Arti kata/frase "akar batang" menurut KBBI Edisi III

Pranala (link): http://artikankata.com/kbbi-edisi-iii/akar-batang

Halaman ini menjelaskan kata atau frase akar batang menurut KBBI Edisi III

akar batang: akar yg besar dan panjang pd pohon, menjulur dr atas ke bawah, biasanya terdapat pd pohon beringin

Lebih lanjut mengenai akar batang

akar batang terdiri dari 2 suku kata. Kata tersebut mempunyai 1662 kata terkait yakni sebagai berikut:

akar [n] (1) bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dl tanah sbg penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat; (2) ki asal mula; pokok; pangkal; yg menjadi sebab(-sebabnya): yg perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan; (3) Ling unsur yg menjadi dasar pembentukan kata (spt graf pd grafik, biografi, apektrograf); (4) Mat suatu operasi aljabar, yg biasanya dinyatakan dng simbol ?, msl (akar a sama dng b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat n dr a sama dng c), berarti cn = a, jadi
batang ba.tang [n] (1) bagian tumbuhan yg berada di atas tanah, tempat tumbuhnya cabang dan ranting (pd tumbuhan berkeping satu tempat melekatnya pelepah daun); (2) benda yg bentuknya panjang-panjang atau bulat panjang: -- emas; -- besi; (3) tangkai (bunga, cendawan, dayung, dsb): -- cendawan; (4) bagian tubuh yg berbentuk bulat panjang: -- leher; -- lengan; (5) kata penggolong bilangan bagi benda yg bentuknya panjang-panjang: pensil dua --; (6) kata penggolong untuk sungai: di tempat itu mengalir se -- sungai; (7) rangka sepeda kecuali roda: sepeda ini -- nya baik sekali; (8) sungai: -- Antokan [ark n] bangkai; mayat: ia telah menjadi --
akar batang akar yg besar dan panjang pd pohon, menjulur dr atas ke bawah, biasanya terdapat pd pohon beringin
akar adventisius akar yg tumbuh dr daun atau batang, bukan dr pangkal pohon
akar batu akar yg tumbuh di bukit-bukit, batangnya berwarna hitam dan tidak berdaun, biasanya dibuat ikat pinggang sbg penangkal sakit pinggang
akar belit akar yg keluar dr batang di atas tanah dan berfungsi untuk memanjat dng melilit penunjangnya
akar lekat akar yg keluar dr buku batang dan berfungsi melekatkan tumbuhan itu pd penunjangnya, msl pd sirih
akar serabut akar samping yg keluar dr pangkal batang atau buku umumnya bergerombol dan berfungsi menggantikan akar tunggang yg tidak berkembang
akar tunjang akar yg tumbuh dr batang di atas tanah dan masuk ke tanah untuk menunjang batang supaya tidak roboh, msl pd pandan duri
akar udara akar yg tumbuh dr bagian batang di atas tanah dan menggantung di udara
akar apung akar tumbuhan sbg alat untuk mengapung, spt pd enceng gondok
akar bulu akar rambut
akar cabang akar yg tumbuh dr akar lain (juga disebut akar sekunder kalau akar tsb merupakan cabang dr akar utama)
akar gantung akar yg tumbuh pd cabang dan tidak mencecah tanah, spt pd pohon beringin; -- gerit-gerit tumbuhan yg getahnya spt karet, Urceola brachysepala
akar isap akar benalu untuk mengisap air serta zat makanan dr tanaman (pohon) tumpangan; haustorium
akar jangkar akar yg menyerupai jangkar spt terdapat pd pandan
akar kerayun akar yang-yang; -- kijil tumbuhan memanjat, Smilase helferi
akar lembaga akar yg keluar dr benih
akar liar akar yg tumbuh di tempat yg tidak semestinya, msl pd daun atau ruas
akar lingkar akar yg pertumbuhannya tidak masuk ke dl tanah, tetapi hanya melingkar di dekat permukaan tanah; -- lupang tumbuhan menjalar, Micaria apanders
akar melata akar tumbuhan yg merambat, spt ubi jalar yg semakin lama semakin banyak; (2) ki bertambah lama bertambah banyak (tt utang)
akar melibat akar melilit
akar melilit akar yg membelit dan melekat pd pohon lain
akar mempelas hari betina akar rempelas
akar napas akar yg keluar secara tegak lurus dr akar yg terbenam dl tanah dan berfungsi untuk pernapasan, msl pd pedada
akar pahit akar yg dipakai untuk obat penyakit sesak napas atau asma; Cyclea laxiflora
akar primer akar pertama yg tumbuh pd saat biji berkecambah; akar tunggang
akar pusat akar yg langsung tumbuh dr tudung akar; -- putat tumbuhan, Gnetum funiculare
akar samping akar cabang
akar susu akar tunggang; -- tempelas tumbuhan, Tetracera indica
akar tombak akar tunggal
akar tunggang akar utama yg tumbuh dr biji, tegak ke bawah dan darinya keluar cabang akar
akar umbi akar tunggang yg mengandung zat tepung dsb dan dapat dimakan
akar wangi akar berbau harum yg biasa dibuat kipas atau ditaruh di antara pakaian; narwastu; Andropogon zizanivides
akar-akaran akar-akar.an [n] (1) sesuatu yg menyerupai akar; (2) berbagai jenis akar
batang betung beruas-ruas batang betung be.ru.as-ru.as [pb] sangat jujur; lurus hati
akar kait-kait tumbuhan (akar-akaran) merambat yg batangnya berduri; Uncaria acida; -- kambing-kambing tumbuhan memanjat, Sarcolobus globosus
akar beluru tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya dapat dibuat obat; Entada phaseoloides
akar lupuk tumbuhan membelit, Adenia acuminata; -- lutut akar atau bagian akar yg tumbuh ke udara, membengkok, dan masuk lagi ke dl tanah (sehingga membentuk gambaran spt lutut) serta berfungsi untuk pernapasan, terdapat pd tumbuhan yg hidup di daerah payau spt pd Bruguiera parvifolia
akar mempelas tumbuhan perdu yg merambat, batangnya kecil pipih, dibuat sbg pengikat; Tetracera indica
akar rambut bulu halus pd ujung akar
akar rempelas tumbuhan perdu yg merambat, batangnya liat, dibuat tali yg kasar, daunnya kasap, digunakan untuk menggosok kayu; Tetracera scandens
akar sentagi tumbuhan menjalar yg akarnya digunakan sbg obat
akar serau tumbuhan akar gerip putih; Parameria barbata
akar serumat tumbuhan, akar tapak rimau; Canthium aciculatum
akar teriba tumbuhan yg akarnya digunakan untuk mengobati kurap, Rhinacanthus nasuta; -- tikus tumbuhan tropis yg banyak tumbuh di Asia Tenggara, akarnya dibuat obat, Rauwolfia serpentina
akar tuba tumbuhan berbunga kupu-kupu, akarnya mengandung zat racun untuk mematikan ikan dan serangga; Derris elliptica
akar yang-yang tumbuhan memanjang; akar kerayun; Vitis hastata
batang karang (kacang) sebatang kara
batangan ba.tang.an [a] berbentuk batang: emas -; (2) n kayu balok dsb pengalang muara (sungai, jalan) ke pelabuhan
akar bahar tumbuhan laut, biasanya dibuat gelang tangan untuk mencegah penyakit sengal
akar bilangan [Mat] bilangan yg diperoleh dr suatu bilangan yg diuraikan dng pangkatnya
akar dagun tumbuhan, Gnetum temi folium; -- embun tumbuhan memanjat, Leoinanthus erubescens; -- gambir perdu memanjat keluarga Combretaceae
akar gigi pangkal gigi yg di dl gusi
akar kata [Ling] bagian kata yg menjadi dasar arti kata lain yg dibentuk dr kata tsb; -- kemenyan tumbuhan memanjat, Diescorea appositifiola
akar kucing tumbuhan merambat, panjang 2-20 m, beraroma pahit dan tajam, digunakan sbg bumbu, obat mag, obat penurun panas; Toddalia aculeata
akar kuning tumbuhan merambat, tinggi 5-15 m, tumbuh di hutan liar atau hutan bambu, daunnya mengandung alkali dan dapat dipakai sbg obat sakit kepala; Fibraurea chloroleuca
akar larak tumbuhan menjalar yg dapat dipakai sbg alat pengikat apabila sudah kering; -- layak tumbuhan memanjat, Uvaria purpurea
akar parsi rumput-rumputan keras yg tunasnya dapat dimakan sbg sayuran; asparagus; Asparagus officinalis
akar puntianak udani
akar sarikan tumbuhan perdu yg merambat, tangkainya dapat dibuat tali; Spatholobus ferrugineus
akar saut perdu yg merambat, buahnya berwarna merah dan beracun, kulit kayunya dapat dibuat tali; Adenia singaporeana; -- senduduk tumbuhan, Marumia muscosa
akar sepulih tumbuhan yg dibuat obat; Ophioxylon serpentinum
akar serapat tumbuhan merambat
akar seruntun tumbuhan yg dapat dipakai sbg obat; bratawali yg pahit rasanya; Tinospora tuberculata; -- sulung tumbuhan memanjat, Gynochtodes sublanceolata
akar tinggal rimpang yg sederhana, tidak bercabang-cabang, (spt pd pisang)
batang air sungai
batang bor pipa bor
batang dayung tangkai dayung
batang hari tengah hari; (2) pokok aliran sungai
batang hidung pangkal hidung (bagian yg keras pd hidung); (2) ki diri (wujud orangnya)
batang kabu-kabu [Mil] meriam
batang kaki kaki seluruhnya sampai paha
batang kalam pena
batang kara tidak mempunyai sanak saudara
batang kayu pokok tumbuhan (pohon)
batang layar [Lay] kayu yg dipasang untuk penghubung tiang dng ujung layar
batang leher leher dr tengkuk sampai ke kepala
batang muat tangan-tangan yg dapat bergerak turun naik dan ke kiri ke kanan pd tiang muat kapal untuk menaikkan dan menurunkan barang
batang panah tangkai anak panah
batang rambut bagian rambut yg terbesar, terutama bagian yg keluar di permukaan kulit
batang tubuh tubuh tidak dng anggotanya; (2) diri; pribadi; (3) bagian isi yg utama (pokok): -- tubuh UUD 1945; nama -- tubuh, nama sebenarnya (bukan timang-timangan atau gelar)
umbi batang akar yg berumbi, dapat menumbuhkan tunas spt batang
ibu akar akar yg utama; pokok akar
umbi akar akar yg menjadi umbi (spt ketela pohon), tidak dapat menumbuhkan tunas
dedap laut akar sergang, Hibiscus tiliaceus)
palang jalan batang kayu (bambu, besi, dsb) perintang jalan
pohon kayu batang kayu; pokok kayu
tangkai dayung batang dayung
tangkai tombak batang pd tombak
leher akar bagian akar pd persambungan dng pangkal batang
adat pembakaran mayat adat perawatan jenazah dng cara membakar jenazah itu
asuransi kebakaran pertanggungan kebakaran (tt rumah dsb yg terbakar)
awan bakaran awan yg terbentuk akibat kenaikan udara di daerah kebakaran besar
ayam bakaran ayam jantan dan betina, biasanya dr bangsa yg cepat pertumbuhannya, berumur kurang dr sepuluh minggu, cocok untuk dibakar (tidak terlalu keras)
babat batang padi mesin untuk memanen padi dng hasil berupa padi dng batangnya
bahan bakar fosil bahan bakar yg terbentuk dr binatang atau tumbuhan yg hidup dan mati pd jutaan tahun yg lalu
bahan bakar jet bahan bakar yg sifatnya memenuhi syarat untuk digunakan oleh mesin pesawat jet dan turbin gas pesawat terbang
bakar ba.kar [v] , mem.ba.kar v menghanguskan (menyalakan, merusakkan) dng api: -- kayu; -- sampah; (2) memanggang (memanaskan) supaya masak: -- satai; (3) membuat sesuatu dng memanggangnya (memanaskannya) dng api: -- bata; (4) ki memanaskan; meradangkan: -- hati; -- perasaan; (5) ki membuat supaya berapi-api; mengobarkan (tt semangat): -- semangat perjuangan pemuda; (6) Olr mematikan (dl permainan bola bakar) pemukul atau pelari sebelum menginjak tempat singgah
baris pemadam kebakaran petugas kota yg diperlengkapi dng mobil pengangkut air, pipa, tangga, dsb untuk memadamkan kebakaran
berakar ber.a.kar [v] (1) ada akarnya; keluar akarnya; (2) ki mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dl sanubarinya; (3) ki sudah beranak cucu; (4) lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung
bercakar-cakaran ber.ca.kar-ca.kar.an [v] (1) cakar-mencakar; saling mencakar; garuk-menggaruk; (2) ki berkelahi; bercekcok; (3) ki berperang pena (dl surat kabar dsb)
berkeras batang leher ber.ke.ras batang leher mengotot; tidak mau mengalah; tegar hati
berlokakarya ber.lo.ka.kar.ya [v] melakukan lokakarya
bersicakar ber.si.ca.kar [v] bercakar-cakaran
berurat berakar ber.u.rat berakar berurat umbi
besi batang besi yg berbatang-batang
biak akar [Bio ] biakan yg berasal dr bagian akar tumbuhan, biasanya dilakukan di dl tabung reaksi
bidal akar tudung spt sarung jari yg terdapat pd ujung akar (untuk memelihara akar agar tidak rusak)
bola bakar cabang olahraga bola kaki dng bola yg terbakar
bom pembakar bom yg menyemburkan api (untuk menimbulkan kebakaran pd bangunan dsb)
bulu akar [Bio] cabang sel tunggal dr sel permukaan akar muda yg berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral dr tanah
cakar-mencakar ca.kar-men.ca.kar [v] bercakar-cakaran
cendawan batang cendawan yg tumbuh pd batang kayu yg telah lapuk
dakar da.kar [a] (1) tetap tidak mau menurut (mengalah, menyerah); keras kepala; tegar hati; (2) terlalu berani (tanpa perhitungan); nekat [Lihat {zakar}]
dayung batang dayung yg panjang batangnya
detektor kebakaran alat untuk mengamati yg sangat peka thd perubahan suhu, ditempatkan pd sebuah gedung, ruang kapal, dsb yg memberikan isyarat pertama adanya bahaya kebakaran
disakarida di.sa.ka.ri.da [n Kim] gula yg diturunkan dr monosakarida, dng penyingkiran satu molekul air dr dua monosakarida
kaca pembakar lensa yg dapat menumpukkan sinar matahari pd satu fokus sehingga timbul panas dan dapat membakar
kayu bakar kayu untuk bahan bakar (antara lain kayu api)
kebakaran ke.ba.kar.an [n] peristiwa terbakarnya sesuatu (rumah, hutan, dsb): -- hutan sering terjadi dl musim kemarau; (2) v cak terbakar; menderita krn terbakar: krn -- itu ia tidak mempunyai tempat berteduh; (3) n bahaya api
kepala zakar ujung zakar
kilat batang kilat yg berbentuk batang terputus-putus, yg menyerupai manik bercahaya yg tampak dl beberapa saat saja
lokakarya lo.ka.kar.ya [n] pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yg bersangkutan dng pelaksanaan dl bidang keahliannya; sanggar kerja
mahkota zakar tepi kepala zakar yg berbentuk gelang atau cincin
membakar semak-semak mem.ba.kar semak-semak [Tan] pembakaran semak belukar atau padang rumput yg kering untuk keperluan pertanaman rumput baru atau untuk memudahkan pengolahan tanah
membakari mem.ba.kari [v] berulang-ulang membakar: hampir setiap hari dia -- sampah
membakarkan mem.ba.kar.kan [v] membakar untuk (orang lain): paman -- kita jagung
membatang mem.ba.tang [v] menjadi batang
memegang batang me.me.gang batang [ki] (1) mengepalai atau mengurus suatu pekerjaan yg penting; (2) menjadi pengendara becak, bemo, dsb
memegang batang leher me.me.gang batang leher [ki] menangkap
menakari me.na.kari [v] menakar (berkali-kali)
menarik akar me.na.rik akar [Mat] mencari (mengeluarkan) bilangan yg apabila dipangkatkan dua, tiga, dsb sama dng bilangan yg diketahui ()
mencakar men.ca.kar [v] (1) menggaruk dng cakar; (2) melukai dng cakar; (3)mengais (mencari makan tt ayam dsb)
mengaji batang me.nga.ji batang belajar membaca Alquran tanpa dimulai dng cara mengeja
mengakar meng.a.kar [v] (1) menjadi akar; (2) menyerupai akar; (3) ki mendalam atau menyatu benar di dl hati, pikiran, dsb (tt ajaran, adat, dsb)
mengalang batang meng.a.lang batang merintangi
menggalangkan batang leher meng.ga.lang.kan batang leher [ki] bersedia menyabung nyawa
mineral bahan bakar golongan mineral yg digunakan sbg bahan bakar, spt minyak bumi, batu bara, dan mineral radioaktif
minyak bakar sulingan berat, residu, atau campuran keduanya sbg bahan bakar untuk menghasilkan panas atau tenaga
mudakar mu.da.kar [Lihat {muzakar}]
pakar balsem [cak] pakar yg gemar mengomentari apa saja yg disukainya secara enteng dan seenaknya
pemadam kebakaran pe.ma.dam kebakaran pasukan yg bertugas memadamkan kebakaran
pembakar pem.ba.kar [n] (1) yg membakar; (2) alat untuk membakar
pembakaran pem.ba.kar.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membakar: -- mayat dilakukan di krematorium; tempat -- sampah; (2) tempat membakar (bata, genting, kapur, dsb): -- genting banyak terdapat di Jatiwangi
pemrakarsa pem.ra.kar.sa [n] (orang) yg memprakarsai; (orang) yg memelopori
pemrakarsaan pem.ra.kar.sa.an [n] proses, cara, perbuatan memprakarsai
penakar pe.na.kar [n] (1) alat untuk menakar; (2) orang yg menakar
penakar embun pe.na.kar embun alat untuk menakar embun
penakaran pe.na.kar.an [n] proses, cara, perbuatan menakar: kalau isi kaleng ini kurang, tentu ~ nya tidak benar
pencakar pen.ca.kar [n] (1) alat untuk mencakar atau menggaruk; penggaruk; kuku; (2) orang dsb yg mencakar; ~ langit bangunan yg menjulang tinggi: di Jakarta banyak gedung ~ langit
pengawabau batangan peng.a.wa.bau batangan sediaan untuk menghilangkan bau badan yg berbentuk batangan;
perakaran per.a.kar.an [n] hal-hal yg berkaitan dng akar: stratifikasi sistem ~ dapat dijadikan petunjuk untuk memahami struktur vegetasi
polisakarida po.li.sa.ka.ri.da [n Kim] karbohidrat yg dibentuk oleh penggabungan molekul monosakarida yg banyak, msl: pati dan selulosa
rambut akar [Bio] penonjolan sel epidermis akar dan berfungsi memperluas permukaan untuk meningkatkan daya serapnya
roti bakar roti yg dibakar; roti panggang
sebatang se.ba.tang [num] satu batang
suar bakar siar bakar
sulur batang (berbentuk) melingkar-lingkar spt sulur; taruk yg berlingkar-lingkar yg tumbuh pd batang pohon
syakar sya.kar [Lihat {sakar}]
takaran ta.kar.an [n] (1) alat untuk menakar; sukatan (liter dsb); (2) ki ukuran: kadar gula yg terkandung di dl darah pasien itu sudah melebihi ~
takaran ambang ta.kar.an ambang takaran minimum yg menimbulkan gangguan; dosis ambang
terpeluk di batang dedap ter.pe.luk di batang dedap [pb] malang; sial
tudung akar [Bio] bagian paling ujung dr akar, yg terdiri atas jaringan parenkima dan berfungsi untuk melindungi ujung akar yg sedang tumbuh
tumbuhan layang berakar tum.buh.an layang berakar tumbuhan air yg tumbuh melayang dan berakar di dasar
akal akar berpulas tak patah [pb] orang yg sudah pandai tidak mudah kalah dl perbantahan
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar [pb] tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yg disimpan saja kalau tidak diajarkan kpd orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
bagai membakar tunam basah [pb] hal mengajar anak yg bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya
bahan bakar bahan atau barang yg dipakai untuk menimbulkan api (panas), spt minyak, batu bara
bahaya kebakaran bahaya api
bakarat ba.ka.rat [ark n] (1) gadis atau dara; (2) alat kelamin gadis [n] permainan judi dng kartu besar
bambu bam.bu [n] tumbuhan berumpun, berakar serabut yg batangnya bulat berongga, beruas, keras, dan tinggi (antara 10-20 m), digunakan sbg bahan bangunan rumah dan perabot rumah tangga; buluh; aur
bangkit batang terendam [pb] mengangkat kembali nama orang yg sudah lama hilang dr ingatan; mengulangi perkara yg sudah lama dilupakan
baung akar ikan baung yg bulat panjang; Mystus planiceps, Maeronus nigriceps
berkelakar ber.ke.la.kar [v] bercakap-cakap tidak dng sungguh-sungguh (hanya bergurau atau berolok-olok): orang itu pandai ~
berprakarsa ber.pra.kar.sa [v] berusaha (bertindak dsb) yg mula-mula; berinisiatif; berikhtiar
bersanak ber.sa.nak [v] berkerabat; berfamili: ia hidup di Jakarta sebatang kara, tidak -- saudara
besar be.sar [a] (1) lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga tidak sanggup tanganku memeluknya; (2) tinggi dan gemuk: badannya --; (3) luas; tidak sempit: rumahnya --; (4) lebar: sungai itu sangat --; (5) ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi orang -- , jangan suka sombong; (6) banyak; tidak sedikit (tt jumlah): gajinya --; (7) menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi -- di Jakarta; (8) lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --; (9) penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi pembentukan watak
buluh bu.luh [n] tanaman berumpun, berakar serabut batangnya beruas-ruas, berongga, dan keras; bambu; aur (banyak macamnya, spt: -- betung, -- kuning, -- duri)
buluh akar buluh betung
cakar ca.kar [n] (1) kaki dan kuku yg panjang (pd ayam, itik, burung); (2) kuku yg panjang dan tajam (pd harimau, kucing, dsb); (3) gores (parut) bekas kena kuku atau digaruk; (4) penggaruk; kukur [n] barang bekas spt pakaian, sepatu, dan karung
cakar ayam kaki ayam; (2) ki cak sangat jelek (tt tulisan)
cakar balar parut-parut (gores di mana-mana atau tidak keruan)
cakar besi sepit dr besi (untuk memegang besi yg panas dsb)
cakar setan [Lay] penahan rantai jangkar berbentuk kait untuk mencegah jatuhnya rantai jangkar selama pelayaran, terutama dl cuaca buruk
cangkring cang.kring [n] (1) pohon yg batangnya berduri dan akarnya dapat dipakai sbg obat penyakit beri-beri; Erythrina fusca; (2) akar cangkring
cat bakar cat yg disemprotkan
dadap ayam dadap yg dapat tumbuh dng baik di tempat-tempat terbuka yg tanahnya bercampur pasir dan cukup lembap, daunnya biasa dipakai sbg peluruh air susu atau untuk obat sakit ginjal, kulit batang dan akarnya mengandung racun; Erythrina orientalis
dahan pembaji batang [pb] (orang kepercayaan yg) menyalahgunakan harta benda tuannya
desa swakarya desa yg sudah agak longgar adat-istiadatnya krn pengaruh luar, mengenal teknologi pertanian, dan taraf pendidikan warganya relatif lebih tinggi dibandingkan dng desa lainnya
dibakar di.ba.kar [v] dipanaskan (dipanggang) di atas api
ekakarsa eka.kar.sa [n] satu kehendak; satu niat
ekor kuda sisiran rambut yg menyerupai ekor kuda (rambut disisir ke belakang dan diikat menjadi satu di kepala bagian belakang); (2) perdu yg sukar diberantas, akar tinggalnya tumbuh dua tangkai, berupa batang beruas banyak, keras, berwarna hijau dng ranting kecil dl bentuk yg sama serta tangkai berwarna cokelat kuning yg juga beruas banyak, berdaun kecil melingkar pd buku, pd ujung batang terdapat bulir perisai bersegi enam, di bawahnya melekat kantong spora berbenang empat; rumput betung; Equisetum debile
ekstrakardial eks.tra.kar.di.al [a] di luar jantung
fiton fi.ton [n Bio] bagian terkecil tumbuhan (batang, akar, atau daun) yg mampu berkembang menjadi tumbuhan baru
floem flo.em [n] jaringan kompleks yg terdapat dl batang, akar, dan tulang daun (tempat mengalirnya makanan yg dibuat dl daun)
gaharu dibakar kemenyan berbau [pb] memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang
gakari ga.ka.ri [n] tugas; kewajiban
gedung pencakar langit bangunan tinggi dan bertingkat; gedung yg menjulang tinggi
harimau akar harimau yg berbintik-bintik; macan tutul
ikan bakar ikan yg dipanggang di atas api
ikan merakar ikan yg tubuhnya berwarna cokelat kehitam-hitaman, berbentuk pipih, di pangkal ekor terdapat bulatan hitam, penampilannya sekilas spt bulu merak krn ditunjang oleh sirip punggung dan ekor yg panjang kebiru-biruan, tersebar di Samudra Hindia dan Kepulauan Indonesia; Callaplesiops altunelis
jangkar cakar sauh terbang
kait ka.it [n] (1) besi (kawat dsb) yg ujungnya melentuk (spt gancu, seruit, sanggamara); (2) ukuran jarak baris pd ketikan; penunjuk ukuran jarak baris pd ketikan; (3) ki sesuatu yg menyusahkan (mengandung tipu muslihat): pikirkan dulu baik-baik, mungkin perkataannya ada -- nya , ka.it-ka.it n (1) tumbuhan (akar-akaran) merambat yg batangnya berduri; Uncaria acida; (2) akar kait-kait
kakar ka.kar [Lihat {kekar}]
kantong buah zakar kantong buah pelir
kelakar ke.la.kar [n] (1) perkataan yg bersifat lucu untuk membuat orang tertawa (gembira); lawak; olok-olok; (2) senda gurau
kembang sungsang terna tumbuhan merambat yg dapat menjadi tanaman hias, batangnya dapat mencapai 1-2,5 m berwarna jingga tua dan merah, umbi akarnya mengandung racun; Gloriosa superba
kencur ken.cur [n] (1) tanaman yg mempunyai akar batang yg tertanam di dl tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; cekur; Kaempferia galanga; (2) umbi kencur; (3) ki belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar: anak itu masih -- belum tahu liku-liku dunia ini; (4) ki belum dewasa; di bawah umur: anak masih bau -- sudah berpacaran
kepakaran ke.pa.kar.an [n] keahlian: ~ nya dl bidang ekonomi telah diakui banyak kalangan
ketakar-keteker ke.ta.kar-ke.te.ker [v] menggapai-gapai (orang jatuh yg berusaha bangun)
koefisien akar [Bio] perbandingan berat antara bagian tumbuhan di dl tanah dan bagian yg di atas tanah
kredit upakara kredit untuk perbaikan atau perluasan rumah tinggal yg sifatnya akan menambah nilai rumah
kurung batang [Jk] usungan jenazah
lakar la.kar [a Lay] belum selesai dibuat atau baru dipasang papannya (tt perahu)
lakara la.ka.ra [n] perahu kecil
laut madu berpantaikan sakar (gula) [pb] perkataan yg manis keluar dr mulut orang yg baik rupanya
layar batang [Lay] layar kecil yg dipasang pd kayu penghubung tiang dng ujung layar
lemah zakar lemah syahwat
lidah ayam tumbuhan terna, dijumpai di berbagai tempat di Indonesia, tingginya mencapai 0,80 m, batang bagian atas berbulu, daun berbentuk pita, tajam, lonjong atau jorong, perbungaan berupa tandan yg normal muncul dr ketiak daun, buah agak bersayap, perbanyakan dng biji, daun dan akar untuk obat asma, bronkitis, atau sbg tonik, juga mengandung saponin, Polygala glomerata; (2) pisau kecil
luka bakar luka krn kena api
mahakarya ma.ha.kar.ya [n] karya besar; karya gemilang
maja ma.ja [n] (1) pohon yg berkembang biak dng biji, tingginya dapat mencapai 15 m, cabangnya berduri, berdaun majemuk, berbunga harum, kulit batangnya kalau diiris mengeluarkan getah berwarna putih, yg jika dibiarkan dl udara terbuka, warnanya berubah menjadi kuning jernih spt batu permata, kulit akarnya dapat dijadikan obat penyakit mulut dan kuku pd lembu; (ada berbagai jenis, spt -- batu, -- ingus); Aegle marmelos; (2) buah maja, bentuknya bulat atau agak lonjong, dagingnya berwarna jingga, rasanya pahit, dapat digunakan sbg obat diare, kolera, disentri
makar ma.kar [n] (1) akal busuk; tipu muslihat: segala -- nya itu sudah diketahui lawannya; (2) perbuatan (usaha) dng maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dsb: krn -- menghilangkan nyawa seseorang, ia dihukum; (3) perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yg sah: ia dituduh melakukan -- [a] kaku dan keras (tt buah-buahan); bangkar
Makara Ma.ka.ra [n] Kaprikornus; Jadi
makara ma.ka.ra [n Ark] binatang dl cerita yg bersifat mitologis dng rupa mengerikan, yg dipakai sbg motif hiasan, umumnya pd candi atau arca pd zaman dahulu, baik dikombinasi maupun tidak dng kepala kala
makaroni ma.ka.ro.ni [n] makanan dasar yg dibuat dr tepung terigu, berbentuk buluh pita, yg diolah menjadi berbagai macam masakan
marah akan tikus rengkiang dibakar [pb] krn takut (tidak suka dsb) pd sesuatu yg kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yg lebih besar dan berharga, yg melibatkan sesuatu yg kecil tsb
memalun me.ma.lun [v] memeluk; membelit: akar gantung ~ batang pohon itu spt ular
membakar janggut mem.ba.kar janggut [ki] bingung tidak keruan
membakar tak hangus direndam tak basah mem.ba.kar tak hangus direndam tak basah [pb] (1) sangat kikir; (2) sangat kuasa
membangkit batang terendam [pb] mengadakan (memunculkan) sesuatu yg telah lama hilang (spt mengangkat penghulu yg telah lama tidak ada)
memprakarsai mem.pra.kar.sai [v] memelopori; mengikhtiarkan; mengusahakan (untuk pertama kalinya sebelum orang lain melakukan): para ibu ~ gerakan pemberantasan buta huruf di kampung itu
menakar me.na.kar [v] (1) mengukur banyaknya barang cair, beras, dsb: ~ minyak dng literan; (2) membatasi jumlah: kita harus ~ jatah mereka dng adil
mencari belalang atas akar [pb] pekerjaan yg sia-sia
mencengkam men.ceng.kam [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); mencengkeram: cakar ayam itu ~ batang jambu supaya tidak jatuh; (2) menjepit (mengapit) erat-erat: tangannya ~ merih, mencekik tenggorok; (3) ki menguasai: lintah darat itu berhasil ~ kehidupan beberapa warga kampung
menggolek batang terguling [pb] melakukan pekerjaan yg mudah
mengkudu meng.ku.du [n] pohon yg banyak manfaatnya, termasuk suku Rubiaceae, buahnya berwarna putih keruh berbentuk bulat sampai bulat telur, permukaannya berbenjol-benjol, berbiji banyak, daging buahnya yg masak lunak dan banyak mengandung air, rasanya agak masam, digunakan sbg obat peluruh kencing dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi, daunnya digunakan sbg obat sakit perut, akar dan kulit batangnya mengandung zat warna merah yg dipakai dl pembatikan; pace; kemudu; Morinda citrifolia
mengunggun meng.ung.gun [v] (1) menggunung; menumpuk: kayu batangan ~ di tepi hutan menantikan truk-truk untuk pengangkutan; (2) menumpuk (kayu dsb) lalu dibakar; membuat api unggun: calon mahasiswa baru sedang ~ (dl acara pembakaran atribut)
meniran me.nir.an [n] tumbuhan terna, daunnya mirip daun asam, tangkainya bersegi-segi dan halus berwarna hijau, air perasan batang dan akarnya digunakan untuk mengobati sakit batuk dan melancarkan air kencing; Phyllanthus urinaria [Jw n] nama makanan yg dibuat dr adonan beras menir dan santan, diberi daun pandan, dan garam dibungkus dng daun pisang dan dikukus
menyakar me.nya.kar [v] menyamun; merompak; merampas: ia -- orang tua itu pd siang bolong
menyiar me.nyi.ar [v] membakar: -- hutan; -- ladang; -- besi; pandai besi -- besi batangan itu [v] (1) melepa atau menampalkan sambungan antara batu bata dan batu bata; (2) mematri
mindi min.di [n] perdu berbatang lurus, bunganya berupa malai, berwarna lembayung, tumbuh pd ketiak daun dan berbau harum, buahnya berbentuk bulat lonjong, warnanya kuning berisi biji yg keras, kayunya ringan dan kuat, baik untuk pembuatan perkakas rumah tangga, hampir semua bagian tanaman, spt kulit batang, akar, daun, dan bunga berguna sbg bahan obat, bijinya banyak mengandung minyak; Melia azedarach
monosakarida mo.no.sa.ka.ri.da [n] gula sederhana yg tidak dapat diuraikan lagi menjadi gula lainnya, msl glukosa
mula-mula mu.la-mu.la [adv] (1) pertama-tama; pd mulanya: -- berupa biji selanjutnya berupa lembaga dan akhirnya tumbuh akar dan batang; (2) sejak (dr): -- tinggal di daerah itu, belum pernah sekali pun ia sakit
musang akar musang kecil berbintik-bintik
muzakar mu.za.kar [Ar n] maskulin
muzakarah mu.za.ka.rah [n] (1) pertukaran pikiran tt suatu masalah: kemudian baginda pun meneruskan -- tt mazhab Syafii; -- alim ulama seluruh Indonesia akan diadakan bulan Syakban ini; (2) pengulangan pelajaran secara bersama-sama
nakara na.ka.ra [n] nekara
obat tradisional obat yg diramu dr berbagai macam akar, kulit pohon, batang, bunga, buah, dan daun untuk berbagai macam penyakit; obat kampung
pakar pa.kar [n] (orang) ahli; spesialis
pakar bidang ilmu orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu, spt biologi, kimia, fisika
pakar rujuk ilmuwan yg membantu redaksi suatu majalah mengevaluasi karangan yg akan dimuat dl majalah
pakaryan pa.kar.yan [n] (1) pekerjaan yg berhubungan dng seni; (2) kerajinan tangan
pancakara pan.ca.ka.ra [kl v] berkelahi; berperang
pegagang pe.ga.gang [n] (1) tumbuhan menjalar, mempunyai sulur yg berakar, daunnya spt ginjal, melekat pd tangkai yg panjang dan menggerombol menjadi satu di seputar batang, tangkai daun yg agak melebar di bagian bawah kadang-kadang berwarna kemerah-merahan, daunnya untuk obat; Centella asiatica; (2) daun pegagang
pekak pembakar meriam [pb] tiap-tiap orang ada gunanya
penakar hujan pe.na.kar hujan alat untuk mengukur dalamnya curah hujan yg dianggap terbagi rata di atas permukaan mendatar
penyakar pe.nya.kar [n] penyamun; perompak; perampas: -- itu melarikan diri pd malam gelap
picis pi.cis [ark n] uang yg bernilai sepuluh sen; ketip [n] pi.cis.an n tumbuhan merambat, berbatang kecil menyerupai akar, hidup liar pd batang pohon, berdaun bundar tebal, air perasan daunnya dapat dibuat obat batuk, burut, susah buang air besar; sisik naga; pakis duwitan; Drymoglossum heterophyllum
pinang sebatang [ki] tidak bersanak saudara; -- senawar tumbuhan palem pinang besar, Actinochytis calapparia
prakarsa pra.kar.sa [n] upaya, tindakan mula-mula yg dimunculkan oleh seseorang; inisiatif; ikhtiar: -- dan dinamika masyarakat itu sendiri sangat diharapkan
prakarya pra.kar.ya [n] pekerjaan tangan (pelatihan di sekolah): menjahit dan bertukang merupakan mata pelajaran -- di sekolah menengah
pucuk pu.cuk [n] (1) daun muda (di puncak pohon atau di ujung ranting): -- merunggai; -- enau; (2) ujung yg runcing; puncak (pohon, ombak, dsb): -- api; -- jala; -- ombak; (3) yg tertinggi: -- bulat; (4) penggolong bilangan bagi benda (yg ujungnya runcing, spt jarum, surat, dan senjata api): sepucuk surat; dua -- senapan; (5) bagian tanaman muda yg ada di atas tanah terdiri atas batang, ranting, dan daun-daunan [n] akar tumbuhan yg dikeringkan untuk obat
purnakarya pur.na.kar.ya [a] berkenaan dng keadaan atau kedudukan setelah selesai berdinas; berkenaan dng keadaan atau kedudukan pensiun
purnakaryawan pur.na.kar.ya.wan [n] karyawan yg mulai pensiun: pd kesempatan itu akan diserahkan cendera mata kpd para -- yg memasuki masa pensiun
rumah batang lubang tempat memasukkan kancing baju dsb; rumah kancing
rumah terbakar tikus habis ke luar [pb] (1) uang habis, tetapi yg dikehendaki tidak diperoleh; (2) apabila terjadi kerusakan di suatu daerah, semua penduduknya berbondong-bondong pindah ke tempat lain
sakar sa.kar [n] (1) gula: ia membeli -- sekilo; (2) Dok zat gula dl darah [Ar n] neraka [Mk v] samun; rompak; rampas
sakar emping [Kim] maltosa
sakar nabati zat gula dr tumbuh-tumbuhan
sakaratulmaut sa.ka.ra.tul.ma.ut [Lihat {sakratulmaut}]
sakarida sa.ka.ri.da [n Kim] kelompok senyawa organik yg menghasilkan zat gula yg berasal dr bermacam-macam bahan, spt gula susu, pati, dan gula buah
sakarimeter sa.ka.ri.me.ter [n] alat untuk mengukur banyaknya kadar gula dl larutan
sakarin sa.ka.rin [n] serbuk hablur putih, tidak berbau dan rasanya manis (dipakai sbg pengganti gula)
sakarosa sa.ka.ro.sa [n] gula majemuk yg tersusun dr gabungan dua jenis gula sederhana (glukosa dan fruktosa); sukrosa: yg membuat manis gula tebu adalah --
sampai ke akar-akarnya tidak ada yg tertinggal; tuntas
samun sakar perampasan dng kekerasan; aniaya
samun sakar berdarah tangan [pb] setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan
sekakar se.ka.kar [a cak] kikir (pelit) sekali
selakarang se.la.ka.rang [Jw n] kudis (pd kuda)
setakar se.ta.kar [n] seukuran; seimbang; sesuai: hukuman yg dijatuhkan kepadanya ~ dng kejahatan yg dilakukannya selama ini
siar bakar berpuntung suluh [pb] suatu perkara boleh diputuskan sesudah cukup bukti-bukti dan keterangannya
spt batang mengkudu [pb] perihal orang yg mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yg hendak dimarahinya itu
stolon sto.lon [n Bot] batang beruas-ruas panjang yg tumbuh horizontal di atas tanah, berakar dan bertaruk pd buku-bukunya yg menyentuh tanah; geragih
sulur su.lur [n] (1) julai (dr tumbuhan yg menjalar dsb); pucuk batang muda (dr beberapa tumbuhan); (2) akar yg tumbuh dr cabang dsb (spt pd pohon beringin); (3) garis (kawat dsb) yg berlingkar-lingkar pd suatu pusat hingga menyerupai per rambut pd arloji (alur pd sekrup dsb); (4) batang atau bagian batang (cabang atau ranting), daun, tangkai daun, atau bagian daun lainnya yg telah mengalami perubahan bentuk dan berfungsi sbg alat pembantu tumbuhan untuk menjalar atau merambat pd sandaran atau penunjang tumbuhan [kl n] penyuluh; pengintai; suluh
sumbu bakar sumbu berisi bahan peledak lemah yg digunakan untuk meledakkan detonator (pemicu)
swabakar swa.ba.kar [n] kemampuan untuk mengeluarkan api sendiri: batubara merupakan hasil tambang yg mempunyai --
swakarsa swa.kar.sa [n] keinginan (kemauan) sendiri yg timbul tanpa dorongan (paksaan) pihak lain: transmigrasi --
swakarya swa.kar.ya [n] hasil kerja sendiri: dewasa ini banyak terdapat desa swadaya dan desa --
tabung takaran tabung pengukur bahan yg tembus sinar, diberi guratan yg menunjukkan volume cairan yg diisikan ke dalamnya
takar ta.kar [n] (1) satuan ukuran isi (sukat, liter, dsb); (2) periuk
takaran kehidupan ta.kar.an kehidupan jumlah uang yg digunakan untuk membelanjai hidup seseorang dng cukup
takaran sudah hampir penuh ta.kar.an sudah hampir penuh [ki] sudah tua (hampir mati)
takarir ta.ka.rir [Ar n] catatan yg dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat [Lihat {takrir}]
takarir gambar ta.ka.rir gambar [Kom] keterangan yg biasanya terdiri atas satu atau beberapa kalimat yg menjelaskan isi dan maksud gambar
takarub ta.ka.rub [v] mendekatkan diri kpd Allah Swt. dng cara yg layak, menunaikan ibadah sebaik-baiknya, dan melipatgandakan amalan yg baik
terbakar ter.ba.kar [v] (1) sudah atau sedang berkobar; (2) habis dihanguskan api
tiada rotan akar pun berguna (jadi) [pb] kalau tidak ada yg baik, yg kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)
tidak tampak batang hidungnya [ki] tidak muncul; tidak datang; tidak hadir
torak to.rak [n] (1) alat tenun berupa tabung kecil yg dalamnya berisi kumparan benang pakan: batang -- , tangkai torak; (2) El bagian dr mesin atau motor yg bergerak mondar-mandir dl suatu silinder krn tenaga uap atau krn pembakaran bahan bakar
transmigrasi swakarsa transmigrasi spontan
tumbuh-tumbuhan tum.buh-tum.buh.an [n] segala yg hidup dan berbatang, berdaun, berakar, dsb (spt rumput, bambu)
tunakarya tu.na.kar.ya [a] tidak mempunyai pekerjaan; tidak bermata pencaharian
tunggak tung.gak [n] (1) sisa batang kayu dan akar yg masih tertinggal di dl tanah sesudah ditebang; tunggul; tonggak; (2) sepotong kayu, bambu, dsb yg dipacakkan ke tanah sbg tanda batas, tempat mengikatkan sapi, dsb; tonggak
tupai akar tupai yg bulunya berbintik-bintik
ular menyusur akar [pb] merendahkan diri, tetapi tidak turun martabatnya
umbi um.bi [n] (1) akar yg menjadi besar dan berisi (wortel, ketela, dsb): wortel adalah sayuran yg termasuk kelompok --; (2) pangkal batang yg menjadi besar dan berisi yg dapat dimakan (spt talas, keladi); (3) pangkal batang pohon berdaun tunggal (spt pd kelapa dan pisang); (4) pokok akar (dr batang) yg lurus menghunjam ke dl tanah; akar umbi; (5) bagian pasak (pancang, tiang, dsb) yg tertanam di tanah [Lihat {umbuk}]
umbi lapis bagian batang di bawah permukaan tanah, sangat pendek, dng daun-daun tebal berbentuk sisik yg berdaging, dr ujung bawahnya (bonggol) tumbuh akar, dr ujung atas tumbuh batang (spt bawang, gladiol)
upakara upa.ka.ra [n] pemeliharaan; perawatan: kredit -- , jenis kredit untuk perawatan perluasan rumah
upakarti upa.kar.ti [n] penghargaan pemerintah yg diberikan kpd perajin dan pengusaha kecil atas karya jasa pengabdian dan kepeloporannya dl industri kecil dan kerajinan (ukir, anyaman, tenun, sulam, dsb)
wijayakusuma wi.ja.ya.ku.su.ma [n] (1) pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar melonjong sampai membulat telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai berbatu di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa, dl mitologi Jawa dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati, dahulu dipakai dl upacara penobatan raja-raja Surakarta; Pisonia grandis; (2) (digunakan secara salah) sejenis kaktus berdaun pipih yg didatangkan dr Brazil yg berbunga besar, harum, dan mekar pd tengah malam; Epiphyllum oxypetalum
wirakarya wi.ra.kar.ya [n ] jambore
zakar za.kar [Ar n] kemaluan laki-laki; penis; pelir
zat pembakar [ark] zat asam; oksigen
aben /abEn/, meng.a.ben Bl v membakar mayat
abu [n] (1) sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap: -- rokok; rumahnya telah menjadi -- (habis terbakar); (2) debu: bajunya kotor oleh -- [Ar n] bapak; ayah (pd nama orang, msl Abu Talib, Abu Bakar) [v] kalah (dl permainan congkak, gasing)
abu terbang [Kim] buangan berbentuk partikel halus, tidak dapat terbakar, yg tersangkut dl aliran gas yg keluar dr dl tanur abu (buangan)
abu tulang serbuk putih yg tertinggal sesudah tulang dibakar di udara terbuka
abu-abu [n ] warna antara hitam dan putih (serupa dng warna abu kayu bakar); kelabu; (2) a mengandung atau memperlihatkan warna yg serupa warna abu [n] ikan laut, Neothunnus rarua
agal [n] serat kulit batang gebang (untuk dibuat tali) [n] penyu yg besar sekali
aglutinasi ag.lu.ti.na.si [n] (1) Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; (2) Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; (3) Ling (a) pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; (b) peleburan bunyi bahasa yg berdampingan
agronom ag.ro.nom [n] pakar agronomi
air tanih [Geo] air yg cukup dekat pd permukaan sehingga tersedia bagi akar tumbuhan
air terikat [Tan] air yg terikat kuat oleh gaya fisik dan kimiawi sehingga tidak dapat bergerak atau tidak dapat diserap oleh akar tumbuhan
ajuster ajus.ter [n] (1) penasihat hukum; (2) orang yg menentukan biaya pembayaran asuransi (sesudah terjadi kebakaran dsb)
akademi aka.de.mi [n] (1) lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa; (2) perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa: -- Prancis, -- Jakarta
aksila ak.si.la [n Bot] sudut antara tangkai daun dan batang tempat tunas tumbuh; ketiak daun
aktor intelektual otak berbagai tindakan yg menyimpang (spt kerusuhan, pembakaran, pembunuhan)
alang-alang [n] rumput yg tinggi, umumnya tumbuh di dataran rendah, berguna sbg makanan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; Imperata cylindrica
algilik al.gi.lik [n] tanah yg kadar liatnya sangat tinggi dan dapat menghalangi penyebaran akar
alkohol al.ko.hol [n Kim] (1) cairan tidak berwarna yg mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dl industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yg memabukkan dl kebanyakan minuman keras; C2H5OH; etanol; (2) senyawa organik dng gugus OH pd atom karbon jenuh
alveolus al.ve.o.lus [n] (1) rongga atau ceruk kecil, spt rongga dl rahang tempat akar gigi tertanam; (2) kantong udara dl paru-paru; (3) Anat bagian mulut yg keras di belakang gigi atas
ambles am.bles [Jw v] turun (ke dl tanah); tenggelam: gedung-gedung di Jakarta setiap tahun -- beberapa sentimeter
ambung-ambung am.bung-am.bung [n] tumbuhan yg biasanya hidup di pantai, batangnya keras dan daunnya digunakan sbg obat; Scaevola frutescens
ana [n cak] saya; aku: -- tinggal di Jakarta
anafora ana.fo.ra [n Ling] (1) pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pd larik-larik atau kalimat-kalimat yg berturutan untuk memperoleh efek tertentu; (2) hal atau fungsi merujuk kembali pd sesuatu yg telah disebutkan sebelumnya dl wacana (yg disebut anteseden) dng substitusi, msl nya dl Pak Karta rumahnya terbakar, kata nya menunjuk kpd Pak Karta
anak [n] (1) keturunan yg kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; (2) manusia yg masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; (3) binatang yg masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; (4) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar: -- pisang; (5) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb): -- Jakarta; -- Medan; (6) orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb): -- kapal; -- komidi; (7) bagian yg kecil (pd suatu benda): -- baju; (8) yg lebih kecil dp yg lain: -- bukit
anak jari sebatang jari; (2) jari kelingking
anakan anak.an [n] (1) bunga uang; rente: uang simpanan itu mendapat ~ 2 % sebulan; (2) Tan tunas yg tumbuh dr akar atau umbi; (3) Hidr siklon tropis kecil yg sering diikuti dng gangguan yg lebih hebat
anal seks [Psi] mengenai perilaku seksual yg menyimpang, yaitu dng memasukkan zakar ke dubur pasangan
analisis bahasa [Ling] penelaahan yg dilakukan oleh peneliti atau pakar bahasa dl menggarap data kebahasaan yg diperoleh dr penelitian lapangan atau dr pengumpulan teks (penelitian kepustakaan)
analisis sistem prosedur atau proses sistematis yg memungkinkan pengombinasian pertimbangan para pakar dr berbagai bidang ilmu sehingga diperoleh hasil yg sempurna dr kegunaan tiap disiplin; (2) pengamatan mengenai suatu kegiatan, metode, prosedur, atau teknik untuk menentukan manfaat kegiatan tsb dan cara terbaik untuk memperolehnya
andilau an.di.lau [Mk n] pohon tinggi, berbatang tebal, baik untuk reboisasi, kayunya ringan dan kering, bagian dalam kayunya baik untuk pagar rumah; Commersonia bartramia
andong an.dong [Jw n] kereta kuda sewaan spt dokar atau sado beroda empat (di Yogyakarta dan Surakarta) [n] (1) tanaman perdu, tergolong tanaman hias, berhelai daun panjang meruncing lurus atau bergelombang, tangkai daunnya berbentuk tulang, warna daunnya hijau, hijau kemerah-merahan, ungu kemerah-merahan, merah sekali; Cordyline fruticosa; (2) daun andong
anggur ang.gur , meng.ang.gur v tidak melakukan apa-apa; tidak bekerja: ia sudah berbulan-bulan ~ [n] keratan cabang atau batang yg akan ditanam; setek [n] (1) tumbuhan memanjat (menjalar) yg buahnya kecil-kecil sebesar kelereng dan berangkai; (2) buah anggur; (3) minuman dr sari buah anggur yg difermentasi
angit [a] berbau spt kerak terbakar
anglo ang.lo [n] perapian (dapur) kecil dng arang sbg bahan bakarnya
antraknosa an.trak.no.sa [n] penyakit tanaman dng gejala timbulnya bercak kecokelat-cokelatan pd daun atau batang yg disebabkan oleh cendawan
aorta aor.ta [n] batang nadi (pembuluh nadi yg besar) yg pangkalnya terletak pd bilik kiri jantung
apakah apa.kah [pron] (1) kata tanya untuk menanyakan benda bukan manusia: -- yg menyebabkan kebakaran itu?; (2) kata tanya untuk menanyakan nama (sifat, jenis, dsb): ular -- ini?; (3) kata tanya untuk menyatakan pilihan dan menegaskan informasi yg ingin diketahui: -- suratku sudah sampai?
apam [n] kue yg dibuat dr tepung beras, diberi ragi, santan, dan gula, bentuknya bulat, dimasak di wajan kecil di atas api, bara arang, atau kayu bakar yg relatif tidak panas
api [n] (1) panas dan cahaya yg berasal dr sesuatu yg terbakar; nyala: di dekat -- itu tampak beberapa orang berdiang; (2) kebakaran: bahaya -- sering terjadi di kota-kota besar; (3) ki perasaan yg menggelora (tt cinta, perjuangan); semangat: kita harus terus mengobarkan -- perjuangan menentang penjajahan; -- revolusi; -- asmara
api unggun api yg menyala dr tumpukan kayu yg terbakar; (2) acara (biasanya pd malam penutupan masa perkenalan anggota baru) dng membuat api unggun (msl dl kepramukaan)
apostrof apos.trof [n] tanda baca (spt ...'...) yg dipakai untuk menunjukkan bahwa ada huruf atau angka yg dihilangkan: Jakarta, 28 Oktober '99; malam 'lah tiba
ara [n ] pohon jenis fikus yg banyak getahnya, banyak jenisnya, ada yg berupa pohon, tumbuhan perdu, tumbuhan memanjat, spt -- akar; -- batu; -- burung
arai [Mk n] mayang-mayang: -- enau [ark n] takaran beras (dua cupak)
arang [n] (1) bahan bakar yg hitam warnanya dibuat atau terjadi dr bara kayu dsb yg dipengap; (2) serbuk hitam bekas kayu dsb yg terbakar [Mk n] mulut
aren [n] pohon jenis palem yg umbut batangnya mengandung sagu yg dapat dimakan, ijuknya untuk atap rumah dsb, niranya disadap untuk gula; enau; kabung; Arenga pinnata
ares [n] (1) cak hukuman (berupa larangan keluar dr rumah dsb); (2) Huk penangkapan; penahanan; peniadaan kebebasan [n] inti batang pisang (yg sudah berbuah)
aroma aro.ma [n] (1) bau-bauan yg harum (yg berasal dr tumbuh-tumbuhan atau akar-akaran); (2) bahan pewangi makanan atau minuman
artikulasi ar.ti.ku.la.si [n] (1) Anat sendi; (2) Bot (a) sambungan di antara dua bagian, msl tempat melekatnya daun pd ranting; (b) buku pd batang; (3) Ling (a) lafal, pengucapan kata; (b) perubahan rongga dan ruang dl saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa
asam [n] pohon yg besar batangnya, daunnya kecil-kecil, buahnya berpolong-polong, dan masam rasanya; Tamarindus indica; (2) n (a) Kim zat yg dapat memberikan proton; (b) zat yg dapat membentuk ikatan kovalen dng menerima sepasangan elektron; (3) a masam spt rasa cuka (buah mangga muda dsb): -- benar limau ini; (4) a ki tidak cerah; cemberut; masam: mukanya -- saja sejak pagi; (5) n buah asam
asap [n] uap yg dapat terlihat yg dihasilkan dr pembakaran
asbes as.bes [n] serat mineral yg dapat digunakan dl berbagai ragam industri, bersifat tahan panas, dan tidak mudah menjadi abu apabila terbakar
asetilena ase.ti.le.na [n Kim] gas tanpa warna yg mudah terbakar, berbau eter apabila murni, dan digunakan untuk mempercepat proses kematangan buah-buahan
aseton ase.ton [n Kim] zat cair tanpa warna yg mudah terbakar dan mempunyai bau serta rasa yg khas (dipakai sbg pelarut dl industri dan dl percobaan laboratorium); CH3COCH3
aspal as.pal [n] (1) campuran hidrokarbon alam yg amorf, berwarna cokelat hitam dan berupa zat padat atau setengah padat yg dihasilkan dr minyak bumi dng suhu pembakaran tinggi; (2) bahan pelapis jalan yg rupanya spt ter
asparagus as.pa.ra.gus [n] tumbuhan keluarga Liliaceae, ujung akar tunggalnya (rebung) untuk sayur, terutama yg belum kena sinar matahari, berwarna putih, lunak, dan gemuk; Asparagus officinalis [n] asparaga
auksin auk.sin [n Bio] setiap substansi organik yg memacu pertumbuhan tunas ke arah sumbu batang; hormon tanaman
automobil au.to.mo.bil [n] kendaraan yg dapat bergerak sendiri, beroda tiga atau lebih, digerakkan oleh mesin atau motor, dan biasanya berbahan bakar bensin; mobil
avgas av.gas [n ] bahan bakar untuk pesawat terbang bukan jet
avtur av.tur [n ] bahan bakar untuk pesawat terbang turbin gas yg batas titik didihnya sekitar 150oC
babak ba.bak [n] (1) bagian besar dl suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan): pertunjukan drama tiga --; (2) bagian dr suatu keseluruhan proses, kejadian, atau peristiwa: -- permulaan perundingan kedua negara yg bersengketa itu akan diadakan di negara ketiga; (3) Olr bagian permainan yg waktunya tertentu; ronde: pd -- pertama, kedua kesebelasan masih bermain sama kuat [Jw a] lecet (tt kulit) [v] mem.ba.bak v menahan darah mengalir keluar [Jk] , ba.bak.an n kulit kayu yg dikubak dr batangnya
badan ba.dan [n] (1) tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat; (2) batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; (3) bagian utama dr suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat; (4) diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap; (5) sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat
bagas ba.gas [a] (1) tetap kuat (tt badan); (2) kuat dan kencang (tt angin) [n] sisa batang tebu setelah diperas sarinya
bahan tanam bagian tumbuhan yg ditanam, berupa biji, potongan batang (setek), atau belahan rumpun
bahasa aglutinatif tipe bahasa yg pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pd akar kata; -- akusatif tipe bahasa yg mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, msl bahasa Inggris yg mempunyai kalimat spt They kill him, kata him adalah bentuk akusatif dr kata he
bahasa bagongan ragam bahasa Jawa yg dipakai dl lingkungan keraton di Yogyakarta
bahasa sintetis tipe bahasa yg hubungan sintaktisnya diungkapkan dng infleksi dan peleburan afiks dl akar, msl bahasa Latin dan Arab
bahaya api yg mungkin menimbulkan kebakaran
baiduri sepah baiduri yg mempunyai ukiran akar atau kayu
bakau ba.kau [n] tumbuhan pokok di pantai, termasuk suku Rhizophora, kulit batangnya biasa dipakai sbg penyamak kulit, macamnya banyak sekali, spt -- akik, -- hitam, -- minyak, -- merah, -- jangkar
balairung ba.lai.rung [kl n] balai atau pendapa besar tempat raja dihadap rakyatnya (di Yogyakarta dan Surakarta disebut bangsal kencana)
balok ba.lok [n] (1) batang kayu yg telah dirimbas, tetapi belum dijadikan papan dsb: tiang-tiang rumah itu dibuat dr --; (2) cak tanda pangkat ketentaraan yg dipasang di pundak: sbg kapten di bahunya terpasang tanda pangkat -- tiga; (3) barang yg menyerupai bentuk balok: es --; (4) Olr papan tumpuan (terutama untuk lompat jauh, lompat jangkit); (5) bagian samping (lambung) perahu yg terlebar [n] satuan ukuran berat candu 1.030 kg
bambu betung bambu yg batangnya besar dan dapat dijadikan tiang rumah; Dendrocalamus asper
bambu duri bambu yg pd buku batang dan rantingnya tumbuh duri; Bambusa blumeana
bambu jepang bambu yg berasal dr Jepang, tumbuh merumpun, batang lurus mirip kawat, meruncing, berukuran tinggi mencapai 7,1 m, berdiameter 2-10 cm, berwarna hijau dan dipenuhi bintik-bintik kekuningan; Dracaerna godreffiana
bambu tali bambu yg batangnya (setelah dibelah-belah) dapat dijadikan tali; Gigantochloa apus
banar ba.nar [n] akar pohon, Smilax helferi
bandul ban.dul [n] (1) buaian (lonceng dsb); (2) benda yg digantungkan sbg pemberat; (3) Fis batang tegar atau tali yg satu ujungnya dihubungkan dng bola atau silinder pembobot dng massa tertentu dan ujung lainnya diikatkan pd suatu titik tetap sehingga ujung yg mempunyai pembobot dapat bergantung bebas dan berayun dng kala (periode) tertentu; (4) Fis pembobot yg dapat berayun dr suatu sistem ayunan; (5) Olr pukulan yg diayunkan dr bawah ke atas (terutama dl olahraga pencak silat)
bangsi bang.si [n] (1) alat musik tiup sejenis suling bambu dng empat sampai tujuh lubang nada; (2) suling; seruling; (3) suling dr batang padi
banir ba.nir [n] akar yg menganjur ke luar menyerupai dinding penopang pohon (pd pangkal pohon, spt kenari dan beringin)
bank [n] badan usaha di bidang keuangan yg menarik dan mengeluarkan uang dl masyakarat, terutama memberikan kredit dan jasa dl lalu lintas pembayaran dan peredaran uang
bantu personal bantuan yg merupakan bagian dr bantuan atau kerja sama teknik yg meliputi pengiriman tenaga ahli (pakar pembangunan) ke negara berkembang
banyolan ba.nyol.an [n] (1) lawakan; lelucon: -nya membuat orang tertawa terpingkal-pingkal; (2) olok-olok; kelakar: jangan marah, itu hanya sekadar --
banyu ba.nyu [kl n] barang cair untuk menghitamkan gigi (dibuat dr air kelapa dng bakaran besi tua atau arang tempurung kelapa dsb)
bara ba.ra [n] barang sesuatu (arang) yg terbakar dan masih berapi lihat sara
barbel bar.bel [n Olr] batang besi yg pd kedua ujungnya dibubuhi piringan besi dng berat tertentu yg dapat dilepas, digunakan dl olahraga angkat besi; halter
bardi bar.di [ark n] tumbuhan kecil yg banyak terdapat di tepi Sungai Nil, batangnya spt tebu atau bambu cina, daunnya spt sapu, digunakan sbg alat tulis
barometer ba.ro.me.ter [n] (1) alat untuk mengukur tekanan udara, dipakai untuk meramalkan keadaan cuaca dan mengetahui ketinggian suatu tempat dr permukaan laut; (2) ki tolok ukur; ukuran (baik buruk dsb): keamanan di Jakarta merupakan -- keamanan di Indonesia
basil ba.sil [n Bio] bakteri yg berbentuk batang
basilari ba.si.la.ri [a Dok] berkenaan dng basil atau bentuk spt batang
basmi bas.mi [v] , mem.bas.mi v (1) membakar sampai habis: ia sedang -- rumput ilalang yg kering; (2) memberantas; memusnahkan: petugas negara berhasil -- penjahat; peraturan itu dibuat untuk -- penyelundupan
basung ba.sung [n] akar kayu yg ringan [n] daun yg digulung meruncing atau bulat panjang untuk pembungkus sagu [num] ukuran banyak yg jumlahnya dua puluh empat atau dua lusin [n] , mem.ba.sung v menendang hingga melambung tinggi: -- bola
bata ba.ta [n] (1) benda yg berbentuk persegi panjang spt kotak atau peti kecil: -- garam; (2) tanah liat yg diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar (dipakai untuk membuat dinding dsb); batu bata [n] pernikahan laki-laki kakak beradik dng wanita kakak beradik pd saat yg bersamaan
bata emas emas yg berbentuk batang(an)
bata mentah batu bata yg belum dibakar
batik Yogya (kain) batik yg dibuat dng corak dan gaya Yogyakarta
batu kapur batu karang yg terutama mengandung kalsium karbonat dan bila dibakar menghasilkan kapur; kapur yg masih berupa batu
batu lahar [Tek] kepingan terleleh atau terlebur yg keras dr residu yg terbentuk dl kebakaran dng timbunan abu, logam, gelas (kaca), dan keramik
baur ba.ur [v] campur; (2) n ketidaktentuan; keraguan; pengeliruan; (3)suatu hal yg berarti banyak [n] batang; tangkai [kl n] pedang kebesaran
baut ba.ut [n] (1) besi batangan yg berulir (untuk menyambung atau mengikat dua benda), biasanya dipasangkan dng mur; (2) cak tukang pukul (jagoan yg dipiara tauke untuk mengawasi pekerja)
bawah tanah di dl tanah; (2) ki gelap atau rahasia (tt gerakan dsb): gerakan -- tanah para penyelundup telah digulung polisi sampai ke akar-akarnya
bayam merah bayam yg batang dan daunnya berwarna merah, dapat digunakan untuk obat mejan; Amarantus melancholicus
bayam putih bayam yg dapat digunakan untuk sayur, batangnya berwarna keputih-putihan; Amarantus lividus
bebas aktif sikap politik luar negeri Indonesia yg tidak terikat oleh suatu ideologi, tidak masuk blok negara asing tertentu dan dng aktif ikut mengambil prakarsa dl mengembangkan persahabatan dan kerja sama internasional
begonia be.go.nia [n] tumbuhan hias yg banyak bunganya, batang, tangkai, daunnya berduri-duri halus; Begoniaceae
bekas be.kas [n] (1) tanda yg tertinggal atau tersisa (sesudah dipegang, diinjak, dilalui, dsb); kesan: ada -- ban mobil di halaman; pd tembok ini tampak -- tapak kaki; (2) sesuatu yg tertinggal sbg sisa (yg telah rusak, terbakar, tidak dipakai lagi, dsb): runtuhan -- gedung-gedung besar; tidak ada -- nya lagi; (3) pernah menjabat atau menjadi ..., tetapi sekarang tidak lagi; mantan: dia adalah -- guru saya; dia -- lurah; (4) sudah pernah dipakai: barang --; usahanya adalah menjual dan membeli mobil -- [n] tempat menaruh sesuatu; wadah: -- tinta; -- sirih
bekerma be.ker.ma [n] pohon yg kayunya biasa digunakan untuk kayu bakar
bekicot be.ki.cot [n] siput darat pemakan daun-daunan dan batang muda; Achatina fulica
bekuk be.kuk [v] , mem.be.kuk v (1) membengkokkan atau melipat benda yg keras: -- tongkat besi; (2) ki menangkap (pencuri); mengalahkan (musuh): polisi berhasil -- batang leher pencuri mobil itu; (3) cak menipu; mengakali
belakangan be.la.kang.an [n] (1) akhirnya; kemudian: -- ketahuan juga siapa pencurinya; (2) baru-baru (ini); belum lama (ini): -- ini diadakan lomba sepatu roda di Jakarta; (3) menyusul; kemudian: saya membayar sebagian dulu, sisanya -; (4) Jk lebih belakang; kemudian: yg datang -- tidak mendapat kursi
belerang be.le.rang [n] benda bukan logam yg berwarna kuning muda, jika dibakar bernyala biru merah, asapnya berbau busuk, banyak dipakai untuk bahan obat dan industri, terdapat di daerah (di kawah) gunung berapi; sulfur
belinjo be.lin.jo [n] (1) pohon yg batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; Gnetum gnemon; (2) buah belinjo; (3) ki pelor (pistol, senapan)
belintang be.lin.tang , ber.be.lin.tang v terletak melintang: mereka melangkahi batang-batang pohon yg -- di tengah jalan
belubur be.lu.bur [n] (1) sumpit bulat panjang tempat beras (dianyam dr daun rumbia); (2) tempat menyimpan garam dan beras dl perahu; (3) lumbung padi, bagian bawah kecil, bagian atasnya besar dan lebar [n] dapur serupa lumbung tempat pembakaran arang (bata, periuk, sampah, dsb)
beluru be.lu.ru [n] tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya biasa dibuat obat; Entada phaseoloides [n] ikan laut jenis tamban
bemban bem.ban [n] tumbuhan menyerupai rotan, batangnya biasa dianyam untuk dijadikan bakul, tikar, bidai, dsb; Donax cannaeformis [n] alat penangkap ikan menyerupai bubu, bertali yg diikatkan pd tongkat [n] ikan sungai, Ompok Bimaculatus
benang bola benang yg digulung bulat spt bola (tanpa kelos atau gelendong), bagian tengah gulungannya kosong untuk ditusukkan pd batang sumbu putar
benda ben.da [n] (1) segala yg ada dl alam yg berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (msl air, minyak); (2) barang yg berharga (sbg kekayaan); harta; (3) barang: rumah itu terbakar bersama -- yg ada di dalamnya
bendera merah bendera berwarna merah yg biasanya dikibarkan sbg tanda adanya bahaya (kebakaran); (2) bendera berwarna merah (pd kapal tangki, mobil tangki) sbg tanda pengangkutan barang yg mudah terbakar (bensin dsb)
bensin ben.sin [n] minyak bumi yg mudah menguap dan mudah terbakar (dipakai sbg bahan bakar mobil dsb)
benzena ben.ze.na [n Kim] (1) zat cair tanpa warna, mudah terbakar, berbau harum, dipergunakan untuk membuat zat warna, bahan peledak, obat, minyak wangi, lak, dan sbg pelarut organik; C6H6; (2) benzol
berbareng ber.ba.reng [adv] bersama-sama; bersamaan wakunya: -- dng kebakaran itu turun hujan yg lebat
berbau ber.bau [v] (1) mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dsb): ketika ditemukan, mayat itu sudah -- busuk; (2) baunya spt bau ...: baju ini telah -- keringat; (3) mendapat bau; tercium: -- cat yg masih baru; (4) terkandung di dalamnya (sesuatu yg lain): bantuan yg -- politik; (5)ki telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tt rahasia dsb): telah -- oleh polisi dr mana datangnya komplotan penjahat itu; bakar tidak -, pb maksud jahat yg tersembunyi
berbilang imajiner ber.bi.lang imajiner [Mat] bilangan negatif di bawah tanda akar (spt Y-2, Y-27)
bercabang ber.ca.bang [v] (1) mempunyai cabang (tt batang pohon, tanduk, lembaga, atau kantor): tanduk rusa itu ~; di desa itu ada pohon nyiur yg ~; (2) terpecah; tidak terpusat pd satu saja (tt hati, pikiran, dsb); mendua; bimbang (tt hati, pikiran): hatinya sudah ~ sehingga sulit dipercaya; (3) berbelah cabang (tt jalan, sungai); bersimpang: jalan (sungai) itu ~ dua; (4) ki tidak dapat dipercaya (tt perkataan): lidahnya ~
bercanda ber.can.da v (1) bertingkah; (2) berkelakar; bersenda gurau; berseloroh
berceranggah ber.ce.rang.gah [v] (1) bercabang-cabang tanduknya: ia menembak seekor rusa yg ~; (2) tegak menganjur ke atas (tt batang yg panjang, lancip, atau tajam, spt tiang perahu, sangkur)
bercumbu ber.cum.bu [v] (1) bersenda gurau; berkelakar; (2) saling mencumbu (dl bercinta-cintaan)
bercumbu-cumbu ber.cum.bu-cum.bu [v] (1) saling mengggunakan kata-kata yg manis dl bercinta-cintaan (bersuka-sukaan dsb); (2) bersenda gurau; berkelakar
berdomisili ber.do.mi.si.li [v] berkediaman (tetap); bertempat tinggal (resmi): dramawan terkenal itu ~ di Yogyakarta
beret be.ret [Jk a] tergores, lecet (tt kulit dsb): kakinya -- dicakar kucing
berfungsi ber.fung.si [v] (1) berkedudukan atau bertugas (sbg): kepala kantor wilayah ~ sbg menteri di daerah; (2) berguna; menjalankan tugasnya: akibat banjir, jalan yg menghubungkan Jakarta -- Cirebon tidak ~ lagi
bergosong ber.go.song [a] hangus (terbakar) di beberapa tempat: seluar bajunya ~
bergurau ber.gu.rau [v] berkata-kata untuk main-main saja; berkelakar; berjenaka: ia tidak pernah ~ dng anak-anaknya; anak itu periang dan suka ~
bergurau senda ber.gu.rau senda berkelakar; bermain-main (spt berolok-olok untuk tertawa-tawa, bercumbu-cumbuan)
beringin be.ri.ngin [n] pohon besar yg tingginya mencapai 20-35 m, berakar tunggang, dr cabang-cabangnya keluar akar gantung, daunnya kecil berbentuk bulat telur yg meruncing ke ujung dan rimbun dng tajuk berbentuk payung, buahnya kecil, bulat, dng permukaan halus; Ficus benjamina
berjulai ber.ju.lai [v] bergantung menjulur (menjuntai) spt akar yg akan melilit dsb: carang itu ~
berkarang ber.ka.rang [v] (1) ada karangnya; (2) mencari karang di laut: mata pencahariannya ~; (3) ki sudah lama dan berurat berakar (tt penyakit dsb): kegemaran berjudi merupakan penyakit yg sudah ~ dl hidupnya
berkas ber.kas [n] (1) kumpulan (gabungan) benda spt lidi, batang padi, kayu api, diikat menjadi satu: lidi tiga --; (2) bendel (surat-surat): -- surat laporan sudah disampaikan kpd kepala bagian tata usaha; (3) Adm lipatan kertas tebal persegi panjang untuk melindungi dan menyimpan surat
berkecandan ber.ke.can.dan [v] bersenda gurau; berkelakar
berkembur-kembur ber.kem.bur-kem.bur [v] bercakap-cakap (untuk berkelakar dsb): ia biasa ~ dng kawan-kawannya
berkonsultasi ber.kon.sul.ta.si [v] (1) bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dl memutuskan sesuatu (tt usaha dagang dsb): tokoh-tokoh bank berkumpul di Jakarta dan saling ~ untuk memecahkan masalah perkreditan; (2) meminta nasihat (tt kesehatan, pendidikan, dsb)
berlarat-larat ber.la.rat-la.rat [v] (1) berada dl keadaan larat; (2) bertambah jauh (hanyut, pergi); (3) semakin menjadi (melantur-lantur, berpanjang-panjang, berlanjut-lanjut) perundingan (percakapan) jadi ~; (4) bertambah melebar (meruak, merembet): kebakaran besar tidak dapat dicegah, api telah ~ ke mana-mana
berlebaran ber.le.ba.ran [v] merayakan hari Lebaran: ia bermaksud hendak ~ di Jakarta pd tahun ini
bermain-main ber.ma.in-ma.in [v] (1) bersenang-senang dng melakukan sesuatu: anak kecil itu sedang -- di lapangan rumput; (2) berkelakar saja; tidak dng sungguh-sungguh: ah, tidak apa-apa, kami hanya --
bermotor ber.mo.tor [v] (1) mengendarai sepeda motor: ia -- dr Bandung ke Jakarta; (2) menggunakan motor (mesin); diperlengkapi dng motor: kendaraan --
bernyala ber.nya.la [v] (1) ada nyalanya; keluar nyalanya: kayu itu dibakar, tetapi tidak ~; (2) ki besar sekali: semangatnya ~
berogak-ogak ber.o.gak-o.gak [v] berjenaka; berkelakar
berolok-olok ber.o.lok-o.lok [v] bermain-main (dng maksud menyindir, mengejek) dng perkataan; berkelakar; bersenda-gurau: ja-ngan -- lagi, nanti dia menangis
berongkol be.rong.kol [v] berberkas-berkas; bergabung-gabung: akar alang-alang itu dijual ~
berparut ber.pa.rut [v] ada parutnya; bergores-gores: mukanya ~ bekas dicakar kucing
berpijar ber.pi.jar [v] memancarkan cahaya krn panas atau terbakar
berpilin-pilin ber.pi.lin-pi.lin [v] berkeluk (berpiuh-piuh) dipilin (tt batang kayu dsb): batang pohon itu ~ , baik dibuat tongkat; (3) mempunyai pilin: rambut anak itu ~
bersandar ber.san.dar [v] (1) bersangga; bertumpu; bertopang: krn capainya, ia duduk -- pd tembok; ia berdiri sambil -- pd batang pohon; (2) membuang sauh; berlabuh: kapal itu- di pelabuhan
bersandarkan ber.san.dar.kan [v] (1) bersanggahan (pd sesuatu supaya tegak atau berdiri kokoh); bertumpukan; bertopangkan: sepeda itu tidak akan roboh, krn -- sebatang pohon; (2) mengharapkan bantuan dr; menggantungkan diri pd; bergantung pd: hidupnya -- bantuan orang tuanya
berseloroh ber.se.lo.roh [v] bersenda gurau; berkelakar; berolok-olok
berseluk ber.se.luk [v] (1) belit-membelit (spt dua tiga akar dsb); berbelit: akarnya -; (2) dibelitkan; dililitkan: berselendang sutra merah jambu -- di leher; (3) berbelok; berkelok: tahu di karang nan melintang, tahu di angin nan -- ; (4) silang-siur; simpang-siur: di sana-sini -- berbagai-bagai kendaraan
bersenda gurau ber.sen.da gu.rau [v] berkelakar; berseloroh; bercanda (kata); bergurau
bersukat ber.su.kat [v] (1) menakar dng sukat; (2) ditakar dng sukat
bertanah ber.ta.nah [v] (1) mempunyai tanah; ada tanahnya; (2) berurat berakar
bertarah ber.ta.rah [v] sudah diratakan (dilicinkan) dng rimbas dsb (tt batang kayu)
berterali ber.te.ra.li [v] memakai terali: seluruh jendela gudang penyimpanan logam mulia itu ~ batangan logam tebal
bertolak ber.to.lak [v] (1) berangkat berlayar: kapal pesiar itu ~ dr Pelabuhan Tanjung Priok; (2) berangkat; pergi meninggalkan (menghindar dr): dia telah ~ menuju Jakarta; (3) berpangkal: ~ dr keyakinan itu, saya berusaha belajar lagi
bertumpu ber.tum.pu [v] (kaki, tangan, dsb) bertekan pd; berjejak pd: ketika berbicara, kedua sikunya ~ di meja; rupanya ia sedang mencari-cari tempat ~; (2) v menolakkan (menekankan) telapak kaki pd sesuatu (ketika hendak melompat, terbang, dsb): ia pun ~ hendak melompat; (3) v ki berdasar teguh-teguh (pd); sudah berurat berakar (pd): ajaran yg tidak ~ pd kebenaran, tidak mudah diterima oleh orang-orang pandai; (4) adv ki dng mengerahkan segenap tenaga; dng betul-betul berusaha dsb: paham yg selama ini ~ dibelanya
bertumpuk-tumpuk ber.tum.puk-tum.puk [v] (1) bersusun-susun; bertimbun-timbun; bertumpang-tindih: ~ buku yg masih belum laku; (2) berkelompok-kelompok (sekumpulan-sekumpulan): ~ pulau besar dan kecil; rumah makan itu sangat laku, setiap hari yg makan ~; (3) ki banyak sekali, padat sekali, dsb: ~ kendaraan bermotor di Jakarta; kartu lebaran ~ di mejanya; uangnya ~; (4) ki setempat-setempat, tidak rata (tt warna): warna putih ~ pd dasar biru, dimaksudkan sbg awan yg melayang-layang di langit
beruang be.ru.ang [n] binatang buas jenis Ursus, berbulu tebal, dapat berdiri di atas kedua kakinya, bercakar, dan bermoncong panjang (banyak macamnya, spt -- bukit, -- damar, -- putih)
beruas be.ru.as [n] pohon manggis hutan, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas; Garcinia hombroniana
beruas-ruas be.ru.as-ru.as [v] (1) ada ruas-ruasnya: batang tebu dan bambu ~; (2) beberapa ruas
berukup ber.u.kup [v] mengasapi diri dng membakar setanggi, kemenyan, dsb; (2) a sudah diasapi dng ukup: kain ~
berulang-alik ber.u.lang-a.lik [v] bepergian dan kembali pulang; pergi (ke suatu tempat) dan kembali pd hari yg sama: ia biasa ~ Jakarta-Bandung
berunggun ber.ung.gun [v] bertumpuk; beronggok; bertimbun: sampah ~ di tepi jalan; (2) v sedang membakar kayu yg bertimbun; mengadakan api unggun; (3) a masih berapi (tt timbunan sampah dsb yg dibakar)
berurat ber.u.rat [v] (1) ada uratnya; (2) berakar
berurat berumbi berurat ber.um.bi [ki] berurat berakar (sudah tertanam benar dl hati dsb)
berurat umbi ber.u.rat umbi sudah mendalam benar-benar (dl hati); sudah mengakar benar-benar (dl hati); (2) sudah lama menetap dan beranak-pinak di suatu tempat;
beryang-yang ber.yang-yang [v] memuja kpd dewa-dewa (dng mantra dsb): ia membakar kemenyan sambil ~
beset be.set [a] terkupas atau terkelupas (tt kulit): luka -- lebih mudah sembuh dp luka bakar
besi lantak besi batang
besi merah besi yg terbakar hingga menyerupai bara merah
biaya bi.a.ya [n] uang yg dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dsb) sesuatu; ongkos; belanja; pengeluaran: -- sekolahnya ditanggung oleh kakaknya; -- hidup di Jakarta sangat tinggi
biji bi.ji [n] (1) isi buah (yg apabila ditanam dapat tumbuh): -- nangka; -- mangga; (2) butir buah yg kecil-kecil (spt butir padi dan jagung): -- kacang; -- kedelai; (3) kata penggolong bagi bermacam-macam benda sbg pengganti butir, buah, batang, dsb: ia makan mangga lima --; ia mempunyai lima -- mata pena [n] angka yg menunjukkan hasil belajar (kepandaian); nilai; ponten: -- enam untuk bahasa Indonesia
bingkah bing.kah [n] kata takaran untuk tanah, kapur, dsb yg berkepal-kepal (besar dan padat): se -- tanah
bintan bin.tan [n] pohon kayu yg biasanya tumbuh di sepanjang tepi sungai, akarnya sering dicampur dng pinang untuk obat cuci perut; Cerbera mangkas
bintang sartan makara
binti bin.ti [Ar n] anak perempuan (biasa dipakai untuk keterangan nama orang): Siti Aisyah -- Abu Bakar [n] burung pemakan serangga dan ikan, hidup di Asia dan Afrika; Alcedo ispida
bintil bin.til [n] bintul (bercak) kecil (spt bekas digigit nyamuk); -- akar Bio bintil pd akar tumbuhan polong Leguminosae yg dibentuk oleh bakteri penambat nitrogen yg tergolong marga Rhizobium
bit gula bit gu.la [n] tumbuhan dataran tinggi yg umbi akarnya, berwarna merah dapat digunakan untuk membuat gula krn kadar gulanya tinggi
bom laut bom yg dilemparkan ke dl laut (untuk menghancurkan kapal selam); -- molotov bom bakar sederhana berisi kerosin: para demonstran melempari polisi dng -- molotov
bom napalm bom yg mengandung bahan kimia yg mudah terbakar; bom pembakar
bonggol bong.gol [n] (1) bonjol pd batang kayu dsb; (2) daging pd tengkuk; punuk [Jk] , mem.bong.gol v memukul
bongkot bong.kot [Jk n] pangkal (batang kayu, tebu, dsb); punggur
bonsai bon.sai [n] tumbuhan kerdil, diperoleh dng menanamnya dl pot dng cara tertentu (pot dangkal, pemangkasan akar dan cabang, pemupukan terkendali, dsb); tanaman yg dikerdilkan
bor putar alat pengebor yg menggunakan gerak perputaran batang dan mata bor untuk menembus batuan
bor tumbuk pengeboran yg menggunakan prinsip tumbukan batang bor dng mata bornya pd batuan
brander bran.der [n] alat untuk membakar; pembakar
branwir bran.wir [n] mobil pemadam kebakaran
bratawali bra.ta.wa.li [n] tumbuhan merambat, daunnya spt bentuk hati, bertangkai panjang, batangnya berkutil-kutil, besarnya sejari kelingking, batangnya pahit rasanya dan dipakai untuk obat; Tinuspora terculata
briket bri.ket [n] (1) bata; (2) gumpalan (sebesar kepalan tangan) dr barang lunak yg dikeraskan melalui pembakaran: arang --
buah pelir bola-bola isi kantung kemaluan laki-laki; buah zakar
bubu bu.bu [n] alat untuk menangkap ikan yg dibuat dr saga atau bambu yg dianyam, dipasang dl air (ikan dapat masuk, tetapi tidak dapat keluar lagi), jenisnya bermacam-macam, yaitu -- batang, -- jantung, dan -- tadah
buk buk, me.nge.buk [v cak] memesan: tiap menjelang akhir tahun orang kaya dr Jakarta -- tiket ke Singapura
bulang bu.lang [n] (1) kain dsb yg dililitkan pd kepala; (2) perhiasan dr emas dipakai pengantin di kepala; (3) tali pengikat taji; cara mengikat taji pd kaki ayam sabungan [n] tumbuhan merambat, Bougainvillea; bunga kertas; bugenvil; -- akar, Smythea pacifica
buluh duri bambu yg pd buku-buku batang dan rantingnya mempunyai duri-duri
buluh gading buluh yg tidak berapa besar, warna batang dan daunnya kekuning-kuningan; Bambusa vulgaris
bumi hangus bu.mi ha.ngus, mem.bu.mi.ha.ngus.kan [v] memusnahkan sama sekali (tt barang, bangunan, dan gedung penting yg mungkin dipakai oleh musuh) dng pembakaran
bumper bum.per [n] (1) batang besi atau plastik yg melintang pd bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); (2) pagar besi pd sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); (3) ki penahan pukulan (serangan, hantaman, dsb); orang yg menjadi sasaran pengganti: kalau masalahnya untuk menghadapi pihak luar, jadikan saya -- , biar saya yg diserang
bunga kertas bunga tiruan yg dibuat dr kertas untuk hiasan pengganti bunga hidup; (2) pohon hias yg banyak bunganya, batangnya berduri, Bougainvillea
bunga ketongkeng sejenis akar memanjang yg harum baunya
bunga landak tumbuh-tumbuhan yg berduri, akar dan daunnya dijadikan obat; Barleria prionitis
bunga majemuk rangkaian bunga yg tumbuh dr ujung batang atau dr ketiak daun [Man] biaya atas penggunaan uang yg diperhitungkan atas jumlah modal pokok beserta bunga yg berhak; bunga yg diperhitungkan atas bunga yg belum dibayar
bunga manila tanaman hias; rebusan akarnya dapat digunakan sbg obat menceret; Tebernaemontana diviricata
bungker bung.ker [n] (1) lubang perlindungan di bawah tanah; (2) ruangan yg dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dr serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir; (3) tempat dl kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak)
bunglai bung.lai [n] tumbuhan yg akarnya dibuat obat, Zingiber cassumunar
bunut bu.nut [n] pohon yg batangnya dapat dibuat tali, bunganya halus; wunut; Cynometra remiflora
bupati bu.pa.ti [n] (1) (jabatan, sebutan) kepala daerah kabupaten (daerah tingkat II); (2) (jabatan, sebutan) pegawai istana yg tertinggi (di Yogyakarta dan Surakarta)
burdah bur.dah [ark n] jubah dr bulu domba [n] (1) rebana besar terbuat dr batang pohon kelapa (gelugu); (2) seni musik tradisional Bali Utara dng tetabuhan rebana besar terbuat dr gelugu
burung foniks unggas yg hanya ada dl mitologi yg berkali-kali terbakar menjadi abu, tetapi hidup lagi dl bentuk yg lebih indah (biasa dijadikan simbol)
buster bus.ter [n] roket peluncur yg dilepas (dibuang) dr orbit setelah bahan bakarnya habis
butana bu.ta.na [n Pet] gas yg diambil dr minyak bumi atau langsung dr bumi yg mudah terbakar dan dipakai sbg bahan bakar
butuh bu.tuh [v] , mem.bu.tuh.kan v sangat perlu menggunakan; memerlukan: negara kita masih -- investasi modal asing [n kas] kemaluan laki-laki; zakar
cabang ca.bang [n] (1) bagian batang kayu yg tumbuh dr pokok atau dahan (cabang yg besar disebut dahan dan cabang yg kecil disebut ranting): pohon ini tidak banyak -- nya; (2) galah (tongkat dsb) yg ujungnya berbelah menjadi sudut (Y); canggah; cagak: pohon itu ditopang dng --; (3) bagian yg terpecah atau terbelah dr pokoknya: -- jalan; -- sungai; (4) satuan usaha (kedai, toko), lembaga, perkumpulan, kantor, dsb yg merupakan bagian dr satuan yg lebih besar; filial: kantor --; perguruan itu mempunyai beratus-ratus -- di seluruh tanah air
cabau ca.bau [Mk n] cakar; garuk
cacap ca.cap [n] (1) lendir yg terdapat pd sendi tulang (sapi, kerbau, dsb); (2) cairan untuk memperlebat tumbuhnya rambut (dibuat dr lendir sendi tulang sapi, kerbau, dsb atau dr batang pisang, lendir daun lidah buaya, dsb)
cakil ca.kil [n Lay] batang kayu yg berkait untuk melilitkan ujung tali pd benda tsb
cakrawala cak.ra.wa.la [n] (1) lengkung langit; (2) langit (tempat bintang-bintang); (3)peredaran bintang di langit (kerap pula berarti sbg bintang di langit); (4) kaki langit; tepi langit; batas pemandangan; horizon; (5) ki jangkauan pandangan: mahasiswa harus memperluas -- pengetahuan; (6) ki khazanah; kekayaan: dl acara -- Budaya Nusantara akan ditampilkan kesenian daerah Yogyakarta
calar-balar ca.lar-ba.lar [a] cakar-balar; banyak baretnya (parutnya); berbaret-baret, berparut-parut
camau ca.mau [n] (1) pohon yg akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit kencing nanah; Dracaena angustifolia; (2) akar camau
canda can.da [n] (1) tingkah; (2) kelakar; senda gurau; seloroh; (3) Mk rupa; -- gurau senda gurau: di kala matahari terbenam, mereka segera menghentikan -- gurau krn harus melaksanakan salat Magrib [kl n] tombak pendek [ark a] , tak -- , tidak peduli; tidak ambil pusing [ark adv] rupanya: hari -- akan hujan; ia -- tidak suka makanan itu [n] , -- kemudi kayu tempat mengikatkan kemudi
candat can.dat [kl n] sauh atau gancu yg banyak pencakarnya
canggung cang.gung [a] (1) kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat -- tampaknya; saya tidak -- lagi berpidato di depan umum; (2) kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu -- , tetapi buat saya sama saja dng setir kanan; (3) merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (krn belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yg berlaku): ia merasa -- bergaul dng gadis-gadis yg baru dikenalnya itu; (4) kaku (dl arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu -- ketika pertama kali datang di kota; (5) kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pd tempatnya): kalimat-kalimat dl karangan itu --; (6) dl keadaan kekurangan (tt kehidupan, kepandaian, dsb): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba -- spt ini; pengetahuan dan kepandaian serba -- krn itu engkau sulit mendapat pekerjaan [Mk a] , ter.cang.gung v (1) merasa lengang (tidak senang atau kesunyian krn ditinggalkan seorang diri): ~ pula aku selama ini krn menunggu suamiku yg tidak kunjung pulang; (2) kurang senang (kecewa): hendaklah diusahakan supaya pembeli jangan ~ [kl n] punggur (batang kayu) yg separuh tenggelam dl air [n] alang tempat ayam dsb bertenggek
cangkir cang.kir [n] mangkuk kecil yg bertelinga (tempat air teh atau kopi yg hendak diminum): setelah menghabiskan kopi dua -- dia merasa segar kembali; kami menghadiahi satu set -- buatan Cina kpd mereka pd hari perkawinannya [Mk n] jari cakar yg belakang (tt burung, ayam, dsb)
capa ca.pa [n] (1) tumbuhan yg akar dan daunnya dapat dibuat sbg obat; sembung; Blumea balsamifera; (2) daun sembung; (3) akar sembung [ark n ] permainan judi (dng taruhan uang)
cara ca.ra [n] (1) jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dsb) sesuatu: begitulah -- orang membuat tapai; bagaimana -- menulis huruf ini; (2) gaya; ragam (spt bentuk, corak): ia mempunyai baju -- Cina; ia pandai menari -- Sunda, Jawa, dan Bali; (3) adat kebiasaan; perbuatan (kelakuan) yg sudah menjadi kebiasaan: jika berada di negeri orang, jangan membawa -- mu sendiri; perkawinan -- Barat tidak sama dng -- kita; (4) bahasa; logat (dialek): ia menjawab -- Cina; -- Jakarta disebut "tampek", -- Jawa "gabak", dan -- Melayu "campak"; (5) jalan yg harus ditempuh: ia sedang memikirkan satu -- untuk membebaskan dirinya dr cengkeraman lawannya; (6) usaha; ikhtiar: hal itu adalah suatu -- untuk memupuk rasa nasionalisme
carang ca.rang [n] (1) sulur hijau atau bakal ranting muda yg tumbuh pd batang tumbuhan menjalar (spt mentimun, petola) dan bentuknya spt tali melingkar-lingkar; (2) daun yg muda (tt sirih)
catuk ca.tuk [v] , men.ca.tuk v (1) mencotok; memagut; mematuk: ayam ini suka benar ~ telurnya; apa sebabnya ular itu tidak mau ~ tangan tukang sulap itu; (2) melukai dsb dng ujung senjata; memarang; mencencang: ia ~ kepala orang itu dng bayonet; (3) memukul; mengetuk: ia ~ dng punggung lading [n] (1) tukul besi besar; (2) tukul besi besar yg berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dsb) [n] (1) takaran sebanyak isi sendok makan; (2) takaran sebanyak isi tempurung (batok); (3) satuan ukuran isi atau takaran (beras) c cupak , ter.ca.tuk v duduk dng kepala tertunduk sedikit
ceding ce.ding [a] selalu kecil (kurus) saja (tt anak, tumbuh-tumbuhan, buah); kerdil; (2) n kuncup batang yg tumbuh setelah batang pohonnya dipotong; (3) n tunas
cekam ce.kam [v] men.ce.kam v (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku) atau tangan; mencengkeram; mencengkam: ia menyelinap ke belakang ibunya sambil ~ gaunnya dng kedua tangannya; elang ~ ayam; (2) menjepit erat-erat: terasa ada sesuatu yg ~ kakinya; kedua tangannya ~ leher lawannya; (3) ki menggenggam (menguasai); tidak mau melepaskan apa-apa yg sudah dicapai; (4) ki menekan dan mengerikan: suasana sepi semakin ~ perasaan [n] tugal
cekaman ce.kam.an [n] (1) pegangan atau genggaman dng cakar (kuku) atau tangan; cengkeraman; cengkaman: ayam itu meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dr ~ elang; (2) ki genggaman (kekuasaan, tekanan): mereka terpaksa meninggalkan kampung halamannya krn ~ keganasan gerombolan; ia dapat melepaskan diri dr ~ maut
cekarau ce.ka.rau [Mk n] tumbuhan air yg batangnya berlubang besar
cekau ce.kau [v] men.ce.kau v menangkap atau memegang (dng cakar, tangan, atau mulut): kucing ~ seekor tikus; elang ~ anak ayam
ceker ce.ker [n] kaki dan kuku yg panjang; cakar (pd ayam, itik, dsb) [ark a] kikir; pelit
celana ce.la.na [n] (1) pakaian luar yg menutup pinggang sampai mata kaki, kadang-kadang hanya sampai lutut, yg membungkus batang kaki secara terpisah, terutama merupakan pakaian lelaki; (2) cak cawat
celis ce.lis [v] men.ce.lis v (1) mencencang (mengiris) halus-halus; (2) membelah kecil-kecil: ~ kayu bakar menjadi beberapa bagian
celupak ce.lu.pak [Mk n] pelita yg dibuat dr mangkuk tanah yg kecil dng minyak kelapa sbg bahan bakarnya
celuring ce.lu.ring [n] alat musik pukul dl orkes gamelan, terbuat dr perunggu, bentuknya menyerupai mangkuk-mangkuk kecil, dipasang berderet tergantung pd rak kayu, dipukul secara enteng di bagian pinggirnya dng sebatang logam kecil
cemara ce.ma.ra [n] (1) secekak bulu kuda (lembu, kerbau, dsb) yg dipakai sbg hiasan pd tombak dsb, (2) secekak bulu ekor kuda dsb yg diberi tangkai untuk berkipas, mengusir lalat, dsb; (3) secekak rambut yg dipakai untuk memperbesar konde atau sanggul; (4) benda yg rupanya spt bulu ekor kuda atau lembu (msl bulu pd buah jagung) [n] pohon yg berbatang tinggi lurus spt tiang, daunnya kecil-kecil spt lidi; eru; Casuarina eqnisetifolia
cendawan cen.da.wan [n Bio] jamur (tumbuhan tidak berdaun, dan membiak dng spora) yg besar, umumnya berbentuk payung, banyak macamnya spt: -- bulan merah, -- batang, -- telinga; -- kuping
cengis ce.ngis [ark n] bau sangat sangit (spt kerak terbakar)
cengkam ceng.kam [n] (1) genggaman (pegangan) dng cakar (kuku); cengkeraman: ia berhasil melepaskan diri dr -- beruang itu; (2) ki genggaman (kekuasaan, penindasan, pemerasan): hidupnya berada dl -- lintah darat
cengkeram ceng.ke.ram [v] (1) memegang erat-erat dng cakar (kuku); (2) ki menguasai (menggenggam) [n] (1) uang muka (sebelum pesanan dsb dikerjakan); (2) uang panjar; sesuatu yg dipakai sbg tanggungan utang
ceraka ce.ra.ka [n] pengukup pakaian dsb (dibuat dr rotan dsb) [n] tumbuhan yg akarnya dapat dipakai sbg obat; jarak; Plumbago zeylanica
cerakin ce.ra.kin [n] peti yg di dalamnya berkotak-kotak, tempat penyimpanan bahan obat-obatan; pendadah: saudagar itu menaruh rempah-rempah jualannya di --; dl rumah obat itu banyak -- [n] pohon jarak yg akarnya panjang, bijinya dapat dijadikan obat; Croton tiglium
cerkau cer.kau [v] , men.cer.kau v menangkap (memegang) dng tangan (cakar, mulut); mencengkam; mencengkeram; mencekau
cermai cer.mai [n] (1) pohon yg batangnya lurus bercabang-cabang, kayunya mudah patah, daunnya sejajar, buahnya kecil-kecil, bentuknya bulat kecil dan beralur, berwarna kuning, dan rasanya masam; Phyllanthus acidus; (2) buah cermai
cokelat co.ke.lat [n] (1) pohon yg termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5-6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pd batang yg besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15-20 cm, mengandung biji spt kacang-kacangan antara 50-100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lainnya; Theobroma cacao; (2) bubuk tepung dr biji cokelat; (3) gula-gula yg dibuat dr bubuk cokelat [n] warna merah kehitam-hitaman spt sawo matang
coko co.ko [Jk n] permainan perlombaan memanjat batang pinang yg dilumuri minyak (supaya licin) untuk memperebutkan hadiah yg digantungkan di puncaknya
colok co.lok [n] (1) suluh yg dibuat dr kain usang dsb yg terpilin dan dicelupkan ke dl minyak; (2) lidi dsb yg diberi berdamar atau berbelerang untuk pelita (pengganti gores api dsb); (3) belang putih pd anjing yg hitam [Mk n] (1) celupan; (2) ki derajat (kedudukan dsb): jatuh (turun) -- nya v, men.co.lok v (1) mencocok (menusuk) mata; (2) ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar: gambar iklan selalu dibuat dng warna dan bentuk yg ~ untuk menarik perhatian orang banyak; pertambahan penduduk Jakarta sangat ~ setiap tahun; (3) ki membangkitkan rangsangan orang yg melihat krn terlalu berlebih-lebihan (tt pakaian, kelakuan, dsb): ibu itu marah melihat dandanan anaknya yg sangat ~ itu; (4) menusuk; mencoblos: ~ tanda gambar (pd pemilihan umum)
cuku cu.ku [n] akar gambir yg dikeringkan
cumbu cum.bu [n] (1) kata-kata manis yg dipakai untuk membujuk (waktu berkasih-kasihan dsb): -- rayu diperlukan terus-menerus untuk keutuhan rumah tangga; (2) senda gurau; lelucon (kelakar, olok-olok, dsb): spt -- si tukang lawak
cupak cu.pak [n] takaran beras (biasanya 1 cupak = 1/4 gantang) [n] kepala pengudut (tempat candu dibakar) [n] struktur berbentuk gelembung [n Graf] alat dr kain atau semacamnya berbentuk lipatan-lipatan yg kedap cahaya dan/atau kedap udara, dipakai pd kamera atau alat untuk mengembus udara
cura cu.ra [n] kelakar; olok-olok; (2) a lucu: sembah si Lamat, hamba yg --; semuanya berbuat -- [Mk v] ber.cu.ra-cu.ra v mengeluarkan perkataan yg keji-keji (krn marah dsb)
dabus da.bus [n] (pd masyarakat Banten) permainan (pertunjukan) kekebalan thd senjata tajam atau api dng menyiksa diri (dng menusuk, menyayat, atau membakar bagian tubuh), memanjat bambu dan berdiri di ujungnya, atau berputar pd tambang yg diikatkan pd kedua tiang bambu yg tinggi
daerah irigasi kesatuan wilayah atau hamparan tanah yg mendapat air dr satu jaringan irigasi; -- istimewa daerah yg mempunyai aturan pemerintahan khusus yg kadang-kadang menyimpang dr peraturan umum: -- Istimewa Yogyakarta dan -- Istimewa Aceh
daerah litoral daerah perairan yg dangkal dekat pantai, yg menunjang kehidupan tanaman berakar
dahan da.han [n] cabang batang pohon; bagian batang pohon yg tumbuh mencuat ke samping (beranting dan berdaun) [kl n] pendahan; lembing
dahlia dah.lia [n] (1) tumbuhan yg akarnya berbonggol (berumbi), warna bunganya bermacam-macam; Dahlia pinnata; (2) bunga dahlia
daerah da.e.rah [n] (1) bagian permukaan bumi dl kaitannya dng keadaan alam dsb yg khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dsb); (2) lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dsb); (3) selingkungan tempat yg dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dsb); (4) tempat sekeliling atau yg termasuk dl lingkungan suatu kota (wilayah dsb): -- Jakarta dan sekitarnya; (5) tempat dl satu lingkungan yg sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dsb): -- tropis; -- penghasil kopra; (6) tempat yg terkena peristiwa yg sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dsb); (7) bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dsb); -- aliran sungai daerah sekitar sungai, yg melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yg merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yg jatuh di atasnya mengalir ke dl sungai: -- aliran sungai yg gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan
dalam da.lam [a] jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): lukanya cukup --; (2) a paham benar-benar (tt ilmu pengetahuan dsb); (3) a ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): cintanya kpd gadis itu sangat --; (4) a mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): perkataan ini -- maknanya; (5) a mengandung arti (maksud tertentu): kata-kata yg diucapkan kepadamu cukup --; (6) n bagian yg di dalam, bukan bagian luar: ketika rumah itu terbakar, anak-anaknya masih ada di --; (7) n lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri: orang --; urusan --; (8) a jeluk: piring --; (9) n batin; (10) n yg tidak tampak dr luar (tt penyakit dsb): penyakit -- [p] (1) kata depan untuk menandai tempat yg mengandung isi: -- rumah itu tidak ada mebel; (2) kata depan untuk menandai sesuatu yg dianggap mengandung isi (kiasan): -- ceramahnya ia sempat menyinggung ketimpangan ini; kemenangan sudah ada -- tangannya; (3) kata depan untuk menunjukkan kebalikan dr makna di luar: -- kampung itu terdapat ulama yg pandai-pandai; (4) kata depan untuk menandai waktu dl jangka tertentu: -- bulan Januari; (5) di antara; di kalangan: -- mereka yg bertiga belas itu ada yg bergirang-girang; -- pada itu p sementara itu; bersamaan waktunya dng itu: -- Panitia Ejaan 1966 dng Jawatan Kuasa Malaysia mulai berunding
dandang dan.dang [n] (1) periuk besar untuk mengukus nasi, biasanya dibuat dr tembaga atau aluminium; (2) wadah terbuka atau bertutup untuk menguapkan zat cair atau membangkitkan uap air [n] perahu yg dibuat dr sebatang kayu yg besar; dendang [n] (burung) gagak; dendang
dangkar dang.kar [a] dangkal; tohor; cetek: sungai itu menjadi -- akibat erosi [ark v] , men.dang.kar v menggulung: ~ tikar [a] sangat berani; dakar
dapur da.pur [n] (1) ruang tempat memasak; (2) tempat membakar batu bata, batu kapur, dsb; (3) tungku; perapian (pd lokomotif dsb) [n Ark] masyarakat desa dl prasasti Jawa Kuno
daun sendok tumbuhan herba yg daunnya berbentuk lonjong, buah lonjong, bijinya hitam, akar dan daun dapat digunakan untuk obat batuk; Plantago major; -- sepenuh tumbuhan, Eurycles amboinesis
daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran; -- cipta kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu: seorang pemimpin haruslah mempunyai prakarsa dan -- cipta yg baik
debu batu batu gamping spt debu yg biasa digunakan di tambang batu bara bawah tanah untuk mencegah terjadinya kebakaran
deflagrasi def.la.gra.si [n] (1) Kim proses pembakaran yg berlangsung dl waktu singkat, biasanya disertai nyala yg terang dan suara gemertak; (2) Idt pembersihan baja dng panas berukuran tinggi
deflagrator def.la.gra.tor [n] alat elektromagnetik yg dng pengadaan panas berukuran tinggi, digunakan untuk membakar bahan yg mudah meledak, membersihkan baja, dsb
delepak de.le.pak [n] lampu yg tempat minyaknya terbuat dr piring tanah dng sumbu kecil, dan menggunakan minyak kelapa sbg bahan bakar
delik de.lik [n] pohon yg tingginya mencapai 20 m, berbatang besar, bercabang banyak dan tidak lurus; temberos; Memecylon caloneuron , men.de.lik v terbuka lebar-lebar (tt mata); membelalak; memelotot [n Huk] perbuatan yg dapat dikenakan hukuman krn merupakan pelanggaran thd undang-undang; tindak pidana
dendrokronologi den.dro.kro.no.lo.gi [n] pengetahuan tt penentuan usia pohon atau batang berdasarkan tebal lingkaran yg terbentuk pd pohon
dersana der.sa.na [Jw n] (1) pohon jambu yg berbatang tegak warnanya cokelat kotor, kasar, tingginya antara 10-15 m; Syzygium samarangense; (2) buah jambu berwarna merah keputihan; jambu dersana
desa swasembada desa yg lebih maju dp desa swakarya dan tidak terikat lagi oleh adat-istiadat yg ketat
desinens de.si.nens [n Ling] afiks penanda fleksi, msl dl kata Latin dominus bentuk domen adalah akarnya, u adalah vokal tematis, dan s adalah desinens
detar de.tar [n] tiruan bunyi jagung dibakar yg bulirnya meletus krn terlalu panas dsb
detonator pemicu alat picu peledakan yg dapat diletupkan dng sumbu bakar atau dng cara elektrik
dian di.an [n] alat untuk menerangi (sesuatu); (lampu) kecil dng bahan bakar minyak; pelita
diastase di.as.ta.se [n] enzim dl jelai yg menguraikan pati menjadi maltosa, suatu disakarida
diesel die.sel [n] mesin motor yg memakai bahan bakar solar
difteri dif.te.ri [n] penyakit menular berupa peradangan selaput lendir pd hulu kerongkongan, pangkal tenggorok, dan batang tenggorok
dikerkah dia menampar pipi di.ker.kah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung [pb] selalu hendak membalas kpd orang yg berbuat jahat
dioksin di.ok.sin [n] bahan beracun berbentuk kristal putih yg dihasilkan saat terjadi pembakaran subtansi alami kimiawi, serta larut dl lemak
disrupsi dis.rup.si [n] hal tercabut dr akarnya
dolok do.lok [Bt n] gunung [n cak] potongan batang kayu yg belum dibelah
dominan do.mi.nan [a] (1) bersifat sangat menentukan krn kekuasaan, pengaruh, dsb: bahasa Indonesia sangat -- di daerah Jakarta; (2) berpengaruh kuat; tampak menonjol (tt warna dsb): warna biru sangat -- dl lukisannya
dongkel dong.kel [n] alat untuk menyungkit (mencungkil); tuil; tuas: diambilnya sebatang besi sbg --
dosis do.sis [n Dok] (1) takaran obat untuk sekali pakai (dimakan, diminum, disuntikkan, dsb) dl jangka waktu tertentu: pasien itu pingsan krn menelan pil melebihi -- yg ditentukan oleh dokter; (2) ukuran pengobatan yg harus diberikan untuk jangka waktu tertentu (tt radiasi atau penyinaran pd daerah atau bagian tubuh tertentu); (3) Fis jumlah energi atau tenaga yg diberikan oleh zarah pengion kpd suatu satuan massa bahan yg disinari atau diradiasi pd tempat yg diselidiki atau diminati
drip [n] alat berupa sebatang besi baja yg berujung runcing dipakai untuk membenamkan paku supaya berada di bawah permukaan atau untuk menandai ukuran atau tempat mengerjakan pekerjaan pd lembar pelat besi (baja) [Jk ark n] babak (dl sandiwara rakyat)
duku du.ku [n] (1) pohon tinggi (dpt mencapai 11-20 m), berbatang (pokok) lurus bergaris tengah 30-40 cm, bergetah; kulit batangnya abu-abu, cabang-cabangnya sedikit berbulu halus, bunganya putih-karang tersusun dl untaian; Lansium domesticum; (2) buah duku, bentuknya kecil-kecil bulat telur sampai bulat dan bergerombol, berwarna cokelat susu, berdaging putih dan berbiji, kadang-kadang bergetah
dupa du.pa [n] luban (kemenyan, setanggi, dsb) yg apabila dibakar asapnya berbau harum
duri lengkung insang [Ikn] (1) tonjolan di ujung depan setiap lengkung insang; (2) batang kurus atau tumpul pd lengkung insang bagian depan
durian du.ri.an [n] (1) pohon yg batangnya lurus, tingginya sekitar 20-40 m, dahannya jarang, kulit batangnya kasar dan berwarna kelabu, bunga tersusun dl malai, berwarna kuning; Durio zibethinus; (2) buah durian, berkulit tebal dan berduri, berbentuk bundar lonjong atau bundar telur, dagingnya berwarna putih, kuning tua atau putih kekuning-kuningan, berbau tajam dan dapat memabukkan
duwet du.wet [n] (1) pohon termasuk suku Myrtaceae, berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil (sebesar ibu jari orang dewasa), kulit batangnya yg keras berwarna abu-abu biasa digunakan sbg obat diabetes; jamblang; Syzygium cuminii; (2) buah duwet
ejakulasi eja.ku.la.si [n] pemancaran ke luar (tt mani) dr lubang zakar
eka- [bentuk terikat] satu; tunggal: ekakarsa
eksodermis ek.so.der.mis [n Bio] lapisan di luar sel korteks yg, setelah mengalami proses penebalan dng suberin atau kutin, akan menggantikan epidermis pd akar
eksper ek.sper [n] orang yg ahli dl bidangnya; pakar: ia -- dl konstruksi beton bertulang
ekstraparlementer eks.tra.par.le.men.ter [a] di luar parlemen, asal mula pembentukan partai politik berdasarkan prakarsa orang-orang yg berada di luar parlemen
elektroskop elek.tro.skop [n] alat untuk mendeteksi adanya muatan listrik, terdiri atas batang logam dng dua daun logam tipis yg digantungkan tegak lurus melalui hambatan di dl wadah kaca
emas lantak emas yg dibentuk berbatang-batang; emas batangan
embacang em.ba.cang [n] (1) tumbuhan jenis mangga, kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah, pd bagian kulit yg pecah keluar getah yg membentuk damar berwarna jernih, daunnya kasar dan rapuh, bunganya berbentuk malai dan harum, buahnya besar berbentuk bulat telur dan berbiji besar, daging buahnya berserat, rasanya masam agak manis, biasa digunakan untuk campuran minuman dingin; Mangifera foetida; (2) buah embacang
empulur em.pu.lur [n] batang yg lunak dl batang tumbuh-tumbuhan jenis palem (kelapa, pinang, dsb); bagian yg di dalam sekali (tt buah-buahan), spt cempedak, nangka
epikotil epi.ko.til [n Bio] bagian batang embrio atau kecambah yg berada di atas kotiledon
eradikasi era.di.ka.si [n Bio] pemusnahan total bagian tanaman (sampai ke akarnya) yg terserang penyakit atau seluruh inang untuk membasmi suatu penyakit
erbis er.bis [n] tumbuhan memanjat dan bersulur sejenis markisa, batangnya hijau, kuat dan agak bulat, daunnya besar, bundar, dan agak lonjong, bunganya besar, berwarna ungu dan berbau harum, buahnya lonjong besar; Pasriflora quadrangularis
eret [v] meng.e.ret v (1) menyeret; menghela kuat-kuat: ia ~ istrinya dr dl rumah yg mulai terbakar; kulihat dia sedang ~ lembu; (2) memikat hati orang lain dng tujuan menguras uang atau harta benda orang itu sehingga habis; menipu: pernah dia ~ anak orang kaya; ia suka ~ laki-laki
erosi pertanian erosi yg disebabkan oleh peningkatan aliran permukaan, angin, penebangan hutan, pembakaran tanaman penutup tanah; penggembalaan liar, dan gangguan pd sistem drainase alamiah
faringal fa.ri.ngal [a Ling] (1) berkenaan dng terjadinya pembentukan rongga mulut krn penyempitan dinding faring dan akar lidah; (2) berkenaan dng bunyi faring
fenol fe.nol [n] senyawa kristal beracun yg terdapat di dl hasil pembakaran arang atau kayu
fibril fib.ril [n] (1) Bot serabut akar yg paling halus; (2) Anat serabut otot (jaringan atau saraf) yg sangat halus
fleksi flek.si [n Ling] (1) perubahan bentuk kata sesuai dng perbedaan waktu, jenis kelamin, jumlah, dsb, msl terdapat pd bahasa Inggris dan Jerman; (2) proses atau hasil penambahan afiks pd dasar atau pd akar untuk membatasi makna gramatikalnya [n Anat] gerakan lentur pd persendian
fosfina fos.fi.na [n Kim] gas tidak berwarna dan mudah terbakar, bersifat racun; PH3
freatofit fre.a.to.fit [n] (1) Tan tanaman dng perakaran yg mengambil airnya dr muka air tanah atau dr lapisan tanah yg ada tepat di atas bongkaran itu; (2) Bio tumbuhan yg terdapat pd waduk air, msl eceng gondok
fruktosa fruk.to.sa [n Kim] (1) karbohidrat; (2) senyawa karbohidrat yg termasuk golongan monosakarida, terdapat dl buah-buahan manis dan madu
gaduk cina tumbuhan rimpang, akarnya direbus dan diminum sbg obat penyakit sifilis dsb; gadung sebrang; Smilax china
gagang ga.gang [n] (1) tangkai (daun, bunga, dsb); (2) hulu (pisau, golok, dsb); (3) Mk batang tumbuh-tumbuhan yg menjalar atau melilit (spt sirih); sulur; (4) Bot tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal
gajah mina ikan paus; (2) hiasan berupa makara
galon ga.lon [n] satuan takaran barang cair (bensin dsb) 3,785 liter (AS) atau 4,546 liter (Ing)
gambir gam.bir [n] (1) tumbuhan membelit, berbatang keras, bertangkai pendek dng daun berwarna hijau muda, pd ketiak daun terdapat bunga berbongkol bulat berwarna putih kecil-kecil, dipakai sbg obat batuk dan bahan penyamak, ditanam dng cara menyetek; Uncaria gambir; (2) endapan rebusan daun gambir yg airnya diuapkan, dicetak bulat atau persegi, dipakai sbg campuran makan sirih
gambut menyerabut gambut yg terbentuk dr berbagai jenis tumbuhan berakar rindang
gamping gam.ping [n] batuan berwarna putih, jika dibakar dapat digunakan sbg campuran bahan bangunan yg sebagian besar terdiri atas kalsium karbonat; batu kapur
gandasuli gan.da.su.li [n] tumbuhan yg berbunga putih atau kekuning- kuningan dan berbau harum, daunnya bulat panjang, agak kaku dan duduk saling berhadapan, berbunga pd ujung batang, ditanam sbg tumbuhan hias; kembang laras; Hedychium coronarium
gantang gan.tang [n] satuan ukuran isi atau takaran 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dsb
ganyong ga.nyong [n] tanaman umbi berumpun, berbatang spt bunga kana (tingginya 90-180 cm), bentuk umbinya bermacam-macam, biasanya direbus untuk dimakan; Canna edulis
gapai ga.pai [v] ber.ga.pai.an v mengulur-ulurkan tangan hendak mencapai atau memegang: lutung dan kera itu ~ di akar yg berjela-jela
garah ga.rah [Mk n] ga.rah-ga.rah n senda gurau; kelakar; lelucon: rupanya itu hanya buat ~ [Mk v] , meng.ga.rah v menakut-nakuti (burung di sawah dsb); menghalau; mengusir
garuda ga.ru.da [n] (1) burung besar pemakan daging yg menyerupai elang dan mempunyai kekuatan terbang yg luar biasa (yg sudah punah, dan sekarang hanya dl dongeng); (2) lambang negara Indonesia (berupa gambar burung garuda dng bulu sayap berjumlah 17, bulu ekor 8, bulu leher 45, cakar mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, dan berperisai lambang Pancasila di dadanya); (3) cak nama perusahaan penerbangan negara Indonesia
garuk ga.ruk [v] , ber.ga.ruk-ga.ruk v (1) (sedang) mengukur-ngukur (kepala, badan yg gatal); (2) (sedang) mencakar-cakar (tanah dsb): aku terkejut, kukira ada apa, rupanya anjing ~ di tanah
gas alam gas yg diperoleh langsung dr tanah, dipakai sbg bahan bakar, bahan dasar dl industri pupuk urea, dsb; gas bumi
gas batu bara gas yg mudah terbakar, diperoleh dr penyulingan batu bara, terdiri atas hidrogen, metana, karbon monoksida, benzena, nitrogen, karbon dioksida, dan oksigen
gas buang gas yg dipancarkan dr mulut pancar sebuah roket ketika terjadi pembakaran
gas karbon gas tanpa warna yg merupakan senyawa karbon dng oksigen, tidak terbakar dan larut dl air
gas lembap gas yg secara formal kimiawi tidak aktif khususnya dl pembakaran (spt nitrogen atau karbon dioksida)
gas rawa [Kim] gas yg mudah terbakar, sebagian besar terdiri atas metana, ditemukan dl tambang batu bara dan gas bumi
gasolin ga.so.lin [n Kim] campuran hidrokarbon yg berwujud cairan dan tidak berwarna, mudah menguap, serta mudah terbakar, yg merupakan fraksi dr minyak bumi dan digunakan sbg bahan bakar; bensin
gaya tarik kemampuan lokomotif menarik batang rangkaian kereta atau lori
gayung ga.yung [n] (1) tempurung dsb yg diberi bertangkai untuk mengambil air; sibur; (2) satuan ukuran isi atau takaran untuk minyak dsb: Ibu membeli minyak tanah dua -- [n] (1) kl tongkat panjang, dipakai untuk senjata; (2) gerakan (menombak, memarang, dsb); serangan (dng pedang dsb) [n] mantra untuk membunuh (menyakiti) seseorang dr jauh
gebang ge.bang [n] jenis palem yg tingginya dapat mencapai 15-20 m, hati batangnya dapat digunakan untuk makanan babi; Corypha utan
gebos ge.bos [v] , meng.ge.bos v menghardik; membentak; menggertak [v] , meng.ge.bos v keluar asap (api, uap) dng mendadak: kebakaran di Jakarta banyak disebabkan oleh kompor yg ~
gebot ge.bot [v] , meng.ge.bot v memukul batang-batang berserat untuk memisahkan seratnya dr bagian yg lain
gedebok ge.de.bok [Jw n] (1) batang pisang (untuk menancapkan wayang kulit dsb); (2) kulit batang pisang yg kering; kelesek
gedebung ge.de.bung [n] kain empat persegi pembungkus sirih atau tembakau [n] batang pisang
gedik ge.dik [n] batang atau pemukul yg terbuat dr bambu atau kayu, digunakan untuk merontokkan butir padi dr malainya
gedung arca nama julukan untuk museum di Jalan Merdeka Barat, Jakarta; gedung gajah
gelagah ge.la.gah [n] rumput yg tingginya dapat mencapai 2 m, batangnya beruas-ruas; Sacharum spontaneum
gelang ge.lang [n] tumbuhan menjalar, batangnya berair, enak dimakan; Portulaca oleracea [a] , ter.ge.lang-ge.lang a gilang-gemilang [n] (1) barang yg berbentuk lingkaran atau cincin besar; (2) perhiasan (dr emas, perak, dsb) berbentuk lingkaran yg dipakai di lengan atau di kaki; (3) Bio sisa cadar dalam yg melingkari tangkai cendawan tertentu, tudungnya mekar
gelondong ge.lon.dong [n] kayu batangan bulat yg utuh [n Ikn] benih bandeng berukuran sebesar jari tangan, berusia sekitar 1-2 bulan;
gelugu ge.lu.gu [n] batang pohon kelapa yg sudah ditebang
gemang ge.mang [a] besar (tt barang yg bulat torak spt batang kayu) [a] gamang; takut; ngeri: jangan kau -- thd badai
gentian gen.ti.an [n] perdu berakar pahit, akarnya dapat diekstrak untuk tonikum
genting gen.ting [a] (1) kecil (tipis, sempit) pd bagian tengah: pinggangnya --; (2) hampir putus (tt tali dsb): tali ini --; (3) tegang; berbahaya (tt keadaan yg mungkin segera menimbulkan bencana perang dsb): setelah perundingan menemui jalan buntu, keadaan bertambah -- [n] tutup atap rumah yg terbuat dr tanah liat yg dicetak dan dibakar, bermacam-macam bentuknya
gerabah ge.ra.bah [Jw n] alat-alat dapur (untuk masak-memasak dsb) yg dibuat dr tanah liat yg kemudian dibakar (msl kendi, belanga)
geragau ge.ra.gau [v] meng.ge.ra.gau v mencakar-cakar; menggerak-gerakkan cakar (kaki, tangan, dsb); menggerapai-gerapai [n] jenis udang: udang --
gerbera ger.be.ra [n] tumbuhan hias berbatang basah, berbunga bongkal tunggal pd ujung tangkainya berbentuk bunga pita berwarna kuning, merah (merah jambu); Gerbera jamesonii
gerih ge.rih [Lihat {gereh}] [n] akar yg berbelit-belit pd pohon dan menghasilkan getah; akar gerit-gerit
gerinting ge.rin.ting [n] rumput menjalar, batangnya beruas-ruas, berwarna kecokelat-cokelatan; Chamaeraphis aspera
gerit ge.rit, ge.rit-ge.rit lihat akar [n] ikan air tawar, dapat dimakan
getah ge.tah [n] (1) zat cair pekat dr batang kayu, buah-buahan, dsb yg bersifat melekat: -- jarak; -- kemboja; -- nangka; -- sawo; (2) zat cair pekat dr pohon karet (perca): -- karet mentah sering kali dibuat bola oleh anak-anak [n Dok] zat cair dr kelenjar (dl tubuh)
getah purwa residu penguapan bahan bakar pesawat terbang atau residu akibat penguapan bensin yg tidak larut dl heptana; -- susu getah tumbuhan liana, Willughbeia firma
gigi gi.gi [n] (1) tulang keras dan kecil-kecil berwarna putih yg tumbuh tersusun berakar di dl gusi dan kegunaannya untuk mengunyah atau menggigit; (2) sesuatu yg bentuknya spt gigi: -- sisir; -- gergaji; (3) ki kekuasaan: ia mulai memperlihatkan (menunjukkan) -- nya
ginjean gin.je.an [n] tumbuhan tahunan yg tumbuhnya tegak, bentuk batangnya segi empat, bagian tengah berongga, daun bagian atas hampir tidak bertangkai bentuknya memanjang dan runcing, bunganya muncul dr ketiak daun, ada yg berwarna putih dan ada pula yg merah muda; Leonurus
giuk gi.uk [n Lay] tali yg menghubungkan batang-batang muat dan digunakan untuk menarik batang muat ke arah samping; giuk muat; tali gai
glans [n Anat] (1) kepala zakar (penis); (2) kepala kelentit; bagian klitoris yg membesar
gondang gon.dang [n] pohon yg tinggi besar, kulit batangnya mengeluarkan getah putih yg dapat diolah menjadi lilin untuk membatik; Ficus variegata
gudang api gudang tempat menyimpan barang-barang kimia yg mudah terbakar (meledak)
gudeg gu.deg [n] masakan yg dibuat dr buah nangka muda diberi bumbu bersantan (masakan khas Yogyakarta)
gulambai gu.lam.bai [Mk n ] hantu yg konon dapat menyebabkan rumah terbakar
gumbar gum.bar [ark n] hati batang enau (nipah dsb)
guna gu.na [n] (1) faedah; manfaat: belajar silat tentu ada -- nya; (2) fungsi: apakah -- akhiran "-an" pd kalimat ini?; (3) kebaikan; budi baik: tidak tahu membalas -- [p] kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk; bagi: -- kepentingan umum; ia datang ke Jakarta -- bekerja [n] gu.na-gu.na n jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang; pekasih [n] gu.na-ga.nah n harta gana-gini
gundu gun.du [n] bola kecil dibuat dr tanah yg dibakar, marmer, kaca untuk mainan anak-anak; kelereng; guli
gunungan gu.nung.an [n] (1) pahatan lukisan berbentuk gunung (dl wayang golek atau wayang kulit) untuk mengawali, membatasi antara babak, dan mengakhiri cerita (lakon): dalang belum mau mencabut ~ , sekiranya para nayaga belum siap; (2) bentuk gunung yg dibuat dr makanan dan hasil bumi pd upacara Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta: dr keraton ~ itu dibawa ke masjid dan setelah dibacakan doa-doa dibagikan kpd para pengunjung
gurau gu.rau [n] percakapan untuk bermain-main saja; kelakar; lelucon
gurau senda kelakar; lelucon; main-main (spt olok-olok untuk tertawa-tawa)
gurauan gu.rau.an [n] kelakar; lelucon: dng tidak disangka-sangka, ~ itu berubah menjadi pertengkaran mulut
habis ha.bis [v] tidak ada yg tinggal lagi (krn sudah digunakan, dibagikan, dimakan, dsb); tidak bersisa: semua barang dl gudang itu -- terbakar; (2) v selesai: pertunjukan sudah hampir --; (3) v tamat: bacalah buku itu sampai --; (4) v sudah sampai pd batas waktu yg ditentukan: kontraknya telah --; (5) v keluar biaya: untuk pergi ke tempat pekerjaannya, ia -- enam ratus rupiah setiap hari; (6) p sesudah; setelah: -- mandi dan sarapan, anak-anak berangkat ke sekolah; (7) adv kalau begitu (tidak begitu); maka: -- , sampai kapan kita dapat tahan hidup begini; (8) n akhir: ia berjanji akan membayar utangnya -- bulan
habis dimakan api [ki] habis terbakar
hafal ha.fal [v] (1) telah masuk dl ingatan (tt pelajaran): saya sudah mempelajari dan juga -- isinya; (2) dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain): banyak orang yg -- nomor telepon barisan pemadam kebakaran
halotan ha.lo.tan [n Kim] cairan tidak berwarna yg berbau khas, mudah menguap, tidak mudah terbakar atau meledak, yg digunakan di rumah sakit sbg anestetik, diberikan melalui saluran pernapasan
halter hal.ter [n] (1) alat olahraga angkat besi berupa batang besi yg pd kedua ujungnya diberi besi pemberat dng ukuran berat tertentu; barbel; (2) Zool alat keseimbangan berbentuk batang dan berpasangan
hangit ha.ngit [a] bau spt bau kerak terbakar; sangit
hangus ha.ngus [v] (1) terbakar sampai menjadi hitam; gosong: para korban kebakaran itu semuanya --; (2) terbakar sampai habis: gedung itu telah -- dimakan api; (3) ki batal: biaya yg sudah disediakan itu akan menjadi -- kalau tidak secepatnya dipakai
hari jadi hari kelahiran; (2) saat pertama kali digunakan atau selesai dibuat atau diresmikan: -- jadi DKI Jakarta
harmonium har.mo.ni.um [n] (1) alat musik gamit spt orgel kamar, dibunyikan dng menekan tombol pembuka lidah-lidah yg bergetar krn angin yg dipompa (pedal kaki), banyak dipakai sbg alat musik pengiring di gereja; (2) alat musik spt orgel kecil: orang Jakarta menggemari lagu berirama India dan Melayu dng iringan --
heboh he.boh [a] gaduh; ribut; gempar: orang-orang di pasar menjadi -- ketika mengetahui adanya kebakaran di kios itu
hegelianisme he.ge.li.a.nis.me [n ] aliran pemikiran dl filsafat yg berakar pd falsafah G. Hegel, khususnya yg menyangkut metode dialektika
heksana hek.sa.na [n Kim] zat cair tanpa warna, mudah terbakar, beracun, tidak larut dl air dng bau yg lemah, digunakan sbg pelarut; C6H14
helm [n] (1) topi pelindung kepala yg dibuat dr bahan yg tahan benturan (dipakai oleh tentara, anggota barisan pemadam kebakaran, pekerja tambang, penyelam sbg bagian dr pakaian, pengendara sepeda motor, dsb); (2) topi gabus (pd umumnya berwarna putih)
hemat he.mat [a] berhati-hati dl membelanjakan uang, dsb; tidak boros; cermat: kita harus -- dl penggunaan bahan bakar [a] penuh minat dan perhatian; (dng) saksama; teliti: ia mendengarkan pelajaran dng -- dan cermat [n] pikiran; pendapat: menurut -- kami, dia sebaiknya pulang saja
hendak menangguk ikan hendak menangguk ikan, ter.tang.guk batang [pb] mengharapkan untung, tetapi yg diperoleh kerugian
hidrogen sulfida [Kim] persenyawaan hidrogen dan belerang, terutama monosolfidanya, merupakan gas yg tidak berwarna, mudah terbakar dan beracun dng rumus kima H2S dan berbau tidak enak
hidrometer hid.ro.me.ter [n] (1) alat untuk mengukur kecepatan arus air yg mengalir; (2) timbangan air; alat untuk menimbang berat air, biasanya berupa batang kaca berongga dan berskala, yg akan terbenam sebagian dl cairan; (3) alat untuk mengukur berat jenis atau kepekatan air
hijauan hi.jau.an [n Tan ] makanan ternak yg terdiri atas rumput, dedaunan, batang lunak, dsb
hipokotil hi.po.ko.til [n Bot] bagian bakal batang pd kecambah di bawah kotiledon
hubung hu.bung , ber.hu.bung 1 v bersambung atau berangkai (yg satu dng yg lain): paviliun itu ~ dng rumah induk; (2) bertalian (dng); berkaitan (dng); bersangkutan (dng): kedatangannya di Jakarta itu ~ dng adanya Kongres Bahasa Indonesia; (3) p cak oleh sebab; karena: ~ hujan, saya tidak jadi ke rumahmu
hujan lebat hujan yg laju pengumpulan curah hujan di dl penakar mencapai lebih dr 40 mm per jam, menimbulkan suara gemuruh apabila jatuh di atas atap, dan dapat disertai badai guntur; hujan deras
humoristis hu.mo.ris.tis [a] (1) secara humor (lucu, bergurau, berkelakar, menggembirakan, dsb): membicarakan soal-soal serius secara --; (2) bersifat humor: cerita-cerita yg --
hutan berdaun jarum hutan yg pohonnya berdahan tegak lurus, relatif pendek dan kecil, serta berdaun spt jarum; -- beton ki areal yg dipenuhi oleh gedung pencakar langit: program penghijauan kota perlu mendapatkan perhatian serius, apalagi Jakarta kian dipenuhi dng -- beton
hutan kerangas tipe hutan hujan tropis yg umumnya terdapat di Kalimantan, yg setelah ditebang atau dibakar tidak dapat ditanami padi krn mempunyai tanah podsol dng pH 3-4 dan kandungan haranya rendah
hutan sekunder hutan alam atau buatan yg tumbuh setelah hutan primer -- semak belukar hutan yg ditumbuhi pohon-pohon rendah, berdaun kecil-kecil, dan berbatang keras
ilar [v] meng.i.lar v membabat tumbuh-tumbuhan: areal hutan yg terbakar sejak Rabu petang berhasil dilokalisasi Jumat siang dng ~ agar api tidak menjalar lebih luas
ilat-ilatan ilat-ilat.an [n] pohon yg tingginya dapat mencapai 27 m, tumbuh liar di tanah datar dan pegunungan rendah, getah kulit batangnya dapat digunakan untuk obat bisul (supaya lekas pecah); pangsar; Ficus callosa
ilmu hitung pengetahuan mengenai angka sehubungan dng penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pemangkatan, dan akar bilangan
ilmu obat pengetahuan mengenai berbagai obat (khasiatnya, takaran pemakaiannya, dsb); farmakologi
imbibisi im.bi.bi.si [n Bio] penyerapan air ke dl rongga jaringan melalui pori-pori secara pasif, terutama krn daya serap senyawa polisakarida, spt hemiselulosa, pati, dan selulosa
inang-inang [n cak] wanita (ibu rumah tangga) yg bekerja sbg pedagang tidak resmi yg memasukkan barang lewat pela-buhan: cukong-cukong di Jakarta dan Singapura memakai ~ sbg penyelundup
indeks in.deks [n] (1) daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; (2) daftar harga sekarang dibandingkan dng harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang: -- biaya hidup di Jakarta setiap tahun naik; (3) Kom (artikel) daftar berita penting hari itu (dl majalah, surat kabar) yg dimuat di halaman depan; (4) Ling rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yg mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
inisiatif ini.si.a.tif [n] prakarsa
inisiator ini.si.a.tor [n] yg mempunyai inisiatif; yg mempunyai pra-karsa; yg memprakarsai: pembangunan tugu peringatan itu pasti akan berhasil jika ada -- nya
insek in.sek [n] binatang kelas artropoda yg hidup di darat, berkaki enam, tubuhnya terdiri atas tiga bagian (kepala, toraks, dan perut), berbatang tenggorok untuk bernapas, dan bersayap satu atau dua pasang; serangga
insinerator in.si.ne.ra.tor [n] (1) tungku perapian atau pembakaran; (2) wadah pembakaran sampah
intra- in.tra- [bentuk terikat] di dalam; bagian dalam: intrakardiak
intrusi in.tru.si [n Geo] penerobosan magma ke dl batuan atau di antara batuan lain; perembesan air laut dsb ke dl lapisan tanah sehingga terjadi percampuran air laut dng air tanah: sungai di Jakarta sudah tercemar, daerah yg terkena -- air laut pun semakin meluas
invitasi in.vi.ta.si [n] (1) undangan; (2) Olr pertandingan kejuaraan yg mengundang pemain luar atau pemain asing: -- nasional balap sepeda tahun ini dilangsungkan di Jakarta
ipon [n Olr] kemenangan telak dl permainan judo: pemain judo dr DKI Jakarta mendapat -- dr pemain Jawa Timur
jago merah api kebakaran
jagung ja.gung [n] (1) tanaman yg termasuk keluarga Gramineae, batangnya pejal setinggi 2 m, berdaun pita lebar, umur sekitar 3 bulan, buahnya dapat dimakan sbg makanan pokok; Zea mays; (2) buah atau biji jagung
jahe ja.he [n] (1) tumbuhan berakar tunggang (umbinya pedas rasanya, dipakai sbg aromatik, bumbu dapur, atau obat), berdaun lonjong dan lancip, bunganya berbulir; halia; Zingiber officinale; (2) umbi jahe
jalan lepas jalan keluar (dr kesulitan dsb); -- lingkar jalan yg melingkari kota (menghindari pusat kota) untuk mengurangi kemacetan lalu lintas: di Jakarta dibangun -- lingkar yg mengelilingi kota yg panjangnya puluhan kilometer
jali-jali ja.li-ja.li [n] (1) lagu (irama) khas Jakarta; (2) jali
jalur ja.lur [n] (1) kolom yg lurus; garis lebar; setrip lebar; (2) ruang di antara dua garis pd permukaan yg luas; (3) ruang memanjang di antara dua deret tanaman; (4) rel; (5) Olr ruang memanjang antara dua garis batas lurus; ruang antara garis permainan tunggal dan garis permainan ganda; (6) Kim suatu tahapan atau deret tahapan suatu proses metabolisme [kl n] sampan kecil yg dibuat dr sebatang pohon; perahu belongkang
jam [n] (1) alat untuk mengukur waktu (spt arloji, lonceng dinding); (2) waktu yg lamanya 1/24 hari (dr sehari semalam); (3) saat tertentu, pd arloji jarumnya yg pendek menunjuk angka tertentu dan jarum panjang menunjuk angka 12 (pd lonceng disertai dng dentang suara bandul memukul logam atau bel); pukul: ia bangun -- lima pagi; (4) waktu; saat: -- berangkat kereta api senja ke Yogyakarta ialah pukul enam sore [Lihat {jem}]
jam kerja waktu yg dijadwalkan untuk perangkat peralatan yg dioperasikan (spt pengisian bahan bakar, perjalanan); (2) waktu yg dijadwalkan bagi pegawai dsb untuk bekerja
jambu biji jambu yg dagingnya tidak terlalu berair, warnanya ada yg putih dan ada yg merah, berbiji kecil-kecil terletak di bagian dalam, bentuknya biasanya hampir bundar, batang pohonnya liat; Psidium guajava
jamu ja.mu [n] obat yg dibuat dr akar-akaran, daun-daunan, dsb [n] orang yg datang berkunjung (bertandang, melawat, dsb); (te)tamu
jamur ja.mur [n] jenis tumbuhan yg tidak berdaun dan tidak berbuah, berkembang biak dng spora, biasanya berbentuk payung, tumbuh di daerah berair atau lembap atau batang busuk; cendawan; kulat
jamur brama jamur berbentuk kerang, berbatang pendek, untuk obat sakit perut, obat kencing nanah, dan obat gosok tulang linu; cendawan merah; Boletus sanguineus; -- karat jamur yg tergolong jenis Pucciniales
jamur supa kincir jamur yg banyak terdapat pd batang kayu yg telah lapuk, dapat dimakan, air rebusan jamur ini biasa untuk tetes mata; Polyporus arcularius
jangkang jang.kang [n] lebar antara dua belah kaki [n] pohon rawa yg berakar tunjang, kayunya kurang baik untuk dipakai sbg bahan bangunan rumah (ada beberapa macam spt: -- betina, -- bukit, -- hutan); Stercula foetida [Mk v kas] mati; meninggal
jangkar jang.kar [n] (1) pemberat pd kapal atau perahu, terbuat dr besi, diturunkan ke dl air pd waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh: mengangkat -- , bertolak; berangkat (tt kapal, perahu): membuang -- , berhenti; berlabuh (tt kapal, perahu); (2) Fis bahan feromagnetik tanpa lilitan yg secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yg lengkap [n] akar yg bercabang-cabang di atas tanah spt akar pd pokok pandan (bakau dsb) [Jw v] men.jang.kar v memanggil seseorang dng nama kecilnya saja
jangkar kuku tunggal jangkar bertongkat yg ujung batangnya hanya mempunyai satu lengan dan kuku
jangkar penyaluk jangkar yg ujung batangnya mempunyai empat kait yg bersilangan, digunakan pd kapal-kapal
jangkar tongkat jangkar yg batang dan lengannya merupakan satu kesatuan dan mempunyai tongkat yg dipasang menembus ujung batang jangkar yg dekat dng rantai dan tegak lurus thd batang dan lengan jangkar
jangkung jang.kung [a] (1) tinggi atau panjang (tt tubuh, badan): pemain bola Eropa rata-rata berbadan kekar dan --; (2) berkaki panjang (tt burung, dsb); (3) tinggi sekali (tt gedung, bangunan, dsb); bertingkat (banyak): gedung --; bus -- , jang.kung.an n (1) permainan anak-anak dng menggunakan alat berupa dua batang tongkat yg diberi tumpuan sbg tempat untuk berpijak anak yg menaikinya; (2) alat yg digunakan untuk bermain jangkungan; egrang
jarak ja.rak [n] (1) ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat: -- antara Mekah dan Medinah kami tempuh dng bus dl 5 jam; (2) jari-jari bulatan (lingkaran): bulatan yg -- nya 5 dm [n] (1) pohon perdu yg tingginya 2 m, bergetah, berwarna putih, batangnya mudah patah, berbiji polong, bijinya terletak dl pangsa, sebesar kacang tanah, apabila tua berwarna hitam dan dapat dipakai sbg bahan minyak pelumas, banyak macamnya, spt -- belanda; -- keling; -- pagar; -- cina; Ricinus communis; (2) biji jarak
jarak tempuh jarak yg dapat ditempuh tanpa berhenti oleh kapal (pesawat, dsb) dng sejumlah bahan bakar tertentu
jawi ja.wi [n] lembu; sapi [n Sas] Melayu: bahasa --; huruf -- [n] beringin yg banyak sekali akar tunjangnya dan banyak tumbuh di tepi sungai atau telaga; Ficus rhododendrifolia
jebluk jeb.luk [v] , men.jeb.luk v meledak (meletus): kebakaran itu disebabkan oleh kompor gas yg ~
jebol je.bol [v] (1) terangkat dr tempatnya tertanam (tt tanaman) sampai ke akar-akarnya; (2) rusak parah (terbongkar) hingga tidak berfungsi (tt tanggul air, dinding, dsb) krn tidak mampu menahan benturan keras yg melanda; (3) tidak mampu mempertahankan serangan lawan (msl dl pertandingan); (4) ki tidak mampu mempertahankan nilai-nilai budaya yg dimiliki menghadapi arus budaya lain (asing) yg melanda
jelang je.lang [v] , men.je.lang v (1) mengunjungi; menengok; menjenguk; menghadap: sudah lama ia tidak ~ ibunya; (2) dialamatkan kpd; ditujukan kpd (pd alamat surat): ~ karibku Polan, Jalan Lembang, Jakarta Pusat; (3) menghadap; menyongsong: ~ tahun baru kita memperbaharui tekad untuk maju; (4) hampir: ~ tengah hari baru ia sampai ke kampung halamannya; (5) melihat; memandangi: ~ bulan purnama [Mk a] cair; encer (tt susu dsb)
jelita je.li.ta [a] (1) cantik sekali; elok (tt wajah): pd masa mudanya dia merupakan seorang gadis --; (2) ki indah; manis (tt kota, pemandangan alam, dsb): Jakarta, dng hiasan lampu-lampu jalanan, tampak -- di malam hari
jembatan gelagar tunggal jembatan dibuat dr batang kayu palem atau bambu dng sandaran tangan, khusus untuk pasukan infanteri
jengger ayam tanaman perdu, berbatang tegak lurus, daun berbentuk kerucut, bunga berbentuk ramping warnanya bermacam-macam; Celosia argentea "Plumosa"
jerait je.ra.it , ber.je.ra.it v tumbuh berpaut atau berjalin dng yg lain (tt jari, akar-akaran, dsb)
jerambang je.ram.bang [n] nyala biru berpindah-pindah di daerah rawa krn terbakarnya gas rawa
jerami je.ra.mi [n] batang padi yg sudah kering (yg padinya sudah dituai) [n] serat; serabut (yg terdapat di antara isi buah nangka)
jerangau je.ra.ngau [n] (1) tumbuhan tahunan yg umbinya dapat digunakan sbg obat atau campuran beberapa jenis minuman keras, akarnya dapat digunakan sbg bahan ramuan obat, bumbu dapur, dan insektisida; Acorus calamus; (2) akar (umbi) jerangau
jeruju je.ru.ju [n] tumbuhan semak yg batang dan daunnya berduri-duri melengkung dan tajam; Acanthus ilicifolius
jeruk bali jeruk asli Indonesia, batangnya berbengkok-bengkok, kayunya kuat, berdaun besar bersayap lebar pd tangkainya, bunga berwarna hijau keputih-putihan dan berbau harum, buah beraneka ragam bentuk, ukuran, warna daging, dan rasanya, banyak mengandung vitamin C; Citrus maxima
jeruk keprok jeruk manis yg pohonnya berbatang rendah, buahnya berwarna oranye, kulitnya mudah dikupas, celah dagingnya lekang; Citrus nobilis
jibaku ji.ba.ku [v] ber.ji.ba.ku v (1) menyerang musuh dng jalan menubrukkan dirinya (yg sudah dipersenjatai dng bom atau alat peledak lainnya) pd musuh; (2) cak bertindak nekad: dl keadaan kapal terbakar begini, tiada pilihan lain selain harus ~ terjun ke lautan ganas ini
jinsom jin.som [n] akar untuk ramuan obat kuat
jiwa ji.wa [n] (1) roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; (2) seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; (3) sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; (4) isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; (5) ki buah hati; kekasih; (6) orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; (7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya
jongkong jong.kong [n] sampan (perahu) yg dibuat dr sebatang kayu utuh yg besar (bagian tengahnya dilubangi untuk ruang perahu)
joran jo.ran [n] batang pancing; tangkai pancing
josna jos.na [n] lidi yg ditempeli dupa dipakai untuk alat menyembah dng cara dibakar
jumpang jum.pang [n] (1) pohon yg serabut kulit batangnya dapat dibuat tali atau karung; Hilicteres isora; (2) kulit jumpang
kabat ka.bat [Mk v] , me.nga.bat v mengikat; mengebat: ~ kayu bakar
kabut hitam [Min] campuran udara dng karbon monoksida yg terbentuk krn kebakaran di dl tambang bawah tanah, tidak menimbulkan nyala api
kadastral ka.das.tral [a] sesuai dng batas-batas tanah yg ditentukan oleh badan pencatat tanah milik: tanah yg dibebaskan untuk proyek jalan lingkar Jakarta langsung dipatok secara --
kais ka.is [v] me.nga.is v (1) mencakar-cakar atau menggaruk-garuk tanah (sampah dsb) untuk mencari makanan (tt ayam dsb): seekor anjing kurus dan kotor sedang ~ tong sampah mencari tulang-tulang sisa; (2) ki bekerja untuk mencari nafkah
kakas ka.kas [n] kuku; cakar [ark] , me.nga.kas v mengerasi; memaksa [n Fis] gaya
kakas ayam cakar ayam
kaki ayam tungkai ayam; cakar; (2) ki kaki tanpa alas kaki (sepatu dsb); kaki telanjang
kaki tiga penyangga (pd kamera dsb) yg terdiri atas tiga batang yg dapat dilipat; tripod
kakodil ka.ko.dil [n Kim] cairan tidak berwarna dan sangat mudah terbakar berbau memualkan dng rumus kimia (CH3)2As-
kaktus kak.tus [n] tumbuhan yg termasuk suku Cactaceae, berbatang hijau lunak (berdaging) dan berduri, biasanya tumbuh di daerah panas dan kering
kaktus sagnara kaktus yg berasal dr Arizona, Amerika Serikat, bentuknya bulat memanjang, tingginya mencapai 15 m, batangnya berwarna hijau, permukaannya berusuk-rusuk dan berduri pendek; Carnegica gigantea;
kambing kebiri kambing jantan yg biji zakarnya telah diambil, biasanya untuk dijadikan kambing potong
kane ka.ne [n] batang yg memanjang
kangkung kang.kung [n] katak yg besar, biasanya berbunyi 'kang, kung' pd malam hari kalau hari hujan [n] tumbuhan sayuran yg menjalar, batangnya berair, daunnya berbentuk tameng dan meruncing pd bagian ujungnya, bertangkai panjang dng permukaan daun sebelah atas berwarna hijau yg lebih tua dp permukaan sebelah bawah, bunganya berbentuk trompet berwarna lila, buahnya berbentuk bulat telur; Ipornoea reptans
kanjeng kan.jeng [n] pangkat atau gelar yg diberikan oleh Sultan Yogyakarta atau Sunan Surakarta kpd orang yg kedudukannya sepangkat bupati: ia dianugerahi pangkat Bupati Anom di samping mendapat gelar -- Raden Tumenggung
kanjeng gusti gelar dimiliki oleh Mangkunegara di Surakarta dan Paku Alam di Yogyakarta
kano ka.no [n] perahu panjang serta sempit, ujung haluan dan buritannya tajam (untuk memudahkan mengubah haluan), dulu dapat dibuat dr batang pohon yg dilubangi spt lesung
kantilever kan.ti.le.ver [n] (1) Tek tembok yg menganjur ke luar sbg penahan balkon; (2) Lay konstruksi batang (balok) yg salah satu ujungnya dijepit dan ujung lainnya bebas; (3) penopang; penyangga
kantong semar tumbuhan memanjat dng pangkal batang menjalar di tanah, pangkal daun akan berubah menjadi daun akhirnya menjadi kantong yg berwarna hijau bintik-bintik merah kecokelat-cokelatan dng bagian atas kecil spt leher dan lubang dikelilingi gerigi; Nepenthes boschiana
kaparinyo ka.pa.ri.nyo [n] (1) nama lagu tradisional daerah Minangkabau dan Sumatra Selatan; (2) nama lagu keroncong di kalangan masyarakat Tugu Cilincing, Jakarta Utara; (3) tarian dng koreografi campuran Mor dan Spanyol, diiringi lagu Kaparinyo
Kaprikornus Kap.ri.kor.nus [n] (1) Astron nama bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa, terlihat tengah malam pd bulan Agustus; (2) Astrol lambang ke-10 zodiak yg dilambangkan dng domba jantan sbg lambang bagi orang yg dilahirkan antara tanggal 22 Desember-19 Januari; Makara
kapur ka.pur [n] bahan serbuk yg putih warnanya, diperoleh dr batu putih (sisa-sisa organisme laut) yg dibakar, digunakan sbg campuran makan sirih, pemutih dinding, bahan obat-obatan, dsb [n] (1) pohon yg kayunya dapat dipakai untuk bahan membuat kayu lapis dsb; (2) kayu kapur
kapur tulis kapur yg keras dan halus berbentuk batang spt pensil dipakai untuk menulis
karamel ka.ra.mel [n] cokelat yg diperoleh dr pemanasan gula tebu atau zat karbohidrat lainnya; gula bakar
karbon kar.bon [n] (1) Kim unsur bukan logam, dl alam terdapat sbg intan, grafit, dan arang; zat arang; unsur dng nomor atom 6, berlambang C, bobot atom 12,0111; (2) kertas tipis berlumas zat hitam untuk membuat tembusan ketikan atau tulisan; (3) Graf batang arang yg dipakai pd lampu busur; (4) elektrode positif pd baterai kering; zat arang
karbon dioksida [Kim] senyawa karbon dng oksigen yg berupa gas tanpa warna, lebih berat dr udara, tidak terbakar, dan larut dl air (digunakan dl alat pemadam kebakaran); CO2
karburasi kar.bu.ra.si [n Tek] pencampuran gas bahan bakar minyak dng udara pd mesin motor
karburator kar.bu.ra.tor [n Tek] bagian mesin motor, tempat gas bahan bakar minyak bercampur dng udara
karet ka.ret /karEt/ (1) n tumbuhan besar yg tingginya mencapai 25 m dan kulit batangnya menghasilkan getah yg digunakan sbg bahan membuat ban, bola, dsb; pohon para; Hevea brassiliensis; (2) n getah (perca); barang yg dibuat dr getah pohon para; (3) a cak dapat (mudah) mulur dan mengerut (tidak tentu, tidak pasti, dsb)
kaus lampu kain kasa tahan panas yg dipasang pd petromaks dsb dan dibakar hingga bernyala, menimbulkan sinar yg terang
kaustik kaus.tik [a] dapat terbakar, berkarat, hancur, atau rusak akibat peristiwa kimia
kawista ka.wis.ta [n] (1) pohon yg termasuk suku Rotaceae, tingginya 10-15 m, batangnya berduri, daunnya kecil berwarna hijau tua, buahnya mengelompok 5-9 buah pd setiap tangkai, kulit buah licin berkilap dan keras spt botol, bijinya kecil, pipih, berwarna kuning sampai hijau muda, buah yg masak dibuat sirop; (2) buah kawista
kayu ka.yu [n] (1) pohon yg batangnya keras; (2) bagian batang (cabang, dahan, dsb) pokok yg keras (yg biasa dipakai untuk bahan bangunan, dsb) [n] gulungan (geblokan) kain putih, cita, dsb: membeli kain putih dua -- , ka.yu-ka.yu n cak (1) orang yg dijadikan alat oleh orang lain (spt orang yg disuruh membeli tanah atas namanya, tetapi sebenarnya yg memiliki tanah itu orang yg menyuruhnya); (2) laki-laki yg seakan-akan dipergundik oleh orang perempuan
kayu api kayu yg dipakai untuk bahan bakar
kayu manis pohon yg tingginya 10-15 m, kulit batangnya berwarna abu-abu tua dan berbau manis yg tajam, merupakan bahan ekspor yg penting, manis jangan; keningar; Cinnamomum burmani
kayu pacat pokok yg kecil dan berbatang keras; Anisophyllea disticha
kayu ribu pokok yg kecil dan berbatang keras; Anysophylla scortechirii
kebangsaan ke.bang.sa.an [n] (1) ciri-ciri yg menandai golongan bangsa: korban pesawat yg terbakar itu sudah diketahui -nya; (2) perihal bangsa; mengenai (yg bertalian dng) bangsa: sejarah -- Indonesia; (3) kedudukan (sifat) sbg orang mulia (bangsawan): bukan -nya melainkan kelakuannya yg kita pandang; (4) kesadaran diri sbg warga dr suatu negara: memupuk rasa --
kebetulan ke.be.tul.an [n] tidak dng sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dsb): kemarin, secara -- kami bertemu dng dia; penjahat yg sudah lama dicari itu tertangkap dng cara -- saja; (2) adv tepat atau kena benar (dng tidak sengaja): ketika kebakaran itu terjadi, -- ia ada di rumahnya; tendangannya -- mengenai dada musuhnya; (3) n keadaan yg terjadi secara tidak terduga
kecandan ke.can.dan [Mk n] senda gurau; kelakar
kecapi ke.ca.pi [n] alat musik petik tradisional yg berdawai (bersenar) tiga, lima, enam dsb, tidak bergaris nada, dan dimainkan dng jari [n] (1) tumbuhan yg batangnya tumbuh tegak dan lurus, tingginya mencapai 25-30 m, berdaun majemuk dan beranak daun tiga, buahnya bulat, kulit buahnya tebal berwarna kuning kehijau-hijauan, daging buahnya berwarna putih lunak, masam, dan dapat dimakan; Sandoricum koecape; (2) buah kecapi
kecombrang ke.com.brang [n] tumbuhan rumpun yg berakar rimpang (bercabang-cabang) dan buahnya berbentuk bulat spt nanas; Nicolaia hemisphaerica
kedabu ke.da.bu [n] pohon yg kayunya biasa untuk kayu bakar; Sonneratia ovata
kedebong ke.de.bong [Jk n] (1) batang pohon pisang; (2) pelepah daun pisang
kederang ke.de.rang [n] tumbuhan berduri, akarnya dipakai untuk mewarnai anyam-anyaman dsb; Cudrania javanensis
kehangusan ke.ha.ngus.an [n] perihal hangus; (2) v terbakar hangus
kehitam-hitaman ke.hi.tam-hi.tam.an [a] agak hitam: kulitnya tampak ~ krn terbakar sinar matahari
keindonesiaan ke.in.do.ne.si.a.an [n] perihal Indonesia; yg bersangkut paut dng Indonesia: bagaimana mengembangkan kebudayaan yg berakar dan berada dl jiwa ~
kekurangan ke.ku.rang.an [v] tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; (2) v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; (3) n perihal kurang; (4) n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~
kelabat ke.la.bat [n] (1) tumbuhan yg dibudidayakan, bijinya dibuat campuran param atau digunakan sbg rempah, akarnya dapat dibuat obat-obatan; halba; Trigonella foenumgraecum; (2) biji kelabat; (3) akar kelabat
keladan ke.la.dan [n] (1) pohon suku meranti, tingginya mencapai 50 m dng diameter 180 cm, batangnya abu-abu, biasa digunakan sbg bahan bangunan, berdaun tunggal, berbentuk bulat telur dng ujung lancip, dapat tumbuh di kaki pegunungan sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut; Dipterocarpus gracillis; (2) kayu keladan
kelakanji ke.la.kan.ji [n] (1) tumbuhan yg berbatang ramping, tumbuh di sela-sela rumput, berkhasiat untuk obat disentri; (2) daun kela kanji
kelambai ke.lam.bai [Mk n] hantu spt raksasa perempuan berambut merah: api si -- , api kebakaran yg merembet-rembet
kelapa ke.la.pa [n] (1) tumbuhan palem yg berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yg keras, di dalamnya terdapat daging yg mengandung santan dan air, merupakan tumbuhan serba guna; Cocos nucifera; (2) buah kelapa
kelar ke.lar [n] (1) takik (pd batang pohon yg hendak ditebang dsb); (2) sayatan yg tidak dalam (pd ikan yg hendak digarami, dsb); (3) alur-alur (ringgit-ringgit) pd tanduk; (4) gelang-gelang pd jalan napas, pd tubuh lipan, kumbang, dsb; (5) gelang-gelang dr rotan dsb tempat mengikatkan tali dsb [a cak] selesai; siap
kelayan ke.la.yan [n] (1) tumbuhan rawa berbatang lunak, spt kangkung, dapat dimakan sbg sayur; genjer; Limnocharis flava; (2) batang kelayan
keleluasaan ke.le.lu.a.sa.an [n] (1) kebebasan (bergerak, bertindak, dsb): selama tinggal di Jakarta, mereka diberi ~ untuk mengunjungi tempat bersejarah; (2) Huk peranan untuk menentukan (memutuskan sendiri berdasarkan hukum)
kelemayuh ke.le.ma.yuh [n] (1) pohon, kulit batangnya dapat dibuat obat; (2) kulit kelemayuh [n] penyakit yg disebabkan oleh matinya jaringan tubuh; gangraena
kelembak ke.lem.bak [n] (1) pohon, kayunya harum; gaharu; karas; Aquilaria malaccensis; (2) kayu gaharu [n] (1) tumbuhan terna, akarnya harum; Rheum officinale; (2) akar kelembak [n] kupu-kupu besar
kelengahan ke.le.ngah.an [n] (1) kelalaian; kealpaan: kebakaran itu akibat ~ penjaga malam; (2) keadaan menganggur (tidak berbuat apa-apa): ~ merupakan pangkal segala kejahatan
kelesek ke.le.sek [n] kulit batang pisang yg kering
keliwon ke.li.won [n] (1) pegawai pamong desa di bawah kuwu (di daerah Cirebon); (2) pegawai keraton Surakarta atau Yogyakarta setingkat di bawah bupati
kelongsong paking [Pet] alat yg digunakan sbg wadah paking agar paking dapat berfungsi dng baik dl mencegah kebocoran sepanjang batang upaman
kelp [n] (1) Bio ganggang laut yg tumbuh di pantai yg berkarang; (2) Kim abu yg diperoleh dr pembakaran berbagai jenis ganggang atau rumput laut, digunakan untuk membuat yodium
keluaran ke.lu.ar.an [n] (1) yg dikeluarkan (dihasilkan, diterbitkan, dsb): buku ini ~ Balai Pustaka; (2) yg berasal dr: batik ~ Yogyakarta; (3) yg telah keluar (tamat, berhenti) dr (sekolah dsb): anak-anak ~ SMP I mengadakan reuni; (4) yg ada di luar (yg tidak turut campur dsb): orang ~ tidak boleh turut campur; (5) kl orang di luar kalangan istana: akan anakanda ini terlalulah baik sekali parasnya pd hati beta tiada patut ia bersuami orang ~; (6) Man hasil kegiatan produksi; (7) Man laju produksi barang yg dihasilkan pabrik, mesin, atau satuan produksi yg lain dl jangka waktu tertentu
keluarga ke.lu.ar.ga [n] (1) ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; (2) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; (3) (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; (4) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat
kemang ke.mang [n] (1) pohon yg kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah, tinggi 20-40 m, bunganya terdapat dl malai, menyerupai bunga mangga, berwarna ungu tua, bagian tepi berwarna putih, buahnya besar berbentuk spt avokad dan tidak simetris, berwarna kecokelat-cokelatan, daging buah berwarna kuning kotor mengandung banyak cairan dan rasanya asam manis; Mangifera cereria; (2) buah kemang [n] hantu yg dipercayai suka mengganggu bayi
kembili kem.bi.li [n] (1) tanaman perdu merambat yg tingginya mencapai 3-5 m, daunnya spt ginjal, batangnya bulat, berbulu halus; dan berduri tersebar, umbinya dapat dimakan, bentuknya bulat atau panjang berwarna putih sampai kekuning-kuningan, bunganya tersusun dl bulir yg berwarna hijau kekuning-kuningan; Dioschorea acuminata; (2) umbi kembili
kemenyan ke.me.nyan [n] dupa dr tumbuhan Styrax benzoin, yg harum baunya ketika dibakar; (ada beberapa jenis spt -- arab, -- hantu, -- hitam, -- serani); luban jawi [n] tumbuhan memanjat, Dioscorea pyrifolia [n] ikan hiu
kempunan kem.pu.nan [n] (1) hal sangat ingin (akan); keadaan selalu ingat krn sangat ingin (akan): setelah sepuluh tahun di perantauan, ia pun -- pulang ke kampung; (2) dl kesukaran (kebingungan, kebimbangan, serba salah, merugi, dsb); (3) keadaan merasa sangat celaka (krn kecewa sekali dsb): konon takkan lepas dr -- hidup sebatang kara di negeri orang
kemumu ke.mu.mu [n] talas yg daun dan batangnya dapat digulai, tidak gatal; talas cina [n] lumut laut
kemuning ke.mu.ning [n] (1) tumbuhan perdu, termasuk suku Rutaciae, tingginya mencapai 7 m, berdaun majemuk, berbentuk bulat telur terbalik dng ujung runcing, bagian atas licin berkilap, bunganya berwarna putih, banyak dimanfaatkan sbg tanaman hias, batangnya biasa dibuat tongkat, kotak, atau sarung keris; Murraya paniculata; (2) kayu pohon kemuning [a] merah keemasan
kenari ke.na.ri [n] (1) pohon yg tinggi besar, dapat mencapai 25-30 m, batangnya abu-abu keputih-putihan, daunnya kecil-kecil, buahnya berwarna hijau tua, berkulit keras, dan bijinya dibuat minyak; Canarium commune; (2) buah kenari [n] burung kecil yg bersuara merdu dan berbulu kuning yg indah; Serinus canarius germanicus
kendung ken.dung [n] pohon, yg kulit batangnya untuk menguatkan warna merah pd kain; Symplocos laurina
kepanikan ke.pa.nik.an [n] kegugupan (kebingungan dan ketakutan); kecemasan: kebakaran tadi malam sempat menimbulkan ~ di kalangan penduduk
kepel ke.pel [n] pohon yg tingginya kira-kira 15-20 m, batangnya berbenjol-benjol, kulit batangnya berwarna cokelat tua, daunnya berbentuk jorong, lancip ke ujung, berwarna hijau tua, berkilap, bunganya berbentuk bundar atau jorong, wangi dan berbulu, biasanya menempel pd batang, bunga jantannya berbentuk lonjong dan bergerombol, buahnya berbentuk bulat, kadang-kadang agak jorong, berwarna cokelat, berdaging manis, berbiji enam buah; Stelechocarpus burahol
kepik ke.pik ? 2kepek [n] kumbang kecil, termasuk serangga bercotok, penghisap getah batang tanaman (padi dsb), berkembang biak dng cara bertelur; Rhyncota
kepruk kep.ruk [v] me.ngep.ruk v memukul supaya pecah dng benda yg berbentuk batang dan berat supaya pecah
kepuh ke.puh , me.nge.puh v melembung (menggelembung) krn penuh berisi angin atau kena angin (tt layar dsb) [n] (1) pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 30 m, bunganya berwarna merah, berbau busuk, daunnya mudah rontok, buahnya berupa bumbung, kulit buahnya tebal berwarna merah sbg obat untuk menghentikan perdarahan pd hidung, bijinya hitam dapat digunakan sbg obat batuk, mengandung minyak yg biasa digunakan sbg minyak goreng atau minyak lampu; Sterculia foetida; (2) biji kepuh , ke.puh-ke.puh n selepa tempat gambir, pinang, tembakau, dsb untuk makan sirih
keramik ke.ra.mik [n] tanah liat yg dibakar, dicampur dng mineral lain; barang tembikar (porselen)
keras tulang tumbuhan yg akarnya dapat dibuat menjadi kapur barus, daunnya dibuat obat, Chilorantus officinalis; (2) ki kuat
keretek ke.re.tek [n] bunyi daun terbakar [n] rokok yg tembakaunya dicampuri serbuk cacahan cengkih [n] kereta berkuda beroda dua; dokar
keritik ke.ri.tik [n] , ber.ke.ri.tik-ke.ri.tik v berbunyi spt rambut terbakar [Lihat {kritik}]
kerkau ker.kau [v] , me.nger.kau v mencengkeram (menggaruk) dng cakar
kerokot ke.ro.kot [n] (1) tumbuhan menjalar, berdaun kecil hijau kecokelat-cokelatan batangnya berair, bunganya kecil berwarna kuning, dapat dimakan sbg hidangan pecel; gelang; Portulaca oleracea; (2) daun kerokot [Jw v] , me.nge.ro.koti v menggerogoti; menggigiti sedikit demi sedikit dng jumlah gigitan yg agak besar (msl waktu makan mangga); gerogot
keroncong tugu seni musik keroncong khas Jakarta (Betawi)
kerosin ke.ro.sin [n] bahan bakar hidrokarbon yg diperoleh sbg hasil penyulingan minyak bumi dng titik didih yg lebih tinggi dp bensin; minyak tanah; minyak patra
kerutup ke.ru.tup [n] bunyi berdetasan spt bunyi daun basah yg terbakar
kesengajaan ke.se.nga.ja.an [n] perihal (perbuatan) sengaja: seolah-olah ada suatu -- dl peristiwa kebakaran itu
ketaya ke.ta.ya [n] suluh dr bambu yg diberi berdamar pd ujungnya (untuk dibakar) [n] tali leher (kerbau, sapi) terbuat dr anyaman rotan terpilin yg diikatkan pd bom pedati
ketika ke.ti.ka [n] waktu yg sangat singkat atau yg tertentu; saat: menantikan -- yg baik; rumah yg terbakar itu habis -- itu juga; (2) n waktu atau saat yg bertalian dng nasib dsb (dl perhitungan, primbon, atau tenung); (3) p kata penghubung untuk menandai waktu yg bersamaan; tatkala; pd waktu (yg bersamaan): -- kakak dilahirkan, ayah sedang bertugas di kota
ketinggalan ke.ting.gal.an [n] sisa; kelebihan; tunggakan: ~ nya boleh dibayar bulan depan; (2) v tertinggal (krn lupa dsb): bukunya ~ di rumah; (3) v terbelakang; tercecer: di Jakarta kita dapat menyaksikan segala macam keramaian, tidak spt di sini agak ~ dl hal itu; ia masih ~ jauh dr teman-temannya; (4) v sudah ditinggalkan oleh (kereta api dsb): mari kita berangkat, supaya jangan ~ kereta api; (5) v tidak sesuai dng zaman (waktu dsb): mobil ini sudah ~ zaman; (6) v ada yg kelupaan; ada yg kurang; ada yg terlangkahi: dua hal yg ~ tidak disebutkan dl surat ini; rupanya ada huruf yg ~; (7) v tidak ~ , tidak mau terlambat; tidak lupa; tidak lalai: pujangga pantun pun tidak ~ turut berlomba dl sajak-menyajak baru
ketoprak ke.top.rak [n] sandiwara tradisional Jawa, biasanya memainkan cerita lama dng iringan musik gamelan, disertai tari-tarian dan tembang [n] makanan (khas Jakarta), terdiri atas ketupat, tahu goreng, kerupuk, dan taoge yg dibubuhi bumbu kacang yg berkecap [n ] ikan air tawar, tubuhnya pipih, panjangnya lebih kurang 25 cm, berwarna hitam, sirip dada memanjang, ekor membundar, biasa makan tumbuhan dan binatang kecil yg menempel di dasar air; Polyacanthus hasselti
ketosa ke.to.sa [n Kim] sakarida yg mempunyai gugus karbonil yg mengikat dua atom C lain yg mengandung gugus keton
kiai ki.ai [n] (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam): -- Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama: para -- ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) sebutan bagi guru ilmu gaib (dukun dsb): khabarnya Pak -- bisa menghubungkan orang dng roh nenek moyangnya; (4) kepala distrik (di Kalimantan Selatan): ia menjadi seorang -- di distrik itu; (5) sebutan yg mengawali nama benda yg dianggap bertuah (senjata, gamelan, dsb): tombak -- Plered dr keraton Surakarta, gamelan -- sekati dr Sala; (6) sebutan samaran untuk harimau (jika orang melewati hutan) [n Olr] teriakan yg dikeluarkan melalui kerongkongan (dl olahraga karate)
kijil ki.jil [n] tumbuhan memanjat; akar banar; akar gadong tikus; akar kijil; Smilax helferi
kilat ki.lat [n] (1) cahaya yg berkelebat dng cepat di langit (petir dsb): -- sabung-menyabung; (2) cahaya yg berkilau (berkilat): -- pisau; (3) yg sangat cepat: kereta api --; (4) yg dikerjakan dl waktu singkat: kursus -- [Lihat {kelat}] [n] (1) pohon yg banyak terdapat dl paya-paya di tepi laut, kulit batangnya untuk menyamak kulit, kayunya untuk kayu api; jangkar paya; bakau; Rhizophora conjugata; Rhizophora mucronata; (2) kayu (kulit) pohon bakau
kiln [n Ark] tungku yg dibuat spt ruangan, tempat membakar benda-benda tanah liat yg memerlukan suhu tinggi
kina ki.na [n] (1) pohon yg termasuk genus Cinchona, rasa kulit batangnya sangat pahit, digunakan sbg obat antimalaria; Chinchona succirubra; (2) kulit kina
kiris ki.ris [n] (1) pohon kayu, akarnya dipakai untuk ramuan obat dan buahnya dapat dimakan, Belamcanda chinensis; (2) akar kiris; (3) buah kiris
kisi ki.si [n] ki.si-ki.si n (1) kayu atau besi yg dipasang berdiri dan berjarak sehingga terdapat celah-celah (pd tingkap dsb); terali; jeruji; (2) jari-jari (roda); (3) celah; ganggang (pintu dsb) [n Fis] (1) jaringan garis tiga dimensi yg menghubungkan titik-titik pusat atom atau ion di dl kristal; (2) lempeng logam yg berlubang-lubang, dipakai dl baterai sbg penghantar dan penyangga bahan aktifnya; (3) sembarang jaringan bersistem; (4) Fis peranti optis yg bergaris-garis atau mempunyai batang yg sejajar dan terpisah oleh sela-sela sama besarnya [n Stat] segi empat kecil pd suatu bidang dasar yg dibentuk oleh dua gugus baris tegak lurus thd sesamanya
kolak ko.lak [n] makanan yg dibuat dr pisang, ubi, dsb yg direbus dng gula dan santan [n] sepotong kayu yg bengkok dan bulat pd ujungnya, dipakai untuk menggiling lada atau rempah-rempah pd cobek [ark n] takaran beras sebanyak empat gantang atau dua puluh kati (= ? 125 ons = ? 12,5 kg)
kolek ko.lek [n] perahu kecil, dibuat dr batang kayu
kolesom ko.le.som [n Far] akar yg dibuat obat kuat; ginseng
kolumnus ko.lum.nus [n Zool] (1) struktur berbentuk batang spt badan karang; (2) poros tulang belakang (vertebrata); (3) bagian sumsum punggung yg dibagi-bagi secara membujur
kompor kom.por [n] perapian untuk memasak yg menggunakan minyak tanah, gas, atau listrik sbg bahan bakar
kompor gas kompor yg menggunakan gas sbg bahan bakar
konifera ko.ni.fe.ra [n] tumbuhan yg seluruh batang, cabang, dan daunnya spt kerucut dan tetap hijau sepanjang tahun
kontemporer kon.tem.po.rer [a] pd waktu yg sama; semasa; sewaktu; pd masa kini; dewasa ini: di samping tarian klasik disuguhkan juga tarian --; bulan ini diadakan pameran seni lukis -- di Taman Ismail Marzuki, Jakarta
kontol kon.tol [n] kemaluan laki-laki; zakar
kosong ko.song [a] (1) tidak berisi: peti -- itu rupanya menjadi sarang tikus; (2) tidak berpenghuni: rumah itu sudah lama --; (3) hampa; berongga: batang kangkung itu -- di dalamnya; (4) tidak mengandung arti: dia menerima tangan saya dng sikap dingin dan pandangan yg --; (5) tidak bergairah: sejak suaminya meninggal, hidupnya serasa --; (6) tidak ada yg menjabatnya; terluang: sudah tiga bulan jabatan kepala dinas itu -- dan belum ada yg menggantikannya; (7) tidak ada sesuatu yg berharga (penting): pidato yg berjam-jam itu -- belaka; (8) tidak ada muatannya: perahu itu --; (9) ki tidak pandai; tidak cerdas: otaknya --; (10) cak nol
kota pelajar sebutan lain untuk kota Yogyakarta
kotrek kot.rek [n] alat untuk mencabut sumbat botol (spt batang kawat berulir yg diberi tangkai)
kremasi kre.ma.si [n] pembakaran mayat sehingga menjadi abu; pengabuan
krematorium kre.ma.to.ri.um [n] tempat membakar mayat sehingga menjadi abu; perabuan
kristalosa kris.ta.lo.sa [n Kim] garam natrium dr sakarin
kuayah ku.a.yah [n] , akar -- tumbuhan merambat, Connarus semidecandrus
kubu ku.bu [n] (1) pagar dr kayu yg diberi berlapis tanah dsb untuk menahan serangan dsb: sekeliling dusun itu dipasang -- untuk menahan serangan musuh; (2) tempat pertahanan yg diperkuat dng pagar-pagar pertahanan; benteng pertahanan: -- pertahanan telah jatuh ke tangan musuh; (3) tempat yg diberi berpagar kuat-kuat (untuk menangkap gajah dsb): mereka menghalau kawanan gajah ke dl --; (4) sekelompok pendukung atau penggembira: -- yg mendukung tim bulu tangkis Indonesia sebagian besar adalah mahasiswa dan pelajar [n] rotan yg melilit di pohon, akarnya biasa dibuat tali dsb; Treycinetia javanica
kudu ku.du [ark n] kuntum bunga [n] cat merah untuk mewarnai kain batik, dibuat dr akar atau kulit pohon mengkudu
kuini ku.i.ni [n] (1) pohon berbatang tegak, tingginya mencapai 20-30 m, kulit batangnya pecah-pecah berwarna abu-abu, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya terdapat pd malai yg tumbuh pd ujung ranting, berbau harum menusuk, buahnya berbentuk bulat panjang, berdaging tebal, berwarna kuning dan berserat, rasanya masam manis, kulit buahnya berwarna hijau kekuning-kuningan; kebembem; Mangifera odorata griff; (2) buah kuini
kuku ku.ku [n] (1) zat tanduk tipis yg tumbuh melekat pd ujung jari tangan atau kaki; (2) bagian ujung tangan (kaki), panjang-panjang dan tajam (terbentuk dr zat tanduk), pd ayam, kucing, harimau, dsb; cakar; (3) bagian ujung kaki kuda, kerbau, dsb yg besar dan keras (terbentuk dr zat tanduk); (4) alat atau bagian perkakas yg bentuknya spt cakar untuk mencakar; (5) ki kekuasaan: Belanda tidak pernah berhasil menanamkan -- nya di daerah ini
kulit kayu lapisan luar batang pohon yg sering digunakan untuk bahan pembuat pakaian dan perabot rumah tangga
kumbang kelapa kumbang yg memakan umbut kelapa, daun kelapa muda, dan mengisap cairan batang pohon; Xylotropes gideon
kumbang sagu kumbang yg merusak pohon sagu, terutama merusak empulur batang sagu; Rhynchoporus ferrugineus
kumbang tanduk kumbang perusak tanaman, biasa menempel pd pucuk daun, menyerap cairan tanaman, merusak jaringan daun yg masih muda, dan makan empulur batang yg membusuk; Oryctes rhinoceros
kumena ku.me.na [n Kim] zat pencampur bahan bakar kapal terbang C6H5CH(CH3)2
kuncup eram [Bot] umbi sekunder yg terdapat pd batang atau daun, berfungsi sbg organ pembiakan
kuping menjangan tumbuhan yg akar dan daunnya digunakan sbg obat batuk, Plantago major
kupur ku.pur [n] (1) tumbuhan yg daunnya dibuat obat batuk, akarnya direbus untuk obat disentri; Rubus moluccanus; (2) daun kupur; (3) akar kupur
kutub ku.tub [n] (1) ujung poros atau sumbu bumi; (2) ujung batang magnet yg mempunyai sifat menarik besi; (3) ujung baterai; (4) ujung dr garis (rentangan dsb)
labuh la.buh [a] dl keadaan turun atau tergelantung ke bawah spt kelambu, tali, jangkar, tirai, atau layar panggung [ark n] penggolong benda bagi tirai: tirai se -- [Jw n] la.buh.an n upacara tradisional keraton yg dilaksanakan di tepi laut di sebelah selatan Yogyakarta, diadakan pd tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono menurut perhitungan tahun Saka
labuh api hukuman mati dng cara membakar si terhukum
lahir la.hir [v] keluar dr kandungan: ia -- di Jakarta pd tahun 1951; (2) v muncul di dunia (masyarakat): setelah itu, -- lah beberapa organisasi politik yg lain; (3) n yg tampak dr luar: -- nya amat peramah, tetapi batinnya siapa tahu; (4) n berupa benda yg kelihatan; keduniaan; jasmani: kemuliaan --; pengetahuan --; pendidikan --
laki-laki la.ki-la.ki [n] (1) orang (manusia) yg mempunyai zakar, kalau dewasa mempunyai jakun dan adakalanya berkumis: baik ~ maupun perempuan berhak dicalonkan menjadi anggota DPR; (2) jantan (untuk hewan); (3) ki orang yg mempunyai keberanian; pemberani: ia bertindak sbg ~
lamdukpai lam.duk.pai [n] tumbuhan melilit, akarnya dipakai untuk obat penyakit cacar; empis musang
lampok lam.pok [n] unggunan (longgokan) batang padi yg sudah disabit
lampu busur [El] lampu yg antara dua batang arang runcing terdapat tegangan listrik dan jika batang-batang tsb disentuhkan satu dng lainnya, kemudian dijauhkan lagi, di antara ujung-ujung batang arang itu akan terjadi busur cahaya; bohlam
lampu gantung lampu bersemprong yg menggunakan bahan bakar minyak tanah yg digantungkan (pd langit-langit rumah dsb)
lampu gas lampu yg menggunakan bahan bakar gas
lampu petromaks lampu yg menggunakan kaus lampu (bukan sumbu), nyalanya terang benderang, menggunakan bahan bakar minyak tanah, dihidupkan dng jalan dipompa; lampu tekan
lamtoro gung lamtoro yg besar, biasa digunakan sbg pupuk hijau sbg pelindung tanaman kopi, cokelat, panili, dsb, daunnya untuk makanan ternak dan kayunya untuk kayu bakar dan bahan bangunan
lamur la.mur [a] tidak terang penglihatan; rabun [n] daging yg banyak lemaknya: jika memasak sayur dng menggunakan -- , bakarlah sepotong jahe dan memarkan, lalu campurkan pd masakan itu
landa lan.da [v] me.lan.da v mengenai; menimpa; melanggar: banjir ~ daerah itu sehingga sawah-sawah rusak [v] me.lan.da v melimbang (emas, timah, dsb); melandau [n] air abu batang padi
langsat lang.sat [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 10-20 m, batang pokoknya lurus, bunganya berwarna putih atau kuning, buahnya menyerupai duku, bergerombol dl tandan, rasanya asam-asam manis (lebih asam dp duku), berkulit tipis, bergetah; Lansium domesticum; (2) buah langsat
langsung lang.sung [adv] terus (tidak dng perantaraan, tidak berhenti, dsb): berlayar -- dr Jakarta ke Manado; tindakan yg -- mengenai kepentingan umum; (2) v berlanjut (hingga beberapa lamanya, hingga jauh, dsb): pertikaian itu -- hingga kini; (3) v lewat dr tujuan: -- dr sasarannya; (4) v jadi (tidak urung): pertandingan tidak -- krn hujan
lanjung lan.jung [a] (1) kecil tinggi (tt batang tebu, pohon pinang, dsb); kecil panjang; (2) tinggi
lapisan Henle la.pis.an Henle lapisan luar selubung akar bagian dalam dr rambut
lapisan Huxley la.pis.an Huxley lapisan dalam selubung akar bagian dalam rambut
larah la.rah , ber.la.rah-la.rah v berturut-turut; beruntun [n] ber.la.rah-la.rah v beralur-alur; bergaris-garis (batang kayu dsb)
laras la.ras [n] (1) (tinggi rendah) nada (suara, bunyi musik, dsb); tala: kecapi ini agak rendah -- nya; (2) kesesuaian; kesamaan: bentuk dan isi sajak itu menunjukkan -- [a] bulat panjang dan lurus (spt batang pohon, bambu) [n] (1) pembuluh senapan (bedil) tempat lewat peluru; (2) kata penggolong untuk senapan: mereka membawa lima -- senapan [n] (1) distrik di Minangkabau; (2) dasar pemerintahan menurut adat [ark v] gugur; luruh
lari la.ri , la.ri-la.ri n rumput yg tingginya mencapai 90 cm, akarnya sangat kuat; Spinifex squarrosus [v] melangkah dng kecepaatn tinggi: setelah ketahuan, pencuri itu -- pontang-panting; (2) v hilang; lenyap: -- semangatnya ; (3) v pergi (keluar) tidak dng cara sah (baik-baik); kabur: banyak tahanan yg -- dr penjara; (4) v pergi (berpindah) untuk menyelamatkan diri: krn takut ditangkap, pencuri itu -- ke luar kota; (5) n arah; tujuan: polisi membuntuti ke mana -- nya penjahat itu; (6) n cak panjang suatu bidang: ruang itu -- nya empat meter; (7) v bergeser: pasangan ubinnya -- 1 cm
larnaks lar.naks [n Ark] peti mati yg terbuat dr tanah liat bakar
las [n] penyambungan (besi dsb) dng cara membakar
las gas [Tek] pengelasan dng menggunakan gas (gas asetilin, propana, atau hidrogen), dng cara membakar gas bakar dng oksigen (zat asam) sehingga menimbulkan nyala api dng suhu yg dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi
latur la.tur [a] bengkak berair, spt kulit yg terbakar api; lecur; lepuh
lawak la.wak [a] lucu; jenaka [n] la.wak-la.wak n palung tempat makanan atau minuman kuda (burung dsb) [n Lay] sejenis perahu di Jawa Barat yg dibuat dr batang pohon yg ditakik (lawakan, lelawak)
layur la.yur [Mk] me.la.yur v (1) memanaskan di atas (dekat) api (supaya kering, layu, hangat, dsb); memanggang: ia sedang ~ ikan (daging) di atas bara; (2) membakar (dng sinar matahari): sinar matahari ~ kulitnya sampai hitam [n] ikan laut yg bentuk tubuhnya pipih dan panjang; selayur
lecur le.cur [a] me.le.cur v bengkak berair (krn terbakar dsb); melepuh: mulutnya ~ krn minum air panas
legum le.gum [n] degum [n] tumbuhan perdu yg berkeping ganda, berbuah polong, menghasilkan mineral, akarnya mengandung campuran nitrogen dan bakteri, termasuk makanan penting untuk ternak (spt pohon kacang tanah, semanggi); tumbuhan kacang-kacangan; Leguminoceae
lembai lem.bai /lEmbai/, me.lem.bai Mk v (1) melambai (tangan, sapu tangan, dsb): anak itu ~ terus meskipun ayahnya sudah menghilang dr pandangannya; (2) menjilat-jilat (tt api): rumah tempat tinggalnya hangus krn api telah ~ membakarnya
lempuh lem.puh , me.lem.puh v bengkak krn terbakar (kena air panas dsb); lepuh
lencir len.cir [a] tinggi, lurus, semampai [n] pohon yg berbatang lurus dan bertajuk sangat kecil, tidak mampu bereksistensi tanpa bantuan tumbuhan yg menjadi tetangganya
lenggundi leng.gun.di [n] (1) tumbuhan perdu, berbatang segi empat, banyak cabangnya, bunganya berwarna ungu kebiru-biruan, buahnya bulat berwarna hitam, kulitnya keras, daunnya berbau harum dan berkhasiat sbg obat; Vitex trifolia; (2) daun lenggundi
lenong le.nong [n] pertunjukan sandiwara dng iringan gambang kromong (di Jakarta)
lepa le.pa [n] campuran kapur, semen, pasir, dsb untuk melekatkan batu bata dsb [ark] ter.le.pa v (1) terbaring menelentang; tergeletak; terhantar (di tanah); (2) memanjang (ke bawah tt jubah dsb) sampai menyentuh tanah /lEpa/, le.pa-le.pa n sampan kecil yg dibuat dr satu batang kayu (kelapa, biasanya bercadik) , le.pa-le.pa n pangkal umbut
lepuh le.puh [n] bengkak mengandung air (msl pd kulit krn terbakar dsb)
letusan api awal le.tus.an api awal suatu pembakaran secara sengaja untuk menyingkirkan bahan yg mudah terbakar dng pembakaran terkendali sehingga menghentikan atau mengendalikan api utama
level le.vel [n cak] tingkat(an); tataran; lapisan: harga rumah murah di Jakarta masih jauh dr jangkauan masyarakat -- menengah
lewat le.wat /lEwat/ (1) v melalui; lalu di; menempuh: kereta api cepat Jakarta-Surabaya -- Semarang; (2) v lalu; lampau: waktu yg telah --; (3) adv lebih: pukul sembilan -- sepuluh menit; (4) adv sesudah: -- tengah malam; (5) a terlampau; sangat; terlalu: -- jenuh; (6) p dng perantaraan (memakai jasa, alat, dsb): barangnya dikirim -- pos
liana li.a.na [n] tumbuhan merambat dl hutan tropis, mempunyai batang berkayu panjang, biasanya berbentuk aneh; Ventilago
lidah badak tumbuhan memanjat, berbatang keras, sebesar ibu jari tangan, menempel di pohon aren, biasa digunakan untuk mengikat; Pothos latifolius
lignotuber lig.no.tu.ber [n Bot] terubusan dr pangkal batang yg siap menggantikan batang lama apabila mati
lilin baku lilin berasal dr lemak ikan paus sbg sediaan farmasi dan bahan dasar pembuatan balsam, produk kecantikan, dan lilin batangan
lilin cina lilin yg merah, biasanya dibakar pd waktu bersembahyang atau dl upacara keagamaan (tt agama Tao dan Shinto)
linau li.nau [n] (1) tumbuhan sebangsa palem, batangnya berduri lebat, kulit luar batang berwarna cokelat tua kehitam-hitaman, umbut (isi batang) dan daunnya dapat dimasak untuk lauk, daunnya digunakan untuk atap rumah; Oncosperma filamentosum; (2) umbut linau; (3) daun linau
linggayuran ling.ga.yu.ran [ark a] panjang lampai; tinggi ramping (spt batang pinang)
lingkawa ling.ka.wa [n] kendang kecil terbuat dr batang kayu yg dikerat
linsang lin.sang [n] binatang sejenis musang, berkaki pendek atau panjang, ramping, cakarnya waktu istirahat ditarik ke dalam, cakar kaki depan terkatup spt pd kucing, sedangkan yg belakang dilindungi suatu lipatan kulit, berbulu perak, warna dasar putih atau abu-abu kecokelat-cokelatan, ada enam pita lebar tidak teratur berwarna hitam kecokelat-cokelatan di atas punggung, kedua sisi tengkuk, dan di badannya, pemakan serangga, burung, kadal, dan binatang menyusui yg kecil; Prionodon gracilis
lintas lin.tas [n] trayek: -- Jakarta-Bandung
lio [n] (tempat) pembakaran batu bata (genting)
lipstik lip.stik [n] pewarna bibir, terbuat dr sejenis lilin, berbentuk batang, pejal, licin, berwarna-warni
literan li.ter.an [n] takaran yg isinya satu liter
liuk-liuk li.uk-li.uk [n] peluit yg dibuat dr batang padi
locok lo.cok , me.lo.cok v menggerakkan batang besi (kayu, bambu) turun naik (maju mundur) di dl tabung untuk menumbuk atau melumatkan sesuatu: ~ buah buni (cermai dsb); nenek sedang ~ sirih
logat lo.gat [n] (1) kata (dl arti yg sebenarnya): terjemahan menurut -- (kata demi kata); (2) dialek: -- Jakarta; (3) cara mengucapkan kata (aksen) atau lekuk lidah yg khas: menilik -- nya, dapat dipastikan bahwa ia berasal dr Medan; (4) perbendaharaan kata: kata ini tidak terdapat dl -- Melayu; (5) kamus: kitab -- Melayu
lomba lom.ba [n] (1) adu kecepatan (berlari, berenang, dsb): dl rangka memperingati Hari Proklamasi, desa kami mengadakan -- lari karung untuk anak-anak dan orang dewasa; (2) adu keterampilan (ketangkasan, kekuatan, dsb): ia telah keluar sbg juara pertama dl -- deklamasi tingkat Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta
lonjor lon.jor [Jw n] batang (kata penggolong bagi barang yg panjang): bambu dua --
lurub lu.rub [n] kain dsb penutup kurung batang
lurus lu.rus [a] (1) memanjang hanya dl satu arah, tanpa belokan atau lengkungan (tt garis, jalan, dsb); lempeng: kampung A dan kampung B dihubungkan oleh sebuah jalan yg --; batang pohon ini --; (2) tegak benar: berdiri --; garis yg tegak --; (3) ki jujur; polos: jarang benar orang yg -- spt dia; (4) baik (tt budi dsb); tidak sesat: anak itu cantik dan -- budi; ikutilah petunjuk-petunjuk yg --; jalan hidupnya tidak --; (5) tepat benar; betul; (6) kata demi kata (tt terjemahan); (7) kejur; tidak ikal (tt rambut): rambutnya -- dan hitam; (8) sejajar (tt garis): buatlah garis yg -- dng garis A-B
luweng lu.weng [Jw n] (1) sumur yg sangat dalam yg terdapat di dl gua (di pegunungan); (2) lubang yg dalam; (3) balong pd tempat pembakaran kapur; (4) keran (dapur) besar yg terbuat dr bata atau tanah
macan tutul harimau yg bulunya bebercak-bercak hitam; harimau akar; Panthera pardus
magainin ma.gai.nin [n] cairan yg mempunyai daya penyembuhan krn mengandung antibiotik alami yg kuat dr katak Afrika yg bercakar yg sengaja dilukai
magrib mag.rib [n] (1) barat arah matahari terbenam; (2) waktu matahari terbenam: ia tiba di Jakarta menjelang --; (3) waktu salat wajib menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat; (4) Isl (huruf awal ditulis dng kapital) salat wajib sebanyak tiga rakaat pd waktu menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat
main gila berbuat kurang sopan; bertindak semau-maunya; -- hakim sendiri menghakimi orang lain tanpa mempedulikan hukum yg ada (biasanya dilakukan dng pemukulan, penyiksaan, pembakaran, dsb): ia menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda mata gelap yg -- hakim sendiri
main-main ma.in-ma.in [v] (1) cak bermain-main; bersenang-senang dng melakukan sesuatu: kami -- di pasir dng membuat lubang sumur-sumuran dan gua-guaan; (2) tidak dng sungguh-sungguh; hanya berkelakar; bermain-main saja: engkau jangan -, ini masalah penting; (3) ki berbuat serong: belum sebulan kawin dia telah -- dng perempuan lain
makrofita mak.ro.fi.ta [n Bio] tanaman air tingkat tinggi, berakar, berukuran besar
makroni mak.ro.ni [Lihat {makaroni}]
malang ma.lang [a] (1) terletak melintang: sehabis badai itu batang dan dahan kayu -- melintang di jalan; (2) bernasib buruk; celaka; sial: ia menerima nasibnya yg -- itu dng penuh kesabaran
malangbang ma.lang.bang [kl n] perahu (kapal) dibuat dr batang kayu; melambang
maltosa mal.to.sa [n Kim] (1) gula kristal yg dapat memuai, terbuat dr pati; (2) disakarida hablur putih yg terbentuk bila kanji dihidrolisis oleh amilase; C12H22O11.H2O
mampai mam.pai [n] pembakaran mayat pd waktu upacara pemakaman (di Kalimantan)
mancung man.cung [a] makin ke ujung makin kecil; runcing; lancip: hidungnya -- [Jw n] seludang kelapa yg telah kering: membakar upet yg dibuat dr --
mangga mang.ga [n] pohon yg berbatang tegak, bunganya berbentuk malai, buahnya bulat panjang atau bulat pendek, warna daging, buah, dan rasanya bervariasi, dihidangkan sbg buah, dibuat rujak, manisan, selai, dsb; mempelam; Mangifera indica
mangir ma.ngir [n] bedak dr tepung beras dicampur rempah-rempah (spt kunyit, akar temulawak, cendana, biji buah kelabat), berguna untuk menghaluskan, membersihkan, dan menguningkan kulit; lulur
mangkara mang.ka.ra [Lihat {makara}]
mani ma.ni [n] cairan kental yg menyembur dr kelamin laki-laki pd waktu ejakulasi, merupakan produk dr berbagai organ, msl dr buah zakar, gelembung mani, kelenjar prostat; sperma
mansiang man.si.ang [Mk n] rumput gelagah berbatang segitiga, tingginya dapat mencapai 2 m, dibuat barang anyaman yg agak kasar, spt tikar, tas; Scirpus grossus
mansiang agam rumput tinggi spt gelagah, batangnya dibuat anyaman, spt tikar, tempat beras, dan tali pengikat belanjaan; Scirpus muronatus
marambung ma.ram.bung [Mk n] tumbuhan yg kayunya berwarna putih kekuning-kuningan, agak lunak, dan tidak awet, dipakai dl industri korek api untuk dibuat batang dan kotaknya; Vernonia arborea
maranta ma.ran.ta [n] tanaman hias, mempunyai akar menjalar di bawah permukaan tanah dan merupakan akar rimpang yg berumbi, daunnya berbentuk jantung dng ciri-ciri khas, yaitu pd bagian bawah berwarna ungu terang, sedangkan pd bagian atas berwarna hijau pucat dng noda-noda besar agak kecokelat-cokelatan, bunganya kecil berwarna putih dng bercak berwarna ungu; Maranta bicolor
martaban mar.ta.ban [n] tempayan atau guci besar dr tanah liat yg dibakar dng suhu tinggi untuk menyimpan air, minyak, beras, dsb
mawar ma.war [n] (1) tanaman perdu suku Rosaceae, meliputi ratusan jenis, tumbuh tegak atau memanjat, batangnya berduri, bunganya beraneka warna, spt merah, putih, merah jambu, merah tua, berbau harum; (2) bunga mawar; bunga ros [Lihat {tawar}]
mati ma.ti [v] (1) sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi: anak yg tertabrak mobil itu -- seketika itu juga; pohon jeruk itu sudah -- , akarnya pun sudah busuk; (2) tidak bernyawa; tidak pernah hidup: batu ialah benda --; (3) tidak berair (tt mata air, sumur, dsb); (4) tidak berasa lagi (tt kulit dsb); (5) padam (tt lampu, api, dsb); (6) tidak terus; buntu (tt jalan, pikiran, dsb): krn pikirannya sudah -- , ia tidak dapat berbuat apa-apa; (7) tidak dapat berubah lagi; tetap (tt harga, simpul, dsb); (8) sudah tidak dipergunakan lagi (tt bahasa dsb); (9) ki tidak ada gerak atau kegiatan, spt bubar (tt perkumpulan dsb): kalau tidak diurus, koperasi itu akan --; (10) diam atau berhenti (tt angin dsb): perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut krn angin --; (11) tidak ramai (tt pasar, perdagangan, dsb): setelah ada pasar swalayan, pasar ini --; (12) tidak bergerak (tt mesin, arloji, dsb): saya terlambat krn jam saya ternyata --
medula me.du.la [n] bagian tengah (terdalam) sesuatu, msl sumsum (pd tulang), empulur (pd batang tumbuhan)
megaproyek me.ga.pro.yek [n] (1) pekerjaan besar dng sasaran khusus dan dng tenggang masa yg jelas: kelompok usaha Bimantara bermaksud membangun -- di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta; (2) proyek yg besar
melalap me.la.lap [v] (1) memakan lalap; (2) ki menghabiskan: kebakaran yg terjadi Sabtu malam ~ dua puluh rumah penduduk; (3) ki mengalahkan dng mudah (tanpa perlawanan): kesebelasan itu ~ lawannya dng 5:0 langsung; (4) ki memerkosa; menyetubuhi; menggagahi: ia ditangkap krn ~ anak gadis di bawah umur
melalukan me.la.lu.kan [v] (1) membiarkan lalu (berjalan, masuk, dsb): oknum pejabat duane itu diketahui telah ~ penyelundupan dr Singapura; (2) melakukan; menjalankan: tentara itu ~ serangan udara thd lapangan udara musuh; (3) meneruskan; melangsungkan: ia ingin segera ~ maksudnya meminang perempuan yg dicintainya; ia akan singgah di Jakarta sebelum ~ perjalanannya ke luar negeri
melambang me.lam.bang [n] perahu yg dibuat dr batang kayu
melandas me.lan.das [v] (1) mendarat (tt pesawat terbang): setelah terbang selama 6 jam, pesawat kami ~; (2) tumbuh ke arah bawah, msl akar gantung pd pohon beringin
melangit me.la.ngit [v] menuju (terbang) ke langit; (2) a ki berlebih-lebihan; muluk-muluk (tt cita-cita); membumbung tinggi; menanjak: sejak bermain dl film itu, namanya ~; (3) v ki menjadi mahal sekali (tt harga): harga barang kebutuhan pokok di Jakarta mulai ~
melatur me.la.tur [v] membengkak dng mengandung air, spt kulit terbakar; melepuh
melengkungkan me.leng.kung.kan [v] mengelukkan; membengkokkan: siapa yg kuat ~ besi batangan ini?
melilin me.li.lin [v] (1) menggosok dng lilin; (2) menyerupai lilin [n] tumbuhan, kayunya berwarna putih, hanya dipakai sbg kayu bakar; Vernonia arborea
melinjo me.lin.jo [n] (1) tumbuhan yg batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; belinjo; Gnetum gnemon; (2) buah melinjo
meluas me.lu.as [v] bertambah luas (banyak dsb); merata: penyakit demam berdarah telah ~ sampai ke Jakarta
melurubi me.lu.rubi [v] menutup kurung batang dng kain dsb; (2) menutupi seluruhnya dng kain dsb: dia ~ badannya dng selimut tebal
memacek me.ma.cek [v] (1) masuk ke tanah (tt akar); (2) menjantani; mengawini; menyetubuhi (tt binatang)
memainkan me.ma.in.kan [v] (1) memakai (melakukan dsb) sesuatu untuk bermain-main: anak itu -- pedang ayahnya; (2) membunyikan alat musik dsb dng memukul (memetik dsb): -- gitar; -- gamelan; (3) melagukan musik dsb dng bunyi-bunyian: -- lagu jali-jali; (4) melakukan (sbg sandiwara); menyandiwarakan; memperagakan: mereka telah -- lakon itu dng sangat baik; (5) mempertontonkan; mempertunjukkan: hampir semua gedung bioskop di Jakarta -- film ini; (6) melakukan peranan; memerankan (dl sandiwara, film, dsb): ia sering -- tokoh penjahat
memalai me.ma.lai [v] (1) menjadi spt malai; (2) menghiasi dng malai: daun padi -- batang [v] memepes (ikan kecil-kecil)
memalangi me.ma.langi [v] (1) merintangi jalan; terletak malang pd; meng-halangi: sebatang pohon kenari tua telah roboh dan -- jalan; (2) menyegani; menghormati: orang sekampung -- orang tua yg arif itu [v] (1) memasang palang pd; (2) merintangi
memaras me.ma.ras [v] (1) meratakan, msl beras dl takaran: ~ beras takaran; (2) memotong (memangkas, menarah) supaya rata (tt kayu, pepohonan, dsb): ~ kayu; ~ pagar beluntas; (3) mencukur atau memangkas supaya rapi (tt rambut, janggut): ia sedang ~ janggut
memaut me.ma.ut [v] (1) melekat (melilit, memegang, dsb) erat-erat; menyangkut; (2) mengikat: ia ~ batang pohon itu; tangannya ~ kedua lututnya
membagar mem.ba.gar [v] membakar; memanggang (satai dsb)
membedaki mem.be.daki [v] (1) memberi bedak (pd): ibu itu sedang -- bayi; (2) cak ki memperbaiki (memperindah, mempercantik) di sana-sini: menjelang peringatan HUT Jakarta Raya, pekerjaan -- ibu kota terlihat di mana-mana
membelah mem.be.lah [v] (1) menetak dsb menjadi dua bagian: dia sedang -- kelapa; dia mampu -- balok es dng tangannya; (2) memisah atas dua bagian: sungai itu -- kota; suara petir bagai -- bumi; (3) memecah jadi dua atau banyak: Abang sedang -- kayu bakar
membelintangkan mem.be.lin.tang.kan [v] meletakkan melintang: beberapa orang telah -- batang-batang kayu di jembatan yg hampir runtuh itu
membelitkan mem.be.lit.kan [v] (1) membalutkan berlingkar-lingkar; melilitkan: gajah itu -- belalainya pd batang pohon yg akan ditumbangkannya; (2) menjadikan kusut dan rumit dng jalan menyangkutkannya ke dl perkara lain; menjadikan berbelit-belit: dia sengaja -- perkara itu
memberitakan mem.be.ri.ta.kan [v] (1) mengabarkan; mewartakan: mereka -- bahwa pelaksanaan konferensi itu ditunda; (2) melaporkan; memberitahukan: kantor cabang itu sudah -- kebakaran gedungnya ke kantor pusat
memboyong mem.bo.yong [v] (1) membawa pindah ke tempat lain: ia -- keluarganya ke Jakarta; (2) membawa pulang; meraih: Indonesia berhasil -- piala Thomas
memerah me.me.rah [v] menjadi merah: besi yg dibakar itu mula-mula -- kemudian lebur
memerun me.me.run [v] (1) membakar sisa kayu-kayuan, daun-daunan, dsb kedua kalinya di tanah yg baru dijadikan ladang; (2) membakar sampah: diperun kulambai, ki habis dimakan api
memijar me.mi.jar [v] menjadi berpijar; memercikkan nyala api: lama-kelamaan besi yg dibakar itu mulai ~
memopokkan me.mo.pok.kan [v] menempelkan; melepakan: ~ segumpal tanah pd pokok batang
memotong-motong me.mo.tong-mo.tong [v] (1) mengerat-ngerat (tt sesuatu yg berupa batang); (2) memenggal-menggal (tt kalimat atau pengucapan kalimat); (3) mengucapkan sepotong-sepotong (tt perkataan)
mempan mem.pan [v] (1) dapat dikenai (oleh senjata dsb); dapat terbakar (oleh api): berkali-kali ia ditembak, tetapi tidak pernah --; coba bakar, -- atau tidak; (2) dapat menyembuhkan penyakit (tt obat): segala macam obat sudah diminumnya, tetapi tidak -- juga; (3) ki dapat menerima nasihat (kritik dsb): seseorang yg keras kepala yg tidak -- kritik dan teguran
mempelas mem.pe.las lihat akar
memperabukan mem.per.a.bu.kan [v] membakar (mayat dsb) hingga menjadi abu
mempercakapkan mem.per.ca.kap.kan [v] mempercakap [v] (1) membicarakan; memperkatakan; memperbincangkan: mereka sedang ~ sebab-sebab kebakaran di situ; (2) mengucapkan; menggunakan bahasa: ia mengerti bahasa Jawa, tetapi tidak dapat ~ nya
mempersendakan mem.per.sen.da.kan [v] mempermainkan (orang) dng cara bersenda gurau, berolok-olok, berkelakar, dsb: jangan -- orang yg jujur itu
memuja me.mu.ja [v] (1) menghormati dewa-dewa dsb dng membakar dupa, membaca mantra, dsb; (2) memuja-muja; (3) menjadikan sesuatu dng mantra: ia ~ anak yg tidak tahu budi itu hingga menjadi batu
memulas me.mu.las [v] (1) mewarnai; mengecat; menyapu (dng bubukan yg berwarna): ~ bibir; ~ gambar; (2) memperbaiki (mengembangi) ban luar yg telah aus (dng karet dan belerang yg dibakar): tukang ~ ban
memusnahkan me.mus.nah.kan [v] menjadikan (menyebabkan musnah); membinasakan; melenyapkan: hama itu telah -- padi; mereka berusaha membakar dan -- dokumen-dokumen penting
memutah me.mu.tah [n] pohon, akarnya dapat dibuat obat, kayunya ringan, tetapi kuat; Excoecaria agallocha
menakik me.na.kik [v] (1) menoreh batang pohon untuk mempermudah orang memanjat; (2) menoreh batang pohon untuk mendapatkan getah; (3) menadah getah dr takik; menyadap
menakuk me.na.kuk [v] (1) memarang dsb untuk membuat takuk; menakik: ~ batang nyiur; (2) menentukan (janji, hari, waktu, dsb): ~ hari untuk bekerja
menambat me.nam.bat [v] (1) mengikat dng tali yg dikenakan pd tiang (pancang dsb): gembala itu ~ kerbaunya pd batang pohon; (2) ki mengikat (memikat, menawan, menarik) hati
menancapkan me.nan.cap.kan [v] mencocokkan hingga masuk; menghunjamkan: ~ sangkur ke batang leher lawan
mencabangkan men.ca.bang.kan [v] (1) menempelkan tampang pd batang pohon (supaya menjadi cabang); mengenten; (2) menjadikan bercabang
mencabau men.ca.bau [v] mencakar; menggaruk
mencangkok men.cang.kok [v] (1) membuat cabang (dahan) menjadi berakar (kulitnya dikupas sedikit dan dibebat dng sabut yg dibubuhi tanah) untuk ditanam; (2) menyambung atau mengganti anggota badan yg rusak atau tidak normal supaya dapat berfungsi secara normal
mencengkamkan men.ceng.kam.kan [v] mengenakan kuku (cakar, tangan) untuk mencengkam: ~ kuku pd mangsanya
mencengkeramkan men.ceng.ke.ram.kan [v] menggunakan cakar (kuku, tangan) untuk mencengkeram; mencengkam
mencupak men.cu.pak [v] menakar dng cupak
mencuraikan men.cu.rai.kan [v] (1) melepaskan dr ikatan; menguraikan; memaparkan: ia ~ kayu bakar; (2) menerangkan jelas-jelas: ia ~ hitungan itu kpd murid-muridnya
mendalam men.da.lam [v] (1) meresap (masuk) ke dalam (spt lebih paham, lebih mengerti): pengaruh peradaban Barat telah ~ di kota-kota besar; (2) makin sangat; bertambah parah (tt kemiskinan, penyakit): kemiskinan rakyat telah ~; penyakitnya semakin ~; (3) ki akrab (intim, mesra) sekali: hubungan antara kedua sejoli itu sudah ~; (4) luas (sampai hal yg sekecil-kecilnya): pengetahuannya dl bidang musik cukup ~; (5) berurat berakar (tt kebencian, dendam): kebenciannya telah ~; (6) sungguh-sungguh; benar-benar: kedua kepala negara itu menyatakan harapan yg ~ agar penyelesaian secara damai dapat tercapai; (7) intensif: akan diadakan penelitian (penyelidikan, pengusutan, pemeriksaan) yg lebih ~; (8) terperinci; matang: masalah itu akan dibahas secara ~
mendemo men.de.mo [v] melakukan demonstrasi: mereka ~ kantor perwakilan PBB di Jakarta
mendiamkan men.di.am.kan [v] (1) mengusahakan (menjadikan) supaya tidak bersuara (berbicara, menangis, dsb): ibu itu ~ anaknya yg sedang menangis; (2) menghentikan untuk beberapa lama; menjadikan (membiasakan) tidak bergerak: ia biasa ~ dulu adonan roti itu satu malam sebelum dibakar; tidak pernah ~ tangannya, selalu bekerja; (3) membiarkan saja (tidak mau memedulikan, mengurus, dsb): yg berwajib tidak akan ~ perkara korupsi itu
mendong men.dong [n] rumput, suku Cyperaceae, membentuk rumpun tinggi, batangnya yg dikeringkan digunakan untuk bahan anyaman spt tikar, topi, keranjang; Fimbristylis globulosa
mendupai men.du.pai [v] mengasapi dng membakar dupa
menebal me.ne.bal [v] menjadi tebal: asap sabut yg dibakar itu mulai --
menebang me.ne.bang [v] memotong (pokok, batang) pohon, biasanya yg besar-besar: ia ~ pohon jambu; ~ kayu jati
menebas buluh serumpun [pb] merusak seluruh nama keluarga: macam -- dibakar (diperun), ki ramai dan cepat (tt orang bercakap-cakap)
menegapkan me.ne.gap.kan [v] menguatkan; meneguhkan; mengukuhkan: akar ~ berdirinya pohon
menekuk me.ne.kuk [v] (1) melipat (tt barang yg agak kaku); membongkokkan: ~ rotan; ~ tali; (2) ki membekuk (leher) telah menangkap: polisi telah ~ batang leher pemeras itu
menemui me.ne.mui [v] (1) menjumpai; bertemu dng: aku berani bertaruh bahwa ia akan dapat juga ~ anaknya; ~ masalah baru yg sukar dipecahkan; (2) mendapatkan; pergi hendak bertemu dng; mengunjungi: baru sekarang aku sempat ~ nenek; sesampai di Jakarta, ia hendak ~ para pemimpin partai dan pemimpin gerakan sosial; (3) mendapat; mendapati: polisi ~ mayat itu di semak dekat kebun; (4) mengalami; menderita (kegagalan dsb): perundingan itu ~ jalan buntu; ~ kegagalan; (5) memenuhi (panggilan dsb): semalam saya tidak sempat datang ~ panggilanmu
menerbitkan me.ner.bit.kan [v] (1) menimbulkan (perselisihan dsb); membangkitkan (amarah dsb): ~ perselisihan; perbuatan itu ~ amarah orang tuanya; (2) mendatangkan (kebakaran, kerugian, bahaya, dsb): bencana itu ~ kerugian yg besar; (3) mengeluarkan (majalah, buku, dsb): sekolah kita akan ~ majalah untuk pelajar
menetes me.ne.tes [v] jatuh menitik: dr atap gua itu ~ air yg berasal dr akar pohon besar; air mataku mulai ~
mengaiskan me.nga.is.kan [v] (1) mencakarkan (tangan, kuku, dsb) ke tanah (tt ayam dsb); (2) ki mencarikan makan (nafkah)
menganggur meng.ang.gur [v] (1) mengerat cabang (batang) untuk ditanam: ia ~ batang mawar untuk ditanam di kebunnya; (2) menanam (ubi kayu dsb) dng setek: Paman sedang ~ ubi kayu di ladang; (3) menganjak atau memindahkan tanaman: kita harus ~ anak pohon pisang itu
mengekarkan me.nge.kar.kan [v] menceraikan (dng dicakar-cakar, diaduk, dsb): ~ nasi supaya lekas dingin
mengelas me.nge.las [v] pasang pd saat bulan muda; pasang besar; pasang perbani [v] menyambung besi dng cara membakarnya (memanaskannya) hingga menyatu
mengerawan me.nge.ra.wan [n] pohon berbatang tegak, kayunya awet sehingga disukai untuk dibuat perahu, sirap, juga untuk mebel; Hopea mengerawan
mengeruk me.nge.ruk [v] (1) menggaruk dng tangan, cakar, dsb dng maksud hendak mengambil (mengaut dsb): ia ~ kerak nasi yg masih direndam di periuk; (2) mengorek; mengeduk; menggali: para pekerja itu sedang ~ lumpur
menggabungkan meng.ga.bung.kan [v] (1) mengumpulkan atau mengikatkan menjadi satu: anak itu sedang ~ ranting-ranting pohon untuk kayu bakar; (2) menjadikan satu; menyatukan
menggantang meng.gan.tang [v] menakar atau menyukat dng gantang: ia ~ beras yg hendak dijualnya
menggaruk meng.ga.ruk [v] (1) mengukur (kepala, badan, dsb krn gatal); (2) menggaru tanah dsb; (3) mengerok (menyikat) kuda dsb; (4) mencakar (dng kuku); (5) ki menangkapi (orang-orang gelandangan, pengemis, dsb); (6) mengeruk (mengambil) sebanyak-banyaknya: ia berusaha mendekati hartawan itu krn ingin ~ kekayaannya
menggaruk-garuk meng.ga.ruk-ga.ruk [v] (1) mengukur-ngukur (kepala, badan, dsb krn gatal, kecewa, kesal); (2) mencakar-cakar
menggemboskan meng.gem.bos.kan [v ki] meredakan; menenangkan: putusan Gubernur DKI Jakarta yg bijaksana itu berhasil ~ keresahan pengemudi angkutan
menghanguskan meng.ha.ngus.kan [v] membakar sampai hangus; menjadikan hangus
menghebat meng.he.bat [v] menjadi amat sangat; semakin bertambah atau semakin menjadi-jadi: kebakaran itu tidak berkurang, bahkan ~
menghidupkan meng.hi.dup.kan [v] menjadikan (membuat, menyebabkan) hidup (dipakai dl berbagai makna spt menyalakan, membangkitkan kembali, membakar): ~ api; ~ orang mati; ~ semangat; ~ mesin mobil; ~ perkumpulan; ~ harapan
mengibakan meng.i.ba.kan [v] (1) merawankan; mengharukan: peristiwa kebakaran semalam sangat ~ hati orang yg menyaksikannya; (2) merasa belas kasihan (tt suatu hal): sebenarnya tiada guna ~ orang yg tidak tahu diri itu
menginap meng.i.nap [v] menumpang tidur (di rumah orang, di hotel, dsb); bermalam: krn tidak bersanak keluarga di Jakarta, temanku itu ~ di rumahku
mengiriskan meng.i.ris.kan [v] (1) mengiris (memotong) untuk: ia ~ adiknya roti; (2) mengiris dng: petani itu ~ aritnya pd batang pisang
Mengkara Meng.ka.ra [Lihat {Makara}]
mengkirai meng.ki.rai [n] pohon, suku Ulmaceae, kayunya lunak dan ringan, digunakan untuk membuat korek api, peti, dsb, kulit batangnya digunakan sbg bahan penyamak jala dan seratnya untuk tali; Trema orientalis
mengobarkan me.ngo.bar.kan [v] (1) membakar hingga menyala-nyala; menjadikan berkobar; (2) membangkitkan semangat hingga berapi-api: ~ semangat patriotisme
mengokot me.ngo.kot [v] (1) mengunci peti dsb dng kokot; (2) mencakar-cakar; menggaruk-garuk (kerak dsb)
mengonggokkan meng.ong.gok.kan [v] melonggokkan; menumpukkan: tukang kebun -- sampah untuk dibakar
mengukupi meng.u.kupi [v] (1) mengasapi dng setanggi, dupa, dsb; (2) mendupai; membakar dupa
mengunggunkan meng.ung.gun.kan [v] menimbun(kan); melonggokkan (kayu dsb) lalu dibakar
menimbulkan me.nim.bul.kan [v] (1) mengeluarkan ke atas (permukaan air, tanah, dsb): letusan gunung itu ~ beberapa bukit kecil; (2) membangkit kembali (perkara yg telah lampau); membangunkan (perasaan, kecurigaan, kecemburuan, dsb); menerbitkan (kebakaran, perang, dsb); (3) mengakibatkan atau mendatangkan (bencana, kerugian, kerusakan, penyakit, dsb); (4) menjadikan atau mendatangkan (kegembiraan, kemarahan, pertikaian, percederaan, dsb): ~ perkara lama; ~ kebencian di antara kita; perselisihan kecil ~ akibat besar; suhu badan yg terlalu tinggi pd anak dapat ~ kejang-kejang; hadiah itu ~ kegembiraan pd kedua anaknya; makanan yg terlalu pedas dapat ~ sakit perut
menimbuni me.nim.buni [v] menimbun (dng tanah); menimbus (lubang, rawa, dsb); mengubur (mayat dsb): ia ~ pangkal batang singkong itu dng tanah yg gembur; anai-anai itu ~ busut
menjalar men.ja.lar [v] (1) berjalan melata (tt binatang yg panjang spt ular): ular itu ~ di sela-sela akar pepohonan; (2) merambat (tt tumbuhan yg berpokok panjang spt rotan): pohon rotan itu ~ ke mana-mana; (3) menular (tt penyakit): penyakit kolera telah ~ ke seluruh kampung; (4) merembet (tt api): api ~ dr satu bangunan ke bangunan lain di sekitarnya; (5) meluas; merata: berita itu sudah ~ ke seluruh pelosok kota
menjebol men.je.bol [v] (1) mencabut secara paksa (tanaman) sampai akar-akarnya; (2) merusak hingga tembus (tt dinding); (3) mengalahkan pertahanan lawan (tt peperangan, pertandingan dsb)
menjebolkan men.je.bol.kan [v] membuat menjadi jebol (terangkat berikut akar, rusak dan tertembus, tidak mampu mempertahankan serangan pihak lain)
mentaruh men.ta.ruh [n] pohon yg kayunya ringan, lunak dan tidak awet, tetapi berbau harum, akar dan rantingnya yg kecil-kecil dapat dibuat tusuk gigi; Exoecaria agallocha
menteng men.teng [n] pohon yg tingginya 15-25 m, garis tengah batangnya 25-70 cm, suku Euphorbiaceae, bunganya berbentuk malai, buahnya berbentuk bulat, kulit buah agak berbulu, berwarna hijau kekuning-kuningan, daging buah berwarna putih kekuning-kuningan, rasanya masam manis; Baccaurea racemosa
meninggalkan me.ning.gal.kan [v] (1) membiarkan tinggal (tetap ada, tidak dibawa pergi, dsb): pamanku ~ anak-anak yg sudah dewasa; malam itu rombongan dr Jakarta ~ desa kami; (2) menyisakan: ia hanya ~ uang seribu rupiah untuk belanja besok; (3) pergi dr; menghindar dr: hari ini ia hendak ~ kota Jakarta; banyak orang ~ kampung halamannya; (4) membiarkan lepas (lewat, tetap demikian halnya, dsb); melepaskan (cita-cita, niat, dsb): sudah lama ia ~ cita-citanya yg semula; (5) sudah mendahului (melewati, melampaui, melebihi, dsb): dl hal ini, bangsa Barat sudah jauh ~ kita; (6) tidak memasukkan dl perhitungan (acara, pembicaraan, dsb); mengesampingkan: ia hanya menyebut masalah-masalah besar dan ~ yg kurang penting; (7) membuang (adat, kebiasaan buruk, keyakinan, dsb): ~ adatnya yg buruk; ~ ideologi yg bertentangan dng Pancasila; (8) mengalpakan; melalaikan: ~ kewajiban; ~ syariat
menunukan me.nu.nu.kan [v] menyalakan; mengobarkan; membakar
menyagang me.nya.gang [v] (1) menyandarkan (tombak, senjata, dsb): prajurit itu -- senjatanya pd batang pohon; (2) menopang; menunjang (dng bambu, kayu, dsb): ia -- senjatanya dng kayu
menyagu me.nya.gu [v] (1) membuat tepung dr sagu: sehari-harinya ia dapat -- sampai dua batang pohon enau; (2) menganji dng sagu: ia -- cuciannya agar menjadi kaku sedikit bila kering
menyambar me.nyam.bar [v] (1) menangkap dng cepat sambil terbang (lari dsb): burung elang itu- anak ayam; (2) menjilat dng cepat (tt api); membakar: kobaran api itu -- rumah di sebelah rumahnya; (3)mengenai: jika tidak kuelakkan, hampir saja pisau itu -- kepalaku; (4) merampas: pencopet itu -- kalung yg sedang dipakai seorang ibu; (5)ki membawa lari; mencuri: pencuri itu -- sepeda motor yg sedang diparkir di depan toko
menyambat me.nyam.bat [v] (1) menyambung; mengikat: ia -- dua batang bambu sehingga menjadi galah yg panjang; (2)memukul dng tali (cambuk, rotan, dsb): krn gemasnya, ia -- anak yg nakal itu [v] bersambat
menyambung me.nyam.bung [v] (1) menambah supaya menjadi lebih panjang: ia -- galah pendek itu dng sebatang bambu; (2)menghubungkan kembali sesuatu yg terputus: -- batang besi yg patah sebaiknya dng cara dilas; (3)memperpanjang; melanjutkan; meneruskan lagi: Ayah telah -- kontrak rumah ini untuk waktu dua tahun; (4) menyatu; menjadi satu: jembatan yg terpisah dr kedua tepi, kini telah -
menyelar me.nye.lar [v] (1) memberi tanda (cap) dng besi yg membara; (2) membakar; menghanguskan; (3) menggoreng
menyelidik me.nye.li.dik [v] (1) memeriksa dng teliti; mengusut dng cermat: tim petugas dikirim untuk -- penyebab kebakaran hutan itu; (2) menelaah (mempelajari) dng sungguh-sungguh: bertahun-tahun lamanya ia -- bahasa dan adat istiadat suku Toraja; (3) memata-matai; meluluk; mengintai: rasanya ada juga anasir-anasir asing yg -- kekuatan dan kemampuan tentara kita; (4) menggeledah (untuk mengetahui sesuatu): petugas pabean itu -- seluruh barang penumpang
menyemboyankan me.nyem.bo.yan.kan [v] (1) memberitahukan (mengisyaratkan) dng tanda atau alamat: lambaian bendera merah itu -- bahwa kapal memuat bahan yg mudah terbakar; (2) menjadikan semboyan; memakai sesuatu sbg semboyan: semua peserta -- perkataan yg muluk-muluk
menyengar me.nye.ngar [v] menyebabkan (menimbulkan) rasa sengar; berasa pedas sekali: gulai ini pedasnya -, mulut serasa terbakar memakannya
menyenggau me.nyeng.gau [v] (1) mencapai sesuatu yg agak jauh, tinggi, dsb: anak-anak berusaha -- mangga di pohon itu; (2) menjilat (tt api); membakar: api -- juga gudang itu
menyengkang me.nyeng.kang [v] (1) memasang sengkang pd (pintu, tiang, dsb); (2) menyokong atau menopang dng sengkang (supaya tetap tegak); (3) meletakkan kayu dsb pd mulut (binatang) agar tetap terbuka (supaya tidak menggigit dsb): ia -- mulut ular itu dng sebatang kayu agar terhindar dr gigitannya; (4) menyangkut melintang dl kerongkongan (duri, tulang, dsb)
menyentalkan me.nyen.tal.kan [v] menggosokkan dng kuat: ia -- telapak tangannya ke batang pohon itu untuk menghilangkan getah yg melekat
menyepuh me.nye.puh [v] (1) menuakan warna emas dng campuran sendawa, tawas, dsb: ia -- cincin saya; ia -- pasu itu; (2) menyadur (dng emas, perak, nikel, dsb): ia -- gelang tembaga itu dng emas; (3) mengeraskan pisau, sabit, dsb dng cara dibakar lalu dicelupkan ke dl air: ia -- sabit; (4) mewarnai kue dsb: apa yg dipakai untuk -- kue lapis ini
menyeru me.nye.ru [v] memanggil atau menarik perhatian dng suara nyaring: tiba-tiba terdengar suara orang -- dr dl gua itu; ia membakar dupa sambil -- nenek moyangnya
menyisik me.nyi.sik [v] (1) membuang sisiknya (tt ikan sebelum dimasak); (2) meraut (bambu, pensil, lidi, dsb); (3) membersihkan pohon atau batang dr duri-durinya; (4) memeriksa baik buruknya ayam sabung dng menilik sisik pd kaki ayam itu; (5) Mk menangkap ikan dng menyebarkan sisik ikan ke aliran air selokan dan menunggu ikan dng tangguk
menyukat me.nyu.kat [v] menakar (dng sukat)
merabuni me.ra.buni [v] mengasapi (rumah, orang sakit) dng asap dupa yg dibakar
merabunkan me.ra.bun.kan [v] membakar (daun-daunan) untuk merabun; menjadikan rabun
merakan me.ra.kan [n] (1) rumput tinggi, batangnya keras, terdiri atas tangkai dan daun spt sereh, warna daun hitam atau cokelat tua; Andropogon amboinicus; (2) terna tahunan, termasuk suku Poaceae, berbatang kecil, tegak, berwarna ungu berkilap, daunnya berbentuk pita dan berbulu, digunakan sbg obat sakit pinggang; Themedia arguens
meramu me.ra.mu [v] (1) mencari dan mengumpulkan bahan-bahan (akar-akaran, kayu-kayuan) yg diperlukan; (2) meracik: dia ~ akar-akar dan daun-daunan untuk membuat obat
meranti bunga pohon, termasuk suku Dipterocarpaceae, berbatang tinggi dan tegak, sering mengeluarkan damar yg berwarna kuning sampai cokelat, kayunya baik untuk pembuatan perabot rumah tangga, kayu lapis, kertas, papan bangunan untuk lantai atau dinding, dan bahan pembungkus yg merupakan salah satu jenis bahan ekspor; Shorea leprosula
merbulan mer.bu.lan [n] pohon, kayunya tidak keras, biasanya untuk kayu bakar; Endospermum malaccense
merek kambangan tanda yg dibakar pd lambung kapal untuk menyatakan jarak yg diizinkan antara permukaan air dan dek kapal yg bermuatan
meremajakan me.re.ma.ja.kan [v] (1) memudakan (menjadikan muda); mengganti dng (tenaga) yg muda: ~ pegawai negeri; (2) ki memugar; memperbaharui: penduduk Jakarta sedang giat ~ kotanya dng melebarkan jalan-jalan kampung
meres me.res [a cak] rata (tt barang yg ditakar); peres
merger mer.ger [n] (1) penyatuan usaha sehingga tercapai pemilikan dan/atau pengawasan bersama; penggabungan: beberapa bank di Jakarta dan Surabaya telah melakukan --; (2) penggabungan dua atau lebih perusahaan di bawah satu pemilikan; (3) pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yg dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dng perusahaan yg mengambil alih atau perusahaan yg baru
merimba me.rim.ba [v] (1) menjadi spt rimba: ladangnya sudah ~; (2) pergi atau bekerja di rimba: setiap hari ia ~ mencari kayu bakar
merintangkan me.rin.tang.kan [v] memasang sesuatu untuk mengalang- alangi: ~ batang-batang kayu di tengah jalan
meristem me.ris.tem [n Bio] jaringan pd tumbuhan yg terdiri atas sel yg dapat membelah dng cepat, membentuk sel-sel baru, msl pd ujung tangkai daun, bunga, dan akar
meristem ujung daerah tumbuhan pd ujung tunas atau akar
meruap me.ru.ap lihat ruap [v] (1) berbuih; membuih: semua orang menyukai yg ~; (2) mendidih dan melimpah; meluap: air soda yg dituang ke dl gelas itu ~; (3) menguap (menjadi uap): tutuplah kaleng bensin itu supaya tidak ~; (4) ki membual; menyombong; bercakap besar: janganlah kamu sering ~ begitu, kurang baik; (5) merebak (bau): dr luar ~ bau sate ayam yg sedang dibakar; (6) ki mendidih: darahnya ~ , marah sekali
mesin me.sin [n] perkakas untuk menggerakkan atau membuat sesuatu yg dijalankan dng roda, digerakkan oleh tenaga manusia atau motor penggerak, menggunakan bahan bakar minyak atau tenaga alam
mesin diesel mesin yg menggunakan solar sbg bahan bakar
metanol me.ta.nol [n] bahan bakar yg berasal dr gas bumi atau dr salah satu komponen tambang minyak bumi dng bahan baku komposisi karbon dan hidrogen; CH3OH
meteor me.te.or [n Astrol] benda angkasa yg meluncur di angkasa luar, masuk ke dl atmosfer dan menyala krn gesekan udara, pd umumnya habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi, dan bila masih bersisa benda itu jatuh sbg meteorit
metrologi met.ro.lo.gi [n] ilmu tt ukuran, timbangan, dan takaran: jawatan -- , jawatan yg mengurus (mengawasi) ukuran, timbangan, dan takaran
miana mi.a.na [n] tumbuhan terna, bunganya berwarna ungu dan bertangkai panjang, akarnya dapat dibuat obat sakit perut, pembiakannya dng cara menyetek; Coleus atropurpureus
minyak mi.nyak [n] zat cair berlemak, biasanya kental, tidak larut dl air, larut dl eter dan alkohol, mudah terbakar, bergantung pd asalnya, dikelompokkan sbg minyak nabati, hewani, atau mineral dan bergantung pd sifatnya pd pemanasan dapat dikelompokkan sbg asiri atau tetap
minyak bungker [Pet] minyak bakar atau minyak diesel yg diisikan ke dl palka bahan bakar kapal
minyak diesel minyak bakar berat yg pembakarannya dimulai dng nyala spontan krn tekanan, digunakan sbg bahan bakar mesin diesel dan jenis mesin industri yg mempunyai kecepatan putar rendah atau sedang, yg tidak memerlukan bahan bakar khusus spt untuk putaran tinggi
minyak hitam cairan minyak bumi yg berwarna tua, spt minyak diesel, minyak bakar, atau beberapa jenis minyak lumas berat
minyak serai minyak yg dibuat dr batang serai
minyak sinyal minyak tanah (kerosin) yg cocok dipakai untuk bahan bakar lampu bakar yg menggunakan sumbu, khususnya untuk lampu sinyal atau lampu isyarat rel kereta api
minyak tanah minyak yg diperoleh dng menambang dr dl tanah, digunakan untuk bahan bakar; kerosin; minyak patra
minyak vetiver minyak aromatik yg diperoleh dr akar Vetivertia zizantiodes, digunakan dl wangi-wangian
mobil mo.bil [n] kendaraan darat yg digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat atau lebih (selalu genap), biasanya menggunakan bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesinnya; oto; otomobil [a] mudah bergerak (berpindah) atau digerakkan (dipindah-pindahkan): ia sangat -- sehingga cocok untuk melakukan tugas luar
moderator mo.de.ra.tor [n] (1) orang yg bertindak sbg penengah (hakim, wasit, dsb); (2) pemimpin sidang (rapat, diskusi) yg menjadi pengarah pd acara pembicaraan atau pendiskusian masalah: pemimpin diskusi itu hanya bertindak sbg -- , bukan sbg orang yg memberikan penilaian akhir; (3) Tek alat pd mesin yg mengatur atau mengontrol aliran bahan bakar atau sumber tenaga
mondolan mon.dol.an [n] bagian belakang blangkon model Yogyakarta yg menonjol sebesar telur
monstera mon.ste.ra [n] tanaman memanjat yg mempunyai akar tempel, daun berukuran besar, berbentuk spt perisai dan berlubang-lubang memanjang spt terkoyak; Monstera deliciosa
morfin mor.fin [n] zat yg diekstrasi dr opium dng proses maserasi opium dl air kemudian diendapkan dng amonia, digunakan sbg obat penghilang rasa nyeri dan penenteram, digunakan dng takaran besar berkhasiat sbg obat bius dan bila sering dipakai takarannya makin lama terpaksa makin diperbanyak sehingga mengakibatkan kecanduan
mota mo.ta [n] rumput yg batangnya agak besar dan liat, umbinya dibuat obat; Cyperus rotundus [n] kain tenunan kasar (untuk tenda, layar, dsb)
mukibat mu.ki.bat [n] ketela pohon hasil okulasi antara ketela pohon biasa dan batang karet, membuahkan ubi yg banyak, besar, dan berat [a] besar; kuat; tegap
mulsa mul.sa [n Tan] bahan spt jerami (serbuk gergaji, dedaunan, dsb) yg disebarkan pd permukaan tanah untuk melindungi akar tanaman dr pengaruh air hujan (pemadatan tanah dsb)
muncrat mun.crat, me.mun.crat [v] memancar; menyembur (tt air, barang cair): darah -- hebat dr batang nadi yg terpotong
mundu mun.du [n] pohon berbatang tegak, buahnya bulat, berwarna kuning, halus, dan berkulit tipis, daging buah berwarna kuning, berair, rasanya manis-manis masam, berbiji satu sampai empat, kulit batang digunakan sbg bahan pewarna tikar; Garcinia dulcis
munjung mun.jung [a] penuh (lebih tinggi dp permukaan takaran) mumbung
musnah ternak tindakan memusnahkan ternak penderita penyakit menular dng cara membunuhnya, kemudian membakar dan menguburnya
mutah mu.tah [n] pohon yg tumbuh di sepanjang pantai, akarnya dapat dibuat obat bengkak-bengkak pd tangan dan kaki, kayunya ringan dan tidak awet, digunakan untuk membuat tusuk gigi; Exocecaria agollocha
mutung mu.tung [v] patah hati sehingga tidak mau melanjutkan hubungan dsb: ia menjadi -- dan meninggalkan desanya yg penuh harapan [kl v] musnah terbakar
nabati na.ba.ti [a] mengenai (berasal dr) tumbuh-tumbuhan: lemak --; minyak --; protein --; sakar --
nadi na.di [n] (1) pembuluh darah di pergelangan tangan (terasa berdenyut kalau ditekan); urat nadi: dokter memegang -- si sakit untuk mengetahui apakah masih berdenyut atau tidak; (2) pembuluh darah besar; aorta; batang nadi
nafta naf.ta [n] sulingan minyak bumi yg mempunyai titik didih rendah sehingga mudah menguap, digunakan sbg pelarut dan bahan bakar
nagara na.ga.ra [n] , -- bukit kl puncak bukit [Lihat {nakara}]
namnam nam.nam [n] (1) pohon yg batangnya berbenjol-benjol, mencapai tinggi 12 m, buahnya melekat pd pohon berbentuk spt ginjal, berlekuk-lekuk, berwarna hijau kecokelat-cokelatan, dagingnya putih kekuning-kuningan, dan rasanya masam; Cynometra cauliflora; (2) buah namnam; buah anjing-anjing
nanas belanda nanas berbatang pendek, daun berdaging, berbentuk pita lanset, panjang 130-160 cm, berduri tajam pd ujung dan tepi, mengandung serat, berguna untuk industri tali, buah tidak berbentuk; Agave cantala
napalm na.palm [n] (1) bahan kimia (naftena dan palmitat) untuk membuat bensin kental; (2) bensin beku-kental untuk mengisi bom pembakar; bom bakar
narwastu nar.was.tu [n] (1) akar wangi; serai wangi; Andropogon zizanicides; (2) bau-bauan yg dibuat dr akar wangi
nasi-nasi na.si-na.si [n] (1) tumbuhan, akarnya direbus untuk obat sakit perut; Callicarpa longifolia; (2) akar nasi-nasi
nasib na.sib [n] sesuatu yg sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; takdir: -- membawanya tehempas di Jakarta
nawalapradata na.wa.la.pra.da.ta [n] nama buku tt hukum keraton (kerajaan) Jawa Yogyakarta dan Surakarta
ndoro ajeng sebutan untuk anak perempuan bangsawan di Surakarta atau Yogyakarta
ndoro mas sebutan untuk anak laki-laki bangsawan di Surakarta atau Yogyakarta
nekrosis nek.ro.sis [n] (1) Dok mati setempat pd jaringan tubuh yg disebabkan oleh pengaruh dr luar yg merusak jaringan itu (sifat bakteri atau luka bakar) dan oleh berkurangnya darah yg mengalir ke tempat itu; (2) Bio kematian sel tumbuhan yg menyebabkan jaringannya menjadi berwarna gelap, umumnya merupakan gejala infeksi krn jamur
neraca ne.ra.ca [n] (1) alat untuk mengukur berat (terutama yg berukuran kecil), biasanya berupa batang lurus dng dua mangkuk yg digantungkan pd kedua ujungnya untuk tempat anak timbangan dan benda yg ditimbang, spt alat yg dipakai untuk menimbang emas; (2) Dag catatan perbandingan untung rugi, utang-piutang, pemasukan dan pengeluaran, dsb: tiap akhir tahun perusahaan harus membuat --; (3) perimbangan (politik, kekuatan, dsb): -- politik di Vietnam bergeser ke kiri; (4) Fis peranti untuk menimbang massa benda
ngaben nga.ben [n] upacara pembakaran mayat pd masyarakat Bali yg beragama Hindu
nibung ni.bung [n] (1) tumbuhan asli kawasan Asia Tenggara, tinggi pohon mencapai 20 m, batangnya lurus berduri, digunakan untuk bahan bangunan atau lantai rumah, daun yg tua dipakai sbg atap rumah, umbutnya enak dimakan; Caryota rumphiana; (2) kayu nibung; (3) daun nibung
nilai panas [Pet] panas yg terjadi pd pembakaran sempurna dr sejumlah satuan berat atau satuan volume bahan bakar
nodus no.dus [n Bot] bagian batang (tanaman yg agak membengkok, tempat tumbuh daun dan tunas)
nominator no.mi.na.tor [n] orang yg mencalonkan (mengunggulkan): ada yg berkelakar bahwa para -- itu justru tidak berbicara apa-apa
none no.ne [Jk n] nona: -- Jakarta
nyala nya.la [n] (1) massa gas yg berpijar yg timbul dr benda yg terbakar: -- api itu masih terus berlangsung; (2) cahaya yg keluar dr api (sesuatu yg terbakar): dr jauh kelihatan kelap-kelip -- lampu di rumah itu
nyambing nyam.bing [n] (1) tumbuhan tegak berduri, berdaun spt tombak, yg masih muda dapat dimakan sbg lalap, hidup di paya-paya, akarnya untuk obat sakit perut; Lasia spinosa; (2) daun nyambing
nyaris nya.ris [adv] hampir saja terjadi (terutama tt sesuatu yg membahayakan): gedung SMU -- terbakar
nyawang nya.wang [n] pembakaran patung (di Bali)
obat nyamuk obat (ramuan) pembasmi (pengusir) nyamuk (berupa cairan yg disemprotkan atau benda padat pipih yg dibakar)
okulasi oku.la.si [n Tan] cara meningkatkan mutu tumbuhan dng menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata dr batang atas pd suatu irisan pd kulit pohon lain dr batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman baru
oliman oli.man [ark n] awak kapal yg bertugas di bagian bahan bakar
olok , olok-olok n perkataan yg mengandung sindiran (ejekan, lelucon) atau perkataan untuk bermain-main saja; kelakar, senda gurau: jangan marah, ini -- saja , olok-olok n cara menjahit dng jarum kasar
oral seks [Psi] perilaku seksual yg menyimpang, yaitu dng memasukkan zakar ke oral (mulut) pasangannya
orang-aring [n] (1) tumbuhan yg batangnya berbulu kasar kemerah-merahan, panjangnya 30 cm, daunnya berbentuk taji (lonjong), dapat dipakai untuk obat panas dsb, berkhasiat menyuburkan rambut, juga dipakai sbg makanan ternak; Eclipta alba; (2) daun orang-aring; (3) minyak orang-aring
otak-otak [n] makanan yg dibuat dr ikan dsb dicampur dng bumbu, dibungkus daun pisang atau daun kelapa, dan dibakar (dipanggang)
oven [n] (1)tempat pembakaran (pemanggangan) kue atau roti; (2) tungku; dapur; perapian; (3) tempat pembakaran dng panas yg tinggi (spt pembakaran kapur, batu bata); tanur
ovenan o.ven.an [a cak] dimasak, dibakar, dipanggang dl oven: anak saya lebih suka kue basah dr pd kue --
oyong [a] goyang; goyah; [n] tumbuhan menjalar, batang dan daunnya berbulu, berbentuk lonjong dng buahnya bulat panjang berbentuk belimbing, dimasak sbg sayur; gambas; Luffa acutangula
oyot [Jk n] (1) tumbuhan merambat; (2) akar
pacar pa.car [n] teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih [n] (1) tumbuhan kecil yg daunnya biasa dipakai untuk pemerah kuku; batang inai; Lawsonia inermis; (2) daun inai
padam pa.dam [a] (1) mati (tt api); tidak menyala atau tidak berkobar lagi: api kebakaran itu sudah --; (2) reda (tt kemarahan); tenang kembali (tt hawa nafsu, berahi, dsb): seketika itu juga -- lah murka baginda; (3) aman kembali (tt huru hara, kerusuhan, dsb): pergolakan di negara itu belum juga --; (4) menjadi lemah (tt semangat): semangat juang mereka tidak pernah -- lihat merah
padma pad.ma [n] (1) bunga teratai, bunga seroja; Nelumbo nucifera; (2) tumbuhan langka yg tidak berbatang atau berdaun, bunganya cokelat kemerah-merahan, berukuran besar yg kelihatan spt tiba-tiba muncul pd batang tumbuhan melilit yg diparasitinya; Rafflesia patma
paksi pak.si [kl n] burung [n] (1) poros pd mesin bubut; (2) Fis batang pendek dan berujung tajam yg merupakan pusat perputaran dr benda yg berputar atau beralur (berosilasi)
palang pa.lang [n] batang kayu (bambu, besi, dsb) yg dipasang melintang pd jalan, pintu, dsb
palat pa.lat [ark n] kayu penjepit kaki yg dahulu biasanya dipakai untuk menghukum anak-anak [n] zakar
palem pa.lem [n] jenis tumbuhan tropis, tidak bercabang, pd puncak batang terletak daun yg melekat pd pelepahnya (enau, kurma, nyiur, pinang, dsb)
palem botol palem yg berbatang tunggal dan bagian bawah batangnya membengkak, membentuk bulatan mirip botol parfum, seludang dan pelepah daun berwarna kekuning-kuningan; Mascarena revanghanil
palem jepang palem yg pohonnya berbatang lurus dng tinggi rata-rata 4-5 m, daun siripnya memiliki anak-anak daun yg berpasangan dan ujung anak daunnya bergerigi, pelepah daunnya berupa seludang berumpun, bunganya bertangkai dl malai dan menggantung serta tersusun berpasang-pasangan, buahnya berbentuk lonjong; Ptychotperma macarthurii
palem kuning palem yg batangnya berwarna kuning, daunnya bersirip, tergolong panjang dng lengkungan indah, warna daun hijau kekuning-kuningan; Chrysalidocarpus ketescens
palem manila palem yg batang bagian atasnya ramping, batang bawah menggelembung spt kaki gajah, warna daun hijau mengkilap dng pucuk yg hijau terang, dr pelepah daun hingga cabang batang diselimuti bulu; Veitehia merillii
palem merah palem yg pohonnya ramping, warna pelepah daun merah menyala, tumbuh berumpun, berbatang lurus, dng tinggi 6-14 m, daun bersirip agak melengkung dng anak-anak daun yg agak kaku; Cyrtostachys lakka
palem raja palem yg berbatang tunggal dan tegak lurus, tingginya, mencapai 20 m lebih, mirip pohon kelapa, tetapi batangnya halus, daunnya hijau terang, menjuntai sepanjang 2-3 m; Roystonea reqia
palem wregu palem yg tumbuh berumpun, daunnya berwarna hijau tua dan berbentuk kipas dng 5-10 torehan yg dalam, ukuran daunnya 15-50 cm, batang spt bambu yg beruas-ruas sbg tempat duduk daun, pd batangnya terdapat bulu-bulu halus yg menyelimuti batang; Rhapis exelse
pameran pa.mer.an [n] pertunjukan (hasil karya seni, barang hasil produksi, dsb): di Pekan Raya Jakarta diselenggarakan ~ berbagai barang hasil produksi dalam negeri
panas pa.nas [a] hangat sekali, lawan dingin: air mendidih itu sangat --; (2) n kemarau (tt musim): pd musim -- sawah menjadi kering dan tanah retak-retak; (3) n demam (suhu badannya lebih tinggi dp biasa): sejak kemarin ia --; (4) a terasa spt terbakar atau terasa dekat dng api; bersuhu relatif tinggi: hari ini udara --; (5) a gerah: badan terasa -- di dl ruangan ini; (6) a ki sangat iri; sakit hati: hatinya -- krn saudara-saudaranya mendapatkan harta warisan lebih banyak; (7) a genting sekali; berbahaya (mungkin pecah perang): keadaan berubah menjadi --; (8) a berpengaruh buruk (tt uang yg mudah memperolehnya, tetapi mudah juga menghabiskannya, uang pinjaman dng bunga besar, dsb)
pancaka pan.ca.ka [kl n] tempat membakar mayat; penunuan mayat; pembakaran mayat
pancar pan.car [v] , -- gas pesawat terbang yg mempunyai kecepatan melebihi kecepatan suara, digerakkan dng semburan gas yg terbakar (bukan dng baling-baling)
pangkal bahu pundak dekat batang leher
para- pa.ra- [bentuk terikat] (1) berlawanan dng: paradoks; (2) tidak sama atau tidak menyerupai; (3) di sebelah; di samping; dekat dng: parakardiak; (4) di seberang; di atas: paranormal
parestesia pa.res.te.sia [n Dok] perasaan sakit atau perasaan yg menyimpang; rasa abnormal, spt kesemutan, rasa terbakar
parun pa.run [v] me.ma.run v membakar barang-barang yg tidak berguna lagi, spt sampah dan daun-daun kering: ia ~ rumput-rumput kering di kebunnya
parunan pa.run.an [n] barang-barang bekas, daun-daun kering, dsb yg diparun (dibakar)
pasak bumi tumbuhan hutan (di Kalimantan) yg akarnya dapat dijadikan obat penambah tenaga
patah tulang tulangnya patah; (2) ki tidak dapat menolak permintaan orang lagi; (3) pohon yg daunnya kecil-kecil, berbentuk batang beruas-ruas, terdapat pd ujung cabang yg masih muda, batang, cabang, dan getahnya beracun, berguna untuk obat penyakit kulit; Euphorbia tirucalli
pati pa.ti [n] (1) tepung halus dari endapan ubi, singkong, dsb yg diparut; hati batang sagu dsb setelah diremas-remas dng air: ia membuat -- singkong; -- sagu; (2) ki yg terpenting atau yg terutama; pokok isi; inti sari: -- pembicaraan; -- kata bukanlah hanya peribahasa semata-mata [n] kematian: denda -- , denda krn membunuh orang
patri pat.ri [n] (1) solder (timah yg diluluhkan dng batang logam yg dipanaskan, lalu dibubuhkan pd sambungan, untuk melekatkan, menyambung, menambal, dsb); (2) a ki tempa; teguh; tetap
patuk pa.tuk [n] catuk; cotok; pagut (dng paruh) [Mk n] alat kelamin laki-laki; zakar
pauh pa.uh [n] (1) tumbuhan yg batangnya berupa pohon tegak, tumbuh di daerah tropis, tinggi antara l0-13 m, buahnya terdapat dl malai dng warna hijau kekuning-kuningan, beraneka ragam bentuknya (bulat panjang agak pipih dan bulat pendek dng ujungnya pipih), enak dimakan; mangga; Mangifera indica; (2) buah pauh [n] satuan ukuran isi 1/4 cupak
paut pa.ut , ber.pa.ut v (1) terikat erat-erat (pd); melekat, melilit erat-erat (pd); berpegang kuat-kuat: dia ~ pd batang kayu; (2) bertaut (menutup) kembali: siput ~ , ter.pa.ut v berbeda; berselisih: umur kakaknya ~ tiga tahun dng adiknya
payung panji lingkaran kekuasaan atau pengawasan seorang penghulu di Minangkabau: orang yg bersengketa itu bukan dr satu -- panji seorang penghulu; -- pelontar parasut untuk pilot pesawat tempur yg dapat dipakai untuk meloncat (terjun) dl keadaan darurat, msl ketika pesawat terbakar, tertembak: kalangan militer memperkirakan bahwa pilot mungkin telah keluar dr pesawat dng -- pelontar sehingga pesawat tempur itu terbang tidak terkendali tanpa pilot
pedada pe.da.da [n] pohon yg tumbuh di hutan-hutan bakau, tingginya mencapai 15 m, berakar napas yg keluar dr dl lumpur, bentuk daunnya bulat telur, ujungnya tumpul dan membundar, panjangnya 5-13 cm; beremban; Sonneratia acida
pedupaan pe.du.pa.an [n] (1) tempat dupa; (2) anglo (kecil) tempat membakar dupa
pekan budaya pameran kegiatan kebudayaan selama sepekan; -- raya pasar malam besar dan bermacam-macam pameran (baik dr dl negeri maupun luar negeri) dan pertunjukan: pd setiap peringatan hari ulang tahun Jakarta diadakan -- raya Jakarta
pekapuran pe.ka.pur.an [n] tempat membakar kapur
pekik pe.kik [n] (1) teriakan; jeritan: terdengar -- tangis orang dl kapal yg sedang terbakar itu; (2) sorak atau teriakan (sbg semboyan dsb): disambut dng -- "merdeka", gemuruh suaranya; -- anak-anak bermain di halaman tidak henti-hentinya
peladangan pe.la.dang.an [n] (1) petani yg hidup dr bercocok tanam dng cara berpindah-pindah dr satu ladang ke ladang yg baru sbg mata pencaharian hidupnya; (2) sistem bercocok tanam berpindah-pindah dr satu bidang tanah (ladang) ke bidang tanah yg lain, biasanya dibuka dng menebang dan membakar sebagian hutan
pelebat pe.le.bat [n] permainan adu ketangkasan dng menggunakan batang bambu
pelebon pe.le.bon [n] hari pembakaran mayat (di Bali)
pelepah daun bagian pangkal atau bawah daun yg membungkus batang, lazim terdapat pd rumput-rumputan
pelir pe.lir [n] kemaluan laki-laki; zakar; -- anjing tanaman semak, Chailettia griffithiia
pelita pe.li.ta [n] lampu (dng bahan bakar minyak)
peloh pe.loh [a] lemah zakar; impoten
peluk pe.luk [v] dekap (pd leher, tubuh, dsb); (2) n depa (untuk ukuran besar): batang kayu itu besarnya tiga --
pemadam pe.ma.dam [n] (1) alat untuk memadamkan (api dsb): ~ api; (2) orang (pasukan) yg bertugas memadamkan (kebakaran dsb): ~ kebakaran
pemadaman pe.ma.dam.an [n] proses, cara, perbuatan memadamkan: ~ api di kawasan yg terbakar itu berlangsung selama lima jam
pemarun pe.ma.run [n] orang yg memarun (membakar) barang-barang bekas dsb
pembasmian pem.bas.mi.an [n] (1) proses, cara, perbuatan membasmi; (2) pemberantasan; pembinasaan; pemusnahan; (3) pembakaran habis-habis
pembonceng pem.bon.ceng [n] (1) orang yg membonceng; (2) pihak yg ikut ambil bagian dl suatu pergolakan (gerakan, peristiwa, dsb) yg diprakarsai dan dilaksanakan oleh pihak lain yg dianggap menguntungkan pihaknya; (3) orang atau golongan yg memanfaatkan kekuasaan (pengaruh, wibawa, popularitas, dsb) orang lain untuk mencapai tujuannya
pemerunan pe.me.run.an [n] (1) proses, cara, perbuatan memerun; (2) tempat memerun; pembakaran (sampah dsb)
pemilih pe.mi.lih [n] (1) orang yg memilih: jumlah ~ di Jakarta seluruhnya belum dapat diketahui; (2) orang yg terlampau teliti dl memilih (suka mencela dan banyak tuntutannya): ah, ~ benar anak itu; (3) alat untuk memilih: dewasa ini telah ditemukan mesin ~ bibit padi
pemudik pe.mu.dik [n] orang yg pulang ke kampung halaman (udik): sekitar 80% -- ke Yogyakarta adalah orang Wonosobo
pemulsaan pe.mul.sa.an [n] teknik untuk menjaga tetapnya suhu tanah di sekitar akar tanaman, menahan uap air dl tanah, mencegah erosi, dan menghilangkan tumbuhnya gulma dan penyakit
penduduk pen.du.duk [n] orang atau orang-orang yg mendiami suatu tempat (kampung, negeri, pulau, dsb): tahun 1970 ~ Jakarta masih berjumlah sekitar 5 juta orang
pengabenan peng.a.ben.an [n] pembakaran mayat; kremasi
pengabuan peng.a.bu.an [n] (1) proses, cara, perbuatan mengabukan; (2) Kim pembakaran zat organik, terutama dl analisis
pengadaan peng.a.da.an [n] proses, cara, perbuatan mengadakan, menyediakan, dsb: panitia mempersiapkan ~ umbul-umbul menjelang perayaan HUT Jakarta secara gotong-royong dng masyarakat
pengadu untung peng.a.du un.tung [n] orang yg mengadu untung: banyak ~ yg datang ke Jakarta
pengelasan pe.nge.las.an [n] proses, cara, perbuatan menyambung besi dng membakar
penggagas peng.ga.gas [n] pemikir atau pencetus gagasan: para ~ budaya mengadakan lokakarya
penggandar peng.gan.dar [n] alat untuk menggandar; pikulan: di tangannya tergenggam sebatang bambu ~ kaleng air
penggayut peng.ga.yut [n] (1) sesuatu yg digunakan sbg tempat bergayut; (2) Lay kawat baja berukuran besar yg dipasang pd batang pemuat agar posisi batang pemuat berada di ketinggian yg dikehendaki
penghunian peng.hu.ni.an [n] proses, cara, perbuatan menghuni: tingkat ~ hotel di Jakarta sedikit mengalami penurunan
pengiritan peng.i.rit.an [n] penghematan: pemerintah menganjurkan ~ bahan bakar
penguji peng.u.ji [n] (1) orang yg menguji: ~ akan didatangkan dr Jakarta; (2) alat untuk menguji: sudah diciptakan ~ kesuburan tanah
penis pe.nis [n] kemaluan laki-laki; zakar
penjinakan pen.ji.nak.an [n] proses, cara, perbuatan, menjinakkan: di gedung bertingkat itu sedang diadakan latihan ~ bom dan penanggulangan bahaya kebakaran
pentana pen.ta.na [n] gas hidrokarbon yg dapat terbakar dan biasa dipakai untuk mengisi termometer
pentosa pen.to.sa [n Kim] gula monosakarida dng lima atom karbon dl satu molekul
penunuan pe.nu.nu.an [n] proses, cara, perbuatan menunu (membakar); pembakaran
pepagan pe.pa.gan [n] jaringan terluar yg melapisi batang kayu; kulit jaringan kayu
pepaya pe.pa.ya [n] tumbuhan buah daerah tropis, batangnya lurus tidak beranting spt palem, tetapi tidak berkayu, buahnya berdaging tebal dan manis; buah betik; Carica papaya
perabuan per.a.bu.an [n] (1) tempat abu; (2) tempat menyimpan abu mayat yg telah dibakar; (3) tempat membakar mayat; krematorium
perabun pe.ra.bun [n] daun-daunan, (dupa) yg dibakar untuk mengusir setan dsb
perahu belongkang sampan kecil yg dibuat dr sebatang pohon
perahu lading perahu kecil panjang bentuknya, terbuat dr sebatang kayu
perahu lepa perahu kecil dibuat dr sebatang kayu dan biasanya bercadik
perahu sasak rakit (kendaraan air yg dibuat dr rangkaian batang kayu atau buluh, kadang-kadang juga dr batang pisang)
perang kimia perang yg menggunakan produk bahan kimia untuk kekuatan militer, terutama penggunaan racun atau gas yg mematikan atau bahan yg menimbulkan kebakaran
perang pandan upacara keagamaan di Bali, diadakan pd bulan kelima menurut kalender Bali, berupa perkelahian yg melibatkan puluhan pasang manusia yg bersenjatakan pandan berduri (batang dan daunnya) dan bertamengkan nyiru
perbuahan per.bu.a.han [n] segala hal yg berhubungan dng buah: para pakar di bidang -- harus membimbing para petani agar mereka bisa bertani buah dng teknologi modern
perdu per.du [n] (1) tumbuhan berkayu yg bercabang-cabang, tumbuh rendah dekat dng permukaan tanah, dan tidak mempunyai batang yg tegak (spt kembang merak, puring): tepi jalan itu ditanami dng --; (2) tumbuhan yg tidak berbatang besar, kadang-kadang berdaun lebar, ada juga jenis rumput-rumputan (3) Bot rumpun (bambu dsb)
periklanan per.ik.lan.an [n] hal yg berhubungan dng iklan: Kongres IX ~ Asia berlangsung di Jakarta
periodontium pe.ri.o.don.ti.um [n Anat] jaringan ikat yg membungkus akar gigi
perjalanan per.ja.lan.an [n] (1) perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan: krn kakinya cacat, ~ nya tidak sempurna; (2) kepergian (perihal bepergian) dr suatu tempat dsb ke tempat dsb yg lain: ia mendapat kecelakaan dl ~ ke Jakarta; (3) jarak (jauh) yg dicapai dng berjalan dl waktu yg tertentu: jauhnya kira-kira dua jam ~; (4) perbuatan; kelakuan; tingkah laku: ia bertanya kpd saya bagaimana ~ pegawai baru itu sebelum bekerja di sini
perona mata pe.ro.na mata kosmetik untuk meronai kelopak mata, berbentuk padat, krim, cair, atau batang, bermacam-macam warnanya; pulas mata
perpisangan per.pi.sang.an [n] perihal pisang; yg berhubungan dng pisang: menurut pakar botani ~ , asal muasal pisang adalah Asia Tenggara
persembahyangan per.sem.bah.yang.an [n] (1) tempat bersembahyang: mencatat semua -- yg ada di seluruh Pulau Bali; (2) upacara sembahyang: -- untuk membakar jenazah dilakukan di Pura Besakih
persepsi per.sep.si [n] (1) tanggapan (penerimaan) langsung dr sesuatu; serapan: perlu diteliti -- masyarakat thd alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak; (2) proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya
pertanian komersial per.ta.ni.an komersial pertanian yg bertujuan memenuhi keperluan perdagangan: ~ ladang corak usaha tani primitif dng menebang pohon-pohonan untuk dibakar sehingga tanah dapat ditanami
pertulangan per.tu.lang.an [n] tempat mayat yg akan dibakar
perun pe.run [n] timbunan daun (kayu dsb) yg akan dibakar
perut padi bagian batang padi yg besar krn sedang berisi
pesawat jet kapal terbang yg digerakkan oleh semburan gas yg dibakar, tidak dng baling-baling
peserta pe.ser.ta [n] orang yg ikut serta atau yg mengambil bagian (msl dl kongres, seminar, lokakarya, dan pertandingan)
peterseli pe.ter.se.li [n] tanaman perdu, sejenis seledri, batangnya berbentuk persegi, daunnya keriting berwarna hijau muda, digunakan sbg bumbu dapur dan penghias masakan; Petroselinum crispum
petrol pet.rol [n] bahan bakar terbuat dr campuran gas alam dan petroleum; bensin
petroleum pet.ro.le.um [n] zat cair berminyak yg dapat terbakar, mengandung aspal dng warna yg bermacam-macam, terdapat di lapisan atas bumi, merupakan campuran hidrokarbon dan zat lainnya, dipakai sbg bahan bensin, minyak tanah, dsb; minyak bumi
petromaks pet.ro.maks [n] lampu yg menggunakan kaus sbg sumbu, dinyalakan dng batuan nyala spiritus, bahan bakar yg berupa minyak tanah disemburkan ke sumbu kaus oleh udara yg dipompakan
petunjuk arah angin pe.tun.juk arah angin alat berbentuk anak panah, bersirip, dan dapat berputar pd sumbu yg tegak lurus pd batang anak panah itu, untuk mengetahui arah angin
pidana badan pidana yg dikenakan thd tubuh atau anggota badan seseorang yg melanggar hukum (spt pemotongan anggota badan, pencambukan, atau cap bakar)
pijar pi.jar [n] (1) percikan nyala merah kekuning-kuningan krn panas atau terbakar; nyala api; (2) percikan logam (besi dsb) yg menyala ketika ditempa [n] , pi.jar-pi.jar n damar untuk meluluhkan patri
pikulan pi.kul.an [n] (1) hasil memikul; (2) beban (muatan) yg dipikul: dia sebentar-sebentar berhenti krn ~ nya berat; (3) sebatang kayu untuk memikul
pimping pim.ping [n] gelagah yg batangnya tidak berongga, berdaun kasar panjang-panjang dan tajam dipakai untuk tangkai pancing, tangkai pena, dsb; Themeda gigantea
pinang pi.nang [n] (1) tumbuhan berumpun, berbatang lurus spt lilin, tangkai daun yg melekat pd batang berbentuk spt lembaran kulit, buah yg tua berwarna kuning kemerah-merahan untuk kawan makan sirih dsb; Areca catechu; (2) buah pinang; biji pinang [v] me.mi.nang v (1) meminta seorang perempuan (untuk dijadikan istri); melamar: tidak ada yg berani ~ anak jutawan itu; (2) ki melamar (pekerjaan dsb): kabarnya lebih dr seratus orang yg ~ pekerjaan itu [Mk v] me.mi.nang-mi.nang v menimang-nimang
pinang sirih jenis palem yg berbatang lurus dan agak licin, tingginya mencapai 10 m, berdaun sirip agak melengkung, buahnya digunakan sbg bahan campuran untuk menyirih; Area catechu
pipa duga pipa tangki yg berdiri tegak mulai dr alas kapal sampai ke geladak atas yg digunakan untuk mengukur tinggi air atau cairan yg terdapat di dl tangki, diduga melalui batang penduga yg diikat dng tali dan diturunkan ke dl tangki melalui pipa duga
pipa pemanas pipa yg menggunakan uap yg terdapat pd tangki minyak bakar dan tangki muatan minyak berat lainnya untuk memanaskan minyak bakar atau minyak lainnya agar kekentalannya menjadi lebih rendah sehingga mempermudah pemompaan pd waktu kapal berlayar di daerah dingin
pipa udara pipa yg menghubungkan tangki bahan bakar, tangki balas, atau tangki air lainnya dng geladak terbuka untuk mencegah agar udara tidak terkurung di dl tangki pd waktu zat cair dipompakan ke dl tangki atau sebaliknya
piretrum pi.ret.rum [n ] tumbuhan marga Compositae yg menghasilkan insektisida untuk obat nyamuk bakar
piromania pi.ro.ma.nia [n] kelainan jiwa yg menyebabkan orang selalu ingin membakar rumah dsb krn dng demikian dapat merasakan kenikmatan seksual; gila api
pisang manila pisang yg berasal dr Filipina, termasuk suku Musaceae, berbatang semu, daunnya berbentuk lanset, berwarna hijau, berbuah jorong, berkulit tebal, tidak dapat dimakan, batangnya mengandung serat yg dapat digunakan tali; Musa textilia
piting pi.ting [v] , me.mi.ting v mengapit atau menjepit dng kaki atau lengan: dng cepat ia menubruk musuh itu lalu ~ batang lehernya [n] tampuk lampu listrik ? kepiting
pluviograf plu.vi.o.graf [n] penakar hujan yg dapat merekam banyaknya curahan yg terjadi
pneumatofos pneu.ma.to.fos [n Bio] akar yg keluar secara tegak lurus dr akar yg terendam dl air dan berfungsi untuk pernapasan, msl pd pedada; akar napas
pohon po.hon [n] (1) tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- asam; -- mangga; (2) bagian yg permulaan atau yg dianggap dasar; pangkal; (3) asal mula; pokok sebab [v] , me.mo.hon v meminta dng hormat: ~ ampun kpd Allah
pohon keben pohon yg berasal dr Asia Tenggara, termasuk keluarga Hecythidaceae, biasanya tumbuh di sepanjang pantai yg berpasir dan berbatu, bunganya spt sikat berwarna putih dan bertangkai panjang, buahnya apabila diperas akan mengeluarkan minyak berwarna merah, digunakan sbg bahan bakar krn mengandung oli/lemak dng kadar 3%; pohon perdamaian
pokok po.kok [n] (1) segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar; pokok kayu: -- beringin; (2) batang kayu dr pangkal ke atas; pokok kayu: pd -- pohon karet itu terdapat banyak torehan; (3) uang yg dipakai sbg induk dl berniaga; modal: -- perusahaan itu lima juta; (4) harga pembelian: kain ini dijual di bawah harga --; (5) lantaran; sebab: itulah yg menjadi -- perselisihan; (6) asas; dasar; inti sari: -- pikiran; pd -- nya, dasarnya; (7) pusat (yg menjadi titik perhatian dsb); -- pembicaraannya ialah masalah remaja; (8) tergantung; terserah: jadi atau tidak, -- nya kpd tuan; (9) ki yg terutama; yg sangat penting: makanan --; pelaku --; perkara --; soal --; syarat --
pokok kayu segala tumbuhan yg berbatang keras dan besar (spt jati, pohon mangga); (2) batang kayu (pohon) dr pangkal ke atas
polet po.let [n] (1) tanda pangkat pd tentara dsb berupa sepotong kain atau logam yg dipasang pd bahu baju; (2) cak garis tebal berwarna atau takik pd batang kayu sbg tanda
pongkol pong.kol [Jk n] pangkal (pokok) batang (yg tertanam di tanah); umbi: -- pisang
popularitas po.pu.la.ri.tas [n] perihal populer; kepopuleran: tingkat ~ penyayi itu semakin menanjak setelah pindah ke Jakarta
poros engkol [El] poros yg mempunyai beberapa engkol yg memutar poros tsb melalui beberapa batang silinder yg bergerak lurus dan terikat dng engkol
prihatin pri.ha.tin [a] bersedih hati, waswas, bimbang (krn usahanya gagal, mendapat kesulitan, mengingat akan nasibnya, dsb): kita selalu -- jika membaca berita-berita kebakaran yg menelan korban yg besar; masyarakat petani Jawa Tengah sedang -- dng adanya hama wereng yg menyerang tanaman padi; (2) v menahan diri; bertarak
propana pro.pa.na [n Kim] gas yg diperoleh dr penguraian minyak bumi yg dapat dimampatkan ke dl silinder dan digunakan sbg bahan bakar
pucuk tanah lapisan teratas tanah yg mudah dilalui air, tebalnya kurang lebih 30 cm, termasuk dl lapisan tempat berada tumbuhan dan akarnya, berwarna hitam dan kaya akan bahan organik
pulai pu.lai [n] pohon yg batangnya ringan, kulit pohonnya bergetah, sering dibuat obat; Alstonia scholaris
pulai pundak tumbuhan yg akarnya digunakan obat penyakit tekanan darah tinggi; Rauwolfia serpentina
punat pu.nat [n] (1) mata atau pusat bintil (bengkak dsb); benih (bisul dsb); (2) ki akar segala kejahatan
punggai pung.gai [n] pohon tinggi, kayunya berwarna kemerah-merahan, keras dan awet, buahnya pahit dan tidak dapat dimakan, tetapi bijinya yg tua jika dibakar dapat dimakan; Coelostegia griffithii
punggur pung.gur [n] batang kayu mati yg tidak berdahan
puntiran pun.tir.an [n] (1) sesuatu yg dipuntir; (2) cara (hasil) memuntir; (3) Fis keadaan yg terjadi jika salah satu ujung batang atau serat diputar dng arah yg berlawanan dng arah putaran pd ujung yg lain; tonsi
puntung pun.tung [n] (1) sisa rokok (kayu dsb) yg sudah terbakar sebagian; (2) buntung; kudung: baju --; celana --; (3) cak merugi: dasar sial, sepuluh kali beruntung sebelas kali --
puntung perun sisa kayu-kayu yg sudah dibakar sebagian; (2) perjamuan mempelai yg penghabisan sekali
puput pu.put [Mk n] (1) alat tiup terbuat dr batang padi atau bambu pendek, adakalanya ditambah dng daun kelapa (pucuk rumbia dsb): sambil bermain, anak-anak gembala menghembus -- di sawah (2) peluit [Jk n] sepotong besi untuk mencungkil dsb; linggis [v] terlepas; tanggal (tt tali pusat bayi)
pusat pu.sat [n] (1) tempat yg letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; (2) titik yg di tengah-tengah benar (dl bulatan bola, lingkaran, dsb): -- bumi; -- lingkaran; (3) pusar; (4) pokok pangkal atau yg menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dsb): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; (5) orang yg membawahkan berbagai bagian; orang yg menjadi pumpunan dr bagian-bagian
putar pu.tar [v] pusing [n] pohon yg tumbuh liar, tingginya mencapai 50 m, berbatang tegak lurus, bunganya berupa tandan, banyak benang sarinya, bentuk buah lonjong, kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga; Plenchonia valida
puter pu.ter [n] burung piaraan yg bagus suaranya, panjang badan berikut paruh dan ekornya mencapai 29 cm, pd kalung lehernya terdapat dua warna, yaitu warna putih di atas dan warna hitam di bawah, warna sayap bagian bulu penutupnya cokelat muda merata, bulu umumnya berwarna cokelat muda atau semu kelabu, warna kaki merah, paruh hitam, mata berwarna cokelat kemerah-merahan; Streptopelia bitorquata [v] , me.mu.ter v Tan mengiris tanah dan mengangkat tanaman di atasnya tanpa merusak dan memberantakkan susunan akar beserta tanah yg meliputi akar-akar itu
putri malu pu.tri ma.lu [n] tumbuhan perdu liar yg tingginya mencapai 15 cm, biasanya tumbuh melata di tanah, batangnya berduri jarang-jarang, daunnya bersirip ganda, apabila tersentuh daunnya lalu menguncup; sikejut; semalu; simalu; Mimosa pudica
rabak ra.bak [a] terlepas, terputus, terpisah dr jahitannya, atau tenunannya secara memanjang atau melebar; koyak (robek) panjang atau lebar: bajunya ditarik sampai --; biarkan ia berteriak-teriak, sampai mulutnya -- [v] te.ra.bak v terbakar: kampung itu ~ sampai habis
rabun ra.bun [a] kurang jelas; kurang awas; kabur (tt penglihatan): orang tua itu sudah -- matanya [n] asap (dr daun-daunan, dupa yg dibakar) untuk mengasapi rumah, mengobati orang sakit
radiasi termal radiasi (pancaran sinar panas) yg dapat menimbulkan luka bakar
radiks ra.diks [n] (1) pangkal; sumber; dasar; bagian bawah; asal mula; (2) Bot akar
radikula ra.di.ku.la [n Bio] akar yg pertama-tama keluar dr embrio
radius pelayaran [Lay] jarak paling jauh yg dapat dicapai oleh kapal tanpa mengisi atau menambah bahan bakar
raflesia raf.le.sia [n] tumbuhan parasit tropis, termasuk suku Rafflesiaceae, memiliki zat hijau daun, berbatang pendek di atasnya, hanya terdapat satu bunga yg dapat tumbuh sangat besar, jenis yg terbesar terdapat di Sumatra, bergaris tengah 1 m; Rafflesia arnoldii
ramania ra.ma.nia [n] tumbuhan berbatang lurus dan bulat, berdaun kenyal, buahnya jika masak berwarna kuning oranye dan berbiji ungu kebiru-biruan, rasanya ada yg manis dan ada pula yg masam, bunganya kecil melekat pd ketiak daun yg telah gugur; pohon gandaria; Bonea macroplylla
rambai ram.bai [n] pohon yg tingginya mencapai 15-20 m, buahnya spt langsat, tersusun dl bentuk malai, kulitnya tipis berwarna kuning gading, isinya merah muda dan rasanya agak masam; Baccaurea motleyana [n] (1) bulu yg halus dan panjang (pd leher dan ekor ayam, dsb); bulu panjang (pd janggut biri-biri dsb); (2) akar-akar halus, panjang, dan berumbai-umbai (pd beberapa jenis pohon)
rambai ayam pokok yg kecil dan berbatang keras; Baccaurea brevipes
rambut ram.but [n] (1) bulu yg tumbuh pd kulit manusia (terutama di kepala); (2) apa saja yg panjang dan halus menyerupai rambut (spt akar --; kawat --; per -- )
rami ra.mi [n] tumbuhan semak yg tingginya mencapai 1-3 m, panjang daunnya 7-15 cm dng tepi bergerigi dan lapisan bawah berbulu putih tebal, bunganya berbentuk malai kecil muncul pd ketiak daun, bunga betina di atas dan bunga jantan di bawah kulit batangnya dijadikan serat untuk pembuat tali, layar, jala, dsb; Boehmeria nivea
ramu ra.mu [v] kumpul; urun; menjadikan satu (pendapat, akar-akaran, kayu-kayuan)
rancah ran.cah [n] tanah berpaya-paya; (2) a berpaya-paya [Lihat {rencah}] , pe.ran.cah n batangan kayu, bambu, atau pipa besi yg disambung-sambung ke atas dan ke samping untuk memanjat bangunan bertingkat
rangkum rang.kum , -- bunga rangkaian bunga atau bunga majemuk yg tumbuh dr ujung batang atau dr ketiak daun
rango-rango ra.ngo-ra.ngo [n] pohon yg batangnya selalu bengkok, Voacanga foetida
rangsang rang.sang [n] (1) sesuatu yg dapat mempengaruhi indra (pencium, peraba, perasa, dsb); (2) sesuatu yg dapat membangkitkan perasaan tertentu (kegembiraan, kesedihan, keberanian, kehangatan) [Jw v] , me.rang.sang v menyerbu; menyerang: ~ benteng musuh; (2) membantah (melawan) perkataan dsb; menyanggah: di rumah ia selalu ~ orang tuanya [n] (1) ranting kering (mati) yg telah jatuh; (2) rintangan dr ranting-ranting berduri yg dipasang pd batang pohon (supaya tidak dapat dipanjat orang)
rasamala ra.sa.ma.la [n] (1) pohon yg berdaun tunggal, berwarna hijau, dan berbentuk bulat telur dng tepi bergerigi, berbatang tegak lurus, tingginya mencapai 50 m, garis tengah batang mencapai 1,5 m, kulit batang pecah-pecah dan mengelupas berwarna abu-abu kemerah-merahan atau cokelat muda, kayunya berbau harum; Altingia excelsa; (2) kayu rasamala
rebung re.bung [n] anak (bakal batang) buluh yg masih kecil dan masih muda, biasa dibuat sayur
rebutan re.but.an [n] (1) hasil merebut; (2) yg direbut atau yg diperebutkan: ia seorang gadis cantik yg menjadi ~ pemuda di kampungnya; (3) perayaan (Cina) dng mengadakan sedekah yg diperebutkan orang banyak; (4) perlombaan memanjat batang (batang pinang) yg dilumasi lemak untuk memperoleh barang-barang yg digantungkan pd puncaknya; (5) cak berebutan
recup re.cup [n] tunas atau kuncup yg baru keluar dr batang atau cabang; tumbuhan muda yg mulai keluar dan mulai tumbuh
rejasa re.ja.sa [n] timah [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 26 m, batangnya tidak lurus sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat borok (luka lama), daunnya untuk obat lesu; Elacocarpus grandiflora; (2) kulit pohon rejasa; (3) daun rejasa
rekonstruksi re.kon.struk.si [n] (1) pengembalian spt semula: akan dilaksanakan -- dan pembangunan jalan baru di Jakarta, Bogor, Ciawi; (2) penyusunan (penggambaran) kembali: dl pemeriksaan pendahuluan telah dibuatkan -- mengenai peristiwa terjadinya pembunuhan itu
rel [n] (1) besi batang untuk landasan jalan kereta api (trem dsb); (2) ki sesuatu yg lurus (baik dsb); aturan (kebiasaan umum): tingkah lakunya sudah di luar --; -- gerigi rel kereta api bergigi (terletak di antara sepasang rel yg biasa) untuk jalan yg sangat menanjak: sepanjang 8 km antara stasiun Jambu-Semarang dipasang -- gerigi
rel tunggal rel yg hanya terdiri atas satu alur batang besi (bukan sepasang)
relai re.lai [n] siput mutiara [a] rusak berpisah-pisah (tt kayu) krn lapuk dan busuk [v] , me.re.lai v (1) memancarkan balik (tt siaran televisi radio): stasiun televisi di daerah ~ siaran TVRI pusat; (2) cak menyiarkan: siaran radio RRI Jakarta akan ~ siaran pandangan mata pertandingan sepak bola itu
rembega rem.be.ga [n] (1) pohon yg kayunya dibakar dan dijadikan bara untuk penggerak mesin; widuri; Calotropis gigentea; (2) kayu rembega
renggat reng.gat [n] garis-garis lingkaran pd tanduk atau batang kayu
renkinang ren.ki.nang [n ] (1) pohon yg tingginya mencapai 30 m, diameter batang 70 cm, berbatang tegak, cabang berada agak jauh dr tanah, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan, daunnya berasa masam, dapat digunakan sbg obat sakit gusi, buahnya yg matang digunakan sbg penyedap makanan; tempawat; kemesu; Elaeocarpus floribunda; (2) kayu renkinang
resam re.sam [n] tumbuhan pakis, batangnya keras dan dapat dibuat kalam; Gleichenia lineari [n] adat kebiasaan; aturan-aturan yg menjadi adat; pembawaan
resep re.sep [n] (1) keterangan dokter tt obat serta takarannya, yg harus dipakai oleh si sakit dan dapat ditukar dng obat di apotek; (2) keterangan tt bahan dan cara memasak obat (makanan)
reservoir re.ser.vo.ir [n] tempat menyimpan barang-barang cadangan (spt air, bahan bakar gas)
retih re.tih , me.re.tih v berbunyi spt daun-daunan basah dibakar; mendedas , me.re.tih a (1) tampak berbutir-butir pd kulit (spt keringat, bintik-bintik berair); (2) kl berloncatan (spt udang ditangguk)
rias ri.as [n] hati batang pisang [v] hias
rimba beton daerah (kota) yg penuh dng bangunan bertingkat: pada akhir abad ke-20 ini Jakarta akan menjadi -- beton
rimpang rim.pang [n] umbi (akar) yg bercabang-cabang spt jari (tt kunyit, halia); pizom; (2) a renggang jaraknya (tt jari kaki)
robekan ro.bek.an [v] (1) sesuatu (kain dsb) yg sudah robek atau sesuatu yg dirobek: menjelang magrib ia membakar ~ kain untuk mengusir nyamuk (2) hasil merobek: ~ pd kulit perutnya mulai diperiksa
rongga faring ruang di antara akar lidah dan dinding belakang leher
rosela ro.se.la [n] tumbuhan yg batangnya sebagian terdiri atas serat, dapat dijadikan tali yg sangat kuat dan bahan untuk membuat karung (goni)
rotan ro.tan [n] (1) tumbuhan menjalar yg batangnya digunakan untuk berbagai barang atau perabot (spt kursi, tali, gelang); (2) pukulan sbg hukuman: hukumannya 6 tahun buangan dan 200 --
rotan manau rotan yg berbatang besar dng garis tengah 10-15 cm, digunakan untuk perkakas rumah tangga; Calamus manan
rotan manis rotan yg berbatang licin, berwarna cokelat kekuning-kuningan, tangkainya kuat, sulurnya panjang, batangnya digunakan untuk tali atau cambuk, daunnya untuk atap, umbutnya untuk sayur; Daemonorops melanochaeta
ruang api bagian sebuah ketel uap tempat berlangsung pembakaran
ruang muatan dingin [Kap] ruang di kapal untuk menyimpan muatan dingin; -- pajang ruang tempat memajang: beberapa pelukis terkenal ikut membuka -- panjang dl pameran seni lukis nasional di Jakarta
ruas ru.as [n] (1) bagian antara buku dan buku atau antara sendi dan sendi (pd jari, bambu, tebu, dsb): -- tebu itu panjang-panjang; (2) bagian antara satu tempat (kota) dan tempat (kota) yg lain (tt jalan): -- jalan Jakarta-Cikampek sudah licin
rudin ru.din [Jk a] miskin sekali: menjadi -- setelah rumah serta harta bendanya terbakar
rumpang cabang [Bio] lubang pd tabung pembuluh batang yg terdapat di sekeliling daun atau di atas awal runutan cabang
rumpun rum.pun [n] (1) kelompok tumbuhan yg tumbuh anak-beranak seakan-akan mempunyai akar yg sama (spt buluh, tebu, pisang, serai, dan talas); perdu; (2) golongan besar bangsa (bahasa) yg sama asal dan jenisnya; golongan hasil susastra yg sejenis: -- cerita rakyat; (3) ki orang-orang yg seketurunan sama nenek moyangnya
rumput rum.put [n] (1) tumbuhan jenis ilalang yang berbatang kecil, banyak jenisnya, batangnya beruas, daunnya sempit panjang, bunganya berbentuk bulir dan buahnya berupa biji-bijian, spt -- bambu, -- benggala, -- betung, -- ilalang; (2) tumbuh-tumbuhan kecil, spt -- kejut-kejut (kemaluan)
rumput golf rumput yg tumbuh membentuk lempengan lunak, daunnya halus berukuran panjang 3-5 mm, tanaman yg tahan matahari ini cepat tumbuhnya dan biasa ditanam untuk lapangan golf; Poa protensis; -- jarem tumbuhan berbatang ramping, tumbuh di sela-sela rumput, Desmodium triflorum
rumput perimping rumput raksasa yg tingginya mencapai 3 m, daunnya tersusun rapi spt kipas, bagian tepinya tajam, tunasnya yg muda dimakan sbg lalap krn rasanya manis; Themeda villosa; -- siak-siak tumbuhan yg akarnya dibuat obat cacing dsb, Dianella ensifolia; -- telur ikan nama rumput, Panicum trigonum
rute ru.te [n] (1) jarak atau arah yg harus diturut (ditempuh, dilalui): menempuh -- itu dl waktu 12 jam; (2) jalan yg ditempuh (dilalui): reli itu akan menempuh -- Jakarta-Surabaya; (3) jalur angkutan yg menghubungkan dua tempat
ruyung ru.yung [a] kayu keras dr batang enau, kelapa untuk tangkai pacul atau sula
sabuk sa.buk, sabuk jingga [n] terna tahunan, tumbuh merumpun, tingginya mencapai 2 m, berbatang pendek yg tertutup pelepah daun, daunnya berbentuk lanset memanjang, panjangnya 20-40 cm, tulang daun berwarna hijau muda, permukaan bawah daun berwarna merah tua keungu-unguan; Stromanthe sanguinea
sabur sa.bur [a] (1) kl bercampur (berbaur) tidak menentu (sehingga tidak dapat dibedakan lagi, spt suara tangis bercampur dng teriak, beribu-ribu orang berkumpul): dl keadaan kacau akibat kebakaran itu, suara tangis dan jeritan menjadi --; (2) kabur; agak suram; agak gelap: kaca jendela ini -- krn sudah lama tidak dibersihkan
sadap sa.dap [v] me.nya.dap v (1) mengambil air (getah) dr pohon dng menoreh kulit atau memangkas mayang atau akar: petani itu -- enau untuk mendapatkan niranya; (2) ki mendengarkan (merekam) informasi (rahasia, pembicaraan) orang lain dng sengaja tanpa sepengetahuan orangnya: tugas agen rahasia itu -- pembicaraan lawannya
sadin sa.din [n] hantu air (yg konon berkepala spt anjing dan bercakar spt buaya)
saga pohon jenis saga yg berbatang; Adenanthera microsperma
sagar sa.gar [n] lidi ijuk (dapat dibuat kalam, pena, bubu, dsb): orang tua-tua dulu biasa menulis dng --; bubunya terbuat dr -- ? 1sakar
sagu sa.gu [n] (1) tumbuhan yg hati batangnya dapat dibuat tepung (kebanyakan jenis Metroxylon); (2) hati batang pohon palem (spt enau, rumbia); (3) tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb)
sagu pisang hati batang pisang
sagur sa.gur [n] perahu kecil terbuat dr sebatang pohon utuh, tanpa disambung-sambung
sakit tropis penyakit yg timbul dan berjangkit di daerah tropis: pd tahun 2010 pakar kesehatan meramalkan angka kematian akibat lima macam -- tropis akan meningkat dr dua juta menjadi lebih dr empat juta per tahun
salak sa.lak [n] (1) tanaman termasuk suku Arecacea, batangnya tertutup rapat oleh pelepah daun, berduri pd pelepah dan tangkai daunnya, buahnya berdaging putih, berbiji keras berwarna cokelat kehitam-hitaman, kulit buah berwarna cokelat bersisik agak tajam; Salacca edulis; (2) buah salak [n] bunyi gonggongan anjing: kadang-kadang terdengar -- anjing pd malam hari
salib sa.lib [n] (1) dua batang kayu yg bersilang; (2) Kris kayu bersilang tempat Yesus dihukum orang Yahudi; (3) tanda silang; (4) Kat syarat dng tangan yg menggambarkan tanda silang sbg pengungkapan doa: sebelum berdoa ia membuat tanda -- dng menggerakkan tangan dr dahi ke dada dan dr pangkal lengan kiri ke pangkal lengan kanan
sambal kemiri sambal yg dibuat dr cabai dan kemiri yg dibakar atau digoreng kemudian ditumbuk dng bumbu lainnya
sambang sam.bang, sambang darah [n] perdu yg bercabang kuat, berbunga kuning, ujung daunnya berwarna hijau dan bagian bawahnya cokelat, akarnya dapat dibuat obat setelah disimpan dan dikeringkan; Excoecaria cochinchinensis
sampakan sam.pak.an [a] jenis drama (teater) dng musik Jawa: teater Gandrik Yogyakarta dng warna -- menunjukkan gereget kritiknya
samuh sa.muh , per.sa.muh.an n pertemuan (persidangan, kongres) untuk membahas sesuatu: -- Bahasa Indonesia yg ketujuh diadakan di Jakarta
sanggit sang.git [v] ber.sang.git v (1) bergosokan antara dua benda yg keras; bergeseran: kawat listrik yg -- dapat menimbulkan bahaya kebakaran; (2) ki berselisih; bersengketa; bercekcok: kedua saudara kembar itu tidak pernah -
sanubari sa.nu.ba.ri [n] (1) jantung hati; (2) hati (dl arti batin); hati nurani; perasaan batin: sudah berurat dan berakar dl -- kita
sarik sa.rik [n] buluh yg berbatang halus [n] pencuri
sarikan sa.ri.kan lihat akar
sarirah sa.ri.rah [n] pohon atau perdu yg tingginya 3-10 m, daun dan akarnya dapat dibuat obat, daun yg muda dapat dijadikan lalap; Acronychia laurifolia
sarsaparila sar.sa.pa.ri.la [n] minuman tidak beralkohol yg dibuat dr akar tumbuhan tropis marga Smilax, berwarna cokelat dan rasanya hangat menyegarkan
sat [ark n] takaran beras dsb
satuan sa.tu.an [n] (1) bilangan bulat positif terkecil dr bilangan seluruhnya (bilangan satu): bilangan 235 -nya 5, puluhannya 3, dan ratusannya 2; (2) standar atau dasar ukuran (takaran, sukatan, uang, dsb): meter ialah -- ukuran panjang, sedangkan gram -- berat; (3) sekelompok orang (tentara, alat-alat, dsb) yg merupakan keutuhan: -- pasukan bermotor; (4) perangkat; unit
saut sa.ut lihat akar
sawo sa.wo [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 20 m, bercabang agak rendah, batangnya kasar berwarna cokelat tua, tajuknya berdaun lebat, buahnya berbentuk lonjong berwarna cokelat kemerah-merahan atau merah kehitam-hiataman, rasanya manis; Manilkara achras; (2) buah sawo [Mk n] ular sawa
sebanjar se.ban.jar [n] (1) sejajar; seleret: -- batang pisang; (2) kl sebaya: bagi semua orang yg -- dng daku umurnya
seburu se.bu.ru [n] pohon yg kayunya keras, baik untuk bahan membuat perahu, sari akar dan daunnya dapat digunakan sbg obat disentri; Ouratea sumatrana
seburus se.bu.rus [n] -- hitam tumbuhan akar kembang hutan; Urophyllum trifurcum
seburut se.bu.rut [n] tumbuhan semak, bunganya berwarna ungu merah, akarnya terkenal sbg obat kuat (tonikum); Thottea grandiflora
sedekah rebutan sedekah yg diperebutkan oleh orang banyak; (2) perlombaan memanjat bambu atau batang pinang yg dilumuri dng lemak untuk mengambil sedekah berupa barang-barang hadiah yg digantungkan di puncaknya
sedikitnya se.di.kit.nya [adv] (1) sekurang-kurangnya; setidak-tidaknya; paling sedikit: -- lima keluarga kehilangan tempat tinggal krn peristiwa kebakaran itu; (2) meski sedikit, tetapi ...: walaupun hanya tamatan sekolah dasar, -- engkau telah berpendidikan juga; (3) jumlahnya sedikit: banyak --, banyaknya (jumlahnya, bilangannya)
segantang se.gan.tang [n] seukuran; setakaran
sekaker se.ka.ker [Lihat {sekakar}]
sekali se.ka.li [n] satu kali: baru ~ saya berkunjung ke rumahnya [adv] satu kali: kopor yg berat itu terbawa dng -- angkat; (2) num semuanya; sekaligus: ketiga karcis itu diberikannya -- kpd petugas; (3) kl n suatu waktu: -- peristiwa adalah seorang raja yg bijaksana; (4) adv seluruhnya; tidak ada berkecuali; sama sekali: semua surat-suratnya dibakarnya --; (5) adv amat; sangat: kamus ini murah --; (6) adv cak yg paling: ia mendapat tempat di belakang --
sekaten se.ka.ten [n] pasar malam (terutama di Yogyakarta dan Surakarta) yg diadakan tiap bulan Maulud (untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad saw.)
sekitar se.ki.tar [n] (daerah) sekeliling: ketentuan itu berlaku untuk penduduk Jakarta dan ~ nya; (2) n berkisar pd; mengenai: yg dibahas dl penyuluhan hanya ~ cara-cara penanaman tebu saja; (3) adv lebih kurang; kira-kira (untuk bilangan): harganya ~ Rp500,00 sebuah lihat kitar
selasih se.la.sih [n] terna yg tingginya lebih kurang 1 m dan berumur pendek, batangnya bersegi empat, daunnya berbentuk bundar telur, bunganya tersusun dl tanda yg tegak, daun mahkotanya putih atau ungu, bijinya mengembang menjadi massa yg menyerupai agar-agar, biasanya dicampur dl minuman dingin, daunnya mengandung minyak asiri, digunakan dl obat-obatan tradisional, juga sbg disinfektan; Ocimum basilicum
seledri se.led.ri [n] terna tegak, tinggi sekitar 40 cm, berbatang persegi dan beralur membujur, bunganya kecil-kecil berwarna hijau, biasanya digunakan sbg penyedap makanan, spt sup dan bakso; Apium graveolens
seleguri se.le.gu.ri [n] tumbuhan perdu, bunganya kuning, akarnya dijadikan obat; Sida rhombifolia
seloroh se.lo.roh [a] lucu; (2) n lelucon; senda gurau; kelakar
selulosa se.lu.lo.sa [n Bio] polisakarida yg dihasilkan oleh sitoplasma sel tanaman yg membentuk dinding sel
semangat se.ma.ngat [n] (1) roh kehidupan yg menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan): seorang dukun di desanya dapat memanggil --; (2) seluruh kehidupan batin manusia: -- budak dan -- pengemis harus kita berantas sampai ke akar-akarnya; (3) isi dan maksud yg tersirat dl suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dsb): bertentangan dng -- perjanjian; (4) kekuatan (kegembiraan, gairah) batin: -- rakyat semakin berkobar setelah mendengar pidato itu; (5) perasaan hati: terpengaruh oleh -- kedaerahan; (6) nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb: hendaknya diusahakan supaya -- bekerja para pegawai negeri jangan luntur; jatuh -- , hilang keberanian; cabar hati; kecut hati
sembab sem.bab [Lihat {sembap}] [a Bot] berair dan berdaging (tt daun dan batang); (2) n Bio tekstur organ yg lunak, berdaging, berair, dan umumnya tebal; (3) n Dok penimbunan cairan yg berlebih di dl jaringan
sembuang sem.bu.ang [n Lay] beberapa batang pancang besar di laut, ujungnya diikat untuk melindungi atau menambatkan perahu dsb [ark n] semah yg dibuang di hutan dsb
sembung sem.bung [n] tumbuhan yg dapat dibuat bermacam-macam obat (akarnya untuk obat pembangkit selera, melancarkan kencing, dsb, daunnya juga untuk berbagai-bagai obat); Blumea balsamifera [n] alat bunyi-bunyian dr kerang
semen se.men [n] (1) adukan kapur dsb untuk merekatkan batu bata (tt membuat tembok dsb); (2) serbuk (tepung) dr kapur dsb yg dipakai untuk membuat beton, merekatkan batu bata, dsb; (3) zat kapur yg melekat pd akar gigi [n ] pola batik yg bergambar garuda dng dua sayap, ekor, dan bergambar gunung, umumnya berwarna biru tua dng gambar berwarna emas [n] air mani; benih mani: penyakit ternak ini dapat menular kpd manusia lewat sisa-sisa persalinan seekor ternak yg keguguran atau melalui -- sapi jantan
semester se.mes.ter [n] tengah tahun (enam bulan): ia duduk di -- terakhir pd salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta
semilat se.mi.lat [n] tanaman merambat, daun dan akarnya digunakan sbg obat sakit perut; Rourea fulgens
semisal se.mi.sal [n] seumpama; ibarat; seperti; sebagai: -- orang buta kehilangan tongkat; -- orang kebakaran jenggot
sempit sem.pit [a] (1) kurang dr ukuran luas (besar) yg diperlukan: rumah ini terlalu -- untuk ukuran kita; kalau saja aku agak kurus sedikit, baju ini tentu tidak terasa -- lagi; (2) ki picik (tt buah pikiran, pandangan, pengetahuan, dsb): krn kurang bergaul, ia mempunyai pandangan yg -- sekali; (3) penuh sesak (tt kampung dsb): Jakarta dirasakan semakin -- krn penduduknya semakin bertambah; (4) ki serba sedikit atau hampir kurang (tt uang, pendapatan, dsb): rasanya uang sekian itu -- sekali untuk membiayai perayaan ini; (5) ki lekas marah; tidak sabar (tt sifat seseorang): -- hati; -- pikiran; (6) mepet (tt waktu): krn -- nya waktu, ia tidak sempat pamit pd sanak saudaranya; (7) susah (tt hidup): di daerah gersang ini banyak orang yg -- hidupnya
semprit sem.prit [n] (1) peluit kecil, terbuat dr logam atau buluh bambu yg kecil; (2) alat untuk memasukkan obat ke dl tubuh; semprot kecil [n] kue kering (bakaran oven) yg dicetak dr adonan tepung terigu, gula, telur, dsb yg dicetak dng menekannya ke luar dr corong yg ujungnya berkembang-kembang
senda sen.da, senda gurau [n] main-main (canda) dng kata-kata spt olok-olok; kelakar; seloroh
sengar se.ngar [a] rasa mulut spt terbakar (krn pedas)
senggugu seng.gu.gu [n] tumbuhan yg daun dan akarnya untuk obat sakit perut; Clerodendron serratum [n] jenis udang kecil-kecil; geragau
sengit se.ngit [a] berbau tidak enak spt bau makanan (kain, rambut, dsb) hangus terbakar; angit: bau -- ini rupanya berasal dr masakan nasi yg hangus [a] (1) tajam, keras, dan sangat menyakiti hati (tt perkataan); pedas (tt kata-kata): dng -- ia menyatakan penolakannya atas usul saya; (2) hebat dan dahsyat (tt perkelahian dsb): mereka bertarung dng -- mempertaruhkan nama kelompok masing-masing dl pertandingan tsb; (3) bengis (tt roman muka, perbuatan, dsb): mukanya tampak -- jika sedang marah
sengkarut seng.ka.rut , ber.seng.ka.rut v (1) berjalin-jalin, lilit-melilit (tt akar, tali, dsb); (2) banyak seluk-beluknya; kait-berkait; (3) ki tidak keruan (tt percakapan dsb); tidak menentu
sengkelit seng.ke.lit [n] tali yg diikatkan pd kedua belah kaki untuk memudahkan memanjat pohon yg licin (msl batang kelapa, pinang) [ark] ber.seng.ke.lit v berdesak-desak [Jw] me.nyeng.ke.lit v menyisipkan (keris, golok, dsb) pd pinggang atau di bagian belakang tubuh
sentagi sen.ta.gi [ark n] (1) tali: berbayang misai bagai --; (2) setagen lihat akar
sepah se.pah [n] ampas sesuatu yg sudah dikunyah dan diisap air atau sarinya [n] -- raja cenderawasih [n] pohon yg kayunya sangat keras, getahnya dapat dibuat lilin; Irvingia malayana [n] nama batu permata (di dalamnya terdapat gambar akar kayu) /sEpah/, ber.se.pah v terserak-serak tidak keruan; berantakan
sepit se.pit [n] (1) alat untuk menjepit yg terdiri atas dua batang yg dapat direnggangkan (dibuka) dan dijepitkan (spt pinset); (2) alat makan bagi orang Cina
sepuh se.puh [n] (1) campuran sendawa, tawas, dsb yg dipakai untuk menuakan warna emas (menjadikan warna emas tua); (2) sadur (emas, perak); (3) cara mengeraskan sabit, pisau, dsb dng membakar lalu mencelupkannya ke dl air; (4) Jk sesuatu yg dipakai untuk mewarnai kue dsb [Jw a] tua: beliau sudah --
sepulih se.pu.lih lihat akar
serai se.rai [n] tanaman tahunan termasuk suku Gramineae, membentuk rumpun yg padat, batangnya kaku dan pendek, bentuk daunnya spt pita yg meruncing ke ujung, menghasilkan minyak serai, bonggol batang yg muda digunakan sbg penyedap berbagai masakan; Andropogon nardus
serandang se.ran.dang [n] dua batang kayu (buluh dsb) bersilang dan berikat di bagian atas untuk menyangga atau menunjang sesuatu
serangkak se.rang.kak [n] duri-duri (ranting-ranting kayu dsb) yg dipasang pd batang pohon buah-buahan supaya jangan dipanjat orang; sawar [Mk n] ketam kecil
serapat se.ra.pat lihat akar
serat se.rat [a] sendat; tidak licin; tidak lancar [n Bio] sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang, berasal dr hewan atau tumbuhan (ulat, batang pisang, daun nanas, kulit kayu, dsb), digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan sikat
serat manila serat yg didapat dr batang pisang manila (Musa textilia), sifatnya agak kasar tetapi lunak, panjangnya mencapai 2-3 m, yg halus digunakan sbg benang tenun, yg kasar untuk tali kapal, tikar, karpet, kertas (manila)
serau se.rau [a] kurang kerap (tt tenunan); tidak rapat; jarang; nyenyai lihat akar
serendah se.ren.dah [n] pohon pisang yg berbatang pendek (tidak dapat tinggi)
serongkol se.rong.kol [n] seberkas; segabung: ~ kayu bakar sudah cukup untuk menanak nasi
seruk se.ruk [n] tempat menyimpan beras yg dipakai juga sbg takaran (isinya sekitar 10 gantang)
serumat se.ru.mat lihat akar
serunai se.ru.nai [n] alat musik tiup jenis klarinet yg dibuat dr kayu [n] , -- laut n tumbuhan yg hidup di pantai (laut) yg bunganya berwarna kuning, akarnya dapat digunakan untuk obat penyakit keputihan; Wedelia biflora
serundang se.run.dang [v] me.nye.run.dang v menyungkur (tanah, akar, dsb) dng moncong (tt babi)
seruntun se.run.tun lihat akar
sesil se.sil [n Bio] (1) hewan yg melekat atau menempel pd dahan atau batang tanpa dihubungkan oleh tangkai); (2) hewan yg melekat atau menempel pd benda-benda mati atau pd hewan hidup
setang bor [n Pet] batang pipa bor yg berat untuk memperbesar tekanan pahat, terbuat dr baja campuran yg kuat, berlubang, panjangnya 30 kaki, berat mencapai 1/2-2 ton, dan jumlah batang pipa tergantung pd berat yg diperlukan agar pahat dapat bekerja
setanggi ladan lidi berlapis dupa yg dibakar orang Cina kalau memuja; hio
setek se.tek [n] (1) sepotong batang yg akan ditanam; (2) cara menanam pohon (jarak, singkong, dsb) dng jalan memotong batang yg akan ditanam
setum se.tum [n] uap [n] (1) setekan yg sudah berakar; (2) tunggul
sewajarnya se.wa.jar.nya [adv] (1) semestinya; selayaknya: sudah ~ apabila kpd mereka diberi amnesti; (2) memang demikian halnya; sebenarnya: ia bukan cantik krn berhias dan berias, tetapi cantik ~; (3) dng sendirinya; atas kemauan sendiri: prakarsa yg timbul adalah ~
siak si.ak [n] (1) orang (santri) penjaga atau perawat masjid; (2) orang yg biasanya tinggal di masjid dan mendapat rezeki dr sedekah orang [n] burung elang malam, berbunyi "rak, rak"; burung siak [n] (1) tumbuhan yg akarnya dapat dibuat sbg obat cacing dsb; rumput siak-siak; Dianelle ensifolia; (2) akar siak
siar si.ar [v] me.nyi.ar.kan v (1) meratakan ke mana-mana: darah -- sari makanan ke seluruh tubuh; (2) memberitahukan kpd umum (melalui radio, surat kabar, dsb); mengumumkan (berita dsb): ia hendak -- pertunangannya; (3) menyebarkan atau mempropagandakan (pendapat, paham, agama, dsb): siapa yg mula-mula -- ajaran agama Islam di Indonesia?; (4) menerbitkan dan menjual (buku, gambar, foto, dsb): satu-satunya penerbit yg -- foto-foto perang; (5) memancarkan (cahaya, terang, dsb): matahari mulai -- cahayanya; (6) mengirimkan (lagu-lagu, musik, pidato, dsb) melalui radio: sebulan sekali RRI Yogyakarta -- wayang kulit semalam suntuk [v] ber.si.ar v berjalan-jalan: aku membawanya -- ke taman bunga [Mk n] -- bakar perkara pembakaran (rumah dsb) [n] penyambung atau perekat antara batu bata yg satu dng batu bata yg lain lihat daun
siasat bumi hangus siasat berupa tindakan membinasakan (membakar, menghancurkan, dsb) segala yg penting bagi musuh
sibusuk si.bu.suk [n] (1) pohon yg kayunya biasa untuk bahan rumah dsb, akarnya untuk obat pencuci pakaian; Cassia nodosa; (2) kayu sibusuk
sigai si.gai [n] pasak atau palang yg dipasang di tiang (bambu, kayu, dsb) untuk memanjat: sangat janggal, enau sebatang dua -- nya; tangga --
sikas si.kas [n] pohon yg batangnya mirip pakis, daunnya mirip palem, tetapi lebih kaku dan mengumpul tegak pd ujung batang; Cycas revolita
sikik si.kik [n] tumbuhan yg batangnya keras dan tahan lama; Dodonaea viscosa
silalatu si.la.la.tu [Sd n] benda-benda ringan berasal dr benda yg terbakar dan beterbangan bila tertiup angin
silase si.la.se [n] batang-batang jagung yg dipotong (disabit) pd waktu tanaman tsb masih berwarna hijau, kemudian disimpan [n] cara mengawetkan hijauan pakan ternak dl bentuk segar (basah)
siluk si.luk [n] pohon, batangnya tegak dan bulat, tingginya mencapai 28 m, kayunya digunakan sbg bahan bangunan, tetapi tidak awet; Gironniera nervosa [n] arwana
simbar sim.bar [n] tumbuhan berakar rimpang yg hidup melekat pd kayu tertentu, batu, dsb; Drynaria sparsisora; -- badak jenis pohon kecil, Tabernaemontana macrocarpa [n] bulu yg tumbuh di dada laki-laki
simpak sim.pak [v] terpotong, patah pd bagian batangnya
simpan sim.pan [v] me.nyim.pan v (1) menaruh di tempat yg aman supaya jangan rusak, hilang, dsb: -- surat di lemari; (2) menabung (uang): kami -- uang di bank; (3) memegang (rahasia) teguh-teguh; menyembunyikan: -- rahasia baik-baik; -- perasaan dl hati; (4) mempunyai (ilmu, kesaktian, dsb): rupanya ia juga -- kesaktian; (5) mengandung; ada sesuatu di dalamnya: gelang akar bahar itu -- berbagai-bagai khasiat [kl a] (1) singkat; pendek (tt cerita, pembicaraan, dsb); ringkas: risalah yg --; mengambil -- , meringkaskan; (2) terkemas (tt barang dagangan dsb); beres
singkong kembang singkong yg umbinya kecil, warna batang kuning, tangkai daun merah muda, dan daun kuning terang yg tepinya hijau tua; Manihot utilissima
sirep si.rep [n] (1) mantra untuk membuat orang tertidur; pukau: begitu terkena, -- semuanya tertidur nyenyak sehingga pencuri itu masuk dng bebas; (2) sunyi senyap; (3) padam (tt api, kebakaran dsb); tidak panas lagi (tt demam); berhenti (tt tembak-menembak); reda
sirus si.rus [n] (1) Zool struktur spt benang tipis atau filamen; (2) Zool silium yg telah bersatu pd protozoa tertentu; (3) Zool rambut pd antena atau kaki serangga tertentu; (4) Zool penjuluran pd parapodium yg terdapat pd cacing poliket; (5) Zool penjuluran pd tudung ikan lanset atau di sekitar muka ikan; (6) Bot penjuluran spt lingkaran daun pd batang lili laut; (7) Zool alat kopulator pd cacing pipih; (8) Met awan terpisah-pisah yg mempunyai bentuk serabut halus berwarna putih perca-perca atau jalur-jalur sempit dng warna putih
sisik si.sik [n] (1) lapisan kulit yg keras dng keping-keping (pd ikan, ular, kaki ayam, dsb); (2) Bot dedaunan kecil dan tidak hijau spt terlihat pd kuncup atau batang termodifikasi [Jk n] sugi (tembakau): tembakau -- [n] -- bentuk jenis rumput, digunakan sbg pakan ternak; Desmodium triflorum [Jw n] , -- melik tanda-tanda yg memberikan petunjuk (barang) bukti; jejak: polisi masih mempunyai waktu dan kesempatan untuk mencari -- melik kejahatan itu
sistem ijon penjualan hasil tanaman dl keadaan hijau atau masih belum dipetik dr batangnya (di ladang dsb)
slip [n] tergelincir; selip [n] carik kertas (biasanya berukuran seperempat folio) [n Ark] bahan tanah liat halus yg digunakan untuk melapisi permukaan gerabah yg belum dibakar
soal so.al [n] (1) apa yg menuntut jawaban dsb (pertanyaan dl hitungan dsb): sekalian -- tt keuangan supaya dikumpulkan, nanti akan dijawab satu per satu; ia tidak dapat mengerjakan -- nomor lima; (2) hal yg harus dipecahkan; masalah: -- banjir di Jakarta semakin mengkhawatirkan; (3) hal; perkara; urusan: pembicaraan kami melantur ke -- yg dikhawatirkannya
soban so.ban [n] kayu bakar
solar so.lar [n] bahan bakar minyak untuk mesin diesel, lebih kental dp minyak tanah [a] berkenaan dng matahari
solenoide so.le.noi.de [n Fis] gulungan kawat tembaga yg berbentuk sulur batang, menjadi magnet jika dialiri listrik
spaning spa.ning [n] (1) tekanan; tegangan; desakan: bola lampu listrik di rumahku sering terbakar krn -- yg tidak tetap; (2) a ki tegang (tt pikiran, suasana)
spiral spi.ral [n] lilitan; pilin; sulur batang; (2) a (dl bentuk) keluk atau putaran mengelilingi titik pusat; (3) n alat kontrasepsi yg dipasang pd rahim wanita berbentuk sulur batang: alat kontrasepsi yg paling disukai oleh para akseptor keluarga berencana adalah --
spiritus spi.ri.tus [n] zat cair yg mengandung alkohol, mudah menguap dan terbakar: lampu itu dinyalakan dng menggunakan --
sponsor spon.sor [n] (1) orang atau perusahaan yg mengusahakan (memelopori, memprakarsai, mengusulkan, menyelenggarakan) suatu kegiatan (siaran, pertunjukan, dsb): perusahaan itu bertindak sbg -- dl kejuaraan bulu tangkis dunia; (2) penanggung jawab (wali); (3) pendukung; pendorong: anak dan istrinya menjadi -- utamanya dl melanjutkan studi
sponsor-sponsoran spon.sor-spon.sor.an [n cak] yg mengusahakan (mengusulkan, memprakarsai, dsb) sesuatu dng maksud supaya mendapat imbalan: kita harus betul-betul jujur, jangan ada --
spt rabuk dng api [pb] (1) mudah terbakar; (2) ki mudah terjadi hal yg kurang baik kalau didekatkan (spt gadis berdekatan dng bujang)
srigading sri.ga.ding [n] perdu yg batangnya berkayu, berwarna putih kotor dan bercabang amat rapat, bunganya berbentuk malai, tabung kelopaknya berbentuk corong, sedangkan tabung mahkotanya berbentuk silinder warna oranye, buahnya bulat telur terbalik spt jantung, tetapi pipih; Nycanthes orbotristis
stalaktit sta.lak.tit [n] batangan kapur yg terdapat pd langit-langit gua dng ujung meruncing ke bawah
stalon sta.lon [n Bio] batang yg tumbuh horizontal di atas permukaan tanah yg menghasilkan tumbuhan baru pd ujungnya
strip [n Bot] penyakit tumbuhan yg ditandai dng gejala perubahan warna berbentuk garis panjang-panjang tidak menentu, yg umumnya menyerang batang atau daun yg penulangannya sejajar [Lihat {setrip}]
subang su.bang [n] (1) perhiasan cuping telinga wanita yg biasanya berbentuk bundar pipih, terbuat dr emas dsb, ada yg bermata berlian dsb; (2) potongan kecil-kecil dan pendek-pendek dr daun tebu, daun lontar, dsb yg dimasukkan dl cuping telinga sbg perhiasan [n Bot] dasar batang yg membesar, pejal, berdaging, beruas pendek-pendek yg dikelilingi lapisan sisik atau daun
substansi sub.stan.si [n] (1) watak yg sebenarnya dr sesuatu; isi; pokok; inti; (2) unsur; zat: pembakaran terjadi sbg hasil persenyawaan sebuah -- dng oksigen; dl konferensi akan dihimpun -- masalah yg akan kita bicarakan dl pertemuan tingkat tinggi mendatang; (3) kekayaan; harta: pikiran itu merupakan -- yg tidak kelihatan; (4) Ling medium yg dipakai untuk mengungkapkan bahasa
sudip su.dip [n] (1) sendok spt sudu, bertangkai panjang (untuk mengarau nasi, membalik-balikkan barang yg digoreng, dsb); (2) Kim batang dng panjang 15 cm dng ujung pipih yg digunakan untuk meletakkan pasta atau mengambil zat kimia dr botol
sufiks inflektif sufiks yg ditambahkan pd akar atau dasar untuk membatasi makna gramatikal
sukat su.kat [n] (1) takaran yg isinya empat gantang: beras lima --; (2) ukuran (panjang, luas, isi); sukatan [kl p] asalkan; kalau: adapun negeri Malaka itu -- binasa maka barulah puas hatiku
sukrosa suk.ro.sa [n Kim] hablur putih, C12H22O11, yg larut dl air, diperoleh dr tebu atau bit gula, digunakan sbg pemanis dl minuman dan makanan; sakarosa; gula
sulung su.lung [n] yg terdahulu atau yg mula-mula sekali; (anak) yg tertua: anak -- lihat akar
sumbi sum.bi [n] tongkat peregang kain pd perkakas tenun (biasanya dibuat dr batang nibung) [v] me.nyum.bi v (1) memperbaiki tepi suatu benda yg rusak; (2) menambal (mengisi) gigi yg berlubang; (3) mengganti papan baru pd perahu dsb
sumpit sum.pit [n] sumpitan [n] alat untuk menyuap makanan berupa batangan (dr kayu dsb) [n] ikan laut, Toxotes jaculator [n] karung dr anyaman pandan dsb (tempat beras dsb): -- beras; -- garam
sumur pompa sumur yg memakai pompa (air) untuk menaikkan airnya melalui pipa saluran; (2) sumur yg menggunakan perangkat pompa dan batang saluran isap untuk menaikkan minyak dsb
sunan su.nan [n] (1) sebutan raja untuk keraton Surakarta (di Jawa); (2) penyebutan nama untuk para wali: -- Kalijaga
sundukan sun.duk.an [n] (1) hasil menyunduk atau menyunduki: -- kembang api mulai dibakar dan suasana pun bertambah meriah
sungkur sung.kur [v] me.nyung.kur v (1) menundukkan kepala rendah-rendah (hampir sampai ke tanah): kerbau itu -- hendak menanduk; (2) menggali-gali tanah (akar dsb) dng moncong (tt babi hutan dsb): kawanan babi itu -- ubi dan bangkuang di ladang itu [Mn n] sekop
sunu su.nu [Mk v] me.nyu.nu v memasang (api); membakar; menyulut; menunu
superblok su.per.blok [Ing n] (1) deretan beberapa gedung bertingkat dl suatu kawasan atau area: sebuah -- termodern di Jakarta akan dibangun di atas tanah seluas 17 ha; (2) blok hunian atau blok komersial yg sangat besar yg tertutup untuk lalu lintas, tersedia jalan untuk pejalan kaki, jalan masuk, dan jalur hijau
suplir sup.lir [n] tumbuhan jenis pakis yg batangnya hitam dan ringan sbg tanaman hias; A. capillus veneris
supraalami sup.ra.a.lami [n] keajaiban alam: menurut pakar fisika, peristiwa -- tabrakan meteor itu jarang terjadi
surut su.rut [a] (1) mundur; kembali (ke); balik (ke): berlaku -- dr bulan April; langkah sudah terlangkahkan tidak dapat -- lagi; (2) (makin) berkurang; reda (tt nafsu dsb); susut: hingga jauh malam api kebakaran itu belum -- juga; (3) berkurang (tt permukaan air sesudah pasang naik); turun; susut: apabila air -- , batu karang itu kelihatan
susu su.su [n] (1) organ tubuh yg terletak di bagian dada; (2) organ tubuh yg terletak di dada wanita yg dapat menghasilkan makanan untuk bayi, berupa cairan; buah dada; payu dara; tetek; (3) organ tubuh yg terletak di bagian perut atau dada (binatang) yg menghasilkan makanan untuk bayi, berupa cairan; (4) air yg keluar dr buah dada, susu binatang; (5) bahan minuman, berupa cairan atau bubuk [n] -- perada tumbuhan terna yg tingginya mencapai 65 cm, bunga tumbuh di ujung batang, rimpangnya membesar menjadi umbi, daunnya digunakan sbg obat; Globba atrosanguinea
swa- [bentuk terikat] sendiri: swadaya; swakarya; swakelola
swapraja swa.pra.ja [ark n] daerah yg berpemerintahan sendiri: Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah --
syagar sya.gar [Lihat {sakar}]
tabun ta.bun [v] me.na.bun v (1) membubung berkepul-kepul (tt asap): berdentum bedil berbunyi, asap naik ~; (2) membakar timbunan sampah dsb; memasang api unggun
tabunan ta.bun.an [n] timbunan sampah dsb yg dibakar; api unggun
tahan api tidak dapat terbakar
tahi ayam kotoran ayam; (2) tumbuhan yg ditanam untuk pagar, berguna sbg tanaman yg memperbaiki struktur tanah dan menghasilkan kayu bakar, bunganya berwarna merah dan kuning semarak; Lantana camara
tahi candu sisa atau bekas bakaran madat pd pipa pengisap
tajuk ta.juk [n] (1) mahkota; petam; jamang (perhiasan kepala); (2) perhiasan kepala, spt jumbai dr bunga buatan yg dicocokkan di rambut (kundai, tudung kepala) hingga tampak menganjur ke atas; (3) cabang dan dedaunan sebuah pohon; bagian pohon di batang; (4) Lay kili-kili (sepotong kayu) yg dipasang mencuar atau menganjur di tepi perahu; (5) judul, kepala surat (makalah, surat kabar, dsb); (6) Bio seluruh sistem dedaunan pd pohon, kecuali batang [Mk n] tingkat; jenjang [Sd n] surau; langgar
tak [adv] tidak: -- kenal maka -- sayang [n] tiruan bunyi tempurung diadu [n] jenis mesin (motor bakar) dilihat dari jumlah perputaran untuk setiap perubahan: dua -- , dua putaran untuk sekali pembakaran
takik ta.kik [n] (1) torehan yg agak dalam pd batang pohon untuk memudahkan pijakan orang memanjat; takuk kecil; gubang; (2) torehan pd kulit pohon (untuk mendapatkan getah)
takikan ta.kik.an [n] torehan pd batang pohon
taklikat tak.li.kat [Ar n] catatan tepi; takarir
tal [n] (1) tumbuhan palem, daunnya disebut rontal (kemudian menjadi lontar), digunakan untuk kertas tulis (zaman dulu dan sekarang masih digunakan di Bali); batang lontar; (2) daun tal [n Lay] tiang dayung yg terdapat pd sisi kiri dan sisi kanan buritan sampan tempat menyangkutkan gandar dayung pd kilas
talas bentul talas berbatang hijau yg mirip dng talas mentega
talas cina tumbuhan yg daun dan batangnya dapat digulai, tidak gatal; kemumu
talas mentega talas yg berbatang hitam, berumbi kuning, spt warna mentega dan tidak menggatalkan meskipun dimakan mentah
talas perak talas sbg tanaman hias, batangnya pendek, berupa umbi, tertutup daun, tangkai daun sekitar 75 cm, berwarna hijau bergaris-garis cokelat hitam, daun berbentuk ujung tombak; Xanthosoma lindenii
tali api tali dr sabut dsb yg dipakai sbg api-api; tali kain yg dibakar apabila memasang rokok orang besar pd zaman dahulu
tambak bukit tam.bak bu.kit [n] (1) tumbuhan rumput yg akarnya untuk obat batuk atau obat menceret; sembung hutan; Vernonia cinerea; (2) akar tambak bukit
tambus tam.bus [Jk v] me.nam.bus v membakar (ubi dsb) dl bara; membakar dng membenamkannya ke dl abu hangat; membembam [Lihat {timbus}]
tanda selar cap bakar pd kulit (kuda, sapi, dsb)
tangan jahat orang yg berbuat jahat spt menganiaya, membunuh, membakar rumah
tangga pilin tangga sulur batang (tangga yg berbeli-belit)
tangga sigai tangga dr sebatang kayu atau bambu yg diberi bersigai
tangkai tang.kai [n] (1) gagang pd buah (daun, bunga); (2) batang tumbuhan yg kecil-kecil (spt kecambah, padi); (3) kata penggolong untuk bunga: tiga -- bunga mawar; (4) gagang atau pegangan suatu alat; batang (tombak, dayung, dsb); hulu (pisau dsb) [n] tempat menyimpan padi; rengkang; lumbung;
tanur ta.nur [n] (1) tempat pembakaran (kapur, dsb); perapian; kompor; (2) keran
tanur tinggi perapian yg bentuknya tinggi (untuk membakar batu kapur, bijih besi, dsb)
tapak dara ta.pak da.ra [n] tanaman hias, bunganya di ujung batang atau cabang, berbentuk lingkaran lima helai mahkota, berwarna putih, merah muda, atau merah tua; Selaginella plana
tapak liman ta.pak li.man [n] (1) tumbuhan yg disebut juga tutup bumi, berdaun hijau tua berlekuk-lekuk, tepinya bergerigi, daun dan akarnya dapat digunakan sbg obat; Elephantopus scaber; (2) daun tapak liman; (3) akar tapak liman
taraksasin ta.rak.sa.sin [n] zat pahit dr akar dan rimpang rumput berbunga kuning, digunakan sbg tonikum dan obat pencahar; Tara- xacum officinale
taruk ta.ruk [n] tunas tumbuhan (pohon, rumput); daun dan ranting (pucuk) yg tumbuh pd cabang dahan atau batang kayu: -- padi; -- anggur; -- kayu-kayuan [Lihat {taruh}] [v kas] pukul; hantam
tarum ta.rum [n] tumbuhan yg daunnya dibuat nila, ada bermacam-macam; -- akar, Marsedenia tinctoria; -- daun alus, Indigofera arricta; -- kembang, Indigofera suffruticosa; (2) daun tarum; (3) biru tua (warna nila)
tawan ta.wan [v] me.na.wan v(1) menangkap (menahan) musuh dsb; (2) merampas (merebut, menjarah) harta musuh dsb: perampok itu ~ harta korbannya; (3) menarik hati; memikat: wajahnya yg cantik itu ~ [v] tersedu-sedu [n] akar -- hutan, tumbuhan memanjat, Fissistigma mafiformo
tebu te.bu [n] jenis rumput-rumputan berbatang tinggi dan beruas-ruas, air dl batangnya manis, biasanya dibuat gula; Saccharum officinarum
tebu betung tebu berbatang besar, hampir sebesar buluh
tebu kapur tebu berwarna hijau muda dan batangnya berkapur
tebu telur tebu berbatang hijau, tidak beruas, isi batang berwarna kulit telur mirip telur ikan dan dapat disayur; bunga tebu; terubuk
tebu-tebu te.bu-te.bu [n] ruas-ruas (berbentuk spt ruas, spt pd gelang dsb); gelang-gelang (pd batang tombak, hulu keris, dsb)
tegangan te.gang.an [n] (1) tekanan yg diakibatkan oleh tarikan; (2) gaya pd tali atau batang yg menunjang beban atau yg disebabkan oleh rentangan antara dua titik; (3) Sas ketidakpastian yg berkelanjutan atau suasana yg makin mendebarkan yg diakibatkan oleh jalinan alur dl cerita rekaan atau lakon; (4) Psi keadaan mencekam sbg akibat perasaan khawatir, terhambat, frustrasi, atau terlalu bergelora; (5) Tek arus (aliran) listrik
tegari te.ga.ri [n] tumbuhan yg akarnya harum dan dibuat campuran setanggi; Dianella bancana
teh pahit minuman yg dibuat dr akar-akaran direbus untuk obat kuat; (2) teh tanpa gula
teja te.ja [n] (1) cahaya (awan) yg merah kekuning-kuningan kelihatan di kaki langit sebelah barat (ketika matahari terbenam); (2) pelangi [n] -- badak tumbuhan yg akar dan daunnya dibuat obat, Cinnamomum iners
tekokak te.ko.kak [Sd n] (1) tumbuhan perdu yg berdaun spt daun terung, batangnya berduri jarang; Solanum torvum; (2) buah tekokak yg kecil bulat dan berwarna hijau dapat dimakan, dijadikan sayur
telut te.lut [v] ber.te.lut v berlutut: maka ~ lah ia di tanah sambil menangis [a] mempan (tt senjata); terlut; telap: tidak -- [v] me.ne.lut v memotong cabang atau batang (singkong, anggur, dsb) untuk ditanamkan; setek
tembakau hutan tumbuhan yg daun dan akarnya dibuat obat; Solanum verbascifolium
tembang gede [Jw] tembang yg didasarkan pd jumlah baris, suku kata dan vokal pd akhir baris dr tembang-tembang yg berasal dr zaman permulaan Kerajaan Surakarta
tembikar tem.bi.kar [n] (1) barang dr tanah liat yg dibakar dan berlapis gilap; porselen; (2) pecahan (pinggan, periuk, dsb); beling; tembereng
tempawak tem.pa.wak [n] (1) pohon yg tingginya mencapai 30 m, diameter batang 70 cm, berbatang tegak, cabang berada agak jauh dr tanah, kayunya dapat digunakan sbg bahan bangunan, daunnya berasa masam, digunakan sbg obat sakit gusi, buahnya yg matang digunakan sbg penyedap masakan; Elaeocarpus floribundua; (2) buah tempawak
temu gelang bertemu kedua ujungnya sehingga berbentuk spt gelang (msl atap stadion Senayan di Jakarta)
temu karya lokakarya
tenggiri teng.gi.ri [n] ikan laut bersisik halus, dagingnya putih, digunakan sbg bahan membuat kerupuk; Scomberomorus (jenisnya bermacam-macam: -- batang, Scomberomorus commersoni
tengkuk teng.kuk [n] (1) kuduk (leher bagian belakang): krn sakit, ia tidak dapat menggerakkan -- nya sehingga kaku bagaikan patung; (2) benda (batang, tandan, tangkai) yg membengkok menyerupai kuduk
teplok tep.lok [n] lampu tempel yg bersumbu dan menggunakan bahan bakar minyak
tepung aren tepung yg terbuat dr pati batang enau; tepung sagu
tepurang te.pu.rang [n] tumbuhan merambat sejenis peria buahnya berbiji-biji, pahit, dan akarnya berbuih spt sabun; Momordica cochinchinensis
tera te.ra [n] (1) tanda berupa gambar (huruf, lambang, dsb) yg dicapkan pd lak, timah, surat penting, atau sarung surat (amplop), bingkisan pos, segel, dsb; (2) rekaman cap (stempel): bubuhkanlah -- di surat ini; (3) cap pengujian yg dibubuhkan oleh Jawatan Tera pd timbangan, takaran, dan ukuran yg dipakai dl perdagangan; tanda uji pd alat timbangan dsb yg sudah diperiksa kebenarannya oleh Jawatan Tera: pergunakanlah timbangan yg sudah ada tanda -- nya; pegawai pos itu sedang menyetel tanggal yg ada pd alat -- itu
tera ulang pengujian kembali thd timbangan, takaran, dan ukuran yg dipakai dl perdagangan
terajam te.ra.jam [v] menanggung siksaan badan; tersiksa; sudah dirajam; sudah menanggung hukuman badan [n] pohon yg akarnya digunakan sbg ramuan obat; akar terajam
terak te.rak [n] (1) ampas leburan logam (timah dsb) yg dilebur dl tanur tinggi, rupanya sbg batu kaca; (2) sisa kokas atau arang batu yg tidak terbakar; (3) sisa bara api; kerak [ark n] sarang tempat ayam betina bertelur dan mengeram; petarangan: tikus itu makan telur yg ada di --
terakota te.ra.ko.ta [n] (1)tembikar yg tidak dilapisi glasir, dibuat dr tanah liat yg dibakar sehingga warnanya merah kecokelat-cokelatan (digunakan sbg benda hias atau pelapis lantai): artefak batu dan -- terdapat dl peti kubur itu; (2) merah kecokelat-cokelatan; merah (batu) bata: kemejanya yg berwarna -- itu sangat mengesankan
terefleksikan te.re.flek.si.kan [v] dapat direfleksikan: suasana perkampungan di Yogyakarta pd masa kolonial ~ dl arsitektur tradisional di paviliun itu
tergaruk ter.ga.ruk [v] (1) terkukur; tidak sengaja kena kukur; (2) tercakar; (3) tertangkap (oleh petugas negara); (4) terkeruk (terambil) sebanyak-banyaknya (harta)
terkendali ter.ken.da.li [v] telah (dapat) dikendalikan: kerusuhan di Jakarta akhirnya ~ dl tempo kurang dr 24 jam
terna ter.na [n] tumbuhan dng batang lunak tidak berkayu atau hanya mengandung jaringan kayu sedikit sekali sehingga pd akhir masa tumbuhnya mati sampai ke pangkalnya tanpa ada bagian batang yg tertinggal di atas tanah
teroris te.ro.ris [n] orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan -- telah mengganas dng membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen
terorisme te.ror.is.me [n] penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dl usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror; -- seks penggunaan kekerasan seksual untuk menimbulkan ketakutan dl usaha untuk mencapai tujuan (terutama tujuan politik): -- seks thd perempuan terjadi pd pertengahan bulan Mei di Jakarta
terpancang ter.pan.cang [v] (1) sudah dipancang (tt tonggak, tiang pancang): beberapa tiang bendera ~ di depan gedung Sekretariat ASEAN; (2) sudah dipasangi pancang; sudah dipagar (dibatasi dsb) dng pancang: lahan untuk kompleks Perumnas itu sudah ~; (3) terpampang: di ruang tamu ~ lukisan almarhum Jenderal Sudirman; (4) berdiri tegak; terpaku; tertegun: orang asing itu ~ ketika melihat Candi Borobudur; (5) ki berurat berakar teguh-teguh: ajaran agama ~ dl kalbu umat Islam
terpetik ter.pe.tik [v] sudah atau dapat dipetik (tt buah, bunga, dsb); (2) ternukil; terkutip: sebagian dr novel ini telah ~; (3) tidak sengaja dipetik: picu senapan itu ~ oleh anak itu; (4) terdengar: ~ berita bahwa harga minyak bakar akan naik lagi
tersangsang ter.sang.sang [v] tersangkut: kemarin pagi ditemukan mayat -- pd akar-akar pohon di tepi Sungai Ciliwung
tersaur ter.sa.ur [v] terbelit; tersangkut: tiba-tiba kaki pencuri -- pd akar
tersiar ter.si.ar [v] telah diumumkan; telah dikabarkan ke mana-mana; telah diterbitkan dan diseratakan (tt buku dsb); telah tersebar ke mana-mana: banyak cerita -- tt dia [v] terbakar
tertambus ter.tam.bus [v] terbakar: mati ~
tertunu ter.tu.nu [v] terbakar
testikel tes.ti.kel [n] buah pelir; buah zakar
testis tes.tis [n] alat kelamin laki-laki yg menghasilkan mani; buah zakar
tetes te.tes [n] benda cair (air dsb) yg jatuh menitik krn berat; titik: beberapa -- air matanya menitik dr kedua kelopak matanya; takaran obat itu sekali minum lima -- [n] cairan sisa penghabluran gula; ceng: -- dapat dibuat alkohol
tetra tet.ra [n] karbon tetraklorida, cairan berbau busuk, tidak berwarna, tidak larut dl air, tidak mudah terbakar, dan tidak meledak, digunakan sbg bahan pelarut, ekstraksi, dan pengencer
tiang turus tiang atau batang pohon untuk mengukuhkan pagar dsb; (2) ki pelopor; pembesar negeri
tiga satu penumpang mobil pribadi dsb paling sedikit berjumlah tiga orang dl satu mobil apabila melalui jalan tertentu pd jam-jam tertentu di Jakarta (kecuali taksi dan kendaraan umum)
tihul ti.hul [Sd n] sisa kayu yg sudah terbakar sebagian
tikus sawah tikus yg hidup di sawah, memakan dan merusak batang padi yg masih muda
timbun tim.bun [n] tumpukan sesuatu; longgok (yg besar dan tinggi): dua -- kayu bakar; lima -- pasir; ditumpuknya padi itu menjadi tiga --
timi ti.mi [n] tumbuhan terna yg tumbuh tegak atau menanjak, bercabang banyak, tingginya hanya 30 cm, batangnya persegi dng daun kecil berbentuk lanset atau lonjong; Thymus vulgaris
tinggi ting.gi [a] (1) jauh jaraknya dr posisi sebelah bawah: gunung itu --; burung itu terbang --; pohon itu seratus meter -- nya; (2) panjang (tt badan): dia lebih -- dp saya; -- nya, 1,35 m; (3) sudah agak jauh ke atas (tt matahari); sudah hampir tengah hari: matahari telah --; bangunlah, hari sudah --; (4) luhur; mulia: cita-cita yg --; -- budinya; (5) yg sebelah atas (tt tingkatan, pangkat, derajat, mutu, dsb): kelas --; pegawai --; perwira --; perguruan --; sekolah --; (6) sudah lanjut (tt umur); banyak atau mahal (tt harga, nilai, dsb): mencapai usia yg --; ongkos penghidupan di Jakarta sangat --; harga bahan makanan semakin --; (7) sudah maju (tt kecerdasan, peradaban, dsb); sudah jauh pd tingkatan atas (tt pengetahuan, pelajaran, dsb): peradaban yg --; -- kajinya; (8) sombong (tt perkataan, tabiat, dsb): selalu -- cakapnya
titian ti.ti.an [n] (1) jembatan kecil (sebatang kayu, papan, dsb yg dilintangkan di atas sungai dsb): mereka terpaksa menyeberang melalui ~ itu krn jembatan rusak; (2) jalan yg sempit (terutama yg diberi tumpuan papan, batu, dsb)
titik nyala [Kim] derajat suhu terendah tempat suatu minyak menguap cukup banyak dan cukup reaktif untuk dapat terbakar seketika
tobong gamping tempat pembakaran (kapur dsb)
togok to.gok [n] (1) batang kayu yg sudah ditebang dahan-dahannya; (2) tubuh yg tidak bertangan dan berkaki [n] -- damar 1 kaki (pelita, lampu); (2) lampu (dng tempat dr botol dsb)
toktok tok.tok [n] batang kayu yg berongga (terdapat di surau dsb) yg dipukul untuk memanggil orang agar salat, berkumpul, dsb
toluena to.lu.e.na [n Kim] cat air membias, tanpa warna dng bau khas yg terbakar dng nyala berasap
tomat to.mat [n] (1) tanaman sayuran, batang dan daunnya berbulu halus, buahnya agak bulat, yg muda berwarna hijau, yg sudah masak (tua) berwarna merah, ada yg berbiji banyak, ada yg tidak berbiji, digunakan sbg sayur atau dimakan sbg buah; terung bali; ranti merah; Solanum Iycopersicum; (2) buah tomat
tonggak tong.gak [n] (1) balok (kayu, batu, dsb) yg dipasang tegak; (2) tiang (rumah, jembatan, dsb); (3) pal (ukuran jauh 1.500 m); (4) tunggul (pangkal batang kayu yg masih tegak); sisa batang kayu yg sudah dipotong (yg ada di dl air dsb); (5) pokok; asal; (6) ki orang yg sangat pendiam [v] me.nong.gak v menuangkan (air dsb) ke mulut dr cerek, kendi, botol, dsb; menuangkan (obat, tepung, dsb) ke mulut
torso tor.so [n] patung batang tubuh tanpa lengan dan kaki
trayek tra.yek [n] jalan yg dilalui; jarak perjalanan yg ditempuh: -- Jakarta-Bandung
trienial tri.e.ni.al [n] tiap-tiap tiga tahun sekali; tiap-tiap tiga tahunan: pameran ini merupakan gebrakan pertama sbg kegiatan berkala, yg diharapkan dapat melembaga sbg -- Jakarta
tripod tri.pod [n] penyangga mesin bor (kamera dsb) yg terdiri atas tiga buah kaki berbentuk batang; kaki tiga
tuba tu.ba [n] (1) pohon yg akarnya beracun, dapat memabukkan (meracun) ikan dsb; Derris elliptica; (2) akar pohon tuba; (3) racun ikan (dibuat dr akar tuba), [n] saluran; tabung; tube: -- uterina, saluran uterus
tubuh tu.buh [n] (1) keseluruhan jasad manusia atau binatang yg kelihatan dr bagian ujung kaki sampai ujung rambut: -- nya tegap dan sehat; seluruh -- nya berasa sakit; nama batang -- , nama sebenarnya (bukan nama gelar dan bukan nama timangan); (2) bagian badan yg terutama (tidak dng anggota dan kepala): yg dibasahi hanya -- nya; (3) diri (sendiri): tuan -- , tuan sendiri (bukan wakil dsb); (4) bagian yg terpenting: -- perahu; -- pesawat terbang; (5) pertubuhan; badan (dl organisme)
tugal tu.gal [n] tongkat kayu dsb yg runcing untuk membuat lubang di tanah yg akan ditanami benih; (2) v membuat lubang benih di tengah dng tongkat yg runcing: hutan kayu atau belukar ditebas, lalu dibakar menjelang masa -- awal musim penghujan
tuju tu.ju [v] , me.nu.ju v (1) pergi ke arah; mengarah (ke); pergi (ke) jurusan: keesokan harinya mereka ~ ke Bandung; kereta bergerak ~ Jakarta; (2) mengarah; mengabah: ditarik garis ~ titik A; (3) melemparkan, melontarkan, dsb arah ke: gelang-gelang rotan itu dipakai untuk ~ barang-barang yg di meja itu; (4) menjadikan maksud (sasaran, arah); memaksudkan; (5) mendatangi: bus itu ~ pelabuhan [n] sesuatu yg dilepaskan dng sihir (jampi, mantra, dsb) untuk membuat orang sakit atau mati: menurut dukun, orang itu terkena -- , bukan terserang penyakit biasa
tulang gigi tulang pembentuk gigi pd mahkota yg dilindungi oleh email dan pd akar gigi dilindungi oleh semen; dentin
tumbang tum.bang [v] (1) rebah (tt kayu besar yg terangkat akarnya dsb): pohon satu-satunya tempat bernaung -- krn hujan yg disertai angin kencang itu; (2) ki jatuh; runtuh (tt negara, kekuasaan, dsb): kekuasaan imperialis di Timur Tengah telah -- [Mk n] keladi (pisang, ubi) yg direbus, ditumbuk halus dan dicampur dng gula dan parutan kelapa
tumbuhan tebing tum.buh.an tebing tumbuhan yg berakar dl tanah tebing
tumplak tum.plak [v] (1) tertumpah semuanya; tercurah semuanya: nasi sebakul -- di meja; (2) ki datang banyak-banyak; bergerombol (berkerumun) sampai melebihi daya tampung tempat yg tersedia: ribuan pelajar seluruh wilayah Jakarta Raya -- di Stadion Utama Senayan
tunas tu.nas [n] (1) tumbuhan muda yg baru timbul (dr tunggul, ketiak daun, buku batang induk, batang kayu yg ditebang, dsb); (2) bakal cabang (ranting) yg baru mulai tumbuh: -- padi, batang padi yg tumbuh sesudah padi dituai
tunggul tung.gul [n] (1) pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang; (2) pokok batang yg masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dsb: -- padi; -- jagung; (3) tonggak (untuk menambatkan perahu dsb) [n] bendera; panji-panji: dua orang pembawa -- berjalan kaki di belakang pasukan [ark] me.nung.gul v memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu krn kalah dl berperang; tungkul
tunjung tun.jung [n] (1) tumbuhan bunga, hidup terapung di air, berdaun bunga, bunganya (ada yg biru, putih, atau merah) yg berbatang panjang muncul dr pelepah daun dan tegak mencuat ke atas permukaan air; teratai; (2) bunga tunjung
tuntung tun.tung [n] ujung (yg runcing): -- jarum; -- keris; -- lembing [n] tabung kecil (untuk tempat garam dsb) [a] terlalu tinggi jika dibandingkan dng besar tubuh atau batang; ramping; langsing (msl badan orang kurus, batang tebu yg tumbuh kerdil) , me.nun.tung v mengerat; memotong: ~ tebu [v] , me.nun.tung.kan v (1) membalikkan (tabung, botol, dsb) agar isinya keluar; menjungkirbalikkan supaya isinya tumpah; (2) ki mencurahkan (perasaan hati, kasih sayang, dsb) [n] kura-kura yg hidup di darat, bertelur pd waktu musim kemarau, telurnya lebih besar dp telur itik
tunu tu.nu , me.nu.nu v menyalakan; mengobarkan; membakar
tunu hati tu.nu hati membakar hati (menyakitkan hati)
turiang tu.ri.ang [n Tan] (1) anak tanaman padi yg tumbuh secara liar (biasanya setelah dipanen): kalau tanaman padi yg terkena wereng dibiarkan, akan tumbuh -- dan menjadi sumber penularan; (2) sistem penanaman yg tanaman generasi keduanya berasal (tumbuh) dr perakaran tanaman generasi sebelumnya
turus tu.rus [n] (1) tiang atau tonggak (dr kayu dsb) untuk mengukuhkan pagar (belat, bendungan, dsb); (2) batang pohon untuk tiang pd pagar; (3) batang kayu atau bambu untuk tempat merambat kacang panjang (sirih, lada, dsb) menjalar
tusam tu.sam [n] (1) pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 60 m, dan garis penampang 1 m, kulitnya bergetah sangat lekat, digunakan sbg bahan terpentin, daunnya berbentuk jarum-jarum kaku, semula ditemukan di Sumatra Utara, kini banyak ditanam di seluruh Indonesia; Pinus merkusii; (2) kulit tusam
tutup bumi tumbuhan obat-obatan, akarnya untuk obat malaria, daunnya dapat untuk menurunkan panas dng menumbuknya lalu melekatkan kening dan perut
ubang , meng.u.bang ark v menakuk pohon (batang kayu) yg akan ditebang
udani uda.ni [n] (1) tumbuhan merambat, daunnya dibuat obat cacing; akar puntianak; Quisqualis indica; (2) daun udani
udara uda.ra [n] (1) campuran berbagai gas yg tidak berwarna dan tidak berbau (spt oksigen dan nitrogen) yg memenuhi ruang di atas bumi spt yg kita hirup apabila kita bernapas; hawa: berjalan-jalan menghirup -- segar; (2) ruang di atas bumi yg berisi hawa; angkasa: asap hitam mengepul ke --; (3) keadaan hawa (cuaca, hari): -- dl bulan ini sangat panas; (4) segala sesuatu yg berhubungan dng penerbangan: hubungan -- antara Jakarta dan kota-kota besar di seluruh Indonesia sudah lancar; pelabuhan --; pos --; (5) suasana: -- desa itu sedang tegang menjelang pemilihan lurah
udik [n] sungai yg sebelah atas (arah dekat sumber); (daerah) di hulu sungai: perahu yg ke -- harus didayung; (2) n desa; dusun; kampung (lawan kota): setiap Lebaran banyak orang Jakarta pulang ke --; (3) a ki kurang tahu sopan santun; canggung (kaku) tingkah lakunya; bodoh: masih -- benar orang ini
uji tera pengujian thd alat-alat timbangan, takaran, dan ukuran yg dipakai dl perdagangan
ujung [n] bagian penghabisan dr suatu benda (yg panjang): serangga itu merusakkan -- akar anggrek; berbelok di -- jalan; (2) bagian barang yg diruncingkan (lancip, tajam, dsb); puncak: -- hidung; -- jari; -- tombak; (3) bagian darat yg menjorok (jauh) ke laut; (4) (bagian) akhir (pembicaraan, percakapan, tahun, dsb): -- pembicaraan baginda masih thd hal itu jua; gajinya tidak cukup sampai ke -- bulan; (5) ki maksud dan tujuan (perkataan dsb): saya maklum akan -- perkataannya itu [n] , -- atap tanaman semak; Baeckea frutescens
ukup [n] (1) wangi-wangian yg dibakar (spt dupa, setanggi) untuk mengasapi pakaian supaya harum baunya; (2) bunga-bungaan, msl bunga melati untuk mengharumkan teh; (3) wangi-wangian: air -- , air wangi-wangian
ulang-alik [v] (1) pulang pergi; bolak-balik; mondar-mandir: penerbangan -- Jakarta-Surabaya; (2) mondar-mandir ke sana-sini
ulat tanah ulat yg hidup di tanah biasa sbg hama yg menyebabkan pangkal batang patah; Agrothis interjectionis
umbisi um.bi.si [n Bot] batang di dl tanah yg berbentuk spt bawang dilapisi kulit tipis dan tumbuh menegak
umbut um.but [n] ujung batang (kelapa, enau, dsb) yg masih muda dan lunak, dapat dimakan: alangkah nikmatnya apabila makan dng sayur -- kelapa pd tengah hari [v] meng.um.but v menarik (tali yg diulurkan dsb); mencabut
umpan api barang yg mudah terbakar untuk menyalakan api: dicarinya potongan kayu kecil-kecil untuk -- api
upih [n] (1) tangkai pelepah pinang dsb yg lebar dan tipis: dodol dibungkus dng -- pinang; (2) bagian daun tanaman padi-padian yg menyelubungi batang [n] upih-upih n burung bangau yg warna bulunya kelabu; Ibis leucocephalus
urang aring tanaman musiman yg bisa bertahan hidup tiga bulan, batangnya bulat berwarna ungu ditumbuhi bulu berwarna putih, tinggi tanaman mencapai 80 cm, daunnya berbentuk bulat telur memanjang, berujung runcing berwarna hijau tua, biasa dibuat minyak yg berkhasiat menyuburkan rambut dr kerontokan; Eclipta alba
urat [n] (1) bagian dl tubuh yg menyerupai benang atau tali; (2) jalur atau garis yg tampak pd permukaan (kayu, daun, dsb); (3) akar: [n] kata penggolong benda untuk rotan dsb: dua -- rotan [Lihat {aurat}]
usaha usa.ha [n] (1) kegiatan dng mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: bermacam-macam -- telah ditempuhnya untuk mencukupi kebutuhan hidup; -- meningkatkan mutu pendidikan; (2) kegiatan di bidang perdagangan (dng maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan: -- perkayuan mengalami kemajuan; -- nya di bidang tenun ikat berkembang pesat
usar [n] rumput yg tinggi-tinggi, berakar wangi, dapat dibuat minyak wangi; Andropogon zizanioides
V , v /fE/ n (1) huruf ke-22 abjad Indonesia; (2) (dng huruf kapital) lambang bilangan 5 angka Romawi: Kongres -- Bahasa Indonesia dilaksanakan pd tahun 1993 di Jakarta; (3) sbg lambang bilangan 5000 angka Romawi, dng huruf kapital yg diberi garis di atasnya (); (4) (dng huruf kapital) lambang vanadium
valeria va.le.ria [n] perdu menahun dng bunga berkelompok merah atau putih yg akarnya dapat dijadikan obat
vasektomi va.sek.to.mi [n Dok] operasi untuk memandulkan kaum pria dng cara memotong saluran sperma atau saluran mani dr bawah buah zakar sampai ke kantong sperma
verba takteratur verba yg berubah vokal akarnya untuk mengubah kala dan bukannya dng menambah sufiks inflektif
vermiseli ver.mi.se.li [n] makanan (spt makaroni) yg bentuknya spt mi panjang tipis terbuat dr adonan gandum
vetiver ve.ti.ver [n] rumput yg berasal dr India sebelah timur, dibudidayakan, terutama diambil akarnya yg harum untuk dibuat lapik, kerai, bahan minyak wangi, dsb
vinil vi.nil [n] serat sintetis (bahan plastik) yg tahan api, tidak mudah terbakar (untuk piringan hitam, bahan pelapis dinding, lantai, dsb): lantai kamar tamu dilapis -- agar tampak lebih rapi
violces vi.ol.ces [n] tanaman hias dl pot, berbatang pendek berair, daun berbulu di kedua sisinya, bunga berwarna putih, merah muda sampai ungu tua, tumbuh baik di tempat yg teduh dan lembap; Saintpaulia ionantha
virulensi vi.ru.len.si [n Dok] (1) takaran kemampuan suatu mikroorganisme (virus) untuk menimbulkan penyakit; (2) keganasan; kejahatan
wah [p] kata seru untuk menyatakan kagum, heran, terkejut, kecewa: -- , bukan main ramainya Jakarta!
wajah wa.jah [n] (1) bagian depan dr kepala; roman muka; muka: ketika aku datang tampak -- ibunya berseri-seri; (2) tokoh (pemain dsb): -- baru; (3) ki apa-apa yg tampak lebih dulu: Jakarta adalah -- Indonesia; (4) gambaran; corak: -- remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi dng banyak yg terlibat penggunaan obat terlarang
warga kota penduduk kota: -- kota Jakarta sudah melimpah ruah
warta berita berbagai-bagai kabar: -- berita yg pertama dr RRI Jakarta disiarkan pukul 05.00
watang wa.tang [Jw n] pohon kayu; batang
wereng punggung putih wereng yg tubuhnya lebih kecil dp bulir padi, sering mengisap batang padi, jagung, dan rumput-rumputan; Sogatella furcifera
wesel we.sel [n] (1) surat pos untuk mengirimkan uang; (2) surat pembayaran yg dapat diuangkan ke bank oleh pemegangnya [n] konstruksi batang-batang rel kereta api yg bercabang (bersimpangan) tempat memindahkan arah jalan kereta api
widuri wi.du.ri [Jw n] tumbuhan perdu berbatang dan daunnya hijau keputihan karena buku-bukunya kasar, bergetah, bunganya ungu kemerah-merahan, tumbuh di dekat pantai; Calotropis gigantes
wortel wor.tel [n] tanaman sayuran berakar pasak berdaging, berwarna kuning jingga, kaya akan zat gula, vitamin, dan garam mineral; Daucus carota
wudani wu.da.ni [n] tumbuhan merambat, berbatang tebal dan berduri, daun yg muda berbentuk bulat telur berwarna kuning cokelat, kemudian setelah tua berwarna hijau tua, bunga terdapat pd ketiak daun dan buahnya berbentuk lonjong berwarna cokelat tua; Quisqualis indica
xilem xi.lem [n Bio] jaringan pembuluh kayu, khususnya tumbuhan tinggi, yg merupakan sel penyokong dan pengalir-alir ikatan vaskular; jaringan pembuluh pd tumbuhan tinggi yg terdiri atas trakeid berlignin, unsur pembuluh dan serat yg menghantar air dan garam-garam mineral yg diserap oleh akar ke seluruh bagian, menopang tubuh secara mekanis
yang-yang lihat akar
yoyo yo.yo [n] mainan anak-anak dr kayu, bentuknya bulat pipih menyerupai gelendong benang yg diikat dng tali, jika dimainkan menyebabkan mainan itu terputar turun-naik krn talinya terlepas dan tergulung kembali [n Lay] sistem pembongkaran atau pemuatan untuk muatan yg sangat berat, menggunakan empat batang pemuat kapal

Jika informasi mengenai "akar batang" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik dan Saran

Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.

Terkait

Tentang KBBI Edisi III

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi online dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Kamus ini memuat 78.000 lema. Isi (kata dan arti) dalam kamus ini merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Kamus Lainnya

Berikut adalah daftar kamus lain yang ada di Rebanas