi, bertanding, dsb); seteru: walaupun tubuhnya kecil, ia dapat mengalahkan -- nya yg tinggi besar; dahulu -- , sekarang menjadi kawan; (2) bandingan, imbangan, tandingan: barang ini tidak ada -- nya; (3) sesuatu yg mengancam (kesehatan, keselamatan); yg merusakkan: penyakit itu merupakan -- rakyat di daerah ini; hama wereng merupakan -- tanaman padi
mutakadim mu.ta.ka.dim [a] terdahulu; terlebih dahulu: spt adat yg --
nagari na.ga.ri [Mk n] wilayah atau sekumpulan kampung yg dipimpin (dikepalai) oleh seorang penghulu; distrik
naib na.ib [n] (1) wakil; pengganti; (2) penghulu urusan agama Islam
nasofaring na.so.fa.ring [n] bagian hulu kerongkongan yg berhubungan dng hidung; epifaring
ninik mamak penghulu adat dan orang tua-tua
obeng ketok obeng berulir yg pengoperasiannya dng cara dipukul terlebih dahulu -- pipih obeng yg ujungnya berbentuk pipih
objek preposisional [Ling] objek yg didahului oleh preposisi yg dapat menjadi subjek dl klausa pasif
orang darat bongkong [ki] orang hulu yg jarang keluar dr kampungnya sehingga masih sederhana
orang udik orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; (2) orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; (3) ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh
palat pa.lat [ark n] kayu penjepit kaki yg dahulu biasanya dipakai untuk menghukum anak-anak [n] zakar
pancabicara pan.ca.bi.ca.ra [kl n] (1) campuran lima macam bau-bauan (bunga dsb); (2) alat kerajaan zaman dahulu berbentuk lima jari dibuat dr emas (dipakai bila raja dinobatkan, dinikahkan, dsb)
pandam pan.dam [ark n] damar (gala-gala, embalau) untuk melekatkan pisau, keris, dsb pd hulunya (pegangannya)
panglima pang.li.ma [n] (1) hulubalang; pemimpin pasukan; (2) pemimpin kesatuan tentara: -- daerah militer
papirus pa.pi.rus [n] alang-alang air yg tumbuh di Eropa Selatan dan Afrika Utara, digunakan sbg bahan kertas pd zaman dahulu; Cyperus papyrus
payung panji lingkaran kekuasaan atau pengawasan seorang penghulu di Minangkabau: orang yg bersengketa itu bukan dr satu -- panji seorang penghulu; -- pelontar parasut untuk pilot pesawat tempur yg dapat dipakai untuk meloncat (terjun) dl keadaan darurat, msl ketika pesawat terbakar, tertembak: kalangan militer memperkirakan bahwa pilot mungkin telah keluar dr pesawat dng -- pelontar sehingga pesawat tempur itu terbang tidak terkendali tanpa pilot
peanggar pe.ang.gar [n] pemain atau atlet anggar: ~ baru sudah berguguran di babak pendahuluan
pedanda pe.dan.da [n] penghulu (pendeta) agama di Bali
pelang pe.lang [n] (1) jalur berwarna (spt pd bendera, bulu harimau); loreng; (2) buluh yg kulitnya belang-belang hitam [n cak] papan (nama dsb) [kl n] perahu dagang: hanyut Puan dr hulu, berisi ambar kasturi, -- Jawa memuat kelapa
pelangkah pe.lang.kah [n] barang yg diberikan oleh calon pengantin pria kpd kakak calon pengantin wanita yg belum menikah (yg dilangkahi atau didahului kawin)
pelangkin pe.lang.kin ? belangkin [ark n] kursi usungan bangsawan pd zaman dahulu; tandu
pelopor pe.lo.por [n] (1) yg berjalan terdahulu; yg berjalan di depan tt perarakan dsb; (2) perintis jalan; pembuka jalan; pionir: dia dipandang orang sbg -- dl dunia pendidikan wanita; (3) pasukan perintis (yg terdepan) gerak pembaharuan (tanpa memperhitungkan risiko yg mungkin dialami)
pematangan pe.ma.tang.an [n] proses, cara, perbuatan mematangkan: perlu -- rencana terlebih dahulu sebelum suatu pekerjaan dilaksanakan
pembacaan pem.ba.ca.an [n] proses, cara, perbuatan membaca: sebelum acara dimulai, lebih dahulu dilakukan -- tata tertib
pembengkakan pem.beng.kak.an [n] proses, cara, perbuatan membengkak: pertumbuhan bisul pd tubuh didahului dng --
pembimbing pem.bim.bing [n] (1) orang yg membimbing; pemimpin; penuntun; (2) sesuatu yg dipakai untuk membimbing spt pengantar (ilmu pengetahuan); (3) ark kata pendahuluan
pembuka pem.bu.ka [n] (1) alat untuk membuka: -- kaleng; (2) orang yg membuka; (3) pendahuluan: -- kata
penganjur peng.an.jur [n] (1) yg berjalan terdepan atau mendahului: pasukan perintis sbg ~ telah melintasi garis demarkasi; (2) orang yg menganjurkan (spt pemimpin, promotor): ia adalah seorang ~ gerakan kemerdekaan
pengantar peng.an.tar [n] (1) orang yg mengantar(kan); (2) alat untuk mengantar(kan); (3) pembimbing; (4) pandangan umum secara ringkas sbg pendahuluan (mengenai isi buku, ceramah, dsb); kata pendahuluan: ~ ilmu hukum
pengantar kata peng.an.tar kata kata pengantar; kata pendahuluan; prakata; mukadimah
pengarak peng.a.rak [n] (1) orang yg mengarak; (2) yg mendahului: awan ~ angin; (3) penggiring bola
pengekor peng.e.kor [n] orang yg suka mengikuti atau menganut pendapat (tingkah laku dsb) orang lain begitu saja tanpa memikirkan lebih dahulu baik buruknya dsb
pengetua pe.nge.tua [n] (1) orang yg dipertua (pemimpin, kepala, dsb); (2) penghulu yg tertua
penggawa peng.ga.wa [kl n] (1) kepala pasukan; hulubalang; (2) kepala desa: orang kampung mengadukan masalahnya ke -- desa
penggempur peng.gem.pur [n] (orang, pasukan) yg mendahului menyerang (menyerbu dsb): pasukan ~ telah mendarat tanpa mendapatkan perlawanan
peninggalan pe.ning.gal.an [n] (1) barang yg ditinggalkan; (2) pusaka; warisan: kemenakannya adalah ahli waris yg tunggal dr harta ~ ibunya; (3) barang sisa (bekas, reruntuhan, dsb) dr zaman dahulu (candi dsb)
perbatin per.ba.tin [n] penghulu adat; batin
peremajaan kota pe.re.ma.ja.an kota usaha perbaikan kota spt pemugaran gedung dan sarana lain sehingga dapat lebih dimanfaatkan dan mengubah penggunaan lingkungan yg dahulunya sudah tidak mungkin diperbaiki lagi
peretasan pe.re.tas.an [n] perlakuan pendahuluan untuk memperlunak atau menipiskan kulit benih
pergi tempat bertanya [pb] jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya
perintis pe.rin.tis [n] (1) orang yg memulai mengerjakan sesuatu; pelopor: para ~ kemerdekaan mendapat penghargaan dr Pemerintah; (2) usaha pertama atau permulaan; pembuka jalan: penerbangan ~ ke daerah-daerah terpencil; (3) pasukan polisi (tentara) yg melakukan serangan pendahuluan; (4) penduduk yg mula-mula membuka daerah baru
perkasa per.ka.sa [a] (1) kuat dan tangguh serta berani; gagah berani: Hang Tuah terkenal sbg seorang hulubalang Melayu yg --; (2) kuat dan berkuasa; hebat; keras; dng --
perkelang per.ke.lang [kl n] (1) gelar hulubalang Siam; (2) prakilang
permisif per.mi.sif [a] bersifat terbuka (serba membolehkan; suka mengizinkan): masyarakat kita kini sudah lebih -- thd hal-hal yg dahulu dianggap tabu
permulaan per.mu.la.an [n] (1) awal; yg pertama sekali; yg paling dahulu: pd -nya ia takut berenang di laut; (2) pendahuluan: hal itu merupakan tindakan -; (3) asas dasar
perpatih per.pa.tih [kl n] sebutan bagi pembesar (pd zaman dahulu di Sumatra)
perselisihan per.se.li.sih.an, selisih prayudisi [Huk] persengketaan yg harus diputus terlebih dahulu sebelum perkara pokok dapat diadili dan diputus
pertama-tama per.ta.ma-ta.ma [adv] (1) mula-mula; paling awal: yg ~ harus kita ingat ialah bahwa kita ini sebangsa dan setanah air; (2) terutama; terpenting: aku belajar giat ~ demi masa depanku; (3) terlebih dahulu: ~ kami ucapkan terima kasih atas kehadiran ibu-ibu dan bapak-bapak
pestaka pes.ta.ka [n] (1) kitab primbon (yg berisi ramalan, mantra, dsb); pustaka: jika hendak melakukan pekerjaan yg besar (pesta perkawinan dsb) dilihatnya -- dahulu; (2) pengaruh baik atau buruk (yg ada pd suatu benda dsb): -- keris
pewat pe.wat [n] (per)beda(an): banyak -- antara kesaksiannya yg dahulu dan sekarang
peyorasi pe.yo.ra.si [n Ling] perubahan makna yg mengakibatkan sebuah ungkapan menggambarkan sesuatu yg lebih tidak enak, tidak baik, dsb, msl kata perempuan sudah mengalami peyorasi, dahulu artinya 'yg menjadi tuan'
piala bergilir [Olr] piala yg diperebutkan dl pertandingan yg diadakan setahun sekali atau lebih dan diberikan secara bergilir kpd pemenang selama masa pertandingan yg satu ke pertandingan berikutnya (jika pd pertandingan berikutnya pemenang terdahulu kalah, ia harus melepaskan piala itu)
pihak kesatu orang yg pertama (disebutkan atau dicantumkan lebih dahulu), msl dl perjanjian
pipa Eustachius [Dok] pipa yg menghubungkan ruang telinga bagian tengah dng hulu kerongkong
piramida pi.ra.mi.da [n] (1) bangunan dr batu yg berbentuk limas sbg tempat menyimpan mumi raja-raja Mesir dahulu; (2) bentuk atau bangun yg menyerupai segi tiga sama kaki yg sudutnya yg terbentuk oleh dua kaki itu berada di atas; limas
piramida terbalik bentuk atau bangun spt piramida yg puncaknya di bawah; (2) bentuk susunan naskah berita yg mendahulukan klimaks dan diikuti oleh bagian yg kurang penting sampai ke yg tidak penting
pitis pi.tis [n] (1) uang zaman dahulu, terbuat dr tembaga atau timah tipis yg berlubang bulat di tengahnya; (2) uang
plastron plas.tron [n] (1) pelat besi untuk melindungi badan dl peperangan zaman dahulu; (2) kain tebal yg dipakai untuk melindungi dada dan perut dl permainan anggar; (3) Zool kulit keras pelindung dada kura-kura
pos [n] (1) jawatan yg menyelenggarakan kirim-mengirim barang, surat, uang, dsb: pegawai --; dikirim melalui --; (2) kantor tempat kirim-mengirim surat, uang, dsb; kantor pos: ia pergi ke (kantor) -- untuk membeli perangko; (3) surat-surat dsb yg dikirim dng perantaraan pos: kartu (surat, warkat) --; tukang (pengantar) -- , pegawai pos yg mengantarkan surat-surat; (4) ark kereta (kuda) pengangkut surat dsb (pd zaman dahulu); kereta pos; kuda pos: kami menumpang kereta -- dr Semarang; (5) ark tempat perhentian kereta pos (pd zaman dahulu): tiba di -- , kusir kereta pos mengganti kudanya dng yg masih segar; (6) cak perhentian (kereta api, trem dsb): rumah mereka di belakang -- lama [n] (1) tempat penjagaan (tentara, polisi, pengamat gunung berapi, dsb): dua regu ditempatkan di -- terdepan; (2) tempat kedudukan (orang yg melakukan tugas dsb): dokter-dokter harus selalu siap di -- masing-masing; (3) cak tempat berkumpul; tempat anggota sekelompok [n] (1) jumlah uang yg disediakan untuk suatu keperluan (jawatan dsb); (2) bagian mata anggaran belanja
praduga pra.du.ga [n] anggapan tt sesuatu tanpa (harus) membuktikannya terlebih dahulu; prasangka
praperadilan pra.per.a.dil.an [n Huk] pemeriksaan pendahuluan
prapromosi pra.pro.mo.si [n] ujian pendahuluan sebelum promosi dl program doktor
praseminar pra.se.mi.nar [n] pertemuan pendahuluan untuk mempersiapkan seminar yang sebenarnya
prastudi pra.stu.di [n] studi pendahuluan
pratinjau pra.tin.jau [n] tinjauan pendahuluan
prawacana pra.wa.ca.na [n] kata pendahuluan; prakata
preambul pre.am.bul [n] mukadimah; pendahuluan
predestinasi pre.des.ti.na.si [n] ketentuan Tuhan; yg sudah lebih dahulu ditentukan oleh Tuhan; takdir
preferensi pre.fe.ren.si [n] (1) (hak untuk) didahulukan dan diutamakan dp yg lain; prioritas; (2) pilihan; kecenderungan; kesukaan
prekursor pre.kur.sor [n Kim] senyawa yg mendahului senyawa lain dl jalur metabolisme
preliminer pre.li.mi.ner [a] bersifat pendahuluan, persiapan, atau permulaan: perundingan --
prelude pre.lu.de [n] (1) Mus lagu pendek yg dicipta untuk mengawali atau mengantarkan pergelaran nyanyian atau musik yg sebenarnya; (2) ki pendahuluan yg mengisyaratkan atau menyebabkan suatu rangkaian kejadian
preseden pre.se.den [n] hal yg telah terjadi lebih dahulu dan dapat dipakai sbg contoh: inilah saatnya menciptakan langkah-langkah yg adil sbg -- untuk masa depan
primadona pri.ma.do.na [n] (1) penyanyi wanita yg pertama atau utama dl pertunjukan opera; (2) pelaku wanita terpenting (dl pertunjukan sandiwara); sripanggung; (3) ki gadis (wanita) yg paling cantik, disukai, dikagumi, dsb di lingkungannya; (4) ki yg paling utama, penting, dsb (tt barang dagangan): dahulu karet merupakan -- daerah ini
prioritas pri.o.ri.tas [n] yg didahulukan dan diutamakan dp yg lain: pembicaraan mengenai undang-undang antikorupsi diberi -- dl parlemen
prolog pro.log [n] pembukaan (sandiwara, musik, pidato, dsb); (kata) pendahuluan; peristiwa pendahuluan: sandiwara dibuka dng -- yg diucapkan oleh pemeran utama
proto- (prot-) pro.to- (prot-) [bentuk terikat] (1) yg paling dasar atau bawah; yg pertama; yg terdahulu: protolitik; (2) derajat pertama sebuah senyawa
protrombin pro.trom.bin [n] faktor dl plasma darah yg merupakan pendahulu trombin yg berperan dl pembekuan darah
pula pu.la [p] (1) sekali lagi; (kembali, berulang) lagi: rupanya penyakitnya kembali --; tadi sudah datang, sekarang datang --; (2) tambahan (lagi); lebih-lebih (lagi): lagi -- ia seorang terkemuka dan istimewa; (3) sama halnya dng yg terdahulu; juga: saya pun demikian --; (4) gerangan; konon (yg berarti tah); apa -- yg dimintanya; mengapa -- maka begitu; siapa -- yg berani melawan dia
punakawan pu.na.ka.wan [n] pelayan atau pengawal raja atau bangsawan pd zaman dahulu; abdi pengiring; juak-juak
purba pur.ba [a] dahulu (tt zaman yg ribuan atau jutaan tahun yg lalu): masa (zaman) --
purbakala pur.ba.ka.la [n] zaman dahulu sekali; zaman kuno; dahulu kala: sejak -- manusia telah menciptakan sesuatu untuk menutup tubuhnya
purwa pur.wa [a] mula-mula; permulaan; dahulu; (2) n yg mengisahkan cerita Mahabarata dan Ramayana (tt wayang)
purwa kala masa permulaan sekali; dahulu kala
pusta pus.ta [kl n] kapal perang kecil (zaman dahulu) [ark n] naskah tulisan tangan; kitab; buku
puting pu.ting [n] (1) bagian pangkal pisau (lading dsb) yg runcing yg dibenamkan ke dl tangkai (hulu); (2) sesuatu yg bentuknya spt pangkal pisau; (3) ki kelentit
ramal ra.mal [ark n] (1) pasir; (2) pasir yg dipakai untuk melihat nasib atau mengetahui apa yg akan terjadi (primbon, perhitungan, dsb): membaca (membilang, membuka) -- , melihat nasib orang dng membaca kitab nujum [kl n] saputangan: sehelai -- sutra yg bertaburkan benang emas disimpulkan di hulu keris itu
randek ran.dek , me.ran.dek v berhenti krn sesuatu; terhenti: saya ~ jengkel krn ternyata bus telah berangkat lebih dahulu
ranyah ra.nyah [v] , me.ra.nyah v mendahului mengambil (tt laukpauk) [ark a] gelisah
rawak ra.wak [a] tidak ditentukan atau tidak diperhitungkan lebih dahulu; acak; rambang
rehabilitasi re.ha.bi.li.ta.si [n] (1) pemulihan kpd kedudukan (keadaan, nama baik) yg dahulu (semula); (2) perbaikan anggota tubuh yg cacat dsb atas individu (msl pasien rumah sakit, korban bencana) supaya menjadi manusia yg berguna dan memiliki tempat dl masyarakat
reinvestasi re.in.ves.ta.si [n] penanaman modal kembali (dr laba yg diperoleh dr investasi terdahulu)
rekonstruksi re.kon.struk.si [n] (1) pengembalian spt semula: akan dilaksanakan -- dan pembangunan jalan baru di Jakarta, Bogor, Ciawi; (2) penyusunan (penggambaran) kembali: dl pemeriksaan pendahuluan telah dibuatkan -- mengenai peristiwa terjadinya pembunuhan itu
renah re.nah [n Ark] lereng yg tingginya beberapa meter terdapat di tepi sungai sekarang atau bekas sungai dahulu
risik ri.sik , me.ri.sik v meraba-raba (ke dl saku dsb): dia ~ sakunya ketika melihat seorang pengemis , me.ri.sik v (1) melakukan penyelidikan pendahuluan (dng sembunyi-sembunyi): sebelum meminang, kami ~ terlebih dulu; (2) menyelidiki berhasil tidaknya pinangan; menyuruh orang menyampaikan pinangan , me.ri.sik v (1) menggerisik (berbunyi spt daun tertiup angin); (2) berbisik-bisik
risikan ri.sik.an [n] (1) penyelidikan atau penelitian yg dilakukan dng sembunyi-sembunyi; penyelidikan pendahuluan; (2) keterangan yg diperoleh secara rahasia
rugi menentang laba [pb] supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu
rujak buah dingin rujak yg buah-buahannya didinginkan lebih dahulu
rumah sakit ru.mah sa.kit [n] (1) gedung tempat merawat orang sakit; (2) gedung tempat menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yg meliputi berbagai masalah kesehatan; -- bersalin rumah sakit yg khusus melayani pemeriksaan ibu hamil, ibu yg akan melahirkan, dan kesehatan anak di bawah usia lima tahun: dl rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dibangunlah -- bersalin; -- jiwa rumah sakit yg khusus merawat orang yg sakit jiwa: orang gila zaman dahulu banyak yg dipasung, tetapi sekarang telah banyak yg dibawa ke -- jiwa
sadar sa.dar [a] insaf; merasa; tahu dan mengerti: kita harus -- bahwa hidup ini penuh perjuangan; (2) v ingat kembali (dr pingsan dsb); siuman: orang yg pingsan tadi kini sudah --; (3) v bangun (dr tidur): tengah malam dia -- dr tidurnya krn bermimpi buruk [Ar n] (1) dada; bagian depan; (2) permulaan; pendahuluan
saja sa.ja [adv] (1) melulu (tiada lain hanya; semata-mata): barang ini untuk contoh -- , tidak untuk dijual; (2) juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): asal bermaksud baik siapa -- boleh datang ke rumahku; (3) selalu; terus menerus: mengapa semalaman anakmu menangis -- ?; (4) seenaknya; sesuka hati: tanpa diperiksa lebih dahulu, dibawa -- orang itu ke kantor polisi; (5) lebih baik (sbg anjuran): sudahlah, pulang -- , tidak usah ikut menjaga adikmu di rumah sakit; (6) sekali (sbg penegas): perkara itu dapat diselesaikannya dng mudah --
sakai sa.kai [kl n] orang bawahan (hamba, pengiring, rakyat, dsb): hulubalang itu pun berangkat dng membawa sejumlah -- nya
salaf sa.laf [Ar a] sifat angkuh, sombong, dsb (pd seseorang atau golongan) [n] sesuatu atau orang yg terdahulu
salaf saleh ulama-ulama terdahulu yg saleh
salah-salah sa.lah-sa.lah [p] (1) jangan-jangan: -- kita disangka pencuri krn memasuki pekarangan rumahnya tanpa minta izin lebih dahulu; (2) meskipun salah: kalau sedang senang, -- dibenarkan juga
salat Istiska salat sunah dua rakaat pd siang hari untuk meminta hujan yg dilakukan di lapangan, sebelumnya didahului dng khotbah
salat Jumat salat berjamaah dua rakaat pd hari Jumat didahului dng khotbah, hukumnya wajib bagi laki-laki, waktunya sama dng salat Zuhur
salip sa.lip [v cak] , me.nya.lip v mendahului (dl perjalanan): tiba-tiba dng kencang ia -- kendaraan kami sehingga kendaraannya melaju tidak terkendalikan dan akhirnya terperosok masuk jurang
saluk sa.luk [Mk n] (1) destar; (2) kain ikat kepala (dipakai oleh penghulu adat atau pengantin laki-laki)
salvo sal.vo [n] tembakan serentak sejumlah senapan atau meriam sbg tanda penghormatan militer (pd upacara kenegaraan, pemakaman, dsb: upacara pemakaman pahlawan itu didahului dng -- tujuh kali
sampak sam.pak [n] simpai atau gelang-gelang dr besi dsb yg dipasang pd hulu pisau (golok dsb) supaya putingnya jangan goyah [n] permainan judi dng gambar pd uang yg dilemparkan ke atas [n] posisi gending gamelan Jawa yg cepat dan ramai, kempul dan kenong dibunyikan secara beruntun mengikuti nada-nada utama, dimainkan di bagian akhir dr rangkaian gending talu atau pd adegan keras di akhir cerita pewayangan
sangga pedang besi palang di atas hulu pedang
sanggah sang.gah [v] me.nyang.gah v (1) tidak mau menerima; membantah; menyangkal: terdakwa itu -- semua tuduhan yg ditujukan kepadanya; (2) melawan; menentang: hulubalang raja itu berusaha -- keputusan raja yg lalim itu; (3) memprotes: rakyat -- keputusan gubernur yg merugikan kepentingannya; (4) mempunyai pendapat lain (berbeda) dng pemrasaran dsb (dl diskusi) [ark n] tempat pemujaan di dl rumah (di Bali)
sastra kontemporer sastra yg hidup pd masa kini atau dl waktu yg sama; (2) sastra yg berusaha bergerak mendahului keadaan zamannya
sauvinistis sau.vi.nis.tis [a] bersifat atau berkenaan dng kepahlawanan yg berlebih-lebihan: kami tidak ingin bangsa lain mendahului kita dan kami pun tidak ingin -- dan menutup mata pd kemajuan bangsa lain
sayidina sa.yi.di.na [Ar n] tuan kami; penghulu kita: -- Muhammad
sebelum se.be.lum [adv] ketika belum terjadi; lebih dahulu dr (suatu pekerjaan, keadaan, dsb); semasih belum: -- tidur periksalah pintu dan jendela; -- saya, Bapak Ahmad yg mengepalai sekolah ini
sebuah lesung ada seekor ayam jantannya (atau pemimpinnya) [pb] tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yg akan melindungi kaum itu dr kejahatan orang lain
semayam se.ma.yam , ber.se.ma.yam v (1)hor duduk: baginda pun -- di atas singgasana dikelilingi oleh para menteri dan hulubalang; (2) hor berkediaman; tinggal: Sultan Iskandar Muda pernah -- di Kotaraja; (3) ki tersimpan; terpatri (dl hati): sudah lama cita-cita itu -- dl hatinya; keyakinan yg -- dl hati
semula se.mu.la [n] (seperti) yg dahulu; yg mula-mula; sediakala: kembali ke tempat -; (2) n yg mula pertama; yg pertama sekali: jumlah uang yg dikeluarkan melampaui perkiraan -; (3) n sebelum keadaan sekarang: -- ia adalah mantri polisi kecamatan; (4) adv (sejak, dari) mula-mula sekali: sejak -- sudah dilarang, tetapi ia berbuat nekat; (5) adv diulang sekali lagi (dr mula): bacalah -- supaya lebih paham
serampangan se.ram.pang.an [a] (1) sembarangan saja; seenaknya saja; asal saja (tt bekerja, berkata-kata): pikir dahulu baik-baik, jangan berkata -; (2) merawak; membabi buta; tanpa ada perhitungan (tt sikap, perbuatan, dsb): pengeboman itu dilakukannya dng -- saja; (3) dng semau-maunya; sewenang-wenang: polisi tidak boleh -- menangkap dan menahan tersangka; (4) sepintas lintas; tidak dng cermat (teliti); asal saja: ia membaca -
si [p] (1) kata yg dipakai di depan nama diri (pd ragam akrab atau kurang hormat): -- Achmad; -- Rukiah; (2) kata untuk mengkhususkan orang yg melakukan atau terkena sesuatu: -- pengirim; -- penipu; -- tertuduh; (3) kata yg dipakai di depan nama orang untuk merendahkan diri: -- Beni; -- Joni; (4) kata yg dipakai di depan kata sifat untuk timang-timangan, pujian, panggilan, ejekan, dsb yg menyatakan bahwa yg disebut itu mempunyai sesuatu atau menyerupai sesuatu yg sama dng sebutan itu: -- belang; -- celaka; -- durhaka; -- manis; -- tolol; (5) kata yg dipakai pd berbagai-bagai nama tumbuhan atau binatang: -- dingin; -- gasir; -- kedidi; -- tawar; (6) bentuk terikat yg lazim didahului ber- (menjadi bersi- atau berse-) yg menyatakan: (a) berbuat dirinya menjadi; melakukan dirinya menjadi: bersibisu, bersitegang; (b) saling (dl bentuk kata kerja ber-...-an); msl bersikutat, berkutat-kutatan; bersipandang, berpandang-pandangan [p cak] (1) tah; kah; gerangan; agaknya; sih: apa -- yg dicari; siapa -- yg dikata-katai itu; (2) memang; sebenarnya; sih: bagus -- bagus, tapi mahal; tidak apalah, saya -- tidak salah [n Mus] nada ke-7 pd urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dng angka 7
siapa berkotek siapa ber.ko.tek , siapa bertelur [pb] siapa yg bersuara terdahulu, biasanya dialah yg berbuat
sida-sida si.da-si.da [kl n] (1) golongan pegawai tinggi (sebangsa pendeta): para -, menteri, dan hulubalang sedang berbincang-bincang dng Baginda; (2) penjaga harem
siduga si.du.ga [Mk v] ber.si.du.ga v berlari dahulu-mendahului; berlomba; adu cepat: anak-anak -- masuk rumah
silam si.lam [a] (1) gelap; kelam; redup: hari sudah --; (2) sudah tenggelam (tt matahari): pd -- matahari, pd waktu senja; (3) lenyap; hilang: ia terus saja mengenang kejayaan dan kebesaran nenek moyangnya yg telah --; (4) sudah lampau (tt masa dsb): masa -- , masa lalu; zaman dahulu
singgah sing.gah [v] berhenti sebentar di suatu tempat ketika dl perjalanan; mampir: kami tidak terus ke Bedugul, tetapi -- dahulu di Kintamani
sistem ambil bayar pengambilan dan pembayaran sesuatu (spt kambing dan daging) yg konsumen terlebih dahulu mengambil sesuatu di pasar untuk diperdagangkan, kemudian dibayar apabila sesuatu itu habis sambil mengambil lagi sesuatu yg baru
sodok so.dok [n] sekop; tajak [v] me.nyo.dok v (1) menolak; mendorong; menyorong (becak dsb); (2) menumbuk (menekan) dng tangan terkepal atau dng benda bulat panjang (di perut dsb); menggocok; (3) kas menyetubuhi; (4) cak mendahului kendaraan lain dng melarikan kendaraan sendiri cepat-cepat (dl suatu antrean kendaraan dsb); menyalib dng mengebut
siasat si.a.sat [n] (1) periksa; pemeriksaan yg teliti; penyelidikan: jangan Kakanda kurang -- , kurang periksa; (2) pertanyaan (yg bermaksud menyelidiki dsb): panjang dan dl benar -- nya; sudi -- , pemeriksaan dng mengajukan pertanyaan-pertanyaan; (3) teliti; saksama: ia amat perkasa dan -- memerintah rakyat; (4) kecaman; kritik; teguran; celaan: atas -- pembaca yg bermaksud memperbaiki buku ini, lebih dahulu saya ucapkan terima kasih; (5) politik (muslihat, taktik, tindakan, kebijakan, akal) untuk mencapai suatu maksud: tiap-tiap partai mempunyai -- untuk melaksanakan cita-citanya dl ketatanegaraan; -- pemerintah untuk mengembalikan keamanan dl negeri disetujui oleh parlemen; (6) muslihat dan cara berperang: Angkatan Laut kita harus mengatur -- dl menghadapi serangan-serangan kapal selam lawan; (7) cara bekerja; cara melakukan sesuatu; metode: -- pekerjaan; -- mengajar membaca yg mula-mula sekali [kl n] siksa; aniaya; hukuman
sodok-sodokan so.dok-so.dok.an [v cak] saling menyodok; saling mendahului (tt kendaraan dsb): bus kota mulai lagi main -- dan kebut-kebutan
sodoran so.dor.an [n] (permainan) perang tanding prajurit berkuda dng bersenjatakan sodor: dahulu, sang raja biasa menerima upeti dan menyaksikan permainan -- di alun-alun utara
spermatosit sper.ma.to.sit [n] (1) Bot sel yg berubah menjadi spermatozoid tanpa mengalami pembelahan sel lebih dahulu; (2) Zool sel yg mengalami meiosis kemudian membentuk sel sperma
Stambul Stam.bul [n] ibu kota Turki dahulu; Istambul
sudu hati tulang hulu hati; tulang dada yg di bawah sekali
suluk su.luk [n] (1) jalan ke arah kesempurnaan batin; tasawuf; tarekat; mistik: ilmu --; (2) pengasingan diri; khalwat [Jw n] nyanyian (tembang) dalang yg dilakukan ketika akan memulai suatu adegan (babak) dl pertunjukan wayang: upacara pembukaan pekan wayang didahului dng --
sulung su.lung [n] yg terdahulu atau yg mula-mula sekali; (anak) yg tertua: anak -- lihat akar
susul su.sul [v] me.nyu.sul v (1) mengikuti atau mengejar sesuatu yg di depan: dl perlombaan itu, ia dapat -- lawan-lawannya; (2) datang kemudian; mengikuti: pertanyaan dikirim dahulu, jawaban -- kemudian; berangkatlah kamu dahulu, sebentar lagi saya -- ke sana; (3) memperbaiki suatu keterbelakangan (msl dl pekerjaan, pelajaran, dsb) dng tindakan dan perbuatan spt bekerja atau belajar lebih rajin; mengerjakan sesuatu agar jangan ketinggalan: dng susah payah dapat juga ia -- ketinggalannya dl pelajaran-pelajaran di sekolah yg baru dimasukinya; (4) menurut atau mengikuti (jejak dsb); mengusut (menyelidiki) untuk menemukan sesuatu: sulit sekali -- jejak kelahiran Gajah Mada; (5) menyambung (isi) surat yg terdahulu: surat ini kami kirim -- telegram yg kemarin
suten su.ten [v] ber.su.ten v cak cara mengundi dng mengadu jari untuk menentukan siapa yg menang bermain dahulu, dsb (biasanya dl permainan anak-anak): mereka -- untuk menentukan siapa dulu yg memulai bermain
tadinya ta.di.nya [n] (1) pd mulanya: walaupun ~ tidak mau mengaku, akhirnya ia mengaku juga; (2) sedianya: ~ kami bermaksud menemui kakakmu; (3) yg dahulu: ~ rumah ini berlantai tanah, tetapi sekarang sudah ubin
tahu-tahu ta.hu-ta.hu [adv] dng tidak diduga-duga; tanpa diketahui lebih dahulu; tiba-tiba: ~ dia sudah muncul di depan kami
tali api tali dr sabut dsb yg dipakai sbg api-api; tali kain yg dibakar apabila memasang rokok orang besar pd zaman dahulu
tandingan tan.ding.an [n] (1) yg seimbang (sebanding, sama) dng yg lain; imbangan; lawan yg seimbang: dia bukanlah ~ pemain baru itu; (2) pasangan; jodoh: suami istri itu merupakan ~ yg harmonis, sudah cocok benar [n] tumpukan (timbunan, longgokan) dagangan sayur-sayuran atau buah-buahan yg dijual setumpuk-tumpuk (tidak ditimbang lebih dahulu)
tandun tan.dun [n] masa dahulu kala
tangkai tang.kai [n] (1) gagang pd buah (daun, bunga); (2) batang tumbuhan yg kecil-kecil (spt kecambah, padi); (3) kata penggolong untuk bunga: tiga -- bunga mawar; (4) gagang atau pegangan suatu alat; batang (tombak, dayung, dsb); hulu (pisau dsb) [n] tempat menyimpan padi; rengkang; lumbung;
tari bedaya tarian yg dilakukan oleh wanita pd zaman dahulu, biasanya terdapat di istana raja-raja
tebu-tebu te.bu-te.bu [n] ruas-ruas (berbentuk spt ruas, spt pd gelang dsb); gelang-gelang (pd batang tombak, hulu keris, dsb)
tebuhar te.bu.har [n] ijuk yg telah diolah dng dibersihkan dan disisir terlebih dahulu sehingga menjadi bahan siap ekspor
tebusan te.bus.an [n] (1) yg ditebus; (2) (uang dsb) yg dipakai untuk menebus: hamba (orang) ~; zaman dahulu ada orang ~
teh hitam teh yg sebelum dikeringkan, difermentasikan dahulu
teks [n] (1) naskah yg berupa (a) kata-kata asli dr pengarang; (b) kutipan dr kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan; (c) bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dsb: peringatan itu didahului dng pembacaan -- Pancasila; berulang kali ia melirik ke dl -- terjemahan sajak-sajak yg sedang dibacanya; (2) wacana tertulis
telanjur te.lan.jur [v] (1) terlewat dr batas atau tujuan yg ditentukan; teranjur: sedianya ia hendak turun di stasiun Gambir, tetapi -- sampai ke Sawah Besar; (2) terdorong (tt perkataan); sudah terkatakan: ia -- mengatakan rahasianya; menebus kata yg --; mulut -- , perkataan yg terdorong; (3) sudah terdahulu menger jakannya (melakukannya): ia sudah -- membeli karcis untuk berangkat besok; (4) sudah berlebih-lebihan atau terlampau (banyak, sangat, dsb): rupanya semangat rakyat sudah -- berkobar-kobar; (5) sudah terlambat (hingga sukar atau tidak dapat ditarik kembali, diulang, dsb): kalau sudah -- , mau apa lagi
telur mata sapi telur ayam (itik) yg digoreng tanpa diaduk dahulu (kuning telurnya masih utuh)
telusur te.lu.sur [v] me.ne.lu.suri v (1) berjalan sepanjang tepi (sungai, jalan): ia ~ sungai itu sampai ke hulu; (2) menelaah; menjajaki; mengusut: polisi sedang ~ peristiwa pembunuhan itu
temin te.min [n] gelang-gelang dr besi (kuningan dsb) untuk menyimpan hulu pisau (tongkat, gagang tombak); simpai
tempo dulu [cak] zaman dulu; dahulu kala
tempo hari [cak] (1) dahulu pd waktu itu; (2) baru-baru ini; belum lama ini: banjir bandang yg menimpa Kabupaten Solok -- hari mengakibatkan kerugian miliaran rupiah
tengara te.nga.ra [n] tanda; firasat: jika terdapat meteor jatuh, orang-orang tua pd zaman dahulu menganggapnya sbg -- buruk
tepatan Maja te.pat.an Maja nama pangkat dl adat Minangkabau; penghulu kepala
tepuk perut tanya selera [pb] bila hendak melakukan hal yg baru, sebaiknya bertanya dahulu kpd orang yg sudah berpengalaman
terkanjar-kanjar ter.kan.jar-kan.jar [v] berkanjar-kanjar: berperanglah mereka terlalu gempar, hulubalang pendekar ~ , bertempik sambil menghunus pedang
terkena ter.ke.na [v] (1) sudah dikenakan (dipasang, dilekatkan, dsb): beberapa butir intan ~ pd hulu kerisnya itu; (2) sudah kena sesuatu (dl berbagai arti spt tertipu, teperdaya, dsb): ~ pengaruh uang
terlebih ter.le.bih [adv] (1) teristimewa; (2) terlampau (banyak, sangat, dsb); (3) paling; yg ter...: ~ baik; ~ dahulu
terlongsong perahu boleh balik [pb] perkataan yg tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu
terus te.rus [v] (1) lurus menuju ...; langsung pd (arah ke); lantas: kami tidak -- ke kota, tetapi singgah dahulu di perkebunan karet; permohonan itu disampaikan -- kpd kepala kantor; (2) tetap berlanjut: pertempuran itu -- menghebat hingga tengah malam; (3) tidak berhenti-henti: ia berjalan -- siang malam; (4) lanjut: bagaimana -- cerita itu; (5) tidak putus-putus; selalu: harga barang -- membubung; sampai pd hari ini, wajah almarhum yg tenang itu kuingat --; (6) tembus; menembus; melantas: peluru itu masuk -- sampai ke tulang belikat; jalan setapak ini -- ke terowongan yg menuju gudang mesiu; (7) langsung ...; lalu ...: sampai di rumah ia -- tidur; sekali tembak gajah itu -- mati [a] tulen (tidak bercampur atau tidak berlapis): gelang ini emas --
tiba ti.ba [v] (1) datang; sampai (di): kami yg -- lebih dahulu di terminal bus itu; rombongan -- di Bandung pukul sepuluh pagi; (2) sudah datang (tt masa, waktu); mulai (musim hujan dsb): bunyi beduk panjang itu menandakan bahwa bulan suci sudah --; musim kemarau telah --
timbang-menimbang tim.bang-me.nim.bang [v] (1) menimbang-nimbang (memikirkan baik-baik tt baik buruknya, untung ruginya, dsb) dl menentukan sesuatu: ia langsung memutuskan perkara itu tanpa ~ lebih dahulu; (2) dng mengingat perasaan hati orang; menimbang rasa: jangan asal berbicara tanpa memikir dan ~
tinjau tin.jau [v] me.nin.jau v (1) melihat sesuatu yg jauh dr ketinggian: orang membuat pos di atas bukit untuk ~ kapal-kapal musuh; (2) (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dsb): Menteri Dalam Negeri akan ke Sulawesi untuk ~ objek-objek pembangunan; (3) mengintai; menyelidiki: pesawat capung boleh digunakan untuk ~ gerak-gerik musuh; (4) melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali: kami harap beliau akan ~ kembali aturan-aturan itu; (5) mempelajari dng cermat; memeriksa (untuk memahami dsb): sebelum mengambil keputusan, dia perlu ~ dahulu setiap usul yg masuk; (6) menduga (hati, perasaan, pikiran, dsb): ia pandai ~ hati orang [n] -- belukar n (1) pohon yg tumbuh tegak lurus, tingginya mencapai 35 m, dan kayunya dapat dijadikan papan; Greenia corymbosa; (2) kayu tinjau belukar [n] , -- karang anjung di haluan perahu
tuban tu.ban [n] , tu.ban-tu.ban n (1) selaput pembungkus bayi dan pembungkus tembuni; (2) air yg keluar dr rahim mendahului bayi yg akan lahir; ketuban
tumpuan tum.pu.an [n] (1) tempat bertumpu; sesuatu untuk menumpukan kaki dsb: bangku kecil itu dipakainya sbg ~; (2) dasar: hasil studi ini merupakan ~ yg baik untuk penyelidikan selanjutnya; (3) pangkalan (untuk menyerang dsb): Inggris mengkhawatirkan kalau-kalau Daendels menjadikan Pulau Jawa sbg ~ untuk menyerang India; (4) bagian bawah tempat kaki (tt tempat tidur); (5) ki sokongan; tunjangan; bantuan: ia masih dapat mempertahankan hidupnya berkat ~ bekas kawan-kawan seperjuangannya dahulu; (6) ki batu loncatan; (7) ki orang dsb yg menjadi pusat perhatian atau tempat bertanya (tempat menaruh cinta dsb); (8) ki yg menjadi sasaran (tujuan dsb)
tungganai tung.ga.nai [Mk n] kepala suku yg dituakan dr suatu keluarga yg sepersukuan: mamak seperintah --; -- seperintah penghulu; pawang
turi tu.ri [n] pohon berkayu lunak, tingginya mencapai 12 m, daunnya majemuk menyirip, digunakan sbg makanan ternak, bunganya dapat dijadikan sayur, biasa ditanam sbg tanaman pelindung; Sesbania grandiflora [n] cerita (dongeng yg berdasarkan kejadian zaman dahulu dsb di masyarakat Batak)
turun merek mendapat nama buruk; sudah tidak gagah (megah) lagi; sudah tidak sebaik dahulu kualitasnya
uang muka uang yg dibayarkan terlebih dahulu sbg tanda jadi pembelian dsb; panjar; persekot: mereka yg hendak membeli mobil harus menyerahkan -- muka 10%
uang tanda jadi uang yg dibayarkan terlebih dahulu sbg tanda telah terjadi transaksi
udik [n] sungai yg sebelah atas (arah dekat sumber); (daerah) di hulu sungai: perahu yg ke -- harus didayung; (2) n desa; dusun; kampung (lawan kota): setiap Lebaran banyak orang Jakarta pulang ke --; (3) a ki kurang tahu sopan santun; canggung (kaku) tingkah lakunya; bodoh: masih -- benar orang ini
ulu [n] hulu
ulu hati [cak] hulu hati
undang un.dang [v] meng.un.dang v memanggil supaya datang; mempersilakan hadir (dl rapat, perjamuan, dsb): mereka ~ kita makan malam; kami ~ Tuan menginap di rumah kami [n] , un.dang-un.dang n (1) ketentuan dan peraturan negara yg dibuat oleh pemerintah (menteri, badan eksekutif, dsb), disahkan oleh parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat, badan legislatif, dsb), ditandatangani oleh kepala negara (presiden, kepala pemerintah, raja), dan mempunyai kekuatan yg mengikat; (2) aturan yg dibuat oleh orang atau badan yg berkuasa: taat pd ~ partai; (3) hukum (dl arti patokan yg bersifat alamiah atau sesuai dng sifat-sifat alam): ~ untuk membangun kalimat dr tiap-tiap bahasa memang berlainan [ark n] penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan)
verset ver.set [n Huk] bantahan; banding: keputusan tersebut dinyatakan dapat dilaksanakan lebih dahulu walaupun ada -- dr pihak terhukum
wawancara bebas wawancara yg susunan pertanyaannya tidak ditentukan lebih dahulu dan pembicaraannya bergantung kpd suasana wawancara
Widiwasa Wi.di.wa.sa [n Hin] Tuhan Yang Maha Esa (biasanya didahului sebutan Ida Sang Hyang)
turun tu.run [v] (1) bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yg lebih rendah dp tempat semula: -- dr gunung; -- ke jurang; (2) bergerak (berjalan dsb) dr hulu (udik) ke hilir; menghilir (dr atas angin) ke bawah angin; datang dr (dr suatu tempat atau daerah yg jauh ke tempat sendiri): ia menumpang perahu yg -- ke Palembang; ia baru saja -- dr Mekah; (3) mengendap (tt ampas dsb): ampasnya sudah --; (4) surut (tt air): air laut mulai --; (5) reda (tt marah, nafsu, dsb); (6) mengayun atau mendaki kaki langit (tt matahari, bulan): matahari (tengah) -- , petang hari kira-kira pukul tiga; (7) meninggalkan atau keluar dr kendaraan (kapal, kereta, dsb) ke bawah; pergi (naik) dr darat ke kapal; keluar dr rumah; pergi atau pulang (tt tamu): penumpang bus itu disuruhnya --; (8) menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dsb); (9) jatuh atau merosot (tt harga, nilai, dsb): hasil panen -- 10%; (10) datang ke (dr sesuatu yg dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dr orang tua, nenek moyang, dsb); masuk ke (memasuki, tt roh halus, setan, dsb): spt bidadari -- ke bumi; (11) jatuh (tt hujan, salju, dsb); datang menimpa (tt tulah, siksa, dsb); (12) menjadi lemah (tt kondisi tubuh); (13) cak sampai di tangan; diterima (tt surat dr atasan dsb): perintah dr atasan belum --; (14) cak melantai; berdansa [Jw v] me.nu.run v (1) menyalin (tulisan, surat, dsb); (2) mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain)
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
yamtuan yam.tu.an [kl n] yg dipertuan; baginda: -- muda, raja muda di Riau dahulu
zaman baheula zaman dahulu
zaman tandun masa dahulu kala
zirah zi.rah [n] baju besi atau baju rantai yg dikenakan pd waktu berperang pd zaman dahulu

Jika informasi mengenai "hulu" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas