Arti kata/frase "akar rambut" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/akar-rambut

Halaman ini menjelaskan kata atau frase akar rambut menurut KBBI Edisi III

akar rambut: bulu halus pd ujung akar

Lebih lanjut mengenai akar rambut

akar rambut terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 1545 kata terkait yakni sebagai berikut:

rambut ram.but [n] (1) bulu yg tumbuh pd kulit manusia (terutama di kepala); (2) apa saja yg panjang dan halus menyerupai rambut (spt akar --; kawat --; per -- )
akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
akar bulu akar rambut
akar adventisius akar yg tumbuh dr daun atau batang, bukan dr pangkal pohon
akar apung akar tumbuhan sbg alat untuk mengapung, spt pd enceng gondok
akar batang akar yg besar dan panjang pd pohon, menjulur dr atas ke bawah, biasanya terdapat pd pohon beringin
akar batu akar yg tumbuh di bukit-bukit, batangnya berwarna hitam dan tidak berdaun, biasanya dibuat ikat pinggang sbg penangkal sakit pinggang
akar belit akar yg keluar dr batang di atas tanah dan berfungsi untuk memanjat dng melilit penunjangnya
akar cabang akar yg tumbuh dr akar lain (juga disebut akar sekunder kalau akar tsb merupakan cabang dr akar utama)
akar gantung akar yg tumbuh pd cabang dan tidak mencecah tanah, spt pd pohon beringin; -- gerit-gerit tumbuhan yg getahnya spt karet, Urceola brachysepala
akar isap akar benalu untuk mengisap air serta zat makanan dr tanaman (pohon) tumpangan; haustorium
akar jangkar akar yg menyerupai jangkar spt terdapat pd pandan
akar kerayun akar yang-yang; -- kijil tumbuhan memanjat, Smilase helferi
akar lekat akar yg keluar dr buku batang dan berfungsi melekatkan tumbuhan itu pd penunjangnya, msl pd sirih
akar lembaga akar yg keluar dr benih
akar liar akar yg tumbuh di tempat yg tidak semestinya, msl pd daun atau ruas
akar lingkar akar yg pertumbuhannya tidak masuk ke dl tanah, tetapi hanya melingkar di dekat permukaan tanah; -- lupang tumbuhan menjalar, Micaria apanders
akar melata akar tumbuhan yg merambat, spt ubi jalar yg semakin lama semakin banyak; (2) ki bertambah lama bertambah banyak (tt utang)
akar melibat akar melilit
akar melilit akar yg membelit dan melekat pd pohon lain
akar mempelas hari betina akar rempelas
akar napas akar yg keluar secara tegak lurus dr akar yg terbenam dl tanah dan berfungsi untuk pernapasan, msl pd pedada
akar pahit akar yg dipakai untuk obat penyakit sesak napas atau asma; Cyclea laxiflora
akar primer akar pertama yg tumbuh pd saat biji berkecambah; akar tunggang
akar pusat akar yg langsung tumbuh dr tudung akar; -- putat tumbuhan, Gnetum funiculare
akar samping akar cabang
akar serabut akar samping yg keluar dr pangkal batang atau buku umumnya bergerombol dan berfungsi menggantikan akar tunggang yg tidak berkembang
akar susu akar tunggang; -- tempelas tumbuhan, Tetracera indica
akar tombak akar tunggal
akar tunggang akar utama yg tumbuh dr biji, tegak ke bawah dan darinya keluar cabang akar
akar tunjang akar yg tumbuh dr batang di atas tanah dan masuk ke tanah untuk menunjang batang supaya tidak roboh, msl pd pandan duri
akar udara akar yg tumbuh dr bagian batang di atas tanah dan menggantung di udara
akar umbi akar tunggang yg mengandung zat tepung dsb dan dapat dimakan
akar wangi akar berbau harum yg biasa dibuat kipas atau ditaruh di antara pakaian; narwastu; Andropogon zizanivides
akar-akaran akar-akar.an [n] (1) sesuatu yg menyerupai akar; (2) berbagai jenis akar
rambutan aceh rambutan lekang
rambutan lekang rambutan dr jenis yg baik, daging buahnya dapat lepas dr bijinya
akar rambut bulu halus pd ujung akar
rambut akar [Bio] penonjolan sel epidermis akar dan berfungsi memperluas permukaan untuk meningkatkan daya serapnya
akar beluru tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya dapat dibuat obat; Entada phaseoloides
akar kait-kait tumbuhan (akar-akaran) merambat yg batangnya berduri; Uncaria acida; -- kambing-kambing tumbuhan memanjat, Sarcolobus globosus
akar lupuk tumbuhan membelit, Adenia acuminata; -- lutut akar atau bagian akar yg tumbuh ke udara, membengkok, dan masuk lagi ke dl tanah (sehingga membentuk gambaran spt lutut) serta berfungsi untuk pernapasan, terdapat pd tumbuhan yg hidup di daerah payau spt pd Bruguiera parvifolia
akar sentagi tumbuhan menjalar yg akarnya digunakan sbg obat
akar serau tumbuhan akar gerip putih; Parameria barbata
akar serumat tumbuhan, akar tapak rimau; Canthium aciculatum
akar teriba tumbuhan yg akarnya digunakan untuk mengobati kurap, Rhinacanthus nasuta; -- tikus tumbuhan tropis yg banyak tumbuh di Asia Tenggara, akarnya dibuat obat, Rauwolfia serpentina
akar tuba tumbuhan berbunga kupu-kupu, akarnya mengandung zat racun untuk mematikan ikan dan serangga; Derris elliptica
akar yang-yang tumbuhan memanjang; akar kerayun; Vitis hastata
rambutan ram.but.an [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 15-20 m, bercabang banyak dan rindang, bunganya hijau kekuning-kuningan, buahnya bulat lonjong berambut, jika masih muda buahnya berwarna hijau dan kalau sudah matang berwarna merah (kuning), isinya putih dan rasanya manis atau masam; Nephelium lappaceum; (2) buah rambutan
rambutan jantan pohon rambutan berbunga, tetapi bunganya tidak menjadi buah
rambuti ram.bu.ti [n] kain tenun dr bulu domba; kain rambuti
akar bahar tumbuhan laut, biasanya dibuat gelang tangan untuk mencegah penyakit sengal
akar bilangan [Mat] bilangan yg diperoleh dr suatu bilangan yg diuraikan dng pangkatnya
akar dagun tumbuhan, Gnetum temi folium; -- embun tumbuhan memanjat, Leoinanthus erubescens; -- gambir perdu memanjat keluarga Combretaceae
akar gigi pangkal gigi yg di dl gusi
akar kata [Ling] bagian kata yg menjadi dasar arti kata lain yg dibentuk dr kata tsb; -- kemenyan tumbuhan memanjat, Diescorea appositifiola
akar kucing tumbuhan merambat, panjang 2-20 m, beraroma pahit dan tajam, digunakan sbg bumbu, obat mag, obat penurun panas; Toddalia aculeata
akar kuning tumbuhan merambat, tinggi 5-15 m, tumbuh di hutan liar atau hutan bambu, daunnya mengandung alkali dan dapat dipakai sbg obat sakit kepala; Fibraurea chloroleuca
akar larak tumbuhan menjalar yg dapat dipakai sbg alat pengikat apabila sudah kering; -- layak tumbuhan memanjat, Uvaria purpurea
akar mempelas tumbuhan perdu yg merambat, batangnya kecil pipih, dibuat sbg pengikat; Tetracera indica
akar parsi rumput-rumputan keras yg tunasnya dapat dimakan sbg sayuran; asparagus; Asparagus officinalis
akar puntianak udani
akar rempelas tumbuhan perdu yg merambat, batangnya liat, dibuat tali yg kasar, daunnya kasap, digunakan untuk menggosok kayu; Tetracera scandens
akar sarikan tumbuhan perdu yg merambat, tangkainya dapat dibuat tali; Spatholobus ferrugineus
akar saut perdu yg merambat, buahnya berwarna merah dan beracun, kulit kayunya dapat dibuat tali; Adenia singaporeana; -- senduduk tumbuhan, Marumia muscosa
akar sepulih tumbuhan yg dibuat obat; Ophioxylon serpentinum
akar serapat tumbuhan merambat
akar seruntun tumbuhan yg dapat dipakai sbg obat; bratawali yg pahit rasanya; Tinospora tuberculata; -- sulung tumbuhan memanjat, Gynochtodes sublanceolata
akar tinggal rimpang yg sederhana, tidak bercabang-cabang, (spt pd pisang)
rambut getar [Bot] penonjolan sitoplasma yg halus dr permukaan sel
rambut sama hitam [pb] setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing
rambut sama hitam hati masing-masing [pb] tiap-tiap orang mempunyai pendapat yg berlainan
rambut tampal wig
rambutan rafiah lihat rapiah
anak rambut rambut halus yg tumbuh di pelipis
ibu akar akar yg utama; pokok akar
umbi akar akar yg menjadi umbi (spt ketela pohon), tidak dapat menumbuhkan tunas
bulu mata rambut pd tepi kelopak mata; idep
dedap laut akar sergang, Hibiscus tiliaceus)
ekor lipas rambut yg tumbuh di lekuk tengkuk
mayang mengurai rambut ikal yg mengurai indah
umbi batang akar yg berumbi, dapat menumbuhkan tunas spt batang
adat pembakaran mayat adat perawatan jenazah dng cara membakar jenazah itu
asuransi kebakaran pertanggungan kebakaran (tt rumah dsb yg terbakar)
awan bakaran awan yg terbentuk akibat kenaikan udara di daerah kebakaran besar
ayam bakaran ayam jantan dan betina, biasanya dr bangsa yg cepat pertumbuhannya, berumur kurang dr sepuluh minggu, cocok untuk dibakar (tidak terlalu keras)
bagai menghela rambut dl tepung bagai meng.he.la rambut dl tepung [pb] pekerjaan yg sulit atau pekerjaan yg harus dikerjakan dng hati-hati sekali
bahan bakar fosil bahan bakar yg terbentuk dr binatang atau tumbuhan yg hidup dan mati pd jutaan tahun yg lalu
bahan bakar jet bahan bakar yg sifatnya memenuhi syarat untuk digunakan oleh mesin pesawat jet dan turbin gas pesawat terbang
bakar ba.kar [v] , mem.ba.kar v menghanguskan (menyalakan, merusakkan) dng api: -- kayu; -- sampah; (2) memanggang (memanaskan) supaya masak: -- satai; (3) membuat sesuatu dng memanggangnya (memanaskannya) dng api: -- bata; (4) ki memanaskan; meradangkan: -- hati; -- perasaan; (5) ki membuat supaya berapi-api; mengobarkan (tt semangat): -- semangat perjuangan pemuda; (6) Olr mematikan (dl permainan bola bakar) pemukul atau pelari sebelum menginjak tempat singgah
baris pemadam kebakaran petugas kota yg diperlengkapi dng mobil pengangkut air, pipa, tangga, dsb untuk memadamkan kebakaran
batang rambut bagian rambut yg terbesar, terutama bagian yg keluar di permukaan kulit
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
berambut be.ram.but [v] memiliki rambut
bercakar-cakaran ber.ca.kar-ca.kar.an [v] (1) cakar-mencakar; saling mencakar; garuk-menggaruk; (2) ki berkelahi; bercekcok; (3) ki berperang pena (dl surat kabar dsb)
bergantung di ujung rambut ber.gan.tung di ujung rambut tidak tetap (tt nasib) seseorang; harap-harap cemas
berlokakarya ber.lo.ka.kar.ya [v] melakukan lokakarya
bersicakar ber.si.ca.kar [v] bercakar-cakaran
berurai rambut ber.u.rai rambut rambutnya lepas dan tidak disanggul (tergerai)
berurat berakar ber.u.rat berakar berurat umbi
biak akar [Bio ] biakan yg berasal dr bagian akar tumbuhan, biasanya dilakukan di dl tabung reaksi
bidal akar tudung spt sarung jari yg terdapat pd ujung akar (untuk memelihara akar agar tidak rusak)
bola bakar cabang olahraga bola kaki dng bola yg terbakar
bom pembakar bom yg menyemburkan api (untuk menimbulkan kebakaran pd bangunan dsb)
bulu akar [Bio] cabang sel tunggal dr sel permukaan akar muda yg berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral dr tanah
cakar-mencakar ca.kar-men.ca.kar [v] bercakar-cakaran
cat rambut cairan untuk mengubah atau memperjelas warna rambut, bermacam-macam warnanya
dakar da.kar [a] (1) tetap tidak mau menurut (mengalah, menyerah); keras kepala; tegar hati; (2) terlalu berani (tanpa perhitungan); nekat [Lihat {zakar}]
detektor kebakaran alat untuk mengamati yg sangat peka thd perubahan suhu, ditempatkan pd sebuah gedung, ruang kapal, dsb yg memberikan isyarat pertama adanya bahaya kebakaran
disakarida di.sa.ka.ri.da [n Kim] gula yg diturunkan dr monosakarida, dng penyingkiran satu molekul air dr dua monosakarida
higrometer rambut higrometer yg menggunakan rambut sbg alat untuk mengukur kelembapan, ukuran panjang rambut dapat berubah-ubah sesuai dng besar kecilnya tingkat kelembapan udara
jala-jala rambut ja.la-ja.la rambut jala-jala yg dipakai wanita untuk menjaga agar sanggul tetap rapi; harnet
kaca pembakar lensa yg dapat menumpukkan sinar matahari pd satu fokus sehingga timbul panas dan dapat membakar
kayu bakar kayu untuk bahan bakar (antara lain kayu api)
kebakaran ke.ba.kar.an [n] peristiwa terbakarnya sesuatu (rumah, hutan, dsb): -- hutan sering terjadi dl musim kemarau; (2) v cak terbakar; menderita krn terbakar: krn -- itu ia tidak mempunyai tempat berteduh; (3) n bahaya api
kepala zakar ujung zakar
leher akar bagian akar pd persambungan dng pangkal batang
lokakarya lo.ka.kar.ya [n] pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yg bersangkutan dng pelaksanaan dl bidang keahliannya; sanggar kerja
mahkota zakar tepi kepala zakar yg berbentuk gelang atau cincin
membakar semak-semak mem.ba.kar semak-semak [Tan] pembakaran semak belukar atau padang rumput yg kering untuk keperluan pertanaman rumput baru atau untuk memudahkan pengolahan tanah
membakari mem.ba.kari [v] berulang-ulang membakar: hampir setiap hari dia -- sampah
membakarkan mem.ba.kar.kan [v] membakar untuk (orang lain): paman -- kita jagung
menakari me.na.kari [v] menakar (berkali-kali)
menarik akar me.na.rik akar [Mat] mencari (mengeluarkan) bilangan yg apabila dipangkatkan dua, tiga, dsb sama dng bilangan yg diketahui ()
mencakar men.ca.kar [v] (1) menggaruk dng cakar; (2) melukai dng cakar; (3)mengais (mencari makan tt ayam dsb)
mengakar meng.a.kar [v] (1) menjadi akar; (2) menyerupai akar; (3) ki mendalam atau menyatu benar di dl hati, pikiran, dsb (tt ajaran, adat, dsb)
menganyam rambut meng.a.nyam rambut mengepang rambut
mengelabang rambut me.nge.la.bang rambut mengepang (menjalin) rambut
merambut me.ram.but [v] berhelai-helai spt rambut; menyerupai rambut
mineral bahan bakar golongan mineral yg digunakan sbg bahan bakar, spt minyak bumi, batu bara, dan mineral radioaktif
minyak bakar sulingan berat, residu, atau campuran keduanya sbg bahan bakar untuk menghasilkan panas atau tenaga
minyak rambut minyak untuk melicinkan rambut
mudakar mu.da.kar [Lihat {muzakar}]
pakar balsem [cak] pakar yg gemar mengomentari apa saja yg disukainya secara enteng dan seenaknya
pegas rambut per yg halus-halus spt rambut
pemadam kebakaran pe.ma.dam kebakaran pasukan yg bertugas memadamkan kebakaran
pembakar pem.ba.kar [n] (1) yg membakar; (2) alat untuk membakar
pembakaran pem.ba.kar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membakar: -- mayat dilakukan di krematorium; tempat -- sampah; (2) tempat membakar (bata, genting, kapur, dsb): -- genting banyak terdapat di Jatiwangi
pemrakarsa pem.ra.kar.sa [n] (orang) yg memprakarsai; (orang) yg memelopori
pemrakarsaan pem.ra.kar.sa.an [n] proses, cara, perbuatan memprakarsai
penakar pe.na.kar [n] (1) alat untuk menakar; (2) orang yg menakar
penakar embun pe.na.kar embun alat untuk menakar embun
penakaran pe.na.kar.an [n] proses, cara, perbuatan menakar: kalau isi kaleng ini kurang, tentu ~ nya tidak benar
penata rambut pe.na.ta rambut orang yg profesinya menata rambut
pencakar pen.ca.kar [n] (1) alat untuk mencakar atau menggaruk; penggaruk; kuku; (2) orang dsb yg mencakar; ~ langit bangunan yg menjulang tinggi: di Jakarta banyak gedung ~ langit
pencuci rambut pen.cu.ci rambut obat untuk membersihkan rambut (spt ramuan daun lidah buaya dan urang-aring); sampo: ~ tangan 1 alat untuk membasuh tangan; (2) obat untuk mencuci tangan
pengandam rambut peng.an.dam rambut penata rambut
pengering rambut pe.nge.ring rambut alat elektronik untuk mengeringkan rambut
perakaran per.a.kar.an [n] hal-hal yg berkaitan dng akar: stratifikasi sistem ~ dapat dijadikan petunjuk untuk memahami struktur vegetasi
perambut pe.ram.but lihat rambut [n] ujung tali yg diikatkan pd gagang pancing
polisakarida po.li.sa.ka.ri.da [n Kim] karbohidrat yg dibentuk oleh penggabungan molekul monosakarida yg banyak, msl: pati dan selulosa
rol rambut pengeriting atau pengikal rambut berbentuk silinder, terbuat dr plastik, spons, dsb, biasanya terdiri atas dua bagian, yg satu sbg penggulung rambut dan yg lain sbg penutup gulungan
roti bakar roti yg dibakar; roti panggang
semir rambut semir untuk mewarnai rambut
serambut se.ram.but [n] sebesar rambut; (2) a ki sangat kecil spt rambut
seujung rambut se.u.jung rambut sedikit sekali
suar bakar siar bakar
syakar sya.kar [Lihat {sakar}]
takaran ta.kar.an [n] (1) alat untuk menakar; sukatan (liter dsb); (2) ki ukuran: kadar gula yg terkandung di dl darah pasien itu sudah melebihi ~
takaran ambang ta.kar.an ambang takaran minimum yg menimbulkan gangguan; dosis ambang
tata rambut cara mengatur (menyusun) rambut; cara bersisir
tata rias rambut tata rias yg bertujuan membuat penampilan rambut selalu rapi dan menarik
tudung akar [Bio] bagian paling ujung dr akar, yg terdiri atas jaringan parenkima dan berfungsi untuk melindungi ujung akar yg sedang tumbuh
tumbuhan layang berakar tum.buh.an layang berakar tumbuhan air yg tumbuh melayang dan berakar di dasar
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar [pb] tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yg disimpan saja kalau tidak diajarkan kpd orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
bagai membakar tunam basah [pb] hal mengajar anak yg bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya
bagai rambut dibelah tujuh (seribu) [pb] sedikit (kecil) sekali
bahan bakar bahan atau barang yg dipakai untuk menimbulkan api (panas), spt minyak, batu bara
bahaya kebakaran bahaya api
bakarat ba.ka.rat [ark n] (1) gadis atau dara; (2) alat kelamin gadis [n] permainan judi dng kartu besar
baung akar ikan baung yg bulat panjang; Mystus planiceps, Maeronus nigriceps
bergantung pd rambut sehelai [pb] berada dl keadaan yg sangat sulit (bahaya)
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berprakarsa ber.pra.kar.sa [v] berusaha (bertindak dsb) yg mula-mula; berinisiatif; berikhtiar
buluh akar buluh betung
cacing rambut kuda cacing langsing dan panjang, larvanya bersifat parasit
cakar ca.kar [n] (1) kaki dan kuku yg panjang (pd ayam, itik, burung); (2) kuku yg panjang dan tajam (pd harimau, kucing, dsb); (3) gores (parut) bekas kena kuku atau digaruk; (4) penggaruk; kukur [n] barang bekas spt pakaian, sepatu, dan karung
cakar ayam kaki ayam; (2) ki cak sangat jelek (tt tulisan)
cakar balar parut-parut (gores di mana-mana atau tidak keruan)
cakar besi sepit dr besi (untuk memegang besi yg panas dsb)
cakar setan [Lay] penahan rantai jangkar berbentuk kait untuk mencegah jatuhnya rantai jangkar selama pelayaran, terutama dl cuaca buruk
cat bakar cat yg disemprotkan
desa swakarya desa yg sudah agak longgar adat-istiadatnya krn pengaruh luar, mengenal teknologi pertanian, dan taraf pendidikan warganya relatif lebih tinggi dibandingkan dng desa lainnya
dibakar di.ba.kar [v] dipanaskan (dipanggang) di atas api
ekakarsa eka.kar.sa [n] satu kehendak; satu niat
ekor kuda sisiran rambut yg menyerupai ekor kuda (rambut disisir ke belakang dan diikat menjadi satu di kepala bagian belakang); (2) perdu yg sukar diberantas, akar tinggalnya tumbuh dua tangkai, berupa batang beruas banyak, keras, berwarna hijau dng ranting kecil dl bentuk yg sama serta tangkai berwarna cokelat kuning yg juga beruas banyak, berdaun kecil melingkar pd buku, pd ujung batang terdapat bulir perisai bersegi enam, di bawahnya melekat kantong spora berbenang empat; rumput betung; Equisetum debile
ekstrakardial eks.tra.kar.di.al [a] di luar jantung
gaharu dibakar kemenyan berbau [pb] memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang
gakari ga.ka.ri [n] tugas; kewajiban
gedung pencakar langit bangunan tinggi dan bertingkat; gedung yg menjulang tinggi
harimau akar harimau yg berbintik-bintik; macan tutul
ikan bakar ikan yg dipanggang di atas api
ikan merakar ikan yg tubuhnya berwarna cokelat kehitam-hitaman, berbentuk pipih, di pangkal ekor terdapat bulatan hitam, penampilannya sekilas spt bulu merak krn ditunjang oleh sirip punggung dan ekor yg panjang kebiru-biruan, tersebar di Samudra Hindia dan Kepulauan Indonesia; Callaplesiops altunelis
jangkar cakar sauh terbang
jiwa bergantung di ujung rambut [pb] selalu gelisah krn tidak tentu nasibnya
kakar ka.kar [Lihat {kekar}]
kantong buah zakar kantong buah pelir
kelakar ke.la.kar [n] (1) perkataan yg bersifat lucu untuk membuat orang tertawa (gembira); lawak; olok-olok; (2) senda gurau
kelambai ke.lam.bai [Mk n] hantu spt raksasa perempuan berambut merah: api si -- , api kebakaran yg merembet-rembet
kepakaran ke.pa.kar.an [n] keahlian: ~ nya dl bidang ekonomi telah diakui banyak kalangan
keritik ke.ri.tik [n] , ber.ke.ri.tik-ke.ri.tik v berbunyi spt rambut terbakar [Lihat {kritik}]
ketakar-keteker ke.ta.kar-ke.te.ker [v] menggapai-gapai (orang jatuh yg berusaha bangun)
koefisien akar [Bio] perbandingan berat antara bagian tumbuhan di dl tanah dan bagian yg di atas tanah
kredit upakara kredit untuk perbaikan atau perluasan rumah tinggal yg sifatnya akan menambah nilai rumah
lakar la.kar [a Lay] belum selesai dibuat atau baru dipasang papannya (tt perahu)
lakara la.ka.ra [n] perahu kecil
lapisan Henle la.pis.an Henle lapisan luar selubung akar bagian dalam dr rambut
lapisan Huxley la.pis.an Huxley lapisan dalam selubung akar bagian dalam rambut
laut madu berpantaikan sakar (gula) [pb] perkataan yg manis keluar dr mulut orang yg baik rupanya
lemah zakar lemah syahwat
luka bakar luka krn kena api
mahakarya ma.ha.kar.ya [n] karya besar; karya gemilang
makar ma.kar [n] (1) akal busuk; tipu muslihat: segala -- nya itu sudah diketahui lawannya; (2) perbuatan (usaha) dng maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dsb: krn -- menghilangkan nyawa seseorang, ia dihukum; (3) perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yg sah: ia dituduh melakukan -- [a] kaku dan keras (tt buah-buahan); bangkar
Makara Ma.ka.ra [n] Kaprikornus; Jadi
makara ma.ka.ra [n Ark] binatang dl cerita yg bersifat mitologis dng rupa mengerikan, yg dipakai sbg motif hiasan, umumnya pd candi atau arca pd zaman dahulu, baik dikombinasi maupun tidak dng kepala kala
makaroni ma.ka.ro.ni [n] makanan dasar yg dibuat dr tepung terigu, berbentuk buluh pita, yg diolah menjadi berbagai macam masakan
marah akan tikus rengkiang dibakar [pb] krn takut (tidak suka dsb) pd sesuatu yg kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yg lebih besar dan berharga, yg melibatkan sesuatu yg kecil tsb
memaras me.ma.ras [v] (1) meratakan, msl beras dl takaran: ~ beras takaran; (2) memotong (memangkas, menarah) supaya rata (tt kayu, pepohonan, dsb): ~ kayu; ~ pagar beluntas; (3) mencukur atau memangkas supaya rapi (tt rambut, janggut): ia sedang ~ janggut
membakar janggut mem.ba.kar janggut [ki] bingung tidak keruan
membakar tak hangus direndam tak basah mem.ba.kar tak hangus direndam tak basah [pb] (1) sangat kikir; (2) sangat kuasa
memprakarsai mem.pra.kar.sai [v] memelopori; mengikhtiarkan; mengusahakan (untuk pertama kalinya sebelum orang lain melakukan): para ibu ~ gerakan pemberantasan buta huruf di kampung itu
menakar me.na.kar [v] (1) mengukur banyaknya barang cair, beras, dsb: ~ minyak dng literan; (2) membatasi jumlah: kita harus ~ jatah mereka dng adil
mencari belalang atas akar [pb] pekerjaan yg sia-sia
menyakar me.nya.kar [v] menyamun; merompak; merampas: ia -- orang tua itu pd siang bolong
monosakarida mo.no.sa.ka.ri.da [n] gula sederhana yg tidak dapat diuraikan lagi menjadi gula lainnya, msl glukosa
musang akar musang kecil berbintik-bintik
muzakar mu.za.kar [Ar n] maskulin
muzakarah mu.za.ka.rah [n] (1) pertukaran pikiran tt suatu masalah: kemudian baginda pun meneruskan -- tt mazhab Syafii; -- alim ulama seluruh Indonesia akan diadakan bulan Syakban ini; (2) pengulangan pelajaran secara bersama-sama
nakara na.ka.ra [n] nekara
pakar pa.kar [n] (orang) ahli; spesialis
pakar bidang ilmu orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu, spt biologi, kimia, fisika
pakar rujuk ilmuwan yg membantu redaksi suatu majalah mengevaluasi karangan yg akan dimuat dl majalah
pakaryan pa.kar.yan [n] (1) pekerjaan yg berhubungan dng seni; (2) kerajinan tangan
pancakara pan.ca.ka.ra [kl v] berkelahi; berperang
pekak pembakar meriam [pb] tiap-tiap orang ada gunanya
penakar hujan pe.na.kar hujan alat untuk mengukur dalamnya curah hujan yg dianggap terbagi rata di atas permukaan mendatar
penyakar pe.nya.kar [n] penyamun; perompak; perampas: -- itu melarikan diri pd malam gelap
prakarsa pra.kar.sa [n] upaya, tindakan mula-mula yg dimunculkan oleh seseorang; inisiatif; ikhtiar: -- dan dinamika masyarakat itu sendiri sangat diharapkan
prakarya pra.kar.ya [n] pekerjaan tangan (pelatihan di sekolah): menjahit dan bertukang merupakan mata pelajaran -- di sekolah menengah
purnakarya pur.na.kar.ya [a] berkenaan dng keadaan atau kedudukan setelah selesai berdinas; berkenaan dng keadaan atau kedudukan pensiun
purnakaryawan pur.na.kar.ya.wan [n] karyawan yg mulai pensiun: pd kesempatan itu akan diserahkan cendera mata kpd para -- yg memasuki masa pensiun
rumah terbakar tikus habis ke luar [pb] (1) uang habis, tetapi yg dikehendaki tidak diperoleh; (2) apabila terjadi kerusakan di suatu daerah, semua penduduknya berbondong-bondong pindah ke tempat lain
sakar sa.kar [n] (1) gula: ia membeli -- sekilo; (2) Dok zat gula dl darah [Ar n] neraka [Mk v] samun; rompak; rampas
sakar emping [Kim] maltosa
sakar nabati zat gula dr tumbuh-tumbuhan
sakaratulmaut sa.ka.ra.tul.ma.ut [Lihat {sakratulmaut}]
sakarida sa.ka.ri.da [n Kim] kelompok senyawa organik yg menghasilkan zat gula yg berasal dr bermacam-macam bahan, spt gula susu, pati, dan gula buah
sakarimeter sa.ka.ri.me.ter [n] alat untuk mengukur banyaknya kadar gula dl larutan
sakarin sa.ka.rin [n] serbuk hablur putih, tidak berbau dan rasanya manis (dipakai sbg pengganti gula)
sakarosa sa.ka.ro.sa [n] gula majemuk yg tersusun dr gabungan dua jenis gula sederhana (glukosa dan fruktosa); sukrosa: yg membuat manis gula tebu adalah --
sakit kepala panjang rambut [pb] lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali
sampai ke akar-akarnya tidak ada yg tertinggal; tuntas
samun sakar perampasan dng kekerasan; aniaya
samun sakar berdarah tangan [pb] setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan
sekakar se.ka.kar [a cak] kikir (pelit) sekali
selakarang se.la.ka.rang [Jw n] kudis (pd kuda)
sengit se.ngit [a] berbau tidak enak spt bau makanan (kain, rambut, dsb) hangus terbakar; angit: bau -- ini rupanya berasal dr masakan nasi yg hangus [a] (1) tajam, keras, dan sangat menyakiti hati (tt perkataan); pedas (tt kata-kata): dng -- ia menyatakan penolakannya atas usul saya; (2) hebat dan dahsyat (tt perkelahian dsb): mereka bertarung dng -- mempertaruhkan nama kelompok masing-masing dl pertandingan tsb; (3) bengis (tt roman muka, perbuatan, dsb): mukanya tampak -- jika sedang marah
setakar se.ta.kar [n] seukuran; seimbang; sesuai: hukuman yg dijatuhkan kepadanya ~ dng kejahatan yg dilakukannya selama ini
siar bakar berpuntung suluh [pb] suatu perkara boleh diputuskan sesudah cukup bukti-bukti dan keterangannya
sulur su.lur [n] (1) julai (dr tumbuhan yg menjalar dsb); pucuk batang muda (dr beberapa tumbuhan); (2) akar yg tumbuh dr cabang dsb (spt pd pohon beringin); (3) garis (kawat dsb) yg berlingkar-lingkar pd suatu pusat hingga menyerupai per rambut pd arloji (alur pd sekrup dsb); (4) batang atau bagian batang (cabang atau ranting), daun, tangkai daun, atau bagian daun lainnya yg telah mengalami perubahan bentuk dan berfungsi sbg alat pembantu tumbuhan untuk menjalar atau merambat pd sandaran atau penunjang tumbuhan [kl n] penyuluh; pengintai; suluh
sumbu bakar sumbu berisi bahan peledak lemah yg digunakan untuk meledakkan detonator (pemicu)
swabakar swa.ba.kar [n] kemampuan untuk mengeluarkan api sendiri: batubara merupakan hasil tambang yg mempunyai --
swakarsa swa.kar.sa [n] keinginan (kemauan) sendiri yg timbul tanpa dorongan (paksaan) pihak lain: transmigrasi --
swakarya swa.kar.ya [n] hasil kerja sendiri: dewasa ini banyak terdapat desa swadaya dan desa --
tabung takaran tabung pengukur bahan yg tembus sinar, diberi guratan yg menunjukkan volume cairan yg diisikan ke dalamnya
takar ta.kar [n] (1) satuan ukuran isi (sukat, liter, dsb); (2) periuk
takaran kehidupan ta.kar.an kehidupan jumlah uang yg digunakan untuk membelanjai hidup seseorang dng cukup
takaran sudah hampir penuh ta.kar.an sudah hampir penuh [ki] sudah tua (hampir mati)
takarir ta.ka.rir [Ar n] catatan yg dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat [Lihat {takrir}]
takarir gambar ta.ka.rir gambar [Kom] keterangan yg biasanya terdiri atas satu atau beberapa kalimat yg menjelaskan isi dan maksud gambar
takarub ta.ka.rub [v] mendekatkan diri kpd Allah Swt. dng cara yg layak, menunaikan ibadah sebaik-baiknya, dan melipatgandakan amalan yg baik
terbakar ter.ba.kar [v] (1) sudah atau sedang berkobar; (2) habis dihanguskan api
termakan di rambut [pb] amat susah
tiada rotan akar pun berguna (jadi) [pb] kalau tidak ada yg baik, yg kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)
transmigrasi swakarsa transmigrasi spontan
tunakarya tu.na.kar.ya [a] tidak mempunyai pekerjaan; tidak bermata pencaharian
tupai akar tupai yg bulunya berbintik-bintik
ular menyusur akar [pb] merendahkan diri, tetapi tidak turun martabatnya
upakara upa.ka.ra [n] pemeliharaan; perawatan: kredit -- , jenis kredit untuk perawatan perluasan rumah
upakarti upa.kar.ti [n] penghargaan pemerintah yg diberikan kpd perajin dan pengusaha kecil atas karya jasa pengabdian dan kepeloporannya dl industri kecil dan kerajinan (ukir, anyaman, tenun, sulam, dsb)
wirakarya wi.ra.kar.ya [n ] jambore
zakar za.kar [Ar n] kemaluan laki-laki; penis; pelir
zat pembakar [ark] zat asam; oksigen
aben /abEn/, meng.a.ben Bl v membakar mayat
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abu terbang [Kim] buangan berbentuk partikel halus, tidak dapat terbakar, yg tersangkut dl aliran gas yg keluar dr dl tanur abu (buangan)
abu tulang serbuk putih yg tertinggal sesudah tulang dibakar di udara terbuka
abu-abu [n ] warna antara hitam dan putih (serupa dng warna abu kayu bakar); kelabu; (2) a mengandung atau memperlihatkan warna yg serupa warna abu [n] ikan laut, Neothunnus rarua
abuk [n] serbuk (tt barang yg lumat halus spt tepung) [n] rambut: -- kaki; -- nya kusut masai [v] , meng.a.buk v mengambil atau mengakui barang orang lain sbg miliknya
aglutinasi ag.lu.ti.na.si [n] (1) Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; (2) Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; (3) Ling (a) pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; (b) peleburan bunyi bahasa yg berdampingan
agronom ag.ro.nom [n] pakar agronomi
-an [sufiks pembentuk nomina] (1) hasil tindakan: buatan; catatan; didikan; (2) yg biasa dikenai tindakan; yg di-: makanan; bacaan; (3) tempat; lokasi: kubangan; pangkalan; tepian; awalan; (4) alat untuk mengukur atau menghitung: meteran; timbangan; (5) hal atau cara: tembakan [sufiks pembentuk nomina] (1) kumpulan; gugusan: puluhan; ribuan; sayuran; daratan; lautan; (2) yg mempunyai atau mengandung: durian; rambutan; (3) cak yg menyerupai: gunungan; piringan [sufiks pembentuk adjektiva] (1) sesuatu yg mempunyai sifat: manisan; asinan; (2) cak intensitas: tinggian; besaran [cak sufiks pembentuk verba] melakukan sesuatu yg pelaku atau tindakannya banyak (saling): jualan; pacaran; (2) sufiks pembentuk nomina kegiatan yg berkenaan dng pelaku atau tindakan yg banyak: lebaran; natalan; syukuran
air landa air abu merang, biasa dipakai keramas untuk pembersih rambut
air tanih [Geo] air yg cukup dekat pd permukaan sehingga tersedia bagi akar tumbuhan
air terikat [Tan] air yg terikat kuat oleh gaya fisik dan kimiawi sehingga tidak dapat bergerak atau tidak dapat diserap oleh akar tumbuhan
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
akikah aki.kah [n Isl] (1) penyembelihan ternak (spt kambing atau lembu) sbg pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, lazimnya dilaksanakan pd hari ketujuh; (2) tradisi penyembelihan ternak pd upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sbg pernyataan syukur
aksesori ak.se.so.ri [n] (1) barang tambahan; alat ekstra: radio pd mobil merupakan -- yg digemari banyak konsumen; (2)barang yg berfungsi sbg pelengkap dan pemanis busana: -- yg sedang digemari remaja saat ini adalah jepit rambut dan peniti berwarna sama dng pakaian yg dikenakan; (3) Anat yg merupakan tambahan (msl saraf aksesori, yakni otak ke-11)
aktor intelektual otak berbagai tindakan yg menyimpang (spt kerusuhan, pembakaran, pembunuhan)
alang-alang [n] rumput yg tinggi, umumnya tumbuh di dataran rendah, berguna sbg makanan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; Imperata cylindrica
albino al.bi.no [n] organisme (makhluk hidup, terutama manusia dan binatang) yg memperlihatkan keadaan kekurangan pigmen, umumnya ditandai dng kebulaian (warna kulit dan rambut putih, serta mata kemerah-merahan)
algilik al.gi.lik [n] tanah yg kadar liatnya sangat tinggi dan dapat menghalangi penyebaran akar
alkohol al.ko.hol [n Kim] (1) cairan tidak berwarna yg mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dl industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yg memabukkan dl kebanyakan minuman keras; C2H5OH; etanol; (2) senyawa organik dng gugus OH pd atom karbon jenuh
alveolus al.ve.o.lus [n] (1) rongga atau ceruk kecil, spt rongga dl rahang tempat akar gigi tertanam; (2) kantong udara dl paru-paru; (3) Anat bagian mulut yg keras di belakang gigi atas
ambles am.bles [Jw v] turun (ke dl tanah); tenggelam: gedung-gedung di Jakarta setiap tahun -- beberapa sentimeter
ana [n cak] saya; aku: -- tinggal di Jakarta
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anakan anak.an [n] (1) bunga uang; rente: uang simpanan itu mendapat ~ 2 % sebulan; (2) Tan tunas yg tumbuh dr akar atau umbi; (3) Hidr siklon tropis kecil yg sering diikuti dng gangguan yg lebih hebat
anal seks [Psi] mengenai perilaku seksual yg menyimpang, yaitu dng memasukkan zakar ke dubur pasangan
analisis bahasa [Ling] penelaahan yg dilakukan oleh peneliti atau pakar bahasa dl menggarap data kebahasaan yg diperoleh dr penelitian lapangan atau dr pengumpulan teks (penelitian kepustakaan)
analisis sistem prosedur atau proses sistematis yg memungkinkan pengombinasian pertimbangan para pakar dr berbagai bidang ilmu sehingga diperoleh hasil yg sempurna dr kegunaan tiap disiplin; (2) pengamatan mengenai suatu kegiatan, metode, prosedur, atau teknik untuk menentukan manfaat kegiatan tsb dan cara terbaik untuk memperolehnya
andam an.dam [n] -- surai anak rambut di dahi yg dipepat dan diatur baik-baik [a] , -- karam hilang lenyap; habis semuanya [v] , meng.an.dam v mengurung; memingit; mengikat: adat ~ gadis yg akan dinikahkan masih terdapat di daerah ini
andaman an.dam.an [n] hasil mengandam: ~ rambut yg indah [n] hasil memingit (mengurung, mengikat)
andong an.dong [Jw n] kereta kuda sewaan spt dokar atau sado beroda empat (di Yogyakarta dan Surakarta) [n] (1) tanaman perdu, tergolong tanaman hias, berhelai daun panjang meruncing lurus atau bergelombang, tangkai daunnya berbentuk tulang, warna daunnya hijau, hijau kemerah-merahan, ungu kemerah-merahan, merah sekali; Cordyline fruticosa; (2) daun andong
angit [a] berbau spt kerak terbakar
anglo ang.lo [n] perapian (dapur) kecil dng arang sbg bahan bakarnya
apakah apa.kah [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan benda bukan manusia: -- yg menyebabkan kebakaran itu?; (2) kata tanya untuk menanyakan nama (sifat, jenis, dsb): ular -- ini?; (3) kata tanya untuk menyatakan pilihan dan menegaskan informasi yg ingin diketahui: -- suratku sudah sampai?
apam [n] kue yg dibuat dr tepung beras, diberi ragi, santan, dan gula, bentuknya bulat, dimasak di wajan kecil di atas api, bara arang, atau kayu bakar yg relatif tidak panas
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api unggun api yg menyala dr tumpukan kayu yg terbakar; (2) acara (biasanya pd malam penutupan masa perkenalan anggota baru) dng membuat api unggun (msl dl kepramukaan)
apostrof apos.trof [n] tanda baca (spt ...'...) yg dipakai untuk menunjukkan bahwa ada huruf atau angka yg dihilangkan: Jakarta, 28 Oktober '99; malam 'lah tiba
ara [n ] pohon jenis fikus yg banyak getahnya, banyak jenisnya, ada yg berupa pohon, tumbuhan perdu, tumbuhan memanjat, spt -- akar; -- batu; -- burung
arai [Mk n] mayang-mayang: -- enau [ark n] takaran beras (dua cupak)
arang [n] (1) bahan bakar yg hitam warnanya dibuat atau terjadi dr bara kayu dsb yg dipengap; (2) serbuk hitam bekas kayu dsb yg terbakar [Mk n] mulut
aroma aro.ma [n] (1) bau-bauan yg harum (yg berasal dr tumbuh-tumbuhan atau akar-akaran); (2) bahan pewangi makanan atau minuman
asap [n] uap yg dapat terlihat yg dihasilkan dr pembakaran
asbes as.bes [n] serat mineral yg dapat digunakan dl berbagai ragam industri, bersifat tahan panas, dan tidak mudah menjadi abu apabila terbakar
asetilena ase.ti.le.na [n Kim] gas tanpa warna yg mudah terbakar, berbau eter apabila murni, dan digunakan untuk mempercepat proses kematangan buah-buahan
aseton ase.ton [n Kim] zat cair tanpa warna yg mudah terbakar dan mempunyai bau serta rasa yg khas (dipakai sbg pelarut dl industri dan dl percobaan laboratorium); CH3COCH3
aspal as.pal [n] (1) campuran hidrokarbon alam yg amorf, berwarna cokelat hitam dan berupa zat padat atau setengah padat yg dihasilkan dr minyak bumi dng suhu pembakaran tinggi; (2) bahan pelapis jalan yg rupanya spt ter
asparagus as.pa.ra.gus [n] tumbuhan keluarga Liliaceae, ujung akar tunggalnya (rebung) untuk sayur, terutama yg belum kena sinar matahari, berwarna putih, lunak, dan gemuk; Asparagus officinalis [n] asparaga
automobil au.to.mo.bil [n] kendaraan yg dapat bergerak sendiri, beroda tiga atau lebih, digerakkan oleh mesin atau motor, dan biasanya berbahan bakar bensin; mobil
avgas av.gas [n ] bahan bakar untuk pesawat terbang bukan jet
avtur av.tur [n ] bahan bakar untuk pesawat terbang turbin gas yg batas titik didihnya sekitar 150oC
bahasa ba.ha.sa [n] (1) Ling sistem lambang bunyi yg arbitrer, yg digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; (2) percakapan (perkataan) yg baik; tingkah laku yg baik; sopan santun: baik budi -- nya [Mk p] kata yg digunakan untuk menghubungkan bagian ujaran: dia menerangkan -- dia berasal dr keluarga baik-baik [a] sedikit: angin berembus sepoi-sepoi -- (perlahan-lahan dan silir-semilir); rambutnya kusut-kusut -- (agak kusut)
bahasa aglutinatif tipe bahasa yg pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pd akar kata; -- akusatif tipe bahasa yg mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, msl bahasa Inggris yg mempunyai kalimat spt They kill him, kata him adalah bentuk akusatif dr kata he
bahasa bagongan ragam bahasa Jawa yg dipakai dl lingkungan keraton di Yogyakarta
bahasa sintetis tipe bahasa yg hubungan sintaktisnya diungkapkan dng infleksi dan peleburan afiks dl akar, msl bahasa Latin dan Arab
bahaya api yg mungkin menimbulkan kebakaran
baiduri sepah baiduri yg mempunyai ukiran akar atau kayu
balairung ba.lai.rung [kl n] balai atau pendapa besar tempat raja dihadap rakyatnya (di Yogyakarta dan Surakarta disebut bangsal kencana)
bambu bam.bu [n] tumbuhan berumpun, berakar serabut yg batangnya bulat berongga, beruas, keras, dan tinggi (antara 10-20 m), digunakan sbg bahan bangunan rumah dan perabot rumah tangga; buluh; aur
banar ba.nar [n] akar pohon, Smilax helferi
bando ban.do [n] benda pipih melengkung (setengah lingkaran) terbuat dr plastik dsb untuk mengatur rambut bagian depan (terutama pd anak perempuan) [kl n] bendu
banir ba.nir [n] akar yg menganjur ke luar menyerupai dinding penopang pohon (pd pangkal pohon, spt kenari dan beringin)
bank [n] badan usaha di bidang keuangan yg menarik dan mengeluarkan uang dl masyakarat, terutama memberikan kredit dan jasa dl lalu lintas pembayaran dan peredaran uang
bantu personal bantuan yg merupakan bagian dr bantuan atau kerja sama teknik yg meliputi pengiriman tenaga ahli (pakar pembangunan) ke negara berkembang
bantun ban.tun [v] , mem.ban.tun v menarik supaya lepas; mencabut: -- tanaman; -- paku; -- rambut [n] se.ban.tun n pohon kecil, Toxotrophis ilicifolia
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
banyu ba.nyu [kl n] barang cair untuk menghitamkan gigi (dibuat dr air kelapa dng bakaran besi tua atau arang tempurung kelapa dsb)
bara ba.ra [n] barang sesuatu (arang) yg terbakar dan masih berapi lihat sara
barber bar.ber [n cak] tukang cukur; pemangkas rambut
barometer ba.ro.me.ter [n] (1) alat untuk mengukur tekanan udara, dipakai untuk meramalkan keadaan cuaca dan mengetahui ketinggian suatu tempat dr permukaan laut; (2) ki tolok ukur; ukuran (baik buruk dsb): keamanan di Jakarta merupakan -- keamanan di Indonesia
basmi bas.mi [v] , mem.bas.mi v (1) membakar sampai habis: ia sedang -- rumput ilalang yg kering; (2) memberantas; memusnahkan: petugas negara berhasil -- penjahat; peraturan itu dibuat untuk -- penyelundupan
basung ba.sung [n] akar kayu yg ringan [n] daun yg digulung meruncing atau bulat panjang untuk pembungkus sagu [num] ukuran banyak yg jumlahnya dua puluh empat atau dua lusin [n] , mem.ba.sung v menendang hingga melambung tinggi: -- bola
bata ba.ta [n] (1) benda yg berbentuk persegi panjang spt kotak atau peti kecil: -- garam; (2) tanah liat yg diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar (dipakai untuk membuat dinding dsb); batu bata [n] pernikahan laki-laki kakak beradik dng wanita kakak beradik pd saat yg bersamaan
bata mentah batu bata yg belum dibakar
batik Yogya (kain) batik yg dibuat dng corak dan gaya Yogyakarta
batu kapur batu karang yg terutama mengandung kalsium karbonat dan bila dibakar menghasilkan kapur; kapur yg masih berupa batu
batu lahar [Tek] kepingan terleleh atau terlebur yg keras dr residu yg terbentuk dl kebakaran dng timbunan abu, logam, gelas (kaca), dan keramik
bauk ba.uk [n] rambut (bulu) yg tumbuh di antara dagu dan leher
bawah tanah di dl tanah; (2) ki gelap atau rahasia (tt gerakan dsb): gerakan -- tanah para penyelundup telah digulung polisi sampai ke akar-akarnya
bayang ba.yang [n] , ba.yang-ba.yang n (1) ruang yg tidak kena sinar krn terlindung benda: muka adikku tidak nyata kelihatan krn ia berdiri pd -- pintu; (2) wujud hitam yg tampak di balik benda yg kena sinar; (3) gambar pd cermin, air, dsb: ia tersenyum kpd -nya pd cermin, sambil mengatur rambutnya; (4) rupa (wujud) yg kurang jelas dl gelap: dl gelap itu -- hitam melintas di hadapan mereka; (5) ki gambar dl pikiran; angan-angan; khayal: sudah ada -- dl ingatanku; (6) tanda-tanda akan terjadi sesuatu: rakyat kelihatan tenang-tenang saja, tidak ada -- akan pecah perang; (7) sesuatu yg seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada: kamu tidak usah takut krn yg kamu lihat itu hanyalah -- belaka, bukan benda yg sebenarnya; (8) sesuatu yg sudah siap bekerja bilamana diperlukan: pemerintah -; anggota -
bebas aktif sikap politik luar negeri Indonesia yg tidak terikat oleh suatu ideologi, tidak masuk blok negara asing tertentu dan dng aktif ikut mengambil prakarsa dl mengembangkan persahabatan dan kerja sama internasional
bekas be.kas [n] (1) tanda yg tertinggal atau tersisa (sesudah dipegang, diinjak, dilalui, dsb); kesan: ada -- ban mobil di halaman; pd tembok ini tampak -- tapak kaki; (2) sesuatu yg tertinggal sbg sisa (yg telah rusak, terbakar, tidak dipakai lagi, dsb): runtuhan -- gedung-gedung besar; tidak ada -- nya lagi; (3) pernah menjabat atau menjadi ..., tetapi sekarang tidak lagi; mantan: dia adalah -- guru saya; dia -- lurah; (4) sudah pernah dipakai: barang --; usahanya adalah menjual dan membeli mobil -- [n] tempat menaruh sesuatu; wadah: -- tinta; -- sirih
bekerma be.ker.ma [n] pohon yg kayunya biasa digunakan untuk kayu bakar
belakangan be.la.kang.an [n] (1) akhirnya; kemudian: -- ketahuan juga siapa pencurinya; (2) baru-baru (ini); belum lama (ini): -- ini diadakan lomba sepatu roda di Jakarta; (3) menyusul; kemudian: saya membayar sebagian dulu, sisanya -; (4) Jk lebih belakang; kemudian: yg datang -- tidak mendapat kursi
belerang be.le.rang [n] benda bukan logam yg berwarna kuning muda, jika dibakar bernyala biru merah, asapnya berbau busuk, banyak dipakai untuk bahan obat dan industri, terdapat di daerah (di kawah) gunung berapi; sulfur
belubur be.lu.bur [n] (1) sumpit bulat panjang tempat beras (dianyam dr daun rumbia); (2) tempat menyimpan garam dan beras dl perahu; (3) lumbung padi, bagian bawah kecil, bagian atasnya besar dan lebar [n] dapur serupa lumbung tempat pembakaran arang (bata, periuk, sampah, dsb)
beluru be.lu.ru [n] tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya biasa dibuat obat; Entada phaseoloides [n] ikan laut jenis tamban
benda ben.da [n] (1) segala yg ada dl alam yg berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (msl air, minyak); (2) barang yg berharga (sbg kekayaan); harta; (3) barang: rumah itu terbakar bersama -- yg ada di dalamnya
bendera merah bendera berwarna merah yg biasanya dikibarkan sbg tanda adanya bahaya (kebakaran); (2) bendera berwarna merah (pd kapal tangki, mobil tangki) sbg tanda pengangkutan barang yg mudah terbakar (bensin dsb)
bengkung beng.kung [a] bengkok (tt keris, pisau, dsb) [n] sabuk panjang atau kain untuk pembebat perut, pinggang, dsb [n] rambut (serabut) halus di antara pelepah pohon pd pohon kelapa (enau, nibung, dsb); ijuk
bensin ben.sin [n] minyak bumi yg mudah menguap dan mudah terbakar (dipakai sbg bahan bakar mobil dsb)
benzena ben.ze.na [n Kim] (1) zat cair tanpa warna, mudah terbakar, berbau harum, dipergunakan untuk membuat zat warna, bahan peledak, obat, minyak wangi, lak, dan sbg pelarut organik; C6H6; (2) benzol
berambai be.ram.bai [v] berbulu halus-halus (pd buah); berbulu panjang-panjang (ayam dsb); berambut
berandam ber.an.dam [v] (1) sedang memepat dan mengatur anak rambut (janggut) baik-baik; (2) beranak rambut (janggut) yg dipepat dan diatur baik-baik
berbareng ber.ba.reng [adv] bersama-sama; bersamaan wakunya: -- dng kebakaran itu turun hujan yg lebat
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
berbeda ber.be.da [v] ada bedanya; berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yg -, seorang panjang dan seorang lagi pendek
berbilang imajiner ber.bi.lang imajiner [Mat] bilangan negatif di bawah tanda akar (spt Y-2, Y-27)
bercanda ber.can.da v (1) bertingkah; (2) berkelakar; bersenda gurau; berseloroh
bercumbu ber.cum.bu [v] (1) bersenda gurau; berkelakar; (2) saling mencumbu (dl bercinta-cintaan)
bercumbu-cumbu ber.cum.bu-cum.bu [v] (1) saling mengggunakan kata-kata yg manis dl bercinta-cintaan (bersuka-sukaan dsb); (2) bersenda gurau; berkelakar
berdomisili ber.do.mi.si.li [v] berkediaman (tetap); bertempat tinggal (resmi): dramawan terkenal itu ~ di Yogyakarta
beret be.ret [Jk a] tergores, lecet (tt kulit dsb): kakinya -- dicakar kucing
berewok be.re.wok [n] bulu atau rambut yg tumbuh pd dagu dan pipi belakang; bewok; cambang bauk
berfungsi ber.fung.si [v] (1) berkedudukan atau bertugas (sbg): kepala kantor wilayah ~ sbg menteri di daerah; (2) berguna; menjalankan tugasnya: akibat banjir, jalan yg menghubungkan Jakarta -- Cirebon tidak ~ lagi
bergosong ber.go.song [a] hangus (terbakar) di beberapa tempat: seluar bajunya ~
bergurau ber.gu.rau [v] berkata-kata untuk main-main saja; berkelakar; berjenaka: ia tidak pernah ~ dng anak-anaknya; anak itu periang dan suka ~
bergurau senda ber.gu.rau senda berkelakar; bermain-main (spt berolok-olok untuk tertawa-tawa, bercumbu-cumbuan)
beringin be.ri.ngin [n] pohon besar yg tingginya mencapai 20-35 m, berakar tunggang, dr cabang-cabangnya keluar akar gantung, daunnya kecil berbentuk bulat telur yg meruncing ke ujung dan rimbun dng tajuk berbentuk payung, buahnya kecil, bulat, dng permukaan halus; Ficus benjamina
berjalin-jalin ber.ja.lin-ja.lin [v] (1) saling berjalin; belit-membelit; gandeng-menggandeng; ikat-mengikat; berjalinan: rambut gadis itu ~; (2) bersangkut paut: cerita itu ~ dng sejarah Kerajaan Majapahit
berjujut-jujutan ber.ju.jut-ju.jut.an [v] bertarik-tarikan; tarik-menarik (tali dsb); renggut-merenggut (rambut dsb)
berjulai ber.ju.lai [v] bergantung menjulur (menjuntai) spt akar yg akan melilit dsb: carang itu ~
berjurai ber.ju.rai [v] bergantung berumbai-rumbai dsb: rambutnya selalu ~ ke samping
berkarang ber.ka.rang [v] (1) ada karangnya; (2) mencari karang di laut: mata pencahariannya ~; (3) ki sudah lama dan berurat berakar (tt penyakit dsb): kegemaran berjudi merupakan penyakit yg sudah ~ dl hidupnya
berkecandan ber.ke.can.dan [v] bersenda gurau; berkelakar
berkembur-kembur ber.kem.bur-kem.bur [v] bercakap-cakap (untuk berkelakar dsb): ia biasa ~ dng kawan-kawannya
berkepang ber.ke.pang [v] beranyam (tt rambut, tali, dsb): jika rambutnya ~ dua, ia kelihatan manis sekali
berkeramas ber.ke.ra.mas [v] membersihkan (mencuci) rambut; keramas
berkerut ber.ke.rut [v] (1) ada kerutnya; berkedut; bergelembur (tt kulit dsb): wajahnya ~ keheranan; (2) menjadi lebih pendek; mengerut: urat itu dapat ~; (3) Mk keriting; ikal: rambutnya ~
berketak ber.ke.tak [v] (1) berlipat (pd kulit leher dsb): lehernya jenjang ~ tiga, tempat peluh bermain; (2) berombak-ombak (rambut): ia menyikat rambutnya yg ~ itu
berkonsultasi ber.kon.sul.ta.si [v] (1) bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dl memutuskan sesuatu (tt usaha dagang dsb): tokoh-tokoh bank berkumpul di Jakarta dan saling ~ untuk memecahkan masalah perkreditan; (2) meminta nasihat (tt kesehatan, pendidikan, dsb)
berkusut-kusut ber.ku.sut-ku.sut [v] berpakaian dan berambut kusut
berkutu ber.ku.tu [v] (1) mempunyai kutu: rambutnya ~; (2) mencari kutu di kepala; menyelisik kepala sendiri [ark v] berkumpul; berserikat; bersekutu
berlarat-larat ber.la.rat-la.rat [v] (1) berada dl keadaan larat; (2) bertambah jauh (hanyut, pergi); (3) semakin menjadi (melantur-lantur, berpanjang-panjang, berlanjut-lanjut) perundingan (percakapan) jadi ~; (4) bertambah melebar (meruak, merembet): kebakaran besar tidak dapat dicegah, api telah ~ ke mana-mana
berlebaran ber.le.ba.ran [v] merayakan hari Lebaran: ia bermaksud hendak ~ di Jakarta pd tahun ini
bermain-main ber.ma.in-ma.in [v] (1) bersenang-senang dng melakukan sesuatu: anak kecil itu sedang -- di lapangan rumput; (2) berkelakar saja; tidak dng sungguh-sungguh: ah, tidak apa-apa, kami hanya --
berminyak ber.mi.nyak [v] (1) mengandung minyak: biji buah jarak -; (2) mengeluarkan minyak: mukanya selalu -; (3) memakai minyak: rambutnya -
bermotor ber.mo.tor [v] (1) mengendarai sepeda motor: ia -- dr Bandung ke Jakarta; (2) menggunakan motor (mesin); diperlengkapi dng motor: kendaraan --
bernyala ber.nya.la [v] (1) ada nyalanya; keluar nyalanya: kayu itu dibakar, tetapi tidak ~; (2) ki besar sekali: semangatnya ~
berogak-ogak ber.o.gak-o.gak [v] berjenaka; berkelakar
berolok-olok ber.o.lok-o.lok [v] bermain-main (dng maksud menyindir, mengejek) dng perkataan; berkelakar; bersenda-gurau: ja-ngan -- lagi, nanti dia menangis
berongkol be.rong.kol [v] berberkas-berkas; bergabung-gabung: akar alang-alang itu dijual ~
berparut ber.pa.rut [v] ada parutnya; bergores-gores: mukanya ~ bekas dicakar kucing
berpijar ber.pi.jar [v] memancarkan cahaya krn panas atau terbakar
berpilin ber.pi.lin [v] dl keadaan dipilin (dibelit): bungkusan itu diikatnya dng tali ~; tambang itu ~ tiga; orang gentar melihat misainya yg tebal ~ itu; (2) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpilin-pilin ber.pi.lin-pi.lin [v] berkeluk (berpiuh-piuh) dipilin (tt batang kayu dsb): batang pohon itu ~ , baik dibuat tongkat; (3) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
berpintal-pintal ber.pin.tal-pin.tal [v] berpilin-pilin (tt rambut, tali, dsb)
berpiuh ber.pi.uh [v] berpilin; berpulas (dipelintir); berputar: rambutnya ~ sedikit pd ujungnya; sebuah tong telah diterbangkan oleh angin ~ itu
berpiuh-piuh ber.pi.uh-pi.uh [v] (1) berpilin-pilin (spt tali yg dipilin, rambut yg ikal, berjuntai-juntai); (2) lilit-melilit; saling melilit: otot-ototnya bagaikan kawat besi yg ~
berponi ber.po.ni [v] berpangkas rambut secara poni; potong secara poni
bersanak ber.sa.nak [v] berkerabat; berfamili: ia hidup di Jakarta sebatang kara, tidak -- saudara
bersanggul ber.sang.gul [v] (1) memakai sanggul; bergelung: wanita Indonesia akan tampak lebih cantik dan anggun jika berkebaya dan -; (2) menggelung rambutnya: sudah setengah jam gadis itu -- belum juga selesai
berseloroh ber.se.lo.roh [v] bersenda gurau; berkelakar; berolok-olok
berseluk ber.se.luk [v] (1) belit-membelit (spt dua tiga akar dsb); berbelit: akarnya -; (2) dibelitkan; dililitkan: berselendang sutra merah jambu -- di leher; (3) berbelok; berkelok: tahu di karang nan melintang, tahu di angin nan -- ; (4) silang-siur; simpang-siur: di sana-sini -- berbagai-bagai kendaraan
bersenda gurau ber.sen.da gu.rau [v] berkelakar; berseloroh; bercanda (kata); bergurau
bersibak ber.si.bak [v] (1) bercerai (ke kanan dan ke kiri); berbelah (ke kanan dan ke kiri spt air laut dibelah kapal): rambutnya -; airnya -- dan membuih ke kiri dan ke kanan; (2) menghindari (menyisi, menepi); memberi jalan dng menyisi ke kanan dan ke kiri: maka -lah mereka itu meluangkan jalan sambil membuka tudung masing-masing
bersisir ber.si.sir [v] (1) merapikan rambut dng sisir; (2) memakai sisir; (3) sudah disisir
bersukat ber.su.kat [v] (1) menakar dng sukat; (2) ditakar dng sukat
bersurai ber.su.rai [v] ada rambut atau bulu pd tengkuknya: binatang itu -- spt kuda
bertahalul ber.ta.ha.lul [v] bercukur atau memotong beberapa helai rambut sbg pertanda telah bebas dr larangan dl ibadah haji (umrah): selesai sai ia mengambil gunting untuk ~
bertanah ber.ta.nah [v] (1) mempunyai tanah; ada tanahnya; (2) berurat berakar
bertepek-tepek ber.te.pek-te.pek [v] (1) terdiri atas beberapa tepek, spt gula dan tembakau; (2) lekat-lekat kotor (kena lumpur dsb): tiadalah kelihatan warna rambutnya, tetapi ~ dng tanah dan darah beku
bertolak ber.to.lak [v] (1) berangkat berlayar: kapal pesiar itu ~ dr Pelabuhan Tanjung Priok; (2) berangkat; pergi meninggalkan (menghindar dr): dia telah ~ menuju Jakarta; (3) berpangkal: ~ dr keyakinan itu, saya berusaha belajar lagi
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertumpuk-tumpuk ber.tum.puk-tum.puk [v] (1) bersusun-susun; bertimbun-timbun; bertumpang-tindih: ~ buku yg masih belum laku; (2) berkelompok-kelompok (sekumpulan-sekumpulan): ~ pulau besar dan kecil; rumah makan itu sangat laku, setiap hari yg makan ~; (3) ki banyak sekali, padat sekali, dsb: ~ kendaraan bermotor di Jakarta; kartu lebaran ~ di mejanya; uangnya ~; (4) ki setempat-setempat, tidak rata (tt warna): warna putih ~ pd dasar biru, dimaksudkan sbg awan yg melayang-layang di langit
beruang be.ru.ang [n] binatang buas jenis Ursus, berbulu tebal, dapat berdiri di atas kedua kakinya, bercakar, dan bermoncong panjang (banyak macamnya, spt -- bukit, -- damar, -- putih)
beruas be.ru.as [n] pohon manggis hutan, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas; Garcinia hombroniana
berukup ber.u.kup [v] mengasapi diri dng membakar setanggi, kemenyan, dsb; (2) a sudah diasapi dng ukup: kain ~
berulang-alik ber.u.lang-a.lik [v] bepergian dan kembali pulang; pergi (ke suatu tempat) dan kembali pd hari yg sama: ia biasa ~ Jakarta-Bandung
berunggun ber.ung.gun [v] bertumpuk; beronggok; bertimbun: sampah ~ di tepi jalan; (2) v sedang membakar kayu yg bertimbun; mengadakan api unggun; (3) a masih berapi (tt timbunan sampah dsb yg dibakar)
beruntai ber.un.tai [v] tampak bergantungan menjuntai (tt tali, rambut, dsb); berjuntai-juntai
berurat ber.u.rat [v] (1) ada uratnya; (2) berakar
berurat berumbi berurat ber.um.bi [ki] berurat berakar (sudah tertanam benar dl hati dsb)
berurat umbi ber.u.rat umbi sudah mendalam benar-benar (dl hati); sudah mengakar benar-benar (dl hati); (2) sudah lama menetap dan beranak-pinak di suatu tempat;
beryang-yang ber.yang-yang [v] memuja kpd dewa-dewa (dng mantra dsb): ia membakar kemenyan sambil ~
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
beset be.set [a] terkupas atau terkelupas (tt kulit): luka -- lebih mudah sembuh dp luka bakar
besi merah besi yg terbakar hingga menyerupai bara merah
biaya bi.a.ya [n] uang yg dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dsb) sesuatu; ongkos; belanja; pengeluaran: -- sekolahnya ditanggung oleh kakaknya; -- hidup di Jakarta sangat tinggi
bingkah bing.kah [n] kata takaran untuk tanah, kapur, dsb yg berkepal-kepal (besar dan padat): se -- tanah
bintan bin.tan [n] pohon kayu yg biasanya tumbuh di sepanjang tepi sungai, akarnya sering dicampur dng pinang untuk obat cuci perut; Cerbera mangkas
bintang sartan makara
binti bin.ti [Ar n] anak perempuan (biasa dipakai untuk keterangan nama orang): Siti Aisyah -- Abu Bakar [n] burung pemakan serangga dan ikan, hidup di Asia dan Afrika; Alcedo ispida
bintil bin.til [n] bintul (bercak) kecil (spt bekas digigit nyamuk); -- akar Bio bintil pd akar tumbuhan polong Leguminosae yg dibentuk oleh bakteri penambat nitrogen yg tergolong marga Rhizobium
bit gula bit gu.la [n] tumbuhan dataran tinggi yg umbi akarnya, berwarna merah dapat digunakan untuk membuat gula krn kadar gulanya tinggi
bom laut bom yg dilemparkan ke dl laut (untuk menghancurkan kapal selam); -- molotov bom bakar sederhana berisi kerosin: para demonstran melempari polisi dng -- molotov
bom napalm bom yg mengandung bahan kimia yg mudah terbakar; bom pembakar
bonsai bon.sai [n] tumbuhan kerdil, diperoleh dng menanamnya dl pot dng cara tertentu (pot dangkal, pemangkasan akar dan cabang, pemupukan terkendali, dsb); tanaman yg dikerdilkan
botak bo.tak [a] (1) tidak berambut (tt kepala orang); gundul; (2) tidak berbulu (tt kepala binatang)
brander bran.der [n] alat untuk membakar; pembakar
branwir bran.wir [n] mobil pemadam kebakaran
briket bri.ket [n] (1) bata; (2) gumpalan (sebesar kepalan tangan) dr barang lunak yg dikeraskan melalui pembakaran: arang --
buah pelir bola-bola isi kantung kemaluan laki-laki; buah zakar
bujut bu.jut [ark a] kusut (benang, rambut, dsb)
buk buk, me.nge.buk [v cak] memesan: tiap menjelang akhir tahun orang kaya dr Jakarta -- tiket ke Singapura
bukung bu.kung [Jw a] (1) berambut pendek (tt perempuan); (2) tukung
bulai bu.lai [n] putih seluruh tubuh dan rambutnya krn kekurangan pigmen; balar
bulang bu.lang [n] (1) kain dsb yg dililitkan pd kepala; (2) perhiasan dr emas dipakai pengantin di kepala; (3) tali pengikat taji; cara mengikat taji pd kaki ayam sabungan [n] tumbuhan merambat, Bougainvillea; bunga kertas; bugenvil; -- akar, Smythea pacifica
bulu bu.lu [n] (1) rambut pendek dan lembut pd tubuh manusia (bukan di kepala) atau binatang: -- kaki; -- kucing; (2) struktur lapisan luar kulit yg membentuk penutup tubuh bangsa unggas; kumpulan rambut banyak dan bertangkai spt pd unggas: -- ayam; (3) serabut halus pd tumbuh-tumbuhan; miang: -- padi; -- daun
bulu babi bulu pd kulit babi; (2) binatang laut yg kulitnya berduri panjang (bentuknya spt buah rambutan); Echiroidea
buluh bu.luh [n] tanaman berumpun, berakar serabut batangnya beruas-ruas, berongga, dan keras; bambu; aur (banyak macamnya, spt: -- betung, -- kuning, -- duri)
bumi hangus bu.mi ha.ngus, mem.bu.mi.ha.ngus.kan [v] memusnahkan sama sekali (tt barang, bangunan, dan gedung penting yg mungkin dipakai oleh musuh) dng pembakaran
bunga bu.nga [n] (1) bagian tumbuhan yg akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang: -- mangga; -- rambutan; (2) jenis untuk berbagai-bagai bunga; -- melati; -- mawar; (3) gambar hiasan (pd kain, pamor ukiran, dsb); (4) tambahan untuk memperindah: ceritanya itu sudah banyak -- nya; (5) tanda-tanda baik: sudah tampak -- nya bahwa tuntutan kita akan berhasil; (6) ki sesuatu yg dianggap elok (cantik) spt bunga: gadis itu adalah -- di kampungnya [n Ek] (1) imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yg dibayar pd waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sbg persentase dr modal pokok; (2) pendapatan atas setiap investasi modal
bunga ketongkeng sejenis akar memanjang yg harum baunya
bunga landak tumbuh-tumbuhan yg berduri, akar dan daunnya dijadikan obat; Barleria prionitis
bunga manila tanaman hias; rebusan akarnya dapat digunakan sbg obat menceret; Tebernaemontana diviricata
bungker bung.ker [n] (1) lubang perlindungan di bawah tanah; (2) ruangan yg dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dr serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir; (3) tempat dl kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak)
bunglai bung.lai [n] tumbuhan yg akarnya dibuat obat, Zingiber cassumunar
bupati bu.pa.ti [n] (1) (jabatan, sebutan) kepala daerah kabupaten (daerah tingkat II); (2) (jabatan, sebutan) pegawai istana yg tertinggi (di Yogyakarta dan Surakarta)
burai bu.rai , ber.bu.rai v (1) keluar bertaburan (cerai-berai dsb spt usus dr dalam perut): -- isi perutnya; (2) terurai (ke luar) dan kusut: rambutnya -- diembus angin; (3) ki bocor dan tersiar ke mana-mana (tt rahasia dsb): hubungan gelap antara mereka itu akhirnya -- juga
burung foniks unggas yg hanya ada dl mitologi yg berkali-kali terbakar menjadi abu, tetapi hidup lagi dl bentuk yg lebih indah (biasa dijadikan simbol)
buster bus.ter [n] roket peluncur yg dilepas (dibuang) dr orbit setelah bahan bakarnya habis
butana bu.ta.na [n Pet] gas yg diambil dr minyak bumi atau langsung dr bumi yg mudah terbakar dan dipakai sbg bahan bakar
butuh bu.tuh [v] , mem.bu.tuh.kan v sangat perlu menggunakan; memerlukan: negara kita masih -- investasi modal asing [n kas] kemaluan laki-laki; zakar
cabau ca.bau [Mk n] cakar; garuk
cacap ca.cap [n] (1) lendir yg terdapat pd sendi tulang (sapi, kerbau, dsb); (2) cairan untuk memperlebat tumbuhnya rambut (dibuat dr lendir sendi tulang sapi, kerbau, dsb atau dr batang pisang, lendir daun lidah buaya, dsb)
cakrawala cak.ra.wa.la [n] (1) lengkung langit; (2) langit (tempat bintang-bintang); (3)peredaran bintang di langit (kerap pula berarti sbg bintang di langit); (4) kaki langit; tepi langit; batas pemandangan; horizon; (5) ki jangkauan pandangan: mahasiswa harus memperluas -- pengetahuan; (6) ki khazanah; kekayaan: dl acara -- Budaya Nusantara akan ditampilkan kesenian daerah Yogyakarta
calar-balar ca.lar-ba.lar [a] cakar-balar; banyak baretnya (parutnya); berbaret-baret, berparut-parut
camau ca.mau [n] (1) pohon yg akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit kencing nanah; Dracaena angustifolia; (2) akar camau
cambang cam.bang [n] rambut (bulu) yg tumbuh di pipi
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
candat can.dat [kl n] sauh atau gancu yg banyak pencakarnya
cangkir cang.kir [n] mangkuk kecil yg bertelinga (tempat air teh atau kopi yg hendak diminum): setelah menghabiskan kopi dua -- dia merasa segar kembali; kami menghadiahi satu set -- buatan Cina kpd mereka pd hari perkawinannya [Mk n] jari cakar yg belakang (tt burung, ayam, dsb)
cangkring cang.kring [n] (1) pohon yg batangnya berduri dan akarnya dapat dipakai sbg obat penyakit beri-beri; Erythrina fusca; (2) akar cangkring
capa ca.pa [n] (1) tumbuhan yg akar dan daunnya dapat dibuat sbg obat; sembung; Blumea balsamifera; (2) daun sembung; (3) akar sembung [ark n ] permainan judi (dng taruhan uang)
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
cekam ce.kam [v] men.ce.kam v (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku) atau tangan; mencengkeram; mencengkam: ia menyelinap ke belakang ibunya sambil ~ gaunnya dng kedua tangannya; elang ~ ayam; (2) menjepit erat-erat: terasa ada sesuatu yg ~ kakinya; kedua tangannya ~ leher lawannya; (3) ki menggenggam (menguasai); tidak mau melepaskan apa-apa yg sudah dicapai; (4) ki menekan dan mengerikan: suasana sepi semakin ~ perasaan [n] tugal
cekaman ce.kam.an [n] (1) pegangan atau genggaman dng cakar (kuku) atau tangan; cengkeraman; cengkaman: ayam itu meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dr ~ elang; (2) ki genggaman (kekuasaan, tekanan): mereka terpaksa meninggalkan kampung halamannya krn ~ keganasan gerombolan; ia dapat melepaskan diri dr ~ maut
cekau ce.kau [v] men.ce.kau v menangkap atau memegang (dng cakar, tangan, atau mulut): kucing ~ seekor tikus; elang ~ anak ayam
ceker ce.ker [n] kaki dan kuku yg panjang; cakar (pd ayam, itik, dsb) [ark a] kikir; pelit
celis ce.lis [v] men.ce.lis v (1) mencencang (mengiris) halus-halus; (2) membelah kecil-kecil: ~ kayu bakar menjadi beberapa bagian
celupak ce.lu.pak [Mk n] pelita yg dibuat dr mangkuk tanah yg kecil dng minyak kelapa sbg bahan bakarnya
cemara ce.ma.ra [n] (1) secekak bulu kuda (lembu, kerbau, dsb) yg dipakai sbg hiasan pd tombak dsb, (2) secekak bulu ekor kuda dsb yg diberi tangkai untuk berkipas, mengusir lalat, dsb; (3) secekak rambut yg dipakai untuk memperbesar konde atau sanggul; (4) benda yg rupanya spt bulu ekor kuda atau lembu (msl bulu pd buah jagung) [n] pohon yg berbatang tinggi lurus spt tiang, daunnya kecil-kecil spt lidi; eru; Casuarina eqnisetifolia
cengis ce.ngis [ark n] bau sangat sangit (spt kerak terbakar)
cengkam ceng.kam [n] (1) genggaman (pegangan) dng cakar (kuku); cengkeraman: ia berhasil melepaskan diri dr -- beruang itu; (2) ki genggaman (kekuasaan, penindasan, pemerasan): hidupnya berada dl -- lintah darat
cengkeram ceng.ke.ram [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); (2) ki menguasai (menggenggam) [n] (1) uang muka (sebelum pesanan dsb dikerjakan); (2) uang panjar; sesuatu yg dipakai sbg tanggungan utang
centung cen.tung [n] (1) sejambak rambut pd kepala burung dsb; jambul; (2) ujung rambut pd rambut (pendek) yg berikat
cepak ce.pak [n] tiruan bunyi orang mengunyah makanan; kecap [a] pendek (tt potongan rambut): rambut potongan -- model tentara
cerabah ce.ra.bah [a] tidak sedap dipandang mata (krn tidak rapi dsb); ceroboh: dia seorang yg -- , rambut dan bajunya sama kusutnya
ceraka ce.ra.ka [n] pengukup pakaian dsb (dibuat dr rotan dsb) [n] tumbuhan yg akarnya dapat dipakai sbg obat; jarak; Plumbago zeylanica
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
cerkau cer.kau [v] , men.cer.kau v menangkap (memegang) dng tangan (cakar, mulut); mencengkam; mencengkeram; mencekau
cewek ce.wek [n cak] sebutan kpd wanita atau perempuan yg masih muda (gadis): mayat -- berambut hitam ditemukan pejalan kaki di tepi hutan
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
cuku cu.ku [n] akar gambir yg dikeringkan
cumbu cum.bu [n] (1) kata-kata manis yg dipakai untuk membujuk (waktu berkasih-kasihan dsb): -- rayu diperlukan terus-menerus untuk keutuhan rumah tangga; (2) senda gurau; lelucon (kelakar, olok-olok, dsb): spt -- si tukang lawak
cunduk cun.duk [Jw n] tusuk konde (disematkan pd sanggul atau rambut)
cupak cu.pak [n] takaran beras (biasanya 1 cupak = 1/4 gantang) [n] kepala pengudut (tempat candu dibakar) [n] struktur berbentuk gelembung [n Graf] alat dr kain atau semacamnya berbentuk lipatan-lipatan yg kedap cahaya dan/atau kedap udara, dipakai pd kamera atau alat untuk mengembus udara
cura cu.ra [n] kelakar; olok-olok; (2) a lucu: sembah si Lamat, hamba yg --; semuanya berbuat -- [Mk v] ber.cu.ra-cu.ra v mengeluarkan perkataan yg keji-keji (krn marah dsb)
dabus da.bus [n] (pd masyarakat Banten) permainan (pertunjukan) kekebalan thd senjata tajam atau api dng menyiksa diri (dng menusuk, menyayat, atau membakar bagian tubuh), memanjat bambu dan berdiri di ujungnya, atau berputar pd tambang yg diikatkan pd kedua tiang bambu yg tinggi
dadap ayam dadap yg dapat tumbuh dng baik di tempat-tempat terbuka yg tanahnya bercampur pasir dan cukup lembap, daunnya biasa dipakai sbg peluruh air susu atau untuk obat sakit ginjal, kulit batang dan akarnya mengandung racun; Erythrina orientalis
daerah da.e.rah [n] (1) bagian permukaan bumi dl kaitannya dng keadaan alam dsb yg khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dsb); (2) lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dsb); (3) selingkungan tempat yg dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dsb); (4) tempat sekeliling atau yg termasuk dl lingkungan suatu kota (wilayah dsb): -- Jakarta dan sekitarnya; (5) tempat dl satu lingkungan yg sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dsb): -- tropis; -- penghasil kopra; (6) tempat yg terkena peristiwa yg sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dsb); (7) bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dsb); -- aliran sungai daerah sekitar sungai, yg melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yg merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yg jatuh di atasnya mengalir ke dl sungai: -- aliran sungai yg gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan
daerah irigasi kesatuan wilayah atau hamparan tanah yg mendapat air dr satu jaringan irigasi; -- istimewa daerah yg mempunyai aturan pemerintahan khusus yg kadang-kadang menyimpang dr peraturan umum: -- Istimewa Yogyakarta dan -- Istimewa Aceh
daerah litoral daerah perairan yg dangkal dekat pantai, yg menunjang kehidupan tanaman berakar
dahi da.hi [n] (1) bagian wajah di atas mata; bagian kepala sebelah depan atas antara rambut dan alis; kening; (2) ki bagian benda sebelah depan yg dianggap sbg dahi
dahlia dah.lia [n] (1) tumbuhan yg akarnya berbonggol (berumbi), warna bunganya bermacam-macam; Dahlia pinnata; (2) bunga dahlia
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
dangkar dang.kar [a] dangkal; tohor; cetek: sungai itu menjadi -- akibat erosi [ark v] , men.dang.kar v menggulung: ~ tikar [a] sangat berani; dakar
dapur da.pur [n] (1) ruang tempat memasak; (2) tempat membakar batu bata, batu kapur, dsb; (3) tungku; perapian (pd lokomotif dsb) [n Ark] masyarakat desa dl prasasti Jawa Kuno
daun sendok tumbuhan herba yg daunnya berbentuk lonjong, buah lonjong, bijinya hitam, akar dan daun dapat digunakan untuk obat batuk; Plantago major; -- sepenuh tumbuhan, Eurycles amboinesis
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
debu batu batu gamping spt debu yg biasa digunakan di tambang batu bara bawah tanah untuk mencegah terjadinya kebakaran
deflagrasi def.la.gra.si [n] (1) Kim proses pembakaran yg berlangsung dl waktu singkat, biasanya disertai nyala yg terang dan suara gemertak; (2) Idt pembersihan baja dng panas berukuran tinggi
deflagrator def.la.gra.tor [n] alat elektromagnetik yg dng pengadaan panas berukuran tinggi, digunakan untuk membakar bahan yg mudah meledak, membersihkan baja, dsb
delepak de.le.pak [n] lampu yg tempat minyaknya terbuat dr piring tanah dng sumbu kecil, dan menggunakan minyak kelapa sbg bahan bakar
depilasi de.pi.la.si [n] (1) Dok proses membuang rambut; (2) Tek pembuangan rambut dr kulit binatang dl proses penyamakan
desa swasembada desa yg lebih maju dp desa swakarya dan tidak terikat lagi oleh adat-istiadat yg ketat
desinens de.si.nens [n Ling] afiks penanda fleksi, msl dl kata Latin dominus bentuk domen adalah akarnya, u adalah vokal tematis, dan s adalah desinens
desmonem des.mo.nem [n] kapsul jelatang yg berbentuk buah pir dng benang tebal dan pendek, pd waktu keluar dr kapsul membelit duri atau rambut mangsanya dng kuat
detar de.tar [n] tiruan bunyi jagung dibakar yg bulirnya meletus krn terlalu panas dsb
detonator pemicu alat picu peledakan yg dapat diletupkan dng sumbu bakar atau dng cara elektrik
dewasa de.wa.sa [a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah -- [n] waktu, masa (akhir-akhir ini): -- ini pembangunan dilakukan di seluruh pelosok tanah air
dian di.an [n] alat untuk menerangi (sesuatu); (lampu) kecil dng bahan bakar minyak; pelita
diastase di.as.ta.se [n] enzim dl jelai yg menguraikan pati menjadi maltosa, suatu disakarida
diesel die.sel [n] mesin motor yg memakai bahan bakar solar
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
dilapih kelembai di.la.pih kelembai [ki] kusut-marut; kusut sekali (tt rambut)
dioksin di.ok.sin [n] bahan beracun berbentuk kristal putih yg dihasilkan saat terjadi pembakaran subtansi alami kimiawi, serta larut dl lemak
disrupsi dis.rup.si [n] hal tercabut dr akarnya
dominan do.mi.nan [a] (1) bersifat sangat menentukan krn kekuasaan, pengaruh, dsb: bahasa Indonesia sangat -- di daerah Jakarta; (2) berpengaruh kuat; tampak menonjol (tt warna dsb): warna biru sangat -- dl lukisannya
dompol dom.pol [v] ber.dom.pol v bergerombol (tt buah-buahan spt buah duku, rambutan, dan anggur)
dosis do.sis [n Dok] (1) takaran obat untuk sekali pakai (dimakan, diminum, disuntikkan, dsb) dl jangka waktu tertentu: pasien itu pingsan krn menelan pil melebihi -- yg ditentukan oleh dokter; (2) ukuran pengobatan yg harus diberikan untuk jangka waktu tertentu (tt radiasi atau penyinaran pd daerah atau bagian tubuh tertentu); (3) Fis jumlah energi atau tenaga yg diberikan oleh zarah pengion kpd suatu satuan massa bahan yg disinari atau diradiasi pd tempat yg diselidiki atau diminati
dudus du.dus [n] upacara adat Bali mencuci rambut pengantin baru yg dilakukan oleh kepala adat
dupa du.pa [n] luban (kemenyan, setanggi, dsb) yg apabila dibakar asapnya berbau harum
ejakulasi eja.ku.la.si [n] pemancaran ke luar (tt mani) dr lubang zakar
eka- [bentuk terikat] satu; tunggal: ekakarsa
eksodermis ek.so.der.mis [n Bio] lapisan di luar sel korteks yg, setelah mengalami proses penebalan dng suberin atau kutin, akan menggantikan epidermis pd akar
eksper ek.sper [n] orang yg ahli dl bidangnya; pakar: ia -- dl konstruksi beton bertulang
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
eradikasi era.di.ka.si [n Bio] pemusnahan total bagian tanaman (sampai ke akarnya) yg terserang penyakit atau seluruh inang untuk membasmi suatu penyakit
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
erosi pertanian erosi yg disebabkan oleh peningkatan aliran permukaan, angin, penebangan hutan, pembakaran tanaman penutup tanah; penggembalaan liar, dan gangguan pd sistem drainase alamiah
faringal fa.ri.ngal [a Ling] (1) berkenaan dng terjadinya pembentukan rongga mulut krn penyempitan dinding faring dan akar lidah; (2) berkenaan dng bunyi faring
fenol fe.nol [n] senyawa kristal beracun yg terdapat di dl hasil pembakaran arang atau kayu
fibril fib.ril [n] (1) Bot serabut akar yg paling halus; (2) Anat serabut otot (jaringan atau saraf) yg sangat halus
firasat fi.ra.sat [n] (1) keadaan yg dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: rupanya dia sudah mendapat -- bahwa tidak lama lagi polisi akan membekuknya; (2) kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dng melihat keadaan (muka dsb): menurut -- ku, ia adalah orang yg bijaksana; (3) pengetahuan tt tanda-tanda pd badan (tangan dsb) untuk mengetahui tabiat (untung malang dsb) orang: setengah orang percaya benar kpd ilmu --; (4) keadaan muka (mata, bibir, dsb) yg dihubung-hubungkan dng tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang): menilik -- nya orang itu keras hati sebab rambutnya tebal dan kaku
fiton fi.ton [n Bio] bagian terkecil tumbuhan (batang, akar, atau daun) yg mampu berkembang menjadi tumbuhan baru
fleksi flek.si [n Ling] (1) perubahan bentuk kata sesuai dng perbedaan waktu, jenis kelamin, jumlah, dsb, msl terdapat pd bahasa Inggris dan Jerman; (2) proses atau hasil penambahan afiks pd dasar atau pd akar untuk membatasi makna gramatikalnya [n Anat] gerakan lentur pd persendian
floem flo.em [n] jaringan kompleks yg terdapat dl batang, akar, dan tulang daun (tempat mengalirnya makanan yg dibuat dl daun)
folikel fo.li.kel [n] kantong kelenjar yg kecil dan sempit (msl pd rambut) [n Bot] buah kering berbiji banyak yg pecah pd satu sisinya untuk melepaskan biji
fosfina fos.fi.na [n Kim] gas tidak berwarna dan mudah terbakar, bersifat racun; PH3
freatofit fre.a.to.fit [n] (1) Tan tanaman dng perakaran yg mengambil airnya dr muka air tanah atau dr lapisan tanah yg ada tepat di atas bongkaran itu; (2) Bio tumbuhan yg terdapat pd waduk air, msl eceng gondok
fruktosa fruk.to.sa [n Kim] (1) karbohidrat; (2) senyawa karbohidrat yg termasuk golongan monosakarida, terdapat dl buah-buahan manis dan madu
gaduk cina tumbuhan rimpang, akarnya direbus dan diminum sbg obat penyakit sifilis dsb; gadung sebrang; Smilax china
gajah mina ikan paus; (2) hiasan berupa makara
galon ga.lon [n] satuan takaran barang cair (bensin dsb) 3,785 liter (AS) atau 4,546 liter (Ing)
gambut menyerabut gambut yg terbentuk dr berbagai jenis tumbuhan berakar rindang
gamping gam.ping [n] batuan berwarna putih, jika dibakar dapat digunakan sbg campuran bahan bangunan yg sebagian besar terdiri atas kalsium karbonat; batu kapur
gantang gan.tang [n] satuan ukuran isi atau takaran 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dsb
gapai ga.pai [v] ber.ga.pai.an v mengulur-ulurkan tangan hendak mencapai atau memegang: lutung dan kera itu ~ di akar yg berjela-jela
garah ga.rah [Mk n] ga.rah-ga.rah n senda gurau; kelakar; lelucon: rupanya itu hanya buat ~ [Mk v] , meng.ga.rah v menakut-nakuti (burung di sawah dsb); menghalau; mengusir
garuda ga.ru.da [n] (1) burung besar pemakan daging yg menyerupai elang dan mempunyai kekuatan terbang yg luar biasa (yg sudah punah, dan sekarang hanya dl dongeng); (2) lambang negara Indonesia (berupa gambar burung garuda dng bulu sayap berjumlah 17, bulu ekor 8, bulu leher 45, cakar mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, dan berperisai lambang Pancasila di dadanya); (3) cak nama perusahaan penerbangan negara Indonesia
garuk ga.ruk [v] , ber.ga.ruk-ga.ruk v (1) (sedang) mengukur-ngukur (kepala, badan yg gatal); (2) (sedang) mencakar-cakar (tanah dsb): aku terkejut, kukira ada apa, rupanya anjing ~ di tanah
gas alam gas yg diperoleh langsung dr tanah, dipakai sbg bahan bakar, bahan dasar dl industri pupuk urea, dsb; gas bumi
gas batu bara gas yg mudah terbakar, diperoleh dr penyulingan batu bara, terdiri atas hidrogen, metana, karbon monoksida, benzena, nitrogen, karbon dioksida, dan oksigen
gas buang gas yg dipancarkan dr mulut pancar sebuah roket ketika terjadi pembakaran
gas karbon gas tanpa warna yg merupakan senyawa karbon dng oksigen, tidak terbakar dan larut dl air
gas lembap gas yg secara formal kimiawi tidak aktif khususnya dl pembakaran (spt nitrogen atau karbon dioksida)
gas rawa [Kim] gas yg mudah terbakar, sebagian besar terdiri atas metana, ditemukan dl tambang batu bara dan gas bumi
gasolin ga.so.lin [n Kim] campuran hidrokarbon yg berwujud cairan dan tidak berwarna, mudah menguap, serta mudah terbakar, yg merupakan fraksi dr minyak bumi dan digunakan sbg bahan bakar; bensin
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gebos ge.bos [v] , meng.ge.bos v menghardik; membentak; menggertak [v] , meng.ge.bos v keluar asap (api, uap) dng mendadak: kebakaran di Jakarta banyak disebabkan oleh kompor yg ~
gedabah ge.da.bah [n] hiasan rambut berbentuk segitiga (dr emas): pengantin itu disuntingi -- emas
gedung arca nama julukan untuk museum di Jalan Merdeka Barat, Jakarta; gedung gajah
gembak gem.bak [n] (1) rambut anak-anak yg dibiarkan tidak dipotong (sampai saat dikhitankan) pd ubun-ubunnya; gombak; (2) ombak (pd rambut); (3) rambut pd dahi kuda
genjur gen.jur [a] (1) kaku (tt rambut); (2) keras sekali (tt tabiat)
gentian gen.ti.an [n] perdu berakar pahit, akarnya dapat diekstrak untuk tonikum
genting gen.ting [a] (1) kecil (tipis, sempit) pd bagian tengah: pinggangnya --; (2) hampir putus (tt tali dsb): tali ini --; (3) tegang; berbahaya (tt keadaan yg mungkin segera menimbulkan bencana perang dsb): setelah perundingan menemui jalan buntu, keadaan bertambah -- [n] tutup atap rumah yg terbuat dr tanah liat yg dicetak dan dibakar, bermacam-macam bentuknya
gepok ge.pok [n] , ber.ge.pok-ge.pok n beberapa berkas (ikat, gabung): ia membeli rambutan ~
gerabah ge.ra.bah [Jw n] alat-alat dapur (untuk masak-memasak dsb) yg dibuat dr tanah liat yg kemudian dibakar (msl kendi, belanga)
geragas ge.ra.gas [v] meng.ge.ra.gas v menggaruk-garuk; menyisir rambut yg kusut dng jari tangan atau sisir kasar
geragau ge.ra.gau [v] meng.ge.ra.gau v mencakar-cakar; menggerak-gerakkan cakar (kaki, tangan, dsb); menggerapai-gerapai [n] jenis udang: udang --
gerbang ger.bang , meng.ger.bang v terurai dan kusut tak keruan (tt rambut) [n] pintu masuk [n El] rangkaian elektronis yg memiliki satu keluaran dan satu atau lebih masukan serta dirancang agar keluaran hanya bekerja ketika terdapat kombinasi pulsa tertentu pd masukan
geriap ge.ri.ap , meng.ge.ri.ap v menjadi kecil (tt mata krn mengantuk, atau tt lampu krn kekurangan minyak, dsb) , meng.ge.ri.ap Jk v (1) berdiri bulu roma krn terkejut; (2) terurai lepas (tt rambut)
gerih ge.rih [Lihat {gereh}] [n] akar yg berbelit-belit pd pohon dan menghasilkan getah; akar gerit-gerit
gerit ge.rit, ge.rit-ge.rit lihat akar [n] ikan air tawar, dapat dimakan
gersang ger.sang [a] (1) kering dan tidak subur (tt tanah, rambut); (2) ki pahit; penuh derita; (3) ki tidak ada gairah dan semarak (tt suasana kehidupan)
getah purwa residu penguapan bahan bakar pesawat terbang atau residu akibat penguapan bensin yg tidak larut dl heptana; -- susu getah tumbuhan liana, Willughbeia firma
gigi gi.gi [n] (1) tulang keras dan kecil-kecil berwarna putih yg tumbuh tersusun berakar di dl gusi dan kegunaannya untuk mengunyah atau menggigit; (2) sesuatu yg bentuknya spt gigi: -- sisir; -- gergaji; (3) ki kekuasaan: ia mulai memperlihatkan (menunjukkan) -- nya
gimbal gim.bal [a] lebat dan tidak teratur (krn tidak disisir): rambutnya -- [n] udang goreng pakai tepung
glans [n Anat] (1) kepala zakar (penis); (2) kepala kelentit; bagian klitoris yg membesar
gombak gom.bak [n] jambul (pd ayam, burung, bunga, dsb); jambak (rambut di dahi kuda); rambut di atas dahi (yg ditinggalkan sehabis berpangkas)
gompiok gom.pi.ok [a] tebal (tt rambut, daun, dsb)
gondrong gon.drong [a] panjang krn lama tidak dipangkas (tt rambut orang laki-laki): ketika pertama kali ditemukan di hutan, watak anak itu beringas, kukunya panjang, dan rambutnya -- sampai ke bahu
gonta-ganti gon.ta-gan.ti [v cak] (1) berganti-ganti: sampo adalah tepat untuk mencuci rambut, tetapi jangan -- merek; (2) sambut- menyambut; beri-memberi: hubungan -- antara pemimpin dan rakyat
gudang api gudang tempat menyimpan barang-barang kimia yg mudah terbakar (meledak)
gudeg gu.deg [n] masakan yg dibuat dr buah nangka muda diberi bumbu bersantan (masakan khas Yogyakarta)
gulambai gu.lam.bai [Mk n ] hantu yg konon dapat menyebabkan rumah terbakar
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
gundu gun.du [n] bola kecil dibuat dr tanah yg dibakar, marmer, kaca untuk mainan anak-anak; kelereng; guli
gundul gun.dul [a] (1) tidak berambut (tt kepala); (2) tidak ditumbuhi bulu atau bulu-bulunya telah rontok (tt binatang); (3) tidak ditumbuhi tanaman (tt daerah, tanah); (4) tidak berdaun (tt pohon)
gunting gun.ting [n] (1) perkakas untuk memotong kain (rambut dsb); (2) model (baju)
gunting mesin gunting untuk memangkas rambut yg digerakkan dng mesin yg fungsinya untuk meratakan panjang pendeknya rambut
gunungan gu.nung.an [n] (1) pahatan lukisan berbentuk gunung (dl wayang golek atau wayang kulit) untuk mengawali, membatasi antara babak, dan mengakhiri cerita (lakon): dalang belum mau mencabut ~ , sekiranya para nayaga belum siap; (2) bentuk gunung yg dibuat dr makanan dan hasil bumi pd upacara Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta: dr keraton ~ itu dibawa ke masjid dan setelah dibacakan doa-doa dibagikan kpd para pengunjung
gurau gu.rau [n] percakapan untuk bermain-main saja; kelakar; lelucon
gurau senda kelakar; lelucon; main-main (spt olok-olok untuk tertawa-tawa)
gurauan gu.rau.an [n] kelakar; lelucon: dng tidak disangka-sangka, ~ itu berubah menjadi pertengkaran mulut
habis ha.bis [v] tidak ada yg tinggal lagi (krn sudah digunakan, dibagikan, dimakan, dsb); tidak bersisa: semua barang dl gudang itu -- terbakar; (2) v selesai: pertunjukan sudah hampir --; (3) v tamat: bacalah buku itu sampai --; (4) v sudah sampai pd batas waktu yg ditentukan: kontraknya telah --; (5) v keluar biaya: untuk pergi ke tempat pekerjaannya, ia -- enam ratus rupiah setiap hari; (6) p sesudah; setelah: -- mandi dan sarapan, anak-anak berangkat ke sekolah; (7) adv kalau begitu (tidak begitu); maka: -- , sampai kapan kita dapat tahan hidup begini; (8) n akhir: ia berjanji akan membayar utangnya -- bulan
habis dimakan api [ki] habis terbakar
hafal ha.fal [v] (1) telah masuk dl ingatan (tt pelajaran): saya sudah mempelajari dan juga -- isinya; (2) dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain): banyak orang yg -- nomor telepon barisan pemadam kebakaran
hajim ha.jim [Ar n] tukang pangkas rambut (merangkap menjadi dukun atau pemantik darah)
halotan ha.lo.tan [n Kim] cairan tidak berwarna yg berbau khas, mudah menguap, tidak mudah terbakar atau meledak, yg digunakan di rumah sakit sbg anestetik, diberikan melalui saluran pernapasan
hangit ha.ngit [a] bau spt bau kerak terbakar; sangit
hangus ha.ngus [v] (1) terbakar sampai menjadi hitam; gosong: para korban kebakaran itu semuanya --; (2) terbakar sampai habis: gedung itu telah -- dimakan api; (3) ki batal: biaya yg sudah disediakan itu akan menjadi -- kalau tidak secepatnya dipakai
hari jadi hari kelahiran; (2) saat pertama kali digunakan atau selesai dibuat atau diresmikan: -- jadi DKI Jakarta
harmonium har.mo.ni.um [n] (1) alat musik gamit spt orgel kamar, dibunyikan dng menekan tombol pembuka lidah-lidah yg bergetar krn angin yg dipompa (pedal kaki), banyak dipakai sbg alat musik pengiring di gereja; (2) alat musik spt orgel kecil: orang Jakarta menggemari lagu berirama India dan Melayu dng iringan --
harnet har.net [n] rajut untuk menahan rambut, pembungkus sanggul, dsb agar tetap rapi
heboh he.boh [a] gaduh; ribut; gempar: orang-orang di pasar menjadi -- ketika mengetahui adanya kebakaran di kios itu
hegelianisme he.ge.li.a.nis.me [n ] aliran pemikiran dl filsafat yg berakar pd falsafah G. Hegel, khususnya yg menyangkut metode dialektika
heksana hek.sa.na [n Kim] zat cair tanpa warna, mudah terbakar, beracun, tidak larut dl air dng bau yg lemah, digunakan sbg pelarut; C6H14
helai he.lai [n] (1) barang yg tipis lebar (spt daun, kertas); lembar; (2) kata penggolong untuk barang yg tipis atau halus (spt kertas, kain, rambut, benang)
helm [n] (1) topi pelindung kepala yg dibuat dr bahan yg tahan benturan (dipakai oleh tentara, anggota barisan pemadam kebakaran, pekerja tambang, penyelam sbg bagian dr pakaian, pengendara sepeda motor, dsb); (2) topi gabus (pd umumnya berwarna putih)
hemat he.mat [a] berhati-hati dl membelanjakan uang, dsb; tidak boros; cermat: kita harus -- dl penggunaan bahan bakar [a] penuh minat dan perhatian; (dng) saksama; teliti: ia mendengarkan pelajaran dng -- dan cermat [n] pikiran; pendapat: menurut -- kami, dia sebaiknya pulang saja
hidrogen sulfida [Kim] persenyawaan hidrogen dan belerang, terutama monosolfidanya, merupakan gas yg tidak berwarna, mudah terbakar dan beracun dng rumus kima H2S dan berbau tidak enak
hipertrikosis hi.per.tri.ko.sis [n] pertumbuhan rambut yg berlebihan
hirsutisme hir.su.tis.me [n] pertumbuhan rambut yg abnormal, terutama pd wanita yg memiliki pola penyebaran rambut spt laki-laki dewasa
hubung hu.bung , ber.hu.bung 1 v bersambung atau berangkai (yg satu dng yg lain): paviliun itu ~ dng rumah induk; (2) bertalian (dng); berkaitan (dng); bersangkutan (dng): kedatangannya di Jakarta itu ~ dng adanya Kongres Bahasa Indonesia; (3) p cak oleh sebab; karena: ~ hujan, saya tidak jadi ke rumahmu
hujan lebat hujan yg laju pengumpulan curah hujan di dl penakar mencapai lebih dr 40 mm per jam, menimbulkan suara gemuruh apabila jatuh di atas atap, dan dapat disertai badai guntur; hujan deras
humoristis hu.mo.ris.tis [a] (1) secara humor (lucu, bergurau, berkelakar, menggembirakan, dsb): membicarakan soal-soal serius secara --; (2) bersifat humor: cerita-cerita yg --
hutan berdaun jarum hutan yg pohonnya berdahan tegak lurus, relatif pendek dan kecil, serta berdaun spt jarum; -- beton ki areal yg dipenuhi oleh gedung pencakar langit: program penghijauan kota perlu mendapatkan perhatian serius, apalagi Jakarta kian dipenuhi dng -- beton
hutan kerangas tipe hutan hujan tropis yg umumnya terdapat di Kalimantan, yg setelah ditebang atau dibakar tidak dapat ditanami padi krn mempunyai tanah podsol dng pH 3-4 dan kandungan haranya rendah
ikal [a] berkeluk-keluk atau mengombak (tt rambut): rambutnya -- , lebat, dan hitam
ikat [n] (1) tali (benang, kain, dsb) untuk mengebat (menyatukan, memberkas, menggabungkan): -- barang itu sudah lepas; (2) bingkai (dr kayu, logam, dsb) yg dipakai untuk menguatkan (mencengkam, memegang, dsb); (3) berkas; gabung: ia membeli sepuluh -- rambutan; dua -- kayu api; (4) ki cara mengatur (menyusun) pasukan (barisan dsb): -- perang, susunan pasukan dsb dl perang; (5) kebat
ilar [v] meng.i.lar v membabat tumbuh-tumbuhan: areal hutan yg terbakar sejak Rabu petang berhasil dilokalisasi Jumat siang dng ~ agar api tidak menjalar lebih luas
ilmu hitung pengetahuan mengenai angka sehubungan dng penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pemangkatan, dan akar bilangan
ilmu obat pengetahuan mengenai berbagai obat (khasiatnya, takaran pemakaiannya, dsb); farmakologi
imbibisi im.bi.bi.si [n Bio] penyerapan air ke dl rongga jaringan melalui pori-pori secara pasif, terutama krn daya serap senyawa polisakarida, spt hemiselulosa, pati, dan selulosa
inang-inang [n cak] wanita (ibu rumah tangga) yg bekerja sbg pedagang tidak resmi yg memasukkan barang lewat pela-buhan: cukong-cukong di Jakarta dan Singapura memakai ~ sbg penyelundup
indeks in.deks [n] (1) daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; (2) daftar harga sekarang dibandingkan dng harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang: -- biaya hidup di Jakarta setiap tahun naik; (3) Kom (artikel) daftar berita penting hari itu (dl majalah, surat kabar) yg dimuat di halaman depan; (4) Ling rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yg mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
inisiatif ini.si.a.tif [n] prakarsa
inisiator ini.si.a.tor [n] yg mempunyai inisiatif; yg mempunyai pra-karsa; yg memprakarsai: pembangunan tugu peringatan itu pasti akan berhasil jika ada -- nya
insinerator in.si.ne.ra.tor [n] (1) tungku perapian atau pembakaran; (2) wadah pembakaran sampah
intra- in.tra- [bentuk terikat] di dalam; bagian dalam: intrakardiak
intrusi in.tru.si [n Geo] penerobosan magma ke dl batuan atau di antara batuan lain; perembesan air laut dsb ke dl lapisan tanah sehingga terjadi percampuran air laut dng air tanah: sungai di Jakarta sudah tercemar, daerah yg terkena -- air laut pun semakin meluas
invitasi in.vi.ta.si [n] (1) undangan; (2) Olr pertandingan kejuaraan yg mengundang pemain luar atau pemain asing: -- nasional balap sepeda tahun ini dilangsungkan di Jakarta
ipon [n Olr] kemenangan telak dl permainan judo: pemain judo dr DKI Jakarta mendapat -- dr pemain Jawa Timur
irah-irahan irah-irah.an [n Sen] aksesori untuk menari (topi, rambut, dsb)
isis [a] terasa segar (krn embusan angin dsb): dng potongan rambut pendek spt ini, saya merasa lebih enak dan --
jabrik jab.rik [a cak ] lebat dan kaku spt sikat (tt rambut)
jago merah api kebakaran
jahe ja.he [n] (1) tumbuhan berakar tunggang (umbinya pedas rasanya, dipakai sbg aromatik, bumbu dapur, atau obat), berdaun lonjong dan lancip, bunganya berbulir; halia; Zingiber officinale; (2) umbi jahe
jalan lepas jalan keluar (dr kesulitan dsb); -- lingkar jalan yg melingkari kota (menghindari pusat kota) untuk mengurangi kemacetan lalu lintas: di Jakarta dibangun -- lingkar yg mengelilingi kota yg panjangnya puluhan kilometer
jali-jali ja.li-ja.li [n] (1) lagu (irama) khas Jakarta; (2) jali
jam [n] (1) alat untuk mengukur waktu (spt arloji, lonceng dinding); (2) waktu yg lamanya 1/24 hari (dr sehari semalam); (3) saat tertentu, pd arloji jarumnya yg pendek menunjuk angka tertentu dan jarum panjang menunjuk angka 12 (pd lonceng disertai dng dentang suara bandul memukul logam atau bel); pukul: ia bangun -- lima pagi; (4) waktu; saat: -- berangkat kereta api senja ke Yogyakarta ialah pukul enam sore [Lihat {jem}]
jam kerja waktu yg dijadwalkan untuk perangkat peralatan yg dioperasikan (spt pengisian bahan bakar, perjalanan); (2) waktu yg dijadwalkan bagi pegawai dsb untuk bekerja
jambu jam.bu [n] (1) pohon bercabang banyak, tinggi dapat mencapai 10 m, daunnya lonjong, bunganya berwarna putih atau kehijau-hijauan dan berambut halus yg menjadi kering cokelat atau hitam ketika bunganya menjadi buah; (2) buah jambu, banyak airnya, bentuknya menyerupai genta dan lebar di bawah, macam dan jenisnya banyak; Eugenia [n] jambul; gombak; bulu-bulu (pd ujung tombak dsb)
jambul jam.bul [n] (1) rambut yg dianyam baik-baik di atas dahi atau di kepala; (2) sejambak bulu (rambut) di kepala binatang (ayam, burung, kuda, dsb); (3) jambu-jambu (pd tarbus, kopiah, dsb)
jamu ja.mu [n] obat yg dibuat dr akar-akaran, daun-daunan, dsb [n] orang yg datang berkunjung (bertandang, melawat, dsb); (te)tamu
jangkang jang.kang [n] lebar antara dua belah kaki [n] pohon rawa yg berakar tunjang, kayunya kurang baik untuk dipakai sbg bahan bangunan rumah (ada beberapa macam spt: -- betina, -- bukit, -- hutan); Stercula foetida [Mk v kas] mati; meninggal
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
jarak tempuh jarak yg dapat ditempuh tanpa berhenti oleh kapal (pesawat, dsb) dng sejumlah bahan bakar tertentu
jawi ja.wi [n] lembu; sapi [n Sas] Melayu: bahasa --; huruf -- [n] beringin yg banyak sekali akar tunjangnya dan banyak tumbuh di tepi sungai atau telaga; Ficus rhododendrifolia
jebluk jeb.luk [v] , men.jeb.luk v meledak (meletus): kebakaran itu disebabkan oleh kompor gas yg ~
jebol je.bol [v] (1) terangkat dr tempatnya tertanam (tt tanaman) sampai ke akar-akarnya; (2) rusak parah (terbongkar) hingga tidak berfungsi (tt tanggul air, dinding, dsb) krn tidak mampu menahan benturan keras yg melanda; (3) tidak mampu mempertahankan serangan lawan (msl dl pertandingan); (4) ki tidak mampu mempertahankan nilai-nilai budaya yg dimiliki menghadapi arus budaya lain (asing) yg melanda
jejak bahu panjang rambut yg sampai ke bahu
jelang je.lang [v] , men.je.lang v (1) mengunjungi; menengok; menjenguk; menghadap: sudah lama ia tidak ~ ibunya; (2) dialamatkan kpd; ditujukan kpd (pd alamat surat): ~ karibku Polan, Jalan Lembang, Jakarta Pusat; (3) menghadap; menyongsong: ~ tahun baru kita memperbaharui tekad untuk maju; (4) hampir: ~ tengah hari baru ia sampai ke kampung halamannya; (5) melihat; memandangi: ~ bulan purnama [Mk a] cair; encer (tt susu dsb)
jelepak je.le.pak [v] men.je.le.pak v merata (tt warna rambut yg sudah putih): rambutnya putih ~
jelita je.li.ta [a] (1) cantik sekali; elok (tt wajah): pd masa mudanya dia merupakan seorang gadis --; (2) ki indah; manis (tt kota, pemandangan alam, dsb): Jakarta, dng hiasan lampu-lampu jalanan, tampak -- di malam hari
jembak jem.bak , men.jem.bak v mengurai dan berkibar (spt rambut panjang yg terurai ditiup angin)
jembut jem.but [n] rambut kemaluan
jenggut jeng.gut [v] men.jeng.gut v menarik keras-keras; merenggut: ~ rambut
jengkit jeng.kit [v] , men.jeng.kit v melentik ke atas (tt ujung jari, rambut, ekor, dsb)
jenjang jen.jang [n] (1) tingkat-tingkat yg beraturan dr bawah ke atas; tangga; tingkat; tahap: sekarang banyak sekali -- kepangkatan yg dulu tidak ada; (2) Olr palang bertingkat (dl cabang senam) terbuat dr kayu yg dibulatkan, dipasang ke atas, berjejer dng jarak antara 30-40 cm, untuk latihan bergantung (dl latihan otot perut, punggung, dsb) [a] panjang dan langsing (tt leher): rambut gadis itu bersanggul rapi sehingga lehernya yg -- tampak indah
jerait je.ra.it , ber.je.ra.it v tumbuh berpaut atau berjalin dng yg lain (tt jari, akar-akaran, dsb)
jerambang je.ram.bang [n] nyala biru berpindah-pindah di daerah rawa krn terbakarnya gas rawa
jerangau je.ra.ngau [n] (1) tumbuhan tahunan yg umbinya dapat digunakan sbg obat atau campuran beberapa jenis minuman keras, akarnya dapat digunakan sbg bahan ramuan obat, bumbu dapur, dan insektisida; Acorus calamus; (2) akar (umbi) jerangau
jerungkau je.rung.kau , men.je.rung.kau v (1) berlenturan (tt cabang kayu); (2) terjuntai; terurai; tergerai (tt rambut)
jibaku ji.ba.ku [v] ber.ji.ba.ku v (1) menyerang musuh dng jalan menubrukkan dirinya (yg sudah dipersenjatai dng bom atau alat peledak lainnya) pd musuh; (2) cak bertindak nekad: dl keadaan kapal terbakar begini, tiada pilihan lain selain harus ~ terjun ke lautan ganas ini
jinsom jin.som [n] akar untuk ramuan obat kuat
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
josna jos.na [n] lidi yg ditempeli dupa dipakai untuk alat menyembah dng cara dibakar
junub ju.nub [n Isl] keadaan kotor krn keluar mani atau bersetubuh yg mewajibkan seseorang mandi dng membasahi (membersihkan) tubuh dr ujung rambut sampai ke ujung kaki
jurai ju.rai [n] (1) secarik yg panjang (kain dsb); lajur; (2) seikat barang yg berjuntai spt benang, rambut, setangkai kacang; (3) rentetan; deretan yg berturut-turut: -- keturunan raja-raja dan orang besar-besar [n] ju.rai-ju.rai n tumbuhan, putat nasi; Barringtonia spicata
kabat ka.bat [Mk v] , me.nga.bat v mengikat; mengebat: ~ kayu bakar
kabut hitam [Min] campuran udara dng karbon monoksida yg terbentuk krn kebakaran di dl tambang bawah tanah, tidak menimbulkan nyala api
kadastral ka.das.tral [a] sesuai dng batas-batas tanah yg ditentukan oleh badan pencatat tanah milik: tanah yg dibebaskan untuk proyek jalan lingkar Jakarta langsung dipatok secara --
kais ka.is [v] me.nga.is v (1) mencakar-cakar atau menggaruk-garuk tanah (sampah dsb) untuk mencari makanan (tt ayam dsb): seekor anjing kurus dan kotor sedang ~ tong sampah mencari tulang-tulang sisa; (2) ki bekerja untuk mencari nafkah
kait ka.it [n] (1) besi (kawat dsb) yg ujungnya melentuk (spt gancu, seruit, sanggamara); (2) ukuran jarak baris pd ketikan; penunjuk ukuran jarak baris pd ketikan; (3) ki sesuatu yg menyusahkan (mengandung tipu muslihat): pikirkan dulu baik-baik, mungkin perkataannya ada -- nya , ka.it-ka.it n (1) tumbuhan (akar-akaran) merambat yg batangnya berduri; Uncaria acida; (2) akar kait-kait
kakas ka.kas [n] kuku; cakar [ark] , me.nga.kas v mengerasi; memaksa [n Fis] gaya
kakas ayam cakar ayam
kaki ayam tungkai ayam; cakar; (2) ki kaki tanpa alas kaki (sepatu dsb); kaki telanjang
kakodil ka.ko.dil [n Kim] cairan tidak berwarna dan sangat mudah terbakar berbau memualkan dng rumus kimia (CH3)2As-
kambing kebiri kambing jantan yg biji zakarnya telah diambil, biasanya untuk dijadikan kambing potong
kanjeng kan.jeng [n] pangkat atau gelar yg diberikan oleh Sultan Yogyakarta atau Sunan Surakarta kpd orang yg kedudukannya sepangkat bupati: ia dianugerahi pangkat Bupati Anom di samping mendapat gelar -- Raden Tumenggung
kanjeng gusti gelar dimiliki oleh Mangkunegara di Surakarta dan Paku Alam di Yogyakarta
kaparinyo ka.pa.ri.nyo [n] (1) nama lagu tradisional daerah Minangkabau dan Sumatra Selatan; (2) nama lagu keroncong di kalangan masyarakat Tugu Cilincing, Jakarta Utara; (3) tarian dng koreografi campuran Mor dan Spanyol, diiringi lagu Kaparinyo
Kaprikornus Kap.ri.kor.nus [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa, terlihat tengah malam pd bulan Agustus; (2) Astrol lambang ke-10 zodiak yg dilambangkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Desember-19 Januari; Makara
kapsalon kap.sa.lon [n] ruang atau tempat memangkas dan menata rambut bagi pria atau wanita
kapsel kap.sel [n] tata rias rambut wanita; tatanan rambut wanita
kapster kap.ster [n] pemangkas dan penata rambut
kapur ka.pur [n] bahan serbuk yg putih warnanya, diperoleh dr batu putih (sisa-sisa organisme laut) yg dibakar, digunakan sbg campuran makan sirih, pemutih dinding, bahan obat-obatan, dsb [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai untuk bahan membuat kayu lapis dsb; (2) kayu kapur
karamel ka.ra.mel [n] cokelat yg diperoleh dr pemanasan gula tebu atau zat karbohidrat lainnya; gula bakar
karbon dioksida [Kim] senyawa karbon dng oksigen yg berupa gas tanpa warna, lebih berat dr udara, tidak terbakar, dan larut dl air (digunakan dl alat pemadam kebakaran); CO2
karburasi kar.bu.ra.si [n Tek] pencampuran gas bahan bakar minyak dng udara pd mesin motor
karburator kar.bu.ra.tor [n Tek] bagian mesin motor, tempat gas bahan bakar minyak bercampur dng udara
kasai ka.sai [n] (1) bau-bauan untuk mencuci rambut: saya membuat -- dr sari air mawar; (2) bedak basah yg harum baunya untuk melulur dan mengharumkan kulit tubuh; bedak wangi: di mana kamu membeli -- ini? [n] tumbuhan yg pohon kayunya untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat sakit kepala, daunnya untuk obat demam; Pometia pinnata [n] nama ikan laut; -- janggut, Setipinnataty; -- minyak, Thrissoeles mystax
kasmutik kas.mu.tik [n] minyak rambut
kaukasoid kau.ka.so.id [n Antr] golongan manusia yg mempunyai ciri-ciri fisik tertentu, yaitu kulit pucat, tinggi badan sedang sampai jangkung, rambut lurus sampai berombak, badan biasanya berbulu, mata biru muda sampai cokelat tua, hidung biasanya mancung
kaum halai balai sosok anak muda yg serba aneh (berpotongan rambut petak-petak, botak separuh, berkostum jaket hitam dan celana yg koyak-moyak, bergelang, dan mengenakan bermacam-macam rantai)
kaus lampu kain kasa tahan panas yg dipasang pd petromaks dsb dan dibakar hingga bernyala, menimbulkan sinar yg terang
kaustik kaus.tik [a] dapat terbakar, berkarat, hancur, atau rusak akibat peristiwa kimia
kayu api kayu yg dipakai untuk bahan bakar
kebangsaan ke.bang.sa.an [n] (1) ciri-ciri yg menandai golongan bangsa: korban pesawat yg terbakar itu sudah diketahui -nya; (2) perihal bangsa; mengenai (yg bertalian dng) bangsa: sejarah -- Indonesia; (3) kedudukan (sifat) sbg orang mulia (bangsawan): bukan -nya melainkan kelakuannya yg kita pandang; (4) kesadaran diri sbg warga dr suatu negara: memupuk rasa --
kebetulan ke.be.tul.an [n] tidak dng sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dsb): kemarin, secara -- kami bertemu dng dia; penjahat yg sudah lama dicari itu tertangkap dng cara -- saja; (2) adv tepat atau kena benar (dng tidak sengaja): ketika kebakaran itu terjadi, -- ia ada di rumahnya; tendangannya -- mengenai dada musuhnya; (3) n keadaan yg terjadi secara tidak terduga
kecandan ke.can.dan [Mk n] senda gurau; kelakar
kecewa ke.ce.wa [a] (1) kecil hati; tidak puas (krn tidak terkabul keinginannya, harapannya, dsb); tidak senang: kami -- thd penyambutannya yg dingin; (2) cacat; cela: tidak ada -- nya; (3) gagal (tidak berhasil) dl usahanya dsb: segala tindakan pengamanan akan tetap -- jika biang keladi kejahatannya tidak dibasmi; -- berat sangat kecewa: gitaris ceking berambut gondrong itu tampak -- berat
kecombrang ke.com.brang [n] tumbuhan rumpun yg berakar rimpang (bercabang-cabang) dan buahnya berbentuk bulat spt nanas; Nicolaia hemisphaerica
kedabu ke.da.bu [n] pohon yg kayunya biasa untuk kayu bakar; Sonneratia ovata
kederang ke.de.rang [n] tumbuhan berduri, akarnya dipakai untuk mewarnai anyam-anyaman dsb; Cudrania javanensis
kegondrongan ke.gon.drong.an [n] perihal (yg bersifat) gondrong: ~ rambutnya serta corak pakaiannya menimbulkan prasangkaku bahwa ia perempuan
kehangusan ke.ha.ngus.an [n] perihal hangus; (2) v terbakar hangus
kehitam-hitaman ke.hi.tam-hi.tam.an [a] agak hitam: kulitnya tampak ~ krn terbakar sinar matahari
keindonesiaan ke.in.do.ne.si.a.an [n] perihal Indonesia; yg bersangkut paut dng Indonesia: bagaimana mengembangkan kebudayaan yg berakar dan berada dl jiwa ~
kejamas ke.ja.mas [n] ramuan atau obat tradisional untuk mencuci rambut; langir
kejur ke.jur [a] keras dan kaku (tidak dapat dilentukkan); tegak dan kaku (tt rambut dsb); tegar: rambutnya -- sehingga sukar sekali diatur
kekurangan ke.ku.rang.an [v] tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; (2) v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; (3) n perihal kurang; (4) n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~
kelabang ke.la.bang, ber.ke.la.bang [v] berjalin-jalin krn kusut (tt rambut) sehingga tidak dapat disisir
kelabangan ke.la.bang.an [n] kepang (jalinan) rambut
kelabat ke.la.bat [n] (1) tumbuhan yg dibudidayakan, bijinya dibuat campuran param atau digunakan sbg rempah, akarnya dapat dibuat obat-obatan; halba; Trigonella foenumgraecum; (2) biji kelabat; (3) akar kelabat
keleluasaan ke.le.lu.a.sa.an [n] (1) kebebasan (bergerak, bertindak, dsb): selama tinggal di Jakarta, mereka diberi ~ untuk mengunjungi tempat bersejarah; (2) Huk peranan untuk menentukan (memutuskan sendiri berdasarkan hukum)
kelembak ke.lem.bak [n] (1) pohon, kayunya harum; gaharu; karas; Aquilaria malaccensis; (2) kayu gaharu [n] (1) tumbuhan terna, akarnya harum; Rheum officinale; (2) akar kelembak [n] kupu-kupu besar
kelengahan ke.le.ngah.an [n] (1) kelalaian; kealpaan: kebakaran itu akibat ~ penjaga malam; (2) keadaan menganggur (tidak berbuat apa-apa): ~ merupakan pangkal segala kejahatan
kelenjar holokrin [Bio] kelenjar yg seluruh sel sekresinya larut menjadi sekresi kelenjar, spt kelenjar urat rambut
kelibang ke.li.bang , ber.ke.li.bang v beterbangan berkeliling; kalong ~ di atas pohon rambutan
keliwon ke.li.won [n] (1) pegawai pamong desa di bawah kuwu (di daerah Cirebon); (2) pegawai keraton Surakarta atau Yogyakarta setingkat di bawah bupati
kelp [n] (1) Bio ganggang laut yg tumbuh di pantai yg berkarang; (2) Kim abu yg diperoleh dr pembakaran berbagai jenis ganggang atau rumput laut, digunakan untuk membuat yodium
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
keluarga ke.lu.ar.ga [n] (1) ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; (2) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; (3) (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; (4) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat
kembang sungsang terna tumbuhan merambat yg dapat menjadi tanaman hias, batangnya dapat mencapai 1-2,5 m berwarna jingga tua dan merah, umbi akarnya mengandung racun; Gloriosa superba
kemenyan ke.me.nyan [n] dupa dr tumbuhan Styrax benzoin, yg harum baunya ketika dibakar; (ada beberapa jenis spt -- arab, -- hantu, -- hitam, -- serani); luban jawi [n] tumbuhan memanjat, Dioscorea pyrifolia [n] ikan hiu
kencur ken.cur [n] (1) tanaman yg mempunyai akar batang yg tertanam di dl tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; cekur; Kaempferia galanga; (2) umbi kencur; (3) ki belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar: anak itu masih -- belum tahu liku-liku dunia ini; (4) ki belum dewasa; di bawah umur: anak masih bau -- sudah berpacaran
kendong ken.dong [v] me.ngen.dong v membawa sesuatu dng membungkusnya dl saputangan, sarung, dsb: orang tua itu memunguti buah rambutan yg berjatuhan lalu ~ nya
kepala ke.pa.la [n] (1) bagian tubuh yg di atas leher (pd manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, dan beberapa pusat indra): mayat wanita itu ditemukan tanpa --; (2) bagian tubuh yg di atas leher tempat tumbuhnya rambut: -- nya botak; (3) ki bagian suatu benda yg sebelah atas (ujung, depan, dsb): -- tongkat; (4) ki bagian yg terutama (yg penting, yg pokok, dsb): -- lakon; (5) ki pemimpin; ketua (kantor, pekerjaan, perkumpulan, dsb): -- pasukan; (6) ki otak (pikiran, akal, budi): jika kita masih punya -- , kita harus diberi jatah satu kilogram gula
kepalanya sudah beratap seng [ki] sudah putih rambutnya
kepang ke.pang [n] jalinan (anyaman) tali (rambut dsb) /kEpang/ ? kipang /kEpang/, ke.pang-ke.pot a gumal tidak keruan; berkerut-kerut [Jw n] anyaman silang miring terbuat dr bilah bambu tipis [n] (1) pohon yg kulitnya dapat dijadikan tali; Aquilaria malaccensis; (2) kulit kepang
kepanikan ke.pa.nik.an [n] kegugupan (kebingungan dan ketakutan); kecemasan: kebakaran tadi malam sempat menimbulkan ~ di kalangan penduduk
keperakan ke.pe.rak.an [a] berwarna putih spt perak (tt rambut dsb): perwira yg berambut ~ itu memimpin markas besar di ujung utara
keplastisan ke.plas.tis.an [n] perihal plaslis: plastomeneter digunakan untuk mengukur ~ bahan dng menentukan waktu alirannya melalui pertambahan berturut-turut jarak pada rambut
kerajat ke.ra.jat [ark n] anak rambut yg tumbuh di dahi [kl n] pajak; bea: hamba ini dititahkan oleh raja mengambil cukai -- di tengah laut ini
keramas ke.ra.mas [v] mencuci rambut dng sampo (dng cara mengguyur dan membersihkannya)
keramik ke.ra.mik [n] tanah liat yg dibakar, dicampur dng mineral lain; barang tembikar (porselen)
keras tulang tumbuhan yg akarnya dapat dibuat menjadi kapur barus, daunnya dibuat obat, Chilorantus officinalis; (2) ki kuat
keretek ke.re.tek [n] bunyi daun terbakar [n] rokok yg tembakaunya dicampuri serbuk cacahan cengkih [n] kereta berkuda beroda dua; dokar
keriting ke.ri.ting [n] ikal kecil-kecil (tt rambut)
kerkau ker.kau [v] , me.nger.kau v mencengkeram (menggaruk) dng cakar
keroncong tugu seni musik keroncong khas Jakarta (Betawi)
kerosin ke.ro.sin [n] bahan bakar hidrokarbon yg diperoleh sbg hasil penyulingan minyak bumi dng titik didih yg lebih tinggi dp bensin; minyak tanah; minyak patra
kersang ker.sang [a] (1) kering tidak subur (tt tanah); gersang: tanahnya -- , tumbuhan tidak dapat hidup di atasnya; (2) tegak kaku dan tidak lembut (tt rambut)
kerul ke.rul [a cak] ikal (tt rambut dsb)
kerutup ke.ru.tup [n] bunyi berdetasan spt bunyi daun basah yg terbakar
kesengajaan ke.se.nga.ja.an [n] perihal (perbuatan) sengaja: seolah-olah ada suatu -- dl peristiwa kebakaran itu
ketaya ke.ta.ya [n] suluh dr bambu yg diberi berdamar pd ujungnya (untuk dibakar) [n] tali leher (kerbau, sapi) terbuat dr anyaman rotan terpilin yg diikatkan pd bom pedati
ketel ke.tel [Jw a] rimbun daunnya, lebat (daun dan buahnya); padat (penduduknya); tebal (rambutnya)
ketika ke.ti.ka [n] waktu yg sangat singkat atau yg tertentu; saat: menantikan -- yg baik; rumah yg terbakar itu habis -- itu juga; (2) n waktu atau saat yg bertalian dng nasib dsb (dl perhitungan, primbon, atau tenung); (3) p kata penghubung untuk menandai waktu yg bersamaan; tatkala; pd waktu (yg bersamaan): -- kakak dilahirkan, ayah sedang bertugas di kota
ketinggalan ke.ting.gal.an [n] sisa; kelebihan; tunggakan: ~ nya boleh dibayar bulan depan; (2) v tertinggal (krn lupa dsb): bukunya ~ di rumah; (3) v terbelakang; tercecer: di Jakarta kita dapat menyaksikan segala macam keramaian, tidak spt di sini agak ~ dl hal itu; ia masih ~ jauh dr teman-temannya; (4) v sudah ditinggalkan oleh (kereta api dsb): mari kita berangkat, supaya jangan ~ kereta api; (5) v tidak sesuai dng zaman (waktu dsb): mobil ini sudah ~ zaman; (6) v ada yg kelupaan; ada yg kurang; ada yg terlangkahi: dua hal yg ~ tidak disebutkan dl surat ini; rupanya ada huruf yg ~; (7) v tidak ~ , tidak mau terlambat; tidak lupa; tidak lalai: pujangga pantun pun tidak ~ turut berlomba dl sajak-menyajak baru
ketombe kering ketombe berupa titik-titik kecil putih atau kecokelat-cokelatan pd kulit kepala, tersebar di rambut, sering sampai ke dahi dan ditandai rasa gatal pd kulit kepala, bahkan dapat menjadi semacam bisul kecil-kecil
ketoprak ke.top.rak [n] sandiwara tradisional Jawa, biasanya memainkan cerita lama dng iringan musik gamelan, disertai tari-tarian dan tembang [n] makanan (khas Jakarta), terdiri atas ketupat, tahu goreng, kerupuk, dan taoge yg dibubuhi bumbu kacang yg berkecap [n ] ikan air tawar, tubuhnya pipih, panjangnya lebih kurang 25 cm, berwarna hitam, sirip dada memanjang, ekor membundar, biasa makan tumbuhan dan binatang kecil yg menempel di dasar air; Polyacanthus hasselti
ketosa ke.to.sa [n Kim] sakarida yg mempunyai gugus karbonil yg mengikat dua atom C lain yg mengandung gugus keton
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kijil ki.jil [n] tumbuhan memanjat; akar banar; akar gadong tikus; akar kijil; Smilax helferi
kiln [n Ark] tungku yg dibuat spt ruangan, tempat membakar benda-benda tanah liat yg memerlukan suhu tinggi
kiris ki.ris [n] (1) pohon kayu, akarnya dipakai untuk ramuan obat dan buahnya dapat dimakan, Belamcanda chinensis; (2) akar kiris; (3) buah kiris
kirita makuta ki.ri.ta ma.ku.ta [n Ark] bentuk tata rambut yg menyerupai mahkota, dng bagian bawah berbentuk bundar yg makin ke atas makin mengecil dan diberi hiasan berupa untaian manik-manik atau bunga
kisut ki.sut [a] (ber)kedut krn kering, tua dsb; lisut; keriput: rambutnya sudah memutih dan kulitnya telah -- [n] ayak
kiwi ki.wi [ark n] juru petak (dl perahu); orang yg menyewa ruang perahu (turut berekanan) [n] burung sebesar ayam jantan yg bersayap kecil, tetapi; tidak dapat terbang, berbulu spt rambut, terdapat di Selandia Baru; Apterix
klimis kli.mis [a] (1) licin dan berkilap: ia biasa berpakaian rapi dan rambutnya selalu --; (2) rapi dan bersih (tt pakaian, dandanan, dsb); (3) agak gemuk (tt badan)
kolak ko.lak [n] makanan yg dibuat dr pisang, ubi, dsb yg direbus dng gula dan santan [n] sepotong kayu yg bengkok dan bulat pd ujungnya, dipakai untuk menggiling lada atau rempah-rempah pd cobek [ark n] takaran beras sebanyak empat gantang atau dua puluh kati (= ? 125 ons = ? 12,5 kg)
kolesom ko.le.som [n Far] akar yg dibuat obat kuat; ginseng
kompor kom.por [n] perapian untuk memasak yg menggunakan minyak tanah, gas, atau listrik sbg bahan bakar
kompor gas kompor yg menggunakan gas sbg bahan bakar
konde kon.de [n] gelung rambut; sanggul; kundai
kontemporer kon.tem.po.rer [a] pd waktu yg sama; semasa; sewaktu; pd masa kini; dewasa ini: di samping tarian klasik disuguhkan juga tarian --; bulan ini diadakan pameran seni lukis -- di Taman Ismail Marzuki, Jakarta
kontol kon.tol [n] kemaluan laki-laki; zakar
kosmetik kos.me.tik /kosmEtik/ (1) a berhubungan dng kecantikan (tt corak kulit); (2) n obat (bahan) untuk mempercantik wajah, kulit, rambut, dsb (spt bedak, pemerah bibir)
kosmetik wanita bahan atau sediaan untuk mempercantik wajah, kulit, rambut, dsb (spt bedak, pemerah bibir) khusus untuk wanita
kosmetologi kos.me.to.lo.gi [n] ilmu tt cara mempercantik wajah, kulit, dan rambut; ilmu kecantikan
kota pelajar sebutan lain untuk kota Yogyakarta
kremasi kre.ma.si [n] pembakaran mayat sehingga menjadi abu; pengabuan
krematorium kre.ma.to.ri.um [n] tempat membakar mayat sehingga menjadi abu; perabuan
kristalosa kris.ta.lo.sa [n Kim] garam natrium dr sakarin
krol [a cak] keriting (ikal) buatan (tt rambut)
krukat kru.kat [n cak] potongan rambut yg sangat pendek; cepak
kuayah ku.a.yah [n] , akar -- tumbuhan merambat, Connarus semidecandrus
kubu ku.bu [n] (1) pagar dr kayu yg diberi berlapis tanah dsb untuk menahan serangan dsb: sekeliling dusun itu dipasang -- untuk menahan serangan musuh; (2) tempat pertahanan yg diperkuat dng pagar-pagar pertahanan; benteng pertahanan: -- pertahanan telah jatuh ke tangan musuh; (3) tempat yg diberi berpagar kuat-kuat (untuk menangkap gajah dsb): mereka menghalau kawanan gajah ke dl --; (4) sekelompok pendukung atau penggembira: -- yg mendukung tim bulu tangkis Indonesia sebagian besar adalah mahasiswa dan pelajar [n] rotan yg melilit di pohon, akarnya biasa dibuat tali dsb; Treycinetia javanica
kucir ku.cir [n] (1) seberkas rambut (terkepang atau tidak) yg sengaja dibiarkan tumbuh di kepala yg tercukur, sedangkan rambut di bagian kepala yg lain dicukur; kuncit; taucang; (2) seberkas rambut (terkepang atau tidak) yg diikat dng ikat penghias (spt pita)
kudu ku.du [ark n] kuntum bunga [n] cat merah untuk mewarnai kain batik, dibuat dr akar atau kulit pohon mengkudu
kuku ku.ku [n] (1) zat tanduk tipis yg tumbuh melekat pd ujung jari tangan atau kaki; (2) bagian ujung tangan (kaki), panjang-panjang dan tajam (terbentuk dr zat tanduk), pd ayam, kucing, harimau, dsb; cakar; (3) bagian ujung kaki kuda, kerbau, dsb yg besar dan keras (terbentuk dr zat tanduk); (4) alat atau bagian perkakas yg bentuknya spt cakar untuk mencakar; (5) ki kekuasaan: Belanda tidak pernah berhasil menanamkan -- nya di daerah ini
kumal ku.mal [a] (1) renyuk dan kotor (pakaian dsb); berkerut-kerut (spt kertas direnyuk): sarung bantalnya -- krn sudah lama dipakai dan tidak pernah dicuci; (2) kotor dan lusuh: rambutnya -- dan tidak pernah disisir
kumena ku.me.na [n Kim] zat pencampur bahan bakar kapal terbang C6H5CH(CH3)2
kumis ku.mis [n] bulu (rambut) yg tumbuh di atas bibir atas, biasanya hanya terdapat pd laki-laki; misai
kundai kun.dai [n] gelung rambut; sanggul
kuntung kun.tung [n] kucir (terutama tt rambut); taucang
kuping menjangan tumbuhan yg akar dan daunnya digunakan sbg obat batuk, Plantago major
kupur ku.pur [n] (1) tumbuhan yg daunnya dibuat obat batuk, akarnya direbus untuk obat disentri; Rubus moluccanus; (2) daun kupur; (3) akar kupur
kusau ku.sau [a] ber.ku.sau-ku.sau a kusut sekali (tt rambut): segumpal rambut ~ di keningnya
kusut ku.sut [a] (1) tersimpul jalin-menjalin tidak keruan hingga sukar diuraikan (rambut, benang, dsb): rambutnya --; (2) kacau; tidak teratur: alas tempat tidur itu --; (3) ki rumit; rusuh, dan bingung (hati, pikiran, dsb): -- lah hatinya dan kacaulah pikirannya
labuh la.buh [a] dl keadaan turun atau tergelantung ke bawah spt kelambu, tali, jangkar, tirai, atau layar panggung [ark n] penggolong benda bagi tirai: tirai se -- [Jw n] la.buh.an n upacara tradisional keraton yg dilaksanakan di tepi laut di sebelah selatan Yogyakarta, diadakan pd tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono menurut perhitungan tahun Saka
labuh api hukuman mati dng cara membakar si terhukum
lahir la.hir [v] keluar dr kandungan: ia -- di Jakarta pd tahun 1951; (2) v muncul di dunia (masyarakat): setelah itu, -- lah beberapa organisasi politik yg lain; (3) n yg tampak dr luar: -- nya amat peramah, tetapi batinnya siapa tahu; (4) n berupa benda yg kelihatan; keduniaan; jasmani: kemuliaan --; pengetahuan --; pendidikan --
laki-laki la.ki-la.ki [n] (1) orang (manusia) yg mempunyai zakar, kalau dewasa mempunyai jakun dan adakalanya berkumis: baik ~ maupun perempuan berhak dicalonkan menjadi anggota DPR; (2) jantan (untuk hewan); (3) ki orang yg mempunyai keberanian; pemberani: ia bertindak sbg ~
lamdukpai lam.duk.pai [n] tumbuhan melilit, akarnya dipakai untuk obat penyakit cacar; empis musang
lampu gantung lampu bersemprong yg menggunakan bahan bakar minyak tanah yg digantungkan (pd langit-langit rumah dsb)
lampu gas lampu yg menggunakan bahan bakar gas
lampu petromaks lampu yg menggunakan kaus lampu (bukan sumbu), nyalanya terang benderang, menggunakan bahan bakar minyak tanah, dihidupkan dng jalan dipompa; lampu tekan
lamtoro gung lamtoro yg besar, biasa digunakan sbg pupuk hijau sbg pelindung tanaman kopi, cokelat, panili, dsb, daunnya untuk makanan ternak dan kayunya untuk kayu bakar dan bahan bangunan
lamur la.mur [a] tidak terang penglihatan; rabun [n] daging yg banyak lemaknya: jika memasak sayur dng menggunakan -- , bakarlah sepotong jahe dan memarkan, lalu campurkan pd masakan itu
langir la.ngir [n] (1) pohon kecil yg buah dan daunnya untuk pencuci rambut; Albizzia saponaria; (2) ramuan untuk pencuci rambut (kepala)
langir antiketombe cairan sabun pencuci rambut yg mengandung obat penghilang ketombe
langir krim krim yg digunakan untuk perawatan rambut
langsung lang.sung [adv] terus (tidak dng perantaraan, tidak berhenti, dsb): berlayar -- dr Jakarta ke Manado; tindakan yg -- mengenai kepentingan umum; (2) v berlanjut (hingga beberapa lamanya, hingga jauh, dsb): pertikaian itu -- hingga kini; (3) v lewat dr tujuan: -- dr sasarannya; (4) v jadi (tidak urung): pertandingan tidak -- krn hujan
lari la.ri , la.ri-la.ri n rumput yg tingginya mencapai 90 cm, akarnya sangat kuat; Spinifex squarrosus [v] melangkah dng kecepaatn tinggi: setelah ketahuan, pencuri itu -- pontang-panting; (2) v hilang; lenyap: -- semangatnya ; (3) v pergi (keluar) tidak dng cara sah (baik-baik); kabur: banyak tahanan yg -- dr penjara; (4) v pergi (berpindah) untuk menyelamatkan diri: krn takut ditangkap, pencuri itu -- ke luar kota; (5) n arah; tujuan: polisi membuntuti ke mana -- nya penjahat itu; (6) n cak panjang suatu bidang: ruang itu -- nya empat meter; (7) v bergeser: pasangan ubinnya -- 1 cm
larnaks lar.naks [n Ark] peti mati yg terbuat dr tanah liat bakar
las [n] penyambungan (besi dsb) dng cara membakar
las gas [Tek] pengelasan dng menggunakan gas (gas asetilin, propana, atau hidrogen), dng cara membakar gas bakar dng oksigen (zat asam) sehingga menimbulkan nyala api dng suhu yg dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi
latur la.tur [a] bengkak berair, spt kulit yg terbakar api; lecur; lepuh
lawas la.was [Mk a] luas , me.la.was v mulai habis (tt buah-buahan dsb): buah rambutan sudah ~ krn musimnya hampir habis [Jw a] (1) lama; (2) tua
layur la.yur [Mk] me.la.yur v (1) memanaskan di atas (dekat) api (supaya kering, layu, hangat, dsb); memanggang: ia sedang ~ ikan (daging) di atas bara; (2) membakar (dng sinar matahari): sinar matahari ~ kulitnya sampai hitam [n] ikan laut yg bentuk tubuhnya pipih dan panjang; selayur
lazim la.zim [a] sudah biasa; sudah menjadi kebiasaan; sudah umum (terdapat, terjadi, dilakukan, dsb): sekarang sudah -- wanita berambut pendek
lebat le.bat [a] (1) berbuah banyak (tt pohon): pohon mangga itu -- buahnya; (2) tebal dan rapat sekali (tt rambut, daun, hutan, dsb): rambutnya hitam dan --; pohon itu -- daunnya; (3) deras dan banyak (tt hujan, embun, dsb): semalam hujan sangat -- spt dicurahkan dr langit
lecur le.cur [a] me.le.cur v bengkak berair (krn terbakar dsb); melepuh: mulutnya ~ krn minum air panas
legum le.gum [n] degum [n] tumbuhan perdu yg berkeping ganda, berbuah polong, menghasilkan mineral, akarnya mengandung campuran nitrogen dan bakteri, termasuk makanan penting untuk ternak (spt pohon kacang tanah, semanggi); tumbuhan kacang-kacangan; Leguminoceae
lelai le.lai , me.le.lai v tergantung melengkung ke bawah; menjulai; terkulai: dahan rambutan itu ~ krn lebat buahnya
lembai lem.bai /lEmbai/, me.lem.bai Mk v (1) melambai (tangan, sapu tangan, dsb): anak itu ~ terus meskipun ayahnya sudah menghilang dr pandangannya; (2) menjilat-jilat (tt api): rumah tempat tinggalnya hangus krn api telah ~ membakarnya
lembar lem.bar [n] (1) kl benang; tali: ibarat menyambung -- yg telah putus; (2) kata penggolong bagi benda yg lebar dan tipis (tt papan, kertas, seng, dsb); helai: dua -- daun (kertas, kain, layar, dsb); (3) kata penggolong bagi benda yg panjang (spt rambut, tali, dsb); utas; helai: tiada luruh se -- rambut pun; (4) lembaran
lempuh lem.puh , me.lem.puh v bengkak krn terbakar (kena air panas dsb); lepuh
lenong le.nong [n] pertunjukan sandiwara dng iringan gambang kromong (di Jakarta)
lepak le.pak [n] tiruan bunyi barang jatuh ke tanah (spt buku jatuh dr meja ke lantai) [a] me.le.pak a (menjadi) putih benar: rambutnya telah --
lepuh le.puh [n] bengkak mengandung air (msl pd kulit krn terbakar dsb)
letusan api awal le.tus.an api awal suatu pembakaran secara sengaja untuk menyingkirkan bahan yg mudah terbakar dng pembakaran terkendali sehingga menghentikan atau mengendalikan api utama
level le.vel [n cak] tingkat(an); tataran; lapisan: harga rumah murah di Jakarta masih jauh dr jangkauan masyarakat -- menengah
lewat le.wat /lEwat/ (1) v melalui; lalu di; menempuh: kereta api cepat Jakarta-Surabaya -- Semarang; (2) v lalu; lampau: waktu yg telah --; (3) adv lebih: pukul sembilan -- sepuluh menit; (4) adv sesudah: -- tengah malam; (5) a terlampau; sangat; terlalu: -- jenuh; (6) p dng perantaraan (memakai jasa, alat, dsb): barangnya dikirim -- pos
licau li.cau [a] gilap; berkilat; berkilau: rambutku -- krn baru diminyaki
lici li.ci [n] (1) pohon yg tingginya 10-15 m, bercabang banyak dan rindang, bertajuk bundar, permukaan atas daunnya berkilap, bunganya tersusun dl bentuk malai, berwarna kuning, dan berbulu cokelat, buahnya bulat meruncing, kulitnya berbintil-bintil spt bekas rambut, bijinya berwarna hitam terbungkus oleh daging buah yg berwarna putih yg mengelupas dr biji, daging buahnya berair, harum dan manis; Litchi chinensis sonn; (2) buah lici
lidah ayam tumbuhan terna, dijumpai di berbagai tempat di Indonesia, tingginya mencapai 0,80 m, batang bagian atas berbulu, daun berbentuk pita, tajam, lonjong atau jorong, perbungaan berupa tandan yg normal muncul dr ketiak daun, buah agak bersayap, perbanyakan dng biji, daun dan akar untuk obat asma, bronkitis, atau sbg tonik, juga mengandung saponin, Polygala glomerata; (2) pisau kecil
lidah buaya tumbuhan, termasuk famili Liliaceae, daunnya panjang spt pedang, tebal, berdaging lembek dan berlendir yg biasa digunakan untuk obat pencuci rambut; Aloevera
lilin cina lilin yg merah, biasanya dibakar pd waktu bersembahyang atau dl upacara keagamaan (tt agama Tao dan Shinto)
linang li.nang , ber.li.nang v (1) meleleh (tt air mata): air matanya ~; (2) tampak berkilap; berkilau-kilauan: rambutnya ~ krn digosok dng minyak
lingsa ling.sa [n] telur kutu yg terdapat pd rambut di kepala manusia
linsang lin.sang [n] binatang sejenis musang, berkaki pendek atau panjang, ramping, cakarnya waktu istirahat ditarik ke dalam, cakar kaki depan terkatup spt pd kucing, sedangkan yg belakang dilindungi suatu lipatan kulit, berbulu perak, warna dasar putih atau abu-abu kecokelat-cokelatan, ada enam pita lebar tidak teratur berwarna hitam kecokelat-cokelatan di atas punggung, kedua sisi tengkuk, dan di badannya, pemakan serangga, burung, kadal, dan binatang menyusui yg kecil; Prionodon gracilis
lintas lin.tas [n] trayek: -- Jakarta-Bandung
lio [n] (tempat) pembakaran batu bata (genting)
literan li.ter.an [n] takaran yg isinya satu liter
logat lo.gat [n] (1) kata (dl arti yg sebenarnya): terjemahan menurut -- (kata demi kata); (2) dialek: -- Jakarta; (3) cara mengucapkan kata (aksen) atau lekuk lidah yg khas: menilik -- nya, dapat dipastikan bahwa ia berasal dr Medan; (4) perbendaharaan kata: kata ini tidak terdapat dl -- Melayu; (5) kamus: kitab -- Melayu
lomba lom.ba [n] (1) adu kecepatan (berlari, berenang, dsb): dl rangka memperingati Hari Proklamasi, desa kami mengadakan -- lari karung untuk anak-anak dan orang dewasa; (2) adu keterampilan (ketangkasan, kekuatan, dsb): ia telah keluar sbg juara pertama dl -- deklamasi tingkat Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta
luruh lu.ruh [v] jatuh atau gugur krn sudah sampai waktunya (tt buah, daun, rambut, dsb): daun petai -- sekali setahun [v] undur (surut) dr maksud semula: ia -- dr cita-citanya semula [kl n] daerah; daerah takluk
lurus lu.rus [a] (1) memanjang hanya dl satu arah, tanpa belokan atau lengkungan (tt garis, jalan, dsb); lempeng: kampung A dan kampung B dihubungkan oleh sebuah jalan yg --; batang pohon ini --; (2) tegak benar: berdiri --; garis yg tegak --; (3) ki jujur; polos: jarang benar orang yg -- spt dia; (4) baik (tt budi dsb); tidak sesat: anak itu cantik dan -- budi; ikutilah petunjuk-petunjuk yg --; jalan hidupnya tidak --; (5) tepat benar; betul; (6) kata demi kata (tt terjemahan); (7) kejur; tidak ikal (tt rambut): rambutnya -- dan hitam; (8) sejajar (tt garis): buatlah garis yg -- dng garis A-B
lurut lu.rut [v] luruh; gugur; rontok , me.lu.rut v (1) menjepit dan mengurut dng jari: ~ rambut yg basah; ~ daun kelor; (2) melucutkan (meluluskan): ~ cincin dr jari; (3) melicinkan dng menjepit dng jari (kertas dsb): ~ kertas sigaret; ~ daun kawung; (4) memetiki sampai habis: ~ buah-buahan; (5) ark mengalir (tt air sungai dsb); (6) ark mengelupas (msl daging dr tulang)
luweng lu.weng [Jw n] (1) sumur yg sangat dalam yg terdapat di dl gua (di pegunungan); (2) lubang yg dalam; (3) balong pd tempat pembakaran kapur; (4) keran (dapur) besar yg terbuat dr bata atau tanah
mabul ma.bul [a ] dl keadaan berantakan (tt kapuk, rambut, dsb): kapuk kasur itu -- krn kainnya sudah robek
macan tutul harimau yg bulunya bebercak-bercak hitam; harimau akar; Panthera pardus
magainin ma.gai.nin [n] cairan yg mempunyai daya penyembuhan krn mengandung antibiotik alami yg kuat dr katak Afrika yg bercakar yg sengaja dilukai
magrib mag.rib [n] (1) barat arah matahari terbenam; (2) waktu matahari terbenam: ia tiba di Jakarta menjelang --; (3) waktu salat wajib menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat; (4) Isl (huruf awal ditulis dng kapital) salat wajib sebanyak tiga rakaat pd waktu menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat
mahkota mah.ko.ta [n] (1) hiasan kepala atau songkok kebesaran bagi raja atau ratu: Sri Ratu mengenakan -- emas bertatahkan berlian; (2) ki yg menguasai; raja; (3) ki kekuasaan (atas kerajaan): raja menyerahkan -- kpd putra beliau; (4) gelar orang besar: Datuk Raja --; (5) yg dihargai atau yg dijunjung tinggi: rambut adalah -- wanita; (6) yg dicintai: -- jiwa [n] bagian hiasan bunga yg merupakan lingkaran dalam, berwarna-warni, dan menentukan corak warna bunga, dapat terbagi atas daun mahkota (bersifat polipetal) atau bertautan (bersifat gamopetal atau simpetal)
main gila berbuat kurang sopan; bertindak semau-maunya; -- hakim sendiri menghakimi orang lain tanpa mempedulikan hukum yg ada (biasanya dilakukan dng pemukulan, penyiksaan, pembakaran, dsb): ia menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda mata gelap yg -- hakim sendiri
main-main ma.in-ma.in [v] (1) cak bermain-main; bersenang-senang dng melakukan sesuatu: kami -- di pasir dng membuat lubang sumur-sumuran dan gua-guaan; (2) tidak dng sungguh-sungguh; hanya berkelakar; bermain-main saja: engkau jangan -, ini masalah penting; (3) ki berbuat serong: belum sebulan kawin dia telah -- dng perempuan lain
maja ma.ja [n] (1) pohon yg berkembang biak dng biji, tingginya dapat mencapai 15 m, cabangnya berduri, berdaun majemuk, berbunga harum, kulit batangnya kalau diiris mengeluarkan getah berwarna putih, yg jika dibiarkan dl udara terbuka, warnanya berubah menjadi kuning jernih spt batu permata, kulit akarnya dapat dijadikan obat penyakit mulut dan kuku pd lembu; (ada berbagai jenis, spt -- batu, -- ingus); Aegle marmelos; (2) buah maja, bentuknya bulat atau agak lonjong, dagingnya berwarna jingga, rasanya pahit, dapat digunakan sbg obat diare, kolera, disentri
makna kiasan makna kata atau kelompok kata yg bukan makna yg sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu, msl mahkota wanita berarti 'rambut wanita'
makrofita mak.ro.fi.ta [n Bio] tanaman air tingkat tinggi, berakar, berukuran besar
makroni mak.ro.ni [Lihat {makaroni}]
maltosa mal.to.sa [n Kim] (1) gula kristal yg dapat memuai, terbuat dr pati; (2) disakarida hablur putih yg terbentuk bila kanji dihidrolisis oleh amilase; C12H22O11.H2O
mampai mam.pai [n] pembakaran mayat pd waktu upacara pemakaman (di Kalimantan)
mancung man.cung [a] makin ke ujung makin kecil; runcing; lancip: hidungnya -- [Jw n] seludang kelapa yg telah kering: membakar upet yg dibuat dr --
mangir ma.ngir [n] bedak dr tepung beras dicampur rempah-rempah (spt kunyit, akar temulawak, cendana, biji buah kelabat), berguna untuk menghaluskan, membersihkan, dan menguningkan kulit; lulur
mangkara mang.ka.ra [Lihat {makara}]
mani ma.ni [n] cairan kental yg menyembur dr kelamin laki-laki pd waktu ejakulasi, merupakan produk dr berbagai organ, msl dr buah zakar, gelembung mani, kelenjar prostat; sperma
maranta ma.ran.ta [n] tanaman hias, mempunyai akar menjalar di bawah permukaan tanah dan merupakan akar rimpang yg berumbi, daunnya berbentuk jantung dng ciri-ciri khas, yaitu pd bagian bawah berwarna ungu terang, sedangkan pd bagian atas berwarna hijau pucat dng noda-noda besar agak kecokelat-cokelatan, bunganya kecil berwarna putih dng bercak berwarna ungu; Maranta bicolor
martaban mar.ta.ban [n] tempayan atau guci besar dr tanah liat yg dibakar dng suhu tinggi untuk menyimpan air, minyak, beras, dsb
mati ma.ti [v] (1) sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi: anak yg tertabrak mobil itu -- seketika itu juga; pohon jeruk itu sudah -- , akarnya pun sudah busuk; (2) tidak bernyawa; tidak pernah hidup: batu ialah benda --; (3) tidak berair (tt mata air, sumur, dsb); (4) tidak berasa lagi (tt kulit dsb); (5) padam (tt lampu, api, dsb); (6) tidak terus; buntu (tt jalan, pikiran, dsb): krn pikirannya sudah -- , ia tidak dapat berbuat apa-apa; (7) tidak dapat berubah lagi; tetap (tt harga, simpul, dsb); (8) sudah tidak dipergunakan lagi (tt bahasa dsb); (9) ki tidak ada gerak atau kegiatan, spt bubar (tt perkumpulan dsb): kalau tidak diurus, koperasi itu akan --; (10) diam atau berhenti (tt angin dsb): perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut krn angin --; (11) tidak ramai (tt pasar, perdagangan, dsb): setelah ada pasar swalayan, pasar ini --; (12) tidak bergerak (tt mesin, arloji, dsb): saya terlambat krn jam saya ternyata --
matriks mat.riks [n] (1) kerangka, bagan; (2) rekaman induk (tt piringan hitam); (3) matris; (4) pola acuan untuk ragam hias relief atau patung; (5) Man tabel yg disusun dl lajur dan jajaran sehingga butir-butir uraian yg diisikan dapat dibaca dr atas ke bawah dan dr kiri ke kanan; (6) Anat substansi antarselular pd suatu jaringan, spt pd tulang atau jaringan tempat berkembangnya struktur, spt pd rambut dan kuku; (7) Dok pita logam untuk membuat bentuk yg tepat pd restorasi gigi
megaproyek me.ga.pro.yek [n] (1) pekerjaan besar dng sasaran khusus dan dng tenggang masa yg jelas: kelompok usaha Bimantara bermaksud membangun -- di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta; (2) proyek yg besar
melalap me.la.lap [v] (1) memakan lalap; (2) ki menghabiskan: kebakaran yg terjadi Sabtu malam ~ dua puluh rumah penduduk; (3) ki mengalahkan dng mudah (tanpa perlawanan): kesebelasan itu ~ lawannya dng 5:0 langsung; (4) ki memerkosa; menyetubuhi; menggagahi: ia ditangkap krn ~ anak gadis di bawah umur
melalukan me.la.lu.kan [v] (1) membiarkan lalu (berjalan, masuk, dsb): oknum pejabat duane itu diketahui telah ~ penyelundupan dr Singapura; (2) melakukan; menjalankan: tentara itu ~ serangan udara thd lapangan udara musuh; (3) meneruskan; melangsungkan: ia ingin segera ~ maksudnya meminang perempuan yg dicintainya; ia akan singgah di Jakarta sebelum ~ perjalanannya ke luar negeri
melandas me.lan.das [v] (1) mendarat (tt pesawat terbang): setelah terbang selama 6 jam, pesawat kami ~; (2) tumbuh ke arah bawah, msl akar gantung pd pohon beringin
melangir me.la.ngir [v] mencuci rambut (kepala) dng langir
melangit me.la.ngit [v] menuju (terbang) ke langit; (2) a ki berlebih-lebihan; muluk-muluk (tt cita-cita); membumbung tinggi; menanjak: sejak bermain dl film itu, namanya ~; (3) v ki menjadi mahal sekali (tt harga): harga barang kebutuhan pokok di Jakarta mulai ~
melanin me.la.nin [n] pigmen atau zat warna yg ditemukan dl kulit, rambut, bulu, dan mata
melapih me.la.pih [v] menganyam; menjalin: ~ rambut
melatur me.la.tur [v] membengkak dng mengandung air, spt kulit terbakar; melepuh
melebat me.le.bat [v] menjadi (bertambah) lebat: ia membiarkan jenggot dan rambutnya ~ spt seorang pertapa
melepih me.le.pih [v] (1) melipat tepi atau ujung (tikar, kertas, dsb); (2) menjalin atau mengepang (rambut anak perempuan)
melilin me.li.lin [v] (1) menggosok dng lilin; (2) menyerupai lilin [n] tumbuhan, kayunya berwarna putih, hanya dipakai sbg kayu bakar; Vernonia arborea
meluas me.lu.as [v] bertambah luas (banyak dsb); merata: penyakit demam berdarah telah ~ sampai ke Jakarta
memacek me.ma.cek [v] (1) masuk ke tanah (tt akar); (2) menjantani; mengawini; menyetubuhi (tt binatang)
memainkan me.ma.in.kan [v] (1) memakai (melakukan dsb) sesuatu untuk bermain-main: anak itu -- pedang ayahnya; (2) membunyikan alat musik dsb dng memukul (memetik dsb): -- gitar; -- gamelan; (3) melagukan musik dsb dng bunyi-bunyian: -- lagu jali-jali; (4) melakukan (sbg sandiwara); menyandiwarakan; memperagakan: mereka telah -- lakon itu dng sangat baik; (5) mempertontonkan; mempertunjukkan: hampir semua gedung bioskop di Jakarta -- film ini; (6) melakukan peranan; memerankan (dl sandiwara, film, dsb): ia sering -- tokoh penjahat
memalun me.ma.lun [v] memeluk; membelit: akar gantung ~ batang pohon itu spt ular
memangkas me.mang.kas [v] (1) memotong ujung (tumbuh-tumbuhan dsb): ~ pagar hidup; (2) menggunting (rambut): ia mengambil kursus ~ rambut
membagar mem.ba.gar [v] membakar; memanggang (satai dsb)
membedaki mem.be.daki [v] (1) memberi bedak (pd): ibu itu sedang -- bayi; (2) cak ki memperbaiki (memperindah, mempercantik) di sana-sini: menjelang peringatan HUT Jakarta Raya, pekerjaan -- ibu kota terlihat di mana-mana
membelah mem.be.lah [v] (1) menetak dsb menjadi dua bagian: dia sedang -- kelapa; dia mampu -- balok es dng tangannya; (2) memisah atas dua bagian: sungai itu -- kota; suara petir bagai -- bumi; (3) memecah jadi dua atau banyak: Abang sedang -- kayu bakar
memberitakan mem.be.ri.ta.kan [v] (1) mengabarkan; mewartakan: mereka -- bahwa pelaksanaan konferensi itu ditunda; (2) melaporkan; memberitahukan: kantor cabang itu sudah -- kebakaran gedungnya ke kantor pusat
membotaki mem.bo.taki [v] mencukur rambut sampai habis; membuat menjadi botak
memboyong mem.bo.yong [v] (1) membawa pindah ke tempat lain: ia -- keluarganya ke Jakarta; (2) membawa pulang; meraih: Indonesia berhasil -- piala Thomas
memelihara me.me.li.ha.ra [v] (1) menjaga dan merawat baik-baik: ~ kesehatan badan; ~ orang sakit; ~ anak bini; (2) mengusahakan dan menjaga (supaya tertib, aman, dsb): ~ keamanan dan ketertiban; (3) mengusahakan (mengolah): ~ sawah ladang; ~ tanam-tanaman; (4) menjaga dan mendidik baik-baik: ~ anak-anak yatim; (5) memiara atau menernakkan (tt binatang): ~ ayam, itik; (6) mempunyai: ~ gundik (bujang dsb); (7) membiarkan tumbuh (tt rambut): ~ kumis (cambang dsb); (8) menyelamatkan; melindungi; melepaskan (meluputkan) dr bahaya dsb: ~ negeri dr bencana; ~ hamba rakyatnya
memelonco me.me.lon.co [v] (1) menjadikan seseorang tabah dan terlatih serta mengenal dan menghayati situasi di lingkungan baru dng penggemblengan: para mahasiswa senior sedang ~ mahasiswa baru; (2) menggunduli (tt rambut di kepala)
memepat me.me.pat [v] (1) memotong (mengerat) sampai rata: ~ kuku; (2) mendabung sampai rata (tt gigi); (3) memangkas sampai rata (tt rambut): ia disuruh memelihara janggut dan ~ rambutnya baik-baik; (4) memaras (tt isi sukatan): ~ beras dl sukatan
memerah me.me.rah [v] menjadi merah: besi yg dibakar itu mula-mula -- kemudian lebur
memerun me.me.run [v] (1) membakar sisa kayu-kayuan, daun-daunan, dsb kedua kalinya di tanah yg baru dijadikan ladang; (2) membakar sampah: diperun kulambai, ki habis dimakan api
memijar me.mi.jar [v] menjadi berpijar; memercikkan nyala api: lama-kelamaan besi yg dibakar itu mulai ~
memilin-milin me.mi.lin-mi.lin [v] memelintir (tt tali, kumis, dsb): anak kecil itu ~ rambutnya; laki-laki itu ~ kumisnya
meminyaki me.mi.nyaki [v] mengisi (menetesi, mengolesi) dng minyak:; -- lampu; -- mesin jahit; -- rambut
memotong me.mo.tong [v] (1) memutuskan dng barang tajam; mengerat; memenggal: ia ~ tali itu dng gunting; ia ~ tebu dng pisaunya yg tajam; (2) mengiris (tt roti, daging, dsb); (3) menyembelih: ~ ayam; ~ kambing; (4) menebang (tt kayu, pohon, dsb): ~ kayu di hutan; (5) memangkas (tt rambut): ~ rambut; (6) menggunting sesuai dng ukuran (tt bahan pakaian dsb); (7) menuai (tt padi dsb); (8) mengurangi (tt upah, gaji, pendapatan, dsb); (9) memendekkan (tt kata, kalimat, nama dsb); (10) memintas (tt jalan, perjalanan); (11) menyelang atau memenggal (tt perkataan orang dsb); (12) memepat (tt kuku): ia sedang ~ kuku
mempan mem.pan [v] (1) dapat dikenai (oleh senjata dsb); dapat terbakar (oleh api): berkali-kali ia ditembak, tetapi tidak pernah --; coba bakar, -- atau tidak; (2) dapat menyembuhkan penyakit (tt obat): segala macam obat sudah diminumnya, tetapi tidak -- juga; (3) ki dapat menerima nasihat (kritik dsb): seseorang yg keras kepala yg tidak -- kritik dan teguran
mempelas mem.pe.las lihat akar
memperabukan mem.per.a.bu.kan [v] membakar (mayat dsb) hingga menjadi abu
memperbulat mem.per.bu.lat [v] membuat lebih bulat: rambut pendek dan lebat akan -- wajah
mempercakapkan mem.per.ca.kap.kan [v] mempercakap [v] (1) membicarakan; memperkatakan; memperbincangkan: mereka sedang ~ sebab-sebab kebakaran di situ; (2) mengucapkan; menggunakan bahasa: ia mengerti bahasa Jawa, tetapi tidak dapat ~ nya
mempermuda mem.per.mu.da [v] menjadikan lebih muda: potongan rambutnya -- penampilannya
mempersendakan mem.per.sen.da.kan [v] mempermainkan (orang) dng cara bersenda gurau, berolok-olok, berkelakar, dsb: jangan -- orang yg jujur itu
memuja me.mu.ja [v] (1) menghormati dewa-dewa dsb dng membakar dupa, membaca mantra, dsb; (2) memuja-muja; (3) menjadikan sesuatu dng mantra: ia ~ anak yg tidak tahu budi itu hingga menjadi batu
memulas me.mu.las [v] (1) mewarnai; mengecat; menyapu (dng bubukan yg berwarna): ~ bibir; ~ gambar; (2) memperbaiki (mengembangi) ban luar yg telah aus (dng karet dan belerang yg dibakar): tukang ~ ban
memusnahkan me.mus.nah.kan [v] menjadikan (menyebabkan musnah); membinasakan; melenyapkan: hama itu telah -- padi; mereka berusaha membakar dan -- dokumen-dokumen penting
memutah me.mu.tah [n] pohon, akarnya dapat dibuat obat, kayunya ringan, tetapi kuat; Excoecaria agallocha
memutih me.mu.tih [v] (1) tampak putih-putih: ombak ~; (2) menjadi putih: rambutnya mulai ~
menampas me.nam.pas [v] memangkas rata-rata; memeras (rambut kepala dsb)
mencabau men.ca.bau [v] mencakar; menggaruk
mencangkok men.cang.kok [v] (1) membuat cabang (dahan) menjadi berakar (kulitnya dikupas sedikit dan dibebat dng sabut yg dibubuhi tanah) untuk ditanam; (2) menyambung atau mengganti anggota badan yg rusak atau tidak normal supaya dapat berfungsi secara normal
mencecah men.ce.cah [v] (1) menyentuh sedikit; mengenai sedikit: rambutnya terurai ~ bahu; (2) mencolek (sambal, kecap, dsb); (3) menjejak; menginjak: sejak ~ bumi, ki sejak kecil
mencekak men.ce.kak [v] (1) memegang dng ibu jari dan jari tengah atau telunjuk: ia ~ rambut; (2) bercekak pinggang; (3) mencekik: ~ leher musuhnya
mencengkam men.ceng.kam [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); mencengkeram: cakar ayam itu ~ batang jambu supaya tidak jatuh; (2) menjepit (mengapit) erat-erat: tangannya ~ merih, mencekik tenggorok; (3) ki menguasai: lintah darat itu berhasil ~ kehidupan beberapa warga kampung
mencengkamkan men.ceng.kam.kan [v] mengenakan kuku (cakar, tangan) untuk mencengkam: ~ kuku pd mangsanya
mencengkeramkan men.ceng.ke.ram.kan [v] menggunakan cakar (kuku, tangan) untuk mencengkeram; mencengkam
mencukur men.cu.kur [v] (1) memotong (membersihkan) rambut dsb dng pisau cukur: ia sedang ~ janggut; sudah satu minggu Ayah tidak ~ kumisnya; (2) ki mengalahkan benar-benar lawannya (tanpa perlawanan yg seimbang), terutama dl permainan sepak bola: kesebelasan itu ~ habis-habisan kesebelasan lawannya pd pertandingan kemarin
mencupak men.cu.pak [v] menakar dng cupak
mencuraikan men.cu.rai.kan [v] (1) melepaskan dr ikatan; menguraikan; memaparkan: ia ~ kayu bakar; (2) menerangkan jelas-jelas: ia ~ hitungan itu kpd murid-muridnya
mendalam men.da.lam [v] (1) meresap (masuk) ke dalam (spt lebih paham, lebih mengerti): pengaruh peradaban Barat telah ~ di kota-kota besar; (2) makin sangat; bertambah parah (tt kemiskinan, penyakit): kemiskinan rakyat telah ~; penyakitnya semakin ~; (3) ki akrab (intim, mesra) sekali: hubungan antara kedua sejoli itu sudah ~; (4) luas (sampai hal yg sekecil-kecilnya): pengetahuannya dl bidang musik cukup ~; (5) berurat berakar (tt kebencian, dendam): kebenciannya telah ~; (6) sungguh-sungguh; benar-benar: kedua kepala negara itu menyatakan harapan yg ~ agar penyelesaian secara damai dapat tercapai; (7) intensif: akan diadakan penelitian (penyelidikan, pengusutan, pemeriksaan) yg lebih ~; (8) terperinci; matang: masalah itu akan dibahas secara ~
mendemo men.de.mo [v] melakukan demonstrasi: mereka ~ kantor perwakilan PBB di Jakarta
mendiamkan men.di.am.kan [v] (1) mengusahakan (menjadikan) supaya tidak bersuara (berbicara, menangis, dsb): ibu itu ~ anaknya yg sedang menangis; (2) menghentikan untuk beberapa lama; menjadikan (membiasakan) tidak bergerak: ia biasa ~ dulu adonan roti itu satu malam sebelum dibakar; tidak pernah ~ tangannya, selalu bekerja; (3) membiarkan saja (tidak mau memedulikan, mengurus, dsb): yg berwajib tidak akan ~ perkara korupsi itu
mendupai men.du.pai [v] mengasapi dng membakar dupa
menduri men.du.ri [v] (1) spt duri: rambutnya ~ landak; (2) ki tajam; menyakiti hati: ucapan-ucapannya ~
menebal me.ne.bal [v] menjadi tebal: asap sabut yg dibakar itu mulai --
menebas buluh serumpun [pb] merusak seluruh nama keluarga: macam -- dibakar (diperun), ki ramai dan cepat (tt orang bercakap-cakap)
menegapkan me.ne.gap.kan [v] menguatkan; meneguhkan; mengukuhkan: akar ~ berdirinya pohon
menemui me.ne.mui [v] (1) menjumpai; bertemu dng: aku berani bertaruh bahwa ia akan dapat juga ~ anaknya; ~ masalah baru yg sukar dipecahkan; (2) mendapatkan; pergi hendak bertemu dng; mengunjungi: baru sekarang aku sempat ~ nenek; sesampai di Jakarta, ia hendak ~ para pemimpin partai dan pemimpin gerakan sosial; (3) mendapat; mendapati: polisi ~ mayat itu di semak dekat kebun; (4) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu; ~ kegagalan; (5) memenuhi (panggilan dsb): semalam saya tidak sempat datang ~ panggilanmu
menerbitkan me.ner.bit.kan [v] (1) menimbulkan (perselisihan dsb); membangkitkan (amarah dsb): ~ perselisihan; perbuatan itu ~ amarah orang tuanya; (2) mendatangkan (kebakaran, kerugian, bahaya, dsb): bencana itu ~ kerugian yg besar; (3) mengeluarkan (majalah, buku, dsb): sekolah kita akan ~ majalah untuk pelajar
menetes me.ne.tes [v] jatuh menitik: dr atap gua itu ~ air yg berasal dr akar pohon besar; air mataku mulai ~
mengaiskan me.nga.is.kan [v] (1) mencakarkan (tangan, kuku, dsb) ke tanah (tt ayam dsb); (2) ki mencarikan makan (nafkah)
mengandam meng.an.dam [v] memepat dan mengatur (anak rambut, janggut) baik-baik
mengasyiki meng.a.syiki [v] menyukai; menyenangi: tampaknya sebagian remaja ~ mode rambut panjang
mengekarkan me.nge.kar.kan [v] menceraikan (dng dicakar-cakar, diaduk, dsb): ~ nasi supaya lekas dingin
mengelas me.nge.las [v] pasang pd saat bulan muda; pasang besar; pasang perbani [v] menyambung besi dng cara membakarnya (memanaskannya) hingga menyatu
mengembang bakung me.ngem.bang bakung ikal dan elok sbg bunga bakung (tt rambut)
mengepang me.nge.pang [v] menganyak (tt rambut dsb); mengelabang
mengeramasi me.nge.ra.masi [v] mencuci rambut orang lain
mengeriting me.nge.ri.ting [v] (1) menjadi keriting; (2) menjadikan (rambut) keriting; mengikalkan (rambut)
mengeritingi me.nge.ri.tingi [v] menjadikan (rambut) keriting; mengikalkan (rambut)
mengeruk me.nge.ruk [v] (1) menggaruk dng tangan, cakar, dsb dng maksud hendak mengambil (mengaut dsb): ia ~ kerak nasi yg masih direndam di periuk; (2) mengorek; mengeduk; menggali: para pekerja itu sedang ~ lumpur
menggabungkan meng.ga.bung.kan [v] (1) mengumpulkan atau mengikatkan menjadi satu: anak itu sedang ~ ranting-ranting pohon untuk kayu bakar; (2) menjadikan satu; menyatukan
menggantang meng.gan.tang [v] menakar atau menyukat dng gantang: ia ~ beras yg hendak dijualnya
menggaruk meng.ga.ruk [v] (1) mengukur (kepala, badan, dsb krn gatal); (2) menggaru tanah dsb; (3) mengerok (menyikat) kuda dsb; (4) mencakar (dng kuku); (5) ki menangkapi (orang-orang gelandangan, pengemis, dsb); (6) mengeruk (mengambil) sebanyak-banyaknya: ia berusaha mendekati hartawan itu krn ingin ~ kekayaannya
menggaruk-garuk meng.ga.ruk-ga.ruk [v] (1) mengukur-ngukur (kepala, badan, dsb krn gatal, kecewa, kesal); (2) mencakar-cakar
menggelung meng.ge.lung [v] (1) menggulung (rotan dsb) supaya menjadi selingkar; (2) membuat sanggul: Ibu baru ~ rambutnya di kamar
menggemboskan meng.gem.bos.kan [v ki] meredakan; menenangkan: putusan Gubernur DKI Jakarta yg bijaksana itu berhasil ~ keresahan pengemudi angkutan
menggerbangkan meng.ger.bang.kan [v] membiarkan terurai (rambut)
menggilakan meng.gi.la.kan [v] (1) menyebabkan (membuat) gila: kabarnya ada juga dukun yg pandai ~ orang; (2) menganggap (memperlakukan, mempermainkan) sbg orang gila: ia sering ~ anak yg satu ini; (3) ki menyebabkan (membuat) sangat suka (tertarik, jatuh hati, tergila-gila): rambut gadis yg bagaikan mayang terurai itulah yg sering ~ para pria yg memandangnya
menggunduli meng.gun.duli [v] (1) mencukur rambut hingga gundul; (2) menebangi pohon-pohon hingga habis: manusia dapat mengurangi bahaya banjir dng tidak ~ hutan-hutan; (3) ki mengalahkan dng tidak memberi angka kpd lawan: kesebelasan tamu berhasil ~ kesebelasan tuan rumah
menggundulkan meng.gun.dul.kan [v] (1) mencukur rambut sampai gundul; (2) ki menghabiskan harta benda dsb
menghanguskan meng.ha.ngus.kan [v] membakar sampai hangus; menjadikan hangus
menghebat meng.he.bat [v] menjadi amat sangat; semakin bertambah atau semakin menjadi-jadi: kebakaran itu tidak berkurang, bahkan ~
menghidupkan meng.hi.dup.kan [v] menjadikan (membuat, menyebabkan) hidup (dipakai dl berbagai makna spt menyalakan, membangkitkan kembali, membakar): ~ api; ~ orang mati; ~ semangat; ~ mesin mobil; ~ perkumpulan; ~ harapan
mengibakan meng.i.ba.kan [v] (1) merawankan; mengharukan: peristiwa kebakaran semalam sangat ~ hati orang yg menyaksikannya; (2) merasa belas kasihan (tt suatu hal): sebenarnya tiada guna ~ orang yg tidak tahu diri itu
menginap meng.i.nap [v] menumpang tidur (di rumah orang, di hotel, dsb); bermalam: krn tidak bersanak keluarga di Jakarta, temanku itu ~ di rumahku
Mengkara Meng.ka.ra [Lihat {Makara}]
mengkudu meng.ku.du [n] pohon yg banyak manfaatnya, termasuk suku Rubiaceae, buahnya berwarna putih keruh berbentuk bulat sampai bulat telur, permukaannya berbenjol-benjol, berbiji banyak, daging buahnya yg masak lunak dan banyak mengandung air, rasanya agak masam, digunakan sbg obat peluruh kencing dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi, daunnya digunakan sbg obat sakit perut, akar dan kulit batangnya mengandung zat warna merah yg dipakai dl pembatikan; pace; kemudu; Morinda citrifolia
mengobarkan me.ngo.bar.kan [v] (1) membakar hingga menyala-nyala; menjadikan berkobar; (2) membangkitkan semangat hingga berapi-api: ~ semangat patriotisme
mengokot me.ngo.kot [v] (1) mengunci peti dsb dng kokot; (2) mencakar-cakar; menggaruk-garuk (kerak dsb)
mengombak meng.om.bak [v] (1) menimbulkan adanya ombak: air danau yg tenang itu -- dng seketika; (2) berlekuk-lekuk menyerupai ombak: rambutnya -- pd bagian depan
mengonde me.ngon.de [v] menggelung rambut; menyanggul
mengonggokkan meng.ong.gok.kan [v] melonggokkan; menumpukkan: tukang kebun -- sampah untuk dibakar
menguarkan meng.u.ar.kan [v] mengeluarkan (bau dsb): rambutnya ~ bau harum yg khas
menguban meng.u.ban [v] (1) menjadi uban: rambutnya sudah ~ semua; (2) menyerupai (spt) uban
mengudar meng.u.dar [v] (1) mengurai(kan) rambut, tali, dsb (dr simpulnya); (2) ki membahas; menyelesaikan: mereka sedang mencoba ~ soal permintaan pengunduran diri teman sejawatnya
mengukupi meng.u.kupi [v] (1) mengasapi dng setanggi, dupa, dsb; (2) mendupai; membakar dupa
mengundai me.ngun.dai [v] membuat kundai; menggelung rambut
mengunggun meng.ung.gun [v] (1) menggunung; menumpuk: kayu batangan ~ di tepi hutan menantikan truk-truk untuk pengangkutan; (2) menumpuk (kayu dsb) lalu dibakar; membuat api unggun: calon mahasiswa baru sedang ~ (dl acara pembakaran atribut)
mengunggunkan meng.ung.gun.kan [v] menimbun(kan); melonggokkan (kayu dsb) lalu dibakar
mengurai meng.u.rai [v] (1) menjadi lepas terbuka (tidak terikat dsb): di depan jendela gadis itu ~ rambut; (2) mekar terbuka (tt mayang, padi, dsb); (3) melonggarkan; menguraikan: polisi lalu lintas dikerahkan untuk ~ pusat kemacetan lalu lintas
mengusai meng.u.sai [v] (1) bubar; bercerai-berai: orang-orang yg berkumpul itu pun ~ lah; (2) mengusaikan; membongkar-bongkar (timbunan dsb); menguraikan (rambut dsb); mencerai-beraikan; mengais-ngais (mencari apa-apa yg tertanam dsb): ia ~ timbunan buku itu; petani itu ~ kacang di ladangnya; setiap habis mandi, ia ~ rambutnya
menimbulkan me.nim.bul.kan [v] (1) mengeluarkan ke atas (permukaan air, tanah, dsb): letusan gunung itu ~ beberapa bukit kecil; (2) membangkit kembali (perkara yg telah lampau); membangunkan (perasaan, kecurigaan, kecemburuan, dsb); menerbitkan (kebakaran, perang, dsb); (3) mengakibatkan atau mendatangkan (bencana, kerugian, kerusakan, penyakit, dsb); (4) menjadikan atau mendatangkan (kegembiraan, kemarahan, pertikaian, percederaan, dsb): ~ perkara lama; ~ kebencian di antara kita; perselisihan kecil ~ akibat besar; suhu badan yg terlalu tinggi pd anak dapat ~ kejang-kejang; hadiah itu ~ kegembiraan pd kedua anaknya; makanan yg terlalu pedas dapat ~ sakit perut
meniran me.nir.an [n] tumbuhan terna, daunnya mirip daun asam, tangkainya bersegi-segi dan halus berwarna hijau, air perasan batang dan akarnya digunakan untuk mengobati sakit batuk dan melancarkan air kencing; Phyllanthus urinaria [Jw n] nama makanan yg dibuat dr adonan beras menir dan santan, diberi daun pandan, dan garam dibungkus dng daun pisang dan dikukus
menjalar men.ja.lar [v] (1) berjalan melata (tt binatang yg panjang spt ular): ular itu ~ di sela-sela akar pepohonan; (2) merambat (tt tumbuhan yg berpokok panjang spt rotan): pohon rotan itu ~ ke mana-mana; (3) menular (tt penyakit): penyakit kolera telah ~ ke seluruh kampung; (4) merembet (tt api): api ~ dr satu bangunan ke bangunan lain di sekitarnya; (5) meluas; merata: berita itu sudah ~ ke seluruh pelosok kota
meninggalkan me.ning.gal.kan [v] (1) membiarkan tinggal (tetap ada, tidak dibawa pergi, dsb): pamanku ~ anak-anak yg sudah dewasa; malam itu rombongan dr Jakarta ~ desa kami; (2) menyisakan: ia hanya ~ uang seribu rupiah untuk belanja besok; (3) pergi dr; menghindar dr: hari ini ia hendak ~ kota Jakarta; banyak orang ~ kampung halamannya; (4) membiarkan lepas (lewat, tetap demikian halnya, dsb); melepaskan (cita-cita, niat, dsb): sudah lama ia ~ cita-citanya yg semula; (5) sudah mendahului (melewati, melampaui, melebihi, dsb): dl hal ini, bangsa Barat sudah jauh ~ kita; (6) tidak memasukkan dl perhitungan (acara, pembicaraan, dsb); mengesampingkan: ia hanya menyebut masalah-masalah besar dan ~ yg kurang penting; (7) membuang (adat, kebiasaan buruk, keyakinan, dsb): ~ adatnya yg buruk; ~ ideologi yg bertentangan dng Pancasila; (8) mengalpakan; melalaikan: ~ kewajiban; ~ syariat
menjalin men.ja.lin [v] (1) menyusun; merangkai (tt kata-kata atau kalimat): penyair itu mahir ~ kata-kata indah; (2) mengadakan; mewujudkan (tt hubungan persahabatan): negara kita ~ hubungan baik dng negara lain; (3) menganyam; mengepang (rambut, rotan, dsb): perajin itu sedang ~ pandan untuk dibuat tikar
menjambak men.jam.bak [v] merenggut (rambut)
menjaras men.ja.ras [v] (1) memberkas; mengikat menjadi segabung; (2) mengatur baik-baik (tt rambut dsb)
menjebol men.je.bol [v] (1) mencabut secara paksa (tanaman) sampai akar-akarnya; (2) merusak hingga tembus (tt dinding); (3) mengalahkan pertahanan lawan (tt peperangan, pertandingan dsb)
menjebolkan men.je.bol.kan [v] membuat menjadi jebol (terangkat berikut akar, rusak dan tertembus, tidak mampu mempertahankan serangan pihak lain)
menokong me.no.kong [v] memotong rambut (perempuan)
mentaruh men.ta.ruh [n] pohon yg kayunya ringan, lunak dan tidak awet, tetapi berbau harum, akar dan rantingnya yg kecil-kecil dapat dibuat tusuk gigi; Exoecaria agallocha
mentul men.tul [n] perhiasan yg dipasang pd rambut atau sanggul, berupa tusuk sanggul bertangkai panjang dng hiasan kuntum bunga bermata (intan, berlian, atau permata imitasi) pd bagian atasnya dan dapat bergerak berayun-ayun (berangguk-angguk)
menumbuhkan me.num.buh.kan [v] (1) menjadikan (menyebabkan) tumbuh: lidah buaya gunanya untuk ~ rambut; usaha ~ pepohonan di daerah kering itu harus didukung oleh segenap penduduk di daerah tsb; (2) memelihara dsb supaya tumbuh (bertambah besar, sempurna, dsb); memperkembangkan: pelatihan itu untuk ~ bakat yg telah ada pd anak-anak; ia ~ rasa kasih sayang; (3) menimbulkan (kebencian, perselisihan, dsb): dialah yg mula-mula ~ kekecewaan itu; ia ~ kebersamaan di antara kita
menunukan me.nu.nu.kan [v] menyalakan; mengobarkan; membakar
menyambar me.nyam.bar [v] (1) menangkap dng cepat sambil terbang (lari dsb): burung elang itu- anak ayam; (2) menjilat dng cepat (tt api); membakar: kobaran api itu -- rumah di sebelah rumahnya; (3)mengenai: jika tidak kuelakkan, hampir saja pisau itu -- kepalaku; (4) merampas: pencopet itu -- kalung yg sedang dipakai seorang ibu; (5)ki membawa lari; mencuri: pencuri itu -- sepeda motor yg sedang diparkir di depan toko
menyampo me.nyam.po [v] mencuci rambut dng sampo: ia hampir setiap hari -- rambutnya
menyanggul me.nyang.gul [v] membuat sanggul; menggelung rambut: dng mudah Ibu -- rambutnya yg panjang itu
menyanggulkan me.nyang.gul.kan [v] membuatkan bersanggul; menggelungkan: Ibu -- rambut Adik yg akan pergi ke pesta
menyasak me.nya.sak [v] menyisir rambut sejumput demi sejumput ke arah terbalik (ke arah kulit kepala) sampai mengembang, kemudian menatanya sesuai dng model rambut yg diingini
menyelar me.nye.lar [v] (1) memberi tanda (cap) dng besi yg membara; (2) membakar; menghanguskan; (3) menggoreng
menyelesaikan me.nye.le.sai.kan [v] (1) menyudahkan (menyiapkan) pekerjaan dsb; menyempurnakan (kalimat dsb): ia -- kalimat itu dng cepat; (2) menjadikan berakhir; menamatkan: krn suatu hal, ia tidak dapat -- pelajarannya di Eropa; (3) membereskan atau melunasi (utang dsb): ia dipanggil ke kantor bank untuk -- utang piutang almarhum ayahnya; (4) memutuskan atau membereskan (perkara, harga, dsb): terpaksa ia harus -- pembayaran tunggakan pajak itu; (5) mengatur (rambut) rapi-rapi atau mengurai supaya jangan kusut; menyisir; membenahi: -- rambut yg kusut; anak-anak -- tempat tidur masing-masing; (6) menguraikan suatu hal yg kusut; memecahkan (soal, masalah, dsb): ia dapat -- perkara yg sulit itu; (7) memperdamaikan (perselisihan, pertengkaran, dsb): mereka mencoba -- pertikaian kedua negara itu; (8) mengurus dan mengatur sesuatu hingga baik: walaupun sibuk bekerja, ia dapat -- rumah tangganya
menyelidik me.nye.li.dik [v] (1) memeriksa dng teliti; mengusut dng cermat: tim petugas dikirim untuk -- penyebab kebakaran hutan itu; (2) menelaah (mempelajari) dng sungguh-sungguh: bertahun-tahun lamanya ia -- bahasa dan adat istiadat suku Toraja; (3) memata-matai; meluluk; mengintai: rasanya ada juga anasir-anasir asing yg -- kekuatan dan kemampuan tentara kita; (4) menggeledah (untuk mengetahui sesuatu): petugas pabean itu -- seluruh barang penumpang
menyemak me.nye.mak [a] (1) menyerupai semak; tumbuh sbg atau menjadi semak; (2) kotor krn banyak semaknya: tanaman bunga-bungaan itu -- krn tidak terurus; (3) ki kusut-kusut tidak keruan; tidak teratur (tersusun): rambutnya --; (4) ki kusut kacau (pikiran); bingung; gelisah; susah hati: -- pelbagai pikiran datang mendesak dr kiri kanan
menyemboyankan me.nyem.bo.yan.kan [v] (1) memberitahukan (mengisyaratkan) dng tanda atau alamat: lambaian bendera merah itu -- bahwa kapal memuat bahan yg mudah terbakar; (2) menjadikan semboyan; memakai sesuatu sbg semboyan: semua peserta -- perkataan yg muluk-muluk
menyengar me.nye.ngar [v] menyebabkan (menimbulkan) rasa sengar; berasa pedas sekali: gulai ini pedasnya -, mulut serasa terbakar memakannya
menyenggau me.nyeng.gau [v] (1) mencapai sesuatu yg agak jauh, tinggi, dsb: anak-anak berusaha -- mangga di pohon itu; (2) menjilat (tt api); membakar: api -- juga gudang itu
menyepuh me.nye.puh [v] (1) menuakan warna emas dng campuran sendawa, tawas, dsb: ia -- cincin saya; ia -- pasu itu; (2) menyadur (dng emas, perak, nikel, dsb): ia -- gelang tembaga itu dng emas; (3) mengeraskan pisau, sabit, dsb dng cara dibakar lalu dicelupkan ke dl air: ia -- sabit; (4) mewarnai kue dsb: apa yg dipakai untuk -- kue lapis ini
menyerit me.nye.rit [v] menyisir rambut dng serit
menyeru me.nye.ru [v] memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: tiba-tiba terdengar suara orang -- dr dl gua itu; ia membakar dupa sambil -- nenek moyangnya
menyiah me.nyi.ah [v] mengelakkan (menggeserkan, menolakkan) ke sisi: -- kelambu; -- rambut
menyiar me.nyi.ar [v] membakar: -- hutan; -- ladang; -- besi; pandai besi -- besi batangan itu [v] (1) melepa atau menampalkan sambungan antara batu bata dan batu bata; (2) mematri
menyibak me.nyi.bak [v] memisahkan; membelah atau menyiah (rambut, air, dsb) ke kiri atau ke kanan: ia tiba-tiba -- cadarku; ia mencoba -- tabir misteri ini; orang-orang lain -- ketika aku tiba
menyikat me.nyi.kat [v] (1) membersihkan dng sikat: -- baju; -- gigi; (2) menyisir rambut; (3) menggemburkan tanah dng sikat (garu): -- sawah; (4) ki merampas atau menyerobot habis-habisan: penjahat itu telah -- semua perhiasanku; (5) ki menghabiskan sama sekali: kucing -- makanan yg ada di meja
menyiram me.nyi.ram [v] (1) mencurahkan air dsb pd; mengguyur; mendirus: dia -- rambutnya dng air santan supaya lemas; (2) membersihkan dng mengguyurkan air pd: -- kamar kecil
menyisir me.nyi.sir [v] (1) merapikan (rambut) dng sisir; (2) menggaru (tanah); meratakan (tanah) dng garu dsb
menyugun me.nyu.gun [v] merenggut rambut (kepala)
menyukat me.nyu.kat [v] menakar (dng sukat)
menyuntingkan me.nyun.ting.kan [v] (1) mencocokkan bunga dsb pd rambut atau di belakang telinga sbg hiasan; (2) ki mencantumkan (kata pendahuluan dl buku dsb)
merabuni me.ra.buni [v] mengasapi (rumah, orang sakit) dng asap dupa yg dibakar
merabunkan me.ra.bun.kan [v] membakar (daun-daunan) untuk merabun; menjadikan rabun
merabut me.ra.but [v] mencabut; menyentak; merenggut: ~ rambut
meramu me.ra.mu [v] (1) mencari dan mengumpulkan bahan-bahan (akar-akaran, kayu-kayuan) yg diperlukan; (2) meracik: dia ~ akar-akar dan daun-daunan untuk membuat obat
meramus me.ra.mus [v] berbulu (berambut) banyak: sepekan saja dia tidak bercukur, terlihat wajahnya ~
merbulan mer.bu.lan [n] pohon, kayunya tidak keras, biasanya untuk kayu bakar; Endospermum malaccense
merek kambangan tanda yg dibakar pd lambung kapal untuk menyatakan jarak yg diizinkan antara permukaan air dan dek kapal yg bermuatan
meremajakan me.re.ma.ja.kan [v] (1) memudakan (menjadikan muda); mengganti dng (tenaga) yg muda: ~ pegawai negeri; (2) ki memugar; memperbaharui: penduduk Jakarta sedang giat ~ kotanya dng melebarkan jalan-jalan kampung
meres me.res [a cak] rata (tt barang yg ditakar); peres
merger mer.ger [n] (1) penyatuan usaha sehingga tercapai pemilikan dan/atau pengawasan bersama; penggabungan: beberapa bank di Jakarta dan Surabaya telah melakukan --; (2) penggabungan dua atau lebih perusahaan di bawah satu pemilikan; (3) pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yg dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dng perusahaan yg mengambil alih atau perusahaan yg baru
merimba me.rim.ba [v] (1) menjadi spt rimba: ladangnya sudah ~; (2) pergi atau bekerja di rimba: setiap hari ia ~ mencari kayu bakar
meristem me.ris.tem [n Bio] jaringan pd tumbuhan yg terdiri atas sel yg dapat membelah dng cepat, membentuk sel-sel baru, msl pd ujung tangkai daun, bunga, dan akar
meristem ujung daerah tumbuhan pd ujung tunas atau akar
meruap me.ru.ap lihat ruap [v] (1) berbuih; membuih: semua orang menyukai yg ~; (2) mendidih dan melimpah; meluap: air soda yg dituang ke dl gelas itu ~; (3) menguap (menjadi uap): tutuplah kaleng bensin itu supaya tidak ~; (4) ki membual; menyombong; bercakap besar: janganlah kamu sering ~ begitu, kurang baik; (5) merebak (bau): dr luar ~ bau sate ayam yg sedang dibakar; (6) ki mendidih: darahnya ~ , marah sekali
mesin me.sin [n] perkakas untuk menggerakkan atau membuat sesuatu yg dijalankan dng roda, digerakkan oleh tenaga manusia atau motor penggerak, menggunakan bahan bakar minyak atau tenaga alam
mesin diesel mesin yg menggunakan solar sbg bahan bakar
metanol me.ta.nol [n] bahan bakar yg berasal dr gas bumi atau dr salah satu komponen tambang minyak bumi dng bahan baku komposisi karbon dan hidrogen; CH3OH
meteor me.te.or [n Astrol] benda angkasa yg meluncur di angkasa luar, masuk ke dl atmosfer dan menyala krn gesekan udara, pd umumnya habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi, dan bila masih bersisa benda itu jatuh sbg meteorit
metrologi met.ro.lo.gi [n] ilmu tt ukuran, timbangan, dan takaran: jawatan -- , jawatan yg mengurus (mengawasi) ukuran, timbangan, dan takaran
miana mi.a.na [n] tumbuhan terna, bunganya berwarna ungu dan bertangkai panjang, akarnya dapat dibuat obat sakit perut, pembiakannya dng cara menyetek; Coleus atropurpureus
mikrovilus mik.ro.vi.lus [n] bagian mikroskopis mirip rambut pd permu-kaan sel atau jaringan
mindi min.di [n] perdu berbatang lurus, bunganya berupa malai, berwarna lembayung, tumbuh pd ketiak daun dan berbau harum, buahnya berbentuk bulat lonjong, warnanya kuning berisi biji yg keras, kayunya ringan dan kuat, baik untuk pembuatan perkakas rumah tangga, hampir semua bagian tanaman, spt kulit batang, akar, daun, dan bunga berguna sbg bahan obat, bijinya banyak mengandung minyak; Melia azedarach
minyak mi.nyak [n] zat cair berlemak, biasanya kental, tidak larut dl air, larut dl eter dan alkohol, mudah terbakar, bergantung pd asalnya, dikelompokkan sbg minyak nabati, hewani, atau mineral dan bergantung pd sifatnya pd pemanasan dapat dikelompokkan sbg asiri atau tetap
minyak bungker [Pet] minyak bakar atau minyak diesel yg diisikan ke dl palka bahan bakar kapal
minyak diesel minyak bakar berat yg pembakarannya dimulai dng nyala spontan krn tekanan, digunakan sbg bahan bakar mesin diesel dan jenis mesin industri yg mempunyai kecepatan putar rendah atau sedang, yg tidak memerlukan bahan bakar khusus spt untuk putaran tinggi
minyak hitam cairan minyak bumi yg berwarna tua, spt minyak diesel, minyak bakar, atau beberapa jenis minyak lumas berat
minyak sinyal minyak tanah (kerosin) yg cocok dipakai untuk bahan bakar lampu bakar yg menggunakan sumbu, khususnya untuk lampu sinyal atau lampu isyarat rel kereta api
minyak tanah minyak yg diperoleh dng menambang dr dl tanah, digunakan untuk bahan bakar; kerosin; minyak patra
minyak vetiver minyak aromatik yg diperoleh dr akar Vetivertia zizantiodes, digunakan dl wangi-wangian
misai mi.sai [n] bulu rambut di atas bibir atas (di bawah hidung); kumis
mobil mo.bil [n] kendaraan darat yg digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat atau lebih (selalu genap), biasanya menggunakan bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesinnya; oto; otomobil [a] mudah bergerak (berpindah) atau digerakkan (dipindah-pindahkan): ia sangat -- sehingga cocok untuk melakukan tugas luar
mode mo.de [n] ragam (cara, bentuk) yg terbaru pd suatu waktu tertentu (tt pakaian, potongan rambut, corak hiasan, dsb): ia selalu berpakaian mengikuti --; atelir -- , tempat membuat pakaian yg dilengkapi dng ruangan khusus untuk mencoba pakaian, mengukur pakaian, serta perlengkapan lain
moderator mo.de.ra.tor [n] (1) orang yg bertindak sbg penengah (hakim, wasit, dsb); (2) pemimpin sidang (rapat, diskusi) yg menjadi pengarah pd acara pembicaraan atau pendiskusian masalah: pemimpin diskusi itu hanya bertindak sbg -- , bukan sbg orang yg memberikan penilaian akhir; (3) Tek alat pd mesin yg mengatur atau mengontrol aliran bahan bakar atau sumber tenaga
mondolan mon.dol.an [n] bagian belakang blangkon model Yogyakarta yg menonjol sebesar telur
monstera mon.ste.ra [n] tanaman memanjat yg mempunyai akar tempel, daun berukuran besar, berbentuk spt perisai dan berlubang-lubang memanjang spt terkoyak; Monstera deliciosa
morfin mor.fin [n] zat yg diekstrasi dr opium dng proses maserasi opium dl air kemudian diendapkan dng amonia, digunakan sbg obat penghilang rasa nyeri dan penenteram, digunakan dng takaran besar berkhasiat sbg obat bius dan bila sering dipakai takarannya makin lama terpaksa makin diperbanyak sehingga mengakibatkan kecanduan
mula-mula mu.la-mu.la [adv] (1) pertama-tama; pd mulanya: -- berupa biji selanjutnya berupa lembaga dan akhirnya tumbuh akar dan batang; (2) sejak (dr): -- tinggal di daerah itu, belum pernah sekali pun ia sakit
mulsa mul.sa [n Tan] bahan spt jerami (serbuk gergaji, dedaunan, dsb) yg disebarkan pd permukaan tanah untuk melindungi akar tanaman dr pengaruh air hujan (pemadatan tanah dsb)
munjung mun.jung [a] penuh (lebih tinggi dp permukaan takaran) mumbung
musnah ternak tindakan memusnahkan ternak penderita penyakit menular dng cara membunuhnya, kemudian membakar dan menguburnya
mutah mu.tah [n] pohon yg tumbuh di sepanjang pantai, akarnya dapat dibuat obat bengkak-bengkak pd tangan dan kaki, kayunya ringan dan tidak awet, digunakan untuk membuat tusuk gigi; Exocecaria agollocha
mutung mu.tung [v] patah hati sehingga tidak mau melanjutkan hubungan dsb: ia menjadi -- dan meninggalkan desanya yg penuh harapan [kl v] musnah terbakar
nabati na.ba.ti [a] mengenai (berasal dr) tumbuh-tumbuhan: lemak --; minyak --; protein --; sakar --
nafta naf.ta [n] sulingan minyak bumi yg mempunyai titik didih rendah sehingga mudah menguap, digunakan sbg pelarut dan bahan bakar
nagara na.ga.ra [n] , -- bukit kl puncak bukit [Lihat {nakara}]
napalm na.palm [n] (1) bahan kimia (naftena dan palmitat) untuk membuat bensin kental; (2) bensin beku-kental untuk mengisi bom pembakar; bom bakar
narwastu nar.was.tu [n] (1) akar wangi; serai wangi; Andropogon zizanicides; (2) bau-bauan yg dibuat dr akar wangi
nasi-nasi na.si-na.si [n] (1) tumbuhan, akarnya direbus untuk obat sakit perut; Callicarpa longifolia; (2) akar nasi-nasi
nasib na.sib [n] sesuatu yg sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; takdir: -- membawanya tehempas di Jakarta
nawalapradata na.wa.la.pra.da.ta [n] nama buku tt hukum keraton (kerajaan) Jawa Yogyakarta dan Surakarta
ndoro ajeng sebutan untuk anak perempuan bangsawan di Surakarta atau Yogyakarta
ndoro mas sebutan untuk anak laki-laki bangsawan di Surakarta atau Yogyakarta
nekrosis nek.ro.sis [n] (1) Dok mati setempat pd jaringan tubuh yg disebabkan oleh pengaruh dr luar yg merusak jaringan itu (sifat bakteri atau luka bakar) dan oleh berkurangnya darah yg mengalir ke tempat itu; (2) Bio kematian sel tumbuhan yg menyebabkan jaringannya menjadi berwarna gelap, umumnya merupakan gejala infeksi krn jamur
net [n] (1) Olr jaring yg dibuat khusus untuk permainan olahraga, spt bulu tangkis dan tenis, dipasang melintang membagi lapangan permainan menjadi dua bagian; (2) rajut untuk pelindung rambut (sanggul dsb)
ngaben nga.ben [n] upacara pembakaran mayat pd masyarakat Bali yg beragama Hindu
nilai panas [Pet] panas yg terjadi pd pembakaran sempurna dr sejumlah satuan berat atau satuan volume bahan bakar
nominator no.mi.na.tor [n] orang yg mencalonkan (mengunggulkan): ada yg berkelakar bahwa para -- itu justru tidak berbicara apa-apa
none no.ne [Jk n] nona: -- Jakarta
nyala nya.la [n] (1) massa gas yg berpijar yg timbul dr benda yg terbakar: -- api itu masih terus berlangsung; (2) cahaya yg keluar dr api (sesuatu yg terbakar): dr jauh kelihatan kelap-kelip -- lampu di rumah itu
nyambing nyam.bing [n] (1) tumbuhan tegak berduri, berdaun spt tombak, yg masih muda dapat dimakan sbg lalap, hidup di paya-paya, akarnya untuk obat sakit perut; Lasia spinosa; (2) daun nyambing
nyaris nya.ris [adv] hampir saja terjadi (terutama tt sesuatu yg membahayakan): gedung SMU -- terbakar
nyawang nya.wang [n] pembakaran patung (di Bali)
obat nyamuk obat (ramuan) pembasmi (pengusir) nyamuk (berupa cairan yg disemprotkan atau benda padat pipih yg dibakar)
obat tradisional obat yg diramu dr berbagai macam akar, kulit pohon, batang, bunga, buah, dan daun untuk berbagai macam penyakit; obat kampung
oliman oli.man [ark n] awak kapal yg bertugas di bagian bahan bakar
olok , olok-olok n perkataan yg mengandung sindiran (ejekan, lelucon) atau perkataan untuk bermain-main saja; kelakar, senda gurau: jangan marah, ini -- saja , olok-olok n cara menjahit dng jarum kasar
oral seks [Psi] perilaku seksual yg menyimpang, yaitu dng memasukkan zakar ke oral (mulut) pasangannya
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
otak-otak [n] makanan yg dibuat dr ikan dsb dicampur dng bumbu, dibungkus daun pisang atau daun kelapa, dan dibakar (dipanggang)
otot penegak bulu otot halus dl kulit yg fungsinya sbg penegak rambut
oven [n] (1)tempat pembakaran (pemanggangan) kue atau roti; (2) tungku; dapur; perapian; (3) tempat pembakaran dng panas yg tinggi (spt pembakaran kapur, batu bata); tanur
ovenan o.ven.an [a cak] dimasak, dibakar, dipanggang dl oven: anak saya lebih suka kue basah dr pd kue --
oyot [Jk n] (1) tumbuhan merambat; (2) akar
padam pa.dam [a] (1) mati (tt api); tidak menyala atau tidak berkobar lagi: api kebakaran itu sudah --; (2) reda (tt kemarahan); tenang kembali (tt hawa nafsu, berahi, dsb): seketika itu juga -- lah murka baginda; (3) aman kembali (tt huru hara, kerusuhan, dsb): pergolakan di negara itu belum juga --; (4) menjadi lemah (tt semangat): semangat juang mereka tidak pernah -- lihat merah
palat pa.lat [ark n] kayu penjepit kaki yg dahulu biasanya dipakai untuk menghukum anak-anak [n] zakar
pameran pa.mer.an [n] pertunjukan (hasil karya seni, barang hasil produksi, dsb): di Pekan Raya Jakarta diselenggarakan ~ berbagai barang hasil produksi dalam negeri
panas pa.nas [a] hangat sekali, lawan dingin: air mendidih itu sangat --; (2) n kemarau (tt musim): pd musim -- sawah menjadi kering dan tanah retak-retak; (3) n demam (suhu badannya lebih tinggi dp biasa): sejak kemarin ia --; (4) a terasa spt terbakar atau terasa dekat dng api; bersuhu relatif tinggi: hari ini udara --; (5) a gerah: badan terasa -- di dl ruangan ini; (6) a ki sangat iri; sakit hati: hatinya -- krn saudara-saudaranya mendapatkan harta warisan lebih banyak; (7) a genting sekali; berbahaya (mungkin pecah perang): keadaan berubah menjadi --; (8) a berpengaruh buruk (tt uang yg mudah memperolehnya, tetapi mudah juga menghabiskannya, uang pinjaman dng bunga besar, dsb)
pancaka pan.ca.ka [kl n] tempat membakar mayat; penunuan mayat; pembakaran mayat
pancar pan.car [v] , -- gas pesawat terbang yg mempunyai kecepatan melebihi kecepatan suara, digerakkan dng semburan gas yg terbakar (bukan dng baling-baling)
pandan wangi pandan yg daunnya berbau harum, biasanya dipakai sbg penyedap kue, pengharum rambut, dsb
pangkas pang.kas [v] , ber.pang.kas v bergunting (rambut): rambutnya gondrong, tidak pernah ~
para- pa.ra- [bentuk terikat] (1) berlawanan dng: paradoks; (2) tidak sama atau tidak menyerupai; (3) di sebelah; di samping; dekat dng: parakardiak; (4) di seberang; di atas: paranormal
parestesia pa.res.te.sia [n Dok] perasaan sakit atau perasaan yg menyimpang; rasa abnormal, spt kesemutan, rasa terbakar
parun pa.run [v] me.ma.run v membakar barang-barang yg tidak berguna lagi, spt sampah dan daun-daun kering: ia ~ rumput-rumput kering di kebunnya
parunan pa.run.an [n] barang-barang bekas, daun-daun kering, dsb yg diparun (dibakar)
pasak bumi tumbuhan hutan (di Kalimantan) yg akarnya dapat dijadikan obat penambah tenaga
patah mayang [ki] ikal mengombak (tt rambut)
patuk pa.tuk [n] catuk; cotok; pagut (dng paruh) [Mk n] alat kelamin laki-laki; zakar
payung panji lingkaran kekuasaan atau pengawasan seorang penghulu di Minangkabau: orang yg bersengketa itu bukan dr satu -- panji seorang penghulu; -- pelontar parasut untuk pilot pesawat tempur yg dapat dipakai untuk meloncat (terjun) dl keadaan darurat, msl ketika pesawat terbakar, tertembak: kalangan militer memperkirakan bahwa pilot mungkin telah keluar dr pesawat dng -- pelontar sehingga pesawat tempur itu terbang tidak terkendali tanpa pilot
pedada pe.da.da [n] pohon yg tumbuh di hutan-hutan bakau, tingginya mencapai 15 m, berakar napas yg keluar dr dl lumpur, bentuk daunnya bulat telur, ujungnya tumpul dan membundar, panjangnya 5-13 cm; beremban; Sonneratia acida
pedupaan pe.du.pa.an [n] (1) tempat dupa; (2) anglo (kecil) tempat membakar dupa
pegagang pe.ga.gang [n] (1) tumbuhan menjalar, mempunyai sulur yg berakar, daunnya spt ginjal, melekat pd tangkai yg panjang dan menggerombol menjadi satu di seputar batang, tangkai daun yg agak melebar di bagian bawah kadang-kadang berwarna kemerah-merahan, daunnya untuk obat; Centella asiatica; (2) daun pegagang
pekan budaya pameran kegiatan kebudayaan selama sepekan; -- raya pasar malam besar dan bermacam-macam pameran (baik dr dl negeri maupun luar negeri) dan pertunjukan: pd setiap peringatan hari ulang tahun Jakarta diadakan -- raya Jakarta
pekapuran pe.ka.pur.an [n] tempat membakar kapur
pekik pe.kik [n] (1) teriakan; jeritan: terdengar -- tangis orang dl kapal yg sedang terbakar itu; (2) sorak atau teriakan (sbg semboyan dsb): disambut dng -- "merdeka", gemuruh suaranya; -- anak-anak bermain di halaman tidak henti-hentinya
peladangan pe.la.dang.an [n] (1) petani yg hidup dr bercocok tanam dng cara berpindah-pindah dr satu ladang ke ladang yg baru sbg mata pencaharian hidupnya; (2) sistem bercocok tanam berpindah-pindah dr satu bidang tanah (ladang) ke bidang tanah yg lain, biasanya dibuka dng menebang dan membakar sebagian hutan
pelebon pe.le.bon [n] hari pembakaran mayat (di Bali)
pelir pe.lir [n] kemaluan laki-laki; zakar; -- anjing tanaman semak, Chailettia griffithiia
pelita pe.li.ta [n] lampu (dng bahan bakar minyak)
peloh pe.loh [a] lemah zakar; impoten
pelonco pe.lon.co [Jw] (1) v pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dng mengendapkan (mengikis) tata pikiran yg dimiliki sebelumnya; (2) a gundul tidak berambut (tt kepala) [n] semangka muda; (2) a ki masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dsb);
pemadam pe.ma.dam [n] (1) alat untuk memadamkan (api dsb): ~ api; (2) orang (pasukan) yg bertugas memadamkan (kebakaran dsb): ~ kebakaran
pemadaman pe.ma.dam.an [n] proses, cara, perbuatan memadamkan: ~ api di kawasan yg terbakar itu berlangsung selama lima jam
pemangkas pe.mang.kas [n] (1) alat untuk memangkas; (2) orang yg memangkas (rambut); tukang pangkas; tukang cukur
pemarun pe.ma.run [n] orang yg memarun (membakar) barang-barang bekas dsb
pembasmian pem.bas.mi.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membasmi; (2) pemberantasan; pembinasaan; pemusnahan; (3) pembakaran habis-habis
pembonceng pem.bon.ceng [n] (1) orang yg membonceng; (2) pihak yg ikut ambil bagian dl suatu pergolakan (gerakan, peristiwa, dsb) yg diprakarsai dan dilaksanakan oleh pihak lain yg dianggap menguntungkan pihaknya; (3) orang atau golongan yg memanfaatkan kekuasaan (pengaruh, wibawa, popularitas, dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
pemerunan pe.me.run.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memerun; (2) tempat memerun; pembakaran (sampah dsb)
pemilih pe.mi.lih [n] (1) orang yg memilih: jumlah ~ di Jakarta seluruhnya belum dapat diketahui; (2) orang yg terlampau teliti dl memilih (suka mencela dan banyak tuntutannya): ah, ~ benar anak itu; (3) alat untuk memilih: dewasa ini telah ditemukan mesin ~ bibit padi
pemudik pe.mu.dik [n] orang yg pulang ke kampung halaman (udik): sekitar 80% -- ke Yogyakarta adalah orang Wonosobo
pemulsaan pe.mul.sa.an [n] teknik untuk menjaga tetapnya suhu tanah di sekitar akar tanaman, menahan uap air dl tanah, mencegah erosi, dan menghilangkan tumbuhnya gulma dan penyakit
penata pe.na.ta [n] (1) orang yg pekerjaannya menata (tari, ruang, rambut, busana); (2) pangkat struktural pegawai negeri sipil golongan III/c, satu tingkat di bawah penata tingkat satu, satu tingkat di atas penata muda tingkat satu
penduduk pen.du.duk [n] orang atau orang-orang yg mendiami suatu tempat (kampung, negeri, pulau, dsb): tahun 1970 ~ Jakarta masih berjumlah sekitar 5 juta orang
pengabenan peng.a.ben.an [n] pembakaran mayat; kremasi
pengabuan peng.a.bu.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengabukan; (2) Kim pembakaran zat organik, terutama dl analisis
pengadaan peng.a.da.an [n] proses, cara, perbuatan mengadakan, menyediakan, dsb: panitia mempersiapkan ~ umbul-umbul menjelang perayaan HUT Jakarta secara gotong-royong dng masyarakat
pengadu untung peng.a.du un.tung [n] orang yg mengadu untung: banyak ~ yg datang ke Jakarta
pengandam peng.an.dam [n] orang yg pekerjaannya memepat dan menata rambut (putri raja pd zaman dulu dsb); tukang andam
pengelasan pe.nge.las.an [n] proses, cara, perbuatan menyambung besi dng membakar
pengering pe.nge.ring [n] alat untuk mengeringkan sesuatu (pakaian, rambut, dsb): hotel itu diperlengkapi dng ~ pakaian
pengeritingan pe.nge.ri.ting.an [n] proses, cara, perbuatan mengeriting atau mengeritingkan: ~ rambut anak itu berjalan lambat
pengesetan pe.nge.set.an [v] pengaturan (rambut, susunan huruf dl mesin cetak, dsb): pencetakan ulang di sini merupakan -- kembali dan bukan hanya pencetakan kembali
penggagas peng.ga.gas [n] pemikir atau pencetus gagasan: para ~ budaya mengadakan lokakarya
penghunian peng.hu.ni.an [n] proses, cara, perbuatan menghuni: tingkat ~ hotel di Jakarta sedikit mengalami penurunan
pengiritan peng.i.rit.an [n] penghematan: pemerintah menganjurkan ~ bahan bakar
penguji peng.u.ji [n] (1) orang yg menguji: ~ akan didatangkan dr Jakarta; (2) alat untuk menguji: sudah diciptakan ~ kesuburan tanah
penis pe.nis [n] kemaluan laki-laki; zakar
penjinakan pen.ji.nak.an [n] proses, cara, perbuatan, menjinakkan: di gedung bertingkat itu sedang diadakan latihan ~ bom dan penanggulangan bahaya kebakaran
pensil pen.sil [n] (1) alat tulis berupa kayu kecil bulat berisi arang keras; (2) alat menggambar berupa ikatan bulu (rambut) diberi bertangkai; kuas
pentana pen.ta.na [n] gas hidrokarbon yg dapat terbakar dan biasa dipakai untuk mengisi termometer
pentosa pen.to.sa [n Kim] gula monosakarida dng lima atom karbon dl satu molekul
penunuan pe.nu.nu.an [n] proses, cara, perbuatan menunu (membakar); pembakaran
penyampoan pe.nyam.po.an [n] proses, cara, perbuatan menyampo: -- rambutnya dilakukan setiap hari
perabuan per.a.bu.an [n] (1) tempat abu; (2) tempat menyimpan abu mayat yg telah dibakar; (3) tempat membakar mayat; krematorium
perabun pe.ra.bun [n] daun-daunan, (dupa) yg dibakar untuk mengusir setan dsb
perancang mode pe.ran.cang mode orang yg pekerjaannya merancang model (pakaian, rambut, dsb)
perang kimia perang yg menggunakan produk bahan kimia untuk kekuatan militer, terutama penggunaan racun atau gas yg mematikan atau bahan yg menimbulkan kebakaran
peranti ria alat, barang kosmetik, dsb (spt sabun mandi, tapal gigi, minyak rambut) yg digunakan untuk merawat badan, berdandan, dsb
perbuahan per.bu.a.han [n] segala hal yg berhubungan dng buah: para pakar di bidang -- harus membimbing para petani agar mereka bisa bertani buah dng teknologi modern
periklanan per.ik.lan.an [n] hal yg berhubungan dng iklan: Kongres IX ~ Asia berlangsung di Jakarta
periodontium pe.ri.o.don.ti.um [n Anat] jaringan ikat yg membungkus akar gigi
perjalanan per.ja.lan.an [n] (1) perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan: krn kakinya cacat, ~ nya tidak sempurna; (2) kepergian (perihal bepergian) dr suatu tempat dsb ke tempat dsb yg lain: ia mendapat kecelakaan dl ~ ke Jakarta; (3) jarak (jauh) yg dicapai dng berjalan dl waktu yg tertentu: jauhnya kira-kira dua jam ~; (4) perbuatan; kelakuan; tingkah laku: ia bertanya kpd saya bagaimana ~ pegawai baru itu sebelum bekerja di sini
perpisangan per.pi.sang.an [n] perihal pisang; yg berhubungan dng pisang: menurut pakar botani ~ , asal muasal pisang adalah Asia Tenggara
persembahyangan per.sem.bah.yang.an [n] (1) tempat bersembahyang: mencatat semua -- yg ada di seluruh Pulau Bali; (2) upacara sembahyang: -- untuk membakar jenazah dilakukan di Pura Besakih
persepsi per.sep.si [n] (1) tanggapan (penerimaan) langsung dr sesuatu; serapan: perlu diteliti -- masyarakat thd alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak; (2) proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya
pertanian komersial per.ta.ni.an komersial pertanian yg bertujuan memenuhi keperluan perdagangan: ~ ladang corak usaha tani primitif dng menebang pohon-pohonan untuk dibakar sehingga tanah dapat ditanami
pertulangan per.tu.lang.an [n] tempat mayat yg akan dibakar
perun pe.run [n] timbunan daun (kayu dsb) yg akan dibakar
pesawat jet kapal terbang yg digerakkan oleh semburan gas yg dibakar, tidak dng baling-baling
peserta pe.ser.ta [n] orang yg ikut serta atau yg mengambil bagian (msl dl kongres, seminar, lokakarya, dan pertandingan)
petrol pet.rol [n] bahan bakar terbuat dr campuran gas alam dan petroleum; bensin
petroleum pet.ro.le.um [n] zat cair berminyak yg dapat terbakar, mengandung aspal dng warna yg bermacam-macam, terdapat di lapisan atas bumi, merupakan campuran hidrokarbon dan zat lainnya, dipakai sbg bahan bensin, minyak tanah, dsb; minyak bumi
petromaks pet.ro.maks [n] lampu yg menggunakan kaus sbg sumbu, dinyalakan dng batuan nyala spiritus, bahan bakar yg berupa minyak tanah disemburkan ke sumbu kaus oleh udara yg dipompakan
picis pi.cis [ark n] uang yg bernilai sepuluh sen; ketip [n] pi.cis.an n tumbuhan merambat, berbatang kecil menyerupai akar, hidup liar pd batang pohon, berdaun bundar tebal, air perasan daunnya dapat dibuat obat batuk, burut, susah buang air besar; sisik naga; pakis duwitan; Drymoglossum heterophyllum
pidana badan pidana yg dikenakan thd tubuh atau anggota badan seseorang yg melanggar hukum (spt pemotongan anggota badan, pencambukan, atau cap bakar)
pijar pi.jar [n] (1) percikan nyala merah kekuning-kuningan krn panas atau terbakar; nyala api; (2) percikan logam (besi dsb) yg menyala ketika ditempa [n] , pi.jar-pi.jar n damar untuk meluluhkan patri
pilositas pi.lo.si.tas [n Bio] keadaan lebatnya bulu atau rambut
pipa pemanas pipa yg menggunakan uap yg terdapat pd tangki minyak bakar dan tangki muatan minyak berat lainnya untuk memanaskan minyak bakar atau minyak lainnya agar kekentalannya menjadi lebih rendah sehingga mempermudah pemompaan pd waktu kapal berlayar di daerah dingin
pipa udara pipa yg menghubungkan tangki bahan bakar, tangki balas, atau tangki air lainnya dng geladak terbuka untuk mencegah agar udara tidak terkurung di dl tangki pd waktu zat cair dipompakan ke dl tangki atau sebaliknya
piretrum pi.ret.rum [n ] tumbuhan marga Compositae yg menghasilkan insektisida untuk obat nyamuk bakar
piromania pi.ro.ma.nia [n] kelainan jiwa yg menyebabkan orang selalu ingin membakar rumah dsb krn dng demikian dapat merasakan kenikmatan seksual; gila api
pisau cukur pisau yg tajam untuk mencukur rambut, janggut, dsb
plastometer plas.to.me.ter [n ] (1) alat untuk mengukur kekerasan karet dng menentukan dalamnya tusukan suatu jasad keras; (2) rekaan untuk mengukur keplastisan bahan dng menentukan waktu alirannya melalui pertambahan berturut-turut jarak pipa rambut
plontos plon.tos [a] tidak berambut sama sekali (tt kepala); gundul
pluviograf plu.vi.o.graf [n] penakar hujan yg dapat merekam banyaknya curahan yg terjadi
pneumatofos pneu.ma.to.fos [n Bio] akar yg keluar secara tegak lurus dr akar yg terendam dl air dan berfungsi untuk pernapasan, msl pd pedada; akar napas
pohon keben pohon yg berasal dr Asia Tenggara, termasuk keluarga Hecythidaceae, biasanya tumbuh di sepanjang pantai yg berpasir dan berbatu, bunganya spt sikat berwarna putih dan bertangkai panjang, buahnya apabila diperas akan mengeluarkan minyak berwarna merah, digunakan sbg bahan bakar krn mengandung oli/lemak dng kadar 3%; pohon perdamaian
poliket po.li.ket [n] yg mempunyai banyak bulu (rambut): cacing laut --
pomade po.ma.de [n] minyak rambut yg kental, berbau harum
poni po.ni [n] kuda kecil (kerdil) [n] model potongan rambut perempuan yg berjurai rata di dahi; cara mengandam rambut dng mengaturnya rapi-rapi di dahi
popularitas po.pu.la.ri.tas [n] perihal populer; kepopuleran: tingkat ~ penyayi itu semakin menanjak setelah pindah ke Jakarta
potong berponi berpangkas rambut secara poni
prihatin pri.ha.tin [a] bersedih hati, waswas, bimbang (krn usahanya gagal, mendapat kesulitan, mengingat akan nasibnya, dsb): kita selalu -- jika membaca berita-berita kebakaran yg menelan korban yg besar; masyarakat petani Jawa Tengah sedang -- dng adanya hama wereng yg menyerang tanaman padi; (2) v menahan diri; bertarak
propana pro.pa.na [n Kim] gas yg diperoleh dr penguraian minyak bumi yg dapat dimampatkan ke dl silinder dan digunakan sbg bahan bakar
pucuk pu.cuk [n] (1) daun muda (di puncak pohon atau di ujung ranting): -- merunggai; -- enau; (2) ujung yg runcing; puncak (pohon, ombak, dsb): -- api; -- jala; -- ombak; (3) yg tertinggi: -- bulat; (4) penggolong bilangan bagi benda (yg ujungnya runcing, spt jarum, surat, dan senjata api): sepucuk surat; dua -- senapan; (5) bagian tanaman muda yg ada di atas tanah terdiri atas batang, ranting, dan daun-daunan [n] akar tumbuhan yg dikeringkan untuk obat
pucuk surai ujung surai atau rambut kuda yg terletak di dahi
pucuk tanah lapisan teratas tanah yg mudah dilalui air, tebalnya kurang lebih 30 cm, termasuk dl lapisan tempat berada tumbuhan dan akarnya, berwarna hitam dan kaya akan bahan organik
pulai pundak tumbuhan yg akarnya digunakan obat penyakit tekanan darah tinggi; Rauwolfia serpentina
pulasan pu.las.an [n] (1) yg sudah dipulas (diwarnai); (2) ban yg dipulas (dikembangi) [n] (1) tumbuhan yg bentuk buahnya spt rambutan, tetapi lebih besar dan bulunya lebih pendek (kaku, kasar); Nephelium mutabile; (2) buah pulasan
punat pu.nat [n] (1) mata atau pusat bintil (bengkak dsb); benih (bisul dsb); (2) ki akar segala kejahatan
punggai pung.gai [n] pohon tinggi, kayunya berwarna kemerah-merahan, keras dan awet, buahnya pahit dan tidak dapat dimakan, tetapi bijinya yg tua jika dibakar dapat dimakan; Coelostegia griffithii
punk [n] pemuda yg ikut gerakan menentang masyarakat yg mapan, dng menyatakannya lewat musik, gaya berpakaian, dan gaya rambut yg khas
puntal pun.tal [v] , ber.pun.tal-pun.tal v(1) bergulung-gulung spt dipintal atau disiplin: rambutnya ~; (2) beberapa kumpulan (gulung) benang, tali, dsb: ~ benang
puntung pun.tung [n] (1) sisa rokok (kayu dsb) yg sudah terbakar sebagian; (2) buntung; kudung: baju --; celana --; (3) cak merugi: dasar sial, sepuluh kali beruntung sebelas kali --
puntung perun sisa kayu-kayu yg sudah dibakar sebagian; (2) perjamuan mempelai yg penghabisan sekali
pusar pu.sar [n] tempat tumbuh rambut di kepala atau tempat tumbuh bulu pd tubuh yg bentuknya melingkar [n] cekungan di tengah-tengah dinding perut bekas tempat tali pusar yg menghubungkan perut dng tembuni ketika bayi baru lahir; pusat
pusat pu.sat [n] (1) tempat yg letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; (2) titik yg di tengah-tengah benar (dl bulatan bola, lingkaran, dsb): -- bumi; -- lingkaran; (3) pusar; (4) pokok pangkal atau yg menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dsb): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; (5) orang yg membawahkan berbagai bagian; orang yg menjadi pumpunan dr bagian-bagian
pusu pu.su [n] timbunan (longgok); busut [Mk ark n] kelompok [Mk a] kusut atau beterbangan tidak teratur (tt kapuk, rambut, dsb): menyapu-nyapu rambut anaknya yg -- krn angin; lari berpusu-pusu, lari ke mana-mana tidak keruan
puter pu.ter [n] burung piaraan yg bagus suaranya, panjang badan berikut paruh dan ekornya mencapai 29 cm, pd kalung lehernya terdapat dua warna, yaitu warna putih di atas dan warna hitam di bawah, warna sayap bagian bulu penutupnya cokelat muda merata, bulu umumnya berwarna cokelat muda atau semu kelabu, warna kaki merah, paruh hitam, mata berwarna cokelat kemerah-merahan; Streptopelia bitorquata [v] , me.mu.ter v Tan mengiris tanah dan mengangkat tanaman di atasnya tanpa merusak dan memberantakkan susunan akar beserta tanah yg meliputi akar-akar itu
rabak ra.bak [a] terlepas, terputus, terpisah dr jahitannya, atau tenunannya secara memanjang atau melebar; koyak (robek) panjang atau lebar: bajunya ditarik sampai --; biarkan ia berteriak-teriak, sampai mulutnya -- [v] te.ra.bak v terbakar: kampung itu ~ sampai habis
rabun ra.bun [a] kurang jelas; kurang awas; kabur (tt penglihatan): orang tua itu sudah -- matanya [n] asap (dr daun-daunan, dupa yg dibakar) untuk mengasapi rumah, mengobati orang sakit
racik ra.cik [v] , me.ra.cik v mengiris (mengerat) tipis-tipis; merajang: ia ~ mentimun hingga menjadi potongan yg tipis-tipis; ~ tembakau [n] jerat (dr ijuk, rambut kuda) untuk menangkap burung [v] me.ra.cik v mencampur bahan-bahan untuk dijadikan jamu (obat ): ~ jamu; ~ obat
radiasi termal radiasi (pancaran sinar panas) yg dapat menimbulkan luka bakar
radiks ra.diks [n] (1) pangkal; sumber; dasar; bagian bawah; asal mula; (2) Bot akar
radikula ra.di.ku.la [n Bio] akar yg pertama-tama keluar dr embrio
radius pelayaran [Lay] jarak paling jauh yg dapat dicapai oleh kapal tanpa mengisi atau menambah bahan bakar
ragas ra.gas , me.ra.gas v (1) mencabut (rambut, rumput, dsb); menyentak; (2) ark memotong rambut; memangkas tanaman dsb , me.ra.gas v merambat; memanjat (tt tumbuh-tumbuhan) [n] tanda bukti; tanda yg didapati: -- nya bahwa ia mencuri ialah barang itu ternyata ada di rumahnya
rambai ram.bai [n] pohon yg tingginya mencapai 15-20 m, buahnya spt langsat, tersusun dl bentuk malai, kulitnya tipis berwarna kuning gading, isinya merah muda dan rasanya agak masam; Baccaurea motleyana [n] (1) bulu yg halus dan panjang (pd leher dan ekor ayam, dsb); bulu panjang (pd janggut biri-biri dsb); (2) akar-akar halus, panjang, dan berumbai-umbai (pd beberapa jenis pohon)
ramu ra.mu [v] kumpul; urun; menjadikan satu (pendapat, akar-akaran, kayu-kayuan)
rapi ra.pi [a] (1) baik, teratur, dan bersih; apik: rambutnya selalu disisir --; (2) teratur baik; tertib: deretan rumah itu amat --; (3) serba beres dan menyenangkan (pekerjaan dsb): pekerjaannya ditanggung -- dan memuaskan; (4) siap sedia; siaga: rumah penginapan tamu negara dikawal dng --; (5) sebagaimana mestinya; tidak asal saja: pintu sudah terkunci --
rapiah ra.pi.ah [n] rambutan, bentuknya kecil, rasanya manis, dan mengelotok dagingnya: rambutan -- yg rasanya manis legit
rapu ra.pu [ark v] , me.ra.pu v memunguti (barang-barang yg terbuang atau tidak berguna); meminta sedekah [Dy n] kuku dan rambut orang yg telah meninggal
rasial ra.si.al [a] (1) berdasarkan (bersifat) ciri-ciri fisik ras, bangsa, suku bangsa, dsb (spt warna kulit, rambut, dsb); (2) berdasarkan prasangka thd ras tertentu: kerusuhan --
regas re.gas [v] , me.re.gas v memotong, mengerat (tt rumput, rambut, dsb)
rekonstruksi re.kon.struk.si [n] (1) pengembalian spt semula: akan dilaksanakan -- dan pembangunan jalan baru di Jakarta, Bogor, Ciawi; (2) penyusunan (penggambaran) kembali: dl pemeriksaan pendahuluan telah dibuatkan -- mengenai peristiwa terjadinya pembunuhan itu
relai re.lai [n] siput mutiara [a] rusak berpisah-pisah (tt kayu) krn lapuk dan busuk [v] , me.re.lai v (1) memancarkan balik (tt siaran televisi radio): stasiun televisi di daerah ~ siaran TVRI pusat; (2) cak menyiarkan: siaran radio RRI Jakarta akan ~ siaran pandangan mata pertandingan sepak bola itu
rema re.ma [n] rambut
rembega rem.be.ga [n] (1) pohon yg kayunya dibakar dan dijadikan bara untuk penggerak mesin; widuri; Calotropis gigentea; (2) kayu rembega
resep re.sep [n] (1) keterangan dokter tt obat serta takarannya, yg harus dipakai oleh si sakit dan dapat ditukar dng obat di apotek; (2) keterangan tt bahan dan cara memasak obat (makanan)
reservoir re.ser.vo.ir [n] tempat menyimpan barang-barang cadangan (spt air, bahan bakar gas)
retih re.tih , me.re.tih v berbunyi spt daun-daunan basah dibakar; mendedas , me.re.tih a (1) tampak berbutir-butir pd kulit (spt keringat, bintik-bintik berair); (2) kl berloncatan (spt udang ditangguk)
riap ri.ap [n] hal tumbuh atau bertambah besar (tt binatang, tumbuhan) [v] , me.ri.ap v menggeraikan rambut
rimba beton daerah (kota) yg penuh dng bangunan bertingkat: pada akhir abad ke-20 ini Jakarta akan menjadi -- beton
rimbun rim.bun [a] (1) berdaun dan bercabang banyak: pohon-pohon- nya --; (2) lebat atau tebal (tt rambut kepala); (3) banyak layarnya (tt perahu): perahu yg -- layarnya; (4) banyak pakaian (dan perhiasan) yg dipakai: pakaian dan perhiasan pengantin itu --
rimpang rim.pang [n] umbi (akar) yg bercabang-cabang spt jari (tt kunyit, halia); pizom; (2) a renggang jaraknya (tt jari kaki)
robekan ro.bek.an [v] (1) sesuatu (kain dsb) yg sudah robek atau sesuatu yg dirobek: menjelang magrib ia membakar ~ kain untuk mengusir nyamuk (2) hasil merobek: ~ pd kulit perutnya mulai diperiksa
rol [n] peranan: yg memegang -- dl peristiwa pembunuhan itu ternyata tetangganya sendiri [n] (1) gulungan (film): ia telah menghabiskan tiga -- untuk mengabadikan peristiwa itu; (2) kayu, besi, dsb yg bulat torak bangunnya untuk pelindis, penggaris, pengimpit: -- mesin tulis; (3) penggulung rambut; (4) alat untuk mengecat tembok dng cara menggelindingkannya supaya rata
rongga faring ruang di antara akar lidah dan dinding belakang leher
rontok ron.tok [v] (1) jatuh atau gugur dl jumlah yg banyak (tt buah-buahan, daun-daunan): angin kencang dan kemarau panjang telah membuat daun pepohonan --; (2) luruh (tt bulu, rambut, dsb): rambutnya jadi -- setelah ia melahirkan anaknya yg kelima; (3) lepas; mengelupas (tt cat, bedak): cat tembok itu sudah --; (4) banyak tanggal (tt gigi): giginya -- akibat kecelakaan; (5) ki kalah: para pemain kita -- di semi final
ruang api bagian sebuah ketel uap tempat berlangsung pembakaran
ruang muatan dingin [Kap] ruang di kapal untuk menyimpan muatan dingin; -- pajang ruang tempat memajang: beberapa pelukis terkenal ikut membuka -- panjang dl pameran seni lukis nasional di Jakarta
ruas ru.as [n] (1) bagian antara buku dan buku atau antara sendi dan sendi (pd jari, bambu, tebu, dsb): -- tebu itu panjang-panjang; (2) bagian antara satu tempat (kota) dan tempat (kota) yg lain (tt jalan): -- jalan Jakarta-Cikampek sudah licin
rudin ru.din [Jk a] miskin sekali: menjadi -- setelah rumah serta harta bendanya terbakar
rumpun rum.pun [n] (1) kelompok tumbuhan yg tumbuh anak-beranak seakan-akan mempunyai akar yg sama (spt buluh, tebu, pisang, serai, dan talas); perdu; (2) golongan besar bangsa (bahasa) yg sama asal dan jenisnya; golongan hasil susastra yg sejenis: -- cerita rakyat; (3) ki orang-orang yg seketurunan sama nenek moyangnya
rumput perimping rumput raksasa yg tingginya mencapai 3 m, daunnya tersusun rapi spt kipas, bagian tepinya tajam, tunasnya yg muda dimakan sbg lalap krn rasanya manis; Themeda villosa; -- siak-siak tumbuhan yg akarnya dibuat obat cacing dsb, Dianella ensifolia; -- telur ikan nama rumput, Panicum trigonum
rungkau rung.kau [ark v] , me.rung.kau v terurai dan bergantung menutupi muka (tt rambut): rambutnya porak-parik dan setengah ~ menutupi wajahnya
runtun run.tun [v] me.run.tun v menarik kuat-kuat; menyentak; merenggut: wanita itu menangis terisak-isak sambil ~ rambut; (2) kl merebut; merampas: pangeran hendak ~ negeri itu dr tangan maharaja [v] be.run.tun v berturut-turut; berderet-deret: terdengar suara tembakan ~
rute ru.te [n] (1) jarak atau arah yg harus diturut (ditempuh, dilalui): menempuh -- itu dl waktu 12 jam; (2) jalan yg ditempuh (dilalui): reli itu akan menempuh -- Jakarta-Surabaya; (3) jalur angkutan yg menghubungkan dua tempat
sabur sa.bur [a] (1) kl bercampur (berbaur) tidak menentu (sehingga tidak dapat dibedakan lagi, spt suara tangis bercampur dng teriak, beribu-ribu orang berkumpul): dl keadaan kacau akibat kebakaran itu, suara tangis dan jeritan menjadi --; (2) kabur; agak suram; agak gelap: kaca jendela ini -- krn sudah lama tidak dibersihkan
sadap sa.dap [v] me.nya.dap v (1) mengambil air (getah) dr pohon dng menoreh kulit atau memangkas mayang atau akar: petani itu -- enau untuk mendapatkan niranya; (2) ki mendengarkan (merekam) informasi (rahasia, pembicaraan) orang lain dng sengaja tanpa sepengetahuan orangnya: tugas agen rahasia itu -- pembicaraan lawannya
sadin sa.din [n] hantu air (yg konon berkepala spt anjing dan bercakar spt buaya)
sagar sa.gar [n] lidi ijuk (dapat dibuat kalam, pena, bubu, dsb): orang tua-tua dulu biasa menulis dng --; bubunya terbuat dr -- ? 1sakar
sakit tropis penyakit yg timbul dan berjangkit di daerah tropis: pd tahun 2010 pakar kesehatan meramalkan angka kematian akibat lima macam -- tropis akan meningkat dr dua juta menjadi lebih dr empat juta per tahun
salon kecantikan tempat (gedung dsb) orang merawat kecantikan (merias muka, menata rambut, dsb)
sambal kemiri sambal yg dibuat dr cabai dan kemiri yg dibakar atau digoreng kemudian ditumbuk dng bumbu lainnya
sambang sam.bang, sambang darah [n] perdu yg bercabang kuat, berbunga kuning, ujung daunnya berwarna hijau dan bagian bawahnya cokelat, akarnya dapat dibuat obat setelah disimpan dan dikeringkan; Excoecaria cochinchinensis
sampakan sam.pak.an [a] jenis drama (teater) dng musik Jawa: teater Gandrik Yogyakarta dng warna -- menunjukkan gereget kritiknya
sampo sam.po [n] sabun cair untuk mencuci rambut dan kulit kepala, terbuat dr campuran tumbuhan atau zat kimia
sampo antiketombe sampo yg mengandung zat antiketombe (untuk rambut berketombe atau untuk mencegah ketombe); langir antiketombe
sampo telur sampo yg mengandung zat telur untuk mencegah kekeringan rambut
samuh sa.muh , per.sa.muh.an n pertemuan (persidangan, kongres) untuk membahas sesuatu: -- Bahasa Indonesia yg ketujuh diadakan di Jakarta
sanggar kecantikan tempat mempercantik wajah, kulit, rambut, tubuh, dsb; -- kerja pertemuan untuk mengadakan tukar pikiran (pembahasan, pengolahan, dsb) tt suatu bidang ilmu atau bidang kegiatan tertentu: dl -- kerja itu mereka berusaha membahas kelebihan dan kekurangan matematika modern
sanggit sang.git [v] ber.sang.git v (1) bergosokan antara dua benda yg keras; bergeseran: kawat listrik yg -- dapat menimbulkan bahaya kebakaran; (2) ki berselisih; bersengketa; bercekcok: kedua saudara kembar itu tidak pernah -
sanggul sang.gul [n] gelung rambut perempuan di atas atau di belakang kepala; kundai; konde
sanggul palsu sanggul yg sudah berbentuk yg dibuat dr rambut asli atau tiruan
sanubari sa.nu.ba.ri [n] (1) jantung hati; (2) hati (dl arti batin); hati nurani; perasaan batin: sudah berurat dan berakar dl -- kita
sarikan sa.ri.kan lihat akar
sarirah sa.ri.rah [n] pohon atau perdu yg tingginya 3-10 m, daun dan akarnya dapat dibuat obat, daun yg muda dapat dijadikan lalap; Acronychia laurifolia
sarsaparila sar.sa.pa.ri.la [n] minuman tidak beralkohol yg dibuat dr akar tumbuhan tropis marga Smilax, berwarna cokelat dan rasanya hangat menyegarkan
sasak sa.sak [n] (1) anyaman (bilah bambu) kasar untuk pagar, dinding, dsb; (2) buluh bambu atau kayu yg disusun menjadi satu; rakit [v] ber.sa.sak v memakai tata rambut dng cara disasak: rambut --
sasakan sa.sak.an [n] hasil penataan rambut dng cara menyasak
sat [ark n] takaran beras dsb
satuan sa.tu.an [n] (1) bilangan bulat positif terkecil dr bilangan seluruhnya (bilangan satu): bilangan 235 -nya 5, puluhannya 3, dan ratusannya 2; (2) standar atau dasar ukuran (takaran, sukatan, uang, dsb): meter ialah -- ukuran panjang, sedangkan gram -- berat; (3) sekelompok orang (tentara, alat-alat, dsb) yg merupakan keutuhan: -- pasukan bermotor; (4) perangkat; unit
saut sa.ut lihat akar
sebum se.bum [n] (1) minyak yg berfungsi melindungi elemen rambut dan mengatur keseimbangan kelembapan; (2) lemak yg dihasilkan oleh kelenjar lemak kulit
seburu se.bu.ru [n] pohon yg kayunya keras, baik untuk bahan membuat perahu, sari akar dan daunnya dapat digunakan sbg obat disentri; Ouratea sumatrana
seburus se.bu.rus [n] -- hitam tumbuhan akar kembang hutan; Urophyllum trifurcum
seburut se.bu.rut [n] tumbuhan semak, bunganya berwarna ungu merah, akarnya terkenal sbg obat kuat (tonikum); Thottea grandiflora
sedikitnya se.di.kit.nya [adv] (1) sekurang-kurangnya; setidak-tidaknya; paling sedikit: -- lima keluarga kehilangan tempat tinggal krn peristiwa kebakaran itu; (2) meski sedikit, tetapi ...: walaupun hanya tamatan sekolah dasar, -- engkau telah berpendidikan juga; (3) jumlahnya sedikit: banyak --, banyaknya (jumlahnya, bilangannya)
segantang se.gan.tang [n] seukuran; setakaran
sejambak se.jam.bak [n] (1) seikat; seberkas; segabung (tt rambut, bulu, bawang, bunga, dsb): ~ bunga; (2) sekeluarga; senenek moyang: orang ~
sekait se.ka.it [n] satu ikat (tt rambut); semayang
sekaker se.ka.ker [Lihat {sekakar}]
sekali se.ka.li [n] satu kali: baru ~ saya berkunjung ke rumahnya [adv] satu kali: kopor yg berat itu terbawa dng -- angkat; (2) num semuanya; sekaligus: ketiga karcis itu diberikannya -- kpd petugas; (3) kl n suatu waktu: -- peristiwa adalah seorang raja yg bijaksana; (4) adv seluruhnya; tidak ada berkecuali; sama sekali: semua surat-suratnya dibakarnya --; (5) adv amat; sangat: kamus ini murah --; (6) adv cak yg paling: ia mendapat tempat di belakang --
sekaten se.ka.ten [n] pasar malam (terutama di Yogyakarta dan Surakarta) yg diadakan tiap bulan Maulud (untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad saw.)
sekedeng se.ke.deng [n cak] sibak (cara menyisir atau menggunting rambut); belahan rambut
sekitar se.ki.tar [n] (daerah) sekeliling: ketentuan itu berlaku untuk penduduk Jakarta dan ~ nya; (2) n berkisar pd; mengenai: yg dibahas dl penyuluhan hanya ~ cara-cara penanaman tebu saja; (3) adv lebih kurang; kira-kira (untuk bilangan): harganya ~ Rp500,00 sebuah lihat kitar
sela se.la [kl n] pelana [n] batu [Mk a] juling (tt mata) /sEla/ ? 2sila [n] (1) tempat (ruang) di antara dua benda (barang): terletak di -- gunung; (2) celah: ia melihat dr -- dinding; (3) sesuatu yg tersisip (terletak) di antara benda-benda dsb; selang: nanas boleh juga digunakan sbg tanaman -- di antara tanaman rambutan
sela-menyela se.la-me.nye.la [v] (1) berselang-selang: dl perdebatan terjadi -- perkataan; (2) berselang-seling: pohon rambutan -- dng pohon durian; (3) menyelang-nyeling
selampit se.lam.pit [n] kepangan atau pintalan yg pipih (tt rambut, tali) [n] kain yg dipakai sbg cawat [Mal n] pelipur lara
seleguri se.le.gu.ri [n] tumbuhan perdu, bunganya kuning, akarnya dijadikan obat; Sida rhombifolia
selesai se.le.sai [v] (1) sudah jadi (tt sesuatu yg dibuat); habis dikerjakan: mudah-mudahan pembuatan jembatan itu dapat -- akhir tahun ini; (2) habis; tamat; berakhir: pertunjukan -- pukul 23.00; (3) beres (terbayar, lunas, impas): utangnya sudah --; (4) putus (tt perkara, harga, perundingan, dsb): perkaranya belum --; (5) teratur rapi; tidak kusut (tt rambut); jelas lagi baik (tt perkataan dsb): rambutnya -- diandam; kejadian itu diceritakannya dng --
selisik se.li.sik , me.nye.li.sik v (1) menyingkap-nyingkap (rambut, bulu) untuk mencari kutu; mengutui: -- ayam ; -- kepala; (2) ki mencari (keterangan dsb); mengusut dng teliti; menyelidiki: -- bukti; -- perkara
seloroh se.lo.roh [a] lucu; (2) n lelucon; senda gurau; kelakar
selulosa se.lu.lo.sa [n Bio] polisakarida yg dihasilkan oleh sitoplasma sel tanaman yg membentuk dinding sel
semangat se.ma.ngat [n] (1) roh kehidupan yg menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan): seorang dukun di desanya dapat memanggil --; (2) seluruh kehidupan batin manusia: -- budak dan -- pengemis harus kita berantas sampai ke akar-akarnya; (3) isi dan maksud yg tersirat dl suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dsb): bertentangan dng -- perjanjian; (4) kekuatan (kegembiraan, gairah) batin: -- rakyat semakin berkobar setelah mendengar pidato itu; (5) perasaan hati: terpengaruh oleh -- kedaerahan; (6) nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb: hendaknya diusahakan supaya -- bekerja para pegawai negeri jangan luntur; jatuh -- , hilang keberanian; cabar hati; kecut hati
semayang se.ma.yang [n] (kata penggolong) sekait (tt rambut): -- rambut yg lebat sampai ke bahu
sembung sem.bung [n] tumbuhan yg dapat dibuat bermacam-macam obat (akarnya untuk obat pembangkit selera, melancarkan kencing, dsb, daunnya juga untuk berbagai-bagai obat); Blumea balsamifera [n] alat bunyi-bunyian dr kerang
semen se.men [n] (1) adukan kapur dsb untuk merekatkan batu bata (tt membuat tembok dsb); (2) serbuk (tepung) dr kapur dsb yg dipakai untuk membuat beton, merekatkan batu bata, dsb; (3) zat kapur yg melekat pd akar gigi [n ] pola batik yg bergambar garuda dng dua sayap, ekor, dan bergambar gunung, umumnya berwarna biru tua dng gambar berwarna emas [n] air mani; benih mani: penyakit ternak ini dapat menular kpd manusia lewat sisa-sisa persalinan seekor ternak yg keguguran atau melalui -- sapi jantan
semester se.mes.ter [n] tengah tahun (enam bulan): ia duduk di -- terakhir pd salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta
semilat se.mi.lat [n] tanaman merambat, daun dan akarnya digunakan sbg obat sakit perut; Rourea fulgens
semisal se.mi.sal [n] seumpama; ibarat; seperti; sebagai: -- orang buta kehilangan tongkat; -- orang kebakaran jenggot
sempit sem.pit [a] (1) kurang dr ukuran luas (besar) yg diperlukan: rumah ini terlalu -- untuk ukuran kita; kalau saja aku agak kurus sedikit, baju ini tentu tidak terasa -- lagi; (2) ki picik (tt buah pikiran, pandangan, pengetahuan, dsb): krn kurang bergaul, ia mempunyai pandangan yg -- sekali; (3) penuh sesak (tt kampung dsb): Jakarta dirasakan semakin -- krn penduduknya semakin bertambah; (4) ki serba sedikit atau hampir kurang (tt uang, pendapatan, dsb): rasanya uang sekian itu -- sekali untuk membiayai perayaan ini; (5) ki lekas marah; tidak sabar (tt sifat seseorang): -- hati; -- pikiran; (6) mepet (tt waktu): krn -- nya waktu, ia tidak sempat pamit pd sanak saudaranya; (7) susah (tt hidup): di daerah gersang ini banyak orang yg -- hidupnya
semprit sem.prit [n] (1) peluit kecil, terbuat dr logam atau buluh bambu yg kecil; (2) alat untuk memasukkan obat ke dl tubuh; semprot kecil [n] kue kering (bakaran oven) yg dicetak dr adonan tepung terigu, gula, telur, dsb yg dicetak dng menekannya ke luar dr corong yg ujungnya berkembang-kembang
semut hitam semut berwarna hitam, menyenangi buah-buahan, spt rambutan dan jambu
senda sen.da, senda gurau [n] main-main (canda) dng kata-kata spt olok-olok; kelakar; seloroh
sengar se.ngar [a] rasa mulut spt terbakar (krn pedas)
senggugu seng.gu.gu [n] tumbuhan yg daun dan akarnya untuk obat sakit perut; Clerodendron serratum [n] jenis udang kecil-kecil; geragau
sengkarut seng.ka.rut , ber.seng.ka.rut v (1) berjalin-jalin, lilit-melilit (tt akar, tali, dsb); (2) banyak seluk-beluknya; kait-berkait; (3) ki tidak keruan (tt percakapan dsb); tidak menentu
sentagi sen.ta.gi [ark n] (1) tali: berbayang misai bagai --; (2) setagen lihat akar
senteng sen.teng [a] (1) pendek (baju, kelambu, dsb); kurang panjang: kain --; celananya --; (2) Mk kurang (uang dsb); tidak mencukupi [Bl n] kain (selendang) penutup dada; kain dada; kemban: ia memakai -- berwarna jingga, kain kuning, dan untaian bunga di rambutnya
sepah se.pah [n] ampas sesuatu yg sudah dikunyah dan diisap air atau sarinya [n] -- raja cenderawasih [n] pohon yg kayunya sangat keras, getahnya dapat dibuat lilin; Irvingia malayana [n] nama batu permata (di dalamnya terdapat gambar akar kayu) /sEpah/, ber.se.pah v terserak-serak tidak keruan; berantakan
sepinggang se.ping.gang [adv] sampai ke pinggang: rambut gadis itu ~ panjangnya
sepuh se.puh [n] (1) campuran sendawa, tawas, dsb yg dipakai untuk menuakan warna emas (menjadikan warna emas tua); (2) sadur (emas, perak); (3) cara mengeraskan sabit, pisau, dsb dng membakar lalu mencelupkannya ke dl air; (4) Jk sesuatu yg dipakai untuk mewarnai kue dsb [Jw a] tua: beliau sudah --
sepulih se.pu.lih lihat akar
serapat se.ra.pat lihat akar
serau se.rau [a] kurang kerap (tt tenunan); tidak rapat; jarang; nyenyai lihat akar
serit se.rit [n] sisir rambut yg halus dan kerap giginya untuk mencari kutu
serobeh se.ro.beh [a] tidak rapi (tt berpakaian, menata rambut, dsb)
serongkol se.rong.kol [n] seberkas; segabung: ~ kayu bakar sudah cukup untuk menanak nasi
seruk se.ruk [n] tempat menyimpan beras yg dipakai juga sbg takaran (isinya sekitar 10 gantang)
serumat se.ru.mat lihat akar
serunai se.ru.nai [n] alat musik tiup jenis klarinet yg dibuat dr kayu [n] , -- laut n tumbuhan yg hidup di pantai (laut) yg bunganya berwarna kuning, akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit keputihan; Wedelia biflora
serundang se.run.dang [v] me.nye.run.dang v menyungkur (tanah, akar, dsb) dng moncong (tt babi)
seruntun se.run.tun lihat akar
set [n] bagian permainan yg tertentu waktu atau hitungannya; babak: dia mampu main bulu tangkis selama tiga -- tanpa istirahat [v] , me.nge.set v menata, mengatur (tt rambut, susunan huruf dl mesin cetak, dsb): sudah menjadi kebiasaannya, ia -- rambut setiap pergi ke pesta [n] beberapa benda yg dipakai selalu bersama-sama yg satu menjadi pelengkap yg lain; perangkat; setel: dua -- gamelan Jawa menjadi koleksi terbaru Pemerintah DKI Jaya [n cak] muslihat; tindak; strategi: dia sudah salah -- sehingga dl waktu dekat dapat dikalahkan oleh lawan
setangan kepala kain yg bentuknya spt saputangan besar atau segi-tiga untuk mengikat atau menutup rambut di kepala
setanggi ladan lidi berlapis dupa yg dibakar orang Cina kalau memuja; hio
setengkuk se.teng.kuk [n] sebatas tengkuk: rambutnya dipotong ~; tinggi anak itu ~ ayahnya
setrik set.rik [n cak] pita sutra dsb untuk perhiasan rambut, baju, dsb
setum se.tum [n] uap [n] (1) setekan yg sudah berakar; (2) tunggul
sewajarnya se.wa.jar.nya [adv] (1) semestinya; selayaknya: sudah ~ apabila kpd mereka diberi amnesti; (2) memang demikian halnya; sebenarnya: ia bukan cantik krn berhias dan berias, tetapi cantik ~; (3) dng sendirinya; atas kemauan sendiri: prakarsa yg timbul adalah ~
siak si.ak [n] (1) orang (santri) penjaga atau perawat masjid; (2) orang yg biasanya tinggal di masjid dan mendapat rezeki dr sedekah orang [n] burung elang malam, berbunyi "rak, rak"; burung siak [n] (1) tumbuhan yg akarnya dapat dibuat sbg obat cacing dsb; rumput siak-siak; Dianelle ensifolia; (2) akar siak
siar si.ar [v] me.nyi.ar.kan v (1) meratakan ke mana-mana: darah -- sari makanan ke seluruh tubuh; (2) memberitahukan kpd umum (melalui radio, surat kabar, dsb); mengumumkan (berita dsb): ia hendak -- pertunangannya; (3) menyebarkan atau mempropagandakan (pendapat, paham, agama, dsb): siapa yg mula-mula -- ajaran agama Islam di Indonesia?; (4) menerbitkan dan menjual (buku, gambar, foto, dsb): satu-satunya penerbit yg -- foto-foto perang; (5) memancarkan (cahaya, terang, dsb): matahari mulai -- cahayanya; (6) mengirimkan (lagu-lagu, musik, pidato, dsb) melalui radio: sebulan sekali RRI Yogyakarta -- wayang kulit semalam suntuk [v] ber.si.ar v berjalan-jalan: aku membawanya -- ke taman bunga [Mk n] -- bakar perkara pembakaran (rumah dsb) [n] penyambung atau perekat antara batu bata yg satu dng batu bata yg lain lihat daun
siasat bumi hangus siasat berupa tindakan membinasakan (membakar, menghancurkan, dsb) segala yg penting bagi musuh
sibak si.bak [v] cerai; pisah (ke kanan dan ke kiri); belah (tt sisiran rambut dsb)
sibusuk si.bu.suk [n] (1) pohon yg kayunya biasa untuk bahan rumah dsb, akarnya untuk obat pencuci pakaian; Cassia nodosa; (2) kayu sibusuk
sikat si.kat [n] pembersih yg dibuat dr bulu (ijuk, serabut, dsb) diberi berdasar dan berpegangan (bermacam-macam rupanya): -- gigi; -- sepatu; (2) n sisir rambut; (3) n rangkaian (pisang) yg tumbuh dl satu sisir (bagian dr tandan): membeli se -- pisang di warung; (4) n penggaruk untuk menggemburkan tanah sesudah dibajak atau dicangkul; garu: koperasi tani menjual alat-alat pertanian, spt -- , bajak, dan pacul; (5) v ki rampas; (6) v ki makan sampai habis-habisan lihat pohon
silalatu si.la.la.tu [Sd n] benda-benda ringan berasal dr benda yg terbakar dan beterbangan bila tertiup angin
silium si.li.um [n Zool] (1) penjuluran halus dr sitoplasma sel, spt bentuk rambut yg bergetar menurut irama; (2) bulu mata; (3) bulu getar
simbar sim.bar [n] tumbuhan berakar rimpang yg hidup melekat pd kayu tertentu, batu, dsb; Drynaria sparsisora; -- badak jenis pohon kecil, Tabernaemontana macrocarpa [n] bulu yg tumbuh di dada laki-laki
simpan sim.pan [v] me.nyim.pan v (1) menaruh di tempat yg aman supaya jangan rusak, hilang, dsb: -- surat di lemari; (2) menabung (uang): kami -- uang di bank; (3) memegang (rahasia) teguh-teguh; menyembunyikan: -- rahasia baik-baik; -- perasaan dl hati; (4) mempunyai (ilmu, kesaktian, dsb): rupanya ia juga -- kesaktian; (5) mengandung; ada sesuatu di dalamnya: gelang akar bahar itu -- berbagai-bagai khasiat [kl a] (1) singkat; pendek (tt cerita, pembicaraan, dsb); ringkas: risalah yg --; mengambil -- , meringkaskan; (2) terkemas (tt barang dagangan dsb); beres
sinom si.nom [Jw n] rambut pendek dan halus (anak rambut) yg tumbuh di antara wajah dan rambut kepala [n] tembang (Jawa) macapat, biasanya romantis (berisi percintaan), tiap bait terdiri atas sembilan baris [n] pucuk daun asam; daun asam yg masih muda
sintuk sin.tuk [n] pohon Cinnmomum, kulitnya dipakai sbg obat-obatan dan pencuci (pembersih) rambut [v] ber.sin.tuk v bergosok (badan): mandi -
siratalmustakim si.ra.tal.mus.ta.kim [n Isl] (1) jalan yg lurus; jalan yg benar; (2) titian di neraka sebesar rambut dibelah tujuh dan tajam sekali
sirep si.rep [n] (1) mantra untuk membuat orang tertidur; pukau: begitu terkena, -- semuanya tertidur nyenyak sehingga pencuri itu masuk dng bebas; (2) sunyi senyap; (3) padam (tt api, kebakaran dsb); tidak panas lagi (tt demam); berhenti (tt tembak-menembak); reda
sirkam sir.kam [n] sisir rambut terus dibiarkan terletak pd rambut wanita sbg hiasan
sirus si.rus [n] (1) Zool struktur spt benang tipis atau filamen; (2) Zool silium yg telah bersatu pd protozoa tertentu; (3) Zool rambut pd antena atau kaki serangga tertentu; (4) Zool penjuluran pd parapodium yg terdapat pd cacing poliket; (5) Zool penjuluran pd tudung ikan lanset atau di sekitar muka ikan; (6) Bot penjuluran spt lingkaran daun pd batang lili laut; (7) Zool alat kopulator pd cacing pipih; (8) Met awan terpisah-pisah yg mempunyai bentuk serabut halus berwarna putih perca-perca atau jalur-jalur sempit dng warna putih
sisir si.sir [n] (1) alat untuk merapikan atau mengatur rambut, terbuat dr tanduk, plastik, atau logam, bergerigi tipis dan rapat; (2) penggaruk tanah dsb; garu; (3) gugus pisang (bagian dr tandan); (4) suri pd alat tenun; (5) Lay tempat dadung atau tros kapal lewat sewaktu ditarik atau diukur, dimaksudkan untuk mengurangi gesekan yg terjadi; gelendong pd pagar kapal, cok, rol [v] me.nyi.sir v (1) menyusur (pantai dsb); berjalan dsb sepanjang tepi: mereka berjalan -- semenanjung; (2) menyerempet: peluru hanya -- lengannya [Mk v] ke.si.sir.an v tertusuk duri; kesisipan: terbuang -- merasa lega
sisir sasak sisir yg geriginya tipis dan rapat, tidak sama panjang, bergagang panjang kecil, dipergunakan untuk menyasak rambut
slip [n] tergelincir; selip [n] carik kertas (biasanya berukuran seperempat folio) [n Ark] bahan tanah liat halus yg digunakan untuk melapisi permukaan gerabah yg belum dibakar
soal so.al [n] (1) apa yg menuntut jawaban dsb (pertanyaan dl hitungan dsb): sekalian -- tt keuangan supaya dikumpulkan, nanti akan dijawab satu per satu; ia tidak dapat mengerjakan -- nomor lima; (2) hal yg harus dipecahkan; masalah: -- banjir di Jakarta semakin mengkhawatirkan; (3) hal; perkara; urusan: pembicaraan kami melantur ke -- yg dikhawatirkannya
soban so.ban [n] kayu bakar
solar so.lar [n] bahan bakar minyak untuk mesin diesel, lebih kental dp minyak tanah [a] berkenaan dng matahari
spaning spa.ning [n] (1) tekanan; tegangan; desakan: bola lampu listrik di rumahku sering terbakar krn -- yg tidak tetap; (2) a ki tegang (tt pikiran, suasana)
spiritus spi.ri.tus [n] zat cair yg mengandung alkohol, mudah menguap dan terbakar: lampu itu dinyalakan dng menggunakan --
sponsor spon.sor [n] (1) orang atau perusahaan yg mengusahakan (memelopori, memprakarsai, mengusulkan, menyelenggarakan) suatu kegiatan (siaran, pertunjukan, dsb): perusahaan itu bertindak sbg -- dl kejuaraan bulu tangkis dunia; (2) penanggung jawab (wali); (3) pendukung; pendorong: anak dan istrinya menjadi -- utamanya dl melanjutkan studi
sponsor-sponsoran spon.sor-spon.sor.an [n cak] yg mengusahakan (mengusulkan, memprakarsai, dsb) sesuatu dng maksud supaya mendapat imbalan: kita harus betul-betul jujur, jangan ada --
spt rabuk dng api [pb] (1) mudah terbakar; (2) ki mudah terjadi hal yg kurang baik kalau didekatkan (spt gadis berdekatan dng bujang)
stolon sto.lon [n Bot] batang beruas-ruas panjang yg tumbuh horizontal di atas tanah, berakar dan bertaruk pd buku-bukunya yg menyentuh tanah; geragih
suak su.ak [n] teluk kecil (di sungai atau laut) [adv] urung; batal: minta -- , Mk minta dibatalkan (dibebaskan) dr pembayaran kekalahan atau minta kembali sedikit dr uang kekalahannya [v] me.nyu.ak v menyibakkan (rambut, air, dsb) lihat bulu
substansi sub.stan.si [n] (1) watak yg sebenarnya dr sesuatu; isi; pokok; inti; (2) unsur; zat: pembakaran terjadi sbg hasil persenyawaan sebuah -- dng oksigen; dl konferensi akan dihimpun -- masalah yg akan kita bicarakan dl pertemuan tingkat tinggi mendatang; (3) kekayaan; harta: pikiran itu merupakan -- yg tidak kelihatan; (4) Ling medium yg dipakai untuk mengungkapkan bahasa
sufiks inflektif sufiks yg ditambahkan pd akar atau dasar untuk membatasi makna gramatikal
sugar su.gar [v] me.nyu.gar v menyisir rambut dng jari tangan
sugun su.gun [n] , -- hantu kusut sekali (tt rambut): rambutnya (di) -- hantu
sukat su.kat [n] (1) takaran yg isinya empat gantang: beras lima --; (2) ukuran (panjang, luas, isi); sukatan [kl p] asalkan; kalau: adapun negeri Malaka itu -- binasa maka barulah puas hatiku
sukrosa suk.ro.sa [n Kim] hablur putih, C12H22O11, yg larut dl air, diperoleh dr tebu atau bit gula, digunakan sbg pemanis dl minuman dan makanan; sakarosa; gula
sulah su.lah [a] sedikit berambut (berbulu); botak; gundul: ayam --; gunung --
sulung su.lung [n] yg terdahulu atau yg mula-mula sekali; (anak) yg tertua: anak -- lihat akar
sunan su.nan [n] (1) sebutan raja untuk keraton Surakarta (di Jawa); (2) penyebutan nama untuk para wali: -- Kalijaga
sundukan sun.duk.an [n] (1) hasil menyunduk atau menyunduki: -- kembang api mulai dibakar dan suasana pun bertambah meriah
sungkur sung.kur [v] me.nyung.kur v (1) menundukkan kepala rendah-rendah (hampir sampai ke tanah): kerbau itu -- hendak menanduk; (2) menggali-gali tanah (akar dsb) dng moncong (tt babi hutan dsb): kawanan babi itu -- ubi dan bangkuang di ladang itu [Mn n] sekop
sungut su.ngut [n] (1) rambut panjang yg berfungsi sbg indra atau perasa (di kepala atau hidung beberapa binatang, spt jangkrik, ikan lele): -- jangkrik; (2) misai; kumis: -- kucing [n] comel; gerutu: ia menangis dng tidak ketinggalan pula -- leternya
sunting sun.ting [n] hiasan (bunga dsb) yg dicocokkan di rambut atau di belakang telinga [v] me.nyun.ting v (1) menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dng memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat); mengedit: pekerjaan -- naskah yg betul-betul menjadi naskah yg siap untuk dicetak memerlukan keterampilan khusus; (2) merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); (3) menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dng cara memotong-motong dan memasang kembali
sunting malai hiasan rambut yg dipasang di belakang telinga
sunu su.nu [Mk v] me.nyu.nu v memasang (api); membakar; menyulut; menunu
superblok su.per.blok [Ing n] (1) deretan beberapa gedung bertingkat dl suatu kawasan atau area: sebuah -- termodern di Jakarta akan dibangun di atas tanah seluas 17 ha; (2) blok hunian atau blok komersial yg sangat besar yg tertutup untuk lalu lintas, tersedia jalan untuk pejalan kaki, jalan masuk, dan jalur hijau
supraalami sup.ra.a.lami [n] keajaiban alam: menurut pakar fisika, peristiwa -- tabrakan meteor itu jarang terjadi
surai su.rai [n] (1) hor rambut (kepala); (2) bulu pd tengkuk kuda atau singa [v] ber.su.rai v bercerai-berai; usai; bubar
surut su.rut [a] (1) mundur; kembali (ke); balik (ke): berlaku -- dr bulan April; langkah sudah terlangkahkan tidak dapat -- lagi; (2) (makin) berkurang; reda (tt nafsu dsb); susut: hingga jauh malam api kebakaran itu belum -- juga; (3) berkurang (tt permukaan air sesudah pasang naik); turun; susut: apabila air -- , batu karang itu kelihatan
swa- [bentuk terikat] sendiri: swadaya; swakarya; swakelola
swapraja swa.pra.ja [ark n] daerah yg berpemerintahan sendiri: Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah --
syagar sya.gar [Lihat {sakar}]
tabun ta.bun [v] me.na.bun v (1) membubung berkepul-kepul (tt asap): berdentum bedil berbunyi, asap naik ~; (2) membakar timbunan sampah dsb; memasang api unggun
tabunan ta.bun.an [n] timbunan sampah dsb yg dibakar; api unggun
tahalul ta.ha.lul [Ar] (1) v mencukur atau menggunting rambut kepala; (2) Isl a dl keadaan menjadi boleh; diperbolehkan seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan yg tadinya terlarang selama mengerjakan ibadah haji atau umrah (ditandai dng bercukur atau memotong beberapa helai rambut); (3) Isl n penghalalan
tahan api tidak dapat terbakar
tahi ayam kotoran ayam; (2) tumbuhan yg ditanam untuk pagar, berguna sbg tanaman yg memperbaiki struktur tanah dan menghasilkan kayu bakar, bunganya berwarna merah dan kuning semarak; Lantana camara
tahi candu sisa atau bekas bakaran madat pd pipa pengisap
tajuk ta.juk [n] (1) mahkota; petam; jamang (perhiasan kepala); (2) perhiasan kepala, spt jumbai dr bunga buatan yg dicocokkan di rambut (kundai, tudung kepala) hingga tampak menganjur ke atas; (3) cabang dan dedaunan sebuah pohon; bagian pohon di batang; (4) Lay kili-kili (sepotong kayu) yg dipasang mencuar atau menganjur di tepi perahu; (5) judul, kepala surat (makalah, surat kabar, dsb); (6) Bio seluruh sistem dedaunan pd pohon, kecuali batang [Mk n] tingkat; jenjang [Sd n] surau; langgar
tak [adv] tidak: -- kenal maka -- sayang [n] tiruan bunyi tempurung diadu [n] jenis mesin (motor bakar) dilihat dari jumlah perputaran untuk setiap perubahan: dua -- , dua putaran untuk sekali pembakaran
taklikat tak.li.kat [Ar n] catatan tepi; takarir
tali api tali dr sabut dsb yg dipakai sbg api-api; tali kain yg dibakar apabila memasang rokok orang besar pd zaman dahulu
tambak bukit tam.bak bu.kit [n] (1) tumbuhan rumput yg akarnya untuk obat batuk atau obat menceret; sembung hutan; Vernonia cinerea; (2) akar tambak bukit
tambus tam.bus [Jk v] me.nam.bus v membakar (ubi dsb) dl bara; membakar dng membenamkannya ke dl abu hangat; membembam [Lihat {timbus}]
tanda selar cap bakar pd kulit (kuda, sapi, dsb)
tangan jahat orang yg berbuat jahat spt menganiaya, membunuh, membakar rumah
tanur ta.nur [n] (1) tempat pembakaran (kapur, dsb); perapian; kompor; (2) keran
tanur tinggi perapian yg bentuknya tinggi (untuk membakar batu kapur, bijih besi, dsb)
tapak liman ta.pak li.man [n] (1) tumbuhan yg disebut juga tutup bumi, berdaun hijau tua berlekuk-lekuk, tepinya bergerigi, daun dan akarnya dapat digunakan sbg obat; Elephantopus scaber; (2) daun tapak liman; (3) akar tapak liman
taraksasin ta.rak.sa.sin [n] zat pahit dr akar dan rimpang rumput berbunga kuning, digunakan sbg tonikum dan obat pencahar; Tara- xacum officinale
tarum ta.rum [n] tumbuhan yg daunnya dibuat nila, ada bermacam-macam; -- akar, Marsedenia tinctoria; -- daun alus, Indigofera arricta; -- kembang, Indigofera suffruticosa; (2) daun tarum; (3) biru tua (warna nila)
tarum areui nama tanaman yg lendir daunnya dipakai untuk penyubur rambut
taucang tau.cang [n] rambut panjang yg dikepang (pd orang Cina laki-laki)
tawan ta.wan [v] me.na.wan v(1) menangkap (menahan) musuh dsb; (2) merampas (merebut, menjarah) harta musuh dsb: perampok itu ~ harta korbannya; (3) menarik hati; memikat: wajahnya yg cantik itu ~ [v] tersedu-sedu [n] akar -- hutan, tumbuhan memanjat, Fissistigma mafiformo
tebeng te.beng [n] pendinding (dr kajang, layar, tikar, dsb) untuk menolak panas matahari: -- jendela; -- pintu [Jk v] me.ne.beng v menumpang (makan, merokok, membaca surat kabar, dsb) tanpa membayar: ia membawa mobil dan kami ikut ~ keliling kota [v] ber.te.beng v bergunting rambut: sebulan sekali dia ~ di salon dekat rumahnya
tegang te.gang [a] (1) kencang (regang, spt tali yg ditarik atau direntangkan); tidak lembap, regang (tt gendang dsb); rata tidak kendur (tt kulit tubuh): tarik tali ini supaya --; kalau angin kencang layar perahu --; (2) kaku (tt rambut, urat, dsb): rambutnya -- kepirangan; (3)keras dan liat (tt daging): rasanya otot perutku mulai mengeras dan --; (4) terasa mencekam (tt perasaan, jiwa): dl saat yg kritis itu, semua menunggu dng perasaan --; (5) ki bertentangan keras (tt perhubungan diplomatik, pertalian, dsb): hubungan politik kedua negara itu semakin --; (6) sangat berbahaya (tt perselisihan dsb); (7) Ling ciri pembeda yg ditandai dng penegangan otot dl artikulasi, msl [e] adalah tegang, [a] adalah kendur
tegari te.ga.ri [n] tumbuhan yg akarnya harum dan dibuat campuran setanggi; Dianella bancana
tegerbang-gerbang te.ger.bang-ger.bang [v] terurai-urai dan kusut masai (tt rambut dsb)
teh pahit minuman yg dibuat dr akar-akaran direbus untuk obat kuat; (2) teh tanpa gula
teja te.ja [n] (1) cahaya (awan) yg merah kekuning-kuningan kelihatan di kaki langit sebelah barat (ketika matahari terbenam); (2) pelangi [n] -- badak tumbuhan yg akar dan daunnya dibuat obat, Cinnamomum iners
tembakau hutan tumbuhan yg daun dan akarnya dibuat obat; Solanum verbascifolium
tembang gede [Jw] tembang yg didasarkan pd jumlah baris, suku kata dan vokal pd akhir baris dr tembang-tembang yg berasal dr zaman permulaan Kerajaan Surakarta
tembikar tem.bi.kar [n] (1) barang dr tanah liat yg dibakar dan berlapis gilap; porselen; (2) pecahan (pinggan, periuk, dsb); beling; tembereng
temu gelang bertemu kedua ujungnya sehingga berbentuk spt gelang (msl atap stadion Senayan di Jakarta)
temu karya lokakarya
teplok tep.lok [n] lampu tempel yg bersumbu dan menggunakan bahan bakar minyak
tepurang te.pu.rang [n] tumbuhan merambat sejenis peria buahnya berbiji-biji, pahit, dan akarnya berbuih spt sabun; Momordica cochinchinensis
tera te.ra [n] (1) tanda berupa gambar (huruf, lambang, dsb) yg dicapkan pd lak, timah, surat penting, atau sarung surat (amplop), bingkisan pos, segel, dsb; (2) rekaman cap (stempel): bubuhkanlah -- di surat ini; (3) cap pengujian yg dibubuhkan oleh Jawatan Tera pd timbangan, takaran, dan ukuran yg dipakai dl perdagangan; tanda uji pd alat timbangan dsb yg sudah diperiksa kebenarannya oleh Jawatan Tera: pergunakanlah timbangan yg sudah ada tanda -- nya; pegawai pos itu sedang menyetel tanggal yg ada pd alat -- itu
tera ulang pengujian kembali thd timbangan, takaran, dan ukuran yg dipakai dl perdagangan
terajam te.ra.jam [v] menanggung siksaan badan; tersiksa; sudah dirajam; sudah menanggung hukuman badan [n] pohon yg akarnya digunakan sbg ramuan obat; akar terajam
terak te.rak [n] (1) ampas leburan logam (timah dsb) yg dilebur dl tanur tinggi, rupanya sbg batu kaca; (2) sisa kokas atau arang batu yg tidak terbakar; (3) sisa bara api; kerak [ark n] sarang tempat ayam betina bertelur dan mengeram; petarangan: tikus itu makan telur yg ada di --
terakota te.ra.ko.ta [n] (1)tembikar yg tidak dilapisi glasir, dibuat dr tanah liat yg dibakar sehingga warnanya merah kecokelat-cokelatan (digunakan sbg benda hias atau pelapis lantai): artefak batu dan -- terdapat dl peti kubur itu; (2) merah kecokelat-cokelatan; merah (batu) bata: kemejanya yg berwarna -- itu sangat mengesankan
terefleksikan te.re.flek.si.kan [v] dapat direfleksikan: suasana perkampungan di Yogyakarta pd masa kolonial ~ dl arsitektur tradisional di paviliun itu
tergaruk ter.ga.ruk [v] (1) terkukur; tidak sengaja kena kukur; (2) tercakar; (3) tertangkap (oleh petugas negara); (4) terkeruk (terambil) sebanyak-banyaknya (harta)
tergelung-gelung ter.ge.lung-ge.lung [v] tergulung-gulung; terlingkar-lingkar: rambutnya ~ dl sanggul yg rapi
tergerai ter.ge.rai [v] terurai (tt rambut): rambutnya panjang ~ sampai ke tumitnya
tergerai-gerai ter.ge.rai-ge.rai [v] tergerai: rambutnya yg panjang ~ ditiup angin
terkendali ter.ken.da.li [v] telah (dapat) dikendalikan: kerusuhan di Jakarta akhirnya ~ dl tempo kurang dr 24 jam
teroris te.ro.ris [n] orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan -- telah mengganas dng membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen
terorisme te.ror.is.me [n] penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dl usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror; -- seks penggunaan kekerasan seksual untuk menimbulkan ketakutan dl usaha untuk mencapai tujuan (terutama tujuan politik): -- seks thd perempuan terjadi pd pertengahan bulan Mei di Jakarta
terpancang ter.pan.cang [v] (1) sudah dipancang (tt tonggak, tiang pancang): beberapa tiang bendera ~ di depan gedung Sekretariat ASEAN; (2) sudah dipasangi pancang; sudah dipagar (dibatasi dsb) dng pancang: lahan untuk kompleks Perumnas itu sudah ~; (3) terpampang: di ruang tamu ~ lukisan almarhum Jenderal Sudirman; (4) berdiri tegak; terpaku; tertegun: orang asing itu ~ ketika melihat Candi Borobudur; (5) ki berurat berakar teguh-teguh: ajaran agama ~ dl kalbu umat Islam
terpaut ter.pa.ut [v] (1) tersangkut dan terikat: bagian ujung tambang itu ~ pd tonggak di tepi dermaga; (2) tertambat (tt cinta kasih); terpikat: hatinya ~ pd kelembutan hati gadis itu; (3) terpaku: pandangannya ~ pd gadis semampai berambut panjang itu
terpetik ter.pe.tik [v] sudah atau dapat dipetik (tt buah, bunga, dsb); (2) ternukil; terkutip: sebagian dr novel ini telah ~; (3) tidak sengaja dipetik: picu senapan itu ~ oleh anak itu; (4) terdengar: ~ berita bahwa harga minyak bakar akan naik lagi
tersangsang ter.sang.sang [v] tersangkut: kemarin pagi ditemukan mayat -- pd akar-akar pohon di tepi Sungai Ciliwung
tersaur ter.sa.ur [v] terbelit; tersangkut: tiba-tiba kaki pencuri -- pd akar
tersiar ter.si.ar [v] telah diumumkan; telah dikabarkan ke mana-mana; telah diterbitkan dan diseratakan (tt buku dsb); telah tersebar ke mana-mana: banyak cerita -- tt dia [v] terbakar
tertambus ter.tam.bus [v] terbakar: mati ~
tertunu ter.tu.nu [v] terbakar
terurai ter.u.rai [v] (1) (sudah) diuraikan; (sudah) lepas terbuka (tidak terikat dsb): menggulung benang yg ~; rambutnya spt mayang ~; (2) (sudah) dijelaskan terang-terang: semuanya sudah ~ dl buku yg cukup tebal itu
testikel tes.ti.kel [n] buah pelir; buah zakar
testis tes.tis [n] alat kelamin laki-laki yg menghasilkan mani; buah zakar
tetes te.tes [n] benda cair (air dsb) yg jatuh menitik krn berat; titik: beberapa -- air matanya menitik dr kedua kelopak matanya; takaran obat itu sekali minum lima -- [n] cairan sisa penghabluran gula; ceng: -- dapat dibuat alkohol
tetra tet.ra [n] karbon tetraklorida, cairan berbau busuk, tidak berwarna, tidak larut dl air, tidak mudah terbakar, dan tidak meledak, digunakan sbg bahan pelarut, ekstraksi, dan pengencer
tiga satu penumpang mobil pribadi dsb paling sedikit berjumlah tiga orang dl satu mobil apabila melalui jalan tertentu pd jam-jam tertentu di Jakarta (kecuali taksi dan kendaraan umum)
tihul ti.hul [Sd n] sisa kayu yg sudah terbakar sebagian
timbun tim.bun [n] tumpukan sesuatu; longgok (yg besar dan tinggi): dua -- kayu bakar; lima -- pasir; ditumpuknya padi itu menjadi tiga --
titik nyala [Kim] derajat suhu terendah tempat suatu minyak menguap cukup banyak dan cukup reaktif untuk dapat terbakar seketika
tobong gamping tempat pembakaran (kapur dsb)
toilet toi.let [n] peranti untuk berhias, spt bedak, cermin, dan sikat rambut [n] (1) tempat cuci tangan dan muka; (2) kamar kecil (kakus)
tokong to.kong [a] (1) tidak berekor (tt ayam dsb); (2) Sas terpotong rambutnya (tt perempuan sbg hukuman); (3) cak berambut pendek (tt perempuan) [n] pulau kecil yg terjadi dr karang (tidak ada pohonnya) [n] kelenteng; toapekong [n] jendul; tonjol
toluena to.lu.e.na [n Kim] cat air membias, tanpa warna dng bau khas yg terbakar dng nyala berasap
tonik to.nik [n] (1) cairan preparat untuk kulit kepala serta rambut kepala untuk menguatkan dan menyuburkan rambut; (2) cairan preparat untuk penyegar badan [a Ling] (dl analisis intonasi) merujuk ke suku kata yg mendapat tekanan paling keras dl suatu kelompok tona
torak to.rak [n] (1) alat tenun berupa tabung kecil yg dalamnya berisi kumparan benang pakan: batang -- , tangkai torak; (2) El bagian dr mesin atau motor yg bergerak mondar-mandir dl suatu silinder krn tenaga uap atau krn pembakaran bahan bakar
transplantasi trans.plan.ta.si [n] (1) Tan pemindahan tanaman: -- rambutan muda; (2) Dok pemindahan jaringan tubuh dr suatu tempat ke tempat lain (spt menutup luka yg tidak berkulit dng jaringan kulit dr bagian tubuh yg lain); pencangkokan: menilik pesatnya perkembangan teknologi, rasanya -- janin cuma soal waktu
trayek tra.yek [n] jalan yg dilalui; jarak perjalanan yg ditempuh: -- Jakarta-Bandung
trienial tri.e.ni.al [n] tiap-tiap tiga tahun sekali; tiap-tiap tiga tahunan: pameran ini merupakan gebrakan pertama sbg kegiatan berkala, yg diharapkan dapat melembaga sbg -- Jakarta
tinggi ting.gi [a] (1) jauh jaraknya dr posisi sebelah bawah: gunung itu --; burung itu terbang --; pohon itu seratus meter -- nya; (2) panjang (tt badan): dia lebih -- dp saya; -- nya, 1,35 m; (3) sudah agak jauh ke atas (tt matahari); sudah hampir tengah hari: matahari telah --; bangunlah, hari sudah --; (4) luhur; mulia: cita-cita yg --; -- budinya; (5) yg sebelah atas (tt tingkatan, pangkat, derajat, mutu, dsb): kelas --; pegawai --; perwira --; perguruan --; sekolah --; (6) sudah lanjut (tt umur); banyak atau mahal (tt harga, nilai, dsb): mencapai usia yg --; ongkos penghidupan di Jakarta sangat --; harga bahan makanan semakin --; (7) sudah maju (tt kecerdasan, peradaban, dsb); sudah jauh pd tingkatan atas (tt pengetahuan, pelajaran, dsb): peradaban yg --; -- kajinya; (8) sombong (tt perkataan, tabiat, dsb): selalu -- cakapnya
tuba tu.ba [n] (1) pohon yg akarnya beracun, dapat memabukkan (meracun) ikan dsb; Derris elliptica; (2) akar pohon tuba; (3) racun ikan (dibuat dr akar tuba), [n] saluran; tabung; tube: -- uterina, saluran uterus
tubuh tu.buh [n] (1) keseluruhan jasad manusia atau binatang yg kelihatan dr bagian ujung kaki sampai ujung rambut: -- nya tegap dan sehat; seluruh -- nya berasa sakit; nama batang -- , nama sebenarnya (bukan nama gelar dan bukan nama timangan); (2) bagian badan yg terutama (tidak dng anggota dan kepala): yg dibasahi hanya -- nya; (3) diri (sendiri): tuan -- , tuan sendiri (bukan wakil dsb); (4) bagian yg terpenting: -- perahu; -- pesawat terbang; (5) pertubuhan; badan (dl organisme)
tudung tu.dung [n] sesuatu yg dipakai untuk menutup atau melingkupi bagian atas (kepala, lubang, dsb); penutup: tali -- , cambang; bulu (rambut) di pipi
tugal tu.gal [n] tongkat kayu dsb yg runcing untuk membuat lubang di tanah yg akan ditanami benih; (2) v membuat lubang benih di tengah dng tongkat yg runcing: hutan kayu atau belukar ditebas, lalu dibakar menjelang masa -- awal musim penghujan
tugi tu.gi [n Tan ] bulu atau rambut yg terdapat pd ujung biji tanaman padi-padian
tuju tu.ju [v] , me.nu.ju v (1) pergi ke arah; mengarah (ke); pergi (ke) jurusan: keesokan harinya mereka ~ ke Bandung; kereta bergerak ~ Jakarta; (2) mengarah; mengabah: ditarik garis ~ titik A; (3) melemparkan, melontarkan, dsb arah ke: gelang-gelang rotan itu dipakai untuk ~ barang-barang yg di meja itu; (4) menjadikan maksud (sasaran, arah); memaksudkan; (5) mendatangi: bus itu ~ pelabuhan [n] sesuatu yg dilepaskan dng sihir (jampi, mantra, dsb) untuk membuat orang sakit atau mati: menurut dukun, orang itu terkena -- , bukan terserang penyakit biasa
tulang gigi tulang pembentuk gigi pd mahkota yg dilindungi oleh email dan pd akar gigi dilindungi oleh semen; dentin
tumbang tum.bang [v] (1) rebah (tt kayu besar yg terangkat akarnya dsb): pohon satu-satunya tempat bernaung -- krn hujan yg disertai angin kencang itu; (2) ki jatuh; runtuh (tt negara, kekuasaan, dsb): kekuasaan imperialis di Timur Tengah telah -- [Mk n] keladi (pisang, ubi) yg direbus, ditumbuk halus dan dicampur dng gula dan parutan kelapa
tumbuh tum.buh [v] (1) timbul (hidup) dan bertambah besar atau sempurna (tt benih tanaman; bagian tubuh spt rambut, gigi, tt penyakit kulit spt bisul, jerawat): -- bisul di dekat ketiak; bibit itu pun -- menjadi besar dan sehat; giginya belum --; (2) sedang berkembang (menjadi besar, sempurna, dsb): badan dan jiwa anak sedang -- jangan sampai terganggu; (3) timbul; terbit; terjadi (sesuatu): -- bintik-bintik merah di kulitnya; -- perasaan tidak senang di antara para hadirin; antara kedua bersaudara itu -- perselisihan
tumbuh-tumbuhan tum.buh-tum.buh.an [n] segala yg hidup dan berbatang, berdaun, berakar, dsb (spt rumput, bambu)
tumbuhan tebing tum.buh.an tebing tumbuhan yg berakar dl tanah tebing
tumplak tum.plak [v] (1) tertumpah semuanya; tercurah semuanya: nasi sebakul -- di meja; (2) ki datang banyak-banyak; bergerombol (berkerumun) sampai melebihi daya tampung tempat yg tersedia: ribuan pelajar seluruh wilayah Jakarta Raya -- di Stadion Utama Senayan
tunggak tung.gak [n] (1) sisa batang kayu dan akar yg masih tertinggal di dl tanah sesudah ditebang; tunggul; tonggak; (2) sepotong kayu, bambu, dsb yg dipacakkan ke tanah sbg tanda batas, tempat mengikatkan sapi, dsb; tonggak
tunu tu.nu , me.nu.nu v menyalakan; mengobarkan; membakar
tunu hati tu.nu hati membakar hati (menyakitkan hati)
turiang tu.ri.ang [n Tan] (1) anak tanaman padi yg tumbuh secara liar (biasanya setelah dipanen): kalau tanaman padi yg terkena wereng dibiarkan, akan tumbuh -- dan menjadi sumber penularan; (2) sistem penanaman yg tanaman generasi keduanya berasal (tumbuh) dr perakaran tanaman generasi sebelumnya
tutup bumi tumbuhan obat-obatan, akarnya untuk obat malaria, daunnya dapat untuk menurunkan panas dng menumbuknya lalu melekatkan kening dan perut
ubah [v] , ber.u.bah v (1) menjadi lain (berbeda) dr semula: wajahnya agak ~ ketika dirasanya sambutanku tidak begitu hangat; dunia rupanya sudah ~ , wanita sekarang berambut pendek; (2) bertukar (beralih, berganti) menjadi sesuatu yg lain: ia bersemadi, lalu badannya ~ menjadi raksasa; paham politik partai itu ~; (3) berganti (tt arah): ~ arahnya
uban [n] rambut yg sudah putih atau mulai memutih: sehelai dua helai -- sudah menyelusuri warna hitam rambutnya
udani uda.ni [n] (1) tumbuhan merambat, daunnya dibuat obat cacing; akar puntianak; Quisqualis indica; (2) daun udani
udara uda.ra [n] (1) campuran berbagai gas yg tidak berwarna dan tidak berbau (spt oksigen dan nitrogen) yg memenuhi ruang di atas bumi spt yg kita hirup apabila kita bernapas; hawa: berjalan-jalan menghirup -- segar; (2) ruang di atas bumi yg berisi hawa; angkasa: asap hitam mengepul ke --; (3) keadaan hawa (cuaca, hari): -- dl bulan ini sangat panas; (4) segala sesuatu yg berhubungan dng penerbangan: hubungan -- antara Jakarta dan kota-kota besar di seluruh Indonesia sudah lancar; pelabuhan --; pos --; (5) suasana: -- desa itu sedang tegang menjelang pemilihan lurah
udik [n] sungai yg sebelah atas (arah dekat sumber); (daerah) di hulu sungai: perahu yg ke -- harus didayung; (2) n desa; dusun; kampung (lawan kota): setiap Lebaran banyak orang Jakarta pulang ke --; (3) a ki kurang tahu sopan santun; canggung (kaku) tingkah lakunya; bodoh: masih -- benar orang ini
uji tera pengujian thd alat-alat timbangan, takaran, dan ukuran yg dipakai dl perdagangan
ujung [n] bagian penghabisan dr suatu benda (yg panjang): serangga itu merusakkan -- akar anggrek; berbelok di -- jalan; (2) bagian barang yg diruncingkan (lancip, tajam, dsb); puncak: -- hidung; -- jari; -- tombak; (3) bagian darat yg menjorok (jauh) ke laut; (4) (bagian) akhir (pembicaraan, percakapan, tahun, dsb): -- pembicaraan baginda masih thd hal itu jua; gajinya tidak cukup sampai ke -- bulan; (5) ki maksud dan tujuan (perkataan dsb): saya maklum akan -- perkataannya itu [n] , -- atap tanaman semak; Baeckea frutescens
ukup [n] (1) wangi-wangian yg dibakar (spt dupa, setanggi) untuk mengasapi pakaian supaya harum baunya; (2) bunga-bungaan, msl bunga melati untuk mengharumkan teh; (3) wangi-wangian: air -- , air wangi-wangian
ulang-alik [v] (1) pulang pergi; bolak-balik; mondar-mandir: penerbangan -- Jakarta-Surabaya; (2) mondar-mandir ke sana-sini
umbi um.bi [n] (1) akar yg menjadi besar dan berisi (wortel, ketela, dsb): wortel adalah sayuran yg termasuk kelompok --; (2) pangkal batang yg menjadi besar dan berisi yg dapat dimakan (spt talas, keladi); (3) pangkal batang pohon berdaun tunggal (spt pd kelapa dan pisang); (4) pokok akar (dr batang) yg lurus menghunjam ke dl tanah; akar umbi; (5) bagian pasak (pancang, tiang, dsb) yg tertanam di tanah [Lihat {umbuk}]
umbi lapis bagian batang di bawah permukaan tanah, sangat pendek, dng daun-daun tebal berbentuk sisik yg berdaging, dr ujung bawahnya (bonggol) tumbuh akar, dr ujung atas tumbuh batang (spt bawang, gladiol)
umpan api barang yg mudah terbakar untuk menyalakan api: dicarinya potongan kayu kecil-kecil untuk -- api
uniseks uni.seks /unisEks/ (1) a tidak dikaitkan dng jenis kelamin tertentu: potongan rambut yg --; (2) n keadaan yg tidak membedakan jenis kelamin tertentu: pakaian ini --
urang aring tanaman musiman yg bisa bertahan hidup tiga bulan, batangnya bulat berwarna ungu ditumbuhi bulu berwarna putih, tinggi tanaman mencapai 80 cm, daunnya berbentuk bulat telur memanjang, berujung runcing berwarna hijau tua, biasa dibuat minyak yg berkhasiat menyuburkan rambut dr kerontokan; Eclipta alba
urat [n] (1) bagian dl tubuh yg menyerupai benang atau tali; (2) jalur atau garis yg tampak pd permukaan (kayu, daun, dsb); (3) akar: [n] kata penggolong benda untuk rotan dsb: dua -- rotan [Lihat {aurat}]
urna ur.na [kl n] warna: lukisan itu dicat dng segala -- , diseling-seling dng air mas [kl n] (1) lingkaran rambut di antara alis; (2) serban; (3) mahkota
usaha usa.ha [n] (1) kegiatan dng mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: bermacam-macam -- telah ditempuhnya untuk mencukupi kebutuhan hidup; -- meningkatkan mutu pendidikan; (2) kegiatan di bidang perdagangan (dng maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan: -- perkayuan mengalami kemajuan; -- nya di bidang tenun ikat berkembang pesat
usang [a] (1) kering dan hampa (tt padi); kering kersang (tt tembakau, rambut, dsb); (2) sudah lama (tt barang); sudah rusak; sudah aus (krn lama terpakai, tersimpan, dsb): benda-benda --; mesin bekas yg telah --; (3) sudah kuno; sudah tidak lazim lagi (tt perkataan, adat, dsb): jangan menggunakan kata-kata -- dl surat; adat lama pusaka -- , ki adat yg turun-temurun
usap [v] meng.u.sap v (1) menghapus; menyeka; menyapu (keringat, air mata, dsb): ia ~ lukanya sambil mengingat nasibnya yg sial; (2) mengelus-elus; membelai: ingin sekali aku memeluk kepalanya dan ~ rambutnya; (3) menyapu (mengecat, memulas, dsb) di bagian luarnya saja: ia ~ dindingnya dng cat biru muda
usar [n] rumput yg tinggi-tinggi, berakar wangi, dapat dibuat minyak wangi; Andropogon zizanioides
V , v /fE/ n (1) huruf ke-22 abjad Indonesia; (2) (dng huruf kapital) lambang bilangan 5 angka Romawi: Kongres -- Bahasa Indonesia dilaksanakan pd tahun 1993 di Jakarta; (3) sbg lambang bilangan 5000 angka Romawi, dng huruf kapital yg diberi garis di atasnya (); (4) (dng huruf kapital) lambang vanadium
valeria va.le.ria [n] perdu menahun dng bunga berkelompok merah atau putih yg akarnya dapat dijadikan obat
vasektomi va.sek.to.mi [n Dok] operasi untuk memandulkan kaum pria dng cara memotong saluran sperma atau saluran mani dr bawah buah zakar sampai ke kantong sperma
verba takteratur verba yg berubah vokal akarnya untuk mengubah kala dan bukannya dng menambah sufiks inflektif
vermiseli ver.mi.se.li [n] makanan (spt makaroni) yg bentuknya spt mi panjang tipis terbuat dr adonan gandum
vetiver ve.ti.ver [n] rumput yg berasal dr India sebelah timur, dibudidayakan, terutama diambil akarnya yg harum untuk dibuat lapik, kerai, bahan minyak wangi, dsb
vinil vi.nil [n] serat sintetis (bahan plastik) yg tahan api, tidak mudah terbakar (untuk piringan hitam, bahan pelapis dinding, lantai, dsb): lantai kamar tamu dilapis -- agar tampak lebih rapi
virulensi vi.ru.len.si [n Dok] (1) takaran kemampuan suatu mikroorganisme (virus) untuk menimbulkan penyakit; (2) keganasan; kejahatan
wah [p] kata seru untuk menyatakan kagum, heran, terkejut, kecewa: -- , bukan main ramainya Jakarta!
wajah wa.jah [n] (1) bagian depan dr kepala; roman muka; muka: ketika aku datang tampak -- ibunya berseri-seri; (2) tokoh (pemain dsb): -- baru; (3) ki apa-apa yg tampak lebih dulu: Jakarta adalah -- Indonesia; (4) gambaran; corak: -- remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi dng banyak yg terlibat penggunaan obat terlarang
warga kota penduduk kota: -- kota Jakarta sudah melimpah ruah
warta berita berbagai-bagai kabar: -- berita yg pertama dr RRI Jakarta disiarkan pukul 05.00
wig [n] rambut tiruan (rambut buatan, rambut palsu) sbg penutup kepala: untuk menutupi kepalanya yg botak, terpaksa dia memakai --
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
wol lacakan wol tidak seragam, bercampur rambut dan potongan wol kasar
wortel wor.tel [n] tanaman sayuran berakar pasak berdaging, berwarna kuning jingga, kaya akan zat gula, vitamin, dan garam mineral; Daucus carota
xilem xi.lem [n Bio] jaringan pembuluh kayu, khususnya tumbuhan tinggi, yg merupakan sel penyokong dan pengalir-alir ikatan vaskular; jaringan pembuluh pd tumbuhan tinggi yg terdiri atas trakeid berlignin, unsur pembuluh dan serat yg menghantar air dan garam-garam mineral yg diserap oleh akar ke seluruh bagian, menopang tubuh secara mekanis
yang-yang lihat akar

Jika informasi mengenai "akar rambut" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas