Arti kata/frase "fakir miskin" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/fakir-miskin

Halaman ini menjelaskan kata atau frase fakir miskin menurut KBBI Edisi III

fakir miskin: kaum fakir dan kaum miskin; (2) orang-orang yg sangat kekurangan

Lebih lanjut mengenai fakir miskin

fakir miskin terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 143 kata terkait yakni sebagai berikut:

fakir fa.kir [n] (1) orang yg sangat berkekurangan; orang yg terlalu miskin: setiap Jumat dia membagi-bagikan sedekah kpd -- dan miskin; (2) orang yg dng sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin; (3) aku (bagi pengarang dl syair dsb): -- bukan pandai mengarang, bukanlah hendak dipuji orang
miskin mis.kin [a] tidak berharta; serba kekurangan (berpenghasilan sangat rendah): para mahasiswa melakukan kegiatan sosial untuk membantu orang-orang --
fakir miskin kaum fakir dan kaum miskin; (2) orang-orang yg sangat kekurangan
miskin papa sangat miskin
miskin absolut situasi penduduk atau sebagian penduduk yg hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yg sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yg minimum
kefakiran ke.fa.kir.an [n] kemiskinan
kemiskinan ke.mis.kin.an [n] hal miskin; keadaan miskin
memiskinkan me.mis.kin.kan [v] menjadikan (menyebabkan dsb) miskin: penjajahan telah -- sebagian besar bangsa di dunia
pemiskinan pe.mis.kin.an [n] (1) hal (usaha) memiskinkan; (2) proses, cara, perbuatan memiskinkan: kenaikan harga barang, tarif angkutan, dsb akan membawa dampak pd penderitaan dan mengarah kpd -- sebagian rakyat
rumah miskin rumah tempat merawat orang miskin
uang miskin uang yg disediakan untuk disumbangkan kpd orang-orang miskin
amal [n] (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --
biar miskin asal cerdik [pb] kebijakan itu lebih utama dp kekayaan
derma der.ma [n] pemberian (kpd fakir miskin dsb) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dsb (kpd perkumpulan sosial dsb): orang kaya sebaiknya mau memberi -- kpd fakir miskin
duafa du.a.fa [n Isl] orang-orang lemah (ekonominya dsb): daging kurban dibagi-bagikan kpd kaum fakir miskin dan --
gambut miskin lumpur yg bersifat gambut atau endapan dasar danau
irsyad ir.syad [n] petunjuk; pimpinan: Nabi Muhammad saw. menyantuni fakir miskin atas -- Allah
ketulusan ke.tu.lus.an [v] kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran: dng segala ~ hatinya ia menghadiahkan sebagian hartanya kpd fakir miskin
lama la.ma [a] (1) panjang antaranya (tt waktu): sudah -- aku menunggu di sini; (2) panjangnya waktu (antara waktu): berapa jam -- nya; lima bulan -- nya; (3) kuno; sejak dahulu kala; dahulu telah ada: saya senang mempelajari kesusastraan --; (4) tua (tidak baru); usang: diberikannya baju-baju -- nya kpd fakir miskin
menghadiahkan meng.ha.di.ah.kan [v] memberikan sesuatu sbg hadiah; menganugerahkan; mengganjar: ia telah ~ sebagian dr keuntungannya itu kpd fakir miskin
menyantun me.nyan.tun [v] (1) mengasih; mengasihani; menaruh belas kasihan (kpd): membantu serta -- fakir miskin adalah kewajiban kita semua; (2) menyokong (meringankan) kesusahan orang; menolong; (3) memberi bantuan: tujuan mendirikan yayasan itu ialah untuk -- anak yatim piatu
mustahik mus.ta.hik [n] orang yg berhak: fakir miskin termasuk golongan -- dl menerima zakat
muzaki mu.za.ki [n Isl] orang yg (wajib) membayar zakat: infak dan sedekah dr para -- diharapkan oleh fakir miskin
sedekah se.de.kah [n] (1) pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma; (2) selamatan; kenduri: -- arwah; -- kubur; (3) makanan (bunga-bunga dsb) yg disajikan kpd orang halus (roh penunggu dsb)
susun su.sun [n] (1) kelompok atau kumpulan yg tidak berapa banyak; tumpuk: dia mengikat dua -- pakaian bekas untuk fakir miskin; (2) seperangkat barang yg (diatur) bertingkat-tingkat: ia membeli beberapa -- piring; (3) rangkap (yg tindih-menindih): mawar bermahkota -- bukanlah mawar jenis baru
ukhuwah ukhu.wah [Ar n] persaudaraan: perlu ditingkatkan rasa -- di antara sesama anggota masyarakat; -- islamiah persaudaraan dl Islam: penyantunan fakir miskin merupakan perwujudan -- Islamiah
zakat za.kat [n] (1) jumlah harta tertentu yg wajib dikeluarkan oleh orang yg beragama Islam dan diberikan kpd golongan yg berhak menerimanya (fakir miskin dsb) menurut ketentuan yg telah ditetapkan oleh syarak; (2) salah satu rukun Islam yg mengatur harta yg wajib dikeluarkan kpd mustahik
abong-abong [p cak] mentang-mentang: -- saya orang miskin, selalu dihina
adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dl limbahan sekalipun [pb] orang yg asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
anggung-anggip bagai rumput tengah jalan [pb] hidup yg serba susah (sakit, miskin, dsb)
anjing ditepuk menjungkit ekor [pb] orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
bagai mendapat durian runtuh [pb] mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dng bersusah payah; spt -- dng mentimun, pb orang yg lemah (miskin, bodoh) melawan orang yg kuat (kaya, pandai)
bangkrut bang.krut [v] (1) menderita kerugian besar hingga jatuh (tt perusahaan, toko, dsb); gulung tikar: perusahaan itu hampir -- krn selalu rugi; (2) cak habis harta bendanya; jatuh miskin: krn kesukaannya berjudi, akhirnya ia --
bangsat bang.sat [n] (1) kepinding; kutu busuk; (2) cak orang yg bertabiat jahat (terutama yg suka mencuri, mencopet, dsb): dasar anak -- , menjadi -- juga [Mk a] jembel; miskin
bantu ban.tu [v] tolong: -- lah orang miskin dan melarat; (2) n penolong: guru --; kantor pos --
bantu luar negeri bantuan, baik berupa nasihat dan saran, tenaga ahli maupun dana yg diberikan oleh organisasi internasional dan/atau negara kaya kpd negara miskin
beramal ber.a.mal [v] (1) berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; (2) melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; (3) berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; (4) berbuat amal
berdaging ber.da.ging [v] (1) mempunyai daging; berisi daging; (2) ki gemuk; kaya: dia tidak ~ lagi, (1) sudah kurus benar; (2) ki sudah jatuh miskin
berjudi ber.ju.di [v] (1) mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dl permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dng tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yg lebih besar dp jumlah uang atau harta semula; (2) bermain judi; bermain dadu (kartu dsb) dng bertaruh uang: ia jatuh miskin krn suka ~
berkain tiga hasta; berkain tak cukup sebelit pinggang; tak berkain sehelai benang) ber.ka.in tiga hasta; ber.ka.in tak cukup sebelit pinggang; tak ber.ka.in sehelai benang) [pb] serba kekurangan (miskin sekali)
berkekurangan ber.ke.ku.rang.an [v] ada kekurangannya; dl keadaan serba kurang (miskin): mereka tidak ~ suatu apa pun
bukit jadi paya [pb] orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)
bulus bu.lus [a] (1) gundul sama sekali (tidak berdaun, tidak berbulu, tidak beranting); (2) tidak dapat mempunyai anak krn mandul; (3) tidak memiliki apa-apa lagi; miskin; papa [a] (1) dapat masuk (lulus); (2) kena pukul (dl permainan pencak dsb); tembus [n] kura-kura kecil (di darat atau di air tawar); labi-labi
bungkuk baru betul [pb] orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan
buta hati tidak berperasaan belas kasihan; bengis; -- hukum tidak mengerti sama sekali tt hukum dng seluk beluknya: ahli hukum harus membantu rakyat kecil yg miskin dan -- hukum
cacing menjadi ular naga [pb] orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)
cenderung cen.de.rung [a] (1) agak miring; tidak tegak lurus; condong: bangunan itu tiangnya -- ke depan; (2) menaruh minat (keinginan, kasih, dsb) kepada; suka (ingin) akan: semakin nyata bahwa hatinya -- kpd gadis miskin itu; ia selalu -- berbuat yg tidak baik
daduk da.duk [ark v] , men.da.duk v mengemis (meminta sedekah, tetapi bukan krn miskin)
daerah kumuh daerah atau perkampungan yg miskin dan kotor
dapur tidak berasap dapur tidak ber.a.sap [ki] miskin sekali
darwis dar.wis [n Isl] penganut sufi yg sengaja hidup miskin (sbg jalan untuk mencapai kesempurnaan jiwa)
disisih sbg antah [ki] tidak boleh ikut campur (krn hina, miskin, dsb)
disjungsi dis.jung.si [n Ling] hubungan antara bagian konstruksi yg dipisahkan oleh atau dan tetapi dan menunjukkan kontras atau asosiasi, msl mereka miskin, tetapi selalu gembira
fukara fu.ka.ra [Ar n] orang-orang fakir
gayat ga.yat [a] merasa ngeri atau pusing (spt ketika melihat ke bawah dr tempat yg tinggi); gamang [n] warga dusun yg sangat miskin yg ditanggung warga lain bukan kerabatnya
hina dina hi.na di.na [a] rendah lagi miskin; sangat hina; tidak berharga
hujan berbalik ke langit [pb] orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kpd orang yg lemah (bodoh, miskin, dsb)
jadi kain basahan [pb] sudah menjadi miskin (hina); hilang kekayaannya (kemuliaannya dsb)
jatuh ja.tuh [v] (1) (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dng cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dl gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dsb): tabung kaca itu -- dan hancur; (2) turun banyak (harga, nilai, dsb); merosot: harga mobil di pasar bebas --; (3) sampai ke ...; tiba di ...; kena pd ...; tembus ke ...; ditujukan ke: jalan kecil ini -- ke Kampung Ambon; teranglah sindiran itu kpd saya -- nya; (4) bertepatan dng; berbetulan dng; tepat pd: perayaan triwindu -- pd hari Selasa, tanggal 15 bulan Maret; (5) berhenti memegang kekuasaan (tt pemerintah, kabinet, dsb): (6) bangkrut (tt toko, kongsi, dsb); (7) kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dsb); (8) tidak lulus (dl ujian); gagal (dl usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dsb); (9) tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dsb); (10) menjadi (sakit, miskin, cinta, dsb): -- miskin
jatuh coloknya menjadi miskin; hilang kebesarannya, kemasyhurannya, dsb
jeblok jeb.lok [a cak] becek; berlumpur [v] (1) jatuh; (2) ki turun (tt harga, nilai); anjlok: harga gabah -- , menyebabkan kehidupan petani bertambah sulit; (3) ki rugi; bangkrut: bank itu -- krn bermain valuta asing; (4) turun dr posisi semula: tiba-tiba daerah itu -- menjadi kantong kemiskinan
jembel jem.bel [a] melarat; miskin sekali: setelah menjadi orang -- , hidupnya tidak menentu lagi
jurang pemisah batas yg memisahkan (msl tt si kaya dng si miskin dsb): ia tidak setuju adanya -- pemisah antara si kaya dan si miskin
kadok naik junjung [pb] orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb)
kain basah kering di pinggang [pb] miskin sekali
kain sehelai berganti-ganti [pb] perihal sangat miskin suami istri
kalandar ka.lan.dar [kl n] pendeta yg meminta-minta sedekah; pendeta pengemis; pendeta fakir
kantong tipis [ki] tidak mempunyai uang; miskin
karitas ka.ri.tas [n] uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dsb) yg disumbangkan untuk menolong orang miskin atau orang yg tertimpa bencana (alam, perang, dsb): sumbangan -- bagi korban bencana gempa bumi; (2) organisasi kemanusiaan yg mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan [n] tingkah laku yg simpatik thd orang lain
katak hendak jadi lembu [pb] orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong
kausa kau.sa [n] sebab yg menimbulkan suatu kejadian: secara kriminologis dikatakan bahwa kemiskinan merupakan faktor yg mendorong, tetapi bukanlah -- yg menentukan
kaya ka.ya [a] (1) mempunyai banyak harta (uang dsb): baginya tua muda, besar kecil, -- miskin semuanya sama; (2) mempunyai banyak (mengandung banyak dsb): -- akan hasil bumi; (3) ki (ber)kuasa: Tuhan Yang Maha -- ? 1kayak
kemakmuran ke.mak.mur.an [n] keadaan makmur: kita harus mengubah kemiskinan menjadi --
kemelaratan ke.me.la.rat.an [n] perihal (yg bersifat, berciri) melarat [n] hal melarat; kemiskinan; kesengsaraan
kepapaan ke.pa.pa.an [n] kemiskinan; kesengsaraan
kesenjangan ke.sen.jang.an [n] (1) perihal (yg bersifat, berciri) senjang; ketidakseimbangan; ketidaksimetrisan; (2) jurang pemisah:; -- antara si kaya dan si miskin semakin lebar
kesukaran ke.su.kar.an [n] hal (keadaan dsb) sukar; kesulitan; ke susahan: banyak -- yg dapat diatasi; (2) v menderita susah, kekurangan, kemiskinan, dsb: hidup mereka selalu dl --
kesusahan ke.su.sah.an [v] menderita susah; (2) n kesedihan; kesukaran; kesulitan; kemiskinan: musibah yg berturut-turut menye-babkan -- yg berkepanjangan
lawan la.wan [n] imbangan; bandingan; tandingan: permata seindah ini payah dicari -- nya; (2) n pasangan; teman: wanita -- nya mengibing terus mendampinginya semalaman; (3) n musuh; seteru: krn marahnya, dia mengamuk tanpa membedakan kawan dan --; (4) n kebalikan; yg bertentangan: -- kata 'kaya' ialah 'miskin'; (5) v menentang; menghadapi; berbanding: usul itu diterima dng 20 suara -- 3 suara
lebih-lebih le.bih-le.bih [adv] (1) lagi pula; tambahan lagi; apalagi: orang kaya saja demikian susahnya, ~ orang miskin; (2) teristimewa (pula): makanan di rumah makan ini sedap rasanya, ~ satai kambingnya
lempung merah lempung yg berwarna merah (terdapat di daerah tropika, biasanya bersifat alkali, rapuh, dan miskin silika)
lopak jadi perigi [pb] naik derajat (orang miskin menjadi kaya dsb)
lupak jadi perigi [pb] naik derajat (kedudukan) spt orang miskin menjadi kaya
mafsadat maf.sa.dat [Ar n] kerusakan atau akibat buruk yg menimpa seseorang (kelompok) krn perbuatan atau tindakan pelanggaran hukum: perjudian dapat menimbulkan -- berupa kemiskinan, kemalasan, dan kejahatan lainnya
makan dawai [ki ] miskin sekali
makan dedak [ki] sangat miskin
makan jangat [ki] miskin sekali miskin sekali
makan kawat [ki ] miskin sekali; makan jangat
makan tali [ki ] miskin sekali
makan tanah tersungkur di tanah; (2) menderita kelaparan; miskin sekali
malam selimut embun [pb] tidak berumah (miskin sekali)
manfaat man.fa.at [n] (1) guna; faedah: sumbangan itu banyak -- nya bagi orang-orang miskin; (2) laba; untung: -- penjualan ternaknya berlipat ganda
maskanat mas.ka.nat [Ar n] kemiskinan (sbg jalan ke kesempurnaan batin)
melarat me.la.rat [v] berlarat-larat; menjalar ke mana-mana (tt api); (2) ki a miskin [a] miskin; sengsara: harapan dapat hidup lebih baik di kota, tetapi yg terjadi justru sebaliknya, mereka menjadi --; (2) n rugi: harus dipikirkan -- dan manfaatnya [Lihat {larat}]
memarginalkan me.mar.gi.nal.kan [v] meminggirkan, memojokkan: sistem pembangunan ekonomi yg semata-mata mengacu pd pertumbuhan akan semakin -- masyarakat miskin
membeda-bedakan mem.be.da-be.da.kan [v] menganggap (memperlakukan) berbeda (tidak sama); pilih kasih: kita jangan -- antara orang yg kaya dan yg miskin; kita harus bersikap adil, jangan -- anak-anak kita
membilang mem.bi.lang [v] (1) menghitung (dng menyebut satu per satu untuk mengetahui berapa banyaknya): -- uang tabungannya; -- dr seratus sampai seribu; (2) mengingat akan; mengindahkan; mempedulikan: dia hanya -- orang terpandang saja; tiada -- kaya dan miskin; (3) memandang sbg; memasukkan dl golongan (lingkungan); (4) memperhitungkan nasib (untung malang, baik buruk hari, dsb): dicarinya seorang dukun yg pandai -- nasib [v cak] mengatakan: banyak orang yg -- bahwa ongkos transpor dl kota akan naik
memersonifikasi me.mer.so.ni.fi.ka.si [v] mengumpamakan (melambangkan) benda mati seolah-olah hidup sbg manusia: patung itu ~ dirinya sbg pembela hebat kaum miskin
mencampak uang men.cam.pak uang membagikan uang (untuk orang miskin)
mendalam men.da.lam [v] (1) meresap (masuk) ke dalam (spt lebih paham, lebih mengerti): pengaruh peradaban Barat telah ~ di kota-kota besar; (2) makin sangat; bertambah parah (tt kemiskinan, penyakit): kemiskinan rakyat telah ~; penyakitnya semakin ~; (3) ki akrab (intim, mesra) sekali: hubungan antara kedua sejoli itu sudah ~; (4) luas (sampai hal yg sekecil-kecilnya): pengetahuannya dl bidang musik cukup ~; (5) berurat berakar (tt kebencian, dendam): kebenciannya telah ~; (6) sungguh-sungguh; benar-benar: kedua kepala negara itu menyatakan harapan yg ~ agar penyelesaian secara damai dapat tercapai; (7) intensif: akan diadakan penelitian (penyelidikan, pengusutan, pemeriksaan) yg lebih ~; (8) terperinci; matang: masalah itu akan dibahas secara ~
mengelite meng.e.lite [v] menjadi elite: organisasi kemasyarakatan itu kini cenderung ~ dan terpisah dr massa umat yg terbelakang, miskin, dan bodoh
menghinadinakan meng.hi.na.di.na.kan [v] memandang rendah lagi miskin, merendahkan dan memandang miskin
menjatuhkan men.ja.tuh.kan [v] (1) menyebabkan, membuat, membiarkan dsb jatuh; melemparkan (membuang) dr atas ke bawah: dialah yg ~ bola itu dr atas genting; (2) menjadikan merosot; menurunkan harga (nilai, nama, dsb): usahanya untuk ~ nama Indonesia di dunia internasional gagal sama sekali; (3) mengalahkan (musuh, negeri, dsb); membangkrutkan (perusahaan, toko, dsb); merobohkan (pemerintah, kabinet, dsb); menjadikan tidak lulus (dl ujian, percobaan, dsb); menyebabkan miskin (turun derajat dsb): sesudah ~ Singapura lalu bersiap-siap hendak menyerang Palembang; (4) mengenakan (kpd); menimpakan (kpd); (5) menempatkan (menunjukkan) kpd; (6) memutuskan (hukuman dsb)
mudah juga pd yg ada [pb] pd orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya sedangkan pd yg miskin segalanya susah
mustahak mus.ta.hak [a] berhak; patut; pantas: orang miskin -- menerima zakat
neraka ne.ra.ka [n] (1) alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan; (2) sial; celaka: -- , nyah dr sini; (3) cak keadaan atau tempat yg menyengsarakan (kemiskinan, penyakit parah): negara yg selalu bergolak merupakan -- bagi penduduknya
pacet hendak menjadi ular [pb] orang hina (miskin) berlaku sbg orang besar (kaya); berharapkan yg bukan-bukan
padi sekapuk hampa [pb] seseorang yg tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin
pailit pai.lit [a] jatuh (tt perusahaan dsb); bangkrut; jatuh miskin: perusahaan itu sudah --
papa pa.pa [a] (1) miskin; sengsara; (2) Hin terbelenggu oleh indria dan tidak lagi ingat akan hakikatnya sbg manusia; berdosa: orang -- adalah manusia yg terbelenggu oleh indrianya dan tidak lagi ingat pd hakikatnya [n cak] (1) ayah; bapak; (2) sapaan (panggilan) kpd orang tua laki-laki
pekir pe.kir ? fakir ? apkir
pemisah pe.mi.sah [n] (1) sesuatu yg dipakai untuk memisahkan (membatasi): pintu kaca ~ ruang duduk dan dapur dibukanya sedikit; jurang ~ antara si kaya dan si miskin; garis ~ , garis yg memisahkan (menyekat); (2) pelerai; wasit: sampai detik ini belum ditunjuk siapa ~ pertandingan tinju itu; badan ~ , badan yg bertugas menyelesaikan perselisihan; juru pisah; juru pemisah
pendaduk pen.da.duk [n] orang yg mendaduk (meminta-minta bukan krn miskin)
pendek tali [ki] kurang mampu; miskin
pengentasan peng.en.tas.an [n] proses, cara, perbuatan mengentas atau mengentaskan: -- masyarakat dari kemiskinan
pengijon peng.i.jon [n] orang yg membeli padi dsb dng cara ijon: ~ itu tidak ubahnya spt hama bagi para petani miskin krn sama-sama merugikan
pipit meminang anak enggang [pb] orang miskin (berderajat rendah) meminang orang kaya (berderajat tinggi dsb)
rudin ru.din [Jk a] miskin sekali: menjadi -- setelah rumah serta harta bendanya terbakar
sadu sa.du [kl] (1) a paling baik; termulia; (2) n kaum fakir yg menyiksa diri sendiri (di India)
samas sa.mas [ark n ] perawat atau penolong orang miskin
sarit sa.rit [Mk a] (1) sukar; susah hidup; (2) ki miskin
sawah seperempat piring [pb] orang miskin yg bertingkah laku sbg orang kaya
sebanyak se.ba.nyak [num] (1) sama banyaknya dng: -- yg kaya, -- itu juga yg miskin; utangnya -- bulu, utang yg banyak sekali; (2) sejumlah; jumlahnya: untuk keperluan Natal, telah disediakan -- 15 ton gula dan terigu
sedatar saja lurah dng bukit se.da.tar saja lurah dng bukit [pb] menyamaratakan orang; tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dsb
sen-senan sen-sen.an [a ki] sangat miskin
setengah se.te.ngah [num] (1) seperdua; separuh: anak laki-laki itu mendapat ~ dr harta warisan ayahnya; (2) sebagian; sejumlah: ~ dr jumlah penduduk desa masih hidup di bawah garis kemiskinan; (3) belum sempurna: nasi itu ~ masak; (4) ki agak gila; kurang waras (pikiran, otak, akal): ia masih berbicara melantur, tidak berpendirian, tetap spt orang ~ saja
siang bernapas [pb] sangat miskin (tidak punya rumah)
sukar su.kar [a] (1) susah; sulit dipecahkan atau diselesaikan: hitungan ini -- benar; (2) musykil; tidak mudah: -- melafalkan huruf ini; (3) tidak mudah mendapat; jarang ada: sekarang ini sedang -- mencari pekerjaan; -- bandingannya; (4) ki dalam kekurangan; miskin: hidupnya selalu --; (5) tidak mudah sembuh (tt penyakit): penyakitnya terlalu --
susah su.sah [a] (1) rasa tidak senang (krn sukar, sulit, berat, dsb): -- benar memenuhi permintaannya; (2) merasa tidak aman (dl hati); selalu gelisah dan khawatir; sedih: bukan main -- hatinya menerima kenyataan pahit itu; (3) sukar: masalah itu -- sekali mengatasinya; (4) tidak mudah (mendapat, mencari, dsb): -- mendapat pembantu serajin dia; (5) kekurangan; miskin: hidupnya kini serba --
tak pandang uang [ki] tidak membedakan kaya dan miskin
terayomi ter.a.yomi [v] dapat dilindungi: yg miskin merasa ikut ~ krn si kaya tahu diri
terjebak ter.je.bak [v] (1) kena jebak; sudah dijebak; kena perangkap; (2) ki masuk (ke tempat yg tidak menyenangkan); menderita (kesusahan, kenistaan, dsb); kena tipu; terhalang (dr kebebasan, dsb): hal ini memungkinkan masyarakat daerah miskin itu ~ ke lembah nista; mobilnya ~ kemacetan
tertelentang berisi air ter.te.len.tang berisi air, tertiarap berisi tanah [pb] perihal orang yg terlalu miskin (lemah), tiada berdaya
tertulang ter.tu.lang [v] (1) terasa benar sampai ke tulang; (2) tinggal tulang saja (kurus sekali); (3) ki miskin sekali
tidak mati oleh belanda [pb] seseorang yg sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin
tinggal kelopak salak [pb] sangat papa; sangat miskin
tinggal sehelai sepinggang tinggal se.he.lai sepinggang [pb] tinggal pakaian yg melekat pd tubuhnya; menjadi miskin
tumpur tum.pur [a] (1) habis sama sekali; binasa; (2) cak jatuh miskin; kehabisan uang; habis-habisan
turun tangan turut mencampuri (suatu urusan dsb); (2) bertindak untuk membereskan sesuatu; (3) menolong (orang miskin dsb)
yang [p] kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yg berikut diutamakan atau dibedakan dr yg lain: orang -- baik hati; (2) p kata yg menyatakan bahwa bagian kalimat yg berikutnya menjelaskan kata yg di depan: dijumpainya seorang pengemis -- sedang berteduh di bawah pohon asam itu; (3) pron kata yg dipakai sbg kata pembeda: -- kaya sama -- kaya, -- miskin sama -- miskin; (4) kl p adapun; akan: -- hamba ini diperanakkan di Malaka juga; (5) p cak bahwa: saya pun percaya -- Adinda kasih juga akan Kakanda [ark n] yang-yang n dewa
tebus te.bus [v] me.ne.bus v (1) membayar dng uang untuk mengambil kembali barang yg tergadai: ia ~ gelang itu dr pegadaian; (2) membayar dng uang dsb untuk membebaskan (tawanan, sandera, budak belian, dsb): penculik akan melepaskan anak itu jika orang tuanya mau ~ nya dng sejumlah uang; (3) membeli kembali: ~ talak; (4) menguangkan wesel (cek) ke bank: ia ~ wesel ke kantor pos; (5) mengambil barang pembagian (distribusi dsb) dng bon (kupon dsb) dan dng membayarnya dng uang: saya dapat pembagian sepeda, tetapi tidak dapat ~ nya [v] me.ne.bus v (1) memperbaiki kesalahan (dosa dsb) dng berbuat jasa, kebaikan: dng sengaja ia hidup miskin untuk ~ segala dosanya; (2) memulihkan kekalahan (kerugian); memulihkan kehormatan (nama baik); menghapus (malu): dikerahkan sepuluh divisi untuk ~ kekalahannya dl serangannya yg gagal itu; ia bersedia berbuat apa pun untuk ~ kehormatan keluarganya; (3) membalas (jasa, kebaikan, karunia) yg sudah diterima: ia ~ karunia yg dilimpahkan kepadanya; (4) menepati atau menunaikan (janji, perkataan, cita-cita, nazar) yg telah terucapkan: malu rasanya kalau tidak dapat ~ janjiku [v] me.ne.bus v (1) menyelamatkan (jiwa, hidup) orang lain: dng jalan demikian, saya dapat ~ nyawa sahabatku itu; (2) memperoleh sesuatu dng pengorbanan (jiwa, harta, benda): ~ kemerdekaan dng air mata dan darah [Lihat {tembus}]
yg rebah ditindih yg rebah di.tin.dih [pb] yg sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)
yg teguh disokong [pb] yg sudah kuat (kaya dsb) dibantu, sedang yg lemah (miskin dsb) digencet

Jika informasi mengenai "fakir miskin" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas