Arti kata/frase "bala keselamatan" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/bala-keselamatan

Halaman ini menjelaskan kata atau frase bala keselamatan menurut KBBI Edisi III

bala keselamatan: organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial

Lebih lanjut mengenai bala keselamatan

bala keselamatan terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 599 kata terkait yakni sebagai berikut:

bala ba.la [n] pasukan; prajurit [n] malapetaka; kemalangan; cobaan: kena --; mendapat --; menolak --
keselamatan ke.se.la.mat.an [n] perihal (keadaan dsb) selamat; kesejahteraan; kebahagiaan dsb: -- keluarga adalah tanggung jawab yg paling berat bagi seorang suami
balai agung balai kota; (2) balai besar; (3) tempat yg digunakan oleh aparat pemerintah untuk mengadakan rapat atau kegiatan kemasyarakatan lain
balai angin balai peranginan
balai apit balai tengah
balai bayu balai angin; balai peranginan
balai gading balai yg letaknya di kiri kanan pintu gerbang istana
balai latihan kerja bangunan balai pelatihan kerja khusus untuk bidang bangunan
balai latihan kerja industri balai pelatihan kerja khusus untuk bidang industri, biasanya terletak berdekatan dng kawasan industri
balai latihan kerja otomotif balai pelatihan kerja khusus untuk bidang otomotif
balai latihan kerja pedesaan balai pelatihan kerja khusus untuk bidang pedesaan dan letaknya berdekatan dng desa
balai latihan kerja pertanian balai pelatihan kerja khusus untuk bidang pertanian
balai latihan kerja tata niaga balai pelatihan kerja khusus untuk bidang tata niaga
balai latihan kerja teknik balai pelatihan kerja khusus untuk bidang teknik
balai latihan kerja teknologi mekanik balai pelatihan kerja khusus untuk bidang teknologi mekanik
balai pengobatan balai kesehatan
balai sari balai kembang
bala keselamatan organisasi penderma agama Protestan, didirikan di Inggris oleh William Booth tahun 1865 dng tujuan meningkatkan harkat orang-orang yg sengsara secara keagamaan dan sosial
balai astaka [kl] balai di istana (tidak berdinding, tempat upacara, dsb)
balai banjar [Bl] balai desa: ada yg berjaga semalam suntuk pd malam Siwaratri di -- banjar
balai kesehatan klinik (rumah tempat berobat); balai pengobatan
balai mentera [kl] balai bendul
balai pancapersada [kl] balai tempat memandikan mempelai laki-laki dan perempuan pd perkawinan anak raja sesudah upacara pokok selesai
balairung ba.lai.rung [kl n] balai atau pendapa besar tempat raja dihadap rakyatnya (di Yogyakarta dan Surakarta disebut bangsal kencana)
balam ba.lam [n] burung tekukur (di Jawa disebut drekuku) [a] , ba.lam-ba.lam a tidak kelihatan nyata krn jauh (gelap, terliput kabut); berbalam; membalam: jauh di seberang lautan tampaklah -- sebuah negeri [n] tumbuhan (pokok) kecil yg dapat diambil getahnya, banyak macamnya spt -- beringin, Pavena leerii; -- merah, Palaqium gutta
balang ba.lang [n] botol berleher panjang dan sempit [kl n] perahu layar bertiang dua; perahu balang; sampan balang [Lihat {belang}]
balapan ba.lap.an [cak] (1) v berbalapan; (2) n lomba adu kecepatan (mobil dsb)
balas budi membalas jasa
balas dendam ba.las den.dam [v] perbuatan membalas perbuatan orang lain krn sakit hati atau dengki: -- itu termasuk perbuatan tercela
balas guna membalas jasa
balas jasa yg diberikan kpd orang atau badan yg pernah berjasa; (2) Man gaji dan tunjangan yg diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, spt bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung berbuat kebaikan sbg tanda terima kasih atas kebaikan (jasa dsb) yg telah diterimanya barang sesuatu untuk membalas kebaikan (spt bunga uang)
balas pantun berpantun dng berbalas-balasan
balas pati perbuatan membalas dendam sampai mati
balas-berbalas ba.las-ber.ba.las [v] balas-membalas
balas-membalas ba.las-mem.ba.las [v] (1) berjawab-jawaban; bersambutan; saling membalas; (2) Huk bersambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); timbal balik; (3) saling memberi (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas sakit hati dsb
balasan ba.las.an [n] (1) jawab (surat dsb); (2) sambutan (atas perbuatan dsb yg dikenakan kepadanya); (3) perbuatan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk membalas kebaikan dsb; (4) perbuatan (hukuman dsb) untuk membalas sakit hati dsb
bala bantuan regu atau pasukan yg didatangkan untuk membantu korban peperangan, bencana alam, atau ketika berjangkit epidemi
bala bencana malapetaka; kesengsaraan
bala lalu dibawa singgah [pb] sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)
bala seribu hikmat (mantra) yg menjadikan seseorang memiliki kekuatan yg luar biasa
bala tentara (segenap) pasukan prajurit beserta senjatanya
balabad ba.la.bad [ark n] (1) atas angin; (2) angin darat; angin pegunungan
balad ba.lad [Ar n] negeri; kota
balada ba.la.da [n Sas] sajak sederhana yg mengisahkan cerita rakyat yg mengharukan, kadang-kadang dinyanyikan, kadang-kadang berupa dialog
balah ba.lah , ber.ba.lah v berbantah; bertengkar: suami istri yg tidak rukun itu selalu --
balai ba.lai [n] (1) gedung; rumah (umum); kantor; (2) kl rumah (dl lingkungan istana) [Mk n] pekan
balai bahasa lembaga yg mengurus masalah bahasa (termasuk sastra) di daerah sbg bagian Pusat Bahasa
balai bendul [kl] rumah tempat menanti orang-orang yg hendak menghadap raja
balai besar [kl] rumah besar tempat raja dihadap
balai dagang kantor tempat mengurus atau memajukan perdagangan (antarnegara)
balai derma rumah yayasan amal (spt tempat merawat anak yatim piatu); (2) kl rumah di luar istana tempat raja memberi sedekah
balai desa bangunan milik desa tempat warga desa berkumpul pd waktu mengadakan musyawarah atau pertemuan
balai diskonto [Ek] badan usaha yg tugas pokoknya memperjualbelikan sekuritas atas dasar diskonto
balai etek tempat yg digunakan untuk menjaga kampung
balai gendang [kl] rumah tempat beduk (tabuh)
balai Harta Peninggalan lembaga yg mempunyai tugas mengawasi penyelesaian harta warisan yg ahli warisnya masih di bawah umur, baik pewaris maupun ahli waris, tunduk pd hukum perdata Barat
balai kambang bangunan yg didirikan di tengah kolam dsb (tempat bersenang-senang dsb)
balai kembang rumah kecil di taman (dekat istana)
balai kota gedung kotapraja tempat pertemuan, rapat, dsb antara penduduk dan pemerintah kota
balai larangan [kl] rumah di istana tempat tinggal putra-putri kerajaan (keraton)
balai latihan kerja tempat khusus untuk berlatih atau praktik bermacam-macam pekerjaan, antara lain, otomotif, tata niaga, atau, teknologi mekanik
balai lelang kantor tempat lelang dilaksanakan
balai madat [kl] rumah jaga; rumah tempat berkawal; pos penjagaan
balai obligasi badan yg memperdagangkan obligasi
balai patok bangunan kecil pd pojok utara dan selatan sebuah puri Bali -- penghadapan bagian istana tempat raja menerima rakyatnya
balai peranginan [kl] rumah tempat beristirahat (bersenang-senang menghirup udara segar)
balai perguruan tinggi [ark] universitas
balai pertemuan gedung tempat berapat, mengadakan resepsi pernikahan, dsb
balai petemu tempat pertemuan para teruna (di Bali)
balai prajurit gedung tempat hiburan dsb bagi anggota tentara
balai rakyat gedung pertemuan untuk kegiatan warga desa (rapat, pesta, dsb)
balai rendah [ark] gedung perwakilan rakyat yg kedua
balai sidang bangunan besar tempat bersidang
balai tengah [kl] rumah tempat menanti raja (di antara kediaman raja); (2) bangunan yg terdiri atas dua ruangan, yg di sebelah timur digunakan sbg tempat kelahiran dan yg di sebelah barat sbg tempat menaruh mayat
balai tinggi [ark] gedung perwakilan rakyat yg pertama
balai wartawan [Kom] ruang atau gedung yg disediakan untuk kepentingan para wartawan dl melakukan tugasnya
balai-balai ba.lai-ba.lai [n] tempat duduk atau tempat tidur yg dibuat dr bambu atau kayu
balak ba.lak [a] belang [n] wilayah klan;
balalaika ba.la.lai.ka [n] alat musik dr Rusia spt biola berbentuk segitiga dan berdawai
balan ba.lan [n] batu dsb yg menghalang aliran air dl sungai [n] janda
balangkep ba.lang.kep [n] laki-laki dan wanita yg terikat oleh hubungan perkawinan (di Manado)
balans ba.lans [n] (1) neraca (timbangan); (2) keseimbangan; (3) Ek daftar perhitungan laba rugi, utang-piutang, dsb
balap ba.lap [n] (1) (lomba) adu kecepatan: -- mobil; (2) pacuan: -- kuda
balar ba.lar [a] (1) putih krn bulai (tt kerbau); (2) keputih-putihan (tt mata): matanya --
balas ba.las [v] (1) jawaban; reaksi; (2) ganjaran; hukuman [n] (1) tolak bahara; pengimbang kapal; pemberat; (2) ki beban yg tidak berguna, tetapi sangat memberatkan
balas bidan [kl] membayar upah kpd bidan (dng kenduri pd waktu empat puluh hari sesudah melahirkan anak)
balas salam menjawab salam
balau ba.lau [n] nama pohon (ada bermacam-macam), spt -- betul, Shorea materialis, -- bukit, Shorea collina lihat kacau
panti husada balai atau tempat berobat; balai kesehatan
paseban agung balai penghadapan yg besar
(air) susu dibalas dng (air) tuba [pb] kebaikan dibalas dng kejahatan
air susu dibalas dng air tuba [pb] perbuatan baik dibalas dng perbuatan jahat
berbalam ber.ba.lam [v] balam-balam
berbalas ber.ba.las [v] (1) menjawab; menyahut: maka -lah suara dr bawah; (2) bersambut; dijawab; ada balasnya: cinta yg tidak -; (3) bertimbalan (dng); alang berjawab, tepuk -, pb baik dibalas dng baik, jahat dibalas dng jahat
berbalas-balasan ber.ba.las-ba.las.an [v] bersahut-sahutan; berjawab-jawaban; saling membalas
bertimbal-timbalan ber.tim.bal-tim.bal.an [v] bersahut-sahutan; berbalas-balasan: para pemuka adat berpantun ~
bertimbalan ber.tim.bal.an [n] (1) bertimbangan (dng); sama derajatnya (kedudukannya dsb); berjajar dsb hingga berimbangan satu sama lain: ia pun duduk ~ dng Tumenggung; kapal itu pun hendak ~ dng gali itu; (2) bertimbal-timbalan
calar-balar ca.lar-ba.lar [a] cakar-balar; banyak baretnya (parutnya); berbaret-baret, berparut-parut
campak bunga dibalas dng campak tahi [pb] memberi kebaikan dibalas dng kejahatan
dubalang du.ba.lang [Mk n] hulubalang
gembala gem.ba.la [n] (1) penjaga atau pemiara binatang (ternak); (2) penjaga keselamatan orang banyak: dia menjadi -- kaum Nasrani
gembala kerbau orang yg pekerjaannya menggembala kerbau
hulubalang hu.lu.ba.lang [n] (1) kepala laskar; pemimpin pasukan; (2) kepala negeri (distrik); (3) prajurit pengawal; (4) polisi desa; dubalang
humbalang hum.ba.lang ? 1hembalang
imbalan im.bal.an [n] (1) upah sbg pembalas jasa; honorarium; (2) ba-lasan (berupa pujian, hukuman, dsb) atas tindakan yg di-lakukan
kekebalan maternal ke.ke.bal.an maternal kekebalan makhluk hidup (manusia, hewan, dsb) thd penyakit yg diperoleh induknya
ketapakan balai ke.ta.pak.an balai ketapakan
membalam mem.ba.lam [v] balam-balam: lurah dan gunung tampak --
membalas dendam mem.ba.las den.dam [v] melakukan balas dendam: anaknya -- kpd orang yg membunuh ayahnya
memulangkan balas me.mu.lang.kan balas membalas dendam
mencari bala men.ca.ri bala mencari susah
mengacaubalaukan me.nga.cau.ba.lau.kan [v] menjadikan atau menyebabkan kacau-balau
menuntut balas me.nun.tut balas hendak membalas; membalas dendam
mobil balap mobil khusus untuk olahraga balap
padang gembala lapangan yg banyak ditumbuhi rumput tempat menggembala (kambing, sapi, dsb)
padang gembala temporer padang penggembalaan yg digunakan untuk jangka waktu satu tahun atau kurang dng tujuan menyediakan hijauan makanan pd saat kritis
pembalas pem.ba.las [n] (1) orang yg membalas; (2) yg dipakai untuk membalas
pembalasan pem.ba.las.an [n] proses, cara, perbuatan membalas
penggembala peng.gem.ba.la [n] orang yg menggembalakan (binatang ternak, hewan piaraan); tukang gembala
penggembalaan peng.gem.ba.la.an [n] (1) proses, cara, perbuatan menggembalakan; (2) tempat menggembalakan ternak
penolak bala pe.no.lak bala tolak bala
perahu balang perahu layar, bertiang dua; sampan balang
pipa balas pipa yg merupakan suatu sistem di kapal untuk mengisi dan mengosongkan tangki balas, tangki ceruk, dan tangki tinggi
seri balai [kl] tempat yg ketinggian dl balai penghadapan
tahu balas mau membalas budi
tepuk berbalas [pb] perbuatan jahat dibalas dng kejahatan, kebaikan dibalas dng kebaikan
umbalang um.ba.lang [Lihat {kembalang}]
air balas [Lay] air laut atau air tawar yg diisikan ke kapal untuk tujuan keseimbangan kapal; air tolak bara
air tolak bala air untuk menjauhkan penyakit dsb
ambalan am.bal.an [n] rombongan orang berarak; perarakan
ambalang am.ba.lang [n] alat untuk melemparkan batu jauh-jauh: peluru --
anak bala [ki] anak yg selalu mengganggu anak orang lain
anak balam sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli
analisis kekebalan [Kim] analisis yg menggunakan reaksi antigen-antibodi untuk menerangkan zat-zat biokimia
anjing gembala anjing yg telah dilatih khusus untuk membantu menggiring dan menjaga domba
audit balas jasa tinjauan berkala oleh konsultan atas gaji, upah, dan tunjangan
bagai balam dng ketitir [pb] perihal dua orang yg selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
baju indah dr balai [pb] hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi
basuh balai uang biaya perkara
berbala-bala ber.ba.la-ba.la [v] (hampir) menjadi bermusuhan (berkelahi)
berbalapan ber.ba.lap.an [v] saling berlomba adu cepat; saling berpacu: kedua anak itu -- lari pulang ke rumah
cakar balar parut-parut (gores di mana-mana atau tidak keruan)
embalase em.ba.la.se [n] (1) pengemasan atau pengepakan barang (untuk dikirim); (2) bahan dsb yg digunakan untuk pengemasan atau pengepakan barang
embalau em.ba.lau [n] damar yg dipakai sbg lak untuk mengetatkan puting keris dsb pd hulunya
gajah seekor gembala dua [pb] pekerjaan yg dikepalai (dipimpin) oleh dua orang
gombalan gom.bal.an [n] ucapan yg tidak benar, tidak sesuai dng kenyataan; omongan bohong: ~ developer yg berbahaya adalah beredarnya berbagai brosur yg menawarkan kondominium dan perumahan supermewah
halai-balai ha.lai-ba.lai [a] (1) kusut (kacau) tidak keruan; (2) terlantar (tidak terpelihara)
hantu jembalang hantu penunggu di berbagai tempat
hembalang hem.ba.lang , ber.hem.ba.lang v berguling-guling; pontang-panting (tt lari) [v] meng.hem.ba.lang v mengumbar; melempar
induk bala biang keladi
jembalang jem.ba.lang [n] hantu tanah yg konon kadang-kadang mewujudkan dirinya sbg lembu, rusa, kerbau, dsb
jering balau kacang tupai
kacau-balau ka.cau-ba.lau [a] sangat kacau
kaum halai balai sosok anak muda yg serba aneh (berpotongan rambut petak-petak, botak separuh, berkostum jaket hitam dan celana yg koyak-moyak, bergelang, dan mengenakan bermacam-macam rantai)
kebebalan ke.be.bal.an [n] kebodohan
kekebalan ke.ke.bal.an [n] keadaan (sifat, hal) kebal; daya tahan
kekebalan alam ke.ke.bal.an alam daya tahan (tubuh) alamiah thd penyakit (dimiliki manusia secara alamiah)
kekebalan diplomatik ke.ke.bal.an diplomatik [Pol] pembebasan seseorang thd tuntutan hukum (spt gugatan proses kriminal, penangkapan, dsb) atau thd kewajiban tertentu (spt membayar pajak, memeriksakan barang bawaan) krn berstatus sbg diplomat atau staf kedutaan besar suatu negara
kerbau balar kerbau yg kulit dan bulunya putih
kerbau seratus dapat digembalakan [pb] menjaga seorang perempuan lebih sukar dp menjaga binatang yg banyak
kesebalan ke.se.bal.an [n] kekesalan; kedongkolan
kesetimbalan ke.se.tim.bal.an [n] hal setimbal; keseimbangan; kesepadanan: harus ada ~ antara pekerjaan dan upah
ketebalan ke.te.bal.an [n] perihal (keadaan) tebal
kobalamin ko.ba.la.min [n Kim] vitamin B12, suatu senyawa kompleks kobalt
mandi balai memandikan (seseorang, sesuatu) untuk mengusir roh jahat
mantra keselamatan mantra untuk menjaga diri dr bahaya
membalah mem.ba.lah [v] membantah: tidak baik selalu -- nasihat orang tua
membalap mem.ba.lap [v] berlari kencang hendak mendahului orang yg berlari di depannya
membalapkan mem.ba.lap.kan [v] membawa (kendaraan dsb) berlari kencang: -- sepedanya
membalas mem.ba.las [v] (1) menjawab (surat dsb); mengimbangi (kebaikan orang dsb); memberikan (membayar) sesuatu sbg imbangan jasa (perbuatan dsb) yg sudah diterima: orang yg berbudi akan -- kejahatan dng kebaikan; (2) melakukan sesuatu untuk memulangkan kembali perbuatan yg dikenakan kepadanya: meskipun dipukul berkali-kali, ia tidak --; (3) melakukan sesuatu untuk memuaskan sakit hati dsb: -- dendam; (4) cak memutar kembali (kemudi mobil)
memukabalahkan me.mu.ka.ba.lah.kan [v] memperbandingkan dng; mempertentangkan dng
menggembalakan meng.gem.ba.la.kan [v] menjaga dan memiara binatang (terutama ketika binatang itu sedang di padang rumput dsb)
menghalai-balaikan meng.ha.lai-ba.lai.kan [v] (1) mengacaukan; mengusutkan; (2) melalaikan; mengabaikan
menghembalangkan meng.hem.ba.lang.kan [v] mengumbarkan; melemparkan (batu dsb)
mukabalah mu.ka.ba.lah [n] perihal mempertentangkan atau memperbandingkan
pembalakan pem.ba.lak.an [n Hut] kegiatan penebangan untuk mendapatkan kayu bulat
pembalap pem.ba.lap [n] orang yg turut dl lomba adu cepat
penabalan pe.na.bal.an [n] pengumuman penobatan raja; penobatan
penambalan pe.nam.bal.an [n] proses, cara, perbuatan menambal: ~ ban yg bocor itu dilakukan lagi pd hari berikutnya
penganibalan pe.nga.ni.bal.an [n] proses, cara, perbuatan memakan daging dr makhluk yg sejenis (membunuh dng kejam dan sadis)
pengebalan pe.nge.bal.an [n] proses, cara, perbuatan mengebal
pengimbalan peng.im.bal.an [n] proses, cara, perbuatan mengimbal atau mengimbalkan
penjabalan pen.ja.bal.an [n] perampasan; pembegalan; penyamunan: ~ sering terjadi di jalan yg sepi
perbalahan per.ba.lah.an [n] perbantahan; pertengkaran
senam keselamatan senam yg dilakukan secara sistematik dng menggunakan metode individual, bertujuan menghindari penyimpangan, menyembuhkan penyakit
sumbang balai melintang kawin dng kaum keluarga yg terlarang oleh agama atau adat
tambalan tam.bal.an [n] (1) perca dsb yg ditambalkan: bajunya penuh ~; (2) hasil pekerjaan menambal: ~ nya kurang baik sehingga ban itu bocor lagi
terhembalang ter.hem.ba.lang [v] terguling-guling; terpontang-panting: jatuh ~
timbalan tim.bal.an [n] (1) hasil menimbal; sesuatu yg ditimbang; padanan: Mandung Giri (nama keris) ~ besi karsani; (2) wakil: ~ ketua; ~ perdana menteri
tolak bala penangkal bencana (bahaya, penyakit, dsb) dng mantra (kenduri dsb)
tumbalang tum.ba.lang [Lihat {tembelang}]
umbalan um.bal.an [ark n] uang sewa perahu tambangan
usul balasan usul yg dikemukakan sbg jawaban yg telah dikemukakan oleh pihak lain
ada hujan ada panas [pb] selalu ada kesempatan untuk membalas dendam
ada ubi ada talas [pb] kejahatan dibalas dng kejahatan, kebaikan dibalas dng kebaikan; barang siapa yg berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yg setimpal
aglutinasi ag.lu.ti.na.si [n] (1) Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; (2) Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; (3) Ling (a) pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; (b) peleburan bunyi bahasa yg berdampingan
air penyeimbang beban air balas
air tolak bara air balas; air penyeimbang beban
aksi ak.si [n] gerakan: -- pengumpulan dana; (2) n tindakan: -- pem-balasan; (3) n sikap (gerak-gerak, tingkah laku) yg dibuat-buat: ia berjalan mondar-mandir dng -- nya; (4) a cak elok sekali (tt pakaian, tingkah laku, dsb): dasinya -- benar
alang [n] (1) sesuatu yg melintang: ditariknya garis --; (2) kayu yg dipasang melintang (di antara dua tiang atau dua dinding perahu): -- muka perahu itu terbuat dr kayu yg kuat; (3) dinding penyekat (bilik dsb): -- kedai; -- balai; -- rumah [a] (1) sedang; (2) tanggung(-tanggung); setengah-setengah; (3) tengah-tengah: saudara yg -- , bukan bungsu bukan sulung [Mk n] hadiah; pemberian
alang berjawab [pb] kebaikan dibalas dng kebaikan, kejahatan dibalas dng kejahatan
amben am.ben [Jw n] balai-balai
anggai ang.gai [kl n] isyarat: hulubalang itu memberi -- , lalu berhamburanlah prajurit menyerbu
anggap ang.gap [v] , meng.ang.gap v memandang sbg; berpendapat bahwa: jangan ~ enteng lawan [Mk v] , ber.ang.gap.an v bergantian (menari, mempersilakan minum, dsb): anak orang-orang besar yg muda-muda bangkit menari ~ di balai penghadapan itu
angon [v cak] menggembala
arteriosklerosis ar.te.ri.os.kle.ro.sis [n] kelainan dinding nadi yg ditandai oleh penebalan dan penghilangan elastisitas; pengerasan pembuluh nadi
angkatan ang.kat.an [n] (1) pendapatan mengangkat: ia keluar sbg juara angkat besi dng ~ 246 pon; (2) bala tentara (segenap tentara dng senjatanya): ~ bersenjata; (3) pasukan (armada dsb) yg dikirim untuk berperang: dua kali ~ ke wilayah itu patah di tengah jalan; (4) turunan: saya rasa sekurang-kurangnya sudah tiga ~ meminum air di sini; (5) yg diangkat (jabatan, pangkat): ditegaskannya bahwa jabatan wali kota bukan pilihan, melainkan ~; (6) cak suka diangkat (dipuji-puji): orang ~ spt dia mudah dilayani; (7) kl selengkap: pakaian ~; (8) Sas kelompok sastrawan yg bertindak sbg kesatuan yg berpengaruh pd masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yg sama untuk mendasari karya sastra: ~ Balai Pustaka; (9) ark ketetapan atau penetapan menjadi pegawai (naik pangkat dsb): ~ nya sbg duta besar disetujui negara yg bersangkutan; (10) pengangkatan; keangkatan
assalamualaikum as.sa.la.mu.a.la.i.kum [n] keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pd awal dan akhir pidato, saat bertemu dng seseorang, dsb)
astaka as.ta.ka [kl n] nama balai di istana (tidak berdinding, tempat upacara dsb) tempat raja dihadap rakyatnya; balairung
babur ba.bur [a] tidak teratur; kacau-balau
bad [ark n] angin: bala -- , zir --
bagaimana ditanam bagaimana ditanam, begitulah di.tu.ai [pb] seseorang akan mendapat balasan spt yg diperbuatnya
bagaimana ditanam begitulah dituai bagaimana di.ta.nam begitulah dituai [pb] tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bajik ba.jik [n] , ke.ba.jik.an n sesuatu yg mendatangkan kebaikan (keselamatan, keberuntungan, dsb); perbuatan baik: kita wajib berbuat -- kpd sesama manusia
baki bolon [Bt] balai tempat mengadakan sidang adat yg juga digunakan untuk tempat tidur para pemuda atau tamu-tamu dr luar masyarakat yg bersangkutan
bakterin bak.te.rin [n] vaksin bakteri (yg sudah dilemahkan racunnya), digunakan untuk menghasilkan kekebalan dng jalan merangsang pembentukan antitoksin dl tubuh
ban gundul ban yg ketebalan alurnya sudah menipis
bangsal bang.sal [n] (1) rumah yg dibuat dr kayu (untuk gudang, kandang, dsb); (2) los (di pasar dsb); (3) rumah besar (untuk pertemuan, bersenam, bermain-main, pertunjukan, dsb); (4) bedeng; (5) barak; (6) Jw balai (di istana)
banjar ban.jar [n] jajar; deret; leret; baris [Bl n] (1) bagian desa setingkat dng rukun warga atau dukuh yg dikepalai oleh seorang kelian; (2) balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
barang komisi barang dagangan yg dijualkan (untuk orang lain) dng memperoleh imbalan (komisi)
basuh meja pembasuh balai
basuh tangan upah berupa uang sbg imbalan setelah mengerjakan sesuatu
beka be.ka [v] , ber.be.ka v bercakap-cakap sambil beramah-tamah (merundingkan sesuatu); bermusyawarah: penduduk merasa berbahagia krn raja mau -- dng mereka; dia mendengar menteri -- dng para hulubalang
belangir be.la.ngir [n] pohon yg kayunya banyak digunakan sbg bahan rumah spt untuk tiang dan papan; Shorea balangeran
bendul ben.dul [n] (1) balok kayu yg dipasang melintang pd tiang rumah untuk menyangga lantai; (2) kl balai di istana tempat raja bermusyawarah tidak resmi; balai bendul
beramuk-amuk ber.a.muk-a.muk [kl v] bertempur (berjuang, bertarung, dsb) menentang musuh; bertikam: maka segala hulubalang Melayu pun tampil pula ~ dng Feringgi
berangan-angan ber.a.ngan-a.ngan [v] (1) mempunyai angan-angan (cita-cita, ingatan): boleh ~ asal jangan terlampau tinggi; (2) mengangan; mengangan-angan; (3) berniat; bermaksud: tiada ia ~ hendak membalas dendam
beranggap-anggapan ber.ang.gap-ang.gap.an [kl v] berganti-ganti mempersilakan (mengajak) minum (menari): maka sekalian hulubalang itu pun ~ lah
bercacar ber.ca.car [v] (1) bersuntik cacar (untuk menolak penyakit cacar): ibu-ibu membawa bayinya ~ di balai pengobatan; (2) (sudah) disuntik cacar: agar tidak sakit, kita harus ~ v berlari-lari saja (tt kuda yg masih liar): kuda itu ~ , tidak mau diam
berdendam ber.den.dam [v] menaruh perasaan ingin membalas kejahatan dsb
beregu be.re.gu [v] berupa regu; berkelompok yg terdiri atas beberapa orang: balap sepeda ~ diadakan di jalan raya bebas hambatan;
berhadapan (dng) ber.ha.dap.an (dng) [v] (1) bermuka (dng); bertentangan (dng); bertemu muka (dng): kantornya ~ dng Balai Kota; pasukan itu ~ dng musuh; (2) berdekatan dan tentang-menentang (ti-dak belakang-membelakangi): penumpang delman duduk ~; (3) bertanding (dng); melawan: regu A ~ dng regu B
berjawab ber.ja.wab [v] (1) ada jawabnya; berbalas; (2) disahuti; dijawab: hingga kini suratku tiada ~
berkawal ber.ka.wal [v] (1) berjaga; sedang menjaga (keselamatan dsb): siang malam anggota pasukan itu ~ dng tidak mengenal letih dan payah; (2) ada yg menjaga; berpengawal: ketika seorang penjahat mencoba membunuhnya beliau sedang tidak ~
berkendara ber.ken.da.ra [v] (1) duduk di atas sesuatu yg dinaiki, ditunggangi, dsb (spt kuda atau kereta): pangeran datang ~ seekor kuda putih; (2) menaiki (menumpang) suatu alat tunggangan (tumpangan dsb): aturan ~ perlu dipatuhi untuk keselamatan penumpang; (3) menjalankan kendaraan, mobil
berkereket ber.ke.re.ket [v] berbunyi "kereket", spt bunyi balai-balai diinjak-injak
berlanggar-langgar ber.lang.gar-lang.gar [v] saling menyerang dan menghantam dng hebatnya: maka bertemulah kedua pasukan bala tentara itu lalu berperang ~
berliku-liku ber.li.ku-li.ku [v] (1) banyak tikungan; berkelok-kelok: balapan mobil itu menempuh jalan yg ~; (2) ki berbelit-belit: urusan itu menjadi panjang dan ~ sukar menyelesaikannya
berobat ber.o.bat [v] (1) menggunakan obat: jika badan tidak nyaman, lebih baik -; (2) meminta atau mencari obat kpd: jangan -- kpd dukun, pergilah ke rumah sakit; (3) sudah diobati atau sudah mendapat obat; (4) ki mendapat balasan; terhibur: jerih payahnya sudah -; -- hatiku setelah anak yg kurindukan pulang dr rantau
bersahut-sahutan ber.sa.hut-sa.hut.an [v] berbalas-balasan; bersahutan
bersahutan ber.sa.hut.an [v] (1) berbalasan; bersambutan; saling menjawab: untuk memeriahkan pesta itu, mereka berpantun -; (2) susul-menyusul: suara orang azan terdengar -
bersalung ber.sa.lung [v] meniup (membunyikan) salung: gembala itu -- dng santainya
bersambut ber.sam.but [v] (1) mendapat balasan (jawaban, reaksi, dsb): pidatonya -- tepuk tangan para hadirin; (2)berbelanja (membeli) dng pembayaran kemudian; mengebon: kadang-kadang kami -- ke warung itu; (3)diterima: mudah-mudahan kehadiran kami di sana akan -- dng baik
bersambutan ber.sam.but.an [v] (1) bersahutan; berbalasan; jawab-menjawab: pd malam pesta itu muda-mudi berpantun -- dng riang; (2)berkenaan (dng); sesuai (dng); menurut: -- dng anjuran Pemerintah, kita harus berusaha meningkatkan produksi pangan
bersumpah ber.sum.pah [v] (1) menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dng sumpah; mengangkat sumpah: Presiden harus -- setia kpd undang-undang dasar; (2) berjanji dng sungguh-sungguh; berikrar: dia -- akan membalas kematian saudaranya; (3) sudah disumpah: belum semua pegawai negeri di kota itu -; penerjemah --
bertempat ber.tem.pat [v] (1) menggunakan tempat; mengambil tempat: peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. ~ di Balai Prajurit; (2) mempunyai tempat; duduk (diam, terjadi, dsb di ...): ia belum ~ tinggal yg tetap
berterima kasih ber.te.ri.ma ka.sih [v] mengucap syukur; melahirkan rasa syukur atau membalas budi setelah menerima kebaikan dsb
bertimbang ber.tim.bang [v] (1) bertimbalan; berpadanan; bertimbang: kekuatan kedua belah pihak ~; (2) bersambutan; bertukar: ~ kata; ~ pandang
bertimbang kata ber.tim.bang kata berbalas kata; jawab-menjawab
bertuah ber.tu.ah [v] (1) mempunyai tuah; (2) sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dsb): keris ~ , keris sakti; (3) kena tuah (kesaktian) orang; terpesona
berubuh be.ru.buh [Jw n] perang amuk-amukan: tangannya memberi tanda kpd seluruh bala tentara agar mendekat kemudian serentak melakukan --
besi debus besi tajam yg digunakan dl permainan debus (ditusukkan ke badan untuk menunjukkan kekebalan)
biaya tenaga semua jenis pengeluaran yg dibayarkan kpd karyawan sbg balas jasa
bidas bi.das , mem.bi.das v (1) bergerak (terlepas, memantul) dng cepat krn digerakkan oleh barang yg melenting atau krn dilepaskan tahanannya (spt anak panah terlepas dr tali busurnya): apabila terinjak tangkainya, -lah jerat itu; (2) bergerak membalik; memantul: apabila kaulepaskan, dahan itu akan -; (3) maju menyerang (menembus): serangan itu diperhebat supaya dapat -- daerah musuh; (4) membalas serangan (kecaman dsb): jawaban itu dimaksudkan untuk -- pihak oposisi
bila bi.la [pron] kata tanya untuk menanyakan waktu; kapan: -- Saudara berangkat?; (2) p cak kalau; jika; apabila: ia baru menjawab -- ditanya [v] melakukan tindakan balas dendam (di Aceh)
bilau bi.lau [Lihat {kacau balau}]
biro klasifikasi [Lay] badan usaha jasa untuk menetapkan klasifikasi kapal, terutama yg menyangkut keselamatan konstruksi kapal
bohsia boh.sia [Mal n] wanita muda yg suka mengobral seks secara bebas tanpa minta imbalan
buang malu 1 menghilangkan malu; (2) membalas dendam untuk menghilangkan malu
budi bu.di [n] (1) alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; (2) tabiat; akhlak; watak: orang yg baik --; (3) perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -- ada balas; (4) daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; (5) akal (dl arti kecerdikan menipu atau tipu daya): bermain --
bujang bu.jang [n] (1) anak laki-laki dewasa; jaka; (2) anak perempuan; gadis; perawan; (3) anak laki-laki; budak; (4) laki (perempuan) yg belum menikah (kawin); (5) kl orang laki-laki gajian; jongos; (6) Bt kas kemaluan; (7) kl janda [kl n] , per.bu.jang.an n keterangan mengenai berbagai-bagai benda kerajaan: balai -, balai dl istana
bulai bu.lai [n] putih seluruh tubuh dan rambutnya krn kekurangan pigmen; balar
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
cadangan ca.dang.an [n] (1) anjuran; usul: ~ balasan; (2) persediaan; serep: uang ~; hutan ~; (3) ark rancangan; rencana: ~ lima tahun; (4) penyisihan dana yg berasal dr kelebihan atau dr laba yg tidak dibagi-bagikan dsb
cakap ca.kap [a] (1) kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: -- engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada -- bercerai dng dia; (2)pandai; mahir: anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian; (3) mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak --; (4) bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi --; (5) bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah -- nya baju itu; (6) patut; serasi: ia pantas dan -- benar memakai baju itu; (7) Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia -- bekerja [n] bicara; omong: orang itu banyak --
cengal ce.ngal [n] jenis pohon (yg bagus untuk dibuat perabot); Balanocarpus
ceteria ce.te.ria [kl n] anak raja; satria: maka duduklah segala menteri, segala orang kaya, segala -- , sida-sida, dan bentera hulubalang, masing-masing pd martabatnya
dabus da.bus [n] (pd masyarakat Banten) permainan (pertunjukan) kekebalan thd senjata tajam atau api dng menyiksa diri (dng menusuk, menyayat, atau membakar bagian tubuh), memanjat bambu dan berdiri di ujungnya, atau berputar pd tambang yg diikatkan pd kedua tiang bambu yg tinggi
dendam den.dam [a] berkeinginan keras untuk membalas (kejahatan dsb)
denominal de.no.mi.nal [a Ling] berasal atau dibentuk dr nomina, msl kata menggembala adalah bentuk denominal dr gembala
densitometri den.si.to.met.ri [n] pengetahuan tt sistem pengukuran kehitaman atau kepekatan dan ketebalan warna
derep de.rep [Jw v] menolong memotong padi dng imbalan kurang lebih seperlima dr hasil panen
desmosom des.mo.som [n Dok] penebalan dinding sel pd tempat perlekatan antarsel
diatesis medial [Ling] diatesis yg menunjukkan pelaku berbuat untuk dirinya sendiri; -- pasif Ling diatesis yg menunjukkan bahwa subjek adalah tujuan dr perbuatan, msl ia bercukur; -- resiprokal Ling diatesis yg menunjukkan subjek pluralis bertindak berbalasan atau subjek singularis bertindak berbalasan dng komplemen, msl mereka berpukul-pukulan atau ia berpukul-pukulan dng temannya
digenggam takut mati [pb] rasa gelisah, khawatir kacau-balau
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
domba dom.ba [n] (1) kambing yg berbulu tebal (bulunya dipakai bahan membuat wol); kambing kibas; (2) ki Kris umat manusia: Yesus akan menebus dosa-dosa segenap -- yg digembalakannya; -- anakan domba (yg masih) kecil: cara menguasai -- anakan lebih mudah krn relatif lebih kecil dan ringan
domba umbaran domba yg dipelihara di padang penggembalaan alam, msl di Timor
dorongan nafsu mempertahankan diri do.rong.an nafsu mempertahankan diri dorongan yg menyebabkan manusia menjaga keselamatan dirinya
duduk bertongkat lutut duduk sambil menaikkan sebelah lutut; -- menukuk duduk sambil membungkuk: para menteri dan hulubalang -- menukuk ketika menghadap raja
eksodermis ek.so.der.mis [n Bio] lapisan di luar sel korteks yg, setelah mengalami proses penebalan dng suberin atau kutin, akan menggantikan epidermis pd akar
erosi pertanian erosi yg disebabkan oleh peningkatan aliran permukaan, angin, penebangan hutan, pembakaran tanaman penutup tanah; penggembalaan liar, dan gangguan pd sistem drainase alamiah
feko fe.ko [n ] seruling bambu dr daerah Timor, biasanya dimainkan oleh para penggembala
finir fi.nir [n] lembaran kayu yg seragam ketebalannya
gaba-gaba ga.ba-ga.ba [n] (1) daun-daunan (terutama janur) untuk hiasan: gapura itu dihiasi dng --; (2) pintu gerbang yg dibuat dr bambu dsb yg dihiasi dng janur, daun beringin, dsb: di depan balai desa didirikan --; (3) atap dr daun rumbia atau kelapa yg dianyam
gaji ga.ji [n] (1) upah kerja yg dibayar dl waktu yg tetap; (2) balas jasa yg diterima pekerja dl bentuk uang berdasarkan waktu tertentu
galar ga.lar [n] pelupuh yg terbuat dr bambu dsb, dipakai sbg alas tikar di atas balai-balai
ganjar gan.jar [v] meng.gan.jar v (1) memberikan hadiah atau upah (sbg pembalasan jasa, perbuatan baik, dsb); menghadiahi: sejumlah uang telah disediakan perusahaan untuk ~ para pekerja yg berjasa; (2) memberi hukuman: hakim telah memutuskan ~ penjahat itu dua tahun hukuman penjara
ganjaran gan.jar.an [n] (1) hadiah (sbg pembalas jasa); (2) hukuman; balasan
gaya ga.ya [n] (1) kesanggupan untuk berbuat dsb; kekuatan: dia terbanting krn kalah -- dr lawannya; (2) kuat: negara yg -- dan jaya; (3) Fis (a) dorongan atau tarikan yg akan menggerakkan benda bebas (tak terikat); (b) besaran yg mempunyai besar dan arah tertentu; (c) suatu interaksi yg bila bekerja sendiri menyebabkan perubahan keadaan gerak benda; (d) kakas [n] sikap; gerakan: tangannya bergerak dng -- seakan-akan ia terlepas dr suatu bahaya; (2) n irama dan lagu (dl nyanyian, musik, dsb): lagu ini hampir sama -- nya dng lagu-lagu Barat; (3) n ragam (cara rupa, bentuk, dsb) yg khusus (mengenai tulisan, karangan, pemakaian bahasa, bangunan rumah, dsb): telah dibangun balai pertemuan dng -- joglo; (4) n cara melakukan gerakan dl olahraga (renang, lompat, dsb): -- permainannya cukup mengesankan; (5) n lagak lagu; tingkah laku: -- nya nyata dibuat-buat; (6) n sikap yg elok; gerak-gerik yg bagus: peragawati itu muncul dng -- yg memesona; (7) a cak elok; bergaya: biar tidak garang, asal lebih --
gebyuran geb.yur.an [n] siraman; guyuran (dng air dl jumlah banyak): ia terkena ~ air sungai dr gembala sapi itu
gerai ge.rai [n] (1) tempat duduk pengantin; pelaminan; (2) balai-balai untuk tempat tidur dsb; (3) kedai kecil, meja, dsb tempat menjual barang [v] meng.ge.rai v menggali; mengorek [Mk] , meng.ge.rai.kan v membiarkan tergerai
giliran gi.lir.an [n] (1) waktu (saat) atau kesempatan untuk mengerjakan (menjalankan) atau menerima sesuatu: sekarang tibalah ~ ku untuk menyanyi; kapal-kapal sedang menunggu ~ dibongkar muatannya; (2) pertukaran (pergantian) dng teratur (tt sesuatu yg beredar atau yg berlaku berganti-ganti); (3) hasil menggilir
girah gi.rah [a Isl] cemburu thd musuh agama dsb: ia berpandangan tajam, jernih, fanatik, dan -- thd keselamatan dakwah [n] pohon, Ellipeia nervosa
gokar go.kar [n] (1) pedati kecil atau kereta kecil (untuk anak-anak) yg didorong atau ditarik; (2) rangka kecil di atas roda-roda untuk menolong anak belajar berjalan; (3) mobil balap kecil yg tidak bertenda: pembalap -- adu cepat di arena balap mobil
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
halau ha.lau [v] meng.ha.lau v (1) menyuruh pergi; mengusir: mereka ~ burung di sawah dng bunyi-bunyian; (2) menggiring: gembala ~ kambingnya masuk ke kandang
hantu puaka hantu jembalang
hantu tanah hantu jembalang
hari ha.ri [n] (1) waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; (2) waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; (3) keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; (4) waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima --
heiho hei.ho [n] pasukan pembantu bala tentara Jepang dl Perang Dunia II
herder her.der [n] anjing ras gembala dr Jerman, berbadan besar, dan mempunyai kemampuan untuk dilatih sbg penjaga rumah, pelacak, dsb
hijrah hij.rah [n] perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dr Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dsb dr tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah; (2) v berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dr suatu tempat ke tempat lain yg lebih baik dng alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dsb)
himanga hi.ma.nga [n Huk] hadiah dr pihak kerabat mempelai wanita kpd pihak kerabat mempelai pria dl adat Halmahera sbg balasan thd pemberian maskawin
honorarium ho.no.ra.ri.um [n] upah sbg imbalan jasa (yg diberikan kpd pengarang, penerjemah, dokter, pengacara, konsultan, tenaga honorer); upah di luar gaji
hubar-habir hu.bar-ha.bir [a] berantakan; kacau balau: perang saudara itu belum berakhir, dan ekonomi negara itu bertambah --
hujan jatuh ke pasir [pb] kebaikan yg tidak terbalas
hukum karma hukum yg menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas
ibarat iba.rat [n] perkataan atau cerita yg dipakai sbg perumpamaan (perbandingan, lambang, kiasan): dl kesusastraan lama banyak terdapat cerita --; (2) n isi (maksud, ajaran) yg terkandung dl suatu perumpamaan (cerita dsb): ia pun tahu juga akan -- perkataan itu; (3) p seumpama: aku ini -- balam dl sangkar, mata lepas badan terkurung; (4) n perbandingan antara orang atau benda dan hal-hal yg lain dng menggunakan kata-kata bagai, seperti: -- anjing dan kucing
ikan paus binatang laut besar yg menyusui, bernapas dng paru-paru, berwarna biru, berekor datar, siripnya terdapat di punggung, lubang hidungnya di atas kepala, makanannya plankton, dan hidup di laut dingin; Balacnoptera
ilustrator ilus.tra.tor [n] orang yg melukis gambar hias untuk majalah, buku, dsb: dia pernah menjadi -- buku-buku terbitan Balai Pustaka
imbal negatif [Huk] imbalan yg berupa pembebanan atau penderitaan yg ditentukan dl hukum
imbal positif [Huk] imbalan yg berupa hadiah atau anugerah yg ditentukan dl hukum
imunisasi imu.ni.sa.si [n Dok] pengimunan; pengebalan (thd penyakit): pemerintah memberikan suntikan TCD kpd murid SD dl rangka -- thd penyakit tipus, kolera, dan disentri
imunitas imu.ni.tas [n] (1) keimunan; kekebalan; (2) Tan keadaan tumbuhan inang yg bebas dr serangan dan kerusakan yg disebabkan oleh penyakit (parasit)
imunologi imu.no.lo.gi [n] ilmu tt kekebalan (daya tahan) tubuh thd infeksi dan penyakit
inca-binca in.ca-bin.ca [a] kacau-balau
informasi jabatan informasi tt pekerjaan, jabatan, atau karier yg meliputi posisi pekerjaan, fungsi pekerjaan atau uraian tugas, persyaratan untuk memasuki pekerjaan, kondisi pekerjaan, dan imbalan yg ditawarkan
invitasi in.vi.ta.si [n] (1) undangan; (2) Olr pertandingan kejuaraan yg mengundang pemain luar atau pemain asing: -- nasional balap sepeda tahun ini dilangsungkan di Jakarta
iwad [n] (1) Isl imbalan atau tebusan yg diberikan istri kpd suami untuk minta khuluk; (2) pampasan; ganti rugi
izin praktik izin untuk melakukan pekerjaan dng menerap-kan keahliannya dl suatu bidang ilmu dng memperoleh imbalan (spt dokter dan pengacara)
jadi alas cakap [pb] sbg imbalan jasa yg telah dibuat
jamin ja.min [v] , men.ja.min v (1) menanggung (tt keselamatan, ketulenan, kebenaran dr orang, barang, harta benda, dsb): pemerintah berkewajiban ~ keselamatan jiwa dan harta benda warga negara; (2) berjanji akan memenuhi kewajiban (membayar utang dsb) orang lain yg membuat perjanjian apabila perjanjian itu tidak ditepati: aku yakin, ia pasti bersedia ~ utang istrinya; (3) cak menyediakan kebutuhan hidup: yayasan itu ~ anak-anak yatim piatu
jasa guntingan [Kom] usaha guntingan pers yg oleh para pelanggan diterima jasanya dng membayar imbalan
jawab ja.wab [n] sahut; balas
jawaban ja.wab.an [n] sahutan; balasan; tanggapan: sampai hari ini belum ada ~ darinya
jeluk penetrasi [Fis] ketebalan lapisan yg dipanaskan pd sebuah penghantar akibat imbasan arus bolak balik padanya dan diukur dr permukaan penghantar itu
joki jo.ki [n] penunggang kuda pacuan [n] pengatur lagu yg menangani mesin perekam lagu atau piringan hitam (di studio radio atau diskotek) [n cak] (1) orang yg mengerjakan ujian untuk orang lain dng menyamar sbg peserta ujian yg sebenarnya dan menerima imbalan uang: risiko pd penyelenggaraan ujian masuk ke perguruan tinggi negeri ialah munculnya -- pd ujian tsb; (2) orang yg memberi layanan kpd pengemudi kendaraan yg bukan angkutan umum untuk memenuhi ketentuan jumlah penumpang (tiga orang) ketika melewati kawasan tertentu
kacang tupai tumbuhan yg buahnya berbau tidak sedap dan dapat dimakan; kabau; jering balau; Pithecollobium ellipticum
kafir harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
kaliper ka.li.per [n Graf] (1) ketebalan selembar kertas yg diukur pd kondisi yg sudah dispesifikasikan; (2) alat pengukur ketebalan kertas semacam mikrometer [n] alat berbentuk lengkung atau lurus, biasanya dipakai untuk mengukur lebar dada, lebar pinggul, dsb
kambing umbaran kambing yg dipelihara secara bebas di padang penggembalaan alam (tidak dikandangkan)
kantor kan.tor [n] (1) balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan (perusahaan dsb); (2) tempat bekerja
kantor lelang tempat penyelenggaraan pelelangan barang; balai lelang
kaos ka.os [Lihat {kaus}] [n] keadaan kacau-balau
kapalan ka.pal.an [v] mengalami penebalan dan pengerasan (tt kulit, telapak tangan, telapak kaki, dsb): tangan petani itu sudah ~ krn setiap hari memegang cangkul
kapitan ka.pi.tan [ark n] (1) gelar (sebutan) kepala daerah pd zaman pemerintahan raja, setingkat dng camat di daerah Nusa Tenggara Timur dan Maluku; (2) kepala golongan penduduk Cina (pd zaman pemerintahan Belanda); (3) kepala dl balatentara
karar ka.rar [kl] (1) a tenang; tenteram; aman: hendaklah senantiasa -- hatinya; (2) a tetap tenang: maka negeri Malaka pun -- lah pd zaman Laksamana menjadi hulubalang itu; (3) v menetap; berdiam di: Sultan itu pindahlah ke istana barunya, -- lah dia di sana selama-lamanya
karavan ka.ra.van [n] (1) kereta bertutup yg berfungsi sbg tempat tinggal (bagi pengembara atau orang yg berlibur); (2) rombongan orang (haji, peziarah, pedagang) yg melakukan perjalanan bersama demi keselamatan
kasau ka.sau [n] kayu (bambu) yg dipasang melintang seakan-akan merupakan tulang rusuk pd atap rumah, jembatan, balai-balai, dsb: kekuatan rumah yg memakai -- bambu lebih tahan dp rumah yg memakai -- kayu biasa
kata berjawab [pb] balas kecaman dng cepat dan tepat
kedunguan ke.du.ngu.an [n] kebodohan; kebebalan
kejar-mengejar ke.jar-me.nge.jar [v] saling berusaha untuk mendahului: para pembalap itu ~ , masing-masing berusaha mendahului lawannya
kekedotan ke.ke.dot.an [n] kekuatan (jasmani); kekebalan; kesaktian (dl ilmu bela diri): hatinya menciut krn ~ lawannya yg selalu dapat bangkit kembali sekalipun sudah mengalami pukulan parah dan tendangan yg cukup dahsyat
kekesalan ke.ke.sal.an [n] perasaan kesal; kesebalan; kejengkelan; kejemuan
kekosenan ke.ko.sen.an [n] (1) keberanian; kegagahan; (2) kekebalan; (3) keampuhan
keladau ke.la.dau [kl] , me.nge.la.dau v menjaga sesuatu agar selamat dan tidak ada gangguan: gembala itu ~ kambingnya
kelam kabut gelap krn tersaput kabut; (2) tidak keruan; kacau-balau; bingung; kalang kabut
kelas kapal [Lay] kriteria kualifikasi kapal menurut ketentuan biro klasifikasi yg didasarkan atas konstruksi kapal ditinjau dr aspek keselamatan, dan dijadikan patokan nilai premi asuransi dan nilai asuransi
keledar ke.le.dar [ark v] ber.ke.le.dar v bersiap-siap menghadapi bahaya (mempertahankan diri dsb) [n] sabuk (tali pinggang) yg dipakai untuk keselamatan (di dl mobil dsb); sabuk pengaman
kelek ke.lek [n] ke.lek-ke.lek n (1) kayu (besi dsb) pemegang pd jembatan (tangga dsb); (2) sandaran tangan pd kursi dsb [n] ke.lek-ke.lek.an n serambi (pd balai istana): maka segala anak raja itu ~ balai kiri kanan
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
kelut ke.lut , ke.lut-me.lut a dl keadaan kusut sekali; kacau-balau
kepandiran ke.pan.dir.an [n] kebodohan; kebebalan
kerah-kerahan ke.rah-ke.rah.an [kl n] pegawai istana yg pekerjaannya menulis daftar nama hulubalang dsb
kerang ke.rang [n Bio] binatang lunak yg hidup di air (laut) keluarga tiram, berinsang pipih, cangkangnya terdiri atas sepasang katup yg dihubungkan dng engsel hingga dapat dibuka atau ditutup, bermacam-macam jenisnya spt -- batu [n] ke.rang-ke.rang.an n batu dsb yg diatur berderet-deret untuk tumpuan berjalan (di tempat yg becek) [a] ke.rang-ke.rung v berbunyi gaduh [a] ke.rang-ke.ruk a kacau balau; tidak teratur (letaknya)
kereket ke.re.ket [n] tiruan bunyi balai-balai diinjak-injak
keris sempana keris yg berkeluk tiga, lima, atau tujuh dan dipercaya dapat mendatangkan keselamatan kpd pemiliknya
kerja bakti kerja bergotong-royong tanpa upah (untuk kepentingan bersama); (2) cak kerja tanpa imbalan jasa: seluruh warga desa ikut -- bakti memperbaiki jalan
keruntang-pungkang ke.run.tang-pung.kang [a] kacau-balau
kesayangan ke.sa.yang.an [n] cinta kasih: -- kpd cucu kadang-kadang lebih dp -- kpd anak; (2) a kesukaan: balap mobil adalah hobi -- mereka; (3) n orang, binatang, dsb yg sangat disayang: ia adalah satu-satunya -- orang tuanya krn ia anak tunggal; (4) kekasih: hubungan dng -nya terputus krn tidak mendapat restu orang tuanya [n] perasaan menyesal (tidak rela, tidak ikhlas, dsb)
kesejahteraan ke.se.jah.te.ra.an [n] hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman
kesemrawutan ke.sem.ra.wut.an [n] keadaan semrawut, kacau balau (tidak teratur dsb): peraturan tsb dimaksudkan untuk menghindari -- lalu lintas
kesentosaan ke.sen.to.sa.an [n] keadaan sentosa; keamanan; keselamatan; ketenteraman: semua orang menginginkan -- dl hidupnya
ketapakan ke.ta.pak.an [kl n] tempat kehormatan dl balai penghadapan
ketiduran ke.ti.dur.an [n] tempat (balai-balai dsb) untuk tidur; (2) v tidak sengaja tidur; tertidur: krn sangat lelah, ibu ~ di sofa
ketololan ke.to.lol.an [n] kebodohan; kebebalan
kewedukan ke.we.duk.an [n] perihal weduk; kekebalan
kibang-kibut ki.bang-ki.but [a] kacau-balau
kisas ki.sas [n] pembalasan (dl pelaksanaan hukum Islam spt hukuman bagi orang yg membunuh dibalas dng membunuh lagi)
klinik kli.nik [n Dok] (1) (bagian) rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan thd kasus penyakit yg diderita para pasien; (2) balai pengobatan khusus: -- keluarga berencana; -- penyakit paru-paru; (3) organisasi kesehatan yg bergerak dalam penyediaan pelayanan kesehatan kuratif (diagnosis dan pengobatan), biasanya thd satu macam gangguan kesehatan
koboi ko.boi [n] (1) penggembala sapi yg menaiki kuda (di Amerika); (2) cak orang yg bertindak seenaknya sendiri (melanggar aturan, menghakimi sendiri, suka berkelahi, dsb)
koja ko.ja [n] kendi berleher panjang yg tidak bercerat; gamuh; balang [Lihat {khojah}] [n] kain tenun untuk ikat kepala, biasanya dibuat dan dipakai oleh orang Badui
komisi ko.mi.si [n] (1) sekelompok orang yg ditunjuk (diberi wewenang) oleh pemerintah, rapat, dsb untuk menjalankan fungsi (tugas) tertentu: ia menjadi anggota -- khusus untuk menyelidiki kecelakaan kapal terbang tsb; (2) imbalan (uang) atau persentase tertentu yg dibayarkan krn jasa yg diberikan dl jual beli dsb; (3) barang dagangan yg dititipkan untuk dijualkan kpd seseorang [v cak] memeriksa suatu tempat; memeriksa suatu hal: bulan ini ia akan pergi -- ke Aceh
komisioner ko.mi.si.o.ner [n] orang yg bertugas melaksanakan penjualan barang dagangan milik pemerintah atau orang lain dng menerima imbalan dr keuntungan
kompensasi kom.pen.sa.si [n] (1) ganti rugi; (2) pemberesan piutang dng memberikan barang-barang yg seharga dng utangnya; (3) pencarian kepuasan dl suatu bidang untuk memperoleh keseimbangan dr kekecewaan dl bidang lain; (4) Man imbalan berupa uang atau bukan uang (natura), yg diberikan kpd karyawan dl perusahaan atau organisasi
kopilot ko.pi.lot [n] pembantu pilot; pendamping sopir (dl balap mobil)
kukur ku.kur [n] alat untuk mengukur (menggaruk, memarut, mengorek) kelapa dsb [n] tiruan bunyi burung tekukur (balam)
kurang terima tidak berterima kasih; tidak tahu membalas budi; (2) tidak puas; (3) tidak senang
ladang ternak [Tern] usaha produksi ternak (biasanya termasuk binatang pemamah biak) yg mengandalkan padang penggembalaan sbg sumber bahan makanan hijauan, pd umumnya meliputi areal penggembalaan yg sangat luas dan lengkap dng kandang, pagar, tandon air, dan prasarana
laden la.den [v] me.la.deni v (1) melayani: pekerjaannya ~ tamu-tamu di hotel; (2) membalas (menyambut, mengindahkan) serangan, ajakan, tantangan, dsb: tidak perlu ~ perkataan orang itu
lantar lan.tar , me.lan.tar.kan v (1) menyebabkan (pertikaian, kerugian, dsb): perlu diselidiki hal yg ~ penderitaan rakyat; (2) menyampaikan (usul, permintaan, dsb): tugas kami hanya ~ usul Saudara [n] pe.lan.tar n (1) bangku atau balai-balai panjang tempat duduk-duduk dsb; (2) bagian rumah yg dibangun agak ketinggian dan tidak diberi beratap untuk tempat menjemur pakaian dsb; (3) tangga berpara-para untuk mengerjakan atau mengecat bangunan yg tinggi; aram-aram
lap [n] penggosok (biasanya dr kain); penyeka; penghapus [n] putaran (dl balap mobil atau motor): pd beberapa -- pertama ia memimpin di tempat teratas [n] jarak sepanjang kolam renang
layanan wisata la.yan.an wisata kegiatan yg bertujuan memberikan kemudahan, kenyamanan, atau keselamatan kpd pengunjung selama tinggal dan dl setiap acara kunjungannya di kawasan pelestarian
legiun le.gi.un [n] pasukan bala tentara terdiri atas 5.000- 6.000 personel
leptoskop lep.tos.kop [n] alat optik untuk mengukur ketebalan selaput sel
leukoplakia leu.ko.pla.kia [n] penebalan lapisan tanduk selaput lendir mulut, terdapat pd lidah atau pipi bagian dalam yg batasnya tidak teratur, berwarna abu-abu dan banyak dijumpai pd orang lanjut usia
lutu lu.tu , me.lu.tu v (1) menyerang (dng ganas); memukul(i) (2) ki menimpa: fitnah dan bala datang ~ [Mk n] kotoran
mabuh ma.buh [v] memotong padi dng imbalan upah harian (di Madura)
makin ma.kin [adv] kian bertambah: tangisnya -- menjadi-jadi; pesawat itu terbang -- tinggi; (2) p kl lebih-lebih; apalagi: segala gembala gajah semuanya kasih akan Laksamana Khoja Hassan, -- kpd gembala Kepenjang itu jangan dikata lagi
malau ma.lau [Lihat {embalau}]
manggung mang.gung [Jw v] berkicau (tt burung balam, ketitiran, dsb); memanggung
markah lambung timbul [Kap] tanda pd lambung kiri dan kanan kapal yg berupa lingkaran dan garis-garis serta huruf-huruf untuk menunjukkan garis muat maksimum yg diizinkan menurut peraturan keselamatan
maskot mas.kot [n] orang, binatang, atau benda yg diperlakukan oleh suatu kelompok sbg lambang pembawa keberuntungan atau keselamatan
maslahat mas.la.hat [Ar n] sesuatu yg mendatangkan kebaikan (keselamatan dsb); faedah; guna: pelebaran jalan itu membawa -- bagi penduduk
melelangkan me.le.lang.kan [v] (1) menjual dng jalan lelang: ia akan ~ barang itu besok pagi; (2) memberikan barang untuk dijual dng jalan lelang: ia ~ barangnya kpd kantor lelang; (3) memborongkan pekerjaan (ransum makanan orang penjara dsb): mereka ~ pekerjaan membuat balai desa
melepaskan anjing terjepit [pb] menolong orang yg tidak tahu membalas budi
melepaskan dendam me.le.pas.kan dendam membalas sakit hati
melepaskan kasam me.le.pas.kan kasam membalas dendam
melihat arus me.li.hat arus menyesuaikan diri dng situasi (politik, pendapat, dsb) untuk keselamatan diri
membahayakan mem.ba.ha.ya.kan [v] (1) mengancam keselamatan; mendatangkan bahaya (kpd): letusan gunung itu -- daerah sekitarnya; (2) mempertaruhkan (nyawanya, kedudukannya): ia bersedia -- kedudukannya demi keadilan
membaringkan mem.ba.ring.kan [v] meletakkan merata; menidurkan (sebagaimana layaknya orang tidur): ia -- anaknya di atas tikar; ia -- diri di atas balai-balai
memberkati mem.ber.kati [v] (1) memberi berkat (tt Tuhan): semoga Allah -- usaha kita; (2) mendoakan supaya Tuhan mendatangkan berkah: penghulu itu -- kedua pengantin; (3) mendatangkan kebaikan, keselamatan, dsb: barang curian tidak akan -
membuang bunga ke jirat [pb] berbuat baik kpd orang yg tidak tahu membalas budi [pb] membuang-buang tenaga (uang, waktu, dsb) dng sia-sia
meminati me.mi.nati [v] (1) menaruh minat (pd); memperhatikan; menginginkan: para wisatawan banyak yg -- barang kerajinan Indonesia; (2) menyayangi; menyukai: ia sangat -- penggembala yg rajin itu
memontang-mantingkan me.mon.tang-man.ting.kan [kl v] (1) mengucar-ngacirkan; menjadikan berceceran (berserakan); menyerak-nyerakkan; (2) menyebabkan lari pontang-panting; menghembalangkan
mempertunjukkan mem.per.tun.juk.kan [v] (1) memperlihatkan tontonan; mempertontonkan (gambar hidup, sandiwara, tari-tarian); (2) memperlihatkan (mendemonstrasikan) kepandaian (ilmu kekebalan dsb); (3) memamerkan (lukisan, barang-barang, dsb)
melepaskan me.le.pas.kan [v] (1) menjadikan lepas (tidak terikat, keluar dr kurungan, dsb): saya selalu ~ binatang piaraan saya, tidak pernah mengurungnya dl kandang; (2) ki mencurahkan (tt cinta kasih, isi hati, rindu): dia datang kemari untuk ~ rindunya kpd keluarga kami; (3) ki membalas (tt dendam, sakit hati): mereka melakukan kekejaman itu sekadar untuk ~ dendamnya kpd orang itu; (4) ki melancarkan (tt kecaman, serangan, tuduhan): ia selalu ~ kritik membangun kpd pihak yg berwenang; (5) ki membuang, menghilangkan, atau meninggalkan (tt suatu harapan, maksud, tuntutan): berusaha ~ niat yg kurang baik; (6) ki membiarkan lepas (tt anak panah dr busur): ia ~ anak panah agar mengenai sasarannya; (7) ki menyelamatkan atau menghindarkan (dr bahaya): kita harus berusaha ~ diri dr bahaya narkotika; (8) ki menjadikan puas (tt rasa hati); memuaskan: ia menjerit sekeras-kerasnya sambil memukul dinding tembok kamarnya untuk ~ kekesalan hatinya
menabur bijan ke tasik [pb] sia-sia saja (spt berbuat kebaikan kpd orang yg tidak tahu membalas budi)
menambat me.nam.bat [v] (1) mengikat dng tali yg dikenakan pd tiang (pancang dsb): gembala itu ~ kerbaunya pd batang pohon; (2) ki mengikat (memikat, menawan, menarik) hati
menandakan me.nan.da.kan [v] (1) menyatakan atau menunjukkan (bahwa): angka rapornya yg baik ~ kerajinan dan kecerdasan otaknya; (2) menjadi tanda (alamat); memberi alamat (bahwa ...): tidak dibalasnya suratmu itu ~ bahwa dia benci kepadamu; (3) menerangkan atau memberitahukan dng tanda (isyarat): tanda panah itu ~ arah jalan yg harus kita tempuh; (4) membuktikan (dng tanda): ia harus ~ bahwa ia benar-benar suami yg sah dr wanita itu
menanggung kasih me.nang.gung kasih merasa wajib membalas kasih orang
mencacar men.ca.car [v] menanam (menyuntikkan) benih cacar (yg sudah dilemahkan) ke dl tubuh supaya tubuh bereaksi dng mengeluarkan antitoksin thd cacar sehingga mempunyai kekebalan thd serangan penyakit cacar; memberikan vaksinasi cacar supaya mempunyai ketahanan thd serangan penyakit cacar [v] bergerak dng berpindah-pindah: gasing itu ~
mencukupi men.cu.kupi [v] (1) memenuhi keperluan (keinginan dsb): gajinya tidak ~ kebutuhan biaya hidup sebulan; ia terpaksa menjual perhiasan emasnya untuk ~ biaya berobat; (2) memadai atau dapat memenuhi (kebutuhan, syarat, permintaan, dsb); tidak kurang: hasil padi di daerah itu tidak ~ kebutuhan penduduk; (3) menambah supaya lengkap (tidak kurang dsb): ia harus bekerja keras untuk ~ kekurangan pendapatannya; (4) ark membalas (menyambut): ~ surat Tuan tanggal 16 Juli 1989, saya ...
mendapa men.da.pa [n] pendapa; balai
menelentangkan me.ne.len.tang.kan [v] membaringkan (meletakkan dsb) telentang: ia ~ anaknya di balai-balai
menentang me.nen.tang [v] (1) memandang; menatap: pd saat itu tiada seorang pun dr bawahannya yg berani ~ muka atasannya yg sedang marah; (2) mengarahkan pandangan kpd: berbaring di balai-balai sambil ~ langit-langit; (3) menuju; mengarah: berlayar ~ pulau; (4) menyongsong: berlayar ~ ombak (angin); (5) melawan; memerangi: tidak boleh ~ orang tua; (6) menolak (perintah, pendapat, usul, dsb); menampik; membangkang; menyanggah: banyak anggota yg ~ usul mosi itu; (7) menyalahi (aturan dsb): kita tidak boleh ~ aturan permainan yg telah ditentukan pemerintah; (8) menempuh (bahaya, bencana, dsb): demi kemerdekaan, rakyat Indonesia berani ~ maut
mengamputasi meng.am.pu.ta.si [v] memotong anggota badan, terutama kaki dan tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang: tim dokter bedah terpaksa ~ tangan pasien demi keselamatan jiwanya dr serangan lepra
mengangon meng.angon [v] menggembala
mengasam me.nga.sam [v] membalas dendam: ia ingin ~ musuhnya
mengawal me.nga.wal [v] menjaga (keselamatan dsb); mengiring untuk menjaga (keselamatan dsb): yg ~ komandan itu adalah seorang kopral
mengawih me.nga.wih [v] menyanyikan (lagu) kawih: tiba-tiba kedengaran olehnya, anak-anak gembala kerbau ~ "ayang-ayang gung"
mengempaskan meng.em.pas.kan [v] membantingkan kuat-kuat; mencampakkan: setiba di rumah ia ~ dirinya ke balai-balai
mengenyakkan meng.e.nyak.kan [v] menjatuhkan (diri) pd: krn lelah, dia ~ diri di balai-balai
mengharubirukan meng.ha.ru.bi.ru.kan [v] mengacaukan; menimbulkan kerusuhan; mengacaubalaukan
menghukum meng.hu.kum [v] (1) menjatuhkan hukuman kpd; membiarkan orang menderita atau susah sbg balasan atas pelanggaran yg telah dilakukannya: pemerintah selalu ~ orang yg bersalah; (2) mencela keras; sama sekali tidak membenarkan: semua orang ~ tindakan yg biadab itu
mengimbali meng.im.bali [v] (1) memberi upah sbg pembalas jasa; (2) mem-beri balasan atas tindakan yg dilakukan
mengimbangi meng.im.bangi [v] menjadikan imbang (berimbang); menjadikan setimbang (sebanding, sepadan, dsb); membanding; memadai; membalas (kebaikan, cinta, dsb): sekarang terbuktilah sudah bahwa adikku selama ini tidak ~ kebaikanku
mengisas me.ngi.sas [v] menjalankan kisas; menuntut balas atas suatu pembunuhan dsb
mengontan me.ngon.tan [v] (1) membayar dng tunai; (2) cak menjawab (membalas dsb) seketika itu juga
mengorak-arik meng.o.rak-a.rik [v] mencampuradukkan; mengacaubalaukan: dialah yg -- buku-buku di kamar kerjamu
mengukur me.ngu.kur [v] (1) menggaruk-garuk atau mengorek kelapa (memarut dng kukur): ibu ~ kelapa lalu diperasnya menjadi santan; (2) menggaruk-garuk (krn gatal dsb): ia ~ tangannya yg digigit nyamuk [v] berbunyi "kur, kur" (tt tekukur): balam di sangkar itu belum ~
mengundur meng.un.dur [v] (1) kl mundur: maka ~ lah hulubalang itu dr hadapan Paduka Raja; (2) cak mengundurkan
mengunjur meng.un.jur [v] duduk atau berbaring dng kaki lurus: dilihatnya seseorang ~ panjang di balai-balai
menidurkan me.ni.dur.kan [v] (1) membawa tidur; membaringkan (meninabobokan dsb) supaya tidur: ia biasa ~ anaknya dng senandung; (2) merebahkan: setelah di rumah ia langsung ~ dirinya di balai-balai
menimbangi me.nim.bangi [v] (1) memberi (mengadakan) imbangan; mengimbangi: hasil produksinya sudah dapat ~ produksi luar negeri; (2) membalas (kebaikan, kasih sayang, dsb): dia tidak ~ kebaikan sahabatnya
meningkah me.ning.kah [v] (1) memukul gendang dsb untuk mengiringi (menyambut, menyeling bunyi-bunyian yg lain); (2) mengiringi (menyambut) lagu dsb dng sorak, tepuk tangan, dsb supaya bertambah ramai dan gembira: suara gesekan rebab dan dentingan kecapi ~ suara nyanyian anak-anak perahu; (3) menjawab (membalas, menyambut) perkataan orang: "benar juga kata ibu itu", demikian ia ~; (4) menyelang (perkataan); membantahi: dng tegas ia ~ setiap tuduhan yg diajukan kepadanya
menitir me.ni.tir [v] memukul (gendang, kentungan, dsb) dng gencar: orang ~ gendang sewaktu raja akan masuk balairung
menjaga men.ja.ga [v] (1) menunggui (supaya selamat atau tidak ada gangguan): mereka selalu ~ kampungnya dng baik; (2) mengiringi untuk melindungi dr bahaya; mengawal: ajudan itu selalu ~ atasannya; (3) mengasuh (mengawasi anak kecil); (4) mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya; mencegah (bahaya, kesukaran, kerugian): tugas mereka ialah ~ bahaya api; (5) mempertahankan keselamatan (orang, barang, dsb): pemerintah memperkuat pasukan yg ~ pantai; (6) mengikhtiarkan (supaya); mengurus (supaya): kita harus ~ agar pemasukan tidak lebih besar dp pengeluaran; (7) memeliharakan; merawat: ia ~ baik-baik neneknya yg sakit
menjawab men.ja.wab [v] (1) memberi jawaban (atas pertanyaan, kritik, dsb); membalas; menyahut(i); (2) memenuhi; menanggapi: ~ tantangan pembangunan
mentilau men.ti.lau [n] burung sebesar balam, berwarna kuning
mentora men.to.ra [n] balai di istana tempat menerima tamu dsb: balai --
menuntut bela me.nun.tut bela membalas dng membunuh seseorang yg telah membunuh orang lain: anak itu bertekad untuk ~ belas atas kematian ayahnya; ~ hukuman meminta agar (terdakwa) dihukum: jaksa ~ hukuman dua tahun penjara
menuntut malu me.nun.tut malu membalas berbuat jahat krn merasa dipermalukan
menurunkan me.nu.run.kan [v] (1) membawa (menjadikan) turun, spt menarik turun, mengerek ke bawah, membongkar muatan, dsb: ~ bendera; ~ sauh; ~ barang dr kapal; ~ pasukan payung; (2) merendahkan (derajat, kedudukan, dsb); memerosotkan atau mengurangkan (harga, nilai, dsb) menyurutkan (menyusutkan); memakzulkan (raja): ~ derajat (pangkat, gengsi); ~ harga (pajak, ongkos, biaya); (3) memperanakkan; meninggalkan (warisan, pusaka, dsb) kpd; memindahkan kpd (anak, cucu, dsb): lurah itu ~ jabatannya kpd anaknya; (4) menggembalakan: ~ lembu; (5) menyampaikan wahyu (sabda, ajaran, dsb): Allah ~ wahyu kpd Nabi Muhammad saw.; (6) memilih untuk ikut bermain (bertandang dsb); menyertakan; mengikutkan: Persija ~ pemain-pemain terbaik; (7) Ling membentuk (kata dsb) jadian (spt dng awalan, akhiran, atau sisipan): kata 'makan' dng akhiran '-an' ~ kata 'makanan'
menyahut me.nya.hut [v] menjawab; membalas; menyambut (dng ucapan): murid itu -- salam gurunya dng penuh hormat
menyahuti me.nya.huti [v] memberi jawaban; memberi balasan: tiada seorang pun berani -- teriakan pemimpinnya yg sedang marah itu
menyambut me.nyam.but [v] (1) menerima: kami -- penghargaan itu dng rasa haru; (2)memberi tanggapan (balasan, jawaban, reaksi, dsb) atas: penduduk -- kebijakan lurahnya dng sikap positif; (3)menangkap; menadah: saya -- bola yg dilemparkan kpd saya; (4) menyongsong (kedatangan orang, hari peringatan, dsb): kami -- hari depan yg lebih baik; (5)membalas (menangkis serangan): pasukan itu -- serangan musuh dng gigihnya; (6) membeli dng cara membayar kemudian; mengutang; mengebon: Paman -- sebungkus rokok ke warung
menyuakakan me.nyu.a.ka.kan [v] memberikan perlindungan thd orang (tumbuh-tumbuhan, binatang) yg terancam keselamatannya
mobil sport mobil untuk keperluan olahraga balap; mobil balap
morat-marit mo.rat-ma.rit [a] (1) porak-poranda; cerai-berai; berantakan; kacau-balau: barang-barang yg di dl gudang itu -- , tidak teratur letaknya; (2) tidak beres keadaannya; kocar-kacir: rumah tangganya --
mulut kamu [pb] keselamatan dan harga diri kita bergantung pd perkataan kita sendiri
musuh mu.suh [n] (1) lawan (berkelahi, bertengkar, berperang, berjudi, bertanding, dsb); seteru: walaupun tubuhnya kecil, ia dapat mengalahkan -- nya yg tinggi besar; dahulu -- , sekarang menjadi kawan; (2) bandingan, imbangan, tandingan: barang ini tidak ada -- nya; (3) sesuatu yg mengancam (kesehatan, keselamatan); yg merusakkan: penyakit itu merupakan -- rakyat di daerah ini; hama wereng merupakan -- tanaman padi
naga-naga na.ga-na.ga [n] (1) (gambar, lukisan) tiruan naga; (2) patung kepala naga yg dipasang di haluan perahu; (3) kl tempat yg tinggi di balai penghadapan
navigasi na.vi.ga.si [n] (1) ilmu tt cara menjalankan kapal laut atau kapal terbang; (2) tindakan menempatkan haluan kapal atau arah terbang: kecelakaan pesawat itu disebabkan oleh kesalahan --; (3) pelayaran; penerbangan: salah satu unsur keselamatan pelayaran adalah sarana -- yg baik
orak-arik [a] (1) campur aduk; kacau balau: mengapa barang-barangku menjadi -- begini?; (2) masakan kol yg diiris-iris halus dicampur dng telur kocok, dicampur dng daging cacah atau udang
orang sabun orang bulai; orang balar
pacuan pa.cu.an [n] (1) perlombaan berlari; balapan; (2) gelanggang tempat berpacu
pacuan kuda pa.cu.an kuda balapan kuda; (2) gelanggang tempat kuda berpacu
padahan pa.dah.an [n] (1) padah; (2) Mk akibat (yg kurang baik dr suatu perbuatan); timbalan; imbangan: perbuatan hamba ini, nyawa hambalah ~ nya
pandam pan.dam [ark n] damar (gala-gala, embalau) untuk melekatkan pisau, keris, dsb pd hulunya (pegangannya)
panggung pang.gung [n] (1) lantai (terbuat dr papan, bambu, dsb) yg diberi bertiang; (2) bangunan yg agak tinggi, lantainya bertiang; (3) lantai yg agak tinggi tempat bermain sandiwara, berpidato, dsb; pentas: biduan itu sudah biasa bermain di --; (4) tempat yg agak tinggi (di stadion, gelanggang pacuan kuda, dsb) untuk menonton; tribune: mereka berjejal-jejal memenuhi -- , me.mang.gung v bersuara; berkicau (tt burung ketitiran, balam): perkutut itu sering ~ kalau sangkarnya ditaruh di halaman
panglima pang.li.ma [n] (1) hulubalang; pemimpin pasukan; (2) pemimpin kesatuan tentara: -- daerah militer
pangonan pa.ngon.an [Jw n] tempat menggembala
paroki pa.ro.ki [n Kat] daerah (kawasan) penggembalaan umat Katolik yg dikepalai oleh pastor atau imam
paseban pa.se.ban [Jw n] balai yg digunakan untuk menghadap (raja dsb); balai penghadapan: di sekitar -- didirikan teratak-teratak dan tarup-tarup besar
pastoral pas.to.ral [a] (1) berhubungan dng pastor; (2) mengenai pendeta [a] mengenai kehidupan di dusun; mengenai gembala dan penghidupannya; (2) n karya sastra yg menggambarkan kehidupan pedesaan yg tenang dan tenteram
pawiyatan pa.wi.ya.tan [Jw n] balai pertemuan (rapat dsb); balairung
pecah menanti sebab [pb] sekadar menanti kesempatan untuk membalas dendam
pelayanan pe.la.yan.an [n] (1) perihal atau cara melayani: selama ini tamu hotel itu tidak mendapat ~ yg semestinya; (2) usaha melayani kebutuhan orang lain dng memperoleh imbalan (uang); jasa: yayasan itu bergerak dl pemberian ~ jual beli tanah; (3) kemudahan yg diberikan sehubungan dng jual beli barang atau jasa
pelepas uang pe.le.pas uang orang yg meminjamkan uang dng harapan mendapat imbalan yg senilai dng bunga yg diterima jika uang itu dititipkan di bank atau digunakan sendiri untuk usaha produktif
pelias pe.li.as [kl n] mantra kekebalan (mantra yg menyebabkan kebal)
penangkal pe.nang.kal [n] penolak bala (penyakit, roh jahat, dsb); pencegah bahaya (bencana dsb)
pendapa pen.da.pa ? pedapa [n] (1) rumah bagian muka; (2) balai (ruang) besar tempat berapat dsb: rapat itu diadakan di -- kabupaten
pendendang pen.den.dang [n] orang yg mendendangkan lagu: ~ lagu-lagu balada itu mengaku sekadar untuk menambah pengalaman
peneduh pe.ne.duh [n] bentuk bangunan sederhana untuk tempat berteduh ternak (domba dan sapi) di padang penggembalaan
penerbit pe.ner.bit [n] (1) orang dsb yg menerbitkan; (2) perusahaan dsb yg menerbitkan (buku, majalah, dsb): buku ini diterbitkan oleh ~ Balai Pustaka
pengampu peng.am.pu [n] (1) penyangga; penyokong; penopang: panggung darurat itu roboh krn ~ nya patah; (2) (orang) yg memerintah (negeri, kerajaan, dsb); (3) orang yg menjaga keselamatan orang lain; wali; orang tua; pembimbing; (4) ki orang yg mengangkat-angkat (suka menyanjung) seseorang
pengangon peng.a.ngon [n] orang yg pekerjaannya menggembala ternak; gembala; tukang angon
pengangonan peng.a.ngon.an [n] padang rumput alami tempat menggembalakan ternak
pengawal pe.nga.wal [n] (1) penjaga (keselamatan dsb); (2) cak seorang laki-laki yg menjadi pacar (tunangan)
pengawalan pe.nga.wal.an [n] penjagaan (keselamatan); pengawasan dsb: ~ orang hukuman yg sedang bekerja di lapangan dilakukan dng dekat
penggawa peng.ga.wa [kl n] (1) kepala pasukan; hulubalang; (2) kepala desa: orang kampung mengadukan masalahnya ke -- desa
penghadapan peng.ha.dap.an [n] balai tempat menghadap raja
perbantahan per.ban.tah.an [n] pertengkaran mulut; perdebatan; perbalahan
percuma per.cu.ma [adv] sia-sia; tidak ada gunanya (hasilnya dsb): ~ saja ia bersekolah, kepandaiannya tidak digunakannya [a] (1) tidak ada gunanya (hasilnya dsb); sia-sia: -- juga kita bekerja keras jika tanpa imbalan yg sesuai; (2) cuma-cuma; gratis
pereli pe.re.li [n] orang yg mengikuti perlombaan kendaraan (sepeda, mobil) di jalan umum; peserta reli; pembalap: banyak ~ yg terpaksa berhenti di perjalanan krn mobilnya rusak
perikarditis konstriktif radang kandung jantung dng proses penebalan dan pengapuran sehingga menghalangi denyut jantung
perjalanan insentif per.ja.lan.an insentif perjalanan wisata yg ditawarkan oleh suatu perusahaan kpd pegawai perusahaan sbg imbalan atas suatu usaha yg berhasil
perkasa per.ka.sa [a] (1) kuat dan tangguh serta berani; gagah berani: Hang Tuah terkenal sbg seorang hulubalang Melayu yg --; (2) kuat dan berkuasa; hebat; keras; dng --
perkelang per.ke.lang [kl n] (1) gelar hulubalang Siam; (2) prakilang
persona nongrata per.so.na non.gra.ta [n] (1) orang yg tidak disukai (disenangi); (2) sikap politik yg dilaksanakan oleh pemerintah thd (seseorang) warga negara asing yg berada di wilayah negara tsb dan mempunyai kekebalan diplomatik
pertemuan per.te.mu.an [n] (1) perbuatan (hal dsb) bertemu; perjumpaan; (2) tempat bertemu (berkumpul dsb): balai ~; ia sedang pergi ke ~; (3) perkumpulan (spt rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; (4) pergaulan; (5) perjodohan; perkawinan
perwira pengawas keamanan perwira, bintara tertinggi, atau seorang pejabat sipil yg bertanggung jawab dl tiap pimpinan atau badan, yg ditunjuk untuk mengadakan pengawasan atas keselamatan keterangan rahasia mengenai pertahanan negara
pipa udara pipa yg menghubungkan tangki bahan bakar, tangki balas, atau tangki air lainnya dng geladak terbuka untuk mencegah agar udara tidak terkurung di dl tangki pd waktu zat cair dipompakan ke dl tangki atau sebaliknya
pit [n] sepeda: -- motor, sepeda motor [n] pensil (potlot) cina; mopit [n] tempat berhenti untuk memperbaiki kerusakan mobil atau motor (dl arena balap)
poliklinik po.li.kli.nik [n] balai pengobatan umum (tidak untuk perawatan atau pasien menginap)
polisi lalu lintas polisi yg memelihara keamanan dan keselamatan lalu lintas
porak-poranda po.rak-po.ran.da [a] (1) cerai-berai tidak keruan; berserakan; terserak ke mana-mana; porak-peranda; 2 kacau-balau; kucar-kacir; morat-marit
potensiometer po.ten.si.o.me.ter [n ] alat untuk mengukur potensial listrik dng cara pengimbalan
pres ban penambalan ban dalam dng cara pemanasan dan penekanan (pembebanan) pd bagian tambalan
provisi pro.vi.si [n] (1) biaya (administrasi dsb): penjualan efek itu dikenakan -- 1,5%; (2) upah atau imbalan: dia tidak akan mendapat -- dr penjualan tanah milik negara itu
provisi makelar imbalan yg dipungut makelar atas transaksi jual beli (tanah dsb)
puput pu.put [Mk n] (1) alat tiup terbuat dr batang padi atau bambu pendek, adakalanya ditambah dng daun kelapa (pucuk rumbia dsb): sambil bermain, anak-anak gembala menghembus -- di sawah (2) peluit [Jk n] sepotong besi untuk mencungkil dsb; linggis [v] terlepas; tanggal (tt tali pusat bayi)
rai [Ar n] gembala
rakyat rak.yat [n] (1) penduduk suatu negara: segenap -- Indonesia berdiri di belakang pemerintah; (2) orang kebanyakan; orang biasa: bioskop untuk --; (3) kl pasukan (balatentara): maka raksasa itu pun terbang diiringkan segenap -- lengkap dng senjatanya; (4) cak anak buah; bawahan: Lurah harus melindungi -- nya
rapel ra.pel [n] bagian gaji atau imbalan berupa uang yg diterimakan sekaligus di kemudian hari krn adanya kelebihan yg belum diberikan
rela re.la [v] (1) bersedia dng ikhlas hati: aku -- mati membela tanah tumpah darahku; (2) izin (persetujuan); perkenan: kedatangan saya ini hendak meminta -- tuan; (3) dapat diterima dng senang hati: semua itu kuberikan kepadamu dng --; (4) tidak mengharap imbalan, dng kehendak atau kemauan sendiri: dng suka --
reli re.li [n] (1) perlombaan kendaraan (mobil, sepeda, dsb) di jalan umum dan biasanya tunduk pd peraturan lalu lintas dl menetapkan kecepatan rata-rata: -- mobil Jawa-Sumatra itu melibatkan pembalap kawakan dalam dan luar negeri; (2) berjalan (berkendaraan) berbanyak di jalan-jalan untuk menunjukkan kekuatan massa, unjuk rasa
remunerasi re.mu.ne.ra.si [n] pembelian hadiah (penghargaan atas jasa dsb); imbalan: Pemerintah menetapkan peraturan khusus mengenai -- kpd pegawai negeri
resiprokal re.sip.ro.kal [a Ling] bersifat saling berbalasan (tt kata kerja)
retorsi re.tor.si [n Dag] tindakan pembalasan (thd negara yg menyulitkan perdagangan)
retribusi ret.ri.bu.si [n] pungutan uang oleh pemerintah (kota praja dsb) sbg balas jasa: akan ditarik -- dr setiap kendaraan yg lewat jalan itu
ripuh ri.puh [a] (1) menderita kesusahan (krn kekurangan uang, sakit, dsb); 2 sibuk; banyak kerja; repot; (3) ribut (kacau balau tidak keruan)
rondah-rondih ron.dah-ron.dih [ark a] tidak beraturan; kacau-balau; berantakan: aturlah buku di lemari itu, tampaknya sangat --
rumah adat rumah tempat diselenggarakan upacara adat istiadat; balairung
rusak ru.sak [a] (1) sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi: banyak rumah yg -- krn gempa; (2) ki luka-luka; bercalar-calar; calar balar: pemain kesebelasan kita banyak yg -- dl pertandingan final itu; (3) ki busuk: ditemukan mayat yg sudah --; (4) ki tidak dapat berjalan lagi (tt mobil, mesin): mobil saya -- lagi hari ini; (5) ki tidak beraturan lagi (tt bahasa, adat): adat yg sudah --; dng bahasa yg -- orang asing itu menanyakan alamat hotel yg ditujunya; (6) ki tidak utuh lagi (perkawinan): perkawinannya sudah lama --; (7) ki terganggu (ingatannya): -- ingatannya krn gegar otak itu; (8) hancur; binasa: -- negeri itu krn pengeboman yg dahsyat; (9) ki tidak baik: namanya sudah -- di mata masyarakat
sahaya sa.ha.ya [kl] (1) n abdi; budak; hamba: raja itu memanggil segala -- nya untuk berkumpul di balairung; (2) pron saya: tugas itu sudah -- kerjakan Tuanku
sahutan sa.hut.an [n] jawaban; balasan; sambutan: krn kesalnya, ia tidak memberi -- sepatah kata pun
sakai sa.kai [kl n] orang bawahan (hamba, pengiring, rakyat, dsb): hulubalang itu pun berangkat dng membawa sejumlah -- nya
saling sa.ling [adv] kata untuk menerangkan perbuatan yg berbalas-balasan: dl hidup ini hendaknya kita dapat -- menghargai
samar sa.mar [a] (1) kabur; tidak kelihatan nyata; agak gelap: dl lamunannya terbayang -- wajah ibunya; (2) sayup-sayup (tt pendengaran): dr jauh terdengar -- suara seruling gembala; (3) tersembunyi; kurang jelas (apa yg dilihat, dilakukan, dsb): keterangan pemerintah itu masih -- bagi rakyat; (4) gaib alam yg tidak dapat dilihat dng indra biasa; gaib: ahli kebatinan dapat melihat segala sesuatu dl alam --; (5)saru; keliru: kadang-kadang saya -- tidak dapat membedakan kedua anak kembar itu [Jw a] khawatir; waswas: relakan saja anakmu pergi, jangan --
sambut-menyambut sam.but-me.nyam.but [v] (1) bersambut-sambutan; berbalas-balasan; jawab-menjawab; (2)berturut-turut sambung-menyambung (berganti-ganti)
sambutan sam.but.an [n] (1) penerimaan: -- masyarakat thd tamu negara itu sangat meriah; (2)balasan; reaksi; sanggahan: tulisannya mendapat -- yg tajam dr beberapa pihak; (3)pidato: pd pembukaan kongres itu, Presiden akan memberikan ~ nya; (4) barang yg dibeli dng pembayaran kemudian; barang yg dibon: aku tidak mempunyai -- di warung itu; (5)barang yg dititipkan untuk dijual: pedagang itu memberikan -- barang-barang kelontong di warung itu
sangar sa.ngar [a] akan (dapat) mendatangkan bala atau bencana (tt rumah, tanah, dsb); angker: tempat itu terkenal -- sehingga orang-orang tidak berani melewatinya [Mk n] bau yg merangsang, spt bau bawang [a] tidak subur (tt tanah): sawahku -- , harus diberi pupuk supaya subur
sanggah sang.gah [v] me.nyang.gah v (1) tidak mau menerima; membantah; menyangkal: terdakwa itu -- semua tuduhan yg ditujukan kepadanya; (2) melawan; menentang: hulubalang raja itu berusaha -- keputusan raja yg lalim itu; (3) memprotes: rakyat -- keputusan gubernur yg merugikan kepentingannya; (4) mempunyai pendapat lain (berbeda) dng pemrasaran dsb (dl diskusi) [ark n] tempat pemujaan di dl rumah (di Bali)
sanksi sank.si [n] (1) tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan 1022 undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan dsb): dl aturan tata tertib harus ditegaskan apa -- nya kalau ada anggota yg melanggar aturan-aturan itu; (2) tindakan (mengenai perekonomian dsb) sbg hukuman kpd suatu negara: Dewan Keamanan PBB mengadakan -- thd negara yg menyerang negara lain; (3) Huk (a) imbalan negatif, berupa pembebanan atau penderitaan yg ditentukan dl hukum; (b) imbalan positif, yg berupa hadiah atau anugerah yg ditentukan dl hukum
sarang macan [ki] tempat yg penuh bahaya (bagi keselamatan seseorang)
sastra rakyat kategori sastra yg mencakupi lagu rakyat, balada, dongeng, ketoprak, peribahasa, teka-teki, legenda (banyak yg termasuk tradisi lisan)
sehat masyarakat kesehatan jasmani bagi rakyat: Pusat -- Masyarakat (Puskesmas), balai pengobatan (poliklinik) di tingkat kecamatan yg diselenggarakan oleh Pemerintah
selasar se.la.sar [n] (1) serambi atau beranda (ada yg tidak beratap); (2) bagian balai yg terendah tempat rakyat atau pegawai rendah menghadap
semah negeri menyajikan kepala kerbau dsb untuk keselamatan negeri
semayam se.ma.yam , ber.se.ma.yam v (1)hor duduk: baginda pun -- di atas singgasana dikelilingi oleh para menteri dan hulubalang; (2) hor berkediaman; tinggal: Sultan Iskandar Muda pernah -- di Kotaraja; (3) ki tersimpan; terpatri (dl hati): sudah lama cita-cita itu -- dl hatinya; keyakinan yg -- dl hati
semboyan sem.bo.yan [n] (1) tanda atau alamat untuk memberitahukan sesuatu (tt bunyi kentungan, nyala api, lambaian bendera, dsb): kentungan di balai desa itu dipukul sbg -- agar penduduk desa berkumpul; tembakan peluru berasap itu sbg -- serangan dimulai; (2) kata atau perkataan rahasia yg dipakai sbg alamat untuk mengetahui (mengenal) kawan sendiri: pd malam itu -- yg dipakai oleh pasukan kita "elang" dan "gagak"; (3) perkataan atau kalimat pendek yg dipakai sbg dasar tuntunan (pegangan hidup); inti sari suatu usaha dsb; slogan; moto: " Bhinneka Tunggal Ika" ialah -- Republik Indonesia;"sekali murah, tetap murah", itulah -- tokonya
semrawut sem.ra.wut [a] kacau balau; acak-acakan; tidak teratur: barisan itu menjadi -- saat terdengar tembakan beberapa kali
sena se.na [kl n] tentara; bala tentara
serambi se.ram.bi [n] (1) beranda atau selasar yg agak panjang, bersambung dng induk rumah (biasanya lebih rendah dp induk rumah): sesudah makan malam, ia berbaring di atas balai-balai bambu di -- rumah; (2) peron (untuk stasiun)
serati se.ra.ti [n] penggembala atau pengendali gajah lihat itik
serologi se.ro.lo.gi [n] ilmu tt reaksi kekebalan dl serum atau tt kerja berbagai serum
sida-sida si.da-si.da [kl n] (1) golongan pegawai tinggi (sebangsa pendeta): para -, menteri, dan hulubalang sedang berbincang-bincang dng Baginda; (2) penjaga harem
silang selimpat kusut tidak keruan; amat sulit; kacau balau; (2) main cari-carian
silih ganti saling berganti (berbalas)
sistem kelas [Sos] sistem kelas sosial yg mempunyai beberapa mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yg lebih rendah tanpa pembalasan berdasarkan hukum atau bentuk pelapisan sosial yg ditandai oleh lapisan masyarakat tertentu
sistem kelas terbuka [Sos] sistem kelas sosial yg mempunyai kebebasan mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yg lebih rendah tanpa pembalasan berdasarkan hukum atau tradisi
sositet so.si.tet [ark n] balai atau gedung tempat berkumpul dan bersenang-senang; kamar bola
sponsor-sponsoran spon.sor-spon.sor.an [n cak] yg mengusahakan (mengusulkan, memprakarsai, dsb) sesuatu dng maksud supaya mendapat imbalan: kita harus betul-betul jujur, jangan ada --
spt pungguk merindukan bulan [pb] seseorang yg merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas
strategi stra.te.gi [n] (1) ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa(-bangsa) untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dl perang dan damai; (2) ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dl perang, dl kondisi yg menguntungkan: sbg komandan ia memang menguasai betul -- seorang perwira di medan perang; (3) rencana yg cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus; (4) tempat yg baik menurut siasat perang
suang-suang su.ang-su.ang [adv] , tak -- 1 tidak mudah; tidak lekas: daging yg direbus itu tak -- menjadi empuk; (2) tidak putus-putus; senantiasa: ibu itu tak -- mendoakan keselamatan anaknya
suntik sun.tik [v] , me.nyun.tik v (1) mengorek (duri dl kulit) dng jarum dsb: ia -- duri dr dl kulit dng menggunakan jarum berkarat; (2) memasukkan cairan obat ke dl badan dng jarum; menjarum; menginjeksi: dokter telah -- saya; (3) mencocok dng jarum; mengukir (nama dsb) pd logam dng benda tajam: di toko ini ongkos -- bak arloji tidak mahal; (4) memasukkan benih penyakit yg sudah dilemahkan ke dl tubuh untuk memperoleh kekebalan thd penyakit; menyerum: tim dokter sedang sibuk -- cacar di desa yg terjangkit wabah itu; (5) cak membangkit hati (memberanikan, menghasut, dsb); memberi petunjuk (ajaran, nasihat, dsb) sebelum terjadi sesuatu: kalau tidak ada yg -, masakan ia berani menentang usul saya
syahdan syah.dan [kl p] selanjutnya ...; lalu ... (biasanya dipakai pd permulaan cerita atau permulaan bab): -- maka diantarlah raja itu ke balairung
syariat palu-memalu [pb] kebaikan harus dibalas dng kebaikan
tabaruk ta.ba.ruk [Ar n] keberkatan; keselamatan; kesentosaan
tak tanduk telinga dipulas [pb] tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)
talupuh ta.lu.puh [Sd n] sepotong bambu yg dipupuh hingga menjadi pipih dan melebar (dipakai sbg alas kasur): ia tergolek di atas sebuah balai-balai tua beralaskan selembar --
tanam lalang tak akan tumbuh padi [pb] melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya
tanggungan tang.gung.an [n] (1) beban yg menjadi tanggung jawab: mencerdaskan bangsa merupakan ~ kita; (2) garansi; jaminan: toko itu menjual barang elektronik dng ~ satu tahun; (3) orang yg keselamatannya (kehidupannya) harus ditanggung: anak yg belum dewasa masih menjadi ~ orang tua; (4) akibat dr perbuatan dsb yg harus ditanggung: risiko: piring, gelas, dsb yg pecah atau hilang menjadi ~ penyewa; (5) barang yg dijadikan jaminan: ia meminjam uang di bank dng ~ sebidang tanah; (6) hasil menanggung; (7) beban (dl arti kiasan): jangan memperberat ~ rakyat
tangkal tang.kal [v] me.nang.kal v menolak (bala, roh halus, penyakit, dsb); mencegah bencana dsb: ~ hantu; ~ penyakit sampar; ~ bencana banjir
tapang ta.pang [Jw n] balai-balai dr kayu; dipan
tarikan ta.rik.an [n] (1) hasil menarik; (2) mata pencaharian dr menarik (mengemudikan) beca, mobil, dsb); (3) apa-apa yg ditarik; (4) kekuatan gerak pd langkah pertama (tt sepeda motor, mobil dsb): ~ motor balap berbeda dng motor biasa
tekukur jarum burung ketitir, Streptopelia chinensis tigrina; -- merbuk burung balam, Geopelia s. striata
tembakan tem.bak.an [v] (1) hasil menembak: ~ musuh itu segera dibalas; (2) letusan senjata api: dr jauh terdengar suara ~
tempat semenda kaum atau keluarga yg anggotanya dikawini; -- sirih wadah untuk menyimpan sirih: kepuasannya tampak sekali apabila dia duduk menghadapi -- sirihnya; -- tinggal rumah (bidang dsb) tempat orang diam (tinggal): rumah yg didatanginya ternyata bukan rumah -- tinggal; -- tujuan rumah (bidang, daerah, dsb) yg dituju: tibalah aku kini ke -- tujuan perjalananku
tebus te.bus [v] me.ne.bus v (1) membayar dng uang untuk mengambil kembali barang yg tergadai: ia ~ gelang itu dr pegadaian; (2) membayar dng uang dsb untuk membebaskan (tawanan, sandera, budak belian, dsb): penculik akan melepaskan anak itu jika orang tuanya mau ~ nya dng sejumlah uang; (3) membeli kembali: ~ talak; (4) menguangkan wesel (cek) ke bank: ia ~ wesel ke kantor pos; (5) mengambil barang pembagian (distribusi dsb) dng bon (kupon dsb) dan dng membayarnya dng uang: saya dapat pembagian sepeda, tetapi tidak dapat ~ nya [v] me.ne.bus v (1) memperbaiki kesalahan (dosa dsb) dng berbuat jasa, kebaikan: dng sengaja ia hidup miskin untuk ~ segala dosanya; (2) memulihkan kekalahan (kerugian); memulihkan kehormatan (nama baik); menghapus (malu): dikerahkan sepuluh divisi untuk ~ kekalahannya dl serangannya yg gagal itu; ia bersedia berbuat apa pun untuk ~ kehormatan keluarganya; (3) membalas (jasa, kebaikan, karunia) yg sudah diterima: ia ~ karunia yg dilimpahkan kepadanya; (4) menepati atau menunaikan (janji, perkataan, cita-cita, nazar) yg telah terucapkan: malu rasanya kalau tidak dapat ~ janjiku [v] me.ne.bus v (1) menyelamatkan (jiwa, hidup) orang lain: dng jalan demikian, saya dapat ~ nyawa sahabatku itu; (2) memperoleh sesuatu dng pengorbanan (jiwa, harta, benda): ~ kemerdekaan dng air mata dan darah [Lihat {tembus}]
terbitan ter.bit.an [n] hasil menerbitkan; keluaran (tt buku dsb): Kamus Besar Bahasa Indonesia ini ~ Balai Pustaka, Departemen Pendidikan Nasional
terhinggut-hinggut ter.hing.gut-hing.gut [v] tergoyang-goyang; terguncang-guncang; terayun-ayun: naik ke balai yg ~
terjamin ter.ja.min [v] (1) ditanggung (keselamatannya, keamanannya, dsb): keselamatan dirimu tidak ~ kalau engkau bermalam di tengah hutan ini; (2) serba cukup (tt segala kebutuhan hidup): hidupnya ~ tidak kurang suatu apa
terkanjar-kanjar ter.kan.jar-kan.jar [v] berkanjar-kanjar: berperanglah mereka terlalu gempar, hulubalang pendekar ~ , bertempik sambil menghunus pedang
terkemuka ter.ke.mu.ka [a] (1) terpandang (disegani krn kedudukannya, kekayaannya, kepandaiannya, dsb); ternama; terkenal: peresmian penggunaan balai desa dihadiri oleh orang-orang -- di daerah itu; (2) paling baik (unggul, pandai, dsb) di antara yg lain-lain: pemain catur -- di dunia
tes [n] (1) ujian tertulis, lisan, atau wawancara untuk mengetahui pengetahuan, kemampuan, bakat, dan kepribadian seseorang; (2) percobaan untuk menguji kelaikan jalan suatu kendaraan bermotor umum; uji: berdasarkan -- yg dilakukan di balai pengujian kendaraan bermotor kendaraan jenis itu cukup baik untuk angkutan penumpang dan barang
timbangan tim.bang.an [n] (1) imbangan; timbalan; bandingan: bukan ~ nya melawan dia
timpal tim.pal , me.nim.pali v (1) mengimbangi; menimbangi: "ada-ada saja" sahut yg lain ~; (2) membalas (kebaikan, kejahatan, dsb); (3) menjawab; membalas; menyahut: ia memandangku sejenak tanpa ~ kata-kataku yg terakhir
tipu ti.pu [n] perbuatan atau perkataan yg tidak jujur (bohong, palsu, dsb) dng maksud untuk menyesatkan, mengakali, atau mencari untung; kecoh: -- dibalas dng --; -- daya
titik akhir tempat berakhirnya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dsb
titik awal tempat dimulainya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dsb: setelah ada aba-aba, kami meninggalkan -- awal
tolak bara [Lay] pemberat yg terdiri atas cairan yg dimuat di kapal, ditempatkan di bagian dasar kapal dan bagian lain untuk tujuan stabilitas kapal dan balas atau rem kapal
transfer trans.fer [v] pindah atau beralih tempat; (2) n Olr pengalihan pemain ke perkumpulan lain dng imbalan uang
trek [n] (1) pemindahan orang dsb dr daerah atau negeri; (2) Olr pemindahan bola dr pemain sayap ke tengah untuk diteruskan ke gawang lawan; (3) Olr jalur atau jalan yg dipakai untuk arena balap; (4) El jalur pd disk dan disket tempat informasi direkam; lintas
triatlon tri.at.lon [n] lomba yg terdiri atas serangkaian cabang olahraga, yaitu renang, balap sepeda, dan lari yg dilakukan secara berkesinambungan dl satu kesatuan waktu
tuah tu.ah [n] (1) sakti; keramat; berkat (pengaruh) yg mendatangkan keuntungan (kebahagiaan, keselamatan, dsb): ada juga yg percaya pd -- azimat; keris ini mahal harganya, bukan krn gunanya, tetapi krn -- nya; (2) untung (yg bukan sewajarnya); bahagia: mengadu -- , mengadu untung (dl perjudian dsb): untung ada, -- tiada, bekerja baik-baik akan ada juga hasilnya, tetapi tidak menjadi kaya; ada kekayaan, tetapi tidak terkenal namanya
tukang pukul [cak] orang yg pekerjaannya menjaga keselamatan majikannya (dng menghalalkan berbagai cara)
tumbal tum.bal [Jw n] (1) sesuatu yg dipakai untuk menolak (penyakit dsb); tolak bala: putra raja Sibayak mengembara di kampung-kampung, sebab dibuang keluarganya sbg --; (2) kurban (persembahan dsb) untuk memperoleh sesuatu (yg lebih baik): mereka yg gugur itu merupakan -- negara dan -- bangsa
tuntut tun.tut [v] , me.nun.tut v (1) meminta dng keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi): pihak keluarga ~ tanggung jawabnya atas keselamatan anak istrinya; (2) menagih (utang dsb): ~ utang yg telah lampau; (3) menggugat (untuk dijadikan perkara); membawa atau mengadu ke pengadilan: pihak yg dirugikan telah ~ penipu itu; (4) berusaha keras untuk mendapat (hak atas sesuatu): orang itu ~ hak atas warisan orang tuanya; (5) berusaha atau berdaya upaya mencapai (mendapat dsb) suatu tujuan dsb: buruh pabrik itu ~ perbaikan nasib; para pemuda ~ kemerdekaan; (6) berusaha supaya mendapat pengetahuan (ilmu dsb); mempelajari: ~ ilmu; ~ pelajaran; (7) menuju: berjalanlah mereka itu dng bergurauan dan jenaka akan ~ kota harapan
uang duduk uang yg dibayarkan sbg imbalan kpd peserta rapat, konferensi, dsb: setiap kali menghadiri sidang ia menerima -- duduk
uang jasa uang yg diberikan sbg pembalas jasa (hadiah, uang pensiun, bonus): krn sudah dua puluh tahun bekerja dng baik, ia menerima surat penghargaan dan juga -- jasa; (2) bunga uang: simpanlah uang Anda di bank, Anda akan mendapatkan -- jasa yg lumayan besarnya
uang lelah uang yg diberikan sbg imbalan setelah menyelesaikan suatu pekerjaan
uang rokok uang yg diberikan sbg persen, hadiah, balas jasa, dsb
uang tinta uang imbalan yg diberikan kpd orang yg membuatkan surat, menandatangani, dsb
uang vakasi uang imbalan menguji, memeriksa kertas ujian, dsb; uang ujian
unggul ung.gul [a] lebih tinggi (pandai, baik, cakap, kuat, awet, dsb) dp yg lain-lain; utama (terbaik, terutama): jenis ikan bibit --; pemain-pemain kita masih lebih -- dp lawan; (2) v menang: pembalap-pembalap Indonesia -- di Malaysia
upah [n] (1) uang dsb yg dibayarkan sbg pembalas jasa atau sbg pembayar tenaga yg sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu; gaji; imbalan: para buruh meminta supaya -- nya dinaikkan; (2) ki hasil sbg akibat (dr suatu perbuatan); risiko
utang budi mendapat kebaikan hati dr orang lain dan wajib dibalas
utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati [pb] budi baik orang hanya dapat dibalas dng kebaikan pula
vakasi va.ka.si [n] uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian: uang -- sudah dapat diambil di bagian keuangan
velodrom ve.lod.rom [n] tempat berlatih atau bertanding balap sepeda; arena balap sepeda
vendeta ven.de.ta [n] (1) permusuhan turun-temurun yg bermula dr terbunuhnya seorang anggota keluarga sehingga keluarga dr yg terbunuh melakukan pembalasan dng membunuh si pelaku atau salah seorang dr anggota keluarganya; (2) perselisihan atau dendam kesumat yg terjadi antara dua kelompok secara terus-menerus
wanda wan.da [Jw n] (1) ciri-ciri satuan wayang yg memberikan gambaran air muka dan watak: ada beberapa -- yg tampak pd wajah Baladewa; (2) suku kata
yaumuljaza yau.mul.ja.za [Ar n] hari pembalasan; hari kiamat
zakat profesi zakat yg diberikan oleh setiap orang Islam, yg menyangkut imbalan profesi yg diterima, spt gaji dan honorarium

Jika informasi mengenai "bala keselamatan" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas