Arti kata/frase "bukti politik" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/bukti-politik

Halaman ini menjelaskan kata atau frase bukti politik menurut KBBI Edisi III

bukti politik: orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi

Lebih lanjut mengenai bukti politik

bukti politik terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 477 kata terkait yakni sebagai berikut:

bukti buk.ti [n] (1) sesuatu yg menyatakan kebenaran suatu peristiwa; keterangan nyata; tanda: surat ini sbg -- bahwa Tuan sudah meminjam uang saya; (2) hal yg menjadi tanda perbuatan jahat: ia dituduh mencuri, tetapi tidak ada -- nya
politik po.li.tik [n] (1) (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (spt tt sistem pemerintahan, dasar pemerintahan): bersekolah di akademi --; (2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau thd negara lain: -- dl dan luar negeri; kedua negara itu bekerja sama dl bidang -- , ekonomi, dan kebudayaan; partai --; organisasi --; (3) cara bertindak (dl menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan: -- dagang; -- bahasa nasional
politik imperialisme politik luar negeri yg bertujuan menambah kekuasaan dng menyentuh esensi hubungan kekuasaan yg ada atau mengubah status kekuasaan yg ada
politik pemisahan politik yg jelas melakukan pemisahan rasial dan ditegaskan dng undang-undang
politik pintu terbuka politik yg membolehkan penanaman modal asing di dl negeri
bukti politik orang yg diburu polisi krn persoalan politik -- saksi bukti yg dikemukakan oleh saksi
bukti diri surat keterangan yg membuktikan bahwa orang yg membawa surat tsb benar (sah); surat pengenal
bukti hak [Ek] warkat yg menyatakan bukti tt hak untuk memperoleh (membeli) sebagian saham
politik air hangat [Pol] kebijakan politik yg dianut Rusia yg mencerminkan usaha mencari pelabuhan bebas es sepanjang tahun
politik dagang hal-hal yg berhubungan dng pemerintahan, lembaga dan proses politik yg berlaku dl perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri, berdasarkan undang-undang yg berlaku
politik dagang sapi tawar-menawar antara beberapa partai politik dl menyusun suatu kabinet koalisi (lembaga dsb)
politikus po.li.ti.kus [n] (1) ahli politik; ahli kenegaraan; (2) orang yg berkecimpung dl bidang politik
bukti cabul yg menyatakan kebenaran suatu perbuatan yg tidak senonoh
bukti pembayaran surat keterangan yg menyatakan bahwa seseorang telah membayar sesuatu sesuai dng kesepakatan, dapat berupa kuitansi, resi, setruk, dsb
bukti pengesahan [Ek] keterangan yg menyatakan bahwa warkat tetap sah walaupun tanda tangan pd saham dicantumkan di tempat yg salah
bukti setor(an) surat keterangan bahwa sejumlah uang sudah disetorkan
politik bahasa nasional kebijakan nasional yg berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan yg dapat dipakai sbg dasar bagi pengolahan keseluruhan masalah bahasa
politik buka keran kebijaksanaan untuk menyediakan segala kebutuhan hidup sebanyak-banyaknya
politik burung unta hal tindakan dng sengaja dng menutup mata thd bahaya atau masalah yg mungkin ada
politik fiskal [Pol] tindakan atau kebijakan pemerintah di pusat dan di daerah yg berhubungan dng masalah perpajakan
politik kampung daya upaya mencapai tujuan dng sasaran masyarakat di kampung-kampung
politik moneter tindakan atau kebijakan yg diambil oleh pemerintah yg berhubungan dng masalah keuangan negara, spt tindakan mengadakan devaluasi
politik nasional asas, haluan, usaha, tindakan serta kebijakan tindakan negara tt pembinaan serta penggunaan secara menyeluruh potensi nasional, baik yg potensial maupun yg efektif, untuk tujuan nasional
tanda bukti bukti yg menguatkan alasan (meyakinkan suatu kebenaran dsb)
ayat kauniah bukti yg ada dl alam nyata atau maujud (spt binatang, bulan, matahari); (2) (pd zaman Nabi Muhammad saw.) keadaan sekeliling Nabi Muhammad saw. atau dl diri kita masing-masing
ayat kitabullah bukti yg ada di dl Alquran
siasat dunia politik dunia
siasat luar negeri politik luar negeri
tanda beti bukti suatu perkara kejahatan
akrobat politik pernyataan yg dikeluarkan hari ini, bisa bertentangan dng pernyataan beberapa saat kemudian; (2) kader politik yg menyeberang ke partai lain
arus politik kancah politik
asimilasi politik penyesuaian paham politik antara dua organisasi agar dapat bekerja sama
bangun politik pembangunan yg mengarah kpd keinginan perasaan dl arti warga negara aktif atau terlibat dl berbagai kegiatan politik
barang bukti [Huk] benda yg digunakan untuk meyakinkan hakim akan kesalahan terdakwa thd perkara pidana yg dituduhkan kepadanya; barang yg dapat dijadikan sbg bukti dl suatu perkara
bebas aksi politik kemerdekaan atau keleluasaan setiap warga negara untuk melibatkan diri dl kegiatan politik (tanpa adanya berbagai paksaan dr pihak masyarakat dan pemerintah)
berbukti ber.buk.ti [v] mempunyai bukti: kejahatan yg telah -
berpolitik ber.po.li.tik [v] menjalankan (menganut paham) politik; ikut serta dl urusan politik
bijak politik sistem konsep resmi yg menjadi landasan perilaku politik negara
budaya politik pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yg mendasari, mengarahkan, dan memberi arti kpd tingkah laku dan proses politik dl suatu sistem politik, mencakup cita-cita politik ataupun norma yg sedang berlaku dl masyarakat politik
buta politik tidak tahu sedikit pun tt politik
demokrasi politik sistem politik yg ditandai dng berfungsinya lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif yg secara relatif bersifat otonom
desentralisasi politik pengakuan adanya hak mengurus kepentingan rumah tangga sendiri pd badan politik di daerah yg dipilih oleh rakyat di daerah tertentu
ekopolitik eko.po.li.tik [n] bagian (ilmu) geopolitik tt gejala ekonomi dl unit perusahaan dan hubungan antara berbagai badan usaha
etnopolitik et.no.po.li.tik [n] ilmu perbandingan politik mengenai sejarah, asal-usul, perkembangan, dan persebaran tata susunan politik pd masyarakat manusia, terutama yg belum mengenal industri
gelanggang politik arena politik; percaturan politik
haluan politik arah atau tujuan politik
ideologi politik sistem kepercayaan yg menerangkan dan membenarkan suatu tataan politik yg ada atau yg dicita-citakan dan memberikan strategi berupa prosedur, rancangan, instruksi, serta program untuk mencapainya; (2) himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan yg dimiliki seseorang atau sekelompok orang yg menjadi dasar dl menentukan sikap thd kejadian dan problem politik yg dihadapinya dan yg menentukan tingkah laku politik
iklim politik suasana politik; keadaan percaturan politik
ilmu politik ilmu tt pranata politik, asas, dan organisasi pemerintahan negara
kekuasaan politik ke.ku.a.sa.an politik hubungan psikologis antara subjek dan objek, yg membuat subjek mampu mempengaruhi pikiran dan tingkah laku objek dng tiga alasan utama, yaitu mengharapkan manfaat yg lebih besar, mengatasi kemungkinan yg tak diharapkan, dan melakukannya demi rasa hormat, ambisi perseorangan, atau lembaga tertentu
kelas politik kelas penguasa yg timbul di dl masyarakat (selalu dl jumlah yg sedikit) yg melakukan semua fungsi politik, monopoli kekuasaan, dan menikmati keuntungan yg didapat dl kekuasaan itu
manuver politik gerakan yg cepat dl bidang politik
membuktikan mem.buk.ti.kan [v] (1) memperlihatkan bukti; meyakinkan dng bukti: ia bekerja keras untuk -- kebolehannya; (2) menandakan; menyatakan kebenaran sesuatu dng bukti: sekalian itu -- keikhlasan hatinya; (3) menyaksikan: ia tidak mau percaya sebelum -- sendiri
nonpolitik non.po.li.tik [n] yg tidak bersifat politik; yg tidak berhubungan dng politik; yg tidak menganut suatu paham politik; bukan politik: organisasi itu bersifat --
opini politik pendirian atau pandangan politik; pendirian berdasarkan ideologi atau sikap politik
partai politik perkumpulan yg didirikan untuk mewujudkan ideologi politik tertentu
pembuktian pem.buk.ti.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membuktikan; (2) usaha menunjukkan benar atau salahnya si terdakwa dalam sidang pengadilan
pengungsi politik peng.ung.si politik penduduk suatu negara yg pindah ke negara lain krn alasan politik, biasanya mereka menganut aliran politik yg bertentangan dng politik penguasa di negara asalnya
peta politik gambaran tt situasi politik (kekuatan partai, perkembangan organisasi politik, dsb)
pranata politik sistem yg menata terselenggaranya proses dan kegiatan politik secara resmi
realpolitik re.al.po.li.tik [n] aliran (paham) dl politik yg selalu ingin mendapatkan hasil yg nyata atau mengingatkan pd kenyataan
reformasi politik perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang politik dl suatu masyarakat atau negara
sadar politik kesadaran dan pengetahuan orang mengenai kekuatan politik dl masyarakat
suaka politik perlindungan secara politik thd orang asing yg terlibat dl perkara politik
subjek politik pemeran politik; -- psikologis topik suatu kalimat, msl orang itu dl kalimat orang itu rumahnya jauh
tahanan politik ta.han.an politik orang yg ditahan krn alasan politik
terbukti ter.buk.ti [v] ternyata dng bukti-bukti; telah dapat dibuktikan: kini -- yg melakukan penyelundupan itu adalah orang asing
tujuan politik tu.ju.an politik kondisi atau hasil akhir yg ingin dicapai
tunapolitik tu.na.po.li.tik [a] tidak mempunyai pengetahuan tt politik
alat pembuktian berbagai macam bahan yg dibutuhkan oleh hakim, baik yg diketahui sendiri oleh hakim maupun yg diajukan oleh saksi untuk membenarkan atau menggagalkan dakwaan atau gugatan
berpolitik kancil ber.po.li.tik kancil main cerdik dng segala macam tipu daya
citra politik [Pol] gambaran diri yg ingin diciptakan oleh seorang tokoh masyarakat
dampak politik akibat suatu keputusan, tindakan, ataupun peristiwa thd pendapat umum atau sikap masyarakat
generasi politik generasi masyarakat yg sezaman yg sama memiliki (merasakan) pengalaman sejarah yg bersifat mendasar pd usia formatif (antara 17-25 tahun)
geopolitik ge.o.po.li.tik [n] (1) ilmu tt pengaruh faktor geografi thd ketatanegaraan; (2) kebijaksanaan negara atau bangsa sesuai dng posisi geografisnya
hukum politik hukum yg mengatur hubungan hukum negara dng orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yg satu dan negara lainnya
memperpolitikkan mem.per.po.li.tik.kan [v] memolitikkan
organisasi politik institusi atau seperangkat tatanan yg dipakai masyarakat umum untuk mengatur berbagai masalah bersama
sosiologi politik ilmu tt asas-asas sosial dr kekuasaan dl segala pranata yg ada di masyarakat
trias politika tri.as po.li.ti.ka [n Pol] pengelompokan kekuasaan negara atas kekuasaan legislatif (kekuasaan membuat undang-undang), kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang), dan kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengadili)
-isme [sufiks pembentuk nomina] sistem kepercayaan berda-sarkan politik, sosial, atau ekonomi: terorisme; liberalisme; komunisme
absolut ab.so.lut [a] (1) tidak terbatas; mutlak: seorang raja mempunyai kekuasaan --; (2) sepenuhnya; (3) tanpa syarat: penyerahan -- tentara kolonial Belanda kpd tentara pendudukan Jepang; (4) tidak dapat diragukan lagi; nyata: terbukti keterlibatannya dl peristiwa itu --
agenda agen.da [n] (1) buku catatan yg bertanggal untuk satu tahun: acara rapat itu telah dicatat dl --; (2) acara (yg akan dibicarakan dl rapat): hal itu tercantum juga dl -- rapat; -- politik tema yg akan dibicarakan dl rapat politik: perebutan kursi DPR dan jabatan dl pemerintahan sudah tidak akan ada lagi dl -- politik di masa datang
agitasi agi.ta.si [n] (1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; (2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa
agresif ofensif [a] bersifat maju dan menyerang dl suatu kegiatan (ekonomi, politik, olahraga, dsb)
aksioma ak.si.o.ma [n] pernyataan yg dapat diterima sbg kebenaran tanpa pembuktian
aksiomatis ak.si.o.ma.tis [a] dapat diterima sbg kebenaran tanpa pembuktian; bersifat aksioma
akta ak.ta [n ] surat tanda bukti berisi pernyataan (keterangan, pengakuan, keputusan, dsb) tt peristiwa hukum yg dibuat menurut peraturan yg berlaku, disaksikan dan disahkan oleh pejabat resmi: -- kelahiran; -- perkawinan
aktiva lancar uang kas atau aktiva lain yg dapat dinilai dng uang, spt bukti uang atau bukti penyertaan modal (saham, wesel, aksep, sertifikat, deposito, dsb) yg dimiliki sbg investasi atau yg dapat diuangkan dl jangka waktu kurang dr satu tahun (spt tagihan)
aktivis ak.ti.vis [n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya; (2) Pol seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)
aktivisme ak.ti.vis.me [n] (1) kegiatan (para) aktivis; (2) Pol doktrin yg menekankan perlunya tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik; (3) Sen aliran ekspresionisme yg berpandangan bahwa drama harus dapat mencari pemecahan realistis mengenai masalah sosial
akulturasi akul.tu.ra.si [n] (1) percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi: candi-candi yg ada sekarang merupakan bukti adanya -- antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India; (2) Antr proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; (3) Ling proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme
alasan alas.an [n] (1) dasar; asas; hakikat: rasa kebangsaan adalah ~ yg kuat untuk menegakkan negara; (2) dasar bukti (keterangan) yg dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dsb): tidak ada ~ yg kuat untuk menolak usul itu; (3) yg menjadi pendorong (untuk berbuat): apa ~ nya sehingga dia berbuat demikian; (4) yg membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa
alat musuh orang (golongan, organisasi, partai politik) yg diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri
aliansi ali.an.si [n Pol] ikatan antara dua negara atau lebih dng tujuan politik
alibi ali.bi [n Huk] bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)
aliran alir.an [n] (1) sesuatu yg mengalir (tt hawa, air, listrik, dsb): ~ hawa; ~ listrik; (2) sungai kecil; selokan: di daerah pegunungan itu banyak ~ yg jernih; (3) saluran untuk benda cair yg mengalir (spt pipa air): gas ini patah ~ nya; (4) haluan; pendapat; paham (politik, pandangan hidup, dsb): ~ politik; ~ falsafah modern; (5) Fis gerakan maju zat alir (fluida), msl gas, uap, atau cairan secara berkesinambungan
anarkisme anar.kis.me [n] ajaran (paham) yg menentang setiap kekuatan negara; teori politik yg tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang
ancaman an.cam.an [n] (1) sesuatu yg diancamkan: pengusaha itu menganggap sepi ~ itu; (2)perbuatan (hal dsb) mengancam: ~ akan pembongkaran daerah itulah yg menggelisahkan penduduk; (3) Pol usaha yg dilaksanakan secara konsepsional melalui tindak politik dan/atau kejahatan yg diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara dan bangsa
angin [n] (1) gerakan udara dr daerah yg bertekanan tinggi ke daerah yg bertekanan rendah; tiupan -- kencang merobohkan beberapa rumah penduduk; (2) hawa; udara: ban berisi --; (3) kentut: jangan buang -- sembarangan; (4) ki kesempatan; kemungkinan: menantikan -- baik; (5) ki hampa; kosong: cakap --; (6) ki kecenderungan yg agak menggembirakan: sejak pertengahan tahun 1999 terasa ada -- baru dl percaturan politik negara itu
anut [v] meng.a.nut v mengikut(i); menurut (haluan politik, ajaran, aliran, dsb); memeluk (agama): ia ~ paham sosialisme; sebagian besar rakyat Birma ~ agama Buddha
apartheid apart.heid [Bld n ] politik diskriminasi warna kulit yg diterapkan (dahulu) oleh negara Afrika Selatan antara keturunan dr Eropa (kulit putih) thd penduduk kulit berwarna: dahulu politik -- Afrika Selatan mendapat kritikan dr berbagai negara
apolitis apo.li.tis [a] (1) tidak berminat pd politik; (2) tidak bersifat politis
arena are.na [n] (1) gelanggang: -- tinju itu penuh sesak oleh penonton; (2) ki bidang (yg menjadi tempat bersaing, berjuang, dsb): terjun di -- politik
argumentatif ar.gu.men.ta.tif [a] (1) memiliki (mengandung) alasan yg dapat dipakai sbg bukti: satu-satunya yg dapat meringankan terdakwa hanyalah kesaksian yg --; (2) karangan yg bertujuan membuktikan pendapat
arkeologis ar.ke.o.lo.gis [a] bersifat arkeologi: para peneliti telah menemukan bukti-bukti -- akan adanya candi di daerah itu
asnad as.nad [n] (1) penyokong; (2) bukti; nas
ayat [n] (1) alamat atau tanda; (2) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian surah dl kitab suci Alquran; (3) beberapa kalimat yg merupakan kesatuan maksud sbg bagian pasal dl undang-undang [n] kenyataan yg benar; bukti
bahan ba.han [n] pecahan kayu (yg terbuang ketika menarah); tatal kayu [n] (1) barang yg akan dibuat menjadi satu benda tertentu; bakal; (2) (segala) sesuatu yg dapat dipakai atau diperlukan untuk tujuan tertentu, spt untuk pedoman atau pegangan, untuk mengajar, memberi ceramah; (3) sesuatu yg menjadi sebab (pangkal) atau sikap (perbuatan): -- tertawaan; -- pertikaian (perselisihan); (4) barang yg akan dipakai untuk bukti (keterangan, alasan, dsb): ia sedang mengumpulkan -- untuk menyusun tesisnya
bahan pemeriksaan bahan yg dapat dipakai untuk membantu dl melakukan pemeriksaan (spt barang-barang bukti)
bainah bai.nah [ark n] bukti yg nyata
balon percobaan [Kom] berita yg disiarkan secara sengaja untuk memancing reaksi atau pemberitaan lebih jauh, pd umumnya bersifat politik
bangsawan sosial [Antr] golongan sosial dl masyarakat yg memiliki hak paling banyak dl lapangan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik berdasarkan hukum waris
bangun prasarana pembangunan dasar kehidupan politik, ekonomi, dan sosial untuk mendorong masyarakat berusaha mencapai modernisasi, meliputi perubahan institusional untuk mendukung usaha nasional dl mengembangkan kemudahan, spt jalan, komunikasi, pengairan, dan sistem perhubungan
bebas aktif sikap politik luar negeri Indonesia yg tidak terikat oleh suatu ideologi, tidak masuk blok negara asing tertentu dan dng aktif ikut mengambil prakarsa dl mengembangkan persahabatan dan kerja sama internasional
bebas be.bas [a] (1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa): tiap anggota -- mengemukakan pendapat; burung itu terbang -- di angkasa; (2) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb): hari ini ia -- dr kewajiban mengajar; krn memang tidak bersalah, ia -- dr tuntutan; (3) tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb): surat dinas ini -- bea; (4) tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb: obat itu dijual -- dan terdapat di setiap apotek; (5) merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing): sehabis Perang Dunia II banyak negara yg --; politik luar negeri yg -- dan aktif; (6) tidak terdapat (didapati) lagi: negara kita belum -- buta huruf; daerah ini sudah -- cacar
berafiliasi ber.a.fi.li.a.si [v] mempunyai pertalian dan berhubungan sbg anggota atau cabang: organisasi pemuda itu sama sekali tidak ~ dng partai politik itu
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
bercorak ber.co.rak [v] (1) mempunyai corak; beragi; bergambar (tt kain dsb): bahan yg ~ kecil-kecil lebih cocok untukmu; kain ~ batik Pekalongan; (2) berwarna (pd dasar): pelangi ~ tujuh; kain putih ~ hitam; (3) ki bersifat; berupa (berpaham dsb): perkumpulan ini tidak ~ politik
berdasarkan ber.da.sar.kan [v] (1) menurut: ~ keterangan para saksi, terbukti bahwa ia bersalah; pelanggar hukum akan ditindak ~ hukum yg berlaku; (2) memakai sbg dasar; beralaskan; bersendikan: kerja sama ini hanya ~ percaya-memercayai; (3) bersumber pd: cerita film itu disusun ~ pengalaman penulis yg hidup di kota besar
berfusi ber.fu.si [v] bergabung; meleburkan diri: kedua partai politik itu telah ~
bergerak ber.ge.rak [v] (1) berpindah dr tempat atau kedudukan (tidak diam saja): pasukan telah ~; (2) (mulai) melakukan suatu usaha; mengadakan aksi; berusaha giat (dl lapangan politik, sosial): mereka ~ untuk memperbaiki nasib
berkacau ber.ka.cau [v] (1) bercampur aduk tidak keruan; sudah campur betul: aduklah telur dan tepung itu hingga ~ betul, kemudian masukkan gula ke dalamnya; (2) bercampur aduk (tidak dibeda-bedakan; bertukar-tukar dng; keliru dng): banyak masalah pribadi yg ~ dng masalah politik
berkiprah ber.kip.rah [v] melakukan kegiatan dng semangat tinggi; bergerak (di bidang); berusaha giat dl bidang (politik dsb): kita sedang ~ untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang
bermuluk-muluk ber.mu.luk-mu.luk [v] berangan-angan tinggi: tidak usah kita -; lebih baik buktikan sesuai dng kesanggupan
berpadu ber.pa.du [v] (1) menjadi satu benar; luluh dan bercampur menjadi satu: angin laut dan desir ombak ~ suara; (2) beku dan menjadi keras (tt darah, air gula, dsb): darahnya ~; (3) kukuh krn telah disatukan: partai-partai politik ~ dl satu asas, Pancasila; (4) bercampur (dng): suka dan duka ~ mengharu hati
berpartai ber.par.tai [v] menjadi pengikut (anggota) salah satu partai politik
bersalah ber.sa.lah [v] (1) berbuat keliru; melakukan kekeliruan (kesalahan); mempunyai kesalahan: ia dianggap -- krn telah menggagalkan usaha pertemuan warga desa itu; (2) berbuat sesuatu yg melanggar peraturan (hukum dsb): hakim hanya akan menjatuhkan hukumannya kpd terdakwa yg terbukti -; (3) ada salahnya
bersangkut paut ber.sang.kut pa.ut [v] (1) berhubungan; berkaitan; mempunyai pertalian: masalah itu tidak -- dng kegiatan politik; (2) berkepentingan: yg -- dng urusan keuangan supaya berhubungan dng bendahara
berselam ber.se.lam [v] -- air masuk ke dl air untuk bersumpah (membuktikan salah tidaknya dsb): kalau tidak percaya, mari ke lubuk -- air [v] -- air masuk ke dl air untuk bersumpah (membuktikan salah tidaknya dsb): kalau tidak percaya, mari ke lubuk -- air
berselimut ber.se.li.mut [v] (1) memakai selimut; berselubung: tidur --; (2) ki menggunakan sesuatu untuk menyembunyikan maksud jahat dsb: banyak anasir jahat yg -- gerakan politik dan agama
bersurih bak sepasin [pb] ada tanda-tanda (bukti) yg nyata dan sah dl suatu kejahatan
bertaklid buta ber.tak.lid buta hanya meniru (menuruti) paham dsb tanpa mengetahui dasar, hukum, bukti, atau alasan
bertampuk bertangkai ber.tam.puk bertangkai ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yg kuat
bertentangan ber.ten.tang.an [v] (1) berhadapan; berhadap-hadapan: rumah saya ~ dng rumah Pak Camat; (2) berlawanan; tidak selaras: perasaan tidak selamanya ~ dng pikiran; (3) bersalahan (dng); tidak sesuai (tidak selaras, tidak cocok) dng: tindakan pemecatan buruh itu ~ dng jiwa Pancasila; (4) berselisih pendapat (paham dsb); bermusuhan; tidak sepaham (sependapat): sekarang partai politik tidak lagi ~ dl soal penghayatan dan pengamalan Pancasila
beti be.ti [n] bukti yg nyata mengenai kesalahan seseorang; tanda bukti: tidak dapat memastikan seseorang bersalah sebelum -- nya ada
bipolisentrisme bi.po.li.sen.tris.me [n Pol] sistem politik internasional yg ditandai dng pengendoran blok-blok yg bersaing menjadi aliansi yg tidak begitu kohesif (bersatu padu) dan bangkitnya negara Non-Blok yg berpengaruh
bius bi.us [n] (1) obat untuk membuat orang kehilangan rasa kesadarannya (spt pd waktu akan dioperasi supaya tidak merasa sakit); (2) ki politik (kebudayaan, ajaran, dsb) yg membuat orang lain tidak insaf akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya [n] masyarakat wilayah yg besar di daerah Samosir, Sumatra Utara
blok [n] (1) gulungan (cita dsb): dibelinya kain putih dua --; (2) deretan beberapa buah rumah yg tidak terpisah-pisah: rumah -- A disediakan untuk para perwira menengah; (3) bagian dr kampung yg besar yg dibatasi oleh jalan: Kebayoran Baru dibagi menjadi beberapa --; (4) persatuan beberapa negara (partai politik dsb) untuk memperkuat kedudukannya: partai-partai kanan merupakan -- penyokong pemerintah; (5) Olr pemukulan bola sebelum bola memantul ke tanah (dl olahraga tenis)
brevet bre.vet [n] (1) dokumen tanda penghargaan kpd seseorang yg menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; (2) surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); (3) surat izin; (4) akta
bubuhan bu.buh.an [n] (1) sesuatu yg dibubuhkan; (2) Ling imbuhan [ark n] anggota partai politik (di Banjarmasin)
burhan bur.han [n] tanda yg nyata; barang bukti
catur ca.tur [n Olr] (1) permainan oleh dua orang, dilengkapi dng buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah lagi berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja; (2) sekak dan papan catur yg berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih [n] , per.ca.tur.an n (1) perbincangan; pembicaraan; perdebatan: ia berlagak bodoh atas semua ~ ini; (2) ki siasat politik; perjuangan politik: ~ internasional; ~ uang
cena ce.na [n] (1) ciri; tanda; bukti; (2) bekas luka yg sudah baik kembali (bagi ayam sabungan yg menandakan tidak dapat dikalahkan); (3) sudah sembuh (tt ayam sabungan)
corak co.rak [n] (1) bunga atau gambar (ada yg berwarna-warna) pd kain (tenunan, anyaman, dsb): -- kain sarung ini kurang bagus; besar-besar -- kain batik itu; (2) berjenis-jenis warna pd warna dasar (tt kain, bendera, dsb): dasarnya putih, -- nya merah; (3) ki sifat (paham, macam, bentuk) tertentu: perkumpulan itu tidak tentu -- nya; -- politiknya tidak tegas
dagang sapi [ki] permufakatan politik di antara partai untuk memenuhi keinginan masing-masing; perihal tawar-menawar dl pembentukan kabinet parlementer di antara partai politik
dahulu sorak kemudian tohok [pb] menggembar-gemborkan sesuatu yg belum terjadi (belum terbukti)
dakwaan alternatif dak.wa.an alternatif [Huk] dakwaan lebih dr satu, jika dakwaan yg pertama tidak terbukti, dakwaan yg lain tidak perlu dibuktikan
dakwaan kumulatif dak.wa.an kumulatif [Huk] dakwaan lebih dr satu dan semuanya harus dibuktikan
dakwaan subsider dak.wa.an subsider [Huk] dakwaan pengganti jika dakwaan primer tidak terbukti
dalil da.lil [n] (1) keterangan yg dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran (terutama berdasarkan ayat Alquran); (2) patokan dl matematika dsb: salah satu -- segitiga sama sisi adalah bahwa ketiga sudutnya sama besar; (3) pendapat yg dikemukakan dan dipertahankan sbg suatu kebenaran: ia tidak dapat mempertahankan -- nya yg dikemukakan pd rapat itu; (4) tanda; penunjukan
dari da.ri [p] (1) kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat -- Semarang menuju Surabaya; -- halaman 20-50; (2) kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang -- Medan; menerima surat -- ayahnya; (3) sejak; mulai: -- dulu dia sudah kuperingatkan; (4) oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya -- kemauannya sendiri; (5) tentang; mengenai: -- hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; (6) kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat -- emas murni; (7) kata depan yg bermakna 'yg berupa' atau 'yg terjadi': dihidangkan makanan -- buah-buahan dan kue-kue; (8) cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal -- emas; (9) kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu -- perbuatan itu; menghindarkan diri -- bahaya maut; (10) cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru -- Presiden akan disiarkan melalui radio; (11) melalui; melewati: ia masuk -- pintu belakang
deideologisasi de.i.de.o.lo.gi.sa.si [n] berhentinya proses pendalaman (penyebaran) ideologi: negara itu dl melaksanakan politik luar negerinya sekarang tidak akan melakukan --
dekat dapat ditunjal [pb] perkataan atau pengakuan yg dapat dibuktikan kebenarannya
demografi de.mo.gra.fi [n] ilmu tt susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yg memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dr sudut sosial politik; ilmu kependudukan
demokrasi formal corak pemerintahan yg semata-mata dilihat dr ada atau tidaknya lembaga politik demokrasi spt perwakilan rakyat
demokrasi langsung corak pemerintahan demokrasi yg dilakukan secara langsung oleh semua warga negara, msl dl membuat keputusan politik
demokrasi liberal sistem politik dng banyak partai, kekuasaan politik berada di tangan politisi sipil yg berpusat di parlemen; demokrasi parlementer
demokrasi tidak langsung corak pemerintahan demokrasi yg dilakukan melalui badan perwakilan rakyat yg dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kpd rakyat (warga negara diberi hak turut serta menentukan keputusan politik melalui badan perwakilan rakyat)
deparpolisasi de.par.po.li.sa.si [n] pengurangan jumlah partai politik
depolitisasi de.po.li.ti.sa.si [n] penghilangan (penghapusan) kegiatan politik
detente de.ten.te [n] peredaan ketegangan (dl hubungan antarnegara dsb): semoga politik -- antara kedua negara itu dapat dipertahankan
diberi bertali panjang diberi ber.ta.li panjang [pb] diberi kebebasan yg seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya: ~ boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing, pb ada tanda (bukti) yg jelas atau yg boleh dipegang teguh
dinas intelijen [Pol] dinas dl angkatan bersenjata atau badan khusus negara yg menyelidiki segala aliran politik di dl negeri dan kegiatan politik oleh agen dr negara lain
dinding teretas [pb] (1) sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian; (2) sesuatu yg telah cukup buktinya
doktrin dok.trin [n] (1) ajaran (tt asas suatu aliran politik, keagamaan; (2) pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dl penyusunan kebijakan negara: dl sejarah Amerika kita kenal -- Monroe
dokumen do.ku.men [n] (1) surat yg tertulis atau tercetak yg dapat dipakai sbg bukti keterangan (spt akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian); (2) barang cetakan atau naskah karangan yg dikirim melalui pos; (3) rekaman suara, gambar dl film, dsb yg dapat dijadikan bukti keterangan
dokumentasi do.ku.men.ta.si [n] (1) pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan informasi dl bidang pengetahuan; (2) pemberian atau pengumpulan bukti dan keterangan (spt gambar, kutipan, guntingan koran, dan bahan referensi lain): panitia dilengkapi dng seksi pameran, publikasi, dan --
dominasi do.mi.na.si [n] (1) penguasaan oleh pihak yg lebih kuat thd yg lebih lemah (dl bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dsb); (2) Ling hal tergantungnya suatu konstituen sintaktis pd simpai di atasnya
ekokronologi eko.kro.no.lo.gi [n] penarikhan kejadian biologi dng menggunakan bukti paleoekologi
eksakta ek.sak.ta [n] bidang ilmu tt hal-hal yg bersifat konkret yg dapat diketahui dan diselidiki berdasarkan percobaan serta dapat dibuktikan dng pasti
eksistensi ek.sis.ten.si [n] hal berada; keberadaan: partai-partai yg -- nya memang tidak dapat dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dr percaturan politik
ekspansi ek.span.si [n] (1) perluasan wilayah suatu negara dng menduduki (sebagian atau seluruhnya) wilayah negara lain; perluasan daerah: dl Perang Dunia II beberapa negara Asia Tenggara telah menjadi sasaran politik -- Jepang; (2) Fis pemuaian (khususnya gas dan uap): -- gas terjadi apabila gas itu kita panaskan; (3) Ek perluasan peredaran uang ke dl sirkulasi
ekspansionisme ek.span.si.o.nis.me [n] politik atau tindakan melakukan ekspansi, terutama ekspansi wilayah, oleh suatu bangsa
eksperimen ek.spe.ri.men [n] percobaan yg bersistem dan berencana (untuk membuktikan kebenaran suatu teori dsb)
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
faksi fak.si [n Pol] kelompok di dl suatu partai politik, yg umumnya anggotanya para politisi yg mencoba menonjolkan diri dng cara-cara oportunistis atau dng cara mendorong perpecahan di dl partai politiknya, bahkan di dl negara secara keseluruhan
fanatik fa.na.tik [a] teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb): tokoh partai itu berada di tengah-tengah pengikutnya yg --
fanatisme fa.na.tis.me [n] keyakinan (kepercayaan) yg terlalu kuat thd ajaran (politik, agama, dsb)
feodalisme fe.o.dal.is.me [n] (1) sistem sosial atau politik yg memberikan kekuasaan yg besar kpd golongan bangsawan; (2) sistem sosial yg mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja; (3) sistem sosial di Eropa pd Abad Pertengahan yg ditandai oleh kekuasaan yg besar di tangan tuan tanah
fotografi forensik [Huk] pemotretan dng membuat gambar mengenai segala hal yg diperlukan guna penyidikan dl pembuktian; fotografi kehakiman
front [n] (1) bagian terdepan; garis depan; (2) medan pertempuran; (3) gerakan kesatuan atau gerakan bersama dl mencapai suatu tujuan politik atau ideologi
geledah ge.le.dah [v] , meng.ge.le.dah v memeriksa (orang, rumah, dsb) untuk mencari sesuatu (spt barang larangan, barang curian, surat-surat bukti): petugas keamanan ~ kopor yg dicurigai berisi barang-barang terlarang
gerakan ge.rak.an [n] (1) perbuatan atau keadaan bergerak (air, laut, mesin); (2) pergerakan, usaha, atau kegiatan dl lapangan sosial (politik dsb): ~ kaum buruh
gerpol ger.pol [n akr] gerakan politik: mereka melancarkan -- untuk mempengaruhi penduduk
glasnos glas.nos [n] keterbukaan, baik ucapan maupun kebijaksanaan dan kemauan politik yg dilaksanakan secara berani serta konsekuen (di Uni Soviet dahulu)
globalisme glo.bal.is.me [n] paham kebijakan nasional yg memperlakukan seluruh dunia sbg lingkungan yg layak diperhitungkan, terutama untuk bidang ekonomi dan politik: masyarakat dunia kini sedang menghadapi tujuan-tujuan baru, -- yg memukau, tetapi juga mengkhawatirkan
golak go.lak [v] ber.go.lak v (1) menggelegak; mendidih berbual-bual: rebuslah kentang dan telur itu ke dl air panas yg ~ selama lima menit; (2) bergelora keras; tidak tenang (tt keadaan politik dsb); terjadi kerusuhan (huru-hara dsb): daerah yg ~ di benua itu makin meluas; (3) rusuh hati (gelisah): hatinya ~ mendengar berita bahwa lamarannya ditolak
golongan fungsional go.long.an fungsional potensi nasional dl masyarakat Indonesia yg tumbuh dan bergerak secara dinamis yg ikut di dl perwakilan secara efektif guna kelancaran jalannya roda pemerintahan dan stabilitas politik
golongan karya go.long.an karya golongan fungsional; (2) (huruf pertama ditulis dng huruf kapital) partai politik berlambang pohon beringin, disingkat Golkar
gugat gu.gat [v] meng.gu.gat v (1) mendakwa; mengadukan (perkara): jika hendak ~ , Anda harus membawa bukti-bukti yg sah; (2) menuntut (janji dsb); membangkit-bangkitkan perkara yg sudah-sudah; (3) mencela dng keras; menyanggah: tidak ada yg berani ~ keputusan kepala suku itu [n] guncangan
guram gu.ram [a] suram; muram; tidak bercahaya: betapa sepi dan -- nya hidup saya tahun-tahun terakhir ini [Jw] (1) n kutu pd ayam yg sedang mengeram dsb; (2) a ki kecil dan tidak bermutu: dl percaturan politik partai-partai -- biasanya tersisihkan
hak memilih hak untuk memberi suara dl pemilihan umum; (2) hak untuk memberi suara dl masalah politik, khususnya hak atau kekuasaan untuk berperan serta dl memilih atau menolak rencana undang-undang
haluan negara arah, tujuan, pedoman, atau petunjuk resmi politik suatu negara
hangat ha.ngat [a] (1) agak panas: masakannya masih --; (2) sedikit lebih dp timbangan (bobot) yg sebenarnya: gula itu -- timbangannya; (3) gembira: kedatangan Menteri Pertanian disambut -- oleh masyarakat tani setempat; (4) genting; tegang: suasana politik -- kembali; (5) baru saja terjadi; masih baru (tt peristiwa, kabar): surat kabar itu selalu memuat berita-berita yg --
harakah ha.ra.kah [Ar n] pergerakan kegiatan dl lapangan sosial (politik dsb)
hipotesis hi.po.te.sis [n ] sesuatu yg dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dsb) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan; anggapan dasar
hipotesis kerja hipotesis yg menjelaskan akibat suatu sebab tertentu yg akan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian
hujah hu.jah ? hujat [Ar n] tanda; bukti; alasan
identifikasi iden.ti.fi.ka.si [n] (1) tanda kenal diri; bukti diri; (2) penentu atau penetapan identitas seseorang, benda, dsb; (3) Psi proses psikologi yg terjadi pd diri seseorang krn secara tidak sadar dia membayangkan dirinya spt orang lain yg dikaguminya, lalu dia meniru tingkah laku orang yg dikaguminya itu
ideologi ide.o.lo.gi [n] (1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup: dl pertemuan itu penatar menjelaskan dasar -- negara; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan: hal itu menjadi makanan empuk bagi -- asing yg ingin menginfiltrasi kita; (3)paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik: -- komunis menjadi pegangan bagi negara-negara yg selama ini disebut Blok Timur
ilmu kewarganegaraan cabang ilmu pengetahuan, khususnya bidang ilmu politik, mengenai hubungan antarwarga negara dan hubungan umum yg menyangkut masalah hak dan kewajiban warga negara thd negara dan sebaliknya
imperialis im.pe.ri.a.lis [n] bangsa (negara) yg menjalankan politik menjajah bangsa (negara) lain; negara yg memperluas daerah jajahannya untuk kepentingan industri dan modal: perasaan dendam kpd -- meluap-luap di dada para pahlawan kemerdekaan kita
imperialisme im.pe.ri.a.lis.me [n] sistem politik yg bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yg lebih besar
instabilitas in.sta.bi.li.tas [n] keadaan tidak stabil; ketidakstabilan; ke-tidakmantapan; keadaan goyah; keadaan labil; keadaan rawan (tt keamanan, politik, ekonomi, keadaan mental, dsb): adanya keresahan di kalangan rakyat dapat menimbulkan -- politik
instalasi in.sta.la.si [n El] perangkat peralatan teknik beserta perleng-kapannya yg dipasang pd posisinya dan siap dipergunakan (generator, mesin diesel, bangunan pabrik, dsb): rombongan tamu negara menuju Dumai meninjau -- minyak; -- rehabilitasi lokasi tahanan politik: tempat tahanan politik itu diubah namanya menjadi -- rehabilitasi
integrasi wilayah [Pol] pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat atas unit-unit atau wilayah politik yg lebih kecil yg mungkin beranggotakan kelompok budaya atau sosial tertentu
istidlal is.tid.lal [n Isl] (1) pembuktian; (2) pencarian rujukan tekstual pd ayat-ayat Alquran atau hadis
jual bicara hanya bercakap saja; beromong kosong tidak ada buktinya
juru ulas orang yg mengulas soal-soal politik dsb dl surat kabar; komentator; (2) penulis atau penyiar (radio, televisi) yg memberikan ulasan tt suatu peristiwa berdasarkan pandangan dan pendapatnya sendiri
kabinet ekstra parlementer kabinet yg biasanya terbentuk apabila formatur tidak berhasil menyusun kabinet parlementer krn tidak mendapat persesuaian paham dr partai-partai politik besar di dl parlemen
kadar ka.dar [n] (1) kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; (2) ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; (3) untung-malang; (4) kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya [n] (1) ukuran untuk menentukan suatu norma: belum ada -- yg pasti dl hal mengatakan salah atau benarnya bukti itu; (2) isi atau bagian yg tulen (tt emas, perak, dsb): emas ini -- nya 0,800, berarti yg tulen 4/5 nya; (3) nilai, harga, taraf (tingkatan): dl pertemuan antara para ahli itulah, baru ia tahu akan -- dirinya; (4) lebih kurang; kira-kira: jumlah anggotanya -- lima ratus orang; (5) Antr jumlah hasil pengukuran dl persentase mengenai gejala tertentu yg terdapat pd populasi tertentu dl keadaan dan jangka waktu tertentu [Jw] me.nga.dar v tidur di luar rumah (halaman dsb) [ark n] kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri
kampanye kam.pa.nye [n] (1) gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dsb); (2) kegiatan yg dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yg bersaing memperebutkan kedudukan dl parlemen dsb untuk mendapat dukungan massa pemilih dl suatu pemungutan suara
kanan ka.nan [n] (1) arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg tidak berisi jantung; sisi (pihak) yg merupakan lawan dr kiri; (2) Pol partai atau golongan yg berhaluan moderat, yaitu berdasarkan asas keagamaan, kebangsaan, atau tradisi yg sudah ada di dl percaturan politik dalam negeri sbg lawan golongan kiri yg berhaluan keras dan berdasar pd sosialisme
kapitalis birokrat [Pol] orang yg mempunyai kedudukan di dl lembaga pemerintah atau di dl organisasi politik yg menyalahgunakan kekuasaan dan kedudukan untuk memperkaya golongan atau diri sendiri
kartun kar.tun [n] (1) film yg menciptakan khayalan gerak sbg hasil pemotretan rangkaian gambar yg melukiskan perubahan posisi; (2) gambar dng penampilan yg lucu, berkaitan dng keadaan yg sedang berlaku (terutama mengenai politik)
kataklisme ka.tak.lis.me [n] (1) banjir besar; (2) huru-hara hebat; (3) perubahan sosiopolitik yg membawa malapetaka
kaukus kau.kus [n] pertemuan tertutup antartokoh partai politik untuk merencanakan strategi, kebijakan, ataupun program yg akan dikemukakan dl pertemuan terbuka partai
kaum konfederasi kelompok yg pro perbudakan, bahkan menghendaki pemerintahan sendiri yg lepas dr pemerintah pusat (di Amerika Serikat); -- mapan kelompok orang yg sudah mapan dl hal sosial, ekonomi, dan politik (biasanya kalangan eksekutif): bagi ~ mapan, pergaulan tidak saja sekadar hubungan sosial, tetapi sudah diidentikkan dng hubungan bisnis
kecenaan ke.ce.na.an [v] sudah ada cenanya; sudah terbukti
kekisruhan ke.kis.ruh.an [n] keadaan (perihal) kisruh; ketidakberesan (krn adanya penyimpangan dr peraturan, perkiraan, dsb); kekacauan: ~ politik dapat diselesaikan secara damai
kelas baru [Pol] sekelompok orang yg memiliki hak istimewa dl bidang politik dan ekonomi krn monopoli administratif yg dipegangnya
kelas penguasa [Pol] sekelompok kecil orang dl masyarakat yg melakukan semua fungsi politik, monopoli kekuasaan, dan memperoleh hak-hak istimewa
kelihatan ke.li.hat.an [v] (1) terlihat; dapat dilihat; tampak; (2) ternyata; terbukti: sekarang barulah ~ siapa yg bersalah
kelompok pendesak [Antr] kelompok yg mempunyai kekuatan tertentu sehingga dipakai oleh suatu kelompok untuk mempengaruhi kelompok lain dl percaturan politik
kelompok sekepentingan [Antr] kelompok yg warganya terikat krn perhatian dan kepentingan yg sama dl kehidupan ekonomi, sosial, politik, agama, atau kesenian
kemanjuran ke.man.jur.an [n] keadaan (hal, sifat) manjur: -- obat itu telah terbukti
kemelut ke.me.lut [n] (1) keadaan yg berbahaya (tt menderita penyakit, terutama penyakit demam); (2) keadaan genting (berbahaya, kritis): negara-negara itu menghadapi -- politik baru
kenegatifan ke.ne.ga.tif.an [n] keadaan negatif (kurang baik, kurang pasti, dsb): berbagai ~ dapat disebabkan oleh sejarah politik
kenyataan ke.nya.ta.an [n] (1) hal yg nyata; yg benar-benar ada: kebenaran itu disebabkan oleh ~; (2) terbukti; bukti(nya): ~ nya tidak pernah ada tindakan kekerasan di desa itu
kertas berharga kertas yg berisi pernyataan tertulis atau tercetak dr seseorang atau orang yg berwenang sbg bukti suatu kejadian
ketatanegaraan ke.ta.ta.ne.ga.ra.an [n] ihwal tata negara (politik dsb)
keterangan ke.te.rang.an [n] (1) uraian dsb untuk menerangkan sesuatu; penjelasan: sebelum pameran dibuka, ketua panitia memberikan ~ tt tujuan diadakannya pameran; (2) sesuatu yg menjadi petunjuk, spt bukti, tanda; segala sesuatu yg sudah diketahui atau yg menyebabkan tahu; segala alasan: saksi diminta memberikan ~ yg sejujur-jujurnya; (3) Ling kata atau kelompok kata yg menerangkan (menentukan) kata atau bagian kalimat yg lain: ~ tempat, ~ waktu
kewargaan ke.war.ga.an [n] hal yg berhubungan dng warga; keanggotaan: ia telah keluar dr ~ partai politik
kicang-kecoh ciak [pb] perkara yg akan diperiksa hendaklah ada buktinya
kikitir ki.ki.tir [n] surat bukti dr lurah tt pemilikan tanah (sawah, kebun, dsb): dng memiliki -- , petani berhak mendapat kredit
kira ki.ra [n cak] (1) pendapat yg hanya berdasarkan dugaan atau perasaan, bukan berdasarkan bukti nyata; sangka: apakah pd -- mu dia memfitnah kita?; (2) hitung; taksir: salah --
kiri ki.ri [n] arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yg berisi jantung; (2) a selalu berbuat (bekerja) dng tangan kiri; kidal: orang -- itu jika bekerja kelihatan janggal; (3) n Pol sebutan kpd partai (golongan) berhaluan sosialisme yg lama yg menghendaki perubahan secara radikal (tt politik, partai, dsb): orang-orang -- biasanya condong ke paham komunis; (4) a ki sial, tidak mujur: langkah --
koalisi ko.a.li.si [n Pol] kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dl parlemen: kabinet -- itu didukung oleh tiga partai politik yg besar
koeksistensi ko.ek.sis.ten.si [n Pol] keadaan hidup berdampingan secara damai antara dua negara (bangsa) atau lebih yg berbeda atau bertentangan pandangan politiknya
komisar ko.mi.sar [n] (1) kepala urusan pemerintahan di Rusia; (2) petugas politik partai komunis Rusia yg mendampingi komandan satuan militer
komisaris ko.mi.sa.ris [n] (1) orang yg ditunjuk oleh anggota (pemegang saham dsb) untuk melakukan suatu tugas, terutama menjadi anggota pengurus perkumpulan, perusahaan perseroan, dsb: sesudah memilih ketua, penulis, dan bendahara, lalu rapat itu memilih lima orang --; (2) pejabat pemerintah yg ditunjuk dan ditugasi sbg wakil pemerintah suatu negara menjadi anggota persatuan antarnegara; (3) Pol petugas partai politik pd tingkatan desa
komisi Pemilihan Umum lembaga atau badan yg dibentuk oleh presiden yg terdiri atas wakil pemerintah dan partai politik untuk melaksanakan pemilihan umum, dipimpin oleh seorang ketua dr salah satu wakil tsb
komunisme ko.mun.is.me [n] paham atau ideologi (dl bidang politik) yg menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels, yg hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dng hak milik bersama yg dikontrol oleh negara
kongres kong.res [n] (1) pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah; muktamar; rapat besar; (2) pertemuan wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah; (3) Pol dewan legislatif yg terdiri atas senat dan dewan perwakilan di Amerika Serikat, yg pd dasarnya bertugas mengawasi dan mencocokkan kegiatan pemerintah
konservatisme kon.ser.va.tis.me [n] paham politik yg ingin mempertahankan tradisi dan stabilitas sosial, melestarikan pranata yg sudah ada, menghendaki perkembangan setapak demi setapak, serta menentang perubahan yg radikal
konstatir kon.sta.tir [v] me.ngon.sta.tir v memberi pernyataan tt adanya suatu gejala; mengambil kesimpulan (berdasarkan bukti atau gejala yg nyata)
konstelasi kon.ste.la.si [n] (1) kumpulan orang, sifat, atau benda yg berhubungan; (2) keadaan, tatanan: -- politik di Eropa; (3) bangun; bentuk; susunan; kaitan; (4) gambaran; keadaan yg dibayangkan: dl negara demokratis, pemerintah sedapat mungkin mencerminkan -- kekuatan yg ada dl masyarakat
kontra revolusi perlawanan terorganisasi thd gerakan politik revolusioner, dilakukan oleh orang yg menginginkan terjaganya kestabilan
konvensi kon.ven.si [n] (1) permufakatan atau kesepakatan (terutama mengenai adat, tradisi, dsb): berdasarkan -- , sudah sewajarnya pria melindungi wanita; (2) perjanjian antarnegara, para penguasa pemerintahan, dsb: -- Hukum Laut telah disetujui oleh negara sedang berkembang; (3) konferensi tokoh masyarakat atau partai politik dng tujuan khusus (memilih calon untuk pemilihan anggota DPR dsb)
krisis kabinet kegentingan politik yg terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat sehingga kabinet meletakkan jabatan
kronisme kro.nis.me [n] sikap atau tindakan yg memperlihatkan keberpihakan dl memilih, merekrut, dsb teman dekat tanpa melihat atau mempertimbangkan kualifikasinya (dl bidang politik): pejabat di daerah itu dituduh melakukan -- dl susunan pemerintahannya
kronogram kro.no.gram [n] kalimat, kata, atau tanda yg memperlihatkan (mengandung arti) tahun atau zaman: "candrasengkala" dan "suryasengkala" adalah jenis --; -- pd pintu candi itu membuktikan bahwa candi itu dibangun pd abad XII
krusial kru.si.al [a] (1) gawat; genting; (2) menentukan: kepincangan yg tampak, baik pd ketenagakerjaan maupun pendidikan dasar, merupakan aspek yg -- pd pembangunan sosial sehingga akan mempengaruhi sektor perekonomian; (3) rumit, sulit sekali: percaturan politik di negara itu menjadi -- krn ulah negara adikuasa; (4) berkenaan dng kehancuran perusahaan
kuitansi ku.i.tan.si [n] surat bukti penerimaan uang
label bagasi label yg dipasang pd setiap barang penumpang sbg tanda bukti bahwa barang itu milik penumpang dng tujuan tertentu
lahir la.hir [v] keluar dr kandungan: ia -- di Jakarta pd tahun 1951; (2) v muncul di dunia (masyarakat): setelah itu, -- lah beberapa organisasi politik yg lain; (3) n yg tampak dr luar: -- nya amat peramah, tetapi batinnya siapa tahu; (4) n berupa benda yg kelihatan; keduniaan; jasmani: kemuliaan --; pengetahuan --; pendidikan --
lakon la.kon [n Sas] (1) peristiwa atau karangan yg disampaikan kembali dng tindak tanduk melalui benda perantara hidup (manusia) atau suatu (boneka, wayang) sbg pemain: pertunjukan wayang kulit dng -- Baratayuda; (2) peran utama; (3) karangan yg berupa cerita sandiwara (dng gaya percakapan langsung): cerita itu sudah dijadikan -- untuk dipentaskan; (4) ki perbuatan; kejadian; peristiwa: demikianlah kesudahannya -- seorang petualang politik
landasan kata lan.das.an kata bukti atau keterangan sbg penguat suatu kesaksian yg diberikan
lihat li.hat [v] me.li.hat v (1) menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan): kepala desa ~ rakyat membersihkan selokan; (2) menonton: nanti malam kami akan ~ pertandingan tinju; (3) mengetahui; membuktikan: saya ingin ~ sampai di mana kemampuannya; (4) menilik: ~ gelagatnya, kedatangan mereka mempunyai maksud yg kurang baik; (5) meramalkan: seorang ahli nujum atau astrolog dapat ~ nasib seseorang; (6) menengok (orang sakit); menjenguk: kami merencanakan untuk ~ kakek di rumah sakit
lobi lo.bi [n] (1) ruang teras di dekat pintu masuk hotel (bioskop dsb), yg dilengkapi dng perangkat meja kursi, yg berfungsi sbg ruang duduk atau ruang tunggu; (2) kegiatan yg dilakukan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dl kaitannya dng pemungutan suara menjelang pemilihan ketua suatu organisasi, spt parlemen dan partai politik
manifesto ma.ni.fes.to [n] pernyataan terbuka tt tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok: -- politik; -- komunis
manipol ma.ni.pol [n akr] Manifesto Politik, nama garis-garis besar haluan negara yg diambil dr amanat Presiden Soekarno, tanggal 17 Agustus 1959, berjudul "Penemuan kembali Revolusi Kita"
marhaenisme mar.ha.en.is.me [n Pol] (1) paham yg bertujuan memperjuangkan nasib kaum kecil untuk mendapatkan kebahagiaan hidup; (2) ideologi politik yg tumbuh dan berkembang di Indonesia berdasarkan keadaan dan keinginan masyarakat Indonesia dng asas sosionasional, sosiodemokrasi, gotong royong, kebangsaan, kemerdekaan beragama, dan kerakyatan
massa mengambang massa yg tidak tahu arah politik, biasanya massa ini mudah terbawa arus politik
masukan ma.suk.an [n] (1) hasil memasukkan; apa yg dimasukkan: -- itu sedang diolah di dl komputer; (2) pengaruh yg membawa akibat thd jalannya fungsi suatu sistem politik
melalui me.la.lui [v] (1) menempuh (jalan, ujian, percobaan, dsb); melintasi: untuk sampai di sana, kita dapat ~ jalan darat dan jalan sungai; (2) melewati: kemelut politik kedua negara itu dapat diatasi ~ berbagai saluran diplomatik; (3) melanggar; tidak mengindahkan (nasihat, perintah, dsb): jangan coba-coba ~ perintah atasanmu; (4) melampaui; melangkahi; melangkaui: kalau berani menjajah negeri ini, kaum penjajah harus ~ mayat para patriot bangsa
melebur me.le.bur [v] (1) menjadikan lebur (luluh); menjadi cair (tt logam): timah ~ pd 332oC; (2) membubarkan diri kemudian bergabung dng yg lain (tt perkumpulan): beberapa partai politik telah ~ menjadi satu
melihat arus me.li.hat arus menyesuaikan diri dng situasi (politik, pendapat, dsb) untuk keselamatan diri
membahas mem.ba.has [v] (1) membicarakan; memperdebatkan: sebelum menyetujui Rancangan Undang-Undang Otonomi Daerah, DPR -nya bersama Pemerintah; (2) mengkritik; membantahi: bukti sudah jelas dan tidak mungkin kita -nya lagi
membentengi mem.ben.tengi [v] (1) membuatkan benteng pd: raja-raja dulu -- istananya dng dinding batu yg kukuh; (2) melindungi: untuk -- diri thd lawan politiknya, dia berusaha mengambil hati rakyat banyak
memberatkan mem.be.rat.kan [v] (1) menjadikan beban (tanggungan dsb) berat: kehadiranku di rumah itu akan -- bebannya; (2) memperkuat (tuduhan, sangkalan, dsb): bukti-bukti yg -- terdakwa cukup banyak; (3) mementingkan; mengutamakan: jika kita ingin maju, kita harus -- sektor pendidikan dr sektor yg lain; (4) menyerahkan (kpd); membebankan (kpd): jangan -- tugas itu hanya kpd seorang saja; (5) mengagung-agungkan; meninggi-ninggikan: di mana pun berada, ia selalu -- dirinya
memersekusi me.mer.se.ku.si [v] menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis
meminggirkan me.ming.gir.kan [v] (1) menjadikan ke pinggir; menepikan: supir itu berusaha ~ mobilnya; (2) ki menggeser (mengganti, memindahkan) pangkat, jabatan, dsb; menyisihkan (dr kegiatan dsb): secara diam-diam pemerintah berhasil ~ tokoh penting itu dr arena politik
memisah me.mi.sah [v] (1) menjauhkan diri (dr); mengasingkan diri; tidak mau bersatu (dng): ia sengaja ~ dr teman-temannya; gerakan ~ , gerakan politik yg merupakan sempalan dr organisasi induknya; (2) melerai
memolitikkan me.mo.li.tik.kan [v] menjadikan atau memasukkan ke dl urusan politik
mempersaksikan mem.per.sak.si.kan [v] mempertunjukkan (mempertontonkan, memperlihatkan) sbg bukti: pemain drama itu akan -- kesanggupannya sbg pemain watak di atas pentas
mempropagandakan mem.pro.pa.gan.da.kan [v] (1) menyiarkan pendapat (paham politik dsb) dng maksud mencari pengikut atau dukungan: mereka ~ program kerjanya; (2) cak mereklamekan (barang dagangan dsb): tidak sedikit ongkos dikeluarkan untuk ~ obat-obatan itu
memproses mem.pro.ses [v] menyediakan (membuat, menyempurnakan, dsb) barang melalui berbagai proses: dl ~ perkara, barang-barang bukti harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang dan rusak
menahkikkan me.nah.kik.kan [v] (1) menetapkan (menentukan) kebenaran dng bukti; (2) mengesahkan
menandakan me.nan.da.kan [v] (1) menyatakan atau menunjukkan (bahwa): angka rapornya yg baik ~ kerajinan dan kecerdasan otaknya; (2) menjadi tanda (alamat); memberi alamat (bahwa ...): tidak dibalasnya suratmu itu ~ bahwa dia benci kepadamu; (3) menerangkan atau memberitahukan dng tanda (isyarat): tanda panah itu ~ arah jalan yg harus kita tempuh; (4) membuktikan (dng tanda): ia harus ~ bahwa ia benar-benar suami yg sah dr wanita itu
mencabuli men.ca.buli [v] (1) mencemari (kehormatan perempuan); (2) cak memperkosa atau melanggar hak (kedaulatan dsb): tindakannya telah ~ kebebasan politik negara lain
mencekokkan men.ce.kok.kan [v] (1) meminumkan dng paksa: setiap waktu yg telah ditentukan dia ~ obat ini kpd anaknya; (2) ki mengajarkan atau memberikan pengetahuan (ajaran, paham, dsb) terus-menerus: tokoh-tokoh partai telah berhasil ~ paham politik partainya kpd anggotanya
mencela men.ce.la [v] mengatakan bahwa ada celanya; mencacat; mengecam; mengkritik; menghina: dng terang-terangan ia ~ politik luar negeri kita; engkau harus berdiam diri walaupun ia ~ mu
mencema men.ce.ma [v] menuduh; menyangka; mengadukan (kpd hakim): ia ~ kawannya korupsi, tetapi tidak dapat memberikan bukti yg dapat dipertanggungjawabkan
mendapati men.da.pati [v] (1) memperoleh; menemukan: di toko itu engkau tidak akan ~ apa yg hendak kaubeli; (2) menemui; menjumpai: di negeri ini kita ~ banyak objek pariwisata; (3) mengalami: mereka tidak ~ kesulitan yg berarti dl pendakian gunung itu; (4) mengetahui (kenyataan adanya bukti, kesalahan, dsb): setelah memeriksa dng teliti, polisi ~ racun dl makanan korban; (5) melihat: tadi malam Ayah ~ jendela samping terbuka
mendepolitisasi men.de.po.li.ti.sa.si [v] menghilangkan (menghapuskan) kegiatan politik: mahasiswa berdemonstrasi di gedung DPR dan mendesak agar peraturan yg dianggap akan ~ kampus dicabut
mendinding men.din.ding [v] (1) menjadi dinding (penyekat, pelindung, dsb) sbg dinding: bukti-bukti itu ~ sekeliling kita; (2) menghalangi; melindungi: ia ~ matanya dng kacamata hitam supaya tidak silau
mengagitasi meng.a.gi.ta.si [v] menghasut orang banyak untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik, ormas, dsb
mengalirkan meng.a.lir.kan [v] (1) menyalurkan (air dsb) ke ...; menyebab- kan mengalir: ~ air sungai ke sawah; (2) mengarahkan cita-cita (politik dsb): gubernur itu berusaha ~ pendapat yg beraneka ragam dr anggota masyarakat ke arah pembangunan
mengeliminasi meng.e.li.mi.na.si [v] (1) menghapuskan; menghilangkan: dokter berusaha ~ racun itu dr tubuh korban; (2) menyingkirkan; membuang; mengasingkan: pemerintah negara itu telah ~ para tahanan politik ke sebuah pulau terpencil; (3) menyisihkan
menggantung meng.gan.tung [v] (1) mengaitkan pd sesuatu yg tinggi sehingga tidak menjejak tanah (dasar, lantai, dsb); membuat menjadi tergantung: ia ~ jasnya pd paku di dinding rumahnya; (2) membunuh dng mengikat leher dng tali yg digantungkan pd tiang dsb: ada tanda-tanda yg menunjukkan ia tidak ~ diri, melainkan digantung orang; (3) ki menahan sesuatu (spt perkara) hingga ada bukti-bukti yg sah: perkara itu masih ~ , belum putus juga
menggerpol meng.ger.pol [v] mengadakan gerpol (gerakan politik): mereka masih sering ~ penduduk
menggeser meng.ge.ser [v] (1) menggesel; menggesek; menggosok: mobil itu rusak pintunya krn ~ tembok; (2) memindahkan; mendorong (menarik dsb) supaya bergeser (beralih): ia ~ meja itu ke depan; (3) ki memencilkan: pemerintah negara itu berusaha ~ tokoh oposisi itu dr dunia politik
menghangat meng.ha.ngat [v] menjadi hangat: menjelang pemilihan umum suasana politik ~
mengikuti meng.i.kuti [v] (1) menurutkan (sesuatu yg berjalan di depan, yg telah ada); mengiringi; menyertai: akhirnya tahulah dia bahwa yg ~ sejak tadi adalah seorang reserse; (2) turut belajar atau mendengarkan (dl kursus, kuliah, latihan, dsb): lebih dr seminggu ia tidak ~ kuliah krn sakit; (3) memperhatikan (mendengarkan, melihat, membaca, dsb) baik-baik: pemerintah selalu ~ perkembangan politik di luar negeri
mengimbangi meng.im.bangi [v] menjadikan imbang (berimbang); menjadikan setimbang (sebanding, sepadan, dsb); membanding; memadai; membalas (kebaikan, cinta, dsb): sekarang terbuktilah sudah bahwa adikku selama ini tidak ~ kebaikanku
menginfiltrasikan meng.in.fil.tra.si.kan [v] menyusupkan: partai berhaluan kiri ~ kadernya ke semua organisasi massa dan partai politik
mengklaim meng.klaim [v] (1) meminta atau menuntut pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang (suatu organisasi, perkumpulan, negara, dsb) berhak memiliki atau mempunyai hak atas sesuatu: ada negara lain yg ~ kepulauan itu; (2) menyatakan suatu fakta atau kebenaran sesuatu: pemerintah baru ~ bahwa tokoh politik itu meninggal krn bunuh diri
mengorbitkan meng.or.bit.kan [v] (1) meluncurkan satelit dsb ke angkasa luar sehingga masuk ke dl orbit suatu benda langit: beberapa negara besar telah -- satelit bumi; (2) ki mendorong seseorang untuk tampil sbg jalan untuk membuat orang itu cepat terkenal (di bidang sosial, politik, dsb)
mengungkapkan meng.ung.kap.kan [v] (1) melahirkan perasaan hati (dng perkataan, air muka, gerak-gerik): mengarang itu dipakainya untuk ~ isi hati; (2) menunjukkan; membuktikan; menyingkapkan (tt sesuatu yg tadinya masih menjadi rahasia atau tidak banyak diketahui orang): keterangannya itu ~ bahwa dia sebenarnya banyak mempunyai utang; (3) mengemukakan; menyatakan; memaparkan: saya akan ~ garis-garis besarnya saja; (4) menerangkan dng jelas; menguraikan: ia belum ~ apa fungsi sebenarnya dr tulisan itu
menilang me.ni.lang [v] menangkap (pengemudi, pengendara) yg terbukti melanggar lalu lintas
menunggang me.nung.gang [v] (1) menaiki; mengendarai dng duduk kaki mengangkangi (punggung kuda dsb): ~ kuda; ~ sepeda; (2) ki menggunakan (gerakan, perkumpulan, dsb) untuk kepentingan sendiri: salah satu partai politik sempat ~ gerakan buruh di kota A
menunjuk me.nun.juk [v] (1) mengacungkan jari telunjuk ke ...: orang itu yg kucari, katanya sambil ~ ke arah anak laki-laki berbaju kumal itu; (2) memberi tahu dng sesuatu yg diarahkan ke ...: gambar itu ~ ke arah tempat yg hendak dituju; (3) mengacungkan jari telunjuk ke atas: siapa yg tahu jawabannya hendaklah ~; (4) menentukan (siapa-siapa yg diberi tugas, dipilih, diangkat, dsb): Bu Guru ~ anak terpandai di kelas sbg ketua kelas; (5) menyatakan (sesuatu); mengingatkan dng menyebut bukti (pasal, aturan, surat, dsb): ia ~ Pasal 15 sbg dasar tindakannya itu
menunjukkan me.nun.juk.kan [v] (1) memperlihatkan; menyatakan; menerangkan (dng bukti dsb); menandakan (bahwa ...): ~ kekuasaannya; (2) memberi tahu (tt sesuatu): mudah-mudahan Tuhan ~ jalan yg benar
menyaksikan me.nyak.si.kan [v] (1) melihat untuk membuktikan: kita dapat -- kebolehannya nanti di arena pertandingan; (2) melihat dng sesungguhnya: ia benar-benar -- peristiwa (kejadian) itu; (3) mengetahui (menghadiri) selaku saksi; menyatakan kebenaran: lurah dan camat -- penandatanganan perjanjian jual beli tanah itu
menyalahkan me.nya.lah.kan [v] (1) menyatakan (memandang, menganggap) salah: jangan -- dia sebelum terbukti kesalahannya; (2) melemparkan kesalahan kpd; mempersalahkan; menyesali: kalau usahamu tidak berhasil, jangan -- orang lain
menyaman me.nya.man [v] (1) menuntut; mendakwa: jaksa -- orang itu atas kesalahan melakukan pencurian dan penipuan; (2) menyita: polisi telah -- senjata dan pisau milik telah sbg barang bukti
menyita me.nyi.ta [v] (1) mengambil, merampas, dan menahan barang, dilakukan oleh alat negara (polisi dsb) sesuai dng putusan hakim; membeslah: jaksa menuntut agar negara -- barang bukti seharga dua ratus juta rupiah; (2) cak mengambil; merampas: melukis telah -- sebagian besar waktuku
menyubordinasikan me.nyub.or.di.na.si.kan [v] menjadikan subordinasi: ke-kuatan-kekuatan politik yg saling bertarung -- lembaga-lembaga agama yg sebelumnya otonom
menyusupkan me.nyu.sup.kan [v] (1) memasukkan ke bawah sesuatu: ia -- dompetnya di bawah bantal; (2) merembeskan masuk; menyelundupkan: ia -- barang terlarang melalui petugas pelabuhan; pihak musuh terbukti telah -- mata-matanya
merehabilitasi me.re.ha.bi.li.ta.si [v] (1) melakukan rehabilitasi; memulihkan kpd (keadaan) yg dahulu (semula); (2) memulihkan kehormatan (nama baik): pengadilan ~ nama tertuduh yg tidak terbukti kesalahannya
merisaukan me.ri.sau.kan [v] (1) mengganggu (keamanan, ketenteraman): jika terbukti ~ ketenteraman masyarakat, dia pasti akan dituntut; (2) menggelisahkan: peristiwa itu sangat ~ hati kami
misi mi.si [n] (1) perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dl bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian, dsb: -- perdagangan kita akan mengadakan kunjungan ke luar negeri; (2) tugas yg dirasakan orang sbg suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme, dsb; (3) Kris kegiatan menyebarkan Kabar Gembira (Injil) dan mendirikan jemaat setempat, dilakukan atas dasar pengutusan sbg kelanjutan misi Kristus;
mulut asin yg dikatakannya selalu terbukti
mulut bergetah [ki] yg diucapkannya seringkali terbukti
negara ne.ga.ra [n] (1) organisasi dl suatu wilayah yg mempunyai kekuasaan tertinggi yg sah dan ditaati oleh rakyat; (2) kelompok sosial yg menduduki wilayah atau daerah tertentu yg diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yg efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya: kepentingan -- lebih penting dp kepentingan perseorangan
negara Islam negara yg setiap perilaku politiknya didasarkan atas nilai-nilai atau ajaran agama Islam yg bersumber pd Alquran dan hadis Nabi Muhammad saw.
negara sekular negara yg memisahkan agama politik negara
negara totaliter negara yg menggunakan segala-galanya (manusia dan benda) untuk kepentingan negara; negara yg menguasai segenap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik para warganya
negarawan ne.ga.ra.wan [n] ahli dl kenegaraan; ahli dl menjalankan negara (pemerintahan); pemimpin politik yg secara taat asas menyusun kebijakan negara dng suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dng kebijaksanaan dan kewibawaan: beliau merupakan pahlawan besar dan -- agung
neoliberalisme ne.o.li.be.ral.is.me [n] aliran politik ekonomi yg muncul setelah Perang Dunia I, ditandai dng tekanan berat pd segi positif ekonomi pasar bebas, disertai dng usaha menekan campur tangan pemerintah dan konsentrasi kekuasaan swasta thd perekonomian
neraca ne.ra.ca [n] (1) alat untuk mengukur berat (terutama yg berukuran kecil), biasanya berupa batang lurus dng dua mangkuk yg digantungkan pd kedua ujungnya untuk tempat anak timbangan dan benda yg ditimbang, spt alat yg dipakai untuk menimbang emas; (2) Dag catatan perbandingan untung rugi, utang-piutang, pemasukan dan pengeluaran, dsb: tiap akhir tahun perusahaan harus membuat --; (3) perimbangan (politik, kekuatan, dsb): -- politik di Vietnam bergeser ke kiri; (4) Fis peranti untuk menimbang massa benda
nominal no.mi.nal [a] (1) hanya namanya: ia hanya secara -- sbg presiden, sedangkan yg menentukan haluan politik adalah orang lain; (2) menurut yg tercatat atau apa yg tertulis saja: harga --; nilai -- [a Ling] bersangkutan dng nomina
nonblok non.blok [a] tidak bergabung dl satu blok tertentu (tt negara, partai politik, dsb); netral: negara itu telah menyatakan kesediaannya untuk mengambil bagian dl Konferensi Negara-Negara -- tahun ini
nostrum nos.trum [n Far] obat dng susunan yg dirahasiakan yg dikatakan sangat mujarab, tetapi belum dibuktikan secara ilmiah; obat rahasia
nota serah terima surat bukti bahwa pihak yg satu menyerahkan dan pihak yg lain menerima
nyata nya.ta [a] (1) terang (kelihatan, kedengaran, dsb); jelas sekali; kentara: huruf dl buku itu tidak -- sehingga sukar dibaca; (2) benar-benar ada; ada buktinya; berwujud: tunjukkan kasih sayangmu dng tindakan --; (3) terbukti: makin lama makin -- kecurangannya
obstruksi ob.struk.si [n] (1) sumbatan, rintangan (cairan yg tidak dapat mengalir atau bergerak dl saluran, spt adanya batu dl empedu, adanya lumpur dl pipa air); (2) Pol penghambatan yg dilakukan oleh golongan politik tertentu untuk menghalangi diterimanya suatu undang-undang atau peraturan oleh Dewan Perwakilan Rakyat
ombak nya kedengaran [pb] telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya
oposisi opo.si.si [n] (1) Pol partai penentang di dewan perwakilan dsb yg menentang dan mengkritik pendapat atau kebijaksanaan politik golongan yg berkuasa; (2) Ling pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaan arti
pahit lidah apa yg dikatakannya benar (terbukti, manjur)
paleontologi bahasa penyelidikan mengenai segi-segi kebudayaan yg buktinya dapat ditemukan dl bahasa
parokial pa.ro.ki.al [a] (1) bersifat paroki; (2) ki terbatas; sempit; picik (tt pandangan politik dsb)
partai par.tai [n] (1) perkumpulan (segolongan orang) yg seasas, sehaluan, dan setujuan (terutama di bidang politik); (2) penggolongan pemain dl bulu tangkis dsb: -- ganda; -- tunggal; (3) kumpulan barang dagangan yg tidak tentu banyaknya: dijual satu -- kain sarung; kita boleh membeli -- besar atau -- kecil
partai massa partai politik yg mengutamakan kekuatan berdasarkan keunggulan jumlah anggota
partai oposisi partai politik yg tidak ikut serta dl kabinet
partai pemerintah partai politik yg mendukung pemerintah yg sedang berkuasa
partai revolusioner partai yg bertujuan meruntuhkan atau merombak sistem politik yg ada
partikularisme par.ti.ku.la.ris.me [n] (1) sistem yg mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum; (2) aliran politik, ekonomi, kebudayaan yg mementingkan daerah atau kelompok khusus; sukuisme
pegawai negeri pegawai pemerintah yg berada di luar politik, bertugas melaksanakan administrasi pemerintahan berdasarkan perundang-undangan yg telah ditetapkan
pejantan unggul pe.jan.tan unggul ternak jantan yg telah dibuktikan (diuji) keunggulannya dl membuahkan keturunan
pelobian pe.lo.bi.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menghubungi atau melakukan pendekatan (thd pejabat pemerintah atau pemimpin politik) untuk mempengaruhi keputusan atau masalah yg dapat menguntungkan sejumlah orang; usaha untuk mempengaruhi pihak lain dl memutuskan suatu perkara atau soal, biasanya dng berunding secara tidak resmi atau secara pribadi; (2) Pol bentuk partisipasi politik yg mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau pemimpin politik dng tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yg dapat menguntungkan sejumlah orang
pelonjakan pe.lon.jak.an [n] proses, cara, keadaan melonjaknya sesuatu: ~ penjualan vitamin E tampaknya ditunjang oleh besarnya pembuktian teori radikal bebas
pemanggilan kembali pe.mang.gil.an kembali tindakan memanggil yg dilakukan oleh suatu partai politik atau golongan thd wakilnya agar keluar dr keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat
pemasyarakatan pe.ma.sya.ra.kat.an [n] proses, cara, perbuatan memasyarakatkan (memasukkan ke dl masyarakat, menjadikan sbg anggota masyarakat, dsb): tahap -- tahanan politik sudah selesai
pembakuan pem.ba.ku.an [n] proses, cara, perbuatan membakukan: salah satu tujuan politik bahasa nasional ialah -- bahasa Indonesia
pembebasan pem.be.bas.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membebaskan: -- tawanan perang; -- pajak buku-buku pelajaran; (2) perihal membebaskan terdakwa dr hukuman krn tidak terbukti kesalahannya (dinyatakan dng putusan hakim)
pembelokan pem.be.lok.an [n] proses, cara, perbuatan membelok [n] (1) proses, cara, perbuatan membelok atau membelokkan: -- politik luar negeri ke arah perdamaian dan persahabatan mendapat dukungan luas; (2) tempat berbelok; tikungan
pemecah pe.me.cah [n] (1) orang yg memecah(kan); (2) alat untuk memecahkan: sudah terbukti bahwa pencuri itu menggunakan martil sbg ~ kaca jendela
pemecah masalah pe.me.cah masalah pemimpin politik yg pragmatis, modern, dan cenderung bersifat birokratis-teknokratis dl memecahkan persoalan
pemegang obligasi pe.me.gang obligasi pemegang bukti pinjaman obligasi yg meminjamkan uang berjangka panjang terbatas
pemegang saham pe.me.gang saham pemilik surat bukti kesertaan dl modal perusahaan; peserta persekutuan dagang; pesero
pemerintah pe.me.rin.tah [n] (1) sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; (2) sekelompok orang yg secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; (3) penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yg kuat dan bijaksana; (4) badan tertinggi yg memerintah suatu negara (spt kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri; (5) negara atau negeri (sbg lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat; (6) pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang
pemerintah kesatuan pe.me.rin.tah kesatuan sistem politik dl seluruh kekuasaan yg dipusatkan pd pemerintah nasional
pemusatan pe.mu.sat.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pd tempat-tempat yg strategis; (2) Pol perubahan kekuasaan politik dr badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; (3) Pol penyerahan kekuasaan dr pembuat undang-undang kpd anggota eksekutif
pemusnahan pe.mus.nah.an [n] proses, cara, perbuatan memusnahkan; pembinasaan; pelenyapan: polisi tidak berhak melakukan -- barang bukti
pengakuan negara peng.a.ku.an negara [Pol] proses yg menjadikan suatu kesatuan politik menjadi anggota hukum internasional dan diterima sbg anggota baru masyarakat internasional
penganut peng.a.nut [n] pengikut (aliran politik); pemeluk (agama, kepercayaan): ia seorang ~ agama yg taat
pengasingan peng.a.sing.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengasingkan; (2) tempat mengasingkan orang (lawan politik); interniran
penggabungan peng.ga.bung.an [n] proses, cara, perbuatan menggabungkan:; ~ partai-partai politik itu berjalan lancar
penggeledahan peng.ge.le.dah.an [n] proses, cara, perbuatan menggeledah; pemeriksaan (orang, rumah, dsb) untuk mencari sesuatu: ~ dr rumah ke rumah dilakukan terus, tetapi belum ditemukan bukti-buktinya yg nyata
pengunjukan peng.un.juk.an [n] pemberian dng tangan terulur; penyampaian; petunjuk; keterangan (tanda, bukti, dsb) yg menunjukkan suatu hal (peristiwa dsb): ada ~ bahwa dia ikut terlibat dl perkara penggelapan uang
pengusutan peng.u.sut.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengusut; pemeriksaan; penyelidikan: untuk ~ lebih lanjut, ia kini ditahan berikut sepeda motor curiannya; (2) usaha mencari bahan-bahan bukti apabila timbul dugaan seseorang melakukan tindak pidana
penurunan bentuk pe.nu.run.an bentuk pembuktian bahwa sesuatu diturunkan secara logis dr lainnya tanpa memperhatikan artinya
penyederhanaan pe.nye.der.ha.na.an [n] proses, cara, perbuatan menyederhanakan: -- partai politik dilakukan menjelang pemilihan umum
penyidikan pe.nyi.dik.an [n] serangkaian tindakan penyidik yg diatur oleh undang-undang untuk mencari dan mengumpulkan bukti pelaku tindak pidana; proses, cara, perbuatan menyidik
perang terbatas perselisihan bersenjata yg dilakukan untuk tujuan politik terbatas dng pembatasan thd penggunaan kekuatan yg dilibatkan serta pembatasan wilayah pergolakannya
perbatasan per.ba.tas.an [n] (1) batas; (2) daerah atau jalur pemisah antara unit-unit politik (negara); daerah dekat batas: daerah -- Indonesia di wilayah Kalimantan Barat meminta perhatian khusus
perestroika pe.res.tro.i.ka [n] pembaruan dl berbagai bidang politik, ekonomi, sosial
pergolakan per.go.lak.an [n] keadaan tidak tenang; kekeruhan dl lapangan politik; huru-hara dsb; perjuangan hidup: pd tahun itu terjadi ~ besar-besaran antara pengikut kaisar melawan kaum bangsawan; waktu ~ merebut kemerdekaan, ia ikut berjuang sbg tentara pelajar
perjanjian per.jan.ji.an [n] (1) persetujuan (tertulis atau dng lisan) yg dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yg tersebut dl persetujuan itu: ~ dagang antara Indonesia dan Jerman Barat telah ditandatangani; (2) syarat: surat keputusan itu diterima dng ~ jika ada kekeliruan akan diperbaiki kelak; (3) tenggang waktu; tempo: dng ~ dua bulan; (4) Pol persetujuan resmi antara dua negara atau lebih dl bidang keamanan, perdagangan, dsb; (5) Man persetujuan antara dua orang atau lebih, dl bentuk tertulis yg dibubuhi materai, yg meliputi hak dan kewajiban timbal balik, masing-masing pihak menerima tembusan perjanjian itu sbg tanda bukti keikutsertaannya dl perjanjian itu
pers opini pers yg dng tegas membela dan mengemukakan doktrin dan gagasan sbg bagian politik pemberitaannya: -- perjuangan surat kabar yg terbit pd zaman Hindia Belanda, bercorak nasional dan menyuarakan kepentingan kaum pergerakan
perseptif per.sep.tif [a] (1) mempunyai kesadaran yg tajam; tajam tilik; cepat mengerti; cerdik; (2) berhubungan dng pengertian: dl politik, realitalah yg penting krn realita bisa objektif, bisa subjektif, dan bisa pula --
persona nongrata per.so.na non.gra.ta [n] (1) orang yg tidak disukai (disenangi); (2) sikap politik yg dilaksanakan oleh pemerintah thd (seseorang) warga negara asing yg berada di wilayah negara tsb dan mempunyai kekebalan diplomatik
persuasi per.su.a.si [n] (1) ajakan kpd seseorang dng cara memberikan alasan dan prospek baik yg meyakinkannya; bujukan halus: mereka percaya dapat meyakinkan orang lain dng -- saja; imbauan; (2) karangan yg bertujuan membuktikan pendapat
pertentangan per.ten.tang.an [n] (1) perihal bertentangan; perlawanan: ~ di antara partai politik tidak lagi sehebat dulu; (2) perselisihan; pertikaian: kedua negara itu memang mempunyai ~ politik
perut pe.rut [n] (1) bagian tubuh di bawah rongga dada: mandi lenggang -- (melenggang -- ) upacara mandi ketika hamil tujuh bulan; (2) alat pecernaan makanan di dl rongga, di bawah rongga dada (terutama yg berupa kantung tempat mencernakan makanan dan usus): -- nya mulas; -- nya sudah kosong; (3) kas makanan (rezeki, nafkah): sebenarnya bukan urusan politik lagi, melainkan urusan --; (4) bagian yg terdapat di tengah atau di dl suatu benda: tak berkelipat -- , ki tidak dapat menyimpan rahasia; (5) ki kandungan (rahim): pd waktu itu engkau masih di dalam -- ibumu; (6) ki barang apa yg yg rupanya atau bentuknya menyerupai perut 1 atau 2 [n] gulungan kecil: benang yg diurai itu digulung kecil-kecil seperut-seperut
pesta kritik perayaan untuk bebas mengkritik suatu masalah yg berkaitan dng (politik, ekonomi, hukum, dsb)
piagam pi.a.gam [n] (1) surat (tulisan pd batu, tembaga, dsb) resmi yg berisi pernyataan pemberian hak, tanah, dsb atau berisi pernyataan dan peneguhan mengenai suatu hal (tt ikrar dsb): -- itu ditandatangani oleh Presiden; -- yg mengingatkan kita kpd bukti sejarah masa lalu; (2) ijazah; diploma: kepala sekolah menyerahkan -- kpd siswa yg lulus
pluralisme plu.ra.lis.me [n] keadaan masyarakat yg majemuk (bersangkutan dng sistem sosial dan politiknya)
plutokrasi plu.to.kra.si [n Pol] sistem politik yg dikuasai oleh kaum kaya atau kaum pemilik modal (kapitalis)
pola argumentatif pola organisasi karangan dng mengatur kenyataan dl suatu susunan yg logis untuk membuktikan apakah tesis atau preposisi
politbiro po.lit.bi.ro [n] bagian dr partai komunis yg mengurus dan memutuskan masalah politik
politis po.li.tis [a] bersifat politik; bersangkutan dng politik
politisi po.li.ti.si [Lihat {politikus}]
postulat pos.tu.lat [n] asumsi yg menjadi pangkal dalil yg dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma
praduga pra.du.ga [n] anggapan tt sesuatu tanpa (harus) membuktikannya terlebih dahulu; prasangka
praduga tak bersalah [Huk] anggapan bahwa tertuduh tidak bersalah sampai dibuktikan di pengadilan
prakondisi pra.kon.di.si [n] kondisi yg menjadi (dapat dijadikan) landasan bagi suatu proses (usaha, pelaksanaan) pembangunan, perdamaian, revolusi, pemberontakan, dsb; prasyarat: stabilitas politik dan keamanan sangat diperlukan sbg -- pembangunan ekonomi
proposisi pro.po.si.si [n] (1) rancangan usulan; (2) Ling ungkapan yg dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya; -- eksklusif proposisi yg di dalamnya terdapat kata-kata hanya, sendiri, tak lain, tak satu pun, kecuali
putusan bebas pu.tus.an bebas [Huk] putusan berupa pembebasan terdakwa krn tidak terbukti bersalah melakukan suatu tindak pidana spt yg didakwakan oleh penuntut umum
radikalisme ra.di.kal.is.me [n] (1) paham atau aliran yg radikal dl politik; (2) paham atau aliran yg menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dng cara kekerasan atau drastis; (3) sikap ekstrem dl aliran politik
pihak pi.hak [n] (1) sisi (yg sebelah); bagian: -- atas; -- bawah; -- kanan; -- kiri; (2) arah; jurusan: seakan-akan angin datang dr segala --; (3) satu dr golongan (partai, orang) yg bertentangan atau berlawanan (dl perang, permainan, politik, perjanjian, dsb): dl perang ini -- yg menang dan -- yg kalah sama-sama menderita kerusakan; saya yakin dia akan melindungi -- yg benar; kedua (belah) -- , kedua-duanya (tt dua golongan atau dua orang yg bertentangan); (4) (pd -- ) dl hal; mengenai: pd -- agama, mereka itu bersikap netral; (5) orang yg termasuk dl satu lingkungan dan kepentingan; kalangan: lurah melaporkan hal tsb kpd -- berwajib; -- kejaksaan belum mengetahui tt ditangkap-nya penjahat itu; (6) orang; golongan: korban bencana alam itu memerlukan uluran tangan dr semua --
positif po.si.tif [a] pasti; tegas; tentu: hal itu diketahuinya secara --; ia memberi jawaban yg --; ia mempunyai bukti -- akan keterlibatan orang itu; (2) a yakin: ia sangat -- akan kebenaran pendapatnya; (3) a bersifat nyata dan membangun: keadaannya menunjukkan perkembangan yg --; hasilnya sangat --; (4) a menunjukkan adanya penyakit, kondisi tertentu, dsb (tt hasil pemeriksaan): hasil tes menyatakan bahwa ia -- hamil; (5) a Fis lebih besar dp nol: bilangan --; (6) n potret yg sudah jadi (bukan klise atau film); (7) a Fis bermuatan listrik lebih tinggi dp yg lain (tt kutub), yg merupakan sumber arus listrik; (8) a tidak menyangkal (membantah, dsb); mengiakan (tt kalimat, pernyataan, ucapan, dsb): kalimat -- , kalimat yg tidak mengandung kata sangkalan (spt tidak, bukan)
ragas ra.gas , me.ra.gas v (1) mencabut (rambut, rumput, dsb); menyentak; (2) ark memotong rambut; memangkas tanaman dsb , me.ra.gas v merambat; memanjat (tt tumbuh-tumbuhan) [n] tanda bukti; tanda yg didapati: -- nya bahwa ia mencuri ialah barang itu ternyata ada di rumahnya
rasialis ra.si.a.lis [n] yg mempertahankan perbedaan (dl politik, sosial, ekonomi) ras, suku, bangsa, hak suku-suku bangsa; orang yg menganut paham rasialisme
rasionalisasi ra.si.o.na.li.sa.si [n] (1) proses, cara, perbuatan menjadikan bersifat rasional; proses, cara, perbuatan merasionalkan (sesuatu yg mungkin semula tidak rasional): untuk mempertahankan kebijakan politiknya, pejabat itu telah melakukan -- yg lemah; (2) proses, cara, perbuatan yg rasional (menurut rasio) atau menjadikan nisbahnya patut (baik); (3) Ek perbaikan dl perusahaan dng menghemat tenaga kerja dan biaya serta mempertinggi produksi; perbaikan nisbah antara berbagai komponen dl perusahaan sehingga perusahaan menjadi sehat: komite -- perusahaan itu mengambil langkah penghematan biaya dan pengefisienan kerja; pengurangan karyawan itu dilakukan dl rangka -- perusahaan
reformasi re.for.ma.si [n] perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dl suatu masyarakat atau negara; -- ekonomi perubahan secara drastis untuk perbaikan ekonomi dl suatu masyarakat atau negara: perdana menteri yg baru telah menyapu kalangan oposisi dan memberikan serangan telak dng -- ekonomi
regionalisme re.gi.o.nal.is.me [n] (1) paham atau kecenderungan untuk mengadakan kerja sama yg erat antarnegara dl satu kawasan: ASEAN adalah suatu bentuk -- yg mulai diperhitungkan dl percaturan politik internasional; (2) ilmu pengetahuan daerah (kedaerahan)
rekrutmen rek.rut.men [n] pengerahan, msl tenaga kerja: -- 2.262 TKI dan TKW oleh sebuah perusahaan tenaga kerja ke luar negeri membuktikan sulitnya lapangan kerja di tanah air
reorientasi re.o.ri.en.ta.si [n] peninjauan kembali wawasan (untuk menentukan sikap dsb): pemerintah negara itu mengadakan -- dl politik luar negeri dan dalam negeri
resi mualim [Lay] surat bukti atau tanda terima muatan di atas kapal tt kondisi serta jumlahnya, yg diberikan kpd pemuat barang dan ditandatangani oleh mualim satu
Romawi Ro.ma.wi [a] (1) berkaitan dng kebudayaan, politik, bahasa, dsb dari kota Roma Kuno; (2) berkaitan dng huruf Latin; (3) berkaitan dng angka yg berasal dari daerah Mediterania (dipertentangkan dng angka Arab, spt 1, 2, 3, 4, 5,...): angka I, II, III... adalah angka --
ruwet ru.wet [a] kusut; kalut; sulit; rumit: keadaan politik semakin --
saham sa.ham [n] (1) bagian; andil; sero (tt permodalan): -- nya tertanam dl berbagai perusahaan; (2) ki sumbangan (pikiran dan tenaga): -- nya dl perjuangan kemerdekaan sangat besar; (3) Ek surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yg memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yg disetor; (4) hak yg dimiliki orang (pemegang saham) thd perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dl pemilikan dan pengawasan
saman sa.man [ark n ] (1) dakwa; (2)dakwaan: di pengadilan, jaksa telah membuktikan -- yg diajukannya; (3)surat sita: juru sita telah mengirimkan -- kepadanya seminggu yg lalu; (4)panggilan untuk menghadap pengadilan: berdasarkan -- yg diterimanya, ia akan menghadap ke pengadilan pd hari Senin nanti [n] tari ritmik, dilakukan oleh lebih dr sepuluh pemain laki-laki sambil duduk berlutut dan berjajar, diiringi dng nyanyian pantun (yg dimulai oleh syekh selaku pimpinan, mereka membuat gerak pukulan telapak tangan ke dada dan paha secara berirama)
samun sakar berdarah tangan [pb] setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan
sandiwara san.di.wa.ra [n] (1) pertunjukan lakon atau cerita (yg dimainkan oleh orang); drama; teater; tonil: umumnya -- modern tidak memakai layar sbg dekorasi; (2) perkumpulan drama (teater, tonil): banyak remaja yg menjadi anggota --; (3) ki kejadian (politik dsb) yg hanya dipertunjukkan untuk mengelabui mata, tidak sungguh-sungguh: penahanan thd orang itu hanya -- belaka
sastra protes sastra yg berisi protes (sosial, politik, ekonomi)
sehat se.hat [a] (1) baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga; (2) (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; (3) sembuh dr sakit: dokter yg merawatnya menyatakan ia telah -- dan boleh pulang segera; (4) ki baik dan normal (tt pikiran); (5) boleh dipercaya atau masuk akal (tt pendapat, usul, alasan, dsb); (6) berjalan dng baik atau sebagaimana mestinya (tt keadaan keuangan, ekonomi, dsb); (7) dijalankan dng hati-hati dan baik-baik (tt politik dsb)
sektarianisme sek.ta.ri.an.is.me [n] (1) semangat membela suatu sekte atau mazhab, kepercayaan, atau pandangan agama yg berbeda dr pandangan agama yg lebih lazim diterima oleh para penganut agama tsb; (2) aliran dl politik yg antikomunikasi, reaksioner, amat emosional, tidak kritis, angkuh, dan antidialog
saksi sak.si [n] (1) orang yg melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian): siapa -- nya bahwa saya berbuat begitu; langit dan bumi yg menjadi --; (2) orang yg dimintai hadir pd suatu peristiwa yg dianggap mengetahui kejadian tsb agar pd suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yg membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi: dua orang itu ikut menandatangani kontrak sbg --; (3) orang yg memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa: -- yg kedua itu oleh hakim dianggap tidak sah; (4) keterangan (bukti pernyataan) yg diberikan oleh orang yg melihat atau mengetahui; (5) bukti kebenaran: ia berani memberi -- dng sumpah; (6) orang yg dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tt suatu perkara pidana yg didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri
sekuritas se.ku.ri.tas [n] (1) Dag bukti utang atau bukti pernyataan modal, msl saham, obligasi, wesel, sertifikat, dan deposito; (2) Ek surat berharga
selisik se.li.sik , me.nye.li.sik v (1) menyingkap-nyingkap (rambut, bulu) untuk mencari kutu; mengutui: -- ayam ; -- kepala; (2) ki mencari (keterangan dsb); mengusut dng teliti; menyelidiki: -- bukti; -- perkara
semitisme se.mit.is.me [n] politik yg cenderung menguntungkan orang Yahudi
sendok besar tak mengenyang [pb] tidak ada buktinya
serep se.rep [Lihat {serap}] [Jw v] me.nye.repi v (1) membuktikan benar tidaknya (tt berita); (2) mencari duduk perkaranya [n] persediaan untuk mengganti apabila ada yg perlu diganti (msl rusak, hilang); cadangan: mereka hanya membawa sebuah ban --
sertifikat ser.ti.fi.kat [n] tanda atau surat keterangan (pernyataan) tertulis atau tercetak dr orang yg berwenang yg dapat digunakan sbg bukti pemilikan atau suatu kejadian: -- tanah
sertifikat kelahiran surat bukti kelahiran yg dikeluarkan oleh instansi yg berwenang
sertifikat tanah surat bukti pemilikan tanah yg dikeluarkan oleh instansi yg berwenang
siar bakar berpuntung suluh [pb] suatu perkara boleh diputuskan sesudah cukup bukti-bukti dan keterangannya
siasat si.a.sat [n] (1) periksa; pemeriksaan yg teliti; penyelidikan: jangan Kakanda kurang -- , kurang periksa; (2) pertanyaan (yg bermaksud menyelidiki dsb): panjang dan dl benar -- nya; sudi -- , pemeriksaan dng mengajukan pertanyaan-pertanyaan; (3) teliti; saksama: ia amat perkasa dan -- memerintah rakyat; (4) kecaman; kritik; teguran; celaan: atas -- pembaca yg bermaksud memperbaiki buku ini, lebih dahulu saya ucapkan terima kasih; (5) politik (muslihat, taktik, tindakan, kebijakan, akal) untuk mencapai suatu maksud: tiap-tiap partai mempunyai -- untuk melaksanakan cita-citanya dl ketatanegaraan; -- pemerintah untuk mengembalikan keamanan dl negeri disetujui oleh parlemen; (6) muslihat dan cara berperang: Angkatan Laut kita harus mengatur -- dl menghadapi serangan-serangan kapal selam lawan; (7) cara bekerja; cara melakukan sesuatu; metode: -- pekerjaan; -- mengajar membaca yg mula-mula sekali [kl n] siksa; aniaya; hukuman
simpatisan sim.pa.ti.san [n] orang yg bersimpati (kpd partai politik dsb)
sindikat kriminal gabungan (kerja sama) beberapa orang (perusahaan dsb) yg bergerak dl bidang usaha yg melanggar hukum, spt penyelundupan emas atau penjualan ganja; -- politik gabungan (kerja sama) beberapa orang (perusahaan dsb) yg bergerak dl bidang politik (pemerintahan): susunan kabinet itu telah dipaketkan dl -- politik yg bertugas mempertahankan kepentingan golongan berkuasa
sinis si.nis [a] (1) bersifat mengejek atau memandang rendah: ia tersenyum -- melihat orang itu; (2) tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yg ada pd sesuatu: dia sangat -- melihat perkembangan politik dewasa ini
sisik si.sik [n] (1) lapisan kulit yg keras dng keping-keping (pd ikan, ular, kaki ayam, dsb); (2) Bot dedaunan kecil dan tidak hijau spt terlihat pd kuncup atau batang termodifikasi [Jk n] sugi (tembakau): tembakau -- [n] -- bentuk jenis rumput, digunakan sbg pakan ternak; Desmodium triflorum [Jw n] , -- melik tanda-tanda yg memberikan petunjuk (barang) bukti; jejak: polisi masih mempunyai waktu dan kesempatan untuk mencari -- melik kejahatan itu
slogan slo.gan [n] (1) perkataan atau kalimat pendek yg menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu: negara ASEAN berpegang pd -- untuk tetap hidup berdampingan secara damai; (2) perkataan atau kalimat pendek yg menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dsb: usaha peningkatan kesejahteraan rakyat tetap merupakan -- yg selalu memikat
sosialisme so.si.a.lis.me [n] ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yg berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik negara: berkecimpung dng tokoh-tokoh politik --
sosiodrama so.si.o.dra.ma [n] (1) drama yg bertujuan memberikan informasi kpd masyarakat tt masalah sosial politik; (2) Dik metode bel-ajar yg memakai drama kemasyarakatan sbg media
sosiologi perdesaan cabang sosiologi tt masalah kehidupan, ekonomi, sosial, dan politik dl masyarakat desa
sosiologi sastra sastra karya para kritikus dan sejarawan yg terutama mengungkapkan pengarang yg dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan sosialnya, kondisi ekonomi serta khalayak yg ditujunya
spektakel spek.ta.kel [n] pertunjukan; tontonan : penonton terpukau oleh segala macam -- politik di negara tercinta ini
stabil sta.bil [a] (1) mantap; kukuh; tidak goyah (tt bangunan, pemerintah, dsb): situasi politik dl negeri kita --; (2) tetap jalannya; tenang; tidak goyang (tt kendaraan, kapal, dsb): setelah barang-barang dibuang ke laut, kapal -- kembali; (3) tidak berubah-ubah; tetap; tidak naik turun (tt harga barang, nilai uang, dsb): harga kopra sekarang mulai --
statistika sta.tis.ti.ka [n] (1) ilmu tt cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari kete-rangan yg berarti dr data yg berupa angka; (2) pengetahuan yg berhubungan dng pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan (angka-angka)
strategi nasional seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan berbagai kekuatan nasional, baik dl masa damai maupun dl masa perang, untuk mendukung pencapaian tujuan yg ditetapkan oleh politik nasional
suara su.a.ra [n] (1) bunyi yg dikeluarkan dr mulut manusia (spt pd waktu bercakap-cakap, menyanyi, tertawa, dan menangis): penyanyi itu merdu -- nya; (2) bunyi binatang, alat perkakas, dsb: kedengaran -- harimau mengaum; -- pesawat radio ini agak sember; (3) ucapan (perkataan): hanya -- saja, tidak ada buktinya; (4) bunyi bahasa (bunyi ujar): fonem /w/ dl bahasa Belanda tidak sama -- nya dng fonem /w/ dl bahasa Indonesia; (5) sesuatu yg dianggap sbg perkataan (untuk melahirkan pikiran, perasaan, dsb): majalah ini merupakan -- kaum buruh, bukan -- suatu partai; (6) ki pendapat: dl rapat itu -- saya tidak diindahkan sama sekali; (7) ki pernyataan (setuju atau tidak): usulnya diterima dng -- bulat, semuanya setuju
suasana su.a.sa.na [n] (1) hawa; udara: -- meliputi bumi; (2) keadaan sekitar sesuatu atau dl lingkungan sesuatu: -- pedusunan berlainan dng -- perkotaan; (3) keadaan suatu peristiwa: politik luar negeri disesuaikan dng -- internasional masa kini
sumpah berselam air bersumpah dng masuk ke dl air untuk membuktikan salah tidaknya dsb
sumpah menyelam bersumpah (untuk membuktikan salah tidaknya dsb) dng masuk ke dl air; berselam air
sumur taruhan sumur eksplorasi yg dibor di daerah yg belum terbukti mengandung minyak dan gas bumi
superioritas su.pe.ri.o.ri.tas [n] keunggulan; kelebihan: dl pertandingan kemarin, regu A membuktikan -- nya dng menggulingkan regu B, 8-0
surat berharga surat bernilai uang yg dapat diperjualbelikan atau digunakan sbg agunan saham; (2) bukti penyertaan modal
surih bak sepasin [pb] kejahatan yg telah ada buktinya yg sah
survei sur.vei [n] (1) teknik riset dng memberi batas yg jelas atas data; penyelidikan; peninjauan: hasil -- tanah di daerah itu membuktikan bahwa tanah itu mengandung bijih besi; (2) pengukuran (tanah)
tahan uji sudah terbukti kebaikannya (mutunya, kekuatannya); (2) berani diuji; sanggup diuji
tahkik tah.kik [n] (1) penetapan (penentuan) kebenaran dng bukti; (2) sah: keputusan --
tampuk bertangkai [pb] ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yg kuat
tanda tan.da [n] (1) yg menjadi alamat atau yg menyatakan sesuatu: dr kejauhan terdengar sirene -- bahaya; (2) gejala: sudah tampak -- nya; (3) bukti: itulah -- bahwa mereka tidak mau bekerja sama; (4) pengenal; lambang: kontingen Indonesia mengenakan -- Garuda Pancasila; (5) petunjuk
tanda gambar gambar yg dipakai sbg tanda atau lambang suatu partai politik atau golongan masyarakat yg tampil sbg kontestan dl pemilihan umum
tegang te.gang [a] (1) kencang (regang, spt tali yg ditarik atau direntangkan); tidak lembap, regang (tt gendang dsb); rata tidak kendur (tt kulit tubuh): tarik tali ini supaya --; kalau angin kencang layar perahu --; (2) kaku (tt rambut, urat, dsb): rambutnya -- kepirangan; (3)keras dan liat (tt daging): rasanya otot perutku mulai mengeras dan --; (4) terasa mencekam (tt perasaan, jiwa): dl saat yg kritis itu, semua menunggu dng perasaan --; (5) ki bertentangan keras (tt perhubungan diplomatik, pertalian, dsb): hubungan politik kedua negara itu semakin --; (6) sangat berbahaya (tt perselisihan dsb); (7) Ling ciri pembeda yg ditandai dng penegangan otot dl artikulasi, msl [e] adalah tegang, [a] adalah kendur
telatah te.la.tah [n] (1) gerak-gerik; tingkah laku; kelakuan (sikap dsb); (2) tanda bukti: televisi yg dicuri itu ditemukan di rumahnya, suatu -- bahwa dialah pencurinya
teori domino teori ilmu politik yg beranggapan bahwa jatuhnya salah satu negara di Asia Tenggara ke tangan komunis akan menimbulkan serangkaian reaksi kemenangan komunis di negara lain
terang te.rang [a] (1) dl keadaan dapat dilihat (didengar); nyata; jelas: terdengar suara lagu yg cukup -- dr arah timur; berita yg disampaikan melalui telepon itu kurang -- terdengar; naskahnya sudah tua, tulisannya tidak -- lagi; (2) cerah; bersinar: stadion Senayan pd malam pertandingan final sepak bola tampak bagaikan siang; bintangnya -- , ki nasibnya baik; mujur; (3) siang hari: krn bangunnya sudah -- , ia terlambat datang di sekolah; (4) bersih (tt halaman atau kebun) krn dibersihkan (disiangi, ditebangi, dsb): pekarangan itu tampak -- sesudah pohon-pohon yg rimbun ditebangi; (5) jernih; bersih (tt udara, langit): malam ini langit -- , kelihatan bintang-bintang bertaburan berkelap-kelip mengelilingi bulan purnama; (6) sah (tt bukti, barang-barang, dsb); sudah tidak meragukan (menyangsikan lagi): mengajukan bukti-bukti yg -- , agar dapat memperkuat gugatan; (7) terbukti (kebenarannya, kesalahannya, dsb): sekarang barulah -- apa kesalahannya; (8) cahaya; sinar: -- matahari; -- lampu
terbeti ter.be.ti [a] terbukti ada kesalahannya; ada buktinya: ada emas yg bersaur, ada tanda yg --
terjungkal ter.jung.kal [v] (1) terguling; terjatuh; (2) tersisih; kalah (dl pertandingan, percaturan politik, dsb): tim sepak bola itu ~ melawan kesebelasan yg lebih tangguh
ternyata ter.nya.ta [v] sudah nyata; ada buktinya; terbukti: ~ ia memiliki kemampuan memimpin
teroris te.ro.ris [n] orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan -- telah mengganas dng membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen
terorisme te.ror.is.me [n] penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dl usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror; -- seks penggunaan kekerasan seksual untuk menimbulkan ketakutan dl usaha untuk mencapai tujuan (terutama tujuan politik): -- seks thd perempuan terjadi pd pertengahan bulan Mei di Jakarta
tertangkap muka ter.tang.kap muka bertemu dng tiba-tiba; ~ tangan kedapatan waktu melakukan kejahatan atau perbuatan yg tidak boleh dilakukan; tertangkap basah: wanita itu ~ tangan dng sejumlah barang bukti
terwadahi ter.wa.dahi [v] tertampung (dl wadah): masalah kebahasaan lainnya harus sudah mulai ~ dl ketentuan Politik Bahasa Nasional
terwujud ter.wu.jud [v] terlaksana; terbukti: untuk menjamin ~ nya usaha ini dibentuklah yayasan kesejahteraan
tilang ti.lang [n akr] bukti pelanggaran lalu lintas: hari ini telah diputuskan tiga belas perkara --; kena -- , dikenai bukti pelanggaran
tilikan ti.lik.an [n] (1) hasil menilik: -- nya ke daerah itu membuktikan bahwa masalah kesehatan penduduknya perlu ditangani dng sungguh-sungguh; (2) pandangan; pendapat: pd ~ saya ia pantas diangkat menjadi kepala desa; (3) ramalan
tokoh to.koh [n] (1) rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis: -- bulat spt uang ringgit; pesawat terbang yg baru dibeli itu sama -- nya dng B-25; (2) bentuk badan; perawakan: melihat -- badannya, banyak orang menyangka ia adalah seorang pegulat; (3) ki orang yg terkemuka dan kenamaan (dl bidang politik, kebudayaan, dsb): ia adalah seorang -- politik yg disegani; (4) Sas pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama [n] tipu; kecoh
truf [n] (1) permainan kartu yg menggunakan kartu Eropa (bridge); (2) jenis kartu yg dimenangkan atas ketiga jenis kartu lainnya dl permainan (bridge); kartu truf; (3) ki bukti (alat dsb) yg andal yg pd saat terakhir akan mengalahkan lawan
tunjal tun.jal, me.nun.jal v 1 menumpu atau menekankan kaki ketika hendak melompat; menjejakkan kaki (hendak berdiri dsb); 2 menunjuk dan menyentuh dng jari (biasanya dng jari telunjuk); jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal [pb] apa yg dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya
ubah [v] , ber.u.bah v (1) menjadi lain (berbeda) dr semula: wajahnya agak ~ ketika dirasanya sambutanku tidak begitu hangat; dunia rupanya sudah ~ , wanita sekarang berambut pendek; (2) bertukar (beralih, berganti) menjadi sesuatu yg lain: ia bersemadi, lalu badannya ~ menjadi raksasa; paham politik partai itu ~; (3) berganti (tt arah): ~ arahnya
urusan urus.an [n] (1) sesuatu yg diurus: ada ~ penting; (2) perkara; masalah; hal ihwal; persoalan: untuk ~ ini, polisi telah menahan orang yg dicurigai; ~ politik adalah tanggung jawab kita juga; itu ~ mu, bukan ~ ku; (3) sesuatu yg berhubungan atau ada sangkut-pautnya dng: setelah ~ pabean selesai, kita masih berurusan dng calo-calo taksi; (4) bagian pekerjaan (jawatan, dinas, dsb) yg mengurus sesuatu: jawatan ~ pajak; bagian ~ pegawai; kantor ~ pegawai; (5) cara mengurus (merawat, menyelenggarakan, dsb): kurang beres ~ nya
usia formatif usia yg kritis (usia antara l7-25 tahun) bagi pembentukan sikap dan pandangan politik seseorang
utopia uto.pia [n] sistem sosial politik yg sempurna yg hanya ada dl bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dl kenyataan: kita tidak menghendaki --
utopis uto.pis [a] berupa khayal; bersifat khayal; (2) n orang yg memimpikan suatu tata masyarakat dan tata politik yg hanya bagus dl gambaran, tetapi sulit untuk diwujudkan: masyarakat adab dan susila tanpa polisi susila hanya terdapat dl impian kaum --
utopisme uto.pis.me [n] ajaran yg memberi gambaran tt tata masyarakat dan tata politik sempurna, bagus dl gambaran (angan-angan), tetapi sulit untuk diwujudkan
validitas va.li.di.tas [n] sifat benar menurut bahan bukti yg ada, logika berpikir, atau kekuatan hukum; sifat valid; kesahihan: menentukan -- suatu tes dng tepat memang sukar
visa wisatawan vi.sa wisatawan visa yg diberikan untuk bertamasya ke sebuah negara dan pemegang visa itu harus dapat membuktikan bahwa dia mempunyai cek wisata dan tiket pulang
wawas wa.was [Jw v] , me.wa.was v meneliti; meninjau; memandang; mengamati: politik negara kita selama ini lebih banyak digunakan untuk ~ ke dalam
zionisme zi.on.is.me [n] gerakan (politik dsb) bangsa Yahudi yg ingin mendirikan negara sendiri yg merdeka dan berdaulat di Palestina

Jika informasi mengenai "bukti politik" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas